P. 1
Teori Atom 5

Teori Atom 5

|Views: 12|Likes:
Published by LathoifulIsyaroh

More info:

Published by: LathoifulIsyaroh on May 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2013

pdf

text

original

PEMBENTUKAN MOLEKUL, IKATAN KIMIA DAN IKATAN IONIK 6.1.

PEMBENTUKAN MOLEKUL
Bila suatu atom berantaraksi dengan atom lain maka akan terbentuk suatu bangun baru yang disebut molekul (dari bahasa Latin : molecula, artinya massa yang kecil). Dalam antaraksi tersebut terjadi ikatan kimia. Dalam proses pembentukan ikatan kimia, yang sangat berperan adalah elektron kulit terluar atau elektron valensi atom-atom yang berantaraksi itu. Dalam proses tersebut terjadilah penataan ulang susunan elektron terluar kedua atom itu sehingga menjadi susunan elektron yang baru.

6.2. JENIS-JENIS IKATAN KIMIA
Menurut sifat-sifat dan susunan elektron valensi yang baru setelah dua atom berantaraksi, terdapat tiga jenis ikatan kimia, yaitu: 1. Ikatan elektrovalen (ikatan ion) 2. Ikatan kovalen 3. Ikatan logam

6.3. IKATAN ELEKTROVALEN (IKATAN ION) 6.3.1. Konfigurasi elektron yang stabil Gas-gas mulia merupakan unsur-unsur yang stabil dan mem-punyai konfigurasi tertentu, yaitu semua orbital terisi penuh dengan elektron.

- Kaidah Oktet Atas dasar konfigurasi elektron gas mulia tersebut, Kossel mengajukan Kaidah (Aturan) Oktet, yaitu bahwa susunan (konfigurasi) elektron dengan jumlah delapan elektron merupakan susunan elektron yang stabil. Dalam pembentukan ikatan ion, atom-atom akan berusaha mencapai konfigurasi oktet dalam membentuk ion positif atau ion negatif.

• Pembentukan ion positif
• Ion positif terbentuk dengan pengeluaran elektron valensi. • Contoh : • Na  Na+ + e • Atom Na Ion Na+ • Konfigurasi : • Atom Na : 1s2 2s2 2p6 3s1 • Ion Na+ : 1s2 2s2 2p6 • Terlihatlah bahwa konfigurasi ion Na+ sama dengan konfigurasi atom Ne.

Pembentukan ion negatif -Ion negatif terbentuk dengan penarikan elektron dari luar ke dalam kulit elektron valensi. . Contoh : F + e  F– Atom F Ion F-Konfigurasi : Atom F : 1s2 2s2 2p5 Ion F : 1s2 2s2 2p6 -Ternyata konfigurasi elektron ion F – sama dengan konfigurasi elektron atom Ne. Jadi terlihatlah bahwa konfigurasi elektron yang stabil adalah konfigurasi dengan jumlah elektron terluar delapan.

• Keterbatasan Kaidah Oktet • Walaupun Kaidah Oktet sangat tepat untuk menjelaskan tentang ikatan ion pada unsurunsur dengan nomor atom kecil. misalnya ion Li+ dan ion Be2+. . • Kaidah tersebut hanya terbatas pada unsurunsur dengan beda nomor atom sampai 3 atau 4 satuan dari gas mulia. • Penggunaan kaidah ini terbatas bila dipakai untuk senyawa-senyawa kovalen. tetapi kaidah tersebut mempunyai keterbatasan. yaitu : • Terdapat ion-ion dengan dengan konfigurasi elektron sama dengan konfigurasi elektron atom Helium (elektron terluar =2) yang juga stabil.

(2s2 2p6)  Na+F- .Pembentukan ikatan ionik (ikatan elektrovalen) .Ikatan ionik akan terbentuk bila : Terdapat atom unsur dengan potensial ionisasi rendah (yang akan menjadi ion positif) dan atom unsur dengan afinitas elektron tinggi (yang akan menjadi ion negatif) Terjadi tarik menarik antara ion-ion tersebut melalui gaya elektrostatik (gaya Coulomb) Contoh : Na (2s2 2p6 3s1) F (2s2 2p6) + e Na + F   Na+ (2s2 2p6) + e F.

Potensial ionisasi rendah Afinitas elektron tinggi + Atom Na Atom F Na+ F- Gaya elektrostatik .

.Dalam pembentukan ikatan ionik berlaku aturan : jumlah elektron yang dilepas oleh suatu atom sama dengan jumlah elektron yang diterima oleh atom yang lain.

Unsur-unsur yang dapat membentuk ikatan ionik • Unsur-unsur yang dapat membentuk ikatan ionik adalah unsur-unsur yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : Unsur-unsur dengan potensial ionisasi rendah. yaitu : Golongan IA (golongan logam alkali) Golongan IIA (golongan logam alkali tanah) Unsur-unsur dengan afinitas elektron tinggi. yaitu : Golongan VIIA (golongan halogen) Golongan VIA (golongan kalkogen) • • • • • • .

Dengan demikian ikatan ionik dapat terjadi pada unsur golongan : • • • • IA dengan VIIA (jadi senyawa AY) IA dengan VIA (jadi senyawa A2X) IIA dengan VIIA (jadi senyawa BY2) IIA dengan VIA (jadi senyawa BX) .

yang tersusun dalam suatu kristal. .Ciri-ciri senyawa ionik -Kebanyakan senyawa ionik menyerupai NaCl yaitu berwarna putih -Mudah larut dalam air -Leleh pada suhu tinggi -Lelehan senyawa ionik dapat menghantarkan arus listrik -Dalam bentuk padat juga terdiri atas ion-ion.

Senyawa-senyawa yang mempunyai sifat polimorfi menunjukkan sifat-sifat yang khas pada masing-masing bentuk kristalnya. sehingga manfaatnya pun berlainan. Contohnya ialah campuran NaCl dan KCl yang sama bangun kristalnya dan perbedaannya hanya pada besar ion Na+ dan K+. • • Polimorfi Di alam banyak terdapat zat atau senyawa yang dapat berada dalam berbagai bentuk kristal. misalnya CaCO3 yang dapat berbentuk heksagonal dalam mineral kalsit atau berbentuk ortorombik dalam mineral aragonit. • .• • • • Sifat kristal senyawa ion Isomorfi Bila ada dua zat yang mempunyai bangun kristal yang sama. Kedaan demikian disebut polimorfi. maka dikatakan bahwa kedua zat itu isomorf. misalnya batu pualam dan gragal yang merupakan bentuk polimorfi CaCO3.

Contoh perlakuan fisika adalah pemanasan pada suhu tertentu yang disebut suhu transisi. -Suatu alotrop dapat berubah menjadi alotrop yang lain dengan perlakuan fisika atau kimia. -Unsur-unsur yang mempunyai sifat alotropi adalah karbon (intan. -Satu alotrop dengan alotrop yang lain berbeda dalam sifat-sifat fisika dan pada taraf tertentu juga pada sifat-sifat kimia. fosfor (merah dan kuning).Alotropi -Bangun kristal yang berlainan yang dimiliki oleh suatu substansi juga terdapat pada unsur. protein dan kaca. dan umumnya terdapat sebagai polimer. karbohidrat (amilum dan selulosa). arang dan grafit). Contoh-contoh polimer adalah karet (alam atau buatan). -Zat yang amorf tidak mempunyai titik lebur yang tajam. Biasanya hal ini terjadi pada senyawa-senyawa dengan massa rumus (berat molekul) tinggi. belerang (rombik dan mono-klinik) dan oksigen (O2 dan O3). melainkan suatu trayek lebur. . Amorfi -Ada juga zat-zat yang tidak dapat membentuk kristal.

Air kristal • Senyawa anorganik padat sering dinyatakan sebagai kristal hidrat. kristal dapat pula mencair bila banyak molekul air masuk dan terikat oleh kristal. misalnya CuSO4. . sehingga kristalnya menjadi kering. Na2SO4. 10H2O. CaSO4. Sifat ini dinamakan higroskopik. • Sebagian atau semua air kristal dapat lepas dari ikatannya karena pengaruh suhu atau tekanan uap. 7H2O  MgSO4. 2H2O dan lain-lain. H2O + 6 H2O • Sebaliknya. yaitu suatu senyawa yang mengandung molekul-molekul air dan yang turut menyusun kisi kristal. Contoh reaksinya ialah : MgSO4. 5H2O.

• • . Bila suatu atom berdiri sendiri. sehingga tercapai keadaan yang lebih stabil (tingkat energi lebih rendah) sewaktu terjadi ikatan kimia.• • • IKATAN KOVALEN 7. terbentuk dari pemakaian bersama pasanganpasangan elektron yang berasal dari atom-atom yang berikatan.1. yang juga disebut ikatan atom. Bila dua buah atom saling mendekati. PEMBENTUKAN IKATAN KOVALEN Ikatan kovalen. maka elektron dan inti atom keduanya saling mempengaruhi. maka elektronelektronnya hanya dipengaruhi oleh inti atomnya sendiri.

Cara Ikatan Valensi disebut juga cara Heitler-London-Slater-Pauling (cara HLSP).• • PENGGAMBARAN BANGUN IKATAN KOVALEN Ada dua cara (metode) dalam menggambarkan ikatan kovalen. kecuali satu atau beberapa elektron kulit terluar suatu atom digunakan oleh atom lain dalam kulit terluarnya.2.Cara Orbital Molekul (Molecular Orbital Method) • • 7. dengan anggapan bahwa molekul terdiri atas atom-atom yang berdiri sendiri-sendiri. yaitu : 1.Cara Ikatan Valensi (Valence Bond Method) 2. .1.

elektron terluar elektron yang dipakai bersama + .

• 7.2. Cara Orbital Molekul • disebut juga cara Hund-Mulliken-Hückel (cara HMH). yang disebut orbital molekul. . dengan anggapan bahwa seluruh molekul beserta elektron-elektron nya sebagai satu kesatuan. Elektron bergerak karena pengaruh semua inti dan elektron-elektron lain dalam orbital baru.2.

orbital atom orbital molekul + atom A atom B molekul AB .

4. Lewis mengajukan gambaran senyawa kovalen dengan titik dan garis.• 7.Satu garis sama dengan dua titik 3.1.Dua titik atau satu garis menggambarkan satu ikatan tunggal . PENGGAMBARAN RUMUS BANGUN SENYAWA KOVALEN • 7.4.N. Pembentukan ikatan s (sigma) dari tumpang tindih orbital s • G.Dua titik menggambarkan satu pasang elektron 2. yaitu : 1.

• Contoh 1 : metana (CH4) H H C H H atau H H C H H • Gambar 7. Rumus bangun senyawa kovalen CH4 dengan titik dan garis • Satu atom H dikelilingi oleh 2 elektron (konfigurasi elektron helium) dan satu atom C dikelilingi oleh 8 elektron (oktet). .9.

Contoh 2: Pembentukan ikatan kovalen pada molekul F2 F + F F F elektron yang dipakai bersama .

3. ikatan sigma dapat terbentuk dari tumpang tindih (overlap) orbital-orbital s.4.4.Pembentukan ikatan s (sigma) dari tumpang tindih orbital p Pada molekul H2. dengan energi ikatan yang paling besar.2. .7. Kekuatan ikatan sigma • Ikatan sigma merupakan ikatan kovalen yang paling kuat. Ikatan sigma dapat juga terbentuk dari tumpang tindih orbital p • 7.

(a) (b) z z (c) titik simpul (a) : Dua orbital atom pz yang terpisah (b) : Tumpang tindih segaris (c) : Diagram batas orbital molekul s .

• Membentuk ikatan p • Ikatan p lebih lemah daripada ikatan s . orbital p dapat melakukan tumpang tindih secara menyamping.Pembentukan ikatan p (pi) • Selain dapat bertumpang tindih secara segaris.

13.Gambar 7. Pembentukan orbital molekul p (pi) dari dua orbital p y y p (b) p (c) (a) (a) : Dua orbital atom py yang terpisah (b) : Tumpang tindih menyamping (c) : Diagram batas orbital molekul p .

6.Dari orbital atom s hanya dapat terbentuk orbital molekul sigma (s) 2. p dan d • Kemungkinan pembentukan orbital molekul dari berbagai orbital atom adalah : 1.4. Pembentukan orbital molekul dari orbital-orbital atom s.• 7.Dari orbital atom p dapat terbentul orbital molekul sigma (s) dan pi (p) • Dari orbital atom d dapat terbentuk orbital molekul sigma (s). pi (p) dan delta (d) .

45o . dengan garis lurus.7. BANGUN MOLEKUL Yang dimaksud dengan bangun molekul adalah gambaran geometrik yang diperoleh dengan cara menghubungkan inti-inti atom yang berikatan.8 pm  = 104 . Contoh: Bangun molekul air yang triatomik (terdiri atas tiga atom) : H d1 O  H d2 Gambaran molekul air triatomik d1 = d2 = 95.8.

. • Molekul Poliatomik. dan bersudut/bentuk V (sudut<180o). tetapi umumnya melukiskan gambaran bangun geometrik tiga dimensi.sudut ikatan : sudut antara dua garis yang menggambarkan ikatan • Semua molekul Diatomik mempunyai bangun linier • Molekul Triatomik dapat mempunyai bangun linier (sudut =180o).-panjang ikatan : jarak antara inti-inti atom yang berikatan . beberapa ada yang punya bangun linier.

7. berikut ini adalah adalah bangun molekul dari jenis hibridisasi yang ada : .2.11. Tabel 7. Bangun molekul dalam hubungannya dengan jenis hibridisasi orbital molekul • Bangun molekul senyawa kovalen yang dihasilkan dari hibridisasi orbital-orbital atom pusatnya ditentukan oleh jenis hibridisasinya.

C2H2 BF3. Orbital-orbital hibrida dan bangun geometriknya Orbital atom s+p s+p+p s + p + p +p d+s+p+p s + p + p +p + d s + p + p +p +d + d Orbital hibrida sp sp2 sp3 dsp2 sp3d sp3d2 Bangun Geometrik Linier Trigonal planar Tetrahedral Segiempat datar Trigonal bipiramidal Oktahedral Contoh BeCl2.Tabel 7.2. C2H4 CH4 [Pt(NH3)4]2+ PCl5 SF6 d + d + s + p + p +p d2sp3 Oktahedral [Co(NH3)6]2+ .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->