P. 1
Filsafat Dan Teori Manajemen Pendidikan

Filsafat Dan Teori Manajemen Pendidikan

|Views: 25|Likes:
Published by Astari Karina

More info:

Published by: Astari Karina on May 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2014

pdf

text

original

FILSAFAT DAN TEORI MANAJEMEN PENDIDIKAN OLEH : J. Badruzaman, A.

Khatib, dan Rizal Fauzi

I. FILSAFAT PENDIDIKAN Pengertian Filsafat Pendidikan Kata filsafat atau falsafah, berasal dari bahasa Yunani. Kata ini berasal dari kata philosophia yang berarti cinta pengetahuan. Terdiri dari kata philos yang berarti cinta, senang, atau suka dan kata sophia yang berarti pengetahuan, hikmah, atau kebijaksanaan. Hasan Shadily mengatakan bahwa filsafat menurut arti bahasanya adalah cinta akan kebenaran. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa filsafat adalah cinta kepada ilmu pengetahuan atau kebenaran, suka kepada hikmah atau kebijaksanaan. Jadi orang yang berfilsafat adalah orang yang mencintai kebenaran, ilmu pengetahuan, ahli hikmah dan bijaksana. Orang yang ahli dalam berfilsafat disebut philosopher, atau filsuf dalam bahasa Arab. Dan pemikiran secara filsafat sering diistilahkan dengan pemikiran filosofis. Dalam pemikiran yang lebih luas Harold Titus mengemukakan beberapa pengertian filsafat sebagai berikut: 1. filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara kritis. 2. Filsafat adalah suatu usaha untuk mendapatkan gambaran secara keseluruhan. 3. Filsafat adalah analisa logis dari bahasan serta penjelasan tentang arti konsep. 4. Filsafat adalah proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat kita junjung tinggi.[1] Menurut Harun Nasution, intisari dari filsafat ialah berpikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas dalam artian tidak terikat pada tradisi, dogma dan agama, dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalan.[2] Sebenarnya, pemikiran yang bersifat falsafi didasarkan atas pemikiran yang bersifat spekulatif, maka nilai-nilai kebenaran yang dihasilkannya juga tak terhindar dari kebenaran yang bersifat spekulatif. Hasilnya akan tergantung dari pandangan para filosof itu masing-masing.[3] Pola dan sistem berpikir filosofis dilaksanakan dalam ruang lingkup yang menyangkut bidangbidang sebagai berikut: 1. Cosmologi, yaitu pemikiran dalam permasalahan yang berhubungan dengan alam semesta, ruang dan waktu, kenyataan hidup manusia, proses kejadian dan perkembangannya, dan sebagainya. 2. Ontologi, yaitu pemikiran tentang asal-usul kejadian alam semesta, dari mana dan ke arah mana proses kejadiannya. Pemikiran ontologis pada akhirnya akan menentukan suatu kekuatan yang menciptakan alam semesta ini, apakah sang pencipta itu satu zat (monisme), ataukah dua (dualisme), ataukah banyak (pluralisme).[4]

yang dalam prakteknya identik dengan pendidikan formal di sekolah dan dalam situasi dan kondisi serta lingkungan belajar yang serba terkontrol.[6] Contoh-contoh problematika pendidikan tersebut merupakan permasalahan pendidikan yang dalam pemecahannya memerlukan usaha-usaha pemikiran yang mendalam dan sistematis. Proses pendidikan berada dan berkembang bersama proses perkembangan hidup dan kehidupan manusia. tetapi memerlukan analisa dan pemikiran yang mendalam. Karena ia berfungsi sebagai pedoman bagi usaha-usaha perbaikan. Produk pemikirannya merupakan pandangan . Sebagai contoh. perasaan ataukah kemauan. tentang problem hidup dan kehidupan manusia. peningkatan kemajuan. yang menyangkut seluruh aspek hidup dan kehidupan manusia. berarti bahwa masalah kependidikan pun mempunyai ruang lingkup yang luas pula. dan bahkan keduanya adalah proses yang satu. pendidikan skill ataukan intelektual. dan sampai dimana tanggung jawab tersebut. atau analisa filsafat.1. Segala pengalaman sepanjang hidupnya merupakan dan memberikan pengaruh pendidikan baginya. 3. Dengan demikian. 2. Tugas filsafat adalah melaksanakan pemikiran rasional analisis dan teoritis secara mendalam dan mendasar melalui proses pemikiran yang sistematis. pendidikan jasmani ataukah mental. yaitu memberikan dasar-dasar dan pandangan hidup pada generasi yang sedang tumbuh. dan bagaimana tanggung jawab pendidikan tersebut setelah manusia dewasa dan sebagainya. akal. filsafat pendidikan menyumbangkan analisanya kepada ilmu pendidikan tentang hakikat masalah yang nyata dan rasional yang mengandung nilai-nilai dasar yang dijadikan landasan atau petunjuk dalam proses kependidikan. beberapa masalah kependidikan yang memerlukan analisa filsafat dalam memahami dan memecahkannya. pendidikan hanya mempunyai fungsi yang terbatas. Dan apa sebenarnya hakikat manusia itu. tetapi banyak diantaranya yang menyangkut masalah yang mendasar dan mendalam. Bahkan pendidikan juga menghadapi permasalahan yang tidak mungkin dijawab dengan menggunakan analisa ilmiah semata. Siapakah hakikatnya yang bertanggung jawab terhadap pendidikan itu.[5] Dalam artinya yang lebih sempit. dan sekolah terhadap pendidikan. Diantara permasalahan pendidikan tersebut terdapat masalah yang sederhana yang menyangkut praktek dan pelaksanaan sehari-hari. logis dan radikal (sampai ke akar-akarnya). yaitu analisa filsafat. Seluruh proses hidup dan kehidupan manusia adalah proses pendidikan. Filsafat dalam Masalah Pendidikan Pendidikan merupakan masalah hidup dan kehidupan manusia. sehingga memerlukan bantuan ilmu-ilmu lain dalam memecahkannya. Sedemikian pentingnya hubungan antara pendidikan dengan filsafat pendidikan. Mengapa pendidikan harus ada dan merupakan hakikat hidup manusia. Bagaimana hubungan tanggung jawab antara keluarga. dan sebagai dasar yang kokoh bagi tegaknya sistem pendidikan. masyarakat. ataukah kesemuanya. dan bagaimana hubungannya antara pendidikan dengan hidup dan kehidupan manusia. antara lain: 1. sebab ia menjadi dasar yang menjadi tumpuan suatu sistem pendidikan. Dengan pengertian pendidikan yang luas. Masalah pendidikan pertama yang mendasar adalah tentang apakah hakikat pendidikan itu. Manakah yang lebih utama untuk dididik. Apakah hakikat pribadi manusia itu.

Peristiwa sejarah berguna untuk memberikan petunjuk sdalam membina masa depan.dasar yang berintikan kepada “trichotomi” (tiga kekuatan rohaniah pokok) yang berkembang dalam pusat kemanusiaan manusia yang meliputi: 1. Metode spekulatif dan kontemplatif yang merupakan metode utama dalam setiap cabang filsafat. Yaitu mengambil pelajaran dari peristiwa dan kejadian di masa lalu. iman. Individualitas: kemampuan mengembangkan diri sebagai makhluk pribadi. Objeknya adalah yang berkaitan dengan tingkah laku dan amal perbuatan. dan sebagainya. Pendekatan normatif. Baik kontemplatif maupun tafakkur. (Q. Dan oleh karenanya berkaitan dengan masalahmasalah yang abstrak. 2. Ketiga kemampuan pokok rohaniah di atas berkembang dalam pola hubungan tiga arah yang dinamakan “trilogo hubungan”. Konsep berarti tangkapan atau pengertian seseorang terhadap suatu objek. tidak mungkin bisa terlaksana kalau seseorang tidak memahami permasalahan-permasalahan aktual yang dihadapinya. Konsep pemikiran secara mendalam dan mendasar seperti yang dilakukan oleh filsafat tersebut sesuai dengan kehendak Allah SWT dalam al-Qur’an: “Allah memberikan hikmah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Sosialitas: kemampuan mengembangkan diri selaku anggota masyarakat. karena ia sebagai makhluk ciptaan-Nya. Analisa konsep. sebagai alat untuk mengungkapkan pengertian tersebut. 2. Hubungan dengan masyarakat. 3. Norma atau nilai. Pendekatan normatif dimaksudkan mencari dan menetapkan aturan-aturan dalam kehidupan nyata. yang disebut analisa bahasa. 4. takdir. Pendekatan historis. Pengertian seseorang selalu berkaitan dengan bahasa. Dalam Islam ini disebut dengan tafakkur. Metode Berpikir Filosofis dalam Filsafat Pendidikan Islam Filsafat dalam memecahkan problema pendidikan dapat menggunakan metode-metode antara lain[7]: 1. 3. adalah berpikir mendalam dan dalam situasi yang tenang untuk mendapatkan kebenaran tentang hakikat sesuatu yang dipikirkan. Dengan demikian peristiwa sejarah banyak berguna untuk pendidikan. Dan siapa saja yang diberi hikmah (mampu berfikir filsafat) maka sesungguhnya ia telah diberi kebaikan yang banyak”. 2. karena ia makhluk Allah SWT yang harus mengelola dan memanfaatkan kekayaan alam yang ada di bumi ini. seperti hakikat hidup. Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha untuk mengubah dan . Moralitas: kemampuan mengembangkan diri selaku pribadi dan anggota masyarakat berdasarkan moralitas. Hubungan dengan Tuhan. yaitu: 1. Pendekatan ilmiah terhadap masalah aktual. karena ia sebagai masyarakat. 3. Usaha mengubah keadaan atau nasib.S: Al-Baqarah: 269) 1. 5. Hubungan dengan alam sekitar. juga berarti aturan atau hukum-hukum.

Adapun pendekatan mana yang lebih efektif dan efisien adalah tergantung kepada sifat. 3. dan memperkaya filsafat Islam dengan konsep-konsep dan pandangan-pandangan dalam bidang kependidikan. sebagai hasil dari pemikiran yang mendalam. Pendekatan komprehensif atau terpadu. Pendekatan induktif. Demikian beberapa pendekatan filosofis yang mungkin digunakan dalam memecahkan problematika pendidikan. bentuk. memberikan pandangan tertentu tentang manusia (menurut Islam). 2. dan berusaha untuk memahami duduk masalahnya. dan imani eperti yang dikembangkan oleh al-Ghozali. Dan tujuan yang opersional ini berperan untuk mengarahkan secara nyata gerak dan aktivitas pelaksanaan pendidikan. maka filsafat pendidikan Islam bisa menunjukan alternatif-alternatif pemecahan permasalahan tersebut. Secara praktis (dalam praktiknya). dan dalam mengembangkan sifat-sifat Tuhan tersebut dalam kehidupan konkret. Filsafat pendidikan Islam dan sekaligus juga sebagai bagian dari ilmu Pendidikan. 1. aqli. Filsafat pendidikan dengan analisanya terhadap hakikat hidup dan kehidupan manusia. Dan ini merupakan problema pokok filsafat pendidikan. tidak boleh mengarah kepada menodai dan merendahkan nama dan sifat tersebut. .mengarahkan keadaan atau nasib tersebut. Filsafat pendidikan Islam menunjukan bahwa potensi pembawaan manusia tidak lain adalah sifat-sifat Tuhan atau al ama’al husna. Dengan analisa filsafat. guna mendapat kesimpulan-kesimpulan tertentu yang khusus. Sebagai cabang ilmu pengetahuan. maka dilaksanakan alternatif tersebut dalam praktek pendidikan. berkesimpulan bahwa manusia mempunyai potensi pembawaan yang harus ditumbuhkan dan diperkembangkan. Peranan dan tugas Fisafat Pendidikan Islam Filsafat pendidikan Islam sebagai bagian atau komponen dari suatu sistem. maka ia berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang menjadi induknya. Hal ini akan memberikan petunjuk pembinaan kurikulum yang sesuai dan pengaturan lingkungan yang diperlukan. ia memegang dan mempunyai peranan tertentu pada sistem dimana ia merupakan bagiannya. dan ciri khusus permasalahan yang dihadapi. Pertama-tama filsafat pendidikan Islam. Filsafat pendidikan berperan menjabarkan tujuan umum pendidikan Islam tersebut dalam bentukbentuk tujuan khusus yang operasional. Filsafat pendidikan Islam. 8. Pandangan tentang hakekat manusia tersebut berkaitan dengan tuujuan hidup manusia dan sekaligus juga merupakan tujuan Pendidikan menurut Islam. dengan demikian. yaitu memadukan antara sumber naqli. Dan Ilmu Pendidikan pun akan dilengkapi dengan teori-teori kependidikan yang bersifat filosofis islami. Pendekatan deduktif. Proses berpikir ini adalah penyelidikan berdasarkan eksperimen yang dimulai dari objek yang khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. 6. problem yang dihadapi pendidikan Islam. menunjukan problem yang dihadapi oleh pendidikan Islam. Berpikir dengan metode ini dimulai dari realita yang bersifat umum. yang mana paling efektif. 1. filsafat pendidikan Islam banyak berperan dalam memberikan alternatif-alternatif pemecahan berbagai macam. 7. filsafat pendidikan Islam berperan dalam mengembangkan filsafat Islam.

Pemeilihan karyawan yang tepat sesuai dengan persyaratan kerja 3. dinyatakan bahwa semua usaha yang proruktif harus diukur dengan studi waktu secara teliti (time and motion study) ukuran standar harus diberikan semua pekerjaan. TEORI MANAJEMAN PENDIDIKAN Teori manajemen dari masa ke masa mengalami perkembangan baik cara pendekatan teoritis dan impelementasinya serta dari setiap perkembangan teori memiliki kelemahan dan kelebihan. diantarannya. 1. Gulick dan Urwick (1930) . dan demikian bisa memberikan alternatif-alternatif perbaikan dan pengembangannya. Filsafat pendidikan Islam. Perkembangan teori manajemen diantaranya. yaitu: 1. Dapat merumuskan di mana letak kelemahannya. 1. dan kedua ke arah perbaikan dan pembaharuan praktek dan pelaksanaan pendidikan Islam. berfikir logis. Untuk manajemen harus melaksanakan prinsip-prinsip diantaranya: 1. Teori Neo-Klasik 3. Perlu dikembangkan ilmu dari setiap tugas (pedoman gerak. II. Teori Manajemen 1. Perlunya pelatihan dan pemberian rangsangan 4.implementasi kerja yang standar dan iklim kerja yang layak) 2. akan dapat memberikan informasi apakah proses pendidikan Islam yang berjalan selama ini mampu mencapai tujuan pendidikan Islam yang ideal atau tidak. Oleh karen itu teori klasik berangkat dari premis bahwa organisasi bekerja dalam proses yang logis dan rasional dengan pendekatan ilmiah dan berlangsung menurut struktural atau anatomi organisasi. Dengan demikian peranan filsafat pendidikan Islam. yang secara otomatis akan menghasilkan teori-teori baru dalam ilmu pendidikan Islam. dan kerja merupakan suatu yang diharapkan. Taylor (1856-1915) Pendekatan ilmiah ini dipandang bahwa yang menjadi sasaran manajemen adalah mendapatkan kemakmuran maksimum bagi pengusaha dan karyawannya. menuju kedua arah. dalam analisanya terhadap masalah-masalah pendidikan Islam masa kini yangg dihadapinya.4. Teori Klasik 2. yaitu pertama ke arah pengembangan konsep-konsep filosofis dari pendidikan Islam. sebgai berikut: Frederik W. Teori Klasik Asumsi teori klasik: Bahwa para pekerja atau manusia itu sifatnya rasional. Para pelopor teori klasik menjelaskan pendapatnya tentang teori yang berkaitan dengan teori klasik. Perlunya dilakukan penelitian-penelitian dan percobaan-percobaan Gilbreth (1911) Prinsip studi waktu.

Teori sangat menekankan pada prinsipprinsip manajemen dan tidak memperhitungkan berbagai dimensi dalam manajemen seperti motivasi. Teori kelasi adalah teori yang terikat waktu. tetapi terdapat beberapa kelemahan. Wewenang harus dapat didelegasikan 3. Kerr dan hous (1976) Kelemahan-kelemahan teori klasik secara garis besar dikemukakn sebagai berikut: 1. 2. Malahan banyak asumsi yang lemah dan tidak lengakap secara implisif teori klasik itu. budgetting) sebagai kegiatan manajerial dan merupakan proses manajemen. 2. Teori ini cocok diterapkan pada abad dua puluhan. dan hubungan informal 3. Menimbulkan kecenderungan untuk merengsang dan mengembangkan cara berfikir yang konformitas 2. Teori klasik mempunyai ciri-ciri deterministik. Dengan adanya perihal yang peralihan yang lebih berorientasi pada manusia deikenal dengan pendekatan perilaku sebagai ciri utama teoeri Neo-klasik. Menurut Weber birokrasi merupakan usaha untuk menghilangkan tradisi organisasi yang membuat keputusan secara emosional. Staffing. Organizing. Teori Neo-Klasik Teori ini timbul sebagian karena pada para manajer terdapat berbagai kelemahan dengan pedekatan klasik. karna motif pekerja waktu itu terutama memenuhi kebutuhan fisiologis. Kesatuan komando. Menyarankan bahwa pelaksanaan prinsip-prinsip tersebut bersifat lunak. Pada kenyataannya manajer ada kesulitan dan menjadi frustasi karena orang tidak selalu mengikuti pada pola tingkah laku yang rasional. Meskipun diakui bahwa birokrasi memiliki keunggulan-keunggulan dalam mencapai efesiensi organisasi. pengambilan keputusan. Directing. Tidak memperhitungkan adanya organisasi informal yang seringkali berpengaruh terhadap organisasi formal Fillley. diantara lain: 1. Inisiatif harus dimiliki oleh setiap manajer 4. atau berdasarkan ikatan kekeluargaan sehingga mengakibatkan organisasi tidak efektif. Coordinating. . 2. Ide-ide inovatif tidak berkembang. Rutinitas yang membosankan 3. dianggap penting karena pembagian tugas dalam organisasi sudah sangan spesialis. karena kejenuhan akibat padatnya pesan dan alur yang harus dilalui 4. Antara lain: efesiensi hanya diukur oleh tingkat produktivitas yang hanya menyangkut penggunaan sumber secara ekonomis tanpa memperhitungkan faktor manusiawi. Adanya solidaritas kelompok Prinsip-prinsip ini menurut Fayol tidak bersifat kaku seperti halnya Taylor.Pelpor ini mengeluarkan pendapatnya tentang pedoman manajemen yang populer dengan akronim POSDCORB (Planning. Reporting. Perinsip-prinsip pokok menurut Fayol adalah : 1. Teori ini merumuskan merumuskan asumsi secara eksplisit.

sistem imbalan. ada kebebasan. tidak bertanggungjawab. Berdasarkan hasil studi ini ternyata kelompok kerja informal lingkungan sosial pekerja mempunyai pengaruh yang besar terhadap produktivitas. yaitu: 1. Variabel psikologi. berupa persepsi. sebgai berikut: Elton Mayo Menurutnya dengan studi hubungan antara manusia. bertanggungjawab. gaya kepemimpinan . suatu manajemen dapat bekerja secara efesien dan tetap hidup jika tujuan organisasi dan kebutuhan perorangan yang bekerja pada organisasi itu dijaga seimbang. dan motivasi. dan berpandanganuntuk berpartisipasi. Dua teori yang di ungkapkannya Gregor yaitu Menejer menganut teori X dan Y TEORI X YANG BERASUMSI IMPIKASI Bahwa karyawan itu tidak menyukai kerja. Barnard (1976) Menyatakan:   bahwa hakikat organisasi adalah kerjasama. tidakMenejer Cenderung banyak mengarahkan. umur. proses belajar. Variabel individu. atau tingkah laku manusia dalam situasi kerja terkenal dengan studi Hawthorne. dan luas serta kreatif bertanggungjawab. yang ada mabisi. struktur organisasi dan disain pekerjaan. terdiri dari faktor sumber daya yang tersedia. yaitu kesediaan orang saling berkomunikasi dan berintraksi untuk mencapai tujuan bersama.Menejer cenderung mendorong karyawannya mampu mengendalikan diri. pengalaman. tingkat sosial. terdiri atas beberapa faktor. Douglas McGregor Pendapatnya bahwa manajemen akan mendapatkan manfaat besar bila ia menaruh perhatian pada kebutuhan sosial dan aktualisasi diri karyawan.Asumsi teori neo-klasik Manusia itu adalah makhluk dengan mengaktualisasikan dirinya Para pelopor teori Neo-klasik diantaranya. menolakakibatnya tingkat kebergantungan karyawan perubahan dan lebih baik dipimpin daripadakepada atasan sangat tinggi dan enggan bertindak memimpin TEORI Y YANG BERASUMSI IMPLIKASINYA Karyawan bersedia bekerja. Variabel organisasi. Porte dan Lawyer (1968) Mengutarakan teori ekspektasi yang berhasil membuat model motivasi dimana upaya (kekuatan dari motivasi dan energi) bergantung pada nilai imbalan (reward) ditambah energi yang dicurahkan dan probabilitas untuk mendapat imbalan PRILAKU MANUSIA Marwan Asri (1989) Marwan Asri memperjelas dan menyikapi bahwa teori neo-klasik menangani tentang prilaku manusia dalam sebuah organisasi. fisik. Perilaku manusia dapat dipengaruhi oleh 3 variabel. kepribadian. dan 3. sikap. . latar belakang keluarga. mencakup faktor kemampuan dan keterampilan mental. dan jenis kelamin. Chester I. 2.

Prinsip optimasi 3. Prinsip-prinsip yang digunakan dalam manajemen berdasarkan sistem. 2. Tujuan organisasi sangat berjenis-jenis (bervariasi) . Perilaku bermotivasi. Berfungsinya bagian-bagian tersebut ditunjukan untuk mencapai tujuan umum secara keseluruhan 4. 5. mencakup: 1. 3. Artinya orang menyesuaikan diri dengan situasi dihadapi dan mengambil keputusan sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan Asumsi teori modern Manusia itu berlainan dan berubah. Multidimensional Di dalam pencapaian tujuan organisasi. baik kebutuhannya. Terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan satu dengan yang lainya 2. Teori Modern Pendekatan modern berdasarkan hall yang sifatnya situsional. organisasi informal. Bagian-bagian yang saling berhubungan itu dapat berfungsi baik secara independen maupun secara bersama-sama 3. Menurut Murdik dan Rossa. dapat disimpulkan 1. 4. gaya kepemimpinan. organisasi formal. sistem organisasi itu sendiri dari individu. 2.Berdasarkan kajian tentang masalah perilaku. Perilaku timbul karena suatu sebab Perilaku diarahkan untuk mencapai tujuan Perilaku yang dapat diamati dapat diukur Perilaku tidak langsung dapat diamati (misalnya berfikir) juga penting untuk mencapai tujua 5. Pendekatan sistem terhadap manajemen berusah untuk memandang organisasi sebagai sebuah sistem yang menyatu dengan maksud tertentu yang terdiri atas bagian-bagian yang saling berhubungan. dan perangkat fisik yang satu sama lain saling berhubungan. Manajemen berdasarkan sasaran Manajemen berdasarkan teknik Manajemen berdasarkan struktur Manajemen berdasarkan orang Manajemen berdasarkan informasi sistem harus didasarkan lima asumsi dan PRINSIP 1. Selanjutnya manusia itu berkerja dalam suatu sistem untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi merupakan sistem terbuka 2. 4. menurut teori lima prinsip kerja. tindakannya yang semuanya bergantung pada lingkungan. yaitu: 1. Organisasi mencari prestasi maksimum 3. diantaranya adalah: ASUMSI 1. Suatu sistem yang terdiri dari bagian-bagian itu sendiri dalam suatu lingkungan yang kompleks. Sistem diidentifikasikan mempunyai makna. 3. 3. Service untuk lingkungan 2. reaksinnya.

4. Prinsip keharmonisan 5. Berfungsinya sistem pendidikan pada dasarnya bergantung kepada berfungsinya kontrol terhadap aliran dan transformasi informasi antara elemen dalam sistem tersebut dan antara beberapa sisem yang ada di luar yang berpengaruh terhadap pendidikan. transformasi dan pengiriman informasi sehingga tujuan sistem tercapati. baik fasilitas fisik maupun sumber-sumber lain yang berhubungan dengan subsistem. baik fasilitas fisik maupun sumber-sumber lain yang berhubungan dengan sub-sistem. sebagai berikut: 1. Kemungkinan antara elemen itu sangat penting dalam menjamin berfungsinya suatu sistem sebagiai kesatuan (entity) yang terorganisasi dalam menjamin sistem itu untuk menghasilkan keluaran 3.4. Tujuan organisasi berubah-ubah 5. Pengelolaan informasi adalah aktivitas pengamatan (sensing) penyaringan (filtering) pengaturan dan antrian (queuing). merupakan komponen yang saling bergantungan dan saling berhubungan 2. pengklasifikasian (classifying) penyimpanan sementara (temporary storing). Pendekatan sistem/analisis sistem (system analysis) Pendekatan sistem berfungsi sebagai: q Problem solving q Decision making Pendekatan/analisis sistem mencakup . pensistensian (synthesizing). 4. Kondisi yang perlu untuk terjadi interaksi antara elemen dari suatu sistem. adalah adanya jaringan informasi bersama (a common information network). Pengelolaan informasi merupakan hal yang inherent dalam berfungsinya suatu sistem. Pengelolaan informasi merupakan hal yang inherent dalam berfungsinya suatu sistem. Secara lebih spesifik Ryans (1968) mengemukakan karakteristik sistem di bidang pendidikan. Berbagai subsistem. Berfungsinya sistem pendidikan pada dasarnya bergantung kepada berfungsinya kontrol terhadap aliran dan transformasi informasi antara elemen dalam sistem tersebut dan antara beberapa sisem yang ada di luar yang berpengaruh terhadap pendidikan. Prinsip pengurangan resiko Secara lebih spesifik Ryans (1968) mengemukakan karakteristik sistem dibidang pendidikan. pensintesisan (synthesizing). Tujuan organisasi saling kebergantungan 4. Kondisi yang perlu untuk terjadi interaksi antara elemen dari suatu sistem. Pengelolaan informasi adalah aktivitas pengamatan (sensing) penyaringan (filtering) pengaturan dan antrian (queuing). 3. 2. adalah adanya jaringan informasi bersama (a common information network). Kemungkinan antara elemen itu sangat penting dalam menjamin berfungsinya suatu sistem sebagiai kesatuan (entity) yang terorganisasi dalam menjamin sistem itu untuk menghasilkan keluaran. Berbagai subsistem. sebagai berikut: 1. transformasi dan pengiriman informasi sehingga tujuan sistem tercapati. pengklasifikasian (classifying) penyimpanan sementara (temporary storing). merupakan komponen yang saling bergantungan dan saling berhubungan.

kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan perlu ditingkatkan. Alasan pendekatan sistem sangat diperlukan oleh dunia pendidikan 1. Pemimpin pengelola dapat dinilai hasil pekerjaannya secara objektif. 9. Pengelolaan dapat mengembangkan kreativitasnya dalam batas kewenangan yang telah ditetapkan. Segala kegiatan dapat difokuskan pada pencapaian sasaran. . Prubahan-perubahan yang terjadi dalam organisasi pendidikan semakin lama semakin cepat. Untuk itu diperlukan pendekatan sistem agar efektivitas dan efisiensi juga meningkatkan tanpa itu sulit terlaksana. Program-program yang dirumuskan selalu diarahkan pada tujuan dan sasaran. memimpin dan mengendalikan sistem pendidikan. Masalah langka para pengelola sistem dan satuan pendidikan yang profesional. 3. Dengan dana yang kurang memadai. 7. 3. 4. 5. Pertumbuhan pendidikan dan perkembangan yang relatif cepat dan disertai pertambahan anggaran yang tidak sedikit. Menyadari adanya masalah Mengidentifikasi variabel yang relevan Menganalisis dan mensistentensiskan faktor-faktor Menentukan kesimpulan dalam bentuk program kegiatan.1. Lembaga-lembagan pendidikan telah menjadi sangat kompleks dan semakin sulit untuk dikelola. sepanjang mereka tetap beriorientasi pada tujuan akhir. sasaran. Misi. Pada dasarnya mereka berasal dari guru bukan manajer profesional dalam pendidikan. 8. Cara-cara tradisional dalam pengelolaan/manajemen tidak mampu lagi atau kurang efektif untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sesuai dengan perkembangan pendidikan. Perencanaan dipandang sebagai bagian integral dan keseluruhan operasi lembaga atau organisasi pendidikan. maka diperlukan pendekatan yang tepat memecahkan masalah semakin kompleks itu. seringkali mengurangai kesadaran terdapat kekeliruankekeliruan dalam merencanakan dan mengelola pendidikan. 4. 2. 6. sehingga pemborosan dapat ditekan seminimal mungkin. 2. 3. Keunggulan pendekatan sistem dalam mengelola pendidikan 1. kunci keberhasilan kegiatan pendidikan akan banyak bergantung pada ketepan dan kemampuan untuk merencanakan dan mengelola kegiatan tersebut. Orientasi kegiatan diarahkan pada hasi akhir. mengorganisasi. Dalam setuasi seperti ini pendekatan sistem sangat membantu mereka dalam merencanakan. 2. karena sasaran pekerjaannya jelas. 4. Sumber-sumber daya dapat dialokasikan dengan lebih efektif berdasarkan sekala prioritas yang disusun menurut besarnya sumbangan terhadap pencapaian tunjangan. Informasi yang diperlukan untuk perencanaan dan pengembalian keputusan dapat dirancang dan dikelola secara terpadu. dan tujuan lembaga pendidikan dapat dijabarkan lebih jelas. Banyak pengelola pendidikan mengalami kesulitan mengikuti perubahan dalam dunia pendidikan ini karena tidak mungkin mereka menjadi ahli dalam segala bidang. Dalam hal ini pendekatan sistem dapat membantu perencanaan pendidikan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber-sumber untuk pendidikan.

(Bandung: Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Gunung Djati. [3] Eksistensi kebenaran aliran filsafat yang satu berbeda dari eksistensi kebenaran aliran lainnya. Djunaedatul dan Tanenji. [6] Djunaedatul. dalam Ahmad Tafsir. Filsafat Pendidikan. Lihat. [7] Djunaedatul. 1. bahwa dalam pengertian yang luas. 1995).wahyu Allah merupakan eksistensi kebenaran yang mutlak. Filsafat Pendidikan. 23. h. Umpan balik dapat diperoleh pada semua tingkat otoritas pendidikan. Philosophy of Education. Munawwaroh. Landasan Manajemen Pendidikan. Selama yang kita katakan atau lakukan dikatakan dapat mendidik kita.10. Perspektif Islam dan Umum. Filsafat Pendidikan. Anak mendidik orangtuanya. cet. maka begitu juga apa yang dikatakan dan dilakukan orang lain dapat mendidik kita.. yang materi itu hanya bayangan saja dari dunia ide. h. Dalam pengertian yang lebih luas. (New York. (Bandung: Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Gunung Djati. Tafsir. Noeng Muhadjir. h. Komunikasi antara komponen dapat terbina dengan lebih baik sehingga kesalahpahaman dapat dikurangi 13. 15-19. 2008). h. 3. 12. 1. cet. Lodge. Nanang. (Bandung: Remaja Rosdakaria. kehidupan ini adalah pendidikan dan pendidikan adalah kehidupan. Horer & Brothers. Akuntabilitas dapat dirumuskan secara jelas dan operasional 11. Reeport C. 2003). 1995). DAFTAR PUSTAKA Lodge. sehingga penyimpanan dalam usaha pencapaian tujuan dapat secara cepat diidentifikasi. pendidikan itu menyangkut semua pengalaman. murid mendidik gurunya. [4] Djunaedatul. cet. Lihat: Reeport C. Epistimologi untuk Ilmu Pendidikan Islam. 1974). 1974). Idealisme hanya mengakui kebenaran dunia ide. Filsafat Pendidikan. Filsafat Pendidikan. Filsafat Pendidikan. [2] Djunaedatul. Philosophy of Education. 2003). [5] Seperti dikemukakan oleh Lodge. 4. h. Ilmu Pendidikan. (New York. 6-8. (Jakarta: UIN Jakarta Press. . h. h. Filsafat dan Paradigma. Ahmad. Pendelegasi kewenangan dan tanggung jawab dapat di laksanakan secara lebih baik. Islam klasik menurut tatapan kami berangkat dari eksistensi kebenaran bersumber dari wahyu. Epistimologi untuk Ilmu Pendidikan Islam. Fatah.8 [1] Djunaedatul Munawwaroh dan Tanenji. Horer & Brothers. Positivisme hanya mengakui kebenaran yang dapat ditangkap secara langsung atau tak langsung lewat indera. 2. (Jakarta: UIN Jakarta Press. Perspektif Islam dan Umum. 21.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->