III. MORFOLOGI IKAN A. Sasaran Pembelajaran 1.

Agar mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan bagian-bagian tubuh ikan 2. Agar mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan bentuk-bentuk tubuh ikan 3. Agar mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan bagian-bagian kepala ikan 4. Agar mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan bagian-bagan badan ikan 5. Agar mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan anggota gerak pada ikan 6. Agar mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan bagian-bagian ekor ikan B. Bagian-bagian Tubuh Ikan Pada umumnya tubuh ikan terbagi atas tiga bagian (Gambar 5), yaitu: 1. Caput: bagian kepala, yaitu mulai dari ujung moncong terdepan sampai dengan ujung tutup insang paling belakang. Pada bagian kepala terdapat mulut, rahang atas, rahang bawah, gigi, sungut, hidung, mata, insang, tutup insang, otak, jantung, dan sebagainya. 2. Truncus: bagian badan, yaitu mulai dari ujung tutup insang bagian belakang sampai dengan permulaan sirip dubur. Pada bagian badan terdapat sirip punggung, sirip dada, sirip perut, serta organ-organ dalam seperti hati, empedu, lambung, usus, gonad, gelembung renang, ginjal, limpa, dan sebagainya. 3. Cauda: bagian ekor, yaitu mulai dari permulaan sirip dubur sampai dengan ujung sirip ekor bagian paling belakang. Pada bagian ekor terdapat anus, sirip dubur, sirip ekor, dan kadang-kadang juga terdapat scute dan finlet. Bagian tubuh ikan mempunyai ukuran yang sangat bervariasi. Ukuran bagian badan pada ikan tambakan (Helostoma temminckii Cuvier, 1829) sangat
32

Gambar 5. Bagian-bagian tubuh ikan secara morfologi (Bond, 1979)

33

ukuran bagian badan pada ikan belut sangat panjang. 1829 Gazza minuta (Bloch. ada beberapa jenis ikan yang mempunyai bentuk non-simetris bilateral. 1775) Himantura uarnak (Gmelin. Tinggi tubuh hampir sama dengan lebar tubuh. 1758) 2. yaitu bentuk tubuh yang gepeng ke bawah. Fusiform atau bentuk torpedo (bentuk cerutu). yaitu suatu bentuk yang sangat stream-line untuk bergerak dalam suatu medium tanpa mengalami banyak hambatan. tubuh ikan berbentuk setangkup atau simetris bilateral. Depressed atau picak. kembung lelaki tongkol cakalang Compressed atau pipih. Contoh: Gerres filamentous Cuvier. Sebaliknya. 1816) Euthynnus affinis (Cantor. yang mana jika tubuh ikan tersebut dibelah secara melintang (cross section) maka terdapat perbedaan antara sisi kanan dan sisi kiri tubuh. misalnya pada ikan langkau (Psettodes erumei (Bloch & Schneider.pendek. 1795) Parastromateus niger (Bloch. Lebar tubuh juga lebih kecil daripada panjang tubuh. sirip dubur sangat panjang. C. 1849) Katsuwonus pelamis (Linnaeus. 1801)) dan ikan lidah (Cynoglossus bilineatus (Lacepède. Contoh: Rastrelliger kanagurta (Cuvier. 1775) pare kekeh pare totol pare kelapa 34 . Bentuk tubuh simetris dapat dibedakan atas (Gambar 6): 1. 1795) kapas-kapas peperek bondolan bawal hitam 3. Tinggi badan jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan tebal ke arah samping badan (lebar tubuh). dan permulaan sirip dubur tidak jauh dari bagian kepala. Selain itu. Bentuk tubuh hampir meruncing pada kedua bagian ujung. 1802)). Bentuk-bentuk Tubuh Ikan Bentuk tubuh ikan biasanya berkaitan erat dengan tempat dan cara mereka hidup. sedangkan panjang tubuh beberapa kali tinggi tubuh. Secara umum. Contoh: Rhynchobatus djiddensis (Forsskål. yaitu bentuk tubuh yang gepeng ke samping. 1789) Pastinachus sephen (Forsskål. Tinggi badan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan tebal ke samping (lebar tubuh). yang berarti jika ikan tersebut dibelah pada bagian tengah-tengah tubuhnya (potongan sagittal) akan terbagi menjadi dua bagian yang sama antara sisi kanan dan sisi kiri.

A. G. Sagittiform. F. Globiform (Bond. H.Gambar 6. 1979) 35 . Bentuk-bentuk tubuh ikan. D. B. Compressed. Taeniform. C. Depressed. E. Filiform. Fusiform. Anguilliform.

Globiform atau bentuk bola. yaitu bentuk tubuh yang menyerupai anak panah. Contoh: Diodon histrix Linnaeus. yaitu bagian kepala berbentuk picak. Taeniform atau flatted-form atau bentuk pita. 1789) hairy puffer toadfish Tidak semua ikan mempunyai bentuk tubuh sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Contoh: Trichiurus brevis Wang & You. ikan sapi Acanthostracion quadriformis (Linnaeus. Sagittiform atau bentuk panah. 1822 sidat belut sembilang 5. 1766) dari famili Pegasidae. 1758 Cyclopterus lumpus Linnaeus. 1848 snipe eel 6. yaitu bentuk tubuh ikan yang menyerupai bola. 1793) Plotosus canius Hamilton. 1856 Monopterus albus (Zuiew. yaitu bentuk tubuh yang menyerupai tali. Anguilliform atau bentuk ular atau sidat atau belut. 1852 (famili Syngnathidae)(Gambar 7). yaitu bentuk tubuh ikan yang memanjang dengan penampang lintang yang agak silindris dan kecil serta pada bagian ujung meruncing/tipis. misalnya pada ikan Eurypegasus draconis (Linnaeus. bagian badan berbentuk cerutu. Ostraciform atau bentuk kotak. dan bagian ekor berbentuk pipih (Gambar 7-C). 1818) dari famili Ictaluridae dan golongan lele Clarias batrachus (Linnaeus. Beberapa jenis ikan mempunyai bentuk tubuh yang berbeda. Contoh: Anguilla celebesensis Kaup. 1873) ikan layur 7. Bentuk tubuh ikan Ictalurus punctatus (Rafinesque. 1758 9. ikan tangkur kuda Hippocampus kuda Bleeker. Filiform atau bentuk tali. 1895) pipefish Nemichthys scolopaceus Richardson. 1992 Pholis laeta (Cope. Contoh: Tetraodon baileyi Sontirat. Contoh: Pseudophallus straksii (Jordan & Cuvier. Contoh: Esox lucius Linnaeus.4. 1758)(famili Ostraciidae). yaitu bentuk tubuh yang memanjang dan tipis menyerupai pita. 1989 Lagocephalus sceleratus (Gmelin. 1758 pike buntal landak lumpfish 8. 36 . yaitu bentuk tubuh ikan yang menyerupai kotak. 1758) merupakan kombinasi dari beberapa bentuk tubuh.

A. Famili Syngnathidae (ikan Tangkur kuda)(Bond. Famili Ostraciidae. Famili Ictaluridae. C. D. Famili Pegasidae. B. 1979) 37 . Bentuk-bentuk tubuh kombinasi.Gambar 7.

1794) Bentuk terompet. 2. like). disebut membrana branchiostega. berupa tulang yang paling besar dan letaknya paling dorsal. Bentuk mulut ikan dapat dibedakan atas (Gambar 9): Bentuk Bentuk tabung paruh (tube (beak like). Os interoperculare. 1775)) Bentuk gergaji (saw like) misalnya pada ikan cucut gergaji (Pristis microdon Latham. celah insang tertutup oleh tutup insang (apparatus opercularis). Os suboperculare. Os preoperculare. Jika dilihat dari arah luar. maka bentuk mulut ikan dapat dibedakan atas (Gambar 10): 38 . Pada bagian bawah tulang-tulang penutup insang terdapat suatu selaput tipis yang menutupi tulang-tulang di atasnya. Bentuk mulut. misalnya pada Campylomormyrus elephas (Boulenger. berupa tulang sempit yang melengkung seperti sabit dan terletak di depan sekali. tetapi ada juga yang bersisik. juga merupakan tulang yang sempit dan terletak di antara os operculare dan os preoperculare. Membrana ini diperkuat oleh radii branchiostega yaitu berupa tulang-tulang kecil yang terletak pada bagian ventral dari pharynx. 1898) Berdasarkan dapat tidaknya mulut ikan tersebut disembulkan. Tulang-tulang tambahan tutup insang. Kepala Ikan Kepala ikan umumnya tidak bersisik. Ada berbagai macam bentuk mulut ikan dan hal tersebut berkaitan erat dengan jenis makanan yang dimakannya.D. bagian tulang yang terletak di bawah sekali. Bagianbagian pada kepala ikan yang penting adalah: 1. misalnya misalnya pada pada ikan ikan tangkur kuda (Hippocampus histrix Kaup. 1856) julung-julung (Hemirhamphus far (Forsskål. Tulang-tulang tutup insang (Gambar 8) terdiri dari: Os operculare.

Bentuk-bentuk mulut (Afandi et al. Tulang-tulang tambahan tutup insang (Andy Omar.Gambar 8. 1987) Gambar 9.. 1992) 39 .

. Mulut yang dapat dan tidak dapat disembulkan (Affandi et al. 1992) 40 .Gambar 10.

1832)). dagu. bulu. 4. Subterminal. Bentuk sungut dapat berupa rambut. 1775)) dan ikan kasih madu (Kurtus indicus Bloch. misalnya pada ikan lele (Clarias batrachus (Linnaeus. 1804)) dan ikan setuhuk putih (Makaira indica (Cuvier. bentuk. misalnya pada ikan tambangan (Lutjanus johni (Bloch. 1758)). 41 . Ada ikan yang memiliki satu lembar sungut. dan ikan mas (Cyprinus carpio carpio Linnaeus. misalnya pada ikan julung-julung (Hemirhamphus far (Forsskål. 1758). sembulan kulit. yaitu mulut yang terletak di bawah hidung. dan sebagainya. dan jumlah sungut berbeda-beda. misalnya pada ikan kuro/senangin (Eleutheronema tetradactylum (Shaw. 1852)). 1822). dua pasang. Letak mulut. bibir. 1758) Mulut yang tidak dapat disembulkan. misalnya pada ikan mas (Cyprinus carpio carpio Linnaeus. Letak. yaitu mulut yang terletak dekat ujung hidung agak ke bawah. Letak dan jumlah sungut juga berguna untuk identifikasi. Sungut ikan berfungsi sebagai alat peraba dalam mencari makanan dan umumnya terdapat pada ikan-ikan yang aktif mencari makan pada malam hari (nokturnal) atau ikan-ikan yang aktif mencari makan di dasar perairan. Ada yang terletak pada hidung. Letak atau posisi mulut ikan dapat dibedakan atas (Gambar 11): Inferior. 1841)) dan ikan cucut (Chaenogaleus macrostoma (Bleeker. Superior. Terminal. dan sebagainya. yaitu mulut yang terletak di atas hidung.- Mulut yang dapat disembulkan. ikan lele (Clarias batrachus (Linnaeus. sudut mulut. atau beberapa pasang (Gambar 12). 1758). Letak sungut. yaitu mulut yang terletak di ujung hidung. pecut/cambuk. 1792)) dan ikan mas (Cyprinus carpio carpio Linnaeus. satu pasang. 1758)) 3. 1786). misalnya pada ikan pare kembang (Neotrygon kuhlii (Müller & Henle. Ikan-ikan yang memiliki sungut antara lain adalah ikan sembilang (Plotosus canius Hamilton.

Gambar 11. bentuk. dan jumlah sungut ikan (Affandi et al. Letak mulut ikan (Bond. Letak. 1979) Gambar 12. 1992) 42 .

E. Sisik disebut juga rangka dermal. terdapat suatu bangunan yang kelihatannya seperti garis memanjang. Badan Ikan Seluruh badan ikan umumnya mempunyai sisik (squama). ditemukan pada ikan yang berjari-jari sirip keras (Acanthopterygii) Pada bagian tengah badan ikan. umumnya terdapat pada ikan yang berjari-jari sirip lemah (Malacopterygii). dan ikan belut Monopterus albus (Zuiew. Garis rusuk berfungsi sebagai indera keenam pada ikan. garis rusuk ini dibentuk oleh sisik yang memiliki pori-pori. misalnya pada ikan tangkur kuda (Hippocampus histrix Kaup. berbentuk seperti lingkaran. 1856. 1793) dari famili Synbranchidae. 1758). Ctenoid. dan untuk osmoregulasi. Cycloid. Lampetra tridentata (Richardson. banyak terdapat pada ikan yang termasuk kelas Chondrichthyes. misalnya Polyodon spathula (Walbaum. berbentuk seperti sisir. Menurut bentuknya. 1792) dan ikan cakalang Katsuwonus pelamis (Linnaeus. merupakan sisik tonjolan kulit. yang disebut garis rusuk atau gurat sisi (linea lateralis). yang berhubungan dengan rangka luar (exoskeleton). banyak terdapat pada ikan dari golongan Actinopterygii. Garis rusuk dapat ditemukan baik pada ikan yang mempunyai sisik maupun tidak bersisik. Sisik yang sangat fleksibel ditemukan pada ikan-ikan moderen. Pada ikan yang bersisik. yaitu: Cosmoid. Sisik atau squama membentuk rangka luar terutama pada ikan-ikan primitif. Beberapa ikan hanya mempunyai sisik hanya pada bagian-bagian tubuh tertentu saja. mulai dari kepala sampai ke pangkal ekor. Ikan-ikan yang tidak mempunyai sisik antara lain Ameiurus nebulosus (Lesueur. sebelah kanan dan kiri. yaitu untuk mengetahui perubahan tekanan air yang terjadi sehubungan dengan aliran arus air. 43 .) yang memiliki sisik sangat keras. 1819) dari famili Ictaluridae. merupakan sisik yang terdiri atas garam-garam ganoin. 1836) dari famili Petromyzontidae. Ganoid. untuk mengetahui jika ikan itu mendekati atau menjauhi benda-benda keras. terdapat pada ikan-ikan purba yang telah punah Placoid. sisik ikan dapat dibedakan atas beberapa tipe (Gambar 13).

Bentuk-bentuk sisik ikan (Bond.Gambar 13. 1979) 44 .

1851)). merupakan rigi-rigi yang pada bagian tengahnya terdapat puncak yang meruncing. merupakan sembulan-sembulan kulit yang tipis dan pendek.”. Adipose fin (sirip lemak).l. Gambar 14 memperlihatkan beberapa contoh garis rusuk yang ditemukan pada berbagai jenis ikan. lunas). Keel (kil. Selain beberapa bagian-bagian yang telah disebutkan di atas. merupakan kelopak tebal yang mengeras dan tersusun seperti genting. ditemukan pada bagian batang ekor ikan. Skut yang ditemukan pada daerah perut disebut abdominal scute (misalnya pada Clupeoides hypselosoma Bleeker. ada yang berbentuk garis lurus dan ada pula yang bengkok. 45 . 1832). Caranx heberi (Bennet. dan di antara sirip dubur dan sirip ekor. 1800)) Scute (skut.l. sedangkan skut yang terdapat pada daerah pangkal ekor disebut caudal scute (misalnya pada ikan selar. merupakan sembulan kulit di belakang sirip punggung dan sirip dubur. 1866).Garis rusuk yang biasa disingkat dengan “L. ada yang lengkap tetapi ada pula yang terputus-putus. umumnya berbentuk segitiga. sisik duri).tr. Ada yang hanya memiliki satu dan ada yang lebih. pada badan ikan juga sering ditemukan (Gambar 15): Finlet (jari-jari sirip tambahan). dan ikan-ikan lain dari famili Scomberidae. 1830)). Sisik-sisik yang dilalui oleh garis rusuk mempunyai lubang di tengah-tengahnya sedangkan sisiksisik yang dilalui oleh garis sisi tidak mempunyai lubang atau pori Setiap jenis ikan mempunyai garis rusuk yang berbeda-beda.” berbeda dengan garis sisi (linea transversalis) yang biasa disingkat dengan “L. Finlet terletak di antara sirip punggung dan sirip ekor. agak panjang dan tinggi tetapi agak tipis sehingga serupa dengan selaput tebal dan banyak mengandung lemak.” atau “l. ikan slengseng (Scomber australasicus Cuvier. Finlet ditemukan misalnya pada ikan kembung perempuan (Rastrelliger brachysoma (Bleeker. 1851)) dan ikan tenggiri (Scomberomorus commerson (Lacepède. Kil misalnya terdapat pada ikan tongkol (Thunnus tonggol (Bleeker. ada yang menyerupai garis melengkung ke atas dan ada pula yang seperti garis melengkung ke bawah. kadang-kadang mempunyai satu jari-jari.

Berbagai bentuk garis rusuk pada ikan (Affandi et al.Gambar 14. 1992) 46 ..

1992) 47 ..Gambar 15. Beberapa ciri khusus pada badan ikan (Affandi et al.

Pada beberapa jenis ikan. Cuping ini ditemukan misalnya pada ikan tongkol (Auxis thazard thazard (Lacepède. Jika sirip punggung terdiri atas dua bagian. disingkat dengan C. Namun demikian ada juga ikan-ikan yang tidak bersirip lengkap. Sirip yang tidak berpasangan atau sirip tunggal adalah: Sirip punggung (pinna dorsalis = dorsal fin). 1795)) juvenil memiliki sirip perut tetapi pada saat dewasa sirip ini tidak berkembang dan bahkan tereduksi. Anggota Gerak Anggota gerak pada ikan berupa sirip-sirip. sedangkan ikan bawal (Parastromateus niger (Bloch. Ikan-ikan yang mempunyai baik sirip-sirip yang berpasangan maupun siripsirip tunggal disebut ikan bersirip lengkap (Gambar 16). sedangkan sirip punggung kedua (yang di belakang) disingkat dengan D2. Ikan dapat bergerak dan berada pada posisi yang diinginkannya karena adanya sirip-sirip tersebut. Sirip perut (pinnae abdominalis = pinnae pelvicalis = pinnae ventralis = pelvic fins = ventral fins). F. Interpelvic process (cuping). 1758). dan lain-lain. disingkat dengan V atau P2. 48 . Sirip dubur (pinna analis = anal fin). 1847) dan ikan jambal (Pangasius pangasius (Hamilton.Sirip lemak ini misalnya terdapat pada ikan keting (Ketengus typus Bleeker. 1800)) dan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis (Linnaeus. 1822)). Sirip yang berpasangan adalah: Sirip dada (pinnae pectoralis = pinnae thoracicae = pectoral fins). Ikan buntal (Triodon macropterus Lesson. maka sirip punggung pertama (di bagian depan) disingkat dengan D1. Sirip ini ada yang berpasangan (bersifat ganda) dan ada juga yang tunggal. penyalur sperma. penyalur cairan beracun. disingkat dengan D. ada sirip yang mengalami modifikasi menjadi semacam alat peraba. merupakan pertumbuhan kulit yang menyerupai lidah-lidah yang terdapat di antara kedua sirip perut. disingkat dengan A. Sirip ekor (pinna caudalis = caudal fin). 1831) tidak mempunyai sirip perut. disingkat dengan P atau P1.

Gambar 16.. Posisi sirip-sirip pada tubuh ikan (Lagler et al. 1977) 49 .

. Pembagian ini berdasarkan perkembangan arah ujung belakang notochord atau vertebrae. 1852)) memiliki sirip dada yang sangat panjang sehingga ikan ini dapat terbang di atas permukaan air (Gambar 17). umumnya ditemukan pada ikan-ikan yang masih embrio dan ikan Cyclostomata. 1846). yaitu jika sirip perut terletak agak lebih ke depan daripada sirip dada. 50 misalnya pada ikan bulan-bulan (Megalops cyprinoides (Broussonet. 1830)) dan ikan bambangan (Lutjanus sanguineus (Cuvier. 1801) mempunyai sirip perut yang bermodifikasi menjadi alat peraba. Setiap sirip disusun oleh “membrana”. yaitu suatu selaput yang terdiri dari jaringan lunak. misalnya pada ikan kerong-kerong (Therapon theraps Cuvier. Ikan terbang (Hyrundichthys oxycephalus (Bleeker. yaitu jika sirip perut terletak tepat di bawah sirip dada. Jugular. Subabdominal. 1786) dan ikan tumenggung (Priacanthus tayenus Richardson. dan “radialia” atau “jari-jari sirip” yang terdiri dari jaringan tulang atau tulang rawan. misalnya pada ikan layang (Decapterus russelli (Rüppell.Ikan gurami (Osphronemus gouramy Lacepède. yaitu: Protocercal. yaitu jika letak sirip perut agak dekat dengan sirip dada. Jari-jari mengeras sirip dada ikan lele (Clarias batrachus) berfungsi sebagai alat penyalur cairan beracun. 1828)). Sirip punggung pertama pada ikan remora (Remora remora (Linnaeus. tergantung pada jenisnya. Radialia ini ada yang bercabang dan ada pula yang tidak. misalnya pada ikan kasih madu (Kurtus indicus Bloch. G. Berdasarkan letak sirip perut terhadap sirip dada. 1758)) berubah fungsinya menjadi alat penempel. 1844)) Thoracic. ujung belakang notochord atau vertebrae berakhir lurus pada ujung ekor. dapat dibedakan empat macam letak sirip perut (Gambar 18). 1829) dan ikan karper perak (Hypophthalmichthys molitrix (Valenciennes. 1847). yaitu: Abdominal. yaitu jika letak sirip perut agak jauh ke belakang dari sirip dada. Ekor Ikan Kent (1954) membagi bentuk ekor ikan atas empat macam seperti terlihat pada Gambar 19. 1782) dan ikan japuh (Dussumieria acuta Valenciennes.

.Gambar 17. Modifikasi berbagai sirip pada ikan (Affandi et al. 1992) 51 .

Jugular (Bond. Thoracic. C. D. 1979) Gambar 19. Heterocercal (abbreviate). B. Subabdominal. Tipe-tipe sirip ekor. Letak sirip perut pada tubuh ikan. C.Gambar 18. Abdominal. B. A. 1979) 52 . Homocercal. Heterocercal. A. D. Isocercal (Bond.

1863)). misalnya pada ikan cucut martil (Eusphyra blochii (Cuvier. misalnya pada ikan lencam merah (Lethrinus obsoletus (Forsskål. Forked / Furcate (bercagak). 1801)). Rachmatika. ujung notochord pada bagian ekor juga agak membelok ke arah dorsal sehingga cauda terbagi secara tidak simetris bila dilihat dari dalam tetapi terbagi secara simetris bila dilihat dari arah luar. misalnya pada ikan cucut. 1839)). Hadiaty & Hadie. Wedge shape (bentuk baji). ujung notochord lurus ke arah cauda sehingga sirip ekor terbagi secara simetris baik dari arah dalam maupun dari arah luar. 1999. misalnya pada ikan tuna mata besar (Thunnus obesus (Lowe. Hypocercal (bagian daun sirip bawah lebih besar). misalnya pada ikan gulamah (Argyrosomus amoyensis (Bleeker. 1775)). 1758)). misalnya pada ikan ketang-ketang (Drepane punctata (Linnaeus. misalnya pada ikan tambangan (Lutjanus johni (Bloch. misalnya pada ikan terbang (Exocoetus volitans Linnaeus. Double emarginate (berpinggiran berlekuk ganda). misalnya pada ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis (Valenciennes. 1758). - Diphycercal. 1828)). 53 . Pointed (meruncing). Epicercal (bagian daun sirip atas lebih besar).. - Homocercal. Emarginate (berpinggiran berlekuk tunggal). Wirjoatmodjo. Tjakrawidjaja. misalnya pada ikan cipa-cipa (Atropus atropos (Bloch & Schneider. Lunate (bentuk sabit). Jika ditinjau dari bentuk luar sirip ekor. 1792)). misalnya pada ikan sembilang (Plotosus canius Hamilton. 1822). ujung belakang notochord pada bagian ekor agak membelok ke arah dorsal sehingga cauda terbagi secara tidak simetris.- Heterocercal. Truncate (berpinggiran tegak). yaitu: Rounded (membundar). maka secara morfologis dapat dibedakan beberapa bentuk sirip ekor (Gambar 20). terdapat pada ikan Dipnoi dan Latimeria menadoensis Pouyaud. terdapat pada Teleostei. 1816)).

1992) 54 . Bentuk morfologi ekor ikan. 10. 4. 9. Rounded. Epicercal. 7. 8. Wedge shape. Pointed. Double emarginate. Hypocercal (Affandi et al. Lunate. 1. Forked. 2. Emarginate.Gambar 20. 3. 6. Truncate.. 5.

Institut Pertanian Bogor. dan Sulistiono. Bandung. Volume 6. Fakultas Perikanan.N. 1979. W. 1993. Bogor. Departemen Biologi Perairan. Periplus Editions Limited. Bandung. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Philadelphia. Whitten.I. 1981. Penuntun Untuk Identifikasi Ikan. Metode Biologi Perikanan. Inc. 1982. and S. masing-masing kelompok diskusi memeriksa sisik yang dilalui oleh gurat sisi (linea lateralis) dan yang tidak dilalui oleh garis tersebut. 55 . kemudian masing-masing kelompok mempresentasikan selama 10 menit tentang modifikasi bentuk dan fungsi masing-masing sirip ikan. Rome. Andy Omar. A. Hong Kong. 1974. 1992. bentuklah kelompok diskusi (5 orang per kelompok). T. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat. Bogor.G. Volume 6. Institut Pertanian Bogor. Penuntun Praktikum Sistematika Dasar. Soal-soal Latihan Setelah membaca materi di atas.E. Biology of Fishes. Rahardjo. 125. 1979. FAO Fisheries Synopsis No. S. Effendie. Jurusan Perikanan Universitas Hasanuddin.S..B. Rahardjo. Di dalam laboratorium.J. Dunia Ikan. Suatu Pedoman Kerja Laboratorium. G. M. T. Fakultas Perikanan... Bogor. 1985. Daftar Pustaka Affandi. McGraw Hill Book Company. Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi.H.F. S. Bin. Djuhanda. Bond. Ichthyologi I. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Saunders Company. Sjafei. 1987. R. Anatomi dari Empat Species Hewan Vertebrata. 1954. 1977. Kartikasari. Food and Agriculture Organization of the United Nations. New York. M. Ujungpandang. Comparative Anatomy of the Vertebrates. M. Djuhanda. Armico. I. Kottelat. Z. Kent. An Annotated and Illustrated Catalogue of Lutjanid Species Known to Date. D.F. Allen. Z.R. Yayasan Dewi Sri. Sebutkan kesimpulannya. Alamsjah. FAO Species Catalogue. G. Armico. Wirjoatmodjo. dan M. Snappers of the World. Alamsjah. Departemen Biologi Perairan. Iktiologi. C.

Cech. Academic Press. Fishes. Passino. Bina Cipta. Federation of Malaya. Ichthyology. C. Departemen Biologi Perairan.R.S. Fakultas Perikanan. 56 . Ashlock.. Jilid 1 dan 2. Scott. and P. 1984. 1980. Jr.. 1989. dan M. R. New York. Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat. John Wiley and Sons. 1959. E. Second edition. Prentice Hall.D.V. M. R.S.M. Rahardjo. and J. H. Principles of Systematic Zoology. New York. Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor. 1963.E. The Ecology of Fishes. An Introduction to Ichthyology.R.F. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.McGraw Hill International Edition. Bahan Pengajaran Sistematika Ikan. D. 1977. Miller. Second edition. M. Brodjo. J. Englewood Cliffs. Mayr. Bogor. Jakarta. Moyle.J. 1991. Bogor.Lagler. P. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Saanin. An Introduction to the Sea Fishes of Malaya. Rahardjo. Affandi. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. K. and D. New Jersey. Ichthyologi. Second edition. Nikolsky. Sjafei. London. 1988..F. Ministry of Agriculture. Bardach. J.B.F. Inc.