P. 1
Perilaku SOSIAL

Perilaku SOSIAL

|Views: 39|Likes:
Published by Genoxiuz Mania

More info:

Published by: Genoxiuz Mania on May 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2013

pdf

text

original

Perilaku Sosial

a. Pengertian Perilaku Sosial Perilaku sosial adalah suasana saling ketergantungan yang merupakan keharusan untuk menjamin keberadaan manusia (Rusli Ibrahim, 2001). Sebagai bukti bahwa manusia dalam memnuhi kebutuhan hidup sebagai diri pribadi tidak dapat melakukannya sendiri melainkan memerlukan bantuan dari orang lain.Ada ikatan saling ketergantungan diantara satu orang dengan yang lainnya. Artinya bahwa kelangsungan hidup manusia berlangsung dalam suasana saling mendukung dalam kebersamaan. Untuk itu manusia dituntut mampu bekerja sama, saling menghormati, tidak menggangu hak orang lain, toleran dalam hidup bermasyarakat. Menurut Krech, Crutchfield dan Ballachey (1982) dalam Rusli Ibrahim (2001), perilaku sosial seseorang itu tampak dalam pola respons antar orang yang dinyatakan dengan hubungan timbal balik antar pribadi. Perilaku sosial juga identik dengan reaksi seseorang terhadap orang lain (Baron & Byrne, 1991 dalam Rusli Ibrahim, 2001). Perilaku itu ditunjukkan dengan perasaan, tindakan, sikap keyakinan, kenangan, atau rasa hormat terhadap orang lain. Perilaku sosial seseorang merupakan sifat relatif untuk menanggapi orang lain dengan cara-cara yang berbeda-beda. Misalnya dalam melakukan kerja sama, ada orang yang melakukannya dengan tekun, sabar dan selalu mementingkan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadinya. Sementara di pihak lain, ada orang yang bermalasmalasan, tidak sabaran dan hanya ingin mencari untung sendiri. Sesungguhnya yang menjadi dasar dari uraian di atas adalah bahwa pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial (W.A. Gerungan, 1978:28). Sejak dilahirkan manusia membutuhkan pergaulan dengan orang lain untuk memuhi kebutuhan biologisnya. Pada perkembangan menuju kedewasaan, interaksi social diantara manusia dapat merealisasikan kehidupannya secara individual. Hal ini dikarenakan jika tidak ada timbal balik dari interaksi sosial maka manusia tidak dapat merealisasikan potensi-potensinya sebagai sosok individu yang utuh sebagai hasil interaksi sosial. Potensi-potensi itu pada awalnya dapat diketahui dari perilaku kesehariannya. Pada saat bersosialisasi maka yang ditunjukkannya adalah perilaku sosial. Pembentukan perialku sosial seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal. Pada aspek eksternal situasi sosial memegang pernana yang cukup penting. Situasi sosial diartikan sebagai tiap-tiap situasi di mana terdapat saling hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain (W.A. Gerungan,1978:77). Dengan kata lain setiap situasi yang menyebabkan terjadinya interaksi social dapatlah dikatakan sebagai situasi sosial. Contoh situasi sosial misalnya di lingkungan pasar, pada saat rapat, atau dalam lingkungan pembelajaran pendidikan jasmani. b. Faktor-Faktor Pembentuk Perilaku Sosial Baron dan Byrne berpendapat bahwa ada empat kategori utama yang dapat membentuk perilaku sosial seseorang, yaitu : 1. Perilaku dan karakteristik orang lain

kecenderungan perilaku sosial seseorang yang menjadi anggota kelompok akanakan terlihat jelas diantara anggota kelompok yang lainnya. Contoh lain misalnya seorang siswa karena selalu memperoleh tantangan dan pengalaman sukses dalam pembelajaran penjas maka ia memiliki sikap positif terhadap aktivitas jasmani yang ditunjukkan oleh perilaku sosialnya yang akan mendukung teman-temannya untuk beraktivitas jasmani dengan benar. Gerungan. Dalam konteks pembelajaran pendidikan jasmani yang terpenting adalah untuk saling menghargai perbedaan yang dimiliki oleh setiap anak. b. Sikap menurut Akyas Azhari (2004:161) adalah “suatu cara bereaksiterhadap suatu perangsang tertentu. jika ia bergaul dengan orang-orang berkarakter sombong. seseorang yang berasal dari etnis budaya tertentu mungkin akanterasa berperilaku sosial aneh ketika berada dalam lingkungan masyarakat yang beretnis budaya lain atau berbeda. c. Misalnya seorang calon pelatih yang terus berpikir agar kelak dikemudian hari menjadi pelatih yang baik. maka ia akan terpengaruh oleh perilaku seperti itu.Jika seseorang lebih sering bergaul dengan orang-orang yang memiliki karakter santun.Misalnya orang yang berasal dari daerah pantai atau pegunungan yang terbiasa berkata dengan keras. ada kemungkinan besar ia akan berperilaku seperti kebanyakan orang-orang berkarakter santun dalam lingkungan pergaulannya.A. Sedangkan sikap sosial dinyatakan oleh cara-cara kegiatan yang sama dan berulangulang terhadap obyek sosial yang menyebabkan terjadinya cara-cara tingkah laku yang dinyatakan berulang-ulang terhadap salah satu obyek sosial (W. menjadi idola bagi atletnya dan orang lain akan terus berupaya dan berproses mengembangkan dan memperbaiki dirinya dalam perilaku sosialnya. Sebaliknya. ketika berada di lingkungan masyarakat yang terbiasa lembut dan halus dalambertutur kata. Proses kognitif Ingatan dan pikiran yang memuat ide-ide. Faktor lingkungan Lingkungan alam terkadang dapat mempengaruhi perilaku sosial seseorang. keyakinan dan pertimbangan yang menjadi dasar kesadaran sosial seseorang akan berpengaruh terhadap perilaku sosialnya. maka perilaku sosialnya seolah keras pula. Seperti dalam kehidupan berkelompok. yaitu : 1. Pada aspek ini guru memegang peranan penting sebagai sosok yang akan dapat mempengaruhi pembentukan perilaku sosial siswa karena ia akan emberikan pengaruh yang cukup besar dalam mengarahkan siswa untuk melakukan sesuatu perbuatan. d. 1978:151-152). Bentuk dan Jenis Perilaku Sosial Bentuk dan perilaku sosial seseorang dapat pula ditunjukkan oleh sikap sosialnya. Perilaku sosial dapat dilihat melalui sifat-sifat dan pola respon antarpribadi. Berbagai bentuk dan jenis perilaku sosial seseorang pada dasarnya merupakan karakter atau ciri kepribadian yang dapat teramati ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain. c. Tatar Budaya sebagai tampat perilaku dan pemikiran sosial itu terjadi Misalnya. Kecenderungan Perilaku Peran .

Dapat diterima atau ditolak oleh orang lain Orang yang memiliki sifat dapat diterima oleh orang lain biasanya tidak berprasangka buruk terhadap orang lain. tidak malu-malu atau tidak seganmelakukan sesuatu perbuatan yang sesuai norma di masyarakat dalam mengedepankan kepentingan diri sendiri sekuat tenaga. seperti membuat rencana sendiri. tidak sauka mempersoalkan latar belakang. kurang berinisiatif. dipercaya. misalnya membuat rencana dan melakukan segala sesuatu harus selalu mendapat saran dan dukungan orang lain. 2. loyal. Sifat mandiri dan tergantung Orang yang memiliki sifat mandiri biasanya membuat segala sesuatunya dilakukan oleh dirinya sendiri. berkemauan keras. melakukan sesuatu dengan cara-cara sendiri. suka memberi masukan atau saran-saran dalam berbagai pertemuan. Suka bergaul dan tidak suka bergaul . Sedangkan sifatpengecut menunjukkan perilaku atau keadaan sebaliknya. suka memberi perintah dan memimpin langsung. dan keadaan emosionalnya relatif labil. Sedangkan sifat yang patuh atau penyerah menunjukkan perilaku sosial yang sebaliknya. Sementara sifat orang yang ditolak biasanya suak mencari kesalahan dan tidak mengakui kelebihan orang lain. biasanya dia sukamempertahankan dan membela haknya. percaya diri. dan secara emosiaonal cukup stabil. pemaaf dan tulus menghargai kelebihan orang lain. seperti kurang suka mempertahankan haknya. Sifat pemberani dan pengecut secara sosial Orang yang memiliki sifat pemberani secara sosial. Sifat inisiatif secara sosial dan pasif Orang yang memiliki sifat inisiatif biasanya suka mengorganisasi kelompok. Sifat berkuasa dan sifat patuh Orang yang memiliki sifat sok berkuasa dalam perilaku sosial biasanya ditunjukkan oleh perilaku seperti bertindak tegas. Sedangkan sifat orang yang pasif secara sosial ditunjukkan oleh perilaku yang bertentangan dengan sifat orang yang aktif. b. dan biasanya suka mengambil alih kepemimpinan. tidak suak berusaha mencari nasihat atau dukungan dari orang lain. d. berorientasi kepada kekuatan. c. misalnya perilakunya yang dominan diam. Kecenderungan perilaku dalam hubungan sosial a. malu dan segan berbuat untukmengedepankan kepentingannya. b. tidak suka memberi saran atau masukan. tidak suka memberi perintah dan tidak berorientasikepada kekuatan dan kekerasan. misalnya kurang tegas dalam bertindak. Sedangkan sifat orang yang ketergantungan cenderung menunjukkan perilaku sosial sebaliknya dari sifat orang mandiri.a.

menentang atau tidak patuh padapenguasa.dan suka bersosialisasi. suka mencari pengakuan. berperilaku aneh untuk mencari perhatian orang lain. d. mengalami kegugupan. Sifat ramah dan tidak ramah Orang yang ramah biasanya periang. c. suka bertengkar dan suka menyangkal. Sifat agresif dan tidak agresif Orang yang agresif biasanya suka menyerang orang lain baik langsungataupun tidak langsung. et. d. hangat.Sedangkan orang yang tidak simpatik menunjukkna sifat-sifat yang sebaliknya. dan merasa terganggu jika ditontonorang. senang bersama dengan yang lain dan senang bepergian. Sifat suka bersaing (tidak kooperatif) dan tidak suka bersaing (suka bekerjasama) Orang yang suka bersaing biasanya menganggap hubungan sosial sebagai perlombaan. Dalam relasi interpersonal itu ditandai dengan berbagai aktivitas tertentu. mudah didekati orang. Sedangkan orang yang tidak suka bersaing menunjukkan sifat-sifatyang sebaliknya b. seorang individu sejak lahir hingga sepanjang hayatnya senantiasa berhubungan dengan individu lainnya atau dengan kata lain melakukan relasi interpersonal. Berbagai aktivitas individu dalam relasi interpersonal ini biasa disebut perilaku sosial. Kecenderungan perilaku ekspresif a. Sifat kalem atau tenang secara sosial Orang yang kalem biasanya tidak nyaman jika berbeda dengan orang lain. Perilaku Sosial Individu Menurut Krech.Orang yang suka bergaul biasanya memiliki hubungan sosial yang baik. Sifat orang yang tidak agresif menunjukkan perilaku yang sebaliknya. Simpatik atau tidak simpatik Orang yang memiliki sifat simpatik biasanya peduli terhadap perasaan dan keinginan orang lain. terbuka. Sedang orang yang tidak ramah cenderung bersifat sebaliknya. memperkaya dirisendiri.al. Sedangkan orang yang tidak suak bergaul menunjukkan sifat dan perilaku yang sebaliknya. baik aktivitas yang dihasilkan berdasarkan naluriah semata atau justru melalui proses pembelajaran tertentu. pendendam. c. murah hati dan suka membela orang tertindas. ragu-ragu. 3. . malu. Sifat suka pamer atau menonjolkan diri Orang yang suka pamer biasanya berperilaku berlebihan. lawan adalah saingan yang harus dikalahkan. Sebagai makhluk sosial.

Kecenderungan-kecenderungan tersebut merupakan hasil dan pengaruh dari faktor konstitutsional. (2) mudah menyerah dan tunduk pada perlakuan orang lain. yang terdiri dari : (1) Kecenderungan Peranan (Role Disposition). (3) pasif dalam mengelola kelompok. 2003) mengemukakan tahapan dan ciriciri perkembangan perilaku sosial individu sebagaimana dapat dilihat dalam tabel berikut : . Lebih jauh diuraikan pula bahwa dalam kecenderungan peranan (Role Disposition) terdapat pula empat kecenderungan yang bipolar. yaitu kecenderungan yang mengacu kepada tugas. yaitu : 1. yaitu mudah menyerah dan tunduk pada perlakuan orang lain. terutama yang belum dikenal. Ascendance yaitu kecenderungan menampilkan keyakinan diri. Independent-Depence Independent yaitu untuk bebas dari pengaruh orang lain. dan (4) tidak mudah terpengaruh orang lain dalam bergaul. dengan arah berlawanannya dependence yaitu kecenderungan untuk bergantung pada orang lain. Buhler (Abin Syamsuddin Makmun. Ascendance-Social Timidity. (2) Kecenderungan Sosiometrik (Sociometric Disposition). manakala menunjukkan ciri-ciri respons interpersonal sebagai berikut : (1) yakin akan kemampuannya dalam bergaul secara sosial. (1962:104-106) mengungkapkan bahwa untuk memahami perilaku sosial individu. Sebaliknya. dapat dilihat dari kecenderungan-kecenderungan ciri-ciri respon interpersonalnya. al. dan (3) Ekspressi (Expression Disposition). 2. dengan arah berlawanannya social timidity yaitu takut dan malu bila bergaul dengan orang lain. perilaku sosial individu dikatakan kurang atau tidak memadai manakala menunjukkan ciri-ciri respons interpersonal sebagai berikut : (1) kurang mampu bergaul secara sosial. yaitu kecenderungan yang bertautan dengan ekpresi diri dengan menampilkan kebiasaaan-kebiasaan khas (particular fashion). kepercayaan terhadap individu lain. dan (4) tergantung kepada orang lain bila akan melakukan suatu tindakan. (3) mampu memimpin teman-teman dalam kelompok. dengan arah yang berlawanannya social passivity yaitu kecenderungan pasif dan tak acuh. perilaku sosial individu dilihat dari kecenderungan peranan (role disposition) dapat dikatakan memadai. yaitu kecenderungan yang bertautan dengan kesukaan. Dominace-Submissive Dominace yaitu kecenderungan untuk menguasai orang lain. 3. (2) memiliki pengaruh yang kuat terhadap teman sebaya. 4. kewajiban dan posisi yang dimiliki seorang individu. Dengan demikian. Social Initiative-Social Passivity social initiative yaitu kecenderungan untuk memimpin orang lain. pertumbuhan dan perkembangan individu dalam lingkungan sosial tertentu dan pengalaman kegagalan dan keberhasilan berperilaku pada masa lampau Sementara itu.Krech et. dengan arah berlawanannya kecenderungansubmissive.

Skinner menyerang langsung paradigma definisi sosial dan secara tidak langsung terhadap paradigma fakta sosial. Dalam hal ini Paradigma Perilaku Sosial menyanggupi untuk menerangkannya. Alasannya karena orang tidak dapat melihat secara nyata ide dan nilai-nilai dalam mempelajari masyarakat. pandangan yang menganggap manusia mempunyai bagian dalam yang serba bebas adalah pandangan yang bersifat mistik dan berstatus metafisik sehingga harus disingkirkan dari dalam ilmu sosial. POKOK PERSOALAN Paradigma perilaku sosial memusatkan perhatiannya kepada antar hubungan antara individu dan lingkungannya yang terdiri atas bermacam-macam obyek sosial dan non sosial. Yang diperlukan adalah pemahaman terhadap kemungkinan penguatan penggunaan paksa.Tahap Kanak-Kanak Awal ( 0 – 3) Subyektif Kritis I ( 3 – 4 ) Trozt Alter Kanak – Kanak Akhir ( 4 – 6 ) Masa Subyektif Menuju Masa Obyektif Anak Sekolah ( 6 – 12 ) Masa Obyektif Kritis II ( 12 – 13 ) Masa Pre Puber Remaja Awal ( 13 – 16 ) Masa Subyektif Menuju Masa Obyektif Remaja Akhir ( 16 – 18 ) Masa Obyektif Ciri-Ciri Segala sesuatu dilihat berdasarkan pandangan sendiri Pembantah. keras kepala Mulai bisa menyesuaikan diri dengan aturan Membandingkan dengan aturan – aturan Perilaku coba-coba.F Skinner mencoba menerjemahkan prinsip-prinsip psikologi aliran behaviorisme kedalam sosiologi. individu kurang sekali memiliki kebebasan. Dalam bukunya Beyond Freedom and Dignity. Bagi paradigma perilaku sosial. ingin diuji Mulai menyadari adanya kenyataan yang berbeda dengan sudut pandangnya Berperilaku sesuai dengan tuntutan masyarakat dan kemampuan dirinya Paradigma Perilaku Sosial B. Eksistensinya tergantung kepada ketidaktahuan dan ketidakmampuan untuk menerangkannya. Kebudayaan adalah tingkah laku yang terpola. Pokok persoalan sosiologi menurut paradigma ini adalah tingkah laku individu yang berlangsung dalam hubungannnya dengan faktor lingkungan yang menghasilkan akibat-akibat atau perubahan dalam faktor lingkungan yang menimbulkan perubahan terhadap tingkah laku. Menurutnya pengertian kultur yang diciptakan itu tidak perlu disertai dengan unsur mistik seperti ide dan nilai sosial itu. dalam arti mengandung sesuatu persoalan yang bersifat teka-teki. tidak dapat diterangkan secara rasional. Menurut Skinner. Tanggapan yang . Konsep kultur yang didefinisikan oleh paradigma fakta sosial dinilai mengandung ide yang bersifat tradisional khususnya mengenai nilai-nilai sosial. Skinner melihat kedua paradigma fakta sosial dan definisi sosial sebagai perspektif yang bersifat mistik. Pandangan yang menilai manusia mempunyai bagian dalam yang menentukan tindakannya itu hanya diperlukan untuk menerangkan sesuatu yang memang belum mampu diterangkan melalui berbagai cara yang ada. serba salah. Skinner berusaha menghilangkan konsep voluntarisme Parson.

Pandangan tentang emergence Homan mengakui bahwa selama berlangsungnya proses interaksi. TEORI-TEORI Ada dua teori yang termasuk kedalam paradigma perilaku sosial : 1. Sosiologi dewasa ini sudah berdiri sendiri. Menurut Homan fakta-fakta sosial tertentu yang selalu menjadi penyebab dari fakta sosial yang lain belum merupakan suatu penjelasan. Kelompok juga dapat memengaruhi perilaku para anggotanya. Teori Behavioral Sociology Teori ini dibangun dalam rangka menerapkan prinsip-prinsip psikologi perilaku kedalam sosiologi. Memusatkan perhatiannya kepada hubungan antara akibat dan tingkah laku yang terjadi didalam lingkungan aktor dengan tingkah laku aktor. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. 2. Teori ini dibangun sebagai reaksi terhadap paradigma fakta sosial. artinya harus diterangkan melalui pendekatan perilaku (behavioral). Menurut Homan variabel-variabel psikologi selalu menjadi variabel perantara (intervening variables) diantara dua fakta sosial. Konsep dasar Behavioral sociology adalah reenforcement yang berarti ganjaran (reward). Yang perlu dijelaskan adalah hubungan antara penyebab dan akibat dari hubungan itu selalu diterangkan oleh proposisi psikologi. Macam kelompok sosial . Memungkinkan pula untuk membuat penilaian dengan tingkat ketepatan yang tinggi terhadap efek dari perubahanperubahan tingkah laku aktor yang ditimbulkan dengan sengaja didalam eksperimen itu. timbul suatu fenomena baru. Teori Exchange Tokoh utamanya George Homan. Jadi tingkah laku manusia lebih bersifat mekanik. b. Tidak ada sesuatu yang melekat dalam obyek yang dapat menimbulkan ganjaran. c. Keutamaan metode eksperimen ini adalah memberikan kemungkinan terhadap peneliti untuk mengontrol dengan ketat obyek dan kondisi disekitarnya. Keterangannya mestilah bersifat psikologi. Kelompok Sosial Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. METODE Paradigma perilaku sosial lebih banyak menggunakan metode eksperimen dalam penelitiannya. Menurutnya untuk menerangkan fenomena yang timbul dari proses interaksi tidak diperlukan proposisi baru lagi.diberikannya ditentukan oleh sifat dasar stimulus yang datang dari luar dirinya. Barang sesuatu ini dapat diterangkan bila dapat ditemukan faktorfaktor penyebabnya. terutama menyerang ide Durkheim secara langsung dari tiga jurusan a. Metode penjelasan dari Durkheim Menurut Durkheim obyek studi sosiologi adalah barang sesuatu dan sesuatu yang dianggap sebagai barang sesuatu. Perulangan tingkah laku tidak dapat dirumuskan terlepas dari efeknya terhadap perilaku itu sendiri. Pandangan tentang psikologi Sosiologi pada akhir abad 19 masih merupakan anak angkat psikologi.

yaitu kelompok yang bukan organisasi. orang leih suka berhubungan dengan orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya. Sudah menjadi kebiasaan. kerabat. kedekatan menumbuhkan interaksi. yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya.    Faktor pembentuk Bergabung dengan sebuah kelompok merupakan sesuatu yang murni dari diri sendiri atau juga secara kebetulan. Namun. nilai. Dua faktor utama yang tampaknya mengarahkan pilihan tersebut adalah kedekatan dan kesamaan. berbicara. Jadi. kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi dan bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial. Dalam asosiasi. Kelompok sosial. dan kesadaran jenis. serta memiliki ikatan organisasi formal. dan bersosialisasi. atau kedekatan geografis. Kesamaan Pembentukan kelompok sosial tidak hanya tergantung pada kedekatan fisik. Singkatnya. . sekolah. ada juga yang merupakan sebuah pilihan. Kita membentuk kelompok bermain dengan orang-orang di sekitar kita. Contoh: Negara. yaitu kelompk yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya. yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Kelompok tersusun atas individu-individu yang salingberinteraksi. atau karakterkarakter personal lain. Bierstedt kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:  Kelompok statistik. kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi. terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur. tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Misalnya. tetapi juga kesamaan di antara anggota-anggotanya. Kita bergabung dengan kelompok kegiatan sosial lokal. hubungan sosial antara kelompok. Contoh: Kelompok pertemuan. tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Semakin dekat jarak geografis antara dua orang. seseorang terlahir dalam keluarga tertentu. yang memainkan peranan penting terhadap terbentuknya kelompok pertemanan. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan. Kedekatan Pengaruh tingkat kedekatan.Sekolah merupakan salah satu contoh kelompok sosial Menurut Robert Bierstedt. semakin mungkin mereka saling melihat. Kesamaan juga merupakan faktor utama dalam memilih calon pasangan untuk membentuk kelompok sosial yang disebut keluarga. tingkat intelejensi. Kesamaan yang dimaksud adalah kesamaan minat. Kelompok asosiasi. para anggotanya melakukan hubungan sosial. kontak dan komunikasi. kepercayaan. usia. Kelompok kemasyarakatan.

dan norma-norma ini mengarahkan interaksi kelompok. sebagaimana semua perilaku sosial.Pembentukan norma kelompok Perilaku kelompok. Sebagaimana dalam dunia sosial pada umumnya. Setiap kelompok memiliki suatu pandangan tentang perilaku mana yang dianggap pantas untuk dijalankan para anggotanya. kegiatan dalam kelompok tidak muncul secara acak. Jadi. ketika seseorang masuk ke dalam sebuah kelompok. Norma terbetnuk dari proses akumulatif interaksi kelompok. sangat dipengaruhi oleh normanorma yang berlaku dalam kelompok itu. Norma muncul melalui proses interaksi yang perlahan-lahan di antara anggota kelompok. perlahan-lahan akan terbentuk norma. atau menyarankan perilaku alternatif (langsung atau tidak langsung). yaitu norma kelompok. Pada saat seseorang berprilaku tertentu pihak lain menilai kepantasasn atau ketidakpantasan perilaku tersebut. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->