Perilaku Sosial

a. Pengertian Perilaku Sosial Perilaku sosial adalah suasana saling ketergantungan yang merupakan keharusan untuk menjamin keberadaan manusia (Rusli Ibrahim, 2001). Sebagai bukti bahwa manusia dalam memnuhi kebutuhan hidup sebagai diri pribadi tidak dapat melakukannya sendiri melainkan memerlukan bantuan dari orang lain.Ada ikatan saling ketergantungan diantara satu orang dengan yang lainnya. Artinya bahwa kelangsungan hidup manusia berlangsung dalam suasana saling mendukung dalam kebersamaan. Untuk itu manusia dituntut mampu bekerja sama, saling menghormati, tidak menggangu hak orang lain, toleran dalam hidup bermasyarakat. Menurut Krech, Crutchfield dan Ballachey (1982) dalam Rusli Ibrahim (2001), perilaku sosial seseorang itu tampak dalam pola respons antar orang yang dinyatakan dengan hubungan timbal balik antar pribadi. Perilaku sosial juga identik dengan reaksi seseorang terhadap orang lain (Baron & Byrne, 1991 dalam Rusli Ibrahim, 2001). Perilaku itu ditunjukkan dengan perasaan, tindakan, sikap keyakinan, kenangan, atau rasa hormat terhadap orang lain. Perilaku sosial seseorang merupakan sifat relatif untuk menanggapi orang lain dengan cara-cara yang berbeda-beda. Misalnya dalam melakukan kerja sama, ada orang yang melakukannya dengan tekun, sabar dan selalu mementingkan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadinya. Sementara di pihak lain, ada orang yang bermalasmalasan, tidak sabaran dan hanya ingin mencari untung sendiri. Sesungguhnya yang menjadi dasar dari uraian di atas adalah bahwa pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial (W.A. Gerungan, 1978:28). Sejak dilahirkan manusia membutuhkan pergaulan dengan orang lain untuk memuhi kebutuhan biologisnya. Pada perkembangan menuju kedewasaan, interaksi social diantara manusia dapat merealisasikan kehidupannya secara individual. Hal ini dikarenakan jika tidak ada timbal balik dari interaksi sosial maka manusia tidak dapat merealisasikan potensi-potensinya sebagai sosok individu yang utuh sebagai hasil interaksi sosial. Potensi-potensi itu pada awalnya dapat diketahui dari perilaku kesehariannya. Pada saat bersosialisasi maka yang ditunjukkannya adalah perilaku sosial. Pembentukan perialku sosial seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal. Pada aspek eksternal situasi sosial memegang pernana yang cukup penting. Situasi sosial diartikan sebagai tiap-tiap situasi di mana terdapat saling hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain (W.A. Gerungan,1978:77). Dengan kata lain setiap situasi yang menyebabkan terjadinya interaksi social dapatlah dikatakan sebagai situasi sosial. Contoh situasi sosial misalnya di lingkungan pasar, pada saat rapat, atau dalam lingkungan pembelajaran pendidikan jasmani. b. Faktor-Faktor Pembentuk Perilaku Sosial Baron dan Byrne berpendapat bahwa ada empat kategori utama yang dapat membentuk perilaku sosial seseorang, yaitu : 1. Perilaku dan karakteristik orang lain

c. c. ketika berada di lingkungan masyarakat yang terbiasa lembut dan halus dalambertutur kata. maka ia akan terpengaruh oleh perilaku seperti itu. d. Dalam konteks pembelajaran pendidikan jasmani yang terpenting adalah untuk saling menghargai perbedaan yang dimiliki oleh setiap anak. menjadi idola bagi atletnya dan orang lain akan terus berupaya dan berproses mengembangkan dan memperbaiki dirinya dalam perilaku sosialnya. Faktor lingkungan Lingkungan alam terkadang dapat mempengaruhi perilaku sosial seseorang. Gerungan. kecenderungan perilaku sosial seseorang yang menjadi anggota kelompok akanakan terlihat jelas diantara anggota kelompok yang lainnya. Pada aspek ini guru memegang peranan penting sebagai sosok yang akan dapat mempengaruhi pembentukan perilaku sosial siswa karena ia akan emberikan pengaruh yang cukup besar dalam mengarahkan siswa untuk melakukan sesuatu perbuatan. b. keyakinan dan pertimbangan yang menjadi dasar kesadaran sosial seseorang akan berpengaruh terhadap perilaku sosialnya. Misalnya seorang calon pelatih yang terus berpikir agar kelak dikemudian hari menjadi pelatih yang baik. Sebaliknya.A.Misalnya orang yang berasal dari daerah pantai atau pegunungan yang terbiasa berkata dengan keras. jika ia bergaul dengan orang-orang berkarakter sombong. yaitu : 1.Jika seseorang lebih sering bergaul dengan orang-orang yang memiliki karakter santun. Proses kognitif Ingatan dan pikiran yang memuat ide-ide. Tatar Budaya sebagai tampat perilaku dan pemikiran sosial itu terjadi Misalnya. seseorang yang berasal dari etnis budaya tertentu mungkin akanterasa berperilaku sosial aneh ketika berada dalam lingkungan masyarakat yang beretnis budaya lain atau berbeda. Sedangkan sikap sosial dinyatakan oleh cara-cara kegiatan yang sama dan berulangulang terhadap obyek sosial yang menyebabkan terjadinya cara-cara tingkah laku yang dinyatakan berulang-ulang terhadap salah satu obyek sosial (W. Bentuk dan Jenis Perilaku Sosial Bentuk dan perilaku sosial seseorang dapat pula ditunjukkan oleh sikap sosialnya. Kecenderungan Perilaku Peran . 1978:151-152). Berbagai bentuk dan jenis perilaku sosial seseorang pada dasarnya merupakan karakter atau ciri kepribadian yang dapat teramati ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain. Sikap menurut Akyas Azhari (2004:161) adalah “suatu cara bereaksiterhadap suatu perangsang tertentu. Seperti dalam kehidupan berkelompok. ada kemungkinan besar ia akan berperilaku seperti kebanyakan orang-orang berkarakter santun dalam lingkungan pergaulannya. Contoh lain misalnya seorang siswa karena selalu memperoleh tantangan dan pengalaman sukses dalam pembelajaran penjas maka ia memiliki sikap positif terhadap aktivitas jasmani yang ditunjukkan oleh perilaku sosialnya yang akan mendukung teman-temannya untuk beraktivitas jasmani dengan benar. Perilaku sosial dapat dilihat melalui sifat-sifat dan pola respon antarpribadi. maka perilaku sosialnya seolah keras pula.

a. berkemauan keras. dan keadaan emosionalnya relatif labil. Sedangkan sifatpengecut menunjukkan perilaku atau keadaan sebaliknya. kurang berinisiatif. Kecenderungan perilaku dalam hubungan sosial a. Sedangkan sifat orang yang pasif secara sosial ditunjukkan oleh perilaku yang bertentangan dengan sifat orang yang aktif. tidak suka memberi perintah dan tidak berorientasikepada kekuatan dan kekerasan. Sedangkan sifat yang patuh atau penyerah menunjukkan perilaku sosial yang sebaliknya. 2. Sementara sifat orang yang ditolak biasanya suak mencari kesalahan dan tidak mengakui kelebihan orang lain. dipercaya. Sedangkan sifat orang yang ketergantungan cenderung menunjukkan perilaku sosial sebaliknya dari sifat orang mandiri. dan secara emosiaonal cukup stabil. pemaaf dan tulus menghargai kelebihan orang lain. c. d. Sifat berkuasa dan sifat patuh Orang yang memiliki sifat sok berkuasa dalam perilaku sosial biasanya ditunjukkan oleh perilaku seperti bertindak tegas. tidak suak berusaha mencari nasihat atau dukungan dari orang lain. suka memberi masukan atau saran-saran dalam berbagai pertemuan. seperti kurang suka mempertahankan haknya. percaya diri. dan biasanya suka mengambil alih kepemimpinan. tidak sauka mempersoalkan latar belakang. tidak malu-malu atau tidak seganmelakukan sesuatu perbuatan yang sesuai norma di masyarakat dalam mengedepankan kepentingan diri sendiri sekuat tenaga. suka memberi perintah dan memimpin langsung. Suka bergaul dan tidak suka bergaul . Dapat diterima atau ditolak oleh orang lain Orang yang memiliki sifat dapat diterima oleh orang lain biasanya tidak berprasangka buruk terhadap orang lain. Sifat mandiri dan tergantung Orang yang memiliki sifat mandiri biasanya membuat segala sesuatunya dilakukan oleh dirinya sendiri. misalnya perilakunya yang dominan diam. Sifat inisiatif secara sosial dan pasif Orang yang memiliki sifat inisiatif biasanya suka mengorganisasi kelompok. b. biasanya dia sukamempertahankan dan membela haknya. malu dan segan berbuat untukmengedepankan kepentingannya. loyal. seperti membuat rencana sendiri. b. Sifat pemberani dan pengecut secara sosial Orang yang memiliki sifat pemberani secara sosial. berorientasi kepada kekuatan. misalnya membuat rencana dan melakukan segala sesuatu harus selalu mendapat saran dan dukungan orang lain. tidak suka memberi saran atau masukan. melakukan sesuatu dengan cara-cara sendiri. misalnya kurang tegas dalam bertindak.

Sedangkan orang yang tidak suka bersaing menunjukkan sifat-sifatyang sebaliknya b. lawan adalah saingan yang harus dikalahkan. Berbagai aktivitas individu dalam relasi interpersonal ini biasa disebut perilaku sosial.Orang yang suka bergaul biasanya memiliki hubungan sosial yang baik. Sebagai makhluk sosial. Sedang orang yang tidak ramah cenderung bersifat sebaliknya. d. Sifat suka pamer atau menonjolkan diri Orang yang suka pamer biasanya berperilaku berlebihan. suka mencari pengakuan. malu. 3. suka bertengkar dan suka menyangkal. Kecenderungan perilaku ekspresif a. Sifat ramah dan tidak ramah Orang yang ramah biasanya periang. mengalami kegugupan. Sifat suka bersaing (tidak kooperatif) dan tidak suka bersaing (suka bekerjasama) Orang yang suka bersaing biasanya menganggap hubungan sosial sebagai perlombaan. seorang individu sejak lahir hingga sepanjang hayatnya senantiasa berhubungan dengan individu lainnya atau dengan kata lain melakukan relasi interpersonal. d. pendendam. Perilaku Sosial Individu Menurut Krech. et. Sifat kalem atau tenang secara sosial Orang yang kalem biasanya tidak nyaman jika berbeda dengan orang lain. c. menentang atau tidak patuh padapenguasa. mudah didekati orang. . Sifat agresif dan tidak agresif Orang yang agresif biasanya suka menyerang orang lain baik langsungataupun tidak langsung. ragu-ragu.Sedangkan orang yang tidak simpatik menunjukkna sifat-sifat yang sebaliknya. murah hati dan suka membela orang tertindas.al. senang bersama dengan yang lain dan senang bepergian. Sifat orang yang tidak agresif menunjukkan perilaku yang sebaliknya. berperilaku aneh untuk mencari perhatian orang lain. terbuka. baik aktivitas yang dihasilkan berdasarkan naluriah semata atau justru melalui proses pembelajaran tertentu. Dalam relasi interpersonal itu ditandai dengan berbagai aktivitas tertentu. hangat. Sedangkan orang yang tidak suak bergaul menunjukkan sifat dan perilaku yang sebaliknya. Simpatik atau tidak simpatik Orang yang memiliki sifat simpatik biasanya peduli terhadap perasaan dan keinginan orang lain. memperkaya dirisendiri. c. dan merasa terganggu jika ditontonorang.dan suka bersosialisasi.

dengan arah yang berlawanannya social passivity yaitu kecenderungan pasif dan tak acuh. (2) Kecenderungan Sosiometrik (Sociometric Disposition). Lebih jauh diuraikan pula bahwa dalam kecenderungan peranan (Role Disposition) terdapat pula empat kecenderungan yang bipolar. Kecenderungan-kecenderungan tersebut merupakan hasil dan pengaruh dari faktor konstitutsional. yaitu kecenderungan yang bertautan dengan ekpresi diri dengan menampilkan kebiasaaan-kebiasaan khas (particular fashion). (3) pasif dalam mengelola kelompok. dengan arah berlawanannya social timidity yaitu takut dan malu bila bergaul dengan orang lain. dan (4) tidak mudah terpengaruh orang lain dalam bergaul. perilaku sosial individu dikatakan kurang atau tidak memadai manakala menunjukkan ciri-ciri respons interpersonal sebagai berikut : (1) kurang mampu bergaul secara sosial. 2003) mengemukakan tahapan dan ciriciri perkembangan perilaku sosial individu sebagaimana dapat dilihat dalam tabel berikut : . yaitu mudah menyerah dan tunduk pada perlakuan orang lain. yaitu kecenderungan yang mengacu kepada tugas. Dominace-Submissive Dominace yaitu kecenderungan untuk menguasai orang lain. dan (4) tergantung kepada orang lain bila akan melakukan suatu tindakan. Sebaliknya. 3. 2. manakala menunjukkan ciri-ciri respons interpersonal sebagai berikut : (1) yakin akan kemampuannya dalam bergaul secara sosial. yaitu kecenderungan yang bertautan dengan kesukaan. Ascendance yaitu kecenderungan menampilkan keyakinan diri. (2) mudah menyerah dan tunduk pada perlakuan orang lain. yaitu : 1. (2) memiliki pengaruh yang kuat terhadap teman sebaya. 4. Independent-Depence Independent yaitu untuk bebas dari pengaruh orang lain. kewajiban dan posisi yang dimiliki seorang individu. pertumbuhan dan perkembangan individu dalam lingkungan sosial tertentu dan pengalaman kegagalan dan keberhasilan berperilaku pada masa lampau Sementara itu. dan (3) Ekspressi (Expression Disposition). perilaku sosial individu dilihat dari kecenderungan peranan (role disposition) dapat dikatakan memadai. Dengan demikian.Krech et. (1962:104-106) mengungkapkan bahwa untuk memahami perilaku sosial individu. Buhler (Abin Syamsuddin Makmun. Ascendance-Social Timidity. (3) mampu memimpin teman-teman dalam kelompok. terutama yang belum dikenal. kepercayaan terhadap individu lain. dengan arah berlawanannya dependence yaitu kecenderungan untuk bergantung pada orang lain. yang terdiri dari : (1) Kecenderungan Peranan (Role Disposition). dapat dilihat dari kecenderungan-kecenderungan ciri-ciri respon interpersonalnya. Social Initiative-Social Passivity social initiative yaitu kecenderungan untuk memimpin orang lain. dengan arah berlawanannya kecenderungansubmissive. al.

keras kepala Mulai bisa menyesuaikan diri dengan aturan Membandingkan dengan aturan – aturan Perilaku coba-coba. Skinner menyerang langsung paradigma definisi sosial dan secara tidak langsung terhadap paradigma fakta sosial. POKOK PERSOALAN Paradigma perilaku sosial memusatkan perhatiannya kepada antar hubungan antara individu dan lingkungannya yang terdiri atas bermacam-macam obyek sosial dan non sosial. Dalam bukunya Beyond Freedom and Dignity. Eksistensinya tergantung kepada ketidaktahuan dan ketidakmampuan untuk menerangkannya. Menurutnya pengertian kultur yang diciptakan itu tidak perlu disertai dengan unsur mistik seperti ide dan nilai sosial itu. Kebudayaan adalah tingkah laku yang terpola. Skinner melihat kedua paradigma fakta sosial dan definisi sosial sebagai perspektif yang bersifat mistik. Skinner berusaha menghilangkan konsep voluntarisme Parson. serba salah. Yang diperlukan adalah pemahaman terhadap kemungkinan penguatan penggunaan paksa. Dalam hal ini Paradigma Perilaku Sosial menyanggupi untuk menerangkannya. Konsep kultur yang didefinisikan oleh paradigma fakta sosial dinilai mengandung ide yang bersifat tradisional khususnya mengenai nilai-nilai sosial. Alasannya karena orang tidak dapat melihat secara nyata ide dan nilai-nilai dalam mempelajari masyarakat.F Skinner mencoba menerjemahkan prinsip-prinsip psikologi aliran behaviorisme kedalam sosiologi. dalam arti mengandung sesuatu persoalan yang bersifat teka-teki. ingin diuji Mulai menyadari adanya kenyataan yang berbeda dengan sudut pandangnya Berperilaku sesuai dengan tuntutan masyarakat dan kemampuan dirinya Paradigma Perilaku Sosial B. Pokok persoalan sosiologi menurut paradigma ini adalah tingkah laku individu yang berlangsung dalam hubungannnya dengan faktor lingkungan yang menghasilkan akibat-akibat atau perubahan dalam faktor lingkungan yang menimbulkan perubahan terhadap tingkah laku. Pandangan yang menilai manusia mempunyai bagian dalam yang menentukan tindakannya itu hanya diperlukan untuk menerangkan sesuatu yang memang belum mampu diterangkan melalui berbagai cara yang ada.Tahap Kanak-Kanak Awal ( 0 – 3) Subyektif Kritis I ( 3 – 4 ) Trozt Alter Kanak – Kanak Akhir ( 4 – 6 ) Masa Subyektif Menuju Masa Obyektif Anak Sekolah ( 6 – 12 ) Masa Obyektif Kritis II ( 12 – 13 ) Masa Pre Puber Remaja Awal ( 13 – 16 ) Masa Subyektif Menuju Masa Obyektif Remaja Akhir ( 16 – 18 ) Masa Obyektif Ciri-Ciri Segala sesuatu dilihat berdasarkan pandangan sendiri Pembantah. tidak dapat diterangkan secara rasional. Tanggapan yang . Menurut Skinner. individu kurang sekali memiliki kebebasan. pandangan yang menganggap manusia mempunyai bagian dalam yang serba bebas adalah pandangan yang bersifat mistik dan berstatus metafisik sehingga harus disingkirkan dari dalam ilmu sosial. Bagi paradigma perilaku sosial.

Barang sesuatu ini dapat diterangkan bila dapat ditemukan faktorfaktor penyebabnya. Metode penjelasan dari Durkheim Menurut Durkheim obyek studi sosiologi adalah barang sesuatu dan sesuatu yang dianggap sebagai barang sesuatu. Yang perlu dijelaskan adalah hubungan antara penyebab dan akibat dari hubungan itu selalu diterangkan oleh proposisi psikologi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Memusatkan perhatiannya kepada hubungan antara akibat dan tingkah laku yang terjadi didalam lingkungan aktor dengan tingkah laku aktor. Menurutnya untuk menerangkan fenomena yang timbul dari proses interaksi tidak diperlukan proposisi baru lagi. Tidak ada sesuatu yang melekat dalam obyek yang dapat menimbulkan ganjaran. Perulangan tingkah laku tidak dapat dirumuskan terlepas dari efeknya terhadap perilaku itu sendiri. Sosiologi dewasa ini sudah berdiri sendiri. b. Kelompok Sosial Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. METODE Paradigma perilaku sosial lebih banyak menggunakan metode eksperimen dalam penelitiannya. Teori ini dibangun sebagai reaksi terhadap paradigma fakta sosial. c. artinya harus diterangkan melalui pendekatan perilaku (behavioral). Memungkinkan pula untuk membuat penilaian dengan tingkat ketepatan yang tinggi terhadap efek dari perubahanperubahan tingkah laku aktor yang ditimbulkan dengan sengaja didalam eksperimen itu. Jadi tingkah laku manusia lebih bersifat mekanik. Teori Behavioral Sociology Teori ini dibangun dalam rangka menerapkan prinsip-prinsip psikologi perilaku kedalam sosiologi. Keutamaan metode eksperimen ini adalah memberikan kemungkinan terhadap peneliti untuk mengontrol dengan ketat obyek dan kondisi disekitarnya. Keterangannya mestilah bersifat psikologi. Pandangan tentang emergence Homan mengakui bahwa selama berlangsungnya proses interaksi. Macam kelompok sosial . Menurut Homan fakta-fakta sosial tertentu yang selalu menjadi penyebab dari fakta sosial yang lain belum merupakan suatu penjelasan. Teori Exchange Tokoh utamanya George Homan. Kelompok juga dapat memengaruhi perilaku para anggotanya. terutama menyerang ide Durkheim secara langsung dari tiga jurusan a. TEORI-TEORI Ada dua teori yang termasuk kedalam paradigma perilaku sosial : 1. timbul suatu fenomena baru. Konsep dasar Behavioral sociology adalah reenforcement yang berarti ganjaran (reward). Pandangan tentang psikologi Sosiologi pada akhir abad 19 masih merupakan anak angkat psikologi. 2. Menurut Homan variabel-variabel psikologi selalu menjadi variabel perantara (intervening variables) diantara dua fakta sosial.diberikannya ditentukan oleh sifat dasar stimulus yang datang dari luar dirinya.

Kesamaan juga merupakan faktor utama dalam memilih calon pasangan untuk membentuk kelompok sosial yang disebut keluarga. Kedekatan Pengaruh tingkat kedekatan. tingkat intelejensi. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan. Namun. Bierstedt kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:  Kelompok statistik. Singkatnya. atau kedekatan geografis. . nilai. Kelompok kemasyarakatan. seseorang terlahir dalam keluarga tertentu. Dua faktor utama yang tampaknya mengarahkan pilihan tersebut adalah kedekatan dan kesamaan. kepercayaan. atau karakterkarakter personal lain. kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi dan bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial.    Faktor pembentuk Bergabung dengan sebuah kelompok merupakan sesuatu yang murni dari diri sendiri atau juga secara kebetulan. Jadi. usia. dan kesadaran jenis. tetapi juga kesamaan di antara anggota-anggotanya. yang memainkan peranan penting terhadap terbentuknya kelompok pertemanan. kontak dan komunikasi. dan bersosialisasi. Kesamaan Pembentukan kelompok sosial tidak hanya tergantung pada kedekatan fisik. tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Misalnya. kerabat. semakin mungkin mereka saling melihat. Kelompok sosial. serta memiliki ikatan organisasi formal. hubungan sosial antara kelompok. sekolah. tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. yaitu kelompk yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya. terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur. Kita bergabung dengan kelompok kegiatan sosial lokal. para anggotanya melakukan hubungan sosial. Semakin dekat jarak geografis antara dua orang.Sekolah merupakan salah satu contoh kelompok sosial Menurut Robert Bierstedt. Sudah menjadi kebiasaan. ada juga yang merupakan sebuah pilihan. yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya. yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi. Kelompok asosiasi. Contoh: Negara. Kesamaan yang dimaksud adalah kesamaan minat. Contoh: Kelompok pertemuan. Kelompok tersusun atas individu-individu yang salingberinteraksi. berbicara. Kita membentuk kelompok bermain dengan orang-orang di sekitar kita. kedekatan menumbuhkan interaksi. yaitu kelompok yang bukan organisasi. Dalam asosiasi. orang leih suka berhubungan dengan orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya.

Norma muncul melalui proses interaksi yang perlahan-lahan di antara anggota kelompok. yaitu norma kelompok. sangat dipengaruhi oleh normanorma yang berlaku dalam kelompok itu. sebagaimana semua perilaku sosial. Norma terbetnuk dari proses akumulatif interaksi kelompok. perlahan-lahan akan terbentuk norma. kegiatan dalam kelompok tidak muncul secara acak. dan norma-norma ini mengarahkan interaksi kelompok. Pada saat seseorang berprilaku tertentu pihak lain menilai kepantasasn atau ketidakpantasan perilaku tersebut. Sebagaimana dalam dunia sosial pada umumnya. . Jadi. atau menyarankan perilaku alternatif (langsung atau tidak langsung).Pembentukan norma kelompok Perilaku kelompok. Setiap kelompok memiliki suatu pandangan tentang perilaku mana yang dianggap pantas untuk dijalankan para anggotanya. ketika seseorang masuk ke dalam sebuah kelompok.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful