1 BAB V SPESIFIKASI TEKNIS 5.1.

RUANG LINGKUP PROYEK

Nama Kegiatan Kode Kegiatan Kode Rekening Nama Paket Pekerjaan Lokasi Anggaran Sumber Dana Tahun Anggaran Priode Lelang

: : : : : : : :

Pembangunan Sarana Prasarana Pematusan (tahun jamak/multiyears) 1.03.28.0032 5.2.3.14.08 PEMBANGUNAN BOX CULVERT (Jl. Sidotopo Wetan........) Kota Surabaya APBD Pemerintah Kota Surabaya 2013 I (Satu)

5.2. Lingkup Pekerjaan : I PEKERJAAN PENDAHULUAN 1. Persiapan dan Sewa Direksi Keet 2. Uitzet Dengan waterPass / Theodolit 3. Pasang Rambu Pengaman 4. Pembuatan Bowplank 5. Test Hole PEKERJAAN TANAH 1. Galian Untuk Tanah Konstruksi Dengan Alat Berat 2. Bongkaran Pasangan Lama 3. Pengurugan Sirtu Padat 4. Penggalian Tanah Lumpur Dengan Alat Berat 5. Pengangkutan Tanah Keluar Proyek

II

III PEKERJAAN PENERANGAN JALAN 1. Tanah Taman Terolah 2. Pemasangan Kabel NYFGBY 3cx4mm 3. Pemasangan Kable dan Penarikan 4. Pemasangan PVC untuk Kabel Tanam 5. Perakitan Panel Penerangan Jalan Umum (PJU) 6. Panel Tempat Ballast UK. 25.15.10 cm untuk Lampu Sorot 7. Instalasi 1 titik Lampu PJU (Tarikan Udara) 8 m 8. Pemasangan Panel Lampu PJU – 1 Phase 5500 VA 9. Pemasangan Lampu Natrium 250w/220v 10. Pondasi Pelat Beton 1pc:2ps:2,5kr (K.250) (188 Kg) 11. Pemasangan Tiang Oktagonal 7 m Double Hot Dipped Galvaniszed Dengan Flenders 12. Pembuatan dan Pemasangan Terminal dalam Tiang 13. Pengecetan Tiang PJU IV PEKERJAAN MEDIAN JALAN 1. Pemasangan Paving Stone (Abu-abu) Tb.6 cm emapat persegi 2. Pemasangan Paving Stone (Abu-abu) Tb.6 cm empat persegi panjang samping 3. Pemasangan Stopper/Uskup (Merah) Tb. 6 cm 4. Pemasnagan Kanstin Uk. 15.25.40 5. Pas. Curbing Type A Panjang 0,6 m 6. Spesi 1pc:2Ps T=3 cm 7. Pemasangan Batu Kali Belah 15/20 cm (1Pc:4Ps) 8. Plesteran Halus 1Pc:4Ps T=1,5 cm
RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

2 9. Pasangan Benangan

V

PEKERJAAN BOX CULVERT 1. Penggadaan dan Pemasangan Beton Box-Culvert Top Bottom K-400 (200.200.120)(Fabrikasi) 2. Pengadaan dan Pemasangan Beton U-Ditch K-350 (100.100.120) (Fabrikasi) 3. Pengadaan dan Pemasangan Beton U-Ditch K-350 (80.100.120) (Fabrikasi) 4. Pengadaan dan Pemasangan Pelat Intrit Tb.12 cm K-350 (Fabrikasi) 5. Pelat Wiremest 1pc:2ps:2.5kr (K-250) 97 Kg 6. Pekerjaan Beton Rabat (1pc:3ps:6kr) 7. Manhole + Pemasangan 8. Cor Beton Pelaluan Air + Pemasangan 9. Lapis Resap Ikat / Prime Coat 10. Lapis Resap Ikat / Tack Coat 11. Penghamparan ATB tb.4 cm 12. Penghamparan lapis Perm. Aspal Beton Laston (AC) tb. 4 cm 13. Sewa Steel Sheet Pile

VI PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. Mobilisasi dan Demobilisasi 2. Quality Control 3. Pembersihan Lapangan / Lokasi 4. Dewatering 5. Pembuatan Kisdam tinggi 2 m tebal 0,6 m 6. Pemasangan Trucuk bambu dia 8 – 12 cm T.2.5-3 m 7. Pembongkaran Jembatan Beton Dengan Pembersihan 8. Pembongkaran Jembatan Kayu Dengan Pembersihan 9. Rekondisi Paving 10. Rekondsi Taman

5.3. Rencana Kerja Dalam waktu Secepat-cepatnya 7 hari serta selambat-lambatnya 14 hari setelah Surat Perintah Kerja (SPK) turun, Kontraktor harus mengajukan sebuah rencana kerja atau action plan tertulis lengkap dengan gambar-gambar pendukung metode kerja, sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan seperti yang disebutkan dalam dokumen tender, menjelaskan secara terperinci urusan pekerjaan dan cara melaksanakan pekerjaan tersebut termasuk hal-hal khusus bila diperlukan, persiapan-persiapannya, peralatan, pekerjaan sementara yang ada sejauh mana hal tersebut mencakup lingkup dari pekerjaannya dan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi, pengawas dan pihak-pihak atau instansi yang terkait dengan kelangsungan proyek tersebut di atas. 5.4. Tempat Kerja Bilamana diperlukan tempat kerja, dan tempat kerja tersebut di luar daerah pengawasan proyek, dimana harus membayar sewa/dikeluarkan biaya ganti rugi, maka Kontraktor harus menyelesaikannya tanpa membebani Direksi dengan pembiayaan tambahan. 5.5. Tanggung Jawab Kontraktor Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor wajib memeriksa kekuatan konstruksi lama yang akan dilaksanakan dan harus mengkonsultasikan dengan Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas. Segala sesuatu kerusakan yang timbul akibat kelalaian Kontraktor tidak melaksanakan pemeriksaan
RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

3 kekuatan makahal tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor . Pada keadaan apapun, dimana pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan telah mendapat persetujuan Direksi Lapangan tidak berarti membebaskan Kontraktor atas tanggung jawab pada pekerjaannya sesuai dengan isi kontrak. 5.6. Tenaga Kerja Tenaga-tenaga kerja yang digunakan hendaknya dari tenaga-tenaga yang ahli/terlatih dan berpengalaman pada bidangnya dan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai dengan ketentuan / petunjuk Direksi Lapangan. 5.7. Satuan Ukuran Semua satuan ukuran yang disebutkan dalam spesifikasi ini serta yang digunakan di dalam pekerjaan adalah standar meter dan kilogram. Bila disebut satu ton, yang dimaksud adalah satu ton yang bernilai 1000 kilogram. 5.8. Perintah Untuk Pelaksanaan Bila Kontraktor tidak berada di tempat pekerjaan dimana Direksi bermaksud untuk memberikan petunjukpetunjuk, maka petunjuk-petunjuk itu harus diturut dan dilaksanakan oleh Pelaksana atau orang-orang yang ditunjuk untuk mewakili Kontraktor . Orang atau pelaksana tersebut harus mengerti bahasa yang dipakai oleh Direksi, atau Kontraktor akan menyediakan penterjemah khusus untuk keperluan tersebut. 5.9. Pekerjaan dan Bahan-bahan yang Termasuk di dalam Harga Satuan Pekerjaan dan bahan-bahan yang diperlukan sesuai dengan macam-macamnya seperti yang disebutkan pada artikel-artikel dalam spesifikasi ini, gambar rencana, petunjuk tambahan ataupun petunjuk-petunjuk Direksi di lapangan harus tercakup dalam pembiayaan untuk tenaga kerja, harga bahan, organisasi kerja, biaya tak terduga, keuntungan, biaya-biaya penggantian sewa / pemakaian tanah pada pihak ketiga, atau kerusakan atas milik seseorang, kerja-kerja lain yang disebut dalam spesifikasi ini untuk kesempurnaan hasil kerja di mana tidak ada mata pembiayaan khusus pengaliran air darurat selama pelaksanaan kerja, pembongkaran, peralatan, penempatan bahan-bahan sesuai dengan petunjuk perlindungan, perkuatan, pengaturan as saluran dan tenaga ahli untuk keperluan ini, perumahan dan pembiayaan lain yang biasanya diperlukan guna menyelesaikan pekerjaan sebaik-baiknya. 5.10. Laporan 5.10.1 Laporan Perkembangan Bulanan. Kontraktor harus mempersiapkan dan memberikan kepada Direksi, tanpa biaya tambahan, dalam jarak waktu dan dalam bentuk yang ditetapkan oleh Direksi, lima (5) salinan laporan bulanan yang berisi sebagai berikut : Perkembangan fisik dari pekerjaan hingga bulan yang mendahului dan perkiraan perkembangan untuk bulan ini, Tingkat perkembangan berdasarkan pada jadwal pekerjaan pembangunan. Perkiraan jumlah pembayaran dari Pemberi Pekerjaan kepada Kontraktor untuk bulan ini. Sebuah tabulasi mengenai catatan Bangunan Kontruksi yang barangbarang pokoknya dan peralatannya terdiri dari Bangunan Konsruksi yang disediakan untuk pelaksanaan pekerjaan sepanjang bulan sebelumnya. Sebuah tabulasi pegawai menunjukan staf supervisi dan jumlah dari beberapa kelas buruh yang dipekerjakan oleh Kontraktor dalam bulan sebelumnya. Kwantitas mengenai barang pokok dari bahan-bahan dan alat yang disuplai dan dipergunakan dalam bulan sebelumnya dengan inventarisasi bahan-bahan demikian itu. Bahan-bahan lainnya yang mungkin diperlukan berdasarkan kontrak atau secara spesifik oleh Direksi. 5.10.2 Laporan Harian Kontaktor harus mempersiapkan laporan harian atau berkala dari masing-masing seksi pekerjaan seperti yang diminta oleh Direksi dan dalam bentuk yang disetujui oleh Direksi. Laporan tersebut akan berisi namun tidak terbatas pada, pekerjaan yang diperkerjakan di pekerjaan, bahan-bahan di lokasi pekerjaan, bahan-bahan yang sedang dalam pesanan, kecelakaan dan informasi lainnya yang relevan dengan perkembangan pekerjaan. 5.10.3 Buku Tamu

RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

4 Pihak Kontraktor harus menyediakan satu buku tamu di Direksi Keet (Kantor di Lokasi Proyek). Tamu adalah orang-orang yang bukan karyawan Kontraktor. 5.10.4 Pelaksanaan Audit Oleh Proyek Selain tersebut diatas, Pemilik Proyek berhak melaksanakan audit bila perlu sehubungan dengan: Adanya biaya yang timbul pada saat berakhirnya kontrak seperti dalam syarat syarat umum kontrak, dan Biaya-biaya lain yang mungkin diminta oleh Kontraktor yang tidak terdapat dalam Kontrak. Pihak Kontraktor wajib membuat pembukuan yang tepat mengenai hal-hal diatas, setelah mendapatkan persetujuan dari konsultan perencana dan konsultan pengawas. 5.10.5 Request for inspection / Ijin Tahapan Untuk setiap tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan kontraktor diwajibkan membuat ijin tahapan pekerjaan yang diajukan kepada direksi dan atas persetujuan direksi maka pekerjaan baru boleh dilaksanakan. 5.11. Gambar-gambar dan Ukuran a. Gambar-gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan adalah: 1. Gambar yang termasuk dalam dokumen tender 2. Gambar perubahan yang disetujui Direksi 3. Gambar lain yang disediakan dan disetujui Direksi b. Gambar-gambar proyek berukuran A3 disimpan oleh Direksi. Kontraktor diberi 2 (dua) set dari semua gambar-gambar tanpa pungutan biaya. Permintaan Kontraktor akan tambahan dari gambar-gambar tersebut akan dikenakan biaya. c. Kontraktor diharuskan menyimpan satu set di kantor lapangan untuk dipergunakan setiap saat apabila diperlukan. d. Gambar-gambar pelaksanaan (shop drawing) dan detailnya harus mendapat persetujuan Direksi sebelum dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. e. Pada penyerahan terakhir pekerjaan yakni sesudah selesainya masa pemeliharaan harus disertai Gambar hasil pelaksanaan (as built drawing). f. Semua ukuran dinyatakan dalam sistem metrik. g. Kalau terdapat perbedaan dengan spesifikasi maka yang benar dan berlaku adalah yang ditetapkan oleh Direksi. 5.12. Wilayah Kerja a. Secara umum Kontraktor dilarang menimbun atau menempatkan bahan-bahan bangunan di tepi jalan umum karena jalan umum tidak termasuk wilayah kerja Kontraktor kecuali ada pertimbangan khusus dan atas persetujuan dari Direksi. b. Apabila tidak terdapat tempat kosong yang sesuai untuk menimbun atau menyimpan bahan-bahan bangunan di sekitar lokasi proyek, maka bahan bangunan harus didatangkan dari gudang Kontraktor atau Leveransir setiap hari dengan jumlah yang cukup untuk pekerjaan satu hari. c. Apabila di dalam pelaksanaan pekerjaan, terdapat jaringan utilitas kontraktor harus berkoordinasi dengan instansi yang terkait sehubungan dengan jaringan utilitas yang ada. 5.13. Bahan-bahan dan Mutu Pekerjaan a. Semua bahan yang dipergunakan untuk melaksanakan setiap jenis pekerjaan harus terdiri dari kualitas tinggi sesuai dengan yang tercantum dalam syarat-syarat kualitas bahan masing-masing bagian pekerjaan. Hasil pekerjaan dan mutu termasuk bahan bahan yang terpakai harus diterima dan disetujui Direksi.
RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

f. mutu. distributor yang menjual atau pabrik yang memproduksi bahan yang bersangkutan. Semua bahan yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan yang tercantum dalam peraturan standar yang berlaku di Indonesia. berat. c. Apabila bahan-bahan yang dikirim ke lokasi proyek ternyata tidak sesuai dengan contoh yang ditunjukkan. e. harus mendapat persetujuan dari Direksi sebelum dipergunakan. maka Kontraktor diharuskan membuat bangunan atau tanggul sementara dan menyediakan pompa air berkapasitas cukup beserta alat Bantu dan pelengkapnya untuk menjamin agar dasar galian. Dalam hal ini semua biaya perbaikan ditanggung Kontraktor . Semua sarana untuk mengeringkan dasar galian. baik dalam hal mutu. Semua bahan yang disimpan di lokasi proyek harus diletakkan dan dilindungi sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kontaminasi atau mengalami proses lainnya yang dapat mengakibatkan rusaknya atau menurunnya mutu bahan-bahan tersebut. apabila diperlukan. Pelaksanaan Pekerjaan Dalam Keadaan Kering a.14. h. Direksi dapat meminta copy atau tembusan dari perintah pembelian (faktur) yang dipesan Kontraktor kepada leveransir atau distributor untuk pembelian bahan-bahan yang akan dipakai. Direksi dapat meminta Kontraktor untuk menunjukkan sertifikat tes dari agen. i. gas dan bahan kimia sedemikian rupa sehingga keselamatan orang dan keamanan lingkungan sekitarnya dapat dijamin. dasar pondasi dan bidang permukaan lainnya adalah beban Kontraktor . Apabila pada keadaan tertentu Direksi memandang perlu untuk melaksanakan pekerjaan pada kondisi tanah yang kering. jenis. Dalam hal ini pelaksanaan pekerjaan menuntut kemajuan pekerjaan yang cepat dan Direksi dapat menginstruksikan untuk menambah pompa-pompa agar dasar galian tetap dalam keadaan kering.5 b. Kontraktor dilarang menyimpan bahan-bahan berbahaya seperti minyak. g. Untuk bahan-bahan yang mutunya masih berdasarkan standar Internasional. baik di lokasi proyek maupun di gudang leveransir atau dilokasi pabrik atau produsen. 5. Kontraktor harus menunjukkan contoh dari bahan bersangkutan kepada Direksi untuk diperiksa dan diteliti mengenai jenis. Dalam melaksanakan tugasnya ahli mempunyai wewenang untuk mewakili Direksi dalam menguji dan menilai bahan-bahan yang diajukan Kontraktor. d. kekuatan dan sifat-sifat penting lainnya dari bahan tersebut. dasar pondasi dan permukaan tanah lainnya tetap kering selama pekerjaan berlangsung. dan perbaikan atas kerusakan yang terjadi adalah beban Kontraktor RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . cairan lainnya yang mudah terbakar. Apabila diperlukan. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Direksi berhak menunjuk seorang ahli dalam memeriksa mutu bahan-bahan yang diajukan oleh Kontraktor . maka Direksi berwenang untuk menolak bahan tersebut dan mengharuskan Kontraktor untuk menyingkirkannya dan diganti dengan bahan-bahan yang sesuai dengan contoh yang telah diperiksa terdahulu. Penggunaan bahan-bahan dalam pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti pedoman atau petunjuk dari pabrik yang memproduksinya.Hujan lebat yang mengakibatkan genangan pada galian tidak dianggap Force Majeure. berat maupun kekuatannya. Sebelum bahan-bahan yang dipesan dikirim ke lokasi proyek. j. d. Kondisi muka air tanah yang tinggi dan jenis tanah yang kurang kedap air dapat menyebabkan derasnya rembesan air tanah ke dalam galian. b. Untuk bahan-bahan yang mutunya belum diatur dalam peraturan standar maupun ketentuan dalam spesifikasi teknis. Kelalaian Kontraktor dalam menyediakan pompa dan bangunan sementara lainnya yang dapat mengakibatkan rusaknya konstruksi yang telah dibuat adalah tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. Air hujan yang mengalir ke dalam galian yang mengakibatkan kerusakan Kontruksi pondasi yang masih dalam pelaksanaan termasuk resiko Kontraktor . Standar peraturan yang berlaku adalah edisi yang terakhir. Kelalaian dalam hal ini merupakan tanggung jawab Kontraktor . c.

jika sewaktu-waktu talud mengalami kerusakan. maka Kontraktor harus menimbun kembali saluran dan sudetan sementara seperti keadaan semula. pelayanan. alat komunikasi serta gudang untuk menyimpan bahan dan peralatannya. pengadaan. Kontraktor membuat dan memasang papan nama proyek dilokasi dengan ukuran 0. Kontraktor harus menyediakan kantor lapangan untuk dipergunakan oleh Direksi selama pelaksanaan pekerjaan. kantor lapangan beserta perlengkapannya akan ditentukan sebagai berikut : • Ukuran =3mx6m • Lantai = Rabatan beton • Dinding = Triplek tb. Bangunan untuk kantor Direksi yang diuraikan dalam pasal di atas akan dibayar secara harga unit price untuk sewa direksi keet. Kontraktor bertanggung jawab atas semua biaya pengadaan fasilitas tersebut pada butir a dan b. Syarat-syarat minimum yang harus dipenuhi untuk pembuatan gudang dan kantor lapangan adalah penyediaan sarana sanitasi air bersih. Kontraktor harus mengisi perabotan maupun perlengkapan lain berupa buku harian n. i. alkali dan bahan-bahan organis atau bahan lain yang dapat merusak pelaksanaan pekerjaan. b. Semua elevasi yang ditunjukkan dan tercantum dalam gambar adalah elevasi yang dikaitkan dengan ketinggian patok titik tetap seperti yang dijelaskan pada butir di atas. c.1 Persiapan dan Sewa Direksi Keet a. Kontraktor harus mengajukan gambar detail talud beserta spesifikasi bahan yang akan digunakan untuk mendapatkan persetujuan Direksi. h. Pemeliharaan. g. PEKERJAAN PENDAHULUAN 1.9 m x 1. guna kebutuhan penerangan proyek dan keperluan pelaksanaan pekerjaan. Sebelum pelaksanaan pembuatan tanggul dimulai. Lokasi untuk membangun gudang dan kantor lapangan akan ditentukan oleh Direksi. f. j. gudang dan kantor lapangan harus dibongkar oleh Kontraktor atas biaya sendiri dan semua peralatan dan perlengkapan tetap menjadi milik Kontraktor. pembersihan maupun pekerjaan pembongkaran bangunan setelah selesai penanganan pekerjaan. Apabila pekerjaan telah dianggap selesai. termasuk dapat melindungi material yang tersimpan. f. Direksi dapat menginstruksikan Kontraktor untuk membuat saluran atau sudetan sementara untuk mengalirkan air hujan agar pekerjaan dapat tetap dilaksanakan dalam keadaan kering. kebersihan dan keamanan gudang dan kantor lapangan merupakan tanggung jawab Kontraktor.2 Uitzet Dengan waterPass / Theodolit Jaringan dan Permukiman a. Ukuran dan bentuk gudang. dimana harus dianggap bahwa pembayaran dilaksanakan secara penuh baik untuk pekerjaan pembangunan. 1. Tanggul / kisdam harus dibuat cukup kuat. e. Tempat kosong untuk parkir kendaraan proyek harus disediakan di sekitar kantor lapangan. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Jaringan dan permukiman diambil berdasarkan referensi titik tetap (patok beton) yang dipasang oleh Dinas Tata Kota Kotamadya Surabaya yang terdekat. garam. 4 mm finish cat tembok • Rangka = Kayu meranti 5/7 • Atap = Asbes gelombang kecil d. Kontraktor diharuskan membuat tanggul ( kisdam ) sepanjang talud dengan ukuran dan Kontruksi yang disetujui oleh Direksi. alat pemadam api dan kotak pertolongan pertama. Kontraktor harus menyediakan generator sebagai daya listrik secukupnya. Perlu koordinasi antar Kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan guna mengendalikan aliran air di saluran. Untuk pembuatan pasangan talud ( plengsengan ) pada saluran-saluran yang sudah ada.6 e. Bangunan tersebut harus dapat dijamin agar di dalamnya bebas dari air hujan dan sinar matahari. l. sambungan listrik. Untuk keperluan air kerja kontraktor harus menyediakan sendiri air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. Persetujuan Direksi seperti tersebut pada gambar tidak mengurangi tanggung jawab Kontraktor.2 m 1. h. g. Pada saat pelaksanaan pekerjaan dinyatakan selesai. b. k. tidak mudah rusak akibat kikisan air. Perbaikan talud serta akibat lainnya menjadi tanggung jawab Kontraktor . m.

Tiap Titik adalah sejarak 25 meter. kontraktor diwajibkan melakukan test penyelidikan tanah dengan menunjuk pihak / lembaga yang bergerak dalam tes penyelidikan tanah yang bersertifikasi. maka pengukuran ulang menjadi tanggung jawab Kontraktor. Jika diperlukan untuk mengetahui kondisi tanah (tekstur. b. 3. 13. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Dalam melaksanakan pekerjaannya Kontraktor diharuskan mematuhi dan mentaati ketentuan dan peraturan lalu lintas umum yang berlaku. serta letak patok patok harus dibuat gambarnya dan dilaporkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Apabila terdapat perbedaan antara elevasi yang tercantum dalam gambar dengan hasil pengukuran ulang. Kontraktor harus menggerakkan personil tekniknya untuk melakukan survey dan membuat laporan mengenai kondisi fisik lapangan khususnya lokasi rencana konstruksi apakah terdapat ketidaksesuaian. 7. Pengukuran titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat optik dan sudah ditera kebenarannya/dikalibrasi. jembatan.7 c. koordinat. Dalam hal ini Kontraktor diharuskan mendapatkan pengarahan dan pedoman dari instansi setempat yang berwenang yaitu polisi lalu lintas dan Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Pekerjaan Pengukuran dan Survey Lapangan 1. 8. Kontraktor harus mengukur ukang lagi dan dikoreksi oleh pihak Direksi. 6. Jika menurut pendapat Direksi kemajuan Kontraktor tidak memuaskan untuk menyelesaikan pekerjaan survey ini tepat pada waktunya atau dalam hal Kontraktor tidak memulai pekerjaan atau melakukan pekerjaan tidak dengan standar yang ditentukan. Kontraktor bersama-sama dengan Direksi harus secara bersamasama mengambil peil permukaan dan sounding areal kerja dan menyetujui semua kekhususan terhadap mana semua pekerjaan didasarkan. jenis tanah dan daya dukung tanah) . Kontraktor harus menyediakan atas biaya Kontraktor. 10. Pekerjaan dapat dihentikan beberapa saat oleh Direksi bila dipandang perlu untuk mengadakan penelitian kelurusan maupun level dari bagian-bagian pekerjaan. Kebenaran dari hasil laporan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pengaturan Pengangkutan Alat-alat Berat dan Bahan Konstruksi 1. 2. 14. Sebelum pekerjaan dimulai. Kontraktor harus memberitahu Direksi sekurang-kurangnya 24 jam dimuka.3. 1. 2. Pengangkutan alat-alat berat ke dan dari lokasi proyek harus diatur sedemikian rupa agar beban total dari kendaraan yang mengangkut alat-alat berat tersebut tidak melampaui kapasitas jalan/jembatan yang dilalui. gorong-gorong yang diakibatkan oleh lalu lintas proyek dibebankan pada Kontraktor dan harus disetujui Direksi. Pengukuran kembali juga dilakukan setelah pekerjaan selesai. maka Direksi akan memutuskan hal itu kemudian. 11. bila akan mengadakan levelling pada semua bagian daripada pekerjaan. Hasil pengukuran lengkap mengenai peil elevasi. Kontraktor harus membuat peil/titik-titik tanda (bench mark) permanen di tiap-tiap bagian pekerjaan dan peil ukuran ini harus diberi pelindung dan dirawat selama berlangsungnya pekerjaan agar tidak berubah. sudut. Direksi dapat menunjuk stafnya sendiri atau pihak lain untuk mengerjakan survey lapangan dan membebankan seluruh biayanya kepada Kontraktor. Patok titik tetap yang dipergunakan sebagai referensi dalam proyek ini tercantum dalam gambargambar rencana atau akan ditunjukkan oleh Direksi di lapangan. Hasil pengukuran kembali berupa gambar Long Section dan Cross Section per titik. Ketentuan yang sama juga berlaku untuk pengangkutan bahan-bahan konstruksi. Pemasangan Rambu Pengaman Pengaturan Lalu Lintas a. 12. Perbaikan kerusakan terhadap jalan. 5. 9. Untuk itu alat-alat berat yang dimaksud harus diuraikan menjadi beberapa bagian untuk kemudian diangkut beberapa kali. 4. semua bantuan yang diperlukan Direksi dalam pengadaan pengecekan levelling tersebut. Kontraktor harus menyediakan dan merawat stasion survey yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan dan harus membongkarnya setelah pekerjaan selesai. 15. Kontraktor harus menyediakan alat-alat ukur selama pekerjaan berlangsung berikut ahli ukur yang berpengalaman sehingga apabila dianggap perlu setiap saat siap mengadakan pengukuran ulang. Penggunaan jalan dan jembatan umum harus diatur sedemikian rupa agar gangguan lalu lintas dan kerusakan yang timbul sebagai akibatnya dijaga sekecil mungkin. Apabila terdapat kesalahan dalam pengukuran kembali. sejauh pekerjaannya mempengaruhi kelancaran lalu lintas umum. Lalu Lintas Proyek 1.

d. 4. Semua pipa dan kabel yang termasuk dalam kategori (a) di atas dan yang sudah tidak berfungsi lagi serta jalurnya melintasi dan menghalangi aliran air dalam saluran harus disingkirkan atau dipotong sesuai petunjuk Direksi atas persetujuan Instansi yang bersangkutan. tinggi jembatan maupun tebal pasangan/konstruksi lainnya. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. kabel listrik. harus diurug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan oleh Direksi.5.1. Test Hole 1. membuat. Pekerjaan Galian Tanah Konstruksi Dengan Alat Berat 2.5 meter. untuk penyelesaian yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini. kabel telpon dan kabel TELKOM lainnya yang pemasangan jaringannya tertanam dan terletak di bawah permukaan tanah. maka Direksi dan Kontraktor menghubungi instansi yang mengelola jaringan tersebut untuk menentukan biaya pemindahan jalur pipa atau kabel yang dimaksud untuk dialihkan di bawah dasar saluran rencana. 2. 1. Kontraktor diharuskan menyingkirkan semua rambu-rambu dan rintangan-rintangan sementara yang tidak diperlukan lagi yang selama pelaksanaan dipergunakan untuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek. ketinggian penampang yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi. Apabila dalam rangka pekerjaan penggalian saluran baru atau penggalian memperdalam dasar saluran lama ditemui lintasan pipa dan kabel yang masih berfungsi. Pematokan dan Pekerjaan Bouwplank a. tidak mudah rusak dan tidak bergerak serta harus dijaga agar tidak rusak/hilang selama pelaksanaan pekerjaan dengan jarak antar patok 1. 2. c. Apabila Direksi memandang perlu.2. Umum 1. c. Kontraktor harus melakukan uji beton Box-Culvert dengan Test Hole minimal sejumlah 4 titik. Patok dan bouwplank harus dibuat kokoh. pipa gas. PEKERJAAN TANAH 2. Rambu-rambu Sementara Kontraktor diharuskan menyediakan. harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut : • Material yang berlebihan harus dibuang dengan menggali lebih lanjut • Daerah dimana digali lebih atau daerah retak atau lepas. Laboratoium pengujian material harus independen. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Pekerjaan ini harus mencakup penggalian.1. 1. Bouwplank harus dibuat tegak lurus sumbu saluran dan harus dibuat melebihi lebar dasar pondasi jembatan. b. Elevasi yang tercantum dalam bouwplank dan patok akan menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan baik dalam penentuan lebar jembatan. memasang dan menempatkan rambu-rambu lalu lintas sementara pada lokasi dan posisi penting termasuk rintangan-rintangan di sekitar lokasi proyek. Apabila pekerjaan telah dinyatakan selesai oleh Direksi. untuk pembuangan material yang tidak terpakai atau humus. Yang termasuk dalam istilah pipa dan kabel adalah pipa distribusi air bersih PDAM.4. pembuangan tanah atau material lain bila ada dari tempat kerja atau sekitarnya yang perlu. 3. Biaya penggantian dan perbaikan atas kerusakan terhadap pipa dan kabel yang masih berfungsi sebagai akibat dari kelalaian Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaannya adalah menjadi beban Kontraktor sepenuhnya. Kontraktor harus melaksanakan pematokan dan pemasangan bouwplank sesuai petunjuk Direksi.1.8 2.1. Perbaikan dari Pekerjaan Galian yang tidak Memuaskan Pekerjaan galian yang tidak memenuhi toleransi yang diberikan. 2. d. 2. maka Kontraktor diharuskan meminta pengawalan dari instansi yang berwenang. Direksi berhak menunjuk seorang ahli yang akan memberi pengarahan dan mengawasi semua pekerjaan instalasi dalam rangka pemindahan dan pengalihan jalur atau lintasan pipa dan kabel. Pekerjaan ini umumnya diperlukan untuk pembuatan pondasi. Bentuk dan ukuran huruf serta susunan kalimat pada rambu dan rintangan harus jelas. mudah dimengerti oleh setiap pengendara kendaraan dan pada setiap cuaca gelap dan malam hari harus diberi penerangan. Pengaturan Pemindahan Jaringan Pipa dan Kabel 1. Penempatannya harus dengan persetujuan polisi lalu lintas atau instansi lain yang berwenang. dan untuk pembentukan secara umum garis. 2.

tembok ujung dan cofferdam. cofferdam.4. 3. Prosedur Pelaksanaan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Pada setiap saat dimana kedalaman galian melebihi ketinggian di atas kepala. perlengkapan dan buruh untuk pengeringan. Mutu Bahan. Selama masa pekerjaan galian. batu beton dan lain-lain. Pada setiap saat peralatan galian cadangan serta perlengkapan P3K harus tersedia di tempat kerja galian. Oli. Bahan landasan atau material lain tidak boleh dipasang sebelum kedalaman galian disetujui oleh direksi. dan tembok penahan dan harus memperoleh persetujuan direksi sebelum melaksanakan pekerjaan galian yang dimaksudkan untuk dilindungi oleh struktur yang diusulkan tersebut. b. personel yang terlibat dalam pelaksanaan ini maupun pekerjaannya sendiri. 2.1. Air. baik orang lain. turap.Sirtu harus terbebas dari Lumpur. Setelah masing-masing galian untuk tanah dasar. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi gambar perincian dari seluruh struktur sementara yang diusulkannya atau yang diperintahkan untuk digunakan seperti skor. Pembuangan Material Galian Seluruh material Galian tanah di buang keluar proyek 2.1. 2. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan seminimal mungkin gangguan terhadap material di bawah dan di luar batas galian. Pembongkaran harus dilaksanakan secara tertib dan hati-hati sehingga tidak merusak bagian lainnya yang tidak semestinya dibongkar dan tidak membahayakan manusia. kontraktor harus menjaga setiap saat suatu lereng yang stabil yang mampu menahan pekerjaan sekitarnya. Jaminan Keselamatan Pekerjaan Galian 1. 2. Pelaporan dan Pencatatan a. Pompa agar siap di tempat kerja setiap saat untuk menjamin tak ada gangguan dalam prosedur pengeringan dengan pompa.5. Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai termasuk tanah. c. Kontraktor harus menyerahkan kepada direksi. 3. Bahan yang digunakan sebagai urugan adalah Sirtu 2. bahan organic maupun an organic. Bongkaran Pasangan Lama Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. 4.2. Bila diperlukan.1. kontraktor harus menahan atau menyangga struktur di sekitarnya yang jika tidak dilakukan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian. alat . kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan. gambar perincian potongan melintang atau memanjang yang menunjukkan kondisi awal daripada tanah sebelum operasi pembabatan dan penggarukan dilakukan untuk setiap seksi pekerjaan galian. 2. batu bata.1. kontraktor harus memberitahu direksi. b. Prosedur Penggalian 1. formasi atau pondasi selesai. 2. . padas. Seluruh tepi galian terbuka harus diberi penghalang yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh kedalamnya dan setiap galian terbuka pada badan jalan atau bahu harus ditambah dengan bamboo pada malam hari dengan drum dicat putih atau lampu kuning sesuai dengan ketentuan Direksi.6.3.3. 2. Urugan Sirtu ( Padat ) 1. Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan kontraktor harus menyediakan seluruh material yang diperlukan.alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan pembongkaran bangunan lama seperti tertera pada gambar rencana dan juga pembersihan lokasi pembongkaran dari sisa material lama. Semua Material bekas bongkaran diangkut keluar proyek. Pekerjaan bongkaran dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut : a. sebelum memulai pekerjaan. Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian.9 2. panggalian saluran air dan pembangunan saluran sementara.

turap. b. 2. untuk pembuangan material yang tidak terpakai atau humus. Pelaporan dan Pencatatan a. Umum 1. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian. harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut : • Material yang berlebihan harus dibuang dengan menggali lebih lanjut • Daerah dimana digali lebih atau daerah retak atau lepas. Jaminan Keselamatan Pekerjaan Galian 3. cofferdam.3. perlengkapan dan buruh untuk pengeringan.10 Pelaksanaan Urugan Sirtu Padat sepanjang Pasangan Top-Bottom dan U-Ditch 2. gambar perincian potongan melintang atau memanjang yang menunjukkan kondisi awal daripada tanah sebelum operasi pembabatan dan penggarukan dilakukan untuk setiap seksi pekerjaan galian. kontraktor harus menjaga setiap saat suatu lereng yang stabil yang mampu menahan pekerjaan sekitarnya. tembok ujung dan cofferdam.3.3. Pompa agar siap di tempat kerja setiap saat untuk menjamin tak ada gangguan dalam prosedur pengeringan dengan pompa.2. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi gambar perincian dari seluruh struktur sementara yang diusulkannya atau yang diperintahkan untuk digunakan seperti skor. pembuangan lumpur atau material lain bila ada dari tempat kerja atau sekitarnya yang perlu. 2. Setelah masing-masing galian untuk tanah dasar. padas. Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan kontraktor harus menyediakan seluruh material yang diperlukan.3. Seluruh tepi galian terbuka harus diberi penghalang yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh kedalamnya dan setiap galian terbuka pada badan jalan atau bahu harus ditambah dengan bamboo pada malam hari dengan drum dicat putih atau lampu kuning sesuai dengan ketentuan Direksi. 2.5. harus diurug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan oleh Direksi. panggalian saluran air dan pembangunan saluran sementara.6. Pada setiap saat peralatan galian cadangan serta perlengkapan P3K harus tersedia di tempat kerja galian. kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan. 2. Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai termasuk tanah.3. Selama masa pekerjaan galian. Kontraktor harus menyerahkan kepada direksi. sebelum memulai pekerjaan.3. dan untuk pembentukan secara umum garis.4.1. untuk penyelesaian yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini. 6. ketinggian penampang yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi. batu beton dan lain-lain. kontraktor harus memberitahu direksi. formasi atau pondasi selesai. kontraktor harus menahan atau menyangga struktur di sekitarnya yang jika tidak dilakukan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian.4. c. Pada setiap saat dimana kedalaman galian melebihi ketinggian di atas kepala. dan tembok penahan dan harus memperoleh persetujuan direksi sebelum melaksanakan pekerjaan galian yang dimaksudkan untuk dilindungi oleh struktur yang diusulkan tersebut. 2. 2. Pekerjaan Galian Lumpur Dengan Alat Berat 2. 5. 4. Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan seminimal mungkin gangguan terhadap material di bawah dan di luar batas galian. Pembuangan Material Galian RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . batu bata. 2. Bila diperlukan.3. Prosedur Penggalian 1. Bahan landasan atau material lain tidak boleh dipasang sebelum kedalaman galian disetujui oleh direksi. Pekerjaan ini umumnya diperlukan untuk pembuatan pondasi. Perbaikan dari Pekerjaan Galian yang tidak Memuaskan Pekerjaan galian yang tidak memenuhi toleransi yang diberikan.

Walapupun ditempatkan sementara.11 Seluruh material Galian lumpur di buang keluar proyek 2.5 jalur bagian jalan yang dipergunakan untuk lalu lintas. An Informational Guide for Roadway Lighting. 3. Rekomendasi untuk pencahayaan kendaraan bermotor dan pejalan kaki 7) AASHTO. dan apabila tidak bisa dibuang secara langsung . 38 Tahun 2004] 3. Undang-Undang RI No. Istilah dan definisi Istilah dan definisi yang digunakan dalam standar ini adalah sebagai berikut : 3. 1984.ketentuan untuk penerangan ruas jalan. jembatan dan terowongan di kawasan perkotaan yang mempunyai klasifikasi fungsi jalan arteri. Seluruh hasil material bekas galian drainase harus dibuang dan tempat bekas penempatan sementara hasi galian. dan jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna. jalan lori dan jalan kabel. dan jumlah jalan masuk dibatasi. [Undang-Undang RI No. [Undang-Undang RI No. 38 Tahun 2004] 3. Spesifikasi Trotoar 6) SNI No. persimpangan sebidang maupun tidak sebidang. dimensi. di bawah permukaan tanah dan/atau air. Alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut tanah sisa galian adalh Dump Truk dengan kapasitas muat 6 m3 atau bila kondisi jalan / area yang tidak memungkinkan bisa menggunakan kendaraan kecil dengan seijin pengawas lapangan 6. Pengangkutan Tanah Keluar Proyek 1. kecepatan rata-rata sedang. 2. 5. jenis. kolektor dan lokal. Acuan normatif Spesifikasi penerangan jalan di kawasan perkotaan ini merujuk pada acuan sebagai berikut : 1) Undang Undang RI Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2) Undang Undang RI Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan 3) Peraturan Pemerintah RI Nomor 26 Tahun 1985 tentang Jalan 4) Peraturan Pemerintah RI Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan 5) SNI No. 38 Tahun 2004] 3.3 jalan kolektor jalan umum yang berfungsi melayani angkutan pengumpul atau pembagi dengan ciri perjalanan jarak sedang. Penempatan hasil Galian tersebut jangan sampai menggangu sekitarnya. pemasangan. tanah hasil galian tidak dibenarkan berada pada tempat tersebut sampai 1 ( satu hari ) 4.4 jalan lokal jalan umum yang berfungsi melayani angkutan setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat. 03-2447-1991. kecuali jalan kereta api. kecepatan rata-rata rendah. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . serta harus mencatat berapa m3 volume dari material yang telah diangkut setiap ada pekerjaan pengangkutan. 38 Tahun 2004] 3. Kontraktor harus melaporkan kepada Direksi setiap kali akan mengadakan pengangkutan material sisa galian keluar proyek. PEKERJAAN PENERANGAN JALAN Ruang lingkup Standar ini memuat ketentuan .5. Spesifikasi yang dimaksud dalam standar ini meliputi fungsi. maka untuk sementara dapat diletakan didaerah sekitar saluran. dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi. Seluruh material yang telah digali dalam batas volume yang telah ditentukan.2 jalan arteri jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh.1 jalan prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan. [Undang-Undang RI No. 3. termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas yang berada pada permukaan tanah. kecepatan rata-rata tinggi. ditinggalkan dalam keadaan rapih dan bersih. penempatan/penataan penerangan jalan yang diperlukan. 04-6262-2000.

dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan. median dapat berbentuk median yang ditinggikan (raised).15 sistem penempatan menerus sistem penempatan lampu penerangan jalan yang menerus/kontinyu di sepanjang jalan dan atau jembatan. dengan atau tanpa marka jalan.13 ruang milik jalan/right of way (RUMIJA/ROW) sejalur tanah tertentu di luar ruang manfaat jalan yang masih menjadi bagian dari ruang milik jalan yang dibatasi oleh batas ruang milik jalan yang dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan keluasaan keamanan penggunaan jalan antara lain untuk keperluan pelebaran ruang manfaat jalan pada masa yang akan datang. median yang diturunkan (depressed). [Penjelasan Undang-Undang RI No. 3. 3. selain sepeda motor. jalan layang. elemen optik. [Penjelasan Undang-Undang RI No.10 median jalan bagian dari jalan yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan dengan bentuk memanjang sejajar jalan.6 kawasan perkotaan kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian. 3. pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan. jembatan dan jalan di bawah tanah. elemen elektrik dan struktur penopang serta pondasi tiang lampu.12 pandangan silhoute pandangan yang terjadi pada suatu kondisi dimana obyek yang gelap berada di latar belakang yang sangat terang (negative image).7 lajur bagian jalur yang memanjang.9 luminansi (L) pantulan cahaya lampu oleh permukaan jalan.8 lampu penerangan jalan bagian dari bangunan pelengkap jalan yang dapat diletakkan atau dipasang di kiri/kanan jalan dan atau di tengah (di bagian median jalan) yang digunakan untuk menerangi jalan maupun lingkungan di sekitar jalan yang diperlukan termasuk persimpangan jalan. 3. [ PP RI No.14 ruang pengawasan jalan (RUWASJA) ruang tertentu yang terletak di luar ruang milik jalan yang penggunaannya diawasi oleh penyelenggara jalan agar tidak mengganggu pandangan pengemudi.17 trotoar jalur lalu lintas untuk pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan sumbu jalan dan lebih RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . serta kegiatan ekonomi. pelayanan sosial. 43 Tahun 1993 ] 3. [Penjelasan Undang-Undang RI No.16 sistem penempatan parsial (setempat) sistem penempatan lampu penerangan jalan pada suatu daerah-daerah tertentu atau pada suatu panjang jarak tertentu sesuai dengan keperluannya. dan tidak mengganggu fungsi jalan. (b) suatu unit lengkap yang terdiri dari sumber cahaya. 3. 3. atau median datar (flush). yang memiliki lebar cukup untuk satu kendaraan bermotor sedang berjalan.12 3. 38 Tahun 2004] 3. konstruksi bangunan jalan apabila ruang milik jalan tidak cukup luas.11 pandangan silau (glare) pandangan yang terjadi ketika suatu cahaya/sinar terang masuk di dalam area pandangan/ penglihatan pengendara yang dapat mengakibatkan ketidaknyamanan pandangan bahkan ketidakmampuan pandangan jika cahaya tersebut datang secara tiba-tiba. terganggunya fungsi jalan disebabkan oleh pemanfaatan ruang pengawasan jalan yang tidak sesuai peruntukannya. 38 Tahun 2004] 3. dimaksudkan untuk memisahkan arus lalu lintas yang berlawanan. terletak di sumbu/tengah jalan. yang diukur dalam satuan candela per meter persegi (cd/m²). 3. 38 Tahun 2004] 3.

biaya operasi.19 rasio kemerataan (uniformity ratio) perbandingan harga antara dua kondisi dari suatu besaran kuat pencahayaan (iluminansi atau luminansi) pada suatu permukaan jalan. biaya pemeliharaan. e) Pemilihan jenis dan kualitas sumber cahaya/lampu. terutama untuk pemasangan lampu di bagian median. b) Tipikal potongan melintang jalan. E) jumlah cahaya yang jatuh pada permukaan jalan. dll. interchange. dll.13 tinggi dari permukaan perkerasan jalan (untuk menjamin keselamatan pejalan kaki yang bersangkutan). 3) Meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. 3. situasi (lay-out) jalan dan persimpangan jalan. agar perencanaan sistem lampu penerangan efektif dan ekonomis. b) Tempat-tempat dimana kondisi lengkung horisontal (tikungan) tajam. tempat parkir. d) Jalan-jalan berpohon.1 Fungsi penerangan jalan Penerangan jalan di kawasan perkotaan mempunyai fungsi antara lain : 1) Menghasilkan kekontrasan antara obyek dan permukaan jalan. 4 Ketentuan . g) Tempat-tempat lain dimana lingkungan jalan banyak berinterferensi dengan jalannya. dalam satuan lux. jalan layang dan jalan bawah tanah (terowongan). 4. g) Rencana jangka panjang pengembangan jalan dan pengembangan daerah sekitarnya.3 Jenis lampu penerangan jalan 1) Jenis lampu penerangan jalan ditinjau dari karakteristik dan penggunaannya secara umum dapat dilihat dalam Tabel 1. dan lain-lain. 2) Sebagai alat bantu navigasi pengguna jalan. pengayuh sepeda. 5) Memberikan keindahan lingkungan jalan. alinyemen vertikal.ketentuan 4. 4. 4) Mendukung keamanan lingkungan. baik kendaraan maupun lingkungan yang bersinggungan seperti pejalan kaki. Tabel 1 Jenis lampu penerangan jalan secara umum menurut karakteristik dan penggunaannya Jenis Lampu Efisiensi rata-rata (lumen/watt) Umur rencana rata-rata (jam) Daya (watt) Pengaruh thd warna obyek Keterangan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 3.2 Dasar perencanaan penerangan jalan 1) Perencanaan penerangan jalan terkait dengan hal-hal berikut ini : a) Volume lalu-lintas. e) Jalan-jalan dengan lebar median yang sempit. d) Tekstur perkerasan dan jenis perkerasan yang mempengaruhi pantulan cahaya lampu penerangan.18 kuat pencahayaan (iluminansi. seperti alinyemen horisontal. c) Tempat yang luas seperti persimpangan. c) Geometri jalan. f) Jembatan sempit/panjang. 2) Beberapa tempat yang memerlukan perhatian khusus dalam perencanaan penerangan jalan antara lain sebagai berikut : a) Lebar ruang milik jalan yang bervariasi dalam satu ruas jalan. dll. h) Data kecelakaan dan kerawanan di lokasi. f) Tingkat kebutuhan. data fotometrik lampu dan lokasi sumber listrik. khususnya pada malam hari.

semakin baik standar perlindungannya. local dan persimpangan . IP 64.efisiensi cukup tinggi tetapi berumur pendek . . Ringkasan pengkodean IP mengikuti Tabel 2 (A Manual of Road Lighting in Developing ountries). RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . dan angka kedua menyatakan indek perlindungan terhadap air. 250.untuk jalan kolektor dan lokal . . tempat peristirahatan (rest area).efisiensi tinggi.Untuk jalan tol. sehingga mudah pengontrolan cahayanya. ukuran lampu besar sehingga sulit untuk mengontrol cahayanya dan cahaya lampu sangat buruk karena warna kuning. 250.Jenis lampu ini sangat baik dan sangat dianjurkan untuk digunakan. persimpangan.20. terowongan. Lampu gas merkuri tekanan tinggi (MBF/U) 50 – 55 16.000 .000 . . IP 54.Jenis lampu ini dianjurkan digunakan karena faktor efisiensinya yang sangat tinggi. IP 25. Pada umumnya. penyeberangan.untuk jalan kolektor. umur panjang dan ukuran lampu kecil . .efisiensi sangat tinggi. IP 65.20. 400. angka pertama menyatakan indek perlindungan terhadap debu/benda. . Sistem IP merupakan penggolongan yang lebih awal terhadap penggunaan peralatan yang tahan hujan dan sebagainya.10. dan ditandai dengan lambang. indek perlindungan (IP) yang sering dipakai untuk klasifikasi lampu penerangan adalah : IP 23.jenis lampu ini masih dapat digunakan secara terbatas . persimpangan besar/luas dan interchange.200 8.000 150. 36 . IP 24. dan IP 66. 400 Buruk 2) Rumah lampu penerangan (lantern) dapat diklasifikasikan menurut tingkat perlindungan terhadap debu/benda dan air. Semakin tinggi indek perlindungan (IP).000 18 . ukuran lampu kecil. kolektor.efisiensi rendah. 700 Sedang Lampu gas sodium bertekanan rendah (SOX) 100 . lokal.000 – 24. yang memiliki 2(dua) angka.untuk jalan kolektor. Hal ini dapat diindikasikan dengan istilah IP (Index of Protection) atau indek perlindungan.40 Sedang .000 – 10. 180 Sangat buruk Lampu gas sodium tekanan tinggi (SON) 110 12. IP 55.14 Lampu tabung fluorescent tekanan rendah 60 – 70 8. umur sangat panjang. .000 90.jenis lampu ini masih dapat digunakan untuk hal-hal yang terbatas. umur cukup panjang.000 125. arteri.

(b) Perlindungan terhadap masuknya benda padat.1 Kualitas pencahayaan 4.40 0./Simbol Tingkat perlindungan 0 1 0 1 Tanpa perlindungan Perlindungan terhadap tetesan air.50 0./Simbol ingkat perlindungan (a) Tanpa perlindungan (b) Tanpa perlindungan (a) Perlindungan rumah lampu jika kontak atau bersentuhan dengan benda cair No.10 0.40 0.15 Tabel 2 Kode indek perlindungan IP (Index of Protection) ANGKA PERTAMA ANGKA KEDUA (a) Perlindungan terhadap manusia/benda jika bersentuhan dengan komponen dalam rumah lampu (b) Perlindungan terhadap rumah lampu jika bersentuhan dengan benda No.14 1. tetapi tidak Menimbulkan efek yang bahaya dan merusak (a) Perlindungan terhadap sentuhan yang tidak disengaja oleh bagian tubuh.4.50 4 4 4 TJ (%) 20 20 20 Trotoar Jalan lokal : .50 4-5 20 .4 Ketentuan pencahayaan dan penempatan 4.50 Kemerataan (uniformity) G VD 0. Tabel 3 Kualitas pencahayaan normal Kuat pencahayaan (Iluminansi) Kemerataan E (Uniformity) ratarata (lux) g1 1-4 2-5 2-5 0. Kualitas pencahayaan normal menurut jenis/klasifikasi fungsi jalan ditentukan seperti pada Tabel 3. karena dapat diukur langsung di permukaan jalan dengan menggunakan alat pengukur kuat cahaya.Primer . seperti tangan. berdiameter < 50 mm 4.50 0.50 0.4. Meskipun demikian lebih mudah menggunakan metoda iluminansi.40 VI 0.40 0.10 0.Sekunder Jalan kolektor : .10 0.10 Luminansi Batasan silau Jenis/ klasifikasi jalan L rata-rata (cd/m2) 0.Primer RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit 3-7 0.00 0.1.1 Pencahayaan pada ruas jalan Kualitas pencahayaan pada suatu jalan diukur berdasarkan metoda iluminansi atau luminansi.

jalan bebas hambatan Jalan layang.96 96 .4 Pencahayaan pada terowongan 1) Kuat pencahayaan pada terowongan harus cukup dan memberi kenyamanan baik untuk penglihatan siang maupun malam hari.70 0.40 0.20 15 .00 0.50 0.3 Pencahayaan pada rambu lalu-lintas Batasan kuat pencahayaan (iluminansi) dan luminansi pada rambu-rambu lalu-lintas yang dipasang berdekatan dengan lampu penerangan jalan atau papan reklame ditentukan pada Tabel 5 (AASHTO. simpang susun.0.20 2.50 0. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .70 5-6 10 .00 1.0.40 0. Adapun kriteria penerangan terowongan adalah seperti yang ditentukan pada Tabel 6.Sekunder Jalan arteri : .0.50 .192 4.50 .20 0.70 4-5 5-6 5-6 20 10 .50 1.70 6 10 Keterangan : g1 : E min/E maks VD : L min/L maks VI : L min/L rata-rata G : Silau (glare) TJ : Batas ambang kesilauan 4.14 .0. Tabel 5 Batasan kuat pencahayaan untuk rambu lalu-lintas Daerah sekitar penempatan rambu Rendah Sedang Tinggi Iluminansi (Lux) 108 – 216 216 – 432 432 – 864 Luminansi (cd/m2) 24 .Primer .0.50 .20 0.Sekunder Jalan arteri dengan akses kontrol.0.20 0.14 0.40 0.40 0.2 Pencahayaan pada tempat parkir Kuat pencahayaan pada daerah tempat parkir ditentukan seperti pada Tabel 4.20 1.1.20 10 .16 .4.50 0.25 0.14 . terowongan 3-7 11 .20 11 .1. 1984).1.20 1.4.20 20 .40 0.4.14 .48 48 . Tabel 4 Kuat pencahayaan pada daerah tempat parkir Kuat pencahayaan pada tempat parkir terbuka (lux) Tingkat kegiatan Untuk tujuan lingkungan di lokasi Lalu-lintas kendaraan Keselamatan pejalan kaki Rendah 5 2 Sedang 11 6 Tinggi 22 10 Kuat pencahayaan pada tempat parkir tertutup (lux) Daerah Siang hari Malam hari Daerah tempat parkir dan pejalan kaki 54 54 Kegiatan sedang/tinggi 110 54 4. yang bertujuan agar lebih menarik perhatian bagi pengguna jalan.

dibanding pada bagian jalan yang lurus. Tabel 6 Batasan kuat pencahayaan pada terowongan Daerah penempatan (Lux) Menengah 15 Jenis/klasifikasi Jalan Jalan arteri dengan kontrol/ jalan bebas hambatan Jalan arteri Jalan kolektor Jalan local Jalan kecil/lorong/gang Komersil 22 Permukiman 11 15 13 10 6 13 10 6 4 11 6 4 4 4. lampu penerangan jalan harus memberikan adaptasi yang baik bagi penglihatan pengendara. d) Arah dan petunjuk (guide) yang jelas bagi pengguna jalan dan pejalan kaki.di daerah permukiman . .di daerah komersil/pusat kota Terowongan Tempat-tempat peristirahatan (rest area) 4.di daerah komersil/pusat kota Jalur pejalan kaki : .4.17 2) Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pencahayaan terowongan : . sehingga efek kesilauan dan ketidaknyamanan penglihatan dapat dikurangi.3 Pemilihan jenis dan kualitas lampu penerangan Pemilihan jenis dan kualitas lampu penerangan jalan didasarkan pada : 1) Nilai efisiensi (Tabel 1).Memberikan adaptasi pencahayaan yang baik. 2) Umur rencana. c) Pencahayaan yang lebih tinggi di area tikungan atau persimpangan. b) Keselamatan dan keamanan bagi pengguna jalan.Tingkat kesilauan seminimal mungkin. 3) Pada sistem penempatan parsial. 4. . 3) Kekontrasan permukaan jalan dan obyek.Memberikan pencahayaan yang jelas rambu-rambu lalu-lintas. 2) Sistem penempatan lampu penerangan jalan yang disarankan seperti pada Tabel 8.di daerah permukiman .4. .4 Penempatan lampu penerangan 1) Penempatan lampu penerangan jalan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan : a) Kemerataan pencahayaan yang sesuai dengan ketentuan Tabel 6 dan 7. Tabel 7 Rasio kemerataan pencahayaan Lokasi penempatan Jalur lalu lintas : .2 Rasio kemerataan pencahayaan (uniformity ratio) Rasio maksimum antara kemerataan pencahayaan maksimum dan minimum menurut lokasi penempatan tertentu adalah seperti yang ditentukan pada Tabel 7.4. Tabel 8 Sistem penempatan lampu penerangan jalan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit Rasio maksimum 6:1 3:1 10 : 1 4:1 4:1 6:1 .Memberikan pantulan yang cukup dan warna yang kontras pada permukaan terowongan.

18 Jenis jalan / jembatan .0 LUX 10. yaitu jenis lampu gas merkuri atau sodium bertekanan tinggi. Rumah lampu tipe B Jenis lampu 50W SON atau 80W MBF/U 70W SON atau 125WMBF/U 70W SON atau 125WMBF/U 100W SON 150W SON atau 250W MBF/U 100W SON RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit Tinggi lampu (m) 4 5 6 4 31 33 48 5 30 32 47 6 29 32 46 Lebar jalan ( m ) 7 8 9 28 31 44 26 30 43 29 41 10 28 39 11 27 37 Tingkat pencahayaan 3. 4 Batasan penempatan lampu penerangan jalan tergantung dari tipe lampu.Jalan arteri .0 LUX 6 - - 28 26 23 - - - .0 LUX 6 8 48 - 47 - 45 48 42 47 40 45 38 43 36 41 34 39 10. sistem menerus dan parsial. tipe ini adalah jenis lampu gas sodium bertekanan rendah.0 LUX 30.Jalan kolektor .Jalan lokal .Jembatan .5 LUX 6 34 33 32 31 30 28 26 24 6. sistem menerus. Tabel 9 Jarak antar tiang lampu penerangan (e) berdasarkan tipikal distribusi pencahayaan dan klasifikasi lampu 1. sistem menerus dan parsial.0 LUX 2. sistem menerus. tinggi lampu. Jarak antar lampu penerangan secara umum dapat mengikuti batasan seperti pada Tabel 9 (A Manual of Road Lighting in Developing Countries). Rumah lampu (lantern) tipe A mempunyai penyebaran sorotan cahaya/sinar lebih luas.Persimpangan.5 LUX 55W SOX 90W SOX 90W SOX 135W SOX 135W SOX 180W SOX 180W SOX 6.0 LUX 20. ramp . Rumah lampu tipe A Jenis lampu a Tinggi lampu (m) 4 5 6 6 8 8 10 10 10 10 Lebar jalan ( m ) 7 8 35 36 36 55 33 44 24 36 35 33 33 52 31 43 23 35 22 Tingkat pencahayaan 4 32 35 42 42 60 36 46 - 5 32 35 40 42 60 36 45 - 6 32 35 38 38 58 35 45 25 37 - 9 34 31 32 50 30 41 22 33 21 10 32 30 30 48 29 40 21 32 20 11 29 28 46 28 39 20 31 20 3. sedangkan tipe B mempunyai sorotan cahaya lebih ringan/kecil. terutama yang langsung ke jalan. lebar jalan dan tingkat kemerataan pencahayaan dari lampu yang akan digunakan. Dalam tabel tersebut dipisahkan antara dua tipe rumah lampu.Terowongan Sistem penempatan lampu yang digunakan sistem menerus dan parsial. simpang susun. sistem menerus bergradasi pada ujung-ujung terowongan.

. di median jalan.36 D H – 0. .katenasi (di bagian tengah jalan dg sistem digantung) . 4. 2) Persyaratan kuat pencahayaan yang ditetapkan pada suatu area perlintasan KA 4.di bagian tengah / separator jalan. .19 250W SON atau 400W MBF/U 250W SON atau 400W MBF/U 400W SON 10 55 53 50 47 20. . Di daerah-daerah atau kondisi dimana median sangat lebar (> 10 meter) atau pada jalan dimana jumlah lajur sangat banyak (> 4 lajur setiap arah) perlu dipertimbangkan dengan pemilihan penempatan lampu penerangan jalan kombinasi dari cara-cara tersebut di atas pada kondisi seperti ini.5 Penataan letak lampu penerangan jalan Penataan/pengaturan letak lampu penerangan jalan diatur seperti pada Tabel 10 dan diilustrasikan pada Lampiran A. umumnya ditempatkan di pulau-pulau.Rumah lampu (lantern) tipe B mempunyai penyebaran sorotan cahaya lebih ringan/ kecil. Tabel 11 Tinggi pemangkasan pohon terhadap sudut di bawah cahaya lampu Garis pemangkasan pada sudut _ di bawah cahaya lampu 70º 75º RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit Tinggi pemangkasan pohon (h) H – 0. . .dapat dilakukan dengan menggunakan lampu menara dengan beberapa lampu.di kiri dan kanan jalan berselang-seling.0 LUX Keterangan : . sehingga perlu adanya pemangkasan pohon dengan batasan seperti pada Gambar 8 dan Tabel 11.6 Penataan letak lampu pada perlintasan kereta api 1) Penataan lampu penerangan jalan pada perlintasan kereta api (KA).7 Penataan lampu penerangan terhadap tanaman jalan Dalam penempatan lampu penerangan jalan harus dipertimbangkan terhadap tanaman jalan akan ditanam maupun yang telah ada.kombinasi antara di kiri dan kanan berhadapan dengan di bagian tengah / median jalan.di bagian tengah / median jalan. pemilihan penempatan lampu penerangan jalan direncanakan dan sendiri-sendiri untuk setiap arah lalulintas.Jarak antar tiang lampu dalam meter.26 D .4. Tabel 10 Penataan letak lampu penerangan jalan Tempat Jalan satu arah Penataan / pengaturan letak .Rumah lampu (lantern) tipe A mempunyai penyebaran sorotan cahaya/sinar lebih luas. .di kiri atau kanan jalan. terutama yang langsung ke jalan.4. .di kiri dan kanan jalan berhadapan. apabila kereta api pada perlintasan tersebut beroperasi pada malam hari.0 LUX 10 - - 36 35 33 32 30 28 12 - - - - 39 38 37 36 30. diluar daerah persimpangan (dalam RUMIJA ataupun dalam RUWASJA) Jalan dua arah Persimpangan 4.4.

Tanah Taman harus terbebas dari Lumpur. 7.PLN 8. Oli. Kabel yang ditawarkan harus lolos uji dari LMK dan berstandard PLN (SPLN). RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Harus tersedia sarana pendukung kabel dan bus baru untuk pentanahan (grounding) yang berfungsi untuk dudukan ujung kable pentanahan. 3. Air 3. Dengan ukuran disesuaikan gambar terdiri dari dari panel hubung bagi dan panel KWH meter sendiri.6 Panel Tempat Ballast uk. Twisted Kabel 4x16 mm. Pada dinding samping harus tersedia lubang ventilasi udara secukupnya. Bahan yang digunakan sebagai urugan adalah Tanah Taman 2. .1 Pekerjaan Tanah Taman 1.5 – 2 mm. 6.Pemasangan kabel PVC harus sesuai dengan gambar kerja dan sesuai spesifikasi dan brstandard nasional. Panel berisi peralatan / perangkat untuk mengendalikan aliran listrik dan pengaturan waktu penyalaan/mematikan lampu panel di pasang diatas pondasi yang letaknya sesuai dengan gambar dan petunjuk dari pengawas lapangan sehingga dapat melayani seluruh kebutuhan pengaturan ( menyalakan dan mematikan ) dari sekelompok lampu yang dipasang serta memenuhi standart kualitas yang disyartkan. Panel type outdor dilengkapi dengan plat nama MILIK PEMKOT SURABAYA 3. Kable yang digunakan type Kabel NYFGBY 3cx4mm. 3. Kontruksi Bok Panel Hubung Bagi ( PHB ) dan APP PLN 1.4 Pemasangan PVC untuk Kable Tanam . Kontruksi ventilasi sedemikian rupa sehingga tusukan benda logam lurus tidak dapat langsung menyentuh komponen bertegangan. Ukuran panel harus mampu menampung seluruh komponen control dan KWH meter. KHW meter dilengkapi dengan bok meter untuk penyegelan dan instansi PT. Proses penyambungan antar plate baja harus dilakukan debgab cara spot weiding. 3.2 Pemasangan Kabel NYFGBY 3cx4mm Bahan Konduktor kabel terbuat dari coopper atau alumunium sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan kable mampu menahan tegangan isolasi 500 volt. Kable yang digunakan type Kabel NYFGBY 3cx4mm. Panel terbuat dari plate baja yang difinishing dengan powder – warna panel ditetapakn oleh pengunaan barang sebelum pemasangan. Ukuran Panel sebagaimana sesuai gambar. 5. Twisted Kabel 4x16 mm. Bagian sisi depan terdapat kaca bening dengan luasan secukupnya sehingga memudahkan pembacaan Kwh. Kabel yang ditawarkan harus lolos uji dari LMK dan berstandard PLN (SPLN).5 Perakitan Panel Penerangan Jalan Umum Panel terbuat dari plat baja tebal 1.3 Pemasangan Kabel dan Penarikan Bahan Konduktor kabel terbuat dari coopper atau alumunium sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan kable mampu menahan tegangan isolasi 500 volt. 4.17 D Keterangan : H = tinggi tiang lampu (mounting height) dalam meter D = jarak tiang lampu ke proyeksi jarak terendah tanaman dengan tanah 3. 3. Bidang pertemuan antar tutup panel dan body panelnya harus dirancang sedemikian rupa sehingga air hujan tertahan dibidang temu dan mengalir ke bawah secara sempurna. 4. 2. Mutu Bahan.25 x 15 x 10 untuk lampu sorot 1. Basllast sebagai komponen penting pada system penyalaan lampu pelepasan gas (Gas discharge berfungsi untuk membatasi arus melalui lampu yang dilayani).20 80º H – 0.

9 Pemasangan Lampu Natrium 250w/220v Jenis-jenis lampu yang digunakan pada armature lampu penerangan jalan adalah jenis lampu pelepas gas yaitu lampu Natrium 250/220 V tekanan tinggi berbentuk tabung ( High Pressure Sodium Tuble/Hps-T). 4. Material ( Baja Tulangan ) RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Panel berisi peralatan / perangkat untuk mengendalikan aliran listrik dan pengaturan waktu penyalaan/mematikan lampu panel di pasang diatas pondasi yang letaknya sesuai dengan gambar dan petunjuk dari pengawas lapangan sehingga dapat melayani seluruh kebutuhan pengaturan ( menyalakan dan mematikan ) dari sekelompok lampu yang dipasang serta memenuhi standart kualitas yang disyartkan. Cahaya yang dihasilkan adalah kuningan keemasan. Ukuran Panel sebagaimana sesuai gambar.7 Instalasi 1 Titik Lampu PJU 3. arus nominal. 5. kecuali ada ketentuan lain dari Direksi untuk pekerjaan tertentu. Dengan ukuran disesuaikan gambar terdiri dari dari panel hubung bagi dan panel KWH meter sendiri. Pada dinding samping harus tersedia lubang ventilasi udara secukupnya. Bidang pertemuan antar tutup panel dan body panelnya harus dirancang sedemikian rupa sehingga air hujan tertahan dibidang temu dan mengalir ke bawah secara sempurna.8 Pemasangan Panel Lampu PJU – 1Phase 5500 VA Panel terbuat dari plat baja tebal 1. Jenis ballast yang digunakan adalah eloektromanetic ballast (inductive ballast) yang berfungsi sebagai pembatas arus. Harus terdiri dari bahan-bahan yang diperinci disini.5 – 2 mm. Harus tersedia sarana pendukung kabel dan bus baru untuk pentanahan (grounding) yang berfungsi untuk dudukan ujung kable pentanahan. Jenis Lampu Natrium bekerja secara emisi electron dengan media pengantar gas sodium. KHW meter dilengkapi dengan bok meter untuk penyegelan dan instansi PT.PLN 8. 4. Bagian sisi depan terdapat kaca bening dengan luasan secukupnya sehingga memudahkan pembacaan Kwh. 2. Pada tiap ballast harus dilengkapi dengan marking petunjuk wiring. Efikasi lumen lampu Sodium Sekurang-kurangnya 10 lumen/watt 3.85 (Cos pni : 0. Kontruksi ventilasi sedemikian rupa sehingga tusukan benda logam lurus tidak dapat langsung menyentuh komponen bertegangan. 4. 3. Kontruksi Bok Panel Hubung Bagi ( PHB ) dan APP PLN 1. 2. Proses penyambungan antar plate baja harus dilakukan debgab cara spot weiding. Kontruksi harus sedemikian rupa hingga dapat terkunci pada dudukan komponen dan mudah dirakit / proses penyambungan. Panel type outdor dilengkapi dengan plat nama MILIK PEMKOT SURABAYA 3.21 2. Faktor data listrik pada rangkaian listrik armanture lampu pada waktu penyalaan mninimal 0. 5. Daya yang digunakan adalah 150 W. Syarat-syarat dan ketentuan yang dinyatakan disini akan berlaku untuk semua pekerjaan tulangan. Sistem tegangan Listrik adalah 220 Volt 50 Hz. Ukuran panel harus mampu menampung seluruh komponen control dan KWH meter. 3. 6. 3. Spesifikasi jenis lampu sodium tekanan tinggi (High Pressure sodium Dischrage Lamps) 1.10 Pondasi PJU Pekerjaan Beton Berstruktur K-250 (188Kg) Pekerjaan Struktur Beton Pekerjaan Tulangan Umum. Umur lampu rata-rata (Average Rated Lifetime) minimal adalah 32000 jam 3.dengan temperature warna 2000 kelvin. Seluruh pekerjaan tulangan yang dilaksanakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. 7. Dilengkapi dengan perlindungan terhadap panas berlebih yang dapat mencegah terbakarnya sirkut. Panel terbuat dari plate baja yang difinishing dengan powder – warna panel ditetapakn oleh pengunaan barang sebelum pemasangan.85) Sedangkan frekuensi harmonic ketiga yang ditimpulkan tidak boleh melebihi 21%. model.

7.I dan diletakkan sesuai dengan gambar dengan memperhatikan selimut beton yang tetap. Sebelum pengecoran. Pekerjaan harus sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kemungkinan adanya beton yang keropos dan lain-lain kerusakan beton. Bentuknya harus dibuat sepraktis mungkin dalam penggunaannya. Bila terdapat radius tertentu untuk bengkokan atau hook harus dibuat sekeliling paku yang mempunyai diameter empat (4) kali dari tulangan yang akan dibengkok. 6. maka semua besi tulangan harus berada 4 cm dari permukaan beton. tidak boleh melendut. 6. semua penulangan harus betul-betul bersih dari semua kotoran-kotoran. Precast mortar spacing block hendaknya digunakan untuk penahan jarak yang tepat terhadap tulangan dan minimum mempunyai kekuatan beton yang akan dicor. Pelaksanaan. 3. Pembongkaran Begesting . Pekerjaan Bekesting Umum Pekerjaan ini adalah pembuatan begesting-begesting untuk cetakan konstruksi beton. Harap diperhatikan sebelum pengecoran dimulai harus diberikan waktu yang cukup untuk pemeriksaan. 8. Sambungan-sambungan pada begesting harus diusahakan lurus dan rata dalam arah horisontal dan vertikal. Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta. Pembengkokan dan Pelaksanaan 1. kerusakan atau pembebanan yang melebihi beban rencana dengan adanya pembongkaran begesting pada beton. Bout-bout dan tierod yang diperlukan untuk ikatan-ikatan dalan beton harus diatur sedemikian sehingga bila begesting dibongkar kembali. diatas sokongan kayu atau tidak juga diatas agregat kasar 4. dan lain-lain harus dibuat didalam beton. bagian-bagian yang strukturil harus diperiksa oleh Direksi segera sebelum beton dicor pada bagian itu. Sebelum digunakan harus direndam dahulu dalam air. Dan dikerjakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. Bangunan tidak boleh mengalami perubahan bentuk. Penulangan yang ditempatkan pada suatu penampang dari pekerjaan harus disetujui oleh Direksi. sebelum beton dicor pada penampang tersebut. Semua sisipan. 3. Kontraktor diwajibkan untuk memperlihatkan data katalog tentang sertifikasi besi tulangan yang didapatkan dari supplier. Pelapisan (coating) . ada pada gambar perncanaan. Kawat baja digunakan untuk mengikat tulangan hendaknya mempunyai diameter tidak lebih kecil dari 1. Tiap-tiap bagian dari begesting. Tulangan tidak boleh disokong diatas tulangan baja yang keluar dari permukaan beton. Bahan-bahan Kayu Papan / Multipleks Kayu papan atau multipleks yang digunakan harus sesuai dengan syarat-syarat dan spesifikasi yang telah ditentukan atau menurut petunjuk Direksi. 7. Segara sebelum beton dicor pada beberapa bagian dari begesting. Semua tulangan di bentuk sesuai dengan bentuk dan ukuran seperti tercantum dalam gambar dan mengikuti syarat . Begesting-begesting tidak boleh bocor dan cukup untuk mencegah perpindahan tempat atau kelongsoran dari penyangga. maksudnya untuk mengikatnya pada tulangan. celah angker. deretan paku-paku. Permukaan Bekesting harus halus dan rata. 2. 2. 4. Tulangan yang mempunyai cacat atau pembengkokan yang tidak sesuai dengan gambar tidak boleh digunakan. Precast mortar spacing block ini hendaknya dibuat dengan kawat baja dicor bersama-sama. 1. termasuk air. Begesting untuk beton biasa (yang perlu diplester lagi permukaannya) harus dibasahi air dengan seksama sabagai pengganti minyak segera sebelum dicor. Sebelum pemasangan besi beton bertulang. bagian dalam dari bagian itu harus dibersihkan dari semua material lain. 6 mm dengan ikatan dari kawat harus dimasukkan dalam penampung beton Beugel-beugel harus diikat pada tulangan utama dan jaraknya harus sesuai dengan gambar. begesting yang dipergunakan untuk beton yang tidak perlu diplester lagi (exposed concrete) harus dilapisi dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas pada beton.22 Besi yang dipakai adalah besi Tulangan dengan diameter sesuai dengan yang sisyaratkan. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 9. Semua begesting harus dibersihkan sebelum dipergunakan kembali. 5. 5.B. 8.syarat dalam P.

3. Semua besi beton harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan tentang besi beton.I.B.B. Tabel Standar Mutu Dan Kelas Beton Mutu dan Kelas Beton σ bk Kg/cm 2 125 175 225 σ ’ bm Kg/cm 2 200 250 300 Kategori Dari Bangunan (tujuan) Non Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Pengawasan terhadap Kualitas Agregat Pemeriksaan dengan mata Pemeriksaan dengan teliti Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Kekuatan Tekanan Tidak ada Pengujian Tidak ada Pengujian Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Kls I II Mutu Bo Bl K125 K175 K225 RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Setiap syarat dan ketentuan yang tidak termaktub di sini harus sesuai dengan Standar Indonesia untuk beton N. spesi/mortel dan spesi injeksi dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Kontraktor sesuai dengan syarat-syarat yang sudah diterangkan 4. Waktu minimum untuk pembongkaran begesting . Waktu minimum dari saat selesainya pengecoran beton sampai dengan pembongkaran begesting dari bagian – bagian struktur harus ditentukan dari percobaan kubus benda uji yang memberikan kuat desak minimum seperti tercantum pada daftar atau sebagai berikut : BAGIAN STRUKTUR Sisi balok dan dinding Penyangga pelat lantai Penyangga balok WAKTU MINIMUM PEMBONGKARAN BEGESTING ( HARI ) 3 21 21 Pekerjaan Beton Umum 1. 2. Air yang dipakai harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan di depan. Bahan 1. menurut tabel di bawah ini. Semua pasir dan agregat kasar yang digunakan dalam beton. Semua beton yang dikehendaki untuk digunakan bagi semua bangunan instalasi pengolahan lumpur tinja yang akan dikerjakan dengan spesifikasi ini dan untuk semua maksud yang berhubungan dan sebagaimana diminta oleh Direksi harus diperinci dari bahan-bahan yang diperinci disini dan harus dicampur dengan perbandingan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disebut di sini. 1971.I2-P.I. Pertanggungan jawab atas keselamatan pada waktu pembongkaran tiap bagian begesting atau penyangga berada dipihak pemborong. Semua portland harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam semen portland.2 P. 1971.23 10. 2. Kelas dan Mutu Beton Kelas dan mutu dari beton harus sesuai dengan Standar Beton Indonesia N.I.

kegairahan bekerja.beton harus berada dalam batas yang telah ditentukan di atas dan Kontraktor harus memperoleh derajat yang patut apabila perlu akan dites oleh Direksi. Perlengkapanperlengkapan tersebut dan cara pengerjaannya selalu harus mendapatkan persetujuan Direksi. 4. kekedapan. Pengadukan yang berlebih-lebihan (lamanya) yang membutuhkan penambahan air untuk mendapatkan konsistensi beton yang dikehendaki tidak diperkenankan. Mengaduk 1. Beton harus dibentuk dari semen portland. Direksi berwenang untuk menambah waktu pengadukan jika pemasukan bahan dan cara pengadukan gagal untuk mendapatkan hasil adukan dengan susunan kekentalan dan warna yang merata/seragam.125 dan untuk kelas II. Pencampuran dan Pengecoran Beton.175 . Untuk mempermudah pencampuran ini RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Perbandingan campuran dan faktor air semen yang tepat akan ditetapkan atas dasar beton yang dihasilkan. awet atau kekuatan dan Kontraktor tidak berhak atas penambahan konpensasi disebabkan perubahan yang demikian. terhadap pasir dan agregat kasar tidak boleh kurang dari 1 : 8. Untuk mutu beton lainnya yang lebih tinggi harus dipakai “campuran yang direncanakan” (designed mix). awet dan kekuatan yang dikehendaki. Perbandingan antara bahan-bahan pembentuk beton yang dipakai untuk berbagai pekerjaan (sesuai kelas mutu) harus dipakai dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan.5 m3.60 (dari beratnya) untuk kelas lainlainnya. Beton harus seragam dalam komposisi dan konsistensi dari adukan ke adukan. 8. juga mempunyai kepadatan yang tepat. kecuali bila dimintakan adanya perubahan dalam komposisi atau konsistensi. 2. Faktor air semen dari beton (tidak terhitung air yang dihisap oleh agregat) tidak boleh melampaui 0. Pengujian dari beton akan dilakukan oleh Direksi dan perbandingan-perbandingan campuran harus diubah jika perlu untuk tujuan atau penghematan yang dikehendaki.derajat K. Bahan-bahan pembentukan beton harus dicampur dan diaduk dalam mesin pengaduk beton yaitu “Batch Mixer” atau “Portable Continuous Mixer” selama sedikitnya 1 ½ menit sesudah semua bahan (kecuali untuk air dalam jumlah yang penuh) ada dalam mixer. Banyaknya semen untuk tiap m3 beton paling tidak harus 325 kg. bila mesin pengaduk berkapasitas lebih besar dari 1. 7. pasir. Tingkat agregat yang kasar untuk kelas II . kekedapan. Air harus dituangkan lebih dahulu dan selama pekerjaan mencampur. 2. dengan tidak memakai semen terlalu banyak. 3. air seperti yang ditentukan sebelumnya. campuran nominal dari semen Portland.derajat K. Campuran yang direncanakan diketemukan dari percobaan-percobaan campuran yang memenuhi kekuatan karakteristik yang disyaratkan. demikian juga pemeriksaan terhadap agregat dan beton yang dihasilkan. Banyaknya semen untuk tiap m3 sedikitnya harus 225 kg. pasir dan kerikil/batu pecahan harus digunakan dengan perbandingan volume 1 : 2 : 3 atau banyaknya semen untuk tiap m3 beton minimum harus sampai 325 kg. Waktu pengadukan ditambah.24 III K225 225 300 Strukturil Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian akan diadakan Dilakukan pengujian kekuatan tekan beton yang diperoleh dari pemeriksaan benda uji kubus pada umur 28 hari. 6. Untuk beton mutu K 225.55 (dari beratnya) untuk kelas III dan jangan melampaui 0. Untuk beton mutu “Bo” campuran yang biasa untuk pekerjaan non struktural dipakai perbandingan dari semen portland. kepadatan. Pencampuran dengan tangan diperkenankan apabila pada lokasi-lokasi tertentu sebuah Portable Mixer tak mungkin dipergunakan menurut pandangan Direksi. agar supaya diperoleh derajat yang sepatutnya. Perlengkapan Mengaduk Kontraktor harus menyediakan peralatan dan perlengkapan yang mempunyai ketelitian yang cukup untuk menetapkan dan mengawasi jumlah dari masing-masing bahan pembentukan beton. 5. dengan mengkombinir ukuran agregat yang proporsionil. Komposisi/Campuran Beton 1. semuanya dicampur dalam perbandingan yang serasi dan diolah sebaik-baiknya sampai pada kekentalan yang tepat/baik. kerikil/batu pecah.

Penyangga cetakan (perancah) harus bersandar pada pondasi yang baik sehingga tidak akan ada kemungkinan penurunan cetakan selama pelaksanaan. Cetakan untuk mencetak beton dan membuatnya menurut model yang dikehendaki harus digunakan bila perlu. penyokongan dan pengikatan dan penyiapan-penyiapan permukaan yang berhubungan dengan pengecoran yang telah disetujui oleh Direksi. Kontraktor harus mengambil langkah-langkah yang efektif. tidak boleh dicor langsung pada saluran. 3. 2. licin. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 2. Semua genangan-genangan air harus dibuang dari permukaan Construction Joints sebelum beton baru dicor. dalam keadaan baik sebagaimana dikehendaki untuk menghasilkan permukaan yang sempurna seperti terperinci disini. Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan. misalnya mendinginkan agregat dengan mencampur air dan mengecor pada waktu malam hari bila perlu. Semua cetakan yang dibangun harus teguh.25 Kontraktor akan membuat beton masif dengan ketebalan tidak kurang dari 5 cm. 3. lantai kerja) harus bersih dari air yang menggenang. tidak boleh lebih dari 32° Celcius dan tidak kurang dari 4. Segera sebelum pengecoran beton. beton harus diaduk ditempat pekerjaan untuk kemudian langsung dicor. Pada pekerjaan saluran longsor harus dalam daerah yang kering maka harus dibatasi dengan cofferdam diudik dan di hilir. Sebelum beton dicor. Semua percetakan kayu harus diketam rata/digosok dengan kertas pasir untuk menghilangkan tanda-tanda bekas dari cetakan sejauh hal ini dapat dikerjakan. Cetakan dapat dibuat dari lembaran Plywood. batas-batas dan ukuran dari hasil beton yang diinginkan sebagaimana pada gambar-gambar yang diusulkan oleh Kontraktor dan yang sudah disetujui oleh Direksi. Alat-alat dan usaha-usaha yang sesuai dan cocok untuk membuka cetakan-cetakan tanpa merusak permukaan dari beton yang selesai harus tersedia. Penutup saluran dari beton harus dicor pada tempat lain yang berdekatan dengan lokasi. untuk dicor pada suhu dibawah 32° C. Cetakan untuk permukaan yang demikian dapat dibuat dari kayu dan harus didalam segala hal benar-benar berbentuk dan berukuran yang dikehendaki dan harus berkekuatan dan berkakuan yang tetap pada tempat dan bentuknya selama pembebanan dan berlangsungnya pekerjaan vibrasi pemadatan beton. bahan-bahan asing yang menutupinya. baja tulangan beton. 6. Pembersihan harus berupa pembuangan semua kotoran. reruntuhan atau bahan lepas. sebagai “Construction Joints” (hubungan konstruksi/pelaksana). Pengecoran 1. Usaha yang sesuai dan efektif harus dikerahkan dalam pekerjaan cetakan untuk menguatkan pinggiran batas dan ujung lainnya dalam arah yang tepat untuk menghindari terbentuknya pelengkungan-pelengkungan sisi-sisi pinggiran tersebut atau kerusakan-kerusakan permukaan beton yang telah diselesaikan. Pembersihan dan pencucian harus dilaksanakan pada kesempatan terakhir dari pengecoran beton.5° C. semua permukaan pada tempat pengecoran (cetakan. rata dengan luas 2 cm2. bidang-bidang. Bila beton melebihi 32° C. 5. sebagai yang ditetapkan oleh Direksi. permukaan mana telah begitu mengeras sehingga beton baru tidak akan berpadu dengan sempurna. Semua cetakan harus betul-betul teliti dan kuat kedudukannya sehingga tidak ada perubahan atau gerakan lain selama penuangan beton. Air yang setiap hari mengalir harus dialihkan lewat talang diatas aluran yang akan dibangun. Permukaan-permukaan Construction Joints harus bersih dan lembab ketika ditutup dengan beton baru atau adukan. 4. Permukaan-permukaan Construction Joints harus dibersihkan dengan cara-cara yang disetujui dan kemudian dicuci seluruhnya dengan penyemprotan air dengan tekanan udara segera sebelum pengecoran beton baru. semua material untuk melepaskan lekatan harus dipakai hanya setelah disetujui oleh Direksi. 3. Suhu Suhu beton sewaktu dicor/dituang. Permukaan-permukaan beton yang lebih dahulu dicor pada mana beton baru akan dicor. Permukaan yang rata dari beton adalah yang dikehendaki dimanapun juga baik saluran drinase ataupun tutup beton. Bila suhu dari beton yang ditaruh berada antara 27° C dan 32° C. Cetakan Beton 1. serta disediakan pompa untuk memompa air rembesan dari cofferdam. Penggunaan minyak cetakan harus berhatihati untuk kontak dengan besi beton yang mengakibatkan kurangnya daya lekat. Cetakan haruslah sesuai dengan berbagai bentuk. papan yang diserut/ diketam rata dan halus. mempertahankan suhu beton. ditentukan disini. beton-beton yang mengelupas atau rusak. permukaan dari cetakan-cetakan harus diminyaki dengan minyak yang biasa diperdagangkan yang mencegah secara efektif lekatnya beton. diliputi dengan parapet setinggi 10 cm.

35 m3 sekali tuang. Beton yang sudah mengeras dalam hal mana pengecoran yang tepat tidak mungkin dijamin harus dibuang dan tidak dibayar untuk pekerjaan terbuang semacam itu. 3. Perlindungan (Protection) RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Waktu dan Cara-cara Pembukaan Cetakan 1. semua penuangan beton harus selalu kira-kira berlapis-lapis horizontal dan umumnya tebalnya tidak lebih dari 50 cm. permukaan Construction Joints dimana beton baru akan dicorkan harus dilapisi dengan penutup yang terbuat dari adukan semen (air hasta semen) atau ditutup dengan lapisan spesi/mortar harus mempunyai perbandingan semen dan pasir seperti campuran beton yang bersangkutan kecuali ditentukan lain. 6. Semua beton harus dirawat (cured) dengan air seperti ditentukan disini. 7. Perawatan 1. 14 hari untuk dek-dek jembatan atau gorong-gorong jalan.26 4. Semua beton harus dipadatkan dengan alat penggetar type immersion beroperasi dengan kecepatan paling sedikit 7000 putaran per menit ketika dbenamkan dalam beton. Pengecoran beton tidak diperkenankan selama hujan deras atau lama sedemikian sehingga spesi/ mortar terpisah dari agregat kasar. Beton yang baru dibuka cetakannya diperlihatkan kepada Direksi untuk dinilai kualitas pengecorannya. diperlukan waktu minimum dua hari sebelum cetakan dibuka untuk dinding-dinding yang tidak bermuatan dan cetakan-cetakan samping lainnya. Beton harus tetap basah paling sedikit 14 hari terus menerus (segera setelah beton cukup keras untuk mencegah kerusakan) dengan cara menutupnya dengan bahan yang dibasahi air atau cara-cara yang disetujui yang akan menjaga agar permukaan selalu basah. Direksi mempunyai hak untuk mengurangi tebal tersebut apabila pengecoran dengan tebal lapisanlapisan 50 cm tidak dapat memenuhi spesifikasi-spesifikasi ini. Cara-cara dan alat-alat yang digunakan untuk pengangkutan beton harus sedemikian sehingga beton dengan komposisi dan kekentalan yang diinginkan dapat dibawa ke tempat pekerjaan tanpa adanya pemisahan dan kehilangan bahan yang menyebabkan perubahan nilai slump. Dalam pengecoran beton pada Construction Joints yang telah terbentuk. sehingga ia bebas dari kantong-kantong kerikil. Umumnya. Direksi berhak menentukan cara perawatan bagaimana yang harus digunakan pada bagian-bagian pekerjaan. Keadaan construction joints harus mendekati horizontal jika tidak ada ketentuan lain dari yang ditunjukkan pada gambar atau diperintahkan oleh Direksi. Ember beton harus mudah untuk diangkat/ diletakkan dengan alat-alat lainnya dimana diperlukan terutama bagi lokasi-lokasi yang terbatas. Setelah permukaan disiapkan baik-baik. 10. Air yang digunakan dalam perawatan (curing) harus memenuhi maksud-maksud spesifikasispesifikasi air untuk campuran beton. Pembukaan Cetakan dan Pemeliharaan. Waktu dan cara pembukaan dan pemindahan cetakan harus dikerjakan dengan hati-hati untuk menghindarkan kerusakan pada beton. Beton yang masih muda tidak diijinkan untuk dibenahi. tujuh hari untuk dinding-dinding pemikul dan saluran-saluran. Beton dicor hanya pada waktu Direksi atau wakilnya yang ditunjuk serta pengawas Kontraktor yang setaraf ada ditempat kerja. 11. maka harus mendapatkan penanganan tersendiri atas petunjuk Direksi. alat penggetar (vibrator) harus dapat menenmbus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak dibawah. Pencampuran/penumbukan kembali beton tidak diperkenankan. demikian juga konsistensinya. Kecuali ada penyetopan/pemotongan oleh hubungan/joints. Transportasi dari pengadukan sampai pengecoran beton jangan terlalu jauh sehingga memungkinkan pemisahan bahan dan pengerasan beton. Setiap lapisan beton harus dipadatkan sampai kepadatan maksimum yang mungkin. 2. beton yang hasilnya banyak keropos sampai tulangan terlihat. penjagaan khusus harus dijalankan untuk menjamin agar beton yang baru menjadi rapat betul dengan permukaan joints (sambungan) dengan Pembobokan dan peralatan dengan memakai alat-alat yang cocok. 9. kepala. 5. Dalam pemadatan setiap lapisan dari beton. Beton harus dicor pada adukan yang baru (fresh). 12. 2. Selama hujan air semen atau spesi tidak boleh dihamparkan pada construction joints dan air semen atau spesi yang hanyut dan terhampar harus dibuang dan diganti sebelum pekerjaan dilanjutkan. Suatu pengecoran tersebut tidak boleh terputus sebelum bagian tersebut selesai. 13. 8. dan menutup rapat-rapat pada semua permukaanpermukaan dari cetakan dan material yang dilekatkan. Ember-ember/bocket beton yang dipakai harus sanggup menuang dengan tepat pada slump yang rendah dan memenuhi syarat-syarat campuran pada mana mekanisme pembuangan harus dibuat dengan kapasitas sedikitnya 0.

Cacat lubang-lubang tempat cukilan dari sarang kerikil atau keropos kecil yang akan diperbaiki. Penyelesaian-penyelesaian dan Penyempurnaan 1. Ketidaksesuaiannya akan mendapat penilaian tersendiri yang akan diberikan oleh Direksi dan kalau Direksi memerintahkan untuk dibongkar maka beton harus dibuang dan diganti oleh Kontraktor atas bebannya sendiri kecuali bila Direksi memberikan ijinnya untuk menambal tempat yang rusak. 2.dengan ukuran dengan ukuran disesuaikan gambar ( disesuaikan dengan jarak antar tiang PLN dengan lebar badan jalan) pembengkokan dengan sistem rolo dengan sudut 150. Spesi penambal harus dikerjakan dengan lapisan-lapisan yang tipis dan selalu dipadatkan dengan alat yang cocok. Permukaan-permukaan beton akan diuji/ ditest oleh Direksi dimana perlu untuk menentukan apakah ketidakteraturan permukaan berada dalam batas-batas yang ditentukan disini. kerusakan karena cetakan. Kerusakan yang memerlukan pembongkaran dan perbaikan ialah yang terdiri dari sarang kerikil. Ketidakteraturan digolongkan sebagai sekonyong-konyong (abrupt) atau lambat laun (gradual).Tiang Oktagonal parabola cabang 2 parabola ( double parabolic). ketidakrataan oleh pengaruh sambungan-sambungan cetakan. Bila sesudah pembukaan cetakan ada beton yang tidak tercetak menurut gambar atau diluar garis atau permukaan tidak rata atau keropos. yang disebabkan mata kayu lepas pada cetakan atau kerusakan lain dari kayu. Tinggi 9 meter bahan SPCC standart ASTM. Semua ketidakteraturan lainnya dapat dianggap sebagai ketidakteraturan yang gradual dan akan diperiksa dengan teliti oleh Direksi. 4.13 Pengecatan Tiang PJU RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Semua lubang harus terus menerus dibasahi selama 24 jam sebelum dicor dan seterusnya disempurnakan. Diproses dengan hot dipped galvaniszed.pabrik pembuat tinga harus telah menerapkan sisitem manajemn mutu.27 Kontraktor harus melindungi semua beton terhadap kerusakan-kerusakan sebelum penerimaan terakhir oleh Direksi. akan dianggap sebagai ketidakteraturan yang sekonyong-sekonyong (abrupt) dan akan diuji dengan menggunakan pengukuran langsung. kalau perlu dengan menggunakan peralatan pengetesan beton. Offset yang disebabkan oleh pemindahan atau penempatan cetakan yang salah yang membentuk garis-garis. yang disetujui oleh Direksi. Kontraktor diwajibkan untuk menutupi seluruh dinding (dengan spesi plester). Ketidakrataan dan bengkok harus dibuang dengan pemahat atau dengan alat lain dan seterusnya digosok dengan batu gerinda. 3.11 Pemasangan Tiang Oktagonal 6m Hot Dipped Galvanized dengan Flenders Stang ornamen menggunakan pipa besi Galvanish (GIV) 2” kelas medium A. Finishing hot dip galvaniszed. hal itu dianggap sebagai tidak sesuai dengan spesifikasi ini. Perbaikan Permukaan Beton 1. Kontraktor harus membersihkan semua permukaan yang terbuka dari kerak-kerak dan kotoran yang lainnya. lubang-lubang baut. sesuai dengan instruksi dari Direksi. lobang-lobang karena keropos. Dimensi. dan bergeraknya cetakan. Jika menurut pendapat Direksi Hal-hal yang tidak sempurna pada bagian bangunan-bangunan yang akan terlihat sedemikian. Penyempurnaan permukaan-permukaan beton harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli dan disaksikan oleh Direksi. Permukaan beton yang terbuka harus dilindungi terhadap sinar-sinar matahari yang langsung paling sedikit 3 hari sesudah pengecoran. Sebelum menerima pekerjaannya. 2. Tiang yang digunakan adalah: . 3.12 Pembuatan dan Pemasangan Terminal Dalam Tiang 1. 2. Tipe base plate (pemasangan menggunakan angkur). ternyata ada permukaan yang rusak atau keluar dari garis. dalam hal mana penambalan harus dikerjakan seperti yang telah tercantum dalam pasal-pasal berikut. 3. harus diisi dengan spesi/ mortel tambalan yang kering yang disusun dari satu bagian semen Portland dengan dua bagian pasir beton bersama dengan bahan pengisi yang tidak susut. sehingga dengan penambalan saja tidak akan menghasilkan sebuah dinding yang tidak memuaskan kelihatannya. 3. Tiang harus tanah karat dan tidak mudah kropos. dalam jumlah yang diperinci oleh pabrik dan dengan air yang cukup sehingga sesudah bahanbahan spesi dicampur akan melekat satu sama lain dan apabila diremas-remas menjadi bola dan ditekan dengan tangan tidak akan mengeluarkan air. A-36 ketebalan 3mm. bentuk dan ukuran sesuai gambar kerja. Perlindungan semacam itu dibuat efektif dan secepatnya dilaksanakan sesudah pengecoran beton atau sesudah pembukaan cetakancetakan.

yang dipasang ditepi pasangan paving atau sebagai pengunci pasangan paving. Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10. Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Perencana/Direksi Pengawas dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8.1. Pekerjaan meliputi pemasangan gird besi saluran. Plat besi 3. 4.2 Bahan-bahan 1.40. Pekerjaan meliputi pemasangan gird besi saluran. Besi siku 2. 2. b. 4.Campuran (aggregate) untuk plester harus dipilih yang benarbenar bersih dan bebas dari segala mPenghamparan Lapis Aus (AC .3.Lingkup Pekerjaan. Syarat-syarat Pelaksanaan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja.2 Bahan-bahan 1.1. Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 dan PUBI 1982.28 Finishing PJU Dilapisi dengan pengecatan kesleruhan Tiang-tiang PJu 4.WC)am kotoran. Grill Pelaluan Air (Cover&Frame) Fabrikasi 4. Persyaratan Bahan 1. harus bersih dan melalui ayakan 1. Pekerjaan meliputi pemasangan gird besi saluran. Pemasangan Lantai Granit Diglasur 20x30 cm (Warna Gelap) Untuk Tuna Netra 4.7. kwalitas baik minimal K-400 (hasil test laboratorium) 4.2.Lingkup Pekerjaan. Grill Taman (Cover & Frame) fabrikasi 4. .Curbing Type A Panjang 0. Plat besi 3.2. 4. Pas.1.3. Besi beton polos dia 4.2. 2.2.60 cm. Besi siku 2.6 m Curbing memakai curbing berdimensi 20.1.6 . Pemasangan Lantai Ornamen 50x50 cm 4.0 mm.5. c. PEKERJAAN MEDIAN JALAN 4. bahan-bahan. Plat besi 3. 3.2 Bahan-bahan 1.4. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Grill Manhole (Cover & Frame) Fabrikasi 4. Pemasangan Lantai Porcelain Tile Kasar 30x30 cm(Warna Gelap/Terang) 4. Besi siku 2. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh spesi dibawah kanstin yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan pengarahan direksi dilapangan .1.6. sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Besi beton polos dia 4.Lingkup Pekerjaan. Lingkup Pekerjaan 1. Besi beton polos dia 4.8. Spesi 1 PC : 2 Ps t= 3 Cm a.1.3.

8. lengkap dengan ketentuan/persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. Pasir pasang yang di gunakan harus di ayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang dipersyaratkan. lancip atau lonjong bentuknya dan dapat ditempatkan saling mengunci bila dipasang bersama. ketinggian. Material yang tidak disetujui harus diganti dengan material lain yang mutunya sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan. Sebelum memulai pekerjaan. kasar. Tebal spesi 3 cm dengan dengan melakukan galian tanah keras terlebih dahulu sedalam 8 cm atau sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. 2. berventilasi baik. Bahan harus disimpan di tempat yang kering. 6.29 1. potongan dan dimensi seperti yang ditunjukan pada gambar atau sebagaimana diperlukan secara tertulis oleh Direksi. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar. 2. tahan terhadap pengaruh adara dan air dan cocok dalam segala hal untuk fungsi yang dimaksud. Pasangan batu harus digunakan untuk struktur seperti saluran berpenampang persegi di tepi jalan. 4. Tempat penyimpanan bahan harus cukup menampung kebutuhan bahan. Kontraktor diharuskan memeriksa site/ lapangan yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulainya pekerjaan. 3. Konstruksi pasangan batu ini dimaksud untuk menahan beban luar yang cukup besar. Pekerjaan harus meliputi pengadaan seluruh material. Semen PC 50 Kg Semen yang digunakan adalah : RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Pekerjaan ini harus mencakup pembangunan dari struktur yang ditunjukan pada gambar atau seperti yang diperintahkan oleh Direksi. Seluruh spesi pada kanstin dengan aduk campuran 1 PC : 4 pasir. 4. Batu harus rata. lebar tidak kurang dari satu setengah kali tebalnya dan panjang tidak kurang dari satu setengah kali lebarnya. harus bermutu baik dari jenisnya dan di setujui Direksi . 7. tahan lama. 9. Semen Portland yang di kirim ke proyek lapangan harus dalam keadaan tertutup atau dalam yang masih disegel dan berlabel pabriknya. bertuliskan type dan tingkatannya. Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan di atas tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. galian. 5. 5. Batu Kali Belah 15/20 cm Batu Kali yang digunakan adalah : 1. 3. keras. Terkecuali diperintahkan lain oleh Direksi.WC)at. Batu yang dari alam atau batu galian yang telah dibelah. batu harus memiliki ketebalan yang tidak kurang dari 150 mm. Pekerjaan spesi dilakukan dibawah kanstin setelah terlebih dahulu melakukan galian tanah keras sedalam 8 cm pemasangan. elevasi serta kelandaian sesuai dengan gambar rencana. dan dilindungi sesuai dengan jenisnya seperti yang disyaratkan dari pabrik. Ukuran/dimensi pasangan. Kontraktor harus segera melaporkan kepada Direksi. bersih. dan bersih. Pekerjaan ini juga mencakup pembuatan lubang suling-suling (untuk drainase) termasuk pengadaan dan pemasangan acuan lubang suling-suling atau pipa dan bahan penyaring. tembok penahan. dalam keadaan utuh dan tidak ada cPenghamparan Lapis Aus (AC . 2. b. gorong-gorong persegi dan tembok kepala goronggorong. terlindung.9. spesifikasi dan lainnya. Pasangan Batu Kali Belah 15/20 ( 1 Pc : 4 Ps ) Umum 1. penyiapan pondasi dan seluruh pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan struktur sesuai dengan spesifikasi teknik serta memenuhi garis. 4. Bahan – Bahan : • Batu Kali Belah 15/20 cm • Semen PC 50 Kg • Pasir Pasang • Air Bersih Mutu Bahan a. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan ditempat tersebut sebelum kelainan/perbedaan diselesaikan. 3. Semua bahan sebelum di kerjakan harus ditunjukkan kepada Konsultan MK/Direksi untuk mendapatkan persetujuan.

2. baru sesudahnya air ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan selama lima sampai sepuluh menit. • Pasangan yang dihasilkan harus kokoh / masif ( tidak berongga ). Tambahan aduk mengisi rongga yang ada diantara batu-batu dan harus diakhiri hampir rata dengan permukaan lapisan tetapi tidak menutupi batunya dengan menggunakan perekat 1 pc : 4 pc. Jenis Portland Cement (PC) produksi dalam negeri yang memenuhi persyaratan yang berlaku di Indonesia. Pengadukan kemlbali setelah waktu tersebut tidak boleh dilakukan. Komposisi Campuran menggunakan 1 Pc : 4 Ps. • Setiap jarak 20 meter sepanjang saluran dibuatkan celah delatasi tegak dari puncak saluran sampai dasar saluran 4. • Peralatan yang cocok harus disediakan utnuk memasang batu yang lebih besar dari yang dapat ditangani oleh dua orang.5 cm Umum RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 2. c. Penyiapan Adukan Campuran ( Spesi 1 Pc : 4 Ps ) Adukan semen terdiri dari material Semen. Air yang diketahui dapat diminum juga dapat dipakai. adukan boleh diaduk kembali dengan air dalam waktu 30 menit dari proses pengadukan awal. harus dicampur. • Batu besar pilihan harus digunakan untuk lapisan dasar dan pada sudut-sudut. untuk itu semua rongga diantara batu kali harus terisi campuran. Adukan yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah air ditambahkan harus di buang. Semen tidak boleh disimpan terlalu lama dan yang telah menggumpal atau membatu tidak boleh dipakai dan harus disingkirkan. baik dalam kotak yang rapat atau dalam alat pencampuradukan yang telah disetujui. busa. gula atau organic lainnya. Penyimpanan harus mengikuti spesifikasi serta diletakkan sedemikian rupa sehingga mudah untuk diperiksa dan diambil c. asam. pengadukan harus menggunakan Concrete Mixer / Molen dengan kapasitas 350 l. PEKERJAAN PLESTERAN HALUS Tb=1. 3. Seluruh material tadi ( kecuali air ). • Lereng yang bersebelahan dengan batu harus diratakan dan dibentuk untuk menjamin pertemuan yang baik dengan pekerjaan pasangan batu sehingga memungkinkan untuk drainase tang tidak menghambat dan mencegah gerusan pada tepi perkerasan. Pemasangan Batu Kali Belah 15/20 ( 1 Pc : 4 Ps ) • Landasan dari adukan segar paling sedikit 30 mm tebalnya harus dipasang pada pondasi dan disiapkan sesaat sebelum penempatan masing-masing batu pada lapisan pertama. hingga campuran telah berwarna merata. Agregat.10. Pasir tersebut terdiri dari butir –butir yang bersih dari segala kotoran. • Batu yang dipasang harus dihampar dengan muka yang terpanjang mendatar dan muka yang tampak harus dipasang sejajar.30 1. Air Bersih Air yang digunakan dalam campuran harus bersih. Pasir Pasang Pasir Pasang yang dipakai adalah : 1. Jumlah air harus sedemikian hingga guna menghasilkan adukan dengan konsistensi ( kekentalan ) yang diperlukan tetapi tidak boleh melebihi 70 % dari berat semen yang digunakan. Prosedur Pelaksanaan 1. basa. b. Adukan dicampur hanya dalam kwantitas yang diperlukan untuk penggunaan langsung. d. dan permukaan harus diakhiri segera setelah pengerasan awal dan aduk dengan menyapunya dengan sapu yang kaku. bebas dari benda – benda yang mengganggu seperti minyak. Menggelindingkan atau menggulingkan batu pada pekerjaan yang baru dipasang tidak diperkenankan. • Batu harus tertanam dengan kuat satu dengan yang lainnya untuk mendapatkan tebal yang diperlukan dari lapisan yang diukur tegak lurus terhadap lereng. Jika perlu. e. dalam pelaksanaan dilapangan kontraktor harus membuat kotak takaran dari kayu dengan ukuran yang sama. Pasir tersebut tidak mengandung lempung atau unsur organik atau non organic lainya. d. • Pekerjaan harus dimulai dari dasar lereng kearah atas. Untuk menghasilkan campuran yang homogen ( merata ). yaitu 1 bagian semen dicampur dengan 3 bagian Pasir Pasang. dan Air a. garam.

Adukan dicampur hanya dalam kwantitas yang diperlukan untuk penggunaan langsung. Pasir tersebut tidak mengandung lempung atau unsur organik atau non organic lainya. garam. Air Air yang digunakan dalam campuran harus bersih. Tebal plesteran adalah 1.5” 1. Plesteran tebal 1. b. benangan harus tajam dan lurus serta tidak mudah terkelupas.13. Air yang diketahui dapat diminum juga dapat dipakai. Jenis Portland Cement (PC) produksi dalam negeri yang memenuhi persyaratan yang berlaku di Indonesia. Pipa yang digunakan berukuran 2. Adukan yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah air ditambahkan harus di buang. Pasir Pasang Pasir Pasang yang dipakai adalah : 1. Pekerjaan Sambungan Knee Besi Pipa Galvanish Medium 2. Pertemuan bidang plesteran vertikal dan horizontal harus lurus. baik dalam kotak yang rapat atau dalam alat pencampuradukan yang telah disetujui. e. elevasi serta kelandaian sesuai dengan gambar rencana. 4. Pipa Galvanis digunakan sebagai pagar jembatan 4. Untuk menghasilkan campuran yang homogen (merata). Pekerjaan Besi Pipa Galvanish 2 ½” (Medium) 1. Semen tidak boleh disimpan terlalu lama dan yang telah menggumpal atau membatu tidak boleh dipakai dan harus disingkirkan. yaitu 1 bagian semen dicampur dengan 4 bagian Pasir Pasang. Jika perlu.5 cm terdiri dari campuran 1 Pc: 4 Ps dengan menggunakan pasir pasang yang telah diayak . Komposisi Campuran menggunakan 1 Pc : 4 Ps. baru sesudahnya air ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan selama lima sampai sepuluh menit.31 1.5 cm. dalam pelaksanaan dilapangan kontraktor harus membuat kotak takaran dari kayu dengan ukuran yang sama. Pada bagian sudut atas plesteran dibuatkan benangan sepanjang saluran. dan Air a. Pasir tersebut terdiri dari butir –butir yang bersih dari segala kotoran. Pekerjaan ini juga mencakup pembuatan benangan 3. d. Penyimpanan harus mengikuti spesifikasi serta diletakkan sedemikian rupa sehingga mudah untuk diperiksa dan diambil b. Sebelum permukaan bidang pasangan batu diplester terlebih dahulu bidang yang akan diplester harus dibersihkan dari segala macam kotoran. Bidang-bidang yang telah bersih kemudian disiram dengan air sampai rata dan jenuh baru kemudian diplester. adukan boleh diaduk kembali dengan air dalam waktu 30 menit dari proses pengadukan awal. Ukuran/dimensi pasangan. c. basa. Pasir Pasang. 3. rata (tidak bergelombang) dan tidak retak. Semen PC 50 Kg Semen yang digunakan adalah : 1. harus dicampur. g. c. Pengadukan kemlbali setelah waktu tersebut tidak boleh dilakukan.5” 2. a. bebas dari benda – benda yang menggangu seperti minyak. 2. Pekerjaan ini harus mencakup pembangunan dari struktur yang ditunjukan pada gambar atau seperti yang diperintahkan oleh Direksi.12.5” RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Jumlah air harus sedemikian hingga guna menghasilkan adukan dengan konsistensi ( kekentalan ) yang diperlukan tetapi tidak boleh melebihi 70 % dari berat semen yang digunakan. Prosedur Pelaksanaan Adukan terdiri dari material Semen. Seluruh material tadi ( kecuali air ). Bahan – Bahan : • Semen PC 50 Kg • Pasir Pasang • Air Bersih Mutu Bahan. pengadukan harus menggunakan Concrete Mixer / Molen dengan kapasitas 350 l. gula atau organic lainnya. busa. hingga campuran telah berwarna merata. asam. 2. h. Pipa yang digunakan berukuran 2. 2. f.

Kontraktor diharuskan dapat memberikan Jaminan Spesikasi Pemesanan Box Culvert Precast ( yang berisi Job Mix Formula ) serta Surat Dukungan dari Pabrik ( dengan melampirkan analisa harga satuan pabrikasi) yang dikeluarkan oleh Pabrik. yang telah disetujui oleh pihak Direksi 4.250) Pemakaian Besi 97 Kg 5.5kr (K. Manhole + Pemasangan Pekerjaan Struktur Beton Pekerjaan Tulangan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 5. 5. Kontraktor harus memastikan bahwa galian Konstruksi tersebut telah diisi dengan Sirtu yang telah dipadatkan. landasan U DITCH berupa rabat beton dengan ketebalan Sesuai dengan gambar perencanaan.4. Dimensi serta Detail Box Culvert Precast yang dipesan harus sesuai dengan gambar perencanaan yang sudah disetujui oleh Direksi 5. 4.15. Box Culvert menggunakan mutu beton K-400 dengan mutu baja BJTD-40 dan BJTP-32 3. Jika kondisi memang tidak memungkingkan untuk menggunakan alat berat. PEKERJAAN BOX-CULVERT 5.1. merupakan tanggung jawab kontraktor. Pekerjaan Pengadaan Dan Pemasangan Beton BOX-CULVERT TOP BOTTOM K-400 1.120 cm K-350 Fabrikasi 5. Pemasangan dilakukan Mengunakan Alat Berat Bego/Forklip dan harus sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh produser Pre-Cast U DITCH. Biaya transportasi Box Culvert Precast yang sudah dipesan. Dan kontraktor berkewajiban mengganti U DITCH yang rusak dengan U DITCH yang baru yang mempunyai spesifikasi yang seragam. Sebelum pemasangan U DITCH. Kerusakan U DITCH akibat kesalahan prosedur pemasangan. maka pihak pengguna berhak menolak produk beton precast 7. Bila mutu pabrikasi dibawah / tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Mutu Beton dari U DITCH adalah K-350 2. 8.32 2.6. sepenuhnya ditanggung oleh Kontraktor. Pekerjaan Beton Rabat (1pc:3ps:6kr) 5. Pekerjaan Pengadaan & Pemasangan U DITCH & COVER ( K-350 ) 1. maka pemasangan dilakukan manual oleh tenaga manusia. Pengadaan dan Pemasangan Pelat Intrit Tb.5. Pipa Galvanis digunakan sebagai Sambungan pagar jembatan 4. Pelat Wiremest 1pc:2ps:2.14. Sebelum dipasang pada galian Konstruksi yang sudah disiapkan.2. Kontraktor harus memesan untuk pembuatan Box Culvert Precast tersebut pada sebuah pabrik. Mutu. Jember Pemasangan Ornamen Batu Andesf beralur 5. Syarat diterimanya beton precast. Pemasangan Ornamen Batu Kali Ex. kepada Direksi dan Pengawas. 4.7. 9. Box Culvert yang dimaksud adalah Box Culvert Precast yang berasal dari pabrikasi Disesuaikan Dengan Penulangan dan pemasangan dilakukan menggunakan Crane 2. pihak penyedia diwajibkan mengundang pihak pengguna untuk melakukan inspeksi / tinjauan ke produsen melihat tahapan dan pemakaian bahan pabrikasi 6. 3.

Penulangan yang ditempatkan pada suatu penampang dari pekerjaan harus disetujui oleh Direksi. celah angker. Pelaksanaan. Harap diperhatikan sebelum pengecoran dimulai harus diberikan waktu yang cukup untuk pemeriksaan. Syarat-syarat dan ketentuan yang dinyatakan disini akan berlaku untuk semua pekerjaan tulangan.syarat dalam P. 16. termasuk air.I dan diletakkan sesuai dengan gambar dengan memperhatikan selimut beton yang tetap. 10. dan lain-lain harus dibuat didalam beton. 16. 6 mm dengan ikatan dari kawat harus dimasukkan dalam penampung beton Beugel-beugel harus diikat pada tulangan utama dan jaraknya harus sesuai dengan gambar. Precast mortar spacing block ini hendaknya dibuat dengan kawat baja dicor bersama-sama. Kontraktor diwajibkan untuk memperlihatkan data katalog tentang sertifikasi besi tulangan yang didapatkan dari supplier. 12. Segara sebelum beton dicor pada beberapa bagian dari begesting. Bahan-bahan Kayu Papan / Multipleks Kayu papan atau multipleks yang digunakan harus sesuai dengan syarat-syarat dan spesifikasi yang telah ditentukan atau menurut petunjuk Direksi. ada pada gambar perncanaan. Bout-bout dan tierod yang diperlukan untuk ikatan-ikatan dalan beton harus diatur sedemikian sehingga bila begesting dibongkar kembali. Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta. Seluruh pekerjaan tulangan yang dilaksanakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. tidak boleh melendut. 15. Bentuknya harus dibuat sepraktis mungkin dalam penggunaannya. Pekerjaan harus sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kemungkinan adanya beton yang keropos dan lain-lain kerusakan beton. 15. Sambungan-sambungan pada begesting harus diusahakan lurus dan rata dalam arah horisontal dan vertikal. Semua sisipan.33 Umum. Precast mortar spacing block hendaknya digunakan untuk penahan jarak yang tepat terhadap tulangan dan minimum mempunyai kekuatan beton yang akan dicor. 11. Kawat baja digunakan untuk mengikat tulangan hendaknya mempunyai diameter tidak lebih kecil dari 1. Harus terdiri dari bahan-bahan yang diperinci disini. maksudnya untuk mengikatnya pada tulangan. 13. Semua begesting harus dibersihkan sebelum dipergunakan kembali. Pembengkokan dan Pelaksanaan 9. 13. sebelum beton dicor pada penampang tersebut. 11. Semua tulangan di bentuk sesuai dengan bentuk dan ukuran seperti tercantum dalam gambar dan mengikuti syarat . Pekerjaan Bekesting Umum Pekerjaan ini adalah pembuatan begesting-begesting untuk cetakan konstruksi beton. Sebelum pengecoran. bagian-bagian yang strukturil harus diperiksa oleh Direksi segera sebelum beton dicor pada bagian itu. Sebelum digunakan harus direndam dahulu dalam air. Begesting-begesting tidak boleh bocor dan cukup untuk mencegah perpindahan tempat atau kelongsoran dari penyangga. deretan paku-paku. Material ( Baja Tulangan ) Besi yang dipakai adalah besi Tulangan dengan diameter sesuai dengan yang sisyaratkan. 14. 14. kecuali ada ketentuan lain dari Direksi untuk pekerjaan tertentu. maka semua besi tulangan harus berada 4 cm dari permukaan beton. Tulangan yang mempunyai cacat atau pembengkokan yang tidak sesuai dengan gambar tidak boleh digunakan. diatas sokongan kayu atau tidak juga diatas agregat kasar 12. Bila terdapat radius tertentu untuk bengkokan atau hook harus dibuat sekeliling paku yang mempunyai diameter empat (4) kali dari tulangan yang akan dibengkok. Tulangan tidak boleh disokong diatas tulangan baja yang keluar dari permukaan beton. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Tiap-tiap bagian dari begesting. Dan dikerjakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi.B. semua penulangan harus betul-betul bersih dari semua kotoran-kotoran. bagian dalam dari bagian itu harus dibersihkan dari semua material lain. Permukaan Bekesting harus halus dan rata.

B. Tabel Standar Mutu Dan Kelas Beton Mutu dan Kelas Beton σ bk Kg/cm 2 125 175 225 σ ’ bm Kg/cm 2 200 250 300 Kategori Dari Bangunan (tujuan) Non Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Pengawasan terhadap Kualitas Agregat Pemeriksaan dengan mata Pemeriksaan dengan teliti Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa Kekuatan Tekanan Tidak ada Pengujian Tidak ada Pengujian Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Kls I II Mutu Bo Bl K125 K175 K225 RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .B. Pertanggungan jawab atas keselamatan pada waktu pembongkaran tiap bagian begesting atau penyangga berada dipihak pemborong.I.I.I2-P. Semua beton yang dikehendaki untuk digunakan bagi semua bangunan instalasi pengolahan lumpur tinja yang akan dikerjakan dengan spesifikasi ini dan untuk semua maksud yang berhubungan dan sebagaimana diminta oleh Direksi harus diperinci dari bahan-bahan yang diperinci disini dan harus dicampur dengan perbandingan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disebut di sini. menurut tabel di bawah ini. Bangunan tidak boleh mengalami perubahan bentuk. Begesting untuk beton biasa (yang perlu diplester lagi permukaannya) harus dibasahi air dengan seksama sabagai pengganti minyak segera sebelum dicor. Semua besi beton harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan tentang besi beton. Semua portland harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam semen portland. Kelas dan Mutu Beton Kelas dan mutu dari beton harus sesuai dengan Standar Beton Indonesia N.2 P. spesi/mortel dan spesi injeksi dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Kontraktor sesuai dengan syarat-syarat yang sudah diterangkan 8. Waktu minimum untuk pembongkaran begesting . begesting yang dipergunakan untuk beton yang tidak perlu diplester lagi (exposed concrete) harus dilapisi dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas pada beton. 18. Waktu minimum dari saat selesainya pengecoran beton sampai dengan pembongkaran begesting dari bagian – bagian struktur harus ditentukan dari percobaan kubus benda uji yang memberikan kuat desak minimum seperti tercantum pada daftar atau sebagai berikut : WAKTU MINIMUM PEMBONGKARAN BEGESTING ( HARI ) 3 21 21 BAGIAN STRUKTUR Sisi balok dan dinding Penyangga pelat lantai Penyangga balok Pekerjaan Beton Umum 3. 19.34 17. Bahan 5. 7. Air yang dipakai harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan di depan. kerusakan atau pembebanan yang melebihi beban rencana dengan adanya pembongkaran begesting pada beton. 1971. 4. Semua pasir dan agregat kasar yang digunakan dalam beton. Setiap syarat dan ketentuan yang tidak termaktub di sini harus sesuai dengan Standar Indonesia untuk beton N. 20. 1971. 6. Pembongkaran Begesting .I. Pelapisan (coating) . Sebelum pemasangan besi beton bertulang.

12. awet dan kekuatan yang dikehendaki. Perlengkapan Mengaduk Kontraktor harus menyediakan peralatan dan perlengkapan yang mempunyai ketelitian yang cukup untuk menetapkan dan mengawasi jumlah dari masing-masing bahan pembentukan beton. terhadap pasir dan agregat kasar tidak boleh kurang dari 1 : 8. dengan mengkombinir ukuran agregat yang proporsionil. diliputi dengan parapet setinggi 10 cm. Faktor air semen dari beton (tidak terhitung air yang dihisap oleh agregat) tidak boleh melampaui 0. Pencampuran dan Pengecoran Beton. semuanya dicampur dalam perbandingan yang serasi dan diolah sebaik-baiknya sampai pada kekentalan yang tepat/baik. Direksi berwenang untuk menambah waktu pengadukan jika pemasukan bahan dan cara pengadukan gagal untuk mendapatkan hasil adukan dengan susunan kekentalan dan warna yang merata/seragam. kecuali bila dimintakan adanya perubahan dalam komposisi atau konsistensi. campuran nominal dari semen Portland.35 meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian akan diadakan III K225 225 300 Strukturil Dilakukan pengujian kekuatan tekan beton yang diperoleh dari pemeriksaan benda uji kubus pada umur 28 hari. Untuk beton mutu “Bo” campuran yang biasa untuk pekerjaan non struktural dipakai perbandingan dari semen portland. 10. 16. kepadatan.5 m3. Campuran yang direncanakan diketemukan dari percobaan-percobaan campuran yang memenuhi kekuatan karakteristik yang disyaratkan. dengan tidak memakai semen terlalu banyak. Beton harus seragam dalam komposisi dan konsistensi dari adukan ke adukan.60 (dari beratnya) untuk kelas lainlainnya.derajat K.derajat K. Komposisi/Campuran Beton 9. 13. Bahan-bahan pembentukan beton harus dicampur dan diaduk dalam mesin pengaduk beton yaitu “Batch Mixer” atau “Portable Continuous Mixer” selama sedikitnya 1 ½ menit sesudah semua bahan (kecuali untuk air dalam jumlah yang penuh) ada dalam mixer. Untuk beton mutu K 225. Untuk mempermudah pencampuran ini Kontraktor akan membuat beton masif dengan ketebalan tidak kurang dari 5 cm. Perbandingan antara bahan-bahan pembentuk beton yang dipakai untuk berbagai pekerjaan (sesuai kelas mutu) harus dipakai dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan. pasir. air seperti yang ditentukan sebelumnya. Mengaduk 4. Beton harus dibentuk dari semen portland. agar supaya diperoleh derajat yang sepatutnya. Banyaknya semen untuk tiap m3 beton paling tidak harus 325 kg. bila mesin pengaduk berkapasitas lebih besar dari 1.55 (dari beratnya) untuk kelas III dan jangan melampaui 0. Pengujian dari beton akan dilakukan oleh Direksi dan perbandingan-perbandingan campuran harus diubah jika perlu untuk tujuan atau penghematan yang dikehendaki. 15. 11. awet atau kekuatan dan Kontraktor tidak berhak atas penambahan konpensasi disebabkan perubahan yang demikian. Perlengkapanperlengkapan tersebut dan cara pengerjaannya selalu harus mendapatkan persetujuan Direksi. demikian juga pemeriksaan terhadap agregat dan beton yang dihasilkan. Pencampuran dengan tangan diperkenankan apabila pada lokasi-lokasi tertentu sebuah Portable Mixer tak mungkin dipergunakan menurut pandangan Direksi. Perbandingan campuran dan faktor air semen yang tepat akan ditetapkan atas dasar beton yang dihasilkan. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 14. rata dengan luas 2 cm2. Untuk mutu beton lainnya yang lebih tinggi harus dipakai “campuran yang direncanakan” (designed mix). Air harus dituangkan lebih dahulu dan selama pekerjaan mencampur. kerikil/batu pecah. Waktu pengadukan ditambah. kekedapan.125 dan untuk kelas II. Pengadukan yang berlebih-lebihan (lamanya) yang membutuhkan penambahan air untuk mendapatkan konsistensi beton yang dikehendaki tidak diperkenankan. licin.beton harus berada dalam batas yang telah ditentukan di atas dan Kontraktor harus memperoleh derajat yang patut apabila perlu akan dites oleh Direksi. pasir dan kerikil/batu pecahan harus digunakan dengan perbandingan volume 1 : 2 : 3 atau banyaknya semen untuk tiap m3 beton minimum harus sampai 325 kg. 5. kegairahan bekerja. Banyaknya semen untuk tiap m3 sedikitnya harus 225 kg. kekedapan. juga mempunyai kepadatan yang tepat. Tingkat agregat yang kasar untuk kelas II .175 .

Semua cetakan yang dibangun harus teguh. Penggunaan minyak cetakan harus berhatihati untuk kontak dengan besi beton yang mengakibatkan kurangnya daya lekat. 12. Penutup saluran dari beton harus dicor pada tempat lain yang berdekatan dengan lokasi. sebagai yang ditetapkan oleh Direksi. batas-batas dan ukuran dari hasil beton yang diinginkan sebagaimana pada gambar-gambar yang diusulkan oleh Kontraktor dan yang sudah disetujui oleh Direksi. Cetakan dapat dibuat dari lembaran Plywood. Cetakan Beton 7. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan. Permukaan-permukaan Construction Joints harus bersih dan lembab ketika ditutup dengan beton baru atau adukan. Semua cetakan harus betul-betul teliti dan kuat kedudukannya sehingga tidak ada perubahan atau gerakan lain selama penuangan beton. Permukaan-permukaan Construction Joints harus dibersihkan dengan cara-cara yang disetujui dan kemudian dicuci seluruhnya dengan penyemprotan air dengan tekanan udara segera sebelum pengecoran beton baru. tidak boleh dicor langsung pada saluran. bahan-bahan asing yang menutupinya. Permukaan yang rata dari beton adalah yang dikehendaki dimanapun juga baik saluran drinase ataupun tutup beton. misalnya mendinginkan agregat dengan mencampur air dan mengecor pada waktu malam hari bila perlu. lantai kerja) harus bersih dari air yang menggenang. Cara-cara dan alat-alat yang digunakan untuk pengangkutan beton harus sedemikian sehingga beton dengan komposisi dan kekentalan yang diinginkan dapat dibawa ke tempat pekerjaan tanpa adanya pemisahan dan kehilangan bahan yang menyebabkan perubahan nilai slump. Suhu Suhu beton sewaktu dicor/dituang. tidak boleh lebih dari 32° Celcius dan tidak kurang dari 4. Usaha yang sesuai dan efektif harus dikerahkan dalam pekerjaan cetakan untuk menguatkan pinggiran batas dan ujung lainnya dalam arah yang tepat untuk menghindari terbentuknya pelengkungan-pelengkungan sisi-sisi pinggiran tersebut atau kerusakan-kerusakan permukaan beton yang telah diselesaikan. Semua percetakan kayu harus diketam rata/digosok dengan kertas pasir untuk menghilangkan tanda-tanda bekas dari cetakan sejauh hal ini dapat dikerjakan. papan yang diserut/ diketam rata dan halus. Segera sebelum pengecoran beton. beton harus diaduk ditempat pekerjaan untuk kemudian langsung dicor. 10. Cetakan haruslah sesuai dengan berbagai bentuk. Bila suhu dari beton yang ditaruh berada antara 27° C dan 32° C. 11. baja tulangan beton. bidang-bidang. Cetakan untuk mencetak beton dan membuatnya menurut model yang dikehendaki harus digunakan bila perlu. Pembersihan dan pencucian harus dilaksanakan pada kesempatan terakhir dari pengecoran beton. Pada pekerjaan saluran longsor harus dalam daerah yang kering maka harus dibatasi dengan cofferdam diudik dan di hilir.5° C. Bila beton melebihi 32° C.36 6. Air yang setiap hari mengalir harus dialihkan lewat talang diatas aluran yang akan dibangun. sebagai “Construction Joints” (hubungan konstruksi/pelaksana). Penyangga cetakan (perancah) harus bersandar pada pondasi yang baik sehingga tidak akan ada kemungkinan penurunan cetakan selama pelaksanaan. penyokongan dan pengikatan dan penyiapan-penyiapan permukaan yang berhubungan dengan pengecoran yang telah disetujui oleh Direksi. Cetakan untuk permukaan yang demikian dapat dibuat dari kayu dan harus didalam segala hal benar-benar berbentuk dan berukuran yang dikehendaki dan harus berkekuatan dan berkakuan yang tetap pada tempat dan bentuknya selama pembebanan dan berlangsungnya pekerjaan vibrasi pemadatan beton. ditentukan disini. untuk dicor pada suhu dibawah 32° C. reruntuhan atau bahan lepas. semua material untuk melepaskan lekatan harus dipakai hanya setelah disetujui oleh Direksi. Alat-alat dan usaha-usaha yang sesuai dan cocok untuk membuka cetakan-cetakan tanpa merusak permukaan dari beton yang selesai harus tersedia. beton-beton yang mengelupas atau rusak. serta disediakan pompa untuk memompa air rembesan dari cofferdam. Kontraktor harus mengambil langkah-langkah yang efektif. 15. permukaan dari cetakan-cetakan harus diminyaki dengan minyak yang biasa diperdagangkan yang mencegah secara efektif lekatnya beton. Sebelum beton dicor. Permukaan-permukaan beton yang lebih dahulu dicor pada mana beton baru akan dicor. dalam keadaan baik sebagaimana dikehendaki untuk menghasilkan permukaan yang sempurna seperti terperinci disini. 9. semua permukaan pada tempat pengecoran (cetakan. Semua genangan-genangan air harus dibuang dari permukaan Construction Joints sebelum beton baru dicor. mempertahankan suhu beton. 17. Pembersihan harus berupa pembuangan semua kotoran. Pengecoran 14. 8. permukaan mana telah begitu mengeras sehingga beton baru tidak akan berpadu dengan sempurna. 16.

Beton harus tetap basah paling sedikit 14 hari terus menerus (segera setelah beton cukup keras untuk mencegah kerusakan) dengan cara menutupnya dengan bahan yang dibasahi air atau cara-cara yang disetujui yang akan menjaga agar permukaan selalu basah. Beton dicor hanya pada waktu Direksi atau wakilnya yang ditunjuk serta pengawas Kontraktor yang setaraf ada ditempat kerja. Transportasi dari pengadukan sampai pengecoran beton jangan terlalu jauh sehingga memungkinkan pemisahan bahan dan pengerasan beton. 22. Semua beton harus dipadatkan dengan alat penggetar type immersion beroperasi dengan kecepatan paling sedikit 7000 putaran per menit ketika dbenamkan dalam beton. Suatu pengecoran tersebut tidak boleh terputus sebelum bagian tersebut selesai. Semua beton harus dirawat (cured) dengan air seperti ditentukan disini. tujuh hari untuk dinding-dinding pemikul dan saluran-saluran.35 m3 sekali tuang. 5. kepala. 14 hari untuk dek-dek jembatan atau gorong-gorong jalan. Selama hujan air semen atau spesi tidak boleh dihamparkan pada construction joints dan air semen atau spesi yang hanyut dan terhampar harus dibuang dan diganti sebelum pekerjaan dilanjutkan. Perawatan 4. 23. 20. Beton harus dicor pada adukan yang baru (fresh). Perlindungan (Protection) Kontraktor harus melindungi semua beton terhadap kerusakan-kerusakan sebelum penerimaan terakhir oleh Direksi. Dalam pemadatan setiap lapisan dari beton. Pembukaan Cetakan dan Pemeliharaan. beton yang hasilnya banyak keropos sampai tulangan terlihat. Beton yang sudah mengeras dalam hal mana pengecoran yang tepat tidak mungkin dijamin harus dibuang dan tidak dibayar untuk pekerjaan terbuang semacam itu. Waktu dan cara pembukaan dan pemindahan cetakan harus dikerjakan dengan hati-hati untuk menghindarkan kerusakan pada beton. 21. Dalam pengecoran beton pada Construction Joints yang telah terbentuk. Waktu dan Cara-cara Pembukaan Cetakan 3. Umumnya. permukaan Construction Joints dimana beton baru akan dicorkan harus dilapisi dengan penutup yang terbuat dari adukan semen (air hasta semen) atau ditutup dengan lapisan spesi/mortar harus mempunyai perbandingan semen dan pasir seperti campuran beton yang bersangkutan kecuali ditentukan lain. Permukaan beton yang terbuka harus dilindungi terhadap sinar-sinar matahari yang RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Pencampuran/penumbukan kembali beton tidak diperkenankan. sehingga ia bebas dari kantong-kantong kerikil. 4. 19. diperlukan waktu minimum dua hari sebelum cetakan dibuka untuk dinding-dinding yang tidak bermuatan dan cetakan-cetakan samping lainnya. 24.37 18. dan menutup rapat-rapat pada semua permukaanpermukaan dari cetakan dan material yang dilekatkan. Direksi mempunyai hak untuk mengurangi tebal tersebut apabila pengecoran dengan tebal lapisanlapisan 50 cm tidak dapat memenuhi spesifikasi-spesifikasi ini. Setelah permukaan disiapkan baik-baik. penjagaan khusus harus dijalankan untuk menjamin agar beton yang baru menjadi rapat betul dengan permukaan joints (sambungan) dengan Pembobokan dan peralatan dengan memakai alat-alat yang cocok. 26. semua penuangan beton harus selalu kira-kira berlapis-lapis horizontal dan umumnya tebalnya tidak lebih dari 50 cm. demikian juga konsistensinya. Ember beton harus mudah untuk diangkat/ diletakkan dengan alat-alat lainnya dimana diperlukan terutama bagi lokasi-lokasi yang terbatas. Setiap lapisan beton harus dipadatkan sampai kepadatan maksimum yang mungkin. Beton yang masih muda tidak diijinkan untuk dibenahi. Air yang digunakan dalam perawatan (curing) harus memenuhi maksud-maksud spesifikasispesifikasi air untuk campuran beton. 25. 6. alat penggetar (vibrator) harus dapat menenmbus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak dibawah. Pengecoran beton tidak diperkenankan selama hujan deras atau lama sedemikian sehingga spesi/ mortar terpisah dari agregat kasar. maka harus mendapatkan penanganan tersendiri atas petunjuk Direksi. Beton yang baru dibuka cetakannya diperlihatkan kepada Direksi untuk dinilai kualitas pengecorannya. Ember-ember/bocket beton yang dipakai harus sanggup menuang dengan tepat pada slump yang rendah dan memenuhi syarat-syarat campuran pada mana mekanisme pembuangan harus dibuat dengan kapasitas sedikitnya 0. Kecuali ada penyetopan/pemotongan oleh hubungan/joints. Direksi berhak menentukan cara perawatan bagaimana yang harus digunakan pada bagian-bagian pekerjaan. Keadaan construction joints harus mendekati horizontal jika tidak ada ketentuan lain dari yang ditunjukkan pada gambar atau diperintahkan oleh Direksi.

9. Semua ketidakteraturan lainnya dapat dianggap sebagai ketidakteraturan yang gradual dan akan diperiksa dengan teliti oleh Direksi. hujan atau akan turun hujan. Kontraktor diwajibkan untuk menutupi seluruh dinding (dengan spesi plester). ternyata ada permukaan yang rusak atau keluar dari garis. tanpa lokasi yang tidak tertutup atau beralur atau berlebihan aspalnya. harus diisi dengan spesi/ mortel tambalan yang kering yang disusun dari satu bagian semen Portland dengan dua bagian pasir beton bersama dengan bahan pengisi yang tidak susut. hal itu dianggap sebagai tidak sesuai dengan spesifikasi ini. 2. kerusakan karena cetakan. Lapisan yang telah selesai harus menutup keseluruhan permukaan yang dilapi dan tampak merata. kalau perlu dengan menggunakan peralatan pengetesan beton. akan dianggap sebagai ketidakteraturan yang sekonyong-sekonyong (abrupt) dan akan diuji dengan menggunakan pengukuran langsung. dicairkan dengan minyak tanah. Kecuali mendapat persetujuan lain dari Direksi. 3. Lapisan Resap Pengikat dan Lapis Perekat 1. Kontraktor harus membersihkan semua permukaan yang terbuka dari kerak-kerak dan kotoran yang lainnya. Penyelesaian-penyelesaian dan Penyempurnaan 3. Dipasang hanya pada permukaan yang benar – benar kering. lubang-lubang baut. dan bergeraknya cetakan. 4. Offset yang disebabkan oleh pemindahan atau penempatan cetakan yang salah yang membentuk garis-garis. Bila sesudah pembukaan cetakan ada beton yang tidak tercetak menurut gambar atau diluar garis atau permukaan tidak rata atau keropos. dalam hal mana penambalan harus dikerjakan seperti yang telah tercantum dalam pasal-pasal berikut. Perlindungan semacam itu dibuat efektif dan secepatnya dilaksanakan sesudah pengecoran beton atau sesudah pembukaan cetakancetakan. 8. Lapis ATB dan AC 1. 5.dengan bahan aspal dari jenis aspal semen AC – 10 atau AC – 20 yang memenuhi ASSHTO M226 – 80 . Pekerjaan Lapisan Resap Pengikat dan Lapis Perekat harus tidak dilaksanakan waktu angin kencang. Ketidaksesuaiannya akan mendapat penilaian tersendiri yang akan diberikan oleh Direksi dan kalau Direksi memerintahkan untuk dibongkar maka beton harus dibuang dan diganti oleh Kontraktor atas bebannya sendiri kecuali bila Direksi memberikan ijinnya untuk menambal tempat yang rusak. 7. Jika menurut pendapat Direksi Hal-hal yang tidak sempurna pada bagian bangunan-bangunan yang akan terlihat sedemikian. 5. yang disetujui oleh Direksi. Penyempurnaan permukaan-permukaan beton harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli dan disaksikan oleh Direksi. sehingga dengan penambalan saja tidak akan menghasilkan sebuah dinding yang tidak memuaskan kelihatannya. Perbaikan Permukaan Beton 5. Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan pemasangan material aspal pada permukaan yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk penghamparan pelaburan aspal atau lapisan campuran aspal. Ketidakteraturan digolongkan sebagai sekonyong-konyong (abrupt) atau lambat laun (gradual). Permukaan-permukaan beton akan diuji/ ditest oleh Direksi dimana perlu untuk menentukan apakah ketidakteraturan permukaan berada dalam batas-batas yang ditentukan disini. diencerkan dengan 25 sampai 30 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal.38 langsung paling sedikit 3 hari sesudah pengecoran. 5. Ketidakrataan dan bengkok harus dibuang dengan pemahat atau dengan alat lain dan seterusnya digosok dengan batu gerinda.dengan bahan aspal dari jenis aspal semen AC – 10 ( yang kurang lebih ekivalenAspal penetrasi 80/100 ) atau jenis AC – 20 (yang kurang lebih ekivalenAspal penetrasi 60/70 ). Spesi penambal harus dikerjakan dengan lapisan-lapisan yang tipis dan selalu dipadatkan dengan alat yang cocok. Dipasang hanya pada permukaan yang kering atau sedikit berlembab. Semua lubang harus terus menerus dibasahi selama 24 jam sebelum dicor dan seterusnya disempurnakan. ketidakrataan oleh pengaruh sambungan-sambungan cetakan. 6. yang disebabkan mata kayu lepas pada cetakan atau kerusakan lain dari kayu. lobang-lobang karena keropos. Sebelum menerima pekerjaannya. Lapis Resap Pengikat digunakan pada permukaan yang tidak beraspal. Cacat lubang-lubang tempat cukilan dari sarang kerikil atau keropos kecil yang akan diperbaiki. sesuai dengan instruksi dari Direksi.10. Kerusakan yang memerlukan pembongkaran dan perbaikan ialah yang terdiri dari sarang kerikil. Lapis Perekat digunakan pada permukaan yang beraspal. mematuhi ASSHTO N226 -80. dalam jumlah yang diperinci oleh pabrik dan dengan air yang cukup sehingga sesudah bahanbahan spesi dicampur akan melekat satu sama lain dan apabila diremas-remas menjadi bola dan ditekan dengan tangan tidak akan mengeluarkan air. Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan pemasangan material aspal pada permukaan yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk penghamparan pelaburan aspal atau lapisan campuran aspal. 4. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .

Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah pembersihan lingkungan area kerja selama proyek berlangsung termasuk material yang harus dibuang dari areal lokasi pekerjaan sesuai dengan petunjuk Direksi pekerjaan. pada pekerjaan pelat injak/pelat setempat dengan mutu beton sesuai pada gambar perencanaan. b) Material yang digunakan adalah Besi baja dengan panjang 6 m . Pengujian bahan dilaksanakan pada laboratorium yang telah disetujui Konsultan Pengawas / Direksi.1. Lapisan yang telah selesai harus menutup keseluruhan permukaan yang dilapi dan tampak merata. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Lapis AC digunakan sebagai lapis kedua pada rekondisi jalan dalam pekerjaan ini (juga sebagai lapisan tas.39 2. Pekerjaan ini dimaksudkan untuk menahan agar tanah di sekitar box culvert tidak longsor. semua lokasi yang akan dipakai sebagai kedudukan bangunan harus dijaga agar tetap kering.2.Setelah pelaksanaan pekerjaan selesai semua. 6. dan alat berat. Pekerjaan Lapisan ATB dan AC tidak bisa dilaksanakan waktu angin kencang. Lapis ATB digunakan sebagai lapis pertama pada rekondisi jalan dalam pekerjaan ini ( setelah penghamparan tack coat ). Mobilisasi dan Demobilisasi Mobilisasi dan Demobilisasi berkaitan dengan proses pengadaan material pre-cast. Mobilisasi dan Demobilisasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. e) Segala kerugian yang ditimbulkan akibat hal tersebut di atas adalah menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya. tetapi masih berhubungan dengan pekerjaan di lapangan yang harus diselesaikan : misalnya pembersihan lokasi / pengembalian sesuatu yang rusak akibat pekerjaan di lapangan Dan Pembongkaran Saluran Lama. ataupun aktivitas warga sekitar proyek. c) Turap penahan tanah dipasang pada masing – masing sisi box culvert.11. PEKERJAAN LAIN – LAIN Yang dimaksud pekerjaan lain-lain adalah pekerjaan yang belum tercantum dalam RKS ini. 3. Pekerjaan Pembersihan Lapangan Selama Proyek Berlangsung. Pada keadaan ini. bebas dari genangan ataupun rembesan air. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. 6. hujan atau akan turun hujan.3. 5. lokasi areal pekerjaan juga harus dibersihkan dari sisa-sisa semua material yang tidak terpakai. Dewatering Pada Bagian-bagian tertentu dari jenis pekerjaan yang dilaksannakan. yang bersentuhan langsung dengan beban yang melintas). tanpa lokasi yang tidak tertutup atau beralur atau berlebihan aspalnya. 4. Untuk pembentukan dasar saluran dengan meratakan sesuai kemiringan dasar saluran rencana pada permukaan tanah galian saluran 6. kontraktor diwajibkan mengeringkan atau membebaskan areal pekerjaan yang akan dipakai sebagai kedudukan konstruksi dari genangan air atau pengaruh air. areal pekerjaan kadang-kadang suatu saat tidak bisa bebas sama sekali dari adanya air. Uji material minimal diambil 1 benda uji.4. Pada prinsipnya selama amsa pelaksanaan pekerjaan. karena bisa menyebabkan turunnya kualitas pekerjaan akibat pengaruh air tersebut. d) Apabila dari hasil pemasangan tersebut di atas menurut Direksi hasilnya meragukan misalnya turap miring dan sebagainya maka Kontraktor harus mencabut turap penahan tanah tersebut dan diharuskan melakukan pemasangan ulang. Pemasangan Steel Sheet Pile a) Pekerjaan ini dilakukan sebelum pekerjaan box culvert dilaksanakan. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan 6. serta areal diratakan dan dirapikan kembali. Kecuali mendapat persetujuan lain dari Direksi. 6. Alat berat yang sudah tidak diperlukan harus segera dikembalikan agar tidak mengganggu aktivitas proyek yang lainnya. 5. Quality Control / Uji Bahan Kontraktor harus melakukan Uji material.

serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. Jarak titik tanam bambu ori ( sebagai penguat kisdam ) arah melintang sejarak 60 cm. Untuk pekerjaan-pekerjaan menurut sifatnya dipandang oleh Pemilik Pekerjaan tidak diperlukan adanya sistem pengeringan khusus maka semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pengeringan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban ker. Pemasangan Trucuk Bambu Ø 8-12 . Khusus pekerjaan pengerukan lumpur. Alat pemancang dipakai Drop Hammer kapasitas 100 kg yang dilengkapi dengan konstruksi kaki tiga dari pipa besi dan katrol dengan ketinggian jatuh 2 meter. Pelaksanaan Pemasangan Kisdam a.40 Pekerjaan pengeringan yang dimaksud di sini adalah. Pada jenis pekerjaan yang dipandang oleh Pemilik Pekerjaan memerlukan adanya konstruksi pengertian sifatnya khusus dan memerlukan penanganan tersendiri.P. • Gedeg yang digunakan harus gedeg yang baru dan bagus. selama masa pelaksanaan pekerjaan. “Overhead” dan keuntungan Kontraktor. Pada prinsipnya.00 – 2 M’ 6. 6. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Bagian dalam bambu ori dipasang gedeg guling setinggi 2 meter dan diikat dengan kawat pada bambu ori dari dasar saluran.6 m 1. maka perhitugan volume dan pembayaran untuk pelakasannaan pekerjaan pengeringan tersebut diatas.untuk hal ini kontraktor harus mendapat persetujuan dari Pengawas dan Direksi. Uraian Pada bagian-bagian tertentu dari jenis pekerjaan yang dilaksanakan. diperhitungkan dalam satuan (unit) M’ untuk pekerjaan “coferring” atau “kisdam” dan Lump sum untuk pekerjaan “dewatering”. Trucuk bambu dipancangkan dalam keadaan baik. serta arah memanjang sejarak 100 cm. Umum 1. b. Kisdam dipasang memanjang sepanjang saluran yang akan dikerjakan.6. digunakan kisdam sandbag dengan ukuran tinggi 1. b) Material yang digunakan adalah Bambu Bongkotan dengan diameter 8-12 cm . terucuk bambu dipasang sejarak 40 cm arah melintang dan arah memanjang dengan jarak antar terucuk 50 cm . sehingga air tidak dapat masuk pada area yang akan dikerjakan. tidak cacat yang dapat mengurangi kekokohan pekerjaan. 2. termasuk sistem drainase lingkungan pekerjaan. semua lokasi yang akan dipakai sebagai kedudukan bangunan harus dijaga agar tetap kering. c. c. sudah harus meliputi upah tenaga.5 – 3 m a) Pekerjaan ini dilakukan sebelum pekerjaan pasangan batu kali pada jembatan. karena bisa menyebabkan turunnya kualitas pekerjaan akibat pengaruh air tersebut.Panjang masing – masing bambu 1. Apabila pamancangan tidak bisa terbenam seluruhnya (belum sesuai dengan gambar rencana) maka drop hammer diganti dengan yang lebih berat sehingga kedalaman tiang trucuk dapat dipancangkan sesuai dengan gambar rencana. Pada keadaan ini. Bahan Material • Bahan utama dari pembuatan Kisdam ini yakni Bambu Ori dan Gedeg Guling • Bambu Ori yang dipakai berdiameter antara 10 s/d 12 cm dengan panjang 2 meter. bahan material yang dipakai peralatan yang dipergunakan.5. areal pekerjaan kadang-kadang suatu saat tidak bisa bebas sama sekali dari adanya air.2. bebas dari genanan ataupun rembesan air. sedangkan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan. Kontraktor diwajibkan mengeringkan atau membebaskan areal pekerjaan yang akan dipakai sebagai kedudukan Konstruksi dari genangan air atau pengaruh air. Pembuatan Kisdam tinggi 2 m tebal 0. • Karung glangsing dan tanah pengisi 3. b. Pekerjaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya dukung tanah yang ada pada dasar jembatan tersebut sehingga diharapkan daya dukungnya menjadi lebih besar dari keadaan sebelumnya.5 meter c) Terucuk Bambu dipasang arah pada masing – masing sisi dipasang 2 buah terucuk sejajar. Untuk Pemancangannya adalah sebagai berikut : a. dan bagian dalam tersebut disi tanah yang diambil dari saluran. sehingga tidak menimbulkan dampak yang negatif terutama pada masyarakat dan lingkungan setempat. • Kawat Ikat diameter 4 mm.

7. dengan membubuhkan nomor seri... hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. 6.8. serta pada posisi yang sama untuk masing-masing kejadian. baik orang lain.3 mm . personel yang terlibat dalam pelaksanaan ini maupun pekerjaannya sendiri.Besi L 50.10 mm Alat : . 6.50.. tidak melengkung.Electrode Baja 20% . Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum digunakan terlebih dahulu harus diserahkan contohcontohnya untuk mendapatkan persetujuan dari direksi.9 Pekerjaan Pembuatan Screen 6. Segala kerugian yang ditimbulkan akibat hal tersebut di atas adalah menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya.(100 %) Foto-foto ini harus dilakukan sedikitnya dari tiga posisi (depan. Penyempurnaan dan pemeliharaan. dan tidak terdapat cacat cacat lainnya.…. belakang dan samping ). datar.…. ciri-ciri tertentu dari pekerjaan. pecah dan sebagainya maka Kontraktor harus mencabut tiang trucuk tersebut dan diharuskan melakukan pemancangan ulang.. Pekerjaan bongkaran dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut : c. rata. yakni : Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan……………....2 Persyaratan Bahan 1.. Photo Dokumentasi Foto-foto yang memperlihatkan kemajuan pekerjaan. alat . Semua Material bekas bongkaran diangkut keluar proyek.alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan pembongkaran bangunan lama seperti tertera pada gambar rencana dan juga pembersihan lokasi pembongkaran dari sisa material lama. 2...2.. (25-75 %) Setelah selesai pekerjaan atau setelah selesai periode Pemeliharaan. e.…. Bahan : .Besi Plat Tb. Apabila dari hasil pemancangan tersebut di atas menurut Direksi hasilnya meragukan misalnya tiang trucuk miring.……… ….. 6. peralatan atau halhal yang menarik perhatian lainnya sehubungan dengan pekerjaan atau lingkungannya harus dibuat sedikitnya tiga kali.. 6. Pekerjaan dilakukan berdasarkan gambar kerja. PEMELIHARAAN BANGUNAN SEBELUM PENYERAHAN KEDUA Masa pemeliharaan yang masih menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya antara lain: 1. Biaya foto-foto tersebut seperti ditentukan harus ditanggung oleh Kontraktor dan harus dianggap termasuk dalam over head yang disajikan dalam Daftar Pengajuan Biaya. Pembongkaran Jembatan Beton Dengan Pembersihannya Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.8. tanggal pengambilan dan keterangan ringkasnya harus disampaikan kepada Direksi. Keamanan dan penjagaan 2. ditempatkan dalam arsip dan disimpan di lokasi dan menjadi Pemberi Proyek.8.41 d. 7. bahan-bahan.( 0 % ) Selama berlangsungnya pekerjaan…………………………. d. Pembongkaran harus dilaksanakan secara tertib dan hati-hati sehingga tidak merusak bagian lainnya yang tidak semestinya dibongkar dan tidak membahayakan manusia.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. Ukuran dari foto-foto tersebut tidak boleh kurang dari 140 x 90 mm dan enam lembar hasil cetakan masing-masing foto (dialbumkan).Sewa Welding Set (min 5 jam) Besi yang digunakan harus mempunyai permukaan yang halus.3 Syarat-syarat Pelaksanaan 1.. Semua klise/negatif filmnya harus dinomori. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 2.

Selama masa pemeliharaan.42 3. akan dibuat dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan yang ditanda tangani Gugus Tugas Pengadaan dan merupakan pedoman dalam proses pelaksanaan berikutnya. Laporan tersebut dibuat dengan persetujuan / diketahui pihak pengawas lapangan / direksi dan konsultan pengawas. BAB VI PENUTUP Peraturan ini harus dipelajari seksama oleh Penyedia Barang/Jasa yang selanjutnya akan merupakan bagian yang mengikat dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Hal-hal yang belum diatur dalam RKS ini. Penyerahan kedua dapat dilaksanakan apabila kontraktor telah melaksanakan kewajiban pada masa pemeliharaan 5. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . akan dijelaskan pada pelaksanaan penjelasan pekerjaan dan semua tambahan atas Penjelasan dalam dokumen pengadaan. kontraktor pelaksana diwajibkan membuat laporan berkala yang berisi kondisi bangunan / saluran (yang selesai dibangun ) serta laporan pekerjaan perbaikan bila ada bangunan yang rusak. Pembersihan 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful