1 BAB V SPESIFIKASI TEKNIS 5.1.

RUANG LINGKUP PROYEK

Nama Kegiatan Kode Kegiatan Kode Rekening Nama Paket Pekerjaan Lokasi Anggaran Sumber Dana Tahun Anggaran Priode Lelang

: : : : : : : :

Pembangunan Sarana Prasarana Pematusan (tahun jamak/multiyears) 1.03.28.0032 5.2.3.14.08 PEMBANGUNAN BOX CULVERT (Jl. Sidotopo Wetan........) Kota Surabaya APBD Pemerintah Kota Surabaya 2013 I (Satu)

5.2. Lingkup Pekerjaan : I PEKERJAAN PENDAHULUAN 1. Persiapan dan Sewa Direksi Keet 2. Uitzet Dengan waterPass / Theodolit 3. Pasang Rambu Pengaman 4. Pembuatan Bowplank 5. Test Hole PEKERJAAN TANAH 1. Galian Untuk Tanah Konstruksi Dengan Alat Berat 2. Bongkaran Pasangan Lama 3. Pengurugan Sirtu Padat 4. Penggalian Tanah Lumpur Dengan Alat Berat 5. Pengangkutan Tanah Keluar Proyek

II

III PEKERJAAN PENERANGAN JALAN 1. Tanah Taman Terolah 2. Pemasangan Kabel NYFGBY 3cx4mm 3. Pemasangan Kable dan Penarikan 4. Pemasangan PVC untuk Kabel Tanam 5. Perakitan Panel Penerangan Jalan Umum (PJU) 6. Panel Tempat Ballast UK. 25.15.10 cm untuk Lampu Sorot 7. Instalasi 1 titik Lampu PJU (Tarikan Udara) 8 m 8. Pemasangan Panel Lampu PJU – 1 Phase 5500 VA 9. Pemasangan Lampu Natrium 250w/220v 10. Pondasi Pelat Beton 1pc:2ps:2,5kr (K.250) (188 Kg) 11. Pemasangan Tiang Oktagonal 7 m Double Hot Dipped Galvaniszed Dengan Flenders 12. Pembuatan dan Pemasangan Terminal dalam Tiang 13. Pengecetan Tiang PJU IV PEKERJAAN MEDIAN JALAN 1. Pemasangan Paving Stone (Abu-abu) Tb.6 cm emapat persegi 2. Pemasangan Paving Stone (Abu-abu) Tb.6 cm empat persegi panjang samping 3. Pemasangan Stopper/Uskup (Merah) Tb. 6 cm 4. Pemasnagan Kanstin Uk. 15.25.40 5. Pas. Curbing Type A Panjang 0,6 m 6. Spesi 1pc:2Ps T=3 cm 7. Pemasangan Batu Kali Belah 15/20 cm (1Pc:4Ps) 8. Plesteran Halus 1Pc:4Ps T=1,5 cm
RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

2 9. Pasangan Benangan

V

PEKERJAAN BOX CULVERT 1. Penggadaan dan Pemasangan Beton Box-Culvert Top Bottom K-400 (200.200.120)(Fabrikasi) 2. Pengadaan dan Pemasangan Beton U-Ditch K-350 (100.100.120) (Fabrikasi) 3. Pengadaan dan Pemasangan Beton U-Ditch K-350 (80.100.120) (Fabrikasi) 4. Pengadaan dan Pemasangan Pelat Intrit Tb.12 cm K-350 (Fabrikasi) 5. Pelat Wiremest 1pc:2ps:2.5kr (K-250) 97 Kg 6. Pekerjaan Beton Rabat (1pc:3ps:6kr) 7. Manhole + Pemasangan 8. Cor Beton Pelaluan Air + Pemasangan 9. Lapis Resap Ikat / Prime Coat 10. Lapis Resap Ikat / Tack Coat 11. Penghamparan ATB tb.4 cm 12. Penghamparan lapis Perm. Aspal Beton Laston (AC) tb. 4 cm 13. Sewa Steel Sheet Pile

VI PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. Mobilisasi dan Demobilisasi 2. Quality Control 3. Pembersihan Lapangan / Lokasi 4. Dewatering 5. Pembuatan Kisdam tinggi 2 m tebal 0,6 m 6. Pemasangan Trucuk bambu dia 8 – 12 cm T.2.5-3 m 7. Pembongkaran Jembatan Beton Dengan Pembersihan 8. Pembongkaran Jembatan Kayu Dengan Pembersihan 9. Rekondisi Paving 10. Rekondsi Taman

5.3. Rencana Kerja Dalam waktu Secepat-cepatnya 7 hari serta selambat-lambatnya 14 hari setelah Surat Perintah Kerja (SPK) turun, Kontraktor harus mengajukan sebuah rencana kerja atau action plan tertulis lengkap dengan gambar-gambar pendukung metode kerja, sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan seperti yang disebutkan dalam dokumen tender, menjelaskan secara terperinci urusan pekerjaan dan cara melaksanakan pekerjaan tersebut termasuk hal-hal khusus bila diperlukan, persiapan-persiapannya, peralatan, pekerjaan sementara yang ada sejauh mana hal tersebut mencakup lingkup dari pekerjaannya dan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi, pengawas dan pihak-pihak atau instansi yang terkait dengan kelangsungan proyek tersebut di atas. 5.4. Tempat Kerja Bilamana diperlukan tempat kerja, dan tempat kerja tersebut di luar daerah pengawasan proyek, dimana harus membayar sewa/dikeluarkan biaya ganti rugi, maka Kontraktor harus menyelesaikannya tanpa membebani Direksi dengan pembiayaan tambahan. 5.5. Tanggung Jawab Kontraktor Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor wajib memeriksa kekuatan konstruksi lama yang akan dilaksanakan dan harus mengkonsultasikan dengan Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas. Segala sesuatu kerusakan yang timbul akibat kelalaian Kontraktor tidak melaksanakan pemeriksaan
RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

3 kekuatan makahal tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor . Pada keadaan apapun, dimana pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan telah mendapat persetujuan Direksi Lapangan tidak berarti membebaskan Kontraktor atas tanggung jawab pada pekerjaannya sesuai dengan isi kontrak. 5.6. Tenaga Kerja Tenaga-tenaga kerja yang digunakan hendaknya dari tenaga-tenaga yang ahli/terlatih dan berpengalaman pada bidangnya dan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai dengan ketentuan / petunjuk Direksi Lapangan. 5.7. Satuan Ukuran Semua satuan ukuran yang disebutkan dalam spesifikasi ini serta yang digunakan di dalam pekerjaan adalah standar meter dan kilogram. Bila disebut satu ton, yang dimaksud adalah satu ton yang bernilai 1000 kilogram. 5.8. Perintah Untuk Pelaksanaan Bila Kontraktor tidak berada di tempat pekerjaan dimana Direksi bermaksud untuk memberikan petunjukpetunjuk, maka petunjuk-petunjuk itu harus diturut dan dilaksanakan oleh Pelaksana atau orang-orang yang ditunjuk untuk mewakili Kontraktor . Orang atau pelaksana tersebut harus mengerti bahasa yang dipakai oleh Direksi, atau Kontraktor akan menyediakan penterjemah khusus untuk keperluan tersebut. 5.9. Pekerjaan dan Bahan-bahan yang Termasuk di dalam Harga Satuan Pekerjaan dan bahan-bahan yang diperlukan sesuai dengan macam-macamnya seperti yang disebutkan pada artikel-artikel dalam spesifikasi ini, gambar rencana, petunjuk tambahan ataupun petunjuk-petunjuk Direksi di lapangan harus tercakup dalam pembiayaan untuk tenaga kerja, harga bahan, organisasi kerja, biaya tak terduga, keuntungan, biaya-biaya penggantian sewa / pemakaian tanah pada pihak ketiga, atau kerusakan atas milik seseorang, kerja-kerja lain yang disebut dalam spesifikasi ini untuk kesempurnaan hasil kerja di mana tidak ada mata pembiayaan khusus pengaliran air darurat selama pelaksanaan kerja, pembongkaran, peralatan, penempatan bahan-bahan sesuai dengan petunjuk perlindungan, perkuatan, pengaturan as saluran dan tenaga ahli untuk keperluan ini, perumahan dan pembiayaan lain yang biasanya diperlukan guna menyelesaikan pekerjaan sebaik-baiknya. 5.10. Laporan 5.10.1 Laporan Perkembangan Bulanan. Kontraktor harus mempersiapkan dan memberikan kepada Direksi, tanpa biaya tambahan, dalam jarak waktu dan dalam bentuk yang ditetapkan oleh Direksi, lima (5) salinan laporan bulanan yang berisi sebagai berikut : Perkembangan fisik dari pekerjaan hingga bulan yang mendahului dan perkiraan perkembangan untuk bulan ini, Tingkat perkembangan berdasarkan pada jadwal pekerjaan pembangunan. Perkiraan jumlah pembayaran dari Pemberi Pekerjaan kepada Kontraktor untuk bulan ini. Sebuah tabulasi mengenai catatan Bangunan Kontruksi yang barangbarang pokoknya dan peralatannya terdiri dari Bangunan Konsruksi yang disediakan untuk pelaksanaan pekerjaan sepanjang bulan sebelumnya. Sebuah tabulasi pegawai menunjukan staf supervisi dan jumlah dari beberapa kelas buruh yang dipekerjakan oleh Kontraktor dalam bulan sebelumnya. Kwantitas mengenai barang pokok dari bahan-bahan dan alat yang disuplai dan dipergunakan dalam bulan sebelumnya dengan inventarisasi bahan-bahan demikian itu. Bahan-bahan lainnya yang mungkin diperlukan berdasarkan kontrak atau secara spesifik oleh Direksi. 5.10.2 Laporan Harian Kontaktor harus mempersiapkan laporan harian atau berkala dari masing-masing seksi pekerjaan seperti yang diminta oleh Direksi dan dalam bentuk yang disetujui oleh Direksi. Laporan tersebut akan berisi namun tidak terbatas pada, pekerjaan yang diperkerjakan di pekerjaan, bahan-bahan di lokasi pekerjaan, bahan-bahan yang sedang dalam pesanan, kecelakaan dan informasi lainnya yang relevan dengan perkembangan pekerjaan. 5.10.3 Buku Tamu

RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

4 Pihak Kontraktor harus menyediakan satu buku tamu di Direksi Keet (Kantor di Lokasi Proyek). Tamu adalah orang-orang yang bukan karyawan Kontraktor. 5.10.4 Pelaksanaan Audit Oleh Proyek Selain tersebut diatas, Pemilik Proyek berhak melaksanakan audit bila perlu sehubungan dengan: Adanya biaya yang timbul pada saat berakhirnya kontrak seperti dalam syarat syarat umum kontrak, dan Biaya-biaya lain yang mungkin diminta oleh Kontraktor yang tidak terdapat dalam Kontrak. Pihak Kontraktor wajib membuat pembukuan yang tepat mengenai hal-hal diatas, setelah mendapatkan persetujuan dari konsultan perencana dan konsultan pengawas. 5.10.5 Request for inspection / Ijin Tahapan Untuk setiap tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan kontraktor diwajibkan membuat ijin tahapan pekerjaan yang diajukan kepada direksi dan atas persetujuan direksi maka pekerjaan baru boleh dilaksanakan. 5.11. Gambar-gambar dan Ukuran a. Gambar-gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan adalah: 1. Gambar yang termasuk dalam dokumen tender 2. Gambar perubahan yang disetujui Direksi 3. Gambar lain yang disediakan dan disetujui Direksi b. Gambar-gambar proyek berukuran A3 disimpan oleh Direksi. Kontraktor diberi 2 (dua) set dari semua gambar-gambar tanpa pungutan biaya. Permintaan Kontraktor akan tambahan dari gambar-gambar tersebut akan dikenakan biaya. c. Kontraktor diharuskan menyimpan satu set di kantor lapangan untuk dipergunakan setiap saat apabila diperlukan. d. Gambar-gambar pelaksanaan (shop drawing) dan detailnya harus mendapat persetujuan Direksi sebelum dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. e. Pada penyerahan terakhir pekerjaan yakni sesudah selesainya masa pemeliharaan harus disertai Gambar hasil pelaksanaan (as built drawing). f. Semua ukuran dinyatakan dalam sistem metrik. g. Kalau terdapat perbedaan dengan spesifikasi maka yang benar dan berlaku adalah yang ditetapkan oleh Direksi. 5.12. Wilayah Kerja a. Secara umum Kontraktor dilarang menimbun atau menempatkan bahan-bahan bangunan di tepi jalan umum karena jalan umum tidak termasuk wilayah kerja Kontraktor kecuali ada pertimbangan khusus dan atas persetujuan dari Direksi. b. Apabila tidak terdapat tempat kosong yang sesuai untuk menimbun atau menyimpan bahan-bahan bangunan di sekitar lokasi proyek, maka bahan bangunan harus didatangkan dari gudang Kontraktor atau Leveransir setiap hari dengan jumlah yang cukup untuk pekerjaan satu hari. c. Apabila di dalam pelaksanaan pekerjaan, terdapat jaringan utilitas kontraktor harus berkoordinasi dengan instansi yang terkait sehubungan dengan jaringan utilitas yang ada. 5.13. Bahan-bahan dan Mutu Pekerjaan a. Semua bahan yang dipergunakan untuk melaksanakan setiap jenis pekerjaan harus terdiri dari kualitas tinggi sesuai dengan yang tercantum dalam syarat-syarat kualitas bahan masing-masing bagian pekerjaan. Hasil pekerjaan dan mutu termasuk bahan bahan yang terpakai harus diterima dan disetujui Direksi.
RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

Direksi dapat meminta Kontraktor untuk menunjukkan sertifikat tes dari agen. g. dasar pondasi dan bidang permukaan lainnya adalah beban Kontraktor . mutu. Semua bahan yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan yang tercantum dalam peraturan standar yang berlaku di Indonesia. berat maupun kekuatannya. d. 5. Pelaksanaan Pekerjaan Dalam Keadaan Kering a. c. dasar pondasi dan permukaan tanah lainnya tetap kering selama pekerjaan berlangsung. Sebelum bahan-bahan yang dipesan dikirim ke lokasi proyek. c. baik di lokasi proyek maupun di gudang leveransir atau dilokasi pabrik atau produsen. Semua sarana untuk mengeringkan dasar galian. Kondisi muka air tanah yang tinggi dan jenis tanah yang kurang kedap air dapat menyebabkan derasnya rembesan air tanah ke dalam galian. apabila diperlukan. Direksi berhak menunjuk seorang ahli dalam memeriksa mutu bahan-bahan yang diajukan oleh Kontraktor . Kelalaian dalam hal ini merupakan tanggung jawab Kontraktor . Standar peraturan yang berlaku adalah edisi yang terakhir. Kelalaian Kontraktor dalam menyediakan pompa dan bangunan sementara lainnya yang dapat mengakibatkan rusaknya konstruksi yang telah dibuat adalah tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. distributor yang menjual atau pabrik yang memproduksi bahan yang bersangkutan. f. Untuk bahan-bahan yang mutunya masih berdasarkan standar Internasional. Air hujan yang mengalir ke dalam galian yang mengakibatkan kerusakan Kontruksi pondasi yang masih dalam pelaksanaan termasuk resiko Kontraktor . jenis. baik dalam hal mutu. Kontraktor dilarang menyimpan bahan-bahan berbahaya seperti minyak. i. j.14. Untuk bahan-bahan yang mutunya belum diatur dalam peraturan standar maupun ketentuan dalam spesifikasi teknis. kekuatan dan sifat-sifat penting lainnya dari bahan tersebut. maka Direksi berwenang untuk menolak bahan tersebut dan mengharuskan Kontraktor untuk menyingkirkannya dan diganti dengan bahan-bahan yang sesuai dengan contoh yang telah diperiksa terdahulu. h. d. Direksi dapat meminta copy atau tembusan dari perintah pembelian (faktur) yang dipesan Kontraktor kepada leveransir atau distributor untuk pembelian bahan-bahan yang akan dipakai.Hujan lebat yang mengakibatkan genangan pada galian tidak dianggap Force Majeure. Apabila pada keadaan tertentu Direksi memandang perlu untuk melaksanakan pekerjaan pada kondisi tanah yang kering. Penggunaan bahan-bahan dalam pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti pedoman atau petunjuk dari pabrik yang memproduksinya. Dalam hal ini semua biaya perbaikan ditanggung Kontraktor . gas dan bahan kimia sedemikian rupa sehingga keselamatan orang dan keamanan lingkungan sekitarnya dapat dijamin.5 b. Apabila diperlukan. harus mendapat persetujuan dari Direksi sebelum dipergunakan. cairan lainnya yang mudah terbakar. Kontraktor harus menunjukkan contoh dari bahan bersangkutan kepada Direksi untuk diperiksa dan diteliti mengenai jenis. berat. Apabila bahan-bahan yang dikirim ke lokasi proyek ternyata tidak sesuai dengan contoh yang ditunjukkan. b. e. maka Kontraktor diharuskan membuat bangunan atau tanggul sementara dan menyediakan pompa air berkapasitas cukup beserta alat Bantu dan pelengkapnya untuk menjamin agar dasar galian. dan perbaikan atas kerusakan yang terjadi adalah beban Kontraktor RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Semua bahan yang disimpan di lokasi proyek harus diletakkan dan dilindungi sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kontaminasi atau mengalami proses lainnya yang dapat mengakibatkan rusaknya atau menurunnya mutu bahan-bahan tersebut. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugasnya ahli mempunyai wewenang untuk mewakili Direksi dalam menguji dan menilai bahan-bahan yang diajukan Kontraktor. Dalam hal ini pelaksanaan pekerjaan menuntut kemajuan pekerjaan yang cepat dan Direksi dapat menginstruksikan untuk menambah pompa-pompa agar dasar galian tetap dalam keadaan kering.

alat pemadam api dan kotak pertolongan pertama. Sebelum pelaksanaan pembuatan tanggul dimulai.2 Uitzet Dengan waterPass / Theodolit Jaringan dan Permukiman a. l. jika sewaktu-waktu talud mengalami kerusakan. Lokasi untuk membangun gudang dan kantor lapangan akan ditentukan oleh Direksi. pengadaan. pelayanan. Ukuran dan bentuk gudang. g. Tanggul / kisdam harus dibuat cukup kuat. alat komunikasi serta gudang untuk menyimpan bahan dan peralatannya. Bangunan untuk kantor Direksi yang diuraikan dalam pasal di atas akan dibayar secara harga unit price untuk sewa direksi keet. Untuk keperluan air kerja kontraktor harus menyediakan sendiri air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. Perlu koordinasi antar Kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan guna mengendalikan aliran air di saluran. i. guna kebutuhan penerangan proyek dan keperluan pelaksanaan pekerjaan. gudang dan kantor lapangan harus dibongkar oleh Kontraktor atas biaya sendiri dan semua peralatan dan perlengkapan tetap menjadi milik Kontraktor. f. b. Kontraktor harus mengajukan gambar detail talud beserta spesifikasi bahan yang akan digunakan untuk mendapatkan persetujuan Direksi. Tempat kosong untuk parkir kendaraan proyek harus disediakan di sekitar kantor lapangan.2 m 1. g. f.9 m x 1. pembersihan maupun pekerjaan pembongkaran bangunan setelah selesai penanganan pekerjaan. Kontraktor harus mengisi perabotan maupun perlengkapan lain berupa buku harian n. maka Kontraktor harus menimbun kembali saluran dan sudetan sementara seperti keadaan semula.1 Persiapan dan Sewa Direksi Keet a. dimana harus dianggap bahwa pembayaran dilaksanakan secara penuh baik untuk pekerjaan pembangunan. Kontraktor bertanggung jawab atas semua biaya pengadaan fasilitas tersebut pada butir a dan b. Semua elevasi yang ditunjukkan dan tercantum dalam gambar adalah elevasi yang dikaitkan dengan ketinggian patok titik tetap seperti yang dijelaskan pada butir di atas. j. PEKERJAAN PENDAHULUAN 1. e. Jaringan dan permukiman diambil berdasarkan referensi titik tetap (patok beton) yang dipasang oleh Dinas Tata Kota Kotamadya Surabaya yang terdekat. Persetujuan Direksi seperti tersebut pada gambar tidak mengurangi tanggung jawab Kontraktor. Untuk pembuatan pasangan talud ( plengsengan ) pada saluran-saluran yang sudah ada. 1. m. tidak mudah rusak akibat kikisan air. Kontraktor harus menyediakan kantor lapangan untuk dipergunakan oleh Direksi selama pelaksanaan pekerjaan. termasuk dapat melindungi material yang tersimpan. k. 4 mm finish cat tembok • Rangka = Kayu meranti 5/7 • Atap = Asbes gelombang kecil d. Pada saat pelaksanaan pekerjaan dinyatakan selesai. Perbaikan talud serta akibat lainnya menjadi tanggung jawab Kontraktor . Kontraktor diharuskan membuat tanggul ( kisdam ) sepanjang talud dengan ukuran dan Kontruksi yang disetujui oleh Direksi. alkali dan bahan-bahan organis atau bahan lain yang dapat merusak pelaksanaan pekerjaan. Kontraktor harus menyediakan generator sebagai daya listrik secukupnya. garam. sambungan listrik. kantor lapangan beserta perlengkapannya akan ditentukan sebagai berikut : • Ukuran =3mx6m • Lantai = Rabatan beton • Dinding = Triplek tb. Pemeliharaan. b.6 e. Kontraktor membuat dan memasang papan nama proyek dilokasi dengan ukuran 0. Bangunan tersebut harus dapat dijamin agar di dalamnya bebas dari air hujan dan sinar matahari. Direksi dapat menginstruksikan Kontraktor untuk membuat saluran atau sudetan sementara untuk mengalirkan air hujan agar pekerjaan dapat tetap dilaksanakan dalam keadaan kering. h. h. Apabila pekerjaan telah dianggap selesai. Syarat-syarat minimum yang harus dipenuhi untuk pembuatan gudang dan kantor lapangan adalah penyediaan sarana sanitasi air bersih. c. kebersihan dan keamanan gudang dan kantor lapangan merupakan tanggung jawab Kontraktor. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .

Kontraktor bersama-sama dengan Direksi harus secara bersamasama mengambil peil permukaan dan sounding areal kerja dan menyetujui semua kekhususan terhadap mana semua pekerjaan didasarkan. Kontraktor harus menyediakan atas biaya Kontraktor. 12. 1. 5. Untuk itu alat-alat berat yang dimaksud harus diuraikan menjadi beberapa bagian untuk kemudian diangkut beberapa kali. 4. 11. Patok titik tetap yang dipergunakan sebagai referensi dalam proyek ini tercantum dalam gambargambar rencana atau akan ditunjukkan oleh Direksi di lapangan. 13. 2. Pekerjaan Pengukuran dan Survey Lapangan 1. 7. Dalam melaksanakan pekerjaannya Kontraktor diharuskan mematuhi dan mentaati ketentuan dan peraturan lalu lintas umum yang berlaku. 8. Kontraktor harus membuat peil/titik-titik tanda (bench mark) permanen di tiap-tiap bagian pekerjaan dan peil ukuran ini harus diberi pelindung dan dirawat selama berlangsungnya pekerjaan agar tidak berubah. Kontraktor harus menyediakan dan merawat stasion survey yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan dan harus membongkarnya setelah pekerjaan selesai. semua bantuan yang diperlukan Direksi dalam pengadaan pengecekan levelling tersebut. Perbaikan kerusakan terhadap jalan. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Kontraktor harus menyediakan alat-alat ukur selama pekerjaan berlangsung berikut ahli ukur yang berpengalaman sehingga apabila dianggap perlu setiap saat siap mengadakan pengukuran ulang. Kontraktor harus memberitahu Direksi sekurang-kurangnya 24 jam dimuka. 10. 14. Penggunaan jalan dan jembatan umum harus diatur sedemikian rupa agar gangguan lalu lintas dan kerusakan yang timbul sebagai akibatnya dijaga sekecil mungkin. 2. Hasil pengukuran lengkap mengenai peil elevasi. Kebenaran dari hasil laporan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. Jika menurut pendapat Direksi kemajuan Kontraktor tidak memuaskan untuk menyelesaikan pekerjaan survey ini tepat pada waktunya atau dalam hal Kontraktor tidak memulai pekerjaan atau melakukan pekerjaan tidak dengan standar yang ditentukan. Pengukuran titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat optik dan sudah ditera kebenarannya/dikalibrasi. Apabila terdapat perbedaan antara elevasi yang tercantum dalam gambar dengan hasil pengukuran ulang. kontraktor diwajibkan melakukan test penyelidikan tanah dengan menunjuk pihak / lembaga yang bergerak dalam tes penyelidikan tanah yang bersertifikasi. 6. 9. Lalu Lintas Proyek 1. Kontraktor harus menggerakkan personil tekniknya untuk melakukan survey dan membuat laporan mengenai kondisi fisik lapangan khususnya lokasi rencana konstruksi apakah terdapat ketidaksesuaian. Jika diperlukan untuk mengetahui kondisi tanah (tekstur. 3. Pengangkutan alat-alat berat ke dan dari lokasi proyek harus diatur sedemikian rupa agar beban total dari kendaraan yang mengangkut alat-alat berat tersebut tidak melampaui kapasitas jalan/jembatan yang dilalui. Pemasangan Rambu Pengaman Pengaturan Lalu Lintas a. serta letak patok patok harus dibuat gambarnya dan dilaporkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Dalam hal ini Kontraktor diharuskan mendapatkan pengarahan dan pedoman dari instansi setempat yang berwenang yaitu polisi lalu lintas dan Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Pekerjaan dapat dihentikan beberapa saat oleh Direksi bila dipandang perlu untuk mengadakan penelitian kelurusan maupun level dari bagian-bagian pekerjaan. jenis tanah dan daya dukung tanah) .3. gorong-gorong yang diakibatkan oleh lalu lintas proyek dibebankan pada Kontraktor dan harus disetujui Direksi. sudut. sejauh pekerjaannya mempengaruhi kelancaran lalu lintas umum. maka pengukuran ulang menjadi tanggung jawab Kontraktor. Ketentuan yang sama juga berlaku untuk pengangkutan bahan-bahan konstruksi.7 c. maka Direksi akan memutuskan hal itu kemudian. Apabila terdapat kesalahan dalam pengukuran kembali. jembatan. Pengukuran kembali juga dilakukan setelah pekerjaan selesai. Tiap Titik adalah sejarak 25 meter. Pengaturan Pengangkutan Alat-alat Berat dan Bahan Konstruksi 1. koordinat. Direksi dapat menunjuk stafnya sendiri atau pihak lain untuk mengerjakan survey lapangan dan membebankan seluruh biayanya kepada Kontraktor. Hasil pengukuran kembali berupa gambar Long Section dan Cross Section per titik. bila akan mengadakan levelling pada semua bagian daripada pekerjaan. Kontraktor harus mengukur ukang lagi dan dikoreksi oleh pihak Direksi. 15. Sebelum pekerjaan dimulai. b.

Direksi berhak menunjuk seorang ahli yang akan memberi pengarahan dan mengawasi semua pekerjaan instalasi dalam rangka pemindahan dan pengalihan jalur atau lintasan pipa dan kabel. membuat. harus diurug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan oleh Direksi. Test Hole 1. Rambu-rambu Sementara Kontraktor diharuskan menyediakan. Biaya penggantian dan perbaikan atas kerusakan terhadap pipa dan kabel yang masih berfungsi sebagai akibat dari kelalaian Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaannya adalah menjadi beban Kontraktor sepenuhnya. 3. 2. untuk penyelesaian yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini. Kontraktor harus melakukan uji beton Box-Culvert dengan Test Hole minimal sejumlah 4 titik. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .1. Bouwplank harus dibuat tegak lurus sumbu saluran dan harus dibuat melebihi lebar dasar pondasi jembatan.1. d. Apabila dalam rangka pekerjaan penggalian saluran baru atau penggalian memperdalam dasar saluran lama ditemui lintasan pipa dan kabel yang masih berfungsi. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. Laboratoium pengujian material harus independen. 1.5. 2. memasang dan menempatkan rambu-rambu lalu lintas sementara pada lokasi dan posisi penting termasuk rintangan-rintangan di sekitar lokasi proyek.2. 2. pipa gas. Kontraktor harus melaksanakan pematokan dan pemasangan bouwplank sesuai petunjuk Direksi. pembuangan tanah atau material lain bila ada dari tempat kerja atau sekitarnya yang perlu. Pematokan dan Pekerjaan Bouwplank a.1. kabel listrik. Elevasi yang tercantum dalam bouwplank dan patok akan menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan baik dalam penentuan lebar jembatan. maka Kontraktor diharuskan meminta pengawalan dari instansi yang berwenang. c. Perbaikan dari Pekerjaan Galian yang tidak Memuaskan Pekerjaan galian yang tidak memenuhi toleransi yang diberikan. Pekerjaan Galian Tanah Konstruksi Dengan Alat Berat 2. PEKERJAAN TANAH 2. Patok dan bouwplank harus dibuat kokoh. Apabila pekerjaan telah dinyatakan selesai oleh Direksi.5 meter. mudah dimengerti oleh setiap pengendara kendaraan dan pada setiap cuaca gelap dan malam hari harus diberi penerangan. Apabila Direksi memandang perlu. Umum 1. Pekerjaan ini umumnya diperlukan untuk pembuatan pondasi. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian. c. Kontraktor diharuskan menyingkirkan semua rambu-rambu dan rintangan-rintangan sementara yang tidak diperlukan lagi yang selama pelaksanaan dipergunakan untuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek. tinggi jembatan maupun tebal pasangan/konstruksi lainnya. Pengaturan Pemindahan Jaringan Pipa dan Kabel 1. 2. 4. b. Penempatannya harus dengan persetujuan polisi lalu lintas atau instansi lain yang berwenang. tidak mudah rusak dan tidak bergerak serta harus dijaga agar tidak rusak/hilang selama pelaksanaan pekerjaan dengan jarak antar patok 1. Bentuk dan ukuran huruf serta susunan kalimat pada rambu dan rintangan harus jelas.8 2. kabel telpon dan kabel TELKOM lainnya yang pemasangan jaringannya tertanam dan terletak di bawah permukaan tanah. d. dan untuk pembentukan secara umum garis. 1. untuk pembuangan material yang tidak terpakai atau humus. 2. Yang termasuk dalam istilah pipa dan kabel adalah pipa distribusi air bersih PDAM. ketinggian penampang yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi. harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut : • Material yang berlebihan harus dibuang dengan menggali lebih lanjut • Daerah dimana digali lebih atau daerah retak atau lepas. maka Direksi dan Kontraktor menghubungi instansi yang mengelola jaringan tersebut untuk menentukan biaya pemindahan jalur pipa atau kabel yang dimaksud untuk dialihkan di bawah dasar saluran rencana.1. Semua pipa dan kabel yang termasuk dalam kategori (a) di atas dan yang sudah tidak berfungsi lagi serta jalurnya melintasi dan menghalangi aliran air dalam saluran harus disingkirkan atau dipotong sesuai petunjuk Direksi atas persetujuan Instansi yang bersangkutan.4.

cofferdam. gambar perincian potongan melintang atau memanjang yang menunjukkan kondisi awal daripada tanah sebelum operasi pembabatan dan penggarukan dilakukan untuk setiap seksi pekerjaan galian. Pada setiap saat dimana kedalaman galian melebihi ketinggian di atas kepala.1. batu bata. Selama masa pekerjaan galian. Bahan yang digunakan sebagai urugan adalah Sirtu 2. Bongkaran Pasangan Lama Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.Sirtu harus terbebas dari Lumpur. Urugan Sirtu ( Padat ) 1. Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian.5.2. Pompa agar siap di tempat kerja setiap saat untuk menjamin tak ada gangguan dalam prosedur pengeringan dengan pompa.9 2. Pada setiap saat peralatan galian cadangan serta perlengkapan P3K harus tersedia di tempat kerja galian.1. Air. Setelah masing-masing galian untuk tanah dasar. kontraktor harus menjaga setiap saat suatu lereng yang stabil yang mampu menahan pekerjaan sekitarnya. kontraktor harus menahan atau menyangga struktur di sekitarnya yang jika tidak dilakukan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian. baik orang lain. b. Seluruh tepi galian terbuka harus diberi penghalang yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh kedalamnya dan setiap galian terbuka pada badan jalan atau bahu harus ditambah dengan bamboo pada malam hari dengan drum dicat putih atau lampu kuning sesuai dengan ketentuan Direksi.3. 2. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi gambar perincian dari seluruh struktur sementara yang diusulkannya atau yang diperintahkan untuk digunakan seperti skor. Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai termasuk tanah. Prosedur Pelaksanaan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . dan tembok penahan dan harus memperoleh persetujuan direksi sebelum melaksanakan pekerjaan galian yang dimaksudkan untuk dilindungi oleh struktur yang diusulkan tersebut. c. 3. batu beton dan lain-lain. Bila diperlukan. 2.alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan pembongkaran bangunan lama seperti tertera pada gambar rencana dan juga pembersihan lokasi pembongkaran dari sisa material lama.6. Jaminan Keselamatan Pekerjaan Galian 1. kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan. Mutu Bahan. 2. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan seminimal mungkin gangguan terhadap material di bawah dan di luar batas galian. b. tembok ujung dan cofferdam. Semua Material bekas bongkaran diangkut keluar proyek. 2. sebelum memulai pekerjaan. Prosedur Penggalian 1.1.4. turap. Pembuangan Material Galian Seluruh material Galian tanah di buang keluar proyek 2.3. bahan organic maupun an organic. Pembongkaran harus dilaksanakan secara tertib dan hati-hati sehingga tidak merusak bagian lainnya yang tidak semestinya dibongkar dan tidak membahayakan manusia. perlengkapan dan buruh untuk pengeringan. Oli. kontraktor harus memberitahu direksi. Bahan landasan atau material lain tidak boleh dipasang sebelum kedalaman galian disetujui oleh direksi. 2. alat . Pekerjaan bongkaran dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut : a. formasi atau pondasi selesai. 3. Kontraktor harus menyerahkan kepada direksi. padas. Pelaporan dan Pencatatan a.1. . panggalian saluran air dan pembangunan saluran sementara. Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan kontraktor harus menyediakan seluruh material yang diperlukan. 2. personel yang terlibat dalam pelaksanaan ini maupun pekerjaannya sendiri. 4.

formasi atau pondasi selesai.3. Pekerjaan ini umumnya diperlukan untuk pembuatan pondasi. ketinggian penampang yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi. Pada setiap saat dimana kedalaman galian melebihi ketinggian di atas kepala. 2. kontraktor harus menahan atau menyangga struktur di sekitarnya yang jika tidak dilakukan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian. Umum 1. Bahan landasan atau material lain tidak boleh dipasang sebelum kedalaman galian disetujui oleh direksi. Setelah masing-masing galian untuk tanah dasar. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian. batu bata. Pelaporan dan Pencatatan a. batu beton dan lain-lain. Pekerjaan Galian Lumpur Dengan Alat Berat 2. turap.3. Pompa agar siap di tempat kerja setiap saat untuk menjamin tak ada gangguan dalam prosedur pengeringan dengan pompa. kontraktor harus menjaga setiap saat suatu lereng yang stabil yang mampu menahan pekerjaan sekitarnya. cofferdam. c. tembok ujung dan cofferdam. panggalian saluran air dan pembangunan saluran sementara. dan tembok penahan dan harus memperoleh persetujuan direksi sebelum melaksanakan pekerjaan galian yang dimaksudkan untuk dilindungi oleh struktur yang diusulkan tersebut. gambar perincian potongan melintang atau memanjang yang menunjukkan kondisi awal daripada tanah sebelum operasi pembabatan dan penggarukan dilakukan untuk setiap seksi pekerjaan galian. untuk penyelesaian yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini. dan untuk pembentukan secara umum garis. b. kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan.3.1.3.3. Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan kontraktor harus menyediakan seluruh material yang diperlukan. 2. Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian. Pembuangan Material Galian RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 2.3. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan seminimal mungkin gangguan terhadap material di bawah dan di luar batas galian. Selama masa pekerjaan galian.5. 2. Seluruh tepi galian terbuka harus diberi penghalang yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh kedalamnya dan setiap galian terbuka pada badan jalan atau bahu harus ditambah dengan bamboo pada malam hari dengan drum dicat putih atau lampu kuning sesuai dengan ketentuan Direksi.4. 6. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi gambar perincian dari seluruh struktur sementara yang diusulkannya atau yang diperintahkan untuk digunakan seperti skor. pembuangan lumpur atau material lain bila ada dari tempat kerja atau sekitarnya yang perlu.4. harus diurug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan oleh Direksi. 4. 2. perlengkapan dan buruh untuk pengeringan.3.10 Pelaksanaan Urugan Sirtu Padat sepanjang Pasangan Top-Bottom dan U-Ditch 2.2. Prosedur Penggalian 1. Pada setiap saat peralatan galian cadangan serta perlengkapan P3K harus tersedia di tempat kerja galian.6. Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai termasuk tanah. Kontraktor harus menyerahkan kepada direksi. harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut : • Material yang berlebihan harus dibuang dengan menggali lebih lanjut • Daerah dimana digali lebih atau daerah retak atau lepas. 5. kontraktor harus memberitahu direksi. untuk pembuangan material yang tidak terpakai atau humus. 2. padas. Bila diperlukan. sebelum memulai pekerjaan. 2. Perbaikan dari Pekerjaan Galian yang tidak Memuaskan Pekerjaan galian yang tidak memenuhi toleransi yang diberikan. Jaminan Keselamatan Pekerjaan Galian 3.

5. dan apabila tidak bisa dibuang secara langsung . ditinggalkan dalam keadaan rapih dan bersih. pemasangan. PEKERJAAN PENERANGAN JALAN Ruang lingkup Standar ini memuat ketentuan . 2. 5. 38 Tahun 2004] 3. Kontraktor harus melaporkan kepada Direksi setiap kali akan mengadakan pengangkutan material sisa galian keluar proyek. jembatan dan terowongan di kawasan perkotaan yang mempunyai klasifikasi fungsi jalan arteri. jalan lori dan jalan kabel.11 Seluruh material Galian lumpur di buang keluar proyek 2.2 jalan arteri jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh. Pengangkutan Tanah Keluar Proyek 1. Seluruh hasil material bekas galian drainase harus dibuang dan tempat bekas penempatan sementara hasi galian. dan jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna. 38 Tahun 2004] 3. Alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut tanah sisa galian adalh Dump Truk dengan kapasitas muat 6 m3 atau bila kondisi jalan / area yang tidak memungkinkan bisa menggunakan kendaraan kecil dengan seijin pengawas lapangan 6.3 jalan kolektor jalan umum yang berfungsi melayani angkutan pengumpul atau pembagi dengan ciri perjalanan jarak sedang. 38 Tahun 2004] 3. kolektor dan lokal. kecepatan rata-rata tinggi. Spesifikasi yang dimaksud dalam standar ini meliputi fungsi. 03-2447-1991. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . persimpangan sebidang maupun tidak sebidang. kecepatan rata-rata sedang. serta harus mencatat berapa m3 volume dari material yang telah diangkut setiap ada pekerjaan pengangkutan. [Undang-Undang RI No. dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi. Istilah dan definisi Istilah dan definisi yang digunakan dalam standar ini adalah sebagai berikut : 3. An Informational Guide for Roadway Lighting. dimensi. 38 Tahun 2004] 3. Acuan normatif Spesifikasi penerangan jalan di kawasan perkotaan ini merujuk pada acuan sebagai berikut : 1) Undang Undang RI Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2) Undang Undang RI Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan 3) Peraturan Pemerintah RI Nomor 26 Tahun 1985 tentang Jalan 4) Peraturan Pemerintah RI Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan 5) SNI No. maka untuk sementara dapat diletakan didaerah sekitar saluran. penempatan/penataan penerangan jalan yang diperlukan. 1984. Penempatan hasil Galian tersebut jangan sampai menggangu sekitarnya. Spesifikasi Trotoar 6) SNI No. tanah hasil galian tidak dibenarkan berada pada tempat tersebut sampai 1 ( satu hari ) 4. jenis. 3. 3.4 jalan lokal jalan umum yang berfungsi melayani angkutan setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat. [Undang-Undang RI No. 04-6262-2000. [Undang-Undang RI No. termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas yang berada pada permukaan tanah. di bawah permukaan tanah dan/atau air.5 jalur bagian jalan yang dipergunakan untuk lalu lintas. Undang-Undang RI No. dan jumlah jalan masuk dibatasi. kecepatan rata-rata rendah.1 jalan prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan. kecuali jalan kereta api. Seluruh material yang telah digali dalam batas volume yang telah ditentukan. Rekomendasi untuk pencahayaan kendaraan bermotor dan pejalan kaki 7) AASHTO.ketentuan untuk penerangan ruas jalan. Walapupun ditempatkan sementara.

yang memiliki lebar cukup untuk satu kendaraan bermotor sedang berjalan.8 lampu penerangan jalan bagian dari bangunan pelengkap jalan yang dapat diletakkan atau dipasang di kiri/kanan jalan dan atau di tengah (di bagian median jalan) yang digunakan untuk menerangi jalan maupun lingkungan di sekitar jalan yang diperlukan termasuk persimpangan jalan. 3. 38 Tahun 2004] 3.14 ruang pengawasan jalan (RUWASJA) ruang tertentu yang terletak di luar ruang milik jalan yang penggunaannya diawasi oleh penyelenggara jalan agar tidak mengganggu pandangan pengemudi.13 ruang milik jalan/right of way (RUMIJA/ROW) sejalur tanah tertentu di luar ruang manfaat jalan yang masih menjadi bagian dari ruang milik jalan yang dibatasi oleh batas ruang milik jalan yang dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan keluasaan keamanan penggunaan jalan antara lain untuk keperluan pelebaran ruang manfaat jalan pada masa yang akan datang. 38 Tahun 2004] 3. 3. [Penjelasan Undang-Undang RI No. atau median datar (flush). 38 Tahun 2004] 3. 43 Tahun 1993 ] 3.17 trotoar jalur lalu lintas untuk pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan sumbu jalan dan lebih RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . terganggunya fungsi jalan disebabkan oleh pemanfaatan ruang pengawasan jalan yang tidak sesuai peruntukannya. serta kegiatan ekonomi. (b) suatu unit lengkap yang terdiri dari sumber cahaya. [Penjelasan Undang-Undang RI No. 3. 3. dan tidak mengganggu fungsi jalan. dimaksudkan untuk memisahkan arus lalu lintas yang berlawanan. yang diukur dalam satuan candela per meter persegi (cd/m²). [Penjelasan Undang-Undang RI No. pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan. 3.10 median jalan bagian dari jalan yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan dengan bentuk memanjang sejajar jalan. terletak di sumbu/tengah jalan. [ PP RI No. konstruksi bangunan jalan apabila ruang milik jalan tidak cukup luas. jalan layang. median yang diturunkan (depressed). elemen optik.9 luminansi (L) pantulan cahaya lampu oleh permukaan jalan. median dapat berbentuk median yang ditinggikan (raised).16 sistem penempatan parsial (setempat) sistem penempatan lampu penerangan jalan pada suatu daerah-daerah tertentu atau pada suatu panjang jarak tertentu sesuai dengan keperluannya. selain sepeda motor. dengan atau tanpa marka jalan. dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan. 3. elemen elektrik dan struktur penopang serta pondasi tiang lampu. pelayanan sosial.15 sistem penempatan menerus sistem penempatan lampu penerangan jalan yang menerus/kontinyu di sepanjang jalan dan atau jembatan. jembatan dan jalan di bawah tanah.7 lajur bagian jalur yang memanjang.11 pandangan silau (glare) pandangan yang terjadi ketika suatu cahaya/sinar terang masuk di dalam area pandangan/ penglihatan pengendara yang dapat mengakibatkan ketidaknyamanan pandangan bahkan ketidakmampuan pandangan jika cahaya tersebut datang secara tiba-tiba.12 pandangan silhoute pandangan yang terjadi pada suatu kondisi dimana obyek yang gelap berada di latar belakang yang sangat terang (negative image).12 3. 3.6 kawasan perkotaan kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian.

4. biaya pemeliharaan. dll. biaya operasi. dll. 5) Memberikan keindahan lingkungan jalan. pengayuh sepeda. seperti alinyemen horisontal. c) Geometri jalan. b) Tempat-tempat dimana kondisi lengkung horisontal (tikungan) tajam.13 tinggi dari permukaan perkerasan jalan (untuk menjamin keselamatan pejalan kaki yang bersangkutan). data fotometrik lampu dan lokasi sumber listrik. b) Tipikal potongan melintang jalan.3 Jenis lampu penerangan jalan 1) Jenis lampu penerangan jalan ditinjau dari karakteristik dan penggunaannya secara umum dapat dilihat dalam Tabel 1. dll. g) Rencana jangka panjang pengembangan jalan dan pengembangan daerah sekitarnya. agar perencanaan sistem lampu penerangan efektif dan ekonomis. f) Tingkat kebutuhan. dalam satuan lux.1 Fungsi penerangan jalan Penerangan jalan di kawasan perkotaan mempunyai fungsi antara lain : 1) Menghasilkan kekontrasan antara obyek dan permukaan jalan. 3) Meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. terutama untuk pemasangan lampu di bagian median. 3. 4 Ketentuan . 4. Tabel 1 Jenis lampu penerangan jalan secara umum menurut karakteristik dan penggunaannya Jenis Lampu Efisiensi rata-rata (lumen/watt) Umur rencana rata-rata (jam) Daya (watt) Pengaruh thd warna obyek Keterangan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . e) Jalan-jalan dengan lebar median yang sempit. interchange. khususnya pada malam hari. E) jumlah cahaya yang jatuh pada permukaan jalan. 4) Mendukung keamanan lingkungan. c) Tempat yang luas seperti persimpangan.2 Dasar perencanaan penerangan jalan 1) Perencanaan penerangan jalan terkait dengan hal-hal berikut ini : a) Volume lalu-lintas. 2) Sebagai alat bantu navigasi pengguna jalan. d) Jalan-jalan berpohon.19 rasio kemerataan (uniformity ratio) perbandingan harga antara dua kondisi dari suatu besaran kuat pencahayaan (iluminansi atau luminansi) pada suatu permukaan jalan. 2) Beberapa tempat yang memerlukan perhatian khusus dalam perencanaan penerangan jalan antara lain sebagai berikut : a) Lebar ruang milik jalan yang bervariasi dalam satu ruas jalan. h) Data kecelakaan dan kerawanan di lokasi. e) Pemilihan jenis dan kualitas sumber cahaya/lampu.18 kuat pencahayaan (iluminansi. jalan layang dan jalan bawah tanah (terowongan). dan lain-lain. alinyemen vertikal. situasi (lay-out) jalan dan persimpangan jalan. g) Tempat-tempat lain dimana lingkungan jalan banyak berinterferensi dengan jalannya. 3. f) Jembatan sempit/panjang.ketentuan 4. baik kendaraan maupun lingkungan yang bersinggungan seperti pejalan kaki. d) Tekstur perkerasan dan jenis perkerasan yang mempengaruhi pantulan cahaya lampu penerangan. tempat parkir.

lokal. yang memiliki 2(dua) angka. dan ditandai dengan lambang. sehingga mudah pengontrolan cahayanya. Pada umumnya. 180 Sangat buruk Lampu gas sodium tekanan tinggi (SON) 110 12.efisiensi rendah. . IP 65. .000 150. semakin baik standar perlindungannya. terowongan.40 Sedang .untuk jalan kolektor dan lokal . IP 54. Sistem IP merupakan penggolongan yang lebih awal terhadap penggunaan peralatan yang tahan hujan dan sebagainya.000 . . 400. 700 Sedang Lampu gas sodium bertekanan rendah (SOX) 100 . Hal ini dapat diindikasikan dengan istilah IP (Index of Protection) atau indek perlindungan.200 8.Jenis lampu ini sangat baik dan sangat dianjurkan untuk digunakan. 36 . dan IP 66. penyeberangan. tempat peristirahatan (rest area). . IP 24.efisiensi sangat tinggi. 400 Buruk 2) Rumah lampu penerangan (lantern) dapat diklasifikasikan menurut tingkat perlindungan terhadap debu/benda dan air.000 – 24. 250.14 Lampu tabung fluorescent tekanan rendah 60 – 70 8. arteri. kolektor.Jenis lampu ini dianjurkan digunakan karena faktor efisiensinya yang sangat tinggi. persimpangan besar/luas dan interchange.000 – 10. Semakin tinggi indek perlindungan (IP).10. Ringkasan pengkodean IP mengikuti Tabel 2 (A Manual of Road Lighting in Developing ountries). Lampu gas merkuri tekanan tinggi (MBF/U) 50 – 55 16.efisiensi tinggi. IP 25.000 90.untuk jalan kolektor. umur sangat panjang. indek perlindungan (IP) yang sering dipakai untuk klasifikasi lampu penerangan adalah : IP 23.20. . RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . umur panjang dan ukuran lampu kecil .20. .Untuk jalan tol.efisiensi cukup tinggi tetapi berumur pendek .untuk jalan kolektor. ukuran lampu kecil.jenis lampu ini masih dapat digunakan secara terbatas . ukuran lampu besar sehingga sulit untuk mengontrol cahayanya dan cahaya lampu sangat buruk karena warna kuning.000 18 .jenis lampu ini masih dapat digunakan untuk hal-hal yang terbatas. 250. local dan persimpangan . dan angka kedua menyatakan indek perlindungan terhadap air. IP 64. persimpangan.000 125. angka pertama menyatakan indek perlindungan terhadap debu/benda. umur cukup panjang. IP 55.000 .

50 0. karena dapat diukur langsung di permukaan jalan dengan menggunakan alat pengukur kuat cahaya.40 0.50 0./Simbol Tingkat perlindungan 0 1 0 1 Tanpa perlindungan Perlindungan terhadap tetesan air.4.14 1.40 VI 0.Primer .50 Kemerataan (uniformity) G VD 0.Sekunder Jalan kolektor : .4.1 Pencahayaan pada ruas jalan Kualitas pencahayaan pada suatu jalan diukur berdasarkan metoda iluminansi atau luminansi. Tabel 3 Kualitas pencahayaan normal Kuat pencahayaan (Iluminansi) Kemerataan E (Uniformity) ratarata (lux) g1 1-4 2-5 2-5 0.40 0.10 0.Primer RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit 3-7 0.10 Luminansi Batasan silau Jenis/ klasifikasi jalan L rata-rata (cd/m2) 0.10 0. berdiameter < 50 mm 4. seperti tangan.50 4 4 4 TJ (%) 20 20 20 Trotoar Jalan lokal : . Meskipun demikian lebih mudah menggunakan metoda iluminansi.10 0.00 0.50 4-5 20 .50 0.4 Ketentuan pencahayaan dan penempatan 4. tetapi tidak Menimbulkan efek yang bahaya dan merusak (a) Perlindungan terhadap sentuhan yang tidak disengaja oleh bagian tubuh.1 Kualitas pencahayaan 4.15 Tabel 2 Kode indek perlindungan IP (Index of Protection) ANGKA PERTAMA ANGKA KEDUA (a) Perlindungan terhadap manusia/benda jika bersentuhan dengan komponen dalam rumah lampu (b) Perlindungan terhadap rumah lampu jika bersentuhan dengan benda No.40 0. Kualitas pencahayaan normal menurut jenis/klasifikasi fungsi jalan ditentukan seperti pada Tabel 3./Simbol ingkat perlindungan (a) Tanpa perlindungan (b) Tanpa perlindungan (a) Perlindungan rumah lampu jika kontak atau bersentuhan dengan benda cair No. (b) Perlindungan terhadap masuknya benda padat.1.

16 .1. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .Sekunder Jalan arteri : .96 96 .70 6 10 Keterangan : g1 : E min/E maks VD : L min/L maks VI : L min/L rata-rata G : Silau (glare) TJ : Batas ambang kesilauan 4. jalan bebas hambatan Jalan layang.40 0.70 5-6 10 .40 0. 1984). Adapun kriteria penerangan terowongan adalah seperti yang ditentukan pada Tabel 6. simpang susun.14 . Tabel 4 Kuat pencahayaan pada daerah tempat parkir Kuat pencahayaan pada tempat parkir terbuka (lux) Tingkat kegiatan Untuk tujuan lingkungan di lokasi Lalu-lintas kendaraan Keselamatan pejalan kaki Rendah 5 2 Sedang 11 6 Tinggi 22 10 Kuat pencahayaan pada tempat parkir tertutup (lux) Daerah Siang hari Malam hari Daerah tempat parkir dan pejalan kaki 54 54 Kegiatan sedang/tinggi 110 54 4.40 0.1.00 0.0.50 .20 2.0.25 0. Tabel 5 Batasan kuat pencahayaan untuk rambu lalu-lintas Daerah sekitar penempatan rambu Rendah Sedang Tinggi Iluminansi (Lux) 108 – 216 216 – 432 432 – 864 Luminansi (cd/m2) 24 . terowongan 3-7 11 .40 0.20 11 .50 0.50 1.40 0.4.2 Pencahayaan pada tempat parkir Kuat pencahayaan pada daerah tempat parkir ditentukan seperti pada Tabel 4.4.00 1.20 1.14 .4 Pencahayaan pada terowongan 1) Kuat pencahayaan pada terowongan harus cukup dan memberi kenyamanan baik untuk penglihatan siang maupun malam hari.20 1.3 Pencahayaan pada rambu lalu-lintas Batasan kuat pencahayaan (iluminansi) dan luminansi pada rambu-rambu lalu-lintas yang dipasang berdekatan dengan lampu penerangan jalan atau papan reklame ditentukan pada Tabel 5 (AASHTO.20 20 .50 0.0.50 .20 15 .0.14 0.4.20 0. yang bertujuan agar lebih menarik perhatian bagi pengguna jalan.20 0.50 0.70 0.Sekunder Jalan arteri dengan akses kontrol.1.Primer .70 4-5 5-6 5-6 20 10 .0.48 48 .50 .0.20 0.20 10 .14 .192 4.

3) Pada sistem penempatan parsial.17 2) Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pencahayaan terowongan : . 3) Kekontrasan permukaan jalan dan obyek. . 2) Umur rencana.4 Penempatan lampu penerangan 1) Penempatan lampu penerangan jalan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan : a) Kemerataan pencahayaan yang sesuai dengan ketentuan Tabel 6 dan 7.di daerah komersil/pusat kota Jalur pejalan kaki : . c) Pencahayaan yang lebih tinggi di area tikungan atau persimpangan.4.3 Pemilihan jenis dan kualitas lampu penerangan Pemilihan jenis dan kualitas lampu penerangan jalan didasarkan pada : 1) Nilai efisiensi (Tabel 1).di daerah permukiman . . dibanding pada bagian jalan yang lurus. lampu penerangan jalan harus memberikan adaptasi yang baik bagi penglihatan pengendara.Memberikan adaptasi pencahayaan yang baik.di daerah komersil/pusat kota Terowongan Tempat-tempat peristirahatan (rest area) 4. b) Keselamatan dan keamanan bagi pengguna jalan. d) Arah dan petunjuk (guide) yang jelas bagi pengguna jalan dan pejalan kaki.2 Rasio kemerataan pencahayaan (uniformity ratio) Rasio maksimum antara kemerataan pencahayaan maksimum dan minimum menurut lokasi penempatan tertentu adalah seperti yang ditentukan pada Tabel 7.Memberikan pantulan yang cukup dan warna yang kontras pada permukaan terowongan.Tingkat kesilauan seminimal mungkin.4. Tabel 6 Batasan kuat pencahayaan pada terowongan Daerah penempatan (Lux) Menengah 15 Jenis/klasifikasi Jalan Jalan arteri dengan kontrol/ jalan bebas hambatan Jalan arteri Jalan kolektor Jalan local Jalan kecil/lorong/gang Komersil 22 Permukiman 11 15 13 10 6 13 10 6 4 11 6 4 4 4. Tabel 7 Rasio kemerataan pencahayaan Lokasi penempatan Jalur lalu lintas : . 4. .Memberikan pencahayaan yang jelas rambu-rambu lalu-lintas. 2) Sistem penempatan lampu penerangan jalan yang disarankan seperti pada Tabel 8.di daerah permukiman . Tabel 8 Sistem penempatan lampu penerangan jalan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit Rasio maksimum 6:1 3:1 10 : 1 4:1 4:1 6:1 .4. sehingga efek kesilauan dan ketidaknyamanan penglihatan dapat dikurangi.

Jembatan . sistem menerus dan parsial. Rumah lampu tipe A Jenis lampu a Tinggi lampu (m) 4 5 6 6 8 8 10 10 10 10 Lebar jalan ( m ) 7 8 35 36 36 55 33 44 24 36 35 33 33 52 31 43 23 35 22 Tingkat pencahayaan 4 32 35 42 42 60 36 46 - 5 32 35 40 42 60 36 45 - 6 32 35 38 38 58 35 45 25 37 - 9 34 31 32 50 30 41 22 33 21 10 32 30 30 48 29 40 21 32 20 11 29 28 46 28 39 20 31 20 3.5 LUX 6 34 33 32 31 30 28 26 24 6. sistem menerus dan parsial. lebar jalan dan tingkat kemerataan pencahayaan dari lampu yang akan digunakan. tinggi lampu.0 LUX 10. Jarak antar lampu penerangan secara umum dapat mengikuti batasan seperti pada Tabel 9 (A Manual of Road Lighting in Developing Countries).0 LUX 6 8 48 - 47 - 45 48 42 47 40 45 38 43 36 41 34 39 10.Terowongan Sistem penempatan lampu yang digunakan sistem menerus dan parsial.0 LUX 6 - - 28 26 23 - - - .Jalan arteri .0 LUX 30. ramp . sistem menerus bergradasi pada ujung-ujung terowongan. Tabel 9 Jarak antar tiang lampu penerangan (e) berdasarkan tipikal distribusi pencahayaan dan klasifikasi lampu 1. Dalam tabel tersebut dipisahkan antara dua tipe rumah lampu. Rumah lampu tipe B Jenis lampu 50W SON atau 80W MBF/U 70W SON atau 125WMBF/U 70W SON atau 125WMBF/U 100W SON 150W SON atau 250W MBF/U 100W SON RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit Tinggi lampu (m) 4 5 6 4 31 33 48 5 30 32 47 6 29 32 46 Lebar jalan ( m ) 7 8 9 28 31 44 26 30 43 29 41 10 28 39 11 27 37 Tingkat pencahayaan 3. sedangkan tipe B mempunyai sorotan cahaya lebih ringan/kecil. tipe ini adalah jenis lampu gas sodium bertekanan rendah.Persimpangan.Jalan lokal .5 LUX 55W SOX 90W SOX 90W SOX 135W SOX 135W SOX 180W SOX 180W SOX 6. terutama yang langsung ke jalan.18 Jenis jalan / jembatan . sistem menerus.Jalan kolektor . Rumah lampu (lantern) tipe A mempunyai penyebaran sorotan cahaya/sinar lebih luas. 4 Batasan penempatan lampu penerangan jalan tergantung dari tipe lampu.0 LUX 20. yaitu jenis lampu gas merkuri atau sodium bertekanan tinggi. sistem menerus.0 LUX 2. simpang susun.

di kiri dan kanan jalan berselang-seling.36 D H – 0.di kiri dan kanan jalan berhadapan.dapat dilakukan dengan menggunakan lampu menara dengan beberapa lampu. sehingga perlu adanya pemangkasan pohon dengan batasan seperti pada Gambar 8 dan Tabel 11.Jarak antar tiang lampu dalam meter. di median jalan.26 D . . 2) Persyaratan kuat pencahayaan yang ditetapkan pada suatu area perlintasan KA 4.di bagian tengah / median jalan.di kiri atau kanan jalan. . umumnya ditempatkan di pulau-pulau.katenasi (di bagian tengah jalan dg sistem digantung) .Rumah lampu (lantern) tipe A mempunyai penyebaran sorotan cahaya/sinar lebih luas. diluar daerah persimpangan (dalam RUMIJA ataupun dalam RUWASJA) Jalan dua arah Persimpangan 4. .4.4. . . apabila kereta api pada perlintasan tersebut beroperasi pada malam hari. . .19 250W SON atau 400W MBF/U 250W SON atau 400W MBF/U 400W SON 10 55 53 50 47 20. pemilihan penempatan lampu penerangan jalan direncanakan dan sendiri-sendiri untuk setiap arah lalulintas. .6 Penataan letak lampu pada perlintasan kereta api 1) Penataan lampu penerangan jalan pada perlintasan kereta api (KA).5 Penataan letak lampu penerangan jalan Penataan/pengaturan letak lampu penerangan jalan diatur seperti pada Tabel 10 dan diilustrasikan pada Lampiran A.4. Di daerah-daerah atau kondisi dimana median sangat lebar (> 10 meter) atau pada jalan dimana jumlah lajur sangat banyak (> 4 lajur setiap arah) perlu dipertimbangkan dengan pemilihan penempatan lampu penerangan jalan kombinasi dari cara-cara tersebut di atas pada kondisi seperti ini. 4.Rumah lampu (lantern) tipe B mempunyai penyebaran sorotan cahaya lebih ringan/ kecil.7 Penataan lampu penerangan terhadap tanaman jalan Dalam penempatan lampu penerangan jalan harus dipertimbangkan terhadap tanaman jalan akan ditanam maupun yang telah ada. Tabel 11 Tinggi pemangkasan pohon terhadap sudut di bawah cahaya lampu Garis pemangkasan pada sudut _ di bawah cahaya lampu 70º 75º RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit Tinggi pemangkasan pohon (h) H – 0.kombinasi antara di kiri dan kanan berhadapan dengan di bagian tengah / median jalan. Tabel 10 Penataan letak lampu penerangan jalan Tempat Jalan satu arah Penataan / pengaturan letak .0 LUX 10 - - 36 35 33 32 30 28 12 - - - - 39 38 37 36 30.0 LUX Keterangan : .di bagian tengah / separator jalan. terutama yang langsung ke jalan.

4. Ukuran Panel sebagaimana sesuai gambar. Air 3. Mutu Bahan.3 Pemasangan Kabel dan Penarikan Bahan Konduktor kabel terbuat dari coopper atau alumunium sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan kable mampu menahan tegangan isolasi 500 volt. 3. Panel terbuat dari plate baja yang difinishing dengan powder – warna panel ditetapakn oleh pengunaan barang sebelum pemasangan.1 Pekerjaan Tanah Taman 1. Bahan yang digunakan sebagai urugan adalah Tanah Taman 2. Ukuran panel harus mampu menampung seluruh komponen control dan KWH meter. 3.17 D Keterangan : H = tinggi tiang lampu (mounting height) dalam meter D = jarak tiang lampu ke proyeksi jarak terendah tanaman dengan tanah 3. Twisted Kabel 4x16 mm. 7. 2.5 Perakitan Panel Penerangan Jalan Umum Panel terbuat dari plat baja tebal 1. 5. . Panel berisi peralatan / perangkat untuk mengendalikan aliran listrik dan pengaturan waktu penyalaan/mematikan lampu panel di pasang diatas pondasi yang letaknya sesuai dengan gambar dan petunjuk dari pengawas lapangan sehingga dapat melayani seluruh kebutuhan pengaturan ( menyalakan dan mematikan ) dari sekelompok lampu yang dipasang serta memenuhi standart kualitas yang disyartkan. 3. Kontruksi Bok Panel Hubung Bagi ( PHB ) dan APP PLN 1. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 4. Kable yang digunakan type Kabel NYFGBY 3cx4mm. Panel type outdor dilengkapi dengan plat nama MILIK PEMKOT SURABAYA 3.5 – 2 mm. Bidang pertemuan antar tutup panel dan body panelnya harus dirancang sedemikian rupa sehingga air hujan tertahan dibidang temu dan mengalir ke bawah secara sempurna. Harus tersedia sarana pendukung kabel dan bus baru untuk pentanahan (grounding) yang berfungsi untuk dudukan ujung kable pentanahan. 6. KHW meter dilengkapi dengan bok meter untuk penyegelan dan instansi PT. 3. Proses penyambungan antar plate baja harus dilakukan debgab cara spot weiding.PLN 8. Oli.6 Panel Tempat Ballast uk. Kabel yang ditawarkan harus lolos uji dari LMK dan berstandard PLN (SPLN). Dengan ukuran disesuaikan gambar terdiri dari dari panel hubung bagi dan panel KWH meter sendiri.25 x 15 x 10 untuk lampu sorot 1. Twisted Kabel 4x16 mm.Tanah Taman harus terbebas dari Lumpur. Kable yang digunakan type Kabel NYFGBY 3cx4mm.4 Pemasangan PVC untuk Kable Tanam . Bagian sisi depan terdapat kaca bening dengan luasan secukupnya sehingga memudahkan pembacaan Kwh.Pemasangan kabel PVC harus sesuai dengan gambar kerja dan sesuai spesifikasi dan brstandard nasional. Kontruksi ventilasi sedemikian rupa sehingga tusukan benda logam lurus tidak dapat langsung menyentuh komponen bertegangan. Kabel yang ditawarkan harus lolos uji dari LMK dan berstandard PLN (SPLN). Pada dinding samping harus tersedia lubang ventilasi udara secukupnya. Basllast sebagai komponen penting pada system penyalaan lampu pelepasan gas (Gas discharge berfungsi untuk membatasi arus melalui lampu yang dilayani).20 80º H – 0.2 Pemasangan Kabel NYFGBY 3cx4mm Bahan Konduktor kabel terbuat dari coopper atau alumunium sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan kable mampu menahan tegangan isolasi 500 volt.

arus nominal. Ukuran panel harus mampu menampung seluruh komponen control dan KWH meter. Kontruksi harus sedemikian rupa hingga dapat terkunci pada dudukan komponen dan mudah dirakit / proses penyambungan. Panel terbuat dari plate baja yang difinishing dengan powder – warna panel ditetapakn oleh pengunaan barang sebelum pemasangan. 4.7 Instalasi 1 Titik Lampu PJU 3.PLN 8.9 Pemasangan Lampu Natrium 250w/220v Jenis-jenis lampu yang digunakan pada armature lampu penerangan jalan adalah jenis lampu pelepas gas yaitu lampu Natrium 250/220 V tekanan tinggi berbentuk tabung ( High Pressure Sodium Tuble/Hps-T).8 Pemasangan Panel Lampu PJU – 1Phase 5500 VA Panel terbuat dari plat baja tebal 1. Kontruksi Bok Panel Hubung Bagi ( PHB ) dan APP PLN 1. Spesifikasi jenis lampu sodium tekanan tinggi (High Pressure sodium Dischrage Lamps) 1. Jenis ballast yang digunakan adalah eloektromanetic ballast (inductive ballast) yang berfungsi sebagai pembatas arus. Umur lampu rata-rata (Average Rated Lifetime) minimal adalah 32000 jam 3.dengan temperature warna 2000 kelvin. Sistem tegangan Listrik adalah 220 Volt 50 Hz. Harus terdiri dari bahan-bahan yang diperinci disini. Seluruh pekerjaan tulangan yang dilaksanakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. 4.85 (Cos pni : 0. 3. Ukuran Panel sebagaimana sesuai gambar. 5. Material ( Baja Tulangan ) RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 7. Proses penyambungan antar plate baja harus dilakukan debgab cara spot weiding. Daya yang digunakan adalah 150 W. Kontruksi ventilasi sedemikian rupa sehingga tusukan benda logam lurus tidak dapat langsung menyentuh komponen bertegangan. 3.10 Pondasi PJU Pekerjaan Beton Berstruktur K-250 (188Kg) Pekerjaan Struktur Beton Pekerjaan Tulangan Umum.21 2. 6. Dengan ukuran disesuaikan gambar terdiri dari dari panel hubung bagi dan panel KWH meter sendiri. 5. Panel type outdor dilengkapi dengan plat nama MILIK PEMKOT SURABAYA 3. 4. kecuali ada ketentuan lain dari Direksi untuk pekerjaan tertentu. Bidang pertemuan antar tutup panel dan body panelnya harus dirancang sedemikian rupa sehingga air hujan tertahan dibidang temu dan mengalir ke bawah secara sempurna. Dilengkapi dengan perlindungan terhadap panas berlebih yang dapat mencegah terbakarnya sirkut. KHW meter dilengkapi dengan bok meter untuk penyegelan dan instansi PT. Bagian sisi depan terdapat kaca bening dengan luasan secukupnya sehingga memudahkan pembacaan Kwh. 2. Cahaya yang dihasilkan adalah kuningan keemasan. Jenis Lampu Natrium bekerja secara emisi electron dengan media pengantar gas sodium. Pada dinding samping harus tersedia lubang ventilasi udara secukupnya. 2. Faktor data listrik pada rangkaian listrik armanture lampu pada waktu penyalaan mninimal 0. Harus tersedia sarana pendukung kabel dan bus baru untuk pentanahan (grounding) yang berfungsi untuk dudukan ujung kable pentanahan. Panel berisi peralatan / perangkat untuk mengendalikan aliran listrik dan pengaturan waktu penyalaan/mematikan lampu panel di pasang diatas pondasi yang letaknya sesuai dengan gambar dan petunjuk dari pengawas lapangan sehingga dapat melayani seluruh kebutuhan pengaturan ( menyalakan dan mematikan ) dari sekelompok lampu yang dipasang serta memenuhi standart kualitas yang disyartkan.5 – 2 mm. model. Efikasi lumen lampu Sodium Sekurang-kurangnya 10 lumen/watt 3. Syarat-syarat dan ketentuan yang dinyatakan disini akan berlaku untuk semua pekerjaan tulangan. Pada tiap ballast harus dilengkapi dengan marking petunjuk wiring. 3.85) Sedangkan frekuensi harmonic ketiga yang ditimpulkan tidak boleh melebihi 21%.

dan lain-lain harus dibuat didalam beton. begesting yang dipergunakan untuk beton yang tidak perlu diplester lagi (exposed concrete) harus dilapisi dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas pada beton.I dan diletakkan sesuai dengan gambar dengan memperhatikan selimut beton yang tetap. Tiap-tiap bagian dari begesting. 6 mm dengan ikatan dari kawat harus dimasukkan dalam penampung beton Beugel-beugel harus diikat pada tulangan utama dan jaraknya harus sesuai dengan gambar. 6. Precast mortar spacing block hendaknya digunakan untuk penahan jarak yang tepat terhadap tulangan dan minimum mempunyai kekuatan beton yang akan dicor.syarat dalam P. Kawat baja digunakan untuk mengikat tulangan hendaknya mempunyai diameter tidak lebih kecil dari 1. 8.22 Besi yang dipakai adalah besi Tulangan dengan diameter sesuai dengan yang sisyaratkan. 9. 7. Segara sebelum beton dicor pada beberapa bagian dari begesting. 1. Pelapisan (coating) . maksudnya untuk mengikatnya pada tulangan. Pembongkaran Begesting . tidak boleh melendut. termasuk air. 8. Semua begesting harus dibersihkan sebelum dipergunakan kembali. Bangunan tidak boleh mengalami perubahan bentuk. Bila terdapat radius tertentu untuk bengkokan atau hook harus dibuat sekeliling paku yang mempunyai diameter empat (4) kali dari tulangan yang akan dibengkok. Sambungan-sambungan pada begesting harus diusahakan lurus dan rata dalam arah horisontal dan vertikal. Begesting-begesting tidak boleh bocor dan cukup untuk mencegah perpindahan tempat atau kelongsoran dari penyangga. Pembengkokan dan Pelaksanaan 1. 5. 2. 6. Semua sisipan. Harap diperhatikan sebelum pengecoran dimulai harus diberikan waktu yang cukup untuk pemeriksaan. Sebelum pengecoran. Bout-bout dan tierod yang diperlukan untuk ikatan-ikatan dalan beton harus diatur sedemikian sehingga bila begesting dibongkar kembali. bagian-bagian yang strukturil harus diperiksa oleh Direksi segera sebelum beton dicor pada bagian itu. Begesting untuk beton biasa (yang perlu diplester lagi permukaannya) harus dibasahi air dengan seksama sabagai pengganti minyak segera sebelum dicor. 5. ada pada gambar perncanaan. Semua tulangan di bentuk sesuai dengan bentuk dan ukuran seperti tercantum dalam gambar dan mengikuti syarat . 7. Sebelum digunakan harus direndam dahulu dalam air. maka semua besi tulangan harus berada 4 cm dari permukaan beton. celah angker. Bentuknya harus dibuat sepraktis mungkin dalam penggunaannya. Tulangan yang mempunyai cacat atau pembengkokan yang tidak sesuai dengan gambar tidak boleh digunakan. diatas sokongan kayu atau tidak juga diatas agregat kasar 4. Penulangan yang ditempatkan pada suatu penampang dari pekerjaan harus disetujui oleh Direksi. 4. Precast mortar spacing block ini hendaknya dibuat dengan kawat baja dicor bersama-sama. Sebelum pemasangan besi beton bertulang. 3. Pelaksanaan. semua penulangan harus betul-betul bersih dari semua kotoran-kotoran.B. kerusakan atau pembebanan yang melebihi beban rencana dengan adanya pembongkaran begesting pada beton. Kontraktor diwajibkan untuk memperlihatkan data katalog tentang sertifikasi besi tulangan yang didapatkan dari supplier. Bahan-bahan Kayu Papan / Multipleks Kayu papan atau multipleks yang digunakan harus sesuai dengan syarat-syarat dan spesifikasi yang telah ditentukan atau menurut petunjuk Direksi. Pekerjaan harus sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kemungkinan adanya beton yang keropos dan lain-lain kerusakan beton. Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta. Dan dikerjakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. sebelum beton dicor pada penampang tersebut. Permukaan Bekesting harus halus dan rata. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 2. Tulangan tidak boleh disokong diatas tulangan baja yang keluar dari permukaan beton. deretan paku-paku. 3. Pekerjaan Bekesting Umum Pekerjaan ini adalah pembuatan begesting-begesting untuk cetakan konstruksi beton. bagian dalam dari bagian itu harus dibersihkan dari semua material lain.

Pertanggungan jawab atas keselamatan pada waktu pembongkaran tiap bagian begesting atau penyangga berada dipihak pemborong. spesi/mortel dan spesi injeksi dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Kontraktor sesuai dengan syarat-syarat yang sudah diterangkan 4. Semua besi beton harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan tentang besi beton.2 P. 1971.23 10. Semua pasir dan agregat kasar yang digunakan dalam beton. Tabel Standar Mutu Dan Kelas Beton Mutu dan Kelas Beton σ bk Kg/cm 2 125 175 225 σ ’ bm Kg/cm 2 200 250 300 Kategori Dari Bangunan (tujuan) Non Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Pengawasan terhadap Kualitas Agregat Pemeriksaan dengan mata Pemeriksaan dengan teliti Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Kekuatan Tekanan Tidak ada Pengujian Tidak ada Pengujian Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Kls I II Mutu Bo Bl K125 K175 K225 RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Semua portland harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam semen portland. 2. menurut tabel di bawah ini. Waktu minimum dari saat selesainya pengecoran beton sampai dengan pembongkaran begesting dari bagian – bagian struktur harus ditentukan dari percobaan kubus benda uji yang memberikan kuat desak minimum seperti tercantum pada daftar atau sebagai berikut : BAGIAN STRUKTUR Sisi balok dan dinding Penyangga pelat lantai Penyangga balok WAKTU MINIMUM PEMBONGKARAN BEGESTING ( HARI ) 3 21 21 Pekerjaan Beton Umum 1. Bahan 1. 1971. Air yang dipakai harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan di depan.I. Setiap syarat dan ketentuan yang tidak termaktub di sini harus sesuai dengan Standar Indonesia untuk beton N. Semua beton yang dikehendaki untuk digunakan bagi semua bangunan instalasi pengolahan lumpur tinja yang akan dikerjakan dengan spesifikasi ini dan untuk semua maksud yang berhubungan dan sebagaimana diminta oleh Direksi harus diperinci dari bahan-bahan yang diperinci disini dan harus dicampur dengan perbandingan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disebut di sini. Kelas dan Mutu Beton Kelas dan mutu dari beton harus sesuai dengan Standar Beton Indonesia N.I2-P. 3.B.B.I.I. 2. Waktu minimum untuk pembongkaran begesting .

Perbandingan antara bahan-bahan pembentuk beton yang dipakai untuk berbagai pekerjaan (sesuai kelas mutu) harus dipakai dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan. awet atau kekuatan dan Kontraktor tidak berhak atas penambahan konpensasi disebabkan perubahan yang demikian. 2. kegairahan bekerja. Mengaduk 1. semuanya dicampur dalam perbandingan yang serasi dan diolah sebaik-baiknya sampai pada kekentalan yang tepat/baik. 6. Waktu pengadukan ditambah. Bahan-bahan pembentukan beton harus dicampur dan diaduk dalam mesin pengaduk beton yaitu “Batch Mixer” atau “Portable Continuous Mixer” selama sedikitnya 1 ½ menit sesudah semua bahan (kecuali untuk air dalam jumlah yang penuh) ada dalam mixer. 3. campuran nominal dari semen Portland. Pengadukan yang berlebih-lebihan (lamanya) yang membutuhkan penambahan air untuk mendapatkan konsistensi beton yang dikehendaki tidak diperkenankan. Direksi berwenang untuk menambah waktu pengadukan jika pemasukan bahan dan cara pengadukan gagal untuk mendapatkan hasil adukan dengan susunan kekentalan dan warna yang merata/seragam. Perlengkapan Mengaduk Kontraktor harus menyediakan peralatan dan perlengkapan yang mempunyai ketelitian yang cukup untuk menetapkan dan mengawasi jumlah dari masing-masing bahan pembentukan beton. air seperti yang ditentukan sebelumnya. Untuk mutu beton lainnya yang lebih tinggi harus dipakai “campuran yang direncanakan” (designed mix). Tingkat agregat yang kasar untuk kelas II . Perbandingan campuran dan faktor air semen yang tepat akan ditetapkan atas dasar beton yang dihasilkan. Beton harus seragam dalam komposisi dan konsistensi dari adukan ke adukan. awet dan kekuatan yang dikehendaki. agar supaya diperoleh derajat yang sepatutnya.24 III K225 225 300 Strukturil Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian akan diadakan Dilakukan pengujian kekuatan tekan beton yang diperoleh dari pemeriksaan benda uji kubus pada umur 28 hari. 5. kecuali bila dimintakan adanya perubahan dalam komposisi atau konsistensi.5 m3. 4. Beton harus dibentuk dari semen portland. Air harus dituangkan lebih dahulu dan selama pekerjaan mencampur. Untuk beton mutu “Bo” campuran yang biasa untuk pekerjaan non struktural dipakai perbandingan dari semen portland. Komposisi/Campuran Beton 1. dengan mengkombinir ukuran agregat yang proporsionil. Untuk mempermudah pencampuran ini RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 8. dengan tidak memakai semen terlalu banyak. demikian juga pemeriksaan terhadap agregat dan beton yang dihasilkan.60 (dari beratnya) untuk kelas lainlainnya. kekedapan. 7.derajat K. Untuk beton mutu K 225. kepadatan. bila mesin pengaduk berkapasitas lebih besar dari 1. terhadap pasir dan agregat kasar tidak boleh kurang dari 1 : 8. Banyaknya semen untuk tiap m3 sedikitnya harus 225 kg. kekedapan. pasir dan kerikil/batu pecahan harus digunakan dengan perbandingan volume 1 : 2 : 3 atau banyaknya semen untuk tiap m3 beton minimum harus sampai 325 kg. Perlengkapanperlengkapan tersebut dan cara pengerjaannya selalu harus mendapatkan persetujuan Direksi. pasir.beton harus berada dalam batas yang telah ditentukan di atas dan Kontraktor harus memperoleh derajat yang patut apabila perlu akan dites oleh Direksi.125 dan untuk kelas II. juga mempunyai kepadatan yang tepat. Campuran yang direncanakan diketemukan dari percobaan-percobaan campuran yang memenuhi kekuatan karakteristik yang disyaratkan. Faktor air semen dari beton (tidak terhitung air yang dihisap oleh agregat) tidak boleh melampaui 0. 2. Pengujian dari beton akan dilakukan oleh Direksi dan perbandingan-perbandingan campuran harus diubah jika perlu untuk tujuan atau penghematan yang dikehendaki. kerikil/batu pecah. Banyaknya semen untuk tiap m3 beton paling tidak harus 325 kg.175 . Pencampuran dengan tangan diperkenankan apabila pada lokasi-lokasi tertentu sebuah Portable Mixer tak mungkin dipergunakan menurut pandangan Direksi.55 (dari beratnya) untuk kelas III dan jangan melampaui 0. Pencampuran dan Pengecoran Beton.derajat K.

3. Alat-alat dan usaha-usaha yang sesuai dan cocok untuk membuka cetakan-cetakan tanpa merusak permukaan dari beton yang selesai harus tersedia. ditentukan disini. tidak boleh lebih dari 32° Celcius dan tidak kurang dari 4. Semua cetakan yang dibangun harus teguh. Usaha yang sesuai dan efektif harus dikerahkan dalam pekerjaan cetakan untuk menguatkan pinggiran batas dan ujung lainnya dalam arah yang tepat untuk menghindari terbentuknya pelengkungan-pelengkungan sisi-sisi pinggiran tersebut atau kerusakan-kerusakan permukaan beton yang telah diselesaikan. Cetakan Beton 1. batas-batas dan ukuran dari hasil beton yang diinginkan sebagaimana pada gambar-gambar yang diusulkan oleh Kontraktor dan yang sudah disetujui oleh Direksi. permukaan mana telah begitu mengeras sehingga beton baru tidak akan berpadu dengan sempurna. bidang-bidang. Pengecoran 1. untuk dicor pada suhu dibawah 32° C. Permukaan-permukaan beton yang lebih dahulu dicor pada mana beton baru akan dicor. Suhu Suhu beton sewaktu dicor/dituang. Semua cetakan harus betul-betul teliti dan kuat kedudukannya sehingga tidak ada perubahan atau gerakan lain selama penuangan beton. Pembersihan harus berupa pembuangan semua kotoran. serta disediakan pompa untuk memompa air rembesan dari cofferdam. dalam keadaan baik sebagaimana dikehendaki untuk menghasilkan permukaan yang sempurna seperti terperinci disini. Pembersihan dan pencucian harus dilaksanakan pada kesempatan terakhir dari pengecoran beton. Bila beton melebihi 32° C. Penutup saluran dari beton harus dicor pada tempat lain yang berdekatan dengan lokasi. Bila suhu dari beton yang ditaruh berada antara 27° C dan 32° C. 6. reruntuhan atau bahan lepas. Permukaan-permukaan Construction Joints harus dibersihkan dengan cara-cara yang disetujui dan kemudian dicuci seluruhnya dengan penyemprotan air dengan tekanan udara segera sebelum pengecoran beton baru. 2. Cetakan dapat dibuat dari lembaran Plywood. 4. penyokongan dan pengikatan dan penyiapan-penyiapan permukaan yang berhubungan dengan pengecoran yang telah disetujui oleh Direksi. papan yang diserut/ diketam rata dan halus.5° C. Permukaan yang rata dari beton adalah yang dikehendaki dimanapun juga baik saluran drinase ataupun tutup beton. Cetakan haruslah sesuai dengan berbagai bentuk. beton harus diaduk ditempat pekerjaan untuk kemudian langsung dicor. Air yang setiap hari mengalir harus dialihkan lewat talang diatas aluran yang akan dibangun. sebagai yang ditetapkan oleh Direksi. rata dengan luas 2 cm2. misalnya mendinginkan agregat dengan mencampur air dan mengecor pada waktu malam hari bila perlu. Penyangga cetakan (perancah) harus bersandar pada pondasi yang baik sehingga tidak akan ada kemungkinan penurunan cetakan selama pelaksanaan. beton-beton yang mengelupas atau rusak.25 Kontraktor akan membuat beton masif dengan ketebalan tidak kurang dari 5 cm. Semua percetakan kayu harus diketam rata/digosok dengan kertas pasir untuk menghilangkan tanda-tanda bekas dari cetakan sejauh hal ini dapat dikerjakan. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . sebagai “Construction Joints” (hubungan konstruksi/pelaksana). Sebelum beton dicor. lantai kerja) harus bersih dari air yang menggenang. Semua genangan-genangan air harus dibuang dari permukaan Construction Joints sebelum beton baru dicor. Cetakan untuk permukaan yang demikian dapat dibuat dari kayu dan harus didalam segala hal benar-benar berbentuk dan berukuran yang dikehendaki dan harus berkekuatan dan berkakuan yang tetap pada tempat dan bentuknya selama pembebanan dan berlangsungnya pekerjaan vibrasi pemadatan beton. permukaan dari cetakan-cetakan harus diminyaki dengan minyak yang biasa diperdagangkan yang mencegah secara efektif lekatnya beton. mempertahankan suhu beton. Penggunaan minyak cetakan harus berhatihati untuk kontak dengan besi beton yang mengakibatkan kurangnya daya lekat. semua material untuk melepaskan lekatan harus dipakai hanya setelah disetujui oleh Direksi. Kontraktor harus mengambil langkah-langkah yang efektif. bahan-bahan asing yang menutupinya. 3. 2. Cetakan untuk mencetak beton dan membuatnya menurut model yang dikehendaki harus digunakan bila perlu. Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan. 5. 3. Permukaan-permukaan Construction Joints harus bersih dan lembab ketika ditutup dengan beton baru atau adukan. semua permukaan pada tempat pengecoran (cetakan. diliputi dengan parapet setinggi 10 cm. Segera sebelum pengecoran beton. licin. Pada pekerjaan saluran longsor harus dalam daerah yang kering maka harus dibatasi dengan cofferdam diudik dan di hilir. tidak boleh dicor langsung pada saluran. baja tulangan beton.

Direksi berhak menentukan cara perawatan bagaimana yang harus digunakan pada bagian-bagian pekerjaan. Semua beton harus dipadatkan dengan alat penggetar type immersion beroperasi dengan kecepatan paling sedikit 7000 putaran per menit ketika dbenamkan dalam beton. Semua beton harus dirawat (cured) dengan air seperti ditentukan disini. Beton harus dicor pada adukan yang baru (fresh). Direksi mempunyai hak untuk mengurangi tebal tersebut apabila pengecoran dengan tebal lapisanlapisan 50 cm tidak dapat memenuhi spesifikasi-spesifikasi ini. Pengecoran beton tidak diperkenankan selama hujan deras atau lama sedemikian sehingga spesi/ mortar terpisah dari agregat kasar. Dalam pemadatan setiap lapisan dari beton. Cara-cara dan alat-alat yang digunakan untuk pengangkutan beton harus sedemikian sehingga beton dengan komposisi dan kekentalan yang diinginkan dapat dibawa ke tempat pekerjaan tanpa adanya pemisahan dan kehilangan bahan yang menyebabkan perubahan nilai slump.35 m3 sekali tuang. kepala. Beton yang baru dibuka cetakannya diperlihatkan kepada Direksi untuk dinilai kualitas pengecorannya. sehingga ia bebas dari kantong-kantong kerikil. Suatu pengecoran tersebut tidak boleh terputus sebelum bagian tersebut selesai. 14 hari untuk dek-dek jembatan atau gorong-gorong jalan. Setiap lapisan beton harus dipadatkan sampai kepadatan maksimum yang mungkin. alat penggetar (vibrator) harus dapat menenmbus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak dibawah. Beton harus tetap basah paling sedikit 14 hari terus menerus (segera setelah beton cukup keras untuk mencegah kerusakan) dengan cara menutupnya dengan bahan yang dibasahi air atau cara-cara yang disetujui yang akan menjaga agar permukaan selalu basah. Ember beton harus mudah untuk diangkat/ diletakkan dengan alat-alat lainnya dimana diperlukan terutama bagi lokasi-lokasi yang terbatas. Pencampuran/penumbukan kembali beton tidak diperkenankan. beton yang hasilnya banyak keropos sampai tulangan terlihat. dan menutup rapat-rapat pada semua permukaanpermukaan dari cetakan dan material yang dilekatkan. Waktu dan cara pembukaan dan pemindahan cetakan harus dikerjakan dengan hati-hati untuk menghindarkan kerusakan pada beton. Air yang digunakan dalam perawatan (curing) harus memenuhi maksud-maksud spesifikasispesifikasi air untuk campuran beton. 2. Kecuali ada penyetopan/pemotongan oleh hubungan/joints. diperlukan waktu minimum dua hari sebelum cetakan dibuka untuk dinding-dinding yang tidak bermuatan dan cetakan-cetakan samping lainnya. maka harus mendapatkan penanganan tersendiri atas petunjuk Direksi. 10. Ember-ember/bocket beton yang dipakai harus sanggup menuang dengan tepat pada slump yang rendah dan memenuhi syarat-syarat campuran pada mana mekanisme pembuangan harus dibuat dengan kapasitas sedikitnya 0. 11. 2. 8. tujuh hari untuk dinding-dinding pemikul dan saluran-saluran.26 4. 12. Transportasi dari pengadukan sampai pengecoran beton jangan terlalu jauh sehingga memungkinkan pemisahan bahan dan pengerasan beton. Dalam pengecoran beton pada Construction Joints yang telah terbentuk. 13. 5. Perawatan 1. Waktu dan Cara-cara Pembukaan Cetakan 1. Perlindungan (Protection) RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . penjagaan khusus harus dijalankan untuk menjamin agar beton yang baru menjadi rapat betul dengan permukaan joints (sambungan) dengan Pembobokan dan peralatan dengan memakai alat-alat yang cocok. Keadaan construction joints harus mendekati horizontal jika tidak ada ketentuan lain dari yang ditunjukkan pada gambar atau diperintahkan oleh Direksi. Setelah permukaan disiapkan baik-baik. Beton dicor hanya pada waktu Direksi atau wakilnya yang ditunjuk serta pengawas Kontraktor yang setaraf ada ditempat kerja. 7. Umumnya. demikian juga konsistensinya. 6. Beton yang sudah mengeras dalam hal mana pengecoran yang tepat tidak mungkin dijamin harus dibuang dan tidak dibayar untuk pekerjaan terbuang semacam itu. semua penuangan beton harus selalu kira-kira berlapis-lapis horizontal dan umumnya tebalnya tidak lebih dari 50 cm. Beton yang masih muda tidak diijinkan untuk dibenahi. Selama hujan air semen atau spesi tidak boleh dihamparkan pada construction joints dan air semen atau spesi yang hanyut dan terhampar harus dibuang dan diganti sebelum pekerjaan dilanjutkan. 9. Pembukaan Cetakan dan Pemeliharaan. permukaan Construction Joints dimana beton baru akan dicorkan harus dilapisi dengan penutup yang terbuat dari adukan semen (air hasta semen) atau ditutup dengan lapisan spesi/mortar harus mempunyai perbandingan semen dan pasir seperti campuran beton yang bersangkutan kecuali ditentukan lain. 3.

lubang-lubang baut. 3. dan bergeraknya cetakan. harus diisi dengan spesi/ mortel tambalan yang kering yang disusun dari satu bagian semen Portland dengan dua bagian pasir beton bersama dengan bahan pengisi yang tidak susut. bentuk dan ukuran sesuai gambar kerja. Dimensi.11 Pemasangan Tiang Oktagonal 6m Hot Dipped Galvanized dengan Flenders Stang ornamen menggunakan pipa besi Galvanish (GIV) 2” kelas medium A. Permukaan beton yang terbuka harus dilindungi terhadap sinar-sinar matahari yang langsung paling sedikit 3 hari sesudah pengecoran. kerusakan karena cetakan. 4. sehingga dengan penambalan saja tidak akan menghasilkan sebuah dinding yang tidak memuaskan kelihatannya. Jika menurut pendapat Direksi Hal-hal yang tidak sempurna pada bagian bangunan-bangunan yang akan terlihat sedemikian. dalam hal mana penambalan harus dikerjakan seperti yang telah tercantum dalam pasal-pasal berikut. yang disebabkan mata kayu lepas pada cetakan atau kerusakan lain dari kayu. Cacat lubang-lubang tempat cukilan dari sarang kerikil atau keropos kecil yang akan diperbaiki.12 Pembuatan dan Pemasangan Terminal Dalam Tiang 1. Tiang yang digunakan adalah: . akan dianggap sebagai ketidakteraturan yang sekonyong-sekonyong (abrupt) dan akan diuji dengan menggunakan pengukuran langsung. sesuai dengan instruksi dari Direksi. Kerusakan yang memerlukan pembongkaran dan perbaikan ialah yang terdiri dari sarang kerikil. A-36 ketebalan 3mm. 3. Ketidakrataan dan bengkok harus dibuang dengan pemahat atau dengan alat lain dan seterusnya digosok dengan batu gerinda. Finishing hot dip galvaniszed. 2. Penyelesaian-penyelesaian dan Penyempurnaan 1. Offset yang disebabkan oleh pemindahan atau penempatan cetakan yang salah yang membentuk garis-garis. kalau perlu dengan menggunakan peralatan pengetesan beton. 3. Tipe base plate (pemasangan menggunakan angkur).27 Kontraktor harus melindungi semua beton terhadap kerusakan-kerusakan sebelum penerimaan terakhir oleh Direksi. 2. Semua ketidakteraturan lainnya dapat dianggap sebagai ketidakteraturan yang gradual dan akan diperiksa dengan teliti oleh Direksi. dalam jumlah yang diperinci oleh pabrik dan dengan air yang cukup sehingga sesudah bahanbahan spesi dicampur akan melekat satu sama lain dan apabila diremas-remas menjadi bola dan ditekan dengan tangan tidak akan mengeluarkan air. Perbaikan Permukaan Beton 1.dengan ukuran dengan ukuran disesuaikan gambar ( disesuaikan dengan jarak antar tiang PLN dengan lebar badan jalan) pembengkokan dengan sistem rolo dengan sudut 150. Spesi penambal harus dikerjakan dengan lapisan-lapisan yang tipis dan selalu dipadatkan dengan alat yang cocok. lobang-lobang karena keropos. Ketidaksesuaiannya akan mendapat penilaian tersendiri yang akan diberikan oleh Direksi dan kalau Direksi memerintahkan untuk dibongkar maka beton harus dibuang dan diganti oleh Kontraktor atas bebannya sendiri kecuali bila Direksi memberikan ijinnya untuk menambal tempat yang rusak. ternyata ada permukaan yang rusak atau keluar dari garis. Kontraktor harus membersihkan semua permukaan yang terbuka dari kerak-kerak dan kotoran yang lainnya. Kontraktor diwajibkan untuk menutupi seluruh dinding (dengan spesi plester). Tiang harus tanah karat dan tidak mudah kropos. Sebelum menerima pekerjaannya. ketidakrataan oleh pengaruh sambungan-sambungan cetakan. Tinggi 9 meter bahan SPCC standart ASTM.pabrik pembuat tinga harus telah menerapkan sisitem manajemn mutu.13 Pengecatan Tiang PJU RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Diproses dengan hot dipped galvaniszed.Tiang Oktagonal parabola cabang 2 parabola ( double parabolic). yang disetujui oleh Direksi. Penyempurnaan permukaan-permukaan beton harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli dan disaksikan oleh Direksi. Bila sesudah pembukaan cetakan ada beton yang tidak tercetak menurut gambar atau diluar garis atau permukaan tidak rata atau keropos. 3. 2. hal itu dianggap sebagai tidak sesuai dengan spesifikasi ini. Ketidakteraturan digolongkan sebagai sekonyong-konyong (abrupt) atau lambat laun (gradual). Permukaan-permukaan beton akan diuji/ ditest oleh Direksi dimana perlu untuk menentukan apakah ketidakteraturan permukaan berada dalam batas-batas yang ditentukan disini. Semua lubang harus terus menerus dibasahi selama 24 jam sebelum dicor dan seterusnya disempurnakan. Perlindungan semacam itu dibuat efektif dan secepatnya dilaksanakan sesudah pengecoran beton atau sesudah pembukaan cetakancetakan.

2.2 Bahan-bahan 1.3.8. Besi beton polos dia 4. 4. yang dipasang ditepi pasangan paving atau sebagai pengunci pasangan paving. Syarat-syarat Pelaksanaan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .6 m Curbing memakai curbing berdimensi 20. PEKERJAAN MEDIAN JALAN 4. 4. harus bersih dan melalui ayakan 1. Besi siku 2. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh spesi dibawah kanstin yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan pengarahan direksi dilapangan .Lingkup Pekerjaan. Pekerjaan meliputi pemasangan gird besi saluran. Pemasangan Lantai Porcelain Tile Kasar 30x30 cm(Warna Gelap/Terang) 4. Pemasangan Lantai Ornamen 50x50 cm 4.6 .Curbing Type A Panjang 0. Besi siku 2.2 Bahan-bahan 1. Spesi 1 PC : 2 Ps t= 3 Cm a.60 cm.1.WC)am kotoran. Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Perencana/Direksi Pengawas dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. b. bahan-bahan.2.4.6.2 Bahan-bahan 1.3. 2. Grill Taman (Cover & Frame) fabrikasi 4. Grill Manhole (Cover & Frame) Fabrikasi 4.28 Finishing PJU Dilapisi dengan pengecatan kesleruhan Tiang-tiang PJu 4.1.7. kwalitas baik minimal K-400 (hasil test laboratorium) 4. . Plat besi 3.2.1.5. Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10. Besi beton polos dia 4.1.2.1. Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 dan PUBI 1982. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja. Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan meliputi pemasangan gird besi saluran. 3. Grill Pelaluan Air (Cover&Frame) Fabrikasi 4.Lingkup Pekerjaan.3.2. Besi beton polos dia 4. Pemasangan Lantai Granit Diglasur 20x30 cm (Warna Gelap) Untuk Tuna Netra 4.40. sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.Campuran (aggregate) untuk plester harus dipilih yang benarbenar bersih dan bebas dari segala mPenghamparan Lapis Aus (AC .Lingkup Pekerjaan. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. 4. Persyaratan Bahan 1. c. Plat besi 3. Pekerjaan meliputi pemasangan gird besi saluran.0 mm. Besi siku 2. Plat besi 3.1. Pas.

b. 6. Terkecuali diperintahkan lain oleh Direksi. spesifikasi dan lainnya. keras. Pasir pasang yang di gunakan harus di ayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang dipersyaratkan. 3.29 1. 4. 4. Pekerjaan ini juga mencakup pembuatan lubang suling-suling (untuk drainase) termasuk pengadaan dan pemasangan acuan lubang suling-suling atau pipa dan bahan penyaring. dalam keadaan utuh dan tidak ada cPenghamparan Lapis Aus (AC . bertuliskan type dan tingkatannya. lancip atau lonjong bentuknya dan dapat ditempatkan saling mengunci bila dipasang bersama. bersih. Pasangan batu harus digunakan untuk struktur seperti saluran berpenampang persegi di tepi jalan. Pekerjaan spesi dilakukan dibawah kanstin setelah terlebih dahulu melakukan galian tanah keras sedalam 8 cm pemasangan. 3. terlindung. Bahan – Bahan : • Batu Kali Belah 15/20 cm • Semen PC 50 Kg • Pasir Pasang • Air Bersih Mutu Bahan a. 5. penyiapan pondasi dan seluruh pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan struktur sesuai dengan spesifikasi teknik serta memenuhi garis. Pekerjaan ini harus mencakup pembangunan dari struktur yang ditunjukan pada gambar atau seperti yang diperintahkan oleh Direksi. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar. Bahan harus disimpan di tempat yang kering. 3. dan bersih. Pekerjaan harus meliputi pengadaan seluruh material. Seluruh spesi pada kanstin dengan aduk campuran 1 PC : 4 pasir. 2. Kontraktor diharuskan memeriksa site/ lapangan yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulainya pekerjaan.WC)at. kasar. Batu Kali Belah 15/20 cm Batu Kali yang digunakan adalah : 1. galian. ketinggian. harus bermutu baik dari jenisnya dan di setujui Direksi . Semua bahan sebelum di kerjakan harus ditunjukkan kepada Konsultan MK/Direksi untuk mendapatkan persetujuan. gorong-gorong persegi dan tembok kepala goronggorong. Pasangan Batu Kali Belah 15/20 ( 1 Pc : 4 Ps ) Umum 1. 9. dan dilindungi sesuai dengan jenisnya seperti yang disyaratkan dari pabrik. 4. Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan di atas tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. Tempat penyimpanan bahan harus cukup menampung kebutuhan bahan. Konstruksi pasangan batu ini dimaksud untuk menahan beban luar yang cukup besar. Material yang tidak disetujui harus diganti dengan material lain yang mutunya sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan. Batu yang dari alam atau batu galian yang telah dibelah. Sebelum memulai pekerjaan. Ukuran/dimensi pasangan. 8. Kontraktor harus segera melaporkan kepada Direksi. tembok penahan. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan ditempat tersebut sebelum kelainan/perbedaan diselesaikan.9. 2. 5. 7. 2. berventilasi baik. potongan dan dimensi seperti yang ditunjukan pada gambar atau sebagaimana diperlukan secara tertulis oleh Direksi. lebar tidak kurang dari satu setengah kali tebalnya dan panjang tidak kurang dari satu setengah kali lebarnya. elevasi serta kelandaian sesuai dengan gambar rencana. Batu harus rata. tahan lama. Tebal spesi 3 cm dengan dengan melakukan galian tanah keras terlebih dahulu sedalam 8 cm atau sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. Semen PC 50 Kg Semen yang digunakan adalah : RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . tahan terhadap pengaruh adara dan air dan cocok dalam segala hal untuk fungsi yang dimaksud. batu harus memiliki ketebalan yang tidak kurang dari 150 mm. Semen Portland yang di kirim ke proyek lapangan harus dalam keadaan tertutup atau dalam yang masih disegel dan berlabel pabriknya. lengkap dengan ketentuan/persyaratan dari pabrik yang bersangkutan.

Jenis Portland Cement (PC) produksi dalam negeri yang memenuhi persyaratan yang berlaku di Indonesia.10. • Setiap jarak 20 meter sepanjang saluran dibuatkan celah delatasi tegak dari puncak saluran sampai dasar saluran 4. • Batu yang dipasang harus dihampar dengan muka yang terpanjang mendatar dan muka yang tampak harus dipasang sejajar. hingga campuran telah berwarna merata. Prosedur Pelaksanaan 1. Tambahan aduk mengisi rongga yang ada diantara batu-batu dan harus diakhiri hampir rata dengan permukaan lapisan tetapi tidak menutupi batunya dengan menggunakan perekat 1 pc : 4 pc. Penyimpanan harus mengikuti spesifikasi serta diletakkan sedemikian rupa sehingga mudah untuk diperiksa dan diambil c. Adukan yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah air ditambahkan harus di buang. busa. Menggelindingkan atau menggulingkan batu pada pekerjaan yang baru dipasang tidak diperkenankan. • Pasangan yang dihasilkan harus kokoh / masif ( tidak berongga ). e. baru sesudahnya air ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan selama lima sampai sepuluh menit. adukan boleh diaduk kembali dengan air dalam waktu 30 menit dari proses pengadukan awal. basa. • Pekerjaan harus dimulai dari dasar lereng kearah atas. bebas dari benda – benda yang mengganggu seperti minyak. dalam pelaksanaan dilapangan kontraktor harus membuat kotak takaran dari kayu dengan ukuran yang sama. • Peralatan yang cocok harus disediakan utnuk memasang batu yang lebih besar dari yang dapat ditangani oleh dua orang. garam. • Lereng yang bersebelahan dengan batu harus diratakan dan dibentuk untuk menjamin pertemuan yang baik dengan pekerjaan pasangan batu sehingga memungkinkan untuk drainase tang tidak menghambat dan mencegah gerusan pada tepi perkerasan. Adukan dicampur hanya dalam kwantitas yang diperlukan untuk penggunaan langsung. • Batu besar pilihan harus digunakan untuk lapisan dasar dan pada sudut-sudut. Pasir Pasang Pasir Pasang yang dipakai adalah : 1. baik dalam kotak yang rapat atau dalam alat pencampuradukan yang telah disetujui. Pasir tersebut tidak mengandung lempung atau unsur organik atau non organic lainya. Semen tidak boleh disimpan terlalu lama dan yang telah menggumpal atau membatu tidak boleh dipakai dan harus disingkirkan. Komposisi Campuran menggunakan 1 Pc : 4 Ps. Air yang diketahui dapat diminum juga dapat dipakai.5 cm Umum RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Agregat. Pemasangan Batu Kali Belah 15/20 ( 1 Pc : 4 Ps ) • Landasan dari adukan segar paling sedikit 30 mm tebalnya harus dipasang pada pondasi dan disiapkan sesaat sebelum penempatan masing-masing batu pada lapisan pertama.30 1. dan Air a. d. harus dicampur. Jumlah air harus sedemikian hingga guna menghasilkan adukan dengan konsistensi ( kekentalan ) yang diperlukan tetapi tidak boleh melebihi 70 % dari berat semen yang digunakan. Seluruh material tadi ( kecuali air ). 2. b. Penyiapan Adukan Campuran ( Spesi 1 Pc : 4 Ps ) Adukan semen terdiri dari material Semen. • Batu harus tertanam dengan kuat satu dengan yang lainnya untuk mendapatkan tebal yang diperlukan dari lapisan yang diukur tegak lurus terhadap lereng. c. 2. untuk itu semua rongga diantara batu kali harus terisi campuran. 3. Pengadukan kemlbali setelah waktu tersebut tidak boleh dilakukan. asam. Untuk menghasilkan campuran yang homogen ( merata ). gula atau organic lainnya. d. Air Bersih Air yang digunakan dalam campuran harus bersih. dan permukaan harus diakhiri segera setelah pengerasan awal dan aduk dengan menyapunya dengan sapu yang kaku. Jika perlu. yaitu 1 bagian semen dicampur dengan 3 bagian Pasir Pasang. pengadukan harus menggunakan Concrete Mixer / Molen dengan kapasitas 350 l. Pasir tersebut terdiri dari butir –butir yang bersih dari segala kotoran. PEKERJAAN PLESTERAN HALUS Tb=1.

31 1. baru sesudahnya air ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan selama lima sampai sepuluh menit. Jumlah air harus sedemikian hingga guna menghasilkan adukan dengan konsistensi ( kekentalan ) yang diperlukan tetapi tidak boleh melebihi 70 % dari berat semen yang digunakan.5” 2. basa. Pekerjaan Besi Pipa Galvanish 2 ½” (Medium) 1. c.5 cm. Jenis Portland Cement (PC) produksi dalam negeri yang memenuhi persyaratan yang berlaku di Indonesia. d. garam. g. Pekerjaan ini juga mencakup pembuatan benangan 3.5 cm terdiri dari campuran 1 Pc: 4 Ps dengan menggunakan pasir pasang yang telah diayak . Pada bagian sudut atas plesteran dibuatkan benangan sepanjang saluran. Pasir Pasang. e. Sebelum permukaan bidang pasangan batu diplester terlebih dahulu bidang yang akan diplester harus dibersihkan dari segala macam kotoran. harus dicampur. Pipa yang digunakan berukuran 2. Prosedur Pelaksanaan Adukan terdiri dari material Semen. Plesteran tebal 1. Pertemuan bidang plesteran vertikal dan horizontal harus lurus. baik dalam kotak yang rapat atau dalam alat pencampuradukan yang telah disetujui. busa. Untuk menghasilkan campuran yang homogen (merata). Pasir Pasang Pasir Pasang yang dipakai adalah : 1. Bidang-bidang yang telah bersih kemudian disiram dengan air sampai rata dan jenuh baru kemudian diplester. 2. f. bebas dari benda – benda yang menggangu seperti minyak. dalam pelaksanaan dilapangan kontraktor harus membuat kotak takaran dari kayu dengan ukuran yang sama. rata (tidak bergelombang) dan tidak retak. Semen PC 50 Kg Semen yang digunakan adalah : 1. Air Air yang digunakan dalam campuran harus bersih. Pengadukan kemlbali setelah waktu tersebut tidak boleh dilakukan. Seluruh material tadi ( kecuali air ). 2. dan Air a. Air yang diketahui dapat diminum juga dapat dipakai. gula atau organic lainnya.5” 1. Semen tidak boleh disimpan terlalu lama dan yang telah menggumpal atau membatu tidak boleh dipakai dan harus disingkirkan. Adukan dicampur hanya dalam kwantitas yang diperlukan untuk penggunaan langsung. c.12. adukan boleh diaduk kembali dengan air dalam waktu 30 menit dari proses pengadukan awal. Pekerjaan Sambungan Knee Besi Pipa Galvanish Medium 2. b.5” RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 3.13. pengadukan harus menggunakan Concrete Mixer / Molen dengan kapasitas 350 l. Pasir tersebut tidak mengandung lempung atau unsur organik atau non organic lainya. Komposisi Campuran menggunakan 1 Pc : 4 Ps. Adukan yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah air ditambahkan harus di buang. Pekerjaan ini harus mencakup pembangunan dari struktur yang ditunjukan pada gambar atau seperti yang diperintahkan oleh Direksi. h. Pipa yang digunakan berukuran 2. Jika perlu. 2. 4. Tebal plesteran adalah 1. elevasi serta kelandaian sesuai dengan gambar rencana. Penyimpanan harus mengikuti spesifikasi serta diletakkan sedemikian rupa sehingga mudah untuk diperiksa dan diambil b. benangan harus tajam dan lurus serta tidak mudah terkelupas. asam. Pipa Galvanis digunakan sebagai pagar jembatan 4. a. hingga campuran telah berwarna merata. yaitu 1 bagian semen dicampur dengan 4 bagian Pasir Pasang. Ukuran/dimensi pasangan. Bahan – Bahan : • Semen PC 50 Kg • Pasir Pasang • Air Bersih Mutu Bahan. Pasir tersebut terdiri dari butir –butir yang bersih dari segala kotoran.

maka pemasangan dilakukan manual oleh tenaga manusia. merupakan tanggung jawab kontraktor. Pemasangan Ornamen Batu Kali Ex. Pengadaan dan Pemasangan Pelat Intrit Tb. 9.2. Jika kondisi memang tidak memungkingkan untuk menggunakan alat berat. Mutu. Biaya transportasi Box Culvert Precast yang sudah dipesan. Pelat Wiremest 1pc:2ps:2. 8.120 cm K-350 Fabrikasi 5. sepenuhnya ditanggung oleh Kontraktor. Manhole + Pemasangan Pekerjaan Struktur Beton Pekerjaan Tulangan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . kepada Direksi dan Pengawas. Kontraktor harus memastikan bahwa galian Konstruksi tersebut telah diisi dengan Sirtu yang telah dipadatkan. landasan U DITCH berupa rabat beton dengan ketebalan Sesuai dengan gambar perencanaan. maka pihak pengguna berhak menolak produk beton precast 7. Pemasangan dilakukan Mengunakan Alat Berat Bego/Forklip dan harus sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh produser Pre-Cast U DITCH.5.7. Kerusakan U DITCH akibat kesalahan prosedur pemasangan. Box Culvert menggunakan mutu beton K-400 dengan mutu baja BJTD-40 dan BJTP-32 3. Syarat diterimanya beton precast. Mutu Beton dari U DITCH adalah K-350 2. Pekerjaan Pengadaan Dan Pemasangan Beton BOX-CULVERT TOP BOTTOM K-400 1.6. 3. 4. 5. Jember Pemasangan Ornamen Batu Andesf beralur 5. Dan kontraktor berkewajiban mengganti U DITCH yang rusak dengan U DITCH yang baru yang mempunyai spesifikasi yang seragam. pihak penyedia diwajibkan mengundang pihak pengguna untuk melakukan inspeksi / tinjauan ke produsen melihat tahapan dan pemakaian bahan pabrikasi 6.250) Pemakaian Besi 97 Kg 5. Pekerjaan Pengadaan & Pemasangan U DITCH & COVER ( K-350 ) 1. yang telah disetujui oleh pihak Direksi 4. Pipa Galvanis digunakan sebagai Sambungan pagar jembatan 4. PEKERJAAN BOX-CULVERT 5. Kontraktor harus memesan untuk pembuatan Box Culvert Precast tersebut pada sebuah pabrik. Box Culvert yang dimaksud adalah Box Culvert Precast yang berasal dari pabrikasi Disesuaikan Dengan Penulangan dan pemasangan dilakukan menggunakan Crane 2.5kr (K. Dimensi serta Detail Box Culvert Precast yang dipesan harus sesuai dengan gambar perencanaan yang sudah disetujui oleh Direksi 5. Sebelum dipasang pada galian Konstruksi yang sudah disiapkan.32 2.1. 4.14.15. Pekerjaan Beton Rabat (1pc:3ps:6kr) 5. Kontraktor diharuskan dapat memberikan Jaminan Spesikasi Pemesanan Box Culvert Precast ( yang berisi Job Mix Formula ) serta Surat Dukungan dari Pabrik ( dengan melampirkan analisa harga satuan pabrikasi) yang dikeluarkan oleh Pabrik. Sebelum pemasangan U DITCH.4. Bila mutu pabrikasi dibawah / tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. 5.

Begesting-begesting tidak boleh bocor dan cukup untuk mencegah perpindahan tempat atau kelongsoran dari penyangga. Pekerjaan Bekesting Umum Pekerjaan ini adalah pembuatan begesting-begesting untuk cetakan konstruksi beton. semua penulangan harus betul-betul bersih dari semua kotoran-kotoran. maksudnya untuk mengikatnya pada tulangan. Bentuknya harus dibuat sepraktis mungkin dalam penggunaannya. 11.I dan diletakkan sesuai dengan gambar dengan memperhatikan selimut beton yang tetap. Semua begesting harus dibersihkan sebelum dipergunakan kembali. tidak boleh melendut. kecuali ada ketentuan lain dari Direksi untuk pekerjaan tertentu. Segara sebelum beton dicor pada beberapa bagian dari begesting. Kontraktor diwajibkan untuk memperlihatkan data katalog tentang sertifikasi besi tulangan yang didapatkan dari supplier. Permukaan Bekesting harus halus dan rata. 13. termasuk air. Pekerjaan harus sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kemungkinan adanya beton yang keropos dan lain-lain kerusakan beton. bagian dalam dari bagian itu harus dibersihkan dari semua material lain. 12. diatas sokongan kayu atau tidak juga diatas agregat kasar 12. 14. Harus terdiri dari bahan-bahan yang diperinci disini. 15. bagian-bagian yang strukturil harus diperiksa oleh Direksi segera sebelum beton dicor pada bagian itu. Semua tulangan di bentuk sesuai dengan bentuk dan ukuran seperti tercantum dalam gambar dan mengikuti syarat . Tiap-tiap bagian dari begesting. Bout-bout dan tierod yang diperlukan untuk ikatan-ikatan dalan beton harus diatur sedemikian sehingga bila begesting dibongkar kembali. celah angker. 16. Precast mortar spacing block hendaknya digunakan untuk penahan jarak yang tepat terhadap tulangan dan minimum mempunyai kekuatan beton yang akan dicor. Sebelum pengecoran. Tulangan yang mempunyai cacat atau pembengkokan yang tidak sesuai dengan gambar tidak boleh digunakan. Harap diperhatikan sebelum pengecoran dimulai harus diberikan waktu yang cukup untuk pemeriksaan. Pembengkokan dan Pelaksanaan 9.syarat dalam P. 10. Precast mortar spacing block ini hendaknya dibuat dengan kawat baja dicor bersama-sama. Sambungan-sambungan pada begesting harus diusahakan lurus dan rata dalam arah horisontal dan vertikal. Penulangan yang ditempatkan pada suatu penampang dari pekerjaan harus disetujui oleh Direksi. Kawat baja digunakan untuk mengikat tulangan hendaknya mempunyai diameter tidak lebih kecil dari 1. Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta. dan lain-lain harus dibuat didalam beton. 13.B. 15. ada pada gambar perncanaan. 6 mm dengan ikatan dari kawat harus dimasukkan dalam penampung beton Beugel-beugel harus diikat pada tulangan utama dan jaraknya harus sesuai dengan gambar. Syarat-syarat dan ketentuan yang dinyatakan disini akan berlaku untuk semua pekerjaan tulangan. Semua sisipan.33 Umum. 16. sebelum beton dicor pada penampang tersebut. Bahan-bahan Kayu Papan / Multipleks Kayu papan atau multipleks yang digunakan harus sesuai dengan syarat-syarat dan spesifikasi yang telah ditentukan atau menurut petunjuk Direksi. Seluruh pekerjaan tulangan yang dilaksanakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. 11. 14. Material ( Baja Tulangan ) Besi yang dipakai adalah besi Tulangan dengan diameter sesuai dengan yang sisyaratkan. maka semua besi tulangan harus berada 4 cm dari permukaan beton. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Dan dikerjakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. Sebelum digunakan harus direndam dahulu dalam air. Tulangan tidak boleh disokong diatas tulangan baja yang keluar dari permukaan beton. deretan paku-paku. Bila terdapat radius tertentu untuk bengkokan atau hook harus dibuat sekeliling paku yang mempunyai diameter empat (4) kali dari tulangan yang akan dibengkok. Pelaksanaan.

Semua beton yang dikehendaki untuk digunakan bagi semua bangunan instalasi pengolahan lumpur tinja yang akan dikerjakan dengan spesifikasi ini dan untuk semua maksud yang berhubungan dan sebagaimana diminta oleh Direksi harus diperinci dari bahan-bahan yang diperinci disini dan harus dicampur dengan perbandingan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disebut di sini.34 17. Waktu minimum untuk pembongkaran begesting . spesi/mortel dan spesi injeksi dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Kontraktor sesuai dengan syarat-syarat yang sudah diterangkan 8.I.I. Sebelum pemasangan besi beton bertulang. Semua pasir dan agregat kasar yang digunakan dalam beton. Pembongkaran Begesting . kerusakan atau pembebanan yang melebihi beban rencana dengan adanya pembongkaran begesting pada beton. Tabel Standar Mutu Dan Kelas Beton Mutu dan Kelas Beton σ bk Kg/cm 2 125 175 225 σ ’ bm Kg/cm 2 200 250 300 Kategori Dari Bangunan (tujuan) Non Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Pengawasan terhadap Kualitas Agregat Pemeriksaan dengan mata Pemeriksaan dengan teliti Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa Kekuatan Tekanan Tidak ada Pengujian Tidak ada Pengujian Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Kls I II Mutu Bo Bl K125 K175 K225 RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .B. begesting yang dipergunakan untuk beton yang tidak perlu diplester lagi (exposed concrete) harus dilapisi dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas pada beton. Semua besi beton harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan tentang besi beton. Pelapisan (coating) . 18. menurut tabel di bawah ini. 4. 7. Begesting untuk beton biasa (yang perlu diplester lagi permukaannya) harus dibasahi air dengan seksama sabagai pengganti minyak segera sebelum dicor. Kelas dan Mutu Beton Kelas dan mutu dari beton harus sesuai dengan Standar Beton Indonesia N. Setiap syarat dan ketentuan yang tidak termaktub di sini harus sesuai dengan Standar Indonesia untuk beton N.I2-P. Semua portland harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam semen portland. 1971.I. Waktu minimum dari saat selesainya pengecoran beton sampai dengan pembongkaran begesting dari bagian – bagian struktur harus ditentukan dari percobaan kubus benda uji yang memberikan kuat desak minimum seperti tercantum pada daftar atau sebagai berikut : WAKTU MINIMUM PEMBONGKARAN BEGESTING ( HARI ) 3 21 21 BAGIAN STRUKTUR Sisi balok dan dinding Penyangga pelat lantai Penyangga balok Pekerjaan Beton Umum 3. 19. Bahan 5. 20.2 P. 1971. 6.B. Pertanggungan jawab atas keselamatan pada waktu pembongkaran tiap bagian begesting atau penyangga berada dipihak pemborong. Bangunan tidak boleh mengalami perubahan bentuk. Air yang dipakai harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan di depan.

kegairahan bekerja.55 (dari beratnya) untuk kelas III dan jangan melampaui 0. 16. kekedapan.5 m3. Untuk mutu beton lainnya yang lebih tinggi harus dipakai “campuran yang direncanakan” (designed mix). Air harus dituangkan lebih dahulu dan selama pekerjaan mencampur. terhadap pasir dan agregat kasar tidak boleh kurang dari 1 : 8. Pengadukan yang berlebih-lebihan (lamanya) yang membutuhkan penambahan air untuk mendapatkan konsistensi beton yang dikehendaki tidak diperkenankan. 10. 12. Untuk beton mutu “Bo” campuran yang biasa untuk pekerjaan non struktural dipakai perbandingan dari semen portland. kerikil/batu pecah. 11. 14. licin. awet dan kekuatan yang dikehendaki. Banyaknya semen untuk tiap m3 beton paling tidak harus 325 kg. dengan tidak memakai semen terlalu banyak. Pencampuran dan Pengecoran Beton.60 (dari beratnya) untuk kelas lainlainnya. 15. dengan mengkombinir ukuran agregat yang proporsionil. Mengaduk 4. Perbandingan antara bahan-bahan pembentuk beton yang dipakai untuk berbagai pekerjaan (sesuai kelas mutu) harus dipakai dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan.175 . air seperti yang ditentukan sebelumnya. juga mempunyai kepadatan yang tepat. Beton harus seragam dalam komposisi dan konsistensi dari adukan ke adukan. pasir dan kerikil/batu pecahan harus digunakan dengan perbandingan volume 1 : 2 : 3 atau banyaknya semen untuk tiap m3 beton minimum harus sampai 325 kg. agar supaya diperoleh derajat yang sepatutnya. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .35 meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian akan diadakan III K225 225 300 Strukturil Dilakukan pengujian kekuatan tekan beton yang diperoleh dari pemeriksaan benda uji kubus pada umur 28 hari. 5. demikian juga pemeriksaan terhadap agregat dan beton yang dihasilkan. kepadatan. Faktor air semen dari beton (tidak terhitung air yang dihisap oleh agregat) tidak boleh melampaui 0. Tingkat agregat yang kasar untuk kelas II .derajat K. semuanya dicampur dalam perbandingan yang serasi dan diolah sebaik-baiknya sampai pada kekentalan yang tepat/baik. Untuk mempermudah pencampuran ini Kontraktor akan membuat beton masif dengan ketebalan tidak kurang dari 5 cm. kekedapan. diliputi dengan parapet setinggi 10 cm. kecuali bila dimintakan adanya perubahan dalam komposisi atau konsistensi.125 dan untuk kelas II. Perlengkapanperlengkapan tersebut dan cara pengerjaannya selalu harus mendapatkan persetujuan Direksi. bila mesin pengaduk berkapasitas lebih besar dari 1. 13. Pengujian dari beton akan dilakukan oleh Direksi dan perbandingan-perbandingan campuran harus diubah jika perlu untuk tujuan atau penghematan yang dikehendaki. Direksi berwenang untuk menambah waktu pengadukan jika pemasukan bahan dan cara pengadukan gagal untuk mendapatkan hasil adukan dengan susunan kekentalan dan warna yang merata/seragam.beton harus berada dalam batas yang telah ditentukan di atas dan Kontraktor harus memperoleh derajat yang patut apabila perlu akan dites oleh Direksi. campuran nominal dari semen Portland. Komposisi/Campuran Beton 9.derajat K. Pencampuran dengan tangan diperkenankan apabila pada lokasi-lokasi tertentu sebuah Portable Mixer tak mungkin dipergunakan menurut pandangan Direksi. Perbandingan campuran dan faktor air semen yang tepat akan ditetapkan atas dasar beton yang dihasilkan. Banyaknya semen untuk tiap m3 sedikitnya harus 225 kg. Campuran yang direncanakan diketemukan dari percobaan-percobaan campuran yang memenuhi kekuatan karakteristik yang disyaratkan. Beton harus dibentuk dari semen portland. Waktu pengadukan ditambah. Untuk beton mutu K 225. rata dengan luas 2 cm2. awet atau kekuatan dan Kontraktor tidak berhak atas penambahan konpensasi disebabkan perubahan yang demikian. Bahan-bahan pembentukan beton harus dicampur dan diaduk dalam mesin pengaduk beton yaitu “Batch Mixer” atau “Portable Continuous Mixer” selama sedikitnya 1 ½ menit sesudah semua bahan (kecuali untuk air dalam jumlah yang penuh) ada dalam mixer. Perlengkapan Mengaduk Kontraktor harus menyediakan peralatan dan perlengkapan yang mempunyai ketelitian yang cukup untuk menetapkan dan mengawasi jumlah dari masing-masing bahan pembentukan beton. pasir.

16. mempertahankan suhu beton. Cetakan dapat dibuat dari lembaran Plywood. tidak boleh dicor langsung pada saluran. papan yang diserut/ diketam rata dan halus. lantai kerja) harus bersih dari air yang menggenang. Penutup saluran dari beton harus dicor pada tempat lain yang berdekatan dengan lokasi. semua material untuk melepaskan lekatan harus dipakai hanya setelah disetujui oleh Direksi. beton harus diaduk ditempat pekerjaan untuk kemudian langsung dicor. ditentukan disini. Kontraktor harus mengambil langkah-langkah yang efektif. 17. permukaan dari cetakan-cetakan harus diminyaki dengan minyak yang biasa diperdagangkan yang mencegah secara efektif lekatnya beton. Cetakan Beton 7. dalam keadaan baik sebagaimana dikehendaki untuk menghasilkan permukaan yang sempurna seperti terperinci disini. Permukaan-permukaan Construction Joints harus dibersihkan dengan cara-cara yang disetujui dan kemudian dicuci seluruhnya dengan penyemprotan air dengan tekanan udara segera sebelum pengecoran beton baru. Permukaan-permukaan beton yang lebih dahulu dicor pada mana beton baru akan dicor. Pembersihan harus berupa pembuangan semua kotoran. batas-batas dan ukuran dari hasil beton yang diinginkan sebagaimana pada gambar-gambar yang diusulkan oleh Kontraktor dan yang sudah disetujui oleh Direksi. semua permukaan pada tempat pengecoran (cetakan. Suhu Suhu beton sewaktu dicor/dituang. misalnya mendinginkan agregat dengan mencampur air dan mengecor pada waktu malam hari bila perlu. 9. 15. 8. tidak boleh lebih dari 32° Celcius dan tidak kurang dari 4. Semua genangan-genangan air harus dibuang dari permukaan Construction Joints sebelum beton baru dicor. Semua cetakan yang dibangun harus teguh. bidang-bidang. sebagai yang ditetapkan oleh Direksi. 11. Penggunaan minyak cetakan harus berhatihati untuk kontak dengan besi beton yang mengakibatkan kurangnya daya lekat. penyokongan dan pengikatan dan penyiapan-penyiapan permukaan yang berhubungan dengan pengecoran yang telah disetujui oleh Direksi. sebagai “Construction Joints” (hubungan konstruksi/pelaksana). Permukaan yang rata dari beton adalah yang dikehendaki dimanapun juga baik saluran drinase ataupun tutup beton. Permukaan-permukaan Construction Joints harus bersih dan lembab ketika ditutup dengan beton baru atau adukan. Alat-alat dan usaha-usaha yang sesuai dan cocok untuk membuka cetakan-cetakan tanpa merusak permukaan dari beton yang selesai harus tersedia. serta disediakan pompa untuk memompa air rembesan dari cofferdam. beton-beton yang mengelupas atau rusak. Cetakan untuk permukaan yang demikian dapat dibuat dari kayu dan harus didalam segala hal benar-benar berbentuk dan berukuran yang dikehendaki dan harus berkekuatan dan berkakuan yang tetap pada tempat dan bentuknya selama pembebanan dan berlangsungnya pekerjaan vibrasi pemadatan beton. Cetakan untuk mencetak beton dan membuatnya menurut model yang dikehendaki harus digunakan bila perlu. 10. Cara-cara dan alat-alat yang digunakan untuk pengangkutan beton harus sedemikian sehingga beton dengan komposisi dan kekentalan yang diinginkan dapat dibawa ke tempat pekerjaan tanpa adanya pemisahan dan kehilangan bahan yang menyebabkan perubahan nilai slump. baja tulangan beton. Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Bila suhu dari beton yang ditaruh berada antara 27° C dan 32° C. Pengecoran 14.36 6. Bila beton melebihi 32° C. Sebelum beton dicor. untuk dicor pada suhu dibawah 32° C. Semua percetakan kayu harus diketam rata/digosok dengan kertas pasir untuk menghilangkan tanda-tanda bekas dari cetakan sejauh hal ini dapat dikerjakan. reruntuhan atau bahan lepas. Semua cetakan harus betul-betul teliti dan kuat kedudukannya sehingga tidak ada perubahan atau gerakan lain selama penuangan beton. 12. Pada pekerjaan saluran longsor harus dalam daerah yang kering maka harus dibatasi dengan cofferdam diudik dan di hilir.5° C. Usaha yang sesuai dan efektif harus dikerahkan dalam pekerjaan cetakan untuk menguatkan pinggiran batas dan ujung lainnya dalam arah yang tepat untuk menghindari terbentuknya pelengkungan-pelengkungan sisi-sisi pinggiran tersebut atau kerusakan-kerusakan permukaan beton yang telah diselesaikan. Air yang setiap hari mengalir harus dialihkan lewat talang diatas aluran yang akan dibangun. permukaan mana telah begitu mengeras sehingga beton baru tidak akan berpadu dengan sempurna. Pembersihan dan pencucian harus dilaksanakan pada kesempatan terakhir dari pengecoran beton. Cetakan haruslah sesuai dengan berbagai bentuk. Penyangga cetakan (perancah) harus bersandar pada pondasi yang baik sehingga tidak akan ada kemungkinan penurunan cetakan selama pelaksanaan. Segera sebelum pengecoran beton. bahan-bahan asing yang menutupinya.

Setelah permukaan disiapkan baik-baik. 25.35 m3 sekali tuang. 14 hari untuk dek-dek jembatan atau gorong-gorong jalan. 5. penjagaan khusus harus dijalankan untuk menjamin agar beton yang baru menjadi rapat betul dengan permukaan joints (sambungan) dengan Pembobokan dan peralatan dengan memakai alat-alat yang cocok. 22. 21. 20. Beton harus tetap basah paling sedikit 14 hari terus menerus (segera setelah beton cukup keras untuk mencegah kerusakan) dengan cara menutupnya dengan bahan yang dibasahi air atau cara-cara yang disetujui yang akan menjaga agar permukaan selalu basah. Umumnya. Pengecoran beton tidak diperkenankan selama hujan deras atau lama sedemikian sehingga spesi/ mortar terpisah dari agregat kasar. dan menutup rapat-rapat pada semua permukaanpermukaan dari cetakan dan material yang dilekatkan. 19. Waktu dan cara pembukaan dan pemindahan cetakan harus dikerjakan dengan hati-hati untuk menghindarkan kerusakan pada beton. Kecuali ada penyetopan/pemotongan oleh hubungan/joints. Beton harus dicor pada adukan yang baru (fresh). 23. Pembukaan Cetakan dan Pemeliharaan. 4. Beton yang masih muda tidak diijinkan untuk dibenahi. Dalam pengecoran beton pada Construction Joints yang telah terbentuk. diperlukan waktu minimum dua hari sebelum cetakan dibuka untuk dinding-dinding yang tidak bermuatan dan cetakan-cetakan samping lainnya. demikian juga konsistensinya. alat penggetar (vibrator) harus dapat menenmbus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak dibawah. Waktu dan Cara-cara Pembukaan Cetakan 3. Air yang digunakan dalam perawatan (curing) harus memenuhi maksud-maksud spesifikasispesifikasi air untuk campuran beton. Pencampuran/penumbukan kembali beton tidak diperkenankan. Direksi berhak menentukan cara perawatan bagaimana yang harus digunakan pada bagian-bagian pekerjaan.37 18. Setiap lapisan beton harus dipadatkan sampai kepadatan maksimum yang mungkin. beton yang hasilnya banyak keropos sampai tulangan terlihat. kepala. Keadaan construction joints harus mendekati horizontal jika tidak ada ketentuan lain dari yang ditunjukkan pada gambar atau diperintahkan oleh Direksi. 26. sehingga ia bebas dari kantong-kantong kerikil. Perlindungan (Protection) Kontraktor harus melindungi semua beton terhadap kerusakan-kerusakan sebelum penerimaan terakhir oleh Direksi. Semua beton harus dirawat (cured) dengan air seperti ditentukan disini. Transportasi dari pengadukan sampai pengecoran beton jangan terlalu jauh sehingga memungkinkan pemisahan bahan dan pengerasan beton. Selama hujan air semen atau spesi tidak boleh dihamparkan pada construction joints dan air semen atau spesi yang hanyut dan terhampar harus dibuang dan diganti sebelum pekerjaan dilanjutkan. 24. 6. Ember beton harus mudah untuk diangkat/ diletakkan dengan alat-alat lainnya dimana diperlukan terutama bagi lokasi-lokasi yang terbatas. Suatu pengecoran tersebut tidak boleh terputus sebelum bagian tersebut selesai. Beton yang baru dibuka cetakannya diperlihatkan kepada Direksi untuk dinilai kualitas pengecorannya. Semua beton harus dipadatkan dengan alat penggetar type immersion beroperasi dengan kecepatan paling sedikit 7000 putaran per menit ketika dbenamkan dalam beton. tujuh hari untuk dinding-dinding pemikul dan saluran-saluran. Perawatan 4. Direksi mempunyai hak untuk mengurangi tebal tersebut apabila pengecoran dengan tebal lapisanlapisan 50 cm tidak dapat memenuhi spesifikasi-spesifikasi ini. maka harus mendapatkan penanganan tersendiri atas petunjuk Direksi. Beton dicor hanya pada waktu Direksi atau wakilnya yang ditunjuk serta pengawas Kontraktor yang setaraf ada ditempat kerja. Dalam pemadatan setiap lapisan dari beton. semua penuangan beton harus selalu kira-kira berlapis-lapis horizontal dan umumnya tebalnya tidak lebih dari 50 cm. permukaan Construction Joints dimana beton baru akan dicorkan harus dilapisi dengan penutup yang terbuat dari adukan semen (air hasta semen) atau ditutup dengan lapisan spesi/mortar harus mempunyai perbandingan semen dan pasir seperti campuran beton yang bersangkutan kecuali ditentukan lain. Permukaan beton yang terbuka harus dilindungi terhadap sinar-sinar matahari yang RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Ember-ember/bocket beton yang dipakai harus sanggup menuang dengan tepat pada slump yang rendah dan memenuhi syarat-syarat campuran pada mana mekanisme pembuangan harus dibuat dengan kapasitas sedikitnya 0. Beton yang sudah mengeras dalam hal mana pengecoran yang tepat tidak mungkin dijamin harus dibuang dan tidak dibayar untuk pekerjaan terbuang semacam itu.

38 langsung paling sedikit 3 hari sesudah pengecoran.dengan bahan aspal dari jenis aspal semen AC – 10 ( yang kurang lebih ekivalenAspal penetrasi 80/100 ) atau jenis AC – 20 (yang kurang lebih ekivalenAspal penetrasi 60/70 ). Lapis Perekat digunakan pada permukaan yang beraspal. lobang-lobang karena keropos. 2. Perlindungan semacam itu dibuat efektif dan secepatnya dilaksanakan sesudah pengecoran beton atau sesudah pembukaan cetakancetakan. ternyata ada permukaan yang rusak atau keluar dari garis. diencerkan dengan 25 sampai 30 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal. Pekerjaan Lapisan Resap Pengikat dan Lapis Perekat harus tidak dilaksanakan waktu angin kencang. yang disebabkan mata kayu lepas pada cetakan atau kerusakan lain dari kayu. Perbaikan Permukaan Beton 5. Permukaan-permukaan beton akan diuji/ ditest oleh Direksi dimana perlu untuk menentukan apakah ketidakteraturan permukaan berada dalam batas-batas yang ditentukan disini. hal itu dianggap sebagai tidak sesuai dengan spesifikasi ini. tanpa lokasi yang tidak tertutup atau beralur atau berlebihan aspalnya. dan bergeraknya cetakan. sesuai dengan instruksi dari Direksi. Spesi penambal harus dikerjakan dengan lapisan-lapisan yang tipis dan selalu dipadatkan dengan alat yang cocok. 5. Penyelesaian-penyelesaian dan Penyempurnaan 3. dalam hal mana penambalan harus dikerjakan seperti yang telah tercantum dalam pasal-pasal berikut. dalam jumlah yang diperinci oleh pabrik dan dengan air yang cukup sehingga sesudah bahanbahan spesi dicampur akan melekat satu sama lain dan apabila diremas-remas menjadi bola dan ditekan dengan tangan tidak akan mengeluarkan air. 8. Jika menurut pendapat Direksi Hal-hal yang tidak sempurna pada bagian bangunan-bangunan yang akan terlihat sedemikian.dengan bahan aspal dari jenis aspal semen AC – 10 atau AC – 20 yang memenuhi ASSHTO M226 – 80 . RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . kalau perlu dengan menggunakan peralatan pengetesan beton. 7. 6. mematuhi ASSHTO N226 -80. Kontraktor harus membersihkan semua permukaan yang terbuka dari kerak-kerak dan kotoran yang lainnya. 5. Lapisan yang telah selesai harus menutup keseluruhan permukaan yang dilapi dan tampak merata. ketidakrataan oleh pengaruh sambungan-sambungan cetakan. Ketidaksesuaiannya akan mendapat penilaian tersendiri yang akan diberikan oleh Direksi dan kalau Direksi memerintahkan untuk dibongkar maka beton harus dibuang dan diganti oleh Kontraktor atas bebannya sendiri kecuali bila Direksi memberikan ijinnya untuk menambal tempat yang rusak. yang disetujui oleh Direksi. Kontraktor diwajibkan untuk menutupi seluruh dinding (dengan spesi plester). Cacat lubang-lubang tempat cukilan dari sarang kerikil atau keropos kecil yang akan diperbaiki. Lapis Resap Pengikat digunakan pada permukaan yang tidak beraspal. Kerusakan yang memerlukan pembongkaran dan perbaikan ialah yang terdiri dari sarang kerikil. Sebelum menerima pekerjaannya. lubang-lubang baut. 5. Semua ketidakteraturan lainnya dapat dianggap sebagai ketidakteraturan yang gradual dan akan diperiksa dengan teliti oleh Direksi. dicairkan dengan minyak tanah. Penyempurnaan permukaan-permukaan beton harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli dan disaksikan oleh Direksi. Kecuali mendapat persetujuan lain dari Direksi. Offset yang disebabkan oleh pemindahan atau penempatan cetakan yang salah yang membentuk garis-garis. Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan pemasangan material aspal pada permukaan yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk penghamparan pelaburan aspal atau lapisan campuran aspal. kerusakan karena cetakan. 4. Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan pemasangan material aspal pada permukaan yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk penghamparan pelaburan aspal atau lapisan campuran aspal. Lapis ATB dan AC 1. akan dianggap sebagai ketidakteraturan yang sekonyong-sekonyong (abrupt) dan akan diuji dengan menggunakan pengukuran langsung. Ketidakrataan dan bengkok harus dibuang dengan pemahat atau dengan alat lain dan seterusnya digosok dengan batu gerinda. Ketidakteraturan digolongkan sebagai sekonyong-konyong (abrupt) atau lambat laun (gradual). Semua lubang harus terus menerus dibasahi selama 24 jam sebelum dicor dan seterusnya disempurnakan. harus diisi dengan spesi/ mortel tambalan yang kering yang disusun dari satu bagian semen Portland dengan dua bagian pasir beton bersama dengan bahan pengisi yang tidak susut. Dipasang hanya pada permukaan yang kering atau sedikit berlembab.9. Lapisan Resap Pengikat dan Lapis Perekat 1.10. 4. hujan atau akan turun hujan. Dipasang hanya pada permukaan yang benar – benar kering. Bila sesudah pembukaan cetakan ada beton yang tidak tercetak menurut gambar atau diluar garis atau permukaan tidak rata atau keropos. 3. sehingga dengan penambalan saja tidak akan menghasilkan sebuah dinding yang tidak memuaskan kelihatannya.

karena bisa menyebabkan turunnya kualitas pekerjaan akibat pengaruh air tersebut. kontraktor diwajibkan mengeringkan atau membebaskan areal pekerjaan yang akan dipakai sebagai kedudukan konstruksi dari genangan air atau pengaruh air. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan 6. Kecuali mendapat persetujuan lain dari Direksi. 6. areal pekerjaan kadang-kadang suatu saat tidak bisa bebas sama sekali dari adanya air. Pada prinsipnya selama amsa pelaksanaan pekerjaan. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Pekerjaan ini dimaksudkan untuk menahan agar tanah di sekitar box culvert tidak longsor.39 2. 5. dan alat berat. Pengujian bahan dilaksanakan pada laboratorium yang telah disetujui Konsultan Pengawas / Direksi. Mobilisasi dan Demobilisasi Mobilisasi dan Demobilisasi berkaitan dengan proses pengadaan material pre-cast. ataupun aktivitas warga sekitar proyek.2.11. c) Turap penahan tanah dipasang pada masing – masing sisi box culvert. 3.1. Mobilisasi dan Demobilisasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. tanpa lokasi yang tidak tertutup atau beralur atau berlebihan aspalnya. Lapis AC digunakan sebagai lapis kedua pada rekondisi jalan dalam pekerjaan ini (juga sebagai lapisan tas. tetapi masih berhubungan dengan pekerjaan di lapangan yang harus diselesaikan : misalnya pembersihan lokasi / pengembalian sesuatu yang rusak akibat pekerjaan di lapangan Dan Pembongkaran Saluran Lama.4. semua lokasi yang akan dipakai sebagai kedudukan bangunan harus dijaga agar tetap kering. Alat berat yang sudah tidak diperlukan harus segera dikembalikan agar tidak mengganggu aktivitas proyek yang lainnya. Uji material minimal diambil 1 benda uji. Pemasangan Steel Sheet Pile a) Pekerjaan ini dilakukan sebelum pekerjaan box culvert dilaksanakan. pada pekerjaan pelat injak/pelat setempat dengan mutu beton sesuai pada gambar perencanaan. bebas dari genangan ataupun rembesan air. Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah pembersihan lingkungan area kerja selama proyek berlangsung termasuk material yang harus dibuang dari areal lokasi pekerjaan sesuai dengan petunjuk Direksi pekerjaan. 6. 5. Lapisan yang telah selesai harus menutup keseluruhan permukaan yang dilapi dan tampak merata.Setelah pelaksanaan pekerjaan selesai semua. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. Quality Control / Uji Bahan Kontraktor harus melakukan Uji material. PEKERJAAN LAIN – LAIN Yang dimaksud pekerjaan lain-lain adalah pekerjaan yang belum tercantum dalam RKS ini.3. e) Segala kerugian yang ditimbulkan akibat hal tersebut di atas adalah menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya. Pada keadaan ini. 6. Dewatering Pada Bagian-bagian tertentu dari jenis pekerjaan yang dilaksannakan. Pekerjaan Lapisan ATB dan AC tidak bisa dilaksanakan waktu angin kencang. b) Material yang digunakan adalah Besi baja dengan panjang 6 m . 4. Lapis ATB digunakan sebagai lapis pertama pada rekondisi jalan dalam pekerjaan ini ( setelah penghamparan tack coat ). yang bersentuhan langsung dengan beban yang melintas). Pekerjaan Pembersihan Lapangan Selama Proyek Berlangsung. hujan atau akan turun hujan. lokasi areal pekerjaan juga harus dibersihkan dari sisa-sisa semua material yang tidak terpakai. Untuk pembentukan dasar saluran dengan meratakan sesuai kemiringan dasar saluran rencana pada permukaan tanah galian saluran 6. d) Apabila dari hasil pemasangan tersebut di atas menurut Direksi hasilnya meragukan misalnya turap miring dan sebagainya maka Kontraktor harus mencabut turap penahan tanah tersebut dan diharuskan melakukan pemasangan ulang. serta areal diratakan dan dirapikan kembali.

terucuk bambu dipasang sejarak 40 cm arah melintang dan arah memanjang dengan jarak antar terucuk 50 cm .6 m 1. Pemasangan Trucuk Bambu Ø 8-12 . dan bagian dalam tersebut disi tanah yang diambil dari saluran. Umum 1. • Kawat Ikat diameter 4 mm. Kontraktor diwajibkan mengeringkan atau membebaskan areal pekerjaan yang akan dipakai sebagai kedudukan Konstruksi dari genangan air atau pengaruh air. digunakan kisdam sandbag dengan ukuran tinggi 1. Pembuatan Kisdam tinggi 2 m tebal 0. • Gedeg yang digunakan harus gedeg yang baru dan bagus. tidak cacat yang dapat mengurangi kekokohan pekerjaan.2. serta arah memanjang sejarak 100 cm. Bagian dalam bambu ori dipasang gedeg guling setinggi 2 meter dan diikat dengan kawat pada bambu ori dari dasar saluran. semua lokasi yang akan dipakai sebagai kedudukan bangunan harus dijaga agar tetap kering. Apabila pamancangan tidak bisa terbenam seluruhnya (belum sesuai dengan gambar rencana) maka drop hammer diganti dengan yang lebih berat sehingga kedalaman tiang trucuk dapat dipancangkan sesuai dengan gambar rencana. bebas dari genanan ataupun rembesan air. “Overhead” dan keuntungan Kontraktor. • Karung glangsing dan tanah pengisi 3. sehingga air tidak dapat masuk pada area yang akan dikerjakan. Kisdam dipasang memanjang sepanjang saluran yang akan dikerjakan. Jarak titik tanam bambu ori ( sebagai penguat kisdam ) arah melintang sejarak 60 cm. Untuk Pemancangannya adalah sebagai berikut : a. b. Pekerjaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya dukung tanah yang ada pada dasar jembatan tersebut sehingga diharapkan daya dukungnya menjadi lebih besar dari keadaan sebelumnya. Pelaksanaan Pemasangan Kisdam a. Uraian Pada bagian-bagian tertentu dari jenis pekerjaan yang dilaksanakan.5 meter c) Terucuk Bambu dipasang arah pada masing – masing sisi dipasang 2 buah terucuk sejajar. karena bisa menyebabkan turunnya kualitas pekerjaan akibat pengaruh air tersebut. maka perhitugan volume dan pembayaran untuk pelakasannaan pekerjaan pengeringan tersebut diatas. diperhitungkan dalam satuan (unit) M’ untuk pekerjaan “coferring” atau “kisdam” dan Lump sum untuk pekerjaan “dewatering”.6. bahan material yang dipakai peralatan yang dipergunakan. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. b. Pada prinsipnya.untuk hal ini kontraktor harus mendapat persetujuan dari Pengawas dan Direksi. Pada keadaan ini.40 Pekerjaan pengeringan yang dimaksud di sini adalah. c. 2.Panjang masing – masing bambu 1. c.P. Khusus pekerjaan pengerukan lumpur.5. areal pekerjaan kadang-kadang suatu saat tidak bisa bebas sama sekali dari adanya air. termasuk sistem drainase lingkungan pekerjaan. Untuk pekerjaan-pekerjaan menurut sifatnya dipandang oleh Pemilik Pekerjaan tidak diperlukan adanya sistem pengeringan khusus maka semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pengeringan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban ker. selama masa pelaksanaan pekerjaan.00 – 2 M’ 6. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Pada jenis pekerjaan yang dipandang oleh Pemilik Pekerjaan memerlukan adanya konstruksi pengertian sifatnya khusus dan memerlukan penanganan tersendiri. b) Material yang digunakan adalah Bambu Bongkotan dengan diameter 8-12 cm .5 – 3 m a) Pekerjaan ini dilakukan sebelum pekerjaan pasangan batu kali pada jembatan. sedangkan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan. Alat pemancang dipakai Drop Hammer kapasitas 100 kg yang dilengkapi dengan konstruksi kaki tiga dari pipa besi dan katrol dengan ketinggian jatuh 2 meter. Bahan Material • Bahan utama dari pembuatan Kisdam ini yakni Bambu Ori dan Gedeg Guling • Bambu Ori yang dipakai berdiameter antara 10 s/d 12 cm dengan panjang 2 meter. sudah harus meliputi upah tenaga. 6. sehingga tidak menimbulkan dampak yang negatif terutama pada masyarakat dan lingkungan setempat. Trucuk bambu dipancangkan dalam keadaan baik.

Segala kerugian yang ditimbulkan akibat hal tersebut di atas adalah menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya.2 Persyaratan Bahan 1.. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan.... Biaya foto-foto tersebut seperti ditentukan harus ditanggung oleh Kontraktor dan harus dianggap termasuk dalam over head yang disajikan dalam Daftar Pengajuan Biaya. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Semua Material bekas bongkaran diangkut keluar proyek. yakni : Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan…………….7.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja.8. Pekerjaan bongkaran dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut : c..10 mm Alat : . tidak melengkung.3 Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Ukuran dari foto-foto tersebut tidak boleh kurang dari 140 x 90 mm dan enam lembar hasil cetakan masing-masing foto (dialbumkan). Bahan : .50. ciri-ciri tertentu dari pekerjaan. pecah dan sebagainya maka Kontraktor harus mencabut tiang trucuk tersebut dan diharuskan melakukan pemancangan ulang. 6.. Penyempurnaan dan pemeliharaan. serta pada posisi yang sama untuk masing-masing kejadian. Photo Dokumentasi Foto-foto yang memperlihatkan kemajuan pekerjaan. (25-75 %) Setelah selesai pekerjaan atau setelah selesai periode Pemeliharaan. rata. 6.. 2.3 mm . alat . peralatan atau halhal yang menarik perhatian lainnya sehubungan dengan pekerjaan atau lingkungannya harus dibuat sedikitnya tiga kali. 6. 6.. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum digunakan terlebih dahulu harus diserahkan contohcontohnya untuk mendapatkan persetujuan dari direksi. dengan membubuhkan nomor seri. PEMELIHARAAN BANGUNAN SEBELUM PENYERAHAN KEDUA Masa pemeliharaan yang masih menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya antara lain: 1. Semua klise/negatif filmnya harus dinomori.….Sewa Welding Set (min 5 jam) Besi yang digunakan harus mempunyai permukaan yang halus. Keamanan dan penjagaan 2.…. 7. Pembongkaran Jembatan Beton Dengan Pembersihannya Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. dan tidak terdapat cacat cacat lainnya. bahan-bahan.41 d. datar. e. d. personel yang terlibat dalam pelaksanaan ini maupun pekerjaannya sendiri. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna..alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan pembongkaran bangunan lama seperti tertera pada gambar rencana dan juga pembersihan lokasi pembongkaran dari sisa material lama..2.Besi Plat Tb..(100 %) Foto-foto ini harus dilakukan sedikitnya dari tiga posisi (depan. tanggal pengambilan dan keterangan ringkasnya harus disampaikan kepada Direksi..….Besi L 50. Apabila dari hasil pemancangan tersebut di atas menurut Direksi hasilnya meragukan misalnya tiang trucuk miring.( 0 % ) Selama berlangsungnya pekerjaan………………………….. ditempatkan dalam arsip dan disimpan di lokasi dan menjadi Pemberi Proyek..……… ….8. belakang dan samping ).9 Pekerjaan Pembuatan Screen 6.8. 2. Pekerjaan dilakukan berdasarkan gambar kerja. Pembongkaran harus dilaksanakan secara tertib dan hati-hati sehingga tidak merusak bagian lainnya yang tidak semestinya dibongkar dan tidak membahayakan manusia. baik orang lain.Electrode Baja 20% .

Laporan tersebut dibuat dengan persetujuan / diketahui pihak pengawas lapangan / direksi dan konsultan pengawas. Penyerahan kedua dapat dilaksanakan apabila kontraktor telah melaksanakan kewajiban pada masa pemeliharaan 5. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Pembersihan 4. Selama masa pemeliharaan. Hal-hal yang belum diatur dalam RKS ini. akan dibuat dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan yang ditanda tangani Gugus Tugas Pengadaan dan merupakan pedoman dalam proses pelaksanaan berikutnya. akan dijelaskan pada pelaksanaan penjelasan pekerjaan dan semua tambahan atas Penjelasan dalam dokumen pengadaan. BAB VI PENUTUP Peraturan ini harus dipelajari seksama oleh Penyedia Barang/Jasa yang selanjutnya akan merupakan bagian yang mengikat dalam pelaksanaan pekerjaan ini.42 3. kontraktor pelaksana diwajibkan membuat laporan berkala yang berisi kondisi bangunan / saluran (yang selesai dibangun ) serta laporan pekerjaan perbaikan bila ada bangunan yang rusak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful