P. 1
Spek-tek Box Sidotopo Wetan

Spek-tek Box Sidotopo Wetan

|Views: 369|Likes:
Published by Agung Dwi Cahyono
spektek sidotopo
spektek sidotopo

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Agung Dwi Cahyono on May 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2015

pdf

text

original

1 BAB V SPESIFIKASI TEKNIS 5.1.

RUANG LINGKUP PROYEK

Nama Kegiatan Kode Kegiatan Kode Rekening Nama Paket Pekerjaan Lokasi Anggaran Sumber Dana Tahun Anggaran Priode Lelang

: : : : : : : :

Pembangunan Sarana Prasarana Pematusan (tahun jamak/multiyears) 1.03.28.0032 5.2.3.14.08 PEMBANGUNAN BOX CULVERT (Jl. Sidotopo Wetan........) Kota Surabaya APBD Pemerintah Kota Surabaya 2013 I (Satu)

5.2. Lingkup Pekerjaan : I PEKERJAAN PENDAHULUAN 1. Persiapan dan Sewa Direksi Keet 2. Uitzet Dengan waterPass / Theodolit 3. Pasang Rambu Pengaman 4. Pembuatan Bowplank 5. Test Hole PEKERJAAN TANAH 1. Galian Untuk Tanah Konstruksi Dengan Alat Berat 2. Bongkaran Pasangan Lama 3. Pengurugan Sirtu Padat 4. Penggalian Tanah Lumpur Dengan Alat Berat 5. Pengangkutan Tanah Keluar Proyek

II

III PEKERJAAN PENERANGAN JALAN 1. Tanah Taman Terolah 2. Pemasangan Kabel NYFGBY 3cx4mm 3. Pemasangan Kable dan Penarikan 4. Pemasangan PVC untuk Kabel Tanam 5. Perakitan Panel Penerangan Jalan Umum (PJU) 6. Panel Tempat Ballast UK. 25.15.10 cm untuk Lampu Sorot 7. Instalasi 1 titik Lampu PJU (Tarikan Udara) 8 m 8. Pemasangan Panel Lampu PJU – 1 Phase 5500 VA 9. Pemasangan Lampu Natrium 250w/220v 10. Pondasi Pelat Beton 1pc:2ps:2,5kr (K.250) (188 Kg) 11. Pemasangan Tiang Oktagonal 7 m Double Hot Dipped Galvaniszed Dengan Flenders 12. Pembuatan dan Pemasangan Terminal dalam Tiang 13. Pengecetan Tiang PJU IV PEKERJAAN MEDIAN JALAN 1. Pemasangan Paving Stone (Abu-abu) Tb.6 cm emapat persegi 2. Pemasangan Paving Stone (Abu-abu) Tb.6 cm empat persegi panjang samping 3. Pemasangan Stopper/Uskup (Merah) Tb. 6 cm 4. Pemasnagan Kanstin Uk. 15.25.40 5. Pas. Curbing Type A Panjang 0,6 m 6. Spesi 1pc:2Ps T=3 cm 7. Pemasangan Batu Kali Belah 15/20 cm (1Pc:4Ps) 8. Plesteran Halus 1Pc:4Ps T=1,5 cm
RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

2 9. Pasangan Benangan

V

PEKERJAAN BOX CULVERT 1. Penggadaan dan Pemasangan Beton Box-Culvert Top Bottom K-400 (200.200.120)(Fabrikasi) 2. Pengadaan dan Pemasangan Beton U-Ditch K-350 (100.100.120) (Fabrikasi) 3. Pengadaan dan Pemasangan Beton U-Ditch K-350 (80.100.120) (Fabrikasi) 4. Pengadaan dan Pemasangan Pelat Intrit Tb.12 cm K-350 (Fabrikasi) 5. Pelat Wiremest 1pc:2ps:2.5kr (K-250) 97 Kg 6. Pekerjaan Beton Rabat (1pc:3ps:6kr) 7. Manhole + Pemasangan 8. Cor Beton Pelaluan Air + Pemasangan 9. Lapis Resap Ikat / Prime Coat 10. Lapis Resap Ikat / Tack Coat 11. Penghamparan ATB tb.4 cm 12. Penghamparan lapis Perm. Aspal Beton Laston (AC) tb. 4 cm 13. Sewa Steel Sheet Pile

VI PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. Mobilisasi dan Demobilisasi 2. Quality Control 3. Pembersihan Lapangan / Lokasi 4. Dewatering 5. Pembuatan Kisdam tinggi 2 m tebal 0,6 m 6. Pemasangan Trucuk bambu dia 8 – 12 cm T.2.5-3 m 7. Pembongkaran Jembatan Beton Dengan Pembersihan 8. Pembongkaran Jembatan Kayu Dengan Pembersihan 9. Rekondisi Paving 10. Rekondsi Taman

5.3. Rencana Kerja Dalam waktu Secepat-cepatnya 7 hari serta selambat-lambatnya 14 hari setelah Surat Perintah Kerja (SPK) turun, Kontraktor harus mengajukan sebuah rencana kerja atau action plan tertulis lengkap dengan gambar-gambar pendukung metode kerja, sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan seperti yang disebutkan dalam dokumen tender, menjelaskan secara terperinci urusan pekerjaan dan cara melaksanakan pekerjaan tersebut termasuk hal-hal khusus bila diperlukan, persiapan-persiapannya, peralatan, pekerjaan sementara yang ada sejauh mana hal tersebut mencakup lingkup dari pekerjaannya dan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi, pengawas dan pihak-pihak atau instansi yang terkait dengan kelangsungan proyek tersebut di atas. 5.4. Tempat Kerja Bilamana diperlukan tempat kerja, dan tempat kerja tersebut di luar daerah pengawasan proyek, dimana harus membayar sewa/dikeluarkan biaya ganti rugi, maka Kontraktor harus menyelesaikannya tanpa membebani Direksi dengan pembiayaan tambahan. 5.5. Tanggung Jawab Kontraktor Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor wajib memeriksa kekuatan konstruksi lama yang akan dilaksanakan dan harus mengkonsultasikan dengan Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas. Segala sesuatu kerusakan yang timbul akibat kelalaian Kontraktor tidak melaksanakan pemeriksaan
RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

3 kekuatan makahal tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor . Pada keadaan apapun, dimana pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan telah mendapat persetujuan Direksi Lapangan tidak berarti membebaskan Kontraktor atas tanggung jawab pada pekerjaannya sesuai dengan isi kontrak. 5.6. Tenaga Kerja Tenaga-tenaga kerja yang digunakan hendaknya dari tenaga-tenaga yang ahli/terlatih dan berpengalaman pada bidangnya dan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai dengan ketentuan / petunjuk Direksi Lapangan. 5.7. Satuan Ukuran Semua satuan ukuran yang disebutkan dalam spesifikasi ini serta yang digunakan di dalam pekerjaan adalah standar meter dan kilogram. Bila disebut satu ton, yang dimaksud adalah satu ton yang bernilai 1000 kilogram. 5.8. Perintah Untuk Pelaksanaan Bila Kontraktor tidak berada di tempat pekerjaan dimana Direksi bermaksud untuk memberikan petunjukpetunjuk, maka petunjuk-petunjuk itu harus diturut dan dilaksanakan oleh Pelaksana atau orang-orang yang ditunjuk untuk mewakili Kontraktor . Orang atau pelaksana tersebut harus mengerti bahasa yang dipakai oleh Direksi, atau Kontraktor akan menyediakan penterjemah khusus untuk keperluan tersebut. 5.9. Pekerjaan dan Bahan-bahan yang Termasuk di dalam Harga Satuan Pekerjaan dan bahan-bahan yang diperlukan sesuai dengan macam-macamnya seperti yang disebutkan pada artikel-artikel dalam spesifikasi ini, gambar rencana, petunjuk tambahan ataupun petunjuk-petunjuk Direksi di lapangan harus tercakup dalam pembiayaan untuk tenaga kerja, harga bahan, organisasi kerja, biaya tak terduga, keuntungan, biaya-biaya penggantian sewa / pemakaian tanah pada pihak ketiga, atau kerusakan atas milik seseorang, kerja-kerja lain yang disebut dalam spesifikasi ini untuk kesempurnaan hasil kerja di mana tidak ada mata pembiayaan khusus pengaliran air darurat selama pelaksanaan kerja, pembongkaran, peralatan, penempatan bahan-bahan sesuai dengan petunjuk perlindungan, perkuatan, pengaturan as saluran dan tenaga ahli untuk keperluan ini, perumahan dan pembiayaan lain yang biasanya diperlukan guna menyelesaikan pekerjaan sebaik-baiknya. 5.10. Laporan 5.10.1 Laporan Perkembangan Bulanan. Kontraktor harus mempersiapkan dan memberikan kepada Direksi, tanpa biaya tambahan, dalam jarak waktu dan dalam bentuk yang ditetapkan oleh Direksi, lima (5) salinan laporan bulanan yang berisi sebagai berikut : Perkembangan fisik dari pekerjaan hingga bulan yang mendahului dan perkiraan perkembangan untuk bulan ini, Tingkat perkembangan berdasarkan pada jadwal pekerjaan pembangunan. Perkiraan jumlah pembayaran dari Pemberi Pekerjaan kepada Kontraktor untuk bulan ini. Sebuah tabulasi mengenai catatan Bangunan Kontruksi yang barangbarang pokoknya dan peralatannya terdiri dari Bangunan Konsruksi yang disediakan untuk pelaksanaan pekerjaan sepanjang bulan sebelumnya. Sebuah tabulasi pegawai menunjukan staf supervisi dan jumlah dari beberapa kelas buruh yang dipekerjakan oleh Kontraktor dalam bulan sebelumnya. Kwantitas mengenai barang pokok dari bahan-bahan dan alat yang disuplai dan dipergunakan dalam bulan sebelumnya dengan inventarisasi bahan-bahan demikian itu. Bahan-bahan lainnya yang mungkin diperlukan berdasarkan kontrak atau secara spesifik oleh Direksi. 5.10.2 Laporan Harian Kontaktor harus mempersiapkan laporan harian atau berkala dari masing-masing seksi pekerjaan seperti yang diminta oleh Direksi dan dalam bentuk yang disetujui oleh Direksi. Laporan tersebut akan berisi namun tidak terbatas pada, pekerjaan yang diperkerjakan di pekerjaan, bahan-bahan di lokasi pekerjaan, bahan-bahan yang sedang dalam pesanan, kecelakaan dan informasi lainnya yang relevan dengan perkembangan pekerjaan. 5.10.3 Buku Tamu

RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

4 Pihak Kontraktor harus menyediakan satu buku tamu di Direksi Keet (Kantor di Lokasi Proyek). Tamu adalah orang-orang yang bukan karyawan Kontraktor. 5.10.4 Pelaksanaan Audit Oleh Proyek Selain tersebut diatas, Pemilik Proyek berhak melaksanakan audit bila perlu sehubungan dengan: Adanya biaya yang timbul pada saat berakhirnya kontrak seperti dalam syarat syarat umum kontrak, dan Biaya-biaya lain yang mungkin diminta oleh Kontraktor yang tidak terdapat dalam Kontrak. Pihak Kontraktor wajib membuat pembukuan yang tepat mengenai hal-hal diatas, setelah mendapatkan persetujuan dari konsultan perencana dan konsultan pengawas. 5.10.5 Request for inspection / Ijin Tahapan Untuk setiap tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan kontraktor diwajibkan membuat ijin tahapan pekerjaan yang diajukan kepada direksi dan atas persetujuan direksi maka pekerjaan baru boleh dilaksanakan. 5.11. Gambar-gambar dan Ukuran a. Gambar-gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan adalah: 1. Gambar yang termasuk dalam dokumen tender 2. Gambar perubahan yang disetujui Direksi 3. Gambar lain yang disediakan dan disetujui Direksi b. Gambar-gambar proyek berukuran A3 disimpan oleh Direksi. Kontraktor diberi 2 (dua) set dari semua gambar-gambar tanpa pungutan biaya. Permintaan Kontraktor akan tambahan dari gambar-gambar tersebut akan dikenakan biaya. c. Kontraktor diharuskan menyimpan satu set di kantor lapangan untuk dipergunakan setiap saat apabila diperlukan. d. Gambar-gambar pelaksanaan (shop drawing) dan detailnya harus mendapat persetujuan Direksi sebelum dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. e. Pada penyerahan terakhir pekerjaan yakni sesudah selesainya masa pemeliharaan harus disertai Gambar hasil pelaksanaan (as built drawing). f. Semua ukuran dinyatakan dalam sistem metrik. g. Kalau terdapat perbedaan dengan spesifikasi maka yang benar dan berlaku adalah yang ditetapkan oleh Direksi. 5.12. Wilayah Kerja a. Secara umum Kontraktor dilarang menimbun atau menempatkan bahan-bahan bangunan di tepi jalan umum karena jalan umum tidak termasuk wilayah kerja Kontraktor kecuali ada pertimbangan khusus dan atas persetujuan dari Direksi. b. Apabila tidak terdapat tempat kosong yang sesuai untuk menimbun atau menyimpan bahan-bahan bangunan di sekitar lokasi proyek, maka bahan bangunan harus didatangkan dari gudang Kontraktor atau Leveransir setiap hari dengan jumlah yang cukup untuk pekerjaan satu hari. c. Apabila di dalam pelaksanaan pekerjaan, terdapat jaringan utilitas kontraktor harus berkoordinasi dengan instansi yang terkait sehubungan dengan jaringan utilitas yang ada. 5.13. Bahan-bahan dan Mutu Pekerjaan a. Semua bahan yang dipergunakan untuk melaksanakan setiap jenis pekerjaan harus terdiri dari kualitas tinggi sesuai dengan yang tercantum dalam syarat-syarat kualitas bahan masing-masing bagian pekerjaan. Hasil pekerjaan dan mutu termasuk bahan bahan yang terpakai harus diterima dan disetujui Direksi.
RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

Air hujan yang mengalir ke dalam galian yang mengakibatkan kerusakan Kontruksi pondasi yang masih dalam pelaksanaan termasuk resiko Kontraktor . berat maupun kekuatannya. f. Kondisi muka air tanah yang tinggi dan jenis tanah yang kurang kedap air dapat menyebabkan derasnya rembesan air tanah ke dalam galian. Kelalaian Kontraktor dalam menyediakan pompa dan bangunan sementara lainnya yang dapat mengakibatkan rusaknya konstruksi yang telah dibuat adalah tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. maka Direksi berwenang untuk menolak bahan tersebut dan mengharuskan Kontraktor untuk menyingkirkannya dan diganti dengan bahan-bahan yang sesuai dengan contoh yang telah diperiksa terdahulu. baik di lokasi proyek maupun di gudang leveransir atau dilokasi pabrik atau produsen.14. i. distributor yang menjual atau pabrik yang memproduksi bahan yang bersangkutan. Semua sarana untuk mengeringkan dasar galian. apabila diperlukan. gas dan bahan kimia sedemikian rupa sehingga keselamatan orang dan keamanan lingkungan sekitarnya dapat dijamin. h. Kontraktor harus menunjukkan contoh dari bahan bersangkutan kepada Direksi untuk diperiksa dan diteliti mengenai jenis. Apabila bahan-bahan yang dikirim ke lokasi proyek ternyata tidak sesuai dengan contoh yang ditunjukkan. mutu. maka Kontraktor diharuskan membuat bangunan atau tanggul sementara dan menyediakan pompa air berkapasitas cukup beserta alat Bantu dan pelengkapnya untuk menjamin agar dasar galian. Dalam hal ini semua biaya perbaikan ditanggung Kontraktor . Dalam melaksanakan tugasnya ahli mempunyai wewenang untuk mewakili Direksi dalam menguji dan menilai bahan-bahan yang diajukan Kontraktor. Semua bahan yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan yang tercantum dalam peraturan standar yang berlaku di Indonesia. Direksi dapat meminta Kontraktor untuk menunjukkan sertifikat tes dari agen. Sebelum bahan-bahan yang dipesan dikirim ke lokasi proyek. Apabila diperlukan.Hujan lebat yang mengakibatkan genangan pada galian tidak dianggap Force Majeure. kekuatan dan sifat-sifat penting lainnya dari bahan tersebut. b. dasar pondasi dan permukaan tanah lainnya tetap kering selama pekerjaan berlangsung. e. harus mendapat persetujuan dari Direksi sebelum dipergunakan. Standar peraturan yang berlaku adalah edisi yang terakhir. jenis. berat. Semua bahan yang disimpan di lokasi proyek harus diletakkan dan dilindungi sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kontaminasi atau mengalami proses lainnya yang dapat mengakibatkan rusaknya atau menurunnya mutu bahan-bahan tersebut. c. baik dalam hal mutu. Penggunaan bahan-bahan dalam pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti pedoman atau petunjuk dari pabrik yang memproduksinya. Pelaksanaan Pekerjaan Dalam Keadaan Kering a. g. dan perbaikan atas kerusakan yang terjadi adalah beban Kontraktor RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . j. Apabila pada keadaan tertentu Direksi memandang perlu untuk melaksanakan pekerjaan pada kondisi tanah yang kering. dasar pondasi dan bidang permukaan lainnya adalah beban Kontraktor . 5. Direksi berhak menunjuk seorang ahli dalam memeriksa mutu bahan-bahan yang diajukan oleh Kontraktor . cairan lainnya yang mudah terbakar. Untuk bahan-bahan yang mutunya belum diatur dalam peraturan standar maupun ketentuan dalam spesifikasi teknis. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku. d. c. Dalam hal ini pelaksanaan pekerjaan menuntut kemajuan pekerjaan yang cepat dan Direksi dapat menginstruksikan untuk menambah pompa-pompa agar dasar galian tetap dalam keadaan kering. Kontraktor dilarang menyimpan bahan-bahan berbahaya seperti minyak.5 b. Untuk bahan-bahan yang mutunya masih berdasarkan standar Internasional. Direksi dapat meminta copy atau tembusan dari perintah pembelian (faktur) yang dipesan Kontraktor kepada leveransir atau distributor untuk pembelian bahan-bahan yang akan dipakai. d. Kelalaian dalam hal ini merupakan tanggung jawab Kontraktor .

Tempat kosong untuk parkir kendaraan proyek harus disediakan di sekitar kantor lapangan. m. Kontraktor harus menyediakan generator sebagai daya listrik secukupnya. tidak mudah rusak akibat kikisan air. alkali dan bahan-bahan organis atau bahan lain yang dapat merusak pelaksanaan pekerjaan. maka Kontraktor harus menimbun kembali saluran dan sudetan sementara seperti keadaan semula. Direksi dapat menginstruksikan Kontraktor untuk membuat saluran atau sudetan sementara untuk mengalirkan air hujan agar pekerjaan dapat tetap dilaksanakan dalam keadaan kering. Tanggul / kisdam harus dibuat cukup kuat. Untuk keperluan air kerja kontraktor harus menyediakan sendiri air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. garam. Perbaikan talud serta akibat lainnya menjadi tanggung jawab Kontraktor . Lokasi untuk membangun gudang dan kantor lapangan akan ditentukan oleh Direksi. alat pemadam api dan kotak pertolongan pertama. Kontraktor membuat dan memasang papan nama proyek dilokasi dengan ukuran 0. g. Apabila pekerjaan telah dianggap selesai. gudang dan kantor lapangan harus dibongkar oleh Kontraktor atas biaya sendiri dan semua peralatan dan perlengkapan tetap menjadi milik Kontraktor. kebersihan dan keamanan gudang dan kantor lapangan merupakan tanggung jawab Kontraktor. j. i. e. Kontraktor harus mengisi perabotan maupun perlengkapan lain berupa buku harian n. pembersihan maupun pekerjaan pembongkaran bangunan setelah selesai penanganan pekerjaan. k. dimana harus dianggap bahwa pembayaran dilaksanakan secara penuh baik untuk pekerjaan pembangunan. f. pengadaan. Kontraktor harus menyediakan kantor lapangan untuk dipergunakan oleh Direksi selama pelaksanaan pekerjaan. jika sewaktu-waktu talud mengalami kerusakan. Pemeliharaan. Kontraktor diharuskan membuat tanggul ( kisdam ) sepanjang talud dengan ukuran dan Kontruksi yang disetujui oleh Direksi. Perlu koordinasi antar Kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan guna mengendalikan aliran air di saluran. Ukuran dan bentuk gudang.2 Uitzet Dengan waterPass / Theodolit Jaringan dan Permukiman a. kantor lapangan beserta perlengkapannya akan ditentukan sebagai berikut : • Ukuran =3mx6m • Lantai = Rabatan beton • Dinding = Triplek tb.1 Persiapan dan Sewa Direksi Keet a. PEKERJAAN PENDAHULUAN 1. Sebelum pelaksanaan pembuatan tanggul dimulai. guna kebutuhan penerangan proyek dan keperluan pelaksanaan pekerjaan. b. pelayanan. f. Pada saat pelaksanaan pekerjaan dinyatakan selesai. 1.2 m 1. h. Kontraktor harus mengajukan gambar detail talud beserta spesifikasi bahan yang akan digunakan untuk mendapatkan persetujuan Direksi. 4 mm finish cat tembok • Rangka = Kayu meranti 5/7 • Atap = Asbes gelombang kecil d. Untuk pembuatan pasangan talud ( plengsengan ) pada saluran-saluran yang sudah ada. h. Jaringan dan permukiman diambil berdasarkan referensi titik tetap (patok beton) yang dipasang oleh Dinas Tata Kota Kotamadya Surabaya yang terdekat. l.6 e. sambungan listrik. Semua elevasi yang ditunjukkan dan tercantum dalam gambar adalah elevasi yang dikaitkan dengan ketinggian patok titik tetap seperti yang dijelaskan pada butir di atas. Persetujuan Direksi seperti tersebut pada gambar tidak mengurangi tanggung jawab Kontraktor.9 m x 1. termasuk dapat melindungi material yang tersimpan. g. Bangunan tersebut harus dapat dijamin agar di dalamnya bebas dari air hujan dan sinar matahari. alat komunikasi serta gudang untuk menyimpan bahan dan peralatannya. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Bangunan untuk kantor Direksi yang diuraikan dalam pasal di atas akan dibayar secara harga unit price untuk sewa direksi keet. Syarat-syarat minimum yang harus dipenuhi untuk pembuatan gudang dan kantor lapangan adalah penyediaan sarana sanitasi air bersih. Kontraktor bertanggung jawab atas semua biaya pengadaan fasilitas tersebut pada butir a dan b. c. b.

jembatan. jenis tanah dan daya dukung tanah) . Apabila terdapat kesalahan dalam pengukuran kembali. 1. koordinat. Dalam hal ini Kontraktor diharuskan mendapatkan pengarahan dan pedoman dari instansi setempat yang berwenang yaitu polisi lalu lintas dan Dinas Perhubungan Kota Surabaya. 2. Pemasangan Rambu Pengaman Pengaturan Lalu Lintas a. Patok titik tetap yang dipergunakan sebagai referensi dalam proyek ini tercantum dalam gambargambar rencana atau akan ditunjukkan oleh Direksi di lapangan. Kontraktor harus mengukur ukang lagi dan dikoreksi oleh pihak Direksi. 4.3. Perbaikan kerusakan terhadap jalan. Pengaturan Pengangkutan Alat-alat Berat dan Bahan Konstruksi 1. 14. Kebenaran dari hasil laporan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. maka Direksi akan memutuskan hal itu kemudian. Kontraktor harus menggerakkan personil tekniknya untuk melakukan survey dan membuat laporan mengenai kondisi fisik lapangan khususnya lokasi rencana konstruksi apakah terdapat ketidaksesuaian. 13. Hasil pengukuran kembali berupa gambar Long Section dan Cross Section per titik. Jika diperlukan untuk mengetahui kondisi tanah (tekstur. b. Kontraktor harus membuat peil/titik-titik tanda (bench mark) permanen di tiap-tiap bagian pekerjaan dan peil ukuran ini harus diberi pelindung dan dirawat selama berlangsungnya pekerjaan agar tidak berubah. Kontraktor harus menyediakan dan merawat stasion survey yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan dan harus membongkarnya setelah pekerjaan selesai. Kontraktor harus memberitahu Direksi sekurang-kurangnya 24 jam dimuka. kontraktor diwajibkan melakukan test penyelidikan tanah dengan menunjuk pihak / lembaga yang bergerak dalam tes penyelidikan tanah yang bersertifikasi. 3. 9. Untuk itu alat-alat berat yang dimaksud harus diuraikan menjadi beberapa bagian untuk kemudian diangkut beberapa kali. sudut. Hasil pengukuran lengkap mengenai peil elevasi. 12. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Dalam melaksanakan pekerjaannya Kontraktor diharuskan mematuhi dan mentaati ketentuan dan peraturan lalu lintas umum yang berlaku. 7. Jika menurut pendapat Direksi kemajuan Kontraktor tidak memuaskan untuk menyelesaikan pekerjaan survey ini tepat pada waktunya atau dalam hal Kontraktor tidak memulai pekerjaan atau melakukan pekerjaan tidak dengan standar yang ditentukan. Pengukuran kembali juga dilakukan setelah pekerjaan selesai. Kontraktor harus menyediakan alat-alat ukur selama pekerjaan berlangsung berikut ahli ukur yang berpengalaman sehingga apabila dianggap perlu setiap saat siap mengadakan pengukuran ulang. 2. Apabila terdapat perbedaan antara elevasi yang tercantum dalam gambar dengan hasil pengukuran ulang. 6. bila akan mengadakan levelling pada semua bagian daripada pekerjaan. sejauh pekerjaannya mempengaruhi kelancaran lalu lintas umum. Pekerjaan Pengukuran dan Survey Lapangan 1. maka pengukuran ulang menjadi tanggung jawab Kontraktor. Sebelum pekerjaan dimulai. semua bantuan yang diperlukan Direksi dalam pengadaan pengecekan levelling tersebut. 5. Pengangkutan alat-alat berat ke dan dari lokasi proyek harus diatur sedemikian rupa agar beban total dari kendaraan yang mengangkut alat-alat berat tersebut tidak melampaui kapasitas jalan/jembatan yang dilalui. Direksi dapat menunjuk stafnya sendiri atau pihak lain untuk mengerjakan survey lapangan dan membebankan seluruh biayanya kepada Kontraktor. 10. Ketentuan yang sama juga berlaku untuk pengangkutan bahan-bahan konstruksi. Tiap Titik adalah sejarak 25 meter. gorong-gorong yang diakibatkan oleh lalu lintas proyek dibebankan pada Kontraktor dan harus disetujui Direksi. Pengukuran titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat optik dan sudah ditera kebenarannya/dikalibrasi. Lalu Lintas Proyek 1. Kontraktor harus menyediakan atas biaya Kontraktor. 11. 15.7 c. serta letak patok patok harus dibuat gambarnya dan dilaporkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Penggunaan jalan dan jembatan umum harus diatur sedemikian rupa agar gangguan lalu lintas dan kerusakan yang timbul sebagai akibatnya dijaga sekecil mungkin. Pekerjaan dapat dihentikan beberapa saat oleh Direksi bila dipandang perlu untuk mengadakan penelitian kelurusan maupun level dari bagian-bagian pekerjaan. Kontraktor bersama-sama dengan Direksi harus secara bersamasama mengambil peil permukaan dan sounding areal kerja dan menyetujui semua kekhususan terhadap mana semua pekerjaan didasarkan. 8.

membuat. pipa gas. Kontraktor harus melakukan uji beton Box-Culvert dengan Test Hole minimal sejumlah 4 titik. Semua pipa dan kabel yang termasuk dalam kategori (a) di atas dan yang sudah tidak berfungsi lagi serta jalurnya melintasi dan menghalangi aliran air dalam saluran harus disingkirkan atau dipotong sesuai petunjuk Direksi atas persetujuan Instansi yang bersangkutan. Laboratoium pengujian material harus independen. maka Kontraktor diharuskan meminta pengawalan dari instansi yang berwenang. Umum 1. 1. mudah dimengerti oleh setiap pengendara kendaraan dan pada setiap cuaca gelap dan malam hari harus diberi penerangan.4. 1. Bouwplank harus dibuat tegak lurus sumbu saluran dan harus dibuat melebihi lebar dasar pondasi jembatan. b. tinggi jembatan maupun tebal pasangan/konstruksi lainnya. Pekerjaan Galian Tanah Konstruksi Dengan Alat Berat 2. Perbaikan dari Pekerjaan Galian yang tidak Memuaskan Pekerjaan galian yang tidak memenuhi toleransi yang diberikan. kabel telpon dan kabel TELKOM lainnya yang pemasangan jaringannya tertanam dan terletak di bawah permukaan tanah. 3. kabel listrik. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. 2. Kontraktor harus melaksanakan pematokan dan pemasangan bouwplank sesuai petunjuk Direksi.1. Pematokan dan Pekerjaan Bouwplank a. Patok dan bouwplank harus dibuat kokoh. Rambu-rambu Sementara Kontraktor diharuskan menyediakan. d. Pengaturan Pemindahan Jaringan Pipa dan Kabel 1. harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut : • Material yang berlebihan harus dibuang dengan menggali lebih lanjut • Daerah dimana digali lebih atau daerah retak atau lepas. Biaya penggantian dan perbaikan atas kerusakan terhadap pipa dan kabel yang masih berfungsi sebagai akibat dari kelalaian Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaannya adalah menjadi beban Kontraktor sepenuhnya.2. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian. pembuangan tanah atau material lain bila ada dari tempat kerja atau sekitarnya yang perlu. 2. 2. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Penempatannya harus dengan persetujuan polisi lalu lintas atau instansi lain yang berwenang. untuk pembuangan material yang tidak terpakai atau humus. 2. Yang termasuk dalam istilah pipa dan kabel adalah pipa distribusi air bersih PDAM. Elevasi yang tercantum dalam bouwplank dan patok akan menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan baik dalam penentuan lebar jembatan.5. Kontraktor diharuskan menyingkirkan semua rambu-rambu dan rintangan-rintangan sementara yang tidak diperlukan lagi yang selama pelaksanaan dipergunakan untuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek. c.1.1. tidak mudah rusak dan tidak bergerak serta harus dijaga agar tidak rusak/hilang selama pelaksanaan pekerjaan dengan jarak antar patok 1. Bentuk dan ukuran huruf serta susunan kalimat pada rambu dan rintangan harus jelas. untuk penyelesaian yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini. Direksi berhak menunjuk seorang ahli yang akan memberi pengarahan dan mengawasi semua pekerjaan instalasi dalam rangka pemindahan dan pengalihan jalur atau lintasan pipa dan kabel. dan untuk pembentukan secara umum garis. Pekerjaan ini umumnya diperlukan untuk pembuatan pondasi. memasang dan menempatkan rambu-rambu lalu lintas sementara pada lokasi dan posisi penting termasuk rintangan-rintangan di sekitar lokasi proyek. c. maka Direksi dan Kontraktor menghubungi instansi yang mengelola jaringan tersebut untuk menentukan biaya pemindahan jalur pipa atau kabel yang dimaksud untuk dialihkan di bawah dasar saluran rencana. Apabila pekerjaan telah dinyatakan selesai oleh Direksi.1. harus diurug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan oleh Direksi. ketinggian penampang yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi. 4. d.5 meter.8 2. Test Hole 1. Apabila Direksi memandang perlu. PEKERJAAN TANAH 2. 2. Apabila dalam rangka pekerjaan penggalian saluran baru atau penggalian memperdalam dasar saluran lama ditemui lintasan pipa dan kabel yang masih berfungsi.

Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan kontraktor harus menyediakan seluruh material yang diperlukan.1. baik orang lain. Bahan landasan atau material lain tidak boleh dipasang sebelum kedalaman galian disetujui oleh direksi. 2. kontraktor harus menjaga setiap saat suatu lereng yang stabil yang mampu menahan pekerjaan sekitarnya. Urugan Sirtu ( Padat ) 1. personel yang terlibat dalam pelaksanaan ini maupun pekerjaannya sendiri.1.3. Jaminan Keselamatan Pekerjaan Galian 1. panggalian saluran air dan pembangunan saluran sementara. Kontraktor harus menyerahkan kepada direksi. batu bata. Seluruh tepi galian terbuka harus diberi penghalang yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh kedalamnya dan setiap galian terbuka pada badan jalan atau bahu harus ditambah dengan bamboo pada malam hari dengan drum dicat putih atau lampu kuning sesuai dengan ketentuan Direksi. Prosedur Pelaksanaan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 2. cofferdam. perlengkapan dan buruh untuk pengeringan. gambar perincian potongan melintang atau memanjang yang menunjukkan kondisi awal daripada tanah sebelum operasi pembabatan dan penggarukan dilakukan untuk setiap seksi pekerjaan galian. kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan. Semua Material bekas bongkaran diangkut keluar proyek.3. . Pekerjaan bongkaran dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut : a.1. kontraktor harus memberitahu direksi.9 2. kontraktor harus menahan atau menyangga struktur di sekitarnya yang jika tidak dilakukan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian. c.Sirtu harus terbebas dari Lumpur. formasi atau pondasi selesai. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan seminimal mungkin gangguan terhadap material di bawah dan di luar batas galian. batu beton dan lain-lain. Bahan yang digunakan sebagai urugan adalah Sirtu 2. bahan organic maupun an organic. Bongkaran Pasangan Lama Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Selama masa pekerjaan galian. 2. Bila diperlukan. Pelaporan dan Pencatatan a.1. sebelum memulai pekerjaan. 3. 2. Air. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi gambar perincian dari seluruh struktur sementara yang diusulkannya atau yang diperintahkan untuk digunakan seperti skor. Pembongkaran harus dilaksanakan secara tertib dan hati-hati sehingga tidak merusak bagian lainnya yang tidak semestinya dibongkar dan tidak membahayakan manusia. Setelah masing-masing galian untuk tanah dasar. padas. Pada setiap saat peralatan galian cadangan serta perlengkapan P3K harus tersedia di tempat kerja galian. turap. 2. Pompa agar siap di tempat kerja setiap saat untuk menjamin tak ada gangguan dalam prosedur pengeringan dengan pompa. b. Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian.5.6. dan tembok penahan dan harus memperoleh persetujuan direksi sebelum melaksanakan pekerjaan galian yang dimaksudkan untuk dilindungi oleh struktur yang diusulkan tersebut. Pembuangan Material Galian Seluruh material Galian tanah di buang keluar proyek 2. 2. tembok ujung dan cofferdam. Oli. Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai termasuk tanah.alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan pembongkaran bangunan lama seperti tertera pada gambar rencana dan juga pembersihan lokasi pembongkaran dari sisa material lama. 3. Prosedur Penggalian 1. b. alat .2. 4.4. Mutu Bahan. Pada setiap saat dimana kedalaman galian melebihi ketinggian di atas kepala.

3. Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian. 2.6. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi gambar perincian dari seluruh struktur sementara yang diusulkannya atau yang diperintahkan untuk digunakan seperti skor.3. Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan kontraktor harus menyediakan seluruh material yang diperlukan. Kontraktor harus menyerahkan kepada direksi. cofferdam. Bila diperlukan.4. pembuangan lumpur atau material lain bila ada dari tempat kerja atau sekitarnya yang perlu. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan seminimal mungkin gangguan terhadap material di bawah dan di luar batas galian. ketinggian penampang yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi. gambar perincian potongan melintang atau memanjang yang menunjukkan kondisi awal daripada tanah sebelum operasi pembabatan dan penggarukan dilakukan untuk setiap seksi pekerjaan galian. Umum 1. dan tembok penahan dan harus memperoleh persetujuan direksi sebelum melaksanakan pekerjaan galian yang dimaksudkan untuk dilindungi oleh struktur yang diusulkan tersebut.3. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian. 2. kontraktor harus menahan atau menyangga struktur di sekitarnya yang jika tidak dilakukan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian. harus diurug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan oleh Direksi. Pekerjaan Galian Lumpur Dengan Alat Berat 2. Pada setiap saat peralatan galian cadangan serta perlengkapan P3K harus tersedia di tempat kerja galian. Perbaikan dari Pekerjaan Galian yang tidak Memuaskan Pekerjaan galian yang tidak memenuhi toleransi yang diberikan. 2. untuk pembuangan material yang tidak terpakai atau humus. Jaminan Keselamatan Pekerjaan Galian 3. harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut : • Material yang berlebihan harus dibuang dengan menggali lebih lanjut • Daerah dimana digali lebih atau daerah retak atau lepas. kontraktor harus menjaga setiap saat suatu lereng yang stabil yang mampu menahan pekerjaan sekitarnya. Setelah masing-masing galian untuk tanah dasar. 6. tembok ujung dan cofferdam. Pada setiap saat dimana kedalaman galian melebihi ketinggian di atas kepala.1. Bahan landasan atau material lain tidak boleh dipasang sebelum kedalaman galian disetujui oleh direksi.3.3.10 Pelaksanaan Urugan Sirtu Padat sepanjang Pasangan Top-Bottom dan U-Ditch 2. b. Pompa agar siap di tempat kerja setiap saat untuk menjamin tak ada gangguan dalam prosedur pengeringan dengan pompa. Pembuangan Material Galian RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .3. batu bata. panggalian saluran air dan pembangunan saluran sementara. formasi atau pondasi selesai. Pelaporan dan Pencatatan a.3. 4.4. Prosedur Penggalian 1. Selama masa pekerjaan galian. c. sebelum memulai pekerjaan. dan untuk pembentukan secara umum garis. 2.5. batu beton dan lain-lain. 5. 2. padas. Pekerjaan ini umumnya diperlukan untuk pembuatan pondasi. perlengkapan dan buruh untuk pengeringan. untuk penyelesaian yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini. 2. turap. 2. kontraktor harus memberitahu direksi. kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan. Seluruh tepi galian terbuka harus diberi penghalang yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh kedalamnya dan setiap galian terbuka pada badan jalan atau bahu harus ditambah dengan bamboo pada malam hari dengan drum dicat putih atau lampu kuning sesuai dengan ketentuan Direksi.2. Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai termasuk tanah.

An Informational Guide for Roadway Lighting. Kontraktor harus melaporkan kepada Direksi setiap kali akan mengadakan pengangkutan material sisa galian keluar proyek. [Undang-Undang RI No. 3. dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi. Istilah dan definisi Istilah dan definisi yang digunakan dalam standar ini adalah sebagai berikut : 3. PEKERJAAN PENERANGAN JALAN Ruang lingkup Standar ini memuat ketentuan . jembatan dan terowongan di kawasan perkotaan yang mempunyai klasifikasi fungsi jalan arteri. Spesifikasi yang dimaksud dalam standar ini meliputi fungsi.ketentuan untuk penerangan ruas jalan.11 Seluruh material Galian lumpur di buang keluar proyek 2. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Rekomendasi untuk pencahayaan kendaraan bermotor dan pejalan kaki 7) AASHTO. kolektor dan lokal. 38 Tahun 2004] 3. Spesifikasi Trotoar 6) SNI No. dan jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna.4 jalan lokal jalan umum yang berfungsi melayani angkutan setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat. dimensi. pemasangan. Walapupun ditempatkan sementara. 03-2447-1991. maka untuk sementara dapat diletakan didaerah sekitar saluran. Acuan normatif Spesifikasi penerangan jalan di kawasan perkotaan ini merujuk pada acuan sebagai berikut : 1) Undang Undang RI Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2) Undang Undang RI Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan 3) Peraturan Pemerintah RI Nomor 26 Tahun 1985 tentang Jalan 4) Peraturan Pemerintah RI Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan 5) SNI No. ditinggalkan dalam keadaan rapih dan bersih. Pengangkutan Tanah Keluar Proyek 1. Penempatan hasil Galian tersebut jangan sampai menggangu sekitarnya. 5. [Undang-Undang RI No. persimpangan sebidang maupun tidak sebidang. 1984. jalan lori dan jalan kabel. kecepatan rata-rata sedang. termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas yang berada pada permukaan tanah. Alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut tanah sisa galian adalh Dump Truk dengan kapasitas muat 6 m3 atau bila kondisi jalan / area yang tidak memungkinkan bisa menggunakan kendaraan kecil dengan seijin pengawas lapangan 6.1 jalan prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan.5. 3. serta harus mencatat berapa m3 volume dari material yang telah diangkut setiap ada pekerjaan pengangkutan. dan jumlah jalan masuk dibatasi.5 jalur bagian jalan yang dipergunakan untuk lalu lintas. Undang-Undang RI No.3 jalan kolektor jalan umum yang berfungsi melayani angkutan pengumpul atau pembagi dengan ciri perjalanan jarak sedang. 04-6262-2000. jenis.2 jalan arteri jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh. di bawah permukaan tanah dan/atau air. tanah hasil galian tidak dibenarkan berada pada tempat tersebut sampai 1 ( satu hari ) 4. Seluruh hasil material bekas galian drainase harus dibuang dan tempat bekas penempatan sementara hasi galian. kecepatan rata-rata rendah. 38 Tahun 2004] 3. Seluruh material yang telah digali dalam batas volume yang telah ditentukan. penempatan/penataan penerangan jalan yang diperlukan. dan apabila tidak bisa dibuang secara langsung . 2. 38 Tahun 2004] 3. 38 Tahun 2004] 3. kecepatan rata-rata tinggi. [Undang-Undang RI No. kecuali jalan kereta api.

12 3. jembatan dan jalan di bawah tanah.9 luminansi (L) pantulan cahaya lampu oleh permukaan jalan. median yang diturunkan (depressed). 3.14 ruang pengawasan jalan (RUWASJA) ruang tertentu yang terletak di luar ruang milik jalan yang penggunaannya diawasi oleh penyelenggara jalan agar tidak mengganggu pandangan pengemudi.16 sistem penempatan parsial (setempat) sistem penempatan lampu penerangan jalan pada suatu daerah-daerah tertentu atau pada suatu panjang jarak tertentu sesuai dengan keperluannya. pelayanan sosial.6 kawasan perkotaan kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian. 3. 3. [Penjelasan Undang-Undang RI No.12 pandangan silhoute pandangan yang terjadi pada suatu kondisi dimana obyek yang gelap berada di latar belakang yang sangat terang (negative image). atau median datar (flush). yang memiliki lebar cukup untuk satu kendaraan bermotor sedang berjalan. 38 Tahun 2004] 3. pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan. dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan. [Penjelasan Undang-Undang RI No. 3. 3. selain sepeda motor. terganggunya fungsi jalan disebabkan oleh pemanfaatan ruang pengawasan jalan yang tidak sesuai peruntukannya.7 lajur bagian jalur yang memanjang. dan tidak mengganggu fungsi jalan. 38 Tahun 2004] 3.8 lampu penerangan jalan bagian dari bangunan pelengkap jalan yang dapat diletakkan atau dipasang di kiri/kanan jalan dan atau di tengah (di bagian median jalan) yang digunakan untuk menerangi jalan maupun lingkungan di sekitar jalan yang diperlukan termasuk persimpangan jalan.11 pandangan silau (glare) pandangan yang terjadi ketika suatu cahaya/sinar terang masuk di dalam area pandangan/ penglihatan pengendara yang dapat mengakibatkan ketidaknyamanan pandangan bahkan ketidakmampuan pandangan jika cahaya tersebut datang secara tiba-tiba.13 ruang milik jalan/right of way (RUMIJA/ROW) sejalur tanah tertentu di luar ruang manfaat jalan yang masih menjadi bagian dari ruang milik jalan yang dibatasi oleh batas ruang milik jalan yang dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan keluasaan keamanan penggunaan jalan antara lain untuk keperluan pelebaran ruang manfaat jalan pada masa yang akan datang. 38 Tahun 2004] 3. 43 Tahun 1993 ] 3. elemen optik. [ PP RI No. 3. konstruksi bangunan jalan apabila ruang milik jalan tidak cukup luas.15 sistem penempatan menerus sistem penempatan lampu penerangan jalan yang menerus/kontinyu di sepanjang jalan dan atau jembatan. (b) suatu unit lengkap yang terdiri dari sumber cahaya.10 median jalan bagian dari jalan yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan dengan bentuk memanjang sejajar jalan. elemen elektrik dan struktur penopang serta pondasi tiang lampu. dengan atau tanpa marka jalan. [Penjelasan Undang-Undang RI No. 3. terletak di sumbu/tengah jalan. serta kegiatan ekonomi. dimaksudkan untuk memisahkan arus lalu lintas yang berlawanan. jalan layang. yang diukur dalam satuan candela per meter persegi (cd/m²). median dapat berbentuk median yang ditinggikan (raised).17 trotoar jalur lalu lintas untuk pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan sumbu jalan dan lebih RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .

13 tinggi dari permukaan perkerasan jalan (untuk menjamin keselamatan pejalan kaki yang bersangkutan). d) Jalan-jalan berpohon. data fotometrik lampu dan lokasi sumber listrik. terutama untuk pemasangan lampu di bagian median. f) Jembatan sempit/panjang. 3.3 Jenis lampu penerangan jalan 1) Jenis lampu penerangan jalan ditinjau dari karakteristik dan penggunaannya secara umum dapat dilihat dalam Tabel 1.19 rasio kemerataan (uniformity ratio) perbandingan harga antara dua kondisi dari suatu besaran kuat pencahayaan (iluminansi atau luminansi) pada suatu permukaan jalan. situasi (lay-out) jalan dan persimpangan jalan. g) Rencana jangka panjang pengembangan jalan dan pengembangan daerah sekitarnya. tempat parkir. interchange. 2) Sebagai alat bantu navigasi pengguna jalan. e) Jalan-jalan dengan lebar median yang sempit. h) Data kecelakaan dan kerawanan di lokasi. pengayuh sepeda.2 Dasar perencanaan penerangan jalan 1) Perencanaan penerangan jalan terkait dengan hal-hal berikut ini : a) Volume lalu-lintas.18 kuat pencahayaan (iluminansi. b) Tipikal potongan melintang jalan. baik kendaraan maupun lingkungan yang bersinggungan seperti pejalan kaki. jalan layang dan jalan bawah tanah (terowongan). 4. dll.1 Fungsi penerangan jalan Penerangan jalan di kawasan perkotaan mempunyai fungsi antara lain : 1) Menghasilkan kekontrasan antara obyek dan permukaan jalan. E) jumlah cahaya yang jatuh pada permukaan jalan. alinyemen vertikal. 4) Mendukung keamanan lingkungan. seperti alinyemen horisontal. 4 Ketentuan . e) Pemilihan jenis dan kualitas sumber cahaya/lampu. dan lain-lain. 2) Beberapa tempat yang memerlukan perhatian khusus dalam perencanaan penerangan jalan antara lain sebagai berikut : a) Lebar ruang milik jalan yang bervariasi dalam satu ruas jalan. khususnya pada malam hari. 5) Memberikan keindahan lingkungan jalan. c) Tempat yang luas seperti persimpangan. 3.ketentuan 4. 3) Meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. dll. d) Tekstur perkerasan dan jenis perkerasan yang mempengaruhi pantulan cahaya lampu penerangan. agar perencanaan sistem lampu penerangan efektif dan ekonomis. c) Geometri jalan. 4. biaya operasi. b) Tempat-tempat dimana kondisi lengkung horisontal (tikungan) tajam. Tabel 1 Jenis lampu penerangan jalan secara umum menurut karakteristik dan penggunaannya Jenis Lampu Efisiensi rata-rata (lumen/watt) Umur rencana rata-rata (jam) Daya (watt) Pengaruh thd warna obyek Keterangan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . dalam satuan lux. dll. f) Tingkat kebutuhan. biaya pemeliharaan. g) Tempat-tempat lain dimana lingkungan jalan banyak berinterferensi dengan jalannya.

IP 64. 250. Semakin tinggi indek perlindungan (IP). penyeberangan.200 8. 700 Sedang Lampu gas sodium bertekanan rendah (SOX) 100 . local dan persimpangan . ukuran lampu kecil. IP 24. terowongan.000 90.000 125.000 .000 150. IP 65. 400. IP 55. kolektor.Jenis lampu ini sangat baik dan sangat dianjurkan untuk digunakan. 36 . IP 54. indek perlindungan (IP) yang sering dipakai untuk klasifikasi lampu penerangan adalah : IP 23. sehingga mudah pengontrolan cahayanya. dan ditandai dengan lambang. Sistem IP merupakan penggolongan yang lebih awal terhadap penggunaan peralatan yang tahan hujan dan sebagainya. angka pertama menyatakan indek perlindungan terhadap debu/benda. . Hal ini dapat diindikasikan dengan istilah IP (Index of Protection) atau indek perlindungan. Pada umumnya. tempat peristirahatan (rest area). RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . umur cukup panjang.20.40 Sedang .000 . . yang memiliki 2(dua) angka. lokal. dan IP 66. .jenis lampu ini masih dapat digunakan untuk hal-hal yang terbatas.efisiensi rendah. persimpangan besar/luas dan interchange. .jenis lampu ini masih dapat digunakan secara terbatas . IP 25. . ukuran lampu besar sehingga sulit untuk mengontrol cahayanya dan cahaya lampu sangat buruk karena warna kuning. persimpangan. semakin baik standar perlindungannya.efisiensi tinggi.efisiensi cukup tinggi tetapi berumur pendek . Ringkasan pengkodean IP mengikuti Tabel 2 (A Manual of Road Lighting in Developing ountries).untuk jalan kolektor.Untuk jalan tol. umur sangat panjang. umur panjang dan ukuran lampu kecil . 250. arteri.000 – 10. 400 Buruk 2) Rumah lampu penerangan (lantern) dapat diklasifikasikan menurut tingkat perlindungan terhadap debu/benda dan air. Lampu gas merkuri tekanan tinggi (MBF/U) 50 – 55 16.14 Lampu tabung fluorescent tekanan rendah 60 – 70 8.efisiensi sangat tinggi.000 – 24.10. .untuk jalan kolektor dan lokal . dan angka kedua menyatakan indek perlindungan terhadap air.Jenis lampu ini dianjurkan digunakan karena faktor efisiensinya yang sangat tinggi.20. 180 Sangat buruk Lampu gas sodium tekanan tinggi (SON) 110 12.000 18 .untuk jalan kolektor.

1.10 0. seperti tangan. karena dapat diukur langsung di permukaan jalan dengan menggunakan alat pengukur kuat cahaya.10 0. Meskipun demikian lebih mudah menggunakan metoda iluminansi.50 0.14 1.50 0.15 Tabel 2 Kode indek perlindungan IP (Index of Protection) ANGKA PERTAMA ANGKA KEDUA (a) Perlindungan terhadap manusia/benda jika bersentuhan dengan komponen dalam rumah lampu (b) Perlindungan terhadap rumah lampu jika bersentuhan dengan benda No.50 Kemerataan (uniformity) G VD 0.10 Luminansi Batasan silau Jenis/ klasifikasi jalan L rata-rata (cd/m2) 0.40 VI 0.4. tetapi tidak Menimbulkan efek yang bahaya dan merusak (a) Perlindungan terhadap sentuhan yang tidak disengaja oleh bagian tubuh.40 0.10 0.1 Pencahayaan pada ruas jalan Kualitas pencahayaan pada suatu jalan diukur berdasarkan metoda iluminansi atau luminansi. (b) Perlindungan terhadap masuknya benda padat.50 4 4 4 TJ (%) 20 20 20 Trotoar Jalan lokal : .50 4-5 20 .1 Kualitas pencahayaan 4.50 0.4 Ketentuan pencahayaan dan penempatan 4.Primer . Tabel 3 Kualitas pencahayaan normal Kuat pencahayaan (Iluminansi) Kemerataan E (Uniformity) ratarata (lux) g1 1-4 2-5 2-5 0. berdiameter < 50 mm 4.Primer RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit 3-7 0./Simbol ingkat perlindungan (a) Tanpa perlindungan (b) Tanpa perlindungan (a) Perlindungan rumah lampu jika kontak atau bersentuhan dengan benda cair No.40 0.4.40 0./Simbol Tingkat perlindungan 0 1 0 1 Tanpa perlindungan Perlindungan terhadap tetesan air.00 0. Kualitas pencahayaan normal menurut jenis/klasifikasi fungsi jalan ditentukan seperti pada Tabel 3.Sekunder Jalan kolektor : .

Sekunder Jalan arteri dengan akses kontrol.20 10 .Sekunder Jalan arteri : .0.40 0. yang bertujuan agar lebih menarik perhatian bagi pengguna jalan.20 1.70 4-5 5-6 5-6 20 10 . RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .2 Pencahayaan pada tempat parkir Kuat pencahayaan pada daerah tempat parkir ditentukan seperti pada Tabel 4.48 48 .4.4. Tabel 5 Batasan kuat pencahayaan untuk rambu lalu-lintas Daerah sekitar penempatan rambu Rendah Sedang Tinggi Iluminansi (Lux) 108 – 216 216 – 432 432 – 864 Luminansi (cd/m2) 24 .0.70 6 10 Keterangan : g1 : E min/E maks VD : L min/L maks VI : L min/L rata-rata G : Silau (glare) TJ : Batas ambang kesilauan 4.40 0.20 0.96 96 .50 .20 11 .192 4.50 0.40 0.20 0.16 .0. Adapun kriteria penerangan terowongan adalah seperti yang ditentukan pada Tabel 6.14 .20 15 .1.14 .20 1.20 20 .70 5-6 10 . Tabel 4 Kuat pencahayaan pada daerah tempat parkir Kuat pencahayaan pada tempat parkir terbuka (lux) Tingkat kegiatan Untuk tujuan lingkungan di lokasi Lalu-lintas kendaraan Keselamatan pejalan kaki Rendah 5 2 Sedang 11 6 Tinggi 22 10 Kuat pencahayaan pada tempat parkir tertutup (lux) Daerah Siang hari Malam hari Daerah tempat parkir dan pejalan kaki 54 54 Kegiatan sedang/tinggi 110 54 4. 1984).14 0.50 0.50 1.4.Primer .20 0.4 Pencahayaan pada terowongan 1) Kuat pencahayaan pada terowongan harus cukup dan memberi kenyamanan baik untuk penglihatan siang maupun malam hari.3 Pencahayaan pada rambu lalu-lintas Batasan kuat pencahayaan (iluminansi) dan luminansi pada rambu-rambu lalu-lintas yang dipasang berdekatan dengan lampu penerangan jalan atau papan reklame ditentukan pada Tabel 5 (AASHTO.14 .1.50 0.0.50 .00 0.0.25 0.20 2.00 1.40 0. terowongan 3-7 11 . jalan bebas hambatan Jalan layang. simpang susun.40 0.70 0.0.1.50 .

. 2) Umur rencana.Tingkat kesilauan seminimal mungkin. . Tabel 6 Batasan kuat pencahayaan pada terowongan Daerah penempatan (Lux) Menengah 15 Jenis/klasifikasi Jalan Jalan arteri dengan kontrol/ jalan bebas hambatan Jalan arteri Jalan kolektor Jalan local Jalan kecil/lorong/gang Komersil 22 Permukiman 11 15 13 10 6 13 10 6 4 11 6 4 4 4. 4.3 Pemilihan jenis dan kualitas lampu penerangan Pemilihan jenis dan kualitas lampu penerangan jalan didasarkan pada : 1) Nilai efisiensi (Tabel 1). Tabel 7 Rasio kemerataan pencahayaan Lokasi penempatan Jalur lalu lintas : . 2) Sistem penempatan lampu penerangan jalan yang disarankan seperti pada Tabel 8.4.4 Penempatan lampu penerangan 1) Penempatan lampu penerangan jalan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan : a) Kemerataan pencahayaan yang sesuai dengan ketentuan Tabel 6 dan 7. Tabel 8 Sistem penempatan lampu penerangan jalan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit Rasio maksimum 6:1 3:1 10 : 1 4:1 4:1 6:1 .Memberikan pantulan yang cukup dan warna yang kontras pada permukaan terowongan.di daerah permukiman .4.di daerah komersil/pusat kota Jalur pejalan kaki : . dibanding pada bagian jalan yang lurus. 3) Kekontrasan permukaan jalan dan obyek. 3) Pada sistem penempatan parsial. .4. lampu penerangan jalan harus memberikan adaptasi yang baik bagi penglihatan pengendara.Memberikan pencahayaan yang jelas rambu-rambu lalu-lintas.17 2) Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pencahayaan terowongan : . c) Pencahayaan yang lebih tinggi di area tikungan atau persimpangan.Memberikan adaptasi pencahayaan yang baik.2 Rasio kemerataan pencahayaan (uniformity ratio) Rasio maksimum antara kemerataan pencahayaan maksimum dan minimum menurut lokasi penempatan tertentu adalah seperti yang ditentukan pada Tabel 7. d) Arah dan petunjuk (guide) yang jelas bagi pengguna jalan dan pejalan kaki. b) Keselamatan dan keamanan bagi pengguna jalan.di daerah permukiman . sehingga efek kesilauan dan ketidaknyamanan penglihatan dapat dikurangi.di daerah komersil/pusat kota Terowongan Tempat-tempat peristirahatan (rest area) 4.

sistem menerus. ramp .Persimpangan. 4 Batasan penempatan lampu penerangan jalan tergantung dari tipe lampu.5 LUX 6 34 33 32 31 30 28 26 24 6.0 LUX 20.0 LUX 6 8 48 - 47 - 45 48 42 47 40 45 38 43 36 41 34 39 10. yaitu jenis lampu gas merkuri atau sodium bertekanan tinggi. sistem menerus bergradasi pada ujung-ujung terowongan. Rumah lampu tipe B Jenis lampu 50W SON atau 80W MBF/U 70W SON atau 125WMBF/U 70W SON atau 125WMBF/U 100W SON 150W SON atau 250W MBF/U 100W SON RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit Tinggi lampu (m) 4 5 6 4 31 33 48 5 30 32 47 6 29 32 46 Lebar jalan ( m ) 7 8 9 28 31 44 26 30 43 29 41 10 28 39 11 27 37 Tingkat pencahayaan 3. terutama yang langsung ke jalan.0 LUX 2.Jalan arteri . lebar jalan dan tingkat kemerataan pencahayaan dari lampu yang akan digunakan. Jarak antar lampu penerangan secara umum dapat mengikuti batasan seperti pada Tabel 9 (A Manual of Road Lighting in Developing Countries).Jembatan . Dalam tabel tersebut dipisahkan antara dua tipe rumah lampu. sistem menerus dan parsial. tinggi lampu.Jalan kolektor .0 LUX 30. tipe ini adalah jenis lampu gas sodium bertekanan rendah.18 Jenis jalan / jembatan . sistem menerus dan parsial.Jalan lokal . Rumah lampu (lantern) tipe A mempunyai penyebaran sorotan cahaya/sinar lebih luas.Terowongan Sistem penempatan lampu yang digunakan sistem menerus dan parsial. sedangkan tipe B mempunyai sorotan cahaya lebih ringan/kecil.0 LUX 6 - - 28 26 23 - - - . Tabel 9 Jarak antar tiang lampu penerangan (e) berdasarkan tipikal distribusi pencahayaan dan klasifikasi lampu 1.0 LUX 10. Rumah lampu tipe A Jenis lampu a Tinggi lampu (m) 4 5 6 6 8 8 10 10 10 10 Lebar jalan ( m ) 7 8 35 36 36 55 33 44 24 36 35 33 33 52 31 43 23 35 22 Tingkat pencahayaan 4 32 35 42 42 60 36 46 - 5 32 35 40 42 60 36 45 - 6 32 35 38 38 58 35 45 25 37 - 9 34 31 32 50 30 41 22 33 21 10 32 30 30 48 29 40 21 32 20 11 29 28 46 28 39 20 31 20 3. simpang susun.5 LUX 55W SOX 90W SOX 90W SOX 135W SOX 135W SOX 180W SOX 180W SOX 6. sistem menerus.

katenasi (di bagian tengah jalan dg sistem digantung) . 4.6 Penataan letak lampu pada perlintasan kereta api 1) Penataan lampu penerangan jalan pada perlintasan kereta api (KA). . . Tabel 10 Penataan letak lampu penerangan jalan Tempat Jalan satu arah Penataan / pengaturan letak . . pemilihan penempatan lampu penerangan jalan direncanakan dan sendiri-sendiri untuk setiap arah lalulintas.4.7 Penataan lampu penerangan terhadap tanaman jalan Dalam penempatan lampu penerangan jalan harus dipertimbangkan terhadap tanaman jalan akan ditanam maupun yang telah ada. Tabel 11 Tinggi pemangkasan pohon terhadap sudut di bawah cahaya lampu Garis pemangkasan pada sudut _ di bawah cahaya lampu 70º 75º RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit Tinggi pemangkasan pohon (h) H – 0.Rumah lampu (lantern) tipe B mempunyai penyebaran sorotan cahaya lebih ringan/ kecil.36 D H – 0.kombinasi antara di kiri dan kanan berhadapan dengan di bagian tengah / median jalan.26 D .Jarak antar tiang lampu dalam meter.0 LUX Keterangan : . di median jalan. Di daerah-daerah atau kondisi dimana median sangat lebar (> 10 meter) atau pada jalan dimana jumlah lajur sangat banyak (> 4 lajur setiap arah) perlu dipertimbangkan dengan pemilihan penempatan lampu penerangan jalan kombinasi dari cara-cara tersebut di atas pada kondisi seperti ini. .di kiri dan kanan jalan berselang-seling. .4. umumnya ditempatkan di pulau-pulau.di bagian tengah / separator jalan. 2) Persyaratan kuat pencahayaan yang ditetapkan pada suatu area perlintasan KA 4. . diluar daerah persimpangan (dalam RUMIJA ataupun dalam RUWASJA) Jalan dua arah Persimpangan 4. apabila kereta api pada perlintasan tersebut beroperasi pada malam hari.19 250W SON atau 400W MBF/U 250W SON atau 400W MBF/U 400W SON 10 55 53 50 47 20.4.0 LUX 10 - - 36 35 33 32 30 28 12 - - - - 39 38 37 36 30.di kiri dan kanan jalan berhadapan. .di kiri atau kanan jalan.di bagian tengah / median jalan. .Rumah lampu (lantern) tipe A mempunyai penyebaran sorotan cahaya/sinar lebih luas.5 Penataan letak lampu penerangan jalan Penataan/pengaturan letak lampu penerangan jalan diatur seperti pada Tabel 10 dan diilustrasikan pada Lampiran A.dapat dilakukan dengan menggunakan lampu menara dengan beberapa lampu. sehingga perlu adanya pemangkasan pohon dengan batasan seperti pada Gambar 8 dan Tabel 11. terutama yang langsung ke jalan.

2 Pemasangan Kabel NYFGBY 3cx4mm Bahan Konduktor kabel terbuat dari coopper atau alumunium sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan kable mampu menahan tegangan isolasi 500 volt.PLN 8. 4. Panel type outdor dilengkapi dengan plat nama MILIK PEMKOT SURABAYA 3. 6. . 2. Pada dinding samping harus tersedia lubang ventilasi udara secukupnya. 3. Oli.17 D Keterangan : H = tinggi tiang lampu (mounting height) dalam meter D = jarak tiang lampu ke proyeksi jarak terendah tanaman dengan tanah 3.5 – 2 mm. Panel berisi peralatan / perangkat untuk mengendalikan aliran listrik dan pengaturan waktu penyalaan/mematikan lampu panel di pasang diatas pondasi yang letaknya sesuai dengan gambar dan petunjuk dari pengawas lapangan sehingga dapat melayani seluruh kebutuhan pengaturan ( menyalakan dan mematikan ) dari sekelompok lampu yang dipasang serta memenuhi standart kualitas yang disyartkan. 5. KHW meter dilengkapi dengan bok meter untuk penyegelan dan instansi PT. Ukuran Panel sebagaimana sesuai gambar.1 Pekerjaan Tanah Taman 1. 3. Air 3. Kabel yang ditawarkan harus lolos uji dari LMK dan berstandard PLN (SPLN). Harus tersedia sarana pendukung kabel dan bus baru untuk pentanahan (grounding) yang berfungsi untuk dudukan ujung kable pentanahan. Kable yang digunakan type Kabel NYFGBY 3cx4mm. Proses penyambungan antar plate baja harus dilakukan debgab cara spot weiding. Ukuran panel harus mampu menampung seluruh komponen control dan KWH meter. Kable yang digunakan type Kabel NYFGBY 3cx4mm.4 Pemasangan PVC untuk Kable Tanam . Bahan yang digunakan sebagai urugan adalah Tanah Taman 2. Basllast sebagai komponen penting pada system penyalaan lampu pelepasan gas (Gas discharge berfungsi untuk membatasi arus melalui lampu yang dilayani).20 80º H – 0. Twisted Kabel 4x16 mm. 4.Pemasangan kabel PVC harus sesuai dengan gambar kerja dan sesuai spesifikasi dan brstandard nasional. Mutu Bahan. Twisted Kabel 4x16 mm.6 Panel Tempat Ballast uk.5 Perakitan Panel Penerangan Jalan Umum Panel terbuat dari plat baja tebal 1. 3.3 Pemasangan Kabel dan Penarikan Bahan Konduktor kabel terbuat dari coopper atau alumunium sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan kable mampu menahan tegangan isolasi 500 volt. 7. Kabel yang ditawarkan harus lolos uji dari LMK dan berstandard PLN (SPLN). Panel terbuat dari plate baja yang difinishing dengan powder – warna panel ditetapakn oleh pengunaan barang sebelum pemasangan. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .25 x 15 x 10 untuk lampu sorot 1. Kontruksi Bok Panel Hubung Bagi ( PHB ) dan APP PLN 1. Bagian sisi depan terdapat kaca bening dengan luasan secukupnya sehingga memudahkan pembacaan Kwh. 3.Tanah Taman harus terbebas dari Lumpur. Kontruksi ventilasi sedemikian rupa sehingga tusukan benda logam lurus tidak dapat langsung menyentuh komponen bertegangan. Bidang pertemuan antar tutup panel dan body panelnya harus dirancang sedemikian rupa sehingga air hujan tertahan dibidang temu dan mengalir ke bawah secara sempurna. Dengan ukuran disesuaikan gambar terdiri dari dari panel hubung bagi dan panel KWH meter sendiri.

Harus tersedia sarana pendukung kabel dan bus baru untuk pentanahan (grounding) yang berfungsi untuk dudukan ujung kable pentanahan.85) Sedangkan frekuensi harmonic ketiga yang ditimpulkan tidak boleh melebihi 21%. Syarat-syarat dan ketentuan yang dinyatakan disini akan berlaku untuk semua pekerjaan tulangan. Kontruksi Bok Panel Hubung Bagi ( PHB ) dan APP PLN 1. 6. 4. Efikasi lumen lampu Sodium Sekurang-kurangnya 10 lumen/watt 3. 3.85 (Cos pni : 0. model. Panel type outdor dilengkapi dengan plat nama MILIK PEMKOT SURABAYA 3. arus nominal. 5. Jenis Lampu Natrium bekerja secara emisi electron dengan media pengantar gas sodium. Ukuran panel harus mampu menampung seluruh komponen control dan KWH meter. Cahaya yang dihasilkan adalah kuningan keemasan. 3. Spesifikasi jenis lampu sodium tekanan tinggi (High Pressure sodium Dischrage Lamps) 1.9 Pemasangan Lampu Natrium 250w/220v Jenis-jenis lampu yang digunakan pada armature lampu penerangan jalan adalah jenis lampu pelepas gas yaitu lampu Natrium 250/220 V tekanan tinggi berbentuk tabung ( High Pressure Sodium Tuble/Hps-T). Kontruksi harus sedemikian rupa hingga dapat terkunci pada dudukan komponen dan mudah dirakit / proses penyambungan. Material ( Baja Tulangan ) RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 2. 5. kecuali ada ketentuan lain dari Direksi untuk pekerjaan tertentu. 2. 4.dengan temperature warna 2000 kelvin. Proses penyambungan antar plate baja harus dilakukan debgab cara spot weiding. 3. Kontruksi ventilasi sedemikian rupa sehingga tusukan benda logam lurus tidak dapat langsung menyentuh komponen bertegangan. Umur lampu rata-rata (Average Rated Lifetime) minimal adalah 32000 jam 3.5 – 2 mm. Panel berisi peralatan / perangkat untuk mengendalikan aliran listrik dan pengaturan waktu penyalaan/mematikan lampu panel di pasang diatas pondasi yang letaknya sesuai dengan gambar dan petunjuk dari pengawas lapangan sehingga dapat melayani seluruh kebutuhan pengaturan ( menyalakan dan mematikan ) dari sekelompok lampu yang dipasang serta memenuhi standart kualitas yang disyartkan. Pada dinding samping harus tersedia lubang ventilasi udara secukupnya.10 Pondasi PJU Pekerjaan Beton Berstruktur K-250 (188Kg) Pekerjaan Struktur Beton Pekerjaan Tulangan Umum. 4. Seluruh pekerjaan tulangan yang dilaksanakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. Ukuran Panel sebagaimana sesuai gambar.8 Pemasangan Panel Lampu PJU – 1Phase 5500 VA Panel terbuat dari plat baja tebal 1.21 2.7 Instalasi 1 Titik Lampu PJU 3. Panel terbuat dari plate baja yang difinishing dengan powder – warna panel ditetapakn oleh pengunaan barang sebelum pemasangan. Dengan ukuran disesuaikan gambar terdiri dari dari panel hubung bagi dan panel KWH meter sendiri. Bidang pertemuan antar tutup panel dan body panelnya harus dirancang sedemikian rupa sehingga air hujan tertahan dibidang temu dan mengalir ke bawah secara sempurna. Faktor data listrik pada rangkaian listrik armanture lampu pada waktu penyalaan mninimal 0. 7. Pada tiap ballast harus dilengkapi dengan marking petunjuk wiring. Sistem tegangan Listrik adalah 220 Volt 50 Hz. Daya yang digunakan adalah 150 W. Harus terdiri dari bahan-bahan yang diperinci disini. Dilengkapi dengan perlindungan terhadap panas berlebih yang dapat mencegah terbakarnya sirkut. KHW meter dilengkapi dengan bok meter untuk penyegelan dan instansi PT. Bagian sisi depan terdapat kaca bening dengan luasan secukupnya sehingga memudahkan pembacaan Kwh. Jenis ballast yang digunakan adalah eloektromanetic ballast (inductive ballast) yang berfungsi sebagai pembatas arus.PLN 8.

Pekerjaan Bekesting Umum Pekerjaan ini adalah pembuatan begesting-begesting untuk cetakan konstruksi beton. diatas sokongan kayu atau tidak juga diatas agregat kasar 4. Pembengkokan dan Pelaksanaan 1. Dan dikerjakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. Sebelum digunakan harus direndam dahulu dalam air. 2. Kontraktor diwajibkan untuk memperlihatkan data katalog tentang sertifikasi besi tulangan yang didapatkan dari supplier. celah angker. 2. begesting yang dipergunakan untuk beton yang tidak perlu diplester lagi (exposed concrete) harus dilapisi dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas pada beton. Bout-bout dan tierod yang diperlukan untuk ikatan-ikatan dalan beton harus diatur sedemikian sehingga bila begesting dibongkar kembali. Precast mortar spacing block hendaknya digunakan untuk penahan jarak yang tepat terhadap tulangan dan minimum mempunyai kekuatan beton yang akan dicor. Kawat baja digunakan untuk mengikat tulangan hendaknya mempunyai diameter tidak lebih kecil dari 1.syarat dalam P. maksudnya untuk mengikatnya pada tulangan. 8. sebelum beton dicor pada penampang tersebut. Pembongkaran Begesting . Pelaksanaan. ada pada gambar perncanaan. Tiap-tiap bagian dari begesting. Bentuknya harus dibuat sepraktis mungkin dalam penggunaannya. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 8. 9. 3.22 Besi yang dipakai adalah besi Tulangan dengan diameter sesuai dengan yang sisyaratkan. Sambungan-sambungan pada begesting harus diusahakan lurus dan rata dalam arah horisontal dan vertikal. 6 mm dengan ikatan dari kawat harus dimasukkan dalam penampung beton Beugel-beugel harus diikat pada tulangan utama dan jaraknya harus sesuai dengan gambar. maka semua besi tulangan harus berada 4 cm dari permukaan beton. 5. Bila terdapat radius tertentu untuk bengkokan atau hook harus dibuat sekeliling paku yang mempunyai diameter empat (4) kali dari tulangan yang akan dibengkok. Harap diperhatikan sebelum pengecoran dimulai harus diberikan waktu yang cukup untuk pemeriksaan. 6. Sebelum pemasangan besi beton bertulang. Begesting-begesting tidak boleh bocor dan cukup untuk mencegah perpindahan tempat atau kelongsoran dari penyangga. bagian-bagian yang strukturil harus diperiksa oleh Direksi segera sebelum beton dicor pada bagian itu. deretan paku-paku. semua penulangan harus betul-betul bersih dari semua kotoran-kotoran. Semua begesting harus dibersihkan sebelum dipergunakan kembali. termasuk air.I dan diletakkan sesuai dengan gambar dengan memperhatikan selimut beton yang tetap. Sebelum pengecoran. Tulangan yang mempunyai cacat atau pembengkokan yang tidak sesuai dengan gambar tidak boleh digunakan. Tulangan tidak boleh disokong diatas tulangan baja yang keluar dari permukaan beton. 3. dan lain-lain harus dibuat didalam beton. 4. Pelapisan (coating) . Semua sisipan. Begesting untuk beton biasa (yang perlu diplester lagi permukaannya) harus dibasahi air dengan seksama sabagai pengganti minyak segera sebelum dicor. 7. 6. Permukaan Bekesting harus halus dan rata. Precast mortar spacing block ini hendaknya dibuat dengan kawat baja dicor bersama-sama. Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta. Penulangan yang ditempatkan pada suatu penampang dari pekerjaan harus disetujui oleh Direksi. Bangunan tidak boleh mengalami perubahan bentuk.B. 5. Segara sebelum beton dicor pada beberapa bagian dari begesting. tidak boleh melendut. Bahan-bahan Kayu Papan / Multipleks Kayu papan atau multipleks yang digunakan harus sesuai dengan syarat-syarat dan spesifikasi yang telah ditentukan atau menurut petunjuk Direksi. 7. Pekerjaan harus sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kemungkinan adanya beton yang keropos dan lain-lain kerusakan beton. 1. Semua tulangan di bentuk sesuai dengan bentuk dan ukuran seperti tercantum dalam gambar dan mengikuti syarat . bagian dalam dari bagian itu harus dibersihkan dari semua material lain. kerusakan atau pembebanan yang melebihi beban rencana dengan adanya pembongkaran begesting pada beton.

Waktu minimum dari saat selesainya pengecoran beton sampai dengan pembongkaran begesting dari bagian – bagian struktur harus ditentukan dari percobaan kubus benda uji yang memberikan kuat desak minimum seperti tercantum pada daftar atau sebagai berikut : BAGIAN STRUKTUR Sisi balok dan dinding Penyangga pelat lantai Penyangga balok WAKTU MINIMUM PEMBONGKARAN BEGESTING ( HARI ) 3 21 21 Pekerjaan Beton Umum 1.I. 1971. Tabel Standar Mutu Dan Kelas Beton Mutu dan Kelas Beton σ bk Kg/cm 2 125 175 225 σ ’ bm Kg/cm 2 200 250 300 Kategori Dari Bangunan (tujuan) Non Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Pengawasan terhadap Kualitas Agregat Pemeriksaan dengan mata Pemeriksaan dengan teliti Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Kekuatan Tekanan Tidak ada Pengujian Tidak ada Pengujian Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Kls I II Mutu Bo Bl K125 K175 K225 RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Air yang dipakai harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan di depan. menurut tabel di bawah ini. Semua besi beton harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan tentang besi beton.I. Bahan 1. spesi/mortel dan spesi injeksi dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Kontraktor sesuai dengan syarat-syarat yang sudah diterangkan 4.B.23 10. 2. Semua beton yang dikehendaki untuk digunakan bagi semua bangunan instalasi pengolahan lumpur tinja yang akan dikerjakan dengan spesifikasi ini dan untuk semua maksud yang berhubungan dan sebagaimana diminta oleh Direksi harus diperinci dari bahan-bahan yang diperinci disini dan harus dicampur dengan perbandingan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disebut di sini. Setiap syarat dan ketentuan yang tidak termaktub di sini harus sesuai dengan Standar Indonesia untuk beton N.I. 3.2 P. 1971. Kelas dan Mutu Beton Kelas dan mutu dari beton harus sesuai dengan Standar Beton Indonesia N.B.I2-P. Waktu minimum untuk pembongkaran begesting . Semua portland harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam semen portland. Pertanggungan jawab atas keselamatan pada waktu pembongkaran tiap bagian begesting atau penyangga berada dipihak pemborong. 2. Semua pasir dan agregat kasar yang digunakan dalam beton.

kekedapan. kecuali bila dimintakan adanya perubahan dalam komposisi atau konsistensi. Untuk mempermudah pencampuran ini RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Campuran yang direncanakan diketemukan dari percobaan-percobaan campuran yang memenuhi kekuatan karakteristik yang disyaratkan. 6. 7. bila mesin pengaduk berkapasitas lebih besar dari 1. Pengadukan yang berlebih-lebihan (lamanya) yang membutuhkan penambahan air untuk mendapatkan konsistensi beton yang dikehendaki tidak diperkenankan. kerikil/batu pecah. demikian juga pemeriksaan terhadap agregat dan beton yang dihasilkan. agar supaya diperoleh derajat yang sepatutnya. kegairahan bekerja. 5. Banyaknya semen untuk tiap m3 sedikitnya harus 225 kg. Bahan-bahan pembentukan beton harus dicampur dan diaduk dalam mesin pengaduk beton yaitu “Batch Mixer” atau “Portable Continuous Mixer” selama sedikitnya 1 ½ menit sesudah semua bahan (kecuali untuk air dalam jumlah yang penuh) ada dalam mixer. semuanya dicampur dalam perbandingan yang serasi dan diolah sebaik-baiknya sampai pada kekentalan yang tepat/baik. Untuk beton mutu “Bo” campuran yang biasa untuk pekerjaan non struktural dipakai perbandingan dari semen portland. Untuk mutu beton lainnya yang lebih tinggi harus dipakai “campuran yang direncanakan” (designed mix). Pencampuran dengan tangan diperkenankan apabila pada lokasi-lokasi tertentu sebuah Portable Mixer tak mungkin dipergunakan menurut pandangan Direksi. Air harus dituangkan lebih dahulu dan selama pekerjaan mencampur. Faktor air semen dari beton (tidak terhitung air yang dihisap oleh agregat) tidak boleh melampaui 0. 2. awet dan kekuatan yang dikehendaki.beton harus berada dalam batas yang telah ditentukan di atas dan Kontraktor harus memperoleh derajat yang patut apabila perlu akan dites oleh Direksi.derajat K. pasir dan kerikil/batu pecahan harus digunakan dengan perbandingan volume 1 : 2 : 3 atau banyaknya semen untuk tiap m3 beton minimum harus sampai 325 kg. juga mempunyai kepadatan yang tepat. air seperti yang ditentukan sebelumnya.5 m3. Direksi berwenang untuk menambah waktu pengadukan jika pemasukan bahan dan cara pengadukan gagal untuk mendapatkan hasil adukan dengan susunan kekentalan dan warna yang merata/seragam. Waktu pengadukan ditambah. kekedapan. 8. 2. Pencampuran dan Pengecoran Beton. campuran nominal dari semen Portland. awet atau kekuatan dan Kontraktor tidak berhak atas penambahan konpensasi disebabkan perubahan yang demikian. terhadap pasir dan agregat kasar tidak boleh kurang dari 1 : 8. Banyaknya semen untuk tiap m3 beton paling tidak harus 325 kg. Perbandingan campuran dan faktor air semen yang tepat akan ditetapkan atas dasar beton yang dihasilkan.175 .24 III K225 225 300 Strukturil Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian akan diadakan Dilakukan pengujian kekuatan tekan beton yang diperoleh dari pemeriksaan benda uji kubus pada umur 28 hari. Perbandingan antara bahan-bahan pembentuk beton yang dipakai untuk berbagai pekerjaan (sesuai kelas mutu) harus dipakai dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan. dengan tidak memakai semen terlalu banyak.60 (dari beratnya) untuk kelas lainlainnya. kepadatan. Beton harus seragam dalam komposisi dan konsistensi dari adukan ke adukan. Beton harus dibentuk dari semen portland. Perlengkapanperlengkapan tersebut dan cara pengerjaannya selalu harus mendapatkan persetujuan Direksi. 4. Perlengkapan Mengaduk Kontraktor harus menyediakan peralatan dan perlengkapan yang mempunyai ketelitian yang cukup untuk menetapkan dan mengawasi jumlah dari masing-masing bahan pembentukan beton.125 dan untuk kelas II. Komposisi/Campuran Beton 1.55 (dari beratnya) untuk kelas III dan jangan melampaui 0. Pengujian dari beton akan dilakukan oleh Direksi dan perbandingan-perbandingan campuran harus diubah jika perlu untuk tujuan atau penghematan yang dikehendaki. 3.derajat K. Tingkat agregat yang kasar untuk kelas II . Mengaduk 1. pasir. dengan mengkombinir ukuran agregat yang proporsionil. Untuk beton mutu K 225.

6. Permukaan yang rata dari beton adalah yang dikehendaki dimanapun juga baik saluran drinase ataupun tutup beton. diliputi dengan parapet setinggi 10 cm. mempertahankan suhu beton. Segera sebelum pengecoran beton. baja tulangan beton. semua material untuk melepaskan lekatan harus dipakai hanya setelah disetujui oleh Direksi. sebagai yang ditetapkan oleh Direksi. 2. Permukaan-permukaan beton yang lebih dahulu dicor pada mana beton baru akan dicor. sebagai “Construction Joints” (hubungan konstruksi/pelaksana). Cetakan untuk mencetak beton dan membuatnya menurut model yang dikehendaki harus digunakan bila perlu. 3. beton harus diaduk ditempat pekerjaan untuk kemudian langsung dicor. Semua cetakan harus betul-betul teliti dan kuat kedudukannya sehingga tidak ada perubahan atau gerakan lain selama penuangan beton. Cetakan haruslah sesuai dengan berbagai bentuk. bahan-bahan asing yang menutupinya. Air yang setiap hari mengalir harus dialihkan lewat talang diatas aluran yang akan dibangun. 3. Pengecoran 1. batas-batas dan ukuran dari hasil beton yang diinginkan sebagaimana pada gambar-gambar yang diusulkan oleh Kontraktor dan yang sudah disetujui oleh Direksi. bidang-bidang. Alat-alat dan usaha-usaha yang sesuai dan cocok untuk membuka cetakan-cetakan tanpa merusak permukaan dari beton yang selesai harus tersedia. licin. Permukaan-permukaan Construction Joints harus dibersihkan dengan cara-cara yang disetujui dan kemudian dicuci seluruhnya dengan penyemprotan air dengan tekanan udara segera sebelum pengecoran beton baru. Suhu Suhu beton sewaktu dicor/dituang. Usaha yang sesuai dan efektif harus dikerahkan dalam pekerjaan cetakan untuk menguatkan pinggiran batas dan ujung lainnya dalam arah yang tepat untuk menghindari terbentuknya pelengkungan-pelengkungan sisi-sisi pinggiran tersebut atau kerusakan-kerusakan permukaan beton yang telah diselesaikan. Permukaan-permukaan Construction Joints harus bersih dan lembab ketika ditutup dengan beton baru atau adukan. Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan.25 Kontraktor akan membuat beton masif dengan ketebalan tidak kurang dari 5 cm. Bila suhu dari beton yang ditaruh berada antara 27° C dan 32° C. serta disediakan pompa untuk memompa air rembesan dari cofferdam. semua permukaan pada tempat pengecoran (cetakan. Penyangga cetakan (perancah) harus bersandar pada pondasi yang baik sehingga tidak akan ada kemungkinan penurunan cetakan selama pelaksanaan. ditentukan disini. 3. Pada pekerjaan saluran longsor harus dalam daerah yang kering maka harus dibatasi dengan cofferdam diudik dan di hilir. Penggunaan minyak cetakan harus berhatihati untuk kontak dengan besi beton yang mengakibatkan kurangnya daya lekat. tidak boleh lebih dari 32° Celcius dan tidak kurang dari 4. reruntuhan atau bahan lepas. 5. permukaan dari cetakan-cetakan harus diminyaki dengan minyak yang biasa diperdagangkan yang mencegah secara efektif lekatnya beton. Penutup saluran dari beton harus dicor pada tempat lain yang berdekatan dengan lokasi. lantai kerja) harus bersih dari air yang menggenang. Cetakan untuk permukaan yang demikian dapat dibuat dari kayu dan harus didalam segala hal benar-benar berbentuk dan berukuran yang dikehendaki dan harus berkekuatan dan berkakuan yang tetap pada tempat dan bentuknya selama pembebanan dan berlangsungnya pekerjaan vibrasi pemadatan beton. Cetakan dapat dibuat dari lembaran Plywood. papan yang diserut/ diketam rata dan halus.5° C. tidak boleh dicor langsung pada saluran. beton-beton yang mengelupas atau rusak. Semua percetakan kayu harus diketam rata/digosok dengan kertas pasir untuk menghilangkan tanda-tanda bekas dari cetakan sejauh hal ini dapat dikerjakan. Semua cetakan yang dibangun harus teguh. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Pembersihan dan pencucian harus dilaksanakan pada kesempatan terakhir dari pengecoran beton. untuk dicor pada suhu dibawah 32° C. dalam keadaan baik sebagaimana dikehendaki untuk menghasilkan permukaan yang sempurna seperti terperinci disini. misalnya mendinginkan agregat dengan mencampur air dan mengecor pada waktu malam hari bila perlu. permukaan mana telah begitu mengeras sehingga beton baru tidak akan berpadu dengan sempurna. 4. Sebelum beton dicor. Kontraktor harus mengambil langkah-langkah yang efektif. 2. penyokongan dan pengikatan dan penyiapan-penyiapan permukaan yang berhubungan dengan pengecoran yang telah disetujui oleh Direksi. rata dengan luas 2 cm2. Cetakan Beton 1. Semua genangan-genangan air harus dibuang dari permukaan Construction Joints sebelum beton baru dicor. Pembersihan harus berupa pembuangan semua kotoran. Bila beton melebihi 32° C.

Selama hujan air semen atau spesi tidak boleh dihamparkan pada construction joints dan air semen atau spesi yang hanyut dan terhampar harus dibuang dan diganti sebelum pekerjaan dilanjutkan. Pembukaan Cetakan dan Pemeliharaan. 5. Setiap lapisan beton harus dipadatkan sampai kepadatan maksimum yang mungkin. Beton yang baru dibuka cetakannya diperlihatkan kepada Direksi untuk dinilai kualitas pengecorannya. Ember-ember/bocket beton yang dipakai harus sanggup menuang dengan tepat pada slump yang rendah dan memenuhi syarat-syarat campuran pada mana mekanisme pembuangan harus dibuat dengan kapasitas sedikitnya 0. 11. semua penuangan beton harus selalu kira-kira berlapis-lapis horizontal dan umumnya tebalnya tidak lebih dari 50 cm. Dalam pengecoran beton pada Construction Joints yang telah terbentuk. Pencampuran/penumbukan kembali beton tidak diperkenankan. alat penggetar (vibrator) harus dapat menenmbus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak dibawah. 7. Dalam pemadatan setiap lapisan dari beton. penjagaan khusus harus dijalankan untuk menjamin agar beton yang baru menjadi rapat betul dengan permukaan joints (sambungan) dengan Pembobokan dan peralatan dengan memakai alat-alat yang cocok. Air yang digunakan dalam perawatan (curing) harus memenuhi maksud-maksud spesifikasispesifikasi air untuk campuran beton. demikian juga konsistensinya. Setelah permukaan disiapkan baik-baik. Transportasi dari pengadukan sampai pengecoran beton jangan terlalu jauh sehingga memungkinkan pemisahan bahan dan pengerasan beton. permukaan Construction Joints dimana beton baru akan dicorkan harus dilapisi dengan penutup yang terbuat dari adukan semen (air hasta semen) atau ditutup dengan lapisan spesi/mortar harus mempunyai perbandingan semen dan pasir seperti campuran beton yang bersangkutan kecuali ditentukan lain. Perawatan 1. 3. Semua beton harus dipadatkan dengan alat penggetar type immersion beroperasi dengan kecepatan paling sedikit 7000 putaran per menit ketika dbenamkan dalam beton.35 m3 sekali tuang. sehingga ia bebas dari kantong-kantong kerikil. maka harus mendapatkan penanganan tersendiri atas petunjuk Direksi. Waktu dan Cara-cara Pembukaan Cetakan 1. 2. 2. 8. beton yang hasilnya banyak keropos sampai tulangan terlihat. Waktu dan cara pembukaan dan pemindahan cetakan harus dikerjakan dengan hati-hati untuk menghindarkan kerusakan pada beton. Semua beton harus dirawat (cured) dengan air seperti ditentukan disini. tujuh hari untuk dinding-dinding pemikul dan saluran-saluran. 13. Umumnya. 10. Suatu pengecoran tersebut tidak boleh terputus sebelum bagian tersebut selesai. diperlukan waktu minimum dua hari sebelum cetakan dibuka untuk dinding-dinding yang tidak bermuatan dan cetakan-cetakan samping lainnya. 9.26 4. Cara-cara dan alat-alat yang digunakan untuk pengangkutan beton harus sedemikian sehingga beton dengan komposisi dan kekentalan yang diinginkan dapat dibawa ke tempat pekerjaan tanpa adanya pemisahan dan kehilangan bahan yang menyebabkan perubahan nilai slump. 12. Beton yang sudah mengeras dalam hal mana pengecoran yang tepat tidak mungkin dijamin harus dibuang dan tidak dibayar untuk pekerjaan terbuang semacam itu. Direksi berhak menentukan cara perawatan bagaimana yang harus digunakan pada bagian-bagian pekerjaan. Keadaan construction joints harus mendekati horizontal jika tidak ada ketentuan lain dari yang ditunjukkan pada gambar atau diperintahkan oleh Direksi. 14 hari untuk dek-dek jembatan atau gorong-gorong jalan. Pengecoran beton tidak diperkenankan selama hujan deras atau lama sedemikian sehingga spesi/ mortar terpisah dari agregat kasar. Kecuali ada penyetopan/pemotongan oleh hubungan/joints. Beton yang masih muda tidak diijinkan untuk dibenahi. Direksi mempunyai hak untuk mengurangi tebal tersebut apabila pengecoran dengan tebal lapisanlapisan 50 cm tidak dapat memenuhi spesifikasi-spesifikasi ini. Beton dicor hanya pada waktu Direksi atau wakilnya yang ditunjuk serta pengawas Kontraktor yang setaraf ada ditempat kerja. Beton harus dicor pada adukan yang baru (fresh). Ember beton harus mudah untuk diangkat/ diletakkan dengan alat-alat lainnya dimana diperlukan terutama bagi lokasi-lokasi yang terbatas. kepala. 6. Beton harus tetap basah paling sedikit 14 hari terus menerus (segera setelah beton cukup keras untuk mencegah kerusakan) dengan cara menutupnya dengan bahan yang dibasahi air atau cara-cara yang disetujui yang akan menjaga agar permukaan selalu basah. dan menutup rapat-rapat pada semua permukaanpermukaan dari cetakan dan material yang dilekatkan. Perlindungan (Protection) RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .

Ketidakteraturan digolongkan sebagai sekonyong-konyong (abrupt) atau lambat laun (gradual). Diproses dengan hot dipped galvaniszed. lobang-lobang karena keropos. ketidakrataan oleh pengaruh sambungan-sambungan cetakan. kerusakan karena cetakan. Tipe base plate (pemasangan menggunakan angkur). Semua ketidakteraturan lainnya dapat dianggap sebagai ketidakteraturan yang gradual dan akan diperiksa dengan teliti oleh Direksi. akan dianggap sebagai ketidakteraturan yang sekonyong-sekonyong (abrupt) dan akan diuji dengan menggunakan pengukuran langsung. kalau perlu dengan menggunakan peralatan pengetesan beton. Finishing hot dip galvaniszed. 3.12 Pembuatan dan Pemasangan Terminal Dalam Tiang 1.dengan ukuran dengan ukuran disesuaikan gambar ( disesuaikan dengan jarak antar tiang PLN dengan lebar badan jalan) pembengkokan dengan sistem rolo dengan sudut 150. 3. yang disebabkan mata kayu lepas pada cetakan atau kerusakan lain dari kayu. 2. Tinggi 9 meter bahan SPCC standart ASTM. lubang-lubang baut. dalam hal mana penambalan harus dikerjakan seperti yang telah tercantum dalam pasal-pasal berikut. Bila sesudah pembukaan cetakan ada beton yang tidak tercetak menurut gambar atau diluar garis atau permukaan tidak rata atau keropos. Tiang harus tanah karat dan tidak mudah kropos. Kerusakan yang memerlukan pembongkaran dan perbaikan ialah yang terdiri dari sarang kerikil. Permukaan beton yang terbuka harus dilindungi terhadap sinar-sinar matahari yang langsung paling sedikit 3 hari sesudah pengecoran. Penyempurnaan permukaan-permukaan beton harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli dan disaksikan oleh Direksi. Ketidakrataan dan bengkok harus dibuang dengan pemahat atau dengan alat lain dan seterusnya digosok dengan batu gerinda.pabrik pembuat tinga harus telah menerapkan sisitem manajemn mutu. hal itu dianggap sebagai tidak sesuai dengan spesifikasi ini. dan bergeraknya cetakan. 4. yang disetujui oleh Direksi. Semua lubang harus terus menerus dibasahi selama 24 jam sebelum dicor dan seterusnya disempurnakan. Offset yang disebabkan oleh pemindahan atau penempatan cetakan yang salah yang membentuk garis-garis. Tiang yang digunakan adalah: . dalam jumlah yang diperinci oleh pabrik dan dengan air yang cukup sehingga sesudah bahanbahan spesi dicampur akan melekat satu sama lain dan apabila diremas-remas menjadi bola dan ditekan dengan tangan tidak akan mengeluarkan air. 3. bentuk dan ukuran sesuai gambar kerja. sehingga dengan penambalan saja tidak akan menghasilkan sebuah dinding yang tidak memuaskan kelihatannya. sesuai dengan instruksi dari Direksi. Perbaikan Permukaan Beton 1. 2. Kontraktor diwajibkan untuk menutupi seluruh dinding (dengan spesi plester). Permukaan-permukaan beton akan diuji/ ditest oleh Direksi dimana perlu untuk menentukan apakah ketidakteraturan permukaan berada dalam batas-batas yang ditentukan disini. Perlindungan semacam itu dibuat efektif dan secepatnya dilaksanakan sesudah pengecoran beton atau sesudah pembukaan cetakancetakan. ternyata ada permukaan yang rusak atau keluar dari garis.13 Pengecatan Tiang PJU RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Sebelum menerima pekerjaannya. Ketidaksesuaiannya akan mendapat penilaian tersendiri yang akan diberikan oleh Direksi dan kalau Direksi memerintahkan untuk dibongkar maka beton harus dibuang dan diganti oleh Kontraktor atas bebannya sendiri kecuali bila Direksi memberikan ijinnya untuk menambal tempat yang rusak. 2.Tiang Oktagonal parabola cabang 2 parabola ( double parabolic). Cacat lubang-lubang tempat cukilan dari sarang kerikil atau keropos kecil yang akan diperbaiki. Kontraktor harus membersihkan semua permukaan yang terbuka dari kerak-kerak dan kotoran yang lainnya. harus diisi dengan spesi/ mortel tambalan yang kering yang disusun dari satu bagian semen Portland dengan dua bagian pasir beton bersama dengan bahan pengisi yang tidak susut.27 Kontraktor harus melindungi semua beton terhadap kerusakan-kerusakan sebelum penerimaan terakhir oleh Direksi. Spesi penambal harus dikerjakan dengan lapisan-lapisan yang tipis dan selalu dipadatkan dengan alat yang cocok. Penyelesaian-penyelesaian dan Penyempurnaan 1. Dimensi.11 Pemasangan Tiang Oktagonal 6m Hot Dipped Galvanized dengan Flenders Stang ornamen menggunakan pipa besi Galvanish (GIV) 2” kelas medium A. Jika menurut pendapat Direksi Hal-hal yang tidak sempurna pada bagian bangunan-bangunan yang akan terlihat sedemikian. 3. A-36 ketebalan 3mm.

6.2 Bahan-bahan 1. Plat besi 3. Persyaratan Bahan 1. Spesi 1 PC : 2 Ps t= 3 Cm a. PEKERJAAN MEDIAN JALAN 4.2 Bahan-bahan 1.Lingkup Pekerjaan. Plat besi 3.2. kwalitas baik minimal K-400 (hasil test laboratorium) 4.2 Bahan-bahan 1. yang dipasang ditepi pasangan paving atau sebagai pengunci pasangan paving.WC)am kotoran.8.60 cm.1. Besi beton polos dia 4.3.2. harus bersih dan melalui ayakan 1.1. Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10. 2. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Perencana/Direksi Pengawas dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8.1. Pekerjaan meliputi pemasangan gird besi saluran.1. . Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 dan PUBI 1982.0 mm.2. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh spesi dibawah kanstin yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan pengarahan direksi dilapangan . 4. 3.3. sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Besi siku 2. Grill Taman (Cover & Frame) fabrikasi 4. b. Syarat-syarat Pelaksanaan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . c.6 . Besi beton polos dia 4. 4.1. Pekerjaan meliputi pemasangan gird besi saluran.1.Lingkup Pekerjaan.Campuran (aggregate) untuk plester harus dipilih yang benarbenar bersih dan bebas dari segala mPenghamparan Lapis Aus (AC . Pemasangan Lantai Granit Diglasur 20x30 cm (Warna Gelap) Untuk Tuna Netra 4. 2. Besi beton polos dia 4.28 Finishing PJU Dilapisi dengan pengecatan kesleruhan Tiang-tiang PJu 4.6 m Curbing memakai curbing berdimensi 20. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja. Pemasangan Lantai Porcelain Tile Kasar 30x30 cm(Warna Gelap/Terang) 4. Grill Manhole (Cover & Frame) Fabrikasi 4. Pemasangan Lantai Ornamen 50x50 cm 4.4. Grill Pelaluan Air (Cover&Frame) Fabrikasi 4. bahan-bahan.5.40.Lingkup Pekerjaan. Pas.7.2. Pekerjaan meliputi pemasangan gird besi saluran.3. Plat besi 3.Curbing Type A Panjang 0. Besi siku 2. Lingkup Pekerjaan 1. 4. Besi siku 2.

Ukuran/dimensi pasangan. galian. Pekerjaan ini harus mencakup pembangunan dari struktur yang ditunjukan pada gambar atau seperti yang diperintahkan oleh Direksi.WC)at. bertuliskan type dan tingkatannya. 7. Kontraktor diharuskan memeriksa site/ lapangan yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulainya pekerjaan. tahan lama. dalam keadaan utuh dan tidak ada cPenghamparan Lapis Aus (AC . harus bermutu baik dari jenisnya dan di setujui Direksi . bersih. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan ditempat tersebut sebelum kelainan/perbedaan diselesaikan. ketinggian. 4.29 1. Sebelum memulai pekerjaan. gorong-gorong persegi dan tembok kepala goronggorong. Tempat penyimpanan bahan harus cukup menampung kebutuhan bahan. lengkap dengan ketentuan/persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. terlindung. Pasangan Batu Kali Belah 15/20 ( 1 Pc : 4 Ps ) Umum 1. 3. lancip atau lonjong bentuknya dan dapat ditempatkan saling mengunci bila dipasang bersama. Batu Kali Belah 15/20 cm Batu Kali yang digunakan adalah : 1. 5. 2. 2. 4. Semen Portland yang di kirim ke proyek lapangan harus dalam keadaan tertutup atau dalam yang masih disegel dan berlabel pabriknya. 3. Seluruh spesi pada kanstin dengan aduk campuran 1 PC : 4 pasir. Semua bahan sebelum di kerjakan harus ditunjukkan kepada Konsultan MK/Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Konstruksi pasangan batu ini dimaksud untuk menahan beban luar yang cukup besar. berventilasi baik. lebar tidak kurang dari satu setengah kali tebalnya dan panjang tidak kurang dari satu setengah kali lebarnya. Pasir pasang yang di gunakan harus di ayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang dipersyaratkan. Kontraktor harus segera melaporkan kepada Direksi. Terkecuali diperintahkan lain oleh Direksi. tahan terhadap pengaruh adara dan air dan cocok dalam segala hal untuk fungsi yang dimaksud. kasar. Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan di atas tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. 9. Pekerjaan ini juga mencakup pembuatan lubang suling-suling (untuk drainase) termasuk pengadaan dan pemasangan acuan lubang suling-suling atau pipa dan bahan penyaring. Batu yang dari alam atau batu galian yang telah dibelah. potongan dan dimensi seperti yang ditunjukan pada gambar atau sebagaimana diperlukan secara tertulis oleh Direksi. spesifikasi dan lainnya. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar. 6. Pekerjaan spesi dilakukan dibawah kanstin setelah terlebih dahulu melakukan galian tanah keras sedalam 8 cm pemasangan. Semen PC 50 Kg Semen yang digunakan adalah : RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .9. Pasangan batu harus digunakan untuk struktur seperti saluran berpenampang persegi di tepi jalan. Pekerjaan harus meliputi pengadaan seluruh material. Bahan harus disimpan di tempat yang kering. 2. 5. Bahan – Bahan : • Batu Kali Belah 15/20 cm • Semen PC 50 Kg • Pasir Pasang • Air Bersih Mutu Bahan a. penyiapan pondasi dan seluruh pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan struktur sesuai dengan spesifikasi teknik serta memenuhi garis. Material yang tidak disetujui harus diganti dengan material lain yang mutunya sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan. Tebal spesi 3 cm dengan dengan melakukan galian tanah keras terlebih dahulu sedalam 8 cm atau sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. dan bersih. dan dilindungi sesuai dengan jenisnya seperti yang disyaratkan dari pabrik. Batu harus rata. 3. batu harus memiliki ketebalan yang tidak kurang dari 150 mm. keras. 8. 4. elevasi serta kelandaian sesuai dengan gambar rencana. b. tembok penahan.

d. dan Air a. Tambahan aduk mengisi rongga yang ada diantara batu-batu dan harus diakhiri hampir rata dengan permukaan lapisan tetapi tidak menutupi batunya dengan menggunakan perekat 1 pc : 4 pc. untuk itu semua rongga diantara batu kali harus terisi campuran. pengadukan harus menggunakan Concrete Mixer / Molen dengan kapasitas 350 l. • Pekerjaan harus dimulai dari dasar lereng kearah atas. b. 2.30 1. Untuk menghasilkan campuran yang homogen ( merata ). bebas dari benda – benda yang mengganggu seperti minyak. Air yang diketahui dapat diminum juga dapat dipakai. baik dalam kotak yang rapat atau dalam alat pencampuradukan yang telah disetujui. dalam pelaksanaan dilapangan kontraktor harus membuat kotak takaran dari kayu dengan ukuran yang sama. Prosedur Pelaksanaan 1.5 cm Umum RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Seluruh material tadi ( kecuali air ). Menggelindingkan atau menggulingkan batu pada pekerjaan yang baru dipasang tidak diperkenankan. yaitu 1 bagian semen dicampur dengan 3 bagian Pasir Pasang. 3. • Peralatan yang cocok harus disediakan utnuk memasang batu yang lebih besar dari yang dapat ditangani oleh dua orang. Komposisi Campuran menggunakan 1 Pc : 4 Ps. Pemasangan Batu Kali Belah 15/20 ( 1 Pc : 4 Ps ) • Landasan dari adukan segar paling sedikit 30 mm tebalnya harus dipasang pada pondasi dan disiapkan sesaat sebelum penempatan masing-masing batu pada lapisan pertama. Pasir Pasang Pasir Pasang yang dipakai adalah : 1. dan permukaan harus diakhiri segera setelah pengerasan awal dan aduk dengan menyapunya dengan sapu yang kaku. busa. Jika perlu. gula atau organic lainnya.10. Pengadukan kemlbali setelah waktu tersebut tidak boleh dilakukan. Semen tidak boleh disimpan terlalu lama dan yang telah menggumpal atau membatu tidak boleh dipakai dan harus disingkirkan. c. hingga campuran telah berwarna merata. Air Bersih Air yang digunakan dalam campuran harus bersih. • Setiap jarak 20 meter sepanjang saluran dibuatkan celah delatasi tegak dari puncak saluran sampai dasar saluran 4. Adukan yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah air ditambahkan harus di buang. e. baru sesudahnya air ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan selama lima sampai sepuluh menit. harus dicampur. • Batu besar pilihan harus digunakan untuk lapisan dasar dan pada sudut-sudut. Adukan dicampur hanya dalam kwantitas yang diperlukan untuk penggunaan langsung. d. Penyimpanan harus mengikuti spesifikasi serta diletakkan sedemikian rupa sehingga mudah untuk diperiksa dan diambil c. adukan boleh diaduk kembali dengan air dalam waktu 30 menit dari proses pengadukan awal. Agregat. Jenis Portland Cement (PC) produksi dalam negeri yang memenuhi persyaratan yang berlaku di Indonesia. basa. asam. • Pasangan yang dihasilkan harus kokoh / masif ( tidak berongga ). • Batu harus tertanam dengan kuat satu dengan yang lainnya untuk mendapatkan tebal yang diperlukan dari lapisan yang diukur tegak lurus terhadap lereng. • Lereng yang bersebelahan dengan batu harus diratakan dan dibentuk untuk menjamin pertemuan yang baik dengan pekerjaan pasangan batu sehingga memungkinkan untuk drainase tang tidak menghambat dan mencegah gerusan pada tepi perkerasan. PEKERJAAN PLESTERAN HALUS Tb=1. • Batu yang dipasang harus dihampar dengan muka yang terpanjang mendatar dan muka yang tampak harus dipasang sejajar. 2. Pasir tersebut tidak mengandung lempung atau unsur organik atau non organic lainya. garam. Penyiapan Adukan Campuran ( Spesi 1 Pc : 4 Ps ) Adukan semen terdiri dari material Semen. Pasir tersebut terdiri dari butir –butir yang bersih dari segala kotoran. Jumlah air harus sedemikian hingga guna menghasilkan adukan dengan konsistensi ( kekentalan ) yang diperlukan tetapi tidak boleh melebihi 70 % dari berat semen yang digunakan.

Pasir Pasang Pasir Pasang yang dipakai adalah : 1. pengadukan harus menggunakan Concrete Mixer / Molen dengan kapasitas 350 l. gula atau organic lainnya. Jumlah air harus sedemikian hingga guna menghasilkan adukan dengan konsistensi ( kekentalan ) yang diperlukan tetapi tidak boleh melebihi 70 % dari berat semen yang digunakan. Pasir Pasang. c. Air yang diketahui dapat diminum juga dapat dipakai. busa. Penyimpanan harus mengikuti spesifikasi serta diletakkan sedemikian rupa sehingga mudah untuk diperiksa dan diambil b. Sebelum permukaan bidang pasangan batu diplester terlebih dahulu bidang yang akan diplester harus dibersihkan dari segala macam kotoran. Adukan dicampur hanya dalam kwantitas yang diperlukan untuk penggunaan langsung. Seluruh material tadi ( kecuali air ).12. Pipa yang digunakan berukuran 2. dalam pelaksanaan dilapangan kontraktor harus membuat kotak takaran dari kayu dengan ukuran yang sama. garam. Semen PC 50 Kg Semen yang digunakan adalah : 1. Pekerjaan ini harus mencakup pembangunan dari struktur yang ditunjukan pada gambar atau seperti yang diperintahkan oleh Direksi. baik dalam kotak yang rapat atau dalam alat pencampuradukan yang telah disetujui. Jenis Portland Cement (PC) produksi dalam negeri yang memenuhi persyaratan yang berlaku di Indonesia. bebas dari benda – benda yang menggangu seperti minyak. Bidang-bidang yang telah bersih kemudian disiram dengan air sampai rata dan jenuh baru kemudian diplester. c. Komposisi Campuran menggunakan 1 Pc : 4 Ps. asam. Pasir tersebut tidak mengandung lempung atau unsur organik atau non organic lainya. Ukuran/dimensi pasangan. f. 3. Pipa Galvanis digunakan sebagai pagar jembatan 4. yaitu 1 bagian semen dicampur dengan 4 bagian Pasir Pasang. d. Bahan – Bahan : • Semen PC 50 Kg • Pasir Pasang • Air Bersih Mutu Bahan.31 1. 2. a. rata (tidak bergelombang) dan tidak retak. g. Pipa yang digunakan berukuran 2. harus dicampur.5” RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Jika perlu. 4. 2. dan Air a. basa. b. Tebal plesteran adalah 1. 2.13. hingga campuran telah berwarna merata. h. Prosedur Pelaksanaan Adukan terdiri dari material Semen.5 cm terdiri dari campuran 1 Pc: 4 Ps dengan menggunakan pasir pasang yang telah diayak . Pasir tersebut terdiri dari butir –butir yang bersih dari segala kotoran. baru sesudahnya air ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan selama lima sampai sepuluh menit. Untuk menghasilkan campuran yang homogen (merata). e. Pekerjaan Besi Pipa Galvanish 2 ½” (Medium) 1. Pekerjaan Sambungan Knee Besi Pipa Galvanish Medium 2. Air Air yang digunakan dalam campuran harus bersih.5” 1. Plesteran tebal 1. benangan harus tajam dan lurus serta tidak mudah terkelupas. Semen tidak boleh disimpan terlalu lama dan yang telah menggumpal atau membatu tidak boleh dipakai dan harus disingkirkan.5 cm. Pekerjaan ini juga mencakup pembuatan benangan 3. elevasi serta kelandaian sesuai dengan gambar rencana.5” 2. Pertemuan bidang plesteran vertikal dan horizontal harus lurus. Adukan yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah air ditambahkan harus di buang. adukan boleh diaduk kembali dengan air dalam waktu 30 menit dari proses pengadukan awal. Pengadukan kemlbali setelah waktu tersebut tidak boleh dilakukan. Pada bagian sudut atas plesteran dibuatkan benangan sepanjang saluran.

32 2. Kontraktor diharuskan dapat memberikan Jaminan Spesikasi Pemesanan Box Culvert Precast ( yang berisi Job Mix Formula ) serta Surat Dukungan dari Pabrik ( dengan melampirkan analisa harga satuan pabrikasi) yang dikeluarkan oleh Pabrik. yang telah disetujui oleh pihak Direksi 4. Manhole + Pemasangan Pekerjaan Struktur Beton Pekerjaan Tulangan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Pengadaan dan Pemasangan Pelat Intrit Tb. maka pemasangan dilakukan manual oleh tenaga manusia. Mutu Beton dari U DITCH adalah K-350 2.15. Dan kontraktor berkewajiban mengganti U DITCH yang rusak dengan U DITCH yang baru yang mempunyai spesifikasi yang seragam. 4. kepada Direksi dan Pengawas. Box Culvert menggunakan mutu beton K-400 dengan mutu baja BJTD-40 dan BJTP-32 3. Jember Pemasangan Ornamen Batu Andesf beralur 5.4. Pekerjaan Pengadaan & Pemasangan U DITCH & COVER ( K-350 ) 1. 4. Pekerjaan Beton Rabat (1pc:3ps:6kr) 5. Dimensi serta Detail Box Culvert Precast yang dipesan harus sesuai dengan gambar perencanaan yang sudah disetujui oleh Direksi 5.250) Pemakaian Besi 97 Kg 5. Pelat Wiremest 1pc:2ps:2. 3.5kr (K. Kontraktor harus memastikan bahwa galian Konstruksi tersebut telah diisi dengan Sirtu yang telah dipadatkan. Pemasangan dilakukan Mengunakan Alat Berat Bego/Forklip dan harus sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh produser Pre-Cast U DITCH.1. merupakan tanggung jawab kontraktor. landasan U DITCH berupa rabat beton dengan ketebalan Sesuai dengan gambar perencanaan. 5. Kerusakan U DITCH akibat kesalahan prosedur pemasangan. sepenuhnya ditanggung oleh Kontraktor. Pipa Galvanis digunakan sebagai Sambungan pagar jembatan 4. 9. pihak penyedia diwajibkan mengundang pihak pengguna untuk melakukan inspeksi / tinjauan ke produsen melihat tahapan dan pemakaian bahan pabrikasi 6.6. PEKERJAAN BOX-CULVERT 5. Syarat diterimanya beton precast. Pemasangan Ornamen Batu Kali Ex.7. maka pihak pengguna berhak menolak produk beton precast 7. Jika kondisi memang tidak memungkingkan untuk menggunakan alat berat.14. Mutu. Bila mutu pabrikasi dibawah / tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Kontraktor harus memesan untuk pembuatan Box Culvert Precast tersebut pada sebuah pabrik.120 cm K-350 Fabrikasi 5. Sebelum pemasangan U DITCH. Box Culvert yang dimaksud adalah Box Culvert Precast yang berasal dari pabrikasi Disesuaikan Dengan Penulangan dan pemasangan dilakukan menggunakan Crane 2. Biaya transportasi Box Culvert Precast yang sudah dipesan. Pekerjaan Pengadaan Dan Pemasangan Beton BOX-CULVERT TOP BOTTOM K-400 1.2. 5.5. Sebelum dipasang pada galian Konstruksi yang sudah disiapkan. 8.

Semua begesting harus dibersihkan sebelum dipergunakan kembali. Pekerjaan harus sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kemungkinan adanya beton yang keropos dan lain-lain kerusakan beton. Pelaksanaan. 13. termasuk air. Sambungan-sambungan pada begesting harus diusahakan lurus dan rata dalam arah horisontal dan vertikal.I dan diletakkan sesuai dengan gambar dengan memperhatikan selimut beton yang tetap. Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta. Permukaan Bekesting harus halus dan rata. 15. dan lain-lain harus dibuat didalam beton. Seluruh pekerjaan tulangan yang dilaksanakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. tidak boleh melendut. semua penulangan harus betul-betul bersih dari semua kotoran-kotoran. celah angker. 15. bagian dalam dari bagian itu harus dibersihkan dari semua material lain. Bahan-bahan Kayu Papan / Multipleks Kayu papan atau multipleks yang digunakan harus sesuai dengan syarat-syarat dan spesifikasi yang telah ditentukan atau menurut petunjuk Direksi. 14. sebelum beton dicor pada penampang tersebut. Bila terdapat radius tertentu untuk bengkokan atau hook harus dibuat sekeliling paku yang mempunyai diameter empat (4) kali dari tulangan yang akan dibengkok. Pekerjaan Bekesting Umum Pekerjaan ini adalah pembuatan begesting-begesting untuk cetakan konstruksi beton. Kawat baja digunakan untuk mengikat tulangan hendaknya mempunyai diameter tidak lebih kecil dari 1. 13. maka semua besi tulangan harus berada 4 cm dari permukaan beton. Sebelum pengecoran. Pembengkokan dan Pelaksanaan 9. 11. Precast mortar spacing block ini hendaknya dibuat dengan kawat baja dicor bersama-sama. 14.33 Umum. Bentuknya harus dibuat sepraktis mungkin dalam penggunaannya. ada pada gambar perncanaan. Penulangan yang ditempatkan pada suatu penampang dari pekerjaan harus disetujui oleh Direksi. 10.syarat dalam P. Segara sebelum beton dicor pada beberapa bagian dari begesting. 16. Harap diperhatikan sebelum pengecoran dimulai harus diberikan waktu yang cukup untuk pemeriksaan. Material ( Baja Tulangan ) Besi yang dipakai adalah besi Tulangan dengan diameter sesuai dengan yang sisyaratkan. Tulangan yang mempunyai cacat atau pembengkokan yang tidak sesuai dengan gambar tidak boleh digunakan. Semua tulangan di bentuk sesuai dengan bentuk dan ukuran seperti tercantum dalam gambar dan mengikuti syarat . RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .B. bagian-bagian yang strukturil harus diperiksa oleh Direksi segera sebelum beton dicor pada bagian itu. Semua sisipan. maksudnya untuk mengikatnya pada tulangan. 11. Dan dikerjakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. diatas sokongan kayu atau tidak juga diatas agregat kasar 12. Syarat-syarat dan ketentuan yang dinyatakan disini akan berlaku untuk semua pekerjaan tulangan. kecuali ada ketentuan lain dari Direksi untuk pekerjaan tertentu. Sebelum digunakan harus direndam dahulu dalam air. Kontraktor diwajibkan untuk memperlihatkan data katalog tentang sertifikasi besi tulangan yang didapatkan dari supplier. Begesting-begesting tidak boleh bocor dan cukup untuk mencegah perpindahan tempat atau kelongsoran dari penyangga. Tiap-tiap bagian dari begesting. 16. Tulangan tidak boleh disokong diatas tulangan baja yang keluar dari permukaan beton. Bout-bout dan tierod yang diperlukan untuk ikatan-ikatan dalan beton harus diatur sedemikian sehingga bila begesting dibongkar kembali. 12. Harus terdiri dari bahan-bahan yang diperinci disini. Precast mortar spacing block hendaknya digunakan untuk penahan jarak yang tepat terhadap tulangan dan minimum mempunyai kekuatan beton yang akan dicor. deretan paku-paku. 6 mm dengan ikatan dari kawat harus dimasukkan dalam penampung beton Beugel-beugel harus diikat pada tulangan utama dan jaraknya harus sesuai dengan gambar.

I. 6.34 17. spesi/mortel dan spesi injeksi dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Kontraktor sesuai dengan syarat-syarat yang sudah diterangkan 8. 19.I2-P. kerusakan atau pembebanan yang melebihi beban rencana dengan adanya pembongkaran begesting pada beton. 4. Semua pasir dan agregat kasar yang digunakan dalam beton. Kelas dan Mutu Beton Kelas dan mutu dari beton harus sesuai dengan Standar Beton Indonesia N. Pertanggungan jawab atas keselamatan pada waktu pembongkaran tiap bagian begesting atau penyangga berada dipihak pemborong. menurut tabel di bawah ini. Air yang dipakai harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan di depan.B. Bahan 5. Bangunan tidak boleh mengalami perubahan bentuk.I. 20. Tabel Standar Mutu Dan Kelas Beton Mutu dan Kelas Beton σ bk Kg/cm 2 125 175 225 σ ’ bm Kg/cm 2 200 250 300 Kategori Dari Bangunan (tujuan) Non Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Pengawasan terhadap Kualitas Agregat Pemeriksaan dengan mata Pemeriksaan dengan teliti Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa Kekuatan Tekanan Tidak ada Pengujian Tidak ada Pengujian Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Kls I II Mutu Bo Bl K125 K175 K225 RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Waktu minimum untuk pembongkaran begesting . 1971. Pelapisan (coating) . Semua portland harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam semen portland. Semua besi beton harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan tentang besi beton.B.2 P. 18. Semua beton yang dikehendaki untuk digunakan bagi semua bangunan instalasi pengolahan lumpur tinja yang akan dikerjakan dengan spesifikasi ini dan untuk semua maksud yang berhubungan dan sebagaimana diminta oleh Direksi harus diperinci dari bahan-bahan yang diperinci disini dan harus dicampur dengan perbandingan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disebut di sini.I. Pembongkaran Begesting . begesting yang dipergunakan untuk beton yang tidak perlu diplester lagi (exposed concrete) harus dilapisi dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas pada beton. Begesting untuk beton biasa (yang perlu diplester lagi permukaannya) harus dibasahi air dengan seksama sabagai pengganti minyak segera sebelum dicor. Sebelum pemasangan besi beton bertulang. Setiap syarat dan ketentuan yang tidak termaktub di sini harus sesuai dengan Standar Indonesia untuk beton N. 7. Waktu minimum dari saat selesainya pengecoran beton sampai dengan pembongkaran begesting dari bagian – bagian struktur harus ditentukan dari percobaan kubus benda uji yang memberikan kuat desak minimum seperti tercantum pada daftar atau sebagai berikut : WAKTU MINIMUM PEMBONGKARAN BEGESTING ( HARI ) 3 21 21 BAGIAN STRUKTUR Sisi balok dan dinding Penyangga pelat lantai Penyangga balok Pekerjaan Beton Umum 3. 1971.

Perbandingan campuran dan faktor air semen yang tepat akan ditetapkan atas dasar beton yang dihasilkan. Beton harus dibentuk dari semen portland. kegairahan bekerja. 12. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Perlengkapanperlengkapan tersebut dan cara pengerjaannya selalu harus mendapatkan persetujuan Direksi. licin. bila mesin pengaduk berkapasitas lebih besar dari 1. Untuk beton mutu “Bo” campuran yang biasa untuk pekerjaan non struktural dipakai perbandingan dari semen portland. Direksi berwenang untuk menambah waktu pengadukan jika pemasukan bahan dan cara pengadukan gagal untuk mendapatkan hasil adukan dengan susunan kekentalan dan warna yang merata/seragam.125 dan untuk kelas II. Perbandingan antara bahan-bahan pembentuk beton yang dipakai untuk berbagai pekerjaan (sesuai kelas mutu) harus dipakai dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan.55 (dari beratnya) untuk kelas III dan jangan melampaui 0. Pengujian dari beton akan dilakukan oleh Direksi dan perbandingan-perbandingan campuran harus diubah jika perlu untuk tujuan atau penghematan yang dikehendaki. 14. semuanya dicampur dalam perbandingan yang serasi dan diolah sebaik-baiknya sampai pada kekentalan yang tepat/baik. Untuk mutu beton lainnya yang lebih tinggi harus dipakai “campuran yang direncanakan” (designed mix).175 .derajat K. Faktor air semen dari beton (tidak terhitung air yang dihisap oleh agregat) tidak boleh melampaui 0. 5. agar supaya diperoleh derajat yang sepatutnya. Pencampuran dan Pengecoran Beton. Pencampuran dengan tangan diperkenankan apabila pada lokasi-lokasi tertentu sebuah Portable Mixer tak mungkin dipergunakan menurut pandangan Direksi. Bahan-bahan pembentukan beton harus dicampur dan diaduk dalam mesin pengaduk beton yaitu “Batch Mixer” atau “Portable Continuous Mixer” selama sedikitnya 1 ½ menit sesudah semua bahan (kecuali untuk air dalam jumlah yang penuh) ada dalam mixer. Beton harus seragam dalam komposisi dan konsistensi dari adukan ke adukan. demikian juga pemeriksaan terhadap agregat dan beton yang dihasilkan. Banyaknya semen untuk tiap m3 sedikitnya harus 225 kg. kekedapan. Waktu pengadukan ditambah. Pengadukan yang berlebih-lebihan (lamanya) yang membutuhkan penambahan air untuk mendapatkan konsistensi beton yang dikehendaki tidak diperkenankan. 16. Untuk beton mutu K 225. Air harus dituangkan lebih dahulu dan selama pekerjaan mencampur. Banyaknya semen untuk tiap m3 beton paling tidak harus 325 kg. air seperti yang ditentukan sebelumnya. rata dengan luas 2 cm2. 11.derajat K. Perlengkapan Mengaduk Kontraktor harus menyediakan peralatan dan perlengkapan yang mempunyai ketelitian yang cukup untuk menetapkan dan mengawasi jumlah dari masing-masing bahan pembentukan beton. pasir. kepadatan. 13. 10. Mengaduk 4. kekedapan. diliputi dengan parapet setinggi 10 cm. dengan tidak memakai semen terlalu banyak. Tingkat agregat yang kasar untuk kelas II . Komposisi/Campuran Beton 9. pasir dan kerikil/batu pecahan harus digunakan dengan perbandingan volume 1 : 2 : 3 atau banyaknya semen untuk tiap m3 beton minimum harus sampai 325 kg.beton harus berada dalam batas yang telah ditentukan di atas dan Kontraktor harus memperoleh derajat yang patut apabila perlu akan dites oleh Direksi. kerikil/batu pecah. 15. kecuali bila dimintakan adanya perubahan dalam komposisi atau konsistensi. campuran nominal dari semen Portland. dengan mengkombinir ukuran agregat yang proporsionil. Untuk mempermudah pencampuran ini Kontraktor akan membuat beton masif dengan ketebalan tidak kurang dari 5 cm.35 meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian akan diadakan III K225 225 300 Strukturil Dilakukan pengujian kekuatan tekan beton yang diperoleh dari pemeriksaan benda uji kubus pada umur 28 hari. Campuran yang direncanakan diketemukan dari percobaan-percobaan campuran yang memenuhi kekuatan karakteristik yang disyaratkan. awet atau kekuatan dan Kontraktor tidak berhak atas penambahan konpensasi disebabkan perubahan yang demikian.5 m3. terhadap pasir dan agregat kasar tidak boleh kurang dari 1 : 8.60 (dari beratnya) untuk kelas lainlainnya. juga mempunyai kepadatan yang tepat. awet dan kekuatan yang dikehendaki.

Semua percetakan kayu harus diketam rata/digosok dengan kertas pasir untuk menghilangkan tanda-tanda bekas dari cetakan sejauh hal ini dapat dikerjakan. Permukaan yang rata dari beton adalah yang dikehendaki dimanapun juga baik saluran drinase ataupun tutup beton. Semua genangan-genangan air harus dibuang dari permukaan Construction Joints sebelum beton baru dicor. lantai kerja) harus bersih dari air yang menggenang. Sebelum beton dicor. 17. reruntuhan atau bahan lepas. Bila suhu dari beton yang ditaruh berada antara 27° C dan 32° C. bidang-bidang. 10.36 6. Cetakan haruslah sesuai dengan berbagai bentuk. untuk dicor pada suhu dibawah 32° C. Pada pekerjaan saluran longsor harus dalam daerah yang kering maka harus dibatasi dengan cofferdam diudik dan di hilir. batas-batas dan ukuran dari hasil beton yang diinginkan sebagaimana pada gambar-gambar yang diusulkan oleh Kontraktor dan yang sudah disetujui oleh Direksi. Suhu Suhu beton sewaktu dicor/dituang. 16. dalam keadaan baik sebagaimana dikehendaki untuk menghasilkan permukaan yang sempurna seperti terperinci disini. semua permukaan pada tempat pengecoran (cetakan. 9.5° C. Kontraktor harus mengambil langkah-langkah yang efektif. Penyangga cetakan (perancah) harus bersandar pada pondasi yang baik sehingga tidak akan ada kemungkinan penurunan cetakan selama pelaksanaan. Permukaan-permukaan Construction Joints harus dibersihkan dengan cara-cara yang disetujui dan kemudian dicuci seluruhnya dengan penyemprotan air dengan tekanan udara segera sebelum pengecoran beton baru. Segera sebelum pengecoran beton. mempertahankan suhu beton. baja tulangan beton. misalnya mendinginkan agregat dengan mencampur air dan mengecor pada waktu malam hari bila perlu. sebagai yang ditetapkan oleh Direksi. Alat-alat dan usaha-usaha yang sesuai dan cocok untuk membuka cetakan-cetakan tanpa merusak permukaan dari beton yang selesai harus tersedia. sebagai “Construction Joints” (hubungan konstruksi/pelaksana). Penutup saluran dari beton harus dicor pada tempat lain yang berdekatan dengan lokasi. 12. papan yang diserut/ diketam rata dan halus. Cetakan Beton 7. Air yang setiap hari mengalir harus dialihkan lewat talang diatas aluran yang akan dibangun. beton harus diaduk ditempat pekerjaan untuk kemudian langsung dicor. penyokongan dan pengikatan dan penyiapan-penyiapan permukaan yang berhubungan dengan pengecoran yang telah disetujui oleh Direksi. Cetakan dapat dibuat dari lembaran Plywood. 8. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Pembersihan dan pencucian harus dilaksanakan pada kesempatan terakhir dari pengecoran beton. permukaan mana telah begitu mengeras sehingga beton baru tidak akan berpadu dengan sempurna. Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan. Bila beton melebihi 32° C. Pembersihan harus berupa pembuangan semua kotoran. bahan-bahan asing yang menutupinya. tidak boleh lebih dari 32° Celcius dan tidak kurang dari 4. permukaan dari cetakan-cetakan harus diminyaki dengan minyak yang biasa diperdagangkan yang mencegah secara efektif lekatnya beton. tidak boleh dicor langsung pada saluran. Permukaan-permukaan beton yang lebih dahulu dicor pada mana beton baru akan dicor. semua material untuk melepaskan lekatan harus dipakai hanya setelah disetujui oleh Direksi. Cetakan untuk permukaan yang demikian dapat dibuat dari kayu dan harus didalam segala hal benar-benar berbentuk dan berukuran yang dikehendaki dan harus berkekuatan dan berkakuan yang tetap pada tempat dan bentuknya selama pembebanan dan berlangsungnya pekerjaan vibrasi pemadatan beton. 11. Permukaan-permukaan Construction Joints harus bersih dan lembab ketika ditutup dengan beton baru atau adukan. Pengecoran 14. Semua cetakan yang dibangun harus teguh. 15. Semua cetakan harus betul-betul teliti dan kuat kedudukannya sehingga tidak ada perubahan atau gerakan lain selama penuangan beton. ditentukan disini. Usaha yang sesuai dan efektif harus dikerahkan dalam pekerjaan cetakan untuk menguatkan pinggiran batas dan ujung lainnya dalam arah yang tepat untuk menghindari terbentuknya pelengkungan-pelengkungan sisi-sisi pinggiran tersebut atau kerusakan-kerusakan permukaan beton yang telah diselesaikan. serta disediakan pompa untuk memompa air rembesan dari cofferdam. beton-beton yang mengelupas atau rusak. Penggunaan minyak cetakan harus berhatihati untuk kontak dengan besi beton yang mengakibatkan kurangnya daya lekat. Cetakan untuk mencetak beton dan membuatnya menurut model yang dikehendaki harus digunakan bila perlu. Cara-cara dan alat-alat yang digunakan untuk pengangkutan beton harus sedemikian sehingga beton dengan komposisi dan kekentalan yang diinginkan dapat dibawa ke tempat pekerjaan tanpa adanya pemisahan dan kehilangan bahan yang menyebabkan perubahan nilai slump.

Umumnya. dan menutup rapat-rapat pada semua permukaanpermukaan dari cetakan dan material yang dilekatkan. Beton harus tetap basah paling sedikit 14 hari terus menerus (segera setelah beton cukup keras untuk mencegah kerusakan) dengan cara menutupnya dengan bahan yang dibasahi air atau cara-cara yang disetujui yang akan menjaga agar permukaan selalu basah. Pengecoran beton tidak diperkenankan selama hujan deras atau lama sedemikian sehingga spesi/ mortar terpisah dari agregat kasar. Semua beton harus dirawat (cured) dengan air seperti ditentukan disini. beton yang hasilnya banyak keropos sampai tulangan terlihat. Waktu dan cara pembukaan dan pemindahan cetakan harus dikerjakan dengan hati-hati untuk menghindarkan kerusakan pada beton. Selama hujan air semen atau spesi tidak boleh dihamparkan pada construction joints dan air semen atau spesi yang hanyut dan terhampar harus dibuang dan diganti sebelum pekerjaan dilanjutkan. penjagaan khusus harus dijalankan untuk menjamin agar beton yang baru menjadi rapat betul dengan permukaan joints (sambungan) dengan Pembobokan dan peralatan dengan memakai alat-alat yang cocok. Pencampuran/penumbukan kembali beton tidak diperkenankan. Perawatan 4. Beton dicor hanya pada waktu Direksi atau wakilnya yang ditunjuk serta pengawas Kontraktor yang setaraf ada ditempat kerja. alat penggetar (vibrator) harus dapat menenmbus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak dibawah. Setiap lapisan beton harus dipadatkan sampai kepadatan maksimum yang mungkin. Direksi mempunyai hak untuk mengurangi tebal tersebut apabila pengecoran dengan tebal lapisanlapisan 50 cm tidak dapat memenuhi spesifikasi-spesifikasi ini. Direksi berhak menentukan cara perawatan bagaimana yang harus digunakan pada bagian-bagian pekerjaan. permukaan Construction Joints dimana beton baru akan dicorkan harus dilapisi dengan penutup yang terbuat dari adukan semen (air hasta semen) atau ditutup dengan lapisan spesi/mortar harus mempunyai perbandingan semen dan pasir seperti campuran beton yang bersangkutan kecuali ditentukan lain. Dalam pengecoran beton pada Construction Joints yang telah terbentuk. semua penuangan beton harus selalu kira-kira berlapis-lapis horizontal dan umumnya tebalnya tidak lebih dari 50 cm. Beton yang masih muda tidak diijinkan untuk dibenahi. diperlukan waktu minimum dua hari sebelum cetakan dibuka untuk dinding-dinding yang tidak bermuatan dan cetakan-cetakan samping lainnya. 22. tujuh hari untuk dinding-dinding pemikul dan saluran-saluran.35 m3 sekali tuang. Pembukaan Cetakan dan Pemeliharaan. 21. maka harus mendapatkan penanganan tersendiri atas petunjuk Direksi. Setelah permukaan disiapkan baik-baik. 5. Beton yang baru dibuka cetakannya diperlihatkan kepada Direksi untuk dinilai kualitas pengecorannya. Air yang digunakan dalam perawatan (curing) harus memenuhi maksud-maksud spesifikasispesifikasi air untuk campuran beton. Semua beton harus dipadatkan dengan alat penggetar type immersion beroperasi dengan kecepatan paling sedikit 7000 putaran per menit ketika dbenamkan dalam beton. Perlindungan (Protection) Kontraktor harus melindungi semua beton terhadap kerusakan-kerusakan sebelum penerimaan terakhir oleh Direksi. 24. Suatu pengecoran tersebut tidak boleh terputus sebelum bagian tersebut selesai. Beton yang sudah mengeras dalam hal mana pengecoran yang tepat tidak mungkin dijamin harus dibuang dan tidak dibayar untuk pekerjaan terbuang semacam itu. Keadaan construction joints harus mendekati horizontal jika tidak ada ketentuan lain dari yang ditunjukkan pada gambar atau diperintahkan oleh Direksi. Dalam pemadatan setiap lapisan dari beton. 14 hari untuk dek-dek jembatan atau gorong-gorong jalan. 6. Kecuali ada penyetopan/pemotongan oleh hubungan/joints. 19. 4. Ember-ember/bocket beton yang dipakai harus sanggup menuang dengan tepat pada slump yang rendah dan memenuhi syarat-syarat campuran pada mana mekanisme pembuangan harus dibuat dengan kapasitas sedikitnya 0. kepala. Ember beton harus mudah untuk diangkat/ diletakkan dengan alat-alat lainnya dimana diperlukan terutama bagi lokasi-lokasi yang terbatas. sehingga ia bebas dari kantong-kantong kerikil. Beton harus dicor pada adukan yang baru (fresh). Permukaan beton yang terbuka harus dilindungi terhadap sinar-sinar matahari yang RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 26. 23. Transportasi dari pengadukan sampai pengecoran beton jangan terlalu jauh sehingga memungkinkan pemisahan bahan dan pengerasan beton. Waktu dan Cara-cara Pembukaan Cetakan 3. demikian juga konsistensinya. 20. 25.37 18.

Lapisan yang telah selesai harus menutup keseluruhan permukaan yang dilapi dan tampak merata. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . hujan atau akan turun hujan. lobang-lobang karena keropos. 2. Kecuali mendapat persetujuan lain dari Direksi. Offset yang disebabkan oleh pemindahan atau penempatan cetakan yang salah yang membentuk garis-garis. Lapis Resap Pengikat digunakan pada permukaan yang tidak beraspal. 5. tanpa lokasi yang tidak tertutup atau beralur atau berlebihan aspalnya. Permukaan-permukaan beton akan diuji/ ditest oleh Direksi dimana perlu untuk menentukan apakah ketidakteraturan permukaan berada dalam batas-batas yang ditentukan disini. kalau perlu dengan menggunakan peralatan pengetesan beton. yang disebabkan mata kayu lepas pada cetakan atau kerusakan lain dari kayu. 5. Ketidakrataan dan bengkok harus dibuang dengan pemahat atau dengan alat lain dan seterusnya digosok dengan batu gerinda. dalam jumlah yang diperinci oleh pabrik dan dengan air yang cukup sehingga sesudah bahanbahan spesi dicampur akan melekat satu sama lain dan apabila diremas-remas menjadi bola dan ditekan dengan tangan tidak akan mengeluarkan air. Lapis Perekat digunakan pada permukaan yang beraspal. Ketidakteraturan digolongkan sebagai sekonyong-konyong (abrupt) atau lambat laun (gradual). mematuhi ASSHTO N226 -80. 4. Spesi penambal harus dikerjakan dengan lapisan-lapisan yang tipis dan selalu dipadatkan dengan alat yang cocok. Kontraktor diwajibkan untuk menutupi seluruh dinding (dengan spesi plester).dengan bahan aspal dari jenis aspal semen AC – 10 atau AC – 20 yang memenuhi ASSHTO M226 – 80 . 6. ternyata ada permukaan yang rusak atau keluar dari garis. 7. 4. yang disetujui oleh Direksi. Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan pemasangan material aspal pada permukaan yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk penghamparan pelaburan aspal atau lapisan campuran aspal. Dipasang hanya pada permukaan yang benar – benar kering. akan dianggap sebagai ketidakteraturan yang sekonyong-sekonyong (abrupt) dan akan diuji dengan menggunakan pengukuran langsung. Penyelesaian-penyelesaian dan Penyempurnaan 3.38 langsung paling sedikit 3 hari sesudah pengecoran. lubang-lubang baut. Ketidaksesuaiannya akan mendapat penilaian tersendiri yang akan diberikan oleh Direksi dan kalau Direksi memerintahkan untuk dibongkar maka beton harus dibuang dan diganti oleh Kontraktor atas bebannya sendiri kecuali bila Direksi memberikan ijinnya untuk menambal tempat yang rusak. sehingga dengan penambalan saja tidak akan menghasilkan sebuah dinding yang tidak memuaskan kelihatannya. Kerusakan yang memerlukan pembongkaran dan perbaikan ialah yang terdiri dari sarang kerikil. 3. ketidakrataan oleh pengaruh sambungan-sambungan cetakan. diencerkan dengan 25 sampai 30 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal. Lapisan Resap Pengikat dan Lapis Perekat 1. Perlindungan semacam itu dibuat efektif dan secepatnya dilaksanakan sesudah pengecoran beton atau sesudah pembukaan cetakancetakan. Bila sesudah pembukaan cetakan ada beton yang tidak tercetak menurut gambar atau diluar garis atau permukaan tidak rata atau keropos. Kontraktor harus membersihkan semua permukaan yang terbuka dari kerak-kerak dan kotoran yang lainnya. Dipasang hanya pada permukaan yang kering atau sedikit berlembab. Cacat lubang-lubang tempat cukilan dari sarang kerikil atau keropos kecil yang akan diperbaiki. dicairkan dengan minyak tanah. Semua lubang harus terus menerus dibasahi selama 24 jam sebelum dicor dan seterusnya disempurnakan. hal itu dianggap sebagai tidak sesuai dengan spesifikasi ini. harus diisi dengan spesi/ mortel tambalan yang kering yang disusun dari satu bagian semen Portland dengan dua bagian pasir beton bersama dengan bahan pengisi yang tidak susut.10. Semua ketidakteraturan lainnya dapat dianggap sebagai ketidakteraturan yang gradual dan akan diperiksa dengan teliti oleh Direksi. Lapis ATB dan AC 1. Sebelum menerima pekerjaannya. Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan pemasangan material aspal pada permukaan yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk penghamparan pelaburan aspal atau lapisan campuran aspal. dan bergeraknya cetakan. dalam hal mana penambalan harus dikerjakan seperti yang telah tercantum dalam pasal-pasal berikut. 8. Penyempurnaan permukaan-permukaan beton harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli dan disaksikan oleh Direksi. 5. sesuai dengan instruksi dari Direksi.9. Pekerjaan Lapisan Resap Pengikat dan Lapis Perekat harus tidak dilaksanakan waktu angin kencang. kerusakan karena cetakan. Jika menurut pendapat Direksi Hal-hal yang tidak sempurna pada bagian bangunan-bangunan yang akan terlihat sedemikian.dengan bahan aspal dari jenis aspal semen AC – 10 ( yang kurang lebih ekivalenAspal penetrasi 80/100 ) atau jenis AC – 20 (yang kurang lebih ekivalenAspal penetrasi 60/70 ). Perbaikan Permukaan Beton 5.

3. d) Apabila dari hasil pemasangan tersebut di atas menurut Direksi hasilnya meragukan misalnya turap miring dan sebagainya maka Kontraktor harus mencabut turap penahan tanah tersebut dan diharuskan melakukan pemasangan ulang. Pengujian bahan dilaksanakan pada laboratorium yang telah disetujui Konsultan Pengawas / Direksi.39 2. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. PEKERJAAN LAIN – LAIN Yang dimaksud pekerjaan lain-lain adalah pekerjaan yang belum tercantum dalam RKS ini. lokasi areal pekerjaan juga harus dibersihkan dari sisa-sisa semua material yang tidak terpakai. dan alat berat. Mobilisasi dan Demobilisasi Mobilisasi dan Demobilisasi berkaitan dengan proses pengadaan material pre-cast. pada pekerjaan pelat injak/pelat setempat dengan mutu beton sesuai pada gambar perencanaan. Alat berat yang sudah tidak diperlukan harus segera dikembalikan agar tidak mengganggu aktivitas proyek yang lainnya. karena bisa menyebabkan turunnya kualitas pekerjaan akibat pengaruh air tersebut. 4. Quality Control / Uji Bahan Kontraktor harus melakukan Uji material. Lapis ATB digunakan sebagai lapis pertama pada rekondisi jalan dalam pekerjaan ini ( setelah penghamparan tack coat ). Mobilisasi dan Demobilisasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. 6. tanpa lokasi yang tidak tertutup atau beralur atau berlebihan aspalnya.2. b) Material yang digunakan adalah Besi baja dengan panjang 6 m .Setelah pelaksanaan pekerjaan selesai semua. Lapisan yang telah selesai harus menutup keseluruhan permukaan yang dilapi dan tampak merata. Pekerjaan ini dimaksudkan untuk menahan agar tanah di sekitar box culvert tidak longsor. Pekerjaan Lapisan ATB dan AC tidak bisa dilaksanakan waktu angin kencang. e) Segala kerugian yang ditimbulkan akibat hal tersebut di atas adalah menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . yang bersentuhan langsung dengan beban yang melintas). hujan atau akan turun hujan. Untuk pembentukan dasar saluran dengan meratakan sesuai kemiringan dasar saluran rencana pada permukaan tanah galian saluran 6. Uji material minimal diambil 1 benda uji.11. semua lokasi yang akan dipakai sebagai kedudukan bangunan harus dijaga agar tetap kering. bebas dari genangan ataupun rembesan air. 6. 5. areal pekerjaan kadang-kadang suatu saat tidak bisa bebas sama sekali dari adanya air. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan 6. 6. Pekerjaan Pembersihan Lapangan Selama Proyek Berlangsung.1.4. tetapi masih berhubungan dengan pekerjaan di lapangan yang harus diselesaikan : misalnya pembersihan lokasi / pengembalian sesuatu yang rusak akibat pekerjaan di lapangan Dan Pembongkaran Saluran Lama. 5. Pada keadaan ini. Dewatering Pada Bagian-bagian tertentu dari jenis pekerjaan yang dilaksannakan. c) Turap penahan tanah dipasang pada masing – masing sisi box culvert.3. Pemasangan Steel Sheet Pile a) Pekerjaan ini dilakukan sebelum pekerjaan box culvert dilaksanakan. Kecuali mendapat persetujuan lain dari Direksi. serta areal diratakan dan dirapikan kembali. Lapis AC digunakan sebagai lapis kedua pada rekondisi jalan dalam pekerjaan ini (juga sebagai lapisan tas. kontraktor diwajibkan mengeringkan atau membebaskan areal pekerjaan yang akan dipakai sebagai kedudukan konstruksi dari genangan air atau pengaruh air. ataupun aktivitas warga sekitar proyek. Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah pembersihan lingkungan area kerja selama proyek berlangsung termasuk material yang harus dibuang dari areal lokasi pekerjaan sesuai dengan petunjuk Direksi pekerjaan. Pada prinsipnya selama amsa pelaksanaan pekerjaan.

b. sehingga air tidak dapat masuk pada area yang akan dikerjakan.00 – 2 M’ 6.2. Kontraktor diwajibkan mengeringkan atau membebaskan areal pekerjaan yang akan dipakai sebagai kedudukan Konstruksi dari genangan air atau pengaruh air. dan bagian dalam tersebut disi tanah yang diambil dari saluran. Pada jenis pekerjaan yang dipandang oleh Pemilik Pekerjaan memerlukan adanya konstruksi pengertian sifatnya khusus dan memerlukan penanganan tersendiri. areal pekerjaan kadang-kadang suatu saat tidak bisa bebas sama sekali dari adanya air. Untuk pekerjaan-pekerjaan menurut sifatnya dipandang oleh Pemilik Pekerjaan tidak diperlukan adanya sistem pengeringan khusus maka semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pengeringan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban ker. c.6 m 1.5.5 meter c) Terucuk Bambu dipasang arah pada masing – masing sisi dipasang 2 buah terucuk sejajar. sehingga tidak menimbulkan dampak yang negatif terutama pada masyarakat dan lingkungan setempat. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. selama masa pelaksanaan pekerjaan. Umum 1. 6. tidak cacat yang dapat mengurangi kekokohan pekerjaan. Apabila pamancangan tidak bisa terbenam seluruhnya (belum sesuai dengan gambar rencana) maka drop hammer diganti dengan yang lebih berat sehingga kedalaman tiang trucuk dapat dipancangkan sesuai dengan gambar rencana. bebas dari genanan ataupun rembesan air. diperhitungkan dalam satuan (unit) M’ untuk pekerjaan “coferring” atau “kisdam” dan Lump sum untuk pekerjaan “dewatering”. semua lokasi yang akan dipakai sebagai kedudukan bangunan harus dijaga agar tetap kering. Pelaksanaan Pemasangan Kisdam a. serta arah memanjang sejarak 100 cm. bahan material yang dipakai peralatan yang dipergunakan.untuk hal ini kontraktor harus mendapat persetujuan dari Pengawas dan Direksi. termasuk sistem drainase lingkungan pekerjaan. • Karung glangsing dan tanah pengisi 3.Panjang masing – masing bambu 1. Alat pemancang dipakai Drop Hammer kapasitas 100 kg yang dilengkapi dengan konstruksi kaki tiga dari pipa besi dan katrol dengan ketinggian jatuh 2 meter. Pembuatan Kisdam tinggi 2 m tebal 0. c. digunakan kisdam sandbag dengan ukuran tinggi 1. Pada prinsipnya. sedangkan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan. Bahan Material • Bahan utama dari pembuatan Kisdam ini yakni Bambu Ori dan Gedeg Guling • Bambu Ori yang dipakai berdiameter antara 10 s/d 12 cm dengan panjang 2 meter. Trucuk bambu dipancangkan dalam keadaan baik. Pada keadaan ini. Untuk Pemancangannya adalah sebagai berikut : a. • Gedeg yang digunakan harus gedeg yang baru dan bagus. Uraian Pada bagian-bagian tertentu dari jenis pekerjaan yang dilaksanakan. b.6.5 – 3 m a) Pekerjaan ini dilakukan sebelum pekerjaan pasangan batu kali pada jembatan. “Overhead” dan keuntungan Kontraktor.40 Pekerjaan pengeringan yang dimaksud di sini adalah. Jarak titik tanam bambu ori ( sebagai penguat kisdam ) arah melintang sejarak 60 cm.P. terucuk bambu dipasang sejarak 40 cm arah melintang dan arah memanjang dengan jarak antar terucuk 50 cm . sudah harus meliputi upah tenaga. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . • Kawat Ikat diameter 4 mm. b) Material yang digunakan adalah Bambu Bongkotan dengan diameter 8-12 cm . Pemasangan Trucuk Bambu Ø 8-12 . 2. karena bisa menyebabkan turunnya kualitas pekerjaan akibat pengaruh air tersebut. Pekerjaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya dukung tanah yang ada pada dasar jembatan tersebut sehingga diharapkan daya dukungnya menjadi lebih besar dari keadaan sebelumnya. maka perhitugan volume dan pembayaran untuk pelakasannaan pekerjaan pengeringan tersebut diatas. Kisdam dipasang memanjang sepanjang saluran yang akan dikerjakan. Khusus pekerjaan pengerukan lumpur. Bagian dalam bambu ori dipasang gedeg guling setinggi 2 meter dan diikat dengan kawat pada bambu ori dari dasar saluran.

41 d. Ukuran dari foto-foto tersebut tidak boleh kurang dari 140 x 90 mm dan enam lembar hasil cetakan masing-masing foto (dialbumkan). baik orang lain.2 Persyaratan Bahan 1..….7. Bahan : .……… …. e.8. pecah dan sebagainya maka Kontraktor harus mencabut tiang trucuk tersebut dan diharuskan melakukan pemancangan ulang. Pembongkaran Jembatan Beton Dengan Pembersihannya Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. alat .. 2.Besi Plat Tb.3 mm . dan tidak terdapat cacat cacat lainnya. PEMELIHARAAN BANGUNAN SEBELUM PENYERAHAN KEDUA Masa pemeliharaan yang masih menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya antara lain: 1.2.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. tidak melengkung. rata. 6.50... 6. serta pada posisi yang sama untuk masing-masing kejadian. Biaya foto-foto tersebut seperti ditentukan harus ditanggung oleh Kontraktor dan harus dianggap termasuk dalam over head yang disajikan dalam Daftar Pengajuan Biaya. 7. yakni : Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan…………….8. belakang dan samping ). personel yang terlibat dalam pelaksanaan ini maupun pekerjaannya sendiri.8. Segala kerugian yang ditimbulkan akibat hal tersebut di atas adalah menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya. (25-75 %) Setelah selesai pekerjaan atau setelah selesai periode Pemeliharaan..Sewa Welding Set (min 5 jam) Besi yang digunakan harus mempunyai permukaan yang halus. Keamanan dan penjagaan 2. ditempatkan dalam arsip dan disimpan di lokasi dan menjadi Pemberi Proyek.. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum digunakan terlebih dahulu harus diserahkan contohcontohnya untuk mendapatkan persetujuan dari direksi. bahan-bahan. d.. Pekerjaan dilakukan berdasarkan gambar kerja. Pembongkaran harus dilaksanakan secara tertib dan hati-hati sehingga tidak merusak bagian lainnya yang tidak semestinya dibongkar dan tidak membahayakan manusia.Electrode Baja 20% . RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .…..3 Syarat-syarat Pelaksanaan 1.. peralatan atau halhal yang menarik perhatian lainnya sehubungan dengan pekerjaan atau lingkungannya harus dibuat sedikitnya tiga kali. tanggal pengambilan dan keterangan ringkasnya harus disampaikan kepada Direksi.. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.. 2. Semua klise/negatif filmnya harus dinomori. 6. Pekerjaan bongkaran dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut : c..10 mm Alat : . Apabila dari hasil pemancangan tersebut di atas menurut Direksi hasilnya meragukan misalnya tiang trucuk miring. datar.(100 %) Foto-foto ini harus dilakukan sedikitnya dari tiga posisi (depan..( 0 % ) Selama berlangsungnya pekerjaan…………………………. ciri-ciri tertentu dari pekerjaan..Besi L 50.…. 6. Photo Dokumentasi Foto-foto yang memperlihatkan kemajuan pekerjaan.alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan pembongkaran bangunan lama seperti tertera pada gambar rencana dan juga pembersihan lokasi pembongkaran dari sisa material lama. dengan membubuhkan nomor seri.9 Pekerjaan Pembuatan Screen 6. Penyempurnaan dan pemeliharaan. Semua Material bekas bongkaran diangkut keluar proyek. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan.

kontraktor pelaksana diwajibkan membuat laporan berkala yang berisi kondisi bangunan / saluran (yang selesai dibangun ) serta laporan pekerjaan perbaikan bila ada bangunan yang rusak. Selama masa pemeliharaan. BAB VI PENUTUP Peraturan ini harus dipelajari seksama oleh Penyedia Barang/Jasa yang selanjutnya akan merupakan bagian yang mengikat dalam pelaksanaan pekerjaan ini.42 3. Hal-hal yang belum diatur dalam RKS ini. Penyerahan kedua dapat dilaksanakan apabila kontraktor telah melaksanakan kewajiban pada masa pemeliharaan 5. Pembersihan 4. Laporan tersebut dibuat dengan persetujuan / diketahui pihak pengawas lapangan / direksi dan konsultan pengawas. akan dibuat dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan yang ditanda tangani Gugus Tugas Pengadaan dan merupakan pedoman dalam proses pelaksanaan berikutnya. akan dijelaskan pada pelaksanaan penjelasan pekerjaan dan semua tambahan atas Penjelasan dalam dokumen pengadaan. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->