1 BAB V SPESIFIKASI TEKNIS 5.1.

RUANG LINGKUP PROYEK

Nama Kegiatan Kode Kegiatan Kode Rekening Nama Paket Pekerjaan Lokasi Anggaran Sumber Dana Tahun Anggaran Priode Lelang

: : : : : : : :

Pembangunan Sarana Prasarana Pematusan (tahun jamak/multiyears) 1.03.28.0032 5.2.3.14.08 PEMBANGUNAN BOX CULVERT (Jl. Sidotopo Wetan........) Kota Surabaya APBD Pemerintah Kota Surabaya 2013 I (Satu)

5.2. Lingkup Pekerjaan : I PEKERJAAN PENDAHULUAN 1. Persiapan dan Sewa Direksi Keet 2. Uitzet Dengan waterPass / Theodolit 3. Pasang Rambu Pengaman 4. Pembuatan Bowplank 5. Test Hole PEKERJAAN TANAH 1. Galian Untuk Tanah Konstruksi Dengan Alat Berat 2. Bongkaran Pasangan Lama 3. Pengurugan Sirtu Padat 4. Penggalian Tanah Lumpur Dengan Alat Berat 5. Pengangkutan Tanah Keluar Proyek

II

III PEKERJAAN PENERANGAN JALAN 1. Tanah Taman Terolah 2. Pemasangan Kabel NYFGBY 3cx4mm 3. Pemasangan Kable dan Penarikan 4. Pemasangan PVC untuk Kabel Tanam 5. Perakitan Panel Penerangan Jalan Umum (PJU) 6. Panel Tempat Ballast UK. 25.15.10 cm untuk Lampu Sorot 7. Instalasi 1 titik Lampu PJU (Tarikan Udara) 8 m 8. Pemasangan Panel Lampu PJU – 1 Phase 5500 VA 9. Pemasangan Lampu Natrium 250w/220v 10. Pondasi Pelat Beton 1pc:2ps:2,5kr (K.250) (188 Kg) 11. Pemasangan Tiang Oktagonal 7 m Double Hot Dipped Galvaniszed Dengan Flenders 12. Pembuatan dan Pemasangan Terminal dalam Tiang 13. Pengecetan Tiang PJU IV PEKERJAAN MEDIAN JALAN 1. Pemasangan Paving Stone (Abu-abu) Tb.6 cm emapat persegi 2. Pemasangan Paving Stone (Abu-abu) Tb.6 cm empat persegi panjang samping 3. Pemasangan Stopper/Uskup (Merah) Tb. 6 cm 4. Pemasnagan Kanstin Uk. 15.25.40 5. Pas. Curbing Type A Panjang 0,6 m 6. Spesi 1pc:2Ps T=3 cm 7. Pemasangan Batu Kali Belah 15/20 cm (1Pc:4Ps) 8. Plesteran Halus 1Pc:4Ps T=1,5 cm
RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

2 9. Pasangan Benangan

V

PEKERJAAN BOX CULVERT 1. Penggadaan dan Pemasangan Beton Box-Culvert Top Bottom K-400 (200.200.120)(Fabrikasi) 2. Pengadaan dan Pemasangan Beton U-Ditch K-350 (100.100.120) (Fabrikasi) 3. Pengadaan dan Pemasangan Beton U-Ditch K-350 (80.100.120) (Fabrikasi) 4. Pengadaan dan Pemasangan Pelat Intrit Tb.12 cm K-350 (Fabrikasi) 5. Pelat Wiremest 1pc:2ps:2.5kr (K-250) 97 Kg 6. Pekerjaan Beton Rabat (1pc:3ps:6kr) 7. Manhole + Pemasangan 8. Cor Beton Pelaluan Air + Pemasangan 9. Lapis Resap Ikat / Prime Coat 10. Lapis Resap Ikat / Tack Coat 11. Penghamparan ATB tb.4 cm 12. Penghamparan lapis Perm. Aspal Beton Laston (AC) tb. 4 cm 13. Sewa Steel Sheet Pile

VI PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. Mobilisasi dan Demobilisasi 2. Quality Control 3. Pembersihan Lapangan / Lokasi 4. Dewatering 5. Pembuatan Kisdam tinggi 2 m tebal 0,6 m 6. Pemasangan Trucuk bambu dia 8 – 12 cm T.2.5-3 m 7. Pembongkaran Jembatan Beton Dengan Pembersihan 8. Pembongkaran Jembatan Kayu Dengan Pembersihan 9. Rekondisi Paving 10. Rekondsi Taman

5.3. Rencana Kerja Dalam waktu Secepat-cepatnya 7 hari serta selambat-lambatnya 14 hari setelah Surat Perintah Kerja (SPK) turun, Kontraktor harus mengajukan sebuah rencana kerja atau action plan tertulis lengkap dengan gambar-gambar pendukung metode kerja, sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan seperti yang disebutkan dalam dokumen tender, menjelaskan secara terperinci urusan pekerjaan dan cara melaksanakan pekerjaan tersebut termasuk hal-hal khusus bila diperlukan, persiapan-persiapannya, peralatan, pekerjaan sementara yang ada sejauh mana hal tersebut mencakup lingkup dari pekerjaannya dan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi, pengawas dan pihak-pihak atau instansi yang terkait dengan kelangsungan proyek tersebut di atas. 5.4. Tempat Kerja Bilamana diperlukan tempat kerja, dan tempat kerja tersebut di luar daerah pengawasan proyek, dimana harus membayar sewa/dikeluarkan biaya ganti rugi, maka Kontraktor harus menyelesaikannya tanpa membebani Direksi dengan pembiayaan tambahan. 5.5. Tanggung Jawab Kontraktor Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor wajib memeriksa kekuatan konstruksi lama yang akan dilaksanakan dan harus mengkonsultasikan dengan Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas. Segala sesuatu kerusakan yang timbul akibat kelalaian Kontraktor tidak melaksanakan pemeriksaan
RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

3 kekuatan makahal tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor . Pada keadaan apapun, dimana pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan telah mendapat persetujuan Direksi Lapangan tidak berarti membebaskan Kontraktor atas tanggung jawab pada pekerjaannya sesuai dengan isi kontrak. 5.6. Tenaga Kerja Tenaga-tenaga kerja yang digunakan hendaknya dari tenaga-tenaga yang ahli/terlatih dan berpengalaman pada bidangnya dan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai dengan ketentuan / petunjuk Direksi Lapangan. 5.7. Satuan Ukuran Semua satuan ukuran yang disebutkan dalam spesifikasi ini serta yang digunakan di dalam pekerjaan adalah standar meter dan kilogram. Bila disebut satu ton, yang dimaksud adalah satu ton yang bernilai 1000 kilogram. 5.8. Perintah Untuk Pelaksanaan Bila Kontraktor tidak berada di tempat pekerjaan dimana Direksi bermaksud untuk memberikan petunjukpetunjuk, maka petunjuk-petunjuk itu harus diturut dan dilaksanakan oleh Pelaksana atau orang-orang yang ditunjuk untuk mewakili Kontraktor . Orang atau pelaksana tersebut harus mengerti bahasa yang dipakai oleh Direksi, atau Kontraktor akan menyediakan penterjemah khusus untuk keperluan tersebut. 5.9. Pekerjaan dan Bahan-bahan yang Termasuk di dalam Harga Satuan Pekerjaan dan bahan-bahan yang diperlukan sesuai dengan macam-macamnya seperti yang disebutkan pada artikel-artikel dalam spesifikasi ini, gambar rencana, petunjuk tambahan ataupun petunjuk-petunjuk Direksi di lapangan harus tercakup dalam pembiayaan untuk tenaga kerja, harga bahan, organisasi kerja, biaya tak terduga, keuntungan, biaya-biaya penggantian sewa / pemakaian tanah pada pihak ketiga, atau kerusakan atas milik seseorang, kerja-kerja lain yang disebut dalam spesifikasi ini untuk kesempurnaan hasil kerja di mana tidak ada mata pembiayaan khusus pengaliran air darurat selama pelaksanaan kerja, pembongkaran, peralatan, penempatan bahan-bahan sesuai dengan petunjuk perlindungan, perkuatan, pengaturan as saluran dan tenaga ahli untuk keperluan ini, perumahan dan pembiayaan lain yang biasanya diperlukan guna menyelesaikan pekerjaan sebaik-baiknya. 5.10. Laporan 5.10.1 Laporan Perkembangan Bulanan. Kontraktor harus mempersiapkan dan memberikan kepada Direksi, tanpa biaya tambahan, dalam jarak waktu dan dalam bentuk yang ditetapkan oleh Direksi, lima (5) salinan laporan bulanan yang berisi sebagai berikut : Perkembangan fisik dari pekerjaan hingga bulan yang mendahului dan perkiraan perkembangan untuk bulan ini, Tingkat perkembangan berdasarkan pada jadwal pekerjaan pembangunan. Perkiraan jumlah pembayaran dari Pemberi Pekerjaan kepada Kontraktor untuk bulan ini. Sebuah tabulasi mengenai catatan Bangunan Kontruksi yang barangbarang pokoknya dan peralatannya terdiri dari Bangunan Konsruksi yang disediakan untuk pelaksanaan pekerjaan sepanjang bulan sebelumnya. Sebuah tabulasi pegawai menunjukan staf supervisi dan jumlah dari beberapa kelas buruh yang dipekerjakan oleh Kontraktor dalam bulan sebelumnya. Kwantitas mengenai barang pokok dari bahan-bahan dan alat yang disuplai dan dipergunakan dalam bulan sebelumnya dengan inventarisasi bahan-bahan demikian itu. Bahan-bahan lainnya yang mungkin diperlukan berdasarkan kontrak atau secara spesifik oleh Direksi. 5.10.2 Laporan Harian Kontaktor harus mempersiapkan laporan harian atau berkala dari masing-masing seksi pekerjaan seperti yang diminta oleh Direksi dan dalam bentuk yang disetujui oleh Direksi. Laporan tersebut akan berisi namun tidak terbatas pada, pekerjaan yang diperkerjakan di pekerjaan, bahan-bahan di lokasi pekerjaan, bahan-bahan yang sedang dalam pesanan, kecelakaan dan informasi lainnya yang relevan dengan perkembangan pekerjaan. 5.10.3 Buku Tamu

RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

4 Pihak Kontraktor harus menyediakan satu buku tamu di Direksi Keet (Kantor di Lokasi Proyek). Tamu adalah orang-orang yang bukan karyawan Kontraktor. 5.10.4 Pelaksanaan Audit Oleh Proyek Selain tersebut diatas, Pemilik Proyek berhak melaksanakan audit bila perlu sehubungan dengan: Adanya biaya yang timbul pada saat berakhirnya kontrak seperti dalam syarat syarat umum kontrak, dan Biaya-biaya lain yang mungkin diminta oleh Kontraktor yang tidak terdapat dalam Kontrak. Pihak Kontraktor wajib membuat pembukuan yang tepat mengenai hal-hal diatas, setelah mendapatkan persetujuan dari konsultan perencana dan konsultan pengawas. 5.10.5 Request for inspection / Ijin Tahapan Untuk setiap tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan kontraktor diwajibkan membuat ijin tahapan pekerjaan yang diajukan kepada direksi dan atas persetujuan direksi maka pekerjaan baru boleh dilaksanakan. 5.11. Gambar-gambar dan Ukuran a. Gambar-gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan adalah: 1. Gambar yang termasuk dalam dokumen tender 2. Gambar perubahan yang disetujui Direksi 3. Gambar lain yang disediakan dan disetujui Direksi b. Gambar-gambar proyek berukuran A3 disimpan oleh Direksi. Kontraktor diberi 2 (dua) set dari semua gambar-gambar tanpa pungutan biaya. Permintaan Kontraktor akan tambahan dari gambar-gambar tersebut akan dikenakan biaya. c. Kontraktor diharuskan menyimpan satu set di kantor lapangan untuk dipergunakan setiap saat apabila diperlukan. d. Gambar-gambar pelaksanaan (shop drawing) dan detailnya harus mendapat persetujuan Direksi sebelum dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. e. Pada penyerahan terakhir pekerjaan yakni sesudah selesainya masa pemeliharaan harus disertai Gambar hasil pelaksanaan (as built drawing). f. Semua ukuran dinyatakan dalam sistem metrik. g. Kalau terdapat perbedaan dengan spesifikasi maka yang benar dan berlaku adalah yang ditetapkan oleh Direksi. 5.12. Wilayah Kerja a. Secara umum Kontraktor dilarang menimbun atau menempatkan bahan-bahan bangunan di tepi jalan umum karena jalan umum tidak termasuk wilayah kerja Kontraktor kecuali ada pertimbangan khusus dan atas persetujuan dari Direksi. b. Apabila tidak terdapat tempat kosong yang sesuai untuk menimbun atau menyimpan bahan-bahan bangunan di sekitar lokasi proyek, maka bahan bangunan harus didatangkan dari gudang Kontraktor atau Leveransir setiap hari dengan jumlah yang cukup untuk pekerjaan satu hari. c. Apabila di dalam pelaksanaan pekerjaan, terdapat jaringan utilitas kontraktor harus berkoordinasi dengan instansi yang terkait sehubungan dengan jaringan utilitas yang ada. 5.13. Bahan-bahan dan Mutu Pekerjaan a. Semua bahan yang dipergunakan untuk melaksanakan setiap jenis pekerjaan harus terdiri dari kualitas tinggi sesuai dengan yang tercantum dalam syarat-syarat kualitas bahan masing-masing bagian pekerjaan. Hasil pekerjaan dan mutu termasuk bahan bahan yang terpakai harus diterima dan disetujui Direksi.
RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

distributor yang menjual atau pabrik yang memproduksi bahan yang bersangkutan. f. Untuk bahan-bahan yang mutunya masih berdasarkan standar Internasional. Untuk bahan-bahan yang mutunya belum diatur dalam peraturan standar maupun ketentuan dalam spesifikasi teknis. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku. b. c. cairan lainnya yang mudah terbakar. berat maupun kekuatannya. maka Direksi berwenang untuk menolak bahan tersebut dan mengharuskan Kontraktor untuk menyingkirkannya dan diganti dengan bahan-bahan yang sesuai dengan contoh yang telah diperiksa terdahulu. apabila diperlukan. kekuatan dan sifat-sifat penting lainnya dari bahan tersebut. Penggunaan bahan-bahan dalam pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti pedoman atau petunjuk dari pabrik yang memproduksinya. Dalam hal ini pelaksanaan pekerjaan menuntut kemajuan pekerjaan yang cepat dan Direksi dapat menginstruksikan untuk menambah pompa-pompa agar dasar galian tetap dalam keadaan kering. d.Hujan lebat yang mengakibatkan genangan pada galian tidak dianggap Force Majeure. jenis. Dalam melaksanakan tugasnya ahli mempunyai wewenang untuk mewakili Direksi dalam menguji dan menilai bahan-bahan yang diajukan Kontraktor. gas dan bahan kimia sedemikian rupa sehingga keselamatan orang dan keamanan lingkungan sekitarnya dapat dijamin. Semua bahan yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan yang tercantum dalam peraturan standar yang berlaku di Indonesia. Apabila diperlukan. Kontraktor harus menunjukkan contoh dari bahan bersangkutan kepada Direksi untuk diperiksa dan diteliti mengenai jenis. h. c. Direksi dapat meminta copy atau tembusan dari perintah pembelian (faktur) yang dipesan Kontraktor kepada leveransir atau distributor untuk pembelian bahan-bahan yang akan dipakai. mutu. Sebelum bahan-bahan yang dipesan dikirim ke lokasi proyek. harus mendapat persetujuan dari Direksi sebelum dipergunakan. 5. Kelalaian Kontraktor dalam menyediakan pompa dan bangunan sementara lainnya yang dapat mengakibatkan rusaknya konstruksi yang telah dibuat adalah tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. Air hujan yang mengalir ke dalam galian yang mengakibatkan kerusakan Kontruksi pondasi yang masih dalam pelaksanaan termasuk resiko Kontraktor . Semua bahan yang disimpan di lokasi proyek harus diletakkan dan dilindungi sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kontaminasi atau mengalami proses lainnya yang dapat mengakibatkan rusaknya atau menurunnya mutu bahan-bahan tersebut. j. Direksi dapat meminta Kontraktor untuk menunjukkan sertifikat tes dari agen. baik dalam hal mutu. dan perbaikan atas kerusakan yang terjadi adalah beban Kontraktor RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . g. d. dasar pondasi dan bidang permukaan lainnya adalah beban Kontraktor . maka Kontraktor diharuskan membuat bangunan atau tanggul sementara dan menyediakan pompa air berkapasitas cukup beserta alat Bantu dan pelengkapnya untuk menjamin agar dasar galian.14. Kondisi muka air tanah yang tinggi dan jenis tanah yang kurang kedap air dapat menyebabkan derasnya rembesan air tanah ke dalam galian. Standar peraturan yang berlaku adalah edisi yang terakhir. Apabila pada keadaan tertentu Direksi memandang perlu untuk melaksanakan pekerjaan pada kondisi tanah yang kering. baik di lokasi proyek maupun di gudang leveransir atau dilokasi pabrik atau produsen. i. Kelalaian dalam hal ini merupakan tanggung jawab Kontraktor .5 b. Semua sarana untuk mengeringkan dasar galian. e. Direksi berhak menunjuk seorang ahli dalam memeriksa mutu bahan-bahan yang diajukan oleh Kontraktor . dasar pondasi dan permukaan tanah lainnya tetap kering selama pekerjaan berlangsung. Kontraktor dilarang menyimpan bahan-bahan berbahaya seperti minyak. Dalam hal ini semua biaya perbaikan ditanggung Kontraktor . berat. Apabila bahan-bahan yang dikirim ke lokasi proyek ternyata tidak sesuai dengan contoh yang ditunjukkan. Pelaksanaan Pekerjaan Dalam Keadaan Kering a.

alat pemadam api dan kotak pertolongan pertama. c. dimana harus dianggap bahwa pembayaran dilaksanakan secara penuh baik untuk pekerjaan pembangunan. Sebelum pelaksanaan pembuatan tanggul dimulai. Apabila pekerjaan telah dianggap selesai. Kontraktor diharuskan membuat tanggul ( kisdam ) sepanjang talud dengan ukuran dan Kontruksi yang disetujui oleh Direksi. Kontraktor bertanggung jawab atas semua biaya pengadaan fasilitas tersebut pada butir a dan b. g. Bangunan untuk kantor Direksi yang diuraikan dalam pasal di atas akan dibayar secara harga unit price untuk sewa direksi keet. Kontraktor harus menyediakan kantor lapangan untuk dipergunakan oleh Direksi selama pelaksanaan pekerjaan. gudang dan kantor lapangan harus dibongkar oleh Kontraktor atas biaya sendiri dan semua peralatan dan perlengkapan tetap menjadi milik Kontraktor. Kontraktor membuat dan memasang papan nama proyek dilokasi dengan ukuran 0. guna kebutuhan penerangan proyek dan keperluan pelaksanaan pekerjaan. Tanggul / kisdam harus dibuat cukup kuat. tidak mudah rusak akibat kikisan air. pelayanan. garam. h. Direksi dapat menginstruksikan Kontraktor untuk membuat saluran atau sudetan sementara untuk mengalirkan air hujan agar pekerjaan dapat tetap dilaksanakan dalam keadaan kering. i. f. k. Pada saat pelaksanaan pekerjaan dinyatakan selesai. Perlu koordinasi antar Kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan guna mengendalikan aliran air di saluran. alkali dan bahan-bahan organis atau bahan lain yang dapat merusak pelaksanaan pekerjaan. Lokasi untuk membangun gudang dan kantor lapangan akan ditentukan oleh Direksi. j. maka Kontraktor harus menimbun kembali saluran dan sudetan sementara seperti keadaan semula. Perbaikan talud serta akibat lainnya menjadi tanggung jawab Kontraktor . Persetujuan Direksi seperti tersebut pada gambar tidak mengurangi tanggung jawab Kontraktor. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . b. Bangunan tersebut harus dapat dijamin agar di dalamnya bebas dari air hujan dan sinar matahari. kantor lapangan beserta perlengkapannya akan ditentukan sebagai berikut : • Ukuran =3mx6m • Lantai = Rabatan beton • Dinding = Triplek tb. kebersihan dan keamanan gudang dan kantor lapangan merupakan tanggung jawab Kontraktor. alat komunikasi serta gudang untuk menyimpan bahan dan peralatannya. f.9 m x 1. Tempat kosong untuk parkir kendaraan proyek harus disediakan di sekitar kantor lapangan. Semua elevasi yang ditunjukkan dan tercantum dalam gambar adalah elevasi yang dikaitkan dengan ketinggian patok titik tetap seperti yang dijelaskan pada butir di atas.6 e. g. pembersihan maupun pekerjaan pembongkaran bangunan setelah selesai penanganan pekerjaan.2 m 1. Untuk pembuatan pasangan talud ( plengsengan ) pada saluran-saluran yang sudah ada. m. PEKERJAAN PENDAHULUAN 1. l. h. 4 mm finish cat tembok • Rangka = Kayu meranti 5/7 • Atap = Asbes gelombang kecil d. Pemeliharaan. Untuk keperluan air kerja kontraktor harus menyediakan sendiri air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. termasuk dapat melindungi material yang tersimpan. Syarat-syarat minimum yang harus dipenuhi untuk pembuatan gudang dan kantor lapangan adalah penyediaan sarana sanitasi air bersih. sambungan listrik. Kontraktor harus mengisi perabotan maupun perlengkapan lain berupa buku harian n. 1. Kontraktor harus mengajukan gambar detail talud beserta spesifikasi bahan yang akan digunakan untuk mendapatkan persetujuan Direksi. Jaringan dan permukiman diambil berdasarkan referensi titik tetap (patok beton) yang dipasang oleh Dinas Tata Kota Kotamadya Surabaya yang terdekat.1 Persiapan dan Sewa Direksi Keet a. Kontraktor harus menyediakan generator sebagai daya listrik secukupnya. Ukuran dan bentuk gudang. e. pengadaan.2 Uitzet Dengan waterPass / Theodolit Jaringan dan Permukiman a. b. jika sewaktu-waktu talud mengalami kerusakan.

3. Pekerjaan dapat dihentikan beberapa saat oleh Direksi bila dipandang perlu untuk mengadakan penelitian kelurusan maupun level dari bagian-bagian pekerjaan. Pemasangan Rambu Pengaman Pengaturan Lalu Lintas a. Dalam hal ini Kontraktor diharuskan mendapatkan pengarahan dan pedoman dari instansi setempat yang berwenang yaitu polisi lalu lintas dan Dinas Perhubungan Kota Surabaya. maka pengukuran ulang menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pengukuran titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat optik dan sudah ditera kebenarannya/dikalibrasi. sejauh pekerjaannya mempengaruhi kelancaran lalu lintas umum. maka Direksi akan memutuskan hal itu kemudian. Dalam melaksanakan pekerjaannya Kontraktor diharuskan mematuhi dan mentaati ketentuan dan peraturan lalu lintas umum yang berlaku. 4. Lalu Lintas Proyek 1. 1. Kontraktor bersama-sama dengan Direksi harus secara bersamasama mengambil peil permukaan dan sounding areal kerja dan menyetujui semua kekhususan terhadap mana semua pekerjaan didasarkan. Pengukuran kembali juga dilakukan setelah pekerjaan selesai. Jika diperlukan untuk mengetahui kondisi tanah (tekstur. jenis tanah dan daya dukung tanah) . sudut. Jika menurut pendapat Direksi kemajuan Kontraktor tidak memuaskan untuk menyelesaikan pekerjaan survey ini tepat pada waktunya atau dalam hal Kontraktor tidak memulai pekerjaan atau melakukan pekerjaan tidak dengan standar yang ditentukan. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 2. semua bantuan yang diperlukan Direksi dalam pengadaan pengecekan levelling tersebut. 10. Kontraktor harus menyediakan alat-alat ukur selama pekerjaan berlangsung berikut ahli ukur yang berpengalaman sehingga apabila dianggap perlu setiap saat siap mengadakan pengukuran ulang. koordinat. Pekerjaan Pengukuran dan Survey Lapangan 1. Direksi dapat menunjuk stafnya sendiri atau pihak lain untuk mengerjakan survey lapangan dan membebankan seluruh biayanya kepada Kontraktor. Apabila terdapat kesalahan dalam pengukuran kembali. serta letak patok patok harus dibuat gambarnya dan dilaporkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. bila akan mengadakan levelling pada semua bagian daripada pekerjaan. Kontraktor harus memberitahu Direksi sekurang-kurangnya 24 jam dimuka. Kebenaran dari hasil laporan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. Penggunaan jalan dan jembatan umum harus diatur sedemikian rupa agar gangguan lalu lintas dan kerusakan yang timbul sebagai akibatnya dijaga sekecil mungkin. 2. 8. Untuk itu alat-alat berat yang dimaksud harus diuraikan menjadi beberapa bagian untuk kemudian diangkut beberapa kali. 14. 12. Apabila terdapat perbedaan antara elevasi yang tercantum dalam gambar dengan hasil pengukuran ulang. 9. Kontraktor harus menyediakan dan merawat stasion survey yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan dan harus membongkarnya setelah pekerjaan selesai. Hasil pengukuran kembali berupa gambar Long Section dan Cross Section per titik. Sebelum pekerjaan dimulai. 6. gorong-gorong yang diakibatkan oleh lalu lintas proyek dibebankan pada Kontraktor dan harus disetujui Direksi. Patok titik tetap yang dipergunakan sebagai referensi dalam proyek ini tercantum dalam gambargambar rencana atau akan ditunjukkan oleh Direksi di lapangan. 7. 5.7 c.3. b. kontraktor diwajibkan melakukan test penyelidikan tanah dengan menunjuk pihak / lembaga yang bergerak dalam tes penyelidikan tanah yang bersertifikasi. 13. jembatan. Ketentuan yang sama juga berlaku untuk pengangkutan bahan-bahan konstruksi. Kontraktor harus menggerakkan personil tekniknya untuk melakukan survey dan membuat laporan mengenai kondisi fisik lapangan khususnya lokasi rencana konstruksi apakah terdapat ketidaksesuaian. Kontraktor harus membuat peil/titik-titik tanda (bench mark) permanen di tiap-tiap bagian pekerjaan dan peil ukuran ini harus diberi pelindung dan dirawat selama berlangsungnya pekerjaan agar tidak berubah. Kontraktor harus menyediakan atas biaya Kontraktor. Pengaturan Pengangkutan Alat-alat Berat dan Bahan Konstruksi 1. Perbaikan kerusakan terhadap jalan. 15. Pengangkutan alat-alat berat ke dan dari lokasi proyek harus diatur sedemikian rupa agar beban total dari kendaraan yang mengangkut alat-alat berat tersebut tidak melampaui kapasitas jalan/jembatan yang dilalui. 11. Tiap Titik adalah sejarak 25 meter. Kontraktor harus mengukur ukang lagi dan dikoreksi oleh pihak Direksi. Hasil pengukuran lengkap mengenai peil elevasi.

2. Kontraktor harus melakukan uji beton Box-Culvert dengan Test Hole minimal sejumlah 4 titik. harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut : • Material yang berlebihan harus dibuang dengan menggali lebih lanjut • Daerah dimana digali lebih atau daerah retak atau lepas. Test Hole 1. 2. Laboratoium pengujian material harus independen. Perbaikan dari Pekerjaan Galian yang tidak Memuaskan Pekerjaan galian yang tidak memenuhi toleransi yang diberikan. c. Pekerjaan ini umumnya diperlukan untuk pembuatan pondasi. Biaya penggantian dan perbaikan atas kerusakan terhadap pipa dan kabel yang masih berfungsi sebagai akibat dari kelalaian Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaannya adalah menjadi beban Kontraktor sepenuhnya. Pekerjaan Galian Tanah Konstruksi Dengan Alat Berat 2. Kontraktor harus melaksanakan pematokan dan pemasangan bouwplank sesuai petunjuk Direksi. 3. Bouwplank harus dibuat tegak lurus sumbu saluran dan harus dibuat melebihi lebar dasar pondasi jembatan. 1.4. b.1. 1. maka Direksi dan Kontraktor menghubungi instansi yang mengelola jaringan tersebut untuk menentukan biaya pemindahan jalur pipa atau kabel yang dimaksud untuk dialihkan di bawah dasar saluran rencana.1. c. Umum 1. Yang termasuk dalam istilah pipa dan kabel adalah pipa distribusi air bersih PDAM. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. Apabila Direksi memandang perlu.5. 2. membuat. Patok dan bouwplank harus dibuat kokoh. tidak mudah rusak dan tidak bergerak serta harus dijaga agar tidak rusak/hilang selama pelaksanaan pekerjaan dengan jarak antar patok 1. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian. 2. untuk penyelesaian yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini. Direksi berhak menunjuk seorang ahli yang akan memberi pengarahan dan mengawasi semua pekerjaan instalasi dalam rangka pemindahan dan pengalihan jalur atau lintasan pipa dan kabel. Semua pipa dan kabel yang termasuk dalam kategori (a) di atas dan yang sudah tidak berfungsi lagi serta jalurnya melintasi dan menghalangi aliran air dalam saluran harus disingkirkan atau dipotong sesuai petunjuk Direksi atas persetujuan Instansi yang bersangkutan. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Apabila dalam rangka pekerjaan penggalian saluran baru atau penggalian memperdalam dasar saluran lama ditemui lintasan pipa dan kabel yang masih berfungsi. pembuangan tanah atau material lain bila ada dari tempat kerja atau sekitarnya yang perlu. mudah dimengerti oleh setiap pengendara kendaraan dan pada setiap cuaca gelap dan malam hari harus diberi penerangan. untuk pembuangan material yang tidak terpakai atau humus.1. Pengaturan Pemindahan Jaringan Pipa dan Kabel 1. memasang dan menempatkan rambu-rambu lalu lintas sementara pada lokasi dan posisi penting termasuk rintangan-rintangan di sekitar lokasi proyek. Kontraktor diharuskan menyingkirkan semua rambu-rambu dan rintangan-rintangan sementara yang tidak diperlukan lagi yang selama pelaksanaan dipergunakan untuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek. Apabila pekerjaan telah dinyatakan selesai oleh Direksi. maka Kontraktor diharuskan meminta pengawalan dari instansi yang berwenang. Rambu-rambu Sementara Kontraktor diharuskan menyediakan. 2. Bentuk dan ukuran huruf serta susunan kalimat pada rambu dan rintangan harus jelas. tinggi jembatan maupun tebal pasangan/konstruksi lainnya. d. kabel listrik. PEKERJAAN TANAH 2. ketinggian penampang yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi. pipa gas. Pematokan dan Pekerjaan Bouwplank a. dan untuk pembentukan secara umum garis. 4. 2. Penempatannya harus dengan persetujuan polisi lalu lintas atau instansi lain yang berwenang. d.5 meter. Elevasi yang tercantum dalam bouwplank dan patok akan menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan baik dalam penentuan lebar jembatan. kabel telpon dan kabel TELKOM lainnya yang pemasangan jaringannya tertanam dan terletak di bawah permukaan tanah.8 2. harus diurug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan oleh Direksi.1.

kontraktor harus menahan atau menyangga struktur di sekitarnya yang jika tidak dilakukan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian. Semua Material bekas bongkaran diangkut keluar proyek. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi gambar perincian dari seluruh struktur sementara yang diusulkannya atau yang diperintahkan untuk digunakan seperti skor. Bongkaran Pasangan Lama Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.1. perlengkapan dan buruh untuk pengeringan. Prosedur Penggalian 1.9 2. Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai termasuk tanah. Pada setiap saat dimana kedalaman galian melebihi ketinggian di atas kepala. Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan kontraktor harus menyediakan seluruh material yang diperlukan. dan tembok penahan dan harus memperoleh persetujuan direksi sebelum melaksanakan pekerjaan galian yang dimaksudkan untuk dilindungi oleh struktur yang diusulkan tersebut. Seluruh tepi galian terbuka harus diberi penghalang yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh kedalamnya dan setiap galian terbuka pada badan jalan atau bahu harus ditambah dengan bamboo pada malam hari dengan drum dicat putih atau lampu kuning sesuai dengan ketentuan Direksi. Mutu Bahan. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan seminimal mungkin gangguan terhadap material di bawah dan di luar batas galian. Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian. bahan organic maupun an organic. 2. kontraktor harus memberitahu direksi. Selama masa pekerjaan galian. Pada setiap saat peralatan galian cadangan serta perlengkapan P3K harus tersedia di tempat kerja galian. formasi atau pondasi selesai. Pembongkaran harus dilaksanakan secara tertib dan hati-hati sehingga tidak merusak bagian lainnya yang tidak semestinya dibongkar dan tidak membahayakan manusia. Bahan landasan atau material lain tidak boleh dipasang sebelum kedalaman galian disetujui oleh direksi. Oli. baik orang lain. batu beton dan lain-lain. Prosedur Pelaksanaan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Bahan yang digunakan sebagai urugan adalah Sirtu 2.6.alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan pembongkaran bangunan lama seperti tertera pada gambar rencana dan juga pembersihan lokasi pembongkaran dari sisa material lama.Sirtu harus terbebas dari Lumpur.2. 2. kontraktor harus menjaga setiap saat suatu lereng yang stabil yang mampu menahan pekerjaan sekitarnya. c. Pembuangan Material Galian Seluruh material Galian tanah di buang keluar proyek 2. 3. 2. 3. 2.1. personel yang terlibat dalam pelaksanaan ini maupun pekerjaannya sendiri. sebelum memulai pekerjaan. Pekerjaan bongkaran dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut : a. alat . Urugan Sirtu ( Padat ) 1. b. panggalian saluran air dan pembangunan saluran sementara. padas. kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan. 4. . Jaminan Keselamatan Pekerjaan Galian 1.5. cofferdam. turap.4. tembok ujung dan cofferdam. Pelaporan dan Pencatatan a. 2.3. Pompa agar siap di tempat kerja setiap saat untuk menjamin tak ada gangguan dalam prosedur pengeringan dengan pompa. Bila diperlukan.3.1. Air. Kontraktor harus menyerahkan kepada direksi.1. Setelah masing-masing galian untuk tanah dasar. batu bata. gambar perincian potongan melintang atau memanjang yang menunjukkan kondisi awal daripada tanah sebelum operasi pembabatan dan penggarukan dilakukan untuk setiap seksi pekerjaan galian. 2. b.

padas. Perbaikan dari Pekerjaan Galian yang tidak Memuaskan Pekerjaan galian yang tidak memenuhi toleransi yang diberikan. Selama masa pekerjaan galian. dan untuk pembentukan secara umum garis. Prosedur Penggalian 1. 2. Pekerjaan Galian Lumpur Dengan Alat Berat 2. formasi atau pondasi selesai. 6. harus diurug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan oleh Direksi. perlengkapan dan buruh untuk pengeringan. 4. dan tembok penahan dan harus memperoleh persetujuan direksi sebelum melaksanakan pekerjaan galian yang dimaksudkan untuk dilindungi oleh struktur yang diusulkan tersebut.5.3. sebelum memulai pekerjaan. kontraktor harus menjaga setiap saat suatu lereng yang stabil yang mampu menahan pekerjaan sekitarnya. Umum 1. Pada setiap saat peralatan galian cadangan serta perlengkapan P3K harus tersedia di tempat kerja galian. 2. 2.1.4. Pelaporan dan Pencatatan a. batu beton dan lain-lain. Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai termasuk tanah. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi gambar perincian dari seluruh struktur sementara yang diusulkannya atau yang diperintahkan untuk digunakan seperti skor. turap. 2. 5. kontraktor harus memberitahu direksi. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan seminimal mungkin gangguan terhadap material di bawah dan di luar batas galian.6. harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut : • Material yang berlebihan harus dibuang dengan menggali lebih lanjut • Daerah dimana digali lebih atau daerah retak atau lepas. Bila diperlukan. untuk pembuangan material yang tidak terpakai atau humus. tembok ujung dan cofferdam. b. ketinggian penampang yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi. Bahan landasan atau material lain tidak boleh dipasang sebelum kedalaman galian disetujui oleh direksi. Pada setiap saat dimana kedalaman galian melebihi ketinggian di atas kepala. Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan kontraktor harus menyediakan seluruh material yang diperlukan.3. untuk penyelesaian yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian. 2. batu bata. Pompa agar siap di tempat kerja setiap saat untuk menjamin tak ada gangguan dalam prosedur pengeringan dengan pompa. Seluruh tepi galian terbuka harus diberi penghalang yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh kedalamnya dan setiap galian terbuka pada badan jalan atau bahu harus ditambah dengan bamboo pada malam hari dengan drum dicat putih atau lampu kuning sesuai dengan ketentuan Direksi. Setelah masing-masing galian untuk tanah dasar.3.2.3. 2. cofferdam. panggalian saluran air dan pembangunan saluran sementara.3. Pekerjaan ini umumnya diperlukan untuk pembuatan pondasi. pembuangan lumpur atau material lain bila ada dari tempat kerja atau sekitarnya yang perlu.4. kontraktor harus menahan atau menyangga struktur di sekitarnya yang jika tidak dilakukan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian. kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan. Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian. Kontraktor harus menyerahkan kepada direksi.3. c. Pembuangan Material Galian RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 2. Jaminan Keselamatan Pekerjaan Galian 3.10 Pelaksanaan Urugan Sirtu Padat sepanjang Pasangan Top-Bottom dan U-Ditch 2. gambar perincian potongan melintang atau memanjang yang menunjukkan kondisi awal daripada tanah sebelum operasi pembabatan dan penggarukan dilakukan untuk setiap seksi pekerjaan galian.3.

Spesifikasi Trotoar 6) SNI No.11 Seluruh material Galian lumpur di buang keluar proyek 2. Seluruh material yang telah digali dalam batas volume yang telah ditentukan. Undang-Undang RI No. Penempatan hasil Galian tersebut jangan sampai menggangu sekitarnya.5. Seluruh hasil material bekas galian drainase harus dibuang dan tempat bekas penempatan sementara hasi galian. 03-2447-1991. 38 Tahun 2004] 3. dimensi. [Undang-Undang RI No. di bawah permukaan tanah dan/atau air. 38 Tahun 2004] 3. Spesifikasi yang dimaksud dalam standar ini meliputi fungsi. dan apabila tidak bisa dibuang secara langsung . kolektor dan lokal. termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas yang berada pada permukaan tanah. 04-6262-2000. jenis. 2.3 jalan kolektor jalan umum yang berfungsi melayani angkutan pengumpul atau pembagi dengan ciri perjalanan jarak sedang.2 jalan arteri jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh. kecepatan rata-rata tinggi. 3. ditinggalkan dalam keadaan rapih dan bersih. [Undang-Undang RI No.ketentuan untuk penerangan ruas jalan. Walapupun ditempatkan sementara. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Kontraktor harus melaporkan kepada Direksi setiap kali akan mengadakan pengangkutan material sisa galian keluar proyek. 1984. tanah hasil galian tidak dibenarkan berada pada tempat tersebut sampai 1 ( satu hari ) 4. [Undang-Undang RI No. kecepatan rata-rata rendah.4 jalan lokal jalan umum yang berfungsi melayani angkutan setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat. serta harus mencatat berapa m3 volume dari material yang telah diangkut setiap ada pekerjaan pengangkutan. maka untuk sementara dapat diletakan didaerah sekitar saluran. dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi. kecuali jalan kereta api. penempatan/penataan penerangan jalan yang diperlukan. dan jumlah jalan masuk dibatasi. Alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut tanah sisa galian adalh Dump Truk dengan kapasitas muat 6 m3 atau bila kondisi jalan / area yang tidak memungkinkan bisa menggunakan kendaraan kecil dengan seijin pengawas lapangan 6. kecepatan rata-rata sedang. jembatan dan terowongan di kawasan perkotaan yang mempunyai klasifikasi fungsi jalan arteri. Pengangkutan Tanah Keluar Proyek 1.5 jalur bagian jalan yang dipergunakan untuk lalu lintas. jalan lori dan jalan kabel. pemasangan. An Informational Guide for Roadway Lighting. PEKERJAAN PENERANGAN JALAN Ruang lingkup Standar ini memuat ketentuan . Rekomendasi untuk pencahayaan kendaraan bermotor dan pejalan kaki 7) AASHTO. Istilah dan definisi Istilah dan definisi yang digunakan dalam standar ini adalah sebagai berikut : 3. 38 Tahun 2004] 3. 5. 38 Tahun 2004] 3.1 jalan prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan. persimpangan sebidang maupun tidak sebidang. 3. Acuan normatif Spesifikasi penerangan jalan di kawasan perkotaan ini merujuk pada acuan sebagai berikut : 1) Undang Undang RI Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2) Undang Undang RI Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan 3) Peraturan Pemerintah RI Nomor 26 Tahun 1985 tentang Jalan 4) Peraturan Pemerintah RI Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan 5) SNI No. dan jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna.

3. 3. 3.15 sistem penempatan menerus sistem penempatan lampu penerangan jalan yang menerus/kontinyu di sepanjang jalan dan atau jembatan. pelayanan sosial. konstruksi bangunan jalan apabila ruang milik jalan tidak cukup luas. yang memiliki lebar cukup untuk satu kendaraan bermotor sedang berjalan.13 ruang milik jalan/right of way (RUMIJA/ROW) sejalur tanah tertentu di luar ruang manfaat jalan yang masih menjadi bagian dari ruang milik jalan yang dibatasi oleh batas ruang milik jalan yang dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan keluasaan keamanan penggunaan jalan antara lain untuk keperluan pelebaran ruang manfaat jalan pada masa yang akan datang.14 ruang pengawasan jalan (RUWASJA) ruang tertentu yang terletak di luar ruang milik jalan yang penggunaannya diawasi oleh penyelenggara jalan agar tidak mengganggu pandangan pengemudi.6 kawasan perkotaan kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian.7 lajur bagian jalur yang memanjang. [Penjelasan Undang-Undang RI No. atau median datar (flush). [Penjelasan Undang-Undang RI No. dimaksudkan untuk memisahkan arus lalu lintas yang berlawanan. jalan layang. 3. jembatan dan jalan di bawah tanah.9 luminansi (L) pantulan cahaya lampu oleh permukaan jalan. 3.12 pandangan silhoute pandangan yang terjadi pada suatu kondisi dimana obyek yang gelap berada di latar belakang yang sangat terang (negative image). 38 Tahun 2004] 3. [Penjelasan Undang-Undang RI No.16 sistem penempatan parsial (setempat) sistem penempatan lampu penerangan jalan pada suatu daerah-daerah tertentu atau pada suatu panjang jarak tertentu sesuai dengan keperluannya.11 pandangan silau (glare) pandangan yang terjadi ketika suatu cahaya/sinar terang masuk di dalam area pandangan/ penglihatan pengendara yang dapat mengakibatkan ketidaknyamanan pandangan bahkan ketidakmampuan pandangan jika cahaya tersebut datang secara tiba-tiba. 38 Tahun 2004] 3. elemen elektrik dan struktur penopang serta pondasi tiang lampu. pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan. selain sepeda motor. median yang diturunkan (depressed). terletak di sumbu/tengah jalan.17 trotoar jalur lalu lintas untuk pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan sumbu jalan dan lebih RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .10 median jalan bagian dari jalan yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan dengan bentuk memanjang sejajar jalan. 38 Tahun 2004] 3. (b) suatu unit lengkap yang terdiri dari sumber cahaya. elemen optik. dan tidak mengganggu fungsi jalan.8 lampu penerangan jalan bagian dari bangunan pelengkap jalan yang dapat diletakkan atau dipasang di kiri/kanan jalan dan atau di tengah (di bagian median jalan) yang digunakan untuk menerangi jalan maupun lingkungan di sekitar jalan yang diperlukan termasuk persimpangan jalan.12 3. serta kegiatan ekonomi. 3. 3. dengan atau tanpa marka jalan. [ PP RI No. 43 Tahun 1993 ] 3. yang diukur dalam satuan candela per meter persegi (cd/m²). dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan. terganggunya fungsi jalan disebabkan oleh pemanfaatan ruang pengawasan jalan yang tidak sesuai peruntukannya. median dapat berbentuk median yang ditinggikan (raised).

3.13 tinggi dari permukaan perkerasan jalan (untuk menjamin keselamatan pejalan kaki yang bersangkutan). pengayuh sepeda. biaya pemeliharaan. 2) Sebagai alat bantu navigasi pengguna jalan. dll. khususnya pada malam hari. dan lain-lain.18 kuat pencahayaan (iluminansi. b) Tempat-tempat dimana kondisi lengkung horisontal (tikungan) tajam. interchange. data fotometrik lampu dan lokasi sumber listrik. jalan layang dan jalan bawah tanah (terowongan). terutama untuk pemasangan lampu di bagian median. situasi (lay-out) jalan dan persimpangan jalan. g) Rencana jangka panjang pengembangan jalan dan pengembangan daerah sekitarnya. biaya operasi. 4 Ketentuan . e) Jalan-jalan dengan lebar median yang sempit. E) jumlah cahaya yang jatuh pada permukaan jalan. c) Geometri jalan. 4. f) Jembatan sempit/panjang. agar perencanaan sistem lampu penerangan efektif dan ekonomis. tempat parkir. 4) Mendukung keamanan lingkungan. f) Tingkat kebutuhan. 3. 3) Meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. g) Tempat-tempat lain dimana lingkungan jalan banyak berinterferensi dengan jalannya. 5) Memberikan keindahan lingkungan jalan. baik kendaraan maupun lingkungan yang bersinggungan seperti pejalan kaki. dalam satuan lux. h) Data kecelakaan dan kerawanan di lokasi. b) Tipikal potongan melintang jalan.ketentuan 4. seperti alinyemen horisontal. dll. alinyemen vertikal. e) Pemilihan jenis dan kualitas sumber cahaya/lampu.3 Jenis lampu penerangan jalan 1) Jenis lampu penerangan jalan ditinjau dari karakteristik dan penggunaannya secara umum dapat dilihat dalam Tabel 1.1 Fungsi penerangan jalan Penerangan jalan di kawasan perkotaan mempunyai fungsi antara lain : 1) Menghasilkan kekontrasan antara obyek dan permukaan jalan. 4. c) Tempat yang luas seperti persimpangan. d) Jalan-jalan berpohon. dll. d) Tekstur perkerasan dan jenis perkerasan yang mempengaruhi pantulan cahaya lampu penerangan. 2) Beberapa tempat yang memerlukan perhatian khusus dalam perencanaan penerangan jalan antara lain sebagai berikut : a) Lebar ruang milik jalan yang bervariasi dalam satu ruas jalan.19 rasio kemerataan (uniformity ratio) perbandingan harga antara dua kondisi dari suatu besaran kuat pencahayaan (iluminansi atau luminansi) pada suatu permukaan jalan. Tabel 1 Jenis lampu penerangan jalan secara umum menurut karakteristik dan penggunaannya Jenis Lampu Efisiensi rata-rata (lumen/watt) Umur rencana rata-rata (jam) Daya (watt) Pengaruh thd warna obyek Keterangan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .2 Dasar perencanaan penerangan jalan 1) Perencanaan penerangan jalan terkait dengan hal-hal berikut ini : a) Volume lalu-lintas.

Ringkasan pengkodean IP mengikuti Tabel 2 (A Manual of Road Lighting in Developing ountries). RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . IP 55. Sistem IP merupakan penggolongan yang lebih awal terhadap penggunaan peralatan yang tahan hujan dan sebagainya.Untuk jalan tol. 700 Sedang Lampu gas sodium bertekanan rendah (SOX) 100 . Hal ini dapat diindikasikan dengan istilah IP (Index of Protection) atau indek perlindungan.10. .000 18 . sehingga mudah pengontrolan cahayanya. dan IP 66.000 .000 – 24.jenis lampu ini masih dapat digunakan secara terbatas .000 – 10. terowongan. umur cukup panjang. . 250. 400 Buruk 2) Rumah lampu penerangan (lantern) dapat diklasifikasikan menurut tingkat perlindungan terhadap debu/benda dan air.000 .000 150.untuk jalan kolektor dan lokal . umur sangat panjang.Jenis lampu ini sangat baik dan sangat dianjurkan untuk digunakan.14 Lampu tabung fluorescent tekanan rendah 60 – 70 8. penyeberangan. dan angka kedua menyatakan indek perlindungan terhadap air.jenis lampu ini masih dapat digunakan untuk hal-hal yang terbatas.efisiensi sangat tinggi.untuk jalan kolektor. . . indek perlindungan (IP) yang sering dipakai untuk klasifikasi lampu penerangan adalah : IP 23.Jenis lampu ini dianjurkan digunakan karena faktor efisiensinya yang sangat tinggi. ukuran lampu kecil. angka pertama menyatakan indek perlindungan terhadap debu/benda. IP 65. Lampu gas merkuri tekanan tinggi (MBF/U) 50 – 55 16. 400. yang memiliki 2(dua) angka.000 90. umur panjang dan ukuran lampu kecil . persimpangan. dan ditandai dengan lambang. IP 54. 36 . ukuran lampu besar sehingga sulit untuk mengontrol cahayanya dan cahaya lampu sangat buruk karena warna kuning.200 8. Pada umumnya. IP 25. local dan persimpangan . semakin baik standar perlindungannya.000 125. lokal.20. IP 64. .efisiensi cukup tinggi tetapi berumur pendek . kolektor.untuk jalan kolektor. Semakin tinggi indek perlindungan (IP).efisiensi rendah.20. 250. 180 Sangat buruk Lampu gas sodium tekanan tinggi (SON) 110 12. tempat peristirahatan (rest area). IP 24.efisiensi tinggi. .40 Sedang . arteri. persimpangan besar/luas dan interchange.

10 Luminansi Batasan silau Jenis/ klasifikasi jalan L rata-rata (cd/m2) 0. Kualitas pencahayaan normal menurut jenis/klasifikasi fungsi jalan ditentukan seperti pada Tabel 3.10 0. seperti tangan. Meskipun demikian lebih mudah menggunakan metoda iluminansi.4. berdiameter < 50 mm 4.10 0.1 Pencahayaan pada ruas jalan Kualitas pencahayaan pada suatu jalan diukur berdasarkan metoda iluminansi atau luminansi.1 Kualitas pencahayaan 4.50 0.4.14 1.4 Ketentuan pencahayaan dan penempatan 4.40 VI 0.50 4-5 20 .Primer .40 0.50 0.50 4 4 4 TJ (%) 20 20 20 Trotoar Jalan lokal : .Sekunder Jalan kolektor : . (b) Perlindungan terhadap masuknya benda padat. karena dapat diukur langsung di permukaan jalan dengan menggunakan alat pengukur kuat cahaya. Tabel 3 Kualitas pencahayaan normal Kuat pencahayaan (Iluminansi) Kemerataan E (Uniformity) ratarata (lux) g1 1-4 2-5 2-5 0.1. tetapi tidak Menimbulkan efek yang bahaya dan merusak (a) Perlindungan terhadap sentuhan yang tidak disengaja oleh bagian tubuh.00 0.40 0.40 0.50 Kemerataan (uniformity) G VD 0./Simbol ingkat perlindungan (a) Tanpa perlindungan (b) Tanpa perlindungan (a) Perlindungan rumah lampu jika kontak atau bersentuhan dengan benda cair No./Simbol Tingkat perlindungan 0 1 0 1 Tanpa perlindungan Perlindungan terhadap tetesan air.15 Tabel 2 Kode indek perlindungan IP (Index of Protection) ANGKA PERTAMA ANGKA KEDUA (a) Perlindungan terhadap manusia/benda jika bersentuhan dengan komponen dalam rumah lampu (b) Perlindungan terhadap rumah lampu jika bersentuhan dengan benda No.50 0.10 0.Primer RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit 3-7 0.

4.192 4.20 0.25 0.20 0.0.0.20 1.20 1. terowongan 3-7 11 .1.Primer .50 0.50 1.50 0.20 11 .Sekunder Jalan arteri : .40 0.14 .20 0.40 0.2 Pencahayaan pada tempat parkir Kuat pencahayaan pada daerah tempat parkir ditentukan seperti pada Tabel 4.14 .96 96 . RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .50 .0.00 0.1.50 . Tabel 4 Kuat pencahayaan pada daerah tempat parkir Kuat pencahayaan pada tempat parkir terbuka (lux) Tingkat kegiatan Untuk tujuan lingkungan di lokasi Lalu-lintas kendaraan Keselamatan pejalan kaki Rendah 5 2 Sedang 11 6 Tinggi 22 10 Kuat pencahayaan pada tempat parkir tertutup (lux) Daerah Siang hari Malam hari Daerah tempat parkir dan pejalan kaki 54 54 Kegiatan sedang/tinggi 110 54 4.20 15 .1.70 5-6 10 .14 0. simpang susun.40 0.40 0.14 .50 0.70 0. Adapun kriteria penerangan terowongan adalah seperti yang ditentukan pada Tabel 6.20 20 .3 Pencahayaan pada rambu lalu-lintas Batasan kuat pencahayaan (iluminansi) dan luminansi pada rambu-rambu lalu-lintas yang dipasang berdekatan dengan lampu penerangan jalan atau papan reklame ditentukan pada Tabel 5 (AASHTO. Tabel 5 Batasan kuat pencahayaan untuk rambu lalu-lintas Daerah sekitar penempatan rambu Rendah Sedang Tinggi Iluminansi (Lux) 108 – 216 216 – 432 432 – 864 Luminansi (cd/m2) 24 .0.0.20 2.70 4-5 5-6 5-6 20 10 .00 1. 1984).20 10 .Sekunder Jalan arteri dengan akses kontrol.0. yang bertujuan agar lebih menarik perhatian bagi pengguna jalan.4. jalan bebas hambatan Jalan layang.50 .40 0.16 .48 48 .4 Pencahayaan pada terowongan 1) Kuat pencahayaan pada terowongan harus cukup dan memberi kenyamanan baik untuk penglihatan siang maupun malam hari.4.70 6 10 Keterangan : g1 : E min/E maks VD : L min/L maks VI : L min/L rata-rata G : Silau (glare) TJ : Batas ambang kesilauan 4.

2) Umur rencana. 4.4. 2) Sistem penempatan lampu penerangan jalan yang disarankan seperti pada Tabel 8.di daerah permukiman .Tingkat kesilauan seminimal mungkin.Memberikan adaptasi pencahayaan yang baik. lampu penerangan jalan harus memberikan adaptasi yang baik bagi penglihatan pengendara.di daerah komersil/pusat kota Jalur pejalan kaki : . d) Arah dan petunjuk (guide) yang jelas bagi pengguna jalan dan pejalan kaki.4.di daerah permukiman . 3) Pada sistem penempatan parsial.4 Penempatan lampu penerangan 1) Penempatan lampu penerangan jalan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan : a) Kemerataan pencahayaan yang sesuai dengan ketentuan Tabel 6 dan 7. .2 Rasio kemerataan pencahayaan (uniformity ratio) Rasio maksimum antara kemerataan pencahayaan maksimum dan minimum menurut lokasi penempatan tertentu adalah seperti yang ditentukan pada Tabel 7.3 Pemilihan jenis dan kualitas lampu penerangan Pemilihan jenis dan kualitas lampu penerangan jalan didasarkan pada : 1) Nilai efisiensi (Tabel 1).17 2) Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pencahayaan terowongan : .Memberikan pantulan yang cukup dan warna yang kontras pada permukaan terowongan. c) Pencahayaan yang lebih tinggi di area tikungan atau persimpangan.4. sehingga efek kesilauan dan ketidaknyamanan penglihatan dapat dikurangi. . dibanding pada bagian jalan yang lurus.Memberikan pencahayaan yang jelas rambu-rambu lalu-lintas. Tabel 8 Sistem penempatan lampu penerangan jalan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit Rasio maksimum 6:1 3:1 10 : 1 4:1 4:1 6:1 . . Tabel 7 Rasio kemerataan pencahayaan Lokasi penempatan Jalur lalu lintas : .di daerah komersil/pusat kota Terowongan Tempat-tempat peristirahatan (rest area) 4. 3) Kekontrasan permukaan jalan dan obyek. b) Keselamatan dan keamanan bagi pengguna jalan. Tabel 6 Batasan kuat pencahayaan pada terowongan Daerah penempatan (Lux) Menengah 15 Jenis/klasifikasi Jalan Jalan arteri dengan kontrol/ jalan bebas hambatan Jalan arteri Jalan kolektor Jalan local Jalan kecil/lorong/gang Komersil 22 Permukiman 11 15 13 10 6 13 10 6 4 11 6 4 4 4.

Jembatan . lebar jalan dan tingkat kemerataan pencahayaan dari lampu yang akan digunakan. sistem menerus dan parsial. Dalam tabel tersebut dipisahkan antara dua tipe rumah lampu. sistem menerus.0 LUX 6 - - 28 26 23 - - - .Terowongan Sistem penempatan lampu yang digunakan sistem menerus dan parsial. terutama yang langsung ke jalan.0 LUX 30.Persimpangan. sedangkan tipe B mempunyai sorotan cahaya lebih ringan/kecil. Rumah lampu (lantern) tipe A mempunyai penyebaran sorotan cahaya/sinar lebih luas.0 LUX 2. sistem menerus bergradasi pada ujung-ujung terowongan. yaitu jenis lampu gas merkuri atau sodium bertekanan tinggi. Rumah lampu tipe B Jenis lampu 50W SON atau 80W MBF/U 70W SON atau 125WMBF/U 70W SON atau 125WMBF/U 100W SON 150W SON atau 250W MBF/U 100W SON RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit Tinggi lampu (m) 4 5 6 4 31 33 48 5 30 32 47 6 29 32 46 Lebar jalan ( m ) 7 8 9 28 31 44 26 30 43 29 41 10 28 39 11 27 37 Tingkat pencahayaan 3.18 Jenis jalan / jembatan . Jarak antar lampu penerangan secara umum dapat mengikuti batasan seperti pada Tabel 9 (A Manual of Road Lighting in Developing Countries). sistem menerus.Jalan kolektor . tinggi lampu.Jalan lokal . tipe ini adalah jenis lampu gas sodium bertekanan rendah. ramp .0 LUX 6 8 48 - 47 - 45 48 42 47 40 45 38 43 36 41 34 39 10.0 LUX 20. sistem menerus dan parsial. simpang susun.5 LUX 6 34 33 32 31 30 28 26 24 6.0 LUX 10.5 LUX 55W SOX 90W SOX 90W SOX 135W SOX 135W SOX 180W SOX 180W SOX 6. Rumah lampu tipe A Jenis lampu a Tinggi lampu (m) 4 5 6 6 8 8 10 10 10 10 Lebar jalan ( m ) 7 8 35 36 36 55 33 44 24 36 35 33 33 52 31 43 23 35 22 Tingkat pencahayaan 4 32 35 42 42 60 36 46 - 5 32 35 40 42 60 36 45 - 6 32 35 38 38 58 35 45 25 37 - 9 34 31 32 50 30 41 22 33 21 10 32 30 30 48 29 40 21 32 20 11 29 28 46 28 39 20 31 20 3. 4 Batasan penempatan lampu penerangan jalan tergantung dari tipe lampu. Tabel 9 Jarak antar tiang lampu penerangan (e) berdasarkan tipikal distribusi pencahayaan dan klasifikasi lampu 1.Jalan arteri .

.dapat dilakukan dengan menggunakan lampu menara dengan beberapa lampu. sehingga perlu adanya pemangkasan pohon dengan batasan seperti pada Gambar 8 dan Tabel 11.kombinasi antara di kiri dan kanan berhadapan dengan di bagian tengah / median jalan.di kiri dan kanan jalan berselang-seling. pemilihan penempatan lampu penerangan jalan direncanakan dan sendiri-sendiri untuk setiap arah lalulintas.Jarak antar tiang lampu dalam meter.0 LUX Keterangan : .Rumah lampu (lantern) tipe A mempunyai penyebaran sorotan cahaya/sinar lebih luas.Rumah lampu (lantern) tipe B mempunyai penyebaran sorotan cahaya lebih ringan/ kecil. 4.4.36 D H – 0.di kiri dan kanan jalan berhadapan.di bagian tengah / median jalan. diluar daerah persimpangan (dalam RUMIJA ataupun dalam RUWASJA) Jalan dua arah Persimpangan 4. .4. . . .di bagian tengah / separator jalan. .6 Penataan letak lampu pada perlintasan kereta api 1) Penataan lampu penerangan jalan pada perlintasan kereta api (KA).7 Penataan lampu penerangan terhadap tanaman jalan Dalam penempatan lampu penerangan jalan harus dipertimbangkan terhadap tanaman jalan akan ditanam maupun yang telah ada.di kiri atau kanan jalan.5 Penataan letak lampu penerangan jalan Penataan/pengaturan letak lampu penerangan jalan diatur seperti pada Tabel 10 dan diilustrasikan pada Lampiran A.0 LUX 10 - - 36 35 33 32 30 28 12 - - - - 39 38 37 36 30. .4. Tabel 10 Penataan letak lampu penerangan jalan Tempat Jalan satu arah Penataan / pengaturan letak . .katenasi (di bagian tengah jalan dg sistem digantung) .26 D . apabila kereta api pada perlintasan tersebut beroperasi pada malam hari.19 250W SON atau 400W MBF/U 250W SON atau 400W MBF/U 400W SON 10 55 53 50 47 20. 2) Persyaratan kuat pencahayaan yang ditetapkan pada suatu area perlintasan KA 4. di median jalan. umumnya ditempatkan di pulau-pulau. Tabel 11 Tinggi pemangkasan pohon terhadap sudut di bawah cahaya lampu Garis pemangkasan pada sudut _ di bawah cahaya lampu 70º 75º RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit Tinggi pemangkasan pohon (h) H – 0. Di daerah-daerah atau kondisi dimana median sangat lebar (> 10 meter) atau pada jalan dimana jumlah lajur sangat banyak (> 4 lajur setiap arah) perlu dipertimbangkan dengan pemilihan penempatan lampu penerangan jalan kombinasi dari cara-cara tersebut di atas pada kondisi seperti ini. terutama yang langsung ke jalan.

Kontruksi ventilasi sedemikian rupa sehingga tusukan benda logam lurus tidak dapat langsung menyentuh komponen bertegangan. Kable yang digunakan type Kabel NYFGBY 3cx4mm.17 D Keterangan : H = tinggi tiang lampu (mounting height) dalam meter D = jarak tiang lampu ke proyeksi jarak terendah tanaman dengan tanah 3.Pemasangan kabel PVC harus sesuai dengan gambar kerja dan sesuai spesifikasi dan brstandard nasional. . 5. 3. Bagian sisi depan terdapat kaca bening dengan luasan secukupnya sehingga memudahkan pembacaan Kwh. 2.Tanah Taman harus terbebas dari Lumpur.2 Pemasangan Kabel NYFGBY 3cx4mm Bahan Konduktor kabel terbuat dari coopper atau alumunium sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan kable mampu menahan tegangan isolasi 500 volt. Air 3.6 Panel Tempat Ballast uk. 3. Dengan ukuran disesuaikan gambar terdiri dari dari panel hubung bagi dan panel KWH meter sendiri. Proses penyambungan antar plate baja harus dilakukan debgab cara spot weiding. Panel berisi peralatan / perangkat untuk mengendalikan aliran listrik dan pengaturan waktu penyalaan/mematikan lampu panel di pasang diatas pondasi yang letaknya sesuai dengan gambar dan petunjuk dari pengawas lapangan sehingga dapat melayani seluruh kebutuhan pengaturan ( menyalakan dan mematikan ) dari sekelompok lampu yang dipasang serta memenuhi standart kualitas yang disyartkan. Ukuran Panel sebagaimana sesuai gambar. Basllast sebagai komponen penting pada system penyalaan lampu pelepasan gas (Gas discharge berfungsi untuk membatasi arus melalui lampu yang dilayani). Ukuran panel harus mampu menampung seluruh komponen control dan KWH meter. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Bidang pertemuan antar tutup panel dan body panelnya harus dirancang sedemikian rupa sehingga air hujan tertahan dibidang temu dan mengalir ke bawah secara sempurna. Panel type outdor dilengkapi dengan plat nama MILIK PEMKOT SURABAYA 3.4 Pemasangan PVC untuk Kable Tanam .1 Pekerjaan Tanah Taman 1. Mutu Bahan.PLN 8. 4. Kable yang digunakan type Kabel NYFGBY 3cx4mm. Kabel yang ditawarkan harus lolos uji dari LMK dan berstandard PLN (SPLN). Twisted Kabel 4x16 mm.5 – 2 mm. Pada dinding samping harus tersedia lubang ventilasi udara secukupnya. Twisted Kabel 4x16 mm. 6. 3. Kabel yang ditawarkan harus lolos uji dari LMK dan berstandard PLN (SPLN). Bahan yang digunakan sebagai urugan adalah Tanah Taman 2.25 x 15 x 10 untuk lampu sorot 1.5 Perakitan Panel Penerangan Jalan Umum Panel terbuat dari plat baja tebal 1. Oli. 4. KHW meter dilengkapi dengan bok meter untuk penyegelan dan instansi PT. Kontruksi Bok Panel Hubung Bagi ( PHB ) dan APP PLN 1. Panel terbuat dari plate baja yang difinishing dengan powder – warna panel ditetapakn oleh pengunaan barang sebelum pemasangan. Harus tersedia sarana pendukung kabel dan bus baru untuk pentanahan (grounding) yang berfungsi untuk dudukan ujung kable pentanahan.20 80º H – 0. 3. 7.3 Pemasangan Kabel dan Penarikan Bahan Konduktor kabel terbuat dari coopper atau alumunium sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan kable mampu menahan tegangan isolasi 500 volt.

6. 4. Dilengkapi dengan perlindungan terhadap panas berlebih yang dapat mencegah terbakarnya sirkut. kecuali ada ketentuan lain dari Direksi untuk pekerjaan tertentu. Spesifikasi jenis lampu sodium tekanan tinggi (High Pressure sodium Dischrage Lamps) 1. Bidang pertemuan antar tutup panel dan body panelnya harus dirancang sedemikian rupa sehingga air hujan tertahan dibidang temu dan mengalir ke bawah secara sempurna. Jenis ballast yang digunakan adalah eloektromanetic ballast (inductive ballast) yang berfungsi sebagai pembatas arus.PLN 8. KHW meter dilengkapi dengan bok meter untuk penyegelan dan instansi PT. Jenis Lampu Natrium bekerja secara emisi electron dengan media pengantar gas sodium. 3. model.9 Pemasangan Lampu Natrium 250w/220v Jenis-jenis lampu yang digunakan pada armature lampu penerangan jalan adalah jenis lampu pelepas gas yaitu lampu Natrium 250/220 V tekanan tinggi berbentuk tabung ( High Pressure Sodium Tuble/Hps-T).21 2.5 – 2 mm. 7. Dengan ukuran disesuaikan gambar terdiri dari dari panel hubung bagi dan panel KWH meter sendiri.dengan temperature warna 2000 kelvin.85 (Cos pni : 0.8 Pemasangan Panel Lampu PJU – 1Phase 5500 VA Panel terbuat dari plat baja tebal 1. Syarat-syarat dan ketentuan yang dinyatakan disini akan berlaku untuk semua pekerjaan tulangan. 2. Sistem tegangan Listrik adalah 220 Volt 50 Hz. Kontruksi ventilasi sedemikian rupa sehingga tusukan benda logam lurus tidak dapat langsung menyentuh komponen bertegangan.85) Sedangkan frekuensi harmonic ketiga yang ditimpulkan tidak boleh melebihi 21%. Ukuran Panel sebagaimana sesuai gambar. Proses penyambungan antar plate baja harus dilakukan debgab cara spot weiding. 5. Daya yang digunakan adalah 150 W. Cahaya yang dihasilkan adalah kuningan keemasan. Seluruh pekerjaan tulangan yang dilaksanakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi.10 Pondasi PJU Pekerjaan Beton Berstruktur K-250 (188Kg) Pekerjaan Struktur Beton Pekerjaan Tulangan Umum.7 Instalasi 1 Titik Lampu PJU 3. 4. Panel type outdor dilengkapi dengan plat nama MILIK PEMKOT SURABAYA 3. Kontruksi Bok Panel Hubung Bagi ( PHB ) dan APP PLN 1. 3. Ukuran panel harus mampu menampung seluruh komponen control dan KWH meter. Faktor data listrik pada rangkaian listrik armanture lampu pada waktu penyalaan mninimal 0. Kontruksi harus sedemikian rupa hingga dapat terkunci pada dudukan komponen dan mudah dirakit / proses penyambungan. 4. Pada tiap ballast harus dilengkapi dengan marking petunjuk wiring. Material ( Baja Tulangan ) RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Pada dinding samping harus tersedia lubang ventilasi udara secukupnya. 3. Umur lampu rata-rata (Average Rated Lifetime) minimal adalah 32000 jam 3. 5. Harus terdiri dari bahan-bahan yang diperinci disini. Efikasi lumen lampu Sodium Sekurang-kurangnya 10 lumen/watt 3. Harus tersedia sarana pendukung kabel dan bus baru untuk pentanahan (grounding) yang berfungsi untuk dudukan ujung kable pentanahan. Bagian sisi depan terdapat kaca bening dengan luasan secukupnya sehingga memudahkan pembacaan Kwh. 2. arus nominal. Panel berisi peralatan / perangkat untuk mengendalikan aliran listrik dan pengaturan waktu penyalaan/mematikan lampu panel di pasang diatas pondasi yang letaknya sesuai dengan gambar dan petunjuk dari pengawas lapangan sehingga dapat melayani seluruh kebutuhan pengaturan ( menyalakan dan mematikan ) dari sekelompok lampu yang dipasang serta memenuhi standart kualitas yang disyartkan. Panel terbuat dari plate baja yang difinishing dengan powder – warna panel ditetapakn oleh pengunaan barang sebelum pemasangan.

8. 6. 2. bagian-bagian yang strukturil harus diperiksa oleh Direksi segera sebelum beton dicor pada bagian itu. 9. 5. maka semua besi tulangan harus berada 4 cm dari permukaan beton. Tulangan tidak boleh disokong diatas tulangan baja yang keluar dari permukaan beton. celah angker. deretan paku-paku. Pelapisan (coating) . 7. Semua sisipan. Permukaan Bekesting harus halus dan rata. Pelaksanaan. Pekerjaan harus sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kemungkinan adanya beton yang keropos dan lain-lain kerusakan beton.I dan diletakkan sesuai dengan gambar dengan memperhatikan selimut beton yang tetap. Penulangan yang ditempatkan pada suatu penampang dari pekerjaan harus disetujui oleh Direksi. 6. 6 mm dengan ikatan dari kawat harus dimasukkan dalam penampung beton Beugel-beugel harus diikat pada tulangan utama dan jaraknya harus sesuai dengan gambar. Tiap-tiap bagian dari begesting. ada pada gambar perncanaan. Precast mortar spacing block ini hendaknya dibuat dengan kawat baja dicor bersama-sama. Pembengkokan dan Pelaksanaan 1. Semua tulangan di bentuk sesuai dengan bentuk dan ukuran seperti tercantum dalam gambar dan mengikuti syarat . 3. kerusakan atau pembebanan yang melebihi beban rencana dengan adanya pembongkaran begesting pada beton. Sebelum pengecoran. Begesting-begesting tidak boleh bocor dan cukup untuk mencegah perpindahan tempat atau kelongsoran dari penyangga. Begesting untuk beton biasa (yang perlu diplester lagi permukaannya) harus dibasahi air dengan seksama sabagai pengganti minyak segera sebelum dicor. 4. Harap diperhatikan sebelum pengecoran dimulai harus diberikan waktu yang cukup untuk pemeriksaan. Sebelum pemasangan besi beton bertulang. 1. Kawat baja digunakan untuk mengikat tulangan hendaknya mempunyai diameter tidak lebih kecil dari 1. Pembongkaran Begesting .22 Besi yang dipakai adalah besi Tulangan dengan diameter sesuai dengan yang sisyaratkan. Segara sebelum beton dicor pada beberapa bagian dari begesting. Kontraktor diwajibkan untuk memperlihatkan data katalog tentang sertifikasi besi tulangan yang didapatkan dari supplier. semua penulangan harus betul-betul bersih dari semua kotoran-kotoran. Bangunan tidak boleh mengalami perubahan bentuk. Sambungan-sambungan pada begesting harus diusahakan lurus dan rata dalam arah horisontal dan vertikal. Bentuknya harus dibuat sepraktis mungkin dalam penggunaannya. Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta. Bout-bout dan tierod yang diperlukan untuk ikatan-ikatan dalan beton harus diatur sedemikian sehingga bila begesting dibongkar kembali. dan lain-lain harus dibuat didalam beton. 8. Semua begesting harus dibersihkan sebelum dipergunakan kembali. Precast mortar spacing block hendaknya digunakan untuk penahan jarak yang tepat terhadap tulangan dan minimum mempunyai kekuatan beton yang akan dicor. begesting yang dipergunakan untuk beton yang tidak perlu diplester lagi (exposed concrete) harus dilapisi dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas pada beton.syarat dalam P. Sebelum digunakan harus direndam dahulu dalam air. bagian dalam dari bagian itu harus dibersihkan dari semua material lain. sebelum beton dicor pada penampang tersebut. Dan dikerjakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. maksudnya untuk mengikatnya pada tulangan.B. 7. diatas sokongan kayu atau tidak juga diatas agregat kasar 4. Bahan-bahan Kayu Papan / Multipleks Kayu papan atau multipleks yang digunakan harus sesuai dengan syarat-syarat dan spesifikasi yang telah ditentukan atau menurut petunjuk Direksi. 3. 5. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . tidak boleh melendut. 2. Tulangan yang mempunyai cacat atau pembengkokan yang tidak sesuai dengan gambar tidak boleh digunakan. termasuk air. Bila terdapat radius tertentu untuk bengkokan atau hook harus dibuat sekeliling paku yang mempunyai diameter empat (4) kali dari tulangan yang akan dibengkok. Pekerjaan Bekesting Umum Pekerjaan ini adalah pembuatan begesting-begesting untuk cetakan konstruksi beton.

B. menurut tabel di bawah ini. Waktu minimum untuk pembongkaran begesting . Semua pasir dan agregat kasar yang digunakan dalam beton. Waktu minimum dari saat selesainya pengecoran beton sampai dengan pembongkaran begesting dari bagian – bagian struktur harus ditentukan dari percobaan kubus benda uji yang memberikan kuat desak minimum seperti tercantum pada daftar atau sebagai berikut : BAGIAN STRUKTUR Sisi balok dan dinding Penyangga pelat lantai Penyangga balok WAKTU MINIMUM PEMBONGKARAN BEGESTING ( HARI ) 3 21 21 Pekerjaan Beton Umum 1. Tabel Standar Mutu Dan Kelas Beton Mutu dan Kelas Beton σ bk Kg/cm 2 125 175 225 σ ’ bm Kg/cm 2 200 250 300 Kategori Dari Bangunan (tujuan) Non Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Pengawasan terhadap Kualitas Agregat Pemeriksaan dengan mata Pemeriksaan dengan teliti Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Kekuatan Tekanan Tidak ada Pengujian Tidak ada Pengujian Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Kls I II Mutu Bo Bl K125 K175 K225 RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .B.23 10. 1971.2 P. Setiap syarat dan ketentuan yang tidak termaktub di sini harus sesuai dengan Standar Indonesia untuk beton N.I. Bahan 1. Kelas dan Mutu Beton Kelas dan mutu dari beton harus sesuai dengan Standar Beton Indonesia N. spesi/mortel dan spesi injeksi dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Kontraktor sesuai dengan syarat-syarat yang sudah diterangkan 4. 2. 1971.I. Semua beton yang dikehendaki untuk digunakan bagi semua bangunan instalasi pengolahan lumpur tinja yang akan dikerjakan dengan spesifikasi ini dan untuk semua maksud yang berhubungan dan sebagaimana diminta oleh Direksi harus diperinci dari bahan-bahan yang diperinci disini dan harus dicampur dengan perbandingan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disebut di sini. Semua besi beton harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan tentang besi beton. 2.I. Air yang dipakai harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan di depan.I2-P. 3. Pertanggungan jawab atas keselamatan pada waktu pembongkaran tiap bagian begesting atau penyangga berada dipihak pemborong. Semua portland harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam semen portland.

juga mempunyai kepadatan yang tepat. 4. Air harus dituangkan lebih dahulu dan selama pekerjaan mencampur. Untuk beton mutu “Bo” campuran yang biasa untuk pekerjaan non struktural dipakai perbandingan dari semen portland. Pencampuran dengan tangan diperkenankan apabila pada lokasi-lokasi tertentu sebuah Portable Mixer tak mungkin dipergunakan menurut pandangan Direksi. demikian juga pemeriksaan terhadap agregat dan beton yang dihasilkan. 6. Beton harus seragam dalam komposisi dan konsistensi dari adukan ke adukan. Perlengkapanperlengkapan tersebut dan cara pengerjaannya selalu harus mendapatkan persetujuan Direksi. Tingkat agregat yang kasar untuk kelas II . air seperti yang ditentukan sebelumnya.175 .60 (dari beratnya) untuk kelas lainlainnya. Untuk mempermudah pencampuran ini RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Perlengkapan Mengaduk Kontraktor harus menyediakan peralatan dan perlengkapan yang mempunyai ketelitian yang cukup untuk menetapkan dan mengawasi jumlah dari masing-masing bahan pembentukan beton. campuran nominal dari semen Portland. Direksi berwenang untuk menambah waktu pengadukan jika pemasukan bahan dan cara pengadukan gagal untuk mendapatkan hasil adukan dengan susunan kekentalan dan warna yang merata/seragam. 3. Pengadukan yang berlebih-lebihan (lamanya) yang membutuhkan penambahan air untuk mendapatkan konsistensi beton yang dikehendaki tidak diperkenankan. kekedapan. Faktor air semen dari beton (tidak terhitung air yang dihisap oleh agregat) tidak boleh melampaui 0. awet dan kekuatan yang dikehendaki.55 (dari beratnya) untuk kelas III dan jangan melampaui 0. Waktu pengadukan ditambah. dengan tidak memakai semen terlalu banyak. terhadap pasir dan agregat kasar tidak boleh kurang dari 1 : 8. Perbandingan campuran dan faktor air semen yang tepat akan ditetapkan atas dasar beton yang dihasilkan. agar supaya diperoleh derajat yang sepatutnya. Untuk beton mutu K 225. Komposisi/Campuran Beton 1. bila mesin pengaduk berkapasitas lebih besar dari 1.derajat K. awet atau kekuatan dan Kontraktor tidak berhak atas penambahan konpensasi disebabkan perubahan yang demikian. kepadatan. Pengujian dari beton akan dilakukan oleh Direksi dan perbandingan-perbandingan campuran harus diubah jika perlu untuk tujuan atau penghematan yang dikehendaki. kecuali bila dimintakan adanya perubahan dalam komposisi atau konsistensi. semuanya dicampur dalam perbandingan yang serasi dan diolah sebaik-baiknya sampai pada kekentalan yang tepat/baik. kerikil/batu pecah. kekedapan. 8. 2. dengan mengkombinir ukuran agregat yang proporsionil. Untuk mutu beton lainnya yang lebih tinggi harus dipakai “campuran yang direncanakan” (designed mix). 2. Banyaknya semen untuk tiap m3 sedikitnya harus 225 kg.derajat K. pasir. Bahan-bahan pembentukan beton harus dicampur dan diaduk dalam mesin pengaduk beton yaitu “Batch Mixer” atau “Portable Continuous Mixer” selama sedikitnya 1 ½ menit sesudah semua bahan (kecuali untuk air dalam jumlah yang penuh) ada dalam mixer. 7.125 dan untuk kelas II. kegairahan bekerja. Perbandingan antara bahan-bahan pembentuk beton yang dipakai untuk berbagai pekerjaan (sesuai kelas mutu) harus dipakai dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan. 5.24 III K225 225 300 Strukturil Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian akan diadakan Dilakukan pengujian kekuatan tekan beton yang diperoleh dari pemeriksaan benda uji kubus pada umur 28 hari.beton harus berada dalam batas yang telah ditentukan di atas dan Kontraktor harus memperoleh derajat yang patut apabila perlu akan dites oleh Direksi. Mengaduk 1. Campuran yang direncanakan diketemukan dari percobaan-percobaan campuran yang memenuhi kekuatan karakteristik yang disyaratkan. Banyaknya semen untuk tiap m3 beton paling tidak harus 325 kg.5 m3. Beton harus dibentuk dari semen portland. Pencampuran dan Pengecoran Beton. pasir dan kerikil/batu pecahan harus digunakan dengan perbandingan volume 1 : 2 : 3 atau banyaknya semen untuk tiap m3 beton minimum harus sampai 325 kg.

beton-beton yang mengelupas atau rusak. Bila beton melebihi 32° C. untuk dicor pada suhu dibawah 32° C.5° C. Permukaan yang rata dari beton adalah yang dikehendaki dimanapun juga baik saluran drinase ataupun tutup beton. tidak boleh dicor langsung pada saluran. ditentukan disini. 2.25 Kontraktor akan membuat beton masif dengan ketebalan tidak kurang dari 5 cm. Penutup saluran dari beton harus dicor pada tempat lain yang berdekatan dengan lokasi. Cetakan Beton 1. Pada pekerjaan saluran longsor harus dalam daerah yang kering maka harus dibatasi dengan cofferdam diudik dan di hilir. Bila suhu dari beton yang ditaruh berada antara 27° C dan 32° C. Cetakan untuk permukaan yang demikian dapat dibuat dari kayu dan harus didalam segala hal benar-benar berbentuk dan berukuran yang dikehendaki dan harus berkekuatan dan berkakuan yang tetap pada tempat dan bentuknya selama pembebanan dan berlangsungnya pekerjaan vibrasi pemadatan beton. batas-batas dan ukuran dari hasil beton yang diinginkan sebagaimana pada gambar-gambar yang diusulkan oleh Kontraktor dan yang sudah disetujui oleh Direksi. 6. licin. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Permukaan-permukaan Construction Joints harus dibersihkan dengan cara-cara yang disetujui dan kemudian dicuci seluruhnya dengan penyemprotan air dengan tekanan udara segera sebelum pengecoran beton baru. serta disediakan pompa untuk memompa air rembesan dari cofferdam. diliputi dengan parapet setinggi 10 cm. Semua percetakan kayu harus diketam rata/digosok dengan kertas pasir untuk menghilangkan tanda-tanda bekas dari cetakan sejauh hal ini dapat dikerjakan. Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan. sebagai “Construction Joints” (hubungan konstruksi/pelaksana). baja tulangan beton. Air yang setiap hari mengalir harus dialihkan lewat talang diatas aluran yang akan dibangun. 5. Cetakan untuk mencetak beton dan membuatnya menurut model yang dikehendaki harus digunakan bila perlu. rata dengan luas 2 cm2. sebagai yang ditetapkan oleh Direksi. Permukaan-permukaan Construction Joints harus bersih dan lembab ketika ditutup dengan beton baru atau adukan. Permukaan-permukaan beton yang lebih dahulu dicor pada mana beton baru akan dicor. Cetakan dapat dibuat dari lembaran Plywood. beton harus diaduk ditempat pekerjaan untuk kemudian langsung dicor. Penggunaan minyak cetakan harus berhatihati untuk kontak dengan besi beton yang mengakibatkan kurangnya daya lekat. permukaan mana telah begitu mengeras sehingga beton baru tidak akan berpadu dengan sempurna. Cetakan haruslah sesuai dengan berbagai bentuk. bahan-bahan asing yang menutupinya. Kontraktor harus mengambil langkah-langkah yang efektif. Semua cetakan yang dibangun harus teguh. Sebelum beton dicor. permukaan dari cetakan-cetakan harus diminyaki dengan minyak yang biasa diperdagangkan yang mencegah secara efektif lekatnya beton. semua material untuk melepaskan lekatan harus dipakai hanya setelah disetujui oleh Direksi. Segera sebelum pengecoran beton. Semua cetakan harus betul-betul teliti dan kuat kedudukannya sehingga tidak ada perubahan atau gerakan lain selama penuangan beton. 3. Pengecoran 1. lantai kerja) harus bersih dari air yang menggenang. 3. bidang-bidang. papan yang diserut/ diketam rata dan halus. Pembersihan harus berupa pembuangan semua kotoran. Usaha yang sesuai dan efektif harus dikerahkan dalam pekerjaan cetakan untuk menguatkan pinggiran batas dan ujung lainnya dalam arah yang tepat untuk menghindari terbentuknya pelengkungan-pelengkungan sisi-sisi pinggiran tersebut atau kerusakan-kerusakan permukaan beton yang telah diselesaikan. 4. reruntuhan atau bahan lepas. mempertahankan suhu beton. Suhu Suhu beton sewaktu dicor/dituang. 3. semua permukaan pada tempat pengecoran (cetakan. Pembersihan dan pencucian harus dilaksanakan pada kesempatan terakhir dari pengecoran beton. Semua genangan-genangan air harus dibuang dari permukaan Construction Joints sebelum beton baru dicor. Alat-alat dan usaha-usaha yang sesuai dan cocok untuk membuka cetakan-cetakan tanpa merusak permukaan dari beton yang selesai harus tersedia. Penyangga cetakan (perancah) harus bersandar pada pondasi yang baik sehingga tidak akan ada kemungkinan penurunan cetakan selama pelaksanaan. 2. penyokongan dan pengikatan dan penyiapan-penyiapan permukaan yang berhubungan dengan pengecoran yang telah disetujui oleh Direksi. tidak boleh lebih dari 32° Celcius dan tidak kurang dari 4. dalam keadaan baik sebagaimana dikehendaki untuk menghasilkan permukaan yang sempurna seperti terperinci disini. misalnya mendinginkan agregat dengan mencampur air dan mengecor pada waktu malam hari bila perlu.

Direksi mempunyai hak untuk mengurangi tebal tersebut apabila pengecoran dengan tebal lapisanlapisan 50 cm tidak dapat memenuhi spesifikasi-spesifikasi ini.35 m3 sekali tuang. 13. Pembukaan Cetakan dan Pemeliharaan. demikian juga konsistensinya. sehingga ia bebas dari kantong-kantong kerikil. diperlukan waktu minimum dua hari sebelum cetakan dibuka untuk dinding-dinding yang tidak bermuatan dan cetakan-cetakan samping lainnya. Setelah permukaan disiapkan baik-baik. 12. Keadaan construction joints harus mendekati horizontal jika tidak ada ketentuan lain dari yang ditunjukkan pada gambar atau diperintahkan oleh Direksi. Waktu dan cara pembukaan dan pemindahan cetakan harus dikerjakan dengan hati-hati untuk menghindarkan kerusakan pada beton. Beton harus tetap basah paling sedikit 14 hari terus menerus (segera setelah beton cukup keras untuk mencegah kerusakan) dengan cara menutupnya dengan bahan yang dibasahi air atau cara-cara yang disetujui yang akan menjaga agar permukaan selalu basah. penjagaan khusus harus dijalankan untuk menjamin agar beton yang baru menjadi rapat betul dengan permukaan joints (sambungan) dengan Pembobokan dan peralatan dengan memakai alat-alat yang cocok. Cara-cara dan alat-alat yang digunakan untuk pengangkutan beton harus sedemikian sehingga beton dengan komposisi dan kekentalan yang diinginkan dapat dibawa ke tempat pekerjaan tanpa adanya pemisahan dan kehilangan bahan yang menyebabkan perubahan nilai slump. beton yang hasilnya banyak keropos sampai tulangan terlihat. Kecuali ada penyetopan/pemotongan oleh hubungan/joints. 7. kepala. Ember beton harus mudah untuk diangkat/ diletakkan dengan alat-alat lainnya dimana diperlukan terutama bagi lokasi-lokasi yang terbatas. Ember-ember/bocket beton yang dipakai harus sanggup menuang dengan tepat pada slump yang rendah dan memenuhi syarat-syarat campuran pada mana mekanisme pembuangan harus dibuat dengan kapasitas sedikitnya 0. dan menutup rapat-rapat pada semua permukaanpermukaan dari cetakan dan material yang dilekatkan. 14 hari untuk dek-dek jembatan atau gorong-gorong jalan. Dalam pengecoran beton pada Construction Joints yang telah terbentuk. alat penggetar (vibrator) harus dapat menenmbus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak dibawah. tujuh hari untuk dinding-dinding pemikul dan saluran-saluran. Setiap lapisan beton harus dipadatkan sampai kepadatan maksimum yang mungkin. 8. Beton yang baru dibuka cetakannya diperlihatkan kepada Direksi untuk dinilai kualitas pengecorannya. Selama hujan air semen atau spesi tidak boleh dihamparkan pada construction joints dan air semen atau spesi yang hanyut dan terhampar harus dibuang dan diganti sebelum pekerjaan dilanjutkan. Beton harus dicor pada adukan yang baru (fresh). 2. Pencampuran/penumbukan kembali beton tidak diperkenankan. Perawatan 1. Beton yang sudah mengeras dalam hal mana pengecoran yang tepat tidak mungkin dijamin harus dibuang dan tidak dibayar untuk pekerjaan terbuang semacam itu. Beton dicor hanya pada waktu Direksi atau wakilnya yang ditunjuk serta pengawas Kontraktor yang setaraf ada ditempat kerja. Semua beton harus dipadatkan dengan alat penggetar type immersion beroperasi dengan kecepatan paling sedikit 7000 putaran per menit ketika dbenamkan dalam beton. Pengecoran beton tidak diperkenankan selama hujan deras atau lama sedemikian sehingga spesi/ mortar terpisah dari agregat kasar. 9. semua penuangan beton harus selalu kira-kira berlapis-lapis horizontal dan umumnya tebalnya tidak lebih dari 50 cm. 2. permukaan Construction Joints dimana beton baru akan dicorkan harus dilapisi dengan penutup yang terbuat dari adukan semen (air hasta semen) atau ditutup dengan lapisan spesi/mortar harus mempunyai perbandingan semen dan pasir seperti campuran beton yang bersangkutan kecuali ditentukan lain. 10. Beton yang masih muda tidak diijinkan untuk dibenahi. Direksi berhak menentukan cara perawatan bagaimana yang harus digunakan pada bagian-bagian pekerjaan. 3. maka harus mendapatkan penanganan tersendiri atas petunjuk Direksi. Dalam pemadatan setiap lapisan dari beton. Perlindungan (Protection) RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Air yang digunakan dalam perawatan (curing) harus memenuhi maksud-maksud spesifikasispesifikasi air untuk campuran beton. 5. Transportasi dari pengadukan sampai pengecoran beton jangan terlalu jauh sehingga memungkinkan pemisahan bahan dan pengerasan beton. Umumnya. Suatu pengecoran tersebut tidak boleh terputus sebelum bagian tersebut selesai. Semua beton harus dirawat (cured) dengan air seperti ditentukan disini. 6. Waktu dan Cara-cara Pembukaan Cetakan 1. 11.26 4.

11 Pemasangan Tiang Oktagonal 6m Hot Dipped Galvanized dengan Flenders Stang ornamen menggunakan pipa besi Galvanish (GIV) 2” kelas medium A. hal itu dianggap sebagai tidak sesuai dengan spesifikasi ini. lubang-lubang baut. Penyempurnaan permukaan-permukaan beton harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli dan disaksikan oleh Direksi.27 Kontraktor harus melindungi semua beton terhadap kerusakan-kerusakan sebelum penerimaan terakhir oleh Direksi. Spesi penambal harus dikerjakan dengan lapisan-lapisan yang tipis dan selalu dipadatkan dengan alat yang cocok. sesuai dengan instruksi dari Direksi. Tipe base plate (pemasangan menggunakan angkur). Perlindungan semacam itu dibuat efektif dan secepatnya dilaksanakan sesudah pengecoran beton atau sesudah pembukaan cetakancetakan. Perbaikan Permukaan Beton 1. Offset yang disebabkan oleh pemindahan atau penempatan cetakan yang salah yang membentuk garis-garis. 4. Ketidaksesuaiannya akan mendapat penilaian tersendiri yang akan diberikan oleh Direksi dan kalau Direksi memerintahkan untuk dibongkar maka beton harus dibuang dan diganti oleh Kontraktor atas bebannya sendiri kecuali bila Direksi memberikan ijinnya untuk menambal tempat yang rusak. kalau perlu dengan menggunakan peralatan pengetesan beton. Permukaan-permukaan beton akan diuji/ ditest oleh Direksi dimana perlu untuk menentukan apakah ketidakteraturan permukaan berada dalam batas-batas yang ditentukan disini. yang disebabkan mata kayu lepas pada cetakan atau kerusakan lain dari kayu. Tinggi 9 meter bahan SPCC standart ASTM. Tiang harus tanah karat dan tidak mudah kropos.dengan ukuran dengan ukuran disesuaikan gambar ( disesuaikan dengan jarak antar tiang PLN dengan lebar badan jalan) pembengkokan dengan sistem rolo dengan sudut 150. 2. Semua lubang harus terus menerus dibasahi selama 24 jam sebelum dicor dan seterusnya disempurnakan. 3. ketidakrataan oleh pengaruh sambungan-sambungan cetakan. Diproses dengan hot dipped galvaniszed. Bila sesudah pembukaan cetakan ada beton yang tidak tercetak menurut gambar atau diluar garis atau permukaan tidak rata atau keropos. 3. 2. Dimensi. bentuk dan ukuran sesuai gambar kerja. kerusakan karena cetakan. Jika menurut pendapat Direksi Hal-hal yang tidak sempurna pada bagian bangunan-bangunan yang akan terlihat sedemikian. Cacat lubang-lubang tempat cukilan dari sarang kerikil atau keropos kecil yang akan diperbaiki. Sebelum menerima pekerjaannya.pabrik pembuat tinga harus telah menerapkan sisitem manajemn mutu. 2. dan bergeraknya cetakan. 3. Kontraktor harus membersihkan semua permukaan yang terbuka dari kerak-kerak dan kotoran yang lainnya. Finishing hot dip galvaniszed. ternyata ada permukaan yang rusak atau keluar dari garis. Tiang yang digunakan adalah: . Semua ketidakteraturan lainnya dapat dianggap sebagai ketidakteraturan yang gradual dan akan diperiksa dengan teliti oleh Direksi. Penyelesaian-penyelesaian dan Penyempurnaan 1.13 Pengecatan Tiang PJU RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Ketidakteraturan digolongkan sebagai sekonyong-konyong (abrupt) atau lambat laun (gradual).12 Pembuatan dan Pemasangan Terminal Dalam Tiang 1. Ketidakrataan dan bengkok harus dibuang dengan pemahat atau dengan alat lain dan seterusnya digosok dengan batu gerinda. 3. Kontraktor diwajibkan untuk menutupi seluruh dinding (dengan spesi plester). A-36 ketebalan 3mm. dalam hal mana penambalan harus dikerjakan seperti yang telah tercantum dalam pasal-pasal berikut. yang disetujui oleh Direksi.Tiang Oktagonal parabola cabang 2 parabola ( double parabolic). dalam jumlah yang diperinci oleh pabrik dan dengan air yang cukup sehingga sesudah bahanbahan spesi dicampur akan melekat satu sama lain dan apabila diremas-remas menjadi bola dan ditekan dengan tangan tidak akan mengeluarkan air. lobang-lobang karena keropos. akan dianggap sebagai ketidakteraturan yang sekonyong-sekonyong (abrupt) dan akan diuji dengan menggunakan pengukuran langsung. Permukaan beton yang terbuka harus dilindungi terhadap sinar-sinar matahari yang langsung paling sedikit 3 hari sesudah pengecoran. sehingga dengan penambalan saja tidak akan menghasilkan sebuah dinding yang tidak memuaskan kelihatannya. harus diisi dengan spesi/ mortel tambalan yang kering yang disusun dari satu bagian semen Portland dengan dua bagian pasir beton bersama dengan bahan pengisi yang tidak susut. Kerusakan yang memerlukan pembongkaran dan perbaikan ialah yang terdiri dari sarang kerikil.

Grill Pelaluan Air (Cover&Frame) Fabrikasi 4. Pas. 2. Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 dan PUBI 1982.1. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja. Pekerjaan meliputi pemasangan gird besi saluran. Pekerjaan meliputi pemasangan gird besi saluran.60 cm. . sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Lingkup Pekerjaan 1.Lingkup Pekerjaan.Lingkup Pekerjaan. Persyaratan Bahan 1.1. Besi beton polos dia 4.Lingkup Pekerjaan.3. 4.3.Campuran (aggregate) untuk plester harus dipilih yang benarbenar bersih dan bebas dari segala mPenghamparan Lapis Aus (AC . Pemasangan Lantai Porcelain Tile Kasar 30x30 cm(Warna Gelap/Terang) 4.1.6 . Spesi 1 PC : 2 Ps t= 3 Cm a.2.1. 4.2 Bahan-bahan 1. Pekerjaan meliputi pemasangan gird besi saluran. Besi beton polos dia 4.2 Bahan-bahan 1.7. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh spesi dibawah kanstin yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan pengarahan direksi dilapangan .2.WC)am kotoran. c.1.5. Grill Manhole (Cover & Frame) Fabrikasi 4.0 mm. Besi beton polos dia 4. Pemasangan Lantai Granit Diglasur 20x30 cm (Warna Gelap) Untuk Tuna Netra 4. kwalitas baik minimal K-400 (hasil test laboratorium) 4. bahan-bahan. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Pemasangan Lantai Ornamen 50x50 cm 4.6 m Curbing memakai curbing berdimensi 20.4. Besi siku 2.28 Finishing PJU Dilapisi dengan pengecatan kesleruhan Tiang-tiang PJu 4.Curbing Type A Panjang 0. b. Grill Taman (Cover & Frame) fabrikasi 4.2. Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Perencana/Direksi Pengawas dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8. Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10.1. Besi siku 2. yang dipasang ditepi pasangan paving atau sebagai pengunci pasangan paving. 3.8. Plat besi 3. PEKERJAAN MEDIAN JALAN 4. Syarat-syarat Pelaksanaan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .2 Bahan-bahan 1. Besi siku 2. 4.2.3.40. Plat besi 3. Plat besi 3.6. 2. harus bersih dan melalui ayakan 1.

2. Batu harus rata.9.WC)at. terlindung. potongan dan dimensi seperti yang ditunjukan pada gambar atau sebagaimana diperlukan secara tertulis oleh Direksi. Pekerjaan ini harus mencakup pembangunan dari struktur yang ditunjukan pada gambar atau seperti yang diperintahkan oleh Direksi. Batu yang dari alam atau batu galian yang telah dibelah. Semen PC 50 Kg Semen yang digunakan adalah : RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .29 1. Ukuran/dimensi pasangan. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar. berventilasi baik. Bahan – Bahan : • Batu Kali Belah 15/20 cm • Semen PC 50 Kg • Pasir Pasang • Air Bersih Mutu Bahan a. Terkecuali diperintahkan lain oleh Direksi. Seluruh spesi pada kanstin dengan aduk campuran 1 PC : 4 pasir. 4. lebar tidak kurang dari satu setengah kali tebalnya dan panjang tidak kurang dari satu setengah kali lebarnya. lancip atau lonjong bentuknya dan dapat ditempatkan saling mengunci bila dipasang bersama. tahan terhadap pengaruh adara dan air dan cocok dalam segala hal untuk fungsi yang dimaksud. bersih. gorong-gorong persegi dan tembok kepala goronggorong. Batu Kali Belah 15/20 cm Batu Kali yang digunakan adalah : 1. Tebal spesi 3 cm dengan dengan melakukan galian tanah keras terlebih dahulu sedalam 8 cm atau sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. elevasi serta kelandaian sesuai dengan gambar rencana. 9. tahan lama. spesifikasi dan lainnya. 8. 3. Pekerjaan spesi dilakukan dibawah kanstin setelah terlebih dahulu melakukan galian tanah keras sedalam 8 cm pemasangan. Tempat penyimpanan bahan harus cukup menampung kebutuhan bahan. 5. 2. galian. harus bermutu baik dari jenisnya dan di setujui Direksi . Pekerjaan ini juga mencakup pembuatan lubang suling-suling (untuk drainase) termasuk pengadaan dan pemasangan acuan lubang suling-suling atau pipa dan bahan penyaring. penyiapan pondasi dan seluruh pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan struktur sesuai dengan spesifikasi teknik serta memenuhi garis. Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan di atas tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. 4. 6. Konstruksi pasangan batu ini dimaksud untuk menahan beban luar yang cukup besar. batu harus memiliki ketebalan yang tidak kurang dari 150 mm. keras. 3. dan bersih. Sebelum memulai pekerjaan. kasar. Material yang tidak disetujui harus diganti dengan material lain yang mutunya sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan. Kontraktor diharuskan memeriksa site/ lapangan yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulainya pekerjaan. bertuliskan type dan tingkatannya. Pekerjaan harus meliputi pengadaan seluruh material. lengkap dengan ketentuan/persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan ditempat tersebut sebelum kelainan/perbedaan diselesaikan. tembok penahan. Semua bahan sebelum di kerjakan harus ditunjukkan kepada Konsultan MK/Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Semen Portland yang di kirim ke proyek lapangan harus dalam keadaan tertutup atau dalam yang masih disegel dan berlabel pabriknya. 4. dan dilindungi sesuai dengan jenisnya seperti yang disyaratkan dari pabrik. 7. b. Pasangan batu harus digunakan untuk struktur seperti saluran berpenampang persegi di tepi jalan. 3. ketinggian. 5. 2. dalam keadaan utuh dan tidak ada cPenghamparan Lapis Aus (AC . Pasangan Batu Kali Belah 15/20 ( 1 Pc : 4 Ps ) Umum 1. Pasir pasang yang di gunakan harus di ayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang dipersyaratkan. Bahan harus disimpan di tempat yang kering. Kontraktor harus segera melaporkan kepada Direksi.

gula atau organic lainnya. Pemasangan Batu Kali Belah 15/20 ( 1 Pc : 4 Ps ) • Landasan dari adukan segar paling sedikit 30 mm tebalnya harus dipasang pada pondasi dan disiapkan sesaat sebelum penempatan masing-masing batu pada lapisan pertama. basa. Jika perlu. Pasir tersebut tidak mengandung lempung atau unsur organik atau non organic lainya. • Lereng yang bersebelahan dengan batu harus diratakan dan dibentuk untuk menjamin pertemuan yang baik dengan pekerjaan pasangan batu sehingga memungkinkan untuk drainase tang tidak menghambat dan mencegah gerusan pada tepi perkerasan. e. • Setiap jarak 20 meter sepanjang saluran dibuatkan celah delatasi tegak dari puncak saluran sampai dasar saluran 4. baru sesudahnya air ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan selama lima sampai sepuluh menit. Prosedur Pelaksanaan 1. Jumlah air harus sedemikian hingga guna menghasilkan adukan dengan konsistensi ( kekentalan ) yang diperlukan tetapi tidak boleh melebihi 70 % dari berat semen yang digunakan. b. hingga campuran telah berwarna merata. PEKERJAAN PLESTERAN HALUS Tb=1. d. 2. dan permukaan harus diakhiri segera setelah pengerasan awal dan aduk dengan menyapunya dengan sapu yang kaku. Adukan yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah air ditambahkan harus di buang. dan Air a. adukan boleh diaduk kembali dengan air dalam waktu 30 menit dari proses pengadukan awal. Air yang diketahui dapat diminum juga dapat dipakai. Menggelindingkan atau menggulingkan batu pada pekerjaan yang baru dipasang tidak diperkenankan. 2. Adukan dicampur hanya dalam kwantitas yang diperlukan untuk penggunaan langsung. Air Bersih Air yang digunakan dalam campuran harus bersih. • Batu yang dipasang harus dihampar dengan muka yang terpanjang mendatar dan muka yang tampak harus dipasang sejajar. busa. Komposisi Campuran menggunakan 1 Pc : 4 Ps. harus dicampur. c.10. Semen tidak boleh disimpan terlalu lama dan yang telah menggumpal atau membatu tidak boleh dipakai dan harus disingkirkan. Pasir tersebut terdiri dari butir –butir yang bersih dari segala kotoran. Penyimpanan harus mengikuti spesifikasi serta diletakkan sedemikian rupa sehingga mudah untuk diperiksa dan diambil c. asam. Seluruh material tadi ( kecuali air ). • Pasangan yang dihasilkan harus kokoh / masif ( tidak berongga ). Jenis Portland Cement (PC) produksi dalam negeri yang memenuhi persyaratan yang berlaku di Indonesia. bebas dari benda – benda yang mengganggu seperti minyak. pengadukan harus menggunakan Concrete Mixer / Molen dengan kapasitas 350 l. garam. Tambahan aduk mengisi rongga yang ada diantara batu-batu dan harus diakhiri hampir rata dengan permukaan lapisan tetapi tidak menutupi batunya dengan menggunakan perekat 1 pc : 4 pc. • Batu besar pilihan harus digunakan untuk lapisan dasar dan pada sudut-sudut. Agregat. d. baik dalam kotak yang rapat atau dalam alat pencampuradukan yang telah disetujui.30 1.5 cm Umum RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Penyiapan Adukan Campuran ( Spesi 1 Pc : 4 Ps ) Adukan semen terdiri dari material Semen. Pasir Pasang Pasir Pasang yang dipakai adalah : 1. yaitu 1 bagian semen dicampur dengan 3 bagian Pasir Pasang. • Pekerjaan harus dimulai dari dasar lereng kearah atas. • Peralatan yang cocok harus disediakan utnuk memasang batu yang lebih besar dari yang dapat ditangani oleh dua orang. • Batu harus tertanam dengan kuat satu dengan yang lainnya untuk mendapatkan tebal yang diperlukan dari lapisan yang diukur tegak lurus terhadap lereng. 3. untuk itu semua rongga diantara batu kali harus terisi campuran. Pengadukan kemlbali setelah waktu tersebut tidak boleh dilakukan. dalam pelaksanaan dilapangan kontraktor harus membuat kotak takaran dari kayu dengan ukuran yang sama. Untuk menghasilkan campuran yang homogen ( merata ).

Pasir Pasang Pasir Pasang yang dipakai adalah : 1. Air yang diketahui dapat diminum juga dapat dipakai. Adukan dicampur hanya dalam kwantitas yang diperlukan untuk penggunaan langsung. c. Penyimpanan harus mengikuti spesifikasi serta diletakkan sedemikian rupa sehingga mudah untuk diperiksa dan diambil b. 4. rata (tidak bergelombang) dan tidak retak. baik dalam kotak yang rapat atau dalam alat pencampuradukan yang telah disetujui. busa.31 1. asam.5 cm. elevasi serta kelandaian sesuai dengan gambar rencana. gula atau organic lainnya. Semen tidak boleh disimpan terlalu lama dan yang telah menggumpal atau membatu tidak boleh dipakai dan harus disingkirkan. harus dicampur. c. dalam pelaksanaan dilapangan kontraktor harus membuat kotak takaran dari kayu dengan ukuran yang sama. yaitu 1 bagian semen dicampur dengan 4 bagian Pasir Pasang. Plesteran tebal 1. Pertemuan bidang plesteran vertikal dan horizontal harus lurus. Adukan yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah air ditambahkan harus di buang. benangan harus tajam dan lurus serta tidak mudah terkelupas.5” 2. Pasir tersebut terdiri dari butir –butir yang bersih dari segala kotoran. Pengadukan kemlbali setelah waktu tersebut tidak boleh dilakukan. 2. Bidang-bidang yang telah bersih kemudian disiram dengan air sampai rata dan jenuh baru kemudian diplester. Pekerjaan ini juga mencakup pembuatan benangan 3. bebas dari benda – benda yang menggangu seperti minyak. garam. b. e. Pekerjaan Sambungan Knee Besi Pipa Galvanish Medium 2. Pipa Galvanis digunakan sebagai pagar jembatan 4. adukan boleh diaduk kembali dengan air dalam waktu 30 menit dari proses pengadukan awal. Air Air yang digunakan dalam campuran harus bersih. Tebal plesteran adalah 1. Sebelum permukaan bidang pasangan batu diplester terlebih dahulu bidang yang akan diplester harus dibersihkan dari segala macam kotoran. Pasir tersebut tidak mengandung lempung atau unsur organik atau non organic lainya. 3. f. Semen PC 50 Kg Semen yang digunakan adalah : 1. Ukuran/dimensi pasangan. hingga campuran telah berwarna merata. Bahan – Bahan : • Semen PC 50 Kg • Pasir Pasang • Air Bersih Mutu Bahan.5” RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . d. dan Air a. Pipa yang digunakan berukuran 2.13. Jumlah air harus sedemikian hingga guna menghasilkan adukan dengan konsistensi ( kekentalan ) yang diperlukan tetapi tidak boleh melebihi 70 % dari berat semen yang digunakan. Pipa yang digunakan berukuran 2.12. Untuk menghasilkan campuran yang homogen (merata). pengadukan harus menggunakan Concrete Mixer / Molen dengan kapasitas 350 l. h. Pekerjaan ini harus mencakup pembangunan dari struktur yang ditunjukan pada gambar atau seperti yang diperintahkan oleh Direksi. baru sesudahnya air ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan selama lima sampai sepuluh menit.5” 1. Jika perlu. a. Pekerjaan Besi Pipa Galvanish 2 ½” (Medium) 1. Seluruh material tadi ( kecuali air ).5 cm terdiri dari campuran 1 Pc: 4 Ps dengan menggunakan pasir pasang yang telah diayak . 2. Prosedur Pelaksanaan Adukan terdiri dari material Semen. Pasir Pasang. g. Komposisi Campuran menggunakan 1 Pc : 4 Ps. 2. basa. Pada bagian sudut atas plesteran dibuatkan benangan sepanjang saluran. Jenis Portland Cement (PC) produksi dalam negeri yang memenuhi persyaratan yang berlaku di Indonesia.

yang telah disetujui oleh pihak Direksi 4. Pekerjaan Pengadaan Dan Pemasangan Beton BOX-CULVERT TOP BOTTOM K-400 1.2. Dimensi serta Detail Box Culvert Precast yang dipesan harus sesuai dengan gambar perencanaan yang sudah disetujui oleh Direksi 5. 8. landasan U DITCH berupa rabat beton dengan ketebalan Sesuai dengan gambar perencanaan. Manhole + Pemasangan Pekerjaan Struktur Beton Pekerjaan Tulangan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Syarat diterimanya beton precast.6. Pekerjaan Pengadaan & Pemasangan U DITCH & COVER ( K-350 ) 1.5kr (K.4. Biaya transportasi Box Culvert Precast yang sudah dipesan. Pemasangan Ornamen Batu Kali Ex. Jember Pemasangan Ornamen Batu Andesf beralur 5. maka pemasangan dilakukan manual oleh tenaga manusia. pihak penyedia diwajibkan mengundang pihak pengguna untuk melakukan inspeksi / tinjauan ke produsen melihat tahapan dan pemakaian bahan pabrikasi 6. Kontraktor harus memesan untuk pembuatan Box Culvert Precast tersebut pada sebuah pabrik. Mutu Beton dari U DITCH adalah K-350 2. 3. Dan kontraktor berkewajiban mengganti U DITCH yang rusak dengan U DITCH yang baru yang mempunyai spesifikasi yang seragam. Pemasangan dilakukan Mengunakan Alat Berat Bego/Forklip dan harus sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh produser Pre-Cast U DITCH. 4. Pelat Wiremest 1pc:2ps:2. merupakan tanggung jawab kontraktor. 4. Sebelum dipasang pada galian Konstruksi yang sudah disiapkan.15. Mutu. Sebelum pemasangan U DITCH.7. Jika kondisi memang tidak memungkingkan untuk menggunakan alat berat. 9.32 2.14. 5. Box Culvert menggunakan mutu beton K-400 dengan mutu baja BJTD-40 dan BJTP-32 3.5. sepenuhnya ditanggung oleh Kontraktor. Pengadaan dan Pemasangan Pelat Intrit Tb. Box Culvert yang dimaksud adalah Box Culvert Precast yang berasal dari pabrikasi Disesuaikan Dengan Penulangan dan pemasangan dilakukan menggunakan Crane 2. kepada Direksi dan Pengawas. 5. Kontraktor diharuskan dapat memberikan Jaminan Spesikasi Pemesanan Box Culvert Precast ( yang berisi Job Mix Formula ) serta Surat Dukungan dari Pabrik ( dengan melampirkan analisa harga satuan pabrikasi) yang dikeluarkan oleh Pabrik. Pekerjaan Beton Rabat (1pc:3ps:6kr) 5.120 cm K-350 Fabrikasi 5. PEKERJAAN BOX-CULVERT 5. Kerusakan U DITCH akibat kesalahan prosedur pemasangan.1. Bila mutu pabrikasi dibawah / tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. maka pihak pengguna berhak menolak produk beton precast 7. Kontraktor harus memastikan bahwa galian Konstruksi tersebut telah diisi dengan Sirtu yang telah dipadatkan. Pipa Galvanis digunakan sebagai Sambungan pagar jembatan 4.250) Pemakaian Besi 97 Kg 5.

termasuk air. dan lain-lain harus dibuat didalam beton. tidak boleh melendut. Segara sebelum beton dicor pada beberapa bagian dari begesting.33 Umum. semua penulangan harus betul-betul bersih dari semua kotoran-kotoran. Pekerjaan Bekesting Umum Pekerjaan ini adalah pembuatan begesting-begesting untuk cetakan konstruksi beton. Permukaan Bekesting harus halus dan rata. Tulangan tidak boleh disokong diatas tulangan baja yang keluar dari permukaan beton. 11. Bila terdapat radius tertentu untuk bengkokan atau hook harus dibuat sekeliling paku yang mempunyai diameter empat (4) kali dari tulangan yang akan dibengkok. 6 mm dengan ikatan dari kawat harus dimasukkan dalam penampung beton Beugel-beugel harus diikat pada tulangan utama dan jaraknya harus sesuai dengan gambar. 16. Dan dikerjakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. 16.I dan diletakkan sesuai dengan gambar dengan memperhatikan selimut beton yang tetap. 13. bagian dalam dari bagian itu harus dibersihkan dari semua material lain. bagian-bagian yang strukturil harus diperiksa oleh Direksi segera sebelum beton dicor pada bagian itu. Sebelum pengecoran. Semua sisipan. Semua begesting harus dibersihkan sebelum dipergunakan kembali. Sambungan-sambungan pada begesting harus diusahakan lurus dan rata dalam arah horisontal dan vertikal. Seluruh pekerjaan tulangan yang dilaksanakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. Material ( Baja Tulangan ) Besi yang dipakai adalah besi Tulangan dengan diameter sesuai dengan yang sisyaratkan. Kawat baja digunakan untuk mengikat tulangan hendaknya mempunyai diameter tidak lebih kecil dari 1. Penulangan yang ditempatkan pada suatu penampang dari pekerjaan harus disetujui oleh Direksi. Pelaksanaan. 15. diatas sokongan kayu atau tidak juga diatas agregat kasar 12. Precast mortar spacing block hendaknya digunakan untuk penahan jarak yang tepat terhadap tulangan dan minimum mempunyai kekuatan beton yang akan dicor. sebelum beton dicor pada penampang tersebut.B. Pembengkokan dan Pelaksanaan 9.syarat dalam P. Bahan-bahan Kayu Papan / Multipleks Kayu papan atau multipleks yang digunakan harus sesuai dengan syarat-syarat dan spesifikasi yang telah ditentukan atau menurut petunjuk Direksi. Harap diperhatikan sebelum pengecoran dimulai harus diberikan waktu yang cukup untuk pemeriksaan. celah angker. 15. Harus terdiri dari bahan-bahan yang diperinci disini. 14. 10. Tiap-tiap bagian dari begesting. 11. Begesting-begesting tidak boleh bocor dan cukup untuk mencegah perpindahan tempat atau kelongsoran dari penyangga. Precast mortar spacing block ini hendaknya dibuat dengan kawat baja dicor bersama-sama. Syarat-syarat dan ketentuan yang dinyatakan disini akan berlaku untuk semua pekerjaan tulangan. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . maksudnya untuk mengikatnya pada tulangan. ada pada gambar perncanaan. maka semua besi tulangan harus berada 4 cm dari permukaan beton. Tulangan yang mempunyai cacat atau pembengkokan yang tidak sesuai dengan gambar tidak boleh digunakan. 12. Sebelum digunakan harus direndam dahulu dalam air. Semua tulangan di bentuk sesuai dengan bentuk dan ukuran seperti tercantum dalam gambar dan mengikuti syarat . kecuali ada ketentuan lain dari Direksi untuk pekerjaan tertentu. deretan paku-paku. Bout-bout dan tierod yang diperlukan untuk ikatan-ikatan dalan beton harus diatur sedemikian sehingga bila begesting dibongkar kembali. Pekerjaan harus sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kemungkinan adanya beton yang keropos dan lain-lain kerusakan beton. Bentuknya harus dibuat sepraktis mungkin dalam penggunaannya. 13. Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta. 14. Kontraktor diwajibkan untuk memperlihatkan data katalog tentang sertifikasi besi tulangan yang didapatkan dari supplier.

Setiap syarat dan ketentuan yang tidak termaktub di sini harus sesuai dengan Standar Indonesia untuk beton N. 20. 1971. Pembongkaran Begesting . begesting yang dipergunakan untuk beton yang tidak perlu diplester lagi (exposed concrete) harus dilapisi dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas pada beton.I.2 P. Pelapisan (coating) . Kelas dan Mutu Beton Kelas dan mutu dari beton harus sesuai dengan Standar Beton Indonesia N.I. Bangunan tidak boleh mengalami perubahan bentuk. Pertanggungan jawab atas keselamatan pada waktu pembongkaran tiap bagian begesting atau penyangga berada dipihak pemborong.I. spesi/mortel dan spesi injeksi dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Kontraktor sesuai dengan syarat-syarat yang sudah diterangkan 8.I2-P. 19. Sebelum pemasangan besi beton bertulang. 6. Waktu minimum dari saat selesainya pengecoran beton sampai dengan pembongkaran begesting dari bagian – bagian struktur harus ditentukan dari percobaan kubus benda uji yang memberikan kuat desak minimum seperti tercantum pada daftar atau sebagai berikut : WAKTU MINIMUM PEMBONGKARAN BEGESTING ( HARI ) 3 21 21 BAGIAN STRUKTUR Sisi balok dan dinding Penyangga pelat lantai Penyangga balok Pekerjaan Beton Umum 3. 7. Begesting untuk beton biasa (yang perlu diplester lagi permukaannya) harus dibasahi air dengan seksama sabagai pengganti minyak segera sebelum dicor.B. Semua besi beton harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan tentang besi beton. 1971. menurut tabel di bawah ini. 18. Bahan 5. 4. kerusakan atau pembebanan yang melebihi beban rencana dengan adanya pembongkaran begesting pada beton. Semua portland harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam semen portland.B. Semua pasir dan agregat kasar yang digunakan dalam beton. Air yang dipakai harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan di depan. Tabel Standar Mutu Dan Kelas Beton Mutu dan Kelas Beton σ bk Kg/cm 2 125 175 225 σ ’ bm Kg/cm 2 200 250 300 Kategori Dari Bangunan (tujuan) Non Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Pengawasan terhadap Kualitas Agregat Pemeriksaan dengan mata Pemeriksaan dengan teliti Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa Kekuatan Tekanan Tidak ada Pengujian Tidak ada Pengujian Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Kls I II Mutu Bo Bl K125 K175 K225 RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Semua beton yang dikehendaki untuk digunakan bagi semua bangunan instalasi pengolahan lumpur tinja yang akan dikerjakan dengan spesifikasi ini dan untuk semua maksud yang berhubungan dan sebagaimana diminta oleh Direksi harus diperinci dari bahan-bahan yang diperinci disini dan harus dicampur dengan perbandingan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disebut di sini. Waktu minimum untuk pembongkaran begesting .34 17.

Mengaduk 4.derajat K. Pengadukan yang berlebih-lebihan (lamanya) yang membutuhkan penambahan air untuk mendapatkan konsistensi beton yang dikehendaki tidak diperkenankan. 12.125 dan untuk kelas II.55 (dari beratnya) untuk kelas III dan jangan melampaui 0. bila mesin pengaduk berkapasitas lebih besar dari 1. demikian juga pemeriksaan terhadap agregat dan beton yang dihasilkan. awet atau kekuatan dan Kontraktor tidak berhak atas penambahan konpensasi disebabkan perubahan yang demikian. kecuali bila dimintakan adanya perubahan dalam komposisi atau konsistensi. 13. Untuk beton mutu K 225. pasir. Perlengkapan Mengaduk Kontraktor harus menyediakan peralatan dan perlengkapan yang mempunyai ketelitian yang cukup untuk menetapkan dan mengawasi jumlah dari masing-masing bahan pembentukan beton. awet dan kekuatan yang dikehendaki.35 meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian akan diadakan III K225 225 300 Strukturil Dilakukan pengujian kekuatan tekan beton yang diperoleh dari pemeriksaan benda uji kubus pada umur 28 hari. Untuk beton mutu “Bo” campuran yang biasa untuk pekerjaan non struktural dipakai perbandingan dari semen portland. Pengujian dari beton akan dilakukan oleh Direksi dan perbandingan-perbandingan campuran harus diubah jika perlu untuk tujuan atau penghematan yang dikehendaki. kekedapan.5 m3.beton harus berada dalam batas yang telah ditentukan di atas dan Kontraktor harus memperoleh derajat yang patut apabila perlu akan dites oleh Direksi. juga mempunyai kepadatan yang tepat. Air harus dituangkan lebih dahulu dan selama pekerjaan mencampur. rata dengan luas 2 cm2. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . agar supaya diperoleh derajat yang sepatutnya. Direksi berwenang untuk menambah waktu pengadukan jika pemasukan bahan dan cara pengadukan gagal untuk mendapatkan hasil adukan dengan susunan kekentalan dan warna yang merata/seragam. Pencampuran dan Pengecoran Beton. licin. kegairahan bekerja. Banyaknya semen untuk tiap m3 sedikitnya harus 225 kg.60 (dari beratnya) untuk kelas lainlainnya. Untuk mempermudah pencampuran ini Kontraktor akan membuat beton masif dengan ketebalan tidak kurang dari 5 cm. dengan tidak memakai semen terlalu banyak. Beton harus seragam dalam komposisi dan konsistensi dari adukan ke adukan. Bahan-bahan pembentukan beton harus dicampur dan diaduk dalam mesin pengaduk beton yaitu “Batch Mixer” atau “Portable Continuous Mixer” selama sedikitnya 1 ½ menit sesudah semua bahan (kecuali untuk air dalam jumlah yang penuh) ada dalam mixer. kerikil/batu pecah.175 . Campuran yang direncanakan diketemukan dari percobaan-percobaan campuran yang memenuhi kekuatan karakteristik yang disyaratkan.derajat K. 16. Perbandingan campuran dan faktor air semen yang tepat akan ditetapkan atas dasar beton yang dihasilkan. diliputi dengan parapet setinggi 10 cm. Perlengkapanperlengkapan tersebut dan cara pengerjaannya selalu harus mendapatkan persetujuan Direksi. kekedapan. 5. Tingkat agregat yang kasar untuk kelas II . Banyaknya semen untuk tiap m3 beton paling tidak harus 325 kg. Pencampuran dengan tangan diperkenankan apabila pada lokasi-lokasi tertentu sebuah Portable Mixer tak mungkin dipergunakan menurut pandangan Direksi. air seperti yang ditentukan sebelumnya. Komposisi/Campuran Beton 9. 14. semuanya dicampur dalam perbandingan yang serasi dan diolah sebaik-baiknya sampai pada kekentalan yang tepat/baik. 10. 15. Waktu pengadukan ditambah. Faktor air semen dari beton (tidak terhitung air yang dihisap oleh agregat) tidak boleh melampaui 0. Beton harus dibentuk dari semen portland. Perbandingan antara bahan-bahan pembentuk beton yang dipakai untuk berbagai pekerjaan (sesuai kelas mutu) harus dipakai dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan. pasir dan kerikil/batu pecahan harus digunakan dengan perbandingan volume 1 : 2 : 3 atau banyaknya semen untuk tiap m3 beton minimum harus sampai 325 kg. terhadap pasir dan agregat kasar tidak boleh kurang dari 1 : 8. 11. Untuk mutu beton lainnya yang lebih tinggi harus dipakai “campuran yang direncanakan” (designed mix). dengan mengkombinir ukuran agregat yang proporsionil. campuran nominal dari semen Portland. kepadatan.

Cetakan Beton 7. baja tulangan beton. Air yang setiap hari mengalir harus dialihkan lewat talang diatas aluran yang akan dibangun. sebagai yang ditetapkan oleh Direksi. Suhu Suhu beton sewaktu dicor/dituang. semua permukaan pada tempat pengecoran (cetakan. Permukaan-permukaan beton yang lebih dahulu dicor pada mana beton baru akan dicor. Alat-alat dan usaha-usaha yang sesuai dan cocok untuk membuka cetakan-cetakan tanpa merusak permukaan dari beton yang selesai harus tersedia. 17. 16. Penggunaan minyak cetakan harus berhatihati untuk kontak dengan besi beton yang mengakibatkan kurangnya daya lekat. Pembersihan harus berupa pembuangan semua kotoran. Cara-cara dan alat-alat yang digunakan untuk pengangkutan beton harus sedemikian sehingga beton dengan komposisi dan kekentalan yang diinginkan dapat dibawa ke tempat pekerjaan tanpa adanya pemisahan dan kehilangan bahan yang menyebabkan perubahan nilai slump. beton-beton yang mengelupas atau rusak. 15. Bila suhu dari beton yang ditaruh berada antara 27° C dan 32° C. bidang-bidang. papan yang diserut/ diketam rata dan halus. serta disediakan pompa untuk memompa air rembesan dari cofferdam. Pada pekerjaan saluran longsor harus dalam daerah yang kering maka harus dibatasi dengan cofferdam diudik dan di hilir. Pengecoran 14. Permukaan yang rata dari beton adalah yang dikehendaki dimanapun juga baik saluran drinase ataupun tutup beton. Semua cetakan yang dibangun harus teguh. beton harus diaduk ditempat pekerjaan untuk kemudian langsung dicor. tidak boleh dicor langsung pada saluran. Bila beton melebihi 32° C. reruntuhan atau bahan lepas. semua material untuk melepaskan lekatan harus dipakai hanya setelah disetujui oleh Direksi. Usaha yang sesuai dan efektif harus dikerahkan dalam pekerjaan cetakan untuk menguatkan pinggiran batas dan ujung lainnya dalam arah yang tepat untuk menghindari terbentuknya pelengkungan-pelengkungan sisi-sisi pinggiran tersebut atau kerusakan-kerusakan permukaan beton yang telah diselesaikan. Penyangga cetakan (perancah) harus bersandar pada pondasi yang baik sehingga tidak akan ada kemungkinan penurunan cetakan selama pelaksanaan. Permukaan-permukaan Construction Joints harus dibersihkan dengan cara-cara yang disetujui dan kemudian dicuci seluruhnya dengan penyemprotan air dengan tekanan udara segera sebelum pengecoran beton baru. Sebelum beton dicor. permukaan mana telah begitu mengeras sehingga beton baru tidak akan berpadu dengan sempurna. Semua cetakan harus betul-betul teliti dan kuat kedudukannya sehingga tidak ada perubahan atau gerakan lain selama penuangan beton. Cetakan untuk permukaan yang demikian dapat dibuat dari kayu dan harus didalam segala hal benar-benar berbentuk dan berukuran yang dikehendaki dan harus berkekuatan dan berkakuan yang tetap pada tempat dan bentuknya selama pembebanan dan berlangsungnya pekerjaan vibrasi pemadatan beton. batas-batas dan ukuran dari hasil beton yang diinginkan sebagaimana pada gambar-gambar yang diusulkan oleh Kontraktor dan yang sudah disetujui oleh Direksi. Cetakan dapat dibuat dari lembaran Plywood. sebagai “Construction Joints” (hubungan konstruksi/pelaksana). 12. 9. Cetakan untuk mencetak beton dan membuatnya menurut model yang dikehendaki harus digunakan bila perlu. 10. Semua percetakan kayu harus diketam rata/digosok dengan kertas pasir untuk menghilangkan tanda-tanda bekas dari cetakan sejauh hal ini dapat dikerjakan. dalam keadaan baik sebagaimana dikehendaki untuk menghasilkan permukaan yang sempurna seperti terperinci disini. penyokongan dan pengikatan dan penyiapan-penyiapan permukaan yang berhubungan dengan pengecoran yang telah disetujui oleh Direksi. Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan. Penutup saluran dari beton harus dicor pada tempat lain yang berdekatan dengan lokasi. bahan-bahan asing yang menutupinya. 11. 8. Cetakan haruslah sesuai dengan berbagai bentuk. Segera sebelum pengecoran beton. Semua genangan-genangan air harus dibuang dari permukaan Construction Joints sebelum beton baru dicor. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .5° C. lantai kerja) harus bersih dari air yang menggenang. tidak boleh lebih dari 32° Celcius dan tidak kurang dari 4. untuk dicor pada suhu dibawah 32° C. permukaan dari cetakan-cetakan harus diminyaki dengan minyak yang biasa diperdagangkan yang mencegah secara efektif lekatnya beton. ditentukan disini. mempertahankan suhu beton. Kontraktor harus mengambil langkah-langkah yang efektif. Pembersihan dan pencucian harus dilaksanakan pada kesempatan terakhir dari pengecoran beton.36 6. misalnya mendinginkan agregat dengan mencampur air dan mengecor pada waktu malam hari bila perlu. Permukaan-permukaan Construction Joints harus bersih dan lembab ketika ditutup dengan beton baru atau adukan.

Transportasi dari pengadukan sampai pengecoran beton jangan terlalu jauh sehingga memungkinkan pemisahan bahan dan pengerasan beton. Ember beton harus mudah untuk diangkat/ diletakkan dengan alat-alat lainnya dimana diperlukan terutama bagi lokasi-lokasi yang terbatas. Direksi mempunyai hak untuk mengurangi tebal tersebut apabila pengecoran dengan tebal lapisanlapisan 50 cm tidak dapat memenuhi spesifikasi-spesifikasi ini. Beton harus dicor pada adukan yang baru (fresh).37 18. permukaan Construction Joints dimana beton baru akan dicorkan harus dilapisi dengan penutup yang terbuat dari adukan semen (air hasta semen) atau ditutup dengan lapisan spesi/mortar harus mempunyai perbandingan semen dan pasir seperti campuran beton yang bersangkutan kecuali ditentukan lain.35 m3 sekali tuang. Perlindungan (Protection) Kontraktor harus melindungi semua beton terhadap kerusakan-kerusakan sebelum penerimaan terakhir oleh Direksi. maka harus mendapatkan penanganan tersendiri atas petunjuk Direksi. 20. 19. dan menutup rapat-rapat pada semua permukaanpermukaan dari cetakan dan material yang dilekatkan. Air yang digunakan dalam perawatan (curing) harus memenuhi maksud-maksud spesifikasispesifikasi air untuk campuran beton. Dalam pengecoran beton pada Construction Joints yang telah terbentuk. Ember-ember/bocket beton yang dipakai harus sanggup menuang dengan tepat pada slump yang rendah dan memenuhi syarat-syarat campuran pada mana mekanisme pembuangan harus dibuat dengan kapasitas sedikitnya 0. 14 hari untuk dek-dek jembatan atau gorong-gorong jalan. kepala. semua penuangan beton harus selalu kira-kira berlapis-lapis horizontal dan umumnya tebalnya tidak lebih dari 50 cm. Pengecoran beton tidak diperkenankan selama hujan deras atau lama sedemikian sehingga spesi/ mortar terpisah dari agregat kasar. 25. Pencampuran/penumbukan kembali beton tidak diperkenankan. Selama hujan air semen atau spesi tidak boleh dihamparkan pada construction joints dan air semen atau spesi yang hanyut dan terhampar harus dibuang dan diganti sebelum pekerjaan dilanjutkan. 24. 23. Keadaan construction joints harus mendekati horizontal jika tidak ada ketentuan lain dari yang ditunjukkan pada gambar atau diperintahkan oleh Direksi. Setelah permukaan disiapkan baik-baik. Beton dicor hanya pada waktu Direksi atau wakilnya yang ditunjuk serta pengawas Kontraktor yang setaraf ada ditempat kerja. Beton yang masih muda tidak diijinkan untuk dibenahi. 21. 4. Perawatan 4. Umumnya. Semua beton harus dirawat (cured) dengan air seperti ditentukan disini. 26. beton yang hasilnya banyak keropos sampai tulangan terlihat. tujuh hari untuk dinding-dinding pemikul dan saluran-saluran. diperlukan waktu minimum dua hari sebelum cetakan dibuka untuk dinding-dinding yang tidak bermuatan dan cetakan-cetakan samping lainnya. Dalam pemadatan setiap lapisan dari beton. Beton yang sudah mengeras dalam hal mana pengecoran yang tepat tidak mungkin dijamin harus dibuang dan tidak dibayar untuk pekerjaan terbuang semacam itu. 6. alat penggetar (vibrator) harus dapat menenmbus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak dibawah. Beton yang baru dibuka cetakannya diperlihatkan kepada Direksi untuk dinilai kualitas pengecorannya. sehingga ia bebas dari kantong-kantong kerikil. Waktu dan Cara-cara Pembukaan Cetakan 3. Semua beton harus dipadatkan dengan alat penggetar type immersion beroperasi dengan kecepatan paling sedikit 7000 putaran per menit ketika dbenamkan dalam beton. Permukaan beton yang terbuka harus dilindungi terhadap sinar-sinar matahari yang RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Suatu pengecoran tersebut tidak boleh terputus sebelum bagian tersebut selesai. demikian juga konsistensinya. penjagaan khusus harus dijalankan untuk menjamin agar beton yang baru menjadi rapat betul dengan permukaan joints (sambungan) dengan Pembobokan dan peralatan dengan memakai alat-alat yang cocok. Setiap lapisan beton harus dipadatkan sampai kepadatan maksimum yang mungkin. Waktu dan cara pembukaan dan pemindahan cetakan harus dikerjakan dengan hati-hati untuk menghindarkan kerusakan pada beton. 22. Kecuali ada penyetopan/pemotongan oleh hubungan/joints. Beton harus tetap basah paling sedikit 14 hari terus menerus (segera setelah beton cukup keras untuk mencegah kerusakan) dengan cara menutupnya dengan bahan yang dibasahi air atau cara-cara yang disetujui yang akan menjaga agar permukaan selalu basah. 5. Pembukaan Cetakan dan Pemeliharaan. Direksi berhak menentukan cara perawatan bagaimana yang harus digunakan pada bagian-bagian pekerjaan.

Kontraktor diwajibkan untuk menutupi seluruh dinding (dengan spesi plester). yang disetujui oleh Direksi. Penyelesaian-penyelesaian dan Penyempurnaan 3.dengan bahan aspal dari jenis aspal semen AC – 10 atau AC – 20 yang memenuhi ASSHTO M226 – 80 .38 langsung paling sedikit 3 hari sesudah pengecoran. Penyempurnaan permukaan-permukaan beton harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli dan disaksikan oleh Direksi. Lapis Perekat digunakan pada permukaan yang beraspal. Ketidakrataan dan bengkok harus dibuang dengan pemahat atau dengan alat lain dan seterusnya digosok dengan batu gerinda. Cacat lubang-lubang tempat cukilan dari sarang kerikil atau keropos kecil yang akan diperbaiki. sehingga dengan penambalan saja tidak akan menghasilkan sebuah dinding yang tidak memuaskan kelihatannya. Dipasang hanya pada permukaan yang kering atau sedikit berlembab. 4. mematuhi ASSHTO N226 -80. Ketidaksesuaiannya akan mendapat penilaian tersendiri yang akan diberikan oleh Direksi dan kalau Direksi memerintahkan untuk dibongkar maka beton harus dibuang dan diganti oleh Kontraktor atas bebannya sendiri kecuali bila Direksi memberikan ijinnya untuk menambal tempat yang rusak. hal itu dianggap sebagai tidak sesuai dengan spesifikasi ini. yang disebabkan mata kayu lepas pada cetakan atau kerusakan lain dari kayu. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Dipasang hanya pada permukaan yang benar – benar kering. Perbaikan Permukaan Beton 5.9. tanpa lokasi yang tidak tertutup atau beralur atau berlebihan aspalnya. Semua ketidakteraturan lainnya dapat dianggap sebagai ketidakteraturan yang gradual dan akan diperiksa dengan teliti oleh Direksi. Kerusakan yang memerlukan pembongkaran dan perbaikan ialah yang terdiri dari sarang kerikil. Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan pemasangan material aspal pada permukaan yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk penghamparan pelaburan aspal atau lapisan campuran aspal. 3. Spesi penambal harus dikerjakan dengan lapisan-lapisan yang tipis dan selalu dipadatkan dengan alat yang cocok. lobang-lobang karena keropos. ketidakrataan oleh pengaruh sambungan-sambungan cetakan. 7. dicairkan dengan minyak tanah. 5. 2.10. Kecuali mendapat persetujuan lain dari Direksi. 6. ternyata ada permukaan yang rusak atau keluar dari garis.dengan bahan aspal dari jenis aspal semen AC – 10 ( yang kurang lebih ekivalenAspal penetrasi 80/100 ) atau jenis AC – 20 (yang kurang lebih ekivalenAspal penetrasi 60/70 ). Ketidakteraturan digolongkan sebagai sekonyong-konyong (abrupt) atau lambat laun (gradual). Kontraktor harus membersihkan semua permukaan yang terbuka dari kerak-kerak dan kotoran yang lainnya. kerusakan karena cetakan. hujan atau akan turun hujan. Pekerjaan Lapisan Resap Pengikat dan Lapis Perekat harus tidak dilaksanakan waktu angin kencang. Sebelum menerima pekerjaannya. diencerkan dengan 25 sampai 30 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal. akan dianggap sebagai ketidakteraturan yang sekonyong-sekonyong (abrupt) dan akan diuji dengan menggunakan pengukuran langsung. Lapisan Resap Pengikat dan Lapis Perekat 1. lubang-lubang baut. 8. Permukaan-permukaan beton akan diuji/ ditest oleh Direksi dimana perlu untuk menentukan apakah ketidakteraturan permukaan berada dalam batas-batas yang ditentukan disini. sesuai dengan instruksi dari Direksi. Jika menurut pendapat Direksi Hal-hal yang tidak sempurna pada bagian bangunan-bangunan yang akan terlihat sedemikian. dalam hal mana penambalan harus dikerjakan seperti yang telah tercantum dalam pasal-pasal berikut. Offset yang disebabkan oleh pemindahan atau penempatan cetakan yang salah yang membentuk garis-garis. kalau perlu dengan menggunakan peralatan pengetesan beton. Perlindungan semacam itu dibuat efektif dan secepatnya dilaksanakan sesudah pengecoran beton atau sesudah pembukaan cetakancetakan. Lapis ATB dan AC 1. Semua lubang harus terus menerus dibasahi selama 24 jam sebelum dicor dan seterusnya disempurnakan. 5. Lapisan yang telah selesai harus menutup keseluruhan permukaan yang dilapi dan tampak merata. harus diisi dengan spesi/ mortel tambalan yang kering yang disusun dari satu bagian semen Portland dengan dua bagian pasir beton bersama dengan bahan pengisi yang tidak susut. 5. Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan pemasangan material aspal pada permukaan yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk penghamparan pelaburan aspal atau lapisan campuran aspal. Bila sesudah pembukaan cetakan ada beton yang tidak tercetak menurut gambar atau diluar garis atau permukaan tidak rata atau keropos. dalam jumlah yang diperinci oleh pabrik dan dengan air yang cukup sehingga sesudah bahanbahan spesi dicampur akan melekat satu sama lain dan apabila diremas-remas menjadi bola dan ditekan dengan tangan tidak akan mengeluarkan air. Lapis Resap Pengikat digunakan pada permukaan yang tidak beraspal. dan bergeraknya cetakan. 4.

karena bisa menyebabkan turunnya kualitas pekerjaan akibat pengaruh air tersebut. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan 6. 6. tetapi masih berhubungan dengan pekerjaan di lapangan yang harus diselesaikan : misalnya pembersihan lokasi / pengembalian sesuatu yang rusak akibat pekerjaan di lapangan Dan Pembongkaran Saluran Lama. 5. yang bersentuhan langsung dengan beban yang melintas). c) Turap penahan tanah dipasang pada masing – masing sisi box culvert. 3. Pekerjaan Lapisan ATB dan AC tidak bisa dilaksanakan waktu angin kencang. 5.2. Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah pembersihan lingkungan area kerja selama proyek berlangsung termasuk material yang harus dibuang dari areal lokasi pekerjaan sesuai dengan petunjuk Direksi pekerjaan. Pada keadaan ini. Lapisan yang telah selesai harus menutup keseluruhan permukaan yang dilapi dan tampak merata. Lapis ATB digunakan sebagai lapis pertama pada rekondisi jalan dalam pekerjaan ini ( setelah penghamparan tack coat ). Pekerjaan ini dimaksudkan untuk menahan agar tanah di sekitar box culvert tidak longsor. ataupun aktivitas warga sekitar proyek.4. areal pekerjaan kadang-kadang suatu saat tidak bisa bebas sama sekali dari adanya air. serta areal diratakan dan dirapikan kembali. bebas dari genangan ataupun rembesan air. b) Material yang digunakan adalah Besi baja dengan panjang 6 m . semua lokasi yang akan dipakai sebagai kedudukan bangunan harus dijaga agar tetap kering. Uji material minimal diambil 1 benda uji. lokasi areal pekerjaan juga harus dibersihkan dari sisa-sisa semua material yang tidak terpakai. 6. e) Segala kerugian yang ditimbulkan akibat hal tersebut di atas adalah menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya. kontraktor diwajibkan mengeringkan atau membebaskan areal pekerjaan yang akan dipakai sebagai kedudukan konstruksi dari genangan air atau pengaruh air. Untuk pembentukan dasar saluran dengan meratakan sesuai kemiringan dasar saluran rencana pada permukaan tanah galian saluran 6. Lapis AC digunakan sebagai lapis kedua pada rekondisi jalan dalam pekerjaan ini (juga sebagai lapisan tas. Pekerjaan Pembersihan Lapangan Selama Proyek Berlangsung. Mobilisasi dan Demobilisasi Mobilisasi dan Demobilisasi berkaitan dengan proses pengadaan material pre-cast.Setelah pelaksanaan pekerjaan selesai semua. Quality Control / Uji Bahan Kontraktor harus melakukan Uji material. Dewatering Pada Bagian-bagian tertentu dari jenis pekerjaan yang dilaksannakan. pada pekerjaan pelat injak/pelat setempat dengan mutu beton sesuai pada gambar perencanaan. PEKERJAAN LAIN – LAIN Yang dimaksud pekerjaan lain-lain adalah pekerjaan yang belum tercantum dalam RKS ini. Pemasangan Steel Sheet Pile a) Pekerjaan ini dilakukan sebelum pekerjaan box culvert dilaksanakan.11.1. Kecuali mendapat persetujuan lain dari Direksi. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. Pada prinsipnya selama amsa pelaksanaan pekerjaan. 6.39 2. dan alat berat. 4. d) Apabila dari hasil pemasangan tersebut di atas menurut Direksi hasilnya meragukan misalnya turap miring dan sebagainya maka Kontraktor harus mencabut turap penahan tanah tersebut dan diharuskan melakukan pemasangan ulang. Mobilisasi dan Demobilisasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. hujan atau akan turun hujan. Pengujian bahan dilaksanakan pada laboratorium yang telah disetujui Konsultan Pengawas / Direksi. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .3. tanpa lokasi yang tidak tertutup atau beralur atau berlebihan aspalnya. Alat berat yang sudah tidak diperlukan harus segera dikembalikan agar tidak mengganggu aktivitas proyek yang lainnya.

c. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. Uraian Pada bagian-bagian tertentu dari jenis pekerjaan yang dilaksanakan. bebas dari genanan ataupun rembesan air. sudah harus meliputi upah tenaga. semua lokasi yang akan dipakai sebagai kedudukan bangunan harus dijaga agar tetap kering. Kisdam dipasang memanjang sepanjang saluran yang akan dikerjakan. Pada prinsipnya. Alat pemancang dipakai Drop Hammer kapasitas 100 kg yang dilengkapi dengan konstruksi kaki tiga dari pipa besi dan katrol dengan ketinggian jatuh 2 meter. bahan material yang dipakai peralatan yang dipergunakan. digunakan kisdam sandbag dengan ukuran tinggi 1.2. Bagian dalam bambu ori dipasang gedeg guling setinggi 2 meter dan diikat dengan kawat pada bambu ori dari dasar saluran.5.Panjang masing – masing bambu 1. Untuk Pemancangannya adalah sebagai berikut : a. Pada keadaan ini.00 – 2 M’ 6. diperhitungkan dalam satuan (unit) M’ untuk pekerjaan “coferring” atau “kisdam” dan Lump sum untuk pekerjaan “dewatering”.untuk hal ini kontraktor harus mendapat persetujuan dari Pengawas dan Direksi. Trucuk bambu dipancangkan dalam keadaan baik. • Karung glangsing dan tanah pengisi 3. Pembuatan Kisdam tinggi 2 m tebal 0. “Overhead” dan keuntungan Kontraktor. Kontraktor diwajibkan mengeringkan atau membebaskan areal pekerjaan yang akan dipakai sebagai kedudukan Konstruksi dari genangan air atau pengaruh air. termasuk sistem drainase lingkungan pekerjaan. selama masa pelaksanaan pekerjaan. Pelaksanaan Pemasangan Kisdam a. Pada jenis pekerjaan yang dipandang oleh Pemilik Pekerjaan memerlukan adanya konstruksi pengertian sifatnya khusus dan memerlukan penanganan tersendiri. 2. maka perhitugan volume dan pembayaran untuk pelakasannaan pekerjaan pengeringan tersebut diatas. terucuk bambu dipasang sejarak 40 cm arah melintang dan arah memanjang dengan jarak antar terucuk 50 cm . Apabila pamancangan tidak bisa terbenam seluruhnya (belum sesuai dengan gambar rencana) maka drop hammer diganti dengan yang lebih berat sehingga kedalaman tiang trucuk dapat dipancangkan sesuai dengan gambar rencana.5 meter c) Terucuk Bambu dipasang arah pada masing – masing sisi dipasang 2 buah terucuk sejajar. sehingga tidak menimbulkan dampak yang negatif terutama pada masyarakat dan lingkungan setempat. c. Bahan Material • Bahan utama dari pembuatan Kisdam ini yakni Bambu Ori dan Gedeg Guling • Bambu Ori yang dipakai berdiameter antara 10 s/d 12 cm dengan panjang 2 meter. sedangkan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan. karena bisa menyebabkan turunnya kualitas pekerjaan akibat pengaruh air tersebut.40 Pekerjaan pengeringan yang dimaksud di sini adalah. Pemasangan Trucuk Bambu Ø 8-12 . sehingga air tidak dapat masuk pada area yang akan dikerjakan. • Kawat Ikat diameter 4 mm.5 – 3 m a) Pekerjaan ini dilakukan sebelum pekerjaan pasangan batu kali pada jembatan. • Gedeg yang digunakan harus gedeg yang baru dan bagus. areal pekerjaan kadang-kadang suatu saat tidak bisa bebas sama sekali dari adanya air.6 m 1. tidak cacat yang dapat mengurangi kekokohan pekerjaan. b) Material yang digunakan adalah Bambu Bongkotan dengan diameter 8-12 cm . b. Pekerjaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya dukung tanah yang ada pada dasar jembatan tersebut sehingga diharapkan daya dukungnya menjadi lebih besar dari keadaan sebelumnya. 6. Khusus pekerjaan pengerukan lumpur. serta arah memanjang sejarak 100 cm. dan bagian dalam tersebut disi tanah yang diambil dari saluran.P.6. Umum 1. Untuk pekerjaan-pekerjaan menurut sifatnya dipandang oleh Pemilik Pekerjaan tidak diperlukan adanya sistem pengeringan khusus maka semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pengeringan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban ker. b. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Jarak titik tanam bambu ori ( sebagai penguat kisdam ) arah melintang sejarak 60 cm.

ciri-ciri tertentu dari pekerjaan...1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. alat .…. belakang dan samping ).……… ….. Penyempurnaan dan pemeliharaan.…. d.50. 6.. dengan membubuhkan nomor seri. Apabila dari hasil pemancangan tersebut di atas menurut Direksi hasilnya meragukan misalnya tiang trucuk miring. Semua klise/negatif filmnya harus dinomori. Keamanan dan penjagaan 2.Besi L 50. 2. Biaya foto-foto tersebut seperti ditentukan harus ditanggung oleh Kontraktor dan harus dianggap termasuk dalam over head yang disajikan dalam Daftar Pengajuan Biaya. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum digunakan terlebih dahulu harus diserahkan contohcontohnya untuk mendapatkan persetujuan dari direksi.…..8. dan tidak terdapat cacat cacat lainnya. pecah dan sebagainya maka Kontraktor harus mencabut tiang trucuk tersebut dan diharuskan melakukan pemancangan ulang. PEMELIHARAAN BANGUNAN SEBELUM PENYERAHAN KEDUA Masa pemeliharaan yang masih menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya antara lain: 1..3 Syarat-syarat Pelaksanaan 1.. Pembongkaran harus dilaksanakan secara tertib dan hati-hati sehingga tidak merusak bagian lainnya yang tidak semestinya dibongkar dan tidak membahayakan manusia.. Photo Dokumentasi Foto-foto yang memperlihatkan kemajuan pekerjaan.41 d. Pekerjaan dilakukan berdasarkan gambar kerja.2. tanggal pengambilan dan keterangan ringkasnya harus disampaikan kepada Direksi.. 7. personel yang terlibat dalam pelaksanaan ini maupun pekerjaannya sendiri.8.10 mm Alat : .( 0 % ) Selama berlangsungnya pekerjaan…………………………. serta pada posisi yang sama untuk masing-masing kejadian. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . yakni : Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan……………. baik orang lain... 6.3 mm .Sewa Welding Set (min 5 jam) Besi yang digunakan harus mempunyai permukaan yang halus. tidak melengkung. datar. rata. Ukuran dari foto-foto tersebut tidak boleh kurang dari 140 x 90 mm dan enam lembar hasil cetakan masing-masing foto (dialbumkan). e.alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan pembongkaran bangunan lama seperti tertera pada gambar rencana dan juga pembersihan lokasi pembongkaran dari sisa material lama. 6. 6. Pekerjaan bongkaran dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut : c. 2. Pembongkaran Jembatan Beton Dengan Pembersihannya Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.9 Pekerjaan Pembuatan Screen 6. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. (25-75 %) Setelah selesai pekerjaan atau setelah selesai periode Pemeliharaan. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.. Semua Material bekas bongkaran diangkut keluar proyek. Segala kerugian yang ditimbulkan akibat hal tersebut di atas adalah menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya.8.7.Electrode Baja 20% .. bahan-bahan.(100 %) Foto-foto ini harus dilakukan sedikitnya dari tiga posisi (depan. peralatan atau halhal yang menarik perhatian lainnya sehubungan dengan pekerjaan atau lingkungannya harus dibuat sedikitnya tiga kali. ditempatkan dalam arsip dan disimpan di lokasi dan menjadi Pemberi Proyek.2 Persyaratan Bahan 1. Bahan : ..Besi Plat Tb.

BAB VI PENUTUP Peraturan ini harus dipelajari seksama oleh Penyedia Barang/Jasa yang selanjutnya akan merupakan bagian yang mengikat dalam pelaksanaan pekerjaan ini.42 3. kontraktor pelaksana diwajibkan membuat laporan berkala yang berisi kondisi bangunan / saluran (yang selesai dibangun ) serta laporan pekerjaan perbaikan bila ada bangunan yang rusak. akan dibuat dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan yang ditanda tangani Gugus Tugas Pengadaan dan merupakan pedoman dalam proses pelaksanaan berikutnya. akan dijelaskan pada pelaksanaan penjelasan pekerjaan dan semua tambahan atas Penjelasan dalam dokumen pengadaan. Penyerahan kedua dapat dilaksanakan apabila kontraktor telah melaksanakan kewajiban pada masa pemeliharaan 5. Pembersihan 4. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Hal-hal yang belum diatur dalam RKS ini. Selama masa pemeliharaan. Laporan tersebut dibuat dengan persetujuan / diketahui pihak pengawas lapangan / direksi dan konsultan pengawas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful