1 BAB V SPESIFIKASI TEKNIS 5.1.

RUANG LINGKUP PROYEK

Nama Kegiatan Kode Kegiatan Kode Rekening Nama Paket Pekerjaan Lokasi Anggaran Sumber Dana Tahun Anggaran Priode Lelang

: : : : : : : :

Pembangunan Sarana Prasarana Pematusan (tahun jamak/multiyears) 1.03.28.0032 5.2.3.14.08 PEMBANGUNAN BOX CULVERT (Jl. Sidotopo Wetan........) Kota Surabaya APBD Pemerintah Kota Surabaya 2013 I (Satu)

5.2. Lingkup Pekerjaan : I PEKERJAAN PENDAHULUAN 1. Persiapan dan Sewa Direksi Keet 2. Uitzet Dengan waterPass / Theodolit 3. Pasang Rambu Pengaman 4. Pembuatan Bowplank 5. Test Hole PEKERJAAN TANAH 1. Galian Untuk Tanah Konstruksi Dengan Alat Berat 2. Bongkaran Pasangan Lama 3. Pengurugan Sirtu Padat 4. Penggalian Tanah Lumpur Dengan Alat Berat 5. Pengangkutan Tanah Keluar Proyek

II

III PEKERJAAN PENERANGAN JALAN 1. Tanah Taman Terolah 2. Pemasangan Kabel NYFGBY 3cx4mm 3. Pemasangan Kable dan Penarikan 4. Pemasangan PVC untuk Kabel Tanam 5. Perakitan Panel Penerangan Jalan Umum (PJU) 6. Panel Tempat Ballast UK. 25.15.10 cm untuk Lampu Sorot 7. Instalasi 1 titik Lampu PJU (Tarikan Udara) 8 m 8. Pemasangan Panel Lampu PJU – 1 Phase 5500 VA 9. Pemasangan Lampu Natrium 250w/220v 10. Pondasi Pelat Beton 1pc:2ps:2,5kr (K.250) (188 Kg) 11. Pemasangan Tiang Oktagonal 7 m Double Hot Dipped Galvaniszed Dengan Flenders 12. Pembuatan dan Pemasangan Terminal dalam Tiang 13. Pengecetan Tiang PJU IV PEKERJAAN MEDIAN JALAN 1. Pemasangan Paving Stone (Abu-abu) Tb.6 cm emapat persegi 2. Pemasangan Paving Stone (Abu-abu) Tb.6 cm empat persegi panjang samping 3. Pemasangan Stopper/Uskup (Merah) Tb. 6 cm 4. Pemasnagan Kanstin Uk. 15.25.40 5. Pas. Curbing Type A Panjang 0,6 m 6. Spesi 1pc:2Ps T=3 cm 7. Pemasangan Batu Kali Belah 15/20 cm (1Pc:4Ps) 8. Plesteran Halus 1Pc:4Ps T=1,5 cm
RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

2 9. Pasangan Benangan

V

PEKERJAAN BOX CULVERT 1. Penggadaan dan Pemasangan Beton Box-Culvert Top Bottom K-400 (200.200.120)(Fabrikasi) 2. Pengadaan dan Pemasangan Beton U-Ditch K-350 (100.100.120) (Fabrikasi) 3. Pengadaan dan Pemasangan Beton U-Ditch K-350 (80.100.120) (Fabrikasi) 4. Pengadaan dan Pemasangan Pelat Intrit Tb.12 cm K-350 (Fabrikasi) 5. Pelat Wiremest 1pc:2ps:2.5kr (K-250) 97 Kg 6. Pekerjaan Beton Rabat (1pc:3ps:6kr) 7. Manhole + Pemasangan 8. Cor Beton Pelaluan Air + Pemasangan 9. Lapis Resap Ikat / Prime Coat 10. Lapis Resap Ikat / Tack Coat 11. Penghamparan ATB tb.4 cm 12. Penghamparan lapis Perm. Aspal Beton Laston (AC) tb. 4 cm 13. Sewa Steel Sheet Pile

VI PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. Mobilisasi dan Demobilisasi 2. Quality Control 3. Pembersihan Lapangan / Lokasi 4. Dewatering 5. Pembuatan Kisdam tinggi 2 m tebal 0,6 m 6. Pemasangan Trucuk bambu dia 8 – 12 cm T.2.5-3 m 7. Pembongkaran Jembatan Beton Dengan Pembersihan 8. Pembongkaran Jembatan Kayu Dengan Pembersihan 9. Rekondisi Paving 10. Rekondsi Taman

5.3. Rencana Kerja Dalam waktu Secepat-cepatnya 7 hari serta selambat-lambatnya 14 hari setelah Surat Perintah Kerja (SPK) turun, Kontraktor harus mengajukan sebuah rencana kerja atau action plan tertulis lengkap dengan gambar-gambar pendukung metode kerja, sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan seperti yang disebutkan dalam dokumen tender, menjelaskan secara terperinci urusan pekerjaan dan cara melaksanakan pekerjaan tersebut termasuk hal-hal khusus bila diperlukan, persiapan-persiapannya, peralatan, pekerjaan sementara yang ada sejauh mana hal tersebut mencakup lingkup dari pekerjaannya dan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi, pengawas dan pihak-pihak atau instansi yang terkait dengan kelangsungan proyek tersebut di atas. 5.4. Tempat Kerja Bilamana diperlukan tempat kerja, dan tempat kerja tersebut di luar daerah pengawasan proyek, dimana harus membayar sewa/dikeluarkan biaya ganti rugi, maka Kontraktor harus menyelesaikannya tanpa membebani Direksi dengan pembiayaan tambahan. 5.5. Tanggung Jawab Kontraktor Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor wajib memeriksa kekuatan konstruksi lama yang akan dilaksanakan dan harus mengkonsultasikan dengan Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas. Segala sesuatu kerusakan yang timbul akibat kelalaian Kontraktor tidak melaksanakan pemeriksaan
RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

3 kekuatan makahal tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor . Pada keadaan apapun, dimana pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan telah mendapat persetujuan Direksi Lapangan tidak berarti membebaskan Kontraktor atas tanggung jawab pada pekerjaannya sesuai dengan isi kontrak. 5.6. Tenaga Kerja Tenaga-tenaga kerja yang digunakan hendaknya dari tenaga-tenaga yang ahli/terlatih dan berpengalaman pada bidangnya dan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai dengan ketentuan / petunjuk Direksi Lapangan. 5.7. Satuan Ukuran Semua satuan ukuran yang disebutkan dalam spesifikasi ini serta yang digunakan di dalam pekerjaan adalah standar meter dan kilogram. Bila disebut satu ton, yang dimaksud adalah satu ton yang bernilai 1000 kilogram. 5.8. Perintah Untuk Pelaksanaan Bila Kontraktor tidak berada di tempat pekerjaan dimana Direksi bermaksud untuk memberikan petunjukpetunjuk, maka petunjuk-petunjuk itu harus diturut dan dilaksanakan oleh Pelaksana atau orang-orang yang ditunjuk untuk mewakili Kontraktor . Orang atau pelaksana tersebut harus mengerti bahasa yang dipakai oleh Direksi, atau Kontraktor akan menyediakan penterjemah khusus untuk keperluan tersebut. 5.9. Pekerjaan dan Bahan-bahan yang Termasuk di dalam Harga Satuan Pekerjaan dan bahan-bahan yang diperlukan sesuai dengan macam-macamnya seperti yang disebutkan pada artikel-artikel dalam spesifikasi ini, gambar rencana, petunjuk tambahan ataupun petunjuk-petunjuk Direksi di lapangan harus tercakup dalam pembiayaan untuk tenaga kerja, harga bahan, organisasi kerja, biaya tak terduga, keuntungan, biaya-biaya penggantian sewa / pemakaian tanah pada pihak ketiga, atau kerusakan atas milik seseorang, kerja-kerja lain yang disebut dalam spesifikasi ini untuk kesempurnaan hasil kerja di mana tidak ada mata pembiayaan khusus pengaliran air darurat selama pelaksanaan kerja, pembongkaran, peralatan, penempatan bahan-bahan sesuai dengan petunjuk perlindungan, perkuatan, pengaturan as saluran dan tenaga ahli untuk keperluan ini, perumahan dan pembiayaan lain yang biasanya diperlukan guna menyelesaikan pekerjaan sebaik-baiknya. 5.10. Laporan 5.10.1 Laporan Perkembangan Bulanan. Kontraktor harus mempersiapkan dan memberikan kepada Direksi, tanpa biaya tambahan, dalam jarak waktu dan dalam bentuk yang ditetapkan oleh Direksi, lima (5) salinan laporan bulanan yang berisi sebagai berikut : Perkembangan fisik dari pekerjaan hingga bulan yang mendahului dan perkiraan perkembangan untuk bulan ini, Tingkat perkembangan berdasarkan pada jadwal pekerjaan pembangunan. Perkiraan jumlah pembayaran dari Pemberi Pekerjaan kepada Kontraktor untuk bulan ini. Sebuah tabulasi mengenai catatan Bangunan Kontruksi yang barangbarang pokoknya dan peralatannya terdiri dari Bangunan Konsruksi yang disediakan untuk pelaksanaan pekerjaan sepanjang bulan sebelumnya. Sebuah tabulasi pegawai menunjukan staf supervisi dan jumlah dari beberapa kelas buruh yang dipekerjakan oleh Kontraktor dalam bulan sebelumnya. Kwantitas mengenai barang pokok dari bahan-bahan dan alat yang disuplai dan dipergunakan dalam bulan sebelumnya dengan inventarisasi bahan-bahan demikian itu. Bahan-bahan lainnya yang mungkin diperlukan berdasarkan kontrak atau secara spesifik oleh Direksi. 5.10.2 Laporan Harian Kontaktor harus mempersiapkan laporan harian atau berkala dari masing-masing seksi pekerjaan seperti yang diminta oleh Direksi dan dalam bentuk yang disetujui oleh Direksi. Laporan tersebut akan berisi namun tidak terbatas pada, pekerjaan yang diperkerjakan di pekerjaan, bahan-bahan di lokasi pekerjaan, bahan-bahan yang sedang dalam pesanan, kecelakaan dan informasi lainnya yang relevan dengan perkembangan pekerjaan. 5.10.3 Buku Tamu

RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

4 Pihak Kontraktor harus menyediakan satu buku tamu di Direksi Keet (Kantor di Lokasi Proyek). Tamu adalah orang-orang yang bukan karyawan Kontraktor. 5.10.4 Pelaksanaan Audit Oleh Proyek Selain tersebut diatas, Pemilik Proyek berhak melaksanakan audit bila perlu sehubungan dengan: Adanya biaya yang timbul pada saat berakhirnya kontrak seperti dalam syarat syarat umum kontrak, dan Biaya-biaya lain yang mungkin diminta oleh Kontraktor yang tidak terdapat dalam Kontrak. Pihak Kontraktor wajib membuat pembukuan yang tepat mengenai hal-hal diatas, setelah mendapatkan persetujuan dari konsultan perencana dan konsultan pengawas. 5.10.5 Request for inspection / Ijin Tahapan Untuk setiap tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan kontraktor diwajibkan membuat ijin tahapan pekerjaan yang diajukan kepada direksi dan atas persetujuan direksi maka pekerjaan baru boleh dilaksanakan. 5.11. Gambar-gambar dan Ukuran a. Gambar-gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan adalah: 1. Gambar yang termasuk dalam dokumen tender 2. Gambar perubahan yang disetujui Direksi 3. Gambar lain yang disediakan dan disetujui Direksi b. Gambar-gambar proyek berukuran A3 disimpan oleh Direksi. Kontraktor diberi 2 (dua) set dari semua gambar-gambar tanpa pungutan biaya. Permintaan Kontraktor akan tambahan dari gambar-gambar tersebut akan dikenakan biaya. c. Kontraktor diharuskan menyimpan satu set di kantor lapangan untuk dipergunakan setiap saat apabila diperlukan. d. Gambar-gambar pelaksanaan (shop drawing) dan detailnya harus mendapat persetujuan Direksi sebelum dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. e. Pada penyerahan terakhir pekerjaan yakni sesudah selesainya masa pemeliharaan harus disertai Gambar hasil pelaksanaan (as built drawing). f. Semua ukuran dinyatakan dalam sistem metrik. g. Kalau terdapat perbedaan dengan spesifikasi maka yang benar dan berlaku adalah yang ditetapkan oleh Direksi. 5.12. Wilayah Kerja a. Secara umum Kontraktor dilarang menimbun atau menempatkan bahan-bahan bangunan di tepi jalan umum karena jalan umum tidak termasuk wilayah kerja Kontraktor kecuali ada pertimbangan khusus dan atas persetujuan dari Direksi. b. Apabila tidak terdapat tempat kosong yang sesuai untuk menimbun atau menyimpan bahan-bahan bangunan di sekitar lokasi proyek, maka bahan bangunan harus didatangkan dari gudang Kontraktor atau Leveransir setiap hari dengan jumlah yang cukup untuk pekerjaan satu hari. c. Apabila di dalam pelaksanaan pekerjaan, terdapat jaringan utilitas kontraktor harus berkoordinasi dengan instansi yang terkait sehubungan dengan jaringan utilitas yang ada. 5.13. Bahan-bahan dan Mutu Pekerjaan a. Semua bahan yang dipergunakan untuk melaksanakan setiap jenis pekerjaan harus terdiri dari kualitas tinggi sesuai dengan yang tercantum dalam syarat-syarat kualitas bahan masing-masing bagian pekerjaan. Hasil pekerjaan dan mutu termasuk bahan bahan yang terpakai harus diterima dan disetujui Direksi.
RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

Dalam hal ini pelaksanaan pekerjaan menuntut kemajuan pekerjaan yang cepat dan Direksi dapat menginstruksikan untuk menambah pompa-pompa agar dasar galian tetap dalam keadaan kering. Apabila diperlukan. Kontraktor harus menunjukkan contoh dari bahan bersangkutan kepada Direksi untuk diperiksa dan diteliti mengenai jenis. Direksi dapat meminta Kontraktor untuk menunjukkan sertifikat tes dari agen. h. maka Direksi berwenang untuk menolak bahan tersebut dan mengharuskan Kontraktor untuk menyingkirkannya dan diganti dengan bahan-bahan yang sesuai dengan contoh yang telah diperiksa terdahulu. g. Kelalaian Kontraktor dalam menyediakan pompa dan bangunan sementara lainnya yang dapat mengakibatkan rusaknya konstruksi yang telah dibuat adalah tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. Kelalaian dalam hal ini merupakan tanggung jawab Kontraktor . dasar pondasi dan permukaan tanah lainnya tetap kering selama pekerjaan berlangsung. Direksi dapat meminta copy atau tembusan dari perintah pembelian (faktur) yang dipesan Kontraktor kepada leveransir atau distributor untuk pembelian bahan-bahan yang akan dipakai. Semua sarana untuk mengeringkan dasar galian. baik dalam hal mutu. kekuatan dan sifat-sifat penting lainnya dari bahan tersebut. d. Untuk bahan-bahan yang mutunya belum diatur dalam peraturan standar maupun ketentuan dalam spesifikasi teknis. j. baik di lokasi proyek maupun di gudang leveransir atau dilokasi pabrik atau produsen. Air hujan yang mengalir ke dalam galian yang mengakibatkan kerusakan Kontruksi pondasi yang masih dalam pelaksanaan termasuk resiko Kontraktor . apabila diperlukan. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Hujan lebat yang mengakibatkan genangan pada galian tidak dianggap Force Majeure.5 b. e. dan perbaikan atas kerusakan yang terjadi adalah beban Kontraktor RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . c. Penggunaan bahan-bahan dalam pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti pedoman atau petunjuk dari pabrik yang memproduksinya. Sebelum bahan-bahan yang dipesan dikirim ke lokasi proyek. Semua bahan yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan yang tercantum dalam peraturan standar yang berlaku di Indonesia. jenis. Pelaksanaan Pekerjaan Dalam Keadaan Kering a. Kontraktor dilarang menyimpan bahan-bahan berbahaya seperti minyak. Semua bahan yang disimpan di lokasi proyek harus diletakkan dan dilindungi sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kontaminasi atau mengalami proses lainnya yang dapat mengakibatkan rusaknya atau menurunnya mutu bahan-bahan tersebut. Untuk bahan-bahan yang mutunya masih berdasarkan standar Internasional. Direksi berhak menunjuk seorang ahli dalam memeriksa mutu bahan-bahan yang diajukan oleh Kontraktor . cairan lainnya yang mudah terbakar. b. f. berat. Dalam hal ini semua biaya perbaikan ditanggung Kontraktor . 5. d. harus mendapat persetujuan dari Direksi sebelum dipergunakan.14. maka Kontraktor diharuskan membuat bangunan atau tanggul sementara dan menyediakan pompa air berkapasitas cukup beserta alat Bantu dan pelengkapnya untuk menjamin agar dasar galian. Dalam melaksanakan tugasnya ahli mempunyai wewenang untuk mewakili Direksi dalam menguji dan menilai bahan-bahan yang diajukan Kontraktor. mutu. Standar peraturan yang berlaku adalah edisi yang terakhir. Apabila bahan-bahan yang dikirim ke lokasi proyek ternyata tidak sesuai dengan contoh yang ditunjukkan. Apabila pada keadaan tertentu Direksi memandang perlu untuk melaksanakan pekerjaan pada kondisi tanah yang kering. berat maupun kekuatannya. c. Kondisi muka air tanah yang tinggi dan jenis tanah yang kurang kedap air dapat menyebabkan derasnya rembesan air tanah ke dalam galian. gas dan bahan kimia sedemikian rupa sehingga keselamatan orang dan keamanan lingkungan sekitarnya dapat dijamin. distributor yang menjual atau pabrik yang memproduksi bahan yang bersangkutan. i. dasar pondasi dan bidang permukaan lainnya adalah beban Kontraktor .

Kontraktor harus menyediakan generator sebagai daya listrik secukupnya. Kontraktor harus mengisi perabotan maupun perlengkapan lain berupa buku harian n. pelayanan. e.2 m 1. l. Ukuran dan bentuk gudang. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . tidak mudah rusak akibat kikisan air.2 Uitzet Dengan waterPass / Theodolit Jaringan dan Permukiman a. i. Pemeliharaan. Lokasi untuk membangun gudang dan kantor lapangan akan ditentukan oleh Direksi. h. g. gudang dan kantor lapangan harus dibongkar oleh Kontraktor atas biaya sendiri dan semua peralatan dan perlengkapan tetap menjadi milik Kontraktor. alat komunikasi serta gudang untuk menyimpan bahan dan peralatannya. g. guna kebutuhan penerangan proyek dan keperluan pelaksanaan pekerjaan. Apabila pekerjaan telah dianggap selesai. Pada saat pelaksanaan pekerjaan dinyatakan selesai. b. alat pemadam api dan kotak pertolongan pertama. PEKERJAAN PENDAHULUAN 1. alkali dan bahan-bahan organis atau bahan lain yang dapat merusak pelaksanaan pekerjaan. m. Kontraktor diharuskan membuat tanggul ( kisdam ) sepanjang talud dengan ukuran dan Kontruksi yang disetujui oleh Direksi. Perbaikan talud serta akibat lainnya menjadi tanggung jawab Kontraktor . dimana harus dianggap bahwa pembayaran dilaksanakan secara penuh baik untuk pekerjaan pembangunan. Kontraktor harus menyediakan kantor lapangan untuk dipergunakan oleh Direksi selama pelaksanaan pekerjaan. b. Semua elevasi yang ditunjukkan dan tercantum dalam gambar adalah elevasi yang dikaitkan dengan ketinggian patok titik tetap seperti yang dijelaskan pada butir di atas.9 m x 1. Tanggul / kisdam harus dibuat cukup kuat. kantor lapangan beserta perlengkapannya akan ditentukan sebagai berikut : • Ukuran =3mx6m • Lantai = Rabatan beton • Dinding = Triplek tb. kebersihan dan keamanan gudang dan kantor lapangan merupakan tanggung jawab Kontraktor. Untuk keperluan air kerja kontraktor harus menyediakan sendiri air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. k. pengadaan. maka Kontraktor harus menimbun kembali saluran dan sudetan sementara seperti keadaan semula. Bangunan untuk kantor Direksi yang diuraikan dalam pasal di atas akan dibayar secara harga unit price untuk sewa direksi keet. 1. c.6 e. sambungan listrik. Jaringan dan permukiman diambil berdasarkan referensi titik tetap (patok beton) yang dipasang oleh Dinas Tata Kota Kotamadya Surabaya yang terdekat. f. Tempat kosong untuk parkir kendaraan proyek harus disediakan di sekitar kantor lapangan.1 Persiapan dan Sewa Direksi Keet a. Syarat-syarat minimum yang harus dipenuhi untuk pembuatan gudang dan kantor lapangan adalah penyediaan sarana sanitasi air bersih. 4 mm finish cat tembok • Rangka = Kayu meranti 5/7 • Atap = Asbes gelombang kecil d. Kontraktor bertanggung jawab atas semua biaya pengadaan fasilitas tersebut pada butir a dan b. h. Bangunan tersebut harus dapat dijamin agar di dalamnya bebas dari air hujan dan sinar matahari. pembersihan maupun pekerjaan pembongkaran bangunan setelah selesai penanganan pekerjaan. f. Sebelum pelaksanaan pembuatan tanggul dimulai. jika sewaktu-waktu talud mengalami kerusakan. j. Kontraktor harus mengajukan gambar detail talud beserta spesifikasi bahan yang akan digunakan untuk mendapatkan persetujuan Direksi. Untuk pembuatan pasangan talud ( plengsengan ) pada saluran-saluran yang sudah ada. garam. Kontraktor membuat dan memasang papan nama proyek dilokasi dengan ukuran 0. Direksi dapat menginstruksikan Kontraktor untuk membuat saluran atau sudetan sementara untuk mengalirkan air hujan agar pekerjaan dapat tetap dilaksanakan dalam keadaan kering. Perlu koordinasi antar Kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan guna mengendalikan aliran air di saluran. Persetujuan Direksi seperti tersebut pada gambar tidak mengurangi tanggung jawab Kontraktor. termasuk dapat melindungi material yang tersimpan.

Perbaikan kerusakan terhadap jalan. b. 2. Pengaturan Pengangkutan Alat-alat Berat dan Bahan Konstruksi 1. 11. 13. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . serta letak patok patok harus dibuat gambarnya dan dilaporkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. jenis tanah dan daya dukung tanah) . Tiap Titik adalah sejarak 25 meter. gorong-gorong yang diakibatkan oleh lalu lintas proyek dibebankan pada Kontraktor dan harus disetujui Direksi. bila akan mengadakan levelling pada semua bagian daripada pekerjaan. koordinat. Jika menurut pendapat Direksi kemajuan Kontraktor tidak memuaskan untuk menyelesaikan pekerjaan survey ini tepat pada waktunya atau dalam hal Kontraktor tidak memulai pekerjaan atau melakukan pekerjaan tidak dengan standar yang ditentukan. Dalam melaksanakan pekerjaannya Kontraktor diharuskan mematuhi dan mentaati ketentuan dan peraturan lalu lintas umum yang berlaku. Dalam hal ini Kontraktor diharuskan mendapatkan pengarahan dan pedoman dari instansi setempat yang berwenang yaitu polisi lalu lintas dan Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Hasil pengukuran lengkap mengenai peil elevasi. 9. Untuk itu alat-alat berat yang dimaksud harus diuraikan menjadi beberapa bagian untuk kemudian diangkut beberapa kali. Kontraktor harus menyediakan dan merawat stasion survey yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan dan harus membongkarnya setelah pekerjaan selesai. Ketentuan yang sama juga berlaku untuk pengangkutan bahan-bahan konstruksi. semua bantuan yang diperlukan Direksi dalam pengadaan pengecekan levelling tersebut. Jika diperlukan untuk mengetahui kondisi tanah (tekstur. Kontraktor bersama-sama dengan Direksi harus secara bersamasama mengambil peil permukaan dan sounding areal kerja dan menyetujui semua kekhususan terhadap mana semua pekerjaan didasarkan. Penggunaan jalan dan jembatan umum harus diatur sedemikian rupa agar gangguan lalu lintas dan kerusakan yang timbul sebagai akibatnya dijaga sekecil mungkin. jembatan. Pekerjaan dapat dihentikan beberapa saat oleh Direksi bila dipandang perlu untuk mengadakan penelitian kelurusan maupun level dari bagian-bagian pekerjaan. 2. Pengukuran kembali juga dilakukan setelah pekerjaan selesai. Kontraktor harus menyediakan atas biaya Kontraktor. Pengukuran titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat optik dan sudah ditera kebenarannya/dikalibrasi. Hasil pengukuran kembali berupa gambar Long Section dan Cross Section per titik. 5. Kontraktor harus menggerakkan personil tekniknya untuk melakukan survey dan membuat laporan mengenai kondisi fisik lapangan khususnya lokasi rencana konstruksi apakah terdapat ketidaksesuaian. 6. Patok titik tetap yang dipergunakan sebagai referensi dalam proyek ini tercantum dalam gambargambar rencana atau akan ditunjukkan oleh Direksi di lapangan. 1. 4. kontraktor diwajibkan melakukan test penyelidikan tanah dengan menunjuk pihak / lembaga yang bergerak dalam tes penyelidikan tanah yang bersertifikasi. Kebenaran dari hasil laporan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. 15. Lalu Lintas Proyek 1. sudut. Kontraktor harus mengukur ukang lagi dan dikoreksi oleh pihak Direksi. Pekerjaan Pengukuran dan Survey Lapangan 1. Direksi dapat menunjuk stafnya sendiri atau pihak lain untuk mengerjakan survey lapangan dan membebankan seluruh biayanya kepada Kontraktor. maka Direksi akan memutuskan hal itu kemudian. 12. sejauh pekerjaannya mempengaruhi kelancaran lalu lintas umum. 3. Kontraktor harus menyediakan alat-alat ukur selama pekerjaan berlangsung berikut ahli ukur yang berpengalaman sehingga apabila dianggap perlu setiap saat siap mengadakan pengukuran ulang. Sebelum pekerjaan dimulai. Kontraktor harus membuat peil/titik-titik tanda (bench mark) permanen di tiap-tiap bagian pekerjaan dan peil ukuran ini harus diberi pelindung dan dirawat selama berlangsungnya pekerjaan agar tidak berubah. maka pengukuran ulang menjadi tanggung jawab Kontraktor. Apabila terdapat perbedaan antara elevasi yang tercantum dalam gambar dengan hasil pengukuran ulang. Kontraktor harus memberitahu Direksi sekurang-kurangnya 24 jam dimuka. 14.7 c. Pengangkutan alat-alat berat ke dan dari lokasi proyek harus diatur sedemikian rupa agar beban total dari kendaraan yang mengangkut alat-alat berat tersebut tidak melampaui kapasitas jalan/jembatan yang dilalui.3. 10. 8. Pemasangan Rambu Pengaman Pengaturan Lalu Lintas a. Apabila terdapat kesalahan dalam pengukuran kembali. 7.

8 2. 2. Elevasi yang tercantum dalam bouwplank dan patok akan menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan baik dalam penentuan lebar jembatan. 3.1. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. tidak mudah rusak dan tidak bergerak serta harus dijaga agar tidak rusak/hilang selama pelaksanaan pekerjaan dengan jarak antar patok 1.1. d.1. PEKERJAAN TANAH 2. maka Direksi dan Kontraktor menghubungi instansi yang mengelola jaringan tersebut untuk menentukan biaya pemindahan jalur pipa atau kabel yang dimaksud untuk dialihkan di bawah dasar saluran rencana. kabel telpon dan kabel TELKOM lainnya yang pemasangan jaringannya tertanam dan terletak di bawah permukaan tanah. Yang termasuk dalam istilah pipa dan kabel adalah pipa distribusi air bersih PDAM. Kontraktor harus melaksanakan pematokan dan pemasangan bouwplank sesuai petunjuk Direksi. Pengaturan Pemindahan Jaringan Pipa dan Kabel 1. Apabila dalam rangka pekerjaan penggalian saluran baru atau penggalian memperdalam dasar saluran lama ditemui lintasan pipa dan kabel yang masih berfungsi. memasang dan menempatkan rambu-rambu lalu lintas sementara pada lokasi dan posisi penting termasuk rintangan-rintangan di sekitar lokasi proyek.1. Kontraktor diharuskan menyingkirkan semua rambu-rambu dan rintangan-rintangan sementara yang tidak diperlukan lagi yang selama pelaksanaan dipergunakan untuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek. kabel listrik.2. Perbaikan dari Pekerjaan Galian yang tidak Memuaskan Pekerjaan galian yang tidak memenuhi toleransi yang diberikan. harus diurug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan oleh Direksi. Biaya penggantian dan perbaikan atas kerusakan terhadap pipa dan kabel yang masih berfungsi sebagai akibat dari kelalaian Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaannya adalah menjadi beban Kontraktor sepenuhnya. mudah dimengerti oleh setiap pengendara kendaraan dan pada setiap cuaca gelap dan malam hari harus diberi penerangan. Laboratoium pengujian material harus independen. 4. Pekerjaan Galian Tanah Konstruksi Dengan Alat Berat 2. Apabila Direksi memandang perlu. 1. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian. 2.5 meter. 1. Pekerjaan ini umumnya diperlukan untuk pembuatan pondasi. untuk pembuangan material yang tidak terpakai atau humus. 2. dan untuk pembentukan secara umum garis. Test Hole 1. Direksi berhak menunjuk seorang ahli yang akan memberi pengarahan dan mengawasi semua pekerjaan instalasi dalam rangka pemindahan dan pengalihan jalur atau lintasan pipa dan kabel.4. Bentuk dan ukuran huruf serta susunan kalimat pada rambu dan rintangan harus jelas. Apabila pekerjaan telah dinyatakan selesai oleh Direksi. b. 2.5. Rambu-rambu Sementara Kontraktor diharuskan menyediakan. pipa gas. pembuangan tanah atau material lain bila ada dari tempat kerja atau sekitarnya yang perlu. ketinggian penampang yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi. Kontraktor harus melakukan uji beton Box-Culvert dengan Test Hole minimal sejumlah 4 titik. 2. harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut : • Material yang berlebihan harus dibuang dengan menggali lebih lanjut • Daerah dimana digali lebih atau daerah retak atau lepas. Patok dan bouwplank harus dibuat kokoh. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . untuk penyelesaian yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini. c. Penempatannya harus dengan persetujuan polisi lalu lintas atau instansi lain yang berwenang. tinggi jembatan maupun tebal pasangan/konstruksi lainnya. d. Bouwplank harus dibuat tegak lurus sumbu saluran dan harus dibuat melebihi lebar dasar pondasi jembatan. maka Kontraktor diharuskan meminta pengawalan dari instansi yang berwenang. Semua pipa dan kabel yang termasuk dalam kategori (a) di atas dan yang sudah tidak berfungsi lagi serta jalurnya melintasi dan menghalangi aliran air dalam saluran harus disingkirkan atau dipotong sesuai petunjuk Direksi atas persetujuan Instansi yang bersangkutan. Umum 1. membuat. c. Pematokan dan Pekerjaan Bouwplank a.

gambar perincian potongan melintang atau memanjang yang menunjukkan kondisi awal daripada tanah sebelum operasi pembabatan dan penggarukan dilakukan untuk setiap seksi pekerjaan galian.alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan pembongkaran bangunan lama seperti tertera pada gambar rencana dan juga pembersihan lokasi pembongkaran dari sisa material lama. baik orang lain. kontraktor harus menjaga setiap saat suatu lereng yang stabil yang mampu menahan pekerjaan sekitarnya. 3. Oli.1.2. kontraktor harus memberitahu direksi. Bila diperlukan. batu bata.1. tembok ujung dan cofferdam. Pembongkaran harus dilaksanakan secara tertib dan hati-hati sehingga tidak merusak bagian lainnya yang tidak semestinya dibongkar dan tidak membahayakan manusia. cofferdam. Kontraktor harus menyerahkan kepada direksi. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan seminimal mungkin gangguan terhadap material di bawah dan di luar batas galian.9 2. Semua Material bekas bongkaran diangkut keluar proyek. Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai termasuk tanah. kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan. 2.1. Setelah masing-masing galian untuk tanah dasar. sebelum memulai pekerjaan. Bongkaran Pasangan Lama Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.1. dan tembok penahan dan harus memperoleh persetujuan direksi sebelum melaksanakan pekerjaan galian yang dimaksudkan untuk dilindungi oleh struktur yang diusulkan tersebut. b.Sirtu harus terbebas dari Lumpur. Pelaporan dan Pencatatan a. panggalian saluran air dan pembangunan saluran sementara. Jaminan Keselamatan Pekerjaan Galian 1. Prosedur Penggalian 1. turap. bahan organic maupun an organic.4. 4. 3. 2. Pada setiap saat peralatan galian cadangan serta perlengkapan P3K harus tersedia di tempat kerja galian. Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian. Selama masa pekerjaan galian. b. personel yang terlibat dalam pelaksanaan ini maupun pekerjaannya sendiri. formasi atau pondasi selesai. 2. Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan kontraktor harus menyediakan seluruh material yang diperlukan.3. Seluruh tepi galian terbuka harus diberi penghalang yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh kedalamnya dan setiap galian terbuka pada badan jalan atau bahu harus ditambah dengan bamboo pada malam hari dengan drum dicat putih atau lampu kuning sesuai dengan ketentuan Direksi. Mutu Bahan. . 2. alat .6. c. Pembuangan Material Galian Seluruh material Galian tanah di buang keluar proyek 2. kontraktor harus menahan atau menyangga struktur di sekitarnya yang jika tidak dilakukan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian. padas. 2.3. Pekerjaan bongkaran dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut : a. batu beton dan lain-lain. Urugan Sirtu ( Padat ) 1. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi gambar perincian dari seluruh struktur sementara yang diusulkannya atau yang diperintahkan untuk digunakan seperti skor.5. perlengkapan dan buruh untuk pengeringan. Pompa agar siap di tempat kerja setiap saat untuk menjamin tak ada gangguan dalam prosedur pengeringan dengan pompa. Prosedur Pelaksanaan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Bahan landasan atau material lain tidak boleh dipasang sebelum kedalaman galian disetujui oleh direksi. Air. Pada setiap saat dimana kedalaman galian melebihi ketinggian di atas kepala. Bahan yang digunakan sebagai urugan adalah Sirtu 2. 2.

formasi atau pondasi selesai. kontraktor harus menahan atau menyangga struktur di sekitarnya yang jika tidak dilakukan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian. Kontraktor harus menyerahkan kepada direksi. Seluruh tepi galian terbuka harus diberi penghalang yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh kedalamnya dan setiap galian terbuka pada badan jalan atau bahu harus ditambah dengan bamboo pada malam hari dengan drum dicat putih atau lampu kuning sesuai dengan ketentuan Direksi. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian. dan untuk pembentukan secara umum garis. Pembuangan Material Galian RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . ketinggian penampang yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi. padas.3.10 Pelaksanaan Urugan Sirtu Padat sepanjang Pasangan Top-Bottom dan U-Ditch 2. 2.6. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi gambar perincian dari seluruh struktur sementara yang diusulkannya atau yang diperintahkan untuk digunakan seperti skor. Setelah masing-masing galian untuk tanah dasar. c. panggalian saluran air dan pembangunan saluran sementara. 2. Pada setiap saat peralatan galian cadangan serta perlengkapan P3K harus tersedia di tempat kerja galian.3.4. Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai termasuk tanah. untuk penyelesaian yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini. Pompa agar siap di tempat kerja setiap saat untuk menjamin tak ada gangguan dalam prosedur pengeringan dengan pompa. 2. cofferdam. 4.3. Prosedur Penggalian 1. Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan kontraktor harus menyediakan seluruh material yang diperlukan. 2. untuk pembuangan material yang tidak terpakai atau humus. Selama masa pekerjaan galian. Perbaikan dari Pekerjaan Galian yang tidak Memuaskan Pekerjaan galian yang tidak memenuhi toleransi yang diberikan. Umum 1. 2. Pelaporan dan Pencatatan a. tembok ujung dan cofferdam. turap. 5. sebelum memulai pekerjaan.2.5. Bila diperlukan. Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian. b. gambar perincian potongan melintang atau memanjang yang menunjukkan kondisi awal daripada tanah sebelum operasi pembabatan dan penggarukan dilakukan untuk setiap seksi pekerjaan galian.3. Bahan landasan atau material lain tidak boleh dipasang sebelum kedalaman galian disetujui oleh direksi. 6. dan tembok penahan dan harus memperoleh persetujuan direksi sebelum melaksanakan pekerjaan galian yang dimaksudkan untuk dilindungi oleh struktur yang diusulkan tersebut. Jaminan Keselamatan Pekerjaan Galian 3. perlengkapan dan buruh untuk pengeringan.3. 2. batu bata.4. Pekerjaan ini umumnya diperlukan untuk pembuatan pondasi. Pada setiap saat dimana kedalaman galian melebihi ketinggian di atas kepala. harus diurug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan oleh Direksi.1. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan seminimal mungkin gangguan terhadap material di bawah dan di luar batas galian. kontraktor harus memberitahu direksi. kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan.3. kontraktor harus menjaga setiap saat suatu lereng yang stabil yang mampu menahan pekerjaan sekitarnya. pembuangan lumpur atau material lain bila ada dari tempat kerja atau sekitarnya yang perlu. 2. Pekerjaan Galian Lumpur Dengan Alat Berat 2. batu beton dan lain-lain.3. harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut : • Material yang berlebihan harus dibuang dengan menggali lebih lanjut • Daerah dimana digali lebih atau daerah retak atau lepas.

kecepatan rata-rata rendah. dan jumlah jalan masuk dibatasi. dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi. 38 Tahun 2004] 3.4 jalan lokal jalan umum yang berfungsi melayani angkutan setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat. kecepatan rata-rata sedang. [Undang-Undang RI No. ditinggalkan dalam keadaan rapih dan bersih. [Undang-Undang RI No. Spesifikasi Trotoar 6) SNI No. Rekomendasi untuk pencahayaan kendaraan bermotor dan pejalan kaki 7) AASHTO. kecepatan rata-rata tinggi. dan jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna. 38 Tahun 2004] 3.11 Seluruh material Galian lumpur di buang keluar proyek 2. maka untuk sementara dapat diletakan didaerah sekitar saluran.1 jalan prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan. 04-6262-2000. Spesifikasi yang dimaksud dalam standar ini meliputi fungsi. 38 Tahun 2004] 3. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Undang-Undang RI No. dimensi. Istilah dan definisi Istilah dan definisi yang digunakan dalam standar ini adalah sebagai berikut : 3. Kontraktor harus melaporkan kepada Direksi setiap kali akan mengadakan pengangkutan material sisa galian keluar proyek. Pengangkutan Tanah Keluar Proyek 1.2 jalan arteri jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh. An Informational Guide for Roadway Lighting. kolektor dan lokal. 1984.5 jalur bagian jalan yang dipergunakan untuk lalu lintas. serta harus mencatat berapa m3 volume dari material yang telah diangkut setiap ada pekerjaan pengangkutan. jembatan dan terowongan di kawasan perkotaan yang mempunyai klasifikasi fungsi jalan arteri. tanah hasil galian tidak dibenarkan berada pada tempat tersebut sampai 1 ( satu hari ) 4. Walapupun ditempatkan sementara. persimpangan sebidang maupun tidak sebidang.3 jalan kolektor jalan umum yang berfungsi melayani angkutan pengumpul atau pembagi dengan ciri perjalanan jarak sedang. Alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut tanah sisa galian adalh Dump Truk dengan kapasitas muat 6 m3 atau bila kondisi jalan / area yang tidak memungkinkan bisa menggunakan kendaraan kecil dengan seijin pengawas lapangan 6. pemasangan. Seluruh hasil material bekas galian drainase harus dibuang dan tempat bekas penempatan sementara hasi galian. dan apabila tidak bisa dibuang secara langsung . Penempatan hasil Galian tersebut jangan sampai menggangu sekitarnya. [Undang-Undang RI No. 3.5. Acuan normatif Spesifikasi penerangan jalan di kawasan perkotaan ini merujuk pada acuan sebagai berikut : 1) Undang Undang RI Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2) Undang Undang RI Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan 3) Peraturan Pemerintah RI Nomor 26 Tahun 1985 tentang Jalan 4) Peraturan Pemerintah RI Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan 5) SNI No. termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas yang berada pada permukaan tanah. jenis. di bawah permukaan tanah dan/atau air. 5. PEKERJAAN PENERANGAN JALAN Ruang lingkup Standar ini memuat ketentuan .ketentuan untuk penerangan ruas jalan. jalan lori dan jalan kabel. Seluruh material yang telah digali dalam batas volume yang telah ditentukan. kecuali jalan kereta api. penempatan/penataan penerangan jalan yang diperlukan. 38 Tahun 2004] 3. 3. 2. 03-2447-1991.

7 lajur bagian jalur yang memanjang.12 3.17 trotoar jalur lalu lintas untuk pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan sumbu jalan dan lebih RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 3. dan tidak mengganggu fungsi jalan. 38 Tahun 2004] 3. dengan atau tanpa marka jalan. atau median datar (flush). jembatan dan jalan di bawah tanah. [Penjelasan Undang-Undang RI No. median dapat berbentuk median yang ditinggikan (raised).16 sistem penempatan parsial (setempat) sistem penempatan lampu penerangan jalan pada suatu daerah-daerah tertentu atau pada suatu panjang jarak tertentu sesuai dengan keperluannya.6 kawasan perkotaan kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian.12 pandangan silhoute pandangan yang terjadi pada suatu kondisi dimana obyek yang gelap berada di latar belakang yang sangat terang (negative image).14 ruang pengawasan jalan (RUWASJA) ruang tertentu yang terletak di luar ruang milik jalan yang penggunaannya diawasi oleh penyelenggara jalan agar tidak mengganggu pandangan pengemudi. pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan. yang diukur dalam satuan candela per meter persegi (cd/m²). dimaksudkan untuk memisahkan arus lalu lintas yang berlawanan. (b) suatu unit lengkap yang terdiri dari sumber cahaya. 3. selain sepeda motor. [Penjelasan Undang-Undang RI No. terletak di sumbu/tengah jalan. yang memiliki lebar cukup untuk satu kendaraan bermotor sedang berjalan.8 lampu penerangan jalan bagian dari bangunan pelengkap jalan yang dapat diletakkan atau dipasang di kiri/kanan jalan dan atau di tengah (di bagian median jalan) yang digunakan untuk menerangi jalan maupun lingkungan di sekitar jalan yang diperlukan termasuk persimpangan jalan. 3. serta kegiatan ekonomi. 38 Tahun 2004] 3. 3.13 ruang milik jalan/right of way (RUMIJA/ROW) sejalur tanah tertentu di luar ruang manfaat jalan yang masih menjadi bagian dari ruang milik jalan yang dibatasi oleh batas ruang milik jalan yang dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan keluasaan keamanan penggunaan jalan antara lain untuk keperluan pelebaran ruang manfaat jalan pada masa yang akan datang. pelayanan sosial. 43 Tahun 1993 ] 3. jalan layang. [Penjelasan Undang-Undang RI No.9 luminansi (L) pantulan cahaya lampu oleh permukaan jalan. 3. [ PP RI No. median yang diturunkan (depressed). elemen elektrik dan struktur penopang serta pondasi tiang lampu. konstruksi bangunan jalan apabila ruang milik jalan tidak cukup luas.11 pandangan silau (glare) pandangan yang terjadi ketika suatu cahaya/sinar terang masuk di dalam area pandangan/ penglihatan pengendara yang dapat mengakibatkan ketidaknyamanan pandangan bahkan ketidakmampuan pandangan jika cahaya tersebut datang secara tiba-tiba. dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan. 3. elemen optik. 38 Tahun 2004] 3.10 median jalan bagian dari jalan yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan dengan bentuk memanjang sejajar jalan. terganggunya fungsi jalan disebabkan oleh pemanfaatan ruang pengawasan jalan yang tidak sesuai peruntukannya.15 sistem penempatan menerus sistem penempatan lampu penerangan jalan yang menerus/kontinyu di sepanjang jalan dan atau jembatan. 3.

g) Rencana jangka panjang pengembangan jalan dan pengembangan daerah sekitarnya. dll. dll. interchange. e) Jalan-jalan dengan lebar median yang sempit. 4. dan lain-lain. alinyemen vertikal. b) Tempat-tempat dimana kondisi lengkung horisontal (tikungan) tajam.13 tinggi dari permukaan perkerasan jalan (untuk menjamin keselamatan pejalan kaki yang bersangkutan). dll.2 Dasar perencanaan penerangan jalan 1) Perencanaan penerangan jalan terkait dengan hal-hal berikut ini : a) Volume lalu-lintas. biaya pemeliharaan. 3. jalan layang dan jalan bawah tanah (terowongan). E) jumlah cahaya yang jatuh pada permukaan jalan. 4. biaya operasi. terutama untuk pemasangan lampu di bagian median. h) Data kecelakaan dan kerawanan di lokasi. situasi (lay-out) jalan dan persimpangan jalan. 5) Memberikan keindahan lingkungan jalan. tempat parkir. dalam satuan lux. d) Jalan-jalan berpohon. 3) Meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. f) Jembatan sempit/panjang.19 rasio kemerataan (uniformity ratio) perbandingan harga antara dua kondisi dari suatu besaran kuat pencahayaan (iluminansi atau luminansi) pada suatu permukaan jalan. f) Tingkat kebutuhan. b) Tipikal potongan melintang jalan. g) Tempat-tempat lain dimana lingkungan jalan banyak berinterferensi dengan jalannya. khususnya pada malam hari. seperti alinyemen horisontal. baik kendaraan maupun lingkungan yang bersinggungan seperti pejalan kaki. 4 Ketentuan . c) Tempat yang luas seperti persimpangan. e) Pemilihan jenis dan kualitas sumber cahaya/lampu. 2) Sebagai alat bantu navigasi pengguna jalan. agar perencanaan sistem lampu penerangan efektif dan ekonomis. pengayuh sepeda.ketentuan 4. 4) Mendukung keamanan lingkungan. 2) Beberapa tempat yang memerlukan perhatian khusus dalam perencanaan penerangan jalan antara lain sebagai berikut : a) Lebar ruang milik jalan yang bervariasi dalam satu ruas jalan.1 Fungsi penerangan jalan Penerangan jalan di kawasan perkotaan mempunyai fungsi antara lain : 1) Menghasilkan kekontrasan antara obyek dan permukaan jalan.18 kuat pencahayaan (iluminansi. data fotometrik lampu dan lokasi sumber listrik.3 Jenis lampu penerangan jalan 1) Jenis lampu penerangan jalan ditinjau dari karakteristik dan penggunaannya secara umum dapat dilihat dalam Tabel 1. d) Tekstur perkerasan dan jenis perkerasan yang mempengaruhi pantulan cahaya lampu penerangan. c) Geometri jalan. 3. Tabel 1 Jenis lampu penerangan jalan secara umum menurut karakteristik dan penggunaannya Jenis Lampu Efisiensi rata-rata (lumen/watt) Umur rencana rata-rata (jam) Daya (watt) Pengaruh thd warna obyek Keterangan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .

250. umur cukup panjang.000 – 24. IP 55. 250.20. Semakin tinggi indek perlindungan (IP).000 .jenis lampu ini masih dapat digunakan untuk hal-hal yang terbatas. ukuran lampu kecil.Jenis lampu ini dianjurkan digunakan karena faktor efisiensinya yang sangat tinggi. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . IP 64. Pada umumnya.000 90.000 125. Hal ini dapat diindikasikan dengan istilah IP (Index of Protection) atau indek perlindungan. 400 Buruk 2) Rumah lampu penerangan (lantern) dapat diklasifikasikan menurut tingkat perlindungan terhadap debu/benda dan air. .000 18 .efisiensi cukup tinggi tetapi berumur pendek . 36 .untuk jalan kolektor.200 8. 180 Sangat buruk Lampu gas sodium tekanan tinggi (SON) 110 12. yang memiliki 2(dua) angka.untuk jalan kolektor dan lokal . Lampu gas merkuri tekanan tinggi (MBF/U) 50 – 55 16. dan angka kedua menyatakan indek perlindungan terhadap air. IP 24. indek perlindungan (IP) yang sering dipakai untuk klasifikasi lampu penerangan adalah : IP 23. kolektor. umur panjang dan ukuran lampu kecil .40 Sedang . tempat peristirahatan (rest area). penyeberangan. .20.efisiensi rendah. . 400.efisiensi sangat tinggi.Untuk jalan tol. arteri. IP 25. terowongan.Jenis lampu ini sangat baik dan sangat dianjurkan untuk digunakan.untuk jalan kolektor. lokal. . sehingga mudah pengontrolan cahayanya. dan IP 66.000 . umur sangat panjang.14 Lampu tabung fluorescent tekanan rendah 60 – 70 8. local dan persimpangan . .efisiensi tinggi.000 – 10. semakin baik standar perlindungannya. Sistem IP merupakan penggolongan yang lebih awal terhadap penggunaan peralatan yang tahan hujan dan sebagainya. ukuran lampu besar sehingga sulit untuk mengontrol cahayanya dan cahaya lampu sangat buruk karena warna kuning. persimpangan besar/luas dan interchange. .jenis lampu ini masih dapat digunakan secara terbatas . angka pertama menyatakan indek perlindungan terhadap debu/benda.10.000 150. dan ditandai dengan lambang. IP 65. Ringkasan pengkodean IP mengikuti Tabel 2 (A Manual of Road Lighting in Developing ountries). persimpangan. 700 Sedang Lampu gas sodium bertekanan rendah (SOX) 100 . IP 54.

tetapi tidak Menimbulkan efek yang bahaya dan merusak (a) Perlindungan terhadap sentuhan yang tidak disengaja oleh bagian tubuh.10 0. Tabel 3 Kualitas pencahayaan normal Kuat pencahayaan (Iluminansi) Kemerataan E (Uniformity) ratarata (lux) g1 1-4 2-5 2-5 0.50 Kemerataan (uniformity) G VD 0.50 0.Sekunder Jalan kolektor : .50 4 4 4 TJ (%) 20 20 20 Trotoar Jalan lokal : .10 Luminansi Batasan silau Jenis/ klasifikasi jalan L rata-rata (cd/m2) 0.1.Primer .10 0. Kualitas pencahayaan normal menurut jenis/klasifikasi fungsi jalan ditentukan seperti pada Tabel 3.1 Pencahayaan pada ruas jalan Kualitas pencahayaan pada suatu jalan diukur berdasarkan metoda iluminansi atau luminansi.15 Tabel 2 Kode indek perlindungan IP (Index of Protection) ANGKA PERTAMA ANGKA KEDUA (a) Perlindungan terhadap manusia/benda jika bersentuhan dengan komponen dalam rumah lampu (b) Perlindungan terhadap rumah lampu jika bersentuhan dengan benda No. Meskipun demikian lebih mudah menggunakan metoda iluminansi.40 0. karena dapat diukur langsung di permukaan jalan dengan menggunakan alat pengukur kuat cahaya.14 1.40 0.00 0. berdiameter < 50 mm 4.50 4-5 20 ./Simbol Tingkat perlindungan 0 1 0 1 Tanpa perlindungan Perlindungan terhadap tetesan air.4.4.50 0.Primer RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit 3-7 0.40 0.1 Kualitas pencahayaan 4.10 0./Simbol ingkat perlindungan (a) Tanpa perlindungan (b) Tanpa perlindungan (a) Perlindungan rumah lampu jika kontak atau bersentuhan dengan benda cair No. (b) Perlindungan terhadap masuknya benda padat. seperti tangan.40 VI 0.4 Ketentuan pencahayaan dan penempatan 4.50 0.

50 0.20 10 .20 2.0.16 .0.4.50 .20 15 .2 Pencahayaan pada tempat parkir Kuat pencahayaan pada daerah tempat parkir ditentukan seperti pada Tabel 4.0.40 0.14 0.96 96 .3 Pencahayaan pada rambu lalu-lintas Batasan kuat pencahayaan (iluminansi) dan luminansi pada rambu-rambu lalu-lintas yang dipasang berdekatan dengan lampu penerangan jalan atau papan reklame ditentukan pada Tabel 5 (AASHTO. jalan bebas hambatan Jalan layang. terowongan 3-7 11 .14 . RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .20 11 .00 0.40 0. yang bertujuan agar lebih menarik perhatian bagi pengguna jalan.20 0.20 0.70 6 10 Keterangan : g1 : E min/E maks VD : L min/L maks VI : L min/L rata-rata G : Silau (glare) TJ : Batas ambang kesilauan 4. simpang susun.70 0.4.Sekunder Jalan arteri dengan akses kontrol.20 1.50 1.0.50 .70 4-5 5-6 5-6 20 10 . Tabel 4 Kuat pencahayaan pada daerah tempat parkir Kuat pencahayaan pada tempat parkir terbuka (lux) Tingkat kegiatan Untuk tujuan lingkungan di lokasi Lalu-lintas kendaraan Keselamatan pejalan kaki Rendah 5 2 Sedang 11 6 Tinggi 22 10 Kuat pencahayaan pada tempat parkir tertutup (lux) Daerah Siang hari Malam hari Daerah tempat parkir dan pejalan kaki 54 54 Kegiatan sedang/tinggi 110 54 4.0.25 0.Sekunder Jalan arteri : .4 Pencahayaan pada terowongan 1) Kuat pencahayaan pada terowongan harus cukup dan memberi kenyamanan baik untuk penglihatan siang maupun malam hari. Adapun kriteria penerangan terowongan adalah seperti yang ditentukan pada Tabel 6.20 1.40 0.50 0.14 .Primer .1. Tabel 5 Batasan kuat pencahayaan untuk rambu lalu-lintas Daerah sekitar penempatan rambu Rendah Sedang Tinggi Iluminansi (Lux) 108 – 216 216 – 432 432 – 864 Luminansi (cd/m2) 24 .50 .50 0.4.40 0.1.14 .0.20 20 .40 0.192 4.20 0.00 1. 1984).48 48 .1.70 5-6 10 .

4. .Memberikan pencahayaan yang jelas rambu-rambu lalu-lintas. lampu penerangan jalan harus memberikan adaptasi yang baik bagi penglihatan pengendara. 3) Kekontrasan permukaan jalan dan obyek. Tabel 6 Batasan kuat pencahayaan pada terowongan Daerah penempatan (Lux) Menengah 15 Jenis/klasifikasi Jalan Jalan arteri dengan kontrol/ jalan bebas hambatan Jalan arteri Jalan kolektor Jalan local Jalan kecil/lorong/gang Komersil 22 Permukiman 11 15 13 10 6 13 10 6 4 11 6 4 4 4. .4. 2) Sistem penempatan lampu penerangan jalan yang disarankan seperti pada Tabel 8.di daerah permukiman . sehingga efek kesilauan dan ketidaknyamanan penglihatan dapat dikurangi.4. Tabel 8 Sistem penempatan lampu penerangan jalan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit Rasio maksimum 6:1 3:1 10 : 1 4:1 4:1 6:1 .3 Pemilihan jenis dan kualitas lampu penerangan Pemilihan jenis dan kualitas lampu penerangan jalan didasarkan pada : 1) Nilai efisiensi (Tabel 1).di daerah komersil/pusat kota Terowongan Tempat-tempat peristirahatan (rest area) 4. d) Arah dan petunjuk (guide) yang jelas bagi pengguna jalan dan pejalan kaki.4.Tingkat kesilauan seminimal mungkin. c) Pencahayaan yang lebih tinggi di area tikungan atau persimpangan.Memberikan adaptasi pencahayaan yang baik. . b) Keselamatan dan keamanan bagi pengguna jalan.4 Penempatan lampu penerangan 1) Penempatan lampu penerangan jalan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan : a) Kemerataan pencahayaan yang sesuai dengan ketentuan Tabel 6 dan 7.di daerah komersil/pusat kota Jalur pejalan kaki : . 2) Umur rencana. Tabel 7 Rasio kemerataan pencahayaan Lokasi penempatan Jalur lalu lintas : . dibanding pada bagian jalan yang lurus.Memberikan pantulan yang cukup dan warna yang kontras pada permukaan terowongan. 3) Pada sistem penempatan parsial.2 Rasio kemerataan pencahayaan (uniformity ratio) Rasio maksimum antara kemerataan pencahayaan maksimum dan minimum menurut lokasi penempatan tertentu adalah seperti yang ditentukan pada Tabel 7.di daerah permukiman .17 2) Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pencahayaan terowongan : .

Tabel 9 Jarak antar tiang lampu penerangan (e) berdasarkan tipikal distribusi pencahayaan dan klasifikasi lampu 1.0 LUX 10.Terowongan Sistem penempatan lampu yang digunakan sistem menerus dan parsial. ramp .0 LUX 6 8 48 - 47 - 45 48 42 47 40 45 38 43 36 41 34 39 10. tipe ini adalah jenis lampu gas sodium bertekanan rendah. Rumah lampu (lantern) tipe A mempunyai penyebaran sorotan cahaya/sinar lebih luas. terutama yang langsung ke jalan. Jarak antar lampu penerangan secara umum dapat mengikuti batasan seperti pada Tabel 9 (A Manual of Road Lighting in Developing Countries).0 LUX 30. tinggi lampu. Dalam tabel tersebut dipisahkan antara dua tipe rumah lampu.0 LUX 20. sistem menerus. lebar jalan dan tingkat kemerataan pencahayaan dari lampu yang akan digunakan. yaitu jenis lampu gas merkuri atau sodium bertekanan tinggi.Jalan lokal . sistem menerus dan parsial. sistem menerus bergradasi pada ujung-ujung terowongan.5 LUX 55W SOX 90W SOX 90W SOX 135W SOX 135W SOX 180W SOX 180W SOX 6.18 Jenis jalan / jembatan .0 LUX 2. simpang susun. sistem menerus dan parsial. Rumah lampu tipe B Jenis lampu 50W SON atau 80W MBF/U 70W SON atau 125WMBF/U 70W SON atau 125WMBF/U 100W SON 150W SON atau 250W MBF/U 100W SON RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit Tinggi lampu (m) 4 5 6 4 31 33 48 5 30 32 47 6 29 32 46 Lebar jalan ( m ) 7 8 9 28 31 44 26 30 43 29 41 10 28 39 11 27 37 Tingkat pencahayaan 3. 4 Batasan penempatan lampu penerangan jalan tergantung dari tipe lampu.Jalan arteri . Rumah lampu tipe A Jenis lampu a Tinggi lampu (m) 4 5 6 6 8 8 10 10 10 10 Lebar jalan ( m ) 7 8 35 36 36 55 33 44 24 36 35 33 33 52 31 43 23 35 22 Tingkat pencahayaan 4 32 35 42 42 60 36 46 - 5 32 35 40 42 60 36 45 - 6 32 35 38 38 58 35 45 25 37 - 9 34 31 32 50 30 41 22 33 21 10 32 30 30 48 29 40 21 32 20 11 29 28 46 28 39 20 31 20 3.Jalan kolektor .0 LUX 6 - - 28 26 23 - - - .Persimpangan. sedangkan tipe B mempunyai sorotan cahaya lebih ringan/kecil.Jembatan .5 LUX 6 34 33 32 31 30 28 26 24 6. sistem menerus.

apabila kereta api pada perlintasan tersebut beroperasi pada malam hari.Jarak antar tiang lampu dalam meter. .0 LUX Keterangan : .4. . 4.di bagian tengah / separator jalan.5 Penataan letak lampu penerangan jalan Penataan/pengaturan letak lampu penerangan jalan diatur seperti pada Tabel 10 dan diilustrasikan pada Lampiran A. .7 Penataan lampu penerangan terhadap tanaman jalan Dalam penempatan lampu penerangan jalan harus dipertimbangkan terhadap tanaman jalan akan ditanam maupun yang telah ada.dapat dilakukan dengan menggunakan lampu menara dengan beberapa lampu. .4. . . . . sehingga perlu adanya pemangkasan pohon dengan batasan seperti pada Gambar 8 dan Tabel 11. diluar daerah persimpangan (dalam RUMIJA ataupun dalam RUWASJA) Jalan dua arah Persimpangan 4.di kiri dan kanan jalan berselang-seling.0 LUX 10 - - 36 35 33 32 30 28 12 - - - - 39 38 37 36 30. umumnya ditempatkan di pulau-pulau. 2) Persyaratan kuat pencahayaan yang ditetapkan pada suatu area perlintasan KA 4. Tabel 10 Penataan letak lampu penerangan jalan Tempat Jalan satu arah Penataan / pengaturan letak . terutama yang langsung ke jalan. pemilihan penempatan lampu penerangan jalan direncanakan dan sendiri-sendiri untuk setiap arah lalulintas.di kiri atau kanan jalan.4. di median jalan.Rumah lampu (lantern) tipe A mempunyai penyebaran sorotan cahaya/sinar lebih luas.26 D . Di daerah-daerah atau kondisi dimana median sangat lebar (> 10 meter) atau pada jalan dimana jumlah lajur sangat banyak (> 4 lajur setiap arah) perlu dipertimbangkan dengan pemilihan penempatan lampu penerangan jalan kombinasi dari cara-cara tersebut di atas pada kondisi seperti ini.di bagian tengah / median jalan.kombinasi antara di kiri dan kanan berhadapan dengan di bagian tengah / median jalan.6 Penataan letak lampu pada perlintasan kereta api 1) Penataan lampu penerangan jalan pada perlintasan kereta api (KA).36 D H – 0.Rumah lampu (lantern) tipe B mempunyai penyebaran sorotan cahaya lebih ringan/ kecil.19 250W SON atau 400W MBF/U 250W SON atau 400W MBF/U 400W SON 10 55 53 50 47 20. Tabel 11 Tinggi pemangkasan pohon terhadap sudut di bawah cahaya lampu Garis pemangkasan pada sudut _ di bawah cahaya lampu 70º 75º RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit Tinggi pemangkasan pohon (h) H – 0.di kiri dan kanan jalan berhadapan.katenasi (di bagian tengah jalan dg sistem digantung) .

Dengan ukuran disesuaikan gambar terdiri dari dari panel hubung bagi dan panel KWH meter sendiri. Kontruksi Bok Panel Hubung Bagi ( PHB ) dan APP PLN 1.Pemasangan kabel PVC harus sesuai dengan gambar kerja dan sesuai spesifikasi dan brstandard nasional. Kontruksi ventilasi sedemikian rupa sehingga tusukan benda logam lurus tidak dapat langsung menyentuh komponen bertegangan.20 80º H – 0.5 – 2 mm.6 Panel Tempat Ballast uk. Panel terbuat dari plate baja yang difinishing dengan powder – warna panel ditetapakn oleh pengunaan barang sebelum pemasangan. 6. Oli. Ukuran panel harus mampu menampung seluruh komponen control dan KWH meter.3 Pemasangan Kabel dan Penarikan Bahan Konduktor kabel terbuat dari coopper atau alumunium sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan kable mampu menahan tegangan isolasi 500 volt. Air 3. Panel berisi peralatan / perangkat untuk mengendalikan aliran listrik dan pengaturan waktu penyalaan/mematikan lampu panel di pasang diatas pondasi yang letaknya sesuai dengan gambar dan petunjuk dari pengawas lapangan sehingga dapat melayani seluruh kebutuhan pengaturan ( menyalakan dan mematikan ) dari sekelompok lampu yang dipasang serta memenuhi standart kualitas yang disyartkan.PLN 8. Kabel yang ditawarkan harus lolos uji dari LMK dan berstandard PLN (SPLN). 3.1 Pekerjaan Tanah Taman 1. Panel type outdor dilengkapi dengan plat nama MILIK PEMKOT SURABAYA 3. Pada dinding samping harus tersedia lubang ventilasi udara secukupnya. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . . 3. Harus tersedia sarana pendukung kabel dan bus baru untuk pentanahan (grounding) yang berfungsi untuk dudukan ujung kable pentanahan. 5.2 Pemasangan Kabel NYFGBY 3cx4mm Bahan Konduktor kabel terbuat dari coopper atau alumunium sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan kable mampu menahan tegangan isolasi 500 volt. Twisted Kabel 4x16 mm. Kable yang digunakan type Kabel NYFGBY 3cx4mm. Proses penyambungan antar plate baja harus dilakukan debgab cara spot weiding. 3. KHW meter dilengkapi dengan bok meter untuk penyegelan dan instansi PT. Bagian sisi depan terdapat kaca bening dengan luasan secukupnya sehingga memudahkan pembacaan Kwh. Kabel yang ditawarkan harus lolos uji dari LMK dan berstandard PLN (SPLN). 7. 4. Kable yang digunakan type Kabel NYFGBY 3cx4mm. 3. Ukuran Panel sebagaimana sesuai gambar.Tanah Taman harus terbebas dari Lumpur.4 Pemasangan PVC untuk Kable Tanam .25 x 15 x 10 untuk lampu sorot 1.5 Perakitan Panel Penerangan Jalan Umum Panel terbuat dari plat baja tebal 1. Bahan yang digunakan sebagai urugan adalah Tanah Taman 2. Mutu Bahan. Basllast sebagai komponen penting pada system penyalaan lampu pelepasan gas (Gas discharge berfungsi untuk membatasi arus melalui lampu yang dilayani). 2. 4. Twisted Kabel 4x16 mm.17 D Keterangan : H = tinggi tiang lampu (mounting height) dalam meter D = jarak tiang lampu ke proyeksi jarak terendah tanaman dengan tanah 3. Bidang pertemuan antar tutup panel dan body panelnya harus dirancang sedemikian rupa sehingga air hujan tertahan dibidang temu dan mengalir ke bawah secara sempurna.

dengan temperature warna 2000 kelvin. 4. Panel berisi peralatan / perangkat untuk mengendalikan aliran listrik dan pengaturan waktu penyalaan/mematikan lampu panel di pasang diatas pondasi yang letaknya sesuai dengan gambar dan petunjuk dari pengawas lapangan sehingga dapat melayani seluruh kebutuhan pengaturan ( menyalakan dan mematikan ) dari sekelompok lampu yang dipasang serta memenuhi standart kualitas yang disyartkan. 2. Dengan ukuran disesuaikan gambar terdiri dari dari panel hubung bagi dan panel KWH meter sendiri. Cahaya yang dihasilkan adalah kuningan keemasan. Ukuran Panel sebagaimana sesuai gambar. model. Spesifikasi jenis lampu sodium tekanan tinggi (High Pressure sodium Dischrage Lamps) 1. Sistem tegangan Listrik adalah 220 Volt 50 Hz. Faktor data listrik pada rangkaian listrik armanture lampu pada waktu penyalaan mninimal 0.5 – 2 mm. Umur lampu rata-rata (Average Rated Lifetime) minimal adalah 32000 jam 3. 7. 4.7 Instalasi 1 Titik Lampu PJU 3. Pada dinding samping harus tersedia lubang ventilasi udara secukupnya. Panel type outdor dilengkapi dengan plat nama MILIK PEMKOT SURABAYA 3. 6. Kontruksi harus sedemikian rupa hingga dapat terkunci pada dudukan komponen dan mudah dirakit / proses penyambungan.21 2. Syarat-syarat dan ketentuan yang dinyatakan disini akan berlaku untuk semua pekerjaan tulangan. arus nominal. Panel terbuat dari plate baja yang difinishing dengan powder – warna panel ditetapakn oleh pengunaan barang sebelum pemasangan. 3. 2. Proses penyambungan antar plate baja harus dilakukan debgab cara spot weiding. Bagian sisi depan terdapat kaca bening dengan luasan secukupnya sehingga memudahkan pembacaan Kwh. 4. Pada tiap ballast harus dilengkapi dengan marking petunjuk wiring. Efikasi lumen lampu Sodium Sekurang-kurangnya 10 lumen/watt 3. Harus terdiri dari bahan-bahan yang diperinci disini.10 Pondasi PJU Pekerjaan Beton Berstruktur K-250 (188Kg) Pekerjaan Struktur Beton Pekerjaan Tulangan Umum.PLN 8. 5.85 (Cos pni : 0. Jenis ballast yang digunakan adalah eloektromanetic ballast (inductive ballast) yang berfungsi sebagai pembatas arus. Kontruksi ventilasi sedemikian rupa sehingga tusukan benda logam lurus tidak dapat langsung menyentuh komponen bertegangan. KHW meter dilengkapi dengan bok meter untuk penyegelan dan instansi PT.85) Sedangkan frekuensi harmonic ketiga yang ditimpulkan tidak boleh melebihi 21%. 3. Kontruksi Bok Panel Hubung Bagi ( PHB ) dan APP PLN 1.9 Pemasangan Lampu Natrium 250w/220v Jenis-jenis lampu yang digunakan pada armature lampu penerangan jalan adalah jenis lampu pelepas gas yaitu lampu Natrium 250/220 V tekanan tinggi berbentuk tabung ( High Pressure Sodium Tuble/Hps-T). Harus tersedia sarana pendukung kabel dan bus baru untuk pentanahan (grounding) yang berfungsi untuk dudukan ujung kable pentanahan. kecuali ada ketentuan lain dari Direksi untuk pekerjaan tertentu. Seluruh pekerjaan tulangan yang dilaksanakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. Daya yang digunakan adalah 150 W. 5. Bidang pertemuan antar tutup panel dan body panelnya harus dirancang sedemikian rupa sehingga air hujan tertahan dibidang temu dan mengalir ke bawah secara sempurna.8 Pemasangan Panel Lampu PJU – 1Phase 5500 VA Panel terbuat dari plat baja tebal 1. Ukuran panel harus mampu menampung seluruh komponen control dan KWH meter. 3. Dilengkapi dengan perlindungan terhadap panas berlebih yang dapat mencegah terbakarnya sirkut. Material ( Baja Tulangan ) RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Jenis Lampu Natrium bekerja secara emisi electron dengan media pengantar gas sodium.

dan lain-lain harus dibuat didalam beton. Dan dikerjakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. Begesting-begesting tidak boleh bocor dan cukup untuk mencegah perpindahan tempat atau kelongsoran dari penyangga. sebelum beton dicor pada penampang tersebut. 4. Semua begesting harus dibersihkan sebelum dipergunakan kembali. Kontraktor diwajibkan untuk memperlihatkan data katalog tentang sertifikasi besi tulangan yang didapatkan dari supplier. ada pada gambar perncanaan. Penulangan yang ditempatkan pada suatu penampang dari pekerjaan harus disetujui oleh Direksi. 5. Precast mortar spacing block ini hendaknya dibuat dengan kawat baja dicor bersama-sama. Semua sisipan. Begesting untuk beton biasa (yang perlu diplester lagi permukaannya) harus dibasahi air dengan seksama sabagai pengganti minyak segera sebelum dicor. 6. 8. Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta. Pekerjaan Bekesting Umum Pekerjaan ini adalah pembuatan begesting-begesting untuk cetakan konstruksi beton.syarat dalam P. 3. Pembongkaran Begesting . semua penulangan harus betul-betul bersih dari semua kotoran-kotoran. 3. 9. diatas sokongan kayu atau tidak juga diatas agregat kasar 4. Tiap-tiap bagian dari begesting. Bentuknya harus dibuat sepraktis mungkin dalam penggunaannya. Pembengkokan dan Pelaksanaan 1. 2. 6. Bout-bout dan tierod yang diperlukan untuk ikatan-ikatan dalan beton harus diatur sedemikian sehingga bila begesting dibongkar kembali. Bila terdapat radius tertentu untuk bengkokan atau hook harus dibuat sekeliling paku yang mempunyai diameter empat (4) kali dari tulangan yang akan dibengkok. celah angker. Sebelum digunakan harus direndam dahulu dalam air. Sambungan-sambungan pada begesting harus diusahakan lurus dan rata dalam arah horisontal dan vertikal. begesting yang dipergunakan untuk beton yang tidak perlu diplester lagi (exposed concrete) harus dilapisi dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas pada beton. Segara sebelum beton dicor pada beberapa bagian dari begesting. Semua tulangan di bentuk sesuai dengan bentuk dan ukuran seperti tercantum dalam gambar dan mengikuti syarat . Harap diperhatikan sebelum pengecoran dimulai harus diberikan waktu yang cukup untuk pemeriksaan. deretan paku-paku. 5. Sebelum pengecoran. 8. 6 mm dengan ikatan dari kawat harus dimasukkan dalam penampung beton Beugel-beugel harus diikat pada tulangan utama dan jaraknya harus sesuai dengan gambar. kerusakan atau pembebanan yang melebihi beban rencana dengan adanya pembongkaran begesting pada beton. Tulangan yang mempunyai cacat atau pembengkokan yang tidak sesuai dengan gambar tidak boleh digunakan. Bangunan tidak boleh mengalami perubahan bentuk. Pekerjaan harus sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kemungkinan adanya beton yang keropos dan lain-lain kerusakan beton.22 Besi yang dipakai adalah besi Tulangan dengan diameter sesuai dengan yang sisyaratkan. Pelapisan (coating) . bagian dalam dari bagian itu harus dibersihkan dari semua material lain. 2.B. Tulangan tidak boleh disokong diatas tulangan baja yang keluar dari permukaan beton. Permukaan Bekesting harus halus dan rata. maka semua besi tulangan harus berada 4 cm dari permukaan beton. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Precast mortar spacing block hendaknya digunakan untuk penahan jarak yang tepat terhadap tulangan dan minimum mempunyai kekuatan beton yang akan dicor. termasuk air. Sebelum pemasangan besi beton bertulang. 1. Bahan-bahan Kayu Papan / Multipleks Kayu papan atau multipleks yang digunakan harus sesuai dengan syarat-syarat dan spesifikasi yang telah ditentukan atau menurut petunjuk Direksi. Kawat baja digunakan untuk mengikat tulangan hendaknya mempunyai diameter tidak lebih kecil dari 1. bagian-bagian yang strukturil harus diperiksa oleh Direksi segera sebelum beton dicor pada bagian itu. 7. 7. Pelaksanaan.I dan diletakkan sesuai dengan gambar dengan memperhatikan selimut beton yang tetap. tidak boleh melendut. maksudnya untuk mengikatnya pada tulangan.

Semua beton yang dikehendaki untuk digunakan bagi semua bangunan instalasi pengolahan lumpur tinja yang akan dikerjakan dengan spesifikasi ini dan untuk semua maksud yang berhubungan dan sebagaimana diminta oleh Direksi harus diperinci dari bahan-bahan yang diperinci disini dan harus dicampur dengan perbandingan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disebut di sini. Tabel Standar Mutu Dan Kelas Beton Mutu dan Kelas Beton σ bk Kg/cm 2 125 175 225 σ ’ bm Kg/cm 2 200 250 300 Kategori Dari Bangunan (tujuan) Non Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Pengawasan terhadap Kualitas Agregat Pemeriksaan dengan mata Pemeriksaan dengan teliti Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Kekuatan Tekanan Tidak ada Pengujian Tidak ada Pengujian Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Kls I II Mutu Bo Bl K125 K175 K225 RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . spesi/mortel dan spesi injeksi dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Kontraktor sesuai dengan syarat-syarat yang sudah diterangkan 4. Waktu minimum dari saat selesainya pengecoran beton sampai dengan pembongkaran begesting dari bagian – bagian struktur harus ditentukan dari percobaan kubus benda uji yang memberikan kuat desak minimum seperti tercantum pada daftar atau sebagai berikut : BAGIAN STRUKTUR Sisi balok dan dinding Penyangga pelat lantai Penyangga balok WAKTU MINIMUM PEMBONGKARAN BEGESTING ( HARI ) 3 21 21 Pekerjaan Beton Umum 1. 1971. 3.I. Waktu minimum untuk pembongkaran begesting .I2-P. Pertanggungan jawab atas keselamatan pada waktu pembongkaran tiap bagian begesting atau penyangga berada dipihak pemborong.B. Semua pasir dan agregat kasar yang digunakan dalam beton.23 10. 2.B.I.2 P. Bahan 1.I. 1971. menurut tabel di bawah ini. 2. Air yang dipakai harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan di depan. Kelas dan Mutu Beton Kelas dan mutu dari beton harus sesuai dengan Standar Beton Indonesia N. Setiap syarat dan ketentuan yang tidak termaktub di sini harus sesuai dengan Standar Indonesia untuk beton N. Semua portland harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam semen portland. Semua besi beton harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan tentang besi beton.

Pengujian dari beton akan dilakukan oleh Direksi dan perbandingan-perbandingan campuran harus diubah jika perlu untuk tujuan atau penghematan yang dikehendaki. Perlengkapan Mengaduk Kontraktor harus menyediakan peralatan dan perlengkapan yang mempunyai ketelitian yang cukup untuk menetapkan dan mengawasi jumlah dari masing-masing bahan pembentukan beton. Komposisi/Campuran Beton 1. air seperti yang ditentukan sebelumnya. Beton harus dibentuk dari semen portland. terhadap pasir dan agregat kasar tidak boleh kurang dari 1 : 8. 5. Beton harus seragam dalam komposisi dan konsistensi dari adukan ke adukan. Perlengkapanperlengkapan tersebut dan cara pengerjaannya selalu harus mendapatkan persetujuan Direksi. pasir. 6. bila mesin pengaduk berkapasitas lebih besar dari 1. Banyaknya semen untuk tiap m3 beton paling tidak harus 325 kg. Campuran yang direncanakan diketemukan dari percobaan-percobaan campuran yang memenuhi kekuatan karakteristik yang disyaratkan. kekedapan. Pengadukan yang berlebih-lebihan (lamanya) yang membutuhkan penambahan air untuk mendapatkan konsistensi beton yang dikehendaki tidak diperkenankan. Waktu pengadukan ditambah.125 dan untuk kelas II. Banyaknya semen untuk tiap m3 sedikitnya harus 225 kg. Untuk beton mutu “Bo” campuran yang biasa untuk pekerjaan non struktural dipakai perbandingan dari semen portland. pasir dan kerikil/batu pecahan harus digunakan dengan perbandingan volume 1 : 2 : 3 atau banyaknya semen untuk tiap m3 beton minimum harus sampai 325 kg.60 (dari beratnya) untuk kelas lainlainnya. Tingkat agregat yang kasar untuk kelas II . Direksi berwenang untuk menambah waktu pengadukan jika pemasukan bahan dan cara pengadukan gagal untuk mendapatkan hasil adukan dengan susunan kekentalan dan warna yang merata/seragam.beton harus berada dalam batas yang telah ditentukan di atas dan Kontraktor harus memperoleh derajat yang patut apabila perlu akan dites oleh Direksi. 7. Untuk mutu beton lainnya yang lebih tinggi harus dipakai “campuran yang direncanakan” (designed mix). Untuk beton mutu K 225. Pencampuran dengan tangan diperkenankan apabila pada lokasi-lokasi tertentu sebuah Portable Mixer tak mungkin dipergunakan menurut pandangan Direksi. 2. 8. 3.derajat K. Pencampuran dan Pengecoran Beton. agar supaya diperoleh derajat yang sepatutnya.55 (dari beratnya) untuk kelas III dan jangan melampaui 0. Air harus dituangkan lebih dahulu dan selama pekerjaan mencampur. Perbandingan campuran dan faktor air semen yang tepat akan ditetapkan atas dasar beton yang dihasilkan. kerikil/batu pecah. awet atau kekuatan dan Kontraktor tidak berhak atas penambahan konpensasi disebabkan perubahan yang demikian. dengan tidak memakai semen terlalu banyak. Untuk mempermudah pencampuran ini RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . kecuali bila dimintakan adanya perubahan dalam komposisi atau konsistensi. awet dan kekuatan yang dikehendaki. Bahan-bahan pembentukan beton harus dicampur dan diaduk dalam mesin pengaduk beton yaitu “Batch Mixer” atau “Portable Continuous Mixer” selama sedikitnya 1 ½ menit sesudah semua bahan (kecuali untuk air dalam jumlah yang penuh) ada dalam mixer.24 III K225 225 300 Strukturil Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian akan diadakan Dilakukan pengujian kekuatan tekan beton yang diperoleh dari pemeriksaan benda uji kubus pada umur 28 hari. kepadatan.5 m3. kegairahan bekerja. 2. Mengaduk 1.175 .derajat K. juga mempunyai kepadatan yang tepat. Perbandingan antara bahan-bahan pembentuk beton yang dipakai untuk berbagai pekerjaan (sesuai kelas mutu) harus dipakai dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan. kekedapan. campuran nominal dari semen Portland. dengan mengkombinir ukuran agregat yang proporsionil. 4. demikian juga pemeriksaan terhadap agregat dan beton yang dihasilkan. semuanya dicampur dalam perbandingan yang serasi dan diolah sebaik-baiknya sampai pada kekentalan yang tepat/baik. Faktor air semen dari beton (tidak terhitung air yang dihisap oleh agregat) tidak boleh melampaui 0.

Semua genangan-genangan air harus dibuang dari permukaan Construction Joints sebelum beton baru dicor. Penutup saluran dari beton harus dicor pada tempat lain yang berdekatan dengan lokasi. baja tulangan beton. serta disediakan pompa untuk memompa air rembesan dari cofferdam. Cetakan untuk mencetak beton dan membuatnya menurut model yang dikehendaki harus digunakan bila perlu. Cetakan untuk permukaan yang demikian dapat dibuat dari kayu dan harus didalam segala hal benar-benar berbentuk dan berukuran yang dikehendaki dan harus berkekuatan dan berkakuan yang tetap pada tempat dan bentuknya selama pembebanan dan berlangsungnya pekerjaan vibrasi pemadatan beton. misalnya mendinginkan agregat dengan mencampur air dan mengecor pada waktu malam hari bila perlu. batas-batas dan ukuran dari hasil beton yang diinginkan sebagaimana pada gambar-gambar yang diusulkan oleh Kontraktor dan yang sudah disetujui oleh Direksi. lantai kerja) harus bersih dari air yang menggenang. Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan. Penyangga cetakan (perancah) harus bersandar pada pondasi yang baik sehingga tidak akan ada kemungkinan penurunan cetakan selama pelaksanaan. Semua percetakan kayu harus diketam rata/digosok dengan kertas pasir untuk menghilangkan tanda-tanda bekas dari cetakan sejauh hal ini dapat dikerjakan. Pembersihan harus berupa pembuangan semua kotoran. Usaha yang sesuai dan efektif harus dikerahkan dalam pekerjaan cetakan untuk menguatkan pinggiran batas dan ujung lainnya dalam arah yang tepat untuk menghindari terbentuknya pelengkungan-pelengkungan sisi-sisi pinggiran tersebut atau kerusakan-kerusakan permukaan beton yang telah diselesaikan. 3. beton harus diaduk ditempat pekerjaan untuk kemudian langsung dicor. Pada pekerjaan saluran longsor harus dalam daerah yang kering maka harus dibatasi dengan cofferdam diudik dan di hilir. penyokongan dan pengikatan dan penyiapan-penyiapan permukaan yang berhubungan dengan pengecoran yang telah disetujui oleh Direksi. Cetakan Beton 1. Permukaan-permukaan beton yang lebih dahulu dicor pada mana beton baru akan dicor. dalam keadaan baik sebagaimana dikehendaki untuk menghasilkan permukaan yang sempurna seperti terperinci disini. 6. rata dengan luas 2 cm2. Sebelum beton dicor. Semua cetakan harus betul-betul teliti dan kuat kedudukannya sehingga tidak ada perubahan atau gerakan lain selama penuangan beton. Penggunaan minyak cetakan harus berhatihati untuk kontak dengan besi beton yang mengakibatkan kurangnya daya lekat.25 Kontraktor akan membuat beton masif dengan ketebalan tidak kurang dari 5 cm. Kontraktor harus mengambil langkah-langkah yang efektif. Pembersihan dan pencucian harus dilaksanakan pada kesempatan terakhir dari pengecoran beton. licin. sebagai yang ditetapkan oleh Direksi. Semua cetakan yang dibangun harus teguh. 4. Permukaan yang rata dari beton adalah yang dikehendaki dimanapun juga baik saluran drinase ataupun tutup beton. papan yang diserut/ diketam rata dan halus. tidak boleh lebih dari 32° Celcius dan tidak kurang dari 4. 3. ditentukan disini. Cetakan dapat dibuat dari lembaran Plywood. permukaan mana telah begitu mengeras sehingga beton baru tidak akan berpadu dengan sempurna. Alat-alat dan usaha-usaha yang sesuai dan cocok untuk membuka cetakan-cetakan tanpa merusak permukaan dari beton yang selesai harus tersedia. semua permukaan pada tempat pengecoran (cetakan. permukaan dari cetakan-cetakan harus diminyaki dengan minyak yang biasa diperdagangkan yang mencegah secara efektif lekatnya beton. 2.5° C. Permukaan-permukaan Construction Joints harus dibersihkan dengan cara-cara yang disetujui dan kemudian dicuci seluruhnya dengan penyemprotan air dengan tekanan udara segera sebelum pengecoran beton baru. Suhu Suhu beton sewaktu dicor/dituang. Air yang setiap hari mengalir harus dialihkan lewat talang diatas aluran yang akan dibangun. reruntuhan atau bahan lepas. Cetakan haruslah sesuai dengan berbagai bentuk. untuk dicor pada suhu dibawah 32° C. bahan-bahan asing yang menutupinya. Pengecoran 1. bidang-bidang. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Permukaan-permukaan Construction Joints harus bersih dan lembab ketika ditutup dengan beton baru atau adukan. Bila suhu dari beton yang ditaruh berada antara 27° C dan 32° C. Segera sebelum pengecoran beton. beton-beton yang mengelupas atau rusak. Bila beton melebihi 32° C. 3. 5. mempertahankan suhu beton. diliputi dengan parapet setinggi 10 cm. sebagai “Construction Joints” (hubungan konstruksi/pelaksana). 2. semua material untuk melepaskan lekatan harus dipakai hanya setelah disetujui oleh Direksi. tidak boleh dicor langsung pada saluran.

Umumnya. penjagaan khusus harus dijalankan untuk menjamin agar beton yang baru menjadi rapat betul dengan permukaan joints (sambungan) dengan Pembobokan dan peralatan dengan memakai alat-alat yang cocok. Dalam pengecoran beton pada Construction Joints yang telah terbentuk.26 4. Beton yang masih muda tidak diijinkan untuk dibenahi. maka harus mendapatkan penanganan tersendiri atas petunjuk Direksi. 2. Direksi berhak menentukan cara perawatan bagaimana yang harus digunakan pada bagian-bagian pekerjaan. Air yang digunakan dalam perawatan (curing) harus memenuhi maksud-maksud spesifikasispesifikasi air untuk campuran beton. Semua beton harus dipadatkan dengan alat penggetar type immersion beroperasi dengan kecepatan paling sedikit 7000 putaran per menit ketika dbenamkan dalam beton. semua penuangan beton harus selalu kira-kira berlapis-lapis horizontal dan umumnya tebalnya tidak lebih dari 50 cm. 10. Beton harus tetap basah paling sedikit 14 hari terus menerus (segera setelah beton cukup keras untuk mencegah kerusakan) dengan cara menutupnya dengan bahan yang dibasahi air atau cara-cara yang disetujui yang akan menjaga agar permukaan selalu basah. diperlukan waktu minimum dua hari sebelum cetakan dibuka untuk dinding-dinding yang tidak bermuatan dan cetakan-cetakan samping lainnya. Selama hujan air semen atau spesi tidak boleh dihamparkan pada construction joints dan air semen atau spesi yang hanyut dan terhampar harus dibuang dan diganti sebelum pekerjaan dilanjutkan. Transportasi dari pengadukan sampai pengecoran beton jangan terlalu jauh sehingga memungkinkan pemisahan bahan dan pengerasan beton. tujuh hari untuk dinding-dinding pemikul dan saluran-saluran. 7.35 m3 sekali tuang. 5. Direksi mempunyai hak untuk mengurangi tebal tersebut apabila pengecoran dengan tebal lapisanlapisan 50 cm tidak dapat memenuhi spesifikasi-spesifikasi ini. dan menutup rapat-rapat pada semua permukaanpermukaan dari cetakan dan material yang dilekatkan. 11. Setelah permukaan disiapkan baik-baik. 9. Cara-cara dan alat-alat yang digunakan untuk pengangkutan beton harus sedemikian sehingga beton dengan komposisi dan kekentalan yang diinginkan dapat dibawa ke tempat pekerjaan tanpa adanya pemisahan dan kehilangan bahan yang menyebabkan perubahan nilai slump. permukaan Construction Joints dimana beton baru akan dicorkan harus dilapisi dengan penutup yang terbuat dari adukan semen (air hasta semen) atau ditutup dengan lapisan spesi/mortar harus mempunyai perbandingan semen dan pasir seperti campuran beton yang bersangkutan kecuali ditentukan lain. sehingga ia bebas dari kantong-kantong kerikil. Kecuali ada penyetopan/pemotongan oleh hubungan/joints. Perawatan 1. 14 hari untuk dek-dek jembatan atau gorong-gorong jalan. 13. Pencampuran/penumbukan kembali beton tidak diperkenankan. 6. Beton harus dicor pada adukan yang baru (fresh). 8. 12. Beton dicor hanya pada waktu Direksi atau wakilnya yang ditunjuk serta pengawas Kontraktor yang setaraf ada ditempat kerja. alat penggetar (vibrator) harus dapat menenmbus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak dibawah. Ember-ember/bocket beton yang dipakai harus sanggup menuang dengan tepat pada slump yang rendah dan memenuhi syarat-syarat campuran pada mana mekanisme pembuangan harus dibuat dengan kapasitas sedikitnya 0. Waktu dan Cara-cara Pembukaan Cetakan 1. 3. Setiap lapisan beton harus dipadatkan sampai kepadatan maksimum yang mungkin. Semua beton harus dirawat (cured) dengan air seperti ditentukan disini. Waktu dan cara pembukaan dan pemindahan cetakan harus dikerjakan dengan hati-hati untuk menghindarkan kerusakan pada beton. Pengecoran beton tidak diperkenankan selama hujan deras atau lama sedemikian sehingga spesi/ mortar terpisah dari agregat kasar. Ember beton harus mudah untuk diangkat/ diletakkan dengan alat-alat lainnya dimana diperlukan terutama bagi lokasi-lokasi yang terbatas. Keadaan construction joints harus mendekati horizontal jika tidak ada ketentuan lain dari yang ditunjukkan pada gambar atau diperintahkan oleh Direksi. Beton yang baru dibuka cetakannya diperlihatkan kepada Direksi untuk dinilai kualitas pengecorannya. kepala. beton yang hasilnya banyak keropos sampai tulangan terlihat. demikian juga konsistensinya. Suatu pengecoran tersebut tidak boleh terputus sebelum bagian tersebut selesai. Dalam pemadatan setiap lapisan dari beton. 2. Beton yang sudah mengeras dalam hal mana pengecoran yang tepat tidak mungkin dijamin harus dibuang dan tidak dibayar untuk pekerjaan terbuang semacam itu. Perlindungan (Protection) RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Pembukaan Cetakan dan Pemeliharaan.

Penyelesaian-penyelesaian dan Penyempurnaan 1. dalam hal mana penambalan harus dikerjakan seperti yang telah tercantum dalam pasal-pasal berikut. Permukaan-permukaan beton akan diuji/ ditest oleh Direksi dimana perlu untuk menentukan apakah ketidakteraturan permukaan berada dalam batas-batas yang ditentukan disini. 3. Jika menurut pendapat Direksi Hal-hal yang tidak sempurna pada bagian bangunan-bangunan yang akan terlihat sedemikian. A-36 ketebalan 3mm. Offset yang disebabkan oleh pemindahan atau penempatan cetakan yang salah yang membentuk garis-garis. Diproses dengan hot dipped galvaniszed. Kontraktor diwajibkan untuk menutupi seluruh dinding (dengan spesi plester). Perlindungan semacam itu dibuat efektif dan secepatnya dilaksanakan sesudah pengecoran beton atau sesudah pembukaan cetakancetakan. sesuai dengan instruksi dari Direksi. sehingga dengan penambalan saja tidak akan menghasilkan sebuah dinding yang tidak memuaskan kelihatannya.Tiang Oktagonal parabola cabang 2 parabola ( double parabolic). Ketidakteraturan digolongkan sebagai sekonyong-konyong (abrupt) atau lambat laun (gradual). Finishing hot dip galvaniszed. Bila sesudah pembukaan cetakan ada beton yang tidak tercetak menurut gambar atau diluar garis atau permukaan tidak rata atau keropos. dan bergeraknya cetakan. Penyempurnaan permukaan-permukaan beton harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli dan disaksikan oleh Direksi. kerusakan karena cetakan. Tiang yang digunakan adalah: . 3. 2. Tipe base plate (pemasangan menggunakan angkur). dalam jumlah yang diperinci oleh pabrik dan dengan air yang cukup sehingga sesudah bahanbahan spesi dicampur akan melekat satu sama lain dan apabila diremas-remas menjadi bola dan ditekan dengan tangan tidak akan mengeluarkan air. Semua lubang harus terus menerus dibasahi selama 24 jam sebelum dicor dan seterusnya disempurnakan. 2. Cacat lubang-lubang tempat cukilan dari sarang kerikil atau keropos kecil yang akan diperbaiki. kalau perlu dengan menggunakan peralatan pengetesan beton. Ketidaksesuaiannya akan mendapat penilaian tersendiri yang akan diberikan oleh Direksi dan kalau Direksi memerintahkan untuk dibongkar maka beton harus dibuang dan diganti oleh Kontraktor atas bebannya sendiri kecuali bila Direksi memberikan ijinnya untuk menambal tempat yang rusak. harus diisi dengan spesi/ mortel tambalan yang kering yang disusun dari satu bagian semen Portland dengan dua bagian pasir beton bersama dengan bahan pengisi yang tidak susut.11 Pemasangan Tiang Oktagonal 6m Hot Dipped Galvanized dengan Flenders Stang ornamen menggunakan pipa besi Galvanish (GIV) 2” kelas medium A.dengan ukuran dengan ukuran disesuaikan gambar ( disesuaikan dengan jarak antar tiang PLN dengan lebar badan jalan) pembengkokan dengan sistem rolo dengan sudut 150. bentuk dan ukuran sesuai gambar kerja.27 Kontraktor harus melindungi semua beton terhadap kerusakan-kerusakan sebelum penerimaan terakhir oleh Direksi. Permukaan beton yang terbuka harus dilindungi terhadap sinar-sinar matahari yang langsung paling sedikit 3 hari sesudah pengecoran. Spesi penambal harus dikerjakan dengan lapisan-lapisan yang tipis dan selalu dipadatkan dengan alat yang cocok. Kontraktor harus membersihkan semua permukaan yang terbuka dari kerak-kerak dan kotoran yang lainnya. lobang-lobang karena keropos. 3. ternyata ada permukaan yang rusak atau keluar dari garis. ketidakrataan oleh pengaruh sambungan-sambungan cetakan. Sebelum menerima pekerjaannya. Kerusakan yang memerlukan pembongkaran dan perbaikan ialah yang terdiri dari sarang kerikil. 2.pabrik pembuat tinga harus telah menerapkan sisitem manajemn mutu. Ketidakrataan dan bengkok harus dibuang dengan pemahat atau dengan alat lain dan seterusnya digosok dengan batu gerinda. yang disetujui oleh Direksi. hal itu dianggap sebagai tidak sesuai dengan spesifikasi ini. 4. akan dianggap sebagai ketidakteraturan yang sekonyong-sekonyong (abrupt) dan akan diuji dengan menggunakan pengukuran langsung. Semua ketidakteraturan lainnya dapat dianggap sebagai ketidakteraturan yang gradual dan akan diperiksa dengan teliti oleh Direksi. Tinggi 9 meter bahan SPCC standart ASTM. yang disebabkan mata kayu lepas pada cetakan atau kerusakan lain dari kayu. 3. Perbaikan Permukaan Beton 1.13 Pengecatan Tiang PJU RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Dimensi. Tiang harus tanah karat dan tidak mudah kropos.12 Pembuatan dan Pemasangan Terminal Dalam Tiang 1. lubang-lubang baut.

2.Lingkup Pekerjaan. Pekerjaan meliputi pemasangan gird besi saluran. Besi beton polos dia 4. Grill Taman (Cover & Frame) fabrikasi 4.0 mm.2 Bahan-bahan 1.2 Bahan-bahan 1. Persyaratan Bahan 1. Besi beton polos dia 4. Grill Manhole (Cover & Frame) Fabrikasi 4. 4. Besi siku 2. kwalitas baik minimal K-400 (hasil test laboratorium) 4. PEKERJAAN MEDIAN JALAN 4. Grill Pelaluan Air (Cover&Frame) Fabrikasi 4.1.7.60 cm.40.1.2 Bahan-bahan 1.WC)am kotoran.1. Besi beton polos dia 4.2. yang dipasang ditepi pasangan paving atau sebagai pengunci pasangan paving. Spesi 1 PC : 2 Ps t= 3 Cm a. Besi siku 2.1.6 m Curbing memakai curbing berdimensi 20. sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Lingkup Pekerjaan 1. 3. Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10.4.Curbing Type A Panjang 0. bahan-bahan. Pemasangan Lantai Porcelain Tile Kasar 30x30 cm(Warna Gelap/Terang) 4. Besi siku 2.3. Plat besi 3. 4. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh spesi dibawah kanstin yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan pengarahan direksi dilapangan . Pemasangan Lantai Granit Diglasur 20x30 cm (Warna Gelap) Untuk Tuna Netra 4.1.Lingkup Pekerjaan.2. Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 dan PUBI 1982. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja.3. 4. c.28 Finishing PJU Dilapisi dengan pengecatan kesleruhan Tiang-tiang PJu 4. Syarat-syarat Pelaksanaan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .2. Plat besi 3.8. 2.Lingkup Pekerjaan.Campuran (aggregate) untuk plester harus dipilih yang benarbenar bersih dan bebas dari segala mPenghamparan Lapis Aus (AC . b. 2. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Pemasangan Lantai Ornamen 50x50 cm 4. harus bersih dan melalui ayakan 1.5. Pekerjaan meliputi pemasangan gird besi saluran. . Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Perencana/Direksi Pengawas dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8.6 .6. Pekerjaan meliputi pemasangan gird besi saluran.1. Plat besi 3.3. Pas.

Pasir pasang yang di gunakan harus di ayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang dipersyaratkan. lengkap dengan ketentuan/persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. Ukuran/dimensi pasangan. bertuliskan type dan tingkatannya. Batu yang dari alam atau batu galian yang telah dibelah. 4. 9. Sebelum memulai pekerjaan. terlindung. 5. Bahan – Bahan : • Batu Kali Belah 15/20 cm • Semen PC 50 Kg • Pasir Pasang • Air Bersih Mutu Bahan a. Kontraktor diharuskan memeriksa site/ lapangan yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulainya pekerjaan. 2. Kontraktor harus segera melaporkan kepada Direksi. berventilasi baik. kasar. 7. Pekerjaan harus meliputi pengadaan seluruh material. 5. 6. harus bermutu baik dari jenisnya dan di setujui Direksi . dan dilindungi sesuai dengan jenisnya seperti yang disyaratkan dari pabrik. Pekerjaan spesi dilakukan dibawah kanstin setelah terlebih dahulu melakukan galian tanah keras sedalam 8 cm pemasangan. Batu Kali Belah 15/20 cm Batu Kali yang digunakan adalah : 1. Bahan harus disimpan di tempat yang kering. spesifikasi dan lainnya. 3.9.29 1. Pasangan batu harus digunakan untuk struktur seperti saluran berpenampang persegi di tepi jalan. tahan lama. Konstruksi pasangan batu ini dimaksud untuk menahan beban luar yang cukup besar. Pasangan Batu Kali Belah 15/20 ( 1 Pc : 4 Ps ) Umum 1. 3. penyiapan pondasi dan seluruh pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan struktur sesuai dengan spesifikasi teknik serta memenuhi garis. Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan di atas tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. dan bersih. tahan terhadap pengaruh adara dan air dan cocok dalam segala hal untuk fungsi yang dimaksud. dalam keadaan utuh dan tidak ada cPenghamparan Lapis Aus (AC . 4. 2. galian. elevasi serta kelandaian sesuai dengan gambar rencana. 8. Semua bahan sebelum di kerjakan harus ditunjukkan kepada Konsultan MK/Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan ditempat tersebut sebelum kelainan/perbedaan diselesaikan. 2. Seluruh spesi pada kanstin dengan aduk campuran 1 PC : 4 pasir. b. lebar tidak kurang dari satu setengah kali tebalnya dan panjang tidak kurang dari satu setengah kali lebarnya. potongan dan dimensi seperti yang ditunjukan pada gambar atau sebagaimana diperlukan secara tertulis oleh Direksi. Tempat penyimpanan bahan harus cukup menampung kebutuhan bahan. 3. ketinggian. Semen PC 50 Kg Semen yang digunakan adalah : RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Pekerjaan ini juga mencakup pembuatan lubang suling-suling (untuk drainase) termasuk pengadaan dan pemasangan acuan lubang suling-suling atau pipa dan bahan penyaring. bersih. Tebal spesi 3 cm dengan dengan melakukan galian tanah keras terlebih dahulu sedalam 8 cm atau sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. batu harus memiliki ketebalan yang tidak kurang dari 150 mm. Terkecuali diperintahkan lain oleh Direksi. tembok penahan.WC)at. lancip atau lonjong bentuknya dan dapat ditempatkan saling mengunci bila dipasang bersama. Material yang tidak disetujui harus diganti dengan material lain yang mutunya sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar. Semen Portland yang di kirim ke proyek lapangan harus dalam keadaan tertutup atau dalam yang masih disegel dan berlabel pabriknya. 4. Batu harus rata. keras. Pekerjaan ini harus mencakup pembangunan dari struktur yang ditunjukan pada gambar atau seperti yang diperintahkan oleh Direksi. gorong-gorong persegi dan tembok kepala goronggorong.

dan Air a. baru sesudahnya air ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan selama lima sampai sepuluh menit. basa. Pasir tersebut tidak mengandung lempung atau unsur organik atau non organic lainya. dan permukaan harus diakhiri segera setelah pengerasan awal dan aduk dengan menyapunya dengan sapu yang kaku. PEKERJAAN PLESTERAN HALUS Tb=1. Semen tidak boleh disimpan terlalu lama dan yang telah menggumpal atau membatu tidak boleh dipakai dan harus disingkirkan. Pemasangan Batu Kali Belah 15/20 ( 1 Pc : 4 Ps ) • Landasan dari adukan segar paling sedikit 30 mm tebalnya harus dipasang pada pondasi dan disiapkan sesaat sebelum penempatan masing-masing batu pada lapisan pertama. e. • Pasangan yang dihasilkan harus kokoh / masif ( tidak berongga ). • Pekerjaan harus dimulai dari dasar lereng kearah atas.30 1. bebas dari benda – benda yang mengganggu seperti minyak. dalam pelaksanaan dilapangan kontraktor harus membuat kotak takaran dari kayu dengan ukuran yang sama. • Batu besar pilihan harus digunakan untuk lapisan dasar dan pada sudut-sudut. gula atau organic lainnya. • Lereng yang bersebelahan dengan batu harus diratakan dan dibentuk untuk menjamin pertemuan yang baik dengan pekerjaan pasangan batu sehingga memungkinkan untuk drainase tang tidak menghambat dan mencegah gerusan pada tepi perkerasan. Seluruh material tadi ( kecuali air ). 2.10. baik dalam kotak yang rapat atau dalam alat pencampuradukan yang telah disetujui. Untuk menghasilkan campuran yang homogen ( merata ). Penyiapan Adukan Campuran ( Spesi 1 Pc : 4 Ps ) Adukan semen terdiri dari material Semen. Pasir Pasang Pasir Pasang yang dipakai adalah : 1. c. 2. adukan boleh diaduk kembali dengan air dalam waktu 30 menit dari proses pengadukan awal. Penyimpanan harus mengikuti spesifikasi serta diletakkan sedemikian rupa sehingga mudah untuk diperiksa dan diambil c. • Peralatan yang cocok harus disediakan utnuk memasang batu yang lebih besar dari yang dapat ditangani oleh dua orang.5 cm Umum RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . yaitu 1 bagian semen dicampur dengan 3 bagian Pasir Pasang. b. • Setiap jarak 20 meter sepanjang saluran dibuatkan celah delatasi tegak dari puncak saluran sampai dasar saluran 4. Air Bersih Air yang digunakan dalam campuran harus bersih. • Batu harus tertanam dengan kuat satu dengan yang lainnya untuk mendapatkan tebal yang diperlukan dari lapisan yang diukur tegak lurus terhadap lereng. harus dicampur. d. Jika perlu. Pengadukan kemlbali setelah waktu tersebut tidak boleh dilakukan. 3. Komposisi Campuran menggunakan 1 Pc : 4 Ps. • Batu yang dipasang harus dihampar dengan muka yang terpanjang mendatar dan muka yang tampak harus dipasang sejajar. Prosedur Pelaksanaan 1. Jenis Portland Cement (PC) produksi dalam negeri yang memenuhi persyaratan yang berlaku di Indonesia. hingga campuran telah berwarna merata. busa. Air yang diketahui dapat diminum juga dapat dipakai. Adukan dicampur hanya dalam kwantitas yang diperlukan untuk penggunaan langsung. pengadukan harus menggunakan Concrete Mixer / Molen dengan kapasitas 350 l. Tambahan aduk mengisi rongga yang ada diantara batu-batu dan harus diakhiri hampir rata dengan permukaan lapisan tetapi tidak menutupi batunya dengan menggunakan perekat 1 pc : 4 pc. untuk itu semua rongga diantara batu kali harus terisi campuran. asam. garam. Pasir tersebut terdiri dari butir –butir yang bersih dari segala kotoran. Adukan yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah air ditambahkan harus di buang. Menggelindingkan atau menggulingkan batu pada pekerjaan yang baru dipasang tidak diperkenankan. Jumlah air harus sedemikian hingga guna menghasilkan adukan dengan konsistensi ( kekentalan ) yang diperlukan tetapi tidak boleh melebihi 70 % dari berat semen yang digunakan. Agregat. d.

basa. Bahan – Bahan : • Semen PC 50 Kg • Pasir Pasang • Air Bersih Mutu Bahan. asam. 3. Pekerjaan ini juga mencakup pembuatan benangan 3. Prosedur Pelaksanaan Adukan terdiri dari material Semen. adukan boleh diaduk kembali dengan air dalam waktu 30 menit dari proses pengadukan awal. dalam pelaksanaan dilapangan kontraktor harus membuat kotak takaran dari kayu dengan ukuran yang sama. b. Ukuran/dimensi pasangan. baik dalam kotak yang rapat atau dalam alat pencampuradukan yang telah disetujui. e. c. Air yang diketahui dapat diminum juga dapat dipakai. benangan harus tajam dan lurus serta tidak mudah terkelupas. Pasir Pasang. bebas dari benda – benda yang menggangu seperti minyak. Pasir tersebut terdiri dari butir –butir yang bersih dari segala kotoran. baru sesudahnya air ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan selama lima sampai sepuluh menit.12.13. Pipa yang digunakan berukuran 2. Penyimpanan harus mengikuti spesifikasi serta diletakkan sedemikian rupa sehingga mudah untuk diperiksa dan diambil b. rata (tidak bergelombang) dan tidak retak. Untuk menghasilkan campuran yang homogen (merata). Tebal plesteran adalah 1. gula atau organic lainnya. Jenis Portland Cement (PC) produksi dalam negeri yang memenuhi persyaratan yang berlaku di Indonesia. Seluruh material tadi ( kecuali air ). Pengadukan kemlbali setelah waktu tersebut tidak boleh dilakukan. d. Bidang-bidang yang telah bersih kemudian disiram dengan air sampai rata dan jenuh baru kemudian diplester. Jumlah air harus sedemikian hingga guna menghasilkan adukan dengan konsistensi ( kekentalan ) yang diperlukan tetapi tidak boleh melebihi 70 % dari berat semen yang digunakan. elevasi serta kelandaian sesuai dengan gambar rencana. Pekerjaan ini harus mencakup pembangunan dari struktur yang ditunjukan pada gambar atau seperti yang diperintahkan oleh Direksi. pengadukan harus menggunakan Concrete Mixer / Molen dengan kapasitas 350 l. Pipa Galvanis digunakan sebagai pagar jembatan 4. c. dan Air a. busa. h. Sebelum permukaan bidang pasangan batu diplester terlebih dahulu bidang yang akan diplester harus dibersihkan dari segala macam kotoran.5 cm. Semen tidak boleh disimpan terlalu lama dan yang telah menggumpal atau membatu tidak boleh dipakai dan harus disingkirkan.5” 2. 2. Jika perlu. Pada bagian sudut atas plesteran dibuatkan benangan sepanjang saluran. Air Air yang digunakan dalam campuran harus bersih. 2. f. Semen PC 50 Kg Semen yang digunakan adalah : 1. Adukan dicampur hanya dalam kwantitas yang diperlukan untuk penggunaan langsung. Pekerjaan Besi Pipa Galvanish 2 ½” (Medium) 1.5 cm terdiri dari campuran 1 Pc: 4 Ps dengan menggunakan pasir pasang yang telah diayak . Pipa yang digunakan berukuran 2. 2. 4. garam.5” RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Komposisi Campuran menggunakan 1 Pc : 4 Ps. Plesteran tebal 1. Adukan yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah air ditambahkan harus di buang. Pasir Pasang Pasir Pasang yang dipakai adalah : 1. Pertemuan bidang plesteran vertikal dan horizontal harus lurus. a. Pekerjaan Sambungan Knee Besi Pipa Galvanish Medium 2. g.5” 1. hingga campuran telah berwarna merata. harus dicampur.31 1. yaitu 1 bagian semen dicampur dengan 4 bagian Pasir Pasang. Pasir tersebut tidak mengandung lempung atau unsur organik atau non organic lainya.

1. Pekerjaan Pengadaan Dan Pemasangan Beton BOX-CULVERT TOP BOTTOM K-400 1. Pemasangan dilakukan Mengunakan Alat Berat Bego/Forklip dan harus sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh produser Pre-Cast U DITCH. Manhole + Pemasangan Pekerjaan Struktur Beton Pekerjaan Tulangan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Mutu. maka pihak pengguna berhak menolak produk beton precast 7. Kontraktor diharuskan dapat memberikan Jaminan Spesikasi Pemesanan Box Culvert Precast ( yang berisi Job Mix Formula ) serta Surat Dukungan dari Pabrik ( dengan melampirkan analisa harga satuan pabrikasi) yang dikeluarkan oleh Pabrik. Box Culvert yang dimaksud adalah Box Culvert Precast yang berasal dari pabrikasi Disesuaikan Dengan Penulangan dan pemasangan dilakukan menggunakan Crane 2. Dimensi serta Detail Box Culvert Precast yang dipesan harus sesuai dengan gambar perencanaan yang sudah disetujui oleh Direksi 5. Pekerjaan Beton Rabat (1pc:3ps:6kr) 5. Biaya transportasi Box Culvert Precast yang sudah dipesan. Bila mutu pabrikasi dibawah / tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Pemasangan Ornamen Batu Kali Ex. yang telah disetujui oleh pihak Direksi 4.7. maka pemasangan dilakukan manual oleh tenaga manusia. 5. Syarat diterimanya beton precast. 5. Jika kondisi memang tidak memungkingkan untuk menggunakan alat berat. merupakan tanggung jawab kontraktor.250) Pemakaian Besi 97 Kg 5. pihak penyedia diwajibkan mengundang pihak pengguna untuk melakukan inspeksi / tinjauan ke produsen melihat tahapan dan pemakaian bahan pabrikasi 6.4. Jember Pemasangan Ornamen Batu Andesf beralur 5. Pelat Wiremest 1pc:2ps:2. Pekerjaan Pengadaan & Pemasangan U DITCH & COVER ( K-350 ) 1.120 cm K-350 Fabrikasi 5.14. sepenuhnya ditanggung oleh Kontraktor.32 2.15. PEKERJAAN BOX-CULVERT 5. Mutu Beton dari U DITCH adalah K-350 2. Pipa Galvanis digunakan sebagai Sambungan pagar jembatan 4. Sebelum dipasang pada galian Konstruksi yang sudah disiapkan. 8. 9. 4.5kr (K. Kontraktor harus memastikan bahwa galian Konstruksi tersebut telah diisi dengan Sirtu yang telah dipadatkan. Pengadaan dan Pemasangan Pelat Intrit Tb.2. Kerusakan U DITCH akibat kesalahan prosedur pemasangan. 3. Sebelum pemasangan U DITCH. Dan kontraktor berkewajiban mengganti U DITCH yang rusak dengan U DITCH yang baru yang mempunyai spesifikasi yang seragam.5. landasan U DITCH berupa rabat beton dengan ketebalan Sesuai dengan gambar perencanaan. kepada Direksi dan Pengawas. Box Culvert menggunakan mutu beton K-400 dengan mutu baja BJTD-40 dan BJTP-32 3. Kontraktor harus memesan untuk pembuatan Box Culvert Precast tersebut pada sebuah pabrik. 4.6.

sebelum beton dicor pada penampang tersebut. Harap diperhatikan sebelum pengecoran dimulai harus diberikan waktu yang cukup untuk pemeriksaan. Begesting-begesting tidak boleh bocor dan cukup untuk mencegah perpindahan tempat atau kelongsoran dari penyangga. 16. Pekerjaan Bekesting Umum Pekerjaan ini adalah pembuatan begesting-begesting untuk cetakan konstruksi beton. 15.33 Umum. Sebelum digunakan harus direndam dahulu dalam air. diatas sokongan kayu atau tidak juga diatas agregat kasar 12. 12. 14. 16. termasuk air. Segara sebelum beton dicor pada beberapa bagian dari begesting. maksudnya untuk mengikatnya pada tulangan. Harus terdiri dari bahan-bahan yang diperinci disini.B. Sebelum pengecoran. dan lain-lain harus dibuat didalam beton. Semua begesting harus dibersihkan sebelum dipergunakan kembali. kecuali ada ketentuan lain dari Direksi untuk pekerjaan tertentu. Permukaan Bekesting harus halus dan rata. Pekerjaan harus sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kemungkinan adanya beton yang keropos dan lain-lain kerusakan beton. Precast mortar spacing block hendaknya digunakan untuk penahan jarak yang tepat terhadap tulangan dan minimum mempunyai kekuatan beton yang akan dicor.syarat dalam P. 14. Tulangan tidak boleh disokong diatas tulangan baja yang keluar dari permukaan beton. maka semua besi tulangan harus berada 4 cm dari permukaan beton. Bahan-bahan Kayu Papan / Multipleks Kayu papan atau multipleks yang digunakan harus sesuai dengan syarat-syarat dan spesifikasi yang telah ditentukan atau menurut petunjuk Direksi. Kontraktor diwajibkan untuk memperlihatkan data katalog tentang sertifikasi besi tulangan yang didapatkan dari supplier. Pelaksanaan. bagian dalam dari bagian itu harus dibersihkan dari semua material lain. bagian-bagian yang strukturil harus diperiksa oleh Direksi segera sebelum beton dicor pada bagian itu. Kawat baja digunakan untuk mengikat tulangan hendaknya mempunyai diameter tidak lebih kecil dari 1.I dan diletakkan sesuai dengan gambar dengan memperhatikan selimut beton yang tetap. Tiap-tiap bagian dari begesting. Precast mortar spacing block ini hendaknya dibuat dengan kawat baja dicor bersama-sama. Penulangan yang ditempatkan pada suatu penampang dari pekerjaan harus disetujui oleh Direksi. Bentuknya harus dibuat sepraktis mungkin dalam penggunaannya. Semua sisipan. Pembengkokan dan Pelaksanaan 9. deretan paku-paku. Sambungan-sambungan pada begesting harus diusahakan lurus dan rata dalam arah horisontal dan vertikal. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Material ( Baja Tulangan ) Besi yang dipakai adalah besi Tulangan dengan diameter sesuai dengan yang sisyaratkan. Syarat-syarat dan ketentuan yang dinyatakan disini akan berlaku untuk semua pekerjaan tulangan. semua penulangan harus betul-betul bersih dari semua kotoran-kotoran. Seluruh pekerjaan tulangan yang dilaksanakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. celah angker. tidak boleh melendut. 13. 6 mm dengan ikatan dari kawat harus dimasukkan dalam penampung beton Beugel-beugel harus diikat pada tulangan utama dan jaraknya harus sesuai dengan gambar. Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta. Bout-bout dan tierod yang diperlukan untuk ikatan-ikatan dalan beton harus diatur sedemikian sehingga bila begesting dibongkar kembali. 11. Dan dikerjakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. 11. 10. Semua tulangan di bentuk sesuai dengan bentuk dan ukuran seperti tercantum dalam gambar dan mengikuti syarat . 15. 13. ada pada gambar perncanaan. Bila terdapat radius tertentu untuk bengkokan atau hook harus dibuat sekeliling paku yang mempunyai diameter empat (4) kali dari tulangan yang akan dibengkok. Tulangan yang mempunyai cacat atau pembengkokan yang tidak sesuai dengan gambar tidak boleh digunakan.

Pelapisan (coating) . Semua portland harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam semen portland.B. 18. Bahan 5. Waktu minimum untuk pembongkaran begesting . Kelas dan Mutu Beton Kelas dan mutu dari beton harus sesuai dengan Standar Beton Indonesia N. Pertanggungan jawab atas keselamatan pada waktu pembongkaran tiap bagian begesting atau penyangga berada dipihak pemborong.B. Semua beton yang dikehendaki untuk digunakan bagi semua bangunan instalasi pengolahan lumpur tinja yang akan dikerjakan dengan spesifikasi ini dan untuk semua maksud yang berhubungan dan sebagaimana diminta oleh Direksi harus diperinci dari bahan-bahan yang diperinci disini dan harus dicampur dengan perbandingan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disebut di sini. Semua pasir dan agregat kasar yang digunakan dalam beton. Waktu minimum dari saat selesainya pengecoran beton sampai dengan pembongkaran begesting dari bagian – bagian struktur harus ditentukan dari percobaan kubus benda uji yang memberikan kuat desak minimum seperti tercantum pada daftar atau sebagai berikut : WAKTU MINIMUM PEMBONGKARAN BEGESTING ( HARI ) 3 21 21 BAGIAN STRUKTUR Sisi balok dan dinding Penyangga pelat lantai Penyangga balok Pekerjaan Beton Umum 3. begesting yang dipergunakan untuk beton yang tidak perlu diplester lagi (exposed concrete) harus dilapisi dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas pada beton. 4. spesi/mortel dan spesi injeksi dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Kontraktor sesuai dengan syarat-syarat yang sudah diterangkan 8. Semua besi beton harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan tentang besi beton. 20. 19.I.I.34 17. 7. 1971. Bangunan tidak boleh mengalami perubahan bentuk. Tabel Standar Mutu Dan Kelas Beton Mutu dan Kelas Beton σ bk Kg/cm 2 125 175 225 σ ’ bm Kg/cm 2 200 250 300 Kategori Dari Bangunan (tujuan) Non Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Pengawasan terhadap Kualitas Agregat Pemeriksaan dengan mata Pemeriksaan dengan teliti Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa Kekuatan Tekanan Tidak ada Pengujian Tidak ada Pengujian Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Kls I II Mutu Bo Bl K125 K175 K225 RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Setiap syarat dan ketentuan yang tidak termaktub di sini harus sesuai dengan Standar Indonesia untuk beton N.I. Begesting untuk beton biasa (yang perlu diplester lagi permukaannya) harus dibasahi air dengan seksama sabagai pengganti minyak segera sebelum dicor. Sebelum pemasangan besi beton bertulang.I2-P. kerusakan atau pembebanan yang melebihi beban rencana dengan adanya pembongkaran begesting pada beton. 6. menurut tabel di bawah ini. Air yang dipakai harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan di depan. 1971. Pembongkaran Begesting .2 P.

bila mesin pengaduk berkapasitas lebih besar dari 1.60 (dari beratnya) untuk kelas lainlainnya. kekedapan. Beton harus dibentuk dari semen portland. Campuran yang direncanakan diketemukan dari percobaan-percobaan campuran yang memenuhi kekuatan karakteristik yang disyaratkan. 10.5 m3. Untuk beton mutu “Bo” campuran yang biasa untuk pekerjaan non struktural dipakai perbandingan dari semen portland. pasir. dengan tidak memakai semen terlalu banyak. kerikil/batu pecah. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . awet atau kekuatan dan Kontraktor tidak berhak atas penambahan konpensasi disebabkan perubahan yang demikian. licin.175 . rata dengan luas 2 cm2.125 dan untuk kelas II. agar supaya diperoleh derajat yang sepatutnya. campuran nominal dari semen Portland. air seperti yang ditentukan sebelumnya. Air harus dituangkan lebih dahulu dan selama pekerjaan mencampur.55 (dari beratnya) untuk kelas III dan jangan melampaui 0. awet dan kekuatan yang dikehendaki. pasir dan kerikil/batu pecahan harus digunakan dengan perbandingan volume 1 : 2 : 3 atau banyaknya semen untuk tiap m3 beton minimum harus sampai 325 kg. Komposisi/Campuran Beton 9. 14. Beton harus seragam dalam komposisi dan konsistensi dari adukan ke adukan. Pengujian dari beton akan dilakukan oleh Direksi dan perbandingan-perbandingan campuran harus diubah jika perlu untuk tujuan atau penghematan yang dikehendaki. Mengaduk 4. kepadatan. Pencampuran dan Pengecoran Beton. Perbandingan antara bahan-bahan pembentuk beton yang dipakai untuk berbagai pekerjaan (sesuai kelas mutu) harus dipakai dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan. demikian juga pemeriksaan terhadap agregat dan beton yang dihasilkan. dengan mengkombinir ukuran agregat yang proporsionil. Pencampuran dengan tangan diperkenankan apabila pada lokasi-lokasi tertentu sebuah Portable Mixer tak mungkin dipergunakan menurut pandangan Direksi. 13. Tingkat agregat yang kasar untuk kelas II . Untuk mutu beton lainnya yang lebih tinggi harus dipakai “campuran yang direncanakan” (designed mix). Perlengkapanperlengkapan tersebut dan cara pengerjaannya selalu harus mendapatkan persetujuan Direksi. 11. 16. Untuk mempermudah pencampuran ini Kontraktor akan membuat beton masif dengan ketebalan tidak kurang dari 5 cm. kegairahan bekerja.derajat K. Banyaknya semen untuk tiap m3 sedikitnya harus 225 kg. kecuali bila dimintakan adanya perubahan dalam komposisi atau konsistensi. Perlengkapan Mengaduk Kontraktor harus menyediakan peralatan dan perlengkapan yang mempunyai ketelitian yang cukup untuk menetapkan dan mengawasi jumlah dari masing-masing bahan pembentukan beton. 15. Perbandingan campuran dan faktor air semen yang tepat akan ditetapkan atas dasar beton yang dihasilkan. Waktu pengadukan ditambah. Pengadukan yang berlebih-lebihan (lamanya) yang membutuhkan penambahan air untuk mendapatkan konsistensi beton yang dikehendaki tidak diperkenankan. diliputi dengan parapet setinggi 10 cm. 12. kekedapan. Banyaknya semen untuk tiap m3 beton paling tidak harus 325 kg.beton harus berada dalam batas yang telah ditentukan di atas dan Kontraktor harus memperoleh derajat yang patut apabila perlu akan dites oleh Direksi. juga mempunyai kepadatan yang tepat. semuanya dicampur dalam perbandingan yang serasi dan diolah sebaik-baiknya sampai pada kekentalan yang tepat/baik. 5. Direksi berwenang untuk menambah waktu pengadukan jika pemasukan bahan dan cara pengadukan gagal untuk mendapatkan hasil adukan dengan susunan kekentalan dan warna yang merata/seragam.35 meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian akan diadakan III K225 225 300 Strukturil Dilakukan pengujian kekuatan tekan beton yang diperoleh dari pemeriksaan benda uji kubus pada umur 28 hari. Faktor air semen dari beton (tidak terhitung air yang dihisap oleh agregat) tidak boleh melampaui 0. Bahan-bahan pembentukan beton harus dicampur dan diaduk dalam mesin pengaduk beton yaitu “Batch Mixer” atau “Portable Continuous Mixer” selama sedikitnya 1 ½ menit sesudah semua bahan (kecuali untuk air dalam jumlah yang penuh) ada dalam mixer. Untuk beton mutu K 225. terhadap pasir dan agregat kasar tidak boleh kurang dari 1 : 8.derajat K.

ditentukan disini. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . penyokongan dan pengikatan dan penyiapan-penyiapan permukaan yang berhubungan dengan pengecoran yang telah disetujui oleh Direksi. Pada pekerjaan saluran longsor harus dalam daerah yang kering maka harus dibatasi dengan cofferdam diudik dan di hilir. Kontraktor harus mengambil langkah-langkah yang efektif. 9. Semua genangan-genangan air harus dibuang dari permukaan Construction Joints sebelum beton baru dicor.5° C. Penutup saluran dari beton harus dicor pada tempat lain yang berdekatan dengan lokasi. beton-beton yang mengelupas atau rusak. semua permukaan pada tempat pengecoran (cetakan. Permukaan-permukaan Construction Joints harus dibersihkan dengan cara-cara yang disetujui dan kemudian dicuci seluruhnya dengan penyemprotan air dengan tekanan udara segera sebelum pengecoran beton baru. lantai kerja) harus bersih dari air yang menggenang. permukaan dari cetakan-cetakan harus diminyaki dengan minyak yang biasa diperdagangkan yang mencegah secara efektif lekatnya beton.36 6. Permukaan-permukaan beton yang lebih dahulu dicor pada mana beton baru akan dicor. Penyangga cetakan (perancah) harus bersandar pada pondasi yang baik sehingga tidak akan ada kemungkinan penurunan cetakan selama pelaksanaan. Cetakan Beton 7. Semua cetakan harus betul-betul teliti dan kuat kedudukannya sehingga tidak ada perubahan atau gerakan lain selama penuangan beton. permukaan mana telah begitu mengeras sehingga beton baru tidak akan berpadu dengan sempurna. tidak boleh dicor langsung pada saluran. beton harus diaduk ditempat pekerjaan untuk kemudian langsung dicor. bahan-bahan asing yang menutupinya. Cetakan untuk mencetak beton dan membuatnya menurut model yang dikehendaki harus digunakan bila perlu. dalam keadaan baik sebagaimana dikehendaki untuk menghasilkan permukaan yang sempurna seperti terperinci disini. 17. Usaha yang sesuai dan efektif harus dikerahkan dalam pekerjaan cetakan untuk menguatkan pinggiran batas dan ujung lainnya dalam arah yang tepat untuk menghindari terbentuknya pelengkungan-pelengkungan sisi-sisi pinggiran tersebut atau kerusakan-kerusakan permukaan beton yang telah diselesaikan. Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan. misalnya mendinginkan agregat dengan mencampur air dan mengecor pada waktu malam hari bila perlu. serta disediakan pompa untuk memompa air rembesan dari cofferdam. Pengecoran 14. Permukaan-permukaan Construction Joints harus bersih dan lembab ketika ditutup dengan beton baru atau adukan. Bila suhu dari beton yang ditaruh berada antara 27° C dan 32° C. Penggunaan minyak cetakan harus berhatihati untuk kontak dengan besi beton yang mengakibatkan kurangnya daya lekat. Semua cetakan yang dibangun harus teguh. Bila beton melebihi 32° C. tidak boleh lebih dari 32° Celcius dan tidak kurang dari 4. sebagai “Construction Joints” (hubungan konstruksi/pelaksana). papan yang diserut/ diketam rata dan halus. reruntuhan atau bahan lepas. Cetakan untuk permukaan yang demikian dapat dibuat dari kayu dan harus didalam segala hal benar-benar berbentuk dan berukuran yang dikehendaki dan harus berkekuatan dan berkakuan yang tetap pada tempat dan bentuknya selama pembebanan dan berlangsungnya pekerjaan vibrasi pemadatan beton. bidang-bidang. batas-batas dan ukuran dari hasil beton yang diinginkan sebagaimana pada gambar-gambar yang diusulkan oleh Kontraktor dan yang sudah disetujui oleh Direksi. mempertahankan suhu beton. Permukaan yang rata dari beton adalah yang dikehendaki dimanapun juga baik saluran drinase ataupun tutup beton. 15. baja tulangan beton. Sebelum beton dicor. 10. Air yang setiap hari mengalir harus dialihkan lewat talang diatas aluran yang akan dibangun. 12. 8. untuk dicor pada suhu dibawah 32° C. Semua percetakan kayu harus diketam rata/digosok dengan kertas pasir untuk menghilangkan tanda-tanda bekas dari cetakan sejauh hal ini dapat dikerjakan. sebagai yang ditetapkan oleh Direksi. 16. Alat-alat dan usaha-usaha yang sesuai dan cocok untuk membuka cetakan-cetakan tanpa merusak permukaan dari beton yang selesai harus tersedia. Pembersihan harus berupa pembuangan semua kotoran. Cara-cara dan alat-alat yang digunakan untuk pengangkutan beton harus sedemikian sehingga beton dengan komposisi dan kekentalan yang diinginkan dapat dibawa ke tempat pekerjaan tanpa adanya pemisahan dan kehilangan bahan yang menyebabkan perubahan nilai slump. Pembersihan dan pencucian harus dilaksanakan pada kesempatan terakhir dari pengecoran beton. Segera sebelum pengecoran beton. Cetakan haruslah sesuai dengan berbagai bentuk. Cetakan dapat dibuat dari lembaran Plywood. semua material untuk melepaskan lekatan harus dipakai hanya setelah disetujui oleh Direksi. Suhu Suhu beton sewaktu dicor/dituang. 11.

maka harus mendapatkan penanganan tersendiri atas petunjuk Direksi. 24. kepala. Direksi berhak menentukan cara perawatan bagaimana yang harus digunakan pada bagian-bagian pekerjaan. 25. beton yang hasilnya banyak keropos sampai tulangan terlihat. Setelah permukaan disiapkan baik-baik. Umumnya. Suatu pengecoran tersebut tidak boleh terputus sebelum bagian tersebut selesai.37 18. Beton yang sudah mengeras dalam hal mana pengecoran yang tepat tidak mungkin dijamin harus dibuang dan tidak dibayar untuk pekerjaan terbuang semacam itu. Kecuali ada penyetopan/pemotongan oleh hubungan/joints. 22. Pengecoran beton tidak diperkenankan selama hujan deras atau lama sedemikian sehingga spesi/ mortar terpisah dari agregat kasar.35 m3 sekali tuang. Ember-ember/bocket beton yang dipakai harus sanggup menuang dengan tepat pada slump yang rendah dan memenuhi syarat-syarat campuran pada mana mekanisme pembuangan harus dibuat dengan kapasitas sedikitnya 0. permukaan Construction Joints dimana beton baru akan dicorkan harus dilapisi dengan penutup yang terbuat dari adukan semen (air hasta semen) atau ditutup dengan lapisan spesi/mortar harus mempunyai perbandingan semen dan pasir seperti campuran beton yang bersangkutan kecuali ditentukan lain. Semua beton harus dirawat (cured) dengan air seperti ditentukan disini. 23. Pencampuran/penumbukan kembali beton tidak diperkenankan. 14 hari untuk dek-dek jembatan atau gorong-gorong jalan. Keadaan construction joints harus mendekati horizontal jika tidak ada ketentuan lain dari yang ditunjukkan pada gambar atau diperintahkan oleh Direksi. Beton yang baru dibuka cetakannya diperlihatkan kepada Direksi untuk dinilai kualitas pengecorannya. diperlukan waktu minimum dua hari sebelum cetakan dibuka untuk dinding-dinding yang tidak bermuatan dan cetakan-cetakan samping lainnya. Beton dicor hanya pada waktu Direksi atau wakilnya yang ditunjuk serta pengawas Kontraktor yang setaraf ada ditempat kerja. 4. tujuh hari untuk dinding-dinding pemikul dan saluran-saluran. 5. 19. penjagaan khusus harus dijalankan untuk menjamin agar beton yang baru menjadi rapat betul dengan permukaan joints (sambungan) dengan Pembobokan dan peralatan dengan memakai alat-alat yang cocok. Waktu dan Cara-cara Pembukaan Cetakan 3. 21. Transportasi dari pengadukan sampai pengecoran beton jangan terlalu jauh sehingga memungkinkan pemisahan bahan dan pengerasan beton. alat penggetar (vibrator) harus dapat menenmbus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak dibawah. Pembukaan Cetakan dan Pemeliharaan. sehingga ia bebas dari kantong-kantong kerikil. Setiap lapisan beton harus dipadatkan sampai kepadatan maksimum yang mungkin. Perawatan 4. Direksi mempunyai hak untuk mengurangi tebal tersebut apabila pengecoran dengan tebal lapisanlapisan 50 cm tidak dapat memenuhi spesifikasi-spesifikasi ini. Air yang digunakan dalam perawatan (curing) harus memenuhi maksud-maksud spesifikasispesifikasi air untuk campuran beton. dan menutup rapat-rapat pada semua permukaanpermukaan dari cetakan dan material yang dilekatkan. Beton harus tetap basah paling sedikit 14 hari terus menerus (segera setelah beton cukup keras untuk mencegah kerusakan) dengan cara menutupnya dengan bahan yang dibasahi air atau cara-cara yang disetujui yang akan menjaga agar permukaan selalu basah. Permukaan beton yang terbuka harus dilindungi terhadap sinar-sinar matahari yang RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . semua penuangan beton harus selalu kira-kira berlapis-lapis horizontal dan umumnya tebalnya tidak lebih dari 50 cm. Perlindungan (Protection) Kontraktor harus melindungi semua beton terhadap kerusakan-kerusakan sebelum penerimaan terakhir oleh Direksi. 6. Beton yang masih muda tidak diijinkan untuk dibenahi. 20. demikian juga konsistensinya. Semua beton harus dipadatkan dengan alat penggetar type immersion beroperasi dengan kecepatan paling sedikit 7000 putaran per menit ketika dbenamkan dalam beton. Waktu dan cara pembukaan dan pemindahan cetakan harus dikerjakan dengan hati-hati untuk menghindarkan kerusakan pada beton. Beton harus dicor pada adukan yang baru (fresh). Ember beton harus mudah untuk diangkat/ diletakkan dengan alat-alat lainnya dimana diperlukan terutama bagi lokasi-lokasi yang terbatas. Dalam pengecoran beton pada Construction Joints yang telah terbentuk. Dalam pemadatan setiap lapisan dari beton. Selama hujan air semen atau spesi tidak boleh dihamparkan pada construction joints dan air semen atau spesi yang hanyut dan terhampar harus dibuang dan diganti sebelum pekerjaan dilanjutkan. 26.

Perlindungan semacam itu dibuat efektif dan secepatnya dilaksanakan sesudah pengecoran beton atau sesudah pembukaan cetakancetakan. mematuhi ASSHTO N226 -80. Semua ketidakteraturan lainnya dapat dianggap sebagai ketidakteraturan yang gradual dan akan diperiksa dengan teliti oleh Direksi. Kontraktor diwajibkan untuk menutupi seluruh dinding (dengan spesi plester). Sebelum menerima pekerjaannya. 5. Ketidakrataan dan bengkok harus dibuang dengan pemahat atau dengan alat lain dan seterusnya digosok dengan batu gerinda. Kontraktor harus membersihkan semua permukaan yang terbuka dari kerak-kerak dan kotoran yang lainnya. Jika menurut pendapat Direksi Hal-hal yang tidak sempurna pada bagian bangunan-bangunan yang akan terlihat sedemikian. ketidakrataan oleh pengaruh sambungan-sambungan cetakan. Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan pemasangan material aspal pada permukaan yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk penghamparan pelaburan aspal atau lapisan campuran aspal. Dipasang hanya pada permukaan yang kering atau sedikit berlembab. hujan atau akan turun hujan. Penyempurnaan permukaan-permukaan beton harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli dan disaksikan oleh Direksi. Lapis Perekat digunakan pada permukaan yang beraspal. Offset yang disebabkan oleh pemindahan atau penempatan cetakan yang salah yang membentuk garis-garis.dengan bahan aspal dari jenis aspal semen AC – 10 ( yang kurang lebih ekivalenAspal penetrasi 80/100 ) atau jenis AC – 20 (yang kurang lebih ekivalenAspal penetrasi 60/70 ). dan bergeraknya cetakan. tanpa lokasi yang tidak tertutup atau beralur atau berlebihan aspalnya. Penyelesaian-penyelesaian dan Penyempurnaan 3. 4. Lapisan Resap Pengikat dan Lapis Perekat 1. yang disebabkan mata kayu lepas pada cetakan atau kerusakan lain dari kayu. Spesi penambal harus dikerjakan dengan lapisan-lapisan yang tipis dan selalu dipadatkan dengan alat yang cocok. dalam jumlah yang diperinci oleh pabrik dan dengan air yang cukup sehingga sesudah bahanbahan spesi dicampur akan melekat satu sama lain dan apabila diremas-remas menjadi bola dan ditekan dengan tangan tidak akan mengeluarkan air. Semua lubang harus terus menerus dibasahi selama 24 jam sebelum dicor dan seterusnya disempurnakan. sehingga dengan penambalan saja tidak akan menghasilkan sebuah dinding yang tidak memuaskan kelihatannya. sesuai dengan instruksi dari Direksi. ternyata ada permukaan yang rusak atau keluar dari garis. yang disetujui oleh Direksi. Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan pemasangan material aspal pada permukaan yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk penghamparan pelaburan aspal atau lapisan campuran aspal. Kerusakan yang memerlukan pembongkaran dan perbaikan ialah yang terdiri dari sarang kerikil. 5. lubang-lubang baut. 8. Lapis Resap Pengikat digunakan pada permukaan yang tidak beraspal. Ketidaksesuaiannya akan mendapat penilaian tersendiri yang akan diberikan oleh Direksi dan kalau Direksi memerintahkan untuk dibongkar maka beton harus dibuang dan diganti oleh Kontraktor atas bebannya sendiri kecuali bila Direksi memberikan ijinnya untuk menambal tempat yang rusak. kerusakan karena cetakan. 7. akan dianggap sebagai ketidakteraturan yang sekonyong-sekonyong (abrupt) dan akan diuji dengan menggunakan pengukuran langsung. Dipasang hanya pada permukaan yang benar – benar kering. Pekerjaan Lapisan Resap Pengikat dan Lapis Perekat harus tidak dilaksanakan waktu angin kencang.10. diencerkan dengan 25 sampai 30 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal. 3. 6.9. 2. hal itu dianggap sebagai tidak sesuai dengan spesifikasi ini. dicairkan dengan minyak tanah. harus diisi dengan spesi/ mortel tambalan yang kering yang disusun dari satu bagian semen Portland dengan dua bagian pasir beton bersama dengan bahan pengisi yang tidak susut. Perbaikan Permukaan Beton 5. 5. 4. Lapis ATB dan AC 1. Ketidakteraturan digolongkan sebagai sekonyong-konyong (abrupt) atau lambat laun (gradual). Bila sesudah pembukaan cetakan ada beton yang tidak tercetak menurut gambar atau diluar garis atau permukaan tidak rata atau keropos. Cacat lubang-lubang tempat cukilan dari sarang kerikil atau keropos kecil yang akan diperbaiki. Permukaan-permukaan beton akan diuji/ ditest oleh Direksi dimana perlu untuk menentukan apakah ketidakteraturan permukaan berada dalam batas-batas yang ditentukan disini. lobang-lobang karena keropos. Lapisan yang telah selesai harus menutup keseluruhan permukaan yang dilapi dan tampak merata. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . dalam hal mana penambalan harus dikerjakan seperti yang telah tercantum dalam pasal-pasal berikut. Kecuali mendapat persetujuan lain dari Direksi. kalau perlu dengan menggunakan peralatan pengetesan beton.38 langsung paling sedikit 3 hari sesudah pengecoran.dengan bahan aspal dari jenis aspal semen AC – 10 atau AC – 20 yang memenuhi ASSHTO M226 – 80 .

Lapisan yang telah selesai harus menutup keseluruhan permukaan yang dilapi dan tampak merata. lokasi areal pekerjaan juga harus dibersihkan dari sisa-sisa semua material yang tidak terpakai. Lapis ATB digunakan sebagai lapis pertama pada rekondisi jalan dalam pekerjaan ini ( setelah penghamparan tack coat ). RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . tetapi masih berhubungan dengan pekerjaan di lapangan yang harus diselesaikan : misalnya pembersihan lokasi / pengembalian sesuatu yang rusak akibat pekerjaan di lapangan Dan Pembongkaran Saluran Lama.39 2. 3. 6. Pengujian bahan dilaksanakan pada laboratorium yang telah disetujui Konsultan Pengawas / Direksi. 6. ataupun aktivitas warga sekitar proyek. Lapis AC digunakan sebagai lapis kedua pada rekondisi jalan dalam pekerjaan ini (juga sebagai lapisan tas. Pekerjaan Pembersihan Lapangan Selama Proyek Berlangsung. Dewatering Pada Bagian-bagian tertentu dari jenis pekerjaan yang dilaksannakan. Pemasangan Steel Sheet Pile a) Pekerjaan ini dilakukan sebelum pekerjaan box culvert dilaksanakan. Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah pembersihan lingkungan area kerja selama proyek berlangsung termasuk material yang harus dibuang dari areal lokasi pekerjaan sesuai dengan petunjuk Direksi pekerjaan.11. Kecuali mendapat persetujuan lain dari Direksi. yang bersentuhan langsung dengan beban yang melintas). semua lokasi yang akan dipakai sebagai kedudukan bangunan harus dijaga agar tetap kering. 4. Quality Control / Uji Bahan Kontraktor harus melakukan Uji material.Setelah pelaksanaan pekerjaan selesai semua. hujan atau akan turun hujan. Uji material minimal diambil 1 benda uji. c) Turap penahan tanah dipasang pada masing – masing sisi box culvert. bebas dari genangan ataupun rembesan air. dan alat berat.3. karena bisa menyebabkan turunnya kualitas pekerjaan akibat pengaruh air tersebut. pada pekerjaan pelat injak/pelat setempat dengan mutu beton sesuai pada gambar perencanaan. Pekerjaan ini dimaksudkan untuk menahan agar tanah di sekitar box culvert tidak longsor. d) Apabila dari hasil pemasangan tersebut di atas menurut Direksi hasilnya meragukan misalnya turap miring dan sebagainya maka Kontraktor harus mencabut turap penahan tanah tersebut dan diharuskan melakukan pemasangan ulang. Pada prinsipnya selama amsa pelaksanaan pekerjaan. 5. serta areal diratakan dan dirapikan kembali. Pada keadaan ini. 6.2. 5. Mobilisasi dan Demobilisasi Mobilisasi dan Demobilisasi berkaitan dengan proses pengadaan material pre-cast. tanpa lokasi yang tidak tertutup atau beralur atau berlebihan aspalnya. Untuk pembentukan dasar saluran dengan meratakan sesuai kemiringan dasar saluran rencana pada permukaan tanah galian saluran 6. kontraktor diwajibkan mengeringkan atau membebaskan areal pekerjaan yang akan dipakai sebagai kedudukan konstruksi dari genangan air atau pengaruh air.1. areal pekerjaan kadang-kadang suatu saat tidak bisa bebas sama sekali dari adanya air. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan 6. Pekerjaan Lapisan ATB dan AC tidak bisa dilaksanakan waktu angin kencang. b) Material yang digunakan adalah Besi baja dengan panjang 6 m . Mobilisasi dan Demobilisasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. e) Segala kerugian yang ditimbulkan akibat hal tersebut di atas adalah menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor.4. PEKERJAAN LAIN – LAIN Yang dimaksud pekerjaan lain-lain adalah pekerjaan yang belum tercantum dalam RKS ini. Alat berat yang sudah tidak diperlukan harus segera dikembalikan agar tidak mengganggu aktivitas proyek yang lainnya.

00 – 2 M’ 6. Bahan Material • Bahan utama dari pembuatan Kisdam ini yakni Bambu Ori dan Gedeg Guling • Bambu Ori yang dipakai berdiameter antara 10 s/d 12 cm dengan panjang 2 meter. Apabila pamancangan tidak bisa terbenam seluruhnya (belum sesuai dengan gambar rencana) maka drop hammer diganti dengan yang lebih berat sehingga kedalaman tiang trucuk dapat dipancangkan sesuai dengan gambar rencana.6 m 1. 2. c. diperhitungkan dalam satuan (unit) M’ untuk pekerjaan “coferring” atau “kisdam” dan Lump sum untuk pekerjaan “dewatering”. areal pekerjaan kadang-kadang suatu saat tidak bisa bebas sama sekali dari adanya air. Kontraktor diwajibkan mengeringkan atau membebaskan areal pekerjaan yang akan dipakai sebagai kedudukan Konstruksi dari genangan air atau pengaruh air. Untuk Pemancangannya adalah sebagai berikut : a. Uraian Pada bagian-bagian tertentu dari jenis pekerjaan yang dilaksanakan. Pada jenis pekerjaan yang dipandang oleh Pemilik Pekerjaan memerlukan adanya konstruksi pengertian sifatnya khusus dan memerlukan penanganan tersendiri.5 – 3 m a) Pekerjaan ini dilakukan sebelum pekerjaan pasangan batu kali pada jembatan. Kisdam dipasang memanjang sepanjang saluran yang akan dikerjakan. Pembuatan Kisdam tinggi 2 m tebal 0. maka perhitugan volume dan pembayaran untuk pelakasannaan pekerjaan pengeringan tersebut diatas. Umum 1.5. Pelaksanaan Pemasangan Kisdam a. sehingga tidak menimbulkan dampak yang negatif terutama pada masyarakat dan lingkungan setempat. Jarak titik tanam bambu ori ( sebagai penguat kisdam ) arah melintang sejarak 60 cm. Alat pemancang dipakai Drop Hammer kapasitas 100 kg yang dilengkapi dengan konstruksi kaki tiga dari pipa besi dan katrol dengan ketinggian jatuh 2 meter. dan bagian dalam tersebut disi tanah yang diambil dari saluran. sudah harus meliputi upah tenaga.untuk hal ini kontraktor harus mendapat persetujuan dari Pengawas dan Direksi. Pemasangan Trucuk Bambu Ø 8-12 . digunakan kisdam sandbag dengan ukuran tinggi 1. karena bisa menyebabkan turunnya kualitas pekerjaan akibat pengaruh air tersebut. 6. Bagian dalam bambu ori dipasang gedeg guling setinggi 2 meter dan diikat dengan kawat pada bambu ori dari dasar saluran. • Karung glangsing dan tanah pengisi 3. tidak cacat yang dapat mengurangi kekokohan pekerjaan. b.5 meter c) Terucuk Bambu dipasang arah pada masing – masing sisi dipasang 2 buah terucuk sejajar. Khusus pekerjaan pengerukan lumpur. b) Material yang digunakan adalah Bambu Bongkotan dengan diameter 8-12 cm . semua lokasi yang akan dipakai sebagai kedudukan bangunan harus dijaga agar tetap kering. bahan material yang dipakai peralatan yang dipergunakan. sedangkan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan.6.Panjang masing – masing bambu 1. c. serta arah memanjang sejarak 100 cm. Pekerjaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya dukung tanah yang ada pada dasar jembatan tersebut sehingga diharapkan daya dukungnya menjadi lebih besar dari keadaan sebelumnya.40 Pekerjaan pengeringan yang dimaksud di sini adalah. termasuk sistem drainase lingkungan pekerjaan. Pada prinsipnya.P. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. sehingga air tidak dapat masuk pada area yang akan dikerjakan. Untuk pekerjaan-pekerjaan menurut sifatnya dipandang oleh Pemilik Pekerjaan tidak diperlukan adanya sistem pengeringan khusus maka semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pengeringan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban ker. selama masa pelaksanaan pekerjaan.2. Trucuk bambu dipancangkan dalam keadaan baik. “Overhead” dan keuntungan Kontraktor. b. • Gedeg yang digunakan harus gedeg yang baru dan bagus. Pada keadaan ini. • Kawat Ikat diameter 4 mm. bebas dari genanan ataupun rembesan air. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . terucuk bambu dipasang sejarak 40 cm arah melintang dan arah memanjang dengan jarak antar terucuk 50 cm .

Bahan : . dengan membubuhkan nomor seri.. d.10 mm Alat : . bahan-bahan..Electrode Baja 20% . peralatan atau halhal yang menarik perhatian lainnya sehubungan dengan pekerjaan atau lingkungannya harus dibuat sedikitnya tiga kali...Besi Plat Tb.2 Persyaratan Bahan 1.……… …. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Apabila dari hasil pemancangan tersebut di atas menurut Direksi hasilnya meragukan misalnya tiang trucuk miring.3 Syarat-syarat Pelaksanaan 1.Sewa Welding Set (min 5 jam) Besi yang digunakan harus mempunyai permukaan yang halus.41 d.( 0 % ) Selama berlangsungnya pekerjaan…………………………. dan tidak terdapat cacat cacat lainnya. Biaya foto-foto tersebut seperti ditentukan harus ditanggung oleh Kontraktor dan harus dianggap termasuk dalam over head yang disajikan dalam Daftar Pengajuan Biaya. personel yang terlibat dalam pelaksanaan ini maupun pekerjaannya sendiri. Keamanan dan penjagaan 2. 2.…. pecah dan sebagainya maka Kontraktor harus mencabut tiang trucuk tersebut dan diharuskan melakukan pemancangan ulang. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum digunakan terlebih dahulu harus diserahkan contohcontohnya untuk mendapatkan persetujuan dari direksi...9 Pekerjaan Pembuatan Screen 6. datar. Ukuran dari foto-foto tersebut tidak boleh kurang dari 140 x 90 mm dan enam lembar hasil cetakan masing-masing foto (dialbumkan).…. Photo Dokumentasi Foto-foto yang memperlihatkan kemajuan pekerjaan.... 6. (25-75 %) Setelah selesai pekerjaan atau setelah selesai periode Pemeliharaan. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . alat .. belakang dan samping ).8. rata. yakni : Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan……………. e.. Semua Material bekas bongkaran diangkut keluar proyek.Besi L 50..alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan pembongkaran bangunan lama seperti tertera pada gambar rencana dan juga pembersihan lokasi pembongkaran dari sisa material lama.8. serta pada posisi yang sama untuk masing-masing kejadian. Semua klise/negatif filmnya harus dinomori.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. tidak melengkung. Pembongkaran Jembatan Beton Dengan Pembersihannya Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.…. 6. Pembongkaran harus dilaksanakan secara tertib dan hati-hati sehingga tidak merusak bagian lainnya yang tidak semestinya dibongkar dan tidak membahayakan manusia.50.(100 %) Foto-foto ini harus dilakukan sedikitnya dari tiga posisi (depan.7.3 mm . PEMELIHARAAN BANGUNAN SEBELUM PENYERAHAN KEDUA Masa pemeliharaan yang masih menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya antara lain: 1. 6. 2. Pekerjaan bongkaran dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut : c. ciri-ciri tertentu dari pekerjaan. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan.. Pekerjaan dilakukan berdasarkan gambar kerja. tanggal pengambilan dan keterangan ringkasnya harus disampaikan kepada Direksi. 7. ditempatkan dalam arsip dan disimpan di lokasi dan menjadi Pemberi Proyek. Penyempurnaan dan pemeliharaan. Segala kerugian yang ditimbulkan akibat hal tersebut di atas adalah menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya.. 6. baik orang lain.8.2.

Pembersihan 4. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Penyerahan kedua dapat dilaksanakan apabila kontraktor telah melaksanakan kewajiban pada masa pemeliharaan 5. Laporan tersebut dibuat dengan persetujuan / diketahui pihak pengawas lapangan / direksi dan konsultan pengawas. BAB VI PENUTUP Peraturan ini harus dipelajari seksama oleh Penyedia Barang/Jasa yang selanjutnya akan merupakan bagian yang mengikat dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Selama masa pemeliharaan. Hal-hal yang belum diatur dalam RKS ini. akan dibuat dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan yang ditanda tangani Gugus Tugas Pengadaan dan merupakan pedoman dalam proses pelaksanaan berikutnya. kontraktor pelaksana diwajibkan membuat laporan berkala yang berisi kondisi bangunan / saluran (yang selesai dibangun ) serta laporan pekerjaan perbaikan bila ada bangunan yang rusak.42 3. akan dijelaskan pada pelaksanaan penjelasan pekerjaan dan semua tambahan atas Penjelasan dalam dokumen pengadaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful