1 BAB V SPESIFIKASI TEKNIS 5.1.

RUANG LINGKUP PROYEK

Nama Kegiatan Kode Kegiatan Kode Rekening Nama Paket Pekerjaan Lokasi Anggaran Sumber Dana Tahun Anggaran Priode Lelang

: : : : : : : :

Pembangunan Sarana Prasarana Pematusan (tahun jamak/multiyears) 1.03.28.0032 5.2.3.14.08 PEMBANGUNAN BOX CULVERT (Jl. Sidotopo Wetan........) Kota Surabaya APBD Pemerintah Kota Surabaya 2013 I (Satu)

5.2. Lingkup Pekerjaan : I PEKERJAAN PENDAHULUAN 1. Persiapan dan Sewa Direksi Keet 2. Uitzet Dengan waterPass / Theodolit 3. Pasang Rambu Pengaman 4. Pembuatan Bowplank 5. Test Hole PEKERJAAN TANAH 1. Galian Untuk Tanah Konstruksi Dengan Alat Berat 2. Bongkaran Pasangan Lama 3. Pengurugan Sirtu Padat 4. Penggalian Tanah Lumpur Dengan Alat Berat 5. Pengangkutan Tanah Keluar Proyek

II

III PEKERJAAN PENERANGAN JALAN 1. Tanah Taman Terolah 2. Pemasangan Kabel NYFGBY 3cx4mm 3. Pemasangan Kable dan Penarikan 4. Pemasangan PVC untuk Kabel Tanam 5. Perakitan Panel Penerangan Jalan Umum (PJU) 6. Panel Tempat Ballast UK. 25.15.10 cm untuk Lampu Sorot 7. Instalasi 1 titik Lampu PJU (Tarikan Udara) 8 m 8. Pemasangan Panel Lampu PJU – 1 Phase 5500 VA 9. Pemasangan Lampu Natrium 250w/220v 10. Pondasi Pelat Beton 1pc:2ps:2,5kr (K.250) (188 Kg) 11. Pemasangan Tiang Oktagonal 7 m Double Hot Dipped Galvaniszed Dengan Flenders 12. Pembuatan dan Pemasangan Terminal dalam Tiang 13. Pengecetan Tiang PJU IV PEKERJAAN MEDIAN JALAN 1. Pemasangan Paving Stone (Abu-abu) Tb.6 cm emapat persegi 2. Pemasangan Paving Stone (Abu-abu) Tb.6 cm empat persegi panjang samping 3. Pemasangan Stopper/Uskup (Merah) Tb. 6 cm 4. Pemasnagan Kanstin Uk. 15.25.40 5. Pas. Curbing Type A Panjang 0,6 m 6. Spesi 1pc:2Ps T=3 cm 7. Pemasangan Batu Kali Belah 15/20 cm (1Pc:4Ps) 8. Plesteran Halus 1Pc:4Ps T=1,5 cm
RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

2 9. Pasangan Benangan

V

PEKERJAAN BOX CULVERT 1. Penggadaan dan Pemasangan Beton Box-Culvert Top Bottom K-400 (200.200.120)(Fabrikasi) 2. Pengadaan dan Pemasangan Beton U-Ditch K-350 (100.100.120) (Fabrikasi) 3. Pengadaan dan Pemasangan Beton U-Ditch K-350 (80.100.120) (Fabrikasi) 4. Pengadaan dan Pemasangan Pelat Intrit Tb.12 cm K-350 (Fabrikasi) 5. Pelat Wiremest 1pc:2ps:2.5kr (K-250) 97 Kg 6. Pekerjaan Beton Rabat (1pc:3ps:6kr) 7. Manhole + Pemasangan 8. Cor Beton Pelaluan Air + Pemasangan 9. Lapis Resap Ikat / Prime Coat 10. Lapis Resap Ikat / Tack Coat 11. Penghamparan ATB tb.4 cm 12. Penghamparan lapis Perm. Aspal Beton Laston (AC) tb. 4 cm 13. Sewa Steel Sheet Pile

VI PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. Mobilisasi dan Demobilisasi 2. Quality Control 3. Pembersihan Lapangan / Lokasi 4. Dewatering 5. Pembuatan Kisdam tinggi 2 m tebal 0,6 m 6. Pemasangan Trucuk bambu dia 8 – 12 cm T.2.5-3 m 7. Pembongkaran Jembatan Beton Dengan Pembersihan 8. Pembongkaran Jembatan Kayu Dengan Pembersihan 9. Rekondisi Paving 10. Rekondsi Taman

5.3. Rencana Kerja Dalam waktu Secepat-cepatnya 7 hari serta selambat-lambatnya 14 hari setelah Surat Perintah Kerja (SPK) turun, Kontraktor harus mengajukan sebuah rencana kerja atau action plan tertulis lengkap dengan gambar-gambar pendukung metode kerja, sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan seperti yang disebutkan dalam dokumen tender, menjelaskan secara terperinci urusan pekerjaan dan cara melaksanakan pekerjaan tersebut termasuk hal-hal khusus bila diperlukan, persiapan-persiapannya, peralatan, pekerjaan sementara yang ada sejauh mana hal tersebut mencakup lingkup dari pekerjaannya dan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi, pengawas dan pihak-pihak atau instansi yang terkait dengan kelangsungan proyek tersebut di atas. 5.4. Tempat Kerja Bilamana diperlukan tempat kerja, dan tempat kerja tersebut di luar daerah pengawasan proyek, dimana harus membayar sewa/dikeluarkan biaya ganti rugi, maka Kontraktor harus menyelesaikannya tanpa membebani Direksi dengan pembiayaan tambahan. 5.5. Tanggung Jawab Kontraktor Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor wajib memeriksa kekuatan konstruksi lama yang akan dilaksanakan dan harus mengkonsultasikan dengan Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas. Segala sesuatu kerusakan yang timbul akibat kelalaian Kontraktor tidak melaksanakan pemeriksaan
RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

3 kekuatan makahal tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor . Pada keadaan apapun, dimana pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan telah mendapat persetujuan Direksi Lapangan tidak berarti membebaskan Kontraktor atas tanggung jawab pada pekerjaannya sesuai dengan isi kontrak. 5.6. Tenaga Kerja Tenaga-tenaga kerja yang digunakan hendaknya dari tenaga-tenaga yang ahli/terlatih dan berpengalaman pada bidangnya dan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai dengan ketentuan / petunjuk Direksi Lapangan. 5.7. Satuan Ukuran Semua satuan ukuran yang disebutkan dalam spesifikasi ini serta yang digunakan di dalam pekerjaan adalah standar meter dan kilogram. Bila disebut satu ton, yang dimaksud adalah satu ton yang bernilai 1000 kilogram. 5.8. Perintah Untuk Pelaksanaan Bila Kontraktor tidak berada di tempat pekerjaan dimana Direksi bermaksud untuk memberikan petunjukpetunjuk, maka petunjuk-petunjuk itu harus diturut dan dilaksanakan oleh Pelaksana atau orang-orang yang ditunjuk untuk mewakili Kontraktor . Orang atau pelaksana tersebut harus mengerti bahasa yang dipakai oleh Direksi, atau Kontraktor akan menyediakan penterjemah khusus untuk keperluan tersebut. 5.9. Pekerjaan dan Bahan-bahan yang Termasuk di dalam Harga Satuan Pekerjaan dan bahan-bahan yang diperlukan sesuai dengan macam-macamnya seperti yang disebutkan pada artikel-artikel dalam spesifikasi ini, gambar rencana, petunjuk tambahan ataupun petunjuk-petunjuk Direksi di lapangan harus tercakup dalam pembiayaan untuk tenaga kerja, harga bahan, organisasi kerja, biaya tak terduga, keuntungan, biaya-biaya penggantian sewa / pemakaian tanah pada pihak ketiga, atau kerusakan atas milik seseorang, kerja-kerja lain yang disebut dalam spesifikasi ini untuk kesempurnaan hasil kerja di mana tidak ada mata pembiayaan khusus pengaliran air darurat selama pelaksanaan kerja, pembongkaran, peralatan, penempatan bahan-bahan sesuai dengan petunjuk perlindungan, perkuatan, pengaturan as saluran dan tenaga ahli untuk keperluan ini, perumahan dan pembiayaan lain yang biasanya diperlukan guna menyelesaikan pekerjaan sebaik-baiknya. 5.10. Laporan 5.10.1 Laporan Perkembangan Bulanan. Kontraktor harus mempersiapkan dan memberikan kepada Direksi, tanpa biaya tambahan, dalam jarak waktu dan dalam bentuk yang ditetapkan oleh Direksi, lima (5) salinan laporan bulanan yang berisi sebagai berikut : Perkembangan fisik dari pekerjaan hingga bulan yang mendahului dan perkiraan perkembangan untuk bulan ini, Tingkat perkembangan berdasarkan pada jadwal pekerjaan pembangunan. Perkiraan jumlah pembayaran dari Pemberi Pekerjaan kepada Kontraktor untuk bulan ini. Sebuah tabulasi mengenai catatan Bangunan Kontruksi yang barangbarang pokoknya dan peralatannya terdiri dari Bangunan Konsruksi yang disediakan untuk pelaksanaan pekerjaan sepanjang bulan sebelumnya. Sebuah tabulasi pegawai menunjukan staf supervisi dan jumlah dari beberapa kelas buruh yang dipekerjakan oleh Kontraktor dalam bulan sebelumnya. Kwantitas mengenai barang pokok dari bahan-bahan dan alat yang disuplai dan dipergunakan dalam bulan sebelumnya dengan inventarisasi bahan-bahan demikian itu. Bahan-bahan lainnya yang mungkin diperlukan berdasarkan kontrak atau secara spesifik oleh Direksi. 5.10.2 Laporan Harian Kontaktor harus mempersiapkan laporan harian atau berkala dari masing-masing seksi pekerjaan seperti yang diminta oleh Direksi dan dalam bentuk yang disetujui oleh Direksi. Laporan tersebut akan berisi namun tidak terbatas pada, pekerjaan yang diperkerjakan di pekerjaan, bahan-bahan di lokasi pekerjaan, bahan-bahan yang sedang dalam pesanan, kecelakaan dan informasi lainnya yang relevan dengan perkembangan pekerjaan. 5.10.3 Buku Tamu

RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

4 Pihak Kontraktor harus menyediakan satu buku tamu di Direksi Keet (Kantor di Lokasi Proyek). Tamu adalah orang-orang yang bukan karyawan Kontraktor. 5.10.4 Pelaksanaan Audit Oleh Proyek Selain tersebut diatas, Pemilik Proyek berhak melaksanakan audit bila perlu sehubungan dengan: Adanya biaya yang timbul pada saat berakhirnya kontrak seperti dalam syarat syarat umum kontrak, dan Biaya-biaya lain yang mungkin diminta oleh Kontraktor yang tidak terdapat dalam Kontrak. Pihak Kontraktor wajib membuat pembukuan yang tepat mengenai hal-hal diatas, setelah mendapatkan persetujuan dari konsultan perencana dan konsultan pengawas. 5.10.5 Request for inspection / Ijin Tahapan Untuk setiap tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan kontraktor diwajibkan membuat ijin tahapan pekerjaan yang diajukan kepada direksi dan atas persetujuan direksi maka pekerjaan baru boleh dilaksanakan. 5.11. Gambar-gambar dan Ukuran a. Gambar-gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan adalah: 1. Gambar yang termasuk dalam dokumen tender 2. Gambar perubahan yang disetujui Direksi 3. Gambar lain yang disediakan dan disetujui Direksi b. Gambar-gambar proyek berukuran A3 disimpan oleh Direksi. Kontraktor diberi 2 (dua) set dari semua gambar-gambar tanpa pungutan biaya. Permintaan Kontraktor akan tambahan dari gambar-gambar tersebut akan dikenakan biaya. c. Kontraktor diharuskan menyimpan satu set di kantor lapangan untuk dipergunakan setiap saat apabila diperlukan. d. Gambar-gambar pelaksanaan (shop drawing) dan detailnya harus mendapat persetujuan Direksi sebelum dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. e. Pada penyerahan terakhir pekerjaan yakni sesudah selesainya masa pemeliharaan harus disertai Gambar hasil pelaksanaan (as built drawing). f. Semua ukuran dinyatakan dalam sistem metrik. g. Kalau terdapat perbedaan dengan spesifikasi maka yang benar dan berlaku adalah yang ditetapkan oleh Direksi. 5.12. Wilayah Kerja a. Secara umum Kontraktor dilarang menimbun atau menempatkan bahan-bahan bangunan di tepi jalan umum karena jalan umum tidak termasuk wilayah kerja Kontraktor kecuali ada pertimbangan khusus dan atas persetujuan dari Direksi. b. Apabila tidak terdapat tempat kosong yang sesuai untuk menimbun atau menyimpan bahan-bahan bangunan di sekitar lokasi proyek, maka bahan bangunan harus didatangkan dari gudang Kontraktor atau Leveransir setiap hari dengan jumlah yang cukup untuk pekerjaan satu hari. c. Apabila di dalam pelaksanaan pekerjaan, terdapat jaringan utilitas kontraktor harus berkoordinasi dengan instansi yang terkait sehubungan dengan jaringan utilitas yang ada. 5.13. Bahan-bahan dan Mutu Pekerjaan a. Semua bahan yang dipergunakan untuk melaksanakan setiap jenis pekerjaan harus terdiri dari kualitas tinggi sesuai dengan yang tercantum dalam syarat-syarat kualitas bahan masing-masing bagian pekerjaan. Hasil pekerjaan dan mutu termasuk bahan bahan yang terpakai harus diterima dan disetujui Direksi.
RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit

Apabila bahan-bahan yang dikirim ke lokasi proyek ternyata tidak sesuai dengan contoh yang ditunjukkan. Penggunaan bahan-bahan dalam pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti pedoman atau petunjuk dari pabrik yang memproduksinya. gas dan bahan kimia sedemikian rupa sehingga keselamatan orang dan keamanan lingkungan sekitarnya dapat dijamin. g. harus mendapat persetujuan dari Direksi sebelum dipergunakan.5 b. Semua bahan yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan yang tercantum dalam peraturan standar yang berlaku di Indonesia. Kelalaian dalam hal ini merupakan tanggung jawab Kontraktor . Sebelum bahan-bahan yang dipesan dikirim ke lokasi proyek. Kelalaian Kontraktor dalam menyediakan pompa dan bangunan sementara lainnya yang dapat mengakibatkan rusaknya konstruksi yang telah dibuat adalah tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. Semua bahan yang disimpan di lokasi proyek harus diletakkan dan dilindungi sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kontaminasi atau mengalami proses lainnya yang dapat mengakibatkan rusaknya atau menurunnya mutu bahan-bahan tersebut. apabila diperlukan. berat. dasar pondasi dan permukaan tanah lainnya tetap kering selama pekerjaan berlangsung. dasar pondasi dan bidang permukaan lainnya adalah beban Kontraktor . d. 5. distributor yang menjual atau pabrik yang memproduksi bahan yang bersangkutan. mutu. Direksi dapat meminta copy atau tembusan dari perintah pembelian (faktur) yang dipesan Kontraktor kepada leveransir atau distributor untuk pembelian bahan-bahan yang akan dipakai. Dalam hal ini semua biaya perbaikan ditanggung Kontraktor . maka Kontraktor diharuskan membuat bangunan atau tanggul sementara dan menyediakan pompa air berkapasitas cukup beserta alat Bantu dan pelengkapnya untuk menjamin agar dasar galian. baik dalam hal mutu. Kontraktor dilarang menyimpan bahan-bahan berbahaya seperti minyak. berat maupun kekuatannya. baik di lokasi proyek maupun di gudang leveransir atau dilokasi pabrik atau produsen.14. Air hujan yang mengalir ke dalam galian yang mengakibatkan kerusakan Kontruksi pondasi yang masih dalam pelaksanaan termasuk resiko Kontraktor .Hujan lebat yang mengakibatkan genangan pada galian tidak dianggap Force Majeure. f. Dalam melaksanakan tugasnya ahli mempunyai wewenang untuk mewakili Direksi dalam menguji dan menilai bahan-bahan yang diajukan Kontraktor. Untuk bahan-bahan yang mutunya masih berdasarkan standar Internasional. Kontraktor harus menunjukkan contoh dari bahan bersangkutan kepada Direksi untuk diperiksa dan diteliti mengenai jenis. b. Apabila pada keadaan tertentu Direksi memandang perlu untuk melaksanakan pekerjaan pada kondisi tanah yang kering. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku. d. j. dan perbaikan atas kerusakan yang terjadi adalah beban Kontraktor RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . c. Kondisi muka air tanah yang tinggi dan jenis tanah yang kurang kedap air dapat menyebabkan derasnya rembesan air tanah ke dalam galian. e. maka Direksi berwenang untuk menolak bahan tersebut dan mengharuskan Kontraktor untuk menyingkirkannya dan diganti dengan bahan-bahan yang sesuai dengan contoh yang telah diperiksa terdahulu. i. Direksi dapat meminta Kontraktor untuk menunjukkan sertifikat tes dari agen. Dalam hal ini pelaksanaan pekerjaan menuntut kemajuan pekerjaan yang cepat dan Direksi dapat menginstruksikan untuk menambah pompa-pompa agar dasar galian tetap dalam keadaan kering. Semua sarana untuk mengeringkan dasar galian. Pelaksanaan Pekerjaan Dalam Keadaan Kering a. c. Apabila diperlukan. Standar peraturan yang berlaku adalah edisi yang terakhir. h. Untuk bahan-bahan yang mutunya belum diatur dalam peraturan standar maupun ketentuan dalam spesifikasi teknis. Direksi berhak menunjuk seorang ahli dalam memeriksa mutu bahan-bahan yang diajukan oleh Kontraktor . kekuatan dan sifat-sifat penting lainnya dari bahan tersebut. cairan lainnya yang mudah terbakar. jenis.

alat pemadam api dan kotak pertolongan pertama. Untuk pembuatan pasangan talud ( plengsengan ) pada saluran-saluran yang sudah ada.6 e. Tanggul / kisdam harus dibuat cukup kuat. g. i. Jaringan dan permukiman diambil berdasarkan referensi titik tetap (patok beton) yang dipasang oleh Dinas Tata Kota Kotamadya Surabaya yang terdekat. Apabila pekerjaan telah dianggap selesai. Kontraktor diharuskan membuat tanggul ( kisdam ) sepanjang talud dengan ukuran dan Kontruksi yang disetujui oleh Direksi. m. Kontraktor harus mengisi perabotan maupun perlengkapan lain berupa buku harian n. pengadaan. garam. j. k. Lokasi untuk membangun gudang dan kantor lapangan akan ditentukan oleh Direksi. h. Perlu koordinasi antar Kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan guna mengendalikan aliran air di saluran. Ukuran dan bentuk gudang. Bangunan untuk kantor Direksi yang diuraikan dalam pasal di atas akan dibayar secara harga unit price untuk sewa direksi keet. l. sambungan listrik.1 Persiapan dan Sewa Direksi Keet a. Tempat kosong untuk parkir kendaraan proyek harus disediakan di sekitar kantor lapangan. kebersihan dan keamanan gudang dan kantor lapangan merupakan tanggung jawab Kontraktor. alat komunikasi serta gudang untuk menyimpan bahan dan peralatannya.2 m 1. Bangunan tersebut harus dapat dijamin agar di dalamnya bebas dari air hujan dan sinar matahari. g. jika sewaktu-waktu talud mengalami kerusakan. Kontraktor membuat dan memasang papan nama proyek dilokasi dengan ukuran 0. c. b. PEKERJAAN PENDAHULUAN 1. Kontraktor harus menyediakan kantor lapangan untuk dipergunakan oleh Direksi selama pelaksanaan pekerjaan. h. Semua elevasi yang ditunjukkan dan tercantum dalam gambar adalah elevasi yang dikaitkan dengan ketinggian patok titik tetap seperti yang dijelaskan pada butir di atas. f. Untuk keperluan air kerja kontraktor harus menyediakan sendiri air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. pelayanan. Sebelum pelaksanaan pembuatan tanggul dimulai. f.9 m x 1. kantor lapangan beserta perlengkapannya akan ditentukan sebagai berikut : • Ukuran =3mx6m • Lantai = Rabatan beton • Dinding = Triplek tb. termasuk dapat melindungi material yang tersimpan. e. tidak mudah rusak akibat kikisan air. 1. maka Kontraktor harus menimbun kembali saluran dan sudetan sementara seperti keadaan semula. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Persetujuan Direksi seperti tersebut pada gambar tidak mengurangi tanggung jawab Kontraktor. Kontraktor harus mengajukan gambar detail talud beserta spesifikasi bahan yang akan digunakan untuk mendapatkan persetujuan Direksi. guna kebutuhan penerangan proyek dan keperluan pelaksanaan pekerjaan. Syarat-syarat minimum yang harus dipenuhi untuk pembuatan gudang dan kantor lapangan adalah penyediaan sarana sanitasi air bersih. Pada saat pelaksanaan pekerjaan dinyatakan selesai. pembersihan maupun pekerjaan pembongkaran bangunan setelah selesai penanganan pekerjaan. dimana harus dianggap bahwa pembayaran dilaksanakan secara penuh baik untuk pekerjaan pembangunan. Direksi dapat menginstruksikan Kontraktor untuk membuat saluran atau sudetan sementara untuk mengalirkan air hujan agar pekerjaan dapat tetap dilaksanakan dalam keadaan kering. Kontraktor harus menyediakan generator sebagai daya listrik secukupnya. b.2 Uitzet Dengan waterPass / Theodolit Jaringan dan Permukiman a. Pemeliharaan. 4 mm finish cat tembok • Rangka = Kayu meranti 5/7 • Atap = Asbes gelombang kecil d. gudang dan kantor lapangan harus dibongkar oleh Kontraktor atas biaya sendiri dan semua peralatan dan perlengkapan tetap menjadi milik Kontraktor. alkali dan bahan-bahan organis atau bahan lain yang dapat merusak pelaksanaan pekerjaan. Perbaikan talud serta akibat lainnya menjadi tanggung jawab Kontraktor . Kontraktor bertanggung jawab atas semua biaya pengadaan fasilitas tersebut pada butir a dan b.

6. Sebelum pekerjaan dimulai. koordinat. Apabila terdapat kesalahan dalam pengukuran kembali. 13. sejauh pekerjaannya mempengaruhi kelancaran lalu lintas umum.3. jembatan. bila akan mengadakan levelling pada semua bagian daripada pekerjaan. 9. 14. maka pengukuran ulang menjadi tanggung jawab Kontraktor. Kontraktor bersama-sama dengan Direksi harus secara bersamasama mengambil peil permukaan dan sounding areal kerja dan menyetujui semua kekhususan terhadap mana semua pekerjaan didasarkan. Dalam hal ini Kontraktor diharuskan mendapatkan pengarahan dan pedoman dari instansi setempat yang berwenang yaitu polisi lalu lintas dan Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Hasil pengukuran kembali berupa gambar Long Section dan Cross Section per titik. Pemasangan Rambu Pengaman Pengaturan Lalu Lintas a. 4. jenis tanah dan daya dukung tanah) . RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Pekerjaan Pengukuran dan Survey Lapangan 1. b. Direksi dapat menunjuk stafnya sendiri atau pihak lain untuk mengerjakan survey lapangan dan membebankan seluruh biayanya kepada Kontraktor. Kebenaran dari hasil laporan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pengangkutan alat-alat berat ke dan dari lokasi proyek harus diatur sedemikian rupa agar beban total dari kendaraan yang mengangkut alat-alat berat tersebut tidak melampaui kapasitas jalan/jembatan yang dilalui. Untuk itu alat-alat berat yang dimaksud harus diuraikan menjadi beberapa bagian untuk kemudian diangkut beberapa kali. Penggunaan jalan dan jembatan umum harus diatur sedemikian rupa agar gangguan lalu lintas dan kerusakan yang timbul sebagai akibatnya dijaga sekecil mungkin. Kontraktor harus menyediakan alat-alat ukur selama pekerjaan berlangsung berikut ahli ukur yang berpengalaman sehingga apabila dianggap perlu setiap saat siap mengadakan pengukuran ulang. 12. 2. Dalam melaksanakan pekerjaannya Kontraktor diharuskan mematuhi dan mentaati ketentuan dan peraturan lalu lintas umum yang berlaku. Tiap Titik adalah sejarak 25 meter. gorong-gorong yang diakibatkan oleh lalu lintas proyek dibebankan pada Kontraktor dan harus disetujui Direksi. Kontraktor harus memberitahu Direksi sekurang-kurangnya 24 jam dimuka. 11. sudut. Kontraktor harus membuat peil/titik-titik tanda (bench mark) permanen di tiap-tiap bagian pekerjaan dan peil ukuran ini harus diberi pelindung dan dirawat selama berlangsungnya pekerjaan agar tidak berubah. serta letak patok patok harus dibuat gambarnya dan dilaporkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Kontraktor harus mengukur ukang lagi dan dikoreksi oleh pihak Direksi. maka Direksi akan memutuskan hal itu kemudian. Pengukuran titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat optik dan sudah ditera kebenarannya/dikalibrasi. Apabila terdapat perbedaan antara elevasi yang tercantum dalam gambar dengan hasil pengukuran ulang. Pekerjaan dapat dihentikan beberapa saat oleh Direksi bila dipandang perlu untuk mengadakan penelitian kelurusan maupun level dari bagian-bagian pekerjaan. Hasil pengukuran lengkap mengenai peil elevasi. Lalu Lintas Proyek 1. 7. 10. 5. Ketentuan yang sama juga berlaku untuk pengangkutan bahan-bahan konstruksi. 15. Perbaikan kerusakan terhadap jalan. Jika diperlukan untuk mengetahui kondisi tanah (tekstur. Patok titik tetap yang dipergunakan sebagai referensi dalam proyek ini tercantum dalam gambargambar rencana atau akan ditunjukkan oleh Direksi di lapangan. kontraktor diwajibkan melakukan test penyelidikan tanah dengan menunjuk pihak / lembaga yang bergerak dalam tes penyelidikan tanah yang bersertifikasi. Jika menurut pendapat Direksi kemajuan Kontraktor tidak memuaskan untuk menyelesaikan pekerjaan survey ini tepat pada waktunya atau dalam hal Kontraktor tidak memulai pekerjaan atau melakukan pekerjaan tidak dengan standar yang ditentukan.7 c. 3. Pengukuran kembali juga dilakukan setelah pekerjaan selesai. Pengaturan Pengangkutan Alat-alat Berat dan Bahan Konstruksi 1. 8. Kontraktor harus menyediakan dan merawat stasion survey yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan dan harus membongkarnya setelah pekerjaan selesai. Kontraktor harus menggerakkan personil tekniknya untuk melakukan survey dan membuat laporan mengenai kondisi fisik lapangan khususnya lokasi rencana konstruksi apakah terdapat ketidaksesuaian. 1. semua bantuan yang diperlukan Direksi dalam pengadaan pengecekan levelling tersebut. Kontraktor harus menyediakan atas biaya Kontraktor. 2.

2. Direksi berhak menunjuk seorang ahli yang akan memberi pengarahan dan mengawasi semua pekerjaan instalasi dalam rangka pemindahan dan pengalihan jalur atau lintasan pipa dan kabel.1. pipa gas. ketinggian penampang yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi. Test Hole 1. pembuangan tanah atau material lain bila ada dari tempat kerja atau sekitarnya yang perlu. harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut : • Material yang berlebihan harus dibuang dengan menggali lebih lanjut • Daerah dimana digali lebih atau daerah retak atau lepas. 3. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. membuat. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Umum 1. Pekerjaan ini umumnya diperlukan untuk pembuatan pondasi. Perbaikan dari Pekerjaan Galian yang tidak Memuaskan Pekerjaan galian yang tidak memenuhi toleransi yang diberikan. c. 2. Pengaturan Pemindahan Jaringan Pipa dan Kabel 1.1. Bouwplank harus dibuat tegak lurus sumbu saluran dan harus dibuat melebihi lebar dasar pondasi jembatan.8 2. Yang termasuk dalam istilah pipa dan kabel adalah pipa distribusi air bersih PDAM.1. untuk pembuangan material yang tidak terpakai atau humus. Kontraktor diharuskan menyingkirkan semua rambu-rambu dan rintangan-rintangan sementara yang tidak diperlukan lagi yang selama pelaksanaan dipergunakan untuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek. kabel telpon dan kabel TELKOM lainnya yang pemasangan jaringannya tertanam dan terletak di bawah permukaan tanah. Kontraktor harus melaksanakan pematokan dan pemasangan bouwplank sesuai petunjuk Direksi. Kontraktor harus melakukan uji beton Box-Culvert dengan Test Hole minimal sejumlah 4 titik. d. PEKERJAAN TANAH 2. tidak mudah rusak dan tidak bergerak serta harus dijaga agar tidak rusak/hilang selama pelaksanaan pekerjaan dengan jarak antar patok 1. Apabila dalam rangka pekerjaan penggalian saluran baru atau penggalian memperdalam dasar saluran lama ditemui lintasan pipa dan kabel yang masih berfungsi.1. maka Kontraktor diharuskan meminta pengawalan dari instansi yang berwenang.5. b. untuk penyelesaian yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini.2. Elevasi yang tercantum dalam bouwplank dan patok akan menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan baik dalam penentuan lebar jembatan. kabel listrik. 2. Biaya penggantian dan perbaikan atas kerusakan terhadap pipa dan kabel yang masih berfungsi sebagai akibat dari kelalaian Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaannya adalah menjadi beban Kontraktor sepenuhnya. Laboratoium pengujian material harus independen. d. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian. c. maka Direksi dan Kontraktor menghubungi instansi yang mengelola jaringan tersebut untuk menentukan biaya pemindahan jalur pipa atau kabel yang dimaksud untuk dialihkan di bawah dasar saluran rencana. harus diurug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan oleh Direksi. mudah dimengerti oleh setiap pengendara kendaraan dan pada setiap cuaca gelap dan malam hari harus diberi penerangan. Patok dan bouwplank harus dibuat kokoh.4.5 meter. tinggi jembatan maupun tebal pasangan/konstruksi lainnya. Pekerjaan Galian Tanah Konstruksi Dengan Alat Berat 2. Rambu-rambu Sementara Kontraktor diharuskan menyediakan. 2. 4. Pematokan dan Pekerjaan Bouwplank a. 1. Penempatannya harus dengan persetujuan polisi lalu lintas atau instansi lain yang berwenang. Semua pipa dan kabel yang termasuk dalam kategori (a) di atas dan yang sudah tidak berfungsi lagi serta jalurnya melintasi dan menghalangi aliran air dalam saluran harus disingkirkan atau dipotong sesuai petunjuk Direksi atas persetujuan Instansi yang bersangkutan. Apabila pekerjaan telah dinyatakan selesai oleh Direksi. 1. Apabila Direksi memandang perlu. dan untuk pembentukan secara umum garis. 2. memasang dan menempatkan rambu-rambu lalu lintas sementara pada lokasi dan posisi penting termasuk rintangan-rintangan di sekitar lokasi proyek. Bentuk dan ukuran huruf serta susunan kalimat pada rambu dan rintangan harus jelas.

1.3. Pada setiap saat peralatan galian cadangan serta perlengkapan P3K harus tersedia di tempat kerja galian.1. Bila diperlukan. . Setelah masing-masing galian untuk tanah dasar.4. Pembuangan Material Galian Seluruh material Galian tanah di buang keluar proyek 2. b. 2. Pembongkaran harus dilaksanakan secara tertib dan hati-hati sehingga tidak merusak bagian lainnya yang tidak semestinya dibongkar dan tidak membahayakan manusia. Selama masa pekerjaan galian. 2. turap. kontraktor harus menahan atau menyangga struktur di sekitarnya yang jika tidak dilakukan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian. 2. cofferdam. gambar perincian potongan melintang atau memanjang yang menunjukkan kondisi awal daripada tanah sebelum operasi pembabatan dan penggarukan dilakukan untuk setiap seksi pekerjaan galian. sebelum memulai pekerjaan. Pekerjaan bongkaran dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut : a. tembok ujung dan cofferdam. personel yang terlibat dalam pelaksanaan ini maupun pekerjaannya sendiri. Pada setiap saat dimana kedalaman galian melebihi ketinggian di atas kepala. Seluruh tepi galian terbuka harus diberi penghalang yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh kedalamnya dan setiap galian terbuka pada badan jalan atau bahu harus ditambah dengan bamboo pada malam hari dengan drum dicat putih atau lampu kuning sesuai dengan ketentuan Direksi.1. Pelaporan dan Pencatatan a.5. panggalian saluran air dan pembangunan saluran sementara. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan seminimal mungkin gangguan terhadap material di bawah dan di luar batas galian. perlengkapan dan buruh untuk pengeringan. Prosedur Pelaksanaan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . c. Semua Material bekas bongkaran diangkut keluar proyek. dan tembok penahan dan harus memperoleh persetujuan direksi sebelum melaksanakan pekerjaan galian yang dimaksudkan untuk dilindungi oleh struktur yang diusulkan tersebut. baik orang lain. 3. Bahan yang digunakan sebagai urugan adalah Sirtu 2. kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan. Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan kontraktor harus menyediakan seluruh material yang diperlukan.3. Prosedur Penggalian 1. 4. Air.2.Sirtu harus terbebas dari Lumpur.9 2.1. Jaminan Keselamatan Pekerjaan Galian 1. kontraktor harus menjaga setiap saat suatu lereng yang stabil yang mampu menahan pekerjaan sekitarnya. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi gambar perincian dari seluruh struktur sementara yang diusulkannya atau yang diperintahkan untuk digunakan seperti skor. alat . 2. 2. batu bata. bahan organic maupun an organic. kontraktor harus memberitahu direksi. batu beton dan lain-lain. 2. formasi atau pondasi selesai. Pompa agar siap di tempat kerja setiap saat untuk menjamin tak ada gangguan dalam prosedur pengeringan dengan pompa. b. Urugan Sirtu ( Padat ) 1.6. Kontraktor harus menyerahkan kepada direksi. Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai termasuk tanah. Mutu Bahan. padas. Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian. Bahan landasan atau material lain tidak boleh dipasang sebelum kedalaman galian disetujui oleh direksi. 3. Bongkaran Pasangan Lama Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Oli.alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan pembongkaran bangunan lama seperti tertera pada gambar rencana dan juga pembersihan lokasi pembongkaran dari sisa material lama.

Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian.3. Setelah masing-masing galian untuk tanah dasar.4. pembuangan lumpur atau material lain bila ada dari tempat kerja atau sekitarnya yang perlu. turap. harus diurug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan oleh Direksi. b.3. dan untuk pembentukan secara umum garis. 2. kontraktor harus menahan atau menyangga struktur di sekitarnya yang jika tidak dilakukan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian. Perbaikan dari Pekerjaan Galian yang tidak Memuaskan Pekerjaan galian yang tidak memenuhi toleransi yang diberikan. untuk pembuangan material yang tidak terpakai atau humus. Jaminan Keselamatan Pekerjaan Galian 3. 2.6. perlengkapan dan buruh untuk pengeringan. Pelaporan dan Pencatatan a. 2. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan seminimal mungkin gangguan terhadap material di bawah dan di luar batas galian. batu beton dan lain-lain. 2. 5. ketinggian penampang yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi. 2. Pekerjaan ini umumnya diperlukan untuk pembuatan pondasi. Selama masa pekerjaan galian. sebelum memulai pekerjaan. Prosedur Penggalian 1. 4. Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan kontraktor harus menyediakan seluruh material yang diperlukan. formasi atau pondasi selesai.2. tembok ujung dan cofferdam.4. c.5. Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai termasuk tanah.3.10 Pelaksanaan Urugan Sirtu Padat sepanjang Pasangan Top-Bottom dan U-Ditch 2. cofferdam. Kontraktor harus menyerahkan kepada direksi. Pembuangan Material Galian RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . gambar perincian potongan melintang atau memanjang yang menunjukkan kondisi awal daripada tanah sebelum operasi pembabatan dan penggarukan dilakukan untuk setiap seksi pekerjaan galian. Bahan landasan atau material lain tidak boleh dipasang sebelum kedalaman galian disetujui oleh direksi. Pompa agar siap di tempat kerja setiap saat untuk menjamin tak ada gangguan dalam prosedur pengeringan dengan pompa. Pada setiap saat dimana kedalaman galian melebihi ketinggian di atas kepala. untuk penyelesaian yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini. kontraktor harus menjaga setiap saat suatu lereng yang stabil yang mampu menahan pekerjaan sekitarnya. Umum 1. 2. 6. panggalian saluran air dan pembangunan saluran sementara. Pekerjaan Galian Lumpur Dengan Alat Berat 2. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi gambar perincian dari seluruh struktur sementara yang diusulkannya atau yang diperintahkan untuk digunakan seperti skor. 2.3. batu bata.3.1.3. harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut : • Material yang berlebihan harus dibuang dengan menggali lebih lanjut • Daerah dimana digali lebih atau daerah retak atau lepas. dan tembok penahan dan harus memperoleh persetujuan direksi sebelum melaksanakan pekerjaan galian yang dimaksudkan untuk dilindungi oleh struktur yang diusulkan tersebut.3. kontraktor harus memberitahu direksi. padas. Bila diperlukan. Pada setiap saat peralatan galian cadangan serta perlengkapan P3K harus tersedia di tempat kerja galian. kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan. Seluruh tepi galian terbuka harus diberi penghalang yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh kedalamnya dan setiap galian terbuka pada badan jalan atau bahu harus ditambah dengan bamboo pada malam hari dengan drum dicat putih atau lampu kuning sesuai dengan ketentuan Direksi.

jalan lori dan jalan kabel. Walapupun ditempatkan sementara. Seluruh hasil material bekas galian drainase harus dibuang dan tempat bekas penempatan sementara hasi galian. dimensi. dan jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna. di bawah permukaan tanah dan/atau air. 04-6262-2000. PEKERJAAN PENERANGAN JALAN Ruang lingkup Standar ini memuat ketentuan . Istilah dan definisi Istilah dan definisi yang digunakan dalam standar ini adalah sebagai berikut : 3. Kontraktor harus melaporkan kepada Direksi setiap kali akan mengadakan pengangkutan material sisa galian keluar proyek. penempatan/penataan penerangan jalan yang diperlukan.3 jalan kolektor jalan umum yang berfungsi melayani angkutan pengumpul atau pembagi dengan ciri perjalanan jarak sedang.5. maka untuk sementara dapat diletakan didaerah sekitar saluran. Spesifikasi Trotoar 6) SNI No. termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas yang berada pada permukaan tanah. [Undang-Undang RI No. dan jumlah jalan masuk dibatasi. jenis. serta harus mencatat berapa m3 volume dari material yang telah diangkut setiap ada pekerjaan pengangkutan.2 jalan arteri jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh. Penempatan hasil Galian tersebut jangan sampai menggangu sekitarnya. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 2. [Undang-Undang RI No. [Undang-Undang RI No. Undang-Undang RI No. An Informational Guide for Roadway Lighting. 3. kecepatan rata-rata rendah. Alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut tanah sisa galian adalh Dump Truk dengan kapasitas muat 6 m3 atau bila kondisi jalan / area yang tidak memungkinkan bisa menggunakan kendaraan kecil dengan seijin pengawas lapangan 6. dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi. Seluruh material yang telah digali dalam batas volume yang telah ditentukan. tanah hasil galian tidak dibenarkan berada pada tempat tersebut sampai 1 ( satu hari ) 4. ditinggalkan dalam keadaan rapih dan bersih. kolektor dan lokal.11 Seluruh material Galian lumpur di buang keluar proyek 2. kecepatan rata-rata sedang. 38 Tahun 2004] 3. kecuali jalan kereta api. Acuan normatif Spesifikasi penerangan jalan di kawasan perkotaan ini merujuk pada acuan sebagai berikut : 1) Undang Undang RI Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2) Undang Undang RI Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan 3) Peraturan Pemerintah RI Nomor 26 Tahun 1985 tentang Jalan 4) Peraturan Pemerintah RI Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan 5) SNI No. jembatan dan terowongan di kawasan perkotaan yang mempunyai klasifikasi fungsi jalan arteri. dan apabila tidak bisa dibuang secara langsung . 38 Tahun 2004] 3. 38 Tahun 2004] 3. 5. 3. 38 Tahun 2004] 3.4 jalan lokal jalan umum yang berfungsi melayani angkutan setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat. 03-2447-1991. Rekomendasi untuk pencahayaan kendaraan bermotor dan pejalan kaki 7) AASHTO. Spesifikasi yang dimaksud dalam standar ini meliputi fungsi. 1984.ketentuan untuk penerangan ruas jalan.5 jalur bagian jalan yang dipergunakan untuk lalu lintas. persimpangan sebidang maupun tidak sebidang.1 jalan prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan. pemasangan. Pengangkutan Tanah Keluar Proyek 1. kecepatan rata-rata tinggi.

3. terletak di sumbu/tengah jalan.15 sistem penempatan menerus sistem penempatan lampu penerangan jalan yang menerus/kontinyu di sepanjang jalan dan atau jembatan.10 median jalan bagian dari jalan yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan dengan bentuk memanjang sejajar jalan. 3. 3. (b) suatu unit lengkap yang terdiri dari sumber cahaya. jembatan dan jalan di bawah tanah.12 3. yang diukur dalam satuan candela per meter persegi (cd/m²). 3. [ PP RI No. 38 Tahun 2004] 3. terganggunya fungsi jalan disebabkan oleh pemanfaatan ruang pengawasan jalan yang tidak sesuai peruntukannya.7 lajur bagian jalur yang memanjang.14 ruang pengawasan jalan (RUWASJA) ruang tertentu yang terletak di luar ruang milik jalan yang penggunaannya diawasi oleh penyelenggara jalan agar tidak mengganggu pandangan pengemudi. konstruksi bangunan jalan apabila ruang milik jalan tidak cukup luas. 43 Tahun 1993 ] 3. elemen optik.8 lampu penerangan jalan bagian dari bangunan pelengkap jalan yang dapat diletakkan atau dipasang di kiri/kanan jalan dan atau di tengah (di bagian median jalan) yang digunakan untuk menerangi jalan maupun lingkungan di sekitar jalan yang diperlukan termasuk persimpangan jalan. dengan atau tanpa marka jalan. elemen elektrik dan struktur penopang serta pondasi tiang lampu. [Penjelasan Undang-Undang RI No. dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan. pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan. median yang diturunkan (depressed). 3. 3.11 pandangan silau (glare) pandangan yang terjadi ketika suatu cahaya/sinar terang masuk di dalam area pandangan/ penglihatan pengendara yang dapat mengakibatkan ketidaknyamanan pandangan bahkan ketidakmampuan pandangan jika cahaya tersebut datang secara tiba-tiba. [Penjelasan Undang-Undang RI No. dan tidak mengganggu fungsi jalan. selain sepeda motor.16 sistem penempatan parsial (setempat) sistem penempatan lampu penerangan jalan pada suatu daerah-daerah tertentu atau pada suatu panjang jarak tertentu sesuai dengan keperluannya. [Penjelasan Undang-Undang RI No. dimaksudkan untuk memisahkan arus lalu lintas yang berlawanan. serta kegiatan ekonomi. median dapat berbentuk median yang ditinggikan (raised).17 trotoar jalur lalu lintas untuk pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan sumbu jalan dan lebih RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .13 ruang milik jalan/right of way (RUMIJA/ROW) sejalur tanah tertentu di luar ruang manfaat jalan yang masih menjadi bagian dari ruang milik jalan yang dibatasi oleh batas ruang milik jalan yang dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan keluasaan keamanan penggunaan jalan antara lain untuk keperluan pelebaran ruang manfaat jalan pada masa yang akan datang. 38 Tahun 2004] 3. yang memiliki lebar cukup untuk satu kendaraan bermotor sedang berjalan. 38 Tahun 2004] 3. atau median datar (flush).9 luminansi (L) pantulan cahaya lampu oleh permukaan jalan. jalan layang. pelayanan sosial.12 pandangan silhoute pandangan yang terjadi pada suatu kondisi dimana obyek yang gelap berada di latar belakang yang sangat terang (negative image).6 kawasan perkotaan kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian. 3.

data fotometrik lampu dan lokasi sumber listrik. 2) Sebagai alat bantu navigasi pengguna jalan.1 Fungsi penerangan jalan Penerangan jalan di kawasan perkotaan mempunyai fungsi antara lain : 1) Menghasilkan kekontrasan antara obyek dan permukaan jalan. dll. khususnya pada malam hari. c) Tempat yang luas seperti persimpangan. 5) Memberikan keindahan lingkungan jalan. e) Jalan-jalan dengan lebar median yang sempit. jalan layang dan jalan bawah tanah (terowongan). dll. biaya operasi. dll.2 Dasar perencanaan penerangan jalan 1) Perencanaan penerangan jalan terkait dengan hal-hal berikut ini : a) Volume lalu-lintas. f) Tingkat kebutuhan.3 Jenis lampu penerangan jalan 1) Jenis lampu penerangan jalan ditinjau dari karakteristik dan penggunaannya secara umum dapat dilihat dalam Tabel 1. f) Jembatan sempit/panjang. pengayuh sepeda. b) Tempat-tempat dimana kondisi lengkung horisontal (tikungan) tajam. agar perencanaan sistem lampu penerangan efektif dan ekonomis. 4. b) Tipikal potongan melintang jalan. d) Tekstur perkerasan dan jenis perkerasan yang mempengaruhi pantulan cahaya lampu penerangan. d) Jalan-jalan berpohon.18 kuat pencahayaan (iluminansi. tempat parkir. 4) Mendukung keamanan lingkungan. terutama untuk pemasangan lampu di bagian median. alinyemen vertikal.19 rasio kemerataan (uniformity ratio) perbandingan harga antara dua kondisi dari suatu besaran kuat pencahayaan (iluminansi atau luminansi) pada suatu permukaan jalan.ketentuan 4. 3. c) Geometri jalan. situasi (lay-out) jalan dan persimpangan jalan. 4. 3) Meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. dalam satuan lux. g) Tempat-tempat lain dimana lingkungan jalan banyak berinterferensi dengan jalannya. Tabel 1 Jenis lampu penerangan jalan secara umum menurut karakteristik dan penggunaannya Jenis Lampu Efisiensi rata-rata (lumen/watt) Umur rencana rata-rata (jam) Daya (watt) Pengaruh thd warna obyek Keterangan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . interchange. biaya pemeliharaan. 3. g) Rencana jangka panjang pengembangan jalan dan pengembangan daerah sekitarnya. e) Pemilihan jenis dan kualitas sumber cahaya/lampu.13 tinggi dari permukaan perkerasan jalan (untuk menjamin keselamatan pejalan kaki yang bersangkutan). 2) Beberapa tempat yang memerlukan perhatian khusus dalam perencanaan penerangan jalan antara lain sebagai berikut : a) Lebar ruang milik jalan yang bervariasi dalam satu ruas jalan. h) Data kecelakaan dan kerawanan di lokasi. baik kendaraan maupun lingkungan yang bersinggungan seperti pejalan kaki. 4 Ketentuan . dan lain-lain. E) jumlah cahaya yang jatuh pada permukaan jalan. seperti alinyemen horisontal.

20. 36 .jenis lampu ini masih dapat digunakan secara terbatas . ukuran lampu besar sehingga sulit untuk mengontrol cahayanya dan cahaya lampu sangat buruk karena warna kuning.untuk jalan kolektor dan lokal . penyeberangan. dan IP 66. indek perlindungan (IP) yang sering dipakai untuk klasifikasi lampu penerangan adalah : IP 23.Jenis lampu ini sangat baik dan sangat dianjurkan untuk digunakan.jenis lampu ini masih dapat digunakan untuk hal-hal yang terbatas. . Semakin tinggi indek perlindungan (IP).Untuk jalan tol. tempat peristirahatan (rest area). terowongan. Lampu gas merkuri tekanan tinggi (MBF/U) 50 – 55 16. semakin baik standar perlindungannya. local dan persimpangan . umur panjang dan ukuran lampu kecil . Sistem IP merupakan penggolongan yang lebih awal terhadap penggunaan peralatan yang tahan hujan dan sebagainya.000 90.000 18 . dan angka kedua menyatakan indek perlindungan terhadap air.40 Sedang . IP 24. 700 Sedang Lampu gas sodium bertekanan rendah (SOX) 100 . umur cukup panjang.efisiensi sangat tinggi. Hal ini dapat diindikasikan dengan istilah IP (Index of Protection) atau indek perlindungan. sehingga mudah pengontrolan cahayanya. IP 65. IP 25.000 . IP 55.10. kolektor. 400 Buruk 2) Rumah lampu penerangan (lantern) dapat diklasifikasikan menurut tingkat perlindungan terhadap debu/benda dan air.000 150.efisiensi cukup tinggi tetapi berumur pendek . . 250. arteri.000 – 10. Pada umumnya.000 .efisiensi tinggi.Jenis lampu ini dianjurkan digunakan karena faktor efisiensinya yang sangat tinggi. lokal. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . umur sangat panjang. 400.efisiensi rendah.14 Lampu tabung fluorescent tekanan rendah 60 – 70 8.200 8. persimpangan. angka pertama menyatakan indek perlindungan terhadap debu/benda. . persimpangan besar/luas dan interchange.000 125. IP 64. . 180 Sangat buruk Lampu gas sodium tekanan tinggi (SON) 110 12.000 – 24. IP 54. .20. dan ditandai dengan lambang.untuk jalan kolektor. ukuran lampu kecil. yang memiliki 2(dua) angka. 250. Ringkasan pengkodean IP mengikuti Tabel 2 (A Manual of Road Lighting in Developing ountries).untuk jalan kolektor. .

10 Luminansi Batasan silau Jenis/ klasifikasi jalan L rata-rata (cd/m2) 0.1 Kualitas pencahayaan 4.1 Pencahayaan pada ruas jalan Kualitas pencahayaan pada suatu jalan diukur berdasarkan metoda iluminansi atau luminansi.10 0. Tabel 3 Kualitas pencahayaan normal Kuat pencahayaan (Iluminansi) Kemerataan E (Uniformity) ratarata (lux) g1 1-4 2-5 2-5 0.50 0.50 Kemerataan (uniformity) G VD 0.4. Kualitas pencahayaan normal menurut jenis/klasifikasi fungsi jalan ditentukan seperti pada Tabel 3. tetapi tidak Menimbulkan efek yang bahaya dan merusak (a) Perlindungan terhadap sentuhan yang tidak disengaja oleh bagian tubuh.Primer .10 0. berdiameter < 50 mm 4.4 Ketentuan pencahayaan dan penempatan 4.40 0.Sekunder Jalan kolektor : . (b) Perlindungan terhadap masuknya benda padat.1.10 0.40 0.50 0.40 0./Simbol Tingkat perlindungan 0 1 0 1 Tanpa perlindungan Perlindungan terhadap tetesan air. Meskipun demikian lebih mudah menggunakan metoda iluminansi.15 Tabel 2 Kode indek perlindungan IP (Index of Protection) ANGKA PERTAMA ANGKA KEDUA (a) Perlindungan terhadap manusia/benda jika bersentuhan dengan komponen dalam rumah lampu (b) Perlindungan terhadap rumah lampu jika bersentuhan dengan benda No./Simbol ingkat perlindungan (a) Tanpa perlindungan (b) Tanpa perlindungan (a) Perlindungan rumah lampu jika kontak atau bersentuhan dengan benda cair No.40 VI 0.14 1.50 4-5 20 .00 0. karena dapat diukur langsung di permukaan jalan dengan menggunakan alat pengukur kuat cahaya. seperti tangan.Primer RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit 3-7 0.4.50 4 4 4 TJ (%) 20 20 20 Trotoar Jalan lokal : .50 0.

2 Pencahayaan pada tempat parkir Kuat pencahayaan pada daerah tempat parkir ditentukan seperti pada Tabel 4.14 0.50 .20 10 .20 20 .Primer .0.20 11 .96 96 .50 1.20 0. Tabel 4 Kuat pencahayaan pada daerah tempat parkir Kuat pencahayaan pada tempat parkir terbuka (lux) Tingkat kegiatan Untuk tujuan lingkungan di lokasi Lalu-lintas kendaraan Keselamatan pejalan kaki Rendah 5 2 Sedang 11 6 Tinggi 22 10 Kuat pencahayaan pada tempat parkir tertutup (lux) Daerah Siang hari Malam hari Daerah tempat parkir dan pejalan kaki 54 54 Kegiatan sedang/tinggi 110 54 4. jalan bebas hambatan Jalan layang.4 Pencahayaan pada terowongan 1) Kuat pencahayaan pada terowongan harus cukup dan memberi kenyamanan baik untuk penglihatan siang maupun malam hari.40 0.50 0.20 2.50 . simpang susun.192 4.0.50 0.70 5-6 10 .0.3 Pencahayaan pada rambu lalu-lintas Batasan kuat pencahayaan (iluminansi) dan luminansi pada rambu-rambu lalu-lintas yang dipasang berdekatan dengan lampu penerangan jalan atau papan reklame ditentukan pada Tabel 5 (AASHTO.50 .40 0.70 0.1.20 1.50 0.48 48 .20 0.Sekunder Jalan arteri : .0.20 15 .14 .0.40 0.00 1.70 4-5 5-6 5-6 20 10 . yang bertujuan agar lebih menarik perhatian bagi pengguna jalan.14 .16 .20 0.0. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . terowongan 3-7 11 . 1984).1.70 6 10 Keterangan : g1 : E min/E maks VD : L min/L maks VI : L min/L rata-rata G : Silau (glare) TJ : Batas ambang kesilauan 4.25 0. Tabel 5 Batasan kuat pencahayaan untuk rambu lalu-lintas Daerah sekitar penempatan rambu Rendah Sedang Tinggi Iluminansi (Lux) 108 – 216 216 – 432 432 – 864 Luminansi (cd/m2) 24 .4.4.20 1.40 0.4. Adapun kriteria penerangan terowongan adalah seperti yang ditentukan pada Tabel 6.00 0.1.40 0.14 .Sekunder Jalan arteri dengan akses kontrol.

. 2) Umur rencana. c) Pencahayaan yang lebih tinggi di area tikungan atau persimpangan. Tabel 6 Batasan kuat pencahayaan pada terowongan Daerah penempatan (Lux) Menengah 15 Jenis/klasifikasi Jalan Jalan arteri dengan kontrol/ jalan bebas hambatan Jalan arteri Jalan kolektor Jalan local Jalan kecil/lorong/gang Komersil 22 Permukiman 11 15 13 10 6 13 10 6 4 11 6 4 4 4.3 Pemilihan jenis dan kualitas lampu penerangan Pemilihan jenis dan kualitas lampu penerangan jalan didasarkan pada : 1) Nilai efisiensi (Tabel 1).Memberikan pencahayaan yang jelas rambu-rambu lalu-lintas.17 2) Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pencahayaan terowongan : . sehingga efek kesilauan dan ketidaknyamanan penglihatan dapat dikurangi. Tabel 8 Sistem penempatan lampu penerangan jalan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit Rasio maksimum 6:1 3:1 10 : 1 4:1 4:1 6:1 . dibanding pada bagian jalan yang lurus.Memberikan adaptasi pencahayaan yang baik.4. lampu penerangan jalan harus memberikan adaptasi yang baik bagi penglihatan pengendara. 3) Pada sistem penempatan parsial.4 Penempatan lampu penerangan 1) Penempatan lampu penerangan jalan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan : a) Kemerataan pencahayaan yang sesuai dengan ketentuan Tabel 6 dan 7.di daerah permukiman .di daerah komersil/pusat kota Terowongan Tempat-tempat peristirahatan (rest area) 4.4. d) Arah dan petunjuk (guide) yang jelas bagi pengguna jalan dan pejalan kaki.di daerah permukiman .Memberikan pantulan yang cukup dan warna yang kontras pada permukaan terowongan.2 Rasio kemerataan pencahayaan (uniformity ratio) Rasio maksimum antara kemerataan pencahayaan maksimum dan minimum menurut lokasi penempatan tertentu adalah seperti yang ditentukan pada Tabel 7. b) Keselamatan dan keamanan bagi pengguna jalan. 4.di daerah komersil/pusat kota Jalur pejalan kaki : . 3) Kekontrasan permukaan jalan dan obyek.4. 2) Sistem penempatan lampu penerangan jalan yang disarankan seperti pada Tabel 8. . . Tabel 7 Rasio kemerataan pencahayaan Lokasi penempatan Jalur lalu lintas : .Tingkat kesilauan seminimal mungkin.

18 Jenis jalan / jembatan . sedangkan tipe B mempunyai sorotan cahaya lebih ringan/kecil. sistem menerus dan parsial. sistem menerus.0 LUX 6 - - 28 26 23 - - - .0 LUX 6 8 48 - 47 - 45 48 42 47 40 45 38 43 36 41 34 39 10.5 LUX 6 34 33 32 31 30 28 26 24 6. tinggi lampu.Terowongan Sistem penempatan lampu yang digunakan sistem menerus dan parsial. tipe ini adalah jenis lampu gas sodium bertekanan rendah.Jembatan . Rumah lampu tipe B Jenis lampu 50W SON atau 80W MBF/U 70W SON atau 125WMBF/U 70W SON atau 125WMBF/U 100W SON 150W SON atau 250W MBF/U 100W SON RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit Tinggi lampu (m) 4 5 6 4 31 33 48 5 30 32 47 6 29 32 46 Lebar jalan ( m ) 7 8 9 28 31 44 26 30 43 29 41 10 28 39 11 27 37 Tingkat pencahayaan 3. Rumah lampu tipe A Jenis lampu a Tinggi lampu (m) 4 5 6 6 8 8 10 10 10 10 Lebar jalan ( m ) 7 8 35 36 36 55 33 44 24 36 35 33 33 52 31 43 23 35 22 Tingkat pencahayaan 4 32 35 42 42 60 36 46 - 5 32 35 40 42 60 36 45 - 6 32 35 38 38 58 35 45 25 37 - 9 34 31 32 50 30 41 22 33 21 10 32 30 30 48 29 40 21 32 20 11 29 28 46 28 39 20 31 20 3.Jalan arteri . sistem menerus.Jalan kolektor . terutama yang langsung ke jalan.5 LUX 55W SOX 90W SOX 90W SOX 135W SOX 135W SOX 180W SOX 180W SOX 6. simpang susun. ramp . Jarak antar lampu penerangan secara umum dapat mengikuti batasan seperti pada Tabel 9 (A Manual of Road Lighting in Developing Countries). Rumah lampu (lantern) tipe A mempunyai penyebaran sorotan cahaya/sinar lebih luas.0 LUX 30.0 LUX 10.0 LUX 20.0 LUX 2. lebar jalan dan tingkat kemerataan pencahayaan dari lampu yang akan digunakan. sistem menerus bergradasi pada ujung-ujung terowongan. sistem menerus dan parsial.Jalan lokal . 4 Batasan penempatan lampu penerangan jalan tergantung dari tipe lampu. yaitu jenis lampu gas merkuri atau sodium bertekanan tinggi. Tabel 9 Jarak antar tiang lampu penerangan (e) berdasarkan tipikal distribusi pencahayaan dan klasifikasi lampu 1. Dalam tabel tersebut dipisahkan antara dua tipe rumah lampu.Persimpangan.

Rumah lampu (lantern) tipe B mempunyai penyebaran sorotan cahaya lebih ringan/ kecil. apabila kereta api pada perlintasan tersebut beroperasi pada malam hari. . diluar daerah persimpangan (dalam RUMIJA ataupun dalam RUWASJA) Jalan dua arah Persimpangan 4. . .4. .kombinasi antara di kiri dan kanan berhadapan dengan di bagian tengah / median jalan.7 Penataan lampu penerangan terhadap tanaman jalan Dalam penempatan lampu penerangan jalan harus dipertimbangkan terhadap tanaman jalan akan ditanam maupun yang telah ada. umumnya ditempatkan di pulau-pulau.dapat dilakukan dengan menggunakan lampu menara dengan beberapa lampu.di kiri dan kanan jalan berhadapan. . terutama yang langsung ke jalan.5 Penataan letak lampu penerangan jalan Penataan/pengaturan letak lampu penerangan jalan diatur seperti pada Tabel 10 dan diilustrasikan pada Lampiran A.4.Rumah lampu (lantern) tipe A mempunyai penyebaran sorotan cahaya/sinar lebih luas.di kiri dan kanan jalan berselang-seling.19 250W SON atau 400W MBF/U 250W SON atau 400W MBF/U 400W SON 10 55 53 50 47 20.4.Jarak antar tiang lampu dalam meter. Tabel 10 Penataan letak lampu penerangan jalan Tempat Jalan satu arah Penataan / pengaturan letak . Tabel 11 Tinggi pemangkasan pohon terhadap sudut di bawah cahaya lampu Garis pemangkasan pada sudut _ di bawah cahaya lampu 70º 75º RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit Tinggi pemangkasan pohon (h) H – 0.0 LUX Keterangan : . di median jalan.katenasi (di bagian tengah jalan dg sistem digantung) . 4.0 LUX 10 - - 36 35 33 32 30 28 12 - - - - 39 38 37 36 30.26 D . .di bagian tengah / separator jalan.di kiri atau kanan jalan. .di bagian tengah / median jalan.6 Penataan letak lampu pada perlintasan kereta api 1) Penataan lampu penerangan jalan pada perlintasan kereta api (KA). . sehingga perlu adanya pemangkasan pohon dengan batasan seperti pada Gambar 8 dan Tabel 11. pemilihan penempatan lampu penerangan jalan direncanakan dan sendiri-sendiri untuk setiap arah lalulintas.36 D H – 0. 2) Persyaratan kuat pencahayaan yang ditetapkan pada suatu area perlintasan KA 4. Di daerah-daerah atau kondisi dimana median sangat lebar (> 10 meter) atau pada jalan dimana jumlah lajur sangat banyak (> 4 lajur setiap arah) perlu dipertimbangkan dengan pemilihan penempatan lampu penerangan jalan kombinasi dari cara-cara tersebut di atas pada kondisi seperti ini.

Proses penyambungan antar plate baja harus dilakukan debgab cara spot weiding. Bahan yang digunakan sebagai urugan adalah Tanah Taman 2. Panel type outdor dilengkapi dengan plat nama MILIK PEMKOT SURABAYA 3. Oli.3 Pemasangan Kabel dan Penarikan Bahan Konduktor kabel terbuat dari coopper atau alumunium sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan kable mampu menahan tegangan isolasi 500 volt.6 Panel Tempat Ballast uk. Kontruksi Bok Panel Hubung Bagi ( PHB ) dan APP PLN 1.4 Pemasangan PVC untuk Kable Tanam . RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 2. 4. Kabel yang ditawarkan harus lolos uji dari LMK dan berstandard PLN (SPLN).25 x 15 x 10 untuk lampu sorot 1. Bidang pertemuan antar tutup panel dan body panelnya harus dirancang sedemikian rupa sehingga air hujan tertahan dibidang temu dan mengalir ke bawah secara sempurna. Basllast sebagai komponen penting pada system penyalaan lampu pelepasan gas (Gas discharge berfungsi untuk membatasi arus melalui lampu yang dilayani).17 D Keterangan : H = tinggi tiang lampu (mounting height) dalam meter D = jarak tiang lampu ke proyeksi jarak terendah tanaman dengan tanah 3.1 Pekerjaan Tanah Taman 1.5 Perakitan Panel Penerangan Jalan Umum Panel terbuat dari plat baja tebal 1. 3. Harus tersedia sarana pendukung kabel dan bus baru untuk pentanahan (grounding) yang berfungsi untuk dudukan ujung kable pentanahan.Tanah Taman harus terbebas dari Lumpur. Pada dinding samping harus tersedia lubang ventilasi udara secukupnya. Mutu Bahan. Panel berisi peralatan / perangkat untuk mengendalikan aliran listrik dan pengaturan waktu penyalaan/mematikan lampu panel di pasang diatas pondasi yang letaknya sesuai dengan gambar dan petunjuk dari pengawas lapangan sehingga dapat melayani seluruh kebutuhan pengaturan ( menyalakan dan mematikan ) dari sekelompok lampu yang dipasang serta memenuhi standart kualitas yang disyartkan. Kable yang digunakan type Kabel NYFGBY 3cx4mm. 5. Kabel yang ditawarkan harus lolos uji dari LMK dan berstandard PLN (SPLN). Twisted Kabel 4x16 mm.Pemasangan kabel PVC harus sesuai dengan gambar kerja dan sesuai spesifikasi dan brstandard nasional. Ukuran Panel sebagaimana sesuai gambar. Kable yang digunakan type Kabel NYFGBY 3cx4mm. 6. Panel terbuat dari plate baja yang difinishing dengan powder – warna panel ditetapakn oleh pengunaan barang sebelum pemasangan. Twisted Kabel 4x16 mm. Dengan ukuran disesuaikan gambar terdiri dari dari panel hubung bagi dan panel KWH meter sendiri. 3. 4.5 – 2 mm. Kontruksi ventilasi sedemikian rupa sehingga tusukan benda logam lurus tidak dapat langsung menyentuh komponen bertegangan. 3. 3. Air 3. KHW meter dilengkapi dengan bok meter untuk penyegelan dan instansi PT. Bagian sisi depan terdapat kaca bening dengan luasan secukupnya sehingga memudahkan pembacaan Kwh. . 7. Ukuran panel harus mampu menampung seluruh komponen control dan KWH meter.2 Pemasangan Kabel NYFGBY 3cx4mm Bahan Konduktor kabel terbuat dari coopper atau alumunium sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan kable mampu menahan tegangan isolasi 500 volt.20 80º H – 0.PLN 8.

Cahaya yang dihasilkan adalah kuningan keemasan. Sistem tegangan Listrik adalah 220 Volt 50 Hz.5 – 2 mm. 7.8 Pemasangan Panel Lampu PJU – 1Phase 5500 VA Panel terbuat dari plat baja tebal 1. Panel type outdor dilengkapi dengan plat nama MILIK PEMKOT SURABAYA 3. Bagian sisi depan terdapat kaca bening dengan luasan secukupnya sehingga memudahkan pembacaan Kwh.85 (Cos pni : 0.PLN 8. Dilengkapi dengan perlindungan terhadap panas berlebih yang dapat mencegah terbakarnya sirkut. arus nominal. Jenis ballast yang digunakan adalah eloektromanetic ballast (inductive ballast) yang berfungsi sebagai pembatas arus. Spesifikasi jenis lampu sodium tekanan tinggi (High Pressure sodium Dischrage Lamps) 1. 2. 3. Jenis Lampu Natrium bekerja secara emisi electron dengan media pengantar gas sodium. Pada tiap ballast harus dilengkapi dengan marking petunjuk wiring. Dengan ukuran disesuaikan gambar terdiri dari dari panel hubung bagi dan panel KWH meter sendiri.dengan temperature warna 2000 kelvin.21 2. Kontruksi harus sedemikian rupa hingga dapat terkunci pada dudukan komponen dan mudah dirakit / proses penyambungan. Faktor data listrik pada rangkaian listrik armanture lampu pada waktu penyalaan mninimal 0. Proses penyambungan antar plate baja harus dilakukan debgab cara spot weiding. 2. Bidang pertemuan antar tutup panel dan body panelnya harus dirancang sedemikian rupa sehingga air hujan tertahan dibidang temu dan mengalir ke bawah secara sempurna. model. 5. Ukuran panel harus mampu menampung seluruh komponen control dan KWH meter. 4.7 Instalasi 1 Titik Lampu PJU 3. KHW meter dilengkapi dengan bok meter untuk penyegelan dan instansi PT. Daya yang digunakan adalah 150 W. 6. 4. Ukuran Panel sebagaimana sesuai gambar. 4. Harus tersedia sarana pendukung kabel dan bus baru untuk pentanahan (grounding) yang berfungsi untuk dudukan ujung kable pentanahan. 5.9 Pemasangan Lampu Natrium 250w/220v Jenis-jenis lampu yang digunakan pada armature lampu penerangan jalan adalah jenis lampu pelepas gas yaitu lampu Natrium 250/220 V tekanan tinggi berbentuk tabung ( High Pressure Sodium Tuble/Hps-T).10 Pondasi PJU Pekerjaan Beton Berstruktur K-250 (188Kg) Pekerjaan Struktur Beton Pekerjaan Tulangan Umum. Syarat-syarat dan ketentuan yang dinyatakan disini akan berlaku untuk semua pekerjaan tulangan. Material ( Baja Tulangan ) RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Harus terdiri dari bahan-bahan yang diperinci disini. Kontruksi ventilasi sedemikian rupa sehingga tusukan benda logam lurus tidak dapat langsung menyentuh komponen bertegangan. Kontruksi Bok Panel Hubung Bagi ( PHB ) dan APP PLN 1. kecuali ada ketentuan lain dari Direksi untuk pekerjaan tertentu. Panel berisi peralatan / perangkat untuk mengendalikan aliran listrik dan pengaturan waktu penyalaan/mematikan lampu panel di pasang diatas pondasi yang letaknya sesuai dengan gambar dan petunjuk dari pengawas lapangan sehingga dapat melayani seluruh kebutuhan pengaturan ( menyalakan dan mematikan ) dari sekelompok lampu yang dipasang serta memenuhi standart kualitas yang disyartkan. 3. 3. Umur lampu rata-rata (Average Rated Lifetime) minimal adalah 32000 jam 3. Efikasi lumen lampu Sodium Sekurang-kurangnya 10 lumen/watt 3. Seluruh pekerjaan tulangan yang dilaksanakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. Panel terbuat dari plate baja yang difinishing dengan powder – warna panel ditetapakn oleh pengunaan barang sebelum pemasangan.85) Sedangkan frekuensi harmonic ketiga yang ditimpulkan tidak boleh melebihi 21%. Pada dinding samping harus tersedia lubang ventilasi udara secukupnya.

sebelum beton dicor pada penampang tersebut. Pelapisan (coating) . 8. Pelaksanaan. 5. Pekerjaan Bekesting Umum Pekerjaan ini adalah pembuatan begesting-begesting untuk cetakan konstruksi beton. Pembongkaran Begesting . Pekerjaan harus sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kemungkinan adanya beton yang keropos dan lain-lain kerusakan beton. 6. Precast mortar spacing block ini hendaknya dibuat dengan kawat baja dicor bersama-sama. Pembengkokan dan Pelaksanaan 1. dan lain-lain harus dibuat didalam beton. celah angker. Harap diperhatikan sebelum pengecoran dimulai harus diberikan waktu yang cukup untuk pemeriksaan. Semua begesting harus dibersihkan sebelum dipergunakan kembali. kerusakan atau pembebanan yang melebihi beban rencana dengan adanya pembongkaran begesting pada beton. 1. Bahan-bahan Kayu Papan / Multipleks Kayu papan atau multipleks yang digunakan harus sesuai dengan syarat-syarat dan spesifikasi yang telah ditentukan atau menurut petunjuk Direksi. maksudnya untuk mengikatnya pada tulangan.syarat dalam P. termasuk air.22 Besi yang dipakai adalah besi Tulangan dengan diameter sesuai dengan yang sisyaratkan. 7. Tiap-tiap bagian dari begesting. Semua tulangan di bentuk sesuai dengan bentuk dan ukuran seperti tercantum dalam gambar dan mengikuti syarat . Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta. Begesting-begesting tidak boleh bocor dan cukup untuk mencegah perpindahan tempat atau kelongsoran dari penyangga.I dan diletakkan sesuai dengan gambar dengan memperhatikan selimut beton yang tetap. semua penulangan harus betul-betul bersih dari semua kotoran-kotoran. deretan paku-paku. Precast mortar spacing block hendaknya digunakan untuk penahan jarak yang tepat terhadap tulangan dan minimum mempunyai kekuatan beton yang akan dicor. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Sebelum digunakan harus direndam dahulu dalam air. Kawat baja digunakan untuk mengikat tulangan hendaknya mempunyai diameter tidak lebih kecil dari 1. Begesting untuk beton biasa (yang perlu diplester lagi permukaannya) harus dibasahi air dengan seksama sabagai pengganti minyak segera sebelum dicor. 5. Penulangan yang ditempatkan pada suatu penampang dari pekerjaan harus disetujui oleh Direksi. 2. Sebelum pemasangan besi beton bertulang. Bentuknya harus dibuat sepraktis mungkin dalam penggunaannya. Dan dikerjakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. Bila terdapat radius tertentu untuk bengkokan atau hook harus dibuat sekeliling paku yang mempunyai diameter empat (4) kali dari tulangan yang akan dibengkok. Tulangan yang mempunyai cacat atau pembengkokan yang tidak sesuai dengan gambar tidak boleh digunakan. 2. ada pada gambar perncanaan. Kontraktor diwajibkan untuk memperlihatkan data katalog tentang sertifikasi besi tulangan yang didapatkan dari supplier. 6. Bangunan tidak boleh mengalami perubahan bentuk. Permukaan Bekesting harus halus dan rata. 4. Sambungan-sambungan pada begesting harus diusahakan lurus dan rata dalam arah horisontal dan vertikal. Segara sebelum beton dicor pada beberapa bagian dari begesting. 8. Bout-bout dan tierod yang diperlukan untuk ikatan-ikatan dalan beton harus diatur sedemikian sehingga bila begesting dibongkar kembali. diatas sokongan kayu atau tidak juga diatas agregat kasar 4. maka semua besi tulangan harus berada 4 cm dari permukaan beton. 9. Semua sisipan. tidak boleh melendut. bagian-bagian yang strukturil harus diperiksa oleh Direksi segera sebelum beton dicor pada bagian itu. Sebelum pengecoran. 3. begesting yang dipergunakan untuk beton yang tidak perlu diplester lagi (exposed concrete) harus dilapisi dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas pada beton. 3. Tulangan tidak boleh disokong diatas tulangan baja yang keluar dari permukaan beton. 7. 6 mm dengan ikatan dari kawat harus dimasukkan dalam penampung beton Beugel-beugel harus diikat pada tulangan utama dan jaraknya harus sesuai dengan gambar.B. bagian dalam dari bagian itu harus dibersihkan dari semua material lain.

B.2 P. Semua beton yang dikehendaki untuk digunakan bagi semua bangunan instalasi pengolahan lumpur tinja yang akan dikerjakan dengan spesifikasi ini dan untuk semua maksud yang berhubungan dan sebagaimana diminta oleh Direksi harus diperinci dari bahan-bahan yang diperinci disini dan harus dicampur dengan perbandingan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disebut di sini.23 10. Bahan 1. Waktu minimum untuk pembongkaran begesting . 3. Waktu minimum dari saat selesainya pengecoran beton sampai dengan pembongkaran begesting dari bagian – bagian struktur harus ditentukan dari percobaan kubus benda uji yang memberikan kuat desak minimum seperti tercantum pada daftar atau sebagai berikut : BAGIAN STRUKTUR Sisi balok dan dinding Penyangga pelat lantai Penyangga balok WAKTU MINIMUM PEMBONGKARAN BEGESTING ( HARI ) 3 21 21 Pekerjaan Beton Umum 1. Semua besi beton harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan tentang besi beton.I2-P. Tabel Standar Mutu Dan Kelas Beton Mutu dan Kelas Beton σ bk Kg/cm 2 125 175 225 σ ’ bm Kg/cm 2 200 250 300 Kategori Dari Bangunan (tujuan) Non Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Pengawasan terhadap Kualitas Agregat Pemeriksaan dengan mata Pemeriksaan dengan teliti Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Kekuatan Tekanan Tidak ada Pengujian Tidak ada Pengujian Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Kls I II Mutu Bo Bl K125 K175 K225 RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .B.I. 2. Semua portland harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam semen portland. Pertanggungan jawab atas keselamatan pada waktu pembongkaran tiap bagian begesting atau penyangga berada dipihak pemborong.I. Air yang dipakai harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan di depan. 1971. 1971. menurut tabel di bawah ini.I. Semua pasir dan agregat kasar yang digunakan dalam beton. spesi/mortel dan spesi injeksi dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Kontraktor sesuai dengan syarat-syarat yang sudah diterangkan 4. Setiap syarat dan ketentuan yang tidak termaktub di sini harus sesuai dengan Standar Indonesia untuk beton N. Kelas dan Mutu Beton Kelas dan mutu dari beton harus sesuai dengan Standar Beton Indonesia N. 2.

air seperti yang ditentukan sebelumnya. Mengaduk 1. kepadatan. kerikil/batu pecah. Perlengkapanperlengkapan tersebut dan cara pengerjaannya selalu harus mendapatkan persetujuan Direksi. Untuk mutu beton lainnya yang lebih tinggi harus dipakai “campuran yang direncanakan” (designed mix). Bahan-bahan pembentukan beton harus dicampur dan diaduk dalam mesin pengaduk beton yaitu “Batch Mixer” atau “Portable Continuous Mixer” selama sedikitnya 1 ½ menit sesudah semua bahan (kecuali untuk air dalam jumlah yang penuh) ada dalam mixer. Beton harus dibentuk dari semen portland. Untuk beton mutu “Bo” campuran yang biasa untuk pekerjaan non struktural dipakai perbandingan dari semen portland. kekedapan. Campuran yang direncanakan diketemukan dari percobaan-percobaan campuran yang memenuhi kekuatan karakteristik yang disyaratkan. awet dan kekuatan yang dikehendaki. demikian juga pemeriksaan terhadap agregat dan beton yang dihasilkan. 2. terhadap pasir dan agregat kasar tidak boleh kurang dari 1 : 8. 5. Pencampuran dan Pengecoran Beton. Beton harus seragam dalam komposisi dan konsistensi dari adukan ke adukan. 6. awet atau kekuatan dan Kontraktor tidak berhak atas penambahan konpensasi disebabkan perubahan yang demikian. Perbandingan antara bahan-bahan pembentuk beton yang dipakai untuk berbagai pekerjaan (sesuai kelas mutu) harus dipakai dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan. 8. Waktu pengadukan ditambah.derajat K. kekedapan. Pencampuran dengan tangan diperkenankan apabila pada lokasi-lokasi tertentu sebuah Portable Mixer tak mungkin dipergunakan menurut pandangan Direksi.24 III K225 225 300 Strukturil Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian akan diadakan Dilakukan pengujian kekuatan tekan beton yang diperoleh dari pemeriksaan benda uji kubus pada umur 28 hari. dengan tidak memakai semen terlalu banyak. Tingkat agregat yang kasar untuk kelas II . Banyaknya semen untuk tiap m3 sedikitnya harus 225 kg. Air harus dituangkan lebih dahulu dan selama pekerjaan mencampur. Pengadukan yang berlebih-lebihan (lamanya) yang membutuhkan penambahan air untuk mendapatkan konsistensi beton yang dikehendaki tidak diperkenankan.55 (dari beratnya) untuk kelas III dan jangan melampaui 0.5 m3. semuanya dicampur dalam perbandingan yang serasi dan diolah sebaik-baiknya sampai pada kekentalan yang tepat/baik. 7. Pengujian dari beton akan dilakukan oleh Direksi dan perbandingan-perbandingan campuran harus diubah jika perlu untuk tujuan atau penghematan yang dikehendaki. kegairahan bekerja. Untuk mempermudah pencampuran ini RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Direksi berwenang untuk menambah waktu pengadukan jika pemasukan bahan dan cara pengadukan gagal untuk mendapatkan hasil adukan dengan susunan kekentalan dan warna yang merata/seragam. campuran nominal dari semen Portland. Banyaknya semen untuk tiap m3 beton paling tidak harus 325 kg. Faktor air semen dari beton (tidak terhitung air yang dihisap oleh agregat) tidak boleh melampaui 0.beton harus berada dalam batas yang telah ditentukan di atas dan Kontraktor harus memperoleh derajat yang patut apabila perlu akan dites oleh Direksi.derajat K. Perbandingan campuran dan faktor air semen yang tepat akan ditetapkan atas dasar beton yang dihasilkan. pasir dan kerikil/batu pecahan harus digunakan dengan perbandingan volume 1 : 2 : 3 atau banyaknya semen untuk tiap m3 beton minimum harus sampai 325 kg. Perlengkapan Mengaduk Kontraktor harus menyediakan peralatan dan perlengkapan yang mempunyai ketelitian yang cukup untuk menetapkan dan mengawasi jumlah dari masing-masing bahan pembentukan beton. Komposisi/Campuran Beton 1. 2. 3.60 (dari beratnya) untuk kelas lainlainnya.175 . dengan mengkombinir ukuran agregat yang proporsionil. Untuk beton mutu K 225. kecuali bila dimintakan adanya perubahan dalam komposisi atau konsistensi. 4. juga mempunyai kepadatan yang tepat. agar supaya diperoleh derajat yang sepatutnya. pasir.125 dan untuk kelas II. bila mesin pengaduk berkapasitas lebih besar dari 1.

lantai kerja) harus bersih dari air yang menggenang. licin. batas-batas dan ukuran dari hasil beton yang diinginkan sebagaimana pada gambar-gambar yang diusulkan oleh Kontraktor dan yang sudah disetujui oleh Direksi. Suhu Suhu beton sewaktu dicor/dituang. Pembersihan harus berupa pembuangan semua kotoran. Pembersihan dan pencucian harus dilaksanakan pada kesempatan terakhir dari pengecoran beton. semua permukaan pada tempat pengecoran (cetakan. 3. Pengecoran 1. Permukaan-permukaan beton yang lebih dahulu dicor pada mana beton baru akan dicor. 3. permukaan mana telah begitu mengeras sehingga beton baru tidak akan berpadu dengan sempurna. Penyangga cetakan (perancah) harus bersandar pada pondasi yang baik sehingga tidak akan ada kemungkinan penurunan cetakan selama pelaksanaan. diliputi dengan parapet setinggi 10 cm. tidak boleh dicor langsung pada saluran. Semua genangan-genangan air harus dibuang dari permukaan Construction Joints sebelum beton baru dicor. sebagai yang ditetapkan oleh Direksi. rata dengan luas 2 cm2. 6. mempertahankan suhu beton. Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan. Usaha yang sesuai dan efektif harus dikerahkan dalam pekerjaan cetakan untuk menguatkan pinggiran batas dan ujung lainnya dalam arah yang tepat untuk menghindari terbentuknya pelengkungan-pelengkungan sisi-sisi pinggiran tersebut atau kerusakan-kerusakan permukaan beton yang telah diselesaikan. Sebelum beton dicor. Alat-alat dan usaha-usaha yang sesuai dan cocok untuk membuka cetakan-cetakan tanpa merusak permukaan dari beton yang selesai harus tersedia. Penutup saluran dari beton harus dicor pada tempat lain yang berdekatan dengan lokasi.25 Kontraktor akan membuat beton masif dengan ketebalan tidak kurang dari 5 cm. Kontraktor harus mengambil langkah-langkah yang efektif. Bila beton melebihi 32° C. bahan-bahan asing yang menutupinya. 3. Cetakan Beton 1. dalam keadaan baik sebagaimana dikehendaki untuk menghasilkan permukaan yang sempurna seperti terperinci disini. misalnya mendinginkan agregat dengan mencampur air dan mengecor pada waktu malam hari bila perlu. beton harus diaduk ditempat pekerjaan untuk kemudian langsung dicor. Semua percetakan kayu harus diketam rata/digosok dengan kertas pasir untuk menghilangkan tanda-tanda bekas dari cetakan sejauh hal ini dapat dikerjakan. papan yang diserut/ diketam rata dan halus. Pada pekerjaan saluran longsor harus dalam daerah yang kering maka harus dibatasi dengan cofferdam diudik dan di hilir. serta disediakan pompa untuk memompa air rembesan dari cofferdam. 4. Air yang setiap hari mengalir harus dialihkan lewat talang diatas aluran yang akan dibangun. beton-beton yang mengelupas atau rusak. Cetakan dapat dibuat dari lembaran Plywood. Semua cetakan harus betul-betul teliti dan kuat kedudukannya sehingga tidak ada perubahan atau gerakan lain selama penuangan beton. Permukaan-permukaan Construction Joints harus bersih dan lembab ketika ditutup dengan beton baru atau adukan. Semua cetakan yang dibangun harus teguh. 2. Cetakan untuk permukaan yang demikian dapat dibuat dari kayu dan harus didalam segala hal benar-benar berbentuk dan berukuran yang dikehendaki dan harus berkekuatan dan berkakuan yang tetap pada tempat dan bentuknya selama pembebanan dan berlangsungnya pekerjaan vibrasi pemadatan beton. sebagai “Construction Joints” (hubungan konstruksi/pelaksana). penyokongan dan pengikatan dan penyiapan-penyiapan permukaan yang berhubungan dengan pengecoran yang telah disetujui oleh Direksi. baja tulangan beton. Permukaan yang rata dari beton adalah yang dikehendaki dimanapun juga baik saluran drinase ataupun tutup beton. 2. bidang-bidang. permukaan dari cetakan-cetakan harus diminyaki dengan minyak yang biasa diperdagangkan yang mencegah secara efektif lekatnya beton. Segera sebelum pengecoran beton. Permukaan-permukaan Construction Joints harus dibersihkan dengan cara-cara yang disetujui dan kemudian dicuci seluruhnya dengan penyemprotan air dengan tekanan udara segera sebelum pengecoran beton baru.5° C. semua material untuk melepaskan lekatan harus dipakai hanya setelah disetujui oleh Direksi. Cetakan untuk mencetak beton dan membuatnya menurut model yang dikehendaki harus digunakan bila perlu. tidak boleh lebih dari 32° Celcius dan tidak kurang dari 4. Cetakan haruslah sesuai dengan berbagai bentuk. Penggunaan minyak cetakan harus berhatihati untuk kontak dengan besi beton yang mengakibatkan kurangnya daya lekat. 5. ditentukan disini. untuk dicor pada suhu dibawah 32° C. Bila suhu dari beton yang ditaruh berada antara 27° C dan 32° C. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . reruntuhan atau bahan lepas.

Setiap lapisan beton harus dipadatkan sampai kepadatan maksimum yang mungkin. Selama hujan air semen atau spesi tidak boleh dihamparkan pada construction joints dan air semen atau spesi yang hanyut dan terhampar harus dibuang dan diganti sebelum pekerjaan dilanjutkan. 8. demikian juga konsistensinya. Keadaan construction joints harus mendekati horizontal jika tidak ada ketentuan lain dari yang ditunjukkan pada gambar atau diperintahkan oleh Direksi. semua penuangan beton harus selalu kira-kira berlapis-lapis horizontal dan umumnya tebalnya tidak lebih dari 50 cm. Cara-cara dan alat-alat yang digunakan untuk pengangkutan beton harus sedemikian sehingga beton dengan komposisi dan kekentalan yang diinginkan dapat dibawa ke tempat pekerjaan tanpa adanya pemisahan dan kehilangan bahan yang menyebabkan perubahan nilai slump. Pengecoran beton tidak diperkenankan selama hujan deras atau lama sedemikian sehingga spesi/ mortar terpisah dari agregat kasar. 3. 5.26 4. Beton yang sudah mengeras dalam hal mana pengecoran yang tepat tidak mungkin dijamin harus dibuang dan tidak dibayar untuk pekerjaan terbuang semacam itu. Direksi berhak menentukan cara perawatan bagaimana yang harus digunakan pada bagian-bagian pekerjaan. Beton harus dicor pada adukan yang baru (fresh). Perawatan 1. maka harus mendapatkan penanganan tersendiri atas petunjuk Direksi. 9. Umumnya. Suatu pengecoran tersebut tidak boleh terputus sebelum bagian tersebut selesai. Ember-ember/bocket beton yang dipakai harus sanggup menuang dengan tepat pada slump yang rendah dan memenuhi syarat-syarat campuran pada mana mekanisme pembuangan harus dibuat dengan kapasitas sedikitnya 0. 10. kepala. Perlindungan (Protection) RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . dan menutup rapat-rapat pada semua permukaanpermukaan dari cetakan dan material yang dilekatkan. Semua beton harus dirawat (cured) dengan air seperti ditentukan disini. Transportasi dari pengadukan sampai pengecoran beton jangan terlalu jauh sehingga memungkinkan pemisahan bahan dan pengerasan beton. 7. Beton harus tetap basah paling sedikit 14 hari terus menerus (segera setelah beton cukup keras untuk mencegah kerusakan) dengan cara menutupnya dengan bahan yang dibasahi air atau cara-cara yang disetujui yang akan menjaga agar permukaan selalu basah. 2. penjagaan khusus harus dijalankan untuk menjamin agar beton yang baru menjadi rapat betul dengan permukaan joints (sambungan) dengan Pembobokan dan peralatan dengan memakai alat-alat yang cocok. Pembukaan Cetakan dan Pemeliharaan. Dalam pengecoran beton pada Construction Joints yang telah terbentuk. tujuh hari untuk dinding-dinding pemikul dan saluran-saluran. Direksi mempunyai hak untuk mengurangi tebal tersebut apabila pengecoran dengan tebal lapisanlapisan 50 cm tidak dapat memenuhi spesifikasi-spesifikasi ini. Air yang digunakan dalam perawatan (curing) harus memenuhi maksud-maksud spesifikasispesifikasi air untuk campuran beton. Ember beton harus mudah untuk diangkat/ diletakkan dengan alat-alat lainnya dimana diperlukan terutama bagi lokasi-lokasi yang terbatas. beton yang hasilnya banyak keropos sampai tulangan terlihat. alat penggetar (vibrator) harus dapat menenmbus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak dibawah. Beton dicor hanya pada waktu Direksi atau wakilnya yang ditunjuk serta pengawas Kontraktor yang setaraf ada ditempat kerja. 11. 13. sehingga ia bebas dari kantong-kantong kerikil. Waktu dan Cara-cara Pembukaan Cetakan 1. Setelah permukaan disiapkan baik-baik. Waktu dan cara pembukaan dan pemindahan cetakan harus dikerjakan dengan hati-hati untuk menghindarkan kerusakan pada beton. Beton yang masih muda tidak diijinkan untuk dibenahi. 12. Pencampuran/penumbukan kembali beton tidak diperkenankan. 2. diperlukan waktu minimum dua hari sebelum cetakan dibuka untuk dinding-dinding yang tidak bermuatan dan cetakan-cetakan samping lainnya. permukaan Construction Joints dimana beton baru akan dicorkan harus dilapisi dengan penutup yang terbuat dari adukan semen (air hasta semen) atau ditutup dengan lapisan spesi/mortar harus mempunyai perbandingan semen dan pasir seperti campuran beton yang bersangkutan kecuali ditentukan lain. Semua beton harus dipadatkan dengan alat penggetar type immersion beroperasi dengan kecepatan paling sedikit 7000 putaran per menit ketika dbenamkan dalam beton. 14 hari untuk dek-dek jembatan atau gorong-gorong jalan. Dalam pemadatan setiap lapisan dari beton. 6.35 m3 sekali tuang. Beton yang baru dibuka cetakannya diperlihatkan kepada Direksi untuk dinilai kualitas pengecorannya. Kecuali ada penyetopan/pemotongan oleh hubungan/joints.

bentuk dan ukuran sesuai gambar kerja. dan bergeraknya cetakan. yang disebabkan mata kayu lepas pada cetakan atau kerusakan lain dari kayu. Diproses dengan hot dipped galvaniszed. Kontraktor harus membersihkan semua permukaan yang terbuka dari kerak-kerak dan kotoran yang lainnya. ketidakrataan oleh pengaruh sambungan-sambungan cetakan. Ketidaksesuaiannya akan mendapat penilaian tersendiri yang akan diberikan oleh Direksi dan kalau Direksi memerintahkan untuk dibongkar maka beton harus dibuang dan diganti oleh Kontraktor atas bebannya sendiri kecuali bila Direksi memberikan ijinnya untuk menambal tempat yang rusak. Spesi penambal harus dikerjakan dengan lapisan-lapisan yang tipis dan selalu dipadatkan dengan alat yang cocok. A-36 ketebalan 3mm. lubang-lubang baut. Tiang harus tanah karat dan tidak mudah kropos. Jika menurut pendapat Direksi Hal-hal yang tidak sempurna pada bagian bangunan-bangunan yang akan terlihat sedemikian. sehingga dengan penambalan saja tidak akan menghasilkan sebuah dinding yang tidak memuaskan kelihatannya. kerusakan karena cetakan. dalam jumlah yang diperinci oleh pabrik dan dengan air yang cukup sehingga sesudah bahanbahan spesi dicampur akan melekat satu sama lain dan apabila diremas-remas menjadi bola dan ditekan dengan tangan tidak akan mengeluarkan air.11 Pemasangan Tiang Oktagonal 6m Hot Dipped Galvanized dengan Flenders Stang ornamen menggunakan pipa besi Galvanish (GIV) 2” kelas medium A. 3. ternyata ada permukaan yang rusak atau keluar dari garis. akan dianggap sebagai ketidakteraturan yang sekonyong-sekonyong (abrupt) dan akan diuji dengan menggunakan pengukuran langsung. Tipe base plate (pemasangan menggunakan angkur). Perbaikan Permukaan Beton 1. 4. hal itu dianggap sebagai tidak sesuai dengan spesifikasi ini. 3. Cacat lubang-lubang tempat cukilan dari sarang kerikil atau keropos kecil yang akan diperbaiki. harus diisi dengan spesi/ mortel tambalan yang kering yang disusun dari satu bagian semen Portland dengan dua bagian pasir beton bersama dengan bahan pengisi yang tidak susut. Tinggi 9 meter bahan SPCC standart ASTM. Semua ketidakteraturan lainnya dapat dianggap sebagai ketidakteraturan yang gradual dan akan diperiksa dengan teliti oleh Direksi. 2. Semua lubang harus terus menerus dibasahi selama 24 jam sebelum dicor dan seterusnya disempurnakan. Kerusakan yang memerlukan pembongkaran dan perbaikan ialah yang terdiri dari sarang kerikil. Permukaan beton yang terbuka harus dilindungi terhadap sinar-sinar matahari yang langsung paling sedikit 3 hari sesudah pengecoran. kalau perlu dengan menggunakan peralatan pengetesan beton. 2.12 Pembuatan dan Pemasangan Terminal Dalam Tiang 1. Finishing hot dip galvaniszed.27 Kontraktor harus melindungi semua beton terhadap kerusakan-kerusakan sebelum penerimaan terakhir oleh Direksi. dalam hal mana penambalan harus dikerjakan seperti yang telah tercantum dalam pasal-pasal berikut. yang disetujui oleh Direksi. Ketidakteraturan digolongkan sebagai sekonyong-konyong (abrupt) atau lambat laun (gradual).Tiang Oktagonal parabola cabang 2 parabola ( double parabolic). Dimensi. Ketidakrataan dan bengkok harus dibuang dengan pemahat atau dengan alat lain dan seterusnya digosok dengan batu gerinda. Kontraktor diwajibkan untuk menutupi seluruh dinding (dengan spesi plester). Offset yang disebabkan oleh pemindahan atau penempatan cetakan yang salah yang membentuk garis-garis. lobang-lobang karena keropos.dengan ukuran dengan ukuran disesuaikan gambar ( disesuaikan dengan jarak antar tiang PLN dengan lebar badan jalan) pembengkokan dengan sistem rolo dengan sudut 150. Penyempurnaan permukaan-permukaan beton harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli dan disaksikan oleh Direksi. Permukaan-permukaan beton akan diuji/ ditest oleh Direksi dimana perlu untuk menentukan apakah ketidakteraturan permukaan berada dalam batas-batas yang ditentukan disini. 2. Tiang yang digunakan adalah: .pabrik pembuat tinga harus telah menerapkan sisitem manajemn mutu. Sebelum menerima pekerjaannya. Perlindungan semacam itu dibuat efektif dan secepatnya dilaksanakan sesudah pengecoran beton atau sesudah pembukaan cetakancetakan. 3. 3. Bila sesudah pembukaan cetakan ada beton yang tidak tercetak menurut gambar atau diluar garis atau permukaan tidak rata atau keropos. Penyelesaian-penyelesaian dan Penyempurnaan 1.13 Pengecatan Tiang PJU RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . sesuai dengan instruksi dari Direksi.

Grill Manhole (Cover & Frame) Fabrikasi 4. Pemasangan Lantai Ornamen 50x50 cm 4. Plat besi 3. Besi siku 2.6 . Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja. harus bersih dan melalui ayakan 1.60 cm.Lingkup Pekerjaan.6.Lingkup Pekerjaan. Pas. Lingkup Pekerjaan 1.2 Bahan-bahan 1.5.Lingkup Pekerjaan. Air harus memenuhi NI-3 Pasal 10. Pemasangan Lantai Porcelain Tile Kasar 30x30 cm(Warna Gelap/Terang) 4.7. c. Plat besi 3.2 Bahan-bahan 1.2.1. 4. Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh spesi dibawah kanstin yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan pengarahan direksi dilapangan .40. sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. Semen Portland yang digunakan adalah ex Gresik atau semen Portland lain yang mempunyai mutu terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Konsultan Perencana/Direksi Pengawas dan memenuhi syarat-syarat dalam NI-8.3.3. Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 dan PUBI 1982.8. 3.1. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini.1.2 Bahan-bahan 1. Plat besi 3.2. Besi beton polos dia 4. bahan-bahan.1. Besi beton polos dia 4.Curbing Type A Panjang 0. . 2.0 mm. Spesi 1 PC : 2 Ps t= 3 Cm a.1.WC)am kotoran. Grill Taman (Cover & Frame) fabrikasi 4. Grill Pelaluan Air (Cover&Frame) Fabrikasi 4.3. PEKERJAAN MEDIAN JALAN 4. Besi beton polos dia 4. Persyaratan Bahan 1. Besi siku 2.4. 4.2. Syarat-syarat Pelaksanaan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . yang dipasang ditepi pasangan paving atau sebagai pengunci pasangan paving.2. 2. 4. Besi siku 2.6 m Curbing memakai curbing berdimensi 20.1. Pekerjaan meliputi pemasangan gird besi saluran. b. Pekerjaan meliputi pemasangan gird besi saluran.28 Finishing PJU Dilapisi dengan pengecatan kesleruhan Tiang-tiang PJu 4. kwalitas baik minimal K-400 (hasil test laboratorium) 4. Pekerjaan meliputi pemasangan gird besi saluran. Pemasangan Lantai Granit Diglasur 20x30 cm (Warna Gelap) Untuk Tuna Netra 4.Campuran (aggregate) untuk plester harus dipilih yang benarbenar bersih dan bebas dari segala mPenghamparan Lapis Aus (AC .

dan dilindungi sesuai dengan jenisnya seperti yang disyaratkan dari pabrik. potongan dan dimensi seperti yang ditunjukan pada gambar atau sebagaimana diperlukan secara tertulis oleh Direksi. Pekerjaan harus meliputi pengadaan seluruh material. Semen PC 50 Kg Semen yang digunakan adalah : RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Semua bahan sebelum di kerjakan harus ditunjukkan kepada Konsultan MK/Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Kontraktor harus segera melaporkan kepada Direksi. bersih. 3. elevasi serta kelandaian sesuai dengan gambar rencana. Pasangan batu harus digunakan untuk struktur seperti saluran berpenampang persegi di tepi jalan. Pasangan Batu Kali Belah 15/20 ( 1 Pc : 4 Ps ) Umum 1. 2. b. harus bermutu baik dari jenisnya dan di setujui Direksi . tembok penahan. penyiapan pondasi dan seluruh pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan struktur sesuai dengan spesifikasi teknik serta memenuhi garis. tahan terhadap pengaruh adara dan air dan cocok dalam segala hal untuk fungsi yang dimaksud. batu harus memiliki ketebalan yang tidak kurang dari 150 mm. tahan lama. Semen Portland yang di kirim ke proyek lapangan harus dalam keadaan tertutup atau dalam yang masih disegel dan berlabel pabriknya. Tebal spesi 3 cm dengan dengan melakukan galian tanah keras terlebih dahulu sedalam 8 cm atau sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. Bahan – Bahan : • Batu Kali Belah 15/20 cm • Semen PC 50 Kg • Pasir Pasang • Air Bersih Mutu Bahan a. 3. dan bersih. ketinggian. 7. Material yang tidak disetujui harus diganti dengan material lain yang mutunya sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan. Konstruksi pasangan batu ini dimaksud untuk menahan beban luar yang cukup besar. Tempat penyimpanan bahan harus cukup menampung kebutuhan bahan. 4. Batu Kali Belah 15/20 cm Batu Kali yang digunakan adalah : 1. Pekerjaan ini juga mencakup pembuatan lubang suling-suling (untuk drainase) termasuk pengadaan dan pemasangan acuan lubang suling-suling atau pipa dan bahan penyaring. lancip atau lonjong bentuknya dan dapat ditempatkan saling mengunci bila dipasang bersama. gorong-gorong persegi dan tembok kepala goronggorong. Sebelum memulai pekerjaan. 9. lebar tidak kurang dari satu setengah kali tebalnya dan panjang tidak kurang dari satu setengah kali lebarnya. lengkap dengan ketentuan/persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan di atas tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. bertuliskan type dan tingkatannya. keras. kasar. Bahan harus disimpan di tempat yang kering. 6.WC)at. 3. galian. Pekerjaan ini harus mencakup pembangunan dari struktur yang ditunjukan pada gambar atau seperti yang diperintahkan oleh Direksi. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar. dalam keadaan utuh dan tidak ada cPenghamparan Lapis Aus (AC . berventilasi baik. spesifikasi dan lainnya. Batu harus rata. 4. 5. Pasir pasang yang di gunakan harus di ayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang dipersyaratkan. 5. 4. Batu yang dari alam atau batu galian yang telah dibelah. 8. Pekerjaan spesi dilakukan dibawah kanstin setelah terlebih dahulu melakukan galian tanah keras sedalam 8 cm pemasangan. Seluruh spesi pada kanstin dengan aduk campuran 1 PC : 4 pasir. Ukuran/dimensi pasangan.29 1. 2. 2. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan pekerjaan ditempat tersebut sebelum kelainan/perbedaan diselesaikan. Kontraktor diharuskan memeriksa site/ lapangan yang telah disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulainya pekerjaan.9. terlindung. Terkecuali diperintahkan lain oleh Direksi.

Pasir tersebut tidak mengandung lempung atau unsur organik atau non organic lainya. dan permukaan harus diakhiri segera setelah pengerasan awal dan aduk dengan menyapunya dengan sapu yang kaku. adukan boleh diaduk kembali dengan air dalam waktu 30 menit dari proses pengadukan awal.5 cm Umum RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 3. Adukan dicampur hanya dalam kwantitas yang diperlukan untuk penggunaan langsung. Komposisi Campuran menggunakan 1 Pc : 4 Ps. baru sesudahnya air ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan selama lima sampai sepuluh menit. • Setiap jarak 20 meter sepanjang saluran dibuatkan celah delatasi tegak dari puncak saluran sampai dasar saluran 4. Tambahan aduk mengisi rongga yang ada diantara batu-batu dan harus diakhiri hampir rata dengan permukaan lapisan tetapi tidak menutupi batunya dengan menggunakan perekat 1 pc : 4 pc. • Batu harus tertanam dengan kuat satu dengan yang lainnya untuk mendapatkan tebal yang diperlukan dari lapisan yang diukur tegak lurus terhadap lereng. Jika perlu. yaitu 1 bagian semen dicampur dengan 3 bagian Pasir Pasang. b. Semen tidak boleh disimpan terlalu lama dan yang telah menggumpal atau membatu tidak boleh dipakai dan harus disingkirkan. gula atau organic lainnya.10. basa. Air yang diketahui dapat diminum juga dapat dipakai. Menggelindingkan atau menggulingkan batu pada pekerjaan yang baru dipasang tidak diperkenankan. hingga campuran telah berwarna merata. Pasir Pasang Pasir Pasang yang dipakai adalah : 1. Agregat. • Batu besar pilihan harus digunakan untuk lapisan dasar dan pada sudut-sudut. pengadukan harus menggunakan Concrete Mixer / Molen dengan kapasitas 350 l. • Lereng yang bersebelahan dengan batu harus diratakan dan dibentuk untuk menjamin pertemuan yang baik dengan pekerjaan pasangan batu sehingga memungkinkan untuk drainase tang tidak menghambat dan mencegah gerusan pada tepi perkerasan. bebas dari benda – benda yang mengganggu seperti minyak. untuk itu semua rongga diantara batu kali harus terisi campuran. Jenis Portland Cement (PC) produksi dalam negeri yang memenuhi persyaratan yang berlaku di Indonesia. • Pekerjaan harus dimulai dari dasar lereng kearah atas. • Batu yang dipasang harus dihampar dengan muka yang terpanjang mendatar dan muka yang tampak harus dipasang sejajar. Prosedur Pelaksanaan 1.30 1. d. c. harus dicampur. Seluruh material tadi ( kecuali air ). Penyimpanan harus mengikuti spesifikasi serta diletakkan sedemikian rupa sehingga mudah untuk diperiksa dan diambil c. d. Penyiapan Adukan Campuran ( Spesi 1 Pc : 4 Ps ) Adukan semen terdiri dari material Semen. Jumlah air harus sedemikian hingga guna menghasilkan adukan dengan konsistensi ( kekentalan ) yang diperlukan tetapi tidak boleh melebihi 70 % dari berat semen yang digunakan. 2. baik dalam kotak yang rapat atau dalam alat pencampuradukan yang telah disetujui. dan Air a. Untuk menghasilkan campuran yang homogen ( merata ). asam. e. Pemasangan Batu Kali Belah 15/20 ( 1 Pc : 4 Ps ) • Landasan dari adukan segar paling sedikit 30 mm tebalnya harus dipasang pada pondasi dan disiapkan sesaat sebelum penempatan masing-masing batu pada lapisan pertama. dalam pelaksanaan dilapangan kontraktor harus membuat kotak takaran dari kayu dengan ukuran yang sama. PEKERJAAN PLESTERAN HALUS Tb=1. Air Bersih Air yang digunakan dalam campuran harus bersih. busa. • Pasangan yang dihasilkan harus kokoh / masif ( tidak berongga ). Pengadukan kemlbali setelah waktu tersebut tidak boleh dilakukan. 2. Adukan yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah air ditambahkan harus di buang. • Peralatan yang cocok harus disediakan utnuk memasang batu yang lebih besar dari yang dapat ditangani oleh dua orang. garam. Pasir tersebut terdiri dari butir –butir yang bersih dari segala kotoran.

Adukan yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah air ditambahkan harus di buang. Sebelum permukaan bidang pasangan batu diplester terlebih dahulu bidang yang akan diplester harus dibersihkan dari segala macam kotoran. 2. Untuk menghasilkan campuran yang homogen (merata). e. c. 4. hingga campuran telah berwarna merata. Ukuran/dimensi pasangan.12. Seluruh material tadi ( kecuali air ).5” RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 3. Komposisi Campuran menggunakan 1 Pc : 4 Ps.5” 1. harus dicampur. Pekerjaan Besi Pipa Galvanish 2 ½” (Medium) 1. Jika perlu. Jumlah air harus sedemikian hingga guna menghasilkan adukan dengan konsistensi ( kekentalan ) yang diperlukan tetapi tidak boleh melebihi 70 % dari berat semen yang digunakan.5 cm terdiri dari campuran 1 Pc: 4 Ps dengan menggunakan pasir pasang yang telah diayak . Bidang-bidang yang telah bersih kemudian disiram dengan air sampai rata dan jenuh baru kemudian diplester. dalam pelaksanaan dilapangan kontraktor harus membuat kotak takaran dari kayu dengan ukuran yang sama. asam. Tebal plesteran adalah 1. Pasir tersebut terdiri dari butir –butir yang bersih dari segala kotoran. g.31 1. Pengadukan kemlbali setelah waktu tersebut tidak boleh dilakukan. 2. Pekerjaan ini juga mencakup pembuatan benangan 3. Semen PC 50 Kg Semen yang digunakan adalah : 1. baik dalam kotak yang rapat atau dalam alat pencampuradukan yang telah disetujui. Pasir tersebut tidak mengandung lempung atau unsur organik atau non organic lainya. basa. rata (tidak bergelombang) dan tidak retak. benangan harus tajam dan lurus serta tidak mudah terkelupas. 2. Pertemuan bidang plesteran vertikal dan horizontal harus lurus. d. Pipa Galvanis digunakan sebagai pagar jembatan 4. Penyimpanan harus mengikuti spesifikasi serta diletakkan sedemikian rupa sehingga mudah untuk diperiksa dan diambil b. Pada bagian sudut atas plesteran dibuatkan benangan sepanjang saluran.13. Bahan – Bahan : • Semen PC 50 Kg • Pasir Pasang • Air Bersih Mutu Bahan. Prosedur Pelaksanaan Adukan terdiri dari material Semen. Pasir Pasang. h. Adukan dicampur hanya dalam kwantitas yang diperlukan untuk penggunaan langsung.5” 2. bebas dari benda – benda yang menggangu seperti minyak. adukan boleh diaduk kembali dengan air dalam waktu 30 menit dari proses pengadukan awal. Pasir Pasang Pasir Pasang yang dipakai adalah : 1. pengadukan harus menggunakan Concrete Mixer / Molen dengan kapasitas 350 l. Jenis Portland Cement (PC) produksi dalam negeri yang memenuhi persyaratan yang berlaku di Indonesia. dan Air a. a. Pekerjaan ini harus mencakup pembangunan dari struktur yang ditunjukan pada gambar atau seperti yang diperintahkan oleh Direksi. Pipa yang digunakan berukuran 2. b. elevasi serta kelandaian sesuai dengan gambar rencana. f. Plesteran tebal 1. garam.5 cm. Air Air yang digunakan dalam campuran harus bersih. Pipa yang digunakan berukuran 2. Semen tidak boleh disimpan terlalu lama dan yang telah menggumpal atau membatu tidak boleh dipakai dan harus disingkirkan. yaitu 1 bagian semen dicampur dengan 4 bagian Pasir Pasang. gula atau organic lainnya. Air yang diketahui dapat diminum juga dapat dipakai. busa. baru sesudahnya air ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan selama lima sampai sepuluh menit. c. Pekerjaan Sambungan Knee Besi Pipa Galvanish Medium 2.

Kerusakan U DITCH akibat kesalahan prosedur pemasangan.32 2. Kontraktor harus memesan untuk pembuatan Box Culvert Precast tersebut pada sebuah pabrik. Box Culvert yang dimaksud adalah Box Culvert Precast yang berasal dari pabrikasi Disesuaikan Dengan Penulangan dan pemasangan dilakukan menggunakan Crane 2.1. Syarat diterimanya beton precast. Pemasangan dilakukan Mengunakan Alat Berat Bego/Forklip dan harus sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh produser Pre-Cast U DITCH.4. Box Culvert menggunakan mutu beton K-400 dengan mutu baja BJTD-40 dan BJTP-32 3. Dan kontraktor berkewajiban mengganti U DITCH yang rusak dengan U DITCH yang baru yang mempunyai spesifikasi yang seragam. Sebelum pemasangan U DITCH. Jember Pemasangan Ornamen Batu Andesf beralur 5. Pelat Wiremest 1pc:2ps:2. 4. PEKERJAAN BOX-CULVERT 5. Bila mutu pabrikasi dibawah / tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.6. Jika kondisi memang tidak memungkingkan untuk menggunakan alat berat. 3. merupakan tanggung jawab kontraktor. 5.5. Pipa Galvanis digunakan sebagai Sambungan pagar jembatan 4. Kontraktor diharuskan dapat memberikan Jaminan Spesikasi Pemesanan Box Culvert Precast ( yang berisi Job Mix Formula ) serta Surat Dukungan dari Pabrik ( dengan melampirkan analisa harga satuan pabrikasi) yang dikeluarkan oleh Pabrik. pihak penyedia diwajibkan mengundang pihak pengguna untuk melakukan inspeksi / tinjauan ke produsen melihat tahapan dan pemakaian bahan pabrikasi 6. maka pihak pengguna berhak menolak produk beton precast 7. Pengadaan dan Pemasangan Pelat Intrit Tb. 8. kepada Direksi dan Pengawas. landasan U DITCH berupa rabat beton dengan ketebalan Sesuai dengan gambar perencanaan. Mutu Beton dari U DITCH adalah K-350 2. Mutu. Manhole + Pemasangan Pekerjaan Struktur Beton Pekerjaan Tulangan RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . 9. maka pemasangan dilakukan manual oleh tenaga manusia. Sebelum dipasang pada galian Konstruksi yang sudah disiapkan.2.250) Pemakaian Besi 97 Kg 5. Biaya transportasi Box Culvert Precast yang sudah dipesan. 5. Kontraktor harus memastikan bahwa galian Konstruksi tersebut telah diisi dengan Sirtu yang telah dipadatkan. 4.14. Pemasangan Ornamen Batu Kali Ex. Pekerjaan Pengadaan Dan Pemasangan Beton BOX-CULVERT TOP BOTTOM K-400 1. Dimensi serta Detail Box Culvert Precast yang dipesan harus sesuai dengan gambar perencanaan yang sudah disetujui oleh Direksi 5.7. sepenuhnya ditanggung oleh Kontraktor.5kr (K. Pekerjaan Pengadaan & Pemasangan U DITCH & COVER ( K-350 ) 1.15. Pekerjaan Beton Rabat (1pc:3ps:6kr) 5.120 cm K-350 Fabrikasi 5. yang telah disetujui oleh pihak Direksi 4.

Seluruh pekerjaan tulangan yang dilaksanakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. 11. 13. Pembengkokan dan Pelaksanaan 9. 14. ada pada gambar perncanaan. Material ( Baja Tulangan ) Besi yang dipakai adalah besi Tulangan dengan diameter sesuai dengan yang sisyaratkan.I dan diletakkan sesuai dengan gambar dengan memperhatikan selimut beton yang tetap. 10. 16. 13. Tiap-tiap bagian dari begesting. Segara sebelum beton dicor pada beberapa bagian dari begesting. 15. Harus terdiri dari bahan-bahan yang diperinci disini. Sebelum pengecoran. Tulangan yang mempunyai cacat atau pembengkokan yang tidak sesuai dengan gambar tidak boleh digunakan. dan lain-lain harus dibuat didalam beton. Syarat-syarat dan ketentuan yang dinyatakan disini akan berlaku untuk semua pekerjaan tulangan. maka semua besi tulangan harus berada 4 cm dari permukaan beton. termasuk air. deretan paku-paku. Sambungan-sambungan pada begesting harus diusahakan lurus dan rata dalam arah horisontal dan vertikal. 14. 12. Sebelum digunakan harus direndam dahulu dalam air. 15. Tulangan tidak boleh disokong diatas tulangan baja yang keluar dari permukaan beton. Harap diperhatikan sebelum pengecoran dimulai harus diberikan waktu yang cukup untuk pemeriksaan. Semua tulangan di bentuk sesuai dengan bentuk dan ukuran seperti tercantum dalam gambar dan mengikuti syarat . 16. Begesting-begesting tidak boleh bocor dan cukup untuk mencegah perpindahan tempat atau kelongsoran dari penyangga. Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta. celah angker. Bout-bout dan tierod yang diperlukan untuk ikatan-ikatan dalan beton harus diatur sedemikian sehingga bila begesting dibongkar kembali. diatas sokongan kayu atau tidak juga diatas agregat kasar 12. sebelum beton dicor pada penampang tersebut. Kawat baja digunakan untuk mengikat tulangan hendaknya mempunyai diameter tidak lebih kecil dari 1.B. bagian-bagian yang strukturil harus diperiksa oleh Direksi segera sebelum beton dicor pada bagian itu. maksudnya untuk mengikatnya pada tulangan. Penulangan yang ditempatkan pada suatu penampang dari pekerjaan harus disetujui oleh Direksi. Pekerjaan harus sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kemungkinan adanya beton yang keropos dan lain-lain kerusakan beton. Dan dikerjakan menurut spesifikasi ini dan seluruh maksud yang bertalian yang mungkin ditentukan oleh Direksi. tidak boleh melendut.33 Umum. Kontraktor diwajibkan untuk memperlihatkan data katalog tentang sertifikasi besi tulangan yang didapatkan dari supplier. Pekerjaan Bekesting Umum Pekerjaan ini adalah pembuatan begesting-begesting untuk cetakan konstruksi beton. 11.syarat dalam P. Precast mortar spacing block hendaknya digunakan untuk penahan jarak yang tepat terhadap tulangan dan minimum mempunyai kekuatan beton yang akan dicor. 6 mm dengan ikatan dari kawat harus dimasukkan dalam penampung beton Beugel-beugel harus diikat pada tulangan utama dan jaraknya harus sesuai dengan gambar. Semua sisipan. Pelaksanaan. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Bentuknya harus dibuat sepraktis mungkin dalam penggunaannya. Precast mortar spacing block ini hendaknya dibuat dengan kawat baja dicor bersama-sama. Semua begesting harus dibersihkan sebelum dipergunakan kembali. Bahan-bahan Kayu Papan / Multipleks Kayu papan atau multipleks yang digunakan harus sesuai dengan syarat-syarat dan spesifikasi yang telah ditentukan atau menurut petunjuk Direksi. Bila terdapat radius tertentu untuk bengkokan atau hook harus dibuat sekeliling paku yang mempunyai diameter empat (4) kali dari tulangan yang akan dibengkok. kecuali ada ketentuan lain dari Direksi untuk pekerjaan tertentu. semua penulangan harus betul-betul bersih dari semua kotoran-kotoran. Permukaan Bekesting harus halus dan rata. bagian dalam dari bagian itu harus dibersihkan dari semua material lain.

menurut tabel di bawah ini.B. Kelas dan Mutu Beton Kelas dan mutu dari beton harus sesuai dengan Standar Beton Indonesia N.I2-P. Pertanggungan jawab atas keselamatan pada waktu pembongkaran tiap bagian begesting atau penyangga berada dipihak pemborong. 1971. 1971.I.34 17. Sebelum pemasangan besi beton bertulang. spesi/mortel dan spesi injeksi dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Kontraktor sesuai dengan syarat-syarat yang sudah diterangkan 8. Semua pasir dan agregat kasar yang digunakan dalam beton.I. 18. Semua portland harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam semen portland. begesting yang dipergunakan untuk beton yang tidak perlu diplester lagi (exposed concrete) harus dilapisi dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas pada beton.2 P. Bangunan tidak boleh mengalami perubahan bentuk. Semua beton yang dikehendaki untuk digunakan bagi semua bangunan instalasi pengolahan lumpur tinja yang akan dikerjakan dengan spesifikasi ini dan untuk semua maksud yang berhubungan dan sebagaimana diminta oleh Direksi harus diperinci dari bahan-bahan yang diperinci disini dan harus dicampur dengan perbandingan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disebut di sini. kerusakan atau pembebanan yang melebihi beban rencana dengan adanya pembongkaran begesting pada beton. Begesting untuk beton biasa (yang perlu diplester lagi permukaannya) harus dibasahi air dengan seksama sabagai pengganti minyak segera sebelum dicor. Tabel Standar Mutu Dan Kelas Beton Mutu dan Kelas Beton σ bk Kg/cm 2 125 175 225 σ ’ bm Kg/cm 2 200 250 300 Kategori Dari Bangunan (tujuan) Non Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Strukturil Pengawasan terhadap Kualitas Agregat Pemeriksaan dengan mata Pemeriksaan dengan teliti Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa Kekuatan Tekanan Tidak ada Pengujian Tidak ada Pengujian Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Pengujian akan diadakan Kls I II Mutu Bo Bl K125 K175 K225 RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Pembongkaran Begesting . 7.I. Bahan 5. Air yang dipakai harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan di depan. Semua besi beton harus sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan tentang besi beton. 20. 4. Waktu minimum untuk pembongkaran begesting .B. Setiap syarat dan ketentuan yang tidak termaktub di sini harus sesuai dengan Standar Indonesia untuk beton N. Pelapisan (coating) . Waktu minimum dari saat selesainya pengecoran beton sampai dengan pembongkaran begesting dari bagian – bagian struktur harus ditentukan dari percobaan kubus benda uji yang memberikan kuat desak minimum seperti tercantum pada daftar atau sebagai berikut : WAKTU MINIMUM PEMBONGKARAN BEGESTING ( HARI ) 3 21 21 BAGIAN STRUKTUR Sisi balok dan dinding Penyangga pelat lantai Penyangga balok Pekerjaan Beton Umum 3. 19. 6.

semuanya dicampur dalam perbandingan yang serasi dan diolah sebaik-baiknya sampai pada kekentalan yang tepat/baik. Untuk beton mutu K 225. Komposisi/Campuran Beton 9. dengan mengkombinir ukuran agregat yang proporsionil. Perbandingan antara bahan-bahan pembentuk beton yang dipakai untuk berbagai pekerjaan (sesuai kelas mutu) harus dipakai dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan.175 .35 meyakinkan Pengujian mendetail dengan analisa meyakinkan Pengujian akan diadakan III K225 225 300 Strukturil Dilakukan pengujian kekuatan tekan beton yang diperoleh dari pemeriksaan benda uji kubus pada umur 28 hari. Mengaduk 4. Beton harus seragam dalam komposisi dan konsistensi dari adukan ke adukan. Banyaknya semen untuk tiap m3 sedikitnya harus 225 kg. agar supaya diperoleh derajat yang sepatutnya. Untuk beton mutu “Bo” campuran yang biasa untuk pekerjaan non struktural dipakai perbandingan dari semen portland. Tingkat agregat yang kasar untuk kelas II . licin. kepadatan.55 (dari beratnya) untuk kelas III dan jangan melampaui 0. 13. dengan tidak memakai semen terlalu banyak. Pengujian dari beton akan dilakukan oleh Direksi dan perbandingan-perbandingan campuran harus diubah jika perlu untuk tujuan atau penghematan yang dikehendaki. Pencampuran dengan tangan diperkenankan apabila pada lokasi-lokasi tertentu sebuah Portable Mixer tak mungkin dipergunakan menurut pandangan Direksi.60 (dari beratnya) untuk kelas lainlainnya. Untuk mempermudah pencampuran ini Kontraktor akan membuat beton masif dengan ketebalan tidak kurang dari 5 cm. air seperti yang ditentukan sebelumnya. Bahan-bahan pembentukan beton harus dicampur dan diaduk dalam mesin pengaduk beton yaitu “Batch Mixer” atau “Portable Continuous Mixer” selama sedikitnya 1 ½ menit sesudah semua bahan (kecuali untuk air dalam jumlah yang penuh) ada dalam mixer. Faktor air semen dari beton (tidak terhitung air yang dihisap oleh agregat) tidak boleh melampaui 0. pasir. 15. diliputi dengan parapet setinggi 10 cm. 10. campuran nominal dari semen Portland. 5.beton harus berada dalam batas yang telah ditentukan di atas dan Kontraktor harus memperoleh derajat yang patut apabila perlu akan dites oleh Direksi. kecuali bila dimintakan adanya perubahan dalam komposisi atau konsistensi. kegairahan bekerja. demikian juga pemeriksaan terhadap agregat dan beton yang dihasilkan. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Campuran yang direncanakan diketemukan dari percobaan-percobaan campuran yang memenuhi kekuatan karakteristik yang disyaratkan. terhadap pasir dan agregat kasar tidak boleh kurang dari 1 : 8. Waktu pengadukan ditambah. pasir dan kerikil/batu pecahan harus digunakan dengan perbandingan volume 1 : 2 : 3 atau banyaknya semen untuk tiap m3 beton minimum harus sampai 325 kg.derajat K.derajat K.125 dan untuk kelas II.5 m3. kekedapan. rata dengan luas 2 cm2. Beton harus dibentuk dari semen portland. 12. Perlengkapanperlengkapan tersebut dan cara pengerjaannya selalu harus mendapatkan persetujuan Direksi. kekedapan. 14. awet atau kekuatan dan Kontraktor tidak berhak atas penambahan konpensasi disebabkan perubahan yang demikian. Pencampuran dan Pengecoran Beton. 11. Untuk mutu beton lainnya yang lebih tinggi harus dipakai “campuran yang direncanakan” (designed mix). Direksi berwenang untuk menambah waktu pengadukan jika pemasukan bahan dan cara pengadukan gagal untuk mendapatkan hasil adukan dengan susunan kekentalan dan warna yang merata/seragam. awet dan kekuatan yang dikehendaki. Banyaknya semen untuk tiap m3 beton paling tidak harus 325 kg. 16. Perlengkapan Mengaduk Kontraktor harus menyediakan peralatan dan perlengkapan yang mempunyai ketelitian yang cukup untuk menetapkan dan mengawasi jumlah dari masing-masing bahan pembentukan beton. Air harus dituangkan lebih dahulu dan selama pekerjaan mencampur. Pengadukan yang berlebih-lebihan (lamanya) yang membutuhkan penambahan air untuk mendapatkan konsistensi beton yang dikehendaki tidak diperkenankan. juga mempunyai kepadatan yang tepat. bila mesin pengaduk berkapasitas lebih besar dari 1. Perbandingan campuran dan faktor air semen yang tepat akan ditetapkan atas dasar beton yang dihasilkan. kerikil/batu pecah.

Bila beton melebihi 32° C. semua material untuk melepaskan lekatan harus dipakai hanya setelah disetujui oleh Direksi. reruntuhan atau bahan lepas. Usaha yang sesuai dan efektif harus dikerahkan dalam pekerjaan cetakan untuk menguatkan pinggiran batas dan ujung lainnya dalam arah yang tepat untuk menghindari terbentuknya pelengkungan-pelengkungan sisi-sisi pinggiran tersebut atau kerusakan-kerusakan permukaan beton yang telah diselesaikan. Cetakan Beton 7. Alat-alat dan usaha-usaha yang sesuai dan cocok untuk membuka cetakan-cetakan tanpa merusak permukaan dari beton yang selesai harus tersedia. Permukaan-permukaan Construction Joints harus dibersihkan dengan cara-cara yang disetujui dan kemudian dicuci seluruhnya dengan penyemprotan air dengan tekanan udara segera sebelum pengecoran beton baru. 11. serta disediakan pompa untuk memompa air rembesan dari cofferdam. Semua cetakan harus betul-betul teliti dan kuat kedudukannya sehingga tidak ada perubahan atau gerakan lain selama penuangan beton. penyokongan dan pengikatan dan penyiapan-penyiapan permukaan yang berhubungan dengan pengecoran yang telah disetujui oleh Direksi. baja tulangan beton. tidak boleh lebih dari 32° Celcius dan tidak kurang dari 4. Sebelum beton dicor. 9. Penutup saluran dari beton harus dicor pada tempat lain yang berdekatan dengan lokasi. Semua cetakan yang dibangun harus teguh. batas-batas dan ukuran dari hasil beton yang diinginkan sebagaimana pada gambar-gambar yang diusulkan oleh Kontraktor dan yang sudah disetujui oleh Direksi. mempertahankan suhu beton. Pembersihan dan pencucian harus dilaksanakan pada kesempatan terakhir dari pengecoran beton. 16. Cara-cara dan alat-alat yang digunakan untuk pengangkutan beton harus sedemikian sehingga beton dengan komposisi dan kekentalan yang diinginkan dapat dibawa ke tempat pekerjaan tanpa adanya pemisahan dan kehilangan bahan yang menyebabkan perubahan nilai slump. sebagai “Construction Joints” (hubungan konstruksi/pelaksana). Semua genangan-genangan air harus dibuang dari permukaan Construction Joints sebelum beton baru dicor. Penyangga cetakan (perancah) harus bersandar pada pondasi yang baik sehingga tidak akan ada kemungkinan penurunan cetakan selama pelaksanaan. Pembersihan harus berupa pembuangan semua kotoran. semua permukaan pada tempat pengecoran (cetakan. Cetakan untuk permukaan yang demikian dapat dibuat dari kayu dan harus didalam segala hal benar-benar berbentuk dan berukuran yang dikehendaki dan harus berkekuatan dan berkakuan yang tetap pada tempat dan bentuknya selama pembebanan dan berlangsungnya pekerjaan vibrasi pemadatan beton. Permukaan-permukaan beton yang lebih dahulu dicor pada mana beton baru akan dicor. Bila suhu dari beton yang ditaruh berada antara 27° C dan 32° C. Penggunaan minyak cetakan harus berhatihati untuk kontak dengan besi beton yang mengakibatkan kurangnya daya lekat. dalam keadaan baik sebagaimana dikehendaki untuk menghasilkan permukaan yang sempurna seperti terperinci disini. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Air yang setiap hari mengalir harus dialihkan lewat talang diatas aluran yang akan dibangun.5° C. lantai kerja) harus bersih dari air yang menggenang. Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan. Cetakan dapat dibuat dari lembaran Plywood. beton-beton yang mengelupas atau rusak. untuk dicor pada suhu dibawah 32° C. Kontraktor harus mengambil langkah-langkah yang efektif. ditentukan disini. 15. bahan-bahan asing yang menutupinya. 12. Pada pekerjaan saluran longsor harus dalam daerah yang kering maka harus dibatasi dengan cofferdam diudik dan di hilir. permukaan mana telah begitu mengeras sehingga beton baru tidak akan berpadu dengan sempurna. Permukaan-permukaan Construction Joints harus bersih dan lembab ketika ditutup dengan beton baru atau adukan. Segera sebelum pengecoran beton. bidang-bidang.36 6. Pengecoran 14. 10. tidak boleh dicor langsung pada saluran. Permukaan yang rata dari beton adalah yang dikehendaki dimanapun juga baik saluran drinase ataupun tutup beton. Cetakan untuk mencetak beton dan membuatnya menurut model yang dikehendaki harus digunakan bila perlu. Cetakan haruslah sesuai dengan berbagai bentuk. Semua percetakan kayu harus diketam rata/digosok dengan kertas pasir untuk menghilangkan tanda-tanda bekas dari cetakan sejauh hal ini dapat dikerjakan. papan yang diserut/ diketam rata dan halus. sebagai yang ditetapkan oleh Direksi. permukaan dari cetakan-cetakan harus diminyaki dengan minyak yang biasa diperdagangkan yang mencegah secara efektif lekatnya beton. 8. misalnya mendinginkan agregat dengan mencampur air dan mengecor pada waktu malam hari bila perlu. 17. Suhu Suhu beton sewaktu dicor/dituang. beton harus diaduk ditempat pekerjaan untuk kemudian langsung dicor.

Semua beton harus dipadatkan dengan alat penggetar type immersion beroperasi dengan kecepatan paling sedikit 7000 putaran per menit ketika dbenamkan dalam beton. 14 hari untuk dek-dek jembatan atau gorong-gorong jalan. Permukaan beton yang terbuka harus dilindungi terhadap sinar-sinar matahari yang RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Umumnya. Suatu pengecoran tersebut tidak boleh terputus sebelum bagian tersebut selesai. 21. Beton harus dicor pada adukan yang baru (fresh). diperlukan waktu minimum dua hari sebelum cetakan dibuka untuk dinding-dinding yang tidak bermuatan dan cetakan-cetakan samping lainnya. Beton yang sudah mengeras dalam hal mana pengecoran yang tepat tidak mungkin dijamin harus dibuang dan tidak dibayar untuk pekerjaan terbuang semacam itu. Perlindungan (Protection) Kontraktor harus melindungi semua beton terhadap kerusakan-kerusakan sebelum penerimaan terakhir oleh Direksi. Kecuali ada penyetopan/pemotongan oleh hubungan/joints. Beton yang masih muda tidak diijinkan untuk dibenahi. 19. Pembukaan Cetakan dan Pemeliharaan. alat penggetar (vibrator) harus dapat menenmbus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak dibawah. kepala.35 m3 sekali tuang. Beton harus tetap basah paling sedikit 14 hari terus menerus (segera setelah beton cukup keras untuk mencegah kerusakan) dengan cara menutupnya dengan bahan yang dibasahi air atau cara-cara yang disetujui yang akan menjaga agar permukaan selalu basah. Dalam pemadatan setiap lapisan dari beton. Ember-ember/bocket beton yang dipakai harus sanggup menuang dengan tepat pada slump yang rendah dan memenuhi syarat-syarat campuran pada mana mekanisme pembuangan harus dibuat dengan kapasitas sedikitnya 0. sehingga ia bebas dari kantong-kantong kerikil. Beton dicor hanya pada waktu Direksi atau wakilnya yang ditunjuk serta pengawas Kontraktor yang setaraf ada ditempat kerja. Pengecoran beton tidak diperkenankan selama hujan deras atau lama sedemikian sehingga spesi/ mortar terpisah dari agregat kasar. maka harus mendapatkan penanganan tersendiri atas petunjuk Direksi. Setiap lapisan beton harus dipadatkan sampai kepadatan maksimum yang mungkin. 24. Keadaan construction joints harus mendekati horizontal jika tidak ada ketentuan lain dari yang ditunjukkan pada gambar atau diperintahkan oleh Direksi. permukaan Construction Joints dimana beton baru akan dicorkan harus dilapisi dengan penutup yang terbuat dari adukan semen (air hasta semen) atau ditutup dengan lapisan spesi/mortar harus mempunyai perbandingan semen dan pasir seperti campuran beton yang bersangkutan kecuali ditentukan lain. Dalam pengecoran beton pada Construction Joints yang telah terbentuk. beton yang hasilnya banyak keropos sampai tulangan terlihat. 25. tujuh hari untuk dinding-dinding pemikul dan saluran-saluran. Setelah permukaan disiapkan baik-baik. Semua beton harus dirawat (cured) dengan air seperti ditentukan disini. demikian juga konsistensinya. Direksi berhak menentukan cara perawatan bagaimana yang harus digunakan pada bagian-bagian pekerjaan. Direksi mempunyai hak untuk mengurangi tebal tersebut apabila pengecoran dengan tebal lapisanlapisan 50 cm tidak dapat memenuhi spesifikasi-spesifikasi ini. penjagaan khusus harus dijalankan untuk menjamin agar beton yang baru menjadi rapat betul dengan permukaan joints (sambungan) dengan Pembobokan dan peralatan dengan memakai alat-alat yang cocok. Waktu dan Cara-cara Pembukaan Cetakan 3. Selama hujan air semen atau spesi tidak boleh dihamparkan pada construction joints dan air semen atau spesi yang hanyut dan terhampar harus dibuang dan diganti sebelum pekerjaan dilanjutkan. 6. Ember beton harus mudah untuk diangkat/ diletakkan dengan alat-alat lainnya dimana diperlukan terutama bagi lokasi-lokasi yang terbatas. 20. Waktu dan cara pembukaan dan pemindahan cetakan harus dikerjakan dengan hati-hati untuk menghindarkan kerusakan pada beton. Air yang digunakan dalam perawatan (curing) harus memenuhi maksud-maksud spesifikasispesifikasi air untuk campuran beton.37 18. semua penuangan beton harus selalu kira-kira berlapis-lapis horizontal dan umumnya tebalnya tidak lebih dari 50 cm. 26. Beton yang baru dibuka cetakannya diperlihatkan kepada Direksi untuk dinilai kualitas pengecorannya. Perawatan 4. 4. Pencampuran/penumbukan kembali beton tidak diperkenankan. Transportasi dari pengadukan sampai pengecoran beton jangan terlalu jauh sehingga memungkinkan pemisahan bahan dan pengerasan beton. 23. 22. 5. dan menutup rapat-rapat pada semua permukaanpermukaan dari cetakan dan material yang dilekatkan.

ternyata ada permukaan yang rusak atau keluar dari garis. Semua lubang harus terus menerus dibasahi selama 24 jam sebelum dicor dan seterusnya disempurnakan. Ketidaksesuaiannya akan mendapat penilaian tersendiri yang akan diberikan oleh Direksi dan kalau Direksi memerintahkan untuk dibongkar maka beton harus dibuang dan diganti oleh Kontraktor atas bebannya sendiri kecuali bila Direksi memberikan ijinnya untuk menambal tempat yang rusak. tanpa lokasi yang tidak tertutup atau beralur atau berlebihan aspalnya. sesuai dengan instruksi dari Direksi. sehingga dengan penambalan saja tidak akan menghasilkan sebuah dinding yang tidak memuaskan kelihatannya. 3. Lapisan yang telah selesai harus menutup keseluruhan permukaan yang dilapi dan tampak merata. 5. yang disebabkan mata kayu lepas pada cetakan atau kerusakan lain dari kayu. 5. 6. lubang-lubang baut. ketidakrataan oleh pengaruh sambungan-sambungan cetakan. Lapisan Resap Pengikat dan Lapis Perekat 1. akan dianggap sebagai ketidakteraturan yang sekonyong-sekonyong (abrupt) dan akan diuji dengan menggunakan pengukuran langsung. dicairkan dengan minyak tanah. 2. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Lapis Perekat digunakan pada permukaan yang beraspal. hal itu dianggap sebagai tidak sesuai dengan spesifikasi ini.dengan bahan aspal dari jenis aspal semen AC – 10 ( yang kurang lebih ekivalenAspal penetrasi 80/100 ) atau jenis AC – 20 (yang kurang lebih ekivalenAspal penetrasi 60/70 ). mematuhi ASSHTO N226 -80. Ketidakrataan dan bengkok harus dibuang dengan pemahat atau dengan alat lain dan seterusnya digosok dengan batu gerinda. kalau perlu dengan menggunakan peralatan pengetesan beton.38 langsung paling sedikit 3 hari sesudah pengecoran. Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan pemasangan material aspal pada permukaan yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk penghamparan pelaburan aspal atau lapisan campuran aspal. diencerkan dengan 25 sampai 30 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal. Offset yang disebabkan oleh pemindahan atau penempatan cetakan yang salah yang membentuk garis-garis. 4. Lapis ATB dan AC 1. dalam jumlah yang diperinci oleh pabrik dan dengan air yang cukup sehingga sesudah bahanbahan spesi dicampur akan melekat satu sama lain dan apabila diremas-remas menjadi bola dan ditekan dengan tangan tidak akan mengeluarkan air. Permukaan-permukaan beton akan diuji/ ditest oleh Direksi dimana perlu untuk menentukan apakah ketidakteraturan permukaan berada dalam batas-batas yang ditentukan disini. harus diisi dengan spesi/ mortel tambalan yang kering yang disusun dari satu bagian semen Portland dengan dua bagian pasir beton bersama dengan bahan pengisi yang tidak susut.dengan bahan aspal dari jenis aspal semen AC – 10 atau AC – 20 yang memenuhi ASSHTO M226 – 80 . 7. Spesi penambal harus dikerjakan dengan lapisan-lapisan yang tipis dan selalu dipadatkan dengan alat yang cocok. 8. Kontraktor harus membersihkan semua permukaan yang terbuka dari kerak-kerak dan kotoran yang lainnya. Kerusakan yang memerlukan pembongkaran dan perbaikan ialah yang terdiri dari sarang kerikil. yang disetujui oleh Direksi. Pekerjaan Lapisan Resap Pengikat dan Lapis Perekat harus tidak dilaksanakan waktu angin kencang. hujan atau akan turun hujan. Sebelum menerima pekerjaannya. Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan pemasangan material aspal pada permukaan yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk penghamparan pelaburan aspal atau lapisan campuran aspal. dalam hal mana penambalan harus dikerjakan seperti yang telah tercantum dalam pasal-pasal berikut. Bila sesudah pembukaan cetakan ada beton yang tidak tercetak menurut gambar atau diluar garis atau permukaan tidak rata atau keropos.9. Penyelesaian-penyelesaian dan Penyempurnaan 3. 4. Kecuali mendapat persetujuan lain dari Direksi. lobang-lobang karena keropos. Penyempurnaan permukaan-permukaan beton harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli dan disaksikan oleh Direksi. dan bergeraknya cetakan. Perbaikan Permukaan Beton 5. Perlindungan semacam itu dibuat efektif dan secepatnya dilaksanakan sesudah pengecoran beton atau sesudah pembukaan cetakancetakan. Cacat lubang-lubang tempat cukilan dari sarang kerikil atau keropos kecil yang akan diperbaiki. Jika menurut pendapat Direksi Hal-hal yang tidak sempurna pada bagian bangunan-bangunan yang akan terlihat sedemikian. Lapis Resap Pengikat digunakan pada permukaan yang tidak beraspal. Ketidakteraturan digolongkan sebagai sekonyong-konyong (abrupt) atau lambat laun (gradual). Semua ketidakteraturan lainnya dapat dianggap sebagai ketidakteraturan yang gradual dan akan diperiksa dengan teliti oleh Direksi. Dipasang hanya pada permukaan yang kering atau sedikit berlembab. kerusakan karena cetakan.10. 5. Kontraktor diwajibkan untuk menutupi seluruh dinding (dengan spesi plester). Dipasang hanya pada permukaan yang benar – benar kering.

ataupun aktivitas warga sekitar proyek. hujan atau akan turun hujan.Setelah pelaksanaan pekerjaan selesai semua.3. serta areal diratakan dan dirapikan kembali. Alat berat yang sudah tidak diperlukan harus segera dikembalikan agar tidak mengganggu aktivitas proyek yang lainnya. Lapisan yang telah selesai harus menutup keseluruhan permukaan yang dilapi dan tampak merata. Pada keadaan ini. lokasi areal pekerjaan juga harus dibersihkan dari sisa-sisa semua material yang tidak terpakai. 4.4. areal pekerjaan kadang-kadang suatu saat tidak bisa bebas sama sekali dari adanya air. b) Material yang digunakan adalah Besi baja dengan panjang 6 m . Untuk pembentukan dasar saluran dengan meratakan sesuai kemiringan dasar saluran rencana pada permukaan tanah galian saluran 6. c) Turap penahan tanah dipasang pada masing – masing sisi box culvert.1. Quality Control / Uji Bahan Kontraktor harus melakukan Uji material. Dewatering Pada Bagian-bagian tertentu dari jenis pekerjaan yang dilaksannakan. tanpa lokasi yang tidak tertutup atau beralur atau berlebihan aspalnya. Mobilisasi dan Demobilisasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor. 3. bebas dari genangan ataupun rembesan air. Pekerjaan ini dimaksudkan untuk menahan agar tanah di sekitar box culvert tidak longsor. 6. 6. Mobilisasi dan Demobilisasi Mobilisasi dan Demobilisasi berkaitan dengan proses pengadaan material pre-cast. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Pemasangan Steel Sheet Pile a) Pekerjaan ini dilakukan sebelum pekerjaan box culvert dilaksanakan. 5. Lapis ATB digunakan sebagai lapis pertama pada rekondisi jalan dalam pekerjaan ini ( setelah penghamparan tack coat ). Pekerjaan Pembersihan Lapangan Selama Proyek Berlangsung.39 2. pada pekerjaan pelat injak/pelat setempat dengan mutu beton sesuai pada gambar perencanaan. yang bersentuhan langsung dengan beban yang melintas). Pada prinsipnya selama amsa pelaksanaan pekerjaan. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan 6. dan alat berat. Pekerjaan Lapisan ATB dan AC tidak bisa dilaksanakan waktu angin kencang. Kecuali mendapat persetujuan lain dari Direksi. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. semua lokasi yang akan dipakai sebagai kedudukan bangunan harus dijaga agar tetap kering. Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah pembersihan lingkungan area kerja selama proyek berlangsung termasuk material yang harus dibuang dari areal lokasi pekerjaan sesuai dengan petunjuk Direksi pekerjaan. PEKERJAAN LAIN – LAIN Yang dimaksud pekerjaan lain-lain adalah pekerjaan yang belum tercantum dalam RKS ini. Lapis AC digunakan sebagai lapis kedua pada rekondisi jalan dalam pekerjaan ini (juga sebagai lapisan tas. Uji material minimal diambil 1 benda uji. d) Apabila dari hasil pemasangan tersebut di atas menurut Direksi hasilnya meragukan misalnya turap miring dan sebagainya maka Kontraktor harus mencabut turap penahan tanah tersebut dan diharuskan melakukan pemasangan ulang. tetapi masih berhubungan dengan pekerjaan di lapangan yang harus diselesaikan : misalnya pembersihan lokasi / pengembalian sesuatu yang rusak akibat pekerjaan di lapangan Dan Pembongkaran Saluran Lama. Pengujian bahan dilaksanakan pada laboratorium yang telah disetujui Konsultan Pengawas / Direksi.2. 6. karena bisa menyebabkan turunnya kualitas pekerjaan akibat pengaruh air tersebut. 5. e) Segala kerugian yang ditimbulkan akibat hal tersebut di atas adalah menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya.11. kontraktor diwajibkan mengeringkan atau membebaskan areal pekerjaan yang akan dipakai sebagai kedudukan konstruksi dari genangan air atau pengaruh air.

40 Pekerjaan pengeringan yang dimaksud di sini adalah.2. Apabila pamancangan tidak bisa terbenam seluruhnya (belum sesuai dengan gambar rencana) maka drop hammer diganti dengan yang lebih berat sehingga kedalaman tiang trucuk dapat dipancangkan sesuai dengan gambar rencana. Pelaksanaan Pemasangan Kisdam a. selama masa pelaksanaan pekerjaan.untuk hal ini kontraktor harus mendapat persetujuan dari Pengawas dan Direksi. Bagian dalam bambu ori dipasang gedeg guling setinggi 2 meter dan diikat dengan kawat pada bambu ori dari dasar saluran. 2. 6. b. Bahan Material • Bahan utama dari pembuatan Kisdam ini yakni Bambu Ori dan Gedeg Guling • Bambu Ori yang dipakai berdiameter antara 10 s/d 12 cm dengan panjang 2 meter. Jarak titik tanam bambu ori ( sebagai penguat kisdam ) arah melintang sejarak 60 cm.5. Pada keadaan ini. Kisdam dipasang memanjang sepanjang saluran yang akan dikerjakan. Pembuatan Kisdam tinggi 2 m tebal 0. • Gedeg yang digunakan harus gedeg yang baru dan bagus. sudah harus meliputi upah tenaga. c.6. b. sehingga air tidak dapat masuk pada area yang akan dikerjakan. • Karung glangsing dan tanah pengisi 3. bahan material yang dipakai peralatan yang dipergunakan. serta arah memanjang sejarak 100 cm. sehingga tidak menimbulkan dampak yang negatif terutama pada masyarakat dan lingkungan setempat. Pada prinsipnya. termasuk sistem drainase lingkungan pekerjaan. Pemasangan Trucuk Bambu Ø 8-12 . karena bisa menyebabkan turunnya kualitas pekerjaan akibat pengaruh air tersebut.P. Untuk pekerjaan-pekerjaan menurut sifatnya dipandang oleh Pemilik Pekerjaan tidak diperlukan adanya sistem pengeringan khusus maka semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pengeringan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban ker.5 – 3 m a) Pekerjaan ini dilakukan sebelum pekerjaan pasangan batu kali pada jembatan.00 – 2 M’ 6. c. Khusus pekerjaan pengerukan lumpur. sedangkan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan. Pekerjaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya dukung tanah yang ada pada dasar jembatan tersebut sehingga diharapkan daya dukungnya menjadi lebih besar dari keadaan sebelumnya. Pada jenis pekerjaan yang dipandang oleh Pemilik Pekerjaan memerlukan adanya konstruksi pengertian sifatnya khusus dan memerlukan penanganan tersendiri. digunakan kisdam sandbag dengan ukuran tinggi 1. diperhitungkan dalam satuan (unit) M’ untuk pekerjaan “coferring” atau “kisdam” dan Lump sum untuk pekerjaan “dewatering”. “Overhead” dan keuntungan Kontraktor. terucuk bambu dipasang sejarak 40 cm arah melintang dan arah memanjang dengan jarak antar terucuk 50 cm . Uraian Pada bagian-bagian tertentu dari jenis pekerjaan yang dilaksanakan. maka perhitugan volume dan pembayaran untuk pelakasannaan pekerjaan pengeringan tersebut diatas. Trucuk bambu dipancangkan dalam keadaan baik. bebas dari genanan ataupun rembesan air.Panjang masing – masing bambu 1. dan bagian dalam tersebut disi tanah yang diambil dari saluran. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. Alat pemancang dipakai Drop Hammer kapasitas 100 kg yang dilengkapi dengan konstruksi kaki tiga dari pipa besi dan katrol dengan ketinggian jatuh 2 meter. b) Material yang digunakan adalah Bambu Bongkotan dengan diameter 8-12 cm . • Kawat Ikat diameter 4 mm.5 meter c) Terucuk Bambu dipasang arah pada masing – masing sisi dipasang 2 buah terucuk sejajar. areal pekerjaan kadang-kadang suatu saat tidak bisa bebas sama sekali dari adanya air. Untuk Pemancangannya adalah sebagai berikut : a.6 m 1. Umum 1. tidak cacat yang dapat mengurangi kekokohan pekerjaan. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . Kontraktor diwajibkan mengeringkan atau membebaskan areal pekerjaan yang akan dipakai sebagai kedudukan Konstruksi dari genangan air atau pengaruh air. semua lokasi yang akan dipakai sebagai kedudukan bangunan harus dijaga agar tetap kering.

Photo Dokumentasi Foto-foto yang memperlihatkan kemajuan pekerjaan.. 7.9 Pekerjaan Pembuatan Screen 6..3 Syarat-syarat Pelaksanaan 1.……… …. bahan-bahan.(100 %) Foto-foto ini harus dilakukan sedikitnya dari tiga posisi (depan. Segala kerugian yang ditimbulkan akibat hal tersebut di atas adalah menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya. serta pada posisi yang sama untuk masing-masing kejadian.2.. 6. Semua Material bekas bongkaran diangkut keluar proyek. personel yang terlibat dalam pelaksanaan ini maupun pekerjaannya sendiri. belakang dan samping ).. (25-75 %) Setelah selesai pekerjaan atau setelah selesai periode Pemeliharaan. pecah dan sebagainya maka Kontraktor harus mencabut tiang trucuk tersebut dan diharuskan melakukan pemancangan ulang.. ciri-ciri tertentu dari pekerjaan. Penyempurnaan dan pemeliharaan. ditempatkan dalam arsip dan disimpan di lokasi dan menjadi Pemberi Proyek...Besi L 50.Electrode Baja 20% . Apabila dari hasil pemancangan tersebut di atas menurut Direksi hasilnya meragukan misalnya tiang trucuk miring. rata. dengan membubuhkan nomor seri. Bahan : . 6. datar. Pekerjaan dilakukan berdasarkan gambar kerja...….2 Persyaratan Bahan 1.10 mm Alat : . tanggal pengambilan dan keterangan ringkasnya harus disampaikan kepada Direksi.3 mm .41 d.7.Besi Plat Tb.8. yakni : Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan…………….( 0 % ) Selama berlangsungnya pekerjaan………………………….1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja.50. tidak melengkung..alat dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan pembongkaran bangunan lama seperti tertera pada gambar rencana dan juga pembersihan lokasi pembongkaran dari sisa material lama. Pembongkaran harus dilaksanakan secara tertib dan hati-hati sehingga tidak merusak bagian lainnya yang tidak semestinya dibongkar dan tidak membahayakan manusia. peralatan atau halhal yang menarik perhatian lainnya sehubungan dengan pekerjaan atau lingkungannya harus dibuat sedikitnya tiga kali. 6. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. PEMELIHARAAN BANGUNAN SEBELUM PENYERAHAN KEDUA Masa pemeliharaan yang masih menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya antara lain: 1. baik orang lain.8. Pekerjaan bongkaran dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut : c..….. e. 2. Keamanan dan penjagaan 2. alat . Pembongkaran Jembatan Beton Dengan Pembersihannya Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. d. 2. 6. Bahan-bahan yang dipergunakan sebelum digunakan terlebih dahulu harus diserahkan contohcontohnya untuk mendapatkan persetujuan dari direksi. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.…. dan tidak terdapat cacat cacat lainnya.Sewa Welding Set (min 5 jam) Besi yang digunakan harus mempunyai permukaan yang halus. Ukuran dari foto-foto tersebut tidak boleh kurang dari 140 x 90 mm dan enam lembar hasil cetakan masing-masing foto (dialbumkan). Semua klise/negatif filmnya harus dinomori..8.. Biaya foto-foto tersebut seperti ditentukan harus ditanggung oleh Kontraktor dan harus dianggap termasuk dalam over head yang disajikan dalam Daftar Pengajuan Biaya. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit .

Pembersihan 4. Hal-hal yang belum diatur dalam RKS ini.42 3. Selama masa pemeliharaan. akan dibuat dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan yang ditanda tangani Gugus Tugas Pengadaan dan merupakan pedoman dalam proses pelaksanaan berikutnya. Laporan tersebut dibuat dengan persetujuan / diketahui pihak pengawas lapangan / direksi dan konsultan pengawas. BAB VI PENUTUP Peraturan ini harus dipelajari seksama oleh Penyedia Barang/Jasa yang selanjutnya akan merupakan bagian yang mengikat dalam pelaksanaan pekerjaan ini. RKS-KONSTRUKSI Procurement Unit . kontraktor pelaksana diwajibkan membuat laporan berkala yang berisi kondisi bangunan / saluran (yang selesai dibangun ) serta laporan pekerjaan perbaikan bila ada bangunan yang rusak. Penyerahan kedua dapat dilaksanakan apabila kontraktor telah melaksanakan kewajiban pada masa pemeliharaan 5. akan dijelaskan pada pelaksanaan penjelasan pekerjaan dan semua tambahan atas Penjelasan dalam dokumen pengadaan.