P. 1
Makalah Bab I Manusia, Makna Dan Sejarah Agama Islam

Makalah Bab I Manusia, Makna Dan Sejarah Agama Islam

|Views: 90|Likes:
Published by Nuke Ferdilia
agama
agama

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Nuke Ferdilia on May 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/18/2013

pdf

text

original

Manusia, Makna dan Sejarah Agama Islam

1.1 Manusia dan Agama 1.1.1 Hubungan Manusia dan Agama Menurut bahasa sansekerta, agama berasal dari kata a yang berarti tidak dan gama yang berarti kacau. Jadi, arti agama menurut bahasa sansekerta adalah tidak kacau. Agama merupakan pedoman dan pegangan umat manusia selama hidup di dunia agar terhindar dari kekacauan dan kemaksiatan. Di negara-negara banyak banyak istilah yang menyatakan agama seperi : religi, religion, religie. Istilah itu semua mempunyai arti yang sama yaitu melakukan suatu tindakan atau perbuatan dengan penuh perjuangan dan pantang menyerah, perbuatan ini berupa usaha dan ibadah yang dilakukan berulang-ulang dan tidak ada hentinya sampai akhir hayat. Menurut bahasa Arab, agama diambil dari kata addiin yang artinya hukum, perhitungan, kerajaan, kekuasaan, tuntutan, keputusan, dan pembalasan.

Didunia banyak umat manusia memiliki agama yang berbeda-beda, tetapi hanya agama Islamlah yang diridhai oleh Allah SWT. Agama Islam merupakan agama yang paling sempurna yang bisa menuntun umat manusia memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sayangnya hanya sebagian kecil umat manusia yang menyadari akan hal itu. Banyak dari mereka yang melanggar aturan dan perintah yang terdapat dalam agama Islam. Semakin berkembangnya zaman, semakin banyak umat manusia terutama yang beragama Islam yang mengalami degradasi moral dan keimanannya. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, yaitu : 1. Tayangan televisi yang berbau mistis, musyrik, dan tahayul serna pornografi

2. Semakin banyak majalah dan media cetak yang sampulnya menampilakan para model yang memperlihatkan aurat 3. Semakin berkurangnya suri tauladan dari pemimpin-pemimpin saat ini 4. Silahturahmi yang semakin berkurang di antara umat Islam Hal-hal diatas merupakan sebagian kecil dari penyebab degradasinya moral dan keimanan umat Islam saat ini. Semakin lama semakin banyak umat manusia yang tidak peduli dengan agama. Mereka hanya memikirkan kehidupan dunia yang fana ini. Hubungan manusia dengan agama yang semakin renggang dapat berakibat dari timbulnya kekacauan dan kemaksiatan di dunia. 1.1.2 Manusia Menurut Tinjauan Islam Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingan dengan makhluk-makhluk lain ciptaan Allah SWT, seperti : hewan, tumbuhan dan lainnya. Dalam surat At-Tin ayat 4 Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.

Manusia diberi tugas oleh Allah SWT sebagai khalifah dibumi yang artinya pemelihara dan penjaga di bumi. Allah SWT membri tugas khalifah kepada manusia karena manusia memiliki akal dan pengetahuan yang bisa digunakan sebaik-baiknya selama hidup di bumi, dikalahkan oleh hawa nafsu. tetapi manusia juga merupakan makhluk yang lemah yang seringkali dapat

Dalam surat Al-Ma’arij ayat 19-21 4 Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat keluh kesah dan kikir.

Apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah dan kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kesenangan, ia amat kikir”. Penciptaan manusia itu sendiri merupakan salah satu banyak bukti kebesaran Allah SWT. Allah SWT menciptakan manusia bukan secara asal-asalan tetapi sudah diperkirakan dan dipertimbangkan dengan baik. Dimulai dari tidak ada lalu diciptakan debu. Dari segumpalan debu inilah muncul keturunan nabi Adam as. Allah SWT menciptakan manusia secara bertahap. Bermula dari fase perkembangan dan evolusi, dari debu menjadi sperma dan kemudian menjadi segumpal darah.

Berikut ini adalah kerangka dasar penciptaan manusia : 1. Allah SWT terlebih dahulu menciptakan bumi sebagai tempat berpijak dan hidup manusia. 2. Sebagai perwujudan dari sifat keadilan dan kebijaksanaan Allah SWT, Dia sempurnakan manusia sebelum turun keatas bumi. Sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, sudah seharusnya kita selalu bersyukur terhadap apapun yang telah diberikan Allah SWT kepada kita. Selain itu sudah seharusnya kita patuh dan taat akan perintah-perintah yang Allah SWT berikan.
1.2 Makna Agama Islam 1.2.1 Pengertian dan Karakteristik Agama Islam

Islam berasal dari bahasa arab yaitu aslama yang berarti berserah diri, masuk dalam kedalam. Orang yang berserah diri disebut muslim. Agama Islam adalah agama samawi yang diturunkan oleh Allah SWT kepada para utusannya, Nabi Muhammad SAW yang terdapat pada kitab suci Al-Quran dan sunnah dalam bentuk perintah., larangan dan petunjuk

untuk kebaikan manusia di dunia dan akhirat. Agama Islam mempunyai karakteristik sebagai berikut : 1. Agama islam sesuai dengan fitrah manusia. Allah telah menciptakan manusia sesuai fitrah alah. 2. Ajaran agama Islam adalah agama yang sempurna. Dalam ajaran agama Islam telah ditetapkan tentang beberapa makanan haram atau halal. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Kebenaran agama islam mutlak. Agama islam merupakan agama yang berasal dari Allah SWT, jadi tidak ada kerugian didalamnya. Islam mengajarkan keseimbangan dalam berbagai aspek. Islam fleksibel dan ringan. Islam, ajaran yang universal. Islam rasional Islam agama tauhid, hanya menyembah dan mengabdi kepada Allah SWT. Islam sebagai rahmat dan petunjuk bagi seluruh umat manusia.

Dalam ajaran agama islam, inti ajarannya ada 3 hal yaitu aqidah, syariah, dan akhlaq. Aqidah berhubngan dengan keyakinan terhadap Allah SWT. Syariah berhubungan dengan aturan hokum yang telah ditetapkan Allah SWT dan Akhlaq berhubungan dengan moral, perilaku terhadap allah SWT, terhadap sesama maupun terhadap lingkungan. 1.2.2 Sumber Ajaran Islam a. Al-Quran Al-Quran adalah sumber ajaran agama Islam yang utama. Secara etimologi Alquran berasal dari kata qara’a, yaqra’u, qiraa’atan, atau qur’anan yang berarti mengumpulkan (al-jam’u) dan menghimpun (al-dlammu). Sedangkan secara terminologi (syariat), Alquran adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi

wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas. Dan menurut para ulama klasik, Alquran adalah Kalamulllah yang diturunkan pada rasulullah dengan bahasa arab, merupakan mukjizat dan diriwayatkan secara mutawatir serta membacanya adalah ibadah. Al-Quran dijaga dan dipelihara oleh Allah SWT sesuai dengan firmannya sebagai berikut : “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran dan

sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.” (QS 15:9)” Pokok-pokok kandungan Al-Quran adalah sebagai berikut : • Tauhid kepercayaan ke-esaann Allah SWT dan semua kepercayaan yang berhubungan dengan-Nya • Ibadah semua bentuk perbuatan sebagai manifestasi dari kepercayaan ajaran tauhid • Janji dan ancaman janji pahala bagi orang yang percaya dan mau mengamalkan isi Alquran dan ancaman siksa bagi orang yang mengingkari • Kisah umat terdahulu seperti para Nabi dan Rasul dalam menyiaran syariat Allah SWT maupun kisah orang-orang saleh ataupun kisah orang yang mengingkari kebenaran Alquran agar dapat dijadikan pembelajaran. b. Hadist Sunnah menurut syar’i adalah segala sesuatu yang berasal dari Rasulullah SAW baik perbuatan, perkataan, dan penetapan pengakuan. Sunnah berfungsi sebagai penjelas ayat-ayat Alquran

yang kurang jelas atau sebagai penentu hukum yang tidak terdapat dalam Alquran. Sunnah dibagi menjadi empat macam, yaitu: • • • • Sunnah qauliyah, yaitu semua perkataan Rasulullah Sunnah fi’liyah, yaitu semua perbuatan Rasulullah Sunnah taqririyah, yaitu penetapan dan pengakuan Rasulullah terhadap pernyataan ataupun perbuatan orang lain Sunnah hammiyah, yaitu sesuatu yang telah direncanakan akan dikerjakan tapi tidak sampai dikerjakan c. Ijtihad Ijtihad berasal dari kata ijtihada yang berarti mencurahkan tenaga dan pikiran atau bekerja semaksimal mungkin. Sedangkan ijtihad sendiri berarti mencurahkan segala kemampuan berfikir untuk mengeluarkan hukum syar’i dari dalil-dalil syara, yaitu Alquran dan hadist. Hasil dari ijtihad merupakan sumber hukum ketiga setelah Alquran dan hadist. Ijtihad dapat dilakukan apabila ada suatu masalah yang hukumnya tidak terdapat di dalam Alquran maupun hadist, maka dapat dilakukan ijtihad dengan menggunakan akal pikiran dengan tetap mengacu pada Alquran dan hadist.

Macam-macam ijtidah yang dikenal dalam syariat islam, yaitu : • Ijma’ Menurut bahasa artinya sepakat, setuju, atau sependapat. Sedangkan menurut istilah adalah kebulatan pendapat ahli ijtihad umat Nabi Muhammad SAW sesudah beliau wafat pada suatu masa, tentang hukum suatu perkara dengan cara musyawarah. Hasil dari Ijma’ adalah fatwa, yaitu keputusan

bersama para ulama dan ahli agama yang berwenang untuk diikuti seluruh umat. • Qiyas Mengukur sesuatu dengan yang lain dan menyamakannya. Dengan kata lain Qiyas dapat diartikan pula sebagai suatu upaya untuk membandingkan suatu perkara dengan perkara lain yang mempunyai pokok masalah atau sebab akibat yang sama. Contohnya adalah pada surat Al isra ayat 23 dikatakan bahwa perkataan ‘ah’, ‘cis’, atau ‘hus’ kepada orang tua tidak diperbolehkan karena dianggap meremehkan atau menghina, apalagi sampai memukul karena sama-sama menyakiti hati orang tua. • Istihsan Suatu proses perpindahan dari suatu Qiyas kepada Qiyas lainnya yang lebih kuat atau mengganti argumen dengan fakta yang dapat diterima untuk mencegah kemudharatan atau dapat diartikan pula menetapkan hukum suatu perkara yang menurut logika dapat dibenarkan. Contohnya, menurut aturan syarak, kita dilarang mengadakan jual beli yang barangnya belum ada saat terjadi akad. Akan tetapi menurut Istihsan, syarak memberikanrukhsah (kemudahan atau keringanan) bahwa jual beli diperbolehkan dengan system pembayaran di awal, sedangkan barangnya dikirim kemudian. • Mushalat Murshalah Menurut bahasa berarti kesejahteraan umum. Adapun menurut istilah adalah perkara-perkara yang perlu dilakukan demi kemaslahatan manusia. Contohnya, dalam Al Quran maupun Hadist tidak terdapat dalil yang memerintahkan untuk membukukan ayat-ayat Al Quran. Akan tetapi, hal ini dilakukan oleh umat Islam demi kemaslahatan umat.

Sududz Dzariah Menurut bahasa berarti menutup jalan, sedangkan menurut istilah adalah tindakan memutuskan suatu yang mubah menjadi makruh atau haram demi kepentingan umat. Contohnya adalah adanya larangan meminum minuman keras walaupun hanya seteguk, padahal minum seteguk tidak memabukan. Larangan seperti ini untuk menjaga agar jangan sampai orang tersebut minum banyak hingga mabuk bahkan menjadi kebiasaan.

Istishab Melanjutkan berlakunya hukum yang telah ada dan telah ditetapkan di masa lalu hingga ada dalil yang mengubah kedudukan hukum tersebut. Contohnya, seseorang yang raguragu apakah ia sudah berwudhu atau belum. Di saat seperti ini, ia harus berpegang atau yakin kepada keadaan sebelum berwudhu sehingga ia harus berwudhu kembali karena shalat tidak sah bila tidak berwudhu.

Urf Perbuatan yang dilakukan terus-menerus (adat), baik berupa perkataan maupun perbuatan. Contohnya adalah dalam hal jual beli. Si pembeli menyerahkan uang sebagai pembayaran atas barang yang telah diambilnya tanpa mengadakan ijab kabul karena harga telah dimaklumi bersama antara penjual dan pembeli.

1.3 Asal-Usul dan Perkembangan Agama Islam 1.3.1 Perkembangan Islam di Masa Nabi Sejarah Islam pada masa Nabi Muhammad SAW dibagi menjadi dua fase, yaitu : fase perjuangan di Mekkah dan fase perkembangan Islam di

Madinah. Fase perjuangan di Mekkah berlangsung selama 13 tahun. Fase perkembangan di Madinah berlangsung selama 10 tahun. Fase ini dimulai sejak Nabi Muhammad SAW berserta pengikutnya melakukan hijrah ke Madinah. Di Madinah Nabi Muhammad mulai membangun peradaban dan masyarakat madani dibawah pemerintahan Islam. Setelah terbentukanya pemerintahan Islam, perkembangan Islam pun sangat pesat. Islam menyebar ke negara-negara lain meliputi, Asia Barat. Afrika dan Asia Tengah.

1.3.1

Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7 Masehi melalui pedagangpedagang dari Arab, Persia dan Gujarat. Penyebaran agama Islam di Indonesia melalui beberapa cara, seperti : 1. Perdagangan 2. Budaya 3. Pendidikan 4. Kekuasaan Politik 5. Pernikahan

Daftar Pustaka • • • • • • http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/retmi_arti/2011/04/16/manusia-menurutpandangan-islam/ http://www.anakciremai.com/2009/01/makalah-pendidikan-agama-islamtentang.html http://manshurzikri.wordpress.com/2010/03/22/sumber-ajaran-agama-islam-alqur%E2%80%99an-dan-sunnah/ http\\www.hikmatun.wordpress.com\pengertian al-qur’an Alquran dan Terjemahannya http://www.anneahira.com/perkembangan-islam-di-indonesia.htm

MANUSIA, MAKNA DAN SEJARAH AGAMA ISLAM

Kelas : Agama Islam 16 Ahmad Nadiem Shihab (1106070086) Aldi Putra Laksana (1106069866) Aufandra Cakra Wardhana (1106070092) Danang Widianto Mohammad (1106016544) Kukuh Yudiarto (1106069733) Lutfiah Aswin (1106010755) Nuke Ferdilia Prasiwi (1106069765)

Makalah Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan I untuk Mata Kuliah Agama Islam

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->