1.

Pengertian Hasil Belajar Hasil Belajar Siswa - Belajar dan mengajar merupakan konsep yang tidak bisa dipisahkan. Beajar merujuk pada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subyek dalam belajar. Sedangkan mengajar merujuk pada apa yang seharusnya dilakukan seseorang guru sebagai pengajar. Dua konsep belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa dan guru terpadu dalam satu kegiatan. Diantara keduannya itu terjadi interaksi dengan guru. Kemampuan yang dimiliki siswa dari proses belajar mengajar saja harus bisa mendapatkan hasil bisa juga melalui kreatifitas seseorang itu tanpa adanya intervensi orang lain sebagai pengajar. Oleh karena itu hasil belajar yang dimaksud disini adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki seorang siswa setelah ia menerima perlakukan dari pengajar (guru), seperti yang dikemukakan oleh Sudjana. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2004 : 22). Sedangkan menurut Horwart Kingsley dalam bukunya Sudjana membagi tiga macam hasil belajar mengajar : (1). Keterampilan dan kebiasaan, (2). Pengetahuan dan pengarahan, (3). Sikap dan cita-cita (Sudjana, 2004 : 22). Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan keterampilan, sikap dan keterampilan yang diperoleh siswa setelah ia menerima perlakuan yang diberikan oleh guru sehingga dapat mengkonstruksikan pengetahuan itu dalam kehidupan sehari-hari. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri siswa (Sudjana, 1989 : 39). Dari pendapat ini faktor yang dimaksud adalah faktor dalam diri siswa perubahan kemampuan yang dimilikinya seperti yang dikemukakan oleh Clark (1981 : 21) menyatakan bahwa hasil belajar siswa disekolah 70 % dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30 % dipengaruhi oleh lingkungan. Demikian juga faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan yang paling dominan berupa kualitas pembelajaran (Sudjana, 2002 : 39). "Belajar adalah suatu perubahan perilaku, akibat interaksi dengan lingkungannya" (Ali Muhammad, 204 : 14). Perubahan perilaku dalam proses belajar terjadi akibat dari interaksi dengan lingkungan. Interaksi biasanya berlangsung secara sengaja. Dengan demikian belajar dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan dalam diri individu. Sebaliknya apabila terjadi perubahan dalam diri individu maka belajar tidak dikatakan berhasil. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kamampuan siswa dan kualitas pengajaran. Kualitas pengajaran yang dimaksud adalah profesional yang dimiliki oleh guru. Artinya kemampuan dasar guru baik di bidang kognitif (intelektual), bidang sikap (afektif) dan bidang perilaku (psikomotorik). Dari beberapa pendapat di atas, maka hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor dari dalam individu siswa berupa kemampuan personal (internal) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan. Dengan demikian hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupa sehingga nampak pada diri indivdu penggunaan penilaian terhadap sikap, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri individu perubahan tingkah laku secara kuantitatif. Hasil belajar siswa Read more at: http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/03/pengertian-definisi-hasilbelajar.html Copyright aadesanjaya.blogspot.com

Oleh karena itu. Watson. Namun. Menurut psikologi behavioristik. dan orang yang tidak berpengetahuan dipandang sebagai orang yang tidak belajar. tidak semua kegiatan yang meskipun mirip belajar dapat disebut dengan belajar. menurut Ali Imron (1996:2 – 14). rasanya masing– masing orang mempunyai pendapat yang tidak sama. yaitu : 1. banyak ahli yang memberikan batasan. manusia banyak melaksanakan “ ritual–ritual” belajar. maka sebenarnya di dalam dirinya terdapat potensi untuk diajar. belajar menjadi sesuatu yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Belajar tidaknya seseorang bergantung kepada faktor–faktor kondisional yang diberikan oleh lingkungan. kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa akitivitas belajar itu telah ada sejak adanya manusia.com/pengertian-belajar-dan-hasil-belajar. Mengapa manusia melaksanakan aktivitas belajar? Jawabannya adalah karena belajar itu salah satu kebutuhan manusia. Orang yang banyak pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang banyak belajar. ada 4 pandangan mengenai belajar. Para penulis buku psikologi belajar. ahli–ahli psikologi mempunyai pandangan yang berbeda mengenai apa belajar itu.html Pengertian Belajar – Istilah belajar sebenarnya telah lama dan banyak dikenal. sementara orang yang sedikit pengetahuannya didentifikasi sebagai orang yang sedikit belajar. Pesan Sponsor Dalam pengertian umum. . Bahkan pada era sekarang ini. secara konseptual tampaknya sudah mulai ditinggalkan orang. belajar adalah mengumpulkan sejumlah pengetahuan.http://duniabaca. Dalam pandangan psikologis. Apa sebenarnya belajar itu. belajar adalah suatu kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Belajar mempunyai sejumlah ciri yang dapat dibedakan dengan kegiatan – kegiatan lain yang bukan belajar. Oleh karena manusia adalah makhluk belajar. hampir semua orang mengenal istilah belajar. umumnya mendefinisikan belajar sebagai suatu perubahan tingkah laku dalam diri seseorang yang relatif menetap sebagai hasil dari sebuah pengalaman. apa sebenarnya belajar itu. Oleh karena itu. Pada masa sekarang ini. Pengertian belajar demikian. Gutrie dan Skinner. Lebih–lebih setelah dicanangkannya wajib belajar. Guru tidak dipandang sebagai satu – satunya sumber informasi yang dapat memberikan informasi apa saja kepada para pembelajar. Pengetahuan tersebut diperoleh dari seseorang yang lebih tahu atau yang sekarang ini dikenal dengan guru. Sejak manusia ada. Selain itu. Pandangan Psikologi Behavioristik. Hampir di sepanjang waktunya. Tokoh–tokoh psikologi behavioristik mengenai belajar ini antara lain : Pavlov. sebenarnya ia telah melaksanakan aktivitas belajar. Bahkan ada ahli yang menyatakan bahwa manusia adalah makhluk belajar.

Usaha untuk mengerti tentang sesuatu tersebut. Mencoba – coba ini dilakukan. Salah seorang tokoh psikologi humanistic Carl Rogers. Menurut pandangan psikologi Gestalt. belajar dapat dilakukan dengan mencoba– coba (trial and error). belajar adalah suatu usaha untuk mengerti tentang sesuatu. melainkan dibiarkan belajar bebas. Watson menyimpulkan bahwa pengubahan tingkah laku dan atau diri sendiri seseorang dapat dilakukan melalui latihan/membiasakan mereaksi atas stimulus – stimulus yang dialami. . Ia mempunyai pandangan bahwa siswa yang belajar hendaknya tidak dipaksa. Keaktifan tersebut dapat berupa mencari pengalaman. mencermati lingkungan. 4. Menurut pandangan psikologi humanistik. Pandangan Psikologi Humanistik Pandangan psikologi humanistik merupakan anti tesa dari pandangan psikologi behavioristik.Belajar selalu melibatkan perubahan pada dirinya dan melalui pengalaman yang dilaluinya oleh interaksi antar dirinya dan lingkungannya baik sengaja maupun tidak disengaja. Siswa juga diharapkan dapat membebaskan dirinya hingga ia dapat mengambil keputusan sendiri dan berani bertanggung jawab atas keputusan – keputusan yang ia ambil atau pilih. Dalam mencoba – coba ini seseorang mungkin akan menemukan respons yang tepat berkaitan dengan persoalan yang dihadapinya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003 : 729) menyebutkan ”belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu tertentu dengan tergantung pada kekuatan harapan bahwa tindakan tersebut akan diikuti oleh suatu hasil tertentu dan pada daya tarik hasil itu bagi orang bersangkutan”. 3. Sebagaimana disebutkan diatas.Teori kondisioning ini lebih lanjut dikembangkan oleh Watson. mencari informasi. mempraktekkan. Dalam belajar ditanamkan pengertian siswa mengenai sesuatu yang harus dipelajari. belajar dilakukan dengan cara memberikan kebebasan yang sebesar – besarnya kepada individu. Setelah mengadakan eksperimentasi. Pandangan Psikologi Kognitif Menurut psikologi kognitif. Koffkar dan Wertheimer. memecahkan masalah. mengabaikan dan respon – respon lainnya guna mencapai tujuan. Pandangan Psikologi Gestalt Tokoh psikologi Gestalt adalah Kohler. Perubahan yang semata–mata karena kematangan seperti anak kecil mulai tumbuh dan berjalan tidak termasuk perubahan akibat belajar. dilakukan secara aktif oleh pembelajar. 2. karena biasanya perubahan yang terjadi akibat belajar adanya perubahan tingkah laku. Menurut Thorndike. belajar adalah terdiri atas hubungan stimulus respon yang sederhana tanpa adanya pengulangan ide atau proses berpikir. seorang ahli psikoterapi. manakala seseorang tidak tahu bagaimana harus memberikan respon atas sesuatu. bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya pengalaman.

Perbedaan kemampuan siswa mengakibatkan perbedaan waktu untuk menguasai materi pembelajaran. Sementara itu Ischak dan Warji R seperti dikutp oleh Supriadin (2002: 14) mengemukakan bahwa ” apabila waktu yang disediakan cukup dan pelayanan terhadap faktor ketahuan. Dengan demikian belajar memang erat hubungannya dengan perubahan tingkah laku seseorang. karena adanya perubahan dalam tingkah laku seseorang. Lisnawaty Simanjuntak (1998: 38) juga memiliki pendapat bahwa belajar adalah perubahan yang relatif menetap dalam potensi tigkah laku yang terjadi sebagai akibat dari latihan dengan penguatan yang tidak termasuk perubahan-perubahan karena kematangan. diciptakan. maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian dan tingkah laku manusia dalam bentuk kebiasaan. Slamento (2003:2) menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. dan kerasukan pada susunan syaraf atau dengan kata lain mengetahui dan memahami sesuatu sehingga terjadi perubahan dalam diri seseorang yang belajar. memecahkan masalah. karena adanya perubahan dalam tingkah laku seseorang menandakan telah terjadi belajar dalam diri orang tersebut. Menurut Djamarah (2000: 45).Howard L Kingsly yang dikutip oleh Wasty Sumanto (1998:104) menyatakan bahwa belajar adalah proses dimana tingkah laku dalam arti luas ditumbuhkan atau diubah melalui praktek atau latihan-latihan. Dalam proses belajar mengajar perlu diperhatikan faktor-faktor seperti kemauan dan minat siswa turut menentukan keberhasilan belajarnya. penguasaan pengetahuan atau ketrampilan. penguasaan. Hanya dengan keuletan. Dari teori diatas. Sementara itu. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. kualitas pengajaran dan kemampuan memahami pelajaran maka setiap siswa akan mampu menguasai materi pelajaran yang diberikan”. Hasil tidak akan pernah dihasilkan selama orang tidak melakukan sesuatu. akan dibahas dulu pengertian “ hasil “ dan “ belajar”. Oleh karena itu untuk memahami lebih mendalam mengenai makna hasil belajar. . baik secara individu maupun kelompok. kelelahan. dan pengungkapan kembali di waktu yang akan datang. Belajar berlangsung terus–menerus dan tidak boleh dipaksakan tetapi dibiarkan belajar bebas dalam mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri atas dua kata yaitu “ hasil “ dan “ belajar “ yang memiliki arti yang berbeda. mencermati lingkungan untuk mengumpulkan pengetahuan–pengetahuan melalui pemahaman. dan sikap berdasarkan latihan dan pengalaman dalam mencari informasi. Untuk menghasilkan sebuah prestasi dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar. ingatan. kesempatan belajar. hasil adalah prestasi dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan.

4. dapat digunakan sebagai alat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan yang lainya. membentuk prilakunya. perubahan itu tampak dalam perbuatan yang dapat diaamati. kemauan yang tinggi dan rasa optimisme dirilah yang mampu untuk mancapainya. . bemanfat untuk mempelajarai aspek lain. Berdasarkan kesimpulan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa perubahan tingkah laku yang diperoleh sebagai hasil dari belajar adalah sebagai aberikut: 1. dan penghargaan diri pada individu tersebut. Menurut Purwanto (1990:3). bukan hanya perubahan mengenai pengetahuan. Kemampuan siswa untuk mengontrol atau menilai dan mengerndalikan dirinya terutaman adalam menilai hasil yang dicapainya maupun menilai dan mengendalikan proses dan usaha belajarnya Hasil belajar adalam kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Maksudnya adalah bahwa individu yang menyadari dan merasakan telah terjadi adanya perubahan yang terjadi pada dirinya. Hasil penillaian ini pada dasarnya adalah hasil belajar yang diukur. tetapi juga meliputi perubahan kecakapan. 3. Perubahan yang terjadi akibat belajar atau hasil belajar yang bersifat menetap atau permanen. sikap. Arikunto ( 1990:133) mengatakan bahwa hasil belajar adalah hasil akhir setelah mengalami proses belajar. kebiasaan. Hasil belajar yaitu suatu perubahan yang terjadi pada individu yang belajar. Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi pada diri siswa 2. Hasil belajar yang dicapai siswa melalui plroses belajar mengajar yang optimal cenderung menunjukan hasil yang berciri sebagai berikut: 1.sungguh–sungguh. pengertian.dan dapat diukur”. Individu yang belajar akan memperoleh hasil dari apa yang telah dipelajari selama proses belajar itu. 4. Perubahan yang dimaksud tidak halnya perubahan pengetahuan. Hasil belajar yang dicapai bermakna bagi dirinya seperti akan tahan lama diingatannya. Perubahan yang terjadi secara sadar 2. penguasaan. dan penghargaan dalam diri seseorang yang belajar. pengrtian. Perubahan yang terjadi mencakup seluruh aspek tingkah laku. Perubahan yang terjadi relative lama. 3. Nasution ( 1995 : 25) mengemukakan bahwa hasil adalah suatu perubahan pada diri individu. Sementara itu. Menambah keyakinan akan kemampuan dirinya. m aksudnya adalah bahwa tingkah laku yang terjadi setelah belajar akan bersifat menetap. Hasil penilaian dan evaluasi ini merupakan umpan balik untuk mengetahui sampai dimana proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan. evaluasi dalam pendidikan adalah penafsiran atau penilaian terhadap pertumbuhan dan perkembangan siswa menuju kearah tujuan-tujuan dan nilainilai yang ditetapkan dalam kurikulum. tetapi juga untuk membentuk kecakapan.

2) Hilgard dan Bower (1975 : 156) mengemukakan bahwa belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap suatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamanya yang berulang-ulang dalam situasi itu. dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan. Setiap proses belajar mengajar keberhasilannya diukur dari seberapa jauh hasil belajar yang dicapai siswa. sikap. Sedangkan definisi belajar menurut para ahli sebagai berikut : 1) Abu Ahmadi dan Widodo Supriono (2004 : 128) berpendapat bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan didalam tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Jadi prestasi adalah hasil maksimal dari sesuatu. istilah hasil dapat diartikan sebagai sebuah prestasi dari apa yang telah dilakukan. 2) Oemar Hamalik (2001 : 159) menyatakan prestasi merupakan indikator adanya perubahan tingkah laku siswa. Sobry Sutikno (2004) mengartikan belajar adalah suatu proses usaha seseorang yang dilakukan untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Perubahan yang diperoleh individu dari hasil belajar adalah meliputi perubahan keseluruhan tingkah laku baik dalam sikap kebiasaan. sikap.5. menilai proses dan hasil belajar. Kegiatan belajar mengajar seperti mengorganisasi pengalaman belajar. Artinya tujuan kegiatan belajar mengajar ialah perubahan tingkahlaku. keterampilan. 3) Poerwadarmita (1996 : 169) menyatakan bahwa prestasi adalah apa yang telah dicapai dari hasil pekerjaan yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan keuletan kerja. keterampilan dan pengetahuan. baik yang menyangkut pengetahuan. baik berupa belajar mapun bekerja. Dari penjelasan beberapa ahli. keterampilan. daya fakir dan kemampuan lainnya. Yang menjadi petunjuk bahwa suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil menurut Syiful Bahri Djamarah Dan Aswan Zain (2002 : 120) Ialah : . 4) Thursan Hakim (2002) mengartikan belajar adalah suatu proses perubahan dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningakatan kecakapan pengetahuan. Berikut ini beberapa definisi tentang prestasi belajar : 1) Muhibbin Syah (1997 : 141) menyatakan prestasi adalah taraf keberhasilan proses belajar mengajar. Hasil belajar berasal dari dua kata dasar yaitu hasil dan belajar. 3) M. dapat diambil kesimpulan bahwa belajar pada hakekatnya adalah proses perubahan perilaku siswa dalam bakat pengalaman dan pelatihan. bahkan meliputi segenap aspek pribadi. pemahaman. termasuk dalam cakupan tanggung jawab guru dalam pencapaian hasil belajar siswa.

shvoong. Sumber: http://id. Berdasarkan ungkapan pendapat diatas maka dapat ditegaskan bahwa salah satu fungsi hasil belajar siswa diantaranya ialahsiswa dapat mencapai prestasi yang maksimal seauai dengan kapasitas yang mereka miliki. baik secara individual maupun kelompok b) Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran instruksional khusus (TIK) telah dicapai oleh siswa.com/social-sciences/education/2046047-pengertian-definisihasil-belajar-dari/#ixzz1hEJp3P8l .a) Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi. serta siswa dapat mengatasi berbagai macam kesulitan belajar yang mereka alami.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful