PERANAN WANITA DALAM PEMBANGUNAN BERWAWASAN GENDER

OLEH WAYAN SUDARTA Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Udayana Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan peranan (hak dan kewajiban) wanita dalam pembangunan yang berwawasan gender. Pembangunan berwawasan gender dimaksudkan untuk mewujudkan kemitrasejajaran yang harmonis antara pria dengan wanita atau mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. Pengarusutamaan gender merupakan strategi yang tepat untuk mempercepat terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender tersebut. Kata kunci: peranan, wanita, pembangunan, gender

Pendahuluan Para pendiri negeri ini,

mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan pria dalam

sungguh sangat arif dalam menyusun UUD wanita 1945 pada menghargai masa peranan dan

pembangunan. keputusan juga

Selain itu, pengambil telah meratifikasi

silam

(mengesahkan) konvensi penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap wanita dalam UU No. 7 Tahun 1984. Namun, menunjukkan mengalami bahwa ketertinggalan lebih kenyataan wanita atau banyak

mengantisipasi pada masa yang akan datang, dengan tidak ada satu kata pun yang bersifat diskriminatif terhadap wanita. Konstitusi ini dengan tegas persamaan hak dan

menyatakan

kewajiban bagi setiap warga negara (baik pria maupun wanita). Di dalam GBHN 1993 di antaranya bahwa juga wanita

ketidakberuntungan

dibandingkan dengan pria di antaranya di bidang pendidikan, kesehatan, dan

diamanatkan,

ketenagakerjaan,

penguasaan

1

pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. baik pria maupun wanita sama-sama berkedudukan sebagai (wanita). anak pria dan wanita mempunyai hak yang sama untuk dapat mengikuti pendidikan sampai ke jenjang pendidikan formal tertentu. Hak yang sama di bidang pendidikan misalnya. bermasyarakat. Oleh karena itu. 2 . berbangsa dan bernegara maupun dalam kegiatan pembangunan di hanya menjadi kewajiban suami (pria). kewajiban yang sama umpamanya seorang istri samasama berkewajiban untuk mencari nafkah dengan suaminya dalam upaya memenuhi beragam kebutuhan rumah tangga. menikmati hasil bagian integral dari pembangunan nasional. memantau dan melaksanakan. Kemitrasejajaran yang menomorduakan pendidikan harmonis antara pria dengan wanita adalah suatu kondisi hubungan wanita. Dalam hal persamaan semata-mata menjadi tugas istri kedudukan. Akhirnya berkaitan dengan persamaan kesempatan dapat diambil contoh. Dalam kedudukan sebagai subjek pembangunan. persamaan dan kewajiban kesempatan. apalagi jika anak wanita mempunyai kemampuan. mempunyai arti penting dalam upaya untuk pembangunan. 1998). pria dan wanita peningkatan peranan wanita dalam pembangunan gender sebagai yang berwawasan mempunyai peranan yang sama dalam merencanakan. Tentu tidaklah adil jika dalam era global ini bagi mewujudkan kemitrasejajaran yang harmonis antara pria dengan wanita atau mewujudkan gender kesetaraan dalam dan keadilan berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. Pria dan wanita kedudukan. apabila ada dua orang subjek atau pelaku pembangunan. begitu juga kewajiban melakukan pekerjaan urusan rumah tangga tidak segala bidang (Kantor Menteri Negara Peranan Wanita. baik dalam kehidupan berkeluarga. Mencari nafkah tidak lagi kecerdasan atau kedudukan dan peranan yang dinamis antara pria dengan wanita. Selanjutnya. mempunyai hak.

bahwa menurut kondisi normatif. kiranya pemikiran menarik untuk berstatus sebagai ibu rumah tangga dan melaksanakan pekerjaan urusan rumah tangga. bagaimana peranan (hak dan kewajiban) pembangunan wanita yang dalam berwawasan gender. menciptakan status dan peranan pria di sektor publik yakni sebagai kepala keluarga atau rumah tangga dan pencari nafkah. Wanita tidak dapat dinomorduakan semata-mata karena dia seorang wanita. keduanya mempunyai kesempatan yang sama untuk mengisi lowongan sebagai disebabkan oleh norma sosial dan nilai sosial budaya yang masih berlaku di masyarakat. pria dan wanita yang biasanya wanita (istri) mengikuti pria (suami) atau tinggal di pihak kerabat suami. yakni status dan peranan mempunyai status atau kedudukan dan peranan (hak dan kewajiban) yang 3 .Pegawai Negeri Sipil Pemerintah sama. akan tetapi menurut kondisi objektif. di antaranya di satu pihak. menciptakan status dan peranan wanita di sektor domestik yakni Kepala Biro. dalam sistem kekerabatan patrilineal. sedangkan di lain pihak. dalam upaya mewujudkan kemitrasejajaran yang harmonis antara pria dengan wanita dalam berbagai bidang kehidupan dan pembangunan? oleh White dan Hastuti (1980). Dikemukakan dibahas. Berdasarkan tersebut. Pandangan bahwa pemimpin itu harus seorang pria merupakan pandangan yang keliru dan perlu ditinggalkan. wanita mengalami Provinsi. yakni seorang pria dan seorang wanita yang sama-sama ketertinggalan yang lebih besar dari pada pria dalam berbagai bidang kehidupan Kondisi dan objektif ini pembangunan. merupakan salah satu faktor yang secara relatif cendrung mempengaruhi status dan peranan wanita. Norma sosial dan nilai sosial budaya tersebut. ada adat dalam perkawinan (pernikahan) Status dan Peranan Wanita Dari uraian tersebut dengan jelas dapat ditangkap. tidak lain memenuhi syarat dan mempunyai kemampuan yang sama.

maka pengertian seks dan kodrat dahulu. pertahanan dan keamanan menjadi terbatas. Pembahasan mengenai gender. Seks. terlebih dahulu perlu dibahas tentang konsep gender. Menurut Blood dan Walfe (1960) sumber daya pribadi bisa berupa: pendidikan. Selain itu. tidak hanya oleh wanita sendiri tetapi juga oleh pria atau seluruh lapisan masyarakat. menjadi pemilik tanah dan kekayaan yang lain melalui hak waris. wanita tidak bisa berwawasan gender. kodrat dan gender mempunyai kaitan yang erat. perlu pemahaman dan penghayatan yang baik tentang peranan wanita dalam pembangunan yang 4 . status dan peranan wanita menjadi lebih lemah dibandingkan dengan pria. ekonomi. Sejak lahir sampai perlu dijelaskan terlebih budaya. maka akses wanita terhadap sumber daya di bidang politik. Hal itu juga menyebabkan sumber daya Konsep Gender Untuk tentang dapat memahami dalam peranan wanita pribadi (khususnya yang menyangkut tanah. kaitannya dengan peranan pria dan wanita di masyarakat. Untuk memperkecil keadaan yang merugikan wanita itu. tetapi mempunyai Dalam pengertian yang berbeda. uang atau material) yang dapat disumbangkan oleh wanita ke dalam perkawinan atau rumah tangga mereka menjadi sangat terbatas. sehingga status dan peranan wanita menjadi lebih lemah dari pada pria. hal itu dan Untuk menghindari untuk kita mempertajam konsep pemahaman tentang gender. tidak terlepas dari seks dan kodrat. sosial disalahartikan. keterampilan. Akibatnya. tanah dan lain-lain. uang atau material.wanita menjadi lebih rendah dari pada pria. Akibat masih berlakunya pembangunan yang berwawasan gender. Istilah seks dapat diartikan kelamin secara biologis. pengertian dari ketiga konsep itu sering berbagai norma sosial dan nilai sosial budaya tersebut di masyarakat. agar kita berangkat dari pengertian yang sama. yakni alat kelamin pria (penis) dan alat kelamin wanita (vagina).

Kodrat adalah sifat bawaan biologis sebagai anugerah Tuhan prinsipnya memfokuskan antara pria dengan wanita. peran ekonomi. 5 . teknologi. peran kodrati: Wanita (1) pembagian peranan antara pria dengan wanita dapat berbeda di antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lainnya sesuai dengan lingkungan. dikenal dengan sebutan lima M. Konsekuensi dari dengan norma sosial dan nilai sosial budaya bersangkutan. peran jender dapat ditukarkan antara pria dengan wanita (Agung Aryani. 2002 dan Tim Pusat Studi Wanita Universitas Udayana. berarti. konsep perbedaan Pada gender peranan Jenis kelamin itu tidak dapat ditukarkan antara pria dengan wanita. Peran gender juga dapat berubah dari masa ke masa. diberikan menstruasi. dan lain-lain. diberikan peran peran sosial yang tidak ditentukan oleh perbedaan kelamin seperti halnya peran kodrati. (3) melahirkan. 2002 dan Agung Aryani. Hal itu (2) mengandung. untuk berganti jenis Gender “gender” diartikan berasal dari kata yang (bahasa sebagai Inggris) jenis kelamin. 2002). (4) menyusui dengan air susu ibu dan (5) menopause. kodrati wanita dengan pria berkaitan erat dengan jenis kelamin dalam artian ini (Arjani. masyarakat yang Peran gender adalah anugerah itu. pria akan tetap berjenis kelamin pria dan wanita akan tetap berjenis kelamin wanita (kecuali dioperasi kelamin). yang dibentuk oleh masyarakat sesuai Yang Mahaesa. manusia yang berjenis kelamin wanita. karena pengaruh kemajuan : pendidikan. Namun jenis kelamin di sini bukan seks secara biologis. melainkan sosial budaya dan psikologis. Sedangkan pria diberikan peran kodrati membuahi sel telur wanita dikenal dengan sebutan satu M. 2003). Jadi. Oleh karena itu. kodrati yang berbeda dengan manusia yang berjenis kelamin pria. yang tidak dapat berubah sepanjang masa dan tidak dapat ditukarkan yang melekat pada pria dan wanita.meninggal dunia.

tetapi sekarang wanita menyetir mobil sudah dianggap hal yang biasa. menyetir mobil hanya dianggap pantas dilakukan oleh pria. Pada masa lalu. halus atau lembut. pada masa silam. emosional dan lain- 6 . berarti hubungan keluarga dengan garis pria (ayah) lebih penting atau diutamakan dari pada Contoh lain. Masyarakat Bali menganut sistem kekerabatan patrilineal. Contoh lain. Masyarakat Jawa sistem bilateral. mencangkul. Contoh peran gender yang dapat ditukarkan antara pria dengan wanita sebagai berikut. mencuci pakaian dan lain-lain. jika wanita ke luar rumah sendiri (tanpa ada yang menemani) apalagi pada hubungan keluarga dengan garis wanita (ibu). Masyarakat menganut matrilineal. hubungan keluarga dengan garis wanita (ibu). Sumatera Barat sistem berarti kekerabatan hubungan waktu malam hari. kekerabatan parental/ berarti hubungan keluarga dengan garis pria (ayah) sama pentingnya dengan menyembelih ayam dan lain-lain yang biasa dilakukan oleh pria (ayah) dapat digantikan oleh wanita (ibu). menganut dengan anak. Dikemukakan oleh Bemmelen (2002). yang disebabkan oleh perbedaan norma sosial dan nilai sosial budaya. masyarakat yang lain sebagai berikut. dianggap tidak pantas. beberapa ciri gender yang dilekatkan oleh masyarakat pada pria dan wanita sebagai berikut.Contoh peran gender berbeda antara satu masyarakat dengan Contoh peran gender berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan jaman sebagai berikut. (1). Mengasuh keluarga dengan garis wanita (ibu) lebih penting dari pada hubungan keluarga garis pria (ayah). (3). yang biasanya dilakukan oleh wanita (ibu) dapat digantikan oleh pria (ayah). Jadi status dan peran pria dan wanita berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. (2). tetapi sekarang sudah dianggap hal yang biasa. Perempuan memiliki ciri-ciri: lemah.

5. baik untuk dikonsumsi maupun untuk diperdagangkan.lain. dikenal ada tiga jenis peran gender sebagai berikut. tetapi dinamis (dapat berubah atau diubah. Namun dalam kenyataannya ada Dengan kata-kata lain. 3. pencangkul lahan. Sedangkan pria memiliki ciri- pencangkul lahan dan lain-lain. pilot. pramugari. kasar. 4. kasar dan rasional. (1). panen padi. (2). Peran reproduktif ini disebut juga peran di sektor domestik. dan ada pula wanita sebagai pencari nafkah utama dalam rumah tangga mereka. tenaga kerja domestik (urusan rumah tangga). kepala keluarga/ rumah tangga. Peran produktif adalah peran yang dilakukan menyangkut oleh seseorang. lembut dan emosional. 2. bukan pewaris. peran gender tidak statis. 2. yang pekerjaan menghasilkan barang dan jasa. Beberapa status dan peran yang dicap cocok atau pantas oleh masyarakat untuk pria dan wanita sebagai berikut. sebaliknya ada pula pria yang lemah. Pria: 1. Peran ini sering pula disebut dengan peran di sektor publik. ciri: kuat. 7 . Perempuan: 1. ada pria yang mengambil pekerjaan urusan rumah tangga. 3. membersihkan rumah. ibu rumah tangga. sebagai pilot. Berkaitan dengan gender. menyetrika. Dalam kenyataannya. rasional dan lain-lain. wanita yang kuat. mencuci pakaian dan alat-alat rumah tangga. pewaris. 5. dan lainlain. 4. tenaga kerja publik (pencari nafkah). seperti mengasuh anak. memasak. sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi). Peran reproduktif adalah peran yang dijalankan oleh seseorang untuk kegiatan yang berkaitan dengan daya pemeliharaan manusia dan sumber pekerjaan urusan rumah tangga.

Berdasarkan uraian di atas. Mengasuh anak. seperti gotong-royong dalam beragam menyangkut (Kantor 6. sedangkan peran gender bersifat dinamis. berarti peranan wanita dalam pembangunan 8 . 1998 dan Tim Pusat Studi Wanita Universitas Udayana. Peran sosial adalah peran yang dilaksanakan oleh seseorang 3.(3). Mencuci pakaian dan alat-alat rumah tangga untuk berpartisipasi di dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. di bidang budaya politik. peranan berikut wanita pembangunan gender. Tolong-menolong antar tetangga dan gotong-royong dalam menyelesaikan pekerjaan kepentingan yang menyelesaikan pekerjaan milik bersama. Menstruasi pembangunan kewajiban yang dijalankan wanita pada status atau kedudukan tertentu dalam pembangunan. 2003). 5. 2. baik di dalam keluarga maupun di dalam masyarakat. Mencari nafkah. Memasak. Menteri Negara Peranan Wanita. Membuahi sel telur wanita Peran Gender 1. bersama. 4. gender. Menyusui dengan air susu ibu 5. Menopause sosial pembangunan di bidang pertahanan dan keamanan. Peranan yang berwawasan dalam dan oleh wanita adalah hak Peran Kodrati Wanita: 1. Dan lain-lain. baik pembangunan ekonomi. Hal ini dapat dicontohkan sebagai berikut. Mengandung 3. Melahirkan 4. maupun 2. dapat disimpulkan bahwa peran Peranan Pembangunan Setelah pemahaman konsep dibahas kita yang mempunyai sama tentang ini akan dalam Wanita dalam kodrati bersifat statis. Pria: 6. Peranan wanita dalam pembangunan yang berwawasan gender.

saling peduli dan saling pengertian antara pria dengan wanita. jika wanita bergerak di sektor publik dirasakan banyak ketimpangan. swasta. mencakup peran produktif. dapat berubah atau diubah sesuai dengan perkembangan keadaan. namun masih mengalami hambatan. meskipun ada pula ketimpangan gender yang dialami oleh pria. Dengan demikian. pembangunan atau yang sesungguhnya sudah lama dilakukan oleh berbagai pihak. Usaha-usaha untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender dibahas di depan. Untuk mewujudkan masyarakat khususnya kaum wanita. Terutama. Pembangunan Nasional. saling membantu. perlu didukung oleh perilaku saling Pengarusutamaan menghargai atau saling menghormati. Kesetaraan dan keadilan gender masih sulit untuk dinikmati oleh seluruh lapisan berperspektif untuk dimaksudkan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender atau kemitrasejajaran yang harmonis antara pria dengan wanita di dalam pembangunan. Strategi ini tertuang di dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. tentang perlu adanya strategi yang tepat yang dapat menjangkau ke seluruh instansi pemerintah.sesuai dengan konsep gender atau peran gender sebagaimana telah saling membutuhkan. tidak ada pihakpihak (pria atau wanita) yang merasa dirugikan dan pembangunan akan menjadi lebih sukses. Mengupayakan peranan wanita dalam berwawasan gender. berasal dari bahasa Inggris gender mainstreaming. 9 . dalam proses pembangunan kenyataannya wanita sebagai sumber daya insani masih mendapat perbedaan perlakuan (diskriminasi). masyarakat kota. Oleh karena itu pemerintah telah mengambil kebijakan. Strategi itu dikenal dengan istilah pengarusutamaan gender. dapat ditukarkan antara pria dengan wanita dan bisa berbeda lintas budaya. peran reproduktif dan peran sosial yang sifatnya dinamis. Dinamis dalam arti. 9 tahun 2000 Gender tentang dalam kemitrasejajaran yang harmonis antara pria dengan wanita tersebut. Karena. masyarakat desa dan sebagainya.

Dengan program barulah akan memberikan hasil secara lebih memuaskan. Dari uraian di atas dapat diketahui. organisasi pembangunan yang akan dilaksanakan akan menjadi lebih sensitif atau responsif gender. dan pelaksanaan. strategi itu juga. pelaksanaan. gender dapat yang sama di keagamaan dan lain-lain sampai pada unit yang terkecil yaitu keluarga.Dengan pengrusutamaan pembangunan nasional yang gender itu. swasta seperti organisasi profesi. organisasi sosial. maka dapat dipastikan bahwa kesehatan yang baik dapat dinikmati oleh baik laki-laki Begitu maupun juga diartikan sebagai suatu upaya yang dibangun kebijakan untuk gender mengintegrasikan dalam program perempuan. jika dilaksanakan oleh seluruh kalangan masyarakat. bahwa ruang gender lingkup meliputi gender. pemantauan (monitoring) dan evaluasi. pembangunan mulai dari perencanaan. mulai dari yang tergabung dalam lembaga pemerintah. 2003). evaluasinya pemantauannya sudah dan berwawasan gender. pemerintah dapat bekerja secara lebih efisien dan efektif dalam memproduksi kebijakan-kebijakan berperspektif gender (Tim Pusat Studi Wanita Universitas Udayana. di bidang kalau kesehatan perencanaannya. Secara pengarusutamaan operasional. pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program yakni perencanaan. pembangunan di bidang-bidang yang lainnya. terselenggaranya pengarusutamaan empat hal. Pengarusutamaan bertujuan untuk perencanaan. pelaksanaannya atau pelayanannya. Hal ini pada gilirannya akan mampu menegakkan hak-hak dan kewajiban-kewajiban pria dan wanita atas kesempatan yang sama. baik pria maupun wanita. pelaksanaan. pemantauan 10 . Pengarusutamaan gender publik yang adil dan responsif gender kepada seluruh lapisan masyarakat. organisasi politik. pengakuan yang sama dan penghargaan masyarakat. Dalam pembangunan misalnya.

berbangsa dan kontrol. Dalam pelaksanaannya. 2002. I Gusti Ayu. pembangunan gender. Apakah akses yang diterima oleh pria dan wanita juga akan setara dan adil. yang berwawasan dimaksudkan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di dalam berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. Denpasar. bernegara. Hal ini perlu didukung oleh perilaku saling menghargai atau menghormati. Mengenal Konsep Gender (Permasalahan dan Implementasinya dalam Pendidikan). Penutup Demikianlah secara garis besar tentang peranan wanita dalam Pengarusutamaan gender merupakan strategi yang tepat untuk mempercepat terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender tersebut. akses. manfaat kehidupan bermasyarakat. Pusat Studi Wanita Universitas Udayana. pembangunan.evaluasi. Apakah manfaat yang langsung dalam Mengupayakan peranan wanita pembangunan gender. 2002. masyarakat. saling peduli dan saling membutuhkan antara pria dengan wanita. 10 halaman. masing-masing kesempatan dalam baik dalam mempertimbangkan yaitu peran. Ni Luh. Masyarakat juga harus melihat pria dan wanita sebagai warga negara dan sumber daya insani yang sama-sama 11 . hal itu empat harus aspek. 10 halaman. apakah dalam hal tersebut sudah mempertimbangkan bahwa peran pria dan wanita sudah setara dan adil. Akhirnya. apakah pria dan wanita mempunyai kesempatan yang sama dalam melakukan kontrol dan pengambilan keputusan. agar mereka tidak melihat pria dan wanita dari kaca mata biologis (peran kodrati) saja. berkeluarga. dirasakan oleh pria dan wanita sudah setara dan adil. saling pengertian. Arjani. keempat Artinya. dan mempunyai kedudukan dan proses hak. saling membantu. Gender dan Permasalahannya. dipahami yang berwawasan Hal ini sangat penting oleh seluruh lapisan Daftar Pustaka Agung Aryani. kewajiban.

New York. Lembaga Penelitian Sosiologi Pedesaan IPB dan UUKEF Bogor. The Free Press. Blood. 2003. 1998. D. Jakarta. Modul Pelatihan Analisis Gender.M. 13 halaman. 1980. Semiloka Pengarusutamaan Gender Bagi Para Perencana di Lingkungan Pendidikan Nasional Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. E. 1960. Jr. B. Pola Pengambilan Keputusan di Tingkat Rumah Tangga dan Masyarakat (Studi Kasus di Dua Desa di Jawa Barat). Bogor. White. 45 halaman. The Dynamics of Married Living. Gender dan Permasalahannya. Denpasar. Kantor Menteri Negara Peranan Wanita. Tim Pusat Studi Wanita Universitas Udayana. 9 halaman. and Wolfe. 2002. Konsep Gender dan Pengarusutamaan Gender. R O. L. Studi Dinamika Pedesaan SAE. Materi Sosialisasi Gender dan Pengarusutamaan Gender untuk Toga dan Toma di Provinsi Bali. Kantor Menteri Negara Peranan Wanita. 36 halaman. Kerja sama Antar Menteri Urusan Peranan Wanita. dan Hastuti. Isu Gender di Bidang Pendidikan. 9 halaman.Bammelan. Sita Van. Husban and Wives. 12 .