P. 1
Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi

Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi

|Views: 2,267|Likes:
Published by Fitri Arifatul
Dalam sebuah puisi, ada tiga jenis intonasi antara lain sebagai berikut :
1. Tekanan dinamik yaitu tekanan pada kata- kata yang dianggap penting.
2. Tekanan nada yaitu tekanan tinggi rendahnya suara. Misalnya suara tinggi menggambarkan keriangan, marah, takjud, dan sebagainya. Suara rendah mengungkapkan kesedihan, pasrah, ragu, putus asa dan sebagainya.
3. Tekanan tempo yaitu cepat lambat pengucapan suku kata atau kata.
Dalam sebuah puisi, ada tiga jenis intonasi antara lain sebagai berikut :
1. Tekanan dinamik yaitu tekanan pada kata- kata yang dianggap penting.
2. Tekanan nada yaitu tekanan tinggi rendahnya suara. Misalnya suara tinggi menggambarkan keriangan, marah, takjud, dan sebagainya. Suara rendah mengungkapkan kesedihan, pasrah, ragu, putus asa dan sebagainya.
3. Tekanan tempo yaitu cepat lambat pengucapan suku kata atau kata.

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Fitri Arifatul on May 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

04/21/2014

$0.99

USD

pdf

text

original

Hal-hal Membaca Puisi

Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi sebagai berikut:

Ketepatan ekspresi/mimik

Ekpresi adalah pernyataan perasaan hasil penjiwaan puisi. Mimik adalah gerak air muka.
 

Kinesik yaitu gerak anggota tubuh. Kejelasan artikulasi

Artikulasi yaitu ketepatan dalam melafalkan kata- kata.
  

Timbre yaitu warna bunyi suara (bawaan) yang dimilikinya. Irama puisi artinya panjang pendek, keras lembut, tinggi rendahnya suara. Intonasi atau lagu suara

Dalam sebuah puisi, ada tiga jenis intonasi antara lain sebagai berikut : 1. Tekanan dinamik yaitu tekanan pada kata- kata yang dianggap penting. 2. Tekanan nada yaitu tekanan tinggi rendahnya suara. Misalnya suara tinggi menggambarkan keriangan, marah, takjud, dan sebagainya. Suara rendah mengungkapkan kesedihan, pasrah, ragu, putus asa dan sebagainya. 3. Tekanan tempo yaitu cepat lambat pengucapan suku kata atau kata.

[sunting] Unsur-unsur puisi
Unsur-unsur puisi meliputi struktur fisik dan struktur batin puisi

[sunting] Struktur Fisik Puisi
Struktur fisik puisi terdiri dari:

Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi katakata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi. Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata. Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil).

kelas sosial. persamaan awal. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. hingga paradoks. pengetahuan. dll. dan bentuk puisi saja. sajak penuh. mendikte. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. kedudukan dalam masyarakat. jenis kelamin. usia. baik di awal. litotes. persamaan akhir. dan pengetahuan. dll. agama. menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca. yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. sajak berselang. Bentuk intern pola bunyi (aliterasi. yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca . Ritma merupakan tinggi rendah. tengah. Rima sangat menonjol dalam pembacaan puisi. sajak berparuh. dan merasakan seperti apa yang dialami penyair. pengalaman. maka puisi harus bermakna. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis. Rima/Irama adalah persamaan bunyi pada puisi. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna. Pengulangan kata/ungkapan. artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. panjang pendek. Kata konkret. yaitu penggunaan bahasa yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. bumi. Gaya bahasa. dan sebagainya 3. baik makna tiap kata. keras lemahnya bunyi. media puisi adalah bahasa. tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan. Amanat/tujuan/maksud (itention). dengan nada sombong. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyairmemilih kata-kata. klimaks. personifikasi. Gaya bahasa disebut juga majas. Nada (tone). baris. Rima mencakup: 1. misal /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi Sutadji C. tempat hidup. yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. pengalaman sosiologis dan psikologis. dll. medengar. gaya bahasa. antiklimaks. asonansi. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair. rima. sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor. alusio. dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya. maupun makna keseluruhan. bait. 2.B. Misalnya kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta.). ironi. repetisi. dan akhir baris puisi. pars pro toto. misalnya latar belakang pendidikan. eufemisme. menganggap bodoh dan rendah pembaca. totem pro parte. kehampaan hidup. [sunting] Struktur Batin Puisi Struktur batin puisi terdiri dari     Tema/makna (sense). bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah. repetisi bunyi [kata]. pleonasme.   Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat. simile. Rasa (feeling). Onomatope (tiruan terhadap bunyi. yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. anafora. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui. antitesis.. satire. sinekdoke. kehidupan.

tiap bait 4 baris. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak. Aturan. puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru [sunting] Puisi Lama Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Contoh: Assalammu‟alaikum putri satulung besar Yang beralun berilir simayang Mari kecil.aturan itu antara lain :      Jumlah kata dalam 1 baris Jumlah baris dalam 1 bait Persajakan (rima) Banyak suku kata tiap baris Irama Ciri puisi lama:    Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya. Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait. 2 baris berikutnya sebagai isi. jadi merupakan sastra lisan. Contoh: Kalau ada jarum patah Jangan dimasukkan ke dalam peti Kalau ada kataku yang salah Jangan dimasukkan ke dalam hati . Jenis-jenis puisi lama  Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib. jumlah suku kata maupun rima. agama/nasihat.[sunting] Jenis-Jenis Puisi Menurut zamannya. Disampaikan lewat mulut ke mulut. muda-mudi. 2 baris awal sebagai sampiran. tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata. jenaka. teka-teki. kemari Aku menyanggul rambutmu Aku membawa sadap gading Akan membasuh mukamu  Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b.

ataupun 10 baris. Contoh: Lurus jalan ke Payakumbuh. Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek. berisi nasihat. Contoh: Dahulu parang sekarang besi (a) Dahulu sayang sekarang benci (a)  Seloka adalah pantun berkait. Contoh: Kurang pikir kurang siasat (a) Tentu dirimu akan tersesat (a) Barangsiapa tinggalkan sembahyang (b) Bagai rumah tiada bertiang (b) Jika suami tiada berhati lurus (c) Istri pun kelak menjadi kurus (c)  Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris. berisi nasihat atau cerita. 8. Contoh: Kalau anak pergi ke pekan Yu beli belanak pun beli sampiran Ikan panjang beli dahulu Kalau anak pergi berjalan Ibu cari sanak pun cari isi . Contoh: Pada zaman dahulu kala (a) Tersebutlah sebuah cerita (a) Sebuah negeri yang aman sentosa (a) Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)  Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6. bersajak a-a-aa. bersajak a-a-a-a. Kayu jati bertimbal jalan Di mana hati tak kan rusuh. Ibu mati bapak berjalan  Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris.

berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru. Sebagian besar puisi empat seuntai. Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan. puisi dibedakan atas :   Balada adalah puisi berisi kisah/cerita. Jenis-jenis Puisi Baru Menurut isinya. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Contoh: Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Balada Matinya Seorang Pemberontak”. tanah air. Contoh: Bahkan batu-batu yang keras dan bisu Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri Menggeliat derita pada lekuk dan liku bawah sayatan khianat dan dusta. Tuhan. Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu menitikkan darah dari tangan dan kaki dari mahkota duri dan membulan paku Yang dikarati oleh dosa manusia. Mempunyai persajakan akhir (yang teratur). simetris. Tanpa luka-luka yang lebar terbuka dunia kehilangan sumber kasih Besarlah mereka yang dalam nestapa mengenal-Mu tersalib di datam hati. (Saini S. Ciri-cirinya adalah lagu pujian untuk menghormati seorang dewa. Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya. atau almamater (Pemandu di Dunia Sastra). Tuhan) yang bernapaskan ketuhanan. Sekarang ini. pahlawan. tanah air.Induk semang cari dahulu [sunting] Puisi Baru Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris. Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis) Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata. Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain. maupun rima. atau pahlawan. Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan.K) . pengertian himne menjadi berkembang. dewa. seorang pahlawan. suku kata. Ciri-ciri Puisi Baru:       Bentuknya rapi. masingmasing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b.

ke tempat berjuang Generasi sekarang di panjang masa Menciptakan kemegahan baru Pantun keindahan Indonesia Yang jadi kenang-kenangan Pada zaman dalam dunia (Asmara Hadi)  Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup. Epigram berasal dari Bahasa Yunani epigramma yang berarti unsur pengajaran. membahas sesuatu yang mulia. merekalah yang di depan Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas. Kapal. rumah tua. Berisi sajak atau lagu yang mengungkapkan rasa duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu. bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum. ikhtibar.  Contoh: Senja di Pelabuhan Kecil Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang. pada cerita tiang serta temali. Berasal dari bahasa Perancis Romantique yang berarti keindahan perasaan. desir hari lari berenang . Nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya ketat). nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman. (Iqbal)  Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih. ada teladan. dan dari sana Mandang ke bawah. bernada anggun. persoalan kasih sayang. Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. serta kasih mesra Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan. didaktik. terutama karena kematian/kepergian seseorang. Contoh: Generasi Sekarang Di atas puncak gunung fantasi Berdiri aku. rindu dendam. Contoh: Hari ini tak ada tempat berdiri Sikap lamban berarti mati Siapa yang bergerak. Ada juga kelepak elang menyinggung muram.

masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat. sedu penghabisan bisa terdekap (Chairil Anwar)  Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan. Berjalan menyisir semenanjung. Aku sendiri.menemu bujuk pangkal akanan. yang bersajak tentang anggur dan rembulan. rasuah. Contoh: Berkali kita gagal Ulangi lagi dan cari akal Berkali-kali kita jatuh Kembali berdiri jangan mengeluh (Or. kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena. zalim etc) Contoh: Aku bertanya tetapi pertanyaan-pertanyaanku membentur jidat penyair-penyair salon. (WS Rendra) Sedangkan macam-macam puisi baru dilihat dari bentuknya antara lain:  Distikon. Tiada lagi. puisi yang tiap baitnya terdiri atas tiga baris (puisi tiga seuntai). tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura. sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya. termangu-mangu dl kaki dewi kesenian. adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas dua baris (puisi dua seuntai). Berasal dari bahasa Latin Satura yang berarti sindiran. Mandank)  Terzina. Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak. Contoh: Dalam ribaan bahagia datang Tersenyum bagai kencana Mengharum bagai cendana Dalam bah‟gia cinta tiba melayang Bersinar bagai matahari Mewarna bagaikan sari .

Contoh : Mendatang-datang jua Kenangan masa lampau Menghilang muncul jua Yang dulu sinau silau Membayang rupa jua Adi kanda lama lalu Membuat hati jua Layu lipu rindu-sendu (A. puisi yang tiap baitnya terdiri atas empat baris (puisi empat seuntai).(Sanusi Pane)  Kuatrain. Contoh: Merindu Bagia Jika hari‟lah tengah malam Angin berhenti dari bernapas Sukma jiwaku rasa tenggelam Dalam laut tidak terwatas Menangis hati diiris sedih (Ipih) . adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas lima baris (puisi lima seuntai). Hanya Kepada Tuan Satu-satu perasaan Hanya dapat saya katakan Kepada tuan Yang pernah merasakan Satu-satu kegelisahan Yang saya serahkan Hanya dapat saya kisahkan Kepada tuan Yang pernah diresah gelisahkan Satu-satu kenyataan Yang bisa dirasakan Hanya dapat saya nyatakan Kepada tuan Yang enggan menerima kenyataan (Or. Daeng Myala)  Kuint. Mandank)  Sektet. adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas enam baris (puisi enam seuntai).M.

adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas delapan baris (double kutrain atau puisi delapan seuntai). tetapi lebih mempunyai kebebasan dalam segi isi maupun rimanya. Yang menjadi pegangan adalah jumlah barisnya (empat belas baris). Soneta berasal dari kata sonneto (Bahasa Italia) perubahan dari kata sono yang berarti suara. Di Indonesia. Bentuk soneta Indonesia tidak lagi tunduk pada syarat-syarat soneta Italia atau Inggris. Contoh: Indonesia Tumpah Darahku Duduk di pantai tanah yang permai Tempat gelombang pecah berderai Berbuih putih di pasir terderai Tampaklah pulau di lautan hijau Gunung gemunung bagus rupanya Ditimpah air mulia tampaknya Tumpah darahku Indonesia namanya (Mohammad Yamin)  Oktaf/Stanza. lupa di diri Bertambah halus akhirnya seri Dan bentuk menjadi hilang Dalam langit biru gemilang Demikian jiwaku lenyap sekarang Dalam kehidupan teguh tenang (Sanusi Pane)  Soneta. Septime. Jadi soneta adalah puisi yang bersuara. adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tujuh baris (tujuh seuntai). dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris. soneta masuk dari negeri Belanda diperkenalkan oleh Muhammad Yamin dan Roestam Effendi. karena itulah mereka berdualah yang dianggap sebagai ”Pelopor/Bapak Soneta Indonesia”. Contoh: Gembala Perasaan siapa ta „kan nyala ( a ) Melihat anak berelagu dendang ( b ) Seorang saja di tengah padang ( b ) . serasa berangan Bertambah lama. adalah puisi yang terdiri atas empat belas baris yang terbagi menjadi dua. Contoh: Awan Awan datang melayang perlahan Serasa bermimpi.

irama.Tiada berbaju buka kepala ( a ) Beginilah nasib anak gembala ( a ) Berteduh di bawah kayu nan rindang ( b ) Semenjak pagi meninggalkan kandang ( b ) Pulang ke rumah di senja kala ( a ) Jauh sedikit sesayup sampai ( a ) Terdengar olehku bunyi serunai ( a ) Melagukan alam nan molek permai ( a ) Wahai gembala di segara hijau ( c ) Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau ( c ) Maulah aku menurutkan dikau ( c ) (Muhammad Yamin) [sunting] Puisi Kontemporer Kata kontemporer secara umum bermakna masa kini sesuai dengan perkembangan zaman atau selalu menyesuaikan dengan perkembangan keadaan zaman. gaya bahasa. dan O Amuk Kapak Ibrahim Sattah dengan kumpulan puisinya Hai Ti Hamid Jabbar dengan kumpulan puisinya Wajah Kita Puisi kontemporer dibedakan menjadi 3 yaitu  Puisi mantra adalah puisi yang mengambil sifat-sifat mantra. dan sebagainya dianggapnya tidak begitu penting lagi. Puisi kontemporer seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa. Mantra bukanlah sesuatu yang dihadirkan untuk dipahami melainkan sesuatu yang disajikan untuk menimbulkan akibat tertentu 2. Contoh: Shang Hai ping di atas pong pong di atas ping . ejekan. Selain itu. Tokoh-tokoh puisi kontemporer di Indonesia saat ini. Ciriciri mantra adalah: 1. puisi kontemporer dapat diartikan sebagai puisi yang lahir dalam kurun waktu terakhir. Mantra berfungsi sebagai penghubung manusia dengan dunia misteri 3. Mantra mengutamakan efek atau akibat berupa kemanjuran dan kemanjuran itu terletak pada perintah. Puisi kontemporer berusaha lari dari ikatan konvensional puisi iti sendiri. Pemakaian kata-kata simbolik atau lambing intuisi. yaitu sebagai berikut:    Sutardji Calzoum Bachri dengan tiga kumpulan puisinya O. Amuk. memakai kata-kata makin kasar. dan lain-lain. Sutardji Calzoum Bachri adalah orang yang pertama memperkenalkan puisi mantra dalam puisi kontemporer.

Mengutamakan unsur kelakar.ping ping bilang pong pong pong bilang ping mau pong? bilang ping mau mau bilang pong mau ping? bilang pong mau mau bilang ping ya pong ya ping ya ping ya pong tak ya pong tak ya ping ya tak ping ya tak pong sembilu jarakMu merancap nyaring (Sutardji Calzoum Bachri dalam O Amuk Kapak. 1974) 1. Kata-kata dalam puisi mbeling tidak perlu dipilih-pilih lagi. Dalam hal ini. Taufik Ismail menyebut puisi mbeling dengan puisi yang mengkritik puisi. lembar tersebut diberi nama "Puisi Mbeling". Aturan puisi yang dimaksud ialah ketentuan-ketentuan yang umum berlaku dalam puisi. rima. dan oleh pengasuhnya yaitu Remy Silado. Puisi ini muncul pertama kali dalam majalah Aktuil yang menyediakan lembar khusus untuk menampung sajak. pilihan kata dan tipografi untuk mencapai efek kelakar tanpa ada maksud lain yang disembunyikan (tersirat). irama. pengarang memanfaatkan semua unsur puisi berupa bunyi. Menyampaikan ejekan kepada para penyair yang bersikap sungguh-sungguh terhadap puisi. 2.  Puisi konkret adalah puisi yang disusun dengan mengutamakan bentuk grafis berupa tata wajah hingga menyerupai gambar tertentu. 1981)  Puisi mbeling adalah bentuk puisi yang tidak mengikuti aturan. Di dalam puisi konkret pada umumnya terdapat . Menyampaikan kritik sosial terutama terhadap sistem perekonomian dan pemerintahan. kejadian itu terlalu berlebih-lebihan (Yudhistira Ardi Nugraha dalam Sajak Sikat Gigi. Dasar puisi mbeling adalah main-main. Ciri-ciri puisi mbeling adalah: 1. Contoh: Sajak Sikat Gigi Seseorang lupa menggosok giginya sebelum tidur Di dalam tidur ia bermimpi Ada sikat gigi menggosok-gosok mulutnya supaya terbuka Ketika ia bangun pagi hari Sikat giginya tinggal sepotong Sepotong yang hilang itu agaknya Tersesat di dalam mimpinya dan tak bisa kembali Dan ia berpendapat bahwa. Puisi seperti ini tidak sepenuhnya menggunakan bahasa sebagai media.

Contoh: Doktorandus Tikus I selusin toga me nga nga seratus tikus berkampus diatasnya dosen dijerat profesor diracun kucing kawin dan bunting dengan predikat sangat memuaskan (F. meliputi pemenggalan atau perpindahan baris puisi untuk menuju baris berikutnya. 1983) Penyusunan puisi kontemporer sebagai puisi inkonvensional ternyata juga perlu memerhatikan beberapa unsur sebagai berikut:     Unsur bunyi. meliputi penempatan persamaan bunyi (rima) pada tempat-tempat tertentu untuk menghidupkan kesan dipadu dengan repetisi atau pengulangan-pengulangannya. meliputi penyusunan baris-baris puisi berisi kata atau suku kata yang disusun sesuai dengan gambar (pola) tertentu.lambang-lambang yang diwujudkan dengan benda dan/atau gambar-gambar sebagai ungkapan ekspresi penyairnya. Kelakar (parodi). Enjambemen. meliputi penambahan unsur hiburan ringan sebagai pelengkap penyajian puisi yang pekat dan penuh perenungan (kontemplatif) [sunting] Pranala Luar      Unsur-Unsur Puisi Rahasia Keindahan Puisi Bermain dengan Puisi Tempat untuk berbagi puisi dan kumpulan puisi terlengkap Kumpulan Puisi Bahasa Inggris atau Poetry Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai: Puisi . Tipografi.Rahardi dalam Soempah WTS.

Artikel bertopik sastra ini adalah sebuah rintisan. . Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->