P. 1
deskripsi-kegiatan

deskripsi-kegiatan

|Views: 67|Likes:
Published by aistop

More info:

Published by: aistop on May 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2013

pdf

text

original

Sections

  • 2.1.LINGKUP RENCANA KEGIATAN
  • 2.1.1.Status dan Lingkup Rencana Usaha / Kegiatan yang Akan Ditelaah
  • Status Studi AMDAL
  • Kesesuaian Lokasi Rencana Usaha/Kegiatan dengan Rencana Tata Ruang
  • Rencana Usaha / Kegiatan Penyebab Dampak
  • (1.) Rencana Jadwal Pelaksanaan Proyek
  • (2.) Rencana Penggunaan lahan
  • (3.) Rencana Produksi Kebun dan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit
  • (4.) Rencana Penggunaan Sumberdaya Air
  • (5.) Rencana Sistem Perjernihan Air
  • (6.) Rencana Penggunaan Energi
  • (7.) Rencana Pengolahan Limbah
  • 6)Rencana Tangki Timbun
  • 7) Rencana Umur Kegiatan
  • 8)Tahapan Rencana Kegiatan Penyebab Dampak
  • (1) Survei Lahan
  • (2)Pengadaan dan Pembebasan Lahan
  • (3)Rekrutmen Tenaga Kerja
  • (4) Mobilisasi Peralatan
  • AKendaraan / Alat Berat
  • BPeralatan Bengkel
  • CPeralatan Penunjang Lainnya
  • (1)Pembukaan Lahan
  • (3)Pembangunan Sarana dan Prasarana
  • b) Pembangunan Kantor dan Perumahan
  • c) Pembangunan Fasilitas Penunjang Lainnya
  • 4). Pembangunan PKS
  • c) Tahap Operasi
  • (1)Persemaian
  • (2)Penanaman
  • (3) Pemeliharaan
  • Bibit kelapa sawit
  • Perlindungan tanaman muda pada areal tanaman ulang
  • Eradikasi sumber penularan
  • (4) Pemanenan Kelapa Sawit
  • (5) Pengangkutan TBS dan CPO
  • (6) Pengolahan
  • 2.1.2.Alternatif-alternatif yang Akan Dikaji dalam AMDAL
  • a.Dasar Pemikiran dalam Mengkaji Alternatif
  • b.Prosedur untuk Memilih Alternatif
  • 2.2. Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal
  • 2.2.1.Komponen Lingkungan Fisik-Kimia
  • a.lklim
  • b.Kualitas Udara dan Kebisingan
  • 2)Kebisingan
  • c.Fisiografi dan Geologi
  • e.Hidrologi
  • f. Kualitas Air
  • 2.2.2.Komponen Lingkungan Biologi
  • a.Biologi Darat
  • 1)Flora Darat
  • 2)Fauna Darat
  • b.Biota Air
  • 2.2.3. Komponen Lingkungan Sosial
  • a.Demografi
  • b.Sosial Ekonomi
  • c.Sosial Budaya
  • d.Sikap dan Persepsi Masyarakat
  • 2.2.4. Komponen Lingkungan Kesehatan Masyarakat
  • a.Sanitasi Perumahan
  • b.Pembuangan Sampah dan Kotoran
  • c.Penyediaan Air Bersih
  • d.Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dan Pola Pencarian Pengobatan
  • e.Vektor Penyakit
  • f.Pola Penyakit
  • g.Resiko Pencemaran Lingkungan

PT.

YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

BAB II RUANG LINGKUP STUDI
2.1. LINGKUP RENCANA KEGIATAN

2.1.1. Status dan Lingkup Rencana Usaha / Kegiatan yang Akan Ditelaah Status Studi AMDAL PT. YYY merupakan perusahaan swasta nasional yang dikhususkan membidangi usaha perkebunan dan pengolahan kelapa sawit (Akte Pendirian pada Lampiran 1). Sebagai langkah awal dilakukan pembuatan studi kelayakan teknis dan ekonomis. Studi ini disamping akan dijadikan sebagai kelayakan teknis dalam kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, juga sebagai bahan penilaian dampak lingkungan rencana kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit yang akan dilaksanakan. Studi kelayakan teknis yang telah dilakukan menghasilkan bahwa secara teknis kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit di lahan rawa dengan batas koordinat seperti pada Tabel 2-1 layak dilakukan, dan secara ekonomis juga menguntungkan untuk diusahakan. Sehingga untuk mengetahui apakah juga layak secara lingkungan, maka akan dilakukan studi AMDAL. Pelaksanaan Amdal itu sendiri dilakukan secara berurutan, yaitu dimulai dengan penyusunan studi kelayakan teknis dan ekonomis terlebih dahulu yang disusun tahun 2006, kemudian dilanjutkan penyusunan Amdal dan diakhiri nantinya dengan kemungkinan modifikasi proyek dengan upaya pengelolaan. lahan, survei, dan lain-lain). Kesesuaian Lokasi Rencana Usaha/Kegiatan dengan Rencana Tata Ruang Secara administratif, rencana lokasi perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY terletak di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar. Untuk mencapai lokasi proyek dapat ditempuh melalui jalan darat dan sungai. Melalui jalan darat dari Kota Martapura ke arah timur, masuk jalan akses pengangkutan batubara di desa Pada saat studi ini dilakukan kegiatan masih pada tahap persiapan (perijinan, inventaisasi pemilik

RUANG LINGKUP STUDI (2-1)

PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

Surian kemudian menuju ke arah utara melalui jalan tanah yang telah diperkeras dengan laterite menyusuri saluran sekunder masuk ke Desa Alalak Padang atau ke Desa Makmur Karya dari arah selatan. Sedangkan melalui jalan sungai dari Kota Martapura dengan menggunakan perahu sampai ke Sungai Rangkas Tengah, dilanjutkan kearah Simpang Lima dan berbelok ke utara menuju daerah transmigran Jejangkit dengan waktu tempuh 1,5 jam. Untuk lebih jelasnya, lokasi rencana kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY disajikan pada Gambar 2.1. Selanjutnya titik-titik koordinat wilayah rencana perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY secara lebih rinci dapat dilihat dalam Tabel 2.1. Tabel 2-1. Koordinat Lokasi Perkebunan dan pabrik kelapa Sawit PT. YYY Lintang Selatan (LS) 03º01’05,4” 03º04’42,3” 03º08’19,2” 03º10’02,5” 03º11’09,1” 03º11’09,1” 03º07’46,2” 03º02’31,5”

Bujur Timur (BT) 114º49’54,6” 114º56’00,1” 114º53’51,8” 114º55’16,9” 114º52’48,6” 114º49’21,7” 114º49’52,6” 114º49’43,4”

Salah satu hal penting yang diperhatikan dalam penyusunan Amdal perkebunan ini adalah kesesuaian lokasi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dan Rencana Tata Ruang Kabupaten Banjar. Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 9 Tahun 2000 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dan Rencana Tata Ruang Kabupaten Banjar lokasi proyek termasuk dalam Kawasan Budidaya Tanaman Perkebunan Lahan Basah (KBTPLB). Hal ini menunjukan bahwa lahan rencana perkebunan PT.
RUANG LINGKUP STUDI (2-2)

PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

YYY tidak melanggar kaidah tata ruang yang ada baik di provinsi maupun kabupaten. Untuk lebih jelasnya, penetapan kawasan pembangunan lahan perkebunan PT. YYY dengan RTRW selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 2.2 dan Gambar 2.3. Sedangkan menurut Kepmenhut No. 453 selengkapnya dapat dilihat Gambar 2.4. Rencana Usaha / Kegiatan Penyebab Dampak Aspek penting yang dilingkup dalam proses studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY adalah sebagai berikut : (i) rencana kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit yang dibatasi pada komponen kegiatan yang diperkirakan menimbulkan dampak perubahan secara mendasar terhadap komponen lingkungan, (ii) komponen lingkungan hidup yang ditelaah, dimana dibatasi hanya pada komponen lingkungan yang mengalami perubahan secara mendasar akibat serangkaian kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, (iii) kegiatan lain yang ada di sekitar lokasi proyek. Lingkup kegiatan pada perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar mencakup penguraian tahapan kegiatan, metode perkebunan, dan pengolahan kelapa sawit yang dapat diuraikan sebagai berikut : (1.) Rencana Jadwal Pelaksanaan Proyek

Secara umum aktivitas perkebunan dan pengolahan kelapa sawit oleh PT. YYY dibedakan atas 3 (tiga) tahapan kegiatan, yakni tahap pra-konstruksi, konstruksi dan operasi. Ketiga tahapan kegiatan di atas terbagi kedalam 2 (dua) kegiatan utama yaitu perkebunan dan industri pengolahan kelapa sawit. pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan dan Tahap kegiatan pada pemanenan tanaman. sektor perkebunan kelapa sawit meliputi pembersihan lahan, pesemaian/pembibitan, Sedangkan tahap kegiatan pada sektor pengolahan kelapa sawit meliputi pengangkutan dan pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil, CPO) dan minyak inti sawit (kernel palm oil, PKO).

RUANG LINGKUP STUDI (2-3)

YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Gambar 2-1.PT. Peta Lokasi Proyek RUANG LINGKUP STUDI (2-4) .

Kesesuian tata ruang dengan RTRWP RUANG LINGKUP STUDI (2-5) . YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Gambar 2-2.PT.

PT. Kesesuaian dengan RTRW Kabupaten Banjar RUANG LINGKUP STUDI (2-6) . YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Gambar 2-3.

Status lahan menurut Kepmenhut No. 453 RUANG LINGKUP STUDI (2-7) . YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Gambar 2-4.PT.

Kegiatan A. serangkaian diskusi antara anggota tim. YYY 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 s/d 2034 X X X & X 3 4 C. Proses pelingkupan dilakukan melalui studi pendahuluan di lapangan. 1 2 B. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Pemilihan kegiatan yang menimbulkan dampak dan komponen lingkungan hidup yang terkena dampak ditetapkan melalui suatu proses pelingkupan (scoping).2. Tabel 2-2. 1 2 3 4 X X X X X X X X X X X X X X X X X X X . tokoh masyarakat dan/atau yang mewakili masyarakat yang terkena dampak) dan telaahan berbagai laporan studi sebelumnya yang relevan dengan rencana kegiatan proyek serta termasuk penjaringan lewat pengumuman di koran daerah (Lampiran 2).PT. Selengkapnya rencana jadwal pelaksanaan kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit disajikan pada Tabel 2. pejabat pemerintah. para pakar. hasil pertemuan dan konsultasi dengan berbagai pihak (pemrakarsa. 1 2 Prakonstruksi Pengadaan lahan Penerimaan Tenaga Kerja Konstruksi Pembukaan lahan Mobilisasi Peralatan Material Pembangunan Sarana Prasarana Pembangunan pabrik Operasi Pembibitan Penanaman Pemeliharaan Pemanenan RUANG LINGKUP STUDI (2-8) Jadwal rencana kegiatan perkebunan dan pabrik kelapa sawit PT.

3. Site plan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY (2007) (2.000 hektar. Tabel 2-3. YYY selengkapnya disajikan pada Tabel 2. YYY adalah seluas 15. sebagian besar akan digunakan sebagai kebun kelapa sawit yang diproyeksikan hingga mencapai 14.000 ha (20% dari luas inti) Dari areal tapak proyek perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. sedangkan rencana penggunaan lahan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT.350 hektar. dan pabrik 15 hektar serta pembangunan fasilitas umum (107 hektar).000 hektar. Rencana pemanfaatan lahan kebun PT. YYY Luas (ha) 14. YYY seluas 15. Penggunaan Lahan 1 Areal Tanaman 2 Jalan dan Saluran 3 Emplasemen 4 Pabrik 5 Penampungan Air Baku 6 IPAL 7 Fasilitas Umum Jumlah RUANG LINGKUP STUDI (2-9) .4.) Rencana Penggunaan lahan Berdasarkan izin lokasi yang dimiliki rencana luas tapak proyek perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY disajikan pada Gambar 2.350 420 108 15 2 5 100 15. selain itu juga digunakan untuk jalan dan saluran (420 hektar).PT. emplasemen (108 hektar). Dengan demikian luas plasma yang harus dikembangkan oleh perusahaan minimal 3. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 5 6 7 Pengolahan Pengangkutan Pengolahan Limbah X X X X X X X X X X X X X Sumber : PT.000 No.

PT. YYY RUANG LINGKUP STUDI (2-10) . Site plan kebun dan pabrik kelapa sawit PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Gambar 2-5.

YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT (3. dapat diperoleh sekitar 5..5 ton CPO dan 0. RUANG LINGKUP STUDI (2-11) .5%) : (25 hari x 20 jam) = 60.4.28 ton TBS/ha/tahun (Tabel 2. Berdasarkan perkiraan potensi produksi.350 ha x 20 ton TBS/ha x 10.PT.7. Kapasitas pabrik pengolahan kelapa sawit PT. seperti yang disajikan Tabel 2. maka untuk mengolah seluruh produksi TBS tersebut akan dibutuhkan pabrik dengan kapasitas minimal (14.) Rencana Produksi Kebun dan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Dari tapak proyek seluas 15. Tanaman kelapa sawit tenera unggul yang bersumber dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit dapat menghasilkan 23 . produksi TBS dari perkebunan kelapa sawit PT.27 ton TBS/jam (dalam hal ini PT.000 ha. 2001). YYY dengan kelas kesesuaian potensial untuk kelapa sawit yang termasuk S2 (cukup sesuai) dengan S3 (sesuai marjinal) diperkirakan produksi sebesar 20 . Dengan tingkat produktivitas yang demikian.5 . maka kapasitas pabrik dapat dihitung. YYY merencanakan kapasitas pabrik terpasang 80 TBS/jam). Pada pengelolaan kebun yang baik. Dengan perkiraan produksi ini maka bila luas tanaman kelapa sawit mencapai 14.5 ton minyak inti sawit/ha/tahun pada tingkat oil extraction rate (rendemen CPO) 23 – 26% dan kernel extraction rate (rendemen inti) 6. areal yang akan tertanam kelapa sawit diproyeksikan akan mencapai 14. Dengan asumsi tiga shift kerja perhari (20 jam kerja perhari) dengan 25 hari kerja perbulan serta kapasitas produksi maksimum yang disesuaikan dengan produksi bulanan diperhitungkan sebesar 10.25 ton TBS/ha/tahun.5%. YYY adalah 80 ton TBS/jam.5 – 8% (Asmono et al.5).000 ton TBS/tahun.350 ha akan dihasilkan produksi maksimal 260.350 ha serta areal pabrik pengolahan seluas 22 ha.

972 1 96.3 5 0 1 4.4 Jumlah (ton/ tahun) 5 6.65 5 1 3 .3 Rendemen Minyak (%) 2 3-2 6 2 3-2 5 2 3-2 5 2 3-2 6 2 3-2 5 2 3-2 6 2 3-2 6 2 3-2 6 Produksi Minyak Inti (ton/ ha.699 9./ thn.3 5 0 1 4.3 5 0 1 4.51 0.5 2 7 47.0 1 5 .5 1 7.2 02 1 2 .85 5 1 2 . YYY Tabel 2-5.2 95 84.) (ton/ ha./ thn.480 1 0.5 7.5-7.040 2 5 2 .2 5 5 7. Proyeksi produksi TBS kebun inti.6 1 8.772 1 1 .1 2 0 2 06.) (ton/ ha.62 0.1 2 0 2 1 8.54 0. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Tabel 2-4.61 6 8./ tahun) 9.2 6.003 3 5 .0-6.906 1 0.65 5 9.05 5 1 1 .9-7.4 5 5 1 3 .5 2 0 2 64 .85 5 1 2 .480 1 1 .4 7.600 2 2 9.896 2 2 1 .088 7.1 00 2 75 .660 1 2 1 .8 7.3 5 0 1 4.74 9 5 2 .45 5 1 4.1 68 5 0.4 1 4.3 5 0 1 4.1 00 2 3 7.893 63 .54 0.5 60 2 5 5 .089 5 8.56 0.5 3 3 5 8.85 3 5 4.62 1 Sungai Pancur 1 2 Sungai Pancur 2 3 Dolok Sinumbang 4 Bahjambi 5 Marihat 6 Avros 7 Le Me 8 Yangambi Sumber : Yan Fauzi et al./ thn.3 5 0 1 4.3 7 0 60.2 5 5 1 1 .5-7.5 2 0 2 75 .) 0.3 5.776 1 3 .2 86 5 0.3 5 0 1 4.45 5 1 0.4 1 7.) 6.9 7. CPO dan inti sawit di PT.3 5 0 1 4.776 1 3 .9 7.5 Produksi CPO Rata-rata (ton/ ha.6 1 7.2 1 4.) 40-55 65-85 65-85 65-85 60-70 60-80 55-70 60-75 32 30 31 32 31 30 36 39 2 5-2 8 2 4-2 7 2 4-2 7 2 2 -2 4 2 4-2 5 2 4-2 7 2 6-2 7 2 5-2 8 7.906 1 0.2 1 9. (2 005) RUANG LINGKUP STUDI (2-12) ./ ha.808 5 0.2 1 8.640 2 06.0 2 0.2 1 3 61 .640 Sumber : PT.7 5.6 7.3 2 8 1 73 .3 5 0 1 4.0 1 9.49 0.94 8 1 9.600 2 1 8.0 1 6.3 6.0 5.0 5.8-7.1 68 47.3 3 2 Tahun 2 01 0 2 01 1 2 01 2 2 01 3 2 01 4 2 01 5 2 01 6 2 01 7 2 01 8 2 01 9 2 02 0 2 02 1 2 02 2 2 02 3 2 02 4 2 02 5 2 02 6 2 02 7 2 02 8 2 02 9 2 03 0 Luas (ha.808 5 2 .1 00 2 69.03 5 40.05 5 7.1 00 2 5 3 .0-6.81 5 4.2 2 0. Karakter varietas unggul kelapa sawit No.0 1 5 .7 7.0 2 0.7 5 3 1 5 2 .85 5 8.3 5 0 Produktivitas (ton/ ha.7-6.0 2 0.3 5 0 1 4.2 3 3 6.62 8 1 2 .2 1 5 .0 1 2 ./ thn.2 -2 5 6.8 1 6.60 0.472 2 8.43 0 2 2 9. YYY Proyeksi produksi TBS Produksi Produksi CPO PKO (ton/ tahun) (ton/ tahun) 1 2 .5 2 7 2 . Varietas Kerapatan Tanaman (phn.05 5 1 1 .01 4 45 .3 3 2 1 0.7 2 9 5 8.65 5 1 3 .) 143 143 130 130 143 130 143 130 Kecepatan Potensi Produksi Potensi Produksi Potensi Hasil Pertumbuhan TBS TBS Rata-rata CPO (cm/ thn.) (ton/ ha.4 1 9.) 6./ thn.3 7 0 63 .845 1 1 .PT.

4 47 . Kebutuhan air untuk mengolah 1 ton TBS adalah 1.1 3 5 . Keperluan air untuk operasional kebun dan pengolahan kelapa sawit PT.5 6 4 8. Tabel 2-6. memerlukan air sebesar 950 m3/hari.PT. rumah tangga karyawan. dan PKS. sedangkan pengambilan air langsung dari Sungai Barito dengan jarak ± 7 km merupakan alternatif lain. Penyiraman tidak perlu dilakukan jika turun hujan pada hari tersebut Rumahtangga karyawan diperkirakan Kantor diperkirakan akan memerlukan air 25 dengan curah hujan minimum 8 mm.4 mm/hari (34. YYY disajikan pada Tabel 2.25 liter per polibag). YYY Sumber Air Sung a i Ba rito Sung a i Ba rito Sung a i Ba rito Sung a i Ba rito Sung a i Ba rito Sung a i Ba rito Sung a i Ba rito Sung a i Ba rito Sung a i Ba rito Jumla h (m / jam) 2 . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Uraian Pemakaian Air Kantor da n Peruma ha n Ka ryawan Pencucia n Pabrik Pressing Sta tion Hydrocylone/ Ripple Mile Vacum Injector Stea m Boiler Bearing Coller. antara lain untuk pembibitan.000 liter/ha/hari atau 2.6. Keperluan air untuk PKS dihitung berdasarkan kapasitas riil PKS. rata-rata kebutuhanan air di pembibitan setara dengan curah hujan 3.1 1 1 1 6. Menurut perhitungan teknis. Rencana penggunaan air untuk keperluan kegiatan perkebunan dan pabrik kelapa sawit PT. namun untuk perhitungan penggunaan air nantinya dihitung berdasarkan kapasitas maksimum PKS. Secara rinci penggunaan air untuk kegiatan perkebunan dan pabrik kelapa sawit PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT (4. Fa n Bea ring . sehingga pada saat kapasitas maksimum PKS mengolah produksi 80 ton TBS/jam dibutuhkan air sebanyak 80 m 3/jam atau 1. YYY rencananya akan dipenuhi dari sungai terdekat yang di perbesar kapasitasnya sehingga mampu menampung air dalam jumlah yang besar guna memenuhi kebutuhan PKS terutama pada saat musim kemarau. m3/hari.0 m3 (dengan rasio 1 : 1).1 3 No.) Rencana Penggunaan Sumberdaya Air Air digunakan untuk berbagai keperluan.600 m3/hari (setara 20 jam kerja mesin/hari). kantor. Under Furnace Turbo Alterna tor Clarifikasi Jumla h Peng g una an Air RUANG LINGKUP STUDI (2-13) . Kebutuhan air tersebut akan dipenuhi dari Sungai Barito dengan cara membuat waduk penampungan air baku seluas sekitar 2 ha yang dibuat di dekat bangunan pabrik.

Demineralisasi bertujuan untuk menghilangkan kandungan mineral di dalam air dengan jalan substitusi anion dan kation. Dalam proses ini kation yang digunakan adalah resin dengan prinsip kerja menjerap kation maupun anion yang terdapat dalam air sehingga air menjadi bebas ion. berupa silinder mendatar yang dilengkapi dengan pipa RUANG LINGKUP STUDI (2-14) . Pengolahan air untuk boiler dilakukan dengan proses demineralisasi dan cleaerasi. Proses ini selain akan menghasilkan air yang memenuhi persyaratan. Sedimen yang terangkat kemudian diangkut dengan menggunakan truk dan disebarkan pada daerah yang relatif rendah (cekungan). Secara periodik akan dilakukan pengangkatan sedimen agar kolam penampungan tetap dalam keadaan design yang diinginkan (kapasitas tetap). Tingkat pemberian koagulan ini tergantung pada kualitas air yang diambil dari sungai.PT. maka semakin besar pula dosis bahan kimia yang ditambahkan. Proses ini biasanya menggunakan deaerator. semakin rendah kualitas air yang diambil. Proses penjernihan air adalah sebagai berikut: 1) Air dari Sungai Barito dialirkan melalui pipa berdiameter 6 inci dan ditampung di kolam penampungan (clarifier tank). Pemberian koagulan ini dilakukan dengan cara menginjeksikan koagulan melalul pipa sebelum air sampai di clarifier tank.125 ppm dan soda ash 25 – 50 ppm. Untuk itu perlu dilakukan pemurnian air sehingga sesuai dengan standar. juga menghasilkan bahan sediment. 2) Boiler memerlukan air yang mumi dan bebas ion. air dari Sungai Barito dipompa ke instalasi air (water treatment) untuk dijernihkan. air jernih ditampung pada beberapa water tank untuk didistribusikan menuju tempat yang membutuhkan air. Dari clarifier tank ini. Air yang masuk ke dalam kolam diberi bahan kimia sebagai koagulan seperti tawas dengan dosis 50 .) Rencana Sistem Perjernihan Air Sebelum didistribusikan untuk memenuhi keperluan PKS dan rumahtangga karyawan. agar tidak merusak boiler dan mesin-mesin lainnya. Deaerasi adalah suatu proses untuk melepaskan gas-gas yang terlarut di dalam air seperti gas O2 dan CO2. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT (5. Selanjutnya resin yang sudah jenuh dan harus segera dilakukan proses regenerasi.

dan PKS rencananya bersumber dari mesin genset.7. Keadaan ini dapat mengurangi jumlah gas terlarut. 17 kW/ton TBS (Bapedal.PT. perumahan. kantor. Genset Turbin masing-masing berkapasitas 300 KVA sebanyak 2 unit dan 1000 KVA sebanyak 3 unit. Penggunaan genset untuk PKS diperlukan untuk masa awal pengolahan pabrik. sumber energi tambahan berasal dari turbin (boiler) dari PKS manakala proses pengolahan CPO berlangsung. cair. dan kantor Untuk induk menggunakan Divisi listrik dari emplasement menggunakan Untuk genset genset berkapasitas 70 KVA sebanyak 2 unit. 2.000 liter perbulan (2 unit genset 30 KVA). penerangan. selain itu kondisi air dengan suhu tersebut sangat baik karena dapat berfungsi sebagai panas pendahuluan sebelum masuk ke dalam boiler. Gambaran jenis-jenis limbah yang dihasilkan oleh PKS secara lengkap disajikan pada Gambar 2. (7. 1998). air yang masuk harus berlawanan dengan sistem yang masuk sehingga udara yang terlarut di dalam air akan keluar sempuma. Mesin genset akan menggunakan solar sebanyak.) Rencana Pengolahan Limbah Limbah yang dihasilkan dari perkebunan dan PKS adalah limbah padat. Suhu air di dalam deaerator sekitar 105 oC.6 dan Gambar 2. RUANG LINGKUP STUDI (2-15) . Prinsip kerjanya. (6. gas.) Rencana Penggunaan Energi Sumber energi diperlukan untuk kegiatan kebun. Khusus untuk PKS dan perumahan disekitarnya.d. Pengolahan kelapa sawit di PKS. perumahan berkapasitas karyawan 80 KVA. diperlukan energi listrik 15 s. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT injeksi steam yang mengarah ke atas. Oli bekas dan operasional genset sebanyak 84 liter/bulan akan dikumpulkan dalam drum berukuran 200 liter untuk selanjutnya dijual kepada pengumpul resmi atau dimusnahkan sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 86 tahun 1990 tentang Tata Cara Pemusnahan Pelumas Bekas dan Pengawasamya.

Tahap proses. fungsi dan limbah pengolahan minyak sawit (CPO) (Bapedal.PT. 1998). RUANG LINGKUP STUDI (2-16) . YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Tahap Proses Fungsi Limbah/Dampak Sterilisasi (Pengukusan) • Mempermudah perontokan • Mengurangi kadar air • Inaktivasi enzim lipase • Limbah cair panas • Kebisingan Perontokan (Treshing) • Memisahkan buah dari tandan • Limbah padat • Kebisingan Pelumatan (Digesting) • Menghancurkan daging buah • Melepaskan sel yang • Kebisingan Ekstraksi Minyak • Memisahkan minyak daging buah dari bagian lain • Limbah padat (sabutyang bercampur dengan inti sawit) Pemurnian (Klarifikasi) • Membersihkan minyak dari kotoran lain • Limbah padat (sludge) • Limbah cair panas Gambar 2-6.

dll) Limbah cair Kebisingan Pengempaan Mengeluarkan minyak dari inti sawit Limbah padat (bungkil) Minyak Inti Sawit Gambar 2-7. fungsi dan limbah pengolahan minyak inti sawit (PKO) (Bapedal.PT. Tahap proses. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Tahap Proses Fungsi Limbah/Dampak Ampas dan Biji Pemisahan Biji dan Serabut Memisahkan biji dari sabut dan kotoran lain Limbah padat Pengeringan Mengurangi kadar air yang terkandung dalam inti sawit Pemecahan Biji (nut Cracking) Memecah cangkang dengan cara lemparan Debu dan Kebisingan Pemisahan Inti Sawit dengan Cangkang Memisahkan inti sawit dari cangkang dan kotoran lain Limbah padat (cangkang. batu. 1998) RUANG LINGKUP STUDI (2-17) .

dan tahap pemurnian (klarifikasi) yang menghasilkan lumpur. Limbah daun. Limbah kayu yang dihasilkan pada saat pembukaan lahan akan dimanfaatkan untuk menahan tanggul/tukungan individual dan limbah daun. Tahapan proses produksi yang menghasilkan limbah ini adalah pada tahap pemisahan buah dari tandan yang menghasilkan janjangan kosong. RUANG LINGKUP STUDI (2-18) Dengan demikian limbah padat dari rencana perkebunan dan pengolahan kelapa sawit . cangkang. dan lumpur (4. serabut. serabut (12. Janjangan kosong akan dimanfaatkan sebagai pupuk atau mulsa yang akan disebarkan pada lahan kebun Cangkang akan dijual kepada pihak luar sebagai bahan alternatif bahan bakar pengganti batubara.16 ton/jam atau 263 ton/hari. daun dari pohon dan semak belukar. Serabut akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk operasional boiler. pelepah.5%). mulsa.PT. cangkang (5. dan dijual sebagai bahan bakar alternatip bagi industri.9%).1%). tahap pemecahan biji dengan inti sawit yang menghasilkan cangkrang. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT (a) Limbah Padat Limbah padat pada pembangunan kebun dan PKS meliputi limbah padat dari hasil kegiatan pembukaan lahan dan operasional PKS. Limbah padat hasil pengolahan kelapa sawit berupa janjangan kosong. Jumlah limbah padat yang dihasilkan dari proses pengolahan kelapa sawit diperkirakan berupa janjangan kosong (21. serta serasah dimanfaatkan untuk menutup tanah dan dibiarkan menjadi humus.95%. Limbah padat dari proses pengolahan kelapa sawit dapat dipergunakan sebagai pupuk. secara keseluruhan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.4%). kelapa sawit. Pada kegiatan pembukaan lahan dihasilkan limbah kayu yang tidak dimanfaatkan. dan lumpur (sludge). Sedangkan lumpur yang mengendap pada IPAL setelah dikeringkan akan digunakan untuk pupuk bahan organik di areal perkebunan. pemisahan biji kelapa sawit dengan sabut yang menghasilkan serabut. pelepah serta serasah dapat dimanfaatkan untuk menutup tanah sebelum penanaman dan dibiarkan menjadi humus. ranting. Dengan kapasitas pabrik 80 ton TBS/jam maka limbah padat total sebesar 13. Total limbah padat yang dihasilkan PKS diperkirakan sebesar 43.

4. (b) Limbah Cair Limbah cair yang akan dihasilkan dari seluruh proses produksi CPO diperkirakan maksimal sebesar 60% dari jumlah TBS yang diolah.PT.5 0.8 % dan mengandung bahan organik yang sangat tinggi. Pengomposan limbah padat kelapa sawit dilakukan dengan sistem aerobik dengan memanfaatkan mikroorganisme aerobik (kapang.1 2 6 41 1 90 . Tabel 2-7.3 5 .7.3 .2 80 1 5 .1 03 . bakteri dan actinomicetes). RUANG LINGKUP STUDI (2-19) . Hasil penelitian limbah cair pabrik kelapa sawit tersebut disajikan pada Tabel 2. Nantinya janjangan kosong akan dipotong-potong menjadi bagian-bagian kecil dan kemudian ditaburkan di atas permukaan tanah pada lahan penanaman kelapa sawit. Praktek ini akan mengurangi penggunaan pupuk pabrikan hingga 50%.1 4 .000 2 1 .700 3 1 . Limbah cair tersebut berbentuk kental berwarna coklat.3 3 0. Dengan demikian pada pengoperasian pabrik kelapa sawit secara penuh dengan kapasitas 80 ton TBS/jam akan menghasilkan limbah cair sebesar 48 ton/jam atau 920 ton/hari. Selain pemanfaatan mikroorganisme tersebut dalam pengomposan ditambahkan starter atau aktivator dari kotoran lemak.2 00 . proses klarifikasi dan buangan dari hidrosiklon di PKS.0 Baku Mutu 1 00 3 5 0 2 5 0 5 0 2 5 6.1 70 1 2.65 .9 Parameter Ling kung an BOD COD TSS Nitrog en Total Minya k dan Lema k pH Sumber: PPKS dalam IPB (2000) Limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) berasal dari unit proses pengukusan (sterilisasi).72 0 1 . dan berbau dengan kandungan lemak 60 ppm dan minyak 0. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Pemanfaatan janjangan kosong sebagai pupuk organik memerlukan waktu degradasi 6 bulan sampal 1 tahun melalui proses pengomposan.075 3 .1 00 3 4 . No.72 0 3 . Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kualitas limbah cair yang dihasilkan berpotensi mencemari badan air penerima limbah. 1 2 3 4 5 6 Kualitas limbah cair pabrik kelapa sawit Satua n mg /l mg /l mg /l mg /l mg /l mg /l Limbah Cair Kisara n Rata -rata 8.6 4.

0 60-80 3 0.9 3 0 .1 40 2 60 .6 0.000 nd Hidriksilon dan Boiler 4 .0 1 0.2 .9 4 .0 .000 .8 .2.6 .2 .67.5 00 .0 . senyawa organik dapat dirombak (mengalami degradasi) secara mikrobiologis oleh mikroba (bakteri aerob maupun anaerob). 1 pH 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 Karakteristik fisika dan kimia LCPKS Pa rameter Sa tua n o C mg /l mg /l mg /l mg /l mg /l mg /l mg /l mg /l mg /l mg /l mg /l Kisara n Nila i 4 .000 . YYY merencanakan penanganan limbah cair tersebut dengan sistem pengolahan limbah dalam IPAL.4 00 1 .2 6 Keseluruhan 3 .3 2 0 60 -5 90 Ekstraksi 3 .8 dan Tabel 2.1 .8.5 3 .4 .1 .000 .5 45 .60.000 1 5 . No.40.0 1 .4 .0 3 0 47. Karakteristik fisika dan kimia LCPKS segar disajikan dalam Tabel 2.3 .70.6.0 2 3 0.3 3 0 45 0.4 1 0.9 .3 5 .000 2 0.0 .5 1 .1 4.1 5 .3 0.900 90 .8.3 0.1 .1 6.0 1 .8.3 .2 3 0.7 0 0.1 .0-6.000 6.1 .5 .2 . YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Namun.64.5 2 .000 .6.000 5 00 .2 7.1 .60.5 3 0 7.0 .60.3 .6 0.0 45 .9.0 .6 -3 .000 .8 .0 0.6 2 0.8 .000 .5 3 1 .000 2 5 0.2 3 2 0.3 5 0 Suhu Total Pada tan Total Pada tan Tersuspensi Total Pada tan Terla rut BOD COD Minyak Total N Total P Total K Total Ca Total Mg Sumber: PPKS dalam IPB (2000) Tabel 2-9.8 3 6 .4 .000 40.5 .3 .4 .7 .1 1 0 1 80 . Tabel 2-8.47.0 1 6.8 .82 0 pH Suhu (oC) Minya k dan Lemak (ribu mg / L) Pa data n Total (ribu mg / L) Pa data n Tersuspensi (ribu mg / L) BOD (ribu mg / L) COD (ribu mg / L) Total P (mg / L) Total N (mg / L) Sumber : Pusat Penelitian Kelapa Sawit (2004).7 5 0.77 6.60 2 4.3 1 .6 1 1 .5 3 0.9 .88 1 . - Rencana Pengelolaan Limbah Cair PT.6 1 . Desaign IPAL nantinya disesuaikan dengan kondisi fisik lahan basah.3 5 .000 1 5 .5 1 5 .1 2 0.8 .2 .47.1 .3 8. No.5 42.5 1 8. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Karakteristik limbah cair PKS menurut sumbernya Parameter Mutu Rebusan 4 .72 0 Klarifikasi 4.PT. Kolam-kolam limbah didesain menggunakan tanggul dari beton RUANG LINGKUP STUDI (2-20) .

Palmina dengan kapasitas 80 ton TBS/jam dengan tujuan untuk dibuang ke perairan umum dengan kandungan BOD kurang dari 100 ppm mengacu pada desain kolam limbah dari PPKS selengkapnya disajikan pada Gambar 2.PT. Debu dari dust collector secara reguler ditampung dan dibuang ke lapangan untuk penimbunan daerah rendah yang ada di sekitar perkebunan. Desain kolam limbah (PPKS. 2006) (a) Limbah Gas (Udara) dan Kebisingan Limbah udara berasal dari pembakaran solar pada generating set dan pembakaran sabut pada boiller. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT untuk mencegah penyebaran limbah ke perairan umum ketika musim hujan. Gambar 2-8.8. RUANG LINGKUP STUDI (2-21) . Gas buangan ini dibuang ke udara terbuka dan dikendalikan dengan pemasangan penangkap debu (dust collector) untuk mengikat debu dalam sisa gas pembakaran. Desain kolam limbah untuk PKS PT. kemudian dialirkan melalui cerobong asap setinggi 25 m dari permukaan tanah.

mengingat mesin yang digunakan umumnya mesin-mesin yang besar. yang ditimbulkan diuraikan sebagai berikut : Uraian komponen kegiatan yang ditelaah pertahapan kegiatan berkaitan dengan dampak RUANG LINGKUP STUDI (2-22) . 6) Rencana Tangki Timbun Sebagai kelengkapan prasarana pabrik pengolahan kelapa sawit PT. Selanjutnya relatif umur 7 hingga 15 tahun. 7) Rencana Umur Kegiatan Umur kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY terbagi atas 3 tahap kegiatan. YYY tidak dapat ditentukan mengingat bahan baku dapat diperbaharui dengan cara melakukan pengaturan waktu tanam dan peremajaan tanaman kelapa sawit apabila tanaman sudah mengalami penurunan produksi. Sejak tanam hingga umur empat tahun baru berbuah dan dapat dipanen. yaitu tahap pra-konstruksi.PT./tahun. tanaman kelapa sawit sudah dinyatakan tidak layak ekonomis lagi untuk dipanen dengan pertimbangan perbandingan biaya pemeliharaan dan produksi. Tanaman yang tidak produktif lagi akan ditebang dan kembali diremajakan (replanting) yakni dengan menanam tanaman kelapa sawit baru. YYY berencana membangun dua unit tangki timbun CPO dekat dengan PKS masingmasing dengan kapasitas 2.000 ton. namun dengan produksi yang relatif kecil (buah pasir). Umur 25 tahun ke atas. Umur tanaman kelapa sawit ditentukan selama 30 tahun sejak saat ditanam. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Kebisingan yang ditimbulkan oleh mesin-mesin produksi di PKS cukup tinggi. tanaman kelapa sawit mengalami produksi puncak yakni rata-rata 20-30 ton TBS/ha./tahun. 8) Tahapan Rencana Kegiatan Penyebab Dampak Rencana kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. selanjutnya terus mengalami penurunan produksi hingga umur 25 tahun. khusus pada lahan basah produksi pada kisaran umur tersebut dapat mencapai 35 ton TBS/ha. konstruksi dan operasi.

Merancang kedudukan lokasi pabrik. penentuan trace / aligmen lokasi perkebunan dan pengolahan kelapa sawit serta kebutuhan prasarana lainnya termasuk penyclidikan tanah (soil investigation). Memberikan saran dan rekomendasi rencana perkebunan dan pengolahan kelapa sawit di calon lokasi yang sesuai dengan kesesuaian lahannya. Pengecekan tanah untuk menentukan lokasi yang tepat untuk perkebunan dan pengolahan kelapa sawit serta sarana penunjangnya. sebagai berikut. 3. jalan. (2) Pengadaan dan Pembebasan Lahan Penentuan lokasi rencana perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. pengambilan air termasuk di dalamnya perencanaan kemajuan kebun. Untuk mengetahui kesesuaian atau kelayakan teknis dan ekonomis dalam hubungannya dengan perencanaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. sehingga dapat ditentukan jenis tanah yang sesuai (land suitable) guna mendukung peruntukan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. RUANG LINGKUP STUDI (2-23) . 2. Secara umum survei/sigi yang dilakukan pada dasarnya untuk mengetahui berbagai hal yang berhubungan dengan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. 5. YYY berdasarkan pertimbangan : 1) Hasil studi rencana teknis kebun dan pabrik serta sarana prasarana lainnya. Mendeliniasi lokasi lahan yang cocok untuk kebun dan infrastruktur lainnya serta memberikan faktor pembatasnya 4. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT a) (1) (2) (3) (4) Tahap Pra Konstruksi Survei Lahan Pengadaan dan Pembebasan Lahan Rekrutmen Tenaga Kerja Mobilisasi Peralatan (1) Survei Lahan Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini meliputi pengukuran atau pemetaan topografi. 1.PT.

dan prasarananya sudah diuraikan pada Tabel 2. program plasma akan mulai dilakukan paling lambat pada akhir tahun 2008. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 2) Areal rencana lokasi merupakan areal yang sesuai dengan RTRWP Kalimantan Selatan dan RTRW Kabupaten Banjar. yang dikelola melalui koperasi (KUD) yang akan dibentuk sebelumnya. Pada tahap konstruksi sebagian besar komponen kegiatan dikerjakan secara swakelola dengan melibatkan Sedangkan pada tahap operasi diperlukan tenaga kerja dalam jumlah yang banyak. kemitraan ini selama satu siklus perkebunan PT. Peran serta masyarakat sekitar kebun nantinya akan dilibatkan dalam program plasma. Dengan demikian pola Rencana YYY (30 tahun). Dalam program plasma ini. dan perencanaan teknik meliputi operasional pembukaan lahan. tenaga teknis kebun.3. tenaga kerja dari masyarakat lokal. 3 ) Aksesibilitas yang mudah dari calon lokasi ke tempat kegiatan lainnya. baik keperluan kebun maupun pabrik kelapa sawit. Dalam kegiatan pengadaan dan pembebasan lahan untuk areal kebun pada prinsipnya tidak dilakukan kompensasi (ganti rugi). Penetapan dan alokasi lahan plasma ditentukan dari lahan yang ditawarkan oleh masyarakat melalui koordinasi KUD. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk kegiatan kebun dan PKS diperkirakan sebanyak 1.PT. administrasi. pembangunan fasilitas dan sarana prasarana lainya. Direncanakan. maka lahan tersebut akan menjadi enclave atau dijadikan cadangan kebun plasma. Bidang pekerjaan RUANG LINGKUP STUDI (2-24) . Komitmen perusahaan dalam pengelolaan kebun menggunakan program plasma. Jika tanah yang sudah digarap masyarakat tersebut berada dalam lokasi proyek (berdasarkan izin lokasi). pemanenan dan pengangkutan serta pengolahan. setiap kepala keluarga (KK) akan mengelola lahan maksimal seluas 2 Ha.982 orang meliputi staff administrasi (tenaga kerja tetap) hingga buruh lepas yang menangani kegiatan pembukaan lahan. persemaian. pemeliharaan. penggunaan lahan untuk kepentingan kebun dan pabrik pengolahan serta sarana (3) Rekrutmen Tenaga Kerja Rencana keperluan tenaga kerja untuk kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit akan menangani bidang manajemen. pembuatan jalan.

YYY untuk tenaga kerja adalah memberdayakan tenaga kerja lokal minimal 60 % dari jumlah yang diperlukan dengan syarat harus memenuhi kualifikasi. GENERAL ESTATE MANAGER MANAGER KEBUN INTI MANAGER PABRIK ASISTEN KEPALA KEPALA TATA USAHA ASISTEN KEPALA KEPALA TATA USAHA ASISTEN KEPALA DEKSI SEKSI ANALISIS KEPALA SEKSI MANDOR I. MEKANIK SEKSI KEPALA BAGIAN SEKSI TENAGA HARIAN KARYAWAN KARYAWAN KARYAWAN Gambar 2-9. Struktur Organisasi Perkebunan Kelapa Sawit PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT yang meliputi jumlah dan kualifikasi serta asal tenaga kerja yang dibutuhkan disajikan pada Tabel 2. sedangkan struktur organisasi perusahaan dapat dilihat pada Gambar 2. YYY. pembinaan masyarakat sekitar dalam peningkatan keterampilan yang diperlukan perusahaan akan dilakukan supaya kualifikasi tenaga kerja dapat memenuhi standarisasi tenaga kerja yang diperlukan. keterampilan dan pendidikan yang sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan.9. Melalui program CSR nantinya.PT.10. Komitmen PT. RUANG LINGKUP STUDI (2-25) .

043 19 112 2 14 4 84 9 958 375 214 48 39 44 1. 2006 Proses penerimaan tenaga kerja PT. Rencana penggunaan tenaga kerja Pekerja Per Satuan Tugas Pekerja Tetap LakiLaki Perempuan Jumlah Yang diperlukan LakiLaki Pekerja Tidak Tetap Perempuan Jumlah Yang diperlukan Clerk Supervisi Public Relation Security Legal Nurseries Incorse of Newplanting Immature Oil Palm Upkeep Mature Oil Palm Plucking Tecnical Driver Emplacement Watcmen Total 2 1 3 4 3 13 1 1 3 1 3 4 3 14 3 1 4 6 4 18 11 56 1 8 2 45 6 270 109 131 19 17 22 697 1 1 244 100 346 12 57 1 8 2 45 6 514 209 131 19 17 22 1. YYY.2 x rencana luas lahan. YYY disajikan pada Tabel 2. Pada saat ini di kantor PT. Kepala Seksi (1 orang).922 Sumber: PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Tabel 2-10. tenaga kerja sekitar 0. Rencana kebutuhan tenaga kerja PT. Asisten Survei (1 orang). YYY sudah menyerap tenaga kerja harian sekitar 120 orang. Asisten Agronomi (3 orang). Proses penerimaan tenaga kerja diawali dengan mempublikasikan pengumuman secara terbuka melalui media masa. dengan rasio jumlah RUANG LINGKUP STUDI (2-26) . selanjutnya dilakukan proses seleksi sesuai ketentuan yang berlaku. Kepala Pembibitan (1 orang) dan tenaga security (20 orang). Sedangkan dua lokasi pembibitan PT.10.PT. YYY harus melalui berbagai tahap dan memenuhi Standard Operational Procedor (SOP) yang tetap ditetapkan perusahaan maupun peraturan perundangan yang berlaku. YYY di lokasi perkebunan terdapat tenaga kerja dengan posisi : Pengurus Kebun (1 orang).

PT. pasir. pembuatan jalan.5 m3 / 7 unit 5 m3 / 4 unit 6 unit 30 ton / 12 unit 18 unit 15 unit 7 unit 2 unit 12 ton / 5 unit 12 ton / 1 unit 4 ton / 1 unit 1 unit Cara Pengarahan Lewat sungai Lewat sungai Dijalankan Dijalankan Dijalankan Diangkut truk Dijalankan Dijalankan Dijalankan Dijalankan Dijalankan Diangkut truk RUANG LINGKUP STUDI (2-27) . Peralatan yang akan dipergunakan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. kapasitas dan cara mobilisasi peralatan yang akan digunakan selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2. kayu untuk pondasi dan bahan lainnya dibeli di tempat penjualan terdekat kemudian diangkut ke masing-masing lokasi pembangunan sesuai dengan kapasitas dan volume yang dibutuhkan. Tabel 2-11.11. Material serperti semen. Penjelasan mengenai jenis kegiatan. dan pembangunan sarana dan prasarana. Pengangkutan peralatan tersebut dilakukan melalui jalur sungai/laut dengan menggunakan kapal dan jalur darat juga digunakan untuk mengangkut peralatan dan material yang berasal dari daerah sekitar tapak proyek (lokal). YYY No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 B 1 Peralatan Kendaraan / Alat Berat Excavator Buldozer kapal / Klotok Dump truck Fram Tractor Water pump Pick up Jeep Truk Tanki Truk Kernel Traktor Peralatan Bengkel Mesin compressor (Tian Li) Kapsitas/Jumlah 1. jenis peralatan. Peralatan didatangkan secara langsung oleh kontraktor. jumlah. Mobilisasi peralatan ini meliputi kegiatan pengerahan dan pengangkutan peralatan-peralatan berat yang akan digunakan untuk menunjang kegiatan baik untuk pembukaan lahan. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT (4) Mobilisasi Peralatan Mobilisasi peralatan mencakup kegiatan pemindahan peralatan dari dan ke dalam lokasi proyek yang dilakukan pada awal dan akhir kegiatan konstruksi. dan operasional kebun. koral. Pengangkutan menggunakan jalur darat akan melewati jalan negara/provinsi dan jalan kabupaten hingga mencapai lokasi proyek.

Hotu d. Pesawat Orari RUANG LINGKUP STUDI (2-28) 1 unit 1 unit 2 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 set 1 pcs 1 Pcs 1 set 1 Pcs 1 Pcs 1 set 1 Pcs 1 Pcs 1 set 1 set 1 set 3 set 2 set 1500 buah 1500 buah 1 set 250 buah 150 buah 200 buah 200 buah 200 buah 200 buah 200 buah 5 unit 3 unit 8 unit Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk . Dodos g. Menara Pantau c.500 A) Mesin bor duduk Mesin gerinda potong Elektrik drill Disc grinder 4" Chain block 5 ton Tangga alumunium 6 m Safety belt Nazzia taster Torque wrench (britool 20-100 Ft) Torque wrench (britool 200-600 Ft) Blender set Garage jack 10 ton Hydroulic jack 10 ton Teri removal Oil can Multy tester AC/DC Bearing puller Bearing puller Hand riveter Ring piston wrench Mechanical tool standard Peralatan Penunjang Lainnya Peralatan survey dan pembuatan Blok Tanam (Theodolite. Pompa b. meteran. Peralatan pembibitan. peta – peta). Pisau enggrek J. Cangkul b. a. Arit c. penanaman dan pemeliharaan.PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 C 1 2 3 Mesin compressor (Robin EY 15) Mesin las (Tian Li portable) Travo las (50 . Kapak i. Hand Sprayer e. Angkong Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Lahan. kompas. Chisel f. Ganco h. a.

Bagi lahan dialokasikan untuk tujuan lain.000 ha. Kayu-kayu hasil pembukaan lahan dipergunakan untuk membangun jembatan. YYY (2006). namun bagi lahan yang kurang sesuai Pekejaan bloking adalah pekerjaan memberikan batas areal yang akan dikerjakan yang didahului oleh tim survey ke dalam lahan dan menentukan batas-batas yang sesuai dengan program yang akan dikerjakan.110/SKI/DJ. Pekerjaan ini disesuaikan dengan master plan kebun yang telah dibuat dan membuat petak-petak blok sebagai batasan terkecil untuk bididaya tanaman kelapa sawit. Diangkut truk dan trailer Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk Diangkut truk b) Tahap Konstruksi (1) Pembukaan Lahan (2) Pembangunan Sarana dan Prasarana (3) Pembangunan PKS (1) Pembukaan Lahan Areal yang diperuntukan bagi lokasi proyek adalah seluas 15. beserta fasilitas penunjangnya. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 4 Pabrik PKS (80 ton TBS/jam) 1 unit 2 unit 3 unit 1 unit 2 unit 2 unit 5 Generator Set Turbin 300 KVA 6 Generator Set Turbin 1. Blok yang dibuat berukuran RUANG LINGKUP STUDI (2-29) . Kegiatan pembukaan lahan dilakukan secara bertahap dengan sistem mekanis dengan alat berat excavator tanpa pembakaran sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 38/KB.95 tentang Petunjuk Teknis Pembukaan Lahan Tanpa Pembakaran Untuk Perkebunan.000 KVA) 7 Generator Set (80 KVA) 8 Generator Set (70 KVA) 9 Generator Set (30 KVA) Sumber : PT.BUN/05. perumahan dan jalan.PT. Tahapan kegiatan pembukaan lahan meliputi: Bloking dan Pancang Rumpukan yang memenuhi Luasan dimaksud akan dialokasikan untuk areal perkebunan dan pengolahan kelapa sawit kesesuaian untuk tanaman sawit akan dijadikan kebun.

kebun dan pabrik memerlukan pembangunan jalan penghubung berupa jalan utama (main road). Jalan kebun dirancang sebagai batas setiap blok kebun yang memiliki dimensi 300 m x 1. Komponen-komponen tersebut bekerja secara terintegrasi dan harmonis satu sama lain. jembatan dan gorong-gorong. pintu air. dan Gorong-Gorong Untuk kelancaran transportasi. saluran drainase. Setelah dilakukan bloking diteruskan dengan pembuatan parit sebagai batas blok dan sebagai bahan badan jalan yang akan dibuat belakang hari setelah memenuhi standart penggunaan jalan perkebunan. Rumpuk Mekanis Rumpuk mekanis adalah pekerjaan pembersihan lahan yang akan ditanami kelapa sawit dengan cara mengumpulkan pohon-pohon atau tanaman-tanaman yang ada di areal/lahan secara teratur dan rapi membentuk barisan-barisan sampai areal siap ditanami kelapa sawit dan tidak mengganggu tanaman budidaya. Jembatan. kantor. sedangkan collecting road Timur – Barat. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 300 m X 1000 m sehingga luas tiap blok berjumlah 30 hektar. pos Checker. sarana air bersih.PT. Orientasi tersebut dimaksudkan untuk manajemen pengelolan jalan dimana jalan collection road harus mendapat lama penyinaran yang lebih lama dibandingkan dengan main road. Untuk main road memiliki orientasi mata angin Utara – Selatan. gorong-gorong. a) Pembangunan Jalan. IPAL dan fasilitas penunjang lainya. perumahan karyawan. jalan koleksi (collecting road). Pekerjaan lanjutan adalah dengan memancang untuk pembuatan rumpukan yang akan diteruskan dengan perumpukan mekanis oleh alat berat excavator. (3) Pembangunan Sarana dan Prasarana Pembangunan sarana dan prasarana penunjang kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit berupa : jalan. Keperluan jalan pada RUANG LINGKUP STUDI (2-30) . pembangkit listrik. Pembangunan jalan dan jembatan direncanakan 5 % dari total areal perkebunan. Jalan Kebun Jalan kebun dapat dibuat lebih awal sebelum land clearing.000 m atau seluas 30 hektar. jembatan. jalan lingkungan dalam kawasan pemukiman.

pembangunan biasanya jalan ini diperkeras dengan sirtu. Lebar jalan panen dibuat 1. nantinya di dalam kebun akan dibuatkan jalan panen (pasar pikul).0 meter searah dengan main road pada interval pada satu setiap dua gawangan (barisan tanaman kelapa sawit). namun demikian bila telah menghasilkan maka untuk kelancaran transportasi CPO keluar kebun jalan diaspal. Saluran yang dibangun kedua sisi jalan utama (main road). YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT setiap blok adalah 300 m untuk main road dan 1. Jalan penghubung tersebut Pada tahap direncanakan dengan klasifikasi sama dengan jalan kabupaten. Selain jalan di atas.0 – 2.PT. Lebar main road 10 m dan collecting road 6 m. yaitu : (a) Saluran Primer. Pembuatan kedua jalan ini menggunakan material uruk dari pembuatan saluran drainase primer (main drain) dan sekunder (sub-drain). RUANG LINGKUP STUDI (2-31) . Jaringan saluran drainase dibangun untuk mengatasi faktor-faktor pembatas yang terdapat pada kegiatan budidaya perkebunan kelapa sawit di lahan rawa sehingga nantinya sesuai untuk budidaya kelapa sawit. Ada tiga saluran yang nantinya akan dibuat pada kebun PT.000 m untuk collecting road. Pembangunan Saluran Drainase dan Jembatan/Gorong-gorong Keberhasilan kegiatan perkebunan kelapa sawit di lahan rawa sangat tergantung pada pengelolaan air (water management). Setiap jalan yang melintas saluran drainase atau badan air alami akan dilengkapi dengan jembatan permanen atau gorong-gorong beton. merupakan saluran yang dapat menampung limpasan air dari saluran cabang maupun dari sungai yang berada dan berbatasan dengan lahan perkebunan. Jalan Penghubung Jalan penghubung adalah jalan yang menghubungkan pusat kegiatan proyek dengan jalan propinsi atau jalan kabupaten. Jalan panen berfungsi sebagai jalan bagi tenaga kerja dalam mengangkut buah dari pohon ke Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) dan juga sebagai jalan bagi tenaga kerja dalam pelaksanaan pekerjaan merawat tanaman. Palmina. Perencanaan saluran drainase meliputi perencanaan pembuatan saluran dan bangunanbangunan pendukungnya seperti jembatan/gorong-gorong dan pintu-pintu air.

Pada bagian ujung Saluran Cabang dilengkapi dengan pintu pengendali (stop log) yang berfungsi untuk mengatur tinggi muka air. b) Pembangunan Kantor dan Perumahan Bangunan kantor dan perumahan perusahaan antara lain berupa bangunan kantor pusat perkebunan (inti. dan kedalaman 2 meter. Pada jarak 300 m dari ujung saluran utama dipasang pintu pengendali yang berfungsi untuk mengendalikan muka air di saluran utama.5 m. Saluran koleksi ini berukuran lebar atas 1. (c) Saluran tersier. garasi kendaraan. pintu saluran dapat dibuka. Saluran tersier berfungsi untuk mempercepat proses drainase dalam blok kebun. misalnya banjir. dan klinik kesehatan. Jarak antara saluran cabang ini adalah 1 km melebar dan 2 km membujur. mushola.5 meter. plasma. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Dimensi saluran utama adalah lebar atas 2 meter. merupakan saluran yang dibangun pada satu sisi jalan koleksi (collection road). Komplek perumahan dilengkapi dengan bangunan fasilitas umum seperti sekolah. Lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kantor dan perumahan dipilih dengan mempertimbangkan persyaratan lingkungan antara lain sebagai berikut : (a) (b) (c) (d) Lahan harus sesuai dengan peruntukan bangunan Lingkungan yang sehat dan nyaman bagi para penghuni Fasilitas air bersih cukup tersedia Sanitasi yang baik dan mudah diterapkan RUANG LINGKUP STUDI (2-32) .5 m yang berfungsi untuk menampung aliran air dari saluran tersier dan menjadi stabilisator limpasan air dari Saluran Utama. dan afdeling). lebar dasar 1. Dalam keadaan darurat. lebar dasar 1 m dan kedalaman 1. Bangunan perumahan karyawan baik staf maupun non staf dirancang untuk memiliki kondisi yang layak dan memadai. artinya setiap 10 baris tanaman kelapa sawit akan dibuat satu saluran tersier. (b) Saluran Sekunder. gudang. Saluran Cabang bermuara dan tegak lurus ke Saluran Utama. penjernih air dan guest house. merupakan saluran yang dibuat pada bagian tengah blok kebun dengan bentuk menyerupai sisir dengan interval 1 : 10.PT.

YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT c) Pembangunan Fasilitas Penunjang Lainnya Bangunan fasilitas penunjang lainnya berfungsi untuk mendukung kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit yang akan dilakukan oleh perusahaan. Tersedianya sumber air yang memadai merupakan salah satu faktor terpenting yang harus diperhatikan dalam menentukan letak lokasi suatu pabrik. Rencana badan air yang akan digunakan untuk keperluan pabrik sebagai sumber air adalah sungai-sungai terdekat (Sungai Barito) dengan lokasi dibangunnva pabrik. Bangunan menara pantau terbuat dari kayu dengan ketinggian ± 12 meter.PT.600 m3 air setiap harinya. YYY dan emplasemennya direncanakan dibangun pada areal seluas 123 ha. disamping faktorfaktor lainnya seperti jarak angkut bahan baku dan hasil produksi yang diusahakan sependek mungkin untuk menekan biaya pengangkutan dan lain sebagainya. Pembangunan PKS Pabrik pengolahan kelapa sawit PT. Pemilihan lokasi pabrik ini dilakukan dengan memperhitungkan adanya batasanbatasan yang umum berlaku antara lain mengenai penggunaan sumber air dari sungai agar mensuplai kebutuhan air untuk pengelolaan sepanjang tahun. RUANG LINGKUP STUDI (2-33) . Dengan rasio 1:1 antara TBS yang diolah dan keperluan air. pencurian. antara lain berupa menara pantau. Topografi yang ideal untuk pabrik dipilih yang datar namun demikian pembuatan loading ramp dibutuhkan tempat yang lebih tinggi dari unit rebusan sehingga perlu dilakukan penimbunan. Rencana kapasitas pabrik pada tahap pertama adalah 40 ton TBS/jam dan akan ditingkatkan menjadi 80 ton TBS/jam. alat komunikasi. maka pada kapasitas maksimun 80 ton TBS/jam selama 20 jam diperlukan 1. 4). dan gangguan keamanan lainnya. dibuat sebanyak 3 (tiga) buah dan ditempatkan 2 orang petugas yang dilengkapi dengan peralatan teropong. dll. Menara pantau dibangun pada lokasi strategis vang berfungsi sebagai pemantau kegiatan-kegiatan di dalam perkebunan dan pengolahan kelapa sawit seperti memantau kondisi lahan terhadap bahaya api di musim kemarau.

Pertimbangan lain yang diperhatikan adalah arah angin yang sering terjadi di lokasi sedapat mungkin asap dari cerobong pabrik tidak mencemari udara di lingkungan komplek permukiman karyawan atau penduduk sekitamya termasuk tingkat kebisingannya. Pengembangan tanaman kelapa sawit selalu disertai dengan pembangunan pabrik. 2004). dari suatu PKS meliputi : 1) 2) 3) 4) 5) Jembatan timbang Penerimaan TBS dan penimbangan (Loading ramp) Stasiun Rebusan (Sterilization) Stasiun Pelepaan Buah (Tresching) Stasiun Kempa (Pressing) RUANG LINGKUP STUDI (2-34) Pabrik kelapa sawit tersusun atas unit-unit proses yang memanfaatkan kombinasi perlakuan mekanis. Perencanaan pembangunan pabrik haruslah selaras dengan rencana penanaman dan rencana produksi TBS.107/Kpts/2000.10. Disamping itu lokasi pabrik harus bebas banjir dan memiliki drainase vang baik.PT. Bagian-bagian . sebuah pabrik kelapa sawit (PKS) hanya dapat didirikan apabila pcrusahaan tersebut mempunyai kebun yang mampu memasok 50 % dari kapasitas PKS yang akan dibangun (Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Hal ini disebabkan minyak sawit mudah mengalami perubahan kimia dan fisika selama minyak dalam tandan dan pengolahan. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Lokasi yang dipilih harus memiliki daya dukung tanah yang cukup baik karena tanah harus mampu menopang semua bangunan dan peralatan pabrik yang dibangun diatasnya. Direncanakan pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit PT. Menurut SK Menteri Pertanian No. YYY disajikan dalam Gambar 2. YYY akan berlangsung selama 1 tahun mulai dibangun tahun ke 3 dan diharapkan dapat diselesaikan diuji coba dan dioperasikan pada tahun ke 4 untuk mengolah TBS dan menghasilkan CPO serta PKO. Untuk ketepatan letak pabrik pada saatnya perlu dilakukan penelitian tanah (Sounding and Drilling) sebelum pembangunan pabrik dimulai. fisik dan kimia. Pabrik kelapa sawit (PKS) adalah unit ekstraksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit (PKO) dari TBS kelapa sawit. Lay out (tata letak) pabrik kelapa sawit PT.

YYY RUANG LINGKUP STUDI (2-35) . Lay-out pabrik kelapa sawit PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Gambar 2-10.PT.

Tahap Operasi Persemaian Penanaman Pemeliharaan Pemanenan Pengangkutan Pengolahan CPO . Untuk menghindari kerusakan pada kecambah. Lokasi untuk persemaian dipilih pada areal yang tetap. datar. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) 17) 18) c) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (1) Stasiun Klarifikasi (Clarification) Stasiun Deparicarping Stasiun Pengutipan Inti Stasiun Ketel Unit Pembangkit Energi Tangki Timbun CPO Oil trep Effluent treatment dan sludge decanter system Kolam penyediaan air Bangunan Kantor Laboratorium Bengkel Tempat ibadah dan pos jaga.PT. Bagian atas kantong kecambah diusahakan tetap mengembung. cukup sumber air RUANG LINGKUP STUDI (2-36) . Persemaian Persemaian atau pengadaan bibit kelapa sawit dilakukan dalam dua tahap yaitu persemaian tahap I (pre nursery) dan tahap II pembibitan (main nursery). bila kecambah yang diterima bagian dari tanaman tidak dapat langsung ditanam maka harus disimpan pada tempat yang sejuk dan lembab.PKO Pengelolaan limbah.

Areal persemaian yang telah dipilih terlebih dahulu dilakukan pembersihan dari gulma . kecambah ditutup dengan tanah sekitar 1. busuk dan sebagainya dibuang. Antara bedeng yang satu dengan bedeng yang lain diberi jarak sekitar 50 cm yang berfungsi untuk jalan kontrol. bebas banjir dan bebas dari gangguan binatang liar. Kecambah ditanam tepat di tengahtengah kantong dalam lobang yang dibuat dengan jari sekitar 1.5 cm. maka penyemaian diberi label atau / papan nama yang berisikan nomor. Kantong plastik kecil (baby polybag) ukuran 15 x 20 cm tebal 0. warna dasar di cat kuning dan tulisan hitam. Untuk mengetahui perkembangan bibit hingga di lapangan. Persiapan areal persemaian. Bibit dalam semaian dilakukan penyiangan 2 minggu sekali. termasuk pekerjaan tambah tanah dan konsolidasi bibit. Persemaian Tahap I (pre nursery) Lokasi Pada persemaian tahap I ini kegiatannya relatif lebih mudah karena arealnva lebih kecil dan hemat pemakaian kantong plastik (polybag) besar karena bibit di persemaian ini merupakan hasil seleksi kecambah yang sudah baik. disusun rapat membentuk bedengan kayu diberi plang kayu agar kantong tidak tumbang.PT. Sebelum penyemaian. Persemaian disiram 2 kali sehari (pagi dan sore) terkecuali jika hari hujan dengan curah hujan minimal 8 mm. seyogyanya dipilih disentral areal atau pada areal rencana lokasi pabrik. jumlah dan tanggal semai pada setiap bedeng.kecambah yang menunjukkan gejala kelainan (abnormal). Ukuran papan 12 x 20 cm. Kecambah .0 . patah. Seleksi dan Penyamaian Kecambah. Jadi yang disemai hanya kecambah yang normal saja. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT penyiraman. bedeng-bedeng ini disiram terlebih dahulu selama lebih kurang satu minggu.08 mm yang telah diisi dengan top soil sampai tinggi mencapai 1 cm dari bibir kantong. kelompok kecambah. Bibit dirawat dalam persemaian selama 3 bulan.5 cm dengan posisi bagian akar (tandannya tumpul dan kasar) menghadap ke atas.1. Selanjutnya RUANG LINGKUP STUDI (2-37) . Pemeliharaan.

Kantong plastik besar ukuran 42. bibit kecil dipadatkan dan diratakan.PT. Bibit dari pre-nursery yang telah berumur sekitar 3.14. Persiapan areal. maka semai tadi harus segera di cabut dan dibuang. yakni bila dijumpai pertumbuhan bibit yang tidak normal dan keadaannya tidak mungkin lagi sembuh. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Seleksi Semai. Pemeliharan pemibibitan utama mencakup pelaksanaan pekejaan penyiraman.500 per hektar. Penanaman dapat dilaksanakan dengan cara memotong kantong plastik kecil pada bagian bawahnva. Besamya seleksi pada tahap persemaian ini sekitar 10 . Kecambah-kecambah yang menunjukkan gejala kelainan fisik dan fisiologis disingkirkan.500 . diatur pada areal pembibitan dengan jarak tanam 85 x 85 x 85 cm (segi tiga sama sisi). Areal pembibitan dilengkapi dengan instalasi air untuk penyiraman bibit dan parit drainase untuk mengalirkan air pada waktu hujan. berlobang-lobang sebesar 0.5 x 50 cm. pemberantasan hama dan penyakit. Seleksi semai dapat dilaksanakan pada saat penyiangan. Lamanya bibit dalam pembibitan utama sekitar 8 .15 %. tebal 0.2 mm yang telah diisi dengan top soil sampai tinggi sekitar 1 cm dari bibir kantong. Untuk mengetahui perkembangan bibit. Persemaian Tahap II (main nursery) Pada persemaian tahap II atau pembibitan ini adalah tempat membesarkan bibit dari pre nursery yang telah diseleksi dan dipindahkan ke dalam kantong plastik sebesar berukuran 43.5 bulan yang telah diseleksi dipindahkan ke kantong plastik besar vang telah disusun di lapangan.2 mm.3 dan tebal 0.5 cm x 50 cm. tiap kelompok harus diberi papan nama yang memuat nomor kelompok. penyiraman dapat dilaksanakan pagi dan sore hari. pemupukan. Jumlah air yang dibutuhkan per bibit dalam kantong plastik besar setiap hari dua liter. setelah itu ditanam di sekitar bola tanah. jumlah bibit dan tanggal tanam dalam kantong besar. Penanaman per nomor kelompok. Pemeliharaan. penyiangan. Kemudian tanah beserta bibit kecil ditanam dalam kantong plastik besar. demikian juga pada tiap-tiap kantong harus diberi nomor kelompok. Jika hari hujan dengan curah RUANG LINGKUP STUDI (2-38) . Sebelum ditanam kantong plastik dibiarkan selama 1 minggu agar tanah cukup padat dan kelembaban merata dengan jarak tanam ini jumlah bibit yang diperoleh sekitar 13.12 bulan.

Pemberantasan hama dan penyakit yang umum terdapat pada pembibitan adalah belalang (Valanga). penyakit collante dan bercak daun (Culvularia dan Helminthosporium). Bila tanah dalam polybag berkurang hingga bonggol bibit terbuka maka ditimbun tanah kembali dan dipadatkan. selanjutnya untuk sampai di lobang tanam bibit diangkut secara manual (dilangsir). Pemberantasan hama dan penyakit dilaksanakan secara kimiawi. Penyiangan dapat dilaksanakan dengan menggunakan herbisida yang telah terdaftar resmi. Bibit dalam pembibitan utama secara berkala dilaksanakan pemeriksaan. Sedangkan penyiangan dilaksanakan dengan rotasi sekitar 20 . YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT hujan di atas 10 mm. RUANG LINGKUP STUDI (2-39) . Untuk mendapatkan bibit yang baik dan menghindari perawatan pada bibit abnormal.20%.30 hari sekali tergantung dari pertumbuhan rumput. Direncanakan luas areal persemaian adalah 42 ha. Pegangkutan bibit ke lapangan bisa menggunakan traktor dengan trailer atau truk sampai di tempat areal yang akan ditanam. Lebih kurang 2 minggu sebelum diangkut ke lapangan. maka penyiraman pada hari itu dapat ditiadakan. Bahan yang digunakan adalah kecambah dari varietes "Tenera" yang bersumber dari London Sumatera Ind.5 gram/tanaman/2 minggu. pada umur tanaman 0 . Pemesanan kecambah kelapa sawit dilakukan 1 tahun atau paling lambat enam bulan sebelum bibit diperlukan. Seleksi Bibit. bibit diputar agar akar yang menembus polybag putus. umur tanaman 3 . maka seleksi bibit dilaksanakan tiap 2 bulan sekali sampai saat akan dipindahkan ke lapangan. Penyiraman dapat dilaksanakan dengan cara manual memakai selang plastik atau gembor.10 bulan dengan NPK (12:12:17:2) sebanvak 10 gram/tanaman/2 minggu dan Kieserite sebanyak 5 gram/tanaman/2 minggu.3 bulan dengan menggunakan NPK (15:15:6:4) sebanyak 2.PT. dengan kapasitas 12.000 bibit per hektar. bila terdapat polybag yang miring segera ditegakan dan polybag pecah diganti. Besarnya seleksi pada saat pembibitan ini sekitar 15 . Seleksi bibit dimaksudkan untuk menyingkirkan semua bibit yang abnormal dan mempertahankan bibit yang normal serta bermutu baik untuk ditanam di lapangan. Pemupukan pada pembibitan dilaksanakan secara rutin setiap 2 minggu sekali. Adoretus (Lepadoretus). Kumbang malam (Apogonia).

Seleksi dilakukan terhadap bibit yang menyimpang atau rusak. Pembibitan awal (PN) PT. YYY berada di lokasi pembibitan utama. Hama dan penyakit yang umum mengganggu bibit muda seperti semut. Tabel 2-12. Pupuk yang diberikan adalah urea atau pupuk majemuk dengan konsentrasi 0. pada lahan datar. Gulma yang tumbuh dalam pembibitan dicabut dengan tangan setiap 2 minggu sekali.0 15. tikus dan cacing.12 14. Jenis dan dosis pupuk yang RUANG LINGKUP STUDI (2-40) . bibit yang siap disalurkan ke pembibitan utama ditentukan maksimal 75%. Terletak di tengah lokasi perkebunan PT.5 bulan.16. sekaligus dilakukan penambahan tanah pada kantong-kantong plastik yang kurang tanahnya. Pemupukan dilakukani jika diperlukan. jangkrik. digunakan dicantumkan dalam Tabel 2. dekat dengan sumber air dan berada di lokasi penanaman. belalang. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Berdasarkan kerusakan kecambah. Jumlah bibit yang tersedia pada tahun 2007 sebanyak 160.18 20 22 Pupuk majemuk 15-15-6-4 5.000 bibit. Pengelolaan naungan dilaksanakan sampai umur 1.0 Kiserit 5.000 dan tahun 2008 sebanyak 360.10.20% atau 2 gram/liter melalui penyemprotan.0 Dosis pupuk (g/bibit) Pupuk majemuk 1212-17-2 15. Dosis pupuk pada pembibitan kelapa sawit PT. Penggemburan tanah dilaksanakan agar tanah dalam Pengendalian hama dan polibag tidak memadat yang mulai dilaksanakan setelah bibit berumur 3 bulan.PT.5 kg/polibag. Pemberian serasah (mulching) berupa sisa tanaman atau cangkang sawit dapat mengurangi penguapan air dan pemupukan.12. YYY Umur bibit (minggu) 2 4 6 8. Sedangkan penyakit adalah Helminthosporium antracnose blast. Cangkang dapat ditabur dalam bibit sebanvak 0. YYY.0 7.5 10. sehingga bibit hanya memperoleh pencahayaan sekitar 30 %.0 5.0 penyakit dilakukan secara dini dan berkesinambungan. Jalan dan parit dibuat agar berfungsi dengan baik.0 5.

8 2.8 101.0 25.5 6 8.13.5 8 11.0 5. Tabel 2-13.9 114. Pengumpulan bibit dilakukan dengan cara mengelompokkan untuk memudahkan seleksi dan menghitung jumlah bibit.5 7.0 25.8 6.5 Sumber: PT YYY (2007).20 hari sebelum diangkat. Rata-rata pertumbuhan bibit kelapa sawit jenis D x P Jumlah pelepah 3 3.0 20.2 64. disajikan pada Tabel 2.0 25.0 35.0 Seleksi bibit dilakukan untuk pemilihan bibit yang mutunya sesuai dengan standar.7 3. maka untuk menentukan titik tanam dilakukan pemancangan. Dalam 15 .1 126. (2) Penanaman Setelah pembukaan lahan selesai.0 180.5 5.9 Diameter batang (cm) 1.5 5.5 9 13.5 4 4.5 10 15. Seleksi dilakukan pada umur 4.5 15.5 10.5 1.0 20.14 bulan.5 7 10.PT.0 Keterangan Pre nuersery Main nursery sda sda sda sda sda sda sda Siap salur .0 39.0 52.5 5 5. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 24 26 28 30 32 34 36 Jumlah Sumber : PT YYY (2007) 67.0 25.0 7.5 12 18.5 11 16. akar bibit yang keluar dari polibag dan menembus tanah dipotong dengan cara memutar bibit 180o lalu dilakukan penyiraman yang intensif.7 1. Jarak antar pancang merupakan jarak tanam yang menentukan RUANG LINGKUP STUDI (2-41) Rata-rata pertumbuhan bibit kelapa sawit jenis D x P Umur (bulan) Tinggi (cm) 20. Bibit dipindahkan ke kebun setelah umurnya 12 . Pengangkutan bibit dilakukan secara hati-hati untuk menghindari rusaknya akar dan pecahnya tanah dalam polibag.6 4. Bibit yang dibawah standar atau tidak normal dimusnahkan.0 20.8 dan 12 bulan.3 1.3 88.0 32.

PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

jumlah populasi jumlah tanaman per hektar. Rencana jarak tanam yang digunakan 9,2 m segitiga sama sisi (pancang mata lima), sehingga jumlah populasi tanaman 134 - 136 pokok / hektar. Sebelum penanaman, terlebih dahulu dibuat lubang tanam. Pembuatan lubang

tanam dilakukan minimal 2 minggu sebelum tanam. Pada titik pancang dibuat lubang tanam 60 cm x 60 cm dan dalam 60 cm. Pancang diletakkan di samping lubang. Setelah itu diberi pupuk TSP sebanyak 0,5 kg/lubang. Pada waktu Selanjutnya tanah dipadatkan penanaman, kantong plastik dibuang kemudian bibit ditimbun sehingga tinggi leher tanaman sama dengan tinggi permukaan lobang. agar tanaman tidak miring. Setelah bibit berumur 10 - 12 bulan dilakukan seleksi, kemudian bibit dipindah tanam. Sehari sesudah tanam, dilakukan pemeriksaan mengenai kedalaman tanam dan kondisi tanaman apakah miring, tergenang air, atau bibit abnormal. Terhadap bibit yang abnormal diadakan perbaikan atau diganti. Direncanakan, penanaman pada tahun pertama (2007) mencapai areal seluas 800 ha, tahun kedua (2008) seluas 1600 ha, tahun ketiga (2009) seluas 5.250 ha, dan tahun keempat (2010) seluas 6.255 ha. Dengan demikian, dari tahun keempat (2010) hingga tahun ke-28 (2034) luas keseluruhan kebun kelapa sawit PT. YYY mencapai luas 13.350 ha. Rencana alokasi penanaman kelapa sawit pada areal kebun PT. YYY disajikan pada Tabel 2.14 (3) Pemeliharaan Kegiatan pemeliharaan terhadap kebun kelapa sawit PT. YYY terbagi atas 2 tahap yaitu Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM). Termasuk dalam kegiatan pemeliharaan ini adalah kegiatan pemeliharaan sarana prasarana (jalan pikul, jalan panen dan saluran drainase).

RUANG LINGKUP STUDI (2-42)

PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

Tabel 2-14. Rencana alokasi penanaman kelapa sawit di kebun PT.YYY No. 1 2 3 4 5 6 Uraian Pembuatan Lahan Pembibitan Penanaman Pemeliharaan TBM-1 Pemeliharaan TBM-2 Pemeliharaan TBM-3 Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Jumlah -------------------------- hektar ----------------------45 2.100 5.250 6.255 14350 40 100 120 260 2.000 5.000 7.350 14.350 2.000 5.000 14.350 2.000 7.000 -

Sumber : PT YYY (2006).

a) Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Pemeliharaan Tanaman Penutup Tanah

Untuk mengurangi penguapan air dan agar tidak ditumbuhi gulma pesaing, terutama selama tajuk tanaman belum menutup, maka ditanam tanaman penutup tanah (land cover crop, LCC). Kriteria yang digunakan dalam memilih penutup tanah, antara lain : (i) bukan pesaing tanaman, (ii) mudah diperbanyak, pertumbuhannya cepat dan tidak mengandung hama dan penyakit berbahaya bagi tanaman pokok, (iii) memberikan bahan organik yang tinggi, (iv) memiliki kemampuan menekan gulma. Umumnya LCC yang dipergunakan adalah jenis kacangan (leguminosa) yang bcrsifat menjalar, seperti Calopogonium caeruleum (CC), Calopogonium monocoides (CM), Pueraria phaseoloides (PP), Centrosema pubescens (CP) dan Macuna cochinchinensi (MC). Berbagai komposisi campuran penanaman kacangan dianjurkan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan dengan perbandingan campuran tergantung dari daya tumbuh biji dan persediaannya seperti ditunjukkan oleh Tabel 2.15.

RUANG LINGKUP STUDI (2-43)

PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

Tabel 2-15.

Rencana komposisi campuran penanaman kacangan penutup tanah di kebun kelapa sawit PT. YYY Jenis kacangan (kg/ha) CP PP 8 12 8 8 1 2,3 3,4 -

CC PJ 1 1 3 2 3 3 4 1 5 2 6 0,6 7 0,6 8 3 Sumber : PT. YYY (2006).

No.

CM 2,3 3

MC 2

Untuk menghasilkan pertumbuhan yang baik, tanaman kacangan tersebut dipupuk dengan dosis seperti pada Tabel 2.16 Tabel 2-16. Jenis dan dosis pemupukan tanaman kacangan penutup tanah di kebun kelapa sawit PT. YYY Umur (bulan) 1 3 6 Tahun ke-2 Sumber : PT. YYY (2006). Pemberantasan Tumbuhan Pengganggu (Gulma) Jenis pupuk 15-15-6-4 Rack Fosfet (RP) Rack Fosfet (RP) Rack Fosfet (RP) Dosis (kg/Ha) 40 80 120 200

Gulma yang tumbuh di sekitar bibit atau tanaman kelapa sawit perlu diberantas sebab dapat merugikan tanaman pokok, bahkan menurunkan produksi. Gulma menjadikan tanaman pokok berkompetensi dalam memperoleh air, unsur hara, bahaya maupun CO2. Selain itu, gulma dapat berperan sebagai tanaman inang bagi hama dan penyakit. Tabel 2.17. Beberapa gulma pada kebun kelapa sawit disajikan dalam

RUANG LINGKUP STUDI (2-44)

PT. dilaksanakan pada umur tanaman 0-6 bulan dengan rotasi 2 minggu. adalah: (i) membuang semua gulma (clean weeding). sehingga yang tumbuh hanyalah tanaman penutup tanah saja. dikerjakan sesaat ketika lahan akan ditanami kacangan penutup tanah. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Tabel 2-17. cyperoides Rhynchospora corymbosa Ottocloa nodosa Panicum repens Mikania micrantha Eupatopium odoratum Ageratum conyzoides Ageratum. (ii) membuang semua gulma. (2005). (v) penyiangan dengan cangkul untuk membuang gulma perdu. dilakukan pengendalian gulma pada tanaman penutup tanah kacangan yang bertujuan untuk mempertahankan kondisi areal agar tetap murni tanaman kacangan. Berbagai tingkat penyiangan gulma. (iv) penyiangan yang dilakukan sehingga tersisa tanaman penutup tanah sekitar 70 % dan rumput lunak 30 %. dilaksanakan pada tanaman berumur 13-30 bulan. dan (vi) penyiangan dengan membabat sampai batas tinggi yang dikehendaki (30 cm) sedangkan alang-alang harus dihilangkan sama sekali. houstonianum Boreira latifolia Gleichenia linearis Mimosa invisa Amaranthu spinosus Dalam pemeliharaan tanaman penutup tanah. Nama Latin Imperata cvlindrica Axonopus compressus Passpalum conjugatum Cyperus rotundus Cyperus. (iii) penyiangan yang tersisa hanyalah tanaman penutup tanah sekitar 8 % dan rumput lunak 15% dilakukan pada umur tanaman 7-12 bulan dengan rotasi 3 bulan. RUANG LINGKUP STUDI (2-45) . dilaksanakan pada tanaman berumur 7-12 bulan. Beberapa gulma pada tanaman kebun kelapa sawit No Nama 1 Alang-alang 2 Rumput pahit 3 Paitan 4 Teki-tekian 5 Teki-tekian 6 Krisan 7 Bambu-bambuan 8 Lampujangan 9 Mikania 10 Putihan 11 Babadotan 12 Wedusan 13 Kentangan 14 Pakis kawat 15 Kucingan 16 Bayam duri Sumber : Yan Fauzi et al.

YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Pengendalian gulma dengan wiping dilakukan secara rutin agar tanaman selalu bebas dari gulma.5 HK/ha/rotasi. Perawatan piringan tanaman dilakukan dengan cara menggaruk rumput-rumput yang tumbuh dengan menggunakan alat khusus.0 HK/ha/rotasi. Adapun dosis pemupukan tentative untuk areal rencana proyek disajikan dalam Tabel 2. penyiangan dilakukan untuk menyingkirkan semua jenis tumbuhan dari permukaan tanah selebar piringan pohon yang telah ditentukan. Pada areal bebas gulma. jaringan . yaitu: TBM 1 = 100 cm.PT. Pemupukan Setelah bibit tanaman di lapangan. Rotasi kapasitas pengendalian gulma piringan pohon adalah sebagai berikut :  TBM 1  TBM 2  TBM 3 = 2. Garuk Piringan (Cyrcle Weeding) Minimum Piringan tanaman dibuat pada saat menjelang pemupukan pertama. menggunakan bahan glyphosate dengan dosis 300 ml/ha/rotasi. Jari-jari piringan pohon disesuaikan dengan umur tanaman kelapa sawit. 4 kali/tahun = 4. Pemeliharaan piringan cara kimia mulai dapat dilaksanakan pada areal TBM 3. Wiping gulma dilakukan menggunakan herbisida glyphosate dengan konsentrasi 0. 4 kali/tahun = 3. Dalam cara manual. Secara ideal pemupukan dilakukan setelah pekerjaan garuk piringan selesai sehingga pupuk dapat digunakan oleh tanaman secara maksimum.5 %. 4 kali/tahun.0 HK/ha/rotasi.4 kali dalam satu tahun.18 RUANG LINGKUP STUDI (2-46) . TBM 2 = 125 cm.jaringan yang dibuka dengan diameter 1 m dan diperlebar hingga 3. sehingga tanah bersih dari rumput. dan TBM 3 = 150 cm.0 m sesuai dengan perkembangan umur tanaman. dosis pemakaian herbisida tersebut 6-10 ml/ha/rotasi. Pelaksanaannya harus ekstra hati-hati.6). dengan rotasi 4 x setahun (R. agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap tanaman pokok. Rotasi pemeliharaan piringan biasanya dilakukan 3 . tanaman sudah harus dipupuk. Pemeliharaan piringan pohon dilakukan dengan cara manual dan cara kimia.

02 0.50 0.25 4.50 0.25 5 0.15 0. Jenis dan Dosis Pupuk (Kg/pokok) RP MOP Kieserite HGF-B CuSO4 0. MOP dan tanah mineral (Kieserite) serta borate pada umur selanjutnya dilakukan dengan menaburkan pupuk secara merata sampai sejauh lebar tajuk.50 0.25 8 0.00 0.15 0.75 3.25 12 0.50 0.10 0.10 0.40 cm.50 0.10 0.60 2007. Kastrasi Kastrasi adalah tindakan kultur teknis untuk membuang semua bunga pada waktu tanaman berumur 12 .20 1. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Tabel 2-18. Manfaat dari pekerjaan ini adalah menghindarkan sumber penyakit dari tandan atau bunga busuk yang tidak dipanen karena belum memenuhi kriteria.50 0. Penyerbukan Hadirnya serangga Elaedibius cameranicus dalam teknik budidaya kelapa sawit akhir-akhir ini setelah menghilangkan pekerjaan penyerbukan buatan yang biasanya dilakukan setelah kastrasi.03 0.50 0.75 0.75 Jumlah 4.35 Sumber : PT.50 3.75 0.25 0.50 16 0. Pemberian pupuk NPK. YYY.50 0.50 20 0.35 0.10 0.20 bulan.PT.35 0.50 0.10 3 0.70 0.50 0.05 1. Dosis pemupukan tanaman kelapa sawit menurut umur tanaman Umur (Bulan) Urea 1 0.00 0.00 Pemberian pupuk N pada umur 1 bulan dilakukan dengan cara menabur pupuk mulai dari pangkal batang sampai sejauh 30 .50 24 0.10 0. ZnSO4 0.75 0.60 Dolomit 0.20 1.75 0.50 0. atau jika sekitar 35% tanaman telah berbunga.10 0.20 0.00 0.75 32 0.50 3.25 0. RUANG LINGKUP STUDI (2-47) .20 0.50 28 0. Penggunaan serangga ini sudah terbukti berperan aktif sebagai pelaksana penyerbukan alamiah yang berhasil meningkatkan produksi.10 0. Merangsang pertumbuhan vegetatif dan waktu panen dapat disesuaikan dengan rencana.

jamur ini menyerang buah menjadi busuk.PT. triazolos. Jenis penyakit yang biasa menyerang penyakit akar dan penyakit daun anthracnose pada tingkat lanjut serangan ini menyebabkan tanaman layu dan mati. Pemberantasan Hama dan Penyakit Hama yang biasanya menyerang pada tanaman kelapa sawit yang masih muda adalah tikus. Penyakit lain yang umumnya menyerang tanaman muda adalah RUANG LINGKUP STUDI (2-48) Dari dua famili tersebut yang sering dijumpai menyerang tanaman adalab Thosea asigna. Sedang hama lain yang kadang timbul adalah ulat api (Famili Limacucididae) dan ulat kantong (Famili Psychidae) dilakukan dengan PHT menggunakan tanaman bunga pukul 12. Pada gejala serangan dini dapat juga dilaksanakan secara manual (kutipan) atau hand picking. Untuk mengatasi hal ini biasanya diberi umpan beracun dengan menggunakan Klerat untuk tikus. Mahasena . Tanaman yang mati sebagai akibat serangan penyakit tersebut sebaiknya dibongkar dan dibakar. Pemberantasan hama ini dapat dilakukan dengan cara penyemprotan dengan larutan insektisida yang sesuai dengan bahan aktif tetradifon. karbaril. Agar panen dapat berjalan lancar diperlukan persiapan panen yang mencakup : 1) Pembuatan atau pembukaan jalan panen untuk mempermudah pemanen mengangkut buah 2) Pembuatan tempat pengumpulan hasil (TPH) sebelum diangkut ke pabrik 3) Pemangkasan (tunas) pendahuluan untuk mempermudah pemotongan tandan 4) Pembuatan titik pikul pada areal terdapat parit / drainase. Cara pemberantasannya dilakukan dengan cara sanitasi kebun. sedangkan untuk babi dengan jerat babi (perangkap). YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT - Persiapan Panen Panen umumnya dapat dimulai dari setelah tanaman kelapa sawit berumur 32 bulan. dan babi. corbetti dan Metisa plana. klopirifos. Setora nitens. Jenis jamur lain yang sering menyerang adalah Marasmius.

Pengendalian Ulat Pemakan Daun Kelapa Sawit dilaksanakan dengan cara: monitoring populasi. Busuk pangkal batang dikendalikan dengan menggunakan biofungisida Marfu yang diproduksi oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) dengan dosis seperti diperlihatkan dalam Tabel 2. pemupukan berimbang.19. Busuk tandan (Marasinus bunch rot) dikendalikan dengan cara : mengurangi kelembaban jarak tanam optimal. pemeliharaan. Penggunaan pestisida digunakan apabila populasi serangan melebihi ambang batas ekonomi atau dengan kata lain dalam rangka pengendalian hama dan penyakit dilakukan melalui konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Adapun langkahlangkah yang harus dilakukan dalam konsep PHT yaitu : melaksanakan teknologi budidaya secara benar. Kehilangan daun sebanyak 50 % pada tanaman berumur 1-2 tahun akan menurunkan produksi 12-24 %. penggunaan tanaman secara resisten. 15-20 ekor/ha pada TBM III. penghancuran tempat meletakkan telor. Kumbang penggerek pucuk dikendalikan dengan cara : monitoring populasi setiap 6 baris diperiksa 1 tahun baris. padat populasi kritis 3-5 ekor/ha pada TBM I. pengendalian secara mekanis merupakan komponen utama dan pengendalian dengan pestisida merupakan komponen penunjang. menggunakan ferotrap terdiri dari I kantong feromon sintetik (Etil-4 metil oktanpate) yang digantung dalam ember plastik (1 fetot ferotrap/60 hari).PT. RUANG LINGKUP STUDI (2-49) . pengendalian ketika populasi hama sudah kritis. penyemprotan dengan fungisida seperti Difolatan 4 F atau Actidione. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT penyakit tajuk (Crown Deseases) karena penyakit ini disebabkan oleh faktor genetis maka penggunaan bibit harus dihindarkan dari pohon induk yang mempunyai sifat ini.3 g/pohon atau 3 butir kapur barus/pohon setiap 1-2 bulan. pemberantasan secara kimia dengan insektisida butiran karbofuran 0. pemanfaatan musuh alami Ulat Pemakan Daun Kelapa Sawit. Serangan Ulat Pemakan Daun Kelapa Sawit akan mengakibatkan turunnya produksi.

YYY (2007).YYY No Sasaran Bibit kelapa sawit • Tanah pengisi polibag main nursery Dosis gr/pohon Cara aplikasi 1 2 3 4 Dicampurkan dengan tanah pengisi Ditaburkan di permukaan tanah di dalam polibag pada • Bibit di main nursery 10 saat pemindahan bibit ke main nursery Perlindungan tanaman muda pada areal tanaman ulang Dimasukkan ke lubang • Lubang tanam 200 tanam • Tanah hasil galian lubang 200 Dicampur ke dalam tanah tanam • TBM I 200 Ditaburkan pada piringan • TBM II 200 Ditaburkan pada piringan • TBM III 200 Ditaburkan pada piringan Eradikasi sumber penularan Rajangan tanaman sakit 200 Ditaburkan Dimasukkan ke dalam 4 Lubang tanam sisipan 200 lubang Tanah hasil galian lubang 200 Ditaburkan tanam sisipan Pengobatan tanaman sakit dengan gejala lanjut • Tanaman penimbun Dicampurkan merata ke 1000 dalam 1 m3 pangkal batang Sumber : PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Tabel 2-19.PT. b) Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) Untuk dapat berhasil dengan baik. pemeliharaan tanaman menghasilkan juga harus dilakukan dengan cara intensif. pada prakteknya dapat dibagi atas kelompok dan umur tanaman sebagai berikut: RUANG LINGKUP STUDI (2-50) . Rencana dosis dan aplikasi biofungisida Marfu di kebun kelapa sawit PT. termasuk kepentingan pengawasan yang terus menerus atas keberadaan hama dan penyakit Pemeliharaan tanaman menghasilkan.

P.14 tahun) tanaman tua (umur 15 . Pemupukan Dosis pemupukan pada tanaman yang menghasilkan hendaknya didasarkan pada hasil analisis daun yang direkomendasikan oleh badan penelitian atau bagian riset. Zn dan Cu). Pedoman pemupukan yang akan dilakukan sebagai berikut : Pemupukan TM dilakukan dengan memberikan unsur hara makro (N. Cl. Pekerjaan pemeliharaan tanaman menghasilkan (TM) yang perlu dilakukan antara lain mencakup : Perawatan Gawangan Perawatan gawangan meliputi pemberantasan alang-alang. sumber K adalah MOP dan abu. Cara pelaksanaannya pada dasarnya sama dengan perawatan tanaman penutup tanah pada tanaman belum menghasilkan. S. No 1 2 Urea ZA Spesifikasi pupuk berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Jenis pupuk N N RUANG LINGKUP STUDI (2-51) Unsur hara Kandungan Min 46% 21% .PT.20. Rotasi pekerjaan ini relatif lebih lama karena efek dari herbisida tersebut sehingga rotasinya 3 .25 tahun) Tingkat intensitas pemeliharaan pada ketiga kelompok tersebut adalah sama kecuali dalam dosis pemupukan mulai dikurangi bahkan dihentikan dua tahun menjelang penanaman ulang (replanting). K. kiserit dan dolomit.5 tahun) tanaman remaja (umur 6 . Mg. atau sejenisnva) dengan atomizer sprayer.4 kali dalam setahun. Jenis pupuk yang akan digunakan adalah: SP36. Pemeliharaan Jaringan Pemeliharaan jaringan pada tanaman menghasilkan dapat dilakukan dengan cara kimiawi dengan menggunakan larutan herbisida (bahan aktif glyposate. Tabel 2-20. dalopon. RP dun TSP . YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 1) 2) 3) tanaman muda (umur 1 . dan Ca) dan unsur mikro (B. dongkel anak kayu dan sembung rarnbat. Pemupukan mengacu standar nasional yang spesifikasinya ditunjukkan dalam Tabel 2.

PT. dengan selang waktu 2 bulan RUANG LINGKUP STUDI (2-52) . produktivitas tanaman. Pada areal datar. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT S P2O5 (total) P2O5 (larut asam sitrat) Ca + Mg A12O3 + Fe2O3 3 Rock phosphate Kadar air Kehalusan : . hasil uji penelitian pemupukan. dilakukan pada saat curah hujan 60-200 mm/bulan.Lolos saringan 80 mesh . hari hujan dan penyebaran). 1985. Dosis pupuk ditentukan berdasarkan faktorfaktor : tanah (jenis. umur tanaman. sedangkan di areal bergelombang-berbukit serta areal yang sering tergenang air dilaksanakan dengan cara dibenam.Lolos saringan 25 mesh 4 SP-36 P2O5 5 K2O K2O 6 Kieserit MgO S MgO CaO Al2O3 + Fe2O3 Kadar air 7 Dolomit SiO2 Ni Kehalusan : .Lolos saringan 25 mesh Sumber : Pedoman Pusat Penelitian Marihat. hasil pengamatan tanaman secara visual di lapangan. hasil analisis hara daun dan tanah. realisasi pemupukan 2 tahun sebelumnya. fisik dan kimia tanah). untuk semua jenis pupuk. 23% Min 28% Min 10% Setara CaO Maks 3% Maks 3% Min 50% Min 80% 35 % Min 60% Maks 26% Maks 21% Maks 30% Maks 30% Maks 30% Maks 5% Maks 3% Maks 5% 100% Min 50% Dalam tahapan penentuan dosis pupuk dilakukan pembuatan kesatuan contoh daun (KCD) dan pengambilan contoh daun. pupuk Pemupukan ditaburkan di piringan pohon.Lolos saringan 80 mesh . iklim (curah hujan.

21. mendosia 11 A. piana 9 D. bisura 7 B. - Pemberantasan Hama dan Penyakit Pengendalian hama dan penyakit dilaksanakan dengan sistem pengendalian hama terpadu (PHT) terhadap UPDKS dan tikus. Pengendalian berdasarkan monitoring populasi. Penggunaan pestisida digunakan apabila populasi serangan melebihi ambang batas ekonomi atau dengan kata lain dalam rangka pengendalian hama dan penyakit dilakukan melalui konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Monitoring UPDKS dilakukan dengan mengamati 1 pohon contoh/ha. phidippus Sumber: PT YYY (2007). pengendalian secara RUANG LINGKUP STUDI (2-53) .PT. setiap 1 bulan. asigna 2 S. Penggunaan insektisida merupakan tindakan terakhir dan dipilih jenis yang aman terhadap lingkungan. Populasi kritis UPDKS disajikan pada Tabel 2. bisura 8 M. bradleyi 6 D. Perawatan parit juga dilaksanakan setiap 6 bulan. Adapun langkahlangkah yang harus dilakukan dalam konsep PHT yaitu : melaksanakan teknologi budidaya secara benar. nitens 3 D. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Pemeliharaan jalan dan parit dilakukan dengan perawatan. penggunaan tanaman secara resisten. diducta 5 D. Tingkat populasi kritis ulat pemakan daun kelapa sawit (UPDKS) Populasi kritis (Jumlah ulat/pelepah) 5 – 10 5 – 10 20 – 30 10 – 20 10 – 20 10 – 20 4–5 5 – 10 5 – 10 5 – 10 2–5 No Jenis UPDKS 1 S. Jalan utama dirawat setiap 6 bulan sekali dengan pengerasan. parasitoid dan predator. kemudian digrader dan dipadatkan dengan compactor. Tabel 2-21. triana 4 D. inclusa 10 D. memanfaatkan musuh alami dan mengutamakan pelestarian.

Beberapa jenis tikus yang dapat dijumpail di areal kebun sawit adalah tikus belukar (Rattus tiomanicus). penyakit busuk tandan buah dikendalikan dengan cara dibongkar bersama akarnya dan dimusnahkan. dosis dan cara aplikasi insektisida dalam pcngendalian UPDKS di kebun kelapa sawit PT.500 g/ha 375 . Beberapa jenis insektisida yang dapat digunakan untuk pengendalian UPDKS disajikan pada Tabel 2. Tanaman yang terserang RUANG LINGKUP STUDI (2-54) . Penggunaan insektisida sintetik diupayakan sebagai tindakan terakhir dan sedapat mungkin dipilih jenis insektisida serta teknik aplikasi vang paling aman bagi lingkungan. Jenis insektisida Contoh Bahan aktif produk Bacillus thuringiensis Bacillus thuringiensis Deltamet-rin Triklorfon Thuricida HP Bactospeine Decis 2. khusus bagi kelangsungan hidup parasitoid dan predator UPDKS.22 Tabel 2-22. ulat bulu & ulat kantung Ulat api dan ulat bulu Ulat bulu Dipterex 95 SP Sumber : PT. Lubang bekasnya dan 6 pohon sekitarnya ditaburi Marfu P. yang selanjutnya dikendalikan dengan : (i) menggunakan rodentisida (klerat) RMB bila populasi sudah tinggi. karat daun (red rust). Rencana jenis.5 ES No 1 2 3 4 Dosis 300 . YYY (2007).PT.500 g/ha 300 . YYY. Pengendalian tikus akan dilakukan dengan cara monitoring populasi tikus setiap bulan sekali. dan (ii) menggunakan musuh alami. tikus sawah (Rattus argentiventer). tikus rumah (Rattus diardii) dan tikus huma (Rattus exulans). YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT mekanis merupakan komponen utama dan pengendalian dengan pestisida merupakan komponen penunjang. dengan dosis 200 g/pohon. Penyakit BPP (busuk pangkal pinang) yang disebabkan oleh Genoderma boninse.750 g/ha 1000 g/ha Cara aplikasi Semprot fogging Fogging Semprot/ fogging Hama sasaran Ulat api.

Pada waktu menunas. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT ringan dibuang 4 lubang di piringan pohon sedalam 30 cm. mankozeb. pakis dan tanaman lain yang tumbuh dibatang dan buah busuk dibuang. (v) melaksanakan penyemprotan dengan fungisida. (iii) melaksanakan panen secara teratur dengan pusingan < 10 hari.0. dengan konsentrasi 0. Bayleton 250 cc (triadimetol) dengan konsentrasi 0. Pemeliharaan Jalan Pikul Pemeliharaan jalan pikul dilakukan dengan cara manual ataupun kimiawi.1 . (ii) melakukan eradiasi dengan membuang dan membakar semua tandan busuk. antara lain Difolatan 4 F (kaptafol). Pemeliharaan Saluran Drainase RUANG LINGKUP STUDI (2-55) . triadimefon. secara manual dilakukan dengan cara slashing dibabat tandas. Actidiore (sikloheksimid). kemudian dimasukkan 75 g Marfu P/lubang.40 %).8 bulan sekali dengan system songgo dua yang berarti dua pelepah dibawah buah tertua ditinggalkan dan merata keliling pohon.PT. Jika serangannya berat (30 . Pengendalian penyakit busuk tandan buah yang disebabkan oleh Marasmus palmivorus dilakukan dengan cara : (i) mengatur kelembaban kebun. seperti penyiangan di piringan pohon serta penunasan pelepah cara teratur. Pelapah hasil pemotongan dibagi dua dan diletakkan di gawangan yang bukan digunakan sebagai jalan panen. Pengendalian penyakit karat daun (red rust) yang disebabkan oleh ganggang hijau (algae) C. koper oksida. ephaleuros cukup dengan penunasan secara teratur setiap < 9 bulan. (iv) mengendalikan serangan tikus dan hama Tirathaba. Tunasan harus merapat ke batang dan berbentuk tapak kuda.14 hari.2 % disemprot hingga membasahi permukaan daun yang terserang. Penunasan Penunasan dilakukan dengan putaran 6 .2 % dengan pusingan 10 .1-0. Tetapi biasanya dikerjakan secara kimiawi sejalan dengan waktu pemeliharaan piringan. baru dilakukan pengendalian dengan menggunakan fungisida berupa khlorotanil.

Acak merupakan acak RUANG LINGKUP STUDI (2-56) . Pekerjaan sensus pokok dilakukan setahun sekali.000 buah sawit. Setiap bulir berisi sekitar 10 . Pada sistem ini. tempat pengumpulan hasil (TPH) sudah harus dibuat. Pemeliharaan Jalan Panen Selambat . Pemangkasan Daun Tua Pemangkasan daun tua dilakukan 9 bulan sekali. Bulir-bulir ini menyusun tandan buah yang berbobot rata-rata 20 . TPH dibuat dengan ukuran 3 x 3 meter dan harus selalu bersih dari gulma. 2004). jalan panen.18 g/butir yang duduk pada bulir. sehingga setelah ditunas jumlah pelepah daun tersisa 48 – 54 pelepah. titipan panen. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Saluran drainase dipelihara secara rutin dengan cara pembersihan dan pembuangan lumpur dan tanaman yang tumbuh di saluran. Buah pertama yang keluar (buah pasir) belum dapat diolah di PKS karena kandungan minyaknya yang rendah. Buah sawit normal berukuran 12 . Sensus Pokok Sensus pokok bertujuan untuk mengetahui jumlah pohon dan kondisi pohon.lambatnya 6 (enam) bulan sebelum panen dimulai. Cara panen yang banyak diterapkan di perkebunan kelapa sawit dewasa ini adalah sistem giring. Pada saat penunasan diusahakan sampai songgo dua pada tanaman dibawah 10 tahun dan songgo satu untuk tanaman diatas 10 tahun yang sudah menggunakan egrek. TBS inilah yang dipanen dan diolah di PKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Setiap TBS berisi sekitar 2.30 kg/tandan. pemanenan diberi acak tertentu dari lahan yang akan dipanen dan si pemanen mengerjakan beberapa gawang. (4) Pemanenan Kelapa Sawit Tanaman kelapa sawit mulai menghasilkan buah pada umur 30 bulan setelah tanam.PT. Pelepah daun dikumpulkan dan ditumpuk pada gawangan mati atau diantara tanaman diluar jalan panen dan piringan sebagai sumber bahan organik dan mencegah pencucian unsur organik.18 butir tergantung kepada kesempurnaan penyerbukan.

5 m).23 menyajikan derajat kematangan buah berdasarkan banyaknya brondolan yang jatuh.75 75 . sedangkan bila TBS terlalu matang (fraksi 4 dan 5) maka kualitas minyak menjadi rendah karena kadar asam lemak bebasnya tinggi. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT tidak tetap dan bila selesai dikerjakan pemanenan pindah ke acak berikutnva yang telah ditetapkan.25 buah luar brondol 25 .5 . Keuntungan dari cara ini ialah cepat dipanen dan diangkut keluar. Tabel 2. Pada tandan buah yang masih mentah (fraksi 0 dan 1) kandungan minyak CPO sangat rendah.5 buah luar brondol 12.PT. pengawas lapangan. Untuk mendapatkan mutu CPO yang baik. Pelaksanaan panen pada tahap awal (pohon setinggi 2 . Tandan buah segar yang telah dipanen harus segera ditangani dan diusahakan secepatnya diproses dalam pabrik. maka mutu yang diolah harus berdasarkan kriteria kematangan yang optimal yaitu kondisi buah tingkat fraksi 2 dan 3. Untuk mendapatkan jumlah dan kualitas minyak CPO yang baik maka dibutuhkan koordinasi yang baik antara pemanen. Pada kondisi 2 dan 3 kandungan minyak dalam TBS relatif tinggi dengan kadar garam asam lemak bebas (FFA) yang rendah. Tabel 2-23. Jumlah Brondolan Tidak ada 1 .100 Buah dalam brondol dan terdapat buah busuk Warna Buah Hitam Hitam Kemerahan Merah Kekuningan Merah Kekuningan Tingkat Kematangan Sangat mantah Mentah Kurang matang Matang Matang Lewat matang Lewat matang Sumber:PT YYY (2006). Penentuan matang panen vang umum diterapkan adalah 2 brondolan per kg berat tandan. sehingga cepat sampai di pabrik. Kriteria untuk dapat mulai dipanen antara lain : jumlah kerapatan panen lebih dari 60 % dan mutu tandan sudah baik (berat tandan rata-rata di atas 3 kg). Fraksi 00 0 1 2 3 4 5 Tingkat kematangan buah berdasarkan banyaknya brondolan yang jatuh. sedangkan apabila tinggi tanaman sudah tidak lagi RUANG LINGKUP STUDI (2-57) .50 buah luar brondol 50 . dilakukan dengan menggunakan dodos.12. bagian fraksi dan staf pabrik.

kandungan asam lemak bebasnya semakin meningkat. Untuk kapasitas PKS sebesar 80 ton TBS/jam dan operasional PKS selama 20 jam/hari akan diperlukan TBS sebesar 20 jam x 80 ton TBS/jam = 1.10 tandan per baris. Angkutan TBS. maka diperlukan truk pengangkut sebanyak 67 unit truk per hari.600 ton TBS/hari tersebut akan dilakukan 267 trip pengangkutan TBS per hari.PT. 2001). TBS diangkut ke PKS menggunakan truk. CPO dan inti sawit. maksimal 8 jam setelah panen. Dari 1. Pada buah yang tidak segara diolah. sehingga untuk mengangkut CPO setiap hari diperlukan 30 trip angkutan. sedangkan inti sawit diangkut dengan truk kernel. Buah serta brondol diangkut ke TPH setelah gagang tandan dipotong serapatnya. (5) Pengangkutan TBS dan CPO Buah kelapa sawit memiliki sifat perisable (segera mengalami kerusakan penurunan kualitas dan rendemen) bila tidak segera diolah (Pusat Penelitian Kelapa Sawit. 2004). TBS yang diangkut berasal dari kebun inti dan plasma. maka untuk 1. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT memungkinkan (> 5 m) maka alat panen yang digunakan adalah kapak dan galah bambu dilengkapi pisau enggrek pada ujungnya. Pengangkutan TBS dengan menggunakan traktor dan trailer dilakukan jika alat angkut truk mengalami kerusakan atau jumlah TBS melimpah diluar daya angkut truk. Pengangkutan buah dilakukan dari tempat yang paling jauh guna memudahkan memikul tandan ke TPH.600 ton TBS/hari. Pada TPH buah disusun secara terbalik sebanyak 5 .000 RUANG LINGKUP STUDI (2-58) . Jika menggunakan truk dengan kapasitas 6 ton. Kapasitas pengapalan adalah 3. traktor dan trailer. TBS harus segara diolah (Tim Penulis PS.600 ton TBS/hari akan dihasilkan CPO sebanyak 22 % x 1. Untuk menghindari hal itu. kemudian pangkal tandan diberi nomor dan brondol ditempat terpisah. diangkut menggunakan truk tangki CPO. CPO akan diangkut ke dermaga dengan menggunakan truk tangki berkapasitas 12 ton CPO. Tandan buah segar hasil pemanenan harus segera diangkut ke pabrik untuk diolah lebih lanjut. Angkutan CPO. Jika setiap truk dalam sehari dapat mengangkut sebanyak 4 trip.600 ton TBS/hari = 352 ton CPO/hari.

000 ton CPO per sekali pengapalan. Sedangkan diagram alir dari proses pengolahan kelapa sawit disajikan pada Gambar 2. Fraksionasi hasil pengolahan tandan buah segar disajikan pada Gambar 2. PKO akan diangkut ke dermaga.600 ton TBS/hari akan dihasilkan PKO sebanyak 0. YYY (2006) (6) Pengolahan Jumlah dan kapasitas hasil minyak CPO yang diperoleh sangat dipengaruhi kondisi buah (TBS) yang diolah dalam pabrik. setiap 20 – 25 hari akan ada sekali pengapalan. Kebutuhan jenis dan jumlah alat angkut TBS. dengan operasional PKS 20 jam/hari. CPO dan inti sawit Jenis Angkutan Truk Traktor + Trailer Truk Tangki Truk Kernel Jumlah Angkutan 67 15 8 1 Kapasitas Angkutan (ton unit) 6 8 12 12 Bahan yang Diangkut TBS CPO Inti Sawit Sumber : PT. CPO dan PKO disajikan pada Tabel 2. dimasukkan ke dalam lori rebusan yang terbuat dari plat baja berlubang-lubang (cage) dan langsung dimasukan ke dalam RUANG LINGKUP STUDI (2-59) . Dengan demikian.05 % x 1. Direncanakan kapasitas PKS PT. YYY adalah 80 ton TBS/jam. TBS tersebut harus ditimbang terlebih dahulu pada jembatan penimbangan (weighing bridge). Pengangkutan TBS. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT ton CPO per sekali pengapalan. setiap 8 – 9 hari akan ada sekali pengapalan.600 ton TBS/hari = 90 ton PKO/hari.PT.24. Tabel 2-24. Dengan demikian. a) Perebusan (Sterillizer) Tandan buah segar setelah ditimbang. Sebelum dimasukan ke dalam loading ramp.10. sedangkan jumlah angkutan yang diperlukan setiap pengapalan sebanyak 17 trip dengan menggunakan truk kapasitas 12 ton. kapasitas pengapalan adalah 2. Tandan Buah Segar diangkut ke lokasi pabrik minyak sawit menggunakan truk. Angkutan PKO. Dari 1.11.

(b) agar buah mudah lepas daril tandannya dan (c) memudahkan pemisahan cangkang dan anti dengan keluarnya air dari biji. Proses ini biasanya berlangsung selama 90 menit menggunakan uap air yang berkekuatan antara 280 .PT.0 kg/cm2. kemudian dimasukkan ke dalam lori perebusan yang berkapasitas 2. Dengan proses ini dapat dihasilkan kondensat yang mengandung 0.290 kg/ton TBS.5 ton setiap lori. Proses perebusan ini dimaksudkan untuk: (a) mematikan enzim-enzim yang dapat menurunkan kualitas minyak. Buah beserta lorinya direbus dalam tempat perebusan (sterilizer) selama 60 menit. b) Perontokan Buah dan Tandan (Thresher) Pada threser. (2) Pelepasan buah dan pelumatan.2 . Secara garis besar urutan kerjanya adalah sebagai berikut: (1) Buah kelapa sawit yang sudah tiba di pabrik dan sudah ditimbang. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Sterilizer yaitu bejana perebusan yang menggunakan uap air bertekanan antara 2. buah yang masih melekat pada tandannya akan dipisahkan dengan menggunakan prinsip bantingan sehingga buah tersebut terlepas kemudian ditampung dan dibawa oleh fit conveyor ke digester. Kondensat ini kemudian dimasukkan ke dalam Fat Pit.3. RUANG LINGKUP STUDI (2-60) . Tandan buah yang sudah direbus dimasukkan ke dalam thresher dengan menggunakan hoisting crane.5 % minyak ikutan pada temperatur tinggi.

PT. thresher). Fraksionasi hasil pengolahan TBS (3) Buah yang sudah direbus dimasukkan ke dalam mesin pelepas buah (stripping. (4) Pengeluaran minyak.9%) BIJI (10. (5) Dilakukan pengepresan dengan menggunakan alat tipe hidraulic.4%) KERNEL (5%) CANGKANG (5. Minyak yang sudah keluar dialirkan ke dalam Crude Oil Tank (tangki minyak mentah).4%) AMPAS (12. Tandan kosong diangkut ke tempat pembakaran.4%) Gambar 2-11.5%) CPO KASAR (43. centrifugal atau press continuous screw.9%) SERAT (11.5%) CPO 22.1% UNSUR K (1.1%) BRONDOLAN (67%) TANDAN KOSONG (21.5%) SOLID 4. Minyak ditampung dan dilakukan pemurnian. kemudian buah telah rontok itu di bawa ke dalam mesin pelumat (digester). (6) Pemurnian (clarification) RUANG LINGKUP STUDI (2-61) .5%) UNSUR N (1.5%) BIJI & AMPAS (23. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT TANDAN BUAH SEGAR (100%) PENGUAPAN BLOW DOWN (11.5%) AIR 16. digunakan sebagai bahan bakar untuk menghasilkan uap yang digunakan dalam proses sterilisasi. Buah yang sudah lumat dipres sehingga minyak keluar dan dipisahkan dari ampasnya.9% UNSUR Mg (0.5%) AIR (1.5% UNSUR P (0.

depericarper). dengan conveyor masuk ke drum pemisah biji (nut grading drum). Gudang inti (kernel storage) : Penyimpanan produksi inti (kernel) disimpan dalam goni isi 80 kg atau disimpan dalam gudang bentuk curah. 10) Pabrik biji (kernel plant) Ukuran ampas kempa (cake breaker conveyor) : berfungsi membawa ampas kempa ke pemisah serabut dan biji (nut / fibre seperator. Selanjutnya CPO ini disimpan dalam tangki timbun (CPO storage). di bawa ke alat pembuang sisa daging buah (depericarper). Pemisah getar : Dari nut cracker dimasukkan ke kolom pembersih (dust separator) yang membebaskan mass cracker dari abu dan benda ringan lainnya. Pemecah biji (nut cracker): berfungsi memecah biji yang sudah diperam dan hasil pecahannya dimasukkan ke vibrating gaute. Pemisah ampas biji (depericarper) Pemeram biji : berfungsi memeram biji sampai kering. Dari sini akan dihasilkan minyak sawit mentah (CPO). Biji yang tidak pecah Pemisahan biji dari sabut menggunakan proses pengeringan dan pengembusan. kemudian diangkut ke RUANG LINGKUP STUDI (2-62) . silo dan dikeringkan. (8) Pemisahan biji dari sisa-sisa daging buah. Silo pengering inti (kernel dryer) : Berfungsi mengeringkan inti yang berasal dari hydrocyclone sampai kadar air sesuai dengan ketentuan (7%). Mass cracker yang sudah bersih masuk ke pemisah getar yang berfungsi membebaskan biji yang tidak pecah. (9) Sisa pengepresan yang berupa ampas. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT (7) Minyak yang dihasilkan kemudian dimasukkan ke dalam tangki pemumian. diproses ulang ke nut cracker.PT. Biji yang sudah terpisah. Selanjutnya sampai ke alat pemecah biji (nut cracker). Hydrocyclone: Berfungsi memisahkan inti dengan cangkang.

4% Air Blowdown 11.1% Limbah Cair 55 % UNIT INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH Gambar 2-12.4% 5.3% DEPERICARTER II Sludge Centrifugal 26.PT.2% Air 7.9% VACUM DRYER CPO 22.2% Limbah Cair 9.05% Minyak bersih 17.2% Sledge 26.3% AIR CLARIFIER Air 7.2% 1.1% DIGESTER Pembakaran di Unit Incenerator Minyak 17.5% Buah Rebus 67% Penguapan 0.6% Ampas 12.5% BOILER DEPERICARTER I 10.0% CRACKER CANGKANG Air PEMISAH ANGIN 14.0% 2.4% Minyak 0.1% SCREW PRESS 23. Diagram alir proses pengolahan kelapa sawit RUANG LINGKUP STUDI (2-63) .9% Pupuk/Abu 0.2% TANGKI TIMBUN CPO TANGKI TIMBUN CPO PEMISAHAN DENGAN AIR 39. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT TBS 100% PEREBUSAN Tandan Rebus 88.2% PURIFIER PENGERINGAN 1.5% PENEBAHAN Tandan Kosong 21.7% TANGKI PENGUMPUL LIMBAH CAIR Air Blowdown 11.5% Sludge 26.9% Minyak bersih 4.0% GUDANG KERNEL Minyak 0.2% 4.

YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT c) Pengolahan Minyak dari Daging Buah Brondolan buah (buah lepas) yang dibawa oleh fruit conveyor dimasukan ke dalam digester atau peralatan pengaduk. akan diperoleh minyak mentah. Dalam proses pengadukan (digester) ini digunakan uap air yang temperaturnya selalu dijaga agar stabil antara 80 – 90oC. Selanjutnya dialirkan ke vacum driver untuk memisahkan air sampai pada batas standard. Sedangkan ampas dan biji yang masih mengandung minyak (oil sludge) dikirim ke pemisah ampas dan biji (Depericarper). Setelah masa buah dari proses pengadukan selesai Untuk proses pengepresan ini perlu tambahan panas Dari pengepressan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam alat pengepressan (screw press) agar minyak sekitar 10 -15% terhadap kapasitas pengepressan. Pada fase padat yang terdiri dari air dan padatan terlarut ditampung ke dalam sludge tank yang kemudian dialirkan ke sludge seperator untuk memisahkan minyaknya. maka minyak sawit dipompakan ke tangki timbun (oil storage tank). Minyak mentah (crtide oil) kemudian dipompakan ke dalam decenter guna memisahkan solid dan liquid. minyak dialirkan ke oil tank. Kemudian melalui sarvo balance. kemudian dilakukan penyaringan (vibrating screen). supaya buah terlepas dari biji. Pada fase cair yang berupa minyak air dan masa jenis ringan ditampung pada continuous setting tank. Dalam proses penyaringan minyak mentah tersebut perlu ditambahkan air panas untuk melancarkan penyaringan tersebut. harus dilakukan pemindahan kandungan pasirnya pada sand trap. e) Proses Pengolahan Inti Sawit Ampas kempa yang terdiri dari biji dan serabut dimasukkan ke dalam depericaper melalui cake brake conveyor yang dipanaskan dengan uap air agar sebagian kandungan air dapat diperkecil. Sebelum minyak mentah tersebut ditampung pada crude oil tank. arnpas dan biji.PT. keluar dari biji dan fibre. d) Proses Pemurnian Minyak Minyak dari oil tank dialirkan ke dalam oil purifier untuk depericaper melalui cake brake conveyor yang dipanaskan dengan uap air. sehingga press cake terurai dan memudahkan RUANG LINGKUP STUDI (2-64) .

12. 600C dan 700C dalam waktu 14 . YYY.800C selama 18 . Kegiatan-kegiatan yang Ada di Sekitar Rencana Lokasi Proyek dan Dampak yang Ditimbulkannya Kegiatan-kegiatan yang ada di sekitar rencana lokasi kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. Monrad lntan Barakat yang secara kumulatif juga akan menimbulkan sifat dampak yang serupa dengan dampak kegiatan PT. Pada depericaper terjadi proses pemisahan fibre dan biji. Pemisahan terjadi akibat perbedaan berat dan gaya isap blower. biji utuh dengan cangkang/inti. tanah. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT proses pemisahan.24 jam agar air turun dari sekitar 21 % menjadi 4%. Masa cangkang bercampur inti dialirkan masuk ke dalam kernel drier untuk proses pengeringan sampai kadar airnya mencapai 7 % dengan tingkat pengeringan 500C. Sebelah Selatan adanya Aktivitas perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. maka dialirkan melalui winnowing kernel (kernel storage). sedangkan uraian secara singkat kegiatan dimaksud sebagai berikut: Sebelah Utara adanya Aktivitas perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. flora dan fauna darat. terlebih dahulu diproses ke dalam nut grading drum untuk dapat dipisahkan ukuran besar kecilnya biji yang disesuaikan dengan fraksi yang telah ditentukan. Selanjutnya guna memisahkan kotoran. dengan sifat yang saling RUANG LINGKUP STUDI (2-65) . Masa biji pecah dimasukkan ke dry separator (proses pemisahan debu dan cangkang halus) untuk memisahkan cangkang halus. Sebelum biji dimasukkan ke dalam nut craker. KIU) yang secara kumulatif akan menimbulkan sifat dampak yang serupa dengan dampak kegiatan PT. Biji tertampung pada Nut Silo yang dialiri dengan udara panas antara 60 . d. sebelum diangkut dengan truk ke pabrik pemroses berikutnya. YYY digambarkan pada Gambar 2. YYY. Nut kemudian dialirkan ke nut craker sebagai alat pemecah. Kharisma Inti Usaha (PT. dengan sifat yang saling memperkuat (sinergetik) terhadap berupa penurunan kualitas air.16 jam.PT.

pusat pemerintahan. lahan gambut). Sebelah Timur ada aktivitas penebangan hutan galam.2. RUANG LINGKUP STUDI (2-66) . UPT). air di Sungai Barito serta pemukiman penduduk desa sepanjang sungai tersebut yang terdapat di sekitar tapak proyek (Kecamatan Jejangkit. Sebelah Barat ada aktivitas perkebunan dan pabrik kelapa sawit milik PT. aktivitasnya mengeluarkan limbah ceceran minyak dan oli mesin tranportasi sungai yang mereka gunakan. (resapan. pemukiman penduduk (desa. terdapat di dalam dan sekitar tapak proyek dimana aktivitasnya akan menyebabkan degradasi hutan galam dan purun sehingga apabila tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan kualitas lingkungan hutan galam dan sekitamya. Selain itu ada juga dampak yang serupa dengan dampak kegiatan PT. Alternatif-alternatif yang Akan Dikaji dalam AMDAL a. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT memperkuat (sinergetik) terhadap berupa penurunan kualitas air. Rantau Badauh dan Cerbon). flora dan fauna darat. tanah. pencari purun dan jebakan sumur ikan di dalam hutan alam terutama pada musim kemarau. pasar dan fasilitas umum lainnya). 2. Putra Bangun Bersama (PBB). Oleh sebab itu pemilihan alternatif dalam penyusunan studi AMDAL ini akan memperhitungkan aspek tata ruang. terutama kemungkinan keberadaan kawasan lindung. juga kegiatan lain yang berkaitan atau tumpang tindih dengan pengunaan lahan lainnya yang dilakukan oleh pihak lain yang berkaitan dengan kepentingan dan aktivitas masyarakat umum (jalan negara. aktivitas transportasi. Dasar Pemikiran dalam Mengkaji Alternatif Seperti disinggung di muka bahwa langkah pertama yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Amdal adalah adanya kesesuaian lokasi proyek dengan Tata Ruang Wilayah.PT. Kegiatan ini secara kumulatif akan menimbulkan sifat YYY. Selain itu aktivitas pemukiman akan mengeluarkan limbah domestik sehingga apabila tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan kualitas lingkungan perairan sungai.1.

YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Gambar 2. Kegiatan-kegiatan di sekitar proyek yang berpotensi menimbulkan dampak RUANG LINGKUP STUDI (2-67) .13.PT.

Secara sosial bersifat akseptabel (dapat diterima masyarakat). sulfat masam dan masalah tata air). YYY yang menghasilkan dampak negatif terhadap lingkungan yang paling kecil dan menghasilkan dampak positif yang paling besar. dan (iii) Tidak berdampak negatif terhadap kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan. terutama sangat terkait dengan realitas posisi tapak proyek PT. maka dilakukan pelepasan kawasan hutan. Kriteria yang dipergunakan dalam menetapkan suatu alternatif meliputi : a) Menghasilkan alternatif kegiatan PT. tetapi secara pengelolaan lingkungan masuk dalam satu daerah pengaliran sungai yang sama (DAS Barito). Alternatif lain yang perlu dikaji dalam studi ini. jika lokasi proyek berada pada kawasan hutan produksi. (ii) Faktor-Faktor biofisik (Agroklimat) cukup mendukung. Hal ini terutama berimplikasi pada perlunya suatu telaahan alternatif yang mempertimbangkan : (i) tersediannya ruang dan lahan yang tidak tumpang tindih dengan penggunaan lain. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Menyangkut dengan tata ruang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi dampak negatif yang dapat muncul dari kegiatan perkebunan dan pabrik kelapa sawit PT. konstruksi bangunan yang sesuai dengan kodisi lahan basah dan terletak dalam satu wilayah administratif (Kabupaten Banjar).PT. termasuk di dalamnya efisiensi dalam penggunaan sumber daya alam seperti lahan dan air). YYY yang hampir seluruhnya berupa lahan basah (kemungkinan tanah bergambut. c) d) Secara teknologi dapat diaplikasi oleh pemrakarsa. b) Secara ekonomi efektif dan efisien (bersifat ekonomis. Jika lokasi berada pada kawasan hutan lindung atau cagar alam. rencana lokasi proyek. YYY terhadap komponen lingkungan yang terdapat di dalam tapak proyek dan sekitamya. maka dilakukan enclave (dikeluarkan) dari RUANG LINGKUP STUDI (2-68) . tanaman yang diusahakan lebih adaptif pada suasana lingkungan lahan kering.

jalan.PT. pabrik. Sebagai contoh kebun diletakkan pada areal yang nilai kesesuaiannya berharkat cukup sesuai (S3). YYY dalam studi Amdal dapat dillhat pada Gambar 2. Dalam proses ini akan dipilih desain atau teknologi yang berkesesuaian dengan keadaan lingkungan spesifik lahan basah di Kalimantan RUANG LINGKUP STUDI (2-69) . Selatan. Adapun langkah-langkah adalah sebagai berikut : (1) Langkah pertama dalam memilih suatu alternatif adalah dengan jalan menilai kelayakan suatu lahan yang rencananya digunakan untuk lokasi perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. Prosedur untuk Memilih Alternatif Secara skematis alur proses atau prosedur pemilihan alternatif kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. (2) Langkah kedua adalah penilaian pemilihan teknologi konstruksi. dimana lahan minimal berharkat sesuai (S3) untuk budidaya tanaman kelapa sawit. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT b.13. (3) Langkah ketiga dalam menetapkan suatu alternatif adalah dengan join melakukan evaluasi rencana pembangunan fisik (tata letak) seperti kebun. Dalam tahapan ini akan terpilih tata letak yang memenuhi nitai kesesuaian lahan dan nilai estitika lingkungan. pengaturan tata air serta konstruksi fisik. kantor dan mess karyawan diletakkan pada areal yang nilai kesesuaianya berharkat tidak sesuai untuk tanaman kelapa sawit (N2) dan instalasi pengolahan limbah jangan diletakkan dengan pemukiman penduduk. tata air dan budidaya kelapa sawit sebagai komoditas potensial yang akan dikembangkan di lokasi proyek. YYY. mess karyawan dan yang lainnya berdasarkan kesesuaian lahan dan estitika lingkungan. Dalam hal ini proses yang dilakukan adalah seleksi kesesuaian lokasi dengan Tata Ruang Wilayah dan evaluasi kesesuaian lahan. Proses seleksi teknologi yang dilakukan adalah berdasarkan pertimbangan berbasis lahan basah seperti yang telah banyak diterapkan pada Perkebunan Besar Swasta di Sumatera dan Malaysia. kantor.

PT. Palmina Utama (sesuai izin lokasi) PROSES Seleksi tata ruang: • RTRWP Kal – Sel • RTRWK Banjar OUTPUT Kawasan / Areal terpilih sebagai lokasi proyek Tinjauan Kesesuaian Tata Ruang Teknologi : Seleksi teknologi • Sistem berbasis spesifikasi Desain/Teknologi Budidaya lahan basah di Terpilih • Tata air Kalimantan Selatan • Kontruksi Tinjauan Kesesuaian Teknologi/Desain Tata letak : • Kebun • Pabrik • Jalan • Kantor. kimia. adalah pemilihan alternatif proses terutama masalah pengelolaan limbah yang dihasilkan baik itu limbah cair maupun limbah padat. dll Seleksi kesesuaian lahan dan estetika lingkungan Lahan terpilih untuk sarana prasarana: Kebun. pabrik. sarana dan prasarana Tinjauan Kesesuaian Tata Letak Proses : • Limbah cair • Limbah Padat • Limbah Gas Seleksi Proses : • Aerob • Anaerob • Land application Proses terpilih dengan Zero Waste Gambar 2-14. Bagan alir proses pemilihan alternatif (4) Langkah keempat. Seleksi yang dilakukan meliputi seleksi sistem pengolahan limbah (fisik. RUANG LINGKUP STUDI (2-70) . YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT INPUT Rencana kebun & pabrik kelapa sawit PT.

Disamping itu juga merupakan stasiun Meterologi yang relatif lebih lengkap. Komponen Lingkungan Fisik-Kimia a. termasuk desain pengelolaan limbah cair dan padat. Stasiun Meteorologi tersebut merupakan stasiun yang berada pada garis lintang dan elevasi yang berdekatan dengan wilayah studi. YYY serta komponen lingkungan yang berada di dalam tapak proyek PT. Berdasarkan pertimbangan tersebut. Berdasarkan hasil pengumpulan data curah hujan dapat diketahui bahwa lokasi sekitar wilayah studi termasuk daerah beriklim tropika basah (tipe iklim Af/Am menurut Koppen) dengan musim kemarau (musim kering) yang singkat atau tipe iklim B menurut Schmidt dab Ferguson dengan jumlah bulan kering (<60 mm) sebanyak 1 sampai 2 bulan dalam satu tahun (Arifin dkk. maka data iklim ini cukup representatif untuk digunakan. termasuk menelaah (a) peta tapak proyek dan keterkaitannya dengan kegiatan sekitar termasuk studi mengenai kondisi komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak kegiatan proyek PT. 2002).. YYY.2. (b) rencana pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT biologi) dan pemanfaatan limbah yang efisien sehingga hasil akhir pada proses industri minyak kelapa sawit didapatkan dengan limbah yang minimum ( zero waste ) atau produksi bersih. YYY dan sekitarnya. Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal 2. Menurut Koppen (1918) dalam Kartasapoetra (1988) daerah dengan tipe iklim demikian memiliki RUANG LINGKUP STUDI (2-71) . 2. YYY.2.1.PT. lklim Pengkajian kondisi iklim di wilayah studi didasarkan pada hasil pengamatan dan pengumpulan data yang dilakukan oleh Stasiun Klimatologi Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yang dimatching dengan Stasiun Klimatologi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Stasiun Klimatologi Pelabuhan Udara Samsudin Noor terletak kurang lebih 40 km dari lokasi daerah studi. Identifikasi yang dilakukan dengan menelaah seluruh aspek kegiatan perkebunan dan pabrik kelapa sawit yang akan dilakukan PT.

90C.4 28.0 81.9 28. tertinggi terjadi pada bulan Januari sebesar 221 mm dan terendah pada bulan Agustus 62 mm. RUANG LINGKUP STUDI (2-72) .0 81.22 hari.0 81. Pada Tabel 2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rata-rata suhu udara dan kelembaban udara Bulan Suhu Udara Ratarata (0C) 27. Total rata-rata Curah Hujan (CH) tahunan adalah 1. Kelembaban udara berkisar antara 78 – 830C.PT.9 27.0 79. 2007.0 79.0 81.646 mm dan jumlah Hari Hujan (HH) adalah 155 hari.0 83. menunjukkan bahwa suhu tidak berkisar antara 26.2 28. tertingi terjadi pada bulan Januari dan terendah bulan Agustus. No.50C dan rata-rata bulanan 280C serta suhu udara maksimum 30.5 27.25).0 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Rata . Selanjutnya musim hujan biasanya terjadi antara bulan Oktober hingga bulan Mei.0 80.000 mm.8 27.0 81.9 28.6 28.Rata Sumber :Dinas Kimpraswil Provinsi Kalimantan Selatan.6 26. Sedangkan CH berkisar antara 7 . Atau rata – rata 81%. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT karakteristik sebagai berikut : suhu udara selalu tinggi dengan suhu selalu tinggi sepanjang tahun dan curah total tahunan < 2.29.0 81.2 29.3 28.3 Kelembaban (%) 82. sedangkan bulan kemarau terjadi biasanya antara bulan April hingga bulan September. Data suhu dan kelembaban udara rata-rata dari Dinas Kimpraswil Provinsi Kalimantan Selatan (Tabel 2.0 77.5 28.26 menunjukkan bahwa CH berkisar antara 61 221 mm. Tabel 2-25.9 78.9 .

Hasil pengukuran arah dan kecepatan angin sesaat sekitar lokasi pengamatan menunjukkan bahwa arah angin selama 24 jalan menuju pada empat mata angin. ke arah selatan (75%).Rata Sumber : Dinas Kimpraswil Provinsi Kalimantan Selatan Prosentase lamanya penyinaran matahari (n/N) rata-rata bulanan pada lokasi pekerjaan sesuai dengan stasiun meteorologi yang adalah berkisar antara 5. yakni barat-timur.rata bulanan berkisar antara 5 – 9 knot dengan arah angin dominan bertiup ke arah timur (60%).PT.646 Hari Hujan (hari) 22 21 18 16 12 17 10 7 8 10 15 19 155 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Rata . Lama penyinaran matahari ini sudah dapat dikatakan 100 % karena penyinaran matahari pada waktu siang hari berlangsung lebih dari 8 jam. timur-barat. Pada saat studi dilaksanakan kecepatan angin rata-rata sebesar 5 hingga 9 knot.2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rata-rata Curah Hujan (CH) dan Hari Hujan (HH) bulanan Curah Hujan (mm) 221 218 213 186 137 104 82 61 92 117 203 192 1. dan utara-selatan. Kualitas Udara dan Kebisingan 1) Kualitas Udara RUANG LINGKUP STUDI (2-73) . selatan-utara. Kecepatan angin berkisar antara 0.05 jam. Tabel 2-26.4 .52 jam dengan rata-rata sebesar 9.1 m/dt. b.63 jam 11. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Kecepatan angin rata . dengan arah angin bergerak dari barat ke timur. ke arah barat (39%) dan ke arah utara (42%). No.

Kharisma Inti Usaha RUANG LINGKUP STUDI (2-74) . YYY No Lokasi sampling SO2 0. arah dan kecepatan angin. dan variabel lain seperti suhu.000 TSP 108 859 103 4.45 221.69 188.92 6.25 5.1 67.7 63.27 Tabel 2-27.83 74.8 50. kelembaban. YYY Lokasi sampling Lokasi PT. Gambaran data kualitas udara di lokasi rencana proyek disajikan pada Tabel 2.38 900 NO2 CO (µg / m3) 1. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Parameter kadar debu dan gas-gas di udara yang diukur erat kaitannya dengan dampak yang diperkirakan mungkin terjadi terhadap kualitas udara selama kegiatan proyek terutama tergantung dari banyaknya sumber pencemar yaitu aktivitas yang berlangsung (seperti kegiatan angkutan / transportasi yang melintas pada saat pengukuran).8 Sumber : Dokumen ANDAL PT.051 230 1 Lokasi PT.69 97.55 3. Kharisma Inti Usaha disajikan pada Tabel 2. Kharisma Inti Usaha 2 Pulau Pinang Utara 3 Sungai Bahalang 4 Sungai Puting Baku Mutu Udara Ambien Nasional (PP no.67 3.36 5. Hasil pengukuran kualitas udara pada sekitar lokasi kegiatan PT.04 400 30.PT. No 1 2 3 4 Hasil pengukuran tingkat kebisingan pada sekitar lokasi kegiatan PT. Kharisma Inti Usaha Pulau Pinang Utara Sungai Bahalang Sungai Puting Kebisingan (dBA) 40.28 Tabel 2-28. 41 1999)*) Sumber : Dokumen ANDAL PT. Kharisma Inti Usaha 2) Kebisingan Data tingkat kebisingan di kawasan pembangunan kekun kelapa sawit milik PT.42 0.

Pada Kala Paleosen kegiatan teknonik menyebabkan terangkatnya batuan Mezolikum. yaitu suatu teluk pantai geosinklinal dan dataran rendah aluvial yang terbentuk dari RUANG LINGKUP STUDI (2-75) . Pada akhir Kapur Awal terbentuk kelompok Alino yang sebagian merupakan Olistotrom. menyebabkan batuan yang tua terangkat. Fisiografi dan Geologi Fisiografi Wilayah studi umumnya berada pada ketinggian antara tiga meter sampai dengan tujuh meter di atas permukaan laut (dpl) dengan kemiringan lahan datar (0-2 %). Geologi Kegiatan tektonik daerah ini diduga telah berlangsung sejak Jaman Jura. keduanya masih termasuk kelompok lahan-lahan aluvial ( alluvial lands). Wilayah studi merupakan bagian palembahan Sungai Barito.PT. Kemudian pada Kala Miosen terjadi transgresi laut yang membentuk Formasi Warukin. atau sebelumnya terjadi penerobosan granit dan diorit yang menerobos batuan ultramafik dan batuan malihan. Kondisi ini menyebabkan daerah ini sering mengalami banjir musiman dan tergenang dalam waktu lama. membentuk Tinggian Meratus. kegiatan tektonik menyebabkan tersesarkannya batuan ultramafik dan malihan keatas Kelompok Alino. yang masih dipengaruhi oleh pasang surut air sungai. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT c. Pada kala Oligosen terjadi genang laut yang membentuk Formasi Berai. disertai penerobosan batuan andesit porfir. Pada Jaman Kapur Awal. Pada awal Eosen terendapkannya Formasi Tanjung dalam lingkungan Paralas. Gerakan Tektonik terakhir terjadi pada Kala Akhir Miosen. Sejalan dengan itu terjadilah penyesaran naik dan penyesaran geser yang diikuti sesar turun dan pembentukan Formasi Dahor pada Kala Pliosen. yang menyebabkan bercampurnya batuan ultramafik dan batuan malihan. diselingi dengan kegiatan gunung api Kelompok Pitanak. Fisiografi tergolong fisiografi rawa belakang (back swamp) dan beting pasir tua (old poin bar). yaitu suatu dataran pantai tua dengan dataran sungai yang mengalami pengangkatan. Wilayah Studi merupakan bagian dari apa yang dikenal sebagai Cekungan Barito. dan melipat kuat batuan Tersier dan pra-Tersier. Pada awal Kapur Akhir.

Cekungan Barito sampai dengan kota Amuntai terdapat di wilayah bagian barat Pegunungan Meratus dan merupakan sabuk luar yang seolah-olah melingkari lahan kering yang elevasinya lebih tingi.0 m dari permukaan tanah. kwarsa. pasir. Vegetasi ini mengikat lumpur dan material lain yang terbawa arus dan mempengaruhi pembentukan endapan–endapan yang heterogen. Struktur geologi wilayah studi cenderung di dominasi oleh lempung dengan sisipansisipan pasir halus. Stratigrafi wilayah studi dari muda ke tua adalah sebagai berikut : 1. 2. pasir. yaitu terdiri dari lempung hitam keabuan yang lunak dengan sisipan-sisipan pasir halus meliputi daerah yang sebagian besar berupa rawa dan endapan diluminium. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT endapan-endapan sungai zaman Resen atau Kwarter. kerakal.PT. Tingkat perkembangan terakhir dicapai di bawah transgresi laut sesudah zaman Pleistosen. Lapisan atas tanah (top soil) Terdiri dari bahan organik dan lempung abu-abu berkerikil dan berpasir sampai kedalaman sekitar 2. Satuan Lempung Lunak RUANG LINGKUP STUDI (2-76) . Dengan mundurnya laut selama zaman Pleistosen pembentukan tanah pada cekungan Barito menjadi semakin jelas (Gambar 3-2). lanau. terdiri dari pasir lempungan sampai lempung pasiran. Semula wilayah ini masih termasuk dalam relik sahul – sunda. Endapan kwarter sampai resen terdiri dari endapan aluvium. lempung dan lumpur yang diperkirakan terbentuk pada masa Kenozoikum pada zaman Kuarter kala Holosen dan diduga berumur kurang lebih 10. kerikil. Korelasi satuan batuan di daerah wilayah studi merupakan endapan permukaan dan batuan sedimen berjenis Aluvium yang meliputi kerikil. kerikil linorit meliputi daerah yang lebih tinggi. Sesudah zaman glasial Pleistosen dataran ini tergenang. kemudian secara berangsur–angsur terisi endapan Kapuas dan Kahayan.000 tahun. Cekungan marin terus-menerus terisi oleh endapan sungai sehingga terbentuk suatu paya (marsh) atau rawa pasang surut yang ditumbuhi vegetasi spesifik rawa.

Lapisan ini cukup tebal. yakni pada kedalaman elevasi – 35. YYY secara administratif termasuk ke dalam Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. 453/Kpts11/1999 Tanggal 17 Juni 1999. Mengacu kepada Rencana Tata Ruang Wilayah. plastisitas sedang-tinggi dengan butir terbesar 0.0 m sampai dengan – 60 m. 3. maka areal rencana perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. dengan fraksi dominan adalah lempung.PT. dengan lapisan cukup tebal. Ruang.359 m sampai dengan +2.000 ha dengan merevitilisasi lahan – lahan yang selama ini belum tergarap (lahan tidur).860 m sampai dengan –29. Satuan Pasir Pasir putih kasar sampai padat sedikit berkerikil mendominasi lapisan ini.2) lokasi proyek sebagian besar termasuk dalam Kawasan Budidaya Tanaman Pertanian Lahan Basah. YYY dari peta Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah VI Banjarbaru termasuk ke dalam Kawasan Areal Penggunaan Lain. Lahan dan Tanah Lokasi rencana Perkebunan dan Pengolahan Kelapa Sawit PT.359 m. d. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Lempung berwarna abu-abu kecoklatan mengandung sisa tanaman dengan tekstur lempung liat berdebu. Namun demikian berdasarkan hasil penapisan dengan SK Menhutbun No. baik itu Rencana Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 9 Tahun 2000 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (lihat Gambar 2. RUANG LINGKUP STUDI (2-77) . Pada lapis di bawahnya masih didominasi satuan lempung abu-abu lunak berjenis lempung berliat. Areal rencana proyek ini mengambil luasan sebesar 15. Satuan Lempung Sedang Pada lapis di bawah lempung lunak masih merupakan satuan lempung berwarna abu-abu sedang yang lembab sedikit berpasir. Satuan ini berada pada elevasi +3.14 m.2 mm. yaitu antara elevasi rata-rata +0. 4. lapisan ini berada antara kedalaman – 26 m sampai dengan – 30 m.

Hutan rawa adalah hutan yang tersebar pada daerah dengan tipologi lahan basah baik berupa rawa pasang surut maupun rawa pedalaman. yang termasuk didalamnya dataran banjir (tanggu1 sungai alami. purun dan paku-pakuan. terjadi 4.500 tahun yang lalu. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Lokasi proyek hampir seluruhnya merupakan daerah rawa yang berkembang dari satuan lahan dataran alluvial. Sedimentasi fase II.3.kanal tersebut sekarang ini sudah merubah sistem tata air yang ada di wilayah rawa belakang (back swamp). Di bagian Selatan juga terdapat kanal-kanal untuk drainase SPT Galam rabah. Kanal . tasik sungai. terjadi 5. Secara geomorphologi wilayah studi termasuk dalam endapan alluvial. seperti kanal Saka Ramai di Desa Batik Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala yang memiliki lebar 6 meter dan dalam 2 meter serta Kanal Antasan Muning yang membelah cekungan rawa di sekitar lokasi proyek.700 tahun yang lalu.500 sampai dengan 1. Sebagian dari wilayah ini sudah dibuatkan oleh pemerintah beberapa saluran drainase untuk membuang kelebihan air. 2. Sedimentasi fase I. maka tanah-tanah di wilayah studi dan regional di sekitarnya terbentuk melalui salah satu dari fase sedimentasi sebagai berikut: 1. Penggunaan lahan lain di lokasi studi adalah areal persawahan merupakan sawah yang kebanyakan tadah hujan yang banyak tersebar di 1evee sungai dan rawa belakang (back swamp) dan termasuk dalam landform alluvial.000 . dataran alluvial. topografi. RUANG LINGKUP STUDI (2-78) . rawa belakang.PT.000 .000 sampai dengan 4. dan adanya lapisan gambut.000-3. pada fase ini merupakan suplai endapan dari Sungai Barito dan sungai lainnya seperti Sungai Kahayan dan pada akhir fase ditandai dengan terbentuknya mulut sungai tua dekat Barambai (sebelah barat wilayah studi) sehingga garis pantai sejajar dengan Barambai. pada fase ini suplai endapan berasal dari Sungai Barito dan Sungai Pulau Petak dan pada akhir fase garis pantai terletak di Tabunganen. Vegetasi yang berkembang biasanya galam. beting pasir). Berdasarkan perbedaan fisiografi. Pola penggunaan lahan yang dominan pada wilayah ini adalah hutan rawa yang didominasi oleh vegetasi galam (Melaleoca leucadendrum) yang merupakan ciri khas tumbuhan pioner pada wilayah tanah sulfat masam. teras sungai. umur.

PT. air pasang payau atau air tanah yang kaya akan sulfat. karena Kondisi penting yang memungkinkan terbentuknya pirit (FeS2) adalah: (1) lingkungan anaerob. Dengan demikian tanah-tanah wilayah studi terbentuk melalui sedimentasi fase I. Sulfic Endoaquents. Karakteristik diagnostik dari tanah-tanah ini adalah terangkatnya bahan sulfidik dan berkembangnya horison sulfurik yang memungkinkan terbentuknya tanah sulfat masam (acid sulfate soils). (4) sumber besi. Dalam kondisi sekarang pirit tidak akan terbentuk lagi. Sementara pada bagian dataran banjir selalu mendapatkan bahan aluvium baru yang berlapis-lapis menutupi bahan sulfidik dibawahnya. Pada kondisi lahan yang pernah terbuka. Terric Sulfisaprists. Proses tanah utama yang terjadi dan masih berlangsung hingga sekarang adalah pematangan fisik. Inceptisols. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 3. baik dari air laut. dan (5) waktu. Berdasarkan pengamatan tanah di lapang dan hasil analisis tanah di laboratorium. karena satu atau lebih syarat tersebut di atas sulit terpenuhi. termasuk pada wilayah studi. terjadi proses perkembangan tanah. gleisasi pada levee dan ridge. yaitu tanah-tanah dengan katagori belum berkembang. maka tanah di wilayah studi terdiri lima Satuan Peta Tanah (SPT) yang meliputi tanah-tanah Typic Haplosaprists. desalinisasi.000 . laju akumulasi bahan organik lebih cepat daripada dekomposisinya sehingga terbentuk lapisan gambut terutama pada bagian lahan yang cekung. yang berasal dari sedimen mengandung besi oksida dan hidroksida. Sulfic Endoaquepts dan Typic Endoaquepts. Sedimentasi fase III. homogenisasi. Di dalam sedimen saat itu terjadi proses pembentukan senyawa pirit kondisinya memenuhi. (2) adanya sumber sulfat. terjadi 1. sementara lapisan bahan organik menipis. (3) bahan organik sebagai sumber energi bakteri. yaitu tanah-tanah yang mulai berkembang. Tanah-tanah yang terbentuk umumnya gambut ( histosols) dan aluvial muda (entisols). perkembangan lapisan coklat. Penyebaran dan luasan masing-masing SPT selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2-29. Terbentuk RUANG LINGKUP STUDI (2-79) . Pada kondisi tanah alami dan belum pernah dibuka. dan oksidasi pirit.700 tahun yang lalu sampai sekarang dan proses sedimentasi terus berlangsung.

sangat masam.78 3 764 5.617 Luas % 10.78 2 Bahan organik/ Aluvium 3.PT. sangat masam Terric Sulfisaprists. sangat masam Sulfic Endoaquepts.48 100 SPT 1 (Typic Haplosaprists) Lapisan organik dengan perkembangan saprik.130 40.266 21. saprik.223 15. 2006. saprik. bentuk wilayah datar dan bahan induk bahan aluvium. fisiografi rawa belakang. Legenda satuan peta tanah di wilayah studi No SPT 1 Uraian Tanah Typic Haplosaprists. sangat masam.000 21. fisiografi beting pasir tua. sangat masam. berlempung halus. berlempung halus. drainase sangat terhambat. bentuk wilayah datar dan bahan induk bahan organik.drainase terhambat. bentuk wilayah datar dan bahan induk bahan aluvium/organik. YYY.09 Rawa belakang 4 Bahan Aluvium 6. Datar (0-3 %) Fisiografi Beting pasir tua Bentuk Wilayah Bahan Induk Ha Bahan organik 1. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Tabel 2-29.drainase sangat terhambat.drainase terhambat. SPT 2 (Terric Sulfisaprists) Lapisan organik dengan perkembangan saprik.87 5 3.drainase terhambat. berlempung halus. SPT 4 (Sulfic Endoaquepts) RUANG LINGKUP STUDI (2-80) . fisiografi rawa belakang. sangat masam Typic Endoaquepts. sangat masam Jumlah Sumber: Studi Kelayakan PT. sangat masam Sulfic Endoaquents. SPT 3 (Sulfic Endoaquents) Lapisan mineral dengan tekstur berlempung halus. drainase sangat terhambat. drainase terhambat.drainase terhambat.

Barito diprakirakan 20 – 90 cm. Tata air di wilayah studi sangat dipengaruhi oleh pasang surut semi diurnal dari Sungai Barito dan juga Sungai Alalak.4 m pada musim hujan. baik alami maupun buatan yang memberikan suatu kondisi spesifik. Pada daerah Marabahan gerakan pasang pada Sungai Barito mencapai 1. drainase terhambat. Hidrologi Terdapat dua Sungai utama dan sejumlah sungai-sungai kecil serta saluran-saluran. Sifat hidrologi juga dipengaruhi oleh saluran buatan seperti Sistem Garpu Jejangkit dan Antasan Muning. bentuk wilayah datar dan bahan induk bahan aluvium.4 m pada pasang kecil. Sungai utama tersebut adalah Sungai Barito yang terletak di sebelah barat dan Sungai Alalak di sebelah Selatan wilayah studi. yaitu pada bulan purnama dan bulan mati. Anak-anak sungai bermuara pada kedua sungai tersebut. drainase terhambat. RUANG LINGKUP STUDI (2-81) . Pada umumnya lahan di wilayah studi lebih banyak dipengaruhi oleh pasang tinggi saja.6 m pada musim kering dan 1. Penggenangan air di lahan pada musim hujan berdasarkan fluktuasi pasang S. sangat masam. Gerakan pasang surut mengikuti kekuatan Pasang tinggi terjadi dua kali daya tarik benda-benda langit. e. fisiografi rawa belakang. sehingga dalam satu bulan dapat terjadi pasang tinggi (springtide) dan pasang ganda (neaptide). Pada mulut Sungai Barito fluktuasi pasang sekitar 2.PT.25 m pada pasang besar dan 1. bentuk wilayah datar dan bahan induk bahan aluvium. SPT 5 (Typic Endoaquepts) Lapisan mineral dengan tekstur berlempung halus. fisiografi rawa belakang. Sedangkan pasang ganda terjadi diantara dua pasang tinggi dan dapat terjadi dua kali dalam 24 jam. sangat masam. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Lapisan mineral dengan tekstur berlempung halus. dalam sebulan.

1 55.PT.6 287.5 114. karena pasang yang berpengaruhi hanya pasang tinggi. Bulan Juni – Oktober lahan cendrung terdrainase.7 92.9 KAT mm dKA T 0 0 0 0 0 -25 -26 -54 -36 -6 48 99 0 ETA Sur/Def C 391.5 68. bulan-bulan surplus air di lahan.4 300 300 300 300 300 275 249 195 159 153 201 300 3032 148 134 224 163 168 139 118 109 104 154 167 148 1776 243 153 22 121 31 -2 -6 -36 -59 -18 0 137 587 RUANG LINGKUP STUDI (2-82) .4 284.9 27.5 28.3 28.2 199.1 28. 9 1897 148 134 224 163 168 141 124 145 163 172 167 148 27.4 27.4 28.9 384.4 30. Pada kondisi ini lahan menjadi tergenang.8 148.6 26. karena air pasang menahan air gravitasi. 3 APW L 0 0 0 0 0 -27 -59 149 -244 -268 0 0 448. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Berdasarkan data iklim dihasilkan perhitungan neraca air di wilayah studi yang Bulan Desember – Mei merupakan disajikan pada Tabel 2-30 dan Gambar 2-10.6 246. Tabel 2-30. Neraca air di wilayah studi N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Suh Bulan Jan Feb Maret April Mei Juni Juli Agus Sep Okt Nop Des Jumla h u o CH ETP CHETP 243 153 22 121 31 -27 -32 -90 -95 -24 48 236 587.3 28 27.2 27.1 215.5 2488.

YYY meliputi beberapa aliran sungai besar dan kecil .PT. Gambaran mengenai contoh data kualitas air sungai di wilayah Sungai Barito selengkapnya disajikan dalam Tabel 2. Hasil analisis kualitas air di sekitar wilayah studi Parameter FISIKA Temperatur Kecerahan Konduktivitas Kekeruhan TDS TSS Satuan Lokasi sampel Kecamatan Cerbon') Sungai Muning S-1 S-2 S-3 Hilir2) 28. Neraca air di lahan PT.31 Tabel 2-31. YYY f. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 380 340 300 260 mm Air 220 180 140 100 60 20 be r O kt ob er Fe br ua ri Ja nu ar i be r op em N Ag us tu s Bulan Curah Hujan ETP Sur/Def Gambar 2-15.49 750 221 28 20 78 14 108 Sungai Puting Hilir2) 27 50 26 6.282 195 143 28. Kualitas Air Kualitas air pada sekitar wilayah perkebunan PT.7 0.3 0.9 1.0 29.5 120 Sungai Puting Hulu2) 27 50 23 4 110 Baku Mutu oC cm µmhos/ cm NTU mg/L mg/L D es e -60 Se pt em M m be r ar et Ju ni Ap ri l M Ju li ei -20 Deviasi 3 1000 50 RUANG LINGKUP STUDI (2-83) .035 15.0 51. antara lain Sungai Barito dan Sungai Nagara dengan anakanak sungainya.

043 0.294 - 6-9 6 0.041 87 0.014 0. dan atau peruntukkan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut) berdasarkan surat keputusan tersebut.08 0.85 22. pH. Tingginya nilai parameter tersebut sehingga berada di luar kisaran yang diprasyaratkan.81 364 1.2 49.67 0.22 01.5 0.204 2.2 600 0.463 - 4 7.14 487 0.03 40 0. Gubernur Kalimantan Selatan No.023 0. 05 tahun 2007 tentang Peruntukan Air Sungai di Provinsi Kalimantan Selatan (Kelas I) Perairan Sungai Batik di Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala tidak ditentukan dalam SK.0 0.041 0.25 0. KalSel No.031 40 0.04 0.2 0.035 40 0.8-5 0.07 0. besi dan sulfat meningkat serta diperkuat dengan RUANG LINGKUP STUDI (2-84) . Nitrit.5 0. DO.2 3.49 17.68 - 4 7.568 2.027 104 0 3.0 4.002 0.1 0.1 0.18 798 0.3 0.05 Tahun 2007. BOD 5. maka terdapat beberapa Parameter yang menjadi pembatas sehingga sumber air tersebut tidak layak untuk dijadikan sebagai baku air minum. namun berdasarkan pengamatan lapangan menunjukkan sumber air dimanfatkan oleh masyarakat sebagai baku air minum.063 0. amoniak. seperti TSS.02 Keterangan : 1) 2) S-1 S-2 S-3 Baku Mutu : : : : PD.51 24.3 0.037 0 3.051 155 0 4 71.62 360 0.10 11.4 0.12 3.PT.823 2.51 15.-15 40.5 10 2 10 400 0. Gub. Dari sejumlah parameter kualitas air untuk peruntukan air sungai di Kalimantan Selatan kelas I (air yang peruntukanya dapat digunakan air baku air minum.80 68. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT KIMIA Ph DO NH3-N N03-N BOD5 COD S02-S Sulfida Total Fosfat Chlorida Mangan (Mn) Total Fe CN mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 5. disamping keperluan untuk mandi.COD dan sulfat serta Besi. diduga disebabkan oleh kondisi alamiah setempat yaitu sumber air tersebut dominan dipengaruhi oleh sumber air rawa yang banyak mengandung pirit dapat menyebabkan pH turun. Sungai Barito Sungai Batik Rawa Cerbon SK. Baramarta (2003) PT Pro Natres Development (1995). cuci dan kakus.

rumbia (Mitroxylon sagu) dan bungur (Langerstromia speciosa) yang termasuk dalam kelompok vegetasi tingkat tinggi.). Sedangkan untuk jenis tanaman padi dan palawija lainnya ditanam pada musim permukaan air rawa turun / surut sehingga tanah menjadi kering saat musim kemarau.PT. Vegetasi daerah rencana tapak proyek umumnya merupakan vegetasi alami. Biologi Darat 1) Flora Darat Rencana tapak proyek kegiatan perkebunan dan pabrik kelapa sawit PT.2. Umumnya vegetasi tingkat tinggi (pohon) yang tumbuh di areal budidaya masyarakat terdapat pada pematang / galangan atau gundukan / tukungan yang sengaja dibuat untuk meninggikan tanah agar terhindar dari rendaman air rawa secara permanen. jingah (Ghita rengas). bakung/jungkal (Crinum asiaticum). kumpai minyak. kangkung (Ipomea aquatics). YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT dasar perairan dan tanah setempat merupakan tanah sulfat masam yang dapat menyebabkan perairan manjadi asam. padi (Oryza sativa). juga kelompok vegetasi tingkat rendah dari jenis rumput . kasturi (Mangifera delmiyana). purun (Thypa Sp. banta (Leersia hexandra).2. 2. YYY berada pada kawasan lahan basah (rawa air tawar). kiambang (Pistia stratiolis). Sebagian besar tipe vegetasi rawa air tawar ini didominasi oleb jenis-jenis vegetasi yang tahan terhadap rendaman air rawa seperti galam (Melaletica leucadendron). dll. hering (Seleria Sp.). kuini (Mangifera odorata). berbagai tanaman palawija.). keladi (Colocasia esculenta). keladi (Colocasia esculenta). kumpai batu. eceng gondok (Eichornia crassipes). Komponen Lingkungan Biologi a. Sedangkan vegetasi budidaya terdapat di luar tapak proyek berdekatan dengan sungai dan/atau pemukiman penduduk sekitar antara lain dari jenis kelapa (Cocos nucifera). 2) Fauna Darat RUANG LINGKUP STUDI (2-85) . Jeruk (Citrus Sp. hampalam (Licuala spinas). dll.rumputan seperti bundung.

dll.PT. reptil dan amphibia yang memiliki kemampuan menangkap dengan kuku maupun taring . layang-layang rumah (Delidhon dasypus). bondol rawa/pipit habang (Lonchura lencogastra). pecuk-padi kecil (Phalacrocorax niger). cucak rawa (Pynonotus zeylanicus). YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Berdasarkan tipe habitat yang terdapat di areal studi yaitu rawa tentunya jenis-jenis fauna darat yang terdapat umumnya fauna yang mampu hidup di daerah rawa pula atau daerah yang melimpah air. bekantan (Nasalis larvatus). cekakak cina (Halcyon pileata). biawak (Veranus nebolosus). tikus rumah (Rattus tenezumi). punai besar (Treron capellei). kucing hutan (Felis bengalensis).species fauna yang terdapat didaerah studi antara lain: Jenis Aves (burung-burungan) seperti bambangan kuning/tapalan (Ixobrychus sinensis). dll. empuloh janggut/karuang (Alophoixus bres). elang bondol (Haliastur indus). ular daun hijau (Trimeresurus albolabris). tupai (Tupaia javanica). kera ekor panjang (Macacafascicularis). bonglon/tokek (Mabuya multifasciata). musang (Paradoxurus hermaphroditus).taringnya. Jenis Mamalia antara lain: berang-berang (Lutra sumatrana). Jenis Reptil antara lain: phyton/ular sawa (Phylon reticulatus). Species fauna darat yang ada umumnya menyukai air dan pakan berupa macam-macam biota air terutama ikan. dll. bondol kalimantan/pipit hirang (Lonchura malacca). bangau tongtong/sebaru (Leptoptilos javanicus). kedidi /junggit batang (Calidris emminckii). bubut besar (Centropus sinensis). Spesifikasi ini sebagian ditunjukkan dari kenampakan bentuk paruh jenis-jenis aves pemakan ikan yang terdapat disana. Elang hitam (Icnaetus malayensis). ular cincin emas/tadung (Boiga Sp.). tekukur (Streptopelia bitorquata). kutilang (Pycnonotus aurigaster). kuntul kerbau/bangau halus (Babulcus ibis). bentet kelabu (Lanius schach). koreo padi/burak-burak (Amaurornis phoeniciurus). pelatuk (Dinopium rafflesi). RUANG LINGKUP STUDI (2-86) . kobra/ tadung mura (Biodae). kucica hutan (Copsychus malabaricus). tikus sawah (Rattus argentiventer). bingkarungan (Calotus jubatus). Berdasarkan pertemuan langsung saat observasi maupun informasi penduduk sekitar tapak proyek species . burung hantu/katatupi (Ketupa ketupu). kucica kampung (Copsychus saularis). juga berupa fauna jenis mamalia.

Tumbuhan air yang ditemukan di lokasi studi (Kabupaten Banjar) cukup bervariatif. tumbuhan air dan nekton yang berasosiasi langsung maupun tidak langsung dengan habitat setempat dari hasil pengamatan sesaat dan hasil pengumpulan data sekunder. Cymbella. Chlorophyta. Diatomae Phyprophyta untuk golongan fitoplankton dengan jenis seperti berikut : Navicula. Sungai Tapin. Eonotia Gomphonea. dll. EIlipters. gayanggang. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Jenis Amphibi antara lain: katak sawah/hijau (Rana limnocharis). Scenedesmus. Nitzschia. (Salvinia molesta) dan gulma itik ( Azolla pinnata). labi – labi/biukuk (Chitra indica). buaya sapit (Tomistoma sehlegelli). yaitu : free floating. Biota Air Gambaran mengenai biota perairan untuk keperluan memenuhi isi Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan ditujukan kepada komunitas plankton. Nymphulla. Kayu apu (Pistia stratiotes L). Sphaerium dan gyraulus. Oscillatoria.PT. Closterium. Chironomus. Spongilla dan Anabaenase. Diflogaster. katak hujan/hitam (Rana erythraea). Pediastrum. Microspora. Achnanthes. Sungai Negara dan Sungai Barito plankton yang sering ditemukan dari genus Cyanophy. bulus/bidawang (Callagur borneensis). buaya muara (Crocodylus porosus). emergent. jenis ditemukan yakni. (2) Tumbuhan air dari kelompok emergent. Dixa. Chaoborus. Diatomae. Lymnaea. Pada perairan Sungai Puting. Benthos lebih difokuskan pada macrozoobenthos dan jenis yang sering ditemukan adalah seperti. b. Spirotsenia. Kelompok tumbuhan air ini lebih menyukai perairan yang dalam dengan kondisi tenang. umumnya ditemukan di lahan rawa yang RUANG LINGKUP STUDI (2-87) . namun demikian berdasarkan pola hidupnya dapat dikelompokkan menjadi 4 kategori. submerged dan rooted floating. bentos. (1) Tumbuhan dari kelompok free foating ditemukan pada perairan tergenang dan selalu berair sepanjang tahun. Gonatozygon. Rotaria dan Cyclops. yaitu enceng gondok (Eichornia crassipes). Frustulia. Untuk zooplankton ditemukan dari genus Entromostraca ditemukan. Dalam kondisi volume perairan rawa meningkat dan genangan yang meluas merupakan kondigi ideal pertumbuhan tumbuhan air kelompok ini.

PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

kering pada musim kemarau baik di rawa dataran banjir maupun rawa pasang surut. Jenis tumbuhan air ini adalah diantaranva : genjer (Limocharis flava), kangkung (Ipomea aquatica), banta (Leersia hexandIra) dan rumput lingsing (Cyperus javanicus). Pada saat kedalaman air meningkat hingga menenggelamkan kelompok emergent ini, maka bersamaan itu juga kelimpahan kelompok ini menurun. (3) Tumbuhan air dari kelompok submerged, umumnya ditemukan berasosiasi dengan kelompok emergent yaitu pada perairan dangkal dan terbuka sehingga memungkinkan cahaya mataahari masuk mencapai kedalaman air. Jenis tumbuhan air dari kelompok ini adalah :Lukut cai (Hydrila verticilata) dan ganggang (Ceratophyllum demersum). (4) Tumbuhan air dari kelompok rooted floating, umumnya ditemukan hampir menyebar di seluruh permukaan perairan rawa yang relatif dangkal pada saat musim hujan dan di lebak-lebak yang masih berair pada musim kemarau. Jenis tumbuhan air ini di antaranya : Teratai halus (Nympaeae nouchali). Berdasarkan kondisi fisiografis, ekosistem perairan di wilayah studi termasuk dalam perairan darat (inland waters) dan masih berada dalam jangkauan pengaruh oceanografis, terutama pasang surut. Meskipun demikian pada kondisi normal salinitas air di wilayah studi masih berada dalam kisaran perairan tawar (fresh water), yaitu 5 ppm, baik pada saat surut maupun saat pasang. Jenis-jenis ikan yang ditemukan dan teridentifikasi melalui hasil tangkapan nelayan dapat dilihat pada Tabel 2-32.

Tabel 2-32. Jenis-jenis ikan yang terdapat diperairan wilayah studi dan sekitarnya No. 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Indonesia/local Gabus Betok Sepat rawa Tambakan Mihau Kihung Baung Pipih Nama Ilmiah Channa striatus Anabas testudineus Trichogaster trichopterus (Helostoma temminckii Channa pleurophthalmus Channa melanopterus Mystis nemurus Netoplerus chilata
RUANG LINGKUP STUDI (2-88)

PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Jelawat Puyau Seluang batang Baung Senggiringan Lais Lundu Lais tabiring Tapah Udang galah

Leptobardus hoevenii Osteochilus hasselti Rasbora einthoveni Mystis nemurus Mystis wolffi Cryptopterus micronema Mystis micracanthus Belodontichthys dinema Wallago leeri Macrobrachium rosenbergii)

Dari jenis-jenis ikan yang disebutkan di atas tidak terdapat jenis ikan yang termasuk dalam daftar merah jenis ikan terancam punah yang dikeluarkan oleh IUCN (1990). Namun demikian berdasarkan wawancara dengan nelayan di Sungai Barito beberapa ikan seperti jelawat (Leptobarbus hoevenii), lais tabiring (Belodontichthys dinema), dan tapah (Wallago leeri) sudah mulai jarang ditemukan di perairan Sungai Batito.

2.2.3. Komponen Lingkungan Sosial a. Demografi

Secara administratif lokasi rencana perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY terletak di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar. Gambaran mengenai keadaan penduduk di lokasi rencana perkebunan dan pengolahan kelapa sawit PT. YYY dapat dillhat pada Tabel 2.33. Tabel 2-33. Penduduk berdasarkan jenis kelamin dan kepadatan di lokasi proyek No 1 2 3 Desa Tapin Tengah Candi Laras Utara Cerbon Luas (km2) Laki laki Penduduk (jiwa) Perempuan Jumlah 9.349 7.825 3.129 18.023 15.401 6.379 Rasio Jumlah seks KK 93 98 104 4.975 4.003 1.657 Kepadatan (jiwa/km2) 76 21 30

342,20 8.674 327,85 7.641 206,00 3.250

RUANG LINGKUP STUDI (2-89)

PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

Rantau 261,81 6.075 6.041 Badauh 5 Jajangkit / 339,00 8.344 8.246 Mandastana 6 Benua 45 Hanyar 7 Garis 8,71 Hanyar 8 Makmur 15 Karya Sumber : Hasil: Pengolahan Data Sekunder, 200 7

4

12.116 16.590 531 127 879

103 99

2.648 4.239 1 2 142 59

43 49

Dari Tabel 2.33 di atas tingkat kepadatan penduduk berkisar antara 21 jiwa hingga 76 jiwa/km2 . Nilai tingkat kepadatan yang demikian termasuk kategori daerah yang sangat jarang (karena kurang dari 500 jiwa/km2). Selanjutnya nilai sex rasio berkisar antara 93 hingga 104. Nilai angka yang demikian berarti kecuali Kecamatan Tapin Tengah, maka kecamatan yang lain dapat dikategorikan seimbang antara jumlah laki-laki dengan perempuan, dimana kondisi seimbang sex rasio berkisar 95 - 105. Hal ini juga berarti jumlah penduduk perempuan di Kecamatan Tapin Tengah, Candi Laras Utara dan Kecamatan Jajangkit lebih banyak daripada jumlah penduduk lakilaki. Kondisi di atas mengindikasikan bahwa di desa dalam wilayah studi ini merupakan salah satu desa yang bukan merupakan tujuan pendatang (yang umumnya laki-laki) untuk mencari pekerjaan tanpa diikuti keluarganya. Hal yang terjadi di lokasi studi lebih disebabkan pola migrasi dimana umumnya merupakan salah satu daerah yang tidak banyak menerima migran karena wilayahnya yang relatif mempunyai kendala fisik jika dibandingkan kecamatan lain yang ada di Kalimantan Selatan. b. Sosial Ekonomi

Pada umumnya penduduk yang berada di wilayah studi sebagian besar ekonomi rumah tangga mereka masih bertumpu pada sektor primer yakni di bidang pertanian. Usaha tani yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah studi sebagian besar adalah pertanian padi sawah. Varietas padi yang ditanam umumnya padi lokal seperti siam, lemo dan Karan dukuh, dengan masa pertanaman sekitar 5 - 7 bulan. Produksi padi yang dihasilkan relatif rendah, yakni hanya sekitar 2,5 ton perhektar.
RUANG LINGKUP STUDI (2-90)

dan Thiodan. lukah.75/o).PT.5 sampai 1.000 sampai Rp 29. Usaha kayu atau menebang kayu galam yang dilakukan sejak dulu hingga kini masih dikerjakan oleh sebagian penduduk setempat. Selanjutnya jika ditinjau dari pendapatan penduduk di wilayah studi.500.000 per hari.Rp. meskipun menurut penduduk usaha mencari kayu sekarang cukup sulit karena hutan kayu galam telah menipis sehingga mereka harus ke tempat yang jaraknya cukup jauh. kecuali ternak itik karena tempat pengembalaannya yang relatif luas.5.75 hektar. Dari pekerjaan ini rata-rata hasil yang diperoleh berkisar antara Rp. sedangkan sisanya berusaha di bidang jasa.000 .450. Usaha tani lain seperti mencari dan memelihara kolam ikan (beje dan susungaian) hanya sebagai pekerjaan sampingan dikala musim kemarau dapat dipanen dan pekerjaan di sawah belum dimulai. Selain penangkapan ikan juga dilakukan pada saat musim air pasang dengan menggunakan alat tangkap tempirai. Beternak dalam artian komersial tidak dilakukan baik itu ternak besar maupun ternak kecil (unggas).0 hektar dengan rata-rata seluas 0. Tingkat penggunaan benih padi (lokal) sebesar 30 kg per hektar. perdagangan. 500 – Rp 1.500. 8.000 pertahun dengan kisaran antara Rp 2. Secara umum gambaran mata pencaharian atau lapangan usaha penduduk di lokasi studi adalah petani dan peramu hutan (84. Sosial Budaya Di wilayah studi adat istiadat yang berlaku pada umumnya adalah adat Banjar dan ada juga yang memadukan tradisi ajaran agama dengan adat istiadat setempat dan RUANG LINGKUP STUDI (2-91) .. rengge. industri kecil dan karyawan.000. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Luas lahan garapan mereka berkisar antara 0. Walaupun demikian dalam menaggulangi gangguan hama dan penyakit mereka umumnya menggunakan obat-obatan jenis obat-obatan yang banyak digunakan adalah T'himex kemudian Dharmabas.per tahun. 20.500 per batang sesuai dengan diameter dan panjangnya. Dalam pelaksanaan usaha tani padi sawah umumnya petani responden tidak menggunakan pupuk. Dari pekerjaan ini mereka bisa mendapatkan 10-20 batang dengan harga berkisar Rp. c. rata-rata sekitar adalah Rp.

YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT sedikit kelompok masyarakat Desa Transmigrasi (Jejangkit) yang melaksanakan adat istiadat dari desa asalnya. koperasi.50% dan hanya oleh laki-laki sebanyak 16. Isra dan Mi’raj) hingga ke upacara perkawinan. gadai. lembaga ekonomi (sistem upah. Salah satu adat yang sudah mulai ditinggalkan misalnya adat selamatan memulai musim tanam (taradak). dimana pengambil keputusan dalam keluarga secara bersama (kompromi) antara laki-laki dan perempuan sebanyak 84. jual beli.PT. lembaga pendidikan. aqiqah. Aspek budaya masyarakat di lokasi studi yang menonjol adalah dominasi masyarakat agraris (petani padi sawah) dengan masyarakat "Hunting" yakni peramu hasil hutan (galam) dan hasil perikanan. tahlillan. Khusus untuk kegiatan keagamaan sekarang ini lebih banyak dilakukan di mesjid atau di surau dan jarang sekali dilakukan di rumah. Tradisi adat yang ada pada masyarakat saat ini dilaksanakan dalam suasana keprihatinan mengingat kondisi perekonomian masyarakat yang juga belum membaik terutama kurun waktu lima tahun belakangan. serta persepsi dan sikap masyarakat terhadap RUANG LINGKUP STUDI (2-92) . Beberapa lembaga sosial yang berkembang di wilayah studi berupa keluarga. yasinan. Menyusutnya jumlah ikan dan menipisnya hutan galam yang dapat dieksploitasi serta sawah yang tidak dapat menghasilkan berimbas pada tingkat pelaksanaan kegiatan adat dan tradisi oleh penduduk. sewa. peringatan hari besar islam (Maulid. lembaga pemerintahan desa. dan lain-lain). Namun demikian adat tradisi yang berbaur dengan kehidupan keagamaan masih dirasakan seperti : batasmiah. Berdasarkan kondisi ini terilhat bahwa peranan laki-laki dan perempuan dalam kehidupan rumah tangga relatif seimbang Perkembangan lembaga sosial umumnva sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya yang dianut oleh masyarakat. Pranata sosial atau lembaga masyarakat pada dasarnya merupakan kumpulan norma .50%. lembaga keagamaan. Pola pengambilan keputusan rumah tangga cukup homogen.norma sosial sebagai upaya manusia untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidupnva dan menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan. terutama menyangkut pola hubungan dalam keluarga inti (batih). dan lembaga lainnya.

Umumnya mereka berpendapat sebanyak (91.00%) responden sudah mengetahui. Selain itu. Terhadap rencana kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit ini. berpengaruh terhadap warganya. ketua RT. pekerjaan.PT. d. ulama. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT lembaga tersebut. Dasar pelapisan sosial ini dapat terjadi karena faktor pendidikan. tokoh informal dengan masyarakat. latar belakang budaya dan kondisi lingkungan (baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial) suatu masyarakat juga turut menentukan sikap dan persepsinya terhadap sesuatu. Pada wiayah studi kepala desa. ekonomi.0%) setuju terhadap rencana kegiatan RUANG LINGKUP STUDI (2-93) . Koperasi. Pelapisan sosial umumnya tidak begitu jelas. Posyandu. Pendekatan sosial melaluil kelompok ini sangat efektif dalam mencapai tujuan untuk sosialisasi program dan memberikan pengertian kepada masyarakat. dan lain-lain. walaupun sebenarnya ada seperti aparat desa dengan warga masyarakat. Selain itu. keberadaan lembaga pemerintahan desa ini sangat diakui kedudukannya oleh masyarakat. Sikap dan Persepsi Masyarakat umumnya kepala desa merupakan salah satu tokoh informal setempat yang cukup Sikap dan persepsi masyarakat terhadap sesuatu sangat ditentukan oleh pengetahuan dan pemahamannya terhadap objek dari sikap itu sendiri. karena melalui kelompok-kelompok inilah segala permasalahan dibicarakan dan keputusan diambil. berdasarkan data awal hasil wawancara sesaat maka sebanyak (87. Karang Taruna. Lembaga pemerintahan desa cukup berperan dalam Bahkan menampung dan mewujudkan aspirasi masyarakat. Dalam wilayah studi. dan tokoh masyarakat merupakan tokoh informal yang dihormati dan sering dimintakan pendapatnya dalam pemecahan masalah sehari-hari. Rukun Kematian. Kelompok dan organisasi sosial yang ada antara lain Kelompok Tani. Kelompok-kelompok ini merupakan organisasi sosial yang cukup berperan dalam kehidupan sosial masyarakat. maupun kekuasaan. kelompok dan organisasi sosial yang terbentuk lebih ditujukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sosial dalam kerangka hidup bermasyarakat.00%) justru belum mengetahuinya. sedangkan (13.

Penyediaan Air Bersih Penyediaan air bersih untuk keperluan mandi.0%) tidak setuju. Sanitasi Perumahan Sanitasi perumahan penduduk di sekitar lokasi rencana kegiatan proyek yang dilihat dari kepadatan hunian. Pembuangan Sampah dan Kotoran Pengelolaan sampah oleh penduduk dapat dijelaskan bahwa 40% penduduk membuang sampahnya pada lubang sarnpah yang mereka buat sendiri di sekitar rumah. misalnya mencuci lantai halaman rumah. sebanyak 77.7 % penduduk membuang kotorannya di pekarangan rumah. c. sebanyak 77 % rumah penduduk memiliki luas ventilasi yang memenuhi syarat yaitu > 10%. b. dengan acuan luas lantai minimal untuk satu orang penghuni adalah 7 m 2.4. cuci maupun memasak/minum penduduk 95 % menggunakan sumur gali dan sisanya 5% menggunakan air permukaan lain. sedangkan 60% lainnya membuang sampahnya disekitar rumah.2. Menurut pencahayaan dalam ruang sebanyak 85% memiliki pencahayaan yang cukup dan terang. sedangkan orang (9. 2. Sebagian besar penduduk mengeluhkan air yang mereka gunakan kadang agak keruh dan berasa.3% memiliki jamban keluarga sendiri yang letaknya ada yang di dalam rumah dan ada juga yang diluar rumah. hanya 15% rumah penduduk yang memiliki pencahayaan yang kurang. suhu dan kelembaban udara dalam ruang. Dari segi pembuangan kotoran manusia. Komponen Lingkungan Kesehatan Masyarakat a. sedangkan sisanya 22. Menurut luas ventilasi rumah.PT. kepadatan hunian ini sangat erat kaitanya dengan kebutuhan udara dalam ruang dan keleluasaan pribadi di dalam rumah. untuk mengatasi hal itu penduduk melakukan sedimentasi RUANG LINGKUP STUDI (2-94) . penerangan dan kebersihan dapat dijelaskan bahwa hampir 100 % jumlah hunian tergolong tidak padat. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT perkebunan dan pengolahan kelapa sawit tersebut. Air sumur gali oleh sebagian kecil masyarakat digunakan penduduk untuk keperluan lainnya.

Bidan dan Tenaga Paramedis lebih banyak terdapat di ibukota Umumnya penduduk memanfaatkan pelayanan kesehatan. penyakit ini erat kaitamya dengan kualitas udara (air borne diseases) baik di luar rumah (outdoor) maupun di dalam rumah (in door). Kecamatan. Umumnya penyakit yang menonjol adalah ISPA mencapai 75.43 %. d. Beberapa penyakit berbasis lingkungan yaitu ISPA. diare. Puskesmas Pembantu. penyakit infeksi mencapai 11. Selain itu penduduk juga menyimpan obat-obatan seperlunya sebagai langkah antisipasi jika terserang penyakit. Bila waktu musim kemarau tiba dan ada intrusi air laut. dan sebagian lagi tidur menggunakan kelambu. e. malaria dan penyakit menular lainnya. Dokter. maka penduduk merujuknya ke Puskesmas atau ke dokter praktik maupun ke rumah sakit. Pola Penyakit Status kesehatan masyarakat di lokasi studi dapat digambarkan dari angka paparan sepuluh penyakit terbesar. hasil wawancara pada sebagian masyarakat akhir-akhir ini beberapa masyarakat terserang penyakit kulit RUANG LINGKUP STUDI (2-95) . obat nyamuk semprot. Selain itu penduduk juga menyimpan obat-obatan seperlunya sebagai langkah antisipasi jika terserang penyakit. yaitu di bidan desa serta paramedis yang ada di desa. Jika bidan dan tenaga paramedis ini dianggap tidak dapat menangani. Selebihnya adalah penyakit diare. f. Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dan Pola Pencarian Pengobatan Sarana pelayanan kesehatan yang ada di lokasi proyek dan sekitamya tidak tersedia secara memadai. Sarana kesehatan berupa adalah Puskesmas. penyakit kulit infeksi. Dari data yang ada terlihat penyakit pada urutan pertama adalah ISPA (Infeksi Saluran Pemapasan Atas). malaria dan disentri perlu diwaspadai pada rona awal ini. mereka seringkali menggunakan air hujan untuk kebutuhan fisiologis.PT. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT dengan cara mendiamkannya pada suatu tandon dalam waktu beberapa hari. Vektor Penyakit Dalam wawancara dengan penduduk mereka menyatakan bahwa di rumah mereka banyak nyamuk dan untuk mengatasi hal itu mereka menggunakan obat nyamuk bakar.85%.

maka potensi penyebaran penyakit di masyarakat umumnya dipengaruhi oleh lingkungan. g. lansia serta tenaga kerja yang terpapar faktor risiko. Dengan adanya permukiman – permukiman masyarakat di sekitar hutan maka risiko timbul dan berjangkitinya penyakit demam berdarah pada masyarakat semakin mudah.PT. Population at risk penyakit pernafasan adalah anak-anak. meliputi kualitas udara. pencahayaan dan ventilasi ditambah pencemar udara di lingkungan sekitar rumah atau tempat kerja. faktor penyebab dan faktor manusia. kualitas air serta perkembangbiakan vektor di alam. Malaria merupakan penyakit endemis yang telah ada di masyarakat sejak beberapa tahun terakhir. Resiko kejadian penyakit saluran pernafasan seperti ISPA dan pneumonia terkait dengan kualitas udara di tempat tinggal masyarakat. RUANG LINGKUP STUDI (2-96) . Hal ini sangat terkait dengan adanya vektor pembawa (Anopheles). Adanya genangangenangan air pada permukaan tanah merupakan tempat perkembangbiakan yang baik. Resiko Pencemaran Lingkungan Melihat resiko penyakit yang berkembang di masyarakat. meliputi kondisi perumahan secara umum. Faktor lingkungan yang erat hubungannya dengan penyakit kulit infeksi adalah kualitas air (water borne disease) penyakit yang yang ditularkan melalui air. media perkembangbiakan (breeding places) serta penderita sebagai sumber penalaran penyakit. Peningkatan kejadian malaria ini lebih diakibatkan oleh pertumbuhan tempat perkembangbiakan vektor akibat kondisi lingkungan yang berair. YYY KA ANDAL PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT hal ini dapat terjadi akibat faktor lingkungan. balita. Anopheles telah ada sejak beberapa waktu yang lalu justru di daerah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->