P. 1
Ayat Pemikat

Ayat Pemikat

|Views: 17|Likes:
Published by lpksmcelebes

More info:

Published by: lpksmcelebes on May 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2014

pdf

text

original

AYAT PEMIKAT Ilmu Hikmah itu bersumber dari orang-orang yang mengkaji, mendalami dan mencari rahasia

ayat-ayat suci Al-Qur'an. Inilah salah satu ayat sakti yang menyimpan karomah pengasihan atau pemikat..... Bercerita mengenai ilmu pengasih, tentu banyak sekali macam serta ragamnya. Mulai dari yang bercorak tradisonal, hingga yang bercorak Islami. Tentu saja masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Salah satu ilmu pengasih dengan corak Islami adalah apa yang disebut dengan nama AYAT PEMIKAT. Ilmu ini termasuk ke dalam golongan ilmu pengasih tingkat tinggi yang daya gempurnya tidak diragukan lagi. Apa yang disebut sebagai AYAT PEMIKAT adalah salah satu ayat dalam Al Qur’an yang termaktub dalam Surat Taha, atau lebih tepat lagi Surat Taha ayat 39, yang berbunyi: “WA ALKOITU 'ALAIKA MAHABBATAN MINNII WA LITUSNA'A 'ALA 'AINI” Artinya: Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku. Ada suatu sejarah yang melatarbelakangi mengapa ayat 39 dalam Surat Taha tersebut oleh Ahli Hikmah dijadikan sebagai amalan atau mantera ilmu pengasih. Alkisah, pada suatu hari seorang ahli nujum datang menghadap Fir'aun untuk menafsirkan makna mimpi sang raja. Menurut perhitungan si ahli nujum, tak lama lagi bakal lahir seorang bayi dari bangsa Israil yang kelak akan menjadi musuh dan menjatuhkan kekuasaannya. Fir'aun berang mendengar arti tafsir mimpinya itu. Dia pun memberikan perintah agar membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir dari kalangan bangsa Israil. Dan berita ini dengan cepat menyebar di kalangan rakyat Mesir. Pasangan suami isteri Imran dan Yukabad begitu cemas setelah mendengar berita tersebut. Terlebih lagi setelah Yukabad, ibunda Nabi Musa, mengetahui bahwa anaknya yang lahir adalah laki-laki. Pasangan suami isteri ini pun sangat panik. Jika tak segera disembunyikan anak itu tentulah akan dibunuh oleh kaki tangan Fir'aun. Yukabad sangat sayang pada bayinya yang molek, sehat serta lucu itu. Meski Imran suaminya menyarankan agar bayi itu dipasrahkan saja kepada Fir’aun daripada mereka celaka, namun Yukabad tak menghendakinya. Dia tak rela bayinya sampai dibunuh. Tapi masalahnya, untuk menyembunyikannya terus menerus juga tak mungkin. Di tengah kegalauan, Allah SWT memberikan ilham kepada Yukabad untuk membuat peti tahan air, lalu menghanyutkan Musa di dalam peti itu di sungai Nil. Kakak perempuan Musa diperintahkan mengikuti kemana peti itu hanyut dan oleh siapakah bayi Musa nanti ditemukan. Atas kehendak Allah SWT, Ternyata peti itu ditemukan oleh putri kesayangan Fir'aun yang kala itu sedang mandi di sungai Nil. Peti pun dibuka. Setelah tahu isinya bayi, sang putri memerintahkan dayangdayangnya untuk membawa bayi mungil nan lucu dan tampan itu ke hadapan ibunda Ratu, yaitu istri Fir'aun yang bernama Asiah.

Istri Fir'aun sangat senang melihat bayi itu. Diapun ingin mengangkatnya sebagai anak. Maka, diutarakannyalah niat ini kepada Fir'aun. Mula-mula Fir'aun bersikeras menolak, namun atas bujukan isteri yang sangat disayanginya, akhirnya dia pun terpaksa setuju. Allah SWT telah memberikan Musa kepada musuhnya. Subhanallah ! Dan Musa tidak dibunuhnya, malah dipeliharanya dengan penuh cinta kasih, hingga dia tumbuh menjadi besar dan dewasa. Dari kisah inilah para Ahli Hikmah meneliti dan akhirnya menemukan rahasia atau kuncinya. Ternyata, sebelum Musa hidup dan tumbuh kembang di istana Fir'aun, Allah SWT telah melimpahkan terlebih dahulu kepada Musa “Kasih Sayang” (WA ALKOITU 'ALAIKA MAHABBATAN MINNII WA LITUSNA'A 'ALA 'AINI). Kekuatan ayat itulah yang membuat Musa begitu dikasihi oleh Fir’aun. Begitu melihat Musa muncul perasaan welas asih sekalipun dia adalah musuhnya. Nah, inilah yang kemudian oleh orang sekarang disebut sebagai ilmu pengasihan. Agar Pembaca tidak penasaran, saya akan beberkan urutan tata cara ritualnya. Berikut uraian lengkapnya : • Puasa tiga hari pada tgl 13, 14 dan 15 (menurut kalender Hijriyah). Niat puasanya: Nawaitu souma godin li qodo'i hajatii sunnatan Lillahi Ta'ala. • Selama puasa amalannya dibaca sebanyak 41 kali sesudah shalat lima waktu. Jika puasa usai cukup dibaca 7 kali saja setiap habis shalat fardhu. • Selama puasa, malamnya dirikan sholat Hajat 2 rakaat. Sesudah salam lalu baca ayat di atas sebanyak 333 kali. Boleh dilebihkan tapi tidak boleh dikurangi. Setelah menjalankan ritual tersebut, Insya Allah daya karomah ayat sakti tersebut sudah menyatu dengan diri Anda. AYAT PEMIKAT ini tidak hanya berfungsi sebagai pengasihan untuk memikat lawan jenis. Karomahnya juga ampuh untuk melancarkan perdagangan, menagih utang, bisnis, juga agar disayang pacar/suami/isteri, termasuk dipercaya dan disayangi atasan atau boss. Power gaib ilmu ini juga bisa ditingkatkan sampai setinggi mungkin. Caranya: harus tekun menjalankan shalat 5 waktu, dan tidak boleh ada yang tinggal, kecuali bagi wanita yang sedang mendapatkan halangan. Di samping itu, siapa pun yang berniat mengamalkannya harus menjauhi apa yang dilarang oleh Allah SWT. Kalau kita lulus menghadapi semua ujian tersebut, maka sudah pasti akan naik tingkatannya. Nah, salah satu ujian yang paling nyata biasanya Anda yang pria akan dihadapkan dengan wanita yang cantik dan dia memberikan banyak peluang kepada Anda. Nah, bila Anda lulus dengan tidak melakukan perzinahan, maka power ilmu ini akan semakin bertambah kuat. Memang sulit dimungkiri, pada tingkatan tertentu, orang yang sudah memiliki ilmu ini, akan timbul daya pesona yang sangat kuat. Sehingga karena itu, siapa saja yang memandang, khususnya lawan jenis, akan terpesona oleh daya tarik yang seperti magnet itu. Pancaran wajah pemilik ilmu ini akan tampak bersinar-sinar serta akan terlihat lebih manis, cantik,

tampan dan awet muda. Dan setiap orang yang berjumpa atau berinteraksi dengannya akan merasa sayang dan cinta. Hal ini terjadi ketika sudah mencapai tataran tingkat tinggi. Bagaimana cara membuktikan kekuatan ilmu ini apakah sudah menyatu dengan tubuh atau belum? Ilmu Hikmah itu bersumber dari orang-orang yang mengkaji, mendalami dan mencari rahasia ayat-ayat suci Al-Qur'an. Mereka inilah yang kemudian disebut Ahli Hikmah. Ini tidak jauh berbeda dengan orang yang berhasil menemukan rahasia obat untuk penyembuhan yang disebut sebagai dokter atau tabib. Atau juga tak beda jauh dengan orang yang ahli dalam bidang bangunan yang disebut insinyur Tetapi pada hakekatnya Allah-lah yang mengilhami mereka sehingga mendapatkan penemuanpenemuan. Sama seperti halnya ketika Allah mengilhami laba-laba ketika membuat sarang. Padahal labalaba tidak sekolah tapi hewan ini mampu membuat sarang yang indah dan fantastis. Menurutnya, keuntungan kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW salah satunya ialah kita semua bisa memanfaatkan Mu'jizat Beliau yaitu Al-Qur'an. Al Qur’an memberikan solusi untuk keperluan apa saja. Misalnya saja untuk keduniawian, seperti kekebalan, kekayaan, pengasihan dan lain lain. Cuma harus diingat dan diperhatikan, semua amalan dalam Al Qur’an tersebut seperti obat, harus sesuai dengan resep dokter. Artinya, untuk mengamalkan suatu ayat tertentu terlebih dahulu kita harus mengkonsultasikannya kepada ahlinya yang membidangi masalah ini. Maka itu dikenal dengan istilah ijazah. Ahli Hikmah adalah sang “pemberi resep” dimaksud. Orang-orang yang berlabel sebagai Ahli Hikmah ini yakin dan mengerti kunci rahasia ayat-ayat suci Al-Qur'an yang memiliki “power.” Hal ini didasarkan pada rujukan firman Allah SWT yang berbunyi: “DAN KAMI TURUNKAN DARI AL-QUR'AN SUATU YANG MENJADI PENAWAR DAN RAHMAT BAGI ORANGORANG YANG BERIMAN” (Q.S. Al-Isra 82) “Penawar” yang dimaksud bersifat umum. Bisa juga penawar kemiskinan, penawar senjata tajam (kekebalan), penawar santet, pelet atau teluh. Dan dengan merujuk pada ayat tersebutlah para Ahli Hikmah lalu melakukan kajian-kajian untuk menemukan manfaat spesifikasi dari ayat-ayat suci Al Qur’an. Mereka mencari dan menyimpulkan mana ayat yang cocok buat kekebalan, pengasihan dan kerezekian. Kadang mereka (Ahli Hikmah) juga mengambil sumber dari hadist-hadist Nabi, dan ada juga penemuan yang melalui ilham atau mimpi. Para Ahli Hikmah lalu membuat banyak buku untuk memuat penemuannya. Buku tersebut kemudian dikenal dengan sebutan Kitab Kuning. Misalnya saja Syamsul Ma'arif, Mambau Usulil Hikmah, Khozinatul Asror, dan lain sebagainya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->