ASUHAN KEPERAWATAN STROKE

A. Pengertian Stroke atau cedera cerebrovaskular (CVA) adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak (Smeltzer & Bare, 2002). Stroke adalah sindrom klinis yang awal timbulnya mendadak, progesi cepat, berupa defisit neurologis fokal dan/ atau global, yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbulkan kematian, dan semata–mata disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak non traumatik (Mansjoer, 2000). Menurut Price & Wilson (2006) pengertian dari stroke adalah setiap gangguan neurologik mendadak yang terjadi akibat pembatasan atau terhentinya aliran darah melalui sistem suplai arteri otak. Dari beberapa uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian stroke adalah gangguan sirkulasi serebral yang disebabkan oleh sumbatan atau penyempitan pembuluh darah oleh karena emboli, trombosis atau perdarahan serebral sehingga terjadi penurunan aliran darah ke otak yang timbulnya secara mendadak. Stroke diklasifikasikan menjadi dua : 1. Stroke Non Hemoragik Suatu gangguan peredaran darah otak tanpa terjadi suatu perdarahan yang ditandai dengan kelemahan pada satu atau keempat anggota gerak atau hemiparese, nyeri kepala, mual, muntah, pandangan kabur dan dysfhagia (kesulitan menelan). Stroke non haemoragik dibagi lagi menjadi dua yaitu stroke embolik dan stroke trombotik (Wanhari, 2008). 2. Stroke Hemoragik Suatu gangguan peredaran darah otak yang ditandai dengan adanya perdarahan intra serebral atau perdarahan subarakhnoid. Tanda yang terjadi adalah penurunan kesadaran, pernapasan cepat, nadi cepat, gejala fokal berupa hemiplegi, pupil mengecil, kaku kuduk (Wanhari, 2008).

B. Etiologi Menurut Smeltzer & Bare (2002) stroke biasanya diakibatkan dari salah satu empat kejadian yaitu: 1. Thrombosis yaitu bekuan darah di dalam pembuluh darah otak atau leher.

2. Embolisme serebral yaitu bekuan darah atau material lain yang di bawa ke otak dari bagian tubuh yang lain. 3. Iskemia yaitu penurunan aliran darah ke area otak 4. Hemoragi serebral yaitu pecahnya pembuluh darah serebral dengan perdarahan ke dalam jaringan otak atau ruang sekitar otak. Akibat dari keempat kejadian diatas maka terjadi penghentian suplai darah ke otak, yang menyebabkan kehilangan sementara atau permanen gerakan, berpikir, memori, bicara, atau sensasi. Faktor resiko terjadinya stroke menurut Mansjoer (2000) adalah: 1. Yang tidak dapat diubah: usia, jenis kelamin, ras, riwayat keluarga, riwayat stroke, penyakit jantung koroner, dan fibrilasi atrium. 2. Yang dapat diubah: hipertensi, diabetes mellitus, merokok, penyalahgunaan alkohol dan obat, kontrasepsi oral, dan hematokrit meningkat.

C. Patofisiologi Otak sangat tergantung kepada oksigen, bila terjadi anoksia seperti yang terjadi pada stroke di otak mengalami perubahan metabolik, kematian sel dan kerusakan permanen yang terjadi dalam 3 sampai dengan 10 menit (non aktif total). Pembuluh darah yang paling sering terkena ialah arteri serebral dan arteri karotis Interna. Adanya gangguan peredaran darah otak dapat menimbulkan jejas atau cedera pada otak melalui empat mekanisme, yaitu : 1. Penebalan dinding arteri serebral yang menimbulkan penyempitan sehingga aliran darah dan suplainya ke sebagian otak tidak adekuat, selanjutnya akan mengakibatkan perubahan-perubahan iskemik otak. 2. Pecahnya dinding arteri serebral akan menyebabkan bocornya darah ke kejaringan (hemorrhage). 3. Pembesaran sebuah atau sekelompok pembuluh darah yang menekan jaringan otak. 4. Edema serebri yang merupakan pengumpulan cairan di ruang interstitial jaringan otak. Konstriksi lokal sebuah arteri mula-mula menyebabkan sedikit perubahan pada aliran darah dan baru setelah stenosis cukup hebat dan melampaui batas kritis terjadi pengurangan darah secara drastis dan cepat. Oklusi suatu

arteri otak akan menimbulkan reduksi suatu area dimana jaringan otak normal sekitarnya yang masih mempunyai pendarahan yang baik berusaha membantu suplai darah melalui jalur-jalur anastomosis yang ada. Perubahan awal yang terjadi pada korteks akibat oklusi pembuluh darah adalah gelapnya warna darah vena, penurunan kecepatan aliran darah dan sedikit dilatasi arteri serta arteriole. Selanjutnya akan terjadi edema pada daerah ini. Selama berlangsungnya perisriwa ini, otoregulasi sudah tidak berfungsi sehingga aliran darah mengikuti secara pasif segala perubahan tekanan darah arteri.. Berkurangnya aliran darah serebral sampai ambang tertentu akan memulai serangkaian gangguan fungsi neural dan terjadi kerusakan jaringan secara permanen. Skema Patofisiologi

Sumber : Satyanegara, 1998 (Wanhari, 2008).

D. Tanda dan Gejala Menurut Smeltzer & Bare (2002) dan Price & Wilson (2006) tanda dan gejala penyakit stroke adalah kelemahan atau kelumpuhan lengan atau

Penurunan aliran darah serebral. Embolisme serebral. Antikoagulan untuk mencegah terjadinya thrombosis atau embolisasi dari tempat lain dalam sistem kardiovaskuler. Hipoksia serebral. hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran. diminimalkan dengan memberi oksigenasi darah adekuat ke otak. dan integritas pembuluh darah serebral. Disritmia dapat mengakibatkan curah jantung tidak konsisten dan . tidak mampu mengenali bagian dari tubuh. bergantung pada tekanan darah. 3. 2. Hidrasi adekuat (cairan intrvena) harus menjamin penurunan viskositas darah dan memperbaiki aliran darah serebral. curah jantung. E. Fungsi otak bergantung pada ketersediaan oksigen yang dikirimkan ke jaringan. Hipertensi dan hipotensi ekstrim perlu dihindari untuk mencegah perubahan pada aliran darah serebral dan potensi meluasnya area cedera. Penatalaksanaan Medis Penatalaksaan medis menurut menurut Smeltzer & Bare (2002) meliputi: 1. dapat terjadi setelah infark miokard atau fibrilasi atrium atau dapat berasal dari katup jantung prostetik. Pemberian oksigen suplemen dan mempertahankan hemoglobin serta hematokrit pada tingkat dapat diterima akan membantu dalam mempertahankan oksigenasi jaringan. penglihatan ganda atau kesulitan melihat pada satu atau kedua mata. nyeri kepala mendadak tanpa kausa yang jelas. pusing dan pingsan. 2. Antitrombosit karena trombosit memainkan peran sangat penting dalam pembentukan thrombus dan embolisasi. F. 3. sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat. Komplikasi Komplikasi yang dapat terjadi pada penyakit stroke menurut Smeltzer & Bare (2002) adalah: 1. ketidakseimbangan dan terjatuh dan hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih.tungkai atau salah satu sisi tubuh. Diuretik untuk menurunkan edema serebral yang mencapai tingkat maksimum 3 sampai 5 hari setelah infark serebral. bicara tidak jelas (pelo). Embolisme akan menurunkan aliran darah ke otak dan selanjutnya akan menurunkan aliran darah serebral.

maka diperlukan suatu asuhan keperawatan yang komprehensif. iskemia. baik respon biopsikososial maupun spiritual. Asuhan Keperawatan Dari seluruh dampak masalah di atas. Pungsi lumbal: menunjukkan adanya tekanan normal dan biasanya ada thrombosis. diperlukan suatu evaluasi yang merujuk pada tujuan rencana perawatan klien dengan stroke non hemoragik. CT-scan: memperhatikan adanya edema. Ultrasonografi Doppler: mengidentifikasi penyakit arteriovena. emboli serebral. dan malformasi arteriovena. hematoma. 4. G. Sinar X: menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pineal daerah yang berlawanan dari massa yang meluas. 7. hemoragik. Pemeriksaan Diagnostik Menurut (Doenges dkk. Kadar protein total meningkat pada kasus thrombosis sehubungan dengan adanya proses inflamasi. 3. 5. Tekanan meningkat dan cairan yang mengandung darah menunjukkan adanya hemoragik subarakhnoid atau perdarahan intra kranial. 6. kalsifikasi karotis interna terdapat pada thrombosis serebral.penghentian trombus lokal. obstruksi arteri atau adanya titik oklusi/ ruptur. dan TIA (Transient Ischaemia Attack) atau serangan iskemia otak sepintas. 1999) pemeriksaan diagnostik yang dapat dilakukan pada penyakit stroke adalah: 1. kemudian ditetapkan suatu rencana tindakan perawatan untuk menuntun tindakan perawatan. dan adanya infark. Dengan demikian pola asuhan keperawatan yang tepat adalah melalui proses perawatan yang dimulai dari pengkajian yang diambil adalah merupakan respon klien. EEG (Electroencephalography): mengidentifikasi penyakit didasarkan pada gelombang otak dan mungkin memperlihatkan daerah lesi yang spesifik. Angiografi serebral: membantu menentukan penyebab stroke secara spesifik seperti perdarahan. MRI (Magnetic Resonance Imaging): menunjukkan daerah yang mengalami infark. disritmia dapat menyebabkan embolus serebral dan harus diperbaiki. H. Dan untuk menilai keadaan klien. 2. Selain itu. .

c. paralitik (hemiplegia). b. susah untuk beristirahat (nyeri/ kejang otot). frekuensi nadi bervariasi. bising usus negatif. Tanda: hipertensi arterial sehubungan dengan adanya embolisme/ malformasi vaskuler. polisitemia. Aktivitas/ Istirahat Gejala: merasa kesulitan untuk melakukan aktivitas karena kelemahan. Pengkajian Pengkajian adalah langkah awal dan dasar bagi seorang perawat dalam melakukan pendekatan secara sistematis untuk mengumpulkan data dan menganalisa. Gejala: Tanda: Eliminasi perubahan pola berkemih distensi abdomen dan kandung kemih. peningkatan lemak dalam darah. perasaan putus asa emosi yang labil dan ketidaksiapan untuk marah. gangguan tingkat kesadaran. mual muntah selama fase akut. 1999). kehilangan sensasi pada lidah. Makanan/ Cairan Gejala: nafsu makan hilang. Pengumpulan data yang akurat dan sistematis akan membantu menentukan status kesehatan dan pola pertahanan klien serta memudahkan menentukan status kesehatan dan pola pertahanan klien serta memudahkan dalam perumusan diagnosa keperawatan (Doenges dkk. Tanda: gangguan tonus otot. Tanda: f. Adapun pengkajian pada klien dengan stroke (Doenges dkk. obesitas. kesulitan untuk mengekspresikan diri. gangguan penglihatan. dan tenggorokan. kehilangan sensasi atau paralisis (hemiplegia). e. adanya riwayat diabetes. merasa mudah lelah. dan disritmia. sedih. dan terjadi kelemahan umum. Neurosensori . riwayat hipotensi postural. Sirkulasi Gejala: adanya penyakit jantung. 1999) adalah : a. dan gembira. kesulitan menelan. Integritas Ego Gejala: Tanda: perasaan tidak berdaya. sehingga dapat diketahui kebutuhan klien tersebut.1. d. disfagia.

merumuskan diagnosis keperawatan dengan tepat. 1999). Tanda: Keamanan masalah dengan penglihatan. penglihatan menurun. 2. gangguan fungsi kognitif. Setelah Diagnosa Keperawatan data-data dikelompokkan. i. timbulnya Tanda: ketidakmampuan menelan/ pernafasan sulit. kejang. j. kesulitan dalam menelan. Kenyamanan / Nyeri Gejala: Tanda: h. ketidakmampuan untuk berkomunikasi Penyuluhan/ Pembelajaran adanya riwayat hipertensi pada keluarga. Interaksi Sosial Tanda: k. dan memilih diagnosis prioritas (Carpenito & Moyet. suara nafas terdengar ronchi. Untuk membuat diagnosis keperawatan yang akurat. 2007). perubahan sensori persepsi terhadap orientasi tempat tubuh. Gejala: masalah bicara. perawat harus mampu melakukan hal berikut yaitu mengumpulkan data yang valid dan berkaitan. memfokuskan. 1999) meliputi : . g. gangguan berespons terhadap panas dan dingin. gelisah. kemudian dilanjutkan dengan perumusan diagnosa. membedakan diagnosis keperawatan dari masalah kolaboratif. afasia. pemakaian kontrasepsi oral. ukuran/ reaksi pupil tidak sama.Gejala: sakit kepala. Diagnosa keperawatan adalah cara mengidentifikasi. gangguan dalam memutuskan. tidak mampu mengenal objek. pada wajah terjadi paralisis. kecanduan alkohol. hilangnya rangsang sensorik kontralateral pada ekstremitas. Diagnosa keperawatan pada klien dengan Stroke (Doenges dkk. dan mengatasi kebutuhan spesifik pasien serta respons terhadap masalah aktual dan resiko tinggi (Doenges dkk. ketegangan pada otot Pernapasan Gejala: merokok batuk/ hambatan jalan nafas. kelemahan/ kesemutan. Tanda: status mental/ tingkat kesadaran biasanya terjadi koma pada tahap awal hemoragis. mengelompokkan data. kekakuan. stroke. sakit kepala dengan intensitas yang berbeda-beda tingkah laku yang tidak stabil. gangguan rasa pengecapan dan penciuman.

parestesia Paralisis spastis Kerusakan perseptual/ kognitif c. perseptual kognitif g. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan: 1) 2) 3) 4) Kerusakan neuromuskuler Kelemahan. hemoragi Vasospasme serebral Edema serebral b. Perubahan sensori persepsi berhubungan dengan: 1) Perubahan resepsi sensori. Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan 1) 2) 3) 4) Kerusakan sirkulasi serebral Kerusakan neuromuskuler Kehilangan tonus otot/ kontrol otot fasial Kelemahan/ kelelahan d. transmisi. Resiko tinggi kerusakan menelan berhubungan dengan: 1) Kerusakan neuromuskuler/ perceptual h. Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan: 1) 2) 3) 4) Interupsi aliran darah Gangguan oklusif. Kurang pengetahuan tentang kondisi dan pengobatan berhubungan dengan: 1) 2) 3) Kurang pemajanan Keterbatasan kognitif. kurang mengingat Tidak mengenal sumber-sumber informasi . psikososial.a. integrasi (trauma neurologis atau defisit) 2) Stress psikologis (penyempitan lapang perseptual yang disebabkan oleh ansietas) e. Kurang perawatan diri berhubungan dengan: 1) Kerusakan neuromuskuler. penurunan kekuatan dan ketahanan. kesalahan interprestasi informasi. kehilangan kontrol/ koordinasi otot 2) 3) 4) Kerusakan perseptual/ kognitif Nyeri/ ketidaknyamanan Depresi f. Gangguan harga diri berhubungan dengan: 1) Perubahan biofisik.

aktivitas/ stimulasi yang kontinu dapat meningkatkan Tekanan Intra Kranial (TIK). 2005). messeurable (dapat diukur). d) Letakkan kepala dengan posisi agak ditinggikkan dan dalam posisi anatomis (netral). autoregulasi mempertahankan aliran darah otak yang konstan. Rencana tindakan keperawatan yang disusun pada klien dengan Stroke ( Doenges dkk. . Tahap perencanaan keperawatan adalah menentukan prioritas diagnosa keperawatan. 3) Intervensi. kesadaran penuh.3. tanda-tanda vital stabil tidak ada tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial. a) Rasional: b) Rasional: c) Rasional: Pantau/catat status neurologis secara teratur dengan skala koma glascow Mengkaji adanya kecenderungan pada tingkat kesadaran. Perencanaan merupakan langkah awal dalam menentukan apa yang dilakukan untuk membantu klien dalam memenuhi serta mengatasi masalah keperawatan yang telah ditentukan. tidak gelisah 2) Kriteria hasil tingkat kesadaran membaik. Tujuan yang ditetapkan harus sesuai dengan SMART. yaitu spesific(khusus). reality(nyata) dan time (terdapat kriteria waktu). 1) Tujuan. Diagnosa keperawatan pertama: perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan oedema serebral. penetapan kriteria evaluasi dan merumuskan intervensi keperawatan. Pantau tanda-tanda vital terutama tekanan darah. Perencanaan Perencanaan adalah kategori dari perilaku keperawatan dimana tujuan yang berpusat pada klien dan hasil yang diperkirakan ditetapkan dan intervensi keperawatan dipilih untuk mencapai tujuan tersebut (Potter & Perry. Rasional: menurunkan tekanan arteri dengan meningkatkan drainase dan meningkatkan sirkulasi/ perfusi serebral. 1999) adalah sebagai berikut : a. acceptable (dapat diterima). Kriteria hasil merupakan tujuan ke arah mana perawatan kesehatan diarahkan dan merupakan dasar untuk memberikan asuhan keperawatan komponen pernyataan kriteria hasil. Pertahankan keadaan tirah baring.

dapat melakukan aktivitas secara minimum 2) Kriteria hasil mempertahankan posisi yang optimal. dan kekuatan. perawat dan keluarga 3) Intervensi. meningkatkan sirkulasi. . meningkatkan kekuatan dan fungsi bagian tubuh yang terkena.e) Rasional: Berikan obat sesuai indikasi: contohnya antikoagulan (heparin) meningkatkan/ memperbaiki aliran darah serebral dan selanjutnya dapat mencegah pembekuan. dapat berkomunikasi sesuai dengan keadaannya. Klien dapat mengemukakan bahasa isyarat dengan tepat. terjadi kesapahaman bahasa antara klien. b. koordinasi. Mulailah melakukan latihan rentang gerak aktif dan pasif pada semua ekstremitas Rasional: c) Rasional: meminimalkan atrofi otot. membantu mencegah kontraktur. d) Anjurkan pasien untuk membantu pergerakan dan latihan dengan menggunakan ekstremitas yang tidak sakit. 1) Tujuan. e) Konsultasikan dengan ahli fisioterapi secara aktif. miring) menurunkan resiko terjadinya trauma/ iskemia jaringan. Diagnosa keperawatan ketiga: kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan kerusakan neuromuskuler. Rasional: program khusus dapat dikembangkan untuk menemukan kebutuhan yang berarti/ menjaga kekurangan tersebut dalam keseimbangan. dan ambulasi pasien. a) Kaji kemampuan klien dalam melakukan aktifitas mengidentifikasi kelemahan/ kekuatan dan dapat memberikan informasi bagi pemulihan Rasional: b) Ubah posisi minimal setiap 2 jam (telentang. Diagnosa keperawatan kedua: kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan. 2) Kriteria hasil. 3) Intervensi. 1) Tujuan. mendemonstrasikan perilaku yang memungkinkan aktivitas. Rasional: dapat berespons dengan baik jika daerah yang sakit tidak menjadi lebih terganggu.. latihan resistif. c.

penglihatan. Diagnosa keperawatan keempat: perubahan sensori persepsi berhubungan dengan stress psikologis. 2) Kriteria hasil mempertahankan tingkat kesadarann dan fungsi Rasional: c) Rasional: d) Rasional: ) perseptual. Konsultasikan dengan/ rujuk kepada ahli terapi wicara. rasa persendian. Tujuan. d) Anjurkan pasien untuk mengamati kakinya bila perlu dan menyadari posisi bagian tubuh tertentu. tajam/ tumpul. Rasional: penurunan kesadaran terhadap sensorik dan kerusakan perasaan kinetic berpengaruh buruk terhadap keseimbangan. Rasional: penggunaan stimulasi penglihatan dan sentuhan membantu dalam mengintergrasikan kembali sisi yang sakit. tidak ada perubahan perubahan persepsi. untuk mengidentifikasi kekurangan/ kebutuhan terapi. b) Catat terhadap tidak adanya perhatian pada bagian tubuh Rasional: adanya agnosia (kehilangan pemahaman terhadap pendengaran. a) Kaji kesadaran sensorik seperti membedakan panas/ dingin. . atau sensasi yang lain) c) Berikan stimulasi terhadap rasa sentuhan seperti berikan pasien suatu benda untuk menyentuh dan meraba. Rasional: membantu melatih kembali jaras sensorik untuk mengintegrasikan persepsi dan interprestasi stimulasi.a) Kaji tingkat kemampuan klien dalam berkomunikasi Rasional: Perubahan dalam isi kognitif dan bicara merupakan indikator dari derajat gangguan serebral b) Minta klien untuk mengikuti perintah sederhana melakukan penilaian terhadap adanya kerusakan sensorik Tunjukkan objek dan minta pasien menyebutkan nama benda tersebut Melakukan penilaian terhadap adanya kerusakan motorik Ajarkan klien tekhnik berkomunikasi non verbal (bahasa isyarat) bahasa isyarat dapat membantu untuk menyampaikan isi pesan yang dimaksud e) Rasional: d. mengakui perubahan dalam kemampuan. 3) Intervensi.

berhubungan perseptual kognitif. e. Rasional: Klien terlihat bersih dan rapi dan memberi rasa nyaman pada klien c) Rapikan klien jika klien terlihat berantakan dan ganti pakaian klien setiap hari Rasional: Memberi kesan yang indah dan klien tetap terlihat rapi d) Libatkan keluarga dalam melakukan personal hygiene Rasional: ukungan keluarga sangat dibutuhkan dalam program peningkatan aktivitas klien e) Konsultasikan dengan ahli fisioterapi/ ahli terapi okupasi Rasional: memberikan bantuan yang mantap untuk mengembangkan rencana terapi dan f. kehilangan kontrol/ koordinasi otot 1) Tujuan. kebutuhan perawatan diri klien terpenuhi 2) Kriteria hasil klien bersih dan klien dapat melakukan kegiatan personal hygiene secara minimal 3) Intervensi. tidak terjadi gangguan harga diri 2) Kriteria hasil mau berkomunikasi dengan orang terdekat tentang situasi dan perubahan yang terjadi.e) Bicara dengan tenang dan perlahan dengan menggunakan kalimat yang pendek. . mengungkapkan penerimaan pada diri sendiri dalam situasi. Diagnosa keperawatan kelima: kurang perawatan diri berhubungan dengan kerusakan neuromuskuler. Jika klien tidak mampu perawatan diri perawat dan keluarga membantu dalam perawatan diri b) Bantu klien dalam personal hygiene. a) Rasional: Kaji kemampuan klien dan keluarga dalam perawatan diri. Rasional: pasien mungkin mengalami keterbatasan dalam rentang perhatian atau masalah pemahaman. psikososial. 1) Tujuan. Diagnosa keperawatan keenam: gangguan harga diri dengan perubahan biofisik. penurunan kekuatan dan ketahanan. 3) Intervensi.

mempertahankan berat badan yang diinginkan. d) Dorong orang terdekat agar member kesempatan pada melakukan sebanyak mungkin untuk dirinya sendiri. Rasional: penentuan faktor-faktor secara individu membantu dalam mengembankan perencanaan asuhan/ pilihan intervensi. c) Berikan dukungan terhadap perilaku/ usaha seperti peningkatan minat/ partisipasi dalam kegiatan rehabilitasi. e) Rasional: Rujuk pada evaluasi neuropsikologis dan/ atau konseling sesuai kebutuhan. c) Rasional: Anjurkan pasien menggunakan sedotan untuk meminum cairan. kerusakan dalam menelan tidak terjadi. 3) Intervensi. Letakkan pasien pada posisi duduk/ tegak selama dan setelah makan menggunakan gravitasi untuk memudahkan proses menelan dan menurunkan resiko terjadinya aspirasi. 1) Tujuan. 2) Kriteria hasil mendemonstrasikan metode makan tepat untuk situasi individual dengan aspirasi tercegah. Diagnosa keperawatan ketujuh: resiko tinggi kerusakan menelan berhubungan dengan kerusakan neuromuskuler/ perseptual. Rasional: mengisyaratkan kemampuan adaptasi untuk mengubah dan memahami tentang peran diri sendiri dalam kehidupan selanjutnya. menguatkan otot fasiel dan otot menelan dan menurunkan resiko terjadinya aspirasi. . dapat memudahkan adaptasi terhadap perubahan peran yang perlu untuk perasaan/ merasa menjadi orang yang produktif. intervensi nutrisi/ pilihan rute makan ditentukan oleh faktor-faktor ini. d) Anjurkan untuk berpartisipasi dalam program latihan/ kegiatan. membantu peningkatan rasa harga diri dan kontrol atas salah satu bagian kehidupan.a) Kaji luasnya gangguan persepsi dan hubungkan dengan derajat ketidakmampuannya. g. a) Rasional: b) Rasional: Tinjau ulang patologi/ kemampuan menelan pasien secara individual. Rasional: membangun kembali rasa kemandirian dan menerima kebanggan diri dan meningkatkan proses rehabilitasi. b) Rasional: Bantu dan dorong kebiasaan berpakaian dan berdandan yang baik.

serta perawatan. Rasional: memberi kesempatan kepada orang tua dalam perawatan anaknya d) Beri feed back/ umpan balik terhadap pertanyaan yang diajukan oleh keluarga atau klien. klien mengerti dan paham tentang penyakitnya Kriteria hasil berpartisipasi dalam proses belajar Intervensi. e) Rasional: Berikan cairan melalui intra vena dan/ atau makanan melalui selang. memberikan asuhan perawatan untuk tujuan yang berpusat pada klien (Potter & Perry. atau mengarahkan kinerja aktivitas kehidupan sehari-hari. memberikan cairan pengganti dan juga makanan jika pasien tidak mampu untuk memasukkan segala sesuatu melalui mulut.Rasional: meningkatkan pelepasan endorphin dalam otak yang meningkatkan perasaan senang dan meningkatkan nafsu makan. Kaji tingkat pengetahuan keluarga klien Rasional: untuk mengetahui tingkat pengetahuan klien b) Berikan informasi terhadap pencegahan. faktor penyebab. Implementasi mencakup melakukan. 2005). 4.hal yang belum jelas. membantu. kurang mengingat 1) 2) 3) a) Tujuan. Diagnosa keperawatan ketujuh: kurang pengetahuan kondisi dan pengobatan berhubungan dengan tentang Keterbatasan kognitif. Rasional: mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman klien atau keluarga e) Sarankan pasien menurunkan/ membatasi stimulasi lingkungan terutama selama kegiatan berfikir Rasional: stimulasi yang beragam dapat memperbesar gangguan proses berfikir. Pelaksanaan Tindakan keperawatan (implementasi) adalah kategori dari perilaku keperawatan dimana tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan hasil yang diperkirakan dari asuhan keperawatan dilakukan dan diselesaikan. h. kesalahan interprestasi informasi. Rasional: untuk mendorong kepatuhan terhadap program teraupetik dan meningkatkan pengetahuan keluarga klien c) Beri kesempatan kepada klien dan keluarga untuk menanyakan hal.Pelaksanaan keperawatan merupakan tahapan pemberian tindakan keperawatan untuk mengatasi .

membantu klien dalam personal hygiene. Dokumentasi Keperawatan Dokumentasi keperawatan merupakan aspek penting dari praktik keperawatan yaitu sebagai segala sesuatu yang tertulis atau tercetak yang dapat diandalkan sebagai catatan tentang bukti bagi individu yang berwenang. melalui mana status pernyataan diagnostik pasien secara individual dinilai untuk diselesaikan. kekuatan otot bertambah dan dapat beraktivitas secara minimal. Kriteria hasil dari tindakan keperawatan yang di harapkan pada pasien stroke adalah mempertahankan tingkat kesadaran dan tanda-tanda vital stabil. 5. 2005). mempertahankan fungsi perseptual. dapat melakukan aktivitas perawatan diri secara mandiri. Pelaksanaan keperawatan pada Stroke dikembangkan untuk memantau tanda-tanda vital. melakukan latihan rentang pergerakan sendi aktif dan pasif. Dokumentasi keperawatan juga mendeskripsikan tentang status dan kebutuhan klien yang komprehensif. dilanjutkan. dan klien dapat memahami tentang kondisi dan cara pengobatannya. dan menjelaskan tentang penyakit. atau memerlukan perbaikan (Doenges dkk. Format dukumentasi keperawatan: a. yaitu evaluasi yang dilakukan sekaligus pada akhir dari semua tindakan keperawatan yang telah dilakukan dan telah disebut juga evaluasi pencapaian jangka panjang. Evaluasi asuhan keperawatan sebagai tahap akhir dari proses keperawatan yang bertujuan untuk menilai hasil akhir dan seluruh tindakan keperawatan yang telah dilakukan. meminta klien untuk mengikuti perintah sederhana. berdasarkan rencana tindakan yang telah ditetapkan sebelumnya. memberikan stimulus terhadap sentuhan. Evaluasi Evaluasi adalah respons pasien terhadap terapi dan kemajuan mengarah pencapaian hasil yang diharapkan. Evaluasi ini bersifat sumatif. Aktivitas ini berfungsi sebagai umpan balik dan bagian kontrol proses keperawatan. klien dapat mengungkapakan penerimaaan atas kondisinya.permasalahan penderita secara terarah dan komprehensif. dapat berkomunikasi sesuai dengan kondisinya. 1999). perawatan dan pengobatan stroke. 6. Teknik Dokumentasi . juga layanan yang diberikan untuk perawatan klien (Potter & Perry.

Format Soapier Format ini dapat digunakan pada catatan medic yang berorientasi pada masalah (problem oriented medical record) yang mencerminkan masalah yang di identifikasi oleh semua anggota tim perawat. Format soapier terdiri dari: a) S = Data Subjektif Masalah yang dikemukakan dan dikeluhkan atau yang dirasakan sendiri oleh pasien. 2) Kardex Teknik dokumentasi ini menggunakan serangkaian kartu dan membuat data penting tentang klien dengan menggunakan ringkasan problem dan terapi klien yang digunakan pada pasien rawat jalan. 3) POR (Problem Oriented Record) POR merupakan teknik efektif untuk mendokumentasikan system pelayanan keperawatan yang berorientasi pada masalah klien. b) O = Data Objektif Tanda-tanda klinik dan fakta yang berhubungan dengan diagnose keperawatan meliputi data fisiologis dan informasi dari pemeriksaan.Teknik dokumentasi keperawatan merupakan cara menggunakan dokumentasi keperawatan dalam penerapan proses keperawatan. mengarahkan ide pemikiran anggota tim mengenai problem klien secara jelas. Format Dokumentasi Aziz Alimul (2001) mengemukakan ada lima bentuk format yang lazim digunakan: Format naratif Format yang dipakai untuk mencatat perkembangan pasien dari hari ke hari dalam bentuk narasi. Data 1) 2) . Ada tiga teknik dokumentasi yang sering digunakan: 1) SOR (Source Oriented Record) Teknik dokumentasi yang dibuat oleh setiap anggota tim kesehatan. b. Catatan ini cocok untuk pasien rawat inap. Teknik ini dapat digunakan untuk mengaplikasikan pendekatan pemecahan masalah.Dalam melaksanakan tindakan mereka tidak tergantung dengan tim lainnya.

info dapat diperoleh melalui wawancara. Kolom focus dapat berisi : masalah pasien (data). kesediaan pasien untuk belajar. e) I = Intervensi Tindakan yang dilakukan oleh perawat. respon pasien terhadap tindakan. g) R = Revisi Data pasien yang mengalami perubahan berdasarkan adanya respon pasien terhadap tindakan keperawatan merupakan acuan perawat dalam melakukan revisi atau modifikasi rencana asuhan kepeawatan. 5) Catatan perkembangan ringkas Dalam menuliskan catatan perkembangan diperlukan beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain adanya perubahan kondisi pasien. Format fokus/DAR Semua masalah pasien diidentifikasi dalam catatan keperawatan dan terlihat pada rencana keperawatan. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan diagnostic laboratorium. pemecahan masalah lama. adanya abnormalitas atau kejadian yang tidak diharapkan (Harnawatiaj. tindakan (action) dan respon (R) Format DAE Sistem dokumentasi dengan konstruksi data tindakan dan evaluasi dimana setiap diagnose keperawatan diidentifikasi dalam catatan perawatan. perubahan rencana keperawatan. c) A = Pengkajian (Assesment) Analisis data subjektif dan objektif dalam menentukan masalah pasien. kesediaan pasien terhadap tindakan. d) P = Perencanaan Pengembangan rencana segera atau untuk yang akan dating dari intervensi tindakan untuk mencapai status kesehatan optimal. f) E = Evaluasi Merupakan analisis respon pasien terhadap intervensi yang diberikan. observasi. 3) 4) berkembangnya masalah baru. . terkait pada rencana keprawatan atau setiap daftar masalah dari setiap catatan perawat dengan suau diagnosa keperawatan. 2008).

C. S.C & Bare. (2008).blogspot.E. L. Nanda.A & Wilson.M. (1999). Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 6 vol 2. Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien edisi 3. M.G.com/2008/08/stroke.. Buku Ajar Keperawatan Medikal BedahEdisi 8 vol 3.. S. (2006). Asuhan Keperawatan Stroke(http://askepsolok. Jakarta: EGC Smeltzer.& Setiowulan. (2000). (2005-2006). Prima medika. A.J & Moyet. Jakarta: Media Aesculapius. L. M. Potter & Perry. A.com//) di akses 16 Juli 2010. (2008). Wardhani WI. Kapita Selekta Kedokteran edisi ketiga jilid 2. Jakarta: EGC Wanhari. M. Doenges. Proses dan Praktik Edisi 4 vol 1.Suprohaita. Geissler.F. (2007). Format Dokumentasi Keperawatan(http://harnawatiaj. . Moorhouse. (2006). Harnawatiaj. (2002).html) di akses 19 Juli 2010. Mansjoer. Panduan Diagnosa Keperawatan. B. Jakarta: EGC. Jakarta: EGC Price. Fundamental Keperawatan : Konsep. Jakarta: EGC.A. Buku Saku Diagnosa Keperawatan edisi 10.DAFTAR PUSTAKA Carpenito.wordpress.

ke sinus sagitalis superior dan sinus-sinus basalis lateralis. (2008). di akses 19 Juli 2010. dicurahkan . S. hipertensi. Kemungkinan meninggal akibat stroke inisial adalah 30% sampai 35% dan kemungkinan kecacatan mayor pada orang yang selamat adalah 35% sampai 40%. arteriosklerosis. serebelum (otak kecil). subkortikal atau pun infark regional di batang otak yang terjadi karena kawasan perdarahan atau penyumbatan suatu arteri sehingga jatah oksigen tidak dapat disampaikan kebagian otak tertentu.ac. Empat juta orang amerika mengalami defisit neurologi akibat stroke . dan kelompok vena eksterna yang terletak di permukaan hemisfer otak.. Otak terdiri dari empat bagian besar yaitu serebrum (otak besar). penyakit jantung. merokok. Darah vena dialirkan dari otak melalui dua sistem : kelompok vena interna.id/2926/1/J200050072. Berat otak manusia sekitar 1400 gram dan tersusun oleh kurang lebih 100 triliun neuron. Da dalam rongga kranium. Sekitar sepertiga dari semua pasien yang selamat dari stroke akan mengalami stroke ulangan pada tahun pertama. Secara umum stroke dapat dibagi menjadi dua . dan diensefalon. Otak menerima 17 % curah jantung dan menggunakan 20 % konsumsi oksigen total tubuh manusia untuk metabolisme aerobiknya. Otak diperdarahi oleh dua pasang arteri yaitu arteri karotis interna dan arteri vertebralis.ums. Pertama stroke non hemoragic yaitu stroke yang disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh darah di otak. Karya Tulis Ilmiah Stroke(http://etd. Latar PENDAHULUAN Belakang Stroke adalah infark regional kortikal. diabetes mellitus. Stroke merupakan penyebab utama kecacatan pada orang dewasa. Faktorfaktor resiko stroke antara lain umur. dan seterusnya ke vena-vena jugularis. yang mengumpulkan darah ke Vena galen dan sinus rektus.pdf. Kedua stroke hemoragik yaitu stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah diotak.Winarni. yaitu sirkulus Willis. keempat arteri ini saling berhubungan dan membentuk sistem anastomosis. LAPORAN STROKE PENDAHULUAN A. brainstem (batang otak). dan mencurahkan darah. dua pertiga dari defisit ini bersifat sedang sampai parah.eprints.

Kenaikan darah yang “abrupt” atau kenaikan dalam jumlah yang secara mencolok dapat menginduksi pecahnya pembuluh darah terutama pada pagi hari dan sore hari yang menjadi penyebab terjadinya stroke. diberikan. Kematian dapat disebabkan oleh kompresi batang otak. storke merupakan penyakit yang menjadi momok bagi manusia. manifestasi klinis. dan lain sebagainya tergantung bagian otak mana yang terkena. pandangan kabur. stroke menyerang dengan tiba-tiba. TINJAUAN TEORI . keperawatan c. Orang yang menderita stroke sering tidak menyadari bahwa dia terkena stroke. Dengan demikian pada penderita stroke diperlukan asuhan keperawatan yang komprehensif dan paripurna. talamus dan pons. prosedur diagnostik dan asuhan keperawatan yang harus di berikan pada pasien stroke. cabang tembus arterio talamus (talamo perforate arteries) dan cabang-cabang paramedian arteria vertebrobasilaris mengalami perubahan-perubahan degenaratif yang sama. Hipertensi kronik menyebabkan pembuluh arteriola yang berdiameter 100-400 mcmeter mengalami perubahan patologik pada dinding pembuluh darah tersebut berupa hipohialinosis. Tujuan Setelah melaksanakan asuhan keperawatan pada stroke diharapkan mahasiswa mampu : a. Mengetahui Mengetahui dan tata mempelajari laksana dan lebih asuhan dalam mengenai yang stroke. B. Arteriol-arteriol dari cabang-cabang lentikulostriata.menuju ke jantung. b. hemisfer otak. Selain itu. nekrosis fibrinoid serta timbulnya aneurisma tipe Bouchard. penderita merasakan dan mengalami kelainan seperti lumpuh pada sebagian sisi tubuhnya. Perembesan darah ke ventrikel otak terjadi pada sepertiga kasus perdarahan otak di nukleus kaudatus. Oleh karena itu penting bagi kita perawat bagian dari tenaga medis untuk mempelajari tentang patofisologi. bicara pelo. Memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan paripurna kepada pasien stroke. dan perdarahan batang otak sekunder atau ekstensi perdarahan ke batang otak. mekanisme. Melihat fenomena di atas. Tiba-tiba saja.

embolus. Progresif/ inevolution (stroke yang sedang berkembang) stroke yang terjadi masih terus berkembang dimana gangguan neurologis terlihat semakin berat dan bertambah buruk. Sesuai dengan perjalanan penyakit . baru bangun tidur atau di pagi hari. Stroke lengkap/completed : gangguan neurologis maksimal sejak awal serangan dengan sedikit perbaikan. trauma. ruptura dinding pembuluh atau penyakit vascular dasar. Merupakan suatu gangguan neurologik fokal yang dapat timbul sekunder dari suatu proses patologis pada pembuluh darah serebral. malformasi arteri venosa. arteritis. Stroke dimana deficit neurologisnya pada saat onset lebih berat. Serangan iskemik sepintas/ TIA ( Trans Iskemik Attack) gangguan neurologis setempat yang terjadi selama beberapa menit sampai beberapa jam saja. Stroke non haemorhagic: dapat berupa iskemia atau emboli dan thrombosis serebral. Gejala yang timbul akan hilang dengan spontan dan sempurna dalam waktu kurang dari 24 jam 2. aneurisme dan kelainan perkembangan. misalnya trombosis. Penyebab stroke hemoragi antara lain: hipertensi.stroke dapat dibagi menjadi tiga jenis.Definisi Secara umum gangguan pembuluh darah otak atau stroke merupakan gangguan sirkulasi serebral. 2. Biasanya kejadiannya saat melakukan aktivitas atau saat aktif. Kesadaran pasien umumnya menurun. yaitu : 1. biasanya terjadi saat setelah lama beristirahat. misalnya aterosklerosis. Stroke haemorhagic: stroke yang terjadi karena pembuluh darah di otak pecah sehingga timbul iskhemik dan hipoksia di hilir. Stroke dapat juga diartikan sebagai gangguan fungsional otak yang bersifat: berlangsung disebabkan tidak antara gangguan disebabkan 24 jam aliran karena atau darah fokal dan atau global akut lebih otak tumor/infeksi Stroke dapat digolongkan sesuai dengan etiologi atau dasar perjalanan penyakit. Tidak terjadi perdarahan namun terjadi iskemia yang menimbulkan hipoksia dan selanjutnya . pecahnya aneurisma. namun bisa juga terjadi saat istirahat. Klasifikasi bisa kemudian berdasarkan membaik/menetap patologi: 1. Proses dapat berjalan 24 jam atau beberapa hari 3.

kemudian melepaskan kepingan thrombus (embolus)  Dinding arteri menjadi lemah dan terjadi aneurisma kemudian robek dan terjadi perdarahan.Thrombosis biasanya terjadi pada orang tua yang sedang tidur atau bangun tidur. b.  Merupakan tempat terbentuknya thrombus. peningkatan viskositas /hematokrit meningkat dapat melambatkan c.  Oklusi mendadak pembuluh darah karena terjadi thrombosis. Etiologi Beberapa 1. Arteritis( aliran radang darah pada arteri serebral. pada keadaan dibawah 48 ini dapat jam sete. Emboli tersebut berlangsung cepat dan gejala timbul kurang dari 10-30 detik.dapat timbul edema sekunder . Kesadaran umummnya baik. keadaan dibawah ini dapat menyebabkan stroke antara lain : Thrombosis Cerebral.Tanda dan gejala neurologis seringkali memburuk Beberapa a. Hal ini dapat terjadi karena penurunan aktivitas simpatis dan penurunan tekanan darah yang dapat menyebabkan iskemi serebral. Hypercoagulasi pada polysitemia Darah bertambah kental . Manifestasi klinis atherosklerosis bermacammacam. Emboli Emboli serebral merupakan penyumbatan pembuluh darah otak oleh bekuan darah. lemak dan udara. ) 2. Pada umumnya emboli berasal dari thrombus di jantung yang terlepas dan menyumbat sistem arteri serebral. otak : menyebabkan thrombosis Atherosklerosis Atherosklerosis adalah mengerasnya pembuluh darah serta berkurangnya kelenturan atau elastisitas dinding pembuluh darah.ah thrombosis. Kerusakan dapat terjadi melalui mekanisme berikut :  Lumen arteri menyempit dan mengakibatkan berkurangnya aliran darah. Beberapa keadaan dibawah ini dapat menimbulkan emboli : . Thrombosis ini terjadi pada pembuluh darah yang mengalami oklusi sehingga menyebabkan iskemi jaringan otak yang dapa menimbulkan oedema dan kongesti di sekitarnya.

Perdarahan ini dapat terjadi karena atherosklerosis dan hypertensi. 3. c. e.a.(RHD) b. perdarahan Aneurisma Aneurisma otak yang paling lazim defek terjadi : Berry. sehingga terjadi infark otak. dan mungkin herniasi otak. menyebabkan terbentuknya gumpalangumpalan pada endocardium. Myokard infark c. yang disertai perdarahan setempat subarachnoid. b.. a. atherosklerosis. Penyebab a. pergeseran dan pemisahan jaringan otak yang berdekatan . Ruptur arteriol serebral. dari nekrose dan Aneurisma myocotik emboli septis. Haemorhagic Perdarahan intrakranial atau intraserebral termasuk perdarahan dalam ruang subarachnoid atau kedalam jaringan otak sendiri. Cardiac Hipertensi Cardiac Hypoksia yang Pulmonary output turun akibat Umum parah. . Fibrilasi. 4. d. akibat hipertensi yang menimbulkan penebalan dan degenerasi pembuluh darah. Keadaan aritmia menyebabkan berbagai bentuk pengosongan ventrikel sehingga darah terbentuk gumpalan kecil dan sewaktu-waktu kosong sama sekali dengan mengeluarkan embolus-embolus kecil. a. sehingga darah arteri langsung masuk vena. Malformasi arteriovenous. Katup-katup jantung yang rusak akibat Rheumatik Heart Desease.sehingga otak akan membengkak. b. terjadi hubungan persambungan pembuluh darah arteri. oedema. jaringan otak tertekan. d. Akibat pecahnya pembuluh darah otak menyebabkan perembesan darah kedalam parenkim otak yang dapat mengakibatkan penekanan. Arrest aritmia 5. c.biasanya fusiformis dari vaskulitis kongenital. Endokarditis oleh bakteri dan non bakteri. Spasme arteri serebral Hipoksia .

c. b.. Penyakit Heart Beat DM Tekanan kondisi-kondisi darah Iskemik tinggi sebagai tetapi Heart TIA arteri tidak lain teratur tidak berikut diketahui Attack : 50-60% 30% 24% 23% 14% 9% Kemudian ada yang menunjukan bahwa yang selama ini dianggap berperan dalam meningkatkan prevalensi stroke ternyata tidak ditemukan pada penelitian tersebut diantaranya. Vasokontriksi arteri otak disertai sakit kepala migrain. Walaupun memang latihan yang terlalu berat dapat menimbulkan MCI. TIA. Penyebab emboli MCI. Namun dalam penelitian tersebut tidak ada bukti yang menyatakan hal tersebut berkaitan secara langsung. Faktor Faktor-faktor resiko stroke Predisposisi/Faktor dapat dikelompokan sebagai Pencetus berikut :: a. aneurisma pada arteri dan penurunan faktor pembekuan darah (leukemia. Penyebab haemorhagic. Kelainan katup. yairtu usia. heart tidak teratur atau jenis penyakit jantung lainnya. hipertensi dan DM. f. Penyebab timbulnya thrombosis. b. Merokok. Dari hasil data penelitian di Oxford. polisitemia. Dinyatakan kegemukan menimbulkan resiko yang lebih besar. Latihan.Inggris bahwa penduduk yang mengalami stroke disebabkan a. c. b. d. memang merokok dapat merusak arteri tetapi tidak ada bukti kaitan antara keduanya itu. namun tidak . e. e. suplai darah menurun pada ektremitas. adalah: a. d. Akibat adanya kerusakan pada arteri. orang mengatakan bahwa latihan dapat mengurangi resiko terjadinya stroke. Bukti-bukti yang menyatakan telah terjadi kerusakan pembuluh darah arteri sebelumnya : penyakit jantung angina. Seks dan seksual intercouse. pengobatan dengan anti koagulan). Obesitas. d. tekanan darah terlalu tinggi. c.b. pria dan wanita mempunyai resiko yang sama terkena serangan stroke tetapi untuk MCI jelas pria lebih banyak daripada wanita.

dan kehilangan bicara sementara. merokok. hipertrofi ventrikel kiri. penyakit kardiovaskuler (penyakit arteri koronaria. Tanda-tanda trombosis selebral bervariasi. konsumsi alcohol. Kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh (hemiparese atau hemiplegia) 2. gagal jantung kongestif. kontrasepsi oral. ukuran area yang perfusinya tidak adekuat dan jumlah aliran darah kolateral.oklusif) merupakan penyebab stroke yang paling sering. yang adalah penyebab umum dari stroke. diabetes. Lumpuh Tonus Menurun Gangguan lapang pada salah otot atau pandang satu sisi lemah wajah “Bell’s atau hilangnya “Homonimus Palsy” kaku rasa Hemianopsia” 6. fibrilasi atrium. 4. Secara umum trombosis selebral tidak terjadi secara tiba-tiba. afhasia atau disfasia: bicara 7. perubahan kognitif atau kejang dan beberapa awitan umum lainnya. Sakit kepala adalah awitan yang tidak umum. Tanda dan Gejala Stroke menyebabkan defisit nuurologik. 3. obesitas. kolesterol tinggi. . penyalahgunaan obat. Patofisiologi 1. faktor familial dan Gangguan defeksif/kehilangan Gangguan status bicara) persepsi mental resiko ras Yang dapat dikendalikan: hipertensi.ada e. Arteriosclerosis selebral dan perlambatan sirkulasi selebral adalah penyebab utama trombosis selebral. 5. Beberapa pasien mengalami pusing. penyakit jantung kongestif). hemiplegia atau parestesia pada setengah tubuh dapat mendahului awitan paralysis berat pada beberapa jam atau hari. 8. Faktor Yang tidak dapat dikendalikan: Umur. Stroke akan meninggalkan gejala sisa karena fungsi otak tidak akan membaik sepenuhnya. Trombosis (penyakit trombo . bukti secara medis Riwayat yang menyatakan hal ini. bergantung pada lokasi lesi (pembuluh darah mana yang tersumbat). kadar hematokrit tinggi. keluarga. 1. Gangguan bahasa (Disatria: kesulitan dalam membentuk kata.

Embolisme : embolisme sereberi termasuk urutan kedua dari berbagai penyebab utama stroke. Darah ini sangat mengiritasi jaringan otak.Trombosis terjadi biasanya ada kaitannya dengan kerusakan local dinding pembuluh darah akibat atrosklerosis. embolus juga mungkin berasal dari plak ateromatosa sinus karotikus atau arteria karotis interna. Trombi juga dikaitkan dengan tempat – tempat khusus tersebut. sehingga lumen pembuluh sebagian terisi oleh materi sklerotik tersebut. sehingga masalah yang dihadapi sebenarnya adalah perwujudan dari penyakit jantung. Trombosit menempel pada permukaan yang terbuka sehingga permukaan dinding pembuluh darah menjadi kasar. Perdarahan serebri : perdarahan serebri termasuk urutan ketiga dari semua penyebab utama kasus GPDO (Gangguan Pembuluh Darah Otak) dan merupakan sepersepuluh dari semua kasus penyakit ini. Spasme ini dapat menyebar ke seluruh hemisper otak dan sirkulus wilisi. Setiap bagian otak dapat mengalami embolisme. vertebralis bagian atas dan basilaris bawah. Trombosit akan melepasakan enzim. Penderita embolisme biasanya lebih muda dibanding dengan penderita trombosis. Karena kerja enzim – enzim akan terjadi . Lamina elastika interna robek dan berjumbai. tempat yang paling sering terserang embolus sereberi adalah arteria sereberi media. atau dapat tetap tinggal di tempat dan akhirnya seluruh arteria itu akan tersumbat dengan sempurna. Plak cenderung terbentuk pada percabangan atau tempat – tempat yang melengkung. Bagian intima arteria sereberi menjadi tipis dan berserabut . Perdarahan intrakranial biasanya disebabkan oleh ruptura arteri serebri. 3. sedangkan sel – sel ototnya menghilang. tetapi embolus biasanya embolus akan menyumbat bagian – bagian yang sempit. Dipandang dari sudut histologis otak yang terletak di sekitar tempat bekuan dapat membengkak dan mengalami nekrosis. Ekstravasasi darah terjadi di daerah otak dan /atau subaraknoid. Sumbat fibrinotrombosit dapat terlepas dan membentuk emboli. sehingga jaringan yang terletakdi dekatnya akan tergeser dan tertekan. sehingga mengakibatkan vasospasme pada arteria di sekitar perdarahan. adenosin difosfat yang mengawali mekanisme koagulasi. 2. Meskipun lebih jarang terjadi. Hilangnya intima akan membuat jaringan ikat terpapar. Proses aterosklerosis ditandai oleh plak berlemak pada pada lapisan intima arteria besar. Bekuan darah yang semula lunak menyerupai selai merah akhirnya akan larut dan mengecil. terutama bagian atas. Kebanyakan emboli sereberi berasal dari suatu trombus dalam jantung. Pembuluh – pembuluh darah yang mempunyai resiko dalam urutan yang makin jarang adalah sebagai berikut : arteria karotis interna..

Perdarahan subaraknoid sering dikaitkan dengan pecahnya suatu aneurisme.proses pencairan. sehingga terbentuk suatu rongga. Akhirnya rongga terisi oleh serabut – serabut astroglia yang mengalami proliferasi. Kolesterol dan lemak meningkat di pembuluh darah Penumpukan nikotin di pembuluh darah Tahanan perifer meningkat Elastisitas pembuluh darah menurun Arteriosklerosis Aliran darah (penyempitan ke pembuluh otak darah) tersumbat Aliran Pembuluh darah terganggu darah Hipertensi/hipotensi tersumbat Hemisfer kiri Shock (kolaps sirkulasi vaskuler) Oklusi pembuluh darah Penurunan fungsi motorik Kenaikan TIK Pecah/bekuan darah Gangguan pergerakan tubuh PTIK Perfusi jaringan turun Gangguan mobilitas fisik Gangguan perfusi jaringan . Sering terdapat lebih dari PATHWAY Makanan Merokok Hipertensi Lanjut Usia satu aneurisme. Sesudah beberapa bulan semua jaringan nekrotik akan terganti oleh astrosit dan kapiler – kapiler baru sehingga terbentuk jalinan di sekitar rongga tadi. Kebanyakan aneurisme mengenai sirkulus wilisi. Hipertensi atau gangguan perdarahan mempermudah kemungkinan ruptur.

infark atau perdarahan. 3. Prinsip window Konsensus Konsensus Konsensus pengobatan ini amerika eropa: asia: pada ada : 1. pasang alat bantu pernafasan bila batang otak terkena) . 2.Lobus parietalis Lobus temporalis Lobus frontalis Sulit menyusun kata Rangsangan bicara terganggu Hambatan gerak/lumpuh Gangguan Kerusakan integritas Komunikasi kulit Defisit perawatan verbal diri Diagnosis Pada diagnosis penyakit serebrovaskular. maka tindakan arteriografi adalah esensial untuk memperlihatkan penyebab dan letak gangguan. memepertahankan saluran nafas (sering melakukan penghisapan yang dalam . Menstabilkan tanda – tanda vital a.5 12 therapeutic 3 6 maksimal) konsensus: jam jam jam window: 1. EEG dapat membantu dalam menentukan lokasi. Terapi umum Untuk merawat keadaan akut perlu diperhatikan faktor – faktor kritis sebagai berikut: 1. 2. Jaringan penubra ada aliran lagi sehingga jaringan penubra tidak menjadi iskhemik. trakeotomi. CT Scan kepala dan MRI merupakan sarana diagnostik yang berharga untuk menunjukan adanya hematoma. Meminimalisir jaringan iskhemik yang terjadi. Penatalaksanaan Secepatnya pada terapeutik window (waktu dari serangan hingga mendapatkan pengobatan Therapeutik 1. O2.

Dilator yang efektif untuk pembuluh di tempat lain ternyata sedikit sekali efeknya bahkan tidak ada efek sama sekali pada . ex. termasuk 2. Obat anti agregasi: golongan pentoxifilin. menurunkan generasi radikal bebas dan biosintesa Ekstrax gingkobiloba. otak Nicholin Cara kerja dengan menurunkan free faty acid. Menempatkan posisi penderita dengan baik secepat mungkin : a. penderita harus dibalik setiap jam dan latihangerakan pasif setiap 2 jam b. tetapi belum terbukti demikian pada tubuh manusia. tindakan ini perlu untuk mencegah tekanan pada daerah tertentu dan untuk mencegah Terapi kontraktur (terutama pada bahu. 4. tPA. usaha Deteksi untuk dan memperbaiki hipotensi maupun aritmia hipertensi. ex. low heparin. Merawat kandung kemih. Piracetam: menstabilkan membrane sel neuron. kendalikan tekanan darah sesuai dengan keadaan masing – masing individu . anti 3 agregasi → deformalitas sirkulasi cara menghancurkan Pentoxifilin kerja: thrombus eritrosit intraselebral Neuroprotektan ex: neotropil Cara kerja dengan menaikkan cAMP ATP dan meningkatkan sintesis glikogen . 1.Nimodipin: gol. dalam beberapa hari dianjurkan untuk dilakukan gerakan pasif penuh sebanyak 50 kali per hari. siku dan mata kaki) khusus Ditujukan untuk stroke pada therapeutic window dengan obat anti agregasi dan neuroprotektan. tielopidin. ex lesitin ginkan Pengobatan konservatif Pada percobaan vasodilator mampu meningkatkan aliran darah otak (ADO). jantung memperbaiki 3.b. cara ini telah diganti dengan kateterisasi “keluar – masuk” setiap 4 sampai 6 jam.nimotup Cara kerja dengan merintangi masuknya Ca2+ ke dalam sel dan memperbaiki perfusi jaringan Citicholin: mencegah kerusakan sel otak. Ca blocker yang merintangi masuknya Ca2+ ke dalam sel. Mempunyai Sebagai Meningkatkan Memperbaiki 2. Sedapat mungkin jangan memasang kateter tinggal.

bicara 8. kemampuan tekanan untuk arteri. Pengkajian Primer Airway. gas darah arteri sesuai indikasi. pernapasan. kekakuan dan atau posisi flaksiditas kepala. menolak terhadap perubahan posisi dan respon terhadap stimulasi. Pembukaan mata. berorientasi terhadap waktu. 9. 1). Pembedahan Endarterektomi karotis dilakukan untuk memeperbaiki peredaran darah otak. Adanya sumbatan/obstruksi jalan napas oleh adanya penumpukan sekret akibat kelemahan 2). 3. kebiasaan merokok. Warna wajah dan ekstremitas. 6. . papaverin dan sebagainya). 4. Breathing. berdasarkan uji klinis ternyata pengobatan berikut ini masih berguna : histamin. terutama bila diberikan secara oral (asam nikotinat. kulit. diabetes dan penyakit kardiovaskular yang luas. Volume cairan yang diminum dan volume urin yang dikeluarkan setiap 24 jam. Perubahan pada tingkat kesadaran atau responivitas yang dibuktikan dengan gerakan. ukuran pupil komparatif. suhu tubuh dan 7. Dari pengkajian secara umum tersebut diatas dapat dijabarkan sebagai berikut: a. dan reaksi pupil terhadap cahaya dan posisi 5. leher. kebiasaan makanan dan umur. asetazolamid. papaverin intraarteri. tonus otot. tempat dan orang 2. Riwayat hipertensi.pembuluh darah serebral. Ada atau tidaknya gerakan volunteer atau involunter ekstremitas. tolazolin. suhu dan kelembaban okular. postur tubuh. Asuhan Pengkajian: Keperawatan 1. Kualitas dan frekuensi nadi. Tindakan ini dilakukan dengan anestesi umum sehingga saluran pernafasan dan kontrol ventilasi yang baik dapat dipertahankan. reflek batuk. aminofilin. Penderita yang menjalani tindakan ini seringkali juga menderita beberapa penyulit seperti hipertensi.

Sirkulasi Subyektif: Riwayat penyakit jantung (penyakit katup jantung. Perubahan tonus otot ( flaksid atau spastic). Pulsasi Denyut 3). Data hilang iliaka atau aorta Data polisitemia.  Perasaan  tidak karotis. disritmia.Kelemahan menelan/ batuk/ melindungi jalan napas. kelemahan. obyektif: Emosi yang labil dan marah yang tidak tepat. gagal jantung . paraliysis (hemiplegia).  Hipertensi Disritmia. kegembiraan. Data berekspresi diri. Gangguan 2). kehilangan sensasi atau paralysis. hipotensi terjadi pada tahap lanjut. Sekunder istirahat. takikardi. Mudah  Perubahan lelah. kelemahan umum. sianosis b. Circulation. dingin.  Data penglihatan. / atau tak teratur. 1). kulit dan membran mukosa pucat. TD dapat normal atau meningkat .  Aktivitas Data pada Pengkajian dan tahap lanjut. timbulnya pernapasan yang sulit dan 3). Subyektif: kesulitan dalam beraktivitas . kesulitan istirahat Data tingkat (nyeri atau kejang otot).  Inkontinensia. endokarditis bacterial). Kesulitan 4). obyektif: arterial EKG bervariasi abdominal. disritmia. suara nafas terdengar ronchi /aspirasi. : femoral dan perubahan kemungkinan arteri Integritas Data berdaya. Eliminasi Subyektif: anuria . kesediahan . obyektif: kesadaran. ego Subyektif: harapan. bunyi jantung normal pada tahap dini.

genggaman tangan Wajah: tidak imbang. 7). PTIK. lemak adanya tenggorokan. paralisis berkurangnya / reflek tendon parese dalam (kontralateral). pendengaran. global / kombinasi dari keduanya. Penglihatan berkurang. sisi yang terkena terlihat seperti lumpuh/mati. obyektif: Status mental : koma biasanya menandai stadium perdarahan. Afasia (kerusakan atau kehilangan fungsi bahasa). Kelemahan. apatis. Ekstremitas : kelemahan / paraliysis (kontralateral) pada semua jenis stroke. (ipsilateral). Peningkatan Data (menurunnya (faktor Sensori Data (sebelum Nyeri kepala : pada perdarahan intra serebral atau perdarahan sub arachnoid. disfagia. vomitus lidah . kesemutan/kebas.  Nafsu Nausea Kehilangan Riwayat  Problem Obesitas 6).Distensi abdomen (kandung kemih sangat penuh). Neural Subyektif: CVA / sementara selama TIA). Makan/ Data makan menandakan pipi . stimuli taktil. Apraksia : kehilangan kemampuan menggunakan motorik. obyektif: reflek palatum dan faring) resiko). Nyeri / kenyamanan . Sentuhan : kehilangan sensor pada sisi kolateral pada ekstremitas dan pada muka ipsilateral Gangguan  rasa (sisi pengecapan Data yang dan sama). Kehilangan kemampuan mengenal atau melihat. penciuman.  Pusing / syncope dalam mengunyah / sensasi DM. reseptif / kesulitan berkata kata komprehensif. darah. gangguan tingkah laku (seperti: letergi. menyerang) dan gangguan fungsi kognitif. Reaksi dan ukuran pupil : tidak sama dilatasi dan tak bereaksi pada sisi ipsi lateral. tidak adanya suara usus(ileus paralitik) 5). kemungkinan ekspresif/ kesulitan berkata kata. dalam minum Subyektif: hilang.

Keamanan Data masalah dengan obyektif: penglihatan. 6. Kerusakan mobilitas yang fisik b. Kurang Kerusakan Resiko Resiko perawatan komunikasi kerusakan infeksi diri verbal kulit penurunan b.d mungkin penurunan kekuatan otot. kesulitan untuk melihat objek.d kelemahan kerusakan faktor pertahanan fisik otak mekanik primer integritas b. berkurang kesadaran 10). 5.d penurunan kekuatan otot Ambulasi/ROM normal dipertahankan KH: . Gangguan dalam memutuskan. dan dingin/gangguan regulasi suhu tubuh.  Perokok 9).d RENCANA No Diagnosa Tujuan/KH Intervensi KEPERAWATAN Rasional 1.d b. Marilynn. obyektif: / fasial. 4. Tidak mampu mengenali objek.2000). (Doenges E.  Motorik/sensorik : laku yang tidak kepala Data yang Data stabil. Kerusakan mobilitas fisik b. Gangguan berespon terhadap panas. Perubahan persepsi terhadap tubuh. warna. Respirasi Data (factor Subyektif: resiko). muncul: kontrol 2. dan wajah yang pernah dikenali. ketegangan otot bervariasi Subyektif: intensitasnya.  Interaksi Data diri. social obyektif: Problem berbicara. Sakit  Tingkah 8). kata. ketidakmampuan berkomunikasi. gelisah.d b. oedem otak 3. perhatian sedikit terhadap keamanan. hilang kewasadaan terhadap bagian tubuh yang sakit. Diagnosa 1. Perfusi jaringan tidak efektif berhubungan dengan perdarahan otak.

o o bantu Ajarkan Ubah Kaji Self Monitor perawatan diri klien dalam Kaji Jelaskan pada klien&kelg tujuan latihan pergerakan selama yang terhadap ROM aktif/pasif klien tiap pada 2 sendi. latihan longgar Monitor Gunakan lokasi&ketidaknyamanan pakaian klien kemampuan Encourage ROM posisi pergerakan aktif klien/kelg. Pergerakan aktif/pasif bertujuan untuk mempertahankan fleksibilitas sendi . Terapi kaku latihan sendi Mobilitas o o o o o o o o 2.mandi. jam. perkembangan/kemajuan care kemandirian hal: makan.o o Tidak Sendi terjadi atropi otot tidak 1. o Ajarkan keluarga dalam pemenuhan perawatan diri klien. latihan Assistance klien toileting.

kelola obat sesuai order 6. 3. rabas dan peningkatan suhu badan 2. Perfusi jaringan cerebral tidak efektif b. spt kemerahan. Menggunakan thermometer elektronik atau merkuri untuk mengkaji suhu . mengkaji suhu klien netropeni setiap 4 jam. Resiko infeksi b. Ketidakteraturan pernapasan dapat memberikan gambaran lokasi TIK terjadi sebagai akibat adanya kerusakan otak.d penurunan pertahan primer Pasien tidak mengalami infeksi KH: o Klien bebas dari tanda-tanda infeksi o Klien mampu menjelaskan tanda&gejala infeksi 1. Luas dan kemajuan kerusakan SSP 2.Ketidakmampuan fisik dan psikologis klien dapat menurunkan perawatan diri sehari-hari dan dapat terpenuhi dengan bantuan agar kebersihan diri klien dapat terjaga 2. melaporkan jika temperature lebih dari 380C 3.d perdarahan otak. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 5 x 24 jam perfusi jaringan adekuat dengan indikator : o Perfusi jaringan yang adekuat didasarkan pada tekanan nadi perifer. 2. berikan Oksigen sesuai indikasi 1. urine output yang adekuat dan tidak ada gangguan pada respirasi Perawatan sirkulasi Peningkatan perfusi jaringan otak Aktifitas 1. letakkan kepala dengan posisi agak ditinggikan dan dalam posisi netral 5. kerusakan/peningkatan 3. Mengobservasi&melaporkan tanda&gejal infeksi. Pencegahan/pengobatan Menurunkan penurunan TIK hipoksia 3. Menurunkan tekanan arteri dengan meningkatkan drainase & meningkatkan sirkulasi 5. oedem o NOC: perfusi jaringan cerebral. Monitor monitor monitor status status bunyi : neurologik respitasi jantung 4. Bradikardi dapat 4. 6. hangat. kehangatan kulit. mengetahui kecenderungan tk kesadaran dan potensial peningkatan TIK dan mengetahui lokasi.

Catat7laporkan nilai laboratorium 5. Klien dengan netropeni tidak memproduksi cukup respon inflamasi karena itu panas biasanya tanda&sering merupakan satu-satunya tanda 3.d faktor mekanik NOC: mempertahankan integritas kulit Setelah dilakukan perawatan 5 x 24 jam integritas kulit tetap adekuat dengan indikator : Tidak terjadi kerusakan kulit ditandai dengan tidak adanya kemerahan. Nilai suhu memiliki konsekuensi yang penting terhadap pengobatan yang tepat 4. mandi. Onset infeksi dengan system imun diaktivasi&tanda infeksi muncul 2. Fungsi imun dipengaruhi oleh mikroorganisme intake protein 4. Untuk meningkatkan nafsu diri makan 5. Dukung untuk konsumsi diet seimbang. kaji warna kulit. tekstur dan turgor lakukan dokumentasi yang tepat pada setiap perubahan 6. Dorong klien untuk tetap makan sedikit tapi sering 1. Konservasi energi meningkatkan toleransi aktivitas dan peningkatan kemampuan perawatan 4. Dapat mencegah kerusakan kulit. Nilai lab berkorelasi dgn riwayat klien&pemeriksaan fisik utk memberikan pandangan menyeluruh 5. dapat klien makan untuk sendiri. Bantu klien dalam posisi duduk. terbebas dari bau. penekanan pada protein untuk pembentukan system imun 1. Hindari kelelahan setelah sebelum makan. kelembaban kulit.4. diri Observasi kemampuan berpakaian 2. Lakukan penggantian alat tenun setiap hari dan tempatkan kasur yang sesuai . kulit yang utuh merupakan pertahanan pertama terhadap 6. Dengan menggunakan intervensi langsung 2. Defisit perawatan diri b. Resiko kerusakan intagritas kulit b.d kelemahan fisik Klien dapat memenuhi kebutuhan perawatan KH: -Klien 1. yakinkan kepala dan bahu tegak selama makan dan 1 jam 3. luka dekubitus NIC: Berikan manajemen tekanan 1. Posisi dapat duduk menentukan membantu intervensi proses yang tepat dan untuk klien aspirasi menelan mencegah 3. dan berpakaian dan sendiri makan. mandi dan makan berpakaian 4.

Mengidentifikasi sumber dukungan utama&perhatikan kemampuan klien untuk belajar & mendukung perubahan perilaku yang diperlukan 5. Mengkaji kesiapan&kemampuan pengetahuan&ketrampilan terhadap yang paling klien klien untuk sebelumnya keinginan penting pada belajar tentang belajar klien penyakit&pengaruhnya 3.d kurang mengakses informasi kesehatan Pengetahuan klien meningkat KH: -Klien & keluarga memahami tentang penyakit Stroke. 2. Status nutrisi baik dapat membantu mencegah keruakan integritas kulit. Evaluasi hasi pembelajarn klie lewat demonstrasi&menyebautkan kembali materi yang diajarkan Proses belajar tergantung pada situasi tertentu. Monitor monitor kulit adanya area area yang kemerahan/pecah2 tertekan 4. berikan masage pada punggung/daerah yang tertekan serta berikan pelembab pad area yang  pecah2 5. Memperlancar sirkulasi 5. Menandakan gejala awal lajutan kerusakan integritas kulit 3. 3. Meningkatkan kenyamanan dan mengurangi resiko gatal2. Berikan materi 4. Mengkaji 2.2. Area yang tertekan biasanya sirkulasinya kurang optimal shg menjadi pencetus lecet 4. 6 Kurang pengetahuan b. Mengkaji keinginan keluarga untuk mendukung perubahan perilaku klien 6. monitor status nutrisi 1. nilai budaya dan lingkungan Informasi baru diserap meallui asumsi dan fakta sebelumnya dan bias mempengaruhi proses transformasi Informasi akan lebih mengena apabila dijelaskan dari konsep yang sederhana ke yang komplek Dukungan keluarga diperlukan untuk mendukung perubahan perilaku Daftar Pustaka . interaksi social. perawatan dan pengobatan 1.

Buku Saku Diagnosis Keperawatan dengan Intervensi NIC dan Kriteria Hasil NOC. USA University IOWA. 1991.M.F. Yogyakarta. EGC...M. Tim spesialis dr. NANDA.D. Perawatan Medikal Bedah (Suatu Pendekatan proses keperawatan). Rencana Asuhan Keperawatan untuk perencanaan dan pendukomentasian perawatan Pasien. Edisi-3.Kep. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. 2000.. Hand Book Of Pathofisiologi.made karyasa.Sardjito. Kapita Selekta Kedokteran. Nursing outcome Classifications. 1996. EGC..C.. Jakarta.I. Juli. Doenges. CL. Brunner & Suddarth. Jakarta. Jakarta By Y. 2000. A.J. 2002. Sumarwati. I. Yasmin Asih. Bandung. M. Jakarta. Ns . Carpenito.. Alih bahasa.Newyork.. Kuncara. Corwin. By Mosby-Year book. Moorhouse. Media Aesculapius FK-UI. Nursing Diagnosis: Definitions and classification. Kariasa. NIC and NOC Project. alih bahasa: Waluyo Agung. Philadelphia. Jakarta. 2001-2002. EGC. 1996. Kuliah ilmu penyakit dalam PSIK – UGM.M.N. Second edisi.. USA Wilkinson. Geissler. Nursing Interventions Classifications. Diagnosa Keperawatan Aplikasi pada Praktek Klinis. Philadelphia. Mansjoer. penyakit dalam RSUP dr. EGC. EGC... 1993. McCloskey&Bulechek. L. Jakarta.. Arif.. 2000.Barbara.Inc.E.. Judith. 2004. Hartanto S. alih bahasa: Tim PSIK UNPAD Edisi-6.. 2007.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful