KONSEP DAN TEORI SOSIOLOGI PERTANIAN

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Sosiologi Pertanaian Disusun Oleh: Abdurrahaman R. Rhandytia S.N Ivan J. Naibaho 150610120129 150610120133 150610120148

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN PROGRAM STUDI AGRIBISNIS 2012

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi Pertanian. Dalam makalah ini juga terdapat beberapa definisi dan pendapat mengenai sosiologi pertanian. Amin. Makalah ini berisi tentang konsep dan teori sosiologi yang berkaitan dengan bidang pertanian. Akhir kata. oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. 2 Maret 2013 .KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini alhamdulillah tepat pada waktunya. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi pembaca dan bermanfaat juga untuk pengembangan wawasan serta peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua. kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Jatinangor.

Latar Belakang Kehidupan seorang manusia tidak bisa lepas dari orang lain. 2. Apakah yang dimaksud dengan sosiologi pertanian. proses sosiologi dalam bidang pertanian juga sangat diperlukan untuk para petani ataupun oleh pengusaha di bidang pertanian.BAB I PENDAHULUAN A. Bagaimanakah konsep sosiologi pertanian. 3. Komunikasi dan hubungan tersebut juga terjadi di bidang pertanian. Hubungan yang terjadi bisa berupa hubungan antar sesama petani ataupun petani dengan pengusaha pertanian. Dalam kehidupan sehari – hari pasti ada komunikasi dan hubungan yang terjadi antar sesama manusia. C. Rumusan Masalah Dari latar belakang tersebut. Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini dalah untuk memberikan informasi tentang konsep dan teori – teori yang berkaitan dengan sosiologi di bidang pertanian. Oleh karena itu. B. Komunikasi yang berlangsung dapat bersifat positif ataupun negatif. . Bagaimanakah teori – teori yang berkaitan dengan sosiologi pertanian. terlebih dahulu harus dimengerti mengenai konsep dan teori – teori tentang sosiologi pertanian. Untuk mengetahui proses sosiologi. kami dapat merumuskan maslah sebagai berikut: 1.

Sosiologi adalah penelaahan kehidupan manusia secara ilmah yang penelaahannya dipatkan pada kehidupan kelompok tersebut (Horton. Beberapa pendapat para ahli mengenai sosiologi: 1. dan masalah sosial pertanian.5 persen pada tahun 2006. 3. dan Logos berarti ilmu pengetahuan. orgaisasi sosial pertanian (struktur pertanian). Tema utama sosiologi pertanian adalah UU Pertanian. struktur. yaitu sebesar 44. Sosiologi berasal dari kata Latin yaitu Socius yang berarti kawan atau teman. 2005). Sedangkan menurut Soekanto (1986) dan Selo Soemardjan (1964) sosiologi adalah ilmu yang mempelajari pola hubungan manusia dengan kelompok atau antarkelompok manusia baik tentang proses sosial. Objek sosiologi pedesaan adalah seluruh penduduk di pedesaan yang terus-menerus atau sementara tinggal disana (masyarakat pedesaan dan pertanian yang dilihat dari sudut pandang hubungan antar manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat). Kajian Masyarakat Pertanian di Indonesia dari Berbagai Teori Sosiologi A. maupun perubahan sosial. usaha pertanian. Sosiologi memusatkan hampir semua perhatiannya pada petani dan permasalahan hidup petani. Max Weber : Ilmu yang mempelajari tentang tindakan sosial atau perilakuperilaku manusia. Pertanian Sebagai Teori Tindakan Sosial dan Teori Pilihan Rasional Indonesia sebagai negara yang mayoritas berpenduduk agraris (pertanian) Sektor pertanian merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja tertinggi. Secara umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakakat. Ruang lingkup sosiologi pertanian meliputi objek sosiologi pedesaaan dan objek sosiologi pertanian. khususnya pangan dan industrialisasi pangan menjadi pilihan karena posisinya yangberdasar sumber-sumber sendiri dan bertitik . Objek sosiologi pertanian meliputi keseluruhan penduduk yang bertani tanpa memperhatikan jenis tempat tinggalnya. Herbert Spencer : Ilmu yang menyelidik tentang susunan-susunan dan proses kehidupan sosial sebagai suatu keseluruhan atau suatu sistem. 2. Auguste Comte: Suatu disiplin ilmu yang bersifat positif yaitu mempelajari gejala-gejala dalam masyarakat yang berdasarkan pada pemikiran yang bersifat rasional dan ilmiah. bentuk organisasi pertanian.BAB II PEMBAHASAN Sosiologi diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive“ karangan August Comte (1798-1857). Sosiologi Pertanian menurut Ulrich Planck adalah sosiologi yang membahas fenomena sosial dalam bidang ekonomi pertanian.

pola dan regulitas tindakan.” . estetis. Kebijakan Inward Looking yaitu mengoptimalkan produksi pangan dalam negeri (swasembada pangan) dan mengurangi impor melalui kebijakan subtitusi impor serta tarifikasi impor yang tinggi. Empat tipe tindakan dasar adalah. 2. Ketiga. Yang terpenting adalah perbedaan yang dilakukan Weber terhadap kedua tipe dasar tindakan rasionalitas sarana tujuan dan rasionalitas nilai.sentral pada masyarakat pedesaan sebagai petaniyang menjamin kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan dalam negeri. Firmansyah dkk (2003:3) mengatakan bahwa pemerintah Orde Baru pada beberapa dekade membuat kebijakan pangan antara lain : 1. harapan-harapan ini digunakan sebagai syarat atau sarana untuk mencapai tujuan-tujuan aktor lewat upaya danperhitungan rasional. Memberlakukan ekonomi yang intervensionis dan ekonomi merkantilistik. bukan pada kolektivitas. Keempat. Disisi lain ketahanan pangan pada masa Orde Baru menjadi prasyarat penting dalam penyelenggaraan dalam kehidupan ekonomi. religius atau bentuk perilakulain. tindakan efektual ditentukan oleh emosi aktor. politik.. Tipologi ini tidak hanya sangat penting untuk memahami apa yang di maksud Weber pada struktur dan institusi sosial secara luas.tindakan sosial Weber Menggunakan metotologi tipe idealnya untuk menjelaskan makna tindakan dengan cara mengindentifikasi empat tindakan dasar. Ritzer&Goodman (2010:137) mengatakan: “ Dalam teori tindakannya.. Pembangunan Nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. tindakan tradisional ditentukan oleh cara bertindak aktor yang biasa dan telah lazim dilakukan. Di Indonesia hubungan antara sektor pertanian dengan pembangunan nasional pada dasarnya merupakan hubungan yang saling mendukung. Tindakan dalam pengertianorientasi perilaku yang dapat dipahami secara subjektif hanya hadir sebagai prilaku seorang atau orang manusia “individual”. pertama rasionalitas sarana tujuan atau tindakan yang ditentukan oleh harapan perilaku objek dalam lingkungan dan perilaku manusia lain. Mengontrol harga pangan langsung kepada petani dan memberikan proteksi pembangunan sektor industri maupun infrastruktur di kota. tujuan weber tak lain adalah memfokuskan perhatian pada individu. Pemerintah Orde Baru memopoli dan mengontrol mekanisme pangan domestik maupun kegiatan impor-ekspor pangan. yang terlepas dari prospek keberhasilannya. 4. Salah satu tujuan Pembangunan Nasional lebih diarahkan pada upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan melalui pembangunan sektor pertanian. sedangkan mayoritas masyarakatnya hidup dipedesaan dengan jumlah terbesar bermata pencaharian di sektor pertanian. 3. sosial dalam suatu sistem stablitas. Kedua rasionalitas nilai atau tindakan yang ditentukan oleh keyakinan penuh kesadaran akan nilai atau tindakan yang ditentukan oleh keyakinanpenuh kesadaran akan nilai perilaku-perilaku etis.

Masih ada hubungan yang erat dengan rencana pola tanam berikutnya yaitu tanam sayur-sayuran. dan terbebas dari ketentuan harga dasar gabah atau beras ( floor price ) yang ditetapkan oleh pemerintah. Petani mampu mengatasi serangan hama dan penyakit. 3. Mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi atau menguntungkan secara ekonomis. kubis. Kondisi alam mendukung suhu. murah dan biaya sarana produksi lebih rendah. Transportasi dan komunikasi mudah. kelembaban. Padahal pada jaman Orde Baru menanam padi lokal atau Jawa sudah tidak boleh atau dilarang bahkan ada sanksi kalau ketahuan tanaman dicabuti dan harus digantioleh petugas. Orde Baru dan Orde Reformasi Sekarang. serta terbukti juga petani memiliki pengalaman yang sangat luar biasa sejak sebelum orde baru dan orde . Faktor intern meliputi : 1. Faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perilaku petani padi lokal atau jawa di lokasi penelitian merupakan pilihan yang sangat rasional. lokasi lahan sawah pada lembah atau cekungan dan kemiringan. Menanam padi lokal atau jawa. karena tidak tahan serangan penyakit dan hamawereng biotik I. bawang merah dll. Faktor eksternal meliputi : 1. 7. kentang. Terbukti petani berani mengambil resiko gagal panen. karena jenis padi ini tidak tahan terserang hama wereng danpenyakit. selalu berorientasi pada permintaan pasar ( petani maju) berani mengambil resiko. Berdasarkan hasil penelitian Prasetyo (2003:1078-1079) bahwa mengapa petani tetap bertahan menanam padi lokal atau jawa sejak dari pemerintahan ORLA. 4. Pemasaran mudah dan harga tinggi. 6. tidak dapat memberikan produksi yang maksimal. Mudah memperoleh bibit ( buat sendiri ).Ritzer&Goodman dalam Wati (2003:14) mengatakan: “Teori pilihan rasional tak menghiraukan apa yang menjadi pilihan atau sumber pilihan aktor. b. 6. Rotasi tanaman memperbaiki kesu-buran tanah. yang penting adalah kenyataan bahwa tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan sesuai tindakan aktor”. 5. 4. Semangat dan pengalaman puluhan tahun bercocok tanam padi lokal. Tidak terpengaruh oleh harga dasar gabah atau beras yang di tetapkan pemerintah. Dari hasil penelitian ini terjawab bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi perilaku petani tetap bertahan menanam padi lokal atau jawa yaitu : a. 2. Menciptakan lembaga sosial baru. II. Petani sejak dulu telah memiliki jaringan pemasaran baik lokal Malang atau Surabaya. 2. III dan seterusnya.bahkan memiliki resiko tinggi gagal panen. wortel. Petani menanam padi maupun sayur. 5. Yang mengutamakan keuntungan maksimal. 3. karena petani berorientasi pada kebutuhan pasar.

III. berupaya mendapatkan keuntungan maksimal.000. yang ditanami padi lokal dapat menghasilkan 5-10 ton gabah dengan merangnya. Polongi. Frisbi dalam Ritzer dan Goodman (2010:605) menyatakan : “pengalaman modernitas sebagai diskontinu waktu.hal ini sangat fantastis. terutama berkaitan dengan teknologi dan organisasi sosial. arbitrer dan terjadi secara kebetulan. menanam atas dasar permintaan pasar dan berani menghadapi resiko. Hasil analisa usah tani yang dilakukan para petani. 15. maka usaha tani ini sudah tidak lagi merupakan way of life “tetapi sudah disebut usaha tani komersial ( Business Commercial Form ).inovatif..500.000. Pembangunan pertanian tidak dapat begitu saja lepas dari pembangunan pedesaan.maka diperoleh uang sebesar Rp.maka diperoleh Rp. berpikir ke depan dan mandiri. sehingga petani jawa statis dan etos kerjanya rendah. dan sebagian besar penduduk desa umumnya bermatapencaharian sebagai petani.. Dalton. . 200. berorientasi pasar. dimana momen yang tengah bergerak dan rasa kehadiran bertemu. Hal ini telah dimaklumi bersama karena sebagian besar petani di Indonesia hidup di pedesaan. sebagai suatu peralihan. Sebagaimana menurut pandangan umum.. Sikap dan perilaku petani padi lokal menunjukkan bahwa mereka golongan petani dengan berani mengambil resiko. Wolt. mampu mengatasi ancaman serangan penyakit danhama wereng biotip I. Pertanian dari Kajian Teori Modernisasi Modernisasi dapat diartikan sebagai proses perubahan dari corak kehidupan masyarakat yang “tradisional” menjadi “modern”. B. cara bercocok tanam.000. George Foster dan sebagainya yang menyatakan bahwa profil petani di jawa tidak bisa maju dan berkembang karena involutif. tidak berani meng-hadapi resiko.000. maka fakta ini telah membantah tesis kelompok pesimistis ClivortGeertz. pertanian diidentikkan dengan pedesaan.000. bibit unggul. 300. dan kausalitas sebagai sesuatu yang kontingen.000.. Kalau dijual padi lokal perkwintal dengan harganya Rp. dalam konteks bahasan mengenai pembangunan pertanian ini penting pula diketahui beberapa aspek sosial berkenaan dengan masyarakat petani khususnya di pedesaan sebagai pusat pengembangan pertanian modern. Mereka berusaha tani hanya sebagai jalan hidup saja ( way of life ) secara nyata perilaku petani padilokal. dan bahkan varietas padi lokal telah beradaptasi denganlingkungannya sehingga hasil produksinya lebih tinggi bila dibandingkan dengan padi unggul..padi unggul harganya per kw Rp. Oleh karena itu. Teori modernisasi dibangun di atas asumsi dan konsep-konsep evolusi bahwa perubahansosial merupakan gerakan searah ( linier ).. II. Boeke. bahwa pedesaan hampir selalu diidentikkan dengan pertanian dan sebaliknya. Modernisasi pertanian bukan hanya bersentuhan dengan teknologi pertanian ( dari kerbau kemesin bajak )..-atau Rp. kreatif. ruang sebagai dialektika jarak kedekatan. progresif dan berlangsung perlahan-lahan.atauRp. yang membawa masyarakat dari tahapan yang primitif kepada keadaan yang lebih maju.000. pupuk ( pupuk kandang ke pupuk kimiabuatan ) dan sistem pengairan atau segala yang berhubungan dengan teknis pertanian tetapisangat berhubungan dengan sosiologis dengan berubahnya cara-cara tradisional ke modern. sedangkan padi unggul hanya mampu menghasilkan 4-6 ton gabah kering panen. 12. 22. 8.reformasi. pada lahan sawah 1 Ha.000.000.

nilai-nilai institusi pertanian dalam masyarakat petani dirubah dan diluluhlantakan.” Ritzer dan Goodman (2010:606) mengatakan juggernaut adalah sesuatu yang bergerak serentak melalui waktu dan melampui ruang fisik. Berubahnya nilai-nilai kebersamaan menjadi individualis. norma. Dulu bertani adalah sebagai bagian dari pengabdian sekarang pertanian adalah sesuatu yang komersil. namun adakalanya ia mengubah haluan ke arah yang tidak pernah kita perkirakan sebelumnya. C. tetapi hal-hal ini hanyalah sebahagian dari suatu masalah yang lebih besar dan umum. Cara pandang.. Pertanian dari kajian Teori Integrasi Sosial dan Sistem Sosial Johnson (1994:164-165) mengatakan Emile Durkheim mendirikan sosiologi sebagai ilmu integrasi sosial: “Pernahkan anda rasakan hidup dalam suatu kelompok yang emosional nampaknya sudah mati. “Masyarakat petani pedesaan yang satu sisi membanggakan tradisi di sisi harus hidup dengan cara modern. secara kolektif sebagai umat manusia. yang sudah lama dianggap penting oleh para ahli ilmu sosial. dulu bertani adalah sesuatu yang sakral bentuk penghormatan terhadap pencipta sekarang tidak lebih dari sesuatu yang teknis. karena jalan yang dilalui penuh dengan resiko yang membawa konskuensi berat. Pada gilirannya. melainkan juga hubungannya dengan masyarakat keseluruhan. Ini masalah integrasi sosialdan dan solidaritas. sebuah kerangka berfikir ambigu yang belum terjawab”. Meski kadang-kadang mengikuti alur lurus. Kita tak akan pernah dapat sepenuhnya mengontrol alur atau jalur perjalanannya. dapat kita dorong sampai ke batas-batas tertentu namun juga sangat mungkinakan lepas dari kendali kita dan dapat meluntuhlantakan dirinya.kegiatan kelompok itu yang seharusnya diperlukan? Pernahkah anda berusaha untuk meningkatkan semangat hidup suatu kelompok atau membuat anggota-anggota bergairah terhadap suatu rancangan? Pernahkah anda berada dalam kelompok di mana ada percekcokan terus menerus atau konflik yang sedemikian rupa sehingga mengancam hancurnya kelompok itu? Pernahkah anda kagum mengapa beberapa kelompok memperlihatkan moral yang tinggi. pranata. Yang dilihat tidak hanya dalam hubungannya dengan kelompok organisasi tertentu. Namun. sedangkan yang lainnya ditandai oleh sikap apatis atau konflik yang terus menerus.Gidden dalam Ritzer dan Goodman (2010:605) tentang juggernaut modernitas mengatakan bahwa: “mesin terus berjalan dengan kekuatan dasyat yang. Menaikinya sama sekali tidak menyenangkan dan mengecewakan. dulu tidak boleh menjual padi yang panen sekarang dijual habis sesudah panen dan berubah bentuk menjadi uang.. Juggernaut menggilas mereka yang melawannya. kita akan pernah merasa aman sepenuhnya. dulu semua dikerjakan dengan bersama-sama ( gotong royong ) sekarang semuanya main upah. universal dan kekinian. Dulu mengikuti tradisi sekarang dipaksa berfikir logis. selama institusi modernitas berjalan.” . dimana para anggotanya tidak rela untuk mencurahkan lebih banyak tenaga lagi dalam kegiatan . dari masyarakat musyawarah dan mufakat menjadi masyarakat menghasilkan keputusan dengan voting ( suara terbanyak ). sering kali membahagiakan dan sarat dengan harapan.

memelihara. dengan fakta bahwa semua orang memiliki pekerjaan dan tanggung jawab yang berbeda-beda. 3. Adaptasi (A/ adaptation). Sistem harus mengatur hubungan bagian-bagian yang menjadi komponennya. 1. Masyarakat yang ditandai oleh solidaritas mekanis menjadi satu dan padu karena seluruh orang adalah generalis. membicarakan permasalahan secara bersama. kebersamaan. integrasi (I/integration). Ia pun harus mengatur hubungan antar ketiga impreratif fungsi-fungsional tersebut (A.Ritzer dan Goodman (2010:90-91) mengatakan: “Durkheim sangat tertarik dengan perubahan cara di mana masyarakat bertahan dan bagaimana anggotanya melihat diri mereka sebagai bagian yang utuh. tumbuh dan bertahan sebagai kekayaan sosial dan budaya.G. . sistem kekerabatan yang kuat dan homogen masyarakat dari sosial maupun budaya. Latensi ( pemeliharaan pola ) Sistem harus saling melengkapi. Ikatan dalam masyarakat seperti ini terjadi karena mereka terlibat dalam aktivitas yang sama dan memiliki tanggung jawab yang sama. Pencapain Tujuan. Sebaliknya. pencapain tujuan (G/ goal attainment). hal bisa kita kita lihat saling menjadinilai. 4. Masyarakat petani teritegrasi secara sosial budaya secara bersama. Adaptasi. dan latensi (L/ latency) yang disebut skema AGIL. masyarakat yang ditandai oleh solidaritas organis bertahan bersama justru dengan perbedaan yang ada di dalamnya. Masyarakat petani di Indonesia telah banyak mengunakan teknologi modern tetapi dipedesaan tertentu teknologi hanya ada alat sedangkan nilai tradisi bertani yang sudah terintegrasi di dalam masyarakat tetap di jaga dan dipelihara sebagai suatu yang berharga dansuci. Integrasi. Iaharus beradaptasi dengan lingkungan dan menyesuaikan lingkungan dengankebutuhankebutuhannya. 2. menentukan tujuan secara bersama-sama. Integrasi sosial dalam masyarakat petani pedesaan lahir.L). saling mengunjungi. Durkheim membagi dua tipe solidaritas mekanis danorganis. dan mempengaruhi motivasi individu-individu dan pola-pola budaya yang menciptakan dan mempertahankan motivasi tersebut. adanya perayaan sesudah panen bersama sebagai bentuk syukur terhadap pencipta yang telah memberikan rezki dan keberhasilan panen. Masyarakat desa atau petani tingkat saling peduli. Sistem harus mendefenisikan dan mencapai tujuan-tujuan utamanya. Sistem harus mengatasi kebutuhan situasional yang datang dari luar.” Parson dalam Ritzer dan Goodman (2010:257) mengatakan ada empat impratif fungsional yang diperlukan seluruh sistem. Untuk menyimpulkan perbedaan ini.

merupakan kesatuan masyarakat relatif kecildan homogen.99 hektar sawah). hak sewa. yakni golongan tokoh masyarakat dan penduduk biasa. tokoh agama dan tokoh adat. Struktur komunalmempolakan hubungan sosial berdasarkan ikatan ketetanggaan.Prasetyo (2009:1077) mengatakan bahwa ada tiga sistem sosial utama yang terintegrasi secara sosial utama petani yakni: 1. sistem paguyuban (kerukunan). penguburan jenazah.25-0. tahlilan menaman dan memanenpadi lokal /jawa. bahkan ada hubungan keluarga besar. merupakan hubungan sosial dalam sistem produksi pertanian. padi unggul dan sayur. merupakan hubungan sosial dalam sistem pemerintahan desa. upacara bersih desa.24 hektar sawah). Struktur otoritas desa. Penguasaan tanah sawah di desa ini didasarkan atas hak milik (yasan). Sedangkan penduduk biasa terdiri dari petani biasa dan buruh tani (tuna kisma). Struktur masyarakat komunal.membesuk orang sakit. Struktur masyarakat komunal di desa ini melibatkan dua golongan sosial utama. Khusus budidaya padi lokal dan sayur oleh petani dilakukan setiap musim tanam. Tokoh masyarakat disini orang kaya/ wong sugih . petani kecil (menguasai . antara lain: petani besar (menguasai ≥ 1. hubungan komunial di legitimasi oleh nilai-nilai budaya /agama. kekerabatan dan keagamaan. hubungan primer yang terikat kuat pada tradisi. Hubungan sosial agraris di desa ini. perangkat desa ( pamong ). 3. diwujudkan dalam tiga bentuk tindakan kolektif yaitu sistem sambatan/sayahan. Bentuk kerjasama hubungan komunal.49 hektar sawah)petani gurem (menguasai 0. b) penggarapan sebagian dengan sistem kerja sama atau gentian menyumbang tenaga kerja.1 – 0. dan buruh tani atau tuna kisma. hak mrapat dan hak mrolimo. bersifat personal. Struktur agraria di desa ini lebih bercorak pada struktur pasar. serta di tandai oleh pembagian kerja yang minimal. dan sistem sumbangan (saling membantu). sayuran. struktur ini bercorak struktur organisasi. dijaga melalui kegiatan membangun rumah. upacara perkawinan. khusus memanen padi lokal memerlukan tenaga wanita lebih banyak dengan ani-ani. terutama budidaya padi lokal. berdasarkan data monografi dan hasil wawancara mendalam. dan sayur-sayuran juga menanam padi unggul ( VUTW ). padi unggul dan sayur-sayuran. arisan RT/RW.0 hektar sawah). 2. dengan sesama saudara . kenduri. Hubungan sosial agraris terwujud dalam tigasistem organisasi. yaitu a) penggarapan sawah dan tegal menggunakan tenaga kerja keluarga.rata-rata mereka sebagai petani. yang menanam padi lokal/jawa. hubungan sosial yang menonjol. Hubungan komunal yang terjadi merupakan kerjasama dalam kerangka mewujudkan solidaritas vertikal. petani menengah (menguasai 0. melibatkan lima lapisan petani. karena memiliki pelanggan / telah dipesan oleh pengusaha beras di kota Malang dan Surabaya yang datang langsung ke petani. ber-orientasi pada permintaanpasar.50-0. hak maro. Struktur agraris. hal ini ditandai bahwapara petani menjual hasil panen padi lokal. Kekompakan sosial warga.

bagaimana Himpunan Kerukunan Tani Indonesia telah menjadi sebuah kekuatan sosial politik baru. serikat-serikat petani mengahadang. Barton dalam Winnet (2011:19) mengatakan asal mula pertanian organik adalah : “Albert Howard (1873 – 1947).atau sesama petani kecil/gurem. e) penggarapan dengan tenaga kerja upahan kalau kondisi tertentu merupakan kombinasi ketiga sistem tersebut. Disisi lain. subsidi pertanian. Untung (1997) menyatakan bahwa pertanian organik merupakan sistem pertanian yang bertujuan untuk tetap menjaga keselarasan (harmoni) dengan sistem alami. Oleh sebab itu. Howard sering disebut-sebut bahwa sekian banyak yang dipelajari adalah berasal dari observasi pada masyarakat tradisional di India. Prayogo dkk (1999) juga memberikan definisi bahwa pertanian organik adalah suatu sistem pertanian yang tidak menggunakan bahan kimia buatan. melahirkan. Petani menciptakan struktur-struktur baru dalam masyarakat.” Pertanian dari sudut pandang teori strukturasi adalah menggambarkan bahwa petani sebagai agen dalam struktur pertanian di masyarakat sudah seharus menjadi agen perubahan. bertahan. bahwa tanah yang sehat mengandungsetidaknya ribuan jenis mikroorganisme dan jamur yang mendorong tanaman tumbuhsehat melalui formasi yang stabil dan keseimbangan pertumbuhan nutrisi. Howard mengamati bahwakunci dari kesehatan tanaman adalah melalui terjaganya kestabilan dan mempertahankankesehatan media tumbuh. dan kegiatan biologidengan menggunakan input minimal. siklus biologi. pertanian yang selama ini hanya objek kekuasaan sekarang menjadi subjek kekuasaan.Howard mencatat bahwa pemupukan kimia hanya akan membawa kembali . Mulai dari masalah pertanahan. sering dianggap sebagai salah satu pioner dari pertanian organik modern dalam penelitiannyamengenai metode composting (pemupukan kompos) dan pentingnya nutrient cycling (siklus nutrisi). dan berkeyakinan bahwa kehidupan adalah anugerah Tuhan yang harus dilestarikan. subsidi pupuk dll sehingga melahirkan sebuah ketahanan pangan. merubah kebijakan yang di putuskan oleh pemerintah. mewujudkan sikap dan perilaku hidup yangmenghargai alam. mengembangkan struktur-struktur baru dalam masyarakat yang pada akhir membuat negara makmur dan sentosa. Raharjo (2009:14) mengatakan bahwa : “Pada pengertian sebenarnya organik tidak hanya tertuju pada produk atau kandungan bahan-bahan di dalamnya. dan berkembang. tetapi pada keseluruhan sistem produksi budidaya. daging dan susu menjadi isu yang diterjemahkan dalam kebijakan pemerintah di dukung oleh alokasi anggaran. Dia mengamati. Target-target seperti swasembada beras. kedelai. pada tahun 2000 United States Department of Agriculture (USDA) menegaskan bahwa pengertian organik sebagai suatu sistem manajemen produksi lingkungan yangmampu meningkatkan keanekaragaman hayati. Kekuatan masyarakat petanilah yang bisa membuat negara lahir. Dibutuhkan petani-petani tangguh untuk menjadi agen dalam meterjemahkan. dengan memanfaatkan dan mengembangkan semaksimal mungkin proses-proses alami dalam pengelolaan usahatani. seorang Inggris ahli botani dari Shropshire.

Selain daripada itu pemupukan kimia secara ekstrem tidak mendorong perkembangan keanekaragaman mikroorganisme yang memberi nutrisi kepada akar secara terus-menerus. “Pertanian organik seharusnya menopang dan meningkatkan kesehatan tanah. yang diambil lebih banyak oleh tanaman. tetapi juga keadilan kepada masyarakat sekitar dan konsumen. Prinsip ini mengenai manejmen pertanian organik secara yang tidak merusakkan atau merugikan kepada orang siapapun yang terlibat. tanaman. Prinsip keadilan “Pertanian organik.“ 4. Prinsip keadilan ini tidak hanya dimaksudkan untuk petani-petani dan orang lain yang terlibat dengan pertanian organik. Prinsip kesehatan.” 3. manusia dan bumi sebagai satu-kesatuan yang tidak bisa terpisahkan 2.beberapa mineral dan nutrisi ke dalam tanah. Prinsip kepedulian “ Pertanian organik seharusnya diterapkan secara berhati-hati dan bertanggungjawab agar melindungi kesehatan dan kesejateraan generasi dan lingkungan saat ini dan untuk masa depan. Prinsip-prinsip Pertanian Organik Winnet (2011:20-24): 1. seharusnya membangun hubungan bahwa menjamin keadilan terhadap lingkungan dan kesempatan hidup. Prinsip ekologi “Pertanian organik seharusnya didasarkan dan bekerjasama dengan sistem dan siklus ekologi hidup untuk membantu mendukung dan mempertahannya.” . hewan.

2. dan Logos berarti ilmu pengetahuan. b. 5. Pertanian dari Kajian Teori Modernisasi c. Pertanian Sebagai Teori Tindakan Sosial dan Teori Pilihan Rasional b. lokasi lahan sawah pada lembah atau cekungan dan kemiringan. 2. kelembaban. Pertanian dari kajian Teori Integrasi Sosial dan Sistem Sosial Dari hasil penelitian ini terjawab bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi perilaku petani tetap bertahan menanam padi lokal atau jawa yaitu : a. Faktor eksternal meliputi : 1. Semangat dan pengalaman puluhan tahun bercocok tanam padi lokal. murah dan biaya sarana produksi lebih rendah. Kondisi alam mendukung suhu. Kajian Masyarakat Pertanian di Indonesia dari Berbagai Teori Sosiologi a. wortel. 4. 2005). 6. Dll. . Transportasi dan komunikasi mudah. Petani sejak dulu telah memiliki jaringan pemasaran baik lokal Malang atau Surabaya. Tidak terpengaruh oleh harga dasar gabah atau beras yang di tetapkan pemerintah. Sedangkan menurut Soekanto (1986) dan Selo Soemardjan (1964) sosiologi adalah ilmu yang mempelajari pola hubungan manusia dengan kelompok atau antarkelompok manusia baik tentang proses sosial. Secara umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakakat. 3. kubis. Petani menanam padi maupun sayur. struktur. Masih ada hubungan yang erat dengan rencana pola tanam berikutnya yaitu tanam sayur-sayuran. Mudah memperoleh bibit ( buat sendiri ). bawang merah dll. kentang. Sosiologi adalah penelaahan kehidupan manusia secara ilmah yang penelaahannya dipatkan pada kehidupan kelompok tersebut (Horton. maupun perubahan sosial. Sosiologi berasal daripada perkataan Latin yaitu Socius yang berarti kawan atau teman.BAB III KESIMPULAN Sosiologi diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive“ karangan August Comte (1798-1857). 4. Pemasaran mudah dan harga tinggi. selalu berorientasi pada permintaan pasar ( petani maju) berani mengambil resiko. Mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi atau menguntungkan secara ekonomis. Faktor intern meliputi : 1. 3.

net/fansuritanta/53356030-konsepsosiologi ( 2 Maret 2013 ) .slideshare.scribd.DAFTAR PUSTAKA http://www.com/doc/109081315/Kajian-Pertanian-Di-Indonesia-DariBerbagai-Teori-Sosiologi ( 1 maret 2013 ) http://www.