Prinsip HAM Dalam Islam (Makalah

)

A.

Prinsp-prinsip

HAM

Dalam

Piagam

Madinah

Kelahiran Piagam Madinah tidaklah lepas dari adanya hijrah Nabi Muhamad SAW dari Makkah ke Madinah, dan merupakan kepanjangan dari dua perjanjian sebelumnya yaitu bai’at aqabah 1 dan 2. Dan setelah hijrahnya Nabi ke Madinah, maka muncullah masyarakat Islam yang damai, tentram dan sejahtera di Madinah yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW, yang terdiri dari Muhajirin dan Anshar, dan beberapa kabilah arab dari Yahudi dan kaum musyrik Madinah.

Konsep dasar yang tertuang dalam piagam yang lahir di masa Nabi Muhammad ini adalah adanya pernyataan atau kesepakatan masyarakat Madinah untuk melindungi dan menjamin hak-hak sesama warga masyarakat tanpa melihat latar belakang, suku dan agama. Pagam Madinah atau Mistaqul Madinah yang dideklarasikan oleh Rasulullah pada tahun 622 M, merupakan kesepakatan-kesepakatan tentang aturan-aturan yang berlaku bagi masyarakat Madinah yang dipimpin oleh Nabi( ).

Menurut ahli sejarah piagam ini adalah naskah otentik yang tidak diragukan keasliannya. Secara sosiologis piagam tersebut merupakan antisipasi dan jawaban atas realitas sosial masyarakatnya. Secara umum sebagaimana terbaca dalam naskah tersebut, Piagam Madinah mengatur kehidupan sosial penduduk Madinah. Walaupun mereka heterogen, kedudukan mereka adalah sama, msing-masing memiliki kebebasan untuk memeluk agama yang mereka yakini dan melaksanakan aktifitas dalam bidang sosial dan ekonomi(2).

Setiap individu memiliki kewajiban yang sama untuk membela Madinah, tempat tinggal mereka. Dengan demikian, Piagam Madinah menjadi alat legitimasi Muhammad S.A.W. untuk menjdi pemimpin bukan saja kaum Muslimin (Muhajirin dan Anshor), tetapi bagi seluruh penduduk Madinah (pasal 23-24). Secara substansial, piagam ini bertujuan untuk menciptakan keserasian politik dan mengembangkan toleransi sosial-relijius dan budaya seluas-luasnya (3).

Dengan tercapainya kesepakatan antar kaum di Madinah, maka semakin heterogenlah masyarakat yang menduduki Madinah. Selain itu, perjanjian ini juga menjadi sangat penting bagi diri Nabi sendiri. Piagam madinah ini secara tidak langsung menunjukkan kapasitas Nabi sebagai seorang pemimpin dan politikus yang ulung, ditandai dengan;

a. Keberhasilan Nabi Muhammad SAW menyatukan umat Islam dalam satu panji, yaitu Islam, dengan mengabaikan perbedaan suku, ras dan kabilah. Dan menyatukan hati semua kaum muslimin dalam satu perasaan. b. Menjadikan agama sebagai alasan yang paling kuat, sebagai pengerat antar umat mengalahkan hubungan antar keluarga.

c. Bahwa ikatan yang terbangun atas dasar agama terdapat didalamnya hak-hak atas setiap individu, dan

dan dibukannya pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin memeluk agama Islam dan melindungi hak-hak mereka. Hubungan mereka didasarkan pada persamaan dan keadilan. belah. 3. satu komunitas muhajirin. Setiap komunitas memiliki system kerja sendiri berdasarkan 5. 2. Untuk memperkuat persaudaraan dan hubungan kemanusiaan diantara umat Islam. 11. Piagam madinah sendiri terdiri dari 70 pasal. 12. Mereka tidak boleh dianiaya 10. tidak boleh membunuh dalam rangka membela orang kafir. dan Satu komunitas maka berparang. politik. Pada penulisan yang kedua ada 25 pasal yang mengatur hubungan antara umat Islam dan Yahudi. Untuk kepentingan administratif. Piagam ini bersifat revulusioner. 8. 4. mulia. Adanya kesamaan hak antara kaum muslimin dan yahudi dalam hal maslahat umum. Setiap kebiasan. dan ekonomi. yang merupakan penekanan atau pengulangan dari pasal pertama dan kedua. komunitas keadilan. 9. Sedangkan pada tahap yang keempat ini hanya terdapat 7 pasal dan mengatur hubungan antara kabilah yang memeluk Islam Adapun teks Piagam Madinah yang ditulis pada tahap pertama yang terdiri dari 18 pasal.tercapainya kedamaian dan ketentraman umat. atau membela 7. 6. Warga umat ini terdiri atas beberapa komunitas kabilah yang saling tolong-menolong. sosial. Stabilitas Apabila Semua umat satu adalah komunitas warga satu. yang didalamnya mengatur hubungan antara kaum muslimin sendiri. Apabila ada golongan lain yang bersekutu dengan Islam dalam berperang. berperang wajib komunitas menegakkan akhlak 13. lain semuanya wajib yang diperangi. dan ditulis dalam 4 tahapan yang berbeda. maka umat Islam harus . Semua warga sederajat dalam hak dan kewajiban. Umat Islam adalah umat yang satu. berkewajiban menegakkan dan keamanan persamaan. dan delapan komunitas penduduk Madinah lama. Umat orang Islam kafir adalah dalam umat memusuhi Allah warga yang tidak jomunitas terpecah muslim. karena menentang tradsisi kesukuan orang-orang arab pada saat itu. Orang Yahudi yang menyatakan setia terhadap masyarakat Islam harus dilindungi. membantu. umat dibagi menjadi sembilan komunitas. berperang. d. jadi dalam piagam tersebut sangat ditekankan azas kesamaan dan kesetaraan (equality)(4). Antara warga satu komunitas dan komunitas lain tidak diperkenankan saling berperang. tidak tergantung pada masyarakat lain. warga muslim menjadi pelindung bagi warga muslim lainnya. Dan penulisan yang ketiga terjadi setelah terjadinya perjanjian Hudaibiyah pada tahun ke-2 Hijrah. Tidak ada satu sukupun yang memiliki keistimewaan atau kelebihan dengan suku lain. berdiri sendiri dalam bidang akidah. Pada penulisan pertama terdapat 28 pasal. yaitu: 1. internal. Setiap kominitas diikat dalam kesamaan iman.

b. tidak boleh bersekutu dengan mereka dalam hal-hal yang dapat membahayakan penduduk muslim Madinah. muasrik sekalipun. beragama. teraniaya. 4.saling tolong-menolong dengan mereka. 4). dapat disimpulkan bahwa Hak Asasi Manusia yang terkandung dalam Piagam Madinah adalah. ''Wahai manusia! Sesungguhnya kamu semua berasal dari Adam dan Adam berasal dari tanah. yaitu: a. menasehati. membelanya. Kemudian . Jika terjadi konflik atau perselisihan yang tidak dapat dipecahkan dalam musyawarah. Prinsip-Prinsip HAM Dalam Haji Wada Islam adalah agama yang menghormati dan menghargai HAM. maka penduduk Madinah. Semua kesalahan ditanggung sendiri. bersama. 18. Keturunan.'' sabda Rasulullah. Ekonomi. maka yang membunuh itu harus diqisas (dihukum setimpal). Seorang tidak diperkenankan mempertanggungjawabkan kesalahan teman (sekutu)-nya (5). 15. Dari uraian diatas dapat diambil sebuah landasan pokok bagi kehidupan bermasyarakat. Warga lain tidak boleh bersatu. 14. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Dalam hal ini seluruh umat Islam harus 16. 3). Orang yang bersalah harus dihukum. sejatinya Nabi Muhammad SAW adalah seorang pejuang pembela HAM teragung. 17. 1. Sebuah pesan yang begitu menghargai HAM dan hak wanita. hidup. Jika ada seorang muslim membunuh muslim lain secara sengaja. maka penyelesaiannya diserahkan kepada Nabi Muhammad SAW. B. 5). 2). Sebagai pembawa kabar gembira dan ajaran Islam. Menghormati Berinteraksi Saling secara membantu Membela baik dalam mereka Saling kebasan dengan menghadapi yang sesama musuh tetangga. Oleh karena orang Kuraisy telah mengusir Muhajirin dari Mekah. beragama. Dan Kebebasan Hak Hak Persamaan. Dari sini. Semua pemeluk Islam adalah satu umat walaupun mereka berbeda suku bangsa. Hubungan antara komunitas Muslim dan Non Muslim di dasarkan pada prinsip-prinsip: 1). kecuali ahli waris korban berkehendak lain. 3. Hal ini terbukti dari pesan terakhir Rasulullah SAW ketika Haji Wada (haji perpisahan) pada hari kedelapan Dzulhijjah. warna kulit serta bangsa tidak menyebabkan seseorang lebih baik dari yang lain. 2.

b. e. Muslim). nabi saw bersabda: "Barangsiapa merampas hak seorang muslim. maka dia telah berhak masuk neraka dan haram masuk surga. Adapun a. 2." Seorang lelaki bertanya: "Walaupun itu sesuatu yang kecil.Rasul pun melanjutkan sabdanya. Contoh lainnya yang ditunjukkan Rasulullah Saw dalam menegakkan HAM adalah ketika pada tahun ke9 hijriah. Lalu siapa lagi? ''Bapakmu!''. f. Jauh sebelum Barat melalui agen HAM-nya berkoar-koar mengenai hak perempuan. Adapun inti dari prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia yang tertuang dalam pidato Rasulullah saw dalam Haji 1. ''Siapa yang paling berhak untuk aku hormati. Rasulullah langsung membuat traktat yang ditandatangani secara bersama dengan para pemuka Bani Najran. ''Wahai umatku! Kamu berhak atas diri kamu dan isteri-isteri kamu dengan penuh kasih atas diri kamu.'' jawabnya. Muhammad Saw dengan lapang dada mengakui hak warga Yahudi Bani Najran untuk mengamalkan keyakinannya. Kemudian hadist riwayat yang lain tentang isi khutbah Haji Wada yang di riwayatkan oleh Abu Umamah bin Tsa’labah. Setelah itu. b. Perlakukanlah isteri-isteri kamu dengan penuh kasih sayang." (HR. Hak Hak Saling Keadilan yang termasuk Hak Hak Hak Hak Membela dan dan Hak Kebebasan yang termasuk Wada adalah Hak-hak dalam Hak Beragama Hak Hak dalm hak-hak ini dan Kebebasan hak-hak ini sebagai berikut: Alamiah adalah: Hidup Pribadi Bekerja Hidup adalah: Pemilikan Berkeluarga Keamanan Keadilan Mendukung Persamaan . 14 abad lalu Islam telah mengajarkan kepada seluruh umat manusia untuk menghargai dan menghormati seorang wanita. Bahkan. c. Pada butir-butir traktat yang dibuat itu. Adapun a. Lalu siapa lagi? ''Ibumu. wahay rasulullah ?" Beliau menjawab: "Walaupun hanya sebatang kayu arak. kaum muslimin berhasil membebaskan kawasan yang dihuni kaum Yahudi Bani Najran. keamanan dan penjagaan atas harta benda milik warga Najran juga menjadi tanggung jawab kaum muslimin (6). Nabi Muhammad SAW pernah ditanya. c. d. Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka atas hak Allah dan halal bagi kamu atas nama Allah”. ya Rasul? Rasullullah menjawab: ''Ibumu!'' Lelaki itu turut kembali bertanya: ''Lalu siapa lagi?'' Baginda menjawab ''ibumu''.

antara lain: a. Pasal 1. Surat Surat Hak Surat menikah dan ini al-baqarah ar-ruum Hak ini at-taubah berkeluarga (pasal 5 Surat Surat kehormatan Hak Surat Surat memperoleh ini Surat al-balad at-taubah pribadi berdasarkan ayat ayat a dan Hak Surat Surat hidup (pasal ini al-maidah al-isra’ perlindungan berdasarkan al-insaan ayat ayat (pasal Surat an-nisaa’ ini al-israa’ ayat 58. apalagi mayoriyas negara-negara islam adalah tergolong ke dalam barisan negara-negara dunia ketiga yang banyak merasakan perlakuan ketidakadilan negara-negara Barat dengan atas nama HAM. 2. c. Hak pesamaan dan kebebasan (pasal 19 ayat a. 105.b. Dalam pandangan negara-negara islam HAM Barat tidak sesuai dengan pandangan ajaran islam yang telah ditetapkan Alloh SWT. Berkaitan dengan itu. 3. pada: 70 135 8 d) pada: 45 33 3) pada: ayat 12-17 6 4) pada: 6 b) pada: ayat ayat 221 21 al-mumtahanah 2 ayat berdasarkan . e. 2.c. Pasal 1. d. dan berdasarkan ayat 107. 2. b. 2. Pasal 1. Pasal 1.d dan e) pasal ini berdasarkan pada : Pasal 1. berdasarkan ayat ayat (pasal b. Pasal-pasal yang terdapat dalam Deklarasi Kairo mencakup beberapa persoalan pokok. 3. Konsep hak-hak asasi manusia hasil rumusan negara-negara OKI ini selanjutnya dikenal dengan sebutan Deklarasi Kairo. ayat a. c.C. negara-negara islam yang tergantung dalam organization of the islamic conferensi (OIC/OKI) pada tanggal 5 Agustus 1990 mengeluarkan deklarasi tentang kemanusiaan sesuai syariat Islam di Kairo. Prinsip-prinsip HAM DalamDeklarasi Kairo (Cairo Declaration) Isu tentang pelaksakaan HAM tidak lepas dari perhatian umat islam. Deklarasi ini berisi 24 pasal tentang hak asasi manusia berdasarkan Al-qur’an dan sunah yang dalam penerapan dan realitasnya memiliki beberapa persamaan dengan pernyataan semesta hak-hak asasi manusia (the universal Declaration of human right/UDHR) yang dideklarasikan oleh PBB tahun 1948 (7).

Pasal 1. 3. Pasal 1. 4.b. Pasal 1. 2. Hak-hak Hak Surat Surat wanita ini Surat anak ini Surat Surat dari sederajat an-nisaa’ at-tahrim dengan berdasarkan al-baqarah orang tua (pasal pria ayat ayat (pasal 1 6 6) pada: ayat 7 ayat 228 a. 2. Hak memperoleh pendidikan dan berperan serta dalam perkembangan ilmu pengetahuan (pasal 9 ayat a dan Pasal 1. g. m. 2. j.c) pada: berdasarkan al-baqarah al-israa’ ayat ayat 233 23-24 h. k.3. Pasal 1. i. 2. f. 3. 2. Pasal 1. Hak Surat Surat Surat milik ali pribadi (pasal Hak Surat Surat Surat untuk memperoleh ini al-baqarah an-nisaa imran 15 ayat Surat Surat Hak-hak ini at-taubah al-baqarah al-mulk kesempatan yang berdasarkan ayat ayat ayat a dan untuk Hak Surat Surat Surat kebebasab ini an-nisaa’ almumtaahanah bekerja berdasarkan ayat ayat ayat sama (pasal bertindak Hak Surat Surat kebebasan ini al-baqarah al-kahfi al-kafiruun dan mencari berdasarkan ayat ayat (pasal ini at-taubah al-alaq memilih agama berdasarkan ayat ayat ayat suaka (pasal berdasarkan ayat ayat (pasal b) pada: 122 1-5 10) pada: 256 29 1-6 12) pada: 97 9 13) pada: 105 286 15 14) pada: 275-278 161 130 b) . 2. 3. Pasal 1. l.

2.Pasal 1. 2. Pada zaman modern. bahkan telah melahirkan macammacam mazhab dalam Islam (9). Surat Hak Surat Surat Hak Surat Surat memiliki ini al-baqarah al-baqarah hasil ini al-ahqaaf al-baqarah tahanan ini al-mumtahanah dan atau berdasarkan ayat ayat produk berdasarkan ayat ayat narapidana berdasarkan ayat 8 (pasal ilmu (pasal pada: 29 29 16) pada: 19 164 20-21) pada: (8) Dari deklarasi ini. Kematangan ini terjadi karena meningkatnya tingkat pendidikan masyarakat Islam. ikhtilaf teologi. dapat di tarik kesimpulan bahwa Islam mengakui persamaan semua orang tanpa membedakan asal-usul. Secara garis besar ikhtilaf yang kita lihat dalam sejarah ada tiga macam. ikhtilaf itu nampaknya tidak membawa rahmat tetapi justru menjadi factor pengganggu ketentraman kehidupan beragama umat. seperti kasus khawarij dan mihnah pada zaman Islam klasik. Dalam kenyataan masyarakat Indonesia sekarang. kekerasan sektarianisme ini juga masih terjadi di sejumlah Negara muslim. ikhtilaf dalam bidang ini hampir tidak lagi membawa pertentangan atau perpecahan masyarakat. ras. Sedangkan ikhtilaf dalam ijtihad politik. warganegara adalah anggota masyarakat dan mempunyai hak untuk menuntut siapapun yang mengganggu ketentraman masyarakat. Adapun ikhtilaf dalam bidang teologi ternyata telah mengakibatkan sejumlah kekerasan. Pasal 1. baik pada masa klasik maupun modern. Dalam ikhtilaf . o. yaitu: ikhtilaf dalam soal-soal fikih dan furuiyah. persamaan adalah basis untuk memperoleh hak dan kewajiban asasi manusia. Pasal 1. D. warna kulit dan bahasa. kebebasan manusia dalam masyarkat Islam consisten dengan esensi kehidupannya. Sebuah hadis menyebutkan bahwa umat Nabi Muhammad akan terpecanh menjadi 73 golongan. Isu Perdebatan HAM dalam perbedaan Aliran Islam Di Masyarakat Islam Indonesia Kebolehan berikhtilaf dikalangan masyarakat muslim dibolehkan dalam agama. ikhtilaf dalam soal kalam. tentu lebih banyak lagi contohnya yang berujung kepada kekerasan. Ikhtilaf dalam soalsoal furuiyah telah terjadi sejak zaman Islam klasik hingga sekarang. sebab manusia dilahirkan dalam keadaan bebas dan bebas dari tekanan dan perbudakan. kecuali riak-riak kecil dan pada masa lalu. Sesungguhnya di Indonesia ikhtilaf itu terjadi pada ketiga-tiga kategori tersebut di atas: ikhtilaf furuiyah. Pada zaman modern sekarang. jenis kelamin. dan ikhtilaf politik. n. Islam mengakui persamaan antara penguasa dan rakyat yang harus tunduk kepada hukum Allah tanpa diskrimasi. dan ikhtilaf dalam sosal ijtihad politik. bahkan dikatakan bahwa ikhtilaf itu juga rahmat.

kebebasan beragama dan penodaan agama. tetapi sekarang telah berkembang menjadi masalah politik. apalagi jika aliran ini bergerak bukan hanya pada tataran opini tetapi melakukan tindakan atau gerakan kekerasan misalnya. Ikhtilaf teologi. Kerancuan dalam hal ini seringkali menyebabkan semakin berlarutnya suatu masalah. Kita juga pernah mempunyai masalah akibat munculnya gerakan Ahmad Musadeq yang mengaku sebagai nabi. tetapi ketika dikaitkan dengan persoalan kedudukan dan peran Negara didalamnya. kekerasan yang ditimbulkan telah terbukti dengan gerakan Darul Islam Kartosuwiryo. sesungguhnya sedang berkembang sekarang berhubung semakin berkembangnya faham Syiah di Indonesia. Kita juga pernah punya masalah dengan LDII. Masalah Ahmadiyah di Indonesia sesungguhnya pada awalnya adalah masalah aliran teologi. Banyak dokumen internasional telah diadopsi oleh PBB yang didalamnya antara lain mengatur tentang kebebasan beragama. bahkan politik internasional terutama setelah semakin bergaungnya isu HAM di dunia internasional dan di negeri ini. . gerakan NII. Jika itu berarti harus menghapus NKRI maka pendapat ini akan dapat menimbulkan malapetaka politik yang besar. tetapi sekarang LDII telah bergabung dengan umat Islam mainstream dengan pernyataannya pada tahun 2007 sebagai hasil Munas/Kongresnya. menggantikan sistim yang ada. dan Bom Bali I dan II (10). Adapun ikhtilaf ijtihad politik. melainkan pada tataran law and order ini. tetapi tidak memerlukan campur tangan pemerintah karena kesesatan itu bersifat individual. Pertama yang harus disebut tentu . Ada pula ikhtilaf ijtihad politik yang sejauh ini belum menimbulkan kekerasan yaitu pendapat yang mengatakan perlunya dibangun sistim khilafah di negeri ini. Secara sepintas kilas kedua konsep itu. hampir tidak ada masalah lagi sekarang kecuali percikan di berbagai tempat. seperti pada persoalan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI). Penegakkan law and order inilah entry point yang legal bagi suatu negara atau pemerintah untuk mengaturnya. Tentu saja perpecahan teologis yang paling actual adalah masalah Ahmadiyah di Indonesia yang oleh Majlis Ulama Indonesia (MUI) telah diberikan fatwa sesat dan pengikutnya dihukumi murtad. Sesungguhnya di dalam masyarakat terdapat banyak juga kesesatan beragama. misalnya. sementara 99% penduduk Indonesia penganut Islam Sunni dan sebagian terbesarnya penganut Syafiiyah. tetapi telah dapat diselesaikan dengan pembubaran gerakan sesat komunal itu.furuiyah. tentu adalah perbuatan sesat bagi seorang muslim tetapi karena bersifat perorangan maka tidak mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat. Khusus tentang masalah Ahmadiyah ini akan kita uraikan lebih lanjut. sesungguhnya kedua konsep itu bertemu pada muara yang sama yaitu bagaimana ketentraman dan ketertiban umum (law and order) dapat senantiasa dijaga. Karena itu seyogyanya pemerintah tidak berbicara pada tataran teologi (sesat atau tidak sesat). nampaknya tidak saling menyapa bahkan saling menafikan. Meminta-minta kepada kuburan.

Yahudi. dan Tao dilarang di Indonesia. Zoroaster. mengubah agama atau kepercayaan. dan 43 mengatur tentang hak-hak agama anak. dan 28J yang terkenal itu. pada Pasal 12 ayat 1a juga diatur tentang hak pendidikan agama anak didik. 29. 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional. Buddha.DUHAM (UDHR) yang diadopsi PBB bulan Desember 1948 yang dalam Pasal-pasal 18. beberapa pasal yang antara lain mengatur kebebasan beragama dimasukkan melalui Pasal 28E. Indonesia mengesahkan UU No. Masih ada beberapa dokumen lagi seperti Durban Review Conference (2009) yang juga menyebut keharusan adanya larangan diskriminasi berdasarkan agama. 39. Kristen. . bahkan Indonesia juga telah mengamandemen UUD 1945 untuk menambahkan beberapa Pasal tentang HAM agama di dalamnya. Pada tahun 1965 dengan Penetapan Presiden No. Katolik. 5 Tahun 1969. sejumlah UU baru terkait HAM telah diberlakukan. Pada tahun 2002. Sosial dan Budaya yang diadopsi PBB pada tanggal 16 Desember 1966 juga. Dalam Kovenan Internasional tentang Hak-hak Anak yang diadopsi PBB pada tanggal 30 November 1989. dinyatakan bahwa Negara harus menghormati hak agama anak. Dokumen berikutnya ialah Kovenan Internasional tentang Hak-hak sipil dan politik (ICCPR) yang diadopsi PBB tanggal 16 Desember 1966 yang dalam Pasal 18 menyebut tentang kebebasan beragama. dan pengajaran pengamalannya(11). 28I. pada Pasal 13 dinyatakan mengenai kebebasan orang tua/wali untuk menyekolahkan anak sesuai agama yang dianut(12). Sungguh sangat menarik bahwa pasal 29 UUD 1945 yang mengatur HAM agama telah ada lebih tiga tahun sebelum PBB mengadopsi DUHAM pada tahun 1948. Pada tahun 2000 melalui amandemen UUD 1945. Pasal 1 juga dinyatakan bahwa orang bebas memilih dan menganut agama. UU ini sungguh sangat terbuka dalam menjamin kebebasan beragama di Indonesia. 26. dan Konghucu). Sejumlah kovenan internasional telah diratifikasi oleh Indonesia. meskipun dalam masyarakat seringkali tidak dipahami demikian. 1 Tahun 1965 yng kemudian diangkat menjadi UU dengan UU No. dan 29 menyebutkan mengenai pokok-pokok kebebasan beragama yang mencakup kebebasan seseorang memeluk agama. 42. dan kebebasan untuk secara pribadi atau bersamasama dalam masyarakat dalam ruang public atau privat menyatakan agamanya atau kepercayaannya dalam peribadatan. tidaklah berarti agama-agama lain seperti Shinto. Hindu. Kemudian dalam Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi. dinyatakan dalam Penjelasan Pasal 1 bahwa meskipun secara historis terdapat enam agama di Indonesia (Islam. Dalam UU No. Kemudian dalam Deklarasi tantang Penghapusan Segala Bentuk Intoleransi dan Diskriminasi Berdasarkan Agama atau Kepercayaan yang diadopsi PBB tahun 1981. sesuai agama yang dianutnya. dan 30.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang dalam Pasal-pasal 37. khususnya pasal 14. Komitmen Indonesia untuk menegakkan HAM bersifat nasional dan internasional. termasuk dalam pengangkatan anak. ketaatan.

pembatasan apapun tidak boleh dilakukan terhadap kehidupan beragama.12 Tahun 2005.23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan diberlakukan. sangat lentur sifatnya. biasanya disebutkan ada delapan komponen kebebasan beragama yang harus dijamin itu. Takaran keselamatan umum mungkin cukup jelas. Dalam literature. Apalagi jika ada kelompok dalam masyarakat yang menolak bentuk pengaturan apapun oleh negara terkait kehidupan keagamaan masyarakat. Dalam kontek ini penyebaran ajaran Ahmadiyah tentang adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW dikategorikan oleh mereka sebagai bagian dari kebebasan beragama yang bersifat nonderogable. melainkan didasarkan keimanan dan ketakwaannya. akibat takaran pembatasan yang tidak jelas atau belum diatur. Islam menempatkan manusia pada kedudukan yang sejajar dengan manusia lainnya. 1. tetapi takaran ketertiban umum misalnya. rights of parents and guardians. Pada tahun 2005 juga Indonesia meratifikasi Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik menjadi UU No. Seberapa jauh UU kita telah mengatur semuanya. Menurut ajaran Islam individu lain terjadi bukan karrena haknya sebagai manusia. non-coercion. corporate freedom and legal status. meskipun menyangkut komponen external freedom yang menurut dokumen-dokumen internasional memang dapat dibatasi dengan UU. dan pemberlakuan UU baru. limits of permissible restrictions on external freedom. melalui amandemen UUD. Adanya perbedaan itu tidak menyebabkan perbedaan dalam kehidudukan sosial. dimana pada Pasal 64 diatur bahwa orang boleh tidak mengisi kolom agama dan tetap dilayani hak-hak sipilnya. Islam dan HAM Islam sebagai agama universal mengandung prinsi-prinsip hak asasi manusia. Sebagai sebuah konsep ajaran. Hal ini merupakan dasar yang sangat kuat dan tidak dapat dipungkiri telah memberikan kontribusi pada perkembangan prinsip-prinsip hak asasi manusia di dalam masyarakat internasional. Pada tahun 2008 UU No. .40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Rasial dan Etnik diberlakukan. . antara lain untuk menjamin kebebasan beragama. Bagi kelompok ini.Pada tahun 2005 Indonesia meratifikasi Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Ekonomi. Demikianlah Indonesia telah berjalan jauh dalam upayanya menegakkan HAM agama. Pada tahun 2006 UU No. ratifikasi kovenan internasional. perlu kajian lebih lanjut. Komnas HAM juga telah dibentuk dan bekerja. dan non-derogability(12 ). external freedom. non-discrimination. 11 Tahun 2005. Tetapi sesungguhnya kedelapan komponen itupun mengandung kontradiksi di dalam dirinya. yaitu: internal freedom. Sosial dan Budaya menjadi UU No.

Menurut ahli sejarah. 5. masing-masing memiliki kebebasan untuk memeluk agama yang mereka yakini dan melaksanakan aktivitas dalam bidang sosial dan ekonomi. Secara umum sebagaimana terbaca dalam naskah tersebut. suku dan agama. 4. piagam ini bertujuan untuk menciptakan keserasian politik dan mengembangkan toleransi sosio-religius dan budaya seluas-luasnya. Piagam Madinah Konsepsi dasar yang tertuang dalam piagam yang lahir di masa Nabi Muhammad ini adalah adanya pernyataan atau kesepakatan masyarakat Madinah untuk melindungi dan menjamin hak-hak sesame warga masyarakat tanpa melihat latar belakang. piagam ini adalah naskah otentik yang tidak diragukan keasliannya. Piagam Madinah mengatur kehidupan sosial penduduk madinah.Dalam sejarah kontribusi islam terhadap dua deklarasi yang dapat memuat hak-hak asasi manusia yang dikenal dengan Piagam Madinah dan Deklarasi Kairo (Cairo Declaration). kedudukan mereka adalah sama. Membela mereka yang teraniaya. Piagam Madinah menjadi alat legitimasi Muhammad SAW untuk menjadi pemimpin bukan saja kaum muslimin (Muhajirin dan Anshar). 1. Secara sosiologis piagam tersebut merupakan sntisipasi dan jawaban terhadap realitas sosial masyarakatnya. Menghormati kebebasan beragama. 2. 2. Saling menasehati. Walaupun mereka heterogen. Semua pemeluk Islam adalah satu umat walaupun mereka berbeda suku bangsa. merupakan kesepakatan-kesepakatan tentang aturan-aturan yang berlaku bagi masyarakat Madinah yang dipimpin oleh Nabi. . Berinteraksi secara baik dengan sesame tetangga. Terdapat dua landasan pokok bagi kehidupan bermasyarakat yang diatur dalam Piagam Madinah. Setiap individu memiliki kewajiban yang sama untuk membela Madinah. Secara subtansial. Dengan demikian. Piagam Madinah atau Mitsaqul Madinah yang dideklarasikan oleh Rasulullah pada tahun 622 M. tempat tinggal mereka. yaitu: 1. Saling membantu dalam menghadapi musuh bersama. 3. tetapi seluruh penduduk Madinah(pasal 23-24). Hubungan antara komunitas Muslim dan Non-muslim didasarkan pad prinsip-prinsip: 1.

c.Piagam ini bersifat revolusioner. 135 3. Deklarasi ini berisi 24 pasal tentang hak asasi manusia berdasarkan Al-Qura’an dan Sunnah yang dalam penerapan dan realitasnya memiliki beberapa persamaan dengan pernyataan semesta hak-hak asasi manusia (The Universal of Human Right/ UDHR) yang dideklarasikan oleh PBB tahun 1948. Surat Am-Muntahanah ayat 8 2) Hak Hidup (pasal 2 ayat a. Surat Al-Israa’ ayat 70 2.b. Dalam pandangan Negara-negara Islam HAM Barat tidak sesuai dengan pandangan ajaran Islam yang telah ditetapkan Allah SWT. 105.c. Pasal-pasal yang terdapat dalam Deklarasi Kairo mencakup beberapa persoalan pokok. 1. Surat An-Nisaa’ ayat 58. Berkaitan dengan itu Negara-negara Islam yang tergabung dalam Organization of the Islamic (OIC/OKI) pada tanggal 5 Agustus 1990 mengeluarkan deklarasi tentang kemanusiaan sesuai dengan syariat Islam di Kairo. dan d) Pasal ini berdasarkan pada: 1. Surat Al-Maidah ayat 45 . anataa lain: 1) Hak Persamaan dan Kebebasan (pasal 19 ayat a. Deklarasi Kairo (Cairo Declaration) Isu tentang pelaksanaan HAM tidak lepas dari perhatian umat Islam. b. jadi dalam piagam tersebut sangat ditekankan azas kesamaan dan kesetaraan (equality). Tidak ada satu sukupun yang memiliki keistimewaan atau kelebihan dengan suku lain. 107. karena menentang tradisi kesukuan orang-orang Arab pada saat itu. Apalagi mayoritas Negara-negara Islam adalah tergolong ke dalam barisan Negara-negara dunia ketiga yang banyak merasakan perlakuan ketidakadilan Negara-negara barat dengan atas nama HAM.b. Konsep hak-hak asasi manusia hasil rumusan Negara-negara OKI ini selanjutnya dikenal dengan sebutan Deklarasi Kairo.d dan e) Pasal ini berdasarkan pada: 1.

Surat An-Nisaa’ ayat 1 4. Surat At-Taubah ayat 6 5) Hak Menikah dan Berkeluarga (pasal 5 ayat a dan b) Pasal ini berdasrka pada: 1. Surat Al-Insaan 2. Surat Al-Baqarah ayat 233 2. Surat Al-Baqarah ayat 228 7) Hak Anak-anak dari Orangtua Pasal ini berdasarkan pada: 1. Surat At-Taubah ayat 6 4) Hak Kehormatann Pribadi (pasal 4) Pasal ini berdasarkan pada: 1. Surat At-Tharim ayat 6 6) Hak Wanita Sederajat dengan Pria (pasal 6) Pasal ini berdasarkan pada: 1. Surat Al-Isra’ ayat 33 3) Hak Memperoleh Perlindungan (pasal 3) Pasal ini berdasarkam pada: 1.2. Surat Al-Balad ayat 12-17 3. Surat Ar-Ruum ayat 21 3. Surat Al-Baqarah ayat 221 2. Surat Al-Israa’ ayat 23-24 .

Surat At-Taubah ayat 105 2. Surat Al-Mumtahanah ayat 9 11) Hak-hak untuk Bekerja (pasal 13) Pasal ini berdasarkan pada: 1. Surat Al-Alaq ayat 1-5 9) Hak Kebebasan Memilih Agama (pasal 10) Pasal ini berdasarkan pada: 1. Surat Al-Baqarah ayat 275-278 2. Surat Al-Mulk ayat 15 12) Hak untuk Memperoleh Kesempatan yang Sama (pasal 14) Pasal ini berdasarkan pada: 1. Surat Al-Baqarah ayat 256 2. Surat An-Nisaa’ ayat 97 2. Surat An-Nisaa’ ayat 161 3.8) Hak Memperoleh Pendidikan dan Berperan serta dalam Perkembangan Ilmu Pengetahhuan (pasal 9 ayat a dan b) Pasal ini berdasarkan pada: 1. Surat Al-Baqarah ayat 286 3. Surat Al-Kahfi ayat 29 3. Surat Al-Kafiruun ayat 1-6 10) Hak Kebebasan Bertindak dan Mencarii Suaka (pasal 12) Pasal ini berdasarkan pada: 1. Surat At-Taubah ayat 122 2. Surat Ali Imran ayat 130 .

Surat An-Nisaa’ ayat 29 14) Hak untuk Menikmati Hasil atau Produk Ilmu (pasal 16) Pasal ini berdasarkan pada: 1.(QS: Al-Isra’ : 70) . Surat Al-Baqarah ayat 164 15) Hak Tahanan dan Narapidana (pasal 20-21) Pasal ini berdasarkan pada: 1. Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Surat Al-Mumtahanah ayat 8 Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam. Surat Al-Ahqaaf ayat 19 2.13) Hak Milik Pribadi (pasal 15 ayat a dan b) Pasal ini berdasarkan pada: 1. Surat Al-Baqarah ayat 29 2.