P. 1
Diktat Perpindahan Panas

Diktat Perpindahan Panas

|Views: 86|Likes:
Published by Amanda Davis

More info:

Published by: Amanda Davis on May 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. Pancaran (Radiasi)
  • 1.2. Hantaran (Konduksi)
  • 1.3. Aliran (Konveksi)
  • 2.1.1.Dinding Datar
  • 2.1.2. Sistem Radial-Silinder
  • 3.1. Konveksi Alamiah
  • 3.2. Konveksi Paksa
  • 3.3. Gabungan Konduksi dan Konveksi
  • 3. Hitung koefisien perpindahan panas keseluruhan, U 4. Hitung luas permukaan
  • 4.1. Alat penukar ka1or pipa
  • 4.2. Penukar kalor pe1at
  • 4.3. Penukar ka1or pendingin udara
  • 4.4. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda
  • 5.1. Perpindahan kalor dari uap yang mengembun (kondensasi)
  • 5.2. Perpindahan kalor ke zat cair yang mendidih
  • 6.1. Pendahuluan
  • 6.2.1 Evaporator Tabung-Horizontal
  • 6.2.2. Evaporator Satu Lintas Dan Evaporator Sirkulasi
  • 6.2.3. Evaporator Sirkulasi Paksa
  • 6.2.4. Evaporator Vertikal Tabung Panjang
  • 6.2.5. Evaporator Film Jatuh
  • 6.2.6. Evaporator Film Turbulen
  • 6.3. Kapasitas Evaporator
  • 6.4. Ekonomi Evaporator
  • 7.1. Kapasitas dan ekonomi evaporator efek ganda
  • 8.1. Prinsip Kristalisasi

DAFTARPUSTAKA

KEGIATAN HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING USU-INHERENT 2006

BUKU AJAR

PERPINDAHAN PANAS

Disusun Oleh: ZUHRINA MASYITHAH, ST, MSc. BODE HARYANTO, ST, MT

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2006

DAFTAR PUSTAKA Foust, A.S., et a1., Principles of Unit Operations, John Wiley & Sons, New York, 1980. Geankoplis, C.J., Transport Process and Unit Operations, A11yn and Bacon Inc., 1987. Holman, J.P., Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1987. Incropera, F.P., dan Dewitt, D.P., Fundamental of Heat and Mass Transfer, John Wiley & Sons, 2002. Kern, D.Q., Process Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1950. McCabe, Smith dan Harriots, Unit Operations in Chemical Engineering, Mc Graw Hill,1985.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

LAMPIRAN

INFORMASI UMUM
Judul Mata Kuliah Nomor Kode/SKS Dosen Pengampu Anggota Perpindahan Panas TKK- 301/ 3 SKS Dr. Ir. Rosdanelli, MT Zuhrina Masyithah, ST, MSc. Bode Haryanto, ST, MT Erni Misran, ST, MT Mata kuliah ini berisi uraian mengenai Dasar-dasar Perpindahan Panas Steady dan Unsteady; Perpindahaan Panas ke Fluida yang Tak Berubah Fasa; Perpindahan Panas ke Fluida yang Disertai dengan Perubah Fasa; Peralatan Penukar Panas; Operasi dan Peralatan Evaporasi; Kristalisasi Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dasar-dasar perpindahan panas pada keadaan steady dan unsteady, dapat menyelesaikan masalah perpindahan panas ke fluida yang tak berubah fasa dan ke fluida yang disertai dengan perubahan fasa, rancangan proses dan evaluasi peralataan pertukaraan panas tanpa dan disertai dengan perubahan fasa; rancangan proses dan evaluasi peralataan evaporasi efek tunggal dan ganda; serta proses kristalisasi

Deskripsi Singkat

Tujuan Instruksional Umum

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

1985. Transport Processes and Separation Process Principles. 1.DAFTARPUSTAKA Bahan bacaan Geankoplis. McGraw-Hill.C.H. Oxford. New Jersey. dan Harriott. Richardson. PTR.. Smith. Unit Operations of Chemical Engineering. J.R. BH..J. Edisi ke-3.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .L. McCabe. 1996... J.. P. dan Backhurst. J. LAMPIRAN GBPP DAN SAP file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll. W. Harker. C. Singapore. Coulson & Richardson’s Chemical Engineering Vol. Edisi ke-5.F. 1987. J. Edisi ke-4.

html (5 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BAHAN PRESENTASI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BUKU AJAR PERPINDAHAN PANAS file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .

html (7 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN UMPAN BALIK file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.

Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi yang mendukung terlaksananya kegiatan ini. MSc. Medan. aktivitas laboratorium dan penggunaan konten e-learning. Mata kuliah ini diajarkan pada Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik USU. ST. Semoga buku ajar yang dihasilkan ini dapat bermanfaat. ST. Desember 2006 Penyusun. USU-INHERENT 2006. MT DAFTAR ISI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar. Konten e-learning yang dikembangkan untuk mata kuliah ini bertujuan untuk memperoleh metode pembelajaran yang lebih baik untuk mata kuliah perpindahan panas yang mengkombinasikan kegiatan mengajar di kelas.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR Buku Ajar Perpindahan Panas ini merupakan salah satu keluaran dari kegiatan HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING.html (1 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM . Bode Haryanto. Zuhrina Masyithah. untuk matakuliah PERPINDAHAN PANAS.

Kapasitas dan Ekonomi Evaporator Kristalisasi 7-1 7-5 8-1 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.Pancaran (Radiasi) 1.1.3.Sistem Radial-Silinder BAB III Perpindahan Panas Konveksi 3.1.2.1.1.2. Kapasitas Evaporator 6. Gabungan Konduksi dan Konveksi BAB IV Alat Penukar Kalor 4.2.1. Pendahuluan 6. Konveksi Paksa 3.1.3. Penukar Kalor Pelat 4.Aliran (Konveksi) BAB II Perpindahan Panas Konduksi 2.Hantaran (Konduksi) 1.Konduksi Keadaan Steady 2.1. Perpindahan Kalor dari Uap yang Mengembun 5.1. Ekonomi Evaporator i ii 1-1 1-2 1-4 1-6 2-1 2-2 2-4 2-6 3-1 3-4 3-7 3-14 4-1 4-2 4-5 4-5 4-8 5-1 5-1 5-9 6-1 6-1 6-5 6-21 6-25 BAB VII BAB VIII Evaporator Efek Ganda 7. Alat Penukar Kalor Pipa 4. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda BAB V Perpindahan Kalor disertai Perubahan Fasa 5.1. Perpindahan Kalor ke Zat Cair yang Mendidih BAB VI Proses Evaporasi 6. Konveksi Alamiah 3. Jenis-Jenis Evaporator 6.Dinding Datar 2.4.3.1.2.html (2 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM . Penukar Kalor Pendingin Udara 4.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan 1.4.3.2.2.

html (3 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .1. Prinsip Kristalisasi Daftar Pustaka Lampiran : Umpan Balik Quiz Soal Ujian Tengah Semester Soal Ujian Akhir Semester Tugas dan Soal-soal Latihan 8-4 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.DAFTARPUSTAKA 8.

Ada1ah hukum a1am bahwa ka1or itu suatu bentuk energi. Akan tetapi. keadaan ini dapat juga merupakan pengerjaan secara a1ami. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan.PERPINDAHAN PANAS BAB I PENDAHULUAN Perpindahan ka1or dari suatu zat ke zat lain seringkali terjadi dalam industri proses.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM .225.000 Joule = 2. Pada pembakaran 1 kg minyak akan terbebas kira-kira 45 MJ. demikian pula ha1nya jika ingin mendinginkan sesuatu. pada pengembunan dan penghabluran (krista1isasi) ka1or harus dikeluarkan. diperlukan benda lain yang lebih dingin. Bila sesuatu benda ingin dipanaskan. diperlukan cukup banyak energi yaitu perubahan zat cair ke dalam uap ini kira-kira membutuhkan energi 2. Dengan demikian. diperlukan pemasukan atau pengeluaran ka1or. maka harus dimi1iki sesuatu benda lain yang lebih panas. Ka1or mengalir dengan sendirinya dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah. bisa diperhatikan dari ha1 berikut: Untuk penguapan 1 kg air. terdapat pada pengerjaan eksoterm dan endoterm.25 MJ. gaya dorong untuk a1iran ini ada1ah perbedaan suhu. untuk mencapai dan mempertahankan keadaan yang dibutuhkan sewaktu proses berlangsung. ka1or harus dimasukkan. Kondisi pertama yaitu mencapai keadaan yang dibutuhkan untuk pengerjaan. Sama seperti bentuk lain dari energi. Pada kebanyakan pengerjaan. jumlah ka1or juga dinyatakan da1am suatu gaya kali suatu jarak yaitu Newton ka1i meter atau Nm. Pada penguapan dan pada umumnya juga pada pelarutan. Kondisi kedua yaitu mempertahankan keadaan yang dibutuhkan untuk operasi proses. 1 Nm dinamakan 1 Joule. Untuk memberikan sedikit gambaran mengenai besarnya energi 1 Joule tersebut. Disamping perubahan secara kimia. terjadi umpamanya bila pengerjaan harus berlangsung pada suhu tertentu dan suhu ini harus dicapai dengan ja1an pemasukan atau pengeluaran ka1or.

contohnya hukum kekekalan masa dan momentum. 3. Tetapi suatu bahan apabila menerima sinar. Semakin tinggi suhu bahan tadi maka semakin tinggi pula energi ka1or yang disinarkan.menyimpan sejum1ah energi dalam yang ditandai dengan kuantitas yang lazim disebut muatan kalor bahan.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Semua bahan pada suhu mutlak tertentu akan menyinari sejumlah energi ka1or tertentu. Apabila api dinyalakan. Jadi da1am mempelajari perpindahan ka1or radiasi akan dilibatkan suatu fisik permukaan. Semua benda memancarkan ka1or. Bila diperhatikan misalnya jumlah energi kalor api unggun kayu yang ditumpukkan. semua ini . Hantaran. Terdapat dua teori yang berbeda untuk menerangkan bagaimana proses radiasi itu terjadi.T1). Ha1 yang penting dalam sistem yang terdiri dari air dan logam ialah adanya suatu perbedaan suhu yang nyata yaitu (T2. Karena suhu awal logam ialah T1 dan suhu air ialah T2. Pancaran. sebahagian akan dipantulkan.PERPINDAHAN PANAS Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak musnah yaitu seperti hukum asas yang lain. Proses radiasi adalah fenomena permukaan. Pancaran (Radiasi) Yang dimaksud dengan pancaran (radiasi) ia1ah perpindahan ka1or mela1ui gelombang dari suatu zat ke zat yang lain. 1. maka logam dikatakan lebih dingin daripada air. sering juga disebut radiasi. Apabila sejumlah energi ka1or menimpa suatu permukaan. dan sebagian akan menembusi bahan dan terus ke luar. dengan T2 >> T1. 2. Aliran. sering juga dinamakan radiasi. ini artinya kalor tidak hilang. Bila diperhatikan sebatang logam yang dicelupkan ke dalam suatu tangki yang berisi air kalor.1. Proses radiasi tidak terjadi pada bagian da1am bahan. Keadaan ini baru terbukti setelah suhu meningkat. Energi kalor ini mengalir jika terdapat suatu perbedaan suhu. energi terma yang tersimpan di dalam bahan tadi akan bertukar menjadi energi kalor yang dapat kita rasakan. Energi hanya berubah bentuk dari bentuk yang pertama ke bentuk yang ke dua. sering juga disebut konduksi. Kalor dapat diangkut dengan tiga macam cara yaitu: 1. sebahagian akan diserap ke da1am bahan. maka banyak ha1 yang boleh terjadi. Pada hakekatnya proses perpindahan ka1or radiasi terjadi dengan perantaraan foton dan juga gelombang elektromagnet.

Oleh karena suhu permukaan atas naik maka kalor akan berkonduksi dari permukaan atas ke permukaan bawah. Berbeda dengan proses konveksi. Keterlibatan suhu hanya terjadi jika terdapat dua permukaan yang mempunyai suhu yang berbeda. Jadi da1am masalah ini kita mengena1 satu faktor pandangan yang lazimnya dinamakan faktor bentuk. ada kalor yang dipantulkan dan ada kalor yang dipindahkan ke sekeliling. Dengan demikian. bahan yang di pindahkan dan dipantulkan ini dapat berbeda. setiap permukaan akan menyinarkan energi kalor secara radiasi jika permukaan itu bersuhu T dalam unit suhu mutlak. maka jumlah kalor akan disebarkan secara konveksi. Plat akan menyerap sebahagian energi matahari.PERPINDAHAN PANAS Bahan yang dianggap mempunyai ciri yang sempurna ada1ah jasad hitam. sifat terma permukaan bahan juga penting. sama seperti cahaya lampu. Gambar 1. Dalam hal ini. Lazimnya jika terdapat satu permukaan lain yang saling berhadapan. dan jika file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Perpindahan panas radiasi (a) pada permukaan. Dalam hal ini dua hal terjadi. Disamping itu. medan a1iran fluida disekeliling permukaan tidak penting.1. Suhu plat akan naik ke satu tahap tertentu. adaka1anya tidak semua sinar mengenai permukaan yang dituju. yang penting ialah sifat terma saja. permukaan bagian atas kini mempunyai suhu yang lebih tinggi dari suhu udara sekeliling. untuk memahami proses radiasi dari satu permukaan kita perlu memahami juga keadaan fisik permukaan bahan yang terlibat dengan proses radiasi yang berlaku. Da1am pada itu. (b) antara permukaan dan lingkungan Berdasarkan kepada keadaan terma permukaan. Tetapi energi kalor juga disebarkan secara radiasi. Proses radiasi tidak melibatkan perbedaan suhu. Dalam pada itu. Proses perpindahan kalor sering terjadi secara serentak.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Maka jumlah ka1or yang diterima dari satu sumber akan berbanding langsung sebahagiannya terhadap faktor bentuk ini. La1u dikenakan dengan sinar matahari. Misa1nya sekeping plat yang dicat hitam.

Kalor radiasi merambat lurus. Gambar 1.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM .2. Untuk perambatan itu tidak diperlukan medium (misalnya zat cair atau gas) 1. Sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Penghantar yang buruk disebut isolator. Sehingga perpindahan kalor secara hantaran/konduksi merupakan satu proses pendalaman karena proses perpindahan kalor ini hanya terjadi di dalam bahan. Selanjutnya juga penting untuk diketahui bahwa : 1. sehingga bentuknya dapat berubah. Bahan yang dapat menghantar ka1or dengan baik dinamakan konduktor. umpamanya seorang tukang hembus kaca dapat memegang suatu barang kaca. adalah dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuhu rendah. 2. yang beberapa cm lebih jauh dari tempat pegangan itu adalah demikian panasnya. Arah aliran energi kalor. Perpindahan panas konduksi dan difusi energi akibat aktivitas molekul Sudah diketahui bahwa tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya. Akan tetapi seorang pandai tempa harus memegang benda yang akan ditempa dengan sebuah tang.PERPINDAHAN PANAS permukaan pertama mempunyai suhu T1 mutlak sedangkan permukaan kedua mempunyai suhu T2 mutlak. maka permukaan tadi akan saling memindahkan kalor .2. Dengan demikian. Hantaran (Konduksi) Yang dimaksud dengan hantaran ialah pengangkutan kalor melalui satu jenis zat.

Untuk satu bahan berfasa padat molekulnya tersusun rapat. bahan yang dapat menghantar arus listrik dengan sempurna (logam) merupakan penghantar yang baik juga untuk kalor dan sebaliknya. maka bahan mempunyai kemampuan mengalirkan kalor dengan cepat. keadaan keseirnbangan termodinamik di dalam bahan akibat proses konduksi. Persoalan yang patut diajukan pada pengamatan ini ialah mengapa kadar alir energi kalor adalah berbeda. dan besi . Selanjutnya bila diandaikan sebatang besi atau sembarang jenis logam dan salah satu ujungnya diulurkan ke dalam nyala api. Aliran (Konveksi) Yang dimaksud dengan aliran ialah pengangkutan ka1or oleh gerak dari zat yang dipanaskan.PERPINDAHAN PANAS bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor ialah koefisien konduksi terma. Dapat diperhatikan bagaimana kalor dipindahkan dari ujung yang panas ke ujung yang dingin. bahan kimia unsur besi adalah lebih banyak. Untuk bahan isolator.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Lazimnya. 1. suhu permukaan bahan akan berbeda dari suhu sekelilingnya. Pada umumnya. Kini file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Jadi dalam proses ini struktur bagian dalam bahan kurang penting. dan udara yang terperangkat. Hal ini disebabkan karena susunan molekul dan juga atom di dalam setiap bahan adalah berbeda. Proses perpindahan ka1or secara aliran/konveksi merupakan satu fenomena permukaan. koefisien ini bernilai kecil. Molekul udara adalalah renggang seka1i. Proses konveksi hanya terjadi di permukaan bahan. Besi adalah besi. Apabila nilai koefisien ini tinggi. Bahan kayu terdiri dari gabungan bahan kimia seperti karbon.3. Moleku1 dan elektron merupakan alat pengangkut kalor di dalam bahan menurut proses perpindahan kalor konduksi. aliran elektron akan memainkan peranan penting . energi ini akan memindahkan sebahagian energi kepada molekul dan elektron yang membangun bahan tersebut. Kalaupun ada bahan asing. Tetapi dibandingkan dengan bahan padat seperti kayu. maka molekul besi adalah lebih rapat susunannya daripada molekul kayu. Dalam hal ini dikatakan suhu permukaan adalah T1 dan suhu udara sekeliling adalah T2 dengan Tl>T2. Dengan demikian dalam proses pengangkutan kalor di dalam bahan. uap air. berbeda dengan satu bahan berfasa gas seperti udara. Keadaan permukaan dan keadaan sekelilingnya serta kedudukan permukaan itu adalah yang utama. Apabila ujung batang logam tadi menerima energi kalor dari api.

Jadi masa fluida yang mempunyai energi terma yang lebih tinggi akan mempunyai momentum yang juga tinggi.PERPINDAHAN PANAS terdapat keadaan suhu tidak seimbang diantara bahan dengan sekelilingnya. Oleh karena konveksi hanya dapat terjadi melalui zat yang mengalir. Sebagai akibatnya terjadi sirkulasi. karena masa yang akan dipanaskan tidak sekaligus di bawa kesuhu yang sama tinggi. maka selama pengaliran fluida bersentuhan dengan permukaan bahan yang panas. Perpindahan panas konveksi. Malahan masa fluida menjadi berkurang karena kini fluida menerima energi kalor. maka bentuk pengangkutan ka1or ini hanya terdapat pada zat cair dan gas. (c) pendidihan. Gerakan fluida melibatkan kecepatan yang seterusnya akan menghasilkan aliran momentum. suhu fluida akan naik. (d) kondensasi Pada perpindahan kalor secara konveksi.3. Peningkatan momentum ini bukan disebabkan masanya akan bertambah. (b) konveksi alamiah. sehingga kalor akhimya tersebar pada seluruh zat. Perpindahan kalor dengan jalan aliran dalam industri kimia merupakan cara pengangkutan kalor yang paling banyak dipakai. energi kalor ini akan dipindahkan ke sekelilingnya dengan perantaraan aliran fluida. Gambar 1. Pada pemanasan zat ini terjadi aliran. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . (a) konveksi paksa. Oleh karena itu bagian yang paling banyak atau yang pertama dipanaskan memperoleh masa jenis yang lebih kecil daripada bagian masa yang lebih dingin. Oleh karena pengaliran fluida melibatkan pengangkutan masa.

masa ini juga akan naik ke atas permukaan meninggalkan tempat asalnya. Apabila perbedaan suhu .terjadi maka keadaan tidak stabil terma akan terjadi. Setelah masa ini juga menerima energi kalor dari permukan bahan yang kalor dasi. Dalam pengamatan proses perpindahan kalor konveksi.PERPINDAHAN PANAS Fluida yang panas karena menerima kalor dari permukaan bahan akan naik ke atas. Dalam kedua proses konduksi dan konveksi. Keadaan tidak stabil ini perlu diselesaikan melalui proses perpindahan kalor. artinya tidak ada pengaruh luar yang mendoromg fluida bergerak. Jika cepatan medan tetap. Proses ini akan berlangsung berulang-ulang. Kekosongan tempat masa bendalir yang telah naik itu diisi pula oleh masa fluida yang bersuhu rendah.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. maka proses perpindahan ka1or berlaku. Yang membedakan kedua proses ini adalah dari nilai koefisien h-nya. faktor yang paling penting yang menjadi penyebab dan pendorong proses tersebut adalah perbedaan suhu. bergantung pada nilai h. Nilai koefisien ini tergantung kepada banyak faktor. Sedangkan bila kecepatan medan dipengaruhi oleh unsur luar seperti kipas atau peniup. masalah yang utama terletak pada cara mencari metode penentuan nilai h dengan tepat. Kekosongan ini diisi pula oleh masa fluida bersuhu renah yang lain. Jumlah kalor yang dipindahkan. maka proses konveksi yang akan terjadi merupakan proses perpindahan kalor konveksi paksa.

k: § sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor § menunjukkan berapa sepat kalor mengalir dalam suatu bahan kkonduktor>kisolator Konduksi panas mengikuti Hukum Fourier yang dapat dinyatakan dengan persamaan yang berikut: atau: q = laju perpindahan panas dT/dx = gradien suhu ke arah perpindahan panas Dalam persamaan di atas Hukum Fourier telah dinyatakan dalam bentuk persamaan laju alir. Koefisien konduksi terma. yang bentuk umumnya adalah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Konduktor: bahan yang dapat menghantar kalor dengan baik.BAB II BAB II PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI Pada perpindahan panas secara konduksi. Arah aliran energi kalor dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuh rendah. kalor/panas mengalir tanpa disertai gerakan zat. Isolator: penghantar kalor yang buruk. Tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . tetapi melaui satu jenis zat.

yang besarnya tergantung pada temperatur zat itu. suhu hanya merupakan fungsi posisi dan akumulasi = 0. Biasanya perubahan k dapat diperkirakan cukup dengan fungsi liniar 2.BAB II Dengan demikian persamaan konduksi panas mendefinisikan tahanan terhadap konduksi panas k adalah konduktiviti panas suatu zat. Konduksi Keadaan Steady (Tunak) Persamaan neraca energi: Analisa satu dimensi arah sumbu x ditunjukkan sebagai berikut: Kuantitas energi panas adalah sebagai berikut: Energi masuk : Energi yang dibangkitkan : Perubahan energi dalam Energi keluar = Pada keadaan steady. distribusi suhu konstan.1. sehingga: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .

seperti dinding lapis rangkap. Digunakan R. hukum Fourier dapat diintegrasi: 2. tahanan termal/panas/kalor. Jika ketiga persamaan akan diselesaikan bersamaan.BAB II Untuk konduksi keadaan steady.1. analisisnya akan menjadi seperti berikut: Untuk gradien suhu seperti gambar di atas. maka aliran kalor dapat dituliskan: Analogi listrik dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang lebih rumit.1.Dinding Datar Sistem dengan lebih dari satu macam bahan. laju perpindahan panas: Aliran panas pada setiap bagian adalah sama. untuk menyatakan : file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .

Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan paralel: Jika suhu awal dan akhir kedua lapisan sama: 2.BAB II Sehingga: = penurunan suhu total melintas keseluruhan tebing Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan seri mempunyai analogi dengan arus listrik yang mengalir melalui beberapa tahanan listrik dalam rangkaian seri.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .1.2. Sistem Radial-Silinder Suatu silinder. dimana: r1= jari-jari dalam r0=jari-jari luar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.

A-3 Geankoplis. 1987: Khardbutter= 0. jika suhu permukaan luar tabung 297. Hitung panjang tabung yang diperlukan. Penyelesaian: Dari App.2-1 (Geankoplis. Panjang tabung untuk koil pendingin Tabung silinder berdinding tipis dari karet dengan ID 5 mm dan OD 20 mm digunakan sebagai koil pendingin. Air pendingin dalam tabung mengalir pada suhu 274.9 K. 1987).BAB II L=panjang Ti-To=beda suhu Laju perpindahan panas dapat ditentukan dari Hukum Fourier dengan penyesuaian rumus luas menjadi: Konsep tahanan termal dapat juga digunakan untuk dinding lapis rangkap seperti gambar di atas: Contoh 4.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .65 W panas harus dipindahkan dengan pendinginan ini.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.151 W/m.1 K. Sebanyak 14.

K Hitung panas yang hilang (dalam W) untuk 1 m2.762 . Panjang tabung yang diperlukan: Contoh 4.0433 kC= 0.005 m.151 W/m. Penyelesaian: T1 = 255.151 kB= 0. xC= 0. Nilai: kpine = 0.0433 W/m.7 mm kayu pine. Aliran panas melalui dinding isolasi ruang pendingin Ruang pendingin dilapisi dengan 12. xA= 0.1 K.02 m Ambil L= 1 m.K kconcrete = 0.2 mm concrete.1016 m . T4= 297. 1987).BAB II r1 = 5/100 = 0.3-1 (Geankoplis. r2 = 20/1000 = 0. dinding luar ke r1. Temperatur permukaan luar 255.K kcorkboard = 0.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . Tanda negatif menunjukkan bahwa arah aliran panas adalah dari r2. xB= 0. antara pine dan cork board: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.0762 m Tahanan masing-masing material: Dengan cara yang sama: Untuk menghitung temperatur T2.762 W/m.1 K.0127 m . 101. dan temperatur antara pine dan cork board.6 mm cork board dan lapisan terluar 76.4 K. kA= 0.4 K (ruang pendingin) dan permukaan luar concrete 297. dinding dalam.

Untuk pipa 0. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.63 W/m.0254 m dan OD = 0. Pipa dilapisi asbestos (B) sebagai isolasi setebal 0. Panas yang hilang b. T3=310. Temperatur permukaan dalam pipa 811 K dan permukaan luar isolasi 310.8 K Luas permukaan pada L=0.3-2 (Geankoplis.2433 W/ m. Temperatur antara pipa dengan isolasi Penyelesaian: T1= 811 K.305 m panjang. T2 = T antara. 1987).K.BAB II Contoh 4.305 m: Tahanan masing-masing: Laju perpindahan panas: Untuk menghitung temperatur T2: Hanya terjadi penurunan T yang kecil melintasi pipa. hitung: a.0254 m dengan k=0. karena nilai k yang tinggi.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .K dengan ID=0. Panas yang hilang dari isolasi pipa. Pipa stainless stell berdinding tipis (A) mempunyai k= 21.0508 m.8 K.

Fluks Kalor: Adalah laju perpindahan panas persatuan luas (q/A).BAB III BAB III PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI Perpindahan panas antara suatu permukaan padat dan suatu fluida berlangsung secara konveksi. maka berbagai tahanan panas yang tersangkut dapat dijumlahkan untuk memperoleh koefisien pindah panas keseluruhan U. Fluks kalor boleh didasarkan atas luas permukaan luar atau dalam pipa. Koefisien pindah panas permukaan h. Suhu arus rata-rata: Adalah suhu yang dicapai apabila keseluruhan fluida yang mengalir melalui penampang itu dikeluarkan lalu dicampur secara adiabatik.1) mendefinisikan tahanan panas terhadap konveksi.html (1 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . akan tetapi menyatakan besarnya laju pindah panas di daerah dekat pada permukaan itu. Konveksi panas dapat dihitung dengan persamaan pendinginan Newton: …(3.1) Persamaan (3. bukanlah suatu sifat zat. Persamaan perpindahan panas menjadi: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Koefisien perpindahan kalor menyeluruh: Jika terjadi konduksi dan konveksi secara berturutan.

maka U = Uo.BAB III Th= suhu fluida panas Tc=suhu fluida dingin Th – Tc = gaya dorong atau beda suhu lokal menyeluruh A = luas permukaan dalam/luar pipa U = koefisien pindah panas keseluruhan berdasarkan A = faktor proporsionalitas antara q/A dan •T Jika A = Ao. Koefisien perpindahan panas individual. h: Merupakan koefisien perpindahan panas untuk masing-masing fluida. koefisien yang didasarkan atas luas permukaan luar. T = suhu rata-rata lokal Tw= suhu dinding yang dalam kontak dengan fluida Nilai h bila diterapkan: § Untuk sisi panas (bagian dalam tabung) Th=suhu fluida panas Twh=suhu dinding panas § Untuk sisi dingin (bagian luar tabung) Tc=suhu fluida dingin file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. luas permukaan luar tabung.html (2 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .

pemanasan air dalam ketel. rasio antara diameter tabung terhadap tebal ekivalen lapisan laminar h k D X =koefisien konveksi =konduktivitas panas =diameter tabung =tebal lapisan film (lapisan batas laminar) Korelasi untuk menentukan nilai h dipengaruhi oleh: § § § § Sifat fisika fluida Jenis dan kecepatan aliran Perbedaan temperatur Geometri sistem Beberapa nilai h dapat dilihat pada Tabel 4. dengan bentuk umum: Nu = K Rep Prq Grr (L/d)s dimana K = bilangan tetap. dan perbedaan densitas akibat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.1-2 Geankoplis. Perpindahan panas konveksi dapat dikelompokkan kepada dua bahagian: 1. Konveksi bebas/alamiah § Contohnya adalah pemanasan aliran udara yang melalui radiator.BAB III Twc=suhu dinding dingin Koefisien pindah panas permukaan dapat diperkirakan dari fungsi-fungsi empiris. Nu = angka Nusselt.html (3 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . yang tersusun dari bilangan-bilangan tanpa dimensi. kekosongan tempat massa fluida yang telah naik diisi oleh massa fluida yang bersuhu rendah. § Aliran fluida terjadi akibat perbedaan densitas. § Fluida panas yang menerima panas akan naik ke atas. 1987.

Perbedaan temperatur antara bagian-bagian fluida menyebabkan perbedaan densiti dan karena itu timbul gerakan dan aliran dalam fluida. Konveksi paksa § Jika aliran fluida digerakkan oleh piranti mekanik seperti pompa dan pengaduk. salah satu di antaranya adalah bilangan Grashof.1. 2. Banyak penyelidikan telah dilakukan untuk menentukan koefisien pindah panas itu. Konveksi Alamiah Pada perbatasan suatu permukaan dan suatu fluida akan terjadi perpindahan panas secara konduksi dan konveksi. Jika berbagai hasil penyelidikan itu dikumpulkan. § Aliran/perpindahan panas tidak bergantung pada gradien densitas.BAB III adanya gradien suhu di dalam massa fluida itu. ternyata dapat diperoleh persamaan empiris dalam bilangan-bilangan tanpa dimensi. § Contohnya aliran kalor melalui pipa panas. maka sekitar permukaan akan terjadi konveksi secara alamiah. Aliran alamiah ini memperbesar perpindahan panas yang semula sampai tercapai keadaan yang tecap. Tanpa adanya aliran yang dipaksakan terhadap fluida. 3. Besarnya koefisien perpindahan panas harus didapat dari hasil percobaan. yang dibuat untuk menunjukkan sifatsifat konveksi bebas . Biasanya temperatur permukaan itu cukup tinggi untuk menimbulkan pula radiasi. Bentuk umum: Bilangan-bilangan tanpa dimensi itu adalah: Dimana: L =panjang pipa • =viskositas fluida ρ =densitas fluida g =percepatan gravitasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (4 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Cara perpindahan panas semacam ini disebut konveksi alamiah atau konveksi bebas.

yang didinginkan. menghadap ke atas. atau lempeng mendatar. Persamaan empiris dan nomogram itu dapat dipakai guna memperkirakan koefisien perpindahan panas untuk konveksi bebas. menghadap ke bawah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Karena terdapat berbagai persamaan dan nomogram. Untuk bidang tegaklurus dan silinder tegak lurus Aliran bergolak: Aliran berlapis: Untuk silinder mendatar Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. Bagaimana beraneka ragamnya persamaan-persamaan itu dapat dilihat dari contoh-contoh di bawah ini.BAB III Cp β hc k =kapasitas panas =koefisien ekspansi termal =koefisien konveksi =konduktivitas termal Hasil percobaan itu sering juga dinyatakan sebagai nomogram (alignment chart) atau grafik.html (5 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . maka haruslah dicari yang keadaan sistemnya sama dengan sistem yang sedang ditinjau.

Antara fluida di dalam pipa dan permukaan dinding pipa sebelah dalam. yaitu hambatan gesekan dan hambatan bentuk. Persamaan-persamaan empiris tentang koefisien pindah panas antara benda dan fluida hanya berlaku untuk benda dengan bentuk tertentu. yang seluruhnya diliputi oleh fluida itu. Pengaruh aliran ini juga terlihat pada perpindahan panas antara fluida dan benda-benda yang terendam. Perpindahan panas berlangsung secara radial terhadap pipa.2. konveksi dan radiasi. karena laju panas yang dipindahkan naik dengan adanya aliran atau pengadukan. Jika dalam alat dikehendaki pertukaran panas. Jika bilangan Reynolds bertambah besar.BAB III Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. Juga di sini pada waktu yang sama berlangsung perpindahan panas secara konduksi. kemudian panas menjalar secara konduksi melalui logam dinding pipa. menghadap ke atas: 3. yang didinginkan. Dalam hal ini radiasi biasanya terjadi pada permukaan luar yang berhubungan dengan lingkungan yang tetap temperaturnya. akan tetapi pengaruh hambatan gesekan makin lama makin berkurang dan hambatan bentuk lebih berpengaruh. Dalam bilangan Reynolds yang sangat rendah hanya hambatan gesekan yang berpengaruh. panas dipertukarkan secara konveksi. Konveksi Paksa Seperti telah diketahui fluida sekitar benda. sedang fluida yang lain mengalir dalam ruang anulus sebuah pipa yang lebih besar atau dalam ruang sebuah shell yang memuat banyak pipa. Perhitungan dilakukan dengan persamaan yang berikut: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. baik hambatan gesekan maupun hambatan bentuk berpengaruh. Seringkali salah satu fluida dalam sebuah penukar-panas mengalir dalam pipa. mengalami dua macam hambatan. maka perpindahan panas selalu terjadi secara konveksi paksa. menghadap ke bawah atau lempeng mendatar. Di luar pipa terjadi lagi konveksi.html (6 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .

baik dalam bentuk persamaan. sifat aliran.BAB III Kalau persamaan di atas diterapkan di satu tempat. Untuk menerapkan persamaan pindah panas pada satu alat. Begitu juga koefisien perpindahan panas keseluruhan harus dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas. karena temperatur fluida berbeda. dan haruslah ditemukan persamaan yang keadaan berlakunya sama dengan masalah yang dihadapi. Karena terjadi perpindahan panas. maka U adalah koefisien perpindahan panas keseluruhan setempat dan ∆T adalah selisih temperatur fluida di dalam pipa dan fluida di luar pipa di tempat itu. Dalam mencari persamaan-persamaan empiris itu harus diperhatikan sifat fluida. Begitu juga besarnya koefisien perpindahan panas konveksi akan berubah. Banyak buku yang memuat keterangan tentang koefisien pindah panas. Untuk konveksi dalam pipa sudah tentu persamaan empirisnya lain daripada untuk konveksi luar pipa. maka sepanjang pipa fluida yang panas berkurang temperaturnya dan fluida yang dingin naik temperaturnya. Biasanya selisih temperatur dirata-ratakan secara logaritma antara kedua ujung alat menjadi: (Selisih temperatur rata-rata logaritma) Dalam hal ini U dianggap tidak berubah banyak antara kedua ujung alat itu. maka dilakukan rata-rata dengan persamaan yang berikut: U dihitung dari jumlah tahanan panas keseluruhan. maupun dalam bentuk nomogram. Kalau U sangat berbeda di kedua tempat itu. Sebab untuk keadaan yang berlainan mungkin berlaku persamaan yang lain pula.html (7 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. sesuai dengan persoalannya. maka haruslah ada harga yang dirata-ratakan. Besarnya koefisien pindah panas secara konveksi diperkirakan dari persamaan-persamaan empiris. jenis perpindahan panas (pemanasan atau pendinginan). Luas permukaan perpindahan panas A. letak pipa dan lain sebagainya. Pada ujung keluar pipa itu akan terdapat selisih temperatur yang berbeda dengan pada ujung awal. harus dihitung sesuai dengan keadaan sistem.

suatu lapisan tipis fluida. Pada dasarnya rumus empiris untuk konveksi paksa meliputi benda mempunyai bentuk umum yang sama dengan rumus empiris untuk konveksi dalam pipa. maka tahanan terhadap perpindahan panas di 1apisan lebih besar daripada di daerah yang bergolak. biarpun agak berjauhan dari permukaan fluidanya mengalir secara bergolak. seluruh tahanan pindah panas dianggap berada dalam lapisan batas. yang keadaan alirannya berlapis. Karena itu dalam menggunakan persamaan empiris semua sifat fisis fluida dinilai sesuai dengan temperatur lapisan batas itu.html (8 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Selisih temperaturpun lebih besar. Karena itu untuk perhitungan-perhitungan. Pada dinding pipa yang kedua belah permukaannya terdapat fluida. Lapisan ini terutama timbul pada permukaan yang berhubungan dengan air. didapati dua lapisan batas itu. Persamaan empiris hanya memberikan cara untuk memperkirakan besarnya koefisien pindah panas. Untuk perhitungan selisih temperatur selalu diambil antara permukaan dan tengah-tengah aliran yang bergolak. Biarpun tipis lapisan itu merupakan tahanan tambahan terhadap perpindahan panas. Menurut teori "dua lapisan" pada permukaan yang berhubungan dengan fluida terdapat. Selama pemakaian pada permukaan itu akan tertentuk lapisan kotoran atau kerak. Tahanan panas konveksi digambarkan sebagai terpusat dalam lapisan batas fluida pada permukaan padat. arah perpindahan panas perlu terus diingat. Karena persamaan empiris itu dinyatakan dengan bilangan tanpa dimensi maka sistem satuan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. yaitu: Persamaan-persamaan itu dapat juga disajikan dalam bentuk grafik.BAB III Koefisien pindah panas sebuah alat penukar panas mengalami perubahan selama pemakaian. Sewaktu masih baru permukaan logam pipa-pipa itu bersih. Dalam menggunakan persamaan-persamaan itu. Karena keadaan dalam lapisan batas itu berlapis. sedang hd koefisien pindah panas untuk lapisan kotoran atau kerak. Besarnya tahanan karena pengotoran itu dapat dihitung dari persamaan yang berikut: di mana Ud adalah koefisien pindah panas keseluruhan untuk alat yang kotor dan untuk alat yang bersih.

BAB III

mana yang digunakan tidak menjadi soal, asalkan tetap hanya satu sistem satuan yang dipakai. Banyak data telah diperoleh dalam percobaan-percobaan untuk menentukan koefisien pindah panas h. Data dapat disajikan dalam grafik atau sebagai persamaan. Di bawah ini akan diberikan berbagai contoh persamaan empiris yang sering dijumpai dengan batas-batas berlakunya. Aliran laminar Untuk aliran berlapis (laminar) dalam pipa tegak atau datar, di mana konveksi bebas dapat diabaikan, berlaku persamaan: Re < 2100 Dimana: L =adalah panjang pipa di mana terjadi perpindahan panas; m. d =diameter pipa; m • =viskositas fluida pada suhu rata-rata; Pa.s b • w =viskositas fluida pada suhudinding; Pa.s =kapasitas panas; J/kg.K =koefisien perpindahan panas rata-rata =konduktivitas termal; W/m.K

Cp hc k

Faktor (•/• w) digunakan sebagai koreksi, jika viskositas fluida di dekat dinding dan di tengah pipa terlalu berbeda. Semua sifat fluida dihitung pada suhu rata-rata kecuali • w Untuk fluida masuk dan keluar pada T berbeda, T rata-rata secara aritmetik: Tw= suhu dinding Tbi= suhu fluida masuk Tbo=suhu fluida keluar Aliran turbulen Untuk aliran bergolak (turbulen) dalam pipa yang bersih berlaku persamaan:
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (9 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

hL

= koefisien konveksi didasarkan pada •Tm.

Beda suhu rata-rata logaritmik,LMTD, •Tm Merupakan selisih suhu rata-rata secara logaritma pada kedua ujung peralatan.

Bilangan Grashof tidak ada dalam persamaan di atas, karena nilai bilangan Reynolds terlalu tinggi untuk adanya pengaruh konveksi bebas. Sifat-sifat fluida harus dinilai pada temperatur rata-rata antara temperatur masuk dan keluar. Persamaan-persamaan empiris yang ada pada waktu ini belum mencakup semua keadaan yang dijumpai dalam praktek. Banyak hal yang tidak dapat di hitung koefisiep pindah panasnya. Dalam hal ini h harus diperkirakan dari data empiris, yang biasanya dalam buku-buku referensi diberikan sebagai batas-batas nilai. Data yang dilaporkan dalam buku maupun dalam majalah banyak berguna dalam memperkirakan koefisien pindah panas secara konveksi.

Nila h untuk udara, Ptotal= 1 atm, aliran turbulen Nilai h untuk air, T=4-105oC, aliran turbulen

Nilai h aliran fluida yang melintasi plat datar
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (10 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

Aliran laminar : Re < 3.105; Pr > 0,7

Aliran turbulen: Re > 3.105; Pr > 0,7

Nilai h untuk aliran melintasi bola Sebuah bola yang akan dipanaskan atau didinginkan oleh fluida yang mengalir tegak lurus terhadap sumber bola. 1 < Re < 70.000 0,6 < Pr < 400 Nilai h aliran udara yang mengalir tegak lurus terhadap silinder tunggal dan udara yang mengalir tegak lurus pada silinder, digunakan: Nilai K dan n diperoleh dari daftar berikut: Re n 1-4 0,33 4-40 0,385 40-4000 0,466 4000-40000 0,618 40000-250000 0,805

K 0,891 0,821 0,615 0,174 0,0239

Nu 0,891-1,42 1,4 – 3,4 3,43 – 29,6 29,5 – 121 121 - 529

3.3. Gabungan Konduksi dan Konveksi Terdapat dua jenis fluida pada kedua sisi permukaan padatan. T1 = suhu fluida panas T2 = suhu fluida dingin

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (11 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas. U. sesuai dengan persoalannya.K Laju perpindahan panas (gambar b): A1 = 2p.r1 = luas permukaan dalam tabung Aalm = luas permukaan rata-rata tabung Ao = luas permukaan luar tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.L. gabungan konduksi dan konveksi.BAB III Laju perpindahan panas (gambar a): Koefisien perpindahan panas menyeluruh.html (12 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . U dalam W/m2.

BAB III Contoh 4.4 mm dan kecepatan 7. Pemanasan udara dalam aliran turbulen.10-5 Pa.5-1. Fluks panas (q/A) Penyelesaian: Dari App.686 Pada 488. Udara pada 206. Karena koefisien konveksi steam besar sedangkan tahanan dinding pipa sangat kecil. Hitung : a.s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.8 kPa dan temperatur rata-rata 477.7 K.s k = 0. mw = 2.6 K: mb = 2.6 K akan dipanaskan melalui pipa dengan ID 25. (Geankoplis.html (13 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .03894 W/m Pr = 0. dianggap temperatur dinding pipa yang kontak dengan udara juga 488. b.62 m/dt.64.10-5 Pa. udara pada 477. 1987).3. Geankoplis 1987. Sebagai media pemanas digunakan steam pada 488.6. A.7 K.7 K diluar pipa. Koefisien perpindahan panas untuk L/D > 60.

pipa baja pada temperatur rata-rata 65.K µ = 4.32. Hitung U.0266 m dan OD = 0. 1987).2 : NPr = 2. Hitung hi untuk air didalam pipa.10-5 kg/m. A-5 (Geankoplis.8 oC diluar dinding pipa. c.44 m/dt. a.6 oC dari App.BAB III mb = 2.html (14 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .72 r = 0.6 oC dan kecepatan 2. Air pada T = 65. b.S file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Koefisien sisi uap diperkirakan ho = 10500 W/m2.305 m pipa.98 (1000) = 980 kg/m3 k = 0.6.633 W/m. Air mengalir melalui pipa horizontal 1” sch 40.s = 2.dt (a) Aliran turbulen: (b) Contoh soal 4.10-5 Pa. Hitung q untuk 0.K. A. Pemanasan air menggunakan steam dan penyelesaian dengan trial and error.10-4 Pa.0334 m.5-2 (Geankoplis. Air akan dipanaskan dengan steam pada 107. didasarkan atas permukaan dalam pipa. koefisien perpindahan panas keseluruhan.6. 1987): 1” sch 40 : ID= 0. Penyelesaian: Dari App.

•w.10-4.53.K Tahanan menjadi: Penurunan temperatur melalui lapisan air: =16.10-4 Pa.56.81. diambil 80 oC = Tw. Tetapi efeknya terhadap hi cukup kecil dan dapat diabaikan.305 m K untuk baja adalah 45 W/m.56.BAB III TRIAL I Temperatur dinding pipa diperlukan.html (15 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .s Nre air pada temperatur rata-rata: (b) Untuk L=0. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Sifat fisika yang berubah adalah mw jika dilakukan Trial II yaitu mw.1oC Sehingga Tw=65.1=81.80oC= 3.7oC=3. sehingga tidak diperlukan trial ke-2.7oC Ini sangat dekat dengan nilai Trial I yaitu 80oC.8 oC.10-4 menjadi mw. dan diasumsikan berada diantara 65.80oC = 3.6oC dan 107.5+16.

Berapa tebal lapisan asbes. dan penurunan temperatur minyak bumi besarnya 0. Pipa ini hendak diinsulasi dengan lapisan asbes. Suatu aliran minyak bumi. Perpindahan panas mengikuti persaman: Dimana: = tahanan panas konveksi dalam pipa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (16 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . yang terpasang dalam udara terbuka.BAB III (c) Soal latihan. sebanyak 1 kg/detik. Analisa Keadaan masalah digambarkan pada sketsa berikut. Arah perpindahan panas adalah radial. 40. agar temperatur permukaan asbes dapat mencapai 50oC.1 oC/m panjang pipa. dipanaskan dalam tungku dan keluar tungku pada temperatur 300oC melalui pipa baja 4 inci sch.

K r(lembab) = 1. ialah: Baja (300 oC) = 43 W/m.97.07 kJ/kg.107 kg/m3 Cp (lembab) = 1.html (17 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .BAB III = tahanan konduksi panas melalui pipa = tahanan konduksi panas melalui asbes = tahanan panas konveksi bebas dalam udara Untuk menghitung besarnya tahanan panas.K µ(lembab) = 19.K r (100 oC) = 890 kg/m3 Cp (100 oC) = 1. Untuk perhitungan pertama tahanan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.02 mm Luas permukaan = 0.6 mW/m. 40 mempunyai ukuran sbb: ID = 102 mm OD = 114 mm Tebal dinding = 6.detik/m2 Tf diambil 35 oC = 308 K β= koefisien ekspansi termal = 1/Tf = 1/308 Keterangan tentang minyak bumi: K = 0.178 W/m. perlu dikumpulkan keterangan dan data dari pustaka sbb: Pipa 4” sch.K Keterangan tentang udara: K (kering) = 26.27.0 N.10-3 N.358 m2/m Harga konduktivitas panas.K Asbes (100 oC) = 0. k.138 W/m.103 J/kg.detik/m2 Pada permukaan luar insulasi asbes terjadi konveksi bebas.K µ (100 oC) = 0.

Besaran ini terdapat dalam tahanan panas R. Q diperoleh dari penurunan temperatur minyak bumi sebesar G. karena temperatur permukaan diketahui yaitu 50 oC.BAB III konveksi bebas tidak perlu diikut sertakan.Cp.102 m m= 0.1 oC ∆T diperoleh dari selisih temperatur keseluruhan 300 – 50 = 250 oC Dari keempat tahanan panas R1 dan R2 dapat dihitung.det/m2 Dipakai persamaan berikut Nre = 46. G = 1 kg/dt D = 0.27 . maka bilangan Reynold harus dihitung. Untuk minyak bumi perhitungan adalah sebagai berikut.pipa. Substitusi harga besaran-besaran di atas ke dalam persamaan perpindahan panas.html (18 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Rencana: Persaman pokok untuk perpindahan panas adalah: Yang ditanyakan adalah tebal insulasi.200 Tahanan konduksi melalui dinding pipa: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. 10-3 N. memberikan harga untuk R3. yang kemudian menghasilkan tebal insulasi. ∆T = 0. Penyelesaian: Untuk dapat memilih persamaan empiris untuk menghitung h. R4 untuk sementara tidak diperlukan. ∆T Watt/m. Jadi q dan ∆T harus diketahui terlebih dahulu. karena semua keterangan diketahui.

Pr < 109 .178 W/m.7 d d = 0.27=0.114 + d) = 0. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.525 (Gr.0004+R3 d= 0. Kalau dimisalkan temperatur udara 20 oC.08 + 0. sehingga dipakai persamaan Nu = 0.7 (0.BAB III Kp=43 W/m.08/0.3 = 0.0109+0.Pr)1/4 Menurut perhitungan ini temperatur permukaan insulasi besarnya = 20 + 33 = 53 oC. maka temperatur lapisan batas udara Tf pada permukaan insulasi dapat diambil Tf = ½ (50+20) = 35 oC Perhitungan tahanan konveksi bebas: b= 0.html (19 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . 0.647 m Berlaku 103 < Gr.K Laju perpindahan panas permeter pipa: R = R1 + R2 + R3 1.K Tahanan konduksi melalui insulasi: ka= 0.114 + (2.647 m Penilaian: Hasil perhitungan diatas perlu diperiksa dengan tahanan konveksi bebas.267) = 0.267 m d ins = 0.

U dihitung dengan menghitung masing-masing tahanan panas dan menjumlahkannya. •Tm dapat dihitung dari kenaikan temperatur ini dan laju alirnya. berdasarkan anggapan semua energi gas diserap oleh air. Jika ada faktor yang tidak dapat dihitung.14. yang berarti insulasi harus dipertebal. Setiap pipa berada dalam pipa tembaga yang lain dengan ukuran 1. U 4. Gas berada dalam pipa tembaga ukuran 1” dengan dinding BWG no. harus diadakan perhitungan tebal insulasi lagi.0 . Gas masuk dengan kecepatan 5. Air mengalir berlawanan arah dengan gas dan masuk pada 25 oC. hendak didinginkan menjadi 40 oC. Berapakah banyaknya dan panjang pipa yang diperlukan?. Untuk mempertahankannya pada 50 oC. Kalau temperatur udara bukan 20 oC. akan tetapi lebih tinggi maka temperatur permukaan insulasi akan lebih tinggi dari 50 oC.html (20 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Analisa: s Perhitungan dilakukan dengan persamaan s s Banyaknya pipa terdapat adlam luas permukaan A Faktor lain harus dihitung.5” dan dinding BWG no. Hitung laju perpindahan panas q 2.10-3 m3/detik. Hitung selisih temperatur rata-rata •Tm 3. lakukan trial (cobacoba). Q dapat dihitung dari laju alir dan penurunan temperatur gas CO2. Hitung koefisien perpindahan panas keseluruhan. Hitung luas permukaan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. s s s Rencana: 1.16.7 m/detik.3 m/detik. pada tekanan mutlak 2 bar dan temperatur 60 oC. Air mengalir melalui ruang anulus antara kedua pipa dengan kecepatan 0. Soal Latihan Gas karbondioksida kering sebanyak 8.BAB III Perbedaan sebesar 3 oC atau lebih kurang 6% masih baik untuk perhitungan rancangan seperti ini.

1.415 cm3/mol = 22.013 bar V1 = 22.415 m3/kgmol T1 = 273. 60 oC: Pada kondisi standar: P1 = 1 atm = 1.15 K N1 = 1 kgmol Kondisi 2: P2 = 2 bar V2 = 1 m3/n2 kgmol T2 = 273+60 = 333 K N2 = kgmol Cp CO2 diperhitungkan pada temperatur rata-rata = ½ (60+40) = 50 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Gas CO2 dianggap gas ideal. Laju perpindahan panas Berat 1 m3 gas pada 2 bar.BAB III Penyelesaian: Semua keterangan didapat dari lampiran atau pustaka.html (21 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .

8 .208 Btu/lb.10-3 (874) (60-40) = 445 J/dt 2.7 m/dt tiap pipa dapat mengalirkan: 3. 10-4) (0.4.1.5” : Luas penampang luar pipa 1” : Luas penampang anulus : 9.10-4 m3/dt Jadi diperlukan pipa sebanyak: Luas total penampang anulus menjadi 4 (3.BAB III Dengan interpolasi didapat harga = 0.96. 10-4 m2. oC Berat keseluruhan gas: Jadi panas yang dipindahkan: Q = 25.03.8 .96 .10-4) = 15.K Kenaikan temperatur air ialah: Temperatur keluar air menjadi 25.07.7) = 20. Banyaknya air yang mengalir: (15.53 .10-4 (5.3) (1000) = 0.22 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (22 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .474 kg/detik Cp(25 oC) air = 4180 J/kg.oF = 874 J/kg.10-4 – 5. Selisih temperatur Luas penampang dalam pipa 1.10-4 m2 Luas penampang dalam pipa 1” : Dengan kecepatan 5.10-4 = 3.

967.10-4 m2 Diameter anulus = diameter setara de = 4 x faktor bentuk S Untuk perpindahan panas De=4(0.10-2 m m25 oC = 0.oC µ= 1.0182 W/m.0.10-5 N/dt.10-3 N.oF.6. untuk L/d = 60 (perkiraan) terbaca dari grafik untuk absis Nre = 6300: Untuk air didapat keterangan: d=de=2.10-3 N.ft/ft2.K Cp=874 J/kg. selalu perlu diketahui apakah aliran laminar atau turbulen.606 W/m.180 J/kg.0105(1.10-2 m k= 0. Sehingga Nre harus dihitung.105 BTU.10-2)meter=2.dtk/m2 Cp = 4.K m = 0. Untuk CO2: k=0.967.5. Koefisien perpindahan panas Untuk dapat memilih persamaan empiris yang akan digunakan.html (23 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.73)=0.m2 Untuk aliran air: Luas penampang anulus = 3.dtk/m2 Persamaan yang akan digunakan: Dengan menggunakan grafik.96.jam=0.BAB III 3.

1587 m2 Luas permukaan pipa: 0. karena temperatur pipa diperkirakan hampir sama dengan temperatur air.html (24 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Untuk pipa tembaga: Keliling pipa 1” rata-rata: Tahanan dinding pipa permeter pipa: Tahanan keseluruhan : Tahanan dinding pipa: Tahanan air: Tahanan gas: A=0.080 m2/m Panjang pipa yang diperlukan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.BAB III Faktor diperkirakan mendekati 1.

Sa1ah satu a1at penukar ka1or yang sederhana terdiri dari pipa panjang di da1am suatu pipa kedua. Alat penukar kalor berdasarkan fungsinya dapat digolongkan pada beberapa nama: 1. Exchanger: Memanfaatkan perpindahan kalor diantara dua fluida proses (steam dan air pendingin tidak termasuk sebagai fluida proses. Kemudian di estimasi koefisien perpindahan kalor diantara kedua a1iran.html (1 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Pada kebanyakan sistem kedua fluida ini tidak mengalami kontak langsung. Ana1isa dan desain yang dilakukan digunakan untuk mengaplikasikan secara praktis prinsip-prinsip dasar yang sudah dibahas sebelumnya. Kontak langsung a1at penukar ka1or terjadi sebagai contoh pada gas kalor yang terfluidisasi da1am cairan dingin untuk meningkatkan temperatur cairan atau mendinginkan gas. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Pada industri-industri kimia. Kalor akan bertukar diantara fluida di da1am dan di luar pipa yaitu yang berada pada daerah anulus. Lazimnya a1at penukar ka1or adalah sistim yang digunakan penukaran ka1or diantara dua fluida yang dibatasi oleh dinding pemisah. maka kita perlu membincangkan tentang atat penukar ka1or yang bersesuaian dengan material yang akan kita pindahkan.BAB IV BAB IV ALAT PENUKAR KALOR Apabila kita berhubungan dengan dua macam zat cair atau gas di da1am proses yang akan saling bertukar ka1ornya. a1at penukar ka1or biasanya digunakan untuk pemanasan dan pendinginan proses serta a1iran produk. tetapi merupakan utilitas).

in Diameter dalam. 3. 6. Vaporizer: Berfungsi memekatkan cairan selain dari air. antara dinding pipa da1am dan dinding pipa luar. Evaporator: Berfungsi memekatkan suatu larutan dengan cara menguapkan airnya. Heater: Berfungsi memanaskan fluida proses. in file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Alat ini digunakan da1am industri ska1a kecil. Steam biasanya digunakan sebagai media pemanas. Beberapa jenis a1at penukar ka1or yang banyak dipakai akan dibahas berikut ini. Boiler : Berfungsi untuk membangkitkan uap. yang dibungkus oleh pipa yang lebih besar). 8. Penukar ka1or pipa ganda (double pipe heat exchanger) Adalah a1at perpindahan ka1or yang terdiri dari dua pipa konsentris (pipa kecil sebagai sentra1. Cooler: Berfungsi mendinginkan fluida proses. 4. Reboiler : Berfungsi sebagai pensup1ai kalor yang diperlukan bottom produk pada distilasi. 5. 7. Pipa ganda ini terdiri dari beberapa bagian: s s s s Gland (sambungan) Return head Return bend Tee Ukuran standar yang biasa terdapat pada Penukar ka1or pipa ganda: Diameter luar. dan sebagai bahan pemanas a1at ini menggunakan steam. dan umumnya digunakan da1am ska1a laboratorium. Dimana satu fluida menga1ir lewat pipa da1am sedangkan fluida yang lain menga1ir lewat anutus. Condenser: Berfungsi untuk mengembunkan uap atau menyerap ka1or laten penguapan.BAB IV 2.1. dan sebagai bahan pendingin digunakan air. Alat penukar ka1or pipa a.html (2 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . 4.

untuk berubah arah beberapa ka1i. Kadang-kadang medium yang akan didinginkan dibawa mela1ui pipa dan medium yang akan dipanaskan dibawa seke1i1ing pipa. Penukar kalor pipa-tabung (shell and tube heat exchanger) Pada Gambar 4. dan sebagainya. Seluruh alat terdiri dari seberkas pipa yang dipasang diantara plat pipa. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Untuk luas per1ukan perpindahan kalor antara 100-200 ft2 digunakan penukar kalor jenis pipa ganda. Gambar 4.html (3 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . terdapatnya kotoran padatan. Kesemuanya dibedakan berdasarkan jalur pemasukan dan pengeluaran bahan yang akan dipanaskan atau didinginkan. Dinding ba1ik vertikal di sekitar pipa.1 terlihat suatu sketsa secara bagan dari jenis penukar ka1or ini. memaksa medium yang mengalir di sekeliling pipa. Untuk menyangga beda muai antara pipa dan mantel. viskositas.1 memperlihatkan beberapa penyelesaian yang mungkin di1akukan. Adakalanya hal yang sebaliknya berlaku. akan tetapi dengan demikian dapat pula memperbesar kecepatan aliran. yang dapat lebih memperlancar lagi pertukaran kalor.BAB IV 2 2½ 3 4 1¼ 1¼ 2 3 b. Dengan demikian dapat dicegah sudut mati dalam aparat. Pilihan ini bergantung kepada berbagai keadaan yaitu sifat ada media (cair atau gas). terdapat berbagai macam sistem.

Untuk itu lebih sesuai digunakan penukar kalor pipa tabung. titik tempat terjadinya kebocoran semakin banyak. dan karena banyaknya sambungan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Industri ska1a besar memerlukan alat perpindahan kalor dengan luas perpindahan kalor yang besar.1.html (4 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .BAB IV Gambar 4. Penukar kalor pipa tabung (shell and tube heat exchanger) Sedangkan untuk luas lebih besar dari 200 ft2 pemakaian pipa ganda akan memerlukan tempat yang luas.

(Gambar 4. Biasanya a1at ini digunakan terutama pada industri makanan dan minuman karena alat ini mudah dibersihkan dan diperiksa kembali. Mempunyai bentuk yang baik untuk operasi bertekanan.2. 4.3.html (5 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Dapat dikonstruksi dari sejumlah besar material.2. Mudah dibersihkan. Penukar ka1or pendingin udara Pemakaian alat ini adalah apabi1a air pendingin yang digunakan terbatas. Penukar kalor pe1at Alat penukar ka1or ini terdiri dari beberapa pelat yang tersusun di da1am bingkai yang besar.BAB IV Keuntungan dari tipe ini: s s s s s Konfigurasi alat ini memberikan luas permukaan yang besar dalam volume yang kecil.3) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. sehingga udara digunakan sebagai pcndingin. 4. Zat yang satu menga1ir mela1ui rusuk-rusuk diantara kedua pelat sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4. Menggunakan teknik fabrikasi yang sudah baik.

BAB IV Gambar 4.2.html (6 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Penukar kalor pelat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.

RD (hitung) UC = dot faktor = koefisien perpindahan ka1or dalam keadaan bersih. Dot faktor (tahanan kotoran) Tahanan kotoran adalah kotoran (kerak) yang terbentuk selama penukar kalor dioperasikan dan akan menyebabkan koefisien perpindahan kalor menjadi berkurang.BAB IV Gambar 4.3. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.html (7 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Penukar kalor pendingin udara Masalah utama da1am perancangan alat perpindahan ka1or adalah: 1.

5-2 psi Untuk a1iran liquida (cairan).html (8 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Analisa-analisa kedua kasus ini agak berbeda.. Kern. W merupakan laju alira masa (mass file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. yang dihitung bila kedua permukaan pipa tidak dibersihkan. Nilai RD (hitung) harus 1ebih besar dari RD (ketentuan).1) dQh =(wCp)C. 2. Harga ini merupakan batas tahanan yang maksimum. ∆P antara 0. 4. A1iran searah ini di sebut cocurrent flow dan a1iran berlawanan disebut countercurrent flow. Tabel 12. dimana setelah itu kalor yang diijinkan menjadi 1ebih kecil dari yang dibutuhkan.(4. 1965).4.BAB IV UD = koefisien perpindahan kalor dalam keadaan kotor RD(ketentuan) = dot faktor maksimum. maka harga RD=O.001 (ketentuan.125% RD(ketentuan). Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda Pada Alat Penukar Kalor Pipa Ganda aliran di da1am pipa dapat berupa aliran searah sepanjang pipa maupun aliran berlawanan. dalam batas-batas yang diizinkan yaitu: s s Untuk aliran uap dan gas. sebagai berikut: . Kita mulai dengan kesetimbangan kalor pada aliran dingin. Bila dimisa1kan fluida yang 1ewat ada1ah fluida organik. •P antara 5-10 psi..dTC = CCdTC dimana C = wCp Pada pernyataan ini dQh adalah kadar diferensial dimana kalor dipindahkan ke fluida dingin dari fluida panas melewati bagian diferensia1 dari penukar kalor. Penurunan tekanan Terjadi dalam masing-masing aliran. Berkisar antara 100% .

1) dan (4..(4. dQh = -(wCp)HdTH = -CHdTH .1) dan (4.(4.2) dapat ditu1is: dan Substitusi persamaan (4. Jika tidak ada kehilangan panas dari penukar kalor. Untuk kesetimbangan panas keseluruhan. dan tahanan konduksi dihubungkan dengan dinding pipa itu sendiri.6) ada1ah diferensial.2) Kalor dipindahkan dari saluran panas ke aliran dingin melewati susunan tahanan termal... dan bukan kapasitas kalor molar. adalah: dQh = U.7) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.2) dipero1eh: …(4... maka kesetimbangan untuk aliran panas hampir sama dengan aliran dingin.(TH -TC) . U.. Terdapat tahanan konveksi pada permukaan pipa yang memisahkan dua aliran. Pendefinisian U meliputi pemilihan apakah kita menggunakan permukaan da1am atau permukaan 1uar dari pipa dalam untuk mendefinisikan dA.5) . dan diperoleh: .(4. Kita sekarang mendefinisikan perbedaan temperatur diantara bagian panas dan dingin sebagai: d(TH-TC)=d(•T) Dari persamaan (4.html (9 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .4) …(4..BAB IV f1ow rate) dan Cp adalah kapasitas kalor persatuan masa.. Tahanan-tahanan seri ini ditambahkan dan didefinisikan bahwa koefisien perpindahan kalor keseluruhan. panas yang hi1ang disamakan dengan f1uida panas untuk dibandingkan dengan fluida dingin.3) Dimana dA adalah luas pem1ukaan diferensia1 yang memisahkan kedua aliran.6) Kesetimbangan panas persamaan (4.dA. berlaku untuk setiap titik disepanjang aksis penukar ka1or.(4.

(4. Untuk aliran counter current diperoleh hasil yang sama..html (10 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .12) Da1am persamaan (4.9) Persamaan diferensial untuk dT dapat diintegrasikan jika diasumsikan bahwa v ada1ah konstan disepanjang pipa. Selanjutnya diberikan dua contoh Untuk membedakan operasi cocurrent dengan counter current. dengan sedikit perubahan tanda.(4... sedangkan ∆T adalah perbedaan temperatur lokal diantara a1iran panas dan dingin..8 ) dapat ditulis menjadi: ..BAB IV Sehingga persamaan (4.(4. sehingga diperoleh: …(4..(4.13) Hasil ini sama dengan definisi yang sudah diutarakan pada ana1isa a1at penukar ka1or sebelumnya pada suatu penukar kalor single-tube. Diasumsikan bahwa koefisien keseluruhan U diketahui dan tidak tergantung pada arah aliran untuk bentuk geometri dan laju alir kedua aliran yang ditentukan.12) kita mendefmisikan apa yang disebut log-mean temperature difference (LMTD. dengan hasil: .. temperatur rata-rata logaritmik) sebagai: . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.8) ∆T1 dan •T2 adalah perbedaan temperatur diantara kedua aliran pada ujung penukar panas. Persamaan ( 4.6) dapat ditulis sebagai: Dimana: ..11) Jika persamaan-persamaan ini diatur kemba1i dapat diselesaikan laju perpindahan panas keseluruhan.

Tetesan-tetesan bergabung sehingga membesar dan mengalir ke bawah tabung karena pengaruh gaya gravitasi.1.html (1 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . s Perpindahan kalor dari uap yang mengembun (kondensasi) Uap kondensasi mungkin terdiri dari sati zat saja. Sangat tidak stabil dan sangat sukar dipertahankan sehingga metode ini jarang dipakai. pada suhu tetap atau hampir tetap. sehingga kondensasi itu dapat dikatakan merupakan proses tekanan tetap. Suhu kondensasi hanya bergantung pada tekanan sehingga proses kondensasi zat murni merupakan proses isotermal. mungkin berupa campuran zat mampu kondensasi dan zat tak mampu kondensasi. Kondensasi tetes (dropwise condensation) s Kondensat mula-mula membentuk inti nukleasi (tetesan).BAB 5 BAB V PERPINDAHAN KALOR DISERTAI PERUBAHAN FASA Perubahan fasa mencakup: Penambahan atau pengurangan energi termal dalam jumlag yang agak banyak. atau campuran dua zat mampu kondensasi atau lebih. s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Rugi-rugi gesekan di dalam kondenser biasanya cukup kecil. 5. s s Uap dapat mengembun menurut salah satu dari dua cara berikut: 1.

html (2 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . selama aliran kondensat di dalam film itu laminar. Tabung Vertikal = koefisien lokal = konduktivitas termal untuk kondensat film = tebal film Koefisien rata-rata untuk tabung vertikal. Koefisien untuk kondensasi film Asumsi: s Satu-satunya tahanan terhadap aliran kalor adalah yang disebabkan oleh lapisan kondensat yang mengalir ke bawah dalam aliran laminar karena pengaruh gaya gravitasi.1. Suhu dinding dan suhu uap konstan. ialah: …(5. Kondensat meninggalkan tabung pada suhu kondensasi. gliserin.BAB 5 s Terjadinya bergantung pada sifat zat cair.1) Dimana: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. 2. 5. Kecepatan zat air pada dinding adalah nol. nitrobenzen. s s s 1. Contoh: logam cair. Kondensasi film (film-type condensation) § Lebih sering terjadi § Kondensat cair itu membentuk film atau suatu lapisan sinambung yang lalu mengalir di atas permukaan tabung karena pengaruh gaya gravitasi.1.

html (3 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . Tabung Horizontal …(5. Suhu rujukan untuk menentukan mf. kf : …(5. rf.3) untuk tabung vertikal diturunkan dengan pengandaian bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.1) dan (5. Persamaan (5.2) Dimana Tf = suhu rujukan Th = suhu uap yang kondensasi Tw = suhu permukaan luar dinding tabung Bentuk ekivalen persamaan (5.5) Dimana: Γ= pembebanan kondensat persatuan panjang tabung. lb/ft.BAB 5 mf. kf = viskositas. alir an film kondensat itu dapat dikatakan selalu laminar. densitas. rf. g = percepatan gravitasi.1) dengan yang dieliminasi: 2. = pembebanan kondenat pada dasar tabung (lb/ft.jam). konduktivitas lapisan film. Catatan: 1. Pada tabung horizontal. N = jumlah tabung dalam susunan.4) …(5.

13. a.108 ft/jam2 L = 5 ft Suhu kondensi Th adalah 270 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Berapakah laju kondensasi klorobenzen dan pembebanan kondensat.3) berlaku. Panjang tabung 5 ft. Air pendingin dengan suhu rata-rata 175 oF mengalir di dalam tabung.1) an (5. koefisien pada persamaan (5. (Mc Cabe.ft2. Maka untuk perhitungan praktis. baga vertikal dengan diameter ¾ in 16 BWG.1.3) dibuat masing-masing 1. Besaran dalam persamaan (5. jika jumlah tabung rata-rata dalam susunan vertikal adalah 6. Bila kecepatan fase uap di dalam kondenser itu cukup besar. Abaikan faktor pengotoran dan tahanan dinding tabung. Karena itu diperlukan perhitungan coba-coba (trial and error). seret uap itu juga dapat menimbulkan keturbulenan pada lapisan kondensat sehingga koefisien film kondensasi menjadi jauh lebih besar. Penyelesaian: Persamaan (5.html (4 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .3) yang dapat langsung ditentukan adalah: l= 139 BTU/lb g = 4.BAB 5 aliran kondensat itu laminar.oF. Kalor laten kondensasi klorobenzen adalah 139. yaitu koefisien film kondensat. suhu dinding Tw harus ditaksir dari h.2). Berapakah koefisien itu dalam kondenser horizontal yang mempunyai tabung sebanyak itu juga. 2. Jika koefisien sisi air adalah 400 BTU/jam.76 dan 1. tetapi sifat-sifat kondensat harus dievaluasi pada suhu rujukan Tf. dkk 1985) Pada sebuah kondensor selongsong dan tabung (Shell and Tube) yang menggunakan tabung te.7 BTU/lb. Contoh 13. Dalam menghitung Tf. yang diberikan oleh persamaan (5. b.17. klorobenzene mengkondensasi pada tekanan atmosfer di dalam selongsongnya.

4 lb/ft3 kf = 0. I.75/12 = 0. dari persamaan (5. 10 Mc Cabe dkk. 1985) (lamp. 1985) Taksiran pertama h.0625 ft Suhu dinding : Tw=175+33 = 208 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. oF Viskositas film itu adalah: mf = 0.2) ialah: Tf = 27.html (5 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .726 lb/ft. dengan menggunakan koefisien 1.¾ (270 – 205) = 221 oF Densitas dan konduktivitas termal zat cair hanya mengalami perubahan kecil dengan suhu sehingga dianggap tetap pada nilai-nilai berikut: rf = 65.083 BTU/ft.3 (2.BAB 5 Suhu dinding Tw tentulah berada diantara 175 dan 270 oF.jam (lamp.42) = 0. 13 Mc Cabe dkk.13 sebagaimana disarankan: Suhu dinding didapatkan dari persamaan : Do=0. Dianggap Tw = 205 oF Penurunan suhu ∆T = 270 – 205 = 65 oF Suhu rujukan.jam.

BAB 5 Nilai ini cukup dekat dengan taksiran 205 oF sehingga perhitungan selanjutnya tidak diperlukan lagi. mT = laju kondensasi total. Luas permukaan luar setiap tabung ialah: Ao = 0.oF Selanjutnya diperiksa apakah aliran itu laminar seluruhnya. Pembebanan kondensat: dan b.28 (2.9815 ft2 Laju perpindahan kalor menyeluruh menjadi: = 179 (0.5) Koefisien untuk klorobenzen mungkin lebih besar dari bagian (a) sehingga suhu dinding Tw sekarang diperkirakan 215 oF.jam file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.9815) (270 – 208) = 10.0625 ft mf = 0. Untuk kondensor horizontal digunakan pers. (5.jam. N=6 •To = 270 – 215 = 55 oF Do = 0.html (6 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .68 lb/ft.42) = 0.893 Btu/jam.1963 (5) = 0. Koefisien h = 179 Btu/ft2.

BAB 5

Tw = 175 + 43 = 218 oF Nilai ini sesuai dengan nilai taksiran 215 oF sehingga tidak diperlukan lagi trial berikutnya. Koefisien h ialah 270 Btu/ft2.jam. oF.

5.2. Perpindahan kalor ke zat cair yang mendidih Contohnya pada operasi evaporasi, distilasi, pembangkitan uap, pengolahan minyak bumi, pengendalian suhu pada reaksi kimia zat cair yang mendidih. Untuk tabung horizontal yang terbenam didalam zat cair mendidih. …(5.7) Dimana: = koefisien perpindahan panas = viskositas uap = penurunan suhu melintas uap = konduktivitas termal uap = densitas zat cair, densitas uap Do = diameter luar tabung pemanasan = selisih rata-rata antara entalpi zat cair dan entalpi uap panas lanjut.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (7 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

…(5.8) = kalor laten penguapan Cp = kalor spesifik uap pada tekanan tetap = panjanng gelombang-gelombang yang terkecil yang amplitudonya dapat berkembang pada antar muka datar yang horizontal. …(5.9) = tegangan antarmuka antara zat cair dan uap. Contoh 13.2 McCabe dkk, 1985: Freon (CCl3F) didihkan pada tekanan atmosfer dengan tabung tercelup horizontal yang diameter luarnya 1,25 in. Titik didih normal freon ialah 74,8 oF. Dinding tabung berada pada suhu 300 oF. Sifat-sifat freon 11 adalah sebagai berikut: = 91,3 lb/ft3 = 78,3 Btu/lb = 0,013 cP = 19 dyne/cm Cp = 0,145 Btu/lb.oF kv=BTU/ft.jam.oF Hitung koefisien perpindahan kalor, ho, dan fluks kalor q/A. Penyelesaian: = 0,013 (2,42) = 0,0314 lb/ft.jam = 300 – 74,8 = 225,2 oF Suhu film uap rata-rata = (300+74,8)/2 = 187,4 oF
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (8 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

= 91,3 lb/ft3; BM=137,5 ; Do = 1,25/12 = 0,104 ft Pada suhu film rata-rata: Pada titik didih: Dari persamaan (5.8) : Dari persamaan (5.9) anggap gc/g = 1 lb/lbf.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (9 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

dan walaupun uap itu merupakan campuran.BAB VI BAB VI PROSES EVAPORASI 6. kadang-kadang zat cair yang sangat viskos. zat cair pekat itulah yang merupakan produk yang berharga dan uapnya biasanya dikondensasikan dan dibuang. Pendahuluan Evaporasi adalah salah satu kaedah utama dalam industri kimia untuk memekatkan larutan yang encer. Dalam kebanyakan proses evaporasi. Evaporasi berbeda dari kristalisasi dalam hal penekanannya disini ialah pada pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. pelarut yang digunakan adalah air. Air yang mengandung mineral seringkali diuapkan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Tetapi. Evaporasi bertujuan untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut yang tidak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. garis pemisah antara evaporasi dan krista1isasi tidaklah dapat dikatakan tegas. dan bukan zat padat. Evaporasi dilaksanakan dengan menguapkan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. Evaporasi berbeda pula dari distilasi karena disini uapnya biasanya komponen tunggal.html (1 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha untuk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. dalam suatu situasi tertentu. dalam evaporasi. misalnya pada penguapan air asin untuk membuat garam. kebalikannyalah yang benar. Pengertian umum dari evaporasi ini adalah menghilangkan air dari larutan dengan mendidihkan larutan didalam tabung yang sesuai yang disebut evaporator. Evaporasi tidak sama dengan pengeringan.1. Lazimnya. Sebab evaporasi kadangkadang menghasilkan lumpur kristal di dalam larutan induk. dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair. Dalam situasi-situasi tertentu.

tetapi dari segi proses adalah evaporasi. Variasi dalam karakteristik cairan itulah (yang menuntut keahlian dan pengalaman para insinyur dalam merancang dan mengoperasikan evaporator) yang menyebabkan operasi ini meluas dari perpindahan kalor sederhana menjadi suatu seni tersendiri. Tabulasi perbedaan evaporasi dengan pengeringan.html (2 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . karena persyaratan khusus proses.Proses 1. 2. Evaporasi ≈Kristalisasi : contohnya pada penguapan air asin untuk membuat garam Evaporasi ≈ Distilasi : contohnya pada penguapan air yang mengandung mineral untuk umpan ketel (boiler). Biasa disebut distilasi air. Proses-proses evaporasi skala besar sudah banyak dikembangkan dan digunakan untuk membuat air minum dari air laut.BAB VI mendapatkan hasil yang bebas zat padat untuk umpan ketel didih. Penyelesaian praktis terhadap masalah evaporasi sangat ditentukan oleh karakteristik zat cair yang akan dikonsentrasikan. Permasalahan disini adalah pemekatan larutan Permasalahan: pembuatan zat padatatau kristal. 2. Di sini hasil yang dikehendaki adalah air kondensasi. Teknik ini biasa disebut disti1asi air (water distillation). Berikut ini adalah beberapa sifat penting dari zat cair yang divaporasikan. Konsentrasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporasi ≠ Distilasi 1. kadang-kadang zat cair yangsangat viskos Sisa penguapan adalah zat padat Uap biasanya komponen tunggal. Jika uap berupa campuran. dan untuk konsumsi manusia. tidak ada usaha untuk memisahkan menjadi fraksi-fraksinya Uap sering berupa campuran dan akan dipisah menjadi fraksi-fraksinya. Keterangan Sisa penguapan adalah zat cair. tetapi dari segi teknik proses itu adalah evaporasi. 2. Evaporasi ≠ Kristalisasi 1. sebagian besar dikembalikan ke laut. Hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan air dalam umpan yang dipulihkan. distilasi dan kristalisasi: Proses (1≠2) Evaporasi ≠ Pengeringan No.

dan bahan rnakanan dapat rusak bila dipanaskan pada suhu sedang selama waktu yang singkat saja. Titik didih larutanpun dapat meningkat dengan sangat cepat bila kandungan zat padatnya bertambah. membusa pada waktu diuapkan. sehingga suhu didih larutan jenuh mungkin jauh lebih tinggi dari titik didih air pada tekanan yang sama. Pembentukan busa Beberapa bahan tertentu.BAB VI Walaupun cairan encer yang diumpankan ke dalam evaporator mungkin cukup encer sehingga beberapa sifat fisiknya sama dengan air. tetapi jika konsentrasinya meningkat. atau jika tidak. pembersihan itu tidak mudah dan memakan biaya. larutan itu akan makin bersifat individual. maka akan terjadi pembentukan kristal. Hal ini menyebabkan koefisien menyeluruh makin lama makin berkurang sampai akhimya kita terpaksa menghentikan operasi evaporator untuk membersihkannya. Dalam hal-hal yang ekstrim. bahan kimia farmasi. kristal-kristal ini harus dipisahkan karena. Kepekaan terhadap suhu Beberapa bahan kimia berharga. Kerak Beberapa larutan tertentu menyebabkan pembentukan kerak pada permukaan pemanasan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (3 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Jika zat cair jenuh didihkan terns. menjadi terlalu lamban sehingga tidak dapat melakukan perpindahan kalor yang memadai. hingga larutan itu menjadi jenuh. Bisa menyebabkan tabung evaporator tersumbat. Densitas dan viskositasnya meningkat bersamaan dengan kandungan zat padatnya. Busa yang stabi1 akan ikut ke luar evaporator bersama uap. lebih-Iebih zat-zat organik. Dalam mengkonsentrasikan bahanbahan seperti itu diperlukan teknik khusus untuk mengurangi suhu zat cair dan menurunkan waktu pemanasan. keseluruhan masa zat cair itu mungkin meluap ke dalam saluran uap keluar dan terbuang. dan menyebabkan banyaknya bahan yang terbawa ikut. Bi1a kerak itu keras dan tak dapat larut.

evaporator sebaiknya dibuat dari baja. titik beku. Evaporator mana yang dipilih untuk suatu masalah tertentu bergantung terutarma pada karakteristik zat cair itu. maka operasi ini akan menjadi efek dua ka1i atau efek-dua (double effect). dan uap dari evaporator kedua dimasukkan ke dalam kondenser. 6.3 lb uap. Karena itu digunakan juga bahan-bahan konstruksi khusus seperti tembaga. namun proses ini tidak efektif dalam penggunaan uap. pembebasan gas pada waktu mendidih.2. nikel. Oleh karena bahan-bahan ini relatif mahal. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Walaupun sederhana. antara lain kalor spesifik. Untuk menguapkan l lb air dari larutan. Banyak karakteristik lain zat cair juga perlu mendapat perhatian dari perancang evaporator. aluminium. baja tahan karat. dengan demikian laju perpindahan kalor di da1am evaporator itu meningkat pula.html (4 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Berkurangnya suhu didih zat cair menyebabkan beda suhu antara uap dan zat cair yang mendidih itu meningkat. Bila kita menggunakan satu evaporator saja. bahaya ledak.kira 0. Akan tetapi. Jenis-Jenis Evaporator Kebanyakan evaporator dipanaskan menggunakan uap yang dikondensasikan di atas tabungtabung logarm. diperlukan 1 sampai 1. Jika uap dari satu evaporator dimasukkan ke dalam rongga uap (steam chest) evaporator kedua. zat cair yang mendidih biasanya berada da1am vakum sedang. radioaktivitas. dan persyaratan operasi steril (suci hama. dibawah 3 atm abs. kalor konsentrasi. grafit tak-tembus. atau menjadi terkontaminasi oleh bahan itu. Bahan yang dievaporasikan biasanya mengalir di dalam tabung.05 atm abs.BAB VI Bahan konstruksi Bila memungkinkan. Oleh karena adanya variasi dalam sifat-sifat zat cair maka dikembangkan berbagai jenis rancangan evaporator. uap dari zat cair yang mendidih dikondensasikan dan dibuang. sifat racun. Metoda ini disebut sebagai evaporasi efek-tunggal (single-effect evaporation). Uap yang digunakan biasanya adalah uap bertekanan rendah. dan timba1. banyak larutan yang merusak bahan-bahan besi. yaitu sampai kira. maka laju perpindahan kalor harus tinggi agar dapat menurunkan biaya pokok peralatan.

1 Evaporator Tabung-Horizontal Evaporator tabung-horizontal sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 6. Tabung horizontal diliputi dan dikelilingi oleh sirkulasi yang alami dari cairan yang mendidih sehingga meminimumkan pengadukan cairan. menjadi harmpir lipat dua.vertikal tabung panjang a.2. suhu didih. Metoda yang umum digunakan untuk meningkatkan evaporasi per lb uap dengan menggunakan sederatan evaporator antara penyediaan uap dan kondenser itu disebut sebagai evaporasi efek-berganda (multiple effect evaporation). Jenis-jenis utama evaporator tabung dengan pemasukan uap yang lazim dipakai adalah: 1.0F (1100-2300 W/m2K) akan didapatkan.BAB VI Ka1or uap yang semula digunakan lagi da1am efek yang kedua. Evaporator tabung horizontal 2. ini bermanfaat khususnya untuk mengevaporasikan larutan yang viskos. dan evaporasi yang didapatkan oleh satu satuan masa uap yang diumpankan ke da1am efek pertama. Sirkulasi paksa . Evaporator film aduk 6. Aliran ke atas (film-panjat) b.ft2. Evaporator. 3. Aliran ke bawah (film-jatuh) c. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. yang tergantung pada perbedaan suhu keseluruhan. Koefisien keseluruhan yang berada antara 200-400 Btu/jam. Efek ini dapat ditambah lagi dengan cara yang sama. Larutan yang akan dievaporasikan berada di luar tabung horizontal dan uap mengalir di dalam tabung horizontal. Evaporator tabung horizontal biasanya digunakan untuk kapasitas yang kecil dan untuk mengevaporasikan larutan yang encer dan larutan ini tidak berbusa dan tidak meninggalkan deposit padatan pada tabung evaporator .1 adalah merupakan evaporator jenis klasik yang telah lama digunakan. dan sifat larutan yang dievaporasikan. Sebagai hasilnya maka pada evaporator jenis ini dijumpai koefisien perpindahan panas keseluruhan yang lebih rendah berbanding pada evaporator jenis lain.html (5 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

html (6 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

Pada kedua evaporator ini larutan mendidih di dalam tabung vertika1 dan media pemanas di luar tabung vertikal.3 secara berturutan.html (7 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .2. cairan umpan dilewatkan melalui tabung hanya satu kali lewat saja. Pada instalasi yang besar.2 dan Gambar 6.2. Evaporator Tabung Horizontal 6. terdapat beberapa lubang keluaran cairan atau produk dan tidak hanya satu seperti ditunjukkan pada Gambar 6. dan cairan yang tidak menguap mengalir ke bawah dan keluar melalui anulus yang terletak di bahagian dasar evaporator.1. Pada evaporator satu lintas. Evaporator Satu Lintas Dan Evaporator Sirkulasi Evaporator dapat dioperasikan sebagai unit satu lintas atau sebagai unit sirkulasi. Seluruh evaporasi dilaksanakan dalam satu lintas (lawatan) saja. Evaporator satu 1intas dan evaporator sirku1asi ditunjukkan pada Gambar 6. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI Gambar 6. Media pemanas yang digunakan biasanya uap yang terkondensasi.2. uapnya lepas dan keluar dari unit itu sebagai cairan pekat. Pendidihan atau pemanasan cairan di dalam tabung akan menyebabkan aliran naik ke atas melewati tabung. Evaporator ini merupakan pengembangan dari evaporator tabung-panjang.

html (8 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

tetapi evaporator film jatuh (falling-film evaporator) dan evaporator film panjat (climbing film-evaporator) dapat pula dioperasikan dengan cara ini. cairan pekat itu hanya sebentar saja berada dalam suhu didihnya. di mana pemekatan tota1 terbagi-bagi dalam beberapa efek. sehingga evaporator jenis ini sesuai untuk operasi efek berganda. Dengan sekali lewatan cepat melalui tabung-tabung evaporator. dan dapat didinginkan dengan cepat begitu keluar dari evaporator. Evaporator satu lintas Rasio evaporasi terhadap umpan dalam unit satu lintas itu adalah terbatas. Suhu zat cair dapat dijaga rendah dengan mengoperasikan unit ini dalam vakum tinggi.BAB VI Gambar 6.html (9 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporator film aduk (agitated film evaporator) selalu dioperasikan dalam satu lintas saja.2. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

html (10 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

3. dimana aliran berlangsung melalui tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. maka konsentrasi. Alal ini dapat dioperasikan dengan sirkulasi alamiah. Oleh karena zat cair yang masuk tabung itu mengandung beberapa bagian cairan pekat di dalam setiap bagian umpan. Akibatnya.html (11 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dan cocok pula untuk evaporasi efek tunggal. dan campuran itu lalu dialirkan melalui tabung-tabung evaporator. Evaporator sirkulasi Pada evaporator sirkulasi (circulation evaporator) terdapat suatu kolam zat cair di dalam alat itu. di lain pihak. koefisien perpindahan kalornya akan cenderung rendah. harus selalu berada dalam konsentrasi maksimum. oleh karena itu. Umpan masuk akan bercampur dengan zat cair di dalam kolam. viskositas. Zat cair yang tidak menguap dikeluarkan dari tabung dan kembali ke kolam. serta densitas. Cairan pekat dari evaporator sirkulasi dikeluarkan dari kolam. Walaupun waktu menetap (residence time) zat cair itu dalam zone pemanasan barangkali singkat saja.BAB VI Gambar 6. dan titik didihnya selalu mendekati maksimum. Dengan menggunakan vakum yang cukup baik. tetapi zat cair itu akan berulang kali berada dalam kontak dengan tabung panas. Evaporator sirkulasi. akan terpanaskan hingga suhu yang kelewat tinggi. sehingga hanya sebagian saja dari keseluruhan evaporasi yang berlangsung dalam satu lewatan. evaporator film panjat biasanya adalah unit sirkulasi. suhu zat cair lindak dapat dijaga pada tingkat yang tidak merusak. sebagian dari zat cair itu mungkin tertahan di dalam evaporator selama beberapa waktu. dapat beroperasi dengan jangkau konsentrasi yang cukup luas antara umpan dan cairan pekat dalam satu unit saja. Evaporasi sirkulasi paksa semuanya dioperasikan dengan cara ini. Semua cairan dalam kolam. Sebagian dari zat cair itu dengan demikian. Evaporator sirkulasi tidak terlalu cocok untuk memekatkan zat cair yang peka terhadap panas. Pemanasan yang terlalu lama atas sebagian kecil sajapun dari bahan peka-panas seperti makanan akan dapat menyebabkan keseluruhan produk itu rusak.

akan tetapi untuk evaporator jenis sirkulasi. dapat pula dengan sirkulasi paksa.BAB VI dengan disebabkan oleh perbedaan densitas. Kedua evaporator satu lintas dan evaporator sirku1asi juga mempunyai kelebihan operasional berbanding dengan evaporator tabung horizontal.html (12 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . maupun titik didih larutan. dan koefisien perpindahan panasnya menjadi kecil.oF (1100-2800 W/m2K) tergantung kepada baik sifat larutan. Evaporator Sirkulasi Paksa Evaporator sirkulasi paksa mempunyai bentuk seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6. sirkulasi alami yang dihasilkannya mempunyai kecepatan 1 hingga 3 ft/detik sehingga koefisien perpindallan panas pada evaporator ini lebih tinggi dibandingkan evaporator tabung horizontal yaitu pada rentang 200.5. Pada kedua jenis ini. larutan yang mudah membentuk busa atau untuk menguapkan larutan dalam masa yang singkat.4 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun vertikal dan berada di dalam tabung.2.500 Btu/jam.ft2. karena padatan yang terbentuk di dalam tabung dapat dihilangkan dengan pembersihan mekanis.3. tabung-tabung didalamnya dipasang secara rolling dan welding dan tidak secara packing seperti pada evaporator tabung horizontal. perbedaan suhu keseluruhan. akan tetapi tidak sesuai untuk digunakan untuk mengevaporasikan larutan yang sangat viskos. Pada evapoator satu lintas dan juga evaporator sirkulasi. 6. Gambar 6. Evaporator ini dapat digunakan untuk larutan yang membentuk deposit padatan. di mana aliran dilaksanakan dengan pompa. Sehingga kedua-dua evaporator vertikal ini adalah sangat berguna untuk kebanyakan proses evaporasi.4 dan Gambar 6. Evaporator ini juga dapat menangani cairan yang viskos. maka aliran sirkulasi yang terjadi akan bergerak dengan lambat. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (13 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI Gambar 6.5 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun horizontal dan terletak terpisah dengan tabung. sehingga uap yang dihasilkan akan tersembur keluar. Pada evaporator sirkulasi paksa.html (14 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . pada saat cairan memasuki ruang kosong di dalam tabung. Gabungan penurunan tekanan dan head hidrostatik di dalam alat ini adalah cukup besar untuk mencegah larutan mendidih di dalam pipa penukar panas.4. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Pemanas Vertikal di dalam Tabung Gambar 6. caitan yang akan dievaporasikan dipompakan melewati penukar panas (heat exchanger) dimana media pemanas mengelilingi pipa-pipa yang membawa cairan yang akan dievaporasikan.

Evaporator sirkulasi paksa yang moderen biasanya ditengkapi dengan pemanas yang terletak di luar tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6.5. Desain sekat yang tepat diperlukan untuk mencegah penggabungan gelembung-gelembung kecil cairan dan juga untuk mencegah perubahan arah dari aliran cairan. dari pada evaporator dengan permukaan perpindahan panas yang terletak di da1am badan tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI Gambar 6.html (15 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Elemen Pemanas Terpisah Horizontal Karena kecepatan semburan ada1ah tinggi. di dalam ruang kosong diletakkan sekat yang berguna untuk memisahkan uap dari larutan yang masih ada.5.

Tabung-tabungnya biasanya mempunyai panjang 12 hingga 20 ft dengan diameter 1 sampai 2 inci.4. Bagian-bagian utama evaporator jenis ini ialah : ( 1) sebuah penukar panas jenis tabung dengan uap dalam selongsong. Pendidihan ini akan meningkatkan kejatuhan larutan dan menjadikan koefisien pendidihan menjadi dua ka1i lebih besar berbanding dengan tanpa pendidihan. (2) sebuah separator (pemisah) atau ruang uap (vapour space) untuk memisahkan zat cair yang terbawa ikut dari uap. Penggunaan pemanas di luar tabung akan menjadikan evaporator ini lebih sering digunakan karena pembersihan pipa-pipa pemanas dan penggantian pipa-pipa yang mengalami korosi lebih mudah dilakukan. Evaporator Vertikal Tabung Panjang Contoh evaporator vertikal tabung panjang dengan alian zat cair ke atas terlihat pada Gambar 6. Pada tingkat sirkulasi yang rendah.2. dan (3) bila a1at ini dioperasikan sebagai unit sirkulasi. pendidihan akan terjadi disepanjang pipa-pipa pemanas. pendidihan dapat dengan mudah dicegah dengan cara meletakkan pemanas pada posisi yang lebih rendah dibandingkan letak ruang pelepasan.html (16 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Pada evaporator sirkulasi paksa. Fraksi dari cairan yang menguap ketika melewati pipa akan menjadi kecil. Dalam mengevaporasikan cairan umpan. Hal ini tidak dapat dilakukan dengan mudah jika permukaan penukar panas berada di dalam badan evaporator. untuk mengurangi terbentuknya endapan-endapan padatan di dalam pemanas. Pada evaporator dengan pemanasan di luar . adalah merupakan hal yang penting untuk mencegah pendidihan di dalam pipa-pipa elemen pemanas. dan sifat-sifat sistem. 6. koefisien perpindahan panas akan bergantung kepada kecepatan sirkulasi. Evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas terpisah juga merupakan evaporator yang berbentuk lebih kompak sehingga dapat dipasang pada ruang dengan tinggi atap yang rendah. titik didih. sebuah kaki pemulang (return leg) untuk mengembalikan zat cair dari separator ke bagian bawah penukar panas.BAB VI 6.4. dan zat cair yang akan dipekatkan di dalam pipa/tabung.6. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. sehingga kecepatan sirkulasi keseluruhan yang melalui pipa adalah beberapa kali lebih besar dari kecepatan umpan.

Umpan jtu mengalir ke atas di dalam tabung sebagai zat cair pada jarak tertentu. Selain itu evaporator ini juga sangat berguna untuk digunakan menangani material yang sensitif terhadap panas karena evaporator ini dapat dioperasikan tanpa proses resirkulasi. Fraksi yang diuapkan pada evaporator ini biasanya lebih besar dibandingkan pada operasi sirkulasi paksa. Pada zone ini gelembung uap berganti-ganti dengan potongan zat cair dalam tabung naik dengan cepat melalui tabung dan keluar dengan kecepatan tinggi dari ujung atas tabung. Jika diperlukan. lubang keluar masing-masing untuk uap. Walaupun evaporator ini tidak dapat digunakan untuk zat cair yang viskos. Zat cair dan uap mengalir ke atas di dalam tabung sebagai akibat dari peristiwa didih zat cair yang terpisah kembali ke dasar tabung dengan gravitasi. Umpan encer. Evaporator seperti Gambar 2. gelembung itu bertambah besar dengan cepat. Dari tabung itu. biasanya pada suhu disekitar suhu kamar.BAB VI Alat itu mempunyai lubang masuk masing-masing untuk zat cair umpan dan untuk uap. masuk ke dalam sjstem dan bercampur dengan zat cair yang kembali dari separator. akan tetapi evaporator vertikal tabung panjang sangat efektif untuk memekatkan cairan yang mempunyai kecenderungan untuk berbusa. yang tidak panjang. sehingga kecepatan linier uap menjadi jauh berkurang. dan gas takmampu kondensasi yang terkandung dalam uap. uap itu dibuat menumbuk seperangkat sekat. penukar panas dari evaporator ini dapat diletakkan di luar badan evaporator. Tingkat evaporasi tiap-tiap lewatan (pass) pada jenis ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan jenis-jenis evaporator sirkulasi lainnya dan evaporasi masih dapat ditingkatkan dengan menambah panjang tabung-tabung pemanas atau dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. campuran zat cair selanjutnya masuk ke dalam separator. sambil menerima kalor dari uap. kondensat uap. Di dalam zat cair itu terbentuk gelembung-gelembung sehingga meningkatkan kecepatan liniernya dan meningkatkan laju perpindahan panas. Busa itu akan pecah bila campuran zat cair dan uap berkecepatan tinggi menumbuk sekat di bagian kepala uap. agar pembersihan lebih mudah djlakukan. Untuk membantu pemisahan tetes-tetes zat cair. cairan pekat.html (17 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Diameter separator itu lebih besar dari diameter penukar panas. lalu mengalir melewati sekat itu sebelum keluar dari separator.6 hanya dapat bekerja sebagai unit sirkulasi saja. Di dekat puncak tabung.

html (18 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI mendinginkannya. Koefisien perpindahan panas evaporator ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Nusselt. Masalah yang mungkin timbul dalam mengoperasikan evaporator ini adalah pada saat mendistribusikan zat cair ke dalam tabung-tabung atau tube. Pendistribusian harus dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga level cairan. misalnya dengan menyemprotkan cairan ke dinding tabung.

Evaporator Vertikal Tabung Panjang 6.5. seperti air jeruk.html (19 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dan yang mengharuskan waktu kontak yang singkat sekali dengan permukaan panas dapat diatasi dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.2.BAB VI Gambar 6.6. Evaporator Film Jatuh Masalah pemekatan bahan-bahan yang sangat peka terhadap panas.

Tabung-tabungnya biasanya agak besar. dan distributor/penyebar zat cair di atas. dapat pula dipasang distributor 'kalajengking' dengan lengan-lengan radial untuk menyemprotkan umpan dengan laju stedi ke dalam permukaan dalam setiap tabung. Untuk mendapatkan perpindahan kalor yang baik. Tabung-tabung itu diberi sisip pada ujungnya yang memungkinkan zat cair mengalir dengan teratur ke setiap tabung itu. kuantitas zat cair berkurang secara kontinu selama ia mengalir dari puncak tabung ke dasarnya. Hal ini dilakukan dengan menggunakan seperangkat plat logam berlubang-lubang (perforasi) yang ditempatkan lebih tinggi di atas plat tabung yang dipasang dengan teliti agar benar-benar horisontal. sehingga jum1ah pemekatan yang dapat dilaksanakan da1am satu lewatan terbatas seka1i. dan dilengkapi dengan separator zat cair uap di bawah. dan korosif. Hal ini memungkinkan volume aliran yang lebih besar melalui tabung dibandingkan dengan pada operasi sekali lintas. distribusi zat cair pada lubang itu dapat dipercepat dengan melakukan daur ulang zat cair itu ke puncak tabung.2. Evaporator ini bentuknya menyerupai sebuah penukar panas jenis tabung. Evaporator film-turbulen sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6. vertikal.html (20 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . angka Reynolds fi1m-jatuh harus lebih besar dari 2000 pada setiap titik di dalam tabung. Alat ini juga sesuai sekali untuk memekatkan zat cair viskos.6. lalu mengalir ke bawah di dalam tabung panas itu dalam bentuk film. kemudian keluar dari bawah. Uap yang keluar dari zat cair itu biasanya terbawa turun bersama zat cair. yang panjang.BAB VI evaporator film jatuh. Cara lain ialah dengan menggunakan nosel penyemprot di dalam setiap tabung. Pada evaporator film-jatuh satu lintas. Selama berlangsung evaporasi. berdiameter 2 hingga 10 inci. dan keluar dari bagian bawah unit itu. 6. Masalah utama dengan evaporator film-jatuh ialah dalam mendistribusikan zat cair itu secara seragam menjadi film di bagian dalam tabung. zat cair masuk dari atas. Bila sirkulasi dapat dilakukan tanpa menimbulkan kerusakan pada zat cair. Atau. peka. Evaporator Film Turbulen Akhir-akhir ini banyak dikembangkan evaporator modern yang bertujuan untuk menangani bahan yang viskos. Evaporator filmjatuh tanpa sirku1asi dengan waktu tinggal yang sangat singkat dapat menangani produk-produk yang peka yang tidak dapat ditangani dengan cara lain.7 merupakan evaporator yang banyak digunakan untuk tujuan tersebut karena dapat menangani file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

lebih-lebih yang menggunakan sirkulasi paksa. Uap bebas zat cair itu lalu keluar melalui lubang ke luar pada bagian atas unit itu. Cara lain untuk meningkatkan keturbulenan ada1ah dengan pengadukan mekanik terhadap film zat cair itu. Umpan masuk dari puncak bagian bermantel dan disebarkan menjadi film tipis yang sangat turbulen dengan bantuan daun-daun vertika1 agitator (pengaduk) itu. tahanan pokok terhadap perpindahan panas menyeluruh dari uap kepada zat cair yang mendidih di dalam evaporator terletak pada sisi-sisi zat cair. Evaporator itu merupakan modifikasi daripada evaporator film jatuh yang mempunyai tabung tunggal bermantel.html (21 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dan laju perpindahan kalorya besar. sehingga menumbuk plat-plat vertikal yang stasioner. kecepatan zat cair di dalam tabung itu tinggi.7. setiap cara yang dapat mengurangi tahanan itu akan memberikan perbaikan yang berarti terhadap koefisien perpindahan panas menyeluruh. Oleh karena itu. Zat cair itu sangat turbulen. zat cair yang terbawa ikut dilemparkan ke arah luar oleh daun-daun agitator. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Dalam evaporator tabung panjang. seperti dalam evaporator pada Gambar 6. di mana di dalam tabung itu terdapat sebuah pengaduk.BAB VI baik bahan yang viskos. berlumpur bahkan kering. Konsentrat keluar dari bawah bagian bermantel. Pada evaporator ini. uap naik dari zone penguapan masuk ke dalam bagian tak bermantel yang diametemya agak lebih besar dari tabung evaporasi. Tetesan-tetesan itu bergabung (koalesensi) pada plat ini dan kembali ke bagian evaporasi. Di dalam separator.

koefisien menye1uruh turun dengan cepat bila viskositas naik. Dengan bahan-bahan yang sangat viskos. tetapi dalarn rancang ini penurunan itu cukup 1ambat.html (22 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI Gambar 6.7. koefisien itu nyata lebih besar dari yang didapatkan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporator film Turbulen Keunggulan utama dari evaporator film aduk ialah kemampuannya menghasilkan laju perpindahan kalor yang tinggi pada zat cair viskos. Sebagaimana juga pada evaporator jenis lain. Produk evaporasi bisa mencapai viskositas sampai setinggi 1000 P pada suhu evaporasi.

A. seperti gelatin. lateks karet. Kapasitas didefinisikan sebagai banyaknya pon air yang diuapkan perjam. dan jauh lebih besar daripada unit sirkulasi alamiah. Jika umpannya dingin. demikian juga halnya dengan kesan dari konsentrasi zat cair sewaktu berada pada titik didihnya. sehingga kapasitasnya untuk suatu nilai q tertentu akan berkurang sesuai dengan itu. maka performa evaporator diukur berdasarkan atas kapasitas evaporator tersebut. Jika zat terlarut bersifat non volatil dan untuk operasi evaporasi. 6. Untuk larutan ideal. kesan konsentrasi dapat diestimasi dengan menggunakan hukum Raoult dan Dalton sebagai berikut: dimana a dan b merupakan simbol untuk menyatakan solute (zat terlarut) dan solvent (pelarut) secara berturutan. antibiotika dan sari buah. karena kalor yang digunakan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. menurut definisi dari koefisien perpindahan kalor menyeluruh. atau: Jika umpan masuk evaporator itu berada pada suhu didih sesuai dengan tekanan absolut ruang uapnya. koefisien perpindahan panas menyeluruh. Kapasitas Evaporator Untuk evaporator jenis tabung dengan pemanasan uap. maka laju perpindahan panas q melalui permukaan pemanasan suatu evaporator. U. yaitu hasil kali dari tiga faktor: luas permukaan perpindahan panas. adanya bagian-bagian dalam yang bergerak. Jika zat cair dievaporasikan. yang mungkin memerlukan perawatan dan pemeliharaan dan kapasitas setiap unitnya kecil.BAB VI pada evaporator sirkulasi paksa.html (23 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . jauh di bawah kapsitas evaporator bertabung banyak. dan penurunan suhu menyeluruh ∆T.3. dan kapasitasnya menjadi q. Evaporator fi1m aduk sangat efektif dengan produk viskos yang peka panas. kesan kedalaman cairan dan percepatan perlu untuk diketahui. semua kalor yang berpindah melalui permukaan pemanas dapat digunakan untuk evaporasi. kalor yang diperlukan untuk memanaskannya sampai suhu didih mungkin cukup tinggi. Kelemahannya ialah biayanya yang tinggi.

Kenaikan titik didih di atas titik didih air ini dikenal sebagai kenaikan titik didih larutan.BAB VI memanaskan umpan tidak dapat digunakan untuk evaporasi. Bila zat cair itu mempunyai karakteristik seperti air murni. Penurunan suhu nyata melintas permukaan pemanasan bergantung pada larutan yang diuapkan. kaedah ini tidak eksak. Pada beberapa evaporator. kecepatan zat cair di dalam tabung juga dipengaruhi oteh penurunan suhu karena adanya rugi gesekan di dalam tabung yang meningkatkan tekanan efektif zat cair itu. Akibatnya untuk suatu tekanan tertentu. akan didapat suatu garis lurus. Proses ini disebut evaporasi kilatan (f1ash evaporation). kita dapatkan pula garis-garis yang berbeda. pada perbedaan tekanan antara rongga uap-pemanas dan ruang uap hasil evaporasi di atas zat cair mendidih itu. garis-garis itu sangat mendekati lurus. jika umpan itu berada pada suhu di atas titik didih pada ruang uap. yaitu kenaikan titik didih dan tinggi tekan zat cair .html (24 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . tetapi dalam jangkau yang sedang. dan kapasitas evaporator akan lebih besar dari yang ditunjukkan q. walaupun tidak selalu harus sejajar. sebagian dari umpan akan menguap secara spontan melalui penyeimbangan adiabatik dengan tekanan ruang-uap. dalam evaporator nyata titik didih larutan dipengaruhi oleh dua faktor. Untuk konsentrasi yang berlainan. titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih air mumi. kenaikan titik didih itu dapat dicari dengan mudah dengan menggunakan aturan empirik yang dikenal sebagai kaedah Duhring yang menyatakan bahwa titik didih suatu larutan tertentu merupakan fungsi linier dari titik didih air mumi pada tekanan yang sama. jika tekanannya diketahui. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. tetapi bisa sampai setinggi 150oF pada larutan pekat garam anorganik. Tekanan uap kebanyakan larutan dalam air lebih kecil dari tekanan uap air pada suhu yang sama. Namun. Nilainya kecil untuk larutan encer dan larutan koloida organik. Kenaikan titik didih ini harus dikurangkan dari penurunan suhu yang diramalkan dari tabel uap. Jika jangkau tekanan terlalu besar. jika titik didih larutan digambarkan terhadap titik didih air pada tekanan yang sama. Sebaliknya. titik didihnya dapat dibaca dari tabel uap. Jadi. sebagaimana jika kita membaca suhu uap yang kondensasi. Untuk larutan pekat. serta pada kedalaman zat cair itu di atas permukaan pemanasan.

tahanan dinding tabung. Tahanan menyeluruh terhadap uap dan zat cair mendidih ialah jumlah dari lima macam tahanan tersendiri: tahanan film uap. Koefisien film uap selalu tinggi. dan dengan demikian koefisien yang lebih tinggi lagi. Besarnya pengurangan tidak dapat ditaksir secara kuantitatif. maka harus ada ventilasi untuk membuang gas-gas tak-mampu kondensasi itu dari rongga uap pemanas dan mencegah udara masuk bila tekanan uap lebih rendah dari tekanan atmorfir . dan kecuali karena pengaruh tinggi tekan hidrostatik.html (25 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . faktor penggotoran uap kondensasi dan tahanan dinding tabung biasanya sangat kecil. Suatu tetesan zat cair yang berada pada jarak Z ft di bawah permukaan berada pada tekanan ruang uap di tambah tinggi-tekan Z ft zat cair. dan tahanan dari zat cair yang mendidih. Disamping itu. yaitu di dalam tabung dan di luar tabung. dua buah tahanan kerak. dan biasanya diabaikan dalam perhitungan evaporator. bila kecepatan zat cair itu besar. bukanlah merupakan fungsi konstruksi evaporator. dinding tabung biasanya agak tebal. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. titik didih zat cair di dalam tabung lebih tinggi dari titik didih yang ditunjukkan oleh tekanan ruang uap. dan karena itu titik didihnya lebih tinggi. Dalam evaporator nyata. Oleh karena adanya gas yang tak-mamppu kondensassi dapat menyebabkan turunnya koefisien film uap. kepada arus uap itu biasanya ditambahkan promotor. tetapi efek kualitatif daripada tinggi-tekan zat cair itu dapat diabaikan. Tetapi. dalam evaporator film aduk. juga jika kondensasi itu kondensasi film. sehingga tahanannya mungkin merupakan bagian yang cukup penting dari keseluruhan tahanan.BAB VI Jika kedalaman zat cair di dalam evaporator itu cukup besar. Tetapi. Untuk mendapatkan kondensasi tetes. lebih-lebih bila tinggi permukaan dan kecepatan zat cair itu tinggi. Koefisien menyeluruh ialah kebalikan dari tahanan menyeluruh itu. Fluks kalor dan kapasitas evaporator dipengaruhj oleh perubahan beda suhu maupun perubahan koefisien perpindahan kalor. oleh karena itu. Kenaikan titik didih ini akan menyebabkan kekurangan penurunan suhu rata-rata antara uap dan zat cair dan mengurangi kapasitas. titik didih yang berkaitan dengan tekanan di dalam ruang uap ialah titik didih lapisan permukaan zat cair itu saja. rugi gesekan di dalam tabung akan meningkatkan lagi tekanan rata-rata zat cair itu. koefisien menyeluruh sangat dipengaruhi oleh rancang evaporator dan metode operasinya. Penurunan suhu itu ditentukan oleh sifat-sifat uap dan zat cair yang mendidih. Pada kebanyakan evaporator.

Neraca Entalpi Evaporator Efek Tunggal Pada evaporator efek tunggal. Secara kuantitatif. kilat yang terjadi akan menyebabkan evaporasi lebih tinggi dari yang bisa dibangkitkan oleh entalpi penguapan uap itu. Melalui suatu perancangan yang baik. koefisien sisi zat cair untuk larutan encer dalam air adalah antara 200 dan 600 Btu/ft2.0F. dalam pon per jam. dan hanya sebagian yang tersisa untuk evaporasi. ekonominya hampir selalu kurang dari satu.1.BAB VI Koefisien sebelah zat cair sangat bergantung pada kecepatan zat cair itu di atas permukaan panas.4. satu untuk uap-pemanas. Pada evaporator efek tunggal. beban pemanasan itu akan menggunakan sebagian dari entalpi penguapan uap pemanas. juga tidak kalah pentingnya. tetapi pada alat efek berganda. Ekonomi Evaporator Ekonomi ada1ah banyaknya pon yang diuapkan per pon uap yang diumpankan ke da1am unit itu. dan lebih-lebih pada yang menangani zat cair viskos. Jika suhu umpan lebih rendah dari titik didih di dalam efek pertama. entalpi penguapan uap=pemanas ke efek pertama dapat digunakan satu kali atau beberapa kali.4. bergantung pada jumlah efeknya. 6.jam. dan satu lagi untuk sisi-cairan atau uap larutan. Ekonomi evaporator juga dipengaruhi oleh suhu umpan. 6. ekonomi evaporator adalah semata-mata masalah neraca entalpi. Nilai konsumsi uap merupakan hasil bagi antara kapasitas dengan ekonomi evaporator. tahanan pada sisi zat cairlah yang menentukan laju perpindahan kalor menyeluruh ke zat cair yang mendidih itu. Faktor utama yang mempengaruhi sistim ekonomi evaporator ialah banyaknya efek. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (26 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Konsumsi uap. ekonominya mungkin jauh lebih besar. Ada dua neraca entalpi yang diperlukan. Pada kebanyakan evaporator. ka1or laten kondensasi uap pemanas berpindah melalui permukaan pemanasan dan menguapkan air dari 1arutan yang mendidih. Jika suhu umpan lebih tinggi dari titik didih. Dalam evaporator sirkulasi alamiah.

Neraca bahan dan neraca enta1pi pada evaporator . dan bahwa aliran gas yang tak mampu kondensasi dapat diabaikan. atau umpan m =1aju a1iran cairan pekat mf –m =laju aliran uap cairan ke da1am kondensor. Dimisalkan selanjutnya bahwa tidak ada kebocoran atau zat cair yang terbawa ikut bersama uap.8. Ts T Tf =suhu kondensassi uap pemanas =suhu zat cair yang mendidih di da1am evaporator =dan suhu umpan. dan bahwa rugi ka1or file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI Gambar 6. andaikan tidak ada zat padat yang mengendap dari cairan itu. ms mf =laju aliran uap pemanas dan laju aliran kondensat =laju aliran cairan encer.html (27 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

dan dapat diabaikan dalam penyusunan neraca entalpi.html (28 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Jika tidak ada rugi kalor. keduanya. Dengan pengandaian ini. baik panas lanjut uap maupun dingin lanjut kondensat itu kecil.1) dimana: qs = laju perpindahan kalor melalui permukaan pemanasan dari uap pemanas. Namun.2) dimana: q = laju perpindahan kalor dari permukaan pemanasan ke zat cair . Uap pemanas yang masuk kedalam rongga uap pemanas itu bisa panas lanjut.BAB VI evaporator itu tidak perlu diperhitungkan. Neraca entalpi sisi uap ialah: s …(6. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan kondensatnya biasanya keluar dari rongga itu agak dingin lanjut di bawa hingga didihnya. Hv = entalpi spesifik uap cairan Hf H = entalpi spesifik cairan encer = entalpi spesifik cairan pekat. Hv Hc Λ s = enta1pi spesifik uap pemanas = entalpi spesifik uap kondensat = kalor laten kondensasi uap pemanas = laju aliran uap pemanas ms Neraca entalpi untuk sisi cairan ialah: …(6. Kesalahan kecil yang mungkin diakibatkannya akan dikompensasikan oleh kesalahan karena mengabaikan rugi kalor dari rongga uap-pemanas. dan qs = q. kalor yang berpindah dari uap pemanas ke tabung harus sama dengan kalor yang berpindah dari tabung pemanas ke cairan. selisih antara entalpi uap pemanas dan kondensat hanyalah λ . yaitu kalor laten kondensasi uap.

1 dan 6. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. entalpi tidak linier dengan konsentrasi pada suhu tetap. dimana entalpi dalam Btu per pon atau joule per gram larutan. Isoterm-isoterm pada gambar itu menunjukkan entalpi sebagai fungsi konsentrasi pada suhu tetap. digambarkan grafiknya terhadap konsentrasi.2: Jika kalor pengenceran zat cair yang akan dipekatkan itu cukup besar sehingga tidak dapat diabaikan.html (29 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI Jadi dengan menggabungkan persamaan 6.2 ialah diagram entalpi-konsentrasi. dalam fraksi massa atau persen bobot zat terlarut. Sumber yang terbaik untuk mendapatkan nilai Hf dan H untuk digunakan pada persamaan 6.

Efek terakhir: tekanan ruang uap cairan minimum. Ø Suhu kondensat yang meninggalkan efek kedua hampir sama dengan suhu uap dari zat cair mendidih di dalam efek pertama. konsentrasi. terbagi pada dua efek atau lebih. Tekanan ruang uap cairannya paling tinggi. tinggi cairan yang ditentukan/dijaga: konsentrasi cairan dapat diubah hanya dengan mengubah laju alir umpan: Ø produk terlalu encer : laju alir umpan dikurangi. s s s Cara pengumpanan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Masing-masing mempunyai beda suhu melintas permukaan yang berkaitan dengan penurunan tekanan pada efek itu.EVAPORATOR EFEK BERGANDA BAB VII EVAPORATOR EFEK GANDA Beberapa ciri evaporator efek ganda: s s s s s s s Terdiri dari dua atau lebih evaporator yang dihubungkan satu sama lain. tekanan uap. Jika umpan pada titik didihnya: Ø Seluruh kalor muncul sebagai kalor laten dalam uap yang keluar dari efek pertama. Ø Kondisi steady: seluruh kalor yang digunakan untuk membuat uap pada efek yang pertama harus diserahkan lagi ketika uap ini kondensasi pada efek ke-2. akumulasi=0. Pada suhu. Ø produk terlalu kental: laju umpan ditambah. Tekanan antara uap dan unit kondenser. Masing-masing efek bekerja sebagai evaporator efek tunggal. Kondisi steadi.html (1 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Uap dari satu efek berfungsi sebagai medium pemanas bagi efek berikutnya. tekanan kondenser. Efek I : efek tempat mengumpankan uap mentah.

Umpan dimasukkan secara paralel ke setiap efek. § Memerlukan satu pompa disetiap efek. Memerlukan satu pompa untuk umpankan ke efek satu dan satu pompa lagi untuk mengeluarkan zat cair dari efek terakhir. dimana dihasilkan lumpur kristal dan cairan induk. Tidak terdapat perpindahan zat cair dari efek satu ke efek lain. karena aliran berlangsung dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. 3. Umpan mundur § Zat cair diumpankan ke efek terakhir. Umpan campuran § Zat cair masuk dalam suatu efek pertama. Umpan paralel § § § Contohnya dalam evaporator kristalisasi. mengalir ke ujung deret lalu dipompakan lagi ke efek pertama untuk pemekatan akhir. berurutan hingga efek pertama. 4. § Sebagian dari pompa-pompa yang digunakan pada umpan mundur tidak diperlukan lagi.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 1. Umpan maju s s Konsentrasi zat cair meningkat dari efek pertama hingga efek terakhir. 2. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Perbandingan penguapan larutan NaOH pada efek tunggal dan ganda.html (2 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

s Penguap efek tiga Kerugian karena kenaikan titik didih naik lagi menjadi 6 + 8 + 9 = 23 oC.html (3 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Jumlah selisih temperatur yang berguna berkurang lagi menjadi 55 oC. Penguap tunggal: Hanya dijumpai sekali kenaikan titik didih sebesar 54 – 48 = 6 oC. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.EVAPORATOR EFEK BERGANDA s s Keadaan awal dan akhir untuk masing-masing cara evaporasi adalah sama. Untuk pemanasan digunakan selisih temperatur sebesar 72 oC. s s Penguap efek dua Terdapat dua kali kerugian karena kenaikan titik didih dengan jumlah 9+6 = 15 oC Selisih temperatur untuk pemanasan berkurang menjadi 62 oC. Masing-masing menggunakan uap larutan jenuh.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (4 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

html (5 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

7.1. Kapasitas dan ekonomi evaporator efek ganda
s

Kapasitas total evaporator efek ganda biasanya tidak lebih besar dari efek tunggal yang luas permukaannya sama dengan salah satu efek itu. Kalor yang berpindah di dalam ketiga efek (untuk efek 3).

s

s

Kapasitas total sebanding dengan laju perpindahan kalor total qT dan diperoleh dari: Andaikan luas permukaan tiap efek adalah A ft2, koefisien menyeluruh U juga sama pada setiap efek, persamaan diatas dapat dituliskan kembali: penurunan suhu total antara uap pemanas dalam efek pertama dan uap cairan dalam efek terakhir. Ekonomi evaporator efek berganda bergantung pada masalah neraca kalor dan bukan pada laju perpindahan kalor. Kapasitas evaporator efek berganda berkurang karena kenaikan titik didih.

s

s

s

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (6 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Contoh 16-3 Mc-Cabe dkk, 1985 Sebuah evaporator efek ganda tiga sirkulasi paksa akan diumpankan dengan 60.000 lb/jam larutan NaOH 10% pada suhu 180 oF. Cairan pekat yang dikehendaki adalah NaOH 50 %. Evaporator tersebut menggunakan uap jenuh pada 50 lbf/in2 abs, dan suhu kondensasi uap dari efek ke-3 adalah 100 oF. Urutan pengumpanan adalah II,III,I. Radiasi dan pendinginan lanjut kondensat dapat diabaikan. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK KOEFISIEN MENYELURUH W/m2. oC BTU/ft2.jam oF I 700 3970 II 1000 5680 III 800 4540 Ditanya: a. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek, andaikan A1=A2=A3. b. Konsumsi uap c. Ekonomi uap

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (7 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Penyelesaian: Mf = 60.000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh, andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 6000 6000 Air 54000 6000 48000 Total 60000 12000 48000

Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE, dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 48000/3 = 16000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing - masing efek: Cf = 10 % NaOH = 0,1 fraksi massa C1 = 50% NaOH = 0,5

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (8 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

html (9 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . 1985: Efek I C1= 0. Tekanan kondensat = 0.214 Titik didih air = 100 oF Titik didih larutan = 113 oF BPE1 = 113 . 1985) Kondensat pada efek ke III berada pada suhu 100 oF. Ts=281 oF dan ls=924 BTU/lb (lamp 8 Mc Cabe dkk. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Uap pada 50 lbf/in2.100 = 13 oF Efek II C2= 0.5 Titik didih air = 281 oF Titik didih larutan = 357 oF BPE1 = 357 – 281 = 76 oF Efek III C3= 0. Dari Gambar 16-4 McCabe dkk. EFEK I T (suhu didih) 33 T’ (suhu kondensasi) 76 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.136 Titik didih air (=suhu umpan masuk) = 180 oF Titik didih larutan = 187 oF BPE1 = 187 – 180 = 7 oF Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 181 – (76+7+13) = 85 oF 85 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.95 lbf/in2.

136 100 Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1174 67 1171 249 250 135 1126 102 140 1111 110 Flow Rate (lb/jam) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek II Uap hasil dari I + Umpan ke II = Uap hasil dari II + Zat cair dari II + Kondensat dari II (1171. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 248 281 248 180 149 149 172 113 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0.EVAPORATOR EFEK BERGANDA EFEK II EFEK III 23 29 7 13 T1 = 281 – 33 = 248 oF T1’ = 248 – 76 = 172 oF T2 = 172 – 23 = 149 oF T2’ = 149 – 7 = 142 oF T3 = 142 – 29 = 113 oF T3’ = 113 – 13 = 100 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.10 142 0.Y) + 102 (60000 – Y) + (140.html (10 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .993 Y = -1920 …(1) Neraca entalpi ada efek III Zat cair dari II + Zat cair dari II = Uap hasil dari III + Umpan ke I + Kondensat dari II file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.X) X – 0.X) + (60000)(135) = (1126.214 172 0.5 0.

000 BTU/jam q3=(16340)(1126) – (16340)(110) = 16. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.743.983.601. sehingga didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain.html (11 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .993 Y = -1920 2.000 BTU/jam Sehingga luas permukaan: Luas rata-rata = Luas permukaan tidak sama.933 Y = 47920 Y = 16340 lb/jam X = 46000 – (1.EVAPORATOR EFEK BERGANDA (1126.940)(16340) = 14300 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 48000 – X – Y = 48000 – 14300 – 16340 = 17360 lb/jam Bebas panas: = (14300)(1171) – (12000+14300)(67) + (12000)(250) = 17.940 Y = 46000 X – 0. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi. eltalpi.Y) X + 1.000 BTU/jam q2=(14300)(1171) – (14300)(140) = 14. laju evaporasi.940 Y = 46000 …(2) (1) dan (2) : X + 1.Y) +(12000 + X)67 + (110. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor.Y) + 102 (60000 – Y) = 1111(48000 – X . penurunan suhu.

Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 245 281 246 180 149 149 170 114 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0.228 170 0. Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Konsumsi uap.137 100 Konsentrasi 1174 68 1170 249 249 135 1126 101 138 1111 110 Entalpi (BTU/lb) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Flow Rate (lb/jam) Hasil: a. ms = c.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Pembetulan suhu.html (12 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .5 0. entalpi dan laju aliran. Luas permukaan tiap efek = 719 ft2 b.10 142 0.

Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 10000 10000 Air 190000 10000 180000 Total 200000 20000 180000 Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE. Digunakan umpan maju dengan umpan masuk pada suhu 60 oF. dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 180000/3 = 60000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing . andaikan A1=A2=A3. Ekonomi uap Penyelesaian: Produk pekat 20000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh. e. Uap tersedia pada tekanan 125 psia dan ejektor pada 1 psia. Konsumsi uap f.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Contoh 10.html (13 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .masing efek: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Sebuah evaporator efek ganda tiga digunakan untuk memekatkan larutan NaOH 5% menjadi 50 %. andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator.jam oF I 800 II 500 III 300 Ditanya: d. Luas permukaan pemanasan pada ketiga efek adalah sama dan cukup besar untuk menghasilkan 20000 lb/jam produk pekat. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK BTU/ft2. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek. 1960.3 Foust.

Ts = 101. Ts=344.5 oF Dari Gambar 16-4 McCabe dkk. 1985) Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 242.5 Uap pada 125 psia. 16-4) (lamp 8 Mc Cabe dkk.4 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.8+70. 1985: Efek I C1= 0.55 BTU/lb Kondensat keluar dari ejektor pada 1 psia.5 = 70.8 oF Efek III C3= 0.2 oF Titik didih larutan = 347 oF BPE1 = 347 – 344.071 Titik didih air = 344.5 oF Titik didih larutan = 172 oF BPE1 = 172 – 101.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Cf = 5% NaOH = 0.html (14 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .2 = 2. Titik didih air = 200 oF (Trial) Titik didih larutan = 210 oF BPE1 = 210 – 200 = 10 oF (lamp.05 fraksi massa C3 = 50% NaOH = 0.2 oF dan ls=875 BTU/lb Hvap = 1191.02 BTU/lb Hliq = 315.5 oF Efek II C2= 0.5+10) = 159.5 Titik didih air (suhu keluar ejektor) = 101.125 Tidak adaketerangan yang jelas.7 – (2.8) (Gbr.

02 28.2 313.92 344.12 171 252.12 oF T2 = 311.32 281. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.63 171.05 Suhu Jenuh (oF) Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1191.06 1182.63 – 80.12 – 48.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 159.55 283.html (15 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .85 221.63 oF T2’ = 262.15 139.5 T1 = 344.8 10 70.8 = 311.8 315.5 = 101.63 311.125 0.5 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.86 231.63 – 10 = 252. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Zat cair dari III Suhu (oF) 344.74 T’ (suhu kondensasi) 2.92 oF T1’ = 313.89 0.63 262.98 1164.45 80.28 = 313.92 262.2-30.071 0.79 Flow Rate (lb/jam) ms 200000 X ms 200000-X Y 200000-X-Y X 180000-X-Y Y 20000 0.4 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.89 oF T3’ = 171. EFEK I EFEK II EFEK III T (suhu didih) 30.74 = 171.08 1105.63 oF T3 = 252.28 48.92 – 2.45 = 262.5 Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.2 60 313.89 – 70.

000 = 933.532. ms = 113.184. eltalpi. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi.86) + (200.3 = 1.98) = (Y)(1164.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek I (ms)(1192.0751 Y + 190.98) (1191. laju evaporasi.82 X Efek II (X)(1182.32) = (180.13 lb/jam Luas permukaan: Luas permukaan tidak sama.315.html (16 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .86) + (200.000 – X)(283.06)(X) + 10.800 – 874.000 – X – Y)(231. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor.06) = (X)(1182.79) + (Y)(221.584.0995 Y .82 lb/jam Kebutuhan steam.906.54 (Y) …(2) …(1) Efek III (Y)(1164.08) (849. sehingga file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. penurunan suhu.02) + (200000)(28.58 lb/jam X = 53425.000 – X – Y)(231.24)(Y) = 155.X + 177.32) + (X)(281.15) (1818.311 = 3. 85) + (20000)(139.6 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 180000 – X – Y = 66701.55) ms = 51.02 – 315.53 (X) …(3) (2) dan (3) X + 12.55) + (200000 – X)(283.1786 Y = 59872.8) + (ms)(315.000 – X – Y )(1105.404.7 = 2.000 + 898.8) + (200.

22 oF T2 = 292.8 = 292.62 – 10 = 244.82 – 2.EVAPORATOR EFEK BERGANDA didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain.48.22 – 37.074.62 – 73.38 = 295.2 .92 oF T3’ = 171.5 = 171.92 – 70.08 lb/jam Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.5 oF Luas permukaan rata-rata = 2580 ft2 Konsumsi uap.62 oF T2’ = 254. ms = 111.5 = 101.62 oF T3 = 244. TRIAL II T1 = 344.82 oF T1’ = 295.6 = 254.html (17 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

html (18 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

Kristalisasi dapat terjadi sebagai: a. yang mengisi kristalisator file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Konsep dan prinsip yang diuraikan disini berlaku baik untuk kristalisasi zat terlarut (solute) di dalam larutan jenuh maupun kristalisasi sebagian dari pelarut (solvent) itu sendiri.Bab 8 BAB VIII KRISTALISASI Kristalisasi atau penghabluran ialah peristiwa pembentukan partikel-partikel zat padat di dalam suatu fase homogen. Kristal yang terbentuk dari larutan yang tak murni selalu murni.html (1 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . atau c. 2. Dalam kristalisasi dari larutan sebagaimana dilaksanakan dalam industri. campuran dua fase cairan induk (mother liquor) dan kristal dari segala ukuran. sebagaimana dalam hal pembekuan kristal es dari air laut atau larutan garam encer lainnya. Pembekuan (solidification) di dalam lelehan cair sebagaimana dalam pembuatan kristal tunggal yang besar. Pembahasan kita hanya akan dibatasi pada situasi yang terakhir ini aja yaitu kristalisasi dari larutan cair. Kristalisasi dari larutan cair. Pembentukan partikel padat di dalam uap. seperti dalam pembentukan salju b. Kristalisasi merupakan metode yang praktis untuk mendapatkan bahan-bahan kimia murni dalam kondisi yang memenuhi syarat untuk pengemasan dan penyimpanan. Penggunaannya sangat luas karena dua hal: 1. Kristalisasi dari larutan sangat penting dalam industri karena banyaknya ragam bahan yang dpasarkan dalam bentuk kristal.

namun sudut-sudut yang dibentuk oleh muka-muka yang sebanding pada semua kristal dari bahan yang sama selalu sama dan merupakan karakteristik (ciri) dari bahan itu. tidak menggumpal. 2. pelaksanaan reaksi dengan bahan kimia lain. masing-masing kristal itu harus kuat. dan tidak melekat dalam kemasan. serta penyimpanan kristal. Tujuan kristalisasi yang utama adalah mendapatkan perolehan yang memuaskan serta kemurnian yang tinggi. Akibat dari susunan pertikel seperti itu. bila kristal dibiarkan terbentuk tanpa gangguan dari kristal lain atau benda luar. besarnya seragam. Untuk mencapai tujuan ini. pengangkutan.Bab 8 (crystallizer) dan dikeluarkan sebagai hasil. maka ukuran yang wajar dan cukup seragam diperlukan untuk kemudahan filtrasi (penyaringan). disebut magma. dan itulah yang menjadi tujuan utama dalam perancangan dan operasi kristalisator. untuk itu hal-hal yang menjadi pertimbangan: 1. molekul atau ion) tersusun dalam suatu susunan tiga dimensi yan beraturan yang disebut kisi (lattice). pencucian. Geometri Kristal Kristal adalah suatu benda mati yang sangat terorganisasi. yang disebut muka (face). Walaupun ukuran relatif muka dan sudut berbagai kristal dari bahan yang sama mungkin sangat berbeda-beda. CSD) harus dikendalikan dengan ketat. Kristal dicirikan oleh kenyataan bahwa partikel-partikel pembentuknya (yang bisa berupa atom. maka distribusi ukuran kristal (crystal size distribution. Jika kristal itu akan diproses lebih lanjut.html (2 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Jika kristal itu akan dipasarkan sebagai hasil akhir. Sistem Kristalografi Oleh karena semua kristal dari setiap bahan tertentu mempunyai sudut antarmuka yang sama file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. untuk dapat diterima langganan. kristal itu akan berupa polihedron yang mempunyai sudut-sudut tajam dan sisi yang rata.

1. heksagonal. Bila cairan induk yang terkandung yang kemurniannya rendah itu dikeringkan. kristal yang tumbuh setiap memelihara keserupaan geometriknya selama pertumbuhan. terjadi kontaminasi. semua poligon itu mempunyai keserupaan geometrik dan garis putusputus yang menghubungkan sudut-sudut poligon itu dengan pusat kristal itu merupakan garis lurus. bentuk kristal diklasifikasikan atas dasar sudut-sudut ini. terlihat penampang kristal invarian selama pertumbuhannya. Titik pusat harus dianggap sebagai lokasi inti asal tempat kristal itu tumbuh. bergantung pada kondisi kristalisasi. Ada tujuh kristal. Oleh karena kristal tersebut invarian. Kristal demikian disebut kristal invarian. 1985.html (3 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . dan derajat kontaminasi ini bergantung pada banyak dan derajat ketakmurnian cairan induk yang terkandung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. laju nukleasi dan laju pertumbuhan. Kristal Invarian Pada keadaan ideal. yaitu kubus. trigonal. Prinsip Kristalisasi Kristalisasi dapat dianalisis dari sudut pandangan kemurnian. massa zat padat itu mungkinmengandunng cairan induk bersama kristal. dan triklin. kebutuhan energi. biasanya hampir murni. Kalsium karbonat misalnya. monoklin..Bab 8 walaupun terdapat perbedaan besar dalam tingkat perkembangan masing-masing muka. 8. dan jika panen itu mengandung agregat kristal. perolehan. Laju pertumbuhan setiap muka diukur dengan kecepatan translasi muka itu dalam berpindah menjauhi pusat pada arah tegak lurus terhadap muka itu. Pada Gambar 28-1 Mc Cabe et al. laju perpindahan berbagai muka kristal invarian itu tidaklah sama. terbentuk dengan baik. Kecuali jika kristal itu berbentuk polihedron beraturan. Kemurnian hasil Kristal yang baik. ortorombik. Satu bahan tertentu dapat terkristalisasi di dalam dua kelas yang berbeda atau lebih. Setiap poligon di dalam gambar tersebut menunjukkan sosok (outline) kristal pada beberapa waktu yang berbeda. tetapi masih mengandung cairan induk bila dikeluarkan dari magma akhir. tetragonal. paling umum terdapat di alam dalam bentuk heksagonal (sebagai kalsit) tetapi juga terdapat dalam bentuk ortorombik (aragonit).

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.html (4 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . yang berarti bahwa kelarutannya berkurang bila suhu dinaikkan. adapula yang mengikuti kurva kelarutan terbalik (inverted solubility curve) pada kurva 3. Kebanyakan bahan mengikuti kurva yang serupa dengan kurva 1. Dalam prakteknya. Data kelarutan sebagai fungsi suhu diberikan pada gambar berikut. Beberapa bahan mengikuti kurva seperti kurva 2. dimana kelarutan berubah sedikit saja dengan suhu. Keseimbangan dan Perolehan Keseimbangan di dalam proses kristalisasi dapat dicapai bila larutan itu jenuh. Efektivitas langkah pemurnian bergantung pada ukuran dan keseragaman kristal. sedang sisanya dikeluarkan dengan mencucinya dengan pelarut segar. sebagian besar cairan induk yang terkandung itu dipisahkan dari kristal dengan cara filtrasi dan sentrifugasi. dan hubungan keseimbangan untuk kristal induk adalah kurva kelarutan.Bab 8 bersama kristal. artinya kelarutannya meningkat hampir secepat peningkatan suhu.

html (5 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.

5 persen MgSO4 akan mengendapkan es bila suhunya mencapai garis pa. dan keseimbangan dalam sistem itu bisa rumit. Garis patah-patah abcdq ialah kurva kelarutan. Garis putus-putus eag-f-hij menunjukkan solidifikasi (pembekuan) larutan cair membentuk berbagai fase zat padat. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Setiap larutan yang mengandung lebih dari 16. Setiap larutan yang mengandung kurang dari 16. 1985) di atas. Pada beberapa sistem. terbentuk beberapa macam hidrat. Keseluruhan luas di bawah dan sebelah kiri garis penuh menunjukkan larutan tak jenuh magnesium sulfat di dalam air. Zat padat itu terdiri dari campuran mekanik yang akrab antara es dan MgSO4.html (6 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . pada waktu pendinginan. zat padat bila suhu mencapai garis ini.Bab 8 Banyak bahan anorganik yang penting-penting mengkristalisasi dengan air kristal.5% akan mengendapkan. Diagram fase untuk sistem magnesium sulfat-air terlihat pada gambar 28-3 ( Mc Cabe.12H2O. Luas pae menunjukkan campuran es dan larutan jenuh. Zat padat yang terbentuk pada titik a disebut etetik (eutectic). Konsentrasi magnesium sulfat bebas air (anhydrous) dalam fraksi massa digambarkan digambarkan grafiknya terhadap suhu dalam derajat Fahrenheit. bergantung pada konsentrasi dan suhu.

Bab 8 Antara titik a dan b kristalnya adalah MsSO4. Dalam daerah qdk.6H2O.6H2O. Perolehan Pada kebanyakan proses kristalisasi. Perolehan dari proses itu dapat dihitung dari konsentrasi awal dan kelarutan pada suhu akhir. Jika selama proses itu terjadi penguapan yang cukup besar. antara b dan c fase zat padat adalah MgSO4. Dalam daerah dljc. dan di atas titik d kristal itu adalah MgSO4. Bila laju pertumbuhan kristal itu lambat.H2O. campuran itu adalah larutan jenuh dan MgSO4. Data ini tidak memperhitungkan air kristalisasi. kuantitasnya harus diketahui atau dapat diperkirakan. diperlukan waktu yang agak panjang untuk mencapai keseimbangan.12H2O. air yang terdapat bersama kristal itu harus diperhitungkan. dan cairan induk itu jenuh pada suhu akhir proses itu.7H2O (garam epsom). cairan induk akhir mungkin sangat lewat jenuh dan perolehan yang didapatkan akan lebih kecil dari menurut hasil perhitungan dari kurva kelarutan. antara c dan d kristalnya adalah MgSO4. perhitungan perolehan itu sederhana. karena fase padat itu tidak mengandung pelarut. Data kelarutan itu biasanya diberikan sebagai bagian massa bahan bebas air perseratus bagian dari massa pelarut total atau dalam persen massa zat terlarut bebas air. campuran itu terdiri dari larutan jenuh dan kristal MgSO4. Di dalam daerah cihb. Bila panen itu mengandung air kristal.html (7 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Kunci dalam perhitungan perolehan zat terlarut file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. sistem keseimbangan terdiri dari campuran larutan jenuh dan kristal MgSo4. H2O. Jika kristal itu bebas air. karena air ini tidak terkandung di dalam larutan . Hal ini sangat besar bila larutan itu viskos atau dimana kristal itu mengumpul di dasar kristalisator sehingga hanya sedikit saja permukaan kristal yang terkena larutan lewat jenuh.7H2O. kristal dan cairan induk berada pada waktu yang cukup lama sehingga mencapai keseimbangan. Dalam situasi demikian.

1 BM MgSO4.5 persen H2O.7H2O = 246.5 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.7H2O dan bahwa konsentrasi cairan induk pada suhu 60 oF adalah 24.4 BM 7H2O = 126. Suatu larutan yang terdiri dari 30 persen MgSO4 dan 70 persen H2O didinginkan sampai 60 oF.html (8 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Misalkan larutan awal 1000 kg. Air total = 70 % x 1000 = 700 kg Penguapan = 5 % x 700 = 35 kg BM MgSO4 = 120.5 persen MgSO4 bebas air dan 75. 5 persen dari total air yang terdapat di dalam sistem itu menguap. Selama pendinginan. Oleh karena kuantitas yang terakhir ini yang tetap berada dalam fase cair selama berlangsungnya kristalisasi. Contoh 28-1. dkk. Mc Cabe. konsentrasi atau kuantitas yang didasarkan atas air bebas dapat dikurangkan untuk memberikan hasil yang benar. 1985. Berapa kilogram kristal yang didapat per kilogram campuran semula? Penyelesaian: Dari gambar diagram fasa terlihat bahwa kristal itu adalah MgSO4.Bab 8 bebas air ialah menyatakan semua massa dan konsentrasi sebagai garam hidrasi dan air bebas.

7H2O pada cairan induk: Panen akhir adalah 614 – 353 = 261 kg kristal per 1000 kg larutan awal.1 Geankoplis.Bab 8 MgSO4.84 kg Dalam 1000 kg larutan awal.7H2O = Air bebas = 100 – 50.10H2O jika data kelarutan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. MgSO4. Contoh 12-11. Kristal garam yang terbentuk Na2CO3.html (9 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . 1987 Larutan garam 10. MgSO4.16 = 49.5 % H2O.7H2O (cairan induk+kristal): Air bebas = 1000 – 35 – 614 = 351 kg Dalam 100 kg cairan induk: MgSO4. Hitung kristal hasil Na2CO3.000 kg dengan 30 % berat Na2CO3 didinginkan hingga suhu 293 K.10H2O.7H2O dan H2O mempunyai perbandingan 24.5% MgSO4 dan 75.

b. Asumsi tidak ada air yang menguap.10H2O.html (10 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 adalah 21.10H2O = 286. pada: a.2 W = kg air yang menguap S = kg cairan induk C = kg kristal Na2CO3. Asumsi bahwa 3 % dari total larutan hilang karena penguapan air. Penyelesaian: BM Na2CO3 = 106 BM 10H2O= 180.2 BM Na2CO3.5 kg Na2CO3/100 kg air total. a) W = 0 Neraca massa air …(1) fraksi berat air dalam kristal. Neraca massa Na2CO3 …(2) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.

html (11 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .3 (10000) = 300 kg H2O Neraca massa air …(3) Neraca massa Na2CO3 …(4) Dari (3) dan (4): C = 6630 kg Na2CO3.10H2O S = 3070 kg larutan induk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.Bab 8 Dari (1) dan (2): C = 6370 kg Na2CO3.10H2O S = 3630 kg larutan induk b) W = 0.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->