DAFTARPUSTAKA

KEGIATAN HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING USU-INHERENT 2006

BUKU AJAR

PERPINDAHAN PANAS

Disusun Oleh: ZUHRINA MASYITHAH, ST, MSc. BODE HARYANTO, ST, MT

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2006

DAFTAR PUSTAKA Foust, A.S., et a1., Principles of Unit Operations, John Wiley & Sons, New York, 1980. Geankoplis, C.J., Transport Process and Unit Operations, A11yn and Bacon Inc., 1987. Holman, J.P., Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1987. Incropera, F.P., dan Dewitt, D.P., Fundamental of Heat and Mass Transfer, John Wiley & Sons, 2002. Kern, D.Q., Process Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1950. McCabe, Smith dan Harriots, Unit Operations in Chemical Engineering, Mc Graw Hill,1985.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

LAMPIRAN

INFORMASI UMUM
Judul Mata Kuliah Nomor Kode/SKS Dosen Pengampu Anggota Perpindahan Panas TKK- 301/ 3 SKS Dr. Ir. Rosdanelli, MT Zuhrina Masyithah, ST, MSc. Bode Haryanto, ST, MT Erni Misran, ST, MT Mata kuliah ini berisi uraian mengenai Dasar-dasar Perpindahan Panas Steady dan Unsteady; Perpindahaan Panas ke Fluida yang Tak Berubah Fasa; Perpindahan Panas ke Fluida yang Disertai dengan Perubah Fasa; Peralatan Penukar Panas; Operasi dan Peralatan Evaporasi; Kristalisasi Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dasar-dasar perpindahan panas pada keadaan steady dan unsteady, dapat menyelesaikan masalah perpindahan panas ke fluida yang tak berubah fasa dan ke fluida yang disertai dengan perubahan fasa, rancangan proses dan evaluasi peralataan pertukaraan panas tanpa dan disertai dengan perubahan fasa; rancangan proses dan evaluasi peralataan evaporasi efek tunggal dan ganda; serta proses kristalisasi

Deskripsi Singkat

Tujuan Instruksional Umum

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

W. Edisi ke-4. New Jersey. Smith. J. McCabe. J. LAMPIRAN GBPP DAN SAP file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.C.J.. dan Harriott.DAFTARPUSTAKA Bahan bacaan Geankoplis. Transport Processes and Separation Process Principles. BH. Harker..html (4 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM . Oxford.R.L.. Edisi ke-3. 1996. 1987.. Richardson. Coulson & Richardson’s Chemical Engineering Vol. 1985. Edisi ke-5. dan Backhurst.F. Unit Operations of Chemical Engineering. J. 1. PTR. C. J. McGraw-Hill. Singapore.H. P..

html (5 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BAHAN PRESENTASI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BUKU AJAR PERPINDAHAN PANAS file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .

html (7 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN UMPAN BALIK file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.

Semoga buku ajar yang dihasilkan ini dapat bermanfaat. Bode Haryanto. aktivitas laboratorium dan penggunaan konten e-learning. MSc. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi yang mendukung terlaksananya kegiatan ini. Desember 2006 Penyusun. Medan. ST.html (1 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM . Mata kuliah ini diajarkan pada Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik USU. ST. USU-INHERENT 2006. MT DAFTAR ISI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR Buku Ajar Perpindahan Panas ini merupakan salah satu keluaran dari kegiatan HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING. Zuhrina Masyithah. untuk matakuliah PERPINDAHAN PANAS. Konten e-learning yang dikembangkan untuk mata kuliah ini bertujuan untuk memperoleh metode pembelajaran yang lebih baik untuk mata kuliah perpindahan panas yang mengkombinasikan kegiatan mengajar di kelas.

1.Pancaran (Radiasi) 1.Hantaran (Konduksi) 1.1.Dinding Datar 2. Perpindahan Kalor ke Zat Cair yang Mendidih BAB VI Proses Evaporasi 6. Ekonomi Evaporator i ii 1-1 1-2 1-4 1-6 2-1 2-2 2-4 2-6 3-1 3-4 3-7 3-14 4-1 4-2 4-5 4-5 4-8 5-1 5-1 5-9 6-1 6-1 6-5 6-21 6-25 BAB VII BAB VIII Evaporator Efek Ganda 7. Penukar Kalor Pendingin Udara 4.Aliran (Konveksi) BAB II Perpindahan Panas Konduksi 2.html (2 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .2. Kapasitas Evaporator 6.4.3.3.2. Pendahuluan 6.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan 1. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda BAB V Perpindahan Kalor disertai Perubahan Fasa 5.2.1.1.3. Penukar Kalor Pelat 4.1. Konveksi Paksa 3.2.3.1.Konduksi Keadaan Steady 2.2.1.1. Alat Penukar Kalor Pipa 4. Perpindahan Kalor dari Uap yang Mengembun 5.1. Konveksi Alamiah 3.1. Jenis-Jenis Evaporator 6.Sistem Radial-Silinder BAB III Perpindahan Panas Konveksi 3. Gabungan Konduksi dan Konveksi BAB IV Alat Penukar Kalor 4. Kapasitas dan Ekonomi Evaporator Kristalisasi 7-1 7-5 8-1 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.2.4.

1.html (3 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .DAFTARPUSTAKA 8. Prinsip Kristalisasi Daftar Pustaka Lampiran : Umpan Balik Quiz Soal Ujian Tengah Semester Soal Ujian Akhir Semester Tugas dan Soal-soal Latihan 8-4 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.

diperlukan pemasukan atau pengeluaran ka1or. Disamping perubahan secara kimia. pada pengembunan dan penghabluran (krista1isasi) ka1or harus dikeluarkan. terjadi umpamanya bila pengerjaan harus berlangsung pada suhu tertentu dan suhu ini harus dicapai dengan ja1an pemasukan atau pengeluaran ka1or. diperlukan benda lain yang lebih dingin. Ada1ah hukum a1am bahwa ka1or itu suatu bentuk energi. Akan tetapi. Ka1or mengalir dengan sendirinya dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah. Kondisi pertama yaitu mencapai keadaan yang dibutuhkan untuk pengerjaan. jumlah ka1or juga dinyatakan da1am suatu gaya kali suatu jarak yaitu Newton ka1i meter atau Nm. demikian pula ha1nya jika ingin mendinginkan sesuatu. untuk mencapai dan mempertahankan keadaan yang dibutuhkan sewaktu proses berlangsung. keadaan ini dapat juga merupakan pengerjaan secara a1ami. Pada kebanyakan pengerjaan. 1 Nm dinamakan 1 Joule.225.25 MJ. Bila sesuatu benda ingin dipanaskan. ka1or harus dimasukkan. Pada pembakaran 1 kg minyak akan terbebas kira-kira 45 MJ.PERPINDAHAN PANAS BAB I PENDAHULUAN Perpindahan ka1or dari suatu zat ke zat lain seringkali terjadi dalam industri proses. Sama seperti bentuk lain dari energi. bisa diperhatikan dari ha1 berikut: Untuk penguapan 1 kg air. Pada penguapan dan pada umumnya juga pada pelarutan.000 Joule = 2. Untuk memberikan sedikit gambaran mengenai besarnya energi 1 Joule tersebut. gaya dorong untuk a1iran ini ada1ah perbedaan suhu.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Dengan demikian. diperlukan cukup banyak energi yaitu perubahan zat cair ke dalam uap ini kira-kira membutuhkan energi 2. terdapat pada pengerjaan eksoterm dan endoterm. maka harus dimi1iki sesuatu benda lain yang lebih panas. Kondisi kedua yaitu mempertahankan keadaan yang dibutuhkan untuk operasi proses.

T1). 2. 1. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Apabila api dinyalakan. energi terma yang tersimpan di dalam bahan tadi akan bertukar menjadi energi kalor yang dapat kita rasakan. Energi kalor ini mengalir jika terdapat suatu perbedaan suhu. Keadaan ini baru terbukti setelah suhu meningkat.PERPINDAHAN PANAS Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak musnah yaitu seperti hukum asas yang lain. maka logam dikatakan lebih dingin daripada air. Pada hakekatnya proses perpindahan ka1or radiasi terjadi dengan perantaraan foton dan juga gelombang elektromagnet. Tetapi suatu bahan apabila menerima sinar. sering juga dinamakan radiasi.menyimpan sejum1ah energi dalam yang ditandai dengan kuantitas yang lazim disebut muatan kalor bahan. Terdapat dua teori yang berbeda untuk menerangkan bagaimana proses radiasi itu terjadi. Proses radiasi adalah fenomena permukaan. sebahagian akan dipantulkan. Semakin tinggi suhu bahan tadi maka semakin tinggi pula energi ka1or yang disinarkan. Pancaran. Hantaran. Pancaran (Radiasi) Yang dimaksud dengan pancaran (radiasi) ia1ah perpindahan ka1or mela1ui gelombang dari suatu zat ke zat yang lain. Jadi da1am mempelajari perpindahan ka1or radiasi akan dilibatkan suatu fisik permukaan. semua ini . Ha1 yang penting dalam sistem yang terdiri dari air dan logam ialah adanya suatu perbedaan suhu yang nyata yaitu (T2. Bila diperhatikan sebatang logam yang dicelupkan ke dalam suatu tangki yang berisi air kalor. Apabila sejumlah energi ka1or menimpa suatu permukaan. sering juga disebut konduksi. Proses radiasi tidak terjadi pada bagian da1am bahan. Kalor dapat diangkut dengan tiga macam cara yaitu: 1.1. sebahagian akan diserap ke da1am bahan. maka banyak ha1 yang boleh terjadi. dengan T2 >> T1. Semua bahan pada suhu mutlak tertentu akan menyinari sejumlah energi ka1or tertentu. Aliran. 3. contohnya hukum kekekalan masa dan momentum. Karena suhu awal logam ialah T1 dan suhu air ialah T2. Bila diperhatikan misalnya jumlah energi kalor api unggun kayu yang ditumpukkan. ini artinya kalor tidak hilang. Semua benda memancarkan ka1or. dan sebagian akan menembusi bahan dan terus ke luar. Energi hanya berubah bentuk dari bentuk yang pertama ke bentuk yang ke dua. sering juga disebut radiasi.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM .

permukaan bagian atas kini mempunyai suhu yang lebih tinggi dari suhu udara sekeliling. sama seperti cahaya lampu. maka jumlah kalor akan disebarkan secara konveksi. Perpindahan panas radiasi (a) pada permukaan. Dalam pada itu. yang penting ialah sifat terma saja. Dengan demikian. Plat akan menyerap sebahagian energi matahari. Misa1nya sekeping plat yang dicat hitam. Proses radiasi tidak melibatkan perbedaan suhu. dan jika file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Da1am pada itu. Suhu plat akan naik ke satu tahap tertentu. Berbeda dengan proses konveksi.1.PERPINDAHAN PANAS Bahan yang dianggap mempunyai ciri yang sempurna ada1ah jasad hitam. adaka1anya tidak semua sinar mengenai permukaan yang dituju. Keterlibatan suhu hanya terjadi jika terdapat dua permukaan yang mempunyai suhu yang berbeda. Jadi da1am masalah ini kita mengena1 satu faktor pandangan yang lazimnya dinamakan faktor bentuk. Dalam hal ini dua hal terjadi. (b) antara permukaan dan lingkungan Berdasarkan kepada keadaan terma permukaan. setiap permukaan akan menyinarkan energi kalor secara radiasi jika permukaan itu bersuhu T dalam unit suhu mutlak. Lazimnya jika terdapat satu permukaan lain yang saling berhadapan. untuk memahami proses radiasi dari satu permukaan kita perlu memahami juga keadaan fisik permukaan bahan yang terlibat dengan proses radiasi yang berlaku. ada kalor yang dipantulkan dan ada kalor yang dipindahkan ke sekeliling. La1u dikenakan dengan sinar matahari. Gambar 1. medan a1iran fluida disekeliling permukaan tidak penting. Tetapi energi kalor juga disebarkan secara radiasi. Maka jumlah ka1or yang diterima dari satu sumber akan berbanding langsung sebahagiannya terhadap faktor bentuk ini. bahan yang di pindahkan dan dipantulkan ini dapat berbeda. Proses perpindahan kalor sering terjadi secara serentak. Disamping itu. Dalam hal ini. sifat terma permukaan bahan juga penting.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Oleh karena suhu permukaan atas naik maka kalor akan berkonduksi dari permukaan atas ke permukaan bawah.

Hantaran (Konduksi) Yang dimaksud dengan hantaran ialah pengangkutan kalor melalui satu jenis zat. Selanjutnya juga penting untuk diketahui bahwa : 1. Perpindahan panas konduksi dan difusi energi akibat aktivitas molekul Sudah diketahui bahwa tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya. 2. sehingga bentuknya dapat berubah. Gambar 1. Penghantar yang buruk disebut isolator.PERPINDAHAN PANAS permukaan pertama mempunyai suhu T1 mutlak sedangkan permukaan kedua mempunyai suhu T2 mutlak. Bahan yang dapat menghantar ka1or dengan baik dinamakan konduktor. Arah aliran energi kalor. Kalor radiasi merambat lurus. Sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. umpamanya seorang tukang hembus kaca dapat memegang suatu barang kaca. Untuk perambatan itu tidak diperlukan medium (misalnya zat cair atau gas) 1. yang beberapa cm lebih jauh dari tempat pegangan itu adalah demikian panasnya. Akan tetapi seorang pandai tempa harus memegang benda yang akan ditempa dengan sebuah tang.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . adalah dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuhu rendah.2.2. maka permukaan tadi akan saling memindahkan kalor . Dengan demikian. Sehingga perpindahan kalor secara hantaran/konduksi merupakan satu proses pendalaman karena proses perpindahan kalor ini hanya terjadi di dalam bahan.

Pada umumnya. Persoalan yang patut diajukan pada pengamatan ini ialah mengapa kadar alir energi kalor adalah berbeda. 1. aliran elektron akan memainkan peranan penting . dan udara yang terperangkat. maka bahan mempunyai kemampuan mengalirkan kalor dengan cepat. bahan yang dapat menghantar arus listrik dengan sempurna (logam) merupakan penghantar yang baik juga untuk kalor dan sebaliknya. Bahan kayu terdiri dari gabungan bahan kimia seperti karbon. Selanjutnya bila diandaikan sebatang besi atau sembarang jenis logam dan salah satu ujungnya diulurkan ke dalam nyala api. Kalaupun ada bahan asing. Besi adalah besi. berbeda dengan satu bahan berfasa gas seperti udara. Lazimnya. Untuk bahan isolator.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Molekul udara adalalah renggang seka1i. koefisien ini bernilai kecil. Apabila nilai koefisien ini tinggi. Tetapi dibandingkan dengan bahan padat seperti kayu. Aliran (Konveksi) Yang dimaksud dengan aliran ialah pengangkutan ka1or oleh gerak dari zat yang dipanaskan. keadaan keseirnbangan termodinamik di dalam bahan akibat proses konduksi.PERPINDAHAN PANAS bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor ialah koefisien konduksi terma. Dapat diperhatikan bagaimana kalor dipindahkan dari ujung yang panas ke ujung yang dingin. Hal ini disebabkan karena susunan molekul dan juga atom di dalam setiap bahan adalah berbeda. dan besi . bahan kimia unsur besi adalah lebih banyak. Proses konveksi hanya terjadi di permukaan bahan.3. suhu permukaan bahan akan berbeda dari suhu sekelilingnya. Kini file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Untuk satu bahan berfasa padat molekulnya tersusun rapat. uap air. maka molekul besi adalah lebih rapat susunannya daripada molekul kayu. Dengan demikian dalam proses pengangkutan kalor di dalam bahan. Keadaan permukaan dan keadaan sekelilingnya serta kedudukan permukaan itu adalah yang utama. Moleku1 dan elektron merupakan alat pengangkut kalor di dalam bahan menurut proses perpindahan kalor konduksi. Dalam hal ini dikatakan suhu permukaan adalah T1 dan suhu udara sekeliling adalah T2 dengan Tl>T2. energi ini akan memindahkan sebahagian energi kepada molekul dan elektron yang membangun bahan tersebut. Apabila ujung batang logam tadi menerima energi kalor dari api. Proses perpindahan ka1or secara aliran/konveksi merupakan satu fenomena permukaan. Jadi dalam proses ini struktur bagian dalam bahan kurang penting.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Pada pemanasan zat ini terjadi aliran. Gerakan fluida melibatkan kecepatan yang seterusnya akan menghasilkan aliran momentum.PERPINDAHAN PANAS terdapat keadaan suhu tidak seimbang diantara bahan dengan sekelilingnya. Jadi masa fluida yang mempunyai energi terma yang lebih tinggi akan mempunyai momentum yang juga tinggi. energi kalor ini akan dipindahkan ke sekelilingnya dengan perantaraan aliran fluida. Oleh karena konveksi hanya dapat terjadi melalui zat yang mengalir. maka bentuk pengangkutan ka1or ini hanya terdapat pada zat cair dan gas. Perpindahan kalor dengan jalan aliran dalam industri kimia merupakan cara pengangkutan kalor yang paling banyak dipakai. Oleh karena itu bagian yang paling banyak atau yang pertama dipanaskan memperoleh masa jenis yang lebih kecil daripada bagian masa yang lebih dingin.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . (b) konveksi alamiah. maka selama pengaliran fluida bersentuhan dengan permukaan bahan yang panas. Malahan masa fluida menjadi berkurang karena kini fluida menerima energi kalor. Perpindahan panas konveksi.3. (a) konveksi paksa. sehingga kalor akhimya tersebar pada seluruh zat. Gambar 1. Oleh karena pengaliran fluida melibatkan pengangkutan masa. Peningkatan momentum ini bukan disebabkan masanya akan bertambah. suhu fluida akan naik. Sebagai akibatnya terjadi sirkulasi. karena masa yang akan dipanaskan tidak sekaligus di bawa kesuhu yang sama tinggi. (c) pendidihan. (d) kondensasi Pada perpindahan kalor secara konveksi.

Dalam kedua proses konduksi dan konveksi. Jumlah kalor yang dipindahkan. Proses ini akan berlangsung berulang-ulang. Yang membedakan kedua proses ini adalah dari nilai koefisien h-nya. maka proses perpindahan ka1or berlaku. Setelah masa ini juga menerima energi kalor dari permukan bahan yang kalor dasi. Jika cepatan medan tetap. faktor yang paling penting yang menjadi penyebab dan pendorong proses tersebut adalah perbedaan suhu. Sedangkan bila kecepatan medan dipengaruhi oleh unsur luar seperti kipas atau peniup. artinya tidak ada pengaruh luar yang mendoromg fluida bergerak. Dalam pengamatan proses perpindahan kalor konveksi. Keadaan tidak stabil ini perlu diselesaikan melalui proses perpindahan kalor. Apabila perbedaan suhu . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Nilai koefisien ini tergantung kepada banyak faktor. Kekosongan tempat masa bendalir yang telah naik itu diisi pula oleh masa fluida yang bersuhu rendah.terjadi maka keadaan tidak stabil terma akan terjadi.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . bergantung pada nilai h. maka proses konveksi yang akan terjadi merupakan proses perpindahan kalor konveksi paksa.PERPINDAHAN PANAS Fluida yang panas karena menerima kalor dari permukaan bahan akan naik ke atas. masa ini juga akan naik ke atas permukaan meninggalkan tempat asalnya. masalah yang utama terletak pada cara mencari metode penentuan nilai h dengan tepat. Kekosongan ini diisi pula oleh masa fluida bersuhu renah yang lain.

tetapi melaui satu jenis zat.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . yang bentuk umumnya adalah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. kalor/panas mengalir tanpa disertai gerakan zat.BAB II BAB II PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI Pada perpindahan panas secara konduksi. Konduktor: bahan yang dapat menghantar kalor dengan baik. Arah aliran energi kalor dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuh rendah. k: § sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor § menunjukkan berapa sepat kalor mengalir dalam suatu bahan kkonduktor>kisolator Konduksi panas mengikuti Hukum Fourier yang dapat dinyatakan dengan persamaan yang berikut: atau: q = laju perpindahan panas dT/dx = gradien suhu ke arah perpindahan panas Dalam persamaan di atas Hukum Fourier telah dinyatakan dalam bentuk persamaan laju alir. Tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya. Koefisien konduksi terma. Isolator: penghantar kalor yang buruk.

distribusi suhu konstan.BAB II Dengan demikian persamaan konduksi panas mendefinisikan tahanan terhadap konduksi panas k adalah konduktiviti panas suatu zat. sehingga: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.1. Biasanya perubahan k dapat diperkirakan cukup dengan fungsi liniar 2.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . suhu hanya merupakan fungsi posisi dan akumulasi = 0. Konduksi Keadaan Steady (Tunak) Persamaan neraca energi: Analisa satu dimensi arah sumbu x ditunjukkan sebagai berikut: Kuantitas energi panas adalah sebagai berikut: Energi masuk : Energi yang dibangkitkan : Perubahan energi dalam Energi keluar = Pada keadaan steady. yang besarnya tergantung pada temperatur zat itu.

seperti dinding lapis rangkap.Dinding Datar Sistem dengan lebih dari satu macam bahan. Digunakan R.BAB II Untuk konduksi keadaan steady. maka aliran kalor dapat dituliskan: Analogi listrik dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang lebih rumit. untuk menyatakan : file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Jika ketiga persamaan akan diselesaikan bersamaan. analisisnya akan menjadi seperti berikut: Untuk gradien suhu seperti gambar di atas.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .1. laju perpindahan panas: Aliran panas pada setiap bagian adalah sama. tahanan termal/panas/kalor. hukum Fourier dapat diintegrasi: 2.1.

1.2. Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan paralel: Jika suhu awal dan akhir kedua lapisan sama: 2.BAB II Sehingga: = penurunan suhu total melintas keseluruhan tebing Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan seri mempunyai analogi dengan arus listrik yang mengalir melalui beberapa tahanan listrik dalam rangkaian seri. dimana: r1= jari-jari dalam r0=jari-jari luar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . Sistem Radial-Silinder Suatu silinder.

A-3 Geankoplis.1 K. Penyelesaian: Dari App. Hitung panjang tabung yang diperlukan. jika suhu permukaan luar tabung 297.BAB II L=panjang Ti-To=beda suhu Laju perpindahan panas dapat ditentukan dari Hukum Fourier dengan penyesuaian rumus luas menjadi: Konsep tahanan termal dapat juga digunakan untuk dinding lapis rangkap seperti gambar di atas: Contoh 4. 1987).9 K. Air pendingin dalam tabung mengalir pada suhu 274.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Sebanyak 14. Panjang tabung untuk koil pendingin Tabung silinder berdinding tipis dari karet dengan ID 5 mm dan OD 20 mm digunakan sebagai koil pendingin.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .65 W panas harus dipindahkan dengan pendinginan ini. 1987: Khardbutter= 0.2-1 (Geankoplis.151 W/m.

dinding luar ke r1. 101.K Hitung panas yang hilang (dalam W) untuk 1 m2. xA= 0. xB= 0.6 mm cork board dan lapisan terluar 76.BAB II r1 = 5/100 = 0.2 mm concrete. dan temperatur antara pine dan cork board. Temperatur permukaan luar 255.02 m Ambil L= 1 m. Tanda negatif menunjukkan bahwa arah aliran panas adalah dari r2.7 mm kayu pine.K kcorkboard = 0. xC= 0. r2 = 20/1000 = 0.005 m. Penyelesaian: T1 = 255.762 W/m.3-1 (Geankoplis.1 K. kA= 0.K kconcrete = 0.1 K.0433 W/m.0127 m . Nilai: kpine = 0. Panjang tabung yang diperlukan: Contoh 4.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . dinding dalam.4 K.4 K (ruang pendingin) dan permukaan luar concrete 297. antara pine dan cork board: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. 1987).762 .1016 m . Aliran panas melalui dinding isolasi ruang pendingin Ruang pendingin dilapisi dengan 12. T4= 297.0762 m Tahanan masing-masing material: Dengan cara yang sama: Untuk menghitung temperatur T2.0433 kC= 0.151 kB= 0.151 W/m.

0254 m dan OD = 0.0508 m. 1987).305 m panjang. T2 = T antara. Pipa dilapisi asbestos (B) sebagai isolasi setebal 0.0254 m dengan k=0. karena nilai k yang tinggi. Panas yang hilang dari isolasi pipa. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Untuk pipa 0.8 K.3-2 (Geankoplis.K dengan ID=0. Pipa stainless stell berdinding tipis (A) mempunyai k= 21. T3=310.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .8 K Luas permukaan pada L=0. Temperatur antara pipa dengan isolasi Penyelesaian: T1= 811 K. Temperatur permukaan dalam pipa 811 K dan permukaan luar isolasi 310.2433 W/ m.63 W/m. hitung: a.K.305 m: Tahanan masing-masing: Laju perpindahan panas: Untuk menghitung temperatur T2: Hanya terjadi penurunan T yang kecil melintasi pipa.BAB II Contoh 4. Panas yang hilang b.

bukanlah suatu sifat zat. akan tetapi menyatakan besarnya laju pindah panas di daerah dekat pada permukaan itu. maka berbagai tahanan panas yang tersangkut dapat dijumlahkan untuk memperoleh koefisien pindah panas keseluruhan U. Suhu arus rata-rata: Adalah suhu yang dicapai apabila keseluruhan fluida yang mengalir melalui penampang itu dikeluarkan lalu dicampur secara adiabatik.1) mendefinisikan tahanan panas terhadap konveksi. Persamaan perpindahan panas menjadi: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Koefisien perpindahan kalor menyeluruh: Jika terjadi konduksi dan konveksi secara berturutan. Fluks Kalor: Adalah laju perpindahan panas persatuan luas (q/A).html (1 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Koefisien pindah panas permukaan h. Konveksi panas dapat dihitung dengan persamaan pendinginan Newton: …(3.BAB III BAB III PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI Perpindahan panas antara suatu permukaan padat dan suatu fluida berlangsung secara konveksi.1) Persamaan (3. Fluks kalor boleh didasarkan atas luas permukaan luar atau dalam pipa.

luas permukaan luar tabung.html (2 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . koefisien yang didasarkan atas luas permukaan luar. T = suhu rata-rata lokal Tw= suhu dinding yang dalam kontak dengan fluida Nilai h bila diterapkan: § Untuk sisi panas (bagian dalam tabung) Th=suhu fluida panas Twh=suhu dinding panas § Untuk sisi dingin (bagian luar tabung) Tc=suhu fluida dingin file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.BAB III Th= suhu fluida panas Tc=suhu fluida dingin Th – Tc = gaya dorong atau beda suhu lokal menyeluruh A = luas permukaan dalam/luar pipa U = koefisien pindah panas keseluruhan berdasarkan A = faktor proporsionalitas antara q/A dan •T Jika A = Ao. Koefisien perpindahan panas individual. h: Merupakan koefisien perpindahan panas untuk masing-masing fluida. maka U = Uo.

1987. § Fluida panas yang menerima panas akan naik ke atas.1-2 Geankoplis. Perpindahan panas konveksi dapat dikelompokkan kepada dua bahagian: 1. Konveksi bebas/alamiah § Contohnya adalah pemanasan aliran udara yang melalui radiator. rasio antara diameter tabung terhadap tebal ekivalen lapisan laminar h k D X =koefisien konveksi =konduktivitas panas =diameter tabung =tebal lapisan film (lapisan batas laminar) Korelasi untuk menentukan nilai h dipengaruhi oleh: § § § § Sifat fisika fluida Jenis dan kecepatan aliran Perbedaan temperatur Geometri sistem Beberapa nilai h dapat dilihat pada Tabel 4. dan perbedaan densitas akibat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. § Aliran fluida terjadi akibat perbedaan densitas.BAB III Twc=suhu dinding dingin Koefisien pindah panas permukaan dapat diperkirakan dari fungsi-fungsi empiris. pemanasan air dalam ketel. dengan bentuk umum: Nu = K Rep Prq Grr (L/d)s dimana K = bilangan tetap.html (3 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Nu = angka Nusselt. kekosongan tempat massa fluida yang telah naik diisi oleh massa fluida yang bersuhu rendah. yang tersusun dari bilangan-bilangan tanpa dimensi.

Konveksi paksa § Jika aliran fluida digerakkan oleh piranti mekanik seperti pompa dan pengaduk. Bentuk umum: Bilangan-bilangan tanpa dimensi itu adalah: Dimana: L =panjang pipa • =viskositas fluida ρ =densitas fluida g =percepatan gravitasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. salah satu di antaranya adalah bilangan Grashof.BAB III adanya gradien suhu di dalam massa fluida itu. Jika berbagai hasil penyelidikan itu dikumpulkan. yang dibuat untuk menunjukkan sifatsifat konveksi bebas . Tanpa adanya aliran yang dipaksakan terhadap fluida. § Aliran/perpindahan panas tidak bergantung pada gradien densitas. Banyak penyelidikan telah dilakukan untuk menentukan koefisien pindah panas itu. 3.1. Aliran alamiah ini memperbesar perpindahan panas yang semula sampai tercapai keadaan yang tecap. ternyata dapat diperoleh persamaan empiris dalam bilangan-bilangan tanpa dimensi. Perbedaan temperatur antara bagian-bagian fluida menyebabkan perbedaan densiti dan karena itu timbul gerakan dan aliran dalam fluida. § Contohnya aliran kalor melalui pipa panas. Besarnya koefisien perpindahan panas harus didapat dari hasil percobaan. Konveksi Alamiah Pada perbatasan suatu permukaan dan suatu fluida akan terjadi perpindahan panas secara konduksi dan konveksi. 2. Biasanya temperatur permukaan itu cukup tinggi untuk menimbulkan pula radiasi. maka sekitar permukaan akan terjadi konveksi secara alamiah.html (4 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Cara perpindahan panas semacam ini disebut konveksi alamiah atau konveksi bebas.

html (5 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Untuk bidang tegaklurus dan silinder tegak lurus Aliran bergolak: Aliran berlapis: Untuk silinder mendatar Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. Karena terdapat berbagai persamaan dan nomogram. yang didinginkan. menghadap ke atas. maka haruslah dicari yang keadaan sistemnya sama dengan sistem yang sedang ditinjau. Bagaimana beraneka ragamnya persamaan-persamaan itu dapat dilihat dari contoh-contoh di bawah ini. Persamaan empiris dan nomogram itu dapat dipakai guna memperkirakan koefisien perpindahan panas untuk konveksi bebas.BAB III Cp β hc k =kapasitas panas =koefisien ekspansi termal =koefisien konveksi =konduktivitas termal Hasil percobaan itu sering juga dinyatakan sebagai nomogram (alignment chart) atau grafik. atau lempeng mendatar. menghadap ke bawah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.

BAB III Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. menghadap ke atas: 3. konveksi dan radiasi. menghadap ke bawah atau lempeng mendatar. kemudian panas menjalar secara konduksi melalui logam dinding pipa. Antara fluida di dalam pipa dan permukaan dinding pipa sebelah dalam. Perpindahan panas berlangsung secara radial terhadap pipa. Konveksi Paksa Seperti telah diketahui fluida sekitar benda. Pengaruh aliran ini juga terlihat pada perpindahan panas antara fluida dan benda-benda yang terendam. maka perpindahan panas selalu terjadi secara konveksi paksa. sedang fluida yang lain mengalir dalam ruang anulus sebuah pipa yang lebih besar atau dalam ruang sebuah shell yang memuat banyak pipa. akan tetapi pengaruh hambatan gesekan makin lama makin berkurang dan hambatan bentuk lebih berpengaruh. karena laju panas yang dipindahkan naik dengan adanya aliran atau pengadukan. mengalami dua macam hambatan. yaitu hambatan gesekan dan hambatan bentuk. Jika dalam alat dikehendaki pertukaran panas. Perhitungan dilakukan dengan persamaan yang berikut: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Dalam bilangan Reynolds yang sangat rendah hanya hambatan gesekan yang berpengaruh. Seringkali salah satu fluida dalam sebuah penukar-panas mengalir dalam pipa. Di luar pipa terjadi lagi konveksi. panas dipertukarkan secara konveksi. Juga di sini pada waktu yang sama berlangsung perpindahan panas secara konduksi.2. Persamaan-persamaan empiris tentang koefisien pindah panas antara benda dan fluida hanya berlaku untuk benda dengan bentuk tertentu.html (6 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . yang didinginkan. Dalam hal ini radiasi biasanya terjadi pada permukaan luar yang berhubungan dengan lingkungan yang tetap temperaturnya. Jika bilangan Reynolds bertambah besar. yang seluruhnya diliputi oleh fluida itu. baik hambatan gesekan maupun hambatan bentuk berpengaruh.

Sebab untuk keadaan yang berlainan mungkin berlaku persamaan yang lain pula. letak pipa dan lain sebagainya. Luas permukaan perpindahan panas A. Biasanya selisih temperatur dirata-ratakan secara logaritma antara kedua ujung alat menjadi: (Selisih temperatur rata-rata logaritma) Dalam hal ini U dianggap tidak berubah banyak antara kedua ujung alat itu. Untuk konveksi dalam pipa sudah tentu persamaan empirisnya lain daripada untuk konveksi luar pipa.html (7 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . jenis perpindahan panas (pemanasan atau pendinginan). baik dalam bentuk persamaan. sesuai dengan persoalannya. harus dihitung sesuai dengan keadaan sistem. Kalau U sangat berbeda di kedua tempat itu. Begitu juga koefisien perpindahan panas keseluruhan harus dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas. maupun dalam bentuk nomogram. Begitu juga besarnya koefisien perpindahan panas konveksi akan berubah. maka sepanjang pipa fluida yang panas berkurang temperaturnya dan fluida yang dingin naik temperaturnya. maka haruslah ada harga yang dirata-ratakan. karena temperatur fluida berbeda. Karena terjadi perpindahan panas. maka dilakukan rata-rata dengan persamaan yang berikut: U dihitung dari jumlah tahanan panas keseluruhan. Dalam mencari persamaan-persamaan empiris itu harus diperhatikan sifat fluida. Untuk menerapkan persamaan pindah panas pada satu alat. sifat aliran. Besarnya koefisien pindah panas secara konveksi diperkirakan dari persamaan-persamaan empiris. maka U adalah koefisien perpindahan panas keseluruhan setempat dan ∆T adalah selisih temperatur fluida di dalam pipa dan fluida di luar pipa di tempat itu.BAB III Kalau persamaan di atas diterapkan di satu tempat. Banyak buku yang memuat keterangan tentang koefisien pindah panas. dan haruslah ditemukan persamaan yang keadaan berlakunya sama dengan masalah yang dihadapi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Pada ujung keluar pipa itu akan terdapat selisih temperatur yang berbeda dengan pada ujung awal.

sedang hd koefisien pindah panas untuk lapisan kotoran atau kerak. seluruh tahanan pindah panas dianggap berada dalam lapisan batas. Selisih temperaturpun lebih besar. Karena keadaan dalam lapisan batas itu berlapis. biarpun agak berjauhan dari permukaan fluidanya mengalir secara bergolak. Untuk perhitungan selisih temperatur selalu diambil antara permukaan dan tengah-tengah aliran yang bergolak. Menurut teori "dua lapisan" pada permukaan yang berhubungan dengan fluida terdapat. Sewaktu masih baru permukaan logam pipa-pipa itu bersih. arah perpindahan panas perlu terus diingat. suatu lapisan tipis fluida. maka tahanan terhadap perpindahan panas di 1apisan lebih besar daripada di daerah yang bergolak. Besarnya tahanan karena pengotoran itu dapat dihitung dari persamaan yang berikut: di mana Ud adalah koefisien pindah panas keseluruhan untuk alat yang kotor dan untuk alat yang bersih. Karena persamaan empiris itu dinyatakan dengan bilangan tanpa dimensi maka sistem satuan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.BAB III Koefisien pindah panas sebuah alat penukar panas mengalami perubahan selama pemakaian. Pada dinding pipa yang kedua belah permukaannya terdapat fluida. yang keadaan alirannya berlapis. Lapisan ini terutama timbul pada permukaan yang berhubungan dengan air. Karena itu untuk perhitungan-perhitungan. yaitu: Persamaan-persamaan itu dapat juga disajikan dalam bentuk grafik. didapati dua lapisan batas itu. Persamaan empiris hanya memberikan cara untuk memperkirakan besarnya koefisien pindah panas. Biarpun tipis lapisan itu merupakan tahanan tambahan terhadap perpindahan panas. Selama pemakaian pada permukaan itu akan tertentuk lapisan kotoran atau kerak. Dalam menggunakan persamaan-persamaan itu. Tahanan panas konveksi digambarkan sebagai terpusat dalam lapisan batas fluida pada permukaan padat. Pada dasarnya rumus empiris untuk konveksi paksa meliputi benda mempunyai bentuk umum yang sama dengan rumus empiris untuk konveksi dalam pipa. Karena itu dalam menggunakan persamaan empiris semua sifat fisis fluida dinilai sesuai dengan temperatur lapisan batas itu.html (8 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .

BAB III

mana yang digunakan tidak menjadi soal, asalkan tetap hanya satu sistem satuan yang dipakai. Banyak data telah diperoleh dalam percobaan-percobaan untuk menentukan koefisien pindah panas h. Data dapat disajikan dalam grafik atau sebagai persamaan. Di bawah ini akan diberikan berbagai contoh persamaan empiris yang sering dijumpai dengan batas-batas berlakunya. Aliran laminar Untuk aliran berlapis (laminar) dalam pipa tegak atau datar, di mana konveksi bebas dapat diabaikan, berlaku persamaan: Re < 2100 Dimana: L =adalah panjang pipa di mana terjadi perpindahan panas; m. d =diameter pipa; m • =viskositas fluida pada suhu rata-rata; Pa.s b • w =viskositas fluida pada suhudinding; Pa.s =kapasitas panas; J/kg.K =koefisien perpindahan panas rata-rata =konduktivitas termal; W/m.K

Cp hc k

Faktor (•/• w) digunakan sebagai koreksi, jika viskositas fluida di dekat dinding dan di tengah pipa terlalu berbeda. Semua sifat fluida dihitung pada suhu rata-rata kecuali • w Untuk fluida masuk dan keluar pada T berbeda, T rata-rata secara aritmetik: Tw= suhu dinding Tbi= suhu fluida masuk Tbo=suhu fluida keluar Aliran turbulen Untuk aliran bergolak (turbulen) dalam pipa yang bersih berlaku persamaan:
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (9 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

hL

= koefisien konveksi didasarkan pada •Tm.

Beda suhu rata-rata logaritmik,LMTD, •Tm Merupakan selisih suhu rata-rata secara logaritma pada kedua ujung peralatan.

Bilangan Grashof tidak ada dalam persamaan di atas, karena nilai bilangan Reynolds terlalu tinggi untuk adanya pengaruh konveksi bebas. Sifat-sifat fluida harus dinilai pada temperatur rata-rata antara temperatur masuk dan keluar. Persamaan-persamaan empiris yang ada pada waktu ini belum mencakup semua keadaan yang dijumpai dalam praktek. Banyak hal yang tidak dapat di hitung koefisiep pindah panasnya. Dalam hal ini h harus diperkirakan dari data empiris, yang biasanya dalam buku-buku referensi diberikan sebagai batas-batas nilai. Data yang dilaporkan dalam buku maupun dalam majalah banyak berguna dalam memperkirakan koefisien pindah panas secara konveksi.

Nila h untuk udara, Ptotal= 1 atm, aliran turbulen Nilai h untuk air, T=4-105oC, aliran turbulen

Nilai h aliran fluida yang melintasi plat datar
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (10 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

Aliran laminar : Re < 3.105; Pr > 0,7

Aliran turbulen: Re > 3.105; Pr > 0,7

Nilai h untuk aliran melintasi bola Sebuah bola yang akan dipanaskan atau didinginkan oleh fluida yang mengalir tegak lurus terhadap sumber bola. 1 < Re < 70.000 0,6 < Pr < 400 Nilai h aliran udara yang mengalir tegak lurus terhadap silinder tunggal dan udara yang mengalir tegak lurus pada silinder, digunakan: Nilai K dan n diperoleh dari daftar berikut: Re n 1-4 0,33 4-40 0,385 40-4000 0,466 4000-40000 0,618 40000-250000 0,805

K 0,891 0,821 0,615 0,174 0,0239

Nu 0,891-1,42 1,4 – 3,4 3,43 – 29,6 29,5 – 121 121 - 529

3.3. Gabungan Konduksi dan Konveksi Terdapat dua jenis fluida pada kedua sisi permukaan padatan. T1 = suhu fluida panas T2 = suhu fluida dingin

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (11 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

sesuai dengan persoalannya.r1 = luas permukaan dalam tabung Aalm = luas permukaan rata-rata tabung Ao = luas permukaan luar tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.BAB III Laju perpindahan panas (gambar a): Koefisien perpindahan panas menyeluruh. dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas. U dalam W/m2.K Laju perpindahan panas (gambar b): A1 = 2p. U. gabungan konduksi dan konveksi.html (12 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .L.

(Geankoplis. 1987).7 K. mw = 2.6 K: mb = 2.6 K akan dipanaskan melalui pipa dengan ID 25. Sebagai media pemanas digunakan steam pada 488. dianggap temperatur dinding pipa yang kontak dengan udara juga 488.s k = 0. Fluks panas (q/A) Penyelesaian: Dari App.7 K diluar pipa. Hitung : a.10-5 Pa.03894 W/m Pr = 0. A.4 mm dan kecepatan 7.html (13 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Udara pada 206.3. Geankoplis 1987.7 K. udara pada 477.6.5-1. Pemanasan udara dalam aliran turbulen. b. Koefisien perpindahan panas untuk L/D > 60.64.BAB III Contoh 4.62 m/dt.s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.10-5 Pa.686 Pada 488. Karena koefisien konveksi steam besar sedangkan tahanan dinding pipa sangat kecil.8 kPa dan temperatur rata-rata 477.

305 m pipa.8 oC diluar dinding pipa.10-4 Pa.6 oC dari App. Hitung q untuk 0.6.72 r = 0. Pemanasan air menggunakan steam dan penyelesaian dengan trial and error. c.32. Koefisien sisi uap diperkirakan ho = 10500 W/m2. A. pipa baja pada temperatur rata-rata 65. Air akan dipanaskan dengan steam pada 107.BAB III mb = 2.44 m/dt.10-5 kg/m. didasarkan atas permukaan dalam pipa.2 : NPr = 2.K.0266 m dan OD = 0. Hitung U. koefisien perpindahan panas keseluruhan.6.S file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.5-2 (Geankoplis.98 (1000) = 980 kg/m3 k = 0.10-5 Pa.html (14 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . 1987).0334 m. 1987): 1” sch 40 : ID= 0.dt (a) Aliran turbulen: (b) Contoh soal 4.6 oC dan kecepatan 2. a.633 W/m. Penyelesaian: Dari App. Hitung hi untuk air didalam pipa.s = 2. b. Air mengalir melalui pipa horizontal 1” sch 40. Air pada T = 65. A-5 (Geankoplis.K µ = 4.

80oC = 3.1=81.10-4. sehingga tidak diperlukan trial ke-2.10-4 Pa. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. dan diasumsikan berada diantara 65. •w.8 oC. diambil 80 oC = Tw.56.7oC Ini sangat dekat dengan nilai Trial I yaitu 80oC.305 m K untuk baja adalah 45 W/m.html (15 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Sifat fisika yang berubah adalah mw jika dilakukan Trial II yaitu mw.7oC=3. Tetapi efeknya terhadap hi cukup kecil dan dapat diabaikan.5+16.10-4 menjadi mw.80oC= 3.6oC dan 107.K Tahanan menjadi: Penurunan temperatur melalui lapisan air: =16.BAB III TRIAL I Temperatur dinding pipa diperlukan.1oC Sehingga Tw=65.53.56.s Nre air pada temperatur rata-rata: (b) Untuk L=0.81.

BAB III (c) Soal latihan. Perpindahan panas mengikuti persaman: Dimana: = tahanan panas konveksi dalam pipa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (16 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . agar temperatur permukaan asbes dapat mencapai 50oC. Berapa tebal lapisan asbes. Analisa Keadaan masalah digambarkan pada sketsa berikut.1 oC/m panjang pipa. dan penurunan temperatur minyak bumi besarnya 0. 40. yang terpasang dalam udara terbuka. Suatu aliran minyak bumi. dipanaskan dalam tungku dan keluar tungku pada temperatur 300oC melalui pipa baja 4 inci sch. Pipa ini hendak diinsulasi dengan lapisan asbes. Arah perpindahan panas adalah radial. sebanyak 1 kg/detik.

detik/m2 Tf diambil 35 oC = 308 K β= koefisien ekspansi termal = 1/Tf = 1/308 Keterangan tentang minyak bumi: K = 0.02 mm Luas permukaan = 0.107 kg/m3 Cp (lembab) = 1.97.6 mW/m.detik/m2 Pada permukaan luar insulasi asbes terjadi konveksi bebas.K r (100 oC) = 890 kg/m3 Cp (100 oC) = 1. perlu dikumpulkan keterangan dan data dari pustaka sbb: Pipa 4” sch.10-3 N.0 N.27. Untuk perhitungan pertama tahanan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.358 m2/m Harga konduktivitas panas.K µ (100 oC) = 0.K Asbes (100 oC) = 0.BAB III = tahanan konduksi panas melalui pipa = tahanan konduksi panas melalui asbes = tahanan panas konveksi bebas dalam udara Untuk menghitung besarnya tahanan panas.138 W/m.K Keterangan tentang udara: K (kering) = 26.K r(lembab) = 1.07 kJ/kg.178 W/m. k.103 J/kg. ialah: Baja (300 oC) = 43 W/m.html (17 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . 40 mempunyai ukuran sbb: ID = 102 mm OD = 114 mm Tebal dinding = 6.K µ(lembab) = 19.

pipa. Penyelesaian: Untuk dapat memilih persamaan empiris untuk menghitung h. G = 1 kg/dt D = 0. Untuk minyak bumi perhitungan adalah sebagai berikut.Cp. Rencana: Persaman pokok untuk perpindahan panas adalah: Yang ditanyakan adalah tebal insulasi.27 . maka bilangan Reynold harus dihitung. Jadi q dan ∆T harus diketahui terlebih dahulu. Substitusi harga besaran-besaran di atas ke dalam persamaan perpindahan panas. ∆T Watt/m. karena semua keterangan diketahui. karena temperatur permukaan diketahui yaitu 50 oC. Besaran ini terdapat dalam tahanan panas R.200 Tahanan konduksi melalui dinding pipa: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.1 oC ∆T diperoleh dari selisih temperatur keseluruhan 300 – 50 = 250 oC Dari keempat tahanan panas R1 dan R2 dapat dihitung. memberikan harga untuk R3. R4 untuk sementara tidak diperlukan.BAB III konveksi bebas tidak perlu diikut sertakan.102 m m= 0. ∆T = 0.det/m2 Dipakai persamaan berikut Nre = 46. Q diperoleh dari penurunan temperatur minyak bumi sebesar G. 10-3 N. yang kemudian menghasilkan tebal insulasi.html (18 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .

267 m d ins = 0. sehingga dipakai persamaan Nu = 0.K Laju perpindahan panas permeter pipa: R = R1 + R2 + R3 1.K Tahanan konduksi melalui insulasi: ka= 0.Pr < 109 .647 m Berlaku 103 < Gr.html (19 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . 0.Pr)1/4 Menurut perhitungan ini temperatur permukaan insulasi besarnya = 20 + 33 = 53 oC.3 = 0. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.114 + (2.08/0.525 (Gr.7 (0. Kalau dimisalkan temperatur udara 20 oC. maka temperatur lapisan batas udara Tf pada permukaan insulasi dapat diambil Tf = ½ (50+20) = 35 oC Perhitungan tahanan konveksi bebas: b= 0.647 m Penilaian: Hasil perhitungan diatas perlu diperiksa dengan tahanan konveksi bebas.267) = 0.178 W/m.27=0.0109+0.08 + 0.0004+R3 d= 0.BAB III Kp=43 W/m.7 d d = 0.114 + d) = 0.

U 4.10-3 m3/detik. Hitung koefisien perpindahan panas keseluruhan.0 . Air mengalir berlawanan arah dengan gas dan masuk pada 25 oC. Hitung luas permukaan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Gas masuk dengan kecepatan 5. Air mengalir melalui ruang anulus antara kedua pipa dengan kecepatan 0. Setiap pipa berada dalam pipa tembaga yang lain dengan ukuran 1. Kalau temperatur udara bukan 20 oC. yang berarti insulasi harus dipertebal.BAB III Perbedaan sebesar 3 oC atau lebih kurang 6% masih baik untuk perhitungan rancangan seperti ini.3 m/detik.html (20 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Berapakah banyaknya dan panjang pipa yang diperlukan?.5” dan dinding BWG no. Hitung selisih temperatur rata-rata •Tm 3. lakukan trial (cobacoba). U dihitung dengan menghitung masing-masing tahanan panas dan menjumlahkannya. harus diadakan perhitungan tebal insulasi lagi. •Tm dapat dihitung dari kenaikan temperatur ini dan laju alirnya. Gas berada dalam pipa tembaga ukuran 1” dengan dinding BWG no.16. Soal Latihan Gas karbondioksida kering sebanyak 8.14. Untuk mempertahankannya pada 50 oC. Hitung laju perpindahan panas q 2.7 m/detik. pada tekanan mutlak 2 bar dan temperatur 60 oC. Q dapat dihitung dari laju alir dan penurunan temperatur gas CO2. berdasarkan anggapan semua energi gas diserap oleh air. hendak didinginkan menjadi 40 oC. s s s Rencana: 1. Jika ada faktor yang tidak dapat dihitung. Analisa: s Perhitungan dilakukan dengan persamaan s s Banyaknya pipa terdapat adlam luas permukaan A Faktor lain harus dihitung. akan tetapi lebih tinggi maka temperatur permukaan insulasi akan lebih tinggi dari 50 oC.

Gas CO2 dianggap gas ideal.html (21 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .BAB III Penyelesaian: Semua keterangan didapat dari lampiran atau pustaka.15 K N1 = 1 kgmol Kondisi 2: P2 = 2 bar V2 = 1 m3/n2 kgmol T2 = 273+60 = 333 K N2 = kgmol Cp CO2 diperhitungkan pada temperatur rata-rata = ½ (60+40) = 50 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. 60 oC: Pada kondisi standar: P1 = 1 atm = 1.415 m3/kgmol T1 = 273.013 bar V1 = 22. 1. Laju perpindahan panas Berat 1 m3 gas pada 2 bar.415 cm3/mol = 22.

96.96 .07.10-4 = 3.html (22 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . 10-4) (0.8 .10-4) = 15.1.5” : Luas penampang luar pipa 1” : Luas penampang anulus : 9.8 .03.208 Btu/lb.K Kenaikan temperatur air ialah: Temperatur keluar air menjadi 25.10-4 m3/dt Jadi diperlukan pipa sebanyak: Luas total penampang anulus menjadi 4 (3.oF = 874 J/kg.BAB III Dengan interpolasi didapat harga = 0.7 m/dt tiap pipa dapat mengalirkan: 3.7) = 20.10-3 (874) (60-40) = 445 J/dt 2.22 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.3) (1000) = 0. oC Berat keseluruhan gas: Jadi panas yang dipindahkan: Q = 25.474 kg/detik Cp(25 oC) air = 4180 J/kg.10-4 m2 Luas penampang dalam pipa 1” : Dengan kecepatan 5.4. 10-4 m2.10-4 (5.53 . Selisih temperatur Luas penampang dalam pipa 1. Banyaknya air yang mengalir: (15.10-4 – 5.

Untuk CO2: k=0. Koefisien perpindahan panas Untuk dapat memilih persamaan empiris yang akan digunakan. Sehingga Nre harus dihitung.967.jam=0. selalu perlu diketahui apakah aliran laminar atau turbulen.BAB III 3.606 W/m.ft/ft2.10-2 m k= 0.K m = 0.10-3 N.105 BTU.5.oC µ= 1.10-5 N/dt.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.0.K Cp=874 J/kg.6.0182 W/m.10-2 m m25 oC = 0.10-3 N.oF.dtk/m2 Cp = 4.m2 Untuk aliran air: Luas penampang anulus = 3.73)=0.96. untuk L/d = 60 (perkiraan) terbaca dari grafik untuk absis Nre = 6300: Untuk air didapat keterangan: d=de=2.10-4 m2 Diameter anulus = diameter setara de = 4 x faktor bentuk S Untuk perpindahan panas De=4(0.html (23 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .967.dtk/m2 Persamaan yang akan digunakan: Dengan menggunakan grafik.0105(1.10-2)meter=2.180 J/kg.

1587 m2 Luas permukaan pipa: 0.BAB III Faktor diperkirakan mendekati 1. karena temperatur pipa diperkirakan hampir sama dengan temperatur air.080 m2/m Panjang pipa yang diperlukan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (24 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Untuk pipa tembaga: Keliling pipa 1” rata-rata: Tahanan dinding pipa permeter pipa: Tahanan keseluruhan : Tahanan dinding pipa: Tahanan air: Tahanan gas: A=0.

Kemudian di estimasi koefisien perpindahan kalor diantara kedua a1iran. Sa1ah satu a1at penukar ka1or yang sederhana terdiri dari pipa panjang di da1am suatu pipa kedua. Lazimnya a1at penukar ka1or adalah sistim yang digunakan penukaran ka1or diantara dua fluida yang dibatasi oleh dinding pemisah. Kalor akan bertukar diantara fluida di da1am dan di luar pipa yaitu yang berada pada daerah anulus. Kontak langsung a1at penukar ka1or terjadi sebagai contoh pada gas kalor yang terfluidisasi da1am cairan dingin untuk meningkatkan temperatur cairan atau mendinginkan gas. a1at penukar ka1or biasanya digunakan untuk pemanasan dan pendinginan proses serta a1iran produk. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.html (1 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Ana1isa dan desain yang dilakukan digunakan untuk mengaplikasikan secara praktis prinsip-prinsip dasar yang sudah dibahas sebelumnya. maka kita perlu membincangkan tentang atat penukar ka1or yang bersesuaian dengan material yang akan kita pindahkan. Pada industri-industri kimia. Exchanger: Memanfaatkan perpindahan kalor diantara dua fluida proses (steam dan air pendingin tidak termasuk sebagai fluida proses. tetapi merupakan utilitas).BAB IV BAB IV ALAT PENUKAR KALOR Apabila kita berhubungan dengan dua macam zat cair atau gas di da1am proses yang akan saling bertukar ka1ornya. Pada kebanyakan sistem kedua fluida ini tidak mengalami kontak langsung. Alat penukar kalor berdasarkan fungsinya dapat digolongkan pada beberapa nama: 1.

5. Evaporator: Berfungsi memekatkan suatu larutan dengan cara menguapkan airnya. Steam biasanya digunakan sebagai media pemanas. Beberapa jenis a1at penukar ka1or yang banyak dipakai akan dibahas berikut ini. in file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Boiler : Berfungsi untuk membangkitkan uap. 7. dan sebagai bahan pemanas a1at ini menggunakan steam. Pipa ganda ini terdiri dari beberapa bagian: s s s s Gland (sambungan) Return head Return bend Tee Ukuran standar yang biasa terdapat pada Penukar ka1or pipa ganda: Diameter luar. Cooler: Berfungsi mendinginkan fluida proses. antara dinding pipa da1am dan dinding pipa luar. 4. 6. Reboiler : Berfungsi sebagai pensup1ai kalor yang diperlukan bottom produk pada distilasi.BAB IV 2. dan sebagai bahan pendingin digunakan air. yang dibungkus oleh pipa yang lebih besar). Penukar ka1or pipa ganda (double pipe heat exchanger) Adalah a1at perpindahan ka1or yang terdiri dari dua pipa konsentris (pipa kecil sebagai sentra1. 4.1. Alat ini digunakan da1am industri ska1a kecil. in Diameter dalam. 3. Heater: Berfungsi memanaskan fluida proses.html (2 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . 8. Vaporizer: Berfungsi memekatkan cairan selain dari air. Condenser: Berfungsi untuk mengembunkan uap atau menyerap ka1or laten penguapan. Alat penukar ka1or pipa a. dan umumnya digunakan da1am ska1a laboratorium. Dimana satu fluida menga1ir lewat pipa da1am sedangkan fluida yang lain menga1ir lewat anutus.

Adakalanya hal yang sebaliknya berlaku. viskositas. Penukar kalor pipa-tabung (shell and tube heat exchanger) Pada Gambar 4. dan sebagainya. Dinding ba1ik vertikal di sekitar pipa. memaksa medium yang mengalir di sekeliling pipa. terdapat berbagai macam sistem. terdapatnya kotoran padatan. untuk berubah arah beberapa ka1i. yang dapat lebih memperlancar lagi pertukaran kalor. akan tetapi dengan demikian dapat pula memperbesar kecepatan aliran.html (3 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Pilihan ini bergantung kepada berbagai keadaan yaitu sifat ada media (cair atau gas). Kesemuanya dibedakan berdasarkan jalur pemasukan dan pengeluaran bahan yang akan dipanaskan atau didinginkan. Untuk luas per1ukan perpindahan kalor antara 100-200 ft2 digunakan penukar kalor jenis pipa ganda. Gambar 4. Dengan demikian dapat dicegah sudut mati dalam aparat. Kadang-kadang medium yang akan didinginkan dibawa mela1ui pipa dan medium yang akan dipanaskan dibawa seke1i1ing pipa. Untuk menyangga beda muai antara pipa dan mantel.1 terlihat suatu sketsa secara bagan dari jenis penukar ka1or ini.BAB IV 2 2½ 3 4 1¼ 1¼ 2 3 b. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Seluruh alat terdiri dari seberkas pipa yang dipasang diantara plat pipa.1 memperlihatkan beberapa penyelesaian yang mungkin di1akukan.

Penukar kalor pipa tabung (shell and tube heat exchanger) Sedangkan untuk luas lebih besar dari 200 ft2 pemakaian pipa ganda akan memerlukan tempat yang luas. titik tempat terjadinya kebocoran semakin banyak. Industri ska1a besar memerlukan alat perpindahan kalor dengan luas perpindahan kalor yang besar.html (4 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .BAB IV Gambar 4. Untuk itu lebih sesuai digunakan penukar kalor pipa tabung.1. dan karena banyaknya sambungan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.

(Gambar 4. sehingga udara digunakan sebagai pcndingin. Penukar kalor pe1at Alat penukar ka1or ini terdiri dari beberapa pelat yang tersusun di da1am bingkai yang besar. Biasanya a1at ini digunakan terutama pada industri makanan dan minuman karena alat ini mudah dibersihkan dan diperiksa kembali. Penukar ka1or pendingin udara Pemakaian alat ini adalah apabi1a air pendingin yang digunakan terbatas.3) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.BAB IV Keuntungan dari tipe ini: s s s s s Konfigurasi alat ini memberikan luas permukaan yang besar dalam volume yang kecil.html (5 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Menggunakan teknik fabrikasi yang sudah baik. Mudah dibersihkan. Dapat dikonstruksi dari sejumlah besar material. 4. Zat yang satu menga1ir mela1ui rusuk-rusuk diantara kedua pelat sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4.3.2. 4.2. Mempunyai bentuk yang baik untuk operasi bertekanan.

2. Penukar kalor pelat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.BAB IV Gambar 4.html (6 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .

html (7 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . RD (hitung) UC = dot faktor = koefisien perpindahan ka1or dalam keadaan bersih. Penukar kalor pendingin udara Masalah utama da1am perancangan alat perpindahan ka1or adalah: 1. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Dot faktor (tahanan kotoran) Tahanan kotoran adalah kotoran (kerak) yang terbentuk selama penukar kalor dioperasikan dan akan menyebabkan koefisien perpindahan kalor menjadi berkurang.3.BAB IV Gambar 4.

5-2 psi Untuk a1iran liquida (cairan). Nilai RD (hitung) harus 1ebih besar dari RD (ketentuan). A1iran searah ini di sebut cocurrent flow dan a1iran berlawanan disebut countercurrent flow. Kern. dalam batas-batas yang diizinkan yaitu: s s Untuk aliran uap dan gas. •P antara 5-10 psi. 2.125% RD(ketentuan). ∆P antara 0.html (8 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . W merupakan laju alira masa (mass file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.4. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda Pada Alat Penukar Kalor Pipa Ganda aliran di da1am pipa dapat berupa aliran searah sepanjang pipa maupun aliran berlawanan. Bila dimisa1kan fluida yang 1ewat ada1ah fluida organik.1) dQh =(wCp)C. dimana setelah itu kalor yang diijinkan menjadi 1ebih kecil dari yang dibutuhkan. Berkisar antara 100% .. Kita mulai dengan kesetimbangan kalor pada aliran dingin.001 (ketentuan. sebagai berikut: .dTC = CCdTC dimana C = wCp Pada pernyataan ini dQh adalah kadar diferensial dimana kalor dipindahkan ke fluida dingin dari fluida panas melewati bagian diferensia1 dari penukar kalor. Harga ini merupakan batas tahanan yang maksimum. 4.BAB IV UD = koefisien perpindahan kalor dalam keadaan kotor RD(ketentuan) = dot faktor maksimum. maka harga RD=O. yang dihitung bila kedua permukaan pipa tidak dibersihkan. Tabel 12. Penurunan tekanan Terjadi dalam masing-masing aliran. Analisa-analisa kedua kasus ini agak berbeda.(4.. 1965).

(TH -TC) .7) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.1) dan (4.1) dan (4..(4. Tahanan-tahanan seri ini ditambahkan dan didefinisikan bahwa koefisien perpindahan kalor keseluruhan.6) ada1ah diferensial. Terdapat tahanan konveksi pada permukaan pipa yang memisahkan dua aliran.. Jika tidak ada kehilangan panas dari penukar kalor. Untuk kesetimbangan panas keseluruhan.2) dapat ditu1is: dan Substitusi persamaan (4.dA. U...(4. dan bukan kapasitas kalor molar.2) dipero1eh: …(4.html (9 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . berlaku untuk setiap titik disepanjang aksis penukar ka1or.3) Dimana dA adalah luas pem1ukaan diferensia1 yang memisahkan kedua aliran. Pendefinisian U meliputi pemilihan apakah kita menggunakan permukaan da1am atau permukaan 1uar dari pipa dalam untuk mendefinisikan dA.. adalah: dQh = U. panas yang hi1ang disamakan dengan f1uida panas untuk dibandingkan dengan fluida dingin.4) …(4..5) . dQh = -(wCp)HdTH = -CHdTH . Kita sekarang mendefinisikan perbedaan temperatur diantara bagian panas dan dingin sebagai: d(TH-TC)=d(•T) Dari persamaan (4.2) Kalor dipindahkan dari saluran panas ke aliran dingin melewati susunan tahanan termal.(4. dan tahanan konduksi dihubungkan dengan dinding pipa itu sendiri..6) Kesetimbangan panas persamaan (4..BAB IV f1ow rate) dan Cp adalah kapasitas kalor persatuan masa. dan diperoleh: . maka kesetimbangan untuk aliran panas hampir sama dengan aliran dingin.(4.

9) Persamaan diferensial untuk dT dapat diintegrasikan jika diasumsikan bahwa v ada1ah konstan disepanjang pipa.html (10 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .BAB IV Sehingga persamaan (4.11) Jika persamaan-persamaan ini diatur kemba1i dapat diselesaikan laju perpindahan panas keseluruhan.. dengan sedikit perubahan tanda. temperatur rata-rata logaritmik) sebagai: .12) Da1am persamaan (4. Selanjutnya diberikan dua contoh Untuk membedakan operasi cocurrent dengan counter current. Untuk aliran counter current diperoleh hasil yang sama... file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.8) ∆T1 dan •T2 adalah perbedaan temperatur diantara kedua aliran pada ujung penukar panas...(4. sehingga diperoleh: …(4. Diasumsikan bahwa koefisien keseluruhan U diketahui dan tidak tergantung pada arah aliran untuk bentuk geometri dan laju alir kedua aliran yang ditentukan.8 ) dapat ditulis menjadi: ..12) kita mendefmisikan apa yang disebut log-mean temperature difference (LMTD.(4.(4. Persamaan ( 4.. sedangkan ∆T adalah perbedaan temperatur lokal diantara a1iran panas dan dingin.13) Hasil ini sama dengan definisi yang sudah diutarakan pada ana1isa a1at penukar ka1or sebelumnya pada suatu penukar kalor single-tube.. dengan hasil: .6) dapat ditulis sebagai: Dimana: .(4.

Suhu kondensasi hanya bergantung pada tekanan sehingga proses kondensasi zat murni merupakan proses isotermal. atau campuran dua zat mampu kondensasi atau lebih. 5. mungkin berupa campuran zat mampu kondensasi dan zat tak mampu kondensasi.BAB 5 BAB V PERPINDAHAN KALOR DISERTAI PERUBAHAN FASA Perubahan fasa mencakup: Penambahan atau pengurangan energi termal dalam jumlag yang agak banyak.html (1 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . pada suhu tetap atau hampir tetap. s Perpindahan kalor dari uap yang mengembun (kondensasi) Uap kondensasi mungkin terdiri dari sati zat saja.1. s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. s s Uap dapat mengembun menurut salah satu dari dua cara berikut: 1. Kondensasi tetes (dropwise condensation) s Kondensat mula-mula membentuk inti nukleasi (tetesan). sehingga kondensasi itu dapat dikatakan merupakan proses tekanan tetap. Tetesan-tetesan bergabung sehingga membesar dan mengalir ke bawah tabung karena pengaruh gaya gravitasi. Sangat tidak stabil dan sangat sukar dipertahankan sehingga metode ini jarang dipakai. Rugi-rugi gesekan di dalam kondenser biasanya cukup kecil.

s s s 1. selama aliran kondensat di dalam film itu laminar. nitrobenzen.1.BAB 5 s Terjadinya bergantung pada sifat zat cair. 2.html (2 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . ialah: …(5.1. gliserin. Kecepatan zat air pada dinding adalah nol. 5. Kondensat meninggalkan tabung pada suhu kondensasi.1) Dimana: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Suhu dinding dan suhu uap konstan. Contoh: logam cair. Kondensasi film (film-type condensation) § Lebih sering terjadi § Kondensat cair itu membentuk film atau suatu lapisan sinambung yang lalu mengalir di atas permukaan tabung karena pengaruh gaya gravitasi. Koefisien untuk kondensasi film Asumsi: s Satu-satunya tahanan terhadap aliran kalor adalah yang disebabkan oleh lapisan kondensat yang mengalir ke bawah dalam aliran laminar karena pengaruh gaya gravitasi. Tabung Vertikal = koefisien lokal = konduktivitas termal untuk kondensat film = tebal film Koefisien rata-rata untuk tabung vertikal.

1) dan (5. densitas. konduktivitas lapisan film. Catatan: 1. rf. = pembebanan kondenat pada dasar tabung (lb/ft. kf = viskositas. Suhu rujukan untuk menentukan mf.2) Dimana Tf = suhu rujukan Th = suhu uap yang kondensasi Tw = suhu permukaan luar dinding tabung Bentuk ekivalen persamaan (5. g = percepatan gravitasi. kf : …(5.5) Dimana: Γ= pembebanan kondensat persatuan panjang tabung. rf.3) untuk tabung vertikal diturunkan dengan pengandaian bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Persamaan (5.jam). alir an film kondensat itu dapat dikatakan selalu laminar.1) dengan yang dieliminasi: 2. lb/ft.html (3 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . N = jumlah tabung dalam susunan. Pada tabung horizontal.BAB 5 mf.4) …(5. Tabung Horizontal …(5.

html (4 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . Air pendingin dengan suhu rata-rata 175 oF mengalir di dalam tabung. Dalam menghitung Tf.1.ft2. (Mc Cabe. Panjang tabung 5 ft. baga vertikal dengan diameter ¾ in 16 BWG. klorobenzene mengkondensasi pada tekanan atmosfer di dalam selongsongnya. Jika koefisien sisi air adalah 400 BTU/jam. yang diberikan oleh persamaan (5.17. Karena itu diperlukan perhitungan coba-coba (trial and error). b. yaitu koefisien film kondensat. Maka untuk perhitungan praktis.BAB 5 aliran kondensat itu laminar. dkk 1985) Pada sebuah kondensor selongsong dan tabung (Shell and Tube) yang menggunakan tabung te. Bila kecepatan fase uap di dalam kondenser itu cukup besar. Berapakah laju kondensasi klorobenzen dan pembebanan kondensat.3) yang dapat langsung ditentukan adalah: l= 139 BTU/lb g = 4. Berapakah koefisien itu dalam kondenser horizontal yang mempunyai tabung sebanyak itu juga.3) dibuat masing-masing 1. Kalor laten kondensasi klorobenzen adalah 139. 2.76 dan 1. Abaikan faktor pengotoran dan tahanan dinding tabung. jika jumlah tabung rata-rata dalam susunan vertikal adalah 6. koefisien pada persamaan (5.oF.108 ft/jam2 L = 5 ft Suhu kondensi Th adalah 270 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.1) an (5.3) berlaku. Besaran dalam persamaan (5. Contoh 13. tetapi sifat-sifat kondensat harus dievaluasi pada suhu rujukan Tf. seret uap itu juga dapat menimbulkan keturbulenan pada lapisan kondensat sehingga koefisien film kondensasi menjadi jauh lebih besar. Penyelesaian: Persamaan (5.13. a.2).7 BTU/lb. suhu dinding Tw harus ditaksir dari h.

75/12 = 0. 13 Mc Cabe dkk. dengan menggunakan koefisien 1.jam (lamp. 1985) (lamp. oF Viskositas film itu adalah: mf = 0.4 lb/ft3 kf = 0. dari persamaan (5. I.2) ialah: Tf = 27.html (5 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . 10 Mc Cabe dkk. Dianggap Tw = 205 oF Penurunan suhu ∆T = 270 – 205 = 65 oF Suhu rujukan.13 sebagaimana disarankan: Suhu dinding didapatkan dari persamaan : Do=0. 1985) Taksiran pertama h.42) = 0.¾ (270 – 205) = 221 oF Densitas dan konduktivitas termal zat cair hanya mengalami perubahan kecil dengan suhu sehingga dianggap tetap pada nilai-nilai berikut: rf = 65.0625 ft Suhu dinding : Tw=175+33 = 208 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.726 lb/ft.BAB 5 Suhu dinding Tw tentulah berada diantara 175 dan 270 oF.083 BTU/ft.3 (2.jam.

N=6 •To = 270 – 215 = 55 oF Do = 0.BAB 5 Nilai ini cukup dekat dengan taksiran 205 oF sehingga perhitungan selanjutnya tidak diperlukan lagi. Koefisien h = 179 Btu/ft2.1963 (5) = 0. mT = laju kondensasi total.9815 ft2 Laju perpindahan kalor menyeluruh menjadi: = 179 (0.68 lb/ft. Luas permukaan luar setiap tabung ialah: Ao = 0.oF Selanjutnya diperiksa apakah aliran itu laminar seluruhnya. (5.jam.893 Btu/jam.5) Koefisien untuk klorobenzen mungkin lebih besar dari bagian (a) sehingga suhu dinding Tw sekarang diperkirakan 215 oF.html (6 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .0625 ft mf = 0. Pembebanan kondensat: dan b.jam file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.9815) (270 – 208) = 10.28 (2. Untuk kondensor horizontal digunakan pers.42) = 0.

BAB 5

Tw = 175 + 43 = 218 oF Nilai ini sesuai dengan nilai taksiran 215 oF sehingga tidak diperlukan lagi trial berikutnya. Koefisien h ialah 270 Btu/ft2.jam. oF.

5.2. Perpindahan kalor ke zat cair yang mendidih Contohnya pada operasi evaporasi, distilasi, pembangkitan uap, pengolahan minyak bumi, pengendalian suhu pada reaksi kimia zat cair yang mendidih. Untuk tabung horizontal yang terbenam didalam zat cair mendidih. …(5.7) Dimana: = koefisien perpindahan panas = viskositas uap = penurunan suhu melintas uap = konduktivitas termal uap = densitas zat cair, densitas uap Do = diameter luar tabung pemanasan = selisih rata-rata antara entalpi zat cair dan entalpi uap panas lanjut.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (7 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

…(5.8) = kalor laten penguapan Cp = kalor spesifik uap pada tekanan tetap = panjanng gelombang-gelombang yang terkecil yang amplitudonya dapat berkembang pada antar muka datar yang horizontal. …(5.9) = tegangan antarmuka antara zat cair dan uap. Contoh 13.2 McCabe dkk, 1985: Freon (CCl3F) didihkan pada tekanan atmosfer dengan tabung tercelup horizontal yang diameter luarnya 1,25 in. Titik didih normal freon ialah 74,8 oF. Dinding tabung berada pada suhu 300 oF. Sifat-sifat freon 11 adalah sebagai berikut: = 91,3 lb/ft3 = 78,3 Btu/lb = 0,013 cP = 19 dyne/cm Cp = 0,145 Btu/lb.oF kv=BTU/ft.jam.oF Hitung koefisien perpindahan kalor, ho, dan fluks kalor q/A. Penyelesaian: = 0,013 (2,42) = 0,0314 lb/ft.jam = 300 – 74,8 = 225,2 oF Suhu film uap rata-rata = (300+74,8)/2 = 187,4 oF
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (8 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

= 91,3 lb/ft3; BM=137,5 ; Do = 1,25/12 = 0,104 ft Pada suhu film rata-rata: Pada titik didih: Dari persamaan (5.8) : Dari persamaan (5.9) anggap gc/g = 1 lb/lbf.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (9 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

Evaporasi bertujuan untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut yang tidak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. Air yang mengandung mineral seringkali diuapkan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha untuk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. Evaporasi berbeda pula dari distilasi karena disini uapnya biasanya komponen tunggal. misalnya pada penguapan air asin untuk membuat garam. Pendahuluan Evaporasi adalah salah satu kaedah utama dalam industri kimia untuk memekatkan larutan yang encer. pelarut yang digunakan adalah air. dan walaupun uap itu merupakan campuran.1. Lazimnya. Sebab evaporasi kadangkadang menghasilkan lumpur kristal di dalam larutan induk. dalam suatu situasi tertentu. Tetapi. zat cair pekat itulah yang merupakan produk yang berharga dan uapnya biasanya dikondensasikan dan dibuang. Pengertian umum dari evaporasi ini adalah menghilangkan air dari larutan dengan mendidihkan larutan didalam tabung yang sesuai yang disebut evaporator.html (1 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dalam evaporasi.BAB VI BAB VI PROSES EVAPORASI 6. kadang-kadang zat cair yang sangat viskos. Dalam kebanyakan proses evaporasi. dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair. Evaporasi dilaksanakan dengan menguapkan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. Evaporasi berbeda dari kristalisasi dalam hal penekanannya disini ialah pada pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. dan bukan zat padat. kebalikannyalah yang benar. Evaporasi tidak sama dengan pengeringan. Dalam situasi-situasi tertentu. garis pemisah antara evaporasi dan krista1isasi tidaklah dapat dikatakan tegas.

2. Teknik ini biasa disebut disti1asi air (water distillation). Proses-proses evaporasi skala besar sudah banyak dikembangkan dan digunakan untuk membuat air minum dari air laut. kadang-kadang zat cair yangsangat viskos Sisa penguapan adalah zat padat Uap biasanya komponen tunggal. Konsentrasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. tetapi dari segi teknik proses itu adalah evaporasi. Hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan air dalam umpan yang dipulihkan. karena persyaratan khusus proses.Proses 1. distilasi dan kristalisasi: Proses (1≠2) Evaporasi ≠ Pengeringan No. Penyelesaian praktis terhadap masalah evaporasi sangat ditentukan oleh karakteristik zat cair yang akan dikonsentrasikan. Variasi dalam karakteristik cairan itulah (yang menuntut keahlian dan pengalaman para insinyur dalam merancang dan mengoperasikan evaporator) yang menyebabkan operasi ini meluas dari perpindahan kalor sederhana menjadi suatu seni tersendiri. Keterangan Sisa penguapan adalah zat cair. tetapi dari segi proses adalah evaporasi. Jika uap berupa campuran. Evaporasi ≠ Distilasi 1. Di sini hasil yang dikehendaki adalah air kondensasi. Evaporasi ≈Kristalisasi : contohnya pada penguapan air asin untuk membuat garam Evaporasi ≈ Distilasi : contohnya pada penguapan air yang mengandung mineral untuk umpan ketel (boiler). sebagian besar dikembalikan ke laut. Tabulasi perbedaan evaporasi dengan pengeringan. 2. dan untuk konsumsi manusia.BAB VI mendapatkan hasil yang bebas zat padat untuk umpan ketel didih. tidak ada usaha untuk memisahkan menjadi fraksi-fraksinya Uap sering berupa campuran dan akan dipisah menjadi fraksi-fraksinya. Permasalahan disini adalah pemekatan larutan Permasalahan: pembuatan zat padatatau kristal. 2.html (2 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Berikut ini adalah beberapa sifat penting dari zat cair yang divaporasikan. Evaporasi ≠ Kristalisasi 1. Biasa disebut distilasi air.

Kerak Beberapa larutan tertentu menyebabkan pembentukan kerak pada permukaan pemanasan. atau jika tidak. menjadi terlalu lamban sehingga tidak dapat melakukan perpindahan kalor yang memadai. keseluruhan masa zat cair itu mungkin meluap ke dalam saluran uap keluar dan terbuang. Titik didih larutanpun dapat meningkat dengan sangat cepat bila kandungan zat padatnya bertambah. hingga larutan itu menjadi jenuh. Densitas dan viskositasnya meningkat bersamaan dengan kandungan zat padatnya. kristal-kristal ini harus dipisahkan karena. Busa yang stabi1 akan ikut ke luar evaporator bersama uap. Dalam hal-hal yang ekstrim. larutan itu akan makin bersifat individual. Bi1a kerak itu keras dan tak dapat larut. lebih-Iebih zat-zat organik. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. sehingga suhu didih larutan jenuh mungkin jauh lebih tinggi dari titik didih air pada tekanan yang sama. Bisa menyebabkan tabung evaporator tersumbat. pembersihan itu tidak mudah dan memakan biaya. dan menyebabkan banyaknya bahan yang terbawa ikut.html (3 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Hal ini menyebabkan koefisien menyeluruh makin lama makin berkurang sampai akhimya kita terpaksa menghentikan operasi evaporator untuk membersihkannya. membusa pada waktu diuapkan. maka akan terjadi pembentukan kristal. Dalam mengkonsentrasikan bahanbahan seperti itu diperlukan teknik khusus untuk mengurangi suhu zat cair dan menurunkan waktu pemanasan. dan bahan rnakanan dapat rusak bila dipanaskan pada suhu sedang selama waktu yang singkat saja. bahan kimia farmasi. Pembentukan busa Beberapa bahan tertentu. tetapi jika konsentrasinya meningkat. Jika zat cair jenuh didihkan terns.BAB VI Walaupun cairan encer yang diumpankan ke dalam evaporator mungkin cukup encer sehingga beberapa sifat fisiknya sama dengan air. Kepekaan terhadap suhu Beberapa bahan kimia berharga.

baja tahan karat.BAB VI Bahan konstruksi Bila memungkinkan. Evaporator mana yang dipilih untuk suatu masalah tertentu bergantung terutarma pada karakteristik zat cair itu. Untuk menguapkan l lb air dari larutan. yaitu sampai kira. Banyak karakteristik lain zat cair juga perlu mendapat perhatian dari perancang evaporator. maka laju perpindahan kalor harus tinggi agar dapat menurunkan biaya pokok peralatan. zat cair yang mendidih biasanya berada da1am vakum sedang. titik beku. Berkurangnya suhu didih zat cair menyebabkan beda suhu antara uap dan zat cair yang mendidih itu meningkat. aluminium. grafit tak-tembus.05 atm abs. dibawah 3 atm abs. dan uap dari evaporator kedua dimasukkan ke dalam kondenser. kalor konsentrasi. sifat racun. Metoda ini disebut sebagai evaporasi efek-tunggal (single-effect evaporation). evaporator sebaiknya dibuat dari baja. Jenis-Jenis Evaporator Kebanyakan evaporator dipanaskan menggunakan uap yang dikondensasikan di atas tabungtabung logarm. namun proses ini tidak efektif dalam penggunaan uap. Oleh karena adanya variasi dalam sifat-sifat zat cair maka dikembangkan berbagai jenis rancangan evaporator. bahaya ledak. Jika uap dari satu evaporator dimasukkan ke dalam rongga uap (steam chest) evaporator kedua. dengan demikian laju perpindahan kalor di da1am evaporator itu meningkat pula. dan timba1. dan persyaratan operasi steril (suci hama. nikel. pembebasan gas pada waktu mendidih. Karena itu digunakan juga bahan-bahan konstruksi khusus seperti tembaga. Bila kita menggunakan satu evaporator saja. radioaktivitas. 6. Oleh karena bahan-bahan ini relatif mahal. Walaupun sederhana.kira 0.2. Akan tetapi. maka operasi ini akan menjadi efek dua ka1i atau efek-dua (double effect).html (4 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . banyak larutan yang merusak bahan-bahan besi. diperlukan 1 sampai 1. Uap yang digunakan biasanya adalah uap bertekanan rendah. Bahan yang dievaporasikan biasanya mengalir di dalam tabung. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. uap dari zat cair yang mendidih dikondensasikan dan dibuang. antara lain kalor spesifik. atau menjadi terkontaminasi oleh bahan itu.3 lb uap.

Efek ini dapat ditambah lagi dengan cara yang sama. Aliran ke atas (film-panjat) b. Evaporator tabung horizontal biasanya digunakan untuk kapasitas yang kecil dan untuk mengevaporasikan larutan yang encer dan larutan ini tidak berbusa dan tidak meninggalkan deposit padatan pada tabung evaporator . 3. Larutan yang akan dievaporasikan berada di luar tabung horizontal dan uap mengalir di dalam tabung horizontal. menjadi harmpir lipat dua. Koefisien keseluruhan yang berada antara 200-400 Btu/jam. Evaporator. yang tergantung pada perbedaan suhu keseluruhan. Metoda yang umum digunakan untuk meningkatkan evaporasi per lb uap dengan menggunakan sederatan evaporator antara penyediaan uap dan kondenser itu disebut sebagai evaporasi efek-berganda (multiple effect evaporation). Sirkulasi paksa . Sebagai hasilnya maka pada evaporator jenis ini dijumpai koefisien perpindahan panas keseluruhan yang lebih rendah berbanding pada evaporator jenis lain. Tabung horizontal diliputi dan dikelilingi oleh sirkulasi yang alami dari cairan yang mendidih sehingga meminimumkan pengadukan cairan. Evaporator film aduk 6. suhu didih. dan sifat larutan yang dievaporasikan.ft2.html (5 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Aliran ke bawah (film-jatuh) c.BAB VI Ka1or uap yang semula digunakan lagi da1am efek yang kedua.0F (1100-2300 W/m2K) akan didapatkan. Evaporator tabung horizontal 2.1 adalah merupakan evaporator jenis klasik yang telah lama digunakan. Jenis-jenis utama evaporator tabung dengan pemasukan uap yang lazim dipakai adalah: 1. ini bermanfaat khususnya untuk mengevaporasikan larutan yang viskos.1 Evaporator Tabung-Horizontal Evaporator tabung-horizontal sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 6. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.vertikal tabung panjang a. dan evaporasi yang didapatkan oleh satu satuan masa uap yang diumpankan ke da1am efek pertama.2.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (6 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

Evaporator ini merupakan pengembangan dari evaporator tabung-panjang.2 dan Gambar 6.BAB VI Gambar 6. Pada instalasi yang besar. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Pada kedua evaporator ini larutan mendidih di dalam tabung vertika1 dan media pemanas di luar tabung vertikal.1. Pada evaporator satu lintas. Evaporator Satu Lintas Dan Evaporator Sirkulasi Evaporator dapat dioperasikan sebagai unit satu lintas atau sebagai unit sirkulasi. Evaporator Tabung Horizontal 6.html (7 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .2. Evaporator satu 1intas dan evaporator sirku1asi ditunjukkan pada Gambar 6. Media pemanas yang digunakan biasanya uap yang terkondensasi.2.2. uapnya lepas dan keluar dari unit itu sebagai cairan pekat. Seluruh evaporasi dilaksanakan dalam satu lintas (lawatan) saja. dan cairan yang tidak menguap mengalir ke bawah dan keluar melalui anulus yang terletak di bahagian dasar evaporator. terdapat beberapa lubang keluaran cairan atau produk dan tidak hanya satu seperti ditunjukkan pada Gambar 6. Pendidihan atau pemanasan cairan di dalam tabung akan menyebabkan aliran naik ke atas melewati tabung.3 secara berturutan. cairan umpan dilewatkan melalui tabung hanya satu kali lewat saja.

html (8 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

cairan pekat itu hanya sebentar saja berada dalam suhu didihnya. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. di mana pemekatan tota1 terbagi-bagi dalam beberapa efek. Evaporator film aduk (agitated film evaporator) selalu dioperasikan dalam satu lintas saja. tetapi evaporator film jatuh (falling-film evaporator) dan evaporator film panjat (climbing film-evaporator) dapat pula dioperasikan dengan cara ini.BAB VI Gambar 6. sehingga evaporator jenis ini sesuai untuk operasi efek berganda. dan dapat didinginkan dengan cepat begitu keluar dari evaporator. Evaporator satu lintas Rasio evaporasi terhadap umpan dalam unit satu lintas itu adalah terbatas. Dengan sekali lewatan cepat melalui tabung-tabung evaporator.2.html (9 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Suhu zat cair dapat dijaga rendah dengan mengoperasikan unit ini dalam vakum tinggi.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (10 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

BAB VI Gambar 6. Pemanasan yang terlalu lama atas sebagian kecil sajapun dari bahan peka-panas seperti makanan akan dapat menyebabkan keseluruhan produk itu rusak. Akibatnya. sebagian dari zat cair itu mungkin tertahan di dalam evaporator selama beberapa waktu. Umpan masuk akan bercampur dengan zat cair di dalam kolam. dan cocok pula untuk evaporasi efek tunggal. Walaupun waktu menetap (residence time) zat cair itu dalam zone pemanasan barangkali singkat saja. dimana aliran berlangsung melalui tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dapat beroperasi dengan jangkau konsentrasi yang cukup luas antara umpan dan cairan pekat dalam satu unit saja. Evaporator sirkulasi Pada evaporator sirkulasi (circulation evaporator) terdapat suatu kolam zat cair di dalam alat itu. tetapi zat cair itu akan berulang kali berada dalam kontak dengan tabung panas. serta densitas. akan terpanaskan hingga suhu yang kelewat tinggi. Sebagian dari zat cair itu dengan demikian. viskositas. Cairan pekat dari evaporator sirkulasi dikeluarkan dari kolam. sehingga hanya sebagian saja dari keseluruhan evaporasi yang berlangsung dalam satu lewatan. Evaporator sirkulasi tidak terlalu cocok untuk memekatkan zat cair yang peka terhadap panas. evaporator film panjat biasanya adalah unit sirkulasi. Evaporator sirkulasi. koefisien perpindahan kalornya akan cenderung rendah. harus selalu berada dalam konsentrasi maksimum. Dengan menggunakan vakum yang cukup baik. Semua cairan dalam kolam. dan titik didihnya selalu mendekati maksimum. Oleh karena zat cair yang masuk tabung itu mengandung beberapa bagian cairan pekat di dalam setiap bagian umpan. Alal ini dapat dioperasikan dengan sirkulasi alamiah. dan campuran itu lalu dialirkan melalui tabung-tabung evaporator.3. maka konsentrasi. di lain pihak.html (11 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . oleh karena itu. Evaporasi sirkulasi paksa semuanya dioperasikan dengan cara ini. suhu zat cair lindak dapat dijaga pada tingkat yang tidak merusak. Zat cair yang tidak menguap dikeluarkan dari tabung dan kembali ke kolam.

3. maupun titik didih larutan.5.BAB VI dengan disebabkan oleh perbedaan densitas. sirkulasi alami yang dihasilkannya mempunyai kecepatan 1 hingga 3 ft/detik sehingga koefisien perpindallan panas pada evaporator ini lebih tinggi dibandingkan evaporator tabung horizontal yaitu pada rentang 200. Evaporator Sirkulasi Paksa Evaporator sirkulasi paksa mempunyai bentuk seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6.2. di mana aliran dilaksanakan dengan pompa.oF (1100-2800 W/m2K) tergantung kepada baik sifat larutan. dan koefisien perpindahan panasnya menjadi kecil.500 Btu/jam. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. akan tetapi untuk evaporator jenis sirkulasi. 6. akan tetapi tidak sesuai untuk digunakan untuk mengevaporasikan larutan yang sangat viskos. Evaporator ini juga dapat menangani cairan yang viskos. Pada evapoator satu lintas dan juga evaporator sirkulasi. Pada kedua jenis ini. perbedaan suhu keseluruhan.4 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun vertikal dan berada di dalam tabung.4 dan Gambar 6. maka aliran sirkulasi yang terjadi akan bergerak dengan lambat.ft2. dapat pula dengan sirkulasi paksa.html (12 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . karena padatan yang terbentuk di dalam tabung dapat dihilangkan dengan pembersihan mekanis. Gambar 6. larutan yang mudah membentuk busa atau untuk menguapkan larutan dalam masa yang singkat. Sehingga kedua-dua evaporator vertikal ini adalah sangat berguna untuk kebanyakan proses evaporasi. Kedua evaporator satu lintas dan evaporator sirku1asi juga mempunyai kelebihan operasional berbanding dengan evaporator tabung horizontal. tabung-tabung didalamnya dipasang secara rolling dan welding dan tidak secara packing seperti pada evaporator tabung horizontal. Evaporator ini dapat digunakan untuk larutan yang membentuk deposit padatan.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (13 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Pemanas Vertikal di dalam Tabung Gambar 6. sehingga uap yang dihasilkan akan tersembur keluar. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI Gambar 6.4.html (14 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . pada saat cairan memasuki ruang kosong di dalam tabung. caitan yang akan dievaporasikan dipompakan melewati penukar panas (heat exchanger) dimana media pemanas mengelilingi pipa-pipa yang membawa cairan yang akan dievaporasikan. Gabungan penurunan tekanan dan head hidrostatik di dalam alat ini adalah cukup besar untuk mencegah larutan mendidih di dalam pipa penukar panas. Pada evaporator sirkulasi paksa.5 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun horizontal dan terletak terpisah dengan tabung.

html (15 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .5. Desain sekat yang tepat diperlukan untuk mencegah penggabungan gelembung-gelembung kecil cairan dan juga untuk mencegah perubahan arah dari aliran cairan. di dalam ruang kosong diletakkan sekat yang berguna untuk memisahkan uap dari larutan yang masih ada. dari pada evaporator dengan permukaan perpindahan panas yang terletak di da1am badan tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporator sirkulasi paksa yang moderen biasanya ditengkapi dengan pemanas yang terletak di luar tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6.BAB VI Gambar 6.5. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Elemen Pemanas Terpisah Horizontal Karena kecepatan semburan ada1ah tinggi.

Tabung-tabungnya biasanya mempunyai panjang 12 hingga 20 ft dengan diameter 1 sampai 2 inci. dan zat cair yang akan dipekatkan di dalam pipa/tabung. koefisien perpindahan panas akan bergantung kepada kecepatan sirkulasi. titik didih. Hal ini tidak dapat dilakukan dengan mudah jika permukaan penukar panas berada di dalam badan evaporator.BAB VI 6.html (16 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Pada tingkat sirkulasi yang rendah. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan sifat-sifat sistem.6. Penggunaan pemanas di luar tabung akan menjadikan evaporator ini lebih sering digunakan karena pembersihan pipa-pipa pemanas dan penggantian pipa-pipa yang mengalami korosi lebih mudah dilakukan. Pada evaporator dengan pemanasan di luar .2.4. dan (3) bila a1at ini dioperasikan sebagai unit sirkulasi. Evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas terpisah juga merupakan evaporator yang berbentuk lebih kompak sehingga dapat dipasang pada ruang dengan tinggi atap yang rendah. Bagian-bagian utama evaporator jenis ini ialah : ( 1) sebuah penukar panas jenis tabung dengan uap dalam selongsong. (2) sebuah separator (pemisah) atau ruang uap (vapour space) untuk memisahkan zat cair yang terbawa ikut dari uap. pendidihan akan terjadi disepanjang pipa-pipa pemanas.4. Pendidihan ini akan meningkatkan kejatuhan larutan dan menjadikan koefisien pendidihan menjadi dua ka1i lebih besar berbanding dengan tanpa pendidihan. pendidihan dapat dengan mudah dicegah dengan cara meletakkan pemanas pada posisi yang lebih rendah dibandingkan letak ruang pelepasan. sebuah kaki pemulang (return leg) untuk mengembalikan zat cair dari separator ke bagian bawah penukar panas. Pada evaporator sirkulasi paksa. Dalam mengevaporasikan cairan umpan. sehingga kecepatan sirkulasi keseluruhan yang melalui pipa adalah beberapa kali lebih besar dari kecepatan umpan. Fraksi dari cairan yang menguap ketika melewati pipa akan menjadi kecil. 6. untuk mengurangi terbentuknya endapan-endapan padatan di dalam pemanas. adalah merupakan hal yang penting untuk mencegah pendidihan di dalam pipa-pipa elemen pemanas. Evaporator Vertikal Tabung Panjang Contoh evaporator vertikal tabung panjang dengan alian zat cair ke atas terlihat pada Gambar 6.

yang tidak panjang. Umpan encer. Pada zone ini gelembung uap berganti-ganti dengan potongan zat cair dalam tabung naik dengan cepat melalui tabung dan keluar dengan kecepatan tinggi dari ujung atas tabung. gelembung itu bertambah besar dengan cepat. lalu mengalir melewati sekat itu sebelum keluar dari separator.BAB VI Alat itu mempunyai lubang masuk masing-masing untuk zat cair umpan dan untuk uap. sehingga kecepatan linier uap menjadi jauh berkurang. Busa itu akan pecah bila campuran zat cair dan uap berkecepatan tinggi menumbuk sekat di bagian kepala uap. Dari tabung itu. agar pembersihan lebih mudah djlakukan. masuk ke dalam sjstem dan bercampur dengan zat cair yang kembali dari separator. penukar panas dari evaporator ini dapat diletakkan di luar badan evaporator. biasanya pada suhu disekitar suhu kamar. Tingkat evaporasi tiap-tiap lewatan (pass) pada jenis ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan jenis-jenis evaporator sirkulasi lainnya dan evaporasi masih dapat ditingkatkan dengan menambah panjang tabung-tabung pemanas atau dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (17 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .6 hanya dapat bekerja sebagai unit sirkulasi saja. Di dekat puncak tabung. Jika diperlukan. Untuk membantu pemisahan tetes-tetes zat cair. Di dalam zat cair itu terbentuk gelembung-gelembung sehingga meningkatkan kecepatan liniernya dan meningkatkan laju perpindahan panas. akan tetapi evaporator vertikal tabung panjang sangat efektif untuk memekatkan cairan yang mempunyai kecenderungan untuk berbusa. Diameter separator itu lebih besar dari diameter penukar panas. Walaupun evaporator ini tidak dapat digunakan untuk zat cair yang viskos. Evaporator seperti Gambar 2. Zat cair dan uap mengalir ke atas di dalam tabung sebagai akibat dari peristiwa didih zat cair yang terpisah kembali ke dasar tabung dengan gravitasi. campuran zat cair selanjutnya masuk ke dalam separator. Selain itu evaporator ini juga sangat berguna untuk digunakan menangani material yang sensitif terhadap panas karena evaporator ini dapat dioperasikan tanpa proses resirkulasi. sambil menerima kalor dari uap. dan gas takmampu kondensasi yang terkandung dalam uap. kondensat uap. Umpan jtu mengalir ke atas di dalam tabung sebagai zat cair pada jarak tertentu. Fraksi yang diuapkan pada evaporator ini biasanya lebih besar dibandingkan pada operasi sirkulasi paksa. cairan pekat. uap itu dibuat menumbuk seperangkat sekat. lubang keluar masing-masing untuk uap.

Pendistribusian harus dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga level cairan.BAB VI mendinginkannya. Koefisien perpindahan panas evaporator ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Nusselt. misalnya dengan menyemprotkan cairan ke dinding tabung. Masalah yang mungkin timbul dalam mengoperasikan evaporator ini adalah pada saat mendistribusikan zat cair ke dalam tabung-tabung atau tube.html (18 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

Evaporator Film Jatuh Masalah pemekatan bahan-bahan yang sangat peka terhadap panas.BAB VI Gambar 6.2. Evaporator Vertikal Tabung Panjang 6.html (19 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .6. seperti air jeruk.5. dan yang mengharuskan waktu kontak yang singkat sekali dengan permukaan panas dapat diatasi dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

zat cair masuk dari atas. kemudian keluar dari bawah. Cara lain ialah dengan menggunakan nosel penyemprot di dalam setiap tabung. dan keluar dari bagian bawah unit itu. Hal ini dilakukan dengan menggunakan seperangkat plat logam berlubang-lubang (perforasi) yang ditempatkan lebih tinggi di atas plat tabung yang dipasang dengan teliti agar benar-benar horisontal. lalu mengalir ke bawah di dalam tabung panas itu dalam bentuk film. Evaporator Film Turbulen Akhir-akhir ini banyak dikembangkan evaporator modern yang bertujuan untuk menangani bahan yang viskos. peka.6.2. kuantitas zat cair berkurang secara kontinu selama ia mengalir dari puncak tabung ke dasarnya. Evaporator filmjatuh tanpa sirku1asi dengan waktu tinggal yang sangat singkat dapat menangani produk-produk yang peka yang tidak dapat ditangani dengan cara lain. Evaporator ini bentuknya menyerupai sebuah penukar panas jenis tabung. dan korosif. Alat ini juga sesuai sekali untuk memekatkan zat cair viskos. Uap yang keluar dari zat cair itu biasanya terbawa turun bersama zat cair.7 merupakan evaporator yang banyak digunakan untuk tujuan tersebut karena dapat menangani file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. vertikal. angka Reynolds fi1m-jatuh harus lebih besar dari 2000 pada setiap titik di dalam tabung. sehingga jum1ah pemekatan yang dapat dilaksanakan da1am satu lewatan terbatas seka1i. distribusi zat cair pada lubang itu dapat dipercepat dengan melakukan daur ulang zat cair itu ke puncak tabung. Masalah utama dengan evaporator film-jatuh ialah dalam mendistribusikan zat cair itu secara seragam menjadi film di bagian dalam tabung. Selama berlangsung evaporasi. dan dilengkapi dengan separator zat cair uap di bawah. Evaporator film-turbulen sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6. Hal ini memungkinkan volume aliran yang lebih besar melalui tabung dibandingkan dengan pada operasi sekali lintas.BAB VI evaporator film jatuh. Tabung-tabungnya biasanya agak besar. Untuk mendapatkan perpindahan kalor yang baik. 6. Bila sirkulasi dapat dilakukan tanpa menimbulkan kerusakan pada zat cair. berdiameter 2 hingga 10 inci. Atau. dapat pula dipasang distributor 'kalajengking' dengan lengan-lengan radial untuk menyemprotkan umpan dengan laju stedi ke dalam permukaan dalam setiap tabung.html (20 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dan distributor/penyebar zat cair di atas. yang panjang. Tabung-tabung itu diberi sisip pada ujungnya yang memungkinkan zat cair mengalir dengan teratur ke setiap tabung itu. Pada evaporator film-jatuh satu lintas.

kecepatan zat cair di dalam tabung itu tinggi. setiap cara yang dapat mengurangi tahanan itu akan memberikan perbaikan yang berarti terhadap koefisien perpindahan panas menyeluruh. Uap bebas zat cair itu lalu keluar melalui lubang ke luar pada bagian atas unit itu. seperti dalam evaporator pada Gambar 6. Umpan masuk dari puncak bagian bermantel dan disebarkan menjadi film tipis yang sangat turbulen dengan bantuan daun-daun vertika1 agitator (pengaduk) itu.html (21 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Cara lain untuk meningkatkan keturbulenan ada1ah dengan pengadukan mekanik terhadap film zat cair itu. tahanan pokok terhadap perpindahan panas menyeluruh dari uap kepada zat cair yang mendidih di dalam evaporator terletak pada sisi-sisi zat cair. sehingga menumbuk plat-plat vertikal yang stasioner. di mana di dalam tabung itu terdapat sebuah pengaduk. Dalam evaporator tabung panjang. dan laju perpindahan kalorya besar. Di dalam separator. Evaporator itu merupakan modifikasi daripada evaporator film jatuh yang mempunyai tabung tunggal bermantel. Zat cair itu sangat turbulen. Konsentrat keluar dari bawah bagian bermantel. Tetesan-tetesan itu bergabung (koalesensi) pada plat ini dan kembali ke bagian evaporasi. zat cair yang terbawa ikut dilemparkan ke arah luar oleh daun-daun agitator. lebih-lebih yang menggunakan sirkulasi paksa. Oleh karena itu. Pada evaporator ini. uap naik dari zone penguapan masuk ke dalam bagian tak bermantel yang diametemya agak lebih besar dari tabung evaporasi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI baik bahan yang viskos. berlumpur bahkan kering.7.

Dengan bahan-bahan yang sangat viskos. Sebagaimana juga pada evaporator jenis lain.html (22 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . koefisien menye1uruh turun dengan cepat bila viskositas naik.7. Produk evaporasi bisa mencapai viskositas sampai setinggi 1000 P pada suhu evaporasi. koefisien itu nyata lebih besar dari yang didapatkan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI Gambar 6. Evaporator film Turbulen Keunggulan utama dari evaporator film aduk ialah kemampuannya menghasilkan laju perpindahan kalor yang tinggi pada zat cair viskos. tetapi dalarn rancang ini penurunan itu cukup 1ambat.

html (23 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . atau: Jika umpan masuk evaporator itu berada pada suhu didih sesuai dengan tekanan absolut ruang uapnya. antibiotika dan sari buah. Jika zat cair dievaporasikan. dan kapasitasnya menjadi q. A. Kapasitas didefinisikan sebagai banyaknya pon air yang diuapkan perjam. menurut definisi dari koefisien perpindahan kalor menyeluruh. yang mungkin memerlukan perawatan dan pemeliharaan dan kapasitas setiap unitnya kecil. kalor yang diperlukan untuk memanaskannya sampai suhu didih mungkin cukup tinggi. lateks karet. demikian juga halnya dengan kesan dari konsentrasi zat cair sewaktu berada pada titik didihnya. koefisien perpindahan panas menyeluruh. dan jauh lebih besar daripada unit sirkulasi alamiah. U. dan penurunan suhu menyeluruh ∆T. 6. Jika zat terlarut bersifat non volatil dan untuk operasi evaporasi. kesan kedalaman cairan dan percepatan perlu untuk diketahui.BAB VI pada evaporator sirkulasi paksa. sehingga kapasitasnya untuk suatu nilai q tertentu akan berkurang sesuai dengan itu. seperti gelatin. Kelemahannya ialah biayanya yang tinggi. adanya bagian-bagian dalam yang bergerak. kesan konsentrasi dapat diestimasi dengan menggunakan hukum Raoult dan Dalton sebagai berikut: dimana a dan b merupakan simbol untuk menyatakan solute (zat terlarut) dan solvent (pelarut) secara berturutan. jauh di bawah kapsitas evaporator bertabung banyak. Evaporator fi1m aduk sangat efektif dengan produk viskos yang peka panas. maka performa evaporator diukur berdasarkan atas kapasitas evaporator tersebut. semua kalor yang berpindah melalui permukaan pemanas dapat digunakan untuk evaporasi. maka laju perpindahan panas q melalui permukaan pemanasan suatu evaporator. Untuk larutan ideal. Jika umpannya dingin.3. yaitu hasil kali dari tiga faktor: luas permukaan perpindahan panas. karena kalor yang digunakan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Kapasitas Evaporator Untuk evaporator jenis tabung dengan pemanasan uap.

jika umpan itu berada pada suhu di atas titik didih pada ruang uap. walaupun tidak selalu harus sejajar. tetapi dalam jangkau yang sedang. Proses ini disebut evaporasi kilatan (f1ash evaporation). sebagaimana jika kita membaca suhu uap yang kondensasi. kita dapatkan pula garis-garis yang berbeda. Kenaikan titik didih di atas titik didih air ini dikenal sebagai kenaikan titik didih larutan. Jika jangkau tekanan terlalu besar. Kenaikan titik didih ini harus dikurangkan dari penurunan suhu yang diramalkan dari tabel uap. jika tekanannya diketahui. Sebaliknya. Untuk larutan pekat. titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih air mumi.html (24 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Akibatnya untuk suatu tekanan tertentu. garis-garis itu sangat mendekati lurus. serta pada kedalaman zat cair itu di atas permukaan pemanasan. titik didihnya dapat dibaca dari tabel uap. Pada beberapa evaporator. pada perbedaan tekanan antara rongga uap-pemanas dan ruang uap hasil evaporasi di atas zat cair mendidih itu. jika titik didih larutan digambarkan terhadap titik didih air pada tekanan yang sama. Bila zat cair itu mempunyai karakteristik seperti air murni. Namun. akan didapat suatu garis lurus. dalam evaporator nyata titik didih larutan dipengaruhi oleh dua faktor. dan kapasitas evaporator akan lebih besar dari yang ditunjukkan q. kaedah ini tidak eksak. Untuk konsentrasi yang berlainan. yaitu kenaikan titik didih dan tinggi tekan zat cair . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. kecepatan zat cair di dalam tabung juga dipengaruhi oteh penurunan suhu karena adanya rugi gesekan di dalam tabung yang meningkatkan tekanan efektif zat cair itu. kenaikan titik didih itu dapat dicari dengan mudah dengan menggunakan aturan empirik yang dikenal sebagai kaedah Duhring yang menyatakan bahwa titik didih suatu larutan tertentu merupakan fungsi linier dari titik didih air mumi pada tekanan yang sama. Penurunan suhu nyata melintas permukaan pemanasan bergantung pada larutan yang diuapkan. Tekanan uap kebanyakan larutan dalam air lebih kecil dari tekanan uap air pada suhu yang sama. Nilainya kecil untuk larutan encer dan larutan koloida organik. Jadi. sebagian dari umpan akan menguap secara spontan melalui penyeimbangan adiabatik dengan tekanan ruang-uap.BAB VI memanaskan umpan tidak dapat digunakan untuk evaporasi. tetapi bisa sampai setinggi 150oF pada larutan pekat garam anorganik.

kepada arus uap itu biasanya ditambahkan promotor.BAB VI Jika kedalaman zat cair di dalam evaporator itu cukup besar. Suatu tetesan zat cair yang berada pada jarak Z ft di bawah permukaan berada pada tekanan ruang uap di tambah tinggi-tekan Z ft zat cair. juga jika kondensasi itu kondensasi film. oleh karena itu. dan dengan demikian koefisien yang lebih tinggi lagi. Fluks kalor dan kapasitas evaporator dipengaruhj oleh perubahan beda suhu maupun perubahan koefisien perpindahan kalor. Untuk mendapatkan kondensasi tetes. dinding tabung biasanya agak tebal. titik didih zat cair di dalam tabung lebih tinggi dari titik didih yang ditunjukkan oleh tekanan ruang uap. faktor penggotoran uap kondensasi dan tahanan dinding tabung biasanya sangat kecil. Dalam evaporator nyata. Tetapi. dalam evaporator film aduk. Tahanan menyeluruh terhadap uap dan zat cair mendidih ialah jumlah dari lima macam tahanan tersendiri: tahanan film uap. tahanan dinding tabung. dan biasanya diabaikan dalam perhitungan evaporator. tetapi efek kualitatif daripada tinggi-tekan zat cair itu dapat diabaikan. Pada kebanyakan evaporator. Kenaikan titik didih ini akan menyebabkan kekurangan penurunan suhu rata-rata antara uap dan zat cair dan mengurangi kapasitas. yaitu di dalam tabung dan di luar tabung. Oleh karena adanya gas yang tak-mamppu kondensassi dapat menyebabkan turunnya koefisien film uap. lebih-lebih bila tinggi permukaan dan kecepatan zat cair itu tinggi. dan kecuali karena pengaruh tinggi tekan hidrostatik. rugi gesekan di dalam tabung akan meningkatkan lagi tekanan rata-rata zat cair itu. bukanlah merupakan fungsi konstruksi evaporator. Koefisien menyeluruh ialah kebalikan dari tahanan menyeluruh itu. dan tahanan dari zat cair yang mendidih. titik didih yang berkaitan dengan tekanan di dalam ruang uap ialah titik didih lapisan permukaan zat cair itu saja. maka harus ada ventilasi untuk membuang gas-gas tak-mampu kondensasi itu dari rongga uap pemanas dan mencegah udara masuk bila tekanan uap lebih rendah dari tekanan atmorfir . sehingga tahanannya mungkin merupakan bagian yang cukup penting dari keseluruhan tahanan. Disamping itu. bila kecepatan zat cair itu besar. Penurunan suhu itu ditentukan oleh sifat-sifat uap dan zat cair yang mendidih. dan karena itu titik didihnya lebih tinggi. koefisien menyeluruh sangat dipengaruhi oleh rancang evaporator dan metode operasinya. Besarnya pengurangan tidak dapat ditaksir secara kuantitatif. Koefisien film uap selalu tinggi. Tetapi. dua buah tahanan kerak. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (25 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

Ekonomi Evaporator Ekonomi ada1ah banyaknya pon yang diuapkan per pon uap yang diumpankan ke da1am unit itu. Ekonomi evaporator juga dipengaruhi oleh suhu umpan. koefisien sisi zat cair untuk larutan encer dalam air adalah antara 200 dan 600 Btu/ft2. Ada dua neraca entalpi yang diperlukan. ekonominya mungkin jauh lebih besar. Melalui suatu perancangan yang baik. Dalam evaporator sirkulasi alamiah. satu untuk uap-pemanas. kilat yang terjadi akan menyebabkan evaporasi lebih tinggi dari yang bisa dibangkitkan oleh entalpi penguapan uap itu. 6. dan lebih-lebih pada yang menangani zat cair viskos. Secara kuantitatif. Jika suhu umpan lebih rendah dari titik didih di dalam efek pertama. dan satu lagi untuk sisi-cairan atau uap larutan.html (26 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Konsumsi uap.4. 6. Faktor utama yang mempengaruhi sistim ekonomi evaporator ialah banyaknya efek. entalpi penguapan uap=pemanas ke efek pertama dapat digunakan satu kali atau beberapa kali. Pada kebanyakan evaporator. Nilai konsumsi uap merupakan hasil bagi antara kapasitas dengan ekonomi evaporator. beban pemanasan itu akan menggunakan sebagian dari entalpi penguapan uap pemanas. ekonomi evaporator adalah semata-mata masalah neraca entalpi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan hanya sebagian yang tersisa untuk evaporasi. tahanan pada sisi zat cairlah yang menentukan laju perpindahan kalor menyeluruh ke zat cair yang mendidih itu. ka1or laten kondensasi uap pemanas berpindah melalui permukaan pemanasan dan menguapkan air dari 1arutan yang mendidih. dalam pon per jam.0F. ekonominya hampir selalu kurang dari satu. bergantung pada jumlah efeknya.4. juga tidak kalah pentingnya. Neraca Entalpi Evaporator Efek Tunggal Pada evaporator efek tunggal.jam. Jika suhu umpan lebih tinggi dari titik didih.1. Pada evaporator efek tunggal.BAB VI Koefisien sebelah zat cair sangat bergantung pada kecepatan zat cair itu di atas permukaan panas. tetapi pada alat efek berganda.

Dimisalkan selanjutnya bahwa tidak ada kebocoran atau zat cair yang terbawa ikut bersama uap. Neraca bahan dan neraca enta1pi pada evaporator . dan bahwa aliran gas yang tak mampu kondensasi dapat diabaikan.8. ms mf =laju aliran uap pemanas dan laju aliran kondensat =laju aliran cairan encer. Ts T Tf =suhu kondensassi uap pemanas =suhu zat cair yang mendidih di da1am evaporator =dan suhu umpan.BAB VI Gambar 6. dan bahwa rugi ka1or file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. andaikan tidak ada zat padat yang mengendap dari cairan itu.html (27 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . atau umpan m =1aju a1iran cairan pekat mf –m =laju aliran uap cairan ke da1am kondensor.

baik panas lanjut uap maupun dingin lanjut kondensat itu kecil.1) dimana: qs = laju perpindahan kalor melalui permukaan pemanasan dari uap pemanas. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Kesalahan kecil yang mungkin diakibatkannya akan dikompensasikan oleh kesalahan karena mengabaikan rugi kalor dari rongga uap-pemanas. Neraca entalpi sisi uap ialah: s …(6. selisih antara entalpi uap pemanas dan kondensat hanyalah λ . Jika tidak ada rugi kalor. Uap pemanas yang masuk kedalam rongga uap pemanas itu bisa panas lanjut. dan kondensatnya biasanya keluar dari rongga itu agak dingin lanjut di bawa hingga didihnya. Namun. kalor yang berpindah dari uap pemanas ke tabung harus sama dengan kalor yang berpindah dari tabung pemanas ke cairan.BAB VI evaporator itu tidak perlu diperhitungkan. keduanya.2) dimana: q = laju perpindahan kalor dari permukaan pemanasan ke zat cair . Hv = entalpi spesifik uap cairan Hf H = entalpi spesifik cairan encer = entalpi spesifik cairan pekat. Dengan pengandaian ini. yaitu kalor laten kondensasi uap. dan dapat diabaikan dalam penyusunan neraca entalpi. Hv Hc Λ s = enta1pi spesifik uap pemanas = entalpi spesifik uap kondensat = kalor laten kondensasi uap pemanas = laju aliran uap pemanas ms Neraca entalpi untuk sisi cairan ialah: …(6.html (28 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dan qs = q.

Sumber yang terbaik untuk mendapatkan nilai Hf dan H untuk digunakan pada persamaan 6.html (29 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .2: Jika kalor pengenceran zat cair yang akan dipekatkan itu cukup besar sehingga tidak dapat diabaikan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Isoterm-isoterm pada gambar itu menunjukkan entalpi sebagai fungsi konsentrasi pada suhu tetap. dimana entalpi dalam Btu per pon atau joule per gram larutan.1 dan 6.BAB VI Jadi dengan menggabungkan persamaan 6. dalam fraksi massa atau persen bobot zat terlarut. entalpi tidak linier dengan konsentrasi pada suhu tetap. digambarkan grafiknya terhadap konsentrasi.2 ialah diagram entalpi-konsentrasi.

terbagi pada dua efek atau lebih. Uap dari satu efek berfungsi sebagai medium pemanas bagi efek berikutnya. s s s Cara pengumpanan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Pada suhu. Ø produk terlalu kental: laju umpan ditambah. tekanan kondenser. Ø Suhu kondensat yang meninggalkan efek kedua hampir sama dengan suhu uap dari zat cair mendidih di dalam efek pertama.EVAPORATOR EFEK BERGANDA BAB VII EVAPORATOR EFEK GANDA Beberapa ciri evaporator efek ganda: s s s s s s s Terdiri dari dua atau lebih evaporator yang dihubungkan satu sama lain. Masing-masing efek bekerja sebagai evaporator efek tunggal. tekanan uap. Efek terakhir: tekanan ruang uap cairan minimum. tinggi cairan yang ditentukan/dijaga: konsentrasi cairan dapat diubah hanya dengan mengubah laju alir umpan: Ø produk terlalu encer : laju alir umpan dikurangi. Efek I : efek tempat mengumpankan uap mentah. akumulasi=0. Ø Kondisi steady: seluruh kalor yang digunakan untuk membuat uap pada efek yang pertama harus diserahkan lagi ketika uap ini kondensasi pada efek ke-2. Jika umpan pada titik didihnya: Ø Seluruh kalor muncul sebagai kalor laten dalam uap yang keluar dari efek pertama.html (1 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . konsentrasi. Masing-masing mempunyai beda suhu melintas permukaan yang berkaitan dengan penurunan tekanan pada efek itu. Tekanan ruang uap cairannya paling tinggi. Tekanan antara uap dan unit kondenser. Kondisi steadi.

Tidak terdapat perpindahan zat cair dari efek satu ke efek lain. berurutan hingga efek pertama.html (2 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Perbandingan penguapan larutan NaOH pada efek tunggal dan ganda. Umpan dimasukkan secara paralel ke setiap efek. 2. 3. karena aliran berlangsung dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. 4. Umpan paralel § § § Contohnya dalam evaporator kristalisasi. Memerlukan satu pompa untuk umpankan ke efek satu dan satu pompa lagi untuk mengeluarkan zat cair dari efek terakhir. Umpan maju s s Konsentrasi zat cair meningkat dari efek pertama hingga efek terakhir.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 1. § Memerlukan satu pompa disetiap efek. § Sebagian dari pompa-pompa yang digunakan pada umpan mundur tidak diperlukan lagi. mengalir ke ujung deret lalu dipompakan lagi ke efek pertama untuk pemekatan akhir. Umpan mundur § Zat cair diumpankan ke efek terakhir. dimana dihasilkan lumpur kristal dan cairan induk. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Umpan campuran § Zat cair masuk dalam suatu efek pertama.

Masing-masing menggunakan uap larutan jenuh. s Penguap efek tiga Kerugian karena kenaikan titik didih naik lagi menjadi 6 + 8 + 9 = 23 oC. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. s s Penguap efek dua Terdapat dua kali kerugian karena kenaikan titik didih dengan jumlah 9+6 = 15 oC Selisih temperatur untuk pemanasan berkurang menjadi 62 oC.html (3 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA s s Keadaan awal dan akhir untuk masing-masing cara evaporasi adalah sama. Untuk pemanasan digunakan selisih temperatur sebesar 72 oC. Jumlah selisih temperatur yang berguna berkurang lagi menjadi 55 oC. Penguap tunggal: Hanya dijumpai sekali kenaikan titik didih sebesar 54 – 48 = 6 oC.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (4 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (5 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

7.1. Kapasitas dan ekonomi evaporator efek ganda
s

Kapasitas total evaporator efek ganda biasanya tidak lebih besar dari efek tunggal yang luas permukaannya sama dengan salah satu efek itu. Kalor yang berpindah di dalam ketiga efek (untuk efek 3).

s

s

Kapasitas total sebanding dengan laju perpindahan kalor total qT dan diperoleh dari: Andaikan luas permukaan tiap efek adalah A ft2, koefisien menyeluruh U juga sama pada setiap efek, persamaan diatas dapat dituliskan kembali: penurunan suhu total antara uap pemanas dalam efek pertama dan uap cairan dalam efek terakhir. Ekonomi evaporator efek berganda bergantung pada masalah neraca kalor dan bukan pada laju perpindahan kalor. Kapasitas evaporator efek berganda berkurang karena kenaikan titik didih.

s

s

s

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (6 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Contoh 16-3 Mc-Cabe dkk, 1985 Sebuah evaporator efek ganda tiga sirkulasi paksa akan diumpankan dengan 60.000 lb/jam larutan NaOH 10% pada suhu 180 oF. Cairan pekat yang dikehendaki adalah NaOH 50 %. Evaporator tersebut menggunakan uap jenuh pada 50 lbf/in2 abs, dan suhu kondensasi uap dari efek ke-3 adalah 100 oF. Urutan pengumpanan adalah II,III,I. Radiasi dan pendinginan lanjut kondensat dapat diabaikan. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK KOEFISIEN MENYELURUH W/m2. oC BTU/ft2.jam oF I 700 3970 II 1000 5680 III 800 4540 Ditanya: a. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek, andaikan A1=A2=A3. b. Konsumsi uap c. Ekonomi uap

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (7 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Penyelesaian: Mf = 60.000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh, andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 6000 6000 Air 54000 6000 48000 Total 60000 12000 48000

Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE, dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 48000/3 = 16000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing - masing efek: Cf = 10 % NaOH = 0,1 fraksi massa C1 = 50% NaOH = 0,5

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (8 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

Dari Gambar 16-4 McCabe dkk.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Uap pada 50 lbf/in2.214 Titik didih air = 100 oF Titik didih larutan = 113 oF BPE1 = 113 . Tekanan kondensat = 0.5 Titik didih air = 281 oF Titik didih larutan = 357 oF BPE1 = 357 – 281 = 76 oF Efek III C3= 0.136 Titik didih air (=suhu umpan masuk) = 180 oF Titik didih larutan = 187 oF BPE1 = 187 – 180 = 7 oF Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 181 – (76+7+13) = 85 oF 85 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.html (9 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . 1985) Kondensat pada efek ke III berada pada suhu 100 oF. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar. 1985: Efek I C1= 0.95 lbf/in2. Ts=281 oF dan ls=924 BTU/lb (lamp 8 Mc Cabe dkk. EFEK I T (suhu didih) 33 T’ (suhu kondensasi) 76 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.100 = 13 oF Efek II C2= 0.

10 142 0.X) + (60000)(135) = (1126. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 248 281 248 180 149 149 172 113 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0.html (10 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .214 172 0.993 Y = -1920 …(1) Neraca entalpi ada efek III Zat cair dari II + Zat cair dari II = Uap hasil dari III + Umpan ke I + Kondensat dari II file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.Y) + 102 (60000 – Y) + (140.X) X – 0.136 100 Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1174 67 1171 249 250 135 1126 102 140 1111 110 Flow Rate (lb/jam) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek II Uap hasil dari I + Umpan ke II = Uap hasil dari II + Zat cair dari II + Kondensat dari II (1171.5 0.EVAPORATOR EFEK BERGANDA EFEK II EFEK III 23 29 7 13 T1 = 281 – 33 = 248 oF T1’ = 248 – 76 = 172 oF T2 = 172 – 23 = 149 oF T2’ = 149 – 7 = 142 oF T3 = 142 – 29 = 113 oF T3’ = 113 – 13 = 100 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.

sehingga didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain. laju evaporasi.EVAPORATOR EFEK BERGANDA (1126. eltalpi.000 BTU/jam q3=(16340)(1126) – (16340)(110) = 16.000 BTU/jam Sehingga luas permukaan: Luas rata-rata = Luas permukaan tidak sama.983. penurunan suhu.Y) + 102 (60000 – Y) = 1111(48000 – X . Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi.Y) +(12000 + X)67 + (110.940 Y = 46000 …(2) (1) dan (2) : X + 1.html (11 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .000 BTU/jam q2=(14300)(1171) – (14300)(140) = 14. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.601.Y) X + 1. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor.933 Y = 47920 Y = 16340 lb/jam X = 46000 – (1.993 Y = -1920 2.743.940 Y = 46000 X – 0.940)(16340) = 14300 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 48000 – X – Y = 48000 – 14300 – 16340 = 17360 lb/jam Bebas panas: = (14300)(1171) – (12000+14300)(67) + (12000)(250) = 17.

html (12 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . entalpi dan laju aliran. Luas permukaan tiap efek = 719 ft2 b. Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 245 281 246 180 149 149 170 114 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0. ms = c.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Pembetulan suhu.228 170 0.10 142 0. Konsumsi uap. Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.137 100 Konsentrasi 1174 68 1170 249 249 135 1126 101 138 1111 110 Entalpi (BTU/lb) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Flow Rate (lb/jam) Hasil: a.5 0.

Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK BTU/ft2. e. 1960. Sebuah evaporator efek ganda tiga digunakan untuk memekatkan larutan NaOH 5% menjadi 50 %. Konsumsi uap f.html (13 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek. Digunakan umpan maju dengan umpan masuk pada suhu 60 oF. dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 180000/3 = 60000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing .3 Foust.masing efek: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Ekonomi uap Penyelesaian: Produk pekat 20000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 10000 10000 Air 190000 10000 180000 Total 200000 20000 180000 Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE. Luas permukaan pemanasan pada ketiga efek adalah sama dan cukup besar untuk menghasilkan 20000 lb/jam produk pekat.jam oF I 800 II 500 III 300 Ditanya: d. andaikan A1=A2=A3.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Contoh 10. Uap tersedia pada tekanan 125 psia dan ejektor pada 1 psia.

8) (Gbr.5+10) = 159.2 oF dan ls=875 BTU/lb Hvap = 1191.55 BTU/lb Kondensat keluar dari ejektor pada 1 psia. 1985) Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 242. Titik didih air = 200 oF (Trial) Titik didih larutan = 210 oF BPE1 = 210 – 200 = 10 oF (lamp.8+70.5 = 70.125 Tidak adaketerangan yang jelas.2 oF Titik didih larutan = 347 oF BPE1 = 347 – 344.8 oF Efek III C3= 0. Ts = 101.7 – (2.2 = 2.5 oF Dari Gambar 16-4 McCabe dkk.071 Titik didih air = 344.5 Titik didih air (suhu keluar ejektor) = 101.05 fraksi massa C3 = 50% NaOH = 0. 16-4) (lamp 8 Mc Cabe dkk.html (14 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .02 BTU/lb Hliq = 315.5 oF Titik didih larutan = 172 oF BPE1 = 172 – 101. Ts=344.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Cf = 5% NaOH = 0.5 oF Efek II C2= 0. 1985: Efek I C1= 0.4 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.5 Uap pada 125 psia.

Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.92 – 2. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Zat cair dari III Suhu (oF) 344.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 159.63 – 10 = 252.2-30.32 281.63 311.79 Flow Rate (lb/jam) ms 200000 X ms 200000-X Y 200000-X-Y X 180000-X-Y Y 20000 0.92 oF T1’ = 313.4 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.45 80.05 Suhu Jenuh (oF) Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1191.12 – 48.92 262.06 1182.071 0.63 oF T2’ = 262.5 T1 = 344.5 = 101.55 283.8 315.45 = 262.8 10 70.63 oF T3 = 252.2 60 313.63 – 80.85 221.98 1164.5 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.125 0.8 = 311.28 48.63 262.28 = 313.74 T’ (suhu kondensasi) 2.63 171.86 231.12 oF T2 = 311.2 313.89 oF T3’ = 171.08 1105.02 28. EFEK I EFEK II EFEK III T (suhu didih) 30.5 Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.89 0.12 171 252.74 = 171.92 344.html (15 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .15 139.89 – 70.

beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor. laju evaporasi.06)(X) + 10.X + 177.7 = 2.86) + (200.13 lb/jam Luas permukaan: Luas permukaan tidak sama.000 – X – Y)(231.55) + (200000 – X)(283.906.15) (1818.000 – X – Y)(231.0751 Y + 190.53 (X) …(3) (2) dan (3) X + 12.3 = 1. sehingga file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.532. 85) + (20000)(139. penurunan suhu.58 lb/jam X = 53425.79) + (Y)(221.55) ms = 51.8) + (ms)(315.8) + (200.08) (849.02 – 315.54 (Y) …(2) …(1) Efek III (Y)(1164.311 = 3.584.06) = (X)(1182. eltalpi.98) = (Y)(1164.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek I (ms)(1192.404.32) = (180.1786 Y = 59872.000 – X – Y )(1105.800 – 874.000 = 933. ms = 113.html (16 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .6 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 180000 – X – Y = 66701.0995 Y .000 – X)(283.24)(Y) = 155.184.98) (1191.32) + (X)(281.82 X Efek II (X)(1182.86) + (200.000 + 898. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi.02) + (200000)(28.315.82 lb/jam Kebutuhan steam.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain.92 oF T3’ = 171.82 oF T1’ = 295.22 – 37.38 = 295.62 – 73.08 lb/jam Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. TRIAL II T1 = 344.5 = 101.2 .62 oF T2’ = 254.48.22 oF T2 = 292.5 oF Luas permukaan rata-rata = 2580 ft2 Konsumsi uap.92 – 70.6 = 254.62 oF T3 = 244. ms = 111.62 – 10 = 244.82 – 2.074.5 = 171.8 = 292.html (17 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (18 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

Bab 8 BAB VIII KRISTALISASI Kristalisasi atau penghabluran ialah peristiwa pembentukan partikel-partikel zat padat di dalam suatu fase homogen. Pembekuan (solidification) di dalam lelehan cair sebagaimana dalam pembuatan kristal tunggal yang besar. Dalam kristalisasi dari larutan sebagaimana dilaksanakan dalam industri. Pembentukan partikel padat di dalam uap. yang mengisi kristalisator file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Kristalisasi merupakan metode yang praktis untuk mendapatkan bahan-bahan kimia murni dalam kondisi yang memenuhi syarat untuk pengemasan dan penyimpanan. seperti dalam pembentukan salju b. Kristal yang terbentuk dari larutan yang tak murni selalu murni. Kristalisasi dari larutan sangat penting dalam industri karena banyaknya ragam bahan yang dpasarkan dalam bentuk kristal. Kristalisasi dapat terjadi sebagai: a.html (1 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . sebagaimana dalam hal pembekuan kristal es dari air laut atau larutan garam encer lainnya. 2. atau c. Konsep dan prinsip yang diuraikan disini berlaku baik untuk kristalisasi zat terlarut (solute) di dalam larutan jenuh maupun kristalisasi sebagian dari pelarut (solvent) itu sendiri. Kristalisasi dari larutan cair. campuran dua fase cairan induk (mother liquor) dan kristal dari segala ukuran. Penggunaannya sangat luas karena dua hal: 1. Pembahasan kita hanya akan dibatasi pada situasi yang terakhir ini aja yaitu kristalisasi dari larutan cair.

2. besarnya seragam. molekul atau ion) tersusun dalam suatu susunan tiga dimensi yan beraturan yang disebut kisi (lattice). dan itulah yang menjadi tujuan utama dalam perancangan dan operasi kristalisator. Jika kristal itu akan dipasarkan sebagai hasil akhir.Bab 8 (crystallizer) dan dikeluarkan sebagai hasil. CSD) harus dikendalikan dengan ketat. disebut magma. Kristal dicirikan oleh kenyataan bahwa partikel-partikel pembentuknya (yang bisa berupa atom. Walaupun ukuran relatif muka dan sudut berbagai kristal dari bahan yang sama mungkin sangat berbeda-beda. untuk itu hal-hal yang menjadi pertimbangan: 1. untuk dapat diterima langganan. serta penyimpanan kristal. Geometri Kristal Kristal adalah suatu benda mati yang sangat terorganisasi. pencucian. pelaksanaan reaksi dengan bahan kimia lain.html (2 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Jika kristal itu akan diproses lebih lanjut. bila kristal dibiarkan terbentuk tanpa gangguan dari kristal lain atau benda luar. pengangkutan. maka distribusi ukuran kristal (crystal size distribution. Akibat dari susunan pertikel seperti itu. dan tidak melekat dalam kemasan. maka ukuran yang wajar dan cukup seragam diperlukan untuk kemudahan filtrasi (penyaringan). tidak menggumpal. Sistem Kristalografi Oleh karena semua kristal dari setiap bahan tertentu mempunyai sudut antarmuka yang sama file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Untuk mencapai tujuan ini. masing-masing kristal itu harus kuat. kristal itu akan berupa polihedron yang mempunyai sudut-sudut tajam dan sisi yang rata. namun sudut-sudut yang dibentuk oleh muka-muka yang sebanding pada semua kristal dari bahan yang sama selalu sama dan merupakan karakteristik (ciri) dari bahan itu. Tujuan kristalisasi yang utama adalah mendapatkan perolehan yang memuaskan serta kemurnian yang tinggi. yang disebut muka (face).

Satu bahan tertentu dapat terkristalisasi di dalam dua kelas yang berbeda atau lebih. laju perpindahan berbagai muka kristal invarian itu tidaklah sama. semua poligon itu mempunyai keserupaan geometrik dan garis putusputus yang menghubungkan sudut-sudut poligon itu dengan pusat kristal itu merupakan garis lurus. Oleh karena kristal tersebut invarian. trigonal. Laju pertumbuhan setiap muka diukur dengan kecepatan translasi muka itu dalam berpindah menjauhi pusat pada arah tegak lurus terhadap muka itu.1. kristal yang tumbuh setiap memelihara keserupaan geometriknya selama pertumbuhan. Pada Gambar 28-1 Mc Cabe et al. kebutuhan energi. tetragonal.Bab 8 walaupun terdapat perbedaan besar dalam tingkat perkembangan masing-masing muka. paling umum terdapat di alam dalam bentuk heksagonal (sebagai kalsit) tetapi juga terdapat dalam bentuk ortorombik (aragonit). monoklin. Bila cairan induk yang terkandung yang kemurniannya rendah itu dikeringkan. Kristal Invarian Pada keadaan ideal. dan triklin. terlihat penampang kristal invarian selama pertumbuhannya. massa zat padat itu mungkinmengandunng cairan induk bersama kristal. dan jika panen itu mengandung agregat kristal. perolehan. tetapi masih mengandung cairan induk bila dikeluarkan dari magma akhir. Prinsip Kristalisasi Kristalisasi dapat dianalisis dari sudut pandangan kemurnian. 1985. bergantung pada kondisi kristalisasi. 8. Kemurnian hasil Kristal yang baik.html (3 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Kecuali jika kristal itu berbentuk polihedron beraturan. bentuk kristal diklasifikasikan atas dasar sudut-sudut ini. Kalsium karbonat misalnya. terjadi kontaminasi. Ada tujuh kristal. terbentuk dengan baik. heksagonal.. biasanya hampir murni. ortorombik. laju nukleasi dan laju pertumbuhan. dan derajat kontaminasi ini bergantung pada banyak dan derajat ketakmurnian cairan induk yang terkandung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Kristal demikian disebut kristal invarian. Setiap poligon di dalam gambar tersebut menunjukkan sosok (outline) kristal pada beberapa waktu yang berbeda. yaitu kubus. Titik pusat harus dianggap sebagai lokasi inti asal tempat kristal itu tumbuh.

html (4 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Beberapa bahan mengikuti kurva seperti kurva 2. Keseimbangan dan Perolehan Keseimbangan di dalam proses kristalisasi dapat dicapai bila larutan itu jenuh.Bab 8 bersama kristal. artinya kelarutannya meningkat hampir secepat peningkatan suhu. dimana kelarutan berubah sedikit saja dengan suhu. Data kelarutan sebagai fungsi suhu diberikan pada gambar berikut. Dalam prakteknya. sebagian besar cairan induk yang terkandung itu dipisahkan dari kristal dengan cara filtrasi dan sentrifugasi. adapula yang mengikuti kurva kelarutan terbalik (inverted solubility curve) pada kurva 3. yang berarti bahwa kelarutannya berkurang bila suhu dinaikkan. sedang sisanya dikeluarkan dengan mencucinya dengan pelarut segar. Kebanyakan bahan mengikuti kurva yang serupa dengan kurva 1. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Efektivitas langkah pemurnian bergantung pada ukuran dan keseragaman kristal. dan hubungan keseimbangan untuk kristal induk adalah kurva kelarutan.

html (5 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.

bergantung pada konsentrasi dan suhu.12H2O. Konsentrasi magnesium sulfat bebas air (anhydrous) dalam fraksi massa digambarkan digambarkan grafiknya terhadap suhu dalam derajat Fahrenheit. 1985) di atas.5% akan mengendapkan. Luas pae menunjukkan campuran es dan larutan jenuh. terbentuk beberapa macam hidrat. Keseluruhan luas di bawah dan sebelah kiri garis penuh menunjukkan larutan tak jenuh magnesium sulfat di dalam air. Zat padat yang terbentuk pada titik a disebut etetik (eutectic). zat padat bila suhu mencapai garis ini. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Garis patah-patah abcdq ialah kurva kelarutan.html (6 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Garis putus-putus eag-f-hij menunjukkan solidifikasi (pembekuan) larutan cair membentuk berbagai fase zat padat. Pada beberapa sistem. dan keseimbangan dalam sistem itu bisa rumit. Setiap larutan yang mengandung lebih dari 16. Diagram fase untuk sistem magnesium sulfat-air terlihat pada gambar 28-3 ( Mc Cabe. Setiap larutan yang mengandung kurang dari 16. Zat padat itu terdiri dari campuran mekanik yang akrab antara es dan MgSO4. pada waktu pendinginan.Bab 8 Banyak bahan anorganik yang penting-penting mengkristalisasi dengan air kristal.5 persen MgSO4 akan mengendapkan es bila suhunya mencapai garis pa.

Dalam daerah dljc. Bila panen itu mengandung air kristal. Data ini tidak memperhitungkan air kristalisasi. antara b dan c fase zat padat adalah MgSO4. antara c dan d kristalnya adalah MgSO4.6H2O. Dalam situasi demikian. kristal dan cairan induk berada pada waktu yang cukup lama sehingga mencapai keseimbangan. Kunci dalam perhitungan perolehan zat terlarut file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Hal ini sangat besar bila larutan itu viskos atau dimana kristal itu mengumpul di dasar kristalisator sehingga hanya sedikit saja permukaan kristal yang terkena larutan lewat jenuh.7H2O (garam epsom). Perolehan dari proses itu dapat dihitung dari konsentrasi awal dan kelarutan pada suhu akhir. air yang terdapat bersama kristal itu harus diperhitungkan. sistem keseimbangan terdiri dari campuran larutan jenuh dan kristal MgSo4. dan cairan induk itu jenuh pada suhu akhir proses itu. karena fase padat itu tidak mengandung pelarut. Dalam daerah qdk. campuran itu terdiri dari larutan jenuh dan kristal MgSO4.H2O. diperlukan waktu yang agak panjang untuk mencapai keseimbangan. karena air ini tidak terkandung di dalam larutan .12H2O. Data kelarutan itu biasanya diberikan sebagai bagian massa bahan bebas air perseratus bagian dari massa pelarut total atau dalam persen massa zat terlarut bebas air. campuran itu adalah larutan jenuh dan MgSO4. cairan induk akhir mungkin sangat lewat jenuh dan perolehan yang didapatkan akan lebih kecil dari menurut hasil perhitungan dari kurva kelarutan.Bab 8 Antara titik a dan b kristalnya adalah MsSO4. H2O.6H2O. dan di atas titik d kristal itu adalah MgSO4. Jika selama proses itu terjadi penguapan yang cukup besar. Perolehan Pada kebanyakan proses kristalisasi. Bila laju pertumbuhan kristal itu lambat. kuantitasnya harus diketahui atau dapat diperkirakan.7H2O. perhitungan perolehan itu sederhana. Di dalam daerah cihb.html (7 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Jika kristal itu bebas air.

5 persen H2O. dkk.1 BM MgSO4. Contoh 28-1. Oleh karena kuantitas yang terakhir ini yang tetap berada dalam fase cair selama berlangsungnya kristalisasi. Misalkan larutan awal 1000 kg. Suatu larutan yang terdiri dari 30 persen MgSO4 dan 70 persen H2O didinginkan sampai 60 oF. konsentrasi atau kuantitas yang didasarkan atas air bebas dapat dikurangkan untuk memberikan hasil yang benar.html (8 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . 1985.4 BM 7H2O = 126.5 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.5 persen MgSO4 bebas air dan 75. 5 persen dari total air yang terdapat di dalam sistem itu menguap. Mc Cabe.7H2O = 246. Air total = 70 % x 1000 = 700 kg Penguapan = 5 % x 700 = 35 kg BM MgSO4 = 120. Selama pendinginan.7H2O dan bahwa konsentrasi cairan induk pada suhu 60 oF adalah 24. Berapa kilogram kristal yang didapat per kilogram campuran semula? Penyelesaian: Dari gambar diagram fasa terlihat bahwa kristal itu adalah MgSO4.Bab 8 bebas air ialah menyatakan semua massa dan konsentrasi sebagai garam hidrasi dan air bebas.

1987 Larutan garam 10. Kristal garam yang terbentuk Na2CO3.16 = 49. MgSO4.7H2O (cairan induk+kristal): Air bebas = 1000 – 35 – 614 = 351 kg Dalam 100 kg cairan induk: MgSO4.10H2O jika data kelarutan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Contoh 12-11. MgSO4.7H2O dan H2O mempunyai perbandingan 24.1 Geankoplis.html (9 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .84 kg Dalam 1000 kg larutan awal. Hitung kristal hasil Na2CO3.7H2O = Air bebas = 100 – 50.10H2O.7H2O pada cairan induk: Panen akhir adalah 614 – 353 = 261 kg kristal per 1000 kg larutan awal.000 kg dengan 30 % berat Na2CO3 didinginkan hingga suhu 293 K.5% MgSO4 dan 75.Bab 8 MgSO4.5 % H2O.

pada: a.html (10 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 adalah 21. Asumsi bahwa 3 % dari total larutan hilang karena penguapan air. b. a) W = 0 Neraca massa air …(1) fraksi berat air dalam kristal.10H2O = 286. Neraca massa Na2CO3 …(2) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Penyelesaian: BM Na2CO3 = 106 BM 10H2O= 180.5 kg Na2CO3/100 kg air total.10H2O.2 BM Na2CO3.2 W = kg air yang menguap S = kg cairan induk C = kg kristal Na2CO3. Asumsi tidak ada air yang menguap.

10H2O S = 3070 kg larutan induk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.10H2O S = 3630 kg larutan induk b) W = 0.html (11 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .3 (10000) = 300 kg H2O Neraca massa air …(3) Neraca massa Na2CO3 …(4) Dari (3) dan (4): C = 6630 kg Na2CO3.Bab 8 Dari (1) dan (2): C = 6370 kg Na2CO3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful