DAFTARPUSTAKA

KEGIATAN HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING USU-INHERENT 2006

BUKU AJAR

PERPINDAHAN PANAS

Disusun Oleh: ZUHRINA MASYITHAH, ST, MSc. BODE HARYANTO, ST, MT

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2006

DAFTAR PUSTAKA Foust, A.S., et a1., Principles of Unit Operations, John Wiley & Sons, New York, 1980. Geankoplis, C.J., Transport Process and Unit Operations, A11yn and Bacon Inc., 1987. Holman, J.P., Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1987. Incropera, F.P., dan Dewitt, D.P., Fundamental of Heat and Mass Transfer, John Wiley & Sons, 2002. Kern, D.Q., Process Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1950. McCabe, Smith dan Harriots, Unit Operations in Chemical Engineering, Mc Graw Hill,1985.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

LAMPIRAN

INFORMASI UMUM
Judul Mata Kuliah Nomor Kode/SKS Dosen Pengampu Anggota Perpindahan Panas TKK- 301/ 3 SKS Dr. Ir. Rosdanelli, MT Zuhrina Masyithah, ST, MSc. Bode Haryanto, ST, MT Erni Misran, ST, MT Mata kuliah ini berisi uraian mengenai Dasar-dasar Perpindahan Panas Steady dan Unsteady; Perpindahaan Panas ke Fluida yang Tak Berubah Fasa; Perpindahan Panas ke Fluida yang Disertai dengan Perubah Fasa; Peralatan Penukar Panas; Operasi dan Peralatan Evaporasi; Kristalisasi Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dasar-dasar perpindahan panas pada keadaan steady dan unsteady, dapat menyelesaikan masalah perpindahan panas ke fluida yang tak berubah fasa dan ke fluida yang disertai dengan perubahan fasa, rancangan proses dan evaluasi peralataan pertukaraan panas tanpa dan disertai dengan perubahan fasa; rancangan proses dan evaluasi peralataan evaporasi efek tunggal dan ganda; serta proses kristalisasi

Deskripsi Singkat

Tujuan Instruksional Umum

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

F.. 1987. P. 1985. J. dan Backhurst. Richardson. BH. Transport Processes and Separation Process Principles. dan Harriott. Edisi ke-4. PTR.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM . C.J. Smith.C.R. J. New Jersey. J. Oxford. Singapore. Edisi ke-3. W.DAFTARPUSTAKA Bahan bacaan Geankoplis.H. Unit Operations of Chemical Engineering.. Harker. McGraw-Hill. 1996. McCabe. 1.L.. J. LAMPIRAN GBPP DAN SAP file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.. Edisi ke-5.. Coulson & Richardson’s Chemical Engineering Vol.

html (5 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BAHAN PRESENTASI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BUKU AJAR PERPINDAHAN PANAS file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .

html (7 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN UMPAN BALIK file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.

Bode Haryanto. ST.html (1 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM . ST. Medan. Semoga buku ajar yang dihasilkan ini dapat bermanfaat. Zuhrina Masyithah. Mata kuliah ini diajarkan pada Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik USU. untuk matakuliah PERPINDAHAN PANAS. MT DAFTAR ISI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR Buku Ajar Perpindahan Panas ini merupakan salah satu keluaran dari kegiatan HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING. Desember 2006 Penyusun. Konten e-learning yang dikembangkan untuk mata kuliah ini bertujuan untuk memperoleh metode pembelajaran yang lebih baik untuk mata kuliah perpindahan panas yang mengkombinasikan kegiatan mengajar di kelas. USU-INHERENT 2006. MSc. aktivitas laboratorium dan penggunaan konten e-learning. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi yang mendukung terlaksananya kegiatan ini.

1.3.Konduksi Keadaan Steady 2.1.Dinding Datar 2.2.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan 1.Sistem Radial-Silinder BAB III Perpindahan Panas Konveksi 3. Pendahuluan 6.3.1.1.2. Kapasitas dan Ekonomi Evaporator Kristalisasi 7-1 7-5 8-1 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.html (2 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM . Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda BAB V Perpindahan Kalor disertai Perubahan Fasa 5. Jenis-Jenis Evaporator 6. Konveksi Alamiah 3.2.1.1.1. Penukar Kalor Pendingin Udara 4.2.3.Aliran (Konveksi) BAB II Perpindahan Panas Konduksi 2. Alat Penukar Kalor Pipa 4.1. Perpindahan Kalor ke Zat Cair yang Mendidih BAB VI Proses Evaporasi 6. Penukar Kalor Pelat 4.2. Gabungan Konduksi dan Konveksi BAB IV Alat Penukar Kalor 4. Ekonomi Evaporator i ii 1-1 1-2 1-4 1-6 2-1 2-2 2-4 2-6 3-1 3-4 3-7 3-14 4-1 4-2 4-5 4-5 4-8 5-1 5-1 5-9 6-1 6-1 6-5 6-21 6-25 BAB VII BAB VIII Evaporator Efek Ganda 7.3.1. Konveksi Paksa 3.Pancaran (Radiasi) 1.4.Hantaran (Konduksi) 1.1.2. Kapasitas Evaporator 6.4. Perpindahan Kalor dari Uap yang Mengembun 5.

1.DAFTARPUSTAKA 8. Prinsip Kristalisasi Daftar Pustaka Lampiran : Umpan Balik Quiz Soal Ujian Tengah Semester Soal Ujian Akhir Semester Tugas dan Soal-soal Latihan 8-4 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.html (3 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .

000 Joule = 2.225.PERPINDAHAN PANAS BAB I PENDAHULUAN Perpindahan ka1or dari suatu zat ke zat lain seringkali terjadi dalam industri proses. Kondisi kedua yaitu mempertahankan keadaan yang dibutuhkan untuk operasi proses. ka1or harus dimasukkan. Pada pembakaran 1 kg minyak akan terbebas kira-kira 45 MJ. Ada1ah hukum a1am bahwa ka1or itu suatu bentuk energi. Akan tetapi. Untuk memberikan sedikit gambaran mengenai besarnya energi 1 Joule tersebut. Dengan demikian. Ka1or mengalir dengan sendirinya dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah. demikian pula ha1nya jika ingin mendinginkan sesuatu. diperlukan cukup banyak energi yaitu perubahan zat cair ke dalam uap ini kira-kira membutuhkan energi 2. bisa diperhatikan dari ha1 berikut: Untuk penguapan 1 kg air. gaya dorong untuk a1iran ini ada1ah perbedaan suhu.25 MJ. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. diperlukan benda lain yang lebih dingin. Sama seperti bentuk lain dari energi.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . diperlukan pemasukan atau pengeluaran ka1or. 1 Nm dinamakan 1 Joule. untuk mencapai dan mempertahankan keadaan yang dibutuhkan sewaktu proses berlangsung. Disamping perubahan secara kimia. terjadi umpamanya bila pengerjaan harus berlangsung pada suhu tertentu dan suhu ini harus dicapai dengan ja1an pemasukan atau pengeluaran ka1or. jumlah ka1or juga dinyatakan da1am suatu gaya kali suatu jarak yaitu Newton ka1i meter atau Nm. Bila sesuatu benda ingin dipanaskan. Pada penguapan dan pada umumnya juga pada pelarutan. keadaan ini dapat juga merupakan pengerjaan secara a1ami. pada pengembunan dan penghabluran (krista1isasi) ka1or harus dikeluarkan. Kondisi pertama yaitu mencapai keadaan yang dibutuhkan untuk pengerjaan. terdapat pada pengerjaan eksoterm dan endoterm. maka harus dimi1iki sesuatu benda lain yang lebih panas. Pada kebanyakan pengerjaan.

Tetapi suatu bahan apabila menerima sinar. energi terma yang tersimpan di dalam bahan tadi akan bertukar menjadi energi kalor yang dapat kita rasakan. Hantaran. maka banyak ha1 yang boleh terjadi. Bila diperhatikan sebatang logam yang dicelupkan ke dalam suatu tangki yang berisi air kalor. dan sebagian akan menembusi bahan dan terus ke luar. Ha1 yang penting dalam sistem yang terdiri dari air dan logam ialah adanya suatu perbedaan suhu yang nyata yaitu (T2. sebahagian akan diserap ke da1am bahan. Apabila sejumlah energi ka1or menimpa suatu permukaan. Aliran. Terdapat dua teori yang berbeda untuk menerangkan bagaimana proses radiasi itu terjadi. sering juga disebut radiasi. Proses radiasi tidak terjadi pada bagian da1am bahan. Keadaan ini baru terbukti setelah suhu meningkat. 1. Semua benda memancarkan ka1or. Jadi da1am mempelajari perpindahan ka1or radiasi akan dilibatkan suatu fisik permukaan.1.menyimpan sejum1ah energi dalam yang ditandai dengan kuantitas yang lazim disebut muatan kalor bahan. Proses radiasi adalah fenomena permukaan. sebahagian akan dipantulkan. dengan T2 >> T1. sering juga disebut konduksi. Energi hanya berubah bentuk dari bentuk yang pertama ke bentuk yang ke dua. contohnya hukum kekekalan masa dan momentum. Energi kalor ini mengalir jika terdapat suatu perbedaan suhu.T1). file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. 3. ini artinya kalor tidak hilang. Pada hakekatnya proses perpindahan ka1or radiasi terjadi dengan perantaraan foton dan juga gelombang elektromagnet. 2. Pancaran (Radiasi) Yang dimaksud dengan pancaran (radiasi) ia1ah perpindahan ka1or mela1ui gelombang dari suatu zat ke zat yang lain.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . maka logam dikatakan lebih dingin daripada air. Apabila api dinyalakan. Bila diperhatikan misalnya jumlah energi kalor api unggun kayu yang ditumpukkan. Karena suhu awal logam ialah T1 dan suhu air ialah T2. Pancaran.PERPINDAHAN PANAS Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak musnah yaitu seperti hukum asas yang lain. Kalor dapat diangkut dengan tiga macam cara yaitu: 1. semua ini . Semua bahan pada suhu mutlak tertentu akan menyinari sejumlah energi ka1or tertentu. sering juga dinamakan radiasi. Semakin tinggi suhu bahan tadi maka semakin tinggi pula energi ka1or yang disinarkan.

Keterlibatan suhu hanya terjadi jika terdapat dua permukaan yang mempunyai suhu yang berbeda. Proses perpindahan kalor sering terjadi secara serentak. permukaan bagian atas kini mempunyai suhu yang lebih tinggi dari suhu udara sekeliling. ada kalor yang dipantulkan dan ada kalor yang dipindahkan ke sekeliling. sifat terma permukaan bahan juga penting. Proses radiasi tidak melibatkan perbedaan suhu.1. Perpindahan panas radiasi (a) pada permukaan. untuk memahami proses radiasi dari satu permukaan kita perlu memahami juga keadaan fisik permukaan bahan yang terlibat dengan proses radiasi yang berlaku. Tetapi energi kalor juga disebarkan secara radiasi.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Disamping itu. Gambar 1. medan a1iran fluida disekeliling permukaan tidak penting. Berbeda dengan proses konveksi. Dalam pada itu. Dalam hal ini dua hal terjadi. sama seperti cahaya lampu. (b) antara permukaan dan lingkungan Berdasarkan kepada keadaan terma permukaan. Jadi da1am masalah ini kita mengena1 satu faktor pandangan yang lazimnya dinamakan faktor bentuk. Plat akan menyerap sebahagian energi matahari. Maka jumlah ka1or yang diterima dari satu sumber akan berbanding langsung sebahagiannya terhadap faktor bentuk ini. Oleh karena suhu permukaan atas naik maka kalor akan berkonduksi dari permukaan atas ke permukaan bawah. Suhu plat akan naik ke satu tahap tertentu. bahan yang di pindahkan dan dipantulkan ini dapat berbeda. dan jika file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Da1am pada itu. yang penting ialah sifat terma saja. Misa1nya sekeping plat yang dicat hitam. La1u dikenakan dengan sinar matahari. maka jumlah kalor akan disebarkan secara konveksi. Lazimnya jika terdapat satu permukaan lain yang saling berhadapan. Dengan demikian. adaka1anya tidak semua sinar mengenai permukaan yang dituju. setiap permukaan akan menyinarkan energi kalor secara radiasi jika permukaan itu bersuhu T dalam unit suhu mutlak. Dalam hal ini.PERPINDAHAN PANAS Bahan yang dianggap mempunyai ciri yang sempurna ada1ah jasad hitam.

umpamanya seorang tukang hembus kaca dapat memegang suatu barang kaca. Bahan yang dapat menghantar ka1or dengan baik dinamakan konduktor.2. Dengan demikian. adalah dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuhu rendah. yang beberapa cm lebih jauh dari tempat pegangan itu adalah demikian panasnya. 2. Sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Penghantar yang buruk disebut isolator. Sehingga perpindahan kalor secara hantaran/konduksi merupakan satu proses pendalaman karena proses perpindahan kalor ini hanya terjadi di dalam bahan.2. Akan tetapi seorang pandai tempa harus memegang benda yang akan ditempa dengan sebuah tang. Selanjutnya juga penting untuk diketahui bahwa : 1. Gambar 1. sehingga bentuknya dapat berubah. maka permukaan tadi akan saling memindahkan kalor . Arah aliran energi kalor. Perpindahan panas konduksi dan difusi energi akibat aktivitas molekul Sudah diketahui bahwa tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya.PERPINDAHAN PANAS permukaan pertama mempunyai suhu T1 mutlak sedangkan permukaan kedua mempunyai suhu T2 mutlak. Kalor radiasi merambat lurus.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Untuk perambatan itu tidak diperlukan medium (misalnya zat cair atau gas) 1. Hantaran (Konduksi) Yang dimaksud dengan hantaran ialah pengangkutan kalor melalui satu jenis zat.

Untuk satu bahan berfasa padat molekulnya tersusun rapat. maka molekul besi adalah lebih rapat susunannya daripada molekul kayu.3. dan udara yang terperangkat. Dapat diperhatikan bagaimana kalor dipindahkan dari ujung yang panas ke ujung yang dingin. Keadaan permukaan dan keadaan sekelilingnya serta kedudukan permukaan itu adalah yang utama. aliran elektron akan memainkan peranan penting . Proses konveksi hanya terjadi di permukaan bahan.PERPINDAHAN PANAS bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor ialah koefisien konduksi terma. Moleku1 dan elektron merupakan alat pengangkut kalor di dalam bahan menurut proses perpindahan kalor konduksi. Dalam hal ini dikatakan suhu permukaan adalah T1 dan suhu udara sekeliling adalah T2 dengan Tl>T2. Tetapi dibandingkan dengan bahan padat seperti kayu. maka bahan mempunyai kemampuan mengalirkan kalor dengan cepat. Untuk bahan isolator. Lazimnya. dan besi . Aliran (Konveksi) Yang dimaksud dengan aliran ialah pengangkutan ka1or oleh gerak dari zat yang dipanaskan. suhu permukaan bahan akan berbeda dari suhu sekelilingnya. keadaan keseirnbangan termodinamik di dalam bahan akibat proses konduksi. Besi adalah besi. Selanjutnya bila diandaikan sebatang besi atau sembarang jenis logam dan salah satu ujungnya diulurkan ke dalam nyala api. bahan kimia unsur besi adalah lebih banyak. bahan yang dapat menghantar arus listrik dengan sempurna (logam) merupakan penghantar yang baik juga untuk kalor dan sebaliknya. Persoalan yang patut diajukan pada pengamatan ini ialah mengapa kadar alir energi kalor adalah berbeda. Apabila ujung batang logam tadi menerima energi kalor dari api. energi ini akan memindahkan sebahagian energi kepada molekul dan elektron yang membangun bahan tersebut. Proses perpindahan ka1or secara aliran/konveksi merupakan satu fenomena permukaan. Kini file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Hal ini disebabkan karena susunan molekul dan juga atom di dalam setiap bahan adalah berbeda. Bahan kayu terdiri dari gabungan bahan kimia seperti karbon. koefisien ini bernilai kecil. Apabila nilai koefisien ini tinggi. berbeda dengan satu bahan berfasa gas seperti udara. Kalaupun ada bahan asing. Pada umumnya. Molekul udara adalalah renggang seka1i. Jadi dalam proses ini struktur bagian dalam bahan kurang penting. Dengan demikian dalam proses pengangkutan kalor di dalam bahan.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . 1. uap air.

Gambar 1. karena masa yang akan dipanaskan tidak sekaligus di bawa kesuhu yang sama tinggi. Perpindahan panas konveksi. (c) pendidihan. energi kalor ini akan dipindahkan ke sekelilingnya dengan perantaraan aliran fluida. (a) konveksi paksa. sehingga kalor akhimya tersebar pada seluruh zat. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Jadi masa fluida yang mempunyai energi terma yang lebih tinggi akan mempunyai momentum yang juga tinggi. Oleh karena pengaliran fluida melibatkan pengangkutan masa. (d) kondensasi Pada perpindahan kalor secara konveksi.3. Sebagai akibatnya terjadi sirkulasi. suhu fluida akan naik. (b) konveksi alamiah. Oleh karena itu bagian yang paling banyak atau yang pertama dipanaskan memperoleh masa jenis yang lebih kecil daripada bagian masa yang lebih dingin.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Perpindahan kalor dengan jalan aliran dalam industri kimia merupakan cara pengangkutan kalor yang paling banyak dipakai. Oleh karena konveksi hanya dapat terjadi melalui zat yang mengalir. Gerakan fluida melibatkan kecepatan yang seterusnya akan menghasilkan aliran momentum.PERPINDAHAN PANAS terdapat keadaan suhu tidak seimbang diantara bahan dengan sekelilingnya. maka selama pengaliran fluida bersentuhan dengan permukaan bahan yang panas. Peningkatan momentum ini bukan disebabkan masanya akan bertambah. Malahan masa fluida menjadi berkurang karena kini fluida menerima energi kalor. Pada pemanasan zat ini terjadi aliran. maka bentuk pengangkutan ka1or ini hanya terdapat pada zat cair dan gas.

Jika cepatan medan tetap. Kekosongan ini diisi pula oleh masa fluida bersuhu renah yang lain. Kekosongan tempat masa bendalir yang telah naik itu diisi pula oleh masa fluida yang bersuhu rendah. maka proses konveksi yang akan terjadi merupakan proses perpindahan kalor konveksi paksa. Yang membedakan kedua proses ini adalah dari nilai koefisien h-nya. faktor yang paling penting yang menjadi penyebab dan pendorong proses tersebut adalah perbedaan suhu. artinya tidak ada pengaruh luar yang mendoromg fluida bergerak. Proses ini akan berlangsung berulang-ulang. masa ini juga akan naik ke atas permukaan meninggalkan tempat asalnya.terjadi maka keadaan tidak stabil terma akan terjadi.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Jumlah kalor yang dipindahkan. maka proses perpindahan ka1or berlaku. Dalam kedua proses konduksi dan konveksi. Setelah masa ini juga menerima energi kalor dari permukan bahan yang kalor dasi. masalah yang utama terletak pada cara mencari metode penentuan nilai h dengan tepat. Keadaan tidak stabil ini perlu diselesaikan melalui proses perpindahan kalor.PERPINDAHAN PANAS Fluida yang panas karena menerima kalor dari permukaan bahan akan naik ke atas. Sedangkan bila kecepatan medan dipengaruhi oleh unsur luar seperti kipas atau peniup. Apabila perbedaan suhu . bergantung pada nilai h. Nilai koefisien ini tergantung kepada banyak faktor. Dalam pengamatan proses perpindahan kalor konveksi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan.

tetapi melaui satu jenis zat. Koefisien konduksi terma.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . yang bentuk umumnya adalah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. k: § sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor § menunjukkan berapa sepat kalor mengalir dalam suatu bahan kkonduktor>kisolator Konduksi panas mengikuti Hukum Fourier yang dapat dinyatakan dengan persamaan yang berikut: atau: q = laju perpindahan panas dT/dx = gradien suhu ke arah perpindahan panas Dalam persamaan di atas Hukum Fourier telah dinyatakan dalam bentuk persamaan laju alir. Konduktor: bahan yang dapat menghantar kalor dengan baik. Isolator: penghantar kalor yang buruk. Arah aliran energi kalor dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuh rendah. Tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya.BAB II BAB II PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI Pada perpindahan panas secara konduksi. kalor/panas mengalir tanpa disertai gerakan zat.

Konduksi Keadaan Steady (Tunak) Persamaan neraca energi: Analisa satu dimensi arah sumbu x ditunjukkan sebagai berikut: Kuantitas energi panas adalah sebagai berikut: Energi masuk : Energi yang dibangkitkan : Perubahan energi dalam Energi keluar = Pada keadaan steady. yang besarnya tergantung pada temperatur zat itu. distribusi suhu konstan. Biasanya perubahan k dapat diperkirakan cukup dengan fungsi liniar 2.BAB II Dengan demikian persamaan konduksi panas mendefinisikan tahanan terhadap konduksi panas k adalah konduktiviti panas suatu zat.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .1. sehingga: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. suhu hanya merupakan fungsi posisi dan akumulasi = 0.

Jika ketiga persamaan akan diselesaikan bersamaan. untuk menyatakan : file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .1.1. seperti dinding lapis rangkap.BAB II Untuk konduksi keadaan steady. Digunakan R. tahanan termal/panas/kalor.Dinding Datar Sistem dengan lebih dari satu macam bahan. analisisnya akan menjadi seperti berikut: Untuk gradien suhu seperti gambar di atas. hukum Fourier dapat diintegrasi: 2. maka aliran kalor dapat dituliskan: Analogi listrik dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang lebih rumit. laju perpindahan panas: Aliran panas pada setiap bagian adalah sama.

html (4 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . dimana: r1= jari-jari dalam r0=jari-jari luar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Sistem Radial-Silinder Suatu silinder.BAB II Sehingga: = penurunan suhu total melintas keseluruhan tebing Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan seri mempunyai analogi dengan arus listrik yang mengalir melalui beberapa tahanan listrik dalam rangkaian seri. Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan paralel: Jika suhu awal dan akhir kedua lapisan sama: 2.2.1.

Hitung panjang tabung yang diperlukan. Air pendingin dalam tabung mengalir pada suhu 274. jika suhu permukaan luar tabung 297.151 W/m.2-1 (Geankoplis. 1987).65 W panas harus dipindahkan dengan pendinginan ini.1 K.9 K. Panjang tabung untuk koil pendingin Tabung silinder berdinding tipis dari karet dengan ID 5 mm dan OD 20 mm digunakan sebagai koil pendingin. Sebanyak 14.BAB II L=panjang Ti-To=beda suhu Laju perpindahan panas dapat ditentukan dari Hukum Fourier dengan penyesuaian rumus luas menjadi: Konsep tahanan termal dapat juga digunakan untuk dinding lapis rangkap seperti gambar di atas: Contoh 4. Penyelesaian: Dari App. A-3 Geankoplis.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . 1987: Khardbutter= 0.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.

T4= 297.1 K.02 m Ambil L= 1 m. xC= 0.K Hitung panas yang hilang (dalam W) untuk 1 m2.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . 101. Aliran panas melalui dinding isolasi ruang pendingin Ruang pendingin dilapisi dengan 12.4 K (ruang pendingin) dan permukaan luar concrete 297.0127 m . r2 = 20/1000 = 0. xA= 0.7 mm kayu pine.0433 W/m. xB= 0.151 kB= 0.005 m. Temperatur permukaan luar 255.0762 m Tahanan masing-masing material: Dengan cara yang sama: Untuk menghitung temperatur T2. 1987). dinding luar ke r1.K kconcrete = 0.2 mm concrete.0433 kC= 0.762 . Tanda negatif menunjukkan bahwa arah aliran panas adalah dari r2. antara pine dan cork board: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.762 W/m.3-1 (Geankoplis.151 W/m. dinding dalam.1016 m .6 mm cork board dan lapisan terluar 76. kA= 0.K kcorkboard = 0. Penyelesaian: T1 = 255.BAB II r1 = 5/100 = 0. dan temperatur antara pine dan cork board.4 K. Nilai: kpine = 0.1 K. Panjang tabung yang diperlukan: Contoh 4.

Panas yang hilang dari isolasi pipa. T3=310. Temperatur permukaan dalam pipa 811 K dan permukaan luar isolasi 310.0508 m.305 m panjang.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .K. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Pipa stainless stell berdinding tipis (A) mempunyai k= 21. hitung: a. Pipa dilapisi asbestos (B) sebagai isolasi setebal 0.K dengan ID=0. karena nilai k yang tinggi.63 W/m. Panas yang hilang b.0254 m dan OD = 0. Temperatur antara pipa dengan isolasi Penyelesaian: T1= 811 K.8 K Luas permukaan pada L=0.2433 W/ m.305 m: Tahanan masing-masing: Laju perpindahan panas: Untuk menghitung temperatur T2: Hanya terjadi penurunan T yang kecil melintasi pipa. 1987). T2 = T antara.BAB II Contoh 4. Untuk pipa 0.0254 m dengan k=0.3-2 (Geankoplis.8 K.

html (1 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . maka berbagai tahanan panas yang tersangkut dapat dijumlahkan untuk memperoleh koefisien pindah panas keseluruhan U.1) mendefinisikan tahanan panas terhadap konveksi. Persamaan perpindahan panas menjadi: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.1) Persamaan (3. Koefisien perpindahan kalor menyeluruh: Jika terjadi konduksi dan konveksi secara berturutan. Koefisien pindah panas permukaan h. akan tetapi menyatakan besarnya laju pindah panas di daerah dekat pada permukaan itu. Konveksi panas dapat dihitung dengan persamaan pendinginan Newton: …(3. Fluks kalor boleh didasarkan atas luas permukaan luar atau dalam pipa.BAB III BAB III PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI Perpindahan panas antara suatu permukaan padat dan suatu fluida berlangsung secara konveksi. Fluks Kalor: Adalah laju perpindahan panas persatuan luas (q/A). bukanlah suatu sifat zat. Suhu arus rata-rata: Adalah suhu yang dicapai apabila keseluruhan fluida yang mengalir melalui penampang itu dikeluarkan lalu dicampur secara adiabatik.

h: Merupakan koefisien perpindahan panas untuk masing-masing fluida.BAB III Th= suhu fluida panas Tc=suhu fluida dingin Th – Tc = gaya dorong atau beda suhu lokal menyeluruh A = luas permukaan dalam/luar pipa U = koefisien pindah panas keseluruhan berdasarkan A = faktor proporsionalitas antara q/A dan •T Jika A = Ao. maka U = Uo. Koefisien perpindahan panas individual.html (2 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . koefisien yang didasarkan atas luas permukaan luar. luas permukaan luar tabung. T = suhu rata-rata lokal Tw= suhu dinding yang dalam kontak dengan fluida Nilai h bila diterapkan: § Untuk sisi panas (bagian dalam tabung) Th=suhu fluida panas Twh=suhu dinding panas § Untuk sisi dingin (bagian luar tabung) Tc=suhu fluida dingin file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.

kekosongan tempat massa fluida yang telah naik diisi oleh massa fluida yang bersuhu rendah. rasio antara diameter tabung terhadap tebal ekivalen lapisan laminar h k D X =koefisien konveksi =konduktivitas panas =diameter tabung =tebal lapisan film (lapisan batas laminar) Korelasi untuk menentukan nilai h dipengaruhi oleh: § § § § Sifat fisika fluida Jenis dan kecepatan aliran Perbedaan temperatur Geometri sistem Beberapa nilai h dapat dilihat pada Tabel 4. pemanasan air dalam ketel. 1987.BAB III Twc=suhu dinding dingin Koefisien pindah panas permukaan dapat diperkirakan dari fungsi-fungsi empiris. yang tersusun dari bilangan-bilangan tanpa dimensi.1-2 Geankoplis. § Aliran fluida terjadi akibat perbedaan densitas. Perpindahan panas konveksi dapat dikelompokkan kepada dua bahagian: 1. Nu = angka Nusselt. dengan bentuk umum: Nu = K Rep Prq Grr (L/d)s dimana K = bilangan tetap. § Fluida panas yang menerima panas akan naik ke atas. dan perbedaan densitas akibat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Konveksi bebas/alamiah § Contohnya adalah pemanasan aliran udara yang melalui radiator.html (3 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .

BAB III adanya gradien suhu di dalam massa fluida itu. Banyak penyelidikan telah dilakukan untuk menentukan koefisien pindah panas itu. Bentuk umum: Bilangan-bilangan tanpa dimensi itu adalah: Dimana: L =panjang pipa • =viskositas fluida ρ =densitas fluida g =percepatan gravitasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Cara perpindahan panas semacam ini disebut konveksi alamiah atau konveksi bebas. § Aliran/perpindahan panas tidak bergantung pada gradien densitas. Biasanya temperatur permukaan itu cukup tinggi untuk menimbulkan pula radiasi. Tanpa adanya aliran yang dipaksakan terhadap fluida.html (4 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . yang dibuat untuk menunjukkan sifatsifat konveksi bebas . § Contohnya aliran kalor melalui pipa panas. Konveksi paksa § Jika aliran fluida digerakkan oleh piranti mekanik seperti pompa dan pengaduk. Jika berbagai hasil penyelidikan itu dikumpulkan. 2. Konveksi Alamiah Pada perbatasan suatu permukaan dan suatu fluida akan terjadi perpindahan panas secara konduksi dan konveksi. Aliran alamiah ini memperbesar perpindahan panas yang semula sampai tercapai keadaan yang tecap. maka sekitar permukaan akan terjadi konveksi secara alamiah. ternyata dapat diperoleh persamaan empiris dalam bilangan-bilangan tanpa dimensi. Besarnya koefisien perpindahan panas harus didapat dari hasil percobaan.1. salah satu di antaranya adalah bilangan Grashof. Perbedaan temperatur antara bagian-bagian fluida menyebabkan perbedaan densiti dan karena itu timbul gerakan dan aliran dalam fluida. 3.

Karena terdapat berbagai persamaan dan nomogram. maka haruslah dicari yang keadaan sistemnya sama dengan sistem yang sedang ditinjau. Bagaimana beraneka ragamnya persamaan-persamaan itu dapat dilihat dari contoh-contoh di bawah ini. atau lempeng mendatar. Untuk bidang tegaklurus dan silinder tegak lurus Aliran bergolak: Aliran berlapis: Untuk silinder mendatar Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan.BAB III Cp β hc k =kapasitas panas =koefisien ekspansi termal =koefisien konveksi =konduktivitas termal Hasil percobaan itu sering juga dinyatakan sebagai nomogram (alignment chart) atau grafik. Persamaan empiris dan nomogram itu dapat dipakai guna memperkirakan koefisien perpindahan panas untuk konveksi bebas. menghadap ke bawah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. yang didinginkan.html (5 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . menghadap ke atas.

panas dipertukarkan secara konveksi. Jika bilangan Reynolds bertambah besar. konveksi dan radiasi. kemudian panas menjalar secara konduksi melalui logam dinding pipa. Konveksi Paksa Seperti telah diketahui fluida sekitar benda. Antara fluida di dalam pipa dan permukaan dinding pipa sebelah dalam. Pengaruh aliran ini juga terlihat pada perpindahan panas antara fluida dan benda-benda yang terendam. maka perpindahan panas selalu terjadi secara konveksi paksa. Persamaan-persamaan empiris tentang koefisien pindah panas antara benda dan fluida hanya berlaku untuk benda dengan bentuk tertentu. yang seluruhnya diliputi oleh fluida itu. Perpindahan panas berlangsung secara radial terhadap pipa. Di luar pipa terjadi lagi konveksi. Dalam bilangan Reynolds yang sangat rendah hanya hambatan gesekan yang berpengaruh. karena laju panas yang dipindahkan naik dengan adanya aliran atau pengadukan. baik hambatan gesekan maupun hambatan bentuk berpengaruh.2. yaitu hambatan gesekan dan hambatan bentuk. Dalam hal ini radiasi biasanya terjadi pada permukaan luar yang berhubungan dengan lingkungan yang tetap temperaturnya. akan tetapi pengaruh hambatan gesekan makin lama makin berkurang dan hambatan bentuk lebih berpengaruh.html (6 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Seringkali salah satu fluida dalam sebuah penukar-panas mengalir dalam pipa. Jika dalam alat dikehendaki pertukaran panas. menghadap ke bawah atau lempeng mendatar. sedang fluida yang lain mengalir dalam ruang anulus sebuah pipa yang lebih besar atau dalam ruang sebuah shell yang memuat banyak pipa. yang didinginkan. Juga di sini pada waktu yang sama berlangsung perpindahan panas secara konduksi. menghadap ke atas: 3. mengalami dua macam hambatan. Perhitungan dilakukan dengan persamaan yang berikut: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.BAB III Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan.

Biasanya selisih temperatur dirata-ratakan secara logaritma antara kedua ujung alat menjadi: (Selisih temperatur rata-rata logaritma) Dalam hal ini U dianggap tidak berubah banyak antara kedua ujung alat itu. maka sepanjang pipa fluida yang panas berkurang temperaturnya dan fluida yang dingin naik temperaturnya. Dalam mencari persamaan-persamaan empiris itu harus diperhatikan sifat fluida. karena temperatur fluida berbeda. letak pipa dan lain sebagainya. Karena terjadi perpindahan panas. Begitu juga koefisien perpindahan panas keseluruhan harus dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas.html (7 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Sebab untuk keadaan yang berlainan mungkin berlaku persamaan yang lain pula. maupun dalam bentuk nomogram. jenis perpindahan panas (pemanasan atau pendinginan). baik dalam bentuk persamaan. harus dihitung sesuai dengan keadaan sistem. Banyak buku yang memuat keterangan tentang koefisien pindah panas. dan haruslah ditemukan persamaan yang keadaan berlakunya sama dengan masalah yang dihadapi. Untuk konveksi dalam pipa sudah tentu persamaan empirisnya lain daripada untuk konveksi luar pipa. Untuk menerapkan persamaan pindah panas pada satu alat. Luas permukaan perpindahan panas A.BAB III Kalau persamaan di atas diterapkan di satu tempat. maka haruslah ada harga yang dirata-ratakan. Pada ujung keluar pipa itu akan terdapat selisih temperatur yang berbeda dengan pada ujung awal. sifat aliran. Besarnya koefisien pindah panas secara konveksi diperkirakan dari persamaan-persamaan empiris. sesuai dengan persoalannya. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Kalau U sangat berbeda di kedua tempat itu. Begitu juga besarnya koefisien perpindahan panas konveksi akan berubah. maka U adalah koefisien perpindahan panas keseluruhan setempat dan ∆T adalah selisih temperatur fluida di dalam pipa dan fluida di luar pipa di tempat itu. maka dilakukan rata-rata dengan persamaan yang berikut: U dihitung dari jumlah tahanan panas keseluruhan.

html (8 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Karena itu untuk perhitungan-perhitungan. arah perpindahan panas perlu terus diingat. yaitu: Persamaan-persamaan itu dapat juga disajikan dalam bentuk grafik. Untuk perhitungan selisih temperatur selalu diambil antara permukaan dan tengah-tengah aliran yang bergolak. maka tahanan terhadap perpindahan panas di 1apisan lebih besar daripada di daerah yang bergolak. Selama pemakaian pada permukaan itu akan tertentuk lapisan kotoran atau kerak. Pada dinding pipa yang kedua belah permukaannya terdapat fluida. Lapisan ini terutama timbul pada permukaan yang berhubungan dengan air. seluruh tahanan pindah panas dianggap berada dalam lapisan batas. didapati dua lapisan batas itu. Persamaan empiris hanya memberikan cara untuk memperkirakan besarnya koefisien pindah panas. Dalam menggunakan persamaan-persamaan itu. yang keadaan alirannya berlapis. biarpun agak berjauhan dari permukaan fluidanya mengalir secara bergolak. Tahanan panas konveksi digambarkan sebagai terpusat dalam lapisan batas fluida pada permukaan padat. Menurut teori "dua lapisan" pada permukaan yang berhubungan dengan fluida terdapat. Selisih temperaturpun lebih besar. Karena persamaan empiris itu dinyatakan dengan bilangan tanpa dimensi maka sistem satuan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Pada dasarnya rumus empiris untuk konveksi paksa meliputi benda mempunyai bentuk umum yang sama dengan rumus empiris untuk konveksi dalam pipa. Sewaktu masih baru permukaan logam pipa-pipa itu bersih.BAB III Koefisien pindah panas sebuah alat penukar panas mengalami perubahan selama pemakaian. suatu lapisan tipis fluida. Karena itu dalam menggunakan persamaan empiris semua sifat fisis fluida dinilai sesuai dengan temperatur lapisan batas itu. Biarpun tipis lapisan itu merupakan tahanan tambahan terhadap perpindahan panas. Karena keadaan dalam lapisan batas itu berlapis. Besarnya tahanan karena pengotoran itu dapat dihitung dari persamaan yang berikut: di mana Ud adalah koefisien pindah panas keseluruhan untuk alat yang kotor dan untuk alat yang bersih. sedang hd koefisien pindah panas untuk lapisan kotoran atau kerak.

BAB III

mana yang digunakan tidak menjadi soal, asalkan tetap hanya satu sistem satuan yang dipakai. Banyak data telah diperoleh dalam percobaan-percobaan untuk menentukan koefisien pindah panas h. Data dapat disajikan dalam grafik atau sebagai persamaan. Di bawah ini akan diberikan berbagai contoh persamaan empiris yang sering dijumpai dengan batas-batas berlakunya. Aliran laminar Untuk aliran berlapis (laminar) dalam pipa tegak atau datar, di mana konveksi bebas dapat diabaikan, berlaku persamaan: Re < 2100 Dimana: L =adalah panjang pipa di mana terjadi perpindahan panas; m. d =diameter pipa; m • =viskositas fluida pada suhu rata-rata; Pa.s b • w =viskositas fluida pada suhudinding; Pa.s =kapasitas panas; J/kg.K =koefisien perpindahan panas rata-rata =konduktivitas termal; W/m.K

Cp hc k

Faktor (•/• w) digunakan sebagai koreksi, jika viskositas fluida di dekat dinding dan di tengah pipa terlalu berbeda. Semua sifat fluida dihitung pada suhu rata-rata kecuali • w Untuk fluida masuk dan keluar pada T berbeda, T rata-rata secara aritmetik: Tw= suhu dinding Tbi= suhu fluida masuk Tbo=suhu fluida keluar Aliran turbulen Untuk aliran bergolak (turbulen) dalam pipa yang bersih berlaku persamaan:
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (9 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

hL

= koefisien konveksi didasarkan pada •Tm.

Beda suhu rata-rata logaritmik,LMTD, •Tm Merupakan selisih suhu rata-rata secara logaritma pada kedua ujung peralatan.

Bilangan Grashof tidak ada dalam persamaan di atas, karena nilai bilangan Reynolds terlalu tinggi untuk adanya pengaruh konveksi bebas. Sifat-sifat fluida harus dinilai pada temperatur rata-rata antara temperatur masuk dan keluar. Persamaan-persamaan empiris yang ada pada waktu ini belum mencakup semua keadaan yang dijumpai dalam praktek. Banyak hal yang tidak dapat di hitung koefisiep pindah panasnya. Dalam hal ini h harus diperkirakan dari data empiris, yang biasanya dalam buku-buku referensi diberikan sebagai batas-batas nilai. Data yang dilaporkan dalam buku maupun dalam majalah banyak berguna dalam memperkirakan koefisien pindah panas secara konveksi.

Nila h untuk udara, Ptotal= 1 atm, aliran turbulen Nilai h untuk air, T=4-105oC, aliran turbulen

Nilai h aliran fluida yang melintasi plat datar
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (10 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

Aliran laminar : Re < 3.105; Pr > 0,7

Aliran turbulen: Re > 3.105; Pr > 0,7

Nilai h untuk aliran melintasi bola Sebuah bola yang akan dipanaskan atau didinginkan oleh fluida yang mengalir tegak lurus terhadap sumber bola. 1 < Re < 70.000 0,6 < Pr < 400 Nilai h aliran udara yang mengalir tegak lurus terhadap silinder tunggal dan udara yang mengalir tegak lurus pada silinder, digunakan: Nilai K dan n diperoleh dari daftar berikut: Re n 1-4 0,33 4-40 0,385 40-4000 0,466 4000-40000 0,618 40000-250000 0,805

K 0,891 0,821 0,615 0,174 0,0239

Nu 0,891-1,42 1,4 – 3,4 3,43 – 29,6 29,5 – 121 121 - 529

3.3. Gabungan Konduksi dan Konveksi Terdapat dua jenis fluida pada kedua sisi permukaan padatan. T1 = suhu fluida panas T2 = suhu fluida dingin

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (11 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

K Laju perpindahan panas (gambar b): A1 = 2p. dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas. gabungan konduksi dan konveksi.r1 = luas permukaan dalam tabung Aalm = luas permukaan rata-rata tabung Ao = luas permukaan luar tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (12 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . U dalam W/m2.L. U.BAB III Laju perpindahan panas (gambar a): Koefisien perpindahan panas menyeluruh. sesuai dengan persoalannya.

6 K: mb = 2.6 K akan dipanaskan melalui pipa dengan ID 25. A. Udara pada 206.html (13 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .10-5 Pa. (Geankoplis.s k = 0.03894 W/m Pr = 0.6.7 K. mw = 2. 1987).10-5 Pa.7 K diluar pipa.62 m/dt.BAB III Contoh 4. Hitung : a. Pemanasan udara dalam aliran turbulen. udara pada 477. Sebagai media pemanas digunakan steam pada 488. b. Karena koefisien konveksi steam besar sedangkan tahanan dinding pipa sangat kecil.4 mm dan kecepatan 7.64.7 K.8 kPa dan temperatur rata-rata 477. dianggap temperatur dinding pipa yang kontak dengan udara juga 488.5-1. Koefisien perpindahan panas untuk L/D > 60. Fluks panas (q/A) Penyelesaian: Dari App.s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.3. Geankoplis 1987.686 Pada 488.

305 m pipa.6.72 r = 0.dt (a) Aliran turbulen: (b) Contoh soal 4.2 : NPr = 2.5-2 (Geankoplis. b.10-4 Pa.0266 m dan OD = 0. a.98 (1000) = 980 kg/m3 k = 0.BAB III mb = 2.s = 2. Hitung U.8 oC diluar dinding pipa.6 oC dari App. Air mengalir melalui pipa horizontal 1” sch 40. Air pada T = 65. Penyelesaian: Dari App. 1987): 1” sch 40 : ID= 0.10-5 Pa. Pemanasan air menggunakan steam dan penyelesaian dengan trial and error. Hitung q untuk 0.K. c. didasarkan atas permukaan dalam pipa. Koefisien sisi uap diperkirakan ho = 10500 W/m2. Air akan dipanaskan dengan steam pada 107.10-5 kg/m.44 m/dt. A.633 W/m. 1987).6. pipa baja pada temperatur rata-rata 65.K µ = 4. A-5 (Geankoplis.0334 m.6 oC dan kecepatan 2. koefisien perpindahan panas keseluruhan.S file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.32.html (14 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Hitung hi untuk air didalam pipa.

Tetapi efeknya terhadap hi cukup kecil dan dapat diabaikan.80oC= 3.s Nre air pada temperatur rata-rata: (b) Untuk L=0.305 m K untuk baja adalah 45 W/m. diambil 80 oC = Tw.1=81.K Tahanan menjadi: Penurunan temperatur melalui lapisan air: =16.7oC Ini sangat dekat dengan nilai Trial I yaitu 80oC.10-4.html (15 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . sehingga tidak diperlukan trial ke-2.1oC Sehingga Tw=65.56.53.10-4 Pa.81.BAB III TRIAL I Temperatur dinding pipa diperlukan.6oC dan 107.80oC = 3. dan diasumsikan berada diantara 65. Sifat fisika yang berubah adalah mw jika dilakukan Trial II yaitu mw.7oC=3.10-4 menjadi mw.8 oC.56.5+16. •w. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.

Berapa tebal lapisan asbes.html (16 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Pipa ini hendak diinsulasi dengan lapisan asbes. Perpindahan panas mengikuti persaman: Dimana: = tahanan panas konveksi dalam pipa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. dan penurunan temperatur minyak bumi besarnya 0. sebanyak 1 kg/detik. yang terpasang dalam udara terbuka. Suatu aliran minyak bumi. Arah perpindahan panas adalah radial. dipanaskan dalam tungku dan keluar tungku pada temperatur 300oC melalui pipa baja 4 inci sch.1 oC/m panjang pipa. agar temperatur permukaan asbes dapat mencapai 50oC. 40. Analisa Keadaan masalah digambarkan pada sketsa berikut.BAB III (c) Soal latihan.

K r (100 oC) = 890 kg/m3 Cp (100 oC) = 1. perlu dikumpulkan keterangan dan data dari pustaka sbb: Pipa 4” sch. Untuk perhitungan pertama tahanan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. ialah: Baja (300 oC) = 43 W/m.detik/m2 Pada permukaan luar insulasi asbes terjadi konveksi bebas.K µ(lembab) = 19.K µ (100 oC) = 0.27.103 J/kg.358 m2/m Harga konduktivitas panas.K Keterangan tentang udara: K (kering) = 26.K Asbes (100 oC) = 0.07 kJ/kg.K r(lembab) = 1.10-3 N. k.html (17 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .107 kg/m3 Cp (lembab) = 1.BAB III = tahanan konduksi panas melalui pipa = tahanan konduksi panas melalui asbes = tahanan panas konveksi bebas dalam udara Untuk menghitung besarnya tahanan panas.6 mW/m.0 N. 40 mempunyai ukuran sbb: ID = 102 mm OD = 114 mm Tebal dinding = 6.02 mm Luas permukaan = 0.178 W/m.97.138 W/m.detik/m2 Tf diambil 35 oC = 308 K β= koefisien ekspansi termal = 1/Tf = 1/308 Keterangan tentang minyak bumi: K = 0.

det/m2 Dipakai persamaan berikut Nre = 46. Untuk minyak bumi perhitungan adalah sebagai berikut. karena semua keterangan diketahui. Jadi q dan ∆T harus diketahui terlebih dahulu.pipa. Besaran ini terdapat dalam tahanan panas R. karena temperatur permukaan diketahui yaitu 50 oC.BAB III konveksi bebas tidak perlu diikut sertakan. R4 untuk sementara tidak diperlukan. ∆T = 0. G = 1 kg/dt D = 0. Penyelesaian: Untuk dapat memilih persamaan empiris untuk menghitung h. Rencana: Persaman pokok untuk perpindahan panas adalah: Yang ditanyakan adalah tebal insulasi. memberikan harga untuk R3.1 oC ∆T diperoleh dari selisih temperatur keseluruhan 300 – 50 = 250 oC Dari keempat tahanan panas R1 dan R2 dapat dihitung.html (18 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . ∆T Watt/m. Q diperoleh dari penurunan temperatur minyak bumi sebesar G.102 m m= 0. yang kemudian menghasilkan tebal insulasi.200 Tahanan konduksi melalui dinding pipa: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.27 .Cp. 10-3 N. maka bilangan Reynold harus dihitung. Substitusi harga besaran-besaran di atas ke dalam persamaan perpindahan panas.

08 + 0.html (19 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .Pr < 109 .K Laju perpindahan panas permeter pipa: R = R1 + R2 + R3 1.178 W/m.114 + (2. maka temperatur lapisan batas udara Tf pada permukaan insulasi dapat diambil Tf = ½ (50+20) = 35 oC Perhitungan tahanan konveksi bebas: b= 0. 0. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.3 = 0.114 + d) = 0. sehingga dipakai persamaan Nu = 0.0109+0.267 m d ins = 0.647 m Penilaian: Hasil perhitungan diatas perlu diperiksa dengan tahanan konveksi bebas.Pr)1/4 Menurut perhitungan ini temperatur permukaan insulasi besarnya = 20 + 33 = 53 oC.27=0.08/0.525 (Gr.BAB III Kp=43 W/m.0004+R3 d= 0.7 (0.K Tahanan konduksi melalui insulasi: ka= 0. Kalau dimisalkan temperatur udara 20 oC.7 d d = 0.647 m Berlaku 103 < Gr.267) = 0.

BAB III Perbedaan sebesar 3 oC atau lebih kurang 6% masih baik untuk perhitungan rancangan seperti ini.10-3 m3/detik. Gas berada dalam pipa tembaga ukuran 1” dengan dinding BWG no. Soal Latihan Gas karbondioksida kering sebanyak 8. harus diadakan perhitungan tebal insulasi lagi. Hitung luas permukaan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Gas masuk dengan kecepatan 5. Hitung selisih temperatur rata-rata •Tm 3. Jika ada faktor yang tidak dapat dihitung. berdasarkan anggapan semua energi gas diserap oleh air.html (20 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Hitung koefisien perpindahan panas keseluruhan. hendak didinginkan menjadi 40 oC. U 4.0 .7 m/detik.3 m/detik. •Tm dapat dihitung dari kenaikan temperatur ini dan laju alirnya. Q dapat dihitung dari laju alir dan penurunan temperatur gas CO2. Kalau temperatur udara bukan 20 oC. lakukan trial (cobacoba). pada tekanan mutlak 2 bar dan temperatur 60 oC. Hitung laju perpindahan panas q 2. akan tetapi lebih tinggi maka temperatur permukaan insulasi akan lebih tinggi dari 50 oC.5” dan dinding BWG no. Berapakah banyaknya dan panjang pipa yang diperlukan?. s s s Rencana: 1. U dihitung dengan menghitung masing-masing tahanan panas dan menjumlahkannya. Analisa: s Perhitungan dilakukan dengan persamaan s s Banyaknya pipa terdapat adlam luas permukaan A Faktor lain harus dihitung. Untuk mempertahankannya pada 50 oC.16. Air mengalir berlawanan arah dengan gas dan masuk pada 25 oC. Setiap pipa berada dalam pipa tembaga yang lain dengan ukuran 1. yang berarti insulasi harus dipertebal.14. Air mengalir melalui ruang anulus antara kedua pipa dengan kecepatan 0.

Gas CO2 dianggap gas ideal.415 cm3/mol = 22.415 m3/kgmol T1 = 273. 1. Laju perpindahan panas Berat 1 m3 gas pada 2 bar.013 bar V1 = 22.BAB III Penyelesaian: Semua keterangan didapat dari lampiran atau pustaka.15 K N1 = 1 kgmol Kondisi 2: P2 = 2 bar V2 = 1 m3/n2 kgmol T2 = 273+60 = 333 K N2 = kgmol Cp CO2 diperhitungkan pada temperatur rata-rata = ½ (60+40) = 50 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. 60 oC: Pada kondisi standar: P1 = 1 atm = 1.html (21 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .

10-4) = 15.10-3 (874) (60-40) = 445 J/dt 2. oC Berat keseluruhan gas: Jadi panas yang dipindahkan: Q = 25.10-4 m2 Luas penampang dalam pipa 1” : Dengan kecepatan 5.1.10-4 (5.BAB III Dengan interpolasi didapat harga = 0.5” : Luas penampang luar pipa 1” : Luas penampang anulus : 9. 10-4) (0.07.03.96 .474 kg/detik Cp(25 oC) air = 4180 J/kg.4.K Kenaikan temperatur air ialah: Temperatur keluar air menjadi 25.8 .html (22 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .7 m/dt tiap pipa dapat mengalirkan: 3.10-4 – 5. Selisih temperatur Luas penampang dalam pipa 1.8 . 10-4 m2.7) = 20.oF = 874 J/kg.96.53 .10-4 = 3.22 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.208 Btu/lb.10-4 m3/dt Jadi diperlukan pipa sebanyak: Luas total penampang anulus menjadi 4 (3.3) (1000) = 0. Banyaknya air yang mengalir: (15.

10-2 m m25 oC = 0.K m = 0.0105(1.5.6.0.967.ft/ft2.html (23 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . untuk L/d = 60 (perkiraan) terbaca dari grafik untuk absis Nre = 6300: Untuk air didapat keterangan: d=de=2.180 J/kg. Untuk CO2: k=0.jam=0. Sehingga Nre harus dihitung.10-3 N.105 BTU.10-2)meter=2.m2 Untuk aliran air: Luas penampang anulus = 3.73)=0.BAB III 3.K Cp=874 J/kg.dtk/m2 Persamaan yang akan digunakan: Dengan menggunakan grafik.967. selalu perlu diketahui apakah aliran laminar atau turbulen.606 W/m.96.10-5 N/dt.10-2 m k= 0.dtk/m2 Cp = 4.oC µ= 1. Koefisien perpindahan panas Untuk dapat memilih persamaan empiris yang akan digunakan.oF.10-4 m2 Diameter anulus = diameter setara de = 4 x faktor bentuk S Untuk perpindahan panas De=4(0.10-3 N.0182 W/m.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.

karena temperatur pipa diperkirakan hampir sama dengan temperatur air.080 m2/m Panjang pipa yang diperlukan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Untuk pipa tembaga: Keliling pipa 1” rata-rata: Tahanan dinding pipa permeter pipa: Tahanan keseluruhan : Tahanan dinding pipa: Tahanan air: Tahanan gas: A=0.1587 m2 Luas permukaan pipa: 0.BAB III Faktor diperkirakan mendekati 1.html (24 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .

Pada industri-industri kimia. Pada kebanyakan sistem kedua fluida ini tidak mengalami kontak langsung. a1at penukar ka1or biasanya digunakan untuk pemanasan dan pendinginan proses serta a1iran produk. Kalor akan bertukar diantara fluida di da1am dan di luar pipa yaitu yang berada pada daerah anulus. Ana1isa dan desain yang dilakukan digunakan untuk mengaplikasikan secara praktis prinsip-prinsip dasar yang sudah dibahas sebelumnya. maka kita perlu membincangkan tentang atat penukar ka1or yang bersesuaian dengan material yang akan kita pindahkan. Sa1ah satu a1at penukar ka1or yang sederhana terdiri dari pipa panjang di da1am suatu pipa kedua. Lazimnya a1at penukar ka1or adalah sistim yang digunakan penukaran ka1or diantara dua fluida yang dibatasi oleh dinding pemisah. Exchanger: Memanfaatkan perpindahan kalor diantara dua fluida proses (steam dan air pendingin tidak termasuk sebagai fluida proses.BAB IV BAB IV ALAT PENUKAR KALOR Apabila kita berhubungan dengan dua macam zat cair atau gas di da1am proses yang akan saling bertukar ka1ornya. Kontak langsung a1at penukar ka1or terjadi sebagai contoh pada gas kalor yang terfluidisasi da1am cairan dingin untuk meningkatkan temperatur cairan atau mendinginkan gas. Alat penukar kalor berdasarkan fungsinya dapat digolongkan pada beberapa nama: 1. Kemudian di estimasi koefisien perpindahan kalor diantara kedua a1iran. tetapi merupakan utilitas).html (1 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.

Evaporator: Berfungsi memekatkan suatu larutan dengan cara menguapkan airnya. 4. 5. Pipa ganda ini terdiri dari beberapa bagian: s s s s Gland (sambungan) Return head Return bend Tee Ukuran standar yang biasa terdapat pada Penukar ka1or pipa ganda: Diameter luar. Reboiler : Berfungsi sebagai pensup1ai kalor yang diperlukan bottom produk pada distilasi. 6. in Diameter dalam. dan sebagai bahan pendingin digunakan air. Cooler: Berfungsi mendinginkan fluida proses.html (2 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Steam biasanya digunakan sebagai media pemanas. in file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Heater: Berfungsi memanaskan fluida proses. Vaporizer: Berfungsi memekatkan cairan selain dari air. Condenser: Berfungsi untuk mengembunkan uap atau menyerap ka1or laten penguapan. 7. antara dinding pipa da1am dan dinding pipa luar. yang dibungkus oleh pipa yang lebih besar). Boiler : Berfungsi untuk membangkitkan uap. Dimana satu fluida menga1ir lewat pipa da1am sedangkan fluida yang lain menga1ir lewat anutus.BAB IV 2. dan sebagai bahan pemanas a1at ini menggunakan steam. 3. dan umumnya digunakan da1am ska1a laboratorium. 8. Penukar ka1or pipa ganda (double pipe heat exchanger) Adalah a1at perpindahan ka1or yang terdiri dari dua pipa konsentris (pipa kecil sebagai sentra1.1. Beberapa jenis a1at penukar ka1or yang banyak dipakai akan dibahas berikut ini. 4. Alat ini digunakan da1am industri ska1a kecil. Alat penukar ka1or pipa a.

Untuk menyangga beda muai antara pipa dan mantel. Kadang-kadang medium yang akan didinginkan dibawa mela1ui pipa dan medium yang akan dipanaskan dibawa seke1i1ing pipa. Seluruh alat terdiri dari seberkas pipa yang dipasang diantara plat pipa. untuk berubah arah beberapa ka1i. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. yang dapat lebih memperlancar lagi pertukaran kalor. Penukar kalor pipa-tabung (shell and tube heat exchanger) Pada Gambar 4. Dengan demikian dapat dicegah sudut mati dalam aparat. Dinding ba1ik vertikal di sekitar pipa. dan sebagainya. viskositas. memaksa medium yang mengalir di sekeliling pipa.BAB IV 2 2½ 3 4 1¼ 1¼ 2 3 b. Pilihan ini bergantung kepada berbagai keadaan yaitu sifat ada media (cair atau gas).1 memperlihatkan beberapa penyelesaian yang mungkin di1akukan. akan tetapi dengan demikian dapat pula memperbesar kecepatan aliran.html (3 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Gambar 4. Kesemuanya dibedakan berdasarkan jalur pemasukan dan pengeluaran bahan yang akan dipanaskan atau didinginkan. Untuk luas per1ukan perpindahan kalor antara 100-200 ft2 digunakan penukar kalor jenis pipa ganda. terdapat berbagai macam sistem.1 terlihat suatu sketsa secara bagan dari jenis penukar ka1or ini. Adakalanya hal yang sebaliknya berlaku. terdapatnya kotoran padatan.

Industri ska1a besar memerlukan alat perpindahan kalor dengan luas perpindahan kalor yang besar. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.1. Untuk itu lebih sesuai digunakan penukar kalor pipa tabung. dan karena banyaknya sambungan. Penukar kalor pipa tabung (shell and tube heat exchanger) Sedangkan untuk luas lebih besar dari 200 ft2 pemakaian pipa ganda akan memerlukan tempat yang luas.html (4 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . titik tempat terjadinya kebocoran semakin banyak.BAB IV Gambar 4.

Dapat dikonstruksi dari sejumlah besar material. Mudah dibersihkan. Zat yang satu menga1ir mela1ui rusuk-rusuk diantara kedua pelat sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4. Menggunakan teknik fabrikasi yang sudah baik.BAB IV Keuntungan dari tipe ini: s s s s s Konfigurasi alat ini memberikan luas permukaan yang besar dalam volume yang kecil. Penukar ka1or pendingin udara Pemakaian alat ini adalah apabi1a air pendingin yang digunakan terbatas. 4.3.2. 4. Mempunyai bentuk yang baik untuk operasi bertekanan. Penukar kalor pe1at Alat penukar ka1or ini terdiri dari beberapa pelat yang tersusun di da1am bingkai yang besar. sehingga udara digunakan sebagai pcndingin. Biasanya a1at ini digunakan terutama pada industri makanan dan minuman karena alat ini mudah dibersihkan dan diperiksa kembali.3) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.2.html (5 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . (Gambar 4.

html (6 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .2. Penukar kalor pelat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.BAB IV Gambar 4.

RD (hitung) UC = dot faktor = koefisien perpindahan ka1or dalam keadaan bersih. Dot faktor (tahanan kotoran) Tahanan kotoran adalah kotoran (kerak) yang terbentuk selama penukar kalor dioperasikan dan akan menyebabkan koefisien perpindahan kalor menjadi berkurang. Penukar kalor pendingin udara Masalah utama da1am perancangan alat perpindahan ka1or adalah: 1.3. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.html (7 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .BAB IV Gambar 4.

Analisa-analisa kedua kasus ini agak berbeda. Kern. sebagai berikut: . Tabel 12. ∆P antara 0. dimana setelah itu kalor yang diijinkan menjadi 1ebih kecil dari yang dibutuhkan.5-2 psi Untuk a1iran liquida (cairan).(4. Nilai RD (hitung) harus 1ebih besar dari RD (ketentuan). W merupakan laju alira masa (mass file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. 1965). Berkisar antara 100% .dTC = CCdTC dimana C = wCp Pada pernyataan ini dQh adalah kadar diferensial dimana kalor dipindahkan ke fluida dingin dari fluida panas melewati bagian diferensia1 dari penukar kalor.BAB IV UD = koefisien perpindahan kalor dalam keadaan kotor RD(ketentuan) = dot faktor maksimum.html (8 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . dalam batas-batas yang diizinkan yaitu: s s Untuk aliran uap dan gas. maka harga RD=O. 2. A1iran searah ini di sebut cocurrent flow dan a1iran berlawanan disebut countercurrent flow. •P antara 5-10 psi. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda Pada Alat Penukar Kalor Pipa Ganda aliran di da1am pipa dapat berupa aliran searah sepanjang pipa maupun aliran berlawanan.125% RD(ketentuan)..1) dQh =(wCp)C. Harga ini merupakan batas tahanan yang maksimum. Penurunan tekanan Terjadi dalam masing-masing aliran. Bila dimisa1kan fluida yang 1ewat ada1ah fluida organik. Kita mulai dengan kesetimbangan kalor pada aliran dingin..4.001 (ketentuan. 4. yang dihitung bila kedua permukaan pipa tidak dibersihkan.

html (9 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . dan bukan kapasitas kalor molar..(4...7) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.. dan tahanan konduksi dihubungkan dengan dinding pipa itu sendiri.. Pendefinisian U meliputi pemilihan apakah kita menggunakan permukaan da1am atau permukaan 1uar dari pipa dalam untuk mendefinisikan dA. maka kesetimbangan untuk aliran panas hampir sama dengan aliran dingin.(4. Kita sekarang mendefinisikan perbedaan temperatur diantara bagian panas dan dingin sebagai: d(TH-TC)=d(•T) Dari persamaan (4.(4.. Jika tidak ada kehilangan panas dari penukar kalor..2) dapat ditu1is: dan Substitusi persamaan (4. U. dQh = -(wCp)HdTH = -CHdTH .6) ada1ah diferensial.BAB IV f1ow rate) dan Cp adalah kapasitas kalor persatuan masa.2) Kalor dipindahkan dari saluran panas ke aliran dingin melewati susunan tahanan termal.. dan diperoleh: .3) Dimana dA adalah luas pem1ukaan diferensia1 yang memisahkan kedua aliran.4) …(4.1) dan (4. Untuk kesetimbangan panas keseluruhan. berlaku untuk setiap titik disepanjang aksis penukar ka1or.6) Kesetimbangan panas persamaan (4.5) .(TH -TC) .(4.1) dan (4.dA. adalah: dQh = U.2) dipero1eh: …(4. panas yang hi1ang disamakan dengan f1uida panas untuk dibandingkan dengan fluida dingin. Terdapat tahanan konveksi pada permukaan pipa yang memisahkan dua aliran. Tahanan-tahanan seri ini ditambahkan dan didefinisikan bahwa koefisien perpindahan kalor keseluruhan.

. Untuk aliran counter current diperoleh hasil yang sama.(4.8) ∆T1 dan •T2 adalah perbedaan temperatur diantara kedua aliran pada ujung penukar panas..11) Jika persamaan-persamaan ini diatur kemba1i dapat diselesaikan laju perpindahan panas keseluruhan. dengan sedikit perubahan tanda.12) Da1am persamaan (4. Selanjutnya diberikan dua contoh Untuk membedakan operasi cocurrent dengan counter current.(4...12) kita mendefmisikan apa yang disebut log-mean temperature difference (LMTD. Persamaan ( 4.8 ) dapat ditulis menjadi: . dengan hasil: . sedangkan ∆T adalah perbedaan temperatur lokal diantara a1iran panas dan dingin.(4.html (10 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .BAB IV Sehingga persamaan (4.6) dapat ditulis sebagai: Dimana: .. temperatur rata-rata logaritmik) sebagai: .9) Persamaan diferensial untuk dT dapat diintegrasikan jika diasumsikan bahwa v ada1ah konstan disepanjang pipa... Diasumsikan bahwa koefisien keseluruhan U diketahui dan tidak tergantung pada arah aliran untuk bentuk geometri dan laju alir kedua aliran yang ditentukan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.(4. sehingga diperoleh: …(4.13) Hasil ini sama dengan definisi yang sudah diutarakan pada ana1isa a1at penukar ka1or sebelumnya pada suatu penukar kalor single-tube..

Suhu kondensasi hanya bergantung pada tekanan sehingga proses kondensasi zat murni merupakan proses isotermal. Kondensasi tetes (dropwise condensation) s Kondensat mula-mula membentuk inti nukleasi (tetesan).BAB 5 BAB V PERPINDAHAN KALOR DISERTAI PERUBAHAN FASA Perubahan fasa mencakup: Penambahan atau pengurangan energi termal dalam jumlag yang agak banyak. Sangat tidak stabil dan sangat sukar dipertahankan sehingga metode ini jarang dipakai. sehingga kondensasi itu dapat dikatakan merupakan proses tekanan tetap.1. Tetesan-tetesan bergabung sehingga membesar dan mengalir ke bawah tabung karena pengaruh gaya gravitasi. Rugi-rugi gesekan di dalam kondenser biasanya cukup kecil.html (1 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . pada suhu tetap atau hampir tetap. atau campuran dua zat mampu kondensasi atau lebih. s Perpindahan kalor dari uap yang mengembun (kondensasi) Uap kondensasi mungkin terdiri dari sati zat saja. 5. mungkin berupa campuran zat mampu kondensasi dan zat tak mampu kondensasi. s s Uap dapat mengembun menurut salah satu dari dua cara berikut: 1. s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.

Kondensat meninggalkan tabung pada suhu kondensasi. selama aliran kondensat di dalam film itu laminar.1. nitrobenzen. Koefisien untuk kondensasi film Asumsi: s Satu-satunya tahanan terhadap aliran kalor adalah yang disebabkan oleh lapisan kondensat yang mengalir ke bawah dalam aliran laminar karena pengaruh gaya gravitasi. Contoh: logam cair.html (2 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .BAB 5 s Terjadinya bergantung pada sifat zat cair. ialah: …(5. Kecepatan zat air pada dinding adalah nol. Tabung Vertikal = koefisien lokal = konduktivitas termal untuk kondensat film = tebal film Koefisien rata-rata untuk tabung vertikal. s s s 1.1.1) Dimana: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. 2. 5. Suhu dinding dan suhu uap konstan. gliserin. Kondensasi film (film-type condensation) § Lebih sering terjadi § Kondensat cair itu membentuk film atau suatu lapisan sinambung yang lalu mengalir di atas permukaan tabung karena pengaruh gaya gravitasi.

Catatan: 1.2) Dimana Tf = suhu rujukan Th = suhu uap yang kondensasi Tw = suhu permukaan luar dinding tabung Bentuk ekivalen persamaan (5.1) dengan yang dieliminasi: 2. Persamaan (5.jam).1) dan (5.3) untuk tabung vertikal diturunkan dengan pengandaian bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. densitas. kf : …(5.BAB 5 mf.html (3 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . kf = viskositas. alir an film kondensat itu dapat dikatakan selalu laminar. g = percepatan gravitasi. rf. Suhu rujukan untuk menentukan mf. N = jumlah tabung dalam susunan. Tabung Horizontal …(5. = pembebanan kondenat pada dasar tabung (lb/ft.5) Dimana: Γ= pembebanan kondensat persatuan panjang tabung. konduktivitas lapisan film. rf. Pada tabung horizontal.4) …(5. lb/ft.

koefisien pada persamaan (5. klorobenzene mengkondensasi pada tekanan atmosfer di dalam selongsongnya. 2. Penyelesaian: Persamaan (5.108 ft/jam2 L = 5 ft Suhu kondensi Th adalah 270 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.7 BTU/lb. Dalam menghitung Tf. Maka untuk perhitungan praktis. baga vertikal dengan diameter ¾ in 16 BWG. dkk 1985) Pada sebuah kondensor selongsong dan tabung (Shell and Tube) yang menggunakan tabung te.html (4 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . Jika koefisien sisi air adalah 400 BTU/jam.76 dan 1. Besaran dalam persamaan (5. Contoh 13. Berapakah koefisien itu dalam kondenser horizontal yang mempunyai tabung sebanyak itu juga. yang diberikan oleh persamaan (5. jika jumlah tabung rata-rata dalam susunan vertikal adalah 6. Karena itu diperlukan perhitungan coba-coba (trial and error). a.17.3) berlaku. Kalor laten kondensasi klorobenzen adalah 139. (Mc Cabe.oF.13.1) an (5. Panjang tabung 5 ft. Berapakah laju kondensasi klorobenzen dan pembebanan kondensat.1. Air pendingin dengan suhu rata-rata 175 oF mengalir di dalam tabung.3) yang dapat langsung ditentukan adalah: l= 139 BTU/lb g = 4. Abaikan faktor pengotoran dan tahanan dinding tabung.BAB 5 aliran kondensat itu laminar. suhu dinding Tw harus ditaksir dari h.3) dibuat masing-masing 1.ft2. b. Bila kecepatan fase uap di dalam kondenser itu cukup besar. tetapi sifat-sifat kondensat harus dievaluasi pada suhu rujukan Tf.2). seret uap itu juga dapat menimbulkan keturbulenan pada lapisan kondensat sehingga koefisien film kondensasi menjadi jauh lebih besar. yaitu koefisien film kondensat.

¾ (270 – 205) = 221 oF Densitas dan konduktivitas termal zat cair hanya mengalami perubahan kecil dengan suhu sehingga dianggap tetap pada nilai-nilai berikut: rf = 65.0625 ft Suhu dinding : Tw=175+33 = 208 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.42) = 0.083 BTU/ft.13 sebagaimana disarankan: Suhu dinding didapatkan dari persamaan : Do=0.jam.75/12 = 0. Dianggap Tw = 205 oF Penurunan suhu ∆T = 270 – 205 = 65 oF Suhu rujukan.html (5 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .3 (2. oF Viskositas film itu adalah: mf = 0. dengan menggunakan koefisien 1. I. dari persamaan (5. 13 Mc Cabe dkk.2) ialah: Tf = 27.726 lb/ft.jam (lamp.4 lb/ft3 kf = 0. 1985) Taksiran pertama h. 1985) (lamp. 10 Mc Cabe dkk.BAB 5 Suhu dinding Tw tentulah berada diantara 175 dan 270 oF.

9815 ft2 Laju perpindahan kalor menyeluruh menjadi: = 179 (0. Koefisien h = 179 Btu/ft2. mT = laju kondensasi total.jam.5) Koefisien untuk klorobenzen mungkin lebih besar dari bagian (a) sehingga suhu dinding Tw sekarang diperkirakan 215 oF.html (6 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .1963 (5) = 0. Luas permukaan luar setiap tabung ialah: Ao = 0. Pembebanan kondensat: dan b.jam file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.42) = 0.0625 ft mf = 0.9815) (270 – 208) = 10. (5.oF Selanjutnya diperiksa apakah aliran itu laminar seluruhnya.68 lb/ft.BAB 5 Nilai ini cukup dekat dengan taksiran 205 oF sehingga perhitungan selanjutnya tidak diperlukan lagi. N=6 •To = 270 – 215 = 55 oF Do = 0.28 (2.893 Btu/jam. Untuk kondensor horizontal digunakan pers.

BAB 5

Tw = 175 + 43 = 218 oF Nilai ini sesuai dengan nilai taksiran 215 oF sehingga tidak diperlukan lagi trial berikutnya. Koefisien h ialah 270 Btu/ft2.jam. oF.

5.2. Perpindahan kalor ke zat cair yang mendidih Contohnya pada operasi evaporasi, distilasi, pembangkitan uap, pengolahan minyak bumi, pengendalian suhu pada reaksi kimia zat cair yang mendidih. Untuk tabung horizontal yang terbenam didalam zat cair mendidih. …(5.7) Dimana: = koefisien perpindahan panas = viskositas uap = penurunan suhu melintas uap = konduktivitas termal uap = densitas zat cair, densitas uap Do = diameter luar tabung pemanasan = selisih rata-rata antara entalpi zat cair dan entalpi uap panas lanjut.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (7 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

…(5.8) = kalor laten penguapan Cp = kalor spesifik uap pada tekanan tetap = panjanng gelombang-gelombang yang terkecil yang amplitudonya dapat berkembang pada antar muka datar yang horizontal. …(5.9) = tegangan antarmuka antara zat cair dan uap. Contoh 13.2 McCabe dkk, 1985: Freon (CCl3F) didihkan pada tekanan atmosfer dengan tabung tercelup horizontal yang diameter luarnya 1,25 in. Titik didih normal freon ialah 74,8 oF. Dinding tabung berada pada suhu 300 oF. Sifat-sifat freon 11 adalah sebagai berikut: = 91,3 lb/ft3 = 78,3 Btu/lb = 0,013 cP = 19 dyne/cm Cp = 0,145 Btu/lb.oF kv=BTU/ft.jam.oF Hitung koefisien perpindahan kalor, ho, dan fluks kalor q/A. Penyelesaian: = 0,013 (2,42) = 0,0314 lb/ft.jam = 300 – 74,8 = 225,2 oF Suhu film uap rata-rata = (300+74,8)/2 = 187,4 oF
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (8 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

= 91,3 lb/ft3; BM=137,5 ; Do = 1,25/12 = 0,104 ft Pada suhu film rata-rata: Pada titik didih: Dari persamaan (5.8) : Dari persamaan (5.9) anggap gc/g = 1 lb/lbf.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (9 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

Evaporasi bertujuan untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut yang tidak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. misalnya pada penguapan air asin untuk membuat garam. Dalam situasi-situasi tertentu. Tetapi. kebalikannyalah yang benar. garis pemisah antara evaporasi dan krista1isasi tidaklah dapat dikatakan tegas. Pendahuluan Evaporasi adalah salah satu kaedah utama dalam industri kimia untuk memekatkan larutan yang encer. Evaporasi berbeda pula dari distilasi karena disini uapnya biasanya komponen tunggal. dalam suatu situasi tertentu. Lazimnya.1. Evaporasi dilaksanakan dengan menguapkan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. pelarut yang digunakan adalah air. kadang-kadang zat cair yang sangat viskos. dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair. dan bukan zat padat. dalam evaporasi. Evaporasi berbeda dari kristalisasi dalam hal penekanannya disini ialah pada pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. Air yang mengandung mineral seringkali diuapkan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (1 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI BAB VI PROSES EVAPORASI 6. Dalam kebanyakan proses evaporasi. Evaporasi tidak sama dengan pengeringan. dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha untuk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. Pengertian umum dari evaporasi ini adalah menghilangkan air dari larutan dengan mendidihkan larutan didalam tabung yang sesuai yang disebut evaporator. dan walaupun uap itu merupakan campuran. zat cair pekat itulah yang merupakan produk yang berharga dan uapnya biasanya dikondensasikan dan dibuang. Sebab evaporasi kadangkadang menghasilkan lumpur kristal di dalam larutan induk.

Hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan air dalam umpan yang dipulihkan. 2. Jika uap berupa campuran. Permasalahan disini adalah pemekatan larutan Permasalahan: pembuatan zat padatatau kristal. distilasi dan kristalisasi: Proses (1≠2) Evaporasi ≠ Pengeringan No. Variasi dalam karakteristik cairan itulah (yang menuntut keahlian dan pengalaman para insinyur dalam merancang dan mengoperasikan evaporator) yang menyebabkan operasi ini meluas dari perpindahan kalor sederhana menjadi suatu seni tersendiri. Penyelesaian praktis terhadap masalah evaporasi sangat ditentukan oleh karakteristik zat cair yang akan dikonsentrasikan. 2. tetapi dari segi proses adalah evaporasi. 2. Teknik ini biasa disebut disti1asi air (water distillation). kadang-kadang zat cair yangsangat viskos Sisa penguapan adalah zat padat Uap biasanya komponen tunggal. Konsentrasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Biasa disebut distilasi air. Tabulasi perbedaan evaporasi dengan pengeringan. tidak ada usaha untuk memisahkan menjadi fraksi-fraksinya Uap sering berupa campuran dan akan dipisah menjadi fraksi-fraksinya. Proses-proses evaporasi skala besar sudah banyak dikembangkan dan digunakan untuk membuat air minum dari air laut. Evaporasi ≠ Kristalisasi 1. Di sini hasil yang dikehendaki adalah air kondensasi. dan untuk konsumsi manusia.html (2 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . sebagian besar dikembalikan ke laut. Berikut ini adalah beberapa sifat penting dari zat cair yang divaporasikan. karena persyaratan khusus proses. Keterangan Sisa penguapan adalah zat cair. Evaporasi ≠ Distilasi 1.Proses 1. Evaporasi ≈Kristalisasi : contohnya pada penguapan air asin untuk membuat garam Evaporasi ≈ Distilasi : contohnya pada penguapan air yang mengandung mineral untuk umpan ketel (boiler). tetapi dari segi teknik proses itu adalah evaporasi.BAB VI mendapatkan hasil yang bebas zat padat untuk umpan ketel didih.

menjadi terlalu lamban sehingga tidak dapat melakukan perpindahan kalor yang memadai. Pembentukan busa Beberapa bahan tertentu. Busa yang stabi1 akan ikut ke luar evaporator bersama uap.BAB VI Walaupun cairan encer yang diumpankan ke dalam evaporator mungkin cukup encer sehingga beberapa sifat fisiknya sama dengan air. larutan itu akan makin bersifat individual. bahan kimia farmasi.html (3 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Densitas dan viskositasnya meningkat bersamaan dengan kandungan zat padatnya. Dalam hal-hal yang ekstrim. keseluruhan masa zat cair itu mungkin meluap ke dalam saluran uap keluar dan terbuang. hingga larutan itu menjadi jenuh. pembersihan itu tidak mudah dan memakan biaya. atau jika tidak. maka akan terjadi pembentukan kristal. dan bahan rnakanan dapat rusak bila dipanaskan pada suhu sedang selama waktu yang singkat saja. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Kerak Beberapa larutan tertentu menyebabkan pembentukan kerak pada permukaan pemanasan. Dalam mengkonsentrasikan bahanbahan seperti itu diperlukan teknik khusus untuk mengurangi suhu zat cair dan menurunkan waktu pemanasan. lebih-Iebih zat-zat organik. Jika zat cair jenuh didihkan terns. kristal-kristal ini harus dipisahkan karena. Titik didih larutanpun dapat meningkat dengan sangat cepat bila kandungan zat padatnya bertambah. tetapi jika konsentrasinya meningkat. Bi1a kerak itu keras dan tak dapat larut. dan menyebabkan banyaknya bahan yang terbawa ikut. Hal ini menyebabkan koefisien menyeluruh makin lama makin berkurang sampai akhimya kita terpaksa menghentikan operasi evaporator untuk membersihkannya. Bisa menyebabkan tabung evaporator tersumbat. sehingga suhu didih larutan jenuh mungkin jauh lebih tinggi dari titik didih air pada tekanan yang sama. Kepekaan terhadap suhu Beberapa bahan kimia berharga. membusa pada waktu diuapkan.

dan uap dari evaporator kedua dimasukkan ke dalam kondenser.kira 0. baja tahan karat. aluminium. diperlukan 1 sampai 1. Berkurangnya suhu didih zat cair menyebabkan beda suhu antara uap dan zat cair yang mendidih itu meningkat. dibawah 3 atm abs. dan persyaratan operasi steril (suci hama. Oleh karena adanya variasi dalam sifat-sifat zat cair maka dikembangkan berbagai jenis rancangan evaporator. Bila kita menggunakan satu evaporator saja.BAB VI Bahan konstruksi Bila memungkinkan. Jenis-Jenis Evaporator Kebanyakan evaporator dipanaskan menggunakan uap yang dikondensasikan di atas tabungtabung logarm. grafit tak-tembus.3 lb uap. Uap yang digunakan biasanya adalah uap bertekanan rendah. nikel. titik beku. namun proses ini tidak efektif dalam penggunaan uap. sifat racun. atau menjadi terkontaminasi oleh bahan itu. Banyak karakteristik lain zat cair juga perlu mendapat perhatian dari perancang evaporator. Karena itu digunakan juga bahan-bahan konstruksi khusus seperti tembaga. pembebasan gas pada waktu mendidih. zat cair yang mendidih biasanya berada da1am vakum sedang. 6. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dengan demikian laju perpindahan kalor di da1am evaporator itu meningkat pula.05 atm abs. Oleh karena bahan-bahan ini relatif mahal. maka laju perpindahan kalor harus tinggi agar dapat menurunkan biaya pokok peralatan. Untuk menguapkan l lb air dari larutan. maka operasi ini akan menjadi efek dua ka1i atau efek-dua (double effect). antara lain kalor spesifik. radioaktivitas. evaporator sebaiknya dibuat dari baja. Walaupun sederhana. banyak larutan yang merusak bahan-bahan besi. bahaya ledak. Metoda ini disebut sebagai evaporasi efek-tunggal (single-effect evaporation). kalor konsentrasi. dan timba1. Jika uap dari satu evaporator dimasukkan ke dalam rongga uap (steam chest) evaporator kedua. Evaporator mana yang dipilih untuk suatu masalah tertentu bergantung terutarma pada karakteristik zat cair itu.html (4 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . uap dari zat cair yang mendidih dikondensasikan dan dibuang. yaitu sampai kira. Bahan yang dievaporasikan biasanya mengalir di dalam tabung. Akan tetapi.2.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Metoda yang umum digunakan untuk meningkatkan evaporasi per lb uap dengan menggunakan sederatan evaporator antara penyediaan uap dan kondenser itu disebut sebagai evaporasi efek-berganda (multiple effect evaporation). Larutan yang akan dievaporasikan berada di luar tabung horizontal dan uap mengalir di dalam tabung horizontal. suhu didih. Koefisien keseluruhan yang berada antara 200-400 Btu/jam. Tabung horizontal diliputi dan dikelilingi oleh sirkulasi yang alami dari cairan yang mendidih sehingga meminimumkan pengadukan cairan.2. Evaporator tabung horizontal biasanya digunakan untuk kapasitas yang kecil dan untuk mengevaporasikan larutan yang encer dan larutan ini tidak berbusa dan tidak meninggalkan deposit padatan pada tabung evaporator . Evaporator film aduk 6. menjadi harmpir lipat dua. Aliran ke atas (film-panjat) b. Efek ini dapat ditambah lagi dengan cara yang sama. 3. Jenis-jenis utama evaporator tabung dengan pemasukan uap yang lazim dipakai adalah: 1.BAB VI Ka1or uap yang semula digunakan lagi da1am efek yang kedua. Evaporator.1 Evaporator Tabung-Horizontal Evaporator tabung-horizontal sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 6. ini bermanfaat khususnya untuk mengevaporasikan larutan yang viskos. Evaporator tabung horizontal 2. dan evaporasi yang didapatkan oleh satu satuan masa uap yang diumpankan ke da1am efek pertama.0F (1100-2300 W/m2K) akan didapatkan. Sebagai hasilnya maka pada evaporator jenis ini dijumpai koefisien perpindahan panas keseluruhan yang lebih rendah berbanding pada evaporator jenis lain.vertikal tabung panjang a.ft2. yang tergantung pada perbedaan suhu keseluruhan. dan sifat larutan yang dievaporasikan. Sirkulasi paksa .1 adalah merupakan evaporator jenis klasik yang telah lama digunakan. Aliran ke bawah (film-jatuh) c.html (5 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

html (6 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

html (7 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI Gambar 6.2.3 secara berturutan. dan cairan yang tidak menguap mengalir ke bawah dan keluar melalui anulus yang terletak di bahagian dasar evaporator. Pada instalasi yang besar.1. Pendidihan atau pemanasan cairan di dalam tabung akan menyebabkan aliran naik ke atas melewati tabung. Pada evaporator satu lintas. Evaporator ini merupakan pengembangan dari evaporator tabung-panjang. Evaporator Satu Lintas Dan Evaporator Sirkulasi Evaporator dapat dioperasikan sebagai unit satu lintas atau sebagai unit sirkulasi. Media pemanas yang digunakan biasanya uap yang terkondensasi. Evaporator satu 1intas dan evaporator sirku1asi ditunjukkan pada Gambar 6.2.2. Pada kedua evaporator ini larutan mendidih di dalam tabung vertika1 dan media pemanas di luar tabung vertikal. terdapat beberapa lubang keluaran cairan atau produk dan tidak hanya satu seperti ditunjukkan pada Gambar 6.2 dan Gambar 6. cairan umpan dilewatkan melalui tabung hanya satu kali lewat saja. Seluruh evaporasi dilaksanakan dalam satu lintas (lawatan) saja. uapnya lepas dan keluar dari unit itu sebagai cairan pekat. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporator Tabung Horizontal 6.

html (8 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

dan dapat didinginkan dengan cepat begitu keluar dari evaporator. tetapi evaporator film jatuh (falling-film evaporator) dan evaporator film panjat (climbing film-evaporator) dapat pula dioperasikan dengan cara ini. Suhu zat cair dapat dijaga rendah dengan mengoperasikan unit ini dalam vakum tinggi. di mana pemekatan tota1 terbagi-bagi dalam beberapa efek. cairan pekat itu hanya sebentar saja berada dalam suhu didihnya. Dengan sekali lewatan cepat melalui tabung-tabung evaporator.BAB VI Gambar 6.2. Evaporator film aduk (agitated film evaporator) selalu dioperasikan dalam satu lintas saja. sehingga evaporator jenis ini sesuai untuk operasi efek berganda. Evaporator satu lintas Rasio evaporasi terhadap umpan dalam unit satu lintas itu adalah terbatas.html (9 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (10 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

Dengan menggunakan vakum yang cukup baik.html (11 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . tetapi zat cair itu akan berulang kali berada dalam kontak dengan tabung panas. Alal ini dapat dioperasikan dengan sirkulasi alamiah.BAB VI Gambar 6. Sebagian dari zat cair itu dengan demikian. evaporator film panjat biasanya adalah unit sirkulasi. Pemanasan yang terlalu lama atas sebagian kecil sajapun dari bahan peka-panas seperti makanan akan dapat menyebabkan keseluruhan produk itu rusak. akan terpanaskan hingga suhu yang kelewat tinggi. oleh karena itu. dan cocok pula untuk evaporasi efek tunggal. dan campuran itu lalu dialirkan melalui tabung-tabung evaporator. Walaupun waktu menetap (residence time) zat cair itu dalam zone pemanasan barangkali singkat saja. koefisien perpindahan kalornya akan cenderung rendah. harus selalu berada dalam konsentrasi maksimum. serta densitas. dan titik didihnya selalu mendekati maksimum. Semua cairan dalam kolam. di lain pihak. dapat beroperasi dengan jangkau konsentrasi yang cukup luas antara umpan dan cairan pekat dalam satu unit saja. dimana aliran berlangsung melalui tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Cairan pekat dari evaporator sirkulasi dikeluarkan dari kolam. suhu zat cair lindak dapat dijaga pada tingkat yang tidak merusak. Umpan masuk akan bercampur dengan zat cair di dalam kolam. Evaporator sirkulasi tidak terlalu cocok untuk memekatkan zat cair yang peka terhadap panas. viskositas. Evaporator sirkulasi.3. Akibatnya. maka konsentrasi. Evaporator sirkulasi Pada evaporator sirkulasi (circulation evaporator) terdapat suatu kolam zat cair di dalam alat itu. Oleh karena zat cair yang masuk tabung itu mengandung beberapa bagian cairan pekat di dalam setiap bagian umpan. sehingga hanya sebagian saja dari keseluruhan evaporasi yang berlangsung dalam satu lewatan. sebagian dari zat cair itu mungkin tertahan di dalam evaporator selama beberapa waktu. Evaporasi sirkulasi paksa semuanya dioperasikan dengan cara ini. Zat cair yang tidak menguap dikeluarkan dari tabung dan kembali ke kolam.

akan tetapi tidak sesuai untuk digunakan untuk mengevaporasikan larutan yang sangat viskos. maupun titik didih larutan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. sirkulasi alami yang dihasilkannya mempunyai kecepatan 1 hingga 3 ft/detik sehingga koefisien perpindallan panas pada evaporator ini lebih tinggi dibandingkan evaporator tabung horizontal yaitu pada rentang 200. larutan yang mudah membentuk busa atau untuk menguapkan larutan dalam masa yang singkat.3.5. Evaporator ini juga dapat menangani cairan yang viskos. maka aliran sirkulasi yang terjadi akan bergerak dengan lambat.500 Btu/jam. 6. karena padatan yang terbentuk di dalam tabung dapat dihilangkan dengan pembersihan mekanis. Sehingga kedua-dua evaporator vertikal ini adalah sangat berguna untuk kebanyakan proses evaporasi.ft2. Kedua evaporator satu lintas dan evaporator sirku1asi juga mempunyai kelebihan operasional berbanding dengan evaporator tabung horizontal. Gambar 6. Pada kedua jenis ini. akan tetapi untuk evaporator jenis sirkulasi.4 dan Gambar 6. tabung-tabung didalamnya dipasang secara rolling dan welding dan tidak secara packing seperti pada evaporator tabung horizontal.4 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun vertikal dan berada di dalam tabung. dan koefisien perpindahan panasnya menjadi kecil. Evaporator ini dapat digunakan untuk larutan yang membentuk deposit padatan.html (12 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI dengan disebabkan oleh perbedaan densitas. Pada evapoator satu lintas dan juga evaporator sirkulasi.2.oF (1100-2800 W/m2K) tergantung kepada baik sifat larutan. Evaporator Sirkulasi Paksa Evaporator sirkulasi paksa mempunyai bentuk seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6. di mana aliran dilaksanakan dengan pompa. dapat pula dengan sirkulasi paksa. perbedaan suhu keseluruhan.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (13 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

4. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Pemanas Vertikal di dalam Tabung Gambar 6.5 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun horizontal dan terletak terpisah dengan tabung.html (14 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. pada saat cairan memasuki ruang kosong di dalam tabung. Pada evaporator sirkulasi paksa. Gabungan penurunan tekanan dan head hidrostatik di dalam alat ini adalah cukup besar untuk mencegah larutan mendidih di dalam pipa penukar panas. sehingga uap yang dihasilkan akan tersembur keluar. caitan yang akan dievaporasikan dipompakan melewati penukar panas (heat exchanger) dimana media pemanas mengelilingi pipa-pipa yang membawa cairan yang akan dievaporasikan.BAB VI Gambar 6.

Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Elemen Pemanas Terpisah Horizontal Karena kecepatan semburan ada1ah tinggi. di dalam ruang kosong diletakkan sekat yang berguna untuk memisahkan uap dari larutan yang masih ada.5.5. dari pada evaporator dengan permukaan perpindahan panas yang terletak di da1am badan tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (15 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporator sirkulasi paksa yang moderen biasanya ditengkapi dengan pemanas yang terletak di luar tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6.BAB VI Gambar 6. Desain sekat yang tepat diperlukan untuk mencegah penggabungan gelembung-gelembung kecil cairan dan juga untuk mencegah perubahan arah dari aliran cairan.

pendidihan akan terjadi disepanjang pipa-pipa pemanas.2. dan sifat-sifat sistem. titik didih. Hal ini tidak dapat dilakukan dengan mudah jika permukaan penukar panas berada di dalam badan evaporator.4. Dalam mengevaporasikan cairan umpan. Evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas terpisah juga merupakan evaporator yang berbentuk lebih kompak sehingga dapat dipasang pada ruang dengan tinggi atap yang rendah. Evaporator Vertikal Tabung Panjang Contoh evaporator vertikal tabung panjang dengan alian zat cair ke atas terlihat pada Gambar 6. 6. pendidihan dapat dengan mudah dicegah dengan cara meletakkan pemanas pada posisi yang lebih rendah dibandingkan letak ruang pelepasan. koefisien perpindahan panas akan bergantung kepada kecepatan sirkulasi. dan zat cair yang akan dipekatkan di dalam pipa/tabung. sebuah kaki pemulang (return leg) untuk mengembalikan zat cair dari separator ke bagian bawah penukar panas. Bagian-bagian utama evaporator jenis ini ialah : ( 1) sebuah penukar panas jenis tabung dengan uap dalam selongsong. adalah merupakan hal yang penting untuk mencegah pendidihan di dalam pipa-pipa elemen pemanas. (2) sebuah separator (pemisah) atau ruang uap (vapour space) untuk memisahkan zat cair yang terbawa ikut dari uap. Pendidihan ini akan meningkatkan kejatuhan larutan dan menjadikan koefisien pendidihan menjadi dua ka1i lebih besar berbanding dengan tanpa pendidihan. Pada evaporator dengan pemanasan di luar .BAB VI 6.4. Pada tingkat sirkulasi yang rendah. sehingga kecepatan sirkulasi keseluruhan yang melalui pipa adalah beberapa kali lebih besar dari kecepatan umpan. dan (3) bila a1at ini dioperasikan sebagai unit sirkulasi. Fraksi dari cairan yang menguap ketika melewati pipa akan menjadi kecil. Pada evaporator sirkulasi paksa. Penggunaan pemanas di luar tabung akan menjadikan evaporator ini lebih sering digunakan karena pembersihan pipa-pipa pemanas dan penggantian pipa-pipa yang mengalami korosi lebih mudah dilakukan.6. untuk mengurangi terbentuknya endapan-endapan padatan di dalam pemanas.html (16 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Tabung-tabungnya biasanya mempunyai panjang 12 hingga 20 ft dengan diameter 1 sampai 2 inci.

Zat cair dan uap mengalir ke atas di dalam tabung sebagai akibat dari peristiwa didih zat cair yang terpisah kembali ke dasar tabung dengan gravitasi. gelembung itu bertambah besar dengan cepat. sehingga kecepatan linier uap menjadi jauh berkurang.BAB VI Alat itu mempunyai lubang masuk masing-masing untuk zat cair umpan dan untuk uap. lalu mengalir melewati sekat itu sebelum keluar dari separator. Jika diperlukan. Evaporator seperti Gambar 2. Diameter separator itu lebih besar dari diameter penukar panas. Untuk membantu pemisahan tetes-tetes zat cair. Di dekat puncak tabung. sambil menerima kalor dari uap. akan tetapi evaporator vertikal tabung panjang sangat efektif untuk memekatkan cairan yang mempunyai kecenderungan untuk berbusa. Pada zone ini gelembung uap berganti-ganti dengan potongan zat cair dalam tabung naik dengan cepat melalui tabung dan keluar dengan kecepatan tinggi dari ujung atas tabung. biasanya pada suhu disekitar suhu kamar. cairan pekat. yang tidak panjang. Di dalam zat cair itu terbentuk gelembung-gelembung sehingga meningkatkan kecepatan liniernya dan meningkatkan laju perpindahan panas. dan gas takmampu kondensasi yang terkandung dalam uap. Selain itu evaporator ini juga sangat berguna untuk digunakan menangani material yang sensitif terhadap panas karena evaporator ini dapat dioperasikan tanpa proses resirkulasi.6 hanya dapat bekerja sebagai unit sirkulasi saja. agar pembersihan lebih mudah djlakukan.html (17 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . masuk ke dalam sjstem dan bercampur dengan zat cair yang kembali dari separator. Walaupun evaporator ini tidak dapat digunakan untuk zat cair yang viskos. Fraksi yang diuapkan pada evaporator ini biasanya lebih besar dibandingkan pada operasi sirkulasi paksa. penukar panas dari evaporator ini dapat diletakkan di luar badan evaporator. Umpan encer. uap itu dibuat menumbuk seperangkat sekat. Umpan jtu mengalir ke atas di dalam tabung sebagai zat cair pada jarak tertentu. Dari tabung itu. kondensat uap. Busa itu akan pecah bila campuran zat cair dan uap berkecepatan tinggi menumbuk sekat di bagian kepala uap. Tingkat evaporasi tiap-tiap lewatan (pass) pada jenis ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan jenis-jenis evaporator sirkulasi lainnya dan evaporasi masih dapat ditingkatkan dengan menambah panjang tabung-tabung pemanas atau dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. campuran zat cair selanjutnya masuk ke dalam separator. lubang keluar masing-masing untuk uap.

Koefisien perpindahan panas evaporator ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Nusselt.html (18 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . misalnya dengan menyemprotkan cairan ke dinding tabung. Pendistribusian harus dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga level cairan. Masalah yang mungkin timbul dalam mengoperasikan evaporator ini adalah pada saat mendistribusikan zat cair ke dalam tabung-tabung atau tube. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI mendinginkannya.

6.5. seperti air jeruk. Evaporator Vertikal Tabung Panjang 6.BAB VI Gambar 6.2. Evaporator Film Jatuh Masalah pemekatan bahan-bahan yang sangat peka terhadap panas.html (19 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dan yang mengharuskan waktu kontak yang singkat sekali dengan permukaan panas dapat diatasi dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

Bila sirkulasi dapat dilakukan tanpa menimbulkan kerusakan pada zat cair. distribusi zat cair pada lubang itu dapat dipercepat dengan melakukan daur ulang zat cair itu ke puncak tabung. Atau. zat cair masuk dari atas. Evaporator ini bentuknya menyerupai sebuah penukar panas jenis tabung. berdiameter 2 hingga 10 inci. Uap yang keluar dari zat cair itu biasanya terbawa turun bersama zat cair. lalu mengalir ke bawah di dalam tabung panas itu dalam bentuk film.BAB VI evaporator film jatuh. yang panjang. 6. kuantitas zat cair berkurang secara kontinu selama ia mengalir dari puncak tabung ke dasarnya. sehingga jum1ah pemekatan yang dapat dilaksanakan da1am satu lewatan terbatas seka1i. Evaporator Film Turbulen Akhir-akhir ini banyak dikembangkan evaporator modern yang bertujuan untuk menangani bahan yang viskos. dan distributor/penyebar zat cair di atas. Pada evaporator film-jatuh satu lintas. vertikal.6. Hal ini dilakukan dengan menggunakan seperangkat plat logam berlubang-lubang (perforasi) yang ditempatkan lebih tinggi di atas plat tabung yang dipasang dengan teliti agar benar-benar horisontal. dan korosif. Cara lain ialah dengan menggunakan nosel penyemprot di dalam setiap tabung. dan dilengkapi dengan separator zat cair uap di bawah. Evaporator filmjatuh tanpa sirku1asi dengan waktu tinggal yang sangat singkat dapat menangani produk-produk yang peka yang tidak dapat ditangani dengan cara lain. dan keluar dari bagian bawah unit itu. Tabung-tabungnya biasanya agak besar.2. kemudian keluar dari bawah. Evaporator film-turbulen sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6.7 merupakan evaporator yang banyak digunakan untuk tujuan tersebut karena dapat menangani file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Masalah utama dengan evaporator film-jatuh ialah dalam mendistribusikan zat cair itu secara seragam menjadi film di bagian dalam tabung.html (20 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Selama berlangsung evaporasi. Untuk mendapatkan perpindahan kalor yang baik. Alat ini juga sesuai sekali untuk memekatkan zat cair viskos. Hal ini memungkinkan volume aliran yang lebih besar melalui tabung dibandingkan dengan pada operasi sekali lintas. Tabung-tabung itu diberi sisip pada ujungnya yang memungkinkan zat cair mengalir dengan teratur ke setiap tabung itu. angka Reynolds fi1m-jatuh harus lebih besar dari 2000 pada setiap titik di dalam tabung. peka. dapat pula dipasang distributor 'kalajengking' dengan lengan-lengan radial untuk menyemprotkan umpan dengan laju stedi ke dalam permukaan dalam setiap tabung.

Evaporator itu merupakan modifikasi daripada evaporator film jatuh yang mempunyai tabung tunggal bermantel. di mana di dalam tabung itu terdapat sebuah pengaduk. Uap bebas zat cair itu lalu keluar melalui lubang ke luar pada bagian atas unit itu. seperti dalam evaporator pada Gambar 6. sehingga menumbuk plat-plat vertikal yang stasioner. Tetesan-tetesan itu bergabung (koalesensi) pada plat ini dan kembali ke bagian evaporasi. zat cair yang terbawa ikut dilemparkan ke arah luar oleh daun-daun agitator. Zat cair itu sangat turbulen.BAB VI baik bahan yang viskos. dan laju perpindahan kalorya besar. Umpan masuk dari puncak bagian bermantel dan disebarkan menjadi film tipis yang sangat turbulen dengan bantuan daun-daun vertika1 agitator (pengaduk) itu. Dalam evaporator tabung panjang. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (21 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . uap naik dari zone penguapan masuk ke dalam bagian tak bermantel yang diametemya agak lebih besar dari tabung evaporasi. Pada evaporator ini. berlumpur bahkan kering. kecepatan zat cair di dalam tabung itu tinggi.7. tahanan pokok terhadap perpindahan panas menyeluruh dari uap kepada zat cair yang mendidih di dalam evaporator terletak pada sisi-sisi zat cair. lebih-lebih yang menggunakan sirkulasi paksa. setiap cara yang dapat mengurangi tahanan itu akan memberikan perbaikan yang berarti terhadap koefisien perpindahan panas menyeluruh. Konsentrat keluar dari bawah bagian bermantel. Di dalam separator. Cara lain untuk meningkatkan keturbulenan ada1ah dengan pengadukan mekanik terhadap film zat cair itu. Oleh karena itu.

koefisien itu nyata lebih besar dari yang didapatkan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI Gambar 6. Sebagaimana juga pada evaporator jenis lain. Produk evaporasi bisa mencapai viskositas sampai setinggi 1000 P pada suhu evaporasi. Dengan bahan-bahan yang sangat viskos.html (22 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . tetapi dalarn rancang ini penurunan itu cukup 1ambat. koefisien menye1uruh turun dengan cepat bila viskositas naik.7. Evaporator film Turbulen Keunggulan utama dari evaporator film aduk ialah kemampuannya menghasilkan laju perpindahan kalor yang tinggi pada zat cair viskos.

BAB VI pada evaporator sirkulasi paksa. jauh di bawah kapsitas evaporator bertabung banyak. atau: Jika umpan masuk evaporator itu berada pada suhu didih sesuai dengan tekanan absolut ruang uapnya. yang mungkin memerlukan perawatan dan pemeliharaan dan kapasitas setiap unitnya kecil. adanya bagian-bagian dalam yang bergerak. seperti gelatin. dan penurunan suhu menyeluruh ∆T. A. yaitu hasil kali dari tiga faktor: luas permukaan perpindahan panas. Jika zat cair dievaporasikan. sehingga kapasitasnya untuk suatu nilai q tertentu akan berkurang sesuai dengan itu. Untuk larutan ideal. kalor yang diperlukan untuk memanaskannya sampai suhu didih mungkin cukup tinggi. dan kapasitasnya menjadi q.html (23 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Jika zat terlarut bersifat non volatil dan untuk operasi evaporasi. maka performa evaporator diukur berdasarkan atas kapasitas evaporator tersebut. dan jauh lebih besar daripada unit sirkulasi alamiah. lateks karet. Kapasitas didefinisikan sebagai banyaknya pon air yang diuapkan perjam. maka laju perpindahan panas q melalui permukaan pemanasan suatu evaporator. Kapasitas Evaporator Untuk evaporator jenis tabung dengan pemanasan uap. demikian juga halnya dengan kesan dari konsentrasi zat cair sewaktu berada pada titik didihnya. semua kalor yang berpindah melalui permukaan pemanas dapat digunakan untuk evaporasi. karena kalor yang digunakan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Kelemahannya ialah biayanya yang tinggi. antibiotika dan sari buah.3. kesan kedalaman cairan dan percepatan perlu untuk diketahui. koefisien perpindahan panas menyeluruh. menurut definisi dari koefisien perpindahan kalor menyeluruh. U. Jika umpannya dingin. kesan konsentrasi dapat diestimasi dengan menggunakan hukum Raoult dan Dalton sebagai berikut: dimana a dan b merupakan simbol untuk menyatakan solute (zat terlarut) dan solvent (pelarut) secara berturutan. 6. Evaporator fi1m aduk sangat efektif dengan produk viskos yang peka panas.

garis-garis itu sangat mendekati lurus. dan kapasitas evaporator akan lebih besar dari yang ditunjukkan q. Untuk larutan pekat. Tekanan uap kebanyakan larutan dalam air lebih kecil dari tekanan uap air pada suhu yang sama. titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih air mumi. kita dapatkan pula garis-garis yang berbeda. Namun. sebagaimana jika kita membaca suhu uap yang kondensasi.BAB VI memanaskan umpan tidak dapat digunakan untuk evaporasi. titik didihnya dapat dibaca dari tabel uap. jika umpan itu berada pada suhu di atas titik didih pada ruang uap. Sebaliknya. Jika jangkau tekanan terlalu besar. kecepatan zat cair di dalam tabung juga dipengaruhi oteh penurunan suhu karena adanya rugi gesekan di dalam tabung yang meningkatkan tekanan efektif zat cair itu. Jadi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. tetapi dalam jangkau yang sedang. jika titik didih larutan digambarkan terhadap titik didih air pada tekanan yang sama. yaitu kenaikan titik didih dan tinggi tekan zat cair . walaupun tidak selalu harus sejajar. Kenaikan titik didih di atas titik didih air ini dikenal sebagai kenaikan titik didih larutan.html (24 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Untuk konsentrasi yang berlainan. Nilainya kecil untuk larutan encer dan larutan koloida organik. serta pada kedalaman zat cair itu di atas permukaan pemanasan. Akibatnya untuk suatu tekanan tertentu. kenaikan titik didih itu dapat dicari dengan mudah dengan menggunakan aturan empirik yang dikenal sebagai kaedah Duhring yang menyatakan bahwa titik didih suatu larutan tertentu merupakan fungsi linier dari titik didih air mumi pada tekanan yang sama. jika tekanannya diketahui. kaedah ini tidak eksak. Bila zat cair itu mempunyai karakteristik seperti air murni. tetapi bisa sampai setinggi 150oF pada larutan pekat garam anorganik. Proses ini disebut evaporasi kilatan (f1ash evaporation). pada perbedaan tekanan antara rongga uap-pemanas dan ruang uap hasil evaporasi di atas zat cair mendidih itu. Pada beberapa evaporator. Kenaikan titik didih ini harus dikurangkan dari penurunan suhu yang diramalkan dari tabel uap. dalam evaporator nyata titik didih larutan dipengaruhi oleh dua faktor. akan didapat suatu garis lurus. Penurunan suhu nyata melintas permukaan pemanasan bergantung pada larutan yang diuapkan. sebagian dari umpan akan menguap secara spontan melalui penyeimbangan adiabatik dengan tekanan ruang-uap.

Tetapi. dan biasanya diabaikan dalam perhitungan evaporator. Untuk mendapatkan kondensasi tetes. Suatu tetesan zat cair yang berada pada jarak Z ft di bawah permukaan berada pada tekanan ruang uap di tambah tinggi-tekan Z ft zat cair. titik didih yang berkaitan dengan tekanan di dalam ruang uap ialah titik didih lapisan permukaan zat cair itu saja. faktor penggotoran uap kondensasi dan tahanan dinding tabung biasanya sangat kecil. Disamping itu. dan karena itu titik didihnya lebih tinggi. tetapi efek kualitatif daripada tinggi-tekan zat cair itu dapat diabaikan. Pada kebanyakan evaporator. Tahanan menyeluruh terhadap uap dan zat cair mendidih ialah jumlah dari lima macam tahanan tersendiri: tahanan film uap. juga jika kondensasi itu kondensasi film. rugi gesekan di dalam tabung akan meningkatkan lagi tekanan rata-rata zat cair itu. sehingga tahanannya mungkin merupakan bagian yang cukup penting dari keseluruhan tahanan. Besarnya pengurangan tidak dapat ditaksir secara kuantitatif. dua buah tahanan kerak. dinding tabung biasanya agak tebal.html (25 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . yaitu di dalam tabung dan di luar tabung. Koefisien film uap selalu tinggi. titik didih zat cair di dalam tabung lebih tinggi dari titik didih yang ditunjukkan oleh tekanan ruang uap. maka harus ada ventilasi untuk membuang gas-gas tak-mampu kondensasi itu dari rongga uap pemanas dan mencegah udara masuk bila tekanan uap lebih rendah dari tekanan atmorfir . Fluks kalor dan kapasitas evaporator dipengaruhj oleh perubahan beda suhu maupun perubahan koefisien perpindahan kalor. Kenaikan titik didih ini akan menyebabkan kekurangan penurunan suhu rata-rata antara uap dan zat cair dan mengurangi kapasitas. tahanan dinding tabung. dan kecuali karena pengaruh tinggi tekan hidrostatik. bukanlah merupakan fungsi konstruksi evaporator. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Tetapi. dan dengan demikian koefisien yang lebih tinggi lagi. Oleh karena adanya gas yang tak-mamppu kondensassi dapat menyebabkan turunnya koefisien film uap.BAB VI Jika kedalaman zat cair di dalam evaporator itu cukup besar. bila kecepatan zat cair itu besar. Penurunan suhu itu ditentukan oleh sifat-sifat uap dan zat cair yang mendidih. lebih-lebih bila tinggi permukaan dan kecepatan zat cair itu tinggi. Dalam evaporator nyata. kepada arus uap itu biasanya ditambahkan promotor. koefisien menyeluruh sangat dipengaruhi oleh rancang evaporator dan metode operasinya. dalam evaporator film aduk. oleh karena itu. dan tahanan dari zat cair yang mendidih. Koefisien menyeluruh ialah kebalikan dari tahanan menyeluruh itu.

Nilai konsumsi uap merupakan hasil bagi antara kapasitas dengan ekonomi evaporator. koefisien sisi zat cair untuk larutan encer dalam air adalah antara 200 dan 600 Btu/ft2. Faktor utama yang mempengaruhi sistim ekonomi evaporator ialah banyaknya efek. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. entalpi penguapan uap=pemanas ke efek pertama dapat digunakan satu kali atau beberapa kali. Ekonomi Evaporator Ekonomi ada1ah banyaknya pon yang diuapkan per pon uap yang diumpankan ke da1am unit itu.0F.BAB VI Koefisien sebelah zat cair sangat bergantung pada kecepatan zat cair itu di atas permukaan panas.4. kilat yang terjadi akan menyebabkan evaporasi lebih tinggi dari yang bisa dibangkitkan oleh entalpi penguapan uap itu. Pada evaporator efek tunggal. dan hanya sebagian yang tersisa untuk evaporasi.1. Secara kuantitatif. satu untuk uap-pemanas.4.jam. Ekonomi evaporator juga dipengaruhi oleh suhu umpan. 6. tahanan pada sisi zat cairlah yang menentukan laju perpindahan kalor menyeluruh ke zat cair yang mendidih itu. dalam pon per jam. ekonominya mungkin jauh lebih besar. juga tidak kalah pentingnya.html (26 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dan lebih-lebih pada yang menangani zat cair viskos. ekonominya hampir selalu kurang dari satu. ekonomi evaporator adalah semata-mata masalah neraca entalpi. Melalui suatu perancangan yang baik. Ada dua neraca entalpi yang diperlukan. tetapi pada alat efek berganda. Konsumsi uap. beban pemanasan itu akan menggunakan sebagian dari entalpi penguapan uap pemanas. Jika suhu umpan lebih rendah dari titik didih di dalam efek pertama. bergantung pada jumlah efeknya. Jika suhu umpan lebih tinggi dari titik didih. dan satu lagi untuk sisi-cairan atau uap larutan. Neraca Entalpi Evaporator Efek Tunggal Pada evaporator efek tunggal. ka1or laten kondensasi uap pemanas berpindah melalui permukaan pemanasan dan menguapkan air dari 1arutan yang mendidih. 6. Pada kebanyakan evaporator. Dalam evaporator sirkulasi alamiah.

Neraca bahan dan neraca enta1pi pada evaporator . Dimisalkan selanjutnya bahwa tidak ada kebocoran atau zat cair yang terbawa ikut bersama uap. dan bahwa aliran gas yang tak mampu kondensasi dapat diabaikan.8.BAB VI Gambar 6. andaikan tidak ada zat padat yang mengendap dari cairan itu. Ts T Tf =suhu kondensassi uap pemanas =suhu zat cair yang mendidih di da1am evaporator =dan suhu umpan. ms mf =laju aliran uap pemanas dan laju aliran kondensat =laju aliran cairan encer. dan bahwa rugi ka1or file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. atau umpan m =1aju a1iran cairan pekat mf –m =laju aliran uap cairan ke da1am kondensor.html (27 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

Hv = entalpi spesifik uap cairan Hf H = entalpi spesifik cairan encer = entalpi spesifik cairan pekat. kalor yang berpindah dari uap pemanas ke tabung harus sama dengan kalor yang berpindah dari tabung pemanas ke cairan. Neraca entalpi sisi uap ialah: s …(6. keduanya. yaitu kalor laten kondensasi uap. selisih antara entalpi uap pemanas dan kondensat hanyalah λ . dan qs = q. Namun. Jika tidak ada rugi kalor.2) dimana: q = laju perpindahan kalor dari permukaan pemanasan ke zat cair . Dengan pengandaian ini. Hv Hc Λ s = enta1pi spesifik uap pemanas = entalpi spesifik uap kondensat = kalor laten kondensasi uap pemanas = laju aliran uap pemanas ms Neraca entalpi untuk sisi cairan ialah: …(6. dan dapat diabaikan dalam penyusunan neraca entalpi.1) dimana: qs = laju perpindahan kalor melalui permukaan pemanasan dari uap pemanas. baik panas lanjut uap maupun dingin lanjut kondensat itu kecil. Kesalahan kecil yang mungkin diakibatkannya akan dikompensasikan oleh kesalahan karena mengabaikan rugi kalor dari rongga uap-pemanas. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI evaporator itu tidak perlu diperhitungkan. Uap pemanas yang masuk kedalam rongga uap pemanas itu bisa panas lanjut. dan kondensatnya biasanya keluar dari rongga itu agak dingin lanjut di bawa hingga didihnya.html (28 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

html (29 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .2 ialah diagram entalpi-konsentrasi. Isoterm-isoterm pada gambar itu menunjukkan entalpi sebagai fungsi konsentrasi pada suhu tetap.1 dan 6. digambarkan grafiknya terhadap konsentrasi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. entalpi tidak linier dengan konsentrasi pada suhu tetap. dalam fraksi massa atau persen bobot zat terlarut. dimana entalpi dalam Btu per pon atau joule per gram larutan. Sumber yang terbaik untuk mendapatkan nilai Hf dan H untuk digunakan pada persamaan 6.BAB VI Jadi dengan menggabungkan persamaan 6.2: Jika kalor pengenceran zat cair yang akan dipekatkan itu cukup besar sehingga tidak dapat diabaikan.

tekanan kondenser.html (1 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Tekanan antara uap dan unit kondenser. Ø produk terlalu kental: laju umpan ditambah. Masing-masing efek bekerja sebagai evaporator efek tunggal. Ø Kondisi steady: seluruh kalor yang digunakan untuk membuat uap pada efek yang pertama harus diserahkan lagi ketika uap ini kondensasi pada efek ke-2. Kondisi steadi. Tekanan ruang uap cairannya paling tinggi. Efek terakhir: tekanan ruang uap cairan minimum. tekanan uap. akumulasi=0. Masing-masing mempunyai beda suhu melintas permukaan yang berkaitan dengan penurunan tekanan pada efek itu. terbagi pada dua efek atau lebih. Jika umpan pada titik didihnya: Ø Seluruh kalor muncul sebagai kalor laten dalam uap yang keluar dari efek pertama. tinggi cairan yang ditentukan/dijaga: konsentrasi cairan dapat diubah hanya dengan mengubah laju alir umpan: Ø produk terlalu encer : laju alir umpan dikurangi. Ø Suhu kondensat yang meninggalkan efek kedua hampir sama dengan suhu uap dari zat cair mendidih di dalam efek pertama. Efek I : efek tempat mengumpankan uap mentah. Uap dari satu efek berfungsi sebagai medium pemanas bagi efek berikutnya. konsentrasi.EVAPORATOR EFEK BERGANDA BAB VII EVAPORATOR EFEK GANDA Beberapa ciri evaporator efek ganda: s s s s s s s Terdiri dari dua atau lebih evaporator yang dihubungkan satu sama lain. s s s Cara pengumpanan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Pada suhu.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA 1. mengalir ke ujung deret lalu dipompakan lagi ke efek pertama untuk pemekatan akhir. 2. § Sebagian dari pompa-pompa yang digunakan pada umpan mundur tidak diperlukan lagi. dimana dihasilkan lumpur kristal dan cairan induk. 3. Memerlukan satu pompa untuk umpankan ke efek satu dan satu pompa lagi untuk mengeluarkan zat cair dari efek terakhir. 4.html (2 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . karena aliran berlangsung dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. § Memerlukan satu pompa disetiap efek. berurutan hingga efek pertama. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Perbandingan penguapan larutan NaOH pada efek tunggal dan ganda. Umpan mundur § Zat cair diumpankan ke efek terakhir. Umpan paralel § § § Contohnya dalam evaporator kristalisasi. Umpan dimasukkan secara paralel ke setiap efek. Tidak terdapat perpindahan zat cair dari efek satu ke efek lain. Umpan campuran § Zat cair masuk dalam suatu efek pertama. Umpan maju s s Konsentrasi zat cair meningkat dari efek pertama hingga efek terakhir.

s Penguap efek tiga Kerugian karena kenaikan titik didih naik lagi menjadi 6 + 8 + 9 = 23 oC. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Jumlah selisih temperatur yang berguna berkurang lagi menjadi 55 oC. Untuk pemanasan digunakan selisih temperatur sebesar 72 oC. Masing-masing menggunakan uap larutan jenuh.html (3 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Penguap tunggal: Hanya dijumpai sekali kenaikan titik didih sebesar 54 – 48 = 6 oC.EVAPORATOR EFEK BERGANDA s s Keadaan awal dan akhir untuk masing-masing cara evaporasi adalah sama. s s Penguap efek dua Terdapat dua kali kerugian karena kenaikan titik didih dengan jumlah 9+6 = 15 oC Selisih temperatur untuk pemanasan berkurang menjadi 62 oC.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (4 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

html (5 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

7.1. Kapasitas dan ekonomi evaporator efek ganda
s

Kapasitas total evaporator efek ganda biasanya tidak lebih besar dari efek tunggal yang luas permukaannya sama dengan salah satu efek itu. Kalor yang berpindah di dalam ketiga efek (untuk efek 3).

s

s

Kapasitas total sebanding dengan laju perpindahan kalor total qT dan diperoleh dari: Andaikan luas permukaan tiap efek adalah A ft2, koefisien menyeluruh U juga sama pada setiap efek, persamaan diatas dapat dituliskan kembali: penurunan suhu total antara uap pemanas dalam efek pertama dan uap cairan dalam efek terakhir. Ekonomi evaporator efek berganda bergantung pada masalah neraca kalor dan bukan pada laju perpindahan kalor. Kapasitas evaporator efek berganda berkurang karena kenaikan titik didih.

s

s

s

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (6 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Contoh 16-3 Mc-Cabe dkk, 1985 Sebuah evaporator efek ganda tiga sirkulasi paksa akan diumpankan dengan 60.000 lb/jam larutan NaOH 10% pada suhu 180 oF. Cairan pekat yang dikehendaki adalah NaOH 50 %. Evaporator tersebut menggunakan uap jenuh pada 50 lbf/in2 abs, dan suhu kondensasi uap dari efek ke-3 adalah 100 oF. Urutan pengumpanan adalah II,III,I. Radiasi dan pendinginan lanjut kondensat dapat diabaikan. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK KOEFISIEN MENYELURUH W/m2. oC BTU/ft2.jam oF I 700 3970 II 1000 5680 III 800 4540 Ditanya: a. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek, andaikan A1=A2=A3. b. Konsumsi uap c. Ekonomi uap

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (7 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Penyelesaian: Mf = 60.000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh, andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 6000 6000 Air 54000 6000 48000 Total 60000 12000 48000

Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE, dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 48000/3 = 16000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing - masing efek: Cf = 10 % NaOH = 0,1 fraksi massa C1 = 50% NaOH = 0,5

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (8 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

214 Titik didih air = 100 oF Titik didih larutan = 113 oF BPE1 = 113 .5 Titik didih air = 281 oF Titik didih larutan = 357 oF BPE1 = 357 – 281 = 76 oF Efek III C3= 0. 1985) Kondensat pada efek ke III berada pada suhu 100 oF. Ts=281 oF dan ls=924 BTU/lb (lamp 8 Mc Cabe dkk. 1985: Efek I C1= 0.136 Titik didih air (=suhu umpan masuk) = 180 oF Titik didih larutan = 187 oF BPE1 = 187 – 180 = 7 oF Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 181 – (76+7+13) = 85 oF 85 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek. Dari Gambar 16-4 McCabe dkk.100 = 13 oF Efek II C2= 0.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Uap pada 50 lbf/in2. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar. EFEK I T (suhu didih) 33 T’ (suhu kondensasi) 76 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.95 lbf/in2.html (9 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Tekanan kondensat = 0.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA EFEK II EFEK III 23 29 7 13 T1 = 281 – 33 = 248 oF T1’ = 248 – 76 = 172 oF T2 = 172 – 23 = 149 oF T2’ = 149 – 7 = 142 oF T3 = 142 – 29 = 113 oF T3’ = 113 – 13 = 100 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.136 100 Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1174 67 1171 249 250 135 1126 102 140 1111 110 Flow Rate (lb/jam) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek II Uap hasil dari I + Umpan ke II = Uap hasil dari II + Zat cair dari II + Kondensat dari II (1171.X) X – 0.214 172 0.5 0.html (10 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 248 281 248 180 149 149 172 113 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0.993 Y = -1920 …(1) Neraca entalpi ada efek III Zat cair dari II + Zat cair dari II = Uap hasil dari III + Umpan ke I + Kondensat dari II file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.10 142 0.X) + (60000)(135) = (1126.Y) + 102 (60000 – Y) + (140.

laju evaporasi.601.983.000 BTU/jam q2=(14300)(1171) – (14300)(140) = 14.EVAPORATOR EFEK BERGANDA (1126.html (11 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi. eltalpi.000 BTU/jam Sehingga luas permukaan: Luas rata-rata = Luas permukaan tidak sama.940 Y = 46000 X – 0.933 Y = 47920 Y = 16340 lb/jam X = 46000 – (1. sehingga didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain.Y) +(12000 + X)67 + (110.000 BTU/jam q3=(16340)(1126) – (16340)(110) = 16. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor. penurunan suhu.940 Y = 46000 …(2) (1) dan (2) : X + 1.743.940)(16340) = 14300 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 48000 – X – Y = 48000 – 14300 – 16340 = 17360 lb/jam Bebas panas: = (14300)(1171) – (12000+14300)(67) + (12000)(250) = 17.Y) + 102 (60000 – Y) = 1111(48000 – X .993 Y = -1920 2.Y) X + 1.

137 100 Konsentrasi 1174 68 1170 249 249 135 1126 101 138 1111 110 Entalpi (BTU/lb) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Flow Rate (lb/jam) Hasil: a.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Pembetulan suhu.10 142 0. entalpi dan laju aliran. Konsumsi uap. ms = c.5 0. Luas permukaan tiap efek = 719 ft2 b. Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.228 170 0. Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 245 281 246 180 149 149 170 114 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0.html (12 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

e. 1960.jam oF I 800 II 500 III 300 Ditanya: d. Digunakan umpan maju dengan umpan masuk pada suhu 60 oF. Ekonomi uap Penyelesaian: Produk pekat 20000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh.html (13 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . andaikan A1=A2=A3. Konsumsi uap f. dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 180000/3 = 60000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing . Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK BTU/ft2. Luas permukaan pemanasan pada ketiga efek adalah sama dan cukup besar untuk menghasilkan 20000 lb/jam produk pekat. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek. Uap tersedia pada tekanan 125 psia dan ejektor pada 1 psia. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 10000 10000 Air 190000 10000 180000 Total 200000 20000 180000 Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE.masing efek: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Contoh 10. Sebuah evaporator efek ganda tiga digunakan untuk memekatkan larutan NaOH 5% menjadi 50 %. andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator.3 Foust.

05 fraksi massa C3 = 50% NaOH = 0.7 – (2.2 oF Titik didih larutan = 347 oF BPE1 = 347 – 344. 1985) Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 242.5 = 70.8 oF Efek III C3= 0.8) (Gbr.5 Titik didih air (suhu keluar ejektor) = 101.02 BTU/lb Hliq = 315.5+10) = 159. Titik didih air = 200 oF (Trial) Titik didih larutan = 210 oF BPE1 = 210 – 200 = 10 oF (lamp.2 oF dan ls=875 BTU/lb Hvap = 1191.5 oF Titik didih larutan = 172 oF BPE1 = 172 – 101.55 BTU/lb Kondensat keluar dari ejektor pada 1 psia. 1985: Efek I C1= 0. 16-4) (lamp 8 Mc Cabe dkk.125 Tidak adaketerangan yang jelas.4 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.8+70.2 = 2. Ts = 101.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Cf = 5% NaOH = 0.5 oF Efek II C2= 0.html (14 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .5 oF Dari Gambar 16-4 McCabe dkk.5 Uap pada 125 psia.071 Titik didih air = 344. Ts=344.

92 – 2.071 0.5 Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.2-30.55 283.63 262.5 T1 = 344.05 Suhu Jenuh (oF) Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1191.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 159.45 80.12 oF T2 = 311.63 – 10 = 252.89 oF T3’ = 171.79 Flow Rate (lb/jam) ms 200000 X ms 200000-X Y 200000-X-Y X 180000-X-Y Y 20000 0.5 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.89 – 70.28 = 313.74 = 171. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Zat cair dari III Suhu (oF) 344.2 60 313.92 oF T1’ = 313.06 1182.02 28.32 281.45 = 262.63 311. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.92 262.5 = 101.125 0.74 T’ (suhu kondensasi) 2.html (15 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .92 344.8 = 311.8 315.2 313.12 171 252.63 – 80.8 10 70.85 221.89 0.4 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.86 231.28 48.08 1105.63 oF T3 = 252.12 – 48.63 oF T2’ = 262.98 1164.15 139. EFEK I EFEK II EFEK III T (suhu didih) 30.63 171.

06) = (X)(1182.6 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 180000 – X – Y = 66701.000 – X – Y)(231.53 (X) …(3) (2) dan (3) X + 12.86) + (200.8) + (ms)(315.58 lb/jam X = 53425. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor.24)(Y) = 155.404.55) + (200000 – X)(283.15) (1818.000 + 898.98) = (Y)(1164.32) = (180.315.906.54 (Y) …(2) …(1) Efek III (Y)(1164.1786 Y = 59872. sehingga file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek I (ms)(1192.532.98) (1191. ms = 113.0995 Y .000 – X)(283. eltalpi.000 = 933.3 = 1.X + 177.79) + (Y)(221. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi.8) + (200.82 lb/jam Kebutuhan steam.82 X Efek II (X)(1182.55) ms = 51.000 – X – Y )(1105.000 – X – Y)(231. penurunan suhu.02 – 315.08) (849.06)(X) + 10.584.184.311 = 3.800 – 874. 85) + (20000)(139.32) + (X)(281.13 lb/jam Luas permukaan: Luas permukaan tidak sama.02) + (200000)(28. laju evaporasi.html (16 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .86) + (200.7 = 2.0751 Y + 190.

22 – 37.92 – 70.2 .6 = 254.62 oF T2’ = 254.html (17 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .08 lb/jam Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. ms = 111.38 = 295.22 oF T2 = 292.8 = 292.82 oF T1’ = 295.62 – 10 = 244.5 = 171.EVAPORATOR EFEK BERGANDA didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain.5 = 101.62 – 73.82 – 2.074. TRIAL II T1 = 344.5 oF Luas permukaan rata-rata = 2580 ft2 Konsumsi uap.92 oF T3’ = 171.48.62 oF T3 = 244.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (18 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

Konsep dan prinsip yang diuraikan disini berlaku baik untuk kristalisasi zat terlarut (solute) di dalam larutan jenuh maupun kristalisasi sebagian dari pelarut (solvent) itu sendiri. Penggunaannya sangat luas karena dua hal: 1. Kristalisasi dari larutan cair. Kristalisasi dari larutan sangat penting dalam industri karena banyaknya ragam bahan yang dpasarkan dalam bentuk kristal. yang mengisi kristalisator file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Kristal yang terbentuk dari larutan yang tak murni selalu murni. atau c. Kristalisasi merupakan metode yang praktis untuk mendapatkan bahan-bahan kimia murni dalam kondisi yang memenuhi syarat untuk pengemasan dan penyimpanan. Dalam kristalisasi dari larutan sebagaimana dilaksanakan dalam industri. seperti dalam pembentukan salju b. sebagaimana dalam hal pembekuan kristal es dari air laut atau larutan garam encer lainnya. campuran dua fase cairan induk (mother liquor) dan kristal dari segala ukuran. Kristalisasi dapat terjadi sebagai: a. Pembahasan kita hanya akan dibatasi pada situasi yang terakhir ini aja yaitu kristalisasi dari larutan cair. Pembentukan partikel padat di dalam uap. 2. Pembekuan (solidification) di dalam lelehan cair sebagaimana dalam pembuatan kristal tunggal yang besar.html (1 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 BAB VIII KRISTALISASI Kristalisasi atau penghabluran ialah peristiwa pembentukan partikel-partikel zat padat di dalam suatu fase homogen.

dan tidak melekat dalam kemasan. tidak menggumpal. molekul atau ion) tersusun dalam suatu susunan tiga dimensi yan beraturan yang disebut kisi (lattice). serta penyimpanan kristal. Geometri Kristal Kristal adalah suatu benda mati yang sangat terorganisasi. maka ukuran yang wajar dan cukup seragam diperlukan untuk kemudahan filtrasi (penyaringan). pengangkutan. kristal itu akan berupa polihedron yang mempunyai sudut-sudut tajam dan sisi yang rata. bila kristal dibiarkan terbentuk tanpa gangguan dari kristal lain atau benda luar.Bab 8 (crystallizer) dan dikeluarkan sebagai hasil. untuk itu hal-hal yang menjadi pertimbangan: 1. yang disebut muka (face). Jika kristal itu akan dipasarkan sebagai hasil akhir. Jika kristal itu akan diproses lebih lanjut. Tujuan kristalisasi yang utama adalah mendapatkan perolehan yang memuaskan serta kemurnian yang tinggi. Untuk mencapai tujuan ini. Kristal dicirikan oleh kenyataan bahwa partikel-partikel pembentuknya (yang bisa berupa atom. namun sudut-sudut yang dibentuk oleh muka-muka yang sebanding pada semua kristal dari bahan yang sama selalu sama dan merupakan karakteristik (ciri) dari bahan itu. dan itulah yang menjadi tujuan utama dalam perancangan dan operasi kristalisator. masing-masing kristal itu harus kuat. maka distribusi ukuran kristal (crystal size distribution. untuk dapat diterima langganan.html (2 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . besarnya seragam. Akibat dari susunan pertikel seperti itu. pencucian. 2. Sistem Kristalografi Oleh karena semua kristal dari setiap bahan tertentu mempunyai sudut antarmuka yang sama file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. pelaksanaan reaksi dengan bahan kimia lain. CSD) harus dikendalikan dengan ketat. disebut magma. Walaupun ukuran relatif muka dan sudut berbagai kristal dari bahan yang sama mungkin sangat berbeda-beda.

Ada tujuh kristal. Satu bahan tertentu dapat terkristalisasi di dalam dua kelas yang berbeda atau lebih. Setiap poligon di dalam gambar tersebut menunjukkan sosok (outline) kristal pada beberapa waktu yang berbeda. Kristal Invarian Pada keadaan ideal. ortorombik.. 8. monoklin. Bila cairan induk yang terkandung yang kemurniannya rendah itu dikeringkan. dan triklin. terbentuk dengan baik.1. tetapi masih mengandung cairan induk bila dikeluarkan dari magma akhir. terlihat penampang kristal invarian selama pertumbuhannya. trigonal. bergantung pada kondisi kristalisasi. bentuk kristal diklasifikasikan atas dasar sudut-sudut ini. kebutuhan energi.Bab 8 walaupun terdapat perbedaan besar dalam tingkat perkembangan masing-masing muka. Prinsip Kristalisasi Kristalisasi dapat dianalisis dari sudut pandangan kemurnian. 1985. Laju pertumbuhan setiap muka diukur dengan kecepatan translasi muka itu dalam berpindah menjauhi pusat pada arah tegak lurus terhadap muka itu. Titik pusat harus dianggap sebagai lokasi inti asal tempat kristal itu tumbuh. dan derajat kontaminasi ini bergantung pada banyak dan derajat ketakmurnian cairan induk yang terkandung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Kecuali jika kristal itu berbentuk polihedron beraturan. terjadi kontaminasi. tetragonal. heksagonal. dan jika panen itu mengandung agregat kristal. Kristal demikian disebut kristal invarian. semua poligon itu mempunyai keserupaan geometrik dan garis putusputus yang menghubungkan sudut-sudut poligon itu dengan pusat kristal itu merupakan garis lurus. Kemurnian hasil Kristal yang baik. Kalsium karbonat misalnya. paling umum terdapat di alam dalam bentuk heksagonal (sebagai kalsit) tetapi juga terdapat dalam bentuk ortorombik (aragonit). laju nukleasi dan laju pertumbuhan. laju perpindahan berbagai muka kristal invarian itu tidaklah sama. Pada Gambar 28-1 Mc Cabe et al.html (3 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . massa zat padat itu mungkinmengandunng cairan induk bersama kristal. Oleh karena kristal tersebut invarian. kristal yang tumbuh setiap memelihara keserupaan geometriknya selama pertumbuhan. yaitu kubus. perolehan. biasanya hampir murni.

Data kelarutan sebagai fungsi suhu diberikan pada gambar berikut. Keseimbangan dan Perolehan Keseimbangan di dalam proses kristalisasi dapat dicapai bila larutan itu jenuh. Dalam prakteknya.Bab 8 bersama kristal. dimana kelarutan berubah sedikit saja dengan suhu.html (4 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . artinya kelarutannya meningkat hampir secepat peningkatan suhu. Kebanyakan bahan mengikuti kurva yang serupa dengan kurva 1. sebagian besar cairan induk yang terkandung itu dipisahkan dari kristal dengan cara filtrasi dan sentrifugasi. Beberapa bahan mengikuti kurva seperti kurva 2. Efektivitas langkah pemurnian bergantung pada ukuran dan keseragaman kristal. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. yang berarti bahwa kelarutannya berkurang bila suhu dinaikkan. sedang sisanya dikeluarkan dengan mencucinya dengan pelarut segar. dan hubungan keseimbangan untuk kristal induk adalah kurva kelarutan. adapula yang mengikuti kurva kelarutan terbalik (inverted solubility curve) pada kurva 3.

html (5 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.

Keseluruhan luas di bawah dan sebelah kiri garis penuh menunjukkan larutan tak jenuh magnesium sulfat di dalam air. Luas pae menunjukkan campuran es dan larutan jenuh.5 persen MgSO4 akan mengendapkan es bila suhunya mencapai garis pa. Zat padat yang terbentuk pada titik a disebut etetik (eutectic). Setiap larutan yang mengandung lebih dari 16. bergantung pada konsentrasi dan suhu. Garis patah-patah abcdq ialah kurva kelarutan. Setiap larutan yang mengandung kurang dari 16. pada waktu pendinginan. 1985) di atas. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. terbentuk beberapa macam hidrat.Bab 8 Banyak bahan anorganik yang penting-penting mengkristalisasi dengan air kristal. Zat padat itu terdiri dari campuran mekanik yang akrab antara es dan MgSO4. Garis putus-putus eag-f-hij menunjukkan solidifikasi (pembekuan) larutan cair membentuk berbagai fase zat padat.html (6 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Diagram fase untuk sistem magnesium sulfat-air terlihat pada gambar 28-3 ( Mc Cabe. Pada beberapa sistem. zat padat bila suhu mencapai garis ini. dan keseimbangan dalam sistem itu bisa rumit.12H2O. Konsentrasi magnesium sulfat bebas air (anhydrous) dalam fraksi massa digambarkan digambarkan grafiknya terhadap suhu dalam derajat Fahrenheit.5% akan mengendapkan.

air yang terdapat bersama kristal itu harus diperhitungkan. perhitungan perolehan itu sederhana. campuran itu terdiri dari larutan jenuh dan kristal MgSO4. Perolehan Pada kebanyakan proses kristalisasi. karena air ini tidak terkandung di dalam larutan .html (7 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Kunci dalam perhitungan perolehan zat terlarut file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. campuran itu adalah larutan jenuh dan MgSO4.Bab 8 Antara titik a dan b kristalnya adalah MsSO4. Hal ini sangat besar bila larutan itu viskos atau dimana kristal itu mengumpul di dasar kristalisator sehingga hanya sedikit saja permukaan kristal yang terkena larutan lewat jenuh. Jika kristal itu bebas air. Jika selama proses itu terjadi penguapan yang cukup besar.7H2O (garam epsom).6H2O. Data kelarutan itu biasanya diberikan sebagai bagian massa bahan bebas air perseratus bagian dari massa pelarut total atau dalam persen massa zat terlarut bebas air. dan cairan induk itu jenuh pada suhu akhir proses itu. Data ini tidak memperhitungkan air kristalisasi. H2O.H2O. antara c dan d kristalnya adalah MgSO4. cairan induk akhir mungkin sangat lewat jenuh dan perolehan yang didapatkan akan lebih kecil dari menurut hasil perhitungan dari kurva kelarutan. kuantitasnya harus diketahui atau dapat diperkirakan. sistem keseimbangan terdiri dari campuran larutan jenuh dan kristal MgSo4. Dalam situasi demikian. Bila panen itu mengandung air kristal. karena fase padat itu tidak mengandung pelarut. Bila laju pertumbuhan kristal itu lambat. dan di atas titik d kristal itu adalah MgSO4. diperlukan waktu yang agak panjang untuk mencapai keseimbangan.7H2O. kristal dan cairan induk berada pada waktu yang cukup lama sehingga mencapai keseimbangan. Dalam daerah dljc. Dalam daerah qdk. Di dalam daerah cihb.6H2O.12H2O. antara b dan c fase zat padat adalah MgSO4. Perolehan dari proses itu dapat dihitung dari konsentrasi awal dan kelarutan pada suhu akhir.

1 BM MgSO4.Bab 8 bebas air ialah menyatakan semua massa dan konsentrasi sebagai garam hidrasi dan air bebas. Berapa kilogram kristal yang didapat per kilogram campuran semula? Penyelesaian: Dari gambar diagram fasa terlihat bahwa kristal itu adalah MgSO4. 1985. Oleh karena kuantitas yang terakhir ini yang tetap berada dalam fase cair selama berlangsungnya kristalisasi. Suatu larutan yang terdiri dari 30 persen MgSO4 dan 70 persen H2O didinginkan sampai 60 oF. Misalkan larutan awal 1000 kg.5 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. 5 persen dari total air yang terdapat di dalam sistem itu menguap.7H2O = 246. dkk. konsentrasi atau kuantitas yang didasarkan atas air bebas dapat dikurangkan untuk memberikan hasil yang benar.7H2O dan bahwa konsentrasi cairan induk pada suhu 60 oF adalah 24.4 BM 7H2O = 126.5 persen H2O. Mc Cabe. Air total = 70 % x 1000 = 700 kg Penguapan = 5 % x 700 = 35 kg BM MgSO4 = 120. Contoh 28-1.html (8 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .5 persen MgSO4 bebas air dan 75. Selama pendinginan.

7H2O dan H2O mempunyai perbandingan 24.7H2O pada cairan induk: Panen akhir adalah 614 – 353 = 261 kg kristal per 1000 kg larutan awal.html (9 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .16 = 49.84 kg Dalam 1000 kg larutan awal. 1987 Larutan garam 10.5% MgSO4 dan 75.1 Geankoplis.000 kg dengan 30 % berat Na2CO3 didinginkan hingga suhu 293 K.10H2O jika data kelarutan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Contoh 12-11.5 % H2O. MgSO4. Hitung kristal hasil Na2CO3.7H2O (cairan induk+kristal): Air bebas = 1000 – 35 – 614 = 351 kg Dalam 100 kg cairan induk: MgSO4. MgSO4. Kristal garam yang terbentuk Na2CO3.7H2O = Air bebas = 100 – 50.Bab 8 MgSO4.10H2O.

10H2O. b. a) W = 0 Neraca massa air …(1) fraksi berat air dalam kristal.2 BM Na2CO3.Bab 8 adalah 21.html (10 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Asumsi tidak ada air yang menguap. Neraca massa Na2CO3 …(2) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. pada: a.10H2O = 286. Penyelesaian: BM Na2CO3 = 106 BM 10H2O= 180.2 W = kg air yang menguap S = kg cairan induk C = kg kristal Na2CO3.5 kg Na2CO3/100 kg air total. Asumsi bahwa 3 % dari total larutan hilang karena penguapan air.

3 (10000) = 300 kg H2O Neraca massa air …(3) Neraca massa Na2CO3 …(4) Dari (3) dan (4): C = 6630 kg Na2CO3.html (11 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .10H2O S = 3630 kg larutan induk b) W = 0.Bab 8 Dari (1) dan (2): C = 6370 kg Na2CO3.10H2O S = 3070 kg larutan induk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful