DAFTARPUSTAKA

KEGIATAN HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING USU-INHERENT 2006

BUKU AJAR

PERPINDAHAN PANAS

Disusun Oleh: ZUHRINA MASYITHAH, ST, MSc. BODE HARYANTO, ST, MT

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2006

DAFTAR PUSTAKA Foust, A.S., et a1., Principles of Unit Operations, John Wiley & Sons, New York, 1980. Geankoplis, C.J., Transport Process and Unit Operations, A11yn and Bacon Inc., 1987. Holman, J.P., Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1987. Incropera, F.P., dan Dewitt, D.P., Fundamental of Heat and Mass Transfer, John Wiley & Sons, 2002. Kern, D.Q., Process Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1950. McCabe, Smith dan Harriots, Unit Operations in Chemical Engineering, Mc Graw Hill,1985.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

LAMPIRAN

INFORMASI UMUM
Judul Mata Kuliah Nomor Kode/SKS Dosen Pengampu Anggota Perpindahan Panas TKK- 301/ 3 SKS Dr. Ir. Rosdanelli, MT Zuhrina Masyithah, ST, MSc. Bode Haryanto, ST, MT Erni Misran, ST, MT Mata kuliah ini berisi uraian mengenai Dasar-dasar Perpindahan Panas Steady dan Unsteady; Perpindahaan Panas ke Fluida yang Tak Berubah Fasa; Perpindahan Panas ke Fluida yang Disertai dengan Perubah Fasa; Peralatan Penukar Panas; Operasi dan Peralatan Evaporasi; Kristalisasi Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dasar-dasar perpindahan panas pada keadaan steady dan unsteady, dapat menyelesaikan masalah perpindahan panas ke fluida yang tak berubah fasa dan ke fluida yang disertai dengan perubahan fasa, rancangan proses dan evaluasi peralataan pertukaraan panas tanpa dan disertai dengan perubahan fasa; rancangan proses dan evaluasi peralataan evaporasi efek tunggal dan ganda; serta proses kristalisasi

Deskripsi Singkat

Tujuan Instruksional Umum

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

Transport Processes and Separation Process Principles. J.. Edisi ke-5. J. Harker. Edisi ke-3. New Jersey. Richardson.F..H.DAFTARPUSTAKA Bahan bacaan Geankoplis. 1996. dan Harriott. Unit Operations of Chemical Engineering.L.R.. W.J. Singapore. J. Coulson & Richardson’s Chemical Engineering Vol. PTR.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM . dan Backhurst. J. P.C. Oxford. C. 1. 1985. McGraw-Hill... BH. Edisi ke-4. McCabe. 1987. LAMPIRAN GBPP DAN SAP file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll. Smith.

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BAHAN PRESENTASI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .

html (6 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BUKU AJAR PERPINDAHAN PANAS file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN UMPAN BALIK file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .

MT DAFTAR ISI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar. Desember 2006 Penyusun.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR Buku Ajar Perpindahan Panas ini merupakan salah satu keluaran dari kegiatan HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING. untuk matakuliah PERPINDAHAN PANAS. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi yang mendukung terlaksananya kegiatan ini. ST. Mata kuliah ini diajarkan pada Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik USU. Zuhrina Masyithah. aktivitas laboratorium dan penggunaan konten e-learning. USU-INHERENT 2006. ST. Semoga buku ajar yang dihasilkan ini dapat bermanfaat. Medan. Bode Haryanto. Konten e-learning yang dikembangkan untuk mata kuliah ini bertujuan untuk memperoleh metode pembelajaran yang lebih baik untuk mata kuliah perpindahan panas yang mengkombinasikan kegiatan mengajar di kelas. MSc.html (1 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .

Alat Penukar Kalor Pipa 4.4.2.2.2.Pancaran (Radiasi) 1. Kapasitas Evaporator 6.1.1. Penukar Kalor Pendingin Udara 4. Pendahuluan 6. Perpindahan Kalor dari Uap yang Mengembun 5.Dinding Datar 2.1. Kapasitas dan Ekonomi Evaporator Kristalisasi 7-1 7-5 8-1 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.html (2 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM . Penukar Kalor Pelat 4. Ekonomi Evaporator i ii 1-1 1-2 1-4 1-6 2-1 2-2 2-4 2-6 3-1 3-4 3-7 3-14 4-1 4-2 4-5 4-5 4-8 5-1 5-1 5-9 6-1 6-1 6-5 6-21 6-25 BAB VII BAB VIII Evaporator Efek Ganda 7.1. Perpindahan Kalor ke Zat Cair yang Mendidih BAB VI Proses Evaporasi 6. Konveksi Alamiah 3.1. Jenis-Jenis Evaporator 6.3.2.1.1. Konveksi Paksa 3. Gabungan Konduksi dan Konveksi BAB IV Alat Penukar Kalor 4.3.3.2.1.1. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda BAB V Perpindahan Kalor disertai Perubahan Fasa 5.Sistem Radial-Silinder BAB III Perpindahan Panas Konveksi 3.Hantaran (Konduksi) 1.3.Konduksi Keadaan Steady 2.2.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan 1.4.1.Aliran (Konveksi) BAB II Perpindahan Panas Konduksi 2.

1.html (3 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM . Prinsip Kristalisasi Daftar Pustaka Lampiran : Umpan Balik Quiz Soal Ujian Tengah Semester Soal Ujian Akhir Semester Tugas dan Soal-soal Latihan 8-4 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.DAFTARPUSTAKA 8.

Disamping perubahan secara kimia. untuk mencapai dan mempertahankan keadaan yang dibutuhkan sewaktu proses berlangsung. Akan tetapi.PERPINDAHAN PANAS BAB I PENDAHULUAN Perpindahan ka1or dari suatu zat ke zat lain seringkali terjadi dalam industri proses. Kondisi pertama yaitu mencapai keadaan yang dibutuhkan untuk pengerjaan.000 Joule = 2. Pada penguapan dan pada umumnya juga pada pelarutan. bisa diperhatikan dari ha1 berikut: Untuk penguapan 1 kg air. Pada kebanyakan pengerjaan. Pada pembakaran 1 kg minyak akan terbebas kira-kira 45 MJ. pada pengembunan dan penghabluran (krista1isasi) ka1or harus dikeluarkan. terdapat pada pengerjaan eksoterm dan endoterm.225. maka harus dimi1iki sesuatu benda lain yang lebih panas. Kondisi kedua yaitu mempertahankan keadaan yang dibutuhkan untuk operasi proses. Sama seperti bentuk lain dari energi. gaya dorong untuk a1iran ini ada1ah perbedaan suhu. 1 Nm dinamakan 1 Joule. Untuk memberikan sedikit gambaran mengenai besarnya energi 1 Joule tersebut. diperlukan cukup banyak energi yaitu perubahan zat cair ke dalam uap ini kira-kira membutuhkan energi 2. ka1or harus dimasukkan. diperlukan pemasukan atau pengeluaran ka1or. keadaan ini dapat juga merupakan pengerjaan secara a1ami. terjadi umpamanya bila pengerjaan harus berlangsung pada suhu tertentu dan suhu ini harus dicapai dengan ja1an pemasukan atau pengeluaran ka1or.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Bila sesuatu benda ingin dipanaskan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Ada1ah hukum a1am bahwa ka1or itu suatu bentuk energi. jumlah ka1or juga dinyatakan da1am suatu gaya kali suatu jarak yaitu Newton ka1i meter atau Nm. Ka1or mengalir dengan sendirinya dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah. diperlukan benda lain yang lebih dingin. demikian pula ha1nya jika ingin mendinginkan sesuatu.25 MJ. Dengan demikian.

sering juga dinamakan radiasi. 2. Hantaran.1. 3. sebahagian akan diserap ke da1am bahan. Kalor dapat diangkut dengan tiga macam cara yaitu: 1. Karena suhu awal logam ialah T1 dan suhu air ialah T2. Tetapi suatu bahan apabila menerima sinar. ini artinya kalor tidak hilang. maka logam dikatakan lebih dingin daripada air. energi terma yang tersimpan di dalam bahan tadi akan bertukar menjadi energi kalor yang dapat kita rasakan.T1). Proses radiasi tidak terjadi pada bagian da1am bahan. Keadaan ini baru terbukti setelah suhu meningkat. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan.PERPINDAHAN PANAS Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak musnah yaitu seperti hukum asas yang lain. contohnya hukum kekekalan masa dan momentum. Semakin tinggi suhu bahan tadi maka semakin tinggi pula energi ka1or yang disinarkan. Pancaran. Apabila api dinyalakan. Jadi da1am mempelajari perpindahan ka1or radiasi akan dilibatkan suatu fisik permukaan. 1. maka banyak ha1 yang boleh terjadi. Pancaran (Radiasi) Yang dimaksud dengan pancaran (radiasi) ia1ah perpindahan ka1or mela1ui gelombang dari suatu zat ke zat yang lain. sering juga disebut radiasi. Terdapat dua teori yang berbeda untuk menerangkan bagaimana proses radiasi itu terjadi.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Bila diperhatikan misalnya jumlah energi kalor api unggun kayu yang ditumpukkan. Energi kalor ini mengalir jika terdapat suatu perbedaan suhu. Semua benda memancarkan ka1or. Bila diperhatikan sebatang logam yang dicelupkan ke dalam suatu tangki yang berisi air kalor. Apabila sejumlah energi ka1or menimpa suatu permukaan. Semua bahan pada suhu mutlak tertentu akan menyinari sejumlah energi ka1or tertentu. Ha1 yang penting dalam sistem yang terdiri dari air dan logam ialah adanya suatu perbedaan suhu yang nyata yaitu (T2. Pada hakekatnya proses perpindahan ka1or radiasi terjadi dengan perantaraan foton dan juga gelombang elektromagnet. Proses radiasi adalah fenomena permukaan. semua ini . Aliran. Energi hanya berubah bentuk dari bentuk yang pertama ke bentuk yang ke dua. sering juga disebut konduksi. dengan T2 >> T1. dan sebagian akan menembusi bahan dan terus ke luar.menyimpan sejum1ah energi dalam yang ditandai dengan kuantitas yang lazim disebut muatan kalor bahan. sebahagian akan dipantulkan.

permukaan bagian atas kini mempunyai suhu yang lebih tinggi dari suhu udara sekeliling. Proses perpindahan kalor sering terjadi secara serentak. Suhu plat akan naik ke satu tahap tertentu. Disamping itu. Lazimnya jika terdapat satu permukaan lain yang saling berhadapan. Perpindahan panas radiasi (a) pada permukaan. sifat terma permukaan bahan juga penting. Dengan demikian. bahan yang di pindahkan dan dipantulkan ini dapat berbeda. Berbeda dengan proses konveksi. Tetapi energi kalor juga disebarkan secara radiasi.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . dan jika file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Misa1nya sekeping plat yang dicat hitam.1. La1u dikenakan dengan sinar matahari. Gambar 1. Dalam hal ini dua hal terjadi. Maka jumlah ka1or yang diterima dari satu sumber akan berbanding langsung sebahagiannya terhadap faktor bentuk ini. Dalam hal ini.PERPINDAHAN PANAS Bahan yang dianggap mempunyai ciri yang sempurna ada1ah jasad hitam. yang penting ialah sifat terma saja. sama seperti cahaya lampu. Plat akan menyerap sebahagian energi matahari. adaka1anya tidak semua sinar mengenai permukaan yang dituju. Proses radiasi tidak melibatkan perbedaan suhu. Da1am pada itu. untuk memahami proses radiasi dari satu permukaan kita perlu memahami juga keadaan fisik permukaan bahan yang terlibat dengan proses radiasi yang berlaku. Oleh karena suhu permukaan atas naik maka kalor akan berkonduksi dari permukaan atas ke permukaan bawah. (b) antara permukaan dan lingkungan Berdasarkan kepada keadaan terma permukaan. Dalam pada itu. setiap permukaan akan menyinarkan energi kalor secara radiasi jika permukaan itu bersuhu T dalam unit suhu mutlak. maka jumlah kalor akan disebarkan secara konveksi. medan a1iran fluida disekeliling permukaan tidak penting. ada kalor yang dipantulkan dan ada kalor yang dipindahkan ke sekeliling. Keterlibatan suhu hanya terjadi jika terdapat dua permukaan yang mempunyai suhu yang berbeda. Jadi da1am masalah ini kita mengena1 satu faktor pandangan yang lazimnya dinamakan faktor bentuk.

Arah aliran energi kalor. Penghantar yang buruk disebut isolator.2.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Perpindahan panas konduksi dan difusi energi akibat aktivitas molekul Sudah diketahui bahwa tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya. yang beberapa cm lebih jauh dari tempat pegangan itu adalah demikian panasnya. Sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. adalah dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuhu rendah. sehingga bentuknya dapat berubah. umpamanya seorang tukang hembus kaca dapat memegang suatu barang kaca. Selanjutnya juga penting untuk diketahui bahwa : 1. Gambar 1. Untuk perambatan itu tidak diperlukan medium (misalnya zat cair atau gas) 1. Sehingga perpindahan kalor secara hantaran/konduksi merupakan satu proses pendalaman karena proses perpindahan kalor ini hanya terjadi di dalam bahan. 2. Hantaran (Konduksi) Yang dimaksud dengan hantaran ialah pengangkutan kalor melalui satu jenis zat. Bahan yang dapat menghantar ka1or dengan baik dinamakan konduktor.2. maka permukaan tadi akan saling memindahkan kalor . Akan tetapi seorang pandai tempa harus memegang benda yang akan ditempa dengan sebuah tang. Kalor radiasi merambat lurus. Dengan demikian.PERPINDAHAN PANAS permukaan pertama mempunyai suhu T1 mutlak sedangkan permukaan kedua mempunyai suhu T2 mutlak.

berbeda dengan satu bahan berfasa gas seperti udara.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . uap air. bahan kimia unsur besi adalah lebih banyak. Tetapi dibandingkan dengan bahan padat seperti kayu. maka molekul besi adalah lebih rapat susunannya daripada molekul kayu. suhu permukaan bahan akan berbeda dari suhu sekelilingnya. Moleku1 dan elektron merupakan alat pengangkut kalor di dalam bahan menurut proses perpindahan kalor konduksi. Dapat diperhatikan bagaimana kalor dipindahkan dari ujung yang panas ke ujung yang dingin. keadaan keseirnbangan termodinamik di dalam bahan akibat proses konduksi. bahan yang dapat menghantar arus listrik dengan sempurna (logam) merupakan penghantar yang baik juga untuk kalor dan sebaliknya. Besi adalah besi. Proses perpindahan ka1or secara aliran/konveksi merupakan satu fenomena permukaan. Dengan demikian dalam proses pengangkutan kalor di dalam bahan. Apabila ujung batang logam tadi menerima energi kalor dari api. Kini file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Aliran (Konveksi) Yang dimaksud dengan aliran ialah pengangkutan ka1or oleh gerak dari zat yang dipanaskan. maka bahan mempunyai kemampuan mengalirkan kalor dengan cepat. Untuk bahan isolator. Molekul udara adalalah renggang seka1i. energi ini akan memindahkan sebahagian energi kepada molekul dan elektron yang membangun bahan tersebut. 1. Dalam hal ini dikatakan suhu permukaan adalah T1 dan suhu udara sekeliling adalah T2 dengan Tl>T2. Hal ini disebabkan karena susunan molekul dan juga atom di dalam setiap bahan adalah berbeda.3. koefisien ini bernilai kecil. Keadaan permukaan dan keadaan sekelilingnya serta kedudukan permukaan itu adalah yang utama. Untuk satu bahan berfasa padat molekulnya tersusun rapat. Selanjutnya bila diandaikan sebatang besi atau sembarang jenis logam dan salah satu ujungnya diulurkan ke dalam nyala api. Apabila nilai koefisien ini tinggi. aliran elektron akan memainkan peranan penting . Kalaupun ada bahan asing. dan besi . Pada umumnya. Proses konveksi hanya terjadi di permukaan bahan. Lazimnya.PERPINDAHAN PANAS bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor ialah koefisien konduksi terma. Jadi dalam proses ini struktur bagian dalam bahan kurang penting. Bahan kayu terdiri dari gabungan bahan kimia seperti karbon. dan udara yang terperangkat. Persoalan yang patut diajukan pada pengamatan ini ialah mengapa kadar alir energi kalor adalah berbeda.

(b) konveksi alamiah. maka bentuk pengangkutan ka1or ini hanya terdapat pada zat cair dan gas. energi kalor ini akan dipindahkan ke sekelilingnya dengan perantaraan aliran fluida.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Jadi masa fluida yang mempunyai energi terma yang lebih tinggi akan mempunyai momentum yang juga tinggi. Malahan masa fluida menjadi berkurang karena kini fluida menerima energi kalor. Peningkatan momentum ini bukan disebabkan masanya akan bertambah. Perpindahan kalor dengan jalan aliran dalam industri kimia merupakan cara pengangkutan kalor yang paling banyak dipakai. Pada pemanasan zat ini terjadi aliran. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Gerakan fluida melibatkan kecepatan yang seterusnya akan menghasilkan aliran momentum. maka selama pengaliran fluida bersentuhan dengan permukaan bahan yang panas. Oleh karena itu bagian yang paling banyak atau yang pertama dipanaskan memperoleh masa jenis yang lebih kecil daripada bagian masa yang lebih dingin. suhu fluida akan naik. karena masa yang akan dipanaskan tidak sekaligus di bawa kesuhu yang sama tinggi. (d) kondensasi Pada perpindahan kalor secara konveksi. Gambar 1.3. Oleh karena konveksi hanya dapat terjadi melalui zat yang mengalir. Oleh karena pengaliran fluida melibatkan pengangkutan masa. Sebagai akibatnya terjadi sirkulasi.PERPINDAHAN PANAS terdapat keadaan suhu tidak seimbang diantara bahan dengan sekelilingnya. sehingga kalor akhimya tersebar pada seluruh zat. (c) pendidihan. (a) konveksi paksa. Perpindahan panas konveksi.

Jumlah kalor yang dipindahkan. Apabila perbedaan suhu . Yang membedakan kedua proses ini adalah dari nilai koefisien h-nya. masa ini juga akan naik ke atas permukaan meninggalkan tempat asalnya.terjadi maka keadaan tidak stabil terma akan terjadi. masalah yang utama terletak pada cara mencari metode penentuan nilai h dengan tepat. Dalam kedua proses konduksi dan konveksi.PERPINDAHAN PANAS Fluida yang panas karena menerima kalor dari permukaan bahan akan naik ke atas. Setelah masa ini juga menerima energi kalor dari permukan bahan yang kalor dasi. artinya tidak ada pengaruh luar yang mendoromg fluida bergerak.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . maka proses perpindahan ka1or berlaku. Jika cepatan medan tetap. Kekosongan ini diisi pula oleh masa fluida bersuhu renah yang lain. Dalam pengamatan proses perpindahan kalor konveksi. Nilai koefisien ini tergantung kepada banyak faktor. Kekosongan tempat masa bendalir yang telah naik itu diisi pula oleh masa fluida yang bersuhu rendah. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Sedangkan bila kecepatan medan dipengaruhi oleh unsur luar seperti kipas atau peniup. faktor yang paling penting yang menjadi penyebab dan pendorong proses tersebut adalah perbedaan suhu. maka proses konveksi yang akan terjadi merupakan proses perpindahan kalor konveksi paksa. bergantung pada nilai h. Proses ini akan berlangsung berulang-ulang. Keadaan tidak stabil ini perlu diselesaikan melalui proses perpindahan kalor.

Tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . tetapi melaui satu jenis zat. Isolator: penghantar kalor yang buruk. Konduktor: bahan yang dapat menghantar kalor dengan baik. k: § sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor § menunjukkan berapa sepat kalor mengalir dalam suatu bahan kkonduktor>kisolator Konduksi panas mengikuti Hukum Fourier yang dapat dinyatakan dengan persamaan yang berikut: atau: q = laju perpindahan panas dT/dx = gradien suhu ke arah perpindahan panas Dalam persamaan di atas Hukum Fourier telah dinyatakan dalam bentuk persamaan laju alir. kalor/panas mengalir tanpa disertai gerakan zat. Arah aliran energi kalor dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuh rendah. yang bentuk umumnya adalah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Koefisien konduksi terma.BAB II BAB II PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI Pada perpindahan panas secara konduksi.

Biasanya perubahan k dapat diperkirakan cukup dengan fungsi liniar 2. yang besarnya tergantung pada temperatur zat itu. sehingga: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.1. Konduksi Keadaan Steady (Tunak) Persamaan neraca energi: Analisa satu dimensi arah sumbu x ditunjukkan sebagai berikut: Kuantitas energi panas adalah sebagai berikut: Energi masuk : Energi yang dibangkitkan : Perubahan energi dalam Energi keluar = Pada keadaan steady.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .BAB II Dengan demikian persamaan konduksi panas mendefinisikan tahanan terhadap konduksi panas k adalah konduktiviti panas suatu zat. suhu hanya merupakan fungsi posisi dan akumulasi = 0. distribusi suhu konstan.

untuk menyatakan : file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.1. Jika ketiga persamaan akan diselesaikan bersamaan.1. laju perpindahan panas: Aliran panas pada setiap bagian adalah sama. maka aliran kalor dapat dituliskan: Analogi listrik dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang lebih rumit. tahanan termal/panas/kalor.Dinding Datar Sistem dengan lebih dari satu macam bahan. Digunakan R. hukum Fourier dapat diintegrasi: 2.BAB II Untuk konduksi keadaan steady. analisisnya akan menjadi seperti berikut: Untuk gradien suhu seperti gambar di atas.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . seperti dinding lapis rangkap.

html (4 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . dimana: r1= jari-jari dalam r0=jari-jari luar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Sistem Radial-Silinder Suatu silinder.1. Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan paralel: Jika suhu awal dan akhir kedua lapisan sama: 2.BAB II Sehingga: = penurunan suhu total melintas keseluruhan tebing Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan seri mempunyai analogi dengan arus listrik yang mengalir melalui beberapa tahanan listrik dalam rangkaian seri.2.

BAB II L=panjang Ti-To=beda suhu Laju perpindahan panas dapat ditentukan dari Hukum Fourier dengan penyesuaian rumus luas menjadi: Konsep tahanan termal dapat juga digunakan untuk dinding lapis rangkap seperti gambar di atas: Contoh 4.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .2-1 (Geankoplis. A-3 Geankoplis.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Panjang tabung untuk koil pendingin Tabung silinder berdinding tipis dari karet dengan ID 5 mm dan OD 20 mm digunakan sebagai koil pendingin. jika suhu permukaan luar tabung 297. Hitung panjang tabung yang diperlukan. Penyelesaian: Dari App.9 K.1 K.65 W panas harus dipindahkan dengan pendinginan ini. Sebanyak 14.151 W/m. 1987: Khardbutter= 0. 1987). Air pendingin dalam tabung mengalir pada suhu 274.

0433 kC= 0.151 W/m. Nilai: kpine = 0.6 mm cork board dan lapisan terluar 76. Temperatur permukaan luar 255.4 K.K kconcrete = 0. Tanda negatif menunjukkan bahwa arah aliran panas adalah dari r2.02 m Ambil L= 1 m. r2 = 20/1000 = 0. 1987).005 m. Aliran panas melalui dinding isolasi ruang pendingin Ruang pendingin dilapisi dengan 12.762 W/m.0762 m Tahanan masing-masing material: Dengan cara yang sama: Untuk menghitung temperatur T2.7 mm kayu pine.0433 W/m.K kcorkboard = 0.0127 m .1 K.1 K. Penyelesaian: T1 = 255. xC= 0.762 . dinding luar ke r1. dinding dalam. xA= 0.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .BAB II r1 = 5/100 = 0.151 kB= 0.2 mm concrete.1016 m .4 K (ruang pendingin) dan permukaan luar concrete 297. xB= 0.3-1 (Geankoplis. dan temperatur antara pine dan cork board. Panjang tabung yang diperlukan: Contoh 4. antara pine dan cork board: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. kA= 0.K Hitung panas yang hilang (dalam W) untuk 1 m2. T4= 297. 101.

Panas yang hilang dari isolasi pipa.305 m: Tahanan masing-masing: Laju perpindahan panas: Untuk menghitung temperatur T2: Hanya terjadi penurunan T yang kecil melintasi pipa. Panas yang hilang b. Pipa dilapisi asbestos (B) sebagai isolasi setebal 0.3-2 (Geankoplis. T2 = T antara. hitung: a. 1987). Untuk pipa 0.305 m panjang. Temperatur antara pipa dengan isolasi Penyelesaian: T1= 811 K. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Temperatur permukaan dalam pipa 811 K dan permukaan luar isolasi 310.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .0508 m.8 K Luas permukaan pada L=0. Pipa stainless stell berdinding tipis (A) mempunyai k= 21.0254 m dengan k=0.63 W/m.BAB II Contoh 4. karena nilai k yang tinggi.K.2433 W/ m. T3=310.0254 m dan OD = 0.8 K.K dengan ID=0.

Fluks kalor boleh didasarkan atas luas permukaan luar atau dalam pipa. Konveksi panas dapat dihitung dengan persamaan pendinginan Newton: …(3. Fluks Kalor: Adalah laju perpindahan panas persatuan luas (q/A).1) mendefinisikan tahanan panas terhadap konveksi. Persamaan perpindahan panas menjadi: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. bukanlah suatu sifat zat. akan tetapi menyatakan besarnya laju pindah panas di daerah dekat pada permukaan itu.html (1 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Koefisien pindah panas permukaan h.BAB III BAB III PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI Perpindahan panas antara suatu permukaan padat dan suatu fluida berlangsung secara konveksi. Koefisien perpindahan kalor menyeluruh: Jika terjadi konduksi dan konveksi secara berturutan. Suhu arus rata-rata: Adalah suhu yang dicapai apabila keseluruhan fluida yang mengalir melalui penampang itu dikeluarkan lalu dicampur secara adiabatik. maka berbagai tahanan panas yang tersangkut dapat dijumlahkan untuk memperoleh koefisien pindah panas keseluruhan U.1) Persamaan (3.

Koefisien perpindahan panas individual. maka U = Uo.html (2 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . luas permukaan luar tabung. h: Merupakan koefisien perpindahan panas untuk masing-masing fluida. koefisien yang didasarkan atas luas permukaan luar. T = suhu rata-rata lokal Tw= suhu dinding yang dalam kontak dengan fluida Nilai h bila diterapkan: § Untuk sisi panas (bagian dalam tabung) Th=suhu fluida panas Twh=suhu dinding panas § Untuk sisi dingin (bagian luar tabung) Tc=suhu fluida dingin file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.BAB III Th= suhu fluida panas Tc=suhu fluida dingin Th – Tc = gaya dorong atau beda suhu lokal menyeluruh A = luas permukaan dalam/luar pipa U = koefisien pindah panas keseluruhan berdasarkan A = faktor proporsionalitas antara q/A dan •T Jika A = Ao.

§ Fluida panas yang menerima panas akan naik ke atas. yang tersusun dari bilangan-bilangan tanpa dimensi. pemanasan air dalam ketel. kekosongan tempat massa fluida yang telah naik diisi oleh massa fluida yang bersuhu rendah. 1987. dengan bentuk umum: Nu = K Rep Prq Grr (L/d)s dimana K = bilangan tetap. rasio antara diameter tabung terhadap tebal ekivalen lapisan laminar h k D X =koefisien konveksi =konduktivitas panas =diameter tabung =tebal lapisan film (lapisan batas laminar) Korelasi untuk menentukan nilai h dipengaruhi oleh: § § § § Sifat fisika fluida Jenis dan kecepatan aliran Perbedaan temperatur Geometri sistem Beberapa nilai h dapat dilihat pada Tabel 4. Perpindahan panas konveksi dapat dikelompokkan kepada dua bahagian: 1.BAB III Twc=suhu dinding dingin Koefisien pindah panas permukaan dapat diperkirakan dari fungsi-fungsi empiris. Nu = angka Nusselt.1-2 Geankoplis. Konveksi bebas/alamiah § Contohnya adalah pemanasan aliran udara yang melalui radiator.html (3 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . § Aliran fluida terjadi akibat perbedaan densitas. dan perbedaan densitas akibat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.

salah satu di antaranya adalah bilangan Grashof. Besarnya koefisien perpindahan panas harus didapat dari hasil percobaan. Bentuk umum: Bilangan-bilangan tanpa dimensi itu adalah: Dimana: L =panjang pipa • =viskositas fluida ρ =densitas fluida g =percepatan gravitasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Biasanya temperatur permukaan itu cukup tinggi untuk menimbulkan pula radiasi. Perbedaan temperatur antara bagian-bagian fluida menyebabkan perbedaan densiti dan karena itu timbul gerakan dan aliran dalam fluida. Banyak penyelidikan telah dilakukan untuk menentukan koefisien pindah panas itu. 3. ternyata dapat diperoleh persamaan empiris dalam bilangan-bilangan tanpa dimensi. Aliran alamiah ini memperbesar perpindahan panas yang semula sampai tercapai keadaan yang tecap. Tanpa adanya aliran yang dipaksakan terhadap fluida. § Aliran/perpindahan panas tidak bergantung pada gradien densitas. Cara perpindahan panas semacam ini disebut konveksi alamiah atau konveksi bebas. § Contohnya aliran kalor melalui pipa panas.html (4 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Konveksi paksa § Jika aliran fluida digerakkan oleh piranti mekanik seperti pompa dan pengaduk. Jika berbagai hasil penyelidikan itu dikumpulkan.1. Konveksi Alamiah Pada perbatasan suatu permukaan dan suatu fluida akan terjadi perpindahan panas secara konduksi dan konveksi. maka sekitar permukaan akan terjadi konveksi secara alamiah. 2. yang dibuat untuk menunjukkan sifatsifat konveksi bebas .BAB III adanya gradien suhu di dalam massa fluida itu.

Bagaimana beraneka ragamnya persamaan-persamaan itu dapat dilihat dari contoh-contoh di bawah ini. menghadap ke bawah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Karena terdapat berbagai persamaan dan nomogram.html (5 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . menghadap ke atas. atau lempeng mendatar. Persamaan empiris dan nomogram itu dapat dipakai guna memperkirakan koefisien perpindahan panas untuk konveksi bebas. Untuk bidang tegaklurus dan silinder tegak lurus Aliran bergolak: Aliran berlapis: Untuk silinder mendatar Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. maka haruslah dicari yang keadaan sistemnya sama dengan sistem yang sedang ditinjau.BAB III Cp β hc k =kapasitas panas =koefisien ekspansi termal =koefisien konveksi =konduktivitas termal Hasil percobaan itu sering juga dinyatakan sebagai nomogram (alignment chart) atau grafik. yang didinginkan.

Jika bilangan Reynolds bertambah besar. Pengaruh aliran ini juga terlihat pada perpindahan panas antara fluida dan benda-benda yang terendam. Perpindahan panas berlangsung secara radial terhadap pipa. baik hambatan gesekan maupun hambatan bentuk berpengaruh. yaitu hambatan gesekan dan hambatan bentuk. maka perpindahan panas selalu terjadi secara konveksi paksa. Juga di sini pada waktu yang sama berlangsung perpindahan panas secara konduksi. sedang fluida yang lain mengalir dalam ruang anulus sebuah pipa yang lebih besar atau dalam ruang sebuah shell yang memuat banyak pipa. menghadap ke atas: 3.BAB III Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. yang seluruhnya diliputi oleh fluida itu. mengalami dua macam hambatan. menghadap ke bawah atau lempeng mendatar. konveksi dan radiasi.2. akan tetapi pengaruh hambatan gesekan makin lama makin berkurang dan hambatan bentuk lebih berpengaruh. Antara fluida di dalam pipa dan permukaan dinding pipa sebelah dalam. yang didinginkan. Dalam hal ini radiasi biasanya terjadi pada permukaan luar yang berhubungan dengan lingkungan yang tetap temperaturnya. Di luar pipa terjadi lagi konveksi. Konveksi Paksa Seperti telah diketahui fluida sekitar benda.html (6 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Seringkali salah satu fluida dalam sebuah penukar-panas mengalir dalam pipa. karena laju panas yang dipindahkan naik dengan adanya aliran atau pengadukan. Dalam bilangan Reynolds yang sangat rendah hanya hambatan gesekan yang berpengaruh. panas dipertukarkan secara konveksi. Perhitungan dilakukan dengan persamaan yang berikut: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Persamaan-persamaan empiris tentang koefisien pindah panas antara benda dan fluida hanya berlaku untuk benda dengan bentuk tertentu. kemudian panas menjalar secara konduksi melalui logam dinding pipa. Jika dalam alat dikehendaki pertukaran panas.

Luas permukaan perpindahan panas A. Begitu juga koefisien perpindahan panas keseluruhan harus dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas.BAB III Kalau persamaan di atas diterapkan di satu tempat. sifat aliran. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Banyak buku yang memuat keterangan tentang koefisien pindah panas. maka U adalah koefisien perpindahan panas keseluruhan setempat dan ∆T adalah selisih temperatur fluida di dalam pipa dan fluida di luar pipa di tempat itu. Karena terjadi perpindahan panas. Sebab untuk keadaan yang berlainan mungkin berlaku persamaan yang lain pula. karena temperatur fluida berbeda. maka haruslah ada harga yang dirata-ratakan. Dalam mencari persamaan-persamaan empiris itu harus diperhatikan sifat fluida. Untuk menerapkan persamaan pindah panas pada satu alat. maka sepanjang pipa fluida yang panas berkurang temperaturnya dan fluida yang dingin naik temperaturnya. Besarnya koefisien pindah panas secara konveksi diperkirakan dari persamaan-persamaan empiris.html (7 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . sesuai dengan persoalannya. baik dalam bentuk persamaan. dan haruslah ditemukan persamaan yang keadaan berlakunya sama dengan masalah yang dihadapi. jenis perpindahan panas (pemanasan atau pendinginan). maka dilakukan rata-rata dengan persamaan yang berikut: U dihitung dari jumlah tahanan panas keseluruhan. Begitu juga besarnya koefisien perpindahan panas konveksi akan berubah. maupun dalam bentuk nomogram. letak pipa dan lain sebagainya. Untuk konveksi dalam pipa sudah tentu persamaan empirisnya lain daripada untuk konveksi luar pipa. Biasanya selisih temperatur dirata-ratakan secara logaritma antara kedua ujung alat menjadi: (Selisih temperatur rata-rata logaritma) Dalam hal ini U dianggap tidak berubah banyak antara kedua ujung alat itu. harus dihitung sesuai dengan keadaan sistem. Kalau U sangat berbeda di kedua tempat itu. Pada ujung keluar pipa itu akan terdapat selisih temperatur yang berbeda dengan pada ujung awal.

didapati dua lapisan batas itu. Tahanan panas konveksi digambarkan sebagai terpusat dalam lapisan batas fluida pada permukaan padat. Biarpun tipis lapisan itu merupakan tahanan tambahan terhadap perpindahan panas. sedang hd koefisien pindah panas untuk lapisan kotoran atau kerak. Selisih temperaturpun lebih besar. Pada dinding pipa yang kedua belah permukaannya terdapat fluida. Karena persamaan empiris itu dinyatakan dengan bilangan tanpa dimensi maka sistem satuan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. seluruh tahanan pindah panas dianggap berada dalam lapisan batas. Karena itu untuk perhitungan-perhitungan. Menurut teori "dua lapisan" pada permukaan yang berhubungan dengan fluida terdapat. suatu lapisan tipis fluida. Pada dasarnya rumus empiris untuk konveksi paksa meliputi benda mempunyai bentuk umum yang sama dengan rumus empiris untuk konveksi dalam pipa. Karena keadaan dalam lapisan batas itu berlapis. biarpun agak berjauhan dari permukaan fluidanya mengalir secara bergolak. Karena itu dalam menggunakan persamaan empiris semua sifat fisis fluida dinilai sesuai dengan temperatur lapisan batas itu. maka tahanan terhadap perpindahan panas di 1apisan lebih besar daripada di daerah yang bergolak. yaitu: Persamaan-persamaan itu dapat juga disajikan dalam bentuk grafik. arah perpindahan panas perlu terus diingat. Persamaan empiris hanya memberikan cara untuk memperkirakan besarnya koefisien pindah panas.html (8 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Dalam menggunakan persamaan-persamaan itu.BAB III Koefisien pindah panas sebuah alat penukar panas mengalami perubahan selama pemakaian. Untuk perhitungan selisih temperatur selalu diambil antara permukaan dan tengah-tengah aliran yang bergolak. Besarnya tahanan karena pengotoran itu dapat dihitung dari persamaan yang berikut: di mana Ud adalah koefisien pindah panas keseluruhan untuk alat yang kotor dan untuk alat yang bersih. yang keadaan alirannya berlapis. Lapisan ini terutama timbul pada permukaan yang berhubungan dengan air. Sewaktu masih baru permukaan logam pipa-pipa itu bersih. Selama pemakaian pada permukaan itu akan tertentuk lapisan kotoran atau kerak.

BAB III

mana yang digunakan tidak menjadi soal, asalkan tetap hanya satu sistem satuan yang dipakai. Banyak data telah diperoleh dalam percobaan-percobaan untuk menentukan koefisien pindah panas h. Data dapat disajikan dalam grafik atau sebagai persamaan. Di bawah ini akan diberikan berbagai contoh persamaan empiris yang sering dijumpai dengan batas-batas berlakunya. Aliran laminar Untuk aliran berlapis (laminar) dalam pipa tegak atau datar, di mana konveksi bebas dapat diabaikan, berlaku persamaan: Re < 2100 Dimana: L =adalah panjang pipa di mana terjadi perpindahan panas; m. d =diameter pipa; m • =viskositas fluida pada suhu rata-rata; Pa.s b • w =viskositas fluida pada suhudinding; Pa.s =kapasitas panas; J/kg.K =koefisien perpindahan panas rata-rata =konduktivitas termal; W/m.K

Cp hc k

Faktor (•/• w) digunakan sebagai koreksi, jika viskositas fluida di dekat dinding dan di tengah pipa terlalu berbeda. Semua sifat fluida dihitung pada suhu rata-rata kecuali • w Untuk fluida masuk dan keluar pada T berbeda, T rata-rata secara aritmetik: Tw= suhu dinding Tbi= suhu fluida masuk Tbo=suhu fluida keluar Aliran turbulen Untuk aliran bergolak (turbulen) dalam pipa yang bersih berlaku persamaan:
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (9 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

hL

= koefisien konveksi didasarkan pada •Tm.

Beda suhu rata-rata logaritmik,LMTD, •Tm Merupakan selisih suhu rata-rata secara logaritma pada kedua ujung peralatan.

Bilangan Grashof tidak ada dalam persamaan di atas, karena nilai bilangan Reynolds terlalu tinggi untuk adanya pengaruh konveksi bebas. Sifat-sifat fluida harus dinilai pada temperatur rata-rata antara temperatur masuk dan keluar. Persamaan-persamaan empiris yang ada pada waktu ini belum mencakup semua keadaan yang dijumpai dalam praktek. Banyak hal yang tidak dapat di hitung koefisiep pindah panasnya. Dalam hal ini h harus diperkirakan dari data empiris, yang biasanya dalam buku-buku referensi diberikan sebagai batas-batas nilai. Data yang dilaporkan dalam buku maupun dalam majalah banyak berguna dalam memperkirakan koefisien pindah panas secara konveksi.

Nila h untuk udara, Ptotal= 1 atm, aliran turbulen Nilai h untuk air, T=4-105oC, aliran turbulen

Nilai h aliran fluida yang melintasi plat datar
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (10 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

Aliran laminar : Re < 3.105; Pr > 0,7

Aliran turbulen: Re > 3.105; Pr > 0,7

Nilai h untuk aliran melintasi bola Sebuah bola yang akan dipanaskan atau didinginkan oleh fluida yang mengalir tegak lurus terhadap sumber bola. 1 < Re < 70.000 0,6 < Pr < 400 Nilai h aliran udara yang mengalir tegak lurus terhadap silinder tunggal dan udara yang mengalir tegak lurus pada silinder, digunakan: Nilai K dan n diperoleh dari daftar berikut: Re n 1-4 0,33 4-40 0,385 40-4000 0,466 4000-40000 0,618 40000-250000 0,805

K 0,891 0,821 0,615 0,174 0,0239

Nu 0,891-1,42 1,4 – 3,4 3,43 – 29,6 29,5 – 121 121 - 529

3.3. Gabungan Konduksi dan Konveksi Terdapat dua jenis fluida pada kedua sisi permukaan padatan. T1 = suhu fluida panas T2 = suhu fluida dingin

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (11 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

gabungan konduksi dan konveksi.html (12 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . U.K Laju perpindahan panas (gambar b): A1 = 2p. dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas.BAB III Laju perpindahan panas (gambar a): Koefisien perpindahan panas menyeluruh.r1 = luas permukaan dalam tabung Aalm = luas permukaan rata-rata tabung Ao = luas permukaan luar tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.L. sesuai dengan persoalannya. U dalam W/m2.

(Geankoplis.html (13 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .62 m/dt. A.10-5 Pa. Sebagai media pemanas digunakan steam pada 488.10-5 Pa. b.5-1.s k = 0.7 K.6.3.BAB III Contoh 4. mw = 2. Pemanasan udara dalam aliran turbulen. 1987). Udara pada 206.7 K diluar pipa.64.4 mm dan kecepatan 7. udara pada 477.7 K.s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.6 K akan dipanaskan melalui pipa dengan ID 25.8 kPa dan temperatur rata-rata 477. dianggap temperatur dinding pipa yang kontak dengan udara juga 488.6 K: mb = 2. Koefisien perpindahan panas untuk L/D > 60. Geankoplis 1987.686 Pada 488. Fluks panas (q/A) Penyelesaian: Dari App. Karena koefisien konveksi steam besar sedangkan tahanan dinding pipa sangat kecil. Hitung : a.03894 W/m Pr = 0.

pipa baja pada temperatur rata-rata 65.2 : NPr = 2. Pemanasan air menggunakan steam dan penyelesaian dengan trial and error. Air akan dipanaskan dengan steam pada 107. Koefisien sisi uap diperkirakan ho = 10500 W/m2.8 oC diluar dinding pipa. Hitung q untuk 0. Air pada T = 65. Penyelesaian: Dari App.98 (1000) = 980 kg/m3 k = 0. c.6.633 W/m. 1987): 1” sch 40 : ID= 0.BAB III mb = 2.6.dt (a) Aliran turbulen: (b) Contoh soal 4.0334 m.10-5 Pa.K µ = 4.0266 m dan OD = 0.5-2 (Geankoplis. 1987). a. A-5 (Geankoplis. Hitung hi untuk air didalam pipa. Air mengalir melalui pipa horizontal 1” sch 40.72 r = 0.10-5 kg/m.S file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.K.s = 2.6 oC dari App. Hitung U.html (14 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . A.32.44 m/dt.6 oC dan kecepatan 2.305 m pipa. didasarkan atas permukaan dalam pipa.10-4 Pa. b. koefisien perpindahan panas keseluruhan.

56. diambil 80 oC = Tw.7oC Ini sangat dekat dengan nilai Trial I yaitu 80oC.10-4 Pa.10-4 menjadi mw. dan diasumsikan berada diantara 65.81.53. Sifat fisika yang berubah adalah mw jika dilakukan Trial II yaitu mw.6oC dan 107.K Tahanan menjadi: Penurunan temperatur melalui lapisan air: =16. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.s Nre air pada temperatur rata-rata: (b) Untuk L=0.BAB III TRIAL I Temperatur dinding pipa diperlukan. sehingga tidak diperlukan trial ke-2.html (15 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .80oC= 3. Tetapi efeknya terhadap hi cukup kecil dan dapat diabaikan.5+16.80oC = 3. •w.10-4.1oC Sehingga Tw=65.56.305 m K untuk baja adalah 45 W/m.7oC=3.8 oC.1=81.

Suatu aliran minyak bumi.html (16 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . dan penurunan temperatur minyak bumi besarnya 0.BAB III (c) Soal latihan. Arah perpindahan panas adalah radial. Analisa Keadaan masalah digambarkan pada sketsa berikut. Berapa tebal lapisan asbes. sebanyak 1 kg/detik. Pipa ini hendak diinsulasi dengan lapisan asbes. yang terpasang dalam udara terbuka. 40.1 oC/m panjang pipa. Perpindahan panas mengikuti persaman: Dimana: = tahanan panas konveksi dalam pipa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. dipanaskan dalam tungku dan keluar tungku pada temperatur 300oC melalui pipa baja 4 inci sch. agar temperatur permukaan asbes dapat mencapai 50oC.

97. k.K r (100 oC) = 890 kg/m3 Cp (100 oC) = 1.07 kJ/kg.103 J/kg.detik/m2 Pada permukaan luar insulasi asbes terjadi konveksi bebas.358 m2/m Harga konduktivitas panas. perlu dikumpulkan keterangan dan data dari pustaka sbb: Pipa 4” sch.K µ(lembab) = 19.K µ (100 oC) = 0. ialah: Baja (300 oC) = 43 W/m.27.178 W/m. 40 mempunyai ukuran sbb: ID = 102 mm OD = 114 mm Tebal dinding = 6.138 W/m.K Keterangan tentang udara: K (kering) = 26.10-3 N.6 mW/m. Untuk perhitungan pertama tahanan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.K Asbes (100 oC) = 0.02 mm Luas permukaan = 0.0 N.html (17 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .detik/m2 Tf diambil 35 oC = 308 K β= koefisien ekspansi termal = 1/Tf = 1/308 Keterangan tentang minyak bumi: K = 0.107 kg/m3 Cp (lembab) = 1.K r(lembab) = 1.BAB III = tahanan konduksi panas melalui pipa = tahanan konduksi panas melalui asbes = tahanan panas konveksi bebas dalam udara Untuk menghitung besarnya tahanan panas.

∆T = 0. yang kemudian menghasilkan tebal insulasi.pipa. G = 1 kg/dt D = 0.27 . Besaran ini terdapat dalam tahanan panas R. Substitusi harga besaran-besaran di atas ke dalam persamaan perpindahan panas.BAB III konveksi bebas tidak perlu diikut sertakan. memberikan harga untuk R3. maka bilangan Reynold harus dihitung. ∆T Watt/m. karena temperatur permukaan diketahui yaitu 50 oC. R4 untuk sementara tidak diperlukan. Q diperoleh dari penurunan temperatur minyak bumi sebesar G.det/m2 Dipakai persamaan berikut Nre = 46. Untuk minyak bumi perhitungan adalah sebagai berikut. karena semua keterangan diketahui.200 Tahanan konduksi melalui dinding pipa: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.1 oC ∆T diperoleh dari selisih temperatur keseluruhan 300 – 50 = 250 oC Dari keempat tahanan panas R1 dan R2 dapat dihitung. Rencana: Persaman pokok untuk perpindahan panas adalah: Yang ditanyakan adalah tebal insulasi. Jadi q dan ∆T harus diketahui terlebih dahulu.html (18 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .Cp. 10-3 N.102 m m= 0. Penyelesaian: Untuk dapat memilih persamaan empiris untuk menghitung h.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.7 d d = 0. sehingga dipakai persamaan Nu = 0. Kalau dimisalkan temperatur udara 20 oC.html (19 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .K Laju perpindahan panas permeter pipa: R = R1 + R2 + R3 1.267) = 0.525 (Gr.267 m d ins = 0. maka temperatur lapisan batas udara Tf pada permukaan insulasi dapat diambil Tf = ½ (50+20) = 35 oC Perhitungan tahanan konveksi bebas: b= 0.BAB III Kp=43 W/m.647 m Berlaku 103 < Gr. 0.0109+0.Pr)1/4 Menurut perhitungan ini temperatur permukaan insulasi besarnya = 20 + 33 = 53 oC.114 + d) = 0.08/0.Pr < 109 .114 + (2.7 (0.647 m Penilaian: Hasil perhitungan diatas perlu diperiksa dengan tahanan konveksi bebas.3 = 0.08 + 0.K Tahanan konduksi melalui insulasi: ka= 0.178 W/m.0004+R3 d= 0.27=0.

s s s Rencana: 1. Analisa: s Perhitungan dilakukan dengan persamaan s s Banyaknya pipa terdapat adlam luas permukaan A Faktor lain harus dihitung. •Tm dapat dihitung dari kenaikan temperatur ini dan laju alirnya. Jika ada faktor yang tidak dapat dihitung.0 . Setiap pipa berada dalam pipa tembaga yang lain dengan ukuran 1.16. akan tetapi lebih tinggi maka temperatur permukaan insulasi akan lebih tinggi dari 50 oC. Q dapat dihitung dari laju alir dan penurunan temperatur gas CO2. Hitung koefisien perpindahan panas keseluruhan. lakukan trial (cobacoba). Gas berada dalam pipa tembaga ukuran 1” dengan dinding BWG no. Berapakah banyaknya dan panjang pipa yang diperlukan?.14. Kalau temperatur udara bukan 20 oC. berdasarkan anggapan semua energi gas diserap oleh air.10-3 m3/detik. harus diadakan perhitungan tebal insulasi lagi. U dihitung dengan menghitung masing-masing tahanan panas dan menjumlahkannya.7 m/detik.3 m/detik.html (20 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . yang berarti insulasi harus dipertebal. hendak didinginkan menjadi 40 oC. Gas masuk dengan kecepatan 5. pada tekanan mutlak 2 bar dan temperatur 60 oC. Air mengalir melalui ruang anulus antara kedua pipa dengan kecepatan 0.BAB III Perbedaan sebesar 3 oC atau lebih kurang 6% masih baik untuk perhitungan rancangan seperti ini. Hitung laju perpindahan panas q 2. Soal Latihan Gas karbondioksida kering sebanyak 8. Hitung luas permukaan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.5” dan dinding BWG no. Air mengalir berlawanan arah dengan gas dan masuk pada 25 oC. U 4. Hitung selisih temperatur rata-rata •Tm 3. Untuk mempertahankannya pada 50 oC.

15 K N1 = 1 kgmol Kondisi 2: P2 = 2 bar V2 = 1 m3/n2 kgmol T2 = 273+60 = 333 K N2 = kgmol Cp CO2 diperhitungkan pada temperatur rata-rata = ½ (60+40) = 50 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.013 bar V1 = 22. Gas CO2 dianggap gas ideal. 60 oC: Pada kondisi standar: P1 = 1 atm = 1.415 cm3/mol = 22.BAB III Penyelesaian: Semua keterangan didapat dari lampiran atau pustaka.415 m3/kgmol T1 = 273. Laju perpindahan panas Berat 1 m3 gas pada 2 bar. 1.html (21 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .

96. oC Berat keseluruhan gas: Jadi panas yang dipindahkan: Q = 25.10-3 (874) (60-40) = 445 J/dt 2.474 kg/detik Cp(25 oC) air = 4180 J/kg.5” : Luas penampang luar pipa 1” : Luas penampang anulus : 9.8 .53 .10-4 m3/dt Jadi diperlukan pipa sebanyak: Luas total penampang anulus menjadi 4 (3.K Kenaikan temperatur air ialah: Temperatur keluar air menjadi 25.4. 10-4) (0.oF = 874 J/kg.10-4 m2 Luas penampang dalam pipa 1” : Dengan kecepatan 5.10-4 (5.03.10-4 – 5.10-4 = 3. Selisih temperatur Luas penampang dalam pipa 1.208 Btu/lb.1.7 m/dt tiap pipa dapat mengalirkan: 3.8 .BAB III Dengan interpolasi didapat harga = 0. 10-4 m2.7) = 20. Banyaknya air yang mengalir: (15.html (22 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .22 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.07.10-4) = 15.96 .3) (1000) = 0.

m2 Untuk aliran air: Luas penampang anulus = 3. Sehingga Nre harus dihitung.5.96.K m = 0.6.10-4 m2 Diameter anulus = diameter setara de = 4 x faktor bentuk S Untuk perpindahan panas De=4(0. untuk L/d = 60 (perkiraan) terbaca dari grafik untuk absis Nre = 6300: Untuk air didapat keterangan: d=de=2.dtk/m2 Persamaan yang akan digunakan: Dengan menggunakan grafik.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.jam=0.oC µ= 1.BAB III 3. Untuk CO2: k=0.0.10-2)meter=2.dtk/m2 Cp = 4.oF.967.10-2 m m25 oC = 0.html (23 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . selalu perlu diketahui apakah aliran laminar atau turbulen.10-5 N/dt.10-2 m k= 0.967.105 BTU.K Cp=874 J/kg.73)=0.180 J/kg.10-3 N.ft/ft2.10-3 N.0182 W/m.0105(1. Koefisien perpindahan panas Untuk dapat memilih persamaan empiris yang akan digunakan.606 W/m.

1587 m2 Luas permukaan pipa: 0.BAB III Faktor diperkirakan mendekati 1.html (24 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .080 m2/m Panjang pipa yang diperlukan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Untuk pipa tembaga: Keliling pipa 1” rata-rata: Tahanan dinding pipa permeter pipa: Tahanan keseluruhan : Tahanan dinding pipa: Tahanan air: Tahanan gas: A=0. karena temperatur pipa diperkirakan hampir sama dengan temperatur air.

Sa1ah satu a1at penukar ka1or yang sederhana terdiri dari pipa panjang di da1am suatu pipa kedua. Kontak langsung a1at penukar ka1or terjadi sebagai contoh pada gas kalor yang terfluidisasi da1am cairan dingin untuk meningkatkan temperatur cairan atau mendinginkan gas. Kemudian di estimasi koefisien perpindahan kalor diantara kedua a1iran. Pada industri-industri kimia. a1at penukar ka1or biasanya digunakan untuk pemanasan dan pendinginan proses serta a1iran produk.BAB IV BAB IV ALAT PENUKAR KALOR Apabila kita berhubungan dengan dua macam zat cair atau gas di da1am proses yang akan saling bertukar ka1ornya. Alat penukar kalor berdasarkan fungsinya dapat digolongkan pada beberapa nama: 1. Exchanger: Memanfaatkan perpindahan kalor diantara dua fluida proses (steam dan air pendingin tidak termasuk sebagai fluida proses. Ana1isa dan desain yang dilakukan digunakan untuk mengaplikasikan secara praktis prinsip-prinsip dasar yang sudah dibahas sebelumnya. Kalor akan bertukar diantara fluida di da1am dan di luar pipa yaitu yang berada pada daerah anulus. tetapi merupakan utilitas). file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.html (1 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Pada kebanyakan sistem kedua fluida ini tidak mengalami kontak langsung. maka kita perlu membincangkan tentang atat penukar ka1or yang bersesuaian dengan material yang akan kita pindahkan. Lazimnya a1at penukar ka1or adalah sistim yang digunakan penukaran ka1or diantara dua fluida yang dibatasi oleh dinding pemisah.

Alat ini digunakan da1am industri ska1a kecil. Reboiler : Berfungsi sebagai pensup1ai kalor yang diperlukan bottom produk pada distilasi. Penukar ka1or pipa ganda (double pipe heat exchanger) Adalah a1at perpindahan ka1or yang terdiri dari dua pipa konsentris (pipa kecil sebagai sentra1. 8. Pipa ganda ini terdiri dari beberapa bagian: s s s s Gland (sambungan) Return head Return bend Tee Ukuran standar yang biasa terdapat pada Penukar ka1or pipa ganda: Diameter luar. 3. Boiler : Berfungsi untuk membangkitkan uap.1. Dimana satu fluida menga1ir lewat pipa da1am sedangkan fluida yang lain menga1ir lewat anutus. Alat penukar ka1or pipa a. 4. in file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Vaporizer: Berfungsi memekatkan cairan selain dari air. 6. Beberapa jenis a1at penukar ka1or yang banyak dipakai akan dibahas berikut ini. 7. dan sebagai bahan pemanas a1at ini menggunakan steam. Evaporator: Berfungsi memekatkan suatu larutan dengan cara menguapkan airnya. antara dinding pipa da1am dan dinding pipa luar. yang dibungkus oleh pipa yang lebih besar). Condenser: Berfungsi untuk mengembunkan uap atau menyerap ka1or laten penguapan. Cooler: Berfungsi mendinginkan fluida proses. Heater: Berfungsi memanaskan fluida proses. dan umumnya digunakan da1am ska1a laboratorium. Steam biasanya digunakan sebagai media pemanas. 4. dan sebagai bahan pendingin digunakan air. in Diameter dalam.html (2 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .BAB IV 2. 5.

1 terlihat suatu sketsa secara bagan dari jenis penukar ka1or ini. dan sebagainya. Gambar 4. Dinding ba1ik vertikal di sekitar pipa. yang dapat lebih memperlancar lagi pertukaran kalor. memaksa medium yang mengalir di sekeliling pipa. Penukar kalor pipa-tabung (shell and tube heat exchanger) Pada Gambar 4. Pilihan ini bergantung kepada berbagai keadaan yaitu sifat ada media (cair atau gas).1 memperlihatkan beberapa penyelesaian yang mungkin di1akukan. terdapat berbagai macam sistem. Dengan demikian dapat dicegah sudut mati dalam aparat. Seluruh alat terdiri dari seberkas pipa yang dipasang diantara plat pipa. terdapatnya kotoran padatan.html (3 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . untuk berubah arah beberapa ka1i. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. akan tetapi dengan demikian dapat pula memperbesar kecepatan aliran. viskositas.BAB IV 2 2½ 3 4 1¼ 1¼ 2 3 b. Adakalanya hal yang sebaliknya berlaku. Kadang-kadang medium yang akan didinginkan dibawa mela1ui pipa dan medium yang akan dipanaskan dibawa seke1i1ing pipa. Untuk menyangga beda muai antara pipa dan mantel. Untuk luas per1ukan perpindahan kalor antara 100-200 ft2 digunakan penukar kalor jenis pipa ganda. Kesemuanya dibedakan berdasarkan jalur pemasukan dan pengeluaran bahan yang akan dipanaskan atau didinginkan.

1.BAB IV Gambar 4. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Industri ska1a besar memerlukan alat perpindahan kalor dengan luas perpindahan kalor yang besar. Untuk itu lebih sesuai digunakan penukar kalor pipa tabung.html (4 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . titik tempat terjadinya kebocoran semakin banyak. dan karena banyaknya sambungan. Penukar kalor pipa tabung (shell and tube heat exchanger) Sedangkan untuk luas lebih besar dari 200 ft2 pemakaian pipa ganda akan memerlukan tempat yang luas.

sehingga udara digunakan sebagai pcndingin. 4. 4.3) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Biasanya a1at ini digunakan terutama pada industri makanan dan minuman karena alat ini mudah dibersihkan dan diperiksa kembali.2.2. Mempunyai bentuk yang baik untuk operasi bertekanan. Penukar ka1or pendingin udara Pemakaian alat ini adalah apabi1a air pendingin yang digunakan terbatas. (Gambar 4.html (5 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .BAB IV Keuntungan dari tipe ini: s s s s s Konfigurasi alat ini memberikan luas permukaan yang besar dalam volume yang kecil. Mudah dibersihkan. Zat yang satu menga1ir mela1ui rusuk-rusuk diantara kedua pelat sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4. Penukar kalor pe1at Alat penukar ka1or ini terdiri dari beberapa pelat yang tersusun di da1am bingkai yang besar.3. Menggunakan teknik fabrikasi yang sudah baik. Dapat dikonstruksi dari sejumlah besar material.

BAB IV Gambar 4.2. Penukar kalor pelat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.html (6 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. RD (hitung) UC = dot faktor = koefisien perpindahan ka1or dalam keadaan bersih.BAB IV Gambar 4. Dot faktor (tahanan kotoran) Tahanan kotoran adalah kotoran (kerak) yang terbentuk selama penukar kalor dioperasikan dan akan menyebabkan koefisien perpindahan kalor menjadi berkurang. Penukar kalor pendingin udara Masalah utama da1am perancangan alat perpindahan ka1or adalah: 1.html (7 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .3.

∆P antara 0. dalam batas-batas yang diizinkan yaitu: s s Untuk aliran uap dan gas. •P antara 5-10 psi.dTC = CCdTC dimana C = wCp Pada pernyataan ini dQh adalah kadar diferensial dimana kalor dipindahkan ke fluida dingin dari fluida panas melewati bagian diferensia1 dari penukar kalor. Harga ini merupakan batas tahanan yang maksimum.001 (ketentuan. Kita mulai dengan kesetimbangan kalor pada aliran dingin.1) dQh =(wCp)C.html (8 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . A1iran searah ini di sebut cocurrent flow dan a1iran berlawanan disebut countercurrent flow.125% RD(ketentuan).5-2 psi Untuk a1iran liquida (cairan).BAB IV UD = koefisien perpindahan kalor dalam keadaan kotor RD(ketentuan) = dot faktor maksimum. Nilai RD (hitung) harus 1ebih besar dari RD (ketentuan). W merupakan laju alira masa (mass file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Analisa-analisa kedua kasus ini agak berbeda. 2. 4..4.(4. Berkisar antara 100% . Kern. maka harga RD=O. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda Pada Alat Penukar Kalor Pipa Ganda aliran di da1am pipa dapat berupa aliran searah sepanjang pipa maupun aliran berlawanan.. Tabel 12. yang dihitung bila kedua permukaan pipa tidak dibersihkan. dimana setelah itu kalor yang diijinkan menjadi 1ebih kecil dari yang dibutuhkan. 1965). Penurunan tekanan Terjadi dalam masing-masing aliran. Bila dimisa1kan fluida yang 1ewat ada1ah fluida organik. sebagai berikut: .

Kita sekarang mendefinisikan perbedaan temperatur diantara bagian panas dan dingin sebagai: d(TH-TC)=d(•T) Dari persamaan (4.dA.1) dan (4.7) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor..2) dapat ditu1is: dan Substitusi persamaan (4..(4.2) dipero1eh: …(4..5) . panas yang hi1ang disamakan dengan f1uida panas untuk dibandingkan dengan fluida dingin. dan diperoleh: . dQh = -(wCp)HdTH = -CHdTH .. maka kesetimbangan untuk aliran panas hampir sama dengan aliran dingin.6) ada1ah diferensial. Untuk kesetimbangan panas keseluruhan. U. Jika tidak ada kehilangan panas dari penukar kalor.(4. dan tahanan konduksi dihubungkan dengan dinding pipa itu sendiri. dan bukan kapasitas kalor molar.4) …(4.. berlaku untuk setiap titik disepanjang aksis penukar ka1or. Tahanan-tahanan seri ini ditambahkan dan didefinisikan bahwa koefisien perpindahan kalor keseluruhan.(4..BAB IV f1ow rate) dan Cp adalah kapasitas kalor persatuan masa.6) Kesetimbangan panas persamaan (4.(TH -TC) .2) Kalor dipindahkan dari saluran panas ke aliran dingin melewati susunan tahanan termal.3) Dimana dA adalah luas pem1ukaan diferensia1 yang memisahkan kedua aliran.(4. Pendefinisian U meliputi pemilihan apakah kita menggunakan permukaan da1am atau permukaan 1uar dari pipa dalam untuk mendefinisikan dA.html (9 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . adalah: dQh = U. Terdapat tahanan konveksi pada permukaan pipa yang memisahkan dua aliran...1) dan (4.

Persamaan ( 4.(4. Diasumsikan bahwa koefisien keseluruhan U diketahui dan tidak tergantung pada arah aliran untuk bentuk geometri dan laju alir kedua aliran yang ditentukan. Selanjutnya diberikan dua contoh Untuk membedakan operasi cocurrent dengan counter current. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.13) Hasil ini sama dengan definisi yang sudah diutarakan pada ana1isa a1at penukar ka1or sebelumnya pada suatu penukar kalor single-tube...12) kita mendefmisikan apa yang disebut log-mean temperature difference (LMTD.12) Da1am persamaan (4.8 ) dapat ditulis menjadi: . Untuk aliran counter current diperoleh hasil yang sama.11) Jika persamaan-persamaan ini diatur kemba1i dapat diselesaikan laju perpindahan panas keseluruhan.BAB IV Sehingga persamaan (4. dengan sedikit perubahan tanda.. dengan hasil: . sehingga diperoleh: …(4.9) Persamaan diferensial untuk dT dapat diintegrasikan jika diasumsikan bahwa v ada1ah konstan disepanjang pipa.(4.(4.. sedangkan ∆T adalah perbedaan temperatur lokal diantara a1iran panas dan dingin.. temperatur rata-rata logaritmik) sebagai: .html (10 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM ..8) ∆T1 dan •T2 adalah perbedaan temperatur diantara kedua aliran pada ujung penukar panas.6) dapat ditulis sebagai: Dimana: ...(4.

pada suhu tetap atau hampir tetap. mungkin berupa campuran zat mampu kondensasi dan zat tak mampu kondensasi. atau campuran dua zat mampu kondensasi atau lebih.BAB 5 BAB V PERPINDAHAN KALOR DISERTAI PERUBAHAN FASA Perubahan fasa mencakup: Penambahan atau pengurangan energi termal dalam jumlag yang agak banyak. s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.1. Suhu kondensasi hanya bergantung pada tekanan sehingga proses kondensasi zat murni merupakan proses isotermal. Rugi-rugi gesekan di dalam kondenser biasanya cukup kecil. s Perpindahan kalor dari uap yang mengembun (kondensasi) Uap kondensasi mungkin terdiri dari sati zat saja.html (1 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . Kondensasi tetes (dropwise condensation) s Kondensat mula-mula membentuk inti nukleasi (tetesan). Tetesan-tetesan bergabung sehingga membesar dan mengalir ke bawah tabung karena pengaruh gaya gravitasi. s s Uap dapat mengembun menurut salah satu dari dua cara berikut: 1. sehingga kondensasi itu dapat dikatakan merupakan proses tekanan tetap. 5. Sangat tidak stabil dan sangat sukar dipertahankan sehingga metode ini jarang dipakai.

Suhu dinding dan suhu uap konstan. Kecepatan zat air pada dinding adalah nol. s s s 1. 2. Kondensat meninggalkan tabung pada suhu kondensasi. 5. Tabung Vertikal = koefisien lokal = konduktivitas termal untuk kondensat film = tebal film Koefisien rata-rata untuk tabung vertikal. selama aliran kondensat di dalam film itu laminar. nitrobenzen. gliserin.1) Dimana: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Kondensasi film (film-type condensation) § Lebih sering terjadi § Kondensat cair itu membentuk film atau suatu lapisan sinambung yang lalu mengalir di atas permukaan tabung karena pengaruh gaya gravitasi.BAB 5 s Terjadinya bergantung pada sifat zat cair.1.html (2 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .1. Koefisien untuk kondensasi film Asumsi: s Satu-satunya tahanan terhadap aliran kalor adalah yang disebabkan oleh lapisan kondensat yang mengalir ke bawah dalam aliran laminar karena pengaruh gaya gravitasi. Contoh: logam cair. ialah: …(5.

html (3 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . densitas. Pada tabung horizontal.3) untuk tabung vertikal diturunkan dengan pengandaian bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. rf. Catatan: 1. = pembebanan kondenat pada dasar tabung (lb/ft.BAB 5 mf. alir an film kondensat itu dapat dikatakan selalu laminar.1) dengan yang dieliminasi: 2.2) Dimana Tf = suhu rujukan Th = suhu uap yang kondensasi Tw = suhu permukaan luar dinding tabung Bentuk ekivalen persamaan (5. g = percepatan gravitasi. kf : …(5. Suhu rujukan untuk menentukan mf. kf = viskositas. Tabung Horizontal …(5. N = jumlah tabung dalam susunan. lb/ft. Persamaan (5.jam).1) dan (5.4) …(5.5) Dimana: Γ= pembebanan kondensat persatuan panjang tabung. konduktivitas lapisan film. rf.

baga vertikal dengan diameter ¾ in 16 BWG. Maka untuk perhitungan praktis.oF. Penyelesaian: Persamaan (5.1) an (5.BAB 5 aliran kondensat itu laminar.108 ft/jam2 L = 5 ft Suhu kondensi Th adalah 270 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. seret uap itu juga dapat menimbulkan keturbulenan pada lapisan kondensat sehingga koefisien film kondensasi menjadi jauh lebih besar.13.3) dibuat masing-masing 1. Besaran dalam persamaan (5.76 dan 1. Contoh 13. klorobenzene mengkondensasi pada tekanan atmosfer di dalam selongsongnya. Karena itu diperlukan perhitungan coba-coba (trial and error). koefisien pada persamaan (5.html (4 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . Jika koefisien sisi air adalah 400 BTU/jam. Berapakah koefisien itu dalam kondenser horizontal yang mempunyai tabung sebanyak itu juga. Kalor laten kondensasi klorobenzen adalah 139. Berapakah laju kondensasi klorobenzen dan pembebanan kondensat.3) yang dapat langsung ditentukan adalah: l= 139 BTU/lb g = 4.3) berlaku. Air pendingin dengan suhu rata-rata 175 oF mengalir di dalam tabung. Panjang tabung 5 ft. tetapi sifat-sifat kondensat harus dievaluasi pada suhu rujukan Tf. a.17. 2. suhu dinding Tw harus ditaksir dari h.1.2).7 BTU/lb. Dalam menghitung Tf. yang diberikan oleh persamaan (5. b. dkk 1985) Pada sebuah kondensor selongsong dan tabung (Shell and Tube) yang menggunakan tabung te. Bila kecepatan fase uap di dalam kondenser itu cukup besar.ft2. jika jumlah tabung rata-rata dalam susunan vertikal adalah 6. (Mc Cabe. yaitu koefisien film kondensat. Abaikan faktor pengotoran dan tahanan dinding tabung.

0625 ft Suhu dinding : Tw=175+33 = 208 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.3 (2.726 lb/ft. 1985) (lamp.75/12 = 0.4 lb/ft3 kf = 0.html (5 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . dari persamaan (5. dengan menggunakan koefisien 1. 10 Mc Cabe dkk.BAB 5 Suhu dinding Tw tentulah berada diantara 175 dan 270 oF.42) = 0. oF Viskositas film itu adalah: mf = 0.jam (lamp.083 BTU/ft.2) ialah: Tf = 27. I. 13 Mc Cabe dkk.jam.13 sebagaimana disarankan: Suhu dinding didapatkan dari persamaan : Do=0. 1985) Taksiran pertama h. Dianggap Tw = 205 oF Penurunan suhu ∆T = 270 – 205 = 65 oF Suhu rujukan.¾ (270 – 205) = 221 oF Densitas dan konduktivitas termal zat cair hanya mengalami perubahan kecil dengan suhu sehingga dianggap tetap pada nilai-nilai berikut: rf = 65.

0625 ft mf = 0.28 (2.BAB 5 Nilai ini cukup dekat dengan taksiran 205 oF sehingga perhitungan selanjutnya tidak diperlukan lagi. mT = laju kondensasi total.68 lb/ft.9815 ft2 Laju perpindahan kalor menyeluruh menjadi: = 179 (0.893 Btu/jam. Untuk kondensor horizontal digunakan pers.9815) (270 – 208) = 10.1963 (5) = 0.5) Koefisien untuk klorobenzen mungkin lebih besar dari bagian (a) sehingga suhu dinding Tw sekarang diperkirakan 215 oF.oF Selanjutnya diperiksa apakah aliran itu laminar seluruhnya.jam. (5. Pembebanan kondensat: dan b.jam file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (6 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . Luas permukaan luar setiap tabung ialah: Ao = 0.42) = 0. N=6 •To = 270 – 215 = 55 oF Do = 0. Koefisien h = 179 Btu/ft2.

BAB 5

Tw = 175 + 43 = 218 oF Nilai ini sesuai dengan nilai taksiran 215 oF sehingga tidak diperlukan lagi trial berikutnya. Koefisien h ialah 270 Btu/ft2.jam. oF.

5.2. Perpindahan kalor ke zat cair yang mendidih Contohnya pada operasi evaporasi, distilasi, pembangkitan uap, pengolahan minyak bumi, pengendalian suhu pada reaksi kimia zat cair yang mendidih. Untuk tabung horizontal yang terbenam didalam zat cair mendidih. …(5.7) Dimana: = koefisien perpindahan panas = viskositas uap = penurunan suhu melintas uap = konduktivitas termal uap = densitas zat cair, densitas uap Do = diameter luar tabung pemanasan = selisih rata-rata antara entalpi zat cair dan entalpi uap panas lanjut.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (7 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

…(5.8) = kalor laten penguapan Cp = kalor spesifik uap pada tekanan tetap = panjanng gelombang-gelombang yang terkecil yang amplitudonya dapat berkembang pada antar muka datar yang horizontal. …(5.9) = tegangan antarmuka antara zat cair dan uap. Contoh 13.2 McCabe dkk, 1985: Freon (CCl3F) didihkan pada tekanan atmosfer dengan tabung tercelup horizontal yang diameter luarnya 1,25 in. Titik didih normal freon ialah 74,8 oF. Dinding tabung berada pada suhu 300 oF. Sifat-sifat freon 11 adalah sebagai berikut: = 91,3 lb/ft3 = 78,3 Btu/lb = 0,013 cP = 19 dyne/cm Cp = 0,145 Btu/lb.oF kv=BTU/ft.jam.oF Hitung koefisien perpindahan kalor, ho, dan fluks kalor q/A. Penyelesaian: = 0,013 (2,42) = 0,0314 lb/ft.jam = 300 – 74,8 = 225,2 oF Suhu film uap rata-rata = (300+74,8)/2 = 187,4 oF
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (8 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

= 91,3 lb/ft3; BM=137,5 ; Do = 1,25/12 = 0,104 ft Pada suhu film rata-rata: Pada titik didih: Dari persamaan (5.8) : Dari persamaan (5.9) anggap gc/g = 1 lb/lbf.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (9 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

Evaporasi berbeda dari kristalisasi dalam hal penekanannya disini ialah pada pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. zat cair pekat itulah yang merupakan produk yang berharga dan uapnya biasanya dikondensasikan dan dibuang. Pengertian umum dari evaporasi ini adalah menghilangkan air dari larutan dengan mendidihkan larutan didalam tabung yang sesuai yang disebut evaporator. dan bukan zat padat.1. Dalam situasi-situasi tertentu. dalam suatu situasi tertentu. dan walaupun uap itu merupakan campuran. pelarut yang digunakan adalah air. Pendahuluan Evaporasi adalah salah satu kaedah utama dalam industri kimia untuk memekatkan larutan yang encer. Evaporasi bertujuan untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut yang tidak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. Evaporasi berbeda pula dari distilasi karena disini uapnya biasanya komponen tunggal. misalnya pada penguapan air asin untuk membuat garam. dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair.BAB VI BAB VI PROSES EVAPORASI 6. Air yang mengandung mineral seringkali diuapkan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Tetapi. garis pemisah antara evaporasi dan krista1isasi tidaklah dapat dikatakan tegas. Dalam kebanyakan proses evaporasi. dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha untuk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. Evaporasi dilaksanakan dengan menguapkan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. kadang-kadang zat cair yang sangat viskos. Sebab evaporasi kadangkadang menghasilkan lumpur kristal di dalam larutan induk. dalam evaporasi.html (1 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporasi tidak sama dengan pengeringan. kebalikannyalah yang benar. Lazimnya.

distilasi dan kristalisasi: Proses (1≠2) Evaporasi ≠ Pengeringan No. Proses-proses evaporasi skala besar sudah banyak dikembangkan dan digunakan untuk membuat air minum dari air laut. karena persyaratan khusus proses. Variasi dalam karakteristik cairan itulah (yang menuntut keahlian dan pengalaman para insinyur dalam merancang dan mengoperasikan evaporator) yang menyebabkan operasi ini meluas dari perpindahan kalor sederhana menjadi suatu seni tersendiri. Di sini hasil yang dikehendaki adalah air kondensasi. 2. Penyelesaian praktis terhadap masalah evaporasi sangat ditentukan oleh karakteristik zat cair yang akan dikonsentrasikan. sebagian besar dikembalikan ke laut. Hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan air dalam umpan yang dipulihkan.BAB VI mendapatkan hasil yang bebas zat padat untuk umpan ketel didih. Teknik ini biasa disebut disti1asi air (water distillation). Berikut ini adalah beberapa sifat penting dari zat cair yang divaporasikan. Permasalahan disini adalah pemekatan larutan Permasalahan: pembuatan zat padatatau kristal.html (2 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Biasa disebut distilasi air. Jika uap berupa campuran. tetapi dari segi teknik proses itu adalah evaporasi. Konsentrasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporasi ≠ Kristalisasi 1. Evaporasi ≈Kristalisasi : contohnya pada penguapan air asin untuk membuat garam Evaporasi ≈ Distilasi : contohnya pada penguapan air yang mengandung mineral untuk umpan ketel (boiler). Evaporasi ≠ Distilasi 1. 2. dan untuk konsumsi manusia. kadang-kadang zat cair yangsangat viskos Sisa penguapan adalah zat padat Uap biasanya komponen tunggal. 2. tidak ada usaha untuk memisahkan menjadi fraksi-fraksinya Uap sering berupa campuran dan akan dipisah menjadi fraksi-fraksinya. tetapi dari segi proses adalah evaporasi.Proses 1. Keterangan Sisa penguapan adalah zat cair. Tabulasi perbedaan evaporasi dengan pengeringan.

Bi1a kerak itu keras dan tak dapat larut.BAB VI Walaupun cairan encer yang diumpankan ke dalam evaporator mungkin cukup encer sehingga beberapa sifat fisiknya sama dengan air. kristal-kristal ini harus dipisahkan karena. Pembentukan busa Beberapa bahan tertentu. Busa yang stabi1 akan ikut ke luar evaporator bersama uap. Jika zat cair jenuh didihkan terns. larutan itu akan makin bersifat individual. Densitas dan viskositasnya meningkat bersamaan dengan kandungan zat padatnya. pembersihan itu tidak mudah dan memakan biaya.html (3 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . maka akan terjadi pembentukan kristal. lebih-Iebih zat-zat organik. Kepekaan terhadap suhu Beberapa bahan kimia berharga. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Kerak Beberapa larutan tertentu menyebabkan pembentukan kerak pada permukaan pemanasan. Bisa menyebabkan tabung evaporator tersumbat. keseluruhan masa zat cair itu mungkin meluap ke dalam saluran uap keluar dan terbuang. Hal ini menyebabkan koefisien menyeluruh makin lama makin berkurang sampai akhimya kita terpaksa menghentikan operasi evaporator untuk membersihkannya. tetapi jika konsentrasinya meningkat. Dalam mengkonsentrasikan bahanbahan seperti itu diperlukan teknik khusus untuk mengurangi suhu zat cair dan menurunkan waktu pemanasan. hingga larutan itu menjadi jenuh. Titik didih larutanpun dapat meningkat dengan sangat cepat bila kandungan zat padatnya bertambah. dan menyebabkan banyaknya bahan yang terbawa ikut. bahan kimia farmasi. sehingga suhu didih larutan jenuh mungkin jauh lebih tinggi dari titik didih air pada tekanan yang sama. membusa pada waktu diuapkan. atau jika tidak. Dalam hal-hal yang ekstrim. dan bahan rnakanan dapat rusak bila dipanaskan pada suhu sedang selama waktu yang singkat saja. menjadi terlalu lamban sehingga tidak dapat melakukan perpindahan kalor yang memadai.

namun proses ini tidak efektif dalam penggunaan uap. uap dari zat cair yang mendidih dikondensasikan dan dibuang. pembebasan gas pada waktu mendidih. antara lain kalor spesifik. dan uap dari evaporator kedua dimasukkan ke dalam kondenser. dan timba1.3 lb uap. nikel. maka operasi ini akan menjadi efek dua ka1i atau efek-dua (double effect). evaporator sebaiknya dibuat dari baja. Oleh karena bahan-bahan ini relatif mahal. Metoda ini disebut sebagai evaporasi efek-tunggal (single-effect evaporation). aluminium. Uap yang digunakan biasanya adalah uap bertekanan rendah. Berkurangnya suhu didih zat cair menyebabkan beda suhu antara uap dan zat cair yang mendidih itu meningkat. diperlukan 1 sampai 1. Bahan yang dievaporasikan biasanya mengalir di dalam tabung. Banyak karakteristik lain zat cair juga perlu mendapat perhatian dari perancang evaporator.html (4 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . radioaktivitas. grafit tak-tembus. zat cair yang mendidih biasanya berada da1am vakum sedang. dibawah 3 atm abs. yaitu sampai kira. Walaupun sederhana. dengan demikian laju perpindahan kalor di da1am evaporator itu meningkat pula. Evaporator mana yang dipilih untuk suatu masalah tertentu bergantung terutarma pada karakteristik zat cair itu. maka laju perpindahan kalor harus tinggi agar dapat menurunkan biaya pokok peralatan. baja tahan karat.05 atm abs. titik beku.BAB VI Bahan konstruksi Bila memungkinkan.kira 0.2. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. atau menjadi terkontaminasi oleh bahan itu. banyak larutan yang merusak bahan-bahan besi. 6. Karena itu digunakan juga bahan-bahan konstruksi khusus seperti tembaga. Untuk menguapkan l lb air dari larutan. dan persyaratan operasi steril (suci hama. Oleh karena adanya variasi dalam sifat-sifat zat cair maka dikembangkan berbagai jenis rancangan evaporator. Jenis-Jenis Evaporator Kebanyakan evaporator dipanaskan menggunakan uap yang dikondensasikan di atas tabungtabung logarm. bahaya ledak. sifat racun. kalor konsentrasi. Bila kita menggunakan satu evaporator saja. Jika uap dari satu evaporator dimasukkan ke dalam rongga uap (steam chest) evaporator kedua. Akan tetapi.

Evaporator tabung horizontal 2. Evaporator tabung horizontal biasanya digunakan untuk kapasitas yang kecil dan untuk mengevaporasikan larutan yang encer dan larutan ini tidak berbusa dan tidak meninggalkan deposit padatan pada tabung evaporator .1 adalah merupakan evaporator jenis klasik yang telah lama digunakan. yang tergantung pada perbedaan suhu keseluruhan. suhu didih. Sirkulasi paksa . Aliran ke bawah (film-jatuh) c. menjadi harmpir lipat dua.BAB VI Ka1or uap yang semula digunakan lagi da1am efek yang kedua. dan evaporasi yang didapatkan oleh satu satuan masa uap yang diumpankan ke da1am efek pertama. ini bermanfaat khususnya untuk mengevaporasikan larutan yang viskos. Koefisien keseluruhan yang berada antara 200-400 Btu/jam. Evaporator.html (5 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Efek ini dapat ditambah lagi dengan cara yang sama.ft2. Sebagai hasilnya maka pada evaporator jenis ini dijumpai koefisien perpindahan panas keseluruhan yang lebih rendah berbanding pada evaporator jenis lain. Metoda yang umum digunakan untuk meningkatkan evaporasi per lb uap dengan menggunakan sederatan evaporator antara penyediaan uap dan kondenser itu disebut sebagai evaporasi efek-berganda (multiple effect evaporation). dan sifat larutan yang dievaporasikan. Larutan yang akan dievaporasikan berada di luar tabung horizontal dan uap mengalir di dalam tabung horizontal. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.2.vertikal tabung panjang a. Tabung horizontal diliputi dan dikelilingi oleh sirkulasi yang alami dari cairan yang mendidih sehingga meminimumkan pengadukan cairan. 3.0F (1100-2300 W/m2K) akan didapatkan.1 Evaporator Tabung-Horizontal Evaporator tabung-horizontal sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 6. Evaporator film aduk 6. Aliran ke atas (film-panjat) b. Jenis-jenis utama evaporator tabung dengan pemasukan uap yang lazim dipakai adalah: 1.

html (6 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

1. Pada evaporator satu lintas. Pada kedua evaporator ini larutan mendidih di dalam tabung vertika1 dan media pemanas di luar tabung vertikal. Media pemanas yang digunakan biasanya uap yang terkondensasi.BAB VI Gambar 6. uapnya lepas dan keluar dari unit itu sebagai cairan pekat. Evaporator satu 1intas dan evaporator sirku1asi ditunjukkan pada Gambar 6.html (7 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Seluruh evaporasi dilaksanakan dalam satu lintas (lawatan) saja. Evaporator Satu Lintas Dan Evaporator Sirkulasi Evaporator dapat dioperasikan sebagai unit satu lintas atau sebagai unit sirkulasi.2 dan Gambar 6.2.3 secara berturutan. Evaporator ini merupakan pengembangan dari evaporator tabung-panjang.2. Evaporator Tabung Horizontal 6. terdapat beberapa lubang keluaran cairan atau produk dan tidak hanya satu seperti ditunjukkan pada Gambar 6. Pada instalasi yang besar. dan cairan yang tidak menguap mengalir ke bawah dan keluar melalui anulus yang terletak di bahagian dasar evaporator. Pendidihan atau pemanasan cairan di dalam tabung akan menyebabkan aliran naik ke atas melewati tabung. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.2. cairan umpan dilewatkan melalui tabung hanya satu kali lewat saja.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (8 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

cairan pekat itu hanya sebentar saja berada dalam suhu didihnya. dan dapat didinginkan dengan cepat begitu keluar dari evaporator. sehingga evaporator jenis ini sesuai untuk operasi efek berganda. tetapi evaporator film jatuh (falling-film evaporator) dan evaporator film panjat (climbing film-evaporator) dapat pula dioperasikan dengan cara ini. Dengan sekali lewatan cepat melalui tabung-tabung evaporator. Evaporator film aduk (agitated film evaporator) selalu dioperasikan dalam satu lintas saja.2. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (9 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . di mana pemekatan tota1 terbagi-bagi dalam beberapa efek.BAB VI Gambar 6. Evaporator satu lintas Rasio evaporasi terhadap umpan dalam unit satu lintas itu adalah terbatas. Suhu zat cair dapat dijaga rendah dengan mengoperasikan unit ini dalam vakum tinggi.

html (10 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

dan titik didihnya selalu mendekati maksimum.BAB VI Gambar 6. Umpan masuk akan bercampur dengan zat cair di dalam kolam. sehingga hanya sebagian saja dari keseluruhan evaporasi yang berlangsung dalam satu lewatan.html (11 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . sebagian dari zat cair itu mungkin tertahan di dalam evaporator selama beberapa waktu. Evaporator sirkulasi Pada evaporator sirkulasi (circulation evaporator) terdapat suatu kolam zat cair di dalam alat itu. akan terpanaskan hingga suhu yang kelewat tinggi. Alal ini dapat dioperasikan dengan sirkulasi alamiah. harus selalu berada dalam konsentrasi maksimum. Sebagian dari zat cair itu dengan demikian.3. di lain pihak. dapat beroperasi dengan jangkau konsentrasi yang cukup luas antara umpan dan cairan pekat dalam satu unit saja. Evaporator sirkulasi tidak terlalu cocok untuk memekatkan zat cair yang peka terhadap panas. Pemanasan yang terlalu lama atas sebagian kecil sajapun dari bahan peka-panas seperti makanan akan dapat menyebabkan keseluruhan produk itu rusak. Walaupun waktu menetap (residence time) zat cair itu dalam zone pemanasan barangkali singkat saja. Cairan pekat dari evaporator sirkulasi dikeluarkan dari kolam. tetapi zat cair itu akan berulang kali berada dalam kontak dengan tabung panas. Zat cair yang tidak menguap dikeluarkan dari tabung dan kembali ke kolam. dimana aliran berlangsung melalui tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. koefisien perpindahan kalornya akan cenderung rendah. suhu zat cair lindak dapat dijaga pada tingkat yang tidak merusak. evaporator film panjat biasanya adalah unit sirkulasi. Dengan menggunakan vakum yang cukup baik. dan campuran itu lalu dialirkan melalui tabung-tabung evaporator. maka konsentrasi. Semua cairan dalam kolam. serta densitas. Oleh karena zat cair yang masuk tabung itu mengandung beberapa bagian cairan pekat di dalam setiap bagian umpan. Evaporasi sirkulasi paksa semuanya dioperasikan dengan cara ini. viskositas. Evaporator sirkulasi. dan cocok pula untuk evaporasi efek tunggal. Akibatnya. oleh karena itu.

di mana aliran dilaksanakan dengan pompa. maupun titik didih larutan.BAB VI dengan disebabkan oleh perbedaan densitas. dan koefisien perpindahan panasnya menjadi kecil.2. tabung-tabung didalamnya dipasang secara rolling dan welding dan tidak secara packing seperti pada evaporator tabung horizontal.ft2. larutan yang mudah membentuk busa atau untuk menguapkan larutan dalam masa yang singkat. Sehingga kedua-dua evaporator vertikal ini adalah sangat berguna untuk kebanyakan proses evaporasi. sirkulasi alami yang dihasilkannya mempunyai kecepatan 1 hingga 3 ft/detik sehingga koefisien perpindallan panas pada evaporator ini lebih tinggi dibandingkan evaporator tabung horizontal yaitu pada rentang 200.4 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun vertikal dan berada di dalam tabung. dapat pula dengan sirkulasi paksa. Evaporator ini dapat digunakan untuk larutan yang membentuk deposit padatan. Kedua evaporator satu lintas dan evaporator sirku1asi juga mempunyai kelebihan operasional berbanding dengan evaporator tabung horizontal. akan tetapi untuk evaporator jenis sirkulasi.oF (1100-2800 W/m2K) tergantung kepada baik sifat larutan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.4 dan Gambar 6.5. maka aliran sirkulasi yang terjadi akan bergerak dengan lambat. Evaporator ini juga dapat menangani cairan yang viskos. Evaporator Sirkulasi Paksa Evaporator sirkulasi paksa mempunyai bentuk seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6. karena padatan yang terbentuk di dalam tabung dapat dihilangkan dengan pembersihan mekanis.html (12 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . perbedaan suhu keseluruhan. akan tetapi tidak sesuai untuk digunakan untuk mengevaporasikan larutan yang sangat viskos. Pada evapoator satu lintas dan juga evaporator sirkulasi. Gambar 6.500 Btu/jam.3. 6. Pada kedua jenis ini.

html (13 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

pada saat cairan memasuki ruang kosong di dalam tabung.html (14 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .5 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun horizontal dan terletak terpisah dengan tabung. Pada evaporator sirkulasi paksa.4. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Pemanas Vertikal di dalam Tabung Gambar 6. caitan yang akan dievaporasikan dipompakan melewati penukar panas (heat exchanger) dimana media pemanas mengelilingi pipa-pipa yang membawa cairan yang akan dievaporasikan.BAB VI Gambar 6. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Gabungan penurunan tekanan dan head hidrostatik di dalam alat ini adalah cukup besar untuk mencegah larutan mendidih di dalam pipa penukar panas. sehingga uap yang dihasilkan akan tersembur keluar.

5. di dalam ruang kosong diletakkan sekat yang berguna untuk memisahkan uap dari larutan yang masih ada.5. dari pada evaporator dengan permukaan perpindahan panas yang terletak di da1am badan tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Elemen Pemanas Terpisah Horizontal Karena kecepatan semburan ada1ah tinggi. Evaporator sirkulasi paksa yang moderen biasanya ditengkapi dengan pemanas yang terletak di luar tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6. Desain sekat yang tepat diperlukan untuk mencegah penggabungan gelembung-gelembung kecil cairan dan juga untuk mencegah perubahan arah dari aliran cairan.html (15 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI Gambar 6.

koefisien perpindahan panas akan bergantung kepada kecepatan sirkulasi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan sifat-sifat sistem. adalah merupakan hal yang penting untuk mencegah pendidihan di dalam pipa-pipa elemen pemanas. Hal ini tidak dapat dilakukan dengan mudah jika permukaan penukar panas berada di dalam badan evaporator.6. pendidihan akan terjadi disepanjang pipa-pipa pemanas. (2) sebuah separator (pemisah) atau ruang uap (vapour space) untuk memisahkan zat cair yang terbawa ikut dari uap. Pada evaporator dengan pemanasan di luar . Pendidihan ini akan meningkatkan kejatuhan larutan dan menjadikan koefisien pendidihan menjadi dua ka1i lebih besar berbanding dengan tanpa pendidihan. pendidihan dapat dengan mudah dicegah dengan cara meletakkan pemanas pada posisi yang lebih rendah dibandingkan letak ruang pelepasan. Evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas terpisah juga merupakan evaporator yang berbentuk lebih kompak sehingga dapat dipasang pada ruang dengan tinggi atap yang rendah. Penggunaan pemanas di luar tabung akan menjadikan evaporator ini lebih sering digunakan karena pembersihan pipa-pipa pemanas dan penggantian pipa-pipa yang mengalami korosi lebih mudah dilakukan. Pada tingkat sirkulasi yang rendah. Dalam mengevaporasikan cairan umpan. dan zat cair yang akan dipekatkan di dalam pipa/tabung. untuk mengurangi terbentuknya endapan-endapan padatan di dalam pemanas.BAB VI 6. titik didih. Evaporator Vertikal Tabung Panjang Contoh evaporator vertikal tabung panjang dengan alian zat cair ke atas terlihat pada Gambar 6. sebuah kaki pemulang (return leg) untuk mengembalikan zat cair dari separator ke bagian bawah penukar panas.4. dan (3) bila a1at ini dioperasikan sebagai unit sirkulasi. sehingga kecepatan sirkulasi keseluruhan yang melalui pipa adalah beberapa kali lebih besar dari kecepatan umpan. Fraksi dari cairan yang menguap ketika melewati pipa akan menjadi kecil.html (16 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .2.4. Pada evaporator sirkulasi paksa. Tabung-tabungnya biasanya mempunyai panjang 12 hingga 20 ft dengan diameter 1 sampai 2 inci. 6. Bagian-bagian utama evaporator jenis ini ialah : ( 1) sebuah penukar panas jenis tabung dengan uap dalam selongsong.

6 hanya dapat bekerja sebagai unit sirkulasi saja. biasanya pada suhu disekitar suhu kamar. Dari tabung itu. Fraksi yang diuapkan pada evaporator ini biasanya lebih besar dibandingkan pada operasi sirkulasi paksa. Pada zone ini gelembung uap berganti-ganti dengan potongan zat cair dalam tabung naik dengan cepat melalui tabung dan keluar dengan kecepatan tinggi dari ujung atas tabung. Umpan jtu mengalir ke atas di dalam tabung sebagai zat cair pada jarak tertentu. Busa itu akan pecah bila campuran zat cair dan uap berkecepatan tinggi menumbuk sekat di bagian kepala uap. Di dalam zat cair itu terbentuk gelembung-gelembung sehingga meningkatkan kecepatan liniernya dan meningkatkan laju perpindahan panas. agar pembersihan lebih mudah djlakukan. penukar panas dari evaporator ini dapat diletakkan di luar badan evaporator. Zat cair dan uap mengalir ke atas di dalam tabung sebagai akibat dari peristiwa didih zat cair yang terpisah kembali ke dasar tabung dengan gravitasi. sambil menerima kalor dari uap. Jika diperlukan. Tingkat evaporasi tiap-tiap lewatan (pass) pada jenis ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan jenis-jenis evaporator sirkulasi lainnya dan evaporasi masih dapat ditingkatkan dengan menambah panjang tabung-tabung pemanas atau dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. lubang keluar masing-masing untuk uap. Selain itu evaporator ini juga sangat berguna untuk digunakan menangani material yang sensitif terhadap panas karena evaporator ini dapat dioperasikan tanpa proses resirkulasi. gelembung itu bertambah besar dengan cepat. Umpan encer. sehingga kecepatan linier uap menjadi jauh berkurang. akan tetapi evaporator vertikal tabung panjang sangat efektif untuk memekatkan cairan yang mempunyai kecenderungan untuk berbusa. campuran zat cair selanjutnya masuk ke dalam separator. Di dekat puncak tabung. Walaupun evaporator ini tidak dapat digunakan untuk zat cair yang viskos. yang tidak panjang. Untuk membantu pemisahan tetes-tetes zat cair. cairan pekat.html (17 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dan gas takmampu kondensasi yang terkandung dalam uap. uap itu dibuat menumbuk seperangkat sekat.BAB VI Alat itu mempunyai lubang masuk masing-masing untuk zat cair umpan dan untuk uap. kondensat uap. Diameter separator itu lebih besar dari diameter penukar panas. Evaporator seperti Gambar 2. lalu mengalir melewati sekat itu sebelum keluar dari separator. masuk ke dalam sjstem dan bercampur dengan zat cair yang kembali dari separator.

BAB VI mendinginkannya. Koefisien perpindahan panas evaporator ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Nusselt. Pendistribusian harus dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga level cairan.html (18 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. misalnya dengan menyemprotkan cairan ke dinding tabung. Masalah yang mungkin timbul dalam mengoperasikan evaporator ini adalah pada saat mendistribusikan zat cair ke dalam tabung-tabung atau tube.

seperti air jeruk.html (19 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .6. dan yang mengharuskan waktu kontak yang singkat sekali dengan permukaan panas dapat diatasi dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporator Film Jatuh Masalah pemekatan bahan-bahan yang sangat peka terhadap panas.5.BAB VI Gambar 6. Evaporator Vertikal Tabung Panjang 6.2.

kemudian keluar dari bawah. dan korosif. Atau. kuantitas zat cair berkurang secara kontinu selama ia mengalir dari puncak tabung ke dasarnya. Masalah utama dengan evaporator film-jatuh ialah dalam mendistribusikan zat cair itu secara seragam menjadi film di bagian dalam tabung. Evaporator ini bentuknya menyerupai sebuah penukar panas jenis tabung.BAB VI evaporator film jatuh. zat cair masuk dari atas. Pada evaporator film-jatuh satu lintas. dan distributor/penyebar zat cair di atas.html (20 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Cara lain ialah dengan menggunakan nosel penyemprot di dalam setiap tabung. dan keluar dari bagian bawah unit itu. dapat pula dipasang distributor 'kalajengking' dengan lengan-lengan radial untuk menyemprotkan umpan dengan laju stedi ke dalam permukaan dalam setiap tabung. Tabung-tabung itu diberi sisip pada ujungnya yang memungkinkan zat cair mengalir dengan teratur ke setiap tabung itu. yang panjang.7 merupakan evaporator yang banyak digunakan untuk tujuan tersebut karena dapat menangani file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. angka Reynolds fi1m-jatuh harus lebih besar dari 2000 pada setiap titik di dalam tabung. 6. vertikal. berdiameter 2 hingga 10 inci.6. Uap yang keluar dari zat cair itu biasanya terbawa turun bersama zat cair.2. Evaporator Film Turbulen Akhir-akhir ini banyak dikembangkan evaporator modern yang bertujuan untuk menangani bahan yang viskos. Alat ini juga sesuai sekali untuk memekatkan zat cair viskos. Hal ini memungkinkan volume aliran yang lebih besar melalui tabung dibandingkan dengan pada operasi sekali lintas. Bila sirkulasi dapat dilakukan tanpa menimbulkan kerusakan pada zat cair. Untuk mendapatkan perpindahan kalor yang baik. Selama berlangsung evaporasi. Hal ini dilakukan dengan menggunakan seperangkat plat logam berlubang-lubang (perforasi) yang ditempatkan lebih tinggi di atas plat tabung yang dipasang dengan teliti agar benar-benar horisontal. Tabung-tabungnya biasanya agak besar. Evaporator film-turbulen sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6. peka. distribusi zat cair pada lubang itu dapat dipercepat dengan melakukan daur ulang zat cair itu ke puncak tabung. Evaporator filmjatuh tanpa sirku1asi dengan waktu tinggal yang sangat singkat dapat menangani produk-produk yang peka yang tidak dapat ditangani dengan cara lain. lalu mengalir ke bawah di dalam tabung panas itu dalam bentuk film. sehingga jum1ah pemekatan yang dapat dilaksanakan da1am satu lewatan terbatas seka1i. dan dilengkapi dengan separator zat cair uap di bawah.

di mana di dalam tabung itu terdapat sebuah pengaduk. Cara lain untuk meningkatkan keturbulenan ada1ah dengan pengadukan mekanik terhadap film zat cair itu.7. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. setiap cara yang dapat mengurangi tahanan itu akan memberikan perbaikan yang berarti terhadap koefisien perpindahan panas menyeluruh. lebih-lebih yang menggunakan sirkulasi paksa.html (21 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporator itu merupakan modifikasi daripada evaporator film jatuh yang mempunyai tabung tunggal bermantel. tahanan pokok terhadap perpindahan panas menyeluruh dari uap kepada zat cair yang mendidih di dalam evaporator terletak pada sisi-sisi zat cair. Oleh karena itu. Di dalam separator. Tetesan-tetesan itu bergabung (koalesensi) pada plat ini dan kembali ke bagian evaporasi.BAB VI baik bahan yang viskos. Umpan masuk dari puncak bagian bermantel dan disebarkan menjadi film tipis yang sangat turbulen dengan bantuan daun-daun vertika1 agitator (pengaduk) itu. berlumpur bahkan kering. Dalam evaporator tabung panjang. Pada evaporator ini. Konsentrat keluar dari bawah bagian bermantel. Uap bebas zat cair itu lalu keluar melalui lubang ke luar pada bagian atas unit itu. Zat cair itu sangat turbulen. zat cair yang terbawa ikut dilemparkan ke arah luar oleh daun-daun agitator. dan laju perpindahan kalorya besar. seperti dalam evaporator pada Gambar 6. uap naik dari zone penguapan masuk ke dalam bagian tak bermantel yang diametemya agak lebih besar dari tabung evaporasi. kecepatan zat cair di dalam tabung itu tinggi. sehingga menumbuk plat-plat vertikal yang stasioner.

Dengan bahan-bahan yang sangat viskos.html (22 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI Gambar 6. Sebagaimana juga pada evaporator jenis lain.7. Evaporator film Turbulen Keunggulan utama dari evaporator film aduk ialah kemampuannya menghasilkan laju perpindahan kalor yang tinggi pada zat cair viskos. Produk evaporasi bisa mencapai viskositas sampai setinggi 1000 P pada suhu evaporasi. tetapi dalarn rancang ini penurunan itu cukup 1ambat. koefisien menye1uruh turun dengan cepat bila viskositas naik. koefisien itu nyata lebih besar dari yang didapatkan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

yang mungkin memerlukan perawatan dan pemeliharaan dan kapasitas setiap unitnya kecil. demikian juga halnya dengan kesan dari konsentrasi zat cair sewaktu berada pada titik didihnya. U. semua kalor yang berpindah melalui permukaan pemanas dapat digunakan untuk evaporasi. adanya bagian-bagian dalam yang bergerak. dan jauh lebih besar daripada unit sirkulasi alamiah.3. koefisien perpindahan panas menyeluruh. Kapasitas didefinisikan sebagai banyaknya pon air yang diuapkan perjam. Untuk larutan ideal. menurut definisi dari koefisien perpindahan kalor menyeluruh. maka laju perpindahan panas q melalui permukaan pemanasan suatu evaporator. kalor yang diperlukan untuk memanaskannya sampai suhu didih mungkin cukup tinggi. antibiotika dan sari buah. Kapasitas Evaporator Untuk evaporator jenis tabung dengan pemanasan uap. jauh di bawah kapsitas evaporator bertabung banyak. Jika zat cair dievaporasikan. Kelemahannya ialah biayanya yang tinggi. kesan kedalaman cairan dan percepatan perlu untuk diketahui. maka performa evaporator diukur berdasarkan atas kapasitas evaporator tersebut. Jika zat terlarut bersifat non volatil dan untuk operasi evaporasi. lateks karet. karena kalor yang digunakan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI pada evaporator sirkulasi paksa. seperti gelatin. dan penurunan suhu menyeluruh ∆T. Evaporator fi1m aduk sangat efektif dengan produk viskos yang peka panas.html (23 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Jika umpannya dingin. A. dan kapasitasnya menjadi q. atau: Jika umpan masuk evaporator itu berada pada suhu didih sesuai dengan tekanan absolut ruang uapnya. yaitu hasil kali dari tiga faktor: luas permukaan perpindahan panas. sehingga kapasitasnya untuk suatu nilai q tertentu akan berkurang sesuai dengan itu. 6. kesan konsentrasi dapat diestimasi dengan menggunakan hukum Raoult dan Dalton sebagai berikut: dimana a dan b merupakan simbol untuk menyatakan solute (zat terlarut) dan solvent (pelarut) secara berturutan.

html (24 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . tetapi dalam jangkau yang sedang. Namun. titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih air mumi. jika tekanannya diketahui. titik didihnya dapat dibaca dari tabel uap. kenaikan titik didih itu dapat dicari dengan mudah dengan menggunakan aturan empirik yang dikenal sebagai kaedah Duhring yang menyatakan bahwa titik didih suatu larutan tertentu merupakan fungsi linier dari titik didih air mumi pada tekanan yang sama. Tekanan uap kebanyakan larutan dalam air lebih kecil dari tekanan uap air pada suhu yang sama. Pada beberapa evaporator. dan kapasitas evaporator akan lebih besar dari yang ditunjukkan q. Untuk larutan pekat. Kenaikan titik didih ini harus dikurangkan dari penurunan suhu yang diramalkan dari tabel uap. pada perbedaan tekanan antara rongga uap-pemanas dan ruang uap hasil evaporasi di atas zat cair mendidih itu. Kenaikan titik didih di atas titik didih air ini dikenal sebagai kenaikan titik didih larutan. dalam evaporator nyata titik didih larutan dipengaruhi oleh dua faktor. kita dapatkan pula garis-garis yang berbeda. garis-garis itu sangat mendekati lurus. sebagian dari umpan akan menguap secara spontan melalui penyeimbangan adiabatik dengan tekanan ruang-uap.BAB VI memanaskan umpan tidak dapat digunakan untuk evaporasi. kaedah ini tidak eksak. jika titik didih larutan digambarkan terhadap titik didih air pada tekanan yang sama. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. walaupun tidak selalu harus sejajar. yaitu kenaikan titik didih dan tinggi tekan zat cair . serta pada kedalaman zat cair itu di atas permukaan pemanasan. Akibatnya untuk suatu tekanan tertentu. sebagaimana jika kita membaca suhu uap yang kondensasi. Sebaliknya. Jadi. jika umpan itu berada pada suhu di atas titik didih pada ruang uap. Proses ini disebut evaporasi kilatan (f1ash evaporation). Untuk konsentrasi yang berlainan. Bila zat cair itu mempunyai karakteristik seperti air murni. akan didapat suatu garis lurus. Penurunan suhu nyata melintas permukaan pemanasan bergantung pada larutan yang diuapkan. Nilainya kecil untuk larutan encer dan larutan koloida organik. Jika jangkau tekanan terlalu besar. tetapi bisa sampai setinggi 150oF pada larutan pekat garam anorganik. kecepatan zat cair di dalam tabung juga dipengaruhi oteh penurunan suhu karena adanya rugi gesekan di dalam tabung yang meningkatkan tekanan efektif zat cair itu.

Koefisien menyeluruh ialah kebalikan dari tahanan menyeluruh itu. Besarnya pengurangan tidak dapat ditaksir secara kuantitatif. Pada kebanyakan evaporator.html (25 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. maka harus ada ventilasi untuk membuang gas-gas tak-mampu kondensasi itu dari rongga uap pemanas dan mencegah udara masuk bila tekanan uap lebih rendah dari tekanan atmorfir . lebih-lebih bila tinggi permukaan dan kecepatan zat cair itu tinggi. Koefisien film uap selalu tinggi. Oleh karena adanya gas yang tak-mamppu kondensassi dapat menyebabkan turunnya koefisien film uap. oleh karena itu. Tetapi. rugi gesekan di dalam tabung akan meningkatkan lagi tekanan rata-rata zat cair itu. Fluks kalor dan kapasitas evaporator dipengaruhj oleh perubahan beda suhu maupun perubahan koefisien perpindahan kalor. Penurunan suhu itu ditentukan oleh sifat-sifat uap dan zat cair yang mendidih.BAB VI Jika kedalaman zat cair di dalam evaporator itu cukup besar. dan tahanan dari zat cair yang mendidih. Kenaikan titik didih ini akan menyebabkan kekurangan penurunan suhu rata-rata antara uap dan zat cair dan mengurangi kapasitas. tetapi efek kualitatif daripada tinggi-tekan zat cair itu dapat diabaikan. bila kecepatan zat cair itu besar. Disamping itu. tahanan dinding tabung. titik didih yang berkaitan dengan tekanan di dalam ruang uap ialah titik didih lapisan permukaan zat cair itu saja. dan biasanya diabaikan dalam perhitungan evaporator. bukanlah merupakan fungsi konstruksi evaporator. titik didih zat cair di dalam tabung lebih tinggi dari titik didih yang ditunjukkan oleh tekanan ruang uap. dan dengan demikian koefisien yang lebih tinggi lagi. juga jika kondensasi itu kondensasi film. Tahanan menyeluruh terhadap uap dan zat cair mendidih ialah jumlah dari lima macam tahanan tersendiri: tahanan film uap. Tetapi. dalam evaporator film aduk. dinding tabung biasanya agak tebal. dan kecuali karena pengaruh tinggi tekan hidrostatik. dua buah tahanan kerak. faktor penggotoran uap kondensasi dan tahanan dinding tabung biasanya sangat kecil. koefisien menyeluruh sangat dipengaruhi oleh rancang evaporator dan metode operasinya. Untuk mendapatkan kondensasi tetes. Suatu tetesan zat cair yang berada pada jarak Z ft di bawah permukaan berada pada tekanan ruang uap di tambah tinggi-tekan Z ft zat cair. yaitu di dalam tabung dan di luar tabung. dan karena itu titik didihnya lebih tinggi. kepada arus uap itu biasanya ditambahkan promotor. sehingga tahanannya mungkin merupakan bagian yang cukup penting dari keseluruhan tahanan. Dalam evaporator nyata.

jam. Nilai konsumsi uap merupakan hasil bagi antara kapasitas dengan ekonomi evaporator. bergantung pada jumlah efeknya. Konsumsi uap. koefisien sisi zat cair untuk larutan encer dalam air adalah antara 200 dan 600 Btu/ft2. Ada dua neraca entalpi yang diperlukan. entalpi penguapan uap=pemanas ke efek pertama dapat digunakan satu kali atau beberapa kali. dalam pon per jam. Jika suhu umpan lebih rendah dari titik didih di dalam efek pertama. ekonominya hampir selalu kurang dari satu. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Ekonomi Evaporator Ekonomi ada1ah banyaknya pon yang diuapkan per pon uap yang diumpankan ke da1am unit itu. Neraca Entalpi Evaporator Efek Tunggal Pada evaporator efek tunggal. ekonominya mungkin jauh lebih besar. dan hanya sebagian yang tersisa untuk evaporasi. ka1or laten kondensasi uap pemanas berpindah melalui permukaan pemanasan dan menguapkan air dari 1arutan yang mendidih. juga tidak kalah pentingnya. kilat yang terjadi akan menyebabkan evaporasi lebih tinggi dari yang bisa dibangkitkan oleh entalpi penguapan uap itu.4. satu untuk uap-pemanas. Pada kebanyakan evaporator. Faktor utama yang mempengaruhi sistim ekonomi evaporator ialah banyaknya efek. tahanan pada sisi zat cairlah yang menentukan laju perpindahan kalor menyeluruh ke zat cair yang mendidih itu. ekonomi evaporator adalah semata-mata masalah neraca entalpi. Jika suhu umpan lebih tinggi dari titik didih. Dalam evaporator sirkulasi alamiah. Pada evaporator efek tunggal. tetapi pada alat efek berganda.html (26 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . 6. Melalui suatu perancangan yang baik. dan satu lagi untuk sisi-cairan atau uap larutan.1. 6.4.BAB VI Koefisien sebelah zat cair sangat bergantung pada kecepatan zat cair itu di atas permukaan panas. dan lebih-lebih pada yang menangani zat cair viskos. beban pemanasan itu akan menggunakan sebagian dari entalpi penguapan uap pemanas.0F. Secara kuantitatif. Ekonomi evaporator juga dipengaruhi oleh suhu umpan.

8.BAB VI Gambar 6. andaikan tidak ada zat padat yang mengendap dari cairan itu.html (27 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . ms mf =laju aliran uap pemanas dan laju aliran kondensat =laju aliran cairan encer. dan bahwa rugi ka1or file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Dimisalkan selanjutnya bahwa tidak ada kebocoran atau zat cair yang terbawa ikut bersama uap. Ts T Tf =suhu kondensassi uap pemanas =suhu zat cair yang mendidih di da1am evaporator =dan suhu umpan. dan bahwa aliran gas yang tak mampu kondensasi dapat diabaikan. atau umpan m =1aju a1iran cairan pekat mf –m =laju aliran uap cairan ke da1am kondensor. Neraca bahan dan neraca enta1pi pada evaporator .

Namun.html (28 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . selisih antara entalpi uap pemanas dan kondensat hanyalah λ . Dengan pengandaian ini. dan qs = q.BAB VI evaporator itu tidak perlu diperhitungkan. kalor yang berpindah dari uap pemanas ke tabung harus sama dengan kalor yang berpindah dari tabung pemanas ke cairan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.2) dimana: q = laju perpindahan kalor dari permukaan pemanasan ke zat cair . Hv = entalpi spesifik uap cairan Hf H = entalpi spesifik cairan encer = entalpi spesifik cairan pekat. Uap pemanas yang masuk kedalam rongga uap pemanas itu bisa panas lanjut.1) dimana: qs = laju perpindahan kalor melalui permukaan pemanasan dari uap pemanas. yaitu kalor laten kondensasi uap. Jika tidak ada rugi kalor. Kesalahan kecil yang mungkin diakibatkannya akan dikompensasikan oleh kesalahan karena mengabaikan rugi kalor dari rongga uap-pemanas. dan dapat diabaikan dalam penyusunan neraca entalpi. baik panas lanjut uap maupun dingin lanjut kondensat itu kecil. Hv Hc Λ s = enta1pi spesifik uap pemanas = entalpi spesifik uap kondensat = kalor laten kondensasi uap pemanas = laju aliran uap pemanas ms Neraca entalpi untuk sisi cairan ialah: …(6. dan kondensatnya biasanya keluar dari rongga itu agak dingin lanjut di bawa hingga didihnya. keduanya. Neraca entalpi sisi uap ialah: s …(6.

BAB VI Jadi dengan menggabungkan persamaan 6. Isoterm-isoterm pada gambar itu menunjukkan entalpi sebagai fungsi konsentrasi pada suhu tetap. digambarkan grafiknya terhadap konsentrasi.html (29 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dimana entalpi dalam Btu per pon atau joule per gram larutan.2: Jika kalor pengenceran zat cair yang akan dipekatkan itu cukup besar sehingga tidak dapat diabaikan.2 ialah diagram entalpi-konsentrasi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.1 dan 6. Sumber yang terbaik untuk mendapatkan nilai Hf dan H untuk digunakan pada persamaan 6. dalam fraksi massa atau persen bobot zat terlarut. entalpi tidak linier dengan konsentrasi pada suhu tetap.

Tekanan ruang uap cairannya paling tinggi. tinggi cairan yang ditentukan/dijaga: konsentrasi cairan dapat diubah hanya dengan mengubah laju alir umpan: Ø produk terlalu encer : laju alir umpan dikurangi. Ø produk terlalu kental: laju umpan ditambah. Ø Kondisi steady: seluruh kalor yang digunakan untuk membuat uap pada efek yang pertama harus diserahkan lagi ketika uap ini kondensasi pada efek ke-2. Kondisi steadi.html (1 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Efek I : efek tempat mengumpankan uap mentah. Tekanan antara uap dan unit kondenser. Efek terakhir: tekanan ruang uap cairan minimum. tekanan kondenser. Ø Suhu kondensat yang meninggalkan efek kedua hampir sama dengan suhu uap dari zat cair mendidih di dalam efek pertama. Uap dari satu efek berfungsi sebagai medium pemanas bagi efek berikutnya.EVAPORATOR EFEK BERGANDA BAB VII EVAPORATOR EFEK GANDA Beberapa ciri evaporator efek ganda: s s s s s s s Terdiri dari dua atau lebih evaporator yang dihubungkan satu sama lain. Masing-masing mempunyai beda suhu melintas permukaan yang berkaitan dengan penurunan tekanan pada efek itu. tekanan uap. konsentrasi. Pada suhu. s s s Cara pengumpanan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. akumulasi=0. Jika umpan pada titik didihnya: Ø Seluruh kalor muncul sebagai kalor laten dalam uap yang keluar dari efek pertama. terbagi pada dua efek atau lebih. Masing-masing efek bekerja sebagai evaporator efek tunggal.

Umpan dimasukkan secara paralel ke setiap efek. § Sebagian dari pompa-pompa yang digunakan pada umpan mundur tidak diperlukan lagi. Memerlukan satu pompa untuk umpankan ke efek satu dan satu pompa lagi untuk mengeluarkan zat cair dari efek terakhir. Perbandingan penguapan larutan NaOH pada efek tunggal dan ganda.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 1. berurutan hingga efek pertama. Umpan maju s s Konsentrasi zat cair meningkat dari efek pertama hingga efek terakhir. § Memerlukan satu pompa disetiap efek. mengalir ke ujung deret lalu dipompakan lagi ke efek pertama untuk pemekatan akhir. Tidak terdapat perpindahan zat cair dari efek satu ke efek lain. dimana dihasilkan lumpur kristal dan cairan induk. 2. Umpan paralel § § § Contohnya dalam evaporator kristalisasi. Umpan campuran § Zat cair masuk dalam suatu efek pertama.html (2 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . 4. karena aliran berlangsung dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. Umpan mundur § Zat cair diumpankan ke efek terakhir. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. 3.

Masing-masing menggunakan uap larutan jenuh.html (3 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Penguap tunggal: Hanya dijumpai sekali kenaikan titik didih sebesar 54 – 48 = 6 oC.EVAPORATOR EFEK BERGANDA s s Keadaan awal dan akhir untuk masing-masing cara evaporasi adalah sama. Untuk pemanasan digunakan selisih temperatur sebesar 72 oC. s s Penguap efek dua Terdapat dua kali kerugian karena kenaikan titik didih dengan jumlah 9+6 = 15 oC Selisih temperatur untuk pemanasan berkurang menjadi 62 oC. s Penguap efek tiga Kerugian karena kenaikan titik didih naik lagi menjadi 6 + 8 + 9 = 23 oC. Jumlah selisih temperatur yang berguna berkurang lagi menjadi 55 oC.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (4 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

html (5 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

7.1. Kapasitas dan ekonomi evaporator efek ganda
s

Kapasitas total evaporator efek ganda biasanya tidak lebih besar dari efek tunggal yang luas permukaannya sama dengan salah satu efek itu. Kalor yang berpindah di dalam ketiga efek (untuk efek 3).

s

s

Kapasitas total sebanding dengan laju perpindahan kalor total qT dan diperoleh dari: Andaikan luas permukaan tiap efek adalah A ft2, koefisien menyeluruh U juga sama pada setiap efek, persamaan diatas dapat dituliskan kembali: penurunan suhu total antara uap pemanas dalam efek pertama dan uap cairan dalam efek terakhir. Ekonomi evaporator efek berganda bergantung pada masalah neraca kalor dan bukan pada laju perpindahan kalor. Kapasitas evaporator efek berganda berkurang karena kenaikan titik didih.

s

s

s

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (6 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Contoh 16-3 Mc-Cabe dkk, 1985 Sebuah evaporator efek ganda tiga sirkulasi paksa akan diumpankan dengan 60.000 lb/jam larutan NaOH 10% pada suhu 180 oF. Cairan pekat yang dikehendaki adalah NaOH 50 %. Evaporator tersebut menggunakan uap jenuh pada 50 lbf/in2 abs, dan suhu kondensasi uap dari efek ke-3 adalah 100 oF. Urutan pengumpanan adalah II,III,I. Radiasi dan pendinginan lanjut kondensat dapat diabaikan. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK KOEFISIEN MENYELURUH W/m2. oC BTU/ft2.jam oF I 700 3970 II 1000 5680 III 800 4540 Ditanya: a. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek, andaikan A1=A2=A3. b. Konsumsi uap c. Ekonomi uap

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (7 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Penyelesaian: Mf = 60.000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh, andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 6000 6000 Air 54000 6000 48000 Total 60000 12000 48000

Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE, dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 48000/3 = 16000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing - masing efek: Cf = 10 % NaOH = 0,1 fraksi massa C1 = 50% NaOH = 0,5

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (8 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.5 Titik didih air = 281 oF Titik didih larutan = 357 oF BPE1 = 357 – 281 = 76 oF Efek III C3= 0. Dari Gambar 16-4 McCabe dkk. Ts=281 oF dan ls=924 BTU/lb (lamp 8 Mc Cabe dkk. 1985) Kondensat pada efek ke III berada pada suhu 100 oF. 1985: Efek I C1= 0. Tekanan kondensat = 0.95 lbf/in2.100 = 13 oF Efek II C2= 0. EFEK I T (suhu didih) 33 T’ (suhu kondensasi) 76 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.214 Titik didih air = 100 oF Titik didih larutan = 113 oF BPE1 = 113 .EVAPORATOR EFEK BERGANDA Uap pada 50 lbf/in2.html (9 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .136 Titik didih air (=suhu umpan masuk) = 180 oF Titik didih larutan = 187 oF BPE1 = 187 – 180 = 7 oF Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 181 – (76+7+13) = 85 oF 85 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.

214 172 0.html (10 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .136 100 Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1174 67 1171 249 250 135 1126 102 140 1111 110 Flow Rate (lb/jam) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek II Uap hasil dari I + Umpan ke II = Uap hasil dari II + Zat cair dari II + Kondensat dari II (1171.5 0.X) + (60000)(135) = (1126.Y) + 102 (60000 – Y) + (140.10 142 0.EVAPORATOR EFEK BERGANDA EFEK II EFEK III 23 29 7 13 T1 = 281 – 33 = 248 oF T1’ = 248 – 76 = 172 oF T2 = 172 – 23 = 149 oF T2’ = 149 – 7 = 142 oF T3 = 142 – 29 = 113 oF T3’ = 113 – 13 = 100 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.X) X – 0. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 248 281 248 180 149 149 172 113 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0.993 Y = -1920 …(1) Neraca entalpi ada efek III Zat cair dari II + Zat cair dari II = Uap hasil dari III + Umpan ke I + Kondensat dari II file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

Y) X + 1.EVAPORATOR EFEK BERGANDA (1126.940 Y = 46000 …(2) (1) dan (2) : X + 1. sehingga didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain.983. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi. laju evaporasi.940)(16340) = 14300 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 48000 – X – Y = 48000 – 14300 – 16340 = 17360 lb/jam Bebas panas: = (14300)(1171) – (12000+14300)(67) + (12000)(250) = 17.html (11 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .Y) +(12000 + X)67 + (110.940 Y = 46000 X – 0.000 BTU/jam Sehingga luas permukaan: Luas rata-rata = Luas permukaan tidak sama. eltalpi.601. penurunan suhu.Y) + 102 (60000 – Y) = 1111(48000 – X .000 BTU/jam q2=(14300)(1171) – (14300)(140) = 14.993 Y = -1920 2.933 Y = 47920 Y = 16340 lb/jam X = 46000 – (1.743.000 BTU/jam q3=(16340)(1126) – (16340)(110) = 16. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor.

Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (12 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Konsumsi uap.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Pembetulan suhu.228 170 0. ms = c.137 100 Konsentrasi 1174 68 1170 249 249 135 1126 101 138 1111 110 Entalpi (BTU/lb) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Flow Rate (lb/jam) Hasil: a. Luas permukaan tiap efek = 719 ft2 b.5 0. entalpi dan laju aliran. Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 245 281 246 180 149 149 170 114 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0.10 142 0.

1960. Uap tersedia pada tekanan 125 psia dan ejektor pada 1 psia. Konsumsi uap f. Sebuah evaporator efek ganda tiga digunakan untuk memekatkan larutan NaOH 5% menjadi 50 %. Luas permukaan pemanasan pada ketiga efek adalah sama dan cukup besar untuk menghasilkan 20000 lb/jam produk pekat. dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 180000/3 = 60000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing . andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator.masing efek: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (13 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 10000 10000 Air 190000 10000 180000 Total 200000 20000 180000 Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE. e. Digunakan umpan maju dengan umpan masuk pada suhu 60 oF.jam oF I 800 II 500 III 300 Ditanya: d. Ekonomi uap Penyelesaian: Produk pekat 20000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek.3 Foust.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Contoh 10. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK BTU/ft2. andaikan A1=A2=A3.

html (14 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .2 oF Titik didih larutan = 347 oF BPE1 = 347 – 344.5 Titik didih air (suhu keluar ejektor) = 101.8 oF Efek III C3= 0.5 Uap pada 125 psia. 16-4) (lamp 8 Mc Cabe dkk.5 = 70. 1985) Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 242.02 BTU/lb Hliq = 315.7 – (2.5+10) = 159.2 = 2.8+70.05 fraksi massa C3 = 50% NaOH = 0.55 BTU/lb Kondensat keluar dari ejektor pada 1 psia.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Cf = 5% NaOH = 0. 1985: Efek I C1= 0.5 oF Titik didih larutan = 172 oF BPE1 = 172 – 101.5 oF Efek II C2= 0.8) (Gbr.4 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Ts=344.071 Titik didih air = 344.125 Tidak adaketerangan yang jelas.5 oF Dari Gambar 16-4 McCabe dkk.2 oF dan ls=875 BTU/lb Hvap = 1191. Ts = 101. Titik didih air = 200 oF (Trial) Titik didih larutan = 210 oF BPE1 = 210 – 200 = 10 oF (lamp.

86 231.02 28.92 – 2.45 80.2 60 313.12 oF T2 = 311.32 281.63 – 80. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.8 = 311.28 48.5 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.5 Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.92 262. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Zat cair dari III Suhu (oF) 344.89 0.2 313. EFEK I EFEK II EFEK III T (suhu didih) 30.63 262.15 139.63 171.28 = 313.63 oF T3 = 252.45 = 262.55 283.4 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.8 10 70.05 Suhu Jenuh (oF) Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1191.06 1182.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 159.92 oF T1’ = 313.89 oF T3’ = 171.85 221.63 oF T2’ = 262.98 1164.63 311.79 Flow Rate (lb/jam) ms 200000 X ms 200000-X Y 200000-X-Y X 180000-X-Y Y 20000 0.74 T’ (suhu kondensasi) 2.8 315.63 – 10 = 252.5 = 101.12 171 252.071 0.html (15 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .2-30.08 1105.74 = 171.125 0.92 344.12 – 48.5 T1 = 344.89 – 70.

79) + (Y)(221.6 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 180000 – X – Y = 66701. penurunan suhu.06) = (X)(1182.584.98) (1191.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek I (ms)(1192.000 – X – Y )(1105.55) ms = 51.02 – 315.000 – X – Y)(231.15) (1818.000 = 933.82 X Efek II (X)(1182.X + 177.1786 Y = 59872.32) + (X)(281.906.02) + (200000)(28.000 – X)(283.58 lb/jam X = 53425.7 = 2.0751 Y + 190.315.53 (X) …(3) (2) dan (3) X + 12. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor.86) + (200. laju evaporasi. 85) + (20000)(139.54 (Y) …(2) …(1) Efek III (Y)(1164.32) = (180.532.184.311 = 3.404.000 – X – Y)(231.800 – 874.000 + 898.24)(Y) = 155.8) + (ms)(315.82 lb/jam Kebutuhan steam.13 lb/jam Luas permukaan: Luas permukaan tidak sama.html (16 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .0995 Y .08) (849. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi. eltalpi.98) = (Y)(1164.86) + (200.8) + (200. ms = 113.06)(X) + 10.3 = 1. sehingga file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.55) + (200000 – X)(283.

92 – 70.2 .62 – 10 = 244.EVAPORATOR EFEK BERGANDA didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain. TRIAL II T1 = 344.62 oF T3 = 244.5 = 101.5 oF Luas permukaan rata-rata = 2580 ft2 Konsumsi uap.82 oF T1’ = 295.22 – 37.48.62 oF T2’ = 254.82 – 2.08 lb/jam Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.8 = 292.62 – 73.5 = 171.074.92 oF T3’ = 171.38 = 295.22 oF T2 = 292.html (17 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .6 = 254. ms = 111.

html (18 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

sebagaimana dalam hal pembekuan kristal es dari air laut atau larutan garam encer lainnya. Penggunaannya sangat luas karena dua hal: 1.Bab 8 BAB VIII KRISTALISASI Kristalisasi atau penghabluran ialah peristiwa pembentukan partikel-partikel zat padat di dalam suatu fase homogen. Konsep dan prinsip yang diuraikan disini berlaku baik untuk kristalisasi zat terlarut (solute) di dalam larutan jenuh maupun kristalisasi sebagian dari pelarut (solvent) itu sendiri. Kristalisasi dari larutan cair. Dalam kristalisasi dari larutan sebagaimana dilaksanakan dalam industri. Kristalisasi merupakan metode yang praktis untuk mendapatkan bahan-bahan kimia murni dalam kondisi yang memenuhi syarat untuk pengemasan dan penyimpanan. Kristalisasi dari larutan sangat penting dalam industri karena banyaknya ragam bahan yang dpasarkan dalam bentuk kristal. Pembentukan partikel padat di dalam uap. Pembahasan kita hanya akan dibatasi pada situasi yang terakhir ini aja yaitu kristalisasi dari larutan cair. Kristal yang terbentuk dari larutan yang tak murni selalu murni.html (1 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . yang mengisi kristalisator file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Pembekuan (solidification) di dalam lelehan cair sebagaimana dalam pembuatan kristal tunggal yang besar. seperti dalam pembentukan salju b. Kristalisasi dapat terjadi sebagai: a. atau c. campuran dua fase cairan induk (mother liquor) dan kristal dari segala ukuran. 2.

serta penyimpanan kristal. masing-masing kristal itu harus kuat. pencucian. yang disebut muka (face). pelaksanaan reaksi dengan bahan kimia lain.html (2 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Kristal dicirikan oleh kenyataan bahwa partikel-partikel pembentuknya (yang bisa berupa atom. disebut magma. Untuk mencapai tujuan ini. molekul atau ion) tersusun dalam suatu susunan tiga dimensi yan beraturan yang disebut kisi (lattice). namun sudut-sudut yang dibentuk oleh muka-muka yang sebanding pada semua kristal dari bahan yang sama selalu sama dan merupakan karakteristik (ciri) dari bahan itu. 2. CSD) harus dikendalikan dengan ketat. untuk itu hal-hal yang menjadi pertimbangan: 1. tidak menggumpal. Jika kristal itu akan dipasarkan sebagai hasil akhir. pengangkutan. bila kristal dibiarkan terbentuk tanpa gangguan dari kristal lain atau benda luar. Walaupun ukuran relatif muka dan sudut berbagai kristal dari bahan yang sama mungkin sangat berbeda-beda. dan itulah yang menjadi tujuan utama dalam perancangan dan operasi kristalisator. Tujuan kristalisasi yang utama adalah mendapatkan perolehan yang memuaskan serta kemurnian yang tinggi. Geometri Kristal Kristal adalah suatu benda mati yang sangat terorganisasi. untuk dapat diterima langganan. dan tidak melekat dalam kemasan. besarnya seragam. Sistem Kristalografi Oleh karena semua kristal dari setiap bahan tertentu mempunyai sudut antarmuka yang sama file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. maka distribusi ukuran kristal (crystal size distribution. Jika kristal itu akan diproses lebih lanjut. kristal itu akan berupa polihedron yang mempunyai sudut-sudut tajam dan sisi yang rata. maka ukuran yang wajar dan cukup seragam diperlukan untuk kemudahan filtrasi (penyaringan). Akibat dari susunan pertikel seperti itu.Bab 8 (crystallizer) dan dikeluarkan sebagai hasil.

biasanya hampir murni.. Laju pertumbuhan setiap muka diukur dengan kecepatan translasi muka itu dalam berpindah menjauhi pusat pada arah tegak lurus terhadap muka itu. terlihat penampang kristal invarian selama pertumbuhannya. Kecuali jika kristal itu berbentuk polihedron beraturan. yaitu kubus. semua poligon itu mempunyai keserupaan geometrik dan garis putusputus yang menghubungkan sudut-sudut poligon itu dengan pusat kristal itu merupakan garis lurus. kebutuhan energi. 1985. terbentuk dengan baik.Bab 8 walaupun terdapat perbedaan besar dalam tingkat perkembangan masing-masing muka. Kristal demikian disebut kristal invarian. dan derajat kontaminasi ini bergantung pada banyak dan derajat ketakmurnian cairan induk yang terkandung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.1. laju nukleasi dan laju pertumbuhan. tetapi masih mengandung cairan induk bila dikeluarkan dari magma akhir. perolehan. trigonal. heksagonal. 8.html (3 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . bergantung pada kondisi kristalisasi. bentuk kristal diklasifikasikan atas dasar sudut-sudut ini. Prinsip Kristalisasi Kristalisasi dapat dianalisis dari sudut pandangan kemurnian. tetragonal. Kristal Invarian Pada keadaan ideal. Titik pusat harus dianggap sebagai lokasi inti asal tempat kristal itu tumbuh. monoklin. Setiap poligon di dalam gambar tersebut menunjukkan sosok (outline) kristal pada beberapa waktu yang berbeda. massa zat padat itu mungkinmengandunng cairan induk bersama kristal. Kalsium karbonat misalnya. Oleh karena kristal tersebut invarian. kristal yang tumbuh setiap memelihara keserupaan geometriknya selama pertumbuhan. Satu bahan tertentu dapat terkristalisasi di dalam dua kelas yang berbeda atau lebih. ortorombik. Ada tujuh kristal. Pada Gambar 28-1 Mc Cabe et al. dan jika panen itu mengandung agregat kristal. laju perpindahan berbagai muka kristal invarian itu tidaklah sama. terjadi kontaminasi. Bila cairan induk yang terkandung yang kemurniannya rendah itu dikeringkan. Kemurnian hasil Kristal yang baik. paling umum terdapat di alam dalam bentuk heksagonal (sebagai kalsit) tetapi juga terdapat dalam bentuk ortorombik (aragonit). dan triklin.

sebagian besar cairan induk yang terkandung itu dipisahkan dari kristal dengan cara filtrasi dan sentrifugasi. yang berarti bahwa kelarutannya berkurang bila suhu dinaikkan. dan hubungan keseimbangan untuk kristal induk adalah kurva kelarutan. dimana kelarutan berubah sedikit saja dengan suhu. Kebanyakan bahan mengikuti kurva yang serupa dengan kurva 1. Dalam prakteknya. adapula yang mengikuti kurva kelarutan terbalik (inverted solubility curve) pada kurva 3.html (4 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 bersama kristal. Efektivitas langkah pemurnian bergantung pada ukuran dan keseragaman kristal. Beberapa bahan mengikuti kurva seperti kurva 2. artinya kelarutannya meningkat hampir secepat peningkatan suhu. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. sedang sisanya dikeluarkan dengan mencucinya dengan pelarut segar. Data kelarutan sebagai fungsi suhu diberikan pada gambar berikut. Keseimbangan dan Perolehan Keseimbangan di dalam proses kristalisasi dapat dicapai bila larutan itu jenuh.

html (5 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.

Zat padat itu terdiri dari campuran mekanik yang akrab antara es dan MgSO4. Keseluruhan luas di bawah dan sebelah kiri garis penuh menunjukkan larutan tak jenuh magnesium sulfat di dalam air. bergantung pada konsentrasi dan suhu.12H2O. Zat padat yang terbentuk pada titik a disebut etetik (eutectic). terbentuk beberapa macam hidrat. Garis patah-patah abcdq ialah kurva kelarutan.Bab 8 Banyak bahan anorganik yang penting-penting mengkristalisasi dengan air kristal. Konsentrasi magnesium sulfat bebas air (anhydrous) dalam fraksi massa digambarkan digambarkan grafiknya terhadap suhu dalam derajat Fahrenheit. Garis putus-putus eag-f-hij menunjukkan solidifikasi (pembekuan) larutan cair membentuk berbagai fase zat padat. Pada beberapa sistem.html (6 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Diagram fase untuk sistem magnesium sulfat-air terlihat pada gambar 28-3 ( Mc Cabe. Setiap larutan yang mengandung kurang dari 16. Setiap larutan yang mengandung lebih dari 16. 1985) di atas. Luas pae menunjukkan campuran es dan larutan jenuh. pada waktu pendinginan.5% akan mengendapkan. dan keseimbangan dalam sistem itu bisa rumit. zat padat bila suhu mencapai garis ini.5 persen MgSO4 akan mengendapkan es bila suhunya mencapai garis pa. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.

dan di atas titik d kristal itu adalah MgSO4. Jika selama proses itu terjadi penguapan yang cukup besar.7H2O. karena fase padat itu tidak mengandung pelarut. Bila panen itu mengandung air kristal. diperlukan waktu yang agak panjang untuk mencapai keseimbangan. sistem keseimbangan terdiri dari campuran larutan jenuh dan kristal MgSo4. Perolehan Pada kebanyakan proses kristalisasi. Data kelarutan itu biasanya diberikan sebagai bagian massa bahan bebas air perseratus bagian dari massa pelarut total atau dalam persen massa zat terlarut bebas air.html (7 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Dalam situasi demikian. Perolehan dari proses itu dapat dihitung dari konsentrasi awal dan kelarutan pada suhu akhir. antara c dan d kristalnya adalah MgSO4. Di dalam daerah cihb.Bab 8 Antara titik a dan b kristalnya adalah MsSO4. cairan induk akhir mungkin sangat lewat jenuh dan perolehan yang didapatkan akan lebih kecil dari menurut hasil perhitungan dari kurva kelarutan. kristal dan cairan induk berada pada waktu yang cukup lama sehingga mencapai keseimbangan. Hal ini sangat besar bila larutan itu viskos atau dimana kristal itu mengumpul di dasar kristalisator sehingga hanya sedikit saja permukaan kristal yang terkena larutan lewat jenuh.7H2O (garam epsom). kuantitasnya harus diketahui atau dapat diperkirakan. Data ini tidak memperhitungkan air kristalisasi. Kunci dalam perhitungan perolehan zat terlarut file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. campuran itu adalah larutan jenuh dan MgSO4.12H2O. perhitungan perolehan itu sederhana.6H2O. Jika kristal itu bebas air. Dalam daerah dljc. Bila laju pertumbuhan kristal itu lambat. karena air ini tidak terkandung di dalam larutan .H2O. air yang terdapat bersama kristal itu harus diperhitungkan. Dalam daerah qdk. campuran itu terdiri dari larutan jenuh dan kristal MgSO4. dan cairan induk itu jenuh pada suhu akhir proses itu. antara b dan c fase zat padat adalah MgSO4.6H2O. H2O.

Bab 8 bebas air ialah menyatakan semua massa dan konsentrasi sebagai garam hidrasi dan air bebas. Suatu larutan yang terdiri dari 30 persen MgSO4 dan 70 persen H2O didinginkan sampai 60 oF.5 persen MgSO4 bebas air dan 75. Berapa kilogram kristal yang didapat per kilogram campuran semula? Penyelesaian: Dari gambar diagram fasa terlihat bahwa kristal itu adalah MgSO4. Misalkan larutan awal 1000 kg.1 BM MgSO4.html (8 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .4 BM 7H2O = 126. Mc Cabe.7H2O = 246. konsentrasi atau kuantitas yang didasarkan atas air bebas dapat dikurangkan untuk memberikan hasil yang benar. 1985. Air total = 70 % x 1000 = 700 kg Penguapan = 5 % x 700 = 35 kg BM MgSO4 = 120. Contoh 28-1.5 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.5 persen H2O. Oleh karena kuantitas yang terakhir ini yang tetap berada dalam fase cair selama berlangsungnya kristalisasi. dkk. Selama pendinginan. 5 persen dari total air yang terdapat di dalam sistem itu menguap.7H2O dan bahwa konsentrasi cairan induk pada suhu 60 oF adalah 24.

84 kg Dalam 1000 kg larutan awal.10H2O jika data kelarutan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.7H2O pada cairan induk: Panen akhir adalah 614 – 353 = 261 kg kristal per 1000 kg larutan awal. Contoh 12-11. MgSO4.7H2O (cairan induk+kristal): Air bebas = 1000 – 35 – 614 = 351 kg Dalam 100 kg cairan induk: MgSO4. MgSO4.000 kg dengan 30 % berat Na2CO3 didinginkan hingga suhu 293 K.5 % H2O. Kristal garam yang terbentuk Na2CO3.10H2O.5% MgSO4 dan 75.7H2O dan H2O mempunyai perbandingan 24.16 = 49. 1987 Larutan garam 10. Hitung kristal hasil Na2CO3.html (9 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 MgSO4.7H2O = Air bebas = 100 – 50.1 Geankoplis.

5 kg Na2CO3/100 kg air total.10H2O = 286. a) W = 0 Neraca massa air …(1) fraksi berat air dalam kristal.2 BM Na2CO3. Neraca massa Na2CO3 …(2) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Penyelesaian: BM Na2CO3 = 106 BM 10H2O= 180. Asumsi bahwa 3 % dari total larutan hilang karena penguapan air.10H2O. pada: a. Asumsi tidak ada air yang menguap.2 W = kg air yang menguap S = kg cairan induk C = kg kristal Na2CO3.Bab 8 adalah 21.html (10 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . b.

3 (10000) = 300 kg H2O Neraca massa air …(3) Neraca massa Na2CO3 …(4) Dari (3) dan (4): C = 6630 kg Na2CO3.10H2O S = 3070 kg larutan induk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.10H2O S = 3630 kg larutan induk b) W = 0.html (11 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 Dari (1) dan (2): C = 6370 kg Na2CO3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful