DAFTARPUSTAKA

KEGIATAN HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING USU-INHERENT 2006

BUKU AJAR

PERPINDAHAN PANAS

Disusun Oleh: ZUHRINA MASYITHAH, ST, MSc. BODE HARYANTO, ST, MT

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2006

DAFTAR PUSTAKA Foust, A.S., et a1., Principles of Unit Operations, John Wiley & Sons, New York, 1980. Geankoplis, C.J., Transport Process and Unit Operations, A11yn and Bacon Inc., 1987. Holman, J.P., Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1987. Incropera, F.P., dan Dewitt, D.P., Fundamental of Heat and Mass Transfer, John Wiley & Sons, 2002. Kern, D.Q., Process Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1950. McCabe, Smith dan Harriots, Unit Operations in Chemical Engineering, Mc Graw Hill,1985.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

LAMPIRAN

INFORMASI UMUM
Judul Mata Kuliah Nomor Kode/SKS Dosen Pengampu Anggota Perpindahan Panas TKK- 301/ 3 SKS Dr. Ir. Rosdanelli, MT Zuhrina Masyithah, ST, MSc. Bode Haryanto, ST, MT Erni Misran, ST, MT Mata kuliah ini berisi uraian mengenai Dasar-dasar Perpindahan Panas Steady dan Unsteady; Perpindahaan Panas ke Fluida yang Tak Berubah Fasa; Perpindahan Panas ke Fluida yang Disertai dengan Perubah Fasa; Peralatan Penukar Panas; Operasi dan Peralatan Evaporasi; Kristalisasi Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dasar-dasar perpindahan panas pada keadaan steady dan unsteady, dapat menyelesaikan masalah perpindahan panas ke fluida yang tak berubah fasa dan ke fluida yang disertai dengan perubahan fasa, rancangan proses dan evaluasi peralataan pertukaraan panas tanpa dan disertai dengan perubahan fasa; rancangan proses dan evaluasi peralataan evaporasi efek tunggal dan ganda; serta proses kristalisasi

Deskripsi Singkat

Tujuan Instruksional Umum

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

W.L. Edisi ke-4.F. McGraw-Hill. New Jersey.. Edisi ke-3. Harker. 1987. J.. Transport Processes and Separation Process Principles. 1985.. J. 1. Edisi ke-5.H. McCabe.J. LAMPIRAN GBPP DAN SAP file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll. C. 1996. Singapore.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .R. J. J.DAFTARPUSTAKA Bahan bacaan Geankoplis.. BH.. Coulson & Richardson’s Chemical Engineering Vol. Smith. dan Backhurst. Richardson. P.C. Oxford. dan Harriott. PTR. Unit Operations of Chemical Engineering.

html (5 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BAHAN PRESENTASI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BUKU AJAR PERPINDAHAN PANAS file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN UMPAN BALIK file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .

untuk matakuliah PERPINDAHAN PANAS. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi yang mendukung terlaksananya kegiatan ini. aktivitas laboratorium dan penggunaan konten e-learning.html (1 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM . MSc. ST. Konten e-learning yang dikembangkan untuk mata kuliah ini bertujuan untuk memperoleh metode pembelajaran yang lebih baik untuk mata kuliah perpindahan panas yang mengkombinasikan kegiatan mengajar di kelas. Mata kuliah ini diajarkan pada Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik USU. Zuhrina Masyithah. Semoga buku ajar yang dihasilkan ini dapat bermanfaat. ST. Desember 2006 Penyusun. USU-INHERENT 2006.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR Buku Ajar Perpindahan Panas ini merupakan salah satu keluaran dari kegiatan HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING. Bode Haryanto. Medan. MT DAFTAR ISI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.

2.Dinding Datar 2. Penukar Kalor Pelat 4.2.Pancaran (Radiasi) 1.Hantaran (Konduksi) 1.1. Kapasitas dan Ekonomi Evaporator Kristalisasi 7-1 7-5 8-1 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.4.1.2.Sistem Radial-Silinder BAB III Perpindahan Panas Konveksi 3. Pendahuluan 6.2.1. Konveksi Paksa 3.1.3.1.2. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda BAB V Perpindahan Kalor disertai Perubahan Fasa 5. Konveksi Alamiah 3. Gabungan Konduksi dan Konveksi BAB IV Alat Penukar Kalor 4.3.1.3. Alat Penukar Kalor Pipa 4.1.1. Ekonomi Evaporator i ii 1-1 1-2 1-4 1-6 2-1 2-2 2-4 2-6 3-1 3-4 3-7 3-14 4-1 4-2 4-5 4-5 4-8 5-1 5-1 5-9 6-1 6-1 6-5 6-21 6-25 BAB VII BAB VIII Evaporator Efek Ganda 7.1. Perpindahan Kalor ke Zat Cair yang Mendidih BAB VI Proses Evaporasi 6. Penukar Kalor Pendingin Udara 4. Perpindahan Kalor dari Uap yang Mengembun 5.4. Kapasitas Evaporator 6.3.Konduksi Keadaan Steady 2.2.html (2 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .1.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan 1.Aliran (Konveksi) BAB II Perpindahan Panas Konduksi 2. Jenis-Jenis Evaporator 6.

DAFTARPUSTAKA 8.html (3 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .1. Prinsip Kristalisasi Daftar Pustaka Lampiran : Umpan Balik Quiz Soal Ujian Tengah Semester Soal Ujian Akhir Semester Tugas dan Soal-soal Latihan 8-4 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.

25 MJ.225. keadaan ini dapat juga merupakan pengerjaan secara a1ami. diperlukan cukup banyak energi yaitu perubahan zat cair ke dalam uap ini kira-kira membutuhkan energi 2. bisa diperhatikan dari ha1 berikut: Untuk penguapan 1 kg air. Kondisi kedua yaitu mempertahankan keadaan yang dibutuhkan untuk operasi proses.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . diperlukan pemasukan atau pengeluaran ka1or. Pada kebanyakan pengerjaan. Pada pembakaran 1 kg minyak akan terbebas kira-kira 45 MJ. Kondisi pertama yaitu mencapai keadaan yang dibutuhkan untuk pengerjaan. terjadi umpamanya bila pengerjaan harus berlangsung pada suhu tertentu dan suhu ini harus dicapai dengan ja1an pemasukan atau pengeluaran ka1or. diperlukan benda lain yang lebih dingin. jumlah ka1or juga dinyatakan da1am suatu gaya kali suatu jarak yaitu Newton ka1i meter atau Nm. demikian pula ha1nya jika ingin mendinginkan sesuatu. Ka1or mengalir dengan sendirinya dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah.000 Joule = 2. 1 Nm dinamakan 1 Joule. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Disamping perubahan secara kimia. terdapat pada pengerjaan eksoterm dan endoterm. Dengan demikian. Untuk memberikan sedikit gambaran mengenai besarnya energi 1 Joule tersebut. Sama seperti bentuk lain dari energi. Bila sesuatu benda ingin dipanaskan. Akan tetapi. pada pengembunan dan penghabluran (krista1isasi) ka1or harus dikeluarkan. Pada penguapan dan pada umumnya juga pada pelarutan.PERPINDAHAN PANAS BAB I PENDAHULUAN Perpindahan ka1or dari suatu zat ke zat lain seringkali terjadi dalam industri proses. maka harus dimi1iki sesuatu benda lain yang lebih panas. gaya dorong untuk a1iran ini ada1ah perbedaan suhu. Ada1ah hukum a1am bahwa ka1or itu suatu bentuk energi. ka1or harus dimasukkan. untuk mencapai dan mempertahankan keadaan yang dibutuhkan sewaktu proses berlangsung.

Hantaran. dan sebagian akan menembusi bahan dan terus ke luar. 2. Pancaran (Radiasi) Yang dimaksud dengan pancaran (radiasi) ia1ah perpindahan ka1or mela1ui gelombang dari suatu zat ke zat yang lain. Ha1 yang penting dalam sistem yang terdiri dari air dan logam ialah adanya suatu perbedaan suhu yang nyata yaitu (T2. Keadaan ini baru terbukti setelah suhu meningkat. Proses radiasi tidak terjadi pada bagian da1am bahan.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Proses radiasi adalah fenomena permukaan. Energi hanya berubah bentuk dari bentuk yang pertama ke bentuk yang ke dua. Tetapi suatu bahan apabila menerima sinar. Bila diperhatikan sebatang logam yang dicelupkan ke dalam suatu tangki yang berisi air kalor. sering juga disebut radiasi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Kalor dapat diangkut dengan tiga macam cara yaitu: 1. sebahagian akan diserap ke da1am bahan. Bila diperhatikan misalnya jumlah energi kalor api unggun kayu yang ditumpukkan. sering juga disebut konduksi. Aliran.1. Karena suhu awal logam ialah T1 dan suhu air ialah T2. ini artinya kalor tidak hilang. sering juga dinamakan radiasi. sebahagian akan dipantulkan. semua ini . Semakin tinggi suhu bahan tadi maka semakin tinggi pula energi ka1or yang disinarkan.menyimpan sejum1ah energi dalam yang ditandai dengan kuantitas yang lazim disebut muatan kalor bahan. Pada hakekatnya proses perpindahan ka1or radiasi terjadi dengan perantaraan foton dan juga gelombang elektromagnet. Semua benda memancarkan ka1or. 3.T1). maka logam dikatakan lebih dingin daripada air. Apabila sejumlah energi ka1or menimpa suatu permukaan. Apabila api dinyalakan. Pancaran. Terdapat dua teori yang berbeda untuk menerangkan bagaimana proses radiasi itu terjadi. Energi kalor ini mengalir jika terdapat suatu perbedaan suhu.PERPINDAHAN PANAS Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak musnah yaitu seperti hukum asas yang lain. energi terma yang tersimpan di dalam bahan tadi akan bertukar menjadi energi kalor yang dapat kita rasakan. contohnya hukum kekekalan masa dan momentum. Jadi da1am mempelajari perpindahan ka1or radiasi akan dilibatkan suatu fisik permukaan. dengan T2 >> T1. Semua bahan pada suhu mutlak tertentu akan menyinari sejumlah energi ka1or tertentu. 1. maka banyak ha1 yang boleh terjadi.

Dalam pada itu. adaka1anya tidak semua sinar mengenai permukaan yang dituju. permukaan bagian atas kini mempunyai suhu yang lebih tinggi dari suhu udara sekeliling. Dalam hal ini dua hal terjadi. yang penting ialah sifat terma saja. Suhu plat akan naik ke satu tahap tertentu. Disamping itu. Da1am pada itu. medan a1iran fluida disekeliling permukaan tidak penting. Dengan demikian. maka jumlah kalor akan disebarkan secara konveksi. Perpindahan panas radiasi (a) pada permukaan. Tetapi energi kalor juga disebarkan secara radiasi. Proses radiasi tidak melibatkan perbedaan suhu. Plat akan menyerap sebahagian energi matahari. Misa1nya sekeping plat yang dicat hitam. Dalam hal ini. Proses perpindahan kalor sering terjadi secara serentak. bahan yang di pindahkan dan dipantulkan ini dapat berbeda. Maka jumlah ka1or yang diterima dari satu sumber akan berbanding langsung sebahagiannya terhadap faktor bentuk ini. Jadi da1am masalah ini kita mengena1 satu faktor pandangan yang lazimnya dinamakan faktor bentuk. Gambar 1. Lazimnya jika terdapat satu permukaan lain yang saling berhadapan.1. sama seperti cahaya lampu. La1u dikenakan dengan sinar matahari.PERPINDAHAN PANAS Bahan yang dianggap mempunyai ciri yang sempurna ada1ah jasad hitam. Berbeda dengan proses konveksi. Keterlibatan suhu hanya terjadi jika terdapat dua permukaan yang mempunyai suhu yang berbeda. (b) antara permukaan dan lingkungan Berdasarkan kepada keadaan terma permukaan.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . ada kalor yang dipantulkan dan ada kalor yang dipindahkan ke sekeliling. dan jika file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. untuk memahami proses radiasi dari satu permukaan kita perlu memahami juga keadaan fisik permukaan bahan yang terlibat dengan proses radiasi yang berlaku. sifat terma permukaan bahan juga penting. Oleh karena suhu permukaan atas naik maka kalor akan berkonduksi dari permukaan atas ke permukaan bawah. setiap permukaan akan menyinarkan energi kalor secara radiasi jika permukaan itu bersuhu T dalam unit suhu mutlak.

maka permukaan tadi akan saling memindahkan kalor . Sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Gambar 1. Bahan yang dapat menghantar ka1or dengan baik dinamakan konduktor. Arah aliran energi kalor. Untuk perambatan itu tidak diperlukan medium (misalnya zat cair atau gas) 1. Sehingga perpindahan kalor secara hantaran/konduksi merupakan satu proses pendalaman karena proses perpindahan kalor ini hanya terjadi di dalam bahan. Selanjutnya juga penting untuk diketahui bahwa : 1. Akan tetapi seorang pandai tempa harus memegang benda yang akan ditempa dengan sebuah tang.2. yang beberapa cm lebih jauh dari tempat pegangan itu adalah demikian panasnya. Kalor radiasi merambat lurus. umpamanya seorang tukang hembus kaca dapat memegang suatu barang kaca. Hantaran (Konduksi) Yang dimaksud dengan hantaran ialah pengangkutan kalor melalui satu jenis zat.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . 2. adalah dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuhu rendah.PERPINDAHAN PANAS permukaan pertama mempunyai suhu T1 mutlak sedangkan permukaan kedua mempunyai suhu T2 mutlak. sehingga bentuknya dapat berubah. Dengan demikian. Penghantar yang buruk disebut isolator.2. Perpindahan panas konduksi dan difusi energi akibat aktivitas molekul Sudah diketahui bahwa tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya.

bahan yang dapat menghantar arus listrik dengan sempurna (logam) merupakan penghantar yang baik juga untuk kalor dan sebaliknya. uap air. dan udara yang terperangkat. bahan kimia unsur besi adalah lebih banyak. Apabila ujung batang logam tadi menerima energi kalor dari api. Apabila nilai koefisien ini tinggi. Proses konveksi hanya terjadi di permukaan bahan. Dengan demikian dalam proses pengangkutan kalor di dalam bahan. 1. suhu permukaan bahan akan berbeda dari suhu sekelilingnya.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Pada umumnya. koefisien ini bernilai kecil. Lazimnya. Untuk bahan isolator. Aliran (Konveksi) Yang dimaksud dengan aliran ialah pengangkutan ka1or oleh gerak dari zat yang dipanaskan. keadaan keseirnbangan termodinamik di dalam bahan akibat proses konduksi. aliran elektron akan memainkan peranan penting . Proses perpindahan ka1or secara aliran/konveksi merupakan satu fenomena permukaan. Kalaupun ada bahan asing. Molekul udara adalalah renggang seka1i. dan besi .3. energi ini akan memindahkan sebahagian energi kepada molekul dan elektron yang membangun bahan tersebut. Jadi dalam proses ini struktur bagian dalam bahan kurang penting. Selanjutnya bila diandaikan sebatang besi atau sembarang jenis logam dan salah satu ujungnya diulurkan ke dalam nyala api. Dapat diperhatikan bagaimana kalor dipindahkan dari ujung yang panas ke ujung yang dingin. Besi adalah besi.PERPINDAHAN PANAS bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor ialah koefisien konduksi terma. berbeda dengan satu bahan berfasa gas seperti udara. Untuk satu bahan berfasa padat molekulnya tersusun rapat. Kini file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Moleku1 dan elektron merupakan alat pengangkut kalor di dalam bahan menurut proses perpindahan kalor konduksi. Bahan kayu terdiri dari gabungan bahan kimia seperti karbon. maka bahan mempunyai kemampuan mengalirkan kalor dengan cepat. Dalam hal ini dikatakan suhu permukaan adalah T1 dan suhu udara sekeliling adalah T2 dengan Tl>T2. Persoalan yang patut diajukan pada pengamatan ini ialah mengapa kadar alir energi kalor adalah berbeda. Hal ini disebabkan karena susunan molekul dan juga atom di dalam setiap bahan adalah berbeda. Tetapi dibandingkan dengan bahan padat seperti kayu. Keadaan permukaan dan keadaan sekelilingnya serta kedudukan permukaan itu adalah yang utama. maka molekul besi adalah lebih rapat susunannya daripada molekul kayu.

sehingga kalor akhimya tersebar pada seluruh zat. maka bentuk pengangkutan ka1or ini hanya terdapat pada zat cair dan gas.3. Pada pemanasan zat ini terjadi aliran. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. (b) konveksi alamiah.PERPINDAHAN PANAS terdapat keadaan suhu tidak seimbang diantara bahan dengan sekelilingnya. (a) konveksi paksa. maka selama pengaliran fluida bersentuhan dengan permukaan bahan yang panas. Perpindahan kalor dengan jalan aliran dalam industri kimia merupakan cara pengangkutan kalor yang paling banyak dipakai. suhu fluida akan naik. Oleh karena itu bagian yang paling banyak atau yang pertama dipanaskan memperoleh masa jenis yang lebih kecil daripada bagian masa yang lebih dingin. karena masa yang akan dipanaskan tidak sekaligus di bawa kesuhu yang sama tinggi.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Sebagai akibatnya terjadi sirkulasi. Jadi masa fluida yang mempunyai energi terma yang lebih tinggi akan mempunyai momentum yang juga tinggi. (d) kondensasi Pada perpindahan kalor secara konveksi. (c) pendidihan. Peningkatan momentum ini bukan disebabkan masanya akan bertambah. Oleh karena pengaliran fluida melibatkan pengangkutan masa. Gambar 1. Perpindahan panas konveksi. Malahan masa fluida menjadi berkurang karena kini fluida menerima energi kalor. Gerakan fluida melibatkan kecepatan yang seterusnya akan menghasilkan aliran momentum. energi kalor ini akan dipindahkan ke sekelilingnya dengan perantaraan aliran fluida. Oleh karena konveksi hanya dapat terjadi melalui zat yang mengalir.

PERPINDAHAN PANAS Fluida yang panas karena menerima kalor dari permukaan bahan akan naik ke atas. bergantung pada nilai h. maka proses perpindahan ka1or berlaku. Yang membedakan kedua proses ini adalah dari nilai koefisien h-nya. Kekosongan tempat masa bendalir yang telah naik itu diisi pula oleh masa fluida yang bersuhu rendah.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM .terjadi maka keadaan tidak stabil terma akan terjadi. Nilai koefisien ini tergantung kepada banyak faktor. artinya tidak ada pengaruh luar yang mendoromg fluida bergerak. faktor yang paling penting yang menjadi penyebab dan pendorong proses tersebut adalah perbedaan suhu. Keadaan tidak stabil ini perlu diselesaikan melalui proses perpindahan kalor. Jumlah kalor yang dipindahkan. Proses ini akan berlangsung berulang-ulang. maka proses konveksi yang akan terjadi merupakan proses perpindahan kalor konveksi paksa. Dalam pengamatan proses perpindahan kalor konveksi. masa ini juga akan naik ke atas permukaan meninggalkan tempat asalnya. Jika cepatan medan tetap. Kekosongan ini diisi pula oleh masa fluida bersuhu renah yang lain. Sedangkan bila kecepatan medan dipengaruhi oleh unsur luar seperti kipas atau peniup. Apabila perbedaan suhu . Setelah masa ini juga menerima energi kalor dari permukan bahan yang kalor dasi. masalah yang utama terletak pada cara mencari metode penentuan nilai h dengan tepat. Dalam kedua proses konduksi dan konveksi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan.

tetapi melaui satu jenis zat. Isolator: penghantar kalor yang buruk. kalor/panas mengalir tanpa disertai gerakan zat. Tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya.BAB II BAB II PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI Pada perpindahan panas secara konduksi.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . k: § sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor § menunjukkan berapa sepat kalor mengalir dalam suatu bahan kkonduktor>kisolator Konduksi panas mengikuti Hukum Fourier yang dapat dinyatakan dengan persamaan yang berikut: atau: q = laju perpindahan panas dT/dx = gradien suhu ke arah perpindahan panas Dalam persamaan di atas Hukum Fourier telah dinyatakan dalam bentuk persamaan laju alir. Koefisien konduksi terma. yang bentuk umumnya adalah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Arah aliran energi kalor dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuh rendah. Konduktor: bahan yang dapat menghantar kalor dengan baik.

suhu hanya merupakan fungsi posisi dan akumulasi = 0.1.BAB II Dengan demikian persamaan konduksi panas mendefinisikan tahanan terhadap konduksi panas k adalah konduktiviti panas suatu zat. distribusi suhu konstan.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . Biasanya perubahan k dapat diperkirakan cukup dengan fungsi liniar 2. sehingga: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. yang besarnya tergantung pada temperatur zat itu. Konduksi Keadaan Steady (Tunak) Persamaan neraca energi: Analisa satu dimensi arah sumbu x ditunjukkan sebagai berikut: Kuantitas energi panas adalah sebagai berikut: Energi masuk : Energi yang dibangkitkan : Perubahan energi dalam Energi keluar = Pada keadaan steady.

analisisnya akan menjadi seperti berikut: Untuk gradien suhu seperti gambar di atas. seperti dinding lapis rangkap. hukum Fourier dapat diintegrasi: 2. untuk menyatakan : file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Digunakan R.BAB II Untuk konduksi keadaan steady. laju perpindahan panas: Aliran panas pada setiap bagian adalah sama.Dinding Datar Sistem dengan lebih dari satu macam bahan.1. Jika ketiga persamaan akan diselesaikan bersamaan.1. maka aliran kalor dapat dituliskan: Analogi listrik dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang lebih rumit. tahanan termal/panas/kalor.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .

html (4 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .1. dimana: r1= jari-jari dalam r0=jari-jari luar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan paralel: Jika suhu awal dan akhir kedua lapisan sama: 2. Sistem Radial-Silinder Suatu silinder.2.BAB II Sehingga: = penurunan suhu total melintas keseluruhan tebing Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan seri mempunyai analogi dengan arus listrik yang mengalir melalui beberapa tahanan listrik dalam rangkaian seri.

K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Penyelesaian: Dari App.9 K. jika suhu permukaan luar tabung 297.BAB II L=panjang Ti-To=beda suhu Laju perpindahan panas dapat ditentukan dari Hukum Fourier dengan penyesuaian rumus luas menjadi: Konsep tahanan termal dapat juga digunakan untuk dinding lapis rangkap seperti gambar di atas: Contoh 4. Sebanyak 14. A-3 Geankoplis.151 W/m. 1987). 1987: Khardbutter= 0.1 K.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .65 W panas harus dipindahkan dengan pendinginan ini. Air pendingin dalam tabung mengalir pada suhu 274.2-1 (Geankoplis. Panjang tabung untuk koil pendingin Tabung silinder berdinding tipis dari karet dengan ID 5 mm dan OD 20 mm digunakan sebagai koil pendingin. Hitung panjang tabung yang diperlukan.

0762 m Tahanan masing-masing material: Dengan cara yang sama: Untuk menghitung temperatur T2.02 m Ambil L= 1 m.K kcorkboard = 0. Panjang tabung yang diperlukan: Contoh 4. Nilai: kpine = 0. xA= 0. xB= 0.151 W/m.0127 m .1 K. r2 = 20/1000 = 0.7 mm kayu pine.762 W/m.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .1016 m . 1987).4 K (ruang pendingin) dan permukaan luar concrete 297.BAB II r1 = 5/100 = 0.005 m.K kconcrete = 0. T4= 297. dinding dalam. Aliran panas melalui dinding isolasi ruang pendingin Ruang pendingin dilapisi dengan 12. antara pine dan cork board: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Tanda negatif menunjukkan bahwa arah aliran panas adalah dari r2. kA= 0.4 K. 101.1 K.0433 kC= 0. Penyelesaian: T1 = 255.6 mm cork board dan lapisan terluar 76. xC= 0.151 kB= 0. dinding luar ke r1. dan temperatur antara pine dan cork board.2 mm concrete.3-1 (Geankoplis.0433 W/m. Temperatur permukaan luar 255.762 .K Hitung panas yang hilang (dalam W) untuk 1 m2.

Pipa stainless stell berdinding tipis (A) mempunyai k= 21. Untuk pipa 0. karena nilai k yang tinggi. Pipa dilapisi asbestos (B) sebagai isolasi setebal 0.63 W/m.2433 W/ m.3-2 (Geankoplis.305 m: Tahanan masing-masing: Laju perpindahan panas: Untuk menghitung temperatur T2: Hanya terjadi penurunan T yang kecil melintasi pipa. Panas yang hilang dari isolasi pipa.8 K.K.0254 m dengan k=0.8 K Luas permukaan pada L=0.305 m panjang. 1987). Temperatur permukaan dalam pipa 811 K dan permukaan luar isolasi 310. Temperatur antara pipa dengan isolasi Penyelesaian: T1= 811 K. T2 = T antara.0254 m dan OD = 0. hitung: a. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. T3=310.BAB II Contoh 4.0508 m. Panas yang hilang b.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .K dengan ID=0.

1) Persamaan (3. maka berbagai tahanan panas yang tersangkut dapat dijumlahkan untuk memperoleh koefisien pindah panas keseluruhan U.html (1 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Fluks kalor boleh didasarkan atas luas permukaan luar atau dalam pipa. Suhu arus rata-rata: Adalah suhu yang dicapai apabila keseluruhan fluida yang mengalir melalui penampang itu dikeluarkan lalu dicampur secara adiabatik.BAB III BAB III PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI Perpindahan panas antara suatu permukaan padat dan suatu fluida berlangsung secara konveksi. bukanlah suatu sifat zat. Koefisien pindah panas permukaan h.1) mendefinisikan tahanan panas terhadap konveksi. Koefisien perpindahan kalor menyeluruh: Jika terjadi konduksi dan konveksi secara berturutan. akan tetapi menyatakan besarnya laju pindah panas di daerah dekat pada permukaan itu. Konveksi panas dapat dihitung dengan persamaan pendinginan Newton: …(3. Fluks Kalor: Adalah laju perpindahan panas persatuan luas (q/A). Persamaan perpindahan panas menjadi: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.

T = suhu rata-rata lokal Tw= suhu dinding yang dalam kontak dengan fluida Nilai h bila diterapkan: § Untuk sisi panas (bagian dalam tabung) Th=suhu fluida panas Twh=suhu dinding panas § Untuk sisi dingin (bagian luar tabung) Tc=suhu fluida dingin file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. h: Merupakan koefisien perpindahan panas untuk masing-masing fluida.BAB III Th= suhu fluida panas Tc=suhu fluida dingin Th – Tc = gaya dorong atau beda suhu lokal menyeluruh A = luas permukaan dalam/luar pipa U = koefisien pindah panas keseluruhan berdasarkan A = faktor proporsionalitas antara q/A dan •T Jika A = Ao. maka U = Uo. Koefisien perpindahan panas individual.html (2 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . luas permukaan luar tabung. koefisien yang didasarkan atas luas permukaan luar.

pemanasan air dalam ketel. yang tersusun dari bilangan-bilangan tanpa dimensi.html (3 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . dan perbedaan densitas akibat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. § Aliran fluida terjadi akibat perbedaan densitas. kekosongan tempat massa fluida yang telah naik diisi oleh massa fluida yang bersuhu rendah. Konveksi bebas/alamiah § Contohnya adalah pemanasan aliran udara yang melalui radiator. 1987. Perpindahan panas konveksi dapat dikelompokkan kepada dua bahagian: 1.BAB III Twc=suhu dinding dingin Koefisien pindah panas permukaan dapat diperkirakan dari fungsi-fungsi empiris. dengan bentuk umum: Nu = K Rep Prq Grr (L/d)s dimana K = bilangan tetap. rasio antara diameter tabung terhadap tebal ekivalen lapisan laminar h k D X =koefisien konveksi =konduktivitas panas =diameter tabung =tebal lapisan film (lapisan batas laminar) Korelasi untuk menentukan nilai h dipengaruhi oleh: § § § § Sifat fisika fluida Jenis dan kecepatan aliran Perbedaan temperatur Geometri sistem Beberapa nilai h dapat dilihat pada Tabel 4. Nu = angka Nusselt.1-2 Geankoplis. § Fluida panas yang menerima panas akan naik ke atas.

yang dibuat untuk menunjukkan sifatsifat konveksi bebas . salah satu di antaranya adalah bilangan Grashof. Besarnya koefisien perpindahan panas harus didapat dari hasil percobaan. Biasanya temperatur permukaan itu cukup tinggi untuk menimbulkan pula radiasi. Jika berbagai hasil penyelidikan itu dikumpulkan. ternyata dapat diperoleh persamaan empiris dalam bilangan-bilangan tanpa dimensi. 2. Tanpa adanya aliran yang dipaksakan terhadap fluida.1. Aliran alamiah ini memperbesar perpindahan panas yang semula sampai tercapai keadaan yang tecap. Bentuk umum: Bilangan-bilangan tanpa dimensi itu adalah: Dimana: L =panjang pipa • =viskositas fluida ρ =densitas fluida g =percepatan gravitasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Cara perpindahan panas semacam ini disebut konveksi alamiah atau konveksi bebas. Konveksi Alamiah Pada perbatasan suatu permukaan dan suatu fluida akan terjadi perpindahan panas secara konduksi dan konveksi.html (4 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .BAB III adanya gradien suhu di dalam massa fluida itu. Perbedaan temperatur antara bagian-bagian fluida menyebabkan perbedaan densiti dan karena itu timbul gerakan dan aliran dalam fluida. Konveksi paksa § Jika aliran fluida digerakkan oleh piranti mekanik seperti pompa dan pengaduk. 3. maka sekitar permukaan akan terjadi konveksi secara alamiah. § Aliran/perpindahan panas tidak bergantung pada gradien densitas. Banyak penyelidikan telah dilakukan untuk menentukan koefisien pindah panas itu. § Contohnya aliran kalor melalui pipa panas.

Persamaan empiris dan nomogram itu dapat dipakai guna memperkirakan koefisien perpindahan panas untuk konveksi bebas. Bagaimana beraneka ragamnya persamaan-persamaan itu dapat dilihat dari contoh-contoh di bawah ini. Karena terdapat berbagai persamaan dan nomogram. Untuk bidang tegaklurus dan silinder tegak lurus Aliran bergolak: Aliran berlapis: Untuk silinder mendatar Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. menghadap ke atas. yang didinginkan. maka haruslah dicari yang keadaan sistemnya sama dengan sistem yang sedang ditinjau. menghadap ke bawah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.BAB III Cp β hc k =kapasitas panas =koefisien ekspansi termal =koefisien konveksi =konduktivitas termal Hasil percobaan itu sering juga dinyatakan sebagai nomogram (alignment chart) atau grafik. atau lempeng mendatar.html (5 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .

kemudian panas menjalar secara konduksi melalui logam dinding pipa. menghadap ke bawah atau lempeng mendatar. Jika dalam alat dikehendaki pertukaran panas. Dalam bilangan Reynolds yang sangat rendah hanya hambatan gesekan yang berpengaruh. Di luar pipa terjadi lagi konveksi. Seringkali salah satu fluida dalam sebuah penukar-panas mengalir dalam pipa. panas dipertukarkan secara konveksi. baik hambatan gesekan maupun hambatan bentuk berpengaruh. maka perpindahan panas selalu terjadi secara konveksi paksa. konveksi dan radiasi. yang didinginkan.BAB III Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. Perhitungan dilakukan dengan persamaan yang berikut: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. yang seluruhnya diliputi oleh fluida itu. Perpindahan panas berlangsung secara radial terhadap pipa. menghadap ke atas: 3. Antara fluida di dalam pipa dan permukaan dinding pipa sebelah dalam.html (6 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Persamaan-persamaan empiris tentang koefisien pindah panas antara benda dan fluida hanya berlaku untuk benda dengan bentuk tertentu. mengalami dua macam hambatan. Jika bilangan Reynolds bertambah besar. Juga di sini pada waktu yang sama berlangsung perpindahan panas secara konduksi. Dalam hal ini radiasi biasanya terjadi pada permukaan luar yang berhubungan dengan lingkungan yang tetap temperaturnya. akan tetapi pengaruh hambatan gesekan makin lama makin berkurang dan hambatan bentuk lebih berpengaruh. Pengaruh aliran ini juga terlihat pada perpindahan panas antara fluida dan benda-benda yang terendam. sedang fluida yang lain mengalir dalam ruang anulus sebuah pipa yang lebih besar atau dalam ruang sebuah shell yang memuat banyak pipa. karena laju panas yang dipindahkan naik dengan adanya aliran atau pengadukan. Konveksi Paksa Seperti telah diketahui fluida sekitar benda. yaitu hambatan gesekan dan hambatan bentuk.2.

Luas permukaan perpindahan panas A. maupun dalam bentuk nomogram. letak pipa dan lain sebagainya. Besarnya koefisien pindah panas secara konveksi diperkirakan dari persamaan-persamaan empiris.BAB III Kalau persamaan di atas diterapkan di satu tempat. Pada ujung keluar pipa itu akan terdapat selisih temperatur yang berbeda dengan pada ujung awal. Untuk konveksi dalam pipa sudah tentu persamaan empirisnya lain daripada untuk konveksi luar pipa. Dalam mencari persamaan-persamaan empiris itu harus diperhatikan sifat fluida. jenis perpindahan panas (pemanasan atau pendinginan).html (7 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . sesuai dengan persoalannya. maka dilakukan rata-rata dengan persamaan yang berikut: U dihitung dari jumlah tahanan panas keseluruhan. Banyak buku yang memuat keterangan tentang koefisien pindah panas. Karena terjadi perpindahan panas. maka sepanjang pipa fluida yang panas berkurang temperaturnya dan fluida yang dingin naik temperaturnya. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. maka haruslah ada harga yang dirata-ratakan. Begitu juga besarnya koefisien perpindahan panas konveksi akan berubah. sifat aliran. maka U adalah koefisien perpindahan panas keseluruhan setempat dan ∆T adalah selisih temperatur fluida di dalam pipa dan fluida di luar pipa di tempat itu. Untuk menerapkan persamaan pindah panas pada satu alat. Biasanya selisih temperatur dirata-ratakan secara logaritma antara kedua ujung alat menjadi: (Selisih temperatur rata-rata logaritma) Dalam hal ini U dianggap tidak berubah banyak antara kedua ujung alat itu. Sebab untuk keadaan yang berlainan mungkin berlaku persamaan yang lain pula. dan haruslah ditemukan persamaan yang keadaan berlakunya sama dengan masalah yang dihadapi. karena temperatur fluida berbeda. harus dihitung sesuai dengan keadaan sistem. Kalau U sangat berbeda di kedua tempat itu. Begitu juga koefisien perpindahan panas keseluruhan harus dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas. baik dalam bentuk persamaan.

seluruh tahanan pindah panas dianggap berada dalam lapisan batas. Pada dinding pipa yang kedua belah permukaannya terdapat fluida. Sewaktu masih baru permukaan logam pipa-pipa itu bersih. Karena keadaan dalam lapisan batas itu berlapis. Untuk perhitungan selisih temperatur selalu diambil antara permukaan dan tengah-tengah aliran yang bergolak.BAB III Koefisien pindah panas sebuah alat penukar panas mengalami perubahan selama pemakaian. Besarnya tahanan karena pengotoran itu dapat dihitung dari persamaan yang berikut: di mana Ud adalah koefisien pindah panas keseluruhan untuk alat yang kotor dan untuk alat yang bersih. Karena itu untuk perhitungan-perhitungan. Dalam menggunakan persamaan-persamaan itu. biarpun agak berjauhan dari permukaan fluidanya mengalir secara bergolak. Tahanan panas konveksi digambarkan sebagai terpusat dalam lapisan batas fluida pada permukaan padat. Karena persamaan empiris itu dinyatakan dengan bilangan tanpa dimensi maka sistem satuan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Karena itu dalam menggunakan persamaan empiris semua sifat fisis fluida dinilai sesuai dengan temperatur lapisan batas itu. Lapisan ini terutama timbul pada permukaan yang berhubungan dengan air. Pada dasarnya rumus empiris untuk konveksi paksa meliputi benda mempunyai bentuk umum yang sama dengan rumus empiris untuk konveksi dalam pipa. Biarpun tipis lapisan itu merupakan tahanan tambahan terhadap perpindahan panas. Selama pemakaian pada permukaan itu akan tertentuk lapisan kotoran atau kerak. didapati dua lapisan batas itu.html (8 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . suatu lapisan tipis fluida. yaitu: Persamaan-persamaan itu dapat juga disajikan dalam bentuk grafik. Persamaan empiris hanya memberikan cara untuk memperkirakan besarnya koefisien pindah panas. sedang hd koefisien pindah panas untuk lapisan kotoran atau kerak. Menurut teori "dua lapisan" pada permukaan yang berhubungan dengan fluida terdapat. arah perpindahan panas perlu terus diingat. maka tahanan terhadap perpindahan panas di 1apisan lebih besar daripada di daerah yang bergolak. yang keadaan alirannya berlapis. Selisih temperaturpun lebih besar.

BAB III

mana yang digunakan tidak menjadi soal, asalkan tetap hanya satu sistem satuan yang dipakai. Banyak data telah diperoleh dalam percobaan-percobaan untuk menentukan koefisien pindah panas h. Data dapat disajikan dalam grafik atau sebagai persamaan. Di bawah ini akan diberikan berbagai contoh persamaan empiris yang sering dijumpai dengan batas-batas berlakunya. Aliran laminar Untuk aliran berlapis (laminar) dalam pipa tegak atau datar, di mana konveksi bebas dapat diabaikan, berlaku persamaan: Re < 2100 Dimana: L =adalah panjang pipa di mana terjadi perpindahan panas; m. d =diameter pipa; m • =viskositas fluida pada suhu rata-rata; Pa.s b • w =viskositas fluida pada suhudinding; Pa.s =kapasitas panas; J/kg.K =koefisien perpindahan panas rata-rata =konduktivitas termal; W/m.K

Cp hc k

Faktor (•/• w) digunakan sebagai koreksi, jika viskositas fluida di dekat dinding dan di tengah pipa terlalu berbeda. Semua sifat fluida dihitung pada suhu rata-rata kecuali • w Untuk fluida masuk dan keluar pada T berbeda, T rata-rata secara aritmetik: Tw= suhu dinding Tbi= suhu fluida masuk Tbo=suhu fluida keluar Aliran turbulen Untuk aliran bergolak (turbulen) dalam pipa yang bersih berlaku persamaan:
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (9 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

hL

= koefisien konveksi didasarkan pada •Tm.

Beda suhu rata-rata logaritmik,LMTD, •Tm Merupakan selisih suhu rata-rata secara logaritma pada kedua ujung peralatan.

Bilangan Grashof tidak ada dalam persamaan di atas, karena nilai bilangan Reynolds terlalu tinggi untuk adanya pengaruh konveksi bebas. Sifat-sifat fluida harus dinilai pada temperatur rata-rata antara temperatur masuk dan keluar. Persamaan-persamaan empiris yang ada pada waktu ini belum mencakup semua keadaan yang dijumpai dalam praktek. Banyak hal yang tidak dapat di hitung koefisiep pindah panasnya. Dalam hal ini h harus diperkirakan dari data empiris, yang biasanya dalam buku-buku referensi diberikan sebagai batas-batas nilai. Data yang dilaporkan dalam buku maupun dalam majalah banyak berguna dalam memperkirakan koefisien pindah panas secara konveksi.

Nila h untuk udara, Ptotal= 1 atm, aliran turbulen Nilai h untuk air, T=4-105oC, aliran turbulen

Nilai h aliran fluida yang melintasi plat datar
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (10 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

Aliran laminar : Re < 3.105; Pr > 0,7

Aliran turbulen: Re > 3.105; Pr > 0,7

Nilai h untuk aliran melintasi bola Sebuah bola yang akan dipanaskan atau didinginkan oleh fluida yang mengalir tegak lurus terhadap sumber bola. 1 < Re < 70.000 0,6 < Pr < 400 Nilai h aliran udara yang mengalir tegak lurus terhadap silinder tunggal dan udara yang mengalir tegak lurus pada silinder, digunakan: Nilai K dan n diperoleh dari daftar berikut: Re n 1-4 0,33 4-40 0,385 40-4000 0,466 4000-40000 0,618 40000-250000 0,805

K 0,891 0,821 0,615 0,174 0,0239

Nu 0,891-1,42 1,4 – 3,4 3,43 – 29,6 29,5 – 121 121 - 529

3.3. Gabungan Konduksi dan Konveksi Terdapat dua jenis fluida pada kedua sisi permukaan padatan. T1 = suhu fluida panas T2 = suhu fluida dingin

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (11 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

K Laju perpindahan panas (gambar b): A1 = 2p.BAB III Laju perpindahan panas (gambar a): Koefisien perpindahan panas menyeluruh.L. sesuai dengan persoalannya. U dalam W/m2.html (12 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas.r1 = luas permukaan dalam tabung Aalm = luas permukaan rata-rata tabung Ao = luas permukaan luar tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. gabungan konduksi dan konveksi. U.

62 m/dt. Pemanasan udara dalam aliran turbulen. Fluks panas (q/A) Penyelesaian: Dari App. A. Geankoplis 1987.03894 W/m Pr = 0.10-5 Pa.3. 1987). Udara pada 206.7 K diluar pipa.10-5 Pa.html (13 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Sebagai media pemanas digunakan steam pada 488. udara pada 477.s k = 0.6. Koefisien perpindahan panas untuk L/D > 60.686 Pada 488. b.s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.64.6 K akan dipanaskan melalui pipa dengan ID 25.4 mm dan kecepatan 7.7 K.BAB III Contoh 4.5-1. Karena koefisien konveksi steam besar sedangkan tahanan dinding pipa sangat kecil. mw = 2. dianggap temperatur dinding pipa yang kontak dengan udara juga 488.6 K: mb = 2.7 K. Hitung : a.8 kPa dan temperatur rata-rata 477. (Geankoplis.

pipa baja pada temperatur rata-rata 65.BAB III mb = 2.K.6. Koefisien sisi uap diperkirakan ho = 10500 W/m2.6 oC dari App.6 oC dan kecepatan 2. Hitung U.0334 m.633 W/m. Air mengalir melalui pipa horizontal 1” sch 40. A.dt (a) Aliran turbulen: (b) Contoh soal 4. Pemanasan air menggunakan steam dan penyelesaian dengan trial and error. 1987): 1” sch 40 : ID= 0.html (14 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .10-5 kg/m. koefisien perpindahan panas keseluruhan. Air pada T = 65. Air akan dipanaskan dengan steam pada 107.32.K µ = 4.10-4 Pa. A-5 (Geankoplis.5-2 (Geankoplis.0266 m dan OD = 0. Hitung hi untuk air didalam pipa. c.10-5 Pa. 1987). a.98 (1000) = 980 kg/m3 k = 0.44 m/dt. Hitung q untuk 0.S file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.6.305 m pipa. didasarkan atas permukaan dalam pipa.2 : NPr = 2.72 r = 0.s = 2. b. Penyelesaian: Dari App.8 oC diluar dinding pipa.

7oC=3.6oC dan 107. dan diasumsikan berada diantara 65. Tetapi efeknya terhadap hi cukup kecil dan dapat diabaikan.1oC Sehingga Tw=65.81.s Nre air pada temperatur rata-rata: (b) Untuk L=0.80oC = 3.K Tahanan menjadi: Penurunan temperatur melalui lapisan air: =16. diambil 80 oC = Tw.10-4 menjadi mw. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.53.8 oC. •w.BAB III TRIAL I Temperatur dinding pipa diperlukan. Sifat fisika yang berubah adalah mw jika dilakukan Trial II yaitu mw.80oC= 3.7oC Ini sangat dekat dengan nilai Trial I yaitu 80oC.html (15 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . sehingga tidak diperlukan trial ke-2.10-4 Pa.56.56.305 m K untuk baja adalah 45 W/m.5+16.10-4.1=81.

40. yang terpasang dalam udara terbuka.html (16 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .1 oC/m panjang pipa. Suatu aliran minyak bumi. Arah perpindahan panas adalah radial. agar temperatur permukaan asbes dapat mencapai 50oC. dan penurunan temperatur minyak bumi besarnya 0. Analisa Keadaan masalah digambarkan pada sketsa berikut. sebanyak 1 kg/detik.BAB III (c) Soal latihan. Perpindahan panas mengikuti persaman: Dimana: = tahanan panas konveksi dalam pipa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. dipanaskan dalam tungku dan keluar tungku pada temperatur 300oC melalui pipa baja 4 inci sch. Pipa ini hendak diinsulasi dengan lapisan asbes. Berapa tebal lapisan asbes.

BAB III = tahanan konduksi panas melalui pipa = tahanan konduksi panas melalui asbes = tahanan panas konveksi bebas dalam udara Untuk menghitung besarnya tahanan panas.02 mm Luas permukaan = 0. Untuk perhitungan pertama tahanan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.K r (100 oC) = 890 kg/m3 Cp (100 oC) = 1. k.K r(lembab) = 1.107 kg/m3 Cp (lembab) = 1.detik/m2 Pada permukaan luar insulasi asbes terjadi konveksi bebas.K µ(lembab) = 19.6 mW/m. ialah: Baja (300 oC) = 43 W/m. 40 mempunyai ukuran sbb: ID = 102 mm OD = 114 mm Tebal dinding = 6.K Asbes (100 oC) = 0.97.K µ (100 oC) = 0. perlu dikumpulkan keterangan dan data dari pustaka sbb: Pipa 4” sch.html (17 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .0 N.178 W/m.358 m2/m Harga konduktivitas panas.10-3 N.07 kJ/kg.27.detik/m2 Tf diambil 35 oC = 308 K β= koefisien ekspansi termal = 1/Tf = 1/308 Keterangan tentang minyak bumi: K = 0.K Keterangan tentang udara: K (kering) = 26.103 J/kg.138 W/m.

Q diperoleh dari penurunan temperatur minyak bumi sebesar G. yang kemudian menghasilkan tebal insulasi. R4 untuk sementara tidak diperlukan.BAB III konveksi bebas tidak perlu diikut sertakan. memberikan harga untuk R3. Untuk minyak bumi perhitungan adalah sebagai berikut. Besaran ini terdapat dalam tahanan panas R.det/m2 Dipakai persamaan berikut Nre = 46. Penyelesaian: Untuk dapat memilih persamaan empiris untuk menghitung h. karena semua keterangan diketahui.200 Tahanan konduksi melalui dinding pipa: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. ∆T = 0. maka bilangan Reynold harus dihitung. karena temperatur permukaan diketahui yaitu 50 oC. ∆T Watt/m.102 m m= 0.27 . G = 1 kg/dt D = 0. Jadi q dan ∆T harus diketahui terlebih dahulu. 10-3 N.Cp.1 oC ∆T diperoleh dari selisih temperatur keseluruhan 300 – 50 = 250 oC Dari keempat tahanan panas R1 dan R2 dapat dihitung.pipa.html (18 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Substitusi harga besaran-besaran di atas ke dalam persamaan perpindahan panas. Rencana: Persaman pokok untuk perpindahan panas adalah: Yang ditanyakan adalah tebal insulasi.

Pr)1/4 Menurut perhitungan ini temperatur permukaan insulasi besarnya = 20 + 33 = 53 oC. Kalau dimisalkan temperatur udara 20 oC.114 + d) = 0.647 m Penilaian: Hasil perhitungan diatas perlu diperiksa dengan tahanan konveksi bebas.K Laju perpindahan panas permeter pipa: R = R1 + R2 + R3 1.Pr < 109 .08/0.267) = 0.267 m d ins = 0.0109+0.08 + 0.647 m Berlaku 103 < Gr. 0.27=0.0004+R3 d= 0. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.525 (Gr. maka temperatur lapisan batas udara Tf pada permukaan insulasi dapat diambil Tf = ½ (50+20) = 35 oC Perhitungan tahanan konveksi bebas: b= 0.K Tahanan konduksi melalui insulasi: ka= 0.178 W/m. sehingga dipakai persamaan Nu = 0.7 (0.3 = 0.114 + (2.BAB III Kp=43 W/m.7 d d = 0.html (19 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .

harus diadakan perhitungan tebal insulasi lagi. Hitung luas permukaan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. U 4.5” dan dinding BWG no. Analisa: s Perhitungan dilakukan dengan persamaan s s Banyaknya pipa terdapat adlam luas permukaan A Faktor lain harus dihitung.BAB III Perbedaan sebesar 3 oC atau lebih kurang 6% masih baik untuk perhitungan rancangan seperti ini. Jika ada faktor yang tidak dapat dihitung. Setiap pipa berada dalam pipa tembaga yang lain dengan ukuran 1. Gas berada dalam pipa tembaga ukuran 1” dengan dinding BWG no. Air mengalir melalui ruang anulus antara kedua pipa dengan kecepatan 0. Soal Latihan Gas karbondioksida kering sebanyak 8. Q dapat dihitung dari laju alir dan penurunan temperatur gas CO2. Gas masuk dengan kecepatan 5. Hitung selisih temperatur rata-rata •Tm 3.14.10-3 m3/detik. akan tetapi lebih tinggi maka temperatur permukaan insulasi akan lebih tinggi dari 50 oC.16. s s s Rencana: 1. Hitung koefisien perpindahan panas keseluruhan. Untuk mempertahankannya pada 50 oC. U dihitung dengan menghitung masing-masing tahanan panas dan menjumlahkannya.0 . •Tm dapat dihitung dari kenaikan temperatur ini dan laju alirnya. lakukan trial (cobacoba).3 m/detik. Berapakah banyaknya dan panjang pipa yang diperlukan?. Kalau temperatur udara bukan 20 oC.html (20 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . pada tekanan mutlak 2 bar dan temperatur 60 oC. Air mengalir berlawanan arah dengan gas dan masuk pada 25 oC. berdasarkan anggapan semua energi gas diserap oleh air.7 m/detik. yang berarti insulasi harus dipertebal. hendak didinginkan menjadi 40 oC. Hitung laju perpindahan panas q 2.

Laju perpindahan panas Berat 1 m3 gas pada 2 bar.013 bar V1 = 22. 1. 60 oC: Pada kondisi standar: P1 = 1 atm = 1. Gas CO2 dianggap gas ideal.415 m3/kgmol T1 = 273.415 cm3/mol = 22.html (21 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .15 K N1 = 1 kgmol Kondisi 2: P2 = 2 bar V2 = 1 m3/n2 kgmol T2 = 273+60 = 333 K N2 = kgmol Cp CO2 diperhitungkan pada temperatur rata-rata = ½ (60+40) = 50 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.BAB III Penyelesaian: Semua keterangan didapat dari lampiran atau pustaka.

Selisih temperatur Luas penampang dalam pipa 1.3) (1000) = 0.10-4 m2 Luas penampang dalam pipa 1” : Dengan kecepatan 5.BAB III Dengan interpolasi didapat harga = 0. 10-4) (0.8 .K Kenaikan temperatur air ialah: Temperatur keluar air menjadi 25.4.5” : Luas penampang luar pipa 1” : Luas penampang anulus : 9. oC Berat keseluruhan gas: Jadi panas yang dipindahkan: Q = 25.10-4 = 3.03.10-4) = 15.8 .53 . Banyaknya air yang mengalir: (15.208 Btu/lb.html (22 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .96.10-3 (874) (60-40) = 445 J/dt 2.10-4 – 5.474 kg/detik Cp(25 oC) air = 4180 J/kg.07.7) = 20.10-4 (5.96 .1.10-4 m3/dt Jadi diperlukan pipa sebanyak: Luas total penampang anulus menjadi 4 (3.oF = 874 J/kg.22 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. 10-4 m2.7 m/dt tiap pipa dapat mengalirkan: 3.

dtk/m2 Cp = 4.606 W/m.180 J/kg. Koefisien perpindahan panas Untuk dapat memilih persamaan empiris yang akan digunakan. Sehingga Nre harus dihitung.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.oC µ= 1.m2 Untuk aliran air: Luas penampang anulus = 3.10-3 N.5.73)=0.105 BTU.10-2 m m25 oC = 0.BAB III 3.K m = 0.0.967.10-2)meter=2. Untuk CO2: k=0.10-5 N/dt.967.ft/ft2.96.html (23 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .0182 W/m.10-3 N. untuk L/d = 60 (perkiraan) terbaca dari grafik untuk absis Nre = 6300: Untuk air didapat keterangan: d=de=2.6. selalu perlu diketahui apakah aliran laminar atau turbulen.jam=0.K Cp=874 J/kg.0105(1.10-2 m k= 0.10-4 m2 Diameter anulus = diameter setara de = 4 x faktor bentuk S Untuk perpindahan panas De=4(0.dtk/m2 Persamaan yang akan digunakan: Dengan menggunakan grafik.oF.

Untuk pipa tembaga: Keliling pipa 1” rata-rata: Tahanan dinding pipa permeter pipa: Tahanan keseluruhan : Tahanan dinding pipa: Tahanan air: Tahanan gas: A=0.html (24 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .1587 m2 Luas permukaan pipa: 0.BAB III Faktor diperkirakan mendekati 1.080 m2/m Panjang pipa yang diperlukan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. karena temperatur pipa diperkirakan hampir sama dengan temperatur air.

a1at penukar ka1or biasanya digunakan untuk pemanasan dan pendinginan proses serta a1iran produk.html (1 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Exchanger: Memanfaatkan perpindahan kalor diantara dua fluida proses (steam dan air pendingin tidak termasuk sebagai fluida proses. tetapi merupakan utilitas). file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Pada kebanyakan sistem kedua fluida ini tidak mengalami kontak langsung.BAB IV BAB IV ALAT PENUKAR KALOR Apabila kita berhubungan dengan dua macam zat cair atau gas di da1am proses yang akan saling bertukar ka1ornya. Ana1isa dan desain yang dilakukan digunakan untuk mengaplikasikan secara praktis prinsip-prinsip dasar yang sudah dibahas sebelumnya. Pada industri-industri kimia. Kontak langsung a1at penukar ka1or terjadi sebagai contoh pada gas kalor yang terfluidisasi da1am cairan dingin untuk meningkatkan temperatur cairan atau mendinginkan gas. maka kita perlu membincangkan tentang atat penukar ka1or yang bersesuaian dengan material yang akan kita pindahkan. Lazimnya a1at penukar ka1or adalah sistim yang digunakan penukaran ka1or diantara dua fluida yang dibatasi oleh dinding pemisah. Kalor akan bertukar diantara fluida di da1am dan di luar pipa yaitu yang berada pada daerah anulus. Kemudian di estimasi koefisien perpindahan kalor diantara kedua a1iran. Alat penukar kalor berdasarkan fungsinya dapat digolongkan pada beberapa nama: 1. Sa1ah satu a1at penukar ka1or yang sederhana terdiri dari pipa panjang di da1am suatu pipa kedua.

Evaporator: Berfungsi memekatkan suatu larutan dengan cara menguapkan airnya. Alat ini digunakan da1am industri ska1a kecil. Steam biasanya digunakan sebagai media pemanas. Alat penukar ka1or pipa a. 4. 5. 8. Heater: Berfungsi memanaskan fluida proses. Beberapa jenis a1at penukar ka1or yang banyak dipakai akan dibahas berikut ini. 4. Boiler : Berfungsi untuk membangkitkan uap. dan sebagai bahan pemanas a1at ini menggunakan steam.html (2 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . in Diameter dalam. antara dinding pipa da1am dan dinding pipa luar. Penukar ka1or pipa ganda (double pipe heat exchanger) Adalah a1at perpindahan ka1or yang terdiri dari dua pipa konsentris (pipa kecil sebagai sentra1.BAB IV 2. dan umumnya digunakan da1am ska1a laboratorium. Pipa ganda ini terdiri dari beberapa bagian: s s s s Gland (sambungan) Return head Return bend Tee Ukuran standar yang biasa terdapat pada Penukar ka1or pipa ganda: Diameter luar. 7. 3. Dimana satu fluida menga1ir lewat pipa da1am sedangkan fluida yang lain menga1ir lewat anutus. in file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Reboiler : Berfungsi sebagai pensup1ai kalor yang diperlukan bottom produk pada distilasi. 6.1. Condenser: Berfungsi untuk mengembunkan uap atau menyerap ka1or laten penguapan. dan sebagai bahan pendingin digunakan air. Vaporizer: Berfungsi memekatkan cairan selain dari air. yang dibungkus oleh pipa yang lebih besar). Cooler: Berfungsi mendinginkan fluida proses.

Adakalanya hal yang sebaliknya berlaku.1 terlihat suatu sketsa secara bagan dari jenis penukar ka1or ini. dan sebagainya. terdapatnya kotoran padatan. Kadang-kadang medium yang akan didinginkan dibawa mela1ui pipa dan medium yang akan dipanaskan dibawa seke1i1ing pipa.BAB IV 2 2½ 3 4 1¼ 1¼ 2 3 b. Dengan demikian dapat dicegah sudut mati dalam aparat. terdapat berbagai macam sistem. Pilihan ini bergantung kepada berbagai keadaan yaitu sifat ada media (cair atau gas). Penukar kalor pipa-tabung (shell and tube heat exchanger) Pada Gambar 4. untuk berubah arah beberapa ka1i. viskositas.1 memperlihatkan beberapa penyelesaian yang mungkin di1akukan. Seluruh alat terdiri dari seberkas pipa yang dipasang diantara plat pipa. Untuk menyangga beda muai antara pipa dan mantel. Untuk luas per1ukan perpindahan kalor antara 100-200 ft2 digunakan penukar kalor jenis pipa ganda.html (3 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . akan tetapi dengan demikian dapat pula memperbesar kecepatan aliran. yang dapat lebih memperlancar lagi pertukaran kalor. Kesemuanya dibedakan berdasarkan jalur pemasukan dan pengeluaran bahan yang akan dipanaskan atau didinginkan. Gambar 4. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. memaksa medium yang mengalir di sekeliling pipa. Dinding ba1ik vertikal di sekitar pipa.

Untuk itu lebih sesuai digunakan penukar kalor pipa tabung. dan karena banyaknya sambungan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.BAB IV Gambar 4. Penukar kalor pipa tabung (shell and tube heat exchanger) Sedangkan untuk luas lebih besar dari 200 ft2 pemakaian pipa ganda akan memerlukan tempat yang luas.1. titik tempat terjadinya kebocoran semakin banyak. Industri ska1a besar memerlukan alat perpindahan kalor dengan luas perpindahan kalor yang besar.html (4 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .

sehingga udara digunakan sebagai pcndingin.3) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. 4. Menggunakan teknik fabrikasi yang sudah baik. Dapat dikonstruksi dari sejumlah besar material.3.BAB IV Keuntungan dari tipe ini: s s s s s Konfigurasi alat ini memberikan luas permukaan yang besar dalam volume yang kecil. Mudah dibersihkan. (Gambar 4. Biasanya a1at ini digunakan terutama pada industri makanan dan minuman karena alat ini mudah dibersihkan dan diperiksa kembali. Mempunyai bentuk yang baik untuk operasi bertekanan. Penukar kalor pe1at Alat penukar ka1or ini terdiri dari beberapa pelat yang tersusun di da1am bingkai yang besar. 4.html (5 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .2. Penukar ka1or pendingin udara Pemakaian alat ini adalah apabi1a air pendingin yang digunakan terbatas. Zat yang satu menga1ir mela1ui rusuk-rusuk diantara kedua pelat sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4.2.

Penukar kalor pelat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.html (6 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .BAB IV Gambar 4.2.

BAB IV Gambar 4. RD (hitung) UC = dot faktor = koefisien perpindahan ka1or dalam keadaan bersih.3. Penukar kalor pendingin udara Masalah utama da1am perancangan alat perpindahan ka1or adalah: 1. Dot faktor (tahanan kotoran) Tahanan kotoran adalah kotoran (kerak) yang terbentuk selama penukar kalor dioperasikan dan akan menyebabkan koefisien perpindahan kalor menjadi berkurang.html (7 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.

Analisa-analisa kedua kasus ini agak berbeda.(4. Tabel 12. Bila dimisa1kan fluida yang 1ewat ada1ah fluida organik. Harga ini merupakan batas tahanan yang maksimum. dimana setelah itu kalor yang diijinkan menjadi 1ebih kecil dari yang dibutuhkan.html (8 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda Pada Alat Penukar Kalor Pipa Ganda aliran di da1am pipa dapat berupa aliran searah sepanjang pipa maupun aliran berlawanan. Kern. Berkisar antara 100% .4. maka harga RD=O.125% RD(ketentuan).5-2 psi Untuk a1iran liquida (cairan). sebagai berikut: . 4. W merupakan laju alira masa (mass file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Kita mulai dengan kesetimbangan kalor pada aliran dingin. Nilai RD (hitung) harus 1ebih besar dari RD (ketentuan).. dalam batas-batas yang diizinkan yaitu: s s Untuk aliran uap dan gas.dTC = CCdTC dimana C = wCp Pada pernyataan ini dQh adalah kadar diferensial dimana kalor dipindahkan ke fluida dingin dari fluida panas melewati bagian diferensia1 dari penukar kalor.. yang dihitung bila kedua permukaan pipa tidak dibersihkan.001 (ketentuan. •P antara 5-10 psi.BAB IV UD = koefisien perpindahan kalor dalam keadaan kotor RD(ketentuan) = dot faktor maksimum.1) dQh =(wCp)C. ∆P antara 0. Penurunan tekanan Terjadi dalam masing-masing aliran. 1965). 2. A1iran searah ini di sebut cocurrent flow dan a1iran berlawanan disebut countercurrent flow.

panas yang hi1ang disamakan dengan f1uida panas untuk dibandingkan dengan fluida dingin.(TH -TC) .html (9 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .. berlaku untuk setiap titik disepanjang aksis penukar ka1or. dan tahanan konduksi dihubungkan dengan dinding pipa itu sendiri. Kita sekarang mendefinisikan perbedaan temperatur diantara bagian panas dan dingin sebagai: d(TH-TC)=d(•T) Dari persamaan (4. Tahanan-tahanan seri ini ditambahkan dan didefinisikan bahwa koefisien perpindahan kalor keseluruhan. dQh = -(wCp)HdTH = -CHdTH .5) . Terdapat tahanan konveksi pada permukaan pipa yang memisahkan dua aliran..1) dan (4...(4.6) ada1ah diferensial.dA..2) Kalor dipindahkan dari saluran panas ke aliran dingin melewati susunan tahanan termal.(4.. dan bukan kapasitas kalor molar. U. Untuk kesetimbangan panas keseluruhan. Pendefinisian U meliputi pemilihan apakah kita menggunakan permukaan da1am atau permukaan 1uar dari pipa dalam untuk mendefinisikan dA.1) dan (4.BAB IV f1ow rate) dan Cp adalah kapasitas kalor persatuan masa.2) dipero1eh: …(4.(4. adalah: dQh = U.. maka kesetimbangan untuk aliran panas hampir sama dengan aliran dingin.2) dapat ditu1is: dan Substitusi persamaan (4.6) Kesetimbangan panas persamaan (4.7) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.4) …(4. Jika tidak ada kehilangan panas dari penukar kalor.(4.3) Dimana dA adalah luas pem1ukaan diferensia1 yang memisahkan kedua aliran. dan diperoleh: ..

dengan sedikit perubahan tanda... temperatur rata-rata logaritmik) sebagai: .8) ∆T1 dan •T2 adalah perbedaan temperatur diantara kedua aliran pada ujung penukar panas. Persamaan ( 4. Untuk aliran counter current diperoleh hasil yang sama. sedangkan ∆T adalah perbedaan temperatur lokal diantara a1iran panas dan dingin.(4.12) kita mendefmisikan apa yang disebut log-mean temperature difference (LMTD.(4.. Diasumsikan bahwa koefisien keseluruhan U diketahui dan tidak tergantung pada arah aliran untuk bentuk geometri dan laju alir kedua aliran yang ditentukan.. dengan hasil: .8 ) dapat ditulis menjadi: ..11) Jika persamaan-persamaan ini diatur kemba1i dapat diselesaikan laju perpindahan panas keseluruhan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.(4..9) Persamaan diferensial untuk dT dapat diintegrasikan jika diasumsikan bahwa v ada1ah konstan disepanjang pipa..html (10 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .12) Da1am persamaan (4.6) dapat ditulis sebagai: Dimana: .BAB IV Sehingga persamaan (4. Selanjutnya diberikan dua contoh Untuk membedakan operasi cocurrent dengan counter current. sehingga diperoleh: …(4..13) Hasil ini sama dengan definisi yang sudah diutarakan pada ana1isa a1at penukar ka1or sebelumnya pada suatu penukar kalor single-tube.(4.

mungkin berupa campuran zat mampu kondensasi dan zat tak mampu kondensasi. s s Uap dapat mengembun menurut salah satu dari dua cara berikut: 1. Rugi-rugi gesekan di dalam kondenser biasanya cukup kecil. Kondensasi tetes (dropwise condensation) s Kondensat mula-mula membentuk inti nukleasi (tetesan). s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. pada suhu tetap atau hampir tetap. Sangat tidak stabil dan sangat sukar dipertahankan sehingga metode ini jarang dipakai.html (1 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . Suhu kondensasi hanya bergantung pada tekanan sehingga proses kondensasi zat murni merupakan proses isotermal. 5.1. Tetesan-tetesan bergabung sehingga membesar dan mengalir ke bawah tabung karena pengaruh gaya gravitasi.BAB 5 BAB V PERPINDAHAN KALOR DISERTAI PERUBAHAN FASA Perubahan fasa mencakup: Penambahan atau pengurangan energi termal dalam jumlag yang agak banyak. sehingga kondensasi itu dapat dikatakan merupakan proses tekanan tetap. atau campuran dua zat mampu kondensasi atau lebih. s Perpindahan kalor dari uap yang mengembun (kondensasi) Uap kondensasi mungkin terdiri dari sati zat saja.

gliserin.1. 2. ialah: …(5.1. Kondensasi film (film-type condensation) § Lebih sering terjadi § Kondensat cair itu membentuk film atau suatu lapisan sinambung yang lalu mengalir di atas permukaan tabung karena pengaruh gaya gravitasi. 5.1) Dimana: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Suhu dinding dan suhu uap konstan. Contoh: logam cair. s s s 1.BAB 5 s Terjadinya bergantung pada sifat zat cair. Koefisien untuk kondensasi film Asumsi: s Satu-satunya tahanan terhadap aliran kalor adalah yang disebabkan oleh lapisan kondensat yang mengalir ke bawah dalam aliran laminar karena pengaruh gaya gravitasi.html (2 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . Tabung Vertikal = koefisien lokal = konduktivitas termal untuk kondensat film = tebal film Koefisien rata-rata untuk tabung vertikal. selama aliran kondensat di dalam film itu laminar. Kondensat meninggalkan tabung pada suhu kondensasi. nitrobenzen. Kecepatan zat air pada dinding adalah nol.

= pembebanan kondenat pada dasar tabung (lb/ft.jam).2) Dimana Tf = suhu rujukan Th = suhu uap yang kondensasi Tw = suhu permukaan luar dinding tabung Bentuk ekivalen persamaan (5. alir an film kondensat itu dapat dikatakan selalu laminar.1) dengan yang dieliminasi: 2.1) dan (5.html (3 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . lb/ft. Tabung Horizontal …(5. densitas.3) untuk tabung vertikal diturunkan dengan pengandaian bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Catatan: 1. rf. Persamaan (5. kf : …(5. konduktivitas lapisan film.5) Dimana: Γ= pembebanan kondensat persatuan panjang tabung.4) …(5. Pada tabung horizontal. rf. N = jumlah tabung dalam susunan. Suhu rujukan untuk menentukan mf. g = percepatan gravitasi. kf = viskositas.BAB 5 mf.

7 BTU/lb.3) yang dapat langsung ditentukan adalah: l= 139 BTU/lb g = 4. Bila kecepatan fase uap di dalam kondenser itu cukup besar.76 dan 1. Dalam menghitung Tf.2).oF. Penyelesaian: Persamaan (5. suhu dinding Tw harus ditaksir dari h. klorobenzene mengkondensasi pada tekanan atmosfer di dalam selongsongnya.1) an (5. yaitu koefisien film kondensat.3) dibuat masing-masing 1. seret uap itu juga dapat menimbulkan keturbulenan pada lapisan kondensat sehingga koefisien film kondensasi menjadi jauh lebih besar. a. Berapakah laju kondensasi klorobenzen dan pembebanan kondensat.BAB 5 aliran kondensat itu laminar. Panjang tabung 5 ft. yang diberikan oleh persamaan (5. baga vertikal dengan diameter ¾ in 16 BWG. Air pendingin dengan suhu rata-rata 175 oF mengalir di dalam tabung.ft2. jika jumlah tabung rata-rata dalam susunan vertikal adalah 6. Abaikan faktor pengotoran dan tahanan dinding tabung. Contoh 13.1. (Mc Cabe.3) berlaku.17.13. Besaran dalam persamaan (5. dkk 1985) Pada sebuah kondensor selongsong dan tabung (Shell and Tube) yang menggunakan tabung te. tetapi sifat-sifat kondensat harus dievaluasi pada suhu rujukan Tf. Karena itu diperlukan perhitungan coba-coba (trial and error). Jika koefisien sisi air adalah 400 BTU/jam.html (4 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .108 ft/jam2 L = 5 ft Suhu kondensi Th adalah 270 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. koefisien pada persamaan (5. Kalor laten kondensasi klorobenzen adalah 139. 2. Berapakah koefisien itu dalam kondenser horizontal yang mempunyai tabung sebanyak itu juga. Maka untuk perhitungan praktis. b.

Dianggap Tw = 205 oF Penurunan suhu ∆T = 270 – 205 = 65 oF Suhu rujukan.75/12 = 0.¾ (270 – 205) = 221 oF Densitas dan konduktivitas termal zat cair hanya mengalami perubahan kecil dengan suhu sehingga dianggap tetap pada nilai-nilai berikut: rf = 65. dari persamaan (5.083 BTU/ft.13 sebagaimana disarankan: Suhu dinding didapatkan dari persamaan : Do=0.3 (2.jam (lamp.html (5 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . 1985) (lamp.BAB 5 Suhu dinding Tw tentulah berada diantara 175 dan 270 oF. I.4 lb/ft3 kf = 0. 1985) Taksiran pertama h.jam.726 lb/ft. dengan menggunakan koefisien 1. oF Viskositas film itu adalah: mf = 0.42) = 0.2) ialah: Tf = 27.0625 ft Suhu dinding : Tw=175+33 = 208 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. 13 Mc Cabe dkk. 10 Mc Cabe dkk.

68 lb/ft.9815 ft2 Laju perpindahan kalor menyeluruh menjadi: = 179 (0.42) = 0. (5.BAB 5 Nilai ini cukup dekat dengan taksiran 205 oF sehingga perhitungan selanjutnya tidak diperlukan lagi. mT = laju kondensasi total.0625 ft mf = 0. N=6 •To = 270 – 215 = 55 oF Do = 0.28 (2. Koefisien h = 179 Btu/ft2.jam file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.5) Koefisien untuk klorobenzen mungkin lebih besar dari bagian (a) sehingga suhu dinding Tw sekarang diperkirakan 215 oF.1963 (5) = 0.oF Selanjutnya diperiksa apakah aliran itu laminar seluruhnya.893 Btu/jam.jam.html (6 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . Pembebanan kondensat: dan b.9815) (270 – 208) = 10. Untuk kondensor horizontal digunakan pers. Luas permukaan luar setiap tabung ialah: Ao = 0.

BAB 5

Tw = 175 + 43 = 218 oF Nilai ini sesuai dengan nilai taksiran 215 oF sehingga tidak diperlukan lagi trial berikutnya. Koefisien h ialah 270 Btu/ft2.jam. oF.

5.2. Perpindahan kalor ke zat cair yang mendidih Contohnya pada operasi evaporasi, distilasi, pembangkitan uap, pengolahan minyak bumi, pengendalian suhu pada reaksi kimia zat cair yang mendidih. Untuk tabung horizontal yang terbenam didalam zat cair mendidih. …(5.7) Dimana: = koefisien perpindahan panas = viskositas uap = penurunan suhu melintas uap = konduktivitas termal uap = densitas zat cair, densitas uap Do = diameter luar tabung pemanasan = selisih rata-rata antara entalpi zat cair dan entalpi uap panas lanjut.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (7 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

…(5.8) = kalor laten penguapan Cp = kalor spesifik uap pada tekanan tetap = panjanng gelombang-gelombang yang terkecil yang amplitudonya dapat berkembang pada antar muka datar yang horizontal. …(5.9) = tegangan antarmuka antara zat cair dan uap. Contoh 13.2 McCabe dkk, 1985: Freon (CCl3F) didihkan pada tekanan atmosfer dengan tabung tercelup horizontal yang diameter luarnya 1,25 in. Titik didih normal freon ialah 74,8 oF. Dinding tabung berada pada suhu 300 oF. Sifat-sifat freon 11 adalah sebagai berikut: = 91,3 lb/ft3 = 78,3 Btu/lb = 0,013 cP = 19 dyne/cm Cp = 0,145 Btu/lb.oF kv=BTU/ft.jam.oF Hitung koefisien perpindahan kalor, ho, dan fluks kalor q/A. Penyelesaian: = 0,013 (2,42) = 0,0314 lb/ft.jam = 300 – 74,8 = 225,2 oF Suhu film uap rata-rata = (300+74,8)/2 = 187,4 oF
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (8 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

= 91,3 lb/ft3; BM=137,5 ; Do = 1,25/12 = 0,104 ft Pada suhu film rata-rata: Pada titik didih: Dari persamaan (5.8) : Dari persamaan (5.9) anggap gc/g = 1 lb/lbf.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (9 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

Evaporasi dilaksanakan dengan menguapkan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. Pendahuluan Evaporasi adalah salah satu kaedah utama dalam industri kimia untuk memekatkan larutan yang encer. misalnya pada penguapan air asin untuk membuat garam. dan bukan zat padat. Pengertian umum dari evaporasi ini adalah menghilangkan air dari larutan dengan mendidihkan larutan didalam tabung yang sesuai yang disebut evaporator. Evaporasi tidak sama dengan pengeringan. Dalam kebanyakan proses evaporasi. dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha untuk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. Evaporasi berbeda dari kristalisasi dalam hal penekanannya disini ialah pada pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. Air yang mengandung mineral seringkali diuapkan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan walaupun uap itu merupakan campuran. dalam suatu situasi tertentu. garis pemisah antara evaporasi dan krista1isasi tidaklah dapat dikatakan tegas. kadang-kadang zat cair yang sangat viskos. Evaporasi bertujuan untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut yang tidak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. Evaporasi berbeda pula dari distilasi karena disini uapnya biasanya komponen tunggal. pelarut yang digunakan adalah air. Sebab evaporasi kadangkadang menghasilkan lumpur kristal di dalam larutan induk. dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair. kebalikannyalah yang benar.BAB VI BAB VI PROSES EVAPORASI 6. Dalam situasi-situasi tertentu. Lazimnya. zat cair pekat itulah yang merupakan produk yang berharga dan uapnya biasanya dikondensasikan dan dibuang. dalam evaporasi.html (1 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .1. Tetapi.

distilasi dan kristalisasi: Proses (1≠2) Evaporasi ≠ Pengeringan No. Berikut ini adalah beberapa sifat penting dari zat cair yang divaporasikan. Biasa disebut distilasi air. Penyelesaian praktis terhadap masalah evaporasi sangat ditentukan oleh karakteristik zat cair yang akan dikonsentrasikan. 2.html (2 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporasi ≠ Distilasi 1. sebagian besar dikembalikan ke laut. Variasi dalam karakteristik cairan itulah (yang menuntut keahlian dan pengalaman para insinyur dalam merancang dan mengoperasikan evaporator) yang menyebabkan operasi ini meluas dari perpindahan kalor sederhana menjadi suatu seni tersendiri. Keterangan Sisa penguapan adalah zat cair. Evaporasi ≈Kristalisasi : contohnya pada penguapan air asin untuk membuat garam Evaporasi ≈ Distilasi : contohnya pada penguapan air yang mengandung mineral untuk umpan ketel (boiler). Proses-proses evaporasi skala besar sudah banyak dikembangkan dan digunakan untuk membuat air minum dari air laut. Evaporasi ≠ Kristalisasi 1. tidak ada usaha untuk memisahkan menjadi fraksi-fraksinya Uap sering berupa campuran dan akan dipisah menjadi fraksi-fraksinya. Tabulasi perbedaan evaporasi dengan pengeringan. tetapi dari segi teknik proses itu adalah evaporasi. Jika uap berupa campuran. 2. Teknik ini biasa disebut disti1asi air (water distillation).BAB VI mendapatkan hasil yang bebas zat padat untuk umpan ketel didih. 2.Proses 1. tetapi dari segi proses adalah evaporasi. Konsentrasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan air dalam umpan yang dipulihkan. Permasalahan disini adalah pemekatan larutan Permasalahan: pembuatan zat padatatau kristal. Di sini hasil yang dikehendaki adalah air kondensasi. dan untuk konsumsi manusia. kadang-kadang zat cair yangsangat viskos Sisa penguapan adalah zat padat Uap biasanya komponen tunggal. karena persyaratan khusus proses.

sehingga suhu didih larutan jenuh mungkin jauh lebih tinggi dari titik didih air pada tekanan yang sama. pembersihan itu tidak mudah dan memakan biaya. menjadi terlalu lamban sehingga tidak dapat melakukan perpindahan kalor yang memadai. atau jika tidak. Bisa menyebabkan tabung evaporator tersumbat. larutan itu akan makin bersifat individual. Dalam mengkonsentrasikan bahanbahan seperti itu diperlukan teknik khusus untuk mengurangi suhu zat cair dan menurunkan waktu pemanasan. lebih-Iebih zat-zat organik. membusa pada waktu diuapkan. Bi1a kerak itu keras dan tak dapat larut. tetapi jika konsentrasinya meningkat. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan bahan rnakanan dapat rusak bila dipanaskan pada suhu sedang selama waktu yang singkat saja. Densitas dan viskositasnya meningkat bersamaan dengan kandungan zat padatnya. Pembentukan busa Beberapa bahan tertentu. maka akan terjadi pembentukan kristal. hingga larutan itu menjadi jenuh. Busa yang stabi1 akan ikut ke luar evaporator bersama uap. bahan kimia farmasi. Hal ini menyebabkan koefisien menyeluruh makin lama makin berkurang sampai akhimya kita terpaksa menghentikan operasi evaporator untuk membersihkannya. Kerak Beberapa larutan tertentu menyebabkan pembentukan kerak pada permukaan pemanasan. Jika zat cair jenuh didihkan terns.BAB VI Walaupun cairan encer yang diumpankan ke dalam evaporator mungkin cukup encer sehingga beberapa sifat fisiknya sama dengan air. Dalam hal-hal yang ekstrim. keseluruhan masa zat cair itu mungkin meluap ke dalam saluran uap keluar dan terbuang. kristal-kristal ini harus dipisahkan karena. Kepekaan terhadap suhu Beberapa bahan kimia berharga. dan menyebabkan banyaknya bahan yang terbawa ikut.html (3 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Titik didih larutanpun dapat meningkat dengan sangat cepat bila kandungan zat padatnya bertambah.

3 lb uap.kira 0. Akan tetapi. Untuk menguapkan l lb air dari larutan. Berkurangnya suhu didih zat cair menyebabkan beda suhu antara uap dan zat cair yang mendidih itu meningkat. pembebasan gas pada waktu mendidih. Walaupun sederhana. nikel. maka laju perpindahan kalor harus tinggi agar dapat menurunkan biaya pokok peralatan. sifat racun.05 atm abs. radioaktivitas. uap dari zat cair yang mendidih dikondensasikan dan dibuang. dibawah 3 atm abs. titik beku. Bila kita menggunakan satu evaporator saja. 6. atau menjadi terkontaminasi oleh bahan itu. Banyak karakteristik lain zat cair juga perlu mendapat perhatian dari perancang evaporator. Oleh karena bahan-bahan ini relatif mahal. dengan demikian laju perpindahan kalor di da1am evaporator itu meningkat pula. antara lain kalor spesifik. grafit tak-tembus. kalor konsentrasi. Bahan yang dievaporasikan biasanya mengalir di dalam tabung. yaitu sampai kira. diperlukan 1 sampai 1. maka operasi ini akan menjadi efek dua ka1i atau efek-dua (double effect).html (4 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . evaporator sebaiknya dibuat dari baja. Evaporator mana yang dipilih untuk suatu masalah tertentu bergantung terutarma pada karakteristik zat cair itu. banyak larutan yang merusak bahan-bahan besi. Metoda ini disebut sebagai evaporasi efek-tunggal (single-effect evaporation). dan persyaratan operasi steril (suci hama. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Jenis-Jenis Evaporator Kebanyakan evaporator dipanaskan menggunakan uap yang dikondensasikan di atas tabungtabung logarm. dan timba1.BAB VI Bahan konstruksi Bila memungkinkan. zat cair yang mendidih biasanya berada da1am vakum sedang.2. dan uap dari evaporator kedua dimasukkan ke dalam kondenser. Oleh karena adanya variasi dalam sifat-sifat zat cair maka dikembangkan berbagai jenis rancangan evaporator. namun proses ini tidak efektif dalam penggunaan uap. aluminium. Karena itu digunakan juga bahan-bahan konstruksi khusus seperti tembaga. baja tahan karat. Jika uap dari satu evaporator dimasukkan ke dalam rongga uap (steam chest) evaporator kedua. Uap yang digunakan biasanya adalah uap bertekanan rendah. bahaya ledak.

Evaporator. Larutan yang akan dievaporasikan berada di luar tabung horizontal dan uap mengalir di dalam tabung horizontal.1 Evaporator Tabung-Horizontal Evaporator tabung-horizontal sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 6. 3.1 adalah merupakan evaporator jenis klasik yang telah lama digunakan. dan sifat larutan yang dievaporasikan. Aliran ke bawah (film-jatuh) c. Sirkulasi paksa . Evaporator tabung horizontal 2.html (5 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .2. Tabung horizontal diliputi dan dikelilingi oleh sirkulasi yang alami dari cairan yang mendidih sehingga meminimumkan pengadukan cairan.BAB VI Ka1or uap yang semula digunakan lagi da1am efek yang kedua. Metoda yang umum digunakan untuk meningkatkan evaporasi per lb uap dengan menggunakan sederatan evaporator antara penyediaan uap dan kondenser itu disebut sebagai evaporasi efek-berganda (multiple effect evaporation). file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Efek ini dapat ditambah lagi dengan cara yang sama. Koefisien keseluruhan yang berada antara 200-400 Btu/jam. menjadi harmpir lipat dua. dan evaporasi yang didapatkan oleh satu satuan masa uap yang diumpankan ke da1am efek pertama. Evaporator tabung horizontal biasanya digunakan untuk kapasitas yang kecil dan untuk mengevaporasikan larutan yang encer dan larutan ini tidak berbusa dan tidak meninggalkan deposit padatan pada tabung evaporator . ini bermanfaat khususnya untuk mengevaporasikan larutan yang viskos. Sebagai hasilnya maka pada evaporator jenis ini dijumpai koefisien perpindahan panas keseluruhan yang lebih rendah berbanding pada evaporator jenis lain.vertikal tabung panjang a. Jenis-jenis utama evaporator tabung dengan pemasukan uap yang lazim dipakai adalah: 1.ft2. Evaporator film aduk 6. suhu didih. Aliran ke atas (film-panjat) b.0F (1100-2300 W/m2K) akan didapatkan. yang tergantung pada perbedaan suhu keseluruhan.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (6 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

Evaporator satu 1intas dan evaporator sirku1asi ditunjukkan pada Gambar 6. Seluruh evaporasi dilaksanakan dalam satu lintas (lawatan) saja. Pada evaporator satu lintas. dan cairan yang tidak menguap mengalir ke bawah dan keluar melalui anulus yang terletak di bahagian dasar evaporator.html (7 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Pada kedua evaporator ini larutan mendidih di dalam tabung vertika1 dan media pemanas di luar tabung vertikal. uapnya lepas dan keluar dari unit itu sebagai cairan pekat.2.3 secara berturutan. Evaporator ini merupakan pengembangan dari evaporator tabung-panjang. Pendidihan atau pemanasan cairan di dalam tabung akan menyebabkan aliran naik ke atas melewati tabung.1. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI Gambar 6. terdapat beberapa lubang keluaran cairan atau produk dan tidak hanya satu seperti ditunjukkan pada Gambar 6.2.2. Evaporator Tabung Horizontal 6.2 dan Gambar 6. Evaporator Satu Lintas Dan Evaporator Sirkulasi Evaporator dapat dioperasikan sebagai unit satu lintas atau sebagai unit sirkulasi. cairan umpan dilewatkan melalui tabung hanya satu kali lewat saja. Media pemanas yang digunakan biasanya uap yang terkondensasi. Pada instalasi yang besar.

html (8 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

di mana pemekatan tota1 terbagi-bagi dalam beberapa efek. Evaporator film aduk (agitated film evaporator) selalu dioperasikan dalam satu lintas saja. tetapi evaporator film jatuh (falling-film evaporator) dan evaporator film panjat (climbing film-evaporator) dapat pula dioperasikan dengan cara ini. Suhu zat cair dapat dijaga rendah dengan mengoperasikan unit ini dalam vakum tinggi. Evaporator satu lintas Rasio evaporasi terhadap umpan dalam unit satu lintas itu adalah terbatas.2. cairan pekat itu hanya sebentar saja berada dalam suhu didihnya. sehingga evaporator jenis ini sesuai untuk operasi efek berganda. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (9 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI Gambar 6. dan dapat didinginkan dengan cepat begitu keluar dari evaporator. Dengan sekali lewatan cepat melalui tabung-tabung evaporator.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (10 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

akan terpanaskan hingga suhu yang kelewat tinggi. Oleh karena zat cair yang masuk tabung itu mengandung beberapa bagian cairan pekat di dalam setiap bagian umpan. oleh karena itu.html (11 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Cairan pekat dari evaporator sirkulasi dikeluarkan dari kolam.BAB VI Gambar 6. dan campuran itu lalu dialirkan melalui tabung-tabung evaporator. harus selalu berada dalam konsentrasi maksimum. dan cocok pula untuk evaporasi efek tunggal. Walaupun waktu menetap (residence time) zat cair itu dalam zone pemanasan barangkali singkat saja. Semua cairan dalam kolam. koefisien perpindahan kalornya akan cenderung rendah. maka konsentrasi. tetapi zat cair itu akan berulang kali berada dalam kontak dengan tabung panas. sebagian dari zat cair itu mungkin tertahan di dalam evaporator selama beberapa waktu. dimana aliran berlangsung melalui tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporator sirkulasi Pada evaporator sirkulasi (circulation evaporator) terdapat suatu kolam zat cair di dalam alat itu. Pemanasan yang terlalu lama atas sebagian kecil sajapun dari bahan peka-panas seperti makanan akan dapat menyebabkan keseluruhan produk itu rusak. Evaporasi sirkulasi paksa semuanya dioperasikan dengan cara ini. serta densitas. evaporator film panjat biasanya adalah unit sirkulasi. Sebagian dari zat cair itu dengan demikian.3. Alal ini dapat dioperasikan dengan sirkulasi alamiah. dapat beroperasi dengan jangkau konsentrasi yang cukup luas antara umpan dan cairan pekat dalam satu unit saja. Akibatnya. Zat cair yang tidak menguap dikeluarkan dari tabung dan kembali ke kolam. sehingga hanya sebagian saja dari keseluruhan evaporasi yang berlangsung dalam satu lewatan. di lain pihak. Evaporator sirkulasi. Dengan menggunakan vakum yang cukup baik. Umpan masuk akan bercampur dengan zat cair di dalam kolam. viskositas. dan titik didihnya selalu mendekati maksimum. suhu zat cair lindak dapat dijaga pada tingkat yang tidak merusak. Evaporator sirkulasi tidak terlalu cocok untuk memekatkan zat cair yang peka terhadap panas.

karena padatan yang terbentuk di dalam tabung dapat dihilangkan dengan pembersihan mekanis. Evaporator Sirkulasi Paksa Evaporator sirkulasi paksa mempunyai bentuk seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6. akan tetapi untuk evaporator jenis sirkulasi. Pada evapoator satu lintas dan juga evaporator sirkulasi.5. Gambar 6.500 Btu/jam.4 dan Gambar 6. dan koefisien perpindahan panasnya menjadi kecil. 6. maka aliran sirkulasi yang terjadi akan bergerak dengan lambat. tabung-tabung didalamnya dipasang secara rolling dan welding dan tidak secara packing seperti pada evaporator tabung horizontal. Evaporator ini dapat digunakan untuk larutan yang membentuk deposit padatan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.2. larutan yang mudah membentuk busa atau untuk menguapkan larutan dalam masa yang singkat.4 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun vertikal dan berada di dalam tabung. dapat pula dengan sirkulasi paksa. Sehingga kedua-dua evaporator vertikal ini adalah sangat berguna untuk kebanyakan proses evaporasi. perbedaan suhu keseluruhan.3. Pada kedua jenis ini. sirkulasi alami yang dihasilkannya mempunyai kecepatan 1 hingga 3 ft/detik sehingga koefisien perpindallan panas pada evaporator ini lebih tinggi dibandingkan evaporator tabung horizontal yaitu pada rentang 200. maupun titik didih larutan.oF (1100-2800 W/m2K) tergantung kepada baik sifat larutan.ft2. akan tetapi tidak sesuai untuk digunakan untuk mengevaporasikan larutan yang sangat viskos. Kedua evaporator satu lintas dan evaporator sirku1asi juga mempunyai kelebihan operasional berbanding dengan evaporator tabung horizontal.BAB VI dengan disebabkan oleh perbedaan densitas.html (12 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . di mana aliran dilaksanakan dengan pompa. Evaporator ini juga dapat menangani cairan yang viskos.

html (13 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

4.5 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun horizontal dan terletak terpisah dengan tabung.html (14 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . sehingga uap yang dihasilkan akan tersembur keluar. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Pada evaporator sirkulasi paksa. Gabungan penurunan tekanan dan head hidrostatik di dalam alat ini adalah cukup besar untuk mencegah larutan mendidih di dalam pipa penukar panas. caitan yang akan dievaporasikan dipompakan melewati penukar panas (heat exchanger) dimana media pemanas mengelilingi pipa-pipa yang membawa cairan yang akan dievaporasikan. pada saat cairan memasuki ruang kosong di dalam tabung.BAB VI Gambar 6. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Pemanas Vertikal di dalam Tabung Gambar 6.

html (15 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporator sirkulasi paksa yang moderen biasanya ditengkapi dengan pemanas yang terletak di luar tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6.5. Desain sekat yang tepat diperlukan untuk mencegah penggabungan gelembung-gelembung kecil cairan dan juga untuk mencegah perubahan arah dari aliran cairan. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Elemen Pemanas Terpisah Horizontal Karena kecepatan semburan ada1ah tinggi. di dalam ruang kosong diletakkan sekat yang berguna untuk memisahkan uap dari larutan yang masih ada.BAB VI Gambar 6. dari pada evaporator dengan permukaan perpindahan panas yang terletak di da1am badan tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.5.

pendidihan akan terjadi disepanjang pipa-pipa pemanas. Evaporator Vertikal Tabung Panjang Contoh evaporator vertikal tabung panjang dengan alian zat cair ke atas terlihat pada Gambar 6. dan (3) bila a1at ini dioperasikan sebagai unit sirkulasi.6. Fraksi dari cairan yang menguap ketika melewati pipa akan menjadi kecil.BAB VI 6.2. dan sifat-sifat sistem. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. sehingga kecepatan sirkulasi keseluruhan yang melalui pipa adalah beberapa kali lebih besar dari kecepatan umpan. Bagian-bagian utama evaporator jenis ini ialah : ( 1) sebuah penukar panas jenis tabung dengan uap dalam selongsong. adalah merupakan hal yang penting untuk mencegah pendidihan di dalam pipa-pipa elemen pemanas. Pendidihan ini akan meningkatkan kejatuhan larutan dan menjadikan koefisien pendidihan menjadi dua ka1i lebih besar berbanding dengan tanpa pendidihan.4. pendidihan dapat dengan mudah dicegah dengan cara meletakkan pemanas pada posisi yang lebih rendah dibandingkan letak ruang pelepasan.html (16 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .4. 6. Tabung-tabungnya biasanya mempunyai panjang 12 hingga 20 ft dengan diameter 1 sampai 2 inci. koefisien perpindahan panas akan bergantung kepada kecepatan sirkulasi. Pada evaporator dengan pemanasan di luar . Pada evaporator sirkulasi paksa. sebuah kaki pemulang (return leg) untuk mengembalikan zat cair dari separator ke bagian bawah penukar panas. Evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas terpisah juga merupakan evaporator yang berbentuk lebih kompak sehingga dapat dipasang pada ruang dengan tinggi atap yang rendah. Penggunaan pemanas di luar tabung akan menjadikan evaporator ini lebih sering digunakan karena pembersihan pipa-pipa pemanas dan penggantian pipa-pipa yang mengalami korosi lebih mudah dilakukan. Hal ini tidak dapat dilakukan dengan mudah jika permukaan penukar panas berada di dalam badan evaporator. dan zat cair yang akan dipekatkan di dalam pipa/tabung. (2) sebuah separator (pemisah) atau ruang uap (vapour space) untuk memisahkan zat cair yang terbawa ikut dari uap. Pada tingkat sirkulasi yang rendah. Dalam mengevaporasikan cairan umpan. untuk mengurangi terbentuknya endapan-endapan padatan di dalam pemanas. titik didih.

kondensat uap. Di dalam zat cair itu terbentuk gelembung-gelembung sehingga meningkatkan kecepatan liniernya dan meningkatkan laju perpindahan panas.6 hanya dapat bekerja sebagai unit sirkulasi saja. Walaupun evaporator ini tidak dapat digunakan untuk zat cair yang viskos. sehingga kecepatan linier uap menjadi jauh berkurang. Selain itu evaporator ini juga sangat berguna untuk digunakan menangani material yang sensitif terhadap panas karena evaporator ini dapat dioperasikan tanpa proses resirkulasi. masuk ke dalam sjstem dan bercampur dengan zat cair yang kembali dari separator. Dari tabung itu. Busa itu akan pecah bila campuran zat cair dan uap berkecepatan tinggi menumbuk sekat di bagian kepala uap. uap itu dibuat menumbuk seperangkat sekat. yang tidak panjang. dan gas takmampu kondensasi yang terkandung dalam uap. sambil menerima kalor dari uap.BAB VI Alat itu mempunyai lubang masuk masing-masing untuk zat cair umpan dan untuk uap. campuran zat cair selanjutnya masuk ke dalam separator. Pada zone ini gelembung uap berganti-ganti dengan potongan zat cair dalam tabung naik dengan cepat melalui tabung dan keluar dengan kecepatan tinggi dari ujung atas tabung. cairan pekat. akan tetapi evaporator vertikal tabung panjang sangat efektif untuk memekatkan cairan yang mempunyai kecenderungan untuk berbusa. Untuk membantu pemisahan tetes-tetes zat cair. Zat cair dan uap mengalir ke atas di dalam tabung sebagai akibat dari peristiwa didih zat cair yang terpisah kembali ke dasar tabung dengan gravitasi. Umpan jtu mengalir ke atas di dalam tabung sebagai zat cair pada jarak tertentu. Fraksi yang diuapkan pada evaporator ini biasanya lebih besar dibandingkan pada operasi sirkulasi paksa.html (17 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Tingkat evaporasi tiap-tiap lewatan (pass) pada jenis ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan jenis-jenis evaporator sirkulasi lainnya dan evaporasi masih dapat ditingkatkan dengan menambah panjang tabung-tabung pemanas atau dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Diameter separator itu lebih besar dari diameter penukar panas. Di dekat puncak tabung. Umpan encer. Evaporator seperti Gambar 2. lubang keluar masing-masing untuk uap. Jika diperlukan. biasanya pada suhu disekitar suhu kamar. agar pembersihan lebih mudah djlakukan. gelembung itu bertambah besar dengan cepat. lalu mengalir melewati sekat itu sebelum keluar dari separator. penukar panas dari evaporator ini dapat diletakkan di luar badan evaporator.

BAB VI mendinginkannya. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (18 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Koefisien perpindahan panas evaporator ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Nusselt. Masalah yang mungkin timbul dalam mengoperasikan evaporator ini adalah pada saat mendistribusikan zat cair ke dalam tabung-tabung atau tube. misalnya dengan menyemprotkan cairan ke dinding tabung. Pendistribusian harus dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga level cairan.

BAB VI Gambar 6.2.6.html (19 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . seperti air jeruk. Evaporator Vertikal Tabung Panjang 6.5. Evaporator Film Jatuh Masalah pemekatan bahan-bahan yang sangat peka terhadap panas. dan yang mengharuskan waktu kontak yang singkat sekali dengan permukaan panas dapat diatasi dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

Bila sirkulasi dapat dilakukan tanpa menimbulkan kerusakan pada zat cair. Evaporator filmjatuh tanpa sirku1asi dengan waktu tinggal yang sangat singkat dapat menangani produk-produk yang peka yang tidak dapat ditangani dengan cara lain. dan keluar dari bagian bawah unit itu. yang panjang. dan korosif. berdiameter 2 hingga 10 inci. peka. Tabung-tabungnya biasanya agak besar. Evaporator Film Turbulen Akhir-akhir ini banyak dikembangkan evaporator modern yang bertujuan untuk menangani bahan yang viskos. distribusi zat cair pada lubang itu dapat dipercepat dengan melakukan daur ulang zat cair itu ke puncak tabung. Hal ini dilakukan dengan menggunakan seperangkat plat logam berlubang-lubang (perforasi) yang ditempatkan lebih tinggi di atas plat tabung yang dipasang dengan teliti agar benar-benar horisontal. vertikal. Tabung-tabung itu diberi sisip pada ujungnya yang memungkinkan zat cair mengalir dengan teratur ke setiap tabung itu. dan dilengkapi dengan separator zat cair uap di bawah. kemudian keluar dari bawah.7 merupakan evaporator yang banyak digunakan untuk tujuan tersebut karena dapat menangani file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Alat ini juga sesuai sekali untuk memekatkan zat cair viskos. Evaporator film-turbulen sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6.6. 6. dan distributor/penyebar zat cair di atas. kuantitas zat cair berkurang secara kontinu selama ia mengalir dari puncak tabung ke dasarnya. sehingga jum1ah pemekatan yang dapat dilaksanakan da1am satu lewatan terbatas seka1i. Selama berlangsung evaporasi. angka Reynolds fi1m-jatuh harus lebih besar dari 2000 pada setiap titik di dalam tabung. Pada evaporator film-jatuh satu lintas. Evaporator ini bentuknya menyerupai sebuah penukar panas jenis tabung.html (20 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .2. Cara lain ialah dengan menggunakan nosel penyemprot di dalam setiap tabung. dapat pula dipasang distributor 'kalajengking' dengan lengan-lengan radial untuk menyemprotkan umpan dengan laju stedi ke dalam permukaan dalam setiap tabung. Hal ini memungkinkan volume aliran yang lebih besar melalui tabung dibandingkan dengan pada operasi sekali lintas. zat cair masuk dari atas. Masalah utama dengan evaporator film-jatuh ialah dalam mendistribusikan zat cair itu secara seragam menjadi film di bagian dalam tabung. Untuk mendapatkan perpindahan kalor yang baik. lalu mengalir ke bawah di dalam tabung panas itu dalam bentuk film. Atau.BAB VI evaporator film jatuh. Uap yang keluar dari zat cair itu biasanya terbawa turun bersama zat cair.

Uap bebas zat cair itu lalu keluar melalui lubang ke luar pada bagian atas unit itu. Oleh karena itu.7. Cara lain untuk meningkatkan keturbulenan ada1ah dengan pengadukan mekanik terhadap film zat cair itu. di mana di dalam tabung itu terdapat sebuah pengaduk.html (21 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . berlumpur bahkan kering. Dalam evaporator tabung panjang. setiap cara yang dapat mengurangi tahanan itu akan memberikan perbaikan yang berarti terhadap koefisien perpindahan panas menyeluruh. Evaporator itu merupakan modifikasi daripada evaporator film jatuh yang mempunyai tabung tunggal bermantel. Konsentrat keluar dari bawah bagian bermantel. kecepatan zat cair di dalam tabung itu tinggi. lebih-lebih yang menggunakan sirkulasi paksa. dan laju perpindahan kalorya besar. Di dalam separator. tahanan pokok terhadap perpindahan panas menyeluruh dari uap kepada zat cair yang mendidih di dalam evaporator terletak pada sisi-sisi zat cair. sehingga menumbuk plat-plat vertikal yang stasioner. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Tetesan-tetesan itu bergabung (koalesensi) pada plat ini dan kembali ke bagian evaporasi. uap naik dari zone penguapan masuk ke dalam bagian tak bermantel yang diametemya agak lebih besar dari tabung evaporasi. Zat cair itu sangat turbulen. Pada evaporator ini.BAB VI baik bahan yang viskos. seperti dalam evaporator pada Gambar 6. zat cair yang terbawa ikut dilemparkan ke arah luar oleh daun-daun agitator. Umpan masuk dari puncak bagian bermantel dan disebarkan menjadi film tipis yang sangat turbulen dengan bantuan daun-daun vertika1 agitator (pengaduk) itu.

Produk evaporasi bisa mencapai viskositas sampai setinggi 1000 P pada suhu evaporasi. Dengan bahan-bahan yang sangat viskos. Sebagaimana juga pada evaporator jenis lain.7.html (22 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . tetapi dalarn rancang ini penurunan itu cukup 1ambat. koefisien itu nyata lebih besar dari yang didapatkan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI Gambar 6. Evaporator film Turbulen Keunggulan utama dari evaporator film aduk ialah kemampuannya menghasilkan laju perpindahan kalor yang tinggi pada zat cair viskos. koefisien menye1uruh turun dengan cepat bila viskositas naik.

U. Kapasitas Evaporator Untuk evaporator jenis tabung dengan pemanasan uap. karena kalor yang digunakan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. semua kalor yang berpindah melalui permukaan pemanas dapat digunakan untuk evaporasi. Jika zat cair dievaporasikan. adanya bagian-bagian dalam yang bergerak.html (23 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . yaitu hasil kali dari tiga faktor: luas permukaan perpindahan panas.3. Jika zat terlarut bersifat non volatil dan untuk operasi evaporasi. kalor yang diperlukan untuk memanaskannya sampai suhu didih mungkin cukup tinggi. Jika umpannya dingin. seperti gelatin. dan kapasitasnya menjadi q. dan jauh lebih besar daripada unit sirkulasi alamiah. Evaporator fi1m aduk sangat efektif dengan produk viskos yang peka panas. Kelemahannya ialah biayanya yang tinggi. 6. sehingga kapasitasnya untuk suatu nilai q tertentu akan berkurang sesuai dengan itu. dan penurunan suhu menyeluruh ∆T. maka performa evaporator diukur berdasarkan atas kapasitas evaporator tersebut. jauh di bawah kapsitas evaporator bertabung banyak. kesan konsentrasi dapat diestimasi dengan menggunakan hukum Raoult dan Dalton sebagai berikut: dimana a dan b merupakan simbol untuk menyatakan solute (zat terlarut) dan solvent (pelarut) secara berturutan.BAB VI pada evaporator sirkulasi paksa. koefisien perpindahan panas menyeluruh. A. demikian juga halnya dengan kesan dari konsentrasi zat cair sewaktu berada pada titik didihnya. Kapasitas didefinisikan sebagai banyaknya pon air yang diuapkan perjam. menurut definisi dari koefisien perpindahan kalor menyeluruh. Untuk larutan ideal. antibiotika dan sari buah. yang mungkin memerlukan perawatan dan pemeliharaan dan kapasitas setiap unitnya kecil. lateks karet. atau: Jika umpan masuk evaporator itu berada pada suhu didih sesuai dengan tekanan absolut ruang uapnya. maka laju perpindahan panas q melalui permukaan pemanasan suatu evaporator. kesan kedalaman cairan dan percepatan perlu untuk diketahui.

serta pada kedalaman zat cair itu di atas permukaan pemanasan. jika tekanannya diketahui. akan didapat suatu garis lurus. Akibatnya untuk suatu tekanan tertentu. Namun. jika umpan itu berada pada suhu di atas titik didih pada ruang uap. Pada beberapa evaporator. garis-garis itu sangat mendekati lurus. Jadi. Kenaikan titik didih di atas titik didih air ini dikenal sebagai kenaikan titik didih larutan. yaitu kenaikan titik didih dan tinggi tekan zat cair . kenaikan titik didih itu dapat dicari dengan mudah dengan menggunakan aturan empirik yang dikenal sebagai kaedah Duhring yang menyatakan bahwa titik didih suatu larutan tertentu merupakan fungsi linier dari titik didih air mumi pada tekanan yang sama. Bila zat cair itu mempunyai karakteristik seperti air murni. kita dapatkan pula garis-garis yang berbeda. Kenaikan titik didih ini harus dikurangkan dari penurunan suhu yang diramalkan dari tabel uap. tetapi dalam jangkau yang sedang. tetapi bisa sampai setinggi 150oF pada larutan pekat garam anorganik. titik didihnya dapat dibaca dari tabel uap. jika titik didih larutan digambarkan terhadap titik didih air pada tekanan yang sama. Nilainya kecil untuk larutan encer dan larutan koloida organik. walaupun tidak selalu harus sejajar. Sebaliknya. Untuk konsentrasi yang berlainan. dalam evaporator nyata titik didih larutan dipengaruhi oleh dua faktor. Untuk larutan pekat.html (24 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Jika jangkau tekanan terlalu besar. kecepatan zat cair di dalam tabung juga dipengaruhi oteh penurunan suhu karena adanya rugi gesekan di dalam tabung yang meningkatkan tekanan efektif zat cair itu. Tekanan uap kebanyakan larutan dalam air lebih kecil dari tekanan uap air pada suhu yang sama. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Proses ini disebut evaporasi kilatan (f1ash evaporation). Penurunan suhu nyata melintas permukaan pemanasan bergantung pada larutan yang diuapkan. kaedah ini tidak eksak. pada perbedaan tekanan antara rongga uap-pemanas dan ruang uap hasil evaporasi di atas zat cair mendidih itu. dan kapasitas evaporator akan lebih besar dari yang ditunjukkan q. sebagaimana jika kita membaca suhu uap yang kondensasi.BAB VI memanaskan umpan tidak dapat digunakan untuk evaporasi. titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih air mumi. sebagian dari umpan akan menguap secara spontan melalui penyeimbangan adiabatik dengan tekanan ruang-uap.

dinding tabung biasanya agak tebal. Penurunan suhu itu ditentukan oleh sifat-sifat uap dan zat cair yang mendidih. Tetapi. Disamping itu. kepada arus uap itu biasanya ditambahkan promotor. Tetapi. Untuk mendapatkan kondensasi tetes. tetapi efek kualitatif daripada tinggi-tekan zat cair itu dapat diabaikan. maka harus ada ventilasi untuk membuang gas-gas tak-mampu kondensasi itu dari rongga uap pemanas dan mencegah udara masuk bila tekanan uap lebih rendah dari tekanan atmorfir . Koefisien film uap selalu tinggi. Kenaikan titik didih ini akan menyebabkan kekurangan penurunan suhu rata-rata antara uap dan zat cair dan mengurangi kapasitas. koefisien menyeluruh sangat dipengaruhi oleh rancang evaporator dan metode operasinya. rugi gesekan di dalam tabung akan meningkatkan lagi tekanan rata-rata zat cair itu. Fluks kalor dan kapasitas evaporator dipengaruhj oleh perubahan beda suhu maupun perubahan koefisien perpindahan kalor. Suatu tetesan zat cair yang berada pada jarak Z ft di bawah permukaan berada pada tekanan ruang uap di tambah tinggi-tekan Z ft zat cair. tahanan dinding tabung. dua buah tahanan kerak. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI Jika kedalaman zat cair di dalam evaporator itu cukup besar. Dalam evaporator nyata. titik didih zat cair di dalam tabung lebih tinggi dari titik didih yang ditunjukkan oleh tekanan ruang uap. Oleh karena adanya gas yang tak-mamppu kondensassi dapat menyebabkan turunnya koefisien film uap. sehingga tahanannya mungkin merupakan bagian yang cukup penting dari keseluruhan tahanan. dan dengan demikian koefisien yang lebih tinggi lagi. Besarnya pengurangan tidak dapat ditaksir secara kuantitatif. oleh karena itu. dan tahanan dari zat cair yang mendidih. dalam evaporator film aduk. lebih-lebih bila tinggi permukaan dan kecepatan zat cair itu tinggi. dan biasanya diabaikan dalam perhitungan evaporator. faktor penggotoran uap kondensasi dan tahanan dinding tabung biasanya sangat kecil. dan kecuali karena pengaruh tinggi tekan hidrostatik. Tahanan menyeluruh terhadap uap dan zat cair mendidih ialah jumlah dari lima macam tahanan tersendiri: tahanan film uap. juga jika kondensasi itu kondensasi film. Pada kebanyakan evaporator.html (25 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . bila kecepatan zat cair itu besar. yaitu di dalam tabung dan di luar tabung. titik didih yang berkaitan dengan tekanan di dalam ruang uap ialah titik didih lapisan permukaan zat cair itu saja. Koefisien menyeluruh ialah kebalikan dari tahanan menyeluruh itu. bukanlah merupakan fungsi konstruksi evaporator. dan karena itu titik didihnya lebih tinggi.

entalpi penguapan uap=pemanas ke efek pertama dapat digunakan satu kali atau beberapa kali. Jika suhu umpan lebih tinggi dari titik didih. Nilai konsumsi uap merupakan hasil bagi antara kapasitas dengan ekonomi evaporator. Pada evaporator efek tunggal. kilat yang terjadi akan menyebabkan evaporasi lebih tinggi dari yang bisa dibangkitkan oleh entalpi penguapan uap itu. beban pemanasan itu akan menggunakan sebagian dari entalpi penguapan uap pemanas. Konsumsi uap.BAB VI Koefisien sebelah zat cair sangat bergantung pada kecepatan zat cair itu di atas permukaan panas. Ekonomi evaporator juga dipengaruhi oleh suhu umpan.4. dan lebih-lebih pada yang menangani zat cair viskos. Secara kuantitatif.0F. dalam pon per jam. 6. dan hanya sebagian yang tersisa untuk evaporasi.1. koefisien sisi zat cair untuk larutan encer dalam air adalah antara 200 dan 600 Btu/ft2. Pada kebanyakan evaporator.jam.4. satu untuk uap-pemanas. Faktor utama yang mempengaruhi sistim ekonomi evaporator ialah banyaknya efek. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. tahanan pada sisi zat cairlah yang menentukan laju perpindahan kalor menyeluruh ke zat cair yang mendidih itu. Dalam evaporator sirkulasi alamiah. Melalui suatu perancangan yang baik. Ada dua neraca entalpi yang diperlukan. ka1or laten kondensasi uap pemanas berpindah melalui permukaan pemanasan dan menguapkan air dari 1arutan yang mendidih. juga tidak kalah pentingnya. 6. ekonominya mungkin jauh lebih besar. ekonomi evaporator adalah semata-mata masalah neraca entalpi. Neraca Entalpi Evaporator Efek Tunggal Pada evaporator efek tunggal. Jika suhu umpan lebih rendah dari titik didih di dalam efek pertama. Ekonomi Evaporator Ekonomi ada1ah banyaknya pon yang diuapkan per pon uap yang diumpankan ke da1am unit itu. tetapi pada alat efek berganda. dan satu lagi untuk sisi-cairan atau uap larutan. bergantung pada jumlah efeknya. ekonominya hampir selalu kurang dari satu.html (26 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

Ts T Tf =suhu kondensassi uap pemanas =suhu zat cair yang mendidih di da1am evaporator =dan suhu umpan. dan bahwa rugi ka1or file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. atau umpan m =1aju a1iran cairan pekat mf –m =laju aliran uap cairan ke da1am kondensor.BAB VI Gambar 6. Neraca bahan dan neraca enta1pi pada evaporator .html (27 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . andaikan tidak ada zat padat yang mengendap dari cairan itu. ms mf =laju aliran uap pemanas dan laju aliran kondensat =laju aliran cairan encer. Dimisalkan selanjutnya bahwa tidak ada kebocoran atau zat cair yang terbawa ikut bersama uap. dan bahwa aliran gas yang tak mampu kondensasi dapat diabaikan.8.

1) dimana: qs = laju perpindahan kalor melalui permukaan pemanasan dari uap pemanas. yaitu kalor laten kondensasi uap. dan kondensatnya biasanya keluar dari rongga itu agak dingin lanjut di bawa hingga didihnya. Jika tidak ada rugi kalor. keduanya. Kesalahan kecil yang mungkin diakibatkannya akan dikompensasikan oleh kesalahan karena mengabaikan rugi kalor dari rongga uap-pemanas. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.2) dimana: q = laju perpindahan kalor dari permukaan pemanasan ke zat cair . kalor yang berpindah dari uap pemanas ke tabung harus sama dengan kalor yang berpindah dari tabung pemanas ke cairan. Uap pemanas yang masuk kedalam rongga uap pemanas itu bisa panas lanjut. dan qs = q.html (28 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Neraca entalpi sisi uap ialah: s …(6. Hv Hc Λ s = enta1pi spesifik uap pemanas = entalpi spesifik uap kondensat = kalor laten kondensasi uap pemanas = laju aliran uap pemanas ms Neraca entalpi untuk sisi cairan ialah: …(6. baik panas lanjut uap maupun dingin lanjut kondensat itu kecil. Dengan pengandaian ini.BAB VI evaporator itu tidak perlu diperhitungkan. Hv = entalpi spesifik uap cairan Hf H = entalpi spesifik cairan encer = entalpi spesifik cairan pekat. Namun. selisih antara entalpi uap pemanas dan kondensat hanyalah λ . dan dapat diabaikan dalam penyusunan neraca entalpi.

dimana entalpi dalam Btu per pon atau joule per gram larutan. entalpi tidak linier dengan konsentrasi pada suhu tetap.BAB VI Jadi dengan menggabungkan persamaan 6. digambarkan grafiknya terhadap konsentrasi. Sumber yang terbaik untuk mendapatkan nilai Hf dan H untuk digunakan pada persamaan 6.2: Jika kalor pengenceran zat cair yang akan dipekatkan itu cukup besar sehingga tidak dapat diabaikan.html (29 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Isoterm-isoterm pada gambar itu menunjukkan entalpi sebagai fungsi konsentrasi pada suhu tetap. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dalam fraksi massa atau persen bobot zat terlarut.2 ialah diagram entalpi-konsentrasi.1 dan 6.

Tekanan ruang uap cairannya paling tinggi. Tekanan antara uap dan unit kondenser. Pada suhu. terbagi pada dua efek atau lebih. s s s Cara pengumpanan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. tekanan uap. konsentrasi. akumulasi=0.html (1 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Jika umpan pada titik didihnya: Ø Seluruh kalor muncul sebagai kalor laten dalam uap yang keluar dari efek pertama. Ø produk terlalu kental: laju umpan ditambah. Ø Suhu kondensat yang meninggalkan efek kedua hampir sama dengan suhu uap dari zat cair mendidih di dalam efek pertama. Masing-masing mempunyai beda suhu melintas permukaan yang berkaitan dengan penurunan tekanan pada efek itu. Efek terakhir: tekanan ruang uap cairan minimum. Efek I : efek tempat mengumpankan uap mentah. tinggi cairan yang ditentukan/dijaga: konsentrasi cairan dapat diubah hanya dengan mengubah laju alir umpan: Ø produk terlalu encer : laju alir umpan dikurangi. Masing-masing efek bekerja sebagai evaporator efek tunggal. tekanan kondenser.EVAPORATOR EFEK BERGANDA BAB VII EVAPORATOR EFEK GANDA Beberapa ciri evaporator efek ganda: s s s s s s s Terdiri dari dua atau lebih evaporator yang dihubungkan satu sama lain. Uap dari satu efek berfungsi sebagai medium pemanas bagi efek berikutnya. Ø Kondisi steady: seluruh kalor yang digunakan untuk membuat uap pada efek yang pertama harus diserahkan lagi ketika uap ini kondensasi pada efek ke-2. Kondisi steadi.

Umpan campuran § Zat cair masuk dalam suatu efek pertama. karena aliran berlangsung dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. 3. Umpan paralel § § § Contohnya dalam evaporator kristalisasi. Memerlukan satu pompa untuk umpankan ke efek satu dan satu pompa lagi untuk mengeluarkan zat cair dari efek terakhir. berurutan hingga efek pertama. § Sebagian dari pompa-pompa yang digunakan pada umpan mundur tidak diperlukan lagi. Umpan dimasukkan secara paralel ke setiap efek. § Memerlukan satu pompa disetiap efek. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Umpan maju s s Konsentrasi zat cair meningkat dari efek pertama hingga efek terakhir. Perbandingan penguapan larutan NaOH pada efek tunggal dan ganda. 4.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 1.html (2 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Tidak terdapat perpindahan zat cair dari efek satu ke efek lain. 2. Umpan mundur § Zat cair diumpankan ke efek terakhir. dimana dihasilkan lumpur kristal dan cairan induk. mengalir ke ujung deret lalu dipompakan lagi ke efek pertama untuk pemekatan akhir.

Jumlah selisih temperatur yang berguna berkurang lagi menjadi 55 oC. Untuk pemanasan digunakan selisih temperatur sebesar 72 oC. Masing-masing menggunakan uap larutan jenuh. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. s s Penguap efek dua Terdapat dua kali kerugian karena kenaikan titik didih dengan jumlah 9+6 = 15 oC Selisih temperatur untuk pemanasan berkurang menjadi 62 oC.html (3 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . s Penguap efek tiga Kerugian karena kenaikan titik didih naik lagi menjadi 6 + 8 + 9 = 23 oC. Penguap tunggal: Hanya dijumpai sekali kenaikan titik didih sebesar 54 – 48 = 6 oC.EVAPORATOR EFEK BERGANDA s s Keadaan awal dan akhir untuk masing-masing cara evaporasi adalah sama.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (4 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

html (5 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

7.1. Kapasitas dan ekonomi evaporator efek ganda
s

Kapasitas total evaporator efek ganda biasanya tidak lebih besar dari efek tunggal yang luas permukaannya sama dengan salah satu efek itu. Kalor yang berpindah di dalam ketiga efek (untuk efek 3).

s

s

Kapasitas total sebanding dengan laju perpindahan kalor total qT dan diperoleh dari: Andaikan luas permukaan tiap efek adalah A ft2, koefisien menyeluruh U juga sama pada setiap efek, persamaan diatas dapat dituliskan kembali: penurunan suhu total antara uap pemanas dalam efek pertama dan uap cairan dalam efek terakhir. Ekonomi evaporator efek berganda bergantung pada masalah neraca kalor dan bukan pada laju perpindahan kalor. Kapasitas evaporator efek berganda berkurang karena kenaikan titik didih.

s

s

s

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (6 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Contoh 16-3 Mc-Cabe dkk, 1985 Sebuah evaporator efek ganda tiga sirkulasi paksa akan diumpankan dengan 60.000 lb/jam larutan NaOH 10% pada suhu 180 oF. Cairan pekat yang dikehendaki adalah NaOH 50 %. Evaporator tersebut menggunakan uap jenuh pada 50 lbf/in2 abs, dan suhu kondensasi uap dari efek ke-3 adalah 100 oF. Urutan pengumpanan adalah II,III,I. Radiasi dan pendinginan lanjut kondensat dapat diabaikan. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK KOEFISIEN MENYELURUH W/m2. oC BTU/ft2.jam oF I 700 3970 II 1000 5680 III 800 4540 Ditanya: a. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek, andaikan A1=A2=A3. b. Konsumsi uap c. Ekonomi uap

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (7 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Penyelesaian: Mf = 60.000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh, andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 6000 6000 Air 54000 6000 48000 Total 60000 12000 48000

Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE, dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 48000/3 = 16000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing - masing efek: Cf = 10 % NaOH = 0,1 fraksi massa C1 = 50% NaOH = 0,5

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (8 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

214 Titik didih air = 100 oF Titik didih larutan = 113 oF BPE1 = 113 .html (9 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . 1985: Efek I C1= 0. Tekanan kondensat = 0.100 = 13 oF Efek II C2= 0.95 lbf/in2. Ts=281 oF dan ls=924 BTU/lb (lamp 8 Mc Cabe dkk. 1985) Kondensat pada efek ke III berada pada suhu 100 oF.5 Titik didih air = 281 oF Titik didih larutan = 357 oF BPE1 = 357 – 281 = 76 oF Efek III C3= 0.136 Titik didih air (=suhu umpan masuk) = 180 oF Titik didih larutan = 187 oF BPE1 = 187 – 180 = 7 oF Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 181 – (76+7+13) = 85 oF 85 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek. Dari Gambar 16-4 McCabe dkk. EFEK I T (suhu didih) 33 T’ (suhu kondensasi) 76 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Uap pada 50 lbf/in2. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA EFEK II EFEK III 23 29 7 13 T1 = 281 – 33 = 248 oF T1’ = 248 – 76 = 172 oF T2 = 172 – 23 = 149 oF T2’ = 149 – 7 = 142 oF T3 = 142 – 29 = 113 oF T3’ = 113 – 13 = 100 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.html (10 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .X) X – 0.10 142 0.214 172 0.Y) + 102 (60000 – Y) + (140.X) + (60000)(135) = (1126. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 248 281 248 180 149 149 172 113 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0.993 Y = -1920 …(1) Neraca entalpi ada efek III Zat cair dari II + Zat cair dari II = Uap hasil dari III + Umpan ke I + Kondensat dari II file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.5 0.136 100 Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1174 67 1171 249 250 135 1126 102 140 1111 110 Flow Rate (lb/jam) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek II Uap hasil dari I + Umpan ke II = Uap hasil dari II + Zat cair dari II + Kondensat dari II (1171.

eltalpi.000 BTU/jam Sehingga luas permukaan: Luas rata-rata = Luas permukaan tidak sama.983. penurunan suhu.000 BTU/jam q3=(16340)(1126) – (16340)(110) = 16.Y) +(12000 + X)67 + (110.601.940)(16340) = 14300 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 48000 – X – Y = 48000 – 14300 – 16340 = 17360 lb/jam Bebas panas: = (14300)(1171) – (12000+14300)(67) + (12000)(250) = 17.EVAPORATOR EFEK BERGANDA (1126.940 Y = 46000 X – 0.940 Y = 46000 …(2) (1) dan (2) : X + 1.html (11 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . sehingga didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain.000 BTU/jam q2=(14300)(1171) – (14300)(140) = 14. laju evaporasi.Y) + 102 (60000 – Y) = 1111(48000 – X .Y) X + 1.743. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi.993 Y = -1920 2.933 Y = 47920 Y = 16340 lb/jam X = 46000 – (1. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor.

html (12 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .10 142 0. Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. ms = c.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Pembetulan suhu.137 100 Konsentrasi 1174 68 1170 249 249 135 1126 101 138 1111 110 Entalpi (BTU/lb) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Flow Rate (lb/jam) Hasil: a.228 170 0. Luas permukaan tiap efek = 719 ft2 b. Konsumsi uap. entalpi dan laju aliran. Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 245 281 246 180 149 149 170 114 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0.5 0.

html (13 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 10000 10000 Air 190000 10000 180000 Total 200000 20000 180000 Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE. Ekonomi uap Penyelesaian: Produk pekat 20000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh. e. Sebuah evaporator efek ganda tiga digunakan untuk memekatkan larutan NaOH 5% menjadi 50 %.masing efek: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK BTU/ft2. Luas permukaan pemanasan pada ketiga efek adalah sama dan cukup besar untuk menghasilkan 20000 lb/jam produk pekat.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Contoh 10.jam oF I 800 II 500 III 300 Ditanya: d. 1960. andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. andaikan A1=A2=A3.3 Foust. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek. Konsumsi uap f. dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 180000/3 = 60000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing . Uap tersedia pada tekanan 125 psia dan ejektor pada 1 psia. Digunakan umpan maju dengan umpan masuk pada suhu 60 oF.

1985) Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 242.05 fraksi massa C3 = 50% NaOH = 0.5 oF Efek II C2= 0.2 = 2.125 Tidak adaketerangan yang jelas. 1985: Efek I C1= 0.5 oF Dari Gambar 16-4 McCabe dkk.5 Uap pada 125 psia.5 Titik didih air (suhu keluar ejektor) = 101. Ts = 101. 16-4) (lamp 8 Mc Cabe dkk.071 Titik didih air = 344.2 oF Titik didih larutan = 347 oF BPE1 = 347 – 344.7 – (2.html (14 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Titik didih air = 200 oF (Trial) Titik didih larutan = 210 oF BPE1 = 210 – 200 = 10 oF (lamp.5+10) = 159.8) (Gbr.8 oF Efek III C3= 0.02 BTU/lb Hliq = 315.2 oF dan ls=875 BTU/lb Hvap = 1191.5 oF Titik didih larutan = 172 oF BPE1 = 172 – 101.55 BTU/lb Kondensat keluar dari ejektor pada 1 psia.8+70.5 = 70. Ts=344.4 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Cf = 5% NaOH = 0.

63 171.12 oF T2 = 311.92 oF T1’ = 313.98 1164.74 = 171. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.5 = 101.45 80. EFEK I EFEK II EFEK III T (suhu didih) 30.5 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.28 48.5 T1 = 344.5 Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.4 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.2 60 313.12 171 252.45 = 262.28 = 313.02 28.86 231.89 oF T3’ = 171.63 – 80.8 10 70.63 311.125 0.89 – 70.89 0.2-30.html (15 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Zat cair dari III Suhu (oF) 344.08 1105.74 T’ (suhu kondensasi) 2.8 315.071 0.92 – 2.12 – 48.15 139.92 262.2 313.63 oF T2’ = 262.06 1182.63 – 10 = 252.85 221.55 283.63 262.92 344.8 = 311.79 Flow Rate (lb/jam) ms 200000 X ms 200000-X Y 200000-X-Y X 180000-X-Y Y 20000 0.05 Suhu Jenuh (oF) Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1191.32 281.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 159.63 oF T3 = 252.

13 lb/jam Luas permukaan: Luas permukaan tidak sama.532.08) (849.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek I (ms)(1192.82 X Efek II (X)(1182.8) + (ms)(315.3 = 1. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor. 85) + (20000)(139.98) (1191.06)(X) + 10.000 – X – Y )(1105.html (16 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .02) + (200000)(28.404.86) + (200.0995 Y .02 – 315.311 = 3.32) + (X)(281.82 lb/jam Kebutuhan steam.7 = 2.000 – X – Y)(231.315. eltalpi. ms = 113. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi.000 + 898.54 (Y) …(2) …(1) Efek III (Y)(1164.58 lb/jam X = 53425.79) + (Y)(221. laju evaporasi.584.X + 177.000 – X)(283. penurunan suhu.1786 Y = 59872.000 = 933.24)(Y) = 155.0751 Y + 190. sehingga file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.184.800 – 874.906.8) + (200.15) (1818.55) ms = 51.55) + (200000 – X)(283.06) = (X)(1182.53 (X) …(3) (2) dan (3) X + 12.86) + (200.6 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 180000 – X – Y = 66701.98) = (Y)(1164.000 – X – Y)(231.32) = (180.

38 = 295.EVAPORATOR EFEK BERGANDA didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain.5 = 101.22 oF T2 = 292.62 – 73.92 – 70.62 oF T2’ = 254.82 – 2.5 = 171.6 = 254.82 oF T1’ = 295.5 oF Luas permukaan rata-rata = 2580 ft2 Konsumsi uap.62 oF T3 = 244.2 .92 oF T3’ = 171.074. TRIAL II T1 = 344. ms = 111.08 lb/jam Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.62 – 10 = 244.48.8 = 292.html (17 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .22 – 37.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (18 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

campuran dua fase cairan induk (mother liquor) dan kristal dari segala ukuran. yang mengisi kristalisator file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Kristal yang terbentuk dari larutan yang tak murni selalu murni. Kristalisasi dapat terjadi sebagai: a. Dalam kristalisasi dari larutan sebagaimana dilaksanakan dalam industri. Konsep dan prinsip yang diuraikan disini berlaku baik untuk kristalisasi zat terlarut (solute) di dalam larutan jenuh maupun kristalisasi sebagian dari pelarut (solvent) itu sendiri. Penggunaannya sangat luas karena dua hal: 1. Pembahasan kita hanya akan dibatasi pada situasi yang terakhir ini aja yaitu kristalisasi dari larutan cair. Kristalisasi dari larutan cair. Pembekuan (solidification) di dalam lelehan cair sebagaimana dalam pembuatan kristal tunggal yang besar. atau c. sebagaimana dalam hal pembekuan kristal es dari air laut atau larutan garam encer lainnya.html (1 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 BAB VIII KRISTALISASI Kristalisasi atau penghabluran ialah peristiwa pembentukan partikel-partikel zat padat di dalam suatu fase homogen. 2. Kristalisasi merupakan metode yang praktis untuk mendapatkan bahan-bahan kimia murni dalam kondisi yang memenuhi syarat untuk pengemasan dan penyimpanan. Pembentukan partikel padat di dalam uap. Kristalisasi dari larutan sangat penting dalam industri karena banyaknya ragam bahan yang dpasarkan dalam bentuk kristal. seperti dalam pembentukan salju b.

yang disebut muka (face). untuk itu hal-hal yang menjadi pertimbangan: 1. namun sudut-sudut yang dibentuk oleh muka-muka yang sebanding pada semua kristal dari bahan yang sama selalu sama dan merupakan karakteristik (ciri) dari bahan itu. masing-masing kristal itu harus kuat. Jika kristal itu akan diproses lebih lanjut. CSD) harus dikendalikan dengan ketat. Akibat dari susunan pertikel seperti itu. molekul atau ion) tersusun dalam suatu susunan tiga dimensi yan beraturan yang disebut kisi (lattice). maka distribusi ukuran kristal (crystal size distribution. dan itulah yang menjadi tujuan utama dalam perancangan dan operasi kristalisator. Tujuan kristalisasi yang utama adalah mendapatkan perolehan yang memuaskan serta kemurnian yang tinggi. 2. Walaupun ukuran relatif muka dan sudut berbagai kristal dari bahan yang sama mungkin sangat berbeda-beda. Geometri Kristal Kristal adalah suatu benda mati yang sangat terorganisasi. Jika kristal itu akan dipasarkan sebagai hasil akhir.Bab 8 (crystallizer) dan dikeluarkan sebagai hasil. serta penyimpanan kristal. besarnya seragam. bila kristal dibiarkan terbentuk tanpa gangguan dari kristal lain atau benda luar. kristal itu akan berupa polihedron yang mempunyai sudut-sudut tajam dan sisi yang rata. Untuk mencapai tujuan ini. Sistem Kristalografi Oleh karena semua kristal dari setiap bahan tertentu mempunyai sudut antarmuka yang sama file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. pelaksanaan reaksi dengan bahan kimia lain. untuk dapat diterima langganan. disebut magma. pencucian. pengangkutan. maka ukuran yang wajar dan cukup seragam diperlukan untuk kemudahan filtrasi (penyaringan). Kristal dicirikan oleh kenyataan bahwa partikel-partikel pembentuknya (yang bisa berupa atom. dan tidak melekat dalam kemasan.html (2 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . tidak menggumpal.

Laju pertumbuhan setiap muka diukur dengan kecepatan translasi muka itu dalam berpindah menjauhi pusat pada arah tegak lurus terhadap muka itu. Kecuali jika kristal itu berbentuk polihedron beraturan. bentuk kristal diklasifikasikan atas dasar sudut-sudut ini. terjadi kontaminasi. semua poligon itu mempunyai keserupaan geometrik dan garis putusputus yang menghubungkan sudut-sudut poligon itu dengan pusat kristal itu merupakan garis lurus. kristal yang tumbuh setiap memelihara keserupaan geometriknya selama pertumbuhan.Bab 8 walaupun terdapat perbedaan besar dalam tingkat perkembangan masing-masing muka.1. Oleh karena kristal tersebut invarian. Kalsium karbonat misalnya. monoklin. Kristal demikian disebut kristal invarian.. 1985. kebutuhan energi. Pada Gambar 28-1 Mc Cabe et al. terbentuk dengan baik. laju nukleasi dan laju pertumbuhan. Setiap poligon di dalam gambar tersebut menunjukkan sosok (outline) kristal pada beberapa waktu yang berbeda. 8. biasanya hampir murni. laju perpindahan berbagai muka kristal invarian itu tidaklah sama. Titik pusat harus dianggap sebagai lokasi inti asal tempat kristal itu tumbuh. tetragonal. tetapi masih mengandung cairan induk bila dikeluarkan dari magma akhir. ortorombik. Ada tujuh kristal. dan derajat kontaminasi ini bergantung pada banyak dan derajat ketakmurnian cairan induk yang terkandung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. dan triklin. Prinsip Kristalisasi Kristalisasi dapat dianalisis dari sudut pandangan kemurnian.html (3 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Kemurnian hasil Kristal yang baik. perolehan. massa zat padat itu mungkinmengandunng cairan induk bersama kristal. heksagonal. trigonal. dan jika panen itu mengandung agregat kristal. terlihat penampang kristal invarian selama pertumbuhannya. paling umum terdapat di alam dalam bentuk heksagonal (sebagai kalsit) tetapi juga terdapat dalam bentuk ortorombik (aragonit). bergantung pada kondisi kristalisasi. Kristal Invarian Pada keadaan ideal. Satu bahan tertentu dapat terkristalisasi di dalam dua kelas yang berbeda atau lebih. Bila cairan induk yang terkandung yang kemurniannya rendah itu dikeringkan. yaitu kubus.

Beberapa bahan mengikuti kurva seperti kurva 2. Dalam prakteknya. dan hubungan keseimbangan untuk kristal induk adalah kurva kelarutan. artinya kelarutannya meningkat hampir secepat peningkatan suhu. sebagian besar cairan induk yang terkandung itu dipisahkan dari kristal dengan cara filtrasi dan sentrifugasi.html (4 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Data kelarutan sebagai fungsi suhu diberikan pada gambar berikut. Keseimbangan dan Perolehan Keseimbangan di dalam proses kristalisasi dapat dicapai bila larutan itu jenuh. sedang sisanya dikeluarkan dengan mencucinya dengan pelarut segar. dimana kelarutan berubah sedikit saja dengan suhu. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. yang berarti bahwa kelarutannya berkurang bila suhu dinaikkan.Bab 8 bersama kristal. Kebanyakan bahan mengikuti kurva yang serupa dengan kurva 1. adapula yang mengikuti kurva kelarutan terbalik (inverted solubility curve) pada kurva 3. Efektivitas langkah pemurnian bergantung pada ukuran dan keseragaman kristal.

Bab 8 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.html (5 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .

Garis patah-patah abcdq ialah kurva kelarutan. bergantung pada konsentrasi dan suhu. Setiap larutan yang mengandung lebih dari 16. terbentuk beberapa macam hidrat.12H2O. Setiap larutan yang mengandung kurang dari 16. 1985) di atas. Diagram fase untuk sistem magnesium sulfat-air terlihat pada gambar 28-3 ( Mc Cabe. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. dan keseimbangan dalam sistem itu bisa rumit. Luas pae menunjukkan campuran es dan larutan jenuh. Keseluruhan luas di bawah dan sebelah kiri garis penuh menunjukkan larutan tak jenuh magnesium sulfat di dalam air. Pada beberapa sistem. Zat padat itu terdiri dari campuran mekanik yang akrab antara es dan MgSO4.Bab 8 Banyak bahan anorganik yang penting-penting mengkristalisasi dengan air kristal.5% akan mengendapkan.html (6 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . pada waktu pendinginan. zat padat bila suhu mencapai garis ini. Konsentrasi magnesium sulfat bebas air (anhydrous) dalam fraksi massa digambarkan digambarkan grafiknya terhadap suhu dalam derajat Fahrenheit.5 persen MgSO4 akan mengendapkan es bila suhunya mencapai garis pa. Zat padat yang terbentuk pada titik a disebut etetik (eutectic). Garis putus-putus eag-f-hij menunjukkan solidifikasi (pembekuan) larutan cair membentuk berbagai fase zat padat.

6H2O.7H2O. Dalam situasi demikian.html (7 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Perolehan Pada kebanyakan proses kristalisasi. Hal ini sangat besar bila larutan itu viskos atau dimana kristal itu mengumpul di dasar kristalisator sehingga hanya sedikit saja permukaan kristal yang terkena larutan lewat jenuh. karena air ini tidak terkandung di dalam larutan .H2O. Dalam daerah qdk. Di dalam daerah cihb.12H2O. Data kelarutan itu biasanya diberikan sebagai bagian massa bahan bebas air perseratus bagian dari massa pelarut total atau dalam persen massa zat terlarut bebas air. diperlukan waktu yang agak panjang untuk mencapai keseimbangan. perhitungan perolehan itu sederhana. Jika selama proses itu terjadi penguapan yang cukup besar. antara b dan c fase zat padat adalah MgSO4.Bab 8 Antara titik a dan b kristalnya adalah MsSO4. cairan induk akhir mungkin sangat lewat jenuh dan perolehan yang didapatkan akan lebih kecil dari menurut hasil perhitungan dari kurva kelarutan. H2O. Kunci dalam perhitungan perolehan zat terlarut file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Data ini tidak memperhitungkan air kristalisasi. kristal dan cairan induk berada pada waktu yang cukup lama sehingga mencapai keseimbangan. Dalam daerah dljc. campuran itu terdiri dari larutan jenuh dan kristal MgSO4. air yang terdapat bersama kristal itu harus diperhitungkan. campuran itu adalah larutan jenuh dan MgSO4.7H2O (garam epsom). dan di atas titik d kristal itu adalah MgSO4. dan cairan induk itu jenuh pada suhu akhir proses itu. Jika kristal itu bebas air. antara c dan d kristalnya adalah MgSO4. karena fase padat itu tidak mengandung pelarut.6H2O. kuantitasnya harus diketahui atau dapat diperkirakan. Bila panen itu mengandung air kristal. Perolehan dari proses itu dapat dihitung dari konsentrasi awal dan kelarutan pada suhu akhir. sistem keseimbangan terdiri dari campuran larutan jenuh dan kristal MgSo4. Bila laju pertumbuhan kristal itu lambat.

Bab 8 bebas air ialah menyatakan semua massa dan konsentrasi sebagai garam hidrasi dan air bebas. Oleh karena kuantitas yang terakhir ini yang tetap berada dalam fase cair selama berlangsungnya kristalisasi. Mc Cabe.5 persen H2O. konsentrasi atau kuantitas yang didasarkan atas air bebas dapat dikurangkan untuk memberikan hasil yang benar. Misalkan larutan awal 1000 kg.html (8 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Selama pendinginan. Berapa kilogram kristal yang didapat per kilogram campuran semula? Penyelesaian: Dari gambar diagram fasa terlihat bahwa kristal itu adalah MgSO4. 1985.5 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.4 BM 7H2O = 126. dkk.1 BM MgSO4. Air total = 70 % x 1000 = 700 kg Penguapan = 5 % x 700 = 35 kg BM MgSO4 = 120. Contoh 28-1.7H2O = 246.5 persen MgSO4 bebas air dan 75.7H2O dan bahwa konsentrasi cairan induk pada suhu 60 oF adalah 24. Suatu larutan yang terdiri dari 30 persen MgSO4 dan 70 persen H2O didinginkan sampai 60 oF. 5 persen dari total air yang terdapat di dalam sistem itu menguap.

7H2O pada cairan induk: Panen akhir adalah 614 – 353 = 261 kg kristal per 1000 kg larutan awal.5 % H2O.84 kg Dalam 1000 kg larutan awal. Hitung kristal hasil Na2CO3.10H2O.Bab 8 MgSO4.1 Geankoplis.16 = 49. MgSO4.5% MgSO4 dan 75.html (9 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . MgSO4. 1987 Larutan garam 10.10H2O jika data kelarutan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.7H2O dan H2O mempunyai perbandingan 24.000 kg dengan 30 % berat Na2CO3 didinginkan hingga suhu 293 K. Contoh 12-11.7H2O (cairan induk+kristal): Air bebas = 1000 – 35 – 614 = 351 kg Dalam 100 kg cairan induk: MgSO4. Kristal garam yang terbentuk Na2CO3.7H2O = Air bebas = 100 – 50.

5 kg Na2CO3/100 kg air total. Penyelesaian: BM Na2CO3 = 106 BM 10H2O= 180. Asumsi tidak ada air yang menguap.10H2O. b.Bab 8 adalah 21. Asumsi bahwa 3 % dari total larutan hilang karena penguapan air.10H2O = 286. a) W = 0 Neraca massa air …(1) fraksi berat air dalam kristal.html (10 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Neraca massa Na2CO3 …(2) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.2 BM Na2CO3.2 W = kg air yang menguap S = kg cairan induk C = kg kristal Na2CO3. pada: a.

10H2O S = 3070 kg larutan induk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.Bab 8 Dari (1) dan (2): C = 6370 kg Na2CO3.3 (10000) = 300 kg H2O Neraca massa air …(3) Neraca massa Na2CO3 …(4) Dari (3) dan (4): C = 6630 kg Na2CO3.10H2O S = 3630 kg larutan induk b) W = 0.html (11 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful