DAFTARPUSTAKA

KEGIATAN HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING USU-INHERENT 2006

BUKU AJAR

PERPINDAHAN PANAS

Disusun Oleh: ZUHRINA MASYITHAH, ST, MSc. BODE HARYANTO, ST, MT

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2006

DAFTAR PUSTAKA Foust, A.S., et a1., Principles of Unit Operations, John Wiley & Sons, New York, 1980. Geankoplis, C.J., Transport Process and Unit Operations, A11yn and Bacon Inc., 1987. Holman, J.P., Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1987. Incropera, F.P., dan Dewitt, D.P., Fundamental of Heat and Mass Transfer, John Wiley & Sons, 2002. Kern, D.Q., Process Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1950. McCabe, Smith dan Harriots, Unit Operations in Chemical Engineering, Mc Graw Hill,1985.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

LAMPIRAN

INFORMASI UMUM
Judul Mata Kuliah Nomor Kode/SKS Dosen Pengampu Anggota Perpindahan Panas TKK- 301/ 3 SKS Dr. Ir. Rosdanelli, MT Zuhrina Masyithah, ST, MSc. Bode Haryanto, ST, MT Erni Misran, ST, MT Mata kuliah ini berisi uraian mengenai Dasar-dasar Perpindahan Panas Steady dan Unsteady; Perpindahaan Panas ke Fluida yang Tak Berubah Fasa; Perpindahan Panas ke Fluida yang Disertai dengan Perubah Fasa; Peralatan Penukar Panas; Operasi dan Peralatan Evaporasi; Kristalisasi Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dasar-dasar perpindahan panas pada keadaan steady dan unsteady, dapat menyelesaikan masalah perpindahan panas ke fluida yang tak berubah fasa dan ke fluida yang disertai dengan perubahan fasa, rancangan proses dan evaluasi peralataan pertukaraan panas tanpa dan disertai dengan perubahan fasa; rancangan proses dan evaluasi peralataan evaporasi efek tunggal dan ganda; serta proses kristalisasi

Deskripsi Singkat

Tujuan Instruksional Umum

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

Harker.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM . Edisi ke-3.. PTR.R.. 1996. W. 1.C.. Edisi ke-5.H. 1987. Coulson & Richardson’s Chemical Engineering Vol. LAMPIRAN GBPP DAN SAP file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll. dan Harriott. Singapore. 1985. BH. Unit Operations of Chemical Engineering. J.L. P. Richardson.DAFTARPUSTAKA Bahan bacaan Geankoplis. McGraw-Hill. Transport Processes and Separation Process Principles. J. dan Backhurst. Edisi ke-4.. McCabe. Oxford.F. C. J. New Jersey..J. Smith. J.

html (5 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BAHAN PRESENTASI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BUKU AJAR PERPINDAHAN PANAS file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN UMPAN BALIK file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .

ST. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi yang mendukung terlaksananya kegiatan ini. Medan. MSc.html (1 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM . Mata kuliah ini diajarkan pada Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik USU. Zuhrina Masyithah. Bode Haryanto. Desember 2006 Penyusun. USU-INHERENT 2006.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR Buku Ajar Perpindahan Panas ini merupakan salah satu keluaran dari kegiatan HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING. ST. MT DAFTAR ISI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar. Konten e-learning yang dikembangkan untuk mata kuliah ini bertujuan untuk memperoleh metode pembelajaran yang lebih baik untuk mata kuliah perpindahan panas yang mengkombinasikan kegiatan mengajar di kelas. Semoga buku ajar yang dihasilkan ini dapat bermanfaat. untuk matakuliah PERPINDAHAN PANAS. aktivitas laboratorium dan penggunaan konten e-learning.

1. Penukar Kalor Pelat 4.1.3. Penukar Kalor Pendingin Udara 4.Pancaran (Radiasi) 1.1.Hantaran (Konduksi) 1.2. Perpindahan Kalor dari Uap yang Mengembun 5.Dinding Datar 2.1.1. Konveksi Paksa 3.html (2 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .2.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan 1.Aliran (Konveksi) BAB II Perpindahan Panas Konduksi 2. Perpindahan Kalor ke Zat Cair yang Mendidih BAB VI Proses Evaporasi 6. Kapasitas dan Ekonomi Evaporator Kristalisasi 7-1 7-5 8-1 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.2.1.4. Jenis-Jenis Evaporator 6.1.3.2. Kapasitas Evaporator 6. Alat Penukar Kalor Pipa 4.1. Pendahuluan 6.Sistem Radial-Silinder BAB III Perpindahan Panas Konveksi 3. Ekonomi Evaporator i ii 1-1 1-2 1-4 1-6 2-1 2-2 2-4 2-6 3-1 3-4 3-7 3-14 4-1 4-2 4-5 4-5 4-8 5-1 5-1 5-9 6-1 6-1 6-5 6-21 6-25 BAB VII BAB VIII Evaporator Efek Ganda 7. Gabungan Konduksi dan Konveksi BAB IV Alat Penukar Kalor 4.Konduksi Keadaan Steady 2. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda BAB V Perpindahan Kalor disertai Perubahan Fasa 5.2.3. Konveksi Alamiah 3.1.3.1.2.4.

1.html (3 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM . Prinsip Kristalisasi Daftar Pustaka Lampiran : Umpan Balik Quiz Soal Ujian Tengah Semester Soal Ujian Akhir Semester Tugas dan Soal-soal Latihan 8-4 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.DAFTARPUSTAKA 8.

Pada kebanyakan pengerjaan. Akan tetapi. Pada pembakaran 1 kg minyak akan terbebas kira-kira 45 MJ. terdapat pada pengerjaan eksoterm dan endoterm. keadaan ini dapat juga merupakan pengerjaan secara a1ami.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Sama seperti bentuk lain dari energi. untuk mencapai dan mempertahankan keadaan yang dibutuhkan sewaktu proses berlangsung. Dengan demikian.25 MJ. maka harus dimi1iki sesuatu benda lain yang lebih panas.000 Joule = 2. Ada1ah hukum a1am bahwa ka1or itu suatu bentuk energi. pada pengembunan dan penghabluran (krista1isasi) ka1or harus dikeluarkan. diperlukan cukup banyak energi yaitu perubahan zat cair ke dalam uap ini kira-kira membutuhkan energi 2. diperlukan benda lain yang lebih dingin. 1 Nm dinamakan 1 Joule. Bila sesuatu benda ingin dipanaskan. gaya dorong untuk a1iran ini ada1ah perbedaan suhu.225. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. jumlah ka1or juga dinyatakan da1am suatu gaya kali suatu jarak yaitu Newton ka1i meter atau Nm. Ka1or mengalir dengan sendirinya dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah.PERPINDAHAN PANAS BAB I PENDAHULUAN Perpindahan ka1or dari suatu zat ke zat lain seringkali terjadi dalam industri proses. diperlukan pemasukan atau pengeluaran ka1or. Pada penguapan dan pada umumnya juga pada pelarutan. Kondisi kedua yaitu mempertahankan keadaan yang dibutuhkan untuk operasi proses. ka1or harus dimasukkan. Kondisi pertama yaitu mencapai keadaan yang dibutuhkan untuk pengerjaan. terjadi umpamanya bila pengerjaan harus berlangsung pada suhu tertentu dan suhu ini harus dicapai dengan ja1an pemasukan atau pengeluaran ka1or. Disamping perubahan secara kimia. bisa diperhatikan dari ha1 berikut: Untuk penguapan 1 kg air. demikian pula ha1nya jika ingin mendinginkan sesuatu. Untuk memberikan sedikit gambaran mengenai besarnya energi 1 Joule tersebut.

Pada hakekatnya proses perpindahan ka1or radiasi terjadi dengan perantaraan foton dan juga gelombang elektromagnet. maka logam dikatakan lebih dingin daripada air. Apabila api dinyalakan. sering juga disebut konduksi. contohnya hukum kekekalan masa dan momentum. Ha1 yang penting dalam sistem yang terdiri dari air dan logam ialah adanya suatu perbedaan suhu yang nyata yaitu (T2.T1). Kalor dapat diangkut dengan tiga macam cara yaitu: 1. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Semua benda memancarkan ka1or. dengan T2 >> T1. Tetapi suatu bahan apabila menerima sinar.menyimpan sejum1ah energi dalam yang ditandai dengan kuantitas yang lazim disebut muatan kalor bahan. Apabila sejumlah energi ka1or menimpa suatu permukaan. Bila diperhatikan misalnya jumlah energi kalor api unggun kayu yang ditumpukkan. 2. Proses radiasi adalah fenomena permukaan. maka banyak ha1 yang boleh terjadi. Proses radiasi tidak terjadi pada bagian da1am bahan. Keadaan ini baru terbukti setelah suhu meningkat. Semua bahan pada suhu mutlak tertentu akan menyinari sejumlah energi ka1or tertentu. Pancaran. semua ini .html (2 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . 1. sebahagian akan dipantulkan. Energi kalor ini mengalir jika terdapat suatu perbedaan suhu. Pancaran (Radiasi) Yang dimaksud dengan pancaran (radiasi) ia1ah perpindahan ka1or mela1ui gelombang dari suatu zat ke zat yang lain. sering juga disebut radiasi.PERPINDAHAN PANAS Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak musnah yaitu seperti hukum asas yang lain. sebahagian akan diserap ke da1am bahan. Bila diperhatikan sebatang logam yang dicelupkan ke dalam suatu tangki yang berisi air kalor. 3. Terdapat dua teori yang berbeda untuk menerangkan bagaimana proses radiasi itu terjadi. sering juga dinamakan radiasi. ini artinya kalor tidak hilang. energi terma yang tersimpan di dalam bahan tadi akan bertukar menjadi energi kalor yang dapat kita rasakan. dan sebagian akan menembusi bahan dan terus ke luar.1. Semakin tinggi suhu bahan tadi maka semakin tinggi pula energi ka1or yang disinarkan. Energi hanya berubah bentuk dari bentuk yang pertama ke bentuk yang ke dua. Karena suhu awal logam ialah T1 dan suhu air ialah T2. Aliran. Hantaran. Jadi da1am mempelajari perpindahan ka1or radiasi akan dilibatkan suatu fisik permukaan.

ada kalor yang dipantulkan dan ada kalor yang dipindahkan ke sekeliling. sifat terma permukaan bahan juga penting. Gambar 1. Tetapi energi kalor juga disebarkan secara radiasi. yang penting ialah sifat terma saja. adaka1anya tidak semua sinar mengenai permukaan yang dituju. Dalam hal ini dua hal terjadi. Misa1nya sekeping plat yang dicat hitam. Proses perpindahan kalor sering terjadi secara serentak. sama seperti cahaya lampu.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . permukaan bagian atas kini mempunyai suhu yang lebih tinggi dari suhu udara sekeliling. La1u dikenakan dengan sinar matahari. untuk memahami proses radiasi dari satu permukaan kita perlu memahami juga keadaan fisik permukaan bahan yang terlibat dengan proses radiasi yang berlaku. (b) antara permukaan dan lingkungan Berdasarkan kepada keadaan terma permukaan. Maka jumlah ka1or yang diterima dari satu sumber akan berbanding langsung sebahagiannya terhadap faktor bentuk ini. setiap permukaan akan menyinarkan energi kalor secara radiasi jika permukaan itu bersuhu T dalam unit suhu mutlak.PERPINDAHAN PANAS Bahan yang dianggap mempunyai ciri yang sempurna ada1ah jasad hitam. Dalam pada itu. Dengan demikian. Berbeda dengan proses konveksi. Oleh karena suhu permukaan atas naik maka kalor akan berkonduksi dari permukaan atas ke permukaan bawah. Keterlibatan suhu hanya terjadi jika terdapat dua permukaan yang mempunyai suhu yang berbeda. bahan yang di pindahkan dan dipantulkan ini dapat berbeda. Dalam hal ini.1. Perpindahan panas radiasi (a) pada permukaan. dan jika file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Proses radiasi tidak melibatkan perbedaan suhu. Disamping itu. medan a1iran fluida disekeliling permukaan tidak penting. Suhu plat akan naik ke satu tahap tertentu. Plat akan menyerap sebahagian energi matahari. maka jumlah kalor akan disebarkan secara konveksi. Jadi da1am masalah ini kita mengena1 satu faktor pandangan yang lazimnya dinamakan faktor bentuk. Lazimnya jika terdapat satu permukaan lain yang saling berhadapan. Da1am pada itu.

Kalor radiasi merambat lurus. Sehingga perpindahan kalor secara hantaran/konduksi merupakan satu proses pendalaman karena proses perpindahan kalor ini hanya terjadi di dalam bahan. Penghantar yang buruk disebut isolator. adalah dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuhu rendah. Sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. 2.PERPINDAHAN PANAS permukaan pertama mempunyai suhu T1 mutlak sedangkan permukaan kedua mempunyai suhu T2 mutlak. Arah aliran energi kalor. Dengan demikian. umpamanya seorang tukang hembus kaca dapat memegang suatu barang kaca.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Bahan yang dapat menghantar ka1or dengan baik dinamakan konduktor.2. sehingga bentuknya dapat berubah. Untuk perambatan itu tidak diperlukan medium (misalnya zat cair atau gas) 1. Perpindahan panas konduksi dan difusi energi akibat aktivitas molekul Sudah diketahui bahwa tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya. maka permukaan tadi akan saling memindahkan kalor . Selanjutnya juga penting untuk diketahui bahwa : 1.2. Gambar 1. yang beberapa cm lebih jauh dari tempat pegangan itu adalah demikian panasnya. Hantaran (Konduksi) Yang dimaksud dengan hantaran ialah pengangkutan kalor melalui satu jenis zat. Akan tetapi seorang pandai tempa harus memegang benda yang akan ditempa dengan sebuah tang.

berbeda dengan satu bahan berfasa gas seperti udara.3. Besi adalah besi. Selanjutnya bila diandaikan sebatang besi atau sembarang jenis logam dan salah satu ujungnya diulurkan ke dalam nyala api.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Pada umumnya. aliran elektron akan memainkan peranan penting . Proses perpindahan ka1or secara aliran/konveksi merupakan satu fenomena permukaan. bahan kimia unsur besi adalah lebih banyak. Untuk bahan isolator. keadaan keseirnbangan termodinamik di dalam bahan akibat proses konduksi. Apabila nilai koefisien ini tinggi. uap air. Kalaupun ada bahan asing. energi ini akan memindahkan sebahagian energi kepada molekul dan elektron yang membangun bahan tersebut. Untuk satu bahan berfasa padat molekulnya tersusun rapat. Tetapi dibandingkan dengan bahan padat seperti kayu. Hal ini disebabkan karena susunan molekul dan juga atom di dalam setiap bahan adalah berbeda. bahan yang dapat menghantar arus listrik dengan sempurna (logam) merupakan penghantar yang baik juga untuk kalor dan sebaliknya. maka bahan mempunyai kemampuan mengalirkan kalor dengan cepat. Lazimnya. Bahan kayu terdiri dari gabungan bahan kimia seperti karbon. Dapat diperhatikan bagaimana kalor dipindahkan dari ujung yang panas ke ujung yang dingin. Molekul udara adalalah renggang seka1i. Moleku1 dan elektron merupakan alat pengangkut kalor di dalam bahan menurut proses perpindahan kalor konduksi. Jadi dalam proses ini struktur bagian dalam bahan kurang penting. Keadaan permukaan dan keadaan sekelilingnya serta kedudukan permukaan itu adalah yang utama. Aliran (Konveksi) Yang dimaksud dengan aliran ialah pengangkutan ka1or oleh gerak dari zat yang dipanaskan. Proses konveksi hanya terjadi di permukaan bahan. Dengan demikian dalam proses pengangkutan kalor di dalam bahan. koefisien ini bernilai kecil. Kini file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. dan udara yang terperangkat. maka molekul besi adalah lebih rapat susunannya daripada molekul kayu. 1. Dalam hal ini dikatakan suhu permukaan adalah T1 dan suhu udara sekeliling adalah T2 dengan Tl>T2. Persoalan yang patut diajukan pada pengamatan ini ialah mengapa kadar alir energi kalor adalah berbeda. dan besi .PERPINDAHAN PANAS bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor ialah koefisien konduksi terma. Apabila ujung batang logam tadi menerima energi kalor dari api. suhu permukaan bahan akan berbeda dari suhu sekelilingnya.

Gerakan fluida melibatkan kecepatan yang seterusnya akan menghasilkan aliran momentum. Jadi masa fluida yang mempunyai energi terma yang lebih tinggi akan mempunyai momentum yang juga tinggi. Peningkatan momentum ini bukan disebabkan masanya akan bertambah. Oleh karena konveksi hanya dapat terjadi melalui zat yang mengalir. Perpindahan kalor dengan jalan aliran dalam industri kimia merupakan cara pengangkutan kalor yang paling banyak dipakai. (c) pendidihan. (b) konveksi alamiah. Sebagai akibatnya terjadi sirkulasi. Oleh karena pengaliran fluida melibatkan pengangkutan masa. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. maka selama pengaliran fluida bersentuhan dengan permukaan bahan yang panas. Perpindahan panas konveksi. Pada pemanasan zat ini terjadi aliran.3. (a) konveksi paksa.PERPINDAHAN PANAS terdapat keadaan suhu tidak seimbang diantara bahan dengan sekelilingnya. Malahan masa fluida menjadi berkurang karena kini fluida menerima energi kalor. energi kalor ini akan dipindahkan ke sekelilingnya dengan perantaraan aliran fluida. suhu fluida akan naik.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Gambar 1. karena masa yang akan dipanaskan tidak sekaligus di bawa kesuhu yang sama tinggi. maka bentuk pengangkutan ka1or ini hanya terdapat pada zat cair dan gas. Oleh karena itu bagian yang paling banyak atau yang pertama dipanaskan memperoleh masa jenis yang lebih kecil daripada bagian masa yang lebih dingin. (d) kondensasi Pada perpindahan kalor secara konveksi. sehingga kalor akhimya tersebar pada seluruh zat.

masa ini juga akan naik ke atas permukaan meninggalkan tempat asalnya.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Jika cepatan medan tetap. Nilai koefisien ini tergantung kepada banyak faktor. Setelah masa ini juga menerima energi kalor dari permukan bahan yang kalor dasi. maka proses konveksi yang akan terjadi merupakan proses perpindahan kalor konveksi paksa. faktor yang paling penting yang menjadi penyebab dan pendorong proses tersebut adalah perbedaan suhu. Jumlah kalor yang dipindahkan. maka proses perpindahan ka1or berlaku. masalah yang utama terletak pada cara mencari metode penentuan nilai h dengan tepat. bergantung pada nilai h. artinya tidak ada pengaruh luar yang mendoromg fluida bergerak. Proses ini akan berlangsung berulang-ulang. Kekosongan tempat masa bendalir yang telah naik itu diisi pula oleh masa fluida yang bersuhu rendah.terjadi maka keadaan tidak stabil terma akan terjadi. Keadaan tidak stabil ini perlu diselesaikan melalui proses perpindahan kalor. Yang membedakan kedua proses ini adalah dari nilai koefisien h-nya. Sedangkan bila kecepatan medan dipengaruhi oleh unsur luar seperti kipas atau peniup. Apabila perbedaan suhu . Dalam kedua proses konduksi dan konveksi.PERPINDAHAN PANAS Fluida yang panas karena menerima kalor dari permukaan bahan akan naik ke atas. Dalam pengamatan proses perpindahan kalor konveksi. Kekosongan ini diisi pula oleh masa fluida bersuhu renah yang lain. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan.

Konduktor: bahan yang dapat menghantar kalor dengan baik. Isolator: penghantar kalor yang buruk. k: § sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor § menunjukkan berapa sepat kalor mengalir dalam suatu bahan kkonduktor>kisolator Konduksi panas mengikuti Hukum Fourier yang dapat dinyatakan dengan persamaan yang berikut: atau: q = laju perpindahan panas dT/dx = gradien suhu ke arah perpindahan panas Dalam persamaan di atas Hukum Fourier telah dinyatakan dalam bentuk persamaan laju alir. tetapi melaui satu jenis zat.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . kalor/panas mengalir tanpa disertai gerakan zat. Arah aliran energi kalor dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuh rendah. yang bentuk umumnya adalah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Koefisien konduksi terma. Tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya.BAB II BAB II PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI Pada perpindahan panas secara konduksi.

yang besarnya tergantung pada temperatur zat itu.1. suhu hanya merupakan fungsi posisi dan akumulasi = 0. Konduksi Keadaan Steady (Tunak) Persamaan neraca energi: Analisa satu dimensi arah sumbu x ditunjukkan sebagai berikut: Kuantitas energi panas adalah sebagai berikut: Energi masuk : Energi yang dibangkitkan : Perubahan energi dalam Energi keluar = Pada keadaan steady.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . Biasanya perubahan k dapat diperkirakan cukup dengan fungsi liniar 2.BAB II Dengan demikian persamaan konduksi panas mendefinisikan tahanan terhadap konduksi panas k adalah konduktiviti panas suatu zat. sehingga: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. distribusi suhu konstan.

maka aliran kalor dapat dituliskan: Analogi listrik dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang lebih rumit. untuk menyatakan : file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. tahanan termal/panas/kalor. hukum Fourier dapat diintegrasi: 2.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .1.BAB II Untuk konduksi keadaan steady. Jika ketiga persamaan akan diselesaikan bersamaan.Dinding Datar Sistem dengan lebih dari satu macam bahan. laju perpindahan panas: Aliran panas pada setiap bagian adalah sama. seperti dinding lapis rangkap. analisisnya akan menjadi seperti berikut: Untuk gradien suhu seperti gambar di atas.1. Digunakan R.

Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan paralel: Jika suhu awal dan akhir kedua lapisan sama: 2.2. Sistem Radial-Silinder Suatu silinder.BAB II Sehingga: = penurunan suhu total melintas keseluruhan tebing Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan seri mempunyai analogi dengan arus listrik yang mengalir melalui beberapa tahanan listrik dalam rangkaian seri.1.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . dimana: r1= jari-jari dalam r0=jari-jari luar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.

jika suhu permukaan luar tabung 297. Sebanyak 14.151 W/m. Panjang tabung untuk koil pendingin Tabung silinder berdinding tipis dari karet dengan ID 5 mm dan OD 20 mm digunakan sebagai koil pendingin. Air pendingin dalam tabung mengalir pada suhu 274.9 K.BAB II L=panjang Ti-To=beda suhu Laju perpindahan panas dapat ditentukan dari Hukum Fourier dengan penyesuaian rumus luas menjadi: Konsep tahanan termal dapat juga digunakan untuk dinding lapis rangkap seperti gambar di atas: Contoh 4. Hitung panjang tabung yang diperlukan.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .2-1 (Geankoplis. Penyelesaian: Dari App. 1987).1 K. 1987: Khardbutter= 0. A-3 Geankoplis.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.65 W panas harus dipindahkan dengan pendinginan ini.

K kconcrete = 0. 1987). r2 = 20/1000 = 0. Temperatur permukaan luar 255.2 mm concrete.02 m Ambil L= 1 m. Nilai: kpine = 0. antara pine dan cork board: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. xC= 0. Tanda negatif menunjukkan bahwa arah aliran panas adalah dari r2. dinding luar ke r1.762 .3-1 (Geankoplis. dan temperatur antara pine dan cork board. xA= 0.151 W/m.4 K (ruang pendingin) dan permukaan luar concrete 297. Panjang tabung yang diperlukan: Contoh 4.K Hitung panas yang hilang (dalam W) untuk 1 m2.0762 m Tahanan masing-masing material: Dengan cara yang sama: Untuk menghitung temperatur T2.005 m.BAB II r1 = 5/100 = 0.1 K.0433 W/m. T4= 297. xB= 0. Aliran panas melalui dinding isolasi ruang pendingin Ruang pendingin dilapisi dengan 12.1016 m .762 W/m. kA= 0.1 K.K kcorkboard = 0.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . Penyelesaian: T1 = 255.0127 m . dinding dalam.151 kB= 0.4 K.6 mm cork board dan lapisan terluar 76. 101.7 mm kayu pine.0433 kC= 0.

T3=310. Panas yang hilang dari isolasi pipa.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .305 m panjang.3-2 (Geankoplis.K.63 W/m.305 m: Tahanan masing-masing: Laju perpindahan panas: Untuk menghitung temperatur T2: Hanya terjadi penurunan T yang kecil melintasi pipa. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.0508 m.8 K. Pipa dilapisi asbestos (B) sebagai isolasi setebal 0. T2 = T antara. hitung: a.BAB II Contoh 4. Pipa stainless stell berdinding tipis (A) mempunyai k= 21.0254 m dengan k=0. Temperatur antara pipa dengan isolasi Penyelesaian: T1= 811 K. Untuk pipa 0. Temperatur permukaan dalam pipa 811 K dan permukaan luar isolasi 310. Panas yang hilang b.2433 W/ m.K dengan ID=0. karena nilai k yang tinggi.0254 m dan OD = 0.8 K Luas permukaan pada L=0. 1987).

akan tetapi menyatakan besarnya laju pindah panas di daerah dekat pada permukaan itu.html (1 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .BAB III BAB III PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI Perpindahan panas antara suatu permukaan padat dan suatu fluida berlangsung secara konveksi. maka berbagai tahanan panas yang tersangkut dapat dijumlahkan untuk memperoleh koefisien pindah panas keseluruhan U. Persamaan perpindahan panas menjadi: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Koefisien perpindahan kalor menyeluruh: Jika terjadi konduksi dan konveksi secara berturutan. bukanlah suatu sifat zat. Koefisien pindah panas permukaan h. Konveksi panas dapat dihitung dengan persamaan pendinginan Newton: …(3. Fluks kalor boleh didasarkan atas luas permukaan luar atau dalam pipa. Fluks Kalor: Adalah laju perpindahan panas persatuan luas (q/A). Suhu arus rata-rata: Adalah suhu yang dicapai apabila keseluruhan fluida yang mengalir melalui penampang itu dikeluarkan lalu dicampur secara adiabatik.1) Persamaan (3.1) mendefinisikan tahanan panas terhadap konveksi.

h: Merupakan koefisien perpindahan panas untuk masing-masing fluida.BAB III Th= suhu fluida panas Tc=suhu fluida dingin Th – Tc = gaya dorong atau beda suhu lokal menyeluruh A = luas permukaan dalam/luar pipa U = koefisien pindah panas keseluruhan berdasarkan A = faktor proporsionalitas antara q/A dan •T Jika A = Ao. T = suhu rata-rata lokal Tw= suhu dinding yang dalam kontak dengan fluida Nilai h bila diterapkan: § Untuk sisi panas (bagian dalam tabung) Th=suhu fluida panas Twh=suhu dinding panas § Untuk sisi dingin (bagian luar tabung) Tc=suhu fluida dingin file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. luas permukaan luar tabung. maka U = Uo. Koefisien perpindahan panas individual. koefisien yang didasarkan atas luas permukaan luar.html (2 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .

kekosongan tempat massa fluida yang telah naik diisi oleh massa fluida yang bersuhu rendah. Nu = angka Nusselt.1-2 Geankoplis. yang tersusun dari bilangan-bilangan tanpa dimensi. § Fluida panas yang menerima panas akan naik ke atas. dan perbedaan densitas akibat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. 1987. pemanasan air dalam ketel.BAB III Twc=suhu dinding dingin Koefisien pindah panas permukaan dapat diperkirakan dari fungsi-fungsi empiris.html (3 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . rasio antara diameter tabung terhadap tebal ekivalen lapisan laminar h k D X =koefisien konveksi =konduktivitas panas =diameter tabung =tebal lapisan film (lapisan batas laminar) Korelasi untuk menentukan nilai h dipengaruhi oleh: § § § § Sifat fisika fluida Jenis dan kecepatan aliran Perbedaan temperatur Geometri sistem Beberapa nilai h dapat dilihat pada Tabel 4. Konveksi bebas/alamiah § Contohnya adalah pemanasan aliran udara yang melalui radiator. Perpindahan panas konveksi dapat dikelompokkan kepada dua bahagian: 1. § Aliran fluida terjadi akibat perbedaan densitas. dengan bentuk umum: Nu = K Rep Prq Grr (L/d)s dimana K = bilangan tetap.

1. Perbedaan temperatur antara bagian-bagian fluida menyebabkan perbedaan densiti dan karena itu timbul gerakan dan aliran dalam fluida. Biasanya temperatur permukaan itu cukup tinggi untuk menimbulkan pula radiasi. Konveksi Alamiah Pada perbatasan suatu permukaan dan suatu fluida akan terjadi perpindahan panas secara konduksi dan konveksi. Bentuk umum: Bilangan-bilangan tanpa dimensi itu adalah: Dimana: L =panjang pipa • =viskositas fluida ρ =densitas fluida g =percepatan gravitasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. maka sekitar permukaan akan terjadi konveksi secara alamiah. 3. 2.html (4 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . yang dibuat untuk menunjukkan sifatsifat konveksi bebas .BAB III adanya gradien suhu di dalam massa fluida itu. Aliran alamiah ini memperbesar perpindahan panas yang semula sampai tercapai keadaan yang tecap. Konveksi paksa § Jika aliran fluida digerakkan oleh piranti mekanik seperti pompa dan pengaduk. Tanpa adanya aliran yang dipaksakan terhadap fluida. salah satu di antaranya adalah bilangan Grashof. Banyak penyelidikan telah dilakukan untuk menentukan koefisien pindah panas itu. ternyata dapat diperoleh persamaan empiris dalam bilangan-bilangan tanpa dimensi. § Contohnya aliran kalor melalui pipa panas. Jika berbagai hasil penyelidikan itu dikumpulkan. Besarnya koefisien perpindahan panas harus didapat dari hasil percobaan. Cara perpindahan panas semacam ini disebut konveksi alamiah atau konveksi bebas. § Aliran/perpindahan panas tidak bergantung pada gradien densitas.

Karena terdapat berbagai persamaan dan nomogram. atau lempeng mendatar. Untuk bidang tegaklurus dan silinder tegak lurus Aliran bergolak: Aliran berlapis: Untuk silinder mendatar Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan.html (5 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . yang didinginkan. menghadap ke bawah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. maka haruslah dicari yang keadaan sistemnya sama dengan sistem yang sedang ditinjau. Bagaimana beraneka ragamnya persamaan-persamaan itu dapat dilihat dari contoh-contoh di bawah ini.BAB III Cp β hc k =kapasitas panas =koefisien ekspansi termal =koefisien konveksi =konduktivitas termal Hasil percobaan itu sering juga dinyatakan sebagai nomogram (alignment chart) atau grafik. menghadap ke atas. Persamaan empiris dan nomogram itu dapat dipakai guna memperkirakan koefisien perpindahan panas untuk konveksi bebas.

Perhitungan dilakukan dengan persamaan yang berikut: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (6 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Pengaruh aliran ini juga terlihat pada perpindahan panas antara fluida dan benda-benda yang terendam. Juga di sini pada waktu yang sama berlangsung perpindahan panas secara konduksi. Perpindahan panas berlangsung secara radial terhadap pipa. Jika dalam alat dikehendaki pertukaran panas. Antara fluida di dalam pipa dan permukaan dinding pipa sebelah dalam. mengalami dua macam hambatan. sedang fluida yang lain mengalir dalam ruang anulus sebuah pipa yang lebih besar atau dalam ruang sebuah shell yang memuat banyak pipa. yang didinginkan. yaitu hambatan gesekan dan hambatan bentuk. konveksi dan radiasi. menghadap ke bawah atau lempeng mendatar. yang seluruhnya diliputi oleh fluida itu. Seringkali salah satu fluida dalam sebuah penukar-panas mengalir dalam pipa. Jika bilangan Reynolds bertambah besar. menghadap ke atas: 3.2. akan tetapi pengaruh hambatan gesekan makin lama makin berkurang dan hambatan bentuk lebih berpengaruh. baik hambatan gesekan maupun hambatan bentuk berpengaruh. Dalam bilangan Reynolds yang sangat rendah hanya hambatan gesekan yang berpengaruh. Di luar pipa terjadi lagi konveksi. panas dipertukarkan secara konveksi. Persamaan-persamaan empiris tentang koefisien pindah panas antara benda dan fluida hanya berlaku untuk benda dengan bentuk tertentu. karena laju panas yang dipindahkan naik dengan adanya aliran atau pengadukan. Dalam hal ini radiasi biasanya terjadi pada permukaan luar yang berhubungan dengan lingkungan yang tetap temperaturnya.BAB III Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. maka perpindahan panas selalu terjadi secara konveksi paksa. Konveksi Paksa Seperti telah diketahui fluida sekitar benda. kemudian panas menjalar secara konduksi melalui logam dinding pipa.

baik dalam bentuk persamaan.html (7 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . harus dihitung sesuai dengan keadaan sistem. Luas permukaan perpindahan panas A. sifat aliran. maka sepanjang pipa fluida yang panas berkurang temperaturnya dan fluida yang dingin naik temperaturnya. Pada ujung keluar pipa itu akan terdapat selisih temperatur yang berbeda dengan pada ujung awal. maka haruslah ada harga yang dirata-ratakan. dan haruslah ditemukan persamaan yang keadaan berlakunya sama dengan masalah yang dihadapi. Kalau U sangat berbeda di kedua tempat itu. Karena terjadi perpindahan panas.BAB III Kalau persamaan di atas diterapkan di satu tempat. maka dilakukan rata-rata dengan persamaan yang berikut: U dihitung dari jumlah tahanan panas keseluruhan. Biasanya selisih temperatur dirata-ratakan secara logaritma antara kedua ujung alat menjadi: (Selisih temperatur rata-rata logaritma) Dalam hal ini U dianggap tidak berubah banyak antara kedua ujung alat itu. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Untuk menerapkan persamaan pindah panas pada satu alat. karena temperatur fluida berbeda. Dalam mencari persamaan-persamaan empiris itu harus diperhatikan sifat fluida. maupun dalam bentuk nomogram. Begitu juga koefisien perpindahan panas keseluruhan harus dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas. Sebab untuk keadaan yang berlainan mungkin berlaku persamaan yang lain pula. Banyak buku yang memuat keterangan tentang koefisien pindah panas. Begitu juga besarnya koefisien perpindahan panas konveksi akan berubah. sesuai dengan persoalannya. jenis perpindahan panas (pemanasan atau pendinginan). maka U adalah koefisien perpindahan panas keseluruhan setempat dan ∆T adalah selisih temperatur fluida di dalam pipa dan fluida di luar pipa di tempat itu. Besarnya koefisien pindah panas secara konveksi diperkirakan dari persamaan-persamaan empiris. letak pipa dan lain sebagainya. Untuk konveksi dalam pipa sudah tentu persamaan empirisnya lain daripada untuk konveksi luar pipa.

maka tahanan terhadap perpindahan panas di 1apisan lebih besar daripada di daerah yang bergolak. Untuk perhitungan selisih temperatur selalu diambil antara permukaan dan tengah-tengah aliran yang bergolak. sedang hd koefisien pindah panas untuk lapisan kotoran atau kerak. Lapisan ini terutama timbul pada permukaan yang berhubungan dengan air. suatu lapisan tipis fluida. Biarpun tipis lapisan itu merupakan tahanan tambahan terhadap perpindahan panas. Selama pemakaian pada permukaan itu akan tertentuk lapisan kotoran atau kerak. Persamaan empiris hanya memberikan cara untuk memperkirakan besarnya koefisien pindah panas. Karena itu untuk perhitungan-perhitungan. Menurut teori "dua lapisan" pada permukaan yang berhubungan dengan fluida terdapat. didapati dua lapisan batas itu. yang keadaan alirannya berlapis. Tahanan panas konveksi digambarkan sebagai terpusat dalam lapisan batas fluida pada permukaan padat. Karena itu dalam menggunakan persamaan empiris semua sifat fisis fluida dinilai sesuai dengan temperatur lapisan batas itu. Selisih temperaturpun lebih besar. biarpun agak berjauhan dari permukaan fluidanya mengalir secara bergolak.html (8 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . arah perpindahan panas perlu terus diingat. Sewaktu masih baru permukaan logam pipa-pipa itu bersih.BAB III Koefisien pindah panas sebuah alat penukar panas mengalami perubahan selama pemakaian. yaitu: Persamaan-persamaan itu dapat juga disajikan dalam bentuk grafik. Karena persamaan empiris itu dinyatakan dengan bilangan tanpa dimensi maka sistem satuan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Pada dasarnya rumus empiris untuk konveksi paksa meliputi benda mempunyai bentuk umum yang sama dengan rumus empiris untuk konveksi dalam pipa. Karena keadaan dalam lapisan batas itu berlapis. Pada dinding pipa yang kedua belah permukaannya terdapat fluida. seluruh tahanan pindah panas dianggap berada dalam lapisan batas. Besarnya tahanan karena pengotoran itu dapat dihitung dari persamaan yang berikut: di mana Ud adalah koefisien pindah panas keseluruhan untuk alat yang kotor dan untuk alat yang bersih. Dalam menggunakan persamaan-persamaan itu.

BAB III

mana yang digunakan tidak menjadi soal, asalkan tetap hanya satu sistem satuan yang dipakai. Banyak data telah diperoleh dalam percobaan-percobaan untuk menentukan koefisien pindah panas h. Data dapat disajikan dalam grafik atau sebagai persamaan. Di bawah ini akan diberikan berbagai contoh persamaan empiris yang sering dijumpai dengan batas-batas berlakunya. Aliran laminar Untuk aliran berlapis (laminar) dalam pipa tegak atau datar, di mana konveksi bebas dapat diabaikan, berlaku persamaan: Re < 2100 Dimana: L =adalah panjang pipa di mana terjadi perpindahan panas; m. d =diameter pipa; m • =viskositas fluida pada suhu rata-rata; Pa.s b • w =viskositas fluida pada suhudinding; Pa.s =kapasitas panas; J/kg.K =koefisien perpindahan panas rata-rata =konduktivitas termal; W/m.K

Cp hc k

Faktor (•/• w) digunakan sebagai koreksi, jika viskositas fluida di dekat dinding dan di tengah pipa terlalu berbeda. Semua sifat fluida dihitung pada suhu rata-rata kecuali • w Untuk fluida masuk dan keluar pada T berbeda, T rata-rata secara aritmetik: Tw= suhu dinding Tbi= suhu fluida masuk Tbo=suhu fluida keluar Aliran turbulen Untuk aliran bergolak (turbulen) dalam pipa yang bersih berlaku persamaan:
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (9 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

hL

= koefisien konveksi didasarkan pada •Tm.

Beda suhu rata-rata logaritmik,LMTD, •Tm Merupakan selisih suhu rata-rata secara logaritma pada kedua ujung peralatan.

Bilangan Grashof tidak ada dalam persamaan di atas, karena nilai bilangan Reynolds terlalu tinggi untuk adanya pengaruh konveksi bebas. Sifat-sifat fluida harus dinilai pada temperatur rata-rata antara temperatur masuk dan keluar. Persamaan-persamaan empiris yang ada pada waktu ini belum mencakup semua keadaan yang dijumpai dalam praktek. Banyak hal yang tidak dapat di hitung koefisiep pindah panasnya. Dalam hal ini h harus diperkirakan dari data empiris, yang biasanya dalam buku-buku referensi diberikan sebagai batas-batas nilai. Data yang dilaporkan dalam buku maupun dalam majalah banyak berguna dalam memperkirakan koefisien pindah panas secara konveksi.

Nila h untuk udara, Ptotal= 1 atm, aliran turbulen Nilai h untuk air, T=4-105oC, aliran turbulen

Nilai h aliran fluida yang melintasi plat datar
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (10 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

Aliran laminar : Re < 3.105; Pr > 0,7

Aliran turbulen: Re > 3.105; Pr > 0,7

Nilai h untuk aliran melintasi bola Sebuah bola yang akan dipanaskan atau didinginkan oleh fluida yang mengalir tegak lurus terhadap sumber bola. 1 < Re < 70.000 0,6 < Pr < 400 Nilai h aliran udara yang mengalir tegak lurus terhadap silinder tunggal dan udara yang mengalir tegak lurus pada silinder, digunakan: Nilai K dan n diperoleh dari daftar berikut: Re n 1-4 0,33 4-40 0,385 40-4000 0,466 4000-40000 0,618 40000-250000 0,805

K 0,891 0,821 0,615 0,174 0,0239

Nu 0,891-1,42 1,4 – 3,4 3,43 – 29,6 29,5 – 121 121 - 529

3.3. Gabungan Konduksi dan Konveksi Terdapat dua jenis fluida pada kedua sisi permukaan padatan. T1 = suhu fluida panas T2 = suhu fluida dingin

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (11 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

gabungan konduksi dan konveksi.K Laju perpindahan panas (gambar b): A1 = 2p.L.r1 = luas permukaan dalam tabung Aalm = luas permukaan rata-rata tabung Ao = luas permukaan luar tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas. sesuai dengan persoalannya.html (12 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .BAB III Laju perpindahan panas (gambar a): Koefisien perpindahan panas menyeluruh. U. U dalam W/m2.

Geankoplis 1987. A. Pemanasan udara dalam aliran turbulen. 1987).7 K. Sebagai media pemanas digunakan steam pada 488.686 Pada 488.5-1.6.10-5 Pa.6 K: mb = 2. b.8 kPa dan temperatur rata-rata 477.62 m/dt. Fluks panas (q/A) Penyelesaian: Dari App.03894 W/m Pr = 0.s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. dianggap temperatur dinding pipa yang kontak dengan udara juga 488. Udara pada 206. udara pada 477.6 K akan dipanaskan melalui pipa dengan ID 25.BAB III Contoh 4. Hitung : a. Karena koefisien konveksi steam besar sedangkan tahanan dinding pipa sangat kecil. Koefisien perpindahan panas untuk L/D > 60. mw = 2.4 mm dan kecepatan 7.7 K. (Geankoplis.64.html (13 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .3.s k = 0.10-5 Pa.7 K diluar pipa.

2 : NPr = 2. Air mengalir melalui pipa horizontal 1” sch 40.6 oC dari App.6. Air akan dipanaskan dengan steam pada 107. Air pada T = 65.10-5 Pa.10-4 Pa.305 m pipa.BAB III mb = 2. c.K.32.6. A. Penyelesaian: Dari App. Pemanasan air menggunakan steam dan penyelesaian dengan trial and error. Koefisien sisi uap diperkirakan ho = 10500 W/m2.0334 m. Hitung q untuk 0.0266 m dan OD = 0. koefisien perpindahan panas keseluruhan.s = 2. Hitung hi untuk air didalam pipa. A-5 (Geankoplis.5-2 (Geankoplis.98 (1000) = 980 kg/m3 k = 0. 1987): 1” sch 40 : ID= 0. b. pipa baja pada temperatur rata-rata 65.dt (a) Aliran turbulen: (b) Contoh soal 4.S file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.44 m/dt.72 r = 0. 1987).6 oC dan kecepatan 2.633 W/m.8 oC diluar dinding pipa.K µ = 4. Hitung U.10-5 kg/m.html (14 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . a. didasarkan atas permukaan dalam pipa.

5+16.8 oC.7oC=3.81. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.BAB III TRIAL I Temperatur dinding pipa diperlukan.10-4 Pa.6oC dan 107. Sifat fisika yang berubah adalah mw jika dilakukan Trial II yaitu mw. Tetapi efeknya terhadap hi cukup kecil dan dapat diabaikan.80oC = 3. sehingga tidak diperlukan trial ke-2.html (15 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .10-4 menjadi mw. dan diasumsikan berada diantara 65.56. diambil 80 oC = Tw.56.1oC Sehingga Tw=65.s Nre air pada temperatur rata-rata: (b) Untuk L=0. •w.305 m K untuk baja adalah 45 W/m.K Tahanan menjadi: Penurunan temperatur melalui lapisan air: =16.7oC Ini sangat dekat dengan nilai Trial I yaitu 80oC.10-4.1=81.80oC= 3.53.

dipanaskan dalam tungku dan keluar tungku pada temperatur 300oC melalui pipa baja 4 inci sch. sebanyak 1 kg/detik.1 oC/m panjang pipa. Pipa ini hendak diinsulasi dengan lapisan asbes. agar temperatur permukaan asbes dapat mencapai 50oC. dan penurunan temperatur minyak bumi besarnya 0. Analisa Keadaan masalah digambarkan pada sketsa berikut.html (16 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Berapa tebal lapisan asbes. Suatu aliran minyak bumi. 40.BAB III (c) Soal latihan. Perpindahan panas mengikuti persaman: Dimana: = tahanan panas konveksi dalam pipa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Arah perpindahan panas adalah radial. yang terpasang dalam udara terbuka.

K µ(lembab) = 19.103 J/kg.107 kg/m3 Cp (lembab) = 1.K r(lembab) = 1.K Asbes (100 oC) = 0.html (17 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .K Keterangan tentang udara: K (kering) = 26.138 W/m. perlu dikumpulkan keterangan dan data dari pustaka sbb: Pipa 4” sch. 40 mempunyai ukuran sbb: ID = 102 mm OD = 114 mm Tebal dinding = 6.K r (100 oC) = 890 kg/m3 Cp (100 oC) = 1.6 mW/m.0 N.97.detik/m2 Tf diambil 35 oC = 308 K β= koefisien ekspansi termal = 1/Tf = 1/308 Keterangan tentang minyak bumi: K = 0.BAB III = tahanan konduksi panas melalui pipa = tahanan konduksi panas melalui asbes = tahanan panas konveksi bebas dalam udara Untuk menghitung besarnya tahanan panas.detik/m2 Pada permukaan luar insulasi asbes terjadi konveksi bebas.07 kJ/kg. k.02 mm Luas permukaan = 0. Untuk perhitungan pertama tahanan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.358 m2/m Harga konduktivitas panas.178 W/m.10-3 N.27.K µ (100 oC) = 0. ialah: Baja (300 oC) = 43 W/m.

karena semua keterangan diketahui.27 . Untuk minyak bumi perhitungan adalah sebagai berikut. ∆T = 0. 10-3 N. maka bilangan Reynold harus dihitung. karena temperatur permukaan diketahui yaitu 50 oC. Rencana: Persaman pokok untuk perpindahan panas adalah: Yang ditanyakan adalah tebal insulasi. Besaran ini terdapat dalam tahanan panas R.1 oC ∆T diperoleh dari selisih temperatur keseluruhan 300 – 50 = 250 oC Dari keempat tahanan panas R1 dan R2 dapat dihitung. R4 untuk sementara tidak diperlukan.200 Tahanan konduksi melalui dinding pipa: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Q diperoleh dari penurunan temperatur minyak bumi sebesar G. G = 1 kg/dt D = 0. yang kemudian menghasilkan tebal insulasi. memberikan harga untuk R3. Substitusi harga besaran-besaran di atas ke dalam persamaan perpindahan panas. ∆T Watt/m.html (18 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .pipa.102 m m= 0.Cp.det/m2 Dipakai persamaan berikut Nre = 46. Jadi q dan ∆T harus diketahui terlebih dahulu. Penyelesaian: Untuk dapat memilih persamaan empiris untuk menghitung h.BAB III konveksi bebas tidak perlu diikut sertakan.

0.267 m d ins = 0.3 = 0. sehingga dipakai persamaan Nu = 0.0109+0.0004+R3 d= 0.267) = 0.7 (0.27=0.Pr < 109 . maka temperatur lapisan batas udara Tf pada permukaan insulasi dapat diambil Tf = ½ (50+20) = 35 oC Perhitungan tahanan konveksi bebas: b= 0.K Tahanan konduksi melalui insulasi: ka= 0.BAB III Kp=43 W/m.525 (Gr.647 m Berlaku 103 < Gr. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.114 + (2.178 W/m.K Laju perpindahan panas permeter pipa: R = R1 + R2 + R3 1.7 d d = 0.08/0.647 m Penilaian: Hasil perhitungan diatas perlu diperiksa dengan tahanan konveksi bebas.114 + d) = 0.html (19 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Kalau dimisalkan temperatur udara 20 oC.Pr)1/4 Menurut perhitungan ini temperatur permukaan insulasi besarnya = 20 + 33 = 53 oC.08 + 0.

Untuk mempertahankannya pada 50 oC. U 4. harus diadakan perhitungan tebal insulasi lagi. yang berarti insulasi harus dipertebal.5” dan dinding BWG no.16. berdasarkan anggapan semua energi gas diserap oleh air. hendak didinginkan menjadi 40 oC. U dihitung dengan menghitung masing-masing tahanan panas dan menjumlahkannya. lakukan trial (cobacoba). pada tekanan mutlak 2 bar dan temperatur 60 oC. Air mengalir berlawanan arah dengan gas dan masuk pada 25 oC. •Tm dapat dihitung dari kenaikan temperatur ini dan laju alirnya. Gas masuk dengan kecepatan 5.10-3 m3/detik. Kalau temperatur udara bukan 20 oC. Jika ada faktor yang tidak dapat dihitung.BAB III Perbedaan sebesar 3 oC atau lebih kurang 6% masih baik untuk perhitungan rancangan seperti ini. Setiap pipa berada dalam pipa tembaga yang lain dengan ukuran 1. Hitung selisih temperatur rata-rata •Tm 3. s s s Rencana: 1. Analisa: s Perhitungan dilakukan dengan persamaan s s Banyaknya pipa terdapat adlam luas permukaan A Faktor lain harus dihitung. akan tetapi lebih tinggi maka temperatur permukaan insulasi akan lebih tinggi dari 50 oC.3 m/detik. Hitung luas permukaan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Air mengalir melalui ruang anulus antara kedua pipa dengan kecepatan 0.14.0 . Hitung laju perpindahan panas q 2. Q dapat dihitung dari laju alir dan penurunan temperatur gas CO2.7 m/detik. Hitung koefisien perpindahan panas keseluruhan. Gas berada dalam pipa tembaga ukuran 1” dengan dinding BWG no. Soal Latihan Gas karbondioksida kering sebanyak 8.html (20 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Berapakah banyaknya dan panjang pipa yang diperlukan?.

415 cm3/mol = 22.15 K N1 = 1 kgmol Kondisi 2: P2 = 2 bar V2 = 1 m3/n2 kgmol T2 = 273+60 = 333 K N2 = kgmol Cp CO2 diperhitungkan pada temperatur rata-rata = ½ (60+40) = 50 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. 60 oC: Pada kondisi standar: P1 = 1 atm = 1. 1. Gas CO2 dianggap gas ideal. Laju perpindahan panas Berat 1 m3 gas pada 2 bar.013 bar V1 = 22.BAB III Penyelesaian: Semua keterangan didapat dari lampiran atau pustaka.415 m3/kgmol T1 = 273.html (21 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .

BAB III Dengan interpolasi didapat harga = 0. Banyaknya air yang mengalir: (15.22 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.8 .3) (1000) = 0.03.96 .10-4 – 5.K Kenaikan temperatur air ialah: Temperatur keluar air menjadi 25.html (22 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .10-3 (874) (60-40) = 445 J/dt 2.5” : Luas penampang luar pipa 1” : Luas penampang anulus : 9.7) = 20.96.10-4 (5.1.10-4 m3/dt Jadi diperlukan pipa sebanyak: Luas total penampang anulus menjadi 4 (3.8 . Selisih temperatur Luas penampang dalam pipa 1. 10-4) (0.474 kg/detik Cp(25 oC) air = 4180 J/kg.oF = 874 J/kg. oC Berat keseluruhan gas: Jadi panas yang dipindahkan: Q = 25.7 m/dt tiap pipa dapat mengalirkan: 3.208 Btu/lb.10-4) = 15.07.10-4 = 3.10-4 m2 Luas penampang dalam pipa 1” : Dengan kecepatan 5. 10-4 m2.4.53 .

K m = 0.96.10-5 N/dt. Sehingga Nre harus dihitung.5.0182 W/m. selalu perlu diketahui apakah aliran laminar atau turbulen.10-2 m k= 0.606 W/m.967. untuk L/d = 60 (perkiraan) terbaca dari grafik untuk absis Nre = 6300: Untuk air didapat keterangan: d=de=2.10-2 m m25 oC = 0.0. Koefisien perpindahan panas Untuk dapat memilih persamaan empiris yang akan digunakan.BAB III 3.m2 Untuk aliran air: Luas penampang anulus = 3.105 BTU.6.180 J/kg.10-3 N.967. Untuk CO2: k=0.ft/ft2.dtk/m2 Cp = 4.dtk/m2 Persamaan yang akan digunakan: Dengan menggunakan grafik.73)=0.10-4 m2 Diameter anulus = diameter setara de = 4 x faktor bentuk S Untuk perpindahan panas De=4(0.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.0105(1.10-2)meter=2.jam=0.K Cp=874 J/kg.10-3 N.oF.html (23 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .oC µ= 1.

Untuk pipa tembaga: Keliling pipa 1” rata-rata: Tahanan dinding pipa permeter pipa: Tahanan keseluruhan : Tahanan dinding pipa: Tahanan air: Tahanan gas: A=0.html (24 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . karena temperatur pipa diperkirakan hampir sama dengan temperatur air.1587 m2 Luas permukaan pipa: 0.080 m2/m Panjang pipa yang diperlukan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.BAB III Faktor diperkirakan mendekati 1.

Kemudian di estimasi koefisien perpindahan kalor diantara kedua a1iran. tetapi merupakan utilitas). Exchanger: Memanfaatkan perpindahan kalor diantara dua fluida proses (steam dan air pendingin tidak termasuk sebagai fluida proses.html (1 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Pada industri-industri kimia. Kalor akan bertukar diantara fluida di da1am dan di luar pipa yaitu yang berada pada daerah anulus. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.BAB IV BAB IV ALAT PENUKAR KALOR Apabila kita berhubungan dengan dua macam zat cair atau gas di da1am proses yang akan saling bertukar ka1ornya. Lazimnya a1at penukar ka1or adalah sistim yang digunakan penukaran ka1or diantara dua fluida yang dibatasi oleh dinding pemisah. Pada kebanyakan sistem kedua fluida ini tidak mengalami kontak langsung. Alat penukar kalor berdasarkan fungsinya dapat digolongkan pada beberapa nama: 1. Sa1ah satu a1at penukar ka1or yang sederhana terdiri dari pipa panjang di da1am suatu pipa kedua. Ana1isa dan desain yang dilakukan digunakan untuk mengaplikasikan secara praktis prinsip-prinsip dasar yang sudah dibahas sebelumnya. maka kita perlu membincangkan tentang atat penukar ka1or yang bersesuaian dengan material yang akan kita pindahkan. Kontak langsung a1at penukar ka1or terjadi sebagai contoh pada gas kalor yang terfluidisasi da1am cairan dingin untuk meningkatkan temperatur cairan atau mendinginkan gas. a1at penukar ka1or biasanya digunakan untuk pemanasan dan pendinginan proses serta a1iran produk.

antara dinding pipa da1am dan dinding pipa luar. Steam biasanya digunakan sebagai media pemanas. yang dibungkus oleh pipa yang lebih besar). Alat ini digunakan da1am industri ska1a kecil.html (2 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . 6. Evaporator: Berfungsi memekatkan suatu larutan dengan cara menguapkan airnya. Condenser: Berfungsi untuk mengembunkan uap atau menyerap ka1or laten penguapan. Penukar ka1or pipa ganda (double pipe heat exchanger) Adalah a1at perpindahan ka1or yang terdiri dari dua pipa konsentris (pipa kecil sebagai sentra1.BAB IV 2. 3. dan umumnya digunakan da1am ska1a laboratorium. 7. Pipa ganda ini terdiri dari beberapa bagian: s s s s Gland (sambungan) Return head Return bend Tee Ukuran standar yang biasa terdapat pada Penukar ka1or pipa ganda: Diameter luar. Reboiler : Berfungsi sebagai pensup1ai kalor yang diperlukan bottom produk pada distilasi.1. Alat penukar ka1or pipa a. in Diameter dalam. 8. Vaporizer: Berfungsi memekatkan cairan selain dari air. 5. dan sebagai bahan pemanas a1at ini menggunakan steam. Beberapa jenis a1at penukar ka1or yang banyak dipakai akan dibahas berikut ini. dan sebagai bahan pendingin digunakan air. 4. Cooler: Berfungsi mendinginkan fluida proses. 4. Heater: Berfungsi memanaskan fluida proses. Dimana satu fluida menga1ir lewat pipa da1am sedangkan fluida yang lain menga1ir lewat anutus. Boiler : Berfungsi untuk membangkitkan uap. in file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.

dan sebagainya. Untuk menyangga beda muai antara pipa dan mantel. Adakalanya hal yang sebaliknya berlaku. Pilihan ini bergantung kepada berbagai keadaan yaitu sifat ada media (cair atau gas). file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Kadang-kadang medium yang akan didinginkan dibawa mela1ui pipa dan medium yang akan dipanaskan dibawa seke1i1ing pipa. viskositas. Gambar 4. terdapatnya kotoran padatan. Dinding ba1ik vertikal di sekitar pipa. yang dapat lebih memperlancar lagi pertukaran kalor. Seluruh alat terdiri dari seberkas pipa yang dipasang diantara plat pipa. Kesemuanya dibedakan berdasarkan jalur pemasukan dan pengeluaran bahan yang akan dipanaskan atau didinginkan.html (3 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . memaksa medium yang mengalir di sekeliling pipa. Dengan demikian dapat dicegah sudut mati dalam aparat. Penukar kalor pipa-tabung (shell and tube heat exchanger) Pada Gambar 4.1 memperlihatkan beberapa penyelesaian yang mungkin di1akukan. akan tetapi dengan demikian dapat pula memperbesar kecepatan aliran.1 terlihat suatu sketsa secara bagan dari jenis penukar ka1or ini. terdapat berbagai macam sistem. Untuk luas per1ukan perpindahan kalor antara 100-200 ft2 digunakan penukar kalor jenis pipa ganda. untuk berubah arah beberapa ka1i.BAB IV 2 2½ 3 4 1¼ 1¼ 2 3 b.

dan karena banyaknya sambungan. Penukar kalor pipa tabung (shell and tube heat exchanger) Sedangkan untuk luas lebih besar dari 200 ft2 pemakaian pipa ganda akan memerlukan tempat yang luas. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Industri ska1a besar memerlukan alat perpindahan kalor dengan luas perpindahan kalor yang besar. titik tempat terjadinya kebocoran semakin banyak.html (4 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .BAB IV Gambar 4. Untuk itu lebih sesuai digunakan penukar kalor pipa tabung.1.

sehingga udara digunakan sebagai pcndingin. Mudah dibersihkan. Penukar kalor pe1at Alat penukar ka1or ini terdiri dari beberapa pelat yang tersusun di da1am bingkai yang besar. Zat yang satu menga1ir mela1ui rusuk-rusuk diantara kedua pelat sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4. 4.3. Biasanya a1at ini digunakan terutama pada industri makanan dan minuman karena alat ini mudah dibersihkan dan diperiksa kembali.2.html (5 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .3) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.BAB IV Keuntungan dari tipe ini: s s s s s Konfigurasi alat ini memberikan luas permukaan yang besar dalam volume yang kecil.2. 4. Penukar ka1or pendingin udara Pemakaian alat ini adalah apabi1a air pendingin yang digunakan terbatas. Mempunyai bentuk yang baik untuk operasi bertekanan. Dapat dikonstruksi dari sejumlah besar material. Menggunakan teknik fabrikasi yang sudah baik. (Gambar 4.

BAB IV Gambar 4.html (6 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Penukar kalor pelat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.2.

3. Penukar kalor pendingin udara Masalah utama da1am perancangan alat perpindahan ka1or adalah: 1. RD (hitung) UC = dot faktor = koefisien perpindahan ka1or dalam keadaan bersih.html (7 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Dot faktor (tahanan kotoran) Tahanan kotoran adalah kotoran (kerak) yang terbentuk selama penukar kalor dioperasikan dan akan menyebabkan koefisien perpindahan kalor menjadi berkurang.BAB IV Gambar 4.

125% RD(ketentuan).001 (ketentuan. Berkisar antara 100% . yang dihitung bila kedua permukaan pipa tidak dibersihkan.(4. •P antara 5-10 psi.. 4.dTC = CCdTC dimana C = wCp Pada pernyataan ini dQh adalah kadar diferensial dimana kalor dipindahkan ke fluida dingin dari fluida panas melewati bagian diferensia1 dari penukar kalor. dimana setelah itu kalor yang diijinkan menjadi 1ebih kecil dari yang dibutuhkan. sebagai berikut: . Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda Pada Alat Penukar Kalor Pipa Ganda aliran di da1am pipa dapat berupa aliran searah sepanjang pipa maupun aliran berlawanan. 1965). 2. ∆P antara 0. Penurunan tekanan Terjadi dalam masing-masing aliran.4.1) dQh =(wCp)C.. Kita mulai dengan kesetimbangan kalor pada aliran dingin. dalam batas-batas yang diizinkan yaitu: s s Untuk aliran uap dan gas. Nilai RD (hitung) harus 1ebih besar dari RD (ketentuan). Harga ini merupakan batas tahanan yang maksimum.5-2 psi Untuk a1iran liquida (cairan). maka harga RD=O. Tabel 12.html (8 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . W merupakan laju alira masa (mass file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Bila dimisa1kan fluida yang 1ewat ada1ah fluida organik. Kern. Analisa-analisa kedua kasus ini agak berbeda. A1iran searah ini di sebut cocurrent flow dan a1iran berlawanan disebut countercurrent flow.BAB IV UD = koefisien perpindahan kalor dalam keadaan kotor RD(ketentuan) = dot faktor maksimum.

. dan tahanan konduksi dihubungkan dengan dinding pipa itu sendiri. dan diperoleh: . maka kesetimbangan untuk aliran panas hampir sama dengan aliran dingin. dQh = -(wCp)HdTH = -CHdTH ..7) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.4) …(4..2) dipero1eh: …(4.(4.3) Dimana dA adalah luas pem1ukaan diferensia1 yang memisahkan kedua aliran. Tahanan-tahanan seri ini ditambahkan dan didefinisikan bahwa koefisien perpindahan kalor keseluruhan.2) dapat ditu1is: dan Substitusi persamaan (4.1) dan (4. berlaku untuk setiap titik disepanjang aksis penukar ka1or.6) ada1ah diferensial. panas yang hi1ang disamakan dengan f1uida panas untuk dibandingkan dengan fluida dingin..dA. adalah: dQh = U. Terdapat tahanan konveksi pada permukaan pipa yang memisahkan dua aliran.2) Kalor dipindahkan dari saluran panas ke aliran dingin melewati susunan tahanan termal.(4. Jika tidak ada kehilangan panas dari penukar kalor.1) dan (4.(4.(4.5) .(TH -TC) ..BAB IV f1ow rate) dan Cp adalah kapasitas kalor persatuan masa..6) Kesetimbangan panas persamaan (4.html (9 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . dan bukan kapasitas kalor molar. U. Pendefinisian U meliputi pemilihan apakah kita menggunakan permukaan da1am atau permukaan 1uar dari pipa dalam untuk mendefinisikan dA... Kita sekarang mendefinisikan perbedaan temperatur diantara bagian panas dan dingin sebagai: d(TH-TC)=d(•T) Dari persamaan (4. Untuk kesetimbangan panas keseluruhan.

13) Hasil ini sama dengan definisi yang sudah diutarakan pada ana1isa a1at penukar ka1or sebelumnya pada suatu penukar kalor single-tube. Selanjutnya diberikan dua contoh Untuk membedakan operasi cocurrent dengan counter current.(4.BAB IV Sehingga persamaan (4.. dengan sedikit perubahan tanda.. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor..8) ∆T1 dan •T2 adalah perbedaan temperatur diantara kedua aliran pada ujung penukar panas.8 ) dapat ditulis menjadi: .9) Persamaan diferensial untuk dT dapat diintegrasikan jika diasumsikan bahwa v ada1ah konstan disepanjang pipa. Persamaan ( 4.12) kita mendefmisikan apa yang disebut log-mean temperature difference (LMTD.html (10 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .(4.. Diasumsikan bahwa koefisien keseluruhan U diketahui dan tidak tergantung pada arah aliran untuk bentuk geometri dan laju alir kedua aliran yang ditentukan. sedangkan ∆T adalah perbedaan temperatur lokal diantara a1iran panas dan dingin.. temperatur rata-rata logaritmik) sebagai: ..11) Jika persamaan-persamaan ini diatur kemba1i dapat diselesaikan laju perpindahan panas keseluruhan. dengan hasil: . Untuk aliran counter current diperoleh hasil yang sama.12) Da1am persamaan (4..6) dapat ditulis sebagai: Dimana: . sehingga diperoleh: …(4.(4.(4..

Tetesan-tetesan bergabung sehingga membesar dan mengalir ke bawah tabung karena pengaruh gaya gravitasi. 5. atau campuran dua zat mampu kondensasi atau lebih.1. s s Uap dapat mengembun menurut salah satu dari dua cara berikut: 1. mungkin berupa campuran zat mampu kondensasi dan zat tak mampu kondensasi.BAB 5 BAB V PERPINDAHAN KALOR DISERTAI PERUBAHAN FASA Perubahan fasa mencakup: Penambahan atau pengurangan energi termal dalam jumlag yang agak banyak. s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Suhu kondensasi hanya bergantung pada tekanan sehingga proses kondensasi zat murni merupakan proses isotermal. s Perpindahan kalor dari uap yang mengembun (kondensasi) Uap kondensasi mungkin terdiri dari sati zat saja. Sangat tidak stabil dan sangat sukar dipertahankan sehingga metode ini jarang dipakai. Rugi-rugi gesekan di dalam kondenser biasanya cukup kecil. sehingga kondensasi itu dapat dikatakan merupakan proses tekanan tetap. pada suhu tetap atau hampir tetap. Kondensasi tetes (dropwise condensation) s Kondensat mula-mula membentuk inti nukleasi (tetesan).html (1 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .

html (2 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .1) Dimana: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Contoh: logam cair. 5.1. 2. gliserin. selama aliran kondensat di dalam film itu laminar. s s s 1. Koefisien untuk kondensasi film Asumsi: s Satu-satunya tahanan terhadap aliran kalor adalah yang disebabkan oleh lapisan kondensat yang mengalir ke bawah dalam aliran laminar karena pengaruh gaya gravitasi. Kondensat meninggalkan tabung pada suhu kondensasi. ialah: …(5. nitrobenzen. Suhu dinding dan suhu uap konstan.1. Kondensasi film (film-type condensation) § Lebih sering terjadi § Kondensat cair itu membentuk film atau suatu lapisan sinambung yang lalu mengalir di atas permukaan tabung karena pengaruh gaya gravitasi.BAB 5 s Terjadinya bergantung pada sifat zat cair. Kecepatan zat air pada dinding adalah nol. Tabung Vertikal = koefisien lokal = konduktivitas termal untuk kondensat film = tebal film Koefisien rata-rata untuk tabung vertikal.

Tabung Horizontal …(5. N = jumlah tabung dalam susunan. alir an film kondensat itu dapat dikatakan selalu laminar. Catatan: 1. Persamaan (5. rf. densitas.4) …(5. kf : …(5.1) dengan yang dieliminasi: 2.2) Dimana Tf = suhu rujukan Th = suhu uap yang kondensasi Tw = suhu permukaan luar dinding tabung Bentuk ekivalen persamaan (5. rf.5) Dimana: Γ= pembebanan kondensat persatuan panjang tabung. Suhu rujukan untuk menentukan mf.3) untuk tabung vertikal diturunkan dengan pengandaian bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. g = percepatan gravitasi. Pada tabung horizontal. = pembebanan kondenat pada dasar tabung (lb/ft.BAB 5 mf.html (3 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . konduktivitas lapisan film.jam). lb/ft. kf = viskositas.1) dan (5.

13. yang diberikan oleh persamaan (5. Besaran dalam persamaan (5. a. Bila kecepatan fase uap di dalam kondenser itu cukup besar.2). yaitu koefisien film kondensat.1) an (5. koefisien pada persamaan (5. Air pendingin dengan suhu rata-rata 175 oF mengalir di dalam tabung. b. seret uap itu juga dapat menimbulkan keturbulenan pada lapisan kondensat sehingga koefisien film kondensasi menjadi jauh lebih besar. Berapakah koefisien itu dalam kondenser horizontal yang mempunyai tabung sebanyak itu juga.BAB 5 aliran kondensat itu laminar.3) yang dapat langsung ditentukan adalah: l= 139 BTU/lb g = 4. suhu dinding Tw harus ditaksir dari h. dkk 1985) Pada sebuah kondensor selongsong dan tabung (Shell and Tube) yang menggunakan tabung te. Jika koefisien sisi air adalah 400 BTU/jam. baga vertikal dengan diameter ¾ in 16 BWG.ft2.1. Abaikan faktor pengotoran dan tahanan dinding tabung. Penyelesaian: Persamaan (5. (Mc Cabe. Panjang tabung 5 ft. Berapakah laju kondensasi klorobenzen dan pembebanan kondensat. tetapi sifat-sifat kondensat harus dievaluasi pada suhu rujukan Tf.76 dan 1.html (4 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . Contoh 13. jika jumlah tabung rata-rata dalam susunan vertikal adalah 6.oF.7 BTU/lb.3) berlaku. Maka untuk perhitungan praktis.17. 2. Karena itu diperlukan perhitungan coba-coba (trial and error). Kalor laten kondensasi klorobenzen adalah 139. klorobenzene mengkondensasi pada tekanan atmosfer di dalam selongsongnya.108 ft/jam2 L = 5 ft Suhu kondensi Th adalah 270 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Dalam menghitung Tf.3) dibuat masing-masing 1.

jam. dengan menggunakan koefisien 1.726 lb/ft. Dianggap Tw = 205 oF Penurunan suhu ∆T = 270 – 205 = 65 oF Suhu rujukan.2) ialah: Tf = 27.¾ (270 – 205) = 221 oF Densitas dan konduktivitas termal zat cair hanya mengalami perubahan kecil dengan suhu sehingga dianggap tetap pada nilai-nilai berikut: rf = 65. 10 Mc Cabe dkk. 1985) Taksiran pertama h. dari persamaan (5.75/12 = 0.13 sebagaimana disarankan: Suhu dinding didapatkan dari persamaan : Do=0.42) = 0.jam (lamp.html (5 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .4 lb/ft3 kf = 0. oF Viskositas film itu adalah: mf = 0.0625 ft Suhu dinding : Tw=175+33 = 208 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.3 (2. 1985) (lamp.083 BTU/ft.BAB 5 Suhu dinding Tw tentulah berada diantara 175 dan 270 oF. 13 Mc Cabe dkk. I.

0625 ft mf = 0. Untuk kondensor horizontal digunakan pers.28 (2. mT = laju kondensasi total. Luas permukaan luar setiap tabung ialah: Ao = 0.jam.9815 ft2 Laju perpindahan kalor menyeluruh menjadi: = 179 (0.5) Koefisien untuk klorobenzen mungkin lebih besar dari bagian (a) sehingga suhu dinding Tw sekarang diperkirakan 215 oF. N=6 •To = 270 – 215 = 55 oF Do = 0.oF Selanjutnya diperiksa apakah aliran itu laminar seluruhnya.68 lb/ft.BAB 5 Nilai ini cukup dekat dengan taksiran 205 oF sehingga perhitungan selanjutnya tidak diperlukan lagi.42) = 0. (5.893 Btu/jam.9815) (270 – 208) = 10.html (6 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .1963 (5) = 0. Koefisien h = 179 Btu/ft2. Pembebanan kondensat: dan b.jam file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.

BAB 5

Tw = 175 + 43 = 218 oF Nilai ini sesuai dengan nilai taksiran 215 oF sehingga tidak diperlukan lagi trial berikutnya. Koefisien h ialah 270 Btu/ft2.jam. oF.

5.2. Perpindahan kalor ke zat cair yang mendidih Contohnya pada operasi evaporasi, distilasi, pembangkitan uap, pengolahan minyak bumi, pengendalian suhu pada reaksi kimia zat cair yang mendidih. Untuk tabung horizontal yang terbenam didalam zat cair mendidih. …(5.7) Dimana: = koefisien perpindahan panas = viskositas uap = penurunan suhu melintas uap = konduktivitas termal uap = densitas zat cair, densitas uap Do = diameter luar tabung pemanasan = selisih rata-rata antara entalpi zat cair dan entalpi uap panas lanjut.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (7 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

…(5.8) = kalor laten penguapan Cp = kalor spesifik uap pada tekanan tetap = panjanng gelombang-gelombang yang terkecil yang amplitudonya dapat berkembang pada antar muka datar yang horizontal. …(5.9) = tegangan antarmuka antara zat cair dan uap. Contoh 13.2 McCabe dkk, 1985: Freon (CCl3F) didihkan pada tekanan atmosfer dengan tabung tercelup horizontal yang diameter luarnya 1,25 in. Titik didih normal freon ialah 74,8 oF. Dinding tabung berada pada suhu 300 oF. Sifat-sifat freon 11 adalah sebagai berikut: = 91,3 lb/ft3 = 78,3 Btu/lb = 0,013 cP = 19 dyne/cm Cp = 0,145 Btu/lb.oF kv=BTU/ft.jam.oF Hitung koefisien perpindahan kalor, ho, dan fluks kalor q/A. Penyelesaian: = 0,013 (2,42) = 0,0314 lb/ft.jam = 300 – 74,8 = 225,2 oF Suhu film uap rata-rata = (300+74,8)/2 = 187,4 oF
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (8 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

= 91,3 lb/ft3; BM=137,5 ; Do = 1,25/12 = 0,104 ft Pada suhu film rata-rata: Pada titik didih: Dari persamaan (5.8) : Dari persamaan (5.9) anggap gc/g = 1 lb/lbf.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (9 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

Evaporasi bertujuan untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut yang tidak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. Evaporasi dilaksanakan dengan menguapkan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. dalam evaporasi.1. Dalam situasi-situasi tertentu. pelarut yang digunakan adalah air. Evaporasi berbeda dari kristalisasi dalam hal penekanannya disini ialah pada pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair. dan walaupun uap itu merupakan campuran. dalam suatu situasi tertentu. Evaporasi tidak sama dengan pengeringan. Sebab evaporasi kadangkadang menghasilkan lumpur kristal di dalam larutan induk. zat cair pekat itulah yang merupakan produk yang berharga dan uapnya biasanya dikondensasikan dan dibuang. Tetapi. misalnya pada penguapan air asin untuk membuat garam. dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha untuk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi.html (1 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dan bukan zat padat. garis pemisah antara evaporasi dan krista1isasi tidaklah dapat dikatakan tegas. Air yang mengandung mineral seringkali diuapkan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Lazimnya.BAB VI BAB VI PROSES EVAPORASI 6. kadang-kadang zat cair yang sangat viskos. Evaporasi berbeda pula dari distilasi karena disini uapnya biasanya komponen tunggal. Pengertian umum dari evaporasi ini adalah menghilangkan air dari larutan dengan mendidihkan larutan didalam tabung yang sesuai yang disebut evaporator. kebalikannyalah yang benar. Dalam kebanyakan proses evaporasi. Pendahuluan Evaporasi adalah salah satu kaedah utama dalam industri kimia untuk memekatkan larutan yang encer.

Proses 1. 2.BAB VI mendapatkan hasil yang bebas zat padat untuk umpan ketel didih. 2. Variasi dalam karakteristik cairan itulah (yang menuntut keahlian dan pengalaman para insinyur dalam merancang dan mengoperasikan evaporator) yang menyebabkan operasi ini meluas dari perpindahan kalor sederhana menjadi suatu seni tersendiri. tetapi dari segi proses adalah evaporasi. Evaporasi ≠ Kristalisasi 1. Keterangan Sisa penguapan adalah zat cair. Jika uap berupa campuran. karena persyaratan khusus proses. Berikut ini adalah beberapa sifat penting dari zat cair yang divaporasikan. Konsentrasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporasi ≠ Distilasi 1. dan untuk konsumsi manusia. Permasalahan disini adalah pemekatan larutan Permasalahan: pembuatan zat padatatau kristal. tetapi dari segi teknik proses itu adalah evaporasi. sebagian besar dikembalikan ke laut. kadang-kadang zat cair yangsangat viskos Sisa penguapan adalah zat padat Uap biasanya komponen tunggal. distilasi dan kristalisasi: Proses (1≠2) Evaporasi ≠ Pengeringan No. Teknik ini biasa disebut disti1asi air (water distillation). Biasa disebut distilasi air. 2. Tabulasi perbedaan evaporasi dengan pengeringan. Di sini hasil yang dikehendaki adalah air kondensasi.html (2 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan air dalam umpan yang dipulihkan. tidak ada usaha untuk memisahkan menjadi fraksi-fraksinya Uap sering berupa campuran dan akan dipisah menjadi fraksi-fraksinya. Evaporasi ≈Kristalisasi : contohnya pada penguapan air asin untuk membuat garam Evaporasi ≈ Distilasi : contohnya pada penguapan air yang mengandung mineral untuk umpan ketel (boiler). Proses-proses evaporasi skala besar sudah banyak dikembangkan dan digunakan untuk membuat air minum dari air laut. Penyelesaian praktis terhadap masalah evaporasi sangat ditentukan oleh karakteristik zat cair yang akan dikonsentrasikan.

atau jika tidak. tetapi jika konsentrasinya meningkat. bahan kimia farmasi. Kepekaan terhadap suhu Beberapa bahan kimia berharga. Dalam mengkonsentrasikan bahanbahan seperti itu diperlukan teknik khusus untuk mengurangi suhu zat cair dan menurunkan waktu pemanasan.html (3 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dan menyebabkan banyaknya bahan yang terbawa ikut. Kerak Beberapa larutan tertentu menyebabkan pembentukan kerak pada permukaan pemanasan. Jika zat cair jenuh didihkan terns. Titik didih larutanpun dapat meningkat dengan sangat cepat bila kandungan zat padatnya bertambah.BAB VI Walaupun cairan encer yang diumpankan ke dalam evaporator mungkin cukup encer sehingga beberapa sifat fisiknya sama dengan air. dan bahan rnakanan dapat rusak bila dipanaskan pada suhu sedang selama waktu yang singkat saja. Busa yang stabi1 akan ikut ke luar evaporator bersama uap. larutan itu akan makin bersifat individual. hingga larutan itu menjadi jenuh. Hal ini menyebabkan koefisien menyeluruh makin lama makin berkurang sampai akhimya kita terpaksa menghentikan operasi evaporator untuk membersihkannya. maka akan terjadi pembentukan kristal. pembersihan itu tidak mudah dan memakan biaya. kristal-kristal ini harus dipisahkan karena. Bisa menyebabkan tabung evaporator tersumbat. Pembentukan busa Beberapa bahan tertentu. keseluruhan masa zat cair itu mungkin meluap ke dalam saluran uap keluar dan terbuang. membusa pada waktu diuapkan. Dalam hal-hal yang ekstrim. sehingga suhu didih larutan jenuh mungkin jauh lebih tinggi dari titik didih air pada tekanan yang sama. Densitas dan viskositasnya meningkat bersamaan dengan kandungan zat padatnya. lebih-Iebih zat-zat organik. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Bi1a kerak itu keras dan tak dapat larut. menjadi terlalu lamban sehingga tidak dapat melakukan perpindahan kalor yang memadai.

6.05 atm abs. yaitu sampai kira. maka operasi ini akan menjadi efek dua ka1i atau efek-dua (double effect). dan uap dari evaporator kedua dimasukkan ke dalam kondenser. nikel. dengan demikian laju perpindahan kalor di da1am evaporator itu meningkat pula. atau menjadi terkontaminasi oleh bahan itu. Bahan yang dievaporasikan biasanya mengalir di dalam tabung.BAB VI Bahan konstruksi Bila memungkinkan. evaporator sebaiknya dibuat dari baja.2. grafit tak-tembus. Metoda ini disebut sebagai evaporasi efek-tunggal (single-effect evaporation). Untuk menguapkan l lb air dari larutan. Oleh karena bahan-bahan ini relatif mahal. banyak larutan yang merusak bahan-bahan besi. bahaya ledak. Uap yang digunakan biasanya adalah uap bertekanan rendah. Jenis-Jenis Evaporator Kebanyakan evaporator dipanaskan menggunakan uap yang dikondensasikan di atas tabungtabung logarm. maka laju perpindahan kalor harus tinggi agar dapat menurunkan biaya pokok peralatan. aluminium. titik beku.3 lb uap. Karena itu digunakan juga bahan-bahan konstruksi khusus seperti tembaga. Bila kita menggunakan satu evaporator saja. diperlukan 1 sampai 1. zat cair yang mendidih biasanya berada da1am vakum sedang. namun proses ini tidak efektif dalam penggunaan uap. Oleh karena adanya variasi dalam sifat-sifat zat cair maka dikembangkan berbagai jenis rancangan evaporator. dan timba1. baja tahan karat. Berkurangnya suhu didih zat cair menyebabkan beda suhu antara uap dan zat cair yang mendidih itu meningkat. pembebasan gas pada waktu mendidih. kalor konsentrasi. dan persyaratan operasi steril (suci hama.kira 0. Walaupun sederhana. Jika uap dari satu evaporator dimasukkan ke dalam rongga uap (steam chest) evaporator kedua. Evaporator mana yang dipilih untuk suatu masalah tertentu bergantung terutarma pada karakteristik zat cair itu. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. radioaktivitas. sifat racun. Banyak karakteristik lain zat cair juga perlu mendapat perhatian dari perancang evaporator. uap dari zat cair yang mendidih dikondensasikan dan dibuang.html (4 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . antara lain kalor spesifik. dibawah 3 atm abs. Akan tetapi.

Evaporator tabung horizontal biasanya digunakan untuk kapasitas yang kecil dan untuk mengevaporasikan larutan yang encer dan larutan ini tidak berbusa dan tidak meninggalkan deposit padatan pada tabung evaporator .ft2.1 adalah merupakan evaporator jenis klasik yang telah lama digunakan. Efek ini dapat ditambah lagi dengan cara yang sama. Sirkulasi paksa . Larutan yang akan dievaporasikan berada di luar tabung horizontal dan uap mengalir di dalam tabung horizontal. Koefisien keseluruhan yang berada antara 200-400 Btu/jam. Evaporator film aduk 6. yang tergantung pada perbedaan suhu keseluruhan.1 Evaporator Tabung-Horizontal Evaporator tabung-horizontal sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 6. Evaporator. suhu didih. menjadi harmpir lipat dua.2. Aliran ke atas (film-panjat) b. Tabung horizontal diliputi dan dikelilingi oleh sirkulasi yang alami dari cairan yang mendidih sehingga meminimumkan pengadukan cairan.0F (1100-2300 W/m2K) akan didapatkan. dan evaporasi yang didapatkan oleh satu satuan masa uap yang diumpankan ke da1am efek pertama. Evaporator tabung horizontal 2. Aliran ke bawah (film-jatuh) c. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI Ka1or uap yang semula digunakan lagi da1am efek yang kedua. dan sifat larutan yang dievaporasikan. Sebagai hasilnya maka pada evaporator jenis ini dijumpai koefisien perpindahan panas keseluruhan yang lebih rendah berbanding pada evaporator jenis lain. Metoda yang umum digunakan untuk meningkatkan evaporasi per lb uap dengan menggunakan sederatan evaporator antara penyediaan uap dan kondenser itu disebut sebagai evaporasi efek-berganda (multiple effect evaporation). Jenis-jenis utama evaporator tabung dengan pemasukan uap yang lazim dipakai adalah: 1.vertikal tabung panjang a.html (5 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . ini bermanfaat khususnya untuk mengevaporasikan larutan yang viskos. 3.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (6 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

html (7 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporator ini merupakan pengembangan dari evaporator tabung-panjang. Pada evaporator satu lintas.2. terdapat beberapa lubang keluaran cairan atau produk dan tidak hanya satu seperti ditunjukkan pada Gambar 6.2 dan Gambar 6.3 secara berturutan. dan cairan yang tidak menguap mengalir ke bawah dan keluar melalui anulus yang terletak di bahagian dasar evaporator. uapnya lepas dan keluar dari unit itu sebagai cairan pekat.1. Evaporator Satu Lintas Dan Evaporator Sirkulasi Evaporator dapat dioperasikan sebagai unit satu lintas atau sebagai unit sirkulasi.2. Evaporator Tabung Horizontal 6. Media pemanas yang digunakan biasanya uap yang terkondensasi. Pendidihan atau pemanasan cairan di dalam tabung akan menyebabkan aliran naik ke atas melewati tabung. Seluruh evaporasi dilaksanakan dalam satu lintas (lawatan) saja. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.2.BAB VI Gambar 6. Pada instalasi yang besar. Evaporator satu 1intas dan evaporator sirku1asi ditunjukkan pada Gambar 6. cairan umpan dilewatkan melalui tabung hanya satu kali lewat saja. Pada kedua evaporator ini larutan mendidih di dalam tabung vertika1 dan media pemanas di luar tabung vertikal.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (8 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

BAB VI Gambar 6. sehingga evaporator jenis ini sesuai untuk operasi efek berganda. dan dapat didinginkan dengan cepat begitu keluar dari evaporator.2. Dengan sekali lewatan cepat melalui tabung-tabung evaporator. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. cairan pekat itu hanya sebentar saja berada dalam suhu didihnya.html (9 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporator satu lintas Rasio evaporasi terhadap umpan dalam unit satu lintas itu adalah terbatas. Suhu zat cair dapat dijaga rendah dengan mengoperasikan unit ini dalam vakum tinggi. di mana pemekatan tota1 terbagi-bagi dalam beberapa efek. Evaporator film aduk (agitated film evaporator) selalu dioperasikan dalam satu lintas saja. tetapi evaporator film jatuh (falling-film evaporator) dan evaporator film panjat (climbing film-evaporator) dapat pula dioperasikan dengan cara ini.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (10 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

oleh karena itu. Oleh karena zat cair yang masuk tabung itu mengandung beberapa bagian cairan pekat di dalam setiap bagian umpan. harus selalu berada dalam konsentrasi maksimum. dapat beroperasi dengan jangkau konsentrasi yang cukup luas antara umpan dan cairan pekat dalam satu unit saja. akan terpanaskan hingga suhu yang kelewat tinggi. dan cocok pula untuk evaporasi efek tunggal.BAB VI Gambar 6. dan titik didihnya selalu mendekati maksimum. Akibatnya. Cairan pekat dari evaporator sirkulasi dikeluarkan dari kolam. di lain pihak. Walaupun waktu menetap (residence time) zat cair itu dalam zone pemanasan barangkali singkat saja. Dengan menggunakan vakum yang cukup baik.html (11 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporator sirkulasi. Evaporator sirkulasi Pada evaporator sirkulasi (circulation evaporator) terdapat suatu kolam zat cair di dalam alat itu. Alal ini dapat dioperasikan dengan sirkulasi alamiah. serta densitas. maka konsentrasi. Pemanasan yang terlalu lama atas sebagian kecil sajapun dari bahan peka-panas seperti makanan akan dapat menyebabkan keseluruhan produk itu rusak. Sebagian dari zat cair itu dengan demikian. Umpan masuk akan bercampur dengan zat cair di dalam kolam. dimana aliran berlangsung melalui tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. tetapi zat cair itu akan berulang kali berada dalam kontak dengan tabung panas. sehingga hanya sebagian saja dari keseluruhan evaporasi yang berlangsung dalam satu lewatan. Evaporator sirkulasi tidak terlalu cocok untuk memekatkan zat cair yang peka terhadap panas. evaporator film panjat biasanya adalah unit sirkulasi. suhu zat cair lindak dapat dijaga pada tingkat yang tidak merusak. Evaporasi sirkulasi paksa semuanya dioperasikan dengan cara ini. koefisien perpindahan kalornya akan cenderung rendah. dan campuran itu lalu dialirkan melalui tabung-tabung evaporator. sebagian dari zat cair itu mungkin tertahan di dalam evaporator selama beberapa waktu. viskositas. Semua cairan dalam kolam.3. Zat cair yang tidak menguap dikeluarkan dari tabung dan kembali ke kolam.

Evaporator ini dapat digunakan untuk larutan yang membentuk deposit padatan.5.2. akan tetapi untuk evaporator jenis sirkulasi. larutan yang mudah membentuk busa atau untuk menguapkan larutan dalam masa yang singkat. akan tetapi tidak sesuai untuk digunakan untuk mengevaporasikan larutan yang sangat viskos. dan koefisien perpindahan panasnya menjadi kecil. Kedua evaporator satu lintas dan evaporator sirku1asi juga mempunyai kelebihan operasional berbanding dengan evaporator tabung horizontal. di mana aliran dilaksanakan dengan pompa.BAB VI dengan disebabkan oleh perbedaan densitas. karena padatan yang terbentuk di dalam tabung dapat dihilangkan dengan pembersihan mekanis. 6.oF (1100-2800 W/m2K) tergantung kepada baik sifat larutan. Sehingga kedua-dua evaporator vertikal ini adalah sangat berguna untuk kebanyakan proses evaporasi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.4 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun vertikal dan berada di dalam tabung. maupun titik didih larutan. tabung-tabung didalamnya dipasang secara rolling dan welding dan tidak secara packing seperti pada evaporator tabung horizontal.3.4 dan Gambar 6.html (12 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Pada evapoator satu lintas dan juga evaporator sirkulasi. dapat pula dengan sirkulasi paksa. Evaporator ini juga dapat menangani cairan yang viskos. Gambar 6. sirkulasi alami yang dihasilkannya mempunyai kecepatan 1 hingga 3 ft/detik sehingga koefisien perpindallan panas pada evaporator ini lebih tinggi dibandingkan evaporator tabung horizontal yaitu pada rentang 200.ft2. Evaporator Sirkulasi Paksa Evaporator sirkulasi paksa mempunyai bentuk seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6. perbedaan suhu keseluruhan.500 Btu/jam. maka aliran sirkulasi yang terjadi akan bergerak dengan lambat. Pada kedua jenis ini.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (13 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

sehingga uap yang dihasilkan akan tersembur keluar. Gabungan penurunan tekanan dan head hidrostatik di dalam alat ini adalah cukup besar untuk mencegah larutan mendidih di dalam pipa penukar panas.BAB VI Gambar 6.4. caitan yang akan dievaporasikan dipompakan melewati penukar panas (heat exchanger) dimana media pemanas mengelilingi pipa-pipa yang membawa cairan yang akan dievaporasikan. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Pemanas Vertikal di dalam Tabung Gambar 6.html (14 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . pada saat cairan memasuki ruang kosong di dalam tabung. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Pada evaporator sirkulasi paksa.5 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun horizontal dan terletak terpisah dengan tabung.

Evaporator sirkulasi paksa yang moderen biasanya ditengkapi dengan pemanas yang terletak di luar tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6.5.html (15 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . di dalam ruang kosong diletakkan sekat yang berguna untuk memisahkan uap dari larutan yang masih ada.BAB VI Gambar 6. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Elemen Pemanas Terpisah Horizontal Karena kecepatan semburan ada1ah tinggi. Desain sekat yang tepat diperlukan untuk mencegah penggabungan gelembung-gelembung kecil cairan dan juga untuk mencegah perubahan arah dari aliran cairan. dari pada evaporator dengan permukaan perpindahan panas yang terletak di da1am badan tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.5.

Pendidihan ini akan meningkatkan kejatuhan larutan dan menjadikan koefisien pendidihan menjadi dua ka1i lebih besar berbanding dengan tanpa pendidihan. Pada tingkat sirkulasi yang rendah. sebuah kaki pemulang (return leg) untuk mengembalikan zat cair dari separator ke bagian bawah penukar panas. dan (3) bila a1at ini dioperasikan sebagai unit sirkulasi.4. Pada evaporator sirkulasi paksa. dan sifat-sifat sistem.4. koefisien perpindahan panas akan bergantung kepada kecepatan sirkulasi. Evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas terpisah juga merupakan evaporator yang berbentuk lebih kompak sehingga dapat dipasang pada ruang dengan tinggi atap yang rendah. Dalam mengevaporasikan cairan umpan.2. Hal ini tidak dapat dilakukan dengan mudah jika permukaan penukar panas berada di dalam badan evaporator.BAB VI 6.6. Evaporator Vertikal Tabung Panjang Contoh evaporator vertikal tabung panjang dengan alian zat cair ke atas terlihat pada Gambar 6. pendidihan dapat dengan mudah dicegah dengan cara meletakkan pemanas pada posisi yang lebih rendah dibandingkan letak ruang pelepasan. titik didih. Penggunaan pemanas di luar tabung akan menjadikan evaporator ini lebih sering digunakan karena pembersihan pipa-pipa pemanas dan penggantian pipa-pipa yang mengalami korosi lebih mudah dilakukan. Pada evaporator dengan pemanasan di luar . pendidihan akan terjadi disepanjang pipa-pipa pemanas. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan zat cair yang akan dipekatkan di dalam pipa/tabung. untuk mengurangi terbentuknya endapan-endapan padatan di dalam pemanas.html (16 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . adalah merupakan hal yang penting untuk mencegah pendidihan di dalam pipa-pipa elemen pemanas. Tabung-tabungnya biasanya mempunyai panjang 12 hingga 20 ft dengan diameter 1 sampai 2 inci. Fraksi dari cairan yang menguap ketika melewati pipa akan menjadi kecil. sehingga kecepatan sirkulasi keseluruhan yang melalui pipa adalah beberapa kali lebih besar dari kecepatan umpan. Bagian-bagian utama evaporator jenis ini ialah : ( 1) sebuah penukar panas jenis tabung dengan uap dalam selongsong. (2) sebuah separator (pemisah) atau ruang uap (vapour space) untuk memisahkan zat cair yang terbawa ikut dari uap. 6.

6 hanya dapat bekerja sebagai unit sirkulasi saja. cairan pekat. Di dekat puncak tabung. Dari tabung itu.BAB VI Alat itu mempunyai lubang masuk masing-masing untuk zat cair umpan dan untuk uap. lalu mengalir melewati sekat itu sebelum keluar dari separator. Walaupun evaporator ini tidak dapat digunakan untuk zat cair yang viskos. agar pembersihan lebih mudah djlakukan. sambil menerima kalor dari uap. Selain itu evaporator ini juga sangat berguna untuk digunakan menangani material yang sensitif terhadap panas karena evaporator ini dapat dioperasikan tanpa proses resirkulasi. Umpan jtu mengalir ke atas di dalam tabung sebagai zat cair pada jarak tertentu. penukar panas dari evaporator ini dapat diletakkan di luar badan evaporator. Evaporator seperti Gambar 2. Zat cair dan uap mengalir ke atas di dalam tabung sebagai akibat dari peristiwa didih zat cair yang terpisah kembali ke dasar tabung dengan gravitasi. Fraksi yang diuapkan pada evaporator ini biasanya lebih besar dibandingkan pada operasi sirkulasi paksa. dan gas takmampu kondensasi yang terkandung dalam uap. masuk ke dalam sjstem dan bercampur dengan zat cair yang kembali dari separator. akan tetapi evaporator vertikal tabung panjang sangat efektif untuk memekatkan cairan yang mempunyai kecenderungan untuk berbusa. biasanya pada suhu disekitar suhu kamar. Umpan encer. Jika diperlukan. Di dalam zat cair itu terbentuk gelembung-gelembung sehingga meningkatkan kecepatan liniernya dan meningkatkan laju perpindahan panas. gelembung itu bertambah besar dengan cepat. Diameter separator itu lebih besar dari diameter penukar panas. sehingga kecepatan linier uap menjadi jauh berkurang.html (17 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . yang tidak panjang. uap itu dibuat menumbuk seperangkat sekat. Busa itu akan pecah bila campuran zat cair dan uap berkecepatan tinggi menumbuk sekat di bagian kepala uap. Pada zone ini gelembung uap berganti-ganti dengan potongan zat cair dalam tabung naik dengan cepat melalui tabung dan keluar dengan kecepatan tinggi dari ujung atas tabung. Tingkat evaporasi tiap-tiap lewatan (pass) pada jenis ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan jenis-jenis evaporator sirkulasi lainnya dan evaporasi masih dapat ditingkatkan dengan menambah panjang tabung-tabung pemanas atau dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Untuk membantu pemisahan tetes-tetes zat cair. lubang keluar masing-masing untuk uap. campuran zat cair selanjutnya masuk ke dalam separator. kondensat uap.

Pendistribusian harus dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga level cairan.html (18 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Koefisien perpindahan panas evaporator ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Nusselt. misalnya dengan menyemprotkan cairan ke dinding tabung. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Masalah yang mungkin timbul dalam mengoperasikan evaporator ini adalah pada saat mendistribusikan zat cair ke dalam tabung-tabung atau tube.BAB VI mendinginkannya.

dan yang mengharuskan waktu kontak yang singkat sekali dengan permukaan panas dapat diatasi dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporator Film Jatuh Masalah pemekatan bahan-bahan yang sangat peka terhadap panas. Evaporator Vertikal Tabung Panjang 6.2.6.html (19 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . seperti air jeruk.5.BAB VI Gambar 6.

kuantitas zat cair berkurang secara kontinu selama ia mengalir dari puncak tabung ke dasarnya. Evaporator Film Turbulen Akhir-akhir ini banyak dikembangkan evaporator modern yang bertujuan untuk menangani bahan yang viskos. Selama berlangsung evaporasi. Evaporator filmjatuh tanpa sirku1asi dengan waktu tinggal yang sangat singkat dapat menangani produk-produk yang peka yang tidak dapat ditangani dengan cara lain.7 merupakan evaporator yang banyak digunakan untuk tujuan tersebut karena dapat menangani file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (20 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dan dilengkapi dengan separator zat cair uap di bawah.2. Hal ini dilakukan dengan menggunakan seperangkat plat logam berlubang-lubang (perforasi) yang ditempatkan lebih tinggi di atas plat tabung yang dipasang dengan teliti agar benar-benar horisontal. Bila sirkulasi dapat dilakukan tanpa menimbulkan kerusakan pada zat cair. angka Reynolds fi1m-jatuh harus lebih besar dari 2000 pada setiap titik di dalam tabung. Tabung-tabungnya biasanya agak besar. Evaporator film-turbulen sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6.6. dan korosif. Atau. dan distributor/penyebar zat cair di atas. dapat pula dipasang distributor 'kalajengking' dengan lengan-lengan radial untuk menyemprotkan umpan dengan laju stedi ke dalam permukaan dalam setiap tabung. Untuk mendapatkan perpindahan kalor yang baik. kemudian keluar dari bawah. berdiameter 2 hingga 10 inci. vertikal. Tabung-tabung itu diberi sisip pada ujungnya yang memungkinkan zat cair mengalir dengan teratur ke setiap tabung itu. lalu mengalir ke bawah di dalam tabung panas itu dalam bentuk film.BAB VI evaporator film jatuh. dan keluar dari bagian bawah unit itu. zat cair masuk dari atas. peka. Hal ini memungkinkan volume aliran yang lebih besar melalui tabung dibandingkan dengan pada operasi sekali lintas. Masalah utama dengan evaporator film-jatuh ialah dalam mendistribusikan zat cair itu secara seragam menjadi film di bagian dalam tabung. Alat ini juga sesuai sekali untuk memekatkan zat cair viskos. Pada evaporator film-jatuh satu lintas. sehingga jum1ah pemekatan yang dapat dilaksanakan da1am satu lewatan terbatas seka1i. Evaporator ini bentuknya menyerupai sebuah penukar panas jenis tabung. yang panjang. Cara lain ialah dengan menggunakan nosel penyemprot di dalam setiap tabung. distribusi zat cair pada lubang itu dapat dipercepat dengan melakukan daur ulang zat cair itu ke puncak tabung. 6. Uap yang keluar dari zat cair itu biasanya terbawa turun bersama zat cair.

Zat cair itu sangat turbulen. tahanan pokok terhadap perpindahan panas menyeluruh dari uap kepada zat cair yang mendidih di dalam evaporator terletak pada sisi-sisi zat cair. Tetesan-tetesan itu bergabung (koalesensi) pada plat ini dan kembali ke bagian evaporasi. Oleh karena itu.BAB VI baik bahan yang viskos. setiap cara yang dapat mengurangi tahanan itu akan memberikan perbaikan yang berarti terhadap koefisien perpindahan panas menyeluruh.7. Cara lain untuk meningkatkan keturbulenan ada1ah dengan pengadukan mekanik terhadap film zat cair itu. seperti dalam evaporator pada Gambar 6. dan laju perpindahan kalorya besar. Umpan masuk dari puncak bagian bermantel dan disebarkan menjadi film tipis yang sangat turbulen dengan bantuan daun-daun vertika1 agitator (pengaduk) itu. di mana di dalam tabung itu terdapat sebuah pengaduk. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. uap naik dari zone penguapan masuk ke dalam bagian tak bermantel yang diametemya agak lebih besar dari tabung evaporasi. Uap bebas zat cair itu lalu keluar melalui lubang ke luar pada bagian atas unit itu. Di dalam separator. sehingga menumbuk plat-plat vertikal yang stasioner. Pada evaporator ini.html (21 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Dalam evaporator tabung panjang. Evaporator itu merupakan modifikasi daripada evaporator film jatuh yang mempunyai tabung tunggal bermantel. Konsentrat keluar dari bawah bagian bermantel. berlumpur bahkan kering. kecepatan zat cair di dalam tabung itu tinggi. zat cair yang terbawa ikut dilemparkan ke arah luar oleh daun-daun agitator. lebih-lebih yang menggunakan sirkulasi paksa.

koefisien menye1uruh turun dengan cepat bila viskositas naik.7. Sebagaimana juga pada evaporator jenis lain. tetapi dalarn rancang ini penurunan itu cukup 1ambat. Produk evaporasi bisa mencapai viskositas sampai setinggi 1000 P pada suhu evaporasi.BAB VI Gambar 6. Evaporator film Turbulen Keunggulan utama dari evaporator film aduk ialah kemampuannya menghasilkan laju perpindahan kalor yang tinggi pada zat cair viskos.html (22 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Dengan bahan-bahan yang sangat viskos. koefisien itu nyata lebih besar dari yang didapatkan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

Jika zat terlarut bersifat non volatil dan untuk operasi evaporasi. A. koefisien perpindahan panas menyeluruh.BAB VI pada evaporator sirkulasi paksa. Untuk larutan ideal. Jika umpannya dingin. Evaporator fi1m aduk sangat efektif dengan produk viskos yang peka panas. Jika zat cair dievaporasikan. sehingga kapasitasnya untuk suatu nilai q tertentu akan berkurang sesuai dengan itu. kesan kedalaman cairan dan percepatan perlu untuk diketahui. U. dan kapasitasnya menjadi q. antibiotika dan sari buah.html (23 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Kapasitas Evaporator Untuk evaporator jenis tabung dengan pemanasan uap. maka performa evaporator diukur berdasarkan atas kapasitas evaporator tersebut. kesan konsentrasi dapat diestimasi dengan menggunakan hukum Raoult dan Dalton sebagai berikut: dimana a dan b merupakan simbol untuk menyatakan solute (zat terlarut) dan solvent (pelarut) secara berturutan. maka laju perpindahan panas q melalui permukaan pemanasan suatu evaporator.3. karena kalor yang digunakan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan penurunan suhu menyeluruh ∆T. demikian juga halnya dengan kesan dari konsentrasi zat cair sewaktu berada pada titik didihnya. Kapasitas didefinisikan sebagai banyaknya pon air yang diuapkan perjam. dan jauh lebih besar daripada unit sirkulasi alamiah. yaitu hasil kali dari tiga faktor: luas permukaan perpindahan panas. adanya bagian-bagian dalam yang bergerak. lateks karet. yang mungkin memerlukan perawatan dan pemeliharaan dan kapasitas setiap unitnya kecil. atau: Jika umpan masuk evaporator itu berada pada suhu didih sesuai dengan tekanan absolut ruang uapnya. kalor yang diperlukan untuk memanaskannya sampai suhu didih mungkin cukup tinggi. semua kalor yang berpindah melalui permukaan pemanas dapat digunakan untuk evaporasi. jauh di bawah kapsitas evaporator bertabung banyak. Kelemahannya ialah biayanya yang tinggi. 6. seperti gelatin. menurut definisi dari koefisien perpindahan kalor menyeluruh.

Akibatnya untuk suatu tekanan tertentu. kaedah ini tidak eksak. Penurunan suhu nyata melintas permukaan pemanasan bergantung pada larutan yang diuapkan. garis-garis itu sangat mendekati lurus.html (24 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI memanaskan umpan tidak dapat digunakan untuk evaporasi. titik didihnya dapat dibaca dari tabel uap. Bila zat cair itu mempunyai karakteristik seperti air murni. serta pada kedalaman zat cair itu di atas permukaan pemanasan. Kenaikan titik didih ini harus dikurangkan dari penurunan suhu yang diramalkan dari tabel uap. Jika jangkau tekanan terlalu besar. dan kapasitas evaporator akan lebih besar dari yang ditunjukkan q. Jadi. Untuk larutan pekat. tetapi dalam jangkau yang sedang. sebagian dari umpan akan menguap secara spontan melalui penyeimbangan adiabatik dengan tekanan ruang-uap. tetapi bisa sampai setinggi 150oF pada larutan pekat garam anorganik. jika umpan itu berada pada suhu di atas titik didih pada ruang uap. kita dapatkan pula garis-garis yang berbeda. Proses ini disebut evaporasi kilatan (f1ash evaporation). kecepatan zat cair di dalam tabung juga dipengaruhi oteh penurunan suhu karena adanya rugi gesekan di dalam tabung yang meningkatkan tekanan efektif zat cair itu. kenaikan titik didih itu dapat dicari dengan mudah dengan menggunakan aturan empirik yang dikenal sebagai kaedah Duhring yang menyatakan bahwa titik didih suatu larutan tertentu merupakan fungsi linier dari titik didih air mumi pada tekanan yang sama. Untuk konsentrasi yang berlainan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Sebaliknya. akan didapat suatu garis lurus. walaupun tidak selalu harus sejajar. Pada beberapa evaporator. yaitu kenaikan titik didih dan tinggi tekan zat cair . titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih air mumi. Nilainya kecil untuk larutan encer dan larutan koloida organik. Kenaikan titik didih di atas titik didih air ini dikenal sebagai kenaikan titik didih larutan. Namun. pada perbedaan tekanan antara rongga uap-pemanas dan ruang uap hasil evaporasi di atas zat cair mendidih itu. sebagaimana jika kita membaca suhu uap yang kondensasi. dalam evaporator nyata titik didih larutan dipengaruhi oleh dua faktor. Tekanan uap kebanyakan larutan dalam air lebih kecil dari tekanan uap air pada suhu yang sama. jika titik didih larutan digambarkan terhadap titik didih air pada tekanan yang sama. jika tekanannya diketahui.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Kenaikan titik didih ini akan menyebabkan kekurangan penurunan suhu rata-rata antara uap dan zat cair dan mengurangi kapasitas. bila kecepatan zat cair itu besar. sehingga tahanannya mungkin merupakan bagian yang cukup penting dari keseluruhan tahanan. rugi gesekan di dalam tabung akan meningkatkan lagi tekanan rata-rata zat cair itu. maka harus ada ventilasi untuk membuang gas-gas tak-mampu kondensasi itu dari rongga uap pemanas dan mencegah udara masuk bila tekanan uap lebih rendah dari tekanan atmorfir . Oleh karena adanya gas yang tak-mamppu kondensassi dapat menyebabkan turunnya koefisien film uap. dinding tabung biasanya agak tebal. yaitu di dalam tabung dan di luar tabung. Koefisien film uap selalu tinggi.html (25 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dua buah tahanan kerak. dalam evaporator film aduk. lebih-lebih bila tinggi permukaan dan kecepatan zat cair itu tinggi. koefisien menyeluruh sangat dipengaruhi oleh rancang evaporator dan metode operasinya. Koefisien menyeluruh ialah kebalikan dari tahanan menyeluruh itu. Tetapi. juga jika kondensasi itu kondensasi film. Untuk mendapatkan kondensasi tetes. Besarnya pengurangan tidak dapat ditaksir secara kuantitatif. dan biasanya diabaikan dalam perhitungan evaporator. Tetapi. tetapi efek kualitatif daripada tinggi-tekan zat cair itu dapat diabaikan. Tahanan menyeluruh terhadap uap dan zat cair mendidih ialah jumlah dari lima macam tahanan tersendiri: tahanan film uap. faktor penggotoran uap kondensasi dan tahanan dinding tabung biasanya sangat kecil. oleh karena itu. dan karena itu titik didihnya lebih tinggi. Pada kebanyakan evaporator. Fluks kalor dan kapasitas evaporator dipengaruhj oleh perubahan beda suhu maupun perubahan koefisien perpindahan kalor. Suatu tetesan zat cair yang berada pada jarak Z ft di bawah permukaan berada pada tekanan ruang uap di tambah tinggi-tekan Z ft zat cair. titik didih yang berkaitan dengan tekanan di dalam ruang uap ialah titik didih lapisan permukaan zat cair itu saja. Penurunan suhu itu ditentukan oleh sifat-sifat uap dan zat cair yang mendidih. dan tahanan dari zat cair yang mendidih. tahanan dinding tabung. Disamping itu. dan kecuali karena pengaruh tinggi tekan hidrostatik. titik didih zat cair di dalam tabung lebih tinggi dari titik didih yang ditunjukkan oleh tekanan ruang uap. Dalam evaporator nyata. dan dengan demikian koefisien yang lebih tinggi lagi.BAB VI Jika kedalaman zat cair di dalam evaporator itu cukup besar. bukanlah merupakan fungsi konstruksi evaporator. kepada arus uap itu biasanya ditambahkan promotor.

dalam pon per jam. Konsumsi uap. ka1or laten kondensasi uap pemanas berpindah melalui permukaan pemanasan dan menguapkan air dari 1arutan yang mendidih. dan hanya sebagian yang tersisa untuk evaporasi. koefisien sisi zat cair untuk larutan encer dalam air adalah antara 200 dan 600 Btu/ft2. 6. Dalam evaporator sirkulasi alamiah. ekonominya hampir selalu kurang dari satu. ekonomi evaporator adalah semata-mata masalah neraca entalpi. Ada dua neraca entalpi yang diperlukan. Ekonomi evaporator juga dipengaruhi oleh suhu umpan. entalpi penguapan uap=pemanas ke efek pertama dapat digunakan satu kali atau beberapa kali. 6. dan satu lagi untuk sisi-cairan atau uap larutan.jam.4. Faktor utama yang mempengaruhi sistim ekonomi evaporator ialah banyaknya efek. juga tidak kalah pentingnya. beban pemanasan itu akan menggunakan sebagian dari entalpi penguapan uap pemanas. ekonominya mungkin jauh lebih besar.0F.4. Secara kuantitatif. Pada evaporator efek tunggal. tetapi pada alat efek berganda. Nilai konsumsi uap merupakan hasil bagi antara kapasitas dengan ekonomi evaporator. Jika suhu umpan lebih tinggi dari titik didih. Neraca Entalpi Evaporator Efek Tunggal Pada evaporator efek tunggal. Pada kebanyakan evaporator. satu untuk uap-pemanas.html (26 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dan lebih-lebih pada yang menangani zat cair viskos. Melalui suatu perancangan yang baik. Ekonomi Evaporator Ekonomi ada1ah banyaknya pon yang diuapkan per pon uap yang diumpankan ke da1am unit itu.BAB VI Koefisien sebelah zat cair sangat bergantung pada kecepatan zat cair itu di atas permukaan panas.1. tahanan pada sisi zat cairlah yang menentukan laju perpindahan kalor menyeluruh ke zat cair yang mendidih itu. bergantung pada jumlah efeknya. kilat yang terjadi akan menyebabkan evaporasi lebih tinggi dari yang bisa dibangkitkan oleh entalpi penguapan uap itu. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Jika suhu umpan lebih rendah dari titik didih di dalam efek pertama.

Ts T Tf =suhu kondensassi uap pemanas =suhu zat cair yang mendidih di da1am evaporator =dan suhu umpan. atau umpan m =1aju a1iran cairan pekat mf –m =laju aliran uap cairan ke da1am kondensor. dan bahwa rugi ka1or file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan bahwa aliran gas yang tak mampu kondensasi dapat diabaikan.BAB VI Gambar 6. Neraca bahan dan neraca enta1pi pada evaporator . andaikan tidak ada zat padat yang mengendap dari cairan itu. ms mf =laju aliran uap pemanas dan laju aliran kondensat =laju aliran cairan encer. Dimisalkan selanjutnya bahwa tidak ada kebocoran atau zat cair yang terbawa ikut bersama uap.html (27 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .8.

Hv Hc Λ s = enta1pi spesifik uap pemanas = entalpi spesifik uap kondensat = kalor laten kondensasi uap pemanas = laju aliran uap pemanas ms Neraca entalpi untuk sisi cairan ialah: …(6.2) dimana: q = laju perpindahan kalor dari permukaan pemanasan ke zat cair . baik panas lanjut uap maupun dingin lanjut kondensat itu kecil. dan qs = q. Neraca entalpi sisi uap ialah: s …(6.BAB VI evaporator itu tidak perlu diperhitungkan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan dapat diabaikan dalam penyusunan neraca entalpi. yaitu kalor laten kondensasi uap. keduanya. selisih antara entalpi uap pemanas dan kondensat hanyalah λ . Dengan pengandaian ini. Jika tidak ada rugi kalor.1) dimana: qs = laju perpindahan kalor melalui permukaan pemanasan dari uap pemanas. Uap pemanas yang masuk kedalam rongga uap pemanas itu bisa panas lanjut. Kesalahan kecil yang mungkin diakibatkannya akan dikompensasikan oleh kesalahan karena mengabaikan rugi kalor dari rongga uap-pemanas. dan kondensatnya biasanya keluar dari rongga itu agak dingin lanjut di bawa hingga didihnya. Namun. kalor yang berpindah dari uap pemanas ke tabung harus sama dengan kalor yang berpindah dari tabung pemanas ke cairan.html (28 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Hv = entalpi spesifik uap cairan Hf H = entalpi spesifik cairan encer = entalpi spesifik cairan pekat.

2: Jika kalor pengenceran zat cair yang akan dipekatkan itu cukup besar sehingga tidak dapat diabaikan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dalam fraksi massa atau persen bobot zat terlarut.1 dan 6.2 ialah diagram entalpi-konsentrasi.html (29 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dimana entalpi dalam Btu per pon atau joule per gram larutan. digambarkan grafiknya terhadap konsentrasi. Isoterm-isoterm pada gambar itu menunjukkan entalpi sebagai fungsi konsentrasi pada suhu tetap. Sumber yang terbaik untuk mendapatkan nilai Hf dan H untuk digunakan pada persamaan 6. entalpi tidak linier dengan konsentrasi pada suhu tetap.BAB VI Jadi dengan menggabungkan persamaan 6.

Kondisi steadi.html (1 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Masing-masing efek bekerja sebagai evaporator efek tunggal. Tekanan antara uap dan unit kondenser. Efek terakhir: tekanan ruang uap cairan minimum. Ø Suhu kondensat yang meninggalkan efek kedua hampir sama dengan suhu uap dari zat cair mendidih di dalam efek pertama. Ø produk terlalu kental: laju umpan ditambah. Uap dari satu efek berfungsi sebagai medium pemanas bagi efek berikutnya. Tekanan ruang uap cairannya paling tinggi. akumulasi=0. terbagi pada dua efek atau lebih. Jika umpan pada titik didihnya: Ø Seluruh kalor muncul sebagai kalor laten dalam uap yang keluar dari efek pertama. tekanan uap. tinggi cairan yang ditentukan/dijaga: konsentrasi cairan dapat diubah hanya dengan mengubah laju alir umpan: Ø produk terlalu encer : laju alir umpan dikurangi. konsentrasi. tekanan kondenser.EVAPORATOR EFEK BERGANDA BAB VII EVAPORATOR EFEK GANDA Beberapa ciri evaporator efek ganda: s s s s s s s Terdiri dari dua atau lebih evaporator yang dihubungkan satu sama lain. Efek I : efek tempat mengumpankan uap mentah. Pada suhu. s s s Cara pengumpanan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Ø Kondisi steady: seluruh kalor yang digunakan untuk membuat uap pada efek yang pertama harus diserahkan lagi ketika uap ini kondensasi pada efek ke-2. Masing-masing mempunyai beda suhu melintas permukaan yang berkaitan dengan penurunan tekanan pada efek itu.

Memerlukan satu pompa untuk umpankan ke efek satu dan satu pompa lagi untuk mengeluarkan zat cair dari efek terakhir. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. karena aliran berlangsung dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. Perbandingan penguapan larutan NaOH pada efek tunggal dan ganda. Umpan mundur § Zat cair diumpankan ke efek terakhir. Umpan maju s s Konsentrasi zat cair meningkat dari efek pertama hingga efek terakhir. Umpan dimasukkan secara paralel ke setiap efek.html (2 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . § Sebagian dari pompa-pompa yang digunakan pada umpan mundur tidak diperlukan lagi. 4. 3.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 1. Tidak terdapat perpindahan zat cair dari efek satu ke efek lain. dimana dihasilkan lumpur kristal dan cairan induk. berurutan hingga efek pertama. mengalir ke ujung deret lalu dipompakan lagi ke efek pertama untuk pemekatan akhir. Umpan paralel § § § Contohnya dalam evaporator kristalisasi. Umpan campuran § Zat cair masuk dalam suatu efek pertama. § Memerlukan satu pompa disetiap efek. 2.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA s s Keadaan awal dan akhir untuk masing-masing cara evaporasi adalah sama. s s Penguap efek dua Terdapat dua kali kerugian karena kenaikan titik didih dengan jumlah 9+6 = 15 oC Selisih temperatur untuk pemanasan berkurang menjadi 62 oC. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Masing-masing menggunakan uap larutan jenuh. s Penguap efek tiga Kerugian karena kenaikan titik didih naik lagi menjadi 6 + 8 + 9 = 23 oC. Untuk pemanasan digunakan selisih temperatur sebesar 72 oC. Penguap tunggal: Hanya dijumpai sekali kenaikan titik didih sebesar 54 – 48 = 6 oC.html (3 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Jumlah selisih temperatur yang berguna berkurang lagi menjadi 55 oC.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (4 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

html (5 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

7.1. Kapasitas dan ekonomi evaporator efek ganda
s

Kapasitas total evaporator efek ganda biasanya tidak lebih besar dari efek tunggal yang luas permukaannya sama dengan salah satu efek itu. Kalor yang berpindah di dalam ketiga efek (untuk efek 3).

s

s

Kapasitas total sebanding dengan laju perpindahan kalor total qT dan diperoleh dari: Andaikan luas permukaan tiap efek adalah A ft2, koefisien menyeluruh U juga sama pada setiap efek, persamaan diatas dapat dituliskan kembali: penurunan suhu total antara uap pemanas dalam efek pertama dan uap cairan dalam efek terakhir. Ekonomi evaporator efek berganda bergantung pada masalah neraca kalor dan bukan pada laju perpindahan kalor. Kapasitas evaporator efek berganda berkurang karena kenaikan titik didih.

s

s

s

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (6 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Contoh 16-3 Mc-Cabe dkk, 1985 Sebuah evaporator efek ganda tiga sirkulasi paksa akan diumpankan dengan 60.000 lb/jam larutan NaOH 10% pada suhu 180 oF. Cairan pekat yang dikehendaki adalah NaOH 50 %. Evaporator tersebut menggunakan uap jenuh pada 50 lbf/in2 abs, dan suhu kondensasi uap dari efek ke-3 adalah 100 oF. Urutan pengumpanan adalah II,III,I. Radiasi dan pendinginan lanjut kondensat dapat diabaikan. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK KOEFISIEN MENYELURUH W/m2. oC BTU/ft2.jam oF I 700 3970 II 1000 5680 III 800 4540 Ditanya: a. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek, andaikan A1=A2=A3. b. Konsumsi uap c. Ekonomi uap

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (7 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Penyelesaian: Mf = 60.000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh, andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 6000 6000 Air 54000 6000 48000 Total 60000 12000 48000

Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE, dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 48000/3 = 16000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing - masing efek: Cf = 10 % NaOH = 0,1 fraksi massa C1 = 50% NaOH = 0,5

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (8 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

136 Titik didih air (=suhu umpan masuk) = 180 oF Titik didih larutan = 187 oF BPE1 = 187 – 180 = 7 oF Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 181 – (76+7+13) = 85 oF 85 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Uap pada 50 lbf/in2. Tekanan kondensat = 0. EFEK I T (suhu didih) 33 T’ (suhu kondensasi) 76 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. 1985) Kondensat pada efek ke III berada pada suhu 100 oF.html (9 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .5 Titik didih air = 281 oF Titik didih larutan = 357 oF BPE1 = 357 – 281 = 76 oF Efek III C3= 0. 1985: Efek I C1= 0.214 Titik didih air = 100 oF Titik didih larutan = 113 oF BPE1 = 113 . Ts=281 oF dan ls=924 BTU/lb (lamp 8 Mc Cabe dkk.100 = 13 oF Efek II C2= 0. Dari Gambar 16-4 McCabe dkk. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.95 lbf/in2.

214 172 0.Y) + 102 (60000 – Y) + (140. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 248 281 248 180 149 149 172 113 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0.EVAPORATOR EFEK BERGANDA EFEK II EFEK III 23 29 7 13 T1 = 281 – 33 = 248 oF T1’ = 248 – 76 = 172 oF T2 = 172 – 23 = 149 oF T2’ = 149 – 7 = 142 oF T3 = 142 – 29 = 113 oF T3’ = 113 – 13 = 100 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.136 100 Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1174 67 1171 249 250 135 1126 102 140 1111 110 Flow Rate (lb/jam) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek II Uap hasil dari I + Umpan ke II = Uap hasil dari II + Zat cair dari II + Kondensat dari II (1171.993 Y = -1920 …(1) Neraca entalpi ada efek III Zat cair dari II + Zat cair dari II = Uap hasil dari III + Umpan ke I + Kondensat dari II file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.5 0.10 142 0.html (10 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .X) + (60000)(135) = (1126.X) X – 0.

eltalpi.Y) +(12000 + X)67 + (110.000 BTU/jam Sehingga luas permukaan: Luas rata-rata = Luas permukaan tidak sama.993 Y = -1920 2.000 BTU/jam q2=(14300)(1171) – (14300)(140) = 14.Y) + 102 (60000 – Y) = 1111(48000 – X .940)(16340) = 14300 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 48000 – X – Y = 48000 – 14300 – 16340 = 17360 lb/jam Bebas panas: = (14300)(1171) – (12000+14300)(67) + (12000)(250) = 17.940 Y = 46000 X – 0. sehingga didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain.html (11 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . laju evaporasi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor.EVAPORATOR EFEK BERGANDA (1126.933 Y = 47920 Y = 16340 lb/jam X = 46000 – (1.983. penurunan suhu.601.940 Y = 46000 …(2) (1) dan (2) : X + 1.000 BTU/jam q3=(16340)(1126) – (16340)(110) = 16.743. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi.Y) X + 1.

Konsumsi uap.137 100 Konsentrasi 1174 68 1170 249 249 135 1126 101 138 1111 110 Entalpi (BTU/lb) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Flow Rate (lb/jam) Hasil: a.5 0.228 170 0.10 142 0.html (12 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 245 281 246 180 149 149 170 114 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0. ms = c. Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. entalpi dan laju aliran.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Pembetulan suhu. Luas permukaan tiap efek = 719 ft2 b.

Luas permukaan pemanasan pada ketiga efek adalah sama dan cukup besar untuk menghasilkan 20000 lb/jam produk pekat. Konsumsi uap f. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK BTU/ft2. Uap tersedia pada tekanan 125 psia dan ejektor pada 1 psia. Ekonomi uap Penyelesaian: Produk pekat 20000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh. andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 180000/3 = 60000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing .masing efek: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Sebuah evaporator efek ganda tiga digunakan untuk memekatkan larutan NaOH 5% menjadi 50 %.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Contoh 10. andaikan A1=A2=A3. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 10000 10000 Air 190000 10000 180000 Total 200000 20000 180000 Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE.html (13 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek.jam oF I 800 II 500 III 300 Ditanya: d. 1960.3 Foust. Digunakan umpan maju dengan umpan masuk pada suhu 60 oF. e.

5 Titik didih air (suhu keluar ejektor) = 101.55 BTU/lb Kondensat keluar dari ejektor pada 1 psia.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Cf = 5% NaOH = 0. Ts = 101.2 oF dan ls=875 BTU/lb Hvap = 1191.8 oF Efek III C3= 0.8+70.125 Tidak adaketerangan yang jelas.05 fraksi massa C3 = 50% NaOH = 0. 1985: Efek I C1= 0.5 oF Dari Gambar 16-4 McCabe dkk. 16-4) (lamp 8 Mc Cabe dkk.5 oF Efek II C2= 0.html (14 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . 1985) Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 242. Ts=344.5 oF Titik didih larutan = 172 oF BPE1 = 172 – 101.2 oF Titik didih larutan = 347 oF BPE1 = 347 – 344.5 = 70.5 Uap pada 125 psia.2 = 2.7 – (2.02 BTU/lb Hliq = 315.5+10) = 159. Titik didih air = 200 oF (Trial) Titik didih larutan = 210 oF BPE1 = 210 – 200 = 10 oF (lamp.071 Titik didih air = 344.4 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.8) (Gbr.

html (15 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .2-30.32 281.89 0.63 – 80.12 171 252. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.74 = 171.74 T’ (suhu kondensasi) 2.92 oF T1’ = 313.071 0.08 1105.8 = 311.5 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.92 262.4 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.63 262.15 139.28 = 313.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 159.85 221.63 oF T2’ = 262.5 Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.28 48.12 – 48.12 oF T2 = 311.89 oF T3’ = 171.125 0.63 311.55 283.02 28. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Zat cair dari III Suhu (oF) 344.63 171.8 315.45 = 262.05 Suhu Jenuh (oF) Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1191.63 – 10 = 252.2 313.98 1164.89 – 70.92 – 2.86 231.5 T1 = 344.45 80. EFEK I EFEK II EFEK III T (suhu didih) 30.92 344.5 = 101.63 oF T3 = 252.79 Flow Rate (lb/jam) ms 200000 X ms 200000-X Y 200000-X-Y X 180000-X-Y Y 20000 0.06 1182.2 60 313.8 10 70.

000 = 933.584.8) + (200.800 – 874.000 – X – Y )(1105. penurunan suhu.32) = (180.55) ms = 51. eltalpi.86) + (200.13 lb/jam Luas permukaan: Luas permukaan tidak sama.98) (1191.315.404.15) (1818.1786 Y = 59872.184.311 = 3.X + 177.82 X Efek II (X)(1182.55) + (200000 – X)(283.906. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor.98) = (Y)(1164.06) = (X)(1182. 85) + (20000)(139.7 = 2.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek I (ms)(1192.000 – X – Y)(231.html (16 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .86) + (200.6 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 180000 – X – Y = 66701.53 (X) …(3) (2) dan (3) X + 12.532.000 – X)(283.08) (849. ms = 113. laju evaporasi.24)(Y) = 155.32) + (X)(281.02) + (200000)(28.3 = 1. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi.000 – X – Y)(231.79) + (Y)(221.0995 Y .82 lb/jam Kebutuhan steam.000 + 898.54 (Y) …(2) …(1) Efek III (Y)(1164. sehingga file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.06)(X) + 10.8) + (ms)(315.58 lb/jam X = 53425.02 – 315.0751 Y + 190.

5 oF Luas permukaan rata-rata = 2580 ft2 Konsumsi uap.62 oF T2’ = 254.22 – 37.62 – 10 = 244.2 .html (17 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .48.92 oF T3’ = 171.5 = 101.08 lb/jam Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.22 oF T2 = 292.38 = 295.5 = 171.8 = 292.6 = 254. ms = 111.62 oF T3 = 244.074.62 – 73. TRIAL II T1 = 344.82 – 2.92 – 70.82 oF T1’ = 295.EVAPORATOR EFEK BERGANDA didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (18 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

Bab 8 BAB VIII KRISTALISASI Kristalisasi atau penghabluran ialah peristiwa pembentukan partikel-partikel zat padat di dalam suatu fase homogen. Konsep dan prinsip yang diuraikan disini berlaku baik untuk kristalisasi zat terlarut (solute) di dalam larutan jenuh maupun kristalisasi sebagian dari pelarut (solvent) itu sendiri. Kristalisasi dari larutan sangat penting dalam industri karena banyaknya ragam bahan yang dpasarkan dalam bentuk kristal. Pembekuan (solidification) di dalam lelehan cair sebagaimana dalam pembuatan kristal tunggal yang besar. Kristalisasi dari larutan cair. Kristalisasi merupakan metode yang praktis untuk mendapatkan bahan-bahan kimia murni dalam kondisi yang memenuhi syarat untuk pengemasan dan penyimpanan. Pembahasan kita hanya akan dibatasi pada situasi yang terakhir ini aja yaitu kristalisasi dari larutan cair. seperti dalam pembentukan salju b. campuran dua fase cairan induk (mother liquor) dan kristal dari segala ukuran. Kristalisasi dapat terjadi sebagai: a. Kristal yang terbentuk dari larutan yang tak murni selalu murni. Pembentukan partikel padat di dalam uap.html (1 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . atau c. Dalam kristalisasi dari larutan sebagaimana dilaksanakan dalam industri. Penggunaannya sangat luas karena dua hal: 1. sebagaimana dalam hal pembekuan kristal es dari air laut atau larutan garam encer lainnya. yang mengisi kristalisator file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. 2.

maka ukuran yang wajar dan cukup seragam diperlukan untuk kemudahan filtrasi (penyaringan). yang disebut muka (face). masing-masing kristal itu harus kuat. Geometri Kristal Kristal adalah suatu benda mati yang sangat terorganisasi. serta penyimpanan kristal. bila kristal dibiarkan terbentuk tanpa gangguan dari kristal lain atau benda luar. maka distribusi ukuran kristal (crystal size distribution. pengangkutan. Jika kristal itu akan diproses lebih lanjut. namun sudut-sudut yang dibentuk oleh muka-muka yang sebanding pada semua kristal dari bahan yang sama selalu sama dan merupakan karakteristik (ciri) dari bahan itu. untuk dapat diterima langganan. Tujuan kristalisasi yang utama adalah mendapatkan perolehan yang memuaskan serta kemurnian yang tinggi. Walaupun ukuran relatif muka dan sudut berbagai kristal dari bahan yang sama mungkin sangat berbeda-beda. pencucian. CSD) harus dikendalikan dengan ketat. untuk itu hal-hal yang menjadi pertimbangan: 1. besarnya seragam. Untuk mencapai tujuan ini. Jika kristal itu akan dipasarkan sebagai hasil akhir. dan itulah yang menjadi tujuan utama dalam perancangan dan operasi kristalisator. tidak menggumpal. kristal itu akan berupa polihedron yang mempunyai sudut-sudut tajam dan sisi yang rata.html (2 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . molekul atau ion) tersusun dalam suatu susunan tiga dimensi yan beraturan yang disebut kisi (lattice). 2. dan tidak melekat dalam kemasan. Kristal dicirikan oleh kenyataan bahwa partikel-partikel pembentuknya (yang bisa berupa atom. pelaksanaan reaksi dengan bahan kimia lain. Sistem Kristalografi Oleh karena semua kristal dari setiap bahan tertentu mempunyai sudut antarmuka yang sama file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. disebut magma.Bab 8 (crystallizer) dan dikeluarkan sebagai hasil. Akibat dari susunan pertikel seperti itu.

Kalsium karbonat misalnya. bergantung pada kondisi kristalisasi. terlihat penampang kristal invarian selama pertumbuhannya. Ada tujuh kristal.1. Oleh karena kristal tersebut invarian.Bab 8 walaupun terdapat perbedaan besar dalam tingkat perkembangan masing-masing muka. tetragonal. Prinsip Kristalisasi Kristalisasi dapat dianalisis dari sudut pandangan kemurnian. perolehan. terbentuk dengan baik. yaitu kubus. Kristal Invarian Pada keadaan ideal. Kecuali jika kristal itu berbentuk polihedron beraturan. Kristal demikian disebut kristal invarian. trigonal. Bila cairan induk yang terkandung yang kemurniannya rendah itu dikeringkan.html (3 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . kristal yang tumbuh setiap memelihara keserupaan geometriknya selama pertumbuhan. 8. Satu bahan tertentu dapat terkristalisasi di dalam dua kelas yang berbeda atau lebih. Setiap poligon di dalam gambar tersebut menunjukkan sosok (outline) kristal pada beberapa waktu yang berbeda. laju nukleasi dan laju pertumbuhan. dan jika panen itu mengandung agregat kristal. dan triklin. kebutuhan energi. Laju pertumbuhan setiap muka diukur dengan kecepatan translasi muka itu dalam berpindah menjauhi pusat pada arah tegak lurus terhadap muka itu. laju perpindahan berbagai muka kristal invarian itu tidaklah sama. biasanya hampir murni. Titik pusat harus dianggap sebagai lokasi inti asal tempat kristal itu tumbuh. Kemurnian hasil Kristal yang baik. Pada Gambar 28-1 Mc Cabe et al. monoklin. massa zat padat itu mungkinmengandunng cairan induk bersama kristal. bentuk kristal diklasifikasikan atas dasar sudut-sudut ini. 1985. heksagonal. terjadi kontaminasi. tetapi masih mengandung cairan induk bila dikeluarkan dari magma akhir. dan derajat kontaminasi ini bergantung pada banyak dan derajat ketakmurnian cairan induk yang terkandung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. ortorombik.. paling umum terdapat di alam dalam bentuk heksagonal (sebagai kalsit) tetapi juga terdapat dalam bentuk ortorombik (aragonit). semua poligon itu mempunyai keserupaan geometrik dan garis putusputus yang menghubungkan sudut-sudut poligon itu dengan pusat kristal itu merupakan garis lurus.

Beberapa bahan mengikuti kurva seperti kurva 2. artinya kelarutannya meningkat hampir secepat peningkatan suhu. Dalam prakteknya. adapula yang mengikuti kurva kelarutan terbalik (inverted solubility curve) pada kurva 3. sedang sisanya dikeluarkan dengan mencucinya dengan pelarut segar. Kebanyakan bahan mengikuti kurva yang serupa dengan kurva 1. dimana kelarutan berubah sedikit saja dengan suhu. yang berarti bahwa kelarutannya berkurang bila suhu dinaikkan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.Bab 8 bersama kristal. sebagian besar cairan induk yang terkandung itu dipisahkan dari kristal dengan cara filtrasi dan sentrifugasi. Keseimbangan dan Perolehan Keseimbangan di dalam proses kristalisasi dapat dicapai bila larutan itu jenuh. Efektivitas langkah pemurnian bergantung pada ukuran dan keseragaman kristal. Data kelarutan sebagai fungsi suhu diberikan pada gambar berikut.html (4 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . dan hubungan keseimbangan untuk kristal induk adalah kurva kelarutan.

html (5 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Luas pae menunjukkan campuran es dan larutan jenuh. Keseluruhan luas di bawah dan sebelah kiri garis penuh menunjukkan larutan tak jenuh magnesium sulfat di dalam air. Setiap larutan yang mengandung lebih dari 16. Setiap larutan yang mengandung kurang dari 16. Garis putus-putus eag-f-hij menunjukkan solidifikasi (pembekuan) larutan cair membentuk berbagai fase zat padat. Konsentrasi magnesium sulfat bebas air (anhydrous) dalam fraksi massa digambarkan digambarkan grafiknya terhadap suhu dalam derajat Fahrenheit. Garis patah-patah abcdq ialah kurva kelarutan. bergantung pada konsentrasi dan suhu. 1985) di atas. Diagram fase untuk sistem magnesium sulfat-air terlihat pada gambar 28-3 ( Mc Cabe. Zat padat yang terbentuk pada titik a disebut etetik (eutectic).5 persen MgSO4 akan mengendapkan es bila suhunya mencapai garis pa.html (6 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . terbentuk beberapa macam hidrat. pada waktu pendinginan.5% akan mengendapkan. zat padat bila suhu mencapai garis ini.12H2O.Bab 8 Banyak bahan anorganik yang penting-penting mengkristalisasi dengan air kristal. dan keseimbangan dalam sistem itu bisa rumit. Zat padat itu terdiri dari campuran mekanik yang akrab antara es dan MgSO4. Pada beberapa sistem.

antara c dan d kristalnya adalah MgSO4.6H2O. sistem keseimbangan terdiri dari campuran larutan jenuh dan kristal MgSo4. Dalam daerah qdk. Jika selama proses itu terjadi penguapan yang cukup besar. Data kelarutan itu biasanya diberikan sebagai bagian massa bahan bebas air perseratus bagian dari massa pelarut total atau dalam persen massa zat terlarut bebas air.6H2O. campuran itu adalah larutan jenuh dan MgSO4. diperlukan waktu yang agak panjang untuk mencapai keseimbangan. Bila panen itu mengandung air kristal.7H2O (garam epsom). dan cairan induk itu jenuh pada suhu akhir proses itu. karena air ini tidak terkandung di dalam larutan . air yang terdapat bersama kristal itu harus diperhitungkan. Perolehan Pada kebanyakan proses kristalisasi. Data ini tidak memperhitungkan air kristalisasi.12H2O. Di dalam daerah cihb. Dalam situasi demikian. antara b dan c fase zat padat adalah MgSO4.html (7 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . cairan induk akhir mungkin sangat lewat jenuh dan perolehan yang didapatkan akan lebih kecil dari menurut hasil perhitungan dari kurva kelarutan. H2O.H2O.Bab 8 Antara titik a dan b kristalnya adalah MsSO4. Bila laju pertumbuhan kristal itu lambat. campuran itu terdiri dari larutan jenuh dan kristal MgSO4. kristal dan cairan induk berada pada waktu yang cukup lama sehingga mencapai keseimbangan. Dalam daerah dljc.7H2O. Kunci dalam perhitungan perolehan zat terlarut file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Perolehan dari proses itu dapat dihitung dari konsentrasi awal dan kelarutan pada suhu akhir. dan di atas titik d kristal itu adalah MgSO4. karena fase padat itu tidak mengandung pelarut. perhitungan perolehan itu sederhana. kuantitasnya harus diketahui atau dapat diperkirakan. Hal ini sangat besar bila larutan itu viskos atau dimana kristal itu mengumpul di dasar kristalisator sehingga hanya sedikit saja permukaan kristal yang terkena larutan lewat jenuh. Jika kristal itu bebas air.

5 persen dari total air yang terdapat di dalam sistem itu menguap. Mc Cabe.5 persen MgSO4 bebas air dan 75. dkk. Suatu larutan yang terdiri dari 30 persen MgSO4 dan 70 persen H2O didinginkan sampai 60 oF.5 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.5 persen H2O.1 BM MgSO4. 1985.html (8 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Misalkan larutan awal 1000 kg.4 BM 7H2O = 126. Air total = 70 % x 1000 = 700 kg Penguapan = 5 % x 700 = 35 kg BM MgSO4 = 120. konsentrasi atau kuantitas yang didasarkan atas air bebas dapat dikurangkan untuk memberikan hasil yang benar. Berapa kilogram kristal yang didapat per kilogram campuran semula? Penyelesaian: Dari gambar diagram fasa terlihat bahwa kristal itu adalah MgSO4. Selama pendinginan. Contoh 28-1.7H2O = 246.Bab 8 bebas air ialah menyatakan semua massa dan konsentrasi sebagai garam hidrasi dan air bebas. Oleh karena kuantitas yang terakhir ini yang tetap berada dalam fase cair selama berlangsungnya kristalisasi.7H2O dan bahwa konsentrasi cairan induk pada suhu 60 oF adalah 24.

Contoh 12-11.1 Geankoplis. MgSO4. 1987 Larutan garam 10. Kristal garam yang terbentuk Na2CO3.5 % H2O.10H2O jika data kelarutan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.5% MgSO4 dan 75. Hitung kristal hasil Na2CO3.html (9 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .7H2O dan H2O mempunyai perbandingan 24.16 = 49. MgSO4.7H2O = Air bebas = 100 – 50.Bab 8 MgSO4.7H2O (cairan induk+kristal): Air bebas = 1000 – 35 – 614 = 351 kg Dalam 100 kg cairan induk: MgSO4.84 kg Dalam 1000 kg larutan awal.000 kg dengan 30 % berat Na2CO3 didinginkan hingga suhu 293 K.10H2O.7H2O pada cairan induk: Panen akhir adalah 614 – 353 = 261 kg kristal per 1000 kg larutan awal.

Neraca massa Na2CO3 …(2) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Penyelesaian: BM Na2CO3 = 106 BM 10H2O= 180.10H2O.Bab 8 adalah 21.10H2O = 286.2 W = kg air yang menguap S = kg cairan induk C = kg kristal Na2CO3. Asumsi tidak ada air yang menguap.5 kg Na2CO3/100 kg air total. pada: a. b.2 BM Na2CO3. a) W = 0 Neraca massa air …(1) fraksi berat air dalam kristal.html (10 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Asumsi bahwa 3 % dari total larutan hilang karena penguapan air.

html (11 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .10H2O S = 3070 kg larutan induk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.Bab 8 Dari (1) dan (2): C = 6370 kg Na2CO3.10H2O S = 3630 kg larutan induk b) W = 0.3 (10000) = 300 kg H2O Neraca massa air …(3) Neraca massa Na2CO3 …(4) Dari (3) dan (4): C = 6630 kg Na2CO3.