P. 1
Laporan Mikrobiologi Pewarnaan

Laporan Mikrobiologi Pewarnaan

|Views: 579|Likes:
Published by Risali Addini
Laporan Mikrobiologi Pewarnaan
Laporan Mikrobiologi Pewarnaan

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Risali Addini on May 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bakteri berasal dari kata latin bacterium, untuk jamaknya bacteria yang artinya adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri.

Bakteri memiliki beberapa bentuk yaitu basil (tongkat), coccus, spirilum. Bakteri yang berbentuk tongkat maupun kokus dibagi menjadi beberapa macam. Pada bentuk basil pembagiannya yaitu basil tunggal, diplobasil, dan tripobasil. Sedangkan pada coccus dibagi menjadi monococcus, diplococcus, sampai stophylococcus. Khusus pada spirilum hanya dibagi dua yaitu setengah melengkung dan melengkung (Dwidjoseputro, 2005).

Melihat dan mengamati bakteri dalam kedaan hidup sangat sulit, karena selain bakteri itu tidak berwarna juga transparan dan sangat kecil. Untuk mengatasi hal tersebut maka dikembangkan suatu teknik pewarnaan sel bakteri yang merupakan salah satu cara yang paling utama dalam penelitian-penelitian mikrobiologi (Dwidjoseputro, 2005).

Bakteri umumnya tidak memiliki pigmen sehingga tidak berwarna dan hampir tidak kelihatan karena tidak kontras dengan medium dimana mereka hidup. Oleh karena itu, perlu dilakukan pewarnaan agar bakteri tampak jelas bila diamati dengan mikroskop.

Prinsip dasar dari pewarnaan ini adalah adanya ikatan ion antara komponen seluler dari bakteri dengan senyawa aktif dari pewarnaan yang disebut kromogen. Terjadi ikatan ion karena adanya muatan listrik baik pada komponen seluler maupun pada pewarnaan.

Berdasarkan adanya muatan ini maka dapat dibedakan pewarna asam dan pewarna basa (Dwidjoseputro, 2005).

Pewarnaan dikelompokkan menjadi pewarnaan langsung dengan pewarnaan basa, pewarnaan tak langsung atau pewarnaan negatif dan pewarnaan gram. Pewarnaan basa adalah pewarnaan yang langsung mewarnai bakteri. Pewarnaan negatif adalah pewarnaan yang tidak langsung mewarnai bakteri, melainkan mewarnai latar belakang preparat bakteri tersebut. Pewarnaan ini dilakukan dengan menggunakan pewarna yang bersifat asam seperti tinta cina. Pewarnaan gram merupakan pewarnaan umum dalam bidang bakteriologi. Dengan pewarnaan ini, kelompok bakteri dibedakan menjadi dua yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Hasil akhir dari pewarnaan gram adalah bakteri gram positif akan berwarna ungu/biru, sementara bakteri gram negatif akan berwarna merah.

Oleh karena itu

dilakukan percobaan

untuk

mengetahui teknik

pewarnaan

mikroorganisme sehingga mempermudah dalam melihat bagian-bagian bakteri.

1.2 Tujuan Percobaan

a. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri. b. Mengetahui fungsi dari pewarnaan bakteri. c. Mengetahui perbedaan bakteri gram positif dan bakteri gram negatif.

Mikroorganisme sulit dilihat dengan mikroskop cahaya.1998). Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya sehingga pengecatan gram tidak bias dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp. bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan. begitu pula dengan bakteri. Yang didasarkan dari reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. Bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua yatu. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air. Alasan inilah yang menyebabkan zat warna digunakan untuk mewarnai mikroorganisme ataupun latar belakangnya.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi. Sedangkan pewarnaan yang digunakan untuk memilahkan mikroorganisme disebut pewarnaan diferensial yang memilahkan bakteri menjadi kelompok gram positif dan gram negatif. Pewarnaan diferensial lainnya ialah pewarnaan ziehl neelsen yang memilihkan bakterinya menjadi kelompok-kelompok tahan asam dan tidak tahan asam (Dwidjoseputro. Metode pengecatan pertama kali ditemukan oleh Christian Gram pada tahun 1884. . Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. Pewarnaan yang digunakan untuk melihat salah satu struktur sel disebut pewarnaan khusus. Zat warna mengadsorpsi dan membiaskan cahaya sehingga kontras mikroorganisme disekelilingya ditingkatkan. karena tidak mengadsorpsi ataupun membiaskan cahaya. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan. Dengan metode ini. Penggunaan zat warna memungkinkan pengamatan struktur sel seperti spora dan bahan infeksi yang mengandung zat pati dan granula fosfat. struktur dan sifat-sifat yang khas.

Zat warna asam yang bermuatan negatif ini tidak dapat berkaitan dengan muatan negatif yang terdapat pada struktur sel. Zat warna yang digunakan dalam pewarnaan bersifat basa dan asam. 1998). sehingga mikroorganisme lebih jelas terlihat (Dwidjoseputro. namun biasanya dimanfaatkan untuk mewarnai mikroorganisme. 1986). pewarnaan spora. pewarnaan kapsul. Pewarnaan Neisser atau Albert digunakan untuk melihat granula metakromatik (volutin bodies) pada Corynebacterium diphtheriae. Zat warna dikelompokkan menjadi dua. Umumnya zat warna yang digunakan adalah garam-garam yang dibangun oleh ion-ion yang bermuatan positif dan negatif dimana salah satu ion tersebut berwarna. Kadangkala zat warna negatif digunakan untuk mewarnai bagian sel yang bermuatan positif. Pada zat warna basa bagian yang berperan dalam memberikan warna disebut disebut kromofor dan memiliki muatan positif. membran sel dan sitoplasmasewaktu proses pewarnaan muatan positif pada zat warna basa akan berkaitan dengan muatan negatif dalam sel. pada zat warna asam bagian yang berperan memberikan zat warna mempunyai muatan negatif zat warna basa lebih banyak digunakan karena muatan negatif banyak ditemukan didinding sel. yaitu zat pewarna yang bersifat asam dan basa. Untuk semua prosedur pewarnaan mikrobiologi dibutuhkan pembuatan apusan lebih dahulu sebelum melaksanakan beberapa teknik pewarnaan yang spesifik (Pelczar. Sebaliknya. Berhasil tidaknya suatu pewarnaan sangat ditentukan oleh waktu pemberian warna dan umur biakan yang diwarnai (umur biakan yang baik adalah 24 jam). Jika ion yang mengandung warna adalah ion positif maka zat warna tersebut disebut pewarna basa. Dan bila ion yang mengandung warna adalah ion negatif maka zat warna tersebut disebut pewarna negatif (Trie. dan pewarnaan nukleus. . 2012).Untuk melihat struktur digunakan pewarnaan flagela. 1998). Zat warna asam yang bermuatan negatif lazimnya tidak digunakan untuk mewarnai mikroorganisme. namun biasanya dimanfaatkan untuk mewarnai latar belakang sediaan pewarnaan. perlu diperhatikan bahwa muatan dan daya ikat zat warna terhadap struktur sel dapat berubah bergantung pada pH sekitarnya sewaktu proses pewarnaan (Dwidjoseputro.

Pada biakan tua. maka akan diperoleh kesulitan sewaktu mencari bakteri pada preparatnya. Fiksasi dapat dilakukan dengan cara melewatkan preparat diatas api atau merendamnya dengan metanol. Untuk pewarnaan yang mengamati morfologi sel mikroorganisme maka seringkali setelah pembuatan preparat ulas dilakukan fiksasi diikuti oleh pewarnaan. Pewarnaan sederhana. dan sebagainya) dapat dibedakan dengan menggunakan pewarna sederhana. Mematikan bakteri Secara garis besar teknik pewarnaan bakteri dapat dikategorikan sebagai berikut : 1. yaitu mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya . merupakan pewarna yang paling umum digunakan. Sebaliknya pada suatu suspensi bakteri bila terlalu encer. Kesalahan yang sering kali dibuat adalah menggunakan suspensi bakteri yang terlalu padat terutama bila suspensi tersebut berasal adari bukan media padat. Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus. Kerusakan pada dinding sel ini menyebabkan zat warna dapat keluar sewaktu dicuci dengan lartan pemucat. terdapat kemungkinan penyimpangan hasil pewarnaan gram. Bila digunakan biakan tua. spirilum.Pewarnaan gram memberikan hasil yang baik. Ulasan ini kemudian difiksasi. Sebelum dilakukan pewarnaan dibuat ulasan bakteri di atas kaca objek. Jumlah bakteri yang terdapat pada ulasan haruslah cukup banyak sehingga dapat terlihat bentuk dan penataanya sewaktu diamati. basil. bila digunakan biakan segar yang berumur 24 .48 jam. banyak sel mengalami kerusakan pada dindingdinding selnya. Mengamati bakteri oleh karena sel bakteri lebih jelas terlihat setelah diwarnai 2. Melekatkan bakteri pada glass objek 3. Pewarnaan sederhana Menggunakan satu macam zat warna (biru metilen/air fukhsin) tujuan hanya untuk melihat bentuk sel. Fiksasi digunakan untuk: 1. Ini berarti bahwa bakteri gram positif dengan dinding sel yang rusak tidak lagi dapat memertahankan crystal violet sehingga terlihat sebagai bakteri gram negatif.

Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya. Contoh bakteri yang tergolong bakteri tahan asam. Teknik pewarnaan ini dapat digunakan untuk . 2. Dengan metode pewarnaan gram. Oleh karena itu.bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua. Beberapa contoh zat warna yang banyak digunakan adalah biru metilen dan ungu kristal. Karena itu bakteri ini disebut bakteri tahan asam (BTA). Pewarnaan gram Pewarnaan gram atau metode gram adalah suatu metode untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar. yaitu bakteri gram positif dan gram negatif berdasarkan reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. pengecatan gram tidak bisa dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp. berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. Bakteri-bakteri dari kedua genus ini diketahui memiliki sejumlah besar zat berlemak didalam dinding selnya sehingga menyebabkan dinding sel tersebut relatif tidak permeabel terhadap zat-zat warna yang umum sehingga sel bakteri tersebut tidak terwarnai oleh metode pewarnaan biasa. namun jika bakteri diberi zat warna khusus misalnya karbol-fukhsin melalui proses pemanasan. Pewarnaan Sederhana merupakan satu cara yang cepat untuk melihat morfologi bakteri secara umum. Pewarnaan Tahan Asam Pewarnaan ini ditujukan terhadap bakteri yang mengandung lemak dalam konsentrasi tinggi sehingga sukar menyerap zat warna. maka akan menyerap zat warna dan akan tahan diikat tanpa mampu dilunturkan oleh peluntur yang kuat sekalipun seperti asam-alkohol. Zat warna yang dipakai hanya terdiri dari satu zat yang dilarutkan dalam bahan pelarut. yakni gram positif dan gram negatif. b. seperti pewarnaan sederhana atau gram. ilmuwan Denmark Hans Christian Gram yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae. Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya. yaitu dari genus Mycobacterium dan beberapa spesies tertentu dari genus Nocardia. Pewarnaan differensial a.

4. Pada pewarnaan ini mikroorganisme kelihatan transparan (tembus pandang). (Kesuma. Pewarnaan khusus a. . tidak akan menembus atau berpenetrasi ke dalam sel karena negative charge pada permukaan bakteri. b. Pewarna asam memiliki negative charge kromogen. Pada pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan atau perlakuan yang keras dengan bahan-bahan kimia. Metode ini menggunakan tinta cina. 3. karena jika pembilasan dengan air dapat melarutkan kapsul. Pewarnaan kapsul Pewarnaan ini menggunakan larutan kristal violet panas. Untuk pewarnaan spora. diperlukan teknik pewarnaan khusus. sehingga terbentuk presipitat tebal pada dinding sel dan flagel. seperti halnya pada pewarnaan Basil Tahan Asam dimana cat karbol-fukhsin harus dipanaskan untuk bisa menembus lapisan lilin asam Mycolic dari Mycobacterium. maka terjadinya penyusutan dan salah satu bentuk agar kurang sehingga penentuan sel dapat diperoleh dengan lebih tepat. perlu dilakukan pemanasan supaya cat malachite hijau bisa masuk ke dalam spora. 2013). c. Pewarnaan Klein adalah pewarnaan spora yang paling banyak digunakan. Spora bakteri sulit diwarnai dengan metode Gram.mendiagnosa keberadaan bakteri penyebab tuberkulosis yaitu Mycobacterium tuberculosis . Pewarnaan flagel Pewarnaan flagel dengan memberi suspensi koloid garam asam tanat yang tidak stabil. Garam tembaga juga memberi warna pada latar belakang yang berwana biru gelap. Pewarnaan Spora Spora bakteri tidak dapat diwarnai dengan pewarnaan biasa. lalu larutan tembaga sulfat sebagai pembilasan menghasilkan warna biru pucat pada kapsul. Teknik ini berguna untuk menentukan morfologi dan ukuran sel. Pewarnaan negatif Pewarnaan negatif. Oleh karena itu. metode ini bukan untuk mewarnai bakteri tetapi mewarnai latar belakangnya menjadi hitam gelap. sel tidak berwarna mudah dilihat dengan latar belakang berwarna. Pewarnaan negatif memerlukan pewarna asam seperti tinta cina.

Pipet tetes 2. Sabun cuci 2. Jarum ose 3. Cawan petri 5. Tisu 12.2 Alat dan Bahan 3. Gelas kimia 1000 ml 10. Kertas saring 9. Alkohol .2.30 WITA di Laboratorium Rekayasa Lingkungan bertempat di Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Samarinda. Kaca preparat 6. Rak tabung reaksi 3.2 Bahan-bahan 1. Larutan zat warna tinta cina 4. Mikroskop 7.00 – 18.1 Alat-alat 1.1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 29 April 2013 pukul 16. Botol semprot 11. Lampu bunsen 4. Tabung reaksi 8.2.BAB III METODOLOGI PERCOBAAN 3. 3. Larutan zat warna crystal violet 3.

7. 5 Diteteskan larutan zat warna tinta cina diatas object glass hingga merata. Larutan lugol 6. 5. 3 Diambil secara aseptik satu ose suspensi bakteri dan diratakan diatas object glass. 6.5. 10. Dicuci dengan aquades sampai sisa-sisa zat warna tercuci seluruhnya.1 Pewarnaan sederhana 1. Diamati dengan menggunakan mikroskop. 6. Dibersihkan kaca preparat dengan menggunakan alkohol sampai bebas lemak. . Diambil secara aseptik satu ose suspensi bakteri dan diratakan diatas kaca preparat.3 Cara Kerja 3.3. 9. Aquades 9.3. Diamati dengan menggunakan mikroskop. Larutan zat warna safranin 7. Difiksasi dengan dipanaskan diatas nyala lampu bunsen. 7. Dikeringkan dengan diangin-anginkan. 3. 2. Digambar bentuk bakteri. lalu dibersihkan lagi dengan tisu. Bakteri 3. dan dibiarkan selama 1 atau 2 menit. 4. Dikeringkan dengan diangin-anginkan. 8. 8. Didinginkan lalu diteteskan larutan zat warna crystal violet sebanyak 1 atau 2 tetes. 4 Difiksasi dengan cara dipanaskan diatas nyala lampu bunsen. 3. Digambar bentuk bakteri. Dikeringkan kaca preparat dengan diangin-anginkan hingga terbentuk noda. Difiksasi diatas nyala lampu bunsen. 2 Difiksasi diatas nyala lampu bunsen. lalu dibersihkan lagi dengan tisu. Larutan malachite green 8.2 Pewarnaan negatif 1 Dibersihkan object glass dengan menggunakan alkohol sampai bebas lemak.

3.3.3 Pewarnaan gram 1 Dibersihkan object glass dengan menggunakan alkohol sampai bebas lemak. 15 Digambar bentuk bakteri. .3. 2 Difiksasi diatas nyala lampu bunsen. 6 Didinginkan. lalu dibersihkan lagi dengan tisu. 3 Diambil secara aseptik satu ose suspensi bakteri dan diratakan diatas object glass. 11 Dicuci dengan alkohol selama 30 detik. 7 Dilewatkan diatas api lampu bunsen hingga terlihat uap. 2 Difiksasi diatas nyala lampu bunsen. 5 Difiksasi dengan dipanaskan diatas lampu bunsen. 10 Dicuci dengan aquades dan dikeringkan dengan diangin-anginkan. 8 Didiamkan 1 menit lalu dibuang kertas saring. 8 Dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. 12 Diteteskan larutan zat warna safranin sebanyak 2 atau 3 tetes. 7 Dicuci dengan aquades sampai sisa-sisa zat warna tercuci seluruhnya. 4 Dikeringkan object glass dengan diangin-anginkan hingga terbentuk noda. jangan sampai zat warna mendidih dan mengering. 3 Diambil secara aseptik satu ose suspensi bakteri dan diratakan diatas object glass. 9 Diteteskan larutan lugol dan dibiarkan selama 1 menit. 3. 13 Dicuci dengan aquades. 14 Diamati dengan menggunakan mikroskop. 6 Diteteskan malachite green sebanyak 2 atau 3 tetes. 9 Dicuci dengan aquades dan dibiarkan selam 30 detik. 5 Ditutup object glass dengan kertas saring.4 Perwarnaan spora 1 Dibersihkan object glass dengan menggunakan alkohol sampai bebas lemak. 4 Dikeringkan object glass dengan diangin-anginkan hingga terbentuk noda. lalu diteteskan zat warna crystal violet sebanyak 2 atau 3 tetes dan dibiarkan selama 1 menit. lalu dibersihkan lagi dengan tisu.

10 Diteteskan safranin dan dibiarkan selama 30 detik. 11 Difiksasi tanpa dipanaskan. 12 Diamati dengan menggunakan mikroskop. 13 Digambar bentuk bakteri. .

Pewarnaan Negatif 1. Gambar Pewarnaan Sederhana 1. Bakteri Bentuk: coccus (bulat) Warna: transparan Perbesaran okuler: 10x Perbesaran objektif: 40x Perbesaran: 400 3. Bakteri Bentuk: spirillum Warna: merah Perbesaran okuler: 10x Perbesaran objektif: 40x Perbesaran: 400 .BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Pewarnaan Gram 1. Bakteri Keterangan Bentuk: basil (tongkat) Warna: ungu Perbesaran okuler: 10x Perbesaran objektif: 40x Perbesaran total: 400 2.1 Hasil Pengamatan Tabel Hasil Pengamatan Bakteri Yang Terbentuk No 1.

Pewarna yang digunakan dalam pewarnaan gram antara lain crystal violet. Pewarnaan negatif yaitu pewarnaan yang ditujukan terhadap bakteri yang sulit diwarnai. dimana bakterinya tidak diwarnai melainkan latar belakangnya. alkohol.2 Pembahasan Pewarnaan sederhana yaitu pewarnaan dengan menggunakan satu macam zat warna dengan tujuan hanya untuk melihat bentuk sel bakteri dan untuk mengetahui morfologi dan susunan selnya. safranin. dimana digunakan larutan zat warna yang tidak meresap kedalam sel-sel bakteri melainkan melatarbelakangi sehingga kelihatan atau nampak sebagai bentuk-bentuk kosong tak berwarna atau negatif (Trie. Perbedaan zat warna ini disebabkan oleh perbedaan dalam struktur kimiawi dinding selnya. karbol. 2012).4. metode pewarnaan negatif merupakan suatu metode perwarnaan umum. Adapun bakteri gram negatif akan kehilangan zat warna crystal violet setelah dicuci dengan alkohol. dan safranin (Trie. Pewarnaan Spora 1. dan sewaktu diberi zat pewarna air fukhsin atau safranin akan tampak berwarna merah. 2012). metylen blue. Pewarnaan ini dapat menggunakan pewarnaan basa pada umumnya antara lain kristal violet. fuchsin. Bakteri gram positif akan mempertahankan zat warna crystal violet dan akan tampak berwarna ungu tua di bawah mikroskop. Spora bakteri Warna: merah Perbesaran okuler: 10x Perbesaran objektif: 40x Perbesaran: 400 4. 2012). dan iodine (Trie. Pewarnaan gram merupakan pewarnaan yang digunakan untuk mengelompokan bakteri gram positif dan gram negatif. .

Prinsip pewarnaan sederhana didasarkan pada zat warna yang digunakan hanya terdiri dari satu zat yang dilarutkan dalam bahan pelarut yang merupakan suatu cara yang cepat untuk melihat morfologi bakteri secara umum (Trie. 2012). Industri utamanya adalah sebagai pewarna untuk pernis. membunuh bakteri secara cepat dengan tidak mengubah bentuk dan strukturnya. Prinsip pewarnaan spora yaitu suatu metode pewarnaan yang menggunakan malachite green dan safranin. mencegah mengkerutnya globula-globula protein sel. yang dalam hasilnya pewarnaan akan muncul warna hijau pada sporanya dan warna merah pada sel vegetatifnya (Trie. Nigrosin (tinta cina) adalah campuran dari pewarna sintesis hitam yang dibuat dengan memanaskan campuran nitrobenzena. dan tinta penanda pena. Prinsip pewarnaan gram didasarkan pada perbedaan struktur dinding sel bakteri. sehingga menyebabkan perbedaan reaksi dengan permeabilitas zat warna dan penambahan larutan pencuci (Trie. Didalam biologi. anilin. jamur dan obat cacing. Crystal violet memiliki sifat-sifat anti bakteri. yang dalam hasil pewarnaannya akan muncul warna hijau pada sporanya (Trie. Prinsip pewarnaan negatif yaitu suatu metode pewarnaan tidak langsung dimana digunakan larutan zat warna yang tidak meresap kedalam sel bakteri melainkan ke dalam latar belakangnya (Trie. dan hidroklorida. 2012). 2012). 2012). Pewarna ini digunakan sebagai histologis noda dalam metode gram klasifikasi bakteri. 2012). dan mengubah afinitas cat (Trie. Crystal violet adalah pewarna triarylmethane. membuat sel-sel lebih kuat atau keras. nigrosin . mempertinggi sifat reaktif gugusan-gugusan. Crystal violet dipakai sebagai zat warna primer dikarenakan mampu melekatkan bakteri pada kaca dan mencegah autolisis pada sel. 2012).Pewarnaan spora merupakan pewarnaan dengan menggunakan malachite green dan safranin.

untuk memperjelas zat warna. Selain itu pewarnaan negatif dengan nigrosin dapat mengungkapkan beberapa mikroorganisme yang tidak dapat diwarnai dengan metode biasa (Trie. dan mempersulit kelarutan zat warna (Trie. dan untuk desinfikasi darurat air minum. bakteri menjadi tidak berwarna (Kesuma. juga trimetil safranin kedua senyawa berperilaku dasarnya identik dan aplikasi pewarnaan biologi dan kebanyakan prosedur safranin tidak membedakan diantara keduanya. merupakan solusi dari iodium dan iodida dalam air. Safranin juga digunakan sebagai indikator redoks dalam kimia analitik. Mewarnai seluruh inti sel darah merah. memberikan warna pada mikroorganisme non target (Trie. Alkohol yang berfungsi untuk membilas atau melunturkan kelebihan zat warna pada sel bakteri (mikroorganisme). Keuntungan dari menggunakan metode ini daripada noda positif biasa seperti fuchsin. juga dikenal sebagai solusi lugol. yaitu meningkatkan aktifitas peningkatan zat warna oleh bakteri. Lugol’s iodide. Zat ini berfungsi untuk mewarnai kembali sel-sel yang telah kehilangan pewarna utama setelah perlakuan dengan alkohol. metilen blue. 2013). Dengan kata lain. ialah bahwa fiksasi sebelumnya oleh panas atau alkohol tidak diperlukan sehingga organisme terlihat. . Pemberian alkohol pada pengecatan ini dapat mengakibatkan terjadinya dua kemungkinan yaitu. Larutan yodium lugol digunakan sebagai antiseptik dan desinfektan. Persiapan safranin komersial sering mengandung campuran dari kedua jenis. Fungsi larutan lugol. Safranin adalah pewarna biologis yang digunakan dalam histologi dan sitologi.digunakan untuk pewarnaan negatif bakteri. Pewarnaan malachite green adalah pewarnaan yang biasanya digunakan untuk melihat bakteri batang pembentuk spora. 2013). Hal ini juga dapat digunakan untuk deteksi tulang rawan. 2012). atau carbol. Bentuk dan organisme yang terlihat sebagai warna bebas menguraikan terhadap latar belakang gelap. Untuk membuat larutan malachite green dapat digunakan bahan kimia dari malachite green oxalate (Kesuma. dan pewarnaan dan tes medis. 2012). Safranin biasanya memilki struktur kimia. Safranin digunakan sebagai counterstain dalam beberapa protokol pewarnaan. 2012). mikroorganisme (bakteri) akan tetap berwarna ungu.

sebelah dalam dengan jumlah sedikit 10% dari berat kering. sementara bakteri gram negatif tidak (Kesuma.Bakteri gram negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna ungu pada metode pewarnaan gram. berlapis tiga atau multilayer. Tidak resisten terhadap gangguan fisik. 2013). peptidoglikan terdapat didalam lapisan kaku. 3. Resistensi terhadap alkali (1% KOH) lebih pekat . Bakteri gram positif memiliki membran tunggal yang dilapisi peptidoglikan yang tebal (25 – 50 nm) sedangkan bakteri negatif lapisan peptidoglikogannya tipis (1 . Tabel Perbedaan Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif Sifat Komposisi dinding sel Gram positif Kandungan rendah Gram Negatif lipid Lipid tinggi Ketahanan terhadap penisilin Penghambatan warna basa Kebutuhan nutrien Ketahanan terhadap perlakuan fisik Lebih sensitif Lebih dihambat Kompleks Lebih tahan Lebih tahan Kurang dihambat Relatif sederhana Kurang tahan Ciri-ciri bakteri gram negatif yaitu: 1. Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana.3 nm) (Kesuma. 5. Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet. Kurang rentan terhadap senyawa penisilin. 4. tidak mengandung asam tekoat. 2. 6. Kompleks zat iodin terperangkap antara dinding sel dan membran sitoplasma organisme gram positif. sedangkan penyingkiran zat lipida dari dinding sel organisme gram negatif dengan pencucian alkohol memungkinkan hilang dari sel. 2013). Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11 . Struktur dinding selnya tipis. 7. Bakteri gram positif akan mempertahankan zat warna ungu setelah dicuci dengan alkohol. sekitar 10 – 15 mm. Perbedaan dasar antara bakteri gram positif dan negatif adalah pada komponen dinding selnya.22%).

berlapis tunggal atau monolayer.Ciri-ciri bakteri gram positif yaitu: 1. . atau mengenali benda-benda renik yang terlihat kecil menjadi lebih besar dari aslinya. 4. 2. (Kesuma. Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal. Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1 . Lensa objektif. terbalik. 6. Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit. lensa ini berada dekat pada objek yang diamati. Bersifat lebih rentan terhadap penisilin. Struktur dinding selnya tebal.2 Mikroskop Berikut adalah bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya: 1. sekitar 15 . dan diperbesar. tegak. 7. 2013). Resistensi terhadap alkali (1% KOH) larut.80 nm. 5. dan diperbesar dari lensa objektif. Gambar 4. Mikroskop adalah alat yang di gunakan untuk melihat. Lebih resisten terhadap gangguan fisik. lensa ini membentuk bayangan nyata. 2. 3.4%). yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya. Dimana lensa ini diatur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif. Lensa okuler. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan. peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal. Mengandung asam tekoat.

kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk. Meja mikroskop. Pemutar halus (Mikrometer). 12. alat ini dapat putar dan di naik turunkan. Tabung mikroskop. Pada percobaan kali ini dilakukan beberapa jenis pewarnaan yaitu. Pemutar kasar (Makrometer). Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin kemeja objek melalui lubang yang terdapat dimeja objek dan menuju mata pengamat. dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer. 9. 8. berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk. Selanjutnya difiksasi. pewarnaan sederhana. 7. 13. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang dibutuhkan terpenuhi. 2010). dan pewarnaan spora. berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop. (Indriani. lalu dibersihkan dengan aquades agar alkohol tidak menggangu proses pewarnaan nantinya. fiksasi adalah suatu metode persiapan untuk menyiapkan suatu sampel agar tampak realistik dengan menggunakan grutaldehid . tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler. 5. terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. 10. makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat. Diafragma. Pengatur sudut. Langkah pertama adalah membersihkan object glass dengan alkohol agar bebas dari mikroba pengganggu.3. Revolver. 6. Reflektor. berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop. 11. untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop. pewarnaan negatif. sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya. Kaki mikroskop. Lengan mikroskop. pewarnaan gram. penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser. 14. berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan diamati. 4. Penjepit kaca. revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya. Kondesor. pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat.

Beberapa faktor kesalahan pada praktikum antara lain pemberian zat warna yang berlebihan sehingga sel bakteri tidak nampak. Pada pewarnaan negatif digunakan zat warna tinta cina. Sedangkan lugol digunakan untuk mengintensifkan warna utama atau warna dari crystal violet.dengan proses pembakaran. Dan alkohol yang merupakan larutan pencuci digunakan untuk melunturkan zat warna utama. Untuk pewarnaan endospora. dan faktor yang lain adalah pada proses pencucian terlalu deras dalam membilas zat warna dengan air sehingga dapat menyebabkan bakteri larut terbawa air. Fiksasi bertujuan untuk mematikan bakteri dan melekatkan sel bakteri pada object glass tanpa merusak struktur selnya. sedangkan pada badan bakteri zat warna dilepaskan dan mengambil warna merah dari safranin. Pada perwarnaan spora digunakan zat warna malachite green karena spora bakteri (endospora) tidak dapat diwarnai dengan pewarnaan biasa. Dari percobaan yang dilakukan pada pewarnaan sederhana didapatkan bakteri dengan bentuk basil dengan menggunakan perbesaran 400. Pada percobaan ini didapatkan spora yang seharusnya berwarna hijau. perlu dilakukan pemanasan supaya zat warna malachite green bisa masuk ke dalam spora. Dari percobaan yang dilakukan pada pewarnaan negatif didapatkan bakteri dengan bentuk coccus yang tampak transparan dengan menggunakan perbesaran 400. tetapi pada hasil pengamatan yang terlihat hanya warna merah dari safranin. dan safranin merupakan zat warna kedua karena safranin digunakan untuk mewarnai kembali sel-sel yang telah kehilangan zat warna utama setelah perlakuan dengan alkohol. . Untuk itulah dilakukan pemanasan diatas api bunsen dengan ditutup dengan kertas saring hingga terlihat uap. Pada pewarnaan gram digunakan dua zat warna yaitu crystal violet dan safranin. Pada pewarnaan sederhana digunakan zat warna crystal violet. kurang maksimalnya dalam proses fiksasi sehingga masih ada bakteri yang belum mati. Crystal violet ini merupakan zat warna utama dalam pewarnaan gram. Pemanasan ini agar pori-pori bakteri membesar sehingga zat warna malachite green dapat masuk dan dengan pencucian pori-pori kembali mengecil menyebabkan zat warna malachite green tidak dapat dilepas walaupun dilunturkan dengan alkohol.

BAB V PENUTUP 5. substrat. Bakteri gram positif akan mempertahankan zat warna ungu setelah dicuci dengan alkohol. Fungsi dari pewarnaan bakteri adalah untuk mempermudah pengamatan bentuk bakteri. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. 5. c. Bakteri gram negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna ungu setelah dicuci dengan alkohol pada metode pewarnaan gram. pelunturan warna. dan reaksi terhadap pewarna yang diberikan sehingga sifat fisik dan kimia bakteri dapat diketahui. .2 Saran Sebaiknya untuk praktikum selanjutnya dilakukan jenis-jenis pewarnaan yang lebih beragam. sementara bakteri gram negatif tidak.1 Kesimpulan a. mengamati struktur dalam dan luar bakteri. b. misalnya pewarnaan tahan asam dan pewarnaan flagel. Pewarnaan bakteri dipengaruhi faktor-faktor antara lain fiksasi.

http://sulistyaindriani.53 WITA. 2005. 5. diakses pada tanggal 30 April 2013 pukul 19. 2012. Laporan Mikrobiologi Pewarnaan Bakteri. Jakata.html. 2010. Indriani. Dwidjoseputro. Michael. D. Sulistya. Ita. 1986. Kesuma.DAFTAR PUSTAKA 1. . Dasar-Dasar Mikrobiologi. diakses tanggal 24 April 2013 pukul 16. http://itatrie. http://widiindrakesuma.23 WITA. Pelczar.15 WITA. U dan D.blogspot.com/2013/03/praktikum-mikrobiologipewarnaan-bakteri.blogspot. Djambatan. 2. Praktikum Mikrobiologi Pewarnaan Bakteri. 4. Trie. 3.com/2010/07/12/bagian-bagian-mikroskop-danfungsinya. diakses pada tanggal 30 April pukul 20. Dasar – Dasar Mikrobiologi. Widi Indra.com/2012/10/laporan-mikrobiologi-pewarnaan.html. Bagian-Bagian Mikroskop dan Fungsinya.wordpress. Malang. 2013.html.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->