P. 1
BENTUK SEDIAAN TOPIKAL

BENTUK SEDIAAN TOPIKAL

|Views: 302|Likes:
Published by Vifividya Fakhriany

More info:

Published by: Vifividya Fakhriany on May 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/19/2015

pdf

text

original

BENTUK SEDIAAN TOPIKAL Definisi topikal Kata topikal berasal dari bahasa Yunani topikos yang artinya berkaitan

dengan daerah permukaan tertentu. Dalam literatur lain disebutkan kata topikal berasal dari kata topos yang berarti lokasi atau tempat. Secara luas obat topikal didei nisikan sebagai obat yang dipakai di tempat lesi. Berbagai bentuk sediaan obat topikal 1.Obat topikal adalah obat yang mengandung dua komponen dasar yaitu zat pembawa (vehikulum) dan zat aktif. Zat aktif merupakan komponen bahan topikal yang memiliki efek terapeutik, sedangkan zat pembawa adalah bagian inaktif dari sediaan topikal dapat berbentuk cair atau padat yang membawa bahan aktif berkontak dengan kulit. Idealnya zat pembawa mudah dioleskan, mudah dibersihkan, tidak mengiritasi serta menyenangkan secara kosmetik. Selain itu, bahan aktif harus berada di dalam zat pembawa dan kemudian mudah dilepaskan.Untuk mendapatkan sifat zat pembawa yang demikian, maka ditambahkanlah bahan atau unsur senyawa tertentu yang berperan dalam memaksimalkan fungsi dari zat pembawa. Cairan Cairan adalah bahan pembawa dengan komposisi air. Jika bahan pelarutnya murni air disebut sebagai solusio. Jika bahan pelarutnya alkohol, eter, atau kloroform disebut tingtura. Cairan digunakan sebagai kompres dan antiseptik. Bahan aktif yang dipakai dalam kompres biasanya bersifat astringen dan antimikroba. Cara kerja: Pada saat diaplikasikan di permukaan kulit, efek dominan cairan akan berperan melunakkan karena difusi cairan tersebut ke

b. Indikasi cairan Penggunaan kompres terutama kompres terbuka dilakukan pada: a.Dibandingkan dengan solusio. Ulkus yang kotor: ditujukan untuk mengangkat pus atau krusta sehingga ulkus menjadi bersih. Namun sediaan tingtura telah jarang dipakai karena efeknya mengiritasi kulit. Efek kompres terbuka ditujukan untuk vasokontriksi yang berarti mengurangi eritema seperti eritema pada erisipelas. sehingga memberi efek mendinginkan. Cara kerja: Oxydum zincicum sebagai komponen bedak bekerja menyerap air. pada dermatitis akut atau kronik yang mengalami eksaserbasi. Dermatitis eksudatif. Bedak Merupakan sediaan topikal berbentuk padat terdiri atas talcum venetum dan oxydum zincicum dalam komposisi yang sama. Dua bahan ini dipakai sebagai komponen bedak.masa asing yang terdapat di atas permukaan kulit. sebagian kecil akan mengalami evaporasi. Bedak tidak dapat berpenetrasi ke lapisan kulit karena komposisinya yang terdiri dari partikel . Komponen talcum mempunyai daya lekat dan daya slip yang cukup besar. Bedak memberikan efek sangat superi sial karena tidak melekat erat sehingga hampir tidak mempunyai daya penetrasi. sangat ringan. Infeksi kulit akut dengan eritema yang mencolok. c. Oxydum zincicum merupakan suatu bubuk halus berwarna putih bersifat hidrofob. penetrasi tingtura jauh lebih kuat. bedak kocok dan pasta. Bentuk sediaan yang pernah ada antara lain tingtura iodi dan tingtura spiritosa. Talcum venetum merupakan suatu magnesium polisilikat murni.

Dasar salep yang digunakan sebagai pembawa dibagi dalam 4 kelompok yaitu: dasar salep senyawa hidrokarbon. dasar salep serap. misalnya cold cream. misalnya vanishing cream. yaitu sebagai emulsi air dalam minyak (W/O). pada daerah lipatan. Setiap bahan salep menggunakan salah satu dasar salep tersebut. mencegah dan mengurangi pergeseran pada daerah intertriginosa. dasar salep yang bisa dicuci dengan air dan dasar salep yang larut dalam air. Krim Krim adalah bentuk sediaan setengah padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Formulasi krim ada dua. Kontraindikasi salep Salep tidak dipakai pada radang akut. Pasta . terutama dermatosis eksudatif karena tidak dapat melekat. juga pada daerah berambut dan lipatan karena menyebabkan perlekatan.padat. termasuk likenii kasi. Indikasi salep Salep dipakai untuk dermatosis yang kering dan tebal (proses kronik). dan minyak dalam air (O/W). sehingga digunakan sebagai penutup permukaan kulit. Indikasi krim Krim dipakai pada lesi kering dan superi sial. lesi pada rambut. Salep Salep merupakan sediaan semisolid berbahan dasar lemak ditujukan untuk kulit dan mukosa. daerah intertriginosa. Indikasi bedak Bedak dipakai pada daerah yang luas.

Indikasi bedak kocok Bedak kocok dipakai pada lesi yang kering. Bedak kocok Bedak kocok adalah suatu campuran air yang di dalamnya ditambahkan komponen bedak dengan bahan perekat seperti gliserin. oxydum zincicum. aerosol foam. mempunyai daya penetrasi dan daya maserasi lebih rendah dari salep. luas dan superi sial seperti miliaria. Efek pasta lebih melekat dibandingkan salep.Indikasi pasta Pasta digunakan untuk lesi akut dan superi sial. Gel .Pasta ialah campuran salep dan bedak sehingga komponen pasta terdiri dari bahan untuk salep misalnya vaselin dan bahan bedak seperti talcum. Indikasi Pasta dipakai pada lesi kulit yang kering. Beberapa vehikulum yang merupakan pengembangan dari bentuk dasar monofase sediaan lain. Pasta merupakan salep padat. Sediaan ini telah jarang digunakan karena efeknya seperti krim. Bedak kocok ini ditujukan agar zat aktif dapat diaplikasikan secara luas di atas permukaan kulit dan berkontak lebih lama dari pada bentuk sediaan bedak serta berpenetrasi kelapisan kulit. yaitu gel. Pasta pendingin Pasta pendingin disebut juga linimen merupakan campuran bedak. cat. kaku yang tidak meleleh pada suhu tubuh dan berfungsi sebagai lapisan pelindung pada bagian yang diolesi. salep dan cairan. jelly. losion.

b. alginate. pektin. Gel ini merupakan suatu suspensi yang terdiri dari alumunium hidroksida yang tidak larut dan alumunium oksida hidrat. sediaan gel memilliki keistimewaan: a. Gel fase tunggal terdiri dari makromolekul organik yang tersebar dalam suatu cairan sedemikian hingga tidak terlihat adanya ikatan antara molekul besar yang terdispersi dan cairan. Absorpsi pada kulit lebih baik daripada krim. Sediaan ini berbentuk kental. Sangat baik dipakai untuk area berambut. Berdasarkan sifat dan komposisinya. Jelly Jelly merupakan dasar sediaan yang larut dalam air. Losion Losion merupakan sediaan yang terdiri dari komponen obat tidak dapat larut terdispersi dalam cairan dengan konsentrasi mencapai 20%.Gel merupakan sediaan setengah padat yang terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel organik dan anorganik. Gel fase ganda yaitu gel yang terdiri dari jaringan partikel yang terpisah misalnya gel alumunium hidroksida. Disukai secara kosmetika. Gel segera mencair jika berkontak dengan kulit dan membentuk satu lapisan. berwarna putih. Komponen yang tidak tergabung ini . Karbomer membuat gel menjadi sangat jernih dan halus. Gel dikelompokkan ke dalam gel fase tunggal dan fase ganda. borak gliserin. yang efektif untuk menetralkan asam klorida dalam lambung. Mampu berpenetrasi lebih jauh dari krim. terbuat dari getah alami seperti tragakan. c. Gel fase tunggal dapat dibuat dari makromolekul sintetik (misalnya karbomer) atau dari gom alam (seperti tragakan). Gel juga baik dipakai pada lesi di kulit yang berambut.

Foam saat diaplikasikan cepat mengalami evaporasi. Beberapa keistimewaan losion. . propelen. favorit pada anak. katup dan penyemprot. cat merupakan bentuk lain solusio yang berisi komponen air dan alkohol. losion steroid. Penggabungan komponen alkohol dan air menjadikan sediaan ini mampu bertahan lama. Foam aerosol merupakan emulsi yang mengandung satu atau lebih zat aktif menggunakan propelen untuk mengeluarkan sediaan obat dari wadah. hidung. tersebar rata. mulut. yaitu mudah diaplikasikan. Foam aerosol merupakan sediaan baru obat topikal. Pemakaian losion meninggalkan rasa dingin oleh karena evaporasi komponen air. Keistimewaan foam: 1. Sediaan foam yang pernah dilaporkan antara lain ketokonazol foam dan betametasone foam. losion faberi. konsentrat zat aktif.menyebabkan dalam pemakaian losion dikocok terlebih dahulu. Foam aerosol Aerosol merupakan sediaan yang dikemas di bawah tekanan. mengandung zat aktif yang dilepas pada saat sistem katup yang sesuai ditekan. Contoh losion yang tersedia seperti losion calamin. Sediaan baru pernah dilaporkan berupa solusio ciclopirox 8% sebagai cat kuku untuk terapi onikomikosis. Foam dapat berisi zat aktif dalam formulasi emulsi dan surfaktan serta pelarut. sehingga zat aktif tersisa cepat berpenetrasi. paru. 2. Sediaan foam memberikan efek iritasi yang minimal Cat Pada dasarnya. Sediaan ini digunakan untuk pemakaian lokal pada kulit. Komponen dasar aerosol adalah wadah.

Krim Penetrasi krim jenis W/O jauh lebih kuat dibandingkan dengan O/W karena komponen minyak menjadikan bentuk sediaan bertahan lama di atas permukaan kulit dan mampu menembus lapisan kulit lebih jauh.9. berada lama di atas permukaan kulit dan kemudian berpenetrasi. Bentuk sediaan ini lebih dominan sebagai pelindung karena sifatnya yang tidak meleleh pada suhu tubuh.9.11.3. Krim O/W memiliki daya pendingin lebih baik dari krim W/O. Namun krim W/O kurang disukai secara kosmetik karena komponen minyak yang lama tertinggal di atas permukaan kulit. sementara daya emolien W/O lebih besar dari O/W.11.12 . Dasar salep yang dapat dicuci dengan air dan dasar salep larut dalam air mampu berpenetrasi jauh ke hipodermis sehingga banyak dipakai pada kondisi yang memerlukan penetrasi yang dalam. 5. 5. Oleh karena itu salep berbahan dasar hidrokarbon digunakan sebagai penutup.9.12 5.9.11 4. 5. 5.11 Salep berbahan dasar salep serap (salep absorpsi) kerjanya terutama untuk mempercepat penetrasi karena komponen airnya yang besar. Pasta berlemak saat diaplikasikan di atas lesi mampu menyerap lesi yang basah seperti serum. Salep Salep dengan bahan dasar hidrokarbon seperti vaselin. Pasta Sediaan berbentuk pasta berpenetrasi ke lapisan kulit.

11. Penambahan komponen cairan dan gliserin bertujuan agar komponen bedak melekat lama di atas permukaan kulit dan efek zat aktif dapat maksimal. penambahan komponen cairan membuat sediaan ini lebih mudah berpenetrasi ke dalam lapisan kulit.12 7.9. Pasta pendingin Sedikit berbeda dengan pasta. Bedak kocok Mekanisme kerja bedak kocok ini lebih utama pada permukaan kulit.11.9. 5. disebabkan kemampuan gel membentuk lapisan absorpsi .6. Rute difusi jalur transfolikuler gel juga baik. Gel Penetrasi gel mampu menembus lapisan hipodermis sehingga banyak digunakan pada kondisi yang memerlukan penetrasi seperti sediaan gel analgetik. 5.12 8. namun bentuknya yang lengket menjadikan sediaan ini tidak nyaman digunakan dan telah jarang dipakai.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->