PENGARUH GRAVITASI TERHADAP TEKANAN DARAH

AGUNG MANGKUNEGARA

FAKULTAS KEDOKTERAN UMUM UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA 2012 KATA PENGANTAR

Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Alloh SWT. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangankekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi. Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas di Fakultas Kedokteran Umum Universitas Islam Sumatera Utara. Penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan. mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Sumatera Utara. Maret 2012 Penulis . dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah. yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Pengaruh Gravitasi Terhadap Tekanan Darah”.

tekanan tidak boleh terlalu tinggi sehingga menimbulkan beban kerja tambahan bagi jantung dan meningkatkan resiko kerusakan pembuluh serta kemungkinan rupturnya pembuluh-pembuluh halus. Tekanan ini harus diukur secara ketat dengan dua alasan. jika arteriol di salah satu jaringan berdilatasi. Aliran darah kesuatu jaringan bergantung pada gaya dorong berupa tekanan darah arteri rata-rata dan derajat vasokonstriksi arteriol-arteriol jaringan tersebut. Dua penentu utama tekanan darah arteri rata-rata adalah curah jantung dan resistensi perifer total.Definisi Tekanan Darah Tekanan darah adalah tekanan yang dihasilkan oleh darah terhadap pembuluh darah. arteriol di jaringan lain akan mengalami konstriksi untuk mempertahankan tekanan darah arteri yang adekuat. Kedua. sehingga darah mengalir tidak saja ke jaringan yang mengalami vasodilatasi tetapi juga ke otak. Dengan demikian variabel kardiovaskuler harus terus menerus diubah untuk mempertahankan tekanan darah yang konstan walaupun kebutuhan jaringan akan darah berubahubah. Karena. Peningkatan tekanan darah disebabkan peningkatan volume darah atau elastisitas pembuluh darah. yang harus mendapatkan pasokan darah yang konstan. tanpa tekanan ini. Faktor-faktor yang menentukan Tekanan Darah . otak dan jaringan lain tidak akan menerima aliran yang adekuat seberapapun penyesuaian lokal mengenai resistensi arteriol ke organorgan tersebut yang dilakukan. Pertama. tekanan arteri rata-rata bergantung pada curah jantung dan derajat vasokonstriksi arteriol. Tekanan darah dipengaruhi volume darah dan elastisitas pembuluh darah. Perubahan setiap faktor tersebut akan mengubah tekanan darah kecuali apabila terjadi perubahan kompensatorik pada variabel lain sehingga tekanan darah konstan. tekanan tersebut harus cukup tinggi untuk menghasilkan gaya dorong yang cukup. Sebaliknya. penurunan volume darah akan menurunkan tekanan darah. Tekanan Darah Arteri Rata-rata Tekanan darah arteri rata-rata adalah gaya utama yang mendorong kearah jaringan. Mekanisme-mekanisme yang melibatkan integrasi berbagai komponen sistem sirkulasi dan sistem tubuh lain penting untuk mengatur tekanan darah arteri rata-rata.

yang disebut arteriole. Nadi radial adalah nadi yang paling sering . Tekanan darah = Curah jantung x Tahanan tepi Faktor-faktor yang mempengaruhi curah jantung seperti frekuensi jantung dan isi sekuncup. dan karena inilah maka jaringan kapiler ini tidak memberikan tahanan terhadap aliran darah seperti yang diberikan oleh arteriole. Pengurangan dalam jumlah sel darah merah yang beredar sedikit berpengaruh pada viskositas. Pengganti plasma seperti dextran merupakan cairan kental. tetapi akan meningkat pada polisitemia. Tahanan terhadap aliran darah terutama terletak di arteri kecil tubuh. berikutnya lagi 2 dan seterusnya. yang memberikan tahanan dua sampai tiga kali lebih besar daripada air biasa atau larutan garam. Waktunya harus dimulai dari nadi pertama dan nadi pertama ini harus di hitung sebagai nol (0). maka harus ditentukan jumlah siklus jantung dalam satu menit. tetapi meskipun setiap kapiler akan memberikan tahanan yang lebih besar di banding sebuah arteriole. Nadi Arteri Denyut arteri paling mudah diraba dan seringkali dapat dilihat. terdapat sejumlah besar kapiler yang tersusun paralel dan berasal dari satu arteriole. Kapiler merupakan pembuluh darah yang jauh lebih kecil dari erteriole. Tahanan ini disebut tahanan tepi.Agar kita mendapatkan tekanan darah maka harus ada curah jantung dan tahanan terhadap aliran darah sirkulasi sistemik. Berikutnya dihitung sebagai 1. lengket. Viskositas darah Tahanan yang diberikan oleh arteriole dari ukuran tertentu bergantung pada viskositas darah. Bila nadi dipakai untuk menentukan frekuensi jantung. Viskositas darah bergantung sebagian pada plasma dan sebagian pada jumlah sel darah merah yang ada. Faktor yang mempengaruhi ukuran suatu arteriole. tetapi akan berkurang bila diberikan sejumlah besar larutan garam. Akibatnya terdapat sejumlah lintasann alternatif bagi darah dalam perjalanannya dari arteriole ke vena. Pembuluh darah berdiameter kecil inilah yang memberikan tahanan terbesar pada aliran darah. Darah yang merupakan cairan kental. Viskositas darah yang rendah akan berhubungan dengan tekanan darah rendah dan darah berviskositas tinggi dengan tekanan darah tinggi.Viskositas darah biasanya konstan.

Koartaksio Aorta Suatu obstruksi di arkus aorta pada bagian duktus arteriosus disebut koartaksio aorta. suatu manset tangan yang dapat di isi udara diletakan melingkari lengan atas. Perlu diingat bahwa perubahan tekanan darah di arteri radialis inilah yang terasa bilamana nadi ditentukan. Adanya tahanan terhadap aliran darah proksimal dari tempat pengukuran inilah yang menghilangkan perbedaan tekanan antara sistole dan diastole. Darah akan mencapai anggota bagian bawah lewat anastomose. tidak . namun nadi tidak dapat diraba. sehingga kadang-kadang dapat diraba denyut di arteri-arteri interkostal yang membesar dengan meletakkan tangan pada leher bagian belakang seperti menegakkan penderita. Begitu pula suatu obstruksi dicabang arteri akan menghilangkan atau merubah nadi. kenaikan tekanan yang cepat dari 80 mmHg ke 120 mmHg waktu sistole dihantarkan secepatnya melalui arteri dengan kecepatan kira-kira enam meter per detik dan perubahan tekanan memerlukan kira-kira 1/10 detik untuk mencapai pergelangan tangan. sehingga tekanan darah femoral akan lebih rendah daripada tekanan darah brankial. Pengukuran Tekanan Darah Metode standar dalam pengukuran tekanan darah seorang penderita hádala memakai teknik yang dikembangkan oleh Korotkov pada tahun 1905. Perlu diperhatikan dalam membedakan antara tekanan darah dan aliran darah.dipakai untuk menentukan frekuensi jantung. jadi adnya tahanan arteriole menghilangkan perubahan tekanan dari kapiler. dan tekanan merupakan tekanan rata-rata 100 mmHg. Darah yang dikeluarkan dari jantung setiap denyut mengalir jauh lebih lambat dan memerlukan sejumlah detik untuk mencapai pergelangan tangan dan tidak tiba sebelum lewat beberapa denyut. fakta bahwa tidak ada nadi bukan berarti bahwa tidak ada aliran darah di dalam arteri. maka darah akan mengalir melalui saluran-saluran anastomose. Bila terdapat obstruksi total. dimana masih terdapat suatu aliran darah yang memadai. Fluktuasi tekanan darah di dalam arteri antara tekanan sistole (120 mmHg) dan tekanan diastole (80 mmHg) yang menimbulkan adanya naddi. Nadi di anggota bagian bawah kemudian dapat dikurangi atau hilang. Bila karena suatu sebab tidak terdapat perbedaan antara kedua tekanan tersebut. Meskipun adanya denyut nadi memastikan bahwa lintasa pembuluh darah utama adalah pasti antara jantung dan lokasi perabaan nadi.

Kadang-kadang sewaktu pengukuran tekanan darah seorang penderita hipertensi di temukan suatu interval sunyi. dengan jarak 3 cm antara bagian bawah manset dan fossa kubiti di situ.terlalu erat. suara tersebut berubah sifatnya menjadi suara tertutup. menandakan suatu tekanan darah sistole tinggi. Kemudian stetoskop diletakan di atas arteri brakialis dan tekanan didalam manset di turunkan perlahan-lahan. suara-suar menjadi semakin keras. Bila tekanan manset di turunkan dari 300 mmHg. Pada tekanan kira-kira 180 mmHg suara-suara itu menghilang untuk timbul kembali pada kira-kira 150 mmHg. suara-suara mungkin dimulai umpama pada 220 mmHg. Dengan menurunnya tekanan. tetapi pada saat terciptanya tekanan darah diastole. yaitu bila suara yang seirama dengan denyut jantung terdengar lewat stetoskop. suara-suara mendadak menjadi tertutup pada tekanan 100 mmHg pada 85 mmHg menghilang dan tidak timbul lagi. Interval sunyi. Tekanan darah penderita dalam hal ini adalah sistole 220 mmHg dengan diastole 100 mmHg. tangan yang lain memompa mengisi manset sampai suatu tekanan di atas tekanan dimana nadi radialis menghilang. Nadi arteri brakialis yang terletak di fosa kubiti pada siku dapat ditemukan dengan palpasi. tidak akan terdengar suara sampai tekanan darah sistole tercapai. karena aliran arteri ini bersifat laminar dan tidak akan terdengar suara sebelum manset diisi udara. Sedikit lebih bawah suarasuara itu akhirnya menghilang dan tidak muncul lagi. Dengan terus menurunnya tekanan manset. Manset tersebut diisi udara dengan pompa tangan kecil dan tekanan di dalam magnet diukur dengan statu manometer merkuri. Alat ini disebut Sfigmomanometer. Ini menandakan tekanan darah sistole. Dengan makin menurunnya tekanan manset. Meskipun jarang timbul interval sunyi ini merupakan suatu jebakan bagi dokter yang kurang teliti. Titik dimana suara menjadi tertutup dianggap sebagai tekanan darah diastole. sehingga terdapat interval sunyi diantara kedua tekanan ini. Arteri ini terletak dibagian medial dari tendon bisep dan denyut arteri ini sering sekali dapat dilihat bila tangan dalam keadaan ekstensi total. Kemudian dilakukan palpasi pada nadi radialis di pergelangan tangan dan sambil jari-jari tangan kita melakukan palpasi. Hal ini sering terjadi pada mereka yang secara rutin mamompa manset sampai kira-kira 160 mmHg dan tidak seperti . menerus. maka Guna katup mempertahankan pengeluaran penurunan dibuka tekanan makin secara lebar terus harus dengan menurunnya tekanan. Perlu diperhatikan bahwa stetoskop tidak dapat digunakan untuk menentukan lokasi arteri brakialis.

pemotongan arteri brakial. . skar. Pastikan juga tidak ada fistula arteri vena untuk dialisa. Pada kebanyakan orang tekanan darahnya berfluktuasi sebanyak 10 mmHg dengan pernafasan. Pastikan kamar periksa nyaman dan tenang 3. tanda-tanda lymph edema 5. Perintahkan sampel untuk duduk istirahat selama 5 menit dikursi. maka tidak mungkin menentukan tekanan darah secara tepat dalam lingkungan yang ramai. Bila mana suara-suara telah menghilang dibawah tekanan diastole yang ditetapkan. Jika berdiri. Lengan diletakkan sejajar dengan jantung 4. Persiapan sebelum pengukuran tekanan darah 1. maka masih perlu penurunan tekanan manset diteruskan untuk meyakinkan bahwa tidak ada suara-suara yang timbul kembali. Idealnya. 2. Karena suara kortkov sangat lemah. Bila dipakai suatu stetoskop. Pastikan lengan yang akan diperiksa tidak ditutupi oleh pakaian. Palpasi arteri brakial untuk memastikan pulsasinya baik 6. beritahukan sampel untuk tidak merokok atau meminum minuman yang mengandung kafein setidaknya 30 menit sebelum pengukuran dilakukan.diterangkan diatas. Posisikan lengan sehingga arteri brakial pada fossa antecubitti berada sejajar dengan jantung 7. Perlu dicegah agar tidak menyentuh tabung karet sehingga tidak akan menimbulkan suara-suara tambahan. untuk mempertahankan posisi lengan setinggi pertengahan dada penderita. Penting dicatat bahwa manset ”tidak boleh terisi untuk jangka waktu lama” dan tekanan manset harus ”diturunkan sampai nol” setiap kali pemakaian. Oleh sebab itu mustahil menentukan tekanan darah seseorang dengan ketepataan sampai satu milimeter merkuri ( umpama 117/82) kecuali bila fase respirasi pada waktu pengukuran kedua nilai juga di catat. Bagian telinga dari alat tersebut bila dilihat dari arah atas perlu dimasukkan ke arah masuk dan maju. Biasanya dengan ketepatan sampai 5 mmhg juga sudah mencukupi. maka perlu di perhatikan bahwa memasukkan alat tersebut kedalam telinga dengan cara yang benar. yaitu memompa hingga nadi radialis menghilang. Jika sampel duduk letakkan lengan pada meja yang lebih tinggi sedikit dari pinggang sampel.

Sinyal dari arkus aorta melewati nervus vagus ke area yang sama di batang otak. Pada posisi tegak. Selain tekanan dari kontraksi jantung. selain itu cairan berkumpul dalam ruang interstisium akibat peningkatan tekanan hidrostatik dalam kapiler menyebabkan edema. Posisi tubuh mempengaruhi tekanan darah melalui hubungannya dengan efek gravitasi. Tekanan yang menurun menyebabkan baroreseptor menjadi inaktif. Jika darah aliran darah serebrum berkurang sampai kurang dari 60% aliran dalam posisi berbaring akan muncul gejala-gejala iskemia serebrum yang kemudian menyebabkan penurunan kesadaran. pembuluh darah dibawah jantung mendapat beban tambahan dari berat kolom darah (perbedaan tinggi tingkat jantung-pembuluh). Berkurangnya frekuensi denyut jantung dan kekuatan kontraksi jantung. Vasodilatasi di seluruh sistem sirkulasi perifer b. darah mengumpul dalam pembuluh pengumpul venosa di ekstremitas bawah sehingga isi sekuncup berkurang. Sinyal sekunder dari traktus solitarius medula kemudian menghambat pusat vasokonstriktor di medula dan merangsang pusat vagus. gaya gravitasi mempengaruhi seluruh tubuh secara uniform. tekanan darah akan meningkat dengan 10 mmhg setiap 12 cm di bawah jantung. Terdapat beberapa mekanisme kompensasi yang menanggulangi efek gravitasi ini: 1. Sinyal dari sinus karotis melewati saraf Hering ke saraf glosofaringeal kemudian melewati traktus solitarius di medula batang otak. Refleks baroreseptor (keseimbangan aktivitas sistem simpatis- parasimpatis) Baroreseptor/proreseptor pada dinding sinus karotis dan arkus aorta dirangsang oleh peningkatan tekanan dalam pembuluh.Gravitasi dan Tekanan Darah Karena pengaruh gravitasi. Pada kondisi berbaring. Penurunan tekanan darah menyebabkan efek sebaliknya. Jadi dalam keadaan berdiri. Dalam keadaan berbaring kedua tekanan ini akan sama. maka tekanan darah sistole adalah 210 mmHg di kaki tetapi hanya 90 mmHg di otak. Di atas jantung. Karena peningkatan tekanan ini. efek gravitasi berbeda-beda. menyebabkan: a. Terjadi . tekanan darah akan menurun dengan jumlah yang sama.

. sehingga mengurangi penurunan tekanan perfusi (tekanan arteri-vena). Penurunan aliran darah serebrum menyebabkan perubahan metabolik lokal yang meningkatkan vasodilatasi pembuluh serebrum. 2. Tekanan yang ditimbulkan oleh gravitasi (90 mmHg) ditambah tekanan yang ditimbulkan oleh jantung (10 mmHg) menghasilkan tekanan vena 100 mmHg di pergelangan kaki. Efek Gravitasi pada Tekanan Vena a.vasokonstriksi dan peningkatan curah jantung. Demikian juga kapiler didaerah ini mendapat pengaruh gravitasi yang sama. Dengan mekanisme autoregulasi ini. Resistensi vaskular serebrum berkurang karena tekanan intrakranium menurun seiring penurunan tekanan vena. kekuatan kontraksi jantung dan tekanan arteri. meningkatkan venous return.5 m. Tekanan yang ditimbulkan oleh kolom darah ini akibat efek gravitasi adalah 90 mmHg. Pompa otot rangka Aktivitas otot rangka menekan pembuluh darah. sehingga tekanan pada pembuluh serebrum menurun. sehingga konsumsi O2 pada keadaan berbaring dan berdiri adalah sama. Tekanan yang terjadi pada darah oleh jantung telah berkurang menjadi sekitar 10 mmHg di vena-vena tungkai bawah karena hilangnya tekanan akibat pergesekkan di pembuluh-pembuluh sebelumnya. ”membagi-bagi” kolom darah sehingga beban tambahan dari berat kolom darah berkurang dan mendorong darah kembali ke atrium. aliran darah serebrum hanya turun 20% pada posisi berdiri dan jumlah penyerapan O2 per satuan darah meningkat. darah di pembuluh-pembuluh yang berjalan antara jantung dan ekivalen dengan sebuah kolom darah setinggi 1. Kompensasi sirkulasi serebrum Tekanan arteri menurun ± 20-40 mmHg. Pada orang dewasa dalam keadaan tegak. 3. tetapi tekanan vena jugularis menurun ± 5-8 mmHg. Selain itu terjadi peningkatan kadar renin dan aldosteron dalam darah yang membantu mempertahankan tekanan darah ke tingat semula dengan meningkatkan volume darah melalui retensi urin.

yaitu keadaan dimana jumlah darah yang masuk ke jaringan berkurang sehingga menimbulkan gejala-gejala klinis tertentu. dan sebaliknya jika darah yang meninggalkan arteri lebih banyak maka darah yang terkandung di dalam arteri berkurang.b. Fungsi jantung dan pembuluh darah dipengaruhi oleh saraf otonom. Saraf parasimpatis mempengaruhi menurunnya fungsi jantung jantung. saja Jadi. keluar keringat dingin. Pemacuan tekanan darah arteri dapat menimbulkan shock. Saraf simpatis mempengaruhi fungsi jantung serta pembuluh darah dan pemacunya menyebabkan naiknya frekuensi jantung. pemacuan saraf simpatis menaikkan tekanan darah arteri dan penghambatan saraf simpatis ditambah dengan pemacu saraf parasimpatis yang mengakibatkan menurunnya tekanan darah. yaitu saraf simpatis dan saraf parasimpatis . kepala terasa ringan. makin tinggi tekanan arteri dan makin kecil jumlah darah yang terkandung di dalam arteri. pucat. Cardiogenic shock adalah menurunnya tekanan darah karena melemahnya pemompaan darah oleh jantung. makin rendah tekanan arteri. Misalnya menurunnya kesadaran. terjadi penimbunan darah di vena-vena yang melebar. Naik turunnya tekanan darah arteri terjadi secara reflektoris. kecuali apabila tindakan-tindakan kompensasi mampu melawan efek gravitasi tersebut. sehingga aliran balik vena berkurang. bertambah kuatnya konstriksi otot jantung. dan lain-lain. dan naik pemacuannya mengakibatkan frekuensi turunnya tekanan darah dipengaruhi oleh saraf otonom. dan vasokonstriksi pembuluh darah resisten. Karena terjadi peningkatan tekanan yang disebabkan oleh efek gravitasi. Makin besar jumlah darah di dalam arteri. Tekanan darah dalam arteria pada orang dewasa dalam keadaan duduk atau posisi berbaring pada saat istirahat kira-kira . Jumlah darah yang masuk ke dalam arteri ditentukan oleh frekuensi jantung dan volume sekuncup jantung. Jika jumlah darah yang masuk banyak maka darah yang terkandung di dalam arteri makin bertambah. kaki dan tangan dingin. Filtrasi menembus dinding kapiler juga meningkat yang menyebabkan pergelangan kaki dan kaki membengkak. Jumlah darah yang terkandung di dalam arteri tergantung pada jumlah darah yang memasuki arteri dan yang meninggalkan arteri. Posisi atau Sikap Tubuh dan Tekanan Darah Pada dasarnya jumlah darah arteri ditentukan oleh jumlah darah yang terkandung di dalam arteri tersebut.

Karena tekanan darah adalah akibat dari curah jantung dan resistensi perifer. Banyaknya darah yang di keluarkan jantung itu menimbulkan tekanan. Berdiri dan Tekanan Darah Pada posisi berdiri. Pada vena ke bawah dari kepala ke jantung tidak ada katup. maka darah dapat mengalir kembali ke jantung. Gerak Tubuh dan Tekanan Darah Selama gerak tubuh terjadi peningkatan tekanan arteri. maka sebanyak 300-500 ml darah pada pembuluh ”capacitance” vena anggota tubuh bagian bawah dan isi sekuncup mengalami penurunan sampai 40%. dan untuk kembali ke jantung harus ada tekanan yang mengalirkannya. 2002). pada vena ke atas dari kaki ke jantung ada katup. isi sekuncup berkurang. Dengan adanya katup. dan kemungkinan tekanan darah akan turun. Darah beredar ke seluruh bagian tubuh dan kembali ke jantung begitu seterusnya. Peningkatan ini dapat sekecil 20 mmHg atau sampai sebesar . pengumpulan darah di vena lebih banyak. Berdiri dalam jangka waktu yang lama dengan tidak banyak bergerak atau hanya diam akan menyebabkan kenaikan volume cairan antar jaringan pada tungkai bawah. curah jantung berkurang. Ketika berdiri darah yang kembali ke jantung sedikit.120/70 mmHg. maka tekanan darah dipengaruhi oleh keadaan-keadaan yang mempengaruhi setiap atau kedua faktor tersebut. Besarnya isi sekuncup ditentukan oleh kontraksi miokard dan volume darah yang kembali ke jantung. Selama individu tersebut bisa bergerak maka kerja pompa otot menjaga tekanan vena pada kaki di bawah 30 mmHg dan alir balik vena cukup (Ganong. Jantung memompa darah ke seluruh bagian tubuh. memompanya berkurang. Volume jantung berkurang maka darah yang ke luar dan tekanan menjadi berkurang. Peningkatan ini terjadi karena adanya pencetusan simpatis dan vasokonstriksi sebagian besar pembuluh darah. maka darah yang kembali ke jantung berkurang. Jika pompa vena tidak bekerja atau bekerja kurang kuat. bila berkurang maka tekanannya menurun. berarti volume darah yang kembali ke jantung sedikit. Tekanan darah berkurang akan menentukan kecepatan darah sampai ke bagian tubuh yang dituju. Untuk itu perlu adanya kontraksi otot guna mengalirkan darah ke atas.Dengan demikian selisih volume total dan volume darah yang ditampung dalam vena kecil. Curah jantung adalah hasil kali antara denyut jantung dan isi sekuncup. Darah sampai ke kaki. Pada posisi berdiri. sehingga pembagian darah ke sel tubuh pun ikut berkurang.

Pada posisi berbaring. Sebaliknya bila orang melakukan gerak badan seluruh tubuh seperti berlari atau berenang kenaikan arteri biasanya hanya 20 mmHg. membantu mengeluarkan darah dari cadangan vaskuler abdomen ke jantung. Peningkatan tekanan arteri selama bergerak terutama akibat area motorik sistem saraf menjadi teraktivasi untuk bergerak. dalam keadaan istirahat isi sekuncup mendekati nilai maksimal sedangkan pada kerja terdapat hanya sedikit peningkatan. Sebagian dari peningkatan ini adalah akibat dari vasodilatasi lokal pada vasokularisasi otot yang disebabkan oleh peningkatan metabolisme sel otot. Hal ini dikarenakan pada saat duduk sistem vasokonstraktor simpatis terangsang dan sinyal-sinyal saraf pun dijalarkan secara serentak melalui saraf rangka menuju ke otot-otot rangka tubuh. Selama bergerak.60% VO2 maksimal. yang melibatkan peningkatan perangsangan yang sangat besar pada area vasokonstriktor dan kardioakselerator pada pusat vasomotor.Keseluruhan respon ini disebut refleks kompresi abdomen. otot-otot memerlukan peningkatan aliran darah yang banyak. terutama otot-otot abdomen . Hal ini membuat jumlah darah yang tersedia bagi jantung untuk dipompa menjadi meningkat.40 mmHg. Duduk dan Tekanan Darah Sikap atau posisi duduk membuat tekanan darah cenderung stabil. Kurang besarnya kenaikan dalam tekanan arteri disebabkan adanya vasodilatas i yang terjadi di dalam massa otot yang besar (Guyton. sistem pengaktivasi retikuler di batang otak juga ikut teraktivasi. Terlihat bahwa selama kerja pada posisi berdiri. isi sekuncup meningkat secara linier dan mencapai nilai tertinggi pada 40% -. Makin besar intensitas kerja (melebihi batas 85% dari kapasitas kerja) . Nilai pada posisi berbaring dalam keadaan istirahat hampir sama dengan nilai maksimal yang diperoleh pada waktu kerja dengan posisi berdiri. Berbaring dan Tekanan Darah Pada posisi berbaring darah dapat kembali ke jantung secara mudah tanpa harus melawan kekuatan gravitasi.80 mmHg tergantung pada keadaan-keadaan saat gerak badan tersebut dilakukan. Keadaan ini akan meningkatkan tonus dasar otot-otot tersebut yang menekan seluruh vena cadangan abdomen. Keadaan ini akan meningkatkan tekanan arteri dengan segera untuk menyetarakan besarnya peningkatan aktivitas otot. Jumlah isi sekuncup pada orang dewasa laki-laki mempunyai variasi antara 70 -100 ml. 2002).

3 detik tersebut). sekuncup.3 detik dan pengisian diastole merupakan bagian dari 0. 2008 Kasper et al.berbagimanfaat. 2002 Green. hal ini disebabkan memendeknya waktu pengisian diatole akibat frekuensi denyut jantung yang meningkat (bila mencapai 180/menit maka 1 siklus jantung hanya berlangsung selama 0.makin sedikit isi.html . DAFTAR PUSTAKA Guyton. 2001 http://www. 2005 Sherwood.com/2011/02/tekanan-darah.

berbagimanfaat.com/2011/02/tekanan-darah-posisi-tubuh.html .http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful