KONTROL POMPA AIR BERSIH

1. PENDAHULUAN
Kontrol pompa air bersih berfungsi untuk memompakan air dari sumur A ke sumur B. Pompa akan bekerja jika sumur A berisi air yang ditandai dengan S11 On dan air dalam sumur B berada di bawah level 3. Akan tetapi, sebelum kontrol pompa air bersih dioperasikan maka langkah pertama yang harus dilakukan operator adalah melakukan pengecekan apakah kedua motor dalam keadaan baik dan sudah siap untuk dioperasikan. Hal ini dilakukan dengan memutar selector switch S12 dan S16 pada posisi Jmp. Apabila motor 1 dan motor 2 selesai diperiksa maka sistem kontrol sudah siap untuk dioperasikan. Secara normal urutan kerja kontrol pompa air bersih adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. Jika air pada sumur B berada dibawah level 2 maka kedua pompa (M1 dan M2) akan bekerja untuk mengisi sumur B. Jika air pada sumur B berada di atas level 2 maka salah satu pompa saja yang bekerja mengisi sumur B hingga sampai ke level 3. Jika air pada sumur B berada di atas level 3 maka kedua pompa akan berhenti bekerja.

2. TUJUAN
1. Praktikan dapat memahai diagram rangkaian kontrol pompa air bersih sekaligus mengetahui cara kerja dari rangkaian kontrol pompa air bersih. 2. Praktikan diharapkan mampu mengetahui letak kesalahan/trouble dari sistem kontrol pompa air bersih dan sekaligus mampu untu memperbaikinya. 3. Praktikan mampu menganalisa penyebab terjadinya kesalahan dan mengetahui cara penanggulangannya. 4. Melatih praktikan agar mampu bekerja dengan cepat dan tepat sesuai dengan skedul/jadwal yang telah disepakati bersama.

dan tangki B dalam keadaan kosong (S26 OFF) maka kedua motor akan langsung bekerja untuk mengisi tangki B dengan air.5. Aktifnya K27M akan menghubungkan arus ke saklar impuls dimana saklar impuls mengoperasikan K25M yang berfungsi sebagai penentu pompa mana yang akan bekerja berikutnya. CARA KERJA POMPA AIR BERSIH Bila main switch S01 ON dan S11 ON (pelampung pada sumur A) yang menandakan air pada sumur A ada. baik dalam keadaan normal dan trouble. Agar alarm OFF maka kita harus menekan push button SI51 (meski air masih pada level 4) dalam hal ini setelah kita mengetahui bahwa air sudah mencapai level 4. Bila air yang masuk lebih besar dari air yang keluar maka suatu saat air akan kembali mencapai level 2. sehingga pada saat air mencapai level 3 maka tak satu pun motor akan bekerja. Pada saat pengisian air pada tangki B dari level 2 sampai level 3 terjadi pergantian motor yang bekerja secara bergantian (bila air menyusut terlebih dahulu di bawah level 2). Bila air pada tangki B telah mencapai level 3 dan terus meningkat sampai ke level 4 (bisa saja tangki B pada ruangan terbuka dan tidak di tutup sehingga air hujan masuk pada tangki B dan menampung air hujan tersebut atau dikarenakan rusaknya sensor S28 pada level 3 sehingga air terus bertambah di dalam tangki B) maka lampu tanda over flow H47 akan ON dan alarm akan berbunyi. dalam hal ini air berada antara level 1 dan level 2 maka kedua pompa kembali bekerja. dengan . Hal ini disebabkan karena pada saat antara level 2 dan level 3. Pompa akan terus mengisi sampai mencapai level 3. sampai mencapai level 2. Setelah air mencapai level 2 maka salah satu motor (M1) akan bekerja sampai level 3. Bila air kembali surut (air yang keluar lebih besar dari air yang masuk). pada saat ini hanya satu motor saja yang bekerja yaitu pompa 2 (M2) setelah sebelumnya pompa 1 (M1) yang bekerja. 3. S27 yang bekerja sehingga mengaktifkan K27M. Pada saat air mencapai level 3 maka S28 ON yang akan memutuskan semua hubungan ke kedua pompa. Melatih daya nalar dan kecepatan pengambilan tindaan dalam menghadapi suatu sistem.

over flow. maka apabila gangguan terjadi lagi alarm akan berbunyi. sedangkan agar no flow terjadi pada M2 maka pengaturan waktu pada K17T harus lebih cepat dari pada pengaturan waktu pada K15T. no flow) pada sistem kontrol. M1 Over Load Over load adalah keadaan dimana motor (M1) mengalami beban lebih Bila M1 over load. Hal-hal yang berhubungan pada sistem kontrol pompa air bersih adalah sebagai berikut: 1. sehingga tetap ada kontak yang selalu stand by mengalirakan arus ke alarm apabila terjadi gangguan (over flow.berbunyinya alarm. baru kita dapat meng-OFFkan lampu tanda over flow dengan menekan push button S45 (reset over flow). lalu kita mengambil tindakan untuk mengatasi hal ini . Apabila kita tidak mereset alarm. meski motor pada keadaan no flow . maka kelak jika terjadi gangguan (over load. sedangkan lampu tanda no flow M1 (H15) akan OFF. 3. No Flow dan Over Load Terjadi pada M1 Bila no flow terjadi pada M1 kemudian over load juga terjadi pada M1. maka lampu tanda H41 akan menyala. setelah tindakan dilakukan sehingga air tidak lagi mencapai level 4. No Flow Pada kenyataannya no flow terjadi pada sistem karena pada pipa tidak ada aliran air pada saat pompa bekerja. hal ini disebabkan karena K51M kembali pada kodisi normal. maka lampu tanda over load M1 (H41) akan menyala. M2 Over Load Over load adalah keadaan dimana motor (M2) mengalami beban lebih Bila M2 over load. maka lampu tanda H43 akan menyala. Untuk mereset alarm kita cukup menekan push button SO51. maupun no flow) maka alarm tidak akan berbunyi. 4. Untuk simulasi agar no flow terjadi pada pompa 1 (M1) dan atau pompa 2 (M2) maka pengaturan waktu pada K13T harus lebih cepat dari pada pengaturan waktu pada K10T (untuk M1). over load. maka alarm harus kita matikan terlebih dahulu. Tetapi bila kita mereset alarm. 2.

Hal ini harus diantisipasi karena mengakibatkan kerja sistem menjadi tidak efektif dan efisien. baru kita dapat meng-OFFkan lampu tanda over flow dengan menekan S45 (reset over flow). 9. Main Switch Main switch berfungsi sebagai saklar utama yang menghubungkan sistem dengan supply PLN. 10. Ketika operator mendengar alarm tanda over flow maka alarm harus dimatikan terlebih dahulu lalu kemudian mengambil tindakan untuk mengatasi hal ini. Setelah tindakan dilakukan sehingga air tidak lagi mencapai level 4. Jmp Untuk mencek apakah motor dalam keadaan baik atau tidak. Agar situasi ini terjadi. pada simulasi pompa air bersih ini. Auto Pada pintu panel terdapat switch pump 1 (untuk M1) dan switch pump 2 (untuk M2). Over Flow Yaitu air dalam sumur B berlebih (air mecapai level 4). Cara mengantisipasinya adalah dengan membuat pelampung pada level 4 yang megakibatkan alarm berbunyi dan lampu tanda over flow (H47) menyala. Bila switch pump 1 dan 2 kita arahkan pada posisi auto maka . maka pengaturan waktu K10T harus lebih cepat dari K13T (untuk Pompa 1). maka lampu tanda over load M2 (H43) akan menyala.5. Untuk M2 agar terjadi aliran pada simulasi ini. maka pengaturan waktu K15T harus lebih cepat dari K17T. meski motor pada keadaan no flow. kita hanya memutar switch pump 1 (untuk M1) dan switch pump 2 (untuk M2) pada posisi jmp. No Flow dan Over Load Terjadi pada M2 Bila no flow terjadi pada M2 kemudian over load juga terjadi pada M2. sedangkan lampu tanda no flow M2 (H19) akan OFF. Ada Aliran Pada kenyataannya kejadian ada aliran adalah pada saat motor bekerja air pada pipa tetap ada. 8. 7. 6.

Reset Alarm Saklar tekan reset alarm berfungsi untuk me-reset alarm setelah alarm bekerja. sedangkan M1 dan M2 tetap ON selama K31M dan K36M ON. sehingga alarm tetap akan bekerja apabila terjadi gangguan (over flow. . yang mana sebelumnya air telah mencapai level 4 dan lampu tanda over flow ON. 12. Stop Alarm Saklar tekan stop alarm berfungsi untuk meng-OFFkan alarm apabila alarm berbunyi. Setelah itu S57 kita tekan. Bila semua lampu tanda pada pintu panel dalam keadaan ON selama S48 ditekan. 15. Reset Over Flow Saklar tekan reset over flow berfungsi untuk meng-OFFkan lampu tanda over flow setelah air dibawah level 4. maka check run pump tidak dapat kita lakukan. 13. maka semua lampu tanda pada pintu panel dalam keadaan baik. Check Run Pump Check run pump berfungsi untuk memeriksa apakah motor dapat bekerja dalam keadaan baik. Check Lamp Untuk mencek semua lampu tanda pada pintu panel apakah semua bekerja dengan baik. 11. kita cukup menekan S48 saja. 14. maka selama pengaturan waktu tertentu pada S57 lampu tanda run pump 1 dan run pump 2 akan menyala. untuk check run pump pastikan dahulu bahwa K31M (M1) dan K36M (M2) bekerja. Demikian pula sebaliknya bila K31M dan K36M tidak bekerja. over load dan no flow).pengoperasian sistem kontrol air bersih ini sudah dapat kita operasikan sebagaimana mestinya. Apabila kita tidak menekan reset alarm maka alarm tidak akan berbunyi lagi setelah sebelumnya alarm berbunyi.

TROUBLE/MASALAH Pada saat air mencapai level 2 kemudian turun kembali ke level 1 pada saat tertentu motor 2 tidak bekerja (seharusya kedua motor bekerja). Hal ini diakibatkan pada kontak bantu K25M (terminal 3) tidak terhubung ke kontak bantu NC K27M. PERBAIKAN Menghubungkan kembali kabel penghubung antara NO K25M dan NC K27M. .4.

5. Flow chart posisi auto Ada air dalam sumur Ya Bak penampunga n kosong Ya Pompa 1 & 2 bekerja S11 menutup S26 menutup dan K26M bekerja NC K26M membuka tetapi arus tetap mengalir melalui pengunci K13M dan K17M Pompa bekerja bergantian karena S27(level 2) menutup. S27. arus mengalir menuju alarm Menuju level 1 Air mencapai level 1 Pompa 1 & 2 tetap bekerja Menuju level 2 Air mencapai level 2 Salah satu pompa bekerja (Bergantian) Menuju level 3 Air mencapai level 3 Pompa 1 & 2 tidak bekerja Menuju level 4 Air mencapai level 4 Arus megalir menuju K11M 2-10. membuka. S28 dan S29 membuka Alarm berbunyi lampu tanda overflow menyala . arus mengalir ke NC K26M dan NC K27M menuju S12 posisi Auto kemudian ke NC 55-56 K13T menuju NC 1-8 K14M ke K31M motor pompa 1 hidup. Arus putus kerangkaian sehingga kedua pompa tidak bekerja. FLOW CHART KONDISI NORMAL 1. K24M (impuls) bekerja sehingga NC K25M 1-4 berganti posisi ke 1-3 sehingga S28 menutup. Pastikan S12 posisi Auto S26. untuk pompa 2 dari S12 posisi Auto ke NC 5556 kemudian ke NC 811 K18M lalu ke K31M dan motor pompa 2 bekerja. pompa bekerja kontak NC K28M 1-4 bergantian. kontak NO K29M 1-3 menutup. K45M bekerja. S29 menutup K29M bekerja.kontak NO K45M 9-11 menutup.

sehingga NC 1-4 K28M menutup arus terputus ke rangkaian sehingga ke2 motor berhenti bekerja Buka kran agar air berkurang Menuju level 3 Air mencapai level 3 Pompa 1 & 2 tidak bekerja Ada penggunaan air Air mencapai level 2 Hanya pompa 2 bekerja Pompa bekerja bergantian karena S27(level 2) menutup. S28 menutup sehingga arus mengalir ke K38M bekerja. arus terputus menuju rangkaian Tidak ada air dalam sumur Rangkaian Off .Tekan reset overflow untuk mematikan alarm Saat level 3. K24M (impuls) bekerja sehingga NC K25M 14 berganti posisi ke 13 sehingga pompa bekerja bergantian Air kembali mencapai level 3 Kedua pompa tidak bekerja Ada penggunaan air lagi Air mencapai level 2 Hanya pompa 1 bekerja Air mencapai level 1 Kedua pompa bekerja S11 membuka.

Flow Chart Kondisi No Flow Ada air dalam sumur Bak penampunga n kosong K31M dan K36M menutup melalui NO K11M 1-3 & 6-7 Pompa 1 & 2 bekerja S11 menutup Tidak ada aliran dalam pipa 1 (S12 Terbuka) Kontak NO K14M 1-3 menutup Tidak ada aliran dalam pipa 2 (S16 Terbuka) Lampu tanda No Flow motor 1 & Alarm menyala Lampu tanda No Flow motor 2 & Alarm menyala Motor pompa 1 tidak bekerja Motor pompa 2 tidak bekerja .2.

Flow Chart posisi auto Ada air dalam sumur Ya Bak penampunga n kosong Ya Pompa 1 & 2 bekerja S11 menutup S26 menutup dan K26M bekerja NC K26M membuka tetapi arus tetap mengalir melalui pengunci K13M dan K17M Pompa bekerja bergantian karena S27(level 2) menutup. S29 menutup K29M bekerja. S27. untuk pompa 2 dari S12 posisi Auto ke NC 5556 kemudian ke NC 811 K18M lalu ke K31M dan motor pompa 2 bekerja. arus mengalir ke NC K26M dan NC K27M menuju S12 posisi Auto kemudian ke NC 55-56 K13T menuju NC 1-8 K14M ke K31M motor pompa 1 hidup. FLOW CHART KONDISI TROUBLE 1. Arus putus kerangkaian sehingga kedua pompa tidak bekerja. K45M bekerja. pompa bekerja kontak NC K28M 1-4 bergantian. Pastikan S12 posisi Auto S26.6. S28 dan S29 membuka Alarm berbunyi lampu tanda overflow menyala . membuka. arus mengalir menuju alarm Menuju level 1 Air mencapai level 1 Pompa 1 & 2 tetap bekerja Menuju level 2 Air mencapai level 2 Salah satu pompa bekerja (Bergantian) Menuju level 3 Air mencapai level 3 Pompa 1 & 2 tidak bekerja Menuju level 4 Air mencapai level 4 Arus megalir menuju K11M 2-10.kontak NO K45M 9-11 menutup. kontak NO K29M 1-3 menutup. K24M (impuls) bekerja sehingga NC K25M 1-4 berganti posisi ke 1-3 sehingga S28 menutup.

arus terputus menuju rangkaian Tidak ada air dalam sumur Rangkaian Off .Tekan reset overflow untuk mematikan alarm Saat level 3. S28 menutup sehingga arus mengalir ke K38M bekerja. K24M (impuls) bekerja sehingga NC K25M 14 berganti posisi ke 13 sehingga pompa bekerja bergantian Air kembali mencapai level 3 Kedua pompa tidak bekerja Ada penggunaan air lagi Air mencapai level 2 Hanya pompa 1 bekerja Air mencapai level 1 Hanya satu pompa yang bekerja (trouble) Trouble diperbaiki Kedua motor kembali bekerja S11 membuka. sehingga NC 1-4 K28M menutup arus terputus ke rangkaian sehingga ke2 motor berhenti bekerja Buka kran agar air berkurang Menuju level 3 Air mencapai level 3 Pompa 1 & 2 tidak bekerja Ada penggunaan air Air mencapai level 2 Hanya pompa 2 bekerja Pompa bekerja bergantian karena S27(level 2) menutup.

    apakah supply sudah ada diberikan pada rangkaian kontrol. MCB dan pengaman lainnya masih berfungsi atau tidak. . Rangkaian kontrol air bersih ini merupakan rangkaian kontrol yang digunakan untuk memompa air dari suatu sumur ke dalam suatu penampungan air dimana rangkaiannya dirangkai sedemikian rupa sehingga dapat diaplikasikan ke dalam proyek-proyek yang mengelola air bersih.  sesuaikan rangkaian kotrol panel berdasarkan gambar rangkaian. periksa bagian pengontrol (kontaktor/timer) apakah masih berfungsi atau tidak. apabila motor bekerja dengan baik. 7. 2. Untuk mengoperasikan pompa air bersih ini pertama sekali kita harus mengetahui apakah motor dalam keadaan baik atau tidak. maka flow chart kondisi no flow pada saat setelah diperbaiki sama pada saat normal. maka kita dapat mengoperasikan pompa air bersih ini pada posisi auto untuk memompa air ke suatu penampungan. KESIMPULAN 1. Apabila kita mengalami trouble pada bagian rangkaian kontrol air bersih ini ini maka kita terlebih dahulu :  menganalisa kesalahan rangkaian dengan cara mengalokasikan kesalahan (mengumpulkan setiap kesalahan) dengan melakukan pengoperasian awal sebelum diperbaiki. apakah ada kabel yang tidak terhubung pada tempatnya (lepas/putus). Untuk itu kita harus memutar selector switch pada keadaan jmp. periksa peralatan selain bagian kontrol (seperti lampu) apakah baik atau tidak.2.   periksa bagian pengontrol (saklar) apakah masih berfungsi atau tidak. Flow chart kondisi no flow (trouble) Setelah pada kondisi auto trouble tersebut diperbaiki. apakah fuse.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful