P. 1
Standar Pembiayaan

Standar Pembiayaan

|Views: 22|Likes:
Published by Riza Septiana

More info:

Published by: Riza Septiana on May 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2013

pdf

text

original

Dari

: http://bsnp-indonesia.org/id/?page_id=113/

Standar Pembiayaan Pendidikan
Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi, biaya operasi, dan biaya personal. Biaya investasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumberdaya manusia, dan modal kerja tetap. Biaya personal sebagaimana dimaksud pada di atas meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. Biaya operasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi:
  

Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji, Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dan lain sebagainya

Senin, 04 Januari 2010
standar pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan telah diatur dalam UUD Negara Republik Indonesia 1945 (Amandemen IV) yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan; setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang; negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional; pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional lebih lanjut telah mengatur beberapa pasal yang menjelaskan pendanaan pendidikan yaitu pada Pasal 11 Ayat 2 Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai lima belas tahun. Lebih lanjut pada Pasal 12, Ayat (1) disebutkan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orangtuanya tidak mampu membiayai pendidikannya dan mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orangtuanya tidak mampu membiayai

Ketentuan lebih lanjut mengenai anggaran untuk peningkatan kualifikasi akademik dan sertifikasi pendidik diatur dengan PP Pada Peraturan Pemerintah No. dan sumber daya lain secara adil dan merata dari Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah. dan masyarakat. kecukupan. Secara khusus disebutkan bahwa dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari APBN pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari APBD. (2) Biaya investasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana. Pada Bab IX: Standar Pembiayaan. Pasal 62 disebutkan bahwa: (1) Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi. Pemerintah Daerah dan masyarakat. dan biaya personal. Pengelolaan dana pendidikan dilakukan berdasarkan pada prinsip keadilan. biaya operasi. Partisipasi masyarakat dalam pendidikan berbasis masyarakat adalah dengan berperan serta dalam pengembangan.19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan terdapat kerancuan antara Bab I Pasal 1 Ayat (10) dan Bab IX Pasal 62 Ayat (1) s/d (5) tentang ruang lingkup standar pembiayaan. Di samping itu disebutkan pula bahwa setiap peserta didik berkewajiban ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan. Ketentuan mengenai wajib belajar sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1). Ayat (2) dan Ayat (3) diatur lebih lanjut dengan PP. pengembangan sumberdaya manusia. masyarakat. Ketentuan Umum tentang Standar Pembiayaan pada Pasal 1 tampak lebih sempit dari Pasal 62 yaitu standar pembiayaan pada Pasal 1 adalah mencakup standar yang mengatur komponen dan besarnya “biaya operasi” satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. serta manajemen dan pendanaannya sesuai dengan standar nasional pendidikan. 14/2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 13 menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib menyediakan anggaran untuk peningkatan kualifikasi akademik dan sertifikasi pendidik bagi guru dalam jabatan yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah. Pendanaan Pendidikan menjadi tanggungjawab bersama antara Pemerintah. dan modal kerja tetap. dan keberlanjutan. dan masyarakat. Pemerintah Daerah. Pada Bab VIII Wajib Belajar Pasal 34 menyatakan bahwa setiap warga negara yang berusia 6 (enam) tahun dapat mengikuti program wajib belajar. wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan Pemerintah. pelaksanaan kurikulum. Pada Pasal 62 mencakup “biaya investasi. biaya operasi dan biaya personal”. Sumber pendanaan pendidikan ditentukan berdasarkan prinsip keadilan. pemerintah daerah. Dana penyelenggaraan pendidikan berbasis masyarakat dapat bersumber dari penyelenggara. Gaji guru dan dosen yang diangkat oleh Pemerintah dialokasikan dalam APBN dan APBD. Pemerintah Daerah dan/atau sumber lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. efisiensi. Lembaga pendidikan berbasis masyarakat dapat memperoleh bantuan teknis. subsidi dana. dan evaluasi pendidikan. Pemerintah. dan akuntabilitas publik. UU No.pendidikannya. (3) Biaya personal sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan . transparansi.

dan c. Pada kepmen ini pendidikan nonformal. Kepmendiknas No.053/U/2001 tanggal 19 April 2001 tentang SPM yang diharapkan dapat digunakan sebagai pedoman dan sekaligus ukuran keberhasilan dalam penyelenggaraan pendidikan di daerah provinsi. konsumsi.053/U/2001 yang menyatakan bahwa SPM bidang pendidikan adalah tolok ukur kinerja pelayanan pendidikan atau acuan bagi penyelenggaraan pendidikan di provinsi dan kabupaten/kota sebagai daerah otonom. satuan pendidikan wajib menyediakan paling sedikit 10 (sepuluh) eksemplar buku teks pelajaran untuk setiap mata pelajaran pada setiap kelas. Karena standar pembiayaan juga mencakup kebutuhan atas buku teks pelajaran. pendidikan kepemudaan dan olahraga secara ekplisit telah ditentukan standar pelayanan untuk masing-masing SPM. Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. kelompok bermain. 129/U/2004 merupakan hasil revisi dari kepmen sebelumnya sesuai dengan perubahan yang terjadi dalam sistem dan manajemen pendidikan nasional. peserta didik atau orangtua/walinya membelinya di pasar. Pendidikan nonformal seperti pendidikan keaksaraan. untuk membantu peserta didik yang tidak mampu memiliki akses ke buku teks pelajaran. kabupaten/kota bahkan sampai di tingkat sekolah. uang lembur. Penyusunan SPM bidang Pendidikan Dasar dan Menengah mengacu kepada PP No. asuransi.1 Sistem Pembiayaan Pendidikan Sistem pembiayaan pendidikan merupakan proses dimana pendapatan dan sumber daya tersedia . Mendiknas telah menerbitkan Keputusan No. untuk memiliki buku teks pelajaran. Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya. (5) Standar biaya operasi satuan pendidikan ditetapkan dengan Peraturan Menteri berdasarkan usulan BSNP Sebelum PP tentang standar pembiayaan pendidikan ini dikeluarkan. transportasi. 2. Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. pajak. SMP. Dalam rangka penyusunan standarisasi nasional itulah. Pada Pasal 8 ditegaskan bahwa: guru dapat menganjurkan kepada peserta didik yang mampu untuk memiliki buku teks pelajaran. 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom mengisyaratkan adanya hak dan kewenangan Pemerintah Pusat untuk membuat kebijakan tentang perencanaan nasional dan standarisasi nasional. pendidikan kesetaraan SD. jasa telekomunikasi. dan lain sebagainya. telah ada SK Mendiknas tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan (SPM) yaitu Kepmendiknas No. anjuran sebagaimana dimaksud bersifat tidak memaksa atau tidak mewajibkan. pemeliharaan sarana dan prasarana. 11 Tahun 2005 tentang Buku Teks Pelajaran yaitu Pasal 7: satuan pendidikan menetapkan masa pakai buku teks pelajaran paling sedikit 5 tahun dan buku teks pelajaran tidak dipakai lagi oleh satuan pendidikan apabila ada perubahan standar nasional pendidikan dan buku teks pelajaran dinyatakan tidak layak lagi oleh Menteri. b. dan Pendidikan Usia Dini lebih ditonjolkan. pendidikan ketrampilan dan bermata pencaharian. maka perlu diperhatikan Peraturan Mendiknas No.berkelanjutan. SMA. untuk dijadikan koleksi perpustakaannya. olahraga. air. kepemudaan. (4) Biaya operasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) meliputi: a.

Dengan mengkaji berbagai peraturan dan kebijakan yang berbeda-beda di sektor pendidikan. school expenditures. Menurut J. Wiseman (1987) terdapat tiga aspek yang perlu dikaji dalam melihat apakah . Beberapa istilah yang sering digunakan dalam pembiayaan sekolah. Setiap keputusan dalam masalah pembiayaan sekolah akan mempengaruhi bagaimana sumber daya diperoleh dan dialokasikan. ekonomi pendidikan. Tanggungjawab pemerintah dalam pembiayaan pendidikan termasuk untuk pendidikan kejuruan dan bantuan terhadap murid. Sistem pembiayaan pendidikan sangat bervariasi tergantung dari kondisi masing-masing negara seperti kondisi geografis. ii) bagaimana sumber daya akan dialokasikan pada berbagai jenis dan jenjang pendidikan/tipe sekolah/kondisi daerah yang berbeda. yakni school revenues. Hal itu perlu dilihat dari faktor kebutuhan dan ketersediaan pendidikan. capital dan current cost.digunakan untuk memformulasikan dan mengoperasionalkan sekolah. hukum pendidikan. kondisi politik pendidikan. yakni: • Keputusan tentang siapa yang akan dididik dan seberapa banyak jasa pendidikan dapat disediakan • Keputusan tentang bagaimana mereka akan dididik • Keputusan tentang siapa yang akan membayar biaya pendidikan • Keputusan tentang sistem pemerintahan seperti apa yang paling sesuai untuk mendukung pembiayaan sekolah Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas. Oleh karena itu perlu dilihat siapa yang akan dididik dan seberapa banyak jasa pendidikan dapat disediakan. kita bisa melihat konsekuensinya terhadap pembiayaan pendidikan. tanggungjawab orang tua dalam menyekolahkan vs social benefit secara luas. Terdapat dua kriteria untuk menganalisis setiap hal tersebut. Demikian pula sistem pemerintahan seperti apa yang paling sesuai untuk mendukung sistem pembiayaan pendidikan. jenis kelamin. yakni: i) bagaimana sumber daya akan diperoleh. ii) distribusi alokasi sumber daya pendidikan secara efisien dan adil sebagai kewajiban pemerintah pusat mensubsidi sektor pendidikan dibandingkan dengan sektor lainnya. tingkat pendidikan. program pembiayaan pemerintah dan administrasi sekolah. Untuk mengetahui apakah sistem tersebut memuaskan. dapat dilakukan dengan cara: i) menghitung berbagai proporsi dari kelompok usia. tingkat buta huruf. pengaruh faktor politik dan ekonomi terhadap sektor pendidikan. Pembiayaan sekolah ini berkaitan dengan bidang politik pendidikan dan program pembiayaan pemerintah serta administrasi sekolah. bagaimana mereka akan dididik. Dalam pembiayaan sekolah tidak ada pendekatan tunggal dan yang paling baik untuk pembiayaan semua sekolah karena kondisi tiap sekolah berbeda. Sementara itu terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk mengetahui sesuai tidaknya sistem dengan kondisi negara. ada dua hal pokok yang harus dapat dijawab. Setiap kebijakan dalam pembiayaan sekolah akan mempengaruhi bagaimana sumber daya diperoleh dan dialokasikan. i) efisiensi yang terkait dengan keberadaan sumber daya yang dapat memaksimalkan kesejahteraan masyarakat dan ii) keadilan yang terkait dengan benefits dan costs yang seimbang. siapa yang akan membayar biaya pendidikan. Menurut Levin (1987) pembiayaan sekolah adalah proses dimana pendapatan dan sumber daya tersedia digunakan untuk memformulasikan dan mengoperasionalkan sekolah di berbagai wilayah geografis dan tingkat pendidikan yang berbeda-beda. yakni.

2 Pendekatan Kecukupan (Adequacy Approach) Pengukuran biaya pendidikan seringkali menitikberatkan kepada ketersediaan dana yang ada namun secara bersamaan seringkali mengabaikan adanya standar minimal untuk melakukan pelayanan pendidikan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pendidikan kejuruan ini adalah: • Peran pemerintah dalam membiayai jenis pendidikan ini • Perbedaan antara jenis training yang umum dan spesifik • Pilihan antara training yang on dan off the job • Keseimbangan antara pembiayaan dari pemerintah dan sektor swasta di pendidikan ini • Pentingnya praktek kerja sebagai kelanjutan dari jenis pendidikan ini • Pembayaran kompensasi selama mengikuti pendidikan ini • Sumber daya yang dialokasikan untuk jenis pendidikan ini 2. Analisis kecukupan biaya pendidikan ini telah digunakan di beberapa negara bagian Amerika Serikat untuk mengalokasikan dana pendidikan. M. Sehingga berdasarkan berbagai tingkat kualitas pelayanan pendidikan tersebut dapat ditunjukkan adanya variasi biaya pendidikan yang cukup ideal untuk mencapai standar kualitas tersebut. diharapkan dapat meningkatkan kepentingan untuk membagi biaya dan manfaat dari pendidikan ini dengan adil. Berbagai studi di Indonesia telah pula mencoba memperhitungkan biaya pendidikan berdasarkan standar kecukupan. Woodhall (1987) menjelaskan bahwa di masa lalu pembiayaan pendidikan jenis ini ditanggung oleh perusahaan. Perhitungan biaya pendidikan berdasarkan pendekatan kecukupan ditentukan oleh beberapa faktor. Perusahaan memberi subsidi kepada para pekerjanya sendiri.pemerintahan perlu terlibat dalam masalah pembiayaan pendidikan: • Kebutuhan dan ketersediaan pendidikan terkait dengan sektor pendidikan dapat dianggap sebagai salah satu alat perdagangan dan kebutuhan akan investasi dalam sumberdaya manusia/human capital • Pembiayaan pendidikan terkait dengan hak orang tua dan murid untuk memilih menyekolahkan anaknya ke pendidikan yang akan berdampak pada social benefit secara keseluruhan • Pengaruh faktor politik dan ekonomi terhadap sektor pendidikan Dalam hal pendidikan kejuruan dan industri. Konsep pendekatan kecukupan menjadi penting karena memasukkan berbagai standar kualitas dalam perhitungan pembiayaan pendidikan. Hal itu disebabkan adanya kepentingan ekonomi. Artinya kebijakan ketenagakerjaan. diantaranya: • Besar kecilnya sebuah institusi pendidikan • Jumlah siswa • Tingkat gaji guru (karena bidang pendidikan dianggap sebagai highly labour intensive) • Rasio siswa dibandingkan jumlah guru • Kualifikasi guru . Sekarang peran pemerintah semakin besar dalam pembiayaan ini.

dapat dilakukan dengan cara: 1.• Tingkat pertumbuhan populasi penduduk (khususnya di negara berkembang) • Perubahan dari pendapatan (revenue theory of cost) Dari : http://fentiutami. kondisi politik pendidikan. Wiseman (1987) terdapat tiga aspek yang perlu dikaji dalam melihat apakah pemerintahan perlu terlibat dalam masalah pembiayaan pendidikan: • Kebutuhan dan ketersediaan pendidikan terkait dengan sektor pendidikan dapat dianggap sebagai salah satu alat perdagangan dan kebutuhan akan investasi dalam . Sementara itu terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk mengetahui sesuai tidaknya sistem dengan kondisi negara. 27 Mei 2010 23:58 Diposkan oleh fenti_utami A. kita bisa melihat konsekuensinya terhadap pembiayaan pendidikan.blogspot. Untuk mengetahui apakah sistem tersebut memuaskan. tingkat buta huruf. 2. Sistem pembiayaan pendidikan sangat bervariasi tergantung dari kondisi masingmasing negara seperti kondisi geografis. hukum pendidikan. yakni: • Keputusan tentang siapa yang akan dididik dan seberapa banyak jasa pendidikan dapat disediakan • Keputusan tentang bagaimana mereka akan dididik • Keputusan tentang siapa yang akan membayar biaya pendidikan • Keputusan tentang sistem pemerintahan seperti apa yang paling sesuai untuk mendukung pembiayaan sekolah Menurut J. Pengertian Standar Pembiayaan Pendidikan Standar pembiayaan adalah Standar yang membiayai proses belajar mengajar siswa selama satu tahun atau Standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya oprasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun adapun biaya operasi satuan pendidikan adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat berlangsung kegiatan pendidikan yang sesuai dengan Standar nasional pendidikan secara teratur dan bekelanjutan B. Dengan mengkaji berbagai peraturan dan kebijakan yang berbeda-beda di sektor pendidikan.html Standar Pembiayaan Pendidikan Kamis.com/2010/05/standar-pengelolaan-pendidikan. program pembiayaan pemerintah dan administrasi sekolah. jenis kelamin. tingkat pendidikan. menghitung berbagai proporsi dari kelompok usia. ekonomi pendidikan. Konsep Pembiayaan Pendidikan Sistem Pembiayaan Pendidikan Sistem pembiayaan pendidikan merupakan proses dimana pendapatan dan sumber daya tersedia digunakan untuk memformulasikan dan mengoperasionalkan sekolah. distribusi alokasi sumber daya pendidikan secara efisien dan adil sebagai kewajiban pemerintah pusat mensubsidi sektor pendidikan dibandingkan dengan sektor lainnya. Setiap kebijakan dalam pembiayaan sekolah akan mempengaruhi bagaimana sumber daya diperoleh dan dialokasikan.

sumberdaya manusia/human capital • Pembiayaan pendidikan terkait dengan hak orang tua dan murid untuk memilih menyekolahkan anaknya ke pendidikan yang akan berdampak pada social benefit secara keseluruhan • Pengaruh faktor politik dan ekonomi terhadap sektor pendidikan C. Konsep pendekatan kecukupan menjadi penting karena memasukkan berbagai standar kualitas dalam perhitungan pembiayaan pendidikan. Sehingga berdasarkan berbagai tingkat kualitas pelayanan pendidikan tersebut dapat ditunjukkan adanya variasi biaya pendidikan yang cukup ideal untuk mencapai standar kualitas tersebut. Perhitungan biaya pendidikan berdasarkan pendekatan kecukupan ditentukan oleh beberapa faktor. Analisis kecukupan biaya pendidikan ini telah digunakan di beberapa negara bagian Amerika Serikat untuk mengalokasikan dana pendidikan. Berbagai studi di Indonesia telah pula mencoba memperhitungkan biaya pendidikan berdasarkan standar kecukupan. Pendekatan Kecukupan (Adequacy Approach) Pengukuran biaya pendidikan seringkali menitikberatkan kepada ketersediaan dana yang ada namun secara bersamaan seringkali mengabaikan adanya standar minimal untuk melakukan pelayanan pendidikan. diantaranya: • Besar kecilnya sebuah institusi pendidikan • Jumlah siswa • Tingkat gaji guru (karena bidang pendidikan dianggap sebagai highly labour intensive) • Rasio siswa dibandingkan jumlah guru • Kualifikasi guru • Tingkat pertumbuhan populasi penduduk (khususnya di negara berkembang) • Perubahan dari pendapatan (revenue theory of cost) .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->