Pendekatan dalam Manajemen Kelas

MAKALAH

PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS
Disusun guna memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen kelas DosenPengampu: Ibu Sri Sukasih Disusun Oleh: 1401411092 1401411290 1401411292 1401411454 1401411549

1. 2. 3. 4. 5.

Ika Rositasari Eli Hidayati Meutia Anis Zunita Wahyuningtyas Hafidh Haryono

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2012
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Dengan demikian. . Apa yang dimaksud dengan pendekatan sosio-emosional? 3. proses belajar itu sebagian atau seluruhnya dipengaruhi (dikontrol) oleh kejadiankejadian yang berlangsung di lingkungan. Seorang siswa melakukan tindakan menyimpang tersebut karena satu atau dua alasan. Rumusan Masalah 1. penghilangan dan penguatan negatif. Mengetahui pendekatan proses kelompok 4. Guru berperan sebagai pengelola aktivitas yang bekerja berdasar pada kerangka acuan pendekatan manajemen kelas. yaitu: penguatan positif. dan terampil dalam menggunakan bermacam-macam pendekatan dalam manajemen kelas. Siswa itu belum mempelajari tingkah laku yang sebaiknya. yaitu prinsip prinsip psikologi behavioral. Pendekatan Pengubahan Perilaku Pendekatan pengubahan tingkah laku didasarkan pada teori yang mantap. tetapi terletak pada keterampilan memberikan fasilitas yang berbeda-beda untuk setiap peserta didik.Guru adalah tenaga profesional. meskipun tidak semua pendekatan yang dipahami dan dimilikinya dipergunakan bersamaan atau sekaligus. Mengetahui pendekatan eklektik BAB II PEMBAHASAN A. Apa yang dimaksud dengan pendekatan eklektik? C. Pemecahan masalah merupakan proses penyelesaian yang beragam.. Dalam hal ini. Apa yang dimaksud dengan pendekatan proses kelompok? 4. ada empat proses yang perlu diperhitungkan dalam belajar bagi semua orang pada segala tingkatan umur dan dalam segala keadaan dan 2. Pada dasarnya bahwa semua tingkah laku itu dipelajari. Mengetahui pendekatan sosio-emosional 3. Mengelola kelas dalam proses pemecahan masalah bukan terletak pada banyaknya macam kepemimpinan dan kontrol. memahami. Tujuan 1. Guru harus memiliki. Mengetahui pendekatan pengubahan perilaku 2. guru dituntut untuk terampil memilih bahkan memeadukan pendekatan yang meyakinkan untuk menangani kasus manajemen kelas yang tepat dengan masalah yang dihadapinya. Apa yang dimaksud dengan pendekatan pengubahan perilaku? 2. baik tingkah laku yang di sukai maupun tingkah laku yang tidak disukai. B. tugas pokok guru adalah menguasai dan menerapkan keempat proses yang telah terbukti (bagi kaum behavioris) merupakan pengontrol tingkah laku manusia. ini tergantung pada sumber permasalahan. yaitu : 1. Apa yang dimaksud dengan pendekatan analitik pluralistik? 5. Pendekatan pengubahan tingkah laku dibangun atas dua anggapan dasar: 1. atau 2. Mengetahui pendekatan analitik pluralistik 5. Siswa telah mempelajari tingkah laku yang menyimpang itu. penghukuman.

air. Pengilangan ini menghasilkan penurunan frekuensi tingkah laku yang semula mendapat penguatan. tulisannya rapi mudah dibaca”. karena siswa yang bersangkutan telah meninggalkan tingkah laku yang menyimpang. 1983: 177-180) Penghilangan Penghilangan adalah upaya mengubah perilaku peserta didik dengan cara menghentikan pemberian respon terhadap suatu perilaku peserta didik yang semula dilakukan dengan respon tersebut. kegiatan atau permainan yang disenangi siswa (penguatan bentuk kegiatan). B.Penguatan positif Penguatan positif berupa memberikan stimulus positif. Penguatan primer (dasar) yaitu penguatan-penguatan yang tidak dipelajari dan selalu diperlukan untuk berlangsungnya hidup. karena itu memberikan arti yang sangat penting pada hubungan antar pribadi. Jenis-jenis penguatan positif itu ada yang: 1. makanan. Dengan demikian diharapkan tingkah laku siswa yang lebih baik itu akan ditingkatkan frekuensinya (Nurhadi. pujian (penguat sosial). nilai angka. rangking (penguatan simbolik). Tindakan hukuman dalam pergelolaan kelas masih bersifat kontroversial (dipertentangkan). Penghukuman Penghukuman merupakan pemberian stimulus yang tidak menyenangkan untuk menghilangkan dengan segera perilaku peserta didik yang tidak dikehendaki. berupa ganjaran atau pujian terhadap perilaku atau hasil yang memang diharapkan. seperti diperhatikan. Olehkarena . Suasana seperti ini dapat membentuk perilaku siswa yang baik dan betah di dalam kelas 2. Penundaan Penundaan merupaan tindakan tidak jadi memberikan ganjaran atau pengecualian pemberian ganjaran untuk siswa tertentu. Sebagian lain melihat bahwa akibat sampingan dari hubungan pribadi antara guru (yang menghukum) dan siswa (terhukum) menjadi terganggu. misalnya berupa ungkapan seperti “Nah seperti ini kalau mengerjakan tugas. Penguatan sekunder (bersyarat) yang menjadi penguat sebagai hasil proses belajar atau dipelajari. Penundaan seperti ini menurunkan frekuensi penguatan dan menurunkan frekuensi tingkah laku yang dimaksud itu. Pendekatan ini dibangun atas dasar asumsi bahwa manajemen kelas yang efektif sangat bergantung kepada hubungan yang positif antara guru dan peserta didik. Sebagian menganggap bahwa hukuman merupakan alat yang efektif untuk dengan segera menghentikan tingkah laku yang tidak dikehendaki. atau siswa yang dihukum menjadi “Pahlawan” di mata teman-temannya. sekaligus merupakan contoh “yang tidak dikehendaki” bagi siswa lain. Guru adalah penentu utama atas hubungan antara manajemen kelas yang efektif. Pendekatan sosio-emosional Pendekatan iklim sosio-emosional dalam manajemen kelas berakar pada psikologi penyuluhan klinis. seperti. Penguatan Negative Penguatan negative adalah berupa peniadaan tingkah laku yang tidak disukai (biasanya berupa hukuman) yang selalu diberikan kepada siswa. udara yang segar dan sebagainya.

dan sebagainya. bencilah tingkah laku siswa dan bukan membenci siswanya iu sendiri. Tekanan suara hendaknya bervariasi sehingga tidak membosankan siswa yang mendengarnya. Keadaan seperti itu. Ciptakan satu kondisi yang menyebabkan siswasadr akan kesalahannya sehingga ada dorongan untuk memperbaiki kesalahannya. Tipe kepemimpinan Tipe kepemimpinan guru yang lebih menekankan kepada sikap demokratis lebih memungkinkan terbinanya sikap persahabatan guru dan siswa denga dasar saling memahami dan saling mempercayai. bersikap optimistik.itu tugas pokok guru dalam manajemen kelas adalah membangun hubungan antarpribadi yang positif sehingga tercipta iklim sosio-emosional yang positif pula. c. Mereka yang lebih berani mengajukan pertanyaan. Dengan terciptanya hubungan baik guru-siswa senantiasa gembira. d. Hal-hal yang meliputi kondisi sosio-emosional. Suara yang relative rendah tetapi cukup jelas dengan volume suara yang penuh dan kedengarannya rileks akan mendorong siswa untuk memperhatikan pelajaran. yakni kelompok kelas. Tugas pokok guru adalah menciptakan dan membina kelompok kelas yang efektif dan . turut mempenyai pengaruh besar dalam belajar. Siswa akan belajar secara produktif baik pada saat ada guru maupun tidak ada guru. Kehidupan sekolah berlangsung dalam dukungan kelompok. Berlakulah adil dalam bertindak. Dalam kondisi semacam ini biasanya problema manajemen kelas bisa diperkecil sesedikit mungkin. siehingga ia insyaf dengan akan sesalahannya. juga akan membosankan sehingga pelajaran cenderung tidak diperhatikan. 2. a. walaupun bukan faktoryang besar. Sikap inidapat membantu tercipyanya iklim yang menguntungkan bagi terciptanya kondisi belajar yang optimal. Hal yang penting dari itu semuanya adalah proses pembelajarannya akan semakin terarah. C. Pembinaan hubungan baik Pembinaan hubungan baik (report) antara guru dan siswa dalam masalah manajemen kelas adalah hal yang sangat penting. b. Suara yang melengking tnggi atau senautiasa tinggi atau demikian rendah sehingga tidak terdengar oleh siswa secara jelas dari jarak yang agak jauh akan mengakibatkan suasana gaduh. Terimalah siswa dengan hangat. dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku siswa akan dapat diperbaiki. Sikap guru Sikap guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar. Suara guru Suara guru. Pendekatan proses kelompok Premis utama yang mendasari pendekatan proses kelompok didasarkan pada asumsiasumsi berikut: 1. melakukan percobaan sendiri. realistik dalam kegiatan belajar mengajar yang sedang dilakukan serta terbuka terhadap hal-hal yangakan ada pada dirinya. Kalaupun guru terpaksa membenci. penuh gairah dan semangat.

pendekatan analitik pluralistik memperluas jangkauan pendekatan. komunikasi. Fungsi kepemimpinan dilaksanakan bersama-sama oleh guru dan para peserta didik. Persepsi tersebut adalah perkiraan individual tentang cara berperilaku diri sendiri dan orang lain. baik verbal maupun non-verbal. 6. Pendekatan analitik pluralistik Pendekatan analitik pluralistik memberi kesempatan kepada guru memilih strategi manajemen kelas atau gabungan beberapa strategi dari berbagai pendekatan manajemen yang dianggap mempunyai potensi terbesar berhasil menanggulangi masalah manajemen kelas dalam situasi yang telah dianalisis. 3. Kepemimpinan paling tepat diartikan sebagai perilaku yang membantu kelompok bergerak menuju pencapaian tujuannya serta memelihara dan / atau meningkatkan kepaduan. 2. Pengelolaan kelas oleh guru adalah menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang menunjang terciptanya suasana belajar yang menguntungkan. perilaku kepemimpinan terdiri atas tindakan-tindakan anggota-anggota kelompok termasuk didalamnya tindakan-tindakan yang membantu penetapan norma –norma kelompok yang menggerakkann kelompok ke arah tujuan. dan keterpaduan dengan penjelasan seperti berikut ini : 1. kepemimpinan. Dengan demikian. Harapan adalah presepsi yang dimiliki oleh guru dan siswa mengenai hubungan mereka satu sama lain. Keterpaduan menyangkut perasaan kolektif yang dimiliki oleh para anggota kelas mengenai kelompok kelasnya. norma. Pendekatan analitik pluralistik berupa pemilihan diantara berbagai strategi manajemen kelas suatu atau beberapa strategi yang mempunyai kemungkinan menciptakan dan menampung kondisikondisi yang memberi kemudahan kepada pembelajaran yang efektif dan efisien. yaitu harapan. adalah dialog antara anggota-anggota kelompok.produktif.daya tarik dapat digambarkan sebagai tingkat persahabatan yang terdapat diantara para anggota kelompok kelas. 3. Komunikasi. Daya tarik menunjuk pada pola-pola persahabatan dalam kelompok kelas. Komunikasi mencakupi kemampuan khas manusia untuk saling memahami dan menyatakan buah pikiran serta perasaan masing-masing. 4. Jadi. daya tarik. . Schmuck dan Schmuck dalam weber (1986) mengemukakan enam ciri pendekatan proses kelompok. Norma ialah pengharapan bersama mengenai cara berpikir . dan cara berperilaku para angota kelompok. 5. 4. Norma sangat mempengaruhi hubungan antar pribadi karena norma tersebut memberikan pedoman yang membantu para anggota memahami apa yang diharapkan dari mereka dan apa yang dapat diharapkan mereka harapkan dari orang lain. Kelompok kelas adalah suatu sistem sosial yang mengandung ciri-ciri yang terdapat pada semua sistem sosial yang mengandung ciri-ciri yang terdapat dalam semua sistem sosial. cara berperasaan. D. Guru yang bijaksana menghargai pendekatan dan strategi manajemen kelas yang mempunyai konsep yang baik. Tingkat daya tarik bergantung pada sejauh mana hubungan antarpribadi yang positif telah berkembang. yang menciptakan kepandun kelompok. Keterpaduan menekankan hubungan individu dengan kelompok sebagai suatu keseluruhan.

Contoh Pendekatan Analitik Pluralistik: guru bisa menangani masalah yang terjadi di dalam kelas dengan mudah. yakni apakah mereka telah melakukan apa – apa yang diharapkan untuk dilakukan. Perilaku peserta didik yaitu sejauh mana peserta didik berperilaku yang sesuai. berkelahi. konselor bermaksud mengembangkan suatu fleksibilitas besar yang memungkinkan konselor untuk bisa melayani banyak orang dengan cara yang cocok untuk setiap orang guna dapat memperoleh hasil yang maksimal atau optimal. dalam arti diterapkan saja pandangan. prosedur. Perilaku guru yaitu sejauh mana guru telah menggunakan perilaku manajemen yang direncanakan akan dan dilakukan. Keuntungan utama terciptanya kondisi kelas yang diyakini guru sesuai adalah: a. akan memungkinkan guru mengetahui: a. Dengan demikian. Menganalisis kondisi kelas yang nyata Dengan mengadakan analisis ini. 3. Kesenjangan antara kondisi sekarang dan yang diharapkan. Ini tidak berarti bahwa konselor berpikir dan bertindak seperti orang yang bersikap oportunis. Kondisi sekarang yang perlu dipelihara dan dipertahankan karena dianggap kurang baik. b. E. Pendekatan eklektik Istilah pendekatan Eklektik (Eclectic Counseling) menunjuk pada suatu sistematika dalam konseling yang berpegang pada pandangan teoretis dan pendekatan (approach). dan teknik sehingga dapat melayani masing-masing konseli sesuai dengan kebutuhannya dan sesuai dengan ciri khas masalah yang dihadapinya. Memilih dan menggunakan strategi pengelolaan Guru yang efektif adalah guru yang menguasai berbagai strategi manajerial yang tergantung dalam berbagai pendekatan manajemen kelas dan mampu memilih dan menggunakan strategi yang paling sesuai dalam situasi tertentu yang dianalisis sebelumnya. Menilai keefektifan pengelolaan Proses penilaian ini memusatkan perhatian kepada 2 perangkat perilaku. c. Oleh karenanya dalam pendekatan ini konselor menggunakan variasi dalarrl sudut pandangan. 4. b. Guru tidak memandang kelas semata – mata hanya sebagai reaksi atas masalah yang timbul b. Guru akan memiliki seperangkat tujuan yang mengarahkan dan yang menjadi tolak ukur penilaian atas hasil upayanya 2. seperti anak yang nakal. Konselor yang berpegang pada pola eklektik berpendapat bahwa mengikuti satu orientasi teoretis serta menerapkan satu pendekatan saja terlalu membatasi ruang gerak konselor. pemalu dll. Menentukan kondisi kelas yang diinginkan Dalam hal ini.Ada 4 tahap pendekatan analitik pluralistik: 1. yaitu a. yang merupakan perpaduan dari berbagai unsur yang diambil atau dipilih dari beberapa konsepsi serta pendekatan. karena dalam pendekatan analitik pluralistik guru bisa memilih strategi manajemen kelas yang dianggapnya paling berpotensi untuk pembelajaran. Kesenjangan yang timbul jika guru gagal mengambil tindakan pencegahan. guru perlu mengetahui dengan jelas dan mendalam tentang kondisi – kondisi yang menurut penilaianya akan memungkinkan mengajar secara efektif. BAB III PENUTUP . prosedur. dan teknik yang kebetulan membawa hasil yang paling baik.

(diakses tanggal 26 September 2012) . Manajemen Kelas. Pendekatan eklektik Istilah pendekatan Eklektik (Eclectic Counseling) menunjuk pada suatu sistematika dalam konseling yang berpegang pada pandangan teoretis dan pendekatan (approach). http://dheekape. e. http://www. b.blogspot. yaitu prinsip prinsip psikologi behavioral.html. Buku II: Modul Pengelolaan Kelas. Pendekatan proses kelompok d. Pendekatan Pengubahan Perilaku Pendekatan pengubahan tingkah laku didasarkan pada teori yang mantap. Untuk itu.Simpulan Pendekatan yang ada di manajemen kelas antara lain : a. Pendekatan Sosio-emosional Pendekatan iklim sosio-emosional dalam manajemen kelas berakar pada psikologi penyuluhan klinis. Pendekatan analitik pluralistik Pendekatan analitik pluralistik memberi kesempatan kepada guru memilih strategi manajemen kelas atau gabungan beberapa strategi dari berbagai pendekatan manajemen yang dianggap mempunyai potensi terbesar berhasil menanggulangi masalah manajemen kelas dalam situasi yang telah dianalisis. Rasdi. ”Pendekatan Pengubahan Tingkah Laku dalam Pengelolaan Kelas”. DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2002.com/2011/07/pendekatan-dalam-manajemen-kelas. Proyek Pengembangan Institusi Pendidikan Tinggi. IKIP Semarang Press. “Pendekatan Dalam Manajemen Kelas”. seorang guru harus pandai-pandai dalam memilih dan melaksanakan pendekatan yang ada agar sesuai dengan situasi dan kondisi kelas. yang merupakan perpaduan dari berbagai unsur yang diambil atau dipilih dari beberapa konsepsi serta pendekatan Saran Dalam pelaksanaan manajemen kelas tentunya banyak cara atau pendekatan yang dilakkukan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 1982. Ekosiswoyo. Semarang. c.infodiknas.com/bab-4-pendekatanpengubahan-tingkah-laku-dalam-pengelolaan-kelas/. karena itu memberikan arti yang sangat penting pada hubungan antar pribadi. (diakses tanggal 26 Setember 2012). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful