MAKALAH MATERIAL TEKNIK

UJI TARIK DAN KEKERASAN

Oleh: Kelompok II

David Yafisham Diki Ramadan Febrizal Jhona Heri Suhendra

(1107114368) (1107114179) (1107114332) (1107120827) (1107114150)

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU 2013

KATA PENGHANTAR

Alhamdulillah kami bersyukur kepada Tuhan YME. Berkat karunia-Nya makalah ini telah kami selesaikan. laporan ini bertujuan untuk melengkapi tugas dan juga dapat digunakan sebagai referensi bagi para pembaca untuk memahami dan mempelajari tentang Uji Tarik dan Uji Kekerasan. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan lapoaran ini, sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan sebaik mungkin dan tepat pada waktu yang telah ditentukan. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih memiliki banyak kekurangan dan kesalahan. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk kesempurnaan makalah ini kedepannya. Akhir kata Wassalamualaikum Wr. Wb.

Pekanbaru, 11 Maret 201

Penulis

i

......... 5 3......................................................... iii DAFTAR TABEL................................. 1...................................................... 1 1....... Grip and Face Selection .......................... 3 2........................................................................... 4 2.......................................................................................................................2........................................... i DAFTAR ISI................... 16 Uji Kekerasan Rockwell ..................................................................................................................... 15 1............................................... 15 UJI KEKERASAN VICKERS ...............................................1..................................... 17 DAFTAR PUSTAKA .........................................1.... Sifat-Sifat Mekanik Spesimen Uji Tarik ........................................DAFTAR ISI KATA PENGHANTAR ........................................................... Bentuk dan Dimensi Spesimen uji ..................................... 1..........................................................1 Uji Tarik ..............iv BAB I PENDAHULUAN ..............................................................................2....... 8 2........1............1.................. UJI KEKERASAN.. BRINELL..........................................3.............................................................................. ii DAFTAR GAMBAR ............................................. Latar Belakang ................................................................. 1 BAB II PEMBAHASAN ......................... 20 ii ...........1......................................................................................................................................................................................... 3 1..................

...................................... 5 iii ........................... 4 Gambar 3 Dimensi dan ukuran spesimen untuk uji tarik ......................................................................DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Gambaran singkat uji tarik dan datanya ....................... 3 Gambar 2 Mesin uji tarik dilengkapi spesimen ukuran standar.. 5 Gambar 4 Contoh kurva uji tarik ........................ ..........

.DAFTAR TABEL Tabel 1 Harga modulus elastisitas pada berbagai suhu [Askeland........................................ 13 Tabel 2 Skala kekerasan Rockwell dan huruf awalannya (Davis......... 1955) .... Troxell... 1985] ............................... dan Wiskocil................................................. 19 iv ........

Dalam pembuatan suatu konstruksi diperlukan material dengan spesifikasi dan sifat-sifat yang khusus pada setiap bagiannya. Salah satu pengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik. Uji tarik adalah suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu bahan/material dengan cara memberikan beban gaya yang sesumbu. dan korosif. Sifat mekanik merupakan salah satu acuan untuk melakukan proses selanjutnya terhadap suatu material. kita perlu benar-benar mengetahui nilai mutlak dan akurat dari sifat mekanik logam tersebut. Sifat mekanik terdiri dari keuletan. Pengujian ini dimaksudkan agar kita dapat mengetahui besar sifat mekanik dari material.Salah satu cara untuk 1 . kekerasan.Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan konstruksi dan pesanan. Salah satu yang penting dari sifat tersebut adalah sifat mekanik. Untuk mengetahui sifat mekanik pada suatu logam harus dilakukan pengujian terhadap logam tersebut. contohnya untuk dibentuk dan dilakukan proses permesinan. dan ketangguhan. sekarang ini banyak dilakukan pengujian-pengujian terhadap sampel dari material. Material juga harus elastis agar pada saat terjadi pembebanan standar atau berlebih tidak patah. Pengujian uji tarik digunakan untuk mengukur ketahanan suatu material terhadap gaya statis yang diberikan secara lambat. Diperlukan material yang kuat untuk menerima beban diatasnya. Material yang mempunyai sifat mekanik lebih baik dapat memperbaiki sifat mekanik dari material dengan sifat yang kurang baik dengan cara alloying. kekuatan. sehingga dapat dlihat kelebihan dan kekurangannya. Meskipun dalam proses pembuatannya telah diprediksikan sifat mekanik dari logam tersebut. mekanik. thermal. Latar Belakang Suatu logam mempunyai sifat-sifat tertentu yang dibedakan atas sifat fisik.BAB I PENDAHULUAN 1.1. Oleh karena itu. Sebagai contoh dalam pembuatan konstruksi sebuah jembatan. Salah satu contoh material yang sekarang banyak digunakan pada konstruksi bangunan atau umum adalah logam. Hasil yang didapatkan dari pengujian tarik sangat penting untuk rekayasa teknik dan desain produk karena mengahsilkan data kekuatan material.

Pengujian tarik ini dilakukan untuk mengetahui sifat-sifat mekanis suatu material. Dengan adanya kurva tegangan regangan kita dapat mengetahui kekuatan tarik.mengetahui besaran sifat mekanik dari logam adalah dengan uji tarik. karena dengan pengujian ini dapat memberikan berbagai informasi mengenai sifat-sifat logam. Pada pegujian tarik ini kita juga harus mengetahui dampak pengujian terhadap sifat mekanis dan fisik suatu logam. Dalam bidang industri diperlukan pengujian tarik ini untuk mempertimbangkan faktor metalurgi dan faktor mekanis yang tercakup dalam proses perlakuan terhadap logam jadi. Pengujian tarik banyak dilakukan untuk melengkapi informasi rancangan dasar kekuatan suatu bahan dan sebagai data pendukung bagi spesifikasi bahan. Nilai kekuatan dan elastisitas dari material uji dapat dilihat dari kurva uji tarik. Oleh karena pentingnya pengujian tarik ini. Dengan mengetahui parameter-parameter tersebut maka kita dapat data dasar mengenai kekuatan suatu bahan atau logam. 2 . kita sebagai mahasiswa metalurgi hendaknya mengetahui mengenai pengujian ini. untuk memenuhi proses selanjutnya. Pengujian tarik ini merupakan salah satu pengujian yang penting untuk dilakukan. khususnya logam diantara sifat-sifat mekanis yang dapat diketahui dari hasil pengujian tarik adalah sebagai berikut:  Kekuatan tarik  Kuat luluh dari material  Keuletan dari material  Modulus elastic dari material  Kelentingan dari suatu material  Ketangguhan. ketangguhan. Uji tarik banyak dilakukan untuk melengkapi informasi rancangan dasar kekuatan suatu bahan dan sebagai data pendukung bagi spesifikasi bahan. keuletan. dan lain-lain. Karena dengan pengujian tarik dapat diukur ketahanan suatu material terhadap gaya statis yang diberikan secara perlahan. kekuatan luluh. modulus elastisitas. Sifat mekanik yang dapat diketahui adalah kekuatan dan elastisitas dari logam tersebut.

kita akan mendapatkan profil tarikan yang lengkap yang berupa kurva seperti digambarkan pada Gbr. Bila kita terus menarik suatu bahan (dalam hal ini suatu logam) sampai putus. uji torsi (torsion test). uji tekan (compression test). 1985]. Hasil yang didapatkan dari pengujian tarik sangat penting untuk rekayasa teknik dan desain produk karena mengahasilkan data kekuatan material. Kurva ini menunjukkan hubungan antara gaya tarikan dengan perubahan panjang. Profil ini sangat diperlukan dalam desain yang memakai bahan tersebut.Ada empat jenis uji coba yang biasa dilakukan. Banyak hal yang dapat kita pelajari dari hasil uji tarik. Gambar 1 Gambaran singkat uji tarik dan datanya 3 . Pengujian uji tarik digunakan untuk mengukur ketahanan suatu material terhadap gaya statis yang diberikan secara lambat. dan uji geser (shear test).1. yaitu uji tarik (tensile test). Uji tarik adalah suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu bahan/material dengan cara memberikan beban gaya yang sesumbu [Askeland. tentu kita harus mengadakan pengujian terhadap bahan tersebut.BAB II PEMBAHASAN 2.1 Uji Tarik Untuk mengetahui sifat-sifat suatu bahan.

pemilihan grips dan lain-lain. Jadi standarisasi dari bentuk spesimen uji dimaksudkan agar retak dan patahan terjadi di daerah gage length. dilakukan pembebanan uniaxial sehingga spesimen uji mengalami peregangan dan bertambah panjang hingga akhirnya patah. Dimana spesimen uji yang telah distandarisasi. Seperti pada gambar 1 benda yang di uji tarik diberi pembebanan pada kedua arah sumbunya. 1. Pemberian beban pada kedua arah sumbunya diberi beban yang sama besarnya.Gambar 2 Mesin uji tarik dilengkapi spesimen ukuran standar. Bentuk dan Dimensi Spesimen uji Spesimen uji harus memenuhi standar dan spesifikasi dari ASTM E8 atau D638. murah dan sangat terstandarisasi dibanding pengujian lain. 4 . Hal-hal yang perlu diperhatikan agar penguijian menghasilkan nilai yang valid adalah bentuk dan dimensi spesimen uji. Bentuk dari spesimen penting karena kita harus menghindari terjadinya patah atau retak pada daerah grip atau yang lainnya. Pengujian tarik relatif sederhana. Pengujian tarik adalah dasar dari pengujian mekanik yang dipergunakan pada material.

spesimen uji akan terjadi slip atau bahkan pecah dalam daerah grip (jaw break). Dengan pemilihan setting yang tidak tepat. Ini akan menghasilkan hasil yang tidak valid. Grip and Face Selection Face dan grip adalah faktor penting. Gambar 3 Dimensi dan ukuran spesimen untuk uji tarik Kurva tegangan-regangan teknik dibuat dari hasil pengujian yang didapatkan. Beban yang diberikan pada bahan yang di uji ditransmisikan pada pegangan bahan yang di uji. Dimensi dan ukuran pada benda uji disesuaikan dengan stándar baku pengujian.2. Face harus selalu tertutupi di seluruh permukaan yang kontak dengan grip. Gambar 4 Contoh kurva uji tarik 5 . Agar spesimen uji tidak bergesekan langsung dengan face.

persen perpanjangan dan pengurangan luas. Dan parameter pertama adalah parameter kekuatan. temperatur dan keadaan tegangan yang menentukan selama pengujian. Dituliskan seperti dalam persamaan 2. Keterangan .Tegangan yang digunakan pada kurva adalah tegangan membujur rata-rata dari pengujian tarik. kekuatan luluh atau titik luluh. perlakuan panas. Dituliskan seperti dalam persamaan 2. 6 . e : Besar regangan L : Panjang benda uji setelah pengujian (mm) Lo : Panjang awal benda uji (mm) Bentuk dan besaran pada kurva tegangan-regangan suatu logam tergantung pada komposisi. sedangkan dua yang terakhir menyatakan keuletan bahan. Tegangan teknik tersebut diperoleh dengan cara membagi beban yang diberikan dibagi dengan luas awal penampang benda uji. Parameter-parameter yang digunakan untuk menggambarkan kurva tegangan-regangan logam adalah kekuatan tarik. yang diperoleh dengan cara membagi perpanjangan yang dihasilkan setelah pengujian dilakukan dengan panjang awal. s : besarnya tegangan (kg/mm2) P : beban yang diberikan (kg) A0 : Luas penampang awal benda uji (mm2) Regangan yang digunakan untuk kurva tegangan-regangan teknik adalah regangan linier rata-rata. laju regangan.1 berikut: s= P/A0 Keterangan .2 berikut. deformasi plastik.

Seluruh deformasi plastis berikutnya terpusat pada daerah tersebut dan benda uji mulai mengalami penyempitan secara lokal. Karena penurunan luas penampang lintang lebih cepat daripada pertambahan deformasi akibat pengerasan regang. Tegangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan deformasi plastis akan bertambah besar dengan bertambahnya regangan plastik. Keadaan ini untuk pertama kalinya dicapai pada suatu titik dalam benda uji yang sedikit lebih lemah dibandingkan dengan keadaan tanpa beban. 7 . Apabila beban melampaui nilai yang berkaitan dengan kekuatan luluh. Pada tegangan dan regangan yang dihasilkan. beban sebenarnya yang diperlukan untuk mengubah bentuk benda uji akan berkurang dan demikian juga tegangan teknik pada persamaan (1) akan berkurang hingga terjadi patah. σ : Tegangan (kg/mm2) Pada mulanya pengerasan regang lebih besar dari yang dibutuhkan untuk mengimbangi penurunan luas penampang lintang benda uji dan tegangan teknik (sebanding dengan beban F) yang bertambah terus. Deformasi tidak berubah pada pembebanan. Deformasi pada daerah ini bersifat permanen. Akhirnya dicapai suatu titik di mana pengurangan luas penampang lintang lebih besar dibandingkan pertambahan deformasi beban yang diakibatkan oleh pengerasan regang. benda mengalami deformasi plastis bruto. meskipun bebannya dihilangkan. Persamaannya dituliskan dalam persamaan Keterangan .Bentuk kurva tegangan-regangan pada daerah elastis tegangan berbanding lurus terhadap regangan. daerah remangan yang tidak menimbulkan deformasi apabila beban dihilangkan disebut daerah elastis. dengan bertambahnya regangan. e : regangan E : Besar modulus elastisitas (kg/mm2). dapat diketahui nilai modulus elastisitas.

Su = Kuat tarik Pmaks = Beban maksimum A0 = Luas penampang awal Untuk logam-logam yang liat kekuatan tariknya harus dikaitkan dengan beban maksimum dimana logam dapat menahan sesumbu untuk keadaan yang sangat terbatas.Dari kurva uji tarik yang diperoleh dari hasil pengujian akan didapatkan beberapa sifat mekanik yang dimiliki oleh benda uji. 3. Sifat-Sifat Mekanik Spesimen Uji Tarik a. sifat-sifat tersebut antara lain [Dieter. Kelentingan dari suatu material f. Modulus elastic dari material e. Ketangguhan. Kekuatan tarik Kekuatan yang biasanya ditentukan dari suatu hasil pengujian tarik adalah kuat luluh (Yield Strength) dan kuat tarik (Ultimate Tensile Strength). Kekuatan tarik atau kekuatan tarik maksimum (Ultimate Tensile Strength / UTS). Kekuatan tarik b. adalah beban maksimum dibagi luas penampang lintang awal benda uji. Keuletan dari material d. Kuat luluh dari material c. 1993]: a. Tegangan tarik adalah nilai yang paling sering dituliskan sebagai hasil suatu uji tarik. di mana. tetapi pada kenyataannya nilai tersebut kurang bersifat 8 .

telah menjadi kebiasaan mendasarkan kekuatan struktur pada kekuatan tarik. karena jauh lebih praktis menggunakan kekuatan tarik untuk menentukan kekuatan bahan. Akan tetapi. Kecenderungan yang banyak ditemui adalah menggunakan pendekatan yang lebih rasional yakni mendasarkan rancangan statis logam yang liat pada kekuatan luluhnya.mendasar dalam kaitannya dengan kekuatan bahan. dikurangi dengan faktor keamanan yang sesuai. yakni yang biasanya ditemui. Korelasi empiris yang diperluas antara kekuatan tarik dan sifat-sifat bahan misalnya kekerasan dan kekuatan lelah. dan merupakan metode identifikasi bahan yang sangat berguna. Sebagian besar bahan mengalami perubahan sifat dari elastik menjadi plastik yang berlangsung sedikit demi sedikit. Tegangan di mana deformasi plastik atau batas luluh mulai teramati tergantung pada kepekaan pengukuran regangan. maka metode ini lebih banyak dikenal. sering dipergunakan. di mana logam dapat menahan beban sesumbu untuk keadaan yang sangat terbatas. dan titik di mana deformasi plastik mulai terjadi dan sukar ditentukan secara teliti. Akan ditunjukkan bahwa nilai tersebut kaitannya dengan kekuatan logam kecil sekali kegunaannya untuk tegangan yang lebih kompleks. karena kekuatan tarik mudah ditentukan dan merupakan sifat yang mudah dihasilkan kembali (reproducible). 9 . Selanjutnya. mirip dengan kegunaan komposisi kimia untuk mengenali logam atau bahan. Untuk berapa lama. Untuk logam-logam yang liat kekuatan tariknya harus dikaitkan dengan beban maksimum. kekuatan tarik merupakan kriteria yang tepat untuk keperluan perancangan. Untuk bahan-bahan yang getas. Kekuatan tersebut berguna untuk keperluan spesifikasi dan kontrol kualitas bahan. Telah digunakan berbagai kriteria permulaan batas luluh yang tergantung pada ketelitian pengukuran regangan dan datadata yang akan digunakan.

Harga ini diperoleh dengan cara mengamati penyimpangan dari bagian garis lurus kurva teganganregangan. Batas elastik nilainya sangat rendah dan dikaitkan dengan gerakan beberapa ratus dislokasi. Dengan ketelitian regangan yang sering digunakan pada kuliah rekayasa (10-4 inci/inci). Batas elastik sejati berdasarkan pada pengukuran regangan mikro pada skala regangan 2 X 10-6 inci/inci. Dengan bertambahnya ketelitian pengukuran regangan. Penentuan batas elastik memerlukan prosedur pengujian yang diberi beban-tak diberi beban (loading-unloading) yang membosankan. 2. 3.1. Keterangan .4. Besar tegangan luluh dituliskan seperti pada persamaan 2. b. Batas elastik adalah tegangan terbesar yang masih dapat ditahan oleh bahan tanpa terjadi regangan sisa permanen yang terukur pada saat beban telah ditiadakan. batas elastik lebih besar daripada batas proporsional. Ys : Besarnya tegangan luluh (kg/mm2) Py : Besarnya beban di titik yield (kg) Ao : Luas penampang awal benda uji (mm2) 10 . nilai batas elastiknya menurun hingga suatu batas yang sama dengan batas elastik sejati yang diperoleh dengan cara pengukuran regangan mikro. 1993]. Kekuatan luluh ( yield strength) merupakan titik yang menunjukan perubahan dari deformasi elastis ke deformasi plastis [Dieter. Kekuatan luluh (yield strength) Salah satu kekuatan yang biasanya diketahui dari suatu hasil pengujian tarik adalah kuat luluh (Yield Strength). Batas proporsional adalah tegangan tertinggi untuk daerah hubungan proporsional antara tegangan-regangan. sebagai berikut.

Kekuatan luluh adalah tegangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah kecil deformasi plastis yang ditetapkan.001) Cara yang baik untuk mengamati kekuatan luluh offset adalah setelah benda uji diberi pembebanan hingga 0.2% kekuatan luluh offset dan kemudian pada saat beban ditiadakan maka benda ujinya akan bertambah panjang 0. c.1 persen (e = 0. 1993]: 11 . Sebagian besar bahan mengalami perubahan sifat dari elastik menjadi plastis yang berlangsung sedikit demi sedikit.2 atau 0. Pengukuran Keliatan (keuletan) Keuleten adalah kemampuan suatu bahan sewaktu menahan beban pada saat diberikan penetrasi dan akan kembali ke baentuk semula.1 sampai dengan 0. dan titik di mana deformasi plastis mulai terjadi dan sukar ditentukan secara teliti. Definisi yang sering digunakan untuk sifat ini adalah kekuatan luluh ditentukan oleh tegangan yang berkaitan dengan perpotongan antara kurva teganganregangan dengan garis yang sejajar dengan elastis ofset kurva oleh regangan tertentu.Tegangan di mana deformasi plastis atau batas luluh mulai teramati tergantung pada kepekaan pengukuran regangan. Tegangan offset di Britania Raya sering dinyatakan sebagai tegangan uji (proff stress). karena metode tersebut terhindar dari kesukaran dalam pengukuran batas elastik atau batas proporsional. lebih panjang daripada saat dalam keadaan diam. Di Amerika Serikat offset biasanya ditentukan sebagai regangan 0. Kekuatan luluh yang diperoleh dengan metode ofset biasanya dipergunakan untuk perancangan dan keperluan spesifikasi.002 atau 0. di mana harga ofsetnya 0.2%.1% atau 0.5%.Secara umum pengukuran keuletan dilakukan untuk memenuhi kepentingan tiga buah hal [Dieter.

Modulus Elastisitas Modulus Elastisitas adalah ukuran kekuatan suatu bahan akan keelastisitasannya. 2. karena gaya-gaya ini tidak dapat dirubah tanpa terjadi perubahan mendasar pada sifat bahannya. Secara matematis persamaan modulus elastic dapat ditulis sebagai berikut.1. misalnya pengerolan dan ekstrusi. perlakuan panas. atau pengerjaan dingin. Maka modulus elastisitas salah satu sifat-sifat mekanik yang tidak dapat diubah. Makin besar modulus. 3. makin kecil regangan elastik yang dihasilkan akibat pemberian tegangan. s = tegangan ε = regangan 12 . Sifat ini hanya sedikit berubah oleh adanya penambahan paduan. Sebagai petunjuk adanya perubahan permukaan kemurnian atau kondisi pengolahan d. Untuk memberi petunjuk secara umum kepada perancang mengenai kemampuan logam untuk mengalir secara pelastis sebelum patah.Modulus elastisitas ditentukan oleh gaya ikat antar atom. Untuk menunjukan elongasi di mana suatu logam dapat berdeformasi tanpa terjadi patah dalam suatu proses suatu pembentukan logam. Dimana.

misal pegas mekanik. Kelentingan biasanya dinyatakan sebagai modulus kelentingan. 1993]. modulus kelentingan adalah : Persamaan ini menunjukan bahwa bahan ideal untuk menahan beban energi pada pemakaian di mana bahan tidak mengalami deformasi permanen. yakni energi regangan tiap satuan volume yang dibutuhkan untuk menekan bahan dari tegangan nol hingga tegangan luluh σo. adalah data bahan yang memiliki tegangan luluh tinggi dan modulus elastisitas rendah.Tabel 1 Harga modulus elastisitas pada berbagai suhu [Askeland. 13 . 1985] e. Kelentingan (resilience) Kelentingan adalah kemampuan suatu bahan untuk menyerap energi pada waktu berdeformasi secara elastis dan kembali kebentuk awal apabila bebannya dihilangkan [Dieter. Energi regangan tiap satuan volume untuk beban tarik satu sumbu adalah : Uo = ½ σxеx Dari definisi diatas.

Persamaan sebagai berikut. Salah satu menyatakan ketangguhan adalah meninjau luas keseluruhan daerah di bawah kurva tegangan-regangan. maka tegangan patah sejati sering tidak tepat nilai. dibagi luas penampang lintang. Tegangan ini harus dikoreksi untuk keadaan tegangan tiga sumbu yang terjadi pada benda uji tarik saat terjadi patah. UT : Jumlah unit volume Tegangan patah sejati adalah beban pada waktu patah.f. Ketangguhan (S0) adalh perbandingan antara kekuatan dan kueletan. Pada umumnya ketangguhan menggunakan konsep yang sukar dibuktikan atau didefinisikan. Luas ini menunjukan jumlah energi tiap satuan volume yang dapat dikenakan kepada bahan tanpa mengakibatkan pecah. 14 . Ketangguhan (Toughness) Ketangguhan (Toughness) adalah kemampuan menyerap energi pada daerah plastik. UT ≈ su ef atau Untuk material yang getas Keterangan. Karena data yang diperlukan untuk koreksi seringkali tidak diperoleh.

BHN dapat ditentukan dari persamaan berikut : Dengan : P = beban yang digunakan (kg) D = diameter bola baja (mm) d = diameter lekukan (mm) jejak penekanan yang relatif besar pada uji kekerasan brinell memberikan keuntungan dalam membagikan secara pukul rata ketidak seragaman lokal. bersih dari debu atau kerak. BRINELL Metode uji kekerasan yang diajukan oleh J. Beban diterapkan pada wktu tertentu. Uji kekerasan ini berupa pembentukan lekukan pada permukaan logam memakai bola baja yang dikeraskan kemudian ditekan dengan beban tertentu. luas ini dihitung dari pengukuran mikroskopik panjang diameter jejak. Angka kekerasan brinell (BHN) dinyatakan sebagai beban P dibagi luas permukaan lekukan.1.2. Pada prakteknya. Selain itu.2. Permukaan harus relatif halus. 1987). rata.A Brinell pada tahun 1900 ini merupakan uji kekerasan lekukan yang pertama kali banyak digunakan serta disusun pembakuanya (dieter. UJI KEKERASAN 1. uji brinell tidak begitu dipengaruhi oleh goresan dan kekerasan permukaan dibandingkan dengan uji kekerasan yang lain. Di sisi lain jejak penekanan yang besar ukuranya.1. biasanya 30 detik. dan diameter lekukan diukur dengan mikroskop. setelah beban dihilangkan. 15 . dapat menghalangi pemakaian uji ini pada benda uji yang kecil atau tipis.

Deformasi plastis sendiri suatu keadaan dari suatu material ketika material tersebut diberikan gaya maka struktur mikro dari material tersebut sudah tidak bisa kembali ke bentuk asal artinya material tersebut tidak dapat kembali ke bentuknya semula. Lebih ringkasnya kekerasan didefinisikan sebagai kemampuan suatu material untuk menahan beban identasi atau penetrasi (penekanan).Kekerasan (Hardness) adalah salah satu sifat mekanik (Mechanical properties) dari suatu material.2. umumnya pengujian kekerasan menggunakan 4 macam metode pengujian kekerasan. Besar sudut antar permukaan piramida intan yang saling berhadapan adalah 1360. Luas ini dihitung dari pengukuran 16 .1. Angka kekerasan vickers didefinisikan sebagai beban dibagi luas permukaan lekukan. 1987). material dilakukan pengujian dengan dua pertimbangan yaitu untuk mengetahui karakteristik suatu material baru dan melihat mutu untuk memastikan suatu material memiliki spesifikasi kualitas tertentu. Kekerasan suatu material harus diketahui khususnya untuk material yang dalam penggunaanya akan mangalami pergesekan (frictional force) dan deformasi plastis. Nilai ini dipilih karena mendekati sebagian besar nilai perbandingan yang diinginkan antar diameter lekukan dan diameter bola penumbuk pada uji kekerasan brinell (dieter. Didunia teknik. UJI KEKERASAN VICKERS Uji kekerasan vickers menggunakan indentor piramida intan yang pada dasarnya berbentuk bujur sangkar. Di dalam aplikasi manufaktur. yakni : 1. Pada prakteknya.

yakni angka kekerasan yang diperoleh merupakan fungsi derajat indentasi. Uji ini tidak dapat digunakan untuk pengujian rutin karena pengujian ini sangat lamban. indentor dan beban yang digunakan lebih kecil sehingga menghasilkan indentasi yang lebih kecil dan lebih halus. 2. Tergantung pada kekerasan logam yang akan diuji. Hal hal yang menghalangi keuntungan pemakaian metode vickers adalah : 1. Banyak digunakan di industri karena prosedurnya lebih cepat 17 . Uji Kekerasan Rockwell Pengujian rockwell mirip dengan pengujian brinell. Beban yang biasanya digunakan pada uji vickers berkisar antara 1 hingga 120 kg.mikroskopik panjang diagonal jejak. 3. Beban dan indentor yang digunakan bervariasi tergantung pada kondisi pengujian. Berbeda dengan pengujian brinell. Pada umumnya hal ini dipenuhi.3. Memerlukan persiapan permukaan benda uji. kecuali pada beban yang sangat ringan. Terdapat pengaruh kesalahan manusia yang besar pada penentuan panjang diagonalnya 1.1. maka VHN tidak tergantung kepada beban.rataa (mm) Ɵ = sudut antara permukaan intan yang berhadapan = 1360 Kareana jejak yang dibuat dengan penekanan piramida serupa secara geometris dan tidak terdapat persoalan mengenai ukuranya. VHN dapat ditentukan dari persamaan berikut : Dengan : P = beban yang digunakan (kg) D = panjang diagonal rata.

indentor dapat terdefomasi dan berubah bentuk. dan Wiskocil. sehingga hasil pengujian tidak benar dan pemegang indentor dapat rusak. Pengujian dilakukan dengan terlebih dahulu memberikan beban minor 10 kg. maka perlu diberikan awalan huruf pada angka kekerasan yang menunjukkan kombinasi beban dan penumbuk tertentu untuk skala beban yang digunakan. Selain itu. Tetapi jika indentor bola baja dipakai untuk menguji bahan yang lebih lunak dari B 0. Range kekerasannya dari 0–100. Dial pada mesin terdiri atas warna merah dan hitam yang didesain untuk mengakomodir pengujian skala B dan C yang seringkali dipakai. Indentor atau “penetrator” dapat berupa bola baja atau kerucut intan dengan ujung yang agak membulat (biasa disebut “brale”). Skala kekerasan B digunakan untuk pengujian dengan kekerasan medium seperti baja karbon rendah dan baja karbon medium dalam kondisi telah dianil (dilunakkan). 1/4. Karena pada pengujian rockwell. Bila indentor bola baja dipakai untuk menguji bahan yang kekerasannya melebihi B 100. Beban mayor biasanya 60 atau 100 kg untuk indentor bola baja dan 150 kg untuk indentor brale. karena bentuknya. yaitu 1/8. dan kemudian beban mayor diaplikasikan. 18 . dapat digunakan beban dan indentor sesuai kondisi pengujian. Mesikpun demikian. bola baja tidak sesensitif brale untuk membedakan kekerasan bahan-bahan yang keras. Troxell. angka kekerasan yang ditunjukkan merupakan kombinasi antara beban dan indentor yang dipakai. tetapi terdapat juga indentor dengan diameter lebih besar. atau 1/2 inchi untuk bahan-bahan yang lunak. Diameter bola baja umumnya 1/16 inchi. 1955).(Davis. dapat mengakibatkan pemegang indentor mengenai benda uji.

dan Wiskocil. Troxell.Tabel 2Skala kekerasan Rockwell dan huruf awalannya (Davis. 1955) Simbol skala dan huruf awalan B C Indentor Beban penekanan (kg) Warna dial Kelompok 1: Bola baja 1/16 – inchi Brale Kelompok 2: Brale Brale Bola baja 1/8 – inchi Bola baja 1/16 – inchi Bola baja 1/16 – inchi Bola baja 1/8 – inchi Bola baja 1/8 – inchi Kelompok 3: Bola baja 1/4 – inchi Bola baja 1/4 inchi Bola baja 1/4 – inchi Bola baja 1/2 – inchi Bola baja 1/2 – inchi Bola baja 1/2 – inchi 100 150 Merah Hitam A D E F G H K 60 100 100 60 150 60 150 Hitam Hitam Merah Merah Merah Merah Merah L M P R S V 60 100 150 60 100 150 Merah Merah Merah Merah Merah Merah 19 .

ac.DAFTAR PUSTAKA  http://belajarmetalurgi.pdf(Diakses tgl 11-03-2013 pukul 01:56)  http://www.id/sites/default/files/Bab%202%20Tarik.pdf(Diakses tgl 11-03-2013 pukul 02:10)  http://www.blogspot.com/2011/02/pendahuluan-dalamkehidupan sehari-hari.uny.infometrik.pdf(Diakses pada tgl 11-03-2013) tgl 11-03-2013 20 .alatuji.id/wp-content/uploads/2008/03/bab4-mt.id/sites/default/files/Bab%201%20Kekerasan%20edisi% 202009.ac.ac.unsada.com/article/detail/3/what-is-hardness-test-ujikekerasan-(Diakses pada tgl 11-03-2013 pukul 02:18)  http://staff.pdf(Diakses pukul 02:05)  http://ft.uny.com/wpcontent/uploads/2009/09/Mengenalujitarik.html(Diakses tgl 10-03-2013 pukul 23:53)  http://staff.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful