P. 1
Permasalahan Kependudukan Dan Upaya Penanggulangannya

Permasalahan Kependudukan Dan Upaya Penanggulangannya

|Views: 1,720|Likes:
ips smp
ips smp

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Dewa Ayu Nadia Taradhita on May 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2014

pdf

text

original

Permasalahan Kependudukan dan Upaya Penanggulangannya

Post under Materi IPS di 08:23 Diposkan oleh Mr. Windu

Materi 2. Permasalahan Kependudukan dan Upaya Penanggulangannya a. Pertumbuhan penduduk di pengaruhi oleh dua faktor, yaitu : faktor demografi dan non demografi.  Faktor demografi meliputi tiga hal pokok yaitu : a) Kelahiran (Natalitas): Pertambahan jumlah anak/kelahiran baru pada periode tertentu. b) Migrasi : Perpindahan penduduk dari suatu wilayah lain, baik melewati batas negara maupun batas administrasi wilayah dalam suatu negara dengan tujuan menetap. c) Kematian (Mortalitas) : Pengurangan jumlah penduduk pada periode tertentu yang disebabkan oleh faktor kematian.  Faktor non demografi yaitu : kesehatan dan pendidikan b. Angka kelahiran dan kematian  Angka kelahiran kasar yaitu angka kelahiran yang menunjukkan jumlah per seribu penduduk dalam suatu periode tertentu. CBR = Crude Birth Rate

Rumus : Ket : CBR = Angka kelahiran kasar B = Jml kelahiran setahun P = Jumlah penduduk

k = konstanta (1.000) Angka kelahiran kasar dapat digolongkan menjadi 3 yakni : 1. Angka kelahiran rendah, jika angka kelahiran kurang dari 30. 2. Angka kelahiran sedang, jika angka kelahiran antara 30-40. 3. Angka kelahiran tinggi, jika angka kelahiran lebih dari 40.  Angka kelahiran khusus umur yaitu rata-rata banyak bayi yang lahir dari tiap 1.000 orang wanita pada usia tertentu dalam jangka waktu setahun. ASBR = Age Specific Birth Rate.

Rumus : Keterangan : ASBR = Angka kelahiran dari wanita pada umur tertentu B = Jumlah kelahiran dari wanita pada kelompok umur tertentu.
X

= Kelompok wanita pada umur tertentu.

k = konstanta (1.000)  Angka kematian kasar yaitu rata-rata banyaknya orang yang meninggal dari tiap 1.000 orang penduduk dalam setahun. CDR = Crude Death Rate

Rumus : Keterangan : CDR = Angka kematian kasar D = Jumlah kematian dalam setahun

P = Jumlah penduduk k = konstanta (1.000) Angka kematian kasar dapat digolongkan menjadi 3 yakni : 1. Angka kematian rendah, jika angka kematian kurang dari 10 2. Angka kematian sedang, jika angka kematian antara 10 – 20 3. Angka kematian tinggi, Jika angka kematian lebih dari 20  Angka kematian khusus umur yaitu rata-rata banyak orang penduduk pada usia tertentu dalam setahun. ASDR = Age Specific Death Rate. Biasanya angka ini sangat tinggi pada usia lanjut, sedangkan pada kelompok usia muda angka jauh lebih rendah.

Rumus : Keterangan : ASDR = Angka kematian pada umur tertentu D = Jumlah kematian pada umur tertentu dalam setahun P = Jumlah penduduk umur tertentu k = konstanta (1.000) c. Faktor-faktor pendorong dan penghambat kelahiran & kematian  Faktor-faktor pendorong kelahiran & kematian : a) Kawin usia muda, ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu. b) Pandangan banyak anak banyak rezeki. Anak dianggap akan mendatangkan rezeki bagi keluarga ( anggapan lama )

c) Anak menjadi harapan bagi ortu sebagai pencari nafkah/ membantu orang tua. d) Anak menjadi kebanggaan bagi orangtua karena dengan banyak anak ortu merasa lebih dihargai oleh masyarakat. e) Anak laki-laki dianggap penerus keturunan, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang ingin terus mempunyai anak. f) Kondisi kesehatan pasangan usia subur, misalnya kesehatan kandungan (rahim) wanita, jumlah sperma laki-laki serta kesehatan fisik masing-masing. g) Usia perkawinan berada pada masa subur kemungkinan terjadinya fertilitas lebih besar. h) Kesehatan ibu saat mengandung baik kesehatan fisik maupun mental (kejiwaan) sangat mempengaruhi kesehatan janin dan proses kelahiran.  Faktor-faktor penghambat kelahiran & kematian : a) Keinginanan untuk mempunyai anak dalam jumlah kecil karena banyak anak dianggap menambah beban tanggungan ortu (anggapan baru). b) Penundaan usia kawin sampai selesai pendidikan / mendapat pekerjaan. c) Wanita merasa terbatas ruang geraknya bila memiliki banyak anak. d) Undang-undang pokok perkawinan (UUPP No. I Tahun 1974) yang menentukan umur minimal untuk laki-laki 19 tahun & wanita 16 tahun. e) Dilaksanakannya program keluarga berencana. d. Kepadatan penduduk aritmik adalah jumlah penduduk rata-rata yang menempati wilayah seluas 1 km2. Kepadatan penduduk ini biasanya digunakan untuk perhitungan kepadatan penduduk disuatu daerah / negara.

Rumus :

kepadatan penduduk Indonesia menempati urutan kelima walaupun dari segi jumlah penduduk. menunjukkan jumlah penduduk usia muda lebih banyak dari usia dewasa. sedangkan negara-negara maju umumnya berbentuk granat atau batu nisan. serta mengartikan angka tersebut. demikian pula halnya dengan kepadatan penduduk Indonesia. jumlah penduduk mengalami penurunan. Negara-negara berkembang pada umumnya memiliki piramida penduduk bentuk limas. Menghitung angka perbandingan laki-laki perempuan (sex ratio) dan beban ketergantunagan. Pertambahan penduduknya kecil sekali. Rusia & Swedia. yaitu : a) Bentuk limas. Kepadatan penduduk tertinggi/terendah di Indonesia yang diperoleh dari data sensus pada tahun 1990 s/d 2003 DKI Jakarta yang menempati posisi penduduk tertinggi dan yang terendah berada di Papua.Sampai sekarang ini hampir tidak ditemukan kepadatan penduduk yang merata disetiap daerah ataupun negara. Denmark & Belanda. Piramida penduduk dapat dibedakan menjadi 3 macam. menunjukkan jumlah penduduk usia muda lebih sedikit dibandingkan dengan usia dewasa. mata pencaharian. . agama. Indonesia merupakan terbesar di ASEAN. Struktur penduduk adalah penggolongan penduduk menurut ciri tertentu. Filipina. jenis kelamin. f. Contohnya : Inggris. Penggolongan yang sering dilakukan adalah penggolongan menurut umur. pendidikan & tempat tinggal. Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN. jumlah penduduk bertambah dengan cepat. Contohnya : Indonesia. Myanmar & Mesir. Kepadatan penduduk tertinggi di ASEAN adalah Singapura sedangkan yang terendah terdapat di Laos. Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat ditampilkan dalam bentuk piramida penduduk. menunjukkan jumlah penduduk usia muda hampir sama dengan usia dewasa. c) Bentuk batu nisan. Contohnya : Jerman. b) Bentuk Granat. e.

Rasio jenis kelamin juga dapat dihitung berdasarkan kelompok umur. Keterangan : SR = Sex Ratio (Rasio jenis kelamin) a = jumlah laki-laki b = jumlah perempuan k = bilangan konstanta (100) Apabila disuatu wilayah memiliki rasio jenis kelamin jauh dibawah 100 maka akan timbul berbagai masalah. Disuatu wilayah yang sedang giat melaksanakan pembangunan. misalnya perluasan pabrik semen Nusantara di Cilacap.Rasio adalah perbandingan dua komponen yang dinyatakan dalam satuan tertentu. Salah satu masalah itu adalah kekurangan tenaga laki-laki untuk melaksanakan pembangunan. Rasio jenis kelamin (sekratio) dapat dihitung dengan rumus dibawah ini. Rasio umumnya digunakan untuk menganalisis komposisi demografis dari kelompok penduduk dan bukan menganalisis peristiwa-peristiwa demografis 1. banyak memerlukan tenaga kerja laki-laki. Akibat kedatangan buruh laki-laki tersebut maka rasio jenis kelamin kelompok usia produktif lebih dari 100. Rasio jenis kelamin : perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki dan banyaknya penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu. Perhitungan rasio jenis kelamin menurut kelompok umur dapat digunakan rumus berikut : Keterangan : Sri = Sex Ratio Rasio jenis kelamin kelompok umur / golongan umur i tahun .

Kelompok usia non produktif meliputi kelompok usia 0-14 tahun (kelompok penduduk yang belum produktif secara ekonomis) dan kelompok penduduk usia 65 tahun keatas (kelompok penduduk yang tidak produktif lagi). 10-14 tahun. Kelompok penduduk usia produktif berumur antara 15-64 tahun. 5-9 tahun. Mengartikan Angka Usia Harapan Hidup . Rasio benda ketergantungan (DR) dapat dihitung dengan rumus berikut ini : Dimana: DR = Dependency Ratio (Rasio beban ketergantungan) P0-14 = jumlah penduduk usia 0-14 tahun P15-64 = jumlah penduduk isia 15-64 tahun P65 = jumlah penduduk usia 65 tahun keatas K = bilangan konstanta (100) g. dan 15-19 tahun memiliki rasio jenis kelamin diatas 100. 2. Rasio Beban Ketergantungan (Dependency Ratio =DR) : Rasio beban ketergantungan merupakan perbandingan antara penduduk tidak produktif dan penduduk yang masih produktif.Mi = jumlah laki-laki golongan umur i tahun Fi = jumlah perempuan golongan umur i tahun k = bilangan konstanta (100) Biasanya golongan umur 0-4 tahun. Penduduk kelompok usia non produktif atau tidak produktif adalah kelompok usia yang tidak mampu atau tidak mempunyai penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Penduduk usia produktif adalah penduduk pada kelompok usia yang mampu atau mempunyai penghasilan (pendapatan) untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

7 milyar jiwa (dari 1.Angka harapan hidup pada suatu usia di definisikan rata-rata jumlah tahun kehidupan yang masih dijalani oleh seseorang yang telah berhasil mencapai usia tertentu dalam situasi mortalitas (kematia) yang berlaku diling kungan mayarakat \.16. Dari tahun 1 masehi hingga 1000 jangka waktu 1000 jumlah penduduk meningkat 50 juta jiwa (dari 250 juta jiwa menjadi 300 juta jiwa) 2. Angka harapan hidup penduduk di Negara berkembang bekisar pada kurang lebih 40 tahun dan 70 tahun pada Negara maju. Mendiskripsikan Berbagai Dampak Ledakan Penduduk dan Upaya Mengatasinya Bila diamati dengan baik kamu akan mengetahui perkembangan jumlah penduduk dunia yang sangat atau biasa disebut ledakan penduduk 1.64. Salah satu faktor adalah kebijaksanaan peningkatan pelayanan kesehatan.3 milyar jiwa) Pertubuhan penduduk dunia yang cepat sangat mengkhawatirkan.) Berikut ini upaya mengatasi dampak pertumbuhan penduduk yang tinggi : .32. Pada tahun 1000 hingga 1800(jangka waktu 800 tahun) jumlah penduduk dunia meningkat 600 juta jiwa ( dari 300 juta menjadi 900 juta jiwa ) 3. pada tahun 1800 hingga 1900(jangka waktu 100 tahun) jumlah penduduk dunia meningkat 700 juta jiwa(dari 900 juta menjadi1.6 milyar jiwa) 4.6 milyar menjadi 6. Anka harapan hidup yang sering digunakan adalah angka harapan hidup waktu lahir (expectationof life at birth) dan diyatakan dalam tahun. Pertambahan penduduk seperti diatas sesuai dengan deret hitung atau geometrik (1. Hal yang juga berpengaruh adalah kesadarab masyarakat dalam membiasakan diri untuk hidup sehat. h. Peningkatan angka harapan hidup disebabkan oleh perbaikan kesehatan dan gizi masyarakat.8. Perbedaan angka harapan hidup disebabkan oleh faktor perbedaan keadaan penduduk antara satu wilayah dan wilayah lainnya.2. Diperkirakan angka harapan hidup waktu lahir penduduk indonesia pada tahun 2003 adalah 68 tahun artinya penduduk yang dilahirkan sekitar 2000-an memiliki rata-rata harapan hidup selama 68 tahun.4. Pada tahun 1900 hingga 2003(kurang lebih 103 tahun) jumlah penduduk dunia meningkat 4.….

khususnya yang berhubungan dengan KB sampai ke desa terpencil. Berikut ini beberapa cara mengandalikan tingkat kelahiran. Sensus dapat dilakukan dengan dua cara yaitu sebagai berikut : . Sensus penduduk (cacah jiwa) adalah suatu proses keseluruhan dari pengumpulan. Menyajikan informasi kependudukan dalam bentuk peta. Upaya Mengendalikan Pertumbuhan Penduduk Salah satu langkah pentingnya adalah mengendalikan tingkat kelahiran. Pemanfaatan sumberdaya alam secara efisien memungkinkan penduduk memanfaatkan sumberdaya alam lebih lama sekalipun jumlah penduduk bertambah. pengolahan. survei penduduk. analisis. 1. Meningkatkan produksi pangan sesuai dengan kebutuhan penduduk. dan registrasi penduduk. i. penilaian. Jumlah pangan harus menyesuaikan dengan pertambahan penduduk.  Melaksanakan program transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari wilayah yang padat penduduk ke wilayah yang jarang penduduknya.  Melaksanakan program keluarga berencana (KB)  Menganjurkan untuk menunda usia perkawinan sehingga dapat menghindari masalah kawin muda. table & grafik Cara Menperoleh Informasi Kependudukan Informasi kependudukan dapat diperoleh dengan tiga cara yaitu sensus penduduk.  Memabfaatkan sumberdaya alam secara efisien dan melestarikan lingkungan. dan penyajian data kependudukan disuatu wilayah pada periode waktu tertentu.  Memasyarakatkan Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS)  Meningakatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Registrasi penduduk (Pencatatan Penduduk) adalah pencatatan peristiwa kependudukan di tiap-tiap daerah setiap waktu meliputi peristiwa kelahiran.. Sensus de jure adalah sensus yang pelaksanaannya terhadap penduduk yang tercatat sebagai warga di suatu daerah pada saat sensus di lakukan b. misalnya : perkawinan. Sensus de facto adalah sensus yang di lakukan terhadap semua orang di suatu daerah pada saat sensus di laksanakan. perceraian dan migrasi Penyajian informasi kependudukan a. kelas-kelas pertumbuhan penduduk.a. Penyajian Informasi Kependudukan dalam bentuk Peta 1. Kegunaan sensus penduduk :  Untuk mengetahui jumlah penduduk  Untuk mengetahui pertumbuhan penduduk  Untuk mengetahui kepadatan penduduk  Untuk mengetahui komposisi penduduk  Untuk digunakan dalam perencanaan pembangunan 2. Misalnya kelas-kelas kepadatan penduduk. 3. Survei penduduk (Penelitian penduduk) dilakukan dengan tujuan untuk melengkapi keterbatasan data sensus penduduk. kelaskelas jumlah penduduk . Dalam survai penduduk yang dihitung hanya beberapa penduduk sebagai sample. kematian dan segala kejadian penting yang mengubah status sipil seseorang sejak lajir sampai mati. Peta kependudukan dengan symbol bertingkat (ordinal) Simbol bertingkat adalah symbol yang menunjukan adanya tingkatan nilai data. Contoh survey penduduk antar sensus (supas) dan survey social ekonomi nasional (susenas).

b. Penyajian Informasi Kependudukan dalam Bentuk Tabel Penyajian data kedalam tabel lebih mudah dalam membuatnya dibandingkan peta dan grafik. Mobilitas sirkuler merupakan gerakan penduduk dari suatu tempat ketempat lain dengan tujuan tidak menetap.Mobilitas non permanent dinamakan mobilitas sirkuler. 3. Peta kependudukan dengan symbol kuantitatif Symbol kuantitatif adalah symbol yang mengambarkan data secara kualitatif dan kuantitatif. Mengidentivikasi jenis-jenis Migrasi dan Faktor Penyebabnya Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dengan tujuan menetap. . Berdasarkan tujuannya mobilitas terbagi atas dua macam yaitu mobilitas permanent & mobilitas non permanent. j. Mobilitas permanent dinamakan migrasi. c. Tabel bersifat informatifi dan mudah dipahami. Penyajian informasi kependudukan melalui grafik 1) Grafik lingkaran (pie graph) adalah grafik yang berupa lingkaran dengan jari-jari lingkaran yang membagi lingkaran secara proporsional antara sudut lingkaran dan presentase data.2. 2) Grafik batang (bar graph) adalah grafik yang datanya diwakili oleh segi empat baik horizontal maupun vertical. 3) Grafik garis (line graph) adalah garis grafik yang datanya diwakili oleh garis atau titik-titik.kepadatan penduduk pada tahun 2000 dan 2003 di Sulawesi. Peta kependudukan dengan symbol pictorial Symbol pictorial merupakan symbol yang menggambarkan data dalam bentuk sesungguhnya. Migrasi merupakan bentuk mobilitas yitu gerakan penduduk yang melintasi batas susatu wilayah dalam periode tertentu.

2. atau krisis ekonomi yang terjadi di Negara asal. Misalnya.Terdapat tiga macam mobilitas non permanent yaitu : 1. Migrasi internal merupakan perpindahan penduduk dengan tujuan menetap dari suatu wilayah ke wilayah lainnya tetapi masih dalam kesatuan Negara. Migrasi internasional terjadi jika perpindahan penduduk dilakukan melewati batas Negara. Contonya adalah perpindahan penduduk Indonesia kanada. pekerjaan. 2. Mobilitas musiman adalah penduduk yang menetap di daerah lain pada musim tertentu dan musim berikutnya orang-orang ini akan kembali ke daerah asalnya. kondisi peperangan di daerah asal. 3. perpindahan penduduk dari Yogyakarta ke Jakarta. Macam-macam Migrasi Berdasarkan wilayah yang dilaluinya. Mobilitas periodic adalah orang yang menginap dalam jangkau waktu tertentu secar teratu mereka kembali ke daerah asalnya. Mobilitas ulang-alik disebut juga komuter. Mobilitas seperti ini dapat kita lihat pada gerakan orang-orang yang pergi ke suatu tempat pada pagi hari dan pulang kembali pada sore harinya. migrasi terdiri atas dua macam : 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi  Di daerah asal :  Terjadinya bencana  Berkurangnya lapangan pekerjaan  Terbatasnya fasilitas social  Pelnggaran terhadap norma adat daerah asal  Di daerah tujuan : . Disebabkan oleh tujuan pendidikan.

. Dampak migrasi terhadap daerah asal  Dampak positif migrasi terhadap daerah asal sebagai berikut :  Mengurangi masalah pengangguran didaerah asal. Memiliki fasilitas yang lebih baik  Memiliki harapan untuk hidup lebih baik  Lebih terjamin keamanannya  Memiliki pilihan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih menjanjikan  Di perjalanan :  Rintangan alam yang cukup sulit dilalui  Factor keamanan menentukan terjaminnya perjalanan para migrant  Sarana dan prasarana tranportasi yang memadai  Factor politik misalnya ada larangan bagi penduduk suatu Negara untuk mengunjungi Negara tertentu  Jarak yang ditempuh menuju daerah tujuan  Pribadi :  Pengetahuan dan kesadaran seorang tentang keadaan daerah tujuan  Ikatan bati dengan daerah asal  Jumlah keluarga mepengaruhi seseorang dalam memutuskankepidahannya  Perasaan tidak adil. atau sebagai korban kejahatan didaerah asal k. Menganalisis Dampak Positif dan negatifi Migrasi serta Usaha Penanggulangannya 1. dikucilkan.

 Mengurangi kepadatan penduduk  Dampak negatif migrasi terhadap daerah asal sebagai berikut :  Mengurangi tenaga kerja didaerah asal  Mengurangi tenaga kerja potensial untuk membangun daerahnya  Perilaku yang tidak sesuai dengan norma daerah asal 2. Dampak migrasi terhadap daerah tujuan  Dampak positif migrasi terhadap daerah tujuan sebagai berikut :  Merangsang pengembangan daerah yang jarang penduduk  Mengatasi kekurangan tenaga kerja  Memperoleh keuntungan budaya dengan ditemukannya teknologi baru oleh para pendatang  Dampak negatif migrasi terhadap daerah tujuan sebagai berikut :  Menimbulkan masalah pengangguran karena terlau banyaknya pendatang  Banyaknya pendatang dapat merusak tata kota akibat munculnya daerah kumuh (slums area) 3. Upaya penanggulangan dampak negatif migrasi : .  Meningkatkan kualitas penduduk. Meningkatkan kesejahteraan melalui kiriman uang dari para migran.  Memotifasi pembangunan daerah asal.

Perubahan tersebut dapat bertambah ataupun berkurang. DINAMIKA PENDUDUK Penduduk merupakan salah satu elemen pendukung terbentuknya suatu negara. sehingga . menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih beragam. pencatatan penduduk dilakukan oleh petugas hanya untuk penduduk yang secara resmi tercatat dan tinggal sebagai penduduk di daerah tersebut pada saat dilakukannya sensus. Sensus De Jure Pada metode ini.  Kebijaksanaan pintu tertutup bagi pendatang perlu diperhatikan apabila tidak ada pembangunan secara desentralisasi. Permasalahan Kependudukan di Indonesia. kalian akan mempelajari tentang dinamika penduduk Indonesia. Hal ini akan membuat penduduk tidak melakukan urbanisasi daerah tujuan. Dampak. Meningkatkan pembangunan didaerah asal. artinya senantiasa berubah sesuai dengan keadaan atau kondisi zaman. dan Upaya Mengatasinya b . Pada pembahasan di bab ini. Perubahan inilah yang dimaksud dengan dinamika penduduk. A. Penduduk bersifat dinamis. misalnya melalui peningkatan pendidikan. Pembahasan materi dalam bab ini erat kaitannya dengan faktor-faktor yang memengaruhi dinamika penduduk serta akibat atau dampak yang ditimbulkannya. serta melengkapi fasilitas umum di pedesaan.

mengetahui arus migrasi. Sensus penduduk perlu dilakukan agar pemerintah memiliki data kependudukan yang up to date (sesuai perkembangan zaman). misalnya dengan melakukan Survai Penduduk Antarsensus (Supas) dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). tentang sifat dan perilaku penduduk tersebut. Jenis-jenis pencatatan penduduk tersebut pada dasarnya untuk mengetahui permasalahan kependudukan dari segi kuantitas dan kualitas penduduk. Bagi mereka yang bertempat tinggal tetap dipakai cara de jure. 3.mengetahui komposisi penduduk (berdasarkan jenis kelamin. serta .merencanakan pembangunan sarana dan prasarana sosial sesuai dengan kondisi kependudukan daerah. penduduk yang belum secara resmi tercatat sebagai penduduk di daerah tersebut tidak disertakan dalam penghitungan. 2. . Misalnya peristiwa kelahiran dicatat oleh Departemen Dalam Negeri. Sistem registrasi penduduk merupakan suatu sistem registrasi yang dilaksanakan oleh pemerintah setempat yang meliputi pencatatan kelahiran. . migrasi penduduk oleh Departemen Kehakiman. Survai Penduduk Hasil sensus dan registrasi penduduk masih mempunyai keterbatasan karena hanya menyediakan data statistik kependudukan dan kurang memberikan informasi. . Registrasi Penduduk Selain melalui sensus data kependudukan juga dapat diperoleh melalui registrasi. pemerintah mengadakan penghitungan penduduk di luar jadwal sensus. sistem registrasi tidak dilakukan oleh satu departemen tetapi oleh beberapa departemen. perkawinan. Di Indonesia. maka untuk memperoleh data yang up to date dengan segera. Data-data tersebut kemudian dihimpun oleh Badan Pusat Statistik dan diterbitkan dalam seri registrasi penduduk. 1. Tujuan registrasi penduduk yaitu sebagai suatu catatan resmi dari peristiwa tertentu dan sebagai sumber yang berharga bagi penyusunan yang langsung dapat digunakan dalam proses perencanaan kemasyarakatan. mata pencaharian. kematian oleh Departemen Kesehatan. . sedangkan untuk yang tidak bertempat tinggal tetap dicacah dengan cara de facto. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut. sehingga pemerintah dapat: . perubahan tempat tinggal atau perubahan pekerjaan. kematian.dapat dibedakan antara penduduk asli yang menetap dan penduduk yang hanya tinggal untuk sementara waktu atau yang belum terdaftar sebagai penduduk setempat. umur.mengetahui tingkat pertumbuhan penduduk. perceraian.mengetahui persebaran dan kepadatan penduduk.mengetahui perkembangan jumlah penduduk. Dengan menggunakan sensus de jure. Kuantitas Penduduk . Di Indonesia. Pada umumnya survai kependudukan ini dilaksanakan dengan sistem sampel atau dalam bentuk studi kasus. Mengingat pelaksanaan sensus yang dilakukan hanya tiap 10 tahun. tingkat pendidikan. maka perlu dilaksanakan survai penduduk yang sifatnya lebih terbatas dan informasi yang dikumpulkan lebih luas dan lebih mendalam. dan sebagainya). pada umumnya sensus penduduk dilakukan dengan metode canvaser dengan mengombinasikan antara sensus de facto dan sensus de jure.

Akan tetapi. Hal ini dikarenakan tingginya tingkat ketergantungan dari manusia yang tidak produktif terhadap manusia yang produktif. Permasalahan yang terkait dengan kuantitas penduduk. namun jika sumber daya manusia yang berkualitas tersebut jumlahnya terbatas. Sebenarnya. India. secara singkat diuraikan berikut ini. Perkembangan jumlah penduduk sejak sensus pertama hingga terakhir (2000) dapat dilihat pada tabel di samping. maka tidak heran jika Indonesia dianggap sebagai pasar yang menjanjikan bagi kalangan dunia usaha. a. dan upaya penanggulangannya. serta menempati urutan ke empat dunia setelah RRC. dan Amerika Serikat. Perhatikan tabel berikut! . besarnya jumlah penduduk Indonesia menempati urutan pertama di antara negara-negara ASEAN. Jumlah Penduduk Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang besar (mencapai 203.Masalah kependudukan Indonesia dalam hal kuantitas adalah masalah kependudukan dalam hal jumlah.000 berdasarkan sensus penduduk tahun 2000). jumlah penduduk yang besar merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Indonesia telah mengadakan sensus sebanyak lima kali sejak tahun 1945 hingga tahun 2000. dampak. maka banyaknya jumlah penduduk merupakan kendala dalam melaksanakan pembangunan. menempati urutan ke tiga di Benua Asia setelah RRC dan India. hal tersebut dapat terjadi jika sumber daya manusia yang ada merupakan sumber daya manusia yang berkualitas.456. Saat ini.

b . 2 ) Upaya Penanggulangan Berikut ini beberapa kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia dalam upaya mengatasi masalah jumlah penduduk. Hal ini berarti Indonesia mengalami laju pertumbuhan . dengan cara memperkenalkan tujuan-tujuan program KB melalui jalur pendidikan. Pertumbuhan Penduduk Seperti halnya negara-negara berkembang pada umumnya. a) Mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) sebagai gerakan nasional. b) Menetapkan Undang-Undang Perkawinan yang di dalamnya mengatur serta menetapkan tentang batas usia nikah. c) meningkatnya angka pengangguran (bagi mereka yang tidak mampu bersaing). mengenalkan alat-alat kontrasepsi kepada pasangan usia subur. serta d) meningkatnya angka kriminalitas. c) Membatasi pemberian tunjangan anak bagi PNS/ABRI hanya sampai anak kedua.Kenaikan jumlah penduduk di tiap negara tersebut secara otomatis memengaruhi banyaknya jumlah penduduk dunia. antara lain: a) meningkatnya kebutuhan akan berbagai fasilitas sosial. b) meningkatnya persaingan dalam dunia kerja sehingga mempersempit lapangan dan peluang kerja. negara kita senantiasa mengalami peningkatan jumlah penduduk dari tahun ke tahun. dan menepis anggapan yang salah tentang anak. Beberapa dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dari banyaknya jumlah penduduk. Kondisi ini merupakan bentuk dinamika penduduk dunia. 1 ) Dampak Jumlah penduduk Indonesia yang semakin banyak dari tahun ke tahun tentunya menimbulkan dampak terhadap kehidupan sosial ekonomi Indonesia.

Kepadatan penduduk dapat dibedakan menjadi tiga macam. c) Meningkatkan wajib belajar pendidikan dasar bagi masyarakat. Persebaran/Kepadatan Penduduk Persebaran penduduk erat kaitannya dengan tingkat hunian atau kepadatan penduduk Indonesia yang tidak merata.9% dari luas wilayah daratan Indonesia. berikut ini. sehingga keinginan untuk segera menikah dapat dihambat. dari 6 tahun menjadi 9 tahun. tingkat kepadatan penduduk atau population density dapat diartikan sebagai perbandingan banyaknya jumlah penduduk dengan luas daerah atau wilayah yang ditempati berdasarkan satuan luas tertentu. 1) Kepadatan Penduduk Berdasarkan Lahan Pertanian Kepadatan penduduk berdasarkan lahan pertanian dapat dibedakan atas kepadatan penduduk agraris dan kepadatan penduduk fisiologis. b) Kepadatan penduduk fisiologis adalah perbandingan antara jumlah penduduk total (baik yang bermata pencaharian sebagai petani ataupun tidak) dengan luas lahan pertanian. 1 ) Dampak Permasalahan kependudukan yang ditimbulkan dari pertumbuhan penduduk memiliki kesamaan dengan permasalahan yang ditimbulkan dari banyaknya jumlah penduduk. Secara umum. c . b) Mempermudah dan meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan. Sekitar 60% penduduknya tinggal di Pulau Jawa yang hanya memiliki luas ± 6. a) Meningkatkan pelayanan kesehatan dan kemudahan dalam menjadi akseptor Keluarga Berencana. Perhatikan tabel di bawah. jika diperhatikan. Namun. laju pertumbuhan penduduk Indonesia dari periode ke periode cenderung mengalami penurunan. a) Kepadatan penduduk agraris adalah perbandingan antara jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian dengan luas lahan pertanian. .penduduk. 2 ) Upaya Penanggulangan Adapun usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk antara lain meliputi hal-hal berikut ini.

3) Kepadatan Penduduk Ekonomi Kepadatan penduduk ekonomi adalah besarnya jumlah penduduk pada suatu wilayah didasarkan atas kemampuan wilayah yang bersangkutan. kesempatan kerja. stabilitas keamanan. Kepadatan penduduk berdasarkan provinsi dan pulau dapat dilihat pada tabel di samping! . Permasalahan ini terkait dengan penyediaan sarana dan prasarana sosial. hal ini tentu saja menimbulkan permasalahan kependudukan.2) Kepadatan Penduduk Umum (Aritmatik) Kepadatan aritmatik merupakan perbandingan antara jumlah penduduk total (tanpa memandang mata pencaharian) dengan luas wilayah (baik lahan pertanian ataupun tidak). Kepadatan penduduk di tiaptiap wilayah Indonesia tidaklah sama. kita menggunakan perhitungan kepadatan penduduk umum (aritmatik). serta pemerataan pembangunan. Untuk perhitungan kependudukan di Indonesia.

Informasi-informasi tersebut pada akhirnya akan digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan di tiap-tiap daerah. serta untuk mengetahui penyebaran dan pusat-pusat kegiatan ekonomi maupun budaya. 1 ) Dampak Pemusatan penduduk pada daerah tertentu (terutama di kawasan perkotaan dan pusatpusat kegiatan) akan menimbulkan berbagai permasalahan kependudukan.Informasi kepadatan penduduk tiap daerah perlu diketahui untuk mengetahui ada tidaknya gejala kelebihan penduduk (overpopulation). untuk mengetahui pusat-pusat aglomerasi penduduk. antara lain: a) munculnya kawasan-kawasan kumuh kota dengan rumah-rumah yang tidak layak huni. .

dan sebagainya yang terkadang keberadaannya dapat mengganggu ketertiban. rendahnya taraf kesehatan sehingga kesemuanya itu pada akhirnya mengarah pada rendahnya pendapatan perkapita masyarakatnya. antara lain. dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat pendidikan dan kualitas sumber daya manusia. a) Melaksanakan program transmigrasi. b) Melaksanakan program pemerataan pembangunan dengan cara mendistribusikan perusahaan atau industri di pinggir kota (dekat kawasan pedesaan) di pulau-pulau selain Pulau Jawa. sehingga menyebabkan merebaknya sektor-sektor informal. Kualitas Penduduk Masalah kependudukan Indonesia dalam hal kualitas adalah masalah kependudukan dalam hal mutu kehidupan dan kemampuan sumber daya manusianya. serta d) terganggunya stabilitas keamanan. c) Melengkapi sarana dan prasarana sosial masyarakat hingga ke pelosok desa. pengamen. 2 ) Upaya Penanggulangannya Adapun usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi dampak ketidakmerataan penduduk meliputi hal-hal berikut ini. masalah kualitas penduduk yang terjadi. seperti pedagang kaki lima. sehingga pelayanan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat desa dapat dipenuhi sendiri dan dapat mencegah atau mengurangi arus urbanisasi. a. c) turunnya kualitas lingkungan. 2. Masalah Pendidikan .b) sulitnya persaingan di dunia kerja. Di Indonesia.

Semakin tinggi tingkat pendidikan yang dicapai. pemerintah telah mengambil beberapa upaya dalam memperluas dan meratakan kesempatan memperoleh pendidikan. . 3) Kurang memadainya sarana dan prasarana pendidikan. 2 ) Upaya Penanggulangan Untuk menyikapi hal-hal tersebut.Pendidikan merupakan salah satu indikator kualitas penduduk. tingkat pendidikan penduduk Indonesia masih tergolong relatif rendah. Hal-hal yang memengaruhi rendahnya tingkat pendidikan di negara Indonesia. Penduduk yang berpendidikan tinggi akan lebih mudah memahami dan beradaptasi dalam menghadapi perkembangan zaman. khususnya di pedesaan dan daerah-daerah terpencil. ilmu pengetahuan. antara lain meliputi hal-hal berikut ini. 2) Rendahnya penerimaan pendapatan perkapita. sehingga mereka akan lebih produktif dan inovatif. Secara umum. maka semakin tinggi pula kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. a) Menggalakkan program wajib belajar 9 tahun. 4) Keterbatasan anggaran dan kemampuan pemerintah dalam mengusahakan program pendidikan yang terjangkau masyarakat. sehingga mereka tidak perlu sekolah terlalu tinggi (khususnya untuk anak perempuan). dan teknologi. sehingga orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya lebih lanjut atau bahkan tidak disekolahkan sama sekali. Akan tetapi. diantaranya dengan jalan berikut ini. tingkat pendidikan masyarakat tersebut senantiasa diupayakan untuk selalu ditingkatkan dari tahun ke tahun. 1) Kurangnya kesadaran penduduk akan pentingnya pendidikan. 1 ) Dampak Rendahnya tingkat pendidikan penduduk akan berdampak pada kemampuan penduduk tersebut dalam memahami dan menghadapi kemajuan zaman.

angka kematian bayi mencapai 218 tiap 1. tingkat kesehatan dapat diindikasikan dari angka kematian bayi.400 kalori/hari/kepala keluarga. 1) Angka kematian bayi di Indonesia masih relatif tinggi. ketercukupan gizi makanan.000 kelahiran. Saat ini. angka tersebut masih tergolong relatif rendah. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap angka kematian ibu melahirkan yang cenderung menurun dari tahun ke tahun. c) Menyediakan beasiswa bagi siswa berprestasi. dari 45. dan usia harapan hidup. 3) Angka harapan hidup adalah perkiraan rata-rata umur yang dapat dicapai penduduk suatu negara. Kondisi ini tentu sangat berpengaruh pada pola pikir.73 tahun pada tahun 1971 menjadi 65. akan tetapi pada tahun 1990. Pengembangan sistem pendidikan nasional saat ini telah dipertegas dalam Undang-Undang No 2 Tahun 1989. ketahanan belajar. angka kematian bayi telah menurun menjadi 8 tiap 1. Pada tahun 1971. Generasi yang tidak ketercukupan gizi tentu akan memiliki kondisi fisik dan psikis yang kurang bila dibandingkan dengan generasi yang terpenuhi gizinya. 1 ) Dampak Rendahnya tingkat kesehatan masyarakat akan memunculkan serangkaian dampak yang berhubungan dengan kualitas sumber daya manusia. Dalam hal ini. b .43 tahun pada tahun 2000. pemerintah melalui Departemen Kesehatan menetapkan standar ketercukupan gizi. dan kreatifitasnya. meskipun terus menurun dari tahun ke tahun.000 kelahiran. 2) Tingkat ketercukupan gizi masyarakat juga mulai meningkat.b) Mendorong kesadaran masyarakat yang mampu atau badanbadan usaha untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak kurang mampu. suatu keluarga dikatakan sejahtera jika mampu memenuhi angka ketercukupan kalori tersebut. . Akan tetapi. Artinya. angka kematian ibu melahirkan. yaitu 2. sehingga diharapkan mampu mempertegas arah pembangunan yang dilakukan pemerintah dalam upaya mencerdaskan bangsa. Menurunnya angka kematian bayi ini didukung oleh meningkatnya derajat kesehatan dan gizi ibu. d) Membuka jalur-jalur pendidikan alternatif atau nonformal (seperti kursus-kursus keterampilan) sehingga dapat memperkaya kemampuan atau kualitas seseorang. e) Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana belajar mengajar hingga ke pelosok daerah. Masalah Kesehatan Tingkat kesehatan merupakan salah satu indikator kualitas penduduk suatu negara. khususnya bagi siswa berprestasi yang kurang mampu. Angka ini di Indonesia cenderung mengalami peningkatan. karena negaranegara lain dapat mencapai 70 bahkan lebih dari 80 tahun.

2 ) Upaya Penanggulangan Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakatnya ditempuh melalui langkahlangkah. Keadaan ini menggambarkan bahwa tingkat kehidupan masyarakat Indonesia masih . dan Filipina. Indonesia menempati urutan keenam setelah Singapura. Thailand. b) Melaksanakan program peningkatan kualitas lingkungan. c . Rendahnya Pendapatan Perkapita Pendapatan perkapita adalah banyaknya pendapatan kotor nasional dalam satu tahun dibagi jumlah penduduk. obatobatan. misalnya melalui program asuransi kesehatan keluarga miskin (Askeskin) untuk keluarga miskin (prasejahtera). c) Menggiatkan program pemerataan kesehatan dengan cara melengkapi sarana dan prasarana kesehatan yang meliputi tenaga medis. dan alat-alat penunjang medis lainnya hingga ke pelosok desa. e) Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. serta peningkatan gizi masyarakat. d) Menghimbau penggunaan dan penyediaan obatobat generik bermutu sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat. berikut ini. Malaysia. Brunei Darussalam.800 dollar Amerika Serikat. Pendapatan perkapita negara Indonesia masih tergolong rendah. Di antara negara-negara anggota ASEAN saja. data tahun 2002 menyebutkan pendapatan perkapita Indonesia mencapai 2. a) Menjalin kerja sama dengan badan kesehatan dunia (WHO) dalam mengadakan program kesehatan. baik dengan kemampuan sendiri ataupun melalui kerja sama dengan luar negeri (misalnya dengan menjalin kerja sama dengan badan pembangunan dunia/UNDP). Pendapatan perkapita mencerminkan tingkat kemakmuran suatu negara. standarisasi obat dan makanan. misalnya pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional. Salah satu contoh program peningkatan kualitas lingkungan yang telah dan masih dilakukan adalah Kampoong Improvement Programme (KIP).

Beberapa rencana pembangunan akan sulit diwujudkan karena pemerintah tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membiayai pelaksanaan pembangunan. Akibatnya keadaan negara menjadi statis. Permasalahan penduduk di Indonesia baik dari jumlah penduduk (kuantitas) maupun mutu (kualitas) merupakan suatu masalah yang dilematis dan kontradiktif. tidak berkembang karena tidak mengalami kemajuan. Hal ini dikarenakan penduduk merupakan titik sentral dari seluruh kebijakan dan program pembangunan yang sedang dan akan dilakukan oleh pemerintah. ataupun sarana sanitasi lainnya. penduduk adalah subjek dan sekaligus objek pembangunan. pemerintah telah melakukan beberapa langkah. manusia bertindak sebagai pelaku dan pelaksana pembangunan. dapat disimpulkan bahwa keadaan penduduk sangat memengaruhi dinamika pembangunan dalam suatu negara. penduduk harus terus dibina dan dikembangkan sehingga mampu menjadi motor penggerak dan modal dasar pembangunan. dalam konsep pembangunan.didominasi masyarakat miskin atau masyarakat prasejahtera dengan tingkat penghasilan yang relatif rendah. Di satu sisi jumlah penduduk yang besar merupakan modal dan potensi yang dapat meningkatkan produksi nasional apabila dapat dibina dan dikerahkan sebagai tenaga kerja yang efektif sehingga sangat menguntungkan bagi usaha pembangunan di segala bidang. misalnya penyediaan air bersih. 1 ) Dampak Rendahnya pendapatan perkapita akan berdampak pada kelangsungan pelaksanaan pembangunan suatu negara. Dengan kata lain. Adapun sebagai objek pembangunan. Kondisi semacam ini dapat disebabkan keadaan sumber daya alam yang tidak merata di tiap daerah. Sebagai subjek pembangunan. c) Meningkatkan standar upah buruh atau upah minimum kota. b) Memberi keringanan biaya pendidikan dan kesehatan untuk masyarakat kurang mampu. a) Memberikan subsidi keluarga miskin melalui berbagai program sosial. Dari berbagai uraian tersebut. penduduk merupakan sasaran pembangunan. Selain itu. 2 ) Upaya Penanggulangan Untuk mengatasi rendahnya tingkat pendapatan penduduk. Oleh karena itu. perbaikan lingkungan. d) Memberikan modal atau pinjaman lunak dan pelatihan kepada para pengusaha mikro dan pengusaha kecil agar dapat bertahan atau dapat lebih berkembang. akan menjadi beban dan penghambat pembangunan. WC umum. e) Melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana sosial. ataupun karena ketidakseimbangan sumber daya manusia yang ada di tiap daerah. sebagai subjek pembangunan. pembangunan juga harus dikembangkan dengan . antara lain meliputi hal-hal berikut ini. Sebaliknya penduduk dengan mutu dan kualitas yang rendah yang tidak mampu bersaing karena minimnya kesempatan kerja yang tersedia.

Pertumbuhan Penduduk Migrasi Pertumbuhan penduduk migrasi adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih migrasi masuk dan migrasi keluar. Pertumbuhan Penduduk Alami Pertumbuhan penduduk alami adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih kelahiran dan kematian. B. pertumbuhan migrasi. Pertumbuhan alami dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini. dan pertumbuhan penduduk total. Pertumbuhan Penduduk Total . Macam Pertumbuhan Penduduk dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya 1. Macam-macam Pertumbuhan Penduduk Pertumbuhan penduduk secara umum dapat dibedakan menjadi tiga macam. yaitu pertumbuhan alami. a. Keterangan: Pa = L – M Pa = Pertumbuhan penduduk alami L = Jumlah kelahiran M = Jumlah kematian b .memperhitungkan kondisi dan kemampuan penduduk sehingga penduduk dapat berpartisipasi aktif dalam dinamika pembangunan. Pertumbuhan penduduk migrasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini. Keterangan: Pm = I – E Pm= Pertumbuhan penduduk migrasi I = Jumlah imigrasi E = Jumlah emigrasi c .

Pertumbuhan Penduduk Alami Pa = L – M = 1.000 jiwa dan kematian 700.000 jiwa. Pertumbuhan penduduk migrasi dapat dihitung dengan rumus berikut ini.000 jiwa. pertumbuhan penduduk total Jawab: a. kematian.300.000 – 15.300. Pertumbuhan Penduduk Total . Jumlah migrasi masuk (imigrasi) pada tahun tersebut sebesar 20. Dari data tersebut hitunglah! a. pertumbuhan penduduk migrasi di negara X selama periode tahun 2007 sebesar 5.000 = 5. Pada tahun tersebut terdapat kelahiran 1.000 jiwa Jadi.000 – 700. pertumbuhan penduduk alami di negara X pada periode tahun 2007 sebesar 600. pertumbuhan penduduk alami b.000 jiwa dan migrasi keluar 15.000 jiwa. Keterangan: P = (L – M) + (I – E) P = Pertumbuhan penduduk total L = Jumlah kelahiran M = Jumlah kematian I = Jumlah imigrasi E = Jumlah emigrasi Contoh: Jumlah penduduk di negara X pada pertengahan tahun 2007 sebesar 24. Pertumbuhan Penduduk Migrasi Pm = I – E = 20.000 jiwa.000 jiwa Jadi. c. dan migrasi.000 = 600.Pertumbuhan penduduk total adalah pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh faktor kelahiran.000 jiwa.500. b. pertumbuhan penduduk migrasi c.

000 + 5. Keterangan : CBR : Crude Birth Rate (Angka Kelahiran Kasar) L : Jumlah kelahiran selama 1 tahun P : Jumlah penduduk pada pertengahan tahun 1. a. kematian.CBR < 20.300.CBR > 30.P = (L – M) + (I – E) = (1.000 : Konstanta Kriteria angka kelahiran kasar (CBR) di bedakan menjadi tiga macam. kematian dan migrasi) serta faktor nondemografi (seperti kesehatan dan tingkat pendidikan). Berikut ini dibahas faktor-faktor demografi yang memengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran.000 jiwa.000 penduduk. Demikian juga negara Indonesia mempunyai pertumbuhan penduduk yang masih relatif tergolong tinggi.CBR antara 20 – 30.000 = 605.000) – (20.000 – 700. Kelahiran (Natalitas/Fertilitas) Secara umum angka kelahiran dapat dibedakan menjadi tiga yaitu angka kelahiran kasar.000) = 600.000 – 15. termasuk kriteria rendah . Secara umum pertumbuhan penduduk di negara-negara berkembang masih relatif tinggi di banding pertumbuhan penduduk di negara-negara maju. 2. 1) Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate/CBR) Angka kelahiran kasar yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kelahiran bayi setiap 1. termasuk kriteria tinggi . termasuk kriteria sedang . angka kelahiran khusus. pertumbuhan penduduk total di negara X selama periode tahun 2007 sebesar 605. CBR dapat dihitung dengan rumus berikut ini. dan migrasi.000 jiwa Jadi. . Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Penduduk Pertumbuhan penduduk suatu negara secara umum dipengaruhi oleh faktor-faktor demografis (yang meliputi kelahiran. dan angka kelahiran umum.

jika dibandingkan dengan anak perempuan. sehingga bagi keluarga yang belum memiliki anak laki-laki akan berusaha untuk mempunyai anak laki-laki. 1.ASBR: Angka kelahiran khusus .000 penduduk wanita pada kelompok umur tertentu.2) Angka kelahiran khusus (Age Specific Birth Rate/ASBR) Angka kelahiran khusus yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kelahiran bayi setiap 1. (d) Adanya anggapan bahwa anak laki-laki lebih tinggi nilainya.Pi : Jumlah penduduk wanita umur tertentu pada pertengahan tahun . (b) Sifat alami manusia yang ingin melanjutkan keturunan. (c) Pernikahan usia dini (usia muda).000 : Konstanta 3) Angka kelahiran umum (General Fertility Rate/GFR) Angka kelahiran umum yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kelahiran setiap 1.000 wanita yang berusia 15 – 49 tahun dalam satu tahun. ASBR dapat dihitung dengan rumus berikut ini.000 = Konstanta Besar kecilnya angka kelahiran (natalitas) dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut ini faktor pendorong dan faktor penghambat kelahiran. 1) Faktor pendorong kelahiran (pronatalitas) (a) Anggapan bahwa banyak anak banyak rezeki. Keterangan : GFR = Angka kelahiran umum L = Jumlah kelahiran selama satu tahun W(15 – 49) = Jumlah penduduk wanita umur 15 – 49 tahun pada pertengahan tahun.1. GFR dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini. .Li : Jumlah kelahiran dari wanita pada kelompok umur tertentu . Keterangan : .

dan angka kematian bayi. . (d) Adanya UU perkawinan yang membatasi dan mengatur usia pernikahan. 1) Angka kematian kasar (Crude Death Rate/CDR) Angka kematian kasar yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1. ASDR dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini. (b) Kemajuan di bidang iptek dan obat-obatan. Keterangan : ASDR = Angka kematian kasar M = Jumlah kematian selama satu tahun P = Jumlah penduduk pertengahan tahun 1.CDR kurang dari 10. Angka Kematian (Mortalitas) Angka kematian dibedakan menjadi tiga macam yaitu angka kematian kasar. CBR dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini.(e) Adanya penilaian yang tinggi terhadap anak. (e) Penundaan usia pernikahan karena alasan ekonomi. termasuk kriteria rendah .000 penduduk dalam waktu satu tahun. angka kematian khusus. (f) Adanya perasaan malu bila memiliki banyak anak.000 = Konstanta Kriteria angka kematian kasar (CDR) dibedakan menjadi tiga macam.000 penduduk pada golongan umur tertentu dalam waktu satu tahun. (c) Adanya peraturan pemerintah tentang pembatasan tunjungan anak bagi PNS. termasuk kriteria tinggi 2) Angka kematian khusus (Age Specific Death Rate/ASDR) Angka kematian khusus yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1. b . . 2) Faktor penghambat kelahiran (antinatalitas) (a) Adanya program Keluarga Berencana (KB).CDR lebih dari 20. pendidikan dan karir. termasuk kriteria sedang . sehingga bagi keluarga yang belum memiliki anak akan berupaya bagaimana supaya memiliki anak.CDR antara 10 – 20.

(b) Adanya bencana alam seperti gempa bumi.IMR kurang dari 35. 2) Faktor penghambat kematian (antimortalitas) . banjir dan sebagainya. tsunami. flu burung dan sebagainya. IMR dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini. . kecelakaan.Keterangan : ASDR = Angka kematian khusus Mi = Jumlah kematian pada kelompok umur tertentu Pi = Jumlah penduduk pada kelompok tertentu 1. (d) Adanya peperangan. termasuk kriteria rendah . termasuk kriteria tinggi .000 = Konstanta 3) Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate/IMR) Angka kematian bayi yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian bayi (anak yang umurnya di bawah satu tahun) setiap 1. termasuk kriteria sangat tinggi Tinggi rendahnya angka kematian penduduk dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor pendorong dan faktor penghambat. (c) Kesehatan serta pemenuhan gizi penduduk yang rendah.IMR antara 75 sampai 125. 1) Faktor pendorong kematian (promortalitas) (a) Adanya wabah penyakit seperti demam berdarah. dan sebagainya. termasuk kriteria sedang . (e) Tingkat pencemaran yang tinggi sehingga lingkungan tidak sehat.IMR antara 35 sampai 75. Keterangan : Kriteria angka kematian bayi dibedakan menjadi berikut ini.IMR lebih dari 125.000 kelahiran bayi hidup dalam satu tahun.

sumbu vertikal menggambarkan kelompok umur penduduk mulai 0 . sedangkan migrasi masuk adalah orang yang melakukan migrasi ditinjau dari daerah tujuannya. (d) Adanya pemahaman agama yang kuat oleh masyarakat sehingga tidak melakukan tindakan bunuh diri atau membunuh orang lain. Migrasi adalah perpindahan penduduk. Migrasi Migrasi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi angka pertumbuhan penduduk.(a) Tingkat kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat yang sudah baik. piramida penduduk dapat dibedakan menjadi piramida penduduk ekspansif. Bentuk piramida ini dicirikan melebar di bagian bawah dan semakin meruncing di bagian atasnya. Berdasarkan bentuknya. Orang dikatakan telah melakukan migrasi apabila orang tersebut telah melewati batas administrasi wilayah lain. c . Kondisi Penduduk Indonesia Berdasarkan Bentuk Piramida Penduduknya Piramida penduduk pada dasarnya merupakan bentuk penyajian data kependudukan (jenis kelamin dan kelompok umur) antara dua grafik batang yang digambarkan secara berlawanan arah dengan posisi horizontal. Sayap sebelah kiri piramida menggambarkan jumlah penduduk lakilaki. 1) Migrasi keluar adalah keluarnya penduduk dari suatu wilayah menuju wilayah lain dan bertujuan untuk menetap di wilayah yang didatangi. (b) Negara dalam keadaan aman dan tidak terjadi peperangan. sedangkan sayap sebelah kanan piramida menggambarkan jumlah penduduk perempuan. 2) Migrasi masuk adalah masuknya penduduk dari wilayah lain ke suatu wilayah dengan tujuan menetap di wilayah tujuan. Piramida Penduduk Ekspansif Bentuk piramida ekspansif terjadi jika sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur muda. 1. Penggambaran piramida penduduk dimulai dengan menggambarkan dua garis yang saling tegak lurus. baik absolut ataupun relatif (dalam %). Bentuk piramida semacam ini umumnya terjadi di negaranegara sedang berkembang. konstruktif. Hal ini menunjukkan banyaknya tingkat kelahiran. sedangkan sumbu horizontal menggambarkan jumlah penduduk tertentu. . C. (c) Adanya kemajuan iptek di bidang kedokteran sehingga berbagai macam penyakit dapat diobati. dan stasioner.4 tahun hingga umur tertentu (> 65 tahun atau > 75 tahun). karena ajaran agama melarang hal tersebut. Migrasi keluar adalah orang yang melakukan migrasi ditinjau dari daerah asalnya.

3. Bentuk piramida ini dicirikan dengan bentuk mengecil di kelompok umur muda. Namun demikian. Bentuk piramida ini dicirikan dengan bentuk yang relatif sama atau rata di tiap kelompok umur.54%. melebar di kelompok umur dewasa. pada kelompok umur tua menampakkan kenaikan persentase yang . Piramida tersebut dapat diartikan bahwa penduduk Indonesia masih tergolong penduduk muda. dan tua) relatif seimbang. bentuk piramida semacam ini terdapat di negara-negara Eropa yang telah lama maju serta mempunyai tingkat kelahiran dan tingkat kematian yang rendah. seperti Jepang dan Swedia. Piramida Penduduk Konstruktif Bentuk piramida konstruktif terjadi jika sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur dewasa. Kondisi ini menunjukkan adanya penurunan yang cepat terhadap tingkat kelahiran dan rendahnya tingkat kematian penduduk. Pada umumnya. sementara kelompok umur tua (65 tahun atau lebih) sebesar 4. Piramida Penduduk Stasioner Bentuk piramida stasioner terjadi jika jumlah penduduk pada tiap kelompok umur (muda. dan mengecil kembali di kelompok umur tua. sementara.43%. Kondisi ini tidak berbeda jauh dengan keadaan pada tahun 1980 dan 1990. Ini terlihat dari persentase penduduk pada kelompok umur muda (0-14 tahun) sebesar 30. Bentuk piramida seperti ini terdapat di negara-negara maju.2. bila dilihat tren pada kelompok umur muda menunjukkan penurunan persentase. dewasa.

berarti jumlah penduduk lanjut usia semakin meningkat. Bentuk piramidanya pun tidak lagi menunjukkan bentuk piramida muda (ekspansif) murni. Rasio Jenis Kelamin Rasio jenis kelamin (sex ratio) merupakan angka perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan di suatu daerah. karena kakikaki atau dasar piramida tidak lagi menunjukkan data terbesar. Penyajian data mengenai sex ratio dapat ditampilkan secara umum (tanpa melihat kelompok umur) atau juga dapat didasarkan kelompok umur tertentu. . D. Rasio jenis kelamin dapat diketahui dengan menggunakan rumus berikut ini. Rasio Jenis Kelamin dan Rasio Beban Ketergantungan 1.

.

menjadi berikut ini. sirkulasi dapat dibedakan menjadi sirkulasi harian. 2) Sirkulasi mingguan adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain pada awal pekan dan akan kembali pada akhir pekan (ulang-alik dengan menginap). sehingga dianggap tidak efektif (baik dari segi waktu atau biaya) untuk melakukan sirkulasi harian atau mingguan. atau bulanan. Bentuk-bentuk migrasi lokal dapat dibedakan. sehingga dapat memengaruhi jumlah penduduk kota yang dituju ataupun jumlah . b . Migrasi yang dilakukan untuk menetap dapat memengaruhi perubahan jumlah penduduk suatu daerah. mingguan. migrasi dapat dibedakan menjadi migrasi lokal atau nasional dan migrasi internasional. Urbanisasi pada umumnya bersifat menetap. Sirkulasi bulanan terjadi jika jarak tempuh antardaerah relatif jauh. 1. Jenis-Jenis Migrasi dan Faktor Penyebabnya Migrasi adalah perpindahan penduduk antardaerah dengan melintasi batas administrasi tertentu. Berdasarkan intensitas waktunya. baik untuk tinggal sementara ataupun menetap. namun ada juga yang menetap atau tinggal untuk sementara waktu di daerah tujuan. Migrasi Lokal/Nasional Migrasi lokal/nasional adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain dalam satu negara. Pelaku sirkulasi ulang-alik ini disebut dengan penglaju atau komuter. 3) Sirkulasi bulanan adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain yang dilakukan sebulan sekali. Berdasarkan jangkauan kepindahannya. Sirkulasi Sirkulasi merupakan bentuk perpindahan penduduk tidak menetap.E. Urbanisasi Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota dalam satu pulau. 1) Sirkulasi harian adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain yang dilakukan pada pagi hari dan kembali pada sore atau malam harinya (ulang-alik tanpa menginap). a.

2) upah tenaga kerja di kota relatif lebih besar. serta 4) adanya perasaan keterkaitan dengan daerah asal atau kenangan masa kecil. Faktor penarik: 1) harga lahan di pedesaan relatif masih murah. Faktor penarik: 1) lebih bervariasinya peluang kerja dan kesempatan berusaha di kota. 2) pola kehidupan masyarakatnya lebih sederhana. khususnya di luar sektor pertanian. d . Faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya ruralisasi dibedakan menjadi faktor pendorong dan faktor penarik berikut ini. serta 6) merasa tidak cocok lagi dengan pola kehidupan di desa. Faktor pendorong: 1) kurang bervariasinya peluang kerja dan kesempatan berusaha. Faktor pendorong: 1) kejenuhan tinggal di kota. yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa. Berdasarkan pelaksanaannya. c . Ruralisasi Ruralisasi adalah kebalikan dari urbanisasi. Pelaku transmigrasi disebut dengan transmigran. Terjadinya urbanisasi dipengaruhi oleh faktor pendorong dan faktor penarik. 2) harga lahan di kota semakin mahal sehingga tidak terjangkau. namun banyak juga pelaku ruralisasi yang merupakan orang kota asli. sehingga cocok untuk penduduk usia tua dalam menjalani masa pensiun. serta 3) ketersediaan sarana dan prasarana sosial yang kompleks. 2) semakin sempitnya lahan pertanian. .penduduk di desa yang ditinggalkan. Ruralisasi pada umumnya banyak dilakukan oleh mereka yang dulu pernah melakukan urbanisasi. 5) adanya perasaan lebih terpandang bila dapat bekerja di kota. berikut ini. 4) keterbatasan sarana dan prasarana sosial. 3) rendahnya upah tenaga kerja. 3) keinginan untuk memajukan desa atau daerah asalnya. Transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari daerah atau pulau yang padat penduduknya ke daerah (pulau) yang berpenduduk jarang. menjadi berikut ini. serta 4) merasa tidak mampu lagi mengikuti dinamika kehidupan di kota. 3) suasana lebih tenang. transmigrasi dapat dibedakan.

3) Adanya arus para penglaju dapat meningkatkan sarana dan prasarana transportasi. 3) Transmigrasi sektoral. 2. Dampak-Dampak Migrasi dan Upaya Penanggulangannya 1. Dampak Positif Sirkulasi 1) Terjadi penyerapan tenaga kerja dari luar daerah. Pelaku emigrasi disebut dengan emigran. atau b) daerah asal merupakan kawasan bencana. F. Migrasi internasional terjadi karena beberapa hal. yaitu imigrasi dan emigrasi. yaitu transmigrasi yang biayanya ditanggung bersama antara pemerintah daerah asal dan pemerintah daerah tujuan transmigrasi. karena terjadi peperangan. 2) Memperoleh tenaga kerja dengan upah yang relatif lebih murah. a. 4) Transmigrasi bedol desa. sehingga masyarakat yang ada di dalamnya harus dipindahkan. bencana alam. . Emigrasi yaitu perpindahan penduduk dari dalam negeri ke luar negeri untuk tujuan menetap. Biaya transmigrasi ditanggung pemerintah. yaitu transmigrasi yang dilakukan terhadap satu desa atau daerah secara bersama-sama. atau untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Pelaku imigrasi disebut dengan imigran. b. Sirkulasi a. 2) Transmigrasi spontan. Migrasi Internasional Migrasi internasional adalah perpindahan penduduk antarnegara. antara lain.1) Transmigrasi umum. termasuk penyediaan lahan pertanian dan biaya hidup untuk beberapa bulan. yaitu transmigrasi yang dilakukan melalui program pemerintah. antara lain: a) daerah asal terkena pembangunan proyek pemerintah. misalnya pembangunan waduk yang luas. Imigrasi adalah masuknya penduduk dari luar negeri ke dalam negeri untuk tujuan menetap. Migrasi internasional dapat dibedakan menjadi dua. Transmigrasi ini dilakukan karena beberapa faktor. yaitu transmigrasi yang dilakukan atas kesadaran dan biaya sendiri (swakarsa).

Transmigrasi a. 6) Peningkatan jumlah penduduk di kota menuntut penyediaan sarana dan prasarana sosial. 2) Peluang kerja di kota menjadi semakin sempit karena sebagian telah diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah.4) Terjadi pemerataan pendapatan. khususnya generasi muda sebagai tenaga penggerak pembangunan. 3) Beban kota atau daerah yang didatangi semakin berat karena terjadinya kenaikan jumlah penduduk (khususnya di siang hari) sehingga kota atau daerah tersebut terasa lebih padat. Dampak Positif Transmigrasi . 3. seperti PKL. 3) Merebaknya kawasan-kawasan kumuh di kota. misalnya di pagi dan sore hari atau pada awal pekan dan akhir pekan. Dampak Negatif Sirkulasi 1) Menimbulkan kenaikan volume lalu lintas dan angkutan pada jam-jam atau hari-hari tertentu. Dampak Negatif Urbanisasi 1) Desa kehilangan tenaga kerja. 4) Meningkatkan kesenjangan sosial masyarakat kota. 2. 5) Merebaknya sektor-sektor informal. yang dapat mengurangi keindahan kota. misalnya dengan membuka usaha sendiri di desanya. 3) Para pelaku urbanisasi dapat menularkan pengalaman kerjanya di desa. b . Urbanisasi a. b . 2) Mengurangi peluang kerja bagi masyarakat atau penduduk asli. 7) Meningkatkan angka kriminalitas di kota karena dampak pengangguran. 2) Masyarakat desa yang bekerja di kota dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Dampak Positif Urbanisasi 1) Mengurangi angka pengangguran di daerah pedesaan.

Meningkatkan hasil-hasil pertanian melalui intensifikasi pertanian ataupun ekstensifikasi pertanian. berikut ini. Melakukan kebijakan “kota tertutup”. seperti pelaksanaan IDT (Inpres Desa Tertinggal) dan program Bangga Suka Desa. misalnya antara Jakarta dengan Tangerang. Melaksanakan program-program pembangunan desa. 1. 3) Merangsang pembangunan di daerah baru. Depok dan Bogor sehingga pusat pertumbuhan tidak hanya memusat di Jakarta. b . 3. Merealisasikan pemerataan pembangunan antardaerah. 3) Pada beberapa kasus. 2. Melaksanakan pembangunan terpadu antardaerah dalam satu kawasan. Bekasi. pemerintah mengambil langkah-langkah. pelaksanaan transmigrasi terkadang menimbulkan kecemburuan sosial antara penduduk asli dengan para pendatang. 4. 2) Terganggunya habitat hewan liar di daerah tujuan transmigrasi. 4) Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa melalui pembauran antarsuku bangsa. . Untuk mengantisipasi dampak-dampak negatif dari berbagai jenis migrasi tersebut. 5. 2) Meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat. sehingga kesenjangan pembangunan dapat dikurangi. Dampak Negatif Transmigrasi 1) Berkurangnya areal hutan untuk lahan permukiman. 6. sehingga dapat lebih mengoptimalkan pembangunan desa. sehingga dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja. Merangsang kegiatan industri di pinggiran kota atau dekat dengan kawasan pedesaan. yaitu larangan bagi penduduk (khususnya penduduk pendatang) yang tidak memiliki KTP atau pekerjaan tetap untuk tinggal di kota yang dituju.1) Memeratakan kepadatan penduduk.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->