Kumpulan Puisi-puisi Chairil Anwar AKU Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang 'kan merayu Tidak

juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerajang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak peduli Aku mahu hidup seribu tahun lagi March 1943

Aku (puisi #2) Melangkah aku bukan tuak menggelegak Sumbu buatan satu biduan Kujauhi ahli agama serta lembing katanya Aku hidup Dalam cacar melebar, barah bernanah Dan kadang satu senyum kukucup-minum dalam dahaga June 1943

DOA kepada Pemeluk teguh Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namaMu Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh Cahayamu panas suci tinggal kerdip lilin dikelam sunyi Tuhanku Aku hilang bentuk remuk Tuhanku aku mengembara dinegeri asing Tuhanku dipintuMu aku mengetuk aku tidak bisa berpaling November 1943

RUMAHKU Rumahku dari unggun-unggun sajak Kaca jernih dari segala nampak Kulari dari gedung lebar halaman Aku tersesat tak dapat jalan

Kemah kudirikan ketika senjakala Dipagi terbang entah kemana Rumahku dari unggun-unggun sajak Disini aku berbini dan beranak Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang Aku tidak lagi meraih petang Biar berleleran kata manis madu jika menagih yang satu April 1943

AKU TULIS PAMPLET INI

Oleh : W.S. Rendra

Aku tulis pamplet ini karena lembaga pendapat umum ditutupi jaring labah-labah Orang-orang bicara dalam kasak-kusuk, dan ungkapan diri ditekan menjadi peng - iya - an Apa yang terpegang hari ini bisa luput besok pagi

Ketidakpastian merajalela. Aku ingin secara wajar kita bertukar kabar. Kecurigaan. Matahari yang tenggelam diganti rembulan. Ketakutan. Aku tulis pamplet ini karena kawan dan lawan adalah saudara Di dalam alam masih ada cahaya. Ketegangan telah mengganti pergaulan pikiran yang merdeka. Lalu besok pagi pasti terbit kembali. Tidak mengandung perdebatan Dan akhirnya menjadi monopoli kekuasaan Aku tulis pamplet ini karena pamplet bukan tabu bagi penyair Aku inginkan merpati pos. Aku tidak melihat alasan kenapa harus diam tertekan dan termangu. Aku ingin memainkan bendera-bendera semaphore di tanganku Aku ingin membuat isyarat asap kaum Indian. Matahari menyinari airmata yang berderai menjadi api. Di luar kekuasaan kehidupan menjadi teka-teki menjadi marabahaya menjadi isi kebon binatang Apabila kritik hanya boleh lewat saluran resmi. . Rembulan memberi mimpi pada dendam. Kelesuan. Kenapa ketakutan menjadi tabir pikiran ? Kekhawatiran telah mencemarkan kehidupan. maka hidup akan menjadi sayur tanpa garam Lembaga pendapat umum tidak mengandung pertanyaan. Gelombang angin menyingkapkan keluh kesah yang teronggok bagai sampah Kegamangan. Duduk berdebat menyatakan setuju dan tidak setuju.

S.Dan di dalam air lumpur kehidupan. Tuhanku. Rendra Tuhanku. toh. aku melihat bagai terkaca : ternyata kita. Tak ada lagi pilihan kecuali menyadari -biarpun bersama penyesalan- . perkenankan aku membunuh perkenankan aku menusukkan sangkurku Malam dan wajahku adalah satu warna Dosa dan nafasku adalah satu udara. manusia ! Pejambon Jakarta 27 April 1978 Potret Pembangunan dalam Puisi DOA SEORANG SERDADU SEBELUM BERPERANG Oleh : W. WajahMu membayang di kota terbakar dan firmanMu terguris di atas ribuan kuburan yang dangkal Anak menangis kehilangan bapa Tanah sepi kehilangan lelakinya Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia Apabila malam turun nanti sempurnalah sudah warna dosa dan mesiu kembali lagi bicara Waktu itu.

S. 25 18 Juni 1960 GERILYA Oleh : W. No. XIV. Rendra Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling di jalan Angin tergantung terkecap pahitnya tembakau bendungan keluh dan bencana Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling dijalan Dengan tujuh lubang pelor diketuk gerbang langit dan menyala mentari muda melepas kesumatnya Gadis berjalan di subuh merah dengan sayur-mayur di punggung melihatnya pertama .Apa yang bisa diucapkan oleh bibirku yang terjajah ? Sementara kulihat kedua lengaMu yang capai mendekap bumi yang mengkhianatiMu Tuhanku Erat-erat kugenggam senapanku Perkenankan aku membunuh Perkenankan aku menusukkan sangkurku Mimbar Indonesia Th.

42 1955 GUGUR Oleh : W.S.Ia beri jeritan manis dan duka daun wortel Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling dijalan Orang-orang kampung mengenalnya anak janda berambut ombak ditimba air bergantang-gantang disiram atas tubuhnya Tubuh biru tatapan mata biru lelaki berguling dijalan Lewat gardu Belanda dengan berani berlindung warna malam sendiri masuk kota ingin ikut ngubur ibunya Siasat Th IX. Rendra Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya Tiada kuasa lagi menegak Telah ia lepaskan dengan gemilang . No.

pelor terakhir dari bedilnya Ke dada musuh yang merebut kotanya Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya Ia sudah tua luka-luka di badannya Bagai harimau tua susah payah maut menjeratnya Matanya bagai saga menatap musuh pergi dari kotanya Sesudah pertempuran yang gemilang itu lima pemuda mengangkatnya di antaranya anaknya Ia menolak dan tetap merangkak menuju kota kesayangannya Ia merangkak di atas bumi yang dicintainya Belumlagi selusin tindak mautpun menghadangnya. . Dan aku pun berasal dari tanah tanah Ambarawa yang kucinta Kita bukanlah anak jadah Kerna kita punya bumi kecintaan. Bumi yang menyusui kita dengan mata airnya. Bumi kita adalah tempat pautan yang sah. Ketika anaknya memegang tangannya ia berkata : " Yang berasal dari tanah kembali rebah pada tanah.

Ia adalah bumi nenek moyang." Hari pun berangkat malam Bumi berpeluh dan terbakar Kerna api menyala di kota Ambarawa Orang tua itu kembali berkata : "Lihatlah. kita akan berpelukan buat selama-lamanya ! Nanti sekali waktu seorang cucuku akan menacapkan bajak di bumi tempatku berkubur kemudian akan ditanamnya benih dan tumbuh dengan subur Maka ia pun berkata : -Alangkah gemburnya tanah di sini!" Hari pun lengkap malam ketika menutup matanya HAI. Ia adalah bumi waris yang sekarang.Bumi kita adalah kehormatan. hari telah fajar ! Wahai bumi yang indah. KAMU ! . Bumi kita adalah juwa dari jiwa. Ia adalah bumi waris yang akan datang.

. kekasihku. duduk di dalam kemacetan angan-angan.Oleh : W. Aku di sini memandangmu. Rendra Engkau melayang jauh. Jari-jari waktu menggamitku. Lagu margasatwa agak mereda. noda di dalam pergaulan antar manusia. berbendera pusaka. 29 Pebruari 1978 Potret Pembangunan dalam Puisi LAGU SEORANG GERILYA (Untuk puteraku Isaias Sadewa) Oleh : W. engkau berkudung selendang katun di kepalamu. Indahnya ketenangan turun ke hatiku. Aku berontak dengan memandang cakrawala.S. Engkau menjadi suatu keindahan. Aku menyimak kepada arus kali. Engkau mandi cahaya matahari. Di antara pohon-pohon pisang di kampung kita yang berdebu. intaian keangkuhan kekerdilan jiwa. Lepas sudah himpitan-himpitan yang mengekangku. Rendra Luka-luka di dalam lembaga.S. Jakarta. menyandang senapan.

2 september 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi LAGU SERDADU Oleh : W.sementara dari jauh resimen tank penindas terdengar menderu. Maka di saat seperti itu kamu menyanyikan lagu-lagu perjuangan bersama kakek-kakekku yang telah gugur di dalam berjuang membela rakyat jelata Jakarta. 13 Nopember 1959 . Di dalam hujan tembakan mortir. kekasihku. engkau menjadi pelangi yang agung dan syahdu Peluruku habis dan darah muncrat dari dadaku. kehijauan menyelimuti medan perang yang membara. Rendra Kami masuk serdadu dan dapat senapang ibu kami nangis tapi elang toh harus terbang Yoho. mimpi kami patung-patung dari perak Nenek cerita pulau-pulau kita indah sekali Wahai. 630. th.S. darah kami campur arak! Yoho. Malam bermandi cahaya matahari. tanah yang baik untuk mati Dan kalau ku telentang dengan pelor timah cukilah ia bagi puteraku di rumah Siasat No.

dan anak kita akan lahir di cakrawala.S. Ada pun mata kita akan terus bertatapan hingga berabad-abad lamanya. Rendra Lunglai .ganas karena bahagia dan sedih. Tanpa sekejap pun luput dari kenangan padamu aku bergerak menulis pamplet. Jakarta. Kotabumi. 24 Maret 1978 Potret Pembangunan dalam Puisi ORANG-ORANG MISKIN Oleh : W. Warna-warna kehidupan berpendar-pendar menakjubkan Isyarat-isyarat getaran ajaib menggerakkan penaku.S. Rendra . Nyawamu dan nyawaku dijodohkan langit.NOTA BENE : AKU KANGEN Oleh : W. mempertahankan kehidupan. indah dan gigih cinta kita di dunia yang fana. Juwitaku yang cakap meskipun tanpa dandanan untukmu hidupku terbuka.

Mereka tak bisa kamu biarkan. Orang-orang berdosa. Wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala. Tidurmu akan penuh igauan. Bayi gelap dalam batin. janganlah mereka ditinggalkan. Tak bisa kamu abaikan. mengandung buah jalan raya. Gigi mereka yang kuning . Jangan kamu bilang dirimu kaya bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya. Rambut mereka melekat di bulan purnama. Orang-orang miskin di jalan masuk ke dalam tidur malammu. Dan perlu diusulkan agar ketemu presiden tak perlu berdasi seperti Belanda. di jalan kamu akan diburu bayangan. Jumlah mereka tak bisa kamu mistik menjadi nol. Angin membawa bau baju mereka. Dan tentara di jalan jangan bebas memukul mahasiswa. Orang-orang miskin. yang diledek oleh impian. yang kalah di dalam pergulatan. Bila kamu remehkan mereka. Lambang negara ini mestinya trompah dan blacu. Mereka akan menjadi pertanyaan yang mencegat ideologimu. dan bahasa anak-anakmu sukar kamu terka. Perempuan-perempuan bunga raya menyuapi putra-putramu.Orang-orang miskin di jalan. Tangan-tangan kotor dari jalanan meraba-raba kaca jendelamu. Rumput dan lumut jalan raya. yang tinggal di dalam selokan. Jangan kamu bilang negara ini kaya karena orang-orang berkembang di kota dan di desa.

Aku merindukan wajahmu. . atau ke dada mereka sendiri. Orang-orang miskin berbaris sepanjang sejarah.S. Aku melihat waktu melaju melanda masyarakatku. nyamperin matahari dari satu sisi. O. bagai gerimis yang selalu membayang. Aku menyaksikan zaman berjalan kalangkabutan.akan meringis di muka agamamu. Rendra Ma. kenangkanlah : orang-orang miskin juga berasal dari kemah Ibrahim Yogya. Orang-orang miskin mengangkat pisau-pisau tertuju ke dada kita. 4 Pebruari 1978 Potret Pembangunan dalam Puisi PAMPLET CINTA Oleh : W. Kuman-kuman sipilis dan tbc dari gang-gang gelap akan hinggap di gorden presidenan dan buku programma gedung kesenian. dan aku melihat wajah-wajah berdarah para mahasiswa. bagai udara panas yang selalu ada. Memandang wajahmu dari segenap jurusan.

Apa yang bisa dilakukan oleh penyair bila setiap kata telah dilawan dengan kekuasaan ? Udara penuh rasa curiga. Aku tidak sedih dan kesepian. Keamanan yang berdasarkan senjata dan kekuasaan adalah penindasan Suatu malam aku mandi di lautan. Suara lautan adalah suara kesepian. Kamu menjadi makna Makna menjadi harapan.Kampus telah diserbu mobil berlapis baja. Aku bertualang di dalam udara yang berdebu. Tegur sapa tanpa jaminan. Dan lalu muncul wajahmu. Air lautan berkilat-kilat. Sepuluh tahun aku berjalan tanpa tidur. Pantatku karatan aku seret dari warung ke warung. Tidak. Harapan adalah karena aku akan tetap menulis sajak. Perutku sobek di jalan raya yang lengang……. Ma ! Angin menyapu rambutku. ……. Harapan adalah karena aku akan melakukan sesuatu. Aku inginkan kamu. Aku terkenang kepada apa yang telah terjadi. Kenapa keamanan justru menciptakan ketakutan dan ketegangan Sumber keamanan seharusnya hukum dan akal sehat. Bunga-bunga yang ajaib bermekaran di langit. Aku tertawa. Sepi menjdai kaca. Aku muak dengan gaya keamanan semacam ini. tapi kamu tidak ada. . Sepi menjadi kaca. Aku menulis sajak di bordes kereta api. Sebenarnya apakah harapan ? Harapan adalah karena aku akan membelai rambutmu. Kata-kata telah dilawan dengan senjata.

Bahagia karena mempunyai kamu di dalam kalbuku. Aku disergap kejadian tak terduga. nongol dari perut matahari bunting. mencintai kamu adalah bahagia dan sedih. tapi juga menggigil bertanya-tanya. Adapun harapan adalah penghayatan akan ketegangan. Ma ! Yaaah . Ma.Dengan berteman anjing-anjing geladak dan kucing-kucing liar. dan sedih karena kita sering berpisah. aku bernyanyi menikmati hidup yang kelabu. memandang wajahmu dari segenap jurusan. nyamperin matahari dari satu sisi. Aku jadi bego. Sedih karena pikiran diliputi bayang-bayang. Tetapi bukankah kehidupan sendiri adalah bahagia dan sedih ? Bahagia karena napas mengalir dan jantung berdetak. Rendra . Ketegangan menjadi pupuk cinta kita. Ma. Pejambon. 28 April 1978 Potret Pembangunan dalam Puisi SAJAK ANAK MUDA Oleh : W. Rahmat turun bagai hujan membuatku segar. jam duabelas seperempat siang. Aku terkesima. Jakarta.S. Lalu muncullah kamu.

Kita marah pada diri sendiri Kita sebal terhadap masa depan. tidak dianggap sebagai ilmu yang perlu dikaji dan diuji. Dasar keadilan di dalam pergaulan. dan bukan ilmu latihan menguraikan. Kenyataan di dunia menjadi remang-remang. Apakah kita tidak dimaksud untuk mengerti itu semua ? Apakah kita hanya dipersiapkan untuk menjadi alat saja ? inilah gambaran rata-rata pemuda tamatan SLA. Gejala-gejala yang muncul lalu lalang. Lalu akhirnya. karena tidak diajar filsafat atau logika. menikmati masa bodoh dan santai. pemuda menjelang dewasa. Ilmu sekolah adalah ilmu hafalan. Dasar pendidikan kita adalah kepatuhan. sebagai kelompok atau sebagai pribadi. dan tidak diajar dasar ilmu hukum Kita melihat kabur pribadi orang. karena tidak diajarkan kebatinan atau ilmu jiwa. Kita tidak mengerti uraian pikiran lurus. Bukan pertukaran pikiran. . karena tidak diajarkan berpolitik. tidak bisa kita hubung-hubungkan.Kita adalah angkatan gagap yang diperanakkan oleh angkatan takabur. Kita kurang pendidikan resmi di dalam hal keadilan. serta pengetahuan akan kelakuan manusia.

Gelap. kita hanya bisa membeli dan memakai tanpa bisa mencipta. tetapi hanya bisa berkuasa. wajah berdarah akan terlihat sebagai bulan. Mengapa harus kita terima hidup begini ? Seseorang berhak diberi ijazah dokter. Tetapi kita dipersiapkan menjadi alat apa ? Kita hanya menjadi alat birokrasi ! Dan birokrasi menjadi berlebihan tanpa kegunaan menjadi benalu di dahan. di dalam kemabukan. Orang yang hidup di dalam pengangguran. lebih enak kita lari ke dalam puisi ganja. Di sana anak-anak memang disiapkan Untuk menjadi alat dari industri. Dan industri mereka berjalan tanpa berhenti. Apakah yang terjadi di sekitarku ini ? Karena tidak bisa kita tafsirkan. Dan bila ada ada tirani merajalela. kerjanya cuma menyuntik saja. dianggap sebagai orang terpelajar. Apakah artinya tanda-tanda yang rumit ini ? Apakah ini ? Apakah ini ? Ah. Keluh kesahku gelap. Pendidikan tidak memberi pencerahan.Di dalam kegagapan. persis seperti bapak-bapak kita. tanpa diuji pengetahuannya akan keadilan. . ia diam tidak bicara. Pandanganku gelap. Kita tidak bisa memimpin. Latihan-latihan tidak memberi pekerjaan Gelap. Pendidikan negeri ini berkiblat ke Barat.

Dan bila luput. Jakarta.S. Tangan kita menggapai untuk mencari pegangan. Mahasiswa-mahasiswa ilmu hukum dianggap sebagi bendera-bendera upacara. Ketakutan muncul dari sampah kehidupan. Kita berada di dalam pusaran tatawarna yang ajaib dan tidak terbaca. Kita adalah angkatan yang berbahaya. 23 Juni 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi SAJAK BULAN MEI 1998 DI INDONESIA OLEH : W. Amarah merajalela tanpa alamat.Bagaimana ? Apakah kita akan terus diam saja. sementara ada kebangkrutan dan banyak korupsi. Daya hidup telah diganti oleh nafsu. Pejambon. Mahasiswa-mahasiswa ilmu ekonomi dianggap bunga plastik. Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan. kita memukul dan mencakar ke arah udara Kita adalah angkatan gagap. sementara hukum dikhianati berulang kali. Kita berada di dalam penjara kabut yang memabukkan. RENDRA Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja. Pencerahan telah diganti oleh pembatasan. Yang diperanakan oleh angkatan kurangajar. .

Bau anyir darah yag kini memenuhi udara menjadi saksi yang akan berkata : Apabila pemerintah sudah menjarah Daulat Rakyat. . rasa putus asa yang terbentur sangkur ! Berhentilah mencari ratu adil ! Ratu adil itu tidak ada. Hukum Adil adalah bintang pedoman di dalam prahara. raja-raja. tatawarna fatamorgana kekuasaan ! O. lalu menjadi penjarah di pasar dan jalan raya. apabila cukong-cukong sudah menjarah ekonomi bangsa. Kitab undang-undang tergeletak di selokan Kepastian hidup terhuyung-huyung dalam comberan. kebingungan yang muncul dari kabut ketakutan ! O. apabila aparat keamanan sudah menjarah keamanan. O. jiwa yang tertenung sihir tahta ! Apakah masih buta dan tuli di dalam hati ? Apakah masih akan menipu diri sendiri ? Apabila saran akal sehat kamu remehkan berarti pintu untuk pikiran-pikiran gelap yang akan muncul dari sudut-sudut gelap telah kamu bukakan ! Cadar kabut duka cita menutup wajah Ibu Pertiwi Airmata mengalir dari sajakku ini. malam kelam pikiran insan ! Koyak-moyak sudah keteduhan tenda kepercayaan. Ratu adil itu tipu daya ! Apa yang harus kita tegakkan bersama adalah Hukum Adil.Pikiran kusut membentuk simpul-simpul sejarah. O. sihir berkilauan dari mahkota raja-raja ! Dari sejak jaman Ibrahim dan Musa Allah selalu mengingatkan bahwa hukum harus lebih tinggi dari keinginan para politisi. dan tentara. maka rakyat yang tertekan akan mencontoh penguasa. jaman edan ! O. Wahai. penguasa dunia yang fana ! Wahai. O.

kamu !” kata tuannya “Tidak. “kemari. Rendra Bulan terbit dari lautan. dan kaum pelacur naik penghasilannya. Pertanda nasib baik bagi tukang kopi di kaki lima.Catatan : Sajak ini dibuat di Jakarta pada 17 Mei 1998 dan dibacakan Rendra di DPR (Kemarin Bengkel Teater mengirimkan dua sajak ke Jawa Pos) SAJAK BULAN PURNAMA Oleh : W. Dan cahayanya yang kemilau membuat tuannya gemetaran. Malam yang permai anugerah bagi sopir taksi. Rambutnya yang tergerai ia kibaskan. menyinari gubug-gubug kaum gelandangan kota Jakarta. Langit sangat cerah. tuan. Bulan purnama duduk di sanggul babu.S. Dan menjelang malam. wajahnya yang bundar. Para pencuri bermain gitar. aku takut nyonya !” .

oleh cahaya rembulan. Menjelang pukul dua. 22 Oktober 1976 Potret Pembangunan dalam Puisi SAJAK BURUNG-BURUNG KONDOR Oleh : W.S. rembulan turun di jalan raya. dan akhirnya berumah di daun-daun tembakau. Kemudian hatinya pilu . lalu disuguhkan pada tamu negara yang haus akan hiburan. lalu bertiup di atas permukaan kali yang luas. Ia disambar petugas keamanan. maka tuannya bertindak masuk dapur dan langsung menerkamnya Bulan purnama raya masuk ke perut babu. Rendra Angin gunung turun merembes ke hutan. dengan rok satin putih. Lalu naik ke ubun-ubun menjadi mimpi yang gemilang.Karena sudah penasaran. Yogya. dan parfum yang tajam baunya.

Di dalam marah menjerit. para ahli ekonomi membetulkan letak dasi. Di hari senja mereka menjadi onggokan sampah. Para tani . Beribu-ribu burung kondor. dan disana mendapat hiburan dari sepi. menggapai-gapai. dan menjawab dengan mengirim kondom. menoleh ke kanan. menanam bibit di tanah yang subur. Karena hanya sepi mampu menghisap dendam dan sakit hati. . bergerak menuju ke gunung tinggi. berjuta-juta burung kondor.buruh bekerja. di dalam usaha tak menentu. rakyat negeriku bergerak dengan lunglai. Mereka memanen untuk tuan tanah yang mempunyai istana indah. dan sukmanya berubah menjadi burung kondor.melihat jejak-jejak sedih para petani . Penderitaan mengalir dari parit-parit wajah rakyatku. memanen hasil yang berlimpah dan makmur namun hidup mereka sendiri sengsara.buruh yang terpacak di atas tanah gembur namun tidak memberi kemakmuran bagi penduduknya. berumah di gubug-gubug tanpa jendela. Dari pagi sampai sore. menoleh ke kiri. dan di malam hari mereka terpelanting ke lantai. Keringat mereka menjadi emas yang diambil oleh cukong-cukong pabrik cerutu di Eropa. Dan bila mereka menuntut perataan pendapatan. bergema di tempat-tempat yang sepi. Burung-burung kondor menjerit.

Ke mana arahnya. mematuki udara.. Rendra Janganlah tuan seenaknya memelukku. tetapi jelas sudah kutahu pelukan ini apa artinya…. Aku bukan ahli ilmu menduga. 1973 Potret Pembangunan dalam Puisi SAJAK GADIS DAN MAJIKAN Oleh : W. mengetik. Yogya. Siallah pendidikan yang aku terima. lalu sikapku bagaimana ! . Tetapi lupa diajarkan : bila dipeluk majikan dari belakang. dan tatacara. dan di kota orang-orang bersiap menembaknya.Burung-burung kondor menjerit di batu-batu gunung menjerit bergema di tempat-tempat yang sepi Berjuta-juta burung kondor mencakar batu-batu. Diajar aku berhitung. bahasa asing. sudah cukup aku tahu.S. mematuki batu-batu. kerapian.

sudah cukup aku tahu. Diajarkan aku membutuhkan peralatan yang dihasilkan majikan. pada modal mereka. Kemana lagi aku ‘kan lari. Uang yang tuan selipkan ke behaku adalah ijazah pendidikanku Ah. setelah aku dewasa. dan ijazah sekolah. mesin pendingin. Sedangkan pacarku tak berani selangsung itu. Ya.Janganlah tuan seenaknya memelukku. Perut tuan yang buncit menekan perutku. dan dikuasai para majikan. Alat-alat rias. bila tidak ke dunia majikan ? Jangnlah tuan seenaknya memelukku. Mulut tuan yang buruk . Ketika tuan siku teteku. segala macam soda. jangan ! Jangan seenaknya memelukku. sudah kutahu apa artinya…… Mereka ajarkan aku membenci dosa tetapi lupa mereka ajarkan bagaimana mencari kerja. Pendidikan membuatku terikat pada pasar mereka. Wah . Ah. Apakah tujuan tuan. Jangan tuan. tonikum. Aku bukan cendekiawan tetapi aku cukup tahu semua kerja di mejaku akan ke sana arahnya. Mereka ajarkan aku gaya hidup yang peralatannya tidak berasal dari lingkungan. Dengan yakin tuan memelukku. vitamin sintetis. Begitulah. Dan kini.

mencium mulutku. Yogya. Sementara tuan naik ke atas tubuhku. Seluruh anggota masyarakat membantu tuan. wajah-wajah nelayan keruh. Mimpi remajaku gugur di atas padang pengangguran. membangkitkan keangkuhanku. Mereka pegang kedua kakiku. Mereka tarik pahaku mengangkang. Widuri. aku terkenang akan wajahmu. Sebagai suatu kewajaran semuanya tuan lakukan. 10 Juli 1975 Potret Pembangunan dalam Puisi SAJAK JOKI TOBING UNTUK WIDURI Oleh : W.S. Rendra Dengan latar belakang gubug-gubug karton. Ciliwung keruh. Di atas debu kemiskinan. Usaplah wajahku. Wajah indah dan rambutmu menjadi pelangi di cakrawalaku. aku berdiri menghadapmu. . lalu muncullah rambutmu yang berkibaran Kemiskinan dan kelaparan.

yang menarik pungutan tidak resmi. . dan lalu sama-sama kaget. Sambil berdiri di ambang pintu kereta api. sambil memeluk satu anakmu. sementara istrimu meneteki bayinya. Rendra Kini kita saling berpandangan saudara. Pernah pula kita satu truk. Dari Yogya ke Jakarta. aku melihat kamu tidur di kolong bangku. Ragu-ragu apa pula. ketika truk tiba-tiba terhenti kerna distop oleh polisi. terbaring di sebelahmu. dengan alas kertas koran. Jakarta. sambil meremasi tetek tengkulak sayur.S. 9 Mei 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi SAJAK KENALAN LAMAMU Oleh : W. tergencet oleh penumpang berjubel. duduk di atas kobis-kobis berbau sampah.Nusantara Film. kita memang pernah berjumpa.

Hidup macam apa ini ! Orang-orang dipindah kesana ke mari.... Kamu kenal bau bajuku. Sebungkus nasi yang dicuri.. .. Kamu lapiskan ke atap gubugmu..... kita sudah sering berjumpa.... …………. dan lalu kamu masuk dengan anakmu….. itulah santapan.. Hidup macam apa hidup ini. kita memang pernah bertemu. Aku menarik sehelai plastik dari tong sampah tepat pada waktu kamu juga menariknya.... ………….... aku melihat kamu membawa helaian plastik itu ke satu gubuk karton.... Tapi dari keadaan ke keadaan yang tanpa perubahan. Aku membuka mulut. …………………. Kita saling berpandangan. hendak berkata sesuatu…… Tak sempat ! Lebih dulu tinjumu melayang ke daguku….. Dalam pandangan mata berkunang-kunang... saudara..... Jangan kamu ragu-ragu.. Kamu menggendong anak kecil di punggungmu. agar mulutnya tersumpal makan. saudara.. karena kita anak jadah bangsa yang mulia. Di taman yang gelap orang menjual badan.Ya. saudara-saudara. Ya. kita sama-sama kenal ini.. Kolong kios buku di terminal itulah peraduan.. Kini kita bersandingan. Bukan dari tujuan ke tujuan. kerna sama-sama anak jalan raya. Waktu itu hujan rinai.

. main mahyong.. sambil kepalanya diguyur anggur. ……. Duabelas pasang payudara gemerlapan... jangan lagi sangsi. di dalam peradaban fatamorgana. Kita telah sama-sama mencuri mobil ayahmu bergiliran meniduri gula-gulanya. yang menjahitkan jas di Singapura mencat rambut di pangkuan bintang film... Dan di bawah semuanya.. betapa para pembesar menjilati selangkang wanita.. Kamu lihat lagi gayaku meludah di trotoar.. hidup dalam kenyataan…… tak ada bedanya. .. Hidup dalam khayalan.. saudara. dan kenyataan dikhayalkan. Kita sama-sama tertawa mengenang ini semua. Ragu-ragu apa pula kita memang pernah berjumpa. Kita telah sama-sama beli morphin dari guru kita. Ayo. dan makan kepiting saus tiram di restoran terhormat.. ………. Ya. main golf. Ya. ……. memang aku. dan mengintip ibumu main serong dengan ajudan ayahmu.. Menenggak valium yang disediakan oleh dokter untuk ibumu. kamu kenal suara batukku. celana dalam sutera warna kesumba.. bertatahkan intan permata di sekitar putingnya. kita sama-sama germo. dan akhirnya menggeletak di emper tiko. Temanmu dulu. Ya. Kita telah menyaksikan.Di hotel yang mewah istri guru menjual badan agar pantatnya diganjal sedan. Kerna khayalan dinyatakan.

meninggi…. dan berderap maju.di samping kere di Malioboro. Ke awan…… Peraturan dan hukuman.. kita memang pernah bertemu. Saudara-saudara. Politk adalah cara menggulingkan kekuasaan. . di atas sol sepatu kita. Bukankah tadi telah kamu kenal betapa derap langkahku ? Kita dulu pernah menyetop lalu lintas. jangan kamu ragu-ragu. membakari mobil-mobil. Kini kita bertemu lagi.. Politik adalah cara merampok dunia. Dengan arloji emas. Kita alami semua ini. kita sekarang berjabatan. Hidup melayang-layang. …... sambil mendekap hostess di kelab malam. berunding di larut kelam. Kekuasaan mendukung kita serupa ganja….. berdemonstrasi.. secara teliti kita susun jadwal waktu. …. Kita tulis dengan keringat di ketiak. Kita telah sama-sama merancang strategi di panti pijit dan restoran. Kitalah gelandangan kaya. kitalah yang empunya. melambaikan poster-poster. Bergadang. kerna kita putra-putra dewa di dalam masyarakat kita. Kerna begitulah gaya pemuda harapan bangsa. Selangit. melayang-layang... Ya.. yang perlu meyakinkan diri dengan pembunuhan.

Inilah suara batukku. dari taksi ke sedan pribadi lalu ke mobil sport. Kamu telah menjamahku..untuk menikmati giliran berkuasa.. Kemiskinan melimpah.. …. kita cap ia sok pahlawan.. Waktu melanda dan melimpah.. Dimanakah kunang-kunag di malam hari ? Dimanakah trompah kayu di muka pintu ? Di hari-hari yang berat.. dari becak ke taksi... ………………… Kekayaan melimpah. ……........ Suara-suara di kolong meja.... Kita telah sama-sama berdiri di sini... jangan lagi kamu ragau... inilah aku ini ! Jangan lagi sangsi ! Inilah bau ketiakku. Ya. Lalu muncullah banjir suara.. dan tidak ketemu. kapal terbang pribadi di antara mega-mega meneteskan air mani di putar blue-film di dalamnya... aku cari kacamataku.. Suara-suara di dalam lacu.. gunung yang kelabu membara.. Politik adalah wadah kegiatan kesenian. ... Ludah menyembur dan melimpah. Dan bila ada orang banyak bacot.. lalu : helikopter ! Politik adalah festival dan pekan olah raga..... Politik adalah tangga naiknya tingkat kehidupan.. melihat bianglala berubah menjadi lidah-lidah api. Darah melimpah.

Suara-suara di dalam pici. lho. Apaa saja yang terjadi ? Aku tak tahu. 21 Juni 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi SAJAK MATA-MATA Oleh : W. Dan. Tidak luntur semuanya. Semua tidak jelas maknanya. . Warna-warna seribu warna. Warna-warna nilon dan plastik. Ada suara gaduh di atas tanah. Ya. ini di belakang saya ada tentara marah-marah. Ada ucapan-ucapan kacau di antara rumah-rumah. Aku melihat kilatan-kilatan api berkobar. yang kita tidak tahu apa-apa. Aku melihat isyarat-isyarat. kita telah sama-sama menjadi saksi dari suatu kejadian. Yogyakarta. namun lahir dari perbuatan kita.S. Ada tangis tak menentu di tengah sawah. Dan akhirnya dunia terbakar oleh tatawarna. Rendra Ada suara bising di bawah tanah.

semua orang marah-marah. kalau koran-koran ditekan sensor. Kita tidak lagi melihat kenyataan yang beragam. Apa saja yang terjadi ? Aku tak tahu. dan mimbar-mimbar yang bebas telah dikontrol. Sukar diaturnya. Terasing di belakang meja kekuasaan. Banyak makannya. Betapa kita akan tahu. membuat keresahan Ini terjadi karena apa-apa yang terjadi terjadi tanpa kutahu telah terjadi. pemerinta marah. tak bisa bicara. Kini sudah diganti mata yang resmi. Pendengaran dan penglihatan menyesakkan perasaan. menggangu pemandanganku. Kita hanya diberi gambara model keadaan yang sudah dijahit oleh penjahit resmi.Raut wajah yang sengsara. Barisan mata-mata mahal biayanya. Dalam pandangan yang kabur. Kamu tak tahu. . Sedangkan laporannya mirp pandangan mata kuda kereta yang dibatasi tudung mata. Mata pemerintah yang sejati sudah diganti mata-mata. Koran-koran adalah penerusan mata kita. Aku tak tahu. Mata rakyat sudah dicabut. Mata pemerintah juga diancam bencana. Rakyat meraba-raba di dalam kasak-kusuk. Rakyat marah. Tak ada yang tahu. Mata pemerintah memakai kacamata hitam. semua marah lantara tidak punya mata.

menjadi pelangi di cakrawala. tubuh mereka terbalut lumpur dan kepala mereka berkilatan memantulkan cahaya matahari. Hospital Rancabadak. wahai kamu. Matahari keluar dari mulutku. Bandung. dan di tengah sawah tuan tanah menanammu ! Satu juta lelaki gundul keluar dari hutan belantara.Semua mata sudah disabotir. 28 Januari 1978 Potret Pembangunan dalam Puisi SAJAK MATAHARI Oleh : W. Wajahmu keluar dari jidatku. Mata mereka menyala .S. Menyentuh permukaan samodra raya. wanita miskin ! kakimu terbenam di dalam lumpur. Rendra Matahari bangkit dari sanubariku. Mata yangbebas beredar hanyalah mata-mata. Kamu harapkan beras seperempat gantang.

Ia menjadi rahmat dan kutukanmu.S. 5 Maret 1976 Potret Pembangunan dalam Puisi SAJAK ORANG KEPANASAN Oleh : W. Matahri adalah cakra jingga yang dilepas tangan Sang Krishna. Rendra Karena kami makan akar dan terigu menumpuk di gudangmu Karena kami hidup berhimpitan dan ruangmu berlebihan maka kami bukan sekutu Karena kami kucel dan kamu gemerlapan Karena kami sumpek dan kamu mengunci pintu maka kami mencurigaimu Karena kami telantar dijalan dan kamu memiliki semua keteduhan Karena kami kebanjiran dan kamu berpesta di kapal pesiar maka kami tidak menyukaimu Karena kami dibungkam dan kamu nyerocos bicara Karena kami diancam dan kamu memaksakan kekuasaan maka kami bilang : TIDAK kepadamu .tubuh mereka menjadi bara dan mereka membakar dunia. umat manusia ! Yogya. ya.

karena ia telah lunas menjalani kewjiban dan kewajarannya. Sang ksatria berdiri dengan mata bercahaya. Isaias Sadewa) Oleh : W.S. Setelah ia wafat apakah petani-petani akan tetap menderita. Hatinya damai.Karena kami tidak boleh memilih dan kamu bebas berencana Karena kami semua bersandal dan kamu bebas memakai senapan Karena kami harus sopan dan kamu punya penjara maka TIDAK dan TIDAK kepadamu Karena kami arus kali dan kamu batu tanpa hati maka air akan mengikis batu SAJAK PEPERANGAN ABIMANYU (Untuk puteraku. . Tetapi bukan itu yang terlintas di kepalanya ketika ia tegak dengan tubuh yang penuh luka-luka. di dalam dadanya yang bedah dan berdarah. dan para wanita kampung tetap membanjiri rumah pelacuran di kota ? Itulah pertanyaan untuk kita yang hidup. Rendra Ketika maut mencegatnya di delapan penjuru.

melihat kali coklat menjalar ke lautan. Perjuangan adalah satu pelaksanaan cita dan rasa. Di saat badan berlumur darah.S.Saat itu ia mendengar nyanyian angin dan air yang turun dari gunung. Rendra Matahari terbit pagi ini mencium bau kencing orok di kaki langit. dan mendengar dengung lebah di dalam hutan.dari zaman ke zaman Jakarta. jiwa duduk di atas teratai. roh ksatria bersetubuh dengan cakrawala untuk menanam benih agar nanti terlahir para pembela rakyat tertindas . . Ketika ibu-ibu meratap dan mengurap rambut mereka dengan debu. Perjuangan adalah pelunasan kesimpulan penghayatan. 2 Sptember 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi SAJAK PERTEMUAN MAHASISWA Oleh : W.

ada yang terhina Ada yang bersenjata. ada yang terluka. ataukah alat penindasan ? Sebentar lagi matahari akan tenggelam. . Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga. Orang berkata “ Kami ada maksud baik “ Dan kita bertanya : “ Maksud baik untuk siapa ?” Ya ! Ada yang jaya. Dan kita di sini bertanya : “Maksud baik saudara untuk siapa ? Saudara berdiri di pihak yang mana ?” Kenapa maksud baik dilakukan tetapi makin banyak petani yang kehilangan tanahnya. Ada yang berlimpah. Perkebunan yang luas hanya menguntungkan segolongan kecil saja. ada yang terkuras. Lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala. Alat-alat kemajuan yang diimpor tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya.Lalu kini ia dua penggalah tingginya. Tanah-tanah di gunung telah dimiliki orang-orang kota. Dan rembulan akan berlayar. Malam akan tiba. Tentu kita bertanya : “Lantas maksud baik saudara untuk siapa ?” Sekarang matahari. semakin tinggi. Dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini memeriksa keadaan. Kita bertanya : Kenapa maksud baik tidak selalu berguna. Cicak-cicak berbunyi di tembok. ada yang diduduki. Dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya : Kita ini dididik untuk memihak yang mana ? Ilmu-ilmu yang diajarkan di sini akan menjadi alat pembebasan. Ada yang duduk.

Akan hidup di dalam bermimpi. Atau masuk ke sungai menjadi ombak di samodra. Akan tumbuh di kebon belakang. ada yang mengikis.S. SAJAK POTRET KELUARGA Oleh : W. Di bawah matahari ini kita bertanya : Ada yang menangis.Tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda. Pertanyaan-pertanyaan kita menjadi hutan. ada yang mendera. dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda Yang Bercinta”. Ada yang habis. Dan maksud baik kita berdiri di pihak yang mana ! Jakarta 1 Desember 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Universitas Indonesia di Jakarta. yang disutradarai oleh Sumandjaja. Rendra . Sementara hari baru menjelma. Dan esok hari matahari akan terbit kembali.

Dan ketonggeng menunggu di bawah batu. Hanya orang edan sengaja mencari kesukaran. Di rumah ada TV. Memprotes keadaaan. rumah dan mobil juga ada. Itulah namanya kehidupan. Inilah kesejahteraan yang harus dibina. Asal keluarga sudah terjaga. apa palgi yang diruwetkan ? Anak-anak dengan tertib aku sekolahkan. anggrek. Kita mesti santai. Pasti beres. Ular yang lewat dipagut naga. . Wajah molek bersolek di angkasa. Kesukaran selalu ada. Salah-salah malah hilang jabatan.Tanggal lima belas tahun rembulan. Kepada rekannya berkatalah suami itu : “Semuanya akan beres. dan juga agama. Kucing berjalan di bubungan atap. Malam disambut suara halus dalam rumputan. Mengeluhkan keadaan tak ada gunanya. Apa yang kita punya sudah lumayan. Tak ada yang jelas di dalam kehidupan. Isri itu duduk di muka kaca dan berkata : “Hari-hari mengalir seperti sungai arak. yang putra mahasiswa. Burung tekukur terpisah dari sarangnya.” ……… Tanggal lima belas tahun rembulan Angin kemarau tergantung di blimbing berkembang. tidak membawa perubahan. Yang putri di SLA. Kemarau dingin jalan berdebu. Anjing menjenguk keranjang sampah. Udara penuh asap candu. air conditioning.

. Ia hanyut di dalam kemajuan zaman. Ya. Tidak gagah.... Sang Putri yang di SLA... Suamiku asyik dengan mobilnya padahal hidupnya penuh utang. apa yang terjadi pada anak-anakku... Padahal harganya mahal semua. Berdesir-desir bunyi kali dikejauhan.... Ia marah karena tak berdaya. pikirannya jelas pula.. Tujuh unggas tidur di pohon nangka Sedang di tanah ular mencari mangsa. TV Selalu dibongkar. Apakah jaminan pendidikannya ? Ah. Akulah yang selalu kena luapan. Tuhan. Suamiku ! Dahulu ketika remaja hidupnya sederhana. Ia menyembunyikan kegagalam. Tetapi kini serba tidak kebenaran... Setiap barang membuatnya berengsek....... berkata : . Semakin kaya semakin banyak pula utangnya. Gambar yang sudah jelas juga masih dibenar-benarkan.... Sementara TV-nya membuat kegaduhan. Uang sekolah anak-anak selalu lambat dibayar... Tidak berdaya melawannya !” …. Tanggal lima belas tahun rembulan...... Di tebing yang landai tidurlah buaya... Tak ada lagi yang bisa menghiburnya... Gampang marah soal mobil Gampang pula kambuh bludreknya Makanan dengan cermat dijaga malahan kena sakit gula. Di antara batu-batu dua ketam bersenggama. Tak ada yang bisa diambil pegangan...Peristiwa melayang-layang bagaikan bayangan. Akhirnya tertidur……..

. Atap-atap rumah nampak jelas bentuknya di bawah cahaya bulan. Akar bambu bercahaya pospor. aku pergi meninggalkan rumah ini. Bawalah aku pergi....... Suasana tegang di dalam rumah meskipun rapi perabotannya.. temanilah aku merampok Bank.. Aku membenci duniaku ini. Semuanya serba salah. Tetapi semuanya ini untuk apa ? Untuk apa hidup keluargaku ini ? Apakah ayah hidup untuk mobil dan TV ? Apakah ibu hidup karena tak punya pilihan ? Dan aku ? Apa jadinya aku nanti ? Tiga belas tahun aku belajar di sekolah. Sumur yang sunyi menonjol di bawah dahan.. Pujaanku.. Ayah gampang marah lantaran mobil dan TV Ibu gampang marah lantaran tak berani marah kepada ayah. Untuk apakah kehidupan kami ini ? Untuk makan ? Untuk baca komik ? Untuk apa ? Akhirnya mendorong untuk tidak berbuat apa-apa ! Kemacetan mencengkeram hidup kami. Sang Putra..“Kawinilah aku. Tanggal lima belas tahun rembulan. Jadikanlah aku babu.. Buat aku mengandung.... aku menolak untuk mendewakan harta. Ya. yang mahasiswa........ Tetapi aku menolak cara hidup ayah dan ibu.. Aku yakin keluargaku mencintaiku.. menulis surat dimejanya : “ Ayah dan ibu yang terhormat. setiap orang gampang marah.. Seekor kadal menangkap belalang. Kakasihku.... suntikkan morpin ini ke urat darah di tetekku “ ………..... Keleawar terbang menyambar-nyambar. Tetapi belum juga mampu berdiri sendiri.. .. Cinta kasih cukup aku dapatkan.

santai ! “ tetapi sebenarnya ayah hanyut dibawa arus jorok keadaan Ayah hanya punya kelas. “ Yogya. Ayah hanya bisa mendukung peraturan yang memisahkan rakyat dari penguasa. bukan ? Apakah aku harus mencontoh ayah ? Sikap hidup ayah adalah pendidikan buruk bagi jiwaku.S. Ayah tidak produktip melainkan destruktip.Aku menolak untuk mengejar kemewahan. Bahkan kemewahan yang ayah punya tidak juga berarti kemakmuran. tetapi tidak punya kehormatan. 10 Juli 1975. Namun toh ayah mendapat gaji besar ! Apakah ayah pernah memprotes ketidakadilan ? tidak pernah. bukan ? Terlalu beresiko. Rendra . Ayah hanya bisa membuat peraturan. Potret Pembangunan dalam Puisi SAJAK PULAU BALI Oleh : W. Ayah hanya bisa tunduk pada atasan. selamat tinggal. Ayah berkata : “santai. tetapi kehilangan kesejahteraan. Seorang buruh lebih punya jasa yang nyata. Kenapa ayah berhak mendapatkan kemewahan yang sekarang ayah miliki ini? Hasil dari bekerja ? Bekerja apa ? Apakh produksi dan jasa seorang birokrat yang korupsi ? Seorang petani lebih produktip daripada ayah. Ayah dan ibu. Daya hidupku menolak untuk tidak berdaya.

Pesawat terbang jet di tepi rimba Brazilia. maka Bali menjadi obyek pariwisata. Sebab : pesawat-pesawat terbang jet sudah dibikin. dan alamnya. dan maskapai penerbangan harus berjalan. di muka perkemahan kaum Badui. Dan waktu senggang manusia. Dan Bali. . untuk dibungkus dalam kertas kado. serta masa berlibur untuk keluarga. harus bisa direbut oleh maskapai untuk diindustrikan. Betapapun : tanpa basa-basi keyakinan seperti itu. dengan segenap kesenian. Harus ada orang-orang untuk diangkut. kebudayaan.Sebab percaya akan keampuhan industri dan yakin bisa memupuk modal nasional dari kesenian dan keindahan alam. Bali harus dibuka untuk pariwisata. di sisi mana pun yang tak terduga. dan disuguhkan pada pelancong. Harus diciptakan tempat tujuan untuk dijual. harus bisa diringkaskan.

.. merupakan kejutan kebudayaan. pesawat terbang jet yang muncul dari mimipi. now.coca cola”. tangannya kotor Siapa tahu ada telor cacing di situ. Eh. honey . Lihat yang ini ! O. Awas ! Jangan dijabat tangannya ! senyum saja and say hello. jalan raya... Ah ! Fabolous !” Dan Bank Dunia selalu tertarik membantu negara miskin .. Aku tahu kamu melarang aku tanpa beha.. alangkah murninya mereka.. John. maksudku…. Begitu cepat hingga kita terkesiap. My God..lebih mendadak dari mimpi.. dan para pelancong....... Dan sementara kita bengong. aku potret di sini. You see. Aku ingin seperti mereka….bistik .....dan .... John. look. Begitu lihai sehingga kita terkesima. Look.... “Oh.dear ! Lihat orang-orang pribumi itu! Mereka memanjat pohon kelapa seperti kera. Okey ! Okey !….. Ia tidak menutupi teteknya ! Look. jangan cemberut ! Berdirilah di sampingnya. ini benar-benar tetek. membawa bentuk kekuatan modalnya : lapangan terbang.. Fantastic ! Kita harus memotretnya ! ... “hotel ... Inilah satu kekuasaan baru.Ini hanya pengandaian saja. ……………………. sempurna ! Mereka bebas dan spontan...

Tari-tarian bukan lagi satu mantra. Dan kemajuan kita adalah kemajuan budak atau kemajuan penyalur dan pemakai. gunung. Kekuasaan kemauan manusia. tempat tidur dan pura. Hidup dikuasai kehendak manusia.untuk membuat proyek raksasa. Pahatan dan ukiran bukan lagi ungkapan jiwa. dan hutan.S. Artinya : yang 90 % dari bahannya harus diimpor. tanpa menyimak jalannya alam. telah dicemarkan Pejambon. hati. tetapi hanya sekedar tontonan hiburan. Maka di Bali hotel-hotel pribumi bangkrut digencet oleh packaged tour. tetapi hanya sekedar kerajinan tangan. sungai. Kebudayaan rakyat ternoda digencet standar dagang internasional. Potret Pembangunan dalam Puisi SAJAK SEBATANG LISONG Oleh : W. Di Bali : pantai. tidak mengacuhkan naluri ginjal. Rendra . 23 Juni 1977. empedu. yang dilembagakan dengan kuat.

tanpa dangau persinggahan. Fajar tiba. tanpa ada bayangan ujungnya.Menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya. aku melihat wanita bunting antri uang pensiun. mendengar 130 juta rakyat. berak di atas kepala mereka Matahari terbit. tanpa pilihan. Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan. Delapan juta kanak-kanak menghadapi satu jalan panjang. . aku melihat sarjana-sarjana menganggur berpeluh di jalan raya. ………………… Menghisap udara yang disemprot deodorant. tanpa pepohonan. Aku bertanya. tetapi pertanyaan-pertanyaanku membentur meja kekuasaan yang macet. dan di langit dua tiga cukong mengangkang. dan papantulis-papantulis para pendidik yang terlepas dari persoalan kehidupan.

terhimpit di bawah tilam.Dan di langit. tetapi pertanyaanku membentur jidat penyair-penyair salon. mesti di-up-grade disesuaikan dengan teknologi yang diimpor Gunung-gunung menjulang. bahwa bangsa mesti dibangun. Berjuta-juta harapan ibu dan bapak menjadi gemalau suara yang kacau. sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan termangu-mangu di kaki dewi kesenian. Diktat-diktat hanya boleh memberi metode. Aku bertanya. para tekhnokrat berkata : bahwa bangsa kita adalah malas. ……………… Kita harus berhenti membeli rumus-rumus asing. menjadi karang di bawah muka samodra. yang bersajak tentang anggur dan rembulan. Langit pesta warna di dalam senjakala Dan aku melihat protes-protes yang terpendam. tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan. Apakah artinya kesenian. Inilah sajakku Pamplet masa darurat. dan menghayati persoalan yang nyata. di bawah iklan berlampu neon. Kita mesti keluar ke jalan raya. . keluar ke desa-desa. Bunga-bunga bangsa tahun depan berkunang-kunang pandang matanya. mencatat sendiri semua gejala.

menatap dunia. dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda Yang Bercinta”. dan melihat orang-orang kelaparan.S. Membakar dupa. Apakah artinya berpikir. Hiburan kota besar dalam semalam. 19 Agustus 1977 ITB Bandung Potret Pembangunan dalam Puisi Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Institut Teknologi Bandung.bila terpisah dari derita lingkungan. bila terpisah dari masalah kehidupan. mencium bumi. SAJAK SEBOTOL BIR Oleh : W. dan mendengar derap huru-hara. yang disutradarai oleh Sumandjaya. sama dengan biaya pembangunan sepuluh desa ! Peradaban apakah yang kita pertahankan ? . Rendra Menenggak bir sebotol.

Mengapa kita membangun kota metropolitan ? dan alpa terhadap peradaban di desa ? Kenapa pembangunan menjurus kepada penumpukan, dan tidak kepada pengedaran ? Kota metropolitan di sini tidak tumbuh dari industri, Tapi tumbuh dari kebutuhan negara industri asing akan pasaran dan sumber pengadaan bahan alam Kota metropolitan di sini, adalah sarana penumpukan bagi Eropa, Jepang, Cina, Amerika, Australia, dan negara industri lainnya. Dimanakah jalan lalu lintas yang dulu ? Yang neghubungkan desa-desa dengan desa-desa ? Kini telah terlantarkan. Menjadi selokan atau kubangan. Jalanlalu lintas masa kini, mewarisi pola rencana penjajah tempo dulu, adalah alat penyaluran barang-barang asing dari pelabuhan ke kabupaten-kabupaten dan bahan alam dari kabupaten-kabupaten ke pelabuhan. Jalan lalu lintas yang diciptakan khusus, tidak untuk petani, tetapi untuk pedagang perantara dan cukong-cukong. Kini hanyut di dalam arus peradaban yang tidak kita kuasai. Di mana kita hanya mampu berak dan makan, tanpa ada daya untuk menciptakan. Apakah kita akan berhenti saampai di sini ? Apakah semua negara yang ingin maju harus menjadi negara industri ? Apakah kita bermimpi untuk punya pabrik-pabrik yang tidak berhenti-hentinya menghasilkan…….. harus senantiasa menghasilkan…. Dan akhirnya memaksa negara lain untuk menjadi pasaran barang-barang kita ? ……………………………. Apakah pilihan lain dari industri hanya pariwisata ? Apakah pemikiran ekonomi kita

hanya menetek pada komunisme dan kapitalisme ? Kenapa lingkungan kita sendiri tidak dikira ? Apakah kita akan hanyut saja di dalam kekuatan penumpukan yang menyebarkan pencemaran dan penggerogosan terhadap alam di luar dan alam di dalam diri manusia ? ………………………………. Kita telah dikuasai satu mimpi untuk menjadi orang lain. Kita telah menjadi asing di tanah leluhur sendiri. Orang-orang desa blingsatan, mengejar mimpi, dan menghamba ke Jakarta. Orang-orang Jakarta blingsatan, mengejar mimpi dan menghamba kepada Jepang, Eropa, atau Amerika.

Pejambon, 23 Juni 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi SAJAK SEONGGOK JAGUNG Oleh : W.S. Rendra

Seonggok jagung di kamar dan seorang pemuda yang kurang sekolahan.

Memandang jagung itu, sang pemuda melihat ladang; ia melihat petani; ia melihat panen; dan suatu hari subuh, para wanita dengan gendongan pergi ke pasar ……….. Dan ia juga melihat suatu pagi hari di dekat sumur gadis-gadis bercanda sambil menumbuk jagung menjadi maisena. Sedang di dalam dapur tungku-tungku menyala. Di dalam udara murni tercium kuwe jagung Seonggok jagung di kamar dan seorang pemuda. Ia siap menggarap jagung Ia melihat kemungkinan otak dan tangan siap bekerja Tetapi ini : Seonggok jagung di kamar dan seorang pemuda tamat SLA Tak ada uang, tak bisa menjadi mahasiswa. Hanya ada seonggok jagung di kamarnya. Ia memandang jagung itu dan ia melihat dirinya terlunta-lunta . Ia melihat dirinya ditendang dari diskotik. Ia melihat sepasang sepatu kenes di balik etalase. Ia melihat saingannya naik sepeda motor. Ia melihat nomor-nomor lotre. Ia melihat dirinya sendiri miskin dan gagal. Seonggok jagung di kamar

Pendidikan telah memisahkannya dari kehidupan. ilmu kedokteran. Rendra . Aku bertanya : Apakah gunanya pendidikan bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing di tengah kenyataan persoalannya ? Apakah gunanya pendidikan bila hanya mendorong seseorang menjadi layang-layang di ibukota kikuk pulang ke daerahnya ? Apakah gunanya seseorang belajat filsafat.tidak menyangkut pada akal. sastra. tetapi kurang latihan bebas berkarya. Seonggok jagung di kamar tak akan menolong seorang pemuda yang pandangan hidupnya berasal dari buku. Yang tidak terlatih dalam metode. ketika ia pulang ke daerahnya. atau apa saja. teknologi.S. dan tidak dari kehidupan. 12 Juli 1975 Potret Pembangunan dalam Puisi SAJAK SEORANG TUA DI BAWAH POHON Oleh : W. yang hanya terlatih sebagai pemakai. tidak akan menolongnya. dan hanya penuh hafalan kesimpulan. lalu berkata : “ Di sini aku merasa asing dan sepi !” Tim. bila pada akhirnya.

menyusuri jalan sejarah pembangunan. Mengatasi kemiskinan meminta pengorbanan sedikit hak asasi" Astaga.Inilah sajakku. Aku melihat kekerasan tanpa undang-undang. tahi kerbo apa ini ! . Dan sebatang jalan panjang. penuh serdadu-serdadu yang jelek dan menakutkan. Di sini. punuh debu. Aku berdiri di muka kantor polisi. dan rokok kretek yang padam di mulutku. penuh kucing-kucing liar. yang kotor dan penuh penipuan. Aku meludah di atas tanah. dengan kedua tangan kugendong di belakang. demi iklim pembangunan yang baik. Aku melihat wajah berdarah seorang demonstran. kemerdekaan berpolitik harus dibatasi. Aku mendengar orang berkata : "Hak asasi manusia tidak sama dimana-mana. Aku melihat gambaran ekonomi di etalase toko yang penuh merk asing. Aku memandang zaman. Aku melihat penggarongan dan pembusukan. Aku berjalan menempuh matahari. dan jalan-jalan bobrok antar desa yang tidak memungkinkan pergaulan. seorang tua yang berdiri di bawah pohon meranggas. penuh anak-anak berkudis.

wartawan. O. oleh golongan orang-orang yang marah. Ya ! Ya ! Kekerasan mulai mempesona orang. dan mahasiswa. nelayan. Aku mendengar warta berita. Aku mendengar bising kendaraan. Aku melihat darah di langit. Seorang cukong bekas kaki tangan fasis. melawan buruh. Kakiku ngilu. Yang kuasa serba menekan. kepalsuan yang diberhalakan. Aku menatap senjakala di pelabuhan. kenapa bajingan resmi tidak ditindak ? Apakah kata nurani kemanusiaan ? O. Lalu apa kata nurani kemanusiaan ? Siapakah yang menciptakan keadaan darurat ini ? Apakah orang harus meneladan tingkah laku bajingan resmi ? Bila tidak. dibikin tak berdaya. maka bajingan jalanan yang akan diadili. Yang marah mulai mengeluarkan senjata. Ada gerilya kota merajalela di Eropa. Bajingan dilawan secara bajingan. berapa jauh akan bisa kaulawan kenyataan kehidupan. justru untuk membela yang mapan dan kaya.Apa disangka kentut bisa mengganti rasa keadilan ? Di negeri ini hak asasi dikurangi. seorang yang gigih. Aku mendengar pengadilan sandiwara. Buruh. Senjakala yang menyala ! Singkat tapi menggetarkan hati ! Lalu sebentar lagi orang akan mencari bulan dan bintang-bintang ! . tani. dan rokok di mulutku padam lagi. Bila pengadilan tidak menindak bajingan resmi. Ya ! Inilah kini kemungkinan yang mulai menggoda orang. telah diculik dan dibunuh.

Pejambon. Kini aku berdiri di perempatan jalan. gambaran-gambaran yang fana ! Kerna langit di badan yang tidak berhawa. 23 Oktober 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi SAJAK SEORANG TUA TENTANG BANDUNG LAUTAN API Oleh : W. maka nurani dibius tipudaya. Ya ! Ya ! Akulah seorang tua ! Yang capek tapi belum menyerah pada mati. dan langit di luar dilabur bias senjakala.O. Sebagai seorang manusia. Aku merasa tubuhku sudah menjadi anjing. bau asap. bau keringat .S. Tetapi jiwaku mencoba menulis sajak. Rendra Bagaimana mungkin kita bernegara Bila tidak mampu mempertahankan wilayahnya Bagaimana mungkin kita berbangsa Bila tidak mampu mempertahankan kepastian hidup bersama ? Itulah sebabnya Kami tidak ikhlas menyerahkan Bandung kepada tentara Inggris dan akhirnya kami bumi hanguskan kota tercinta itu sehingga menjadi lautan api Kini batinku kembali mengenang udara panas yang bergetar dan menggelombang.

Aku terkesiap. Apakah aku dibangunkan oleh mimpi ? Apakah aku tersentak Oleh satu isyarat kehidupan ? Di dalam kesunyian malam . dan kaki langit berwarna kesumba Kami berlaga memperjuangkan kelayakan hidup umat manusia.suara ledakan dipantulkan mega yang jingga. Sukmaku gagap. Kedaulatan hidup bersama adalah sumber keadilan merata yang bisa dialami dengan nyata Mana mungkin itu bisa terjadi di dalam penindasan dan penjajahan Manusia mana Akan membiarkan keturunannya hidup tanpa jaminan kepastian ? Hidup yang disyukuri adalah hidup yang diolah Hidup yang diperkembangkan dan hidup yang dipertahankan Itulah sebabnya kami melawan penindasan Kota Bandung berkobar menyala-nyala tapi kedaulatan bangsa tetap terjaga Kini aku sudah tua Aku terjaga dari tidurku di tengah malam di pegunungan Bau apakah yang tercium olehku ? Apakah ini bau asam medan laga tempo dulu yang dibawa oleh mimpi kepadaku ? Ataukah ini bau limbah pencemaran ? Gemuruh apakah yang aku dengar ini ? Apakah ini deru perjuangan masa silam di tanah periangan ? Ataukah gaduh hidup yang rusuh karena dikhianati dewa keadilan.

Aku menyeru-nyeru kamu. Sajak-sajak : Rendra. Putera-puteriku. apakah yang terjadi? Apakah kamu bisa menjawab pertanyaan kami ? Wahai teman-teman seperjuanganku yang dulu. Terbangun bersama. ya. Rendra . hidup kita yang fana akan mempunyai makna Dari jawaban yang kita berikan. Kini Kami tersentak.S. putera-puteriku ! Apakah yang terjadi ? Darah teman-temanku Telah tumpah di Sukakarsa Di Dayeuh Kolot Di Kiara Condong Di setiap jejak medan laga. Sutardji Calzoum Bachri pada Hari Kebangkitan Nasional 1990 SAJAK S L A Oleh : W. Apakah kita masih sama-sama setia Membela keadilan hidup bersama Manusia dari setiap angkatan bangsa Akan mengalami saat tiba-tiba terjaga Tersentak dalam kesendirian malam yang sunyi Dan menghadapi pertanyaan jaman : Apakah yang terjadi ? Apakah yang telah kamu lakukan ? Apakah yang sedang kamu lakukan ? Dan.

Tergantung pada kuku-kuku garuda dalam mengatur kata-kata. Semua tidak boleh. teteknya disinggung dengan siku. di dalam suasana persahabatan. Ibu guru ingin atap rumahnya tidak bocor. karna atap bocor. Jangan sampai kerjaku terganggu.Murid-murid mengobel klentit ibu gurunya Bagaimana itu mungkin ? Itu mungkin. Ibu guru perlu sepeda motor dari Jepang. boleh dibanggakan pada kakak mereka. Soalnya adalah kerjasama antara kita. Dan juga ingin jaminan pil penenang. Di pegang-pegang tangan ibu guru. Karena tidak ada patokan untuk apa saja. Maka berkatalah ia Kepada orang tua murid-muridnya : “Kita bisa mengubah keadaan.” Dan papa-papa semua senang. Semua boleh. terpandang di antara tetangga. Anak-anak akan lulus ujian kelasnya. tonikum-tonikum dan obat perangsang yang dianjurkan oleh dokter. . dimasukan uang ke dalam genggaman. serta sambil lalu. Tergantung pada amarah dan girangnya sang raja. Ibu guru ingin hiburan dan cahaya. Tergantung pada cuaca.

” “Jadi apa yang kaian inginkan ?” “Kami tidak ingin apa-apa. keluarkanlah daftar logaritma. Sekarang. Inilah ajaran tentang perundingan. Kelas adalah ruangbelajar. perdamaian.” “Kalian mengacau !” “Kami tidak mengacau. Jepang. Ibu guru berkata : “Kemajuan akan berjalan dengan lancar.Demikianlah murid-murid mengintip semua ini. Kita harus maju seperti Jerman. Kami merokok dengan santai. Sperti ayah-ayah kami di kantor mereka : santai. Kita harus menguasai mesin industri. dan mengeluarkan rokok mereka. Kami tidak berpolitik. Kami sudah punya semuanya. Dan sekarang : daftar logaritma !” Murid-murid tertawa dan berkata : “Kami tidak suka daftar logaritma. tanpa politik berunding dengan Cina . dan santainya kehidupan. “Karena mengingat kesopanan.” Murid-murid tertawa. Tidak ada gunanya !” “kalian tidak ingin maju ?” “Kemajuan bukan soal logaritma. Amerika. Kemajuan adalah soal perundingan. jangan kalian merokok.

Mereka menguasai perundingan. kami membantu keamanan. Mereka duduk di kantin. Pandai mengikuti keadaan. minum sitrun. yang ditentukan oleh mode. dijiwai oleh impian kemajuan menurut iklan. Dan di saat ada pemilu. yang telah mereka bayar sama mahal seperti sewa kamar di hotel. meredakan partai-partai. mereka mengobel ibu guru mereka. Sekolah adalah pergaulan. menghindari ulangan sejarah. Rendra . Yogya.berunding dengan Jepang menciptakan suasana girang. Mereka tertidur di bangku kelas. Ahli lobbying. Faham akan gelagat. Dan bila ibu guru berkata : “Keluarkan daftar logaritma !” Murid-murid tertawa. Potret Pembangunan dalam Puisi SAJAK TANGAN Oleh : W. Dan di dalam suasana persahabatan.” Murid-murid tertawa. 22 Juni 1977.S.

Aku tendang pintu. tak ada jawaban.Inilah tangan seorang mahasiswa. Tangan di dalam kehidupan muncul di depanku. yang terpegang anderox hostes berumbai. tangan pejabat. Tanganku lunglai. Tanganku menggapai. tangan nelayan yang bergaram. Tanganku yang gamang tidak memecahkan persoalan. Tanganku. Aku masukkan tangan-tanganku ke celana dan aku keluar mengembara. Tangan petani yang berlumpur. Tanganku mengetuk pintu. Aku bego. Aku bimbang akan masa depanku. Nampak asing di antara tangan beribu. . Tangan cukong. Astaga. Aku ditelan Indonesia Raya. tingkat sarjana muda. Dan selalu : ada tulisan jam bicara yang singkat batasnya. aku jabat dalam tanganku. Tanganku aku sodorkan. Tangan mereka penuh pergulatan Tangan-tangan yang menghasilkan. pintu terbuka. Di balik pintu ada lagi pintu.

Tanganku mengepal. Di pantai-pantai para nelayan tidak punya kapal. Aku meraih ke arah delapan penjuru.S. Tanganku mengepal. 3 Juli 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi TAHANAN Oleh : W. Aku akan menulis kata-kata kotor di meja rektor TIM. luwes.. Di setiap meja kantor bercokol tentara atau orang tua. Perdagangan berjalan tanpa swadaya. disikat. Hidupku tanpa masa depan. Tetapi tembok batu didepanku. dan sangat kuat. Di desa-desa para petani hanya buruh tuan tanah.gemuk. Kini aku kantongi tanganku. Politik hanya mengabdi pada cuaca…. Rendra Atas ranjang batu tubuhnya panjang bukit barisan tanpa bulan kabur dan liat dengan mata sepikan terali . Aku berjalan mengembara. Ketika terbuka menjadi cakar. Tanganku yang gamang dicurigai.

Di lorong-lorong jantung matanya para pemuda bertangan merah serdadu-serdadu Belanda rebah Di mulutnya menetes lewat mimpi darah di cawan tembikar dijelmakan satu senyum barat di perut gunung (Para pemuda bertangan merah adik lelaki neruskan dendam) Dini hari bernyanyi di luar dirinya Anak lonceng menggeliat enam kali di perut ibunya Mendadak dipejamkan matanya Sipir memutar kunci selnya dan berkata -He. Dan tak pernah didengarnya enam pucuk senapan meletus bersama Kisah Th VI. pemberontak hari yang berikut bukan milikmu ! Diseret di muka peleton algojo ia meludah tapi tak dikatakannya -Semalam kucicip sudah betapa lezatnya madu darah. No 11 Nopember 1956 .

Rendra Debu mengepul mengolah wajah tukang-tukang parkir. Kemarahan mengendon di dalam kalbu purba. Wahai. melihat sekuntum bunga telah mekar. kerna wajahmu muncul dalam mimpiku. menyaksikan hidup yang kumal. kuseru kamu. Wahai. Dari bis kota ke bis kota kamu memburuku.SAJAK WIDURI UNTUK JOKI TOBING Oleh : W. Jakarta. Joki Tobing.S. Kita duduk bersandingan. 9 Mei 1977 Potret Pembangunan dalam Puisi . dari puingan masa yang putus asa. Orang-orang miskin menentang kemelaratan. Joki Tobing. Dan perlahan tersirap darah kita. kuseru kamu karena terlibat aku di dalam napasmu. Nusantara Film.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful