penjelasan sejarah (historical explanation) 1. PENJELASAN SEJARAH 2. HAKIKAT SEJARAH Sejarah adalah ilmu yang mandiri.

Mandiri, artinya mempunyai filsafat ilmu sendiri, permasalahan sendiri, dan penjelasan sendiri. Sejarah berarti menafsirkan , memahami,dan mengerti. Kita mualia dengan menunjukan ke khasan sejarah sebagai ilmu. Will Helm Diel They 1833-1911 membagi ilmu menjadi dua, yaitu ilmu tentang dunia luar dan ilmu tentang dunia dalam. Ilmu tentang dunia luar adalah ilmu yang mempelajari tentang alam, sedangkan ilmu tentang dunia dalam adalah ilm-ilmu kemanusiaan humanities, human studies, cultural sciences dalam ilmu-ilmu kemanusiaan dimasukannya sejarah, ekonomi, sosiologi, anntropologi social, psikologi, perbandingan agama, hokum politik, filologi dan kritik sastra. Dapat kita simpulkan berarti ilmu sejarah menurut Will Helm Diel They 1833-1911 termasuk ilmu tentang dunia dalam. Dari kekhasan ilmu sejarah itu jelaslah bahwa harus ada pendekatan khusus untuk menerangkan gejala sejarah ( peristiwa, tokoh, perbuatan, pikira, dan perkataan). Pendekatan yang digunakan untuk mempelajari sejarah dengan menggunakan pendekatan melalui ilmu-ilmu alam (ilmu tentang dunia luar) tidak sesuai dengan hakikat ilmu-ilmu kemanusiaan. Abrasi pantai, tanah longsor,banjir bandang, dan peristiwa alam yang lain memang dapat dianalisis tentang sebab akibat yang pasti berdasar teori ilmu yang di dapat secara kumulatif. Demikian halnya dengan gejala tehnik, kedokteran, astronomis, peternakan, geologi, dan sebagainya tidak sesuai dengan sejarah. Istilah “penjelasan” memadai untuk menerangkan gejjala sejarah. Sejarah : memanjang dalam waktu, terbatas dalam ruang. Sejarah adalah proses, sejarah adalah perkembangan. Menurut Galtung, sejarah adalah ilmu diakronis berasal dari kata diachronich; dia dalam bahasa latin artinya melalui dan chronicus artinya waktu. Sejarah disebut ilmu diakronis, sebab sejarah meneliti gejala-gejala yang memanjang dalama waktu, tetapi dalam ruang yang terbatas. Ada juga yang menyebutkan ilmu sinkronis, yaitu ilmu yang meneliti gejala-gejala yang meluas dalam ruang tetapi dalam waktu yang terbatas. Kedua ilmu ini saling berhubungan. Beberapa contoh topic fiktif dari sejarah yang diakronis dn ilmu social lain yang sinkronis akan menerangkan perbedaan itu secara lebih jelas. Topic sejarah yang diakronis, misalnya : “sejarah Unisoviet, 1917-1989”; “Diplomasi Amerika: gugurnya politik isolasi, 1898-2003”; “perang dingin, 1945-1989”. ( judul-judul sengaja diberi angka tahun, semata-mata untuk menunjukkan sifatnya yang diakronis. Penelitian arsip memungkinkan orang untuk meneliti waktu yang panjang. Istilah memanjang dalam waktu itu meliputi juga gejala sejarah yang ada di dalam waktu yang panjang itu. Sedangkan contoh topic-topik dari ilmu social lainnya misalnya adalah: “Tarekat Naqsyabandiyah – Qodiriyah di pesantren-pesantren jawa”; “kota-kota metro politan : Jakarta , Surabaya dan Medan”; (metode survey dan interview hanya memungkinkan topic yang kontemporer dengan jangka waktu yang pendek, tetapi bias jadi ruangnya yang sangat luas. Kita ingin mencatat bahwa ada persilangan antara sejarah yahg diakronis dan ilmu social lain yang singkronis. Artinya ada kalanya sejarah menggunakan ilmu social, dan sebaliknya, ilmu social menggunakan sejarah. Ilmu diakronis bercampur dengan sinkronis. Contoh:”peranan militer dalam politik,1945-1999 “yang ditulis seorang ahli ilmu politik;”elit agama dan politik 1945-2003”yang ditulis ahli sosiologi.

periodisasi umumnya akan membagi sejarah menjadi tiga periode. PENJELASAN SEJARAH Setelah mengetahui jenis sejarah sebagai ilmu dibawah ini akan diterangkan perihal penjelasan sejarah sehubungan dengan jenis ilmupeganglah tiga hal berikut: 1. Middle. bila disederhanakan. yaitu Ancient.tragedy tanjung priuk. kaidah-kaidah penjelasan sejarah ialah : 1. radikalisme prilaku ekonomi masyarakat industi dan pribadi politisi. Sejarawan juga menandai adanya perubahan penting yang terjadi dari periode sejarah yang satu ke periode sejarah berikutnya. . 3. the nature of historical explanation. Sjarah menuturkan suatu objek atau ide dan mengangkatnya sebagai gejala tunggal sementara itu. terpercaya dan tuntas. deskriptif. Misalnya. buku Alan J. Selanjutnya. Penjelasan sejarah adalah menafsirkan dan mengerti 2. dan modern. dan variasi. Contoh topic fiktif memperjelas perbedaan itu:”revolusi Indonesia 1945-1949. tergantung pada perspektif sejarawan 1. 5. Kiranya tidak perlu lagi ditekankan bahwa semua penjelasan sejarah harus didukung oleh data yang otentik. dan mengangkat gejala-gejala umum. tidaklah diputuskan secara semena-mena. 6. buku petrick gardiner. sebagaimana akan terlihat penjelasan sejarah lebih dari pada penjelasan sebab akibat ( penjelasan kausal ). bagi revolusi perancis. Regularity Generalisasi Memakai inferensi ( kesimpulan ) Statistic dan metode statistic Pembagian waktu dalam sejarah ( jangka panjang ) waktu geografis Penjelasan sejarah juga terdapat dalam sejarah naratif. Lichtman dan valeriye French. dan sejarah bercerita Penjelasan bersifat multiinterpretable. rentang waktu. 1.revolusi perancis 1789. dan bagi tragedy tanjung priuk. Periodisasi yang meskipun hanya sebagai produk pemikiran sejarawan. Penjelasan sejarah adalah penjelasan tentang peristiwa tunggal Dalam banyak buku tentang penjelasan sejarah tekanan utamanya adalah tentang penjelasan sebab akibat. Menekankan sebab akibat dan meninggalkan penjelasan yang lainnya berarti sebuah reduksi atas hakikat ilmu sejarah. Tetapi. Dalam semua topic itu orang ingin membuat teori tentang mobilitas social. Hal apapun yang dituturkan oleh sejarawan hanya berlaku secara khusus bagi revolusi Indonesia. Sedangkan untuk ilmu social lain misalnya: industrialisasi dan mobilitas social ketimpangan ekonomi dan radikalisme. historians and the living past. Sejarah sebagaimana social science yang lain. PERIODISASI Periodisasi adalah konsep sejarawan semata-mata. Penjelasan sejarah adalah penjelasan tentang waktu yang memanjang 3. Periodisasi adalah hasil pemikiran komparatif antara satu periode dengan periode lainnya setelah sejarawan melihat ciri khas suatu kurun sejarah. mempunyai penceritaan ( description ) dan penjelasan ( explanation ). Ada perbedaan bagi setiap aspek sejarah dalam luasan wilayah. suatu adeal type. ilmu social lain bermaksud menarik hokum.Namun sejarah berbeda dengan ilmu social yang lain dalam penceritaan sejarah bersifat menuturkan gejala tunggal sedangkan ilmu social menarik hokum umum. 4. 2. suatu produkmental yang hanya ada dalam pikiran sejarawan.Sejarah:menuturkan gejala tunggal. tidak bagi peristiwa lainnya apalagi bagi semua revolusi dan peristiwa berdarah. 2.

1. sedangkan kasus tunggal disebut kompleks kalau penyebabnya banyak (multi kausal). Kausalitas buku initidak akan eksplisit . Studi Kasus Dalam studi kasus kita menemukan adanya kasus tunggal yang sederhana dan ada kasus tunggal yang kompleks.Prinsip kausalitas adalah adanya regularity (keajekan).Kasus tunggal disebut sederhana bila sejarawan menemukan bshwa penyebabnya hanya satu (monokausal). pemerintah menunjuk musuh-musuh maya atau nyata.krisis politik mengundang militerisme”. jadi tidak perlu eksplisit. Detail prinsip itu diantaranya berbunyi “kekosongan otoritas mengakibatkan anarki. sejarawan melihat kasus itu dari beberapa segi.ketakadilan menimbulkan perlawanan”.jadi tidak perlu eksplisit . 1. Perbedaannya terletak dalam analisis kausalitas. untuk menggalang solidaritas. dan sejarawan harus objektif (tidak boleh memihak).yaitu kasus (peristiwa) dan perubahan .sedangkan dalam perubahan terjadi perubahan kausalitas . analisis multi kausal juga terdapat perkembangan prosesual. moderat dan dan radikal . Dalam analisis multi kausal. rentang waktu.sedangkan kasus tunggal disebut kompleks kalau penyebabnya banyak (multikausal). Analisis multi kausal.sejarawan harus punya integritas.sebab buku ini berhasil melacak tema hamper dari hari ke hari .Buku ini melacak gerakan nasionalisme di Indonesia dari sejak 1927 sampai pengasingan tokoh-tokoh nasionalis pada 1934. ketidak adilan menimbulkan perlawanan.yaitu perubahan structural dan perubahan system. dan kita akan mengira bahwa buku ini memilih jalur narrative hiastori .seperti masalah ko dank o. prosesual dan trukturan kausalitas yang kompleks.Adanya perbedaan aspek-aspek sejarah dalam luasan wilayah. Analisis Monokausal. KAUSALITAS LEOPOLD VON RONKE mengeluarkan dictum bahwa hendaknya sejarawan menulis sebagaimana yang terjadi yng sebenarnya .Di dalamnya kita temukan isu-isu yang hanya kontemporer .Kausalitas adalah tema .Dalam studi kasus kita menemukan adanya kasus tunggal yang kompleks .Artinya . . Sama dengan studi kasus tunggal sederhana. rezim politik yang menghadapi kesulitan selalu mencari kambing hitam. dan krisis politik mengundang militerisme”.sejarawan harus tunduk kepada fakta . Kausalitas adalah tema. Keduanya berbeda dalam akibat yang ditimbulkan : kasus bersifat prosesual tanpa perubahan . Tema kausalitas buku ini ialah ketidakadilan menimbulkan perlawanan “. Dia mengeluarkan dictum itu pada abad ke-19 tatkala pengaruh filsafat positivisme sangat dominan.”untuk menghalang solidaritas .”rezim politik yang mengahadapi kesulitan selalu mencari kambing hitam “.pemerintah menunjuk musuh-musuh maya atau nyata”.kemajuan social ekonomi dan Indonesia merdeka. Road To Exail: The Indonesian Nationalist Movement 1927-1934. Kasus tunggal disebut sederhana bila sejarawan menemukan bahwa penyebabnya hanya satu (mono kausal).Detail prinsip itdiantaranya berbunyi demikian “kekosongan otoritas mengakibatkan anarki”.Dalam kausalitassejarawan harus menganalisis dua hal .  Analisis monokausal Prinsip dari kausalitas yaitu adanya regularity (keajekan). a. Contoh buku karya John Ingleson. dan variasi juga terdapat dalam periodisasi sejarah Indonesia.

Dalam studi struktur maupun system . Struktur budaya kita ambil dari symbolic realisme.1. struktur-stuktur social dan politik kita ambil dari atructurationism. Proses yang lama dan berkelanjutan misalnya.tetapi tidak bersemboyan “fakta untuk fakta” . dan stuktur materiil dari ecological materialism. KataMarc Bloch. ANALISIS STRUKTURAL Konsep struktur masuk dalam khasanah ilmu sejarah melalui tradisi pemikiran struturalis (Marxisme dan Strukturalisme).aliran budaya.nasionalisme. Sejarawan harus memahami. dan social. sikap sebagaimana nampak dalam kata-kata.aliran pertama dan kedualah yang menjadi perhatian kita. lahirlah konsep struktur .aliran ini melihat pada struktur budaya dengan meneliti produk-produk mental manusia dalam semua bentuknya. struktur social.seperti suatu kota . Mengapa gagasan tentang struktur muncul . Aliran ini melihat pada proses dan kontinuitas yang ada di bawah permukaan gejala-gejal. dan sebagainya. Kedua . Pertama. dan perilaku konvensional”. Sebagai sejarawan. suatu komunitas.sering termasuk aliran ini. aliran geografi. “sejarah adalah salah satu cara mengorganisasikan masa lalu .dan budaya dalam suatu masyarakat .penjelasan sejarah dalam konsep struktur mempunyai tiga aliran .sejarah pemikiran. Studi system membicarakan perubahan system secara menyeluruh . Studi struktur ini tentu saja dapat diperkecil ke dalam studi unsure-unsur struktur seperti. terdapat dalam liberalisasi . dan menjelasakanfakta-fakta.hanya saja subjek matter-nya adalah perubahan structural. dan diseminasi ide (misalnya . struktur politik dan struktur materiil.olahraga.analisis satra. industrialisasi . 1. . atau suatu desa .psikologi.kausalitas (agent of change) dapat merupakan proses yang cepat atau proses yang lama dan berkelanjutan .Baik studi struktur maupun studi system . b. Studi system bisa saja mengenai unit social yang kecil . ekonomi. Konsep struktur budaya atau realisme simbolis ialah bahwa struktur simbolis yaitu “system pemikiran.Struktur membuat sejarah masa lalu secara analogis adalah juga sejarah masa kini. benda-benda. Studi struktur mirip dengan studi kasus .social .sejarah mentalitas.sementara sejarawan tidak boleh hanya berhenti pada fakta. Penelitian-penelitian antopologi .Menurut Lucien Febvre sejarawan tidak boleh memaksakan secara apriori teori dalam penelitian tentang masyarakat dan sejarah .sejarawan harus menentukan unit analisisnya :studi struktur (satu bagian)atau studi struktur (menyeluruh). Pada bagian dibawah ini akan disampaikan empat macam penjelasan struktur dalam histografi Indonesia masing-masing adalah struktur budaya. Studi Perubahan Dlam studi perubahan . Menurut Christhoper Lloyd dalam Explanation in Social History . perbankan. Struktur Budaya.sosialisme). keduanya tidak terbatas ruang lingkup dan rentang waktunya .Proses yang cepat terjadi misalnya pada revolusi-revolusi yang melahirkan Negara-negara baru .Struktur berguna untuk mengorganisasikan fakta-fakta.mengerti. Memang sejarawan harus mencari dan dan menemukan fakta .supaya masa lalu tidak menjadi beban “. Studi struktur ialah politik ekonomi . aliran yang memfokuskan diri pada epistemology dan metodologi dalam hubungan antara strukturalisme dan cara penjelasan lainnya. kesehatan. Dan supaya sejarah tidak terjebak ke dalm teori yang satu pihak dan narasi semata-matadi lain pihak.a sejarah. Ketiga.demokratisasi.

Pengulangan adalah paralelisme vertical. historian and the living past yaitu silogisme dan covering Laws. yaitu distriusi. korelasi. satu bersifat teoretis. Gejala sejarah seperti perdagangan. Karennanya kita hanya menemukan dua studi. Padahal kesempatan untuk itu berlimpah ruah. Maka. Disini kita menjelaskan kata generalisasi dari segi praktik penulisan sejarah. penulisan generalisasi sejarah mempunyai setidaknya empat makna dua diantaranya yang disebut dalam buku Alan J. Strukturasionisme berpendapat bahwa struktur merujuk ke sejumlah aturan dalam system social yang dilembagakan. metropolis ). urbanisasi. Dua makna yang lainnya adalah inferensi statistic dan generalisasi sejarah (Historical generalization). Banyak unit sejarah Indonesia sangat menjanjikan dari sudut kemiripan sejarahnya. Generalisasi Sejarah Berbeda dengan paralelisme yang dengan membandingkan dua unit sejarah saja tugasnya sudah selesai. Inferensi statistic ialah generalisasi yang diambil dengan metode statistic. sawah. 1. 1. Paralelisme dekat dengan sejarah perbandingan (comparative history). ada ekologi actual ( gunung. studi paralelisme mempunyai peran strategis. regresi. Ada ekologi konseptual ( pedesaan. kota besar. PARALELISME DALAM Webster‟s New World College Dictionary. Generalisasi sejarah ialah membandingkan unit-unit sejarah. kriminalitas. yang membandingkan peristiwa-peristiwa sejarah yang sama. Disini kita memakai strukturasionisme. 1. menyangkut filsafat maupun praktik penulisan sejarah. Kemiripan dan keberlainan yang demikian dapat disebut judga sebagai paralelisme horizontal. Kemiripan Kemiripan belum mendapat perhatian dari sejarawan Indonesia. kata „paralel‟. 1. Pengulangan Studi ini jarang ditemukan. Kita menggunakan materialismeekologis. . paralelisme (kesejajaran) mempunyai dua pengertian: kemiripan dan keberlainan dan pengulangan. sedangkan lainnya bersifat empiris. lading ). perkotaan. generalisasi harus membandingkan banyak unit sejarah. kecuali hanya beberapa orang. diantaranya diartikan sebagai “bergerak dalam tujuan yang sama”. Materialisme ekologis ( materialisme histories ) “meletakkan basis kekuatan perkembangan social pada dataran materil dari masyarakat”. tidak pada deskripsi atas masing-masing unit sejarah. Struktur adalah sekaligus sarana dan hasil dari praktik-praktik terorganisasikan yang berulang secara terusmenerus. Pengulangan didapatkan jika kemiripan diambil antara dua gejala sejarah dengan tema dan tempat sama tetapi waktu yang berlainan ( masa lalu dan masa kini ). Dalam suasana mulkti kulturisme.Struktur social. nasionalisme. Lichtman dan Valerie French. indusrtialisasi. Letak penjelasan sejarahnya ialah ada generalisasi itu. Dalam praktik. dan modernisasi bias dicari paralelisme sejarahnya.kemiripan dan keberlainan didapatkan dengan membandingkan dua gejala sejarah dengan tema sama di tempat yang berlainan. sama konkrit nya seperti tulang bagi anjing. Struktur materil. Ekologi yang kita maksud adalah actual dan konkrit. Kata generalisasi sebenarnya memerlukan penjelasan yang panjang.

Dengan kuantifikasi pernyataan-pernyataan yang kabur itu bias di ukur secara persis. tetapi sedikit saja relevansinya untuk penelitian sejarah. ilmuan social membicarakan revolusi. meningkat. Namun tidak semua penulisan sejarah memerlukan kuantifikasi. Colligation .content analisis. terutama untuk mengukuhkan generalisasi. misalnya. 1. Descriptive statistics hanya berkisar seputar teknik untuk mendeskripsikan data dalam angka. dehumanisasi tidak mungkin terjadi. Regresi). sejarawan yang menggunakan ilmu social harus punya logika ilmu social artinya ia harus berfikir ganda sekaligus diakronis dan sinkronis. tidak dapat di kuantifikasikan. itu berarti menafikan nilai-nilai kemanusiaan. dan tifikal. yaitu distribusi. KUANTIFIKASI Pentingnya inferensi (kesimpulan) dan metode statistic untuk penjelasan sejarah sudah dikemukakan oleh William O. Attitude misalnya. sebenarnya adalah pernyataan kuantitatif. content analysis. pengukuran hubungan antara dua variable (korelasi. Tetapi. semua yang berhubungan dengan kesadaran manusia. yaitu: Coligation. dalam ilmu social dehumanisasi dimungkinkan. dan time series. tidak perlu ada kehawatiran akan sejarah yang dehumanized. Adapaun generalisasi sejarah adalah generalisasi yang dibuat dengan membandingkan unit-unit sejarah. Pendek kata. Kalau kesadaran dikuantifikasikan. dan terikat dengan konteks waktu dan tempat. 1. Selain itu kontradiksi juga terjadi karena sejarah itu diachronic sedangkan ilmu social synch cronich. yang hanya menggunakan statistic secara terbatas (descriptive statistics bukan Predictive Statistics) tidak mungkin melakukan dehumanisasi. Sejarah berhubungan dengan gejala yang unik. Ia juga mengatakan bahwa dengan kuantifikasi berakhirlah sejarah yang impresionistik. dapan di kuantifikasikan. sebuah dehumanisasi. sekali terjadi. Perbedaan antara descriptive statistics dan Predictive Statistics terletak dalam jenis statistic yang digunakan. 1. Jadi. 1. Sejarah pemikiran dan sejarah kejiwaan. Setidaknya kita temukan tiga syarat cara menulis sejarah naratif. sejarah tidak menafikan unsure manusia. SEJARAH NARATIVE Sejarah Naratif ialah menulis sejarah secara deskriptif tetapi bukan sekedar menjejerkan fakta. sebaliknya. Oleh karena itu. Sementara itu predictive statistics sangat berguna dalam penelitian eksperimental. RAPPROCHEMENT (SEJARAH DAN TEORI SOSIAL) KOOPERASI antara ilmu sejarah dan ilmu social akan Nampak sebagai kontradiksi. menyebar. Dalam sejarah. Aydelotte (sejarawan Amerika) mengatakan bahwa kuantifikasi dalam studi sejarah berguna untuk memverikasikan generalisasi (pernyataanpernyataan umum). tidak akan di kuantifikasikan. Sejarah. Pernyataan-pernyataan yang mengandung generalisasi factual seperti signifikan. dan time series. Sementara itu ilmu social berusaha mencari hokum umum (general laws) terjadi berulang dan lepas dari konteks waktu dan tempat waktu sejarawan membicarakan revolusi Indonesia. plot dan stuktur sejarah.

memahami dan mengerti dan karenanya ilmu sejarah merupakan ilmu yang mandiri dalam arti memiliki filsafat ilmu sendiri. 34. tetapi harus memecahnya menjadi bagianbagian. sejarah keluarga dan sebagainya. Plot Plot adalah cara mengorganisasikan fakta-fakta menjadi satu keutuhan. Setelah prosedur metode sejarah sebagai biasanya telrlampaui. Resensi Nama Buku : Penjelasan Sejarah Pengarang : Kuntowijoyo Penerbit : Tiara Wacana Banyak halaman : 179 Harga : Rp. serta penjelasan sendiri. Plot dalam sejarah mirip dengan plot dalam sastra. yakni ilmu sejarah dan cara memahami jenis-jenis penjelasan sejarah.Hal ini dikemukakan oleh W.000. Dan setiap penjelasan dari sejarah dimaksudkan agar unit-unit sejarah menjadi dapat dimengerti secara cerdas. Cara ini dikemukakan oleh paul Veyne dalam writing History. yaitu interpretasi dan eksplanasi. Struktur sejarah Menurut Webster New College Dictionary adalah cara mengorganisasikan. sejarah agama. . mudah dimengerti dan mencakup banyak hal serta dilengkapi dengan “panduan wisata” yang berupa rangkaian “review” kongkret atas berbagai karya sejarawan.Kekurangan : Kelebihan: Pembaca akan dipermudah dalam mengikuti uraian keseluruhan buku ini. Isi: Buku ini bertumpu pada dua bahasan mendasar dalam ilmu sejarah.H. karna penulis yang juga dikenal sebagai pengarang novel dan sajak ini memiliki kemampuan untuk memaparkan uraiannya pada masing-masing bab dalam bentuk bahasa penyajian yang sederhana. persoalan sendiri. Orang tidak mungkin melakukan penulisan sejarah secara universal. seperti sejarah politik. Perlunya struktur sejarah sebagai rekonstruksi yang akurat dikemukakan oleh Micael Stanford dalam Nature of Historical Knowledge. 1. 1.Walsh dalam Philosophy of History teori ini mengatakan bahwa menulis sejarah itu ialah mencari inner connection (hubungan dalam) antar peristiwa sejarah. tibalah saat kita melakukan colligation. Ilmu sejarah tidak lain merupakan serangkaian upaya untuk menafsirkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful