FIQIH JINAYAH

A. PENGERTIAN JINAYAH Fikih jinayah terdiri dari dua kata, yaitu fikih dan jinayah. Pengertian fikih secara bahasa (etimologi) berasal dari lafal faqiha, yafqahu, fiqhan, yang berarti mengerti, atau paham. Sedangkan pengertian fiqh secara istilah (terminologi) fikih adalah ilmu tentang hukum- hukum syara’ praktis yang diambil dari dalil- dalil yang terperinci. Adapun jinayah menurut bahasa (etimologi) adalah nama bagi hasil perbuatan seseorang yang buruk dan apa yang diusahakan. Sedangkan jinayah menurut istilah (terminologi) adalah suatu perbuatan yang dilarang oleh syara’ baik perbuatan tersebut mengenai jiwa, harta atau lainnya. B. DASAR HUKUM JINAYAH/JARIMAH DALAM ISLAM Dalam islam dijelaskan berbagai norma/atura/rambu-rambu yang mesti ditaati oleh setiap mukalaf, hal itu telah termaktup dalam sumber fundamental Islam, termasuk juga mengenai perkara jarima atau tindak pidana dalam Islam, berikut kami akan memaparkan beberapa dalil tentang HPI dan kewajiban menaati hukum Allah SWT. “Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, Hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” (Al-Baqarah 179) “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), Maka ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. dan Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik”. (QS. Al-Maidah 49) “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, Kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. (QS. An-Nisa’ 65). C. UNSUR JINAYAH 1. Unsur Formal Adanya nash, yang melarang perbuatan-perbuatan tertentu yang disertai ancaman hukuman atas perbuatan-perbuatan diatas.unsur ini dikenal dengan (al ruknu al-syar’i). 2. Unsur Moriel Adanya perbuatn yang membentuk jinayah, baik melakukan perbuatan yang dilarang atau meniggalkan perbuatan yang diharuskan. Unsur ini dikenal dengan (al-ruknu al-madi). 3. Unsur Material Pelaku kejahatan adalah orang yang dapat menerima khithab atau dapat memahami taklif..unsur ini dikenal dengan (al-ruknu al-adabi). D. MACAM-MACAM JARIMAH para ulama membagi jarimah berdasarkan aspek berat dan ringannya hukuman serta ditegaskan atau tidaknya oleh al-quran dal al-hadits, atas dasar ini mereka membagi menjadi tiga macam, yaitu : 1. Jarimah hudud, yang meliputi: Hudud, jamaknya “had”. Arti menurut bahasa ialah : menahan (menghukum). Menurut istilah hudud berarti: sanksi bagi orang yang melanggar hukum syara’ dengan cara didera/ dipukul (dijilid) atau dilempari dengan batu hingga mati (rajam). Sanksi tersebut dapat pula berupa dipotong tangan lalu sebelah atau keduaduanya atau kaki dan tangan keduanya, tergantung kepada kesalahan yang dilakukan. Hukum had ini merupakan hukuman yang maksimal bagi suatu pelanggaran tertentu bagi setiap hukum. Jarimah hudud ini dalam beberapa kasus di jelaskan dalam al-Qur’an surah An-Nur ayat 2, surah an-Nur: 4, surah al-Maidah ayat 33, surat al-Maidah ayat 38. a. Perzinaan b. Qadzaf (menuduh berbuat zina)

pembunuhan semi sengaja. b. surah al-Baqarah: 178 Diat adalah denda yang wajib harus dikeluarkan baik berupa barang maupun uang oleh seseorang yang terkena hukum diad sebab membunuh atau melukai seseorang karena ada pengampunan. atau jika mendapat pengampunan penuh oleh keluarga terbunuh maka dapat dibebaskan. seperti dalam firman Allah SWT. Jarimah karena kesalahan (al-jarimah ghayr al-maqsudah/jarimah al-khatha’). yaitu: 1. pelaksanaan hukum ta’zir diserahkan sepenuhnya kepada hakim islam hukum ta’zir diperuntukkan bagi seseorang yang melakukan jinayah/ kejahatan yang tidak atau belum memenuhi syarat untuk dihukum had atau tidak memenuhi syarat membayar diyat sebagai hukum ringan untuk menebus dosanya akibat dari perbuatannya. dan hal lain. jika mendapat maaf dari keluarganya maka dengan membayar diyat. dan pencurian aliran listrik.c. Hal ini dijelaskan dalam al-Quraan surah an-Nisa’ : 92. 3. diwajibkan atas kamu untuk melaksanakan qisas berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh…. keringanan hukuman. Jarimah Jarimah ta’zir hukum ta’zir adalah hukuman atas pelanggaran yang tidak di tetapkan hukumannya dalam al -Quran dan Hadist yang bentuknya sebagai hukuman ringan. E. Pembunuhan disengaja Pembunuhan yang dilakukan oleh seorang mukallaf dengan menggunakan alat yang biasa untuk membunuh/mematikan disertai dengan niat untuk membunuh. 2. d. 2. pembunuhan sengaja. c. MACAM-MACAM JARIMAH MENURUT CARA MELAKUKAN DAN KONSEKUENSINYA 1. b. Surah al-Maidah :45. d. saksi palsu. Jarimah yang disengaja (al-jarimah al-maqsudah). Jarimah-jarimah yang ditentukan oleh ulul amri untuk kemashlahatan umum.[3]persyartn kemaslahatan ini secara terinci diuraikan dalm bidang studi Ushul Fiqh. misalnya. Jarimah-jarimah yang ditentukan al-quran dan al-hadits. e. percobaan pembunuhan. Berfirman yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman. pembunuhan tersalah. al-Baqarah: 178) . f. Allah SWT. pencurian dikalangan keluarga. ta’zir ini dibagi menjadi tiga bagian : a.” (Qs. pelukan semi sengaja. pelanggaran atas peraturan lalu-lintas. misalnya penghinaan. nilai ajaran islam di jadikan pertimbangan penentuan kemashlahatan umum. yang meliputi : Hukum qisos adalah pembalasan yang setimpal (sama) atas pelanggaran yang bersifat pengerusakan badan. misalnya percobaan pencurian. c. pelukan sengaja. Sedangkan jarimah berdasarkan niat pelakunya dibagi menjadi menjadi dua. g. namun tidak ditentukan sanksinya. a. e. tidak melaksanakan amanat dan menghina agama.  Sanksi pembunuhan disengaja. Meminum minuman keras Pencurian Perampokan Pemberontakan Murtad Jarimah qishas/diyat. Atau menghilangkan jiwa. JARIMAH PEMBUNUHAN Pembunuhan ada tiga macam a.menurut hukum islam. namun sudah merupakan maksiat. Pembunuhan yang disengaja jika telah memenuhi syarat wajib di qisash. Jarimah hudud atau qishah/diyat yang syubhat atau tidak memenuhi syarat. Pembunuhan yang terjadi bisa dikarenakan pembunuhan dengan tidak disengaja atau pembunuhan karena kesalahan (khoto’). Dalam hal ini.

JARIMAH ZINA Zina dapat diartikan sebagai suatu perbuatan yang menyangkut hubungan seksual dan semacamnya tanpa adanya ikatan suami-istri yang dilakukan oleh mukallaf baik yang sudah menikah atau masih bujang. Disalib. c. Dipotong tangan dan kakinya secara silang. Al-Maidah:33) 5.  Sanksi jarimah zina Zina dibagi dua: a. maka hukumnya dengan rajam. merusak tanaman. akhlak.seperti Fiman Allah dalam surah AnNisa (4) : 92. peternakan. 38) 3. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Allah berfirman yang artinya: “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi. yaitu dilempari batu hingga mati b. Seorang pencuri yang telah memuhi syarat yakni: mukallaf.”(QS. perampasan harta. potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. barang sampai nisab maka harus dipotong tangannya dan Ia harus mengembalikan barangnya kalau masih ada. JARIMAH PERAMPOKAN Perampokan atau Hirabah adalah keluarnya gerombolan bersenjata didaerah islam untuk mengadakan kekacauan.b.  Sanksi jarimah perampokan 1. Zina ghairu muhson Adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh orang yang belum menikan. . Pembunuhan tidak sengaja (pembunuhan tersalah) Yaitu pembunuhan yang terjadi dengan tanpa adanya maksud (niat)membunuh. ketertiban dan undang-undang baik gerombolan tersebut dari orang islam sendiri maupun kafir Dzimmi atau kafir Harbi. dengan alat yang pada umumnya tidak mematikan. 1. Dibuang dari negeri tempat kediamannya. bukan kepada si pembunuh. citra agama. Allah berfirman yang artinya: “laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri. sehingga membuat korban meninggal. atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik. berakal sehat. 2. tetapi hanya wajib membayar denda (diyat) ringan yang dibebankan kepada keluarga pembunuh. yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia. mengoyak kehormatan. 4.  Sanksi pembunuhan tersalah Hukum pembunuhan tersalah ini yaitu tidak wajib qisas. Pembunuhan menyerupai sengaja(pembunuhan semi sengaja) Yaitu menyengaja suatu perbuatan aniaya terhadap orang lain. dan mengganti kalau sudah tidak ada.  Sanksi pembunuhan semi sengaja Untuk pembunuhan ini tidak wajib qisas. tapi hanya diwajibkan membayar denda (diyat) berat kepa keluarga korban (ahli yang dibunuh) diangsur selama tiga tahun. 2. atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). 3. Dibunuh. baik dilihat dari perbuatan maupun orangnya.  Sanksi jarimah pencurian. Zina muhson Adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh seorang yang telah menikah secara sah. dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. JARIMAH PENCURIAN Pencurian adalah mengambil barang milik orang lain yang bukan haknya yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dari tempat penyimpanannya.” (al-Maidah . penumpahan darah. hanyalah mereka dibunuh atau disalib.

menganiaya. Percobaan melakukan jarimah maksudnya yaitu melakukan perbuatan jarimah blm dikerjakan dengan sempurna.Makah hukumannya dengan jilid/dipukul 100 kali dan diasingkan selama setahun. Sebagaimana sabda Rsulullah SAW yang artinya kurang lebih. An-Nur ayat 2) 6. Sekutu berbuat jarimah secara langsung (‫)شريك مباشر‬: yaitu pelaku bersama2 dg orla aktif melakukan jarimah atau kawan nyata dlm melakukan jarimah. had khamr adalah didera 80 kali.( QS. dihadapkan kepada nabi SAW seseorang yang telah meminum khamr. Rasulullah SAW. dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah. maka dia digolongkan orang2 yg melewati batas”. Kerjasama Kerjasama melakukan jarimah maksudnya pelaku bersama-sama melakukan jarimah. F. had khamr adalah dera 40 kali. mmbunuh. Ini ada 2 : 1) scr kebetulan (‫)توافق‬.Para fuqaha mmbedakan tanggung jawab pelaku jarimah dari kedua kerjasama tersebut. Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera. . Contoh : dipersalahkan karena menyekap. Dan pelaksanaan hukumannya dilakukan setelah semuanya benar-benar terbukti dan dilaksanakan di khalayak ramai seperti halnya pezina. Seperti yg terjadi dlm kerusuhan. b) jumhur ulama’ : kebetulan : masing-masing bertanggung jawab terhadap perbuatan pidana yg dilakukan. JARIMAH MINUM MINUMAN TERLARANG Secara bahasa. " Tiap-tiap yang memabukan adalah khamr dan setiap khamr adalah haram. Sehingga demikian percobaan pencurian tdk boleh disamakan pencurian dan sebagainya. dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman”. PERCOBAAN DAN KERJASAMA MELAKUKAN JARIMAH 1. maka semuanya dikenakan hukuman mati (qishas). Dalam bentuk ini tiap-tiap pelaku masing-masing memberikan andilnya dlm melakukan jarimah. qisas diyat. jika tdk maka ta’zir. memberi bantuan atau juga member janji tertentu. dan hari akhirat. harus dilakukan dg sempurna. Bersabda: "Dari Anas Bin Malik ra. perkelahian. 2. dll. Sesuai perbuatannya. G. Sekutu berbuat jarimah secara tidak langsung (‫)شريك متسبب‬: kawan berbuat secara tidak nyata.. 2) scr berencana (‫)تمالؤ‬. sedangkan menurut dalam itilah fiqh yaitu segala macam yang memabukan. Pertanggungjwban pelaku kebetulan dan berencana : a) menurut abu hanifah : sanksinya sama / dibebankan pada setiap masing-masing sesuai dg perbuatannya." (HR Mutafaqun 'alaihi). tdk ada kesepakatan seblmnya. khamr artinya sesuatu yang menutupi. namun dpt digolongkan pd jarimah ghairu tammah. Percobaan. Hadis nabi : “Barang siapa yg mmberikan hkman han bukan terhadap jarimah had. Tidak sah pengakuan yang umum dan masih terdapat syubhat. Dalam hukum Pidana Islam : jarimah hudud. PEMBUKTIAN PELAKSANAAN JARIMAH (QISASH DAN DIYAT) Alat-alat bukti dalam menetapkan sebuah kejahatan yang mengakibatkan qishas atau diyat adalah sebagai berikut: 1. jika korban meninggal. b. kemudian menjilidnya dengan dua tangkai kurma kira-kira 40 kali. atau demonstasi masal. Tapi menjadi factor penyebab adanya jarimah. Pengakuan (‫)اإلقرار‬: syarat dalam pengakuan bagi kasus pidana yang akan berakibatkan kisas atau diyat adalah harus jelas dan terperinci. jika kamu beriman kepada Allah. Misalanya menghasut." (HR. berencana : semua pelaku pidana sama. Muslim) Menurut Mazhab Syafi’i. Para juris islam mengklasifikasi kerjasam melakukan jarimah menjdi dua yaitu a. dalam hukum pidana islam Percobaan Melakukan Jarimah tdk dikenal scr khusus. Berfirman yang artinya: “perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina. namun menurut Mazhab Hanafi. Allah SWT.

Terbukti bahwa dua orang saksinya itu dusta dalam persaksiannya. Mengembalikan harta yang dicuri sebelum diajukan ke sidang hal ini terjadi pada pelaku pencurian dan hirabah.Namun jika ia mabuk atas kemauannya sendiri. Pelaku menarik kembali pengakuannya. Qarinah: Segala tanda-tanda yang zahir yang bersamaan dengan sesuatu yang masih samar. memberikan efek jera. Namun ada beberapa sebab lain dalam kasus tertentu yang menyebabkan gugurnya sanksi jarimah. 3. Karena ia sengaja menghilangkan kesadarannya sendiri. (Menurut Imam Abu Hanifah). 4. syarat minimal adalah 2 orang saksi lelaki yang adil. Persaksian (‫)الشهادة‬: Dalam kasus pidana selain zina (4 orang saksi lelaki adil) . 3 Efektifitas  Tidak memenuhi  Memenuhi keadilan dan hukum keadilan dan kemaslahatan. H. maka tanda itu menunjukkan kepada itu.2. Menarik diri dari Bersumpah (‫)النكول عن اليمين‬: Ketika terdakwa menarik diri (mengelak) dari bersumpah yang diajukan kepada terdakwa melalui hakim (menurut mazhab Hanafiyah) 5. kemudian dia melakukan jarimah. PEBANDINGAN HUKUM POSITIF DENGAN HUKUM ISLAM NO ASPEK HUKUM POSITIF HUKUM ISLAM PEMBEDA 1 Pembuat Manusia yang mengadopsi Syari’. yang Allah SWT. dan suber tambahan yaitu Ra’yu. Tidak terdapat bukti dan saksi serta tidak ada pengakuan. 5.Jika ia dipaksa untuk mabuk. urusan dunia dan akhirat. oleh karena itu tdk sah akad. 3. 3. hukum dari hukum barat 2 Sumber hukum Bersumber dari pemikiran Berasal dari sumber manusia.. maka ia tdk dikenakan pidana. kemaslahatan. 2. 2. maka ia tetap dikenakan pidana. I. 4. SEBAB HAPUSNYA HUKUMAN Secara umum ada empat sebab yang menyebabkan hapusnya hukuman jarimah 1.menghilangkan cakapnya bertindak. Belum baligh. Dimilikinya harta yang dicuri itu dengan sah oleh pencuri sebelum diajukan ke pengadilan. ucapan dan perbuatannya. Ia dilakukan 50 kali sumpah dari 50 lelaki. (Menurut Imam Abu Hanifah). Pelaku jarimah meninggal. Yakni anak yang belum tamyis belum mmiliki kemampuan berpikir dan belum mengerti akibat dari perbuatan yang dilakukan. 7. Al-Qasamah: Sebuah sumpah yang diulang-ulang bagi kasus pidana pembunuhan. yaitu: 1. kemudian ia melakukann jarimah. Pelaku jarimah bertobat.  Hanya berlaku pada  Berkaitan dengan urusan duniawi. sehingga kurang memberi efek jera. fundamental Islam yakni alQur’an dan Sunnah.  Kurang memiliki  Memiliki ketegasan ketegasan hukum sehingga hukum. 6. Paksaan Yakni pelaku dipaksa melakukan perbuatan jarimah yang tidak dikehendaki. . Mabuk Orang mabuk adalah orang yg mengigau dlm percakapannya. 4. Gila Gila dapat diartikan sebagai hilangnya atau telepasnya akal.

tahyir. Ahmad Wardi. Orang (Person) dan badan Mahkum alaih yakni hukum (rechpersoon) Mukallaf. Kallaf. baik hubungan kepada Allah maupun makhluk. Abdul Qadir. 6 Subjek hukum DAFTAR PUSTAKA Jazuli. dan ketetapan. Audah. Mengatur tingkah laku Mengatur tingkah laku manusia dalam pergaulan mukallaf sebagai subjek masyarakat. Ad Dar Al Kuwaitiyah. Dar Al Kitab Al Araby.Ahmad . Ilmu Ushul Al-Fiqh.PT RajaGrafindo persada. Musthafa. Intisari Hukum Pidana. 1968. Cetakan VIII. Pengantar dan Asas Hukum Islam. Jakarta: Sinar Grafika. . Juz 1. orang yang telah memiliki kecakapan untuk bertindak hukum. 2004 Abdullah.1999. Beirut.4 5 Hakikat hukum Wilayah hukum Suatu perintah yang disertai Titah Allah yang berbentuk sanksi taklif. At Tasyri’ Al Jina’iy Al Islamiy. 1983. Muslich. Jakarta: Ghalia Indonesia. hukum. Abdul wahab. Jakarta. dkk.fiqh jinayah. Cetakan I.