P. 1
Ptk 007 Revisi 2

Ptk 007 Revisi 2

|Views: 281|Likes:
Published by bmgaris

More info:

Published by: bmgaris on May 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2015

pdf

text

original

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BPMIGAS

)

PEDOMAN TATA KERJA
NOMOR 007 REVISI-II/PTK/I/2011

TENTANG

PEDOMAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BPMIGAS)

PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA
Nomor: 007 REVISI-1/PTK/IX/2009

BUKU KESATU KETENTUAN UMUM

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB I.

DAFTAR ISI ISI HALAMAN 1 2 4 4 5 5 6 7 8 9 9 10 10 11 12 12 12 13 13 14

UMUM 1. PENGERTIAN ISTILAH 2. MAKSUD DAN TUJUAN 3. LINGKUP PENGATURAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 4. SUSUNAN PEDOMAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 5. PRINSIP DASAR PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 6. ETIKA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 7. KESEHATAN, KESELAMATAN LINGKUNGAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN KEWENANGAN 1. KEWENANGAN PELAKSANAAN PENGADAAN 2. KEWENANGAN PENGELOLAAN ASET 3. KEWENANGAN PENGELOLAAN KEPABEANAN 4. KEWENANGAN PENGELOLAAN PROYEK PENGAWASAN 1. PENGAWASAN MELEKAT 2. PENGAWASAN FUNGSIONAL 3. PENILAIAN KINERJA KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA 4. LAPORAN 5. TINDAK LANJUT PENGAWASAN KETENTUAN PERALIHAN

II.

III.

IV.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum

BAB I UMUM

1

Kepabeanan dan Pengelolaan Proyek. 1. Plan of Development dan Authorization for Expenditure. 1. 1. PENGERTIAN ISTILAH 1. 2 1. yang dibeli atau diperoleh dengan cara lainnya oleh Kontraktor KKS. Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (BPMIGAS) adalah Badan Hukum Milik Negara yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2002.4. Pengelolaan Aset.6.8.2. Pejabat Berwenang adalah Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKS atau pekerja struktural Kontraktor KKS yang telah mendapat pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKS. Rantai Suplai (Suply Chain) adalah kegiatan penyediaan dan pendayagunaan barang dan jasa yang mencakup tahap perencanaan.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. Aset adalah harta benda berujud (tangible) dan tidak berujud (intangible). 1. sebagaimana disebut dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan dan pengendalian/pengawasan kegiatan Pengadaan Barang/Jasa. termasuk Manajemen Penyedia Barang/Jasa. Kontraktor KKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) adalah Badan Usaha atau Badan Usaha Tetap.5. yang dipergunakan atau sedang tidak dipergunakan atau sudah tidak dipergunakan untuk kegiatan operasional Kontraktor KKS. 1. harta benda inventaris (HBI) dan material persediaan.7. Proyek adalah kegiatan yang bersifat tidak rutin untuk membangun atau menghasilkan sesuatu yang spesifik/unik dengan batasan waktu mulai dan akhir yang telah ditetapkan sebelumnya.3. Plan of Development (POD) adalah seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Work Program and Budget. 1. Eksplorasi adalah kegiatan yang bertujuan memperoleh informasi mengenai kondisi geologi untuk menemukan dan memperoleh perkiraan cadangan Minyak dan Gas Bumi di Wilayah Kerja yang ditentukan. terdiri dari harta benda modal (HBM). Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri serta Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan. .

3 . Plan of Development dan Authorization for Expenditure. Work Program And Budget (WP&B) adalah seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Work Program and Budget.9.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 1.

2.2. MAKSUD DAN TUJUAN Pedoman ini DIMAKSUDKAN UNTUK Memberikan satu pola pikir.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 2.1. 3. pengertian dan pedoman pelaksanaan teknis serta administratif yang terintegrasi dan jelas bagi seluruh pengelola kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Republik Indonesia. Lingkup Pengaturan Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai ini mencakup pengaturan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. harga. LINGKUP TATACARA RANTAI SUPLAI 3. Pengelolaan Aset. Kepabeanan serta Pengelolaan Proyek. 4 .3. Lingkup Pemberlakuan Pedoman ini berlaku untuk pengelolaan rantai suplai di lingkungan Kontraktor KKS Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi di wilayah Negara Republik Indonesia. 2. termasuk pengaturan tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa dan pedoman untuk Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri serta Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan.2. dalam pengelolaan Rantai Suplai.1. waktu dan tempat yang tepat secara efektif dan efisien serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku serta memenuhi prinsip-prinsip etika rantai suplai. kualitas. Tujuan Pengelolaan Rantai Suplai adalah memperoleh dan mendayagunakan barang/jasa yang dibutuhkan dalam jumlah. 3. 3.

berarti harus diusahakan dengan menggunakan dana.1. Transparan. 5.2.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 4.5.1. Buku Keempat : Pedoman Pengelolaan Kepabeanan 5.4.3. 4. baik teknis maupun administratif termasuk tata cara evaluasi. 4.4. 4. 4. 5 . SUSUNAN PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Pedoman Tata Kerja Pengelolaan Rantai Suplai (Suply Chain Manual) Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) terdiri dari 5 (lima) buku. berarti harus dilakukan melalui seleksi dan persaingan yang sehat di antara Penyedia Barang/Jasa yang setara dan memenuhi syarat/kriteria tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur yang jelas serta transparan. berarti harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesarbesarnya sesuai dengan sasaran yang ditetapkan perusahaan.3. Adil. PRINSIP DASAR PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan rantai suplai wajib dilaksanakan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut: 5. berarti tidak diskriminatif dalam memberikan perlakuan bagi semua penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan kepada pihak tertentu. berarti semua ketentuan dan informasi. Efisien. daya dan fasilitas yang sekecil-kecilnya untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam waktu sesingkat-singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya bagi keuntungan negara.5. hasil evaluasi dan penetapan pemenang harus bersifat terbuka bagi Penyedia Barang/Jasa yang berminat.2. 5. 5. Kompetitif. Efektif. yaitu: Buku Kesatu Buku Kedua Buku Ketiga Buku kelima : Ketentuan Umum Rantai Suplai : Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa : Pedoman Pengelolaan Aset : Pedoman Pengelolaan Proyek 4. 5. dengan cara dan atau alasan apapun.

berarti harus mencapai sasaran baik fisik. 6. regional dan internasional.3. Penyedia Barang/Jasa dan para pihak yang terkait dalam pengelolaan rantai suplai harus memenuhi etika sebagai berikut: 6. 6. ETIKA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Pejabat Berwenang. Mencegah terjadinya kerugian negara dan perusahaan.4. yang mengakibatkan persaingan yang tidak sehat dan penurunan kualitas hasil pekerjaan. Mendukung dan menumbuh-kembangkan kemampuan Nasional untuk lebih mampu bersaing ditingkat nasional. 6. Panitia Pengadaan. 6. 6. baik secara langsung atau tidak langsung dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. 6. Bertanggung jawab. Bekerja secara tertib dengan mematuhi peraturan yang berlaku dan melaksanakan prinsip-prinsip dasar rantai suplai.1.7. Berwawasan lingkungan. tidak menawarkan. kemandirian dan menjaga informasi yang bersifat rahasia. keuangan maupun manfaat bagi kelancaran pelaksanaan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip dan kebijakan serta ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan rantai suplai.8. tidak meminta atau berjanji memberi imbalan/hadiah berupa apa saja kepada/dari siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan pengelolaan rantai suplai.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 5. Dalam pengambilan keputusan tidak melebihi batas kewenangan yang telah ditetapkan dan tidak terpengaruh oleh kepentingankepentingan lain diluar kepentingan perusahaan dan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar angka 5 diatas.8.6. Tidak menerima/memberi.7.2. penuh rasa tanggung jawab. 6. 6.5. Pengguna Barang/Jasa. berarti mendukung dan mengembangkan kegiatan dengan memperhatikan kemampuan dan dampak lingkungan. 5. Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung. 5. profesional dengan menjunjung tinggi kejujuran. 6 . Mencegah terjadinya pertentangan kepentingan (conflict of interest) pada pihak-pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses pengelolaan rantai suplai. golongan atau pihak lain. Tidak menyalahgunakan wewenang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama. Tidak menggunakan dokumen-dokumen yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keaslian dan kebenarannya.6.

Penyedia Barang/ Jasa dan para pihak yang terkait dengan pengelolaan rantai suplai wajib memperhatikan ketentuan K3LL yang berlaku di lingkungan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. KESELAMATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL) Pejabat Berwenang. Panitia/Pejabat Pengadaan. KESEHATAN.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 7. 7 .

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB II KEWENANGAN 9 .

Beberapa tahapan proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu oleh BPMIGAS. 1. Semua Aset yang berwujud maupun tidak berwujud berpindah menjadi milik Negara yang dikelola oleh BPMIGAS pada saat dibeli dan berpindah tangan ke dalam penguasaan Kontraktor KKS. 1. sebelum dapat dilaksanakan. 2. Pengaturan secara rinci dimuat Pengelolaan Aset Kontraktor KKS. Dalam rangka pelaksanaan tugasnya BPMIGAS melakukan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh Kontraktor KKS. 2. 10 .1. Kontraktor KKS berwenang untuk menggunakan aset dalam kegiatan operasional kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Negara Republik Indonesia.5.2. pengelolaan dan/atau penguasaan Aset harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. KEWENANGAN PELAKSANAAN PENGADAAN 1. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Status Aset kepada BPMIGAS.3.1. 2. Pengaturan secara rinci dimuat dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS.3.4. dalam Buku Pedoman 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. 2. Pada dasarnya proses dan pengambilan keputusan pengadaan barang/jasa dilakukan oleh Kontraktor KKS. Setiap pengalihan peruntukan. KEWENANGAN PENGELOLAAN ASET 2.2. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Pelaksanaan Pengadaan ke BPMIGAS.

4. sebelum dapat dilaksanakan. Beberapa tahapan proses pelaksanaan impor dan ekspor harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu oleh BPMIGAS. 11 . 3.1.4. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Pelaksanaan kegiatan impor dan ekspor kepada BPMIGAS. KEWENANGAN KEPABEANAN Kontraktor KKS berwenang untuk melaksanakan impor atau ekspor barang atau peralatan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Negara Republik Indonesia.2. 3. Dalam rangka pelaksanaan tugasnya BPMIGAS melakukan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan impor dan ekspor yang dilakukan oleh Kontraktor KKS.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 3. KEWENANGAN PENGELOLAAN PROYEK Struktur kewenangan di bidang pengelolaan proyek akan ditentukan kemudian.3. Pengaturan secara rinci dimuat Kepabeanan Kontraktor KKS. 3. dalam Buku Pedoman 3.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB III PENGAWASAN 13 .

Penilaian Kinerja Kontraktor KKS dalam lingkup pengelolaan rantai suplai dilakukan dengan menggunakan Key Performance Indicator (KPI). sehingga menjadikan pengawasan melekat sebagai unsur pengendalian internal yang efektif.1. Pemanfaatan produksi dan kompetensi dalam negeri. yang meliputi sekurang-kurangnya: Kepatuhan terhadap pedoman ini dan pedoman yang terkait serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3.1. kewenangan dan tanggung jawab berdasarkan peraturan yang berlaku mulai dari tahap perencanaan.2. 3. Pengawasan terhadap pengelolaan rantai suplai di lingkungan Kontraktor KKS dilakukan oleh lembaga pengawas fungsional internal maupun eksternal.2. waktu. Pengawasan melekat dilakukan oleh setiap atasan secara struktural dan fungsional atas aspek administrasi. Pengawasan terhadap pengelolaan rantai suplai dilakukan sejak tahap perencanaan (pre audit). 2. Bilamana diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan khusus. Efisiensi dan optimalisasi pemanfaatan asset. Dalam pelaksanaan pengawasan melekat perlu memperhatikan masukan dari pengawas fungsional dan pengawasan masyarakat.1. 1. Efisiensi biaya. Pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan oleh fungsi pengawasan eksternal dikoordinasikan oleh BPMIGAS untuk mencegah terjadinya pemeriksaan yang tumpang tindih. 3. 14 . Pimpinan Kontraktor KKS wajib melakukan pengawasan melekat secara intensif terhadap para pejabat yang melaksanakan tugas di lingkungan kerja masing-masing. 3. PENILAIAN KINERJA KONTRAKTOR KKS 3. PENGAWASAN MELEKAT 1.1. tahap pelaksanaan sampai tahap penyelesaian (current audit). 3.3. 2. 2.1.2.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. keuangan maupun K3LL sesuai dengan sasaran kerja.4. tahap setelah penyelesaian (post audit).1. teknis. PENGAWASAN FUNGSIONAL 2. pelaksanaan hingga penyelesaian secara fisik.1.1.

15 .1. kelembagaan. maupun sumber daya manusia. 5.1.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 3.3. 5. Pemberian sanksi atas pelanggaran.4. 4.1.2.2. 5.3.2. Target KPI disepakati bersama oleh BPMIGAS dan Kontraktor KKS. pada saat pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)/ Work Program and Budget (WP&B). Pelaksanaan tindak lanjut sanksi merupakan kewenangan dan tanggung jawab pimpinan tertinggi Kontraktor KKS sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor.1. LAPORAN: Sistem pelaporan untuk masing-masing bidang kegiatan diatur dalam setiap buku Pedoman Pelaksanaan.1. Pemberian penghargaan kepada individu atau kelompok yang berprestasi dan dinilai layak mendapat penghargaan. Pelaksanaan tindak lanjut sanksi dan penghargaan harus dipantau dan dievaluasi oleh fungsi pengawasan internal Kontraktor KKS dan dilaporkan kepada BPMIGAS.1. 5. Pada saat yang sama dilakukan evaluasi atas KPI Kontraktor KKS yang bersangkutan tahun sebelumnya. TINDAK LANJUT PENGAWASAN 5. 5. Revisi target KPI yang telah disepakati. 5. yang pengajuannya dapat dilakukan pada pertengahan tahun kalender. yang tata caranya diatur oleh masing-masing Kontraktor KKS. Tindak lanjut hasil pengawasan dapat berupa: Penyempurnaan/perbaikan proses/prosedur. 5.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB IV KETENTUAN PERALIHAN 17 .

dinyatakan tidak berlaku. Khusus untuk kegiatan pengadaan barang/jasa: 2. 3. Apabila tahap evaluasi dan negosiasi sudah selesai.3. dilanjutkan dengan mengacu pada ketentuan lama. dengan mengubah isi dokumen pengadaan. 2. ---ooo0ooo--- 18 . berupa sisipan dan/atau penambahan lampiran pada setiap Buku Pedoman Pelaksanaan atau Buku Pedoman Pengelolaan. Apabila belum mencapai tahap pemasukan penawaran. Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam pedoman ini.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1.2. Dengan berlakunya Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Tentang Pengelolaan Rantai Suplai ini maka semua ketentuan yang pernah ada dan diterbitkan oleh BPMIGAS yang terkait dengan pengelolaan rantai suplai. Proses pengelolaan yang berkaitan dengan pelaksanaan pengadaan barang/jasa. akan diatur kemudian oleh BPMIGAS. pengelolaan Aset dan pelaksanaan prosedur kepabeanan yang sedang berjalan dilanjutkan mengikuti ketentuan lama.1. 2. Apabila sudah mencapai tahap pemasukan penawaran namun proses evaluasi dan/atau negosiasi penawaran belum selesai. dilakukan penyesuaian seperlunya dengan menggunakan tatacara negosiasi. harus dilakukan penyesuaian mengikuti ketentuan dalam pedoman ini. 2.

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (B P M I G A S) PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA NOMOR 007 REVISI-II/PTK/I/2011 BUKU KEDUA PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA Edited 15-6-2010 .

.

PENGAWASAN PENGUTAMAAN PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 1. SUMBER PENGADAAN 4. PENGAWASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI STRATEGI PENGADAAN 1. RENCANA PENGADAAN 2. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP PRODUKSI 3. I S I UMUM 1. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP EKSPLORASI 2. PREFERENSI HARGA 10. JENIS DAN MASA BERLAKU KONTRAK HALAMAN 2 8 9 II. 11 12 14 III. PEMANFAATAN JASA DALAM NEGERI 8. TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI 4. PENYUSUNAN PAKET PEKERJAAN 3. PERNYATAAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI 9. 16 17 18 20 22 24 30 41 47 49 IV. DAFTAR BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 5. KEBIJAKAN UMUM 3.DAFTAR ISI BAB I. PENGERTIAN ISTILAH 2. PENGUTAMAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI 7. KOMPONEN DALAM NEGERI BARANG/JASA 3. RUANG LINGKUP KEGIATAN KEWENANGAN DAN PENGAWASAN 1. PROGRAM PENINGKATAN PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 6. 51 52 53 54 . UMUM 2.

JAMINAN PELAKSANAAN 3. PENYEDIA BARANG/JASA HARGA PERHITUNGAN SENDIRI / OWNER ESTIMATE 1. TATA CARA DAN DASAR PENYUSUNAN HALAMAN 64 65 VI. 94 94 VIII. I S I PERENCANAAN 1. RENCANA KERJA PENGADAAN 2. PEJABAT BERWENANG 2. DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA 1. DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI 3.DAFTAR ISI BAB V. PENGELOLA PENGADAAN 4. DOKUMEN PENGADAAN 4. 68 70 72 73 77 VII. KETENTUAN UMUM 2. PENGGUNA BARANG/JASA 3. JAMINAN UANG MUKA 4. JAMINAN PEMELIHARAAN 97 98 99 105 107 110 114 115 . BIAYA PENGGANTIAN DOKUMEN PENGADAAN IX. PANITIA PENGADAAN/TIM INTERNAL 5. PENYAMPAIAN RENCANA PENGADAAN PELAKU PENGADAAN BARANG/JASA 1. STRUKTUR DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA 2. JAMINAN 1. JAMINAN PENAWARAN 2.

PENGUMUMAN 2. PROCARD 6. PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK (E-PROCUREMENT) 7. PENDAFTARAN PENYEDIA BARANG/JASA 3. . NEGOSIASI HARGA PENAWARAN 11. PELELANGAN ULANG 20. DOKUMEN PENAWARAN 7. PENENTUAN CALON PEMENANG 12. SWAKELOLA TATA CARA PELELANGAN UMUM 1.DAFTAR ISI BAB X. PEMBERIAN PENJELASAN 5. TENGGANG WAKTU HALAMAN 117 119 122 126 132 132 136 139 140 142 146 148 150 152 154 159 174 178 180 181 182 186 188 190 190 191 193 194 194 XI. PENILAIAN KUALIFIKASI 4. PELELANGAN UMUM 2. PELELANGAN GAGAL 19. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN 9. I S I METODA DAN TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/ JASA PEMBORONGAN/ JASA LAINNYA 1. PROTES 6. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN 8. KEPUTUSAN PENETAPAN CALON PEMENANG 13. PEMBATALAN PELELANGAN 21. PENGULANGAN PENGADAAN (REPEAT ORDER) 22. PENUNJUKAN LANGSUNG 5. PENGUMUMAM PEMENANG PENGADAAN 14. PERSETUJUAN RENCANA PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 16. PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 17. PENGEMBALIAN SURAT JAMINAN PENAWARAN 18. PEMILIHAN LANGSUNG 4. SANGGAHAN 15. EVALUASI PENAWARAN 10. PELELANGAN TERBATAS 3.

I S I METODA DAN TATA CARA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 1. PEMBINAAN 2. KONTRAK 1. METODA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 5. HARGA PERHITUNGAN SENDIRI 4. KETENTUAN UMUM 2. SANKSI ATAS PELANGGARAN XV. PELELANGAN ULANG 9. PEMBINAAN PENYEDIA BARANG/JASA 1. MANAJEMEN KONTRAK 6. PERUBAHAN LINGKUP KERJA DAN PERPANJANGAN JANGKA WAKTU KONTRAK 5. PENYESUAIAN KETENTUAN 257 . PENILAIAN KINERJA 3. SISTIM EVALUASI PENAWARAN 8. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN 7. PENGADAAN JASA KONSULTANSI PERORANGAN HALAMAN 196 197 198 198 199 200 200 220 221 XIII. PENYIAPAN DOKUMEN PENGADAAN 3. PENUTUPAN KONTRAK XIV. PENERBITAN KONTRAK 2. PENYUSUNAN DAFTAR PENYEDIA JASA TERSELEKSI 6.DAFTAR ISI BAB XII. PELAKSANAAN PEKERJAAN MENDAHULUI KONTRAK 4. PELAPORAN KEGIATAN PENGADAAN BARANG/JASA 223 223 230 231 237 242 244 247 248 248 249 255 XVI. ISI KONTRAK 3. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 7. PENGHARGAAN ATAS KINERJA 4.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB I UMUM 1 .Buku Kedua .

yang digunakan sebagai pedoman bagi calon Penyedia Barang/Jasa dalam proses pembuatan dan penyampaian penawaran serta pedoman bagi Panitia Pengadaan/Tim Internal dalam melakukan evaluasi penawaran. Dokumen Pengadaan adalah dokumen yang sekurangkurangnya berisi uraian tentang lingkup pekerjaan.5. Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.7. 1. 1. tata cara proses pengadaan dan persyaratan administratif pengadaan. Barang Spesifik adalah barang atau peralatan yang karena tuntutan teknis dan kepentingan operasi.3.6. tidak dapat digantikan dengan barang atau peralatan lain yang sejenis. Jasa Konsultansi adalah layanan jasa profesional untuk mencapai sasaran tertentu yang hasil akhirnya berbentuk piranti lunak. yang bersumber dari Work Program & Budget (WP&B) dan/atau dari Daftar Rencana Pengadaan (Procurement List). disusun secara sistimatis berdasarkan kerangka acuan kerja (KAK) yang ditetapkan oleh pengguna barang/jasa. 1. syarat-syarat kerja (terms & conditions). Harga Barang Jadi adalah jumlah biaya untuk memproduksi barang yang terdiri dari biaya bahan (material) langsung.8. Bank Umum Nasional adalah Bank Umum yang lebih dari 50% (lima puluh persen) saham kepemilikannya dimiliki atau berasal dari pemerintah Republik Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia dan/atau warganegara Republik Indonesia. tenaga kerja langsung dan biaya tidak langsung pabrik.4.Buku Kedua . 2 . PENGERTIAN ISTILAH 1. usulan atau rekomendasi sebagai hasil analisis data dan/atau keadaan.2. 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.1. 1. Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD) adalah badan usaha yang modalnya atau sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia/ Pemerintah Daerah sebesar lebih dari 50% (lima puluh persen). 1. 1. Anggaran adalah dana yang dialokasikan oleh Kontraktor KKS untuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa tertentu.

1. 1.4. peralatan dan material yang diperlukan. 3 .11. Jasa Lainnya adalah segala pekerjaan dan/atau penyediaan jasa selain Jasa Konsultansi. Pelaksanaan konstruksi (construction) dan/atau perakitan (assembly) dan/atau instalasi (installation) fasilitas produksi.11. Jasa Pemborongan atau pemasokan barang. 1.11. Penggunaan peralatan pembangunan dan peralatan angkut termasuk bahan bakar yang diperlukan.11. 1.10. sedangkan seluruh proses serta pengerjaannya termasuk penyediaan tenaga kerja.11. dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa.11.12.9. pengkajian (evaluation) dan/atau penelitian (study).11. Kendali mutu (quality control). 1. meliputi antara lain namun tidak terbatas pada: 1.11. Jasa Pemborongan adalah jasa pekerjaan yang perencanaan teknis. Pelaksanaan sertifikasi kelayakan operasi.3. 1. Pelaksanaan survey.13. 1.8. 1. Jasa Pengerjaan adalah bagian dari pekerjaan Jasa Pemborongan. Penggunaan lapangan pembangunan.7.11. Penggunaan laboratorium untuk pengujian (test). 1.11. 1. 1. Jasa Lainnya dan/atau Jasa Konsultansi yang berupa pelaksanaan fisik pekerjaan.11.9. Penggunaan kantor dan sarana pendukung lainnya.10. penetapan spesifikasi dan pengawasan pelaksanaannya dilakukan oleh Kontraktor KKS.11. 1. (yard) penimbunan dan Penggunaan pabrik dan/atau bengkel (workshop) dan/atau galangan kapal untuk pembuatan (fabrication) komponen atau bagian dari komponen fasilitas produksi. 1. Penggunaan jasa pengangkutan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.5.11.6.11. Penggunaan bengkel (workshop) untuk perawatan dan/atau perbaikan mesin dan/atau peralatan produksi. Pengerjaan rekayasa dan rancang bangun (engineering and design). 1. 1.2.11. Penggunaan tenaga kerja.

11.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. Tidak termasuk dalam pengertian ini adalah barang kebutuhan utama dalam Jasa Pemborongan. gunung meletus. 1. atau revolusi. Keadaan Darurat (Emergency) adalah keadaan seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Keadaan Emergency. peperangan. badai.12.13. start up delay atau keadaan yang berpotensi mengganggu pelaksanaan kegiatan operasional dan apabila tidak segera ditanggulangi dapat menyebabkan kerugian bagi negara. 4 . Penggunaan barang habis pakai (consumable) yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan.14. plant shut down. yang dapat mengakibatkan terganggunya kelancaran produksi minyak dan/atau gas bumi baik sebagian maupun keseluruhan dan/atau mengakibatkan terhentinya kegiatan operasional baik sebagian maupun keseluruhan. 1. Keadaan Kahar termasuk tetapi tidak terbatas pada bencana alam atau act of God (antara lain banjir.Buku Kedua .14. komponen bangunan. Keadaan Kahar (Force Majeure) adalah suatu kejadian atau keadaan yang terjadi di luar kuasa atau kontrol para pihak yang mengikatkan diri dalam Kontrak yang mengakibatkan pihak yang menyatakan Keadaan Kahar tidak dapat melaksanakan seluruh atau sebagian kewajibannya berdasarkan Kontrak. Jasa Spesifik adalah jasa yang memerlukan persyaratan teknologi dan/atau keahlian tertentu dan hanya dapat dipenuhi dan/atau hanya dapat dilaksanakan oleh satu penyedia jasa. barang/bahan pembuatan komponen bangunan atau sukucadang pada pekerjaan perbaikan. Keadaan Mendesak (Urgent) harus dinyatakan oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS setempat dan dilaporkan kepada BPMIGAS. gempa bumi. 1. Keadaan mendesak terjadi antara lain namun tidak terbatas karena equipment failure. Keadaan Krisis adalah keadaan seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Keadaan Krisis. 1. well shut down. sabotase. 1.15. Keadaan Mendesak (Urgent) adalah kegagalan operasi (operation failure) yang terjadi secara tiba-tiba. process upset.16. tsunami. kerusuhan. angin topan. tanah longsor atau wabah penyakit).

Panitia Pengadaan adalah panitia yang dibentuk dan disahkan oleh Pejabat Berwenang untuk melaksanakan pemilihan Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Kontraktor KKS. 1. usaha. organisasi atau kombinasi dari elemen-elemen tersebut. Klarifikasi adalah permintaan penjelasan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal kepada peserta pengadaan barang/jasa atas materi penawaran. selama proses pengadaan. Konsorsium adalah gabungan dari 2 (dua) atau lebih orang perorangan. perusahaan. untuk mengadakan suatu kegiatan.21. Pejabat Berwenang adalah pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau pekerja struktural Kontraktor KKS yang telah mendapat pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari pimpinan tertinggi Kontraktor KKS. 1.17.22.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Kualifikasi adalah status hukum.20. 1.24. atau pembiayaan bersama dalam rangka mencapai tujuan tertentu dalam batas waktu tertentu dengan menyatukan sumberdaya yang dimiliki para pihak yang bergabung. 1. 5 . 1.18. sepanjang tidak mengubah substansi penawaran. 1. kemampuan penyediaan peralatan. serta kemampuan pengelolaan program kesehatan. Kontrak adalah perjanjian pelaksanaan pekerjaan penyediaan barang/jasa antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa yang dituangkan dalam kesepakatan tertulis dan bersifat mengikat. tingkat kemampuan usaha. kemampuan personalia.19. dimana masing-masing anggota Konsorsium tetap berdiri sendirisendiri. 1. kemampuan finansial. Pascakualifikasi adalah proses penilaian Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa yang dilakukan setelah evaluasi penawaran harga. Surat Perjanjian (Agreement).23. Lingkup Kerja adalah bagian dari Dokumen Pengadaan yang berisi uraian tentang spesifikasi dan/atau fungsi barang atau uraian pekerjaan termasuk jumlah/volume serta waktu yang dimaksudkan untuk menghasilkan sesuatu. keselamatan kerja dan lindungan lingkungan (K3LL). Kontrak dapat berupa antara lain Surat Pesanan (Purchase Order) atau Kontrak Jasa (Service Contract).

1.27.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. gabungan beberapa badan usaha atau perorangan yang memiliki kemampuan untuk menyediakan barang/jasa untuk kepentingan Kontraktor KKS sesuai dengan bidang usaha dan kualifikasinya. dan bernilai lebih besar dari Rp50.30. Pengelola Pengadaan adalah fungsi dan/atau organisasi yang ditunjuk untuk mengelola kegiatan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS. negara Republik Indonesia.Buku Kedua .32. pemerintah daerah.29. 1. Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) adalah situasi dimana pekerja Kontraktor KKS secara sendiri dan/atau secara bersama-sama. Pekerjaan Bersifat Kompleks adalah pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi dan/atau mempunyai risiko tinggi dan/atau menggunakan peralatan dengan desain khusus.31. Perusahaan Asing adalah perusahaan yang didirikan bukan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha. 1. sedemikian rupa sehingga bertentangan dengan ketentuan pelaksanaan pengadaan barang/jasa.000. Badan Usaha Milik Negara BUMN) atau Badan Usaha Millik Daerah (BUMD). didirikan 6 . 1. 1. Perusahaan Nasional adalah perusahaan yang berdasarkan hukum negara Republik Indonesia.000. Perusahaan Dalam Negeri adalah Perusahaan Nasional yang lebih dari 50% (lima puluh persen) sahamnya dimiliki oleh perseorangan warga negara Indonesia.000. menggunakan kekuasaannya. secara langsung atau tidak langsung untuk mempengaruhi jalannya proses dan/atau keputusan pengadaan dengan mengutamakan/menguntungkan kepentingan pribadi dan/atau kelompoknya dan/atau kroninya dan/atau korporasi (termasuk afiliasinya) dan/atau penyedia barang/jasa tertentu.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). 1. 1. sebagai pribadi atau bertindak untuk kepentingan perusahaan atau afiliasinya. dan memiliki surat izin usaha yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang.28. Pengguna Barang/Jasa adalah fungsi dalam lingkungan organisasi Kontraktor KKS yang memerlukan barang/jasa untuk mendukung pelaksanaan kegiatannya.000.000.26.25.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.

1. Tim Internal mempunyai persyaratan. Post Bidding dilarang untuk dilakukan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. 1. Post Bidding adalah pengubahan atau penambahan atau pengurangan persyaratan pengadaan oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal atau pengubahan/penambahan/pengurangan kelengkapan dokumen penawaran dan/atau data pada pelelangan umum. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah besaran komponen dalam negeri pada barang/jasa atau pada gabungan barang dan jasa. dibangun atau dikerjakan oleh perusahaan yang berproduksi dan/atau berinvestasi langsung di Indonesia. tanggung-jawab dan tugas pokok sama seperti Panitia Pengadaan namun memiliki kewenangan dan ruang lingkup kerja yang lebih rendah. pelelangan terbatas atau pemilihan langsung oleh peserta pengadaan. 7 .36. Tim Internal adalah tim di lingkungan Pengelola Pengadaan yang dibentuk dan disahkan oleh pimpinan pengelola pengadaan atau oleh Pejabat Berwenang. yang disampaikan setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup.38. 1. Prakualifikasi adalah proses penilaian Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa yang dilakukan sebelum tahap pemasukan dokumen penawaran. 1. 1.35. Produksi Dalam Negeri adalah semua jenis barang/jasa termasuk rancang bangun dan perekayasaan yang diproduksi.34. Wakil Penyedia Barang/Jasa adalah seseorang yang bertindak untuk dan atas nama Penyedia Barang/Jasa sesuai akte pendirian/perubahan atau secara hukum mempunyai kapasitas untuk mewakili Penyedia Barang/Jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. yang dinyatakan dalam persentase.33.37.

semua transaksi pembayaran menggunakan Bank Umum yang berstatus Badan Usaha Milik Negara/Daerah. Para pihak yang mengikatkan diri dalam Kontrak harus memiliki rekening bank yang berada dalam wilayah Negara Republik Indonesia. KEBIJAKAN UMUM 2. 2. dengan cara meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan pengadaan barang/ jasa. Melaksanakan pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa melalui bank yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum Nasional. Melaksanakan ketentuan kesehatan. 2.Buku Kedua . serta pengawas pengadaan barang/jasa. dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum Nasional.6. keselamatan kerja.3. 8 . tertib dan terkendali. Meningkatkan kinerja dan tanggungjawab para perencana. Menciptakan iklim persaingan yang sehat.4. 2. 2. Mempercepat proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa. 2. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta mengusahakan pelaksanaan pekerjaan dilakukan di dalam wilayah negara Republik Indonesia.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.5. Bagi Kontraktor KKS tahap produksi. Memperoleh barang/jasa yang diperlukan secara efektif dan efisien. baik rekening pembayar maupun rekening penerima.1. 2. 2. pelaksana.10.2. dan lindungan lingkungan (K3LL) yang berlaku di lingkungan kegiatan hulu minyak dan gas bumi. Membina kemampuan berusaha dan memberikan kesempatan berusaha bagi Perusahaan Dalam Negeri terutama usaha kecil termasuk koperasi kecil. Melaksanakan sendiri pengadaan barang/jasa secara swakelola atau dapat pula dilakukan melalui Penyedia Barang/Jasa.7. 2.8. 2.9. Melaksanakan pengadaan barang/jasa di dalam wilayah negara Republik Indonesia sesuai ketentuan perundangundangan yang berlaku di negara Republik Indonesia.

disusun secara sistimatis berdasarkan kerangka acuan kerja (KAK) yang ditetapkan oleh pengguna barang/jasa. pemilihan Penyedia Barang/Jasa. pengadministrasian Kontrak. 3. Jasa Pemborongan dan pemasokan barang. Pengadaan barang meliputi pengadaan barang untuk kepentingan pengisian persediaan (inventory) di gudang atau untuk dipergunakan secara langsung dalam kegiatan operasional atau proyek atau membeli peralatan (equipment). penetapan spesifikasi dan pengawasan pelaksanaannya dilakukan oleh Kontraktor KKS.3.3.2. pembinaan Penyedia Barang/Jasa dan penyelesaian perselisihan (apabila ada). dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. Pengadaan barang dapat dilakukan dengan cara: 3. peralatan dan material yang diperlukan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3.6. 3. atau Membeli barang pesanan kepada bengkel (workshop) atau pabrikator barang atau peralatan yang harus dibuat/ dipabrikasi terlebih dahulu dengan desain tertentu (tailor made). 3. Tata cara pengadaannya mengikuti tata cara pengadaan Jasa Pemborongan. 9 . 3. Lingkup kegiatan pengadaan barang/jasa meliputi penyusunan rencana pengadaan. Pedoman Pelaksanaan ini berlaku untuk semua kegiatan pengadaan barang/jasa kecuali pengadaan lahan dan jasa pengacara/konsultan hukum. Membeli barang atau peralatan hasil produksi masal (mass product) kepada pabrikan atau kepada pedagang. RUANG LINGKUP KEGIATAN 3.1.1. Pengadaan Jasa Konsultansi merupakan kegiatan pengadaan layanan jasa profesional untuk mencapai sasaran tertentu yang hasil akhirnya berbentuk piranti lunak. usulan atau rekomendasi sebagai hasil analisis data dan/atau keadaan. 3.4.2. sedangkan seluruh proses serta pengerjaannya termasuk penyediaan tenaga kerja. Pengadaan Jasa Lainnya merupakan kegiatan pengadaan segala pekerjaan atau penyediaan jasa selain Jasa Konsultansi. Pengadaan Jasa Pemborongan merupakan kegiatan pengadaan jasa pekerjaan yang perencanaan teknis. 3.5.3. Bagi pengadaan jasa asuransi harus tetap mengikuti ketentuan dalam pedoman ini dan dilengkapi dengan pengaturan tata cara yang bersifat khusus.

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB II KEWENANGAN DAN PENGAWASAN 1. 10 .Buku Kedua .

Tata cara pengadaan harus mengikuti tata cara pengadaan yang diatur dalam pedoman ini. Bentuk ringkasan pelaksanaan pengadaan sesuai lampiran nomor FL-003. Kontraktor KKS wajib mengirimkan 1 (satu) set ringkasan pelaksanaan pengadaan dari setiap paket pengadaan yang bernilai lebih dari Rp5.000.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. pelaksanaan 11 . 1.5. Untuk kepentingan pengawasan proses pengadaan.000.1.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).4.3. apabila berdasarkan temuan audit yang dilakukan oleh BPMIGAS dan/atau auditor Pemerintah ditemukan penyimpangan pada 1 (satu) atau beberapa kebijakan maupun prosedural yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) dan dilakukan berulang-ulang serta telah pernah diberikan peringatan 1 (satu) kali oleh BPMIGAS. Kontraktor KKS wajib menyampaikan laporan pengadaan sebagaimana diatur dalam bab XV.000.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Kewenangan Kontraktor KKS dapat dibatasi dengan surat penetapan dari Kepala BPMIGAS. 1. Kontraktor KKS dalam tahap eksplorasi berwenang untuk melaksanakan dan mengambil keputusan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa.000. 1. Pengiriman harus dilakukan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP EKSPLORASI: 1. 1.

2.2.1.000. dalam hal: 1. Rencana penunjukan pemenang pengadaan dengan nilai per paket pengadaan lebih besar dari Rp50.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000. 2.000.000. 2.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).3. Kontraktor KKS dalam tahap produksi berwenang untuk melaksanakan dan mengambil keputusan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa. yaitu: 2. dengan ketentuan tahapan kegiatan pengadaan berikut sebelum dilaksanakan harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Perubahan lingkup kerja (PLK) dari Kontrak kegiatan pemboran (drilling) dan konstruksi terintegrasi (EPC/EPCI) serta bagianbagiannya yang mengakibatkan penambahan nilai. Rencana pengadaan barang/jasa untuk pelelangan.000.000.000.000.5.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. Pembatalan dan/atau pemutusan dini Kontrak yang penunjukan pemenang pengadaannya telah disetujui oleh BPMIGAS. 2.000. 2.1.1.00 (lima puluh milyar rupiah) atau menjadi lebih besar dari US$5.000.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.1.000. dengan nilai per paket rencana pengadaan lebih besar dari Rp50.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.1. dan total kumulatif penambahan nilai lebih besar dari 10% dari nilai awal Kontrak atau lebih besar dari Rp50.000.000.Buku Kedua . Nilai awal Kontrak lebih besar dari Rp50.000. Tata cara penyampaian diatur dalam bab V angka 2.1.000.000.000.000.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000. Nilai awal Kontrak kurang dari Rp50.000.000.1. namun total kumulatif penambahan nilai ditambah dengan nilai awal Kontrak menjadi lebih besar dari Rp50.2. 12 .000. Rencana pengadaan yang akan dilakukan secara langsung dengan Perusahaan Asing di luar negeri sebagaimana diatur pada bab IV angka 3.4. pemilihan langsung atau penunjukan langsung.00 (lima puluh milyar rupiah) atau kurang dari US$5.000.1. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP PRODUKSI: 2.

Kontraktor KKS wajib menyampaikan laporan pengadaan sebagaimana diatur dalam bab XV. 2.2.000.000. Untuk kepentingan pengawasan proses pengadaan.5. Kewenangan Kontraktor KKS dapat dikurangi dengan surat penetapan dari Kepala BPMIGAS. Pengiriman harus dilakukan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). Tata cara pengadaan harus mengikuti tata cara pengadaan yang diatur dalam pedoman ini. apabila berdasarkan temuan audit yang dilakukan oleh BPMIGAS dan/atau auditor Pemerintah ditemukan penyimpangan pada 1 (satu) atau beberapa kebijakan maupun prosedural yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) dan dilakukan berulang-ulang serta telah pernah diberikan peringatan 1 (satu) kali oleh BPMIGAS. pelaksanaan 13 . Bentuk ringkasan pelaksanaan pengadaan sesuai lampiran nomor FL-003. Kontraktor KKS wajib mengirimkan 1 (satu) set ringkasan pelaksanaan pengadaan dari setiap paket pengadaan yang bernilai lebih dari Rp5.3.000.4.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. 2. 2.

anggota Panitia Pengadaan. kepada Kontraktor KKS dikenakan sanksi sebagai berikut: 3.3. Bagian biaya yang dinyatakan sebagai kemahalan harga untuk kegiatan pengadaan bersangkutan tidak dapat dibebankan sebagai biaya berdasarkan kontrak kerja sama (KKS) dan langsung tidak diperhitungkan sebagai bagian dari penggantian biaya pada Kontraktor KKS pada periode perhitungan berikutnya. pekerja dari fungsi Pengguna Barang/Jasa dan/atau pekerja dari fungsi Pengelola Pengadaan Barang/Jasa yang bertanggungjawab diberikan Surat Peringatan oleh pimpinan Kontraktor KKS.3. BPMIGAS melaksanakan pengawasan secara current dan post audit atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS. Penetapan dasar harga dalam penyusunan HPS/OE yang lebih tinggi dari 10% dibanding harga yang wajar berlaku di pasar. berdasar ketentuan dalam penyusunan HPS/OE. PENGAWASAN.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. 3. Selanjutnya kepada Pejabat Berwenang.3. Kemahalan harga dapat berupa: 3. 3.2. 14 . Dalam hal penyimpangan dari ketentuan yang sejenis berulang lebih dari 2 (dua) kali. Kontraktor KKS yang bersangkutan diberi Surat Peringatan oleh BPMIGAS. 3. dan/atau Penetapan harga Kontrak yang melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Apabila berdasar hasil audit final yang dilakukan oleh BPMIGAS dan/atau auditor Pemerintah. berdasar ketentuan dalam penyusunan HPS/OE dan/atau pelaksanaan negosiasi. ketentuan ini diperhitungkan pada saat wilayah kerja bersangkutan dinyatakan komersial untuk dikembangkan.1. dan/atau pekerja dari fungsi Pengelola Pengadaan Barang/Jasa dan/atau Panitia Pengadaan dan/atau pekerja lain. dan/atau pekerja dari fungsi pengguna Barang/Jasa.1. maka Pejabat Berwenang.Buku Kedua .2. pelaksanaan dan tata cara pengadaan barang/jasa tidak mengikuti dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam pedoman ini dan/atau menimbulkan kemahalan harga. kecuali apabila kemudian harga yang disepakati dalam Kontrak dapat dibuktikan memenuhi kriteria kewajaran. yang terlibat dan terbukti bersalah diberikan sanksi administratif sesuai derajat tanggungjawabnya. Khusus untuk Kontraktor KKS pada tahap eksplorasi.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB III PENGUTAMAAN PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 15 .

1.Buku Kedua .2.3. kecuali ditentukan lain seperti tersebut dalam bab IV angka 3. 1.2. 1. Kontraktor KKS harus mengutamakan penggunaan jasa dan sumber daya manusia dalam negeri dengan cara: 1. dalam bab ini. Kontraktor KKS wajib menggunakan.1. kualitas. Target penggunaan Produksi Dalam Negeri pada WP&B merupakan salah satu Ukuran Kinerja Terpilih (UKT)/Key Performance Indicator (KPI) Kontraktor KKS tahun berjalan yang disepakati bersama BPMIGAS. Dalam menyusun Daftar Rencana Pengadaan.1.2.3.1.3. UMUM Dalam melaksanakan setiap kegiatan pengadaan barang/jasa Kontraktor KKS harus mengutamakan penggunaan barang. Kontraktor KKS wajib menetapkan target penggunaan Produksi Dalam Negeri. 16 . Kontraktor KKS wajib mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri dalam pelaksanaan pengadaan jasa. Kontraktor KKS semaksimal mungkin menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI). Mensyaratkan agar sebagian besar Jasa Pengerjaan pada Kontrak jasa dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia. dan atas pencapaian target 5 (lima) tahun terakhir. 1.2. Target penggunaan Produksi Dalam Negeri merupakan persentase perbandingan antara potensi penggunaan Produksi Dalam Negeri dengan total nilai rencana pengadaan barang/jasa periode tertentu atau paket pekerjaan tertentu. 1. jasa dan sumber daya manusia dalam negeri.1. Penilaian kinerja Kontraktor KKS dilakukan terhadap pencapaian target penggunaan Produksi Dalam Negeri tahun berjalan. 1. 1. memaksimalkan atau memberdayakan barang Produksi Dalam Negeri yang memenuhi jumlah.3.2. Kontraktor KKS harus memperhitungkan waktu produksi atau waktu penyerahan yang wajar dalam menyusun rencana pengadaan. Kontraktor KKS harus mengakomodasi barang/jasa Produksi Dalam Negeri yang telah memenuhi persyaratan teknis minimal yang dapat dipertanggung-jawabkan. 1. Kontraktor KKS wajib memasukkan target penggunaan Produksi Dalam Negeri.2.1. 1.2.1. 1.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. waktu penyerahan dan harga dengan memperhatikan daftar pada ketentuan angka 5.

barang habis pakai.4. Komponen dalam negeri terdiri dari komponen dalam negeri barang dan komponen dalam negeri jasa.3. ditambah biaya rancang bangun dan pengerjaan sampai dengan menjadi barang jadi yang dilakukan di dalam negeri. Pajak keluaran sebagai konsekuensi dari terjadinya transaksi jual beli. Komponen dalam negeri jasa adalah jasa yang berasal dari dalam negeri. yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan di dalam negeri berupa antara lain biaya penggunaan peralatan. Dalam proses pembuatan Produksi Dalam Negeri dan pelaksanaan pekerjaan jasa di dalam negeri dimungkinkan penggunaan komponen atau unsur yang berasal dari luar negeri. asuransi dan penanganan/handling) dalam rangka penyerahan barang pesanan. keuntungan dan biaya lain yang bukan merupakan komponen langsung dalam memproduksi barang atau menyelesaikan pekerjaan jasa bukan merupakan komponen dalam negeri. 2. 2. Tenaga kerja asing (TKA) walaupun berdomisili di Indonesia bukan merupakan komponen dalam negeri.2. 17 . atau barang yang dihasilkan atau dibuat di dalam negeri yang digunakan dalam proses pengerjaan pekerjaan Jasa Pemborongan. rancang bangun. buah pikiran. Komponen dalam negeri barang adalah bahan baku dan bahan pembantu langsung yang dihasilkan atau dibuat di dalam negeri. 2. sarana pendukung. biaya transportasi (termasuk biaya kemasan.5.1.6. 2. KOMPONEN DALAM NEGERI BARANG/JASA 2. pengepakan. 2. Barang impor yang dijual di dalam negeri atau dijual oleh perusahaan dalam negeri bukan merupakan Produksi Dalam Negeri dan bukan merupakan komponen dalam negeri.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. perangkat lunak dan tenaga kerja termasuk tenaga ahli yang berasal dari dalam negeri.

3. 3. 3. bab ini dengan nilai biaya keseluruhan pembuatan produk jadi. 3.Buku Kedua . Besaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk barang dinyatakan dengan sertifikat atau surat pernyataan yang masih berlaku yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian atau dinyatakan sendiri oleh Penyedia Barang/Jasa.4.2. 3. atau Hasil perbandingan antara nilai biaya komponen dalam negeri jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan sebagaimana diatur dalam angka 2. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) barang merupakan hasil perbandingan antara nilai biaya komponen dalam negeri dalam rangka pembuatan produk jadi sebagaimana diatur dalam angka 2. TKDN digunakan sebagai dasar pemberian preferensi harga.3.3.2.3. bab ini dengan nilai biaya keseluruhan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Jasa Lainnya. 3. dengan nilai biaya keseluruhan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Jasa Pemborongan. 3. 18 .1. bab ini dengan nilai biaya keseluruhan unsur jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Jasa Pemborongan.2. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) jasa merupakan: Hasil perbandingan antara nilai biaya komponen jasa dalam negeri dalam rangka pelaksanaan pekerjaan sebagaimana diatur dalam angka 2.5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.2. Besaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk jasa dinyatakan dalam bentuk surat pernyataan berisi janji/komitmen untuk mencapai besaran TKDN pada akhir pelaksanaan Kontrak Jasa.2.6.1. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) gabungan merupakan hasil perbandingan antara nilai biaya komponen dalam negeri dari barang Produksi Dalam Negeri ditambah nilai biaya komponen dalam negeri jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan termasuk biaya untuk mendatangkan barang yang diperlukan. TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) 3.

Peralatan produksi luar negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Nasional yang lebih dari 50% (lima puluh persen) sahamnya dimiliki oleh warganegara asing atau Perusahaan Asing. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 100% (seratus persen) komponen dalam negeri. 3.3.8. 3.1. TKDN dari nilai jasa penggunaan peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan pemborongan dan Jasa Lainnya dihitung sebagai berikut: Peralatan Produksi Dalam Negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Dalam Negeri atau dimiliki oleh warga negara Indonesia. TKDN dari nilai Jasa Konsultansi dihitung berdasarkan nilai jasa penggunaan tenaga kerja warganegara Republik Indonesia. Peralatan Produksi Dalam Negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Nasional yang lebih dari 50% (lima puluh persen) sahamnya dimiliki oleh warganegara asing atau Perusahaan asing. peralatan tersebut sudah menjadi milik. atau dimiliki oleh Perusahaan Asing atau warga negara asing. 3. atau dimiliki oleh Perusahaan Asing atau warga negara asing.7.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Penetapan status kepemilikan dari peralatan didasarkan pada fakta bahwa peralatan tersebut telah tercatat dalam pembukuan sebagai milik. Peralatan produksi luar negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Dalam Negeri atau dimiliki oleh warga negara Indonesia.4. antara lain berupa surat perjanjian rencana pembelian peralatan terkait.7. 3. termasuk nilai biaya barang/jasa untuk mendukung kegiatan tenaga kerja tersebut. atau didasarkan pada fakta yang meyakinkan bahwa pada saat akan melaksanakan pekerjaan.7.7.7. 3. 3.7. 19 .5. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 0% (nol persen) komponen dalam negeri. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 75% (tujuh puluh lima persen) komponen dalam negeri.2. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 100% (seratus persen) komponen dalam negeri.

2.2.1.2. berisi jenis barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi yang telah diproduksi di dalam negeri dan salah satu pabrikan telah mencapai penjumlahan TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) minimal 40% (empat puluh persen). 4. 4. Barang kebutuhan pendukung. berisi daftar barang kebutuhan kegiatan operasional Kontraktor KKS yang telah diproduksi di dalam negeri dan TKDN salah satu pabrikan telah mencapai minimal 5% (lima persen). 20 . 4. Daftar tersebut berisikan informasi tentang: 4. yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. meliputi semua jenis barang dan peralatan yang dibutuhkan dan harus tersedia dalam kegiatan operasional Kontraktor KKS namun tidak bersifat spesifik untuk kegiatan kegiatan operasional eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi.2. 2. 4. Barang Diberdayakan. namun belum ada pabrikan dengan pencapaian TKDN 25% (dua puluh lima persen). Barang kebutuhan operasional Kontraktor KKS terdiri dari: 4. Kontraktor KKS wajib menggunakan buku APDN tersebut sebagai acuan untuk menetapkan strategi pengadaan serta menetapkan persyaratan dan ketentuan pengadaan. DAFTAR BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 4. namun belum ada pabrikan yang mencapai penjumlahan TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) minimal 40% (empat puluh persen).1. Barang Wajib Dipergunakan. berisi jenis: 1. Barang kebutuhan pendukung yang telah diproduksi di dalam negeri dan salah satu pabrikan telah mencapai TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen).1.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. Barang kebutuhan utama yang telah diproduksi di dalam negeri dan salah satu pabrikan telah mencapai TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). Barang Dimaksimalkan.1.Buku Kedua .3.2. menggunakan Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (buku APDN).1. meliputi semua jenis barang dan peralatan yang dibutuhkan dan harus tersedia dalam kegiatan operasional eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi serta bersifat spesifik untuk kegiatan tersebut. Pelaksanaan kegiatan pengadaan barang/jasa khususnya dalam rangka mengutamakan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri dan mengutamakan pemanfaatan jasa dalam negeri. Barang kebutuhan utama.

1. Dalam hal satu atau beberapa jenis barang diketahui telah diproduksi di dalam negeri namun belum tercantum dalam daftardaftar tersebut pada angka 4.2.4. dan 4. dan 6.2.2.3. di atas. Jasa Dalam Negeri.5. maka proses pengadaan dilakukan mengikuti pola memaksimalkan atau memberdayakan barang Produksi Dalam Negeri sebagaimana diatur dalam angka 6. dalam bab ini.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi. 4. 4. berisi daftar jasa yang telah pernah diselesaikan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional di wilayah negara Republik Indonesia dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. 21 . dengan pencapaian TKDN minimal 30% (tiga puluh persen).2. Dalam hal pada saat akan melaksanakan pengadaan dan/atau pada saat pelaksanaan proses pemilihan Penyedia Barang/Jasa diperoleh fakta yang meyakinkan bahwa kapasitas produksi di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan pada suatu saat yang bersamaan.3. Dalam pelaksanaan pengadaan jasa. Kontraktor KKS menggunakan data pencapaian TKDN pekerjaan jasa yang tercantum pada Daftar Jasa Dalam Negeri sebagai acuan dalam menetapkan persyaratan target pencapaian TKDN minimum yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan Jasa Pemborongan. kekurangannya dapat dipenuhi dengan melakukan pengadaan dari sumber luar negeri. 4.2.4.

Pada awal tahun atau secara terus menerus Kontraktor KKS secara sendiri-sendiri atau bersama Kontraktor KKS lain melakukan penelitian (survey/assessment) tentang jenis-jenis barang/jasa yang mampu dipenuhi pabrikan dalam negeri atau oleh penyedia jasa di dalam negeri. Kontraktor KKS secara sendiri-sendiri atau bersama Kontraktor KKS lain melakukan upaya kerjasama pengembangan produksi barang kebutuhan Kontraktor KKS atau pengembangan teknologi pengerjaan pekerjaan jasa. 5.4. harus dilengkapi dengan program peningkatan capaian TKDN yang disyaratkan semakin meningkat dari tahun awal ke tahun-tahun berikutnya. dengan memperhatikan antara lain persyaratan teknis minimal. serta kepada instansi pemerintah yang membidangi perindustrian.4. 5. 5.1.3. Pengalihan secara bertahap atau sekaligus fasilitas perbaikan atau perawatan permesinan. 5. Peningkatan capaian TKDN yang disyaratkan sedapat mungkin berupa program alih teknologi. PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI DALAM NEGERI 5. 5.2.4.4. 5. Jika program peningkatan capaian TKDN tidak mungkin dilaksanakan. 22 .3.2. dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5.1. Hasil upaya perluasan dan/atau pemutakhiran disampaikan kepada instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. harus dilengkapi dengan alasan yang kuat dan disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS. dengan menerapkan standar teknis yang berlaku di Indonesia. Pengalihan secara bertahap atau sekaligus fasilitas fabrikasi dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia.Buku Kedua . peralatan pemboran/produksi (drilling & production) minyak dan gas bumi atau kapal. PENGGUNAAN BARANG/JASA BPMIGAS melakukan koordinasi upaya memperluas dan memutakhirkan buku APDN. Dalam hal Kontraktor KKS melaksanakan pengadaan barang/jasa yang diperlukan terus menerus (rutin) dengan Kontrak tahun jamak. antara lain: Penggantian secara bertahap atau sekaligus peran tenaga kerja asing dengan tenaga kerja Indonesia.

Evaluasi harga berdasarkan pencapaian TKDN diterapkan bagi setiap jenis (item) barang dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). BPMIGAS mendorong Kontraktor KKS untuk mampu memenuhi target pencapaian penggunaan Produksi Dalam Negeri yang telah dinyatakan dalam WP&B dan/atau AFE.6. Pengadaan barang dari suatu paket kebutuhan yang terdiri dari beberapa kategori barang dilaksanakan dalam 1 (satu) paket. Kontraktor KKS atas inisiatif sendiri atau atas permintaan Penyedia Barang/Jasa dapat melakukan uji coba penggunaan barang Produksi Dalam Negeri berdasarkan persyaratan yang wajar dan dapat dipertanggung jawabkan dengan tetap mempertimbangkan dampak terhadap kegiatan operasi. 5. 5. Proses pengadaan mengikuti ketentuan memaksimalkan barang Produksi Dalam Negeri.7. 5. terdiri dari barang Produksi Dalam Negeri dan barang produksi luar negeri.5.2.1.5.5. dengan ketentuan: Peserta pengadaan harus menawarkan dan akan membeli dari sumber dalam negeri Barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan dan dimaksimalkan. dan Bagi barang dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen) diberikan preferensi harga.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. 5. 23 .

WAJIB MENGGUNAKAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI 6. di atas dan Pengadaan yang dikoordinasikan oleh BPMIGAS belum atau tidak dilaksanakan. Tata cara pelaksanaan pengadaan: 1.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6.1.Buku Kedua . Memenuhi jumlah.1. Perincian tata cara pengadaan diatur secara terperinci dalam bab X angka 2. dengan pencapaian TKDN minimal 15% (lima belas persen). 2. PENGUTAMAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI: Kontraktor KKS dalam memenuhi kebutuhan barang. dengan menggunakan strategi kontrak bersama berbentuk kontrak berdasar permintaan (call off order) atau perjanjian harga.1. standar kualitas minimum dan waktu penyerahan yang wajar.1.1. dan 3. dalam hal : 1. Kontraktor KKS wajib menggunakan barang Produksi Dalam Negeri. dalam hal kegiatan sebagaimana tersebut dalam angka 6.1. 6. Dalam Daftar Barang Wajib Dipergunakan pada buku APDN dimaksud dalam angka 4.3.1. untuk jangka waktu antara 1 (satu) tahun sampai dengan 3 (tiga) tahun. 6. Pada dasarnya proses pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan terbatas bagi barang Produksi Dalam Negeri. wajib mengikuti tata cara sebagai berikut: 6.1.2. yang mengatur tata cara pelelangan terbatas. 2. Pengadaan dilaksanakan oleh Kontraktor KKS: 1. Untuk memenuhi kebutuhan satu Kontraktor KKS.2. Panitia Pengadaan mengundang semua pabrikan dalam negeri atau agen tunggal yang bertindak sebagai distributor tunggal yang ditunjuk oleh pabrikan dalam negeri yang tercantum dalam buku APDN. di atas terdapat paling kurang 1 (satu) pabrikan yang memproduksi jenis barang yang dibutuhkan dengan penjumlahan TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) mencapai minimal 40% (empat puluh persen). dan 2. 24 . Untuk pelaksanaan Kontrak Bersama di antara beberapa Kontraktor KKS. Harga penawaran berdasarkan evaluasi dan/atau setelah dilakukan negosiasi lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.

4. 25 .1. Jangka waktu kontrak ditetapkan dengan mempertimbangkan antara lain: a. Kepentingan operasional Kontraktor KKS. Kesempatan berusaha bagi pabrikan-pabrikan dalam rangka menciptakan persaingan usaha yang sehat. BPMIGAS dapat melaksanakan pengadaan bagi kepentingan Kontraktor KKS untuk barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Pengadaan yang dikoordinasikan oleh BPMIGAS: 1. 6. b. Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya wajib untuk hanya menggunakan barang Produksi Dalam Negeri yang telah dinyatakan wajib dipergunakan. 6. Anggota Panitia Pengadaan merupakan gabungan pekerja Kontraktor KKS dan pekerja BPMIGAS. Untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek Kontraktor KKS atau untuk memenuhi kebutuhan Kontraktor KKS dalam tahap eksplorasi. c. 3. Keekonomian penyediaan barang. 2.1. Kontraktor KKS harus menyatakan secara tegas dalam Dokumen Pengadaan dan dokumen Kontrak tentang ketentuan ini. 4.5. Dalam pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan pada bab ini. Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan barang wajib dipergunakan untuk seluruh lingkungan kegiatan usaha hulu. Menggunakan strategi kontrak bersama berbentuk kontrak berdasar permintaan (call off order) atau perjanjian harga.

Proses pengadaan barang dilakukan dengan pola memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri. Dalam buku APDN dimaksud dalam angka 4.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). 6.2. atau 6.2. 6.3. Khusus untuk pengadaan jenis barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi. Dalam hal peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). Perpanjangan masa pendaftaran diumumkan.4.000.2.2. Pada dasarnya dilakukan dengan metode pelelangan umum dengan mengikutsertakan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 10% (sepuluh persen).00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.2.000.1. 2.000.2. Barang yang dibutuhkan belum tercantum pada buku APDN tersebut pada angka 4.Buku Kedua .5. Pengadaan dari 1 (satu) paket kebutuhan yang terdiri dari beberapa jenis barang sebagaimana ditetapkan dalam angka 5. bab ini. masa pendaftaran diperpanjang dengan waktu tambahan minimal 5 (lima) hari kerja dengan mengundang pabrikan maupun Penyedia Barang/Jasa pada umumnya. 26 . namun diketahui telah diproduksi oleh salah satu pabrikan dalam negeri dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen).2. MEMAKSIMALKAN PENGGUNAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI Kontraktor KKS harus memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori dimaksimalkan.5. yaitu: 6. pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan terbatas dengan mengikutsertakan pabrikan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 10% (sepuluh persen).2.2. Pelaksanaan Pengadaan : 1. Nilai pengadaan lebih besar dari Rp1. dan 6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. bab ini. bab ini terdapat paling kurang 1 (satu) pabrikan yang memproduksi jenis barang yang dibutuhkan Kontraktor KKS yang memenuhi standar kualitas teknis minimum dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen).

Pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan pada angka 6.2.6.2. Bagi peserta yang menyatakan memiliki barang dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) namun lebih dari 10% (sepuluh persen). di atas gagal. Kontraktor KKS harus menyatakan secara tegas dalam Dokumen Pengadaan dan dokumen Kontrak tentang ketentuan ini. tanpa mengganti penawaran.5. Dalam hal pada proses pelelangan ulang tersebut pada angka 6. 5. Peserta wajib menyatakan jenis-jenis dan besaran komponen dalam negeri dari barang yang akan ditawarkan.5. 6. dengan mengikutsertakan barang Produksi Dalam Negeri dan barang produksi luar negeri tanpa mengubah HPS /OE. maka proses pelelangan ulang dilanjutkan dengan pemilihan langsung atau penunjukan langsung kepada Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. b. Dalam hal pelelangan tersebut pada angka 6. Preferensi harga diberikan bagi barang dengan pencapaian TKDN sekurangkurangnya 25% (dua puluh lima persen).2. dan 6. pada bab ini. pada saat pendaftaran: a.2. proses pengadaan diulang menggunakan metode pelelangan umum. di atas gagal. 6.1. Memperhitungkan preferensi harga dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). 27 .5.2. Peserta bukan pabrikan harus melampirkan surat penunjukan keagenan atau surat perjanjian kerjasama penjualan dengan pabrikan dalam negeri.2.5. 4.4. Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya wajib untuk memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori dimaksimalkan.

Perpanjangan masa pendaftaran diumumkan.3. tanpa mengganti penawaran.1.3. Nilai pengadaan lebih besar dari Rp1.3.3. masa pendaftaran diperpanjang dengan waktu tambahan minimal 5 (lima) hari kerja dengan mengundang pabrikan maupun Penyedia Barang/Jasa pada umumnya. namun pencapaian TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) dan dalam buku APDN dimaksud dalam angka 4.3. bab ini belum terdapat pabrikan yang memproduksi barang dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). di dalam negeri sekurangkurangnya terdapat 1 (satu) pabrikan. 5. yaitu dalam hal : 6.Buku Kedua . 2. Untuk jenis barang yang dibutuhkan.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).1. Dalam hal pada proses pelelangan ulang tersebut pada angka 6.3.000.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. di atas gagal.2. dengan mengikutsertakan barang Produksi Dalam Negeri dan barang produksi luar negeri tanpa mengubah HPS /OE.3. 28 . dan 6.3.3. dan 6.3. Khusus untuk pengadaan jenis barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi.000. Tidak memperhitungkan preferensi harga dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). 3.4. Dalam hal peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). maka proses pelelangan ulang dilanjutkan dengan pemilihan langsung atau penunjukan langsung kepada Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran. Pelaksanaan Pengadaan : 1. Pada dasarnya dilakukan dengan metode pelelangan umum dengan mengikutsertakan pabrikan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 5% (lima persen). MEMBERDAYAKAN PENGGUNAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI Kontraktor KKS harus memberdayakan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori diberdayakan.000.2. 6.2.000. proses pengadaan diulang menggunakan metode pelelangan umum.3. 4. pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan terbatas dengan mengikutsertakan pabrikan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 5% (lima persen).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. Dalam hal pelelangan tersebut pada angka 6. di atas gagal.

4. atau 4.2. Dalam pelaksanaan pengadaan tersebut pada angka 6.4.1.1.000. dengan nilai lebih besar dari Rp1.4.4.000.000.1. Pengadaan barang Produksi Dalam Negeri wajib dipergunakan tetap mengikuti ketentuan dalam angka 6.4. Diyakini di dalam negeri belum terdapat perusahaan yang memproduksi barang dengan spesifikasi dan standar kualitas teknis yang sesuai dengan kebutuhan. TIDAK MEMPERHITUNGKAN PREFERENSI HARGA Pengadaan dilaksanakan tanpa memperhitungkan preferensi harga dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). 6.000. 29 .1.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) peserta pengadaan harus menyatakan capaian TKDN sesuai ketentuan pada angka 8.1.4.1. 6. Pengadaan dilaksanakan langsung. pada bab ini. atau 3.1.3.00 (satu milyar rupiah) atau setinggitingginya US$100. Pengadaan dengan nilai setinggi-tingginya Rp1.4. Dalam pelaksanaan pengadaan tersebut pada angka 6. bab ini. Peserta pengadaan harus mencantumkan pernyataan TKDN yang wajar berdasarkan perhitungan peserta pengadaan sendiri atau berdasarkan bukti sah yang dimiliki.1. peserta pengadaan harus menyatakan capaian TKDN yang wajar berdasarkan perhitungan peserta pengadaan sendiri atau berdasarkan bukti sah yang dimiliki. Dalam rangka memenuhi sebagian kebutuhan barang yang tidak mungkin dipenuhi dari sumber dalam negeri karena kapasitas produksi di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan pada suatu saat yang bersamaan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 6. kecuali untuk pengadaan tersebut pada angka 6. 6.000.4.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. yang bukan merupakan hasil pemecahan paket kebutuhan.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). 6.4.000. atau dengan metode penunjukan 2.4. dan bukan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan. apabila: 1. di atas. Pada dasarnya pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan umum.000.000.

baik dalam segi volume maupun kemampuan K3LL (HSE).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. Perusahaan Dalam Negeri disarankan untuk membentuk Konsorsium dengan Perusahaan Dalam Negeri lainnya atau dengan Perusahaan Nasional. 5. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri dengan Perusahaan Nasional dapat bekerja sama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing. sarana pengerjaan di dalam negeri dan peralatan/barang Produksi Dalam Negeri. Penyedia jasa dapat diwajibkan untuk bekerjasama dengan subkontraktor yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri dalam meningkatkan kapabilitas dan kapasitas sarana pengerjaan. tenaga kerja Indonesia.1. Apabila kemampuan salah satu Perusahaan Dalam Negeri tidak mencukupi.1. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri wajib mengerjakan minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak. 2. 30 .1. 7. perjanjian Konsorsium harus mencantumkan program alih teknologi dari anggota Konsorsium asing kepada Perusahaan Dalam Negeri anggota Konsorsium. 3. Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Penyedia jasa harus mengutamakan penggunaan subkontraktor yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri. dan dapat diikuti oleh Perusahaan Nasional: 1.Buku Kedua . Minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan fisik Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. 6. Tata cara pemanfaatan jasa dalam negeri: Pengadaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri. 4. PEMANFAATAN JASA DALAM NEGERI 7.

00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).2.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100.000. b. Dalam pelaksanaan pengadaan jasa yang bernilai sampai dengan Rp1. 7.000. 2. di atas.1.3. evaluasi harga dilakukan dengan cara membandingkan harga penawaran dari peserta pengadaan tanpa memperhitungkan preferensi harga.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.000. dengan nilai lebih besar dari Rp1.000. Dalam hal tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mendaftarkan diri.1. dilakukan sebagai berikut: 1. proses dilanjutkan dengan hanya mengikutsertakan Perusahaan Nasional. Peserta pengadaan harus mencantumkan pernyataan TKDN dalam penawaran yang disampaikan. Perusahaan Nasional wajib melaksanakan pekerjaan dengan nilai minimal 30% (tiga puluh persen) berdasar ukuran nilai Kontrak.000. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. dengan ketentuan: a.000. Peserta pengadaan harus bersedia memberikan janji/ komitmen pencapaian TKDN atau TKDN gabungan minimal 35% (tiga puluh lima persen).1. Kontraktor KKS wajib menggunakan persentase yang ditetapkan oleh BPMIGAS sebagai persyaratan minimal komitmen TKDN yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan. 7. Pelaksanaan Pengadaan Jasa Lainnya dan Jasa Pemborongan kecuali jasa konstruksi terintegrasi. BPMIGAS dapat menetapkan besaran persentase persyaratan janji/komitmen pencapaian TKDN minimal yang lebih besar daripada 35% (tiga puluh lima persen). 31 .00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Asing.1. Diikuti oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional yang bersedia memenuhi ketentuan pada angka 7. Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing.000.000.

5.3. namun harus lebih tinggi atau sama dengan 30% (tiga puluh persen). Dalam hal target pencapaian TKDN atau TKDN gabungan dipersyaratkan lebih tinggi dari pada 35% (tiga puluh lima persen) dan jumlah calon Penyedia barang/Jasa yang memenuhi persyaratan kurang dari 3 (tiga). maka dilakukan pengumuman bahwa masa pendaftaran diperpanjang dengan penambahan waktu minimal 5 (lima) hari kerja. 4. Peserta pengadaan harus bersedia memberikan janji/ komitmen bahwa minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan fisik berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan akan dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. maka dilakukan pengumuman bahwa masa pendaftaran diperpanjang dengan penambahan waktu minimal 5 (lima) hari kerja dengan target pencapaian TKDN atau TKDN gabungan ditetapkan menjadi minimal 30% (tiga puluh persen). Dalam hal proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah peserta pengadaan yang mendaftar dan menyanggupi untuk memenuhi persyaratan tersebut pada angka 7. di atas kurang dari persyaratan minimal. 32 .Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. 6.2. Target pencapaian TKDN ditetapkan menjadi minimal sama dengan komitmen TKDN terendah yang masih mungkin dicapai oleh Penyedia Barang/Jasa. Dalam hal proses pengadaan setelah perpanjangan masa pendaftaran mengalami kegagalan karena jumlah calon peserta yang mendaftar hanya 2 (dua) proses dilanjutkan dengan tata cara pemilihan langsung kepada calon peserta yang mendaftar. Peserta pengadaan harus bersedia memberikan janji/ komitmen bahwa minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak akan dilaksanakan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri. 7.1.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. c. Dalam hal proses pengadaan setelah perpanjangan masa pendaftaran mengalami kegagalan karena jumlah peserta yang mendaftar hanya 1 (satu) atau tidak ada yang mendaftar. Dalam hal proses pelelangan ulang mengalami kegagalan karena jumlah peserta yang mendaftar tidak memenuhi persyaratan minimal atau penawaran yang masuk kurang dari ketentuan minimal.9. b. e. 33 . 9. d. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 30% (tiga puluh persen) terhadap nilai Kontrak. Jumlah dana tersebut dapat digunakan untuk mengkompensasi salah satu atau ketiga persyaratan sekaligus. di atas maksimal 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak. proses dilanjutkan dengan tata cara pemilihan langsung atau penunjukan langsung sesuai ketentuan dalam Bab XI angka 19. Peserta pengadaan dapat mengkompensasikan sebagian komitmen TKDN atau TKDN gabungan atau pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan/atau pelaksanaan Jasa Pengerjaan di wilayah negara Republik Indonesia dengan penggunaan dana pinjaman yang berasal dari Bank BUMN/BUMD untuk mendanai pelaksanaan pekerjaan. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 50% (lima puluh persen) terhadap nilai Jasa Pengerjaan. di atas. di atas. Penjumlahan TKDN atau TKDN gabungan dengan persentase penggunaan dana pinjaman dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. Besarnya penggunaan dana dari Bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. dilakukan pelelangan ulang dengan ketentuan: a. Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan Jasa Pengerjaan di dalam wilayah negara Republik Indonesia dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 30% (tiga puluh persen) terhadap nilai Kontrak. di atas.

harus sama dengan atau lebih tinggi dari 15% (lima belas persen) terhadap nilai Kontrak. Dapat dilakukan apabila: Tidak ada satupun warga negara Indonesia atau Perusahaan Dalam Negeri yang memiliki peralatan utama yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dimaksud. Dalam hal proses pelelangan ulang mengalami kegagalan karena tidak ada peserta yang mendaftar dan diketahui secara luas bahwa ketentuan tersebut angka 7.a. atau • Barang kebutuhan utama yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dimaksud belum diproduksi di Indonesia.Buku Kedua . Pelaksanaan sebagai berikut: a. b. • Peserta pengadaan harus bersedia menggunakan dana yang berasal dari Bank BUMN/BUMD sebesar maksimal 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak.3. atau • Tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mampu atau memiliki teknologi untuk mengerjakan pekerjaan terkait. dapat dilakukan perpanjangan masa pendaftaran pelelangan ulang dengan menurunkan persyaratan. di atas tidak mungkin dapat dipenuhi. di atas.1. • Penjumlahan persentase komitmen pencapaian TKDN dalam pernyataan tersebut di atas dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut di atas.1. • 34 .3. • Tenaga kerja spesialis atau superspesialis yang dibutuhkan belum tersedia di Indonesia. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan: • Komitmen pencapaian TKDN. komitmen pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan/atau komitmen pelaksanaan pekerjaan di wilayah negara Republik Indonesia dinyatakan oleh peserta pengadaan. atau • Tidak ada fasilitas pengerjaan di Wilayah RI. namun harus sama atau lebih besar dari 5% (lima persen) terhadap nilai Kontrak.7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 10.7. sebagaimana diatur dalam angka 7.

1.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). di atas ke BPMIGAS.000. Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dalam pernyataan di atas dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut di atas. dengan nilai lebih besar dari Rp1.10.000.9. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 15% (lima belas persen) Jasa Pengerjaan. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 15% (lima belas persen) terhadap nilai Kontrak.9.000.000. Dalam hal nilai perkiraan paket pengadaan lebih besar dari Rp50.4. Pelaksanaan pengadaan jasa konstruksi: 1. Evaluasi harga menggunakan tata cara perhitungan harga evaluasi harga evaluasi penawaran (HEP) dengan memperhitungkan preferensi harga berdasar janji/komitmen pencapaian TKDN dalam penawaran. dilanjutkan dengan tata cara pemilihan langsung atau penunjukan langsung yang diatur dalam tata cara pelelangan umum bab XI angka 19.000. • Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan pekerjaan di wilayah negara Republik Indonesia tersebut huruf a.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. di atas. dilaksanakan sepenuhnya mengikuti • 35 .1.3. 12.000.4. Pelaksanaan pengadaan jasa konstruksi dapat dilaksanakan secara terintegrasi yang mencakup kegiatan engineering procurement and construction (EPC) atau engineering procurement construction and installation (EPCI) atau dilaksanakan secara tidak terintegrasi.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. 2.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.000.000.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp50.000.000. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9.1. c.1. 11. Dalam hal pelelangan ulang mengalami kegagalan.000. Pengadaan jasa konstruksi sebagaimana tersebut pada pada angka 7.6.4. BPMIGAS dapat menyatakan tidak setuju atas rencana tersebut dalam masa 5 (lima) hari kerja terhitung mulai 1 (satu) hari setelah diterimanya laporan. dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf b.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) Kontraktor KKS harus terlebih dahulu melaporkan rencana tindakan tersebut pada angka 7.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$5.000.

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

ketentuan tersebut pada angka 7.1.1. dan 7.1.3. di atas, kecuali: a. Diikuti oleh Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri dengan Perusahaan Nasional. b. Dalam hal Perusahaan Dalam Negeri melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional, maka Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai leader dari Konsorsium. c. Perusahaan Dalam Negeri wajib mengerjakan minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak. d. Dalam hal pada saat pendaftaran tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang menyatakan sanggup memenuhi ketentuan tersebut pada huruf c. di atas, maka minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak harus dikerjakan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri. e. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri dengan Perusahaan Nasional dapat mensubkontrakkan maksimal 50% (lima puluh persen) jasa pengerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak kepada Perusahaan Asing. Untuk pekerjaan konstruksi lepas pantai (offshore), Kontraktor KKS dapat mengijinkan pelaksanaan subkontrak kepada Perusahaan Asing dengan nilai maksimal 70% (tujuh puluh persen) dari nilai Kontrak. f. Dalam hal tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mendaftarkan diri, proses dilanjutkan dengan hanya mengikutsertakan Perusahaan Nasional. Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing, dengan ketentuan: • Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Asing, Perusahaan Nasional wajib melaksanakan pekerjaan dengan nilai minimal 30% (tiga puluh persen) berdasar ukuran nilai Kontrak.

36

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. 3. Pengadaan jasa konstruksi sebagaimana tersebut pada pada angka 7.1.4.1. dengan nilai lebih besar dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah) sampai dengan Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun rupiah) atau lebih besar dari US$5,000,000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$200,000,000.00 (dua ratus juta dolar Amerika Serikat) harus dilaksanakan sepenuhnya mengikuti ketentuan tersebut pada angka 7.1.1. dan 7.1.3. di atas, kecuali: a. Diikuti oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional. b. Untuk pekerjaan jasa konstruksi darat (onshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional. Dalam hal ini, Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium. c. Untuk pekerjaan jasa konstruksi lepas pantai (offshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Dalam hal ini, Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium. d. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri wajib mengerjakan minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak. Apabila pada saat pendaftaran tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri yang menyatakan sanggup memenuhi ketentuan tersebut, maka minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasarkan ukuran nilai Kontrak harus dikerjakan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau oleh Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri.

37

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

e. Dalam hal tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mendaftarkan diri, proses dilanjutkan dengan hanya mengikutsertakan Perusahaan Nasional. Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing, dengan ketentuan: • Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Asing, Perusahaan Nasional wajib melaksanakan pekerjaan dengan nilai minimal 30% (tiga puluh persen) berdasar ukuran nilai Kontrak. • Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. f. Pekerjaan dapat disubkontrakkan kepada Perusahaan Asing maksimal sebesar 50% (lima puluh persen) dari jumlah nilai Kontrak.

g. Minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan fisik pekerjaan berdasarkan ukuran nilai Kontrak harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. h. Dalam hal proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah peserta yang mendaftar kurang dari persyaratan minimal, maka proses selanjutnya mengikuti ketentuan tersebut pada angka 7.1.3.7. sampai dengan 7.1.3.10. di atas. i. Dalam hal peserta pengadaan tidak sanggup memenuhi persyaratan 7.1.4.3.e. sampai dengan 7.1.4.3.f. dan/atau fasilitas pengerjaan tidak tersedia atau tidak sepenuhnya tersedia di wilayah negara Republik Indonesia, maka peserta pengadaan selain mengikuti ketentuan tersebut pada 7.1.4.3.h. dapat memilih untuk menempuh tindakan berikut: • Bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk memperluas atau meningkatkan kapasitas yang tersedia di dalam wilayah Negara Republik Indonesia sehingga mampu digunakan untuk mengerjakan seluruh atau sebagian pekerjaan terkait; dan/atau

38

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

Membuat janji tertulis bahwa akan melaksanakan pengerjaan bagian pekerjaannya dari Kontrak lain dengan menggunakan fasilitas yang tersedia di wilayah Negara Republik Indonesia, baik yang merupakan bagian Kontrak dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia maupun bagian Kontrak dari negara lain, dengan nilai setara dengan bagian pekerjaan yang seharusnya dikerjakan di wilayah Negara Republik Indonesia namun tidak dapat dipenuhi. Pernyataan tersebut harus diperkuat dengan menunjukkan bukti kerjasama untuk menggunakan fasilitas pengerjaan Kontrak yang dimiliki oleh perusahaan di Indonesia serta disaksikan oleh instansi Pemerintah Republik Indonesia yang berwenang; dan/atau Ketentuan tersebut di atas wajib dituangkan sebagai persyaratan mutlak dalam Kontrak dan Kontraktor KKS berkewajiban memastikan bahwa ketentuan ini dipenuhi oleh penyedia jasa pelaksana Kontrak.

j.

Apabila Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan sampai dengan akhir masa Kontrak tidak mampu memenuhi kewajiban tersebut pada angka 7.1.4.3.i. di atas, maka: • Pembayaran tahap terakhir setara nilai kewajiban Penyedia Barang/Jasa yang tidak dapat dipenuhi dan setinggi-tingginya 5% (lima persen) dari nilai Jasa Pengerjaan ditahan sampai dengan terpenuhinya kewajiban tersebut, selama-lamanya 3 (tiga) tahun. Nilai pembayaran yang ditahan dapat dibayarkan secara bertahap setara dengan persentase pemenuhan kewajiban. Pembebanan biaya proyek menjadi biaya operasi berdasar Kontrak Kerja Sama ditangguhkan sampai dengan terpenuhinya kewajiban tersebut, selamalamanya 3 (tiga) tahun. Nilai pembebanan biaya yang ditahan adalah sebesar sisa nilai kewajiban Penyedia Barang/Jasa yang tidak dapat dipenuhi.

39

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

Apabila dalam waktu 3 (tiga) tahun, terhitung mulai dengan tanggal serah terima pekerjaan, janji tersebut tidak terlaksana, nilai pembayaran yang ditahan tidak dibayarkan dan dianggap lunas serta penyedia jasa pelaksana Kontrak dikenakan sanksi kategori hitam.

k.

Kontraktor KKS terlebih dahulu harus melaporkan rencana pelaksanaan ketentuan tersebut pada angka 7.1.3.9. dan/atau 7.1.4.3.i. untuk nilai paket lebih besar dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5,000,000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). BPMIGAS dapat menyatakan tidak setuju dalam masa 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari setelah penerimaan laporan.

4. Pengadaan jasa konstruksi sebagaimana tersebut pada pada angka 7.1.4.1. dengan nilai lebih besar dari Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun rupiah) atau lebih besar dari US$200,000,000.00 (dua ratus juta dolar Amerika Serikat) harus dilaksanakan mengikuti ketentuan pada angka 7.1.4.3 di atas, kecuali: a. Untuk pekerjaan jasa konstruksi darat (onshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium. b. Untuk pekerjaan jasa konstruksi lepas pantai (offshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Perusahaan yang bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium ditetapkan berdasar kesepakatan para anggota Konsorsium. c. Apabila Perusahaan Dalam Negeri bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium, dimungkinkan untuk diberikan preferensi status perusahaan sebagaimana diatur dalam angka 9.9. bab ini.

40

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

8. PERNYATAAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) 8.1. 8.1.1. PERNYATAAN TKDN BARANG: Dalam pelaksanaan pengadaan barang atau Jasa Pemborongan, apabila peserta pengadaan menawarkan barang dengan TKDN mencapai sama atau lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen), maka harus dibuktikan dengan: 1. Telah tercantum dalam Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN) yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi dengan TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih; atau 2. Sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian; atau 3. Telah tercantum dalam Daftar Inventarisasi Barang/Jasa Produksi Dalam Negeri yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian dengan TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih. 8.1.2. Ketentuan tersebut pada angka 8.1.1. di atas juga diberlakukan bagi peserta pengadaan barang wajib dipergunakan yang menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN 15% (lima belas persen) atau lebih. Ketentuan tersebut pada angka 8.1.1. di atas tidak berlaku bagi barang yang diyakini merupakan hasil alam atau produk pertanian/perkebunan/peternakan dari Indonesia. Dalam hal salah satu atau beberapa Penyedia Barang/Jasa atau calon peserta pengadaan menyatakan TKDN barang dengan persentase sama atau lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen), namun berbeda dengan yang tercantum dalam buku APDN, maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan harus dapat membuktikan persentase TKDN barang dengan sertifikat yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian. Data dalam sertifikat tersebut digunakan sebagai dasar penentuan TKDN dari barang yang ditawarkan atau diserahkan. Apabila peserta yang bersangkutan tidak dapat membuktikan, pernyataan TKDN terkait diabaikan.

8.1.3.

8.1.4.

41

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

8.1.5.

Bagi peserta yang menyatakan memiliki barang dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) namun sama atau lebih dari 10% (sepuluh persen), pada saat pendaftaran: 1. Peserta pabrikan wajib menyatakan jenis-jenis dan besaran komponen dalam negeri dari barang yang akan ditawarkan dan/atau menunjukkan telah tercantum dalam Daftar Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN) yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. 2. Peserta bukan pabrikan harus melampirkan surat penunjukan keagenan atau surat perjanjian kerjasama penjualan dari pabrikan dalam negeri.

8.1.6.

Bagi peserta yang menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan TKDN kurang dari 10% (sepuluh persen) harus menyatakan lokasi pembuatan dan komponen dalam negeri dalam pembuatan barang. PERNYATAAN TKDN JASA: Pada saat pendaftaran untuk mengikuti proses pengadaan dan dalam surat penawaran, peserta pengadaan menyatakan janji/komitmen untuk memenuhi pencapaian TKDN tertentu dalam pelaksanaan pekerjaan yang akan ditawarkan. Pernyataan TKDN pada surat penawaran harus dilengkapi dengan perincian TKDN pada setiap kelompok/bagian pekerjaan.

8.2.

8.3. PERNYATAAN TKDN PADA TAHAP PENDAFTARAN: 8.3.1. Dalam hal diketahui bahwa di dalam negeri telah terdapat perusahaan yang memproduksi barang yang dibutuhkan maka peserta pengadaan pada saat pendaftaran menyatakan bahwa telah memproduksi dan/atau akan menawarkan barang Produksi Dalam Negeri dan sanggup memenuhi persyaratan sebagaimana ditentukan pada angka 6. dan angka 8.1.1. dalam bab ini. 8.3.2. Apabila calon peserta pabrikan menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih namun belum terdaftar dalam Buku APDN, maka calon peserta harus membuktikan telah memiliki Surat Kemampuan Usaha Penunjang (SKUP) Migas yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. Kepemilikan SKUP Migas harus dapat dibuktikan paling lambat pada masa penilaian Prakualifikasi.

42

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

8.3.3.

8.3.4.

Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan secara pascakualifikasi, maka SKUP Migas harus dilampirkan sebagai bagian dari persyaratan administrasi dokumen penawaran harga. Ketentuan tersebut pada angka 8.3.2. di atas juga diberlakukan bagi peserta pengadaan barang wajib dipergunakan yang menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN 15% (lima belas persen) atau lebih namun belum terdaftar dalam Buku APDN. Penyedia jasa harus menyatakan secara tertulis kesanggupan memenuhi target minimal pencapaian TKDN jasa atau TKDN gabungan yang dipersyaratkan Kontraktor KKS, sebagaimana diatur dalam angka 7. pada bab ini. PERNYATAAN TKDN PADA TAHAP PENAWARAN: Peserta pengadaan menyatakan dalam penawarannya: 1. Persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa dalam penawaran teknis beserta rinciannya dan bukti-bukti yang mendukung sebagaimana diatur pada angka 8.1. dan 8.2. di atas; dan 2. Nilai serta persentase TKDN barang, dan/atau nilai serta persentase komitmen TKDN jasa beserta rinciannya dalam penawaran harga. Unsur nilai dalam formulir Perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (form SC-12 A/B/C) harus terdiri dari 2 (dua) komponen utama yang dipisahkan, yaitu: a. Komponen biaya, terdiri dari: • Komponen biaya langsung, meliputi biaya produksi langsung, biaya pemasangan barang pesanan dan biaya pelaksanaan pekerjaan langsung. Komponen biaya tidak langsung, meliputi biaya pengangkutan barang pesanan dari pabrik sampai dengan tempat penyerahan akhir, biaya lain-lain (overhead) yang berkaitan dengan penjualan barang atau pelaksanaan pekerjaan.

8.4. 8.4.1.

b. Komponen bukan biaya, meliputi keuntungan dan resiko yang diperhitungkan dalam penyerahan barang atau pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan.

43

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

3. Dalam hal peserta tidak menyatakan nilai komponen bukan biaya: a. Panitia Pengadaan melakukan Klarifikasi untuk menetapkan nilai komponen bukan biaya, minimal 8% (delapan persen) terhadap nilai komponen biaya yang dinyatakan dalam formulir SC-12 A/B/C. b. Nilai komponen bukan biaya hasil klarifikasi dikurangkan dari unsur komponen biaya. c. Panitia menghitung TKDN dan TKDN gabungan hasil klarifikasi berdasar komponen biaya langsung hasil klarifikasi. d. TKDN hasil klarifikasi dipergunakan sebagai dasar evaluasi penawaran harga dan dicantumkan dalam Kontrak. Kegiatan ini tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. 4. Pernyataan TKDN dalam penawaran teknis dan/atau penawaran harga minimal harus sama dengan persentase TKDN minimal yang dipersyaratkan sebagaimana diatur pada angka 6. atau pada angka 7. dalam bab ini. 5. Dalam hal sebagian komitmen pencapaian TKDN jasa atau komitmen pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau komitmen pelaksanaan Jasa Pengerjaan di wilayah Republik Indonesia diizinkan untuk dikompensasi dengan penggunaan dana Bank BUMN/BUMD, peserta harus menyerahkan Surat Keterangan persentase penggunaan dana dari bank bersangkutan sebagai kelengkapan penawaran teknis. 6. Dalam pengadaan Jasa Pemborongan: a. Persentase dan nilai komponen dalam negeri barang dan jasa harus dinyatakan secara terpisah. b. Apabila peserta pengadaan menyatakan TKDN kumpulan unsur barang mencapai 25% (dua puluh lima persen) atau lebih, harus dilengkapi dengan daftar jenisjenis barang yang TKDN-nya mencapai 25% (dua puluh lima persen) atau lebih. 7. Dalam hal pengadaan barang atau jasa dengan tata cara tidak memperhitungkan TKDN, Penyedia Barang/Jasa yang menawarkan barang atau jasa dalam negeri harus menyatakan dalam penawaran harganya: persentase dan nilai TKDN secara self assessment dalam batas kewajaran tanpa diharuskan mengisi formulir Penghitungan TKDN.

44

3. 45 . Apabila terdapat kesalahan penghitungan persentase TKDN atau penjumlahan nilai komponen biaya dalam rincian yang tercantum dalam formulir SC-12A atau SC-12B atau SC-12C. meliputi pengadaan barang berikut jasa perakitan dan/atau pemasangan. dilengkapi dengan perincian TKDN pada setiap jenis/kelompok/bagian pekerjaan. harus dilengkapi dengan daftar/tabel perhitungan TKDN yang isi pada tiap jenis (item) berisi data-data yang harus ada. 8. Formulir SC-12B pengadaan Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi.2. sama seperti pada formulir SC-12.4. Dalam penawaran administratif dan teknis (sampul pertama) peserta menyatakan persentase TKDN barang atau pernyataan komitmen persentase TKDN jasa atau keduanya. 8. dilengkapi dengan pernyataan yang menjamin kebenaran perhitungan TKDN dan didukung dengan formulir isian menggunakan formulir SC-12. 8.4.4. 2. b.4. Formulir SC-12C dipergunakan pada pengadaan gabungan barang dan jasa. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap: 1. atau pada pengadaan barang pesanan yang harus dipabrikasi terlebih dahulu atau pada pengadaan Jasa Pemborongan. c.4. terdiri dari: a. dilengkapi dengan perincian TKDN pada setiap kelompok/bagian pekerjaan. Dalam hal jumlah jenis (item) barang dan/atau pekerjaan lebih dari 1 (satu).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. maka angka yang tertera formulir perhitungan TKDN (Form SC12 A/B/C) atau daftar/table rinciannya digunakan sebagai dasar evaluasi. Formulir SC-12A dipergunakan pada pengadaan barang yang akan diserahkan tanpa tambahan kegiatan jasa perakitan atau pemasangan di tempat penyerahan. dilakukan koreksi aritmatik dengan ketentuan unsur-unsur biaya yang telah tercantum tidak boleh diubah. Pernyataan TKDN ditandatangani oleh pimpinan Penyedia Barang/Jasa di atas meterai.5. Dalam penawaran harga harus dicantumkan persentase TKDN dan nilai komponen dalam negeri. 8. Apabila terdapat perbedaan angka TKDN antara yang tercantum dalam surat penawaran dengan yang tertera dalam rincian.

dan pada dasarnya harus sama dengan yang dinyatakan dalam penawaran teknis. persentase TKDN yang dinyatakan dalam penawaran harga minimal harus sama dengan persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Pada sistim pemasukan penawaran 2 (dua) sampul. persentase TKDN yang dinyatakan dalam penawaran harga minimal harus sama dengan persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Pada sistim pemasukan penawaran 2 (dua) tahap. 4. 8. 5.6. Peserta pengadaan bertanggungjawab penuh atas kebenaran pernyataan nilai TKDN yang dinyatakannya. Dalam negosiasi teknis tidak diperbolehkan menurunkan persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa sebagaimana telah dinyatakan dalam penawaran.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. dan pada dasarnya harus sama dengan yang dinyatakan dalam penawaran teknis.Buku Kedua .5. 46 . dan apabila dilakukan negosiasi teknis minimal harus sama dengan hasil kesepakatan dalam negosiasi teknis. 8. Pada proses negosiasi harga tidak diperbolehkan menurunkan persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa sebagaimana telah dinyatakan dalam penawaran.

terhadap barang/jasa Produksi Dalam Negeri diberikan preferensi harga. 47 . Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9.1. PREFERENSI HARGA 9. 9. terhadap unsur barang Produksi Dalam Negeri diberikan preferensi harga berdasar TKDN setinggi-tingginya 15% (lima belas persen). Dalam kegiatan pengadaan barang dan Jasa Pemborongan. di atas. PREFERENSI HARGA BERDASAR TKDN: Dalam rangka memberikan apresiasi.3. bagi penawaran yang bersangkutan tidak diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN dan/atau preferensi status perusahaan.1. Untuk pengadaan Jasa Pemborongan preferensi harga diperhitungkan bagi masing-masing unsur barang dan jasa mengacu pada ketentuan tersebut pada angka 9. 9. tidak diberikan preferensi harga berdasar TKDN.1.5. 9.1. dihitung secara proporsional berdasar pencapaian TKDN.1.6.4.1. 9. dan 9.2. 9.1. Preferensi harga digunakan sebagai salah satu unsur alat perbandingan harga penawaran pada tahap evaluasi harga. Dalam kegiatan pengadaan Jasa Pemborongan.7. Barang/jasa dengan pencapaian TKDN kurang dari ketentuan tersebut. bagi penawaran yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis.1.5.6. Dalam hal janji/komitmen TKDN jasa dikombinasikan dengan kompensasi berupa penggunaan dana dari Bank BUMN/BUMD.5% (tujuh setengah persen) dihitung secara proporsional berdasar komitmen pencapaian TKDN. 9.1. Preferensi harga diberikan apabila TKDN barang mencapai minimal 25% (dua puluh lima persen) atau janji/komitmen pencapaian TKDN jasa mencapai minimal 30% (tiga puluh persen).1. terhadap unsur jasa dalam negeri diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN setinggi-tingginya 7. 9.1.

serta c. Sebesar 5 % (lima persen). di atas. atau 9. dan b.5. diberikan tambahan preferensi status Perusahaan Dalam Negeri: 1. PREFERENSI STATUS PERUSAHAAN: 9.5 % (tujuh setengah persen). apabila: a. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan oleh Perusahaan Dalam Negeri.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. diberikan tambahan preferensi status Perusahaan Dalam Negeri sebesar 2. 2.2.1.1.2. dan Perusahaan Dalam Negeri bertindak sebagai pemuka (leader) dalam Konsorsium.2. Kondisi tersebut pada angka 9.2.1. apabila: a. Pelaksana Kontrak adalah Perusahaan Dalam Negeri tanpa melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional yang berstatus penanaman modal asing (PMA) dan/atau dengan Perusahaan Asing. serta c. Pelaksana Kontrak adalah Perusahaan Dalam Negeri yang berKonsorsium dengan Perusahaan Nasional yang berstatus PMA dan/atau dengan Perusahaan Asing.2. dan 9.2.1. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan di wilayah Indonesia. harus dapat dibaca dan dinyatakan secara jelas pada tahap penilaian kualifikasi dan/atau dalam penawaran teknis.Buku Kedua . Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi dengan komitmen TKDN atau TKDN gabungan minimal 30%. 9.2. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan oleh Perusahaan Dalam Negeri. 48 .2.1. bagi peserta pabrikan yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). dan 9. Dalam kegiatan pengadaan Jasa Pemborongan. di atas.5% (dua setengah persen). bagi Perusahaan Dalam Negeri disamping diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN sesuai ketentuan pada angka 9. Dalam kegiatan pengadaan barang. Preferensi harga atas status perusahaan tidak diberikan apabila kondisi tersebut pada angka 9. 9.2.4.2. khususnya apabila peserta merupakan badan Konsorsium.1.3.2.2.2.6. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan di wilayah Indonesia. disamping diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN sesuai ketentuan pada angka 9.5. di atas tidak terpenuhi. 9.2.2. Sebesar 7.2. dan b.

2. di atas.1. PENGAWASAN PELAKSANAAN JASA PRODUKSI DALAM NEGERI PENGADAAN BARANG/ Kontraktor KKS melakukan pengawasan pada tahap pelaksanaan kontrak dengan cara memantau dan mendorong Penyedia Barang/Jasa untuk memenuhi kewajiban yang disepakati dalam Kontrak atas komitmen pencapaian TKDN.3.07/SC. 10.2. Alasan teknis lain yang telah disepakati oleh Kontraktor KKS dan BPMIGAS..4. dikenakan sanksi administrasi dan/atau sanksi finansial sebagaimana diatur dalam bab XIII angka 5. 10. 10.1.3.2.2. kecuali kegagalan tersebut merupakan akibat dari: Perubahan lingkup kerja penurunan TKDN. Penyedia Barang/Jasa yang tidak dapat memenuhi komitmen pencapaian TKDN termasuk komitmen penggunaan dana dari bank BUMN/BUMD yang telah disepakati dalam kontrak.2.6.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 10. 49 . Kontraktor KKS melaporkan secara tertulis pengadaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri kepada BPMIGAS dengan menggunakan formulir SC. 10. 10. BPMIGAS secara rutin melakukan pengawasan atas realisasi pencapaian TKDN dalam kegiatan Pengadaan barang/jasa oleh Kontraktor KKS berdasarkan laporan sebagaimana disebutkan pada angka 10. atau (PLK) yang mengakibatkan 10.09 pada lampiran FL-007/ FL-009.

.

risiko terhadap operasi. 50 . Penetapan strategi Kontrak antara lain mempertimbangkan nilai pemakaian barang/jasa yang dibutuhkan. penetapan sumber barang/jasa dan penetapan jenis Kontrak. keseimbangan hak dan kewajiban antara Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa serta pemberian kesempatan kepada Perusahaan Dalam Negeri untuk berpartisipasi. kondisi pasar.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB IV STRATEGI PENGADAAN Strategi pengadaan barang/jasa dinyatakan dalam bentuk kebijakan penyusunan paket pekerjaan termasuk penetapan paket pengadaan. pengutamaan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. cara pembayaran maupun berdasarkan bentuk perikatan.Buku Kedua . Untuk melaksanakan pekerjaan dapat dipergunakan jenis Kontrak yang sesuai berdasarkan pertimbangan masa perjanjian. Dalam pembuatan Kontrak dapat menggabungkan beberapa bentuk Kontrak sesuai kebutuhan dengan pertimbangan efektifitas pencapaian target pekerjaan maupun demi pertimbangan efisiensi biaya.

Risiko bisnis. kuantitas dan jangka waktu. Mempertimbangkan ketentuan kesehatan. Pada tahap perencanaan pengadaan harus: 1.4. 1. Jenis Kontrak. Dalam pelaksanaan jasa kontruksi terintegrasi (EPC atau EPCI). Melaksanakan pengadaan suatu paket kebutuhan yang terdiri dari berbagai jenis barang mengikuti ketentuan yang ditetapkan dalam bab III angka 5.1. berdasar hasil penelitian (survey/ assessment) tersebut pada angka 1 di atas.1. Memperhitungkan faktor keekonomian dengan memperhatikan hal-hal dibawah ini: 1. Melakukan penelitian (survey/assessment) tentang jenisjenis barang/jasa yang mampu dipenuhi pabrikan dalam negeri atau oleh penyedia jasa di dalam negeri. mengupahkan atau membangun sendiri. keselamatan kerja. 4.1. 1.Buku Kedua .1. 3. 3.2. 2. antara lain dengan cara: 1. Optimasi pengadaan dengan menentukan strategi pengadaan antara lain: sewa. Melakukan upaya kerjasama pengembangan produksi barang kebutuhan Kontraktor KKS dengan pabrikan di dalam negeri atau pengembangan teknologi pengerjaan pekerjaan jasa dengan penyedia jasa di dalam negeri. kualitas. Mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi operasional. 51 . menetapkan sejak tahap penyusunan desain awal (FEED) jenis barang/jasa yang harus dipenuhi dari sumber dalam negeri.3.1.1. Tata waktu proses pengadaan. Teknologi tepat guna dan efisien. 5. RENCANA PENGADAAN 1. 2.5. target pencapaian TKDN dan jenis-jenis pekerjaan yang harus dikerjakan di dalam wilayah negara Republik Indonesia. sewa beli. dan lindungan lingkungan (K3LL) yang berlaku di lingkungan kegiatan hulu minyak dan gas bumi. 1. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. Pelaksanaan penelitian (survey/assessment) dapat menggunakan konsultan peneliti (surveyor) independen yang memiliki keahlian untuk itu. beli. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta mengikutsertakan Perusahaan Dalam Negeri.

Paket pekerjaan merupakan kebutuhan barang/jasa yang diperlukan oleh satu Kontraktor KKS untuk melaksanakan salah satu jenis kegiatan eksplorasi/produksi dan/atau kegiatan terkait lainnya. atau 2. dan 2. Dalam usaha menghidarkan penguasaan seluruh pekerjaan oleh satu Penyedia Barang/Jasa. Merupakan pemberian kesempatan berusaha kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil setempat. atau 6. Bukan merupakan jenis pekerjaan yang menurut sifat pekerjaan dan besaran nilainya seharusnya dilakukan oleh usaha kecil termasuk koperasi kecil.1. Bukan merupakan usaha untuk menghindarkan kewajiban pemanfaatan produksi/kompetensi dalam negeri. Pemecahan paket pekerjaan ke dalam beberapa paket pengadaan diizinkan dalam hal: 1.2. 2. Merupakan pemisahan beberapa pekerjaan jasa yang secara teknis dapat dipertanggung jawabkan. Untuk memenuhi kebutuhan pengisian kembali persediaan. atau 5. dengan syarat: 1. PENYUSUNAN PAKET PEKERJAAN 2. Dalam upaya mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. 2. atau 3. efektifitas dan efisiensi yang dikalkulasikan secara keahlian.1. misalnya pemisahan pekerjaan listrik. Merupakan bagian-bagian dari paket Pekerjaan Bersifat Kompleks yang dalam pelaksanaannya membutuhkan berbagai kualifikasi.1. atau 4. mekanik dan sipil dalam suatu proyek. dengan cara memisahkan paket barang/jasa Produksi Dalam Negeri dari paket pekerjaan utama. serta 3. 52 . Pemecahan paket pekerjaan dalam rangka menghindari kewajiban melaksanakan pelelangan dan/atau menghindari batas kewenangan tidak dibenarkan. Dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis. keekonomian. Kebutuhan barang/jasa dari beberapa jenis kegiatan dan/atau dari beberapa Kontraktor KKS dapat digabungkan dalam 1 (satu) paket Pengadaan.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.

Buku Kedua . SUMBER DALAM NEGERI Dalam pengadaan barang/jasa.2. 5.2. Belum diproduksi di dalam negeri.4.5. SUMBER LUAR NEGERI 3.1. dan 5.1. Kapasitas produksi di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan pada suatu saat yang bersamaan.5. Kontraktor KKS harus mengikut sertakan Perusahaan Dalam Negeri dan mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri sebagaimana diatur dalam bab III.2. Barang/jasa yang terikat dengan persyaratan kepemilikan lisensi/hak kepemilikan/proprietary right.3.3. SUMBER PENGADAAN 3. Standar kualitas Produksi Dalam Negeri tidak memenuhi persyaratan teknis minimal berdasarkan pengujian/ pembuktian secara teknis. Impor barang dimungkinkan apabila: 1. antara lain berdasar hasil uji kualitas dari badan penguji independen. atau 3. atau 2. Dalam pelaksanaan evaluasi harga pada pelelangan ulang yang mengikut sertakan produk impor. dengan terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan BPMIGAS. harga Produksi Dalam Negeri sebagai hasil penghitungan harga evaluasi (HE) berdasar preferensi TKDN masih lebih tinggi dibanding dengan harga cost.2.1.2. sehingga sebagian kebutuhan barang harus dipenuhi dari sumber luar negeri.4. Pembayaran dapat dilakukan dari rekening bank yang berada di wilayah negara Republik Indonesia ke rekening bank di luar negeri. di atas serta bab VI angka 5. dan b. Perusahaan Asing dapat diikut sertakan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa dengan mengikuti ketentuan dalam angka 3. 3.1. insurance and freight (CIF) terendah produk impor. atau 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Pengadaan perangkat lunak teknologi informasi (information technology software) dapat dilakukan secara langsung kepada Perusahaan Asing di luar negeri. untuk: a. 3. Di dalam negeri tidak ada Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai agen atau perwakilan atau pemilik lisensi/ hak kepemilikan/proprietary right tidak bersedia menunjuk agen atau Perwakilan di Indonesia. 53 .

Kontrak Tunggal (Single Kontrak) 1. jumlah (volume) harus dipasok secara penuh sesuai yang tercantum dalam Kontrak. Masa pelaksanaan Kontrak dapat melebihi dari 1 (satu) tahun kalender.3. Masa berlaku Kontrak akan berakhir apabila waktu atau volume yang ditetapkan dalam Kontrak telah habis. 4. Pada akhir masa Kontrak dimungkinkan adanya sisa jumlah (volume) barang/jasa yang belum dipasok atau dikerjakan. Khusus untuk pengadaan barang. 2. JENIS DAN MASA BERLAKU KONTRAK 4. 2. Yaitu Kontrak pengadaan paket pemasokan barang atau pelaksanaan pekerjaan jasa. JENIS KONTRAK BERDASARKAN SIFAT/MASA PERJANJIAN: 4. 3. namun dimungkinkan untuk diserahkan secara bertahap (partial delivery). Dimungkinkan untuk memperpanjang masa Kontrak sampai dengan jumlah (volume) barang/jasa yang tertera dalam Kontrak habis dimanfaatkan. Masa berlaku Kontrak akan berakhir dalam periode tahun kalender.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Kontrak Tahun Jamak 1.1. dengan masa perpanjangan maksimal 2 (dua) tahun. Yaitu Kontrak pengadaan paket pemasokan barang atau pelaksanaan pekerjaan jasa yang masa pelaksanaannya tidak melebihi 1 (satu) tahun kalender. dengan jenis barang atau jasa yang pada dasarnya sama namun diserahkan atau dikerjakan secara bertahap atau terus menerus. Yaitu Kontrak pengadaan paket pemasokan barang atau pelaksanaan pekerjaan jasa yang merupakan satu kesatuan paket utuh dan tidak dapat dipisahkan. 2.1.2.1. yang masa pelaksanaannya melebihi 1 (satu) tahun anggaran. 4.1.1. 54 . 3. Kontrak Tahun Tunggal 1.

Kontrak bersifat lumpsum 1. 4. JENIS KONTRAK BERDASARKAN CARA PEMBAYARAN: 4. Pengurangan atau penambahan volume pekerjaan dimungkinkan. peralatan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu. 3. 2. Semua risiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan tersebut.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. Kontrak Harga Satuan a. Kontrak Persentase a. atau jenis dan volume keluarannya belum dapat ditentukan secara pasti. Kontrak harga satuan adalah Kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian pekerjaan dalam batas waktu tertentu berdasarkan harga satuan yang pasti atau berupa formula harga yang pasti untuk setiap satuan barang. Kontrak terima jadi (turn key) adalah Kontrak Pengadaan barang/Jasa Pemborongan atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu dengan jumlah harga pasti dan tetap sampai seluruh konstruksi/ peralatan/ pabrik dan jaringan utama maupun penunjangnya dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan kriteria kinerja yang telah ditetapkan. Kontrak Lumpsum a. b. Kontrak lumpsum adalah Kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan tertentu dalam waktu tertentu dengan jumlah harga pasti.2. b. Kontrak persentase adalah perjanjian/Kontrak pelaksanaan jasa dimana Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan menerima imbalan berdasarkan persentase tertentu dari pekerjaan fisik. Tidak dimungkinkan adanya pengurangan atau penambahan volume pekerjaan. Kontrak Terima Jadi (Turn Key) a.2.Buku Kedua .2. atau belum ada standar operasinya. b.2.1. Kontrak ini digunakan untuk suatu pekerjaan konsultansi yang cara pelaksanaannya belum baku. 55 . sepanjang sesuai gambar dan spesifikasi sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Barang/Jasa. Kontrak berdasar harga satuan 1.

b. Kontrak Biaya Ditambah Insentif (Cost Plus Incentives) a. c. Apabila diperlukan dapat ditetapkan jumlah barang/ peralatan atau volume pekerjaan yang masih bersifat perkiraan sementara. Kontrak biaya ditambah insentif (cost plus incentives) adalah Kontrak untuk pelaksanaan pekerjaan dengan menggunakan kriteria tertentu sebagai target keberhasilannya. penyediaan peralatan dan/atau penyediaan tenaga kerja dan lainlain. 2. 56 . d. Pembayaran dilakukan berdasarkan pengeluaran biaya nyata (at cost) yang dikeluarkan oleh Penyedia Barang/ Jasa yang meliputi pembelian bahan. ditambah dengan imbalan jasa (fee) yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Kontrak biaya ditambah imbalan jasa (cost plus fee) adalah Kontrak jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. Pembayaran didasarkan pada jumlah barang. Pembayaran didasarkan pada biaya yang telah disetujui dalam Kontrak ditambah dengan penghargaan. Umumnya suatu Kontrak biaya ditambah insentif (cost plus incentives) juga menerapkan sanksi/penalti apabila suatu target minimal tidak tercapai. c.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. b. Penghargaan berupa suatu nilai tertentu yang dijanjikan apabila mencapai target keberhasilan yang disepakati dalam Kontrak. Jumlah maksimum nilai Kontrak atau bagian dari Kontrak yang merupakan penjumlahan dari biaya nyata (cost) dengan imbalan jasa (fee) harus dicantumkan dalam Kontrak. peralatan atau pekerjaan yang dipesan dan telah diserah terimakan atau dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. Imbalan jasa (fee) dapat ditetapkan dalam bentuk nilai uang pasti atau berupa persentase tertentu terhadap nilai yang diperjanjikan. c. dimana jenisjenis pekerjaan dan volumenya belum diketahui dengan pasti. Kontrak Biaya Ditambah Imbalan Jasa (Cost Plus Fee) a. 3.

3. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. Kontrak Pengadaan Bersama (Sharing Contract) 1. Kesepakatan antar Kontraktor KKS atau antara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS dapat dilakukan pada awal Kontrak atau pada saat Kontrak sedang berlangsung. setelah terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan para Kontraktor KKS terkait. BPMIGAS dapat mewajibkan penerapan Kontrak pengadaan bersama (sharing contract) untuk jenis kegiatan atau pekerjaan tertentu. 57 . Beberapa Kontraktor KKS atau BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS membuat suatu perjanjian kerjasama yang memuat antara lain peran. JENIS KONTRAK BERDASARKAN BENTUK PERIKATAN: 4. atau pemanfaatan suatu kontrak yang sedang berjalan di suatu Kontraktor KKS oleh Kontraktor KKS lainnya. Kontrak Kemitraan atau Aliansi Strategis (Strategic Alliance) 1.Buku Kedua . Kontrak kemitraan atau aliansi strategis adalah Kontrak pengadaan barang/jasa antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan tertentu dalam rangka pencapaian sasaran. 3. kewajiban dan hak masingmasing Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS serta Kontraktor KKS yang bertindak sebagai pemuka (leader). Kesepakatan untuk melakukan Kontrak bersama pada saat Kontrak sedang berlangsung hanya dapat dilaksanakan untuk memanfaatkan kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) dari Kontrak yang sedang berlangsung tanpa mengubah syaratsyarat dan ketentuan lainnya.001 4.3. Dalam hal pemanfaatan waktu jeda dimungkinkan penambahan volume pekerjaan.3. 4. yang dituangkan dalam kesepakatan yang direncanakan sejak awal. termasuk menetapkan persyaratan dan kondisi Kontrak yang akan diterapkan. dalam batas waktu tertentu.2.1. Kontrak pengadaan bersama (sharing contract) adalah Kontrak antara beberapa Kontraktor KKS atau Kontrak yang dilakukan oleh BPMIGAS sebagai koordinator beberapa Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan 1 (satu) atau beberapa pekerjaan. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.

3. Perjanjian harga (price agreement) adalah perjanjian dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai pabrikan (manufacturer) atau agen tunggal. 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Perjanjian harga dapat diterapkan pada: a. Harga satuan dapat direvisi apabila dapat dibuktikan bahwa perubahan harga berasal dari pabrikan/prinsipal. 3. 2. Pada dasarnya daftar harga satuan harus berlaku untuk jangka waktu minimal 1 (satu) tahun. namun pengguna barang/jasa hanya akan membayar sejumlah barang/jasa yang diminta/dipesan. yang dibuat berdasarkan harga satuan barang atau peralatan yang dikeluarkan resmi oleh pabrikan/prinsipal. jujur. adil berdasarkan kesepakatan yang ditetapkan dalam Kontrak. Kontrak call off order adalah Kontrak pengadaan barang/ jasa untuk jangka waktu satu tahun atau lebih. Dalam Kontrak dicantumkan perkiraan jumlah dan nilai pemesanan. 1. Penentuan harga yang disepakati dan sistim pembayaran menggunakan sistim Kontrak berdasar harga satuan. Harga yang disepakati digunakan sebagai dasar pembuatan Kontrak pemesanan oleh Kontraktor KKS. Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call Off Order).3. Kontrak kemitraan menganut prinsip pembagian keuntungan dan pembebanan risiko bersama.003.4. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK.002 4. 2. peralatan atau permesinan yang digunakan secara luas oleh beberapa Kontraktor KKS untuk mendapatkan harga yang paling efisien. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK.3. dimana Penyedia Barang/Jasa harus menyediakan barang/jasa dalam jenis dan jumlah yang diminta sewaktu-waktu oleh Kontraktor KKS. Perjanjian berlaku untuk suatu jangka waktu tertentu bagi 1 (satu) kelompok barang/jasa yang bersifat spesifik. Pelaksanaan pengadaan menggunakan metoda penunjukan langsung. Perjanjian Harga (Price Agreement) 1. Kontrak kesepakatan harga (frame contract) yang dilakukan oleh BPMIGAS dengan pabrik pembuat barang. 58 .

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa b. 3. yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS. 2. Pelaksanaan pengadaan menggunakan metoda penunjukan langsung kepada agen tunggal sukucadang atau kepada penyedia barang yang ditunjuk oleh pabrikan peralatan tersebut.000.5. Penentuan harga yang disepakati dan sistim pembayaran menggunakan sistim Kontrak berdasar harga satuan. c. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK.000. harga satuan dapat lebih besar dari ketentuan tersebut. alat kesehatan). Harga satuan (unit price) tidak lebih dari Rp10. Pelaksanaan pengadaan dengan perjanjian harga tidak memerlukan Jaminan Penawaran dan Jaminan Pelaksanaan. Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/penggunaan yang sama.00 (sepuluh juta rupiah) atau US$1. 59 .004. dengan tingkat pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekuensi pekerjaan tinggi.Buku Kedua . Harga dapat berupa harga pasti atau berupa formula harga. Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (Multi Standing Agreement/MSA) 1. 3. 4. Diterapkan pada pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item).3.00 (seribu dolar Amerika Serikat).000. Kontrak pembelian sukucadang dari peralatan atau permesinan induk yang sudah digunakan. ukuran dan kemampuan dalam jangka waktu Kontrak tertentu. Bagi barang/jasa tertentu (antara lain: drill bit. Kontrak jasa perbaikan dari peralatan atau permesinan induk yang sudah digunakan dan dapat dilakukan secara penunjukan langsung kepada penyedia jasa tunggal yang ditunjuk oleh pabrikan peralatan tersebut.005. Perjanjian dengan beberapa Penyedia Barang/Jasa adalah suatu perikatan Kontrak harga satuan barang/jasa dengan lebih dari satu Penyedia Barang/Jasa dalam kurun waktu bersamaan untuk barang atau jasa yang sama/sejenis dalam hal spesifikasi. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. 4.

Bukan merupakan jenis pekerjaan yang menurut sifat pekerjaan dan besaran nilainya seharusnya dilakukan oleh usaha kecil termasuk koperasi kecil. Spesifikasi teknis pokok yang ditawarkan oleh semua Penyedia Barang/Jasa pada dasarnya harus sama. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) dapat diterapkan untuk pengadaan barang/jasa: a. Yang diperlukan terus menerus oleh Kontraktor KKS atau minimal dibutuhkan oleh Kontraktor KKS pada 4 (empat) bulan dalam 1 (satu) tahun kalender. Secara kumulatif nilai perkiraan pemakaian barang/jasa selama masa Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) akan lebih besar dari Rp10. 2.000. tata cara pembayaran (terms of payment) serta kewajiban dan hak para pihak. 60 .000. dan f. Bukan merupakan usaha untuk menghindarkan kewajiban pemanfaatan produksi/kompetensi dalam negeri.3. Spesifikasi rincian termasuk merek barang dapat berbedabeda di antara Penyedia Barang/Jasa.000.00 (sepuluh milyar rupiah) atau akan lebih besar dari US$1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) 1. dan b. Syarat dan kondisi (terms and conditions) Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract). kecuali dalam pelaksanaan pengadaan jasa tenaga kerja profesional. terutama namun tidak terbatas pada tempat pelaksanaan. dan e. Bukan merupakan barang standar atau barang/jasa spesifik. dan c.6. 4.00 (satu juta dolar Amerika Serikat). berlaku sama untuk semua Penyedia Barang/Jasa yang terikat dalam Kontrak. 3. Spesifikasi teknis yang tersebut dalam Kontrak bersifat tetap dan mengikat. dan d.000. Merupakan Kontrak kesepakatan dengan beberapa Penyedia Barang/Jasa untuk menyediakan barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS pada rentang waktu tertentu dengan spesifikasi teknis dan persyaratan Kontrak (terms & conditions) yang telah disepakati oleh Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa yang terikat dalam Kontrak.000. Dapat dipenuhi dari atau oleh minimal 3 (tiga) sumber barang/jasa.

Pemilihan Penyedia Barang/Jasa menggunakan metode Pelelangan Umum atau Pelelangan Terbatas. 6. mengikuti ketentuan penawaran untuk Kontrak berdasar harga satuan.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. dalam penawaran harga dimungkinkan adanya penawaran tenaga kerja alternatif dari yang telah disepakati pada tahap kesepatan teknis. Nilai yang sama dicantumkan dalam Kontrak. 10. Penyedia Barang/Jasa wajib memasukkan penawaran harga.000. Minimal terdapat 3 (tiga) penawaran yang lulus evaluasi teknis. Penyedia Barang/Jasa dengan harga terendah berdasar hasil evaluasi harga yang baku.000. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi teknis mendahului evaluasi harga. 12. 7. Khusus untuk pengadaan jasa penyediaan tenaga kerja profesional. 8. 9.000. Dalam hal ini. Dalam Dokumen Pengadaan dicantumkan nilai perkiraan pemakaian barang/jasa selama masa berlakunya Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract).00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$50. Pemasukan penawaran dari Penyedia Barang/Jasa menggunakan sistem 2 (dua) tahap. 61 . Masa berlaku Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) paling lama adalah 5 (lima) tahun.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). Kontrak berakhir apabila nilai perkiraan Kontrak telah habis atau masa Kontrak telah mencapai masa Kontrak yang ditetapkan dalam Kontrak. 11. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) dibuat berdasarkan hasil evaluasi teknis dari penawaran yang masuk. Kontraktor KKS meminta Penyedia Barang/Jasa yang terikat dalam Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) untuk mengajukan penawaran harga pada saat barang/jasa yang bersangkutan dibutuhkan. ditetapkan menjadi pemasok barang atau pelaksana pekerjaan jasa untuk paket yang dibutuhkan oleh Kontraktor KKS pada suatu waktu tertentu. Penyedia Barang/Jasa wajib menyerahkan jaminan penawaran untuk paket kebutuhan dengan nilai lebih besar dari Rp500.

Masa berlaku Kontrak dapat diperpanjang dalam hal: 1. 15. namun demikian harus tetap memperhatikan kesempatan berusaha bagi Penyedia Barang dan Jasa. Nilai Kontrak sesuai dengan yang dinyatakan dalam Kontrak telah habis dimanfaatkan.1. atau 2. dapat diterapkan pada Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) hanya apabila terjadi perubahan rencana kerja yang signifikan. Pelaksanaan penambahan lingkup Kontrak. 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 13. 2. 14. Kontrak akan dinyatakan habis masa berlakunya apabila: 1.4.3.4. Amandemen perpanjangan harus dibuat sebelum masa Kontrak berakhir. Pelaksanaannya harus memperhatikan prinsip persaingan usaha yang sehat.4. MASA BERLAKU KONTRAK 4.4. 62 .5. Kontrak dapat dihentikan sebelum masa berlakunya habis apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memasok barang atau gagal menyelesaikan pekerjaan jasa. Pemanfaatan sisa nilai Kontrak yang belum habis dimanfaatkan sedangkan masa berlaku Kontrak sesuai yang dinyatakan dalam Kontrak telah terlewati. Penentuan masa berlaku kontrak pada dasarnya disesuaikan dengan kebutuhan operasi dengan mempertimbangkan keekonomian. Ketentuan tentang penghentian Kontrak sebelum masa berlakunya habis.4.4. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) dapat diterapkan sebagai Kontrak Bersama di antara beberapa Kontraktor KKS. sebagaimana diatur dalam bab XIII angka 4. 4. Masa Kontrak sesuai dengan yang dinyatakan dalam Kontrak telah terlewati.2. 4. 4.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB V PERENCANAAN 63 .

000. harus sudah dimasukkan dalam daftar rencana pengadaan tahun pertama Kontrak atau tahun sebelumnya. pengadaan pada tahun yang Persentase TKDN dalam daftar rencana pengadaan merupakan perbandingan antara jumlah total nilai perkiraan penggunaan Produksi Dalam Negeri terhadap total nilai rencana pengadaan. Dalam hal revisi rencana pengadaan menyebabkan penurunan perkiraan persentase TKDN.000. Keseluruhan rencana bersangkutan. dan 2. Proses pengadaan dilakukan dengan menggunakan rencana kerja dalam WP&B yang telah disetujui oleh BPMIGAS sebagai acuan jenis kegiatan pengadaan.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).1. 1. Daftar rencana pengadaan pengadaan untuk: berisikan rencana kegiatan 1. baik Kontrak tunggal maupun Kontrak tahun jamak. serta 2. 1.Buku Kedua . 1.1.3. Kontraktor KKS menyusun daftar rencana pengadaan yang berisikan rencana kegiatan pengadaan yang bernilai lebih besar dari Rp50. Pada saat penyusunan WP&B. 1.4. Daftar rencana pengadaan dimungkinkan untuk direvisi. harus dilengkapi dengan penjelasan penyebab penurunan tersebut. Setiap jenis (item) rencana pengadaan. Rencana pengadaan barang/jasa harus didasarkan pada rencana kerja dalam Plan Of Development (POD) dan/atau Work Program and Budget (WP&B) yang telah disetujui oleh BPMIGAS. RENCANA KERJA PENGADAAN 1.3. Daftar rencana pengadaan juga mencantumkan perkiraan persentase TKDN dari: 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.000. 64 .00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.2. Rencana pengadaan barang/jasa dengan jangka waktu kontrak lebih dari 1 (satu) tahun.3.000. 1.3. 1. Kebutuhan barang/jasa tahun mendatang yang kegiatan pengadaannya dimulai atau dilakukan pada tahun atau beberapa tahun periode anggaran sebelumnya.3.3. Kebutuhan barang/jasa tahun anggaran yang bersangkutan.2.000.

c. bentuk dan masa berlaku Kontrak. Ketentuan tentang cara pembayaran. 3. Lingkup kerja dan spesifikasi. 2. Rencana pengadaan yang memerlukan persetujuan BPMIGAS.1.1. 2. Ketentuan tentang kewajiban penyedia jasa untuk mengusulkan daftar pabrikan (manufacturers list) atau daftar sub kontraktor (sub contractors list).2. meliputi: a. Ketentuan untuk mewajibkan. disampaikan oleh Kontraktor KKS kepada BPMIGAS. 6. b. 7.1. Strategi. 65 . 2. 5. mencakup: a. 2. Rencana tata waktu proses pengadaan termasuk proses penilaian kualifikasi.1. 4. serta alasan pemilihan metode 2. Skema pembayaran.1.1.5. 8. Syarat-syarat dan ketentuan dalam rangka mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. Syarat-syarat kualifikasi dan ketentuan peserta pengadaan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.4. 2. Bilamana akan dilakukan pemilihan langsung atau penunjukan langsung harus dilengkapi dengan justifikasi berdasarkan ketentuan sebagaimana diatur dalam bab X angka 3 dan 4.1. Hasil pembahasan aspek teknis lingkup kerja pengadaan dengan fungsi terkait BPMIGAS yang rincian aspek teknisnya belum disetujui dalam WP&B. b. Ketentuan tentang tata cara penyelesaian perselisihan.3. Formula penyesuaian harga (apabila ada). memaksimalkan atau memberdayakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. Sanksi dan penalti. Ringkasan strategi pengadaan meliputi: 1. PENYAMPAIAN RENCANA PENGADAAN 2. Kriteria dan tata cara evaluasi penawaran. dengan melampirkan dokumen sebagai berikut: Rencana kerja yang sesuai dengan WP&B yang telah disetujui. Metode pengadaan pengadaan tersebut.

di atas. Kontraktor KKS dapat mengajukan permintaan 1 (satu) kali perpanjangan masa berlaku persetujuan dimaksud.1. BPMIGAS mencantumkan catatan status kelengkapan dokumen yang diterima. BPMIGAS harus sudah menyampaikan persetujuan atau penolakannya paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja terhitung sejak tanggal penerimaan dokumen secara lengkap yang dinyatakan oleh BPMIGAS.3. 2. 2. sampai dengan 2.Buku Kedua .3. 2. 66 . dengan ketentuan: 2.3.6. Persetujuan atas rencana pengadaan oleh BPMIGAS meliputi aspek-aspek yang tercantum pada angka 2.3.7.3. 2.3.1. Kontraktor KKS dapat melanjutkan proses pengadaan apabila setelah batas akhir waktu persetujuan sebagaimana diuraikan dalam nomor 2. maka Kontraktor KKS harus menyampaikan ulang rencana pengadaan tersebut. di atas.5. khususnya untuk pekerjaan yang sangat kompleks.4.3. Waktu 10 (sepuluh) hari kerja tersebut tidak termasuk waktu yang diperlukan oleh Kontraktor KKS untuk melengkapi permintaan penjelasan tambahan dari BPMIGAS.3. dengan waktu tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari kalender. BPMIGAS dapat memberitahukan kepada Kontraktor KKS bahwa waktu penelitian memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu standar 10 (sepuluh) hari kerja.2. Apabila sampai dengan batas akhir masa 10 (sepuluh) hari kerja atau jumlah waktu lain yang diberitahukan oleh BPMIGAS.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Metode penyusunan dan sumber data pendukung pembuatan Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/Owner’s Estimate (OE). dokumen yang disampaikan tidak lengkap dan/atau tidak sesuai.1.4. 2. BPMIGAS tidak memberikan jawaban. 2. maka Kontraktor KKS harus menyampaikan ulang rencana pengadaan tersebut. Dalam keadaan tertentu.3. Apabila setelah masa perpanjangan terlewati dan proses pengadaan belum dilaksanakan serta Kontraktor KKS masih memerlukan pengadaan barang/jasa tersebut. Persetujuan BPMIGAS berlaku untuk jangka waktu selama 60 (enam puluh) hari kalender terhitung setelah tanggal surat persetujuan tersebut. 2. 2. 2.4.1.2.1. Apabila diperlukan BPMIGAS dapat meminta salinan Instruksi Kepada Peserta Pengadaan (IKPP) dan konsep Kontrak. Berdasarkan daftar isian tentang dokumen-dokumen yang diserahkan Kontraktor KKS.

67 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB VI PELAKU PENGADAAN BARANG/ JASA Pelaku proses pengadaan barang/jasa adalah Pejabat Berwenang. Pengguna Barang/Jasa. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Penyedia Barang/Jasa atau penerima kuasa dalam pelaksanaan Swakelola. Fungsi Pengelola Pengadaan.

1.3.3.3. 1.3.2.1. 1.3. 1.Buku Kedua . Harus menandatangani dan/atau mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS. 1. PERSYARATAN PEJABAT BERWENANG Mempunyai kemampuan untuk melaksanakan salah satu atau lebih dari satu fungsi untuk menetapkan paket dan lingkup pekerjaan. TANGGUNGJAWAB Bertanggungjawab atas terselenggaranya pengadaan barang/ jasa sesuai dengan prinsip dasar dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. Harus mematuhi prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. TUGAS DAN WEWENANG PEJABAT BERWENANG Menyetujui/menetapkan/mengesahkan rencana dan jadwal pelaksanaan proyek/kegiatan pada tahun anggaran yang bersangkutan. mengesahkan HPS/OE.4.2. serta menetapkan dan memutuskan pemenang proses pengadaan. 1.2. Menyetujui/menetapkan/mengesahkan paket-paket barang/jasa yang akan dilaksanakan pengadaannya. 1.3. menetapkan strategi dan metoda pengadaan.3. 1. PEJABAT BERWENANG 1. Memberikan kesempatan berusaha bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil.1. Menunjuk/menugaskan Panitia Pengadaan/Tim Internal.1.3.3. Menyetujui/menetapkan/mengesahkan persyaratan pengadaan. rujukan dan 1. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. 1. Melakukan usaha-usaha untuk mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri dalam kegiatan pengadaan barang/jasa. 1. 68 .7. 1.6.1.2. 1. Memastikan ketersediaan Anggaran. kriteria.1.2.1.2.3.5.1.

Menunjuk pemenang pengadaan barang/jasa. 1. 1. 1.10.11.3. 1. 1.16.3.4.3.17.2. Menjawab dan memberikan tanggapan atas sanggahan banding dari peserta pengadaan. Menyetujui/menetapkan/mengesahkan Harga Perhitungan Sendiri/Owner Estimate (HPS/OE).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. kepada penerima 1. 1. 69 . 1. kriteria. 1. LARANGAN: Pejabat Berwenang dilarang: Menetapkan spesifikasi barang/jasa. kepada fungsi pengguna.3. jadwal.4.18. 1. Menetapkan pemenang pengadaan barang/jasa. 2. Menetapkan besaran uang muka.4.3.3.14. dan/atau melakukan tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest).9.1.3. 1.15.3. Menjadi anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal untuk lingkup pekerjaan dalam hal pejabat yang bersangkutan memiliki kewenangan untuk menetapkan Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau memiliki kewenangan untuk menetapkan/menunjuk pemenang pengadaan.13. Memberikan sanksi kepada Penyedia Barang/Jasa sesuai ketentuan yang berlaku.3. 1.3. persyaratan atau prosedur pengadaan yang mengarah untuk memberikan keuntungan tertentu kepada 1 (satu) calon Penyedia Barang/Jasa dan/atau pihak tertentu.8. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan/ penyelesaian pengadaan barang/jasa kepada BPMIGAS sebagaimana diatur dalam bab XV. lokasi pengadaan dan cara pelaksanaan pengadaan. Menyetujui pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa berdasarkan Kontrak atau kepada penerima kuasa swakelola. Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak.3.12. Menyerahkan aset proyek yang telah selesai dikerjakan berikut dokumen pendukungnya baik secara langsung ataupun melalui pejabat yang diberi pelimpahan wewenang. Mengesahkan Kontrak atau surat kuasa kuasa swakelola. 1.

TUGAS DAN WEWENANG 2.5. Menyusun Harga Perhitungan Sendiri/Owner Estimate (HPS/OE). 70 . PENGGUNA BARANG/JASA 2. 2. PERSYARATAN 2.2.3. TANGGUNGJAWAB 2. Menetapkan rencana kebutuhan dan jadwal kebutuhan barang/jasa berdasar rencana proyek atau kegiatan pada tahun anggaran yang bersangkutan dan tahun-tahun berikutnya. mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan Kontrak. Mematuhi prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. 2. 2.3.2.3.2.4. 2. Mengendalikan.2. Menyusun rencana kriteria. Menggunakan aset yang telah diserah terimakan atau jasa yang telah disediakan oleh Penyedia Barang/Jasa secara efektif dan efisien.1. 2.Buku Kedua .1.3. Menandatangani dan mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS.7. Melakukan usaha-usaha untuk mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri.3.2.3.2.1.3.3. 2. 2.6.1.1. 2. Mengajukan permintaan proses pengadaan paket-paket barang/ jasa yang diperlukan. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. rujukan dan persyaratan pengadaan.1.3. pengelolaan dan pemanfaatan barang/ jasa secara efektif dan efisien sesuai dengan prinsip dasar dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. Bertanggungjawab atas perencanaan kebutuhan. 2. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.

3.4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.4. Menetapkan spesifikasi barang/jasa. dan/atau melakukan tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest).4. Menetapkan spesifikasi barang/jasa. kriteria dan persyaratan dalam Dokumen Pengadaan yang mengarah kepada upaya menghindarkan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri.1. 71 . Mempengaruhi jalannya proses pengadaan baik di dalam maupun di luar lingkup organisasi Kontraktor KKS yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest).2. kriteria dan persyaratan dalam Dokumen Pengadaan yang mengarah untuk memberikan keuntungan tertentu kepada 1 (satu) calon Penyedia Barang/Jasa dan/atau pihak tertentu. 2.4. 2. LARANGAN : Pengguna Barang/Jasa dilarang: 2.

3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.2. Mengelola data spesifikasi barang/jasa sebagai salah satu acuan dalam menyusun kebutuhan barang/jasa.3. 3. Mampu merencanakan strategi dan menguasai tata cara pengadaan barang/jasa. TANGGUNGJAWAB 3.1. PENGELOLA PENGADAAN 3.3. 3.1.2.3. Bagi Kontraktor KKS dalam tahap berproduksi. 3. 3. PERSYARATAN 3. 3.1. perencanaan strategi serta pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara efektif dan efisien. Menyiapkan dan mengirimkan laporan Pengadaan sesuai ketentuan.4.4. Bertanggungjawab atas perencanaan dan proses pencarian sumber barang/jasa (sourcing).5.6. 72 . 3.1.2.Buku Kedua . serta pengadministrasian Kontrak. Menandatangani dan mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masingmasing Kontraktor KKS.5. TUGAS DAN WEWENANG 3.2. 3. 3. Mengelola administrasi Kontrak.3. organisasi pengelola pengadaan tidak boleh berada di dalam lingkup organisasi pengguna barang/jasa.3. 3. 3. 3.3. Mengelola data sebagai salah satu acuan dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri/Owner Estimate (HPS/OE). Mematuhi prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. Menyiapkan Dokumen Pengadaan termasuk kriteria pengadaan dan persyaratan pengadaan berdasarkan masukan dari Pengguna Barang/Jasa dan peraturan/ ketentuan terkait. LARANGAN: Pengelola Pengadaan dilarang mempengaruhi jalannya proses pengadaan baik di dalam maupun di luar lingkup organisasi Kontraktor KKS yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest).1. Memahami situasi dan kondisi pasar barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan. Menyusun rencana pengadaan barang/jasa berdasar kebutuhan dari Pengguna Barang/Jasa atau berdasarkan kegiatan pada tahun anggaran yang bersangkutan dan/atau tahun-tahun berikutnya.1. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri.3.2.2.1.4.1.3. 3. 3.1.

b. PERSYARATAN Mematuhi suplai. Status dan hubungan kerja ketua. Ketua dan sekretaris harus berkewarganegaraan Indonesia.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.1.1.1. 4. Anggota dapat dijabat oleh pekerja berkewarganegaraan asing. 4. prinsip dasar dan etika bisnis pengelolaan rantai Memahami seluruh pekerjaan dan menguasai pedoman tata kerja pengadaan barang/jasa berikut isi Dokumen Pengadaan. dan Memiliki sertifikat pengadaan industri perminyakan di Indonesia yang diterbitkan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pendidikan yang ditunjuk oleh BPMIGAS.3.1. Menandatangani dan/atau mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masingmasing Kontraktor KKS.1. Ketua atau wakil ketua bukan berasal dari dalam organisasi pengguna barang/jasa. sekretaris dan anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal: 1.5.1. yaitu hubungan keluarga antara suami. Hubungan keluarga semenda adalah hubungan kekerabatan langsung sebagai akibat terjadinya perkawinan. c. sekretaris dan anggota harus berstatus pekerja waktu tidak tertentu (PWTT).2. anak dan menantu. sekretaris dan anggota lain harus: • 73 . Kontraktor KKS dalam tahap berproduksi: a. Tidak mempunyai hubungan keluarga semenda dengan Pejabat Berwenang. 4. Ketua. • Telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pelatihan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. 4.1. d. Ketua. PANITIA PENGADAAN/TIM INTERNAL 4.4. isteri. 4.

ditambah minimal 1 (satu) anggota dari: 1. Anggota dari fungsi perencana pekerjaan. d. Dalam hal Kontraktor KKS menunjuk suatu Penyedia Barang/Jasa sebagai pengelola kegiatan pengadaan barang/jasa. Fungsi keuangan. Panitia Pengadaan terdiri dari sekurang-kurangnya orang anggota tetap dan harus gasal. 2. 4. Fungsi pengguna. 3.1. 5 (lima) • 4.Buku Kedua . anggota Panitia Pengadaan untuk satu paket pengadaan tertentu sedapat mungkin bersifat tetap. b. termasuk ketua dan sekretaris harus: • Telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pelatihan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. Untuk menjaga kesinambungan dan kelancaran proses. Kontraktor KKS dalam tahap eksplorasi: a. 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota. Sekretaris merangkap sebagai anggota. dapat berstatus pekerja Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. kecuali Ketua dan Sekretaris. Fungsi lainnya sesuai kebutuhan. maka anggota Pantia Pengadaan.6. c. Anggota dari fungsi hukum. Ketua harus berstatus pekerja waktu tidak tertentu (PWTT) dan dapat dijabat oleh pekerja berkewarganegaraan asing. 3. dan Memiliki sertifikat pengadaan industri perminyakan di Indonesia yang diterbitkan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pendidikan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. Ketua merangkap sebagai anggota. 74 . berasal dari fungsi pengelola pengadaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Sekretaris dan anggota harus berkewarganegaraan Indonesia dan dapat berstatus pekerja waktu tidak tertentu (PWTT) atau pekerja waktu tertentu (PWT) dari Kontraktor KKS yang bersangkutan. 2. terdiri dari: 1.

4. Memastikan kewajaran dan keabsahan HPS/OE.3. 4. pemilihan langsung.2.2. Apabila diperlukan Panitia Pengadaan dapat dibantu oleh pekerja ahli yang bukan anggota untuk melakukan evaluasi aspek teknis maupun aspek lainnya.8.7.000.4. Panitia Pengadaan dapat dilengkapi dengan Sub Panitia Administrasi yang bertugas mewakili Panitia Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan yang bersifat administrasi. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri.1.2. 4. penunjukan langsung dan metoda pengadaan lainnya.2. TANGGUNG JAWAB Panitia Pengadaan/Tim Internal bertanggungjawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa melalui pelelangan. Menyusun jadwal dan cara pelaksanaan serta menentukan tempat pelaksanaan pengadaan. 4. Panitia Pengadaan/Tim Internal bertanggungjawab kepada Pejabat Berwenang.3. berdasarkan pertimbangan jumlah beban pekerjaan.1.00 (satu milyar rupiah) atau US$100. 4.000. Tim Internal beranggotakan pekerja fungsi pengelola pengadaan yang berjumlah sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang dan harus gasal.3.10.2. dokumen penilaian kualifikasi termasuk kriteria dan tata cara penilaian penawaran.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) dapat dilakukan oleh Tim Internal di dalam fungsi pengelola pengadaan yang tanggungjawab dan tugas pokoknya sama seperti Panitia Pengadaan.3. Apabila diperlukan.000.1.2. 75 . TUGAS POKOK Menyiapkan Dokumen Pengadaan.1. Apabila diperlukan Panitia Pengadaan dapat dilengkapi dengan 1 (satu) orang Wakil Ketua yang bertugas menjalankan fungsi Ketua dalam hal Ketua berhalangan secara tidak tetap.1. 4.1. 4. 4.3. 4.2.9. 4. Pemilihan Penyedia Barang/Jasa sampai dengan nilai sebesarbesarnya Rp1. 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.000.3. 4.

4. cara penyampaian penawaran dan tata cara evaluasinya.5. MASA TUGAS Masa tugas Panitia Pengadaan/Tim Internal berakhir sesuai masa penugasan.3. 4.9.10. dan/atau melakukan tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of I nterest). LARANGAN: Panitia Pengadaan/Tim Internal dilarang melaksanakan proses pengadaan atau menjalankan prosedur pengadaan yang mengarah untuk memberikan keuntungan tertentu kepada 1 (satu) calon Penyedia Barang/Jasa dan/atau pihak tertentu.3.13. Memberikan penjelasan serta membuat berita acara pemberian penjelasan mengenai isi dokumen Instruksi Kepada Peserta Pengadaan (IKPP) termasuk syarat-syarat penawaran. Mengusulkan calon pemenang lelang/pemilihan langsung/ penunjukan langsung kepada Pejabat Berwenang.3.3.7. Membuka dokumen penawaran dan membuat berita acara pembukaan penawaran serta mengumumkan dan/atau memberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa yang tidak lulus/gugur/diskualifikasi. 4.3.11.4. dan/atau media cetak serta jika memungkinkan melalui media elektronik. serta mendorong terjadinya persaingan sehat.Buku Kedua . 4. 4.3.3. 4. 4. 4. Mengumumkan pelelangan melalui papan pengumuman resmi Kontraktor KKS. mengadakan Klarifikasi.8. negosiasi dan menetapkan urutan calon pemenang dan membuat berita acara evaluasi pengadaan. Menyusun daftar Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi syarat kualifikasi dan klasifikasi (bidang dan sub bidang usaha) untuk diundang mengikuti pengadaan. Menjawab protes dan sanggahan Penyedia Barang/Jasa.3.12. Membuat laporan proses dan hasil pengadaan kepada Pejabat Berwenang.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.3.6. 76 . 4. Mengumumkan pemenang yang telah ditetapkan oleh Pejabat Berwenang.4. 4.3. Melakukan evaluasi atas penawaran yang masuk. 4.5. Melaksanakan dan mengesahkan hasil penilaian kualifikasi secara adil dan transparan.

000. atau e.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000. dan c.000.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau US$250. Dimiliki oleh warga negara Indonesia atau dimiliki oleh badan hukum Indonesia. PENYEDIA BARANG/JASA 5.000.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan maksimal Rp50. dan d. Berdiri sendiri.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.000. penyedia Jasa Lainnya dan penyedia Jasa Konsultansi digolongkan ke dalam 4 (empat) kelompok: 1.000.000.000.000. Jasa Konsultansi atau Jasa Lainnya.000. yaitu perusahaan atau koperasi yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a. GOLONGAN PENYEDIA BARANG/JASA 5. penyedia Jasa Pemborongan.1.000. yaitu perusahaan atau koperasi yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a. bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki.000. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500. dan c.1. Usaha kecil termasuk koperasi kecil. Koperasi kecil dengan unit usaha Jasa Pemborongan.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih dari US$250. Memiliki kekayaan bersih maksimal Rp500.000.000.000.500.00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan maksimal Rp10. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan tahun sebelumnya paling banyak Rp2. atau memiliki hasil penjualan tahun sebelumnya lebih dari Rp2. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dimiliki oleh warga negara Indonesia atau dimiliki oleh badan hukum Indonesia.000.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) atau sampai dengan maksimal US$5. pengadaan barang.000. Usaha menengah. dan b.500. Didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia dengan kegiatan ekonomi di dalam wilayah negara Republik Indonesia.00 (lima ratus juta rupiah). 2.000. dan 77 . Didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia dengan kegiatan ekonomi di dalam wilayah negara Republik Indonesia. Penyedia barang. dan b.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).00 (sepuluh milyar rupiah).1. dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar.

Apabila Penyedia Barang/Jasa memiliki nilai kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan yang memenuhi syarat untuk 2 (dua) golongan yang berbeda. Perusahaan Asing yang merupakan mitra Perusahaan Dalam Negeri dalam perikatan Konsorsium atau sub kontraktor dari Perusahaan Dalam Negeri atau bertindak sebagai prinsipal dalam pengadaan barang. 3. pengadaan barang.2.00 (sepuluh milyar rupiah).000. 4. huruf a. d. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Jasa Konsultansi atau Jasa Lainnya. 5. Golongan dari peserta pengadaan berbentuk Konsorsium ditentukan berdasar hasil penjumlahan kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan seluruh anggota Konsorsium. 5. Usaha besar meliputi badan usaha nasional milik negara atau swasta.1. dan b. Usaha besar.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).1.000.3. Berdiri sendiri.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa d.1. Koperasi yang mempunyai unit usaha Jasa Pemborongan. Memiliki kekayaan bersih lebih besar dari Rp10.000. atau e. Didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia. 78 .Buku Kedua . Koperasi yang memenuhi kriteria angka 5. usaha patungan. dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha kecil atau usaha besar. dan b. atau memiliki hasil penjualan tahun sebelumnya lebih besar dari Rp50. atau c. maka golongan yang lebih tinggi ditetapkan sebagai golongan dari Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. yaitu perusahaan atau koperasi yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a.000.000.000. Jasa Konsultansi atau Jasa Lainnya.3. di atas serta mempunyai unit usaha Jasa Pemborongan. bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki. pengadaan barang. dan usaha asing yang melakukan kegiatan ekonomi di dalam wilayah negara Republik Indonesia.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000.1.000.

antara lain: bukti pengalaman usaha.2.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$100.3. PQ-003.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. BIDANG PEKERJAAN PENYEDIA BARANG/JASA 5. Penyedia barang. Dalam rangka penyederhanaan proses serta penyeragaman. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp2. 5.000. Penyedia Jasa Konstruksi.000. Usaha kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$250. bukti kepemilikan peralatan dan fasilitas penunjang usaha terkait.000.3. 79 .000. Penyedia Jasa Lainnya.2.500.000. 5. 3.00 (satu milyar rupiah) atau US$100.000. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1. 4. Bidang pekerjaan bagi Penyedia Barang/Jasa meliputi: 1.000. Dalam hal peserta berbentuk Konsorsium.000.000. salah satu anggota Konsorsium harus memiliki sub bidang usaha yang sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam pengumuman. Data-data dimaksud diteliti dan dinilai kebenarannya oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal pada tahap penilaian kualifikasi. 2.000.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp2.500. 3. Pada tahap proses kualifikasi. 2. Penyedia Jasa Konsultansi. BATAS NILAI PEKERJAAN/KEGIATAN PENYEDIA BARANG/ JASA Batas nilai pekerjaan/kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa sesuai dengan golongannya: 5.2.000. Penyedia Barang/Jasa menyatakan sub bidang usahanya menurut kompetensi dasar/spesialisasi yang dimilikinya dengan melampirkan data-data pendukung.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). 5. bukti afiliasi dagang/usaha.000.3. Pengadaan Barang: 1. 5.1.2. sub bidang pekerjaan di lingkungan Kontraktor KKS ditetapkan sebagaimana tercantum pada Lampiran No.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).000.000. Penyedia Jasa Pemborongan.1. Ketentuan ini tidak diberlakukan dalam pengadaan barang wajib dipergunakan.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$250.

000.000.000.000. Usaha kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.000.000.000. atau antara US$100.000.000.00 (dua juta lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).000. 5.000.000. 2.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5.000.00 (dua puluh lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2.000.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).000.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$500.3.000.000.000. 80 .2.000.00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat): • Perusahaan Dalam Negeri dan/atau Perusahaan Nasional harus bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah dengan cara mensubkontrakkan sebagian pekerjaan.000. Untuk nilai lebih besar dari Rp50.000. Perusahaan asing dapat mengikuti kegiatan Pengadaan barang impor dengan nilai lebih besar dari Rp25. a. Persyaratan ini harus dinyatakan dalam Kontrak. Jasa Pemborongan: 1.000.00 (satu milyar rupiah) atau US$100.000.00 (lima milyar rupiah).Buku Kedua . Bentuk kerjasama tersebut harus dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. 3.00 (dua juta dolar Amerika Serikat) wajib bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil. Dalam hal nilai Kontrak lebih besar dari Rp20.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp5.000. dengan kewajiban bekerjasama dalam bentuk keagenan dengan Perusahaan Dalam Negeri atau merupakan mitra Konsorsium.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). b.000.000. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1.500.

000.000. 81 .000. Untuk pekerjaan dengan nilai lebih besar dari Rp5. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp5.000.000.000.000. Usaha kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1. 5.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$500. Jasa Konstruksi: 1.000. Kerjasama dengan usaha kecil.000. Perusahaan Dalam Negeri dapat bekerjasama dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing.000. 3.000. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknologi sangat canggih (sophisticated) dikecualikan dari ketentuan tentang keharusan bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah.000.000.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5.3. 2.000.000.3. Dalam hal nilai Kontrak lebih besar dari Rp20.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 • Perusahaan Dalam Negeri dapat bekerjasama dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan.1.00 (dua juta dolar Amerika Serikat) Penyedia Barang/Jasa wajib bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil.00 (satu milyar rupiah) atau US$100. 4.000.000. atau antara US$100. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.000. mengikuti ketentuan pada Bab III angka 7.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). 5.00 (lima milyar rupiah).00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).4.000.000. Persyaratan ini harus dinyatakan dalam Kontrak.000.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).000.00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2. usaha menengah atau Perusahaan Asing wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak.000.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. • c.

000.000. Usaha kecil termasuk koperasi kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1. 7.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). Penyedia Barang/Jasa harus bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah dengan cara mensub-kontrakkan sebagian pekerjaan. 2.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$500. a.000. 5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.Buku Kedua . Untuk nilai lebih besar dari Rp50.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000.000.000.000.000.000.000.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6.000.000. Jasa Lainnya: 1. atau antara US$100.00 (satu milyar rupiah) atau US$100.00 (lima milyar rupiah).00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5.000. 8.000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat) wajib bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil.000. 82 . Untuk pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknologi sangat canggih (sophisticated) dikecualikan dari ketentuan tentang keharusan bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). usaha menengah atau Perusahaan Asing wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak. Persyaratan ini harus dinyatakan dalam Kontrak.000.000.3.4.000. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1.000. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp5.000.00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2. Kerjasama dengan usaha kecil.000. 3.000.000. Dalam hal nilai Kontrak lebih besar dari Rp20.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).

00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$250. Jasa Konsultansi 1. • • c.500. Perusahaan Asing dapat mengikuti pengadaan dengan nilai lebih dari Rp10.000.000. 2.000.000.000.000.000.000. Usaha kecil termasuk koperasi kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan yang bernilai sampai dengan Rp500.00 (limapuluh ribu dolar Amerika Serikat).000. 5. Kerjasama dengan usaha kecil.00 (lima juta dolar Amerika Serikat): • Perusahaan Dalam Negeri dan/atau Perusahaan Nasional harus bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah dengan cara mensubkontrakkan sebagian pekerjaan.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau US$50.000. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp2.000.3. Perusahaan Dalam Negeri dan/atau Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan.000.000.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50.000. usaha menengah atau Perusahaan Asing wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak. 3.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp500.000. 4.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.00 (sepuluh milyar rupiah) atau 83 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknologi sangat canggih (sophisticated) dikecualikan dari ketentuan tentang keharusan bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah.000.000.5. Untuk nilai lebih besar dari Rp50.00 (dua milyar limaratus juta rupiah) atau US$250.000.500.00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp2.000.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).000.

4.4. tenaga ahli spesialis. agar terwujud persaingan sehat.6. Memiliki: a. terhadap yang bersangkutan akan dikenakan sanksi pembatalan sebagai calon pemenang dan dimasukkan dalam daftar hitam. dan apabila ditemukan penipuan/pemalsuan atas informasi yang disampaikan. 5. dalam pelelangan ulang dapat mengikutsertakan Penyedia Barang/Jasa dengan golongan usaha 1 (satu) tingkat lebih tinggi.3. Pabrikan.3. Untuk pekerjaan yang bersifat kompleks dapat ditambahkan persyaratan lain seperti peralatan khusus. Apabila proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah Penyedia Barang/Jasa golongan usaha kecil atau usaha menengah yang sesuai untuk nilai paket pekerjaan yang diadakan tidak mencukupi.000.3. KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA 5. 5.2. Persyaratan kualifikasi yang ditetapkan merupakan persyaratan minimal yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan.1. agen tunggal barang dan agen tunggal jasa pemeliharaan peralatan (authorized workshop) dikecualikan dari ketentuan tentang batas nilai pekerjaan/kegiatan tersebut angka 5.Buku Kedua . 5.000. barang. di atas.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa lebih besar dari US$1. atau pengalaman tertentu. Persyaratan kualifikasi penyedia Pemborongan dan Jasa Lainnya: 1. penyedia Jasa 84 . 5. 5.3. Akte pendirian perusahaan berikut perubahannya yang disahkan oleh instansi/departemen yang berwenang.1. Penyedia Barang/Jasa wajib menanda-tangani surat pernyataan di atas meterai bahwa semua informasi yang disampaikan dalam proses kualifikasi adalah benar.4. bengkel kerja pembuat peralatan (workshop).00 (satu juta dolar Amerika Serikat) dengan kewajiban bekerjasama dalam bentuk Konsorsium dengan Perusahaan Dalam Negeri atau mensubkontrakkan kepada Perusahaan Dalam Negeri yang dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak.3.7.4. Penyedia Barang/Jasa dengan golongan usaha yang sesuai dengan nilai paket pengadaan tetap dapat diikutsertakan. sampai dengan 5.4.

Telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir. e. salah satu anggota Konsorsium harus memiliki surat izin usaha yang sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam dokumen penilaian kualifikasi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Memberikan surat pernyataan bahwa: a. serta perusahaan yang mewakili kemitraan Konsorsium (lead firm) tersebut. Ketentuan ini tidak diberlakukan bagi pabrikan dan agen tunggal barang. peserta juga harus menyerahkan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) serta sertifikat badan usaha jasa konstruksi dari asosiasi jasa konstruksi yang terakreditasi oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional. tidak bangkrut. Khusus untuk pengadaan jasa konstruksi. Penyedia Barang/ Jasa wajib mempunyai perjanjian kerjasama kemitraan yang memuat antara lain persentase kepemilikan. dibuktikan dengan copy bukti pelunasan PPh Pasal 25. seperti Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) untuk jasa perdagangan atau Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK). b. Tidak dalam pengawasan pengadilan. b. yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang. di industri perminyakan maupun di luar industri perminyakan. kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan. 85 . Surat izin usaha pada bidang usahanya yang masih berlaku. Mempunyai pengalaman pengadaan barang/jasa sejenis dengan paket pengadaan. tidak sedang menjalani sanksi pidana. 5. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa melakukan kemitraan dalam bentuk Konsorsium atau keagenan. Surat Keterangan Domisili. c. hak dan tanggung jawab para pihak. Pasal 21 atau Pasal 23 dan PPN. Surat keterangan terdaftar (SKT) yang diterbitkan oleh Instansi pemerintah yang mebidangi industri minyak dan gas bumi. d. 4. Dalam hal peserta berbentuk Konsorsium. Tidak sedang dalam proses berperkara di peradilan atau arbitrase dengan Kontraktor KKS bersangkutan dan/atau dengan BPMIGAS. baik sebagai pelaksana utama maupun sebagai anggota Konsorsium ataupun sebagai sub kontraktor. 3. Ketentuan ini secara khusus diberlakukan bagi usaha besar. paling tidak 1 (satu) kali dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.

b. 8. Penyedia Barang/Jasa usaha besar harus memiliki kemampuan dasar (KD) pada sub bidang pekerjaan yang bersangkutan sebagai berikut: a.Buku Kedua . Untuk pengadaan barang atau Jasa Lainnya. 9. 7. Untuk Jasa Pemborongan. • untuk pengadaan barang/jasa dengan jangka waktu kontrak sangat panjang [lebih dari 5 (lima) tahun]. atau pengadaan barang/jasa dan pengadaan kumpulan kebutuhan barang/jasa dengan masa tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan. Memiliki kinerja baik. Dengan pengertian: KD = kemampuan dasar: • untuk pengadaan proyek tunggal. memenuhi KD = 2 NPt. nilai KD minimal harus sama dengan perkiraan nilai pengadaan rata-rata untuk masa 12 (dua belas) bulan. tidak termasuk dalam kelompok Penyedia Barang/Jasa yang terkena sanksi merah pada Kontraktor KKS yang bersangkutan dan/atau tidak termasuk dalam kelompok Penyedia Barang/Jasa yang terkena sanksi hitam pada Kontraktor KKS yang lain. yang dibuktikan dengan neraca tahun terakhir. Termasuk dalam golongan Penyedia Barang/Jasa yang sesuai dengan nilai paket pekerjaan. nilai KD minimal harus sama dengan perkiraan nilai pengadaan. dengan masa lebih dari 12 bulan. Penyedia Barang/Jasa usaha kecil dan usaha menengah harus memiliki bidang usaha sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan. khususnya kekayaan bersih serta hasil penjualan tahunan. nilai KD minimal harus sama dengan perkiraan nilai kontrak selama jangka waktu 5 (lima) tahun.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. memenuhi KD = 5 NPt. • untuk pengadaan barang/jasa atau kumpulan kebutuhan barang/jasa. 86 .

Prosedur penghitungan SKK dan SKP dapat dilihat pada Lampiran PQ-002. Dalam hal calon peserta pengadaan mendaftarkan diri sebagai Konsorsium untuk pengadaan dengan nilai lebih dari Rp5. yang telah diselesaikan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. Prosedur penghitungan Kemampuan Dasar (KD) dapat dilihat pada Lampiran PQ-002. Penyedia Barang/Jasa harus menyampaikan dokumen perhitungan kemampuan dasar (KD) sebagai lampiran dokumen penawaran. Kemampuan dasar calon sub kontraktor tidak diperhitungkan sebagai bagian dari komponen perhitungan kemampuan dasar.000.000. pada sub bidang pekerjaan yang sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan. • kumpulan nilai Kontrak selama masa 1 (satu) tahun kalender (1 Januari sampai dengan 31 Desember) bagi pengadaan kumpulan kebutuhan barang/jasa dengan masa Kontrak lebih dari 12 (dua belas) bulan. 87 .00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). berupa: • nilai Kontrak tunggal bagi pengadaan kegiatan/proyek tunggal atau pengadaan barang/jasa dengan masa Kontrak tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan.000. d. 11. 10.00 (lima milyar rupiah) atau lebih dari US$500.000. Jika diperlukan dapat disyaratkan memiliki sisa kemampuan keuangan (SKK) dan sisa kemampuan paket (SKP) yang cukup. yang diperhitungkan adalah jumlah kemampuan dasar dari perusahaan anggota Konsorsium/keagenan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 NPt = nilai pengalaman tertinggi pekerjaan. peserta pengadaan diminta untuk menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Dalam hal Konsorsium/keagenan. maka salah satu anggota Konsorsium harus memenuhi persyaratan sebagai golongan usaha besar. c. Khusus pada pengadaan Jasa Pemborongan. e.

Persyaratan kualifikasi penyedia Jasa Konsultansi: 1. Ketentuan ini tidak dikenakan bagi Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil. 5. c. Khusus untuk pelaksanaan pekerjaan jasa konstruksi: a.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 12. Pelaksana Kontrak jasa pembangunan desain awal (front end engineering design/FEED) tidak dapat mengikuti Pengadaan barang dan jasa pelaksanaan konstruksi atau jasa pengawasan dari paket pekerjaan yang sama. Nilai dukungan pendanaan dari Bank Umum sekurang-kurangnya 10% (sepuluh persen) dari nilai rencana Kontrak untuk pekerjaan Jasa Pemborongan. b. Memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan pos. Surat Keterangan Domisili. yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang. Pelaksana Kontrak jasa pengawasan tidak dapat mengikuti Pengadaan jasa perencanaan awal (front end engineering design/FEED) atau pengadaan barang dan jasa pelaksanaan konstruksi dari paket pekerjaan yang sama. Untuk paket pekerjaan yang bersifat kompleks dapat dipersyaratkan keharusan memiliki surat keterangan dukungan pendanaan dari bank umum. Jasa perencanaan pembangunan desain awal (front end engineering design/FEED). Akte pendirian perusahaan berikut perubahannya yang disahkan oleh instansi/departemen yang berwenang. 88 . b. Surat izin usaha pada bidang usahanya yang masih berlaku.4.4. dan 5% (lima persen) dari nilai rencana Kontrak pekerjaan penyediaan barang atau Jasa Lainnya.Buku Kedua . untuk dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan atau penyediaan barang. Memiliki: a. 14. pengadaan barang dan pelaksanaan konstruksi dapat dilakukan secara terintegrasi dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. dengan mengutamakan penggunaan Bank BUMN/BUMD. 13. c.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

2.

3.

4.

5.

Memberikan surat pernyataan bahwa: a. Tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak bangkrut, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan, tidak sedang menjalani sanksi pidana; b. Tidak sedang dalam proses berperkara di lembaga peradilan atau badan arbitrase dengan Kontraktor KKS bersangkutan dan/atau BPMIGAS; Dalam hal penyedia Jasa Konsultansi akan melakukan kemitraan dalam bentuk Konsorsium, wajib mempunyai perjanjian kerjasama kemitraan yang memuat antara lain persentase kepemilikan, hak dan tanggung jawab para pihak, serta perusahaan yang mewakili kemitraan Konsorsium/joint venture (lead firm) tersebut; Telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir, dibuktikan dengan copy bukti pelunasan PPh Pasal 25 atau Pasal 21/Pasal 23 dan PPN; Mempunyai pengalaman menyelesaikan pekerjaan konsultansi sejenis di industri perminyakan maupun diluar industri perminyakan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir sebagai pelaksana utama, sebagai anggota Konsorsium/joint venture maupun sebagai sub kontraktor; kecuali untuk pekerjaan konsultansi sampai dengan nilai Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat); Memiliki kinerja baik dan tidak masuk dalam kelompok penyedia Jasa Konsultansi yang terkena sanksi pada Kontraktor KKS yang bersangkutan; Termasuk dalam golongan penyedia Jasa Konsultansi yang sesuai dengan nilai paket pekerjaan, yang dibuktikan dengan neraca tahun terakhir; Penyedia Jasa Konsultansi usaha kecil termasuk koperasi kecil harus memiliki bidang usaha sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan; Penyedia Jasa Konsultansi usaha besar harus dapat menunjukkan bukti pengalaman menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan. Bilamana diperlukan dapat disyaratkan untuk memiliki Kemampuan Dasar (KD) yang mencukupi.

6.

7.

8.

9.

89

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

Formula penghitungan adalah sebagai berikut: a. KD = 3 NPt, dengan pengertian: KD = kemampuan dasar, nilai KD minimal sama dengan perkiraan nilai pengadaan; NPt = nilai pengalaman tertinggi pekerjaan pada sub bidang pekerjaan yang sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan, yang telah diselesaikan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir; b. Dalam hal Konsorsium, yang diperhitungkan adalah jumlah kemampuan dasar dari perusahaan yang bermitra. c. Perhitungan Kemampuan Dasar (KD) harus diserahkan sebagai lampiran dokumen penawaran. d. Prosedur dan contoh penghitungan Kemampuan Dasar (KD) dapat dilihat pada Lampiran PQ-002 10. Memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan. 11. Tenaga ahli yang akan ditugaskan untuk melaksanakan pekerjaan Jasa Konsultansi memenuhi persyaratan antara lain: a. Lulus perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi oleh instansi berwenang, atau perguruan tinggi luar negeri yang telah disahkan/ diakui oleh instansi pemerintah yang berwenang di bidang pendidikan tinggi, dibuktikan dengan copy ijazah dan/atau memiliki sertifikat keahlian terkait; dan b. Mempunyai pengalaman di bidangnya yang dituangkan dalam daftar riwayat hidup (curriculum vitae) yang dapat dipertanggungjawabkan, ditandatangani oleh yang bersangkutan, dan dalam hal yang bersangkutan adalah pekerja harus diketahui oleh pimpinan perusahaan. c. Tenaga ahli asing harus memenuhi ketentuan di bidang ketenagakerjaan dan keimigrasian yang berlaku. 12. Memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan pos.

90

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

5.5. KETENTUAN LAIN 5.5.1. Penyedia Barang/Jasa yang keikutsertaannya menimbulkan Pertentangan Kepentingan bagi Kontraktor KKS dan/atau Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau Pejabat Berwenang dan/atau Pengguna akhir, dilarang menjadi peserta pengadaan. 5.5.2. Hubungan istimewa: 1. Penyedia Barang/Jasa yang memiliki hubungan istimewa dengan Penyedia Barang/Jasa Lainnya, tidak diperbolehkan secara bersama-sama menjadi peserta dalam satu paket pengadaan. Hubungan istimewa antara lain dapat dilihat dari status kepemilikan dan/atau kepengurusan, termasuk kuasa perusahaan-perusahaan peserta pengadaan oleh orang yang sama. 2. Pada dasarnya ketentuan angka 1. di atas tidak diberlakukan bagi Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD). 3. Kondisi hubungan istimewa tersebut harus dapat diidentifikasi pada tahap pendaftaran peserta pengadaan. Apabila hal tersebut baru diketahui setelah pembukaan dokumen penawaran, maka perusahaan-perusahaan tersebut harus menetapkan salah satu perusahaan yang akan tetap menjadi peserta pengadaan sedangkan perusahaan lainnya lainnya yang memiliki hubungan istimewa tersebut harus mengundurkan diri tanpa dikenakan ketentuan pencairan jaminan penawaran. 5.5.3. Pegawai negeri, pegawai Bank Indonesia (BI), pegawai BHMN/ BUMN/BUMD dan pekerja Kontraktor KKS tidak dapat ikut serta sebagai Penyedia Barang/Jasa kecuali bertindak sebagai yang mewakili BUMN/BUMD. 5.5.4. Dalam 1 (satu) paket pengadaan, perusahaan pendukung (principal) hanya dapat memberikan dukungan pemasokan barang atau pengerjaan pekerjaan jasa bagi 1 (satu) peserta pengadaan. 5.6. DAFTAR PENYEDIA BARANG/JASA MAMPU 5.6.1. Dalam rangka penyederhanaan pelaksanaan pengadaan, Kontraktor KKS menyusun Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu (DPM). Daftar tersebut berisi semua data pokok tentang Penyedia Barang/Jasa yang diperlukan sebagai acuan dalam menetapkan kemampuan Penyedia Barang/Jasa untuk dapat mengikuti kegiatan pengadaan melalui penilaian kualifikasi atas golongan, bidang dan sub bidang.

91

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

5.6.2. Penyedia Barang/Jasa dapat mendaftarkan diri untuk terdaftar dalam Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu kepada Kontraktor KKS dengan menyerahkan data administrasi yang diperlukan antara lain: 1. 2. Akte pendirian dan/atau akte perubahan perusahaan yang sudah disahkan; Surat Izin Usaha sesuai dengan bidang usahanya yang diwajibkan menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku; Data perusahaan (lihat lampiran PQ-001); Fotocopy NPWP; Daftar pengalaman dan/atau pekerjaan; menyelesaikan penyediaan barang

3. 4. 5. 6.

Neraca perusahaan tahun terakhir.

5.6.3. Kontraktor KKS melakukan penilaian kemampuan dasar (KD) perusahaan Penyedia Barang/Jasa, berdasarkan data administrasi yang disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa. Kontraktor KKS dapat melakukan verifikasi dan penelitian atas kebenaran data yang diserahkan oleh calon Penyedia Barang/Jasa, termasuk penelitian domisili usaha. Bagi Penyedia Barang/Jasa yang dinyatakan memenuhi syarat, dicatat dalam DPM dan diberi Tanda Daftar (TD) oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan. 5.6.4. Penyedia Barang/Jasa yang telah terdaftar wajib menyerahkan data-data terbaru yang berlaku menggantikan data yang kadaluwarsa. 5.6.5. Dalam proses pengadaan, Kontraktor KKS dapat menggunakan DPM sebagai acuan tanpa harus meminta lagi data yang diperlukan dari Penyedia Barang/Jasa yang sudah terdaftar dalam DPM. Penyedia Barang/Jasa cukup melampirkan foto copy TD dan tambahan dokumen lain yang diperlukan. 5.6.6. Kontraktor KKS dapat menggunakan DPM dari Kontraktor KKS yang lain untuk keperluan proses pengadaan. 5.7. Ketentuan lebih rinci tentang batas nilai pengadaan yang dapat diikuti oleh usaha besar dan persyaratan kualifikasi usaha besar akan diatur sebagai tambahan ketentuan atas pedoman ini.

92

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

BAB VII HARGA PERHITUNGAN SENDIRI / OWNER ESTIMATE

Dalam setiap proses pengadaan barang/jasa, Kontraktor KKS harus mempersiapkan Harga Perhitungan Sendiri (HPS) atau Owner Estimate (OE) yang dikalkulasikan secara keahlian (profesional). Pada dasarnya HPS/OE harus sudah tersedia pada saat proses lelang dimulai, kecuali untuk Pekerjaan Bersifat Kompleks, HPS/OE harus sudah tersedia dan disahkan oleh Pejabat Berwenang pada saat pembukaan penawaran harga.

93

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

1. KETENTUAN UMUM 1.1. 1.2. 1.3. HPS/OE disusun dengan mempertimbangkan harga Produksi Dalam Negeri. HPS/OE dibuat dengan mengacu kepada harga pasar yang sewajarnya berlaku pada saat penyusunan HPS/OE. Nilai total HPS/OE tidak bersifat rahasia setelah pembukaan penawaran harga. Rincian HPS/OE bersifat rahasia bagi peserta pengadaan. Dalam hal pembukaan penawaran harga dihadiri oleh peserta pengadaan, Panitia Pengadaan/Tim Internal memberitahukan nilai total HPS/OE kepada peserta pengadaan. Pemberitahuan hanya dilakukan apabila jumlah penawaran harga yang sah memenuhi syarat untuk dievaluasi lebih lanjut. HPS/OE digunakan sebagai salah satu acuan penilaian dalam menetapkan calon pemenang.

1.4.

1.5.

2. TATA CARA DAN DASAR PENYUSUNAN 2.1. HPS/OE disusun dan ditandatangani oleh fungsi yang merencanakan pengadaan barang/jasa (pengguna/user, fungsi perencana, pengadaan/procurement) dan disahkan oleh Pejabat Berwenang. HPS/OE disusun secara cermat, dengan acuan antara lain: Harga barang/jasa Produksi Dalam Negeri dan luar negeri yang diperoleh secara langsung, melalui internet atau melalui media lainnya. Dalam hal barang sudah diproduksi di dalam negeri, HPS/OE dibuat berdasarkan harga pasar dalam negeri dan dibandingkan dengan rata-rata harga internasional yang wajar dengan kondisi cost insurance and freight (CIF) pelabuhan tujuan akhir di Indonesia ditambah dengan preferensi harga bagi barang Produksi Dalam Negeri berdasarkan pencapaian TKDN barang Produksi Dalam Negeri.

2.2. 2.2.1.

2.2.2.

94

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

Rumusan penghitungan sebagai berikut: HPS/OE = [Harga barang Produksi Dalam Negeri + {Harga barang produksi luar negeri x (100% + Pb)}] / 2 Dimana: Pb = Persentase preferensi harga berdasarkan TKDN bagi barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN tertinggi dan minimal sama dengan 25%.

2.2.3.

Daftar harga atau penawaran harga pabrik, agen tunggal atau agen yang ditunjuk oleh pabrik, toko, bengkel, fabrikator atau sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan. Hasil analisa harga satuan pekerjaan (cost structure). Harga pembelian/Kontrak terakhir dengan perkembangan harga dan/atau faktor inflasi. Perkiraan harga yang disusun oleh konsultan; Sumber informasi tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan. HPS/OE tidak memasukkan biaya tak terduga, biaya lain-lain, pajak penghasilan Penyedia Barang/Jasa dan pajak pertambahan nilai (PPN). Bagi pekerjaan jasa memperhitungkan keuntungan dan risiko, namun harus dihindarkan perhitungan keuntungan ganda. Bagi pengadaan barang, perhitungan HPS/OE memperhitungkan seluruh komponen biaya sampai dengan pelabuhan tujuan/ tempat penyerahan akhir. Apabila untuk keperluan pengadaan barang di dalam negeri diperlukan pembanding dengan harga di luar negeri, dapat dilakukan dengan cara price built up dengan harga dasar free on board (FOB). Contoh perhitungan sesuai Lampiran CP-001. memperhatikan

2.2.4. 2.2.5. 2.2.6. 2.2.7. 2.3.

2.4. 2.5.

2.6.

95

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

BAB VIII DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA

96

2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.1. STRUKTUR DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA 1.3.2. 1. Penggunaan bahasa Inggris dimungkinkan untuk istilah atau spesifikasi teknis barang/jasa atau yang terkait dengan gambargambar teknis. 1. 1.1.2.3.1. 1. maka harus ditegaskan hanya 1 (satu) bahasa yang mengikat secara hukum yaitu bahasa Indonesia. Dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa terdiri dari: Dokumen penilaian kualifikasi. 1. BAHASA DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA: Dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa menggunakan bahasa Indonesia atau 2 (dua) bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. 1.3. dan Dokumen Pengadaan RUJUKAN PERATURAN: Dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa harus secara jelas menyatakan rujukan peraturan dan persyaratan pengadaan yang tunduk pada ketentuan yang diatur dalam pedoman ini dan peraturan perundangan terkait.3.3.1. 97 . Jika terdapat perbedaan penafsiran mengenai hal-hal yang diatur dalam 2 (dua) bahasa tersebut.1. 1.

3. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan pascakualifikasi: 2. Persyaratan golongan calon peserta.4. Persyaratan kualifikasi.3. Metoda penilaian.3.1.1.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal harus meyakini bahwa semua persyaratan kualifikasi telah disertakan sebagai bagian dari kelengkapan penawaran secara lengkap.1.Buku Kedua . dokumen penilaian kualifikasi juga memuat waktu dan tempat pengambilan serta pemasukan dokumen isian kualifikasi. 2.2. Dokumen penilaian kualifikasi sekurang-kurangnya memuat: 2. tenaga kerja. permodalan. tentang kualifikasi penyedia barang/jasa. 2.1. Dokumen isian penilaian kualifikasi dapat dilihat dalam lampiran PQ-001. 98 . penilaian aspek administrasi. Pada tahap evaluasi administrasi. peralatan. mempergunakan metoda sistim gugur atau sistim nilai.4.3.3. Dokumen persyaratan kualifikasi dimasukkan sebagai bagian dari persyaratan administrasi dokumen penawaran. sebagaimana diatur dalam bab VI angka 5. dilakukan setelah evaluasi harga 2. Penilaian kualifikasi diselesaikan. DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI 2.1. pengalaman.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. 2. 2.2. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan Prakualifikasi. 2. Tata cara penilaian kualifikasi. 2.2.3.1.

dan waktu penyampaian dokumen penawaran. hari. 99 . Metoda dan tata cara evaluasi.2. 2.2. hari. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan pascakualifikasi. 4. Ketentuan umum: 1. tanggal. dan waktu pemberian penjelasan mengenai dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan Prakualifikasi.1.3. 2. Alamat.2. 3. INSTRUKSI KEPADA PESERTA PENGADAAN (IKPP)/ INSTRUCTION TO BIDDERS (ITB) Instruksi kepada peserta pengadaan (IKPP)/instruction to bidders (ITB) antara lain terdiri dari: 3.1. Tempat.2. nomor telepon/facsimile/e-mail Panitia Pengadaan/ Tim Internal. DOKUMEN PENGADAAN 3. 3.1.2. dan waktu untuk memperoleh dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa. 4.1. Alamat tujuan pengiriman dokuman penawaran. undangan disampaikan secara tertulis atau melalui pengumuman Kontraktor KKS kepada Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar dan memenuhi persyaratan. 3. 3. Tempat. 3. 3. tanggal. Syarat Penyedia Barang/Jasa. tanggal.1.3. undangan kepada Penyedia Barang/Jasa yang lulus Prakualifikasi disampaikan secara tertulis atau melalui papan pengumuman resmi Kontraktor KKS. 3.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3.2. Bentuk surat penawaran dan cara penyampaiannya. 3. dan Instruksi kepada peserta pengadaan (IKPP)/instruction to bidders (ITB). Dokumen Pengadaan terdiri dari: Undangan kepada Penyedia Barang/Jasa. 3. hari. UNDANGAN KEPADA PENYEDIA BARANG/JASA Undangan kepada Penyedia Barang/Jasa sekurang-kurangnya memuat: 1.3. Tempat.

3. 6. Jenis dan uraian pekerjaan yang harus dilaksanakan termasuk kerangka acuan kerja dalam hal Jasa Konsultansi. 12. 9.3. 2. 8.Buku Kedua . 13. Syarat teknis. Ketentuan yang menyatakan tidak akan melakukan praktekpraktek monopoli dan persaingan tidak sehat. 10. antara lain: 1. Tata waktu dan tempat pelaksanaan pengadaan. 15. Pengertian/batasan substansi penawaran (mandatory atau optional) harus dicantumkan dengan jelas pada Dokumen Pengadaan. 3. Surat Penawaran harus ditanda tangani oleh pejabat yang memiliki kewenangan menurut anggaran dasar perusahaan atau kuasanya. Ketentuan mengenai pemberian penghargaan (apabila ada).3. 7. 16. Ketentuan pemutusan Kontrak. menggunakan barang-barang ilegal dan melanggar etika bisnis. 3. Dokumen-dokumen yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. 14. 100 . 3. termasuk rujukan/dasar hukum negara yang digunakan dalam penyelesaian perselisihan. Penentuan forum perselisihan. Ketentuan pemanfaatan fasilitas impor. dan/atau melanggar ketentuan. Surat jaminan keaslian dokumen penawaran dan dokumen pendukungnya. Ketentuan tentang tata cara penyelesaian perselisihan. Masa berlaku penawaran. dan tempat untuk penyelesaian 11. Syarat administrasi Persyaratan administrasi yang terdiri dari: 1. Sanksi kepada Penyedia Barang/Jasa yang sanggahannya ternyata tidak benar. Sanksi administrasi dan/atau finansial dalam hal Penyedia Barang/Jasa tidak memenuhi kewajiban.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5.2. Metoda negosiasi. 2. Lingkup pekerjaan.

Ketentuan tentang cara melaksanakan pekerjaan dan syarat-syarat khusus yang diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan. Jenis dan mutu bahan yang disyaratkan. bagi peserta yang menawarkan barang dengan TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih. Ketentuan tentang tata cara pengawasan pemenuhan komitmen TKDN serta sanksi apabila komitmen pemenuhan TKDN tidak dapat dipenuhi. Persyaratan TKDN: a. d. Dalam hal pengadaan barang wajib dipergunakan. c. 5. barang/jasa standar dan/atau approved brands. ketentuan untuk melampirkan fotocopy SKUP dan sertifikat TKDN berlaku bagi peserta pabrikan atau agen tunggal yang mewakili pabrikan yang menawarkan barang dengan TKDN 15% (lima belas persen) atau lebih. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 7. Status sebagai barang/jasa spesifik. Persyaratan persentase minimal TKDN yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan. sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. 4. Keharusan menggunakan semaksimal mungkin hasil produksi dan kompetensi dalam negeri dengan menyampaikan program penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri yang dinyatakan dalam bentuk pernyataan persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa. Spesifikasi teknis dan gambar-gambar tidak mengarah kepada merek/produk tertentu. Dikecualikan dari ketentuan ini adalah barang/jasa spesifik. Keharusan untuk melampirkan fotocopy SKUP yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi dan sertifikat TKDN yang diterbitkan olehj instansi pemerintah yang membidangi perindustrian dalam pengadaan barang. 101 . standar atau approved brands harus telah dinyatakan secara tertulis sebagai bagian dari kebijakan (policy) pengelolaan rantai suplai Kontraktor KKS dan mengikuti ketentuan standarisasi yang diterbitkan oleh BPMIGAS. Ketentuan tentang prosedur penilaian fisik (apabila diperlukan). 6. b.

Buku Kedua . d. 3. Penawaran harus mencantumkan jumlah (volume/ quantity) dari setiap barang/jasa yang tercakup dalam paket pekerjaan. Daftar jumlah (volume/quantity) dan harga satuan (unit price) setiap jenis (item) barang/jasa harus diisi dengan penuh dan lengkap. Ketentuan tentang diijinkan atau tidak diijinkannya memasukkan penawaran alternatif. kecuali diizinkan memasukkan penawaran hanya sebagian (partial). Jenis mata uang penawaran. 3. kecuali ditetapkan lain dalam Dokumen Pengadaan. Jumlah (volume/quantity) dan harga satuan (unit price) setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran bersifat pasti dan tidak boleh diubah. Surat penawaran komersial ditandatangani pejabat yang memiliki kewenangan menurut anggaran dasar perusahaan atau kuasanya dan dibubuhi dengan meterai dengan nilai sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. 9. Jenis barang/jasa yang tidak diberi harga satuan. 4. c.4. Penawaran harus juga dilengkapi dengan harga satuan untuk setiap jenis (item) barang/jasa/pekerjaan. 102 . Penawaran untuk Kontrak berdasar harga satuan: a. sesuai dengan permintaan atau sesuai dengan yang telah disepakati dalam tahap evaluasi dan/atau negosiasi teknis. Syarat Komersial: 1. b. Apabila tanpa dilengkapi dengan penjelasan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. berikut nilai total penawaran untuk seluruh paket. dianggap tidak menawarkan jenis barang/jasa dimaksud. Ketentuan tentang diijinkan atau tidak diijinkannya memasukkan pengecualian dan penawaran bersyarat. 2. antara lain bahwa jenis pekerjaan tersebut sudah tercakup dalam komponen lain.3. b. Penawaran harus dilengkapi dengan daftar rincian jumlah (volume/quantity) dan harga satuan (unit price). dalam dokumen penawaran harus dilengkapi dengan penjelasan. Ketentuan khusus untuk Kontrak bersifat lumpsum: a.

• Kontraktor KKS wajib menyelesaikan verifikasi atas dokumen penagihan dalam waktu maksimal 15 (lima belas) hari kerja. Pola konversi mata uang yang akan diberlakukan dalam hal peserta pengadaan diizinkan untuk meyampaikan penawaran dalam mata uang yang berbeda-beda. Ketentuan bahwa pembayaran akan dilaksanakan kepada Penyedia Barang/Jasa melalui rekening bank yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum Nasional. transaksi pembayaran dilakukan melalui rekening pembayar dan rekening penerima pada Bank Umum berstatus BUMN/BUMD. dari nilai tagihan yang terlambat dibayarkan. terhitung 1 (satu) hari setelah masa verifikasi berakhir. • • 103 . Tata cara pembayaran: a. Jangka waktu pembayaran. c. Apabila Kontraktor KKS terlambat memenuhi kewajiban pembayaran dari jangka waktu yang ditentukan dalam Kontrak. Pada Kontraktor KKS tahap produksi. b. Sistim evaluasi harga yang akan digunakan dan ketentuan tentang normalisasi harga (apabila akan diterapkan). Kontraktor KKS wajib melaksanakan pembayaran dalam masa tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari kerja. Apabila dokumen penagihan diketemukan kurang lengkap dan/atau tidak benar dikembalikan kepada Penyedia Barang/Jasa paling lambat pada akhir masa verifikasi. Penyedia Barang/Jasa dapat mengenakan denda atas keterlambatan pembayaran sebesar 1‰ (satu per mil) per hari kalender keterlambatan. Para pihak yang mengikat diri dalam Kontrak harus memiliki rekening bank yang berada dalam wilayah Negara Republik Indonesia baik sebagai rekening pembayar maupun sebagai rekening penerima. Nilai denda tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi berdasarkan Kontrak Kerja Sama.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. 7. 6.

pernyataan TKDN dalam penawaran harga pada dasarnya harus sama dengan hasil kesepakatan pada evaluasi teknis atau negosiasi teknis.8. masa berlaku. masa berlaku. masa berlaku. pembetulan kesalahan atau perubahan atas IKPP yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari IKPP. dan/atau tanggal penyerahan barang/jasa. 8. Persentase. pernyataan TKDN dalam penawaran harga pada dasarnya harus sama dengan yang dinyatakan dalam penawaran teknis. dan persyaratan jaminan pemeliharaan (jika diterapkan).3. Risalah rapat penjelasan pelelangan (apabila ada). Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan. maka Penyedia Barang/Jasa terkait dikenakan sanksi merah. Persentase.3. 3. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim dua sampul.6.5. 10.3. 3. dan persyaratan jaminan pelaksanaan.7. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim dua tahap. Ketentuan untuk menyatakan besaran tingkat komponen dalam negeri.3. dilengkapi dengan informasi tambahan. Kewajiban Penyedia Barang/Jasa kepada sub kontraktor Perusahaan Dalam Negeri: • Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan/ pemasok barang harus memenuhi kewajiban pembayaran kepada sub kontraktor Perusahaan Dalam Negeri sesuai ketentuan dalam kontrak antara Penyedia Barang/Jasa dengan sub kontraktor. dan persyaratan jaminan penawaran. Ketentuan tentang denda atas keterlambatan penyerahan barang dan/atau penyelesaian pekerjaan. • Dalam hal Penyedia Barang/Jasa lalai atau gagal memenuhi kewajiban yang diperjanjikan kepada sub kontraktor dan digugat oleh sub kontraktor ke pengadilan atau arbitrase. 104 . Persyaratan K3LL sesuai ketentuan yang berlaku.3. d. 9. 3.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. 3. Konsep Kontrak sebagaimana diatur pada bab XIII dalam pedoman ini. Persentase. dalam penawaran teknis maupun dalam penawaran harga.9. penjelasan. 11.

Biaya penggantian Dokumen Pengadaan dapat tidak dipungut apabila proses pengadaan dilakukan dengan metode e-Bidding.00 (lima ratus ribu rupiah) untuk nilai perkiraan pengadaan lebih besar dari Rp5. Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah biaya yang telah dipungut.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.4. 105 .1.3.1.000.2. 4.000.00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk nilai perkiraan pengadaan lebih besar dari Rp1.000.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. Pada saat pengambilan dokumen instruksi kepada peserta pengadaan (IKPP)/instruction to bidders (ITB) dalam pelaksanaan pelelangan dan pemilihan langsung. Pengambilan kembali biaya penggantian Dokumen Pengadaan dilakukan dengan cara mengembalikan Dokumen Pengadaan dan menunjukkan bukti pembayaran asli. 4. Sebesar Rp250.000.1.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). 4.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Biaya penggantian Dokumen Pengadaan tersebut dapat diambil kembali apabila Kontraktor KKS membatalkan pelelangan sebelum penunjukan pemenang.00 (lima milyar rupiah) atau sampai dengan US$ 500. Penyedia Barang/Jasa dipungut biaya penggantian Dokumen Pengadaan sebagai berikut: 4.000.1.000. 4.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan Rp5.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).000.000. Biaya penggantian Dokumen Pengadaan dibukukan ke rekening Kontraktor KKS untuk diperhitungkan sebagai pengurang biaya operasi. Sebesar Rp500. BIAYA PENGGANTIAN DOKUMEN PENGADAAN 4.000.000.000.2.

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB IX JAMINAN Pada dasarnya untuk setiap penawaran harga dalam proses pelelangan atau penawaran harga melalui metode pengadaan lainnya yang bernilai setara dengan nilai pelelangan didukung dengan surat jaminan penawaran. pada masa pemeliharaan. Demikian juga bagi Kontrak yang bernilai setara dengan nilai pelelangan dilengkapi dengan surat jaminan pelaksanaan.Buku Kedua . 106 . Penyedia Barang/Jasa harus menangguhkan sebagian tagihan pembayaran atau menyerahkan surat jaminan pemeliharaan sebagai jaminan pelaksanaan kewajiban pemeliharaan. Khusus bagi Kontrak jasa konstruksi.

2.3. Mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) dan direasuransikan kepada perusahaan asuransi di luar negeri yang bonafid sesuai keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia yang berlaku.3. Perusahaan asuransi harus: a. Jenis mata uang jaminan penawaran harus sama dengan jenis mata uang yang digunakan dalam penawaran.1. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD. dalam hal: Pengadaan barang/jasa dilakukan dengan metoda pelelangan. 1.1. Penyedia Barang/Jasa wajib menyerahkan jaminan penawaran.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih dari US$50. 1. b. 1. Apabila diterbitkan oleh perusahaan asuransi. 1.1.2.000. harus memenuhi kriteria berikut: 1. Memiliki izin dari Menteri Keuangan untuk menerbitkan surety bond. KETENTUAN JAMINAN PENAWARAN: Nilai jaminan penawaran adalah antara 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga persen) dari harga penawaran. Pengadaan dengan metoda pemilihan langsung atau penunjukan langsung sebagai tindak lanjut dari pelelangan gagal. Harus membuat surat pernyataan kesediaan membayar klaim asuransi sebesar nilai pertanggungan segera pada saat diminta oleh Kontraktor KKS. 1.2.000. 1. 2.4. .00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) dapat disyaratkan untuk menyerahkan jaminan penawaran. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD.3. 1.1.3.000.1.3. Pengadaan barang/jasa yang dilakukan dengan metoda pemilihan langsung dengan nilai lebih dari Rp500. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia atau diterbitkan oleh perusahaan asuransi dalam negeri. Apabila jaminan penawaran yang diserahkan lebih besar dari 3% (tiga persen) tidak menyebabkan diskualifikasi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. JAMINAN PENAWARAN 1. 107 1.3.

Nama Penyedia Barang/Jasa yang tercantum dalam surat jaminan penawaran harus sama dengan nama penawar. Masa berlaku jaminan penawaran tidak kurang dari jangka waktu berlakunya penawaran. Apabila masa berlaku jaminan penawaran sudah habis sedangkan evaluasi penawaran belum selesai atau Kontrak belum dapat diterbitkan. 1.8. sehingga dapat dicairkan tanpa menunggu penyelesaian antara pihak penjamin dengan pihak prinsipal/Penyedia Barang/ Jasa sesuai pasal 1832 KUH Perdata dan menyimpang dari pasal 1831 KUH Perdata. Counter bank guarantee (CBG). Permintaan perpanjangan masa laku jaminan penawaran disampaikan kepada peserta pengadaan atau pemenang pengadaan paling lambat 5 (lima hari kerja) sebelum masa laku jaminan penawaran berakhir.Buku Kedua . yaitu jaminan penawaran yang dikeluarkan oleh Bank Umum berdasarkan jaminan asuransi kerugian yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi.5. Apabila nilai yang tercantum dalam angka berbeda dengan yang tercantum dalam huruf. Surat jaminan penawaran harus dijamin keasliannya dengan surat keterangan yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi penerbit surat jaminan.3. atau b. Jaminan penawaran (bid bond). 4.6.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Penjamin bersedia mencantumkan persyaratan unconditional bond. Dalam surat jaminan penawaran.7. 1.9. 1. 1. Jaminan penawaran harus berupa polis penjaminan dalam bentuk: a. maka penawaran dinyatakan diskualifikasi.3.3. nilai jaminan dicantumkan dalam angka dan huruf. maka Kontraktor KKS harus meminta Penyedia Barang/Jasa untuk memperpanjang masa berlaku jaminan penawaran untuk kurun waktu sampai dengan perkiraan terbitnya Kontrak. Nilai tersebut dalam angka harus sama dengan yang dinyatakan dalam huruf. Nama Kontraktor KKS yang melaksanakan pengadaan harus tercantum di dalam jaminan penawaran sebagai yang menerima jaminan penawaran.3. 108 . 1.

1.11. sehingga Kontraktor KKS tidak dapat mencairkan jaminan dimaksud.3.3.13.12. 1. maka peserta pengadaan diminta untuk mengganti jaminan penawaran dalam waktu tidak lebih dari 5 (lima) hari kerja.3.3. maka untuk selanjutnya jaminan penawaran yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan penawaran dimaksud tidak dapat diterima. Dalam hal jaminan penawaran (bid bond) dibatalkan secara sepihak oleh Penyedia Barang/Jasa sebelum masa berlakunya habis. Judul dan nomor paket pengadaan yang tercantum dalam jaminan penawaran harus sama seperti judul dan nomor paket pengadaan.3. di atas.10. jaminan penawaran dicairkan dan masuk ke dalam kas Kontraktor KKS untuk diperhitungkan sebagai pengurang biaya operasi.14. Jaminan penawaran dari perusahaan penerbit jaminan penawaran dimaksud baru dapat diterima 12 (dua belas) bulan setelah perusahaan penerbit jaminan penawaran dimaksud melunasi kewajibannya yang tertangguhkan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Dalam hal Kontraktor KKS mengajukan permintaan pencairan jaminan dan tidak dapat mencairkan dengan segera atau paling lambat dalam masa 3 (tiga) bulan. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa membatalkan penawaran atau mengundurkan diri dalam masa berlakunya penawaran. 1. 109 .3. 1. Setiap 3 (tiga) bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah dan nilai jaminan penawaran yang telah dicairkan. Apabila dalam evaluasi penawaran diketahui ada peserta pengadaan menggunakan jaminan penawaran yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan tersebut pada angka 1.12. kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi merah.

perkantoran atau 2. Ketentuan tentang kewajiban menyerahkan jaminan pelaksanaan dapat tidak diterapkan pada: Kontrak penyewaan pergudangan. dapat dikenakan jaminan pelaksanaan lebih dari 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen).4. 110 . Masa berlaku jaminan pelaksanaan adalah selama jangka waktu Kontrak atau untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. 2.4.2.000.Buku Kedua . Untuk Kontrak pengadaan barang/jasa dengan Kontrak tahun jamak jaminan pelaksanaan dapat ditetapkan sebagai berikut : 1. 2. Ketentuan jaminan pelaksanaan: Nilai jaminan pelaksanaan adalah 5% (lima persen) dari nilai Kontrak.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Sebelum penanda-tanganan Kontrak yang bernilai lebih besar dari Rp500. Jaminan pelaksanaan bagi penawaran yang nilainya lebih kecil dari 80% (delapan puluh persen) terhadap HPS/OE.1.2. jaminan penawaran dari pemenang yang bersangkutan dikembalikan. Nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap total nilai Kontrak.2.3. 2. Kontrak jasa asuransi.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) Penyedia Barang/Jasa wajib menyerahkan jaminan pelaksanaan.2. 2.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$50. 2. dinaikkan menjadi sekurang-kurangnya 5% (lima persen) sampai 10% (sepuluh persen) terhadap 80% (delapan puluh persen) HPS/OE.1. JAMINAN PELAKSANAAN 2.1. perumahan. Untuk kegiatan/pekerjaan berisiko tinggi. 2. Nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap sisa nilai Kontrak.4.000. 2. 2. Pada tahun ke-1 (kesatu) : a. Pada tahun ke-2 (kedua) dan/atau tahun berikutnya: a.3.2. b.000.4. Pada saat jaminan pelaksanaan diterima oleh Kontraktor KKS.

Besaran persentase jaminan pelaksanaan tidak berubah selama masa pelaksanaan Kontrak. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan harus dicantumkan pada Dokumen Pengadaan. Nilai dalam angka harus sama dengan nilai yang dinyatakan dalam huruf. 3. 2. Masa berlaku jaminan pelaksanaan adalah sama dengan masa penjaminan. 2. 2. maka paling lambat 2 (dua) minggu sebelum berakhirnya masa berlaku jaminan pelaksanaan. 2. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD. Masa berlaku jaminan pelaksanaan adalah selama sisa jangka waktu Kontrak atau untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia.4. 2.9.4.4. Jenis mata uang (currency) jaminan pelaksanaan harus sama dengan jenis mata uang yang digunakan dalam Kontrak.7.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. Untuk Kontrak lumpsum dan/atau Kontrak turnkey nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap keseluruhan nilai selama jangka waktu Kontrak.5. Nilai jaminan dicantumkan dalam angka dan huruf. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD. ditambah sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan.4. 111 . Nama Penyedia Barang/Jasa yang tercantum dalam jaminan pelaksanaan harus sama dengan nama pelaksana.12.8. Untuk Kontrak call off order nilai jaminan pelaksanaan ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap perkiraan pemakaian per tahun yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS.10.4.11. Dalam hal masa berlaku jaminan pelaksanaan ditetapkan 1 (satu) tahun.4. termasuk masa pembuktian pencapaian TKDN pekerjaan jasa. 2.4. Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan jaminan pelaksanaan tahun berikutnya. 2.4. dijelaskan pada rapat penjelasan dan tercantum dalam kontrak. Nama Kontraktor KKS pemilik pekerjaan harus tercantum di dalam jaminan pelaksanaan sebagai yang menerima jaminan pelaksanaan.4.4. 2. 2.6. 4.

4.4. 2. Jaminan pelaksanaan dari perusahaan penerbit jaminan pelaksanaan dimaksud baru dapat diterima 12 (dua belas) bulan setelah perusahaan penerbit jaminan pelaksanaan dimaksud melunasi kewajibannya yang tertangguhkan.4. Apabila terdapat perbedaan.4. maka jaminan pelaksanaan tidak dicairkan. maka jaminan pelaksanaan dicairkan dan masuk ke dalam kas Kontraktor KKS untuk diperhitungkan sebagai pengurang biaya operasi. Penerbit jaminan harus menyatakan bahwa jaminan pelaksanaan bisa dicairkan dengan segera sesuai pasal 1832 KUH Perdata dan menyimpang dari pasal 1831 KUH Perdata. 2.14.Buku Kedua . Dalam hal Kontraktor KKS mengajukan permintaan pencairan jaminan dan perusahaan penerbit jaminan tidak dapat mencairkan dengan segera atau paling lambat dalam masa 3 (tiga) bulan.18. 2.17. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa mengundurkan diri atau oleh Kontraktor KKS dinilai tidak mampu untuk menyelesaikan pekerjaan sehingga Kontrak diputus sebelum berakhirnya masa Kontrak. Penyedia Barang/Jasa harus membuat pernyataan yang menjamin keaslian jaminan pelaksanaan yang ditandatangani oleh pemimpin perusahaan atau pejabat lain yang memiliki kewenangan sesuai dengan akte pendirian perusahaan dan perubahannya.13. sehingga Kontraktor KKS tidak dapat mencairkan jaminan dimaksud. dan denda keterlambatan telah mencapai maksimum namun pekerjaan dapat dilanjutkan dan diselesaikan. maka untuk selanjutnya jaminan pelaksanaan yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan pelaksanaan dimaksud tidak dapat diterima. Dalam hal terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan atau terlambat menyerahkan barang.15.4.19. 2.16. Penyedia Barang/Jasa harus mengganti jaminan pelaksanaan dengan yang benar. kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi merah. Dalam hal jaminan pelaksanaan (performance bond) dibatalkan secara sepihak oleh Penyedia Barang/Jasa sebelum masa berlakunya habis. Apabila dalam proses penandatangan Kontrak Penyedia Barang/Jasa menyerahkan jaminan pelaksanaan yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan tersebut pada 112 .4. 2. Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah dan nilai jaminan pelaksanaan yang telah dipungut. 2.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.

Jaminan pelaksanaan dapat diambil Penyedia Barang/ Jasa: 1. Setelah pembuktian pencapaian target TKDN jasa disepakati. maka Kontraktor KKS tidak bertanggung jawab atas kehilangan.4.18. 113 . 2. Apabila dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender setelah tanggal pemberitahuan jaminan pelaksanaan tersebut tidak diambil. di atas. Berdasarkan pemberitahuan dari Kontraktor KKS.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 angka 2. maka peserta pengadaan diminta untuk mengganti jaminan pelaksanaan dalam waktu tidak lebih dari 5 (lima) hari kerja. dan 2. Setelah pelaksanaan pekerjaan/penyerahan barang seluruhnya selesai.4. kerusakan atau penyalahgunaan jaminan pelaksanaan tersebut.20. dan 3.

3.Buku Kedua .3. JAMINAN UANG MUKA 3. Besarnya jaminan uang muka harus bernilai sekurang-kurangnya sama dengan jumlah uang muka yang diberikan. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD. Jaminan atas uang muka dikembalikan kepada Penyedia Barang/ Jasa pada saat dibuat berita acara penyelesaian pekerjaan tahap pertama.4. 114 . Dalam hal diberikan uang muka. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia. 3. Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan jaminan uang muka.1.2.

3. 95% (sembilan puluh lima persen) dari nilai Kontrak. Bagi Pekerjaan konstruksi yang tidak Bersifat Kompleks: 1. Apabila Penyedia Barang/Jasa tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan selama masa pemeliharaan sebagaimana mestinya maka Kontraktor KKS berhak menggunakan uang retensi atau mencairkan jaminan pemeliharaan untuk membiayai perbaikan atau pemeliharaan. 4. 100% (seratus persen) dari nilai Kontrak. 4. namun Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan surat jaminan pemeliharaan sebesar 5% (lima persen) dari nilai Kontrak.2. 115 . 100% (seratus persen) dari nilai Kontrak. sedangkan sisa 10% (sepuluh persen) merupakan retensi selama masa pemeliharaan. 4.2. Apabila pekerjaan telah selesai 100% (seratus persen) maka pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa dapat dilaksanakan sebagai berikut: 4. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD.5.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. besarnya pembayaran terakhir yang ditahan dapat ditetapkan lebih besar dari 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen). Masa berlaku jaminan pemeliharaan minimal sama dengan masa pemeliharaan. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia. 4. dapat disyaratkan untuk menahan sebagian pembayaran atas penyerahan barang atau hasil pekerjaan sebesar 5% (lima persen) dari total nilai Kontrak sebagai jaminan selama masa pemeliharaan. JAMINAN PEMELIHARAAN 4. atau 2.3. atau 2. Sebagai pengganti ditahannya sebagian nilai pembayaran. Bagi pekerjaan konstruksi. Dalam hal pekerjaan tersebut dapat dikategorikan sebagai Pekerjaan Bersifat Kompleks. dapat disepakati kewajiban pemeliharaan dijamin menggunakan surat jaminan pemeliharaan.1. 4. 90% (sembilan puluh persen) dari nilai Kontrak. namun Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan surat jaminan pemeliharaan sebesar 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak.4. Bagi Pekerjaan konstruksi yang Bersifat Kompleks: 1. sedangkan sisa 5% (lima persen) merupakan retensi selama masa pemeliharaan.1. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD.3.

.

116 . Pemilihan Penyedia Barang/Jasa melalui pelelangan umum. pengadaan secara elektronik (e-Procurement) atau melalui swakelola. pemilihan langsung. Dalam keadaan tertentu sesuai ketentuan pedoman ini. penunjukan langsung. kartu pengadaan (procurement card). pemilihan Penyedia Barang/Jasa dapat dilakukan melalui pelelangan terbatas. pelelangan terbatas dan pemilihan langsung wajib mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri yang memenuhi persyaratan.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB X METODA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG / JASA PEMBORONGAN / JASA LAINNYA Pada prinsipnya pemilihan Penyedia Barang/Jasa dalam pengadaan barang/ Jasa Pemborongan /Jasa Lainnya dilakukan melalui pelelangan umum.

Dalam hal pengadaan Barang/Jasa yang menggunakan teknologi atau berisiko tinggi. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100.2. Pelelangan umum adalah pengadaan barang/jasa yang dilakukan secara terbuka untuk umum.000. Diikuti oleh Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi kualifikasi kompetensi dan kemampuan usaha sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan.3. 1.1.1. Pengadaan pekerjaan dengan nilai sampai dengan Rp1.000. atau barang/jasa yang mempunyai persyaratan khusus dapat dilakukan dengan hanya mengundang Penyedia Barang/Jasa usaha menengah dan usaha besar.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat): 1. tetap menggunakan ketentuan yang diatur dalam bab III angka 6. media cetak dan apabila memungkinkan melalui media elektronik.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). 1. atau spesifik (seperti bahan kimia khusus. Dalam hal pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan. perangkat lunak teknologi informasi (information technology software).1.000.2. 1. Dalam hal penilaian kualifikasi menggunakan sistim Prakualifikasi.2.4.000.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$50. mengacu kepada prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dengan diumumkan terlebih dahulu melalui papan pengumuman resmi Kontraktor KKS.2. Diutamakan bagi Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil yang terdaftar dalam Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu (DPM).000. SYARAT PELELANGAN: Dilakukan untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp500. sekurang-kurangnya diikuti oleh 3 (tiga) Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus kualifikasi dan memasukkan penawaran. 117 . 1. 1.000.2. 3. PELELANGAN UMUM 1.2.000.2.

5. 118 .3.6.Buku Kedua . sekurang-kurangnya diikuti oleh 3 (tiga) Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran. Dilakukan negosiasi harga apabila setelah pembukaan penawaran diketahui bahwa tidak ada satupun penawaran yang bernilai sama atau lebih rendah dibanding HPS/OE. dan yang memenuhi kualifikasi sekurang-kurangnya 1 (satu). 1.2. Dalam hal penilaian kualifikasi menggunakan sistim pascakualifikasi. 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.2. TATA CARA PELELANGAN UMUM Tata cara pelelangan umum yang dimulai sejak pengumuman pelelangan sampai dengan penunjukan pemenang pengadaan mengikuti ketentuan dalam bab XI pedoman ini.

atau 4. apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu).1.2. Penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar. Pelelangan terbatas dilaksanakan dengan cara mengundang melalui pengumuman minimal 2 (dua) calon peserta yang memenuhi kriteria tertentu. apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua).3. maka pabrikan dapat menunjuk satu distributor tunggal untuk bertindak atas nama pabrikan. Diketahui secara luas bahwa jumlah Penyedia Barang/Jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan terbatas. 2. kecuali: 2. Pemilihan langsung kepada penawaran yang masuk.3. atau 2.3.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. PELELANGAN TERBATAS 2.1. pelelangan dinyatakan gagal dan dilakukan pelelangan terbatas ulang.1. 2. apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). Pengadaan barang dengan pelelangan antar pabrikan.3.2. Pengumuman dimaksudkan untuk menjaring peserta lain yang memenuhi persyaratan. 119 . apabila penawaran yang masuk minimal 2 (dua).2. Metode pelelangan terbatas dapat dilaksanakan untuk pengadaan barang/jasa yang memenuhi kondisi berikut: 2. Pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar. 2. atau 3. Apabila pelelangan terbatas ulang gagal. wajib diikutsertakan. Penunjukan langsung kepada penawaran yang masuk. Apabila peserta yang mendaftar dan memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga). Peserta yang mendaftar dan memasukkan penawaran minimal 3 (tiga). Tata cara pelelangan terbatas pada dasarnya sama seperti proses pelelangan umum.2. Dalam hal pabrikan tidak melaksanakan sendiri pemasaran produknya. 2. Dalam pengumuman dicantumkan kriteria peserta dan nama Penyedia Barang/Jasa yang akan diundang. Apabila setelah diumumkan terdapat Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar dan memenuhi kriteria namun tidak tercantum dalam pengumuman. maka proses dilanjutkan dengan cara: 1. 2.3.

Khusus untuk pengadaan barang wajib dipergunakan: 1. 4. 5.4. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat mencantumkan dalam pengumuman hanya 1 (satu) pabrikan. Apabila peserta yang memasukkan penawaran hanya 2 (dua). proses dilanjutkan melalui metode pelelangan umum dengan mengundang pabrikan dalam negeri yang menawarkan barang produksi dalam negeri dengan TKDN minimal 10% (sepuluh persen). 6. proses dilanjutkan dengan penunjukan langsung kepada peserta yang memasukkan penawaran. proses dilanjutkan dengan melakukan negosiasi bersamaan kepada penawaran peringkat I (pertama) sampai dengan penawaran peringkat III (ketiga) berdasarkan harga evaluasi penawaran (HEP). 120 .3. proses dilanjutkan dengan pemilihan langsung kepada peserta yang memasukkan penawaran. Apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua). Apabila setelah dilakukan negosiasi bersamaan harga penawaran hasil negosiasi masih lebih tinggi dibanding HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.Buku Kedua . Apabila peserta yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu). 7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. 2. Apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu) dilakukan penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar. 3. apabila dalam buku APDN hanya tercantum 1 (satu) pabrikan yang memenuhi persyaratan pencapaian TKDN. proses dilanjutkan dengan pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang melalui pengumuman semua pabrikan yang tercantum dalam buku APDN yang memenuhi persyaratan pencapaian TKDN. Apabila pelelangan terbatas atau pemilihan langsung atau penunjukan langsung mengalami kegagalan karena setelah dilakukan negosiasi bertahap kepada penawaran peringkat I (pertama) sampai dengan penawaran peringkat III (ketiga) berdasarkan harga evaluasi penawaran (HEP) masih lebih tinggi dibanding dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.

Penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar. Pemilihan langsung kepada penawaran yang masuk. Apabila proses pelelangan umum mengalami kegagalan. 121 . atau d.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. atau c. proses dilanjutkan dengan cara: a. atau b. apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu). apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). Pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar. Penunjukan langsung kepada penawaran yang masuk. 2. apabila penawaran yang masuk minimal 2 (dua).4. Penilaian kualifikasi dilakukan dengan cara Prakualifikasi. apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua).

2.1.000.2. SYARAT PEMILIHAN LANGSUNG: Pemilihan langsung dilaksanakan untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp50.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) Pemilihan Langsung dengan nilai lebih besar dari Rp500.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50.2. Untuk pemasangan telepon. 3.2.7.1. 3.000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) dapat dilakukan apabila memenuhi salah satu kondisi berikut: 1. 3.3.000.000. Untuk penyewaan pertama kali atau pindah lokasi fasilitas perumahan.3. Merupakan kelanjutan dari proses pelelangan atau pelelangan terbatas sebagaimana diatur pada bab III angka 7.000.000.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan nilai Rp500. perkantoran atau pergudangan. Merupakan kelanjutan proses dari pelelangan ulang yang gagal karena peserta yang mendaftar atau yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua). 3.3. pemasangan air untuk fasilitas perumahan dan perkantoran.1.2. pemasangan gas. 3. Sebagai proses lebih lanjut atas pelelangan ulang gagal.2.00 (lima puluh juta rupiah) atau lebih besar dari US$5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. 3. 3.4. 3. apabila memenuhi salah satu keadaan berikut: Diketahui secara luas bahwa Penyedia Barang/Jasa yang mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan hanya 2 (dua). 122 .3.000.4.00 (lima ratus juta rupiah) atau sampai dengan nilai US$50. dan bab X angka 2.000.000.2.2. PEMILIHAN LANGSUNG Pemilihan langsung adalah pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan mengundang sekurang-kurangnya 3 (tiga) Penyedia Barang/ Jasa.Buku Kedua . Merupakan kelanjutan dari proses pelelangan gagal karena peserta yang mendaftar atau yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua) dan diketahui secara luas bahwa hanya terdapat 2 (dua) Penyedia Barang/Jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan tersebut. 3. 3. 2.3. Pemilihan langsung dapat dilaksanakan dengan cara mengundang sekurang-kurangnya 2 (dua) Penyedia Barang/Jasa.1.3.a.

Merupakan pelaksanaan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang wajib dipergunakan namun jumlah yang mendaftar dan/atau yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua). Pelaksanaan standarisasi barang/peralatan sehingga diperlukan barang/peralatan yang sama dengan yang telah terpasang. 123 . Merupakan kelanjutan dari proses lelang gagal karena peserta yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua) dan diketahui secara luas bahwa hanya terdapat 2 (dua) Penyedia Barang/Jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan tersebut. b. yang apabila tidak segera dilaksanakan akan mengakibatkan kehilangan kesempatan mempertahankan tingkat produksi minyak dan/atau gas bumi atau akan menunda pelaksanaan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi. Dengan dilengkapi justifikasi tertulis yang disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau pimpinan tertinggi setempat sesuai batas nilai kewenangannya. Merupakan pekerjaan yang harus segera dilaksanakan untuk memenuhi ketentuan pemerintah dan/atau peraturan perundang-undangan yang harus segera dipatuhi. c. dalam hal memenuhi salah satu dari keadaan berikut: a. dalam hal: a. namun dapat dipenuhi dengan beberapa merek (approved brands). 6. Diketahui secara luas bahwa Penyedia Barang/Jasa yang mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan hanya 2 (dua). Dengan dilengkapi justifikasi tertulis yang disetujui oleh Pejabat Berwenang. Merupakan pekerjaan mendesak sebagai akibat kejadian yang tidak terduga. Penetapan standar barang/peralatan mengikuti ketentuan standarisasi yang diterbitkan oleh BPMIGAS. atau b. d. Pengadaan perabotan (furniture) Produksi Dalam Negeri untuk perumahan atau perkantoran. Tata cara mengikuti ketentuan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang wajib dipergunakan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.

3. Pemilihan langsung dilaksanakan dengan mengundang calon Penyedia Barang/Jasa dari: 1.000. 3. Barang/jasa yang diperlukan dalam kegiatan pemboran lepas pantai (offshore). atau 2. Daftar Penyedia Mampu (DPM).4.4. dengan menara pemboran (drilling rig) yang diadakan dengan metoda penunjukan langsung sebagai akibat terjadinya kelangkaan menara pemboran laut (offshore drilling rig) sebagaimana diatur dalam angka 4.4. Masa sanggah hanya 1 (satu) kali. Pemberian penjelasan dilakukan apabila dianggap perlu.Buku Kedua . mengikuti tata cara pelelangan. Pelaksanaan negosiasi mengikuti tata cara negosiasi pada proses pelelangan umum.5. Pelaksanaan pemilihan langsung dilakukan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. TATA CARA PEMILIHAN LANGSUNG: 3. dalam bab ini. Penawaran yang masuk sekurang-kurangnya 2 (dua) dan yang memenuhi syarat sekurang-kurangnya 1 (satu).d. sesuai batas nilai kewenangannya.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang Penyedia Barang/Jasa dengan cara mengumumkan di papan pengumuman resmi Kontraktor KKS atau mengirimkan surat undangan kepada Penyedia Barang/Jasa terundang.000.00 (lima puluh ribu dollar Amerika Serikat). berlaku selama 3 (tiga) hari kerja terhitung setelah tanggal pengumuman pemenang serta diterapkan hanya untuk paket pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp500. 3. Dilakukan negosiasi harga namun tidak boleh mengubah lingkup pekerjaan.4. Sumber lain di luar DPM. Penilaian kualifikasi calon Penyedia Barang/Jasa dilakukan secara Prakualifikasi. Urutan proses sejak pemberian penjelasan sampai dengan penunjukan pemenang.5.4. kecuali : 1. 124 .2.4. 3. 2.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50.000.4.2. Apabila yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu) dilanjutkan dengan evaluasi sesuai dengan tata cara penunjukan langsung. 3. Dalam hal harga penawaran terendah sudah lebih rendah dari pada HPS/OE maka negosiasi harga hanya dilakukan kepada penawar terendah pertama.2.4.6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa e.3. 3. 3.

pembukaan penawaran dilakukan Panitia Pengadaan/Tim Internal tanpa harus dihadiri oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa.000. Hasil evaluasi diumumkan atau diberitahukan secara terulis kepada peserta pengadaan.000.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100. Bagi paket pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1. Berita acara pembukaan penawaran ditandatangani Panitia Pengadaan/Tim Internal.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.000.000. 125 .00 (seratus ribu dollar Amerika Serikat). 5.

Syarat Penunjukan Langsung: Penunjukan langsung dapat dilaksanakan untuk pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp50. Pekerjaan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi sehubungan dengan telah terjadinya keadaan darurat (emergency).4. 4.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat).Buku Kedua . 4. 4.2. 4. Pada saat selesainya penanggulangan keadaan darurat (emergency) Kontraktor KKS melaporkan dan meminta untuk dilakukan audit kepada BPMIGAS bagi semua kegiatan pengadaan barang/jasa yang telah dilakukan. 126 . dapat dilakukan untuk hal-hal berikut: 1.000.000.2.000.2.3. Proses pengadaannya tidak memerlukan persetujuan BPMIGAS terlebih dahulu.000.00 (lima puluh juta rupiah) atau US$5. 4.1.2.00 (lima puluh juta rupiah) atau US$5.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat). a.1. 3. 2.000. PENUNJUKAN LANGSUNG Pengadaan secara penunjukan langsung dilaksanakan dengan cara menunjuk langsung kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa.4. disertai permohonan izin untuk melakukan tindakan pengadaan barang/jasa yang diperlukan untuk mengatasi keadaan tersebut. Pimpinan tertinggi Kontraktor KKS menyatakan keadaan darurat (emergency) dan harus melaporkan ke BPMIGAS dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam. b. Merupakan kelanjutan dari proses pelelangan atau pelelangan terbatas sebagaimana diatur pada bab X angka 2. Sebagai proses lanjut atas pelelangan ulang gagal karena hanya ada 1 (satu) peserta yang memasukkan penawaran. c.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. Untuk penunjukan langsung dengan nilai lebih besar dari Rp50. Sebagai proses lanjut atas pemilihan langsung gagal karena hanya ada 1 (satu) peserta yang memasukkan penawaran.000.

Pengadaan barang/jasa tertentu yang diketahui secara luas hanya dapat dilaksanakan oleh 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa.000. d. gudang.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. Pekerjaan mendesak yang diperlukan untuk meningkatkan volume produksi minyak dan/atau gas bumi berdasarkan permintaan Pemerintah Republik Indonesia melalui BPMIGAS dan harus dipenuhi dalam waktu selama-lamanya 1 (satu) tahun. Pekerjaan mendesak yang tidak dapat ditunda dan harus segera dilaksanakan. Pekerjaan tertentu dengan dilengkapi justifikasi yang disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS.000. Dengan ketentuan. Dalam hal ini dapat dilakukan penunjukan langsung kepada BUMN tersebut. 127 . f. lapangan penumpukan (termasuk shore base) atau pelabuhan. c. Merupakan kelanjutan dari pelelangan ulang yang gagal karena peserta yang mendaftar hanya ada 1 (satu). Untuk perpanjangan masa penyewaan rumah. b. yaitu: a. e. sedangkan di wilayah negara Republik Indonesia terdapat peralatan dimaksud dengan kemungkinan akan segera diekspor karena masa kontraknya akan segera berakhir.000.000. lebih dari 50% (lima puluh persen) saham BUMN tersebut dimiliki oleh Negara.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih dari US$5. yang diproduksi oleh 1 (satu) perusahaan yang berstatus badan usaha milik negara (BUMN). 6. sebagai akibat Keadaan Mendesak yang terjadi mendadak. kantor. dengan nilai perkiraan lebih dari Rp50.000. Pengadaan jenis barang dengan penjumlahan TKDN + BMP mencapai minimal 40% (empat puluh persen).00 (lima juta dolar Amerika Serikat). pada kondisi terjadi kelangkaan menara pemboran laut (offshore drilling rig) atau kapal survei seismic. Pengadaan menara pemboran laut (offshore drilling rig) dan barang/jasa pendukung pelaksanaan pemboran terkait dan kapal survei seismic.

Untuk pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dari pekerjaan yang tidak ada harga standarnya. d.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. dengan ketentuan: • Masa pelaksanaan paling lama hanya sampai dengan 1 (satu) hari sebelum tanggal dimulainya pekerjaan berdasar Kontrak baru. tetapi sehubungan dengan homogenitasnya perlu dijaga kontinuitas pelaksanaannya sesuai dengan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis. Pelaksanaan pekerjaan ini tidak boleh dilakukan secara berturutan dengan penambahan lingkup kerja (PLK) kesinambungan (bridging) pada Kontrak yang sama. Pengadaan barang/jasa spesifik yang hanya dapat dipenuhi oleh 1 (satu) pabrikan atau Penyedia Barang/ Jasa tertentu. antara lain pengadaan barang/jasa yang terkait dengan kepemilikan lisensi/hak kepemilikan/ proprietary right. dan • Secara kumulatif waktu pelaksanaan tidak melebihi 6 (enam) bulan. c. Pekerjaan tambahan yang tidak dapat dihindarkan dalam rangka penyelesaian pekerjaan semula dan telah ada harga standar dengan menggunakan satuan harga yang berlaku pada Kontrak yang bersangkutan sepanjang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. misalnya perangkat lunak teknologi informasi termasuk jasa pemeliharaannya. 128 .Buku Kedua . Pekerjaan tertentu dengan dilengkapi justifikasi tertulis yang disetujui oleh Pejabat Berwenang dan memenuhi sekurangkurangnya salah satu syarat sebagai berikut: a. e. b. Untuk pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dan telah ada harga standar dengan menggunakan satuan harga menurut harga yang berlaku pada Kontrak yang bersangkutan dan secara teknis merupakan satu kesatuan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan terdahulu berdasarkan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis. sementara proses lelang atau pemilihan langsung belum selesai. Dalam hal diperlukan kesinambungan (bridging) pekerjaan yang sedang berlangsung.

000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). k. Penetapan standar barang/peralatan mengikuti ketentuan standarisasi yang diterbitkan oleh BPMIGAS. dengan nilai per paket pekerjaan maksimal Rp5.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat): • Pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh 1 (satu) penyedia Jasa Konsultansi yang telah terbukti berhasil mencapai suatu target yang sangat baik dan dipercaya akan berhasil mencapai target yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS. Pekerjaan Jasa Konsultansi atau pelatihan pekerja yang dilaksanakan oleh pabrikan atau agen tunggal peralatan atau permesinan.00 (lima milyar rupiah) atau maksimal US$500.000.000. • Pekerjaan Jasa Konsultansi dan/atau pelatihan pekerja yang dilaksanakan penyedia Jasa Konsultansi dan dikerjakan oleh tenaga ahli yang secara pribadi per pribadi diyakini mampu memberikan hasil yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS. h.3. Dalam rangka uji coba penggunaan barang/peralatan hingga diperoleh hasil yang diinginkan berdasarkan analisa keekonomian dan/atau evaluasi kinerja (performance based evaluation).00 (lima puluh milyar rupiah) atau maksimal US$5. dengan nilai perkiraan maksimal Rp50. dalam rangka pengoperasian dan/atau pengelolaan peralatan atau permesinan tersebut. yang disahkan oleh pimpinan fungsi pengguna barang/jasa. Pekerjaan Jasa Konsultansi. 129 f. 4.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Dalam rangka standarisasi barang/peralatan sehingga diperlukan barang/peralatan yang sama dengan yang telah terpasang.000. Merupakan kelanjutan dari pelelangan ulang yang gagal karena peserta yang mendaftar hanya ada 1 (satu). .000. g. Pekerjaan Jasa Konsultansi yang hanya dapat dilakukan oleh 1 (satu) pemegang hak cipta yang telah terdaftar atau pihak yang telah mendapat izin pemegang hak cipta. i. j.000. termasuk tatawaktu dan kriteria evaluasi.000. Pelaksanaan pengadaan harus dilengkapi dengan program uji coba yang lengkap.000.

3. 4.000. 4.3. Pemberian penjelasan dilakukan hanya apabila dianggap perlu. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengirimkan undangan kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus penilaian kualifikasi untuk memasukkan penawaran.3.500. Negosiasi tidak boleh mengubah sasaran pekerjaan.3. 4.000.00 (limapuluh juta rupiah) atau lebih besar dari US$5.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa TATA CARA PENUNJUKAN LANGSUNG: Pelaksanaan penunjukan langsung dilakukan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal sesuai batas nilai kewenangannya. 4.3.00 (dua puluh lima juta rupiah) atau lebih besar dari US$2. Tidak disediakan masa sanggah. Tindakan ini tidak dikategorikan sebagai post bidding.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) mulai dari permintaan penawaran mengikuti tata cara pelelangan.00 (dua puluh lima juta rupiah) atau setinggitingginya US$2.000.00 (dua ribu lima ratus dolar Amerika Serikat) harus dilakukan dengan Kontrak. kecuali merupakan kelanjutan dari proses pelelangan ulang yang gagal atau merupakan kelanjutan dari proses pemilihan langsung yang gagal. Paket pengadaan dengan nilai setinggi-tingginya Rp25. Dilakukan negosiasi harga dan bila diperlukan sebelum negosiasi harga dilakukan Klarifikasi dan negosiasi aspek lainnya. 7. Jaminan penawaran tidak diperlukan. Dalam hal ini berita acara pembukaan penawaran ditandatangani oleh anggota Panitia Pengadaan/ Tim Internal. 130 . 2.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) tanpa Kontrak. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat meminta tambahan dokumen pendukung penawaran. 6.00 (limapuluh juta rupiah) atau sampai dengan nilai US$5. 3.Buku Kedua .500. Urutan proses penunjukan langsung dengan nilai lebih besar dari Rp50. Dalam hal menggunakan kartu pengadaan (procurement card). 4.3.000.000.000.4. 4.5. kecuali: 1.000.000. Pembukaan penawaran tidak harus dihadiri oleh Penyedia Barang/Jasa. 5. Lebih besar dari Rp25.00 (dua ribu lima ratus dolar Amerika Serikat) dapat dilakukan secara tunai atau cara lain tanpa perikatan Kontrak.000.000. dapat dilakukan sampai dengan nilai Rp50.2.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

8. Tata waktu disesuaikan dengan kebutuhan. 9. Tidak diperlukan pengumuman hasil pengadaan kecuali merupakan kelanjutan dari proses pelelangan ulang yang gagal atau merupakan kelanjutan dari proses pemilihan langsung yang gagal. 4.3.6. Pengadaan barang/jasa spesifik: 1. Penentuan kebutuhan barang/jasa spesifik ditetapkan dalam suatu kebijakan tertulis oleh Kontraktor KKS, berdasarkan hasil penelitian teknis yang dapat dipertanggungjawabkan. 2. Pengguna barang/jasa yang bersangkutan harus membuat spesifikasi teknis lengkap dan analisis teknis bahwa barang/jasa tersebut tidak dapat digantikan oleh barang/jasa lain dan/atau berdasarkan peraturan hanya boleh disediakan oleh Penyedia Barang/Jasa tertentu. 3. Dilaksanakan kepada penyedia jasa tunggal untuk jasa spesifik, atau kepada penyedia barang spesifik yaitu pabrikan atau agen tunggal/agen/distributor yang berstatus agen dari merek/ jenis barang spesifik tersebut. Penyedia Barang/Jasa berstatus agen harus memenuhi syarat: a. Memiliki perjanjian keagenan dengan pabrikan atau surat penunjukan dari pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan, dan/atau surat keterangan dari Instansi Pemerintah yang berwenang; b. Penawaran harga harus didukung dengan daftar harga yang dikeluarkan oleh prinsipal yaitu pabrikan atau yang mewakili pabrikan.

131

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

5. 5.1.

PROCARD Pengadaan dengan procurement card (procrad) adalah pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung dengan menggunakan media procard sebagai sarana pembayaran tanpa harus menerbitkan surat perjanjian/ Kontrak, surat pesanan, atau purchase order (PO). Tata cara mengenai pengadaan dengan Procard dapat dilihat pada lampiran MP- 001.

5.2.

6. PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK (E-PROCUREMENT): 6.1. Pengadaan secara elektronik (e-Procurement) merupakan pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan menggunakan jaringan elektronik (jaringan internet atau intranet) atau electronic data interchange (EDI). Metoda pelaksanaan e-Procurement terdiri dari e-Bidding dan e-Reverse Auction (e-RA). Tata cara pengadaan secara elektronik dapat dilihat pada lampiran MP- 002, dengan ketentuan: Pemanfaatan e-Procurement harus tetap memberikan kesempatan berusaha bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil dan memberdayakan Perusahaan Dalam Negeri serta mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. Pelaksanaannya harus tetap menerapkan konsep transparansi dan persaingan usaha secara sehat. e-BIDDING: e-Bidding merupakan pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan cara penyampaian informasi dan/atau data pengadaan dari Kontraktor KKS maupun dari Penyedia Barang/Jasa, dimulai dari pengumuman sampai dengan pengumuman hasil pengadaan, dilakukan melalui media elektronik antara lain menggunakan media internet, intranet dan/atau electronic data interchange (EDI). e-Bidding dapat dilaksanakan untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp50.000.000,00 (limapuluh juta rupiah) atau lebih besar dari US$5.000,00 (lima ribu dolar Amerika Serikat).

6.2. 6.2.1.

6.2.2.

6.3. 6.3.1.

6.3.2.

132

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

6.3.3.

Dalam hal menggunakan metoda pelelangan umum atau pelelangan terbatas, pengumuman juga dilakukan di papan pengumuman resmi Kontraktor KKS dan/atau media massa sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk nilai sampai dengan Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau nilai sampai dengan US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat), Penyedia Barang/Jasa tidak menyerahkan dokumen penawaran dan dokumen pendukung penawaran. 1. Penyedia Barang/Jasa yang ditunjuk sebagai pemenang pengadaan wajib menyerahkan surat penawaran sesuai ketentuan yang berlaku lengkap dengan perincian dan dokumen pendukung yang berkaitan, dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari setelah tanggal penunjukan. 2. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dianggap mengundurkan diri. Selanjutnya peserta dengan penawaran peringkat berikutnya dapat ditunjuk sebagai pemenang. Ketentuan penunjukan pemenang mengikuti ketentuan pada bab XI angka 15.

6.3.4.

6.3.5.

Untuk nilai lebih besar dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp20.000.000.000,00 (dua puluh milyar rupiah) atau nilai lebih besar dari US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$2,000.000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat), dokumen-dokumen tertentu dapat disyaratkan untuk diserahkan dalam sampul tertutup, antara lain surat penawaran harga dan surat jaminan penawaran. Untuk nilai lebih besar dari Rp20.000.000.000,00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2,000,000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat), surat penawaran teknis dan harga serta surat jaminan penawaran harus diserahkan dalam sampul tertutup selambat-lambatnya pada waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam IKPP/ITB. Bagi peserta pengadaan yang ditetapkan sebagai calon pemenang dengan nilai lebih besar dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau nilai lebih besar dari US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) diwajibkan untuk menyerahkan seluruh kelengkapan dokumen yang disyaratkan. Urutan proses mulai dari pengumuman sampai dengan penunjukan pemenang mengikuti tata cara pelelangan atau pemilihan langsung atau penunjukan langsung.

6.3.6.

6.3.7.

6.3.8.

133

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

6.4. e-REVERSE AUCTION (e-RA): 6.4.1. e-Reverse Auction merupakan proses pelelangan dimana pada tahap pembukaan penawaran harga dilanjutkan dengan upaya penurunan harga melalui media elektronik bagi penawaran yang memenuhi persyaratan. 6.4.2. Dapat digunakan untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100,000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). 6.4.3. Tidak boleh digunakan untuk pengadaan jasa tenaga kerja. 6.4.4. Dilakukan melalui metoda pelelangan umum, pelelangan terbatas atau pemilihan langsung, dengan sistim pemasukan dokumen penawaran dua sampul atau dua tahap. 6.4.5. Urutan proses sejak pengumuman sampai dengan penunjukan pemenang, mengikuti tata cara pelelangan umum atau pelelangan terbatas dengan ketentuan: 1. Penawaran yang telah lulus evaluasi tahap administrasi, teknis, dan penawaran harganya memenuhi persyaratan diberikan kesempatan berkompetisi secara ‘real-time’, dengan cara memasukkan penawaran harga lebih dari satu kali dan bersifat menurun dalam jangka waktu maksimal 24 (dua puluh empat) jam melalui media elektronik (online). 2. Tata cara pembukaan penawaran harga: a. Panitia Pengadaan membuka sampul penawaran harga di hadapan peserta pengadaan. Selanjutnya dilakukan penelitian pemenuhan syarat administrasi, terutama keabsahan surat penawaran harga dan surat jaminan penawaran. Penawaran tidak dibacakan dan tidak diperlihatkan kepada peserta yang lain. b. Pelaksanaan e-RA dimulai dengan meminta peserta yang penawaran harganya memenuhi persyaratan administrasi untuk mengunggah (upload) nilai penawaran masing-masing atau Panitia Pengadaan mengunggah nilai penawaran dari penawaran yang masuk. Identitas penawar dirahasiakan. c. Penawaran dengan nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai penawaran yang diunggah dinyatakan diskualifikasi dan dikeluarkan dari daftar peserta e-RA.

134

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

d. Penetapan peringkat (rangking) penawaran dilakukan pada setiap ada perubahan nilai penawaran yang diunggah oleh salah satu atau beberapa peserta. • Penetapan peringkat penawaran untuk pengadaan barang produksi dalam negeri didasarkan pada harga evaluasi penawaran (HEP) menggunakan TKDN yang dinyatakan dalam penawaran tertulis tersebut pada angka 6.4.5.2.a. di atas dan nilai penawaran terakhir dalam proses e-RA. Penetapan peringkat penawaran untuk pengadaan barang produksi luar negeri didasarkan pada perbandingan nilai penawaran.

e. Penawaran barang produksi dalam negeri dengan nilai harga evaluasi penawaran (HEP) terendah atau penawaran barang produksi luar negeri dengan nilai terendah pada akhir masa pelaksanaan e-RA, dan nilai penawaran terakhirnya telah lebih rendah dibanding dengan HPS/OE, ditetapkan sebagai calon pemenang. f. Semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis beserta pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan e-RA. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dianggap mengundurkan diri dan jaminan penawaran dicairkan;

g. Tata cara rinci dapat dilihat dalam lampiran MP-002 6.4.6. Penyedia Barang/Jasa peserta e-Procurement harus menandatangani pernyataan bahwa akan mematuhi ketentuan dan prosedur e-procurement yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS.

135

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

7. SWAKELOLA 7.1. Swakelola merupakan pekerjaan yang pelaksanaannya direncanakan, dikerjakan dengan menggunakan tenaga dan peralatan sendiri dan diawasi sendiri atau pelaksanaannya dikuasakan kepada pihak lain. Jenis-jenis pekerjaan yang dapat dilakukan secara swakelola oleh Kontraktor KKS sendiri, antara lain namun tidak terbatas pada pekerjaan penyelenggaraan pendidikan dan latihan, kursus, penataran, seminar, lokakarya; Pelaksanaan swakelola dapat dikuasakan kepada instansi pemerintah, lembaga ilmiah, perguruan tinggi, kelompok masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional. Swakelola tidak dapat dikuasakan kepada Badan Usaha. Jenis pekerjaan yang dapat dikuasakan kepada: 1. Instansi pemerintah, antara lain: a. Pemetaan lokasi, pengawalan bahan peledak, pengelolaan menara kontrol bandara; b. Pengamanan wilayah kerja; c. Sertifikasi dan verifikasi TKDN. 2. Lembaga pemerintah, lembaga ilmiah dan perguruan tinggi, antara lain: a. Seleksi penerimaan pekerja; b. Penelitian, studi, sertifikasi dan interpretasi geologi dan pertambangan minyak dan gas bumi; c. Penelitian, studi dan pengembangan sesuai bidang spesifikasinya; 3. Kelompok masyarakat, antara lain menyerahkan pelaksanaan pekerjaan tertentu kepada kelompok masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat setempat. Lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional yang terdaftar di Departemen Dalam Negeri, antara lain pelaksanaan jasa peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan di bidang pendidikan, penyuluhan, penerapan dan penyebarluasan teknologi sederhana atau madya yang tepat guna untuk kepentingan masyarakat.

7.2.

7.3.

4.

136

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

7.3.2.

Swakelola dengan cara dikuasakan, dilaksanakan dengan surat kuasa yang dilengkapi dengan uraian kewajiban dan hak masing-masing pihak. TATA CARA SWAKELOLA: Pelaksanaan swakelola yang dilakukan sendiri oleh Kontraktor KKS dilaksanakan sesuai dengan ketentuan masing-masing Kontraktor KKS. Pelaksanaan swakelola yang dikuasakan: 1. Pemilihan penerima kuasa disesuaikan kebijakan masingmasing Kontraktor KKS dengan memperhatikan ketentuan/ peraturan terkait; 2. Kontraktor KKS menunjuk langsung 1 (satu) penerima kuasa dengan cara membuat surat kuasa untuk melaksanakan pekerjaan tertentu. Surat kuasa tersebut mengatur antara lain tentang tanggung jawab, tugas, hak dan kewajiban masing-masing pihak, jenis dan lingkup pekerjaan, ketentuan pembayaran. Hal-hal yang tersebut dalam surat kuasa tersebut harus terlebih dahulu disepakati oleh kedua belah pihak; 3. Pengadaan barang/jasa termasuk pengadaan tenaga ahli yang diperlukan oleh penerima kuasa, menggunakan ketentuan yang berlaku pada penerima kuasa; 4. Pencapaian target pelaksanaan pekerjaan dilaporkan dan dievaluasi secara berkala, sesuai kesepakatan antara Kontraktor KKS dengan penerima kuasa; 5. Pengawasan di lapangan dilakukan oleh penerima kuasa; 6. Pada dasarnya pembayaran dilakukan dengan menggunakan panjar kerja yang secara berkala harus dipertanggungjawabkan oleh penerima kuasa. Sesuai sifat pekerjaannya, dapat dilakukan pembayaran berdasarkan kesepakatan para pihak.

7.4. 7.4.1.

7.4.2.

137

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

BAB XI TATA CARA PELELANGAN UMUM

138

Tempat. struktur kepemilikan.(seratus ribu dolar Amerika Serikat) diumumkan juga melalui media cetak dan apabila memungkinkan melalui media elektronik antara lain website BPMIGAS. 2. 1.(satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.2. Syarat persentase TKDN barang yang akan ditawarkan atau syarat komitmen persentase TKDN jasa yang harus dicapai. hari..1. Pelelangan dengan nilai lebih besar dari Rp1.000. tanggal dan batas waktu untuk mendaftarkan diri sebagai calon peserta pelelangan. Nama dan alamat Kontraktor KKS yang akan mengadakan pelelangan. 139 . Khusus untuk pengadaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya.000. PENGUMUMAN 1. 8. Tata cara dan tata waktu pelaksanaan penilaian kualifikasi calon peserta pelelangan.. Judul dan nomor lelang serta uraian singkat mengenai barang/ jasa yang dilelangkan. 6. 7. struktur kepengurusan perusahaan. bidang/sub bidang. dicantumkan persyaratan bahwa Penyedia Barang/Jasa harus bersedia memenuhi tingkat pencapaian TKDN yang ditetapkan Kontraktor KKS dalam pelaksanaan pekerjaan. Pengumuman pelelangan memuat antara lain: 1. Pengumuman pelelangan dilakukan secara terbuka melalui papan pengumuman Kontraktor KKS. hari.000. tanggal dan waktu untuk pengambilan dokumen kualifikasi dan/atau Dokumen Pengadaan. 3. Syarat pendaftaran pelelangan yaitu golongan. surat ijin usaha serta biaya penggantian Dokumen Pengadaan (apabila ada). 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.000. Tempat. 5.

Badan usaha yang mendaftar untuk ikut serta dalam pelelangan dengan nilai lebih besar dari Rp1.000.Buku Kedua . Penyedia Barang/Jasa harus mendaftar pada waktu yang telah ditentukan dengan melengkapi semua persyaratan. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara bahwa pelelangan gagal. 2. dengan cara mengumumkan perpanjangan masa pendaftaran sesuai ketentuan pengumuman. 2.000. antara lain harus menyerahkan salinan akte pendirian dan perubahannya. 140 .3. Pada tahap pendaftaran harus telah dapat diidentifikasi kemungkinan adanya hubungan istimewa di antara peserta pengadaan. 2. Lembar isian pernyataan awal TKDN: 1. Penyedia Barang/Jasa yang menyatakan telah memiliki atau akan menawarkan barang Produksi Dalam Negeri dengan TKDN sama dengan atau lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen).6. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar kurang dari 3 (tiga) maka Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat memperpanjang masa pendaftaran sesuai kebutuhan.5. 2.000. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Pendaftaran terbuka untuk semua badan usaha yang memiliki bidang usaha dan sub bidang usaha yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilelangkan.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) wajib menyerahkan: 2. wajib menyerahkan salinan SKUP Migas yang diterbitkan oleh kementerian yang membidangi industri minyak dan gas bumi. Dalam hal menggunakan sistim Prakualifikasi.1. Selanjutnya dilakukan pelelangan ulang dimulai dengan melakukan pengumuman pelelangan ulang. Konsorsium harus terbentuk pasti sebelum penilaian Prakualifikasi.2.1. Untuk pengadaan barang produksi dalam negeri: a.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. Apabila sampai dengan berakhirnya perpanjangan masa pendaftaran jumlah yang mendaftar kurang dari 3 (tiga).4. PENDAFTARAN PENYEDIA BARANG/JASA 2.000. Penyedia Barang/Jasa yang melakukan Konsorsium harus mendaftar sebagai Konsorsium.6.

tidak diikutsertakan dalam proses selanjutnya.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. 2. 2. maka bagi peserta yang akan menawarkan atau menyatakan memiliki barang dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) namun sama atau lebih besar dari 10% (sepuluh persen).7. pada saat pendaftaran: • Peserta pabrikan wajib menyatakan jenis-jenis dan besaran komponen dalam negeri dari barang yang akan ditawarkan atau menunjukkan copy SKUP Migas yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar dalam pengadaan barang wajib dipergunakan dan akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN minimal 15% (lima belas persen).2. Lembar pernyataan yang menyatakan persetujuan untuk mengikuti ketentuan pendayagunaan produksi dan kompetensi dalam negeri sebagaimana diatur pada bab III dalam pedoman ini. 2.6.6.3. 2. c. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat daftar peserta yang memenuhi syarat untuk mengikuti proses pengadaan selanjutnya. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi. Bagi badan usaha yang mendaftar namun tidak bersedia memenuhi ketentuan di atas. calon peserta pengadaan wajib menyerahkan surat pernyataan bersedia memenuhi target pencapaian TKDN minimal yang disyaratkan oleh Kontraktor KKS. Untuk pengadaan Jasa Pemborongan. di atas. 141 . • Peserta bukan pabrikan harus melampirkan surat penunjukan keagenan atau surat perjanjian kerjasama penjualan dari pabrikan dalam negeri. Untuk pengadaan barang di luar dari yang tersebut pada huruf b. harus menunjukkan copy SKUP Migas yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi dan sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian.

4. 3.1. Persyaratan kualifikasi Penyedia Barang/Jasa mengikuti ketentuan pada bab VI angka 5. Panitia Pengadaan/Tim Internal Kontraktor KKS melakukan penilaian kualifikasi dengan cara melakukan penilaian kompetensi dan/atau kemampuan Penyedia Barang/Jasa berdasarkan dokumen Prakualifikasi yang disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. kecuali untuk melengkapi dokumen-dokumen yang telah kadaluwarsa. Dokumen kualifikasi dibuat sesuai dengan lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan dan memberitahukan kepada peserta pengadaan waktu penyampaian dokumen persyaratan kualifikasi dan jangka waktu penilaian kualifikasi.1.3.1. tidak diharuskan mengikuti proses penilaian kualifikasi. Pelaksanaan Prakualifikasi dilakukan oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal dan dapat dibantu oleh pihak terkait di dalam lingkungan Kontraktor KKS maupun pihak luar yang independen.1. Bagi Penyedia Barang/Jasa yang telah terdaftar dalam Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu (DPM) dan menurut Panitia Pengadaan/Tim Internal memenuhi persyaratan kualifikasi.4. PRAKUALIFIKASI: 3. Peserta Pengadaan harus dapat membuktikan dan menjamin kebenaran semua data dalam informasi kualifikasi yang disampaikan.2.6.1. waktu dan tempat yang telah ditentukan.1. sumber daya manusia. Penyedia Barang/Jasa menyampaikan dokumen kualifikasi pada tanggal.Buku Kedua . Panitia Pengadaan/Tim Internal Kontraktor KKS melakukan verifikasi dokumen Prakualifikasi yang disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa. Apabila diperlukan Panitia Pengadaan/ Tim Internal Kontraktor KKS dapat melakukan peninjauan ke fasilitas pendukung Penyedia Barang/Jasa. 3. 142 3. .1. PENILAIAN KUALIFIKASI Penilaian kualifikasi dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan Penyedia Barang/Jasa dalam bidang administrasi. dalam pedoman ini.1. K3LL. dan finansial.5. 3. 3. Penilaian kualifikasi dilakukan melalui proses Prakualifikasi atau pascakualifikasi. teknis.

00 (dua ratus milyar rupiah) atau lebih besar dari US$20. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi maupun meminta tambahan dokumen yang dipersyaratkan pada dokumen kualifikasi dalam waktu yang telah ditentukan. 3.9. 3. Penambahan dokumen oleh Penyedia Barang/Jasa tidak dikategorikan sebagai Post-Bidding.1.000. 3.1.000. maka penilaian kualifikasi dilakukan terhadap keseluruhan kemampuan anggota Konsorsium. dengan ketentuan kriteria penilaian yang digunakan sama atau lebih tinggi dari kriteria penilaian yang disyaratkan.1. 3. 143 . Kontraktor KKS dalam tahap produksi wajib mengkonsultasikan hasil penilaian kualifikasi ke BPMIGAS apabila perkiraan nilai pengadaan lebih besar dari Rp200.00 (dua puluh juta dolar Amerika Serikat).000.1. Untuk pekerjaan yang sejenis. BPMIGAS dapat menyatakan ketidaksetujuan atas hasil penilaian Prakualifikasi dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari kerja setelah tanggal pelaksanaan konsultasi pertama.12.7.000.10.1. Perjanjian Konsorsium harus mencantumkan kondisi tanggung resiko bersama (jointly liabilities) di antara anggota Konsorsium.1. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang lulus penilaian kualifikasi kurang dari 3 (tiga). dapat digunakan hasil penilaian dari Kontraktor KKS lain yang telah dilakukan dalam waktu 2 (dua) tahun terakhir.8. Konsultasi dilakukan sebelum hasil penilaian diumumkan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Selanjutnya dilakukan lelang ulang dimulai dengan melakukan pengumuman lelang ulang dan proses Prakualifikasi ulang. Selama proses verifikasi dan penilaian kualifikasi. waktu untuk pengambilan Dokumen Pengadaan dan waktu pelaksanaan pemberian penjelasan.000.1.11. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa mendaftar sebagai Konsorsium. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan di papan pengumuman resmi Kontraktor KKS dan/atau memberitahukan secara tertulis kepada peserta pengadaan tentang hasil Prakualifikasi. 3.13. 3. pelelangan dinyatakan gagal. Penyedia Barang/Jasa dapat menambahkan dokumen yang diminta maupun tidak diminta oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat daftar Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus Prakualifikasi.

Pada proses pelelangan ulang.000. Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus penilaian kualifikasi dan diundang atau mendaftar kembali tidak perlu mengikuti tahap Prakualifikasi ulang.1.17.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang peserta yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi atau menanggapi secara tertulis pertanyaan tentang ketidaklulusan pada tahap Prakualifikasi paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah diterimanya pertanyaan.16. 144 . kecuali apabila salah satu atau lebih calon peserta pelelangan mengundurkan diri sehingga jumlah calon peserta pelelangan menjadi kurang dari 3 (tiga). paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah pengumuman hasil Prakualifikasi.15. Pertanyaan tentang ketidaklulusan pada tahap Prakualifikasi. 3. Proses pelelangan dilanjutkan setelah Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan klarifikasi dan hasilnya dicatat dalam berita acara klarifikasi atau setelah tanggapan tertulis dikirimkan kepada peserta yang bersangkutan. bagi rencana pengadaan pekerjaan yang bersifat kompleks dan bernilai lebih dari Rp1.000. Hasil penilaian kualifikasi dengan cara ini hanya berlaku untuk pekerjaan yang telah ditetapkan sejak sebelum pelaksanaan Prakualifikasi dan berlaku hanya untuk masa tidak lebih dari 2 (dua) tahun.000.000. Pelaksanaan Prakualifikasi dengan cara ini harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari BPMIGAS.00 (satu trilliun rupiah) atau lebih dari US$100. Pada Kontraktor KKS tahap produksi.Buku Kedua .000. proses Prakualifikasi dapat dilaksanakan sebelum pelaksanaan pelelangan. Selama masa tunggu pelaksanaan pelelangan tersebut tidak dimungkinkan adanya penambahan calon peserta pelelangan baru. Pertanyaan diajukan secara tertulis kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal dan ditandatangani oleh pejabat Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kewenangan untuk menandatangani penawaran. Penyedia Barang/Jasa yang dinyatakan lulus penilaian kualifikasi diundang untuk mengambil Dokumen Pengadaan sesuai waktu yang ditetapkan. 3.14.1. sebelum diumumkan. Hasil penilaian Prakualifikasi harus mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. hanya dapat diajukan oleh Penyedia Barang/Jasa yang tidak lulus penilaian kualifikasi. 3.1.00 (seratus juta dolar Amerika Serikat).1.

2. Konsultasi dilakukan sebelum pengumuman calon pemenang pengadaan.2. 3. Penilaian kualifikasi didasarkan pada dokumen persyaratan kualifikasi yang diserahkan bersamaan dengan dokumen penawaran harga.000.3. Pertanyaan tentang ketidaklulusan terhadap hasil penilaian pascakualifikasi dikategorikan sebagai sanggahan terhadap proses pengadaan. Pada proses evaluasi pascakualifikasi tidak diperbolehkan menyampaikan tambahan dokumen atau mengganti dokumen yang telah diserahkan sebagai bagian dari dokumen penawaran. 3.6.00 (dua ratus milyar rupiah) atau lebih besar dari US$20. Semua data dalam informasi kualifikasi yang disampaikan oleh peserta pelelangan harus dapat dibuktikan dan dijamin kebenarannya oleh peserta pengadaan.000.000. BPMIGAS dapat menyatakan ketidaksetujuan atas hasil penilaian kualifikasi dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari kerja setelah tanggal pelaksanaan konsultasi pertama. dikategorikan sebagai post-bidding.2. 3. PASCAKUALIFIKASI Pada dasarnya penilaian kualifikasi pada proses pascakualifikasi sama seperti penilaian pada proses Prakualifikasi.2. 145 . 3.1.2. sebagaimana diatur dalam angka 14.2.2. dalam bab ini.2. 3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. 3.7. 3. Kontraktor KKS mengkonsultasikan hasil penilaian kualifikasi ke BPMIGAS apabila perkiraan nilai pengadaan lebih besar dari Rp200.4.5. Apabila Penyedia Barang/Jasa melakukan hal tersebut. Penilaian kualifikasi dilaksanakan terhadap 3 (tiga) penawaran dengan peringkat penawaran harga terbaik berdasarkan hasil evaluasi harga.00 (dua puluh juta dolar Amerika Serikat).000.000.2.

Dalam pelaksanaan pengadaan jasa dengan nilai sampai dengan Rp1. serta diberikan kepada semua peserta pelelangan sebagaimana diatur pada angka 4. Dalam hal pemberian penjelasan (prebid meeting) tidak dilakukan dan Penyedia Barang/Jasa memerlukan penjelasan. yang dinyatakan lulus penilaian 4.5. dengan dihadiri sekurangkurangnya 1 (satu) Wakil Penyedia Barang/Jasa. Penyedia Barang/Jasa dapat menanyakan hal-hal yang diperlukan sehubungan dengan Dokumen Pengadaan dan pelaksanaan pelelangan. 4.2.4. 4. pada bab ini. Berita acara penjelasan ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal yang hadir dan seluruh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir. Peninjauan lapangan tempat pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan berdasar kesepakatan antara Panitia Pengadaan dengan peserta pengadaan. K3LL atau kompleksitas lingkup kerja/spesifikasi. termasuk perubahannya.2. Penjelasan mengenai Dokumen Pengadaan diberikan secara jelas agar dapat dimengerti. Pemberian penjelasan tentang Dokumen Pengadaan diberikan oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal kepada: Peserta pelelangan Prakualifikasi. di tempat dan pada waktu yang telah ditentukan.6. atau dalam pengadaan barang.1. pemberian penjelasan dilakukan apabila dianggap perlu. 4. Pada kesempatan tersebut. Penjelasan mengenai Dokumen Pengadaan dilakukan sekurangkurangnya oleh 2 (dua) orang anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal dan dapat dibantu oleh pihak terkait di dalam lingkungan Kontraktor KKS maupun pihak ketiga yang independen.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).000.1. dibuatkan berita acara yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan.000. Peserta yang mendaftar pada pengadaan dengan sistim pascakualifikasi.2. PEMBERIAN PENJELASAN 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. Hasil pemberian penjelasan terhadap Dokumen Pengadaan dan keterangan lainnya.3.2.000. 146 4.000.00 (satu milyar rupiah) atau dengan nilai sampai dengan US$100.2. . dengan mempertimbangkan risiko teknis. 4. dapat meminta secara tertulis paling lambat 4 (empat) hari kerja sebelum tanggal penutupan pemasukan dokumen penawaran.Buku Kedua . 4.

9. 4.10. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat mempertimbangkan untuk tidak melaksanakan rapat pemberian penjelasan.8. 4. 4. Panitia Pengadaan/Tim Internal menerbitkan adendum Dokumen Pengadaan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan dan harus diberitahukan kepada peserta lelang yang memenuhi syarat. 147 . Kontraktor KKS dapat mengatur secara khusus mengenai kewajiban peserta pengadaan untuk hadir dan kriteria Wakil Penyedia Barang/Jasa yang harus hadir.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Rapat penjelasan dapat dilakukan lebih dari 1 (satu) kali sesuai kebutuhan. Ketentuan dimaksud diatur dalam Dokumen Pengadaan. Dalam hal terjadi perubahan isi Dokumen Pengadaan dan/atau penjelasan tambahan setelah rapat penjelasan.7. Dalam hal terjadi lelang ulang dan tidak terdapat peserta lelang yang baru. namun harus tetap dalam batasan waktu yang telah direncanakan.

Protes adalah keberatan Penyedia Barang/Jasa yang diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja sebelum hari terakhir masa pemasukan dokumen penawaran. Apabila materi protes benar.5. Proses pengadaan dilanjutkan: 5. Setelah dilakukan perbaikan atas dokumen dan/atau proses pengadaan.5. Setelah dilakukan pertemuan klarifikasi atau tanggapan atas protes telah disampaikan kepada peserta pengirim protes.3.2.1. selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari kerja setelah diterimanya surat protes. antara peserta pengadaan dengan anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau dengan Pejabat Berwenang. kriteria. kolusi dan nepotisme (KKN) antar peserta pengadaan. 5.1.3. 5.3. atau 5. 5. atau prosedur pengadaan yang mengarah kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa atau jenis produk tertentu. PROTES 5. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak akan menanggapi protes yang tidak memenuhi ketentuan tersebut di atas.1. Tanggapan atas protes: 5.2. 5. Panitia Pengadaan/Tim Internal memberikan tanggapan tertulis atau mengadakan pertemuan Klarifikasi.6.3. 5.3. Persyaratan. 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5.6. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan perbaikan atas dokumen dan/atau proses pelelangan.3. 148 .5. dan proses pengadaan dilanjutkan setelah diyakini bahwa protes tersebut tidak benar. Protes harus diajukan secara tertulis dengan melampirkan buktibukti yang mendukung keberatan tersebut.1. 5. Protes hanya dapat diajukan terhadap adanya: 5.Buku Kedua .2.5. 5.6. dan 5.2. Praktek korupsi. Penyimpangan isi dokumen dan proses lelang terhadap peraturan dan ketentuan pengadaan barang/jasa dan/atau perundangan yang berlaku.4.3. Permintaan klarifikasi.6. 5. Apabila diyakini bahwa protes tersebut tidak benar. pertanyaan maupun keberatan yang diajukan peserta pengadaan sehubungan dengan angka-angka di atas diperlakukan sebagai protes.

149 . Kepada pemrotes tersebut dikenakan sanksi tidak dapat mengikuti aktifitas pengadaan selama 12 (dua belas) bulan pada Kontraktor KKS yang bersangkutan.7. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi. Apabila ternyata protes yang diajukan tidak sesuai dengan ketentuan di atas dan/atau tidak disertai dengan bukti-bukti dan/atau materi protes tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh penyanggah.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.

maka penawaran dinyatakan diskualifikasi.4. syarat administratif. DOKUMEN PENAWARAN Dokumen penawaran disampaikan dalam sampul tertutup terdiri dari surat penawaran harga.2.1. Apabila nilai penawaran yang dinyatakan dalam angka dan yang dinyatakan dalam huruf sama. Apabila nilai penawaran dalam angka. 1.1.1. Apabila terdapat perbedaan antara pernyataan dalam angka dengan pernyataan dalam huruf. uraian penawaran harga dan dokumen pendukung. Surat jaminan penawaran sesuai ketentuan yang berlaku. nilai 6. uraian penawaran teknis. SC-12B (Jasa Lainnya) atau SC12C (gabungan). dilengkapi dengan rincian TKDN barang dan jasa dimaksud.Buku Kedua . 150 . maka yang digunakan adalah nilai dalam surat penawaran.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. 6. 3. yang dinyatakan dalam formulir SC-12A (barang). 2. Perincian perhitungan nilai TKDN. Surat Penawaran Harga: 6. bertanggal serta ditandatangani oleh pimpinan perusahaan yang berwenang sesuai akte pendirian/perubahan atau oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa. maka yang digunakan adalah nilai dalam huruf yang tercantum dalam surat penawaran. namun berbeda dengan jumlah nilai dalam perincian. huruf dan perincian ketiga-tiganya berbeda. Harga dan nilai penawaran bersifat pasti dan mengikat. 5.1.1.3.1. Dalam hal tidak ada perincian penawaran. 6. 2. Jumlah yang tertera dalam angka harus sesuai dengan jumlah yang tertera dalam huruf. 4. 6. maka nilai penawaran yang digunakan adalah nilai yang sesuai dengan yang dinyatakan dalam perincian penawaran. Surat penawaran harga harus dilampiri dengan: 1. Surat penawaran harus memenuhi ketentuan yang diatur dalam Dokumen Pengadaan dan bermeterai cukup. Dalam surat penawaran harga harus dicantumkan penawaran dengan jelas dalam angka dan huruf.

Apabila Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan ditetapkan sebagai calon pemenang. hal ini tidak dikategorikan sebagai postbidding.1. SC-12B (Jasa Lainnya) atau SC-12C (gabungan). dan merupakan bagian dari persyaratan administratif dan penawaran teknis (sampul pertama). 6. antara lain: Spesifikasi teknis barang/jasa termasuk merek dan tipe barang/ peralatan yang ditawarkan merupakan penawaran yang pasti. pernyataan TKDN barang dan pernyataan komitmen TKDN jasa dinyatakan dalam persentase tanpa nilai. Dokumen yang berkaitan dengan program K3LL. 6. dilengkapi dengan rincian TKDN barang dan jasa dimaksud.3. lainnya yang disyaratkan dalam Surat pernyataan tentang kebenaran dari isi dokumen penawaran dari pimpinan perusahaan Penyedia Barang/Jasa yang berwenang sesuai akte pendirian/perubahan atau oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa. 6. Dokumen administrasi dan dokumen kelengkapan lainnya yang wajib dilampirkan sebagai persyaratan administratif sesuai dengan yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. 6.4.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 6.3. sebelum penunjukan pemenang harus melengkapi dokumen-dokumen persyaratan kualifikasi yang sudah habis masa berlakunya.3.2. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap. Dokumen kelengkapan Dokumen Pengadaan. 6. yang dinyatakan dalam formulir SC-12A (barang).3.4. Dokumen penawaran teknis dan dokumen pendukung penawaran teknis. Dalam pekerjaan jasa konstruksi yang bersifat kompleks dapat ditetapkan bahwa merek dan type peralatan akan ditetapkan pada tahap penyusunan rancang bangun rinci (detail engineering design) dengan mengacu pada merek-merek dan type-type yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan dan/atau dokumen penawaran. Pada pelelangan dengan Prakualifikasi. 6. 151 .3.5.3. 6. Komitmen persentase penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. dokumen kualifikasi tidak perlu lagi dilampirkan dalam dokumen penawaran.

7. Pada bagian depan sampul ini ditulis ”Data Administrasi dan Teknis”.2. 7. Sistim Dua Sampul Sistim ini dianjurkan untuk pekerjaan yang lingkup kerja dan/atau spesifikasi teknisnya sudah pasti namun memerlukan evaluasi teknis yang mendalam.3. yaitu dengan sistim satu sampul. 7. antara lain surat jaminan penawaran. 7. 7. dua sampul atau dua tahap. Pada bagian depan sampul ini ditulis “Data Harga Penawaran”.2. Sistim Satu Sampul: Sistim ini dianjurkan untuk dilakukan pada pengadaan barang/jasa dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang sudah jelas dan diperkirakan sebagian besar Penyedia Barang/Jasa yang diundang untuk memasukkan penawaran akan mampu melaksanakan pekerjaan tersebut.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. serta dokumen pendukung yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. Pemasukan dokumen penawaran menggunakan satu sampul penutup coklat polos yang berisi sampul I (pertama) dan sampul II (kedua).2. Di bagian depan sampul tersebut hanya boleh dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal yang ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. Masing-masing sampul tertutup dengan perekat. Pemasukan dokumen penawaran menggunakan satu sampul coklat polos yang berisi surat penawaran harga. 152 .1. dokumen penawaran teknis dan dokumen penawaran komersil serta dokumen pendukung yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. Dalam proses ini tidak boleh dilakukan negosiasi teknis dan/atau penambahan dokumen penawaran.1.1. 7.1.3. 7.1.2. Sistim yang dipilih harus dinyatakan dengan jelas dalam Dokumen Pengadaan dan dijelaskan pada waktu pemberian penjelasan. 7. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan salah satu dari tiga tata cara pemasukan dokumen penawaran.Buku Kedua . 7.2. dokumen kelengkapan data administrasi. judul dan nomor pengadaan dimaksud.2.4. Sampul II (kedua) berisi penawaran harga berikut perinciannya.1. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN: Pemasukan dokumen penawaran menggunakan sampul tertutup dengan perekat. Sampul I (pertama) berisi kelengkapan data administrasi dan penawaran teknis serta dokumen pendukung yang disyaratkan.

tidak dapat diterima dan dinyatakan tidak mengajukan penawaran. kelengkapan data administrasi. Pada bagian depan sampul ini ditulis “Data Harga Penawaran”. Dokumen penawaran disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal secara langsung. Pemasukan dokumen penawaran pada sistim ini dilakukan dengan dua tahap. judul dan nomor pengadaan dimaksud.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.4.1. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. Dokumen penawaran yang disampaikan setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup. Pada bagian depan sampul ini ditulis ”Data Administrasi dan Teknis”. Pejabat Berwenang atau pekerja Kontraktor KKS. 7.3. 7. judul dan nomor pengadaan dimaksud serta dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal. 7. Di bagian depan sampul penutup hanya boleh dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal yang ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. 7.5. Sistim Dua Tahap: Sistim ini dianjurkan dalam pengadaan Pekerjaan Bersifat Kompleks.3. 153 . 7.2. Harga penawaran tersebut dikalkulasikan berdasarkan penawaran teknis dan syarat lainnya yang telah disepakati pada proses evaluasi dan/atau negosiasi tahap I (pertama).2. penawaran teknis serta dokumen pendukung yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. melalui Sub Panitia Administrasi atau melalui pos atau jasa kurir. Penyampaian dokumen penawaran dilarang ditujukan kepada atau dititipkan melalui anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal.3. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. menggunakan sistim desain yang tidak/belum standar sehingga mungkin akan banyak memerlukan penyesuaian teknis. 7. Dokumen penawaran disampaikan kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal pada waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam IKPP/ITB. Pada tahap I (pertama) dimasukkan dalam sampul tertutup. antara lain perincian perhitungan nilai TKDN dan surat jaminan penawaran.5. Pada tahap II (kedua) disampaikan dalam sampul tertutup penawaran harga berikut perinciannya serta dokumen pendukung yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan.3. judul dan nomor pengadaan serta dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal.

Penyampaian jaminan penawaran asli setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup. 8. dibuat berita acara lelang gagal beserta justifikasinya.Buku Kedua . 8.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8.7. kecuali untuk memenuhi kekurangan nilai meterai dan tanggal.1. tidak dapat lagi diterima susulan. dalam batasan waktu yang ditentukan oleh Panitia Pengadaan /Tim Internal. 8.1.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal menyatakan di hadapan para Penyedia Barang/Jasa yang hadir. diijinkan jika diatur dalam Dokumen Pengadaan.4.6.5. apabila penawaran yang masuk hanya 2 (dua). Penunjukan langsung kepada peserta pengadaan yang memasukkan penawaran.2. dan dihadiri sekurang-kurangnya 1 (satu) peserta lelang. 154 8. atau 8.6. Pembukaan dokumen penawaran dapat dilakukan apabila terdapat sekurang-kurangnya 3 (tiga) Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran. peserta lelang diberikan kesempatan untuk melihat penawaran peserta lelang lainnya dan diijinkan untuk membuat catatan. Apabila jumlah penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) dan diketahui secara luas bahwa Penyedia Barang/Jasa yang ada memang kurang dari 3 (tiga). tidak termasuk Penyedia Barang/Jasa yang mengundurkan diri.6. Pada waktu pembukaan penawaran. Pada waktu yang telah ditentukan dalam Dokumen Pengadaan dilakukan pembukaan penawaran. . perubahan atau tambahan dokumen penawaran. Selanjutnya proses pengadaan dilanjutkan dengan cara: 8. bahwa waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup serta dilanjutkan dengan pembukaan dokumen penawaran. Pemilihan langsung kepada peserta pengadaan yang memasukkan penawaran. Setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN: 8. apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). 8. 8. Pembukaan penawaran dilakukan dalam suatu rapat yang dihadiri oleh sekurangkurangnya 2 (dua) orang anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. Dalam hal ini di dalam sampul penawaran harga harus disertakan fotocopy jaminan penawaran. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat dan di tempat pembukaan pelelangan oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan.2. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan penawaran.

PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN SISTIM DUA SAMPUL 8. Apabila dalam sampul-I (pertama) terdapat dokumen komersial atau dokumen pendukung penawaran harga. Dokumen kelengkapan persyaratan administrasi. teknis.11.11. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul penutup yang berisi sampul-I (pertama) dan sampul-II (kedua) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa. setelah dibacakan atau diperlihatkan kepada Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir.1.1. Apabila sampai waktu yang ditentukan peserta lelang tidak ada yang hadir. Berita acara pembukaan dokumen penawaran cukup ditandatangani oleh anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal.8. 8.10.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat dan membacakan berita acara pembukaan dokumen penawaran.11.11. 8.10. 8. penawaran dinyatakan diskualifikasi. Dalam hal tidak terdapat Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir: 8. ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal yang hadir dan oleh minimal 1 (satu) Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir.9. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul-I (pertama) dan memeriksa kelengkapan persyaratan administrasi dan teknis dari semua penawaran yang masuk dan mencatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran sampulI (pertama). 8. 8.2. Copy berita acara diberikan kepada seluruh peserta lelang. Berita acara. harga. Pembukaan dokumen penawaran ditunda sekurang-kurangnya 1 (satu) hari kerja.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8.9.2. 8. PEMBUKAAN SAMPUL DOKUMEN PENAWARAN SISTIM SATU Panitia Pengadaan/Tim Internal. 8. maka pembukaan penawaran tetap dilaksanakan. komitmen penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta jaminan penawaran dari semua penawaran diperiksa kelengkapannya dan dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran.3. 155 .9. melaksanakan pembukaan sampul dokumen penawaran di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa.1.10. 8.

8.12. 8. Selanjutnya dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran sampul II (kedua). Hasil evaluasi sampul I diumumkan di papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan secara tertulis kepada peserta pengadaan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal pada hari dan tanggal yang sama. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul tahap-I (pertama) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa. diberikan kepada peserta lelang. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul II (kedua) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang diundang.11.5. Tahap I (pertama) 1.11. dibacakan besaran TKDN. 2. bab ini. 8. Copy berita acara. diundang untuk hadir pada pembukaan penawaran sampul II (kedua). 8. diberikan kepada peserta lelang yang penawaran harganya dibuka. 8. Peserta lelang yang penawarannya lulus atau memenuhi persyaratan evaluasi administrasi dan teknis.7. Dokumen penawaran diperiksa kelengkapannya dan dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran.11.4.6. nilai jaminan penawaran dan harga penawaran. 156 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN SISTIM DUA TAHAP 8.11. 8. Bila tidak diambil dalam batas waktu yang ditentukan. Dokumen penawaran harga diperiksa kelengkapannya.11.8. Panitia Pengadaan/Tim Internal harus menanggapi sanggahan sebagaimana diatur pada angka 14. tidak dibuka dan kepada peserta lelang yang bersangkutan diminta untuk mengambil sampul tersebut dalam batas waktu yang ditentukan.1. Sampul II (kedua) dari penawaran yang tidak lulus evaluasi administrasi dan/atau teknis. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak bertanggungjawab terhadap keberadaan dokumen tersebut. Copy berita acara. Sampul II (kedua) disimpan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan akan dibuka apabila penawaran yang bersangkutan dinyatakan lulus/memenuhi persyaratan administrasi dan teknis.11.9. Dalam hal peserta pengadaan mengajukan sanggahan atas hasil evaluasi administrasi dan teknis.Buku Kedua .12.

6. 8. Apabila penawaran yang lulus tahap-I (pertama) hanya 1 (satu). maka pelelangan dinyatakan gagal. serta dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran tahap-II (kedua). Hasil evaluasi tahap-I diumumkan di papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan kepada peserta pengadaan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal pada hari dan tanggal yang sama.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3.12. 5. Peserta lelang yang lulus evaluasi tahap-I diundang untuk memasukkan penawaran harga dan dokumen kelengkapannya. Apabila penawaran yang lulus tahap-I (pertama) lebih dari 1 (satu). nilai jaminan penawaran dan harga penawarannya. bab ini. 3. Panitia Pengadaan/Tim Internal harus menanggapi sanggahan sesuai diatur pada dalam angka 14. Tahap II (kedua) 1. diberikan kepada peserta lelang. 2. 157 . proses pelelangan dilanjutkan. Kelengkapan dokumen penawaran diperiksa dan dibacakan besaran TKDN. sedangkan yang memasukkan penawaran tahapII (kedua) hanya 1 (satu) atau penawaran tahap ke-II (kedua) yang memenuhi syarat hanya 1 (satu). Copy berita acara.2. Dalam hal peserta pengadaan mengajukan sanggahan atas hasil evaluasi administrasi dan teknis. 4. Panitia Pengadaan/Tim Internal yang bertugas membuka sampul penawaran tahap-II (kedua) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir.

13. atau mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi kurang dari yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. kecuali ditetapkan lain dalam Dokumen Pengadaan. Jaminan Penawaran tidak dimasukkan dalam sampul penawaran harga.2. PENAWARAN TIDAK MEMENUHI SYARAT Penawaran dinyatakan tidak memenuhi syarat (diskualifikasi) apabila tidak memenuhi persyaratan administrasi atau ketentuan penyampaian dokumen penawaran seperti yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. memenuhi ketentuan dalam 8. atau perubahan urutan penawaran.1.3. atau 4. atau 6. data penawaran harga dimasukkan dalam sampul tahap-I (pertama).13. 8. 8. dan/atau perubahan nilai jaminan penawaran sebagai akibat pelaksanaan koreksi aritmatik tersebut di atas.Buku Kedua . Tidak terdapat daftar rincian kuantitas dan/atau harga satuan (khusus untuk Kontrak harga satuan). Penyedia Barang/Jasa tidak menyetujui nilai total penawaran harga sebagai hasil koreksi aritmatik. Pejabat Berwenang atau pekerja Kontraktor KKS. 8.5.13.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. sebagai berikut: 8. Berkas penawaran disampaikan melalui atau ditujukan kepada individu anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. atau 5. Tidak mencantumkan masa berlaku penawaran.13. atau 3. Jaminan Penawaran tidak Dokumen Pengadaan.13. Tidak ditanda-tangani oleh pimpinan/direksi peserta lelang yang mempunyai kewenangan seperti yang tercantum dalam akte pendirian/perubahannya atau yang diberi kuasa. 158 . data penawaran harga dimasukkan dalam sampul-I (pertama). Dalam hal menggunakan sistim dua sampul. Tidak ditanda-tangani oleh pejabat yang menurut perjanjian Konsorsium/kerjasama berhak mewakili Konsorsium/ kerjasama tersebut. Dalam hal menggunakan sistim dua tahap. Dalam hal surat penawaran: 1.13. atau 2.

9.3. Setelah pembukaan dokumen penawaran. 9. EVALUASI PENAWARAN Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi administrasi.1. 9. Pada pemasukan penawaran yang menggunakan sistim 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap.6. namun tidak diijinkan untuk mengubah materi penawaran dan tidak melakukan sesuatu yang bersifat Post Bidding. penelitian atas pemenuhan persyaratan kualifikasi merupakan bagian dari evaluasi administrasi. Penilaian kualifikasi dilaksanakan setelah tahap evaluasi harga diselesaikan. Dalam hal menggunakan sistim pascakualifikasi.4. 9. kecuali sebagai tindak lanjut dari Klarifikasi dan negosiasi untuk tahap-I (pertama) pada sistim dua tahap. teknis dan harga. Pada tahap-I (pertama) sistim dua tahap. Panitia Pengadaan/ Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi dan verifikasi teknis tanpa mengubah.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. evaluasi penawaran teknis (evaluasi teknis) dan evaluasi penawaran harga (evaluasi harga). atau melakukan perubahan penawaran sesudah pembukaan dokumen penawaran. Peserta lelang tidak diperbolehkan menambah atau mengurangi dokumen penawaran yang sudah diserahkan.7.5. 159 . 9. Evaluasi penawaran dilaksanakan dengan urutan. dimulai dengan evaluasi persyaratan administrasi (evaluasi administrasi). 9. penelitian atas pemenuhan persyaratan kualifikasi merupakan bagian dari evaluasi administrasi penawaran harga. 9. maka penawarannya dinyatakan diskualifikasi.2. Apabila Peserta lelang melakukan penambahan atau pengurangan atau perubahan penawaran. menambah atau mengurangi penawaran teknis sehingga penawaran yang semula tidak memenuhi persyaratan teknis minimal menjadi memenuhi persyaratan. Negosiasi teknis hanya dapat dilakukan kepada penawaran yang memenuhi persyaratan teknis minimal dan harus dibatasi pada hal-hal yang merupakan rincian atau komponen pendukung. Panitia Pengadaan/ Tim Internal tidak diperkenankan menambah atau mengurangi Dokumen Pengadaan termasuk kriteria dan tata cara evaluasi.

EVALUASI TEKNIS.9. Pemenuhan syarat-syarat khusus dalam pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan Klarifikasi. 9.1. Apabila pada evaluasi teknis terdapat hal-hal yang kurang jelas atau meragukan.4. 2. Jenis dan uraian pekerjaan. 9. Jenis. 9.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. Spesifikasi teknis dan gambar-gambar teknis.9. 9. 160 .8. kondisi pelaksanaan pekerjaan dan/atau kondisi penyerahan barang. Tata cara evaluasi dan faktor-faktor yang dinilai pada evaluasi teknis harus sesuai dengan yang ditetapkan pada Dokumen Pengadaan. kualitas dan jumlah bahan. 5. dan harus dapat dijamin kebenarannya oleh peserta pengadaan yang bersangkutan dan masih berlaku.8.2.9.Buku Kedua .8. EVALUASI ADMINISTRASI.3.9. Terhadap penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi selanjutnya dilakukan evaluasi teknis. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan evaluasi atas aspek-aspek teknis penawaran antara lain: 1. Penawaran alternatif berupa penawaran yang mengandung perbedaan dengan penawaran utama dalam segi spesifikasi teknis. Evaluasi Penawaran Alternatif : 1. Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi apabila: 1. Memenuhi syarat-syarat administrasi yang telah ditentukan dalam Dokumen Pengadaan harus diserahkan. 9.2. Persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa. peralatan dan tenaga kerja yang akan digunakan. Isi dari dokumen yang diserahkan oleh peserta pengadaan dipastikan benar. 9.1. 4. 9.9. 3.

Jumlah penawaran alternatif yang dapat disampaikan peserta pengadaan dibatasi berdasar pertimbangan kewajaran.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. namun Penyedia Barang/Jasa memasukkan penawaran alternatif.9. sedangkan penawaran alternatif tidak dievaluasi. Penyedia Barang/ Jasa tidak diizinkan memasukkan kondisi teknis atau persyaratan penyerahan barang/jasa selain yang telah dinyatakan lulus pada tahap evaluasi teknis atau yang telah disepakati dalam tahap negosiasi teknis. status lulus atau tidak lulus penawaran utama dan/atau penawaran alternatif dinyatakan pada pengumuman hasil evaluasi administrasi dan teknis. Dalam penawaran harga. b. maka: a. di atas. Hanya satu penawaran di antara penawaran utama atau alternatif dapat ditetapkan menjadi salah satu calon pemenang pengadaan. Apabila dalam Dokumen Pengadaan diijinkan adanya pemasukan penawaran alternatif. 3.3. 161 . d. Nilai jaminan penawaran harus memenuhi ketentuan perhitungan berdasarkan nilai penawaran tertinggi di antara penawaran yang dimasukkan. b. Apabila Dokumen Pengadaan tidak menyebutkan perihal penawaran alternatif. Pada pelelangan dengan menggunakan sistim pemasukan penawaran 2 (dua) sampul dan 2 (dua) tahap. c. maka: a. Penawaran yang bersangkutan tidak dinyatakan diskualifikasi. Apabila dalam Dokumen Pengadaan tidak diperbolehkan memasukkan penawaran alternatif namun Penyedia Barang/Jasa mengajukan penawaran alternatif. Apabila tidak diberi identitas secara jelas. c.4. f. penawaran dinyatakan diskualifikasi. diperlakukan sama seperti angka 9. e. 4. Penawaran harga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penawaran teknis utama atau alternatif. Penawaran yang dievaluasi adalah penawaran utama. Penawaran utama harus dinyatakan atau diberi identitas secara jelas. Semua penawaran alternatif dievaluasi dengan perlakuan yang sama seperti penawaran utama.

b. penawaran tersebut dinyatakan diskualifikasi. Dalam evaluasi tahap-I (pertama). dan/atau negosiasi teknis atas pengecualian dan/atau persyaratan yang diajukan oleh Penyedia Barang/Jasa. Apabila Penyedia Barang/Jasa menempatkan pengecualian dan/atau permintaan dalam penawarannya di luar lembar tersebut. namun Penyedia Barang/Jasa memasukkan pengecualian/penawaran bersyarat. c.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. verifikasi. Semua pengecualian/penawaran bersyarat dalam penawaran harus dijelaskan pada lembar khusus dan harus mudah diketahui keberadaannya oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal serta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen penawaran. Penawaran bersyarat hanya dapat diizinkan pada pelelangan yang menggunakan pemasukan penawaran sistim 2 (dua) tahap dan hanya untuk penawaran teknis termasuk syarat-syarat dan kondisi (terms & conditions) penawaran. 3. maka penawaran dari Penyedia Barang/Jasa yang mengajukan pengecualian/penawaran bersyarat dinyatakan diskualifikasi.5.9. Dalam hal pada Dokumen Pengadaan dinyatakan tidak diperbolehkan mengajukan pengecualian/penawaran bersyarat. Dalam hal pengecualian/penawaran bersyarat diperbolehkan dalam Dokumen Pengadaan : a. Evaluasi Penawaran Bersyarat: Dengan Pengecualian/Penawaran 1.Buku Kedua . 2. pengecualian/ penawaran bersyarat yang ditawarkan harus sudah ditentukan diterima atau ditolak. 162 . maka penawaran dari Penyedia Barang/Jasa yang mengajukan pengecualian/penawaran bersyarat dinyatakan diskualifikasi. Apabila Dokumen Pengadaan tidak menyebutkan perihal pengecualian/penawaran bersyarat. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi. d.

Keberatan peserta pengadaan atas TKDN penawaran peserta lain hanya dapat disampaikan sebagai sanggahan: • Atas hasil evaluasi penawaran teknis. 3. Atas pengumuman pemenang pengadaan pada sistem pemasukan penawaran 1 (satu) sampul. Dalam hal diperlukan. Dalam pengadaan barang: a. apabila pernyataan persentase TKDN gabungan pada penawaran teknis kurang dari persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Peserta pengadaan dapat menyampaikan keberatan kepada Panitia Pengadaan atas TKDN penawaran yang diajukan peserta lainnya. penawaran bersangkutan dinyatakan gugur. Jasa pada yang yang 2. penawaran yang bersangkutan dinyatakan gugur. verifikasi dan/atau negosiasi terhadap konsep Kontrak dengan tetap memperhatikan kesempatan (opportunity) dan risiko. untuk kepentingan evaluasi atau sebagai tindak lanjut adanya sanggahan. 163 . • b. apabila pernyataan persentase TKDN penawaran teknis kurang dari persyaratan minimal ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan.9. Dalam hal pada pelelangan ulang yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu) dan di dalam penawaran memasukkan pengecualian/penawaran bersyarat yang berbeda dari ketentuan dalam Dokumen Pengadaan. Evaluasi Pernyataan TKDN: 1. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi. pada pengadaan dengan sistem pemasukan penawaran 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap. Dalam pengadaan barang. 9. Panitia Pengadaan memintakan verifikasi atas pernyataan TKDN barang kepada instansi pemerintah yang membidangi perindustrian atau melakukan verifikasi dengan menggunakan jasa lembaga survey independen yang kompeten di bidangnya.6.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Jasa Lainnya atau Konsultansi. Dalam pengadaan Jasa Pemborongan.

Ketentuan huruf a. pernyataan TKDN bersifat komitmen yang harus dipenuhi pada tahap pelaksanaan pekerjaan. Nilai TKDN yang dicantumkan dalam Kontrak adalah nilai TKDN pada penawaran peserta pengadaan yang bersangkutan. Apabila: • Hasil verifikasi TKDN sama atau lebih besar dari pernyataan pada penawaran peserta pengadaan. atau • Biaya operasional Kontraktor KKS. e. . Nilai TKDN seperti yang tertera pada penawaran peserta pengadaan tersebut yang dicantumkan pada Kontrak.Buku Kedua . 164 c. dengan selisih lebih dari 2% (dua persen). TKDN hasil verifikasi tersebut menjadi dasar evaluasi. Hasil verifikasi bersifat final dan akan berpengaruh terhadap pelaksanaan evaluasi penawaran harga. apabila dilakukan untuk kepentingan kewajaran evaluasi penawaran. 4. nilai TKDN pada penawaran tersebut tetap menjadi dasar evaluasi pengadaan. atau • Peserta tersanggah. Pada tahap evaluasi penawaran teknis Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan evaluasi kewajaran pernyataan TKDN dalam penawaran. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi. d. bukan untuk diverifikasi. dan c.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pelaksanaan verifikasi merupakan bagian dari evaluasi penawaran dan bukan dikategorikan sebagai post bidding. b. Pada pengadaan Jasa Pemborongan. apabila merupakan tindak lanjut dari adanya sanggahan dan hasil verifikasi menyatakan persentase TKDN yang sama atau lebih besar dari persentase TKDN tersanggah. • Hasil verifikasi TKDN lebih kecil dari pernyataan pada penawaran peserta pengadaan. tersebut di atas dicantumkan pada Dokumen Pengadaan. apabila merupakan tindak lanjut dari adanya sanggahan dan persentase TKDN hasil verifikasi lebih kecil dari persentase TKDN dalam penawaran yang diajukannya. Biaya verifikasi yang timbul dibebankan ke: • Penyanggah.

8. 165 . 1.9.9. Untuk kondisi tertentu dapat digunakan sistim evaluasi biaya selama masa operasi penggunaan tertentu (lifecycle cost) atau evaluasi kinerja dan harga.10. 9. Hasil evaluasi administrasi dan teknis pada sistim dua sampul dan sistim dua tahap diumumkan di papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. Proses dilanjutkan dengan pemasukan penawaran harga apabila pada pelelangan dengan sistim dua tahap terdapat minimal 2 (dua) penawar yang memenuhi persyaratan teknis.12.9. Evaluasi harga terendah. dan 9. Proses dilanjutkan dengan evaluasi harga apabila pada pelelangan dengan sistim satu sampul dan pada sistim dua sampul terdapat minimal 1 (satu) penawar yang memenuhi persyaratan teknis.10.9.8. Apabila kondisi tersebut angka 9. 9.1. yang diusulkan sebagai calon pemenang pengadaan adalah penawaran dengan HE TKDN terendah atau hasil normalisasi terendah. 9. 9.10. Dalam pelaksanaan negosiasi teknis pada pelelangan dengan sistim dua tahap dimungkinkan adanya perubahan materi perincian penawaran dan/atau penambahan dokumen yang mendukung penawaran teknis dan tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. 9. di atas tidak terpenuhi. Berdasarkan tata cara evaluasi harga terendah ini.9.9.7.9.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9.9. EVALUASI HARGA : Sistim Evaluasi Harga: Pada dasarnya evaluasi harga menggunakan sistim evaluasi harga terendah. 9.9. para pihak tidak boleh melakukan Post Bidding.9. maka pelelangan dinyatakan gagal. Pada tahap evaluasi teknis.11. 9. Pada sistim dua sampul dan sistim dua tahap Panitia Pengadaan/Tim Internal menyusun risalah evaluasi dan hasil evaluasi administrasi dan teknis yang selanjutnya disahkan oleh Pejabat Berwenang.

d. 166 . a. Evaluasi kinerja dan harga.10. Sistim evaluasi ini digunakan khususnya untuk pengadaan peralatan yang bernilai tinggi. yang diusulkan sebagai calon pemenang pengadaan adalah penawaran dengan hasil penjumlahan terendah dari HE TKDN ditambah Net Present Value (NPV) biaya pengoperasian dan pemeliharaan selama masa penggunaan tertentu (lifecycle cost). Koreksi aritmatik juga dilakukan apabila diketemukan kesalahan penghitungan persentase dan/atau nilai TKDN pada lembar perhitungan TKDN (form SC-12 A/B/C).Buku Kedua . Metoda evaluasi ini dimaksudkan untuk menetapkan penawaran yang menjanjikan harga per satuan keluaran (output) yang terendah. Untuk fasilitas penghasil: Biaya per satuan keluaran dihitung dengan cara: Jumlah harga penawaran Jumlah keluaran per periode waktu Koreksi Aritmatik: Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan koreksi aritmatik atas kesalahan hitung yang diketemukan dalam surat penawaran harga dan/atau perinciannya. Metoda ini hanya sesuai untuk digunakan dalam evaluasi barang dengan efektifitas kinerja atau fasilitas penghasil yang jumlah keluarannya dapat dihitung secara matematis. 2. Untuk barang: Biaya per satuan keluaran dihitung dengan cara: Harga penawaran per satuan barang Jumlah keluaran per satuan barang b. c.2. Unsur-unsur biaya operasi dan biaya pemeliharaan selama masa operasi harus dinyatakan dalam Dokumen Pengadaan. 3. pengurangan. bukan merupakan nilai Kontrak. Evaluasi biaya selama masa operasi penggunaan tertentu (lifecycle cost). Nilai harga hasil normalisasi hanya digunakan untuk kepentingan evaluasi. Berdasarkan tata cara evaluasi ini. dan perkalian dari volume dengan harga satuan. meliputi kesalahan penjumlahan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. a. b.

maka penawaran dinyatakan gugur. maka penawarannya dinyatakan diskualifikasi. Apabila terjadi kesalahan penghitungan persentase TKDN pada form SC-12 A/B/C. Koreksi aritmatik tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. 4. atau perubahan urutan penawaran. dilakukan koreksi perhitungan. dengan ketentuan nilai komponen dalam negeri tidak boleh diubah. 2. 8. dan/atau perubahan nilai jaminan penawaran sebagai akibat pelaksanaan koreksi aritmatik tersebut di atas. 167 . 9. Apabila Penyedia Barang/Jasa menerima nilai total penawaran hasil koreksi. Apabila Penyedia Barang/Jasa tidak menyetujui nilai total penawaran harga sebagai hasil koreksi aritmatik. Apabila koreksi aritmatik tersebut mengubah nilai total penawaran harga dan mengakibatkan nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai total penawaran harga hasil koreksi. maka dilakukan koreksi hasil perkalian dengan ketentuan bahwa harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah. maka jaminan penawaran harus diganti/ditambah sehingga nilainya menjadi sekurang-kurangnya 1% (satu persen) dari nilai total penawaran harga hasil koreksi. Bilamana Penyedia Barang/Jasa menyatakan tidak bersedia menerima hasil koreksi aritmatik walaupun bersedia memenuhi kewajibannya sesuai penawaran awal. Apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan. maka Penyedia Barang/Jasa harus memberikan pernyataan persetujuan yang ditandatangani oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa di atas meterai dengan nilai yang cukup. maka dilakukan koreksi hasil penjumlahan/ pengurangan. 7. 5. Koreksi aritmatik dapat mengubah nilai total penawaran harga atau urutan penawaran menjadi lebih tinggi atau lebih rendah. 3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Koreksi dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. 6. Apabila terjadi kesalahan hasil penjumlahan/pengurangan nilai penawaran.

dianggap tidak menawarkan jenis pekerjaan dimaksud dan penawaran dinyatakan diskualifikasi. 3. dan dilakukan koreksi aritmatik apabila ditemukan kesalahan perhitungan.3. kecuali ditetapkan lain dalam Dokumen Pengadaan. Volume dan harga satuan setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran bersifat pasti dan tidak boleh diubah. Penyedia Barang/Jasa terkait harus dapat membuktikan kewajaran harga penawaran termasuk harga-harga yang tercantum dalam perincian.10.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9.4. Ketentuan khusus untuk pelelangan bersifat lumpsum: 1. maka penawaran dinyatakan gugur. a. 9. Apabila peserta tidak bersedia menerima ketentuan ini. maka: 1. Penawaran yang tidak dilengkapi dengan daftar rincian volume dan harga satuan. Jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan. 5. 4. dengan harga satuan dan nilai total penawaran tetap seperti yang tertera dalam penawaran serta bersifat mengikat. 168 . Ketentuan khusus untuk pelelangan berbasis harga satuan: 1. 2. Pekerjaan tersebut harus tetap dikerjakan sesuai dengan volume yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan. antara lain bahwa jenis pekerjaan tersebut sudah tercakup dalam komponen lain. 2. Apabila tanpa dilengkapi dengan penjelasan. maka volume pekerjaan terkait disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan. Apabila nilai penawaran salah satu atau beberapa peserta lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE. kecuali diizinkan memasukkan penawaran hanya sebagian (partial). Daftar volume dan harga satuan setiap jenis (item) barang/jasa harus diisi dengan penuh dan lengkap. Dilakukan evaluasi terhadap nilai total penawaran. Penawaran yang tidak mencantumkan volume atau volume penawaran tidak sesuai dengan permintaan. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan klarifikasi dan verifikasi kepada peserta pengadaan terkait untuk mendapatkan keyakinan atas kewajaran harga penawaran. dalam dokumen penawaran harus dilengkapi dengan penjelasan.10.10.Buku Kedua .5. 9. dinyatakan gugur.

penawaran yang bersangkutan dinyatakan gugur. maka dalam pelaksanaan Kontrak: a. d. Persentase TKDN yang dinyatakan dalam penawaran harga dan minimal sama dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Apabila peserta pengadaan dengan nilai penawaran lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE tersebut ditunjuk sebagai pemenang. dan b.10. Tidak diizinkan untuk mengurangi kualitas maupun kuantitas barang dan/atau pekerjaan. 2. Apabila Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak dapat meyakini kewajaran harga penawaran.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. maka Penyedia Barang/ Jasa yang bersangkutan dikenai sanksi kategori hitam. penawaran dinyatakan gugur. 9. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat analisis tertulis yang mendukung kesimpulan tersebut. Evaluasi Harga Dalam Rangka Pendayagunaan Produksi Dalam Negeri. Dalam hal persentase TKDN atau TKDN gabungan pada penawaran harga lebih kecil dibanding persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal menyelesaikan pekerjaan atau gagal menyerahkan barang sesuai ketentuan dalam Kontrak. Tidak diizinkan mengurangi komitmen pencapaian TKDN. Tidak diizinkan adanya penambahan lingkup kerja (PLK tambah). Apabila kewajaran harga penawaran dapat diyakini. dan c. 169 . 1. dengan menggunakan rumusan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasarkan pencapaian TKDN. c.6. maka penawaran dapat dinyatakan tidak gugur. Pada dasarnya evaluasi harga dikaitkan dengan kebijakan mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. 2. digunakan sebagai dasar evaluasi harga.

• Pengadaan Jasa Pemborongan. Nilai komponen bukan biaya hasil klarifikasi dikurangkan dari nilai unsur komponen biaya. b. Jasa Konsultansi dan Jasa Lainnya. Panitia menghitung TKDN dan TKDN gabungan hasil klarifikasi berdasar nilai komponen biaya langsung hasil klarifikasi. Penentuan peringkat pemenang atas penawaran Penyedia Barang/Jasa ditentukan berdasarkan harga evaluasi yang telah memperhitungkan preferensi atas TKDN. Dilakukan dalam: • Pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan dan memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri. c. Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi. maka persentase TKDN dalam penawaran harga digunakan sebagai dasar evaluasi harga dan dicantumkan dalam Kontrak. Pada proses pengadaan dengan sistem 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap: • Pada pengadaan barang. b. apabila persentase TKDN dalam penawaran harga berbeda dengan persentase TKDN dalam penawaran teknis. minimal 8% (delapan persen) terhadap nilai komponen biaya yang dinyatakan dalam formulir SC-12 A/B/C. d. namun sama dengan atau lebih besar dibanding persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Dalam hal peserta tidak menyatakan nilai komponen bukan biaya dalam penawaran atau dalam formulir perhitungan TKDN (form SC-12 A/B/C). Panitia Pengadaan melakukan Klarifikasi untuk menetapkan nilai komponen bukan biaya. maka: a. 4. Evaluasi harga dengan menggunakan rumusan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasarkan pencapaian TKDN: a. Kegiatan ini tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. TKDN hasil klarifikasi dipergunakan sebagai dasar evaluasi penawaran harga dan dicantumkan dalam Kontrak. c.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. 170 .Buku Kedua .

maka persentase TKDN unsur barang serta persentase TKDN unsur jasa dalam penawaran harga digunakan sebagai dasar evaluasi harga dan dicantumkan dalam Kontrak. namun sama dengan atau lebih besar dibanding persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. d. Urutan dan rumusan penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dalam pengadaan barang produksi masal (mass product) adalah sebagai berikut: HE-TKDN Barang = (100% / (100% + Pb)) x HPb HE PSp Barang HEP Barang = (HE-TKDN Barang) x (100% / (100% + PSpb)) = HE PSp Barang + Komponen Bukan Biaya • e. Urutan dan rumusan penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dalam pengadaan Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi adalah sebagai berikut: HE-TKDN Jasa HE PSp Jasa HEP Jasa f. = (100% / (100% + Pj)) x HPj = (HE-TKDN Jasa) x (100% / (100% + PSpj)) = HE PSp Jasa + Komponen Bukan Biaya Urutan dan rumusan penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dalam pengadaan gabungan barang dan jasa adalah sebagai berikut: HE-TKDN Gabungan = (HE-TKDN Barang) + (HE-TKDN Jasa) HE PSp Gabungan = {(HE-TKDN Barang) + (HE-TKDN Jasa)} x (100% / (100% + PSpj)) HEP Gabungan = HE PSp Gabungan + Komponen Bukan Biaya 171 . apabila persentase TKDN gabungan dalam penawaran harga berbeda dengan persentase TKDN gabungan dalam penawaran teknis.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Pada pengadaan Jasa Pemborongan.

• Untuk pekerjaan jasa (PSpj). pedoman ini. dan 7. mengikuti ketentuan bab III angka 9.1.2. mengikuti ketentuan bab III angka 9. mengikuti ketentuan dalam bab III angka 9.41.000. pedoman ini.7. Pb = TKDN x 15% Pj = Preferensi harga jasa. Contoh penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dapat dilihat pada Lampiran CP-001 sampai dengan CP-009 g.6. mengikuti ketentuan dalam bab III angka 9.1. pedoman ini.2. 172 .10. Tata cara evaluasi tersebut pada angka 9.5% PSp = Preferensi status Perusahaan Dalam Negeri: • Untuk pengadaan barang (PSpb).Buku Kedua .2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa • Dengan pengertian: HPb = Komponen biaya langsung dalam penawaran harga barang HPj = Komponen biaya langsung dalam penawaran harga jasa Pb = Preferensi harga barang.10.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat. tersebut di atas tidak diberlakukan pada pengadaan barang sebagaimana tersebut pada bab III angka 6. Evaluasi harga dengan membandingkan harga penawaran tanpa memperhitungkan preferensi harga dilakukan dalam hal: • Pengadaan barang impor dan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen). pedoman ini.000. Pj = TKDN x 7.000.00 (satu milyar rupiah) atau setinggi-tingginya US$100. Pengadaan barang/jasa dengan nilai setinggitingginya Rp1. • 9.2.000.1.1.

10. Normalisasi 1. Persyaratan tertentu yang diajukan dalam penawaran harga tidak diperhitungkan dalam evaluasi. Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih penawaran dengan nilai HE TKDN atau hasil normalisasi yang sama. Normalisasi digunakan untuk menyetarakan penawaran harga. dan jika persyaratan tersebut akan lebih menguntungkan negara. Dalam hal peserta yang memasukkan penawaran dan memenuhi persyaratan kurang dari 3 (tiga) maka daftar peringkat penawaran berisikan semua penawaran yang masuk dan memenuhi persyaratan. 2. Nilai penawaran disetarakan dengan memperhitungkan keseluruhan biaya nyata yang akan dikeluarkan oleh Kontraktor KKS (total cost) atau peluang untuk mendapatkan penghematan/keuntungan bagi negara dan/ atau mengoperasikan barang/peralatan. Penetapan peringkat penawaran dapat dilakukan secara parsial berdasarkan harga terendah untuk setiap jenis (ítem) barang/jasa. Apabila akan diterapkan.11.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9.2. 173 . Nilai normalisasi diperhitungkan dengan cara menambahkan seluruh biaya penyetaraan pada HE TKDN.3. maka penawaran dengan TKDN yang lebih besar ditetapkan untuk menduduki peringkat yang lebih tinggi. 9. ketentuan dan cara penghitungannya harus dicantumkan dalam Dokumen Pengadaan.1. Namun apabila Penyedia Barang/ Jasa yang mengajukan persyaratan tertentu tersebut ditunjuk sebagai pemenang pengadaan. PENETAPAN PERINGKAT PENAWARAN 9. 4.11. menurut tata cara evaluasi harga yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil evaluasi harga penawaran. Nilai hasil normalisasi hanya digunakan untuk kepentingan evaluasi penetapan urutan calon pemenang dan tidak digunakan sebagai nilai pengikatan Kontrak.8.10. 9. Apabila ternyata TKDN masingmasing juga sama. 3.11. dan/atau untuk mengoperasikan fasilitas tertentu. maka persyaratan dimaksud dicantumkan dalam Kontrak.11. maka penawaran dengan nilai atau materi teknis lebih baik ditetapkan untuk menduduki peringkat yang lebih tinggi.9. 9. 9. Panitia Pengadaan menyusun daftar peringkat 3 (tiga) penawaran terbaik berdasarkan Harga Evaluasi (HE) TKDN atau sebagai hasil normalisasi.

1. Upaya negosiasi dilakukan dan harus dilakukan apabila setelah evaluasi harga. Tertulis 1.3.4. 10.2. 174 . 10.1. termasuk penghitungan HE TKDN (apabila diterapkan) dan/atau penghitungan normalisasi harga. 2. Sebelum negosiasi dilakukan. Dilakukan tawar menawar secara lisan dan langsung antara Panitia Pengadaan/Tim Internal dengan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi dan memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan dalam negosiasi.1. 10. Harga penawaran peringkat penawaran I (pertama) telah lebih rendah dibanding HPS/OE namun masih lebih tinggi dibanding harga penawaran terendah yang wajar. Penyampaian penawaran hanya dapat dilakukan satu kali.1. Wakil Penyedia Barang/Jasa menyampaikan dalam sampul tertutup penawaran harga tertulis. 10.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 10.Buku Kedua . Negosiasi langsung dapat diakhiri dengan negosiasi tertulis.4. Negosiasi dilakukan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. Negosiasi dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan harga yang lebih rendah lagi dan mendekati harga penawaran terendah. Negosiasi bertujuan untuk mendapatkan harga yang lebih rendah atau setinggi-tingginya sama dengan HPS/OE. NEGOSIASI HARGA PENAWARAN 10. 10. 10. 10.2.4. Negosiasi langsung dengan salah satu Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi dapat dilakukan dalam beberapa tahap sampai dicapai kesepakatan atau tidak tercapai kesepakatan. bermeterai cukup dan ditandatangani oleh pejabat Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kewenangan dan disampaikan pada waktu yang telah ditentukan. METODA NEGOSIASI Langsung 1. diketahui bahwa: Harga penawaran dari penawaran peringkat I (pertama) sampai dengan peringkat III (ketiga) atau harga penawaran peringkat I (pertama) lebih tinggi dibanding HPS/OE.1. kepada Penyedia Barang/Jasa diberitahukan tempat dan waktu pelaksanaan negosiasi. bertanggal.

000. 1. Dalam hal harga penawaran peringkat-I (pertama) telah lebih rendah dibanding HPS/OE namun masih lebih tinggi dibanding harga penawaran terendah dilakukan negosiasi hanya kepada penawaran peringkat-I (pertama).00 (lima ratus ribu dolar Amerika serikat). Negosiasi dilakukan dengan mengusahakan harga penawaran bersangkutan dapat turun mendekati harga penawaran yang lebih rendah. 3. 10.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. 4. Untuk pengadaan dengan nilai lebih dari Rp5. maka diteruskan kepada penawar peringkat-II (kedua) dan seterusnya sampai dengan penawar peringkat-III (ketiga). Pada dasarnya negosiasi dilaksanakan secara bertahap.5. 175 . PELAKSANAAN NEGOSIASI 10. dan membuat nota evaluasi penawaran harga negosiasi. Negosiasi harga dilakukan kepada Penyedia Barang/Jasa dengan penawaran peringkat-I (pertama) dan apabila diperlukan sampai dengan peringkat-III (ketiga) menurut urutan harga evaluasi penawaran (HEP) atau menurut hasil penghitungan normalisasi harga. Negosiasi harga dilakukan pertama-tama kepada penawaran peringkat-I (pertama).2. 10.5. Negosiasi bertahap.000. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka penawaran. dilakukan negosiasi secara bersamaan.000. 2.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. Negosiasi dapat dilakukan secara langsung atau tertulis. Bila tercapai kesepakatan harga dan hasil negosiasi adalah di bawah atau sama dengan nilai HPS/OE. maka tidak dilakukan negosiasi kepada Penyedia Barang/Jasa yang lain. maka diteruskan dengan melakukan negosiasi bersamaan. Jika negosiasi terhadap penawar peringkat-III (ketiga) tidak mencapai kesepakatan karena hasil negosiasi masih lebih tinggi daripada nilai HPS/OE. Jika negosiasi terhadap penawar peringkat-I (pertama) tidak mencapai kesepakatan karena hasil negosiasi masih lebih tinggi daripada nilai HPS/OE.3. 10. Dalam hal negosiasi bertahap tidak menghasilkan kesepakatan harga atau dalam pelaksanaan pelelangan ulang.1. 5. pembukaan penawaran dilakukan di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa dan dibuat berita acara negosiasi.000.5.5.

dapat dilakukan koreksi/penyesuaian atas HPS/OE dengan penambahan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) dan didukung dengan analisa pasar sebagaimana disyaratkan pada tata cara penyusunan HPS/OE. spesifikasi penawaran teknis dan/atau hasil kesepakatan negosiasi teknis. seperti penggunaan kontrak Call Off Order. Perjanjian Harga dan lain-lain.7. Hasil negosiasi harga tidak boleh mengurangi komitmen persentase TKDN.6. Terhadap harga per jenis barang/jasa. 4. 176 . Hasil negosiasi hanya dapat disepakati apabila harga penawaran telah mencapai lebih rendah atau sama dengan nilai HPS/OE. dapat dilakukan negosiasi: 10. 10. 10. 3. Negosiasi bersamaan 1. Dilakukan analisa atas HPS/OE. Dalam hal menggunakan strategi Kontrak Harga Satuan.9.6. dalam hal kontrak tersebut meliputi jenis-jenis barang/jasa yang tidak terikat sebagai satu kesatuan utuh.9. dalam hal paket pengadaan tersebut pada dasarnya merupakan satu kesatuan utuh. mengubah lingkup kerja. 10.Buku Kedua .1. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka penawaran harga di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi secara bersamaan. Penawaran harga diserahkan dalam sampul tertutup. Negosiasi bersamaan hanya dilakukan 1 (satu) kali. ditandatangani di atas meterai dengan nilai yang cukup oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kewenangan. Terhadap keseluruhan harga paket. Jika hasil negosiasi bersamaan terhadap penawaran peringkat pertama sampai dengan peringkat ketiga masih lebih tinggi dibanding HPS/OE.5. Peserta ternegosiasi diminta untuk memasukkan penawaran harga yang lebih rendah daripada penawaran yang diajukan pada tahap negosiasi bertahap. Apabila HPS/OE dinilai tidak sesuai dengan kondisi pasar pada saat tersebut. 10. Dilakukan secara tertulis kepada 3 (tiga) penawar peringkat-I (pertama) sampai dengan peringkat-III (ketiga) menurut hasil harga evaluasi penawaran (HEP) atau hasil normalisasi.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 10.8.4. 2. maka: 10. 10.6.2.

Kesimpulan pelaksanaan negosiasi. Penawar dengan harga hasil negosiasi bersamaan yang paling rendah dan dinilai wajar dan lebih rendah dibanding HPS/OE yang telah dikoreksi dapat ditetapkan sebagai calon pemenang. Apabila telah diperoleh kesepakatan harga.2.3. 10. Dalam pelaksanaan negosiasi harga. 10. Dalam hal dilaksanakan secara tertulis.2. 177 . Apabila tidak ada satupun harga hasil negosiasi yang lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. dan ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau Wakil Penyedia Barang/Jasa di atas meterai dengan nilai yang cukup. Harga penawaran semula dan harga yang ditawarkan peserta negosiasi pada pelaksanaan negosiasi.9.11. 10. Apabila negosiasi dilaksanakan secara langsung. Risalah ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal.10. maka negosiasi dinyatakan gagal.10.10. maka risalah pelaksanaan negosiasi ditandatangani juga oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi. Metode negosiasi. Penyedia Barang/ Jasa diwajibkan untuk menyampaikan harga penawaran dan TKDN baru berikut rinciannya. 10. surat penawaran harga dari peserta negosiasi dilampirkan dalam risalah.10.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 10.1. dibuat risalah pelaksanaan negosiasi harga yang memuat paling tidak: 10.12. 10.

1. Materi ketidak sepakatan tersebut harus dicatat dalam berita acara.1. PENENTUAN CALON PEMENANG 11. setelah dilakukan evaluasi menggunakan prinsip mengutamakan penggunaan Produksi Dalam Negeri. 11. Dalam hal digunakan sistim Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (Multi Standing Agreement/MSA) atau Kontrak Harga Satuan secara itemized.1. 11.4. Telah mengupayakan pengutamaan penggunaan hasil produksi dan kompetensi dalam negeri.1. 11. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan 1 (satu) calon pemenang yang penawarannya: Memenuhi persyaratan sesuai Dokumen Pengadaan dan dapat dipertanggung-jawabkan. teknis dan kualifikasi memenuhi persyaratan dalam Dokumen Pengadaan.2. maka dipilih Penyedia Barang/Jasa yang memiliki nilai atau materi teknis yang lebih baik. dan 2. 178 . Merupakan harga terendah.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 11. Dalam hal tidak tercapai kesepakatan bulat. dinilai wajar dan tidak lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal memilih peserta yang menawarkan TKDN lebih besar. di atas dituangkan dalam bentuk berita acara yang disetujui oleh seluruh anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. keputusan diambil berdasarkan rapat yang disetujui oleh paling sedikit dua-pertiga jumlah anggota.Buku Kedua .2. 11. dan merupakan harga penawaran hasil negosiasi yang paling rendah. atau setelah dilakukan normalisasi dan/atau telah dilakukan negosiasi sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila TKDN penawaran juga sama.3. calon pemenang yang diusulkan dapat lebih dari satu. Dalam hal dua Penyedia Barang/Jasa atau lebih memiliki harga evaluasi penawaran (HEP) atau hasil normalisasi harga penawaran yang sama. yaitu: 1. Penentuan calon pemenang sebagaimana dimaksud dalam huruf 11. 11. Penawaran secara administrasi.1.

nilai Kontrak dan komitmen TKDN serta masa berlakunya Kontrak. 2.2. Nilai HPS/OE atau nilai HPS/OE yang telah dikoreksi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 11.3. 11. yang telah mencakup jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi.5. Setelah menentukan calon pemenang pengadaan: Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) yang memuat hasil pelaksanaan pelelangan meliputi: 1. alamat dan NPWP calon pemenang pengadaan.1. 179 .5. 4. judul/nomor lelang. Nama. nama Penyedia Barang/Jasa yang mengikuti pengadaan dimaksud. BAHP dilengkapi dengan formulir Ringkasan Proses Pelaksanaan Lelang (Form SC-03). harga penawaran dan/atau harga penawaran terkoreksi. Tanggal berita acara. lampiran nomor FL-003.5. 11. 3. 11. sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan dalam penetapan calon pemenang oleh Pejabat Berwenang.5. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan calon pemenang kepada Pejabat Berwenang dilengkapi dengan BAHP serta penjelasan tambahan yang dianggap perlu. Keterangan-keterangan yang dianggap perlu mengenai proses pelaksanaan pelelangan. harga hasil negosiasi (bila ada) dan komitmen TKDN serta hasil evaluasi pengadaan. BAHP ditandatangani oleh sekurang-kurangnya dua-pertiga dari jumlah anggota termasuk Ketua Panitia Pengadaan/Tim Internal.

7. KEPUTUSAN PENETAPAN PEMENANG 12. Salinan Daftar Rencana Pengadaan.1. 10. 11. Usulan penetapan calon pemenang pengadaan disampaikan dengan melampirkan dokumen sebagai berikut: 1. 8.Buku Kedua . Risalah hasil negosiasi (bila dilakukan). 180 . Apabila Pejabat Berwenang berpendapat lain atas usulan penetapan calon pemenang pengadaan yang diajukan. Tabulasi evaluasi teknis untuk masing-masing penawar. HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan disahkan. Berita acara pemberian penjelasan (bila dilakukan). Berita acara pembukaan penawaran. Ringkasan Proses Pelaksanaan Lelang (form SC-03). Hasil evaluasi kewajaran harga dan surat pernyataan kesanggupan dari Penyedia Barang/Jasa untuk melaksanakan Kontrak sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE. 12. Formulir perhitungan TKDN (form SC-12A atau SC-12B atau SC-12C). 9. 3.2. Pejabat Berwenang membahas dengan Panitia Pengadaan/Tim Internal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 12. Tabulasi perbandingan dari 3 (tiga) penawaran peringkat pertama sampai dengan peringkat ketiga dengan rincian HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.3. 5. Berdasarkan usulan Panitia Pengadaan/Tim Internal. Tabulasi perbandingan harga evaluasi penawaran (HEP) dari seluruh penawaran harga yang masuk. 2. Berita acara hasil pengadaan. 6. 12. untuk mendapatkan keputusan akhir. 12. 4. Pejabat Berwenang segera menetapkan pemenang pengadaan apabila merupakan kewenangan Kontraktor KKS.

000. segera setelah diterimanya keputusan tersebut oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. 181 . Keputusan tentang penetapan pemenang pengadaan.1.2. Untuk paket pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp50.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 13.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000. sehingga perlu dilakukan evaluasi ulang atau proses pengadaan harus dibatalkan. PENGUMUMAN PEMENANG PENGADAAN 13. 13.000.000. dalam pengumuman dicantumkan bahwa penetapan sebagai pemenang pengadaan dapat dibatalkan apabila berdasarkan penelitian BPMIGAS proses pengadaan dan/atau kriteria penetapan calon pemenang pengadaan tidak benar.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. diumumkan melalui papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan secara tertulis kepada Penyedia Barang/Jasa peserta pelelangan.

Terhadap hasil evaluasi administrasi dan teknis pada pelelangan sistim 2 (dua) sampul atau sistim 2 (dua) tahap.3. Sanggahan hanya dapat diajukan terhadap: 1.4.1. dalam waktu yang telah ditentukan. 5. 4.2. dengan tembusan kepada Pejabat Berwenang. Penyimpangan atas ketentuan dan prosedur yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan dan/atau ketentuan BPMIGAS tentang pengadaan barang/jasa yang berlaku. SANGGAHAN 14. di atas dan proses pelelangan dapat diteruskan.1.Buku Kedua . Sanggahan ditujukan kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal. Rekayasa proses pelelangan sehingga menghalangi terjadinya persaingan yang sehat. Penyalahgunaan wewenang oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau Pejabat Berwenang.5. 182 . Ketidaklulusan hasil penilaian pascakualifikasi. Praktek KKN diantara peserta pelelangan.1. dan/atau 2. 14. yaitu: 1.1. 14. 14.1. 14. 14. 3. antara peserta pelelangan dengan anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau dengan Pejabat Berwenang.1. Permintaan Klarifikasi dan pertanyaan yang bersifat mempersoalkan maupun keberatan yang diajukan peserta pelelangan atas hasil evaluasi administrasi dan teknis serta evaluasi harga diperlakukan sebagai sanggahan.1. Terhadap keputusan penetapan pemenang pelelangan. 2.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi sanggahan yang diajukan di luar angka 14.1. dengan melampirkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. 14.2. PENGAJUAN SANGGAHAN Keberatan peserta atas keputusan dalam pelelangan dapat diajukan pada masa sanggah. ditandatangani oleh pimpinan perusahaan yang menandatangani penawaran atau yang menggantikan fungsinya.6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 14. Sanggahan harus diajukan secara tertulis oleh peserta pelelangan.

2. tidak dapat diterima. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang memasukkan penawaran.2.1. diabaikan dan tidak akan ditanggapi. Sanggahan dapat mencakup hasil evaluasi administrasi dan teknis serta penetapan pemenang.2. terhitung mulai tanggal setelah tanggal pengumuman hasil evaluasi administrasi dan teknis.2. Sanggahan dalam pelelangan dengan sistim 2 (dua) sampul atau sistim 2 (dua) tahap dapat dilakukan atas: 1.1. Masa sanggah untuk pelelangan yang menggunakan sistim 1 (satu) sampul adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman hasil pelelangan.2. Hasil evaluasi administrasi dan teknis. 183 . harus dilakukan dalam waktu 3 (tiga) hari kerja. Apabila terdapat sanggahan.2. MASA SANGGAH 14. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan penelitian atas proses dan hasil evaluasi. TANGGAPAN ATAS SANGGAHAN 14. 3.2. terhitung mulai tanggal setelah tanggal pengumuman penetapan pemenang.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 14. Pada sistim 2 (dua) tahap. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang memasukkan penawaran. 14.3. sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis. dan 14. 1. Sanggahan tentang hasil evaluasi administrasi dan teknis yang diajukan pada masa sanggah setelah pengumuman penetapan pemenang. 2.3. harus dilakukan dalam waktu 3 (tiga) hari kerja. maka penawaran peserta pelelangan tersebut dinyatakan gugur dan dilakukan evaluasi ulang kepada penawaran lain yang memenuhi persyaratan. Pada sistim 2 (dua) sampul. dan memberikan tanggapan. di atas dan proses pengadaan dapat diteruskan. Hasil evaluasi harga pada tahap penetapan pemenang.2.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi sanggahan yang diajukan di luar angka 14. 14. 14.3. Apabila sanggahan terhadap kondisi penawaran atau kondisi salah satu peserta pelelangan yang ditetapkan sebagai calon pemenang pengadaan benar. sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis dan memasukkan penawaran harga.

Apabila penyanggah keberatan atas tanggapan sanggahan terhadap penetapan pemenang. dapat mengajukan 1 (satu) kali sanggahan banding dan ditujukan kepada kepada Pejabat Berwenang dengan tembusan kepada atasan Pejabat Berwenang atau kepada pimpinan tertinggi Kontraktor KKS dan kepada BPMIGAS. Apabila sampai dengan batas waktu 5 (lima) hari kerja tidak ditanggapi. Sanggahan ulang dapat diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja terhitung setelah tanggal batas waktu tanggapan.2.2.2. 14. 14. dapat diajukan sanggahan ulang kepada Pejabat Berwenang Kontraktor KKS dengan tembusan kepada atasan Pejabat Berwenang Kontraktor KKS dan fungsi pengawasan internal Kontraktor KKS.3. 184 . 14. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. 3.Buku Kedua .3.3. Jaminan sanggahan banding ditetapkan sebesar 1‰ (satu permil) dari nilai total penawaran harga penyanggah dan paling tinggi sebesar Rp50.4. di atas ternyata benar. dan apabila perlu. maka dilakukan evaluasi ulang.1. Apabila ternyata sanggahan yang diajukan tidak sesuai dengan ketentuan di atas dan/atau tidak disertai dengan bukti-bukti dan/atau materi sanggahan atau protes tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh penyanggah.3. Penyedia Barang/Jasa yang mengajukan sanggahan banding wajib menyerahkan jaminan sanggahan banding berupa cek tunai atau cek perjalanan (traveler cheque) untuk keuntungan Kontraktor KKS: 1. dianggap tidak ada sanggahan banding dan proses penetapan pemenang dapat dilanjutkan. pelelangan dapat dibatalkan atau dilakukan pelelangan ulang. Tanggapan terhadap sanggahan diberikan secara tertulis selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja terhitung setelah tanggal diterimanya sanggahan. Kepada penyanggah tersebut dikenakan sanksi kategori merah. Apabila materi sanggahan tersebut angka 14.000. Sanggahan banding dapat diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja terhitung setelah tanggal pengiriman tanggapan sanggahan. Jika sanggahan banding diajukan melewati batas waktu di atas.00 (lima puluh juta rupiah).000.

3. 14.4.4. Proses pelelangan dilanjutkan dengan: Menyampaikan usulan penunjukan pemenang pengadaan kepada BPMIGAS apabila nilai pengadaan lebih besar dari Rp50.1.000.000. di atas dapat dijalankan apabila: 1.4. Tindakan tersebut angka 14.000. 14. sanggahan ulang atau sanggahan banding dalam batas waktu yang telah ditentukan.3.000. 14.000.5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). 14. 185 .2. 14. atau 3.1. jaminan sanggahan banding dicairkan dan dibukukan sebagai pengurang biaya operasi Kontraktor KKS. atau Penunjukan pemenang pengadaan untuk nilai pengadaan lebih kecil dari Rp50.4.4. 3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. 14. Pejabat Berwenang harus menanggapi sanggahan banding selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja terhitung setelah tanggal diterimanya sanggahan banding. atau 2.2. Tidak ada sanggahan. Apabila sanggahan banding tidak terbukti.3. atau 14.000. Jaminan sanggahan banding dikembalikan kepada Penyedia Barang/Jasa apabila sanggahan terbukti benar.6.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. Sanggahan atau protes yang diajukan tidak sesuai dengan ketentuan di atas dan/atau materi sanggahan atau protes tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh penyanggah.4. sanggahan ulang dan sanggahan banding telah ditanggapi dan diyakini tidak benar.000.000.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih kecil dari US$5. Proses penunjukan calon pemenang pengadaan harus ditangguhkan sampai tanggapan atas sanggahan atau tanggapan atas sanggahan banding diberikan. Sanggahan.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).

5. 15.3.6. BPMIGAS harus sudah menyampaikan persetujuan atau penolakan atas rencana penunjukan pemenang pengadaan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja sejak penerimaan dokumen secara lengkap yang dinyatakan oleh BPMIGAS. 15. Risalah proses pengadaan termasuk proses dan pertimbangan evaluasi dan negosiasi sesuai lampiran FL-003. berdasarkan pembandingan dengan HPS/OE yang telah disusun secara cermat.1.Buku Kedua . Surat pernyataan dari pimpinan tertinggi fungsi pengguna barang/jasa bahwa tidak ada indikasi tindakan yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) dalam penentuan spesifikasi barang/jasa dan persyaratan Kontrak. Dokumen penawaran dari peserta yang diusulkan sebagai pemenang. Apabila dokumen yang disampaikan tidak lengkap berkas dikembalikan kepada Kontraktor KKS. 3. Tabulasi dasar pendanaan.3. Surat usulan dilampiri dengan salinan dokumen-dokumen seperti dimaksud pada angka 12. 15. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau Pejabat Berwenang sesuai batas kewenangannya. dan dalam pelaksanaan evaluasi teknis penawaran. PERSETUJUAN RENCANA PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 15.2. 15. Lingkup kerja dan spesifikasi teknis telah sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati BPMIGAS. 15. 15.1.1. 2. 186 . di atas dan: 15. Nilai penawaran yang diusulkan dinilai wajar.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 15.1. Surat usulan penunjukan pemenang pengadaan yang memerlukan persetujuan BPMIGAS harus ditandatangani oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS.1.1. Proses telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan dan ketentuan yang berlaku serta tidak ada indikasi KKN. penyusunan HPS/OE.1.4. berisi pernyataan bahwa: 1.2. Perubahan Dokumen Pengadaan secara rinci.1.

BPMIGAS memerlukan tambahan penjelasan (Klarifikasi) dan/atau tambahan dokumen pendukung maka penghitungan jumlah hari penelitian dihentikan.6. BPMIGAS dapat memberitahukan kepada Kontraktor KKS bahwa penelitian memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu standar 20 (dua puluh) hari kerja. Kontraktor KKS membatalkan penetapan calon pemenang yang telah diumumkan sebelumnya dan mengumumkan calon pemenang pengadaan baru. 15.2. Bahwa harga penawaran yang diusulkan merupakan hasil proses pengadaan yang sesuai dengan ketentuan dan telah lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah direvisi. 15. Kontraktor KKS melakukan pelelangan ulang atau membatalkan pelelangan. Apabila diperlukan.6. Dalam hal BPMIGAS tidak menyetujui usulan penunjukan pemenang pengadaan. dan dimulai lagi setelah penjelasan dapat diterima oleh BPMIGAS dan/atau dokumen tambahan telah diterima oleh BPMIGAS.6. 15.6.3.7.3.6. 15.4. khususnya untuk pekerjaan yang sangat kompleks.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 15. 15. Dalam keadaan tertentu. Kontraktor KKS dapat melanjutkan proses pengadaan apabila setelah 20 (dua puluh) hari kerja.5. BPMIGAS tidak memberikan persetujuan atau penolakan. 15.7.7. Persetujuan BPMIGAS mencakup lingkup sebagai berikut: Bahwa proses pengadaan telah dilaksanakan menurut ketentuan dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Kontraktor KKS dan telah sesuai dengan rencana pengadaan yang telah disetujui oleh BPMIGAS serta sesuai dengan isi Dokumen Pengadaan. 15. 15. Apabila dalam masa 20 (dua puluh) hari kerja penelitian. 15.4.1. Berdasar hasil evaluasi ulang. 15. Kontraktor KKS mengajukan usulan penunjukan pemenang baru kepada BPMIGAS. Bahwa lingkup pekerjaan sesuai dengan rencana pengadaan yang telah disetujui oleh BPMIGAS. Selanjutnya: Apabila diperlukan.1. maka Kontraktor KKS melakukan evaluasi ulang atas proses pelaksanaan pengadaan dan/atau atas penawaran-penawaran yang masuk.2. sebagaimana diuraikan di atas. Bahwa telah mengupayakan untuk mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. 187 .

Buku Kedua .2.1. Penunjukan pemenang terhadap calon pemenang urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. 16. dilakukan negosiasi. 188 . PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 16.3. atau tidak bersedia untuk memenuhi dokumen penawarannya.8. Dalam sistim 2 (dua) tahap.2.3. 16. Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani kontrak dalam waktu sebagaimana ditetapkan dalam angka 16.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 15. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari setelah tanggal penunjukan. hanya terdapat satu peserta yang lulus evaluasi teknis. namun hanya terdapat satu penawaran harga dan harga penawaran dapat diterima atau dicapai kesepakatan dalam tahap negosiasi harga. Penunjukan pemenang pengadaan dilakukan tanpa melalui masa sanggah.1 di atas. 16. serta lulus evaluasi harga atau dicapai kesepakatan dalam tahap negosiasi harga. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan.2. 16. 16. 16.2. selanjutnya: Calon pemenang pengadaan peringkat kedua dapat ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan.1. Dalam hal BPMIGAS tidak menyetujui usulan penunjukan pemenang pengadaan dan Kontraktor KKS tetap melanjutkan proses pengadaan maka biaya yang timbul yang berkaitan dengan kegiatan pengadaan tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi berdasar Kontrak Kerja Sama. terdapat lebih dari 1 (satu) peserta yang lulus evaluasi teknis.1. apabila: Dalam sistim 2 (dua) sampul. Apabila harga penawaran urutan kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa.

jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa. atau setelah hasil negosiasi disepakati. Apabila calon pemenang peringkat ketiga juga tidak bersedia ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan berdasar harga penawarannya yang telah lebih rendah dibanding HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. dilakukan negosiasi. Apabila calon pemenang peringkat kedua tidak bersedia ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan berdasar harga penawarannya yang telah lebih rendah dibanding HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pelelangan ulang.3. 189 .3.4. 16.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 16. atau setelah hasil negosiasi disepakati.3.2.3. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Apabila harga penawaran urutan ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa. 16. Selanjutnya calon pemenang peringkat ketiga dapat ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan.

3.1. Pada pelelangan sistim 2 (dua) tahap. kecuali: Untuk pemenang pengadaan ditukar dengan surat jaminan pelaksanaan pada saat akan menandatangani Kontrak. Tidak ada penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi. yang lulus evaluasi teknis hanya 1 (satu). Pada sistim 2 (dua) tahap: a. 190 18. Pada dasarnya surat jaminan penawaran dapat diambil oleh Penyedia Barang/Jasa.3. 18.2.1.1. Pada tahap I (pertama). Pelelangan dinyatakan gagal apabila: Dalam pelelangan dengan Prakualifikasi.1.2. PELELANGAN GAGAL 18. Tidak ada penawaran yang memenuhi persyaratan teknis. calon Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar atau memenuhi syarat kualifikasi kurang dari 3 (tiga). 17. 18.1. Pada tahap pemasukan penawaran: 1. Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga). . maka Kontraktor KKS tidak bertanggung jawab atas kehilangan. 17. calon Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga).1. 17.2. b. Pada tahap evaluasi penawaran: 1. Tidak tercapai kesepakatan harga pada proses negosiasi bersamaan. 2.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 17.1. Apabila dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah penunjukan pemenang jaminan penawaran tersebut tidak diambil. kerusakan atau penyalahgunaan surat jaminan tersebut. 2. 4. Untuk penawar peringkat kedua dan peringkat ketiga berdasarkan hasil evaluasi harga baru dapat diambil 15 (lima belas) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang. Pada tahap II (kedua) tidak ada yang memasukkan penawaran.Buku Kedua . PENGEMBALIAN SURAT JAMINAN PENAWARAN. 18. 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang pengadaan.1. 17. Pada sistim satu sampul dan dua sampul.

19. 8. dan 6. 19.5.3. kedua dan ketiga tidak memenuhi syarat kualifikasi. 19. 7. Calon pemenang peringkat pertama. Terhadap peserta baru harus dilakukan penilaian kualifikasi. 19.3. Anggaran yang dialokasikan tidak mencukupi. apabila: Negosiasi bersamaan tidak menghasilkan kesepakatan harga. Pelaksanaan pelelangan terbukti tidak sesuai dengan ketentuan Dokumen Pengadaan. 191 . Penyusunan HPS/OE mengikuti ketentuan yang diatur pada bab VII. 19. Dalam pelelangan menggunakan sistim evaluasi pascakualifikasi. Dalam pelaksanaan pelelangan ulang dapat mempergunakan HPS/OE baru. 18. Peserta yang telah dinyatakan telah lulus penilaian kualifikasi tidak dilakukan penilaian kualifikasi lagi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. Dalam hal mengikutsertakan peserta baru.4. PELELANGAN ULANG 19.4. kedua dan ketiga tidak bersedia ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan.2. Peserta lama harus mendaftar ulang. Dalam pelelangan menggunakan sistim 2 (dua) tahap dapat dilakukan pelelangan ulang tahap II (kedua) saja dengan mengundang peserta yang penawarannya telah dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan teknis. kecuali ditetapkan lain seperti tersebut pada Bab III angka 6.1. 19.4. Pelelangan ulang dilaksanakan 1 (satu) kali dan prosesnya dimulai sesegera mungkin setelah lelang dinyatakan gagal. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang.1.5.2. calon pemenang peringkat pertama. TINDAK LANJUT PELELANGAN GAGAL Dalam hal pelelangan dinyatakan gagal. Apabila tidak ada peserta yang memasukkan penawaran harga atau penawaran harga yang masuk tidak ada yang memenuhi syarat. 6. Pelelangan ulang diselenggarakan dengan mengundang peserta pengadaan lama atau mengikutsertakan peserta pengadaan lama dan Penyedia Barang/Jasa baru.2.4.2.3. proses dimulai dengan tahap pengumuman.

mengalami kegagalan. 19.Buku Kedua .9. atau 19.7.5.1.2. Dalam hal dilakukan pelelangan ulang atas pekerjaan dengan nilai sampai dengan Rp1. dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang dengan persyaratan pengadaan yang sama.6. 19. atau 19.1.6.9. maka proses pengadaan selanjutnya dilaksanakan dengan: Melakukan negosiasi bersamaan terhadap penawaran yang masuk.000. Dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang dengan mengikutsertakan penyedia barang Produksi Dalam Negeri dan penyedia barang produksi luar negeri tanpa mengubah HPS/OE. Dalam hal pelelangan Pengadaan barang/ Jasa Pemborongan / Jasa Lainnya yang tidak memperhitungkan preferensi harga mengalami kegagalan.7. Dalam hal pelelangan Pengadaan Jasa Pemborongan atau Jasa Lainnya mengalami kegagalan. Preferensi harga diberikan bagi barang dengan pencapaian TKDN sekurang-kurangnya 25% (dua puluh lima persen). 19.000. 19. 192 . Apabila pelelangan ulang tersebut pada angka 19. atau 19.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 19. 2. Pelelangan ulang untuk Pengadaan Barang: Dalam hal pengadaan memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri mengalami kegagalan: 1. atau Pemilihan langsung dengan cara meminta peserta memasukkan penawaran harga baru. Evaluasi harga dilakukan dengan memperhitungkan preferensi harga untuk menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang dengan mengikut sertakan Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional yang bersedia memberikan janji/komitmen pencapaian TKDN dan ketentuan lainnya yang diatur dalam bab III angka 7.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) dan ternyata tidak ada penawaran yang masuk atau setelah negosiasi harga penawaran masih lebih tinggi dibanding HPS/OE. apabila penawaran yang masuk minimal 3 (tiga) dan negosiasi bersamaan mengalami kegagalan. apabila penawaran yang masuk minimal 3 (tiga). 19.9.8.5.000. dapat dilakukan pelelangan ulang kedua dengan mengikutsertakan Penyedia Barang/Jasa usaha menengah.000.

atau Penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu). Dalam pelaksanaan pemilihan langsung atau penunjukan langsung tersebut pada angka 19.9. Pembatalan pelelangan hanya dapat dilakukan oleh Kontraktor KKS apabila salah satu kondisi berikut terpenuhi: 20.3. Anggaran yang dialokasikan tidak mencukupi.1.2.9. atau 19. Perubahan lingkup kerja karena perubahan pada rencana kerja atau karena lelang ulang gagal.2. Pemilihan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk. 19. Pembatalan pelelangan sedapat mungkin dihindarkan.1. PEMBATALAN PELELANGAN 20. 20.4.1.3.4. Berdasarkan kesimpulan pimpinan tertinggi Kontraktor KKS telah terjadi tindak KKN.9.3. di atas dapat mempergunakan HPS/OE baru. 20. dengan dimungkinkan adanya perubahan lingkup kerja. Penyedia Barang/Jasa yang telah ditunjuk sebagai pemenang dapat meminta penggantian biaya penyiapan dokumen penawaran.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 19.7. apabila penawaran yang masuk hanya 2 (dua). 193 . 20. atau Pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua).6. Adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atas pelaksanaan lelang tersebut.9. 19.9.3.1. atau Membatalkan lelang tersebut dan melaksanakan lelang baru.5. Penyusunan HPS/OE mengikuti ketentuan yang diatur pada bab VII. 20. Dalam hal terjadi pembatalan pelelangan pekerjaan jasa konstruksi dan tahapan pelelangan telah sampai pada penunjukan pemenang. 19.9.9.1.. 19.1.8. 20. 19. 20. atau Penunjukan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu).2. Pembatalan lelang yang rencana pengadaannya melalui persetujuan BPMIGAS harus dilaporkan kepada BPMIGAS dan menjadi catatan BPMIGAS terhadap penilaian kinerja Kontraktor KKS.4.5. Proses pengadaan terbukti tidak dilaksanakan sesuai ketentuan perundangan-undangan yang berlaku. 19.9.1. 20.9.

Proses lelang sejak pengumuman sampai dengan penandatanganan Kontrak diupayakan dalam tenggang waktu 6 (enam) bulan.000.000.5. PENGULANGAN PENGADAAN (REPEAT ORDER) Pengulangan pengadaan barang/jasa (repeat order) dengan menggunakan hasil pelelangan sebelumnya untuk melaksanakan paket pekerjaan yang lain/berbeda tidak diperbolehkan.000.000. Hari pemberian penjelasan sekurang-kurangnya 2 (dua) hari kerja setelah hari akhir pengambilan Dokumen Pengadaan. Hari pemasukan dokumen penawaran sekurang-kurangnya 4 (empat) hari kerja setelah hari akhir pemberian penjelasan.00 (seratus juta dolar Amerika Serikat). Hari akhir pengambilan Dokumen Pengadaan sekurangkurangnya 2 (dua) hari kerja setelah hari terakhir pendaftaran atau setelah pengumuman hasil Prakualifikasi. Sebesar nilai kompensasi menurut ketentuan yang tertuang dalam draft kontrak yang menjadi bagian dari Dokumen Pengadaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Dalam hal ini nilai penggantian biaya dihitung dengan menggunakan salah satu dari ketentuan berikut: 20. atau 20.1. Setinggi-tingginya sama dengan nilai jaminan penawaran.1. 22.4.3. apabila Kontraktor KKS belum menerbitkan Surat Perintah Memulai Pelaksanaan Pekerjaan (SPK)/Letter of Intent (LOI).2. 21. 22.Buku Kedua . 22. Masa pendaftaran sekurang-kurangnya 3 hari kerja setelah tanggal pengumuman.000.3. apabila Kontraktor KKS telah menerbitkan Surat Perintah Memulai Pelaksanaan Pekerjaan (SPK)/Letter of Intent (LOI). kecuali untuk pengadaan pekerjaan yang bersifat kompleks dan bernilai lebih dari Rp1.3.00 (satu trilliun rupiah) atau lebih dari US$100. 22. 22.2. 194 . TENGGANG WAKTU PELELANGAN 22.000.

.

Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB XII METODA DAN TATA CARA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 195 .

Perusahaan Asing dapat mengikuti pengadaan dengan nilai lebih dari Rp10. 1. penelitian.4. perusahaan jasa industri dan perbankan yang memiliki unit litbang dengan keahlian khusus. jasa pengujian.000.4. konsultansi operasi.9. 1. jasa studi makro/mikro. Penyedia Jasa Konsultansi antara lain perusahaan Jasa Konsultansi.00 (satu juta dolar Amerika Serikat) dengan kewajiban bekerjasama dalam bentuk Konsorsium atau sub kontrak dengan Perusahaan Nasional yang dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak. bidang produksi dan industri. 1.2.000. Pengadaan diikuti oleh Penyedia Barang/Jasa yang bersedia memberikan janji/komitmen pencapaian TKDN minimal 35% (tiga puluh lima persen).1. di atas kurang dari persyaratan minimal. KETENTUAN UMUM 1. 196 .5.000.Buku Kedua . Dalam hal proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah peserta pengadaan yang menyanggupi untuk memenuhi persyaratan angka 1. 1. 1. Jasa Konsultansi dapat dilakukan untuk semua kegiatan sesuai sub bidang pekerjaan pada lampiran buku kedua no. maka Perusahaan Nasional dapat menggunakan tenaga ahli asing bertaraf internasional atau membuat kerjasama dalam bentuk Konsorsium atau sub kontrak dengan konsultan asing bertaraf internasional. Dalam hal jasa yang akan dilelangkan belum dapat dilaksanakan oleh Perusahaan Nasional. 1.000. badan usaha yang dimiliki perguruan tinggi negeri/perguruan tinggi swasta (PTN/PTS).8.7. dilakukan pelelangan ulang dengan mengikut sertakan Penyedia Barang/Jasa yang bersedia memberikan janji/komitmen pencapaian TKDN minimal 30% (tiga puluh persen). 1. 1. Kegiatan Jasa Konsultansi meliputi jasa perencanaan konstruksi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. jasa survey.000.3. pemeliharaan serta rehabilitasi. pelatihan serta jasa pelayanan profesi lainnya. konsultan perorangan. kecuali untuk kegiatan yang belum dapat atau tidak mungkin dilaksanakan di Indonesia. koperasi. jasa pengawasan konstruksi. jasa informasi. jasa manajemen.00 (sepuluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$1. jasa K3LL. Jasa Konsultansi harus bersifat tidak rutin dengan jangka waktu tertentu dan mengutamakan konsultan dalam negeri.6.PQ-003. Jasa Konsultansi harus dilaksanakan di Indonesia.

PENGADAAN (IKPP)/ Instruksi Kepada Peserta Pengadaan (IKPP)/Instruction to Bidders (ITB). 3. maksud dan tujuan.2. INSTRUKSI KEPADA PESERTA INSTRUCTION TO BIDDERS (ITB). sepanjang tidak mengubah sasaran. 2.1. 2. usulan teknis dan usulan harga. antara lain data dasar. jumlah bulan kerja (man-months) dan satuan biaya personil. Dalam persyaratan teknis memuat Kerangka Acuan Kerja (KAK) dengan ketentuan sebagai berikut: 2. dasar pembuatan Kontrak dan acuan evaluasi hasil kerja konsultan. Menjelaskan tujuan dan lingkup Jasa Konsultansi serta keahlian yang diperlukan. 197 . jumlah penggunaan tenaga ahli. Dimungkinkan adanya perbedaan hasil negosiasi terhadap KAK dan HPS/OE seperti klasifikasi. tujuan dan keluaran/output yang dihasilkan.2. KAK sekurang-kurangnya memuat: 1. standar teknis.3. Sebagai acuan dalam evaluasi usulan. 2.1. Klarifikasi dan negosiasi dengan calon konsultan terpilih.10. Sebagai acuan dan informasi bagi para konsultan yang diundang mengikuti pengadaan dalam rangka menyiapkan kelengkapan administratif. studi-studi terdahulu yang pernah dilaksanakan dan peraturan serta ketentuan yang berlaku. Uraian pendahuluan berupa gambaran secara garis besar mengenai proyek/kegiatan yang akan dilaksanakan. Tujuan pembuatan KAK adalah: 1. klarifikasi. IKPP (ITB) memuat hal-hal seperti pada bab VIII angka 3. teknis dan harga ditujukan kepada penyedia Jasa Konsultansi.2. antara lain berisi latar belakang. dan/atau negosiasi dengan calon konsultan terpilih. Data penunjang berupa data yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek. PENYIAPAN DOKUMEN PENGADAAN Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi terdiri dari: 2. 2. SURAT UNDANGAN Surat undangan untuk memasukkan penawaran administrasi.2. 2. Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan HPS/OE kegiatan Jasa Konsultansi disusun secara keahlian dan digunakan sebagai acuan dalam evaluasi penawaran. lokasi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.

tunjangan perumahan / akomodasi dan lain-lain. perkiraan jangka waktu penyelesaian pekerjaan Jasa Konsultansi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.2. Jenis dan jumlah laporan yang disyaratkan (laporan pendahuluan. pemilihan langsung dan penunjukan langsung pada prinsipnya mengikuti tata cara yang sebagaimana diatur pada bab X. kualifikasi tenaga ahli yang harus disediakan oleh konsultan dan jadwal setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan. Pemilihan Langsung. mengikuti ketentuan sebagaimana diatur pada bab VII HPS/OE yang terdiri dari dua komponen pokok : 3.1. Swakelola. biaya komunikasi. peralatan dan material yang disediakan oleh Kontraktor KKS serta peralatan dan material yang harus disediakan oleh konsultan. biaya pengiriman dokumen.Buku Kedua . 4.2. 198 . kecuali secara khusus dinyatakan lain. biaya pengurusan surat ijin. Biaya personil (remuneration). pelelangan terbatas. METODA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 4. keluaran lain. Hal-hal lain seperti fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa untuk membantu kelancaran tugas konsultan. 4. persyaratan kerjasama dengan konsultan lain (apabila diperlukan).1. 4. dan pedoman tentang pengumpulan data lapangan. 5. lingkup kewenangan yang dilimpahkan kepada konsultan. Biaya langsung non personil (direct reimbursable cost) yang meliputi antara lain biaya untuk sewa kantor. 3. laporan sela dan laporan akhir). biaya perjalanan. Pelelangan Terbatas. HARGA PERHITUNGAN SENDIRI Penyusunan Harga perhitungan sendiri (HPS) atau owner estimate (OE). Tujuan dan ruang lingkup pekerjaan yang memberikan gambaran mengenai tujuan yang ingin dicapai. Penunjukan Langsung. 3. Tata cara pelaksanaan dan pertimbangan pemilihan metoda pelelangan umum. Pengadaan Jasa Konsultansi dilakukan dengan metoda Pelelangan Umum.

dilakukan pelelangan ulang. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaksanakan Prakualifikasi terhadap calon peserta pengadaan yang mendaftar dengan cara meneliti dan menilai data kualifikasi calon peserta dimaksud. 3. Apabila calon peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). DPT berisi daftar penyedia Jasa Konsultansi yang mempunyai kualifikasi dan sub bidang usaha yang sama dan telah lulus Prakualifikasi atau konsultan perorangan yang memiliki keahlian khusus. 199 .3. Tata cara penyusunan DPT / Short List sebagai berikut: Menggunakan Metoda Pelelangan : 1. 3. 5. 5.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang calon peserta. Peserta yang diundang sekurang-kurangnya 3 (tiga).1. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaksanakan Prakualifikasi terhadap calon peserta pengadaan yang mendaftar dengan cara meneliti dan menilai data kualifikasi calon peserta dimaksud. 4. 2.3.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal menyusun Daftar Penyedia Jasa Terseleksi (DPT)/Short List berdasarkan hasil proses Prakualifikasi. 4. Menggunakan Metoda Pemilihan Langsung : 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan rencana pelelangan. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang peserta lain. 5.3. 5. PENYUSUNAN DAFTAR PENYEDIA JASA TERSELEKSI (DPT) / SHORT LIST 5. Peserta yang lulus penilaian Prakualifikasi dicantumkan dalam DPT / Short List.1. 5. Menggunakan Metoda Penunjukan Langsung: Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang satu penyedia Jasa Konsultansi /konsultan perorangan. Peserta yang mendaftar sekurang-kurangnya 3 (tiga). Peserta yang lulus penilaian Prakualifikasi dicantumkan dalam DPT / Short List.3. 2.2. Apabila calon peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga).

Dilakukan evaluasi kelengkapan administrasi sesuai yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. 7. kualitas usulan merupakan faktor yang menentukan hasil pekerjaan (outcome) secara keseluruhan.1.Buku Kedua . Sistim evaluasi penawaran dicantumkan dalam Dokumen Pengadaan. 7. SISTIM EVALUASI KUALITAS Sistim evaluasi kualitas adalah evaluasi berdasarkan nilai terbaik penawaran teknis dan dilanjutkan dengan Klarifikasi serta negosiasi teknis dan harga. Pembukaan dokumen penawaran sesuai tata cara pembukaan dokumen penawaran untuk sistim 2 (dua) sampul sebagaimana diatur pada bab XI.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. angka 8. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN Pemasukan dokumen penawaran dilakukan dengan sistim 2 (dua) sampul.. sesuai dengan tata cara evaluasi administrasi sebagaimana diatur pada bab XI. Evaluasi kelengkapan administrasi.1. 7. SISTIM EVALUASI PENAWARAN Evaluasi penawaran Jasa Konsultansi menggunakan sistim evaluasi kualitas atau sistim evaluasi kualitas teknis dan harga atau sistim evaluasi harga terendah. 2. Evaluasi persyaratan administrasi: 1. kecuali Jasa Konsultansi perorangan dapat menggunakan sistim 1 (satu) sampul.1.8.1. Dalam hal ini.2. Pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas digunakan bagi pekerjaan Jasa Konsultansi yang permasalahannya kompleks.11. Urutan proses sebagai berikut : 7. 200 . disampaikan kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal sesuai dengan tempat dan jadwal waktu yang ditetapkan. memerlukan inovasi atau Jasa Konsultansi dengan lingkup pekerjaan yang sulit ditetapkan dalam KAK. angka 9. memerlukan teknologi tinggi..

Unsur-unsur pokok yang dinilai dan pembobotannya: Unsur Pokok Pengalaman Konsultan Pendekatan dan Metodologi Kualifikasi Tenaga Ahli Jumlah Bobot (%) 10-20 20-45 45-60 100 Penetapan bobot yang digunakan untuk masing-masing unsur. Fasilitas penunjang. dalam rentang tersebut di atas berdasarkan jenis pekerjaan jasa yang akan dilaksanakan. Klarifikasi tidak boleh mengubah sasaran kerangka acuan kerja. Lingkup dan sasaran pencapaian Jasa Konsultansi. Aspek-aspek teknis yang perlu diklarifikasi antara lain: a. Program alih pengetahuan. g. 201 . sedangkan untuk jasa supervisi dan perencanaan teknis penekanan lebih diberikan kepada kualifikasi tenaga ahli. Untuk jasa studi analisa perlu diberikan penekanan kepada pengalaman konsultan dan pendekatan metodologi. dengan memperhatikan bobot pekerjaan dan tenaga ahli yang akan mengerjakan serta pertimbangan kebutuhan perangkat pendukung yang proposional.1. 2. e. Persentase komitmen TKDN jasa. f. c. Kualifikasi tenaga ahli. Evaluasi Penawaran Teknis 1. guna pencapaian hasil kerja yang optimal. Jadwal penugasan personil. b. Klarifikasi Teknis Klarifikasi dilakukan untuk memperoleh kepastian dan/atau kejelasan teknis.3. i. d. h. Organisasi pelaksanaan. Jadwal pelaksanaan pekerjaan. Penilaian penawaran teknis a. Dilakukan dengan cara memberikan nilai angka (merit point) pada unsur-unsur pokok yang terdapat pada dokumen penawaran teknis dengan memperhatikan bobot yang diberikan pada unsur-unsur tersebut. b. Cara penanganan pekerjaan dan rencana kerja.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.

antara lain pengalaman melaksanakan proyek/ pekerjaan sejenis. Pendekatan dan Metodologi Dimaksudkan untuk menilai pemahaman konsultan atas lingkup pekerjaan/jasa layanan yang diminta dalam KAK. Unsur-unsur yang dinilai. Pengalaman konsultan harus dilengkapi dengan referensi dari pengguna jasa sebelumnya yang menunjuk kinerja konsultan yang bersangkutan. Unsur yang dinilai. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui pengalaman dan mengukur kemampuan/kapasitas konsultan yang bersangkutan dalam melaksanakan tugasnya. 202 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa c. Pengalaman konsultan: • Penilaian dilakukan atas pengalaman konsultan dalam melaksanakan pekerjaan sejenis dengan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam KAK dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. nilai dan waktu (bulan dan tahun) pelaksanaan. kapasitas perusahaan dengan antara lain memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap.Buku Kedua . • • • • d. Pengalaman kerja di Indonesia dan/atau lokasi proyek di Indonesia mendapat nilai tambah. lokasi. pengalaman melaksanakan proyek/kegiatan di Indonesia dan/atau di luar negeri. Pengalaman tersebut diuraikan secara jelas dengan mencantumkan informasi nama proyek/kegiatan. dan hasil kerja. pemahaman atas tujuan. lingkup dan data proyek/kegiatan secara singkat. penilaian terutama meliputi pengertian terhadap tujuan proyek. kualitas metodologi. antara lain : • Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. kemampuan manajerial dan fasilitas yang dimiliki. Penilaian juga dilakukan terhadap jumlah proyek/ pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh konsultan. pemberi tugas. lingkup serta Jasa Konsultansi yang diperlukan (aspek-aspek utama yang diindikasikan dalam KAK) dan pengenalan lapangan.

− − − • Hasil kerja (deliverable).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 • Kualitas Metodologi. perhitungan teknis dan laporan-laporan yang diusulkan dalam penawaran. serta jumlah tenaga yang ditetapkan dalam KAK. persyaratan. • Konsultan yang mengajukan gagasan baru guna meningkatkan kualitas hasil kerja (output) seperti tersebut dalam KAK meskipun berakibat perubahan KAK. jadwal penugasan. dan kebutuhan fasilitas penunjang. interpretasi terhadap KAK khususnya mengenai data yang tersedia. gambargambar kerja. Kualifikasi Tenaga Ahli Penilaian dilakukan terhadap tenaga ahli konsultan yang diusulkan untuk melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan jenis keahlian. jumlah bulan kerja (manmonths) tenaga ahli. 203 . e. apresiasi terhadap inovasi. jenis keahlian serta jumlah tenaga ahli yang diperlukan. program kerja. konsistensi antara metodologi dengan rencana kerja. spesifikasi teknis. atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi. yaitu lulusan perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah lulus ujian negara atau yang telah diakreditasi. Unsur yang dinilai: • Tingkat pendidikan. uraian tugas. dibuktikan dengan foto copy ijazah. organisasi. jangka waktu pelaksanaan. laporan-laporan yang disyaratkan. diberikan nilai lebih. Penilaian meliputi antara lain: analisis. jadwal pekerjaan. penilaian terutama meliputi: − ketepatan menganalisa masalah dan langkah pemecahan yang diusulkan dengan tetap mengacu kepada persyaratan KAK.

Aspek lainnya meliputi penguasaan bahasa Inggris.Buku Kedua . Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan peringkat konsultan yang dituangkan dalam berita acara evaluasi penawaran teknis. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaporkan hasil penilaian teknis kepada Pejabat Berwenang untuk mendapatkan persetujuan. didukung dengan referensi dari pengguna jasa. 204 . Berdasarkan keputusan Pejabat Berwenang. a. Pengalaman kerja profesional sesuai persyaratan dalam KAK.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa • Jenis keahlian (spesialisasi) yang dibuktikan dengan sertifikat. Sanggahan Peserta pengadaan yang berkeberatan atas pengumuman hasil evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis. b. situasi. bahasa Indonesia (bagi konsultan asing). c. pengenalan (familiarity) atas tata cara. aturan. 3. 7. Panitia Pengadaan/Tim Internal memberitahukan secara tertulis urutan peringkat konsultan berikut nilai teknisnya kepada seluruh peserta. Penyusunan dan Pengumuman Peringkat Evaluasi Teknis. kondisi dan adat istiadat setempat. Berdasarkan hasil evaluasi penawaran teknis. Hal lebih rinci tentang sanggahan diatur pada bab XI angka 14. dan memilih konsultan yang mengajukan penawaran teknis yang nilainya sama atau melampaui nilai minimal ambang batas (passing grade). harus sesuai dengan persyaratan dalam KAK. • • • Pembobotan dan penilaian untuk tiap sub-unsur ditetapkan lebih lanjut oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal.1. selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman tersebut.4. Kualifikasi dari tenaga ahli yang melebihi kualifikasi persyaratan dalam KAK tidak memperoleh tambahan nilai.

5. Demikian seterusnya sampai dengan peringkat teknis ketiga. tujuan dan keluaran yang dihasilkan serta tidak melampaui HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.5. 3. 2. Klarifikasi dan Negosiasi Klarifikasi dan negosiasi tidak boleh mengubah sasaran. volume kegiatan dan jenis pengeluaran. 4.6. 7. 205 . Klarifikasi dan negosiasi harga dapat dilakukan bersamaan dengan negosiasi penawaran teknis. Apabila Klarifikasi dan negosiasi dengan konsultan peringkat pertama tidak menghasilkan kesepakatan. Apabila dianggap perlu dapat dilakukan negosiasi atas penawaran teknis dan kemudian dilakukan Klarifikasi dan negosiasi harga. Unit biaya personil dihitung berdasarkan satuan waktu yang dihitung berdasarkan tingkat kehadiran dengan ketentuan 1 (satu) bulan dihitung minimal 22 (duapuluh dua) hari kerja dan 1 (satu) hari kerja dihitung minimal 8 (delapan) jam kerja. Aspek-aspek yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi antara lain kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya.1. dengan ketentuan sebagai berikut: 1. dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan konsultan. Pembukaan Penawaran Harga 1.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal hanya membuka sampul II (kedua) penawaran konsultan dengan peringkat teknis tertinggi yang melampaui atau sama dengan nilai ambang batas. Klarifikasi dan negosiasi harga dilakukan untuk memperoleh kesepakatan harga yang dapat dipertanggung-jawabkan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. Negosiasi terhadap unit harga personil dapat dilakukan berdasarkan daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setoran pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan. harga satuan dibandingkan dengan harga yang berlaku dipasaran/ kewajaran harga. 2. 6. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal melanjutkan dengan membuka penawaran konsultan yang lulus dengan peringkat teknis kedua serta apabila perlu dilakukan Klarifikasi dan negosiasi.

206 . 7. 3.9.8.Buku Kedua . mengikuti ketentuan dalam bab XI angka 15. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja. Sanggahan a.000.7. c. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengajukan usulan penetapan calon pemenang kepada Pejabat Berwenang. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. 2. Penunjukan Pemenang 1. Pejabat Berwenang menetapkan pemenang pengadaan berdasarkan usulan dari Panitia Pengadaan/Tim Internal. 2.000. penunjukan pemenang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS.000. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara hasil Klarifikasi dan negosiasi dan melaporkan hasil Klarifikasi dan negosiasi kepada Pejabat Berwenang. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis. 7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani kontrak dalam waktu yang telah disepakati atau tidak bersedia untuk memenuhi persyaratan dan kondisi dalam dokumen penawarannya dan/atau persyaratan dan kondisi sebagai hasil kesepakatan negosiasi.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Masa sanggah untuk hasil evaluasi harga dan penunjukan pemenang adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman penunjukan pemenang. 8.000.1. b.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih tinggi dari US$5. Dalam hal nilai pengadaan lebih tinggi dari Rp50. Penetapan Pemenang 1.1.1. 7. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan keputusan penetapan pemenang melalui papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau memberitahukan secara tertulis kepada Penyedia Barang/Jasa peserta pelelangan. Ketentuan sanggahan diatur pada bab XI angka 14.

jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. Apabila calon pemenang peringkat ketiga telah lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan juga tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Selanjutnya: a. Apabila harga penawaran peringkat teknis kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. b. d. 207 . dilakukan negosiasi. dilakukan negosiasi. Selanjutnya penawaran harga peringkat teknis ketiga dibuka. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Penawaran harga peringkat teknis kedua dibuka. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pengadaan ulang. Apabila harga penawaran peringkat teknis ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Apabila harga penawaran calon pemenang peringkat teknis kedua telah lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. c. f. Penunjukan pemenang terhadap urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. e.

maka dilakukan pelelangan ulang. 5. mengganti ketua pelaksana pekerjaan (team leader) atau mengganti lebih dari 30% (tigapuluh persen) jumlah tenaga ahlinya. c. Dilakukan negosiasi penawaran teknis serta Klarifikasi dan negosiasi harga dengan konsultan peringkat kedua. mengundurkan diri. 208 . Pengembalian Dokumen Penawaran 1. kecuali dokumen penawaran harga peringkat dua dan tiga baru dikembalikan setelah penandatanganan Kontrak. atau c.Buku Kedua . Apabila calon pemenang kedua juga mengundurkan diri. tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. dilakukan negosiasi penawaran teknis serta Klarifikasi dan negosiasi harga dilakukan kepada calon pemenang peringkat ketiga.10. dan 3. 2. Dokumen penawaran harga yang tidak dibuka dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah masa sanggah atas hasil evaluasi administrasi dan teknis selesai. Apabila calon pemenang ketiga juga mengundurkan diri. Dalam hal penunjukan pemenang dibatalkan: a. atau b. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Pejabat Berwenang wajib menjaga kerahasiaan dokumen penawaran dari setiap peserta. 7.1. Dokumen penawaran teknis peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang pengadaan dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah masa sanggah selesai. b.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pembatalan Penunjukan Pemenang 4. Penunjukan pemenang dibatalkan dan jaminan penawaran dicairkan apabila konsultan yang ditunjuk sebagai pemenang: a.

2. dan memilih konsultan yang mengajukan penawaran teknis yang nilainya sama atau melampaui nilai minimal ambang batas (passing grade). 2. Sistim evaluasi berdasarkan teknis dan harga digunakan untuk pekerjaan yang lingkup. Penilaian/evaluasi penawaran teknis menggunakan sistim pembobotan (merit point). 7. Berdasarkan hasil evaluasi penawaran teknis. 7. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan peringkat konsultan yang dituangkan dalam berita acara evaluasi penawaran teknis.3.1.2.2. 7.2. Hal lebih rinci mengenai sanggahan diatur dalam bab XI angka 14. Berdasarkan keputusan Pejabat Berwenang. 3. Demikian juga besarnya biaya (HPS/OE) dapat diperhitungkan dengan baik. waktu penugasan dan hal-hal lain dapat diperkirakan dengan baik dalam KAK. . Urutan proses sebagai berikut : 7. kemudian dipilih penawaranpenawaran yang sama atau melampaui nilai ambang batas (passing grade).4. selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman tersebut.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan pada papan pengumuman resmi Kontraktor KKS dan/atau memberitahukan secara terulis urutan peringkat konsultan berikut nilai teknisnya kepada Penyedia Barang/Jasa. Sanggahan atas keputusan evaluasi administrasi dan teknis: Peserta pengadaan yang berkeberatan atas pengumuman hasil evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis. Prosedur pembukaan dan evaluasi penawaran administrasi dan teknis [sampul I (pertama)] mengikuti prosedur pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 SISTIM EVALUASI KUALITAS TEKNIS DAN HARGA Sistim evaluasi berdasarkan teknis dan harga adalah evaluasi berdasarkan kombinasi skor penawaran teknis dan skor nilai penawaran harga.2. dilanjutkan dengan Klarifikasi teknis dan negosiasi harga. 1. Penyusunan dan Pengumuman Peringkat Evaluasi Teknis. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaporkan hasil penilaian teknis kepada Pejabat Berwenang untuk meminta persetujuan. 209 7. keluaran (output).

Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul-II (kedua). Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara pembukaan penawaran harga yang harus ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan sekurangkurangnya 1 (satu) wakil peserta pengadaan. TKDN serta nilai jaminan penawaran dari seluruh peserta yang lulus evaluasi teknis. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang peserta yang lulus evaluasi penawaran teknis untuk menghadiri pembukaan penawaran harga [sampul II (kedua)].Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. Panitia Pengadaan/Tim Internal dihadapan peserta pelelangan menyampaikan hal-hal sebagai berikut: a. Pembukaan dan evaluasi penawaran harga [sampul II (kedua)]: 1. harga evaluasi penawaran (HEP) atau harga setelah normalisasi yang terendah diberikan skor paling tinggi (maksimal). dalam hal pelaksanaan Jasa Konsultansi dilaksanakan di luar negeri. Penyetaraan (normalisasi) penawaran harga dengan antara lain menambahkan biaya manajemen (management cost) yang akan dikeluarkan oleh Kontraktor KKS pada harga evaluasi penawaran (HEP). Calon konsultan yang lulus evaluasi teknis berikut nilai evaluasi penawaran teknis masing-masing. 5. 2. 4. 210 . Dilakukan perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasar pencapaian TKDN (HE-TKDN). 6.5. Ketentuan pembobotan nilai evaluasi penawaran teknis dan nilai evaluasi penawaran harga sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pengadaan. membacakan dan menulis harga penawaran. b. Penilaian penawaran harga terhadap konsultan yang telah lulus evaluasi teknis dengan menggunakan sistim nilai (merit point system) berdasarkan urutan harga evaluasi penawaran (HEP) (jika tanpa normalisasi) atau menggunakan harga setelah normalisasi (jika ada normalisasi).2. 3. 7.Buku Kedua .

Pelaksanaan sebagai berikut: a. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara hasil negosiasi dan melaporkan hasil negosiasi kepada Pejabat Berwenang. Panitia Pengadaan/Tim Internal menghitung kombinasi nilai (score) penawaran teknis dan nilai penawaran harga dengan cara perhitungan sebagai berikut : Nilai akhir = [Nilai Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis] + [Nilai Penawaran Harga x Bobot Penawaran Harga] Dimana : − − − Bobot penawaran teknis antara 0.40 Harga penawaran terendah diberikan nilai (score) penawaran harga tertinggi. Berdasarkan berita acara evaluasi gabungan penawaran teknis dan penawaran harga. 3. Konsultan dengan peringkat pertama diberi waktu yang memadai untuk mempersiapkan negoasiasi teknis dan negosiasi harga.2. Prosedur negosiasi mengikuti ketentuan pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas. Klarifikasi tidak boleh mengubah sasaran KAK. c. Penyusunan daftar peringkat konsultan didasarkan hasil perhitungan kombinasi nilai terbobot penawaran teknis dan harga. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang konsultan dengan nilai tertinggi untuk hadir dalam rapat negosiasi teknis dan negosiasi harga. b.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. Apabila tidak ada satupun harga penawaran yang lebih rendah atau sama dengan HPS/OE.20 sampai 0. 211 .60 sampai 0. Evaluasi gabungan teknis dan harga: 1.80 Bobot penawaran harga antara 0. 2. dilakukan negosiasi terhadap konsultan yang mempunyai nilai tertinggi sesuai hasil evaluasi kombinasi penawaran teknis dan penawaran harga.6.

22      1.000.000 40 3.00 1.00    1.72    Nilai Kombinasi Teknis dan Harga             86.000 50 3.             Score harga penawaran = (HE TKDN Terendah) / (HE TKDN) x 100 Score Penawaran Teknis Tertimbang = Score Teknis x Bobot Teknis Score Penawaran Harga Tertimbang = Score Harga x Bobot Harga Nilai Kombinasi = Score Teknis Tertimbang + Score Harga Tertimbang 212 .52    86.25 ) (Rp) (%) (%) (Rp) 1.050.00 25.52       Harga Penawaran TKDN Preferensi HE TKDN Score Harga Penawaran Score Harga Penawaran Tertimbang        1.Buku Kedua .08 23.004.689 100. 4.50 Score Penawaran Teknis Score Penawaran Teknis Tertimbang Penawaran Harga (Bobot :   0.000.100.156.87 21. 2.75 1.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Contoh: Penghitungan Nilai Kombinasi Evaluasi Kualitas Teknis dan Harga Pengadaan Jasa Konsultansi           A   B   C Penyedia Barang/Jasa Penawaran Teknis (Bobot :   0.50 1.506 86.067.50 86 64.75 ) 84 63.50    86.626.000 60 4.165 94. 3.200.784.00 82 61.961.

7. 3. Penunjukan Pemenang 1. mengikuti ketentuan dalam bab XI angka 15. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan keputusan penetapan pemenang melalui papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa peserta pengadaan. Sanggahan atas penetapan pemenang hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis.9.000. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih tinggi dari US$5.7. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja.8. 3.000. 7.000.000. Pejabat Berwenang menetapkan pemenang pengadaan berdasarkan usulan dari Panitia Pengadaan/Tim Internal. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Penetapan Pemenang 1. 3. 2. Dalam hal nilai pengadaan lebih tinggi dari Rp50. Hal mengenai sanggahan diatur pada bab XI angka 14. Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani Kontrak dalam waktu yang telah disepakati atau tidak bersedia untuk memenuhi persyaratan dan kondisi dalam dokumen penawarannya dan/atau persyaratan dan kondisi sebagai hasil kesepakatan negosiasi. Masa sanggah untuk hasil evaluasi harga dan penunjukan pemenang adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman penetapan pemenang. Sanggahan atas penetapan pemenang: 1.2.2. 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengajukan usulan penetapan calon pemenang kepada Pejabat Berwenang. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa.2. penunjukan pemenang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. 213 .

Penawaran harga peringkat teknis kedua dibuka. atau 214 . c. b. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. Apabila harga penawaran peringkat teknis ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.Buku Kedua . Penunjukan pemenang terhadap urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. dilakukan negosiasi. Selanjutnya penawaran harga peringkat teknis ketiga dibuka. 7.2. dilakukan negosiasi. Apabila harga penawaran peringkat teknis kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.10. Apabila calon pemenang peringkat teknis kedua tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. d. Penunjukan pemenang dibatalkan dan jaminan penawaran dicairkan apabila konsultan yang ditunjuk sebagai pemenang: a. Pembatalan Penunjukan Pemenang 1. Apabila calon pemenang peringkat ketiga juga tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pengadaan ulang. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. mengganti ketua pelaksana pekerjaan (team leader) atau mengganti lebih dari 30% (tigapuluh persen) jumlah tenaga ahlinya.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Selanjutnya: a.

c. dan 2. Dilakukan Klarifikasi teknis dan negosiasi harga dengan konsultan peringkat kedua. atau c. Apabila calon pemenang ketiga juga mengundurkan diri. tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Dalam hal penunjukan pemenang dibatalkan: a. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Pejabat Berwenang wajib menjaga kerahasiaan dokumen penawaran dari setiap peserta.2. maka dilakukan pengadaan ulang.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. Pengembalian Dokumen Penawaran 1. Apabila calon pemenang kedua juga mengundurkan diri dilakukan Klarifikasi teknis dan negosiasi harga dilakukan kepada calon pemenang peringkat ketiga. 215 . Dokumen penawaran teknis peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang pengadaan dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah masa sanggah selesai. b. 2. 7. mengundurkan diri.11.

1. 4. Dilakukan perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasarkan pencapaian TKDN (HE-TKDN). Pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi harga terendah digunakan bagi pekerjaan Jasa Konsultansi yang bersifat standar atau secara teknis dapat dilaksanakan dengan metoda yang sederhana. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara pembukaan penawaran harga yang harus ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan sekurangkurangnya 1 (satu) wakil peserta pengadaan.Buku Kedua .3. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan penilaian usulan teknis dan tata cara penilaian mengikuti ketentuan pengadaan Jasa Konsultansi berdasarkan sistim evaluasi kualitas dan dibuatkan daftar peserta yang nilainya sama dengan atau di atas nilai minimal ambang batas teknis (passing grade). Tata cara evaluasi penawaran teknis. dikembalikan. 2. penyusunan peringkat nilai teknis sampai dengan pengumuman hasil evaluasi teknis serta prossedur sanggahan mengikuti ketentuan dalam sistim evaluasi kualitas teknis dan harga. Pembukaan penawaran harga 1. Penawaran harga [Sampul II (kedua)] peserta yang tidak lulus evaluasi penawaran teknis. membacakan dan menulis harga penawaran [(sampul II (kedua)] dari semua peserta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis. Panitia Pengadaan/Tim aritmatik. 2.2. 216 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. 7. Evaluasi Teknis 1. Panitia Pengadaan/Tim Internal dihadapan peserta pengadaan menyampaikan calon konsultan yang lulus evaluasi teknis berikut nilai evaluasi penawaran teknis masing-masing. 3.3. 7. Internal melakukan koreksi 5. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka.3. 3. SISTIM EVALUASI HARGA TERENDAH Sistim evaluasi harga terendah adalah evaluasi berdasarkan penawaran harga terendah dari konsultan yang memenuhi atau melampaui nilai minimal ambang batas teknis (passing grade).

3. Penyusunan daftar peringkat konsultan didasarkan hasil perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) (jika tanpa normalisasi) atau hasil normalisasi (jika ada normalisasi). dalam hal pelaksanaan Jasa Konsultansi dilaksanakan di luar negeri. Dilakukan negosiasi harga mengikuti prosedur negosiasi pengadaan barang/Jasa Lainnya. mengikuti ketentuan dalam bab XI angka 15. Dalam hal nilai pengadaan lebih tinggi dari Rp50. Penyetaraan (normalisasi) penawaran harga dengan antara lain menambahkan biaya manajemen (management cost) yang akan dikeluarkan oleh Kontraktor KKS pada harga evaluasi penawaran (HEP).3. Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani Kontrak dalam waktu yang telah disepakati atau tidak bersedia untuk memenuhi persyaratan dan kondisi dalam dokumen penawarannya dan/atau persyaratan dan kondisi sebagai hasil kesepakatan negosiasi. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan. 3.3. 7.000. 217 .4. 2. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih tinggi dari US$5. Penunjukan Pemenang 1.3.000. Negosiasi harga terhadap konsultan calon pemenang tidak boleh mengubah sasaran kerangka acuan kerja.5. Masa sanggah untuk hasil evaluasi harga dan penunjukan pemenang adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman penunjukan pemenang. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis. Sanggahan 1.3. 7. 7.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja.000. 2.000.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). penunjukan pemenang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. Hal lebih rinci mengenai sanggahan diatur pada bab XI angka 14. 6.

jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/ Jasa. f. e. dilakukan negosiasi. 218 . Apabila harga penawaran peringkat ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Apabila harga penawaran calon pemenang peringkat ketiga telah lebih rendah dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. dilakukan negosiasi. Penunjukan pemenang terhadap urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. b. g. d.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Selanjutnya: a. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pengadaan ulang. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Apabila harga penawaran peringkat kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Selanjutnya Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan untuk menetapkan peserta peringkat ketiga sebagai calon pemenang. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/ Jasa. c.Buku Kedua . Apabila calon pemenang peringkat kedua telah lebih rendah dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan untuk menetapkan peserta peringkat kedua sebagai calon pemenang.

atau c. Apabila calon pemenang kedua juga mengundurkan diri. dilakukan negosiasi harga kepada calon pemenang peringkat ketiga. mengundurkan diri. maka dilakukan pelelangan ulang. Apabila calon pemenang ketiga juga mengundurkan diri. 2. Dilakukan negosiasi harga dengan konsultan peringkat kedua. c. Dalam hal penunjukan pemenang dibatalkan: a. Dokumen penawaran harga dari penawaran yang tidak lulus evaluasi teknis. 7. tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan.3. Pengembalian Dokumen Penawaran 1.3. mengganti ketua pelaksana pekerjaan (team leader) atau mengganti lebih dari 30% (tigapuluh persen) jumlah tenaga ahlinya. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Pejabat Berwenang wajib menjaga kerahasiaan dokumen penawaran dari setiap peserta.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.6. Penunjukan pemenang dibatalkan dan jaminan penawaran dicairkan apabila konsultan yang ditunjuk sebagai pemenang: a.7. 2. atau b. 219 . dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah disusun peringkat evaluasi teknis. b. Pembatalan Penunjukan Pemenang 1.

2.1. proses dimulai dengan tahap pengumuman. Dalam hal pelelangan Pengadaan Jasa Konsultansi mengalami kegagalan. Dalam hal mengundang peserta baru. Evaluasi harga memperhitungkan preferensi harga berdasar janji/ komitmen TKDN dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). Peserta lama harus mendaftar ulang. atau 8.2.2.2. dengan dimungkinkan adanya perubahan lingkup kerja 220 .1.1. Pelelangan ulang dilaksanakan pelelangan dinyatakan gagal. Terhadap peserta baru harus dilakukan penilaian kualifikasi.3.2.1.Buku Kedua . Apabila pelelangan ulang mengalami kegagalan. Pelelangan ulang diselenggarakan dengan mengundang Peserta Pengadaan lama dan/atau mengundang Penyedia Barang/Jasa baru. maka proses pengadaan selanjutnya dilaksanakan dengan: 8. Membatalkan lelang tersebut dan melaksanakan lelang baru. 8. sesegera mungkin setelah 8. apabila penawaran yang masuk minimal 2 (dua).2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang: 8.1. Pemilihan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk. atau 8. peserta yang telah dinyatakan telah lulus penilaian kualifikasi tidak dilakukan penilaian kualifikasi lagi. PELELANGAN ULANG 8. 8.1.3. Penunjukan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu).

1.3.4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. Pengadaan jasa kosultansi perorangan dilakukan melalui penunjukan langsung dengan mempertimbangkan faktor kewajaran harga serta memenuhi salah satu persyaratan sebagai berikut: Pelaksanaan pekerjaan tidak memerlukan kerja kelompok (team work) untuk penyelesaiannya.1.2. 9.2.1. Pekerjaan hanya memungkinkan dilakukan oleh orang yang ahli di bidangnya (spesialis).2.2. 9. PENGADAAN JASA KONSULTANSI PERORANGAN 9. Harga satuan dibandingkan dengan harga yang berlaku di pasar/ harga yang wajar. Jasa Konsultansi tersebut merupakan tugas khusus untuk memberikan masukan/saran (advice) dalam pelaksanaan proyek/ kegiatan. Jasa Konsultansi tersebut bukan merupakan proyek/kegiatan secara utuh yang berdiri sendiri. KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan Klarifikasi dan negosiasi harga kepada penyedia Jasa Konsultansi perorangan yang akan ditunjuk sebagaimana pada pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas.2.3.1. 9. 221 .1. 9.1.1. Jenis dan volume kegiatan serta jumlah pengeluaran. Kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya. 9. Aspek-aspek yang perlu dinegosiasi terutama : 9. 9. 9.2.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB XIII KONTRAK 222 .

1. PENERBITAN KONTRAK 1. Para pihak yang menanda tangani Kontrak. Anggota Konsorsium atau bentuk kerja sama lainnya yang berdasarkan perjanjian kemitraan berhak menandatangani Kontrak. 2.2. Penyedia Barang/Jasa yang mewakili atau memimpin (leader) dalam hal Kontrak dilakukan dengan Konsorsium atau bentuk kerja sama lainnya. Hak.1. Harga dan nilai.4.1. 2. Lingkup pekerjaan termasuk persyaratan dan spesifikasi teknis sesuai konsep Kontrak dan kesepakatan sebagai hasil proses pengadaan.5. sebagai akibat fluktuasi harga atau perubahan tarif resmi yang berlaku. ISI KONTRAK: Kontrak sekurang-kurangnya memuat secara jelas hal-hal sebagai berikut: 2. maka harga Kontrak tersebut berlaku untuk seluruh masa Kontrak tanpa suatu perubahan. 2. kewajiban dan tanggung-jawab kedua belah pihak sesuai konsep Kontrak dan kesepakatan sebagai hasil proses pengadaan.1. 2.2.5. maka secara kumulatif nilai penambahan PLK tidak boleh melebihi 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak awal.1. Apabila tidak dinyatakan. untuk Kontrak tahun jamak. 1. 2. Apabila penyesuaian harga mengakibatkan diperlukannya PLK. Penerbitan Kontrak yang tidak kompleks dilakukan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal penunjukan pemenang. 2.1. 2. 2.3. Ketentuan tersebut harus dinyatakan pada Dokumen Pengadaan. Ketentuan mengenai penyesuaian harga dan nilai pekerjaan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.5. Harga dan nilai yang bersifat pasti sesuai hasil proses pengadaan. Penerbitan Kontrak yang bersifat kompleks diupayakan 90 (sembilan puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal penunjukan pemenang. 2.2. 223 . Identitas para pihak dinyatakan dengan jelas.2.

000.1. transaksi pembayaran dilakukan melalui rekening pembayar dan rekening penerima pada Bank Umum berstatus BUMN/BUMD. kepada Perusahaan Dalam Negeri diberikan uang muka sebesar minimal 5% (lima persen) dan maksimal 10% (sepuluh persen).3. Dalam pengadaan jasa pemboran dan jasa konstruksi (engineering procurement & construction-EPC). Kontraktor KKS harus menetapkan kriteria dasar pemberian uang muka sebagai bagian dari kebijakan pengelolaan rantai suplai Kontraktor KKS yang bersangkutan.8. 2.000. 2.8. sesuai yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan seperti diatur dalam bab VIII angka 3.1. 2.000.8. Para pihak yang mengikat diri dalam Kontrak harus memiliki rekening bank yang berada dalam wilayah Negara Republik Indonesia baik sebagai rekening pembayar maupun sebagai rekening penerima.2.4.4.2. 2.000.Buku Kedua . Jangka waktu dan tahapan pembayaran.2.5.000.8.4.3.8.6. jangka waktu penyelesaian pekerjaan atau waktu penyerahan. Tanggal saat dimulainya pekerjaan dan jangka waktu Kontrak. Pemberian uang muka: 1. 2.00 (dua ratus juta dolar Amerika Serikat).00 (dua triliun rupiah) atau sampai dengan US$200. dengan nilai Kontrak sampai dengan Rp. nilai dan persentase komponen dalam negeri sesuai hasil proses pengadaan. 2.7. 2. 2.3. 2. Pada Kontraktor KKS tahap produksi. 224 . Syarat-syarat pembayaran: Ketentuan bahwa pembayaran akan dilaksanakan kepada Penyedia Barang/Jasa melalui rekening bank yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum yang berstatus BUMN/BUMD sebagaimana diatur pada bab VIII angka 3. Jenis mata uang yang digunakan dalam pembayaran.000.6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.8.7.6.7. 2. Komitmen Penyedia Barang/Jasa dalam penggunaan produksi/ kompetensi dalam negeri yang terdiri dari: Jenis barang/jasa. Kewajiban Penyedia Barang/Jasa untuk melaporkan dan membuktikan pencapaian TKDN.

Apabila Penyedia Barang/Jasa lalai atau gagal memenuhi kewajiban yang diperjanjikan kepada sub kontraktor dan digugat oleh sub kontraktor ke pengadilan atau arbitrase.8. 7. Uang muka diperhitungkan sebagai pembayaran tahap (termijn) pertama. Uang muka dimaksud harus sepenuhnya dipergunakan bagi pelaksanaan kegiatan/proyek bersangkutan. Apabila akan diberikan kepada Usaha menengah dan usaha besar. b. Untuk kegiatan pengadaan selain jasa pemboran dan jasa konstruksi seperti tersebut pada angka 2. di atas. Diutamakan bagi usaha kecil atau badan usaha yang dimiliki perguruan tinggi/lembaga ilmiah. besaran persentase uang muka yang dapat diberikan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen). Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan tidak dapat diikutsertakan dalam kegiatan pengadaan pada semua Kontraktor KKS. Kontraktor KKS wajib memenuhi kewajiban pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa dan tidak mengaitkan dengan proses formalitas dari BPMIGAS yang belum selesai. Dapat juga diberikan kepada: • • Badan usaha milik negara (BUMN) atau badan usaha milik daerah (BUMD).6. 2. sebagaimana diatur dalam bab IX angka 3. 225 . apabila akan diberikan: a. Penyedia Barang/Jasa wajib memenuhi kewajiban pembayaran kepada sub kontraktor yang berkaitan dengan pelaksanaan Kontrak.7.8. Pelaksanaan pembayaran berikutnya dilakukan pada tahap (termijn) kedua berdasarkan tahap tahap pembayaran yang telah ditetapkan dalam Kontrak. 6. atau Pemenang pengadaan sebagai realisasi kesepakatan dalam proses pengadaan termasuk proses negosiasi. c. 5. Besaran persentase uang muka yang dapat diberikan setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen). 2. 4. Penyedia Barang/Jasa bersangkutan dapat diikutsertakan kembali dalam kegiatan pengadaan apabila seluruh kewajibannya kepada sub kontraktor terkait dipenuhi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Pembayaran uang muka dilakukan setelah Penyedia Barang/Jasa menyerahkan surat jaminan uang muka.

226 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Tata cara pengenaan sanksi ini mengikuti ketentuan pengenaan sanksi kategori hitam pada bab XIV angka 4.6.10.3.1. 2. Dikenakan denda paling sedikit 1‰ (satu permil) dari harga Kontrak untuk setiap hari keterlambatan. untuk proyek/kegiatan yang mempunyai risiko tinggi dapat dikenakan denda lebih dari 5% (lima persen) dan setinggitingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai Kontrak. 2. Penyedia Barang/Jasa terlambat menyelesaikan pekerjaan/ menyerahkan barang dikenakan sanksi sebagai berikut: 2.9.10.10. Dalam hal Kontrak penyewaan dan/atau penggunaan peralatan dengan masa Kontrak lebih dari 12 (dua belas) bulan. Besarnya denda maksimum ditetapkan 5% (lima persen).10. Jika diperlukan.4.Buku Kedua . Ketentuan ini tidak diterapkan apabila Penyedia Barang/Jasa dapat membuktikan bahwa pemenuhan kewajiban kepada sub kontraktor tidak atau belum dapat dilakukan karena kegagalan pihak sub kontraktor dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya.10. 2.3. 2. Apabila denda keterlambatan telah mencapai maksimum namun pekerjaan dapat dilanjutkan dan diselesaikan. Ketentuan ini berlaku apabila telah dinyatakan dalam Dokumen Pengadaan dan tidak dapat dilaksanakan pada Kontrak lumpsum dan Kontrak turnkey.6. maka tidak dikenakan denda tambahan.2. 2. Penyedia Barang/Jasa tidak memenuhi komitmen pencapaian TKDN yang dinyatakan dalam Kontrak. Jaminan pelaksanaan sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Pengadaan barang/jasa sebagaimana diatur pada bab IX angka 2.5. 2. Dalam hal Kontrak menyatakan penyerahan barang/jasa dapat dilakukan secara bertahap (parsial) atau pada prinsipnya dilakukan atau diserahkan secara bertahap (parsial). maka denda keterlambatan dihitung berdasarkan nilai barang/jasa yang terlambat diserahkan. 2. namun Kepada Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan dikenakan sanksi kategori kuning atau merah sesuai ketentuan dalam bab XIV. Ketentuan tentang Sanksi. dalam bab ini.2.2.10.10. dikenakan sanksi sesuai ketentuan pada angka 5. maka denda keterlambatan dihitung sebagai persentase denda keterlambatan dikalikan nilai Kontrak untuk masa 12 (duabelas) bulan.

2. misalnya apabila denda keterlambatan telah mencapai maksimum. Pekerjaan utama dan/atau lebih dari 50% (lima puluh persen) dari nilai jasa pelaksanaan pekerjaan Jasa Pemborongan atau Jasa Lainnya kepada Penyedia Barang/Jasa lain. Ketentuan tentang penyelesaian perselisihan. 1. 2.15.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Ketentuan tentang kompensasi yang harus dibayar oleh pihak yang memutuskan untuk mengakhiri Kontrak lebih awal harus dinyatakan secara jelas. Ketentuan tentang amandemen (perubahan isi) Kontrak.15. maka jaminan pelaksanaan yang bersangkutan dicairkan. Apabila ketentuan ini dilanggar. Nilai kompensasi yang harus dibayar oleh Kontraktor KKS kepada Penyedia Barang/Jasa sebagai konsekuensi dari pembatalan Kontrak lebih awal (apabila ada). 227 . Ketentuan pengalihan pekerjaan.13. 2.1.12. Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi kategori merah sebagaimana diatur pada bab XIV. 2. Penyedia Barang/Jasa dilarang mengalihkan atau mensub kontrakkan: 1. 2.2.12. 2. 2. Harus menggunakan dasar dan kriteria yang jelas.2.11. Ketentuan tentang pemutusan Kontrak lebih awal: 2. 2. Apabila Penyedia Barang/jasa memutuskan secara sepihak Kontrak yang sedang berjalan dan alasan yang mendasari pemutusan Kontrak tidak dapat diterima oleh Kontraktor KKS. dan menurut pertimbangan Kontraktor KKS pekerjaan tersebut berpotensi tidak mungkin diselesaikan. 2. Pengalihan sebagian pekerjaan harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Kontraktor KKS.12.14. Penyediaan barang dan/atau peralatan dalam kontrak pengadaan barang atau kontrak pengupahan. Ketentuan tentang asuransi. tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasional berdasar Kontrak Kerja Sama.1. pajak dan bea masuk (BM) serta pajak dalam rangka impor (PDRI).15.

Kontrak dibuat dengan menggunakan bahasa Indonesia atau dapat menggunakan 2 (dua) bahasa. Bahasa Kontrak.3. Sanksi apabila penyedia jasa yang bersangkutan tidak melaksanakan ketentuan di atas sebagaimana diatur pada bab XIV angka 4. Ketentuan pada angka 2. dimana penyedia jasa golongan usaha kecil termasuk koperasi kecil tidak mampu melaksanakan. Pelaksanaan pekerjaan jasa dengan teknologi canggih (sophisticated).: 2. 2.1.2. dan 5.17.15. Ketentuan di atas dikecualikan untuk: 1. dapat menggunakan bahasa Inggris.16.3.17. Pengadaan barang.3. 2.2. 2. yang apabila dinyatakan dalam bahasa Indonesia dapat menimbulkan salah tafsir atau secara umum istilah dalam bahasa Inggris lebih menjamin kebenaran pemahaman.16. 3.3. peleburan atau akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan lain setelah Kontrak berjalan yang harus dibuktikan dengan dokumen-dokumen pendukung yang sah dan dapat dipertanggung-jawabkan.3. Pengalihan harus meliputi seluruh hak dan kewajiban termasuk penyelesaian pekerjaan. 228 .2. Ketentuan tentang kewajiban kerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil dan usaha menengah sebagaimana diatur pada bab VI angka 5. 2. Penyedia jasa tetap bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan tersebut. 2.17. 2. 2.1.1. Spesifikasi teknis barang atau pekerjaan dan/atau istilah teknis lainnya. 2. Jika terdapat perbedaan penafsiran mengenai hal-hal yang diatur dalam Kontrak yang menggunakan 2 (dua) bahasa tersebut di atas.17. antara lain dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan tertentu. maka yang mengikat secara hukum adalah yang dinyatakan dalam bahasa Indonesia. Kewajiban penyedia jasa bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil setempat dan/atau usaha menengah. Dalam Kontrak dicantumkan: 1. Pelaksanakan pekerjaan sejak awal dirancang oleh Kontraktor KKS menggunakan sistim sub kontrak. Hasil penggabungan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.Buku Kedua .2. yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. dan 2.16.16 di atas tidak diberlakukan dalam: 1.

19.2. Khusus untuk Kontrak Jasa Konsultansi harus memuat secara jelas ketentuan-ketentuan mengenai: 2. 2. Tanggung jawab profesi (professional responsibilities / liabilities terhadap Jasa Konsultansi yang ditanganinya).1. jumlah tenaga ahli. Rincian tanggung jawab serta hak dan kewajiban kedua belah pihak. 2. Penjelasan tentang jumlah biaya keseluruhan.4. 2. appendix.19.3.19. 229 . jenis tenaga ahli. jadwal kerja tenaga ahli dan staf konsultan dan unit biaya-biaya langsung. Hak kepemilikan hasil pekerjaan dan data (Proprietary and Intelectual Rights) harus menjadi milik negara.19.19. Dalam hal konsultan melakukan kerja sama harus dinyatakan tanggung jawab setiap konsultan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. attachment) maka harus dinyatakan bahwa lampiran tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari Kontrak.18. unit biaya personel. Lampiran Kontrak Apabila di dalam Kontrak terdapat lampiran (exhibit. 2.

maka ketentuanketentuan yang mengikat para pihak adalah ketentuan-ketentuan dan/atau persyaratan-persyaratan sesuai konsep Kontrak dan kesepakatan dalam proses pengadaan.2. PELAKSANAAN PEKERJAAN MENDAHULUI KONTRAK Pelaksanaan pekerjaan pada dasarnya baru dapat dimulai setelah diterbitkan Kontrak. 3.2. 3.4.2.2. 3.3.2. 230 . Dalam hal Keadaan Sangat Mendesak (urgent) yang apabila tidak segera dilaksanakan dapat menimbulkan kerugian Kontraktor KKS yang bersangkutan dan/atau membahayakan lingkungan.1.1. namun belum ada penetapan atau penunjukan pemenang.3.3. dapat ditunjuk calon pemenang peringkat pertama dengan persetujuan tertulis pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau pejabat yang diberi kewenangan untuk hal ini. 3. Permintaan pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak harus segera disusul dengan penerbitan Kontrak. Pelaksanaan dilakukan sebagai berikut: Permintaan pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak yang sudah ditetapkan/diputuskan pemenangnya.1.3. Apabila proses penunjukan pemenang memerlukan persetujuan BPMIGAS. Permintaan pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak yang telah ditentukan urutan pemenangnya.2. disetujui oleh pejabat yang menandatangani Kontrak.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. 3. dan 3. Dalam keadaan Kontrak belum diterbitkan. 3. di atas terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan BPMIGAS.3. disetujui oleh pimpinan tertinggi atau pejabat yang diberi kewenangan untuk hal ini. Pembebanan biaya kedalam biaya operasi dalam rangka KKS akan diperhitungkan setelah dilakukan penelitian (audit) oleh BPMIGAS.2. Apabila pemenang pengadaan belum ditetapkan.3. 3.2. maka langkah angka 3.Buku Kedua .1. 3. Pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak hanya dapat dilaksanakan apabila: 3. Dalam Keadaan Darurat (Emergency) dapat ditunjuk calon pemenang urutan pertama untuk melaksanakan pekerjaan dengan persetujuan tertulis dari pimpinan tertinggi Kontraktor KKS tanpa memperhatikan batasan nilai pekerjaan. 3. Dalam hal ini: Apabila pemenang pengadaan telah ditetapkan harus didukung dengan justifikasi kuat dari Pejabat Berwenang.

4.2.2.1. bagi Kontrak yang volume serta nilai Kontraknya belum sepenuhnya dimanfaatkan. dengan menggunakan satuan harga pada Kontrak yang bersangkutan. Pemanfaatan kondisi ini hanya dimungkinkan sampai dengan berakhirnya masa Kontrak. Dalam rangka penyelesaian pekerjaan semula yang pelaksanaannya tertunda atau terhambat. 4. 4. 4. PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) DAN PERPANJANGAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK): 4. 4.4.5. PLK adalah penambahan atau pengurangan volume pekerjaan.5.3. sesuai azas keteknikan yang baik. Dalam rangka penyelesaian pekerjaan semula yang tidak dapat dielakkan berdasarkan pertimbangan teknis.5. karena semua rencana kerja harus sudah dibuat secara professional. Merupakan pekerjaan tambahan yang tidak diduga sebelumnya dalam usaha memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) penggunaan peralatan dalam Kontrak yang sedang berjalan oleh Kontraktor KKS lain. PJWK dapat dilakukan pada saat masa berlaku Kontrak akan berakhir.1. jenis pekerjaan dan/atau jangka waktu pelaksanaan Kontrak.5.3. PLK dan/atau PJWK yang tidak dapat dihindari harus dilengkapi dengan justifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan dilengkapi dengan alasan kuat yang disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau yang diberi kewenangan. 231 .4. sepanjang dapat dipertanggung-jawabkan secara profesional. Perubahan Lingkup Kerja (PLK) dan Perpanjangan Jangka Waktu Kontrak (PJWK) sedapat mungkin dihindari. 4.5.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. jenis pekerjaan dan/atau jangka waktu pelaksanaan Kontrak dapat dilakukan apabila memenuhi sekurang-kurangnya salah satu syarat sebagai berikut: Merupakan pekerjaan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi sehubungan dengan telah terjadinya Keadaan Darurat (Emergency) berdasarkan pernyataan pimpinan tertinggi Kontraktor KKS. 4. PLK yang berupa penambahan volume pekerjaan. 4. dengan menggunakan satuan harga pada Kontrak yang bersangkutan sepanjang dapat dipertanggung-jawabkan secara profesional. sebagai akibat dari kondisi yang terjadi berada di luar kendali Penyedia Barang/Jasa maupun Kontraktor KKS.

PLK kesinambungan (bridging) ini tidak boleh dilakukan sebagai kelanjutan dari PLK kesinambungan (bridging) yang dilaksanakan secara penunjukan langsung atau dilanjutkan dengan PLK kesinambungan (bridging) yang dilaksanakan secara penunjukan langsung.000. 4.1.00 (lima puluh milyar Rupiah) atau tidak boleh lebih dari US$5. Untuk kegiatan proyek konstruksi terintegrasi (EPC atau EPCI) atau bagian-bagiannya.. Diperlukan kesinambungan (bridging) pekerjaan yang sedang berlangsung.7.3.5.2.6. Secara kumulatif jumlah nilai penambahan tidak boleh melebihi 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak awal dan tidak boleh lebih besar dari Rp50. atau 4.5. sementara proses pengadaan yang baru sedang dilaksanakan namun belum selesai.5. Merupakan pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dan telah ada harga standar dengan menggunakan satuan harga menurut harga yang berlaku pada Kontrak yang bersangkutan dan secara teknis merupakan satu kesatuan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan terdahulu berdasarkan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).5. 1.5. 4. Jangka waktu PLK kesinambungan (bridging) ini hanya diperbolehkan paling lama sampai dengan 1 (satu) hari sebelum tanggal dimulainya pekerjaan sesuai Kontrak baru dan paling lama 6 (enam) bulan.000.6.6. Jumlah nilai penambahan untuk Kontrak proyek konstruksi terintegrasi (engineering procurement construction and installation/EPCI) atau bagian-bagiannya tidak boleh melebihi 30% (tiga puluh persen) terhadap nilai Kontrak awal. 4.5. atau dalam rangka penyelesaian program pemboran (drilling) 1 (satu) sumur tertentu termasuk pengadaan barang dan jasa pendukungnya. 4.6.000. Merupakan pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dan sehubungan dengan homogenitasnya perlu dijaga kontinuitas pelaksanaannya sesuai dengan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis.Buku Kedua .000. 4.000. Penetapan harganya harus memperhatikan harga pasar. tetapi tidak ada harga standarnya. 232 4. kecuali: Untuk pelaksanaan PLK sebagaimana tersebut pada angka 4.1. .2.5.

00 (lima puluh milyar Rupiah) atau telah melebihi US$5.000.00 (satu juta dolar Amerika Serikat) dan kelipatannya kemudian yang merupakan penambahan dari nilai PLK sebelumnya yang secara kumulatif telah melebihi 10% (sepuluh persen) atau telah melebihi Rp50.000.000.000.00 (sepuluh milyar Rupiah) atau US$1.000.00 (dua puluh milyar rupiah) atau melebihi US$2. 233 .000.000. BPMIGAS dapat memutuskan untuk menunda pembebanan nilai biaya PLK yang melebihi batas 10% (sepuluh persen) ke dalam biaya operasional Kontraktor KKS.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000. b. atau dalam rangka penyelesaian program pemboran (drilling) 1 (satu) sumur tertentu termasuk pengadaan barang dan jasa pendukungnya.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). PLK yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap rencana/sasaran kerja yang tersebut dalam AFE. yang tidak mengakibatkan perubahan rencana/sasaran kerja AFE.000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.3. atau • Setiap akumulasi nilai PLK akan melebihi Rp10.6. 2. Pelaksanaan PLK tidak dapat dihindarkan dan akan mengakibatkan jumlah nilai penambahan melebihi 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak awal atau akan mengakibatkan jumlah nilai penambahan melebihi Rp20. 2.000. Kontraktor KKS harus meminta persetujuan dari BPMIGAS untuk melaksanakan PLK.000. Untuk pelaksanaan PLK jenis ini hanya bisa dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS.00 (lima puluh milyar Rupiah) atau akan melebihi US$5. atau • Nilai PLK secara kumulatif akan melebihi Rp50. PLK untuk kegiatan proyek konstruksi terintegrasi (EPC atau EPCI) atau bagian-bagiannya.000. Permintaan persetujuan kepada BPMIGAS diajukan oleh Kontraktor KKS pada saat: • Nilai PLK secara kumulatif akan melebihi batas 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak awal.000.000. dengan ketentuan: a.000. dalam hal: 1.000.000.000. Ketentuan tentang penundaan pembebanan diatur terpisah dari Pedoman ini.000.000.

000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa • Setiap pelaksanaan PLK yang tidak dapat dihindarkan dan jumlah nilai penambahan berpotensi akan melebihi 10% (sepuluh persen) dan nilai per paket PLK lebih besar dari Rp5.7.8. maka biaya pelaksanaan PLK tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya berdasarkan Kontrak Kerja Sama (KKS). maka: Pimpinan tertinggi Kontraktor KKS dan pimpinan fungsi pengguna diberikan peringatan/sanksi administratif oleh BPMIGAS. 4.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.7. 4. • 4.3.6.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat) harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan fungsi pengendali/ pengawas teknis terkait di BPMIGAS. 4.7.1. 4. Apabila berdasarkan temuan audit. dan Nilai kelebihan PLK atau nilai PLK yang seharusnya mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS tersebut berpotensi tidak dapat dibebankan sebagai biaya berdasarkan Kontrak Kerja Sama (KKS).000. PLK jenis ini dapat dilaksanakan secara paralel dengan proses persetujuan BPMIGAS.Buku Kedua .000.000. PLK harus dituangkan dalam amandemen Kontrak tertulis dan ditandatangani oleh para pihak yang menandatangani Kontrak. di atas atau yang seharusnya mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari BPMIGAS sesuai ketentuan di atas. pelaksanaan PLK secara teknis tidak dapat dipertanggung jawabkan kelayakannya.7.2. pelaporan dan ketentuan lain yang diatur dalam Buku Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai Buku ke-V tentang Pedoman Pengelolaan Proyek Pembangunan Fasilitas Produksi. dengan memperhatikan ketentuan konsultasi. Apabila Kontraktor KKS telah melaksanakan PLK yang melebihi batas tersebut angka 4. 234 .

Apabila setelah 10 (sepuluh) hari kerja dimaksud atau waktu lain yang yang diberitahukan tersebut di atas. dapat tidak dilakukan negosiasi biaya. Usulan PLK yang memerlukan persetujuan BPMIGAS diajukan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari kerja sebelum dilaksanakan. BPMIGAS akan melakukan evaluasi atas pengajuan PLK paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak tanggal penerimaan usulan yang telah lengkap berdasarkan daftar kelengkapan dokumen.9. Usulan PLK yang diajukan harus memperhatikan kondisi suplai pasar. TATA CARA: Kontraktor KKS harus melakukan negosiasi lingkup pekerjaan dan biaya atas usulan penambahan/pengurangan pekerjaan kepada Penyedia Barang/Jasa.9. 4.3.1. Usulan PLK dilengkapi sekurang-kurangnya dengan: a.9. 4.2. Jenis pekerjaan yang sama dengan yang ada dalam Kontrak dan menggunakan dasar harga satuan dalam Kontrak. b. 4.9. Fotocopy Kontrak awal. 235 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. keekonomian. BPMIGAS dapat memberitahukan kepada Kontraktor KKS bahwa evaluasi memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu standar 10 (sepuluh) hari kerja.9. BPMIGAS tidak memberikan komentar maka Kontraktor KKS dapat melanjutkan proses PLK.4. komitmen target produksi dan pemenuhan kontrak PSC. Justifikasi/alasan teknis dan keekonomian yang dapat dipertanggungjawabkan dan telah dibahas serta disepakati secara tertulis dengan fungsi terkait di BPMIGAS. 2. Hasil pemeriksaan/evaluasi atas PLK oleh BPMIGAS menjadi dasar disetujui atau ditolaknya pembebanan biaya sebagai biaya dalam rangka Kontrak Kerja Sama (KKS). 1. harga perolehan. 4. Dalam kedaan tertentu. PLK yang memerlukan persetujuan BPMIGAS diajukan kepada fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS dan didistribusikan kepada fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS untuk dilakukan evaluasi kelayakan berdasarkan pertimbangan kebutuhan teknis operasional.

kondisi lingkungan kerja. 4. d.Buku Kedua . antara lain: perubahan gambar disain. Berita acara negosiasi dan/atau kesepakatan harga hasil negosiasi. Formulir FL-006 Ringkasan Pemeriksaan PLK. Dokumen pendukung yang memperkuat justifikasi/ alasan diperlukannya PLK.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa c. f. survey pasar yang mendukung kewajaran harga. 236 . e. Korespondensi dengan Penyedia Barang/Jasa tentang PLK. Fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS akan menyetujui atau menolak usulan PLK berdasarkan pertimbangan justifikasi teknis dan komersial tentang perlu atau tidaknya perubahan tersebut. 3. ketentuan/peraturan yang mendukung. Hasil evaluasi kelayakan yang dinyatakan dalam pendapat fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS merupakan persyaratan mutlak yang digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan persetujuan oleh fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS.

2. jangka waktu dan ketentuan lain yang telah disepakati. Melakukan evaluasi kinerja untuk memenuhi spesifikasi pekerjaan dan jangka waktu pelaksanaan. Khusus untuk pengadaan barang dengan nilai lebih dari Rp. Memastikan pelaksanaan Kontrak sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku dan/atau standard engineering practices serta ketentuan K3LL. Apabila diperlukan dapat dilengkapi dengan dokumen pendukung. 5.1.2. Memantau agar Penyedia Barang/Jasa memenuhi komitmen pencapaian tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sesuai Kontrak.000.4. Penyedia Barang/Jasa harus dapat memberikan penjelasan dan sekaligus menyampaikan rencana pemenuhan kekurangan tersebut. 5. 5.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. 5. biaya.2.3.5. dan memberikan arahan perbaikan jika diperlukan kepada Penyedia Barang/Jasa.4.4. Mengelola administrasi arsip Kontrak termasuk penutupan Kontrak (close out). Kontraktor KKS bertanggung jawab untuk mengawasi dan mendorong pencapaian nilai TKDN oleh Penyedia Barang/Jasa. agar semua dokumen terkait tersimpan secara lengkap dan mudah ditemukan. 5.3. Sedapat mungkin menghindarkan terjadinya PLK/PJWK.4.000. MANAJEMEN KONTRAK Selama pelaksanaan Kontrak.000. 5.4.10.2.00 (satu juta dolar Amerika Serikat). Mencegah terjadinya kelebihan pembayaran. Masa penyimpanan dokumen Kontrak disesuaikan dengan peraturan kearsipan yang berlaku. 5. Apabila pada tahap tertentu pencapaian TKDN lebih rendah daripada rencana.000.000. antara lain dengan cara memintakan bukti dan rincian perhitungan realisasi TKDN dari Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan. 5. penanggung jawab Kontrak bertanggungjawab untuk mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak sesuai dengan lingkup kerja. 5.1. Mengelola pengeluaran biaya antara lain dengan cara: Mengendalikan penerbitan perintah kerja.5. antara lain: 5.5. sebagaimana diatur pada bab III angka 7. 237 .00 (sepuluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$1. pengawasan dapat dilakukan dengan cara menempatkan pengawas di lokasi produksi (on site witness).1.

di atas.000.000.5. 1.3. Penelitian menggunakan lembaga survei independen diutamakan bagi Kontrak: • dengan TKDN barang lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen) dan bernilai lebih besar dari Rp50. Penelitian dilakukan secara acak bagi Kontrak yang tidak termasuk dalam kategori tersebut pada angka b.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. dan dengan TKDN jasa lebih besar dari 30% (tiga puluh persen) dan bernilai lebih besar dari Rp50. Penelitian atas kebenaran dapat dilakukan sendiri oleh Kontraktor KKS atau dapat menggunakan lembaga survei independen yang memiliki kapabilitas untuk pekerjaan tersebut. 2.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Penyedia jasa wajib melaporkan capaian TKDN kepada Kontraktor KKS secara berkala sesuai tahapan yang disepakati dalam Kontrak dan/atau pada akhir masa Kontrak.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) dan Bersifat Kompleks.000. 3.000. dengan melampirkan perincian perhitungannya yang dibandingkan dengan perincian perhitungan pada Kontrak dan perubahannya jika ada.000. Penyedia barang Produksi Dalam Negeri pada saat serah terima barang harus dapat membuktikan bahwa barang yang diserahkan benar-benar dibuat pada pabrik/bengkel di dalam negeri sebagaimana dinyatakan dalam Kontrak.000. a.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. 238 . b.000. dan/atau nomor 2.Buku Kedua . Penyedia Barang/Jasa wajib dan bertanggungjawab untuk memenuhi besaran TKDN sesuai dengan yang telah tercantum dalam Kontrak. • c.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. Kontraktor KKS harus meneliti kebenaran pernyataan Penyedia Barang/Jasa tersebut nomor 1.000. dan/atau menyerahkan fotocopy dari asli sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh Departemen yang membidangi perindustrian. di atas.

c.2. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang sama seperti tersebut pada huruf a. Gagal memenuhi komitmen pencapaian TKDN termasuk gagal dalam memenuhi komitmen penggunaan dana bank BUMN/BUMD dalam 1 (satu) kali Kontrak dikenakan sanksi kategori merah.6.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi administrasi dan/atau finansial sebagai berikut: 1. kepada Penyedia Barang/ Jasa yang gagal memenuhi komitmen pencapaian TKDN juga dikenakan sanksi finansial apabila penunjukan sebagai pelaksana Kontrak ditetapkan berdasar peringkat sesuai hasil evaluasi harga evaluasi penawaran (HEP).1. Catatan atas kinerja Penyedia Barang/Jasa ini tidak dapat dihilangkan. b.10. Mengenakan penalti berupa: 5. 5. Bilamana setelah pelaksanaan Kontrak. Denda atas keterlambatan penyerahan barang atau pekerjaan sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2.6. Selain sanksi administrasi. pencapaian persentase dan nilai TKDN kurang dari komitmen yang tertulis dalam Kontrak. berupa 12 (dua belas) bulan tidak dapat mengikuti pengadaan barang/jasa di Kontraktor KKS yang bersangkutan. 2. Sanksi Finansial a. namun nilai Kontraknya masih lebih tinggi dari harga penawaran terendah pada tahap proses pengadaan. dikenakan sanksi kategori hitam. Sanksi Administrasi: a. di atas mengalami kegagalan dalam memenuhi komitmen pencapaian TKDN 1 (satu) kali Kontrak lagi pada periode 2 (dua) tahun pertama setelah menjalani sanksi kategori merah. 239 .6. Besarnya sanksi adalah selisih perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) yang dimenangkan dengan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasar pencapaian TKDN yang sebenarnya dalam pelaksanaan. b. Pengenaan sanksi finansial dilakukan sebagai berikut: • Pecapaian tingkat komponen dalam negeri pada pelaksanaan Kontrak apabila diaplikasikan pada evaluasi penawaran tidak mengubah peringkat pemenang.

457.500.000 28.00 27.000.000 27.083.000.000.) PERING KAT III II I A B C 28.33 Besarnya sanksi yang dikenakan kepada Penyedia Barang/Jasa A adalah : = = = HEP Penawaran .000 26.45 27.45 27.00 27. TKDN (%) 28% 0% 25% H E P (Rp.000.972.114.000 26.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Contoh: PENYE DIA BARANG PENAWARAN NILAI RP. Contoh: PENYE DIA BARANG PENAWARAN NILAI (Rp).972.45 Rp101.457.000 28.500.000.000 27.000.HEP Realisasi Kontrak Rp26.114.500.083.831.558.831.558.000.000.455.500.500.000.457. Besarnya sanksi adalah selisih nilai penawaran yang dimenangkan dengan nilai penawaran peringkat II dalam evaluasi harga.33 240 .558.870.494. TKDN (%) 28% 0% 25% H E P (Rp.000.00 27.77 27.00 27.000.) PERING KAT I III II A B C 28.457.961.114.Rp26.870.831.00 27.) PELAKSANAAN KONTRAK PERING TKDN KAT (%) I III II 22% 0% 25% H E P (Rp.870.114.494.000. ditambah selisih perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) yang dimenangkan dengan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasar pencapaian TKDN yang sebenarnya dalam pelaksanaan.000.000.500.524.77 .) PELAKSANAAN KONTRAK PERING TKDN KAT (%) I III II 25% 0% 25% H E P (Rp.455.33 26.33 28.500.000.Buku Kedua .000.000.494.500.32 • Pencapaian TKDN pada pelaksanaan Kontrak apabila diaplikasikan pada evaluasi penawaran mengubah peringkat pemenang.831.500.

000.129.870.4. Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah penalti yang telah dipungut.45) + (Rp28.441. Nilai tersebut menjadi pengurang nilai akhir Kontrak.00 .494. 5.500. sehingga Kontraktor KKS harus menggunakan fasilitas impor. Pengenaan penalti harus diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa. dan Penyedia Barang/Jasa mengalihkan sumber pengadaan sebagian atau seluruh barang dari sumber dalam negeri menjadi sumber dari luar negeri.000.000. • Apabila realisasi TKDN pengadaan barang lebih kecil dari yang tersebut dalam Kontrak. dikurangkan langsung dari nilai pembayaran terakhir atau dengan cara mencairkan sebagian atau seluruh nilai jaminan pelaksanaan.505.00 Rp2.000.Rp26.6.3.Nilai Penawaran Peringkat II) = (Rp28.558.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Besarnya sanksi yang dikenakan kepada Penyedia Barang/Jasa A adalah = = (HEP Penawaran .505.629. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan dikenakan sanksi tambahan sejumlah nilai bea masuk (BM) ditambah pajak dalam rangka impor (PDRI) dari nilai komponen dalam negeri yang tidak dapat dipenuhi.00 . 241 .6.000.HEP Realisasi Kontrak) + (Nilai Kontrak .Rp28.000.500. 5.000.441.55 Contoh penghitungan denda dapat dilihat pada lampiran nomor CP-010 dan CP-011.000.000.-) = = Rp1.55 + Rp500. Nilai penalti sebagai akibat keterlambatan penyerahan barang atau pekerjaan dan/atau kegagalan pencapaian TKDN sesuai kesepakatan dalam Kontrak.

maka Kontraktor KKS dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya surat gugatan. harus melaporkan gugatan tersebut kepada fungsi terkait di BPMIGAS.2.1. Penyelesaian melalui pengadilan Apabila dalam proses pengadaan barang/jasa atau dalam pelaksanaan kontrak terjadi gugatan ke pengadilan oleh penyedia barang/jasa. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 6. 6. maka akan diselesaikan melalui pengadilan atau arbitrase sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Pengadaan atau dokumen Kontrak.Buku Kedua .2.2.1. maka para pihak yang terlibat harus membebaskan dan melepaskan Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS dari segala tuntutan/gugatan/klaim yang mungkin timbul. dengan atau tanpa mediator.2. Perselisihan sedapat mungkin diselesaikan dengan cara musyawarah. PENGERTIAN Perselisihan adalah perbedaan pendapat mengenai proses Pengadaan barang/jasa maupun pelaksanaan Kontrak Pengadaan barang/jasa yang terjadi antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa. 2. 6. Apabila terjadi perselisihan antar penyedia barang/jasa dan/atau antara penyedia barang/jasa dengan sub kontraktor/prinsipal/pekerjanya. Apabila para pihak memilih penyelesaian perselisihan melalui arbitrase maka Dokumen Pengadaan dan dokumen Kontrak harus telah mencantumkan forum penyelesaian arbitrase melalui Lembaga Arbitrase di Indonesia yang sudah memiliki reputasi dengan menggunakan peraturan prosedur Lembaga Arbitrase tersebut dan dilaksanakan di wilayah Negara RI. Apabila tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah. Penyelesaian melalui arbitrase a. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. Upaya penyelesaian 1. 3. 2. Penyelesaian perselisihan dapat dilakukan dengan cara 1. 242 .

Apabila ternyata putusan pengadilan atau arbitrase memenangkan Kontraktor KKS. namun tempat pelaksanaan arbitrase tetap di wilayah Negara Republik Indonesia. Dengan mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Kepala BPMIGAS. apabila dalam gugatan mengikut sertakan BPMIGAS sebagai pihak tergugat. Kontraktor KKS dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak menerima surat pemberitahuan arbitrase. 2. 6. Apabila ternyata putusan pengadilan atau arbitrase memenangkan penyedia barang/jasa. apabila gugatan hanya kepada Kontraktor KKS dimaksud. 6.2.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. apabila gugatan hanya kepada Kontraktor KKS dimaksud. maka selama proses penyelesaian perselisihan tersebut berjalan sampai dengan adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkrach van geweisyde). maka penyedia barang/jasa tersebut diikutsertakan kembali dalam kegiatan pengadaan yang dilaksanakan oleh Kontraktor KKS. 6. maka penyedia barang/jasa dimaksud sekurang-kurangnya selama 1 (satu) tahun dan maksimal 2 (dua) tahun terhitung setelah tanggal putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkrach van geweisyde) tidak diikutsertakan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa yang diadakan di: 1. Apabila Kontraktor KKS akan melaksanakan tindakan penyelesaian perselisihan harus berpedoman kepada ketentuan yang berlaku di BPMIGAS. Kontraktor KKS yang bersangkutan.2. 243 . para pihak dapat menggunakan Forum Penyelesaian selain Lembaga Arbitrase di Indonesia apabila materi/substansi perjanjian yang berpotensi untuk disengketakan bersifat kompleks. apabila dalam gugatan mengikutsertakan BPMIGAS sebagai pihak tergugat.3. penyedia barang/jasa bersangkutan tidak dapat diikutsertakan dalam pengadaan barang/jasa pada: 1.5. Semua Kontraktor KKS. 2. 6. harus melaporkan hal tersebut kepada fungsi terkait di BPMIGAS.2.4. Kontraktor KKS yang bersangkutan. c. Apabila Penyedia barang/jasa melakukan gugatan melalui pengadilan atau arbitrase.6. Semua Kontraktor KKS.

Sisa material dan/atau peralatan menjadi milik Penyedia Barang/Jasa apabila menggunakan jenis Kontrak bukan Kontrak lumpsum atau turnkey. Serah terima barang. Sisa material dan/atau peralatan menjadi milik Kontraktor KKS jika menggunakan jenis Kontrak lumpsum atau turnkey. bangunan. telah dibuatkan amandemen Kontrak sebelum pelaksanaannya. 7. 7. 7. dengan kewajiban untuk melunasi bea masuk (BM) dan pajak dalam rangka impor (PDRI).1.4.5. maka: 1. Pemenuhan hak dan kewajiban masing-masing pihak. apabila ada. Serah terima barang berupa scrap/aset/sisa proyek dari pelaksana proyek kepada Kontraktor KKS dilengkapi dengan berita acara penyerahan barang. persentase Memastikan bahwa setiap pekerjaan diluar lingkup kerja Kontrak awal. 7. 244 . antara lain: Penilaian atas tingkat penyelesaian penyelesaian pekerjaan dan kinerjanya. Pemeriksaan dan penetapan hak kepemilikan sisa material dan/atau peralatan sebagai akibat pelaksanaan pekerjaan sesuai lingkup Kontrak.2.2. antara lain: Pemeriksaan atas jumlah barang.2.2.2. 7.2. peralatan dan/atau pekerjaan harus dibuatkan berita acara penyerahan barang/pekerjaan. Dalam hal pengadaan barang menggunakan fasilitas impor (master list). 7. dan/atau hasil pelaksanaan pekerjaan yang akan diserah terimakan dari Penyedia Barang/Jasa kepada Kontraktor KKS. 2.Buku Kedua . Pembayaran terakhir apabila seluruh kewajiban Penyedia Barang/ Jasa telah dipenuhi sesuai ketentuan dalam Kontrak. Penetapan nilai penalti yang masih harus dikenakan kepada Penyedia Barang/ Jasa.3. 7. PENUTUPAN KONTRAK: Penanggung jawab Kontrak (pengguna Kontrak) melakukan kegiatan yang meliputi: 7.6.2. Mengekspor peralatan yang semula diimpor untuk digunakan dalam pelaksanaan Kontrak.1. 7.1. 7. peralatan.1.2. Kontrak.2.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. Evaluasi pelaksanaan Kontrak.

7. yang berisi antara lain bahwa semua kewajiban tersebut angka 7.2.2.1. telah dipenuhi. dan 7. Pengembalian surat jaminan pelaksanaan kepada Penyedia Barang/Jasa dilaksanakan setelah berita acara penyerahan barang/pekerjaan ditandatangani.3.7.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. Satu salinan laporan dikirimkan ke BPMIGAS bagi Kontrak yang penunjukan pemenangnya melalui persetujuan dari BPMIGAS. Pembuatan laporan dari Pejabat Berwenang yang menyatakan bahwa Kontrak dimaksud telah selesai dilaksanakan dan ditutup. 245 .

.

pembinaan. 246 .Buku Kedua . dan penilaian kinerja serta pemberian penghargaan atau sanksi bagi para Penyedia Barang/Jasa.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB XIV PEMBINAAN PENYEDIA BARANG / JASA Pembinaan Penyedia Barang/Jasa dimaksudkan untuk membina Penyedia Barang/Jasa. Pengelolaan Penyedia Barang/Jasa meliputi sistim administrasi. terutama bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kinerjanya.

yang terkait dengan pengadaan 247 . Bagi Penyedia Barang/Jasa usaha besar sedapat mungkin memberikan sebagian pekerjaannya kepada Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil di daerah operasi Kontraktor KKS.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Pembinaan Usaha Kecil Termasuk Koperasi Kecil 1. K3LL. 1. 2. antara lain tentang: 1. Pelatihan Kontraktor KKS dapat memberikan pelatihan-pelatihan yang memberikan manfaat dalam meningkatkan kinerja Penyedia Barang/Jasa dan kemampuan usaha masyarakat.1. PEMBINAAN 1.4. Untuk memberdayakan usaha kecil termasuk koperasi kecil diberikan kesempatan berusaha sesuai bidang usahanya. 1.1.3. Dalam pengadaan barang/jasa yang bernilai besar serta dimungkinkan adanya bagian yang diberikan kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil.2. 3. 1. Standard operating procedure (SOP) Kontraktor KKS. Peraturan-peraturan barang/jasa. dapat diberikan uang muka apabila keuangan Kontraktor KKS memungkinkan.1. Dalam melaksanakan pekerjaan. Hal tersebut harus dinyatakan dalam dokumen penawarannya. maka bagian ini harus ditetapkan terlebih dahulu dalam Dokumen Pengadaan. 1.1. kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil.

3. sebagai calon peserta pengadaan 3. Surat penghargaan dari Kontraktor KKS yang bersangkutan. Dasar dari penilaian kinerja Penyedia Barang/Jasa dapat diukur antara lain berdasarkan: 1. Penghargaan antara lain dapat berupa: 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.1.5.Buku Kedua . 1.4. Aktif dalam memberikan informasi antara lain tentang perkembangan teknologi baru. 1. 3. 1. Keaktifan: Aktif berpartisipasi dalam proses pengadaan. Kepatuhan terhadap etika pengelolaan rantai suplai. PENILAIAN KINERJA Kinerja Penyedia Barang/Jasa dinilai oleh fungsi terkait di lingkungan Kontraktor KKS dengan tata cara penilaian sesuai dengan sistim dan prosedur yang ada pada masing-masing Kontraktor KKS.1.2.2. 1.3. waktu dan harga. alat-alat baru dan saran-saran untuk perbaikan proses pengadaan.2. Respon terhadap undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengadaan.1. Insentif /bonus apabila telah diatur dalam Kontrak dan hanya berlaku untuk Kontrak jasa. Ketepatan penyerahan barang/jasa dari segi mutu. Pelaksanaan penerapan K3LL dalam pengadaan barang/jasa.3. 1. Pemberian penghargaan kepada Penyedia Barang/Jasa dilaporkan kepada BPMIGAS oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan. PENGHARGAAN ATAS KINERJA: Kontraktor KKS dapat memberikan penghargaan kepada para Penyedia Barang/Jasa yang tata caranya disesuaikan dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS. 1.2. Pembebasan seleksi (Prakualifikasi). 248 .2.

Dua kali dalam setahun terkena diskualifikasi karena mengajukan penawaran yang tidak memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dalam dokumen lelang.1. Dua kali dalam setahun terlambat memasok barang atau terlambat melaksanakan jasa sesuai Kontrak namun tidak berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. 10.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. yang 6. Dua kali dalam setahun tidak memberikan respon pada saat diminta Klarifikasi. Aturan batas waktu toleransi keterlambatan ditetapkan sendiri oleh Kontraktor KKS. 4. Dua kali dalam setahun terlambat mengambil dan menandatangani Kontrak lebih dari 10 (sepuluh) hari kerja dari batas waktu yang telah ditetapkan Kontraktor KKS. 5.1. SANKSI ATAS PELANGGARAN 4. KATEGORI PELANGGARAN 4. 2. 7. Mengambil Dokumen Pengadaan namun tidak mengajukan penawaran tetapi memberikan keterangan tertulis (no quote) sebanyak 5 (lima) kali dalam setahun. 9. Tidak sanggup memasok barang atau tidak melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul tidak berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. Dua kali dalam setahun membatalkan penawaran telah diajukan setelah pembukaan penawaran. Mengambil Dokumen Pengadaan namun tidak mengajukan penawaran tanpa memberikan keterangan tertulis (no response) sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun. Tidak dapat memasok barang atau tidak melaksanakan jasa karena meminta kenaikan harga barang/jasa yang bukan disebabkan oleh peraturan pemerintah Republik Indonesia. 249 .1. Kategori Kuning. 1. Mendaftar namun tidak mengambil Dokumen Pengadaan barang/jasa sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun. 3. 8.

Tidak sanggup memasok barang atau tidak melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. Penyedia Barang/Jasa usaha besar tidak melaksanakan kewajiban untuk bekerjasama dengan usaha kecil untuk Pengadaan dengan nilai lebih besar Rp50. 7. 8. 250 . 4. 3.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 11.000. Terbukti melakukan usaha atau mempengaruhi untuk melakukan KKN atau bersekongkol untuk mengatur harga di antara sesama peserta pengadaan atau dengan pekerja Kontraktor KKS. 4. Kategori Merah. Terbukti dengan caranya sendiri berusaha untuk memaksa dengan ancaman atau dengan kekerasan kepada Kontraktor KKS. 12.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) sesuai dengan kesepakatan dalam Kontrak.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. Menolak memasok barang atau melaksanakan pekerjaan setelah ditunjuk sebagai pemenang/pelaksana.000. Memasok barang atau melaksanakan jasa tidak memenuhi spesifikasi teknis dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. 1.000. Mengirimkan atau mengajukan protes atau sanggahan secara tertulis ke Panitia Pengadaan/Tim Internal di luar waktu yang ditentukan. 6.1. Menolak untuk menyerahkan sebagian pekerjaan Jasa Pemborongan atau Jasa Lainnya kepada usaha kecil seperti yang disepakati dalam Kontrak. 2.2. tanpa alasan yang dapat diterima oleh Kontraktor KKS. Mengalihkan lebih dari 50% (lima puluh persen) dari nilai jasa pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain.000. Memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa dengan mempekerjakan pekerja Kontraktor KKS terkait. 5.000.

Membatalkan secara sepihak jaminan penawaran (bid bond) dan/atau jaminan pelaksanaan (performance bond) sebelum masa berlakunya habis. Terbukti melakukan tindakan yang termasuk dalam kategori tindakan korupsi. instansi yang berwenang. sehingga Kontraktor KKS tidak dapat mencairkan jaminan dimaksud atau Kontraktor KKS gagal mencairkan jaminan penawaran dan/atau jaminan pelaksanaan dalam waktu 6 (enam) bulan. Tidak mampu memenuhi kewajiban pemenuhan komitmen pencapaian TKDN.1. Dalam melaksanakan pekerjaannya. Memasok barang palsu. 4. sebagaimana diatur dalam bab XIII angka 5. 15. 251 . kolusi dan/atau nepotisme. 3. Terlambat dalam memasok barang atau terlambat melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. Kategori Hitam. pabrik atau pihak yang ditunjuk oleh pabrik. yang dibuktikan hasil pemeriksaan atau tes yang dilakukan oleh badan independen. 16.1. Tidak menyelesaikan pekerjaan dan tidak melunasi denda yang dikenakan sampai batas waktu yang ditentukan. 12.3. baik dengan Penyedia Barang/Jasa lain dan/atau dengan pekerja Kontraktor KKS. 2. 13. Uang muka yang diterima dari Kontraktor KKS tidak sepenuhnya dipergunakan untuk mendanai pelaksanaan pekerjaan yang tersebut dalam Kontrak.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. 14.a.6. 10. terbukti melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Mengajukan sanggahan atau protes tidak sesuai dengan ketentuan dan/atau materi sanggahan tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh pemrotes atau penyanggah. Terkena peringatan akibat pelanggaran kategori kuning dalam periode surat peringatan pelanggaran kategori kuning yang masih berlaku. Terbukti memalsukan atau memanipulasi data. 11.2. 1. dan mengakibatkan tertundanya pelaksanaan pekerjaan.

b. Untuk informasi yang diperoleh dari media.6. 2.3.Buku Kedua . dengan tembusan kepada BPMIGAS. SANKSI ATAS PELANGGARAN 4. Diberikan surat yang menyatakan tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan pengadaan baru selama masa 1 (satu) tahun berikutnya di lingkungan Kontraktor KKS yang bersangkutan. Tidak mampu memenuhi kewajiban pemenuhan komitmen pencapaian TKDN.j. Kategori KUNING. Terkena sanksi 2 (dua) kali kategori merah dalam periode waktu 5 (lima) tahun.2. Penyedia Barang/Jasa berkewajiban untuk mengajukan surat kepada Kontraktor KKS yang bersangkutan disertai pernyataan permintaan untuk dapat kembali mengikuti kegiatan pengadaan di lingkungan Kontraktor KKS. 8.4. sebagai akibat kelalaian pekerja sendiri ataupun karena kelalaian perusahaan Penyedia Barang/Jasa. 7. 9.2. Diberikan surat peringatan yang masa berlakunya 6 (enam) bulan terhitung mulai sejak dikeluarkannya surat peringatan.2.2. dinyatakan telah terbukti melakukan tindak pidana di bidang perdagangan dan/atau perpajakan berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Apabila batas waktu sanksi telah berakhir. 4. Kategori Merah. Gagal menyerahkan barang atau menyelesaikan pekerjaan sebagai akibat nilai Kontrak yang lebih rendah dari 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE. sebagaimana diatur dalam Bab XIII angka 5.1. 252 .1. Tidak mampu memenuhi kewajiban komitmen melaksanakan jasa pengerjaan di dalam wilayah negara Republik Indonesia.2. perlu Klarifikasi kepada instansi yang berwenang.1. Dalam pelaksanaan pekerjaan mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian pekerja Penyedia Barang/ Jasa maupun orang lain. Perusahaan atau salah satu pimpinan yang tertulis dalam akte pendirian perusahaan dan/atau perubahannya yang sah. 5. 4. 6. 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. seperti diatur dalam bab III angka 7.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.6. Surat permintaan harus dilampiri dengan pernyataan rencana perbaikan yang akan dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa agar kejadian serupa tidak berulang. Pemberitahuan sanksi disampaikan dengan tembusan kepada BPMIGAS.4.3. Diberikan surat yang menyatakan bahwa Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan dilarang mengikuti kegiatan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS yang bersangkutan selama masa 1 (satu) tahun berikutnya. Apabila Penyedia Barang/Jasa tertentu terkena sanksi kategori hitam sebanyak 2 (dua) kali dari 1 (satu) atau beberapa Kontraktor KKS. 2. Kategori Hitam: 1. kepada yang bersangkutan dikenakan sanksi kategori hitam untuk selamanya di semua Kontraktor KKS. dengan tembusan kepada BPMIGAS. Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan yang terkena sanksi kategori hitam dilarang mengikuti kegiatan pengadaan di semua Kontraktor KKS selama 1 (satu) tahun berikutnya. Selanjutnya BPMIGAS memasukkan nama Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan dalam daftar Penyedia Barang/ Jasa terkena sanksi hitam yang dapat diakses secara on line oleh semua Kontraktor KKS. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan belum dapat mengikuti kegiatan pengadaan di seluruh Kontraktor KKS. Jika Penyedia Barang/Jasa tidak mengajukan permintaan. 5. 253 .4. sesuai ketentuan pada bab VI angka 5. Penyedia Barang/Jasa dapat mengajukan permintaan untuk dapat mengikuti kegiatan pengadaan pada Kontraktor KKS tertentu.6. Jika Penyedia Barang/Jasa tidak mengajukan permintaan. Surat permintaan harus dilampiri dengan pernyataan rencana perbaikan yang akan dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa agar kejadian serupa tidak berulang. 3. 4.3.4.2. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan belum dapat mengikuti kegiatan pengadaan. Kontraktor KKS wajib memperhatikan daftar ini. dan angka 5. Pada saat pelaksanaan pengadaan. Apabila masa berlaku sanksi kategori hitam tersebut telah dilewati.

Buku Kedua .4. Penawaran dari Penyedia Barang/Jasa terkait yang masih dalam tahap evaluasi atau belum ditunjuk sebagai pemenang.4. dinyatakan diskualifikasi pada saat diterimanya pemberitahuan tentang pengenaan sanksi. dan angka 5. Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan harus tetap menyelesaikan kewajibannya berdasar Kontrak yang sedang berjalan. sesuai ketentuan dalam bab VI angka 5.6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.4.2. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa terkena sanksi kategori merah atau kategori hitam. maka: 1. 2.6. 254 .3.4.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB XV PELAPORAN KEGIATAN PENGADAAN BARANG/JASA 255 .

4..000.000.000.5. Untuk pengadaan barang menggunakan Form SC. Laporan realisasi pencapaian TKDN dalam pelaksanaan Kontrak.07 dan SC. wajib disampaikan oleh Kontraktor KKS. Laporan Akhir Kontrak. 1.000. Apabila setelah diberikan teguran tertulis. Laporan pengadaan barang/jasa untuk Penyedia Barang/Jasa golongan usaha kecil termasuk koperasi kecil.09. serta laporan kegiatan pengadaan jasa menggunakan Form SC. maka kepada pimpinan tertinggi Kontraktor KKS diberikan teguran tertulis oleh BPMIGAS.000. Laporan PLK/PJWK menggunakan Form SC.09 dan SC. 1 (satu) eksemplar salinan/ copy Kontrak pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp50.1. paling lambat 3 (tiga) minggu setelah pekerjaan fisik Kontrak selesai dilaksanakan. 1.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).6.08.7.. yang terdiri dari: 1. Dalam hal Kontraktor KKS lalai menyampaikan laporan.10. harus dikirimkan selambat-lambatnya 20 (dua puluh) hari kerja setelah Kontrak ditandatangani..11.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. kejadian sejenis berulang atau menerus. Laporan Akhir Kontrak dengan nilai lebih besar dari Rp50. 1. Kontraktor KKS wajib mengirimkan laporan bulanan dan/atau data kegiatan pengadaan barang/jasa kepada fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS paling lambat minggu kedua bulan berikutnya. Laporan kegiatan pengadaan barang menggunakan Form SC. menggunakan Form SC 12-D.000. 1. 256 .000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.Buku Kedua .09. Laporan pengadaan termasuk komitmen pencapaian TKDN dalam Kontrak.3.08 dan untuk pengadaan jasa menggunakan Form SC. 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Untuk keperluan pengawasan..000. 1.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).07 dan SC.2.000. maka kepada pimpinan Kontraktor KKS akan dikenai sanksi manajerial yang akan diatur secara terpisah dari ketentuan ini. Salinan/ copy Kontrak. dan usaha menengah dan usaha besar menggunakan Form SC.000. 2.

Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB XVI PENYESUAIAN KETENTUAN 257 .

harus menyesuaikan dengan semua ketentuan dalam Buku Kedua tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa ini. khususnya angka 2. Ketentuan tentang nilai Kontrak yang lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE. 1. Semua kegiatan pengadaan yang telah dimulai dan telah melewati tahap Prakualifikasi. d.3.8.4. khususnya angka 9.4. Pelaksanaan penunjukan pemenang dan pembuatan dokumen Kontrak harus mencantumkan syarat komersial sebagai berikut: a.4. proses selanjutnya harus mengikuti ketentuan sebagai berikut: 1.10.3. Tata cara pembayaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3. 2.3. Semua kegiatan pengadaan yang telah diproses atau sedang diproses menggunakan ketentuan lama dan telah melewati tahap Prakualifikasi serta peserta pengadaan telah memasukkan dokumen penawaran.Buku Kedua . b.5.7. namun belum sampai pada tahap pemasukan penawaran harus menyesuaikan dengan ketentuan dalam Buku Kedua tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa ini. maka dengan mengesampingkan ketentuan pada Buku Kesatu Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai Kontraktor Kontrak Kerja Sama tentang Ketentuan Umum khususnya Bab IV tentang Ketentuan Peralihan. Bagi kegiatan pengadaan dengan sistem pemasukan penawaran 1 (satu) sampul dan 2 (dua) sampul: 1.10.5. Semua kegiatan pengadaan yang telah dimulai namun belum melewati tahap Prakualifikasi.2. 1. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan sebagaimana diatur dalam bab IX angka 2. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9. Semua ketentuan berupa pedoman dan surat edaran yang pernah ada dan diterbitkan oleh BPMIGAS yang terkait dengan kegiatan pengadaan barang/jasa dinyatakan tidak berlaku untuk kegiatan pengadaan baru.8. 1. ditetapkan bahwa: 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Dengan berlakunya Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS ini. c.4. Ketentuan tentang pemberian uang muka sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2.4. Pelaksanaan evaluasi administrasi.8.2.1. 258 .1. evaluasi teknis dan evaluasi harga dari penawaran yang masuk tetap mengikuti ketentuan lama.2. dan 2.4.

khususnya angka 9.4. Ketentuan tentang nilai Kontrak yang lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE. d. c.5.2. khususnya angka 9. Ketentuan tentang pemberian uang muka sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2. b.2. b. dan 2.5.4.4. f. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9.8. Tata cara pembayaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9. e. dan 9. Ketentuan tentang nilai Kontrak yang lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE.10.3.3.8. pelaksanaan evaluasi administrasi dan evaluasi teknis dari penawaran yang masuk tetap mengikuti ketentuan lama. Ketentuan tentang pemberian uang muka sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2.10.8.2. Ketentuan bahwa tata cara evaluasi penawaran harga akan menggunakan tata cara yang diatur dalam bab XI angka 9. 259 .5. c.6.8. Bagi kegiatan pengadaan dengan sistem pemasukan penawaran 2 (dua) tahap: 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.4.8.Buku Kedua .7.10.2.8.10. Ketentuan tentang jaminan penawaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3.2.7. Apabila peserta pengadaan belum memasukkan dokumen penawaran tahap II (kedua). Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan sebagaimana diatur dalam bab IX angka 2. khususnya angka 2. Pelaksanaan penunjukan pemenang dan pembuatan dokumen Kontrak harus mencantumkan syarat komersial sebagai berikut: a.4.8.3. khususnya angka 2. 2.5.10. dan 2. dan bab IX angka 1.10.5. Dalam pelaksanaan ketentuan ini apabila diperlukan dapat diadakan rapat pemberian penjelasan mendahului pemasukan penawaran. d.4. Tata cara pembayaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3. khususnya harus mencantumkan tata cara evaluasi dan syarat komersial sebagai berikut: a.4. Selanjutnya sebelum pemasukan dokumen penawaran tahap II (kedua) dilakukan penyesuaian terhadap Dokumen Pengadaan.4.4.4.3.3. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan sebagaimana diatur dalam bab IX angka 2.10. khususnya angka 9.

dengan tetap memperhatikan ketentuan pada angka 1. 260 .2. 3. Masa penyesuaian untuk penerapan sepenuhnya Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS ini adalah 30 (tiga puluh) hari kerja setelah tanggal berlakunya ketentuan sebagaimana dinyatakan dalam Surat Keputusan tentang Buku Kedua Revisi-II Pedoman Tata Kerja Pengelolaan Rantai Suplai Kontraktor Kontrak kerja Sama. di atas. sampai dengan angka 1.4.Buku Kedua . perincian ketentuan dan/atau penambahan lampiran pada Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS ini. akan diatur kemudian oleh BPMIGAS. berupa sisipan. tambahan ketentuan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam pedoman pelaksanaan ini.

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

LAMPIRAN

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR MP-001 MP-002 MP-003 METODE PENGADAAN KARTU PENGADAAN (PROCUREMENT CARD) ELECTRONIC REVERSE AUCTION (e-RA) ELECTRONIC BIDDING

NOMOR JK-001 JK-002 JK-003 JK-004 JK-005

JENIS KONTRAK KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA (JOINT / SHARING CONTRACT) SISTEM KONTRAK KEMITRAAN (STRATEGIC ALLIANCE) PERJANJIAN PEMASOKAN BERDASAR PERMINTAAN (CALL OFF ORDER) PERJANJIAN HARGA (PRICE AGREEMENT) PERJANJIAN DENGAN BEBERAPA PENYEDIA BARANG/JASA (MULTI STANDING AGREEMENT)

NOMOR PQ-001 PQ-002 PQ-003 NOMOR DF-001

DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI FORMULIR ISIAN PENILAIAN KUALIFIKASI TATACARA PENGHITUNGAN KEMAMPUAN NYATA, KEMAMPUAN PAKET, KEMAMPUAN DASAR DAFTAR BIDANG DAN SUB BIDANG PEKERJAAN DAFTAR DAFTAR KELOMPOK BARANG KEBUTUHAN KEGIATAN UTAMA EKSPLORASI & PRODUKSI i

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR CONTOH PERHITUNGAN

PENGHITUNGAN HARGA EVALUASI PENAWARAN (HEP) BERDASAR HE-TKDN & HE PSP CP-001 CP-002 CP-003 CP-004 BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI DENGAN TKDN ≥ 25% BARANG PTODUKSI DALAM NEGERI DENGAN TKDN ≥ 25% DAN BARANG PRODUKSI LUAR NEGERI JASA LAINNYA DENGAN TKDN ≥ 35% JASA PEMBORONGAN BUKAN JASA KONSTRUKSI DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI ≥ RP50 MILYAR (≥ US$5 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI-ONSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP1 MILYAR S/D RP2 TRILIUN ( > US$100,000.00 S/D US$200 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI ONSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP2 TRILIUN (> US$200 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI OFFSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI ≤ RP50 MILYAR (≤ US$5 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI-OFFSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP50 MILYAR S/D RP2 TRILIUN (> US$5 JUTA S/D US$200 JUTA) CP-009 JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI OFFSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP2 TRILIUN (> US$200 JUTA) CP-010 PENGHITUNGAN DENDA KARENA TARGET TKDN PENGADAAN BARANG TIDAK TERCAPAI – TIDAK MENGUBAH PERINGKAT PENGHITUNGAN DENDA KARENA TARGET TKDN PENGADAAN BARANG TIDAK TERCAPAI – MENGUBAH PERINGKAT

CP-005

CP-006

CP-007

CP-008

CP-011

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR FL-001 FL-002 FORMULIR DAFTAR RENCANA PENGADAAN (PROCUREMENT LIST) DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN RINGKASAN PELAKSANAAN LELANG DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) RINGKASAN PEMERIKSAAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERUBAHAN JANGKA WAKTU (PJWK) RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN JASA DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAPORAN PELAKSANAAN PLK/PJWK PERHITUNGAN TKDN BARANG PERHITUNGAN TKDN JASA PERHITUNGAN TKDN GABUNGAN PENAWARAN BARANG PRODUKSI MASAL SC-02 NOMOR FORMULIR SC-01

FL-003 FL-004

SC-03 SC-04

FL-005

SC-05

FL-006

SC-06

FL-007 FL-008 FL-009 FL-010 FL-011 FL-012A FL-012B FL-012C FL-012D

SC-07 SC-08 SC-09 SC-10 SC-11 SC-12A SC-12B SC-12C SC-12D

iii

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR FL-012E FL-012F FL-012D FORMULIR PENAWARAN JASA LAINNYA ATAU JASA KONSULTANSI PENAWARAN BARANG PABRIKASI ATAU JASA PEMBORONGAN LAPORAN REALISASI PENCAPAIAN TKDN PENGADAAN BARANG/JASA NOMOR FORMULIR SC-12D SC-12D SC-12D

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-001 METODA PENGADAAN KARTU PENGADAAN (PROCUREMENT CARD) 1. UMUM 1.1. TUJUAN Pedoman ini mengatur pengadaan barang/jasa yang dilakukan secara penunjukan langsung dengan menggunakan Kartu Pengadaan (Procurement Card). 1.2. DEFINISI Kartu Pengadaan (Procurement Card) merupakan sarana pembayaran dalam kegiatan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung tanpa menggunakan Kontrak, Surat Perintah (SP), atau Purchase Order (PO). 1.3. RUANG LINGKUP Pedoman ini berlaku dalam kegiatan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung di lingkungan Kontraktor KKS. 1.4. KRITERIA Sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) dipergunakan dalam pengadaan barang/jasa yang berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1.4.1. 1.4.2. Merupakan langsung. pengadaan barang/jasa secara penunjukan

Nilai pengadaan maksimum Rp50.000.000,00 (Lima puluh juta rupiah) atau US$5.000,00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) untuk setiap transaksi atau sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tidak menggunakan Kontrak /SP/PO.

1.4.3.

Halaman 1 of 7

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-001 1.5. MANFAAT Manfaat penggunaan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) bagi Kontraktor KKS adalah sebagai berikut: 1.5.1. 1.5.2. 1.5.3. 1.5.4. 1.5.5. 1.5.6. Menurunkan biaya pengadaan barang/jasa. Menurunkan aktivitas transaksi pembayaran. Mempermudah pelaksanaan konsolidasi pembayaran. Mempermudah kontrol pembelanjaan. Meningkatkan produktifitas kerja. Mempercepat proses dan pengambilan keputusan dalam pengadaan barang/ jasa.

2. TATA CARA PELAKSANAAN 2.1. PEMESANAN BARANG/JASA Pengadaan barang/jasa yang menggunakan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) bisa dilaksanakan dengan cara: 2.1.1. 2.1.2. 2.1.3. Datang langsung ke tempat Penyedia Barang/Jasa (Spot) atau Pemesanan melalui faksimili, telepon, e-Mail, atau e-Comerce Apabila pemesanan barang dilakukan melalui faksimili, pejabat berwenang harus menandatangani faksimili tersebut. Apabila pemesanan barang dilakukan melalui telepon, E-Mail, atau E-Commerce, Pengguna Kartu cukup memberitahu nomor kartu, nama pemegang, dan masa berlaku kartu tersebut kepada Penyedia Barang/Jasa. PENGIRIMAN BARANG/JASA Barang dapat diambil langsung di tempat Penyedia Barang/Jasa, atau Pembeli dapat memerintahkan Penyedia Barang/Jasa untuk mengirimkannya ke tempat penerimaan (Point of Delivery). Sebagai bukti transaksi, Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan Delivery Order (DO) asli, faktur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) asli, Surat Setoran Pajak (SSP) asli, dan copy struk pada saat penyerahan barang/jasa ke Pembeli.

2.2. 2.2.1.

2.2.2.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-001 2.3. 2.3.1. PEMBAYARAN Dari Bank Penjamin ke Penyedia Barang/Jasa Pembayaran untuk barang/jasa yang dibeli segera dilakukan oleh Bank Penjamin (atas nama Kontraktor KKS) kepada Penjedia Barang/Jasa setelah struk asli dan bukti pengiriman barang/jasa diajukan kepada Bank Penjamin. Pembayaran dapat juga dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati di dalam perjanjian antara Bank Penjamin dan Penyedia Barang/Jasa. 2.3.2. Dari Kontraktor KKS kepada Bank penjamin 1. Pembayaran untuk barang/jasa kepada Bank Penjamin dilakukan setelah faktur tagihan bulanan (billing statement) diserahkan oleh Bank Penjamin atau dilakukan sesuai dengan waktu pembayaran yang disepakati kedua belah pihak. 2. Pembayaran untuk biaya transaksi penggunaan sarana Procurement Card ke Bank Penjamin dilakukan sesuai dengan jumlah dan waktu yang disepakati kedua belah pihak. 3. PETUNJUK KHUSUS 3.1. BANK PENJAMIN Penunjukan Bank Penjamin dilakukan berdasarkan kriteria minimal sebagai berikut: 3.1.1. 3.1.2. Memiliki reputasi baik dalam dunia perbankan. Memiliki jaringan pelayanan atau kerjasama yang luas di wilayah Republik Indonesia sehingga dapat menjangkau daerah operasi Kontraktor KKS yang bersangkutan. Memiliki fasilitas pelayanan kartu kredit. Memiliki teknologi yang memadai untuk implementasi, pemakaian, pengawasan, dan pemeliharaan sarana Procurement Card. Bersedia melakukan pembayaran terlebih dahulu kepada Penyedia Barang/Jasa untuk setiap transaksi pembelian yang menggunakan sarana Procurement Card.

3.1.3. 3.1.4.

3.1.5.

Halaman 3 of 7

3.1. Instalasi fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) Instalasi fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) baru bisa dilaksanakan setelah persetujuan tertulis antara Kontraktor KKS (sebagai Pengguna Kartu). . 4.1. MP-001 3. nilai maksimum per transaksi.3. dengan Penyedia Barang/Jasa. Memiliki daftar harga. 3.3. minimal harus disebutkan jumlah kartu yang akan diterbitkan. 4. atau fasilitas-fasilitas sejenis yang dapat memberikan informasi mengenai barang/jasa yang disediakan dan biasa dibutuhkan oleh Kontraktor KKS maupun perusahaan lain yang bergerak di bidang perminyakan.2.2.3.2.4. PENGAWASAN INTERNAL 4. 4. Penunjukan karyawan sebagai calon pengguna kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) dapat dilakukan berdasarkan peraturan internal yang berlaku di masing-masing Kontraktor KKS dengan memperhatikan kriteria berikut: Integritas karyawan. Maksimum nilai total transaksi pembelian setiap bulan. brosur.2.1. 4. Dalam persetujuan tertulis antara calon Pengguna Kartu dan Bank Penjamin. Penyedia Barang/Jasa Penunjukan Penyedia Barang/Jasa dilakukan kurangnya berdasarkan kriteria sebagai berikut: 3.1. 3. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan merupakan Pengusaha Kena Pajak (PKP).1. Bersedia menjalin kerja sama dengan Penyedia Barang/Jasa yang direkomendasikan oleh Kontraktor KKS.1. 3.6. sekurang- Memiliki ketersediaan barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS. dan masa berlaku kartu Procurement Card yang akan diterbitkan. Bersedia menerima cara pembayaran dengan menggunakan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card). 3. nama calon Pengguna Kartu. Tugas dan tanggung jawab karyawan sehari-hari. nama Manajer Proyek dari calon Pembeli yang ditunjuk.1.2.2. dan Bank Penjamin ditandatangani.3.2.1. 3. 3. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.2. pagu kredit.

Halaman 5 of 7 . E-commerce.3.2. Peraturan/Standard Operating Procedure (SOP) khusus untuk penggunaan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card). PENGGUNAAN PROCUREMENT CARD 5. 5.1.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 4. Untuk pengadaan barang/jasa yang nilainya tidak melebihi nilai maksimum untuk penunjukan langsung. Setelah menerima pesanan barang/jasa dari Pengguna Kartu dan mengecek keabsahan pesanan tersebut. Pengguna Kartu bisa menghubungi Penyedia Barang/Jasa melalui telepon. atau datang langsung ke tempat Penyedia Barang/Jasa untuk membeli barang/jasa yang diperlukan. 4.2. Penyedia Barang/Jasa akan mengirimkan barang/jasa yang dipesan bersama dengan faktur pajak.2.1.4. Surat Setoran Pajak (SSP).1. 5. copy DO. MP-001 4.2. dan copy struk ke tempat penerimaan barang yang telah ditetapkan. Pemegang Kartu dapat juga mengambil barang langsung dari tempat Penyedia Barang/Jasa. SANKSI Penyalahgunaan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) oleh Pengguna Kartu dapat dikenakan sanksi dalam bentuk pencabutan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) ataupun tindakan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada masing-masing perusahaan. dan tagihan kepada Bank Penjamin untuk memperoleh pembayaran barang/jasa yang telah dijual pada hari yang sama atau pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. faksimili. Penyedia Barang/Jasa dapat melakukan penagihan dengan cara mengirimkan struk asli. 4. Batasan mengenai barang/jasa yang pengadaannya bisa menggunakan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card). 4. Sanksi untuk penyalahgunaan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) oleh Penyedia Barang/Jasa dapat diberikan dalam bentuk pemutusan hubungan dagang ataupun dikeluarkannya nama Penyedia Barang/Jasa tersebut dari Daftar Rekanan yang berlaku di Kontraktor KKS yang bersangkutan. 5.5.1. E-mail.

Pembayaran kepada Bank Penjamin dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Penyedia Barang/Jasa adalah perusahaan atau mitra kerja yang melaksanakan pengadaan barang/jasa yang terdiri dari Kontraktor.3.1. 8. MEKANISME PEMBAYARAN FAKTUR PPN Mekanisme pembayaran PPN untuk pengadaan barang/jasa yang pembeliannya dilakukan sama seperti halnya dengan metode pengadaan lain. Semakin cepatnya pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang diperlukan Menurunnya biaya pengadaan barang/jasa Meningkatnya kreatifitas kinerja dan pelayanan petugas pengadaan barang/jasa. DAFTAR ISTILAH 8. 7.1. Sesuai dengan perjanjian.4. .2.3.2. Bank Penjamin akan mengirimkan tagihan bulanan kepada Kontraktor KKS untuk pembayaran seluruh transaksi pembelian barang/jasa yang terjadi dalam bulan tersebut. Koperasi. 6. MP-001 5.1.1. 7.1. 8. Bank Penjamin adalah Instansi perbankan yang menyediakan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) kepada Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa untuk keperluan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung. Usaha Kecil.1. 8. Pengguna Kartu adalah pejabat yang diberi wewenang oleh instansi terkait untuk melakukan pengadaan barang/jasa secara langsung dengan menggunakan Kartu Pengadaan (Procurement Card). 7. TOLOK UKUR KINERJA Tolok ukur kinerja dan hasil akhir penggunaan fasilitas Kartu Pengadaan Procurement Card bisa dilihat dari beberapa segi antara lain sebagai berikut: 7.1. Konsultan. Pemasok.

Halaman 7 of 7 . SSP (Surat Setoran Pajak) adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melakukan pembayaran pajak yang terhutang di Kas Negara atau di tempat pembayaran lainnya yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan. dan memperdagangkan barang atau pemberian pelayanan jasa kepada para konsumen. 8.7.6. ---ooo0ooo--- 8. (UU No. menyalurkan. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak setelah mendaftarkan dirinya pada Direktorat Jenderal Pajak (UU No.8. 8 th 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah).1.5.1. 8.1. 8. 6 th 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan).1. dan/atau untuk melaporkan ke Direktorat Jenderal Pajak. Manajer Proyek adalah petugas yang ditunjuk oleh perusahaan untuk memimpin proyek implementasi Kartu Pengadaan (Procurement Card) di lingkungan Perusahaan tersebut. (UU No. menghasilkan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PPN (Pajak Pertambahan Nilai) adalah pajak yang timbul karena dipakainya faktor-faktor produksi di setiap jalur perusahaan dalam menyiapkan.1.1. 8. Pengguna Barang/Jasa adalah pejabat yang berwenang sebagai pemilik pekerjaan yang memberi tugas kepada Penyedia Barang/Jasa untuk melaksanakan pekerjaan tertentu guna memenuhi kebutuhan barang/jasa tertentu di lingkungannya. Pembeli adalah Kontraktor KKS yang melakukan pembelian barang/jasa dari Penyedia Barang/Jasa. MP-001 8. 6 th 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan).4.9.

.

6.1. Mengutamakan penggunaan jasa penyedia e-RA dalam negeri. 3. DEFINISI: Electronic Reverse Auction (e-RA) merupakan salah satu metoda pengadaan yang dilakukan secara transparan dengan memanfaatkan jaringan elektronik.000. PRINSIP DASAR e-RA: 3.000. TUJUAN: Pelaksanaan e-RA dimaksudkan untuk mendapatkan harga penawaran yang lebih kompetitif dan mencerminkan harga pasar. Peserta pengadaan harus memahami. 3.00 (satu miliar rupiah) atau lebih besar dari US$100.5.4.3. pelelangan terbatas atau pemilihan langsung. Tidak dapat dilakukan untuk pengadaan jasa tenaga kerja. Dilakukan hanya pada tahap penawaran harga. 2.000. dengan cara memasukkan penawaran harga lebih dari satu kali dan bersifat menurun dalam suatu jangka waktu yang telah ditentukan melalui media elektronik (online). dimana peserta lelang yang telah lulus pada tahap administrasi dan teknis berkompetisi secara ‘real-time’. Dianjurkan untuk dilakukan dalam pengadaan barang/ jasa yang secara teknis dapat didefinisikan secara rinci dan terukur.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). 3.1.7. Selama dalam proses auction identitas penawar harga harus dirahasiakan. melalui suatu proses yang lebih efisien. 3. Dapat dilakukan untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp. yaitu nilai penawaran terbaik menjadi pemenang pelelangan. MP-002 METODE PENGADAAN ELECTRONIC REVERSE AUCTION (e-RA) 1. dengan metode pelelangan umum.2. mengikuti prinsip auction. dengan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta lelang untuk dapat mengajukan penawaran terbaik.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.000. mempunyai kemampuan dan mematuhi tatacara e-RA yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS. 3. Halaman 1 of 7 . 3. 3.

5. 4.1. Penilaian kualifikasi calon peserta e-RA menggunakan sistem prakualifikasi. 4. MP-002 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Tanggal.5. 4.4. DOKUMEN PENGADAAN: Dalam dokumen pengadaan harus dicantumkan tatacara pelaksanaan e-RA secara jelas. PEMBERIAN PENJELASAN: Kepada calon peserta diberikan penjelasan secara lengkap tentang tata cara pemasukan penawaran.3.1. 4.2. Penyedia barang/jasa yang mendaftar harus menyatakan secara tertulis persetujuannya untuk mengikuti metoda pengadaan dengan e-RA.1. 4. sehingga calon peserta e-RA dapat memahami. 4.1. PENDAFTARAN: Pendaftaran dapat dilakukan secara elektronik atau manual.2. PENGUMUMAN: Dalam pengumuman harus dinyatakan secara jelas bahwa metoda pengadaan akan menggunakan sistim e-RA. 4.2. Apabila diperlukan kepada calon peserta diberikan pelatihan.2.3.5. 4. 4. waktu dan jangka waktu pelaksanaan e-RA ditetapkan oleh Panitia Pengadaan dan dikomunikasikan ke peserta lelang. KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA. kecuali dinyatakan secara khusus dalam pedoman ini. 4.3. TATACARA PELAKSANAAN: 4.2.2. pelelangan terbatas atau pemilihan langsung. Halaman 2 of 7 . Ketentuan dokumen pengadaan lainnya mengikuti ketentuan dalam metoda pelelangan umum.

Diundang untuk memasukkan penawaran harga. Nilai jaminan penawaran (bid bond) adalah 1% (satu persen) s/d 3% (tiga persen) dari harga penawaran terakhir yang dimasukkan oleh peserta. Panitia Pengadaan menetapkan cara pemasukan penawaran harga pertama: 1.000. .1.7. Untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp.20.000.6.2.000. 4. peserta harus menyerahkan dokumen jaminan penawaran sesuai ketentuan.2.00 (dua juta dolar Amerika Serikat). Halaman 3 of 7 4.00 (dua puluh miliar rupiah) atau sampai dengan US$ 2.7.000. 4. Untuk pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp 20.6. pada sistem pemasukan penawaran 2 (dua) tahap. PENYAMPAIAN PENAWARAN HARGA Peserta yang telah lulus evaluasi tahap administrasi dan teknis: 4.7.7. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum. peserta memasukkan dokumen penawaran dan dokumen jaminan penawaran harga sesuai ketentuan.4.00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$ 2.000.000. Apabila pemasukan penawaran harga pertama dilakukan secara tertulis. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.000. 2. 4. Diundang untuk menghadiri pembukaan penawaran harga.5.000.6.3. 4. Pemasukan dokumen penawaran administrasi dan teknis harus dilakukan secara tertulis dalam sampul tertutup.000. MP-002 SISTEM PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN: Pemasukan dokumen penawaran menggunakan Sistem Dua Sampul atau Dua Tahap: 4.00 (dua juta dolar Amerika Serikat). Evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis. pada sistem pemasukan penawaran 2 (dua) sampul. 4.1.000.7. Penawaran yang menyertakan jaminan penawaran yang lebih besar dari 3% (tiga persen) tidak diskualifikasi.7. Apabila pemasukan penawaran harga pertama dilakukan secara elektronik. peserta harus memasukkan berkas penawaran harga pertama secara tertulis yang dilengkapi dengan jaminan penawaran (bid bond) beserta pernyataan persentase dan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN). 4.

Selama pelaksanaan e-RA.1. Nilai pengadaan sampai dengan Rp. dapat dilakukan perpanjangan waktu. Nilai penawaran peserta diunggah (up loaded) ke dalam sistim e-RA oleh masing-masing peserta. 6.20.000.00 (dua puluh miliar rupiah) atau sampai dengan US$2. Apabila pemasukan penawaran harga pertama secara tertulis: 1. Setelah masa penyampaian dokumen penawaran ditutup tidak dapat lagi diterima dokumen penawaran. 3. 7. 8.000. PELAKSANAAN E-RA: 5. Kepada setiap peserta yang penawarannya memenuhi persyaratan administrasi diberi nomor identitas yang dirahasiakan bagi peserta lainnya. 2. Halaman 4 of 7 . sistim langsung menetapkan peringkat penawaran: a.000. Apabila terjadi kegagalan komunikasi.000. Jangka waktu pelaksanaan pemasukan harga penawaran secara elektronik harus ditentukan secara pasti dan maksimal 24 (dua puluh empat) jam. setelah pembukan penawaran harga pertama. atau perubahan.00 (dua juta dolar Amerika Serikat): 5. Panitia Pengadaan meneliti kelengkapan administrasi penawaran. Panitia Pengadaan dalam suatu rapat di hadapan para peserta e-RA menyatakan bahwa masa penyampaian dokumen penawaran harga telah ditutup. MP-002 5. Pembukaan sampul penawaran harga pertama dilakukan oleh Panitia Pengadaan di hadapan peserta pengadaan. Menggunakan sistim HE TKDN untuk penawaran barang produksi dalam negeri. kecuali untuk melengkapi kekurangan nilai meterai dan tanggal. Pada waktu yang telah ditentukan. 4. Penawaran yang tidak memenuhi syarat administrasi dinyatakan gugur dan tidak diikutsertakan dalam proses selanjutnya.1.1. Menggunakan perbandingan nilai penawaran untuk penawaran barang produksi luar negeri. atau b. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan berkas penawaran harga. Segera pada hari yang sama.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 5.000. dilanjutkan dengan pemasukan harga penawaran secara elektronik.

1.2. Apabila nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai penawaran terakhir yang dimasukkan.20. Nilai pengadaan lebih besar dari Rp.00 (dua juta dolar Amerika Serikat): Peserta pengadaan memasukkan penawaran mengikuti ketentuan sistim pemasukan 2 (dua) sampul atau sistim 2 (dua) tahap.. Tepat pada akhir jangka waktu pelaksanaan penawaran secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan kepada peserta bahwa waktu yang disediakan telah habis. Panitia Pengadaan membuat berita acara pelaksanaan eRA.000.00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$ 2. Peserta menyerahkan dokumen jaminan penawaran sesuai ketentuan yang berlaku.000.000. Pemasukan penawaran harga dilaksanakan secara elektronik. kecuali: 1. pada waktu yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan. Halaman 5 of 7 . 5.1. sama dengan langsung pertama 2. 10. Penawaran dilengkapi dengan pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan e-RA. Paling lambat 3 (tiga) hari kerja terhitung mulai hari kerja berikutnya setelah hari pembukaan penawaran harga. MP-002 9. 12. 13. 5.2. semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis. Pada akhir masa pemasukan harga secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan Harga Perkiraan Sendiri /Owner Estimate (HPS/OE). Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dinyatakan diskualifikasi. Apabila pemasukan penawaran harga pertama secara elektronik: Tatacara pemasukan harga penawaran ketentuan angka 5. 11.1. 5. dengan cara mengunggah nilai HPS/OE ke dalam sistim e-RA. penawaran yang bersangkutan dinyatakan diskualifikasi.1.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.000.2.

Pada waktu yang telah ditentukan.2.2. atau b.5. 5. Nilai penawaran peserta diunggah (up loaded) ke dalam sistim e-RA oleh masingmasing peserta. dapat dilakukan perpanjangan waktu. 5. Panitia Pengadaan memberitahukan kepada peserta bahwa waktu yang disediakan telah habis. MP-002 5. perubahan atau susulan penyampaian jaminan penawaran (bid bond). penawaran yang bersangkutan dinyatakan diskualifikasi.4.7.8. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan berkas penawaran harga. Kepada setiap peserta yang penawarannya memenuhi persyaratan administrasi diberi nomor identitas yang dirahasiakan bagi peserta lainnya. maksimal 24 (dua puluh empat) jam. setelah pembukaan penawaran harga pertama. 5.6. Apabila nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai penawaran terakhir yang dimasukkan. 5. Halaman 6 of 7 . Panitia Pengadaan dalam suatu rapat di hadapan para peserta e-RA menyatakan bahwa masa penyampaian dokumen penawaran telah ditutup.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.2. 5. Selama pelaksanaan e-RA.3.9. sistim langsung menetapkan peringkat penawaran: a. untuk 5. dilanjutkan dengan pemasukan harga penawaran secara elektronik.2.2. Apabila terjadi kegagalan komunikasi. Menggunakan perbandingan nilai penawaran penawaran barang produksi luar negeri 5. Menggunakan sistim HE TKDN untuk penawaran barang produksi dalam negeri. kecuali untuk melengkapi kekurangan nilai meterai dan tanggal.2.2.2. Jangka waktu pelaksanaan pemasukan harga penawaran secara elektronik harus ditentukan secara pasti.2. Setelah masa penyampaian dokumen penawaran ditutup tidak dapat lagi diterima dokumen penawaran. Tepat pada akhir jangka waktu pelaksanaan penawaran secara elektronik. Segera pada hari yang sama. Pembukaan sampul penawaran harga pertama dilakukan oleh Panitia Pengadaan di hadapan peserta pengadaan.

5. Panitia Pengadaan membuat berita acara pelaksanaan e-RA. 5. menurut tatacara baku pada metode pelelangan umum. Apabila ternyata HPS/OE terlalu rendah dapat dilakukan koreksi atas HPS/OE sesuai ketentuan. MP-002 5. 7. termasuk kelanjutan prosesnya.10. 6. semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis beserta pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan e-RA.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PENETAPAN DAN PENUNJUKAN PEMENANG Urutan proses mulai dari penetapan pemenang sampai dengan penunjukan pemenang dan ketentuan tentang pengadaan gagal dan pengadaan ulang. Apabila harga penawaran peringkat I (pertama).11. masih lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE hasil koreksi. Pada akhir masa pemasukan harga secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan Harga Perkiraan Sendiri/ Owner Estimate (HPS/OE). mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum atau pemilihan langsung. Dalam hal harga penawaran terendah hasil e-RA masih lebih tinggi dibanding dengan HPS/OE maka dilakukan pengkajian ulang atas HPS/OE. Metode pengadaan ulang dapat dilakukan dengan metode pelelangan (tanpa e-RA) atau metode e-RA. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi terhadap harga penawaran hasil pelaksanaan e-RA.1. oo0oo Halaman 7 of 7 . 6.3. EVALUASI HARGA 6. berdasar hasil evaluasi harga. 6.2.12. maka diadakan proses pengadaan ulang. Paling lambat 3 (tiga) hari kerja terhitung mulai hari kerja berikutnya setelah hari pembukaan penawaran harga. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dinyatakan diskualifikasi.2.2.

.

2. mengutamakan penggunaan barang produksi dalam negeri.5. TUJUAN Tujuan kontrak bersama pengadaan barang/jasa adalah pemanfaatan kontrak secara bersama yang saling menguntungkan dalam rangka efisiensi biaya. Kontrak Bersama Pengadaan Barang/Jasa ini dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: Terdapat kesamaan kebutuhan barang/jasa dari beberapa Kontraktor KKS.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. yang dituangkan dalam kesepakatan yang direncanakan sejak awal. JK-001 KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA (JOINT CONTRACT) 1. 3. 3. 3.2.4.3. 3. PERSYARATAN 3. Halaman 1 of 7 .2. DEFINISI Kontrak pengadaan bersama adalah Kontrak antara beberapa Kontraktor KKS atau Kontrak yang dilakukan oleh BPMIGAS sebagai koordinator beberapa Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan 1 (satu) atau beberapa pekerjaan. percepatan proses. dengan Penyedia Barang/Jasa bersangkutan.2. atau pemanfaatan suatu kontrak yang sedang berjalan di suatu Kontraktor KKS oleh Kontraktor KKS lainnya.6. Kesepakatan antar Kontraktor KKS atau antara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS dapat dilakukan pada awal Kontrak atau pada saat Kontrak sedang berlangsung. dan Barang/jasa yang dibutuhkan berada dalam wilayah atau tempat yang berdekatan secara geografis atau berada dalam 1 (satu) kelompok usaha Kontrak Kerja Sama dalam wilayah Negara Republik Indonesia. dan Terdapat kesepakatan diantara beberapa Kontraktor KKS atau diantara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS. 3.2. pemanfaatan kapasitas lebih serta optimalisasi pemanfaatan peralatan atau jasa yang tercantum pada suatu kontrak.

c. e. Persiapan : 1.4. direncanakan untuk membuat kontrak secara bersama-sama oleh 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS atau 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS dalam koordinasi BPMIGAS. f. KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA YANG DIRENCANAKAN SEJAK AWAL (JOINT CONTRACT). Dalam hal pemanfaatan waktu jeda dimungkinkan penambahan volume pekerjaan. Pengurusan perijinan (Formalities). TATA CARA 4. Pengelolaan aspek financial termasuk tatacara pembayaran dan pembagian biaya pengelolaan kepentingan bersama.2. Diawali dengan adanya informasi/identifikasi suatu jenis kebutuhan barang/jasa yang sama yang dibutuhkan oleh 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS. Kesepakatan untuk melakukan Kontrak bersama pada saat Kontrak sedang berlangsung hanya dapat dilaksanakan untuk memanfaatkan kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) dari Kontrak yang sedang berlangsung tanpa mengubah syarat-syarat dan ketentuan lainnya. b. hak dan kewajiban para pihak. Pihak (Kontraktor KKS atau BPMIGAS) yang bertindak sebagai koordinator Kontrak atau pemuka (leader). Halaman 2 of 6 .2. Beberapa Kontraktor KKS dalam koordinasi dengan BPMIGAS atau BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS membuat suatu perjanjian kerjasama yang memuat antara lain: a. 4. pengaturan program dan/atau jadwal pelaksanaan. Ruang lingkup pekerjaan dan/atau jenis barang yang diperlukan. d. Masa kontrak. JK-001 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 2.4. Peran. 4.

Oleh masing-masing Kontraktor KKS Penyedia Barang/Jasa dan dilaporkan Koordinator Kontrak. Persetujuan tahap perencanaan pengadaan dan/atau persetujuan pemenang pengadaan dari BPMIGAS diperlukan apabila nilai keseluruhan kontrak melebihi batas kewenangan Kontraktor KKS. 3. 2. Halaman 3 of 7 . 2. JK-001 g. Penetapannya antara lain memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Prosedur Pelaksanaan: 1. h.6.2. 4. 4. Para pihak dalam kontrak adalah para Kontraktor KKS pengguna kontrak dengan/tanpa koordinasi BPMIGAS secara bersama-sama dengan Penyedia Barang/Jasa.5. Perintah pelaksanaan pekerjaan atau penyerahan barang dilakukan: a. atau b. Formalitas rencana kerja dan anggaran (WP&B dan AFE) menjadi tanggung jawab masing-masing Kontaktor KKS. Koordinator Kontrak atau pemuka (leader) ditetapkan berdasar kesepakatan para pihak. Semua perintah pelaksanaan kepada Penyedia Barang/Jasa disampaikan melalui Koordinator Kontrak. Merupakan pengguna barang/jasa terbanyak/terlama. Pengaturan pemberian sanksi dan pinalti akibat keterlambatan penyerahan barang da/atau penyelesaian pekerjaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.2. Penyusunan Kontrak : Tata cara penyusunan kontrak mengikuti tata cara yang berlaku dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. Hal-hal khusus yang perlu diperhatikan antara lain: 1. Tata cara pengadaan mengikuti ketentuan yang berlaku. atau kepada kepada b. Merupakan pencetus awal program. Pelaksanaan proses pengadaan dilakukan oleh koordinator kontrak dibantu oleh atau bersama-sama dengan calon pengguna kontrak pengadaan bersama.

3. JK-001 3. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. dalam hal ini Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa bersangkutan. Rencana pemanfaatan ini harus disepakati oleh para pihak. atau b.3. Pengaturan tentang alokasi denda atas keterlambatan sesuai dengan yang diatur didalam Nota Kesepahaman. PEMANFAATAN KONTRAK YANG SEDANG BERJALAN 4. Kontraktor KKS pengguna Kontrak yang sedang berjalan menyampaikan informasi melalui BPMIGAS kepada Kontraktor KKS lain tentang adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau adanya waktu jeda (windows/ idle) yang bisa dimanfaatkan Kontraktor KKS lain. Penagihan pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan ditujukan kepada masing-masing Kontraktor KKS oleh Penyedia Barang/Jasa dan dilaporkan kepada Koordinator Kontrak atau semua penagihan melalui Koordinator Kontrak.3.4. 5. terutama pemanfaatan barang/jasa oleh Kontraktor KKS pengguna Kontrak. Persiapan 1. 4. 4. Suatu kontrak yang sedang berjalan di salah satu Kontraktor KKS dapat dimanfaatkan oleh satu atau beberapa Kontraktor KKS lain berdasarkan adanya kesamaan kebutuhan dan adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau dalam usaha memanfaatkan waktu jeda (windows/idle).5. Inisiatif pemanfaatan kontrak yang sedang berjalan dapat dilakukan oleh: a. Halaman 4 of 6 . Pengawasan pelaksanaan pekerjaan oleh masing-masing Kontraktor KKS pengguna Kontrak. Koordinator Kontrak berkewajiban mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak. 6. Kontraktor KKS yang membutuhkan barang/jasa meminta informasi dari Kontraktor KKS lain tentang kemungkinan adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau adanya waktu jeda (windows/idle) dari kontrak yang sedang berjalan yang bisa dimanfaatkan. Jaminan pelaksanaan dan denda atas keterlambatan diperhitungkan berdasar ketentuan dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan barang/Jasa ini.

e. Rencana pemanfaatan kontrak yang sedang berjalan ini harus dikomunikasikan dan disetujui oleh Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. f. b. Perjanjian kerjasama disusun antara Kontraktor KKS pengelola kontrak dengan Kontraktor KKS yang akan memanfaatkan.3 dan Bab XIII angka 4. Ruang lingkup pekerjaan dan/atau jenis barang yang diperlukan. diperlakukan sebagai Penambahan Lingkup Kerja (PLK). Koordinator Kontrak bersama-sama Kontraktor KKS yang akan memanfaatkan Kontrak menyusun amandemen kontrak yang memuat antara lain hal-hal yang telah disepakati dalam perjanjian kerjasama. Ketentuan tentang persetujuan atau pelaporan mengikuti ketentuan Bab II angka 2. Masa kontrak. Formalitas rencana kerja dan anggaran (WP&B dan AFE) menjadi tanggung jawab masing-masing Kontaktor KKS. 3. Pengurusan perijinan (Formalities). 2. JK-001 2. pengaturan program dan/atau jadwal pelaksanaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. d. Perjanjian kerjasama memuat antara lain namun tidak terbatas pada hal-hal berikut: a. 4.1. Halaman 5 of 7 . Koordinator Kontrak atau pemuka (leader) adalah Kontraktor KKS pemegang Kontrak awal. 5. Pelaksanaan 1.3. g. c. 4. Apabila amandemen mengakibatkan penambahan nilai. Hak dan Kewajiban para pihak. Pengelolaan aspek financial. Pengaturan pemberian sanksi dan pinalti akibat keterlambatan penyerahan barang dan/atau penyelesaian pekerjaan.6. Pelaksanaan dalam kelompok usaha Kontraktor KKS disesuaikan dengan kebijaksanaan yang berlaku di dalam kelompok usaha tersebut.

------ooo000ooo------- Halaman 6 of 6 . JK-001 3. Pelaporan pelaksanaan kontrak dilakukan oleh masing-masing Kontraktor KKS. Ketentuan impor barang diberlakukan sesuai ketentuan yang berlaku pada masing-masing Kontraktor KKS yang bersangkutan. 5.3. Pelaporan Koordinator Kontrak berkewajiban menyampaikan laporan formalitas kontrak awal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Jaminan pelaksanaan yang ada direvisi dengan mencantumkan nama pengguna barang/jasa yang baru sesuai perjanjian kerjasama dan apabila diperlukan nilai jaminan ditambah. maka Koordinator Kontrak membantu untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi dan harus diupayakan agar tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan lainnya. Penyelesaian Perselisihan Dalam hal terjadi perselisihan antara salah satu Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa. sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila tidak terjadi kesepakatan. 4. maka penyelesaiannya terlebih dahulu dilakukan oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan dengan cara musyawarah/ mufakat. 4.7.

3. TUJUAN Tujuan dari Kontrak Kemitraan (Strategic Alliance) adalah pemanfaatan potensi teknis. Kerjasama yang erat dan interaktif dengan mengintegrasikan proses dan aktivitas utama. Mempunyai komitmen dan obyektif bersama. Saling memberikan manfaat sumber daya seperti teknologi. pengalaman dan sumber daya lainnya dari para pihak yang disinergikan untuk mencapai hasil yang paling optimal dalam hal pengembangan suatu jenis barang/peralatan. DEFINISI Kontrak Kemitraan adalah Kontrak pengadaan barang/jasa berdasarkan konsep kerjasama jangka panjang dimana para pihak memberikan kontribusi sumber dana. 3. 3. 3. keahlian.3. Halaman 1 dari 5 . 3. Kerjasama jangka panjang. JK-002 SISTEM KONTRAK KEMITRAAN (STRATEGIC ALLIANCE) 1. finansial. yang berkesinambungan (continuous Efisien dan efektif dalam desain konsep dan penerapannya.7.2. 3. standar mutu dan penekanan biaya. 3. manajemen. keterbukaan. KARAKTERISTIK Kontrak kemitraan mempunyai karakteristik sebagai berikut: 3. 2. dan saling menguntungkan (win-win). Dilandasi dengan kepercayaan.9.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.6. kepastian pasokan (security of supply). Pembagian risiko dan keuntungan (Risk & Benefit). dan proses. keahlian. 3.5.4. Perbaikan kinerja improvement).8. daya dan/atau fasilitas yang dimiliki/dikuasai dalam rangka mencapai sasaran strategis yang disepakati bersama antara penyedia dan pengguna barang/jasa.

Menyusun rancangan langkah-langkah yang diperlukan pada periode transisi antara lain tentang integrasi sistem & proses (perangkat keras dan lunak). Peranan barang/jasa tersebut dalam pelaksanaan operasi. menyusun lingkup kerja awal. Kompleksitas proses pengadaan dan rantai suplai yang berdampak pada harga dan ‘cycle time’. Pemilihan Mitra dan Pelaksanaan kontrak.6.2.5. TATA CARA Kontrak Kemitraan dilakukan melalui tahapan Perencanaan.4.7. Penjajakan Pasar (market survey). Sosialisasi. Hal-hal yang dapat dijadikan tolok ukur untuk menetapkan nilai strategis dalam melakukan evaluasi antara lain: a. 4. maka kontrak kemitraan semakin diperlukan.2.2. JK-002 4. 4. menentukan kriteria calon mitra dan rencana pra-kualifikasi. Sasaran strategis ditentukan dengan melakukan evaluasi terhadap pengadaan barang/jasa di perusahaan yang berpeluang memberikan efisiensi yang besar bagi Kontraktor KKS.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Nilai pengadaan b. 2. 4. c. Semakin tinggi peranan barang/jasa tersebut. Melakukan evaluasi potensi internal yang dapat disinergikan. Pengembangan suatu jenis barang/produk baru yang secara jangka panjang akan dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan produksi minyak dan/atau gas bumi. Membuat model pengadaan barang/jasa yang sesuai dengan konsep kontrak kemitraan.2. PERENCANAAN Penentuan Sasaran Strategis 1. d. Halaman 2 of 5 .2. 4. 4.

4. 4. 3. serta menetapkan tolok ukur keberhasilan (Key Performance Indicator).7. PENJAJAKAN PASAR Mencari sumber-sumber yang berpotensi untuk melaksanakan konsep pengadaan yang telah dibuat dengan cara: 4.4. PEMILIHAN MITRA Pemilihan mitra menggunakan metoda pelelangan atau pelelangan terbatas. Mengumumkan rencana pelaksanaan kontrak kemitraan melalui media cetak dan/atau media elektronik dan mengundang sumber-sumber yang telah diketahui.5. Melakukan prakualifikasi melalui asesmen terhadap kemampuan sumber-sumber yang berminat/ potensial. 4. 4.5.4. 4.4. Mengirimkan kuestioner. antara lain dengan cara: 1. Membangun tujuan (obyective) bersama. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Menyamakan persepsi semua pihak tentang kontrak kemitraan yang akan dilaksanakan antara lain lingkup kerja serta hak dan tanggung jawab para pihak.3. 4.3. 4. Hasil asesmen digunakan untuk menetapkan calon peserta pengadaan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses selanjutnya. Menyusun dokumen pengadaan. Halaman 3 dari 5 .6.3.6.4. SOSIALISASI Tahap sosialisasi dimaksudkan untuk: 4.4. Diskusi/ dialog. 2.3.5. Menetapkan metoda evaluasi bersama dengan calon peserta yang lulus tahap asesmen. Apabila calon peserta pengadaan yang lulus tahap prakualifikasi hanya 2 (dua) diteruskan dengan proses pemilihan langsung dan apabila yang lulus tahap prakualifikasi hanya 1 (satu) proses proses dinyatakan gagal.4. Peserta pelelangan adalah calon peserta pengadaan yang telah lulus tahap asesmen. Melakukan kunjungan ke pabrik atau fasilitas yang dimiliki calon mitra. JK-002 4.

6. 4. 3. dengan tugas: 1. pengkajian dan perbaikan atas pelaksanaan pekerjaan sesuai yang telah diatur di dalam Kontrak. Mendorong pencapaian unjuk kinerja (performance) dan hasil produksi yang semakin efektif dan semakin efisien. d. baik keuntungan/manfaat/nilai tambah maupun kerugian dengan menggunakan konsep “seimbang/proportional” dan harus sudah disepakati sejak awal. b. Tolok Ukur Kinerja (Key Performance Indicator).4. Pengaturan resiko dan keuntungan (Risks & Rewards) meliputi pembagian atas hasil pencapaian yang relatif terhadap KPI.6. Halaman 4 of 5 . Melakukan pengawasan. 4.5. Waktu yang diperlukan (cycle time). Ketentuan tentang pinalti telah tercakup didalam ketentuan tentang resiko dan keuntungan (Risks & Rewards). c. e. h. Kualitas barang/jasa. 2. Kriteria yang dapat dijadikan tolok ukur kinerja keberhasilan pelaksanaan kontrak maupun kinerja mitra. Mempersiapkan laporan pelaksanaan perihal angka 1) dan 2) diatas. f. JK-002 4. Harga barang/jasa. Nilai Total Cost of Ownership (TCO). Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lindungan Lindungan (Health Safety and Environment) 2. Waktu penyerahan atau penyelesaian pekerjaan. misalnya: a. Tingkat inventori atau sumber daya yang digunakan. Dalam pelaksanaan Kontrak Kemitraan dibentuk Tim Pengendali Bersama (Joint Performance Control Body) antara Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa. Pemanfaatan barang/jasa produksi dalam negeri. Kontrak Kontrak selain memuat ketentuan umum.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.6. PELAKSANAAN KONTRAK 4. g. harus juga memuat ketentuan sebagai berikut: 1. Mengukur unjuk kinerja (performance) berdasarkan parameter KPI (Key Performance Indicator).

Pemutusan kontrak dini (Early termination) dapat dilakukan apabila mitra tidak menunjukkan kinerja (KPI) sesuai ketentuan yang telah disepakati secara berkelanjutan. JK-002 3. ---ooo0ooo--- Halaman 5 dari 5 . 4. Dalam hal ini jaminan pelaksanaan dicairkan. Pengaturan tanggung jawab dalam pengelolaan asset yang digunakan dalam kontrak.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 6. Susunan dan tugas Tim Pengendali Bersama (Joint Performance Control Body). Pengaturan hak kepemilikan (proprietory right) dan hak intelektual (intellectual right) atas aset/fasilitas/patent yang dihasilkan dari pembiayaan bersama dimana biaya yang dikeluarkan Kontraktor KKS dibebankan sebagai biaya operasi. 5.

.

pelelangan atau 3.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Diterapkan bagi pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item). dengan frekwensi atau jumlah pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekwensi kebutuhan pekerjaan tinggi. 2. Halaman 1 dari 3 . 3. PERSYARATAN Perjanjian Pemasokan Berdasar Permintaan (Call off Order) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: 3. JK-003 PERJANJIAN PEMASOKAN BERDASAR PERMINTAAN (CALL OFF ORDER) 1. Pengadaan dilakukan dengan metode pemilihan langsung sesuai ketentuan. dimana pengguna barang/jasa dapat meminta Penyedia Barang/Jasa untuk menyerahkan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa sewaktu-waktu diperlukan dan pembayaran dilakukan terhadap sejumlah barang/jasa yang benar-benar dipergunakan atau dikerjakan. 3.1.3. DEFINISI Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call off Order) adalah kontrak pengadaan barang/jasa untuk jangka waktu yang relatif panjang (satu sampai tiga tahun) untuk suatu jumlah nilai tertentu dengan harga satuan yang telah disepakati. Apabila barang/jasa telah mampu diproduksi atau dikerjakan di dalam negeri maka harus menggunakan barang produksi dalam negeri dan/atau jasa dalam negeri. Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/penggunaan yang sama. 3.4. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan cara Pemasokan Berdasar Permintaan (Call off Order) adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang/jasa dan meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya pengelolaan sumber daya.

1. Penyesuaian harga ditetapkan berdasar suatu formula tertentu yang akan berlaku apabila suatu keadaan tertentu (waktu. Harga satuan yang berlaku dalam Kontrak adalah harga berdasarkan harga penawaran akhir dari Penyedia Barang/ Jasa. maka harga satuan yang disepakati harus ditetapkan berlaku minimal untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. 5.jasa yang sama dari beberapa kegiatan dari 1 (satu) Kontraktor KKS atau untuk beberapa Kontraktor KKS dalam bentuk Kontrak Bersama (Joint Contract). Apabila dimungkinkan adanya penyesuaian harga.4.2. Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS yang bertindak sebagi coordinator beberapa Kontraktor KKS menetapkan jenis barang/jasa yang akan diadakan dengan cara Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call off Order). antara lain kemampuan untuk menyediakan barang/jasa sewaktu-waktu. 5. Kontrak call off order dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan barang.1. 4. Pada dasarrnya harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa Kontrak. Halaman 2 of 3 . 5. Jumlah setiap pembayaran adalah sebesar jumlah barang yang telah dipasok atau jasa yang telah dilaksanakan.3. pemilihan langsung mengikuti 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 5. JK-003 4. Formula dan keadaan yang memungkinkan dilakukannya penyesuaian harga ditetapkan dalam Kontrak. Dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang jumlah minimum nilai penggunaan kumulatif (minimum cummulative order) selama periode kontrak.3. Di dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang kemungkinan penyesuaian harga. setelah atau tanpa melalui negosiasi. TATA CARA 4. kejadian) terjadi.5. PEMBUATAN KONTRAK 5. Proses pelelangan atau ketentuan yang berlaku. Di dalam kontrak dicantumkan tata cara pembayaran. 5. Dilakukan prakualifikasi/asesmen untuk mengetahui kemampuan calon penyedia barang/jasa yang dapat diikutkan dalam proses pengadaan.2.

maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. ----ooo000ooo---- 6. dikategorikan sebagai kelompok merah dan Kontrak dapat diakhiri lebih awal. PELAKSANAAN KONTRAK 6.3. Halaman 3 dari 3 .6. JK-003 5. Permintaan untuk memasok barang menggunakan Surat Pesanan(SP)/Purchase Order (PO) dan permintaan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan atau Surat Perintah Kerja (SPK)/Service Order (SO). Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan yang diminta oleh Kontraktor KKS.1. 6. Di dalam Kontrak dicantumkan ketentuan tentang sanksi dan terminasi dini.2. Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memenuhi kewajiban secara berkesinambungan. 6.

.

TUJUAN Tujuan pengadaan dengan Perjanjian Harga (Price Agreement) adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang dan jasa tertentu dengan cara mengadakan perjanjian harga untuk suatu jangka waktu tertentu dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa.1. JK-004 PERJANJIAN HARGA (PRICE AGREEMENT) 1.1. untuk 1 (satu) kelompok barang/jasa yang bersifat spesifik. Halaman 1 dari 5 .1. DEFINISI Perjanjian harga (price agreement) adalah perjanjian dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai pabrikan (manufacturer) atau agen tunggal (sole agent/sole distributor). 3.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. yang dibuat berdasarkan harga satuan barang atau peralatan yang dikeluarkan resmi oleh pabrikan/principal yang berlaku umum. Terdapat pabrikan dalam negeri maupun luar negeri yang bersedia melakukan ikatan perjanjian harga untuk suatu jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun. untuk suatu jangka waktu tertentu. Perjanjian Harga (Price Agreement) dengan pabrikan (manufacturer) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan sebagai berikut: Merupakan kegiatan pengadaan bagi barang atau peralatan (equipment) tertentu yang dipakai secara luas dalam lingkungan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di Indonesia. PERSYARATAN 3. 2.1. 3. 3.

atau 2. PENETAPAN STANDAR JENIS BARANG ATAU PERALATAN Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS menetapkan jenis barang.2. yang memiliki perjanjian keagenan atau surat penunjukan keagenan dari pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan dan memenuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia. 4.2.3.3. 2. meliputi namun tidak terbatas pada: 1.1. baik perbaikan kecil maupun perbaikan besar (overhaul).2.1. bekerjasama dengan Perusahaan nasional. Pelaksanaan perbaikan dan penyediaan sarana bengkel (workshop).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pabrikan bersama BPMIGAS dan Kontraktor KKS bersedia melakukan upaya-upaya perbaikan untuk mendapatkan tingkat pelayanan yang lebih efektif dan biaya yang semakin efisien. peralatan atau jasa yang memungkinkan untuk diadakan melalui Kontrak perjanjian harga. 3.2.1.1. JK-004 3. Pabrikan (manufacturer) bersedia membuat dan melakukan aktivitas purna jual (after sales service) di dalam wilayah negara Republik Indonesia. dengan mempertimbangkan kondisi antara lain sebagai berikut: 1. Digunakan secara luas oleh banyak atau oleh beberapa Kontraktor KKS. Tersedia daftar harga barang (price list) yang dikeluarkan oleh prinsipal yaitu pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan dan berlaku umum. 3. 4. TATA CARA 4. 3. Tersedia Agen Tunggal yang merupakan Perusahaan Nasional.2.1. Halaman 2 of 5 . Jumlah barang. Penyediaan suku cadang melalui Perusahaan Nasional yang ditunjuk sebagai agen atau agen tunggal. 3. 3. Perjanjian Harga (Price Agreement) dengan agen tunggal (sole agent/sole distributor) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: Dilakukan untuk pengadaan barang/jasa bersifat spesifik. peralatan atau jasa yang diperlukan cukup besar sedemikian sehingga ekonomis untuk dilakukan perikatan harga jangka panjang.4.1.

2. Harga yang diperjanjikan dapat berupa harga pasti atau berupa formula harga yang berbasis pada harga dengan kondisi tertentu. 2.3. 2.2. Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS menetapkan satu atau beberapa jenis dan type barang dan peralatan yang dijadikan standar bagi penggunaan pada suatu kebutuhan pemakaian tertentu. Jasa tersebut bersifat spesifik menurut ketentuan dalam pedoman ini. Penetapan harga yang diperjanjikan: 1. spesifikasi. Melalui proses negosiasi langsung dengan pabrikan untuk mendapatkan harga yang terbaik dalam pengadaan peralatan (equipment).3. Harga yang ditetapkan harus berbasis pada harga yang diberlakukan secara internasional oleh pabrikan. pabrik pembuat (merk) dan tipe (type) dari barang atau peralatan.3.2. Jumlah penggunaan tinggi dan bersifat terus menerus diperlukan. 4. 4. 4. Melalui proses negosiasi langsung dengan pabrikan (manufacturer) bersama agen tunggal atau penyedia jasa tunggal untuk mendapatkan harga yang terbaik dalam pengadaan sukucadang atau jasa perbaikan peralatan.1. 4. JK-004 4. 4.1. 3. Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS melakukan seleksi variasi jenis. dengan kriteria antara lain sebagai berikut: 1. PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA Pemilihan Penyedia Barang/Jasa pada dasarnya menggunakan metode penunjukan langsung kepada pabrikan (manufacturer).1. PENETAPAN JENIS JASA Kontraktor KKS dengan/atau BPMIGAS menetapkan jenis jasa yang akan diadakan dengan cara Perjanjian Harga (Price Agreement). Berdasarkan hasil seleksi. 4. 4.2. Halaman 3 dari 5 .1. agen tunggal atau penyedia jasa yang ditunjuk secara eklusif oleh pabrikan (manufacturer). dengan tujuan untuk menyederhanakan (simplification) variasi jenis.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

Harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa perjanjian yang ditetapkan sebelumnya.1.3. 3.3.5. 2. di dalam negeri atau di negara lain.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.3. Membandingkan dengan harga yang disepakati dengan pembeli lain. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi kewajaran harga penawaran antara lain dengan: 1. Halaman 4 of 5 . 4. Melakukan perhitungan normalisasi dan membandingkan hasil normalisasi dengan altenatif cara pengadaan yang lain 4. 3. 2. Negosiasi harga atau formula harga.2. Harga satuan atau formula harga satuan yang berlaku untuk perjanjian adalah harga berdasarkan harga setelah dilakukan negosiasi. Negosiasi syarat dan kondisi (terms & conditions). Syarat dan kondisi penawaran tidak boleh menyebabkan Kontraktor KKS terikat sedemikian sehingga tidak boleh memiliki alternatif sumber pengadaan. 2. Membandingkan dengan harga yang telah disepakati dalam kontrak sebelumnya. Harga atau formula harga yang didasarkan pada daftar harga (price list) yang diberlakukan secara internasional.4. PEMBUATAN KONTRAK 5. Penawaran jenis-jenis barang/peralatan/jasa lengkap dengan spesifikasi dan kemungkinan perubahannya. 5. 5. JK-004 4.3. Penawaran harga Panitia Pengadaan mengundang pabrikan atau bersama dengan agen tunggal atau penyedia jasa tunggal untuk mengajukan penawaran meliputi sekurang-kurangnya: 1. meliputi: 1. Perubahan harga harus berdasar pada formula yang telah disepakati sebelumnya dan berdasar pada harga yang diberlakukan secara inetrnasional oleh pabrikan (manufacturer). 5. Syarat dan kondisi (terms & conditions) penjualan. Dilakukan negosiasi atas penawaran yang diajukan.3.

2. Minimum order tidak diterapkan dalam Perjanjian Harga (Price Agreement). dikategorikan sebagai kelompok merah dan perjanjian dapat diakhiri lebih awal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. ----ooo000ooo---- 6. 6.1.4. PELAKSANAAN KONTRAK 6. Halaman 5 dari 5 . JK-004 5.5. 5. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa.3. 6. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Di dalam Kontrak dicantumkan ketentuan tentang sanksi dan terminasi dini. Permintaan untuk memasok barang menggunakan Surat Pesanan(SP)/Purchase Order (PO) dan permintaan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan atau Surat Perintah Kerja (SPK)/Service Order (SO). Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memenuhi kewajiban untuk memenuhi permintaan Kontraktor KKS berdasar SP/SPK (PO/SO) secara berkesinambungan.

.

3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. JK-005 PERJANJIAN PEMASOKAN DENGAN BEBERAPA PENYEDIA BARANG/JASA (MULTI STANDING AGREEMENT / MSA) 1. kualifikasi dan kemampuan dalam jangka waktu kontrak tertentu. PERSYARATAN 3.3.2.1.00 (seribu dolar Amerika Serikat).1.000. Kontrak MSA dapat dilakukan bila memenuhi persyaratanpersyaratan berikut: Diterapkan pada pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item).1. Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/ penggunaan yang sama.1. alat kesehatan) harga satuan dapat lebih besar dari ketentuan tersebut. DEFINISI Multi Standing Agreement (MSA) adalah suatu perikatan kontrak harga satuan (unit price) dengan lebih dari satu rekanan secara simultan untuk pengadaan barang atau jasa yang sama/sejenis dalam hal spesifikasi. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan kontrak Multi Standing Agreement adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang dan jasa. ukuran. 3.00 (sepuluh juta rupiah) atau US$1.000. dengan selalu tersedianya pilihan/alternatif dari beberapa rekanan yang terikat kontrak harga satuan untuk suatu jangka waktu tertentu. Halaman 1 dari 4 .1.000. 2. 3. dengan tingkat pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekuensi pekerjaan tinggi. Harga satuan (unit price) tidak lebih dari Rp10. 3. Ketentuan ini dikecualikan bagi barang/jasa tertentu yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS (antara lain: drill bit.

proses pengadaan mengikuti 4.2.1. menyusun dokumen pengadaan dan tatacara evaluasi. 5. Proses pra-kualifikasi dan peraturan yang berlaku. Di dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang kemungkinan penyesuaian harga.5. 4. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi kelayakan penggunaan metode Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (MSA). Secara keseluruhan jenis (item) barang/jasa dalam penawaran. Kontraktor KKS menetapkan jenis dan perkiraan jumlah/nilai barang/jasa yang akan diadakan dengan jenis Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (MSA).2. TATA CARA 4. dilakukan negosiasi. 5. Harga satuan yang berlaku untuk setiap perjanjian adalah harga berdasarkan harga penawaran akhir dari masing-masing Penyedia Barang/Jasa terpilih.5. Dalam hal ini apabila harga satuan dari setiap jenis (item) lebih tinggi daripada harga satuan dalam HPS/OE. 4.3. Dilakukan dengan memilih harga satuan terendah untuk setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran peringkat 1 (satu) sampai dengan peringkat 3 (tiga).1. Dalam hal ini apabila jumlah harga satuan lebih tinggi daripada HPS/OE.1. Kontrak perikatan harga satuan dibuat bagi masing-masing Penyedia Barang/Jasa yang telah terpilih. JK-005 4. Halaman 2 of 4 . Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/Owner Estimate (OE) merupakan daftar harga satuan (unit price) dan nilainya merupakan hasil penjumlahan harga satuan (unit price) yang ada dalam daftar tersebut. PEMBUATAN KONTRAK 5.5. Penetapan calon pemenang dapat dilakukan: 1. 4. Pemilihan penyedia barang/jasa: Dipilih 3 (tiga) penyedia barang/jasa yang menawarkan jumlah harga satuan terendah. Pada dasarrnya harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa Kontrak. Disusun 3 (tiga) peringkat penawaran berdasarkan nilai jumlah harga satuan. dilakukan negosiasi. 4.4. 4.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. atau 2.

5. Minimum order tidak dapat diterapkan dalam MSA. Dalam Kontrak ditetapkan ketentuan tentang jumlah hari keterlambatan maksimal yang dapat diterima oleh Kontraktor KKS. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan maka SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah kedua. 6. Apabila pemegang MSA dengan harga satuan terendah kedua tidak mampu memasok barang atau melaksanakan pekerjaan maka SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah ketiga.1. Dalam hal jumlah kebutuhan barng/jasa suatu saat cukup besar dan harus dipenuhi dalam waktu yang bersamaan. 6. Permintaan untuk memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan Surat Pesanan (SP)/Purchase Order (PO) atau Surat Perintah Kerja (SPK)/ Service Order (SO).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 5.2. 5.3. 6. 5. SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah. kejadian) terjadi. JK-005 Penyesuaian harga ditetapkan berdasar suatu formula tertentu yang akan berlaku apabila suatu keadaan tertentu (waktu.4. Apabila dimungkinkan adanya penyesuaian harga.3. PELAKSANAAN KONTRAK 6. maka harga satuan yang disepakati harus ditetapkan berlaku minimal untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Halaman 3 dari 4 . Formula dan keadaan yang memungkinkan dilakukannya penyesuaian harga ditetapkan dalam Kontrak. SP/SPK (PO/SO) dapat diberikan sekaligus kepada lebih dari 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa pemegang perjanjian MSA. sehingga tidak ada komitmen terhadap pemegang kontrak MSA. Dalam hal ini Penyedia Barang/Jasa peringkat 1 (satu) harus diberi porsi terbesar. Pengaturan mengenai sanksi dan terminasi dini.

Kontraktor KKS dapat meminta Penyedia Barang/Jasa peringkat berikutnya yang terikat dalam Kontrak untuk memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa bersangkutan. Ketentuan ini dikecualikan bagi barang/jasa tertentu yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS (antara lain: drill bit. Dalam hal jumlah hari keterlambatan melewati batas toleransi yang telah ditetapkan dalam kontrak.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).000.6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Bagi Penyedia Barang/Jasa yang tidak bersedia menerima SP/SPK (PO/SO) atau gagal memenuhi kewajiban atas SP/SPK (PO/SO) 3 (tiga) kali dikategorikan sebagai kelompok merah dan perjanjian dapat diakhiri lebih awal. alat kesehatan). 6.000. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. ----ooo000ooo---- 6.4.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50.000. Halaman 4 of 4 .5. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang sudah menerima SP/SPK (PO/SO) tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa. JK-005 6. Nilai setiap SP/SPK (PO/SO) yang diterbitkan tidak boleh lebih besar dari Rp500.

....................... : PT/KOPERASI……………........Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No............. Proyek/Unit Kerja : …………………............ Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa: 1........................... Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama Jabatan Bertindak untuk dan atas nama Alamat Telepon/Fax :…………………..... Saya secara hukum mempunyai kapasitas menandatangani kontrak berdasarkan surat ........................ (sesuai akte pendirian/ perubahannya/ surat kuasa. Halaman 1 dari 8 ........................................... : ……………………...................................................................... : . : ………………………………............... sebutkan secara jelas nomor akte pendirian/ perubahannya/ surat kuasa dan tanggalnya)......................………………………….... :…………………………………………….............……………………………............. PQ-001 FORMULIR ISIAN PENILAIAN KUALIFIKASI Pengadaan Kontraktor KKS : ......................................…………………………......................... 3........ 2................. Saya/perusahaan saya tidak sedang dinyatakan pailit atau kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan atau tidak sedang menjalani sanksi pidana atau sedang dalam pengawasan pengadilan..........................................………….......... Saya tidak pernah dihukum berdasarkan putusan pengadilan atas tindakan yang berkaitan dengan kondite profesional saya............ .......

Nama Notaris Halaman 2 of 8 . dalam hal yang menawar cabang perusahaan/bukan perusahaan pusat) No. Landasan Hukum Pendirian Perusahaan 1. 4. Jenis Ijin Usaha Nomor Tanggal Masa Berlaku Instansi pemberi ijin usaha IUJK/SIUP/SIUI/TDP 3. Nama (PT/ KOPERASI) Status Alamat Pusat atau Cabang No. 2. Tanggal c. Nomor Akta b. PQ-001 4. Fax 2. Data Administrasi 1. Data-data saya/perusahaan saya adalah sebagai berikut: A. Telpon No. Akte Pendirian PT/ Koperasi a. 3. Umum 1. 2. Ijin Usaha 1. Telpon No. Alamat Kantor Pusat (diisi. Fax 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3.

b. c. Komisaris (untuk PT): No 1 2 3 b. Data Keuangan 1. Susunan Kepemilikan Saham No 1 2 3 4 5 … Halaman 3 dari 8 Nama No. Pengurus: a.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. KTP Warganegara Indonesia /Asing %ase . Nomor Akta Tanggal Nama Notaris 4. KTP Jabatan dalam perusahaan Nama No. Akta Perubahan Terakhir a. Direksi/Penanggung Jawab/Pengurus Perusahaan No 1 2 3 Nama No. KTP Jabatan dalam perusahaan B. PQ-001 2.

....Bank ......Utang dagang ........ Neraca Perusahaan Terakhir per Tanggal.............Piutang *) .....Pekerjaan dalam Proses Rp Jumlah (a) II Aktiva tetap .....Utang pajak .... Direktur Utama/Penanggung Jawab Perusahaan Materai Rp 6..... Piutang jangka panjang (lebih dari enam bulan) : Rp...................... Tahun.... (dalam ribuan rupiah/satuan US$) AKTIVA I Aktiva Lancar .....Persediaan Barang Rp Rp Rp Rp PASIVA IV Utang jangka pendek .. ...............Kas ...... ________________________ Jumlah : Rp...............Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No................... tanggal............... ................Peralatan dan Mesin ...Gedunggedung III Rp Rp Rp Rp VI Kekayaan bersih (a+b+c)–(d+e) Rp Jumlah (b) Rp Aktiva lain (c) Rp Jumlah Rp Jumlah Rp *) Piutang jangka pendek (sampai dengan enam bulan): Rp.Inventaris .....000.....Bulan ......200x PT/Koperasi.....Nama Jelas Halaman 4 of 8 ............ PQ-001 2....Utang lainnya Jumlah(d) V Utang jangka panjang (e) Rp Rp Rp Rp ......

(tahun) 6 Profesi/ keahlian 7 Sertifikat/ Ijasah 8 1 Direktur Utama/ Penanggung Jawab Perusahaan Nama jelas Halaman 5 dari 8 . No Nama Tgl/bln/th Pendidikan lahir 2 3 4 Jabatan dalam “proyek” 5 Pengalaman Kerja. C. Pajak Nomor Pokok Wajib Pajak Nomor/Tanggal Bukti Pelunasan Pajak Tahun Terakhir Nomor/Tanggal Laporan bulanan PPH/PPN tiga bulan terakhir 3. PQ-001 3. 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Data Personalia Tenaga ahli/teknis yang diperlukan (hanya untuk pekerjaan jasa). 2.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Data Peralatan/Perlengkapan (hanya untuk pekerjaan jasa) No 1 Nama 2 Jumlah 3 Kapasitas (output) saat ini 4 Merk dan tipe 5 Tahun Kondisi baik/ pembuat rusak an 6 7 Lokasi sekarang 8 Bukti Kepe milikan 9 Catatan: bila diperlukan dapat dibuat rincian tersendiri untuk setiap jenis dan bukti-bukti surat pemilikan harus dapat ditunjukkan pada waktu diperlukan. PQ-001 D. E. Data Pengalaman Perusahaan (3 paket Kontrak dengan nilai tertinggi yang pernah diselesaikan dalam bidang/ subbidang yang sesuai) Pemberi Tugas/ Pengguna Jasa Kontrak Nilai Tanggal Selesai Menurut Kontrak Berita Acara Serah Terima 10 No Nama Paket Pekerjaan Bidang / Sub Bidang Pekerjaan 3 Loka si Nama Alamat/ Nomor/ Telepon Tanggal 1 2 4 5 6 7 8 9 Halaman 6 of 8 .

Data Pekerjaan Yang Sedang Dilaksanakan (hanya untuk jasa pemborongan) Pemberi Tugas/ Pengguna Jasa Kontrak Nilai Progres Terakhir Tanggal Prestasi Kerja 9 10 No Bidang Pekerjaan Bidang / Sub Bidang Pekerjaan 3 Loka si Nama Alamat/ Nomor/ Telepon Tanggal 5 6 7 1 2 4 8 G. Modal Kerja Surat dukungan pendanaan dari Bank: Nomor Tanggal : : Nama Bank : Nilai : Halaman 7 dari 8 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PQ-001 F.

. Apabila dikemudian hari........... PQ-001 Demikian persyaratan ini kami buat dengan sebenarnya dan penuh rasa tanggung jawab................. …....... .... ditemui bahwa data/dokumen yang kami sampaikan tidak benar dan ada pemalsuan...... maka kami bersedia dikenakan sanksi administrasi yaitu dimasukkan dalam daftar hitam perusahaan dalam jangka waktu selama 2 (dua) tahun dan sanksi perdata dan pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No........................... Materai Rp6000.……...20xx PT/ Koperasi ..... Tanggal dan Cap Perusahaan (Nama Jelas) Jabatan Halaman 8 of 8 ....

• NYATA UNTUK JASA Kemampuan Nyata adalah kemampuan penuh/keseluruhan penyedia jasa saat melakukan penilaian kualifikasi meliputi kemampuan keuangan (KK). 1.1.KB Dimana: KB = kekayaan bersih fl = faktor likuiditas: fl = 0. Cara perhitungan KK. • 1.6 untuk penyedia jasa bukan usaha kecil.. PENETAPAN KEMAMPUAN PEMBORONGAN.2. dan kemampuan dasar (KD) untuk setiap sub bidang pekerjaan. Penetapan kemampuan keuangan (KK) KK = fp. fl = 0.3 untuk penyedia jasa usaha kecil. kemampuan menangani paket pekerjaan/proyek (KP).MK Dimana: MK = Modal Kerja (hasil hitungan diatas) fp = faktor perputaran modal: fp = 5 untuk penyedia jasa usaha kecil. KP. Halaman 1 dari 4 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. KEMAMPUAN PAKET DAN KEMAMPUAN DASAR 1.8 untuk penyedia jasa asing.. fp = 7 untuk penyedia jasa bukan usaha kecil. fp = 8 untuk penyedia jasa asing. fl = 0. dan KD dapat menggunakan rumusan berikut : Perhitungan Modal Kerja (MK) MK = fl. PQ-002 TATACARA PENGHITUNGAN KEMAMPUAN NYATA.

5.2 N 1. Penyedia jasa usaha kecil Penyedia jasa bukan usaha kecil atau b. maka KP maximum ditetapkan sbb : a.4.3. Penyedia jasa golongan asing Dimana: N adalah jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat yang bersamaan selama kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. 8 1. 2. Penetapan kemampuan menangani paket pekerjaan (KP) 1...Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Sisa kemampuan keuangan (SKK) dan sisa kemampuan menangani paket pekerjaan/proyek (SKP) untuk jasa pemborongan: SKK = KK – ∑ Nilai paket pekerjaan/proyek yang sedang dilaksanakan SKP = KP – Jumlah paket pekerjaan/proyek yang sedang dilaksanakan 1. KP = KP = KP = KP = 3.2 N 1. Penetapan kemampuan dasar (KD) KD = 2 NPt Dimana: NPt = Nilai paket tertinggi berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. Untuk nilai pekerjaan dengan umur lebih dari 2 (dua) tahun. Dengan memperhatikan kemampuan manajemen proyek yang dapat dilakukan oleh penyedia jasa.. PQ-002 1. Halaman 2 of 4 . Kemampuan proyek adalah kemampuan menangani proyek pada saat yang bersamaan untuk setiap sub bidang pekerjaan. dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang dengan menggunakan perhitungan “present value”.

PENETAPAN KEMAMPUAN DASAR UNTUK JASA KONSULTANSI DAN PEMASOKAN BARANG/JASA LAIN. Pengalaman pekerjaan dapat menggunakan rumus berikut: 3. pemasokan barang atau jasa lainnya dapat menggunakan rumusan berikut: 2. Is = Indeks BPS pada bulan penilaian prakualifikasi (bila belum ada dapat dihitung dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-bulan sebelumnya).2. Penetapan kemampuan dasar untuk pemasokan barang atau jasa lainnya KD = 5 NPt 3. Halaman 3 dari 4 Io Npo x ------Is . Nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang dengan “present value” menggunakan perhitungan sebagai berikut : NPs = Dimana: NPs = Nilai pekerjaan sekarang Npo = Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (bila ada) pada saat penyerahan pertama/professional hand over (PHO).1. NILAI KONVERSI PENGALAMAN PEKERJAAN...1. Penetapan kemampuan dasar untuk jasa konsultansi.. Io = Indeks Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan PHO.. 3. PQ-002 2. NPt = dilakukan konversi dengan Nilai paket tertinggi berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.2. Kemampuan dasar untuk jasa konsultansi KD = 3 NPt 2.

Untuk jasa lainnya: indeks yang sesuai. PQ-002 Indeks BPS yang dipakai adalah: • Untuk jasa pemborongan: indeks perdagangan besar barang-barang konstruksi atau lainnya yang merupakan komponen terbesar dari pekerjaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. • • • Indeks yang digunakan dicantumkan didalam dokumen kualifikasi. Untuk jasa konsultansi: indeks biaya hidup (consumer price index / CPI). Untuk pemasokan barang: indeks perdagangan besar barang-barang yang sesuai. ---ooo0ooo--- Halaman 4 of 4 .

03. equipments and parts. road and construction. parts and accessories. Well casing. 03.02. plants. 02. Drilling mud and cementing. turbin. equipment. jalan dan konstruksi. PRODUCTION AND PROCESSING Drilling exploration and production.01. Peralatan/suku cadang pengemas. KONSTRUKSI. accessories and parts. pembangkit listrik. Boilers. MECHANICAL AND ELECTRICAL Container. accessories and parts. 04. mesin. packing. eksplorasi dan produksi. hoisting /lifting and transportation. Peralatan/suku cadang instrumentasi dan kelengkapan mesin. 02. PRODUKSI DAN PENGOLAH LANJUTAN Activities Section /Group PURCHASING: GOODS EXPLORATION. equipment and materials. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode A A. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan PENGADAAN BARANG EKSPLORASI. Selubung sumur. CONSTRUCTION. Peralatan/suku cadang boiler. Peralatan/bahan lumpur/kimia pemboran dan penyemenan. equipment and parts. Instrumentation and machinery accessories. Building. pengangkat dan pengangkut. gas and chemical. generators. 01.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 1 dari 12 . pumps and compressors. equipment. Peralatan/suku cadang pengolah dan pemurni minyak/gas /kimia. pompa dan kompresor. tubing and accessories. Oil. A. engines. 05. pipa produksi dan kelengkapannya. MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL 01. Peralatan/suku cadang bangunan. turbines. Peralatan/suku cadang pemboran.

rantai. chains.03. bahan kemasan. gun and ammunitions. metals. tali baja. Tubular goods. lubricant and paints. CHEMICALS AND EXPLOSIVES Chemicals. dan penyambung. survai dan laboratorium. Tools and other shop equipment.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. survey and laboratory. equipment. bahan bakar. Peralatan/suku cadang mekanikal serta elektrikal. BAHAN KIMIA DAN BAHAN PELEDAK 01. bahan pengikat dan kelengkapannya. senjata api dan amunisi. 04. ropes. Peralatan/suku cadang telekomunikasi. Measuring. 10. 05. fasteners and general hardware. fuel. Peralatan/suku cadang alat ukur. accessories and parts. packaging. katup. Bahan kimia. Halaman 2 of 12 . Pipa. bahan metal/ bukan metal. hoses. non metals. 02. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Mechanical and electrical. 09. Peralatan/suku cadang keselamatan kerja. 07. dan komputer. Peralatan/suku cadang/bahan peledak. pelumas dan cat. equipment and parts. valve. Explosives. 06. pemadam kebakaran dan lindungan lingkungan. fitting and flanges. equipment and accessories. Peralatan/bahan bangunan/ tangki. Alat-alat kerja dan peralatan bengkel. navigation and computers. Telecommunication. navigasi. Fire safety and environmental conservation equipments and materials. Buildings and tanks materials. 08. A. selang.

Peralatan. kesenian. WAREHOUSE. Halaman 3 dari 12 . Peralatan/suku cadang kesehatan. accessories and materials. 01. KESEHATAN DAN RUMAH TANGGA Activities Section /Group OFICE. Medical equipment. 04. barang cetakan. peragaan/ visualisasi. equipment. pergudangan dan perlengkapan pegawai. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan KANTOR. pendidikan. farmasi dan obatobatan. olah raga. perkebunan. Peralatan/perlengkapan tulis. household and housing/club requisites. 02. perabotan dan bahan-bahan kebutuhan rumah tangga. 03. Peralatan/suku cadang/bahan pertanian. PERGUDANGAN. perlengkapan. accessories and supplies. dan kehutanan. Furniture. warehouse and personnel. Agricultural equipment and parts. peternakan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.04. kantor. perikanan. MEDICALS AND HOUEHOLD Ofice. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode A.

Onshore production facilities. pier and bandwall. Fasilitas produksi dan platform lepas pantai. Fasilitas produksi darat. 14. bridges. Dam. Housing. 13. 03. Pertamanan dan lanskap. Dermaga. 07. landasan dan lokasi pemboran darat/rawa. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA PEMBORONGAN PEKERJAAN SIPIL 01. Halaman 4 of 12 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.01. Jetty. Roads. Water and waste treatment. channel and other water system. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. 09. 04. Ofshore production platform and facilities. Gedung dan pabrik. Gardening and landscaping. Drainase dan jaringan pengairan. 02. Building and plants. Reklamasi dan pengerukan. Interior. jembatan. 11. Activities Section /Group PROJECTS CIVIL WORKS Drainage. 05. Water well drilling. Pemboran air tanah. 12. Jalan. Interior. Bangunan pengolahan air bersih dan limbah. penahan gelombang dan penahan tanah (talud). Jalur pipa dan fasilitas pendukungnya. field and onshore/swamp drilling foundation. 10. Bendung dan bendungan. Perumahan dan permukiman. B. Reclamation and dredging. 08. Pipeline and supports. 06.

heat exchanger. Pemasangan & pemeliharaan instrumentasi. struktur dan pancang. 04. SBM. Pabrikasi vessels. Instrument installation & maintenance. sarana bantu navigasi laut/udara. heater. 08. Pembangkitan dan jaringan transmisi listrik. RADIO. 02. Information and communication technology network installation. Pemasangan alat angkut dan alat angkat. 07. 03. Tata Udara. Vessels.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.03. mooring facility. 03. tanki dan pipa. Meteorologi dan geofisika. boiler. bolier. telecommunication. Pekerjaan mekanikal. Pabrikasi platform. Pemasangan fasilitas produksi dan fasilitas lain lepas pantai. heat exchanger. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG MEKANIKAL/ELEKTRIKAL Activities Section /Group MECHANICAL AND ELECTRICAL Generating and electric transmission. rambu sungai dan peralatan SAR. heater. Pemasangan jaringan teknologi informasi dan telekomunikasi. 05. BIDANG RADIO. Air conditioning. B. Hoist. Instalasi kelistrikan dan jasa kelistrikan lain. structure and pile . TELECOMMUNICATION AND INSTRUMENTATION Meteorology &geophysics Radio. Electric installation and other electrical services. 01. 06. 04. TELEKOMUNIKASI DAN INSTRUMENTASI 01. Radio. navigation and SAR facilities. 02. Halaman 5 dari 12 . Ofshore production facilities. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. Mechanical services.02. lift and convey facilities. tanks and pipe fabrication. Platform. DBM. telekomunikasi.

04. 01. Pengangkatan kerangka kapal. Pemboran terarah. 07. 03. Pemboran darat. B. Pemboran hidrolik. Seismic drilling services. 02. Coring services. BIDANG PERTANIAN 01. OIL & GAS AND GEOTHERMAL Survey and seismic. AGRICULTURES Agriculture and fish nursery. Living quarter/cabins/ camps and container. 04. Pemboran rawa dan lepas pantai. Pembangunan dan reparasi kapal. 03. Pembesituaan kapal dan fasilitas produksi. BIDANG PERTAMBANGAN MINYAK/GAS BUMI & PANAS BUMI 01. Reboisasi/penghijauan. Vessel floatation. Replanting and plantation. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG LOGAM.06.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Penjajagan dan pemindaian. 05. 06. 02. Pembibitan/pembenihan tanaman dan perikanan. Pengecoran dan pembentukan. peti kemas dan lain-lain yang sejenis. Directional drilling services. Marine vessels and production facilities scraping.04. Hydraulic drilling services.05. Onshore drilling services. Ofshore drilling services. Pemboran inti. Fishing services. Pemboran seismic. 05. KAYU DAN PLASTIK Activities Section /Group METALS. 08. Barak. WOOD AND PLASTIC Ship building and repair. B. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. Pekerjaan pemancingan Halaman 6 of 12 . 02. Forging and forming.

Casing and tubing setting services. Pengujian lapisan bawah tanah. Onshore and offshore drilling rig provision. 17. Production facilities maintenance services. mud engineering and mud services. Pemasangan dan perawatan pompa produksi. Penyewaan menara pemboran darat atau laut. Pelayanan casing dan tubing. 22. 19. Perawatan fasilitas produksi. 14. Well logging and perforating services. Oil well pump installation and maintenance services. 11. Halaman 7 dari 12 . Loging dan perforasi. Stimulasi sumur dan penambangan sekunder. di darat atau laut. 13. 20. 12. Penyewaan alat penyimpanan minyak dan gas. 10. Provision: oil and gas trunk line. Jasa pertambangan minyak dan gas bumi lainnya. Miscellaneous oil gas mining services. Well production test. 18. Well cementing services. DST test. Penyewaan jaringan pipa pengaliran minyak dan gas bumi. 09. 21. 16. Rekayasa lumpur dan jasa lumpur lainnya. Onshore & offshore oil and gas storage facilities provison. Well stimulation and secondary recovery services. 15. Pekerjaan ulang/work over dan perawatan sumur.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Work over and well maintenance services (including wireline and snubbing). Pengujian produksi sumur. Penyemenan sumur. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Mud logging.

Labor supply. Perawatan komputer. 05. pengurusan dan penyampaian barang melalui darat/laut/udara. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode C. Maintenance and repair: computers. Penyedia tenaga kerja. 08. C. 13. Maintenance and repair: land/sea/air transport equipment. Cleaning. pemotretan. Jasa boga. Jasa pembersihan. film and photography. transportation and courier services. Percetakan dan penjilidan 02.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Convection. Packing. termite control and fumigation. 10. preserved items. Pemeliharaan/perbaikan alat/peralatan kantor. 09. 07. Penjahitan/konpeksi. electronics /telecommunication equipments . pest control. pest control. film. fauna etc. barang-barang awetan. Maintenance and repair: library. Pemeliharaan/perbaikan alat/peralatan angkutan darat/laut/udara. 03. fauna dan lain-lain. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA LAINNYA Activities Section /Group GENERAL SERVICES Halaman 8 of 12 . 04. Jasa importir/eksportir. 12. Catering. termite control dan fumigasi. 01. Advertising. Printing and binding Maintenance and repair: ofice equipment. 11. Writing and translation. Pengepakan. pengangkutan. 06. Importation /exportation formalities. Iklan/reklame. Jasa penulisan dan penerjemahan.00. Pemeliharaan/perbaikan pustaka. alat/peralatan elektronik/telekomunikasi.

yards. Penyewaan rumah. Jasa penyelaman/pekerjaan bawah air. lapangan penumpukan. Rental/lease: tools. offices. Jasa asuransi. Halaman 9 dari 12 . Rental: Drilling tools. Miscellaneous services. 22. Pengadaan/pembebasan tanah. Penyewaan alat angkutan darat/laut/udara. 19. 20. 21. landing yards. 17. 16. Pekerjaan jasa lain-lain. Insurance. production/ construction equipment. Penyewaan peralatan kerja/produksi/konstruksi. Akomodasi dan angkutan penumpang. gudang dan perlengkapan terkait. warehouse and related equipment. kantor. 14. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Rental/lease: transport equipment.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Land procurement and formalities Accommodation and travel. Diving and underwater services. 15. Penyewaan peralatan/ perlengkapan pemboran. Lease: Housing. 18.

Perumahan dan pemukiman. sungai dan penyeberangan. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. D. 06. Air transport equipment and infrastructures. Sarana/prasarana transportasi laut. udara. Angkutan barang. Transmission network. Terminal system. Transport equipment and infrastructures: land. Road and bridges. Bangunan gedung dan bangunan pabrik. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA KONSULTANSI BIDANG PEKERJAAN UMUM Activities Section /Group CONSULTANCY BUILDING AND CONSTRUCTIONS Building and plants. Sarana/prasarana transportasi darat. River. Water dam. Sungai. Transport equipment and infrastructures: river and channel. 08. sea. Jalan dan jembatan. 03. 04. Bendung dan waduk. 06. D. 05. 07. Halaman 10 of 12 . TRANSPORTATION Land. rawa dan pantai. Jaringan. Sistem terminal. Goods transportation. Teknik lingkungan. Housing and camps. Environment technology. 05. air. 02. BIDANG TRANSPORTASI 01.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Technologi kelautan. Transportasi darat.01. Sarana/prasarana transportasi udara. 07. 02. 03. river and channel transportation. 04. swamp and shore. 01. laut. Sarana/prasarana transportasi sungai dan penyeberangan. Sea technology.02. Sea transport equipment and infrastructures.

Pertanian lainnya. Chemistry. 02. Forestry. 03. Industri Mesin dan Logam. Other industrial services. 03. POWER GENERATION Electric transmission and distribution. 01. Industri Elektronika. Perindustrian lainnya. Building materials. 05. 04. 02. Other agriculture services. 02.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG PARIWISATA. BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA 01. Other power generating services. Electronics. Halaman 11 dari 12 . Industri Bahan Bangunan. Konservasi dan Penghijauan. Industri Hasil Pertanian. 05. D. 06. BIDANG PERTANIAN 01. POS DAN TELEKOMUNIKASI Activities Section /Group TOURISM. Distribusi dan Transmisi. INDUSTRY Machinery and metals. Industri Kimia. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. Fishery.04. POST AND TELECOMMUNICATION Post and telecommunication system. Tourism and hotels. Pariwisata dan perhotelan D. Perikanan.05. Pembangkitan tenaga lainnya.03. BIDANG PERINDUSTRIAN 01. Agriculture. Conservation and replant. Perkebunan/pertanian/ peternakan. 02.06. 04. D. Sistem/teknologi pos dan telekomunikasi. Kehutanan. AGRICULTURE Farming.

07. Penelitian. Asuransi. 05. Pengawasan 07. 02. 04. 06. Perbankan. 01. Sub bidang lainnya. Health. General planning. 03. Legal and information. 03. Research and study. OTHER CONSULTANCY Insurance. Technical engineering and planning. education.08.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Hukum dan penerangan. Perencanaan teknis. Kependudukan. Halaman 12 of 12 . Feasibility study. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan MENURUT LINGKUP LAYANAN PEKERJAAN Activities Section /Group GENERAL CONSULTANCY Survey. D. Keuangan. Kesehatan. BIDANG LAIN-LAIN 01. Sumber Daya Manusia. Supervision. Jasa survey. Study kelayakan.. Other consultancy services. 02. 04. Management. Pendidikan. banking and finance. human resources and community. Perencanaan Umum. Manajemen.

Kompresor. Turbines. serta Kelengkapan dan Rincikannya. 13. Turbin. 08. 07. Spesifikasi Dasar Pengeboran. Pompa Produksi Bawah Tanah dan Rangkaian Penggeraknya. Alat-alat Produksi dan Mata Bor Selubung Sumur. 12. 11. 06. 05. Pembangkit Daya Listrik. DF-001 DAFTAR KELOMPOK BARANG KEBUTUHAN KEGIATAN UTAMA EKSPLORASI DAN PRODUKSI No. Pipa Alir Kerangan dan Kelengkapannya Material Penyambung Pipa Besi Baja Konstruksi Utama Mesin. 09. 03. Bahan Bakar dan Minyak Pelumas Bahan Peledak Basic Specification Drilling and Production Tools and Drilling Bits Casing . 10. 01. Materials and Equipment Liner Hanger Systems Fishing Tools and Repair Tools Wellhead. Pipa Produksi dan Kelengkapannya Peralatan dan Material Lumpur Pengeboran dan Penyemenan Peralatan dan Kesistiman Penggantung Pipa Produksi Peralatan Pancing dan Perbaikan Lubang Sumur. Kepala Sumur. Tubing and Accessories Drilling Mud and Cementing. Pumps. 02. Bahan Kimia. Fuel and Lubricants (Oil) Explosives Halaman 1 dari 1 . 14. Silang Sembur dan Kelengkapannya. Compressors and Equipment Accessories and Parts Chemicals. Generator. Pompa. Christmastree and Accessories Production Subsurface Pumps and String Component Pipes and Tubes Valves and Accessories Pipes and Tubes Fittings Structural Steel / Primary Construction Steel Engines. 04.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

.

254.00 26.000.000.50% 24.350.250.00 26. e Nilai Rp.660.00 Pabrikan berstatus Perusahaan Dalam Negeri.00% 10.905.00 28.00 c 25.00% Lampiran No. 55% saham dimiliki WNI 2.250.000.03 I Halaman 1 dari 3 .100.00 1. CP-001 Harga Evaluasi HE TKDN: (100%/(100%+Pb))*HPb Uraian Harga Penawaran Komponen Dalam Negeri (TKDN) HE PSp: ((100%/(100%+PSp)) * (HE TKDN + TH) Per ingkat Nilai Rp.660.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH-1 Penghitungan HE-TKDN & HE-PSp Barang dengan TKDN ≥ 25% Pe nye dia Ba rang a Preferensi Harga Barang (Pb) Maksimal 15% Preferensi Status Perusahaan (PSp) = 2.000.000.000.834.000.03 2.000.905.254.5% Rumus f 40% x 15% % g=d*15% 6.000.000.00 % d=e/c Nilai Rp. b Biaya Produksi Langsung (HPb) Transport & Handling (TH) Jumlah Komponen Biaya A Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 2.176.000.000.000.000.250.00 24.38 i 40.176.000.329.000.38 1.584.229.000. h 23.100.000.

159.000.00 1.209.590.775.000.000.000.00 28.625.000.976.50% 26.674.000.000.56 25.076.00 2.000.000.56 2.000.00 27.470.715.395.976.076.500.215.12 III Halaman 2 of 3 .159.976.000.408.090.000.000.000.408.444.000.000.00 30% x 15% 4. 75% saham dimiliki BUMN 2.305.00 28.305.000.00 28.000.000.000.00 25% x 15% 3.000.12 2.000. CP-001 23.00 27.076.00 Pabrikan berstatus Perusahaan Nasional 2.265.000.168.976.75% 25.50% Lampiran No.00 25.000.70 C Pabrikan berstatus Perusahaan Dalam Negeri.00 30.132.168.463.000.00 1.076.000.715.00% 30.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Transport & Handling (TH) Jumlah Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) Biaya Produksi Langsung (HPb) Transport & Handling (TH) Jumlah Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 24.674.000.56 1.00 0.050.500.00 26.463.00% 7.542.050.000.000.00% 6.56 II B 26.350.000.00 25.70 1.590.000.

data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. Harga Evaluasi Status Perusahaan (HE PSp) = (100%/(100%+kolom g)) x [HE TKDN + Komponen Biaya Transport & Handling (TH)] c. Kolom (c): a. e. b. Nilainya harus sama dengan nilai penawaran dan jumlah nilai dalam perincian penawaran. CP-001 PENJELASAN: 1. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. Kolom (h): a. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. 2. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = (100%/(100%+kolom g)) x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. dengan memperhatikan Status Perusahaan. Harga Evaluasi Penawaran (HEP) = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .a. data dikutip dari formulir SC-12A baris I yang relevan. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV.. Jumlah Nilai Penawaran = Jumlah Komponen Biaya + Komponen Bukan Biaya. Biaya Produksi Langsung Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Produksi Langsung Barang. 5.d. Kolom (g): a. 3. c. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Komponen Biaya = Biaya Produksi Langsung Barang + Komponen Biaya Transport Handling + Biaya Lain yang terkait dengan penyerahan barang pesanan yang tidak termasuk Komponen Bukan Biaya d. Biaya Transport & Handling (TH) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Transport & Handling. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Komponen Bukan Biaya = Nilai Penawaran Komponen Bukan Biaya.

.

322. e 7.870.20% Harga Evaluasi HE TKDN: (100%/(100%+Pb))*HPb Pe nye dia Nilai Penawaran Uraian Komponen Dalam Negeri (KDN) HE PSp: (100%/(100%+PSp)) * HE TKDN Nilai Rp.000.00 26.494.500.456.000.000.870.500.000.000.500.00 c 25.000.000.45 I Halaman 1 dari 3 .000.000.5% Rumus f 28% x 15% % g=d*15% 4. CP-002 CONTOH-2 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Pengadaan Barang Produksi Dalam Negeri dan Produksi Luar Negeri Preferensi Harga Barang (Pb) Maksimal 15% Preferensi Status Perusahaan (PSp) = 2.00 1.558.000.00 26.00 i Pabrikan berstatus Perusahaan Dalam Negeri.81 Per ing kat Nilai Rp.456.000.00 28.81 1.50% 24.492.322.000.000.000. h 23.00 25.500.00 TKDN (%) d=e/c 28.00 Nilai Rp.000.000.000.558.992.494.000. 55% saham dimiliki WNI 2.45 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. a b Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya A Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 2.000.000.

00 0. 2.00 27.000.000.000.000.000.000.000.500.114.500.000.00 NA 0.000.000.000.125.00 27.000.33 2.00 24.614.000.000.000.00% Lampiran No.75% 0.200.000.000.000.000.00 25.000.470. CP-002 24.000.000.000.200.000.970.831.000.00 2.200.00 1.00 Pabrikan bertatus Perusahaan Nasional.500.000.084.030.000.000.00% 0.00 Agen barang impor 2.200.00 25.831.000.831.00 25.831.470.00 1.00 6.300.457.000.000.000.000.000.00% 25.00 1.33 25.000.00 25% x 15% 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya B Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya C Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 24.457.000.00 25.300.00 25.030.000.00 23.33 II III Halaman 2 of 3 .000.000.200.33 1.457.00 27.000.000.084.457.00 0.00 28.

Kolom (h): a. 3. 4. b. 5. Harga Evaluasi Penawaran (HEP) = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .a. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. Nilainya harus sama dengan nilai penawaran dan jumlah nilai dalam perincian penawaran. Komponen Bukan Biaya = Nilai Penawaran Komponen Bukan Biaya. CP-002 PENJELASAN: 1. data dikutip dari formulir SC-12A baris I yang relevan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.d. Biaya Produksi Langsung Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Produksi Langsung Barang. Kolom (g): a. e. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. c. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. Komponen Biaya = Biaya Produksi Langsung Barang + Komponen Biaya Transport Handling + Biaya Lain yang terkait dengan penyerahan barang pesanan yang tidak termasuk Komponen Bukan Biaya d. dengan memperhatikan Status Perusahaan. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. Jumlah Nilai Penawaran = Jumlah Komponen Biaya + Komponen Bukan Biaya.. 2. Kolom (c): a. Harga Evaluasi Status Perusahaan (HE PSp) = (100%/(100%+kolom g)) x [HE TKDN + Komponen Biaya Transport & Handling (TH)] c. Biaya Transport & Handling (TH) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Transport & Handling. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = (100%/(100%+kolom g)) x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.

.

000.00 73.928.000.000.000.5% Formula (f) 60% x 7.5% Preferensi Status Perusahaan (PSp) Maksimal 7.00 % (d=e/c) 60.82 (i) Nilai Rp.334.000.250.23 66.000.258.00% Nilai (Rp) (e) 45.763.00 Perusahaan Dalam Negeri 100% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di Indonesia 6.000.250. CP-003 Penye dia Jasa Uraian Harga Penawaran Komponen Dalam Negeri (TKDN) Harga Evaluasi HE TKDN= (100%/(100%+Pj)*HPj PeringHE PSp= kat (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Nilai (Rp) (h) 71.770.000.000.82 I Halaman 1 dari 3 .5% % (g=d*7.00 A 6.000.000.000.102.013.50% Lampiran No.102.250.50% 7. (a) (b) Komponen Biaya (HPj) Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) (c) 75.00 81.258.5%) 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Contoh-3 Penghitungan HE-TKDN & PSp JASA LAINNYA dengan TKDN ≥ 35% Preferensi Harga Jasa (Pj) Maksimal 7.

20 3.388.347.00 38.00 50% x 7.19 73.349.523.00 40% x 7.000.00 76.000.000.19 II Perusahaan Nasional 100% oleh Perusahaan Nasional 60 % di Indonesia 7.000.00 83.000.675.500.000.20 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri (Leader) + Perusahaan Nasional 50% oleh Perusahaan Dalam negeri 50% di Indonesia 7.000.253.000.00 79.19 III Halaman 2 of 3 .675.000.000.00 74.000.000.012.253.675.000.00% 5.56 67.00 29.347.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Komponen Biaya (HPj) Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) Komponen Biaya (HPj) Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 72.000.000.00% Lampiran No.036.000.5% B 7.523.00 40.00 50.211.012.000.048.175.000.000.00 80.000.048.675.012.048.000.928.514. CP-003 70.000.00 C 7.5% 3.00% 73.175.75% 0.

Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12B kotak VI. Kolom (f): diisi dengan “% TKDN * 7. data dikutip dari formulir SC-12B kotak C. Kolom (h): a. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c). Kolom (c): a. Komponen Bukan Biaya = Nilai Penawaran Komponen Bukan Biaya.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. dengan memperhatikan Status Perusahaan. Jumlah Nilai Penawaran = Jumlah Komponen Biaya + Komponen Bukan Biaya. b. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. 4.d. data dikutip dari formulir SC-12B kotak B. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 15% b. data dikutip dari formulir SC-12B kotak VI.d. Nilainya harus sama dengan nilai penawaran dan jumlah nilai dalam perincian penawaran.d. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12B kotak VI.. 2. Kolom (g): a.b. CP-003 PENJELASAN: 1. Harga Evaluasi Penawaran (HEP) = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . Harga Evaluasi Status Perusahaan (HE PSp) = [100%/(100%+kolom g)] x (HE TKDN) c. c.5%” 5.d. 6. 3. Komponen Biaya (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Pengerjaan Jasa Langsung. b.

.

00 % (d=e/c) 35.346.4 Penghitungan HE-TKDN & PSp Jasa Pemborongan Bukan Jasa Konstruksi dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai ≥ Rp50 milyar (≥ US$5 juta) Preferensi Harga (P) Penye dia Jasa Komponen Dalam Negeri (TKDN) Barang (Pb) Maksimal 15% Jasa (Pj) Maksimal 7.60 Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan 8.151.000. (e) 26.000.250.00 Nilai Rp.12 (i) Perusahaan Dalam Negeri 100% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 7.277.275.000.00 2.00 50.60 II Halaman 1 dari 3 .00 Biaya Harga Evaluasi 89.69 4.250.000.000.5% Status Perusahaan (PSp) Maksimal 7.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.43 77.273.5% 5.000.510. CP-004 CONTOH .25% 3.00 5.000.151.00 29.75% Harga Evaluasi HE TKDN (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Uraian Harga Penawaran HE Status Perusahaan (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Gabungan Pering -kat (a) A (b) Komponen Biaya Barang (HPb) Komponen Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Nilai Rp.500.500.096.000.500.362.000. (c) 76.085.000.000.00 80.000.503.50% 72.000.819.00 81.108.000.000.619.273.750.775.000.92 Nilai Rp.000.684. (h) 72.00 35.00 Penawaran (HEP) 8.5% % (f) (g=d*P) 35% x 15% 50% x 7.

000.488.00 81.00 2.000.43 77.000.650.000.00 80.209.00 Penawaran (HEP) 76.00 25.53 36.780.000.000.75% Lampiran No.00 Biaya Harga Evaluasi 87.53 35.000.808.138.120.500.780.120.41 29.00 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.236.000. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 50% di wilayah Indonesia 7.5% 5.600.000.128.70 III Halaman 2 of 3 .00 84.000.00 Penawaran (HEP) C Komponen Biaya Barang (HPb) Komponen Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan 7.915.000.00 5.00 50.00 72.526.108.000.25% 3.228.000. CP-004 68.819.000.026.000.25% 3.96 5.108.00% 35% x 15% 50% x 7.303.5% 5.70 I Perusahaan Nasional.000.236.303.000.000.65 76. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.000.00 0.108.000.277.00 29.662.27 4.00 35.650.236.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Komponen Biaya Barang (HPb) Komponen Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan 7.500.500.70 77.000.780.000.303.00 7.000.31 7.000.000.028.000.375.451. 50% oleh Perusahaan Nasional 60 % di wilayah Indonesia 7.750.000.000.000.000.650.610.000.125.000.00 Biaya Harga Evaluasi 88.113.00 35.112.000.00% 72.883.000.000.00 3.75% 72.93 26.028.000.00 35% x 15% 50% x 7.000.000.000.00 50.00 80.100.000.

d. 3. (jasa). Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. CP-004 1.II. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.f. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c.5.f.d. 2. (barang) dan A.III.5% c. 4. Kolom (g): a. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia.5. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.I. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .e. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Kolom (h): a. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.5. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. b.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7.3. c. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.3.3.II. (jasa). 5. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya.e. Kolom (c): a. (barang) dan A. e. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan.II. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. d.I.d. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa).d.I.d.

.

91 39.672.00 80.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.000.390.000.5 Lampiran No.938.630.672.000.00 26% X 15% 80% x 7.91 I Halaman 1 dari 3 .080.000.00 26.23 Biaya Barang (HPb) 275.000.981.500.132.139.896.00 115.620.158.00 55.000.075.806.00 334.000. 265.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .000.390.00 44.000. CP-005 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi-Onshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp1 milyar s/d Rp2 triliun (> US$100.896.710.000.5% HE TKDN Brg = (100%/(100%+Pb))*HPb HE TKDN Js = (100%/(100%+Pj))*HPj HE PSp = (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Gabungan Per ing kat Nilai Rp.100.5% PSp Maksimal 7.000.90% 6. A % Nilai Rp.000.000.272.000.76 51.000.013.00 370.544.000.600.00 35.00 Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80 % di wilayah Indonesia 7.000.47 317.50% 295.000.685.00 330.5% % 3. 71.000 s/d US$200 juta) Harga Evaluasi (HE): Pe nye dia Jasa Nilai Penawaran Uraian Komponen Dalam Negeri (KDN) Preferensi Harga (P) Barang Maksimal 15% Jasa Maksimal 7.00% Nilai Rp.

000.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.600.169.00 53.81 315.00 80. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.547.759.000.000.00 35.500.000.00 371.000.34 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.000.000.000.000.000.000.5% 0.500.207.00 53.20 Perusahaan Nasional.000.000.250.5% 0.000.000.000.000.547.169.000.00 24.00 63.000.000.00 335.000.000.000.200.20 64.00 80.00 63.000.635.000.920. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80% di wilayah Indonesia 40.000.00 327.81 331.00% Lampiran No.000.000.00 117.00 116.000.00 0.759.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) 268.00 5.500.000.000.000.000.000. 50% oleh Perusahaan Nasional 100% di wilayah Indonesia 39.600.34 265.000.00% 67.000.000.000.000.00 24.00 331.00 66.000.000.00% 6.00 327.750.200.000.000.000.600.00 35.250.209.00% 80% x 7.320.200. CP-005 268.209.000.00% 6.000.000.000.000.00 III Halaman 2 of 3 .250.00 367.750.00 375.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C 40.000.000.207.00 62.00 355.000.000.000.000.00 II Biaya Barang (HPb) 265.00% 80% x 7.435.

f. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. 3. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C.5.3.5% c.e. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. CP-005 1. 2. (barang) dan A.I. 5. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya.II.5. Kolom (c): a. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .I. c. (barang) dan A.d.3. e.II. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c. 4.d. d. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.d.5.d. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. Kolom (g): a. (jasa). Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No.III. (jasa). Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d.f. b. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.3.e. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa).d.II. Kolom (h): a.I. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7.

.

994. 624.000.00 A Biaya Barang (HPb) 2.000.000.015.000.000.00 3.000.830.000.00 3.90% 6.00 Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 432.000.000.000.679.000.00 480.00 80% x 7.001.00% Nilai Rp.015.000.309.00 26% X 15% 384.000.378.000.00 2.188.5% (100%/(100%+PSp))* PSp Maksimal 7.743.400.32 452.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .762.00 35.746. 2.994.000.57 Per ing kat Pe nye dia Jasa Nilai Penawaran Uraian Nilai Rp.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 432.000.008.913.000.000.927.248.00 26.57 I Halaman 1 dari 3 .000.6 Lampiran No.566.50% 2.000. Komponen Dalam Negeri (TKDN) TKDN (%) Nilai Rp.00 80.880.312.000.000.000.569.000.5% HE TKDN Gabungan % 3.000.25 2.000. CP-006 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi Onshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp2 triliun (> US$200 juta) Preferensi Harga (P) Harga Evaluasi (HE): Barang Maksimal 15% (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Jasa Maksimal 7.56 7.5% 1.746.000.

800.000.001.88% 575.00 630.00 70% x 7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) 2.435.000.021.262.00 28% x 15% 4.500.40 365.500.250.20% 4.300.000.208.251.000.000.421.113.80 2.973.000.00 65.000.973.000.000.000.017.80 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.000.695.035.296.250.00 65% x 7.625.000.50 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C 431. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.00 632.00 27.00 36.953.00 27.000.000.309.00% 2.000.00 3.000.24 536.500.000.52 2.000.000.883.624.000.00 562.000.000.76 5.91 II Halaman 2 of 3 .352.59 2.000.755.296.000.000.159.00 3.000.250.500.289.000.000.37 546.396.000.00 28.567.843.00 2.786.25% Lampiran No.000.000.201.5% 995.318.000. CP-006 2. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 70% di wilayah Indonesia 431.000.553.13% 402.625.00 35.000.755.000.306.22 2.000.250.00 3.000.000.00 70.000.000.066.755.812.875.00 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.00% 5.5% 1. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.000.207.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 450.91 III Biaya Barang (HPb) 2.00 2.000.435.500.055.661.00 5.000.5% x 15% 4.000.00 3. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 450.822.396.

(barang) dan A. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.f.I. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. Kolom (c): a.f. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). e. 2. 5.3.5.3. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan.I. (jasa).d.5. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .5.5% c. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan.II.I. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c.d. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. (barang) dan A. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.d. b. 4. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. Kolom (h): a.e. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No.III. CP-006 1.d.3. (jasa). d.e.II. 3. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.d.II. Kolom (g): a. c.

.

000.000.00 Komponen Dalam Negeri (KDN) TKDN (%) 27.539.000.000.637.000. 9.264.130. A Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 6.000.000.627.700.000.54 Rp.00 14.000.250.00 43.195.00 42.00 75.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .539.714.05% 5.00 5.00 48. 33.755.7 Lampiran No.300.000.674.000.00 35.000.000.01 7.5% (100%/(100%+PSp))* PSp Maksimal 7.000.000.00 Perusahaan Dalam Negeri 100% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 6.893.450.5% HE TKDN Gabungan Formula 20% X 15% 30% x 7.000.63% Rp.218.10 6.000.91 40.54 I Halaman 1 dari 3 .000.455.00 35.300.5% % 4.000.00 Harga Evaluasi (HE) Pering -kat Barang Maksimal 15% (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Jasa Maksimal 7. CP-007 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi Offhore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai ≤ Rp50 milyar (≤ US$5 juta) Preferensi Harga (P) Pe nye dia Jasa Nilai Penawaran Uraian Rp.00 7.50% 37.000.300.934.000.714.

000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 7.000.00 26.450.00 8.000.930.000.650.000.315.076.720.628.015.560.315.000.586.433.5% 3.025.00 7.000.00 47.00 47.05 II Perusahaan Nasional.75% 6.000.000.734.000.00 5.000.000.000.000.05 III Halaman 2 of 3 .5% 3.500.750.00 44.000.65 33.433.00 85.000.018.493.000.000.875.296.150.586. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.000.360.283.700.950.00 49.628.296.11 6.000.000.00 39.00 35.759.00 0.000.74 8.000.000.00 7.000.000.000.00 5.170.000.000.939.580.04 6.537.00 14.214.433.144.000.00 42.00% Lampiran No.580.90% 6.280.930.00 35.87 38.000.00% 25% x 15% 85% x 7.000.00 5. 50% oleh Perusahaan Nasional 60 % di wilayah Indonesia 7.02 40.000.000.560.00 25.00% 26% x 15% 30% x 7.00 80.000.00 7. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 50% di wilayah Indonesia 7.000.745.65 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.997.000.38% 32.000.000. CP-007 31.00 14.98 36.05 40.00 35.296.560.

4. b. (jasa). e.I. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c.3. 5. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. (barang) dan A. (barang) dan A. 3.5.5. c.d.I.e.5% c. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7.f.3. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.5. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. (jasa). Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Kolom (c): a. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.e.3. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.II. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan.f.d.II. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.d.II. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. d.d. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya.III.d. CP-007 1. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. Kolom (h): a. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Kolom (g): a. 2.I.

.

620.981. 71.5% Rumus 26% X 15% 80% x 7. CP-008 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi-Offshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp50 milyar s/d Rp2 triliun (> US$5 juta s/d US$200 juta) Pe nye dia Jasa Komponen Dalam Negeri (KDN) TKDN (%) 26.544.00 115.00 Preferensi Harga (P) Barang Maksimal 15% Jasa Maksimal 7.672.5% % 3.000.00 Rp.00 35.00 55.90% 6.000.000.896.390.00 80.938.000.100.896.00% Harga Evaluasi (HE): (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Gabungan Nilai Penawaran Uraian Rp.600.000.47 317.00 275.23 A Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80 % di wilayah Indonesia 7.000.00 Per ing kat Rp.013.132.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .630.000.685.390.000.8 Lampiran No.000.139. 265.91 39.00 330.91 I Halaman 1 dari 3 .075.00 334.00 44.272.00 370.080.806.672.000. Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.000.5% PSp Maksimal 7.000.50% 295.76 51.000.000.000.000.000.000.710.500.158.

759.000.000.00% 268.000.00 116.000.00% 80% x 7.209.00 355.000.00 35.000.500.761.000.00 67.00% 6.000.000.000.000.5% 0.000.000.000.00 35. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.00 117.000.00 331.000.34 265.761. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80% di wilayah Indonesia 40.207.750.00 40.34 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.200.200.250.000.00% Lampiran No.000.00 53.00 327.000.000.000.00 66.200.00 80.00 371.000. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.000.169.00% 6.320.81 331.20 63.000.209.904.654.000.000.000.00 62.000. CP-008 268.000.00 335.000.547.81 315.00 5.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.000.759.635.904.76 III Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.250.76 II Halaman 2 of 3 .000.00 375.000.000.207.00 53.00% 80% x 7.920.5% 0.000.435.00 24.600.000.000.000.547.000.000.600.00 5.000.000.000.20 64.750.000.00 24.000.000.169.000.000.00 265.600.000. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 100% di wilayah Indonesia 39.000.904.000.00 311.00 80.00 63.00 351.500.

4. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan.II.e.5.3.I. Kolom (g): a.5% c. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. e.5.II.3. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B.f. (barang) dan A.f.3. d. CP-008 1. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.I. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia.I.II. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. c. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). 5. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.d. 3. 2.d.III. Kolom (c): a.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No.d.e. (barang) dan A.d.5. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. (jasa). Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. b. (jasa). Kolom (h): a. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.d.

.

32 452. CP-009 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi Offshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp2 triliun (> US$200 juta) Pe nye dia Jasa Komponen Dalam Negeri (KDN) TKDN (%) 26.00 1.00 480.000.743.5% kat (100%/(100%+PSp))* PSp Maksimal 7.994.00 2.000.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 432.008.188.00 35.000.00% Rp.00 3.50% 2.000.679.000.90% 6.00 A Biaya Barang (HPb) 2.5% % 3.248.746.000.015.000.378.566. 624.000.000.000.830.57 Preferensi Harga (P): Harga Evaluasi (HE): Nilai Penawaran Uraian Rp.000.00 80.56 7.569.57 I Halaman 1 dari 3 .000.927.309.25 2. 2.000.9 Lampiran No.00 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .000.000.400.312.000.000.000.001.746.000.000.994.000.015.000. Rp.762.000.5% HE TKDN Gabungan Formula 26% X 15% 80% x 7.000.000.00 Per Barang Maksimal 15% (100%/(100%+Pb))*HPb ing (100%/(100%+Pj))*HPj Jasa Maksimal 7.00 384.000.000.913.00 Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 432.880.

000.80 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.00% 70% x 7.000.435.800.000.000.500.50 70.066.055.000.000.883.000.000.000.00 3.000.000.000.000.000.5% 4.066.755.755.000.000.812.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C 431.000.625.000.250.00 27.300.822.00 0.00 65.37 546.500.035.000.251.755.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 450.021.00 36.000.250.289.76 III Halaman 2 of 3 . CP-009 2.435.306.000.822.001.661.00 3. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 70% di wilayah Indonesia 431.250.000.000.000.00 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) 2.352.625.000.786.76 II Biaya Barang (HPb) 2.000.24 536.000.00 3.000. Leader: Perusahaan Dalam Negeri. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 450.00 3.25% Lampiran No.00 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.000.000.208.309.000.00 27.00 995.000.52 2.000.00 562.500.00% 28% x 15% 65% x 7.250.00 632.201.5% 5.843.262.000.20% 4.500.000.624.875.553.953.822.22 2.661.318.00 28.80 2.145.88% 575.000.066.000.500.421.000.000. Leader: Perusahaan Asing.00 2.113.00 5.159.000.000.000.40 630.00 35.661.5% x 15% 4.59 2.000.13% 402.695.00 2.76 2.695.00 365.000.207.

d. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. 3.I.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No.I.3. e. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. CP-009 1. (barang) dan A.5. d.f.3. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. b.d. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . (barang) dan A. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya.d. 5. Kolom (c): a. (jasa). Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.d. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.I. 2.3. c.II. Kolom (h): a.II.II. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.e.5% c. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c.d.5.III. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7.f.5.e. Kolom (g): a. (jasa). 4.

.

455.000.000.000.00 III I 0.) 24.000.500.083.000.000.00 25.000.00 23.000.00 26.000.00 2.000.000.992.00 25.000.000.45 2.500.00 28.542.00 26.00 25.200.000.00 27.300.558.200.000.385.322.000.17 1.972.00 1.000.000.00 25.45 24.558.000.77 24.200.500.385.00 1.000.000.10 Lampiran No.322.00 2.000.00 0.000.096.200. CP-010 Penghitungan Denda Karena Target TKDN Tidak Tercapai Pengadaan Barang .00 27.000.000.) 28.500.596.000.Tidak Mengubah Urutan Peringkat Pe nye dia Uraian Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Penawaran TKDN Harga Evaluasi (%) Penawaran (Rp.456.00 2.000.000.000.870.000.500.000.00 27.870.083.00 2.455.492.000.00 III I Pering kat Nilai Rp.000.00 24.00 25.300.972.000.81 24.000.494.00 Pering kat TKDN (%) 25.000.00 A B Halaman 1 dari 2 .000.00 Realisasi Kontrak Harga Evaluasi Penawaran (Rp. 25.000.000.000.00 25.200.200.500.000.000.77 2.00 25.000.456.000.000.000.500.000.000.000.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .000.000.542.000.00 1.000.17 24.81 1.00 26.000.300.000.000.200.00 1.000.200.500.494.

500.084.33 25.455.00 27.972. CP-010 23.000.084.000.33 25.000.33 2.00 24.45 = Rp101.00 25.831.470.831.614.000.000.114.00 25.614.00 27.831.870.00 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya C Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 2.831.000.77 .33 1.Rp26.457.000.030.32 Halaman 2 of 2 .831.470.457.457.000.457.961.000.558.33 1.000.470.970.524.457.831.457.083.000.33 2.000.000.831.33 II 25.000.000.000.00 28.084.831.00 23.00 Lampiran No.494.030.00 25.00 25.457.030.33 II Nilai Denda = HEP Realisasi Kontrak (A) .000.084.HEP Penawaran (A) Nilai Denda = Rp26.457.000.114.000.

000.000.000.200.000.00 2.870.00 2.000.000.000.000.00 28.) 23.500.000.000.500.00 25.000.500.81 24.00 1.500.494.00 1.000.456.000.456.200.000.322.500.Mengubah Urutan Peringkat Pe nye dia Penawaran Uraian Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Nilai Rp.) 25.000.000.00 25.000.000. CP-011 Penghitungan Denda Karena Target TKDN Tidak Tercapai Pengadaan Barang .200.000.00 24.00 Harga Evaluasi Penawaran (Rp.000.200.000.000.00 26.000.494.000.000.000.000.000.000.00 25.000.322.000.000.00 27.00 III I 0.000.000.000.500.11 Lampiran No.00 2.00 TKDN (%) 28.000.00 1.81 1.500.00 2.500.000.000.000.000.000.00 27.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .000.500.200.000.000.00 25.00 II III Pering kat A B Halaman 1 dari 2 .000.00 1.00 28.00 27.200.00 25.200.000.000.45 24.000.00 0.558.000.00 25.992.500.00 2.000.300.000.000.870.000.00 26.200.000.000.000. 25.000.00 24.000.000.000.000.300.000.300.00 26.558.000.00 1.00 Pering kat TKDN (%) 22.000.000.000.000.45 2.492.00 26.000.00 Realisasi Kontrak Harga Evaluasi Penawaran (Rp.500.

457.030.000.000.000.000.500.000.00 .500.000.000.457.33 I Nilai Denda = Nilai Denda = = = (HEP Realisasi Kontrak .084.33 2.831.494.505.831.33 2.470.457.000.00 27.55 + Rp500.000.441.831.000.00 25.000.129.-) Rp1.870.00 Rp2.831.629.000.000.831.00 1.00 25.33 II 25.HEP Penawaran) + (Nilai Kontrak .614.030.000.00 25.614.33 25.114.030.000.084.000.00 28.084.000.000.33 1.000.970.000.Rp28.831.000.558.457.470.00 .457.33 25.441.000.000.Nilai Penawaran Peringkat II) (Rp28.00 2.505.00 23.45) + (Rp28.000.00 Lampiran No.500.000.831. CP-010 23.33 1.00 27.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya C Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 24.000.457.470.00 25.000.084.Rp26.831.55 Halaman 2 of 2 .457.000.457.114.

FL-001 DAFTAR RENCANA PENGADAAN (PROCUREMENT LIST) SC-01 Catatan: Untuk Item pengadaan yang bersifat rutin. nilainya tidak besar dan terdiri dari beberapa kontrak seperti jenis peralatan kantor dapat digabungkan menjadi satu item pengadaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 1 dari 1 .

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-001 DAFTAR RENCANA PENGADAAN  (PROCUREMENT LIST) SC-01 CONTOH PENGISIAN Halaman 1 of 1 .

1. Syarat-syarat kualifikasi dan ketentuan peserta pengadaan Metode pengadaan serta alasan pemilihan metode pengadaan tersebut. 2. Halaman 3 dari 3 . FL-002 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN Form SC-02 KKKS Judul Pengadaan No. C. : : Status Ada/Tidak Ada/ Tidak Perlu No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. D. Surat Tanggal Dokumen Keterangan/Catatan Surat pengantar (cover letter) Ringkasan startegi pengadaan (Procurement strategy executive summary) A. B. Pengadaan : : : Lampiran File (dalam pdf) No. Lingkup kerja dan spesifikasi Syarat-syarat dan ketentuan dalam rangka mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri (komitmen minimum TKDN).

Kriteria dan tatacara evaluasi penawaran Strategi pengadaan dan jenis Kontrak. Rencana tatawaktu proses pengadaan termasuk proses prakualifikasi. Copy permintaan pengadaan dari fungsi pengguna barang/jasa. 9. 4. Lampiran No. Persyaratan pembayaran H. Ketentuan cara penyelesaian perselisihan Klausula tentang pemutusan Kontrak lebih awal (early termination). Persetujuan rencana kerja dan spesifikasi teknis barang/jasa. Rencana jangka waktu berlakunya kontrak. 3. Metode penyusunan dan sumber data pendukung pembuatan Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/ Owner’s Estimate (OE). I. FL-002 G. 6. F. Analisa pasar (market analysis). Copy dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa Copy rencana pengumuman pengadaan Halaman 2 of 3 . 5. 7. 8. J.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa E.

tanggal. tahun pemeriksaan Pemeriksa: Nama pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Copy surat keputusan Pejabat Yang Berwenang di Kontraktor KKS tentang susunan Panitia Pengadaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-002 10. Halaman 3 dari 3 . bulkan. Tempat. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list.

.

1978/JKT/2008 ditulis 1978jkt2008 Halaman 1 dari 5 . FL-002 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN Form SC-02 Panduan dan Contoh Pengisian KONTRAKTOR KKS Judul Pengadaan No. Surat Tanggal Status Ada/Tidak Ada/ Tidak Perlu (tulis yang relevan) No. Pengadaan No. 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Dokumen Surat pengantar (cover letter) Keterangan/Catatan Penjelasan singkat tentang: − Judul Pengadaan − Latar belakang pengadaan − Lingkup kerja − Metode pengadaan (pelelangan/pemilihan langsung/penunjukan langsung) − Metode pembukaan sampul − Masa berlaku (duration) kontrak − Perkiraan (estimate) nilai kontrak − RK yang disepakati BPMIGAS − Persyaratan TKDN minimum − Contact person − Daftar isi dokumen pendukung Lampiran File (dalam pdf) Nama file : Nomor surat dalam huruf kecil dan angka Contoh: No.

barang impor. swakelola. Ringkasan startegi pengadaan (Procurement strategy executive summary) A. • Strategi dan persyaratan dalam dokumen pengadaan. pemilihan langsung. • • E. memaksimalkan. tidak memperhitungkan. penunjukan langsung. Penjelasan singkat mengenai lingkup kerja dan/atau spesifikasi barang/pekerjaan. Syarat-syarat dan ketentuan dalam rangka mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri (komitmen minimum TKDN). Calon peserta potensial (potential bidders). • Klasifikasi barang: wajib dipergunakan. Justifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan tentang akan dilaksanakannya pemilihan langsung atau penunjukan langsung. D. • • Strategi pengadaan Jenis Kontrak berdasarkan cara pembayaran. Strategi pengadaan dan jenis Kontrak. FL-002 B. pelelangan terbatas. • Klasifikasi jasa: minimum TKDN C.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Lingkup kerja dan spesifikasi idem Lampiran No. e-bidding. e-reverse auction. Kriteria dan tatacara evaluasi penawaran F. memberdayakan. • Metode: pelelangan umum. Halaman 2 dari 5 . Syarat-syarat kualifikasi dan ketentuan peserta pengadaan Metode pengadaan serta alasan pemilihan metode pengadaan tersebut.

Copy permintaan pengadaan dari fungsi pengguna barang/jasa. Analisa pasar (market analysis). Denda keterlambatan pembayaran. • AFE: copy ususlan AFE dan hasil pembahasan lingkup kerja dan/atau spesifikasi teknis barang/jasa. pengadaan)-(initial KKKS) Jenis Kontrak berdasar bentuk perikatan. 4. Menggunakan Bank Umum Nasional Untuk Kontraktor KKS tahap berproduksi menggunakan Bank Umum BUMN/BUMD. berupa a. J.l: Material Requisition. • WP & B: procurement list dan hasil pembahasan lingkup kerja dan/atau spesifikasi teknis barang/jasa. idem Permintaan dari pengguna barang/jasa. FL-002 • G. • Pekerjaan yang belum masuk dalam procurement list dapat Permintaan-(no. Halaman 3 dari 5 . Persyaratan pembayaran • • • H. 3. Request for Tendering). I. Service Requisition. Persetujuan rencana kerja dan spesifikasi teknis barang/jasa. Ketentuan cara penyelesaian perselisihan Klausula tentang pemutusan Kontrak lebih awal (early termination).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

Idem 7. Metode penyusunan dan sumber data pendukung pembuatan Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/ Owner’s Estimate (OE). Apabila diperlukan dapat melampirkan copy persetujuan POD. Copy rencana pengumuman pengadaan Idem 10. idem Jadwal-(no. Tata waktu pengadaan dari inisiasi sampai penandatanganan kontrak Durasi kontrak serta tanggal mulai dan berakhir kontrak Lampiran No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa menggunakan persetujuan Revisi Procurement List dan hasil pembahasan lingkup kerja spesifikasi teknis dan/atau. 8. bulan. Rencana jangka waktu berlakunya kontrak. pengadaan)(initial/nama depan Kontraktor KKS) 6. 5 orang dan gasal serta telah memiliki sertifikat panitia pengadaan • • panitia-(no. tanggal. • Nama media cetak / media elektronik • Website BPMIGAS Surat pengangkatan sebagai panitia pengadaan dengan keanggotaan min. Rencana tatawaktu proses pengadaan termasuk proses prakualifikasi. IKPP. tahun pemeriksaan Pemeriksa: Nama pekerja KKKS dan BPMIGAS Halaman 4 dari 5 . meilputi: undangan. pengadaan)-(initial KKKS) Tempat. Copy surat keputusan Pejabat Yang Berwenang di Kontraktor KKS tentang susunan Panitia Pengadaan. konsep Kontrak. FL-002 5. Copy dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa 9. Idem Dokumen penilaian kualifikasi Dokumen pengadaan.

FL-002 Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf.Keterangan: - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 5 dari 5 . Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list.

.

8. dan nama Surat Kabar) / website Nomor dan tanggal persetujuan rencana pengadaan Tanggal undangan pengadaan Tanggal Pengambilan Dokumen Pengadaan Tanggal Penutupan/pembukaan penawaran a. 4. 6. Pengadaan KONTRAKTOR KKS Pejabat Tertinggi KONTRAKTOR KKS Wilayah Pekerjaan yang diadakan No. DATA PRA PENGADAAN Nama Kegiatan Pengadaan No. persetujuan BPMIGAS) Harga Perkiraan Sendiri (HPS) / Owners Estimate (OE). FL-003 RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN (FORM SC-003) I.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3. 7. 1. Tahapan Proses Tata cara pemasukan dokumen penawaran (satu sampul/dua sampul/dua tahap) Pengumuman di media cetak (tgl. sebutkan alasan kegagalan. 2. 2. 5. b. 5. dan nilai AFE/Budget (ref. 3. Tanggal pemberitahuan pengadaan gagal/batal kepada perusahaan yang mengajukan penawaran. 4. Halaman 1 dari 5 . Dalam hal sebagai proses ulang. KRONOLOGI PENGADAAN Pertama Proses Ulang 1. 6. 8. Rincian Terlampir Jangka waktu pelaksanaan/periode kontrak/ penyerahan barang II. 7.

No. 7. Perusahaan Diundang Perusahaan yang tidak Mengajukan Penawaran 1. 4. 2. 2. Halaman 2 dari 5 . 6. 3. dst. DATA PENGADAAN Perusahaan Perusahaan Mengambil Mengajukan Dokumen Penawaran Pengadaan Mengikuti Tgl. 5. 5. FL-003 III. Jum lah 2. (Ada/ Tidak Ada) Berakhir s/d 1. 6. 8. 4. Rapat Penjelasan Tgl. Peninjauan Lapangan 1. Kelengkapan Dokumen pada pembukaan penawaran (Berita Acara Pembukaan Penawaran dilampirkan) Akte Pendirian Per Per usahaan usahaan (Ada/ Tidak Ada) Sertifikat Asosiasi Penyedia Barang/Jasa terdaftar di DITJEN MIGAS (Ada/Tid (Ya/Tidak) ak Ada) SIUP / SIUJK (Ada/ Tidak Ada) No. 7. dst.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3.

5. 4. 6. PT. 2. PT. 5. PT. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.2 No NPWP No. FL-003 Lanjutan No. 4. 8. 6. PT. dst. 3. Penjelasan untuk masing-masing * perusahaan apabila penawaran tidak memenuhi syarat Harga Penawaran pada Pembukaan Lelang Harga Sesuai Penawar an (US$/Rp) Penawaran Masa DitandaBerlakun tangani TKDN Oleh Yang Penawaran (%) Berwenang (Ya/Tidak) (Ya/Tidak) No. 3. Halaman 3 dari 5 . 2. 4. 7. PT. 1. dst Jumlah Penawar yang sah Jumlah Penawar yang tidak sah Alasan bagi penawaran yang tidak sah untuk masing-masing penawaran Penilaian Administrasi & Teknis Perusahaan ASTEK/ Neraca Pengalaman Perusahaan JAMSOSTEK Kerja Terakhir (Ada/ (Ada/ (Ada/ Tidak Ada) Tidak Ada) Tidak Ada) 3.: Referensi Bank (Ada/ Tidak Ada) 1. * Administrasi Memenuhi/Tidak Teknis Memenuhi/Tidak 7. 6. Perusahaan 1. 5. 5. 4. 2.

Perusahaan yang diusulkan Harga Usulan Jangka waktu pelaksanaan/periode kontrak Alasan yang jelas untuk perusahaan yang diusulkan (baik secara teknis maupun ekonomis) Keterangan lain 16. Harga penawaran terendah yang sah dan memenuhi persyaratan Harga penawaran tertinggi yang sah dan memenuhi persyaratan Evaluasi 3 Penawaran peringkat terbaik Harga (US$/Rp. * Halaman 4 dari 5 . 10. FL-003 III.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Nama Perusahaan Sesuai Penawaran (As Bid) Peringkat I II III 1. Jaminan Penawaran (Bid Bond) Judul/ Masa Persyaratan Berlaku 1-3% Memenuhi/ Tidak (bln/hari) memenuhi s/d Keterangan 9. 5. DATA PENGADAAN (Lanjutan) Lanjutan No. 13. 1. dst. 3. 8. 7. 4. 2. 3. US$/Rp.7 No. 12. 3. 14 15. 2. 11. 6. * 2.) Setelah Preferensi Normalisasi Kandungan Lokal No. dst. 1.

..................) (............. ....... Bila kolom-kolom (*) tidak mencukupi dapat dibuat pada kertas lain atau merupakan lampiran dengan menyebutkan No.... Kolom............................................) Catatan: 1..Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 5 dari 5 ... FL-003 ............. tgl............ Form isian ringkasan Evaluasi tersebut adalah merupakan lampiran surat rekomendasi KONTRAKTOR KKS................. Menyetujui/Tidak menyetujui Pejabat Yang Berwenang Ketua Panitia Pengadaan (. 2.............

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Berita acara pemberian penjelasan. Annex Procurement Program selain main project multi years Status (Ada / Tidak Ada / Tidak Perlu) Keterangan/Catatan Lampiran File (dalam pdf) No. 4. Berita acara pembukaan penawaran. 5. Halaman 1 dari 3 . 6. 7. 3. Berita acara hasil pengadaan. Surat Tanggal Dokumen Surat pengantar (cover letter) Bukti pengumuman dan pengundangan. Copy AFE untuk main project multi years atau. Pengadaan No. FL-004 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN Form SC-04 KKKS Judul Pengadaan No. 2. 1. Berita acara hasil negosiasi.

9.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 11. 13. Tabulasi evaluasi teknis dari masing-masing penawar. HPS/OE/EE yang telah disahkan. Ringkasan proses pelelangan dan hasil pelelangan (form SC-03). Lingkup kerja dan spesifikasi teknis telah sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati oleh BPMIGAS. C. 15. 12. Surat pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE/EE. Formulir perhitungan TKDN. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKKS atau Pejabat Berwenang sesuai batas kewenangannya. Nilai penawaran yang diusulkan dinilai wajar. Halaman 2 dari 3 . Proses telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan dan ketentuan yang berlaku serta tidak ada indikasi KKN. B. Tabulasi perbandingan rincian penawaran 3 (tiga) calon pemenang dengan rincian HPS/OE atau HPS/OE yang telah direvisi. FL-004 8. Surat pernyataan dari Pimpinan tertinggi fungsi pengguna barang/jasa bahwa tidak ada indikasi tindakan yang dapat diketgorikan sebagai tindakan pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam: 14. berisi pernyataan bahwa: A. berdasarkan perbandingan dengan HPS/OE yang telah disusun secara cermat. 10.

20. 19. dan C. Penentuan spesifikasi barang/jasa dan persyaratan Kontrak. FL-004 A. Dokumen penawaran dari peserta yang diusulkan sebagai pemenang. 16. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. Tabulasi dasar pendanaan Perubahan dokumen pengadaan secara rinci. bulan. Tempat. Surat pernyataan komitmen TKDN dan penggunaan rekening Bank BUMN/BUMD untuk pembayaran. B. tanggal. Halaman 3 dari 3 . Surat persetujuan rencana pengadaan. 17. tahun pemeriksaan Pemeriksa : pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan : Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Penyusunan HPS/OE.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Dalam pelaksanaan evaluasi teknis penawaran. 18.

.

Bukti pengumuman dan pengundangan. Surat Tanggal Dokumen Surat pengantar (cover letter) Status (Ada / Tidak Ada / Tidak Perlu) Keterangan/Catatan Penjelasan singkat tentang: • Kronologi pelaksanaan pengadaan • Calon pemenang • Nilai hasil pengadaan • TKDN • Pekerja Kontraktor KKS yang dapat dihubungi (contact person). Lampiran File (dalam pdf) Nama file : Nomor surat dalam huruf kecil dan angka Contoh: No. 2. 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pengadaan No. Halaman 1 dari 5 . FL-004 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN Form SC-04 Panduan dan contoh pengisian KKKS Judul Pengadaan No. 1978/JKT/2008 ditulis 1978jkt2008 No.

• Copy HPS/OE yang ditandatangani oleh Pejabat Berwenang dari Kontraktor KKS. pengadaan)(initial KKKS) contoh: penjelasanb2054856cnooc sampul-(no. pelelangan ulang. pengadaan)(initial KKKS) bahp-(no. Copy berita acara pembukaan sampul penawaran disertai daftar hadir. Berita acara pembukaan penawaran. FL-004 3. pemilihan langsung dan/atau penunjukan langsung. 6. pengadaan)(initial KKKS) Halaman 2 dari 5 . Tabulasi evaluasi teknis dari masing-masing penawar. pengadaan)(initial KKKS) hps-(no. baik pada pelelangan awal. pelelangan ulang. 5. Annex Procurement Program selain main project multi years HPS/OE/EE yang telah disahkan. pengadaan)(initial KKKS) negosiasi-(no. pemilihan langsung dan/atau penunjukan langsung. Berita acara pemberian penjelasan. Berita acara hasil negosiasi. Berita acara hasil pengadaan. penjelasan-(no. tabulasi-(no. Copy AFE untuk main project multi years atau. pemilihan langsung atau penunjukan langsung. pengadaan)(initial KKKS) 4. 7. • Justifikasi kenaikan HPS/OE yang disusun dan ditandatangani oleh fungsi yang merencanakan pengadaan barang/jasa dan disahkan oleh Pejabat Berwenang. baik pada pelelangan awal. pelelangan ulang. Copy verita acara negosiasi Copy berita acara hasil pelelangan awal. 8. 9. pengadaan)(initial KKKS) budget-(no.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Copy berita acara rapat pemberian penjelasan disertai daftar hadir. Copy AFE atau WP & B dilengkapi rincian dan tabulasi alokasi untuk pengadaan.

13. sc03-(no.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Proses telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan dan ketentuan yang berlaku serta tidak ada indikasi KKN. 11. 12. Formulir perhitungan TKDN. B. Nilai penawaran yang diusulkan dinilai wajar. Tabulasi perbandingan rincian penawaran 3 (tiga) calon pemenang dengan rincian HPS/OE atau HPS/OE yang telah direvisi. pengadaan)(initial KKKS) sesuaiptk007(no. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKKS atau Pejabat Berwenang sesuai batas kewenangannya. Ringkasan proses pelelangan dan hasil pelelangan (form SC-03). FL-004 10. pengadaan)(initial KKKS) 14. berdasarkan perbandingan dengan HPS/OE yang telah disusun secara cermat. C. Surat pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE/EE. Halaman 3 dari 5 . pengadaan)(initial KKKS) sc02-(no. Sudah jelas Copy formulir SC-12A / SC-12B/ SC12C dari peringkat pertama s/d ketiga. berisi pernyataan bahwa: A. pengadaan)(initial KKKS) sanggup-(no. Lingkup kerja dan spesifikasi teknis telah sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati oleh BPMIGAS.

Dokumen penawaran dari peserta yang diusulkan sebagai pemenang. pengadaan)(initial KKKS) 16. berupa: • Copy penawaran administrasi dan teknis. tahun pemeriksaan Pemeriksa Halaman 4 dari 5 : pekerja KKKS dan BPMIGAS . Surat pernyataan komitmen TKDN dan penggunaan rekening Bank BUMN/BUMD untuk pembayaran. Penentuan spesifikasi barang/jasa dan persyaratan Kontrak. Tabulasi dasar pendanaan Perubahan dokumen pengadaan secara rinci. 17. Hard file only 19. Tempat. FL-004 15. bulan. sesuaiptk007(no. • Copy penawaran harga. dan C. Dokumen penawaran dari penawar yang ditetapkan sebagai calon pemenang oleh Kontraktor KKS. Dalam pelaksanaan evaluasi teknis penawaran. tanggal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. • Copy penawaran harga setelah dilakukan negosiasi (bila ada). Surat pernyataan dari Pimpinan tertinggi fungsi pengguna barang/jasa bahwa tidak ada indikasi tindakan yang dapat diketgorikan sebagai tindakan pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam: A. 20. B. Surat persetujuan rencana pengadaan. Apabila menggunakan berbagai sumber dasar pendanaan. 18. Penyusunan HPS/OE.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-004 Keterangan : Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Halaman 5 dari 5 . Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list.

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-005 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERUBAHAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK) Form SC-05 KKKS Judul Pengadaan No. 1 2 3 4 5 6 Foto copy kontrak awal Dokumen Keterangan Lampiran File (dalam pdf) Justifikasi / alasan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan Berita acara negosiasi dan kesepakatan harga hasil negosiasi Korespondensi dengan Penyedia Barang/Jasa tentang PLK/PJWK Persetujuan Teknis dari fungsi terkait BPMIGAS Formulir FL-003 Ringkasan Pemeriksaan PLK/PJWK Jakarta. Pengadaan No. Halaman 1 dari 1 . Surat Tanggal Status: Ada/Tidak Ada/Tidak Perlu Tulis yang relevan idem idem idem idem idem No. tanggal pemeriksaan Pemeriksa: pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list.

.

Nomor .Nilai .Nilai .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. : SC-06 Kontraktor KKS No Mata Anggaran / AFE . (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 Nomor PLK / PJWK (2) : : : : : Lingkup Kerja Penambahan/ Pengurangan (3) Alasan Perubahan (4) Sesuai Kontrak (5) Nama Proyek Kontrak .Persetujuan BPMIGAS No. No. FL-006 RINGKASAN PEMERIKSAAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PENAMBAHAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK) Form.Persetujuan BPMIGAS Nilai Penawaran (6) Hasil Negosiasi (7) Perbedaan (8=6-7) : : : : : Persetujuan BPMIGAS Perubahan Lingkup (9) Nilai (10) Jumlah Nilai PLK Diusulkan Jumlah Nilai PLK Disetujui Keterangan : No (1) s/d (8) diisi Kontraktor KKS No (9) s/d (10) diisi BPMIGAS Halaman 1 dari 1 .Nomor .

.

5. Form No. S/D ………………. FL-007 : RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG BULAN: …………….. Metode Pengadaan (2) Pelelangan US$ / Rp (3) US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp : (8=7/6) Persetujuan Pemenang Kontraktor KKS BPMIGAS (4) (5) Keseluruhan (6=4+5) Komponen Dalam Negeri Nilai % (7) (8) Usaha Kecil/ Koperasi Kecil Nilai % (9) (10) 2. (1) 1. TAHUN …….. : SC-07 No. E-Procurement Jumlah Keterangan (10=9/6) Halaman 1 dari 1 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa KONTRAKTOR KKS Lampiran No. Pemilihan Langsung Penunjukan Langsung Pro Card 3.. 4..

.

PQ-003 (Misal B. Air Freight. atau E-Procurement) Tanggal mulai efektif PO (dd-mm-yyyy) Tanggal akhir efektif PO (dd-mm-yyyy) Metode Pengiriman berdasarkan INCOTERMS 2000 Jalur transportasi (Sea Freight. FL-008 Kontrator KKKS: UK UM DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG Bulan : Tahun : Form SC-08 NO. Pro Card.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Penunjukan Langsung. Usaha Menengah (UM) atau Usaha Besar (UB) Kurs Dolar terhadap rupiah pada saat PO dikeluarkan Nilai total HPS/OE bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai total HPS/OE bila menggunakan mata uang US$ Nilai total PO bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai total PO bila menggunakan mata uang US$ Sub-Bidang pekerjaan utama sesuai dengan kode pada Lampiran No. A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NOMOR B PO NAMA C METODA PENGADAAN D JANGKA WAKTU MULAI E AKHIR F SUPPLIER/ PERUSAHAAN G METODE PENGIRIMAN H UB Sea Freigh Land Freight JALUR TRANSPORTASI I UK/ UM/ UB J KURS K HPS / OE RP L US$ M NILAI PO RP N US$ O KODE KLASIFIKASI MATERIAL P TKDN RP Q % R US$ S % T Bank U JUMLAH KETERANGAN A B C D E F H I J K L M N O P Q R S T U Nomor baris Nomor PO Deskripsi PO Metoda pengadaan (Pelelangan.06.01 untuk Pemboran Darat) Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Bank yang digunakan KKKS untuk pembayaran kepada Supplier/Perusahaan Halaman 1 dari 1 . Pemilihan Langsung. Land Freight) Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK).

.

FL-009 KONTRAKTOR KKS : RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN JASA BULAN: ……………. 4... : SC-09 No. (1) 1. E-Procurement Jumlah Keterangan Halaman 1 dari 1 ... S/D ………………. 5. TAHUN …….Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pemilihan Langsung Penunjukan Langsung Pro Card 3. Metode Pengadaan (2) Pelelangan US$/Rp (3) US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp : (8=7/6) (10=9/6) Persetujuan Pemenang Kontraktor KKS (4) BPMIGAS (5) Keseluruhan (6=4+5) Komponen Dalam Negeri Nilai (7) % (8) Usaha Kecil/ Koperasi Kecil Nilai (9) % (10) 2. Form No.

.

atau E-Procurement) Tanggal mulai efektif kontrak (dd-mm-yyyy) Tanggal akhir efektif kontrak (dd-mm-yyyy) Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK). A NOMOR B NAMA C METODA PENGADAAN D MULAI E AKHIR F Tahun : JANGKA WAKTU SUPPLIER/ PERUSAHAAN G UK/ UM/ UB H HPS / OE KURS I RP J US$ K NILAI KONTRAK RP L US$ M KODE SUB-BIDANG PEKERJAAN N TKDN Bank RP O % P US$ Q % R S UK KETERANGAN D E F H I J K L M N O P Metoda pengadaan (Pelelangan. Usaha Menengah (UM) atau Usaha Besar (UB) Nilai total Kontrak bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai total Kontrak bila menggunakan mata uang US$ Sub-Bidang pekerjaan utama sesuai dengan kode pada Lampiran No. Penunjukan Langsung. Pro Card.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-010 Kontrator KKKS: DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN JASA Bulan : Form SC-10 KONTRAK NO.01 untuk Pemboran Darat) Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Bank yang digunakan KKKS untuk pembayaran kepada Supplier/Perusahaan UM UB Halaman 1 dari 1 . Pemilihan Langsung.06. PQ-003 (Misal B.

.

No (9) s/d (10) diisi BPMIGAS Halaman 1 dari 1 .No (1) s/d (8) diisi Kontraktor KKS .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-011 Kontraktor KKS : Ringkasan Pemeriksaan Perubahan Lingkup Kerja (PLK)/Penambahan Jangka Waktu Kontrak Bulan : Tahun : Penambahan Form SC-11 No Mata Anggaran / AFE No Nama Proyek Nomor Nilai (4) Persetujuan BPMIGAS (5) Nomor 6) Kontrak Nilai (7) Nomor PLK / Persetujuan PJWK Penambahan/P BPMIGAS engurangan (8) (9) (10) Lingkup Kerja Alasan Perubahan (11) Sesuai Kontrak (12) Nilai Penawaran (13) Persetujuan BPMIGAS Hasil Perubahan Perbedaan Negosiasi Lingkup (14) (15=13-14) (16) Nilai (17) (1) (2) (3) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah Nilai PLK Diusulkan Jumlah Nilai PLK Disetujui Keterangan : .

.

BARANG (DOMESTIC CONTENT CALCULATION .1. Halaman 1 dari 1 .c) Perhitungan TKDN dilakukan oleh Produsen. Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) IV. Pernyataan TKDN mencapai > 15% harus dilampiri dengan Surat Kemampuan Usaha Penunjang Migas (SKUP) dari instansi pemerintah yang membidangi industri migas. FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI . JUMLAH BIAYA PRODUKSI (TOTAL PRODUCTION COST) Biaya Komponen Luar Biaya Negeri Total Rp / US$ b c=a+b % Komponen Biaya d=a/c KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) Catatan (Note): * * * d = Biaya Total Per Jenis Biaya / Jumlah Biaya Total Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri Biaya Komponen Luar Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri % TKDN Barang = % TKDN Barang = * * Jumlah Biaya Total (IV.1.a) Jumlah Biaya Total (IV. Bahan Material Langsung (Direct Material Cost) II. NAMA PABRIKAN: PENGHITUNGAN OLEH PRODUSEN Biaya per 1 (satu) satuan produk Biaya Komponen Dalam Negeri a I.c) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (IV.Biaya Komponen Luar Negeri (IV.c) .GOODS) Formulir No : SC-12 A. Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost) III.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-012A.b) Jumlah Biaya Total (IV.

.

V.c) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (IV.1. B.GOODS) Formulir No : SC-12 NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: A.b) Jumlah Biaya Total (IV.a) Jumlah Biaya Total (IV. II.c) Perhitungan TKDN dilakukan oleh peserta Pengadaan. VII. IV. harus dilampiri dengan Form SC-12A. PENGHITUNGAN OLEH PESERTA PENGADAAN Biaya per 1 (satu) jenis (item) produk Biaya KDN Biaya KLN b Biaya Total % Komponen Biaya d=a/c A.c) . FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI . VI. Pernyataan TKDN mencapai > 15% harus dilampiri dengan Surat Kemampuan Usaha Penunjang Migas (SKUP) dari instansi pemerintah yang membidangi industri migas.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-012A. Halaman 1 dari 1 . C. Bila peserta pengadaan bukan Pabrikan. III.BARANG (DOMESTIC CONTENT CALCULATION .2. Bahan Material Langsung (Direct Material Cost) Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost) Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) JUMLAH BIAYA PRODUKSI (TOTAL PRODUCTION COST) Biaya Pengangkutan (Transport & Handling Cost) Biaya Lain (Other Cost) JUMLAH BIAYA PENAWARAN (BID TOTAL COST) KOMPONEN BUKAN BIAYA (NON COST COMPONENT) JUMLAH NILAI PENAWARAN (TOTAL QUOTED PRICE) a Rp / US$ c=a+b Catatan (Note): * * * d = Biaya Total Per Jenis Biaya / Jumlah Biaya Total Biaya Komponen Dalam Negeri = biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri Biaya Komponen Luar Negeri = biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri % TKDN Barang = % TKDN Barang = * * Jumlah Biaya Total (IV.2. COST COMPONENT) I. KOMPONEN BIAYA (A.Biaya Komponen Luar Negeri (IV.

.

Catatan (Note): * Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri .c) Jumlah Biaya Total (A. VI.VI.Biaya Komponen Luar Negeri (A.d) % TKDN Jasa = * Perhitungan TKDN dilakukan oleh Penyedia Jasa. Halaman 1 dari 1 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. II. B. C.VI. % TKDN Jasa = Jumlah Biaya Total (A.JASA LAINNYA (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . III. FL-012 B FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI .VI. IV.d) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (A.VI.dll (Other Services) JUMLAH BIAYA (∑ I s/d V) (TOTAL COST) (∑ I s/d V) KOMPONEN BUKAN BIAYA (Non Cost Component) JUMLAH NILAI PENAWARAN (Total Quoted Price) Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Perincian Nilai Biaya (Cost Summarry) KDN b KLN Rp / US$ c d TOTAL % e=b/d TKDN Rp / US$ f=d x e A.b) Jumlah Biaya Total (A.SERVICES) Formulir No : SC-12 B NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) a I.VI. dimiliki dan/atau dikerjakan WNI /Perusahaan Nasional * Biaya Komponen Luar Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri dimiliki orang/perusahaan asing atau dikerjakan orang/perusahaan asing. Material Terpakai (Material Used) Peralatan & Fasilitas Kerja (Equipment) Tenaga Kerja & Konsultan (Personnel) Manajemen (Management) Jasa Umum.) . V.d.

.

COMBINED) Formulir No : SC-12 C NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: A.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 1. FL-012 C FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI . 5. 1. II.dll (Other Services) Sub Jumlah (Sub Total) II. III. 2. 4. 2. B. KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) a I. 3. C.GABUNGAN (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . JASA (SERVICES) Personil/Konsultan (Personnel) Alat Kerja/Peralatan (Equipment) Konstruksi/Fabrikasi (Construction/Fabrication) Jasa Umum. Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ KDN KLN Rp / US$ b c d= b + c TOTAL % e=b/d TKDN Rp/ US$ f=d x e Rp JUMLAH BIAYA BARANG+JASA (TOTAL COST GOODS+SERVICES) US$ KOMPONEN BUKAN BIAYA (NON COST COMPONENT) JUMLAH NILAI PENAWARAN TOTAL QUOTED PRICE Rp US$ Rp US$ Halaman 1 dari 2 . 3. BARANG (GOODS) Material Terpakai (Material Used) Peralatan Terpasang (Installed Equipment) Sub Jumlah (Sub Total) I.

atau ** Pengadaan Jasa Pemborongan. Penghitungan TKDN dilakukan oleh Penyedia Jasa.I. dimiliki dan/atau dikerjakan WNI /Perusahaan Nasional * Biaya Komponen Luar Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri . * Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. % TKDN Gabungan = (Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri Barang + Komponen Dalam Negeri Jasa) Jumlah Biaya Total ** ** ** ** TKDN Barang (Goods) dihitung berdasar nilai KDN & Sub Jumlah (Sub Total) A. seperti halnya tatacara penghitungan dengan formulir SC-12A.II... dimiliki orang/perusahaan asing atau dikerjakan orang/perusahaan asing. TKDN Gabungan digunakan sebagai data dalam tahap pendaftaran. seperti halnya tatacara penghitungan dengan formulir SC-12B. TKDN Jasa (Services) dihitung berdasar nilai KDN & Sub Jumlah (Sub Total) A. FL-012 C Catatan (Note): * Digunakan pada pengadaan: ** Pengadaan barang berikut jasa perakitan dan/atau pemasangan. Halaman 2 dari 5 . pemenuhan persyaratan penawaran dan kontrak. atau ** Pengadaan barang pesanan yang harus dipabrikasi terlebih dahulu.

H US$ I KOMITMEN TKDN J CAPAIAN TKDN KETERANGAN NILAI K % L M KETERANGAN: B&C D E G H I J K L M = = = = = = = = = = Nomor & Judul Kontrak-Kontrak yang telah ditutup pada bulan pelaporan. Realisasi biaya pengadaan Komponen Dalam Negeri pada akhir Kontrak Persentase realisasi pencapaian TKDN pada akhir Kontrak Informasi kesesuaian capaian vs komitmen TKDN: lebih tinggi dari target / sesuai target / lebih rendah dari target Halaman 1 dari 1 . : SC 12 D N O A 1 2 3 4 5 6 KONTRAK NOMOR B JUDUL C JANGKA WAKTU MULAI D AKHIR E PENYEDIA BARANG/ JASA F UK / UM / UB G NILAI KONTRAK Rp.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Usaha Menengah (UM) atau Usaha Besar (UB) Nilai total Kontrak. FL-012 D Kontraktor KKS:        LAPORAN REALISASI PENCAPAIAN TKDN PENGADAAN BARANG / JASA BULAN: ………………………………. TAHUN …………… FORM No. Bulan-tahun (mm-yyyy) mulai efektif Kontrak Bulan-tahun (mm-yyyy) berakhir efektif Kontrak Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK). S/D …………………………………. mata uang dalam Kontrak adalah US$.. Persentase Komitmen Pencapaian TKDN berdasar Kontrak. Nilai total Kontrak. mata uang dalam Kontrak adalah Rp.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->