BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BPMIGAS

)

PEDOMAN TATA KERJA
NOMOR 007 REVISI-II/PTK/I/2011

TENTANG

PEDOMAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BPMIGAS)

PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA
Nomor: 007 REVISI-1/PTK/IX/2009

BUKU KESATU KETENTUAN UMUM

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB I.

DAFTAR ISI ISI HALAMAN 1 2 4 4 5 5 6 7 8 9 9 10 10 11 12 12 12 13 13 14

UMUM 1. PENGERTIAN ISTILAH 2. MAKSUD DAN TUJUAN 3. LINGKUP PENGATURAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 4. SUSUNAN PEDOMAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 5. PRINSIP DASAR PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 6. ETIKA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 7. KESEHATAN, KESELAMATAN LINGKUNGAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN KEWENANGAN 1. KEWENANGAN PELAKSANAAN PENGADAAN 2. KEWENANGAN PENGELOLAAN ASET 3. KEWENANGAN PENGELOLAAN KEPABEANAN 4. KEWENANGAN PENGELOLAAN PROYEK PENGAWASAN 1. PENGAWASAN MELEKAT 2. PENGAWASAN FUNGSIONAL 3. PENILAIAN KINERJA KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA 4. LAPORAN 5. TINDAK LANJUT PENGAWASAN KETENTUAN PERALIHAN

II.

III.

IV.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum

BAB I UMUM

1

Pejabat Berwenang adalah Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKS atau pekerja struktural Kontraktor KKS yang telah mendapat pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKS.1. Proyek adalah kegiatan yang bersifat tidak rutin untuk membangun atau menghasilkan sesuatu yang spesifik/unik dengan batasan waktu mulai dan akhir yang telah ditetapkan sebelumnya. 2 1. 1. Aset adalah harta benda berujud (tangible) dan tidak berujud (intangible).8. Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (BPMIGAS) adalah Badan Hukum Milik Negara yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2002. pelaksanaan dan pengendalian/pengawasan kegiatan Pengadaan Barang/Jasa.3. Plan of Development dan Authorization for Expenditure. 1. . Plan of Development (POD) adalah seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Work Program and Budget. yang dipergunakan atau sedang tidak dipergunakan atau sudah tidak dipergunakan untuk kegiatan operasional Kontraktor KKS. Eksplorasi adalah kegiatan yang bertujuan memperoleh informasi mengenai kondisi geologi untuk menemukan dan memperoleh perkiraan cadangan Minyak dan Gas Bumi di Wilayah Kerja yang ditentukan.6. 1.7.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. 1. Kontraktor KKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) adalah Badan Usaha atau Badan Usaha Tetap. terdiri dari harta benda modal (HBM). Rantai Suplai (Suply Chain) adalah kegiatan penyediaan dan pendayagunaan barang dan jasa yang mencakup tahap perencanaan.4. sebagaimana disebut dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Pengelolaan Aset.5. yang dibeli atau diperoleh dengan cara lainnya oleh Kontraktor KKS. harta benda inventaris (HBI) dan material persediaan. PENGERTIAN ISTILAH 1. 1. 1. termasuk Manajemen Penyedia Barang/Jasa. Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri serta Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan. Kepabeanan dan Pengelolaan Proyek.2.

Plan of Development dan Authorization for Expenditure.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 1. 3 .9. Work Program And Budget (WP&B) adalah seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Work Program and Budget.

Lingkup Pemberlakuan Pedoman ini berlaku untuk pengelolaan rantai suplai di lingkungan Kontraktor KKS Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi di wilayah Negara Republik Indonesia. waktu dan tempat yang tepat secara efektif dan efisien serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku serta memenuhi prinsip-prinsip etika rantai suplai. 2. Pengelolaan Aset. dalam pengelolaan Rantai Suplai.3. harga. Kepabeanan serta Pengelolaan Proyek. MAKSUD DAN TUJUAN Pedoman ini DIMAKSUDKAN UNTUK Memberikan satu pola pikir. 2.2. pengertian dan pedoman pelaksanaan teknis serta administratif yang terintegrasi dan jelas bagi seluruh pengelola kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Republik Indonesia.1. 3. Lingkup Pengaturan Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai ini mencakup pengaturan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. termasuk pengaturan tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa dan pedoman untuk Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri serta Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan. Tujuan Pengelolaan Rantai Suplai adalah memperoleh dan mendayagunakan barang/jasa yang dibutuhkan dalam jumlah. kualitas. 3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 2. 3. LINGKUP TATACARA RANTAI SUPLAI 3.1.2. 4 .

berarti harus dilakukan melalui seleksi dan persaingan yang sehat di antara Penyedia Barang/Jasa yang setara dan memenuhi syarat/kriteria tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur yang jelas serta transparan. 5.4. 4. Buku Keempat : Pedoman Pengelolaan Kepabeanan 5. 5. dengan cara dan atau alasan apapun.5. berarti tidak diskriminatif dalam memberikan perlakuan bagi semua penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan kepada pihak tertentu. Efektif. Adil.1. berarti harus diusahakan dengan menggunakan dana.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 4. 5.2. berarti semua ketentuan dan informasi. Kompetitif. baik teknis maupun administratif termasuk tata cara evaluasi. daya dan fasilitas yang sekecil-kecilnya untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam waktu sesingkat-singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya bagi keuntungan negara. 4.4.1. SUSUNAN PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Pedoman Tata Kerja Pengelolaan Rantai Suplai (Suply Chain Manual) Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) terdiri dari 5 (lima) buku. Transparan. berarti harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesarbesarnya sesuai dengan sasaran yang ditetapkan perusahaan.5. 4. hasil evaluasi dan penetapan pemenang harus bersifat terbuka bagi Penyedia Barang/Jasa yang berminat.3.2. 5. 4. Efisien.3. PRINSIP DASAR PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan rantai suplai wajib dilaksanakan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut: 5. 5 . yaitu: Buku Kesatu Buku Kedua Buku Ketiga Buku kelima : Ketentuan Umum Rantai Suplai : Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa : Pedoman Pengelolaan Aset : Pedoman Pengelolaan Proyek 4.

Tidak menerima/memberi. 5.3.7.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 5. Berwawasan lingkungan.7.8. golongan atau pihak lain. 6.4. Mencegah terjadinya kerugian negara dan perusahaan. 6. keuangan maupun manfaat bagi kelancaran pelaksanaan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip dan kebijakan serta ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan rantai suplai. Bekerja secara tertib dengan mematuhi peraturan yang berlaku dan melaksanakan prinsip-prinsip dasar rantai suplai. Mendukung dan menumbuh-kembangkan kemampuan Nasional untuk lebih mampu bersaing ditingkat nasional. profesional dengan menjunjung tinggi kejujuran. Penyedia Barang/Jasa dan para pihak yang terkait dalam pengelolaan rantai suplai harus memenuhi etika sebagai berikut: 6.1. Tidak menggunakan dokumen-dokumen yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keaslian dan kebenarannya.8. penuh rasa tanggung jawab. berarti mendukung dan mengembangkan kegiatan dengan memperhatikan kemampuan dan dampak lingkungan. 6. 5. regional dan internasional. yang mengakibatkan persaingan yang tidak sehat dan penurunan kualitas hasil pekerjaan. Bertanggung jawab. berarti harus mencapai sasaran baik fisik. Tidak menyalahgunakan wewenang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama. kemandirian dan menjaga informasi yang bersifat rahasia. Panitia Pengadaan. 6. tidak meminta atau berjanji memberi imbalan/hadiah berupa apa saja kepada/dari siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan pengelolaan rantai suplai. 6. Dalam pengambilan keputusan tidak melebihi batas kewenangan yang telah ditetapkan dan tidak terpengaruh oleh kepentingankepentingan lain diluar kepentingan perusahaan dan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar angka 5 diatas.6. 6. ETIKA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Pejabat Berwenang.5. Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung. 6.6. tidak menawarkan. Pengguna Barang/Jasa. 6. baik secara langsung atau tidak langsung dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. 6 . Mencegah terjadinya pertentangan kepentingan (conflict of interest) pada pihak-pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses pengelolaan rantai suplai.

KESELAMATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL) Pejabat Berwenang. Penyedia Barang/ Jasa dan para pihak yang terkait dengan pengelolaan rantai suplai wajib memperhatikan ketentuan K3LL yang berlaku di lingkungan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Panitia/Pejabat Pengadaan.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 7. KESEHATAN. 7 .

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB II KEWENANGAN 9 .

2. Semua Aset yang berwujud maupun tidak berwujud berpindah menjadi milik Negara yang dikelola oleh BPMIGAS pada saat dibeli dan berpindah tangan ke dalam penguasaan Kontraktor KKS. sebelum dapat dilaksanakan. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Status Aset kepada BPMIGAS. 2. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Pelaksanaan Pengadaan ke BPMIGAS.4. Beberapa tahapan proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu oleh BPMIGAS. dalam Buku Pedoman 2. Dalam rangka pelaksanaan tugasnya BPMIGAS melakukan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh Kontraktor KKS.3.5. 1. Pengaturan secara rinci dimuat dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS. Kontraktor KKS berwenang untuk menggunakan aset dalam kegiatan operasional kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Negara Republik Indonesia. KEWENANGAN PENGELOLAAN ASET 2. Pengaturan secara rinci dimuat Pengelolaan Aset Kontraktor KKS. 10 . KEWENANGAN PELAKSANAAN PENGADAAN 1.1.2. 1. Pada dasarnya proses dan pengambilan keputusan pengadaan barang/jasa dilakukan oleh Kontraktor KKS. 2. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1.1. 2. pengelolaan dan/atau penguasaan Aset harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS.3. Setiap pengalihan peruntukan.

11 . sebelum dapat dilaksanakan. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Pelaksanaan kegiatan impor dan ekspor kepada BPMIGAS. Dalam rangka pelaksanaan tugasnya BPMIGAS melakukan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan impor dan ekspor yang dilakukan oleh Kontraktor KKS. Beberapa tahapan proses pelaksanaan impor dan ekspor harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu oleh BPMIGAS. KEWENANGAN PENGELOLAAN PROYEK Struktur kewenangan di bidang pengelolaan proyek akan ditentukan kemudian. 3.4.2. 3. Pengaturan secara rinci dimuat Kepabeanan Kontraktor KKS. KEWENANGAN KEPABEANAN Kontraktor KKS berwenang untuk melaksanakan impor atau ekspor barang atau peralatan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Negara Republik Indonesia.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 3.1. 3. dalam Buku Pedoman 3.3. 4.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB III PENGAWASAN 13 .

3. Pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan oleh fungsi pengawasan eksternal dikoordinasikan oleh BPMIGAS untuk mencegah terjadinya pemeriksaan yang tumpang tindih. 2. 3. tahap setelah penyelesaian (post audit). Bilamana diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan khusus. Penilaian Kinerja Kontraktor KKS dalam lingkup pengelolaan rantai suplai dilakukan dengan menggunakan Key Performance Indicator (KPI). 1. 2. Pemanfaatan produksi dan kompetensi dalam negeri. Efisiensi dan optimalisasi pemanfaatan asset. 14 .1. sehingga menjadikan pengawasan melekat sebagai unsur pengendalian internal yang efektif. 3. keuangan maupun K3LL sesuai dengan sasaran kerja.1.1. Pengawasan terhadap pengelolaan rantai suplai di lingkungan Kontraktor KKS dilakukan oleh lembaga pengawas fungsional internal maupun eksternal.1. kewenangan dan tanggung jawab berdasarkan peraturan yang berlaku mulai dari tahap perencanaan.2. tahap pelaksanaan sampai tahap penyelesaian (current audit). PENGAWASAN MELEKAT 1. PENGAWASAN FUNGSIONAL 2. 3. waktu. Dalam pelaksanaan pengawasan melekat perlu memperhatikan masukan dari pengawas fungsional dan pengawasan masyarakat.1. PENILAIAN KINERJA KONTRAKTOR KKS 3. Pengawasan terhadap pengelolaan rantai suplai dilakukan sejak tahap perencanaan (pre audit).4. 3.1. yang meliputi sekurang-kurangnya: Kepatuhan terhadap pedoman ini dan pedoman yang terkait serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Efisiensi biaya. teknis.2.3. Pengawasan melekat dilakukan oleh setiap atasan secara struktural dan fungsional atas aspek administrasi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1.1.2. pelaksanaan hingga penyelesaian secara fisik. 3. Pimpinan Kontraktor KKS wajib melakukan pengawasan melekat secara intensif terhadap para pejabat yang melaksanakan tugas di lingkungan kerja masing-masing.1.

5. TINDAK LANJUT PENGAWASAN 5. 5. maupun sumber daya manusia.4. 4.1. yang pengajuannya dapat dilakukan pada pertengahan tahun kalender. Revisi target KPI yang telah disepakati.1. Pelaksanaan tindak lanjut sanksi dan penghargaan harus dipantau dan dievaluasi oleh fungsi pengawasan internal Kontraktor KKS dan dilaporkan kepada BPMIGAS. 5.1. Tindak lanjut hasil pengawasan dapat berupa: Penyempurnaan/perbaikan proses/prosedur.1.2. Pemberian penghargaan kepada individu atau kelompok yang berprestasi dan dinilai layak mendapat penghargaan. Pemberian sanksi atas pelanggaran.2. 5. 15 .1. kelembagaan. Target KPI disepakati bersama oleh BPMIGAS dan Kontraktor KKS.3.2.3.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 3. pada saat pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)/ Work Program and Budget (WP&B). Pelaksanaan tindak lanjut sanksi merupakan kewenangan dan tanggung jawab pimpinan tertinggi Kontraktor KKS sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor. yang tata caranya diatur oleh masing-masing Kontraktor KKS.1. Pada saat yang sama dilakukan evaluasi atas KPI Kontraktor KKS yang bersangkutan tahun sebelumnya. 5. 5. 5. LAPORAN: Sistem pelaporan untuk masing-masing bidang kegiatan diatur dalam setiap buku Pedoman Pelaksanaan.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB IV KETENTUAN PERALIHAN 17 .

harus dilakukan penyesuaian mengikuti ketentuan dalam pedoman ini. dinyatakan tidak berlaku.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. 3. Apabila tahap evaluasi dan negosiasi sudah selesai. dilakukan penyesuaian seperlunya dengan menggunakan tatacara negosiasi.1. Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam pedoman ini. Apabila sudah mencapai tahap pemasukan penawaran namun proses evaluasi dan/atau negosiasi penawaran belum selesai. berupa sisipan dan/atau penambahan lampiran pada setiap Buku Pedoman Pelaksanaan atau Buku Pedoman Pengelolaan. Khusus untuk kegiatan pengadaan barang/jasa: 2. akan diatur kemudian oleh BPMIGAS. 2. dengan mengubah isi dokumen pengadaan. pengelolaan Aset dan pelaksanaan prosedur kepabeanan yang sedang berjalan dilanjutkan mengikuti ketentuan lama. Proses pengelolaan yang berkaitan dengan pelaksanaan pengadaan barang/jasa. dilanjutkan dengan mengacu pada ketentuan lama.2. Dengan berlakunya Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Tentang Pengelolaan Rantai Suplai ini maka semua ketentuan yang pernah ada dan diterbitkan oleh BPMIGAS yang terkait dengan pengelolaan rantai suplai. ---ooo0ooo--- 18 . 2.3. Apabila belum mencapai tahap pemasukan penawaran. 2.

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (B P M I G A S) PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA NOMOR 007 REVISI-II/PTK/I/2011 BUKU KEDUA PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA Edited 15-6-2010 .

.

PENGAWASAN PENGUTAMAAN PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 1. PREFERENSI HARGA 10. KOMPONEN DALAM NEGERI BARANG/JASA 3. PROGRAM PENINGKATAN PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 6. PERNYATAAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI 9. UMUM 2. PENGERTIAN ISTILAH 2. 11 12 14 III. PEMANFAATAN JASA DALAM NEGERI 8. RUANG LINGKUP KEGIATAN KEWENANGAN DAN PENGAWASAN 1. 16 17 18 20 22 24 30 41 47 49 IV.DAFTAR ISI BAB I. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP EKSPLORASI 2. RENCANA PENGADAAN 2. SUMBER PENGADAAN 4. PENGAWASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI STRATEGI PENGADAAN 1. PENYUSUNAN PAKET PEKERJAAN 3. KEBIJAKAN UMUM 3. PENGUTAMAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI 7. I S I UMUM 1. DAFTAR BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 5. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP PRODUKSI 3. TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI 4. 51 52 53 54 . JENIS DAN MASA BERLAKU KONTRAK HALAMAN 2 8 9 II.

JAMINAN PEMELIHARAAN 97 98 99 105 107 110 114 115 . PEJABAT BERWENANG 2. PENYEDIA BARANG/JASA HARGA PERHITUNGAN SENDIRI / OWNER ESTIMATE 1. DOKUMEN PENGADAAN 4. 94 94 VIII. JAMINAN UANG MUKA 4. PENYAMPAIAN RENCANA PENGADAAN PELAKU PENGADAAN BARANG/JASA 1. KETENTUAN UMUM 2. I S I PERENCANAAN 1. PENGGUNA BARANG/JASA 3. PENGELOLA PENGADAAN 4. DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA 1. TATA CARA DAN DASAR PENYUSUNAN HALAMAN 64 65 VI.DAFTAR ISI BAB V. RENCANA KERJA PENGADAAN 2. JAMINAN PELAKSANAAN 3. 68 70 72 73 77 VII. DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI 3. PANITIA PENGADAAN/TIM INTERNAL 5. JAMINAN PENAWARAN 2. BIAYA PENGGANTIAN DOKUMEN PENGADAAN IX. STRUKTUR DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA 2. JAMINAN 1.

. SANGGAHAN 15. PENENTUAN CALON PEMENANG 12. PENDAFTARAN PENYEDIA BARANG/JASA 3. I S I METODA DAN TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/ JASA PEMBORONGAN/ JASA LAINNYA 1. PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 17. PROCARD 6. KEPUTUSAN PENETAPAN CALON PEMENANG 13. PENGUMUMAM PEMENANG PENGADAAN 14. PEMILIHAN LANGSUNG 4. PENUNJUKAN LANGSUNG 5. EVALUASI PENAWARAN 10. NEGOSIASI HARGA PENAWARAN 11. PELELANGAN GAGAL 19. PENGULANGAN PENGADAAN (REPEAT ORDER) 22. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN 9. DOKUMEN PENAWARAN 7. PROTES 6. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN 8. PELELANGAN TERBATAS 3. PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK (E-PROCUREMENT) 7. PELELANGAN UMUM 2. PELELANGAN ULANG 20. PENGEMBALIAN SURAT JAMINAN PENAWARAN 18. PEMBERIAN PENJELASAN 5.DAFTAR ISI BAB X. PENILAIAN KUALIFIKASI 4. PEMBATALAN PELELANGAN 21. PENGUMUMAN 2. TENGGANG WAKTU HALAMAN 117 119 122 126 132 132 136 139 140 142 146 148 150 152 154 159 174 178 180 181 182 186 188 190 190 191 193 194 194 XI. PERSETUJUAN RENCANA PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 16. SWAKELOLA TATA CARA PELELANGAN UMUM 1.

HARGA PERHITUNGAN SENDIRI 4. PELAKSANAAN PEKERJAAN MENDAHULUI KONTRAK 4. PEMBINAAN PENYEDIA BARANG/JASA 1. PENYESUAIAN KETENTUAN 257 . PELAPORAN KEGIATAN PENGADAAN BARANG/JASA 223 223 230 231 237 242 244 247 248 248 249 255 XVI. PENYUSUNAN DAFTAR PENYEDIA JASA TERSELEKSI 6.DAFTAR ISI BAB XII. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN 7. ISI KONTRAK 3. KETENTUAN UMUM 2. SANKSI ATAS PELANGGARAN XV. PENYIAPAN DOKUMEN PENGADAAN 3. SISTIM EVALUASI PENAWARAN 8. PERUBAHAN LINGKUP KERJA DAN PERPANJANGAN JANGKA WAKTU KONTRAK 5. MANAJEMEN KONTRAK 6. PENERBITAN KONTRAK 2. PENGADAAN JASA KONSULTANSI PERORANGAN HALAMAN 196 197 198 198 199 200 200 220 221 XIII. KONTRAK 1. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 7. METODA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 5. PENILAIAN KINERJA 3. PENUTUPAN KONTRAK XIV. PELELANGAN ULANG 9. PENGHARGAAN ATAS KINERJA 4. PEMBINAAN 2. I S I METODA DAN TATA CARA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 1.

Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB I UMUM 1 .

1. 1. Bank Umum Nasional adalah Bank Umum yang lebih dari 50% (lima puluh persen) saham kepemilikannya dimiliki atau berasal dari pemerintah Republik Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia dan/atau warganegara Republik Indonesia.7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. Harga Barang Jadi adalah jumlah biaya untuk memproduksi barang yang terdiri dari biaya bahan (material) langsung. disusun secara sistimatis berdasarkan kerangka acuan kerja (KAK) yang ditetapkan oleh pengguna barang/jasa. Anggaran adalah dana yang dialokasikan oleh Kontraktor KKS untuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa tertentu.8. Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. PENGERTIAN ISTILAH 1. tenaga kerja langsung dan biaya tidak langsung pabrik.6. syarat-syarat kerja (terms & conditions).4. Dokumen Pengadaan adalah dokumen yang sekurangkurangnya berisi uraian tentang lingkup pekerjaan. Jasa Konsultansi adalah layanan jasa profesional untuk mencapai sasaran tertentu yang hasil akhirnya berbentuk piranti lunak. 2 . Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD) adalah badan usaha yang modalnya atau sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia/ Pemerintah Daerah sebesar lebih dari 50% (lima puluh persen). tata cara proses pengadaan dan persyaratan administratif pengadaan. yang bersumber dari Work Program & Budget (WP&B) dan/atau dari Daftar Rencana Pengadaan (Procurement List).3. usulan atau rekomendasi sebagai hasil analisis data dan/atau keadaan.1. 1. yang digunakan sebagai pedoman bagi calon Penyedia Barang/Jasa dalam proses pembuatan dan penyampaian penawaran serta pedoman bagi Panitia Pengadaan/Tim Internal dalam melakukan evaluasi penawaran. 1.2. 1.5.Buku Kedua . tidak dapat digantikan dengan barang atau peralatan lain yang sejenis. Barang Spesifik adalah barang atau peralatan yang karena tuntutan teknis dan kepentingan operasi. 1. 1.

3.10. peralatan dan material yang diperlukan. sedangkan seluruh proses serta pengerjaannya termasuk penyediaan tenaga kerja.13. Jasa Pemborongan atau pemasokan barang.2.11.11. (yard) penimbunan dan Penggunaan pabrik dan/atau bengkel (workshop) dan/atau galangan kapal untuk pembuatan (fabrication) komponen atau bagian dari komponen fasilitas produksi. 3 .8.11. 1. Penggunaan laboratorium untuk pengujian (test).5. 1.11.11. 1. Kendali mutu (quality control).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. pengkajian (evaluation) dan/atau penelitian (study). Jasa Lainnya adalah segala pekerjaan dan/atau penyediaan jasa selain Jasa Konsultansi. Jasa Pemborongan adalah jasa pekerjaan yang perencanaan teknis.11. 1. Penggunaan bengkel (workshop) untuk perawatan dan/atau perbaikan mesin dan/atau peralatan produksi. Jasa Pengerjaan adalah bagian dari pekerjaan Jasa Pemborongan.11.11. Penggunaan jasa pengangkutan.11. Pelaksanaan sertifikasi kelayakan operasi. Pelaksanaan survey. Pengerjaan rekayasa dan rancang bangun (engineering and design). 1. Penggunaan kantor dan sarana pendukung lainnya.10. 1.1. 1.11. 1. 1. 1.12. Penggunaan lapangan pembangunan.11. Penggunaan peralatan pembangunan dan peralatan angkut termasuk bahan bakar yang diperlukan.9. 1. dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa.11.6. 1. 1. Penggunaan tenaga kerja.9. penetapan spesifikasi dan pengawasan pelaksanaannya dilakukan oleh Kontraktor KKS.4. 1.11.7. meliputi antara lain namun tidak terbatas pada: 1.11. Pelaksanaan konstruksi (construction) dan/atau perakitan (assembly) dan/atau instalasi (installation) fasilitas produksi. Jasa Lainnya dan/atau Jasa Konsultansi yang berupa pelaksanaan fisik pekerjaan.11.

1. 4 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. peperangan. gempa bumi.16. yang dapat mengakibatkan terganggunya kelancaran produksi minyak dan/atau gas bumi baik sebagian maupun keseluruhan dan/atau mengakibatkan terhentinya kegiatan operasional baik sebagian maupun keseluruhan. Keadaan Mendesak (Urgent) adalah kegagalan operasi (operation failure) yang terjadi secara tiba-tiba. Keadaan Kahar termasuk tetapi tidak terbatas pada bencana alam atau act of God (antara lain banjir. start up delay atau keadaan yang berpotensi mengganggu pelaksanaan kegiatan operasional dan apabila tidak segera ditanggulangi dapat menyebabkan kerugian bagi negara. 1.13.14. plant shut down. Keadaan Darurat (Emergency) adalah keadaan seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Keadaan Emergency.14. barang/bahan pembuatan komponen bangunan atau sukucadang pada pekerjaan perbaikan. Keadaan Krisis adalah keadaan seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Keadaan Krisis. kerusuhan.15. Penggunaan barang habis pakai (consumable) yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. well shut down. gunung meletus. komponen bangunan.12. badai.Buku Kedua . sabotase. Keadaan Mendesak (Urgent) harus dinyatakan oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS setempat dan dilaporkan kepada BPMIGAS. 1.11. angin topan. tsunami. Keadaan mendesak terjadi antara lain namun tidak terbatas karena equipment failure. 1. 1. tanah longsor atau wabah penyakit). Tidak termasuk dalam pengertian ini adalah barang kebutuhan utama dalam Jasa Pemborongan. atau revolusi. process upset. Keadaan Kahar (Force Majeure) adalah suatu kejadian atau keadaan yang terjadi di luar kuasa atau kontrol para pihak yang mengikatkan diri dalam Kontrak yang mengakibatkan pihak yang menyatakan Keadaan Kahar tidak dapat melaksanakan seluruh atau sebagian kewajibannya berdasarkan Kontrak. Jasa Spesifik adalah jasa yang memerlukan persyaratan teknologi dan/atau keahlian tertentu dan hanya dapat dipenuhi dan/atau hanya dapat dilaksanakan oleh satu penyedia jasa.

5 . sepanjang tidak mengubah substansi penawaran.19. perusahaan. Surat Perjanjian (Agreement). Lingkup Kerja adalah bagian dari Dokumen Pengadaan yang berisi uraian tentang spesifikasi dan/atau fungsi barang atau uraian pekerjaan termasuk jumlah/volume serta waktu yang dimaksudkan untuk menghasilkan sesuatu. tingkat kemampuan usaha. 1. Klarifikasi adalah permintaan penjelasan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal kepada peserta pengadaan barang/jasa atas materi penawaran. untuk mengadakan suatu kegiatan. usaha. selama proses pengadaan. serta kemampuan pengelolaan program kesehatan. 1.22. Pejabat Berwenang adalah pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau pekerja struktural Kontraktor KKS yang telah mendapat pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari pimpinan tertinggi Kontraktor KKS.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.24.21. kemampuan finansial. Kontrak adalah perjanjian pelaksanaan pekerjaan penyediaan barang/jasa antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa yang dituangkan dalam kesepakatan tertulis dan bersifat mengikat. 1.23. kemampuan penyediaan peralatan. 1. Konsorsium adalah gabungan dari 2 (dua) atau lebih orang perorangan. kemampuan personalia.17. Kualifikasi adalah status hukum. 1. 1. 1.18. dimana masing-masing anggota Konsorsium tetap berdiri sendirisendiri. Panitia Pengadaan adalah panitia yang dibentuk dan disahkan oleh Pejabat Berwenang untuk melaksanakan pemilihan Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Kontraktor KKS. Pascakualifikasi adalah proses penilaian Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa yang dilakukan setelah evaluasi penawaran harga. keselamatan kerja dan lindungan lingkungan (K3LL). Kontrak dapat berupa antara lain Surat Pesanan (Purchase Order) atau Kontrak Jasa (Service Contract).20. organisasi atau kombinasi dari elemen-elemen tersebut. atau pembiayaan bersama dalam rangka mencapai tujuan tertentu dalam batas waktu tertentu dengan menyatukan sumberdaya yang dimiliki para pihak yang bergabung.

1.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. 1.29.30. Perusahaan Nasional adalah perusahaan yang berdasarkan hukum negara Republik Indonesia. 1. pemerintah daerah.000. Badan Usaha Milik Negara BUMN) atau Badan Usaha Millik Daerah (BUMD).28. 1. sedemikian rupa sehingga bertentangan dengan ketentuan pelaksanaan pengadaan barang/jasa.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) adalah situasi dimana pekerja Kontraktor KKS secara sendiri dan/atau secara bersama-sama. Pengelola Pengadaan adalah fungsi dan/atau organisasi yang ditunjuk untuk mengelola kegiatan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS. Perusahaan Asing adalah perusahaan yang didirikan bukan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia. gabungan beberapa badan usaha atau perorangan yang memiliki kemampuan untuk menyediakan barang/jasa untuk kepentingan Kontraktor KKS sesuai dengan bidang usaha dan kualifikasinya. Pengguna Barang/Jasa adalah fungsi dalam lingkungan organisasi Kontraktor KKS yang memerlukan barang/jasa untuk mendukung pelaksanaan kegiatannya. secara langsung atau tidak langsung untuk mempengaruhi jalannya proses dan/atau keputusan pengadaan dengan mengutamakan/menguntungkan kepentingan pribadi dan/atau kelompoknya dan/atau kroninya dan/atau korporasi (termasuk afiliasinya) dan/atau penyedia barang/jasa tertentu. menggunakan kekuasaannya.32. Pekerjaan Bersifat Kompleks adalah pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi dan/atau mempunyai risiko tinggi dan/atau menggunakan peralatan dengan desain khusus. sebagai pribadi atau bertindak untuk kepentingan perusahaan atau afiliasinya.25.26. dan bernilai lebih besar dari Rp50. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha. 1.31. didirikan 6 .00 (lima juta dolar Amerika Serikat). dan memiliki surat izin usaha yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang.Buku Kedua . 1.27.000. negara Republik Indonesia. Perusahaan Dalam Negeri adalah Perusahaan Nasional yang lebih dari 50% (lima puluh persen) sahamnya dimiliki oleh perseorangan warga negara Indonesia. 1.000.

1. Tim Internal adalah tim di lingkungan Pengelola Pengadaan yang dibentuk dan disahkan oleh pimpinan pengelola pengadaan atau oleh Pejabat Berwenang. 1. Post Bidding dilarang untuk dilakukan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. 1. yang dinyatakan dalam persentase. Post Bidding adalah pengubahan atau penambahan atau pengurangan persyaratan pengadaan oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal atau pengubahan/penambahan/pengurangan kelengkapan dokumen penawaran dan/atau data pada pelelangan umum.37. Produksi Dalam Negeri adalah semua jenis barang/jasa termasuk rancang bangun dan perekayasaan yang diproduksi.36.33. Prakualifikasi adalah proses penilaian Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa yang dilakukan sebelum tahap pemasukan dokumen penawaran.38. Wakil Penyedia Barang/Jasa adalah seseorang yang bertindak untuk dan atas nama Penyedia Barang/Jasa sesuai akte pendirian/perubahan atau secara hukum mempunyai kapasitas untuk mewakili Penyedia Barang/Jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa.35. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah besaran komponen dalam negeri pada barang/jasa atau pada gabungan barang dan jasa. 7 . pelelangan terbatas atau pemilihan langsung oleh peserta pengadaan. 1. tanggung-jawab dan tugas pokok sama seperti Panitia Pengadaan namun memiliki kewenangan dan ruang lingkup kerja yang lebih rendah. 1. dibangun atau dikerjakan oleh perusahaan yang berproduksi dan/atau berinvestasi langsung di Indonesia.34. Tim Internal mempunyai persyaratan. yang disampaikan setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup.

2. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta mengusahakan pelaksanaan pekerjaan dilakukan di dalam wilayah negara Republik Indonesia.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. 2. pelaksana. 2. Melaksanakan pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa melalui bank yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum Nasional.4.7. 2. dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum Nasional.2. 2. Memperoleh barang/jasa yang diperlukan secara efektif dan efisien. dan lindungan lingkungan (K3LL) yang berlaku di lingkungan kegiatan hulu minyak dan gas bumi. tertib dan terkendali.6. 8 . serta pengawas pengadaan barang/jasa. Melaksanakan ketentuan kesehatan. Para pihak yang mengikatkan diri dalam Kontrak harus memiliki rekening bank yang berada dalam wilayah Negara Republik Indonesia. Melaksanakan sendiri pengadaan barang/jasa secara swakelola atau dapat pula dilakukan melalui Penyedia Barang/Jasa. 2.9. Membina kemampuan berusaha dan memberikan kesempatan berusaha bagi Perusahaan Dalam Negeri terutama usaha kecil termasuk koperasi kecil. dengan cara meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan pengadaan barang/ jasa.10. Meningkatkan kinerja dan tanggungjawab para perencana.Buku Kedua .1. KEBIJAKAN UMUM 2. baik rekening pembayar maupun rekening penerima. Menciptakan iklim persaingan yang sehat. keselamatan kerja. Mempercepat proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa. 2.8. Bagi Kontraktor KKS tahap produksi. 2.5. Melaksanakan pengadaan barang/jasa di dalam wilayah negara Republik Indonesia sesuai ketentuan perundangundangan yang berlaku di negara Republik Indonesia. 2. semua transaksi pembayaran menggunakan Bank Umum yang berstatus Badan Usaha Milik Negara/Daerah.

3. disusun secara sistimatis berdasarkan kerangka acuan kerja (KAK) yang ditetapkan oleh pengguna barang/jasa. sedangkan seluruh proses serta pengerjaannya termasuk penyediaan tenaga kerja. Pengadaan Jasa Pemborongan merupakan kegiatan pengadaan jasa pekerjaan yang perencanaan teknis. 3.5.3. usulan atau rekomendasi sebagai hasil analisis data dan/atau keadaan. atau Membeli barang pesanan kepada bengkel (workshop) atau pabrikator barang atau peralatan yang harus dibuat/ dipabrikasi terlebih dahulu dengan desain tertentu (tailor made). Pengadaan Jasa Konsultansi merupakan kegiatan pengadaan layanan jasa profesional untuk mencapai sasaran tertentu yang hasil akhirnya berbentuk piranti lunak.1. Membeli barang atau peralatan hasil produksi masal (mass product) kepada pabrikan atau kepada pedagang. Lingkup kegiatan pengadaan barang/jasa meliputi penyusunan rencana pengadaan. pemilihan Penyedia Barang/Jasa.2.1. 3.4. 9 . 3.2. Pengadaan barang dapat dilakukan dengan cara: 3. pengadministrasian Kontrak. pembinaan Penyedia Barang/Jasa dan penyelesaian perselisihan (apabila ada). 3. Tata cara pengadaannya mengikuti tata cara pengadaan Jasa Pemborongan. Pengadaan Jasa Lainnya merupakan kegiatan pengadaan segala pekerjaan atau penyediaan jasa selain Jasa Konsultansi. Bagi pengadaan jasa asuransi harus tetap mengikuti ketentuan dalam pedoman ini dan dilengkapi dengan pengaturan tata cara yang bersifat khusus. RUANG LINGKUP KEGIATAN 3. Jasa Pemborongan dan pemasokan barang.6. Pedoman Pelaksanaan ini berlaku untuk semua kegiatan pengadaan barang/jasa kecuali pengadaan lahan dan jasa pengacara/konsultan hukum.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. peralatan dan material yang diperlukan. penetapan spesifikasi dan pengawasan pelaksanaannya dilakukan oleh Kontraktor KKS. Pengadaan barang meliputi pengadaan barang untuk kepentingan pengisian persediaan (inventory) di gudang atau untuk dipergunakan secara langsung dalam kegiatan operasional atau proyek atau membeli peralatan (equipment).3. 3.

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB II KEWENANGAN DAN PENGAWASAN 1. 10 .Buku Kedua .

000.000.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. Tata cara pengadaan harus mengikuti tata cara pengadaan yang diatur dalam pedoman ini.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. 1.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP EKSPLORASI: 1. Kontraktor KKS wajib menyampaikan laporan pengadaan sebagaimana diatur dalam bab XV.000. apabila berdasarkan temuan audit yang dilakukan oleh BPMIGAS dan/atau auditor Pemerintah ditemukan penyimpangan pada 1 (satu) atau beberapa kebijakan maupun prosedural yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) dan dilakukan berulang-ulang serta telah pernah diberikan peringatan 1 (satu) kali oleh BPMIGAS.4. pelaksanaan 11 .1. 1. Kontraktor KKS dalam tahap eksplorasi berwenang untuk melaksanakan dan mengambil keputusan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa. 1.3. Pengiriman harus dilakukan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang. 1. Bentuk ringkasan pelaksanaan pengadaan sesuai lampiran nomor FL-003.5.000. Untuk kepentingan pengawasan proses pengadaan. Kontraktor KKS wajib mengirimkan 1 (satu) set ringkasan pelaksanaan pengadaan dari setiap paket pengadaan yang bernilai lebih dari Rp5. Kewenangan Kontraktor KKS dapat dibatasi dengan surat penetapan dari Kepala BPMIGAS.

5. 12 .000.000.1.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. 2.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Rencana pengadaan yang akan dilakukan secara langsung dengan Perusahaan Asing di luar negeri sebagaimana diatur pada bab IV angka 3.2. Pembatalan dan/atau pemutusan dini Kontrak yang penunjukan pemenang pengadaannya telah disetujui oleh BPMIGAS.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).1. Tata cara penyampaian diatur dalam bab V angka 2.000.000.000. dengan nilai per paket rencana pengadaan lebih besar dari Rp50. dan total kumulatif penambahan nilai lebih besar dari 10% dari nilai awal Kontrak atau lebih besar dari Rp50.000. Rencana penunjukan pemenang pengadaan dengan nilai per paket pengadaan lebih besar dari Rp50.000. 2. yaitu: 2.1.1.Buku Kedua .00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau kurang dari US$5. dengan ketentuan tahapan kegiatan pengadaan berikut sebelum dilaksanakan harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). 2.1. 2.000.4.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.2.000.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau menjadi lebih besar dari US$5. Nilai awal Kontrak lebih besar dari Rp50.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Kontraktor KKS dalam tahap produksi berwenang untuk melaksanakan dan mengambil keputusan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa.000.1.000.1.000. Rencana pengadaan barang/jasa untuk pelelangan. Perubahan lingkup kerja (PLK) dari Kontrak kegiatan pemboran (drilling) dan konstruksi terintegrasi (EPC/EPCI) serta bagianbagiannya yang mengakibatkan penambahan nilai.000. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP PRODUKSI: 2.1.000.000.000.3.000.000. namun total kumulatif penambahan nilai ditambah dengan nilai awal Kontrak menjadi lebih besar dari Rp50.000.000.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. dalam hal: 1. 2.000. pemilihan langsung atau penunjukan langsung. Nilai awal Kontrak kurang dari Rp50.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.000.

Kontraktor KKS wajib mengirimkan 1 (satu) set ringkasan pelaksanaan pengadaan dari setiap paket pengadaan yang bernilai lebih dari Rp5.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Kewenangan Kontraktor KKS dapat dikurangi dengan surat penetapan dari Kepala BPMIGAS.4. pelaksanaan 13 .000.2.000. Tata cara pengadaan harus mengikuti tata cara pengadaan yang diatur dalam pedoman ini. apabila berdasarkan temuan audit yang dilakukan oleh BPMIGAS dan/atau auditor Pemerintah ditemukan penyimpangan pada 1 (satu) atau beberapa kebijakan maupun prosedural yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) dan dilakukan berulang-ulang serta telah pernah diberikan peringatan 1 (satu) kali oleh BPMIGAS. 2. 2. Untuk kepentingan pengawasan proses pengadaan.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). 2.3. Bentuk ringkasan pelaksanaan pengadaan sesuai lampiran nomor FL-003.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.5.000. Pengiriman harus dilakukan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang. Kontraktor KKS wajib menyampaikan laporan pengadaan sebagaimana diatur dalam bab XV.000.

pelaksanaan dan tata cara pengadaan barang/jasa tidak mengikuti dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam pedoman ini dan/atau menimbulkan kemahalan harga. anggota Panitia Pengadaan.3. 14 . Kemahalan harga dapat berupa: 3.1. kepada Kontraktor KKS dikenakan sanksi sebagai berikut: 3. Apabila berdasar hasil audit final yang dilakukan oleh BPMIGAS dan/atau auditor Pemerintah. dan/atau pekerja dari fungsi Pengelola Pengadaan Barang/Jasa dan/atau Panitia Pengadaan dan/atau pekerja lain. berdasar ketentuan dalam penyusunan HPS/OE.2.3. Bagian biaya yang dinyatakan sebagai kemahalan harga untuk kegiatan pengadaan bersangkutan tidak dapat dibebankan sebagai biaya berdasarkan kontrak kerja sama (KKS) dan langsung tidak diperhitungkan sebagai bagian dari penggantian biaya pada Kontraktor KKS pada periode perhitungan berikutnya. Penetapan dasar harga dalam penyusunan HPS/OE yang lebih tinggi dari 10% dibanding harga yang wajar berlaku di pasar.3. yang terlibat dan terbukti bersalah diberikan sanksi administratif sesuai derajat tanggungjawabnya. Selanjutnya kepada Pejabat Berwenang. 3. BPMIGAS melaksanakan pengawasan secara current dan post audit atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS. pekerja dari fungsi Pengguna Barang/Jasa dan/atau pekerja dari fungsi Pengelola Pengadaan Barang/Jasa yang bertanggungjawab diberikan Surat Peringatan oleh pimpinan Kontraktor KKS. Khusus untuk Kontraktor KKS pada tahap eksplorasi.2. kecuali apabila kemudian harga yang disepakati dalam Kontrak dapat dibuktikan memenuhi kriteria kewajaran. 3. Kontraktor KKS yang bersangkutan diberi Surat Peringatan oleh BPMIGAS. maka Pejabat Berwenang. dan/atau pekerja dari fungsi pengguna Barang/Jasa. 3. berdasar ketentuan dalam penyusunan HPS/OE dan/atau pelaksanaan negosiasi.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. PENGAWASAN. ketentuan ini diperhitungkan pada saat wilayah kerja bersangkutan dinyatakan komersial untuk dikembangkan. dan/atau Penetapan harga Kontrak yang melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.1. Dalam hal penyimpangan dari ketentuan yang sejenis berulang lebih dari 2 (dua) kali.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB III PENGUTAMAAN PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 15 .

Dalam menyusun Daftar Rencana Pengadaan. Penilaian kinerja Kontraktor KKS dilakukan terhadap pencapaian target penggunaan Produksi Dalam Negeri tahun berjalan.2. dalam bab ini.2. 1. waktu penyerahan dan harga dengan memperhatikan daftar pada ketentuan angka 5. jasa dan sumber daya manusia dalam negeri.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. Mensyaratkan agar sebagian besar Jasa Pengerjaan pada Kontrak jasa dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia. 1. Target penggunaan Produksi Dalam Negeri merupakan persentase perbandingan antara potensi penggunaan Produksi Dalam Negeri dengan total nilai rencana pengadaan barang/jasa periode tertentu atau paket pekerjaan tertentu.Buku Kedua .1.2. kecuali ditentukan lain seperti tersebut dalam bab IV angka 3.1.2. Target penggunaan Produksi Dalam Negeri pada WP&B merupakan salah satu Ukuran Kinerja Terpilih (UKT)/Key Performance Indicator (KPI) Kontraktor KKS tahun berjalan yang disepakati bersama BPMIGAS. Kontraktor KKS wajib menggunakan.3.1. memaksimalkan atau memberdayakan barang Produksi Dalam Negeri yang memenuhi jumlah. 1. Kontraktor KKS harus mengakomodasi barang/jasa Produksi Dalam Negeri yang telah memenuhi persyaratan teknis minimal yang dapat dipertanggung-jawabkan. 16 . Kontraktor KKS wajib menetapkan target penggunaan Produksi Dalam Negeri. 1.1. UMUM Dalam melaksanakan setiap kegiatan pengadaan barang/jasa Kontraktor KKS harus mengutamakan penggunaan barang.2.3. Kontraktor KKS wajib memasukkan target penggunaan Produksi Dalam Negeri.3.2. 1. Kontraktor KKS semaksimal mungkin menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI). Kontraktor KKS harus memperhitungkan waktu produksi atau waktu penyerahan yang wajar dalam menyusun rencana pengadaan. Kontraktor KKS harus mengutamakan penggunaan jasa dan sumber daya manusia dalam negeri dengan cara: 1.2.1. 1. kualitas. Kontraktor KKS wajib mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri dalam pelaksanaan pengadaan jasa. 1.3.1. dan atas pencapaian target 5 (lima) tahun terakhir. 1.1. 1.

2. Barang impor yang dijual di dalam negeri atau dijual oleh perusahaan dalam negeri bukan merupakan Produksi Dalam Negeri dan bukan merupakan komponen dalam negeri. KOMPONEN DALAM NEGERI BARANG/JASA 2. sarana pendukung.1. 2. Komponen dalam negeri terdiri dari komponen dalam negeri barang dan komponen dalam negeri jasa. Komponen dalam negeri barang adalah bahan baku dan bahan pembantu langsung yang dihasilkan atau dibuat di dalam negeri. Tenaga kerja asing (TKA) walaupun berdomisili di Indonesia bukan merupakan komponen dalam negeri. buah pikiran. biaya transportasi (termasuk biaya kemasan. barang habis pakai. pengepakan. ditambah biaya rancang bangun dan pengerjaan sampai dengan menjadi barang jadi yang dilakukan di dalam negeri. 2. 2. atau barang yang dihasilkan atau dibuat di dalam negeri yang digunakan dalam proses pengerjaan pekerjaan Jasa Pemborongan. asuransi dan penanganan/handling) dalam rangka penyerahan barang pesanan. 17 . Komponen dalam negeri jasa adalah jasa yang berasal dari dalam negeri. 2. perangkat lunak dan tenaga kerja termasuk tenaga ahli yang berasal dari dalam negeri.2.4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. keuntungan dan biaya lain yang bukan merupakan komponen langsung dalam memproduksi barang atau menyelesaikan pekerjaan jasa bukan merupakan komponen dalam negeri. Dalam proses pembuatan Produksi Dalam Negeri dan pelaksanaan pekerjaan jasa di dalam negeri dimungkinkan penggunaan komponen atau unsur yang berasal dari luar negeri. Pajak keluaran sebagai konsekuensi dari terjadinya transaksi jual beli.3.6.5. rancang bangun. yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan di dalam negeri berupa antara lain biaya penggunaan peralatan.

bab ini dengan nilai biaya keseluruhan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Jasa Lainnya.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.1. 3. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) barang merupakan hasil perbandingan antara nilai biaya komponen dalam negeri dalam rangka pembuatan produk jadi sebagaimana diatur dalam angka 2.5.2. atau Hasil perbandingan antara nilai biaya komponen dalam negeri jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan sebagaimana diatur dalam angka 2. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) jasa merupakan: Hasil perbandingan antara nilai biaya komponen jasa dalam negeri dalam rangka pelaksanaan pekerjaan sebagaimana diatur dalam angka 2. TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) 3.1. Besaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk barang dinyatakan dengan sertifikat atau surat pernyataan yang masih berlaku yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian atau dinyatakan sendiri oleh Penyedia Barang/Jasa. Besaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk jasa dinyatakan dalam bentuk surat pernyataan berisi janji/komitmen untuk mencapai besaran TKDN pada akhir pelaksanaan Kontrak Jasa.2.3.2.2. 3. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) gabungan merupakan hasil perbandingan antara nilai biaya komponen dalam negeri dari barang Produksi Dalam Negeri ditambah nilai biaya komponen dalam negeri jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan termasuk biaya untuk mendatangkan barang yang diperlukan. bab ini dengan nilai biaya keseluruhan pembuatan produk jadi.Buku Kedua .4.2.3. dengan nilai biaya keseluruhan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Jasa Pemborongan.6. 3. 3. 3. 3. 3. bab ini dengan nilai biaya keseluruhan unsur jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Jasa Pemborongan. TKDN digunakan sebagai dasar pemberian preferensi harga. 18 .

7. Peralatan produksi luar negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Dalam Negeri atau dimiliki oleh warga negara Indonesia.4. 3.7. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 100% (seratus persen) komponen dalam negeri. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 100% (seratus persen) komponen dalam negeri. Peralatan produksi luar negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Nasional yang lebih dari 50% (lima puluh persen) sahamnya dimiliki oleh warganegara asing atau Perusahaan Asing.5. TKDN dari nilai jasa penggunaan peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan pemborongan dan Jasa Lainnya dihitung sebagai berikut: Peralatan Produksi Dalam Negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Dalam Negeri atau dimiliki oleh warga negara Indonesia.2. termasuk nilai biaya barang/jasa untuk mendukung kegiatan tenaga kerja tersebut. antara lain berupa surat perjanjian rencana pembelian peralatan terkait. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 75% (tujuh puluh lima persen) komponen dalam negeri.1. 3. peralatan tersebut sudah menjadi milik. 3. atau dimiliki oleh Perusahaan Asing atau warga negara asing. 3. 3. Penetapan status kepemilikan dari peralatan didasarkan pada fakta bahwa peralatan tersebut telah tercatat dalam pembukuan sebagai milik. atau didasarkan pada fakta yang meyakinkan bahwa pada saat akan melaksanakan pekerjaan. Peralatan Produksi Dalam Negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Nasional yang lebih dari 50% (lima puluh persen) sahamnya dimiliki oleh warganegara asing atau Perusahaan asing.8.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. 3. TKDN dari nilai Jasa Konsultansi dihitung berdasarkan nilai jasa penggunaan tenaga kerja warganegara Republik Indonesia.3.7.7.7. 19 . nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 0% (nol persen) komponen dalam negeri.7. atau dimiliki oleh Perusahaan Asing atau warga negara asing.

Barang kebutuhan pendukung yang telah diproduksi di dalam negeri dan salah satu pabrikan telah mencapai TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). meliputi semua jenis barang dan peralatan yang dibutuhkan dan harus tersedia dalam kegiatan operasional eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi serta bersifat spesifik untuk kegiatan tersebut.1. menggunakan Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (buku APDN). Barang kebutuhan operasional Kontraktor KKS terdiri dari: 4.1. Barang kebutuhan pendukung. 4.1. Barang Dimaksimalkan. 4.2. Barang kebutuhan utama.Buku Kedua . berisi daftar barang kebutuhan kegiatan operasional Kontraktor KKS yang telah diproduksi di dalam negeri dan TKDN salah satu pabrikan telah mencapai minimal 5% (lima persen).2. berisi jenis barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi yang telah diproduksi di dalam negeri dan salah satu pabrikan telah mencapai penjumlahan TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) minimal 40% (empat puluh persen).2. Daftar tersebut berisikan informasi tentang: 4. namun belum ada pabrikan dengan pencapaian TKDN 25% (dua puluh lima persen). yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. meliputi semua jenis barang dan peralatan yang dibutuhkan dan harus tersedia dalam kegiatan operasional Kontraktor KKS namun tidak bersifat spesifik untuk kegiatan kegiatan operasional eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi.3.1. 2. 4. Barang kebutuhan utama yang telah diproduksi di dalam negeri dan salah satu pabrikan telah mencapai TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen).2. berisi jenis: 1. Kontraktor KKS wajib menggunakan buku APDN tersebut sebagai acuan untuk menetapkan strategi pengadaan serta menetapkan persyaratan dan ketentuan pengadaan.2.2. Pelaksanaan kegiatan pengadaan barang/jasa khususnya dalam rangka mengutamakan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri dan mengutamakan pemanfaatan jasa dalam negeri. DAFTAR BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 4.1. 20 . Barang Diberdayakan. namun belum ada pabrikan yang mencapai penjumlahan TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) minimal 40% (empat puluh persen).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. 4. Barang Wajib Dipergunakan.

2. Dalam pelaksanaan pengadaan jasa. 21 .3.5. maka proses pengadaan dilakukan mengikuti pola memaksimalkan atau memberdayakan barang Produksi Dalam Negeri sebagaimana diatur dalam angka 6. Dalam hal satu atau beberapa jenis barang diketahui telah diproduksi di dalam negeri namun belum tercantum dalam daftardaftar tersebut pada angka 4. 4. dan 4.2. kekurangannya dapat dipenuhi dengan melakukan pengadaan dari sumber luar negeri.3. berisi daftar jasa yang telah pernah diselesaikan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional di wilayah negara Republik Indonesia dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. 4.1.2. Jasa Dalam Negeri. Dalam hal pada saat akan melaksanakan pengadaan dan/atau pada saat pelaksanaan proses pemilihan Penyedia Barang/Jasa diperoleh fakta yang meyakinkan bahwa kapasitas produksi di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan pada suatu saat yang bersamaan. dengan pencapaian TKDN minimal 30% (tiga puluh persen).2.4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.2. Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi. Kontraktor KKS menggunakan data pencapaian TKDN pekerjaan jasa yang tercantum pada Daftar Jasa Dalam Negeri sebagai acuan dalam menetapkan persyaratan target pencapaian TKDN minimum yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan Jasa Pemborongan. 4. dan 6. dalam bab ini.4. di atas.

5. 5. Kontraktor KKS secara sendiri-sendiri atau bersama Kontraktor KKS lain melakukan upaya kerjasama pengembangan produksi barang kebutuhan Kontraktor KKS atau pengembangan teknologi pengerjaan pekerjaan jasa.4. dengan memperhatikan antara lain persyaratan teknis minimal.1. PENGGUNAAN BARANG/JASA BPMIGAS melakukan koordinasi upaya memperluas dan memutakhirkan buku APDN. Pengalihan secara bertahap atau sekaligus fasilitas perbaikan atau perawatan permesinan. dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia.2. 5.4. harus dilengkapi dengan program peningkatan capaian TKDN yang disyaratkan semakin meningkat dari tahun awal ke tahun-tahun berikutnya.4. Peningkatan capaian TKDN yang disyaratkan sedapat mungkin berupa program alih teknologi. harus dilengkapi dengan alasan yang kuat dan disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS. 5.2. 5. Pada awal tahun atau secara terus menerus Kontraktor KKS secara sendiri-sendiri atau bersama Kontraktor KKS lain melakukan penelitian (survey/assessment) tentang jenis-jenis barang/jasa yang mampu dipenuhi pabrikan dalam negeri atau oleh penyedia jasa di dalam negeri. Jika program peningkatan capaian TKDN tidak mungkin dilaksanakan. dengan menerapkan standar teknis yang berlaku di Indonesia. PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI DALAM NEGERI 5.3. Dalam hal Kontraktor KKS melaksanakan pengadaan barang/jasa yang diperlukan terus menerus (rutin) dengan Kontrak tahun jamak. Hasil upaya perluasan dan/atau pemutakhiran disampaikan kepada instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. peralatan pemboran/produksi (drilling & production) minyak dan gas bumi atau kapal.Buku Kedua . Pengalihan secara bertahap atau sekaligus fasilitas fabrikasi dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia.3.4. serta kepada instansi pemerintah yang membidangi perindustrian. 22 . antara lain: Penggantian secara bertahap atau sekaligus peran tenaga kerja asing dengan tenaga kerja Indonesia.1.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.2. Evaluasi harga berdasarkan pencapaian TKDN diterapkan bagi setiap jenis (item) barang dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). 5. 5. terdiri dari barang Produksi Dalam Negeri dan barang produksi luar negeri.5.7. 5.1. 23 . BPMIGAS mendorong Kontraktor KKS untuk mampu memenuhi target pencapaian penggunaan Produksi Dalam Negeri yang telah dinyatakan dalam WP&B dan/atau AFE.5. dan Bagi barang dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen) diberikan preferensi harga. Pengadaan barang dari suatu paket kebutuhan yang terdiri dari beberapa kategori barang dilaksanakan dalam 1 (satu) paket. Kontraktor KKS atas inisiatif sendiri atau atas permintaan Penyedia Barang/Jasa dapat melakukan uji coba penggunaan barang Produksi Dalam Negeri berdasarkan persyaratan yang wajar dan dapat dipertanggung jawabkan dengan tetap mempertimbangkan dampak terhadap kegiatan operasi. Proses pengadaan mengikuti ketentuan memaksimalkan barang Produksi Dalam Negeri. 5.6.5. dengan ketentuan: Peserta pengadaan harus menawarkan dan akan membeli dari sumber dalam negeri Barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan dan dimaksimalkan.

Pada dasarnya proses pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan terbatas bagi barang Produksi Dalam Negeri. Untuk pelaksanaan Kontrak Bersama di antara beberapa Kontraktor KKS. Panitia Pengadaan mengundang semua pabrikan dalam negeri atau agen tunggal yang bertindak sebagai distributor tunggal yang ditunjuk oleh pabrikan dalam negeri yang tercantum dalam buku APDN.2. 24 .1.1. Perincian tata cara pengadaan diatur secara terperinci dalam bab X angka 2. di atas dan Pengadaan yang dikoordinasikan oleh BPMIGAS belum atau tidak dilaksanakan. dengan pencapaian TKDN minimal 15% (lima belas persen).Buku Kedua . dalam hal : 1. dengan menggunakan strategi kontrak bersama berbentuk kontrak berdasar permintaan (call off order) atau perjanjian harga.2. dan 3. 6. standar kualitas minimum dan waktu penyerahan yang wajar. Tata cara pelaksanaan pengadaan: 1. dalam hal kegiatan sebagaimana tersebut dalam angka 6. Memenuhi jumlah.1.1. untuk jangka waktu antara 1 (satu) tahun sampai dengan 3 (tiga) tahun. 2.1.3. 2. dan 2.1. di atas terdapat paling kurang 1 (satu) pabrikan yang memproduksi jenis barang yang dibutuhkan dengan penjumlahan TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) mencapai minimal 40% (empat puluh persen). WAJIB MENGGUNAKAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI 6. yang mengatur tata cara pelelangan terbatas.1. 6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. wajib mengikuti tata cara sebagai berikut: 6. Untuk memenuhi kebutuhan satu Kontraktor KKS. PENGUTAMAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI: Kontraktor KKS dalam memenuhi kebutuhan barang. Harga penawaran berdasarkan evaluasi dan/atau setelah dilakukan negosiasi lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Pengadaan dilaksanakan oleh Kontraktor KKS: 1. Dalam Daftar Barang Wajib Dipergunakan pada buku APDN dimaksud dalam angka 4.1. Kontraktor KKS wajib menggunakan barang Produksi Dalam Negeri.3.

1. 25 . 3. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Anggota Panitia Pengadaan merupakan gabungan pekerja Kontraktor KKS dan pekerja BPMIGAS. Kontraktor KKS harus menyatakan secara tegas dalam Dokumen Pengadaan dan dokumen Kontrak tentang ketentuan ini. Kesempatan berusaha bagi pabrikan-pabrikan dalam rangka menciptakan persaingan usaha yang sehat. Jangka waktu kontrak ditetapkan dengan mempertimbangkan antara lain: a. Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan barang wajib dipergunakan untuk seluruh lingkungan kegiatan usaha hulu. Untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek Kontraktor KKS atau untuk memenuhi kebutuhan Kontraktor KKS dalam tahap eksplorasi. Kepentingan operasional Kontraktor KKS.4. BPMIGAS dapat melaksanakan pengadaan bagi kepentingan Kontraktor KKS untuk barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi. 4. 6. Pengadaan yang dikoordinasikan oleh BPMIGAS: 1. Dalam pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan pada bab ini. c. Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya wajib untuk hanya menggunakan barang Produksi Dalam Negeri yang telah dinyatakan wajib dipergunakan. 6.5. b. Menggunakan strategi kontrak bersama berbentuk kontrak berdasar permintaan (call off order) atau perjanjian harga. Keekonomian penyediaan barang.1.

2. atau 6.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.3.2. namun diketahui telah diproduksi oleh salah satu pabrikan dalam negeri dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). 6.000. Pelaksanaan Pengadaan : 1.2.5.000.2.5.1.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6.2. Proses pengadaan barang dilakukan dengan pola memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri.2.000. yaitu: 6. MEMAKSIMALKAN PENGGUNAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI Kontraktor KKS harus memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori dimaksimalkan.2. bab ini.000. dan 6. Pengadaan dari 1 (satu) paket kebutuhan yang terdiri dari beberapa jenis barang sebagaimana ditetapkan dalam angka 5. Dalam buku APDN dimaksud dalam angka 4. Dalam hal peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). Barang yang dibutuhkan belum tercantum pada buku APDN tersebut pada angka 4. masa pendaftaran diperpanjang dengan waktu tambahan minimal 5 (lima) hari kerja dengan mengundang pabrikan maupun Penyedia Barang/Jasa pada umumnya.4. bab ini. bab ini terdapat paling kurang 1 (satu) pabrikan yang memproduksi jenis barang yang dibutuhkan Kontraktor KKS yang memenuhi standar kualitas teknis minimum dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). Khusus untuk pengadaan jenis barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi. Nilai pengadaan lebih besar dari Rp1. 26 . 6.2. Perpanjangan masa pendaftaran diumumkan. pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan terbatas dengan mengikutsertakan pabrikan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 10% (sepuluh persen).Buku Kedua . Pada dasarnya dilakukan dengan metode pelelangan umum dengan mengikutsertakan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 10% (sepuluh persen).2.

Peserta bukan pabrikan harus melampirkan surat penunjukan keagenan atau surat perjanjian kerjasama penjualan dengan pabrikan dalam negeri. b. Preferensi harga diberikan bagi barang dengan pencapaian TKDN sekurangkurangnya 25% (dua puluh lima persen). 6.2.5. dan 6. 4. Bagi peserta yang menyatakan memiliki barang dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) namun lebih dari 10% (sepuluh persen).5. 27 . Memperhitungkan preferensi harga dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP).2.5.2. Dalam hal pelelangan tersebut pada angka 6.2. pada bab ini. Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya wajib untuk memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori dimaksimalkan.2.1. proses pengadaan diulang menggunakan metode pelelangan umum.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. dengan mengikutsertakan barang Produksi Dalam Negeri dan barang produksi luar negeri tanpa mengubah HPS /OE. Peserta wajib menyatakan jenis-jenis dan besaran komponen dalam negeri dari barang yang akan ditawarkan. Dalam hal pada proses pelelangan ulang tersebut pada angka 6. maka proses pelelangan ulang dilanjutkan dengan pemilihan langsung atau penunjukan langsung kepada Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran. pada saat pendaftaran: a.5.6.4. Kontraktor KKS harus menyatakan secara tegas dalam Dokumen Pengadaan dan dokumen Kontrak tentang ketentuan ini. di atas gagal. di atas gagal. 6. Pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan pada angka 6. tanpa mengganti penawaran. 5.2.

Dalam hal pelelangan tersebut pada angka 6. proses pengadaan diulang menggunakan metode pelelangan umum. 6.000.000. namun pencapaian TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) dan dalam buku APDN dimaksud dalam angka 4. 28 .3. 2. dan 6.000.Buku Kedua .3.3. Untuk jenis barang yang dibutuhkan.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.3. Pelaksanaan Pengadaan : 1. Perpanjangan masa pendaftaran diumumkan. masa pendaftaran diperpanjang dengan waktu tambahan minimal 5 (lima) hari kerja dengan mengundang pabrikan maupun Penyedia Barang/Jasa pada umumnya.3. 4. MEMBERDAYAKAN PENGGUNAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI Kontraktor KKS harus memberdayakan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori diberdayakan.2.1.2.3.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). Tidak memperhitungkan preferensi harga dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). Pada dasarnya dilakukan dengan metode pelelangan umum dengan mengikutsertakan pabrikan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 5% (lima persen). 5.3.4. yaitu dalam hal : 6. di dalam negeri sekurangkurangnya terdapat 1 (satu) pabrikan. dan 6. pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan terbatas dengan mengikutsertakan pabrikan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 5% (lima persen).1.3. tanpa mengganti penawaran. 3. Dalam hal pada proses pelelangan ulang tersebut pada angka 6. Nilai pengadaan lebih besar dari Rp1.3.2. maka proses pelelangan ulang dilanjutkan dengan pemilihan langsung atau penunjukan langsung kepada Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran. Dalam hal peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga).000.3. Khusus untuk pengadaan jenis barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi. di atas gagal. bab ini belum terdapat pabrikan yang memproduksi barang dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen).3. dengan mengikutsertakan barang Produksi Dalam Negeri dan barang produksi luar negeri tanpa mengubah HPS /OE.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. di atas gagal.

yang bukan merupakan hasil pemecahan paket kebutuhan. Dalam pelaksanaan pengadaan tersebut pada angka 6. bab ini.000.4.1.4. pada bab ini.000.4.4.4.1. atau dengan metode penunjukan 2. 6. dengan nilai lebih besar dari Rp1. 6.4.4.1. dan bukan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan.1.1. Diyakini di dalam negeri belum terdapat perusahaan yang memproduksi barang dengan spesifikasi dan standar kualitas teknis yang sesuai dengan kebutuhan.000. Dalam rangka memenuhi sebagian kebutuhan barang yang tidak mungkin dipenuhi dari sumber dalam negeri karena kapasitas produksi di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan pada suatu saat yang bersamaan.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 6. atau 4.000.4.1.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).000. atau 3. TIDAK MEMPERHITUNGKAN PREFERENSI HARGA Pengadaan dilaksanakan tanpa memperhitungkan preferensi harga dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). kecuali untuk pengadaan tersebut pada angka 6.00 (satu milyar rupiah) atau setinggitingginya US$100.1.2.000.000.000. Pengadaan barang Produksi Dalam Negeri wajib dipergunakan tetap mengikuti ketentuan dalam angka 6. 6. Pengadaan dengan nilai setinggi-tingginya Rp1. 29 . di atas. apabila: 1.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) peserta pengadaan harus menyatakan capaian TKDN sesuai ketentuan pada angka 8.3. Dalam pelaksanaan pengadaan tersebut pada angka 6. Peserta pengadaan harus mencantumkan pernyataan TKDN yang wajar berdasarkan perhitungan peserta pengadaan sendiri atau berdasarkan bukti sah yang dimiliki.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.4. peserta pengadaan harus menyatakan capaian TKDN yang wajar berdasarkan perhitungan peserta pengadaan sendiri atau berdasarkan bukti sah yang dimiliki. 6. Pada dasarnya pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan umum.4. Pengadaan dilaksanakan langsung.

Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Tata cara pemanfaatan jasa dalam negeri: Pengadaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri. Perusahaan Dalam Negeri disarankan untuk membentuk Konsorsium dengan Perusahaan Dalam Negeri lainnya atau dengan Perusahaan Nasional. sarana pengerjaan di dalam negeri dan peralatan/barang Produksi Dalam Negeri. 5. perjanjian Konsorsium harus mencantumkan program alih teknologi dari anggota Konsorsium asing kepada Perusahaan Dalam Negeri anggota Konsorsium. Apabila kemampuan salah satu Perusahaan Dalam Negeri tidak mencukupi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. 4. dan dapat diikuti oleh Perusahaan Nasional: 1. 2. Penyedia jasa dapat diwajibkan untuk bekerjasama dengan subkontraktor yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri dalam meningkatkan kapabilitas dan kapasitas sarana pengerjaan. 7. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri dengan Perusahaan Nasional dapat bekerja sama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing. baik dalam segi volume maupun kemampuan K3LL (HSE).Buku Kedua . Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri wajib mengerjakan minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak. tenaga kerja Indonesia. Penyedia jasa harus mengutamakan penggunaan subkontraktor yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri. Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan fisik Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. 30 .1. 6. PEMANFAATAN JASA DALAM NEGERI 7. 3.1.1.

Diikuti oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional yang bersedia memenuhi ketentuan pada angka 7.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing. b. dilakukan sebagai berikut: 1.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.000.000. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. Perusahaan Nasional wajib melaksanakan pekerjaan dengan nilai minimal 30% (tiga puluh persen) berdasar ukuran nilai Kontrak. 7. evaluasi harga dilakukan dengan cara membandingkan harga penawaran dari peserta pengadaan tanpa memperhitungkan preferensi harga. Pelaksanaan Pengadaan Jasa Lainnya dan Jasa Pemborongan kecuali jasa konstruksi terintegrasi. dengan nilai lebih besar dari Rp1.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). Dalam pelaksanaan pengadaan jasa yang bernilai sampai dengan Rp1. di atas. 31 . 2.1. Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Asing.000. Kontraktor KKS wajib menggunakan persentase yang ditetapkan oleh BPMIGAS sebagai persyaratan minimal komitmen TKDN yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan.000. proses dilanjutkan dengan hanya mengikutsertakan Perusahaan Nasional.1. Peserta pengadaan harus bersedia memberikan janji/ komitmen pencapaian TKDN atau TKDN gabungan minimal 35% (tiga puluh lima persen). BPMIGAS dapat menetapkan besaran persentase persyaratan janji/komitmen pencapaian TKDN minimal yang lebih besar daripada 35% (tiga puluh lima persen). Dalam hal tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mendaftarkan diri.000.1.1.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100.000. dengan ketentuan: a.3.000. 7.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. Peserta pengadaan harus mencantumkan pernyataan TKDN dalam penawaran yang disampaikan.

Peserta pengadaan harus bersedia memberikan janji/ komitmen bahwa minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan fisik berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan akan dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. Dalam hal proses pengadaan setelah perpanjangan masa pendaftaran mengalami kegagalan karena jumlah calon peserta yang mendaftar hanya 2 (dua) proses dilanjutkan dengan tata cara pemilihan langsung kepada calon peserta yang mendaftar.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.Buku Kedua . maka dilakukan pengumuman bahwa masa pendaftaran diperpanjang dengan penambahan waktu minimal 5 (lima) hari kerja dengan target pencapaian TKDN atau TKDN gabungan ditetapkan menjadi minimal 30% (tiga puluh persen). 6.3. Dalam hal target pencapaian TKDN atau TKDN gabungan dipersyaratkan lebih tinggi dari pada 35% (tiga puluh lima persen) dan jumlah calon Penyedia barang/Jasa yang memenuhi persyaratan kurang dari 3 (tiga). 7. namun harus lebih tinggi atau sama dengan 30% (tiga puluh persen). Peserta pengadaan harus bersedia memberikan janji/ komitmen bahwa minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak akan dilaksanakan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri.2. 4.1. di atas kurang dari persyaratan minimal. maka dilakukan pengumuman bahwa masa pendaftaran diperpanjang dengan penambahan waktu minimal 5 (lima) hari kerja. 5. Target pencapaian TKDN ditetapkan menjadi minimal sama dengan komitmen TKDN terendah yang masih mungkin dicapai oleh Penyedia Barang/Jasa. 32 . Dalam hal proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah peserta pengadaan yang mendaftar dan menyanggupi untuk memenuhi persyaratan tersebut pada angka 7.

di atas maksimal 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak. di atas. c. di atas. e. Dalam hal proses pelelangan ulang mengalami kegagalan karena jumlah peserta yang mendaftar tidak memenuhi persyaratan minimal atau penawaran yang masuk kurang dari ketentuan minimal. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 50% (lima puluh persen) terhadap nilai Jasa Pengerjaan. di atas. Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. b.9. Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan Jasa Pengerjaan di dalam wilayah negara Republik Indonesia dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. Penjumlahan TKDN atau TKDN gabungan dengan persentase penggunaan dana pinjaman dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 30% (tiga puluh persen) terhadap nilai Kontrak. Jumlah dana tersebut dapat digunakan untuk mengkompensasi salah satu atau ketiga persyaratan sekaligus. proses dilanjutkan dengan tata cara pemilihan langsung atau penunjukan langsung sesuai ketentuan dalam Bab XI angka 19. d. Besarnya penggunaan dana dari Bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. 9.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. Dalam hal proses pengadaan setelah perpanjangan masa pendaftaran mengalami kegagalan karena jumlah peserta yang mendaftar hanya 1 (satu) atau tidak ada yang mendaftar. 33 . harus sama dengan atau lebih tinggi dari 30% (tiga puluh persen) terhadap nilai Kontrak. dilakukan pelelangan ulang dengan ketentuan: a. Peserta pengadaan dapat mengkompensasikan sebagian komitmen TKDN atau TKDN gabungan atau pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan/atau pelaksanaan Jasa Pengerjaan di wilayah negara Republik Indonesia dengan penggunaan dana pinjaman yang berasal dari Bank BUMN/BUMD untuk mendanai pelaksanaan pekerjaan.

Buku Kedua . namun harus sama atau lebih besar dari 5% (lima persen) terhadap nilai Kontrak. Dapat dilakukan apabila: Tidak ada satupun warga negara Indonesia atau Perusahaan Dalam Negeri yang memiliki peralatan utama yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dimaksud. atau • Barang kebutuhan utama yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dimaksud belum diproduksi di Indonesia.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 10. • Peserta pengadaan harus bersedia menggunakan dana yang berasal dari Bank BUMN/BUMD sebesar maksimal 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak. Dalam hal proses pelelangan ulang mengalami kegagalan karena tidak ada peserta yang mendaftar dan diketahui secara luas bahwa ketentuan tersebut angka 7.1. di atas tidak mungkin dapat dipenuhi. di atas.7.a. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan: • Komitmen pencapaian TKDN. b. • Penjumlahan persentase komitmen pencapaian TKDN dalam pernyataan tersebut di atas dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut di atas. komitmen pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan/atau komitmen pelaksanaan pekerjaan di wilayah negara Republik Indonesia dinyatakan oleh peserta pengadaan. sebagaimana diatur dalam angka 7. atau • Tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mampu atau memiliki teknologi untuk mengerjakan pekerjaan terkait. atau • Tidak ada fasilitas pengerjaan di Wilayah RI.3. dapat dilakukan perpanjangan masa pendaftaran pelelangan ulang dengan menurunkan persyaratan.3. • 34 .7.1. • Tenaga kerja spesialis atau superspesialis yang dibutuhkan belum tersedia di Indonesia. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 15% (lima belas persen) terhadap nilai Kontrak. Pelaksanaan sebagai berikut: a.

10.6.3. Pelaksanaan pengadaan jasa konstruksi dapat dilaksanakan secara terintegrasi yang mencakup kegiatan engineering procurement and construction (EPC) atau engineering procurement construction and installation (EPCI) atau dilaksanakan secara tidak terintegrasi.000.9.4.1.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp50. dilanjutkan dengan tata cara pemilihan langsung atau penunjukan langsung yang diatur dalam tata cara pelelangan umum bab XI angka 19. Evaluasi harga menggunakan tata cara perhitungan harga evaluasi harga evaluasi penawaran (HEP) dengan memperhitungkan preferensi harga berdasar janji/komitmen pencapaian TKDN dalam penawaran.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. dilaksanakan sepenuhnya mengikuti • 35 . sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$5.4.000.1. dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf b. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 15% (lima belas persen) Jasa Pengerjaan. 12.000.000.4. 11.000. di atas ke BPMIGAS. Dalam hal pelelangan ulang mengalami kegagalan.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000.000. Dalam hal nilai perkiraan paket pengadaan lebih besar dari Rp50.000. di atas.000. dengan nilai lebih besar dari Rp1.000.1.000. • Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan pekerjaan di wilayah negara Republik Indonesia tersebut huruf a.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. BPMIGAS dapat menyatakan tidak setuju atas rencana tersebut dalam masa 5 (lima) hari kerja terhitung mulai 1 (satu) hari setelah diterimanya laporan. c.9.000. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 15% (lima belas persen) terhadap nilai Kontrak. Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dalam pernyataan di atas dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut di atas.1. Pengadaan jasa konstruksi sebagaimana tersebut pada pada angka 7. Pelaksanaan pengadaan jasa konstruksi: 1. 2.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) Kontraktor KKS harus terlebih dahulu melaporkan rencana tindakan tersebut pada angka 7.000.

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

ketentuan tersebut pada angka 7.1.1. dan 7.1.3. di atas, kecuali: a. Diikuti oleh Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri dengan Perusahaan Nasional. b. Dalam hal Perusahaan Dalam Negeri melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional, maka Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai leader dari Konsorsium. c. Perusahaan Dalam Negeri wajib mengerjakan minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak. d. Dalam hal pada saat pendaftaran tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang menyatakan sanggup memenuhi ketentuan tersebut pada huruf c. di atas, maka minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak harus dikerjakan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri. e. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri dengan Perusahaan Nasional dapat mensubkontrakkan maksimal 50% (lima puluh persen) jasa pengerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak kepada Perusahaan Asing. Untuk pekerjaan konstruksi lepas pantai (offshore), Kontraktor KKS dapat mengijinkan pelaksanaan subkontrak kepada Perusahaan Asing dengan nilai maksimal 70% (tujuh puluh persen) dari nilai Kontrak. f. Dalam hal tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mendaftarkan diri, proses dilanjutkan dengan hanya mengikutsertakan Perusahaan Nasional. Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing, dengan ketentuan: • Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Asing, Perusahaan Nasional wajib melaksanakan pekerjaan dengan nilai minimal 30% (tiga puluh persen) berdasar ukuran nilai Kontrak.

36

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. 3. Pengadaan jasa konstruksi sebagaimana tersebut pada pada angka 7.1.4.1. dengan nilai lebih besar dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah) sampai dengan Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun rupiah) atau lebih besar dari US$5,000,000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$200,000,000.00 (dua ratus juta dolar Amerika Serikat) harus dilaksanakan sepenuhnya mengikuti ketentuan tersebut pada angka 7.1.1. dan 7.1.3. di atas, kecuali: a. Diikuti oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional. b. Untuk pekerjaan jasa konstruksi darat (onshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional. Dalam hal ini, Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium. c. Untuk pekerjaan jasa konstruksi lepas pantai (offshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Dalam hal ini, Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium. d. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri wajib mengerjakan minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak. Apabila pada saat pendaftaran tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri yang menyatakan sanggup memenuhi ketentuan tersebut, maka minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasarkan ukuran nilai Kontrak harus dikerjakan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau oleh Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri.

37

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

e. Dalam hal tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mendaftarkan diri, proses dilanjutkan dengan hanya mengikutsertakan Perusahaan Nasional. Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing, dengan ketentuan: • Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Asing, Perusahaan Nasional wajib melaksanakan pekerjaan dengan nilai minimal 30% (tiga puluh persen) berdasar ukuran nilai Kontrak. • Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. f. Pekerjaan dapat disubkontrakkan kepada Perusahaan Asing maksimal sebesar 50% (lima puluh persen) dari jumlah nilai Kontrak.

g. Minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan fisik pekerjaan berdasarkan ukuran nilai Kontrak harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. h. Dalam hal proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah peserta yang mendaftar kurang dari persyaratan minimal, maka proses selanjutnya mengikuti ketentuan tersebut pada angka 7.1.3.7. sampai dengan 7.1.3.10. di atas. i. Dalam hal peserta pengadaan tidak sanggup memenuhi persyaratan 7.1.4.3.e. sampai dengan 7.1.4.3.f. dan/atau fasilitas pengerjaan tidak tersedia atau tidak sepenuhnya tersedia di wilayah negara Republik Indonesia, maka peserta pengadaan selain mengikuti ketentuan tersebut pada 7.1.4.3.h. dapat memilih untuk menempuh tindakan berikut: • Bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk memperluas atau meningkatkan kapasitas yang tersedia di dalam wilayah Negara Republik Indonesia sehingga mampu digunakan untuk mengerjakan seluruh atau sebagian pekerjaan terkait; dan/atau

38

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

Membuat janji tertulis bahwa akan melaksanakan pengerjaan bagian pekerjaannya dari Kontrak lain dengan menggunakan fasilitas yang tersedia di wilayah Negara Republik Indonesia, baik yang merupakan bagian Kontrak dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia maupun bagian Kontrak dari negara lain, dengan nilai setara dengan bagian pekerjaan yang seharusnya dikerjakan di wilayah Negara Republik Indonesia namun tidak dapat dipenuhi. Pernyataan tersebut harus diperkuat dengan menunjukkan bukti kerjasama untuk menggunakan fasilitas pengerjaan Kontrak yang dimiliki oleh perusahaan di Indonesia serta disaksikan oleh instansi Pemerintah Republik Indonesia yang berwenang; dan/atau Ketentuan tersebut di atas wajib dituangkan sebagai persyaratan mutlak dalam Kontrak dan Kontraktor KKS berkewajiban memastikan bahwa ketentuan ini dipenuhi oleh penyedia jasa pelaksana Kontrak.

j.

Apabila Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan sampai dengan akhir masa Kontrak tidak mampu memenuhi kewajiban tersebut pada angka 7.1.4.3.i. di atas, maka: • Pembayaran tahap terakhir setara nilai kewajiban Penyedia Barang/Jasa yang tidak dapat dipenuhi dan setinggi-tingginya 5% (lima persen) dari nilai Jasa Pengerjaan ditahan sampai dengan terpenuhinya kewajiban tersebut, selama-lamanya 3 (tiga) tahun. Nilai pembayaran yang ditahan dapat dibayarkan secara bertahap setara dengan persentase pemenuhan kewajiban. Pembebanan biaya proyek menjadi biaya operasi berdasar Kontrak Kerja Sama ditangguhkan sampai dengan terpenuhinya kewajiban tersebut, selamalamanya 3 (tiga) tahun. Nilai pembebanan biaya yang ditahan adalah sebesar sisa nilai kewajiban Penyedia Barang/Jasa yang tidak dapat dipenuhi.

39

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

Apabila dalam waktu 3 (tiga) tahun, terhitung mulai dengan tanggal serah terima pekerjaan, janji tersebut tidak terlaksana, nilai pembayaran yang ditahan tidak dibayarkan dan dianggap lunas serta penyedia jasa pelaksana Kontrak dikenakan sanksi kategori hitam.

k.

Kontraktor KKS terlebih dahulu harus melaporkan rencana pelaksanaan ketentuan tersebut pada angka 7.1.3.9. dan/atau 7.1.4.3.i. untuk nilai paket lebih besar dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5,000,000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). BPMIGAS dapat menyatakan tidak setuju dalam masa 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari setelah penerimaan laporan.

4. Pengadaan jasa konstruksi sebagaimana tersebut pada pada angka 7.1.4.1. dengan nilai lebih besar dari Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun rupiah) atau lebih besar dari US$200,000,000.00 (dua ratus juta dolar Amerika Serikat) harus dilaksanakan mengikuti ketentuan pada angka 7.1.4.3 di atas, kecuali: a. Untuk pekerjaan jasa konstruksi darat (onshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium. b. Untuk pekerjaan jasa konstruksi lepas pantai (offshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Perusahaan yang bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium ditetapkan berdasar kesepakatan para anggota Konsorsium. c. Apabila Perusahaan Dalam Negeri bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium, dimungkinkan untuk diberikan preferensi status perusahaan sebagaimana diatur dalam angka 9.9. bab ini.

40

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

8. PERNYATAAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) 8.1. 8.1.1. PERNYATAAN TKDN BARANG: Dalam pelaksanaan pengadaan barang atau Jasa Pemborongan, apabila peserta pengadaan menawarkan barang dengan TKDN mencapai sama atau lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen), maka harus dibuktikan dengan: 1. Telah tercantum dalam Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN) yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi dengan TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih; atau 2. Sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian; atau 3. Telah tercantum dalam Daftar Inventarisasi Barang/Jasa Produksi Dalam Negeri yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian dengan TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih. 8.1.2. Ketentuan tersebut pada angka 8.1.1. di atas juga diberlakukan bagi peserta pengadaan barang wajib dipergunakan yang menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN 15% (lima belas persen) atau lebih. Ketentuan tersebut pada angka 8.1.1. di atas tidak berlaku bagi barang yang diyakini merupakan hasil alam atau produk pertanian/perkebunan/peternakan dari Indonesia. Dalam hal salah satu atau beberapa Penyedia Barang/Jasa atau calon peserta pengadaan menyatakan TKDN barang dengan persentase sama atau lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen), namun berbeda dengan yang tercantum dalam buku APDN, maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan harus dapat membuktikan persentase TKDN barang dengan sertifikat yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian. Data dalam sertifikat tersebut digunakan sebagai dasar penentuan TKDN dari barang yang ditawarkan atau diserahkan. Apabila peserta yang bersangkutan tidak dapat membuktikan, pernyataan TKDN terkait diabaikan.

8.1.3.

8.1.4.

41

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

8.1.5.

Bagi peserta yang menyatakan memiliki barang dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) namun sama atau lebih dari 10% (sepuluh persen), pada saat pendaftaran: 1. Peserta pabrikan wajib menyatakan jenis-jenis dan besaran komponen dalam negeri dari barang yang akan ditawarkan dan/atau menunjukkan telah tercantum dalam Daftar Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN) yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. 2. Peserta bukan pabrikan harus melampirkan surat penunjukan keagenan atau surat perjanjian kerjasama penjualan dari pabrikan dalam negeri.

8.1.6.

Bagi peserta yang menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan TKDN kurang dari 10% (sepuluh persen) harus menyatakan lokasi pembuatan dan komponen dalam negeri dalam pembuatan barang. PERNYATAAN TKDN JASA: Pada saat pendaftaran untuk mengikuti proses pengadaan dan dalam surat penawaran, peserta pengadaan menyatakan janji/komitmen untuk memenuhi pencapaian TKDN tertentu dalam pelaksanaan pekerjaan yang akan ditawarkan. Pernyataan TKDN pada surat penawaran harus dilengkapi dengan perincian TKDN pada setiap kelompok/bagian pekerjaan.

8.2.

8.3. PERNYATAAN TKDN PADA TAHAP PENDAFTARAN: 8.3.1. Dalam hal diketahui bahwa di dalam negeri telah terdapat perusahaan yang memproduksi barang yang dibutuhkan maka peserta pengadaan pada saat pendaftaran menyatakan bahwa telah memproduksi dan/atau akan menawarkan barang Produksi Dalam Negeri dan sanggup memenuhi persyaratan sebagaimana ditentukan pada angka 6. dan angka 8.1.1. dalam bab ini. 8.3.2. Apabila calon peserta pabrikan menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih namun belum terdaftar dalam Buku APDN, maka calon peserta harus membuktikan telah memiliki Surat Kemampuan Usaha Penunjang (SKUP) Migas yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. Kepemilikan SKUP Migas harus dapat dibuktikan paling lambat pada masa penilaian Prakualifikasi.

42

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

8.3.3.

8.3.4.

Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan secara pascakualifikasi, maka SKUP Migas harus dilampirkan sebagai bagian dari persyaratan administrasi dokumen penawaran harga. Ketentuan tersebut pada angka 8.3.2. di atas juga diberlakukan bagi peserta pengadaan barang wajib dipergunakan yang menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN 15% (lima belas persen) atau lebih namun belum terdaftar dalam Buku APDN. Penyedia jasa harus menyatakan secara tertulis kesanggupan memenuhi target minimal pencapaian TKDN jasa atau TKDN gabungan yang dipersyaratkan Kontraktor KKS, sebagaimana diatur dalam angka 7. pada bab ini. PERNYATAAN TKDN PADA TAHAP PENAWARAN: Peserta pengadaan menyatakan dalam penawarannya: 1. Persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa dalam penawaran teknis beserta rinciannya dan bukti-bukti yang mendukung sebagaimana diatur pada angka 8.1. dan 8.2. di atas; dan 2. Nilai serta persentase TKDN barang, dan/atau nilai serta persentase komitmen TKDN jasa beserta rinciannya dalam penawaran harga. Unsur nilai dalam formulir Perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (form SC-12 A/B/C) harus terdiri dari 2 (dua) komponen utama yang dipisahkan, yaitu: a. Komponen biaya, terdiri dari: • Komponen biaya langsung, meliputi biaya produksi langsung, biaya pemasangan barang pesanan dan biaya pelaksanaan pekerjaan langsung. Komponen biaya tidak langsung, meliputi biaya pengangkutan barang pesanan dari pabrik sampai dengan tempat penyerahan akhir, biaya lain-lain (overhead) yang berkaitan dengan penjualan barang atau pelaksanaan pekerjaan.

8.4. 8.4.1.

b. Komponen bukan biaya, meliputi keuntungan dan resiko yang diperhitungkan dalam penyerahan barang atau pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan.

43

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

3. Dalam hal peserta tidak menyatakan nilai komponen bukan biaya: a. Panitia Pengadaan melakukan Klarifikasi untuk menetapkan nilai komponen bukan biaya, minimal 8% (delapan persen) terhadap nilai komponen biaya yang dinyatakan dalam formulir SC-12 A/B/C. b. Nilai komponen bukan biaya hasil klarifikasi dikurangkan dari unsur komponen biaya. c. Panitia menghitung TKDN dan TKDN gabungan hasil klarifikasi berdasar komponen biaya langsung hasil klarifikasi. d. TKDN hasil klarifikasi dipergunakan sebagai dasar evaluasi penawaran harga dan dicantumkan dalam Kontrak. Kegiatan ini tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. 4. Pernyataan TKDN dalam penawaran teknis dan/atau penawaran harga minimal harus sama dengan persentase TKDN minimal yang dipersyaratkan sebagaimana diatur pada angka 6. atau pada angka 7. dalam bab ini. 5. Dalam hal sebagian komitmen pencapaian TKDN jasa atau komitmen pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau komitmen pelaksanaan Jasa Pengerjaan di wilayah Republik Indonesia diizinkan untuk dikompensasi dengan penggunaan dana Bank BUMN/BUMD, peserta harus menyerahkan Surat Keterangan persentase penggunaan dana dari bank bersangkutan sebagai kelengkapan penawaran teknis. 6. Dalam pengadaan Jasa Pemborongan: a. Persentase dan nilai komponen dalam negeri barang dan jasa harus dinyatakan secara terpisah. b. Apabila peserta pengadaan menyatakan TKDN kumpulan unsur barang mencapai 25% (dua puluh lima persen) atau lebih, harus dilengkapi dengan daftar jenisjenis barang yang TKDN-nya mencapai 25% (dua puluh lima persen) atau lebih. 7. Dalam hal pengadaan barang atau jasa dengan tata cara tidak memperhitungkan TKDN, Penyedia Barang/Jasa yang menawarkan barang atau jasa dalam negeri harus menyatakan dalam penawaran harganya: persentase dan nilai TKDN secara self assessment dalam batas kewajaran tanpa diharuskan mengisi formulir Penghitungan TKDN.

44

terdiri dari: a. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap: 1.4. Pernyataan TKDN ditandatangani oleh pimpinan Penyedia Barang/Jasa di atas meterai. dilengkapi dengan pernyataan yang menjamin kebenaran perhitungan TKDN dan didukung dengan formulir isian menggunakan formulir SC-12.4. sama seperti pada formulir SC-12.2. dilengkapi dengan perincian TKDN pada setiap kelompok/bagian pekerjaan.4. atau pada pengadaan barang pesanan yang harus dipabrikasi terlebih dahulu atau pada pengadaan Jasa Pemborongan.4. Formulir SC-12A dipergunakan pada pengadaan barang yang akan diserahkan tanpa tambahan kegiatan jasa perakitan atau pemasangan di tempat penyerahan. 8. 2. Dalam hal jumlah jenis (item) barang dan/atau pekerjaan lebih dari 1 (satu). harus dilengkapi dengan daftar/tabel perhitungan TKDN yang isi pada tiap jenis (item) berisi data-data yang harus ada.4.3. Formulir SC-12C dipergunakan pada pengadaan gabungan barang dan jasa.5. 8. 8. Apabila terdapat kesalahan penghitungan persentase TKDN atau penjumlahan nilai komponen biaya dalam rincian yang tercantum dalam formulir SC-12A atau SC-12B atau SC-12C.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. dilengkapi dengan perincian TKDN pada setiap jenis/kelompok/bagian pekerjaan. Formulir SC-12B pengadaan Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi. Apabila terdapat perbedaan angka TKDN antara yang tercantum dalam surat penawaran dengan yang tertera dalam rincian. dilakukan koreksi aritmatik dengan ketentuan unsur-unsur biaya yang telah tercantum tidak boleh diubah. c. b. maka angka yang tertera formulir perhitungan TKDN (Form SC12 A/B/C) atau daftar/table rinciannya digunakan sebagai dasar evaluasi. Dalam penawaran administratif dan teknis (sampul pertama) peserta menyatakan persentase TKDN barang atau pernyataan komitmen persentase TKDN jasa atau keduanya. Dalam penawaran harga harus dicantumkan persentase TKDN dan nilai komponen dalam negeri. 8. 45 . meliputi pengadaan barang berikut jasa perakitan dan/atau pemasangan.

46 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. dan apabila dilakukan negosiasi teknis minimal harus sama dengan hasil kesepakatan dalam negosiasi teknis.6. Dalam negosiasi teknis tidak diperbolehkan menurunkan persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa sebagaimana telah dinyatakan dalam penawaran. persentase TKDN yang dinyatakan dalam penawaran harga minimal harus sama dengan persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. 8. Peserta pengadaan bertanggungjawab penuh atas kebenaran pernyataan nilai TKDN yang dinyatakannya.Buku Kedua . 5. persentase TKDN yang dinyatakan dalam penawaran harga minimal harus sama dengan persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan.5. dan pada dasarnya harus sama dengan yang dinyatakan dalam penawaran teknis. 8. dan pada dasarnya harus sama dengan yang dinyatakan dalam penawaran teknis. Pada proses negosiasi harga tidak diperbolehkan menurunkan persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa sebagaimana telah dinyatakan dalam penawaran. Pada sistim pemasukan penawaran 2 (dua) tahap. 4. Pada sistim pemasukan penawaran 2 (dua) sampul.

9. Untuk pengadaan Jasa Pemborongan preferensi harga diperhitungkan bagi masing-masing unsur barang dan jasa mengacu pada ketentuan tersebut pada angka 9.5% (tujuh setengah persen) dihitung secara proporsional berdasar komitmen pencapaian TKDN.1. bagi penawaran yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis. dihitung secara proporsional berdasar pencapaian TKDN. Preferensi harga digunakan sebagai salah satu unsur alat perbandingan harga penawaran pada tahap evaluasi harga.1.6.1. bagi penawaran yang bersangkutan tidak diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN dan/atau preferensi status perusahaan. Dalam kegiatan pengadaan barang dan Jasa Pemborongan.2.5. 9. 9.1. Dalam kegiatan pengadaan Jasa Pemborongan. PREFERENSI HARGA BERDASAR TKDN: Dalam rangka memberikan apresiasi.1.1. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi. Preferensi harga diberikan apabila TKDN barang mencapai minimal 25% (dua puluh lima persen) atau janji/komitmen pencapaian TKDN jasa mencapai minimal 30% (tiga puluh persen).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. 9.5.3.6.1. Dalam hal janji/komitmen TKDN jasa dikombinasikan dengan kompensasi berupa penggunaan dana dari Bank BUMN/BUMD.1. tidak diberikan preferensi harga berdasar TKDN. 47 . 9. 9. terhadap barang/jasa Produksi Dalam Negeri diberikan preferensi harga. dan 9.1. PREFERENSI HARGA 9.1.7.4. Barang/jasa dengan pencapaian TKDN kurang dari ketentuan tersebut. terhadap unsur barang Produksi Dalam Negeri diberikan preferensi harga berdasar TKDN setinggi-tingginya 15% (lima belas persen). di atas. 9.1. terhadap unsur jasa dalam negeri diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN setinggi-tingginya 7.

1. 9.1.5 % (tujuh setengah persen). disamping diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN sesuai ketentuan pada angka 9.2. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi dengan komitmen TKDN atau TKDN gabungan minimal 30%.2. 9.2. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan oleh Perusahaan Dalam Negeri. Sebesar 5 % (lima persen). Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan oleh Perusahaan Dalam Negeri. diberikan tambahan preferensi status Perusahaan Dalam Negeri: 1.1.5% (dua setengah persen).2. Preferensi harga atas status perusahaan tidak diberikan apabila kondisi tersebut pada angka 9. Pelaksana Kontrak adalah Perusahaan Dalam Negeri yang berKonsorsium dengan Perusahaan Nasional yang berstatus PMA dan/atau dengan Perusahaan Asing. dan 9.2. di atas tidak terpenuhi. atau 9. serta c. bagi Perusahaan Dalam Negeri disamping diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN sesuai ketentuan pada angka 9. bagi peserta pabrikan yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen).2.5. dan b. Kondisi tersebut pada angka 9.1.2.4.2. harus dapat dibaca dan dinyatakan secara jelas pada tahap penilaian kualifikasi dan/atau dalam penawaran teknis. 48 .1.6. diberikan tambahan preferensi status Perusahaan Dalam Negeri sebesar 2. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. dan b. dan 9.Buku Kedua . Dalam kegiatan pengadaan Jasa Pemborongan.3. Dalam kegiatan pengadaan barang. Pelaksana Kontrak adalah Perusahaan Dalam Negeri tanpa melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional yang berstatus penanaman modal asing (PMA) dan/atau dengan Perusahaan Asing. di atas. di atas.2.5. dan Perusahaan Dalam Negeri bertindak sebagai pemuka (leader) dalam Konsorsium. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan di wilayah Indonesia.2.2.2.2.2. khususnya apabila peserta merupakan badan Konsorsium. apabila: a. PREFERENSI STATUS PERUSAHAAN: 9.2. Sebesar 7.1.2. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan di wilayah Indonesia. apabila: a. 9. serta c.

10. Penyedia Barang/Jasa yang tidak dapat memenuhi komitmen pencapaian TKDN termasuk komitmen penggunaan dana dari bank BUMN/BUMD yang telah disepakati dalam kontrak.2. dikenakan sanksi administrasi dan/atau sanksi finansial sebagaimana diatur dalam bab XIII angka 5. PENGAWASAN PELAKSANAAN JASA PRODUKSI DALAM NEGERI PENGADAAN BARANG/ Kontraktor KKS melakukan pengawasan pada tahap pelaksanaan kontrak dengan cara memantau dan mendorong Penyedia Barang/Jasa untuk memenuhi kewajiban yang disepakati dalam Kontrak atas komitmen pencapaian TKDN.2.6. atau (PLK) yang mengakibatkan 10. 10.3.4. kecuali kegagalan tersebut merupakan akibat dari: Perubahan lingkup kerja penurunan TKDN. 10.3. 10. 10. di atas.09 pada lampiran FL-007/ FL-009. BPMIGAS secara rutin melakukan pengawasan atas realisasi pencapaian TKDN dalam kegiatan Pengadaan barang/jasa oleh Kontraktor KKS berdasarkan laporan sebagaimana disebutkan pada angka 10.07/SC.1. 49 .2.1..2. Alasan teknis lain yang telah disepakati oleh Kontraktor KKS dan BPMIGAS. Kontraktor KKS melaporkan secara tertulis pengadaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri kepada BPMIGAS dengan menggunakan formulir SC.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 10.2.

.

Penetapan strategi Kontrak antara lain mempertimbangkan nilai pemakaian barang/jasa yang dibutuhkan. pengutamaan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. kondisi pasar. cara pembayaran maupun berdasarkan bentuk perikatan. Untuk melaksanakan pekerjaan dapat dipergunakan jenis Kontrak yang sesuai berdasarkan pertimbangan masa perjanjian. 50 . penetapan sumber barang/jasa dan penetapan jenis Kontrak. risiko terhadap operasi. keseimbangan hak dan kewajiban antara Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa serta pemberian kesempatan kepada Perusahaan Dalam Negeri untuk berpartisipasi. Dalam pembuatan Kontrak dapat menggabungkan beberapa bentuk Kontrak sesuai kebutuhan dengan pertimbangan efektifitas pencapaian target pekerjaan maupun demi pertimbangan efisiensi biaya.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB IV STRATEGI PENGADAAN Strategi pengadaan barang/jasa dinyatakan dalam bentuk kebijakan penyusunan paket pekerjaan termasuk penetapan paket pengadaan.Buku Kedua .

1. 1. Mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi operasional. Risiko bisnis. Pelaksanaan penelitian (survey/assessment) dapat menggunakan konsultan peneliti (surveyor) independen yang memiliki keahlian untuk itu. menetapkan sejak tahap penyusunan desain awal (FEED) jenis barang/jasa yang harus dipenuhi dari sumber dalam negeri.1. Melakukan penelitian (survey/assessment) tentang jenisjenis barang/jasa yang mampu dipenuhi pabrikan dalam negeri atau oleh penyedia jasa di dalam negeri.1. beli. 3. 2. kuantitas dan jangka waktu. Dalam pelaksanaan jasa kontruksi terintegrasi (EPC atau EPCI). Melaksanakan pengadaan suatu paket kebutuhan yang terdiri dari berbagai jenis barang mengikuti ketentuan yang ditetapkan dalam bab III angka 5. antara lain dengan cara: 1. dan lindungan lingkungan (K3LL) yang berlaku di lingkungan kegiatan hulu minyak dan gas bumi. 1.1. Tata waktu proses pengadaan. 1. Pada tahap perencanaan pengadaan harus: 1.3. mengupahkan atau membangun sendiri. Melakukan upaya kerjasama pengembangan produksi barang kebutuhan Kontraktor KKS dengan pabrikan di dalam negeri atau pengembangan teknologi pengerjaan pekerjaan jasa dengan penyedia jasa di dalam negeri. Teknologi tepat guna dan efisien. sewa beli.1.2. 51 . Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta mengikutsertakan Perusahaan Dalam Negeri. 5. 3.5. Jenis Kontrak. keselamatan kerja. 4.4. 2. Memperhitungkan faktor keekonomian dengan memperhatikan hal-hal dibawah ini: 1. 4. Mempertimbangkan ketentuan kesehatan. berdasar hasil penelitian (survey/ assessment) tersebut pada angka 1 di atas. RENCANA PENGADAAN 1.Buku Kedua .1. target pencapaian TKDN dan jenis-jenis pekerjaan yang harus dikerjakan di dalam wilayah negara Republik Indonesia. Optimasi pengadaan dengan menentukan strategi pengadaan antara lain: sewa. kualitas.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.

atau 6. serta 3. PENYUSUNAN PAKET PEKERJAAN 2.2. Merupakan pemberian kesempatan berusaha kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil setempat. Pemecahan paket pekerjaan dalam rangka menghindari kewajiban melaksanakan pelelangan dan/atau menghindari batas kewenangan tidak dibenarkan. keekonomian.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. atau 3. Merupakan bagian-bagian dari paket Pekerjaan Bersifat Kompleks yang dalam pelaksanaannya membutuhkan berbagai kualifikasi. 2. misalnya pemisahan pekerjaan listrik. Dalam usaha menghidarkan penguasaan seluruh pekerjaan oleh satu Penyedia Barang/Jasa. dengan cara memisahkan paket barang/jasa Produksi Dalam Negeri dari paket pekerjaan utama. dan 2. Merupakan pemisahan beberapa pekerjaan jasa yang secara teknis dapat dipertanggung jawabkan. 2.1. Bukan merupakan jenis pekerjaan yang menurut sifat pekerjaan dan besaran nilainya seharusnya dilakukan oleh usaha kecil termasuk koperasi kecil. 52 . Dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis. Kebutuhan barang/jasa dari beberapa jenis kegiatan dan/atau dari beberapa Kontraktor KKS dapat digabungkan dalam 1 (satu) paket Pengadaan.1. atau 2.1. atau 5. Untuk memenuhi kebutuhan pengisian kembali persediaan. Dalam upaya mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. Pemecahan paket pekerjaan ke dalam beberapa paket pengadaan diizinkan dalam hal: 1. mekanik dan sipil dalam suatu proyek. Paket pekerjaan merupakan kebutuhan barang/jasa yang diperlukan oleh satu Kontraktor KKS untuk melaksanakan salah satu jenis kegiatan eksplorasi/produksi dan/atau kegiatan terkait lainnya. atau 4. Bukan merupakan usaha untuk menghindarkan kewajiban pemanfaatan produksi/kompetensi dalam negeri.1. dengan syarat: 1. efektifitas dan efisiensi yang dikalkulasikan secara keahlian.

Dalam pelaksanaan evaluasi harga pada pelelangan ulang yang mengikut sertakan produk impor. insurance and freight (CIF) terendah produk impor.5. Kapasitas produksi di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan pada suatu saat yang bersamaan.3. Belum diproduksi di dalam negeri.5. atau 3. SUMBER DALAM NEGERI Dalam pengadaan barang/jasa.1. Standar kualitas Produksi Dalam Negeri tidak memenuhi persyaratan teknis minimal berdasarkan pengujian/ pembuktian secara teknis. Pembayaran dapat dilakukan dari rekening bank yang berada di wilayah negara Republik Indonesia ke rekening bank di luar negeri.2. dengan terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan BPMIGAS. di atas serta bab VI angka 5.3. sehingga sebagian kebutuhan barang harus dipenuhi dari sumber luar negeri. Impor barang dimungkinkan apabila: 1. Perusahaan Asing dapat diikut sertakan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa dengan mengikuti ketentuan dalam angka 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Pengadaan perangkat lunak teknologi informasi (information technology software) dapat dilakukan secara langsung kepada Perusahaan Asing di luar negeri. atau 4. dan 5. Di dalam negeri tidak ada Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai agen atau perwakilan atau pemilik lisensi/ hak kepemilikan/proprietary right tidak bersedia menunjuk agen atau Perwakilan di Indonesia.1. harga Produksi Dalam Negeri sebagai hasil penghitungan harga evaluasi (HE) berdasar preferensi TKDN masih lebih tinggi dibanding dengan harga cost. 53 .4.2.2. SUMBER PENGADAAN 3. SUMBER LUAR NEGERI 3.1.1.Buku Kedua . untuk: a. atau 2. antara lain berdasar hasil uji kualitas dari badan penguji independen.2.2.4. 3. Kontraktor KKS harus mengikut sertakan Perusahaan Dalam Negeri dan mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri sebagaimana diatur dalam bab III. 5. dan b. Barang/jasa yang terikat dengan persyaratan kepemilikan lisensi/hak kepemilikan/proprietary right. 3.

1. 3. Pada akhir masa Kontrak dimungkinkan adanya sisa jumlah (volume) barang/jasa yang belum dipasok atau dikerjakan. Yaitu Kontrak pengadaan paket pemasokan barang atau pelaksanaan pekerjaan jasa yang merupakan satu kesatuan paket utuh dan tidak dapat dipisahkan.1. 54 . Kontrak Tahun Jamak 1.3. dengan jenis barang atau jasa yang pada dasarnya sama namun diserahkan atau dikerjakan secara bertahap atau terus menerus. 4. 3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Yaitu Kontrak pengadaan paket pemasokan barang atau pelaksanaan pekerjaan jasa.1. 2. 4. JENIS KONTRAK BERDASARKAN SIFAT/MASA PERJANJIAN: 4. 2. Dimungkinkan untuk memperpanjang masa Kontrak sampai dengan jumlah (volume) barang/jasa yang tertera dalam Kontrak habis dimanfaatkan. Kontrak Tunggal (Single Kontrak) 1. JENIS DAN MASA BERLAKU KONTRAK 4. yang masa pelaksanaannya melebihi 1 (satu) tahun anggaran. Masa berlaku Kontrak akan berakhir apabila waktu atau volume yang ditetapkan dalam Kontrak telah habis. jumlah (volume) harus dipasok secara penuh sesuai yang tercantum dalam Kontrak. Kontrak Tahun Tunggal 1. Khusus untuk pengadaan barang.2. dengan masa perpanjangan maksimal 2 (dua) tahun. Masa pelaksanaan Kontrak dapat melebihi dari 1 (satu) tahun kalender. Yaitu Kontrak pengadaan paket pemasokan barang atau pelaksanaan pekerjaan jasa yang masa pelaksanaannya tidak melebihi 1 (satu) tahun kalender.1. 2.1. namun dimungkinkan untuk diserahkan secara bertahap (partial delivery). Masa berlaku Kontrak akan berakhir dalam periode tahun kalender.

atau jenis dan volume keluarannya belum dapat ditentukan secara pasti. Kontrak Persentase a. b. JENIS KONTRAK BERDASARKAN CARA PEMBAYARAN: 4.2.2. Kontrak terima jadi (turn key) adalah Kontrak Pengadaan barang/Jasa Pemborongan atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu dengan jumlah harga pasti dan tetap sampai seluruh konstruksi/ peralatan/ pabrik dan jaringan utama maupun penunjangnya dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan kriteria kinerja yang telah ditetapkan. Kontrak berdasar harga satuan 1. Pengurangan atau penambahan volume pekerjaan dimungkinkan. Kontrak persentase adalah perjanjian/Kontrak pelaksanaan jasa dimana Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan menerima imbalan berdasarkan persentase tertentu dari pekerjaan fisik. Kontrak Lumpsum a. Kontrak harga satuan adalah Kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian pekerjaan dalam batas waktu tertentu berdasarkan harga satuan yang pasti atau berupa formula harga yang pasti untuk setiap satuan barang. Kontrak bersifat lumpsum 1. 3. Kontrak Harga Satuan a. 55 . atau belum ada standar operasinya.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. b. Kontrak Terima Jadi (Turn Key) a. b. Kontrak ini digunakan untuk suatu pekerjaan konsultansi yang cara pelaksanaannya belum baku. Kontrak lumpsum adalah Kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan tertentu dalam waktu tertentu dengan jumlah harga pasti.2. 2.2.1. Tidak dimungkinkan adanya pengurangan atau penambahan volume pekerjaan. Semua risiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan tersebut. peralatan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu. 4. sepanjang sesuai gambar dan spesifikasi sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Barang/Jasa.Buku Kedua .

Kontrak Biaya Ditambah Imbalan Jasa (Cost Plus Fee) a. Kontrak Biaya Ditambah Insentif (Cost Plus Incentives) a. b. c. b. Pembayaran dilakukan berdasarkan pengeluaran biaya nyata (at cost) yang dikeluarkan oleh Penyedia Barang/ Jasa yang meliputi pembelian bahan. Kontrak biaya ditambah insentif (cost plus incentives) adalah Kontrak untuk pelaksanaan pekerjaan dengan menggunakan kriteria tertentu sebagai target keberhasilannya. penyediaan peralatan dan/atau penyediaan tenaga kerja dan lainlain. Imbalan jasa (fee) dapat ditetapkan dalam bentuk nilai uang pasti atau berupa persentase tertentu terhadap nilai yang diperjanjikan. d. Apabila diperlukan dapat ditetapkan jumlah barang/ peralatan atau volume pekerjaan yang masih bersifat perkiraan sementara. Pembayaran didasarkan pada jumlah barang. 3. Kontrak biaya ditambah imbalan jasa (cost plus fee) adalah Kontrak jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. dimana jenisjenis pekerjaan dan volumenya belum diketahui dengan pasti. Jumlah maksimum nilai Kontrak atau bagian dari Kontrak yang merupakan penjumlahan dari biaya nyata (cost) dengan imbalan jasa (fee) harus dicantumkan dalam Kontrak.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. peralatan atau pekerjaan yang dipesan dan telah diserah terimakan atau dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. Penghargaan berupa suatu nilai tertentu yang dijanjikan apabila mencapai target keberhasilan yang disepakati dalam Kontrak. Umumnya suatu Kontrak biaya ditambah insentif (cost plus incentives) juga menerapkan sanksi/penalti apabila suatu target minimal tidak tercapai. c. c. 2. 56 . Pembayaran didasarkan pada biaya yang telah disetujui dalam Kontrak ditambah dengan penghargaan. ditambah dengan imbalan jasa (fee) yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

1.3. 2. termasuk menetapkan persyaratan dan kondisi Kontrak yang akan diterapkan. 57 .2. kewajiban dan hak masingmasing Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS serta Kontraktor KKS yang bertindak sebagai pemuka (leader). Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. JENIS KONTRAK BERDASARKAN BENTUK PERIKATAN: 4.3. Kontrak pengadaan bersama (sharing contract) adalah Kontrak antara beberapa Kontraktor KKS atau Kontrak yang dilakukan oleh BPMIGAS sebagai koordinator beberapa Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan 1 (satu) atau beberapa pekerjaan. 4. 3. atau pemanfaatan suatu kontrak yang sedang berjalan di suatu Kontraktor KKS oleh Kontraktor KKS lainnya. Kontrak Pengadaan Bersama (Sharing Contract) 1. Kontrak Kemitraan atau Aliansi Strategis (Strategic Alliance) 1. Kesepakatan antar Kontraktor KKS atau antara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS dapat dilakukan pada awal Kontrak atau pada saat Kontrak sedang berlangsung. Kesepakatan untuk melakukan Kontrak bersama pada saat Kontrak sedang berlangsung hanya dapat dilaksanakan untuk memanfaatkan kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) dari Kontrak yang sedang berlangsung tanpa mengubah syaratsyarat dan ketentuan lainnya. BPMIGAS dapat mewajibkan penerapan Kontrak pengadaan bersama (sharing contract) untuk jenis kegiatan atau pekerjaan tertentu. dalam batas waktu tertentu. Kontrak kemitraan atau aliansi strategis adalah Kontrak pengadaan barang/jasa antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan tertentu dalam rangka pencapaian sasaran. yang dituangkan dalam kesepakatan yang direncanakan sejak awal.001 4.3. setelah terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan para Kontraktor KKS terkait.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. Beberapa Kontraktor KKS atau BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS membuat suatu perjanjian kerjasama yang memuat antara lain peran. Dalam hal pemanfaatan waktu jeda dimungkinkan penambahan volume pekerjaan.

Dalam Kontrak dicantumkan perkiraan jumlah dan nilai pemesanan. Harga satuan dapat direvisi apabila dapat dibuktikan bahwa perubahan harga berasal dari pabrikan/prinsipal. dimana Penyedia Barang/Jasa harus menyediakan barang/jasa dalam jenis dan jumlah yang diminta sewaktu-waktu oleh Kontraktor KKS.3. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. namun pengguna barang/jasa hanya akan membayar sejumlah barang/jasa yang diminta/dipesan. peralatan atau permesinan yang digunakan secara luas oleh beberapa Kontraktor KKS untuk mendapatkan harga yang paling efisien. Pelaksanaan pengadaan menggunakan metoda penunjukan langsung. 2. 2.3. Perjanjian harga dapat diterapkan pada: a. Perjanjian Harga (Price Agreement) 1. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. Penentuan harga yang disepakati dan sistim pembayaran menggunakan sistim Kontrak berdasar harga satuan. Kontrak kesepakatan harga (frame contract) yang dilakukan oleh BPMIGAS dengan pabrik pembuat barang. Kontrak kemitraan menganut prinsip pembagian keuntungan dan pembebanan risiko bersama. 3. Kontrak call off order adalah Kontrak pengadaan barang/ jasa untuk jangka waktu satu tahun atau lebih. jujur. 4. 1. Pada dasarnya daftar harga satuan harus berlaku untuk jangka waktu minimal 1 (satu) tahun. Harga yang disepakati digunakan sebagai dasar pembuatan Kontrak pemesanan oleh Kontraktor KKS.4. adil berdasarkan kesepakatan yang ditetapkan dalam Kontrak. 58 .002 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.3. Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call Off Order). Perjanjian berlaku untuk suatu jangka waktu tertentu bagi 1 (satu) kelompok barang/jasa yang bersifat spesifik. Perjanjian harga (price agreement) adalah perjanjian dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai pabrikan (manufacturer) atau agen tunggal.003. yang dibuat berdasarkan harga satuan barang atau peralatan yang dikeluarkan resmi oleh pabrikan/prinsipal.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa b.004. Kontrak pembelian sukucadang dari peralatan atau permesinan induk yang sudah digunakan. c. dengan tingkat pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekuensi pekerjaan tinggi. Pelaksanaan pengadaan menggunakan metoda penunjukan langsung kepada agen tunggal sukucadang atau kepada penyedia barang yang ditunjuk oleh pabrikan peralatan tersebut. Kontrak jasa perbaikan dari peralatan atau permesinan induk yang sudah digunakan dan dapat dilakukan secara penunjukan langsung kepada penyedia jasa tunggal yang ditunjuk oleh pabrikan peralatan tersebut.000.000. Harga dapat berupa harga pasti atau berupa formula harga.Buku Kedua . Penentuan harga yang disepakati dan sistim pembayaran menggunakan sistim Kontrak berdasar harga satuan. 2.005. yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS. 59 . 3.000. Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/penggunaan yang sama.3. ukuran dan kemampuan dalam jangka waktu Kontrak tertentu. Harga satuan (unit price) tidak lebih dari Rp10.00 (sepuluh juta rupiah) atau US$1. harga satuan dapat lebih besar dari ketentuan tersebut. 4.5. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. Bagi barang/jasa tertentu (antara lain: drill bit. alat kesehatan). Perjanjian dengan beberapa Penyedia Barang/Jasa adalah suatu perikatan Kontrak harga satuan barang/jasa dengan lebih dari satu Penyedia Barang/Jasa dalam kurun waktu bersamaan untuk barang atau jasa yang sama/sejenis dalam hal spesifikasi. 4. 3. Diterapkan pada pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item). Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (Multi Standing Agreement/MSA) 1.00 (seribu dolar Amerika Serikat). Pelaksanaan pengadaan dengan perjanjian harga tidak memerlukan Jaminan Penawaran dan Jaminan Pelaksanaan. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK.

000. 4. berlaku sama untuk semua Penyedia Barang/Jasa yang terikat dalam Kontrak. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) dapat diterapkan untuk pengadaan barang/jasa: a.00 (sepuluh milyar rupiah) atau akan lebih besar dari US$1. Merupakan Kontrak kesepakatan dengan beberapa Penyedia Barang/Jasa untuk menyediakan barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS pada rentang waktu tertentu dengan spesifikasi teknis dan persyaratan Kontrak (terms & conditions) yang telah disepakati oleh Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa yang terikat dalam Kontrak. 3. Yang diperlukan terus menerus oleh Kontraktor KKS atau minimal dibutuhkan oleh Kontraktor KKS pada 4 (empat) bulan dalam 1 (satu) tahun kalender. dan b. Spesifikasi rincian termasuk merek barang dapat berbedabeda di antara Penyedia Barang/Jasa. dan c.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) 1. tata cara pembayaran (terms of payment) serta kewajiban dan hak para pihak. Bukan merupakan jenis pekerjaan yang menurut sifat pekerjaan dan besaran nilainya seharusnya dilakukan oleh usaha kecil termasuk koperasi kecil. 60 . dan d. dan f. Bukan merupakan usaha untuk menghindarkan kewajiban pemanfaatan produksi/kompetensi dalam negeri.000. terutama namun tidak terbatas pada tempat pelaksanaan.000. Syarat dan kondisi (terms and conditions) Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract).00 (satu juta dolar Amerika Serikat). Secara kumulatif nilai perkiraan pemakaian barang/jasa selama masa Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) akan lebih besar dari Rp10. dan e. Dapat dipenuhi dari atau oleh minimal 3 (tiga) sumber barang/jasa. Spesifikasi teknis pokok yang ditawarkan oleh semua Penyedia Barang/Jasa pada dasarnya harus sama.000.6. kecuali dalam pelaksanaan pengadaan jasa tenaga kerja profesional. Spesifikasi teknis yang tersebut dalam Kontrak bersifat tetap dan mengikat. Bukan merupakan barang standar atau barang/jasa spesifik. 2.000.3.

000.000. Dalam Dokumen Pengadaan dicantumkan nilai perkiraan pemakaian barang/jasa selama masa berlakunya Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract). Khusus untuk pengadaan jasa penyediaan tenaga kerja profesional. Pemilihan Penyedia Barang/Jasa menggunakan metode Pelelangan Umum atau Pelelangan Terbatas. Minimal terdapat 3 (tiga) penawaran yang lulus evaluasi teknis. 61 . 11.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5.000. Dalam hal ini.Buku Kedua . Penyedia Barang/Jasa dengan harga terendah berdasar hasil evaluasi harga yang baku. Nilai yang sama dicantumkan dalam Kontrak. Penyedia Barang/Jasa wajib menyerahkan jaminan penawaran untuk paket kebutuhan dengan nilai lebih besar dari Rp500. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi teknis mendahului evaluasi harga. Kontraktor KKS meminta Penyedia Barang/Jasa yang terikat dalam Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) untuk mengajukan penawaran harga pada saat barang/jasa yang bersangkutan dibutuhkan. Pemasukan penawaran dari Penyedia Barang/Jasa menggunakan sistem 2 (dua) tahap. ditetapkan menjadi pemasok barang atau pelaksana pekerjaan jasa untuk paket yang dibutuhkan oleh Kontraktor KKS pada suatu waktu tertentu. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) dibuat berdasarkan hasil evaluasi teknis dari penawaran yang masuk.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). 9. Masa berlaku Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) paling lama adalah 5 (lima) tahun. 12. 8. mengikuti ketentuan penawaran untuk Kontrak berdasar harga satuan. 6. Penyedia Barang/Jasa wajib memasukkan penawaran harga. dalam penawaran harga dimungkinkan adanya penawaran tenaga kerja alternatif dari yang telah disepakati pada tahap kesepatan teknis. 7. 10. Kontrak berakhir apabila nilai perkiraan Kontrak telah habis atau masa Kontrak telah mencapai masa Kontrak yang ditetapkan dalam Kontrak.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$50.

4.3. Kontrak dapat dihentikan sebelum masa berlakunya habis apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memasok barang atau gagal menyelesaikan pekerjaan jasa.4. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) dapat diterapkan sebagai Kontrak Bersama di antara beberapa Kontraktor KKS. atau 2. Pelaksanaannya harus memperhatikan prinsip persaingan usaha yang sehat. Penentuan masa berlaku kontrak pada dasarnya disesuaikan dengan kebutuhan operasi dengan mempertimbangkan keekonomian. Masa berlaku Kontrak dapat diperpanjang dalam hal: 1. 14. Kontrak akan dinyatakan habis masa berlakunya apabila: 1. 4. Masa Kontrak sesuai dengan yang dinyatakan dalam Kontrak telah terlewati.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 13. Amandemen perpanjangan harus dibuat sebelum masa Kontrak berakhir.4. Pemanfaatan sisa nilai Kontrak yang belum habis dimanfaatkan sedangkan masa berlaku Kontrak sesuai yang dinyatakan dalam Kontrak telah terlewati. Ketentuan tentang penghentian Kontrak sebelum masa berlakunya habis. Nilai Kontrak sesuai dengan yang dinyatakan dalam Kontrak telah habis dimanfaatkan.4. MASA BERLAKU KONTRAK 4. 2. sebagaimana diatur dalam bab XIII angka 4.2. 4. 4.5. 4. 15.4. Pelaksanaan penambahan lingkup Kontrak. 62 . dapat diterapkan pada Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) hanya apabila terjadi perubahan rencana kerja yang signifikan.4.1. namun demikian harus tetap memperhatikan kesempatan berusaha bagi Penyedia Barang dan Jasa.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB V PERENCANAAN 63 .

harus sudah dimasukkan dalam daftar rencana pengadaan tahun pertama Kontrak atau tahun sebelumnya.1.3. Kebutuhan barang/jasa tahun mendatang yang kegiatan pengadaannya dimulai atau dilakukan pada tahun atau beberapa tahun periode anggaran sebelumnya. Kontraktor KKS menyusun daftar rencana pengadaan yang berisikan rencana kegiatan pengadaan yang bernilai lebih besar dari Rp50.3. harus dilengkapi dengan penjelasan penyebab penurunan tersebut. Rencana pengadaan barang/jasa dengan jangka waktu kontrak lebih dari 1 (satu) tahun. Dalam hal revisi rencana pengadaan menyebabkan penurunan perkiraan persentase TKDN.3. Pada saat penyusunan WP&B. Rencana pengadaan barang/jasa harus didasarkan pada rencana kerja dalam Plan Of Development (POD) dan/atau Work Program and Budget (WP&B) yang telah disetujui oleh BPMIGAS. Keseluruhan rencana bersangkutan. Setiap jenis (item) rencana pengadaan. 64 .000. Daftar rencana pengadaan juga mencantumkan perkiraan persentase TKDN dari: 1.000.3.Buku Kedua .3. 1.000. serta 2. Daftar rencana pengadaan pengadaan untuk: berisikan rencana kegiatan 1. Daftar rencana pengadaan dimungkinkan untuk direvisi.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. baik Kontrak tunggal maupun Kontrak tahun jamak. Kebutuhan barang/jasa tahun anggaran yang bersangkutan. RENCANA KERJA PENGADAAN 1. 1.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). 1. 1. 1.2.2.1.000. dan 2.4.3. 1. Proses pengadaan dilakukan dengan menggunakan rencana kerja dalam WP&B yang telah disetujui oleh BPMIGAS sebagai acuan jenis kegiatan pengadaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. pengadaan pada tahun yang Persentase TKDN dalam daftar rencana pengadaan merupakan perbandingan antara jumlah total nilai perkiraan penggunaan Produksi Dalam Negeri terhadap total nilai rencana pengadaan.

5. Bilamana akan dilakukan pemilihan langsung atau penunjukan langsung harus dilengkapi dengan justifikasi berdasarkan ketentuan sebagaimana diatur dalam bab X angka 3 dan 4. Syarat-syarat kualifikasi dan ketentuan peserta pengadaan. 2. 6. 8. dengan melampirkan dokumen sebagai berikut: Rencana kerja yang sesuai dengan WP&B yang telah disetujui. disampaikan oleh Kontraktor KKS kepada BPMIGAS.1. Ketentuan tentang kewajiban penyedia jasa untuk mengusulkan daftar pabrikan (manufacturers list) atau daftar sub kontraktor (sub contractors list). Lingkup kerja dan spesifikasi. c.1.1. Sanksi dan penalti. Ketentuan untuk mewajibkan. 5.4. Syarat-syarat dan ketentuan dalam rangka mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. b. serta alasan pemilihan metode 2. b. Ketentuan tentang cara pembayaran.1. Formula penyesuaian harga (apabila ada). 7. Ringkasan strategi pengadaan meliputi: 1. 2. Skema pembayaran.3. Ketentuan tentang tata cara penyelesaian perselisihan. PENYAMPAIAN RENCANA PENGADAAN 2. 2. Rencana pengadaan yang memerlukan persetujuan BPMIGAS. mencakup: a. memaksimalkan atau memberdayakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. 4. 2.2. Strategi. Rencana tata waktu proses pengadaan termasuk proses penilaian kualifikasi. Kriteria dan tata cara evaluasi penawaran.1. 2. Metode pengadaan pengadaan tersebut.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. 3. meliputi: a. 65 . bentuk dan masa berlaku Kontrak.1.1. Hasil pembahasan aspek teknis lingkup kerja pengadaan dengan fungsi terkait BPMIGAS yang rincian aspek teknisnya belum disetujui dalam WP&B.

sampai dengan 2. maka Kontraktor KKS harus menyampaikan ulang rencana pengadaan tersebut. 2. dokumen yang disampaikan tidak lengkap dan/atau tidak sesuai. 2. di atas.3.1.1. maka Kontraktor KKS harus menyampaikan ulang rencana pengadaan tersebut.1. 2.1. BPMIGAS dapat memberitahukan kepada Kontraktor KKS bahwa waktu penelitian memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu standar 10 (sepuluh) hari kerja.4. BPMIGAS harus sudah menyampaikan persetujuan atau penolakannya paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja terhitung sejak tanggal penerimaan dokumen secara lengkap yang dinyatakan oleh BPMIGAS.6. 2.3. Apabila setelah masa perpanjangan terlewati dan proses pengadaan belum dilaksanakan serta Kontraktor KKS masih memerlukan pengadaan barang/jasa tersebut. Waktu 10 (sepuluh) hari kerja tersebut tidak termasuk waktu yang diperlukan oleh Kontraktor KKS untuk melengkapi permintaan penjelasan tambahan dari BPMIGAS. 2. Dalam keadaan tertentu. 2.3. Kontraktor KKS dapat mengajukan permintaan 1 (satu) kali perpanjangan masa berlaku persetujuan dimaksud.4.2. 66 .3.5. Persetujuan BPMIGAS berlaku untuk jangka waktu selama 60 (enam puluh) hari kalender terhitung setelah tanggal surat persetujuan tersebut. khususnya untuk pekerjaan yang sangat kompleks. Kontraktor KKS dapat melanjutkan proses pengadaan apabila setelah batas akhir waktu persetujuan sebagaimana diuraikan dalam nomor 2.3.4. Apabila diperlukan BPMIGAS dapat meminta salinan Instruksi Kepada Peserta Pengadaan (IKPP) dan konsep Kontrak. 2. dengan waktu tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari kalender. Persetujuan atas rencana pengadaan oleh BPMIGAS meliputi aspek-aspek yang tercantum pada angka 2. 2. di atas.3. BPMIGAS mencantumkan catatan status kelengkapan dokumen yang diterima. Apabila sampai dengan batas akhir masa 10 (sepuluh) hari kerja atau jumlah waktu lain yang diberitahukan oleh BPMIGAS.1. Berdasarkan daftar isian tentang dokumen-dokumen yang diserahkan Kontraktor KKS.7. BPMIGAS tidak memberikan jawaban.2. dengan ketentuan: 2.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Metode penyusunan dan sumber data pendukung pembuatan Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/Owner’s Estimate (OE). 2.Buku Kedua .3.3.

Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Penyedia Barang/Jasa atau penerima kuasa dalam pelaksanaan Swakelola. Pengguna Barang/Jasa.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB VI PELAKU PENGADAAN BARANG/ JASA Pelaku proses pengadaan barang/jasa adalah Pejabat Berwenang. Fungsi Pengelola Pengadaan. 67 .

1.6.1. Memberikan kesempatan berusaha bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil.3. 1. 1. 1. 1.3. 1. Menunjuk/menugaskan Panitia Pengadaan/Tim Internal. PERSYARATAN PEJABAT BERWENANG Mempunyai kemampuan untuk melaksanakan salah satu atau lebih dari satu fungsi untuk menetapkan paket dan lingkup pekerjaan.2. 1.1. 1. Menyetujui/menetapkan/mengesahkan paket-paket barang/jasa yang akan dilaksanakan pengadaannya. PEJABAT BERWENANG 1. mengesahkan HPS/OE.7.1. 1.2. Harus mematuhi prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. Memastikan ketersediaan Anggaran.3.2.1.3.4. TUGAS DAN WEWENANG PEJABAT BERWENANG Menyetujui/menetapkan/mengesahkan rencana dan jadwal pelaksanaan proyek/kegiatan pada tahun anggaran yang bersangkutan.2. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. 1.1. 1.3.2. serta menetapkan dan memutuskan pemenang proses pengadaan. 1. 1.2.3.1. Menyetujui/menetapkan/mengesahkan persyaratan pengadaan. menetapkan strategi dan metoda pengadaan. kriteria. 68 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. rujukan dan 1.5.3.Buku Kedua . Harus menandatangani dan/atau mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS. 1.3.3.3. TANGGUNGJAWAB Bertanggungjawab atas terselenggaranya pengadaan barang/ jasa sesuai dengan prinsip dasar dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. Melakukan usaha-usaha untuk mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri dalam kegiatan pengadaan barang/jasa.

2. 1.3.11. 1.14.3. kriteria. 69 .4. LARANGAN: Pejabat Berwenang dilarang: Menetapkan spesifikasi barang/jasa. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan/ penyelesaian pengadaan barang/jasa kepada BPMIGAS sebagaimana diatur dalam bab XV. 1. Menyetujui/menetapkan/mengesahkan Harga Perhitungan Sendiri/Owner Estimate (HPS/OE). Menjadi anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal untuk lingkup pekerjaan dalam hal pejabat yang bersangkutan memiliki kewenangan untuk menetapkan Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau memiliki kewenangan untuk menetapkan/menunjuk pemenang pengadaan. lokasi pengadaan dan cara pelaksanaan pengadaan. Menetapkan pemenang pengadaan barang/jasa.4. 1.12. Menjawab dan memberikan tanggapan atas sanggahan banding dari peserta pengadaan.3.15.13.3. 1.4.2.9.3. 1.17. Mengesahkan Kontrak atau surat kuasa kuasa swakelola.3. kepada penerima 1. 1. 1.3. dan/atau melakukan tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest). jadwal. Menunjuk pemenang pengadaan barang/jasa. Menyetujui pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa berdasarkan Kontrak atau kepada penerima kuasa swakelola. Menetapkan besaran uang muka.3. kepada fungsi pengguna. Menyerahkan aset proyek yang telah selesai dikerjakan berikut dokumen pendukungnya baik secara langsung ataupun melalui pejabat yang diberi pelimpahan wewenang.1. 1. Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak.3.8. Memberikan sanksi kepada Penyedia Barang/Jasa sesuai ketentuan yang berlaku.16. persyaratan atau prosedur pengadaan yang mengarah untuk memberikan keuntungan tertentu kepada 1 (satu) calon Penyedia Barang/Jasa dan/atau pihak tertentu.3. 1.3. 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.18. 1.10.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Bertanggungjawab atas perencanaan kebutuhan.3. pengelolaan dan pemanfaatan barang/ jasa secara efektif dan efisien sesuai dengan prinsip dasar dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai.1. Menandatangani dan mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS. mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan Kontrak. rujukan dan persyaratan pengadaan. Menetapkan rencana kebutuhan dan jadwal kebutuhan barang/jasa berdasar rencana proyek atau kegiatan pada tahun anggaran yang bersangkutan dan tahun-tahun berikutnya. 2.2.3.2.1.1. 70 .2. 2. Menggunakan aset yang telah diserah terimakan atau jasa yang telah disediakan oleh Penyedia Barang/Jasa secara efektif dan efisien.3. TUGAS DAN WEWENANG 2.1.6. 2.7.3.1.3.2.4.3. PERSYARATAN 2. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri.2. Mematuhi prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. 2.3. 2.2. TANGGUNGJAWAB 2. Menyusun rencana kriteria. 2.3. 2. Mengendalikan. 2. 2.5. PENGGUNA BARANG/JASA 2.1. Menyusun Harga Perhitungan Sendiri/Owner Estimate (HPS/OE).3. 2.Buku Kedua . Melakukan usaha-usaha untuk mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. Mengajukan permintaan proses pengadaan paket-paket barang/ jasa yang diperlukan.

2.4. Menetapkan spesifikasi barang/jasa.3.4.4. dan/atau melakukan tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest). kriteria dan persyaratan dalam Dokumen Pengadaan yang mengarah kepada upaya menghindarkan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri.2.4. 71 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. LARANGAN : Pengguna Barang/Jasa dilarang: 2. Mempengaruhi jalannya proses pengadaan baik di dalam maupun di luar lingkup organisasi Kontraktor KKS yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest). Menetapkan spesifikasi barang/jasa. kriteria dan persyaratan dalam Dokumen Pengadaan yang mengarah untuk memberikan keuntungan tertentu kepada 1 (satu) calon Penyedia Barang/Jasa dan/atau pihak tertentu.1. 2.

3.1. Menyusun rencana pengadaan barang/jasa berdasar kebutuhan dari Pengguna Barang/Jasa atau berdasarkan kegiatan pada tahun anggaran yang bersangkutan dan/atau tahun-tahun berikutnya.1. 3.6. 3. PENGELOLA PENGADAAN 3.1. TUGAS DAN WEWENANG 3.1.2. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri.1. 72 . 3. serta pengadministrasian Kontrak. 3.3.3. perencanaan strategi serta pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara efektif dan efisien.4. Bertanggungjawab atas perencanaan dan proses pencarian sumber barang/jasa (sourcing).2. 3.4.1. Mengelola administrasi Kontrak.2. Menyiapkan Dokumen Pengadaan termasuk kriteria pengadaan dan persyaratan pengadaan berdasarkan masukan dari Pengguna Barang/Jasa dan peraturan/ ketentuan terkait.3.1. 3. Mengelola data spesifikasi barang/jasa sebagai salah satu acuan dalam menyusun kebutuhan barang/jasa.3.5. LARANGAN: Pengelola Pengadaan dilarang mempengaruhi jalannya proses pengadaan baik di dalam maupun di luar lingkup organisasi Kontraktor KKS yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest). Mengelola data sebagai salah satu acuan dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri/Owner Estimate (HPS/OE). 3. Mematuhi prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. PERSYARATAN 3.4.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.3.2. 3. Menyiapkan dan mengirimkan laporan Pengadaan sesuai ketentuan. 3. 3. Memahami situasi dan kondisi pasar barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan.3.1. TANGGUNGJAWAB 3. organisasi pengelola pengadaan tidak boleh berada di dalam lingkup organisasi pengguna barang/jasa.2. 3.3. Bagi Kontraktor KKS dalam tahap berproduksi. 3. Menandatangani dan mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masingmasing Kontraktor KKS. Mampu merencanakan strategi dan menguasai tata cara pengadaan barang/jasa.2.3. 3.1.5.

Tidak mempunyai hubungan keluarga semenda dengan Pejabat Berwenang. Anggota dapat dijabat oleh pekerja berkewarganegaraan asing.3. yaitu hubungan keluarga antara suami.1.2. 4. Ketua. sekretaris dan anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal: 1. PANITIA PENGADAAN/TIM INTERNAL 4. sekretaris dan anggota harus berstatus pekerja waktu tidak tertentu (PWTT).1.1. isteri. Ketua dan sekretaris harus berkewarganegaraan Indonesia.5. PERSYARATAN Mematuhi suplai. Ketua. sekretaris dan anggota lain harus: • 73 .1. Hubungan keluarga semenda adalah hubungan kekerabatan langsung sebagai akibat terjadinya perkawinan. dan Memiliki sertifikat pengadaan industri perminyakan di Indonesia yang diterbitkan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pendidikan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. 4.1. • Telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pelatihan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. d. anak dan menantu.1. Menandatangani dan/atau mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masingmasing Kontraktor KKS. Status dan hubungan kerja ketua. Kontraktor KKS dalam tahap berproduksi: a. c.1. 4. 4.4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. b. Ketua atau wakil ketua bukan berasal dari dalam organisasi pengguna barang/jasa. 4. prinsip dasar dan etika bisnis pengelolaan rantai Memahami seluruh pekerjaan dan menguasai pedoman tata kerja pengadaan barang/jasa berikut isi Dokumen Pengadaan.

3. maka anggota Pantia Pengadaan. 74 . dan Memiliki sertifikat pengadaan industri perminyakan di Indonesia yang diterbitkan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pendidikan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. Panitia Pengadaan terdiri dari sekurang-kurangnya orang anggota tetap dan harus gasal.6. 3. d. berasal dari fungsi pengelola pengadaan. ditambah minimal 1 (satu) anggota dari: 1. Fungsi lainnya sesuai kebutuhan. Fungsi pengguna. b. Sekretaris merangkap sebagai anggota. c. 4. termasuk ketua dan sekretaris harus: • Telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pelatihan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. Untuk menjaga kesinambungan dan kelancaran proses. kecuali Ketua dan Sekretaris. dapat berstatus pekerja Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. Anggota dari fungsi perencana pekerjaan. Sekretaris dan anggota harus berkewarganegaraan Indonesia dan dapat berstatus pekerja waktu tidak tertentu (PWTT) atau pekerja waktu tertentu (PWT) dari Kontraktor KKS yang bersangkutan. 2. Fungsi keuangan.Buku Kedua . Kontraktor KKS dalam tahap eksplorasi: a. 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota. 5 (lima) • 4. Dalam hal Kontraktor KKS menunjuk suatu Penyedia Barang/Jasa sebagai pengelola kegiatan pengadaan barang/jasa.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.1. Ketua harus berstatus pekerja waktu tidak tertentu (PWTT) dan dapat dijabat oleh pekerja berkewarganegaraan asing. anggota Panitia Pengadaan untuk satu paket pengadaan tertentu sedapat mungkin bersifat tetap. 2. Ketua merangkap sebagai anggota. Anggota dari fungsi hukum. terdiri dari: 1.

Panitia Pengadaan/Tim Internal bertanggungjawab kepada Pejabat Berwenang. Apabila diperlukan Panitia Pengadaan dapat dibantu oleh pekerja ahli yang bukan anggota untuk melakukan evaluasi aspek teknis maupun aspek lainnya.3. 4. 4.7.3.4. Apabila diperlukan Panitia Pengadaan dapat dilengkapi dengan 1 (satu) orang Wakil Ketua yang bertugas menjalankan fungsi Ketua dalam hal Ketua berhalangan secara tidak tetap. Tim Internal beranggotakan pekerja fungsi pengelola pengadaan yang berjumlah sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang dan harus gasal.9.1. penunjukan langsung dan metoda pengadaan lainnya. Memastikan kewajaran dan keabsahan HPS/OE.2. 4.2. Apabila diperlukan.1. Pemilihan Penyedia Barang/Jasa sampai dengan nilai sebesarbesarnya Rp1.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) dapat dilakukan oleh Tim Internal di dalam fungsi pengelola pengadaan yang tanggungjawab dan tugas pokoknya sama seperti Panitia Pengadaan.10. TUGAS POKOK Menyiapkan Dokumen Pengadaan.2. 4. pemilihan langsung. TANGGUNG JAWAB Panitia Pengadaan/Tim Internal bertanggungjawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa melalui pelelangan. 75 .1. 4.2.1.2.000.8. berdasarkan pertimbangan jumlah beban pekerjaan.2. 4.00 (satu milyar rupiah) atau US$100.3. 4.3. 4. Menyusun jadwal dan cara pelaksanaan serta menentukan tempat pelaksanaan pengadaan. 4.000. 4. 4.3.2.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.1. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. dokumen penilaian kualifikasi termasuk kriteria dan tata cara penilaian penawaran. Panitia Pengadaan dapat dilengkapi dengan Sub Panitia Administrasi yang bertugas mewakili Panitia Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan yang bersifat administrasi.000. 4.000.3.

3. 4. Mengumumkan pemenang yang telah ditetapkan oleh Pejabat Berwenang.3. 4. Membuat laporan proses dan hasil pengadaan kepada Pejabat Berwenang.10. 4. 4. Membuka dokumen penawaran dan membuat berita acara pembukaan penawaran serta mengumumkan dan/atau memberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa yang tidak lulus/gugur/diskualifikasi. dan/atau media cetak serta jika memungkinkan melalui media elektronik. LARANGAN: Panitia Pengadaan/Tim Internal dilarang melaksanakan proses pengadaan atau menjalankan prosedur pengadaan yang mengarah untuk memberikan keuntungan tertentu kepada 1 (satu) calon Penyedia Barang/Jasa dan/atau pihak tertentu. mengadakan Klarifikasi.5. Memberikan penjelasan serta membuat berita acara pemberian penjelasan mengenai isi dokumen Instruksi Kepada Peserta Pengadaan (IKPP) termasuk syarat-syarat penawaran.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. 4.12. dan/atau melakukan tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of I nterest).4.9.3. 76 . 4. 4. Mengusulkan calon pemenang lelang/pemilihan langsung/ penunjukan langsung kepada Pejabat Berwenang.3. Mengumumkan pelelangan melalui papan pengumuman resmi Kontraktor KKS.7. Menjawab protes dan sanggahan Penyedia Barang/Jasa.11.13. MASA TUGAS Masa tugas Panitia Pengadaan/Tim Internal berakhir sesuai masa penugasan.8. Melakukan evaluasi atas penawaran yang masuk. 4. Melaksanakan dan mengesahkan hasil penilaian kualifikasi secara adil dan transparan.3. Menyusun daftar Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi syarat kualifikasi dan klasifikasi (bidang dan sub bidang usaha) untuk diundang mengikuti pengadaan.3.4. negosiasi dan menetapkan urutan calon pemenang dan membuat berita acara evaluasi pengadaan. serta mendorong terjadinya persaingan sehat. cara penyampaian penawaran dan tata cara evaluasinya.3.3.3. 4. 4. 4.Buku Kedua .5.3.6.

dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar. penyedia Jasa Lainnya dan penyedia Jasa Konsultansi digolongkan ke dalam 4 (empat) kelompok: 1.500. penyedia Jasa Pemborongan. GOLONGAN PENYEDIA BARANG/JASA 5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. yaitu perusahaan atau koperasi yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia dengan kegiatan ekonomi di dalam wilayah negara Republik Indonesia. bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki.000. yaitu perusahaan atau koperasi yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a.000.500.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau US$250. Dimiliki oleh warga negara Indonesia atau dimiliki oleh badan hukum Indonesia. Berdiri sendiri. dan d.000.00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan maksimal Rp10.000.00 (sepuluh milyar rupiah).000. dan 77 . dan b. Jasa Konsultansi atau Jasa Lainnya. Memiliki kekayaan bersih maksimal Rp500.000. PENYEDIA BARANG/JASA 5.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) atau sampai dengan maksimal US$5. Koperasi kecil dengan unit usaha Jasa Pemborongan.000.1. Penyedia barang. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.00 (lima ratus juta rupiah).000.1. 2.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).000.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih dari US$250.000.000.000.000. Didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia dengan kegiatan ekonomi di dalam wilayah negara Republik Indonesia. dan c.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. pengadaan barang. Usaha menengah. dan b. dan c. Dimiliki oleh warga negara Indonesia atau dimiliki oleh badan hukum Indonesia.000. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan tahun sebelumnya paling banyak Rp2.000.1. Usaha kecil termasuk koperasi kecil.000.000. atau e. atau memiliki hasil penjualan tahun sebelumnya lebih dari Rp2.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan maksimal Rp50.

1. Berdiri sendiri. dan b. dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha kecil atau usaha besar.000. atau e. 3.000. atau memiliki hasil penjualan tahun sebelumnya lebih besar dari Rp50. Usaha besar meliputi badan usaha nasional milik negara atau swasta. 78 . 5. Koperasi yang memenuhi kriteria angka 5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000. Jasa Konsultansi atau Jasa Lainnya. usaha patungan. huruf a.1.3. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. pengadaan barang. yaitu perusahaan atau koperasi yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a.Buku Kedua . maka golongan yang lebih tinggi ditetapkan sebagai golongan dari Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. Perusahaan Asing yang merupakan mitra Perusahaan Dalam Negeri dalam perikatan Konsorsium atau sub kontraktor dari Perusahaan Dalam Negeri atau bertindak sebagai prinsipal dalam pengadaan barang.000. d.000. 5. atau c.1. pengadaan barang. Usaha besar. Koperasi yang mempunyai unit usaha Jasa Pemborongan. Memiliki kekayaan bersih lebih besar dari Rp10.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa d.3. Jasa Konsultansi atau Jasa Lainnya.000.2.1. dan usaha asing yang melakukan kegiatan ekonomi di dalam wilayah negara Republik Indonesia. 4. Apabila Penyedia Barang/Jasa memiliki nilai kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan yang memenuhi syarat untuk 2 (dua) golongan yang berbeda. Didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia. bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki. dan b. Golongan dari peserta pengadaan berbentuk Konsorsium ditentukan berdasar hasil penjumlahan kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan seluruh anggota Konsorsium.000.00 (sepuluh milyar rupiah).00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. di atas serta mempunyai unit usaha Jasa Pemborongan.000.

PQ-003.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$100.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.2.500. Data-data dimaksud diteliti dan dinilai kebenarannya oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal pada tahap penilaian kualifikasi. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1. BATAS NILAI PEKERJAAN/KEGIATAN PENYEDIA BARANG/ JASA Batas nilai pekerjaan/kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa sesuai dengan golongannya: 5. 5.00 (satu milyar rupiah) atau US$100.2. 4.2. 5. 3. 79 . Penyedia Jasa Konstruksi. Penyedia Jasa Lainnya.000.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$250.000. sub bidang pekerjaan di lingkungan Kontraktor KKS ditetapkan sebagaimana tercantum pada Lampiran No.2.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$250. Ketentuan ini tidak diberlakukan dalam pengadaan barang wajib dipergunakan.3.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).000. Penyedia Barang/Jasa menyatakan sub bidang usahanya menurut kompetensi dasar/spesialisasi yang dimilikinya dengan melampirkan data-data pendukung.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp2. salah satu anggota Konsorsium harus memiliki sub bidang usaha yang sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam pengumuman. 2.000.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).000. Pengadaan Barang: 1.3. Penyedia Jasa Konsultansi. 5. BIDANG PEKERJAAN PENYEDIA BARANG/JASA 5.000.000.000. 2. Pada tahap proses kualifikasi.000.1. antara lain: bukti pengalaman usaha.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).3.000.000. Penyedia barang. bukti afiliasi dagang/usaha.500. bukti kepemilikan peralatan dan fasilitas penunjang usaha terkait. Usaha kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1. Dalam rangka penyederhanaan proses serta penyeragaman.000.2. Penyedia Jasa Pemborongan. Bidang pekerjaan bagi Penyedia Barang/Jasa meliputi: 1.000.000. 5. 3.1. Dalam hal peserta berbentuk Konsorsium. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp2.

000.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$500.3.000. Dalam hal nilai Kontrak lebih besar dari Rp20.000.000. dengan kewajiban bekerjasama dalam bentuk keagenan dengan Perusahaan Dalam Negeri atau merupakan mitra Konsorsium. atau antara US$100.000. Persyaratan ini harus dinyatakan dalam Kontrak.000. 2.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat): • Perusahaan Dalam Negeri dan/atau Perusahaan Nasional harus bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah dengan cara mensubkontrakkan sebagian pekerjaan. Usaha kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.000.000.00 (dua juta lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).000. Jasa Pemborongan: 1.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). 80 . Bentuk kerjasama tersebut harus dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak.000.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5.00 (satu milyar rupiah) atau US$100.000.500.000. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp5.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2.000.000.000.00 (dua puluh lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2. Untuk nilai lebih besar dari Rp50.2.00 (lima milyar rupiah).000.Buku Kedua . 5.000.000.000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat) wajib bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil.000.000.000. a. b. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1.000.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). Perusahaan asing dapat mengikuti kegiatan Pengadaan barang impor dengan nilai lebih besar dari Rp25.000.000. 3.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).

000.000. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp5.000. Usaha kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.3.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.000.000. Persyaratan ini harus dinyatakan dalam Kontrak.00 (dua juta dolar Amerika Serikat) Penyedia Barang/Jasa wajib bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil. 4. 81 . mengikuti ketentuan pada Bab III angka 7.000.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. Dalam hal nilai Kontrak lebih besar dari Rp20.3.000.4. usaha menengah atau Perusahaan Asing wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak. • c.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$500.00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2.00 (satu milyar rupiah) atau US$100.000.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5.000.000.000. Perusahaan Dalam Negeri dapat bekerjasama dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing.000. Jasa Konstruksi: 1.000.000.000.000.000.00 (lima milyar rupiah). Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1. 5.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).000. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknologi sangat canggih (sophisticated) dikecualikan dari ketentuan tentang keharusan bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah. 3.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 • Perusahaan Dalam Negeri dapat bekerjasama dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan. 5. Kerjasama dengan usaha kecil.000.000. atau antara US$100.1.000. Untuk pekerjaan dengan nilai lebih besar dari Rp5.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).000. 2.

000.000. Penyedia Barang/Jasa harus bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah dengan cara mensub-kontrakkan sebagian pekerjaan. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknologi sangat canggih (sophisticated) dikecualikan dari ketentuan tentang keharusan bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah. 7.000.Buku Kedua .00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).000.000.00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2.000.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. Untuk nilai lebih besar dari Rp50.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5.3.000. 5.000. 3.000.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$500.000.00 (satu milyar rupiah) atau US$100.000. usaha menengah atau Perusahaan Asing wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak.00 (lima milyar rupiah).000.000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat) wajib bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil.000. Kerjasama dengan usaha kecil.000.000.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.000.000. 2. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp5. Persyaratan ini harus dinyatakan dalam Kontrak. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1. a. Dalam hal nilai Kontrak lebih besar dari Rp20.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6.000. 82 . 8.4. atau antara US$100. Jasa Lainnya: 1.000. Usaha kecil termasuk koperasi kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.000.

Kerjasama dengan usaha kecil.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).000. 3.500.000.000.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50.000. 4.000. usaha menengah atau Perusahaan Asing wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak. • • c.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b.000. 5.00 (limapuluh ribu dolar Amerika Serikat).3.000.000.5.00 (sepuluh milyar rupiah) atau 83 . Untuk pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknologi sangat canggih (sophisticated) dikecualikan dari ketentuan tentang keharusan bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah.000.500. Perusahaan Dalam Negeri dan/atau Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan.000.00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp2. 2.000.000.00 (dua milyar limaratus juta rupiah) atau US$250. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp2.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat): • Perusahaan Dalam Negeri dan/atau Perusahaan Nasional harus bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah dengan cara mensubkontrakkan sebagian pekerjaan. Perusahaan Asing dapat mengikuti pengadaan dengan nilai lebih dari Rp10. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp500.000.000.000.000.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). Jasa Konsultansi 1. Usaha kecil termasuk koperasi kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan yang bernilai sampai dengan Rp500.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau US$50.000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$250. Untuk nilai lebih besar dari Rp50.000.000.

KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA 5. bengkel kerja pembuat peralatan (workshop). Memiliki: a. Untuk pekerjaan yang bersifat kompleks dapat ditambahkan persyaratan lain seperti peralatan khusus. 5. agen tunggal barang dan agen tunggal jasa pemeliharaan peralatan (authorized workshop) dikecualikan dari ketentuan tentang batas nilai pekerjaan/kegiatan tersebut angka 5. Akte pendirian perusahaan berikut perubahannya yang disahkan oleh instansi/departemen yang berwenang. 5. Persyaratan kualifikasi yang ditetapkan merupakan persyaratan minimal yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan. tenaga ahli spesialis. 5. penyedia Jasa 84 .4.Buku Kedua .1. terhadap yang bersangkutan akan dikenakan sanksi pembatalan sebagai calon pemenang dan dimasukkan dalam daftar hitam.000. Apabila proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah Penyedia Barang/Jasa golongan usaha kecil atau usaha menengah yang sesuai untuk nilai paket pekerjaan yang diadakan tidak mencukupi. dan apabila ditemukan penipuan/pemalsuan atas informasi yang disampaikan.7.3.00 (satu juta dolar Amerika Serikat) dengan kewajiban bekerjasama dalam bentuk Konsorsium dengan Perusahaan Dalam Negeri atau mensubkontrakkan kepada Perusahaan Dalam Negeri yang dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak. barang. atau pengalaman tertentu. agar terwujud persaingan sehat.3.3.1.2.3. dalam pelelangan ulang dapat mengikutsertakan Penyedia Barang/Jasa dengan golongan usaha 1 (satu) tingkat lebih tinggi.6.4.4.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa lebih besar dari US$1. 5. Persyaratan kualifikasi penyedia Pemborongan dan Jasa Lainnya: 1.4.4. sampai dengan 5.000. Pabrikan. Penyedia Barang/Jasa wajib menanda-tangani surat pernyataan di atas meterai bahwa semua informasi yang disampaikan dalam proses kualifikasi adalah benar. 5. di atas. Penyedia Barang/Jasa dengan golongan usaha yang sesuai dengan nilai paket pengadaan tetap dapat diikutsertakan.

Dalam hal peserta berbentuk Konsorsium. c. hak dan tanggung jawab para pihak. Memberikan surat pernyataan bahwa: a. Surat keterangan terdaftar (SKT) yang diterbitkan oleh Instansi pemerintah yang mebidangi industri minyak dan gas bumi. serta perusahaan yang mewakili kemitraan Konsorsium (lead firm) tersebut.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Tidak dalam pengawasan pengadilan. tidak bangkrut. Mempunyai pengalaman pengadaan barang/jasa sejenis dengan paket pengadaan. yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang. Pasal 21 atau Pasal 23 dan PPN. Khusus untuk pengadaan jasa konstruksi. dibuktikan dengan copy bukti pelunasan PPh Pasal 25. 4. b. Penyedia Barang/ Jasa wajib mempunyai perjanjian kerjasama kemitraan yang memuat antara lain persentase kepemilikan. Ketentuan ini tidak diberlakukan bagi pabrikan dan agen tunggal barang. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa melakukan kemitraan dalam bentuk Konsorsium atau keagenan. 3. salah satu anggota Konsorsium harus memiliki surat izin usaha yang sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam dokumen penilaian kualifikasi. Surat Keterangan Domisili. peserta juga harus menyerahkan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) serta sertifikat badan usaha jasa konstruksi dari asosiasi jasa konstruksi yang terakreditasi oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional. Surat izin usaha pada bidang usahanya yang masih berlaku. di industri perminyakan maupun di luar industri perminyakan. seperti Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) untuk jasa perdagangan atau Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK). b. Tidak sedang dalam proses berperkara di peradilan atau arbitrase dengan Kontraktor KKS bersangkutan dan/atau dengan BPMIGAS. kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan. 5. d. Telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir. tidak sedang menjalani sanksi pidana. baik sebagai pelaksana utama maupun sebagai anggota Konsorsium ataupun sebagai sub kontraktor. 85 . Ketentuan ini secara khusus diberlakukan bagi usaha besar. paling tidak 1 (satu) kali dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. e.

yang dibuktikan dengan neraca tahun terakhir. nilai KD minimal harus sama dengan perkiraan nilai kontrak selama jangka waktu 5 (lima) tahun. b. dengan masa lebih dari 12 bulan.Buku Kedua . • untuk pengadaan barang/jasa dengan jangka waktu kontrak sangat panjang [lebih dari 5 (lima) tahun]. • untuk pengadaan barang/jasa atau kumpulan kebutuhan barang/jasa. 9. khususnya kekayaan bersih serta hasil penjualan tahunan. 86 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. memenuhi KD = 2 NPt. Dengan pengertian: KD = kemampuan dasar: • untuk pengadaan proyek tunggal. nilai KD minimal harus sama dengan perkiraan nilai pengadaan rata-rata untuk masa 12 (dua belas) bulan. Memiliki kinerja baik. tidak termasuk dalam kelompok Penyedia Barang/Jasa yang terkena sanksi merah pada Kontraktor KKS yang bersangkutan dan/atau tidak termasuk dalam kelompok Penyedia Barang/Jasa yang terkena sanksi hitam pada Kontraktor KKS yang lain. 7. Untuk Jasa Pemborongan. 8. Penyedia Barang/Jasa usaha besar harus memiliki kemampuan dasar (KD) pada sub bidang pekerjaan yang bersangkutan sebagai berikut: a. Termasuk dalam golongan Penyedia Barang/Jasa yang sesuai dengan nilai paket pekerjaan. memenuhi KD = 5 NPt. Penyedia Barang/Jasa usaha kecil dan usaha menengah harus memiliki bidang usaha sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan. atau pengadaan barang/jasa dan pengadaan kumpulan kebutuhan barang/jasa dengan masa tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan. nilai KD minimal harus sama dengan perkiraan nilai pengadaan. Untuk pengadaan barang atau Jasa Lainnya.

Prosedur penghitungan SKK dan SKP dapat dilihat pada Lampiran PQ-002. 87 . e. 10. Dalam hal calon peserta pengadaan mendaftarkan diri sebagai Konsorsium untuk pengadaan dengan nilai lebih dari Rp5. maka salah satu anggota Konsorsium harus memenuhi persyaratan sebagai golongan usaha besar. Kemampuan dasar calon sub kontraktor tidak diperhitungkan sebagai bagian dari komponen perhitungan kemampuan dasar. Dalam hal Konsorsium/keagenan. peserta pengadaan diminta untuk menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dilaksanakan. c. Penyedia Barang/Jasa harus menyampaikan dokumen perhitungan kemampuan dasar (KD) sebagai lampiran dokumen penawaran. pada sub bidang pekerjaan yang sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan.000. yang diperhitungkan adalah jumlah kemampuan dasar dari perusahaan anggota Konsorsium/keagenan.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). d. Khusus pada pengadaan Jasa Pemborongan. • kumpulan nilai Kontrak selama masa 1 (satu) tahun kalender (1 Januari sampai dengan 31 Desember) bagi pengadaan kumpulan kebutuhan barang/jasa dengan masa Kontrak lebih dari 12 (dua belas) bulan. 11.000. Jika diperlukan dapat disyaratkan memiliki sisa kemampuan keuangan (SKK) dan sisa kemampuan paket (SKP) yang cukup. yang telah diselesaikan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.000. berupa: • nilai Kontrak tunggal bagi pengadaan kegiatan/proyek tunggal atau pengadaan barang/jasa dengan masa Kontrak tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan.00 (lima milyar rupiah) atau lebih dari US$500.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 NPt = nilai pengalaman tertinggi pekerjaan.000. Prosedur penghitungan Kemampuan Dasar (KD) dapat dilihat pada Lampiran PQ-002.

b. Memiliki: a.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 12. Pelaksana Kontrak jasa pembangunan desain awal (front end engineering design/FEED) tidak dapat mengikuti Pengadaan barang dan jasa pelaksanaan konstruksi atau jasa pengawasan dari paket pekerjaan yang sama. Surat Keterangan Domisili. Khusus untuk pelaksanaan pekerjaan jasa konstruksi: a. 5. Persyaratan kualifikasi penyedia Jasa Konsultansi: 1.4. dengan mengutamakan penggunaan Bank BUMN/BUMD. Akte pendirian perusahaan berikut perubahannya yang disahkan oleh instansi/departemen yang berwenang. 14. Jasa perencanaan pembangunan desain awal (front end engineering design/FEED). 13. dan 5% (lima persen) dari nilai rencana Kontrak pekerjaan penyediaan barang atau Jasa Lainnya. Ketentuan ini tidak dikenakan bagi Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil. 88 . untuk dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan atau penyediaan barang. Surat izin usaha pada bidang usahanya yang masih berlaku. c. pengadaan barang dan pelaksanaan konstruksi dapat dilakukan secara terintegrasi dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. Memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan pos. Pelaksana Kontrak jasa pengawasan tidak dapat mengikuti Pengadaan jasa perencanaan awal (front end engineering design/FEED) atau pengadaan barang dan jasa pelaksanaan konstruksi dari paket pekerjaan yang sama.Buku Kedua . Untuk paket pekerjaan yang bersifat kompleks dapat dipersyaratkan keharusan memiliki surat keterangan dukungan pendanaan dari bank umum. Nilai dukungan pendanaan dari Bank Umum sekurang-kurangnya 10% (sepuluh persen) dari nilai rencana Kontrak untuk pekerjaan Jasa Pemborongan. yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang. c. b.4.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

2.

3.

4.

5.

Memberikan surat pernyataan bahwa: a. Tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak bangkrut, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan, tidak sedang menjalani sanksi pidana; b. Tidak sedang dalam proses berperkara di lembaga peradilan atau badan arbitrase dengan Kontraktor KKS bersangkutan dan/atau BPMIGAS; Dalam hal penyedia Jasa Konsultansi akan melakukan kemitraan dalam bentuk Konsorsium, wajib mempunyai perjanjian kerjasama kemitraan yang memuat antara lain persentase kepemilikan, hak dan tanggung jawab para pihak, serta perusahaan yang mewakili kemitraan Konsorsium/joint venture (lead firm) tersebut; Telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir, dibuktikan dengan copy bukti pelunasan PPh Pasal 25 atau Pasal 21/Pasal 23 dan PPN; Mempunyai pengalaman menyelesaikan pekerjaan konsultansi sejenis di industri perminyakan maupun diluar industri perminyakan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir sebagai pelaksana utama, sebagai anggota Konsorsium/joint venture maupun sebagai sub kontraktor; kecuali untuk pekerjaan konsultansi sampai dengan nilai Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat); Memiliki kinerja baik dan tidak masuk dalam kelompok penyedia Jasa Konsultansi yang terkena sanksi pada Kontraktor KKS yang bersangkutan; Termasuk dalam golongan penyedia Jasa Konsultansi yang sesuai dengan nilai paket pekerjaan, yang dibuktikan dengan neraca tahun terakhir; Penyedia Jasa Konsultansi usaha kecil termasuk koperasi kecil harus memiliki bidang usaha sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan; Penyedia Jasa Konsultansi usaha besar harus dapat menunjukkan bukti pengalaman menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan. Bilamana diperlukan dapat disyaratkan untuk memiliki Kemampuan Dasar (KD) yang mencukupi.

6.

7.

8.

9.

89

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

Formula penghitungan adalah sebagai berikut: a. KD = 3 NPt, dengan pengertian: KD = kemampuan dasar, nilai KD minimal sama dengan perkiraan nilai pengadaan; NPt = nilai pengalaman tertinggi pekerjaan pada sub bidang pekerjaan yang sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan, yang telah diselesaikan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir; b. Dalam hal Konsorsium, yang diperhitungkan adalah jumlah kemampuan dasar dari perusahaan yang bermitra. c. Perhitungan Kemampuan Dasar (KD) harus diserahkan sebagai lampiran dokumen penawaran. d. Prosedur dan contoh penghitungan Kemampuan Dasar (KD) dapat dilihat pada Lampiran PQ-002 10. Memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan. 11. Tenaga ahli yang akan ditugaskan untuk melaksanakan pekerjaan Jasa Konsultansi memenuhi persyaratan antara lain: a. Lulus perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi oleh instansi berwenang, atau perguruan tinggi luar negeri yang telah disahkan/ diakui oleh instansi pemerintah yang berwenang di bidang pendidikan tinggi, dibuktikan dengan copy ijazah dan/atau memiliki sertifikat keahlian terkait; dan b. Mempunyai pengalaman di bidangnya yang dituangkan dalam daftar riwayat hidup (curriculum vitae) yang dapat dipertanggungjawabkan, ditandatangani oleh yang bersangkutan, dan dalam hal yang bersangkutan adalah pekerja harus diketahui oleh pimpinan perusahaan. c. Tenaga ahli asing harus memenuhi ketentuan di bidang ketenagakerjaan dan keimigrasian yang berlaku. 12. Memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan pos.

90

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

5.5. KETENTUAN LAIN 5.5.1. Penyedia Barang/Jasa yang keikutsertaannya menimbulkan Pertentangan Kepentingan bagi Kontraktor KKS dan/atau Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau Pejabat Berwenang dan/atau Pengguna akhir, dilarang menjadi peserta pengadaan. 5.5.2. Hubungan istimewa: 1. Penyedia Barang/Jasa yang memiliki hubungan istimewa dengan Penyedia Barang/Jasa Lainnya, tidak diperbolehkan secara bersama-sama menjadi peserta dalam satu paket pengadaan. Hubungan istimewa antara lain dapat dilihat dari status kepemilikan dan/atau kepengurusan, termasuk kuasa perusahaan-perusahaan peserta pengadaan oleh orang yang sama. 2. Pada dasarnya ketentuan angka 1. di atas tidak diberlakukan bagi Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD). 3. Kondisi hubungan istimewa tersebut harus dapat diidentifikasi pada tahap pendaftaran peserta pengadaan. Apabila hal tersebut baru diketahui setelah pembukaan dokumen penawaran, maka perusahaan-perusahaan tersebut harus menetapkan salah satu perusahaan yang akan tetap menjadi peserta pengadaan sedangkan perusahaan lainnya lainnya yang memiliki hubungan istimewa tersebut harus mengundurkan diri tanpa dikenakan ketentuan pencairan jaminan penawaran. 5.5.3. Pegawai negeri, pegawai Bank Indonesia (BI), pegawai BHMN/ BUMN/BUMD dan pekerja Kontraktor KKS tidak dapat ikut serta sebagai Penyedia Barang/Jasa kecuali bertindak sebagai yang mewakili BUMN/BUMD. 5.5.4. Dalam 1 (satu) paket pengadaan, perusahaan pendukung (principal) hanya dapat memberikan dukungan pemasokan barang atau pengerjaan pekerjaan jasa bagi 1 (satu) peserta pengadaan. 5.6. DAFTAR PENYEDIA BARANG/JASA MAMPU 5.6.1. Dalam rangka penyederhanaan pelaksanaan pengadaan, Kontraktor KKS menyusun Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu (DPM). Daftar tersebut berisi semua data pokok tentang Penyedia Barang/Jasa yang diperlukan sebagai acuan dalam menetapkan kemampuan Penyedia Barang/Jasa untuk dapat mengikuti kegiatan pengadaan melalui penilaian kualifikasi atas golongan, bidang dan sub bidang.

91

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

5.6.2. Penyedia Barang/Jasa dapat mendaftarkan diri untuk terdaftar dalam Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu kepada Kontraktor KKS dengan menyerahkan data administrasi yang diperlukan antara lain: 1. 2. Akte pendirian dan/atau akte perubahan perusahaan yang sudah disahkan; Surat Izin Usaha sesuai dengan bidang usahanya yang diwajibkan menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku; Data perusahaan (lihat lampiran PQ-001); Fotocopy NPWP; Daftar pengalaman dan/atau pekerjaan; menyelesaikan penyediaan barang

3. 4. 5. 6.

Neraca perusahaan tahun terakhir.

5.6.3. Kontraktor KKS melakukan penilaian kemampuan dasar (KD) perusahaan Penyedia Barang/Jasa, berdasarkan data administrasi yang disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa. Kontraktor KKS dapat melakukan verifikasi dan penelitian atas kebenaran data yang diserahkan oleh calon Penyedia Barang/Jasa, termasuk penelitian domisili usaha. Bagi Penyedia Barang/Jasa yang dinyatakan memenuhi syarat, dicatat dalam DPM dan diberi Tanda Daftar (TD) oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan. 5.6.4. Penyedia Barang/Jasa yang telah terdaftar wajib menyerahkan data-data terbaru yang berlaku menggantikan data yang kadaluwarsa. 5.6.5. Dalam proses pengadaan, Kontraktor KKS dapat menggunakan DPM sebagai acuan tanpa harus meminta lagi data yang diperlukan dari Penyedia Barang/Jasa yang sudah terdaftar dalam DPM. Penyedia Barang/Jasa cukup melampirkan foto copy TD dan tambahan dokumen lain yang diperlukan. 5.6.6. Kontraktor KKS dapat menggunakan DPM dari Kontraktor KKS yang lain untuk keperluan proses pengadaan. 5.7. Ketentuan lebih rinci tentang batas nilai pengadaan yang dapat diikuti oleh usaha besar dan persyaratan kualifikasi usaha besar akan diatur sebagai tambahan ketentuan atas pedoman ini.

92

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

BAB VII HARGA PERHITUNGAN SENDIRI / OWNER ESTIMATE

Dalam setiap proses pengadaan barang/jasa, Kontraktor KKS harus mempersiapkan Harga Perhitungan Sendiri (HPS) atau Owner Estimate (OE) yang dikalkulasikan secara keahlian (profesional). Pada dasarnya HPS/OE harus sudah tersedia pada saat proses lelang dimulai, kecuali untuk Pekerjaan Bersifat Kompleks, HPS/OE harus sudah tersedia dan disahkan oleh Pejabat Berwenang pada saat pembukaan penawaran harga.

93

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

1. KETENTUAN UMUM 1.1. 1.2. 1.3. HPS/OE disusun dengan mempertimbangkan harga Produksi Dalam Negeri. HPS/OE dibuat dengan mengacu kepada harga pasar yang sewajarnya berlaku pada saat penyusunan HPS/OE. Nilai total HPS/OE tidak bersifat rahasia setelah pembukaan penawaran harga. Rincian HPS/OE bersifat rahasia bagi peserta pengadaan. Dalam hal pembukaan penawaran harga dihadiri oleh peserta pengadaan, Panitia Pengadaan/Tim Internal memberitahukan nilai total HPS/OE kepada peserta pengadaan. Pemberitahuan hanya dilakukan apabila jumlah penawaran harga yang sah memenuhi syarat untuk dievaluasi lebih lanjut. HPS/OE digunakan sebagai salah satu acuan penilaian dalam menetapkan calon pemenang.

1.4.

1.5.

2. TATA CARA DAN DASAR PENYUSUNAN 2.1. HPS/OE disusun dan ditandatangani oleh fungsi yang merencanakan pengadaan barang/jasa (pengguna/user, fungsi perencana, pengadaan/procurement) dan disahkan oleh Pejabat Berwenang. HPS/OE disusun secara cermat, dengan acuan antara lain: Harga barang/jasa Produksi Dalam Negeri dan luar negeri yang diperoleh secara langsung, melalui internet atau melalui media lainnya. Dalam hal barang sudah diproduksi di dalam negeri, HPS/OE dibuat berdasarkan harga pasar dalam negeri dan dibandingkan dengan rata-rata harga internasional yang wajar dengan kondisi cost insurance and freight (CIF) pelabuhan tujuan akhir di Indonesia ditambah dengan preferensi harga bagi barang Produksi Dalam Negeri berdasarkan pencapaian TKDN barang Produksi Dalam Negeri.

2.2. 2.2.1.

2.2.2.

94

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

Rumusan penghitungan sebagai berikut: HPS/OE = [Harga barang Produksi Dalam Negeri + {Harga barang produksi luar negeri x (100% + Pb)}] / 2 Dimana: Pb = Persentase preferensi harga berdasarkan TKDN bagi barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN tertinggi dan minimal sama dengan 25%.

2.2.3.

Daftar harga atau penawaran harga pabrik, agen tunggal atau agen yang ditunjuk oleh pabrik, toko, bengkel, fabrikator atau sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan. Hasil analisa harga satuan pekerjaan (cost structure). Harga pembelian/Kontrak terakhir dengan perkembangan harga dan/atau faktor inflasi. Perkiraan harga yang disusun oleh konsultan; Sumber informasi tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan. HPS/OE tidak memasukkan biaya tak terduga, biaya lain-lain, pajak penghasilan Penyedia Barang/Jasa dan pajak pertambahan nilai (PPN). Bagi pekerjaan jasa memperhitungkan keuntungan dan risiko, namun harus dihindarkan perhitungan keuntungan ganda. Bagi pengadaan barang, perhitungan HPS/OE memperhitungkan seluruh komponen biaya sampai dengan pelabuhan tujuan/ tempat penyerahan akhir. Apabila untuk keperluan pengadaan barang di dalam negeri diperlukan pembanding dengan harga di luar negeri, dapat dilakukan dengan cara price built up dengan harga dasar free on board (FOB). Contoh perhitungan sesuai Lampiran CP-001. memperhatikan

2.2.4. 2.2.5. 2.2.6. 2.2.7. 2.3.

2.4. 2.5.

2.6.

95

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

BAB VIII DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA

96

3.1. dan Dokumen Pengadaan RUJUKAN PERATURAN: Dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa harus secara jelas menyatakan rujukan peraturan dan persyaratan pengadaan yang tunduk pada ketentuan yang diatur dalam pedoman ini dan peraturan perundangan terkait.3. maka harus ditegaskan hanya 1 (satu) bahasa yang mengikat secara hukum yaitu bahasa Indonesia. 1. Jika terdapat perbedaan penafsiran mengenai hal-hal yang diatur dalam 2 (dua) bahasa tersebut.1. Dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa terdiri dari: Dokumen penilaian kualifikasi.1. 1. 1. 1.2. 1.2. 1.1. 97 .3. STRUKTUR DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA 1.3. Penggunaan bahasa Inggris dimungkinkan untuk istilah atau spesifikasi teknis barang/jasa atau yang terkait dengan gambargambar teknis.3.2.1. 1. BAHASA DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA: Dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa menggunakan bahasa Indonesia atau 2 (dua) bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.

2.2.1. permodalan. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan Prakualifikasi. tentang kualifikasi penyedia barang/jasa. Metoda penilaian. peralatan.2. tenaga kerja. penilaian aspek administrasi.4.2. 2. Dokumen isian penilaian kualifikasi dapat dilihat dalam lampiran PQ-001. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan pascakualifikasi: 2. DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI 2.3. dilakukan setelah evaluasi harga 2. 2.1. Dokumen penilaian kualifikasi sekurang-kurangnya memuat: 2.3.3. 98 . Panitia Pengadaan/Tim Internal harus meyakini bahwa semua persyaratan kualifikasi telah disertakan sebagai bagian dari kelengkapan penawaran secara lengkap. pengalaman.4. Persyaratan golongan calon peserta. Dokumen persyaratan kualifikasi dimasukkan sebagai bagian dari persyaratan administrasi dokumen penawaran.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. 2. mempergunakan metoda sistim gugur atau sistim nilai.3. dokumen penilaian kualifikasi juga memuat waktu dan tempat pengambilan serta pemasukan dokumen isian kualifikasi. sebagaimana diatur dalam bab VI angka 5.1. 2. Pada tahap evaluasi administrasi.3. Tata cara penilaian kualifikasi.1. Persyaratan kualifikasi. 2.Buku Kedua .1.1.1.3. Penilaian kualifikasi diselesaikan.

tanggal. 4. Dokumen Pengadaan terdiri dari: Undangan kepada Penyedia Barang/Jasa. 3. 3. 4. Metoda dan tata cara evaluasi.1.2. Alamat. 3. 3.1.1. INSTRUKSI KEPADA PESERTA PENGADAAN (IKPP)/ INSTRUCTION TO BIDDERS (ITB) Instruksi kepada peserta pengadaan (IKPP)/instruction to bidders (ITB) antara lain terdiri dari: 3. 3. Tempat. dan Instruksi kepada peserta pengadaan (IKPP)/instruction to bidders (ITB).2.2. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan pascakualifikasi.1.2.3. hari.1. dan waktu untuk memperoleh dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa. Tempat. 99 . tanggal. Bentuk surat penawaran dan cara penyampaiannya. Syarat Penyedia Barang/Jasa. 2.2. DOKUMEN PENGADAAN 3. dan waktu pemberian penjelasan mengenai dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3.2. 2. Ketentuan umum: 1. undangan kepada Penyedia Barang/Jasa yang lulus Prakualifikasi disampaikan secara tertulis atau melalui papan pengumuman resmi Kontraktor KKS. undangan disampaikan secara tertulis atau melalui pengumuman Kontraktor KKS kepada Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar dan memenuhi persyaratan.1.3. 3. 3.3. hari. 3. UNDANGAN KEPADA PENYEDIA BARANG/JASA Undangan kepada Penyedia Barang/Jasa sekurang-kurangnya memuat: 1. nomor telepon/facsimile/e-mail Panitia Pengadaan/ Tim Internal. Tempat. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan Prakualifikasi. tanggal. dan waktu penyampaian dokumen penawaran. 3. Alamat tujuan pengiriman dokuman penawaran. hari.

13. dan tempat untuk penyelesaian 11.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. 7. antara lain: 1. 8. Ketentuan mengenai pemberian penghargaan (apabila ada). 2. 15. Surat Penawaran harus ditanda tangani oleh pejabat yang memiliki kewenangan menurut anggaran dasar perusahaan atau kuasanya. menggunakan barang-barang ilegal dan melanggar etika bisnis.2. Ketentuan tentang tata cara penyelesaian perselisihan. 2. 6. Lingkup pekerjaan. Dokumen-dokumen yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. Jenis dan uraian pekerjaan yang harus dilaksanakan termasuk kerangka acuan kerja dalam hal Jasa Konsultansi. 3. 3. Tata waktu dan tempat pelaksanaan pengadaan.3. 12. Sanksi kepada Penyedia Barang/Jasa yang sanggahannya ternyata tidak benar. Ketentuan pemanfaatan fasilitas impor. Syarat teknis. Pengertian/batasan substansi penawaran (mandatory atau optional) harus dicantumkan dengan jelas pada Dokumen Pengadaan. Ketentuan yang menyatakan tidak akan melakukan praktekpraktek monopoli dan persaingan tidak sehat. 16. Metoda negosiasi. Surat jaminan keaslian dokumen penawaran dan dokumen pendukungnya. Ketentuan pemutusan Kontrak. 3. termasuk rujukan/dasar hukum negara yang digunakan dalam penyelesaian perselisihan. 100 . Masa berlaku penawaran. 9. Sanksi administrasi dan/atau finansial dalam hal Penyedia Barang/Jasa tidak memenuhi kewajiban. dan/atau melanggar ketentuan.3. 10. Syarat administrasi Persyaratan administrasi yang terdiri dari: 1. 14.Buku Kedua . Penentuan forum perselisihan.

Dikecualikan dari ketentuan ini adalah barang/jasa spesifik. Ketentuan tentang prosedur penilaian fisik (apabila diperlukan). 5. ketentuan untuk melampirkan fotocopy SKUP dan sertifikat TKDN berlaku bagi peserta pabrikan atau agen tunggal yang mewakili pabrikan yang menawarkan barang dengan TKDN 15% (lima belas persen) atau lebih. Ketentuan tentang tata cara pengawasan pemenuhan komitmen TKDN serta sanksi apabila komitmen pemenuhan TKDN tidak dapat dipenuhi. Spesifikasi teknis dan gambar-gambar tidak mengarah kepada merek/produk tertentu. 7. b. Jenis dan mutu bahan yang disyaratkan. Keharusan untuk melampirkan fotocopy SKUP yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi dan sertifikat TKDN yang diterbitkan olehj instansi pemerintah yang membidangi perindustrian dalam pengadaan barang. 6. standar atau approved brands harus telah dinyatakan secara tertulis sebagai bagian dari kebijakan (policy) pengelolaan rantai suplai Kontraktor KKS dan mengikuti ketentuan standarisasi yang diterbitkan oleh BPMIGAS. 4. Keharusan menggunakan semaksimal mungkin hasil produksi dan kompetensi dalam negeri dengan menyampaikan program penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri yang dinyatakan dalam bentuk pernyataan persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Dalam hal pengadaan barang wajib dipergunakan. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 101 . Persyaratan TKDN: a. barang/jasa standar dan/atau approved brands. Persyaratan persentase minimal TKDN yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan. d. c. Ketentuan tentang cara melaksanakan pekerjaan dan syarat-syarat khusus yang diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan. Status sebagai barang/jasa spesifik. bagi peserta yang menawarkan barang dengan TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

4. kecuali diizinkan memasukkan penawaran hanya sebagian (partial). 2. 9. dalam dokumen penawaran harus dilengkapi dengan penjelasan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. c. Syarat Komersial: 1. 102 . Apabila tanpa dilengkapi dengan penjelasan. Jumlah (volume/quantity) dan harga satuan (unit price) setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran bersifat pasti dan tidak boleh diubah. Penawaran untuk Kontrak berdasar harga satuan: a. dianggap tidak menawarkan jenis barang/jasa dimaksud. antara lain bahwa jenis pekerjaan tersebut sudah tercakup dalam komponen lain. Ketentuan tentang diijinkan atau tidak diijinkannya memasukkan pengecualian dan penawaran bersyarat. Daftar jumlah (volume/quantity) dan harga satuan (unit price) setiap jenis (item) barang/jasa harus diisi dengan penuh dan lengkap. b. Jenis mata uang penawaran. Jenis barang/jasa yang tidak diberi harga satuan. Penawaran harus mencantumkan jumlah (volume/ quantity) dari setiap barang/jasa yang tercakup dalam paket pekerjaan. Penawaran harus dilengkapi dengan daftar rincian jumlah (volume/quantity) dan harga satuan (unit price). Surat penawaran komersial ditandatangani pejabat yang memiliki kewenangan menurut anggaran dasar perusahaan atau kuasanya dan dibubuhi dengan meterai dengan nilai sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penawaran harus juga dilengkapi dengan harga satuan untuk setiap jenis (item) barang/jasa/pekerjaan. berikut nilai total penawaran untuk seluruh paket.3. 4. b. 3. 3. Ketentuan khusus untuk Kontrak bersifat lumpsum: a. kecuali ditetapkan lain dalam Dokumen Pengadaan. d. Ketentuan tentang diijinkan atau tidak diijinkannya memasukkan penawaran alternatif. sesuai dengan permintaan atau sesuai dengan yang telah disepakati dalam tahap evaluasi dan/atau negosiasi teknis.Buku Kedua .

Kontraktor KKS wajib melaksanakan pembayaran dalam masa tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari kerja. c. transaksi pembayaran dilakukan melalui rekening pembayar dan rekening penerima pada Bank Umum berstatus BUMN/BUMD. Para pihak yang mengikat diri dalam Kontrak harus memiliki rekening bank yang berada dalam wilayah Negara Republik Indonesia baik sebagai rekening pembayar maupun sebagai rekening penerima. Pada Kontraktor KKS tahap produksi. 6. terhitung 1 (satu) hari setelah masa verifikasi berakhir. b. Apabila dokumen penagihan diketemukan kurang lengkap dan/atau tidak benar dikembalikan kepada Penyedia Barang/Jasa paling lambat pada akhir masa verifikasi. Nilai denda tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi berdasarkan Kontrak Kerja Sama. Ketentuan bahwa pembayaran akan dilaksanakan kepada Penyedia Barang/Jasa melalui rekening bank yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum Nasional. Apabila Kontraktor KKS terlambat memenuhi kewajiban pembayaran dari jangka waktu yang ditentukan dalam Kontrak. Tata cara pembayaran: a.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. Jangka waktu pembayaran. • • 103 . Pola konversi mata uang yang akan diberlakukan dalam hal peserta pengadaan diizinkan untuk meyampaikan penawaran dalam mata uang yang berbeda-beda. Penyedia Barang/Jasa dapat mengenakan denda atas keterlambatan pembayaran sebesar 1‰ (satu per mil) per hari kalender keterlambatan. • Kontraktor KKS wajib menyelesaikan verifikasi atas dokumen penagihan dalam waktu maksimal 15 (lima belas) hari kerja. Sistim evaluasi harga yang akan digunakan dan ketentuan tentang normalisasi harga (apabila akan diterapkan). dari nilai tagihan yang terlambat dibayarkan. 7.

dalam penawaran teknis maupun dalam penawaran harga.3. 3.3. 9. dan persyaratan jaminan pemeliharaan (jika diterapkan). 10. 3. Persentase. Persentase. Ketentuan tentang denda atas keterlambatan penyerahan barang dan/atau penyelesaian pekerjaan. dan/atau tanggal penyerahan barang/jasa. • Dalam hal Penyedia Barang/Jasa lalai atau gagal memenuhi kewajiban yang diperjanjikan kepada sub kontraktor dan digugat oleh sub kontraktor ke pengadilan atau arbitrase. Ketentuan untuk menyatakan besaran tingkat komponen dalam negeri. Persentase. d. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim dua sampul. 104 .3. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan.3. penjelasan.7. masa berlaku. dan persyaratan jaminan penawaran. Persyaratan K3LL sesuai ketentuan yang berlaku. pembetulan kesalahan atau perubahan atas IKPP yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari IKPP. 3. pernyataan TKDN dalam penawaran harga pada dasarnya harus sama dengan yang dinyatakan dalam penawaran teknis.3. dilengkapi dengan informasi tambahan. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim dua tahap. maka Penyedia Barang/Jasa terkait dikenakan sanksi merah.5. 11.8.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. 3. Kewajiban Penyedia Barang/Jasa kepada sub kontraktor Perusahaan Dalam Negeri: • Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan/ pemasok barang harus memenuhi kewajiban pembayaran kepada sub kontraktor Perusahaan Dalam Negeri sesuai ketentuan dalam kontrak antara Penyedia Barang/Jasa dengan sub kontraktor. Risalah rapat penjelasan pelelangan (apabila ada). masa berlaku.Buku Kedua . 8. dan persyaratan jaminan pelaksanaan. masa berlaku.6. pernyataan TKDN dalam penawaran harga pada dasarnya harus sama dengan hasil kesepakatan pada evaluasi teknis atau negosiasi teknis. Konsep Kontrak sebagaimana diatur pada bab XIII dalam pedoman ini.9.

2.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). BIAYA PENGGANTIAN DOKUMEN PENGADAAN 4. Biaya penggantian Dokumen Pengadaan tersebut dapat diambil kembali apabila Kontraktor KKS membatalkan pelelangan sebelum penunjukan pemenang.000.000. 4.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.2. Penyedia Barang/Jasa dipungut biaya penggantian Dokumen Pengadaan sebagai berikut: 4. Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah biaya yang telah dipungut.00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk nilai perkiraan pengadaan lebih besar dari Rp1.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.000.000.000. 4. Pengambilan kembali biaya penggantian Dokumen Pengadaan dilakukan dengan cara mengembalikan Dokumen Pengadaan dan menunjukkan bukti pembayaran asli. 105 . 4.000.000.00 (lima milyar rupiah) atau sampai dengan US$ 500. Sebesar Rp250.00 (lima ratus ribu rupiah) untuk nilai perkiraan pengadaan lebih besar dari Rp5.000. Pada saat pengambilan dokumen instruksi kepada peserta pengadaan (IKPP)/instruction to bidders (ITB) dalam pelaksanaan pelelangan dan pemilihan langsung.000.000. 4.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). Biaya penggantian Dokumen Pengadaan dapat tidak dipungut apabila proses pengadaan dilakukan dengan metode e-Bidding.1.1. Sebesar Rp500.1.4.3.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan Rp5.000.000. Biaya penggantian Dokumen Pengadaan dibukukan ke rekening Kontraktor KKS untuk diperhitungkan sebagai pengurang biaya operasi.

.

Khusus bagi Kontrak jasa konstruksi. Demikian juga bagi Kontrak yang bernilai setara dengan nilai pelelangan dilengkapi dengan surat jaminan pelaksanaan.Buku Kedua . pada masa pemeliharaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB IX JAMINAN Pada dasarnya untuk setiap penawaran harga dalam proses pelelangan atau penawaran harga melalui metode pengadaan lainnya yang bernilai setara dengan nilai pelelangan didukung dengan surat jaminan penawaran. Penyedia Barang/Jasa harus menangguhkan sebagian tagihan pembayaran atau menyerahkan surat jaminan pemeliharaan sebagai jaminan pelaksanaan kewajiban pemeliharaan. 106 .

2.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) dapat disyaratkan untuk menyerahkan jaminan penawaran.2.1.1. JAMINAN PENAWARAN 1.3. 2.000. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD. Pengadaan dengan metoda pemilihan langsung atau penunjukan langsung sebagai tindak lanjut dari pelelangan gagal. . Apabila diterbitkan oleh perusahaan asuransi.3. 1.1. Harus membuat surat pernyataan kesediaan membayar klaim asuransi sebesar nilai pertanggungan segera pada saat diminta oleh Kontraktor KKS.1. harus memenuhi kriteria berikut: 1. 1. 1.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih dari US$50. dalam hal: Pengadaan barang/jasa dilakukan dengan metoda pelelangan. 1. 1. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD. Jenis mata uang jaminan penawaran harus sama dengan jenis mata uang yang digunakan dalam penawaran. Perusahaan asuransi harus: a. Mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) dan direasuransikan kepada perusahaan asuransi di luar negeri yang bonafid sesuai keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia yang berlaku.4. Apabila jaminan penawaran yang diserahkan lebih besar dari 3% (tiga persen) tidak menyebabkan diskualifikasi.3.000.1. b. 1.000.2. Penyedia Barang/Jasa wajib menyerahkan jaminan penawaran.3. 107 1. KETENTUAN JAMINAN PENAWARAN: Nilai jaminan penawaran adalah antara 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga persen) dari harga penawaran. Pengadaan barang/jasa yang dilakukan dengan metoda pemilihan langsung dengan nilai lebih dari Rp500. 1.3. Memiliki izin dari Menteri Keuangan untuk menerbitkan surety bond. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia atau diterbitkan oleh perusahaan asuransi dalam negeri.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.

Nama Penyedia Barang/Jasa yang tercantum dalam surat jaminan penawaran harus sama dengan nama penawar.Buku Kedua . Dalam surat jaminan penawaran. sehingga dapat dicairkan tanpa menunggu penyelesaian antara pihak penjamin dengan pihak prinsipal/Penyedia Barang/ Jasa sesuai pasal 1832 KUH Perdata dan menyimpang dari pasal 1831 KUH Perdata. 108 . Permintaan perpanjangan masa laku jaminan penawaran disampaikan kepada peserta pengadaan atau pemenang pengadaan paling lambat 5 (lima hari kerja) sebelum masa laku jaminan penawaran berakhir. atau b. 1. Nama Kontraktor KKS yang melaksanakan pengadaan harus tercantum di dalam jaminan penawaran sebagai yang menerima jaminan penawaran. Jaminan penawaran (bid bond).3. Counter bank guarantee (CBG).3. maka Kontraktor KKS harus meminta Penyedia Barang/Jasa untuk memperpanjang masa berlaku jaminan penawaran untuk kurun waktu sampai dengan perkiraan terbitnya Kontrak.3. yaitu jaminan penawaran yang dikeluarkan oleh Bank Umum berdasarkan jaminan asuransi kerugian yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi. Nilai tersebut dalam angka harus sama dengan yang dinyatakan dalam huruf. Penjamin bersedia mencantumkan persyaratan unconditional bond. 1. 1. 1.6. Jaminan penawaran harus berupa polis penjaminan dalam bentuk: a. Surat jaminan penawaran harus dijamin keasliannya dengan surat keterangan yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi penerbit surat jaminan. nilai jaminan dicantumkan dalam angka dan huruf. Apabila nilai yang tercantum dalam angka berbeda dengan yang tercantum dalam huruf. 4.3.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. maka penawaran dinyatakan diskualifikasi.5.9.8. Masa berlaku jaminan penawaran tidak kurang dari jangka waktu berlakunya penawaran. Apabila masa berlaku jaminan penawaran sudah habis sedangkan evaluasi penawaran belum selesai atau Kontrak belum dapat diterbitkan. 1.7.

Jaminan penawaran dari perusahaan penerbit jaminan penawaran dimaksud baru dapat diterima 12 (dua belas) bulan setelah perusahaan penerbit jaminan penawaran dimaksud melunasi kewajibannya yang tertangguhkan. Judul dan nomor paket pengadaan yang tercantum dalam jaminan penawaran harus sama seperti judul dan nomor paket pengadaan. sehingga Kontraktor KKS tidak dapat mencairkan jaminan dimaksud.10.3. maka untuk selanjutnya jaminan penawaran yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan penawaran dimaksud tidak dapat diterima.3. Dalam hal Kontraktor KKS mengajukan permintaan pencairan jaminan dan tidak dapat mencairkan dengan segera atau paling lambat dalam masa 3 (tiga) bulan.3.13. Apabila dalam evaluasi penawaran diketahui ada peserta pengadaan menggunakan jaminan penawaran yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan tersebut pada angka 1. 1. Dalam hal jaminan penawaran (bid bond) dibatalkan secara sepihak oleh Penyedia Barang/Jasa sebelum masa berlakunya habis. kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi merah.14. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa membatalkan penawaran atau mengundurkan diri dalam masa berlakunya penawaran.11.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.3. 109 . jaminan penawaran dicairkan dan masuk ke dalam kas Kontraktor KKS untuk diperhitungkan sebagai pengurang biaya operasi. maka peserta pengadaan diminta untuk mengganti jaminan penawaran dalam waktu tidak lebih dari 5 (lima) hari kerja.3. di atas.3. 1. 1.12.12. 1. Setiap 3 (tiga) bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah dan nilai jaminan penawaran yang telah dicairkan.

4.1. 2. dinaikkan menjadi sekurang-kurangnya 5% (lima persen) sampai 10% (sepuluh persen) terhadap 80% (delapan puluh persen) HPS/OE.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap total nilai Kontrak.2. JAMINAN PELAKSANAAN 2.Buku Kedua .2.4. Jaminan pelaksanaan bagi penawaran yang nilainya lebih kecil dari 80% (delapan puluh persen) terhadap HPS/OE. 110 . Masa berlaku jaminan pelaksanaan adalah selama jangka waktu Kontrak atau untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Kontrak jasa asuransi. 2. Untuk kegiatan/pekerjaan berisiko tinggi.000. 2. 2. 2.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) Penyedia Barang/Jasa wajib menyerahkan jaminan pelaksanaan.1.000. perkantoran atau 2.3.2.4. 2. b.3. Untuk Kontrak pengadaan barang/jasa dengan Kontrak tahun jamak jaminan pelaksanaan dapat ditetapkan sebagai berikut : 1. perumahan. 2. Pada tahun ke-1 (kesatu) : a. Pada saat jaminan pelaksanaan diterima oleh Kontraktor KKS. Nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap sisa nilai Kontrak. Pada tahun ke-2 (kedua) dan/atau tahun berikutnya: a.1. dapat dikenakan jaminan pelaksanaan lebih dari 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen).00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$50.2. 2. Sebelum penanda-tanganan Kontrak yang bernilai lebih besar dari Rp500.000.4. Ketentuan tentang kewajiban menyerahkan jaminan pelaksanaan dapat tidak diterapkan pada: Kontrak penyewaan pergudangan. Ketentuan jaminan pelaksanaan: Nilai jaminan pelaksanaan adalah 5% (lima persen) dari nilai Kontrak. jaminan penawaran dari pemenang yang bersangkutan dikembalikan.

4. Nilai dalam angka harus sama dengan nilai yang dinyatakan dalam huruf.4.4.11. Untuk Kontrak call off order nilai jaminan pelaksanaan ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap perkiraan pemakaian per tahun yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS.4.4.4. dijelaskan pada rapat penjelasan dan tercantum dalam kontrak. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD. termasuk masa pembuktian pencapaian TKDN pekerjaan jasa. Jenis mata uang (currency) jaminan pelaksanaan harus sama dengan jenis mata uang yang digunakan dalam Kontrak. 111 .4. 2. Nilai jaminan dicantumkan dalam angka dan huruf. 2. 4.5.6. Besaran persentase jaminan pelaksanaan tidak berubah selama masa pelaksanaan Kontrak. Nama Kontraktor KKS pemilik pekerjaan harus tercantum di dalam jaminan pelaksanaan sebagai yang menerima jaminan pelaksanaan.9. Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan jaminan pelaksanaan tahun berikutnya. Masa berlaku jaminan pelaksanaan adalah selama sisa jangka waktu Kontrak atau untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD.4. 2. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia. 3. 2. 2. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan harus dicantumkan pada Dokumen Pengadaan.7.12. maka paling lambat 2 (dua) minggu sebelum berakhirnya masa berlaku jaminan pelaksanaan. 2.4. Nama Penyedia Barang/Jasa yang tercantum dalam jaminan pelaksanaan harus sama dengan nama pelaksana. ditambah sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. 2. 2.4. Dalam hal masa berlaku jaminan pelaksanaan ditetapkan 1 (satu) tahun. Masa berlaku jaminan pelaksanaan adalah sama dengan masa penjaminan. Untuk Kontrak lumpsum dan/atau Kontrak turnkey nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap keseluruhan nilai selama jangka waktu Kontrak.8.10. 2.

13.4.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.Buku Kedua . 2. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa mengundurkan diri atau oleh Kontraktor KKS dinilai tidak mampu untuk menyelesaikan pekerjaan sehingga Kontrak diputus sebelum berakhirnya masa Kontrak.4. Penyedia Barang/Jasa harus mengganti jaminan pelaksanaan dengan yang benar. maka jaminan pelaksanaan dicairkan dan masuk ke dalam kas Kontraktor KKS untuk diperhitungkan sebagai pengurang biaya operasi.17. Penyedia Barang/Jasa harus membuat pernyataan yang menjamin keaslian jaminan pelaksanaan yang ditandatangani oleh pemimpin perusahaan atau pejabat lain yang memiliki kewenangan sesuai dengan akte pendirian perusahaan dan perubahannya. 2.14. maka jaminan pelaksanaan tidak dicairkan. sehingga Kontraktor KKS tidak dapat mencairkan jaminan dimaksud. Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah dan nilai jaminan pelaksanaan yang telah dipungut.4. 2.4.15. Apabila dalam proses penandatangan Kontrak Penyedia Barang/Jasa menyerahkan jaminan pelaksanaan yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan tersebut pada 112 .18. 2. Dalam hal Kontraktor KKS mengajukan permintaan pencairan jaminan dan perusahaan penerbit jaminan tidak dapat mencairkan dengan segera atau paling lambat dalam masa 3 (tiga) bulan. maka untuk selanjutnya jaminan pelaksanaan yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan pelaksanaan dimaksud tidak dapat diterima. Dalam hal jaminan pelaksanaan (performance bond) dibatalkan secara sepihak oleh Penyedia Barang/Jasa sebelum masa berlakunya habis. dan denda keterlambatan telah mencapai maksimum namun pekerjaan dapat dilanjutkan dan diselesaikan. Jaminan pelaksanaan dari perusahaan penerbit jaminan pelaksanaan dimaksud baru dapat diterima 12 (dua belas) bulan setelah perusahaan penerbit jaminan pelaksanaan dimaksud melunasi kewajibannya yang tertangguhkan. Apabila terdapat perbedaan. Dalam hal terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan atau terlambat menyerahkan barang.16. Penerbit jaminan harus menyatakan bahwa jaminan pelaksanaan bisa dicairkan dengan segera sesuai pasal 1832 KUH Perdata dan menyimpang dari pasal 1831 KUH Perdata. 2.4. kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi merah.4.19. 2.

di atas.4. 113 . Jaminan pelaksanaan dapat diambil Penyedia Barang/ Jasa: 1. Apabila dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender setelah tanggal pemberitahuan jaminan pelaksanaan tersebut tidak diambil. kerusakan atau penyalahgunaan jaminan pelaksanaan tersebut. dan 2. maka Kontraktor KKS tidak bertanggung jawab atas kehilangan.4.18. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 angka 2. dan 3. Setelah pembuktian pencapaian target TKDN jasa disepakati. maka peserta pengadaan diminta untuk mengganti jaminan pelaksanaan dalam waktu tidak lebih dari 5 (lima) hari kerja. Setelah pelaksanaan pekerjaan/penyerahan barang seluruhnya selesai.20. Berdasarkan pemberitahuan dari Kontraktor KKS.

3. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD. 3.4.Buku Kedua .2. Jaminan atas uang muka dikembalikan kepada Penyedia Barang/ Jasa pada saat dibuat berita acara penyelesaian pekerjaan tahap pertama.1. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Dalam hal diberikan uang muka. Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan jaminan uang muka. JAMINAN UANG MUKA 3. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD.3. 114 . Besarnya jaminan uang muka harus bernilai sekurang-kurangnya sama dengan jumlah uang muka yang diberikan.

100% (seratus persen) dari nilai Kontrak. dapat disepakati kewajiban pemeliharaan dijamin menggunakan surat jaminan pemeliharaan. JAMINAN PEMELIHARAAN 4. Apabila pekerjaan telah selesai 100% (seratus persen) maka pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa dapat dilaksanakan sebagai berikut: 4. 115 . Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD. 4. namun Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan surat jaminan pemeliharaan sebesar 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak.2.1. besarnya pembayaran terakhir yang ditahan dapat ditetapkan lebih besar dari 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen).2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia. atau 2. namun Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan surat jaminan pemeliharaan sebesar 5% (lima persen) dari nilai Kontrak. Bagi pekerjaan konstruksi. dapat disyaratkan untuk menahan sebagian pembayaran atas penyerahan barang atau hasil pekerjaan sebesar 5% (lima persen) dari total nilai Kontrak sebagai jaminan selama masa pemeliharaan. 4. Masa berlaku jaminan pemeliharaan minimal sama dengan masa pemeliharaan. Apabila Penyedia Barang/Jasa tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan selama masa pemeliharaan sebagaimana mestinya maka Kontraktor KKS berhak menggunakan uang retensi atau mencairkan jaminan pemeliharaan untuk membiayai perbaikan atau pemeliharaan. Bagi Pekerjaan konstruksi yang tidak Bersifat Kompleks: 1.3. 95% (sembilan puluh lima persen) dari nilai Kontrak. sedangkan sisa 10% (sepuluh persen) merupakan retensi selama masa pemeliharaan. 90% (sembilan puluh persen) dari nilai Kontrak. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD.4. Bagi Pekerjaan konstruksi yang Bersifat Kompleks: 1. 4.5. 100% (seratus persen) dari nilai Kontrak. Sebagai pengganti ditahannya sebagian nilai pembayaran. sedangkan sisa 5% (lima persen) merupakan retensi selama masa pemeliharaan. 4.1. 4. atau 2.3. Dalam hal pekerjaan tersebut dapat dikategorikan sebagai Pekerjaan Bersifat Kompleks.3.

.

Pemilihan Penyedia Barang/Jasa melalui pelelangan umum. Dalam keadaan tertentu sesuai ketentuan pedoman ini.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB X METODA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG / JASA PEMBORONGAN / JASA LAINNYA Pada prinsipnya pemilihan Penyedia Barang/Jasa dalam pengadaan barang/ Jasa Pemborongan /Jasa Lainnya dilakukan melalui pelelangan umum. kartu pengadaan (procurement card). pelelangan terbatas dan pemilihan langsung wajib mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri yang memenuhi persyaratan. 116 .Buku Kedua . pemilihan langsung. pengadaan secara elektronik (e-Procurement) atau melalui swakelola. penunjukan langsung. pemilihan Penyedia Barang/Jasa dapat dilakukan melalui pelelangan terbatas.

000. mengacu kepada prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dengan diumumkan terlebih dahulu melalui papan pengumuman resmi Kontraktor KKS.4. 1. 3.2.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$50. 1.3. 1.2.1. Diutamakan bagi Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil yang terdaftar dalam Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu (DPM).2.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat): 1.000.2. Dalam hal pengadaan Barang/Jasa yang menggunakan teknologi atau berisiko tinggi. 117 .000. Pengadaan pekerjaan dengan nilai sampai dengan Rp1.1. Dalam hal pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan.000. Diikuti oleh Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi kualifikasi kompetensi dan kemampuan usaha sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. sekurang-kurangnya diikuti oleh 3 (tiga) Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus kualifikasi dan memasukkan penawaran.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).000. 1.2.000.2.000.1. 1. media cetak dan apabila memungkinkan melalui media elektronik. tetap menggunakan ketentuan yang diatur dalam bab III angka 6. atau barang/jasa yang mempunyai persyaratan khusus dapat dilakukan dengan hanya mengundang Penyedia Barang/Jasa usaha menengah dan usaha besar.2. 2. Pelelangan umum adalah pengadaan barang/jasa yang dilakukan secara terbuka untuk umum. atau spesifik (seperti bahan kimia khusus. Dalam hal penilaian kualifikasi menggunakan sistim Prakualifikasi. perangkat lunak teknologi informasi (information technology software).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. PELELANGAN UMUM 1. SYARAT PELELANGAN: Dilakukan untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp500.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100.

1. TATA CARA PELELANGAN UMUM Tata cara pelelangan umum yang dimulai sejak pengumuman pelelangan sampai dengan penunjukan pemenang pengadaan mengikuti ketentuan dalam bab XI pedoman ini.Buku Kedua .6. Dilakukan negosiasi harga apabila setelah pembukaan penawaran diketahui bahwa tidak ada satupun penawaran yang bernilai sama atau lebih rendah dibanding HPS/OE. sekurang-kurangnya diikuti oleh 3 (tiga) Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran. 1. dan yang memenuhi kualifikasi sekurang-kurangnya 1 (satu).2.3.2. Dalam hal penilaian kualifikasi menggunakan sistim pascakualifikasi.5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. 118 .

1. pelelangan dinyatakan gagal dan dilakukan pelelangan terbatas ulang. apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua). apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu).2.3. 2. Penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar. Penunjukan langsung kepada penawaran yang masuk.1. Tata cara pelelangan terbatas pada dasarnya sama seperti proses pelelangan umum. maka pabrikan dapat menunjuk satu distributor tunggal untuk bertindak atas nama pabrikan. PELELANGAN TERBATAS 2. Diketahui secara luas bahwa jumlah Penyedia Barang/Jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan terbatas. Pemilihan langsung kepada penawaran yang masuk. atau 3. atau 2. 2. maka proses dilanjutkan dengan cara: 1.3. apabila penawaran yang masuk minimal 2 (dua). apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu). Apabila peserta yang mendaftar dan memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga). Peserta yang mendaftar dan memasukkan penawaran minimal 3 (tiga). Pengumuman dimaksudkan untuk menjaring peserta lain yang memenuhi persyaratan.2. Metode pelelangan terbatas dapat dilaksanakan untuk pengadaan barang/jasa yang memenuhi kondisi berikut: 2.2.2. kecuali: 2. 119 . 2. Apabila pelelangan terbatas ulang gagal. Dalam hal pabrikan tidak melaksanakan sendiri pemasaran produknya.3.2. Pengadaan barang dengan pelelangan antar pabrikan.3. Apabila setelah diumumkan terdapat Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar dan memenuhi kriteria namun tidak tercantum dalam pengumuman. wajib diikutsertakan. Pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar. 2. Pelelangan terbatas dilaksanakan dengan cara mengundang melalui pengumuman minimal 2 (dua) calon peserta yang memenuhi kriteria tertentu. Dalam pengumuman dicantumkan kriteria peserta dan nama Penyedia Barang/Jasa yang akan diundang.1. atau 4. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.3.

Khusus untuk pengadaan barang wajib dipergunakan: 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. proses dilanjutkan dengan penunjukan langsung kepada peserta yang memasukkan penawaran. 5. Apabila peserta yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu). Apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua).4. Apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu) dilakukan penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar. apabila dalam buku APDN hanya tercantum 1 (satu) pabrikan yang memenuhi persyaratan pencapaian TKDN. 120 . 4. 3.Buku Kedua . Apabila peserta yang memasukkan penawaran hanya 2 (dua). proses dilanjutkan dengan pemilihan langsung kepada peserta yang memasukkan penawaran. Apabila setelah dilakukan negosiasi bersamaan harga penawaran hasil negosiasi masih lebih tinggi dibanding HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. proses dilanjutkan melalui metode pelelangan umum dengan mengundang pabrikan dalam negeri yang menawarkan barang produksi dalam negeri dengan TKDN minimal 10% (sepuluh persen). proses dilanjutkan dengan melakukan negosiasi bersamaan kepada penawaran peringkat I (pertama) sampai dengan penawaran peringkat III (ketiga) berdasarkan harga evaluasi penawaran (HEP). proses dilanjutkan dengan pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar. 7. 6. Apabila pelelangan terbatas atau pemilihan langsung atau penunjukan langsung mengalami kegagalan karena setelah dilakukan negosiasi bertahap kepada penawaran peringkat I (pertama) sampai dengan penawaran peringkat III (ketiga) berdasarkan harga evaluasi penawaran (HEP) masih lebih tinggi dibanding dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang melalui pengumuman semua pabrikan yang tercantum dalam buku APDN yang memenuhi persyaratan pencapaian TKDN. 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat mencantumkan dalam pengumuman hanya 1 (satu) pabrikan.3.

Pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar. atau c. Penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar. Penunjukan langsung kepada penawaran yang masuk.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. apabila penawaran yang masuk minimal 2 (dua). Pemilihan langsung kepada penawaran yang masuk. proses dilanjutkan dengan cara: a. Apabila proses pelelangan umum mengalami kegagalan. atau d. 121 . apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu).4. 2. apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua). atau b. Penilaian kualifikasi dilakukan dengan cara Prakualifikasi. apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu).

1. pemasangan air untuk fasilitas perumahan dan perkantoran.a. 3.00 (lima ratus juta rupiah) atau sampai dengan nilai US$50. 3.2. Sebagai proses lebih lanjut atas pelelangan ulang gagal.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan nilai Rp500.000.4. 3.1.2. apabila memenuhi salah satu keadaan berikut: Diketahui secara luas bahwa Penyedia Barang/Jasa yang mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan hanya 2 (dua).2.000.000.3. 122 . 2.3. 3.2.3. PEMILIHAN LANGSUNG Pemilihan langsung adalah pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan mengundang sekurang-kurangnya 3 (tiga) Penyedia Barang/ Jasa.2.3. 3. 3.000.1. Pemilihan langsung dapat dilaksanakan dengan cara mengundang sekurang-kurangnya 2 (dua) Penyedia Barang/Jasa.000.4. Untuk penyewaan pertama kali atau pindah lokasi fasilitas perumahan. 3.3. 3. SYARAT PEMILIHAN LANGSUNG: Pemilihan langsung dilaksanakan untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp50.000. Merupakan kelanjutan dari proses pelelangan atau pelelangan terbatas sebagaimana diatur pada bab III angka 7.2. Untuk pemasangan telepon. Merupakan kelanjutan dari proses pelelangan gagal karena peserta yang mendaftar atau yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua) dan diketahui secara luas bahwa hanya terdapat 2 (dua) Penyedia Barang/Jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan tersebut. 3.000. pemasangan gas.3.2.Buku Kedua . Merupakan kelanjutan proses dari pelelangan ulang yang gagal karena peserta yang mendaftar atau yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua).00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.000.2.7.00 (lima puluh juta rupiah) atau lebih besar dari US$5. 3. dan bab X angka 2.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) dapat dilakukan apabila memenuhi salah satu kondisi berikut: 1.000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) Pemilihan Langsung dengan nilai lebih besar dari Rp500. perkantoran atau pergudangan.

b. Dengan dilengkapi justifikasi tertulis yang disetujui oleh Pejabat Berwenang. 123 . Merupakan kelanjutan dari proses lelang gagal karena peserta yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua) dan diketahui secara luas bahwa hanya terdapat 2 (dua) Penyedia Barang/Jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan tersebut. c. dalam hal: a. Merupakan pelaksanaan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang wajib dipergunakan namun jumlah yang mendaftar dan/atau yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua). Diketahui secara luas bahwa Penyedia Barang/Jasa yang mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan hanya 2 (dua). Merupakan pekerjaan mendesak sebagai akibat kejadian yang tidak terduga. Merupakan pekerjaan yang harus segera dilaksanakan untuk memenuhi ketentuan pemerintah dan/atau peraturan perundang-undangan yang harus segera dipatuhi. Pelaksanaan standarisasi barang/peralatan sehingga diperlukan barang/peralatan yang sama dengan yang telah terpasang. Tata cara mengikuti ketentuan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang wajib dipergunakan. yang apabila tidak segera dilaksanakan akan mengakibatkan kehilangan kesempatan mempertahankan tingkat produksi minyak dan/atau gas bumi atau akan menunda pelaksanaan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi. Dengan dilengkapi justifikasi tertulis yang disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau pimpinan tertinggi setempat sesuai batas nilai kewenangannya.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. namun dapat dipenuhi dengan beberapa merek (approved brands). 6. Pengadaan perabotan (furniture) Produksi Dalam Negeri untuk perumahan atau perkantoran. dalam hal memenuhi salah satu dari keadaan berikut: a. atau b. Penetapan standar barang/peralatan mengikuti ketentuan standarisasi yang diterbitkan oleh BPMIGAS. d.

Dalam hal harga penawaran terendah sudah lebih rendah dari pada HPS/OE maka negosiasi harga hanya dilakukan kepada penawar terendah pertama. Urutan proses sejak pemberian penjelasan sampai dengan penunjukan pemenang. 3.4.000. TATA CARA PEMILIHAN LANGSUNG: 3. dalam bab ini. Pelaksanaan negosiasi mengikuti tata cara negosiasi pada proses pelelangan umum. Pemberian penjelasan dilakukan apabila dianggap perlu.5. Penawaran yang masuk sekurang-kurangnya 2 (dua) dan yang memenuhi syarat sekurang-kurangnya 1 (satu).2.3. 2. Dilakukan negosiasi harga namun tidak boleh mengubah lingkup pekerjaan. Barang/jasa yang diperlukan dalam kegiatan pemboran lepas pantai (offshore).4. 124 . Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang Penyedia Barang/Jasa dengan cara mengumumkan di papan pengumuman resmi Kontraktor KKS atau mengirimkan surat undangan kepada Penyedia Barang/Jasa terundang.Buku Kedua .00 (lima puluh ribu dollar Amerika Serikat).d.4.2. berlaku selama 3 (tiga) hari kerja terhitung setelah tanggal pengumuman pemenang serta diterapkan hanya untuk paket pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp500. Apabila yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu) dilanjutkan dengan evaluasi sesuai dengan tata cara penunjukan langsung.4.4.6.000. Penilaian kualifikasi calon Penyedia Barang/Jasa dilakukan secara Prakualifikasi. Masa sanggah hanya 1 (satu) kali.4.4.2. 3. mengikuti tata cara pelelangan.000. kecuali : 1. Pelaksanaan pemilihan langsung dilakukan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal.4. 3. 3.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50. Sumber lain di luar DPM.5. 3. Pemilihan langsung dilaksanakan dengan mengundang calon Penyedia Barang/Jasa dari: 1. sesuai batas nilai kewenangannya. 3. atau 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa e. Daftar Penyedia Mampu (DPM). dengan menara pemboran (drilling rig) yang diadakan dengan metoda penunjukan langsung sebagai akibat terjadinya kelangkaan menara pemboran laut (offshore drilling rig) sebagaimana diatur dalam angka 4.1. 3.

pembukaan penawaran dilakukan Panitia Pengadaan/Tim Internal tanpa harus dihadiri oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa. Hasil evaluasi diumumkan atau diberitahukan secara terulis kepada peserta pengadaan. Berita acara pembukaan penawaran ditandatangani Panitia Pengadaan/Tim Internal.00 (seratus ribu dollar Amerika Serikat). 5. Bagi paket pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.000. 125 .00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100.000.000.

2.000. Pada saat selesainya penanggulangan keadaan darurat (emergency) Kontraktor KKS melaporkan dan meminta untuk dilakukan audit kepada BPMIGAS bagi semua kegiatan pengadaan barang/jasa yang telah dilakukan. Pekerjaan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi sehubungan dengan telah terjadinya keadaan darurat (emergency). 126 .00 (lima ribu dolar Amerika Serikat).1. Sebagai proses lanjut atas pemilihan langsung gagal karena hanya ada 1 (satu) peserta yang memasukkan penawaran.3.000. 4. a.00 (lima puluh juta rupiah) atau US$5. c. 3. Proses pengadaannya tidak memerlukan persetujuan BPMIGAS terlebih dahulu.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat).1. 2. Syarat Penunjukan Langsung: Penunjukan langsung dapat dilaksanakan untuk pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp50. 4. Pimpinan tertinggi Kontraktor KKS menyatakan keadaan darurat (emergency) dan harus melaporkan ke BPMIGAS dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam. 4.4.2.2.2. 4.000. PENUNJUKAN LANGSUNG Pengadaan secara penunjukan langsung dilaksanakan dengan cara menunjuk langsung kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa. Sebagai proses lanjut atas pelelangan ulang gagal karena hanya ada 1 (satu) peserta yang memasukkan penawaran.000.00 (lima puluh juta rupiah) atau US$5. Untuk penunjukan langsung dengan nilai lebih besar dari Rp50.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. disertai permohonan izin untuk melakukan tindakan pengadaan barang/jasa yang diperlukan untuk mengatasi keadaan tersebut. b. Merupakan kelanjutan dari proses pelelangan atau pelelangan terbatas sebagaimana diatur pada bab X angka 2. 4. dapat dilakukan untuk hal-hal berikut: 1.4.000.Buku Kedua .

00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih dari US$5. c. Untuk perpanjangan masa penyewaan rumah. Pekerjaan mendesak yang diperlukan untuk meningkatkan volume produksi minyak dan/atau gas bumi berdasarkan permintaan Pemerintah Republik Indonesia melalui BPMIGAS dan harus dipenuhi dalam waktu selama-lamanya 1 (satu) tahun. Pengadaan menara pemboran laut (offshore drilling rig) dan barang/jasa pendukung pelaksanaan pemboran terkait dan kapal survei seismic.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. Dengan ketentuan. 6. Pengadaan barang/jasa tertentu yang diketahui secara luas hanya dapat dilaksanakan oleh 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa.000. kantor.000. Dalam hal ini dapat dilakukan penunjukan langsung kepada BUMN tersebut. yaitu: a.000. yang diproduksi oleh 1 (satu) perusahaan yang berstatus badan usaha milik negara (BUMN).00 (lima juta dolar Amerika Serikat). lapangan penumpukan (termasuk shore base) atau pelabuhan.000. f. e. Pekerjaan mendesak yang tidak dapat ditunda dan harus segera dilaksanakan. gudang. Pengadaan jenis barang dengan penjumlahan TKDN + BMP mencapai minimal 40% (empat puluh persen). lebih dari 50% (lima puluh persen) saham BUMN tersebut dimiliki oleh Negara. Merupakan kelanjutan dari pelelangan ulang yang gagal karena peserta yang mendaftar hanya ada 1 (satu). dengan nilai perkiraan lebih dari Rp50.000. pada kondisi terjadi kelangkaan menara pemboran laut (offshore drilling rig) atau kapal survei seismic. b. Pekerjaan tertentu dengan dilengkapi justifikasi yang disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS. sedangkan di wilayah negara Republik Indonesia terdapat peralatan dimaksud dengan kemungkinan akan segera diekspor karena masa kontraknya akan segera berakhir. sebagai akibat Keadaan Mendesak yang terjadi mendadak. 127 . d.

Untuk pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dari pekerjaan yang tidak ada harga standarnya. Dalam hal diperlukan kesinambungan (bridging) pekerjaan yang sedang berlangsung. Pengadaan barang/jasa spesifik yang hanya dapat dipenuhi oleh 1 (satu) pabrikan atau Penyedia Barang/ Jasa tertentu. Pekerjaan tambahan yang tidak dapat dihindarkan dalam rangka penyelesaian pekerjaan semula dan telah ada harga standar dengan menggunakan satuan harga yang berlaku pada Kontrak yang bersangkutan sepanjang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. misalnya perangkat lunak teknologi informasi termasuk jasa pemeliharaannya. Pelaksanaan pekerjaan ini tidak boleh dilakukan secara berturutan dengan penambahan lingkup kerja (PLK) kesinambungan (bridging) pada Kontrak yang sama. dan • Secara kumulatif waktu pelaksanaan tidak melebihi 6 (enam) bulan. Untuk pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dan telah ada harga standar dengan menggunakan satuan harga menurut harga yang berlaku pada Kontrak yang bersangkutan dan secara teknis merupakan satu kesatuan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan terdahulu berdasarkan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis. antara lain pengadaan barang/jasa yang terkait dengan kepemilikan lisensi/hak kepemilikan/ proprietary right. e. c. d. 128 . b. dengan ketentuan: • Masa pelaksanaan paling lama hanya sampai dengan 1 (satu) hari sebelum tanggal dimulainya pekerjaan berdasar Kontrak baru. sementara proses lelang atau pemilihan langsung belum selesai.Buku Kedua . Pekerjaan tertentu dengan dilengkapi justifikasi tertulis yang disetujui oleh Pejabat Berwenang dan memenuhi sekurangkurangnya salah satu syarat sebagai berikut: a. tetapi sehubungan dengan homogenitasnya perlu dijaga kontinuitas pelaksanaannya sesuai dengan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7.

. g.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000. h. yang disahkan oleh pimpinan fungsi pengguna barang/jasa.000.000.00 (lima milyar rupiah) atau maksimal US$500. Pelaksanaan pengadaan harus dilengkapi dengan program uji coba yang lengkap. j.000. • Pekerjaan Jasa Konsultansi dan/atau pelatihan pekerja yang dilaksanakan penyedia Jasa Konsultansi dan dikerjakan oleh tenaga ahli yang secara pribadi per pribadi diyakini mampu memberikan hasil yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS. Pekerjaan Jasa Konsultansi.3. i. Penetapan standar barang/peralatan mengikuti ketentuan standarisasi yang diterbitkan oleh BPMIGAS. dengan nilai perkiraan maksimal Rp50. Merupakan kelanjutan dari pelelangan ulang yang gagal karena peserta yang mendaftar hanya ada 1 (satu). termasuk tatawaktu dan kriteria evaluasi. Dalam rangka uji coba penggunaan barang/peralatan hingga diperoleh hasil yang diinginkan berdasarkan analisa keekonomian dan/atau evaluasi kinerja (performance based evaluation).000.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat): • Pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh 1 (satu) penyedia Jasa Konsultansi yang telah terbukti berhasil mencapai suatu target yang sangat baik dan dipercaya akan berhasil mencapai target yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS.000. dalam rangka pengoperasian dan/atau pengelolaan peralatan atau permesinan tersebut. k. 4. 129 f.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Dalam rangka standarisasi barang/peralatan sehingga diperlukan barang/peralatan yang sama dengan yang telah terpasang. Pekerjaan Jasa Konsultansi atau pelatihan pekerja yang dilaksanakan oleh pabrikan atau agen tunggal peralatan atau permesinan. dengan nilai per paket pekerjaan maksimal Rp5.00 (lima puluh milyar rupiah) atau maksimal US$5. Pekerjaan Jasa Konsultansi yang hanya dapat dilakukan oleh 1 (satu) pemegang hak cipta yang telah terdaftar atau pihak yang telah mendapat izin pemegang hak cipta.000.

Paket pengadaan dengan nilai setinggi-tingginya Rp25. Tidak disediakan masa sanggah.3. 130 .3. Dalam hal menggunakan kartu pengadaan (procurement card).00 (dua ribu lima ratus dolar Amerika Serikat) harus dilakukan dengan Kontrak. 4.4. Lebih besar dari Rp25.000. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengirimkan undangan kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus penilaian kualifikasi untuk memasukkan penawaran. 4. 4.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) tanpa Kontrak. dapat dilakukan sampai dengan nilai Rp50. Dilakukan negosiasi harga dan bila diperlukan sebelum negosiasi harga dilakukan Klarifikasi dan negosiasi aspek lainnya.3.000.00 (limapuluh juta rupiah) atau sampai dengan nilai US$5. 5. Pemberian penjelasan dilakukan hanya apabila dianggap perlu.500. Dalam hal ini berita acara pembukaan penawaran ditandatangani oleh anggota Panitia Pengadaan/ Tim Internal.1.00 (dua puluh lima juta rupiah) atau setinggitingginya US$2.Buku Kedua .000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa TATA CARA PENUNJUKAN LANGSUNG: Pelaksanaan penunjukan langsung dilakukan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal sesuai batas nilai kewenangannya.2. 3.00 (limapuluh juta rupiah) atau lebih besar dari US$5.000. 2. Jaminan penawaran tidak diperlukan.00 (dua puluh lima juta rupiah) atau lebih besar dari US$2. 4. kecuali: 1.000.3. 6. Urutan proses penunjukan langsung dengan nilai lebih besar dari Rp50. kecuali merupakan kelanjutan dari proses pelelangan ulang yang gagal atau merupakan kelanjutan dari proses pemilihan langsung yang gagal.3. Pembukaan penawaran tidak harus dihadiri oleh Penyedia Barang/Jasa.000.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) mulai dari permintaan penawaran mengikuti tata cara pelelangan.00 (dua ribu lima ratus dolar Amerika Serikat) dapat dilakukan secara tunai atau cara lain tanpa perikatan Kontrak.000. Negosiasi tidak boleh mengubah sasaran pekerjaan. 4.3. Tindakan ini tidak dikategorikan sebagai post bidding. 4. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat meminta tambahan dokumen pendukung penawaran.000.000.000.500.5. 7.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

8. Tata waktu disesuaikan dengan kebutuhan. 9. Tidak diperlukan pengumuman hasil pengadaan kecuali merupakan kelanjutan dari proses pelelangan ulang yang gagal atau merupakan kelanjutan dari proses pemilihan langsung yang gagal. 4.3.6. Pengadaan barang/jasa spesifik: 1. Penentuan kebutuhan barang/jasa spesifik ditetapkan dalam suatu kebijakan tertulis oleh Kontraktor KKS, berdasarkan hasil penelitian teknis yang dapat dipertanggungjawabkan. 2. Pengguna barang/jasa yang bersangkutan harus membuat spesifikasi teknis lengkap dan analisis teknis bahwa barang/jasa tersebut tidak dapat digantikan oleh barang/jasa lain dan/atau berdasarkan peraturan hanya boleh disediakan oleh Penyedia Barang/Jasa tertentu. 3. Dilaksanakan kepada penyedia jasa tunggal untuk jasa spesifik, atau kepada penyedia barang spesifik yaitu pabrikan atau agen tunggal/agen/distributor yang berstatus agen dari merek/ jenis barang spesifik tersebut. Penyedia Barang/Jasa berstatus agen harus memenuhi syarat: a. Memiliki perjanjian keagenan dengan pabrikan atau surat penunjukan dari pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan, dan/atau surat keterangan dari Instansi Pemerintah yang berwenang; b. Penawaran harga harus didukung dengan daftar harga yang dikeluarkan oleh prinsipal yaitu pabrikan atau yang mewakili pabrikan.

131

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

5. 5.1.

PROCARD Pengadaan dengan procurement card (procrad) adalah pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung dengan menggunakan media procard sebagai sarana pembayaran tanpa harus menerbitkan surat perjanjian/ Kontrak, surat pesanan, atau purchase order (PO). Tata cara mengenai pengadaan dengan Procard dapat dilihat pada lampiran MP- 001.

5.2.

6. PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK (E-PROCUREMENT): 6.1. Pengadaan secara elektronik (e-Procurement) merupakan pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan menggunakan jaringan elektronik (jaringan internet atau intranet) atau electronic data interchange (EDI). Metoda pelaksanaan e-Procurement terdiri dari e-Bidding dan e-Reverse Auction (e-RA). Tata cara pengadaan secara elektronik dapat dilihat pada lampiran MP- 002, dengan ketentuan: Pemanfaatan e-Procurement harus tetap memberikan kesempatan berusaha bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil dan memberdayakan Perusahaan Dalam Negeri serta mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. Pelaksanaannya harus tetap menerapkan konsep transparansi dan persaingan usaha secara sehat. e-BIDDING: e-Bidding merupakan pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan cara penyampaian informasi dan/atau data pengadaan dari Kontraktor KKS maupun dari Penyedia Barang/Jasa, dimulai dari pengumuman sampai dengan pengumuman hasil pengadaan, dilakukan melalui media elektronik antara lain menggunakan media internet, intranet dan/atau electronic data interchange (EDI). e-Bidding dapat dilaksanakan untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp50.000.000,00 (limapuluh juta rupiah) atau lebih besar dari US$5.000,00 (lima ribu dolar Amerika Serikat).

6.2. 6.2.1.

6.2.2.

6.3. 6.3.1.

6.3.2.

132

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

6.3.3.

Dalam hal menggunakan metoda pelelangan umum atau pelelangan terbatas, pengumuman juga dilakukan di papan pengumuman resmi Kontraktor KKS dan/atau media massa sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk nilai sampai dengan Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau nilai sampai dengan US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat), Penyedia Barang/Jasa tidak menyerahkan dokumen penawaran dan dokumen pendukung penawaran. 1. Penyedia Barang/Jasa yang ditunjuk sebagai pemenang pengadaan wajib menyerahkan surat penawaran sesuai ketentuan yang berlaku lengkap dengan perincian dan dokumen pendukung yang berkaitan, dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari setelah tanggal penunjukan. 2. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dianggap mengundurkan diri. Selanjutnya peserta dengan penawaran peringkat berikutnya dapat ditunjuk sebagai pemenang. Ketentuan penunjukan pemenang mengikuti ketentuan pada bab XI angka 15.

6.3.4.

6.3.5.

Untuk nilai lebih besar dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp20.000.000.000,00 (dua puluh milyar rupiah) atau nilai lebih besar dari US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$2,000.000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat), dokumen-dokumen tertentu dapat disyaratkan untuk diserahkan dalam sampul tertutup, antara lain surat penawaran harga dan surat jaminan penawaran. Untuk nilai lebih besar dari Rp20.000.000.000,00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2,000,000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat), surat penawaran teknis dan harga serta surat jaminan penawaran harus diserahkan dalam sampul tertutup selambat-lambatnya pada waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam IKPP/ITB. Bagi peserta pengadaan yang ditetapkan sebagai calon pemenang dengan nilai lebih besar dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau nilai lebih besar dari US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) diwajibkan untuk menyerahkan seluruh kelengkapan dokumen yang disyaratkan. Urutan proses mulai dari pengumuman sampai dengan penunjukan pemenang mengikuti tata cara pelelangan atau pemilihan langsung atau penunjukan langsung.

6.3.6.

6.3.7.

6.3.8.

133

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

6.4. e-REVERSE AUCTION (e-RA): 6.4.1. e-Reverse Auction merupakan proses pelelangan dimana pada tahap pembukaan penawaran harga dilanjutkan dengan upaya penurunan harga melalui media elektronik bagi penawaran yang memenuhi persyaratan. 6.4.2. Dapat digunakan untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100,000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). 6.4.3. Tidak boleh digunakan untuk pengadaan jasa tenaga kerja. 6.4.4. Dilakukan melalui metoda pelelangan umum, pelelangan terbatas atau pemilihan langsung, dengan sistim pemasukan dokumen penawaran dua sampul atau dua tahap. 6.4.5. Urutan proses sejak pengumuman sampai dengan penunjukan pemenang, mengikuti tata cara pelelangan umum atau pelelangan terbatas dengan ketentuan: 1. Penawaran yang telah lulus evaluasi tahap administrasi, teknis, dan penawaran harganya memenuhi persyaratan diberikan kesempatan berkompetisi secara ‘real-time’, dengan cara memasukkan penawaran harga lebih dari satu kali dan bersifat menurun dalam jangka waktu maksimal 24 (dua puluh empat) jam melalui media elektronik (online). 2. Tata cara pembukaan penawaran harga: a. Panitia Pengadaan membuka sampul penawaran harga di hadapan peserta pengadaan. Selanjutnya dilakukan penelitian pemenuhan syarat administrasi, terutama keabsahan surat penawaran harga dan surat jaminan penawaran. Penawaran tidak dibacakan dan tidak diperlihatkan kepada peserta yang lain. b. Pelaksanaan e-RA dimulai dengan meminta peserta yang penawaran harganya memenuhi persyaratan administrasi untuk mengunggah (upload) nilai penawaran masing-masing atau Panitia Pengadaan mengunggah nilai penawaran dari penawaran yang masuk. Identitas penawar dirahasiakan. c. Penawaran dengan nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai penawaran yang diunggah dinyatakan diskualifikasi dan dikeluarkan dari daftar peserta e-RA.

134

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

d. Penetapan peringkat (rangking) penawaran dilakukan pada setiap ada perubahan nilai penawaran yang diunggah oleh salah satu atau beberapa peserta. • Penetapan peringkat penawaran untuk pengadaan barang produksi dalam negeri didasarkan pada harga evaluasi penawaran (HEP) menggunakan TKDN yang dinyatakan dalam penawaran tertulis tersebut pada angka 6.4.5.2.a. di atas dan nilai penawaran terakhir dalam proses e-RA. Penetapan peringkat penawaran untuk pengadaan barang produksi luar negeri didasarkan pada perbandingan nilai penawaran.

e. Penawaran barang produksi dalam negeri dengan nilai harga evaluasi penawaran (HEP) terendah atau penawaran barang produksi luar negeri dengan nilai terendah pada akhir masa pelaksanaan e-RA, dan nilai penawaran terakhirnya telah lebih rendah dibanding dengan HPS/OE, ditetapkan sebagai calon pemenang. f. Semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis beserta pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan e-RA. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dianggap mengundurkan diri dan jaminan penawaran dicairkan;

g. Tata cara rinci dapat dilihat dalam lampiran MP-002 6.4.6. Penyedia Barang/Jasa peserta e-Procurement harus menandatangani pernyataan bahwa akan mematuhi ketentuan dan prosedur e-procurement yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS.

135

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

7. SWAKELOLA 7.1. Swakelola merupakan pekerjaan yang pelaksanaannya direncanakan, dikerjakan dengan menggunakan tenaga dan peralatan sendiri dan diawasi sendiri atau pelaksanaannya dikuasakan kepada pihak lain. Jenis-jenis pekerjaan yang dapat dilakukan secara swakelola oleh Kontraktor KKS sendiri, antara lain namun tidak terbatas pada pekerjaan penyelenggaraan pendidikan dan latihan, kursus, penataran, seminar, lokakarya; Pelaksanaan swakelola dapat dikuasakan kepada instansi pemerintah, lembaga ilmiah, perguruan tinggi, kelompok masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional. Swakelola tidak dapat dikuasakan kepada Badan Usaha. Jenis pekerjaan yang dapat dikuasakan kepada: 1. Instansi pemerintah, antara lain: a. Pemetaan lokasi, pengawalan bahan peledak, pengelolaan menara kontrol bandara; b. Pengamanan wilayah kerja; c. Sertifikasi dan verifikasi TKDN. 2. Lembaga pemerintah, lembaga ilmiah dan perguruan tinggi, antara lain: a. Seleksi penerimaan pekerja; b. Penelitian, studi, sertifikasi dan interpretasi geologi dan pertambangan minyak dan gas bumi; c. Penelitian, studi dan pengembangan sesuai bidang spesifikasinya; 3. Kelompok masyarakat, antara lain menyerahkan pelaksanaan pekerjaan tertentu kepada kelompok masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat setempat. Lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional yang terdaftar di Departemen Dalam Negeri, antara lain pelaksanaan jasa peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan di bidang pendidikan, penyuluhan, penerapan dan penyebarluasan teknologi sederhana atau madya yang tepat guna untuk kepentingan masyarakat.

7.2.

7.3.

4.

136

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

7.3.2.

Swakelola dengan cara dikuasakan, dilaksanakan dengan surat kuasa yang dilengkapi dengan uraian kewajiban dan hak masing-masing pihak. TATA CARA SWAKELOLA: Pelaksanaan swakelola yang dilakukan sendiri oleh Kontraktor KKS dilaksanakan sesuai dengan ketentuan masing-masing Kontraktor KKS. Pelaksanaan swakelola yang dikuasakan: 1. Pemilihan penerima kuasa disesuaikan kebijakan masingmasing Kontraktor KKS dengan memperhatikan ketentuan/ peraturan terkait; 2. Kontraktor KKS menunjuk langsung 1 (satu) penerima kuasa dengan cara membuat surat kuasa untuk melaksanakan pekerjaan tertentu. Surat kuasa tersebut mengatur antara lain tentang tanggung jawab, tugas, hak dan kewajiban masing-masing pihak, jenis dan lingkup pekerjaan, ketentuan pembayaran. Hal-hal yang tersebut dalam surat kuasa tersebut harus terlebih dahulu disepakati oleh kedua belah pihak; 3. Pengadaan barang/jasa termasuk pengadaan tenaga ahli yang diperlukan oleh penerima kuasa, menggunakan ketentuan yang berlaku pada penerima kuasa; 4. Pencapaian target pelaksanaan pekerjaan dilaporkan dan dievaluasi secara berkala, sesuai kesepakatan antara Kontraktor KKS dengan penerima kuasa; 5. Pengawasan di lapangan dilakukan oleh penerima kuasa; 6. Pada dasarnya pembayaran dilakukan dengan menggunakan panjar kerja yang secara berkala harus dipertanggungjawabkan oleh penerima kuasa. Sesuai sifat pekerjaannya, dapat dilakukan pembayaran berdasarkan kesepakatan para pihak.

7.4. 7.4.1.

7.4.2.

137

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

BAB XI TATA CARA PELELANGAN UMUM

138

Syarat pendaftaran pelelangan yaitu golongan. PENGUMUMAN 1. tanggal dan batas waktu untuk mendaftarkan diri sebagai calon peserta pelelangan. struktur kepengurusan perusahaan. Pengumuman pelelangan dilakukan secara terbuka melalui papan pengumuman Kontraktor KKS. dicantumkan persyaratan bahwa Penyedia Barang/Jasa harus bersedia memenuhi tingkat pencapaian TKDN yang ditetapkan Kontraktor KKS dalam pelaksanaan pekerjaan.2. Tempat. 5.000. Nama dan alamat Kontraktor KKS yang akan mengadakan pelelangan. tanggal dan waktu untuk pengambilan dokumen kualifikasi dan/atau Dokumen Pengadaan. 2. Pengumuman pelelangan memuat antara lain: 1. 3.000. 4. hari. 139 ..1. hari.000. struktur kepemilikan. Syarat persentase TKDN barang yang akan ditawarkan atau syarat komitmen persentase TKDN jasa yang harus dicapai. bidang/sub bidang. Pelelangan dengan nilai lebih besar dari Rp1. Tata cara dan tata waktu pelaksanaan penilaian kualifikasi calon peserta pelelangan.. 7.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Tempat. 6. surat ijin usaha serta biaya penggantian Dokumen Pengadaan (apabila ada). Judul dan nomor lelang serta uraian singkat mengenai barang/ jasa yang dilelangkan.000. Khusus untuk pengadaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya. 8. 1.(satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.(seratus ribu dolar Amerika Serikat) diumumkan juga melalui media cetak dan apabila memungkinkan melalui media elektronik antara lain website BPMIGAS.

6.1. Konsorsium harus terbentuk pasti sebelum penilaian Prakualifikasi. Pendaftaran terbuka untuk semua badan usaha yang memiliki bidang usaha dan sub bidang usaha yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilelangkan. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar kurang dari 3 (tiga) maka Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat memperpanjang masa pendaftaran sesuai kebutuhan. 2. Penyedia Barang/Jasa yang menyatakan telah memiliki atau akan menawarkan barang Produksi Dalam Negeri dengan TKDN sama dengan atau lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen). 2. 2. Untuk pengadaan barang produksi dalam negeri: a. Selanjutnya dilakukan pelelangan ulang dimulai dengan melakukan pengumuman pelelangan ulang.2.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) wajib menyerahkan: 2.3.000. antara lain harus menyerahkan salinan akte pendirian dan perubahannya. PENDAFTARAN PENYEDIA BARANG/JASA 2. dengan cara mengumumkan perpanjangan masa pendaftaran sesuai ketentuan pengumuman. Penyedia Barang/Jasa harus mendaftar pada waktu yang telah ditentukan dengan melengkapi semua persyaratan. Pada tahap pendaftaran harus telah dapat diidentifikasi kemungkinan adanya hubungan istimewa di antara peserta pengadaan.1. Dalam hal menggunakan sistim Prakualifikasi. 140 . wajib menyerahkan salinan SKUP Migas yang diterbitkan oleh kementerian yang membidangi industri minyak dan gas bumi.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.5. Lembar isian pernyataan awal TKDN: 1. Badan usaha yang mendaftar untuk ikut serta dalam pelelangan dengan nilai lebih besar dari Rp1. 2. Penyedia Barang/Jasa yang melakukan Konsorsium harus mendaftar sebagai Konsorsium.4.000.000. 2.6. Apabila sampai dengan berakhirnya perpanjangan masa pendaftaran jumlah yang mendaftar kurang dari 3 (tiga).Buku Kedua . Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara bahwa pelelangan gagal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.

Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar dalam pengadaan barang wajib dipergunakan dan akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN minimal 15% (lima belas persen). maka bagi peserta yang akan menawarkan atau menyatakan memiliki barang dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) namun sama atau lebih besar dari 10% (sepuluh persen). tidak diikutsertakan dalam proses selanjutnya. pada saat pendaftaran: • Peserta pabrikan wajib menyatakan jenis-jenis dan besaran komponen dalam negeri dari barang yang akan ditawarkan atau menunjukkan copy SKUP Migas yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi.3. Lembar pernyataan yang menyatakan persetujuan untuk mengikuti ketentuan pendayagunaan produksi dan kompetensi dalam negeri sebagaimana diatur pada bab III dalam pedoman ini. 141 . 2.7. harus menunjukkan copy SKUP Migas yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi dan sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b.6. Untuk pengadaan barang di luar dari yang tersebut pada huruf b. Bagi badan usaha yang mendaftar namun tidak bersedia memenuhi ketentuan di atas. 2. calon peserta pengadaan wajib menyerahkan surat pernyataan bersedia memenuhi target pencapaian TKDN minimal yang disyaratkan oleh Kontraktor KKS. 2. • Peserta bukan pabrikan harus melampirkan surat penunjukan keagenan atau surat perjanjian kerjasama penjualan dari pabrikan dalam negeri.6. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat daftar peserta yang memenuhi syarat untuk mengikuti proses pengadaan selanjutnya. 2. di atas. c. Untuk pengadaan Jasa Pemborongan.

tidak diharuskan mengikuti proses penilaian kualifikasi. Penyedia Barang/Jasa menyampaikan dokumen kualifikasi pada tanggal.6.1. 3. 3. . Dokumen kualifikasi dibuat sesuai dengan lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Panitia Pengadaan/Tim Internal Kontraktor KKS melakukan penilaian kualifikasi dengan cara melakukan penilaian kompetensi dan/atau kemampuan Penyedia Barang/Jasa berdasarkan dokumen Prakualifikasi yang disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa. sumber daya manusia. Penilaian kualifikasi dilakukan melalui proses Prakualifikasi atau pascakualifikasi. Pelaksanaan Prakualifikasi dilakukan oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal dan dapat dibantu oleh pihak terkait di dalam lingkungan Kontraktor KKS maupun pihak luar yang independen.1. 3.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan dan memberitahukan kepada peserta pengadaan waktu penyampaian dokumen persyaratan kualifikasi dan jangka waktu penilaian kualifikasi.4.3. 142 3. PRAKUALIFIKASI: 3. Apabila diperlukan Panitia Pengadaan/ Tim Internal Kontraktor KKS dapat melakukan peninjauan ke fasilitas pendukung Penyedia Barang/Jasa. waktu dan tempat yang telah ditentukan. dalam pedoman ini. dan finansial.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal Kontraktor KKS melakukan verifikasi dokumen Prakualifikasi yang disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa. PENILAIAN KUALIFIKASI Penilaian kualifikasi dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan Penyedia Barang/Jasa dalam bidang administrasi.1. Peserta Pengadaan harus dapat membuktikan dan menjamin kebenaran semua data dalam informasi kualifikasi yang disampaikan. kecuali untuk melengkapi dokumen-dokumen yang telah kadaluwarsa. 3. Persyaratan kualifikasi Penyedia Barang/Jasa mengikuti ketentuan pada bab VI angka 5. K3LL.Buku Kedua .2.5. Bagi Penyedia Barang/Jasa yang telah terdaftar dalam Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu (DPM) dan menurut Panitia Pengadaan/Tim Internal memenuhi persyaratan kualifikasi.1.4. 3.1.1. teknis.

Dalam hal Penyedia Barang/Jasa mendaftar sebagai Konsorsium.000.000. BPMIGAS dapat menyatakan ketidaksetujuan atas hasil penilaian Prakualifikasi dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari kerja setelah tanggal pelaksanaan konsultasi pertama.1.9.1. Selanjutnya dilakukan lelang ulang dimulai dengan melakukan pengumuman lelang ulang dan proses Prakualifikasi ulang. pelelangan dinyatakan gagal.12.13. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang lulus penilaian kualifikasi kurang dari 3 (tiga). Konsultasi dilakukan sebelum hasil penilaian diumumkan.000. Perjanjian Konsorsium harus mencantumkan kondisi tanggung resiko bersama (jointly liabilities) di antara anggota Konsorsium.000.1.10.00 (dua ratus milyar rupiah) atau lebih besar dari US$20. Kontraktor KKS dalam tahap produksi wajib mengkonsultasikan hasil penilaian kualifikasi ke BPMIGAS apabila perkiraan nilai pengadaan lebih besar dari Rp200.000. maka penilaian kualifikasi dilakukan terhadap keseluruhan kemampuan anggota Konsorsium. 143 . 3. waktu untuk pengambilan Dokumen Pengadaan dan waktu pelaksanaan pemberian penjelasan.7. 3. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat daftar Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus Prakualifikasi.1. Penambahan dokumen oleh Penyedia Barang/Jasa tidak dikategorikan sebagai Post-Bidding.1. 3. 3. 3. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan di papan pengumuman resmi Kontraktor KKS dan/atau memberitahukan secara tertulis kepada peserta pengadaan tentang hasil Prakualifikasi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3.11.1.00 (dua puluh juta dolar Amerika Serikat).8. Penyedia Barang/Jasa dapat menambahkan dokumen yang diminta maupun tidak diminta oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. 3. dapat digunakan hasil penilaian dari Kontraktor KKS lain yang telah dilakukan dalam waktu 2 (dua) tahun terakhir. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi maupun meminta tambahan dokumen yang dipersyaratkan pada dokumen kualifikasi dalam waktu yang telah ditentukan. Selama proses verifikasi dan penilaian kualifikasi. Untuk pekerjaan yang sejenis. dengan ketentuan kriteria penilaian yang digunakan sama atau lebih tinggi dari kriteria penilaian yang disyaratkan.1.

000. Penyedia Barang/Jasa yang dinyatakan lulus penilaian kualifikasi diundang untuk mengambil Dokumen Pengadaan sesuai waktu yang ditetapkan. Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus penilaian kualifikasi dan diundang atau mendaftar kembali tidak perlu mengikuti tahap Prakualifikasi ulang. hanya dapat diajukan oleh Penyedia Barang/Jasa yang tidak lulus penilaian kualifikasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Pada proses pelelangan ulang.00 (satu trilliun rupiah) atau lebih dari US$100. kecuali apabila salah satu atau lebih calon peserta pelelangan mengundurkan diri sehingga jumlah calon peserta pelelangan menjadi kurang dari 3 (tiga). 3.000.00 (seratus juta dolar Amerika Serikat).1.000.000.14.Buku Kedua . bagi rencana pengadaan pekerjaan yang bersifat kompleks dan bernilai lebih dari Rp1. Hasil penilaian kualifikasi dengan cara ini hanya berlaku untuk pekerjaan yang telah ditetapkan sejak sebelum pelaksanaan Prakualifikasi dan berlaku hanya untuk masa tidak lebih dari 2 (dua) tahun.16. 3. Pelaksanaan Prakualifikasi dengan cara ini harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari BPMIGAS. Hasil penilaian Prakualifikasi harus mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang peserta yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi atau menanggapi secara tertulis pertanyaan tentang ketidaklulusan pada tahap Prakualifikasi paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah diterimanya pertanyaan.1. Proses pelelangan dilanjutkan setelah Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan klarifikasi dan hasilnya dicatat dalam berita acara klarifikasi atau setelah tanggapan tertulis dikirimkan kepada peserta yang bersangkutan.15. Pertanyaan diajukan secara tertulis kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal dan ditandatangani oleh pejabat Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kewenangan untuk menandatangani penawaran. Selama masa tunggu pelaksanaan pelelangan tersebut tidak dimungkinkan adanya penambahan calon peserta pelelangan baru.000. 144 . paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah pengumuman hasil Prakualifikasi. Pertanyaan tentang ketidaklulusan pada tahap Prakualifikasi.1. proses Prakualifikasi dapat dilaksanakan sebelum pelaksanaan pelelangan. Pada Kontraktor KKS tahap produksi. sebelum diumumkan.000.17. 3.1.

3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3.2.00 (dua puluh juta dolar Amerika Serikat).00 (dua ratus milyar rupiah) atau lebih besar dari US$20. 3. Penilaian kualifikasi didasarkan pada dokumen persyaratan kualifikasi yang diserahkan bersamaan dengan dokumen penawaran harga.2. dalam bab ini.2. Apabila Penyedia Barang/Jasa melakukan hal tersebut. Pada proses evaluasi pascakualifikasi tidak diperbolehkan menyampaikan tambahan dokumen atau mengganti dokumen yang telah diserahkan sebagai bagian dari dokumen penawaran.000. 3. 145 . Penilaian kualifikasi dilaksanakan terhadap 3 (tiga) penawaran dengan peringkat penawaran harga terbaik berdasarkan hasil evaluasi harga.2.000. Pertanyaan tentang ketidaklulusan terhadap hasil penilaian pascakualifikasi dikategorikan sebagai sanggahan terhadap proses pengadaan. BPMIGAS dapat menyatakan ketidaksetujuan atas hasil penilaian kualifikasi dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari kerja setelah tanggal pelaksanaan konsultasi pertama.7.000.000. 3.1. Kontraktor KKS mengkonsultasikan hasil penilaian kualifikasi ke BPMIGAS apabila perkiraan nilai pengadaan lebih besar dari Rp200.2.2.6. 3. sebagaimana diatur dalam angka 14. 3.2.2.000. Semua data dalam informasi kualifikasi yang disampaikan oleh peserta pelelangan harus dapat dibuktikan dan dijamin kebenarannya oleh peserta pengadaan.5. 3.4. PASCAKUALIFIKASI Pada dasarnya penilaian kualifikasi pada proses pascakualifikasi sama seperti penilaian pada proses Prakualifikasi.2. 3. Konsultasi dilakukan sebelum pengumuman calon pemenang pengadaan. dikategorikan sebagai post-bidding.

4. PEMBERIAN PENJELASAN 4. Pada kesempatan tersebut.000. atau dalam pengadaan barang. 146 4. .2.6.00 (satu milyar rupiah) atau dengan nilai sampai dengan US$100. Dalam hal pemberian penjelasan (prebid meeting) tidak dilakukan dan Penyedia Barang/Jasa memerlukan penjelasan.5.3.000. Penjelasan mengenai Dokumen Pengadaan diberikan secara jelas agar dapat dimengerti.000. dibuatkan berita acara yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan. Peninjauan lapangan tempat pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan berdasar kesepakatan antara Panitia Pengadaan dengan peserta pengadaan. Hasil pemberian penjelasan terhadap Dokumen Pengadaan dan keterangan lainnya.2. Peserta yang mendaftar pada pengadaan dengan sistim pascakualifikasi. Penyedia Barang/Jasa dapat menanyakan hal-hal yang diperlukan sehubungan dengan Dokumen Pengadaan dan pelaksanaan pelelangan. dengan dihadiri sekurangkurangnya 1 (satu) Wakil Penyedia Barang/Jasa. 4. 4.1. yang dinyatakan lulus penilaian 4. Dalam pelaksanaan pengadaan jasa dengan nilai sampai dengan Rp1. dengan mempertimbangkan risiko teknis.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). termasuk perubahannya.2. di tempat dan pada waktu yang telah ditentukan.2. Pemberian penjelasan tentang Dokumen Pengadaan diberikan oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal kepada: Peserta pelelangan Prakualifikasi. pada bab ini. 4. K3LL atau kompleksitas lingkup kerja/spesifikasi. Penjelasan mengenai Dokumen Pengadaan dilakukan sekurangkurangnya oleh 2 (dua) orang anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal dan dapat dibantu oleh pihak terkait di dalam lingkungan Kontraktor KKS maupun pihak ketiga yang independen.4.2.Buku Kedua . 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. Berita acara penjelasan ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal yang hadir dan seluruh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir. pemberian penjelasan dilakukan apabila dianggap perlu. serta diberikan kepada semua peserta pelelangan sebagaimana diatur pada angka 4.000. dapat meminta secara tertulis paling lambat 4 (empat) hari kerja sebelum tanggal penutupan pemasukan dokumen penawaran.1.

Rapat penjelasan dapat dilakukan lebih dari 1 (satu) kali sesuai kebutuhan. Panitia Pengadaan/Tim Internal menerbitkan adendum Dokumen Pengadaan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan dan harus diberitahukan kepada peserta lelang yang memenuhi syarat.8. Dalam hal terjadi lelang ulang dan tidak terdapat peserta lelang yang baru. Dalam hal terjadi perubahan isi Dokumen Pengadaan dan/atau penjelasan tambahan setelah rapat penjelasan. Kontraktor KKS dapat mengatur secara khusus mengenai kewajiban peserta pengadaan untuk hadir dan kriteria Wakil Penyedia Barang/Jasa yang harus hadir. namun harus tetap dalam batasan waktu yang telah direncanakan. Ketentuan dimaksud diatur dalam Dokumen Pengadaan. 4.7. 4.9. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat mempertimbangkan untuk tidak melaksanakan rapat pemberian penjelasan. 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.10. 147 .

atau 5.6.3. dan proses pengadaan dilanjutkan setelah diyakini bahwa protes tersebut tidak benar. 5. kriteria.2. 5. Protes adalah keberatan Penyedia Barang/Jasa yang diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja sebelum hari terakhir masa pemasukan dokumen penawaran. Proses pengadaan dilanjutkan: 5. Praktek korupsi. 5. 5.1. 148 . 5. Protes hanya dapat diajukan terhadap adanya: 5.5.6. Panitia Pengadaan/Tim Internal memberikan tanggapan tertulis atau mengadakan pertemuan Klarifikasi. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak akan menanggapi protes yang tidak memenuhi ketentuan tersebut di atas.3. 5. Setelah dilakukan pertemuan klarifikasi atau tanggapan atas protes telah disampaikan kepada peserta pengirim protes.5. Apabila materi protes benar.4. 5.1.2. Apabila diyakini bahwa protes tersebut tidak benar. Setelah dilakukan perbaikan atas dokumen dan/atau proses pengadaan.6.2.5. kolusi dan nepotisme (KKN) antar peserta pengadaan.Buku Kedua . Permintaan klarifikasi. Persyaratan.1. selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari kerja setelah diterimanya surat protes.3. 5. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan perbaikan atas dokumen dan/atau proses pelelangan.3.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. atau prosedur pengadaan yang mengarah kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa atau jenis produk tertentu. Protes harus diajukan secara tertulis dengan melampirkan buktibukti yang mendukung keberatan tersebut.6.5.1. dan 5. Tanggapan atas protes: 5. Penyimpangan isi dokumen dan proses lelang terhadap peraturan dan ketentuan pengadaan barang/jasa dan/atau perundangan yang berlaku. 5. PROTES 5. pertanyaan maupun keberatan yang diajukan peserta pengadaan sehubungan dengan angka-angka di atas diperlakukan sebagai protes.3. antara peserta pengadaan dengan anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau dengan Pejabat Berwenang.3.2.

maka Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. 149 . Apabila ternyata protes yang diajukan tidak sesuai dengan ketentuan di atas dan/atau tidak disertai dengan bukti-bukti dan/atau materi protes tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh penyanggah. Kepada pemrotes tersebut dikenakan sanksi tidak dapat mengikuti aktifitas pengadaan selama 12 (dua belas) bulan pada Kontraktor KKS yang bersangkutan.7.

Dalam hal tidak ada perincian penawaran. 2. Surat Penawaran Harga: 6. maka yang digunakan adalah nilai dalam surat penawaran. maka penawaran dinyatakan diskualifikasi. 5. DOKUMEN PENAWARAN Dokumen penawaran disampaikan dalam sampul tertutup terdiri dari surat penawaran harga. 3. Apabila nilai penawaran yang dinyatakan dalam angka dan yang dinyatakan dalam huruf sama. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. Jumlah yang tertera dalam angka harus sesuai dengan jumlah yang tertera dalam huruf.1.3. nilai 6. Harga dan nilai penawaran bersifat pasti dan mengikat. 6.2.1. 6. maka yang digunakan adalah nilai dalam huruf yang tercantum dalam surat penawaran. maka nilai penawaran yang digunakan adalah nilai yang sesuai dengan yang dinyatakan dalam perincian penawaran. Surat jaminan penawaran sesuai ketentuan yang berlaku. 1.1. Surat penawaran harus memenuhi ketentuan yang diatur dalam Dokumen Pengadaan dan bermeterai cukup. syarat administratif. Apabila nilai penawaran dalam angka. Surat penawaran harga harus dilampiri dengan: 1. 6. namun berbeda dengan jumlah nilai dalam perincian. yang dinyatakan dalam formulir SC-12A (barang). uraian penawaran teknis. uraian penawaran harga dan dokumen pendukung.4. Dalam surat penawaran harga harus dicantumkan penawaran dengan jelas dalam angka dan huruf.Buku Kedua .1. SC-12B (Jasa Lainnya) atau SC12C (gabungan). huruf dan perincian ketiga-tiganya berbeda. bertanggal serta ditandatangani oleh pimpinan perusahaan yang berwenang sesuai akte pendirian/perubahan atau oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa.1. dilengkapi dengan rincian TKDN barang dan jasa dimaksud.1. 2. 150 . Perincian perhitungan nilai TKDN. Apabila terdapat perbedaan antara pernyataan dalam angka dengan pernyataan dalam huruf.

Apabila Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan ditetapkan sebagai calon pemenang. 6. pernyataan TKDN barang dan pernyataan komitmen TKDN jasa dinyatakan dalam persentase tanpa nilai. Pada pelelangan dengan Prakualifikasi. Dalam pekerjaan jasa konstruksi yang bersifat kompleks dapat ditetapkan bahwa merek dan type peralatan akan ditetapkan pada tahap penyusunan rancang bangun rinci (detail engineering design) dengan mengacu pada merek-merek dan type-type yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan dan/atau dokumen penawaran. dokumen kualifikasi tidak perlu lagi dilampirkan dalam dokumen penawaran. Dokumen administrasi dan dokumen kelengkapan lainnya yang wajib dilampirkan sebagai persyaratan administratif sesuai dengan yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. lainnya yang disyaratkan dalam Surat pernyataan tentang kebenaran dari isi dokumen penawaran dari pimpinan perusahaan Penyedia Barang/Jasa yang berwenang sesuai akte pendirian/perubahan atau oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa.2. 6.3.3.3. dilengkapi dengan rincian TKDN barang dan jasa dimaksud. Dokumen yang berkaitan dengan program K3LL. antara lain: Spesifikasi teknis barang/jasa termasuk merek dan tipe barang/ peralatan yang ditawarkan merupakan penawaran yang pasti.5. Dokumen kelengkapan Dokumen Pengadaan.3. 6. 6. 6. Komitmen persentase penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. hal ini tidak dikategorikan sebagai postbidding. SC-12B (Jasa Lainnya) atau SC-12C (gabungan). yang dinyatakan dalam formulir SC-12A (barang).4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 6.3.2. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap. sebelum penunjukan pemenang harus melengkapi dokumen-dokumen persyaratan kualifikasi yang sudah habis masa berlakunya.3.1. dan merupakan bagian dari persyaratan administratif dan penawaran teknis (sampul pertama).4. 6. 6. 151 . Dokumen penawaran teknis dan dokumen pendukung penawaran teknis.

1. Pemasukan dokumen penawaran menggunakan satu sampul penutup coklat polos yang berisi sampul I (pertama) dan sampul II (kedua). Sampul II (kedua) berisi penawaran harga berikut perinciannya. Sampul I (pertama) berisi kelengkapan data administrasi dan penawaran teknis serta dokumen pendukung yang disyaratkan. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan salah satu dari tiga tata cara pemasukan dokumen penawaran.2. Pemasukan dokumen penawaran menggunakan satu sampul coklat polos yang berisi surat penawaran harga. serta dokumen pendukung yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. 7. dokumen penawaran teknis dan dokumen penawaran komersil serta dokumen pendukung yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. Masing-masing sampul tertutup dengan perekat.2. dokumen kelengkapan data administrasi.2. 152 .2. antara lain surat jaminan penawaran. Sistim yang dipilih harus dinyatakan dengan jelas dalam Dokumen Pengadaan dan dijelaskan pada waktu pemberian penjelasan. yaitu dengan sistim satu sampul.2. Di bagian depan sampul tersebut hanya boleh dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal yang ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. 7.3. 7. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN: Pemasukan dokumen penawaran menggunakan sampul tertutup dengan perekat. Sistim Satu Sampul: Sistim ini dianjurkan untuk dilakukan pada pengadaan barang/jasa dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang sudah jelas dan diperkirakan sebagian besar Penyedia Barang/Jasa yang diundang untuk memasukkan penawaran akan mampu melaksanakan pekerjaan tersebut. Pada bagian depan sampul ini ditulis “Data Harga Penawaran”. 7. 7.2. 7.1.3. Pada bagian depan sampul ini ditulis ”Data Administrasi dan Teknis”.1. 7. judul dan nomor pengadaan dimaksud.1.Buku Kedua .4. 7. dua sampul atau dua tahap.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7.2. 7.1. Sistim Dua Sampul Sistim ini dianjurkan untuk pekerjaan yang lingkup kerja dan/atau spesifikasi teknisnya sudah pasti namun memerlukan evaluasi teknis yang mendalam.1. Dalam proses ini tidak boleh dilakukan negosiasi teknis dan/atau penambahan dokumen penawaran.

7. Pada bagian depan sampul ini ditulis “Data Harga Penawaran”. Dokumen penawaran disampaikan kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal pada waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam IKPP/ITB. 7. judul dan nomor pengadaan dimaksud. 7. Pada tahap I (pertama) dimasukkan dalam sampul tertutup. judul dan nomor pengadaan serta dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal. judul dan nomor pengadaan dimaksud serta dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal. kelengkapan data administrasi. melalui Sub Panitia Administrasi atau melalui pos atau jasa kurir.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.3. Pemasukan dokumen penawaran pada sistim ini dilakukan dengan dua tahap. Penyampaian dokumen penawaran dilarang ditujukan kepada atau dititipkan melalui anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. Dokumen penawaran disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal secara langsung. Dokumen penawaran yang disampaikan setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup.4. Harga penawaran tersebut dikalkulasikan berdasarkan penawaran teknis dan syarat lainnya yang telah disepakati pada proses evaluasi dan/atau negosiasi tahap I (pertama). 7. Pejabat Berwenang atau pekerja Kontraktor KKS.5. 153 .5.3. tidak dapat diterima dan dinyatakan tidak mengajukan penawaran.3. menggunakan sistim desain yang tidak/belum standar sehingga mungkin akan banyak memerlukan penyesuaian teknis.2. penawaran teknis serta dokumen pendukung yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan.2. Sistim Dua Tahap: Sistim ini dianjurkan dalam pengadaan Pekerjaan Bersifat Kompleks.3.1. Pada tahap II (kedua) disampaikan dalam sampul tertutup penawaran harga berikut perinciannya serta dokumen pendukung yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. antara lain perincian perhitungan nilai TKDN dan surat jaminan penawaran. Pada bagian depan sampul ini ditulis ”Data Administrasi dan Teknis”. 7. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. Di bagian depan sampul penutup hanya boleh dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal yang ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. 7.

Penunjukan langsung kepada peserta pengadaan yang memasukkan penawaran. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN: 8.1. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan penawaran.6. 8.4. 154 8.5. Pada waktu pembukaan penawaran. Penyampaian jaminan penawaran asli setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup.1. bahwa waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup serta dilanjutkan dengan pembukaan dokumen penawaran. atau 8. perubahan atau tambahan dokumen penawaran. 8. . Pembukaan dokumen penawaran dapat dilakukan apabila terdapat sekurang-kurangnya 3 (tiga) Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran. Selanjutnya proses pengadaan dilanjutkan dengan cara: 8. Pemilihan langsung kepada peserta pengadaan yang memasukkan penawaran.2. kecuali untuk memenuhi kekurangan nilai meterai dan tanggal. Dalam hal ini di dalam sampul penawaran harga harus disertakan fotocopy jaminan penawaran. apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat dan di tempat pembukaan pelelangan oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. apabila penawaran yang masuk hanya 2 (dua). dibuat berita acara lelang gagal beserta justifikasinya.6. peserta lelang diberikan kesempatan untuk melihat penawaran peserta lelang lainnya dan diijinkan untuk membuat catatan. dalam batasan waktu yang ditentukan oleh Panitia Pengadaan /Tim Internal. 8. Pembukaan penawaran dilakukan dalam suatu rapat yang dihadiri oleh sekurangkurangnya 2 (dua) orang anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. tidak termasuk Penyedia Barang/Jasa yang mengundurkan diri.Buku Kedua . diijinkan jika diatur dalam Dokumen Pengadaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. 8. Panitia Pengadaan/Tim Internal menyatakan di hadapan para Penyedia Barang/Jasa yang hadir. Pada waktu yang telah ditentukan dalam Dokumen Pengadaan dilakukan pembukaan penawaran. 8. dan dihadiri sekurang-kurangnya 1 (satu) peserta lelang.7.2.3. Apabila jumlah penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) dan diketahui secara luas bahwa Penyedia Barang/Jasa yang ada memang kurang dari 3 (tiga).6. Setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup. tidak dapat lagi diterima susulan.

Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat dan membacakan berita acara pembukaan dokumen penawaran. melaksanakan pembukaan sampul dokumen penawaran di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa.1.1. teknis. 8.9. 8. maka pembukaan penawaran tetap dilaksanakan. Dokumen kelengkapan persyaratan administrasi. 8. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul penutup yang berisi sampul-I (pertama) dan sampul-II (kedua) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa.9.3.1. 8.2. PEMBUKAAN SAMPUL DOKUMEN PENAWARAN SISTIM SATU Panitia Pengadaan/Tim Internal. penawaran dinyatakan diskualifikasi. 8. Dalam hal tidak terdapat Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir: 8.11. ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal yang hadir dan oleh minimal 1 (satu) Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir. 155 . 8.11.10.10. Apabila dalam sampul-I (pertama) terdapat dokumen komersial atau dokumen pendukung penawaran harga. Apabila sampai waktu yang ditentukan peserta lelang tidak ada yang hadir.10.9. Berita acara.2.8. harga. Berita acara pembukaan dokumen penawaran cukup ditandatangani oleh anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. Copy berita acara diberikan kepada seluruh peserta lelang. setelah dibacakan atau diperlihatkan kepada Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir. 8.2. 8. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul-I (pertama) dan memeriksa kelengkapan persyaratan administrasi dan teknis dari semua penawaran yang masuk dan mencatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran sampulI (pertama).11. komitmen penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta jaminan penawaran dari semua penawaran diperiksa kelengkapannya dan dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN SISTIM DUA SAMPUL 8.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. Pembukaan dokumen penawaran ditunda sekurang-kurangnya 1 (satu) hari kerja.11.

diundang untuk hadir pada pembukaan penawaran sampul II (kedua).11. diberikan kepada peserta lelang yang penawaran harganya dibuka. 8.7. Hasil evaluasi sampul I diumumkan di papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan secara tertulis kepada peserta pengadaan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal pada hari dan tanggal yang sama. 8.4. nilai jaminan penawaran dan harga penawaran. Peserta lelang yang penawarannya lulus atau memenuhi persyaratan evaluasi administrasi dan teknis. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN SISTIM DUA TAHAP 8. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul II (kedua) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang diundang.1. Copy berita acara. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul tahap-I (pertama) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa. Copy berita acara. Tahap I (pertama) 1. tidak dibuka dan kepada peserta lelang yang bersangkutan diminta untuk mengambil sampul tersebut dalam batas waktu yang ditentukan. Bila tidak diambil dalam batas waktu yang ditentukan. Dalam hal peserta pengadaan mengajukan sanggahan atas hasil evaluasi administrasi dan teknis. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak bertanggungjawab terhadap keberadaan dokumen tersebut. 8.11.11.11. Dokumen penawaran harga diperiksa kelengkapannya. bab ini. Panitia Pengadaan/Tim Internal harus menanggapi sanggahan sebagaimana diatur pada angka 14.8.12. 8.11. Dokumen penawaran diperiksa kelengkapannya dan dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran. diberikan kepada peserta lelang. Sampul II (kedua) disimpan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan akan dibuka apabila penawaran yang bersangkutan dinyatakan lulus/memenuhi persyaratan administrasi dan teknis.9. Selanjutnya dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran sampul II (kedua). 8.5.Buku Kedua . dibacakan besaran TKDN.12.6.11. 156 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. 8. 2. Sampul II (kedua) dari penawaran yang tidak lulus evaluasi administrasi dan/atau teknis.

6. diberikan kepada peserta lelang. maka pelelangan dinyatakan gagal.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Panitia Pengadaan/Tim Internal yang bertugas membuka sampul penawaran tahap-II (kedua) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir. serta dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran tahap-II (kedua). 5.2. 8. Copy berita acara. Peserta lelang yang lulus evaluasi tahap-I diundang untuk memasukkan penawaran harga dan dokumen kelengkapannya. proses pelelangan dilanjutkan. 157 . Hasil evaluasi tahap-I diumumkan di papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan kepada peserta pengadaan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal pada hari dan tanggal yang sama. 2. 4. Kelengkapan dokumen penawaran diperiksa dan dibacakan besaran TKDN. Panitia Pengadaan/Tim Internal harus menanggapi sanggahan sesuai diatur pada dalam angka 14. nilai jaminan penawaran dan harga penawarannya.12. Dalam hal peserta pengadaan mengajukan sanggahan atas hasil evaluasi administrasi dan teknis. Apabila penawaran yang lulus tahap-I (pertama) hanya 1 (satu). Tahap II (kedua) 1. 3. Apabila penawaran yang lulus tahap-I (pertama) lebih dari 1 (satu). bab ini. sedangkan yang memasukkan penawaran tahapII (kedua) hanya 1 (satu) atau penawaran tahap ke-II (kedua) yang memenuhi syarat hanya 1 (satu).

atau 5. 158 .13. atau 4. Tidak mencantumkan masa berlaku penawaran. Dalam hal menggunakan sistim dua sampul. Penyedia Barang/Jasa tidak menyetujui nilai total penawaran harga sebagai hasil koreksi aritmatik. data penawaran harga dimasukkan dalam sampul-I (pertama). data penawaran harga dimasukkan dalam sampul tahap-I (pertama). atau 3. Tidak ditanda-tangani oleh pejabat yang menurut perjanjian Konsorsium/kerjasama berhak mewakili Konsorsium/ kerjasama tersebut.Buku Kedua . atau perubahan urutan penawaran.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. atau 2. Pejabat Berwenang atau pekerja Kontraktor KKS. Dalam hal menggunakan sistim dua tahap. Dalam hal surat penawaran: 1. atau 6. memenuhi ketentuan dalam 8. kecuali ditetapkan lain dalam Dokumen Pengadaan.4. 8.13.13.13.1.5. Tidak terdapat daftar rincian kuantitas dan/atau harga satuan (khusus untuk Kontrak harga satuan). atau mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi kurang dari yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan.3. sebagai berikut: 8.2. Jaminan Penawaran tidak Dokumen Pengadaan.13. Jaminan Penawaran tidak dimasukkan dalam sampul penawaran harga.13. dan/atau perubahan nilai jaminan penawaran sebagai akibat pelaksanaan koreksi aritmatik tersebut di atas. Berkas penawaran disampaikan melalui atau ditujukan kepada individu anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. 8. 8. PENAWARAN TIDAK MEMENUHI SYARAT Penawaran dinyatakan tidak memenuhi syarat (diskualifikasi) apabila tidak memenuhi persyaratan administrasi atau ketentuan penyampaian dokumen penawaran seperti yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. Tidak ditanda-tangani oleh pimpinan/direksi peserta lelang yang mempunyai kewenangan seperti yang tercantum dalam akte pendirian/perubahannya atau yang diberi kuasa.

9. menambah atau mengurangi penawaran teknis sehingga penawaran yang semula tidak memenuhi persyaratan teknis minimal menjadi memenuhi persyaratan. 9. 9. namun tidak diijinkan untuk mengubah materi penawaran dan tidak melakukan sesuatu yang bersifat Post Bidding.7. Evaluasi penawaran dilaksanakan dengan urutan.4. 9. Apabila Peserta lelang melakukan penambahan atau pengurangan atau perubahan penawaran. Penilaian kualifikasi dilaksanakan setelah tahap evaluasi harga diselesaikan.2. Pada pemasukan penawaran yang menggunakan sistim 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap. maka penawarannya dinyatakan diskualifikasi. Panitia Pengadaan/ Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi dan verifikasi teknis tanpa mengubah. penelitian atas pemenuhan persyaratan kualifikasi merupakan bagian dari evaluasi administrasi. Setelah pembukaan dokumen penawaran. dimulai dengan evaluasi persyaratan administrasi (evaluasi administrasi). 159 . EVALUASI PENAWARAN Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi administrasi. Peserta lelang tidak diperbolehkan menambah atau mengurangi dokumen penawaran yang sudah diserahkan. 9. kecuali sebagai tindak lanjut dari Klarifikasi dan negosiasi untuk tahap-I (pertama) pada sistim dua tahap.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. 9. Panitia Pengadaan/ Tim Internal tidak diperkenankan menambah atau mengurangi Dokumen Pengadaan termasuk kriteria dan tata cara evaluasi.1. Dalam hal menggunakan sistim pascakualifikasi.6.5. atau melakukan perubahan penawaran sesudah pembukaan dokumen penawaran. Negosiasi teknis hanya dapat dilakukan kepada penawaran yang memenuhi persyaratan teknis minimal dan harus dibatasi pada hal-hal yang merupakan rincian atau komponen pendukung. teknis dan harga. evaluasi penawaran teknis (evaluasi teknis) dan evaluasi penawaran harga (evaluasi harga). penelitian atas pemenuhan persyaratan kualifikasi merupakan bagian dari evaluasi administrasi penawaran harga. 9. Pada tahap-I (pertama) sistim dua tahap.3.

Terhadap penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi selanjutnya dilakukan evaluasi teknis.8. 9. Jenis.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. Jenis dan uraian pekerjaan. 9.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan Klarifikasi. 3.4. Pemenuhan syarat-syarat khusus dalam pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.Buku Kedua . 9. 9. Memenuhi syarat-syarat administrasi yang telah ditentukan dalam Dokumen Pengadaan harus diserahkan.8.8. 2.1.1.9. Persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa. EVALUASI TEKNIS. kualitas dan jumlah bahan. 9. Apabila pada evaluasi teknis terdapat hal-hal yang kurang jelas atau meragukan.3. 9.9. Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi apabila: 1. Penawaran alternatif berupa penawaran yang mengandung perbedaan dengan penawaran utama dalam segi spesifikasi teknis. 160 .2.9. Evaluasi Penawaran Alternatif : 1. 2. 9. dan harus dapat dijamin kebenarannya oleh peserta pengadaan yang bersangkutan dan masih berlaku. Isi dari dokumen yang diserahkan oleh peserta pengadaan dipastikan benar. Spesifikasi teknis dan gambar-gambar teknis. Tata cara evaluasi dan faktor-faktor yang dinilai pada evaluasi teknis harus sesuai dengan yang ditetapkan pada Dokumen Pengadaan. 5. EVALUASI ADMINISTRASI. 4. peralatan dan tenaga kerja yang akan digunakan. kondisi pelaksanaan pekerjaan dan/atau kondisi penyerahan barang.9. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan evaluasi atas aspek-aspek teknis penawaran antara lain: 1.9.

161 . Penawaran yang bersangkutan tidak dinyatakan diskualifikasi. sedangkan penawaran alternatif tidak dievaluasi. Apabila dalam Dokumen Pengadaan tidak diperbolehkan memasukkan penawaran alternatif namun Penyedia Barang/Jasa mengajukan penawaran alternatif. c. Apabila Dokumen Pengadaan tidak menyebutkan perihal penawaran alternatif.3. 4. status lulus atau tidak lulus penawaran utama dan/atau penawaran alternatif dinyatakan pada pengumuman hasil evaluasi administrasi dan teknis. namun Penyedia Barang/Jasa memasukkan penawaran alternatif. e. Hanya satu penawaran di antara penawaran utama atau alternatif dapat ditetapkan menjadi salah satu calon pemenang pengadaan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. maka: a. penawaran dinyatakan diskualifikasi. di atas. b. maka: a. b. f. diperlakukan sama seperti angka 9. Apabila tidak diberi identitas secara jelas. Semua penawaran alternatif dievaluasi dengan perlakuan yang sama seperti penawaran utama. Penawaran harga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penawaran teknis utama atau alternatif. Dalam penawaran harga. Penawaran utama harus dinyatakan atau diberi identitas secara jelas. Apabila dalam Dokumen Pengadaan diijinkan adanya pemasukan penawaran alternatif. Penawaran yang dievaluasi adalah penawaran utama. Jumlah penawaran alternatif yang dapat disampaikan peserta pengadaan dibatasi berdasar pertimbangan kewajaran. Nilai jaminan penawaran harus memenuhi ketentuan perhitungan berdasarkan nilai penawaran tertinggi di antara penawaran yang dimasukkan. c.4.9. Pada pelelangan dengan menggunakan sistim pemasukan penawaran 2 (dua) sampul dan 2 (dua) tahap. Penyedia Barang/ Jasa tidak diizinkan memasukkan kondisi teknis atau persyaratan penyerahan barang/jasa selain yang telah dinyatakan lulus pada tahap evaluasi teknis atau yang telah disepakati dalam tahap negosiasi teknis. 3. d.

162 . 3. Dalam evaluasi tahap-I (pertama). Evaluasi Penawaran Bersyarat: Dengan Pengecualian/Penawaran 1. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi. namun Penyedia Barang/Jasa memasukkan pengecualian/penawaran bersyarat. Semua pengecualian/penawaran bersyarat dalam penawaran harus dijelaskan pada lembar khusus dan harus mudah diketahui keberadaannya oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal serta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen penawaran. Dalam hal pada Dokumen Pengadaan dinyatakan tidak diperbolehkan mengajukan pengecualian/penawaran bersyarat. Apabila Penyedia Barang/Jasa menempatkan pengecualian dan/atau permintaan dalam penawarannya di luar lembar tersebut. Penawaran bersyarat hanya dapat diizinkan pada pelelangan yang menggunakan pemasukan penawaran sistim 2 (dua) tahap dan hanya untuk penawaran teknis termasuk syarat-syarat dan kondisi (terms & conditions) penawaran. d.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. c.Buku Kedua . maka penawaran dari Penyedia Barang/Jasa yang mengajukan pengecualian/penawaran bersyarat dinyatakan diskualifikasi. verifikasi.9. penawaran tersebut dinyatakan diskualifikasi. Dalam hal pengecualian/penawaran bersyarat diperbolehkan dalam Dokumen Pengadaan : a. dan/atau negosiasi teknis atas pengecualian dan/atau persyaratan yang diajukan oleh Penyedia Barang/Jasa.5. maka penawaran dari Penyedia Barang/Jasa yang mengajukan pengecualian/penawaran bersyarat dinyatakan diskualifikasi. b. pengecualian/ penawaran bersyarat yang ditawarkan harus sudah ditentukan diterima atau ditolak. 2. Apabila Dokumen Pengadaan tidak menyebutkan perihal pengecualian/penawaran bersyarat.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. penawaran bersangkutan dinyatakan gugur. Jasa pada yang yang 2. Atas pengumuman pemenang pengadaan pada sistem pemasukan penawaran 1 (satu) sampul. Dalam hal pada pelelangan ulang yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu) dan di dalam penawaran memasukkan pengecualian/penawaran bersyarat yang berbeda dari ketentuan dalam Dokumen Pengadaan. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi.6. • b. apabila pernyataan persentase TKDN penawaran teknis kurang dari persyaratan minimal ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Panitia Pengadaan memintakan verifikasi atas pernyataan TKDN barang kepada instansi pemerintah yang membidangi perindustrian atau melakukan verifikasi dengan menggunakan jasa lembaga survey independen yang kompeten di bidangnya. verifikasi dan/atau negosiasi terhadap konsep Kontrak dengan tetap memperhatikan kesempatan (opportunity) dan risiko. Keberatan peserta pengadaan atas TKDN penawaran peserta lain hanya dapat disampaikan sebagai sanggahan: • Atas hasil evaluasi penawaran teknis. Peserta pengadaan dapat menyampaikan keberatan kepada Panitia Pengadaan atas TKDN penawaran yang diajukan peserta lainnya. Evaluasi Pernyataan TKDN: 1. Jasa Lainnya atau Konsultansi. untuk kepentingan evaluasi atau sebagai tindak lanjut adanya sanggahan. Dalam hal diperlukan. pada pengadaan dengan sistem pemasukan penawaran 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap. penawaran yang bersangkutan dinyatakan gugur. apabila pernyataan persentase TKDN gabungan pada penawaran teknis kurang dari persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Dalam pengadaan Jasa Pemborongan. 3. 9. Dalam pengadaan barang. Dalam pengadaan barang: a.9. 163 .

Nilai TKDN seperti yang tertera pada penawaran peserta pengadaan tersebut yang dicantumkan pada Kontrak. b. Pada pengadaan Jasa Pemborongan. e. atau • Biaya operasional Kontraktor KKS. Pada tahap evaluasi penawaran teknis Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan evaluasi kewajaran pernyataan TKDN dalam penawaran. d. nilai TKDN pada penawaran tersebut tetap menjadi dasar evaluasi pengadaan. tersebut di atas dicantumkan pada Dokumen Pengadaan. bukan untuk diverifikasi. TKDN hasil verifikasi tersebut menjadi dasar evaluasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pelaksanaan verifikasi merupakan bagian dari evaluasi penawaran dan bukan dikategorikan sebagai post bidding. . dan c. Biaya verifikasi yang timbul dibebankan ke: • Penyanggah. 4. apabila merupakan tindak lanjut dari adanya sanggahan dan persentase TKDN hasil verifikasi lebih kecil dari persentase TKDN dalam penawaran yang diajukannya. Apabila: • Hasil verifikasi TKDN sama atau lebih besar dari pernyataan pada penawaran peserta pengadaan. atau • Peserta tersanggah. Nilai TKDN yang dicantumkan dalam Kontrak adalah nilai TKDN pada penawaran peserta pengadaan yang bersangkutan. apabila dilakukan untuk kepentingan kewajaran evaluasi penawaran. 164 c. Hasil verifikasi bersifat final dan akan berpengaruh terhadap pelaksanaan evaluasi penawaran harga. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi.Buku Kedua . dengan selisih lebih dari 2% (dua persen). • Hasil verifikasi TKDN lebih kecil dari pernyataan pada penawaran peserta pengadaan. Ketentuan huruf a. pernyataan TKDN bersifat komitmen yang harus dipenuhi pada tahap pelaksanaan pekerjaan. apabila merupakan tindak lanjut dari adanya sanggahan dan hasil verifikasi menyatakan persentase TKDN yang sama atau lebih besar dari persentase TKDN tersanggah.

9. 9. 9. Hasil evaluasi administrasi dan teknis pada sistim dua sampul dan sistim dua tahap diumumkan di papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal.9.9. 1.9. para pihak tidak boleh melakukan Post Bidding.9. di atas tidak terpenuhi.9.9. 9. 9. Evaluasi harga terendah.10.9.8.10.12.9. Untuk kondisi tertentu dapat digunakan sistim evaluasi biaya selama masa operasi penggunaan tertentu (lifecycle cost) atau evaluasi kinerja dan harga. maka pelelangan dinyatakan gagal. 9. Proses dilanjutkan dengan evaluasi harga apabila pada pelelangan dengan sistim satu sampul dan pada sistim dua sampul terdapat minimal 1 (satu) penawar yang memenuhi persyaratan teknis.10.11. Apabila kondisi tersebut angka 9. Pada tahap evaluasi teknis.9. Pada sistim dua sampul dan sistim dua tahap Panitia Pengadaan/Tim Internal menyusun risalah evaluasi dan hasil evaluasi administrasi dan teknis yang selanjutnya disahkan oleh Pejabat Berwenang. Berdasarkan tata cara evaluasi harga terendah ini. yang diusulkan sebagai calon pemenang pengadaan adalah penawaran dengan HE TKDN terendah atau hasil normalisasi terendah.8. Dalam pelaksanaan negosiasi teknis pada pelelangan dengan sistim dua tahap dimungkinkan adanya perubahan materi perincian penawaran dan/atau penambahan dokumen yang mendukung penawaran teknis dan tidak dikategorikan sebagai Post Bidding.1.7. 165 . 9. EVALUASI HARGA : Sistim Evaluasi Harga: Pada dasarnya evaluasi harga menggunakan sistim evaluasi harga terendah. Proses dilanjutkan dengan pemasukan penawaran harga apabila pada pelelangan dengan sistim dua tahap terdapat minimal 2 (dua) penawar yang memenuhi persyaratan teknis. dan 9.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. 9.

c. meliputi kesalahan penjumlahan. 3. Evaluasi kinerja dan harga. 2. 166 . Evaluasi biaya selama masa operasi penggunaan tertentu (lifecycle cost). Koreksi aritmatik juga dilakukan apabila diketemukan kesalahan penghitungan persentase dan/atau nilai TKDN pada lembar perhitungan TKDN (form SC-12 A/B/C). b. bukan merupakan nilai Kontrak. Sistim evaluasi ini digunakan khususnya untuk pengadaan peralatan yang bernilai tinggi. a.2. Unsur-unsur biaya operasi dan biaya pemeliharaan selama masa operasi harus dinyatakan dalam Dokumen Pengadaan. Untuk barang: Biaya per satuan keluaran dihitung dengan cara: Harga penawaran per satuan barang Jumlah keluaran per satuan barang b. Untuk fasilitas penghasil: Biaya per satuan keluaran dihitung dengan cara: Jumlah harga penawaran Jumlah keluaran per periode waktu Koreksi Aritmatik: Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan koreksi aritmatik atas kesalahan hitung yang diketemukan dalam surat penawaran harga dan/atau perinciannya. Berdasarkan tata cara evaluasi ini.10. pengurangan. d. a.Buku Kedua . dan perkalian dari volume dengan harga satuan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. Metoda ini hanya sesuai untuk digunakan dalam evaluasi barang dengan efektifitas kinerja atau fasilitas penghasil yang jumlah keluarannya dapat dihitung secara matematis. Metoda evaluasi ini dimaksudkan untuk menetapkan penawaran yang menjanjikan harga per satuan keluaran (output) yang terendah. Nilai harga hasil normalisasi hanya digunakan untuk kepentingan evaluasi. yang diusulkan sebagai calon pemenang pengadaan adalah penawaran dengan hasil penjumlahan terendah dari HE TKDN ditambah Net Present Value (NPV) biaya pengoperasian dan pemeliharaan selama masa penggunaan tertentu (lifecycle cost).

dilakukan koreksi perhitungan. Apabila terjadi kesalahan penghitungan persentase TKDN pada form SC-12 A/B/C. Apabila koreksi aritmatik tersebut mengubah nilai total penawaran harga dan mengakibatkan nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai total penawaran harga hasil koreksi. maka dilakukan koreksi hasil penjumlahan/ pengurangan. Apabila Penyedia Barang/Jasa menerima nilai total penawaran hasil koreksi. maka penawaran dinyatakan gugur. Koreksi aritmatik tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. atau perubahan urutan penawaran. maka Penyedia Barang/Jasa harus memberikan pernyataan persetujuan yang ditandatangani oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa di atas meterai dengan nilai yang cukup. dan/atau perubahan nilai jaminan penawaran sebagai akibat pelaksanaan koreksi aritmatik tersebut di atas. Apabila Penyedia Barang/Jasa tidak menyetujui nilai total penawaran harga sebagai hasil koreksi aritmatik. 167 . Bilamana Penyedia Barang/Jasa menyatakan tidak bersedia menerima hasil koreksi aritmatik walaupun bersedia memenuhi kewajibannya sesuai penawaran awal. 6. maka dilakukan koreksi hasil perkalian dengan ketentuan bahwa harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah. 8. 4. 7. 2. dengan ketentuan nilai komponen dalam negeri tidak boleh diubah. 5. 9. Apabila terjadi kesalahan hasil penjumlahan/pengurangan nilai penawaran. maka jaminan penawaran harus diganti/ditambah sehingga nilainya menjadi sekurang-kurangnya 1% (satu persen) dari nilai total penawaran harga hasil koreksi. Koreksi aritmatik dapat mengubah nilai total penawaran harga atau urutan penawaran menjadi lebih tinggi atau lebih rendah.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Koreksi dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. 3. Apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan. maka penawarannya dinyatakan diskualifikasi.

dianggap tidak menawarkan jenis pekerjaan dimaksud dan penawaran dinyatakan diskualifikasi. Penyedia Barang/Jasa terkait harus dapat membuktikan kewajaran harga penawaran termasuk harga-harga yang tercantum dalam perincian. 4. Apabila peserta tidak bersedia menerima ketentuan ini. a.5. Penawaran yang tidak dilengkapi dengan daftar rincian volume dan harga satuan. maka penawaran dinyatakan gugur. 168 . 9. Penawaran yang tidak mencantumkan volume atau volume penawaran tidak sesuai dengan permintaan. dan dilakukan koreksi aritmatik apabila ditemukan kesalahan perhitungan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. Ketentuan khusus untuk pelelangan bersifat lumpsum: 1. 9. Ketentuan khusus untuk pelelangan berbasis harga satuan: 1. dinyatakan gugur.Buku Kedua . Pekerjaan tersebut harus tetap dikerjakan sesuai dengan volume yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.4. Daftar volume dan harga satuan setiap jenis (item) barang/jasa harus diisi dengan penuh dan lengkap. 2. maka volume pekerjaan terkait disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan. 3. 2. maka: 1. Apabila tanpa dilengkapi dengan penjelasan. antara lain bahwa jenis pekerjaan tersebut sudah tercakup dalam komponen lain.10. 5. Apabila nilai penawaran salah satu atau beberapa peserta lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE.10. dengan harga satuan dan nilai total penawaran tetap seperti yang tertera dalam penawaran serta bersifat mengikat. kecuali diizinkan memasukkan penawaran hanya sebagian (partial). dalam dokumen penawaran harus dilengkapi dengan penjelasan. Volume dan harga satuan setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran bersifat pasti dan tidak boleh diubah. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan klarifikasi dan verifikasi kepada peserta pengadaan terkait untuk mendapatkan keyakinan atas kewajaran harga penawaran.3. Dilakukan evaluasi terhadap nilai total penawaran.10. Jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan. kecuali ditetapkan lain dalam Dokumen Pengadaan.

Tidak diizinkan untuk mengurangi kualitas maupun kuantitas barang dan/atau pekerjaan. 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat analisis tertulis yang mendukung kesimpulan tersebut. Persentase TKDN yang dinyatakan dalam penawaran harga dan minimal sama dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Pada dasarnya evaluasi harga dikaitkan dengan kebijakan mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. penawaran yang bersangkutan dinyatakan gugur. d. dan b. Apabila Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak dapat meyakini kewajaran harga penawaran. Dalam hal persentase TKDN atau TKDN gabungan pada penawaran harga lebih kecil dibanding persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Apabila kewajaran harga penawaran dapat diyakini. 2. digunakan sebagai dasar evaluasi harga. 1. Tidak diizinkan adanya penambahan lingkup kerja (PLK tambah). Tidak diizinkan mengurangi komitmen pencapaian TKDN. 9. maka dalam pelaksanaan Kontrak: a.10. maka penawaran dapat dinyatakan tidak gugur.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. Apabila peserta pengadaan dengan nilai penawaran lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE tersebut ditunjuk sebagai pemenang.6. 169 . dengan menggunakan rumusan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasarkan pencapaian TKDN. c. maka Penyedia Barang/ Jasa yang bersangkutan dikenai sanksi kategori hitam. penawaran dinyatakan gugur. dan c. Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal menyelesaikan pekerjaan atau gagal menyerahkan barang sesuai ketentuan dalam Kontrak. Evaluasi Harga Dalam Rangka Pendayagunaan Produksi Dalam Negeri.

Dalam hal peserta tidak menyatakan nilai komponen bukan biaya dalam penawaran atau dalam formulir perhitungan TKDN (form SC-12 A/B/C). Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi. d. • Pengadaan Jasa Pemborongan. TKDN hasil klarifikasi dipergunakan sebagai dasar evaluasi penawaran harga dan dicantumkan dalam Kontrak. minimal 8% (delapan persen) terhadap nilai komponen biaya yang dinyatakan dalam formulir SC-12 A/B/C. Panitia Pengadaan melakukan Klarifikasi untuk menetapkan nilai komponen bukan biaya.Buku Kedua . maka: a. namun sama dengan atau lebih besar dibanding persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Nilai komponen bukan biaya hasil klarifikasi dikurangkan dari nilai unsur komponen biaya. b. Kegiatan ini tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. Evaluasi harga dengan menggunakan rumusan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasarkan pencapaian TKDN: a. Pada proses pengadaan dengan sistem 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap: • Pada pengadaan barang. c. apabila persentase TKDN dalam penawaran harga berbeda dengan persentase TKDN dalam penawaran teknis.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Panitia menghitung TKDN dan TKDN gabungan hasil klarifikasi berdasar nilai komponen biaya langsung hasil klarifikasi. maka persentase TKDN dalam penawaran harga digunakan sebagai dasar evaluasi harga dan dicantumkan dalam Kontrak. 4. b. Dilakukan dalam: • Pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan dan memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri. Penentuan peringkat pemenang atas penawaran Penyedia Barang/Jasa ditentukan berdasarkan harga evaluasi yang telah memperhitungkan preferensi atas TKDN. 170 . Jasa Konsultansi dan Jasa Lainnya. c.

apabila persentase TKDN gabungan dalam penawaran harga berbeda dengan persentase TKDN gabungan dalam penawaran teknis.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Pada pengadaan Jasa Pemborongan. Urutan dan rumusan penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dalam pengadaan Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi adalah sebagai berikut: HE-TKDN Jasa HE PSp Jasa HEP Jasa f. Urutan dan rumusan penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dalam pengadaan barang produksi masal (mass product) adalah sebagai berikut: HE-TKDN Barang = (100% / (100% + Pb)) x HPb HE PSp Barang HEP Barang = (HE-TKDN Barang) x (100% / (100% + PSpb)) = HE PSp Barang + Komponen Bukan Biaya • e. = (100% / (100% + Pj)) x HPj = (HE-TKDN Jasa) x (100% / (100% + PSpj)) = HE PSp Jasa + Komponen Bukan Biaya Urutan dan rumusan penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dalam pengadaan gabungan barang dan jasa adalah sebagai berikut: HE-TKDN Gabungan = (HE-TKDN Barang) + (HE-TKDN Jasa) HE PSp Gabungan = {(HE-TKDN Barang) + (HE-TKDN Jasa)} x (100% / (100% + PSpj)) HEP Gabungan = HE PSp Gabungan + Komponen Bukan Biaya 171 . d. namun sama dengan atau lebih besar dibanding persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. maka persentase TKDN unsur barang serta persentase TKDN unsur jasa dalam penawaran harga digunakan sebagai dasar evaluasi harga dan dicantumkan dalam Kontrak.

1.000. mengikuti ketentuan bab III angka 9.1. pedoman ini.2. • Untuk pekerjaan jasa (PSpj).000. mengikuti ketentuan dalam bab III angka 9. Evaluasi harga dengan membandingkan harga penawaran tanpa memperhitungkan preferensi harga dilakukan dalam hal: • Pengadaan barang impor dan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen). pedoman ini. Pb = TKDN x 15% Pj = Preferensi harga jasa. Pengadaan barang/jasa dengan nilai setinggitingginya Rp1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa • Dengan pengertian: HPb = Komponen biaya langsung dalam penawaran harga barang HPj = Komponen biaya langsung dalam penawaran harga jasa Pb = Preferensi harga barang. Contoh penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dapat dilihat pada Lampiran CP-001 sampai dengan CP-009 g.00 (satu milyar rupiah) atau setinggi-tingginya US$100. pedoman ini. dan 7.2.1.5% PSp = Preferensi status Perusahaan Dalam Negeri: • Untuk pengadaan barang (PSpb).2. Tata cara evaluasi tersebut pada angka 9.10.000. • 9.1.6.2.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat. pedoman ini. 172 .000.10. tersebut di atas tidak diberlakukan pada pengadaan barang sebagaimana tersebut pada bab III angka 6.7. mengikuti ketentuan dalam bab III angka 9.41. Pj = TKDN x 7. mengikuti ketentuan bab III angka 9.Buku Kedua .

11.1. Apabila ternyata TKDN masingmasing juga sama. Panitia Pengadaan menyusun daftar peringkat 3 (tiga) penawaran terbaik berdasarkan Harga Evaluasi (HE) TKDN atau sebagai hasil normalisasi. Berdasarkan hasil evaluasi harga penawaran. 3. PENETAPAN PERINGKAT PENAWARAN 9.11. 9.10. maka persyaratan dimaksud dicantumkan dalam Kontrak. Namun apabila Penyedia Barang/ Jasa yang mengajukan persyaratan tertentu tersebut ditunjuk sebagai pemenang pengadaan. Normalisasi 1. menurut tata cara evaluasi harga yang telah ditetapkan. Apabila akan diterapkan. Nilai hasil normalisasi hanya digunakan untuk kepentingan evaluasi penetapan urutan calon pemenang dan tidak digunakan sebagai nilai pengikatan Kontrak. Persyaratan tertentu yang diajukan dalam penawaran harga tidak diperhitungkan dalam evaluasi. 9.9.11. Normalisasi digunakan untuk menyetarakan penawaran harga. Dalam hal peserta yang memasukkan penawaran dan memenuhi persyaratan kurang dari 3 (tiga) maka daftar peringkat penawaran berisikan semua penawaran yang masuk dan memenuhi persyaratan.2.8. ketentuan dan cara penghitungannya harus dicantumkan dalam Dokumen Pengadaan. maka penawaran dengan nilai atau materi teknis lebih baik ditetapkan untuk menduduki peringkat yang lebih tinggi. 9. Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih penawaran dengan nilai HE TKDN atau hasil normalisasi yang sama. dan/atau untuk mengoperasikan fasilitas tertentu.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. 9.10. Penetapan peringkat penawaran dapat dilakukan secara parsial berdasarkan harga terendah untuk setiap jenis (ítem) barang/jasa. dan jika persyaratan tersebut akan lebih menguntungkan negara.11. maka penawaran dengan TKDN yang lebih besar ditetapkan untuk menduduki peringkat yang lebih tinggi. 173 . 2. 4. Nilai penawaran disetarakan dengan memperhitungkan keseluruhan biaya nyata yang akan dikeluarkan oleh Kontraktor KKS (total cost) atau peluang untuk mendapatkan penghematan/keuntungan bagi negara dan/ atau mengoperasikan barang/peralatan. Nilai normalisasi diperhitungkan dengan cara menambahkan seluruh biaya penyetaraan pada HE TKDN.

10. Negosiasi bertujuan untuk mendapatkan harga yang lebih rendah atau setinggi-tingginya sama dengan HPS/OE. NEGOSIASI HARGA PENAWARAN 10. 10. termasuk penghitungan HE TKDN (apabila diterapkan) dan/atau penghitungan normalisasi harga.1.4. 10. bermeterai cukup dan ditandatangani oleh pejabat Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kewenangan dan disampaikan pada waktu yang telah ditentukan. 10.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 10.2. Upaya negosiasi dilakukan dan harus dilakukan apabila setelah evaluasi harga. Sebelum negosiasi dilakukan. 174 . Harga penawaran peringkat penawaran I (pertama) telah lebih rendah dibanding HPS/OE namun masih lebih tinggi dibanding harga penawaran terendah yang wajar.2. Wakil Penyedia Barang/Jasa menyampaikan dalam sampul tertutup penawaran harga tertulis.3. 10. Penyampaian penawaran hanya dapat dilakukan satu kali.1. Negosiasi dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan harga yang lebih rendah lagi dan mendekati harga penawaran terendah. kepada Penyedia Barang/Jasa diberitahukan tempat dan waktu pelaksanaan negosiasi.1. Dilakukan tawar menawar secara lisan dan langsung antara Panitia Pengadaan/Tim Internal dengan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi dan memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan dalam negosiasi.1. diketahui bahwa: Harga penawaran dari penawaran peringkat I (pertama) sampai dengan peringkat III (ketiga) atau harga penawaran peringkat I (pertama) lebih tinggi dibanding HPS/OE. bertanggal. 10.Buku Kedua . 2. Negosiasi dilakukan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. 10.1. Tertulis 1.2.4.4. METODA NEGOSIASI Langsung 1. Negosiasi langsung dengan salah satu Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi dapat dilakukan dalam beberapa tahap sampai dicapai kesepakatan atau tidak tercapai kesepakatan. Negosiasi langsung dapat diakhiri dengan negosiasi tertulis.

00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.5.2.5.000. 3. 5. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka penawaran. dan membuat nota evaluasi penawaran harga negosiasi. 10. Negosiasi harga dilakukan pertama-tama kepada penawaran peringkat-I (pertama).1. Negosiasi dapat dilakukan secara langsung atau tertulis. Negosiasi harga dilakukan kepada Penyedia Barang/Jasa dengan penawaran peringkat-I (pertama) dan apabila diperlukan sampai dengan peringkat-III (ketiga) menurut urutan harga evaluasi penawaran (HEP) atau menurut hasil penghitungan normalisasi harga. maka diteruskan kepada penawar peringkat-II (kedua) dan seterusnya sampai dengan penawar peringkat-III (ketiga). Bila tercapai kesepakatan harga dan hasil negosiasi adalah di bawah atau sama dengan nilai HPS/OE.000. Jika negosiasi terhadap penawar peringkat-III (ketiga) tidak mencapai kesepakatan karena hasil negosiasi masih lebih tinggi daripada nilai HPS/OE. 175 . Negosiasi bertahap.5.3. 1.000. PELAKSANAAN NEGOSIASI 10. pembukaan penawaran dilakukan di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa dan dibuat berita acara negosiasi.5. Dalam hal negosiasi bertahap tidak menghasilkan kesepakatan harga atau dalam pelaksanaan pelelangan ulang. Untuk pengadaan dengan nilai lebih dari Rp5. 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. maka diteruskan dengan melakukan negosiasi bersamaan. Pada dasarnya negosiasi dilaksanakan secara bertahap. 2. 10. maka tidak dilakukan negosiasi kepada Penyedia Barang/Jasa yang lain. Dalam hal harga penawaran peringkat-I (pertama) telah lebih rendah dibanding HPS/OE namun masih lebih tinggi dibanding harga penawaran terendah dilakukan negosiasi hanya kepada penawaran peringkat-I (pertama).00 (lima ratus ribu dolar Amerika serikat). Negosiasi dilakukan dengan mengusahakan harga penawaran bersangkutan dapat turun mendekati harga penawaran yang lebih rendah. Jika negosiasi terhadap penawar peringkat-I (pertama) tidak mencapai kesepakatan karena hasil negosiasi masih lebih tinggi daripada nilai HPS/OE. 10.000. dilakukan negosiasi secara bersamaan.

Terhadap harga per jenis barang/jasa. 10. 10.6.8. seperti penggunaan kontrak Call Off Order. 4. Peserta ternegosiasi diminta untuk memasukkan penawaran harga yang lebih rendah daripada penawaran yang diajukan pada tahap negosiasi bertahap. Jika hasil negosiasi bersamaan terhadap penawaran peringkat pertama sampai dengan peringkat ketiga masih lebih tinggi dibanding HPS/OE. Negosiasi bersamaan hanya dilakukan 1 (satu) kali. dalam hal kontrak tersebut meliputi jenis-jenis barang/jasa yang tidak terikat sebagai satu kesatuan utuh. 176 .1. Dilakukan secara tertulis kepada 3 (tiga) penawar peringkat-I (pertama) sampai dengan peringkat-III (ketiga) menurut hasil harga evaluasi penawaran (HEP) atau hasil normalisasi. 10.2. Dalam hal menggunakan strategi Kontrak Harga Satuan. mengubah lingkup kerja.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 10. Apabila HPS/OE dinilai tidak sesuai dengan kondisi pasar pada saat tersebut. 10. Negosiasi bersamaan 1.1. Terhadap keseluruhan harga paket. ditandatangani di atas meterai dengan nilai yang cukup oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kewenangan. dapat dilakukan koreksi/penyesuaian atas HPS/OE dengan penambahan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) dan didukung dengan analisa pasar sebagaimana disyaratkan pada tata cara penyusunan HPS/OE.9. Dilakukan analisa atas HPS/OE.7. Hasil negosiasi hanya dapat disepakati apabila harga penawaran telah mencapai lebih rendah atau sama dengan nilai HPS/OE. Perjanjian Harga dan lain-lain. dalam hal paket pengadaan tersebut pada dasarnya merupakan satu kesatuan utuh.6.6. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka penawaran harga di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi secara bersamaan. maka: 10.9. 2.5. spesifikasi penawaran teknis dan/atau hasil kesepakatan negosiasi teknis. Penawaran harga diserahkan dalam sampul tertutup. 10. dapat dilakukan negosiasi: 10.4. Hasil negosiasi harga tidak boleh mengurangi komitmen persentase TKDN. 3.

maka negosiasi dinyatakan gagal.2.2. Apabila negosiasi dilaksanakan secara langsung. Harga penawaran semula dan harga yang ditawarkan peserta negosiasi pada pelaksanaan negosiasi. 10. Apabila telah diperoleh kesepakatan harga. maka risalah pelaksanaan negosiasi ditandatangani juga oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi. Dalam pelaksanaan negosiasi harga. 10. dibuat risalah pelaksanaan negosiasi harga yang memuat paling tidak: 10.12. 10. Penawar dengan harga hasil negosiasi bersamaan yang paling rendah dan dinilai wajar dan lebih rendah dibanding HPS/OE yang telah dikoreksi dapat ditetapkan sebagai calon pemenang. Penyedia Barang/ Jasa diwajibkan untuk menyampaikan harga penawaran dan TKDN baru berikut rinciannya.10. 10.11. Metode negosiasi. 177 .10. Risalah ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal.3.9. Kesimpulan pelaksanaan negosiasi. Apabila tidak ada satupun harga hasil negosiasi yang lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 10. dan ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau Wakil Penyedia Barang/Jasa di atas meterai dengan nilai yang cukup.1. Dalam hal dilaksanakan secara tertulis.10. 10.10. surat penawaran harga dari peserta negosiasi dilampirkan dalam risalah.

Dalam hal dua Penyedia Barang/Jasa atau lebih memiliki harga evaluasi penawaran (HEP) atau hasil normalisasi harga penawaran yang sama.4. dan 2. Penentuan calon pemenang sebagaimana dimaksud dalam huruf 11. Penawaran secara administrasi.2. dinilai wajar dan tidak lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Materi ketidak sepakatan tersebut harus dicatat dalam berita acara. Merupakan harga terendah.3. di atas dituangkan dalam bentuk berita acara yang disetujui oleh seluruh anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan 1 (satu) calon pemenang yang penawarannya: Memenuhi persyaratan sesuai Dokumen Pengadaan dan dapat dipertanggung-jawabkan. atau setelah dilakukan normalisasi dan/atau telah dilakukan negosiasi sesuai ketentuan yang berlaku. dan merupakan harga penawaran hasil negosiasi yang paling rendah. yaitu: 1.1.1.1. 11. 11. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal memilih peserta yang menawarkan TKDN lebih besar. 11. 11. maka dipilih Penyedia Barang/Jasa yang memiliki nilai atau materi teknis yang lebih baik. Telah mengupayakan pengutamaan penggunaan hasil produksi dan kompetensi dalam negeri. Dalam hal tidak tercapai kesepakatan bulat. keputusan diambil berdasarkan rapat yang disetujui oleh paling sedikit dua-pertiga jumlah anggota.Buku Kedua . 11. 178 . Apabila TKDN penawaran juga sama.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 11. PENENTUAN CALON PEMENANG 11. calon pemenang yang diusulkan dapat lebih dari satu. teknis dan kualifikasi memenuhi persyaratan dalam Dokumen Pengadaan.2.1.1. setelah dilakukan evaluasi menggunakan prinsip mengutamakan penggunaan Produksi Dalam Negeri. Dalam hal digunakan sistim Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (Multi Standing Agreement/MSA) atau Kontrak Harga Satuan secara itemized.

Nama.5.2.1. nama Penyedia Barang/Jasa yang mengikuti pengadaan dimaksud.5. harga hasil negosiasi (bila ada) dan komitmen TKDN serta hasil evaluasi pengadaan. BAHP ditandatangani oleh sekurang-kurangnya dua-pertiga dari jumlah anggota termasuk Ketua Panitia Pengadaan/Tim Internal. Nilai HPS/OE atau nilai HPS/OE yang telah dikoreksi.5. 2. 11. harga penawaran dan/atau harga penawaran terkoreksi. yang telah mencakup jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi. 4. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan calon pemenang kepada Pejabat Berwenang dilengkapi dengan BAHP serta penjelasan tambahan yang dianggap perlu. 11. nilai Kontrak dan komitmen TKDN serta masa berlakunya Kontrak.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 11. alamat dan NPWP calon pemenang pengadaan. judul/nomor lelang. BAHP dilengkapi dengan formulir Ringkasan Proses Pelaksanaan Lelang (Form SC-03). sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan dalam penetapan calon pemenang oleh Pejabat Berwenang. Tanggal berita acara. lampiran nomor FL-003. 11.5.3. 179 . Keterangan-keterangan yang dianggap perlu mengenai proses pelaksanaan pelelangan. Setelah menentukan calon pemenang pengadaan: Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) yang memuat hasil pelaksanaan pelelangan meliputi: 1. 3.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 12. Berita acara pemberian penjelasan (bila dilakukan). Pejabat Berwenang segera menetapkan pemenang pengadaan apabila merupakan kewenangan Kontraktor KKS. Hasil evaluasi kewajaran harga dan surat pernyataan kesanggupan dari Penyedia Barang/Jasa untuk melaksanakan Kontrak sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE.Buku Kedua . Tabulasi evaluasi teknis untuk masing-masing penawar. Berita acara hasil pengadaan. Ringkasan Proses Pelaksanaan Lelang (form SC-03). 5. 7. Berita acara pembukaan penawaran. HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan disahkan. Tabulasi perbandingan harga evaluasi penawaran (HEP) dari seluruh penawaran harga yang masuk. 8. Risalah hasil negosiasi (bila dilakukan).1. 10. 11. 2. Apabila Pejabat Berwenang berpendapat lain atas usulan penetapan calon pemenang pengadaan yang diajukan. KEPUTUSAN PENETAPAN PEMENANG 12. 12.2. Salinan Daftar Rencana Pengadaan. Usulan penetapan calon pemenang pengadaan disampaikan dengan melampirkan dokumen sebagai berikut: 1. 12. Formulir perhitungan TKDN (form SC-12A atau SC-12B atau SC-12C). 3. Pejabat Berwenang membahas dengan Panitia Pengadaan/Tim Internal. 6. Tabulasi perbandingan dari 3 (tiga) penawaran peringkat pertama sampai dengan peringkat ketiga dengan rincian HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. 12. untuk mendapatkan keputusan akhir. 9. 180 . 4. Berdasarkan usulan Panitia Pengadaan/Tim Internal.3.

diumumkan melalui papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan secara tertulis kepada Penyedia Barang/Jasa peserta pelelangan.1. segera setelah diterimanya keputusan tersebut oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000. 13. Untuk paket pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp50.000.000.000. Keputusan tentang penetapan pemenang pengadaan.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). sehingga perlu dilakukan evaluasi ulang atau proses pengadaan harus dibatalkan. dalam pengumuman dicantumkan bahwa penetapan sebagai pemenang pengadaan dapat dibatalkan apabila berdasarkan penelitian BPMIGAS proses pengadaan dan/atau kriteria penetapan calon pemenang pengadaan tidak benar. 181 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 13.2. PENGUMUMAN PEMENANG PENGADAAN 13.

SANGGAHAN 14. PENGAJUAN SANGGAHAN Keberatan peserta atas keputusan dalam pelelangan dapat diajukan pada masa sanggah. ditandatangani oleh pimpinan perusahaan yang menandatangani penawaran atau yang menggantikan fungsinya.1.4. Sanggahan harus diajukan secara tertulis oleh peserta pelelangan. antara peserta pelelangan dengan anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau dengan Pejabat Berwenang. dan/atau 2. dalam waktu yang telah ditentukan. 14.1. Terhadap hasil evaluasi administrasi dan teknis pada pelelangan sistim 2 (dua) sampul atau sistim 2 (dua) tahap.2. Penyimpangan atas ketentuan dan prosedur yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan dan/atau ketentuan BPMIGAS tentang pengadaan barang/jasa yang berlaku. dengan tembusan kepada Pejabat Berwenang. 2. Permintaan Klarifikasi dan pertanyaan yang bersifat mempersoalkan maupun keberatan yang diajukan peserta pelelangan atas hasil evaluasi administrasi dan teknis serta evaluasi harga diperlakukan sebagai sanggahan.1. 14. 14. di atas dan proses pelelangan dapat diteruskan.1. Sanggahan ditujukan kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal. 4.6. yaitu: 1.1.1. Praktek KKN diantara peserta pelelangan. 14. 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 14.Buku Kedua . Penyalahgunaan wewenang oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau Pejabat Berwenang.1. 14.5. Sanggahan hanya dapat diajukan terhadap: 1. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi sanggahan yang diajukan di luar angka 14.1. Ketidaklulusan hasil penilaian pascakualifikasi. dengan melampirkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Terhadap keputusan penetapan pemenang pelelangan.3. 3. 14. Rekayasa proses pelelangan sehingga menghalangi terjadinya persaingan yang sehat.1. 182 .2.

Sanggahan dapat mencakup hasil evaluasi administrasi dan teknis serta penetapan pemenang. 3. tidak dapat diterima. Pada sistim 2 (dua) sampul.1. MASA SANGGAH 14.2. Hasil evaluasi harga pada tahap penetapan pemenang. sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis. di atas dan proses pengadaan dapat diteruskan.2.2. 14. Masa sanggah untuk pelelangan yang menggunakan sistim 1 (satu) sampul adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman hasil pelelangan. Sanggahan dalam pelelangan dengan sistim 2 (dua) sampul atau sistim 2 (dua) tahap dapat dilakukan atas: 1. harus dilakukan dalam waktu 3 (tiga) hari kerja. 2. dan 14.2. Apabila terdapat sanggahan.2. TANGGAPAN ATAS SANGGAHAN 14. 14. terhitung mulai tanggal setelah tanggal pengumuman hasil evaluasi administrasi dan teknis. maka penawaran peserta pelelangan tersebut dinyatakan gugur dan dilakukan evaluasi ulang kepada penawaran lain yang memenuhi persyaratan. dan memberikan tanggapan. sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis dan memasukkan penawaran harga.2. Apabila sanggahan terhadap kondisi penawaran atau kondisi salah satu peserta pelelangan yang ditetapkan sebagai calon pemenang pengadaan benar. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan penelitian atas proses dan hasil evaluasi. harus dilakukan dalam waktu 3 (tiga) hari kerja.2.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi sanggahan yang diajukan di luar angka 14. Pada sistim 2 (dua) tahap. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang memasukkan penawaran.1.3. Hasil evaluasi administrasi dan teknis. 14.3. 1.3. diabaikan dan tidak akan ditanggapi. 183 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 14. terhitung mulai tanggal setelah tanggal pengumuman penetapan pemenang. Sanggahan tentang hasil evaluasi administrasi dan teknis yang diajukan pada masa sanggah setelah pengumuman penetapan pemenang. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang memasukkan penawaran.1.

Jaminan sanggahan banding ditetapkan sebesar 1‰ (satu permil) dari nilai total penawaran harga penyanggah dan paling tinggi sebesar Rp50. Jika sanggahan banding diajukan melewati batas waktu di atas.3. 14. 184 .000. Sanggahan ulang dapat diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja terhitung setelah tanggal batas waktu tanggapan. dan apabila perlu. dapat mengajukan 1 (satu) kali sanggahan banding dan ditujukan kepada kepada Pejabat Berwenang dengan tembusan kepada atasan Pejabat Berwenang atau kepada pimpinan tertinggi Kontraktor KKS dan kepada BPMIGAS. 14. dianggap tidak ada sanggahan banding dan proses penetapan pemenang dapat dilanjutkan. Kepada penyanggah tersebut dikenakan sanksi kategori merah. Apabila penyanggah keberatan atas tanggapan sanggahan terhadap penetapan pemenang. pelelangan dapat dibatalkan atau dilakukan pelelangan ulang.00 (lima puluh juta rupiah). di atas ternyata benar.3.2. 14. Apabila ternyata sanggahan yang diajukan tidak sesuai dengan ketentuan di atas dan/atau tidak disertai dengan bukti-bukti dan/atau materi sanggahan atau protes tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh penyanggah.Buku Kedua .2. Apabila sampai dengan batas waktu 5 (lima) hari kerja tidak ditanggapi. Apabila materi sanggahan tersebut angka 14. Sanggahan banding dapat diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja terhitung setelah tanggal pengiriman tanggapan sanggahan. dapat diajukan sanggahan ulang kepada Pejabat Berwenang Kontraktor KKS dengan tembusan kepada atasan Pejabat Berwenang Kontraktor KKS dan fungsi pengawasan internal Kontraktor KKS. maka dilakukan evaluasi ulang.3. Penyedia Barang/Jasa yang mengajukan sanggahan banding wajib menyerahkan jaminan sanggahan banding berupa cek tunai atau cek perjalanan (traveler cheque) untuk keuntungan Kontraktor KKS: 1. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi.000.1.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. 3.2. Tanggapan terhadap sanggahan diberikan secara tertulis selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja terhitung setelah tanggal diterimanya sanggahan.3.

Sanggahan.3. Tidak ada sanggahan. Proses pelelangan dilanjutkan dengan: Menyampaikan usulan penunjukan pemenang pengadaan kepada BPMIGAS apabila nilai pengadaan lebih besar dari Rp50. 14. 14. Tindakan tersebut angka 14. Jaminan sanggahan banding dikembalikan kepada Penyedia Barang/Jasa apabila sanggahan terbukti benar.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih kecil dari US$5.000.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. Proses penunjukan calon pemenang pengadaan harus ditangguhkan sampai tanggapan atas sanggahan atau tanggapan atas sanggahan banding diberikan. di atas dapat dijalankan apabila: 1.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). jaminan sanggahan banding dicairkan dan dibukukan sebagai pengurang biaya operasi Kontraktor KKS. 14.000.5. Apabila sanggahan banding tidak terbukti. 14.1.4.4.1. atau 2.4.4. 185 . sanggahan ulang dan sanggahan banding telah ditanggapi dan diyakini tidak benar.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000. Pejabat Berwenang harus menanggapi sanggahan banding selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja terhitung setelah tanggal diterimanya sanggahan banding.2. Sanggahan atau protes yang diajukan tidak sesuai dengan ketentuan di atas dan/atau materi sanggahan atau protes tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh penyanggah.4. atau Penunjukan pemenang pengadaan untuk nilai pengadaan lebih kecil dari Rp50.000. 14.000. sanggahan ulang atau sanggahan banding dalam batas waktu yang telah ditentukan. atau 3.2. atau 14.000.000. 14.000.3.3.4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.6. 3.

1. 15.1. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau Pejabat Berwenang sesuai batas kewenangannya.6. Surat usulan dilampiri dengan salinan dokumen-dokumen seperti dimaksud pada angka 12.1.1.1. 15. BPMIGAS harus sudah menyampaikan persetujuan atau penolakan atas rencana penunjukan pemenang pengadaan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja sejak penerimaan dokumen secara lengkap yang dinyatakan oleh BPMIGAS. 186 .2. Nilai penawaran yang diusulkan dinilai wajar.1.2. Dokumen penawaran dari peserta yang diusulkan sebagai pemenang. 2. 15. di atas dan: 15.1.3.Buku Kedua .4. 15. 3. penyusunan HPS/OE. Proses telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan dan ketentuan yang berlaku serta tidak ada indikasi KKN. 15. Surat usulan penunjukan pemenang pengadaan yang memerlukan persetujuan BPMIGAS harus ditandatangani oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS. Surat pernyataan dari pimpinan tertinggi fungsi pengguna barang/jasa bahwa tidak ada indikasi tindakan yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) dalam penentuan spesifikasi barang/jasa dan persyaratan Kontrak. Risalah proses pengadaan termasuk proses dan pertimbangan evaluasi dan negosiasi sesuai lampiran FL-003. berdasarkan pembandingan dengan HPS/OE yang telah disusun secara cermat. 15. Tabulasi dasar pendanaan.5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 15. Perubahan Dokumen Pengadaan secara rinci. PERSETUJUAN RENCANA PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 15. Lingkup kerja dan spesifikasi teknis telah sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati BPMIGAS.1. berisi pernyataan bahwa: 1. dan dalam pelaksanaan evaluasi teknis penawaran. Apabila dokumen yang disampaikan tidak lengkap berkas dikembalikan kepada Kontraktor KKS.3.

1. 15. 15.6.7.6. 15. Apabila dalam masa 20 (dua puluh) hari kerja penelitian. BPMIGAS dapat memberitahukan kepada Kontraktor KKS bahwa penelitian memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu standar 20 (dua puluh) hari kerja.1.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 15. 15.5. 15. Berdasar hasil evaluasi ulang. Kontraktor KKS membatalkan penetapan calon pemenang yang telah diumumkan sebelumnya dan mengumumkan calon pemenang pengadaan baru.7.7. dan dimulai lagi setelah penjelasan dapat diterima oleh BPMIGAS dan/atau dokumen tambahan telah diterima oleh BPMIGAS. Bahwa lingkup pekerjaan sesuai dengan rencana pengadaan yang telah disetujui oleh BPMIGAS. Bahwa telah mengupayakan untuk mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri.6. Kontraktor KKS melakukan pelelangan ulang atau membatalkan pelelangan.6. 187 . Apabila diperlukan. Kontraktor KKS dapat melanjutkan proses pengadaan apabila setelah 20 (dua puluh) hari kerja.2. BPMIGAS memerlukan tambahan penjelasan (Klarifikasi) dan/atau tambahan dokumen pendukung maka penghitungan jumlah hari penelitian dihentikan. 15. Kontraktor KKS mengajukan usulan penunjukan pemenang baru kepada BPMIGAS. 15. 15. khususnya untuk pekerjaan yang sangat kompleks. Selanjutnya: Apabila diperlukan. Bahwa harga penawaran yang diusulkan merupakan hasil proses pengadaan yang sesuai dengan ketentuan dan telah lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah direvisi. Dalam keadaan tertentu.4. 15. BPMIGAS tidak memberikan persetujuan atau penolakan. sebagaimana diuraikan di atas. Dalam hal BPMIGAS tidak menyetujui usulan penunjukan pemenang pengadaan.4. Persetujuan BPMIGAS mencakup lingkup sebagai berikut: Bahwa proses pengadaan telah dilaksanakan menurut ketentuan dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Kontraktor KKS dan telah sesuai dengan rencana pengadaan yang telah disetujui oleh BPMIGAS serta sesuai dengan isi Dokumen Pengadaan.6. 15. maka Kontraktor KKS melakukan evaluasi ulang atas proses pelaksanaan pengadaan dan/atau atas penawaran-penawaran yang masuk.3.2.

1 di atas. hanya terdapat satu peserta yang lulus evaluasi teknis.3. terdapat lebih dari 1 (satu) peserta yang lulus evaluasi teknis.8. PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 16.Buku Kedua . Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani kontrak dalam waktu sebagaimana ditetapkan dalam angka 16. 16. 16. 188 . Penunjukan pemenang pengadaan dilakukan tanpa melalui masa sanggah.1. Dalam sistim 2 (dua) tahap. 16.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 15. atau tidak bersedia untuk memenuhi dokumen penawarannya. 16.2. Apabila harga penawaran urutan kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.3. 16. dilakukan negosiasi. namun hanya terdapat satu penawaran harga dan harga penawaran dapat diterima atau dicapai kesepakatan dalam tahap negosiasi harga.2.1. Penunjukan pemenang terhadap calon pemenang urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. serta lulus evaluasi harga atau dicapai kesepakatan dalam tahap negosiasi harga. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan. 16. Dalam hal BPMIGAS tidak menyetujui usulan penunjukan pemenang pengadaan dan Kontraktor KKS tetap melanjutkan proses pengadaan maka biaya yang timbul yang berkaitan dengan kegiatan pengadaan tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi berdasar Kontrak Kerja Sama. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari setelah tanggal penunjukan.2. apabila: Dalam sistim 2 (dua) sampul. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. selanjutnya: Calon pemenang pengadaan peringkat kedua dapat ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan.2.1.

Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.3. 16.2. 16. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa.3. Apabila calon pemenang peringkat ketiga juga tidak bersedia ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan berdasar harga penawarannya yang telah lebih rendah dibanding HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. dilakukan negosiasi. Selanjutnya calon pemenang peringkat ketiga dapat ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan. Apabila harga penawaran urutan ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pelelangan ulang. 189 . atau setelah hasil negosiasi disepakati.4. Apabila calon pemenang peringkat kedua tidak bersedia ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan berdasar harga penawarannya yang telah lebih rendah dibanding HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.3.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 16. atau setelah hasil negosiasi disepakati. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa.

2. b. Pada sistim satu sampul dan dua sampul.1. . kerusakan atau penyalahgunaan surat jaminan tersebut. Pelelangan dinyatakan gagal apabila: Dalam pelelangan dengan Prakualifikasi. 4. 17.1. Pada dasarnya surat jaminan penawaran dapat diambil oleh Penyedia Barang/Jasa. 17. Tidak tercapai kesepakatan harga pada proses negosiasi bersamaan. Pada tahap II (kedua) tidak ada yang memasukkan penawaran. Pada tahap evaluasi penawaran: 1. Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga). 2. 18.3. maka Kontraktor KKS tidak bertanggung jawab atas kehilangan. yang lulus evaluasi teknis hanya 1 (satu).1. Pada tahap pemasukan penawaran: 1.1. Pada sistim 2 (dua) tahap: a.1.Buku Kedua . 190 18.1. Pada pelelangan sistim 2 (dua) tahap. PELELANGAN GAGAL 18. 17.1. Tidak ada penawaran yang memenuhi persyaratan teknis. PENGEMBALIAN SURAT JAMINAN PENAWARAN. 3. 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang pengadaan. kecuali: Untuk pemenang pengadaan ditukar dengan surat jaminan pelaksanaan pada saat akan menandatangani Kontrak. 18.2. Untuk penawar peringkat kedua dan peringkat ketiga berdasarkan hasil evaluasi harga baru dapat diambil 15 (lima belas) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang. 17.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 17.1. calon Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar atau memenuhi syarat kualifikasi kurang dari 3 (tiga). 18. Tidak ada penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi. Pada tahap I (pertama). calon Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga).1.2. Apabila dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah penunjukan pemenang jaminan penawaran tersebut tidak diambil.2.

Pelelangan ulang dilaksanakan 1 (satu) kali dan prosesnya dimulai sesegera mungkin setelah lelang dinyatakan gagal. Penyusunan HPS/OE mengikuti ketentuan yang diatur pada bab VII. Dalam pelaksanaan pelelangan ulang dapat mempergunakan HPS/OE baru. kecuali ditetapkan lain seperti tersebut pada Bab III angka 6. proses dimulai dengan tahap pengumuman. 19.3. 19.5. Pelelangan ulang diselenggarakan dengan mengundang peserta pengadaan lama atau mengikutsertakan peserta pengadaan lama dan Penyedia Barang/Jasa baru. Dalam hal mengikutsertakan peserta baru. Peserta yang telah dinyatakan telah lulus penilaian kualifikasi tidak dilakukan penilaian kualifikasi lagi. Peserta lama harus mendaftar ulang.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang. 191 . Anggaran yang dialokasikan tidak mencukupi. Calon pemenang peringkat pertama. 6. Pelaksanaan pelelangan terbukti tidak sesuai dengan ketentuan Dokumen Pengadaan. kedua dan ketiga tidak bersedia ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan.4.1. 8. 19. 19. TINDAK LANJUT PELELANGAN GAGAL Dalam hal pelelangan dinyatakan gagal.4. Dalam pelelangan menggunakan sistim evaluasi pascakualifikasi. PELELANGAN ULANG 19.2.3. Apabila tidak ada peserta yang memasukkan penawaran harga atau penawaran harga yang masuk tidak ada yang memenuhi syarat. 18. 19. apabila: Negosiasi bersamaan tidak menghasilkan kesepakatan harga.2.1.4. Dalam pelelangan menggunakan sistim 2 (dua) tahap dapat dilakukan pelelangan ulang tahap II (kedua) saja dengan mengundang peserta yang penawarannya telah dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan teknis.3.5. kedua dan ketiga tidak memenuhi syarat kualifikasi.2.4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. Terhadap peserta baru harus dilakukan penilaian kualifikasi. calon pemenang peringkat pertama. 19. dan 6. 7.

atau 19. Evaluasi harga dilakukan dengan memperhitungkan preferensi harga untuk menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). 19. dapat dilakukan pelelangan ulang kedua dengan mengikutsertakan Penyedia Barang/Jasa usaha menengah.6. 19.7.9.000.1. atau 19.8.000. Pelelangan ulang untuk Pengadaan Barang: Dalam hal pengadaan memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri mengalami kegagalan: 1. Dalam hal pelelangan Pengadaan barang/ Jasa Pemborongan / Jasa Lainnya yang tidak memperhitungkan preferensi harga mengalami kegagalan. apabila penawaran yang masuk minimal 3 (tiga) dan negosiasi bersamaan mengalami kegagalan.Buku Kedua .000. Apabila pelelangan ulang tersebut pada angka 19.5. Dalam hal dilakukan pelelangan ulang atas pekerjaan dengan nilai sampai dengan Rp1.6. 19. 2.9. maka proses pengadaan selanjutnya dilaksanakan dengan: Melakukan negosiasi bersamaan terhadap penawaran yang masuk. 192 .000. Dalam hal pelelangan Pengadaan Jasa Pemborongan atau Jasa Lainnya mengalami kegagalan.7. atau 19.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) dan ternyata tidak ada penawaran yang masuk atau setelah negosiasi harga penawaran masih lebih tinggi dibanding HPS/OE. dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang dengan persyaratan pengadaan yang sama.5. dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang dengan mengikut sertakan Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional yang bersedia memberikan janji/komitmen pencapaian TKDN dan ketentuan lainnya yang diatur dalam bab III angka 7. atau Pemilihan langsung dengan cara meminta peserta memasukkan penawaran harga baru. Dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang dengan mengikutsertakan penyedia barang Produksi Dalam Negeri dan penyedia barang produksi luar negeri tanpa mengubah HPS/OE.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 19. apabila penawaran yang masuk minimal 3 (tiga). 19. 19.9. Preferensi harga diberikan bagi barang dengan pencapaian TKDN sekurang-kurangnya 25% (dua puluh lima persen). mengalami kegagalan.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100.2.1.

9. Pembatalan pelelangan sedapat mungkin dihindarkan. Pembatalan pelelangan hanya dapat dilakukan oleh Kontraktor KKS apabila salah satu kondisi berikut terpenuhi: 20.9. atau Pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua). 20.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 19. Penyedia Barang/Jasa yang telah ditunjuk sebagai pemenang dapat meminta penggantian biaya penyiapan dokumen penawaran. 19.9. 19. 20. 19.1.9.2. 19. atau Penunjukan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). Perubahan lingkup kerja karena perubahan pada rencana kerja atau karena lelang ulang gagal. Dalam hal terjadi pembatalan pelelangan pekerjaan jasa konstruksi dan tahapan pelelangan telah sampai pada penunjukan pemenang. 19.9.9. dengan dimungkinkan adanya perubahan lingkup kerja.5. 19.1. 20. atau Membatalkan lelang tersebut dan melaksanakan lelang baru. di atas dapat mempergunakan HPS/OE baru.1. Proses pengadaan terbukti tidak dilaksanakan sesuai ketentuan perundangan-undangan yang berlaku. 20.8. Penyusunan HPS/OE mengikuti ketentuan yang diatur pada bab VII.3.4.2.1. 193 . 20.4.9. 20.1.3.6.1.4.3.7. atau 19.5. atau Penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu). Pemilihan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk. Adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atas pelaksanaan lelang tersebut. 20. Dalam pelaksanaan pemilihan langsung atau penunjukan langsung tersebut pada angka 19. apabila penawaran yang masuk hanya 2 (dua)..3. PEMBATALAN PELELANGAN 20.2.9.9.1. Anggaran yang dialokasikan tidak mencukupi. Pembatalan lelang yang rencana pengadaannya melalui persetujuan BPMIGAS harus dilaporkan kepada BPMIGAS dan menjadi catatan BPMIGAS terhadap penilaian kinerja Kontraktor KKS. Berdasarkan kesimpulan pimpinan tertinggi Kontraktor KKS telah terjadi tindak KKN.

Hari pemasukan dokumen penawaran sekurang-kurangnya 4 (empat) hari kerja setelah hari akhir pemberian penjelasan. atau 20. Sebesar nilai kompensasi menurut ketentuan yang tertuang dalam draft kontrak yang menjadi bagian dari Dokumen Pengadaan. 22.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Dalam hal ini nilai penggantian biaya dihitung dengan menggunakan salah satu dari ketentuan berikut: 20.00 (seratus juta dolar Amerika Serikat). 22.000.000.2. 194 .1. 22. apabila Kontraktor KKS belum menerbitkan Surat Perintah Memulai Pelaksanaan Pekerjaan (SPK)/Letter of Intent (LOI).2.000.00 (satu trilliun rupiah) atau lebih dari US$100. 21. 22.3.000. apabila Kontraktor KKS telah menerbitkan Surat Perintah Memulai Pelaksanaan Pekerjaan (SPK)/Letter of Intent (LOI). PENGULANGAN PENGADAAN (REPEAT ORDER) Pengulangan pengadaan barang/jasa (repeat order) dengan menggunakan hasil pelelangan sebelumnya untuk melaksanakan paket pekerjaan yang lain/berbeda tidak diperbolehkan.000. kecuali untuk pengadaan pekerjaan yang bersifat kompleks dan bernilai lebih dari Rp1. 22.4. Hari pemberian penjelasan sekurang-kurangnya 2 (dua) hari kerja setelah hari akhir pengambilan Dokumen Pengadaan. Hari akhir pengambilan Dokumen Pengadaan sekurangkurangnya 2 (dua) hari kerja setelah hari terakhir pendaftaran atau setelah pengumuman hasil Prakualifikasi.1.Buku Kedua .3.000. Setinggi-tingginya sama dengan nilai jaminan penawaran. TENGGANG WAKTU PELELANGAN 22.3.5. Masa pendaftaran sekurang-kurangnya 3 hari kerja setelah tanggal pengumuman. Proses lelang sejak pengumuman sampai dengan penandatanganan Kontrak diupayakan dalam tenggang waktu 6 (enam) bulan.

.

Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB XII METODA DAN TATA CARA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 195 .

Jasa Konsultansi harus bersifat tidak rutin dengan jangka waktu tertentu dan mengutamakan konsultan dalam negeri. penelitian. perusahaan jasa industri dan perbankan yang memiliki unit litbang dengan keahlian khusus. konsultan perorangan. Pengadaan diikuti oleh Penyedia Barang/Jasa yang bersedia memberikan janji/komitmen pencapaian TKDN minimal 35% (tiga puluh lima persen). bidang produksi dan industri. jasa survey. 1. Dalam hal proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah peserta pengadaan yang menyanggupi untuk memenuhi persyaratan angka 1. jasa studi makro/mikro.1.00 (sepuluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$1. Perusahaan Asing dapat mengikuti pengadaan dengan nilai lebih dari Rp10. Jasa Konsultansi harus dilaksanakan di Indonesia. pelatihan serta jasa pelayanan profesi lainnya. Kegiatan Jasa Konsultansi meliputi jasa perencanaan konstruksi.7. 1.000. 1. maka Perusahaan Nasional dapat menggunakan tenaga ahli asing bertaraf internasional atau membuat kerjasama dalam bentuk Konsorsium atau sub kontrak dengan konsultan asing bertaraf internasional.4.PQ-003. jasa manajemen.00 (satu juta dolar Amerika Serikat) dengan kewajiban bekerjasama dalam bentuk Konsorsium atau sub kontrak dengan Perusahaan Nasional yang dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak.9. jasa pengawasan konstruksi. pemeliharaan serta rehabilitasi.Buku Kedua . badan usaha yang dimiliki perguruan tinggi negeri/perguruan tinggi swasta (PTN/PTS). 1. Dalam hal jasa yang akan dilelangkan belum dapat dilaksanakan oleh Perusahaan Nasional.2.6. dilakukan pelelangan ulang dengan mengikut sertakan Penyedia Barang/Jasa yang bersedia memberikan janji/komitmen pencapaian TKDN minimal 30% (tiga puluh persen).5.000. jasa K3LL.8. Jasa Konsultansi dapat dilakukan untuk semua kegiatan sesuai sub bidang pekerjaan pada lampiran buku kedua no. kecuali untuk kegiatan yang belum dapat atau tidak mungkin dilaksanakan di Indonesia. di atas kurang dari persyaratan minimal. konsultansi operasi. 196 . koperasi. 1.000.4. 1. Penyedia Jasa Konsultansi antara lain perusahaan Jasa Konsultansi.000. jasa pengujian. 1. jasa informasi.000. KETENTUAN UMUM 1.3. 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.

2. jumlah penggunaan tenaga ahli. Data penunjang berupa data yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek. 2. maksud dan tujuan. Uraian pendahuluan berupa gambaran secara garis besar mengenai proyek/kegiatan yang akan dilaksanakan. usulan teknis dan usulan harga. dasar pembuatan Kontrak dan acuan evaluasi hasil kerja konsultan.10. tujuan dan keluaran/output yang dihasilkan. 3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Sebagai acuan dan informasi bagi para konsultan yang diundang mengikuti pengadaan dalam rangka menyiapkan kelengkapan administratif. jumlah bulan kerja (man-months) dan satuan biaya personil.1.1. Sebagai acuan dalam evaluasi usulan. PENYIAPAN DOKUMEN PENGADAAN Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi terdiri dari: 2.2.2. teknis dan harga ditujukan kepada penyedia Jasa Konsultansi. 2. studi-studi terdahulu yang pernah dilaksanakan dan peraturan serta ketentuan yang berlaku. antara lain data dasar. lokasi. Klarifikasi dan negosiasi dengan calon konsultan terpilih. Dalam persyaratan teknis memuat Kerangka Acuan Kerja (KAK) dengan ketentuan sebagai berikut: 2. standar teknis. klarifikasi. 2. IKPP (ITB) memuat hal-hal seperti pada bab VIII angka 3. PENGADAAN (IKPP)/ Instruksi Kepada Peserta Pengadaan (IKPP)/Instruction to Bidders (ITB). 2. SURAT UNDANGAN Surat undangan untuk memasukkan penawaran administrasi.3. Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan HPS/OE kegiatan Jasa Konsultansi disusun secara keahlian dan digunakan sebagai acuan dalam evaluasi penawaran. 197 . antara lain berisi latar belakang. Dimungkinkan adanya perbedaan hasil negosiasi terhadap KAK dan HPS/OE seperti klasifikasi. dan/atau negosiasi dengan calon konsultan terpilih. Menjelaskan tujuan dan lingkup Jasa Konsultansi serta keahlian yang diperlukan.2. KAK sekurang-kurangnya memuat: 1. INSTRUKSI KEPADA PESERTA INSTRUCTION TO BIDDERS (ITB).2. Tujuan pembuatan KAK adalah: 1. sepanjang tidak mengubah sasaran.

Pelelangan Terbatas. biaya pengiriman dokumen. Pemilihan Langsung. 4. 198 . biaya komunikasi.2. mengikuti ketentuan sebagaimana diatur pada bab VII HPS/OE yang terdiri dari dua komponen pokok : 3. dan pedoman tentang pengumpulan data lapangan. laporan sela dan laporan akhir). lingkup kewenangan yang dilimpahkan kepada konsultan. persyaratan kerjasama dengan konsultan lain (apabila diperlukan). biaya pengurusan surat ijin.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. kualifikasi tenaga ahli yang harus disediakan oleh konsultan dan jadwal setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan. Hal-hal lain seperti fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa untuk membantu kelancaran tugas konsultan. Pengadaan Jasa Konsultansi dilakukan dengan metoda Pelelangan Umum. pemilihan langsung dan penunjukan langsung pada prinsipnya mengikuti tata cara yang sebagaimana diatur pada bab X. Tata cara pelaksanaan dan pertimbangan pemilihan metoda pelelangan umum. METODA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 4. HARGA PERHITUNGAN SENDIRI Penyusunan Harga perhitungan sendiri (HPS) atau owner estimate (OE). Penunjukan Langsung.1. biaya perjalanan. Jenis dan jumlah laporan yang disyaratkan (laporan pendahuluan. Tujuan dan ruang lingkup pekerjaan yang memberikan gambaran mengenai tujuan yang ingin dicapai.Buku Kedua . 4. Swakelola. perkiraan jangka waktu penyelesaian pekerjaan Jasa Konsultansi. tunjangan perumahan / akomodasi dan lain-lain. 3.1. Biaya langsung non personil (direct reimbursable cost) yang meliputi antara lain biaya untuk sewa kantor. peralatan dan material yang disediakan oleh Kontraktor KKS serta peralatan dan material yang harus disediakan oleh konsultan. Biaya personil (remuneration). keluaran lain. 3.2. kecuali secara khusus dinyatakan lain. 5. 4. pelelangan terbatas.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang peserta lain. 2. 4. Apabila calon peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). DPT berisi daftar penyedia Jasa Konsultansi yang mempunyai kualifikasi dan sub bidang usaha yang sama dan telah lulus Prakualifikasi atau konsultan perorangan yang memiliki keahlian khusus.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal menyusun Daftar Penyedia Jasa Terseleksi (DPT)/Short List berdasarkan hasil proses Prakualifikasi.3.1. Apabila calon peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). Peserta yang lulus penilaian Prakualifikasi dicantumkan dalam DPT / Short List.1.3. 4. dilakukan pelelangan ulang. 5.3.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang calon peserta.2. 199 . Peserta yang mendaftar sekurang-kurangnya 3 (tiga).3. 5. 5. 3. 2. 3. Peserta yang lulus penilaian Prakualifikasi dicantumkan dalam DPT / Short List. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaksanakan Prakualifikasi terhadap calon peserta pengadaan yang mendaftar dengan cara meneliti dan menilai data kualifikasi calon peserta dimaksud. Menggunakan Metoda Pemilihan Langsung : 1. Peserta yang diundang sekurang-kurangnya 3 (tiga). Menggunakan Metoda Penunjukan Langsung: Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang satu penyedia Jasa Konsultansi /konsultan perorangan. PENYUSUNAN DAFTAR PENYEDIA JASA TERSELEKSI (DPT) / SHORT LIST 5. 5. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaksanakan Prakualifikasi terhadap calon peserta pengadaan yang mendaftar dengan cara meneliti dan menilai data kualifikasi calon peserta dimaksud. Tata cara penyusunan DPT / Short List sebagai berikut: Menggunakan Metoda Pelelangan : 1. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan rencana pelelangan. 5.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. memerlukan inovasi atau Jasa Konsultansi dengan lingkup pekerjaan yang sulit ditetapkan dalam KAK. 7.8. Pembukaan dokumen penawaran sesuai tata cara pembukaan dokumen penawaran untuk sistim 2 (dua) sampul sebagaimana diatur pada bab XI. Sistim evaluasi penawaran dicantumkan dalam Dokumen Pengadaan. sesuai dengan tata cara evaluasi administrasi sebagaimana diatur pada bab XI. 200 . kualitas usulan merupakan faktor yang menentukan hasil pekerjaan (outcome) secara keseluruhan.. 7. Evaluasi persyaratan administrasi: 1. Evaluasi kelengkapan administrasi. SISTIM EVALUASI KUALITAS Sistim evaluasi kualitas adalah evaluasi berdasarkan nilai terbaik penawaran teknis dan dilanjutkan dengan Klarifikasi serta negosiasi teknis dan harga. disampaikan kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal sesuai dengan tempat dan jadwal waktu yang ditetapkan. kecuali Jasa Konsultansi perorangan dapat menggunakan sistim 1 (satu) sampul.2.1. Dilakukan evaluasi kelengkapan administrasi sesuai yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan.1. Pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas digunakan bagi pekerjaan Jasa Konsultansi yang permasalahannya kompleks. Urutan proses sebagai berikut : 7. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN Pemasukan dokumen penawaran dilakukan dengan sistim 2 (dua) sampul. Dalam hal ini.Buku Kedua . angka 9. memerlukan teknologi tinggi.1. angka 8.11. 2. 7.1.. SISTIM EVALUASI PENAWARAN Evaluasi penawaran Jasa Konsultansi menggunakan sistim evaluasi kualitas atau sistim evaluasi kualitas teknis dan harga atau sistim evaluasi harga terendah.

Jadwal pelaksanaan pekerjaan.1. Fasilitas penunjang. Klarifikasi tidak boleh mengubah sasaran kerangka acuan kerja. c. d. b. Unsur-unsur pokok yang dinilai dan pembobotannya: Unsur Pokok Pengalaman Konsultan Pendekatan dan Metodologi Kualifikasi Tenaga Ahli Jumlah Bobot (%) 10-20 20-45 45-60 100 Penetapan bobot yang digunakan untuk masing-masing unsur. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. 201 . sedangkan untuk jasa supervisi dan perencanaan teknis penekanan lebih diberikan kepada kualifikasi tenaga ahli. dalam rentang tersebut di atas berdasarkan jenis pekerjaan jasa yang akan dilaksanakan. Untuk jasa studi analisa perlu diberikan penekanan kepada pengalaman konsultan dan pendekatan metodologi. e. i. Klarifikasi Teknis Klarifikasi dilakukan untuk memperoleh kepastian dan/atau kejelasan teknis. Jadwal penugasan personil. b. Evaluasi Penawaran Teknis 1. Cara penanganan pekerjaan dan rencana kerja. Dilakukan dengan cara memberikan nilai angka (merit point) pada unsur-unsur pokok yang terdapat pada dokumen penawaran teknis dengan memperhatikan bobot yang diberikan pada unsur-unsur tersebut. Penilaian penawaran teknis a. Kualifikasi tenaga ahli. dengan memperhatikan bobot pekerjaan dan tenaga ahli yang akan mengerjakan serta pertimbangan kebutuhan perangkat pendukung yang proposional. guna pencapaian hasil kerja yang optimal. Program alih pengetahuan. Lingkup dan sasaran pencapaian Jasa Konsultansi. Aspek-aspek teknis yang perlu diklarifikasi antara lain: a.3. Organisasi pelaksanaan. f. g. Persentase komitmen TKDN jasa. h.

kemampuan manajerial dan fasilitas yang dimiliki. kapasitas perusahaan dengan antara lain memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap. Penilaian juga dilakukan terhadap jumlah proyek/ pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh konsultan. pengalaman melaksanakan proyek/kegiatan di Indonesia dan/atau di luar negeri. Pengalaman konsultan: • Penilaian dilakukan atas pengalaman konsultan dalam melaksanakan pekerjaan sejenis dengan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam KAK dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.Buku Kedua . Pendekatan dan Metodologi Dimaksudkan untuk menilai pemahaman konsultan atas lingkup pekerjaan/jasa layanan yang diminta dalam KAK. antara lain pengalaman melaksanakan proyek/ pekerjaan sejenis. Pengalaman tersebut diuraikan secara jelas dengan mencantumkan informasi nama proyek/kegiatan. pemahaman atas tujuan. penilaian terutama meliputi pengertian terhadap tujuan proyek. • • • • d. kualitas metodologi. pemberi tugas. antara lain : • Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. lokasi. 202 . dan hasil kerja. Unsur-unsur yang dinilai. lingkup dan data proyek/kegiatan secara singkat. Unsur yang dinilai. nilai dan waktu (bulan dan tahun) pelaksanaan. Pengalaman konsultan harus dilengkapi dengan referensi dari pengguna jasa sebelumnya yang menunjuk kinerja konsultan yang bersangkutan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa c. lingkup serta Jasa Konsultansi yang diperlukan (aspek-aspek utama yang diindikasikan dalam KAK) dan pengenalan lapangan. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui pengalaman dan mengukur kemampuan/kapasitas konsultan yang bersangkutan dalam melaksanakan tugasnya. Pengalaman kerja di Indonesia dan/atau lokasi proyek di Indonesia mendapat nilai tambah.

penilaian terutama meliputi: − ketepatan menganalisa masalah dan langkah pemecahan yang diusulkan dengan tetap mengacu kepada persyaratan KAK. dibuktikan dengan foto copy ijazah. program kerja. konsistensi antara metodologi dengan rencana kerja. jangka waktu pelaksanaan. Kualifikasi Tenaga Ahli Penilaian dilakukan terhadap tenaga ahli konsultan yang diusulkan untuk melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan jenis keahlian. organisasi. Penilaian meliputi antara lain: analisis. perhitungan teknis dan laporan-laporan yang diusulkan dalam penawaran. jadwal pekerjaan. − − − • Hasil kerja (deliverable). 203 . jadwal penugasan. Unsur yang dinilai: • Tingkat pendidikan. jumlah bulan kerja (manmonths) tenaga ahli. laporan-laporan yang disyaratkan. diberikan nilai lebih. dan kebutuhan fasilitas penunjang.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 • Kualitas Metodologi. spesifikasi teknis. apresiasi terhadap inovasi. e. yaitu lulusan perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah lulus ujian negara atau yang telah diakreditasi. serta jumlah tenaga yang ditetapkan dalam KAK. • Konsultan yang mengajukan gagasan baru guna meningkatkan kualitas hasil kerja (output) seperti tersebut dalam KAK meskipun berakibat perubahan KAK. jenis keahlian serta jumlah tenaga ahli yang diperlukan. persyaratan. interpretasi terhadap KAK khususnya mengenai data yang tersedia. atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi. uraian tugas. gambargambar kerja.

7. harus sesuai dengan persyaratan dalam KAK. aturan. • • • Pembobotan dan penilaian untuk tiap sub-unsur ditetapkan lebih lanjut oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. bahasa Indonesia (bagi konsultan asing). Panitia Pengadaan/Tim Internal memberitahukan secara tertulis urutan peringkat konsultan berikut nilai teknisnya kepada seluruh peserta. b. a. Berdasarkan hasil evaluasi penawaran teknis. Hal lebih rinci tentang sanggahan diatur pada bab XI angka 14. Penyusunan dan Pengumuman Peringkat Evaluasi Teknis.1. Kualifikasi dari tenaga ahli yang melebihi kualifikasi persyaratan dalam KAK tidak memperoleh tambahan nilai. kondisi dan adat istiadat setempat. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan peringkat konsultan yang dituangkan dalam berita acara evaluasi penawaran teknis. selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman tersebut. 3. Sanggahan Peserta pengadaan yang berkeberatan atas pengumuman hasil evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis. 204 . dan memilih konsultan yang mengajukan penawaran teknis yang nilainya sama atau melampaui nilai minimal ambang batas (passing grade). Panitia Pengadaan/Tim Internal melaporkan hasil penilaian teknis kepada Pejabat Berwenang untuk mendapatkan persetujuan. didukung dengan referensi dari pengguna jasa. Aspek lainnya meliputi penguasaan bahasa Inggris. c.Buku Kedua . Pengalaman kerja profesional sesuai persyaratan dalam KAK. situasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa • Jenis keahlian (spesialisasi) yang dibuktikan dengan sertifikat. pengenalan (familiarity) atas tata cara. Berdasarkan keputusan Pejabat Berwenang.4.

dengan ketentuan sebagai berikut: 1. 6.5. Klarifikasi dan negosiasi harga dapat dilakukan bersamaan dengan negosiasi penawaran teknis.6. Klarifikasi dan Negosiasi Klarifikasi dan negosiasi tidak boleh mengubah sasaran. 4. Aspek-aspek yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi antara lain kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya. Apabila Klarifikasi dan negosiasi dengan konsultan peringkat pertama tidak menghasilkan kesepakatan. 2. volume kegiatan dan jenis pengeluaran. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal melanjutkan dengan membuka penawaran konsultan yang lulus dengan peringkat teknis kedua serta apabila perlu dilakukan Klarifikasi dan negosiasi. dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan konsultan. Panitia Pengadaan/Tim Internal hanya membuka sampul II (kedua) penawaran konsultan dengan peringkat teknis tertinggi yang melampaui atau sama dengan nilai ambang batas. Unit biaya personil dihitung berdasarkan satuan waktu yang dihitung berdasarkan tingkat kehadiran dengan ketentuan 1 (satu) bulan dihitung minimal 22 (duapuluh dua) hari kerja dan 1 (satu) hari kerja dihitung minimal 8 (delapan) jam kerja. 5. 7. Pembukaan Penawaran Harga 1. Demikian seterusnya sampai dengan peringkat teknis ketiga. Klarifikasi dan negosiasi harga dilakukan untuk memperoleh kesepakatan harga yang dapat dipertanggung-jawabkan.1. 205 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. harga satuan dibandingkan dengan harga yang berlaku dipasaran/ kewajaran harga.1. 2. tujuan dan keluaran yang dihasilkan serta tidak melampaui HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Apabila dianggap perlu dapat dilakukan negosiasi atas penawaran teknis dan kemudian dilakukan Klarifikasi dan negosiasi harga. 3. Negosiasi terhadap unit harga personil dapat dilakukan berdasarkan daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setoran pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan.

2. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara hasil Klarifikasi dan negosiasi dan melaporkan hasil Klarifikasi dan negosiasi kepada Pejabat Berwenang. 8. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengajukan usulan penetapan calon pemenang kepada Pejabat Berwenang.9. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan keputusan penetapan pemenang melalui papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau memberitahukan secara tertulis kepada Penyedia Barang/Jasa peserta pelelangan. Ketentuan sanggahan diatur pada bab XI angka 14. Dalam hal nilai pengadaan lebih tinggi dari Rp50.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih tinggi dari US$5. Sanggahan a. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan.000. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis. 7.000.000. Penunjukan Pemenang 1. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja.000.1. 3. 206 . penunjukan pemenang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. 2.1. 7. Masa sanggah untuk hasil evaluasi harga dan penunjukan pemenang adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman penunjukan pemenang.7.8. Pejabat Berwenang menetapkan pemenang pengadaan berdasarkan usulan dari Panitia Pengadaan/Tim Internal. b.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). 7. mengikuti ketentuan dalam bab XI angka 15. Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani kontrak dalam waktu yang telah disepakati atau tidak bersedia untuk memenuhi persyaratan dan kondisi dalam dokumen penawarannya dan/atau persyaratan dan kondisi sebagai hasil kesepakatan negosiasi. Penetapan Pemenang 1.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. c.Buku Kedua .000.

Apabila harga penawaran calon pemenang peringkat teknis kedua telah lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. dilakukan negosiasi. f. dilakukan negosiasi. d. c. Penawaran harga peringkat teknis kedua dibuka. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pengadaan ulang.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Selanjutnya: a. Penunjukan pemenang terhadap urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Apabila harga penawaran peringkat teknis kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Apabila harga penawaran peringkat teknis ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Selanjutnya penawaran harga peringkat teknis ketiga dibuka. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. 207 . e. Apabila calon pemenang peringkat ketiga telah lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan juga tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. b. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa.

Dokumen penawaran harga yang tidak dibuka dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah masa sanggah atas hasil evaluasi administrasi dan teknis selesai. Apabila calon pemenang ketiga juga mengundurkan diri. b. 208 . dan 3. atau c. atau b. c. Apabila calon pemenang kedua juga mengundurkan diri.Buku Kedua . mengundurkan diri. dilakukan negosiasi penawaran teknis serta Klarifikasi dan negosiasi harga dilakukan kepada calon pemenang peringkat ketiga. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Pejabat Berwenang wajib menjaga kerahasiaan dokumen penawaran dari setiap peserta.10. maka dilakukan pelelangan ulang. kecuali dokumen penawaran harga peringkat dua dan tiga baru dikembalikan setelah penandatanganan Kontrak. Pengembalian Dokumen Penawaran 1. Penunjukan pemenang dibatalkan dan jaminan penawaran dicairkan apabila konsultan yang ditunjuk sebagai pemenang: a. Dalam hal penunjukan pemenang dibatalkan: a. 5. Dokumen penawaran teknis peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang pengadaan dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah masa sanggah selesai. mengganti ketua pelaksana pekerjaan (team leader) atau mengganti lebih dari 30% (tigapuluh persen) jumlah tenaga ahlinya. tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. 2. Dilakukan negosiasi penawaran teknis serta Klarifikasi dan negosiasi harga dengan konsultan peringkat kedua.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pembatalan Penunjukan Pemenang 4. 7.

1.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaporkan hasil penilaian teknis kepada Pejabat Berwenang untuk meminta persetujuan.4. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan peringkat konsultan yang dituangkan dalam berita acara evaluasi penawaran teknis. Sanggahan atas keputusan evaluasi administrasi dan teknis: Peserta pengadaan yang berkeberatan atas pengumuman hasil evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis.2. kemudian dipilih penawaranpenawaran yang sama atau melampaui nilai ambang batas (passing grade).1. 3. Sistim evaluasi berdasarkan teknis dan harga digunakan untuk pekerjaan yang lingkup. Penyusunan dan Pengumuman Peringkat Evaluasi Teknis. 7. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan pada papan pengumuman resmi Kontraktor KKS dan/atau memberitahukan secara terulis urutan peringkat konsultan berikut nilai teknisnya kepada Penyedia Barang/Jasa. keluaran (output). Berdasarkan keputusan Pejabat Berwenang.2. 7. selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman tersebut. 2. Prosedur pembukaan dan evaluasi penawaran administrasi dan teknis [sampul I (pertama)] mengikuti prosedur pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas.2. Demikian juga besarnya biaya (HPS/OE) dapat diperhitungkan dengan baik. Berdasarkan hasil evaluasi penawaran teknis. 7. Penilaian/evaluasi penawaran teknis menggunakan sistim pembobotan (merit point). 209 7. waktu penugasan dan hal-hal lain dapat diperkirakan dengan baik dalam KAK.2.2. Hal lebih rinci mengenai sanggahan diatur dalam bab XI angka 14.2. dan memilih konsultan yang mengajukan penawaran teknis yang nilainya sama atau melampaui nilai minimal ambang batas (passing grade). dilanjutkan dengan Klarifikasi teknis dan negosiasi harga. Urutan proses sebagai berikut : 7.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 SISTIM EVALUASI KUALITAS TEKNIS DAN HARGA Sistim evaluasi berdasarkan teknis dan harga adalah evaluasi berdasarkan kombinasi skor penawaran teknis dan skor nilai penawaran harga. .

Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang peserta yang lulus evaluasi penawaran teknis untuk menghadiri pembukaan penawaran harga [sampul II (kedua)]. Pembukaan dan evaluasi penawaran harga [sampul II (kedua)]: 1. Ketentuan pembobotan nilai evaluasi penawaran teknis dan nilai evaluasi penawaran harga sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pengadaan.2. 7. dalam hal pelaksanaan Jasa Konsultansi dilaksanakan di luar negeri. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara pembukaan penawaran harga yang harus ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan sekurangkurangnya 1 (satu) wakil peserta pengadaan. Panitia Pengadaan/Tim Internal dihadapan peserta pelelangan menyampaikan hal-hal sebagai berikut: a. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul-II (kedua). 5.5. 6. 210 . Penyetaraan (normalisasi) penawaran harga dengan antara lain menambahkan biaya manajemen (management cost) yang akan dikeluarkan oleh Kontraktor KKS pada harga evaluasi penawaran (HEP). Calon konsultan yang lulus evaluasi teknis berikut nilai evaluasi penawaran teknis masing-masing. b. Penilaian penawaran harga terhadap konsultan yang telah lulus evaluasi teknis dengan menggunakan sistim nilai (merit point system) berdasarkan urutan harga evaluasi penawaran (HEP) (jika tanpa normalisasi) atau menggunakan harga setelah normalisasi (jika ada normalisasi). TKDN serta nilai jaminan penawaran dari seluruh peserta yang lulus evaluasi teknis.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. 2. 4. membacakan dan menulis harga penawaran. harga evaluasi penawaran (HEP) atau harga setelah normalisasi yang terendah diberikan skor paling tinggi (maksimal). Dilakukan perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasar pencapaian TKDN (HE-TKDN). 3.

c. Evaluasi gabungan teknis dan harga: 1. Pelaksanaan sebagai berikut: a. b. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara hasil negosiasi dan melaporkan hasil negosiasi kepada Pejabat Berwenang. Panitia Pengadaan/Tim Internal menghitung kombinasi nilai (score) penawaran teknis dan nilai penawaran harga dengan cara perhitungan sebagai berikut : Nilai akhir = [Nilai Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis] + [Nilai Penawaran Harga x Bobot Penawaran Harga] Dimana : − − − Bobot penawaran teknis antara 0.2. Konsultan dengan peringkat pertama diberi waktu yang memadai untuk mempersiapkan negoasiasi teknis dan negosiasi harga.40 Harga penawaran terendah diberikan nilai (score) penawaran harga tertinggi. Penyusunan daftar peringkat konsultan didasarkan hasil perhitungan kombinasi nilai terbobot penawaran teknis dan harga. dilakukan negosiasi terhadap konsultan yang mempunyai nilai tertinggi sesuai hasil evaluasi kombinasi penawaran teknis dan penawaran harga. Prosedur negosiasi mengikuti ketentuan pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas.80 Bobot penawaran harga antara 0. 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang konsultan dengan nilai tertinggi untuk hadir dalam rapat negosiasi teknis dan negosiasi harga.20 sampai 0.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. 211 .60 sampai 0. Berdasarkan berita acara evaluasi gabungan penawaran teknis dan penawaran harga. 3.6. Klarifikasi tidak boleh mengubah sasaran KAK. Apabila tidak ada satupun harga penawaran yang lebih rendah atau sama dengan HPS/OE.

52    86.87 21.961.00 25.75 ) 84 63.50 86 64.             Score harga penawaran = (HE TKDN Terendah) / (HE TKDN) x 100 Score Penawaran Teknis Tertimbang = Score Teknis x Bobot Teknis Score Penawaran Harga Tertimbang = Score Harga x Bobot Harga Nilai Kombinasi = Score Teknis Tertimbang + Score Harga Tertimbang 212 .050. 3.000.000.08 23.784.000.165 94.689 100.50    86.50 1.Buku Kedua .50 Score Penawaran Teknis Score Penawaran Teknis Tertimbang Penawaran Harga (Bobot :   0.067.000 40 3.004.52       Harga Penawaran TKDN Preferensi HE TKDN Score Harga Penawaran Score Harga Penawaran Tertimbang        1. 2.00 82 61.72    Nilai Kombinasi Teknis dan Harga             86.156.000 60 4.22      1.25 ) (Rp) (%) (%) (Rp) 1.00 1.00    1.200.75 1.506 86.626.100.000 50 3. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Contoh: Penghitungan Nilai Kombinasi Evaluasi Kualitas Teknis dan Harga Pengadaan Jasa Konsultansi           A   B   C Penyedia Barang/Jasa Penawaran Teknis (Bobot :   0.

213 . penunjukan pemenang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. Masa sanggah untuk hasil evaluasi harga dan penunjukan pemenang adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman penetapan pemenang. 2.7.8. mengikuti ketentuan dalam bab XI angka 15.000.000.2. Dalam hal nilai pengadaan lebih tinggi dari Rp50. 2. Sanggahan atas penetapan pemenang: 1. Hal mengenai sanggahan diatur pada bab XI angka 14. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja. 3. 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan keputusan penetapan pemenang melalui papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa peserta pengadaan.000. 3. 7.000. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengajukan usulan penetapan calon pemenang kepada Pejabat Berwenang. Penunjukan Pemenang 1.2.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Pejabat Berwenang menetapkan pemenang pengadaan berdasarkan usulan dari Panitia Pengadaan/Tim Internal.000. Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani Kontrak dalam waktu yang telah disepakati atau tidak bersedia untuk memenuhi persyaratan dan kondisi dalam dokumen penawarannya dan/atau persyaratan dan kondisi sebagai hasil kesepakatan negosiasi. Penetapan Pemenang 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. 7. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. Sanggahan atas penetapan pemenang hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis. 3.9.2.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih tinggi dari US$5.

Pembatalan Penunjukan Pemenang 1.Buku Kedua . Penawaran harga peringkat teknis kedua dibuka.2. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Apabila harga penawaran peringkat teknis kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. dilakukan negosiasi. c. b. atau 214 .10. Apabila harga penawaran peringkat teknis ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pengadaan ulang. Apabila calon pemenang peringkat ketiga juga tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. mengganti ketua pelaksana pekerjaan (team leader) atau mengganti lebih dari 30% (tigapuluh persen) jumlah tenaga ahlinya. d. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. Apabila calon pemenang peringkat teknis kedua tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. Selanjutnya penawaran harga peringkat teknis ketiga dibuka. Penunjukan pemenang terhadap urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. 7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Selanjutnya: a. dilakukan negosiasi. Penunjukan pemenang dibatalkan dan jaminan penawaran dicairkan apabila konsultan yang ditunjuk sebagai pemenang: a.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. 215 . dan 2. Dalam hal penunjukan pemenang dibatalkan: a. tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Apabila calon pemenang kedua juga mengundurkan diri dilakukan Klarifikasi teknis dan negosiasi harga dilakukan kepada calon pemenang peringkat ketiga. Apabila calon pemenang ketiga juga mengundurkan diri. b. Dilakukan Klarifikasi teknis dan negosiasi harga dengan konsultan peringkat kedua. 7. c. Dokumen penawaran teknis peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang pengadaan dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah masa sanggah selesai. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Pejabat Berwenang wajib menjaga kerahasiaan dokumen penawaran dari setiap peserta. atau c. Pengembalian Dokumen Penawaran 1.2. 2. maka dilakukan pengadaan ulang. mengundurkan diri.11.

Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara pembukaan penawaran harga yang harus ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan sekurangkurangnya 1 (satu) wakil peserta pengadaan. Panitia Pengadaan/Tim Internal dihadapan peserta pengadaan menyampaikan calon konsultan yang lulus evaluasi teknis berikut nilai evaluasi penawaran teknis masing-masing. 2. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7.3.2. Penawaran harga [Sampul II (kedua)] peserta yang tidak lulus evaluasi penawaran teknis. 7. Dilakukan perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasarkan pencapaian TKDN (HE-TKDN).Buku Kedua . 216 . 3. penyusunan peringkat nilai teknis sampai dengan pengumuman hasil evaluasi teknis serta prossedur sanggahan mengikuti ketentuan dalam sistim evaluasi kualitas teknis dan harga. dikembalikan. Panitia Pengadaan/Tim aritmatik. Pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi harga terendah digunakan bagi pekerjaan Jasa Konsultansi yang bersifat standar atau secara teknis dapat dilaksanakan dengan metoda yang sederhana. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan penilaian usulan teknis dan tata cara penilaian mengikuti ketentuan pengadaan Jasa Konsultansi berdasarkan sistim evaluasi kualitas dan dibuatkan daftar peserta yang nilainya sama dengan atau di atas nilai minimal ambang batas teknis (passing grade).3. Tata cara evaluasi penawaran teknis. membacakan dan menulis harga penawaran [(sampul II (kedua)] dari semua peserta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis. Pembukaan penawaran harga 1. Internal melakukan koreksi 5.1. 3. Evaluasi Teknis 1.3. SISTIM EVALUASI HARGA TERENDAH Sistim evaluasi harga terendah adalah evaluasi berdasarkan penawaran harga terendah dari konsultan yang memenuhi atau melampaui nilai minimal ambang batas teknis (passing grade). 4. 7.

Hal lebih rinci mengenai sanggahan diatur pada bab XI angka 14. 3. 7. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan. Penyetaraan (normalisasi) penawaran harga dengan antara lain menambahkan biaya manajemen (management cost) yang akan dikeluarkan oleh Kontraktor KKS pada harga evaluasi penawaran (HEP).3. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja. Dilakukan negosiasi harga mengikuti prosedur negosiasi pengadaan barang/Jasa Lainnya. Sanggahan 1. 2. Penunjukan Pemenang 1.000. 7.000.3.5.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. Masa sanggah untuk hasil evaluasi harga dan penunjukan pemenang adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman penunjukan pemenang. 2. mengikuti ketentuan dalam bab XI angka 15.3.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani Kontrak dalam waktu yang telah disepakati atau tidak bersedia untuk memenuhi persyaratan dan kondisi dalam dokumen penawarannya dan/atau persyaratan dan kondisi sebagai hasil kesepakatan negosiasi. Negosiasi harga terhadap konsultan calon pemenang tidak boleh mengubah sasaran kerangka acuan kerja.4. 3. dalam hal pelaksanaan Jasa Konsultansi dilaksanakan di luar negeri.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih tinggi dari US$5. Dalam hal nilai pengadaan lebih tinggi dari Rp50. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis. Penyusunan daftar peringkat konsultan didasarkan hasil perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) (jika tanpa normalisasi) atau hasil normalisasi (jika ada normalisasi).000.000. 217 . 7.000. penunjukan pemenang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. 6.3. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa.

dilakukan negosiasi. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/ Jasa. Apabila harga penawaran peringkat ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. dilakukan negosiasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Selanjutnya: a. d. c. Apabila calon pemenang peringkat kedua telah lebih rendah dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. e.Buku Kedua . jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/ Jasa. 218 . Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pengadaan ulang. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Apabila harga penawaran peringkat kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. b. Apabila harga penawaran calon pemenang peringkat ketiga telah lebih rendah dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. Selanjutnya Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan untuk menetapkan peserta peringkat ketiga sebagai calon pemenang. f. Penunjukan pemenang terhadap urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan untuk menetapkan peserta peringkat kedua sebagai calon pemenang. g.

3. Dilakukan negosiasi harga dengan konsultan peringkat kedua. Penunjukan pemenang dibatalkan dan jaminan penawaran dicairkan apabila konsultan yang ditunjuk sebagai pemenang: a. Apabila calon pemenang kedua juga mengundurkan diri.3. b. Dalam hal penunjukan pemenang dibatalkan: a. 219 . dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah disusun peringkat evaluasi teknis. atau b. 7. c.7. mengganti ketua pelaksana pekerjaan (team leader) atau mengganti lebih dari 30% (tigapuluh persen) jumlah tenaga ahlinya. Dokumen penawaran harga dari penawaran yang tidak lulus evaluasi teknis. maka dilakukan pelelangan ulang. tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. dilakukan negosiasi harga kepada calon pemenang peringkat ketiga.6. 2. Pembatalan Penunjukan Pemenang 1. Apabila calon pemenang ketiga juga mengundurkan diri. Pengembalian Dokumen Penawaran 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Pejabat Berwenang wajib menjaga kerahasiaan dokumen penawaran dari setiap peserta. mengundurkan diri. atau c.

Pelelangan ulang dilaksanakan pelelangan dinyatakan gagal. Evaluasi harga memperhitungkan preferensi harga berdasar janji/ komitmen TKDN dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP).1.2. apabila penawaran yang masuk minimal 2 (dua). Membatalkan lelang tersebut dan melaksanakan lelang baru.3. 8.1.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. maka proses pengadaan selanjutnya dilaksanakan dengan: 8. Peserta lama harus mendaftar ulang. dengan dimungkinkan adanya perubahan lingkup kerja 220 . Pelelangan ulang diselenggarakan dengan mengundang Peserta Pengadaan lama dan/atau mengundang Penyedia Barang/Jasa baru. proses dimulai dengan tahap pengumuman.2.1.1. Dalam hal mengundang peserta baru.1.2.2. Pemilihan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk. dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang: 8. sesegera mungkin setelah 8. Apabila pelelangan ulang mengalami kegagalan. atau 8. peserta yang telah dinyatakan telah lulus penilaian kualifikasi tidak dilakukan penilaian kualifikasi lagi.3. Dalam hal pelelangan Pengadaan Jasa Konsultansi mengalami kegagalan. Penunjukan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). PELELANGAN ULANG 8.2. atau 8.1. Terhadap peserta baru harus dilakukan penilaian kualifikasi. 8.2.

Jasa Konsultansi tersebut merupakan tugas khusus untuk memberikan masukan/saran (advice) dalam pelaksanaan proyek/ kegiatan.1. Jenis dan volume kegiatan serta jumlah pengeluaran. Pekerjaan hanya memungkinkan dilakukan oleh orang yang ahli di bidangnya (spesialis). 9.1.4.3.1.2. Pengadaan jasa kosultansi perorangan dilakukan melalui penunjukan langsung dengan mempertimbangkan faktor kewajaran harga serta memenuhi salah satu persyaratan sebagai berikut: Pelaksanaan pekerjaan tidak memerlukan kerja kelompok (team work) untuk penyelesaiannya. 9.2.1.1. Harga satuan dibandingkan dengan harga yang berlaku di pasar/ harga yang wajar.1.2.1. 9. 9.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. 9. 9. Kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya. Jasa Konsultansi tersebut bukan merupakan proyek/kegiatan secara utuh yang berdiri sendiri. 221 .2. PENGADAAN JASA KONSULTANSI PERORANGAN 9. 9. KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan Klarifikasi dan negosiasi harga kepada penyedia Jasa Konsultansi perorangan yang akan ditunjuk sebagaimana pada pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas.2.2. Aspek-aspek yang perlu dinegosiasi terutama : 9.3.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB XIII KONTRAK 222 .

1. Penerbitan Kontrak yang bersifat kompleks diupayakan 90 (sembilan puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal penunjukan pemenang. untuk Kontrak tahun jamak. 223 .5. Harga dan nilai yang bersifat pasti sesuai hasil proses pengadaan.2. Penerbitan Kontrak yang tidak kompleks dilakukan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal penunjukan pemenang. Para pihak yang menanda tangani Kontrak. 2. Apabila tidak dinyatakan. 2. maka secara kumulatif nilai penambahan PLK tidak boleh melebihi 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak awal. Harga dan nilai. Identitas para pihak dinyatakan dengan jelas.1.3. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.2. 2.5. 2.1. Ketentuan mengenai penyesuaian harga dan nilai pekerjaan. PENERBITAN KONTRAK 1. ISI KONTRAK: Kontrak sekurang-kurangnya memuat secara jelas hal-hal sebagai berikut: 2.1. 2. Apabila penyesuaian harga mengakibatkan diperlukannya PLK. 2. kewajiban dan tanggung-jawab kedua belah pihak sesuai konsep Kontrak dan kesepakatan sebagai hasil proses pengadaan. maka harga Kontrak tersebut berlaku untuk seluruh masa Kontrak tanpa suatu perubahan. 2.1. 2. 1.2. sebagai akibat fluktuasi harga atau perubahan tarif resmi yang berlaku. Lingkup pekerjaan termasuk persyaratan dan spesifikasi teknis sesuai konsep Kontrak dan kesepakatan sebagai hasil proses pengadaan. Penyedia Barang/Jasa yang mewakili atau memimpin (leader) dalam hal Kontrak dilakukan dengan Konsorsium atau bentuk kerja sama lainnya.4.1.2. Ketentuan tersebut harus dinyatakan pada Dokumen Pengadaan.5. Anggota Konsorsium atau bentuk kerja sama lainnya yang berdasarkan perjanjian kemitraan berhak menandatangani Kontrak. Hak.

4. Pada Kontraktor KKS tahap produksi. dengan nilai Kontrak sampai dengan Rp. Para pihak yang mengikat diri dalam Kontrak harus memiliki rekening bank yang berada dalam wilayah Negara Republik Indonesia baik sebagai rekening pembayar maupun sebagai rekening penerima.8. Jangka waktu dan tahapan pembayaran. Tanggal saat dimulainya pekerjaan dan jangka waktu Kontrak.000.Buku Kedua .6.8. jangka waktu penyelesaian pekerjaan atau waktu penyerahan.000.000.7. Jenis mata uang yang digunakan dalam pembayaran.6. 2. 2. nilai dan persentase komponen dalam negeri sesuai hasil proses pengadaan. 2. Dalam pengadaan jasa pemboran dan jasa konstruksi (engineering procurement & construction-EPC).7.4. 2. 224 .00 (dua triliun rupiah) atau sampai dengan US$200. kepada Perusahaan Dalam Negeri diberikan uang muka sebesar minimal 5% (lima persen) dan maksimal 10% (sepuluh persen).1.8.2. Kewajiban Penyedia Barang/Jasa untuk melaporkan dan membuktikan pencapaian TKDN.000.6.8. 2.3. sesuai yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan seperti diatur dalam bab VIII angka 3.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.000. Kontraktor KKS harus menetapkan kriteria dasar pemberian uang muka sebagai bagian dari kebijakan pengelolaan rantai suplai Kontraktor KKS yang bersangkutan.8. 2.00 (dua ratus juta dolar Amerika Serikat).8. 2. transaksi pembayaran dilakukan melalui rekening pembayar dan rekening penerima pada Bank Umum berstatus BUMN/BUMD. Syarat-syarat pembayaran: Ketentuan bahwa pembayaran akan dilaksanakan kepada Penyedia Barang/Jasa melalui rekening bank yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum yang berstatus BUMN/BUMD sebagaimana diatur pada bab VIII angka 3. Komitmen Penyedia Barang/Jasa dalam penggunaan produksi/ kompetensi dalam negeri yang terdiri dari: Jenis barang/jasa.3. 2.2.000.4.1. 2.5. 2.7.2. Pemberian uang muka: 1.

7. Pembayaran uang muka dilakukan setelah Penyedia Barang/Jasa menyerahkan surat jaminan uang muka. atau Pemenang pengadaan sebagai realisasi kesepakatan dalam proses pengadaan termasuk proses negosiasi. Penyedia Barang/Jasa bersangkutan dapat diikutsertakan kembali dalam kegiatan pengadaan apabila seluruh kewajibannya kepada sub kontraktor terkait dipenuhi. c.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3.6. 7. 225 . 2. Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan tidak dapat diikutsertakan dalam kegiatan pengadaan pada semua Kontraktor KKS. 6. 5. b. besaran persentase uang muka yang dapat diberikan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen). apabila akan diberikan: a. Kontraktor KKS wajib memenuhi kewajiban pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa dan tidak mengaitkan dengan proses formalitas dari BPMIGAS yang belum selesai. Untuk kegiatan pengadaan selain jasa pemboran dan jasa konstruksi seperti tersebut pada angka 2. Apabila Penyedia Barang/Jasa lalai atau gagal memenuhi kewajiban yang diperjanjikan kepada sub kontraktor dan digugat oleh sub kontraktor ke pengadilan atau arbitrase.8. 2. Besaran persentase uang muka yang dapat diberikan setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen). Apabila akan diberikan kepada Usaha menengah dan usaha besar. Uang muka diperhitungkan sebagai pembayaran tahap (termijn) pertama. Uang muka dimaksud harus sepenuhnya dipergunakan bagi pelaksanaan kegiatan/proyek bersangkutan. di atas. Diutamakan bagi usaha kecil atau badan usaha yang dimiliki perguruan tinggi/lembaga ilmiah. 4.8. Pelaksanaan pembayaran berikutnya dilakukan pada tahap (termijn) kedua berdasarkan tahap tahap pembayaran yang telah ditetapkan dalam Kontrak. sebagaimana diatur dalam bab IX angka 3. Dapat juga diberikan kepada: • • Badan usaha milik negara (BUMN) atau badan usaha milik daerah (BUMD). Penyedia Barang/Jasa wajib memenuhi kewajiban pembayaran kepada sub kontraktor yang berkaitan dengan pelaksanaan Kontrak.

5.10. Besarnya denda maksimum ditetapkan 5% (lima persen).6.10.3. 2. maka tidak dikenakan denda tambahan.4. 2.9. Apabila denda keterlambatan telah mencapai maksimum namun pekerjaan dapat dilanjutkan dan diselesaikan. dalam bab ini. Penyedia Barang/Jasa terlambat menyelesaikan pekerjaan/ menyerahkan barang dikenakan sanksi sebagai berikut: 2. Dalam hal Kontrak penyewaan dan/atau penggunaan peralatan dengan masa Kontrak lebih dari 12 (dua belas) bulan. namun Kepada Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan dikenakan sanksi kategori kuning atau merah sesuai ketentuan dalam bab XIV. 2.10.10. maka denda keterlambatan dihitung sebagai persentase denda keterlambatan dikalikan nilai Kontrak untuk masa 12 (duabelas) bulan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Tata cara pengenaan sanksi ini mengikuti ketentuan pengenaan sanksi kategori hitam pada bab XIV angka 4.6. Penyedia Barang/Jasa tidak memenuhi komitmen pencapaian TKDN yang dinyatakan dalam Kontrak. Ketentuan ini tidak diterapkan apabila Penyedia Barang/Jasa dapat membuktikan bahwa pemenuhan kewajiban kepada sub kontraktor tidak atau belum dapat dilakukan karena kegagalan pihak sub kontraktor dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya.2.3. untuk proyek/kegiatan yang mempunyai risiko tinggi dapat dikenakan denda lebih dari 5% (lima persen) dan setinggitingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai Kontrak. dikenakan sanksi sesuai ketentuan pada angka 5.10. 226 . Ketentuan ini berlaku apabila telah dinyatakan dalam Dokumen Pengadaan dan tidak dapat dilaksanakan pada Kontrak lumpsum dan Kontrak turnkey.2. 2. Ketentuan tentang Sanksi. 2. Dalam hal Kontrak menyatakan penyerahan barang/jasa dapat dilakukan secara bertahap (parsial) atau pada prinsipnya dilakukan atau diserahkan secara bertahap (parsial). 2.Buku Kedua .10. Jika diperlukan.2. Dikenakan denda paling sedikit 1‰ (satu permil) dari harga Kontrak untuk setiap hari keterlambatan. maka denda keterlambatan dihitung berdasarkan nilai barang/jasa yang terlambat diserahkan.10. Jaminan pelaksanaan sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Pengadaan barang/jasa sebagaimana diatur pada bab IX angka 2. 2.1.

1. 2.15. Ketentuan tentang kompensasi yang harus dibayar oleh pihak yang memutuskan untuk mengakhiri Kontrak lebih awal harus dinyatakan secara jelas. Pekerjaan utama dan/atau lebih dari 50% (lima puluh persen) dari nilai jasa pelaksanaan pekerjaan Jasa Pemborongan atau Jasa Lainnya kepada Penyedia Barang/Jasa lain. 2.12. pajak dan bea masuk (BM) serta pajak dalam rangka impor (PDRI).1. Pengalihan sebagian pekerjaan harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Kontraktor KKS. 227 .12. Apabila ketentuan ini dilanggar.15. Apabila Penyedia Barang/jasa memutuskan secara sepihak Kontrak yang sedang berjalan dan alasan yang mendasari pemutusan Kontrak tidak dapat diterima oleh Kontraktor KKS. Ketentuan tentang penyelesaian perselisihan. Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi kategori merah sebagaimana diatur pada bab XIV. Penyediaan barang dan/atau peralatan dalam kontrak pengadaan barang atau kontrak pengupahan.12. Nilai kompensasi yang harus dibayar oleh Kontraktor KKS kepada Penyedia Barang/Jasa sebagai konsekuensi dari pembatalan Kontrak lebih awal (apabila ada). Ketentuan pengalihan pekerjaan. 2.2. 2. 2. Ketentuan tentang asuransi.14. dan menurut pertimbangan Kontraktor KKS pekerjaan tersebut berpotensi tidak mungkin diselesaikan. 2. Penyedia Barang/Jasa dilarang mengalihkan atau mensub kontrakkan: 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. maka jaminan pelaksanaan yang bersangkutan dicairkan.1. Ketentuan tentang amandemen (perubahan isi) Kontrak. Harus menggunakan dasar dan kriteria yang jelas. misalnya apabila denda keterlambatan telah mencapai maksimum.15.13. Ketentuan tentang pemutusan Kontrak lebih awal: 2. 2. 2. tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasional berdasar Kontrak Kerja Sama. 2.2.11.

3.3.16 di atas tidak diberlakukan dalam: 1. 3. Hasil penggabungan.3. Kewajiban penyedia jasa bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil setempat dan/atau usaha menengah. dapat menggunakan bahasa Inggris. peleburan atau akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan lain setelah Kontrak berjalan yang harus dibuktikan dengan dokumen-dokumen pendukung yang sah dan dapat dipertanggung-jawabkan. antara lain dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan tertentu. 2. dimana penyedia jasa golongan usaha kecil termasuk koperasi kecil tidak mampu melaksanakan. Ketentuan di atas dikecualikan untuk: 1. 2.2.17. Pelaksanaan pekerjaan jasa dengan teknologi canggih (sophisticated). Sanksi apabila penyedia jasa yang bersangkutan tidak melaksanakan ketentuan di atas sebagaimana diatur pada bab XIV angka 4.15.Buku Kedua .2. Ketentuan tentang kewajiban kerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil dan usaha menengah sebagaimana diatur pada bab VI angka 5.1. 2.1. Kontrak dibuat dengan menggunakan bahasa Indonesia atau dapat menggunakan 2 (dua) bahasa. 228 . 2.16.16. dan 2. dan 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. yang apabila dinyatakan dalam bahasa Indonesia dapat menimbulkan salah tafsir atau secara umum istilah dalam bahasa Inggris lebih menjamin kebenaran pemahaman.17.17. Dalam Kontrak dicantumkan: 1.: 2.1. Spesifikasi teknis barang atau pekerjaan dan/atau istilah teknis lainnya. 2. Pelaksanakan pekerjaan sejak awal dirancang oleh Kontraktor KKS menggunakan sistim sub kontrak.16. Jika terdapat perbedaan penafsiran mengenai hal-hal yang diatur dalam Kontrak yang menggunakan 2 (dua) bahasa tersebut di atas. yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. 2.2. Pengadaan barang. maka yang mengikat secara hukum adalah yang dinyatakan dalam bahasa Indonesia.3. Bahasa Kontrak. 2.3.17. 2. Penyedia jasa tetap bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan tersebut. Ketentuan pada angka 2. Pengalihan harus meliputi seluruh hak dan kewajiban termasuk penyelesaian pekerjaan.2.

Khusus untuk Kontrak Jasa Konsultansi harus memuat secara jelas ketentuan-ketentuan mengenai: 2. unit biaya personel.3.18.19.4. Penjelasan tentang jumlah biaya keseluruhan. jadwal kerja tenaga ahli dan staf konsultan dan unit biaya-biaya langsung.19. 2.19. Dalam hal konsultan melakukan kerja sama harus dinyatakan tanggung jawab setiap konsultan. 2. Lampiran Kontrak Apabila di dalam Kontrak terdapat lampiran (exhibit. 2. Tanggung jawab profesi (professional responsibilities / liabilities terhadap Jasa Konsultansi yang ditanganinya). Rincian tanggung jawab serta hak dan kewajiban kedua belah pihak.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. jenis tenaga ahli.19. appendix.19. 2. Hak kepemilikan hasil pekerjaan dan data (Proprietary and Intelectual Rights) harus menjadi milik negara. attachment) maka harus dinyatakan bahwa lampiran tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari Kontrak.2.1. jumlah tenaga ahli. 229 .

maka ketentuanketentuan yang mengikat para pihak adalah ketentuan-ketentuan dan/atau persyaratan-persyaratan sesuai konsep Kontrak dan kesepakatan dalam proses pengadaan.4. Dalam Keadaan Darurat (Emergency) dapat ditunjuk calon pemenang urutan pertama untuk melaksanakan pekerjaan dengan persetujuan tertulis dari pimpinan tertinggi Kontraktor KKS tanpa memperhatikan batasan nilai pekerjaan.3. Permintaan pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak yang telah ditentukan urutan pemenangnya. disetujui oleh pimpinan tertinggi atau pejabat yang diberi kewenangan untuk hal ini.2. Pelaksanaan dilakukan sebagai berikut: Permintaan pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak yang sudah ditetapkan/diputuskan pemenangnya.3. 3. Pembebanan biaya kedalam biaya operasi dalam rangka KKS akan diperhitungkan setelah dilakukan penelitian (audit) oleh BPMIGAS.1. 3. Apabila pemenang pengadaan belum ditetapkan.2.2. 3. namun belum ada penetapan atau penunjukan pemenang.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. 3. Dalam hal Keadaan Sangat Mendesak (urgent) yang apabila tidak segera dilaksanakan dapat menimbulkan kerugian Kontraktor KKS yang bersangkutan dan/atau membahayakan lingkungan.Buku Kedua . 3.2. 230 . Dalam hal ini: Apabila pemenang pengadaan telah ditetapkan harus didukung dengan justifikasi kuat dari Pejabat Berwenang.3. Apabila proses penunjukan pemenang memerlukan persetujuan BPMIGAS.1. 3.1. PELAKSANAAN PEKERJAAN MENDAHULUI KONTRAK Pelaksanaan pekerjaan pada dasarnya baru dapat dimulai setelah diterbitkan Kontrak. Pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak hanya dapat dilaksanakan apabila: 3.2.3.1. 3. disetujui oleh pejabat yang menandatangani Kontrak. dan 3. dapat ditunjuk calon pemenang peringkat pertama dengan persetujuan tertulis pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau pejabat yang diberi kewenangan untuk hal ini.3. 3. di atas terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan BPMIGAS.3. Permintaan pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak harus segera disusul dengan penerbitan Kontrak. Dalam keadaan Kontrak belum diterbitkan. 3.2. maka langkah angka 3.2.2.

jenis pekerjaan dan/atau jangka waktu pelaksanaan Kontrak dapat dilakukan apabila memenuhi sekurang-kurangnya salah satu syarat sebagai berikut: Merupakan pekerjaan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi sehubungan dengan telah terjadinya Keadaan Darurat (Emergency) berdasarkan pernyataan pimpinan tertinggi Kontraktor KKS. sesuai azas keteknikan yang baik.1.2. PLK dan/atau PJWK yang tidak dapat dihindari harus dilengkapi dengan justifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan dilengkapi dengan alasan kuat yang disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau yang diberi kewenangan. Merupakan pekerjaan tambahan yang tidak diduga sebelumnya dalam usaha memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) penggunaan peralatan dalam Kontrak yang sedang berjalan oleh Kontraktor KKS lain. 4. bagi Kontrak yang volume serta nilai Kontraknya belum sepenuhnya dimanfaatkan. dengan menggunakan satuan harga pada Kontrak yang bersangkutan.4. PJWK dapat dilakukan pada saat masa berlaku Kontrak akan berakhir. 4. 4. 4. 231 .5. Dalam rangka penyelesaian pekerjaan semula yang tidak dapat dielakkan berdasarkan pertimbangan teknis.5. Pemanfaatan kondisi ini hanya dimungkinkan sampai dengan berakhirnya masa Kontrak.1.2. Dalam rangka penyelesaian pekerjaan semula yang pelaksanaannya tertunda atau terhambat.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. PLK adalah penambahan atau pengurangan volume pekerjaan.3. PLK yang berupa penambahan volume pekerjaan.4. karena semua rencana kerja harus sudah dibuat secara professional. sebagai akibat dari kondisi yang terjadi berada di luar kendali Penyedia Barang/Jasa maupun Kontraktor KKS. 4. dengan menggunakan satuan harga pada Kontrak yang bersangkutan sepanjang dapat dipertanggung-jawabkan secara profesional. jenis pekerjaan dan/atau jangka waktu pelaksanaan Kontrak. Perubahan Lingkup Kerja (PLK) dan Perpanjangan Jangka Waktu Kontrak (PJWK) sedapat mungkin dihindari. sepanjang dapat dipertanggung-jawabkan secara profesional.5. 4.5.5. 4. 4. PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) DAN PERPANJANGAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK): 4.3.

Merupakan pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dan telah ada harga standar dengan menggunakan satuan harga menurut harga yang berlaku pada Kontrak yang bersangkutan dan secara teknis merupakan satu kesatuan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan terdahulu berdasarkan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis.3. 4. Jumlah nilai penambahan untuk Kontrak proyek konstruksi terintegrasi (engineering procurement construction and installation/EPCI) atau bagian-bagiannya tidak boleh melebihi 30% (tiga puluh persen) terhadap nilai Kontrak awal.1.000.5.6.1.. Merupakan pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dan sehubungan dengan homogenitasnya perlu dijaga kontinuitas pelaksanaannya sesuai dengan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis.7.000. kecuali: Untuk pelaksanaan PLK sebagaimana tersebut pada angka 4. tetapi tidak ada harga standarnya.2. Secara kumulatif jumlah nilai penambahan tidak boleh melebihi 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak awal dan tidak boleh lebih besar dari Rp50.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. 232 4.00 (lima puluh milyar Rupiah) atau tidak boleh lebih dari US$5.2. sementara proses pengadaan yang baru sedang dilaksanakan namun belum selesai. 4.000.000.Buku Kedua .5. PLK kesinambungan (bridging) ini tidak boleh dilakukan sebagai kelanjutan dari PLK kesinambungan (bridging) yang dilaksanakan secara penunjukan langsung atau dilanjutkan dengan PLK kesinambungan (bridging) yang dilaksanakan secara penunjukan langsung.6. . atau 4. 4.5.000.5.6. 4.5. 4. Penetapan harganya harus memperhatikan harga pasar.5.6. Untuk kegiatan proyek konstruksi terintegrasi (EPC atau EPCI) atau bagian-bagiannya. 1. atau dalam rangka penyelesaian program pemboran (drilling) 1 (satu) sumur tertentu termasuk pengadaan barang dan jasa pendukungnya.5. Diperlukan kesinambungan (bridging) pekerjaan yang sedang berlangsung. Jangka waktu PLK kesinambungan (bridging) ini hanya diperbolehkan paling lama sampai dengan 1 (satu) hari sebelum tanggal dimulainya pekerjaan sesuai Kontrak baru dan paling lama 6 (enam) bulan.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).

000. dengan ketentuan: a. 233 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. PLK yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap rencana/sasaran kerja yang tersebut dalam AFE. Pelaksanaan PLK tidak dapat dihindarkan dan akan mengakibatkan jumlah nilai penambahan melebihi 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak awal atau akan mengakibatkan jumlah nilai penambahan melebihi Rp20.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).00 (sepuluh milyar Rupiah) atau US$1. b. 2.000.000.000.000. atau dalam rangka penyelesaian program pemboran (drilling) 1 (satu) sumur tertentu termasuk pengadaan barang dan jasa pendukungnya. Untuk pelaksanaan PLK jenis ini hanya bisa dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). yang tidak mengakibatkan perubahan rencana/sasaran kerja AFE. PLK untuk kegiatan proyek konstruksi terintegrasi (EPC atau EPCI) atau bagian-bagiannya.000.00 (dua puluh milyar rupiah) atau melebihi US$2.000.000.00 (lima puluh milyar Rupiah) atau telah melebihi US$5. atau • Nilai PLK secara kumulatif akan melebihi Rp50.000. BPMIGAS dapat memutuskan untuk menunda pembebanan nilai biaya PLK yang melebihi batas 10% (sepuluh persen) ke dalam biaya operasional Kontraktor KKS.000.000.000. Kontraktor KKS harus meminta persetujuan dari BPMIGAS untuk melaksanakan PLK.000.000.000.00 (satu juta dolar Amerika Serikat) dan kelipatannya kemudian yang merupakan penambahan dari nilai PLK sebelumnya yang secara kumulatif telah melebihi 10% (sepuluh persen) atau telah melebihi Rp50. Permintaan persetujuan kepada BPMIGAS diajukan oleh Kontraktor KKS pada saat: • Nilai PLK secara kumulatif akan melebihi batas 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak awal.3. dalam hal: 1.000.6. 2.00 (lima puluh milyar Rupiah) atau akan melebihi US$5.00 (dua juta dolar Amerika Serikat). Ketentuan tentang penundaan pembebanan diatur terpisah dari Pedoman ini. atau • Setiap akumulasi nilai PLK akan melebihi Rp10.000.000.000.

000.2.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat) harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan fungsi pengendali/ pengawas teknis terkait di BPMIGAS. maka biaya pelaksanaan PLK tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya berdasarkan Kontrak Kerja Sama (KKS). 4. maka: Pimpinan tertinggi Kontraktor KKS dan pimpinan fungsi pengguna diberikan peringatan/sanksi administratif oleh BPMIGAS. PLK jenis ini dapat dilaksanakan secara paralel dengan proses persetujuan BPMIGAS.7. • 4.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. pelaporan dan ketentuan lain yang diatur dalam Buku Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai Buku ke-V tentang Pedoman Pengelolaan Proyek Pembangunan Fasilitas Produksi. 4.7. dan Nilai kelebihan PLK atau nilai PLK yang seharusnya mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS tersebut berpotensi tidak dapat dibebankan sebagai biaya berdasarkan Kontrak Kerja Sama (KKS). 4.7.8. 4. dengan memperhatikan ketentuan konsultasi.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa • Setiap pelaksanaan PLK yang tidak dapat dihindarkan dan jumlah nilai penambahan berpotensi akan melebihi 10% (sepuluh persen) dan nilai per paket PLK lebih besar dari Rp5.6. Apabila Kontraktor KKS telah melaksanakan PLK yang melebihi batas tersebut angka 4.1.3.Buku Kedua .000.000.7. 234 . PLK harus dituangkan dalam amandemen Kontrak tertulis dan ditandatangani oleh para pihak yang menandatangani Kontrak. di atas atau yang seharusnya mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari BPMIGAS sesuai ketentuan di atas. pelaksanaan PLK secara teknis tidak dapat dipertanggung jawabkan kelayakannya. Apabila berdasarkan temuan audit.

1. b.4. 4. PLK yang memerlukan persetujuan BPMIGAS diajukan kepada fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS dan didistribusikan kepada fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS untuk dilakukan evaluasi kelayakan berdasarkan pertimbangan kebutuhan teknis operasional.9. Apabila setelah 10 (sepuluh) hari kerja dimaksud atau waktu lain yang yang diberitahukan tersebut di atas.9. 4. Usulan PLK yang memerlukan persetujuan BPMIGAS diajukan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari kerja sebelum dilaksanakan. TATA CARA: Kontraktor KKS harus melakukan negosiasi lingkup pekerjaan dan biaya atas usulan penambahan/pengurangan pekerjaan kepada Penyedia Barang/Jasa. Jenis pekerjaan yang sama dengan yang ada dalam Kontrak dan menggunakan dasar harga satuan dalam Kontrak. harga perolehan. 235 .9. BPMIGAS akan melakukan evaluasi atas pengajuan PLK paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak tanggal penerimaan usulan yang telah lengkap berdasarkan daftar kelengkapan dokumen. 2.9. Justifikasi/alasan teknis dan keekonomian yang dapat dipertanggungjawabkan dan telah dibahas serta disepakati secara tertulis dengan fungsi terkait di BPMIGAS. 4. Dalam kedaan tertentu. BPMIGAS tidak memberikan komentar maka Kontraktor KKS dapat melanjutkan proses PLK. dapat tidak dilakukan negosiasi biaya.2. 4.3.9. komitmen target produksi dan pemenuhan kontrak PSC. 1. keekonomian. BPMIGAS dapat memberitahukan kepada Kontraktor KKS bahwa evaluasi memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu standar 10 (sepuluh) hari kerja. Fotocopy Kontrak awal.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Usulan PLK yang diajukan harus memperhatikan kondisi suplai pasar. Usulan PLK dilengkapi sekurang-kurangnya dengan: a. Hasil pemeriksaan/evaluasi atas PLK oleh BPMIGAS menjadi dasar disetujui atau ditolaknya pembebanan biaya sebagai biaya dalam rangka Kontrak Kerja Sama (KKS).

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa c. Hasil evaluasi kelayakan yang dinyatakan dalam pendapat fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS merupakan persyaratan mutlak yang digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan persetujuan oleh fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS. Formulir FL-006 Ringkasan Pemeriksaan PLK. 3. Korespondensi dengan Penyedia Barang/Jasa tentang PLK. d. survey pasar yang mendukung kewajaran harga. antara lain: perubahan gambar disain. 236 . e. Fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS akan menyetujui atau menolak usulan PLK berdasarkan pertimbangan justifikasi teknis dan komersial tentang perlu atau tidaknya perubahan tersebut. kondisi lingkungan kerja. ketentuan/peraturan yang mendukung. f. Berita acara negosiasi dan/atau kesepakatan harga hasil negosiasi.Buku Kedua . 4. Dokumen pendukung yang memperkuat justifikasi/ alasan diperlukannya PLK.

5.1.00 (satu juta dolar Amerika Serikat).4.5.3. Memantau agar Penyedia Barang/Jasa memenuhi komitmen pencapaian tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sesuai Kontrak. 5.00 (sepuluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$1.4. Kontraktor KKS bertanggung jawab untuk mengawasi dan mendorong pencapaian nilai TKDN oleh Penyedia Barang/Jasa.000. dan memberikan arahan perbaikan jika diperlukan kepada Penyedia Barang/Jasa.1. 237 . pengawasan dapat dilakukan dengan cara menempatkan pengawas di lokasi produksi (on site witness). Apabila pada tahap tertentu pencapaian TKDN lebih rendah daripada rencana. 5. jangka waktu dan ketentuan lain yang telah disepakati. Apabila diperlukan dapat dilengkapi dengan dokumen pendukung.000. agar semua dokumen terkait tersimpan secara lengkap dan mudah ditemukan.000. 5. penanggung jawab Kontrak bertanggungjawab untuk mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak sesuai dengan lingkup kerja.4.4. Mengelola administrasi arsip Kontrak termasuk penutupan Kontrak (close out). 5.000.2. Sedapat mungkin menghindarkan terjadinya PLK/PJWK. Mencegah terjadinya kelebihan pembayaran.4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.3. 5. sebagaimana diatur pada bab III angka 7. Mengelola pengeluaran biaya antara lain dengan cara: Mengendalikan penerbitan perintah kerja. Melakukan evaluasi kinerja untuk memenuhi spesifikasi pekerjaan dan jangka waktu pelaksanaan.5.2.000.1.10. Memastikan pelaksanaan Kontrak sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku dan/atau standard engineering practices serta ketentuan K3LL. antara lain dengan cara memintakan bukti dan rincian perhitungan realisasi TKDN dari Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan.5. 5. antara lain: 5. 5. Khusus untuk pengadaan barang dengan nilai lebih dari Rp. biaya.2.2. Penyedia Barang/Jasa harus dapat memberikan penjelasan dan sekaligus menyampaikan rencana pemenuhan kekurangan tersebut. MANAJEMEN KONTRAK Selama pelaksanaan Kontrak. Masa penyimpanan dokumen Kontrak disesuaikan dengan peraturan kearsipan yang berlaku. 5.

Penyedia jasa wajib melaporkan capaian TKDN kepada Kontraktor KKS secara berkala sesuai tahapan yang disepakati dalam Kontrak dan/atau pada akhir masa Kontrak. 1. dan/atau menyerahkan fotocopy dari asli sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh Departemen yang membidangi perindustrian. Penyedia barang Produksi Dalam Negeri pada saat serah terima barang harus dapat membuktikan bahwa barang yang diserahkan benar-benar dibuat pada pabrik/bengkel di dalam negeri sebagaimana dinyatakan dalam Kontrak. di atas.3. 238 . Penyedia Barang/Jasa wajib dan bertanggungjawab untuk memenuhi besaran TKDN sesuai dengan yang telah tercantum dalam Kontrak. Penelitian dilakukan secara acak bagi Kontrak yang tidak termasuk dalam kategori tersebut pada angka b.000.000. dan/atau nomor 2. Penelitian menggunakan lembaga survei independen diutamakan bagi Kontrak: • dengan TKDN barang lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen) dan bernilai lebih besar dari Rp50.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) dan Bersifat Kompleks.000.000. 3.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000. 2. a.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. Kontraktor KKS harus meneliti kebenaran pernyataan Penyedia Barang/Jasa tersebut nomor 1.000. • c.Buku Kedua . dan dengan TKDN jasa lebih besar dari 30% (tiga puluh persen) dan bernilai lebih besar dari Rp50.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). di atas.000. b. dengan melampirkan perincian perhitungannya yang dibandingkan dengan perincian perhitungan pada Kontrak dan perubahannya jika ada.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. Penelitian atas kebenaran dapat dilakukan sendiri oleh Kontraktor KKS atau dapat menggunakan lembaga survei independen yang memiliki kapabilitas untuk pekerjaan tersebut.000.5.

di atas mengalami kegagalan dalam memenuhi komitmen pencapaian TKDN 1 (satu) kali Kontrak lagi pada periode 2 (dua) tahun pertama setelah menjalani sanksi kategori merah.6. Bilamana setelah pelaksanaan Kontrak. Sanksi Finansial a. Sanksi Administrasi: a. Catatan atas kinerja Penyedia Barang/Jasa ini tidak dapat dihilangkan. c. Mengenakan penalti berupa: 5. Gagal memenuhi komitmen pencapaian TKDN termasuk gagal dalam memenuhi komitmen penggunaan dana bank BUMN/BUMD dalam 1 (satu) kali Kontrak dikenakan sanksi kategori merah. b. namun nilai Kontraknya masih lebih tinggi dari harga penawaran terendah pada tahap proses pengadaan.1. pencapaian persentase dan nilai TKDN kurang dari komitmen yang tertulis dalam Kontrak. b. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi administrasi dan/atau finansial sebagai berikut: 1.6. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang sama seperti tersebut pada huruf a.10. 2. dikenakan sanksi kategori hitam. Selain sanksi administrasi. Pengenaan sanksi finansial dilakukan sebagai berikut: • Pecapaian tingkat komponen dalam negeri pada pelaksanaan Kontrak apabila diaplikasikan pada evaluasi penawaran tidak mengubah peringkat pemenang. kepada Penyedia Barang/ Jasa yang gagal memenuhi komitmen pencapaian TKDN juga dikenakan sanksi finansial apabila penunjukan sebagai pelaksana Kontrak ditetapkan berdasar peringkat sesuai hasil evaluasi harga evaluasi penawaran (HEP). berupa 12 (dua belas) bulan tidak dapat mengikuti pengadaan barang/jasa di Kontraktor KKS yang bersangkutan. 5. Besarnya sanksi adalah selisih perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) yang dimenangkan dengan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasar pencapaian TKDN yang sebenarnya dalam pelaksanaan.6. Denda atas keterlambatan penyerahan barang atau pekerjaan sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2.2. 239 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.

000 28. Besarnya sanksi adalah selisih nilai penawaran yang dimenangkan dengan nilai penawaran peringkat II dalam evaluasi harga. TKDN (%) 28% 0% 25% H E P (Rp.000.000 27.457.114.500.33 26.457.831.000.000.500.558.000.Buku Kedua .114.000 26.831.000.000.083. TKDN (%) 28% 0% 25% H E P (Rp.870.455.) PELAKSANAAN KONTRAK PERING TKDN KAT (%) I III II 22% 0% 25% H E P (Rp.500.114.00 27.45 27. Contoh: PENYE DIA BARANG PENAWARAN NILAI (Rp).457.500.972.500.870.000.500.000 28.457.00 27.33 Besarnya sanksi yang dikenakan kepada Penyedia Barang/Jasa A adalah : = = = HEP Penawaran .494.000.000.) PERING KAT I III II A B C 28.77 .00 27.HEP Realisasi Kontrak Rp26.000.558.114.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Contoh: PENYE DIA BARANG PENAWARAN NILAI RP.00 27.000.000 27.455.00 27.000.32 • Pencapaian TKDN pada pelaksanaan Kontrak apabila diaplikasikan pada evaluasi penawaran mengubah peringkat pemenang.45 27.000.33 28.000 26.Rp26.33 240 .500.524.870.494. ditambah selisih perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) yang dimenangkan dengan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasar pencapaian TKDN yang sebenarnya dalam pelaksanaan.083.494.45 Rp101.77 27.961.000.000.831.000.000.972.500.000.831.) PERING KAT III II I A B C 28.558.500.) PELAKSANAAN KONTRAK PERING TKDN KAT (%) I III II 25% 0% 25% H E P (Rp.

500.505.6. Nilai penalti sebagai akibat keterlambatan penyerahan barang atau pekerjaan dan/atau kegagalan pencapaian TKDN sesuai kesepakatan dalam Kontrak.55 Contoh penghitungan denda dapat dilihat pada lampiran nomor CP-010 dan CP-011.HEP Realisasi Kontrak) + (Nilai Kontrak . 5.000.6.Nilai Penawaran Peringkat II) = (Rp28.00 .Rp26. Nilai tersebut menjadi pengurang nilai akhir Kontrak.000.505. 241 . dan Penyedia Barang/Jasa mengalihkan sumber pengadaan sebagian atau seluruh barang dari sumber dalam negeri menjadi sumber dari luar negeri. Pengenaan penalti harus diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa.000.629. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan dikenakan sanksi tambahan sejumlah nilai bea masuk (BM) ditambah pajak dalam rangka impor (PDRI) dari nilai komponen dalam negeri yang tidak dapat dipenuhi.3.558.129. dikurangkan langsung dari nilai pembayaran terakhir atau dengan cara mencairkan sebagian atau seluruh nilai jaminan pelaksanaan. sehingga Kontraktor KKS harus menggunakan fasilitas impor.000.441.55 + Rp500.Rp28.000.-) = = Rp1.494.870.4.000.45) + (Rp28.441.000. 5. • Apabila realisasi TKDN pengadaan barang lebih kecil dari yang tersebut dalam Kontrak. Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah penalti yang telah dipungut.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Besarnya sanksi yang dikenakan kepada Penyedia Barang/Jasa A adalah = = (HEP Penawaran .00 Rp2.000.00 .500.000.

dengan atau tanpa mediator. 242 . Penyelesaian perselisihan dapat dilakukan dengan cara 1.1. 2. harus melaporkan gugatan tersebut kepada fungsi terkait di BPMIGAS. 2. 3. 6.1.2. Penyelesaian melalui arbitrase a.2.2. Apabila tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah. PENGERTIAN Perselisihan adalah perbedaan pendapat mengenai proses Pengadaan barang/jasa maupun pelaksanaan Kontrak Pengadaan barang/jasa yang terjadi antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 6. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 6. maka para pihak yang terlibat harus membebaskan dan melepaskan Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS dari segala tuntutan/gugatan/klaim yang mungkin timbul. 6. Perselisihan sedapat mungkin diselesaikan dengan cara musyawarah. Upaya penyelesaian 1. maka akan diselesaikan melalui pengadilan atau arbitrase sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Pengadaan atau dokumen Kontrak.Buku Kedua .2. Penyelesaian melalui pengadilan Apabila dalam proses pengadaan barang/jasa atau dalam pelaksanaan kontrak terjadi gugatan ke pengadilan oleh penyedia barang/jasa. maka Kontraktor KKS dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya surat gugatan. Apabila terjadi perselisihan antar penyedia barang/jasa dan/atau antara penyedia barang/jasa dengan sub kontraktor/prinsipal/pekerjanya. Apabila para pihak memilih penyelesaian perselisihan melalui arbitrase maka Dokumen Pengadaan dan dokumen Kontrak harus telah mencantumkan forum penyelesaian arbitrase melalui Lembaga Arbitrase di Indonesia yang sudah memiliki reputasi dengan menggunakan peraturan prosedur Lembaga Arbitrase tersebut dan dilaksanakan di wilayah Negara RI.

Apabila Kontraktor KKS akan melaksanakan tindakan penyelesaian perselisihan harus berpedoman kepada ketentuan yang berlaku di BPMIGAS. 6. Kontraktor KKS yang bersangkutan. 6. namun tempat pelaksanaan arbitrase tetap di wilayah Negara Republik Indonesia.2. 243 . apabila dalam gugatan mengikut sertakan BPMIGAS sebagai pihak tergugat. apabila gugatan hanya kepada Kontraktor KKS dimaksud. Apabila ternyata putusan pengadilan atau arbitrase memenangkan penyedia barang/jasa. maka penyedia barang/jasa tersebut diikutsertakan kembali dalam kegiatan pengadaan yang dilaksanakan oleh Kontraktor KKS.3. 2. harus melaporkan hal tersebut kepada fungsi terkait di BPMIGAS. Dengan mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Kepala BPMIGAS.5.2.6. Semua Kontraktor KKS. Semua Kontraktor KKS. apabila gugatan hanya kepada Kontraktor KKS dimaksud. 2. c. 6.2. maka penyedia barang/jasa dimaksud sekurang-kurangnya selama 1 (satu) tahun dan maksimal 2 (dua) tahun terhitung setelah tanggal putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkrach van geweisyde) tidak diikutsertakan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa yang diadakan di: 1.2. para pihak dapat menggunakan Forum Penyelesaian selain Lembaga Arbitrase di Indonesia apabila materi/substansi perjanjian yang berpotensi untuk disengketakan bersifat kompleks. apabila dalam gugatan mengikutsertakan BPMIGAS sebagai pihak tergugat.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. 6. Apabila Penyedia barang/jasa melakukan gugatan melalui pengadilan atau arbitrase. maka selama proses penyelesaian perselisihan tersebut berjalan sampai dengan adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkrach van geweisyde). Kontraktor KKS dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak menerima surat pemberitahuan arbitrase. Kontraktor KKS yang bersangkutan.4. penyedia barang/jasa bersangkutan tidak dapat diikutsertakan dalam pengadaan barang/jasa pada: 1. Apabila ternyata putusan pengadilan atau arbitrase memenangkan Kontraktor KKS.

7.2. Serah terima barang. Pembayaran terakhir apabila seluruh kewajiban Penyedia Barang/ Jasa telah dipenuhi sesuai ketentuan dalam Kontrak.1.Buku Kedua .2.2. 244 . Serah terima barang berupa scrap/aset/sisa proyek dari pelaksana proyek kepada Kontraktor KKS dilengkapi dengan berita acara penyerahan barang.2.1. Kontrak. 7. antara lain: Pemeriksaan atas jumlah barang. peralatan dan/atau pekerjaan harus dibuatkan berita acara penyerahan barang/pekerjaan. 7. 7. 7. 7. 7. dengan kewajiban untuk melunasi bea masuk (BM) dan pajak dalam rangka impor (PDRI).5. Penetapan nilai penalti yang masih harus dikenakan kepada Penyedia Barang/ Jasa. Dalam hal pengadaan barang menggunakan fasilitas impor (master list). apabila ada. antara lain: Penilaian atas tingkat penyelesaian penyelesaian pekerjaan dan kinerjanya. 2.1.2.4. bangunan. Pemenuhan hak dan kewajiban masing-masing pihak. telah dibuatkan amandemen Kontrak sebelum pelaksanaannya. maka: 1.2. Sisa material dan/atau peralatan menjadi milik Kontraktor KKS jika menggunakan jenis Kontrak lumpsum atau turnkey. Mengekspor peralatan yang semula diimpor untuk digunakan dalam pelaksanaan Kontrak. Sisa material dan/atau peralatan menjadi milik Penyedia Barang/Jasa apabila menggunakan jenis Kontrak bukan Kontrak lumpsum atau turnkey. peralatan.1. 7. PENUTUPAN KONTRAK: Penanggung jawab Kontrak (pengguna Kontrak) melakukan kegiatan yang meliputi: 7.1. Evaluasi pelaksanaan Kontrak. 7.6. dan/atau hasil pelaksanaan pekerjaan yang akan diserah terimakan dari Penyedia Barang/Jasa kepada Kontraktor KKS. Pemeriksaan dan penetapan hak kepemilikan sisa material dan/atau peralatan sebagai akibat pelaksanaan pekerjaan sesuai lingkup Kontrak. persentase Memastikan bahwa setiap pekerjaan diluar lingkup kerja Kontrak awal.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7.2.3.2.

2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. dan 7. yang berisi antara lain bahwa semua kewajiban tersebut angka 7.2. Satu salinan laporan dikirimkan ke BPMIGAS bagi Kontrak yang penunjukan pemenangnya melalui persetujuan dari BPMIGAS.3. 7. Pengembalian surat jaminan pelaksanaan kepada Penyedia Barang/Jasa dilaksanakan setelah berita acara penyerahan barang/pekerjaan ditandatangani. Pembuatan laporan dari Pejabat Berwenang yang menyatakan bahwa Kontrak dimaksud telah selesai dilaksanakan dan ditutup.7. 245 . telah dipenuhi.1.

.

Pengelolaan Penyedia Barang/Jasa meliputi sistim administrasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB XIV PEMBINAAN PENYEDIA BARANG / JASA Pembinaan Penyedia Barang/Jasa dimaksudkan untuk membina Penyedia Barang/Jasa. terutama bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kinerjanya. 246 .Buku Kedua . dan penilaian kinerja serta pemberian penghargaan atau sanksi bagi para Penyedia Barang/Jasa. pembinaan.

Pembinaan Usaha Kecil Termasuk Koperasi Kecil 1.1. maka bagian ini harus ditetapkan terlebih dahulu dalam Dokumen Pengadaan. Dalam melaksanakan pekerjaan. Bagi Penyedia Barang/Jasa usaha besar sedapat mungkin memberikan sebagian pekerjaannya kepada Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil di daerah operasi Kontraktor KKS. dapat diberikan uang muka apabila keuangan Kontraktor KKS memungkinkan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. K3LL. 1. yang terkait dengan pengadaan 247 . kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil.4. Dalam pengadaan barang/jasa yang bernilai besar serta dimungkinkan adanya bagian yang diberikan kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil. Standard operating procedure (SOP) Kontraktor KKS.1. antara lain tentang: 1. 1. 1. Pelatihan Kontraktor KKS dapat memberikan pelatihan-pelatihan yang memberikan manfaat dalam meningkatkan kinerja Penyedia Barang/Jasa dan kemampuan usaha masyarakat.2. 1. Hal tersebut harus dinyatakan dalam dokumen penawarannya.3.1. 3. PEMBINAAN 1.1.2. Peraturan-peraturan barang/jasa. 2. Untuk memberdayakan usaha kecil termasuk koperasi kecil diberikan kesempatan berusaha sesuai bidang usahanya.

sebagai calon peserta pengadaan 3. Ketepatan penyerahan barang/jasa dari segi mutu. Kepatuhan terhadap etika pengelolaan rantai suplai.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Surat penghargaan dari Kontraktor KKS yang bersangkutan. PENILAIAN KINERJA Kinerja Penyedia Barang/Jasa dinilai oleh fungsi terkait di lingkungan Kontraktor KKS dengan tata cara penilaian sesuai dengan sistim dan prosedur yang ada pada masing-masing Kontraktor KKS.2.Buku Kedua .5. alat-alat baru dan saran-saran untuk perbaikan proses pengadaan.1.1.4. 1.2. 1. 3.3.2. PENGHARGAAN ATAS KINERJA: Kontraktor KKS dapat memberikan penghargaan kepada para Penyedia Barang/Jasa yang tata caranya disesuaikan dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS. 1. 3. Aktif dalam memberikan informasi antara lain tentang perkembangan teknologi baru. Pembebasan seleksi (Prakualifikasi). waktu dan harga.1. 1. 248 .2.2. Keaktifan: Aktif berpartisipasi dalam proses pengadaan. Pemberian penghargaan kepada Penyedia Barang/Jasa dilaporkan kepada BPMIGAS oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan. Insentif /bonus apabila telah diatur dalam Kontrak dan hanya berlaku untuk Kontrak jasa. Penghargaan antara lain dapat berupa: 3. 1. Respon terhadap undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengadaan. Pelaksanaan penerapan K3LL dalam pengadaan barang/jasa. 1.3. Dasar dari penilaian kinerja Penyedia Barang/Jasa dapat diukur antara lain berdasarkan: 1.

Aturan batas waktu toleransi keterlambatan ditetapkan sendiri oleh Kontraktor KKS. SANKSI ATAS PELANGGARAN 4.1. Mendaftar namun tidak mengambil Dokumen Pengadaan barang/jasa sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun. 4. 249 . 3. 7. Dua kali dalam setahun membatalkan penawaran telah diajukan setelah pembukaan penawaran.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Tidak sanggup memasok barang atau tidak melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul tidak berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. 10. yang 6. Dua kali dalam setahun terlambat memasok barang atau terlambat melaksanakan jasa sesuai Kontrak namun tidak berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. Tidak dapat memasok barang atau tidak melaksanakan jasa karena meminta kenaikan harga barang/jasa yang bukan disebabkan oleh peraturan pemerintah Republik Indonesia. 1. 9. Kategori Kuning.1. Mengambil Dokumen Pengadaan namun tidak mengajukan penawaran tanpa memberikan keterangan tertulis (no response) sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun. Dua kali dalam setahun tidak memberikan respon pada saat diminta Klarifikasi. 2. 8. Dua kali dalam setahun terkena diskualifikasi karena mengajukan penawaran yang tidak memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dalam dokumen lelang.1. Dua kali dalam setahun terlambat mengambil dan menandatangani Kontrak lebih dari 10 (sepuluh) hari kerja dari batas waktu yang telah ditetapkan Kontraktor KKS. Mengambil Dokumen Pengadaan namun tidak mengajukan penawaran tetapi memberikan keterangan tertulis (no quote) sebanyak 5 (lima) kali dalam setahun. 5. KATEGORI PELANGGARAN 4.

Tidak sanggup memasok barang atau tidak melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS.1. 1. Memasok barang atau melaksanakan jasa tidak memenuhi spesifikasi teknis dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. 3.000. tanpa alasan yang dapat diterima oleh Kontraktor KKS. Mengirimkan atau mengajukan protes atau sanggahan secara tertulis ke Panitia Pengadaan/Tim Internal di luar waktu yang ditentukan. Menolak memasok barang atau melaksanakan pekerjaan setelah ditunjuk sebagai pemenang/pelaksana. Mengalihkan lebih dari 50% (lima puluh persen) dari nilai jasa pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) sesuai dengan kesepakatan dalam Kontrak.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 11. 7.Buku Kedua .000. Memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa dengan mempekerjakan pekerja Kontraktor KKS terkait. 8. Menolak untuk menyerahkan sebagian pekerjaan Jasa Pemborongan atau Jasa Lainnya kepada usaha kecil seperti yang disepakati dalam Kontrak. Kategori Merah. 4. 2. 250 . 12.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000.000. 4. Terbukti dengan caranya sendiri berusaha untuk memaksa dengan ancaman atau dengan kekerasan kepada Kontraktor KKS.000. Penyedia Barang/Jasa usaha besar tidak melaksanakan kewajiban untuk bekerjasama dengan usaha kecil untuk Pengadaan dengan nilai lebih besar Rp50.2. Terbukti melakukan usaha atau mempengaruhi untuk melakukan KKN atau bersekongkol untuk mengatur harga di antara sesama peserta pengadaan atau dengan pekerja Kontraktor KKS. 6. 5.

3. Kategori Hitam.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. yang dibuktikan hasil pemeriksaan atau tes yang dilakukan oleh badan independen. sehingga Kontraktor KKS tidak dapat mencairkan jaminan dimaksud atau Kontraktor KKS gagal mencairkan jaminan penawaran dan/atau jaminan pelaksanaan dalam waktu 6 (enam) bulan. Memasok barang palsu. Terkena peringatan akibat pelanggaran kategori kuning dalam periode surat peringatan pelanggaran kategori kuning yang masih berlaku. 13. 15.a.1. Membatalkan secara sepihak jaminan penawaran (bid bond) dan/atau jaminan pelaksanaan (performance bond) sebelum masa berlakunya habis. 4. 14. Terbukti melakukan tindakan yang termasuk dalam kategori tindakan korupsi. instansi yang berwenang. Uang muka yang diterima dari Kontraktor KKS tidak sepenuhnya dipergunakan untuk mendanai pelaksanaan pekerjaan yang tersebut dalam Kontrak. kolusi dan/atau nepotisme. Terlambat dalam memasok barang atau terlambat melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. Mengajukan sanggahan atau protes tidak sesuai dengan ketentuan dan/atau materi sanggahan tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh pemrotes atau penyanggah. 2.6. 12. pabrik atau pihak yang ditunjuk oleh pabrik. 3. Tidak menyelesaikan pekerjaan dan tidak melunasi denda yang dikenakan sampai batas waktu yang ditentukan. 1. 11. 251 . Dalam melaksanakan pekerjaannya. Terbukti memalsukan atau memanipulasi data.1. dan mengakibatkan tertundanya pelaksanaan pekerjaan. 16. 10. terbukti melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.2. baik dengan Penyedia Barang/Jasa lain dan/atau dengan pekerja Kontraktor KKS. Tidak mampu memenuhi kewajiban pemenuhan komitmen pencapaian TKDN. sebagaimana diatur dalam bab XIII angka 5.

Kategori KUNING.Buku Kedua . perlu Klarifikasi kepada instansi yang berwenang. sebagai akibat kelalaian pekerja sendiri ataupun karena kelalaian perusahaan Penyedia Barang/Jasa. Tidak mampu memenuhi kewajiban pemenuhan komitmen pencapaian TKDN. seperti diatur dalam bab III angka 7. Tidak mampu memenuhi kewajiban komitmen melaksanakan jasa pengerjaan di dalam wilayah negara Republik Indonesia. 252 .1. Apabila batas waktu sanksi telah berakhir. Untuk informasi yang diperoleh dari media. SANKSI ATAS PELANGGARAN 4.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. Kategori Merah.j.2. 1.1. Perusahaan atau salah satu pimpinan yang tertulis dalam akte pendirian perusahaan dan/atau perubahannya yang sah. 6.4. Gagal menyerahkan barang atau menyelesaikan pekerjaan sebagai akibat nilai Kontrak yang lebih rendah dari 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE. 5.1.2. sebagaimana diatur dalam Bab XIII angka 5. Penyedia Barang/Jasa berkewajiban untuk mengajukan surat kepada Kontraktor KKS yang bersangkutan disertai pernyataan permintaan untuk dapat kembali mengikuti kegiatan pengadaan di lingkungan Kontraktor KKS. 4. dinyatakan telah terbukti melakukan tindak pidana di bidang perdagangan dan/atau perpajakan berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. 2. Diberikan surat yang menyatakan tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan pengadaan baru selama masa 1 (satu) tahun berikutnya di lingkungan Kontraktor KKS yang bersangkutan. 9. 7.b.6.2. Diberikan surat peringatan yang masa berlakunya 6 (enam) bulan terhitung mulai sejak dikeluarkannya surat peringatan.3.2. 4. 8. dengan tembusan kepada BPMIGAS. Dalam pelaksanaan pekerjaan mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian pekerja Penyedia Barang/ Jasa maupun orang lain. Terkena sanksi 2 (dua) kali kategori merah dalam periode waktu 5 (lima) tahun.

sesuai ketentuan pada bab VI angka 5. 253 . 4. dan angka 5. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan belum dapat mengikuti kegiatan pengadaan.6. dengan tembusan kepada BPMIGAS. Selanjutnya BPMIGAS memasukkan nama Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan dalam daftar Penyedia Barang/ Jasa terkena sanksi hitam yang dapat diakses secara on line oleh semua Kontraktor KKS. Jika Penyedia Barang/Jasa tidak mengajukan permintaan. kepada yang bersangkutan dikenakan sanksi kategori hitam untuk selamanya di semua Kontraktor KKS.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Pemberitahuan sanksi disampaikan dengan tembusan kepada BPMIGAS. Surat permintaan harus dilampiri dengan pernyataan rencana perbaikan yang akan dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa agar kejadian serupa tidak berulang. Diberikan surat yang menyatakan bahwa Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan dilarang mengikuti kegiatan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS yang bersangkutan selama masa 1 (satu) tahun berikutnya.4. Penyedia Barang/Jasa dapat mengajukan permintaan untuk dapat mengikuti kegiatan pengadaan pada Kontraktor KKS tertentu. Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan yang terkena sanksi kategori hitam dilarang mengikuti kegiatan pengadaan di semua Kontraktor KKS selama 1 (satu) tahun berikutnya. Apabila Penyedia Barang/Jasa tertentu terkena sanksi kategori hitam sebanyak 2 (dua) kali dari 1 (satu) atau beberapa Kontraktor KKS.2.3.4. 3. Apabila masa berlaku sanksi kategori hitam tersebut telah dilewati. Surat permintaan harus dilampiri dengan pernyataan rencana perbaikan yang akan dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa agar kejadian serupa tidak berulang. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan belum dapat mengikuti kegiatan pengadaan di seluruh Kontraktor KKS.6. Kontraktor KKS wajib memperhatikan daftar ini. Kategori Hitam: 1.3. 2.4. Jika Penyedia Barang/Jasa tidak mengajukan permintaan. Pada saat pelaksanaan pengadaan. 5.

254 .6. dan angka 5. Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan harus tetap menyelesaikan kewajibannya berdasar Kontrak yang sedang berjalan. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa terkena sanksi kategori merah atau kategori hitam. sesuai ketentuan dalam bab VI angka 5.4.Buku Kedua . dinyatakan diskualifikasi pada saat diterimanya pemberitahuan tentang pengenaan sanksi.4.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.3. 2. Penawaran dari Penyedia Barang/Jasa terkait yang masih dalam tahap evaluasi atau belum ditunjuk sebagai pemenang.4.2.6. maka: 1.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB XV PELAPORAN KEGIATAN PENGADAAN BARANG/JASA 255 .

1. Laporan pengadaan barang/jasa untuk Penyedia Barang/Jasa golongan usaha kecil termasuk koperasi kecil.6.. serta laporan kegiatan pengadaan jasa menggunakan Form SC.5.000. Salinan/ copy Kontrak.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000. yang terdiri dari: 1.1.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Untuk keperluan pengawasan.10. 1..Buku Kedua .00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.4. 1.000. wajib disampaikan oleh Kontraktor KKS. maka kepada pimpinan Kontraktor KKS akan dikenai sanksi manajerial yang akan diatur secara terpisah dari ketentuan ini. Dalam hal Kontraktor KKS lalai menyampaikan laporan. Laporan Akhir Kontrak. harus dikirimkan selambat-lambatnya 20 (dua puluh) hari kerja setelah Kontrak ditandatangani.000.000. Apabila setelah diberikan teguran tertulis. menggunakan Form SC 12-D.7.08.09.09.. kejadian sejenis berulang atau menerus. dan usaha menengah dan usaha besar menggunakan Form SC.000. Laporan kegiatan pengadaan barang menggunakan Form SC. Laporan Akhir Kontrak dengan nilai lebih besar dari Rp50. 1.000.09 dan SC.000.07 dan SC. 2.. Laporan realisasi pencapaian TKDN dalam pelaksanaan Kontrak.11. 1 (satu) eksemplar salinan/ copy Kontrak pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp50. Laporan pengadaan termasuk komitmen pencapaian TKDN dalam Kontrak.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Laporan PLK/PJWK menggunakan Form SC. paling lambat 3 (tiga) minggu setelah pekerjaan fisik Kontrak selesai dilaksanakan. 256 . Untuk pengadaan barang menggunakan Form SC. Kontraktor KKS wajib mengirimkan laporan bulanan dan/atau data kegiatan pengadaan barang/jasa kepada fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS paling lambat minggu kedua bulan berikutnya.3. maka kepada pimpinan tertinggi Kontraktor KKS diberikan teguran tertulis oleh BPMIGAS.000.08 dan untuk pengadaan jasa menggunakan Form SC. 1. 1.000.07 dan SC.

Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB XVI PENYESUAIAN KETENTUAN 257 .

10.8. namun belum sampai pada tahap pemasukan penawaran harus menyesuaikan dengan ketentuan dalam Buku Kedua tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa ini. Tata cara pembayaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3.1.5. Pelaksanaan evaluasi administrasi. 1. Ketentuan tentang nilai Kontrak yang lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE.3. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan sebagaimana diatur dalam bab IX angka 2. maka dengan mengesampingkan ketentuan pada Buku Kesatu Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai Kontraktor Kontrak Kerja Sama tentang Ketentuan Umum khususnya Bab IV tentang Ketentuan Peralihan. b.4.8.4.4. Semua kegiatan pengadaan yang telah diproses atau sedang diproses menggunakan ketentuan lama dan telah melewati tahap Prakualifikasi serta peserta pengadaan telah memasukkan dokumen penawaran. Pelaksanaan penunjukan pemenang dan pembuatan dokumen Kontrak harus mencantumkan syarat komersial sebagai berikut: a. Semua kegiatan pengadaan yang telah dimulai namun belum melewati tahap Prakualifikasi. Bagi kegiatan pengadaan dengan sistem pemasukan penawaran 1 (satu) sampul dan 2 (dua) sampul: 1. khususnya angka 2.7.8.4. Semua kegiatan pengadaan yang telah dimulai dan telah melewati tahap Prakualifikasi.2.Buku Kedua . khususnya angka 9. proses selanjutnya harus mengikuti ketentuan sebagai berikut: 1. 258 . 1.2. Semua ketentuan berupa pedoman dan surat edaran yang pernah ada dan diterbitkan oleh BPMIGAS yang terkait dengan kegiatan pengadaan barang/jasa dinyatakan tidak berlaku untuk kegiatan pengadaan baru. d.1. ditetapkan bahwa: 1.4. c.4. Ketentuan tentang pemberian uang muka sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2. evaluasi teknis dan evaluasi harga dari penawaran yang masuk tetap mengikuti ketentuan lama.2. 1. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9. 2.10. harus menyesuaikan dengan semua ketentuan dalam Buku Kedua tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa ini.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Dengan berlakunya Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS ini.3.5. dan 2.3.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. khususnya angka 9. Ketentuan bahwa tata cara evaluasi penawaran harga akan menggunakan tata cara yang diatur dalam bab XI angka 9.4. dan 2.3.4.8.5.10. khususnya angka 2. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan sebagaimana diatur dalam bab IX angka 2. c. e. 2.8. dan 2. Tata cara pembayaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3.10. Ketentuan tentang pemberian uang muka sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2. Bagi kegiatan pengadaan dengan sistem pemasukan penawaran 2 (dua) tahap: 1.3. Pelaksanaan penunjukan pemenang dan pembuatan dokumen Kontrak harus mencantumkan syarat komersial sebagai berikut: a. c. Selanjutnya sebelum pemasukan dokumen penawaran tahap II (kedua) dilakukan penyesuaian terhadap Dokumen Pengadaan.3.10.8. Ketentuan tentang jaminan penawaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3.4.5. khususnya angka 9. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan sebagaimana diatur dalam bab IX angka 2. b. Dalam pelaksanaan ketentuan ini apabila diperlukan dapat diadakan rapat pemberian penjelasan mendahului pemasukan penawaran. d.4.2.3.8. Apabila peserta pengadaan belum memasukkan dokumen penawaran tahap II (kedua). Ketentuan tentang pemberian uang muka sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2.10.2.10. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9. pelaksanaan evaluasi administrasi dan evaluasi teknis dari penawaran yang masuk tetap mengikuti ketentuan lama. d. f.8. Tata cara pembayaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3.3.2.8.4.5.10. khususnya harus mencantumkan tata cara evaluasi dan syarat komersial sebagai berikut: a.5. dan bab IX angka 1. khususnya angka 9.4. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9.4.10.4.4. b.7.2. Ketentuan tentang nilai Kontrak yang lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE.2.6. khususnya angka 2. Ketentuan tentang nilai Kontrak yang lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE.5. dan 9. 259 .8.7.Buku Kedua .4.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. sampai dengan angka 1. berupa sisipan. 260 . Masa penyesuaian untuk penerapan sepenuhnya Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS ini adalah 30 (tiga puluh) hari kerja setelah tanggal berlakunya ketentuan sebagaimana dinyatakan dalam Surat Keputusan tentang Buku Kedua Revisi-II Pedoman Tata Kerja Pengelolaan Rantai Suplai Kontraktor Kontrak kerja Sama. Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam pedoman pelaksanaan ini. dengan tetap memperhatikan ketentuan pada angka 1. di atas.4.Buku Kedua . tambahan ketentuan. akan diatur kemudian oleh BPMIGAS. perincian ketentuan dan/atau penambahan lampiran pada Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS ini. 3.2.

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

LAMPIRAN

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR MP-001 MP-002 MP-003 METODE PENGADAAN KARTU PENGADAAN (PROCUREMENT CARD) ELECTRONIC REVERSE AUCTION (e-RA) ELECTRONIC BIDDING

NOMOR JK-001 JK-002 JK-003 JK-004 JK-005

JENIS KONTRAK KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA (JOINT / SHARING CONTRACT) SISTEM KONTRAK KEMITRAAN (STRATEGIC ALLIANCE) PERJANJIAN PEMASOKAN BERDASAR PERMINTAAN (CALL OFF ORDER) PERJANJIAN HARGA (PRICE AGREEMENT) PERJANJIAN DENGAN BEBERAPA PENYEDIA BARANG/JASA (MULTI STANDING AGREEMENT)

NOMOR PQ-001 PQ-002 PQ-003 NOMOR DF-001

DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI FORMULIR ISIAN PENILAIAN KUALIFIKASI TATACARA PENGHITUNGAN KEMAMPUAN NYATA, KEMAMPUAN PAKET, KEMAMPUAN DASAR DAFTAR BIDANG DAN SUB BIDANG PEKERJAAN DAFTAR DAFTAR KELOMPOK BARANG KEBUTUHAN KEGIATAN UTAMA EKSPLORASI & PRODUKSI i

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR CONTOH PERHITUNGAN

PENGHITUNGAN HARGA EVALUASI PENAWARAN (HEP) BERDASAR HE-TKDN & HE PSP CP-001 CP-002 CP-003 CP-004 BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI DENGAN TKDN ≥ 25% BARANG PTODUKSI DALAM NEGERI DENGAN TKDN ≥ 25% DAN BARANG PRODUKSI LUAR NEGERI JASA LAINNYA DENGAN TKDN ≥ 35% JASA PEMBORONGAN BUKAN JASA KONSTRUKSI DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI ≥ RP50 MILYAR (≥ US$5 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI-ONSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP1 MILYAR S/D RP2 TRILIUN ( > US$100,000.00 S/D US$200 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI ONSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP2 TRILIUN (> US$200 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI OFFSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI ≤ RP50 MILYAR (≤ US$5 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI-OFFSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP50 MILYAR S/D RP2 TRILIUN (> US$5 JUTA S/D US$200 JUTA) CP-009 JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI OFFSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP2 TRILIUN (> US$200 JUTA) CP-010 PENGHITUNGAN DENDA KARENA TARGET TKDN PENGADAAN BARANG TIDAK TERCAPAI – TIDAK MENGUBAH PERINGKAT PENGHITUNGAN DENDA KARENA TARGET TKDN PENGADAAN BARANG TIDAK TERCAPAI – MENGUBAH PERINGKAT

CP-005

CP-006

CP-007

CP-008

CP-011

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR FL-001 FL-002 FORMULIR DAFTAR RENCANA PENGADAAN (PROCUREMENT LIST) DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN RINGKASAN PELAKSANAAN LELANG DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) RINGKASAN PEMERIKSAAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERUBAHAN JANGKA WAKTU (PJWK) RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN JASA DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAPORAN PELAKSANAAN PLK/PJWK PERHITUNGAN TKDN BARANG PERHITUNGAN TKDN JASA PERHITUNGAN TKDN GABUNGAN PENAWARAN BARANG PRODUKSI MASAL SC-02 NOMOR FORMULIR SC-01

FL-003 FL-004

SC-03 SC-04

FL-005

SC-05

FL-006

SC-06

FL-007 FL-008 FL-009 FL-010 FL-011 FL-012A FL-012B FL-012C FL-012D

SC-07 SC-08 SC-09 SC-10 SC-11 SC-12A SC-12B SC-12C SC-12D

iii

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR FL-012E FL-012F FL-012D FORMULIR PENAWARAN JASA LAINNYA ATAU JASA KONSULTANSI PENAWARAN BARANG PABRIKASI ATAU JASA PEMBORONGAN LAPORAN REALISASI PENCAPAIAN TKDN PENGADAAN BARANG/JASA NOMOR FORMULIR SC-12D SC-12D SC-12D

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-001 METODA PENGADAAN KARTU PENGADAAN (PROCUREMENT CARD) 1. UMUM 1.1. TUJUAN Pedoman ini mengatur pengadaan barang/jasa yang dilakukan secara penunjukan langsung dengan menggunakan Kartu Pengadaan (Procurement Card). 1.2. DEFINISI Kartu Pengadaan (Procurement Card) merupakan sarana pembayaran dalam kegiatan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung tanpa menggunakan Kontrak, Surat Perintah (SP), atau Purchase Order (PO). 1.3. RUANG LINGKUP Pedoman ini berlaku dalam kegiatan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung di lingkungan Kontraktor KKS. 1.4. KRITERIA Sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) dipergunakan dalam pengadaan barang/jasa yang berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1.4.1. 1.4.2. Merupakan langsung. pengadaan barang/jasa secara penunjukan

Nilai pengadaan maksimum Rp50.000.000,00 (Lima puluh juta rupiah) atau US$5.000,00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) untuk setiap transaksi atau sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tidak menggunakan Kontrak /SP/PO.

1.4.3.

Halaman 1 of 7

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-001 1.5. MANFAAT Manfaat penggunaan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) bagi Kontraktor KKS adalah sebagai berikut: 1.5.1. 1.5.2. 1.5.3. 1.5.4. 1.5.5. 1.5.6. Menurunkan biaya pengadaan barang/jasa. Menurunkan aktivitas transaksi pembayaran. Mempermudah pelaksanaan konsolidasi pembayaran. Mempermudah kontrol pembelanjaan. Meningkatkan produktifitas kerja. Mempercepat proses dan pengambilan keputusan dalam pengadaan barang/ jasa.

2. TATA CARA PELAKSANAAN 2.1. PEMESANAN BARANG/JASA Pengadaan barang/jasa yang menggunakan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) bisa dilaksanakan dengan cara: 2.1.1. 2.1.2. 2.1.3. Datang langsung ke tempat Penyedia Barang/Jasa (Spot) atau Pemesanan melalui faksimili, telepon, e-Mail, atau e-Comerce Apabila pemesanan barang dilakukan melalui faksimili, pejabat berwenang harus menandatangani faksimili tersebut. Apabila pemesanan barang dilakukan melalui telepon, E-Mail, atau E-Commerce, Pengguna Kartu cukup memberitahu nomor kartu, nama pemegang, dan masa berlaku kartu tersebut kepada Penyedia Barang/Jasa. PENGIRIMAN BARANG/JASA Barang dapat diambil langsung di tempat Penyedia Barang/Jasa, atau Pembeli dapat memerintahkan Penyedia Barang/Jasa untuk mengirimkannya ke tempat penerimaan (Point of Delivery). Sebagai bukti transaksi, Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan Delivery Order (DO) asli, faktur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) asli, Surat Setoran Pajak (SSP) asli, dan copy struk pada saat penyerahan barang/jasa ke Pembeli.

2.2. 2.2.1.

2.2.2.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-001 2.3. 2.3.1. PEMBAYARAN Dari Bank Penjamin ke Penyedia Barang/Jasa Pembayaran untuk barang/jasa yang dibeli segera dilakukan oleh Bank Penjamin (atas nama Kontraktor KKS) kepada Penjedia Barang/Jasa setelah struk asli dan bukti pengiriman barang/jasa diajukan kepada Bank Penjamin. Pembayaran dapat juga dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati di dalam perjanjian antara Bank Penjamin dan Penyedia Barang/Jasa. 2.3.2. Dari Kontraktor KKS kepada Bank penjamin 1. Pembayaran untuk barang/jasa kepada Bank Penjamin dilakukan setelah faktur tagihan bulanan (billing statement) diserahkan oleh Bank Penjamin atau dilakukan sesuai dengan waktu pembayaran yang disepakati kedua belah pihak. 2. Pembayaran untuk biaya transaksi penggunaan sarana Procurement Card ke Bank Penjamin dilakukan sesuai dengan jumlah dan waktu yang disepakati kedua belah pihak. 3. PETUNJUK KHUSUS 3.1. BANK PENJAMIN Penunjukan Bank Penjamin dilakukan berdasarkan kriteria minimal sebagai berikut: 3.1.1. 3.1.2. Memiliki reputasi baik dalam dunia perbankan. Memiliki jaringan pelayanan atau kerjasama yang luas di wilayah Republik Indonesia sehingga dapat menjangkau daerah operasi Kontraktor KKS yang bersangkutan. Memiliki fasilitas pelayanan kartu kredit. Memiliki teknologi yang memadai untuk implementasi, pemakaian, pengawasan, dan pemeliharaan sarana Procurement Card. Bersedia melakukan pembayaran terlebih dahulu kepada Penyedia Barang/Jasa untuk setiap transaksi pembelian yang menggunakan sarana Procurement Card.

3.1.3. 3.1.4.

3.1.5.

Halaman 3 of 7

dan masa berlaku kartu Procurement Card yang akan diterbitkan.2. pagu kredit. dengan Penyedia Barang/Jasa.3.3.4.2. 4. Instalasi fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) Instalasi fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) baru bisa dilaksanakan setelah persetujuan tertulis antara Kontraktor KKS (sebagai Pengguna Kartu).3. Bersedia menjalin kerja sama dengan Penyedia Barang/Jasa yang direkomendasikan oleh Kontraktor KKS.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3. 3. Tugas dan tanggung jawab karyawan sehari-hari. Dalam persetujuan tertulis antara calon Pengguna Kartu dan Bank Penjamin.6.2.2. atau fasilitas-fasilitas sejenis yang dapat memberikan informasi mengenai barang/jasa yang disediakan dan biasa dibutuhkan oleh Kontraktor KKS maupun perusahaan lain yang bergerak di bidang perminyakan. Penyedia Barang/Jasa Penunjukan Penyedia Barang/Jasa dilakukan kurangnya berdasarkan kriteria sebagai berikut: 3. Memiliki daftar harga. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan merupakan Pengusaha Kena Pajak (PKP). 3.2.2.1. nama calon Pengguna Kartu.1.2. 3. 3. . nama Manajer Proyek dari calon Pembeli yang ditunjuk.2. Penunjukan karyawan sebagai calon pengguna kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) dapat dilakukan berdasarkan peraturan internal yang berlaku di masing-masing Kontraktor KKS dengan memperhatikan kriteria berikut: Integritas karyawan. 4. minimal harus disebutkan jumlah kartu yang akan diterbitkan. dan Bank Penjamin ditandatangani. 4. brosur. MP-001 3. Maksimum nilai total transaksi pembelian setiap bulan. 4. 3.1. Bersedia menerima cara pembayaran dengan menggunakan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card).1. nilai maksimum per transaksi.3. sekurang- Memiliki ketersediaan barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS. 3.3.1.1. PENGAWASAN INTERNAL 4.1.1.

5.1. Pengguna Kartu bisa menghubungi Penyedia Barang/Jasa melalui telepon. dan tagihan kepada Bank Penjamin untuk memperoleh pembayaran barang/jasa yang telah dijual pada hari yang sama atau pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Penyedia Barang/Jasa dapat melakukan penagihan dengan cara mengirimkan struk asli.1. MP-001 4. 4. 4. Sanksi untuk penyalahgunaan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) oleh Penyedia Barang/Jasa dapat diberikan dalam bentuk pemutusan hubungan dagang ataupun dikeluarkannya nama Penyedia Barang/Jasa tersebut dari Daftar Rekanan yang berlaku di Kontraktor KKS yang bersangkutan. Penyedia Barang/Jasa akan mengirimkan barang/jasa yang dipesan bersama dengan faktur pajak.2. Untuk pengadaan barang/jasa yang nilainya tidak melebihi nilai maksimum untuk penunjukan langsung.1. Peraturan/Standard Operating Procedure (SOP) khusus untuk penggunaan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card). 5.4. dan copy struk ke tempat penerimaan barang yang telah ditetapkan. 4. Surat Setoran Pajak (SSP). copy DO.2. Pemegang Kartu dapat juga mengambil barang langsung dari tempat Penyedia Barang/Jasa. 5.3. 4.1.2. atau datang langsung ke tempat Penyedia Barang/Jasa untuk membeli barang/jasa yang diperlukan. SANKSI Penyalahgunaan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) oleh Pengguna Kartu dapat dikenakan sanksi dalam bentuk pencabutan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) ataupun tindakan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada masing-masing perusahaan. faksimili.2. Setelah menerima pesanan barang/jasa dari Pengguna Kartu dan mengecek keabsahan pesanan tersebut. PENGGUNAAN PROCUREMENT CARD 5. Halaman 5 of 7 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Batasan mengenai barang/jasa yang pengadaannya bisa menggunakan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card). E-mail. E-commerce.2.5.

4.3. 7. Konsultan. 7. 8. Penyedia Barang/Jasa adalah perusahaan atau mitra kerja yang melaksanakan pengadaan barang/jasa yang terdiri dari Kontraktor. 6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. TOLOK UKUR KINERJA Tolok ukur kinerja dan hasil akhir penggunaan fasilitas Kartu Pengadaan Procurement Card bisa dilihat dari beberapa segi antara lain sebagai berikut: 7. 8. Pengguna Kartu adalah pejabat yang diberi wewenang oleh instansi terkait untuk melakukan pengadaan barang/jasa secara langsung dengan menggunakan Kartu Pengadaan (Procurement Card). DAFTAR ISTILAH 8. Koperasi. 8.1.2.1. 7. MEKANISME PEMBAYARAN FAKTUR PPN Mekanisme pembayaran PPN untuk pengadaan barang/jasa yang pembeliannya dilakukan sama seperti halnya dengan metode pengadaan lain. Pembayaran kepada Bank Penjamin dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama. .1. Bank Penjamin akan mengirimkan tagihan bulanan kepada Kontraktor KKS untuk pembayaran seluruh transaksi pembelian barang/jasa yang terjadi dalam bulan tersebut.2.1. MP-001 5. Pemasok.1.1.3. Semakin cepatnya pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang diperlukan Menurunnya biaya pengadaan barang/jasa Meningkatnya kreatifitas kinerja dan pelayanan petugas pengadaan barang/jasa.1. Usaha Kecil.1. Sesuai dengan perjanjian. Bank Penjamin adalah Instansi perbankan yang menyediakan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) kepada Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa untuk keperluan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung.

Pengguna Barang/Jasa adalah pejabat yang berwenang sebagai pemilik pekerjaan yang memberi tugas kepada Penyedia Barang/Jasa untuk melaksanakan pekerjaan tertentu guna memenuhi kebutuhan barang/jasa tertentu di lingkungannya. SSP (Surat Setoran Pajak) adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melakukan pembayaran pajak yang terhutang di Kas Negara atau di tempat pembayaran lainnya yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan.1. PPN (Pajak Pertambahan Nilai) adalah pajak yang timbul karena dipakainya faktor-faktor produksi di setiap jalur perusahaan dalam menyiapkan. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak setelah mendaftarkan dirinya pada Direktorat Jenderal Pajak (UU No.1.7. 6 th 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan). MP-001 8.1. 8. 8.8. 8.9. Halaman 7 of 7 . 8.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 8 th 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah).1. menyalurkan. Pembeli adalah Kontraktor KKS yang melakukan pembelian barang/jasa dari Penyedia Barang/Jasa.1. 6 th 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan).6.5. (UU No.4.1. dan/atau untuk melaporkan ke Direktorat Jenderal Pajak. menghasilkan. Manajer Proyek adalah petugas yang ditunjuk oleh perusahaan untuk memimpin proyek implementasi Kartu Pengadaan (Procurement Card) di lingkungan Perusahaan tersebut. dan memperdagangkan barang atau pemberian pelayanan jasa kepada para konsumen. ---ooo0ooo--- 8. (UU No.

.

000. Selama dalam proses auction identitas penawar harga harus dirahasiakan. melalui suatu proses yang lebih efisien. 3. pelelangan terbatas atau pemilihan langsung.5. Tidak dapat dilakukan untuk pengadaan jasa tenaga kerja. Peserta pengadaan harus memahami. dengan metode pelelangan umum. yaitu nilai penawaran terbaik menjadi pemenang pelelangan.000. mempunyai kemampuan dan mematuhi tatacara e-RA yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS.1. 3. Dilakukan hanya pada tahap penawaran harga.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.7. Dapat dilakukan untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp.000. 3. 3.1. Mengutamakan penggunaan jasa penyedia e-RA dalam negeri.6. DEFINISI: Electronic Reverse Auction (e-RA) merupakan salah satu metoda pengadaan yang dilakukan secara transparan dengan memanfaatkan jaringan elektronik. dengan cara memasukkan penawaran harga lebih dari satu kali dan bersifat menurun dalam suatu jangka waktu yang telah ditentukan melalui media elektronik (online). dengan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta lelang untuk dapat mengajukan penawaran terbaik.00 (satu miliar rupiah) atau lebih besar dari US$100. 3. TUJUAN: Pelaksanaan e-RA dimaksudkan untuk mendapatkan harga penawaran yang lebih kompetitif dan mencerminkan harga pasar.4. PRINSIP DASAR e-RA: 3. dimana peserta lelang yang telah lulus pada tahap administrasi dan teknis berkompetisi secara ‘real-time’. 2. Dianjurkan untuk dilakukan dalam pengadaan barang/ jasa yang secara teknis dapat didefinisikan secara rinci dan terukur.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).3. mengikuti prinsip auction. 3. 3.2.000. Halaman 1 of 7 . MP-002 METODE PENGADAAN ELECTRONIC REVERSE AUCTION (e-RA) 1.

5.5. Penyedia barang/jasa yang mendaftar harus menyatakan secara tertulis persetujuannya untuk mengikuti metoda pengadaan dengan e-RA. pelelangan terbatas atau pemilihan langsung. 4. PENGUMUMAN: Dalam pengumuman harus dinyatakan secara jelas bahwa metoda pengadaan akan menggunakan sistim e-RA.2. 4. sehingga calon peserta e-RA dapat memahami. MP-002 4. Tanggal.2. kecuali dinyatakan secara khusus dalam pedoman ini.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. waktu dan jangka waktu pelaksanaan e-RA ditetapkan oleh Panitia Pengadaan dan dikomunikasikan ke peserta lelang.1. Halaman 2 of 7 .4. 4.2. PEMBERIAN PENJELASAN: Kepada calon peserta diberikan penjelasan secara lengkap tentang tata cara pemasukan penawaran.3.2. KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA. PENDAFTARAN: Pendaftaran dapat dilakukan secara elektronik atau manual. 4.3.2. 4. 4.1. TATACARA PELAKSANAAN: 4.1.5.1. Ketentuan dokumen pengadaan lainnya mengikuti ketentuan dalam metoda pelelangan umum. 4.3.2. 4. Apabila diperlukan kepada calon peserta diberikan pelatihan. 4. DOKUMEN PENGADAAN: Dalam dokumen pengadaan harus dicantumkan tatacara pelaksanaan e-RA secara jelas. Penilaian kualifikasi calon peserta e-RA menggunakan sistem prakualifikasi. 4.

5.7. 4. Panitia Pengadaan menetapkan cara pemasukan penawaran harga pertama: 1.00 (dua juta dolar Amerika Serikat).000. MP-002 SISTEM PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN: Pemasukan dokumen penawaran menggunakan Sistem Dua Sampul atau Dua Tahap: 4.7.000. Untuk pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp 20.6. pada sistem pemasukan penawaran 2 (dua) tahap.20.7. Untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp.6. 2. PENYAMPAIAN PENAWARAN HARGA Peserta yang telah lulus evaluasi tahap administrasi dan teknis: 4.1. Evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis.000. Penawaran yang menyertakan jaminan penawaran yang lebih besar dari 3% (tiga persen) tidak diskualifikasi. 4.2. Diundang untuk memasukkan penawaran harga. peserta harus memasukkan berkas penawaran harga pertama secara tertulis yang dilengkapi dengan jaminan penawaran (bid bond) beserta pernyataan persentase dan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN). peserta harus menyerahkan dokumen jaminan penawaran sesuai ketentuan. Pemasukan dokumen penawaran administrasi dan teknis harus dilakukan secara tertulis dalam sampul tertutup. .000. pada sistem pemasukan penawaran 2 (dua) sampul. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum.3.00 (dua puluh miliar rupiah) atau sampai dengan US$ 2.000.00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$ 2. 4.7. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum.7.000. Diundang untuk menghadiri pembukaan penawaran harga.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.1. Halaman 3 of 7 4.6.7.000. Nilai jaminan penawaran (bid bond) adalah 1% (satu persen) s/d 3% (tiga persen) dari harga penawaran terakhir yang dimasukkan oleh peserta. Apabila pemasukan penawaran harga pertama dilakukan secara elektronik. 4. 4. Apabila pemasukan penawaran harga pertama dilakukan secara tertulis.00 (dua juta dolar Amerika Serikat).000.000. 4.4. peserta memasukkan dokumen penawaran dan dokumen jaminan penawaran harga sesuai ketentuan.2.

5. dilanjutkan dengan pemasukan harga penawaran secara elektronik. Penawaran yang tidak memenuhi syarat administrasi dinyatakan gugur dan tidak diikutsertakan dalam proses selanjutnya. 7. Panitia Pengadaan dalam suatu rapat di hadapan para peserta e-RA menyatakan bahwa masa penyampaian dokumen penawaran harga telah ditutup. Nilai penawaran peserta diunggah (up loaded) ke dalam sistim e-RA oleh masing-masing peserta.000. Kepada setiap peserta yang penawarannya memenuhi persyaratan administrasi diberi nomor identitas yang dirahasiakan bagi peserta lainnya.000. setelah pembukan penawaran harga pertama. kecuali untuk melengkapi kekurangan nilai meterai dan tanggal.000. Segera pada hari yang sama. PELAKSANAAN E-RA: 5. atau b. Menggunakan sistim HE TKDN untuk penawaran barang produksi dalam negeri. MP-002 5. Pembukaan sampul penawaran harga pertama dilakukan oleh Panitia Pengadaan di hadapan peserta pengadaan.00 (dua juta dolar Amerika Serikat): 5. dapat dilakukan perpanjangan waktu. Panitia Pengadaan meneliti kelengkapan administrasi penawaran. 8. atau perubahan. Setelah masa penyampaian dokumen penawaran ditutup tidak dapat lagi diterima dokumen penawaran. sistim langsung menetapkan peringkat penawaran: a. Halaman 4 of 7 . Menggunakan perbandingan nilai penawaran untuk penawaran barang produksi luar negeri. 6. 2.1.1.00 (dua puluh miliar rupiah) atau sampai dengan US$2. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan berkas penawaran harga. 4. Pada waktu yang telah ditentukan. Selama pelaksanaan e-RA.20.000. 3. Apabila pemasukan penawaran harga pertama secara tertulis: 1.1. Apabila terjadi kegagalan komunikasi. Nilai pengadaan sampai dengan Rp.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Jangka waktu pelaksanaan pemasukan harga penawaran secara elektronik harus ditentukan secara pasti dan maksimal 24 (dua puluh empat) jam.000.

00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$ 2.2. Nilai pengadaan lebih besar dari Rp.1.000. Pemasukan penawaran harga dilaksanakan secara elektronik. dengan cara mengunggah nilai HPS/OE ke dalam sistim e-RA. Pada akhir masa pemasukan harga secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan Harga Perkiraan Sendiri /Owner Estimate (HPS/OE).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.20.000. MP-002 9. semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis. sama dengan langsung pertama 2.000. Apabila pemasukan penawaran harga pertama secara elektronik: Tatacara pemasukan harga penawaran ketentuan angka 5. 10.1. penawaran yang bersangkutan dinyatakan diskualifikasi. Panitia Pengadaan membuat berita acara pelaksanaan eRA.000. Penawaran dilengkapi dengan pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan e-RA.1. 5.00 (dua juta dolar Amerika Serikat): Peserta pengadaan memasukkan penawaran mengikuti ketentuan sistim pemasukan 2 (dua) sampul atau sistim 2 (dua) tahap. 5. Paling lambat 3 (tiga) hari kerja terhitung mulai hari kerja berikutnya setelah hari pembukaan penawaran harga. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dinyatakan diskualifikasi.. Apabila nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai penawaran terakhir yang dimasukkan.1. 11.2. 5. pada waktu yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan.000. 13. Halaman 5 of 7 . Tepat pada akhir jangka waktu pelaksanaan penawaran secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan kepada peserta bahwa waktu yang disediakan telah habis. 12. Peserta menyerahkan dokumen jaminan penawaran sesuai ketentuan yang berlaku.2. kecuali: 1.

Apabila terjadi kegagalan komunikasi.2.9. 5. untuk 5. Tepat pada akhir jangka waktu pelaksanaan penawaran secara elektronik. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan berkas penawaran harga.7.2. Panitia Pengadaan dalam suatu rapat di hadapan para peserta e-RA menyatakan bahwa masa penyampaian dokumen penawaran telah ditutup.2.2.8. sistim langsung menetapkan peringkat penawaran: a. Apabila nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai penawaran terakhir yang dimasukkan. MP-002 5. 5.5. Nilai penawaran peserta diunggah (up loaded) ke dalam sistim e-RA oleh masingmasing peserta. Pada waktu yang telah ditentukan. 5. Menggunakan sistim HE TKDN untuk penawaran barang produksi dalam negeri. Halaman 6 of 7 . Selama pelaksanaan e-RA.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. dapat dilakukan perpanjangan waktu. Jangka waktu pelaksanaan pemasukan harga penawaran secara elektronik harus ditentukan secara pasti. Segera pada hari yang sama. Pembukaan sampul penawaran harga pertama dilakukan oleh Panitia Pengadaan di hadapan peserta pengadaan. 5.2.2. kecuali untuk melengkapi kekurangan nilai meterai dan tanggal. Panitia Pengadaan memberitahukan kepada peserta bahwa waktu yang disediakan telah habis. 5. penawaran yang bersangkutan dinyatakan diskualifikasi.3. setelah pembukaan penawaran harga pertama.6.2. maksimal 24 (dua puluh empat) jam. perubahan atau susulan penyampaian jaminan penawaran (bid bond).2. atau b. Kepada setiap peserta yang penawarannya memenuhi persyaratan administrasi diberi nomor identitas yang dirahasiakan bagi peserta lainnya.2.4. dilanjutkan dengan pemasukan harga penawaran secara elektronik. Setelah masa penyampaian dokumen penawaran ditutup tidak dapat lagi diterima dokumen penawaran. Menggunakan perbandingan nilai penawaran penawaran barang produksi luar negeri 5.

Panitia Pengadaan membuat berita acara pelaksanaan e-RA.2. 7. 6.12.1.2. Apabila harga penawaran peringkat I (pertama). masih lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE hasil koreksi.3. berdasar hasil evaluasi harga. oo0oo Halaman 7 of 7 . Panitia Pengadaan melakukan evaluasi terhadap harga penawaran hasil pelaksanaan e-RA.2. menurut tatacara baku pada metode pelelangan umum. semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis beserta pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan e-RA. maka diadakan proses pengadaan ulang. 5. PENETAPAN DAN PENUNJUKAN PEMENANG Urutan proses mulai dari penetapan pemenang sampai dengan penunjukan pemenang dan ketentuan tentang pengadaan gagal dan pengadaan ulang. 5. EVALUASI HARGA 6. 6. MP-002 5. termasuk kelanjutan prosesnya. 6. Pada akhir masa pemasukan harga secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan Harga Perkiraan Sendiri/ Owner Estimate (HPS/OE). Paling lambat 3 (tiga) hari kerja terhitung mulai hari kerja berikutnya setelah hari pembukaan penawaran harga.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Metode pengadaan ulang dapat dilakukan dengan metode pelelangan (tanpa e-RA) atau metode e-RA. Apabila ternyata HPS/OE terlalu rendah dapat dilakukan koreksi atas HPS/OE sesuai ketentuan.10. Dalam hal harga penawaran terendah hasil e-RA masih lebih tinggi dibanding dengan HPS/OE maka dilakukan pengkajian ulang atas HPS/OE. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum atau pemilihan langsung. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dinyatakan diskualifikasi.2.11.

.

atau pemanfaatan suatu kontrak yang sedang berjalan di suatu Kontraktor KKS oleh Kontraktor KKS lainnya. mengutamakan penggunaan barang produksi dalam negeri. 3. pemanfaatan kapasitas lebih serta optimalisasi pemanfaatan peralatan atau jasa yang tercantum pada suatu kontrak. TUJUAN Tujuan kontrak bersama pengadaan barang/jasa adalah pemanfaatan kontrak secara bersama yang saling menguntungkan dalam rangka efisiensi biaya. DEFINISI Kontrak pengadaan bersama adalah Kontrak antara beberapa Kontraktor KKS atau Kontrak yang dilakukan oleh BPMIGAS sebagai koordinator beberapa Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan 1 (satu) atau beberapa pekerjaan. 3. JK-001 KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA (JOINT CONTRACT) 1.2. percepatan proses.2. dengan Penyedia Barang/Jasa bersangkutan.3. Kesepakatan antar Kontraktor KKS atau antara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS dapat dilakukan pada awal Kontrak atau pada saat Kontrak sedang berlangsung. 2. PERSYARATAN 3.2.5. dan Barang/jasa yang dibutuhkan berada dalam wilayah atau tempat yang berdekatan secara geografis atau berada dalam 1 (satu) kelompok usaha Kontrak Kerja Sama dalam wilayah Negara Republik Indonesia. 3. Halaman 1 of 7 . yang dituangkan dalam kesepakatan yang direncanakan sejak awal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.2. Kontrak Bersama Pengadaan Barang/Jasa ini dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: Terdapat kesamaan kebutuhan barang/jasa dari beberapa Kontraktor KKS. dan Terdapat kesepakatan diantara beberapa Kontraktor KKS atau diantara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS.4. 3.6. 3.

Kesepakatan untuk melakukan Kontrak bersama pada saat Kontrak sedang berlangsung hanya dapat dilaksanakan untuk memanfaatkan kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) dari Kontrak yang sedang berlangsung tanpa mengubah syarat-syarat dan ketentuan lainnya.2. direncanakan untuk membuat kontrak secara bersama-sama oleh 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS atau 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS dalam koordinasi BPMIGAS.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 2 of 6 . b. pengaturan program dan/atau jadwal pelaksanaan. Masa kontrak. Pengurusan perijinan (Formalities).4. Dalam hal pemanfaatan waktu jeda dimungkinkan penambahan volume pekerjaan. 4. Pengelolaan aspek financial termasuk tatacara pembayaran dan pembagian biaya pengelolaan kepentingan bersama. JK-001 3. Diawali dengan adanya informasi/identifikasi suatu jenis kebutuhan barang/jasa yang sama yang dibutuhkan oleh 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS. 4.4. hak dan kewajiban para pihak. KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA YANG DIRENCANAKAN SEJAK AWAL (JOINT CONTRACT).2. Beberapa Kontraktor KKS dalam koordinasi dengan BPMIGAS atau BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS membuat suatu perjanjian kerjasama yang memuat antara lain: a. Ruang lingkup pekerjaan dan/atau jenis barang yang diperlukan. d. c. e. TATA CARA 4. Peran. Persiapan : 1. f. Pihak (Kontraktor KKS atau BPMIGAS) yang bertindak sebagai koordinator Kontrak atau pemuka (leader). 2.

Pengaturan pemberian sanksi dan pinalti akibat keterlambatan penyerahan barang da/atau penyelesaian pekerjaan. Merupakan pengguna barang/jasa terbanyak/terlama. 2. Prosedur Pelaksanaan: 1. Persetujuan tahap perencanaan pengadaan dan/atau persetujuan pemenang pengadaan dari BPMIGAS diperlukan apabila nilai keseluruhan kontrak melebihi batas kewenangan Kontraktor KKS. JK-001 g. Pelaksanaan proses pengadaan dilakukan oleh koordinator kontrak dibantu oleh atau bersama-sama dengan calon pengguna kontrak pengadaan bersama. 4. 3. h. Oleh masing-masing Kontraktor KKS Penyedia Barang/Jasa dan dilaporkan Koordinator Kontrak.2.5. Semua perintah pelaksanaan kepada Penyedia Barang/Jasa disampaikan melalui Koordinator Kontrak. atau b.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. atau kepada kepada b. Koordinator Kontrak atau pemuka (leader) ditetapkan berdasar kesepakatan para pihak. Merupakan pencetus awal program. Halaman 3 of 7 .6. 4. 2. Hal-hal khusus yang perlu diperhatikan antara lain: 1. Perintah pelaksanaan pekerjaan atau penyerahan barang dilakukan: a. Penetapannya antara lain memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Penyusunan Kontrak : Tata cara penyusunan kontrak mengikuti tata cara yang berlaku dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. Para pihak dalam kontrak adalah para Kontraktor KKS pengguna kontrak dengan/tanpa koordinasi BPMIGAS secara bersama-sama dengan Penyedia Barang/Jasa. Formalitas rencana kerja dan anggaran (WP&B dan AFE) menjadi tanggung jawab masing-masing Kontaktor KKS.2. Tata cara pengadaan mengikuti ketentuan yang berlaku.

JK-001 3. Kontraktor KKS yang membutuhkan barang/jasa meminta informasi dari Kontraktor KKS lain tentang kemungkinan adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau adanya waktu jeda (windows/idle) dari kontrak yang sedang berjalan yang bisa dimanfaatkan. Kontraktor KKS pengguna Kontrak yang sedang berjalan menyampaikan informasi melalui BPMIGAS kepada Kontraktor KKS lain tentang adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau adanya waktu jeda (windows/ idle) yang bisa dimanfaatkan Kontraktor KKS lain. Suatu kontrak yang sedang berjalan di salah satu Kontraktor KKS dapat dimanfaatkan oleh satu atau beberapa Kontraktor KKS lain berdasarkan adanya kesamaan kebutuhan dan adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau dalam usaha memanfaatkan waktu jeda (windows/idle). Pengawasan pelaksanaan pekerjaan oleh masing-masing Kontraktor KKS pengguna Kontrak. Persiapan 1. atau b. Koordinator Kontrak berkewajiban mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak. terutama pemanfaatan barang/jasa oleh Kontraktor KKS pengguna Kontrak.3. 5.5. 4.3. Rencana pemanfaatan ini harus disepakati oleh para pihak. 4. 6.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 4 of 6 . Pengaturan tentang alokasi denda atas keterlambatan sesuai dengan yang diatur didalam Nota Kesepahaman. Jaminan pelaksanaan dan denda atas keterlambatan diperhitungkan berdasar ketentuan dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan barang/Jasa ini. 4.3. dalam hal ini Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa bersangkutan. Inisiatif pemanfaatan kontrak yang sedang berjalan dapat dilakukan oleh: a. PEMANFAATAN KONTRAK YANG SEDANG BERJALAN 4. Penagihan pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan ditujukan kepada masing-masing Kontraktor KKS oleh Penyedia Barang/Jasa dan dilaporkan kepada Koordinator Kontrak atau semua penagihan melalui Koordinator Kontrak.

Koordinator Kontrak atau pemuka (leader) adalah Kontraktor KKS pemegang Kontrak awal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pengelolaan aspek financial. Koordinator Kontrak bersama-sama Kontraktor KKS yang akan memanfaatkan Kontrak menyusun amandemen kontrak yang memuat antara lain hal-hal yang telah disepakati dalam perjanjian kerjasama. 4. Apabila amandemen mengakibatkan penambahan nilai. b. Pelaksanaan dalam kelompok usaha Kontraktor KKS disesuaikan dengan kebijaksanaan yang berlaku di dalam kelompok usaha tersebut.1. Ruang lingkup pekerjaan dan/atau jenis barang yang diperlukan. 4. Pengaturan pemberian sanksi dan pinalti akibat keterlambatan penyerahan barang dan/atau penyelesaian pekerjaan. d. c. Ketentuan tentang persetujuan atau pelaporan mengikuti ketentuan Bab II angka 2. Perjanjian kerjasama memuat antara lain namun tidak terbatas pada hal-hal berikut: a. Pelaksanaan 1. diperlakukan sebagai Penambahan Lingkup Kerja (PLK). Pengurusan perijinan (Formalities). Masa kontrak.3. 3.6. Formalitas rencana kerja dan anggaran (WP&B dan AFE) menjadi tanggung jawab masing-masing Kontaktor KKS. Halaman 5 of 7 . Hak dan Kewajiban para pihak. Perjanjian kerjasama disusun antara Kontraktor KKS pengelola kontrak dengan Kontraktor KKS yang akan memanfaatkan. 5. g. JK-001 2. 2. pengaturan program dan/atau jadwal pelaksanaan. Rencana pemanfaatan kontrak yang sedang berjalan ini harus dikomunikasikan dan disetujui oleh Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan.3 dan Bab XIII angka 4. e. f.

5. Penyelesaian Perselisihan Dalam hal terjadi perselisihan antara salah satu Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa. Ketentuan impor barang diberlakukan sesuai ketentuan yang berlaku pada masing-masing Kontraktor KKS yang bersangkutan. Pelaporan pelaksanaan kontrak dilakukan oleh masing-masing Kontraktor KKS. Jaminan pelaksanaan yang ada direvisi dengan mencantumkan nama pengguna barang/jasa yang baru sesuai perjanjian kerjasama dan apabila diperlukan nilai jaminan ditambah. maka Koordinator Kontrak membantu untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi dan harus diupayakan agar tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan lainnya. Apabila tidak terjadi kesepakatan. Pelaporan Koordinator Kontrak berkewajiban menyampaikan laporan formalitas kontrak awal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. JK-001 3. 4.3. sesuai ketentuan yang berlaku. 4. ------ooo000ooo------- Halaman 6 of 6 .7. maka penyelesaiannya terlebih dahulu dilakukan oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan dengan cara musyawarah/ mufakat.

3. dan proses. keahlian.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3. 3.9. Mempunyai komitmen dan obyektif bersama. Pembagian risiko dan keuntungan (Risk & Benefit).7. pengalaman dan sumber daya lainnya dari para pihak yang disinergikan untuk mencapai hasil yang paling optimal dalam hal pengembangan suatu jenis barang/peralatan. 3.2. manajemen. Dilandasi dengan kepercayaan. 3. Saling memberikan manfaat sumber daya seperti teknologi. keahlian. dan saling menguntungkan (win-win).8. 3. 3. Kerjasama jangka panjang. 2. JK-002 SISTEM KONTRAK KEMITRAAN (STRATEGIC ALLIANCE) 1.4. Halaman 1 dari 5 .5. 3. DEFINISI Kontrak Kemitraan adalah Kontrak pengadaan barang/jasa berdasarkan konsep kerjasama jangka panjang dimana para pihak memberikan kontribusi sumber dana. Kerjasama yang erat dan interaktif dengan mengintegrasikan proses dan aktivitas utama. daya dan/atau fasilitas yang dimiliki/dikuasai dalam rangka mencapai sasaran strategis yang disepakati bersama antara penyedia dan pengguna barang/jasa.3. keterbukaan. finansial. standar mutu dan penekanan biaya. TUJUAN Tujuan dari Kontrak Kemitraan (Strategic Alliance) adalah pemanfaatan potensi teknis. yang berkesinambungan (continuous Efisien dan efektif dalam desain konsep dan penerapannya. Perbaikan kinerja improvement).6. kepastian pasokan (security of supply). KARAKTERISTIK Kontrak kemitraan mempunyai karakteristik sebagai berikut: 3.

Pengembangan suatu jenis barang/produk baru yang secara jangka panjang akan dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan produksi minyak dan/atau gas bumi.2.2.5. Hal-hal yang dapat dijadikan tolok ukur untuk menetapkan nilai strategis dalam melakukan evaluasi antara lain: a. Kompleksitas proses pengadaan dan rantai suplai yang berdampak pada harga dan ‘cycle time’. 4. PERENCANAAN Penentuan Sasaran Strategis 1. 2. c. Peranan barang/jasa tersebut dalam pelaksanaan operasi. 4. 4.4. Membuat model pengadaan barang/jasa yang sesuai dengan konsep kontrak kemitraan.2. 4.2.2. Halaman 2 of 5 . Penjajakan Pasar (market survey).6. menentukan kriteria calon mitra dan rencana pra-kualifikasi. Menyusun rancangan langkah-langkah yang diperlukan pada periode transisi antara lain tentang integrasi sistem & proses (perangkat keras dan lunak). JK-002 4. Semakin tinggi peranan barang/jasa tersebut. Melakukan evaluasi potensi internal yang dapat disinergikan. Pemilihan Mitra dan Pelaksanaan kontrak. menyusun lingkup kerja awal.7. maka kontrak kemitraan semakin diperlukan. Nilai pengadaan b.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. TATA CARA Kontrak Kemitraan dilakukan melalui tahapan Perencanaan. d. 4. Sasaran strategis ditentukan dengan melakukan evaluasi terhadap pengadaan barang/jasa di perusahaan yang berpeluang memberikan efisiensi yang besar bagi Kontraktor KKS. Sosialisasi.

Melakukan prakualifikasi melalui asesmen terhadap kemampuan sumber-sumber yang berminat/ potensial.5.4.4. 4.4. Mengirimkan kuestioner. Hasil asesmen digunakan untuk menetapkan calon peserta pengadaan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses selanjutnya. 4.3.7. Apabila calon peserta pengadaan yang lulus tahap prakualifikasi hanya 2 (dua) diteruskan dengan proses pemilihan langsung dan apabila yang lulus tahap prakualifikasi hanya 1 (satu) proses proses dinyatakan gagal.4.3. antara lain dengan cara: 1. SOSIALISASI Tahap sosialisasi dimaksudkan untuk: 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.5. Menetapkan metoda evaluasi bersama dengan calon peserta yang lulus tahap asesmen. 4.5. Menyusun dokumen pengadaan.3.6. Melakukan kunjungan ke pabrik atau fasilitas yang dimiliki calon mitra.3. Membangun tujuan (obyective) bersama. 2. Diskusi/ dialog.4. PENJAJAKAN PASAR Mencari sumber-sumber yang berpotensi untuk melaksanakan konsep pengadaan yang telah dibuat dengan cara: 4. Mengumumkan rencana pelaksanaan kontrak kemitraan melalui media cetak dan/atau media elektronik dan mengundang sumber-sumber yang telah diketahui. Halaman 3 dari 5 . 4. PEMILIHAN MITRA Pemilihan mitra menggunakan metoda pelelangan atau pelelangan terbatas. 4. 4. Peserta pelelangan adalah calon peserta pengadaan yang telah lulus tahap asesmen. 4. JK-002 4.4. 3.4. serta menetapkan tolok ukur keberhasilan (Key Performance Indicator).6. Menyamakan persepsi semua pihak tentang kontrak kemitraan yang akan dilaksanakan antara lain lingkup kerja serta hak dan tanggung jawab para pihak.

Waktu yang diperlukan (cycle time). 3. Waktu penyerahan atau penyelesaian pekerjaan.6. PELAKSANAAN KONTRAK 4.6. b. 4. Kriteria yang dapat dijadikan tolok ukur kinerja keberhasilan pelaksanaan kontrak maupun kinerja mitra. Mengukur unjuk kinerja (performance) berdasarkan parameter KPI (Key Performance Indicator). Mempersiapkan laporan pelaksanaan perihal angka 1) dan 2) diatas. Kualitas barang/jasa. Melakukan pengawasan. h. pengkajian dan perbaikan atas pelaksanaan pekerjaan sesuai yang telah diatur di dalam Kontrak. baik keuntungan/manfaat/nilai tambah maupun kerugian dengan menggunakan konsep “seimbang/proportional” dan harus sudah disepakati sejak awal.4. Nilai Total Cost of Ownership (TCO). Dalam pelaksanaan Kontrak Kemitraan dibentuk Tim Pengendali Bersama (Joint Performance Control Body) antara Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa. 4. Ketentuan tentang pinalti telah tercakup didalam ketentuan tentang resiko dan keuntungan (Risks & Rewards). e.6. harus juga memuat ketentuan sebagai berikut: 1. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. d.5. misalnya: a. JK-002 4. Tolok Ukur Kinerja (Key Performance Indicator). Harga barang/jasa. g. Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lindungan Lindungan (Health Safety and Environment) 2. dengan tugas: 1. Halaman 4 of 5 . Mendorong pencapaian unjuk kinerja (performance) dan hasil produksi yang semakin efektif dan semakin efisien. c. Pengaturan resiko dan keuntungan (Risks & Rewards) meliputi pembagian atas hasil pencapaian yang relatif terhadap KPI. f. Pemanfaatan barang/jasa produksi dalam negeri. Tingkat inventori atau sumber daya yang digunakan. Kontrak Kontrak selain memuat ketentuan umum.

Pemutusan kontrak dini (Early termination) dapat dilakukan apabila mitra tidak menunjukkan kinerja (KPI) sesuai ketentuan yang telah disepakati secara berkelanjutan. 5. Dalam hal ini jaminan pelaksanaan dicairkan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pengaturan tanggung jawab dalam pengelolaan asset yang digunakan dalam kontrak. 4. ---ooo0ooo--- Halaman 5 dari 5 . 6. Susunan dan tugas Tim Pengendali Bersama (Joint Performance Control Body). JK-002 3. Pengaturan hak kepemilikan (proprietory right) dan hak intelektual (intellectual right) atas aset/fasilitas/patent yang dihasilkan dari pembiayaan bersama dimana biaya yang dikeluarkan Kontraktor KKS dibebankan sebagai biaya operasi.

.

DEFINISI Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call off Order) adalah kontrak pengadaan barang/jasa untuk jangka waktu yang relatif panjang (satu sampai tiga tahun) untuk suatu jumlah nilai tertentu dengan harga satuan yang telah disepakati. JK-003 PERJANJIAN PEMASOKAN BERDASAR PERMINTAAN (CALL OFF ORDER) 1. Halaman 1 dari 3 . Apabila barang/jasa telah mampu diproduksi atau dikerjakan di dalam negeri maka harus menggunakan barang produksi dalam negeri dan/atau jasa dalam negeri.3. dimana pengguna barang/jasa dapat meminta Penyedia Barang/Jasa untuk menyerahkan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa sewaktu-waktu diperlukan dan pembayaran dilakukan terhadap sejumlah barang/jasa yang benar-benar dipergunakan atau dikerjakan. dengan frekwensi atau jumlah pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekwensi kebutuhan pekerjaan tinggi. 2.4. PERSYARATAN Perjanjian Pemasokan Berdasar Permintaan (Call off Order) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: 3. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan cara Pemasokan Berdasar Permintaan (Call off Order) adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang/jasa dan meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya pengelolaan sumber daya. 3. Diterapkan bagi pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item). Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/penggunaan yang sama. Pengadaan dilakukan dengan metode pemilihan langsung sesuai ketentuan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3. 3. pelelangan atau 3.1.2.

maka harga satuan yang disepakati harus ditetapkan berlaku minimal untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Kontrak call off order dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan barang. TATA CARA 4. Dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang jumlah minimum nilai penggunaan kumulatif (minimum cummulative order) selama periode kontrak. Halaman 2 of 3 . 5. JK-003 4.2. Proses pelelangan atau ketentuan yang berlaku.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Penyesuaian harga ditetapkan berdasar suatu formula tertentu yang akan berlaku apabila suatu keadaan tertentu (waktu.3. Jumlah setiap pembayaran adalah sebesar jumlah barang yang telah dipasok atau jasa yang telah dilaksanakan. Apabila dimungkinkan adanya penyesuaian harga. Di dalam kontrak dicantumkan tata cara pembayaran. 4. 5.2.jasa yang sama dari beberapa kegiatan dari 1 (satu) Kontraktor KKS atau untuk beberapa Kontraktor KKS dalam bentuk Kontrak Bersama (Joint Contract). Formula dan keadaan yang memungkinkan dilakukannya penyesuaian harga ditetapkan dalam Kontrak.3. 5. Di dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang kemungkinan penyesuaian harga.1. Dilakukan prakualifikasi/asesmen untuk mengetahui kemampuan calon penyedia barang/jasa yang dapat diikutkan dalam proses pengadaan.5. Harga satuan yang berlaku dalam Kontrak adalah harga berdasarkan harga penawaran akhir dari Penyedia Barang/ Jasa.4. Pada dasarrnya harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa Kontrak. kejadian) terjadi. 5. PEMBUATAN KONTRAK 5.1. setelah atau tanpa melalui negosiasi. Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS yang bertindak sebagi coordinator beberapa Kontraktor KKS menetapkan jenis barang/jasa yang akan diadakan dengan cara Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call off Order). antara lain kemampuan untuk menyediakan barang/jasa sewaktu-waktu. 5. pemilihan langsung mengikuti 4.

Permintaan untuk memasok barang menggunakan Surat Pesanan(SP)/Purchase Order (PO) dan permintaan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan atau Surat Perintah Kerja (SPK)/Service Order (SO). Di dalam Kontrak dicantumkan ketentuan tentang sanksi dan terminasi dini.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.1.2. Halaman 3 dari 3 . PELAKSANAAN KONTRAK 6.6. 6. JK-003 5. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. 6.3. ----ooo000ooo---- 6. Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memenuhi kewajiban secara berkesinambungan. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan yang diminta oleh Kontraktor KKS. dikategorikan sebagai kelompok merah dan Kontrak dapat diakhiri lebih awal.

.

Halaman 1 dari 5 . 3.1. untuk 1 (satu) kelompok barang/jasa yang bersifat spesifik.1.1. Terdapat pabrikan dalam negeri maupun luar negeri yang bersedia melakukan ikatan perjanjian harga untuk suatu jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan Perjanjian Harga (Price Agreement) adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang dan jasa tertentu dengan cara mengadakan perjanjian harga untuk suatu jangka waktu tertentu dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa. JK-004 PERJANJIAN HARGA (PRICE AGREEMENT) 1. 3.1. yang dibuat berdasarkan harga satuan barang atau peralatan yang dikeluarkan resmi oleh pabrikan/principal yang berlaku umum. 3. DEFINISI Perjanjian harga (price agreement) adalah perjanjian dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai pabrikan (manufacturer) atau agen tunggal (sole agent/sole distributor). Perjanjian Harga (Price Agreement) dengan pabrikan (manufacturer) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan sebagai berikut: Merupakan kegiatan pengadaan bagi barang atau peralatan (equipment) tertentu yang dipakai secara luas dalam lingkungan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di Indonesia.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. untuk suatu jangka waktu tertentu.2. PERSYARATAN 3. 2.

meliputi namun tidak terbatas pada: 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.3. Tersedia Agen Tunggal yang merupakan Perusahaan Nasional.1. 3.1. Tersedia daftar harga barang (price list) yang dikeluarkan oleh prinsipal yaitu pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan dan berlaku umum. PENETAPAN STANDAR JENIS BARANG ATAU PERALATAN Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS menetapkan jenis barang. 3. 3.1.2.2. Halaman 2 of 5 . Pabrikan bersama BPMIGAS dan Kontraktor KKS bersedia melakukan upaya-upaya perbaikan untuk mendapatkan tingkat pelayanan yang lebih efektif dan biaya yang semakin efisien. 2.2.3. Pelaksanaan perbaikan dan penyediaan sarana bengkel (workshop). baik perbaikan kecil maupun perbaikan besar (overhaul).1. Digunakan secara luas oleh banyak atau oleh beberapa Kontraktor KKS.1. 3. Pabrikan (manufacturer) bersedia membuat dan melakukan aktivitas purna jual (after sales service) di dalam wilayah negara Republik Indonesia. 4. atau 2. dengan mempertimbangkan kondisi antara lain sebagai berikut: 1.2. Penyediaan suku cadang melalui Perusahaan Nasional yang ditunjuk sebagai agen atau agen tunggal. 3. Jumlah barang. yang memiliki perjanjian keagenan atau surat penunjukan keagenan dari pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan dan memenuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia.2. peralatan atau jasa yang memungkinkan untuk diadakan melalui Kontrak perjanjian harga. peralatan atau jasa yang diperlukan cukup besar sedemikian sehingga ekonomis untuk dilakukan perikatan harga jangka panjang. Perjanjian Harga (Price Agreement) dengan agen tunggal (sole agent/sole distributor) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: Dilakukan untuk pengadaan barang/jasa bersifat spesifik. JK-004 3.1.4. bekerjasama dengan Perusahaan nasional. TATA CARA 4. 4.

dengan tujuan untuk menyederhanakan (simplification) variasi jenis. PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA Pemilihan Penyedia Barang/Jasa pada dasarnya menggunakan metode penunjukan langsung kepada pabrikan (manufacturer). Jumlah penggunaan tinggi dan bersifat terus menerus diperlukan. Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS melakukan seleksi variasi jenis.1. Jasa tersebut bersifat spesifik menurut ketentuan dalam pedoman ini. 2. 4. Halaman 3 dari 5 . pabrik pembuat (merk) dan tipe (type) dari barang atau peralatan. Melalui proses negosiasi langsung dengan pabrikan untuk mendapatkan harga yang terbaik dalam pengadaan peralatan (equipment). 4.3. PENETAPAN JENIS JASA Kontraktor KKS dengan/atau BPMIGAS menetapkan jenis jasa yang akan diadakan dengan cara Perjanjian Harga (Price Agreement). 2.3.2. spesifikasi.1. Harga yang ditetapkan harus berbasis pada harga yang diberlakukan secara internasional oleh pabrikan. agen tunggal atau penyedia jasa yang ditunjuk secara eklusif oleh pabrikan (manufacturer). JK-004 4.1.2.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.3. Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS menetapkan satu atau beberapa jenis dan type barang dan peralatan yang dijadikan standar bagi penggunaan pada suatu kebutuhan pemakaian tertentu. Melalui proses negosiasi langsung dengan pabrikan (manufacturer) bersama agen tunggal atau penyedia jasa tunggal untuk mendapatkan harga yang terbaik dalam pengadaan sukucadang atau jasa perbaikan peralatan. 3.2.3. dengan kriteria antara lain sebagai berikut: 1. Penetapan harga yang diperjanjikan: 1. 4. Berdasarkan hasil seleksi. 4.2. 4. 4. 4. Harga yang diperjanjikan dapat berupa harga pasti atau berupa formula harga yang berbasis pada harga dengan kondisi tertentu.

di dalam negeri atau di negara lain. Harga atau formula harga yang didasarkan pada daftar harga (price list) yang diberlakukan secara internasional. Harga satuan atau formula harga satuan yang berlaku untuk perjanjian adalah harga berdasarkan harga setelah dilakukan negosiasi. Membandingkan dengan harga yang telah disepakati dalam kontrak sebelumnya.3. PEMBUATAN KONTRAK 5. Penawaran harga Panitia Pengadaan mengundang pabrikan atau bersama dengan agen tunggal atau penyedia jasa tunggal untuk mengajukan penawaran meliputi sekurang-kurangnya: 1. Perubahan harga harus berdasar pada formula yang telah disepakati sebelumnya dan berdasar pada harga yang diberlakukan secara inetrnasional oleh pabrikan (manufacturer).2. meliputi: 1. 3. JK-004 4. Harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa perjanjian yang ditetapkan sebelumnya. Melakukan perhitungan normalisasi dan membandingkan hasil normalisasi dengan altenatif cara pengadaan yang lain 4.1.3. 2.3. Negosiasi harga atau formula harga. 2. 4.4. Dilakukan negosiasi atas penawaran yang diajukan. Syarat dan kondisi penawaran tidak boleh menyebabkan Kontraktor KKS terikat sedemikian sehingga tidak boleh memiliki alternatif sumber pengadaan. 5. Penawaran jenis-jenis barang/peralatan/jasa lengkap dengan spesifikasi dan kemungkinan perubahannya. 2. 3. Membandingkan dengan harga yang disepakati dengan pembeli lain.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Syarat dan kondisi (terms & conditions) penjualan. 5. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi kewajaran harga penawaran antara lain dengan: 1.3. Negosiasi syarat dan kondisi (terms & conditions).3. Halaman 4 of 5 . 5.5.

----ooo000ooo---- 6. Halaman 5 dari 5 . Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa. Minimum order tidak diterapkan dalam Perjanjian Harga (Price Agreement). JK-004 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PELAKSANAAN KONTRAK 6.2.3.5. dikategorikan sebagai kelompok merah dan perjanjian dapat diakhiri lebih awal. 5. Di dalam Kontrak dicantumkan ketentuan tentang sanksi dan terminasi dini. 6.4. 6. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Permintaan untuk memasok barang menggunakan Surat Pesanan(SP)/Purchase Order (PO) dan permintaan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan atau Surat Perintah Kerja (SPK)/Service Order (SO).1. Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memenuhi kewajiban untuk memenuhi permintaan Kontraktor KKS berdasar SP/SPK (PO/SO) secara berkesinambungan.

.

PERSYARATAN 3. Kontrak MSA dapat dilakukan bila memenuhi persyaratanpersyaratan berikut: Diterapkan pada pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item).000.1. 3. 3. dengan tingkat pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekuensi pekerjaan tinggi.3. JK-005 PERJANJIAN PEMASOKAN DENGAN BEBERAPA PENYEDIA BARANG/JASA (MULTI STANDING AGREEMENT / MSA) 1. Ketentuan ini dikecualikan bagi barang/jasa tertentu yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS (antara lain: drill bit. Halaman 1 dari 4 . dengan selalu tersedianya pilihan/alternatif dari beberapa rekanan yang terikat kontrak harga satuan untuk suatu jangka waktu tertentu.00 (sepuluh juta rupiah) atau US$1.1. DEFINISI Multi Standing Agreement (MSA) adalah suatu perikatan kontrak harga satuan (unit price) dengan lebih dari satu rekanan secara simultan untuk pengadaan barang atau jasa yang sama/sejenis dalam hal spesifikasi.000.2.1. Harga satuan (unit price) tidak lebih dari Rp10. kualifikasi dan kemampuan dalam jangka waktu kontrak tertentu.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. alat kesehatan) harga satuan dapat lebih besar dari ketentuan tersebut.1. Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/ penggunaan yang sama. ukuran.000. 3. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan kontrak Multi Standing Agreement adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang dan jasa. 3.00 (seribu dolar Amerika Serikat). 2.

Harga satuan yang berlaku untuk setiap perjanjian adalah harga berdasarkan harga penawaran akhir dari masing-masing Penyedia Barang/Jasa terpilih. Halaman 2 of 4 .4. atau 2. 4. Di dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang kemungkinan penyesuaian harga. Dalam hal ini apabila harga satuan dari setiap jenis (item) lebih tinggi daripada harga satuan dalam HPS/OE. Pemilihan penyedia barang/jasa: Dipilih 3 (tiga) penyedia barang/jasa yang menawarkan jumlah harga satuan terendah.2. Penetapan calon pemenang dapat dilakukan: 1.5.5. menyusun dokumen pengadaan dan tatacara evaluasi. TATA CARA 4. Disusun 3 (tiga) peringkat penawaran berdasarkan nilai jumlah harga satuan. proses pengadaan mengikuti 4. 5. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi kelayakan penggunaan metode Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (MSA). Dalam hal ini apabila jumlah harga satuan lebih tinggi daripada HPS/OE. 4.5. Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/Owner Estimate (OE) merupakan daftar harga satuan (unit price) dan nilainya merupakan hasil penjumlahan harga satuan (unit price) yang ada dalam daftar tersebut.1. Pada dasarrnya harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa Kontrak. 5.1. dilakukan negosiasi.2. Proses pra-kualifikasi dan peraturan yang berlaku. 4. Kontrak perikatan harga satuan dibuat bagi masing-masing Penyedia Barang/Jasa yang telah terpilih. JK-005 4. Dilakukan dengan memilih harga satuan terendah untuk setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran peringkat 1 (satu) sampai dengan peringkat 3 (tiga).3. Kontraktor KKS menetapkan jenis dan perkiraan jumlah/nilai barang/jasa yang akan diadakan dengan jenis Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (MSA). 4. PEMBUATAN KONTRAK 5. dilakukan negosiasi. Secara keseluruhan jenis (item) barang/jasa dalam penawaran. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.1.2.

3. Dalam hal ini Penyedia Barang/Jasa peringkat 1 (satu) harus diberi porsi terbesar. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan maka SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah kedua. Formula dan keadaan yang memungkinkan dilakukannya penyesuaian harga ditetapkan dalam Kontrak. 5. Dalam hal jumlah kebutuhan barng/jasa suatu saat cukup besar dan harus dipenuhi dalam waktu yang bersamaan. 6. kejadian) terjadi. 6. Halaman 3 dari 4 . 5. Apabila pemegang MSA dengan harga satuan terendah kedua tidak mampu memasok barang atau melaksanakan pekerjaan maka SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah ketiga. SP/SPK (PO/SO) dapat diberikan sekaligus kepada lebih dari 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa pemegang perjanjian MSA. sehingga tidak ada komitmen terhadap pemegang kontrak MSA. 5. Apabila dimungkinkan adanya penyesuaian harga. Dalam Kontrak ditetapkan ketentuan tentang jumlah hari keterlambatan maksimal yang dapat diterima oleh Kontraktor KKS. Pengaturan mengenai sanksi dan terminasi dini. SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah. 6. Minimum order tidak dapat diterapkan dalam MSA. PELAKSANAAN KONTRAK 6. Permintaan untuk memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan Surat Pesanan (SP)/Purchase Order (PO) atau Surat Perintah Kerja (SPK)/ Service Order (SO).3. maka harga satuan yang disepakati harus ditetapkan berlaku minimal untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.5. JK-005 Penyesuaian harga ditetapkan berdasar suatu formula tertentu yang akan berlaku apabila suatu keadaan tertentu (waktu.2.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.1.

Apabila Penyedia Barang/Jasa yang sudah menerima SP/SPK (PO/SO) tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa. alat kesehatan). ----ooo000ooo---- 6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Bagi Penyedia Barang/Jasa yang tidak bersedia menerima SP/SPK (PO/SO) atau gagal memenuhi kewajiban atas SP/SPK (PO/SO) 3 (tiga) kali dikategorikan sebagai kelompok merah dan perjanjian dapat diakhiri lebih awal. Nilai setiap SP/SPK (PO/SO) yang diterbitkan tidak boleh lebih besar dari Rp500.5. Halaman 4 of 4 .00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50.000.6. Kontraktor KKS dapat meminta Penyedia Barang/Jasa peringkat berikutnya yang terikat dalam Kontrak untuk memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa bersangkutan. JK-005 6. 6.000. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). Ketentuan ini dikecualikan bagi barang/jasa tertentu yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS (antara lain: drill bit.4. Dalam hal jumlah hari keterlambatan melewati batas toleransi yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama Jabatan Bertindak untuk dan atas nama Alamat Telepon/Fax :…………………....... PQ-001 FORMULIR ISIAN PENILAIAN KUALIFIKASI Pengadaan Kontraktor KKS : ......………………………….................. 3................ : PT/KOPERASI……………..................................... :……………………………………………...................................................... Halaman 1 dari 8 .....................…………………………................................................................................ Saya/perusahaan saya tidak sedang dinyatakan pailit atau kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan atau tidak sedang menjalani sanksi pidana atau sedang dalam pengawasan pengadilan.... Saya secara hukum mempunyai kapasitas menandatangani kontrak berdasarkan surat .................... : ……………………………….. ...........................................................Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No............... Saya tidak pernah dihukum berdasarkan putusan pengadilan atas tindakan yang berkaitan dengan kondite profesional saya................. sebutkan secara jelas nomor akte pendirian/ perubahannya/ surat kuasa dan tanggalnya).............. (sesuai akte pendirian/ perubahannya/ surat kuasa..…………………………….... Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa: 1........ : ..... 2...................................... Proyek/Unit Kerja : ………………….............. : ……………………...........………….

Alamat Kantor Pusat (diisi. Nomor Akta b. Tanggal c. Umum 1. Landasan Hukum Pendirian Perusahaan 1. Fax 2. dalam hal yang menawar cabang perusahaan/bukan perusahaan pusat) No. Akte Pendirian PT/ Koperasi a. 2. Telpon No. Telpon No. 4. Jenis Ijin Usaha Nomor Tanggal Masa Berlaku Instansi pemberi ijin usaha IUJK/SIUP/SIUI/TDP 3. 3. Ijin Usaha 1. Fax 4. Nama Notaris Halaman 2 of 8 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Data-data saya/perusahaan saya adalah sebagai berikut: A. PQ-001 4. Data Administrasi 1. 3. 2. Nama (PT/ KOPERASI) Status Alamat Pusat atau Cabang No.

c. Direksi/Penanggung Jawab/Pengurus Perusahaan No 1 2 3 Nama No. PQ-001 2. Data Keuangan 1. Pengurus: a. Nomor Akta Tanggal Nama Notaris 4. KTP Jabatan dalam perusahaan Nama No. Susunan Kepemilikan Saham No 1 2 3 4 5 … Halaman 3 dari 8 Nama No. KTP Jabatan dalam perusahaan B. Akta Perubahan Terakhir a. b.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Komisaris (untuk PT): No 1 2 3 b. KTP Warganegara Indonesia /Asing %ase .

. Neraca Perusahaan Terakhir per Tanggal.............................. tanggal.................. PQ-001 2......Peralatan dan Mesin ..Utang pajak ...............Pekerjaan dalam Proses Rp Jumlah (a) II Aktiva tetap ....Utang lainnya Jumlah(d) V Utang jangka panjang (e) Rp Rp Rp Rp ..... ________________________ Jumlah : Rp.............. Piutang jangka panjang (lebih dari enam bulan) : Rp. Direktur Utama/Penanggung Jawab Perusahaan Materai Rp 6.000.......... ...... .....Gedunggedung III Rp Rp Rp Rp VI Kekayaan bersih (a+b+c)–(d+e) Rp Jumlah (b) Rp Aktiva lain (c) Rp Jumlah Rp Jumlah Rp *) Piutang jangka pendek (sampai dengan enam bulan): Rp.....Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.......Bulan .............200x PT/Koperasi........................Bank .. Tahun.Inventaris .........Kas ....Persediaan Barang Rp Rp Rp Rp PASIVA IV Utang jangka pendek ......Nama Jelas Halaman 4 of 8 ........ (dalam ribuan rupiah/satuan US$) AKTIVA I Aktiva Lancar ...............Utang dagang ..Piutang *) ..

PQ-001 3. C. Data Personalia Tenaga ahli/teknis yang diperlukan (hanya untuk pekerjaan jasa). 1. (tahun) 6 Profesi/ keahlian 7 Sertifikat/ Ijasah 8 1 Direktur Utama/ Penanggung Jawab Perusahaan Nama jelas Halaman 5 dari 8 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 2. Pajak Nomor Pokok Wajib Pajak Nomor/Tanggal Bukti Pelunasan Pajak Tahun Terakhir Nomor/Tanggal Laporan bulanan PPH/PPN tiga bulan terakhir 3. No Nama Tgl/bln/th Pendidikan lahir 2 3 4 Jabatan dalam “proyek” 5 Pengalaman Kerja.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Data Peralatan/Perlengkapan (hanya untuk pekerjaan jasa) No 1 Nama 2 Jumlah 3 Kapasitas (output) saat ini 4 Merk dan tipe 5 Tahun Kondisi baik/ pembuat rusak an 6 7 Lokasi sekarang 8 Bukti Kepe milikan 9 Catatan: bila diperlukan dapat dibuat rincian tersendiri untuk setiap jenis dan bukti-bukti surat pemilikan harus dapat ditunjukkan pada waktu diperlukan. Data Pengalaman Perusahaan (3 paket Kontrak dengan nilai tertinggi yang pernah diselesaikan dalam bidang/ subbidang yang sesuai) Pemberi Tugas/ Pengguna Jasa Kontrak Nilai Tanggal Selesai Menurut Kontrak Berita Acara Serah Terima 10 No Nama Paket Pekerjaan Bidang / Sub Bidang Pekerjaan 3 Loka si Nama Alamat/ Nomor/ Telepon Tanggal 1 2 4 5 6 7 8 9 Halaman 6 of 8 . PQ-001 D. E.

PQ-001 F. Data Pekerjaan Yang Sedang Dilaksanakan (hanya untuk jasa pemborongan) Pemberi Tugas/ Pengguna Jasa Kontrak Nilai Progres Terakhir Tanggal Prestasi Kerja 9 10 No Bidang Pekerjaan Bidang / Sub Bidang Pekerjaan 3 Loka si Nama Alamat/ Nomor/ Telepon Tanggal 5 6 7 1 2 4 8 G. Modal Kerja Surat dukungan pendanaan dari Bank: Nomor Tanggal : : Nama Bank : Nilai : Halaman 7 dari 8 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

........... ..... Apabila dikemudian hari..……...20xx PT/ Koperasi ... ditemui bahwa data/dokumen yang kami sampaikan tidak benar dan ada pemalsuan....Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No....... Tanggal dan Cap Perusahaan (Nama Jelas) Jabatan Halaman 8 of 8 ..... PQ-001 Demikian persyaratan ini kami buat dengan sebenarnya dan penuh rasa tanggung jawab................ maka kami bersedia dikenakan sanksi administrasi yaitu dimasukkan dalam daftar hitam perusahaan dalam jangka waktu selama 2 (dua) tahun dan sanksi perdata dan pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.............. Materai Rp6000........... …......

fl = 0. • NYATA UNTUK JASA Kemampuan Nyata adalah kemampuan penuh/keseluruhan penyedia jasa saat melakukan penilaian kualifikasi meliputi kemampuan keuangan (KK). KP. kemampuan menangani paket pekerjaan/proyek (KP).KB Dimana: KB = kekayaan bersih fl = faktor likuiditas: fl = 0. PQ-002 TATACARA PENGHITUNGAN KEMAMPUAN NYATA. KEMAMPUAN PAKET DAN KEMAMPUAN DASAR 1.MK Dimana: MK = Modal Kerja (hasil hitungan diatas) fp = faktor perputaran modal: fp = 5 untuk penyedia jasa usaha kecil. dan kemampuan dasar (KD) untuk setiap sub bidang pekerjaan.2. Penetapan kemampuan keuangan (KK) KK = fp. Halaman 1 dari 4 . 1. fl = 0.1.3 untuk penyedia jasa usaha kecil.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.8 untuk penyedia jasa asing.. PENETAPAN KEMAMPUAN PEMBORONGAN. Cara perhitungan KK. • 1.6 untuk penyedia jasa bukan usaha kecil. fp = 8 untuk penyedia jasa asing. fp = 7 untuk penyedia jasa bukan usaha kecil. dan KD dapat menggunakan rumusan berikut : Perhitungan Modal Kerja (MK) MK = fl..

Halaman 2 of 4 .4. 2.2 N 1. maka KP maximum ditetapkan sbb : a.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.. Penyedia jasa golongan asing Dimana: N adalah jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat yang bersamaan selama kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.2 N 1. Penyedia jasa usaha kecil Penyedia jasa bukan usaha kecil atau b. PQ-002 1. Dengan memperhatikan kemampuan manajemen proyek yang dapat dilakukan oleh penyedia jasa. dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang dengan menggunakan perhitungan “present value”. Penetapan kemampuan dasar (KD) KD = 2 NPt Dimana: NPt = Nilai paket tertinggi berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. Untuk nilai pekerjaan dengan umur lebih dari 2 (dua) tahun.5.. Kemampuan proyek adalah kemampuan menangani proyek pada saat yang bersamaan untuk setiap sub bidang pekerjaan.. 8 1. KP = KP = KP = KP = 3. Penetapan kemampuan menangani paket pekerjaan (KP) 1. Sisa kemampuan keuangan (SKK) dan sisa kemampuan menangani paket pekerjaan/proyek (SKP) untuk jasa pemborongan: SKK = KK – ∑ Nilai paket pekerjaan/proyek yang sedang dilaksanakan SKP = KP – Jumlah paket pekerjaan/proyek yang sedang dilaksanakan 1.3.

.. 3. Penetapan kemampuan dasar untuk jasa konsultansi.2.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PQ-002 2. Is = Indeks BPS pada bulan penilaian prakualifikasi (bila belum ada dapat dihitung dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-bulan sebelumnya).. PENETAPAN KEMAMPUAN DASAR UNTUK JASA KONSULTANSI DAN PEMASOKAN BARANG/JASA LAIN. pemasokan barang atau jasa lainnya dapat menggunakan rumusan berikut: 2. Halaman 3 dari 4 Io Npo x ------Is . Kemampuan dasar untuk jasa konsultansi KD = 3 NPt 2..2. NILAI KONVERSI PENGALAMAN PEKERJAAN. Penetapan kemampuan dasar untuk pemasokan barang atau jasa lainnya KD = 5 NPt 3. Io = Indeks Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan PHO. Pengalaman pekerjaan dapat menggunakan rumus berikut: 3. NPt = dilakukan konversi dengan Nilai paket tertinggi berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. Nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang dengan “present value” menggunakan perhitungan sebagai berikut : NPs = Dimana: NPs = Nilai pekerjaan sekarang Npo = Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (bila ada) pada saat penyerahan pertama/professional hand over (PHO).1.

Untuk jasa konsultansi: indeks biaya hidup (consumer price index / CPI).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PQ-002 Indeks BPS yang dipakai adalah: • Untuk jasa pemborongan: indeks perdagangan besar barang-barang konstruksi atau lainnya yang merupakan komponen terbesar dari pekerjaan. ---ooo0ooo--- Halaman 4 of 4 . • • • Indeks yang digunakan dicantumkan didalam dokumen kualifikasi. Untuk pemasokan barang: indeks perdagangan besar barang-barang yang sesuai. Untuk jasa lainnya: indeks yang sesuai.

02. turbines. equipment and parts. plants. pengangkat dan pengangkut. 03. jalan dan konstruksi. Peralatan/suku cadang bangunan. mesin. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan PENGADAAN BARANG EKSPLORASI. equipment. Selubung sumur. packing. CONSTRUCTION. 01. equipment. pembangkit listrik. equipments and parts. Boilers. 04. accessories and parts. Building. PRODUCTION AND PROCESSING Drilling exploration and production. accessories and parts. generators. Peralatan/suku cadang pemboran. Peralatan/suku cadang instrumentasi dan kelengkapan mesin. pumps and compressors. engines. 05. tubing and accessories. pompa dan kompresor. MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL 01.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Peralatan/bahan lumpur/kimia pemboran dan penyemenan. 02. Oil. equipment and materials. KONSTRUKSI. Halaman 1 dari 12 . Instrumentation and machinery accessories. turbin. pipa produksi dan kelengkapannya. 02.01. parts and accessories. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode A A. road and construction. eksplorasi dan produksi. Peralatan/suku cadang boiler. 03. hoisting /lifting and transportation. MECHANICAL AND ELECTRICAL Container. Peralatan/suku cadang pengolah dan pemurni minyak/gas /kimia. PRODUKSI DAN PENGOLAH LANJUTAN Activities Section /Group PURCHASING: GOODS EXPLORATION. Peralatan/suku cadang pengemas. Drilling mud and cementing. A. gas and chemical. Well casing.

03. dan penyambung. survey and laboratory. bahan bakar. bahan pengikat dan kelengkapannya. Alat-alat kerja dan peralatan bengkel. 07. Peralatan/suku cadang/bahan peledak. ropes. CHEMICALS AND EXPLOSIVES Chemicals. Telecommunication. Explosives. Fire safety and environmental conservation equipments and materials. fitting and flanges. 09. bahan kemasan. Buildings and tanks materials.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. equipment and accessories. Measuring. 06. metals. BAHAN KIMIA DAN BAHAN PELEDAK 01. Peralatan/bahan bangunan/ tangki. survai dan laboratorium. Tubular goods. equipment. Peralatan/suku cadang alat ukur. non metals. fasteners and general hardware. A. 02. navigasi. accessories and parts. gun and ammunitions. chains. pemadam kebakaran dan lindungan lingkungan. selang. pelumas dan cat. bahan metal/ bukan metal. 05. Peralatan/suku cadang telekomunikasi. Peralatan/suku cadang keselamatan kerja. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Mechanical and electrical. 04. 10. tali baja. katup. hoses. Peralatan/suku cadang mekanikal serta elektrikal. equipment and parts. packaging. valve. Bahan kimia. 08. navigation and computers. lubricant and paints. Tools and other shop equipment. senjata api dan amunisi. Pipa. fuel. dan komputer. Halaman 2 of 12 . rantai.

Agricultural equipment and parts. warehouse and personnel. kesenian. perabotan dan bahan-bahan kebutuhan rumah tangga. MEDICALS AND HOUEHOLD Ofice. Peralatan/suku cadang kesehatan. kantor. Peralatan/perlengkapan tulis. 02. Furniture. perkebunan. Halaman 3 dari 12 . 01. KESEHATAN DAN RUMAH TANGGA Activities Section /Group OFICE. Medical equipment. 04. barang cetakan. perlengkapan. farmasi dan obatobatan. olah raga. accessories and materials. Peralatan. household and housing/club requisites. peragaan/ visualisasi. equipment. 03. accessories and supplies. PERGUDANGAN. perikanan.04. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode A. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan KANTOR. Peralatan/suku cadang/bahan pertanian. pendidikan. pergudangan dan perlengkapan pegawai. dan kehutanan. peternakan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. WAREHOUSE.

Ofshore production platform and facilities. Jetty. Fasilitas produksi dan platform lepas pantai. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. Dermaga. 04. pier and bandwall. landasan dan lokasi pemboran darat/rawa. Pipeline and supports. 05. bridges. Drainase dan jaringan pengairan. Roads. Bangunan pengolahan air bersih dan limbah. Reklamasi dan pengerukan. Onshore production facilities. Interior. Dam.01. Reclamation and dredging. Activities Section /Group PROJECTS CIVIL WORKS Drainage. Bendung dan bendungan. channel and other water system. B. 13. Perumahan dan permukiman. 11. field and onshore/swamp drilling foundation. 08. 02. 12. Jalan. Pemboran air tanah. Gedung dan pabrik. 06. Pertamanan dan lanskap. jembatan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 07. Water well drilling. 10. Fasilitas produksi darat. Gardening and landscaping. Building and plants. penahan gelombang dan penahan tanah (talud). Halaman 4 of 12 . 14. 03. Interior. Water and waste treatment. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA PEMBORONGAN PEKERJAAN SIPIL 01. 09. Housing. Jalur pipa dan fasilitas pendukungnya.

Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG MEKANIKAL/ELEKTRIKAL Activities Section /Group MECHANICAL AND ELECTRICAL Generating and electric transmission.03. 06. 04. boiler. DBM. mooring facility. Electric installation and other electrical services. 03. Information and communication technology network installation.02. telecommunication. Meteorologi dan geofisika. Tata Udara. 04. B. Pemasangan fasilitas produksi dan fasilitas lain lepas pantai. sarana bantu navigasi laut/udara. rambu sungai dan peralatan SAR. Halaman 5 dari 12 . 07. TELEKOMUNIKASI DAN INSTRUMENTASI 01. TELECOMMUNICATION AND INSTRUMENTATION Meteorology &geophysics Radio. struktur dan pancang. Mechanical services. tanki dan pipa. 02. RADIO. tanks and pipe fabrication. Platform. Instrument installation & maintenance. Pekerjaan mekanikal. Air conditioning. heater.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pembangkitan dan jaringan transmisi listrik. Instalasi kelistrikan dan jasa kelistrikan lain. Hoist. SBM. bolier. BIDANG RADIO. Pabrikasi vessels. navigation and SAR facilities. heater. Ofshore production facilities. 01. structure and pile . 08. heat exchanger. 03. telekomunikasi. Pemasangan jaringan teknologi informasi dan telekomunikasi. 05. Pabrikasi platform. heat exchanger. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. Pemasangan & pemeliharaan instrumentasi. 02. Radio. lift and convey facilities. Pemasangan alat angkut dan alat angkat. Vessels.

02.06. WOOD AND PLASTIC Ship building and repair. 08. Pembesituaan kapal dan fasilitas produksi. AGRICULTURES Agriculture and fish nursery. BIDANG PERTANIAN 01. Pembangunan dan reparasi kapal. peti kemas dan lain-lain yang sejenis. Seismic drilling services. 05. 04. 02. B. Pembibitan/pembenihan tanaman dan perikanan. Vessel floatation. Pemboran inti. Replanting and plantation. Hydraulic drilling services. Directional drilling services. Fishing services. Pengecoran dan pembentukan. 02. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 04. 03. Living quarter/cabins/ camps and container. Pemboran hidrolik. Pemboran rawa dan lepas pantai. BIDANG PERTAMBANGAN MINYAK/GAS BUMI & PANAS BUMI 01. Pemboran darat. Ofshore drilling services.05. KAYU DAN PLASTIK Activities Section /Group METALS. 05. 07. Coring services. Forging and forming. Pemboran seismic. Marine vessels and production facilities scraping.04. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG LOGAM. Penjajagan dan pemindaian. B. Reboisasi/penghijauan. Pekerjaan pemancingan Halaman 6 of 12 . Onshore drilling services. 06. 03. Barak. OIL & GAS AND GEOTHERMAL Survey and seismic. Pengangkatan kerangka kapal. Pemboran terarah. 01.

Penyewaan menara pemboran darat atau laut. 22. 11. 16. 21. Penyewaan jaringan pipa pengaliran minyak dan gas bumi. Well cementing services. Well stimulation and secondary recovery services. mud engineering and mud services. Well production test. Work over and well maintenance services (including wireline and snubbing). Stimulasi sumur dan penambangan sekunder. Pengujian lapisan bawah tanah. Oil well pump installation and maintenance services. 10. Casing and tubing setting services. Halaman 7 dari 12 . 09. Miscellaneous oil gas mining services. Perawatan fasilitas produksi. 12. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Mud logging. Well logging and perforating services. Loging dan perforasi. 17.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. di darat atau laut. 19. Pemasangan dan perawatan pompa produksi. Pekerjaan ulang/work over dan perawatan sumur. Rekayasa lumpur dan jasa lumpur lainnya. Onshore & offshore oil and gas storage facilities provison. 13. 20. Penyewaan alat penyimpanan minyak dan gas. Pengujian produksi sumur. Penyemenan sumur. Jasa pertambangan minyak dan gas bumi lainnya. Provision: oil and gas trunk line. 14. 15. 18. Production facilities maintenance services. Onshore and offshore drilling rig provision. Pelayanan casing dan tubing. DST test.

pest control. Pemeliharaan/perbaikan pustaka.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. pemotretan. C. pest control.00. Pemeliharaan/perbaikan alat/peralatan angkutan darat/laut/udara. Advertising. Jasa boga. Writing and translation. Maintenance and repair: library. electronics /telecommunication equipments . termite control dan fumigasi. Convection. 04. Catering. Perawatan komputer. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA LAINNYA Activities Section /Group GENERAL SERVICES Halaman 8 of 12 . 08. Pengepakan. 05. alat/peralatan elektronik/telekomunikasi. Maintenance and repair: land/sea/air transport equipment. transportation and courier services. film. Maintenance and repair: computers. Jasa pembersihan. preserved items. barang-barang awetan. 01. Penyedia tenaga kerja. Penjahitan/konpeksi. 13. fauna etc. 09. Cleaning. Importation /exportation formalities. Packing. 03. 12. Printing and binding Maintenance and repair: ofice equipment. Jasa penulisan dan penerjemahan. 11. pengangkutan. pengurusan dan penyampaian barang melalui darat/laut/udara. 07. Labor supply. fauna dan lain-lain. Iklan/reklame. 06. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode C. film and photography. Pemeliharaan/perbaikan alat/peralatan kantor. termite control and fumigation. Percetakan dan penjilidan 02. 10. Jasa importir/eksportir.

Akomodasi dan angkutan penumpang. lapangan penumpukan. Jasa penyelaman/pekerjaan bawah air. warehouse and related equipment. Penyewaan peralatan/ perlengkapan pemboran. 16. Miscellaneous services. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Rental/lease: transport equipment. Diving and underwater services. 18. Rental/lease: tools. 14. Rental: Drilling tools. Halaman 9 dari 12 . yards. Penyewaan rumah. 15. Jasa asuransi. Insurance. 20. offices. Penyewaan peralatan kerja/produksi/konstruksi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. production/ construction equipment. Penyewaan alat angkutan darat/laut/udara. kantor. Pekerjaan jasa lain-lain. 22. 17. 19. gudang dan perlengkapan terkait. landing yards. Land procurement and formalities Accommodation and travel. Pengadaan/pembebasan tanah. Lease: Housing. 21.

Transportasi darat.02. Sarana/prasarana transportasi udara. sea. Sea technology. Transport equipment and infrastructures: land. air. 07. 05. river and channel transportation. 07. Terminal system. Angkutan barang. Sea transport equipment and infrastructures. 01. 06. 04. D. 08. Housing and camps. swamp and shore. udara. 02. Jaringan. Goods transportation. Sarana/prasarana transportasi sungai dan penyeberangan. Environment technology. Perumahan dan pemukiman. Transport equipment and infrastructures: river and channel. Sistem terminal. laut. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. 03. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA KONSULTANSI BIDANG PEKERJAAN UMUM Activities Section /Group CONSULTANCY BUILDING AND CONSTRUCTIONS Building and plants. Jalan dan jembatan. D. TRANSPORTATION Land. Bangunan gedung dan bangunan pabrik. Teknik lingkungan. BIDANG TRANSPORTASI 01. Technologi kelautan. Bendung dan waduk. Sarana/prasarana transportasi laut.01. Halaman 10 of 12 . 05. 02. sungai dan penyeberangan. Sarana/prasarana transportasi darat. rawa dan pantai. Air transport equipment and infrastructures. River.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Road and bridges. 03. Water dam. Sungai. 06. Transmission network. 04.

03. Kehutanan. BIDANG PERINDUSTRIAN 01. Industri Bahan Bangunan. Other agriculture services. Fishery. Electronics. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG PARIWISATA. Perindustrian lainnya. 02. Perikanan. Konservasi dan Penghijauan. BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA 01. Industri Hasil Pertanian. Agriculture. Industri Mesin dan Logam. 02. POWER GENERATION Electric transmission and distribution. 02. D. POS DAN TELEKOMUNIKASI Activities Section /Group TOURISM. 04. Other power generating services. BIDANG PERTANIAN 01.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Building materials. 06. POST AND TELECOMMUNICATION Post and telecommunication system. Chemistry. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D.03. 05.06. 03. Distribusi dan Transmisi. Pariwisata dan perhotelan D. Industri Kimia. Perkebunan/pertanian/ peternakan. Tourism and hotels. 05. Industri Elektronika. 02.04. Forestry. Halaman 11 dari 12 . INDUSTRY Machinery and metals. 01. Sistem/teknologi pos dan telekomunikasi. D.05. Pertanian lainnya. AGRICULTURE Farming. Conservation and replant. Other industrial services. 04. Pembangkitan tenaga lainnya.

BIDANG LAIN-LAIN 01. 05. Feasibility study. human resources and community. Study kelayakan.08. Pengawasan 07. Kependudukan. Perbankan. Other consultancy services. Sumber Daya Manusia. 04. General planning. 03. Management. Keuangan. Kesehatan. Halaman 12 of 12 . 01. 03. Perencanaan teknis. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan MENURUT LINGKUP LAYANAN PEKERJAAN Activities Section /Group GENERAL CONSULTANCY Survey. 04. Asuransi. 06. Hukum dan penerangan. Perencanaan Umum. Penelitian. Jasa survey. Manajemen. D. Health.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 02. OTHER CONSULTANCY Insurance. Legal and information.07. Supervision. education. banking and finance.. Pendidikan. 02. Sub bidang lainnya. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. Technical engineering and planning. Research and study.

04. Compressors and Equipment Accessories and Parts Chemicals. Spesifikasi Dasar Pengeboran. Generator. DF-001 DAFTAR KELOMPOK BARANG KEBUTUHAN KEGIATAN UTAMA EKSPLORASI DAN PRODUKSI No. Materials and Equipment Liner Hanger Systems Fishing Tools and Repair Tools Wellhead. Pipa Alir Kerangan dan Kelengkapannya Material Penyambung Pipa Besi Baja Konstruksi Utama Mesin. Turbines. Bahan Bakar dan Minyak Pelumas Bahan Peledak Basic Specification Drilling and Production Tools and Drilling Bits Casing . 12. Pompa. 05. 08. 03. 06. 02. 09. Kompresor. 01. Tubing and Accessories Drilling Mud and Cementing. Alat-alat Produksi dan Mata Bor Selubung Sumur. 11. Kepala Sumur. 13. Pembangkit Daya Listrik. Pompa Produksi Bawah Tanah dan Rangkaian Penggeraknya. Pumps. 07. Pipa Produksi dan Kelengkapannya Peralatan dan Material Lumpur Pengeboran dan Penyemenan Peralatan dan Kesistiman Penggantung Pipa Produksi Peralatan Pancing dan Perbaikan Lubang Sumur. Turbin. Christmastree and Accessories Production Subsurface Pumps and String Component Pipes and Tubes Valves and Accessories Pipes and Tubes Fittings Structural Steel / Primary Construction Steel Engines. 10. Bahan Kimia. Silang Sembur dan Kelengkapannya. Fuel and Lubricants (Oil) Explosives Halaman 1 dari 1 . 14.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. serta Kelengkapan dan Rincikannya.

.

176.00% Lampiran No.250.660. CP-001 Harga Evaluasi HE TKDN: (100%/(100%+Pb))*HPb Uraian Harga Penawaran Komponen Dalam Negeri (TKDN) HE PSp: ((100%/(100%+PSp)) * (HE TKDN + TH) Per ingkat Nilai Rp.00 26.905.00 28.38 1. h 23. e Nilai Rp.834.000.000.03 I Halaman 1 dari 3 .000.00 24.000.229.254. b Biaya Produksi Langsung (HPb) Transport & Handling (TH) Jumlah Komponen Biaya A Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 2.00 26.50% 24.176.38 i 40.000.000.000.100.000.905.329.000.00 c 25.00 Pabrikan berstatus Perusahaan Dalam Negeri.250.000.00 % d=e/c Nilai Rp.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH-1 Penghitungan HE-TKDN & HE-PSp Barang dengan TKDN ≥ 25% Pe nye dia Ba rang a Preferensi Harga Barang (Pb) Maksimal 15% Preferensi Status Perusahaan (PSp) = 2. 55% saham dimiliki WNI 2.000.000.000.584.00 1.000.03 2.000.000.000.660.254.250.100.00% 10.350.000.5% Rumus f 40% x 15% % g=d*15% 6.

000.674.305.00 30% x 15% 4.674.000.00 27.000. CP-001 23.00 28.000.000.12 2.076.000.159.000.215.000.56 II B 26.168.976.463.00% 7.70 C Pabrikan berstatus Perusahaan Dalam Negeri.542.000.000.000.209.444.56 2.500.000.976.715.70 1.000.168.00 28.395.000.000.56 1.000.976.470.00% 6.408.590.350.000.12 III Halaman 2 of 3 .00 25.50% 26.000.076.00 2.75% 25.000.076.775.132.000.050.976.000.050.00 26.00 27.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Transport & Handling (TH) Jumlah Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) Biaya Produksi Langsung (HPb) Transport & Handling (TH) Jumlah Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 24.00 30.00 25.076.00 1.000.090.408.305.00 28.590.00 Pabrikan berstatus Perusahaan Nasional 2.50% Lampiran No.000.000.500.00 0.000.000.000.000. 75% saham dimiliki BUMN 2.265.463.000.000.000.00 25% x 15% 3.159.00 1.00% 30.000.715.56 25.625.

Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. data dikutip dari formulir SC-12A baris I yang relevan. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. 2. Kolom (h): a. Biaya Transport & Handling (TH) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Transport & Handling. dengan memperhatikan Status Perusahaan. Kolom (g): a. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. Kolom (c): a. Nilainya harus sama dengan nilai penawaran dan jumlah nilai dalam perincian penawaran. c.d.a. b. Harga Evaluasi Status Perusahaan (HE PSp) = (100%/(100%+kolom g)) x [HE TKDN + Komponen Biaya Transport & Handling (TH)] c. Komponen Bukan Biaya = Nilai Penawaran Komponen Bukan Biaya. e. Biaya Produksi Langsung Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Produksi Langsung Barang.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 4. Komponen Biaya = Biaya Produksi Langsung Barang + Komponen Biaya Transport Handling + Biaya Lain yang terkait dengan penyerahan barang pesanan yang tidak termasuk Komponen Bukan Biaya d. 5. 3. Harga Evaluasi Penawaran (HEP) = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = (100%/(100%+kolom g)) x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. Jumlah Nilai Penawaran = Jumlah Komponen Biaya + Komponen Bukan Biaya. CP-001 PENJELASAN: 1.

.

h 23. a b Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya A Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 2.50% 24.000.000.000.5% Rumus f 28% x 15% % g=d*15% 4.00 26.000.81 Per ing kat Nilai Rp.500.870.00 28.45 2.00 c 25.20% Harga Evaluasi HE TKDN: (100%/(100%+Pb))*HPb Pe nye dia Nilai Penawaran Uraian Komponen Dalam Negeri (KDN) HE PSp: (100%/(100%+PSp)) * HE TKDN Nilai Rp.00 1.558.500.992.81 1.000.000.870.456.000. e 7.00 Nilai Rp.45 I Halaman 1 dari 3 .000.492. CP-002 CONTOH-2 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Pengadaan Barang Produksi Dalam Negeri dan Produksi Luar Negeri Preferensi Harga Barang (Pb) Maksimal 15% Preferensi Status Perusahaan (PSp) = 2.000. 55% saham dimiliki WNI 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.000.000.000.00 25.000.000.000.558.000.456.00 i Pabrikan berstatus Perusahaan Dalam Negeri.000.000.322.494.000.00 TKDN (%) d=e/c 28.500.500.494.00 26.000.322.

00 23.614.000.00 6.457.000.114.084.00 25.457.125.000.000.500.000.000.000.000.33 II III Halaman 2 of 3 .00 1.000.000.00 25.000.831.00 27.00 28.00 NA 0.00 25.000.831.000.000.000.000.00 25.33 1.000.300.200.000.00% 0.00 1.000.000.000.00 24.000.000.00 1.200.00% Lampiran No.000.000.000.970. 2.75% 0.030.00 Agen barang impor 2.084.200.00 27.000.00 0.00 0.00 25% x 15% 3.030.000.000.000.500.000.00 2.457.470.00 27.000.200.00% 25.457.200.470.000.300.000.33 25.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya B Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya C Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 24.00 Pabrikan bertatus Perusahaan Nasional.000. CP-002 24.000.000.831.000.33 2.00 25.500.000.831.

2. 4. e. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. Biaya Transport & Handling (TH) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Transport & Handling. Harga Evaluasi Status Perusahaan (HE PSp) = (100%/(100%+kolom g)) x [HE TKDN + Komponen Biaya Transport & Handling (TH)] c. Kolom (h): a. 5. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. 3. Nilainya harus sama dengan nilai penawaran dan jumlah nilai dalam perincian penawaran. data dikutip dari formulir SC-12A baris I yang relevan.d. Biaya Produksi Langsung Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Produksi Langsung Barang. Komponen Biaya = Biaya Produksi Langsung Barang + Komponen Biaya Transport Handling + Biaya Lain yang terkait dengan penyerahan barang pesanan yang tidak termasuk Komponen Bukan Biaya d.a. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = (100%/(100%+kolom g)) x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. Harga Evaluasi Penawaran (HEP) = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Komponen Bukan Biaya = Nilai Penawaran Komponen Bukan Biaya. Jumlah Nilai Penawaran = Jumlah Komponen Biaya + Komponen Bukan Biaya. dengan memperhatikan Status Perusahaan. b.. Kolom (c): a. Kolom (g): a. CP-002 PENJELASAN: 1. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. c.

.

250.50% 7.250.5% % (g=d*7.334. CP-003 Penye dia Jasa Uraian Harga Penawaran Komponen Dalam Negeri (TKDN) Harga Evaluasi HE TKDN= (100%/(100%+Pj)*HPj PeringHE PSp= kat (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Nilai (Rp) (h) 71.82 I Halaman 1 dari 3 .770.000.82 (i) Nilai Rp.250.102.000.000.00 A 6.000.5% Formula (f) 60% x 7.000.000.5%) 4.000.5% Preferensi Status Perusahaan (PSp) Maksimal 7.258.00 Perusahaan Dalam Negeri 100% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di Indonesia 6.00 % (d=e/c) 60.00 73.000.00% Nilai (Rp) (e) 45.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Contoh-3 Penghitungan HE-TKDN & PSp JASA LAINNYA dengan TKDN ≥ 35% Preferensi Harga Jasa (Pj) Maksimal 7.000.013.50% Lampiran No.102.258.928.000.000.763.23 66. (a) (b) Komponen Biaya (HPj) Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) (c) 75.00 81.

19 III Halaman 2 of 3 .000.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Komponen Biaya (HPj) Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) Komponen Biaya (HPj) Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 72.000.00 76.000.00 79.036.000.000.175.253.00 40% x 7. CP-003 70.675.675.048.012.675.00 50% x 7.000.000.000.000.000.253.00 50.75% 0.048.000.388.00% Lampiran No.20 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri (Leader) + Perusahaan Nasional 50% oleh Perusahaan Dalam negeri 50% di Indonesia 7.00% 73.56 67.000.211.19 73.523.5% 3.347.20 3.00 74.175.500.00 80.00 29.00 83.675.00 C 7.00% 5.523.000.349.012.514.928.000.048.000.00 38.000.000.012.00 40.5% B 7.000.347.000.000.19 II Perusahaan Nasional 100% oleh Perusahaan Nasional 60 % di Indonesia 7.000.

data dikutip dari formulir SC-12B kotak C.d. Harga Evaluasi Penawaran (HEP) = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . Komponen Biaya (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Pengerjaan Jasa Langsung.5%” 5. Jumlah Nilai Penawaran = Jumlah Komponen Biaya + Komponen Bukan Biaya. Kolom (f): diisi dengan “% TKDN * 7. Kolom (c): a..d. data dikutip dari formulir SC-12B kotak B. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12B kotak VI.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3. CP-003 PENJELASAN: 1.b.d. Nilainya harus sama dengan nilai penawaran dan jumlah nilai dalam perincian penawaran. 6. Kolom (g): a. data dikutip dari formulir SC-12B kotak VI. Kolom (h): a.d. c. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c). 4. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 15% b. b. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12B kotak VI. dengan memperhatikan Status Perusahaan. b. Komponen Bukan Biaya = Nilai Penawaran Komponen Bukan Biaya. Harga Evaluasi Status Perusahaan (HE PSp) = [100%/(100%+kolom g)] x (HE TKDN) c. 2.

.

5% Status Perusahaan (PSp) Maksimal 7.92 Nilai Rp.000.250.000.00 80.000.000.500.000.00 81.000.151.346.277.000.750.619.000.362.43 77.819.00 % (d=e/c) 35.00 Nilai Rp.000.085.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.000.000.50% 72.108.273.00 29.275.273.000.5% % (f) (g=d*P) 35% x 15% 50% x 7. (e) 26.000.69 4.75% Harga Evaluasi HE TKDN (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Uraian Harga Penawaran HE Status Perusahaan (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Gabungan Pering -kat (a) A (b) Komponen Biaya Barang (HPb) Komponen Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Nilai Rp.500.000.500.60 II Halaman 1 dari 3 . (h) 72.00 Penawaran (HEP) 8.00 2.775.60 Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan 8.000.684.5% 5.4 Penghitungan HE-TKDN & PSp Jasa Pemborongan Bukan Jasa Konstruksi dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai ≥ Rp50 milyar (≥ US$5 juta) Preferensi Harga (P) Penye dia Jasa Komponen Dalam Negeri (TKDN) Barang (Pb) Maksimal 15% Jasa (Pj) Maksimal 7.151.00 Biaya Harga Evaluasi 89.000.00 35.000. (c) 76.25% 3.503.000.250.000.510.12 (i) Perusahaan Dalam Negeri 100% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 7. CP-004 CONTOH .00 5.00 50.096.

00 Penawaran (HEP) 76.000.00 72.93 26.43 77.662.600.70 77.000.303.00 35.00% 72.650.00 50.303.41 29.5% 5.228. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 50% di wilayah Indonesia 7.70 I Perusahaan Nasional.500.000.53 36.70 III Halaman 2 of 3 .000.610.488.100. CP-004 68.000.108.028.000.000.000. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.650.125.65 76.108.00 Penawaran (HEP) C Komponen Biaya Barang (HPb) Komponen Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan 7.209.000.303.000.00 80.000.277.00 25.000.780.915.000.000.000.808.00 5.000.112.500.31 7.026.650.00 84.00 50.00 0.000.236.53 35.000.000.000.00 35% x 15% 50% x 7.00 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Komponen Biaya Barang (HPb) Komponen Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan 7.000. 50% oleh Perusahaan Nasional 60 % di wilayah Indonesia 7.236.5% 5.25% 3.000.000.00 81.500.75% Lampiran No.00% 35% x 15% 50% x 7.00 Biaya Harga Evaluasi 88.27 4.000.000.883.00 3.000.00 35.028.000.526.451.000.819.128.00 Biaya Harga Evaluasi 87.75% 72.113.000.000.00 7.00 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.000.00 29.780.00 80.000.000.120.138.000.375.000.780.000.000.96 5.108.750.000.000.25% 3.236.120.000.

e.d. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. (jasa).II. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.e.I. (barang) dan A.I. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan.3. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.d.d.I. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B.d. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . Kolom (h): a.f. c. e.5. d. 2. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. b. 5. 3.5. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C.5.5% c. (barang) dan A. 4.3. CP-004 1.3.II. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.f. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c. (jasa). Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.II.III. Kolom (c): a. Kolom (g): a. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.d.

.

5 Lampiran No.00 334.272.000.158.100.000.00 55.000.000.000. A % Nilai Rp. 265.50% 295.000 s/d US$200 juta) Harga Evaluasi (HE): Pe nye dia Jasa Nilai Penawaran Uraian Komponen Dalam Negeri (KDN) Preferensi Harga (P) Barang Maksimal 15% Jasa Maksimal 7.00 26% X 15% 80% x 7.000.620.5% % 3.685.500.90% 6.896.981.896.000.600.00 330. CP-005 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi-Onshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp1 milyar s/d Rp2 triliun (> US$100.390.000.000.806.000.000.00 35.132.000.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.91 39.47 317.000.00 80.938.00% Nilai Rp.000.630.390.672.000.76 51.013.672. 71.91 I Halaman 1 dari 3 .080.00 44.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .5% HE TKDN Brg = (100%/(100%+Pb))*HPb HE TKDN Js = (100%/(100%+Pj))*HPj HE PSp = (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Gabungan Per ing kat Nilai Rp.000.000.23 Biaya Barang (HPb) 275.544.00 Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80 % di wilayah Indonesia 7.000.5% PSp Maksimal 7.00 370.00 26.075.710.139.00 115.

000.00 63.00 5.000.000.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.000.200.000.000.000.000.600.000.750.00 24.759.00 0.000.34 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.000.000.169.00% 6.169.00 375. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80% di wilayah Indonesia 40.000.000.547.000.000.00 371.209.20 64.759.00 327.250.000.250. CP-005 268.000.00 335.000.000.00 331.920.5% 0.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) 268.000.00 III Halaman 2 of 3 .00 116.000.000.547.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C 40. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.000.000.000.00 117.209.600.000.00% Lampiran No.000. 50% oleh Perusahaan Nasional 100% di wilayah Indonesia 39.000.320.00% 67.20 Perusahaan Nasional.000.81 331.00 53.500.200.000.000.00 355.000.000.000.500.000.200.000.000.00 80.250.00 35.00 35.00% 6.000.000.000.00 66.000.00% 80% x 7.000.00 62.435.635.207.000.000.000.750.00 80.500.000.000.34 265.00 24.207.00 53.00 327.000.00% 80% x 7.000.000.000.600.5% 0.000.00 II Biaya Barang (HPb) 265.000.000.000.81 315.00 367.00 63.

3. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.e.d. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). (jasa). Kolom (c): a.d. d.e.3.II. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. 2. b. (barang) dan A. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .5% c.II.II. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.5. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Kolom (h): a. (barang) dan A. CP-005 1. (jasa).d. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7.f.5.5.3.f.I. Kolom (g): a.I. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c.d. 5.d. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B.I. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. e. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. c. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. 4. 3.III. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No.

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .400.000.6 Lampiran No.679.000.000.00 3.50% 2.90% 6.927.32 452.000.000.994.000.00 480.743.25 2.000.5% 1. CP-006 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi Onshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp2 triliun (> US$200 juta) Preferensi Harga (P) Harga Evaluasi (HE): Barang Maksimal 15% (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Jasa Maksimal 7. 2.000.000.000.00 80.000.000.566.001.000.5% HE TKDN Gabungan % 3.00 A Biaya Barang (HPb) 2.57 I Halaman 1 dari 3 .000.000.309.5% (100%/(100%+PSp))* PSp Maksimal 7.00% Nilai Rp.000.000.008. 624.994.00 26.000.000.913.00 80% x 7.00 35.000.746.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 432.000.880.830.00 26% X 15% 384.00 3.312.000.762.248.015.569.746.000.378.56 7.57 Per ing kat Pe nye dia Jasa Nilai Penawaran Uraian Nilai Rp.188.000.000.000.015.00 Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 432. Komponen Dalam Negeri (TKDN) TKDN (%) Nilai Rp.00 2.000.

50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 450.000.250.00 65.318.000.113.22 2.5% 1.000.000.000.625.000.000.953.000.055.250.822.52 2.91 III Biaya Barang (HPb) 2.000.00 70% x 7.250.000.59 2.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) 2.786.000.208.00 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.00% 2.00 5.00 35.00 632.262.396.00 3.661.00 562.40 365.000.000.000.309.00 27. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 70% di wilayah Indonesia 431.000.435.421.001.5% x 15% 4.567.500.37 546.843.000.017.000.000.396.000.00 3.000.000.300.000.000.755.306.000.021.883.76 5.066.000.251.00 630. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.5% 995.20% 4.500.80 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.00 3.000.000.035.50 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C 431.159.207.000.201.296.755.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 450.500.91 II Halaman 2 of 3 .624.625.695.000.000.000.289.24 536. CP-006 2.000.00 2.000.000.00 28% x 15% 4.296.435.352.973.00 3.00 28. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.000.88% 575.00 27.000.00 70.000.500.755.800.000.13% 402.812.250.000.80 2.000.00 36.000.00 2.00% 5.875.973.553.000.00 65% x 7.500.25% Lampiran No.

(jasa).III.d. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B.d. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan.II.I. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.d. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.5. 2.3. CP-006 1. Kolom (g): a. e. 3.I.3. Kolom (h): a. (barang) dan A.e. (barang) dan A. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. (jasa).5% c.5. Kolom (c): a.5. c. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.d. 4.I. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. d.II.d. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya.f.II. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c.e. 5. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. b.f. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C.3.

.

7 Lampiran No.01 7.250. 33.00 Komponen Dalam Negeri (KDN) TKDN (%) 27.5% % 4.000.00 48.00 42.000.714.000.539.000.450.54 Rp.000.000.05% 5.539. CP-007 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi Offhore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai ≤ Rp50 milyar (≤ US$5 juta) Preferensi Harga (P) Pe nye dia Jasa Nilai Penawaran Uraian Rp.000. A Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 6.264.000.91 40.000. 9.000.00 Perusahaan Dalam Negeri 100% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 6.10 6.00 75.714.00 5.700.000.000.00 35.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .63% Rp.00 Harga Evaluasi (HE) Pering -kat Barang Maksimal 15% (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Jasa Maksimal 7.934.218.00 35.000.637.5% (100%/(100%+PSp))* PSp Maksimal 7.627.300.000.00 14.000.000.300.674.00 43.130.00 7.195.000.000.455.000.300.50% 37.000.893.000.755.5% HE TKDN Gabungan Formula 20% X 15% 30% x 7.54 I Halaman 1 dari 3 .

315.00 25. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.433.296.000.00 80. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 50% di wilayah Indonesia 7.170.87 38.586.00% 25% x 15% 85% x 7.950.04 6.000.00 35.360.000.537.02 40.296.000. CP-007 31.018.000.000.75% 6.000.000.5% 3.433.586.00 0.000.90% 6.00 85.930.580.000.493.00 49.025.997. 50% oleh Perusahaan Nasional 60 % di wilayah Indonesia 7.580.00% 26% x 15% 30% x 7.000.283.000.000.000.00 5.734.759.875.650.000.000.000.628.000.000.000.000.00 7.11 6.000.00% Lampiran No.315.000.628.00 39.560.000.05 III Halaman 2 of 3 .939.00 14.00 47.450.00 7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 7.00 35.5% 3.00 5.560.000.000.433.745.000.000.05 40.74 8.280.000.38% 32.000.98 36.700.00 35.296.00 44.720.000.00 42.00 7.000.00 14.930.750.015.65 33.000.000.076.000.500.000.214.65 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.144.00 26.000.150.05 II Perusahaan Nasional.00 47.000.00 5.560.00 8.000.

Kolom (c): a.d. CP-007 1. 4. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya.3.d.e.5. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c.II. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.III. Kolom (h): a. d. e.d. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. (barang) dan A. c.5. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . (jasa).3. (barang) dan A. b. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d.f.5% c. (jasa).d.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.f. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. 2.5. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan.e. 3.I.d. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C.3.I. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. 5.II. Kolom (g): a.II. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa).I.

.

00 Rp.139.620.8 Lampiran No.100.075.000.896.000.000.672.47 317.00 334.23 A Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80 % di wilayah Indonesia 7.000.000. 71.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .000.91 39.00 44.000.806.00 35.000.158.76 51.630.00 55.390.896.000.00 275.91 I Halaman 1 dari 3 .00 330.000.672.90% 6.981. CP-008 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi-Offshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp50 milyar s/d Rp2 triliun (> US$5 juta s/d US$200 juta) Pe nye dia Jasa Komponen Dalam Negeri (KDN) TKDN (%) 26.710. 265. Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.000.00 80.000.000.272.000.132.685.938.000.00 115.600.5% Rumus 26% X 15% 80% x 7.000.00 Preferensi Harga (P) Barang Maksimal 15% Jasa Maksimal 7.50% 295.544.013.500.00 Per ing kat Rp.00% Harga Evaluasi (HE): (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Gabungan Nilai Penawaran Uraian Rp.5% % 3.000.5% PSp Maksimal 7.00 370.080.390.000.

00 311. CP-008 268.81 315.00 67.904.207.5% 0.00 327.000.000.000.76 III Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.5% 0.000.000.00 80.00 351.750.000.635.000.600.00 331.320.000.00 5.20 64.000.000.000.761.169. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 100% di wilayah Indonesia 39.169.904.00 40.000.547. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80% di wilayah Indonesia 40.00 24.000.000.000.000.000.00% 6.000.00 265.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.00 66.654.250. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.00% 80% x 7.207.00 53.000.904.00 371.600.750.000.000.00 24.000.200.20 63.76 II Halaman 2 of 3 .00% 80% x 7.00 335.000.000.759.000.000.00 5.00 53.209.200.000.000.000.000.00 80.00 62.000.000.000.00% 268.000.000.759.000.00 116.600.200. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.761.00% 6.500.000.00 63.000.920.000.000.000.435.00 35.00% Lampiran No.34 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.250.00 375.000.209.000.000.500.000.000.000.547.000.00 117.000.34 265.81 331.00 35.000.000.00 355.000.

II. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya.5. b.I. 4. (barang) dan A.3. 5.f. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan.d. e.5. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. d. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c.d. Kolom (g): a.e. Kolom (c): a. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .e. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan.5. (jasa). 2.I. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. c.d. Kolom (h): a.I. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No.II. (barang) dan A.III. (jasa). Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7.II.d.3. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.d. CP-008 1. 3.f. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C.3. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa).5% c. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.

.

00 2.000.56 7.000.000.248.746.001.994.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .000.00 480.5% kat (100%/(100%+PSp))* PSp Maksimal 7.880.000.994.00 384.000. CP-009 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi Offshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp2 triliun (> US$200 juta) Pe nye dia Jasa Komponen Dalam Negeri (KDN) TKDN (%) 26.000.000.000.762.000.00 3.000.9 Lampiran No.000.5% HE TKDN Gabungan Formula 26% X 15% 80% x 7.746.000.000.566.00% Rp.309.000.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 432.00 3.015.00 80.00 35.000.000.00 Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 432.188.015.90% 6.000.00 A Biaya Barang (HPb) 2.00 1.25 2.378.57 I Halaman 1 dari 3 .830.000.312.50% 2.569.5% % 3.00 Per Barang Maksimal 15% (100%/(100%+Pb))*HPb ing (100%/(100%+Pj))*HPj Jasa Maksimal 7.743.000.32 452.008.000.913.679. 2.000.000.400. Rp. 624.927.000.57 Preferensi Harga (P): Harga Evaluasi (HE): Nilai Penawaran Uraian Rp.000.000.000.

251.76 III Halaman 2 of 3 .786.000.066.00 28.000.80 2.88% 575.00 27.000.000.000.306.00 36.00 3.00 995.00 65.113.822.50 70.000.755.80 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.250.59 2.021.000.000.00 562.000.000.5% 5.309.822.00 35.500.822. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 70% di wilayah Indonesia 431.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 450.000.066.953.000.25% Lampiran No.553.695.695.625.000.500.00 27.289.755.000.000.421.207.435.00% 70% x 7.000.035.00 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.000.262.5% x 15% 4.318.76 2.000.00 365.000.000.000.000.000.500.000.755.00 2.22 2.000.001.000.00 0.201.76 II Biaya Barang (HPb) 2. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.00 5.00 2.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) 2.500.661.624.000.00 3.000.000.661.20% 4.00% 28% x 15% 65% x 7.000.883.000.875.000.000.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C 431.000.812.52 2.000.500. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 450.352.000.250.00 3.145.250.843.800.00 632.300.000.00 3.000.625.208. CP-009 2.000.40 630.435.066.00 1.000.13% 402.24 536.661.250.159.000.37 546. Leader: Perusahaan Asing.055.5% 4.000.

Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.d. Kolom (c): a. (jasa). 5.d. 4. (barang) dan A. d. Kolom (h): a.II. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7.e. (barang) dan A. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.5% c. e. CP-009 1. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). (jasa).3.II.III. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan.3.e. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan.5. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.I. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.II. c. Kolom (g): a.3.I. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.f. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya.f. b.d.I.d. 3. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .d. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C.5.5. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No.

.

000.000.000.00 1.870.500.17 24.000.00 1.00 2.000.500.300.385.000.322.000.00 2.45 2.000.494.000.500.542.500.455.00 2.10 Lampiran No.558.000.000.500.00 Realisasi Kontrak Harga Evaluasi Penawaran (Rp.500.000.00 1.200.000.000.45 24.455.000.77 2.300.000.00 27.083.000.00 III I 0.81 24.000.596.000.00 25.00 23.000.00 1.000.81 1.000.00 24.000.000.00 III I Pering kat Nilai Rp.492.200.000.000. 25.77 24.300.558.) 24.000.000.00 25.200.17 1.000.00 27.000.000.00 28.972.456. CP-010 Penghitungan Denda Karena Target TKDN Tidak Tercapai Pengadaan Barang .00 Pering kat TKDN (%) 25.000.) 28.Tidak Mengubah Urutan Peringkat Pe nye dia Uraian Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Penawaran TKDN Harga Evaluasi (%) Penawaran (Rp.200.00 25.000.000.00 26.000.000.00 27.00 25.200.200.000.000.000.000.000.000.000.000.000.992.000.456.000.00 25.000.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .385.096.494.083.870.322.500.00 0.200.000.000.000.000.00 25.000.00 25.500.00 26.00 26.000.200.00 A B Halaman 1 dari 2 .542.000.000.00 2.972.000.

457.870.614.000.000.000.000.00 27.494.030.455.030.000.000.831.00 25.Rp26.000.33 25.000.831.457.000.00 Lampiran No.972.45 = Rp101.33 25.457.470.457.00 25.000.00 24.000.33 2.457.114.558.970.HEP Penawaran (A) Nilai Denda = Rp26.77 .500.084.614.831.000.33 1.000.33 II Nilai Denda = HEP Realisasi Kontrak (A) .00 1.32 Halaman 2 of 2 .114.000.831.00 23.084.000.00 28.000.831.457.084.00 25.000.831.000.470.831.33 2.33 II 25.831.524.00 25.084.457.083.470.030.457.961.00 27.000.33 1. CP-010 23.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya C Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 2.

00 25.000.000.000.000.Mengubah Urutan Peringkat Pe nye dia Penawaran Uraian Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Nilai Rp.000.000.00 26.200.492.00 1.00 28.494.500.00 2.000.000.000.81 1.200.000.000. 25.000.00 Pering kat TKDN (%) 22.000.00 25.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .45 2.500.000.300.000.870.000.00 26.) 25.000.558.456.00 28.00 27.00 25.000.000.200.300.000.000.000.00 2.00 1.200.000.00 2.000.000.00 TKDN (%) 28.000.000.000.000.000.500.000.000.000.000.300.870.000.000.000.000.000.200.) 23.000.00 2.000.00 III I 0. CP-011 Penghitungan Denda Karena Target TKDN Tidak Tercapai Pengadaan Barang .200.000.000.11 Lampiran No.000.000.00 25.500.000.200.322.500.00 25.456.00 24.000.81 24.00 2.00 1.000.500.000.00 27.45 24.00 Realisasi Kontrak Harga Evaluasi Penawaran (Rp.000.500.000.000.00 24.00 27.00 1.00 26.500.000.00 Harga Evaluasi Penawaran (Rp.000.500.00 1.000.500.00 25.00 0.992.000.00 II III Pering kat A B Halaman 1 dari 2 .000.558.000.000.000.494.500.000.000.000.00 26.322.000.000.200.000.000.

CP-010 23.33 II 25.000.33 I Nilai Denda = Nilai Denda = = = (HEP Realisasi Kontrak .831.00 28.00 1.00 25.629.45) + (Rp28.030.33 1.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya C Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 24.831.000.00 25.55 Halaman 2 of 2 .000.33 1.000.00 23.831.00 Lampiran No.00 Rp2.457.457.470.33 2.Rp26.114.-) Rp1.00 27.000.084.000.000.084.000.831.000.441.831.831.000.33 2.457.000.030.000.457.457.00 27.000.114.55 + Rp500.505.000.000.441.129.000.030.000.457.505.831.HEP Penawaran) + (Nilai Kontrak .000.614.500.614.00 .470.000.084.500.970.000.33 25.494.33 25.500.00 25.470.00 25.00 2.Rp28.000.870.084.000.00 .000.000.831.000.000.457.Nilai Penawaran Peringkat II) (Rp28.000.457.558.

nilainya tidak besar dan terdiri dari beberapa kontrak seperti jenis peralatan kantor dapat digabungkan menjadi satu item pengadaan. Halaman 1 dari 1 . FL-001 DAFTAR RENCANA PENGADAAN (PROCUREMENT LIST) SC-01 Catatan: Untuk Item pengadaan yang bersifat rutin.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-001 DAFTAR RENCANA PENGADAAN  (PROCUREMENT LIST) SC-01 CONTOH PENGISIAN Halaman 1 of 1 .

Syarat-syarat kualifikasi dan ketentuan peserta pengadaan Metode pengadaan serta alasan pemilihan metode pengadaan tersebut. Pengadaan : : : Lampiran File (dalam pdf) No. D. Surat Tanggal Dokumen Keterangan/Catatan Surat pengantar (cover letter) Ringkasan startegi pengadaan (Procurement strategy executive summary) A. B. C.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 1. Halaman 3 dari 3 . 2. FL-002 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN Form SC-02 KKKS Judul Pengadaan No. : : Status Ada/Tidak Ada/ Tidak Perlu No. Lingkup kerja dan spesifikasi Syarat-syarat dan ketentuan dalam rangka mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri (komitmen minimum TKDN).

J. Rencana jangka waktu berlakunya kontrak. F. 4. Analisa pasar (market analysis). Copy permintaan pengadaan dari fungsi pengguna barang/jasa. Persyaratan pembayaran H. 7. 6. 8. 3. FL-002 G. Copy dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa Copy rencana pengumuman pengadaan Halaman 2 of 3 . 5. Lampiran No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa E. Ketentuan cara penyelesaian perselisihan Klausula tentang pemutusan Kontrak lebih awal (early termination). Metode penyusunan dan sumber data pendukung pembuatan Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/ Owner’s Estimate (OE). 9. I. Rencana tatawaktu proses pengadaan termasuk proses prakualifikasi. Persetujuan rencana kerja dan spesifikasi teknis barang/jasa. Kriteria dan tatacara evaluasi penawaran Strategi pengadaan dan jenis Kontrak.

Copy surat keputusan Pejabat Yang Berwenang di Kontraktor KKS tentang susunan Panitia Pengadaan. tanggal. bulkan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-002 10. Halaman 3 dari 3 . Tempat. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. tahun pemeriksaan Pemeriksa: Nama pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf.

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Surat Tanggal Status Ada/Tidak Ada/ Tidak Perlu (tulis yang relevan) No. 1. Dokumen Surat pengantar (cover letter) Keterangan/Catatan Penjelasan singkat tentang: − Judul Pengadaan − Latar belakang pengadaan − Lingkup kerja − Metode pengadaan (pelelangan/pemilihan langsung/penunjukan langsung) − Metode pembukaan sampul − Masa berlaku (duration) kontrak − Perkiraan (estimate) nilai kontrak − RK yang disepakati BPMIGAS − Persyaratan TKDN minimum − Contact person − Daftar isi dokumen pendukung Lampiran File (dalam pdf) Nama file : Nomor surat dalam huruf kecil dan angka Contoh: No. FL-002 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN Form SC-02 Panduan dan Contoh Pengisian KONTRAKTOR KKS Judul Pengadaan No. 1978/JKT/2008 ditulis 1978jkt2008 Halaman 1 dari 5 . Pengadaan No.

D. pelelangan terbatas. Penjelasan singkat mengenai lingkup kerja dan/atau spesifikasi barang/pekerjaan. • • E. • • Strategi pengadaan Jenis Kontrak berdasarkan cara pembayaran. barang impor. • Strategi dan persyaratan dalam dokumen pengadaan. memberdayakan. Syarat-syarat dan ketentuan dalam rangka mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri (komitmen minimum TKDN). Kriteria dan tatacara evaluasi penawaran F. penunjukan langsung. • Metode: pelelangan umum. e-bidding. pemilihan langsung. FL-002 B. Lingkup kerja dan spesifikasi idem Lampiran No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Halaman 2 dari 5 . swakelola. tidak memperhitungkan. Strategi pengadaan dan jenis Kontrak. e-reverse auction. Calon peserta potensial (potential bidders). • Klasifikasi jasa: minimum TKDN C. Syarat-syarat kualifikasi dan ketentuan peserta pengadaan Metode pengadaan serta alasan pemilihan metode pengadaan tersebut. • Klasifikasi barang: wajib dipergunakan. memaksimalkan. Justifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan tentang akan dilaksanakannya pemilihan langsung atau penunjukan langsung. Ringkasan startegi pengadaan (Procurement strategy executive summary) A.

Menggunakan Bank Umum Nasional Untuk Kontraktor KKS tahap berproduksi menggunakan Bank Umum BUMN/BUMD. • Pekerjaan yang belum masuk dalam procurement list dapat Permintaan-(no.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Persyaratan pembayaran • • • H. 3. idem Permintaan dari pengguna barang/jasa. Service Requisition. 4. • WP & B: procurement list dan hasil pembahasan lingkup kerja dan/atau spesifikasi teknis barang/jasa. Request for Tendering). • AFE: copy ususlan AFE dan hasil pembahasan lingkup kerja dan/atau spesifikasi teknis barang/jasa. FL-002 • G. Analisa pasar (market analysis). Ketentuan cara penyelesaian perselisihan Klausula tentang pemutusan Kontrak lebih awal (early termination). Halaman 3 dari 5 . Copy permintaan pengadaan dari fungsi pengguna barang/jasa. berupa a. Persetujuan rencana kerja dan spesifikasi teknis barang/jasa.l: Material Requisition. Denda keterlambatan pembayaran. J. pengadaan)-(initial KKKS) Jenis Kontrak berdasar bentuk perikatan. I.

tahun pemeriksaan Pemeriksa: Nama pekerja KKKS dan BPMIGAS Halaman 4 dari 5 . FL-002 5. Idem 7. Copy rencana pengumuman pengadaan Idem 10.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa menggunakan persetujuan Revisi Procurement List dan hasil pembahasan lingkup kerja spesifikasi teknis dan/atau. Metode penyusunan dan sumber data pendukung pembuatan Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/ Owner’s Estimate (OE). 5 orang dan gasal serta telah memiliki sertifikat panitia pengadaan • • panitia-(no. Rencana jangka waktu berlakunya kontrak. Copy dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa 9. tanggal. bulan. Rencana tatawaktu proses pengadaan termasuk proses prakualifikasi. Tata waktu pengadaan dari inisiasi sampai penandatanganan kontrak Durasi kontrak serta tanggal mulai dan berakhir kontrak Lampiran No. idem Jadwal-(no. pengadaan)(initial/nama depan Kontraktor KKS) 6. konsep Kontrak. Apabila diperlukan dapat melampirkan copy persetujuan POD. Copy surat keputusan Pejabat Yang Berwenang di Kontraktor KKS tentang susunan Panitia Pengadaan. Idem Dokumen penilaian kualifikasi Dokumen pengadaan. • Nama media cetak / media elektronik • Website BPMIGAS Surat pengangkatan sebagai panitia pengadaan dengan keanggotaan min. 8. pengadaan)-(initial KKKS) Tempat. IKPP. meilputi: undangan.

Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list.Keterangan: - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 5 dari 5 . FL-002 Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf.

.

DATA PRA PENGADAAN Nama Kegiatan Pengadaan No. 6. 3. 8. 4. sebutkan alasan kegagalan. Tanggal pemberitahuan pengadaan gagal/batal kepada perusahaan yang mengajukan penawaran. dan nama Surat Kabar) / website Nomor dan tanggal persetujuan rencana pengadaan Tanggal undangan pengadaan Tanggal Pengambilan Dokumen Pengadaan Tanggal Penutupan/pembukaan penawaran a. dan nilai AFE/Budget (ref. 7. persetujuan BPMIGAS) Harga Perkiraan Sendiri (HPS) / Owners Estimate (OE). Rincian Terlampir Jangka waktu pelaksanaan/periode kontrak/ penyerahan barang II. KRONOLOGI PENGADAAN Pertama Proses Ulang 1. 5. 7. Pengadaan KONTRAKTOR KKS Pejabat Tertinggi KONTRAKTOR KKS Wilayah Pekerjaan yang diadakan No. Halaman 1 dari 5 . 3. 4. Tahapan Proses Tata cara pemasukan dokumen penawaran (satu sampul/dua sampul/dua tahap) Pengumuman di media cetak (tgl. 8. 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 1. FL-003 RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN (FORM SC-003) I. 6. 2. 2. b. Dalam hal sebagai proses ulang.

4. dst. 5. Rapat Penjelasan Tgl. No. 5. DATA PENGADAAN Perusahaan Perusahaan Mengambil Mengajukan Dokumen Penawaran Pengadaan Mengikuti Tgl.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 6. 7. 7. 6. 2. 3. (Ada/ Tidak Ada) Berakhir s/d 1. Jum lah 2. 2. 3. Kelengkapan Dokumen pada pembukaan penawaran (Berita Acara Pembukaan Penawaran dilampirkan) Akte Pendirian Per Per usahaan usahaan (Ada/ Tidak Ada) Sertifikat Asosiasi Penyedia Barang/Jasa terdaftar di DITJEN MIGAS (Ada/Tid (Ya/Tidak) ak Ada) SIUP / SIUJK (Ada/ Tidak Ada) No. dst. 4. Perusahaan Diundang Perusahaan yang tidak Mengajukan Penawaran 1. FL-003 III. Halaman 2 dari 5 . Peninjauan Lapangan 1. 8.

PT. 6. 7.2 No NPWP No. 4. dst Jumlah Penawar yang sah Jumlah Penawar yang tidak sah Alasan bagi penawaran yang tidak sah untuk masing-masing penawaran Penilaian Administrasi & Teknis Perusahaan ASTEK/ Neraca Pengalaman Perusahaan JAMSOSTEK Kerja Terakhir (Ada/ (Ada/ (Ada/ Tidak Ada) Tidak Ada) Tidak Ada) 3. 5. 4. 3. 3. * Administrasi Memenuhi/Tidak Teknis Memenuhi/Tidak 7. 5. 1. 4. Halaman 3 dari 5 . PT. FL-003 Lanjutan No.: Referensi Bank (Ada/ Tidak Ada) 1. 2. 4. Penjelasan untuk masing-masing * perusahaan apabila penawaran tidak memenuhi syarat Harga Penawaran pada Pembukaan Lelang Harga Sesuai Penawar an (US$/Rp) Penawaran Masa DitandaBerlakun tangani TKDN Oleh Yang Penawaran (%) Berwenang (Ya/Tidak) (Ya/Tidak) No. PT. 5. 5. 3. PT.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 2. 2. 6. 8. PT. 6. dst. Perusahaan 1.

4. Harga penawaran terendah yang sah dan memenuhi persyaratan Harga penawaran tertinggi yang sah dan memenuhi persyaratan Evaluasi 3 Penawaran peringkat terbaik Harga (US$/Rp. US$/Rp. 3. 5. Nama Perusahaan Sesuai Penawaran (As Bid) Peringkat I II III 1. 14 15. 2. dst. 7. DATA PENGADAAN (Lanjutan) Lanjutan No. Jaminan Penawaran (Bid Bond) Judul/ Masa Persyaratan Berlaku 1-3% Memenuhi/ Tidak (bln/hari) memenuhi s/d Keterangan 9. 11. 3. * Halaman 4 dari 5 . 6. 3. 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Perusahaan yang diusulkan Harga Usulan Jangka waktu pelaksanaan/periode kontrak Alasan yang jelas untuk perusahaan yang diusulkan (baik secara teknis maupun ekonomis) Keterangan lain 16. 2. * 2. 10. dst.7 No. 1.) Setelah Preferensi Normalisasi Kandungan Lokal No. 13. 12. FL-003 III. 8.

tgl.. Halaman 5 dari 5 ....... ........................ Form isian ringkasan Evaluasi tersebut adalah merupakan lampiran surat rekomendasi KONTRAKTOR KKS.........) Catatan: 1.......... Kolom................. FL-003 ..Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No......................... Bila kolom-kolom (*) tidak mencukupi dapat dibuat pada kertas lain atau merupakan lampiran dengan menyebutkan No........) (...................... Menyetujui/Tidak menyetujui Pejabat Yang Berwenang Ketua Panitia Pengadaan (........ 2..............

.

7. 6. FL-004 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN Form SC-04 KKKS Judul Pengadaan No. Halaman 1 dari 3 . Surat Tanggal Dokumen Surat pengantar (cover letter) Bukti pengumuman dan pengundangan. Berita acara pembukaan penawaran. 4. Berita acara pemberian penjelasan. Annex Procurement Program selain main project multi years Status (Ada / Tidak Ada / Tidak Perlu) Keterangan/Catatan Lampiran File (dalam pdf) No. 2. Berita acara hasil pengadaan. 1. 3. Pengadaan No. Copy AFE untuk main project multi years atau. Berita acara hasil negosiasi. 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

B. 15. HPS/OE/EE yang telah disahkan. Surat pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE/EE.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Tabulasi perbandingan rincian penawaran 3 (tiga) calon pemenang dengan rincian HPS/OE atau HPS/OE yang telah direvisi. 10. 9. Surat pernyataan dari Pimpinan tertinggi fungsi pengguna barang/jasa bahwa tidak ada indikasi tindakan yang dapat diketgorikan sebagai tindakan pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam: 14. Lingkup kerja dan spesifikasi teknis telah sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati oleh BPMIGAS. Proses telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan dan ketentuan yang berlaku serta tidak ada indikasi KKN. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKKS atau Pejabat Berwenang sesuai batas kewenangannya. berdasarkan perbandingan dengan HPS/OE yang telah disusun secara cermat. C. Halaman 2 dari 3 . berisi pernyataan bahwa: A. Nilai penawaran yang diusulkan dinilai wajar. 12. 13. Tabulasi evaluasi teknis dari masing-masing penawar. FL-004 8. 11. Formulir perhitungan TKDN. Ringkasan proses pelelangan dan hasil pelelangan (form SC-03).

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Tabulasi dasar pendanaan Perubahan dokumen pengadaan secara rinci. FL-004 A. B. 18. Surat persetujuan rencana pengadaan. Halaman 3 dari 3 . 17. Penentuan spesifikasi barang/jasa dan persyaratan Kontrak. tanggal. Tempat. dan C. Penyusunan HPS/OE. 19. bulan. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. tahun pemeriksaan Pemeriksa : pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan : Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Dalam pelaksanaan evaluasi teknis penawaran. 20. Surat pernyataan komitmen TKDN dan penggunaan rekening Bank BUMN/BUMD untuk pembayaran. Dokumen penawaran dari peserta yang diusulkan sebagai pemenang. 16.

.

Lampiran File (dalam pdf) Nama file : Nomor surat dalam huruf kecil dan angka Contoh: No. Halaman 1 dari 5 . Pengadaan No. 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Bukti pengumuman dan pengundangan. 2. FL-004 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN Form SC-04 Panduan dan contoh pengisian KKKS Judul Pengadaan No. 1978/JKT/2008 ditulis 1978jkt2008 No. Surat Tanggal Dokumen Surat pengantar (cover letter) Status (Ada / Tidak Ada / Tidak Perlu) Keterangan/Catatan Penjelasan singkat tentang: • Kronologi pelaksanaan pengadaan • Calon pemenang • Nilai hasil pengadaan • TKDN • Pekerja Kontraktor KKS yang dapat dihubungi (contact person).

pelelangan ulang. penjelasan-(no. 6. Copy berita acara rapat pemberian penjelasan disertai daftar hadir. pelelangan ulang. 9.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 8. pengadaan)(initial KKKS) 4. Tabulasi evaluasi teknis dari masing-masing penawar. Berita acara hasil pengadaan. pemilihan langsung dan/atau penunjukan langsung. tabulasi-(no. Annex Procurement Program selain main project multi years HPS/OE/EE yang telah disahkan. pengadaan)(initial KKKS) Halaman 2 dari 5 . Copy AFE atau WP & B dilengkapi rincian dan tabulasi alokasi untuk pengadaan. pelelangan ulang. pengadaan)(initial KKKS) hps-(no. pengadaan)(initial KKKS) negosiasi-(no. pengadaan)(initial KKKS) budget-(no. pemilihan langsung atau penunjukan langsung. Berita acara pemberian penjelasan. Berita acara pembukaan penawaran. 5. Copy AFE untuk main project multi years atau. FL-004 3. pemilihan langsung dan/atau penunjukan langsung. baik pada pelelangan awal. Berita acara hasil negosiasi. Copy verita acara negosiasi Copy berita acara hasil pelelangan awal. pengadaan)(initial KKKS) bahp-(no. • Copy HPS/OE yang ditandatangani oleh Pejabat Berwenang dari Kontraktor KKS. pengadaan)(initial KKKS) contoh: penjelasanb2054856cnooc sampul-(no. • Justifikasi kenaikan HPS/OE yang disusun dan ditandatangani oleh fungsi yang merencanakan pengadaan barang/jasa dan disahkan oleh Pejabat Berwenang. Copy berita acara pembukaan sampul penawaran disertai daftar hadir. baik pada pelelangan awal. 7.

Formulir perhitungan TKDN. Sudah jelas Copy formulir SC-12A / SC-12B/ SC12C dari peringkat pertama s/d ketiga. Surat pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE/EE. Proses telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan dan ketentuan yang berlaku serta tidak ada indikasi KKN. Ringkasan proses pelelangan dan hasil pelelangan (form SC-03). pengadaan)(initial KKKS) 14. FL-004 10.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. berisi pernyataan bahwa: A. 13. pengadaan)(initial KKKS) sc02-(no. 12. pengadaan)(initial KKKS) sanggup-(no. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKKS atau Pejabat Berwenang sesuai batas kewenangannya. Halaman 3 dari 5 . B. Tabulasi perbandingan rincian penawaran 3 (tiga) calon pemenang dengan rincian HPS/OE atau HPS/OE yang telah direvisi. berdasarkan perbandingan dengan HPS/OE yang telah disusun secara cermat. sc03-(no. pengadaan)(initial KKKS) sesuaiptk007(no. Lingkup kerja dan spesifikasi teknis telah sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati oleh BPMIGAS. C. 11. Nilai penawaran yang diusulkan dinilai wajar.

bulan. Tempat. 20. Surat pernyataan komitmen TKDN dan penggunaan rekening Bank BUMN/BUMD untuk pembayaran. dan C. Surat pernyataan dari Pimpinan tertinggi fungsi pengguna barang/jasa bahwa tidak ada indikasi tindakan yang dapat diketgorikan sebagai tindakan pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam: A. tahun pemeriksaan Pemeriksa Halaman 4 dari 5 : pekerja KKKS dan BPMIGAS . pengadaan)(initial KKKS) 16. B. FL-004 15. 18. Surat persetujuan rencana pengadaan. tanggal. • Copy penawaran harga.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 17. Tabulasi dasar pendanaan Perubahan dokumen pengadaan secara rinci. Dokumen penawaran dari peserta yang diusulkan sebagai pemenang. Hard file only 19. berupa: • Copy penawaran administrasi dan teknis. • Copy penawaran harga setelah dilakukan negosiasi (bila ada). Dokumen penawaran dari penawar yang ditetapkan sebagai calon pemenang oleh Kontraktor KKS. Dalam pelaksanaan evaluasi teknis penawaran. sesuaiptk007(no. Penentuan spesifikasi barang/jasa dan persyaratan Kontrak. Apabila menggunakan berbagai sumber dasar pendanaan. Penyusunan HPS/OE.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. FL-004 Keterangan : Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Halaman 5 dari 5 .

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 1 2 3 4 5 6 Foto copy kontrak awal Dokumen Keterangan Lampiran File (dalam pdf) Justifikasi / alasan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan Berita acara negosiasi dan kesepakatan harga hasil negosiasi Korespondensi dengan Penyedia Barang/Jasa tentang PLK/PJWK Persetujuan Teknis dari fungsi terkait BPMIGAS Formulir FL-003 Ringkasan Pemeriksaan PLK/PJWK Jakarta. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. Surat Tanggal Status: Ada/Tidak Ada/Tidak Perlu Tulis yang relevan idem idem idem idem idem No. FL-005 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERUBAHAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK) Form SC-05 KKKS Judul Pengadaan No. Pengadaan No. tanggal pemeriksaan Pemeriksa: pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Halaman 1 dari 1 .

.

Nomor .Nomor .Persetujuan BPMIGAS No. No.Nilai . (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 Nomor PLK / PJWK (2) : : : : : Lingkup Kerja Penambahan/ Pengurangan (3) Alasan Perubahan (4) Sesuai Kontrak (5) Nama Proyek Kontrak .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-006 RINGKASAN PEMERIKSAAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PENAMBAHAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK) Form.Nilai . : SC-06 Kontraktor KKS No Mata Anggaran / AFE .Persetujuan BPMIGAS Nilai Penawaran (6) Hasil Negosiasi (7) Perbedaan (8=6-7) : : : : : Persetujuan BPMIGAS Perubahan Lingkup (9) Nilai (10) Jumlah Nilai PLK Diusulkan Jumlah Nilai PLK Disetujui Keterangan : No (1) s/d (8) diisi Kontraktor KKS No (9) s/d (10) diisi BPMIGAS Halaman 1 dari 1 .

.

: SC-07 No.. Pemilihan Langsung Penunjukan Langsung Pro Card 3. TAHUN …….Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa KONTRAKTOR KKS Lampiran No. 5. 4.. FL-007 : RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG BULAN: ……………. E-Procurement Jumlah Keterangan (10=9/6) Halaman 1 dari 1 .. S/D ………………. Metode Pengadaan (2) Pelelangan US$ / Rp (3) US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp : (8=7/6) Persetujuan Pemenang Kontraktor KKS BPMIGAS (4) (5) Keseluruhan (6=4+5) Komponen Dalam Negeri Nilai % (7) (8) Usaha Kecil/ Koperasi Kecil Nilai % (9) (10) 2.. (1) 1. Form No.

.

01 untuk Pemboran Darat) Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Bank yang digunakan KKKS untuk pembayaran kepada Supplier/Perusahaan Halaman 1 dari 1 .06. FL-008 Kontrator KKKS: UK UM DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG Bulan : Tahun : Form SC-08 NO. Land Freight) Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK). Penunjukan Langsung. Usaha Menengah (UM) atau Usaha Besar (UB) Kurs Dolar terhadap rupiah pada saat PO dikeluarkan Nilai total HPS/OE bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai total HPS/OE bila menggunakan mata uang US$ Nilai total PO bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai total PO bila menggunakan mata uang US$ Sub-Bidang pekerjaan utama sesuai dengan kode pada Lampiran No. Air Freight. atau E-Procurement) Tanggal mulai efektif PO (dd-mm-yyyy) Tanggal akhir efektif PO (dd-mm-yyyy) Metode Pengiriman berdasarkan INCOTERMS 2000 Jalur transportasi (Sea Freight.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pro Card. A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NOMOR B PO NAMA C METODA PENGADAAN D JANGKA WAKTU MULAI E AKHIR F SUPPLIER/ PERUSAHAAN G METODE PENGIRIMAN H UB Sea Freigh Land Freight JALUR TRANSPORTASI I UK/ UM/ UB J KURS K HPS / OE RP L US$ M NILAI PO RP N US$ O KODE KLASIFIKASI MATERIAL P TKDN RP Q % R US$ S % T Bank U JUMLAH KETERANGAN A B C D E F H I J K L M N O P Q R S T U Nomor baris Nomor PO Deskripsi PO Metoda pengadaan (Pelelangan. Pemilihan Langsung. PQ-003 (Misal B.

.

. FL-009 KONTRAKTOR KKS : RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN JASA BULAN: ……………. Pemilihan Langsung Penunjukan Langsung Pro Card 3. E-Procurement Jumlah Keterangan Halaman 1 dari 1 .. S/D ……………….. TAHUN …….. 4. : SC-09 No. 5. Metode Pengadaan (2) Pelelangan US$/Rp (3) US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp : (8=7/6) (10=9/6) Persetujuan Pemenang Kontraktor KKS (4) BPMIGAS (5) Keseluruhan (6=4+5) Komponen Dalam Negeri Nilai (7) % (8) Usaha Kecil/ Koperasi Kecil Nilai (9) % (10) 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Form No. (1) 1.

.

A NOMOR B NAMA C METODA PENGADAAN D MULAI E AKHIR F Tahun : JANGKA WAKTU SUPPLIER/ PERUSAHAAN G UK/ UM/ UB H HPS / OE KURS I RP J US$ K NILAI KONTRAK RP L US$ M KODE SUB-BIDANG PEKERJAAN N TKDN Bank RP O % P US$ Q % R S UK KETERANGAN D E F H I J K L M N O P Metoda pengadaan (Pelelangan. Pemilihan Langsung.06. Pro Card. atau E-Procurement) Tanggal mulai efektif kontrak (dd-mm-yyyy) Tanggal akhir efektif kontrak (dd-mm-yyyy) Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK). Usaha Menengah (UM) atau Usaha Besar (UB) Nilai total Kontrak bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai total Kontrak bila menggunakan mata uang US$ Sub-Bidang pekerjaan utama sesuai dengan kode pada Lampiran No. Penunjukan Langsung.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.01 untuk Pemboran Darat) Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Bank yang digunakan KKKS untuk pembayaran kepada Supplier/Perusahaan UM UB Halaman 1 dari 1 . PQ-003 (Misal B. FL-010 Kontrator KKKS: DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN JASA Bulan : Form SC-10 KONTRAK NO.

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.No (9) s/d (10) diisi BPMIGAS Halaman 1 dari 1 . FL-011 Kontraktor KKS : Ringkasan Pemeriksaan Perubahan Lingkup Kerja (PLK)/Penambahan Jangka Waktu Kontrak Bulan : Tahun : Penambahan Form SC-11 No Mata Anggaran / AFE No Nama Proyek Nomor Nilai (4) Persetujuan BPMIGAS (5) Nomor 6) Kontrak Nilai (7) Nomor PLK / Persetujuan PJWK Penambahan/P BPMIGAS engurangan (8) (9) (10) Lingkup Kerja Alasan Perubahan (11) Sesuai Kontrak (12) Nilai Penawaran (13) Persetujuan BPMIGAS Hasil Perubahan Perbedaan Negosiasi Lingkup (14) (15=13-14) (16) Nilai (17) (1) (2) (3) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah Nilai PLK Diusulkan Jumlah Nilai PLK Disetujui Keterangan : .No (1) s/d (8) diisi Kontraktor KKS .

.

1.c) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (IV.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.1. Pernyataan TKDN mencapai > 15% harus dilampiri dengan Surat Kemampuan Usaha Penunjang Migas (SKUP) dari instansi pemerintah yang membidangi industri migas. Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost) III. FL-012A. NAMA PABRIKAN: PENGHITUNGAN OLEH PRODUSEN Biaya per 1 (satu) satuan produk Biaya Komponen Dalam Negeri a I. Bahan Material Langsung (Direct Material Cost) II.b) Jumlah Biaya Total (IV.GOODS) Formulir No : SC-12 A.a) Jumlah Biaya Total (IV. JUMLAH BIAYA PRODUKSI (TOTAL PRODUCTION COST) Biaya Komponen Luar Biaya Negeri Total Rp / US$ b c=a+b % Komponen Biaya d=a/c KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) Catatan (Note): * * * d = Biaya Total Per Jenis Biaya / Jumlah Biaya Total Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri Biaya Komponen Luar Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri % TKDN Barang = % TKDN Barang = * * Jumlah Biaya Total (IV.c) Perhitungan TKDN dilakukan oleh Produsen.BARANG (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI . Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) IV.Biaya Komponen Luar Negeri (IV. Halaman 1 dari 1 .c) .

.

V.1. harus dilampiri dengan Form SC-12A.2.Biaya Komponen Luar Negeri (IV. B.b) Jumlah Biaya Total (IV. VI. Halaman 1 dari 1 . FL-012A.GOODS) Formulir No : SC-12 NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: A.2. Bahan Material Langsung (Direct Material Cost) Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost) Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) JUMLAH BIAYA PRODUKSI (TOTAL PRODUCTION COST) Biaya Pengangkutan (Transport & Handling Cost) Biaya Lain (Other Cost) JUMLAH BIAYA PENAWARAN (BID TOTAL COST) KOMPONEN BUKAN BIAYA (NON COST COMPONENT) JUMLAH NILAI PENAWARAN (TOTAL QUOTED PRICE) a Rp / US$ c=a+b Catatan (Note): * * * d = Biaya Total Per Jenis Biaya / Jumlah Biaya Total Biaya Komponen Dalam Negeri = biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri Biaya Komponen Luar Negeri = biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri % TKDN Barang = % TKDN Barang = * * Jumlah Biaya Total (IV. KOMPONEN BIAYA (A. Bila peserta pengadaan bukan Pabrikan. II. COST COMPONENT) I.c) .c) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (IV. PENGHITUNGAN OLEH PESERTA PENGADAAN Biaya per 1 (satu) jenis (item) produk Biaya KDN Biaya KLN b Biaya Total % Komponen Biaya d=a/c A. VII. IV.a) Jumlah Biaya Total (IV.BARANG (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI . III. C. Pernyataan TKDN mencapai > 15% harus dilampiri dengan Surat Kemampuan Usaha Penunjang Migas (SKUP) dari instansi pemerintah yang membidangi industri migas.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.c) Perhitungan TKDN dilakukan oleh peserta Pengadaan.

.

c) Jumlah Biaya Total (A. dimiliki dan/atau dikerjakan WNI /Perusahaan Nasional * Biaya Komponen Luar Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri dimiliki orang/perusahaan asing atau dikerjakan orang/perusahaan asing. B. C.Biaya Komponen Luar Negeri (A. FL-012 B FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI . VI.VI. II.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.SERVICES) Formulir No : SC-12 B NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) a I. IV. Halaman 1 dari 1 .VI.VI. III. Material Terpakai (Material Used) Peralatan & Fasilitas Kerja (Equipment) Tenaga Kerja & Konsultan (Personnel) Manajemen (Management) Jasa Umum.JASA LAINNYA (DOMESTIC CONTENT CALCULATION .) .dll (Other Services) JUMLAH BIAYA (∑ I s/d V) (TOTAL COST) (∑ I s/d V) KOMPONEN BUKAN BIAYA (Non Cost Component) JUMLAH NILAI PENAWARAN (Total Quoted Price) Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Perincian Nilai Biaya (Cost Summarry) KDN b KLN Rp / US$ c d TOTAL % e=b/d TKDN Rp / US$ f=d x e A.VI.VI. % TKDN Jasa = Jumlah Biaya Total (A. Catatan (Note): * Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri .b) Jumlah Biaya Total (A.d) % TKDN Jasa = * Perhitungan TKDN dilakukan oleh Penyedia Jasa.d.d) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (A. V.

.

JASA (SERVICES) Personil/Konsultan (Personnel) Alat Kerja/Peralatan (Equipment) Konstruksi/Fabrikasi (Construction/Fabrication) Jasa Umum. BARANG (GOODS) Material Terpakai (Material Used) Peralatan Terpasang (Installed Equipment) Sub Jumlah (Sub Total) I. C. 1. 5.dll (Other Services) Sub Jumlah (Sub Total) II. 2.COMBINED) Formulir No : SC-12 C NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: A.GABUNGAN (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . 3. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. II. B. 3. III. FL-012 C FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI . 1. KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) a I. 2. Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ KDN KLN Rp / US$ b c d= b + c TOTAL % e=b/d TKDN Rp/ US$ f=d x e Rp JUMLAH BIAYA BARANG+JASA (TOTAL COST GOODS+SERVICES) US$ KOMPONEN BUKAN BIAYA (NON COST COMPONENT) JUMLAH NILAI PENAWARAN TOTAL QUOTED PRICE Rp US$ Rp US$ Halaman 1 dari 2 .

Halaman 2 dari 5 . seperti halnya tatacara penghitungan dengan formulir SC-12A.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No... TKDN Jasa (Services) dihitung berdasar nilai KDN & Sub Jumlah (Sub Total) A. dimiliki dan/atau dikerjakan WNI /Perusahaan Nasional * Biaya Komponen Luar Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri . % TKDN Gabungan = (Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri Barang + Komponen Dalam Negeri Jasa) Jumlah Biaya Total ** ** ** ** TKDN Barang (Goods) dihitung berdasar nilai KDN & Sub Jumlah (Sub Total) A. * Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri. dimiliki orang/perusahaan asing atau dikerjakan orang/perusahaan asing. atau ** Pengadaan Jasa Pemborongan. Penghitungan TKDN dilakukan oleh Penyedia Jasa.II. seperti halnya tatacara penghitungan dengan formulir SC-12B. TKDN Gabungan digunakan sebagai data dalam tahap pendaftaran. pemenuhan persyaratan penawaran dan kontrak. FL-012 C Catatan (Note): * Digunakan pada pengadaan: ** Pengadaan barang berikut jasa perakitan dan/atau pemasangan. atau ** Pengadaan barang pesanan yang harus dipabrikasi terlebih dahulu.I.

Usaha Menengah (UM) atau Usaha Besar (UB) Nilai total Kontrak. Bulan-tahun (mm-yyyy) mulai efektif Kontrak Bulan-tahun (mm-yyyy) berakhir efektif Kontrak Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK). Persentase Komitmen Pencapaian TKDN berdasar Kontrak.. : SC 12 D N O A 1 2 3 4 5 6 KONTRAK NOMOR B JUDUL C JANGKA WAKTU MULAI D AKHIR E PENYEDIA BARANG/ JASA F UK / UM / UB G NILAI KONTRAK Rp. H US$ I KOMITMEN TKDN J CAPAIAN TKDN KETERANGAN NILAI K % L M KETERANGAN: B&C D E G H I J K L M = = = = = = = = = = Nomor & Judul Kontrak-Kontrak yang telah ditutup pada bulan pelaporan. Realisasi biaya pengadaan Komponen Dalam Negeri pada akhir Kontrak Persentase realisasi pencapaian TKDN pada akhir Kontrak Informasi kesesuaian capaian vs komitmen TKDN: lebih tinggi dari target / sesuai target / lebih rendah dari target Halaman 1 dari 1 . FL-012 D Kontraktor KKS:        LAPORAN REALISASI PENCAPAIAN TKDN PENGADAAN BARANG / JASA BULAN: ……………………………….Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. mata uang dalam Kontrak adalah Rp. mata uang dalam Kontrak adalah US$. Nilai total Kontrak. TAHUN …………… FORM No. S/D ………………………………….

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful