BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BPMIGAS

)

PEDOMAN TATA KERJA
NOMOR 007 REVISI-II/PTK/I/2011

TENTANG

PEDOMAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BPMIGAS)

PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA
Nomor: 007 REVISI-1/PTK/IX/2009

BUKU KESATU KETENTUAN UMUM

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB I.

DAFTAR ISI ISI HALAMAN 1 2 4 4 5 5 6 7 8 9 9 10 10 11 12 12 12 13 13 14

UMUM 1. PENGERTIAN ISTILAH 2. MAKSUD DAN TUJUAN 3. LINGKUP PENGATURAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 4. SUSUNAN PEDOMAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 5. PRINSIP DASAR PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 6. ETIKA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 7. KESEHATAN, KESELAMATAN LINGKUNGAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN KEWENANGAN 1. KEWENANGAN PELAKSANAAN PENGADAAN 2. KEWENANGAN PENGELOLAAN ASET 3. KEWENANGAN PENGELOLAAN KEPABEANAN 4. KEWENANGAN PENGELOLAAN PROYEK PENGAWASAN 1. PENGAWASAN MELEKAT 2. PENGAWASAN FUNGSIONAL 3. PENILAIAN KINERJA KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA 4. LAPORAN 5. TINDAK LANJUT PENGAWASAN KETENTUAN PERALIHAN

II.

III.

IV.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum

BAB I UMUM

1

3. Aset adalah harta benda berujud (tangible) dan tidak berujud (intangible). pelaksanaan dan pengendalian/pengawasan kegiatan Pengadaan Barang/Jasa. 1. sebagaimana disebut dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Rantai Suplai (Suply Chain) adalah kegiatan penyediaan dan pendayagunaan barang dan jasa yang mencakup tahap perencanaan.8. 1. 1. Kepabeanan dan Pengelolaan Proyek. yang dibeli atau diperoleh dengan cara lainnya oleh Kontraktor KKS. terdiri dari harta benda modal (HBM). Pengelolaan Aset.4. Pejabat Berwenang adalah Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKS atau pekerja struktural Kontraktor KKS yang telah mendapat pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKS.5. Proyek adalah kegiatan yang bersifat tidak rutin untuk membangun atau menghasilkan sesuatu yang spesifik/unik dengan batasan waktu mulai dan akhir yang telah ditetapkan sebelumnya. 1. harta benda inventaris (HBI) dan material persediaan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. PENGERTIAN ISTILAH 1.6. 1.7. 1. Plan of Development (POD) adalah seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Work Program and Budget.2. . yang dipergunakan atau sedang tidak dipergunakan atau sudah tidak dipergunakan untuk kegiatan operasional Kontraktor KKS. 2 1. Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (BPMIGAS) adalah Badan Hukum Milik Negara yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2002. termasuk Manajemen Penyedia Barang/Jasa. Plan of Development dan Authorization for Expenditure. Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri serta Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan.1. Kontraktor KKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) adalah Badan Usaha atau Badan Usaha Tetap. Eksplorasi adalah kegiatan yang bertujuan memperoleh informasi mengenai kondisi geologi untuk menemukan dan memperoleh perkiraan cadangan Minyak dan Gas Bumi di Wilayah Kerja yang ditentukan.

Plan of Development dan Authorization for Expenditure.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 1.9. 3 . Work Program And Budget (WP&B) adalah seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Work Program and Budget.

LINGKUP TATACARA RANTAI SUPLAI 3. termasuk pengaturan tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa dan pedoman untuk Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri serta Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan. waktu dan tempat yang tepat secara efektif dan efisien serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku serta memenuhi prinsip-prinsip etika rantai suplai. Lingkup Pemberlakuan Pedoman ini berlaku untuk pengelolaan rantai suplai di lingkungan Kontraktor KKS Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi di wilayah Negara Republik Indonesia. harga. 3. pengertian dan pedoman pelaksanaan teknis serta administratif yang terintegrasi dan jelas bagi seluruh pengelola kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Republik Indonesia. 4 .1. 2. 2. dalam pengelolaan Rantai Suplai. Pengelolaan Aset.2. Kepabeanan serta Pengelolaan Proyek.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 2. 3. Tujuan Pengelolaan Rantai Suplai adalah memperoleh dan mendayagunakan barang/jasa yang dibutuhkan dalam jumlah. Lingkup Pengaturan Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai ini mencakup pengaturan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. 3. MAKSUD DAN TUJUAN Pedoman ini DIMAKSUDKAN UNTUK Memberikan satu pola pikir.3. kualitas.1.2.

PRINSIP DASAR PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan rantai suplai wajib dilaksanakan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut: 5.1. hasil evaluasi dan penetapan pemenang harus bersifat terbuka bagi Penyedia Barang/Jasa yang berminat. Efisien. Adil.5. baik teknis maupun administratif termasuk tata cara evaluasi. 5. 5 .5.2.4. 4. berarti harus dilakukan melalui seleksi dan persaingan yang sehat di antara Penyedia Barang/Jasa yang setara dan memenuhi syarat/kriteria tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur yang jelas serta transparan.4. daya dan fasilitas yang sekecil-kecilnya untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam waktu sesingkat-singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya bagi keuntungan negara. 4. 4. 5. dengan cara dan atau alasan apapun. Buku Keempat : Pedoman Pengelolaan Kepabeanan 5. Kompetitif. berarti harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesarbesarnya sesuai dengan sasaran yang ditetapkan perusahaan.3. 5.2. 4. Transparan. Efektif.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 4. berarti semua ketentuan dan informasi. 5.3.1. SUSUNAN PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Pedoman Tata Kerja Pengelolaan Rantai Suplai (Suply Chain Manual) Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) terdiri dari 5 (lima) buku. yaitu: Buku Kesatu Buku Kedua Buku Ketiga Buku kelima : Ketentuan Umum Rantai Suplai : Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa : Pedoman Pengelolaan Aset : Pedoman Pengelolaan Proyek 4. berarti tidak diskriminatif dalam memberikan perlakuan bagi semua penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan kepada pihak tertentu. berarti harus diusahakan dengan menggunakan dana.

baik secara langsung atau tidak langsung dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. Penyedia Barang/Jasa dan para pihak yang terkait dalam pengelolaan rantai suplai harus memenuhi etika sebagai berikut: 6. profesional dengan menjunjung tinggi kejujuran. Mencegah terjadinya kerugian negara dan perusahaan. 5. 6.7.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 5. Bekerja secara tertib dengan mematuhi peraturan yang berlaku dan melaksanakan prinsip-prinsip dasar rantai suplai. 6. berarti harus mencapai sasaran baik fisik. Mencegah terjadinya pertentangan kepentingan (conflict of interest) pada pihak-pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses pengelolaan rantai suplai. 6. ETIKA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Pejabat Berwenang. kemandirian dan menjaga informasi yang bersifat rahasia. Dalam pengambilan keputusan tidak melebihi batas kewenangan yang telah ditetapkan dan tidak terpengaruh oleh kepentingankepentingan lain diluar kepentingan perusahaan dan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar angka 5 diatas. Berwawasan lingkungan. tidak meminta atau berjanji memberi imbalan/hadiah berupa apa saja kepada/dari siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan pengelolaan rantai suplai. Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung. Pengguna Barang/Jasa.8. golongan atau pihak lain.5.7. 6. tidak menawarkan. 6 . penuh rasa tanggung jawab.4.8. berarti mendukung dan mengembangkan kegiatan dengan memperhatikan kemampuan dan dampak lingkungan.6. 6.1. Tidak menggunakan dokumen-dokumen yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keaslian dan kebenarannya. Bertanggung jawab. 6.3. regional dan internasional. 6.6. 5.2. Tidak menyalahgunakan wewenang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama. yang mengakibatkan persaingan yang tidak sehat dan penurunan kualitas hasil pekerjaan. Panitia Pengadaan. Mendukung dan menumbuh-kembangkan kemampuan Nasional untuk lebih mampu bersaing ditingkat nasional. Tidak menerima/memberi. keuangan maupun manfaat bagi kelancaran pelaksanaan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip dan kebijakan serta ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan rantai suplai. 6.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum 7. 7 . Panitia/Pejabat Pengadaan. KESEHATAN. KESELAMATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL) Pejabat Berwenang. Penyedia Barang/ Jasa dan para pihak yang terkait dengan pengelolaan rantai suplai wajib memperhatikan ketentuan K3LL yang berlaku di lingkungan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB II KEWENANGAN 9 .

2.5. Beberapa tahapan proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu oleh BPMIGAS. dalam Buku Pedoman 2.1. Semua Aset yang berwujud maupun tidak berwujud berpindah menjadi milik Negara yang dikelola oleh BPMIGAS pada saat dibeli dan berpindah tangan ke dalam penguasaan Kontraktor KKS. pengelolaan dan/atau penguasaan Aset harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. 1.3. 2. Pengaturan secara rinci dimuat Pengelolaan Aset Kontraktor KKS. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Status Aset kepada BPMIGAS. Setiap pengalihan peruntukan. Kontraktor KKS berwenang untuk menggunakan aset dalam kegiatan operasional kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Negara Republik Indonesia.4. KEWENANGAN PENGELOLAAN ASET 2. 2. 2.2.1. Dalam rangka pelaksanaan tugasnya BPMIGAS melakukan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh Kontraktor KKS. 1. 10 . KEWENANGAN PELAKSANAAN PENGADAAN 1. Pada dasarnya proses dan pengambilan keputusan pengadaan barang/jasa dilakukan oleh Kontraktor KKS. Pengaturan secara rinci dimuat dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Pelaksanaan Pengadaan ke BPMIGAS. sebelum dapat dilaksanakan. 2.3.

3. Dalam rangka pelaksanaan tugasnya BPMIGAS melakukan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan impor dan ekspor yang dilakukan oleh Kontraktor KKS.2. 3. 4. Beberapa tahapan proses pelaksanaan impor dan ekspor harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu oleh BPMIGAS.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 3.3. sebelum dapat dilaksanakan. KEWENANGAN PENGELOLAAN PROYEK Struktur kewenangan di bidang pengelolaan proyek akan ditentukan kemudian. 3.1. KEWENANGAN KEPABEANAN Kontraktor KKS berwenang untuk melaksanakan impor atau ekspor barang atau peralatan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Negara Republik Indonesia. dalam Buku Pedoman 3. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Pelaksanaan kegiatan impor dan ekspor kepada BPMIGAS.4. 11 . Pengaturan secara rinci dimuat Kepabeanan Kontraktor KKS.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB III PENGAWASAN 13 .

PENILAIAN KINERJA KONTRAKTOR KKS 3. kewenangan dan tanggung jawab berdasarkan peraturan yang berlaku mulai dari tahap perencanaan.1.2. Bilamana diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan khusus. 3. Penilaian Kinerja Kontraktor KKS dalam lingkup pengelolaan rantai suplai dilakukan dengan menggunakan Key Performance Indicator (KPI). PENGAWASAN MELEKAT 1. 3.1.1. Efisiensi biaya.2. Pengawasan terhadap pengelolaan rantai suplai dilakukan sejak tahap perencanaan (pre audit).1. 3. 14 . yang meliputi sekurang-kurangnya: Kepatuhan terhadap pedoman ini dan pedoman yang terkait serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Dalam pelaksanaan pengawasan melekat perlu memperhatikan masukan dari pengawas fungsional dan pengawasan masyarakat. 2. Efisiensi dan optimalisasi pemanfaatan asset. Pimpinan Kontraktor KKS wajib melakukan pengawasan melekat secara intensif terhadap para pejabat yang melaksanakan tugas di lingkungan kerja masing-masing. tahap pelaksanaan sampai tahap penyelesaian (current audit). teknis.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. keuangan maupun K3LL sesuai dengan sasaran kerja. 3. Pengawasan terhadap pengelolaan rantai suplai di lingkungan Kontraktor KKS dilakukan oleh lembaga pengawas fungsional internal maupun eksternal. PENGAWASAN FUNGSIONAL 2. sehingga menjadikan pengawasan melekat sebagai unsur pengendalian internal yang efektif.4. Pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan oleh fungsi pengawasan eksternal dikoordinasikan oleh BPMIGAS untuk mencegah terjadinya pemeriksaan yang tumpang tindih.3. 3. pelaksanaan hingga penyelesaian secara fisik. tahap setelah penyelesaian (post audit).3. Pemanfaatan produksi dan kompetensi dalam negeri.2. waktu.1. 1. 2. Pengawasan melekat dilakukan oleh setiap atasan secara struktural dan fungsional atas aspek administrasi.1.1.1.

Revisi target KPI yang telah disepakati.1. LAPORAN: Sistem pelaporan untuk masing-masing bidang kegiatan diatur dalam setiap buku Pedoman Pelaksanaan.4. 15 . Pada saat yang sama dilakukan evaluasi atas KPI Kontraktor KKS yang bersangkutan tahun sebelumnya.3. Target KPI disepakati bersama oleh BPMIGAS dan Kontraktor KKS. TINDAK LANJUT PENGAWASAN 5. 5. 5. 5.2.2. pada saat pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)/ Work Program and Budget (WP&B). Pelaksanaan tindak lanjut sanksi merupakan kewenangan dan tanggung jawab pimpinan tertinggi Kontraktor KKS sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor.1.2.1. Pemberian penghargaan kepada individu atau kelompok yang berprestasi dan dinilai layak mendapat penghargaan.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 3.1.1. 5. maupun sumber daya manusia. Tindak lanjut hasil pengawasan dapat berupa: Penyempurnaan/perbaikan proses/prosedur. yang pengajuannya dapat dilakukan pada pertengahan tahun kalender. 5. 5.3. 4. yang tata caranya diatur oleh masing-masing Kontraktor KKS.1. Pelaksanaan tindak lanjut sanksi dan penghargaan harus dipantau dan dievaluasi oleh fungsi pengawasan internal Kontraktor KKS dan dilaporkan kepada BPMIGAS. kelembagaan. 5. Pemberian sanksi atas pelanggaran.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB IV KETENTUAN PERALIHAN 17 .

2. dilakukan penyesuaian seperlunya dengan menggunakan tatacara negosiasi. pengelolaan Aset dan pelaksanaan prosedur kepabeanan yang sedang berjalan dilanjutkan mengikuti ketentuan lama.1.3. dinyatakan tidak berlaku. 2. Dengan berlakunya Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Tentang Pengelolaan Rantai Suplai ini maka semua ketentuan yang pernah ada dan diterbitkan oleh BPMIGAS yang terkait dengan pengelolaan rantai suplai. Apabila belum mencapai tahap pemasukan penawaran. berupa sisipan dan/atau penambahan lampiran pada setiap Buku Pedoman Pelaksanaan atau Buku Pedoman Pengelolaan. Proses pengelolaan yang berkaitan dengan pelaksanaan pengadaan barang/jasa. dilanjutkan dengan mengacu pada ketentuan lama. Khusus untuk kegiatan pengadaan barang/jasa: 2. akan diatur kemudian oleh BPMIGAS. Apabila tahap evaluasi dan negosiasi sudah selesai. Apabila sudah mencapai tahap pemasukan penawaran namun proses evaluasi dan/atau negosiasi penawaran belum selesai. dengan mengubah isi dokumen pengadaan. 3. ---ooo0ooo--- 18 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. 2. harus dilakukan penyesuaian mengikuti ketentuan dalam pedoman ini. Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam pedoman ini.2.

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (B P M I G A S) PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA NOMOR 007 REVISI-II/PTK/I/2011 BUKU KEDUA PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA Edited 15-6-2010 .

.

I S I UMUM 1. PENYUSUNAN PAKET PEKERJAAN 3. DAFTAR BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 5. UMUM 2. PENGUTAMAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI 7. PREFERENSI HARGA 10. SUMBER PENGADAAN 4. PENGAWASAN PENGUTAMAAN PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 1. KEBIJAKAN UMUM 3. RENCANA PENGADAAN 2. TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI 4. PERNYATAAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI 9. 16 17 18 20 22 24 30 41 47 49 IV. 51 52 53 54 . KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP EKSPLORASI 2.DAFTAR ISI BAB I. JENIS DAN MASA BERLAKU KONTRAK HALAMAN 2 8 9 II. KOMPONEN DALAM NEGERI BARANG/JASA 3. 11 12 14 III. PENGERTIAN ISTILAH 2. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP PRODUKSI 3. PENGAWASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI STRATEGI PENGADAAN 1. PROGRAM PENINGKATAN PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 6. PEMANFAATAN JASA DALAM NEGERI 8. RUANG LINGKUP KEGIATAN KEWENANGAN DAN PENGAWASAN 1.

PENGGUNA BARANG/JASA 3. PENGELOLA PENGADAAN 4. DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA 1. JAMINAN UANG MUKA 4. JAMINAN PEMELIHARAAN 97 98 99 105 107 110 114 115 . KETENTUAN UMUM 2. PENYAMPAIAN RENCANA PENGADAAN PELAKU PENGADAAN BARANG/JASA 1.DAFTAR ISI BAB V. JAMINAN 1. I S I PERENCANAAN 1. PEJABAT BERWENANG 2. 94 94 VIII. JAMINAN PENAWARAN 2. 68 70 72 73 77 VII. TATA CARA DAN DASAR PENYUSUNAN HALAMAN 64 65 VI. DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI 3. BIAYA PENGGANTIAN DOKUMEN PENGADAAN IX. PENYEDIA BARANG/JASA HARGA PERHITUNGAN SENDIRI / OWNER ESTIMATE 1. JAMINAN PELAKSANAAN 3. STRUKTUR DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA 2. RENCANA KERJA PENGADAAN 2. DOKUMEN PENGADAAN 4. PANITIA PENGADAAN/TIM INTERNAL 5.

PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN 9. PENGUMUMAM PEMENANG PENGADAAN 14. SWAKELOLA TATA CARA PELELANGAN UMUM 1. PELELANGAN ULANG 20.DAFTAR ISI BAB X. I S I METODA DAN TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/ JASA PEMBORONGAN/ JASA LAINNYA 1. PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 17. . EVALUASI PENAWARAN 10. PELELANGAN TERBATAS 3. PEMBERIAN PENJELASAN 5. KEPUTUSAN PENETAPAN CALON PEMENANG 13. PELELANGAN GAGAL 19. SANGGAHAN 15. PENILAIAN KUALIFIKASI 4. PENUNJUKAN LANGSUNG 5. PEMBATALAN PELELANGAN 21. PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK (E-PROCUREMENT) 7. NEGOSIASI HARGA PENAWARAN 11. PROCARD 6. PEMILIHAN LANGSUNG 4. PELELANGAN UMUM 2. PROTES 6. PENGULANGAN PENGADAAN (REPEAT ORDER) 22. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN 8. PERSETUJUAN RENCANA PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 16. PENENTUAN CALON PEMENANG 12. DOKUMEN PENAWARAN 7. PENGEMBALIAN SURAT JAMINAN PENAWARAN 18. PENGUMUMAN 2. TENGGANG WAKTU HALAMAN 117 119 122 126 132 132 136 139 140 142 146 148 150 152 154 159 174 178 180 181 182 186 188 190 190 191 193 194 194 XI. PENDAFTARAN PENYEDIA BARANG/JASA 3.

PENILAIAN KINERJA 3. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 7. PENERBITAN KONTRAK 2. PERUBAHAN LINGKUP KERJA DAN PERPANJANGAN JANGKA WAKTU KONTRAK 5. I S I METODA DAN TATA CARA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 1. PELELANGAN ULANG 9. MANAJEMEN KONTRAK 6. ISI KONTRAK 3. PENYIAPAN DOKUMEN PENGADAAN 3. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN 7.DAFTAR ISI BAB XII. PELAPORAN KEGIATAN PENGADAAN BARANG/JASA 223 223 230 231 237 242 244 247 248 248 249 255 XVI. PENGHARGAAN ATAS KINERJA 4. HARGA PERHITUNGAN SENDIRI 4. KONTRAK 1. SANKSI ATAS PELANGGARAN XV. PEMBINAAN 2. METODA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 5. PEMBINAAN PENYEDIA BARANG/JASA 1. PENUTUPAN KONTRAK XIV. KETENTUAN UMUM 2. PENYESUAIAN KETENTUAN 257 . SISTIM EVALUASI PENAWARAN 8. PENYUSUNAN DAFTAR PENYEDIA JASA TERSELEKSI 6. PELAKSANAAN PEKERJAAN MENDAHULUI KONTRAK 4. PENGADAAN JASA KONSULTANSI PERORANGAN HALAMAN 196 197 198 198 199 200 200 220 221 XIII.

Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB I UMUM 1 .

1.Buku Kedua . 1. usulan atau rekomendasi sebagai hasil analisis data dan/atau keadaan. 2 . tidak dapat digantikan dengan barang atau peralatan lain yang sejenis. Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD) adalah badan usaha yang modalnya atau sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia/ Pemerintah Daerah sebesar lebih dari 50% (lima puluh persen). Barang Spesifik adalah barang atau peralatan yang karena tuntutan teknis dan kepentingan operasi. 1. tenaga kerja langsung dan biaya tidak langsung pabrik.2. Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. disusun secara sistimatis berdasarkan kerangka acuan kerja (KAK) yang ditetapkan oleh pengguna barang/jasa. 1.8. Dokumen Pengadaan adalah dokumen yang sekurangkurangnya berisi uraian tentang lingkup pekerjaan.3.6. 1.5. Harga Barang Jadi adalah jumlah biaya untuk memproduksi barang yang terdiri dari biaya bahan (material) langsung. Anggaran adalah dana yang dialokasikan oleh Kontraktor KKS untuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa tertentu. tata cara proses pengadaan dan persyaratan administratif pengadaan. yang bersumber dari Work Program & Budget (WP&B) dan/atau dari Daftar Rencana Pengadaan (Procurement List). 1.7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. PENGERTIAN ISTILAH 1.4. Jasa Konsultansi adalah layanan jasa profesional untuk mencapai sasaran tertentu yang hasil akhirnya berbentuk piranti lunak. yang digunakan sebagai pedoman bagi calon Penyedia Barang/Jasa dalam proses pembuatan dan penyampaian penawaran serta pedoman bagi Panitia Pengadaan/Tim Internal dalam melakukan evaluasi penawaran. 1. syarat-syarat kerja (terms & conditions). Bank Umum Nasional adalah Bank Umum yang lebih dari 50% (lima puluh persen) saham kepemilikannya dimiliki atau berasal dari pemerintah Republik Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia dan/atau warganegara Republik Indonesia.1.

1. Jasa Pengerjaan adalah bagian dari pekerjaan Jasa Pemborongan. dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. Pelaksanaan konstruksi (construction) dan/atau perakitan (assembly) dan/atau instalasi (installation) fasilitas produksi.11.11. pengkajian (evaluation) dan/atau penelitian (study). Pengerjaan rekayasa dan rancang bangun (engineering and design). Penggunaan jasa pengangkutan. (yard) penimbunan dan Penggunaan pabrik dan/atau bengkel (workshop) dan/atau galangan kapal untuk pembuatan (fabrication) komponen atau bagian dari komponen fasilitas produksi. peralatan dan material yang diperlukan. 1.11. 1.11. Jasa Pemborongan adalah jasa pekerjaan yang perencanaan teknis. 1.12. Penggunaan bengkel (workshop) untuk perawatan dan/atau perbaikan mesin dan/atau peralatan produksi. Penggunaan peralatan pembangunan dan peralatan angkut termasuk bahan bakar yang diperlukan.2. 1.9.3.11.10. 1.11.4. Penggunaan tenaga kerja.5. Jasa Lainnya dan/atau Jasa Konsultansi yang berupa pelaksanaan fisik pekerjaan. 3 .11. Pelaksanaan sertifikasi kelayakan operasi.11. 1. Jasa Pemborongan atau pemasokan barang. 1.11. penetapan spesifikasi dan pengawasan pelaksanaannya dilakukan oleh Kontraktor KKS. Jasa Lainnya adalah segala pekerjaan dan/atau penyediaan jasa selain Jasa Konsultansi. 1. Pelaksanaan survey. Penggunaan laboratorium untuk pengujian (test).11. 1.7.11. 1. meliputi antara lain namun tidak terbatas pada: 1. 1. Penggunaan kantor dan sarana pendukung lainnya.11.10. 1. Kendali mutu (quality control).6.11.1.11.9.8. Penggunaan lapangan pembangunan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. 1.13. sedangkan seluruh proses serta pengerjaannya termasuk penyediaan tenaga kerja.11.

badai. 4 . Keadaan Mendesak (Urgent) harus dinyatakan oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS setempat dan dilaporkan kepada BPMIGAS.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. Keadaan Krisis adalah keadaan seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Keadaan Krisis.15.14. gempa bumi. 1.12. plant shut down. Keadaan mendesak terjadi antara lain namun tidak terbatas karena equipment failure. Penggunaan barang habis pakai (consumable) yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. well shut down. Keadaan Kahar termasuk tetapi tidak terbatas pada bencana alam atau act of God (antara lain banjir. kerusuhan.11. process upset. peperangan. komponen bangunan. yang dapat mengakibatkan terganggunya kelancaran produksi minyak dan/atau gas bumi baik sebagian maupun keseluruhan dan/atau mengakibatkan terhentinya kegiatan operasional baik sebagian maupun keseluruhan.13. 1. atau revolusi. Keadaan Mendesak (Urgent) adalah kegagalan operasi (operation failure) yang terjadi secara tiba-tiba. sabotase. angin topan. 1. Keadaan Darurat (Emergency) adalah keadaan seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Keadaan Emergency.14. tsunami. 1. Jasa Spesifik adalah jasa yang memerlukan persyaratan teknologi dan/atau keahlian tertentu dan hanya dapat dipenuhi dan/atau hanya dapat dilaksanakan oleh satu penyedia jasa. Tidak termasuk dalam pengertian ini adalah barang kebutuhan utama dalam Jasa Pemborongan. tanah longsor atau wabah penyakit). barang/bahan pembuatan komponen bangunan atau sukucadang pada pekerjaan perbaikan.16. gunung meletus. Keadaan Kahar (Force Majeure) adalah suatu kejadian atau keadaan yang terjadi di luar kuasa atau kontrol para pihak yang mengikatkan diri dalam Kontrak yang mengakibatkan pihak yang menyatakan Keadaan Kahar tidak dapat melaksanakan seluruh atau sebagian kewajibannya berdasarkan Kontrak.Buku Kedua . 1. start up delay atau keadaan yang berpotensi mengganggu pelaksanaan kegiatan operasional dan apabila tidak segera ditanggulangi dapat menyebabkan kerugian bagi negara.

selama proses pengadaan. dimana masing-masing anggota Konsorsium tetap berdiri sendirisendiri. serta kemampuan pengelolaan program kesehatan. Panitia Pengadaan adalah panitia yang dibentuk dan disahkan oleh Pejabat Berwenang untuk melaksanakan pemilihan Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Kontraktor KKS. Pascakualifikasi adalah proses penilaian Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa yang dilakukan setelah evaluasi penawaran harga.19. usaha. 1.24. perusahaan. kemampuan personalia. Konsorsium adalah gabungan dari 2 (dua) atau lebih orang perorangan. 1.17. 5 . Lingkup Kerja adalah bagian dari Dokumen Pengadaan yang berisi uraian tentang spesifikasi dan/atau fungsi barang atau uraian pekerjaan termasuk jumlah/volume serta waktu yang dimaksudkan untuk menghasilkan sesuatu.22. untuk mengadakan suatu kegiatan. tingkat kemampuan usaha. Kualifikasi adalah status hukum.20. Kontrak dapat berupa antara lain Surat Pesanan (Purchase Order) atau Kontrak Jasa (Service Contract).23.21. 1. Kontrak adalah perjanjian pelaksanaan pekerjaan penyediaan barang/jasa antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa yang dituangkan dalam kesepakatan tertulis dan bersifat mengikat. Klarifikasi adalah permintaan penjelasan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal kepada peserta pengadaan barang/jasa atas materi penawaran. kemampuan finansial.18. sepanjang tidak mengubah substansi penawaran. 1. Surat Perjanjian (Agreement). Pejabat Berwenang adalah pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau pekerja struktural Kontraktor KKS yang telah mendapat pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari pimpinan tertinggi Kontraktor KKS. keselamatan kerja dan lindungan lingkungan (K3LL). atau pembiayaan bersama dalam rangka mencapai tujuan tertentu dalam batas waktu tertentu dengan menyatukan sumberdaya yang dimiliki para pihak yang bergabung.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. organisasi atau kombinasi dari elemen-elemen tersebut. 1. 1. kemampuan penyediaan peralatan. 1.

Perusahaan Nasional adalah perusahaan yang berdasarkan hukum negara Republik Indonesia. secara langsung atau tidak langsung untuk mempengaruhi jalannya proses dan/atau keputusan pengadaan dengan mengutamakan/menguntungkan kepentingan pribadi dan/atau kelompoknya dan/atau kroninya dan/atau korporasi (termasuk afiliasinya) dan/atau penyedia barang/jasa tertentu.26.30. 1. Perusahaan Dalam Negeri adalah Perusahaan Nasional yang lebih dari 50% (lima puluh persen) sahamnya dimiliki oleh perseorangan warga negara Indonesia. Pekerjaan Bersifat Kompleks adalah pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi dan/atau mempunyai risiko tinggi dan/atau menggunakan peralatan dengan desain khusus. gabungan beberapa badan usaha atau perorangan yang memiliki kemampuan untuk menyediakan barang/jasa untuk kepentingan Kontraktor KKS sesuai dengan bidang usaha dan kualifikasinya.000. dan bernilai lebih besar dari Rp50. Pengelola Pengadaan adalah fungsi dan/atau organisasi yang ditunjuk untuk mengelola kegiatan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.31. Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) adalah situasi dimana pekerja Kontraktor KKS secara sendiri dan/atau secara bersama-sama.28.32. Perusahaan Asing adalah perusahaan yang didirikan bukan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia. 1. dan memiliki surat izin usaha yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang. Badan Usaha Milik Negara BUMN) atau Badan Usaha Millik Daerah (BUMD). negara Republik Indonesia. sedemikian rupa sehingga bertentangan dengan ketentuan pelaksanaan pengadaan barang/jasa. pemerintah daerah.29. 1.000. 1.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).27. didirikan 6 . Pengguna Barang/Jasa adalah fungsi dalam lingkungan organisasi Kontraktor KKS yang memerlukan barang/jasa untuk mendukung pelaksanaan kegiatannya. sebagai pribadi atau bertindak untuk kepentingan perusahaan atau afiliasinya. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha. 1. 1.000. 1.000. menggunakan kekuasaannya.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.25.000.Buku Kedua .

Prakualifikasi adalah proses penilaian Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa yang dilakukan sebelum tahap pemasukan dokumen penawaran.33. 1. 1. Produksi Dalam Negeri adalah semua jenis barang/jasa termasuk rancang bangun dan perekayasaan yang diproduksi. Tim Internal adalah tim di lingkungan Pengelola Pengadaan yang dibentuk dan disahkan oleh pimpinan pengelola pengadaan atau oleh Pejabat Berwenang. pelelangan terbatas atau pemilihan langsung oleh peserta pengadaan.34. tanggung-jawab dan tugas pokok sama seperti Panitia Pengadaan namun memiliki kewenangan dan ruang lingkup kerja yang lebih rendah. yang disampaikan setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah besaran komponen dalam negeri pada barang/jasa atau pada gabungan barang dan jasa.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Post Bidding dilarang untuk dilakukan. Wakil Penyedia Barang/Jasa adalah seseorang yang bertindak untuk dan atas nama Penyedia Barang/Jasa sesuai akte pendirian/perubahan atau secara hukum mempunyai kapasitas untuk mewakili Penyedia Barang/Jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. yang dinyatakan dalam persentase.36. Tim Internal mempunyai persyaratan.35. 1. 1. 1. 7 .37. Post Bidding adalah pengubahan atau penambahan atau pengurangan persyaratan pengadaan oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal atau pengubahan/penambahan/pengurangan kelengkapan dokumen penawaran dan/atau data pada pelelangan umum. dibangun atau dikerjakan oleh perusahaan yang berproduksi dan/atau berinvestasi langsung di Indonesia.38.

KEBIJAKAN UMUM 2.4. semua transaksi pembayaran menggunakan Bank Umum yang berstatus Badan Usaha Milik Negara/Daerah.2. 2. keselamatan kerja. dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum Nasional.3. 2. 2.1. Para pihak yang mengikatkan diri dalam Kontrak harus memiliki rekening bank yang berada dalam wilayah Negara Republik Indonesia.9.6. Menciptakan iklim persaingan yang sehat.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Melaksanakan pengadaan barang/jasa di dalam wilayah negara Republik Indonesia sesuai ketentuan perundangundangan yang berlaku di negara Republik Indonesia. 2. 2. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta mengusahakan pelaksanaan pekerjaan dilakukan di dalam wilayah negara Republik Indonesia. dengan cara meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan pengadaan barang/ jasa. pelaksana. Melaksanakan sendiri pengadaan barang/jasa secara swakelola atau dapat pula dilakukan melalui Penyedia Barang/Jasa. dan lindungan lingkungan (K3LL) yang berlaku di lingkungan kegiatan hulu minyak dan gas bumi. Meningkatkan kinerja dan tanggungjawab para perencana. 2. Membina kemampuan berusaha dan memberikan kesempatan berusaha bagi Perusahaan Dalam Negeri terutama usaha kecil termasuk koperasi kecil. serta pengawas pengadaan barang/jasa. Melaksanakan pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa melalui bank yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum Nasional.8. Bagi Kontraktor KKS tahap produksi. 8 . 2.5. tertib dan terkendali. 2. baik rekening pembayar maupun rekening penerima.10. 2.7.Buku Kedua . Memperoleh barang/jasa yang diperlukan secara efektif dan efisien. Mempercepat proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa. Melaksanakan ketentuan kesehatan.

3. pembinaan Penyedia Barang/Jasa dan penyelesaian perselisihan (apabila ada). 3.3. peralatan dan material yang diperlukan. Jasa Pemborongan dan pemasokan barang.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. penetapan spesifikasi dan pengawasan pelaksanaannya dilakukan oleh Kontraktor KKS. Lingkup kegiatan pengadaan barang/jasa meliputi penyusunan rencana pengadaan. 3.1. disusun secara sistimatis berdasarkan kerangka acuan kerja (KAK) yang ditetapkan oleh pengguna barang/jasa. 3. dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. Pengadaan barang meliputi pengadaan barang untuk kepentingan pengisian persediaan (inventory) di gudang atau untuk dipergunakan secara langsung dalam kegiatan operasional atau proyek atau membeli peralatan (equipment). Pengadaan Jasa Pemborongan merupakan kegiatan pengadaan jasa pekerjaan yang perencanaan teknis. Tata cara pengadaannya mengikuti tata cara pengadaan Jasa Pemborongan. pemilihan Penyedia Barang/Jasa. Membeli barang atau peralatan hasil produksi masal (mass product) kepada pabrikan atau kepada pedagang. sedangkan seluruh proses serta pengerjaannya termasuk penyediaan tenaga kerja.2. 3.1.3. RUANG LINGKUP KEGIATAN 3.2. Pengadaan barang dapat dilakukan dengan cara: 3. atau Membeli barang pesanan kepada bengkel (workshop) atau pabrikator barang atau peralatan yang harus dibuat/ dipabrikasi terlebih dahulu dengan desain tertentu (tailor made).6.4. 9 . Pengadaan Jasa Konsultansi merupakan kegiatan pengadaan layanan jasa profesional untuk mencapai sasaran tertentu yang hasil akhirnya berbentuk piranti lunak.3. 3. Bagi pengadaan jasa asuransi harus tetap mengikuti ketentuan dalam pedoman ini dan dilengkapi dengan pengaturan tata cara yang bersifat khusus. usulan atau rekomendasi sebagai hasil analisis data dan/atau keadaan. pengadministrasian Kontrak. Pengadaan Jasa Lainnya merupakan kegiatan pengadaan segala pekerjaan atau penyediaan jasa selain Jasa Konsultansi. Pedoman Pelaksanaan ini berlaku untuk semua kegiatan pengadaan barang/jasa kecuali pengadaan lahan dan jasa pengacara/konsultan hukum.5.

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB II KEWENANGAN DAN PENGAWASAN 1.Buku Kedua . 10 .

000. 1.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.5. Kewenangan Kontraktor KKS dapat dibatasi dengan surat penetapan dari Kepala BPMIGAS.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). Pengiriman harus dilakukan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP EKSPLORASI: 1. Bentuk ringkasan pelaksanaan pengadaan sesuai lampiran nomor FL-003. Untuk kepentingan pengawasan proses pengadaan. apabila berdasarkan temuan audit yang dilakukan oleh BPMIGAS dan/atau auditor Pemerintah ditemukan penyimpangan pada 1 (satu) atau beberapa kebijakan maupun prosedural yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) dan dilakukan berulang-ulang serta telah pernah diberikan peringatan 1 (satu) kali oleh BPMIGAS.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Kontraktor KKS wajib mengirimkan 1 (satu) set ringkasan pelaksanaan pengadaan dari setiap paket pengadaan yang bernilai lebih dari Rp5. 1. Tata cara pengadaan harus mengikuti tata cara pengadaan yang diatur dalam pedoman ini.000.3. pelaksanaan 11 .1.000. Kontraktor KKS wajib menyampaikan laporan pengadaan sebagaimana diatur dalam bab XV.000.4. Kontraktor KKS dalam tahap eksplorasi berwenang untuk melaksanakan dan mengambil keputusan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa. 1.2. 1.

000.000. dengan ketentuan tahapan kegiatan pengadaan berikut sebelum dilaksanakan harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS. Nilai awal Kontrak lebih besar dari Rp50.3.00 (lima puluh milyar rupiah) atau menjadi lebih besar dari US$5.1.000.000.000. 2.000.000.000.000.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).1.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. 2. yaitu: 2.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau kurang dari US$5. Rencana pengadaan yang akan dilakukan secara langsung dengan Perusahaan Asing di luar negeri sebagaimana diatur pada bab IV angka 3.2.000.1.4.000.000. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP PRODUKSI: 2.000. dengan nilai per paket rencana pengadaan lebih besar dari Rp50. 12 . Tata cara penyampaian diatur dalam bab V angka 2.000. Perubahan lingkup kerja (PLK) dari Kontrak kegiatan pemboran (drilling) dan konstruksi terintegrasi (EPC/EPCI) serta bagianbagiannya yang mengakibatkan penambahan nilai.1.000. dan total kumulatif penambahan nilai lebih besar dari 10% dari nilai awal Kontrak atau lebih besar dari Rp50.1.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).00 (lima juta dolar Amerika Serikat).00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000. 2.1. pemilihan langsung atau penunjukan langsung. Nilai awal Kontrak kurang dari Rp50.000. 2.1.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000. Kontraktor KKS dalam tahap produksi berwenang untuk melaksanakan dan mengambil keputusan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa.5.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000. 2.000.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000. dalam hal: 1.Buku Kedua .000.1.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Rencana pengadaan barang/jasa untuk pelelangan.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000.000. Rencana penunjukan pemenang pengadaan dengan nilai per paket pengadaan lebih besar dari Rp50.000. namun total kumulatif penambahan nilai ditambah dengan nilai awal Kontrak menjadi lebih besar dari Rp50. Pembatalan dan/atau pemutusan dini Kontrak yang penunjukan pemenang pengadaannya telah disetujui oleh BPMIGAS.000.

4. 2. Untuk kepentingan pengawasan proses pengadaan. Bentuk ringkasan pelaksanaan pengadaan sesuai lampiran nomor FL-003. Tata cara pengadaan harus mengikuti tata cara pengadaan yang diatur dalam pedoman ini.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.000. 2.3.000.000. Pengiriman harus dilakukan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang. Kontraktor KKS wajib mengirimkan 1 (satu) set ringkasan pelaksanaan pengadaan dari setiap paket pengadaan yang bernilai lebih dari Rp5.5.000. pelaksanaan 13 . Kontraktor KKS wajib menyampaikan laporan pengadaan sebagaimana diatur dalam bab XV. Kewenangan Kontraktor KKS dapat dikurangi dengan surat penetapan dari Kepala BPMIGAS. 2.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). apabila berdasarkan temuan audit yang dilakukan oleh BPMIGAS dan/atau auditor Pemerintah ditemukan penyimpangan pada 1 (satu) atau beberapa kebijakan maupun prosedural yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) dan dilakukan berulang-ulang serta telah pernah diberikan peringatan 1 (satu) kali oleh BPMIGAS.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. yang terlibat dan terbukti bersalah diberikan sanksi administratif sesuai derajat tanggungjawabnya.3. berdasar ketentuan dalam penyusunan HPS/OE dan/atau pelaksanaan negosiasi. Apabila berdasar hasil audit final yang dilakukan oleh BPMIGAS dan/atau auditor Pemerintah. Bagian biaya yang dinyatakan sebagai kemahalan harga untuk kegiatan pengadaan bersangkutan tidak dapat dibebankan sebagai biaya berdasarkan kontrak kerja sama (KKS) dan langsung tidak diperhitungkan sebagai bagian dari penggantian biaya pada Kontraktor KKS pada periode perhitungan berikutnya. kepada Kontraktor KKS dikenakan sanksi sebagai berikut: 3. berdasar ketentuan dalam penyusunan HPS/OE.2. Kontraktor KKS yang bersangkutan diberi Surat Peringatan oleh BPMIGAS. kecuali apabila kemudian harga yang disepakati dalam Kontrak dapat dibuktikan memenuhi kriteria kewajaran.Buku Kedua .3. 14 . anggota Panitia Pengadaan. 3. dan/atau pekerja dari fungsi pengguna Barang/Jasa. BPMIGAS melaksanakan pengawasan secara current dan post audit atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS. ketentuan ini diperhitungkan pada saat wilayah kerja bersangkutan dinyatakan komersial untuk dikembangkan. Kemahalan harga dapat berupa: 3. dan/atau Penetapan harga Kontrak yang melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. 3. dan/atau pekerja dari fungsi Pengelola Pengadaan Barang/Jasa dan/atau Panitia Pengadaan dan/atau pekerja lain.3.2. PENGAWASAN. Penetapan dasar harga dalam penyusunan HPS/OE yang lebih tinggi dari 10% dibanding harga yang wajar berlaku di pasar. Selanjutnya kepada Pejabat Berwenang.1. Dalam hal penyimpangan dari ketentuan yang sejenis berulang lebih dari 2 (dua) kali. Khusus untuk Kontraktor KKS pada tahap eksplorasi. pekerja dari fungsi Pengguna Barang/Jasa dan/atau pekerja dari fungsi Pengelola Pengadaan Barang/Jasa yang bertanggungjawab diberikan Surat Peringatan oleh pimpinan Kontraktor KKS. maka Pejabat Berwenang. 3.1. pelaksanaan dan tata cara pengadaan barang/jasa tidak mengikuti dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam pedoman ini dan/atau menimbulkan kemahalan harga.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB III PENGUTAMAAN PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 15 .

Kontraktor KKS harus memperhitungkan waktu produksi atau waktu penyerahan yang wajar dalam menyusun rencana pengadaan. 16 . dalam bab ini. 1. Target penggunaan Produksi Dalam Negeri merupakan persentase perbandingan antara potensi penggunaan Produksi Dalam Negeri dengan total nilai rencana pengadaan barang/jasa periode tertentu atau paket pekerjaan tertentu. Target penggunaan Produksi Dalam Negeri pada WP&B merupakan salah satu Ukuran Kinerja Terpilih (UKT)/Key Performance Indicator (KPI) Kontraktor KKS tahun berjalan yang disepakati bersama BPMIGAS.1.3.1.2. 1.2.Buku Kedua . 1.2. 1.1.1.1. 1. kecuali ditentukan lain seperti tersebut dalam bab IV angka 3. waktu penyerahan dan harga dengan memperhatikan daftar pada ketentuan angka 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.1.2.3.2. Dalam menyusun Daftar Rencana Pengadaan.3. Kontraktor KKS wajib menggunakan.2. Kontraktor KKS semaksimal mungkin menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI). Kontraktor KKS wajib memasukkan target penggunaan Produksi Dalam Negeri. kualitas.1. Kontraktor KKS harus mengutamakan penggunaan jasa dan sumber daya manusia dalam negeri dengan cara: 1.2. Kontraktor KKS wajib menetapkan target penggunaan Produksi Dalam Negeri. dan atas pencapaian target 5 (lima) tahun terakhir. 1. Kontraktor KKS wajib mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri dalam pelaksanaan pengadaan jasa.3.1. Mensyaratkan agar sebagian besar Jasa Pengerjaan pada Kontrak jasa dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia. Penilaian kinerja Kontraktor KKS dilakukan terhadap pencapaian target penggunaan Produksi Dalam Negeri tahun berjalan. UMUM Dalam melaksanakan setiap kegiatan pengadaan barang/jasa Kontraktor KKS harus mengutamakan penggunaan barang. memaksimalkan atau memberdayakan barang Produksi Dalam Negeri yang memenuhi jumlah. 1. Kontraktor KKS harus mengakomodasi barang/jasa Produksi Dalam Negeri yang telah memenuhi persyaratan teknis minimal yang dapat dipertanggung-jawabkan. jasa dan sumber daya manusia dalam negeri. 1. 1.

6.1. Pajak keluaran sebagai konsekuensi dari terjadinya transaksi jual beli. perangkat lunak dan tenaga kerja termasuk tenaga ahli yang berasal dari dalam negeri. rancang bangun. 2. Komponen dalam negeri jasa adalah jasa yang berasal dari dalam negeri. asuransi dan penanganan/handling) dalam rangka penyerahan barang pesanan.4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan di dalam negeri berupa antara lain biaya penggunaan peralatan. 2.2. biaya transportasi (termasuk biaya kemasan. ditambah biaya rancang bangun dan pengerjaan sampai dengan menjadi barang jadi yang dilakukan di dalam negeri. buah pikiran. 17 .5.3. keuntungan dan biaya lain yang bukan merupakan komponen langsung dalam memproduksi barang atau menyelesaikan pekerjaan jasa bukan merupakan komponen dalam negeri. KOMPONEN DALAM NEGERI BARANG/JASA 2. 2. Dalam proses pembuatan Produksi Dalam Negeri dan pelaksanaan pekerjaan jasa di dalam negeri dimungkinkan penggunaan komponen atau unsur yang berasal dari luar negeri. sarana pendukung. atau barang yang dihasilkan atau dibuat di dalam negeri yang digunakan dalam proses pengerjaan pekerjaan Jasa Pemborongan. Barang impor yang dijual di dalam negeri atau dijual oleh perusahaan dalam negeri bukan merupakan Produksi Dalam Negeri dan bukan merupakan komponen dalam negeri. barang habis pakai. pengepakan. Tenaga kerja asing (TKA) walaupun berdomisili di Indonesia bukan merupakan komponen dalam negeri. Komponen dalam negeri barang adalah bahan baku dan bahan pembantu langsung yang dihasilkan atau dibuat di dalam negeri. Komponen dalam negeri terdiri dari komponen dalam negeri barang dan komponen dalam negeri jasa. 2. 2.

2.3.4. atau Hasil perbandingan antara nilai biaya komponen dalam negeri jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan sebagaimana diatur dalam angka 2.5. bab ini dengan nilai biaya keseluruhan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Jasa Lainnya. bab ini dengan nilai biaya keseluruhan pembuatan produk jadi. 3.Buku Kedua . 3.2. Besaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk jasa dinyatakan dalam bentuk surat pernyataan berisi janji/komitmen untuk mencapai besaran TKDN pada akhir pelaksanaan Kontrak Jasa. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) jasa merupakan: Hasil perbandingan antara nilai biaya komponen jasa dalam negeri dalam rangka pelaksanaan pekerjaan sebagaimana diatur dalam angka 2. Besaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk barang dinyatakan dengan sertifikat atau surat pernyataan yang masih berlaku yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian atau dinyatakan sendiri oleh Penyedia Barang/Jasa. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) barang merupakan hasil perbandingan antara nilai biaya komponen dalam negeri dalam rangka pembuatan produk jadi sebagaimana diatur dalam angka 2.2.3.1.3.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. TKDN digunakan sebagai dasar pemberian preferensi harga. TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) 3.6. 18 . dengan nilai biaya keseluruhan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Jasa Pemborongan.1. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) gabungan merupakan hasil perbandingan antara nilai biaya komponen dalam negeri dari barang Produksi Dalam Negeri ditambah nilai biaya komponen dalam negeri jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan termasuk biaya untuk mendatangkan barang yang diperlukan. 3. 3. bab ini dengan nilai biaya keseluruhan unsur jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Jasa Pemborongan. 3. 3.2. 3.

2. atau dimiliki oleh Perusahaan Asing atau warga negara asing. Penetapan status kepemilikan dari peralatan didasarkan pada fakta bahwa peralatan tersebut telah tercatat dalam pembukuan sebagai milik.4. 3.1. 3. 3. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 0% (nol persen) komponen dalam negeri.8.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3.7.7.7. 19 . 3. 3.7.3. peralatan tersebut sudah menjadi milik. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 75% (tujuh puluh lima persen) komponen dalam negeri. termasuk nilai biaya barang/jasa untuk mendukung kegiatan tenaga kerja tersebut.7. TKDN dari nilai Jasa Konsultansi dihitung berdasarkan nilai jasa penggunaan tenaga kerja warganegara Republik Indonesia. Peralatan Produksi Dalam Negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Nasional yang lebih dari 50% (lima puluh persen) sahamnya dimiliki oleh warganegara asing atau Perusahaan asing. Peralatan produksi luar negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Nasional yang lebih dari 50% (lima puluh persen) sahamnya dimiliki oleh warganegara asing atau Perusahaan Asing. antara lain berupa surat perjanjian rencana pembelian peralatan terkait. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 100% (seratus persen) komponen dalam negeri. Peralatan produksi luar negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Dalam Negeri atau dimiliki oleh warga negara Indonesia.7.5. TKDN dari nilai jasa penggunaan peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan pemborongan dan Jasa Lainnya dihitung sebagai berikut: Peralatan Produksi Dalam Negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Dalam Negeri atau dimiliki oleh warga negara Indonesia. atau dimiliki oleh Perusahaan Asing atau warga negara asing. 3. atau didasarkan pada fakta yang meyakinkan bahwa pada saat akan melaksanakan pekerjaan. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 100% (seratus persen) komponen dalam negeri.

1. Barang Wajib Dipergunakan. Kontraktor KKS wajib menggunakan buku APDN tersebut sebagai acuan untuk menetapkan strategi pengadaan serta menetapkan persyaratan dan ketentuan pengadaan. 4.2. 2.1. Barang Dimaksimalkan. berisi jenis: 1. Daftar tersebut berisikan informasi tentang: 4. Barang kebutuhan pendukung. meliputi semua jenis barang dan peralatan yang dibutuhkan dan harus tersedia dalam kegiatan operasional eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi serta bersifat spesifik untuk kegiatan tersebut. 4. menggunakan Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (buku APDN). Barang kebutuhan utama yang telah diproduksi di dalam negeri dan salah satu pabrikan telah mencapai TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). 20 . Barang kebutuhan utama. namun belum ada pabrikan dengan pencapaian TKDN 25% (dua puluh lima persen).2.2.2. Barang kebutuhan pendukung yang telah diproduksi di dalam negeri dan salah satu pabrikan telah mencapai TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). DAFTAR BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 4.Buku Kedua . Barang Diberdayakan. namun belum ada pabrikan yang mencapai penjumlahan TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) minimal 40% (empat puluh persen).1. 4. Pelaksanaan kegiatan pengadaan barang/jasa khususnya dalam rangka mengutamakan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri dan mengutamakan pemanfaatan jasa dalam negeri. meliputi semua jenis barang dan peralatan yang dibutuhkan dan harus tersedia dalam kegiatan operasional Kontraktor KKS namun tidak bersifat spesifik untuk kegiatan kegiatan operasional eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi.2. Barang kebutuhan operasional Kontraktor KKS terdiri dari: 4.2. 4.1.1. yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. berisi jenis barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi yang telah diproduksi di dalam negeri dan salah satu pabrikan telah mencapai penjumlahan TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) minimal 40% (empat puluh persen).3. berisi daftar barang kebutuhan kegiatan operasional Kontraktor KKS yang telah diproduksi di dalam negeri dan TKDN salah satu pabrikan telah mencapai minimal 5% (lima persen).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.

maka proses pengadaan dilakukan mengikuti pola memaksimalkan atau memberdayakan barang Produksi Dalam Negeri sebagaimana diatur dalam angka 6.1.2. dengan pencapaian TKDN minimal 30% (tiga puluh persen).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.3. Dalam hal satu atau beberapa jenis barang diketahui telah diproduksi di dalam negeri namun belum tercantum dalam daftardaftar tersebut pada angka 4. dan 6. Jasa Dalam Negeri. 4.2.4. 4. di atas. 21 . 4. kekurangannya dapat dipenuhi dengan melakukan pengadaan dari sumber luar negeri. berisi daftar jasa yang telah pernah diselesaikan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional di wilayah negara Republik Indonesia dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. Kontraktor KKS menggunakan data pencapaian TKDN pekerjaan jasa yang tercantum pada Daftar Jasa Dalam Negeri sebagai acuan dalam menetapkan persyaratan target pencapaian TKDN minimum yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan Jasa Pemborongan.4. Dalam pelaksanaan pengadaan jasa.2. dan 4.3. Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi.2. dalam bab ini.5. Dalam hal pada saat akan melaksanakan pengadaan dan/atau pada saat pelaksanaan proses pemilihan Penyedia Barang/Jasa diperoleh fakta yang meyakinkan bahwa kapasitas produksi di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan pada suatu saat yang bersamaan.2.

antara lain: Penggantian secara bertahap atau sekaligus peran tenaga kerja asing dengan tenaga kerja Indonesia.2. Jika program peningkatan capaian TKDN tidak mungkin dilaksanakan. dengan menerapkan standar teknis yang berlaku di Indonesia. Kontraktor KKS secara sendiri-sendiri atau bersama Kontraktor KKS lain melakukan upaya kerjasama pengembangan produksi barang kebutuhan Kontraktor KKS atau pengembangan teknologi pengerjaan pekerjaan jasa. 5. dengan memperhatikan antara lain persyaratan teknis minimal.4. Pengalihan secara bertahap atau sekaligus fasilitas perbaikan atau perawatan permesinan.1. harus dilengkapi dengan program peningkatan capaian TKDN yang disyaratkan semakin meningkat dari tahun awal ke tahun-tahun berikutnya. Dalam hal Kontraktor KKS melaksanakan pengadaan barang/jasa yang diperlukan terus menerus (rutin) dengan Kontrak tahun jamak.1. 5. harus dilengkapi dengan alasan yang kuat dan disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS. dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia. Pada awal tahun atau secara terus menerus Kontraktor KKS secara sendiri-sendiri atau bersama Kontraktor KKS lain melakukan penelitian (survey/assessment) tentang jenis-jenis barang/jasa yang mampu dipenuhi pabrikan dalam negeri atau oleh penyedia jasa di dalam negeri.3. 22 .3. PENGGUNAAN BARANG/JASA BPMIGAS melakukan koordinasi upaya memperluas dan memutakhirkan buku APDN.4.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. 5.2. Hasil upaya perluasan dan/atau pemutakhiran disampaikan kepada instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. 5. PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI DALAM NEGERI 5.4.4. serta kepada instansi pemerintah yang membidangi perindustrian. peralatan pemboran/produksi (drilling & production) minyak dan gas bumi atau kapal. Peningkatan capaian TKDN yang disyaratkan sedapat mungkin berupa program alih teknologi. 5. Pengalihan secara bertahap atau sekaligus fasilitas fabrikasi dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia. 5.

1. dan Bagi barang dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen) diberikan preferensi harga. Evaluasi harga berdasarkan pencapaian TKDN diterapkan bagi setiap jenis (item) barang dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen).5. 5.5. Kontraktor KKS atas inisiatif sendiri atau atas permintaan Penyedia Barang/Jasa dapat melakukan uji coba penggunaan barang Produksi Dalam Negeri berdasarkan persyaratan yang wajar dan dapat dipertanggung jawabkan dengan tetap mempertimbangkan dampak terhadap kegiatan operasi.7. terdiri dari barang Produksi Dalam Negeri dan barang produksi luar negeri. 5. Proses pengadaan mengikuti ketentuan memaksimalkan barang Produksi Dalam Negeri. 5. Pengadaan barang dari suatu paket kebutuhan yang terdiri dari beberapa kategori barang dilaksanakan dalam 1 (satu) paket.2.6. BPMIGAS mendorong Kontraktor KKS untuk mampu memenuhi target pencapaian penggunaan Produksi Dalam Negeri yang telah dinyatakan dalam WP&B dan/atau AFE.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. 5.5. 23 . dengan ketentuan: Peserta pengadaan harus menawarkan dan akan membeli dari sumber dalam negeri Barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan dan dimaksimalkan.

di atas dan Pengadaan yang dikoordinasikan oleh BPMIGAS belum atau tidak dilaksanakan. wajib mengikuti tata cara sebagai berikut: 6. untuk jangka waktu antara 1 (satu) tahun sampai dengan 3 (tiga) tahun. dengan pencapaian TKDN minimal 15% (lima belas persen).3. dengan menggunakan strategi kontrak bersama berbentuk kontrak berdasar permintaan (call off order) atau perjanjian harga.1. Untuk pelaksanaan Kontrak Bersama di antara beberapa Kontraktor KKS. 24 .3.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6.1.1.1. dalam hal kegiatan sebagaimana tersebut dalam angka 6. standar kualitas minimum dan waktu penyerahan yang wajar. Pada dasarnya proses pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan terbatas bagi barang Produksi Dalam Negeri. Harga penawaran berdasarkan evaluasi dan/atau setelah dilakukan negosiasi lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. yang mengatur tata cara pelelangan terbatas. dan 3. Panitia Pengadaan mengundang semua pabrikan dalam negeri atau agen tunggal yang bertindak sebagai distributor tunggal yang ditunjuk oleh pabrikan dalam negeri yang tercantum dalam buku APDN.1. 6. WAJIB MENGGUNAKAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI 6. Pengadaan dilaksanakan oleh Kontraktor KKS: 1. dan 2.1. Tata cara pelaksanaan pengadaan: 1. Memenuhi jumlah.1. 2. 6. Perincian tata cara pengadaan diatur secara terperinci dalam bab X angka 2. PENGUTAMAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI: Kontraktor KKS dalam memenuhi kebutuhan barang.2. Kontraktor KKS wajib menggunakan barang Produksi Dalam Negeri.1.2. Dalam Daftar Barang Wajib Dipergunakan pada buku APDN dimaksud dalam angka 4. di atas terdapat paling kurang 1 (satu) pabrikan yang memproduksi jenis barang yang dibutuhkan dengan penjumlahan TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) mencapai minimal 40% (empat puluh persen). 2. dalam hal : 1. Untuk memenuhi kebutuhan satu Kontraktor KKS.

Kepentingan operasional Kontraktor KKS. Jangka waktu kontrak ditetapkan dengan mempertimbangkan antara lain: a. 6. 3. 4. Untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek Kontraktor KKS atau untuk memenuhi kebutuhan Kontraktor KKS dalam tahap eksplorasi. BPMIGAS dapat melaksanakan pengadaan bagi kepentingan Kontraktor KKS untuk barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi. 25 .5. Keekonomian penyediaan barang. Anggota Panitia Pengadaan merupakan gabungan pekerja Kontraktor KKS dan pekerja BPMIGAS. Menggunakan strategi kontrak bersama berbentuk kontrak berdasar permintaan (call off order) atau perjanjian harga.4. Pengadaan yang dikoordinasikan oleh BPMIGAS: 1. 2.1. c. Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya wajib untuk hanya menggunakan barang Produksi Dalam Negeri yang telah dinyatakan wajib dipergunakan. Dalam pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan pada bab ini. Kesempatan berusaha bagi pabrikan-pabrikan dalam rangka menciptakan persaingan usaha yang sehat.1. Kontraktor KKS harus menyatakan secara tegas dalam Dokumen Pengadaan dan dokumen Kontrak tentang ketentuan ini. Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan barang wajib dipergunakan untuk seluruh lingkungan kegiatan usaha hulu.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. 6. b.

000.2. bab ini.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. Dalam hal peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga).2. Nilai pengadaan lebih besar dari Rp1. namun diketahui telah diproduksi oleh salah satu pabrikan dalam negeri dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). bab ini terdapat paling kurang 1 (satu) pabrikan yang memproduksi jenis barang yang dibutuhkan Kontraktor KKS yang memenuhi standar kualitas teknis minimum dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen).2.5. masa pendaftaran diperpanjang dengan waktu tambahan minimal 5 (lima) hari kerja dengan mengundang pabrikan maupun Penyedia Barang/Jasa pada umumnya.2. Pengadaan dari 1 (satu) paket kebutuhan yang terdiri dari beberapa jenis barang sebagaimana ditetapkan dalam angka 5. Khusus untuk pengadaan jenis barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi. 26 .00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).2.Buku Kedua . 6. 6. atau 6.4. Proses pengadaan barang dilakukan dengan pola memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri.2. Pelaksanaan Pengadaan : 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. Pada dasarnya dilakukan dengan metode pelelangan umum dengan mengikutsertakan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 10% (sepuluh persen).2. Perpanjangan masa pendaftaran diumumkan. Dalam buku APDN dimaksud dalam angka 4.5.3.1. yaitu: 6.2.000. 2. Barang yang dibutuhkan belum tercantum pada buku APDN tersebut pada angka 4. bab ini. MEMAKSIMALKAN PENGGUNAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI Kontraktor KKS harus memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori dimaksimalkan.000.000. pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan terbatas dengan mengikutsertakan pabrikan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 10% (sepuluh persen). dan 6.2.

4. 5. maka proses pelelangan ulang dilanjutkan dengan pemilihan langsung atau penunjukan langsung kepada Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran.5.2. dengan mengikutsertakan barang Produksi Dalam Negeri dan barang produksi luar negeri tanpa mengubah HPS /OE. Dalam hal pelelangan tersebut pada angka 6. 6.4. Peserta wajib menyatakan jenis-jenis dan besaran komponen dalam negeri dari barang yang akan ditawarkan. Peserta bukan pabrikan harus melampirkan surat penunjukan keagenan atau surat perjanjian kerjasama penjualan dengan pabrikan dalam negeri. Dalam hal pada proses pelelangan ulang tersebut pada angka 6. proses pengadaan diulang menggunakan metode pelelangan umum.2. 27 . pada saat pendaftaran: a. di atas gagal.5. pada bab ini. Bagi peserta yang menyatakan memiliki barang dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) namun lebih dari 10% (sepuluh persen). Memperhitungkan preferensi harga dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya wajib untuk memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori dimaksimalkan.2. dan 6.5. Kontraktor KKS harus menyatakan secara tegas dalam Dokumen Pengadaan dan dokumen Kontrak tentang ketentuan ini.1.2. Pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan pada angka 6. di atas gagal. b.5. tanpa mengganti penawaran. 6.2. Preferensi harga diberikan bagi barang dengan pencapaian TKDN sekurangkurangnya 25% (dua puluh lima persen).2.6.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3.

4. yaitu dalam hal : 6. di atas gagal.3. Dalam hal peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). proses pengadaan diulang menggunakan metode pelelangan umum. di atas gagal.3. 2. Tidak memperhitungkan preferensi harga dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). Untuk jenis barang yang dibutuhkan.3. Nilai pengadaan lebih besar dari Rp1. dan 6.3. dan 6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6.000. Pada dasarnya dilakukan dengan metode pelelangan umum dengan mengikutsertakan pabrikan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 5% (lima persen). Perpanjangan masa pendaftaran diumumkan. maka proses pelelangan ulang dilanjutkan dengan pemilihan langsung atau penunjukan langsung kepada Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran. namun pencapaian TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) dan dalam buku APDN dimaksud dalam angka 4.2. tanpa mengganti penawaran. Dalam hal pada proses pelelangan ulang tersebut pada angka 6.1. Dalam hal pelelangan tersebut pada angka 6. 5. MEMBERDAYAKAN PENGGUNAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI Kontraktor KKS harus memberdayakan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori diberdayakan.3. pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan terbatas dengan mengikutsertakan pabrikan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 5% (lima persen). Pelaksanaan Pengadaan : 1.3. dengan mengikutsertakan barang Produksi Dalam Negeri dan barang produksi luar negeri tanpa mengubah HPS /OE.2.3.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.000. 6. 3. 28 .000. masa pendaftaran diperpanjang dengan waktu tambahan minimal 5 (lima) hari kerja dengan mengundang pabrikan maupun Penyedia Barang/Jasa pada umumnya.4.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).3.3. Khusus untuk pengadaan jenis barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi.2.3.1. di dalam negeri sekurangkurangnya terdapat 1 (satu) pabrikan. bab ini belum terdapat pabrikan yang memproduksi barang dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen).Buku Kedua .3.000.

1.1. TIDAK MEMPERHITUNGKAN PREFERENSI HARGA Pengadaan dilaksanakan tanpa memperhitungkan preferensi harga dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP).4.1.3.000.000. atau 3.000.1.4. bab ini.4.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) peserta pengadaan harus menyatakan capaian TKDN sesuai ketentuan pada angka 8.4. atau 4.4.00 (satu milyar rupiah) atau setinggitingginya US$100. Pengadaan dilaksanakan langsung. Dalam pelaksanaan pengadaan tersebut pada angka 6.1. dengan nilai lebih besar dari Rp1. Diyakini di dalam negeri belum terdapat perusahaan yang memproduksi barang dengan spesifikasi dan standar kualitas teknis yang sesuai dengan kebutuhan.1. 6.4. di atas.4.000. kecuali untuk pengadaan tersebut pada angka 6. 6. Dalam rangka memenuhi sebagian kebutuhan barang yang tidak mungkin dipenuhi dari sumber dalam negeri karena kapasitas produksi di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan pada suatu saat yang bersamaan. Pengadaan dengan nilai setinggi-tingginya Rp1. dan bukan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan. Peserta pengadaan harus mencantumkan pernyataan TKDN yang wajar berdasarkan perhitungan peserta pengadaan sendiri atau berdasarkan bukti sah yang dimiliki.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 6.4.000. Pengadaan barang Produksi Dalam Negeri wajib dipergunakan tetap mengikuti ketentuan dalam angka 6.1.4. Pada dasarnya pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan umum.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. apabila: 1. atau dengan metode penunjukan 2. Dalam pelaksanaan pengadaan tersebut pada angka 6. pada bab ini. 6. peserta pengadaan harus menyatakan capaian TKDN yang wajar berdasarkan perhitungan peserta pengadaan sendiri atau berdasarkan bukti sah yang dimiliki.1.000.4. 29 . yang bukan merupakan hasil pemecahan paket kebutuhan.000. 6.2.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).000.

perjanjian Konsorsium harus mencantumkan program alih teknologi dari anggota Konsorsium asing kepada Perusahaan Dalam Negeri anggota Konsorsium. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri dengan Perusahaan Nasional dapat bekerja sama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri wajib mengerjakan minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak.Buku Kedua . 4.1. sarana pengerjaan di dalam negeri dan peralatan/barang Produksi Dalam Negeri. Minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan fisik Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. 30 .1. tenaga kerja Indonesia. 2. Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. 7. PEMANFAATAN JASA DALAM NEGERI 7.1. Apabila kemampuan salah satu Perusahaan Dalam Negeri tidak mencukupi. 3. Perusahaan Dalam Negeri disarankan untuk membentuk Konsorsium dengan Perusahaan Dalam Negeri lainnya atau dengan Perusahaan Nasional. dan dapat diikuti oleh Perusahaan Nasional: 1. 6. Penyedia jasa dapat diwajibkan untuk bekerjasama dengan subkontraktor yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri dalam meningkatkan kapabilitas dan kapasitas sarana pengerjaan. baik dalam segi volume maupun kemampuan K3LL (HSE).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Penyedia jasa harus mengutamakan penggunaan subkontraktor yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri. 5. Tata cara pemanfaatan jasa dalam negeri: Pengadaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri.

7.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing. evaluasi harga dilakukan dengan cara membandingkan harga penawaran dari peserta pengadaan tanpa memperhitungkan preferensi harga.1.2.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).1.000. Perusahaan Nasional wajib melaksanakan pekerjaan dengan nilai minimal 30% (tiga puluh persen) berdasar ukuran nilai Kontrak. Peserta pengadaan harus bersedia memberikan janji/ komitmen pencapaian TKDN atau TKDN gabungan minimal 35% (tiga puluh lima persen). di atas.1. BPMIGAS dapat menetapkan besaran persentase persyaratan janji/komitmen pencapaian TKDN minimal yang lebih besar daripada 35% (tiga puluh lima persen). proses dilanjutkan dengan hanya mengikutsertakan Perusahaan Nasional.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. Dalam pelaksanaan pengadaan jasa yang bernilai sampai dengan Rp1. dilakukan sebagai berikut: 1.3.000. Dalam hal tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mendaftarkan diri. dengan nilai lebih besar dari Rp1.000. Pelaksanaan Pengadaan Jasa Lainnya dan Jasa Pemborongan kecuali jasa konstruksi terintegrasi.000. Peserta pengadaan harus mencantumkan pernyataan TKDN dalam penawaran yang disampaikan.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Asing. 31 . Diikuti oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional yang bersedia memenuhi ketentuan pada angka 7. dengan ketentuan: a. Kontraktor KKS wajib menggunakan persentase yang ditetapkan oleh BPMIGAS sebagai persyaratan minimal komitmen TKDN yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan.000. 2. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia.000. b.1. 7.000.000.

7.2.Buku Kedua . maka dilakukan pengumuman bahwa masa pendaftaran diperpanjang dengan penambahan waktu minimal 5 (lima) hari kerja. Dalam hal target pencapaian TKDN atau TKDN gabungan dipersyaratkan lebih tinggi dari pada 35% (tiga puluh lima persen) dan jumlah calon Penyedia barang/Jasa yang memenuhi persyaratan kurang dari 3 (tiga).3. 32 . Peserta pengadaan harus bersedia memberikan janji/ komitmen bahwa minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak akan dilaksanakan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri. 6. Peserta pengadaan harus bersedia memberikan janji/ komitmen bahwa minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan fisik berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan akan dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. Dalam hal proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah peserta pengadaan yang mendaftar dan menyanggupi untuk memenuhi persyaratan tersebut pada angka 7. 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. di atas kurang dari persyaratan minimal. Dalam hal proses pengadaan setelah perpanjangan masa pendaftaran mengalami kegagalan karena jumlah calon peserta yang mendaftar hanya 2 (dua) proses dilanjutkan dengan tata cara pemilihan langsung kepada calon peserta yang mendaftar. Target pencapaian TKDN ditetapkan menjadi minimal sama dengan komitmen TKDN terendah yang masih mungkin dicapai oleh Penyedia Barang/Jasa. maka dilakukan pengumuman bahwa masa pendaftaran diperpanjang dengan penambahan waktu minimal 5 (lima) hari kerja dengan target pencapaian TKDN atau TKDN gabungan ditetapkan menjadi minimal 30% (tiga puluh persen). namun harus lebih tinggi atau sama dengan 30% (tiga puluh persen).1. 4.

Dalam hal proses pengadaan setelah perpanjangan masa pendaftaran mengalami kegagalan karena jumlah peserta yang mendaftar hanya 1 (satu) atau tidak ada yang mendaftar. c. Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. 33 . di atas maksimal 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak. proses dilanjutkan dengan tata cara pemilihan langsung atau penunjukan langsung sesuai ketentuan dalam Bab XI angka 19.9. Peserta pengadaan dapat mengkompensasikan sebagian komitmen TKDN atau TKDN gabungan atau pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan/atau pelaksanaan Jasa Pengerjaan di wilayah negara Republik Indonesia dengan penggunaan dana pinjaman yang berasal dari Bank BUMN/BUMD untuk mendanai pelaksanaan pekerjaan. di atas. d. Penjumlahan TKDN atau TKDN gabungan dengan persentase penggunaan dana pinjaman dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. Dalam hal proses pelelangan ulang mengalami kegagalan karena jumlah peserta yang mendaftar tidak memenuhi persyaratan minimal atau penawaran yang masuk kurang dari ketentuan minimal. dilakukan pelelangan ulang dengan ketentuan: a. Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan Jasa Pengerjaan di dalam wilayah negara Republik Indonesia dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 50% (lima puluh persen) terhadap nilai Jasa Pengerjaan. Besarnya penggunaan dana dari Bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. di atas.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. e. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 30% (tiga puluh persen) terhadap nilai Kontrak. b. di atas. Jumlah dana tersebut dapat digunakan untuk mengkompensasi salah satu atau ketiga persyaratan sekaligus. 9. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 30% (tiga puluh persen) terhadap nilai Kontrak.

komitmen pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan/atau komitmen pelaksanaan pekerjaan di wilayah negara Republik Indonesia dinyatakan oleh peserta pengadaan. • Peserta pengadaan harus bersedia menggunakan dana yang berasal dari Bank BUMN/BUMD sebesar maksimal 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak.7.7. • Penjumlahan persentase komitmen pencapaian TKDN dalam pernyataan tersebut di atas dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut di atas. b.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 10. Dalam hal proses pelelangan ulang mengalami kegagalan karena tidak ada peserta yang mendaftar dan diketahui secara luas bahwa ketentuan tersebut angka 7.1. di atas. sebagaimana diatur dalam angka 7. • Tenaga kerja spesialis atau superspesialis yang dibutuhkan belum tersedia di Indonesia. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 15% (lima belas persen) terhadap nilai Kontrak. • 34 . di atas tidak mungkin dapat dipenuhi. atau • Barang kebutuhan utama yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dimaksud belum diproduksi di Indonesia. Pelaksanaan sebagai berikut: a. dapat dilakukan perpanjangan masa pendaftaran pelelangan ulang dengan menurunkan persyaratan. atau • Tidak ada fasilitas pengerjaan di Wilayah RI.a.1.3.3. Dapat dilakukan apabila: Tidak ada satupun warga negara Indonesia atau Perusahaan Dalam Negeri yang memiliki peralatan utama yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dimaksud. namun harus sama atau lebih besar dari 5% (lima persen) terhadap nilai Kontrak.Buku Kedua . atau • Tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mampu atau memiliki teknologi untuk mengerjakan pekerjaan terkait. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan: • Komitmen pencapaian TKDN.

4. 2.000.000. dilaksanakan sepenuhnya mengikuti • 35 . BPMIGAS dapat menyatakan tidak setuju atas rencana tersebut dalam masa 5 (lima) hari kerja terhitung mulai 1 (satu) hari setelah diterimanya laporan.9.1.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) Kontraktor KKS harus terlebih dahulu melaporkan rencana tindakan tersebut pada angka 7.000.3.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.1.6. dilanjutkan dengan tata cara pemilihan langsung atau penunjukan langsung yang diatur dalam tata cara pelelangan umum bab XI angka 19. Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dalam pernyataan di atas dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut di atas.10.000. dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf b.000.000. Pelaksanaan pengadaan jasa konstruksi dapat dilaksanakan secara terintegrasi yang mencakup kegiatan engineering procurement and construction (EPC) atau engineering procurement construction and installation (EPCI) atau dilaksanakan secara tidak terintegrasi. 11.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.000.000.1. Pelaksanaan pengadaan jasa konstruksi: 1. c.9.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). 12.4.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$5.000.000.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp50. Dalam hal nilai perkiraan paket pengadaan lebih besar dari Rp50.4. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 15% (lima belas persen) terhadap nilai Kontrak.000. di atas ke BPMIGAS. • Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan pekerjaan di wilayah negara Republik Indonesia tersebut huruf a. Evaluasi harga menggunakan tata cara perhitungan harga evaluasi harga evaluasi penawaran (HEP) dengan memperhitungkan preferensi harga berdasar janji/komitmen pencapaian TKDN dalam penawaran. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 15% (lima belas persen) Jasa Pengerjaan. Pengadaan jasa konstruksi sebagaimana tersebut pada pada angka 7. Dalam hal pelelangan ulang mengalami kegagalan.000.000. di atas. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9.1.000. dengan nilai lebih besar dari Rp1.

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

ketentuan tersebut pada angka 7.1.1. dan 7.1.3. di atas, kecuali: a. Diikuti oleh Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri dengan Perusahaan Nasional. b. Dalam hal Perusahaan Dalam Negeri melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional, maka Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai leader dari Konsorsium. c. Perusahaan Dalam Negeri wajib mengerjakan minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak. d. Dalam hal pada saat pendaftaran tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang menyatakan sanggup memenuhi ketentuan tersebut pada huruf c. di atas, maka minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak harus dikerjakan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri. e. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri dengan Perusahaan Nasional dapat mensubkontrakkan maksimal 50% (lima puluh persen) jasa pengerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak kepada Perusahaan Asing. Untuk pekerjaan konstruksi lepas pantai (offshore), Kontraktor KKS dapat mengijinkan pelaksanaan subkontrak kepada Perusahaan Asing dengan nilai maksimal 70% (tujuh puluh persen) dari nilai Kontrak. f. Dalam hal tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mendaftarkan diri, proses dilanjutkan dengan hanya mengikutsertakan Perusahaan Nasional. Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing, dengan ketentuan: • Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Asing, Perusahaan Nasional wajib melaksanakan pekerjaan dengan nilai minimal 30% (tiga puluh persen) berdasar ukuran nilai Kontrak.

36

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. 3. Pengadaan jasa konstruksi sebagaimana tersebut pada pada angka 7.1.4.1. dengan nilai lebih besar dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah) sampai dengan Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun rupiah) atau lebih besar dari US$5,000,000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$200,000,000.00 (dua ratus juta dolar Amerika Serikat) harus dilaksanakan sepenuhnya mengikuti ketentuan tersebut pada angka 7.1.1. dan 7.1.3. di atas, kecuali: a. Diikuti oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional. b. Untuk pekerjaan jasa konstruksi darat (onshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional. Dalam hal ini, Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium. c. Untuk pekerjaan jasa konstruksi lepas pantai (offshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Dalam hal ini, Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium. d. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri wajib mengerjakan minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak. Apabila pada saat pendaftaran tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri yang menyatakan sanggup memenuhi ketentuan tersebut, maka minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasarkan ukuran nilai Kontrak harus dikerjakan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau oleh Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri.

37

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

e. Dalam hal tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mendaftarkan diri, proses dilanjutkan dengan hanya mengikutsertakan Perusahaan Nasional. Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing, dengan ketentuan: • Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Asing, Perusahaan Nasional wajib melaksanakan pekerjaan dengan nilai minimal 30% (tiga puluh persen) berdasar ukuran nilai Kontrak. • Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. f. Pekerjaan dapat disubkontrakkan kepada Perusahaan Asing maksimal sebesar 50% (lima puluh persen) dari jumlah nilai Kontrak.

g. Minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan fisik pekerjaan berdasarkan ukuran nilai Kontrak harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. h. Dalam hal proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah peserta yang mendaftar kurang dari persyaratan minimal, maka proses selanjutnya mengikuti ketentuan tersebut pada angka 7.1.3.7. sampai dengan 7.1.3.10. di atas. i. Dalam hal peserta pengadaan tidak sanggup memenuhi persyaratan 7.1.4.3.e. sampai dengan 7.1.4.3.f. dan/atau fasilitas pengerjaan tidak tersedia atau tidak sepenuhnya tersedia di wilayah negara Republik Indonesia, maka peserta pengadaan selain mengikuti ketentuan tersebut pada 7.1.4.3.h. dapat memilih untuk menempuh tindakan berikut: • Bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk memperluas atau meningkatkan kapasitas yang tersedia di dalam wilayah Negara Republik Indonesia sehingga mampu digunakan untuk mengerjakan seluruh atau sebagian pekerjaan terkait; dan/atau

38

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

Membuat janji tertulis bahwa akan melaksanakan pengerjaan bagian pekerjaannya dari Kontrak lain dengan menggunakan fasilitas yang tersedia di wilayah Negara Republik Indonesia, baik yang merupakan bagian Kontrak dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia maupun bagian Kontrak dari negara lain, dengan nilai setara dengan bagian pekerjaan yang seharusnya dikerjakan di wilayah Negara Republik Indonesia namun tidak dapat dipenuhi. Pernyataan tersebut harus diperkuat dengan menunjukkan bukti kerjasama untuk menggunakan fasilitas pengerjaan Kontrak yang dimiliki oleh perusahaan di Indonesia serta disaksikan oleh instansi Pemerintah Republik Indonesia yang berwenang; dan/atau Ketentuan tersebut di atas wajib dituangkan sebagai persyaratan mutlak dalam Kontrak dan Kontraktor KKS berkewajiban memastikan bahwa ketentuan ini dipenuhi oleh penyedia jasa pelaksana Kontrak.

j.

Apabila Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan sampai dengan akhir masa Kontrak tidak mampu memenuhi kewajiban tersebut pada angka 7.1.4.3.i. di atas, maka: • Pembayaran tahap terakhir setara nilai kewajiban Penyedia Barang/Jasa yang tidak dapat dipenuhi dan setinggi-tingginya 5% (lima persen) dari nilai Jasa Pengerjaan ditahan sampai dengan terpenuhinya kewajiban tersebut, selama-lamanya 3 (tiga) tahun. Nilai pembayaran yang ditahan dapat dibayarkan secara bertahap setara dengan persentase pemenuhan kewajiban. Pembebanan biaya proyek menjadi biaya operasi berdasar Kontrak Kerja Sama ditangguhkan sampai dengan terpenuhinya kewajiban tersebut, selamalamanya 3 (tiga) tahun. Nilai pembebanan biaya yang ditahan adalah sebesar sisa nilai kewajiban Penyedia Barang/Jasa yang tidak dapat dipenuhi.

39

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

Apabila dalam waktu 3 (tiga) tahun, terhitung mulai dengan tanggal serah terima pekerjaan, janji tersebut tidak terlaksana, nilai pembayaran yang ditahan tidak dibayarkan dan dianggap lunas serta penyedia jasa pelaksana Kontrak dikenakan sanksi kategori hitam.

k.

Kontraktor KKS terlebih dahulu harus melaporkan rencana pelaksanaan ketentuan tersebut pada angka 7.1.3.9. dan/atau 7.1.4.3.i. untuk nilai paket lebih besar dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5,000,000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). BPMIGAS dapat menyatakan tidak setuju dalam masa 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari setelah penerimaan laporan.

4. Pengadaan jasa konstruksi sebagaimana tersebut pada pada angka 7.1.4.1. dengan nilai lebih besar dari Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun rupiah) atau lebih besar dari US$200,000,000.00 (dua ratus juta dolar Amerika Serikat) harus dilaksanakan mengikuti ketentuan pada angka 7.1.4.3 di atas, kecuali: a. Untuk pekerjaan jasa konstruksi darat (onshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium. b. Untuk pekerjaan jasa konstruksi lepas pantai (offshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Perusahaan yang bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium ditetapkan berdasar kesepakatan para anggota Konsorsium. c. Apabila Perusahaan Dalam Negeri bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium, dimungkinkan untuk diberikan preferensi status perusahaan sebagaimana diatur dalam angka 9.9. bab ini.

40

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

8. PERNYATAAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) 8.1. 8.1.1. PERNYATAAN TKDN BARANG: Dalam pelaksanaan pengadaan barang atau Jasa Pemborongan, apabila peserta pengadaan menawarkan barang dengan TKDN mencapai sama atau lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen), maka harus dibuktikan dengan: 1. Telah tercantum dalam Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN) yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi dengan TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih; atau 2. Sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian; atau 3. Telah tercantum dalam Daftar Inventarisasi Barang/Jasa Produksi Dalam Negeri yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian dengan TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih. 8.1.2. Ketentuan tersebut pada angka 8.1.1. di atas juga diberlakukan bagi peserta pengadaan barang wajib dipergunakan yang menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN 15% (lima belas persen) atau lebih. Ketentuan tersebut pada angka 8.1.1. di atas tidak berlaku bagi barang yang diyakini merupakan hasil alam atau produk pertanian/perkebunan/peternakan dari Indonesia. Dalam hal salah satu atau beberapa Penyedia Barang/Jasa atau calon peserta pengadaan menyatakan TKDN barang dengan persentase sama atau lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen), namun berbeda dengan yang tercantum dalam buku APDN, maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan harus dapat membuktikan persentase TKDN barang dengan sertifikat yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian. Data dalam sertifikat tersebut digunakan sebagai dasar penentuan TKDN dari barang yang ditawarkan atau diserahkan. Apabila peserta yang bersangkutan tidak dapat membuktikan, pernyataan TKDN terkait diabaikan.

8.1.3.

8.1.4.

41

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

8.1.5.

Bagi peserta yang menyatakan memiliki barang dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) namun sama atau lebih dari 10% (sepuluh persen), pada saat pendaftaran: 1. Peserta pabrikan wajib menyatakan jenis-jenis dan besaran komponen dalam negeri dari barang yang akan ditawarkan dan/atau menunjukkan telah tercantum dalam Daftar Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN) yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. 2. Peserta bukan pabrikan harus melampirkan surat penunjukan keagenan atau surat perjanjian kerjasama penjualan dari pabrikan dalam negeri.

8.1.6.

Bagi peserta yang menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan TKDN kurang dari 10% (sepuluh persen) harus menyatakan lokasi pembuatan dan komponen dalam negeri dalam pembuatan barang. PERNYATAAN TKDN JASA: Pada saat pendaftaran untuk mengikuti proses pengadaan dan dalam surat penawaran, peserta pengadaan menyatakan janji/komitmen untuk memenuhi pencapaian TKDN tertentu dalam pelaksanaan pekerjaan yang akan ditawarkan. Pernyataan TKDN pada surat penawaran harus dilengkapi dengan perincian TKDN pada setiap kelompok/bagian pekerjaan.

8.2.

8.3. PERNYATAAN TKDN PADA TAHAP PENDAFTARAN: 8.3.1. Dalam hal diketahui bahwa di dalam negeri telah terdapat perusahaan yang memproduksi barang yang dibutuhkan maka peserta pengadaan pada saat pendaftaran menyatakan bahwa telah memproduksi dan/atau akan menawarkan barang Produksi Dalam Negeri dan sanggup memenuhi persyaratan sebagaimana ditentukan pada angka 6. dan angka 8.1.1. dalam bab ini. 8.3.2. Apabila calon peserta pabrikan menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih namun belum terdaftar dalam Buku APDN, maka calon peserta harus membuktikan telah memiliki Surat Kemampuan Usaha Penunjang (SKUP) Migas yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. Kepemilikan SKUP Migas harus dapat dibuktikan paling lambat pada masa penilaian Prakualifikasi.

42

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

8.3.3.

8.3.4.

Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan secara pascakualifikasi, maka SKUP Migas harus dilampirkan sebagai bagian dari persyaratan administrasi dokumen penawaran harga. Ketentuan tersebut pada angka 8.3.2. di atas juga diberlakukan bagi peserta pengadaan barang wajib dipergunakan yang menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN 15% (lima belas persen) atau lebih namun belum terdaftar dalam Buku APDN. Penyedia jasa harus menyatakan secara tertulis kesanggupan memenuhi target minimal pencapaian TKDN jasa atau TKDN gabungan yang dipersyaratkan Kontraktor KKS, sebagaimana diatur dalam angka 7. pada bab ini. PERNYATAAN TKDN PADA TAHAP PENAWARAN: Peserta pengadaan menyatakan dalam penawarannya: 1. Persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa dalam penawaran teknis beserta rinciannya dan bukti-bukti yang mendukung sebagaimana diatur pada angka 8.1. dan 8.2. di atas; dan 2. Nilai serta persentase TKDN barang, dan/atau nilai serta persentase komitmen TKDN jasa beserta rinciannya dalam penawaran harga. Unsur nilai dalam formulir Perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (form SC-12 A/B/C) harus terdiri dari 2 (dua) komponen utama yang dipisahkan, yaitu: a. Komponen biaya, terdiri dari: • Komponen biaya langsung, meliputi biaya produksi langsung, biaya pemasangan barang pesanan dan biaya pelaksanaan pekerjaan langsung. Komponen biaya tidak langsung, meliputi biaya pengangkutan barang pesanan dari pabrik sampai dengan tempat penyerahan akhir, biaya lain-lain (overhead) yang berkaitan dengan penjualan barang atau pelaksanaan pekerjaan.

8.4. 8.4.1.

b. Komponen bukan biaya, meliputi keuntungan dan resiko yang diperhitungkan dalam penyerahan barang atau pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan.

43

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

3. Dalam hal peserta tidak menyatakan nilai komponen bukan biaya: a. Panitia Pengadaan melakukan Klarifikasi untuk menetapkan nilai komponen bukan biaya, minimal 8% (delapan persen) terhadap nilai komponen biaya yang dinyatakan dalam formulir SC-12 A/B/C. b. Nilai komponen bukan biaya hasil klarifikasi dikurangkan dari unsur komponen biaya. c. Panitia menghitung TKDN dan TKDN gabungan hasil klarifikasi berdasar komponen biaya langsung hasil klarifikasi. d. TKDN hasil klarifikasi dipergunakan sebagai dasar evaluasi penawaran harga dan dicantumkan dalam Kontrak. Kegiatan ini tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. 4. Pernyataan TKDN dalam penawaran teknis dan/atau penawaran harga minimal harus sama dengan persentase TKDN minimal yang dipersyaratkan sebagaimana diatur pada angka 6. atau pada angka 7. dalam bab ini. 5. Dalam hal sebagian komitmen pencapaian TKDN jasa atau komitmen pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau komitmen pelaksanaan Jasa Pengerjaan di wilayah Republik Indonesia diizinkan untuk dikompensasi dengan penggunaan dana Bank BUMN/BUMD, peserta harus menyerahkan Surat Keterangan persentase penggunaan dana dari bank bersangkutan sebagai kelengkapan penawaran teknis. 6. Dalam pengadaan Jasa Pemborongan: a. Persentase dan nilai komponen dalam negeri barang dan jasa harus dinyatakan secara terpisah. b. Apabila peserta pengadaan menyatakan TKDN kumpulan unsur barang mencapai 25% (dua puluh lima persen) atau lebih, harus dilengkapi dengan daftar jenisjenis barang yang TKDN-nya mencapai 25% (dua puluh lima persen) atau lebih. 7. Dalam hal pengadaan barang atau jasa dengan tata cara tidak memperhitungkan TKDN, Penyedia Barang/Jasa yang menawarkan barang atau jasa dalam negeri harus menyatakan dalam penawaran harganya: persentase dan nilai TKDN secara self assessment dalam batas kewajaran tanpa diharuskan mengisi formulir Penghitungan TKDN.

44

Apabila terdapat kesalahan penghitungan persentase TKDN atau penjumlahan nilai komponen biaya dalam rincian yang tercantum dalam formulir SC-12A atau SC-12B atau SC-12C. 2. b. dilengkapi dengan perincian TKDN pada setiap kelompok/bagian pekerjaan. 8. meliputi pengadaan barang berikut jasa perakitan dan/atau pemasangan. atau pada pengadaan barang pesanan yang harus dipabrikasi terlebih dahulu atau pada pengadaan Jasa Pemborongan. Dalam hal jumlah jenis (item) barang dan/atau pekerjaan lebih dari 1 (satu). dilengkapi dengan perincian TKDN pada setiap jenis/kelompok/bagian pekerjaan. terdiri dari: a. 45 .3.5.4. Dalam penawaran harga harus dicantumkan persentase TKDN dan nilai komponen dalam negeri. dilengkapi dengan pernyataan yang menjamin kebenaran perhitungan TKDN dan didukung dengan formulir isian menggunakan formulir SC-12.4. Pernyataan TKDN ditandatangani oleh pimpinan Penyedia Barang/Jasa di atas meterai. 8.2. 8. Formulir SC-12C dipergunakan pada pengadaan gabungan barang dan jasa. c.4. Formulir SC-12B pengadaan Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap: 1. sama seperti pada formulir SC-12. maka angka yang tertera formulir perhitungan TKDN (Form SC12 A/B/C) atau daftar/table rinciannya digunakan sebagai dasar evaluasi. Formulir SC-12A dipergunakan pada pengadaan barang yang akan diserahkan tanpa tambahan kegiatan jasa perakitan atau pemasangan di tempat penyerahan. Apabila terdapat perbedaan angka TKDN antara yang tercantum dalam surat penawaran dengan yang tertera dalam rincian. dilakukan koreksi aritmatik dengan ketentuan unsur-unsur biaya yang telah tercantum tidak boleh diubah.4. 8. Dalam penawaran administratif dan teknis (sampul pertama) peserta menyatakan persentase TKDN barang atau pernyataan komitmen persentase TKDN jasa atau keduanya.4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. harus dilengkapi dengan daftar/tabel perhitungan TKDN yang isi pada tiap jenis (item) berisi data-data yang harus ada.

dan pada dasarnya harus sama dengan yang dinyatakan dalam penawaran teknis. Peserta pengadaan bertanggungjawab penuh atas kebenaran pernyataan nilai TKDN yang dinyatakannya. 46 . Pada sistim pemasukan penawaran 2 (dua) tahap. Pada sistim pemasukan penawaran 2 (dua) sampul. Pada proses negosiasi harga tidak diperbolehkan menurunkan persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa sebagaimana telah dinyatakan dalam penawaran.Buku Kedua .5. 8.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. persentase TKDN yang dinyatakan dalam penawaran harga minimal harus sama dengan persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. dan pada dasarnya harus sama dengan yang dinyatakan dalam penawaran teknis. 5. 4. dan apabila dilakukan negosiasi teknis minimal harus sama dengan hasil kesepakatan dalam negosiasi teknis. Dalam negosiasi teknis tidak diperbolehkan menurunkan persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa sebagaimana telah dinyatakan dalam penawaran. 8. persentase TKDN yang dinyatakan dalam penawaran harga minimal harus sama dengan persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan.6.

9.1. 9. Barang/jasa dengan pencapaian TKDN kurang dari ketentuan tersebut. Dalam kegiatan pengadaan Jasa Pemborongan. PREFERENSI HARGA 9.1. Untuk pengadaan Jasa Pemborongan preferensi harga diperhitungkan bagi masing-masing unsur barang dan jasa mengacu pada ketentuan tersebut pada angka 9. PREFERENSI HARGA BERDASAR TKDN: Dalam rangka memberikan apresiasi.1. Dalam hal janji/komitmen TKDN jasa dikombinasikan dengan kompensasi berupa penggunaan dana dari Bank BUMN/BUMD.6. 9.1.4.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9.5.1. 9. 9. 47 . 9. terhadap unsur barang Produksi Dalam Negeri diberikan preferensi harga berdasar TKDN setinggi-tingginya 15% (lima belas persen). terhadap barang/jasa Produksi Dalam Negeri diberikan preferensi harga. dihitung secara proporsional berdasar pencapaian TKDN. di atas. tidak diberikan preferensi harga berdasar TKDN. dan 9.1.1. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi.5.6. Preferensi harga diberikan apabila TKDN barang mencapai minimal 25% (dua puluh lima persen) atau janji/komitmen pencapaian TKDN jasa mencapai minimal 30% (tiga puluh persen). bagi penawaran yang bersangkutan tidak diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN dan/atau preferensi status perusahaan.1. 9.7. Preferensi harga digunakan sebagai salah satu unsur alat perbandingan harga penawaran pada tahap evaluasi harga.1.3. terhadap unsur jasa dalam negeri diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN setinggi-tingginya 7. Dalam kegiatan pengadaan barang dan Jasa Pemborongan. bagi penawaran yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis.1.2.5% (tujuh setengah persen) dihitung secara proporsional berdasar komitmen pencapaian TKDN.

bagi peserta pabrikan yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen).2. PREFERENSI STATUS PERUSAHAAN: 9. khususnya apabila peserta merupakan badan Konsorsium.2. Preferensi harga atas status perusahaan tidak diberikan apabila kondisi tersebut pada angka 9.1. Pelaksana Kontrak adalah Perusahaan Dalam Negeri tanpa melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional yang berstatus penanaman modal asing (PMA) dan/atau dengan Perusahaan Asing. dan b.1.2. 9. harus dapat dibaca dan dinyatakan secara jelas pada tahap penilaian kualifikasi dan/atau dalam penawaran teknis. atau 9. Sebesar 5 % (lima persen).Buku Kedua . bagi Perusahaan Dalam Negeri disamping diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN sesuai ketentuan pada angka 9. dan b. diberikan tambahan preferensi status Perusahaan Dalam Negeri sebesar 2. Kondisi tersebut pada angka 9.2. di atas.2. 48 .5. 2.2.6. apabila: a.2.3.1. serta c. diberikan tambahan preferensi status Perusahaan Dalam Negeri: 1. Dalam kegiatan pengadaan barang.1. disamping diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN sesuai ketentuan pada angka 9.2. serta c. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan oleh Perusahaan Dalam Negeri. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan oleh Perusahaan Dalam Negeri. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan di wilayah Indonesia. Pelaksana Kontrak adalah Perusahaan Dalam Negeri yang berKonsorsium dengan Perusahaan Nasional yang berstatus PMA dan/atau dengan Perusahaan Asing. Dalam kegiatan pengadaan Jasa Pemborongan. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan di wilayah Indonesia. Sebesar 7.1.2.2.2.2.2.4. 9. 9. di atas. dan 9.2.2.1. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi dengan komitmen TKDN atau TKDN gabungan minimal 30%.5. apabila: a. dan 9.2. dan Perusahaan Dalam Negeri bertindak sebagai pemuka (leader) dalam Konsorsium. di atas tidak terpenuhi.5% (dua setengah persen).5 % (tujuh setengah persen).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9.

1.2. atau (PLK) yang mengakibatkan 10. 10. di atas. PENGAWASAN PELAKSANAAN JASA PRODUKSI DALAM NEGERI PENGADAAN BARANG/ Kontraktor KKS melakukan pengawasan pada tahap pelaksanaan kontrak dengan cara memantau dan mendorong Penyedia Barang/Jasa untuk memenuhi kewajiban yang disepakati dalam Kontrak atas komitmen pencapaian TKDN.2.07/SC.2. dikenakan sanksi administrasi dan/atau sanksi finansial sebagaimana diatur dalam bab XIII angka 5. Penyedia Barang/Jasa yang tidak dapat memenuhi komitmen pencapaian TKDN termasuk komitmen penggunaan dana dari bank BUMN/BUMD yang telah disepakati dalam kontrak.1.4. 10. kecuali kegagalan tersebut merupakan akibat dari: Perubahan lingkup kerja penurunan TKDN. 10.09 pada lampiran FL-007/ FL-009. 10. 49 .3. Kontraktor KKS melaporkan secara tertulis pengadaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri kepada BPMIGAS dengan menggunakan formulir SC. Alasan teknis lain yang telah disepakati oleh Kontraktor KKS dan BPMIGAS. 10.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 10.2.2. BPMIGAS secara rutin melakukan pengawasan atas realisasi pencapaian TKDN dalam kegiatan Pengadaan barang/jasa oleh Kontraktor KKS berdasarkan laporan sebagaimana disebutkan pada angka 10.6..3.

.

cara pembayaran maupun berdasarkan bentuk perikatan. penetapan sumber barang/jasa dan penetapan jenis Kontrak.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB IV STRATEGI PENGADAAN Strategi pengadaan barang/jasa dinyatakan dalam bentuk kebijakan penyusunan paket pekerjaan termasuk penetapan paket pengadaan. keseimbangan hak dan kewajiban antara Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa serta pemberian kesempatan kepada Perusahaan Dalam Negeri untuk berpartisipasi. Penetapan strategi Kontrak antara lain mempertimbangkan nilai pemakaian barang/jasa yang dibutuhkan. risiko terhadap operasi. pengutamaan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. 50 . Dalam pembuatan Kontrak dapat menggabungkan beberapa bentuk Kontrak sesuai kebutuhan dengan pertimbangan efektifitas pencapaian target pekerjaan maupun demi pertimbangan efisiensi biaya.Buku Kedua . Untuk melaksanakan pekerjaan dapat dipergunakan jenis Kontrak yang sesuai berdasarkan pertimbangan masa perjanjian. kondisi pasar.

4. Melakukan upaya kerjasama pengembangan produksi barang kebutuhan Kontraktor KKS dengan pabrikan di dalam negeri atau pengembangan teknologi pengerjaan pekerjaan jasa dengan penyedia jasa di dalam negeri. 51 . 1.1. keselamatan kerja.1.1. RENCANA PENGADAAN 1. sewa beli. Pada tahap perencanaan pengadaan harus: 1. kualitas. dan lindungan lingkungan (K3LL) yang berlaku di lingkungan kegiatan hulu minyak dan gas bumi. Jenis Kontrak. 2. 1. menetapkan sejak tahap penyusunan desain awal (FEED) jenis barang/jasa yang harus dipenuhi dari sumber dalam negeri. Memperhitungkan faktor keekonomian dengan memperhatikan hal-hal dibawah ini: 1.1. Optimasi pengadaan dengan menentukan strategi pengadaan antara lain: sewa.2. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta mengikutsertakan Perusahaan Dalam Negeri. Mempertimbangkan ketentuan kesehatan. Mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi operasional. 4. Teknologi tepat guna dan efisien. Pelaksanaan penelitian (survey/assessment) dapat menggunakan konsultan peneliti (surveyor) independen yang memiliki keahlian untuk itu. antara lain dengan cara: 1. mengupahkan atau membangun sendiri. Tata waktu proses pengadaan. 1. kuantitas dan jangka waktu.5. Melakukan penelitian (survey/assessment) tentang jenisjenis barang/jasa yang mampu dipenuhi pabrikan dalam negeri atau oleh penyedia jasa di dalam negeri.1. 5. 3. Risiko bisnis. berdasar hasil penelitian (survey/ assessment) tersebut pada angka 1 di atas.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.1.Buku Kedua .4. 2. target pencapaian TKDN dan jenis-jenis pekerjaan yang harus dikerjakan di dalam wilayah negara Republik Indonesia. beli. 3.3. Melaksanakan pengadaan suatu paket kebutuhan yang terdiri dari berbagai jenis barang mengikuti ketentuan yang ditetapkan dalam bab III angka 5. Dalam pelaksanaan jasa kontruksi terintegrasi (EPC atau EPCI).

1. Untuk memenuhi kebutuhan pengisian kembali persediaan. Pemecahan paket pekerjaan ke dalam beberapa paket pengadaan diizinkan dalam hal: 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.2. Merupakan pemisahan beberapa pekerjaan jasa yang secara teknis dapat dipertanggung jawabkan. Dalam upaya mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. atau 5. efektifitas dan efisiensi yang dikalkulasikan secara keahlian. Merupakan pemberian kesempatan berusaha kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil setempat. keekonomian. atau 3. Pemecahan paket pekerjaan dalam rangka menghindari kewajiban melaksanakan pelelangan dan/atau menghindari batas kewenangan tidak dibenarkan. Bukan merupakan jenis pekerjaan yang menurut sifat pekerjaan dan besaran nilainya seharusnya dilakukan oleh usaha kecil termasuk koperasi kecil. dengan syarat: 1. PENYUSUNAN PAKET PEKERJAAN 2. dengan cara memisahkan paket barang/jasa Produksi Dalam Negeri dari paket pekerjaan utama.1. Kebutuhan barang/jasa dari beberapa jenis kegiatan dan/atau dari beberapa Kontraktor KKS dapat digabungkan dalam 1 (satu) paket Pengadaan. Dalam usaha menghidarkan penguasaan seluruh pekerjaan oleh satu Penyedia Barang/Jasa. mekanik dan sipil dalam suatu proyek. misalnya pemisahan pekerjaan listrik. Merupakan bagian-bagian dari paket Pekerjaan Bersifat Kompleks yang dalam pelaksanaannya membutuhkan berbagai kualifikasi.1.1. Dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis. dan 2. serta 3. 2. Bukan merupakan usaha untuk menghindarkan kewajiban pemanfaatan produksi/kompetensi dalam negeri. atau 2. 52 . 2. atau 6. Paket pekerjaan merupakan kebutuhan barang/jasa yang diperlukan oleh satu Kontraktor KKS untuk melaksanakan salah satu jenis kegiatan eksplorasi/produksi dan/atau kegiatan terkait lainnya. atau 4.

53 . antara lain berdasar hasil uji kualitas dari badan penguji independen. SUMBER LUAR NEGERI 3.2. di atas serta bab VI angka 5. Dalam pelaksanaan evaluasi harga pada pelelangan ulang yang mengikut sertakan produk impor. Pembayaran dapat dilakukan dari rekening bank yang berada di wilayah negara Republik Indonesia ke rekening bank di luar negeri. atau 2. untuk: a.3.2. 3.5. SUMBER DALAM NEGERI Dalam pengadaan barang/jasa. 3.2. dan 5. sehingga sebagian kebutuhan barang harus dipenuhi dari sumber luar negeri. SUMBER PENGADAAN 3. Belum diproduksi di dalam negeri.1. 5. dan b. atau 3.3. Kapasitas produksi di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan pada suatu saat yang bersamaan.5. Di dalam negeri tidak ada Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai agen atau perwakilan atau pemilik lisensi/ hak kepemilikan/proprietary right tidak bersedia menunjuk agen atau Perwakilan di Indonesia. insurance and freight (CIF) terendah produk impor.1. Barang/jasa yang terikat dengan persyaratan kepemilikan lisensi/hak kepemilikan/proprietary right. Standar kualitas Produksi Dalam Negeri tidak memenuhi persyaratan teknis minimal berdasarkan pengujian/ pembuktian secara teknis. atau 4. Pengadaan perangkat lunak teknologi informasi (information technology software) dapat dilakukan secara langsung kepada Perusahaan Asing di luar negeri.2.Buku Kedua .1. Kontraktor KKS harus mengikut sertakan Perusahaan Dalam Negeri dan mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri sebagaimana diatur dalam bab III.2. Perusahaan Asing dapat diikut sertakan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa dengan mengikuti ketentuan dalam angka 3.1.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.4. harga Produksi Dalam Negeri sebagai hasil penghitungan harga evaluasi (HE) berdasar preferensi TKDN masih lebih tinggi dibanding dengan harga cost. Impor barang dimungkinkan apabila: 1. dengan terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan BPMIGAS.

Pada akhir masa Kontrak dimungkinkan adanya sisa jumlah (volume) barang/jasa yang belum dipasok atau dikerjakan. yang masa pelaksanaannya melebihi 1 (satu) tahun anggaran. Masa pelaksanaan Kontrak dapat melebihi dari 1 (satu) tahun kalender.1. JENIS DAN MASA BERLAKU KONTRAK 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. jumlah (volume) harus dipasok secara penuh sesuai yang tercantum dalam Kontrak. Khusus untuk pengadaan barang. 2. 4.1. 2. Kontrak Tahun Tunggal 1.1. dengan jenis barang atau jasa yang pada dasarnya sama namun diserahkan atau dikerjakan secara bertahap atau terus menerus. 3. 3. Kontrak Tunggal (Single Kontrak) 1. 2. Masa berlaku Kontrak akan berakhir apabila waktu atau volume yang ditetapkan dalam Kontrak telah habis.1. Kontrak Tahun Jamak 1.1. Masa berlaku Kontrak akan berakhir dalam periode tahun kalender. namun dimungkinkan untuk diserahkan secara bertahap (partial delivery). Dimungkinkan untuk memperpanjang masa Kontrak sampai dengan jumlah (volume) barang/jasa yang tertera dalam Kontrak habis dimanfaatkan. JENIS KONTRAK BERDASARKAN SIFAT/MASA PERJANJIAN: 4.2. Yaitu Kontrak pengadaan paket pemasokan barang atau pelaksanaan pekerjaan jasa yang masa pelaksanaannya tidak melebihi 1 (satu) tahun kalender. Yaitu Kontrak pengadaan paket pemasokan barang atau pelaksanaan pekerjaan jasa.3. 4. Yaitu Kontrak pengadaan paket pemasokan barang atau pelaksanaan pekerjaan jasa yang merupakan satu kesatuan paket utuh dan tidak dapat dipisahkan. dengan masa perpanjangan maksimal 2 (dua) tahun. 54 .

1. Kontrak Terima Jadi (Turn Key) a. b. Kontrak harga satuan adalah Kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian pekerjaan dalam batas waktu tertentu berdasarkan harga satuan yang pasti atau berupa formula harga yang pasti untuk setiap satuan barang.2. Pengurangan atau penambahan volume pekerjaan dimungkinkan. atau belum ada standar operasinya. Kontrak bersifat lumpsum 1. 4. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. Tidak dimungkinkan adanya pengurangan atau penambahan volume pekerjaan. Kontrak Persentase a. JENIS KONTRAK BERDASARKAN CARA PEMBAYARAN: 4. Kontrak berdasar harga satuan 1. b. sepanjang sesuai gambar dan spesifikasi sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Barang/Jasa.2. 3. atau jenis dan volume keluarannya belum dapat ditentukan secara pasti.2. Kontrak lumpsum adalah Kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan tertentu dalam waktu tertentu dengan jumlah harga pasti. Semua risiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan tersebut. Kontrak ini digunakan untuk suatu pekerjaan konsultansi yang cara pelaksanaannya belum baku. 55 . Kontrak Lumpsum a. Kontrak terima jadi (turn key) adalah Kontrak Pengadaan barang/Jasa Pemborongan atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu dengan jumlah harga pasti dan tetap sampai seluruh konstruksi/ peralatan/ pabrik dan jaringan utama maupun penunjangnya dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan kriteria kinerja yang telah ditetapkan. Kontrak persentase adalah perjanjian/Kontrak pelaksanaan jasa dimana Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan menerima imbalan berdasarkan persentase tertentu dari pekerjaan fisik. Kontrak Harga Satuan a. b. peralatan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu.Buku Kedua .2.

peralatan atau pekerjaan yang dipesan dan telah diserah terimakan atau dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. Kontrak Biaya Ditambah Imbalan Jasa (Cost Plus Fee) a. dimana jenisjenis pekerjaan dan volumenya belum diketahui dengan pasti. d. Umumnya suatu Kontrak biaya ditambah insentif (cost plus incentives) juga menerapkan sanksi/penalti apabila suatu target minimal tidak tercapai. Apabila diperlukan dapat ditetapkan jumlah barang/ peralatan atau volume pekerjaan yang masih bersifat perkiraan sementara.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. Penghargaan berupa suatu nilai tertentu yang dijanjikan apabila mencapai target keberhasilan yang disepakati dalam Kontrak. Pembayaran dilakukan berdasarkan pengeluaran biaya nyata (at cost) yang dikeluarkan oleh Penyedia Barang/ Jasa yang meliputi pembelian bahan. b. 2. Imbalan jasa (fee) dapat ditetapkan dalam bentuk nilai uang pasti atau berupa persentase tertentu terhadap nilai yang diperjanjikan. Kontrak Biaya Ditambah Insentif (Cost Plus Incentives) a. penyediaan peralatan dan/atau penyediaan tenaga kerja dan lainlain. b. Jumlah maksimum nilai Kontrak atau bagian dari Kontrak yang merupakan penjumlahan dari biaya nyata (cost) dengan imbalan jasa (fee) harus dicantumkan dalam Kontrak. 56 . 3. Kontrak biaya ditambah insentif (cost plus incentives) adalah Kontrak untuk pelaksanaan pekerjaan dengan menggunakan kriteria tertentu sebagai target keberhasilannya. Kontrak biaya ditambah imbalan jasa (cost plus fee) adalah Kontrak jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. c. Pembayaran didasarkan pada biaya yang telah disetujui dalam Kontrak ditambah dengan penghargaan. Pembayaran didasarkan pada jumlah barang. ditambah dengan imbalan jasa (fee) yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. c. c.

Dalam hal pemanfaatan waktu jeda dimungkinkan penambahan volume pekerjaan. Kesepakatan antar Kontraktor KKS atau antara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS dapat dilakukan pada awal Kontrak atau pada saat Kontrak sedang berlangsung. setelah terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan para Kontraktor KKS terkait.3. Beberapa Kontraktor KKS atau BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS membuat suatu perjanjian kerjasama yang memuat antara lain peran. kewajiban dan hak masingmasing Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS serta Kontraktor KKS yang bertindak sebagai pemuka (leader).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.3.001 4. Kesepakatan untuk melakukan Kontrak bersama pada saat Kontrak sedang berlangsung hanya dapat dilaksanakan untuk memanfaatkan kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) dari Kontrak yang sedang berlangsung tanpa mengubah syaratsyarat dan ketentuan lainnya. Kontrak Kemitraan atau Aliansi Strategis (Strategic Alliance) 1. JENIS KONTRAK BERDASARKAN BENTUK PERIKATAN: 4.3.2.Buku Kedua . yang dituangkan dalam kesepakatan yang direncanakan sejak awal. 4. BPMIGAS dapat mewajibkan penerapan Kontrak pengadaan bersama (sharing contract) untuk jenis kegiatan atau pekerjaan tertentu. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. 3. atau pemanfaatan suatu kontrak yang sedang berjalan di suatu Kontraktor KKS oleh Kontraktor KKS lainnya. dalam batas waktu tertentu. Kontrak Pengadaan Bersama (Sharing Contract) 1. Kontrak kemitraan atau aliansi strategis adalah Kontrak pengadaan barang/jasa antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan tertentu dalam rangka pencapaian sasaran. 2. Kontrak pengadaan bersama (sharing contract) adalah Kontrak antara beberapa Kontraktor KKS atau Kontrak yang dilakukan oleh BPMIGAS sebagai koordinator beberapa Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan 1 (satu) atau beberapa pekerjaan. termasuk menetapkan persyaratan dan kondisi Kontrak yang akan diterapkan.1. 57 .

peralatan atau permesinan yang digunakan secara luas oleh beberapa Kontraktor KKS untuk mendapatkan harga yang paling efisien. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. Harga yang disepakati digunakan sebagai dasar pembuatan Kontrak pemesanan oleh Kontraktor KKS. Perjanjian harga (price agreement) adalah perjanjian dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai pabrikan (manufacturer) atau agen tunggal.3. 3. namun pengguna barang/jasa hanya akan membayar sejumlah barang/jasa yang diminta/dipesan. 58 .3. 1. Perjanjian berlaku untuk suatu jangka waktu tertentu bagi 1 (satu) kelompok barang/jasa yang bersifat spesifik. dimana Penyedia Barang/Jasa harus menyediakan barang/jasa dalam jenis dan jumlah yang diminta sewaktu-waktu oleh Kontraktor KKS. jujur. Dalam Kontrak dicantumkan perkiraan jumlah dan nilai pemesanan. Pelaksanaan pengadaan menggunakan metoda penunjukan langsung.3. Penentuan harga yang disepakati dan sistim pembayaran menggunakan sistim Kontrak berdasar harga satuan. Perjanjian harga dapat diterapkan pada: a. Kontrak call off order adalah Kontrak pengadaan barang/ jasa untuk jangka waktu satu tahun atau lebih. Pada dasarnya daftar harga satuan harus berlaku untuk jangka waktu minimal 1 (satu) tahun. Kontrak kemitraan menganut prinsip pembagian keuntungan dan pembebanan risiko bersama. Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call Off Order). adil berdasarkan kesepakatan yang ditetapkan dalam Kontrak. 2. yang dibuat berdasarkan harga satuan barang atau peralatan yang dikeluarkan resmi oleh pabrikan/prinsipal.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. 4. Kontrak kesepakatan harga (frame contract) yang dilakukan oleh BPMIGAS dengan pabrik pembuat barang. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK.002 4.4. Perjanjian Harga (Price Agreement) 1. Harga satuan dapat direvisi apabila dapat dibuktikan bahwa perubahan harga berasal dari pabrikan/prinsipal. 2.003.

Diterapkan pada pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item). Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. c. Harga dapat berupa harga pasti atau berupa formula harga. Pelaksanaan pengadaan menggunakan metoda penunjukan langsung kepada agen tunggal sukucadang atau kepada penyedia barang yang ditunjuk oleh pabrikan peralatan tersebut. Harga satuan (unit price) tidak lebih dari Rp10. 2. Kontrak jasa perbaikan dari peralatan atau permesinan induk yang sudah digunakan dan dapat dilakukan secara penunjukan langsung kepada penyedia jasa tunggal yang ditunjuk oleh pabrikan peralatan tersebut.00 (sepuluh juta rupiah) atau US$1. harga satuan dapat lebih besar dari ketentuan tersebut.Buku Kedua . 59 . dengan tingkat pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekuensi pekerjaan tinggi. Penentuan harga yang disepakati dan sistim pembayaran menggunakan sistim Kontrak berdasar harga satuan. Bagi barang/jasa tertentu (antara lain: drill bit. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. 3. Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/penggunaan yang sama. Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (Multi Standing Agreement/MSA) 1.5.000.005.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa b. Kontrak pembelian sukucadang dari peralatan atau permesinan induk yang sudah digunakan. 4. 4. Pelaksanaan pengadaan dengan perjanjian harga tidak memerlukan Jaminan Penawaran dan Jaminan Pelaksanaan. ukuran dan kemampuan dalam jangka waktu Kontrak tertentu. 3. Perjanjian dengan beberapa Penyedia Barang/Jasa adalah suatu perikatan Kontrak harga satuan barang/jasa dengan lebih dari satu Penyedia Barang/Jasa dalam kurun waktu bersamaan untuk barang atau jasa yang sama/sejenis dalam hal spesifikasi.000. alat kesehatan).00 (seribu dolar Amerika Serikat).004.3. yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS.

tata cara pembayaran (terms of payment) serta kewajiban dan hak para pihak. dan f. 3. 60 . Bukan merupakan jenis pekerjaan yang menurut sifat pekerjaan dan besaran nilainya seharusnya dilakukan oleh usaha kecil termasuk koperasi kecil. berlaku sama untuk semua Penyedia Barang/Jasa yang terikat dalam Kontrak.000. Yang diperlukan terus menerus oleh Kontraktor KKS atau minimal dibutuhkan oleh Kontraktor KKS pada 4 (empat) bulan dalam 1 (satu) tahun kalender. 4. dan d. Bukan merupakan barang standar atau barang/jasa spesifik. Bukan merupakan usaha untuk menghindarkan kewajiban pemanfaatan produksi/kompetensi dalam negeri. dan c. kecuali dalam pelaksanaan pengadaan jasa tenaga kerja profesional.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) 1. terutama namun tidak terbatas pada tempat pelaksanaan. Spesifikasi teknis pokok yang ditawarkan oleh semua Penyedia Barang/Jasa pada dasarnya harus sama.00 (sepuluh milyar rupiah) atau akan lebih besar dari US$1.000. Spesifikasi rincian termasuk merek barang dapat berbedabeda di antara Penyedia Barang/Jasa. Syarat dan kondisi (terms and conditions) Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract). Secara kumulatif nilai perkiraan pemakaian barang/jasa selama masa Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) akan lebih besar dari Rp10.000. dan e. Merupakan Kontrak kesepakatan dengan beberapa Penyedia Barang/Jasa untuk menyediakan barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS pada rentang waktu tertentu dengan spesifikasi teknis dan persyaratan Kontrak (terms & conditions) yang telah disepakati oleh Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa yang terikat dalam Kontrak. dan b. 2.000. Spesifikasi teknis yang tersebut dalam Kontrak bersifat tetap dan mengikat.6. Dapat dipenuhi dari atau oleh minimal 3 (tiga) sumber barang/jasa.00 (satu juta dolar Amerika Serikat).000.3. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) dapat diterapkan untuk pengadaan barang/jasa: a.

mengikuti ketentuan penawaran untuk Kontrak berdasar harga satuan.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). Minimal terdapat 3 (tiga) penawaran yang lulus evaluasi teknis. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) dibuat berdasarkan hasil evaluasi teknis dari penawaran yang masuk. 11.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. Penyedia Barang/Jasa dengan harga terendah berdasar hasil evaluasi harga yang baku. Khusus untuk pengadaan jasa penyediaan tenaga kerja profesional. 6. Dalam hal ini. 12. Kontraktor KKS meminta Penyedia Barang/Jasa yang terikat dalam Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) untuk mengajukan penawaran harga pada saat barang/jasa yang bersangkutan dibutuhkan. ditetapkan menjadi pemasok barang atau pelaksana pekerjaan jasa untuk paket yang dibutuhkan oleh Kontraktor KKS pada suatu waktu tertentu. dalam penawaran harga dimungkinkan adanya penawaran tenaga kerja alternatif dari yang telah disepakati pada tahap kesepatan teknis. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi teknis mendahului evaluasi harga.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$50. Nilai yang sama dicantumkan dalam Kontrak. Masa berlaku Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) paling lama adalah 5 (lima) tahun. Dalam Dokumen Pengadaan dicantumkan nilai perkiraan pemakaian barang/jasa selama masa berlakunya Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract). 61 . Kontrak berakhir apabila nilai perkiraan Kontrak telah habis atau masa Kontrak telah mencapai masa Kontrak yang ditetapkan dalam Kontrak. 10.000.Buku Kedua .000.000. Penyedia Barang/Jasa wajib menyerahkan jaminan penawaran untuk paket kebutuhan dengan nilai lebih besar dari Rp500. Pemasukan penawaran dari Penyedia Barang/Jasa menggunakan sistem 2 (dua) tahap. 9. 8. Penyedia Barang/Jasa wajib memasukkan penawaran harga. 7. Pemilihan Penyedia Barang/Jasa menggunakan metode Pelelangan Umum atau Pelelangan Terbatas.

2. Pelaksanaan penambahan lingkup Kontrak. 4. 14. Penentuan masa berlaku kontrak pada dasarnya disesuaikan dengan kebutuhan operasi dengan mempertimbangkan keekonomian.4. 4. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) dapat diterapkan sebagai Kontrak Bersama di antara beberapa Kontraktor KKS. Amandemen perpanjangan harus dibuat sebelum masa Kontrak berakhir.4.4. sebagaimana diatur dalam bab XIII angka 4. 2.3. Kontrak dapat dihentikan sebelum masa berlakunya habis apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memasok barang atau gagal menyelesaikan pekerjaan jasa.1.5. MASA BERLAKU KONTRAK 4. 15. Masa berlaku Kontrak dapat diperpanjang dalam hal: 1. Pemanfaatan sisa nilai Kontrak yang belum habis dimanfaatkan sedangkan masa berlaku Kontrak sesuai yang dinyatakan dalam Kontrak telah terlewati.4. Pelaksanaannya harus memperhatikan prinsip persaingan usaha yang sehat. Kontrak akan dinyatakan habis masa berlakunya apabila: 1. 4. atau 2.4. namun demikian harus tetap memperhatikan kesempatan berusaha bagi Penyedia Barang dan Jasa. 4. 62 .4. Ketentuan tentang penghentian Kontrak sebelum masa berlakunya habis.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 13. Masa Kontrak sesuai dengan yang dinyatakan dalam Kontrak telah terlewati. Nilai Kontrak sesuai dengan yang dinyatakan dalam Kontrak telah habis dimanfaatkan. dapat diterapkan pada Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) hanya apabila terjadi perubahan rencana kerja yang signifikan.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB V PERENCANAAN 63 .

harus sudah dimasukkan dalam daftar rencana pengadaan tahun pertama Kontrak atau tahun sebelumnya. Setiap jenis (item) rencana pengadaan. 1. baik Kontrak tunggal maupun Kontrak tahun jamak.000. Daftar rencana pengadaan juga mencantumkan perkiraan persentase TKDN dari: 1.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).1.2. 1. Proses pengadaan dilakukan dengan menggunakan rencana kerja dalam WP&B yang telah disetujui oleh BPMIGAS sebagai acuan jenis kegiatan pengadaan.3.1. 1. pengadaan pada tahun yang Persentase TKDN dalam daftar rencana pengadaan merupakan perbandingan antara jumlah total nilai perkiraan penggunaan Produksi Dalam Negeri terhadap total nilai rencana pengadaan. Rencana pengadaan barang/jasa harus didasarkan pada rencana kerja dalam Plan Of Development (POD) dan/atau Work Program and Budget (WP&B) yang telah disetujui oleh BPMIGAS.000. Kebutuhan barang/jasa tahun mendatang yang kegiatan pengadaannya dimulai atau dilakukan pada tahun atau beberapa tahun periode anggaran sebelumnya.4. Rencana pengadaan barang/jasa dengan jangka waktu kontrak lebih dari 1 (satu) tahun.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.Buku Kedua .3. 64 . dan 2.3.3. Daftar rencana pengadaan dimungkinkan untuk direvisi. RENCANA KERJA PENGADAAN 1. 1.000. Kebutuhan barang/jasa tahun anggaran yang bersangkutan. 1. Keseluruhan rencana bersangkutan. Dalam hal revisi rencana pengadaan menyebabkan penurunan perkiraan persentase TKDN.000. serta 2. harus dilengkapi dengan penjelasan penyebab penurunan tersebut. Pada saat penyusunan WP&B.2. Kontraktor KKS menyusun daftar rencana pengadaan yang berisikan rencana kegiatan pengadaan yang bernilai lebih besar dari Rp50.3.3.000. 1. Daftar rencana pengadaan pengadaan untuk: berisikan rencana kegiatan 1.

b. b. Formula penyesuaian harga (apabila ada).1. Lingkup kerja dan spesifikasi. Strategi. 7. Rencana pengadaan yang memerlukan persetujuan BPMIGAS.5. 5. 2. Skema pembayaran. Ketentuan tentang kewajiban penyedia jasa untuk mengusulkan daftar pabrikan (manufacturers list) atau daftar sub kontraktor (sub contractors list). meliputi: a. 6. 8. Ringkasan strategi pengadaan meliputi: 1. Sanksi dan penalti. Kriteria dan tata cara evaluasi penawaran. Metode pengadaan pengadaan tersebut. memaksimalkan atau memberdayakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. Rencana tata waktu proses pengadaan termasuk proses penilaian kualifikasi. 2. c.1. Bilamana akan dilakukan pemilihan langsung atau penunjukan langsung harus dilengkapi dengan justifikasi berdasarkan ketentuan sebagaimana diatur dalam bab X angka 3 dan 4. Ketentuan untuk mewajibkan.1. 2. Syarat-syarat kualifikasi dan ketentuan peserta pengadaan.3. Hasil pembahasan aspek teknis lingkup kerja pengadaan dengan fungsi terkait BPMIGAS yang rincian aspek teknisnya belum disetujui dalam WP&B. PENYAMPAIAN RENCANA PENGADAAN 2. 3.1. mencakup: a.1. Syarat-syarat dan ketentuan dalam rangka mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri.1. Ketentuan tentang cara pembayaran.2. dengan melampirkan dokumen sebagai berikut: Rencana kerja yang sesuai dengan WP&B yang telah disetujui.1. 65 . disampaikan oleh Kontraktor KKS kepada BPMIGAS. 4. bentuk dan masa berlaku Kontrak. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. serta alasan pemilihan metode 2. 2.4. Ketentuan tentang tata cara penyelesaian perselisihan.

maka Kontraktor KKS harus menyampaikan ulang rencana pengadaan tersebut.3. Apabila setelah masa perpanjangan terlewati dan proses pengadaan belum dilaksanakan serta Kontraktor KKS masih memerlukan pengadaan barang/jasa tersebut.6. Waktu 10 (sepuluh) hari kerja tersebut tidak termasuk waktu yang diperlukan oleh Kontraktor KKS untuk melengkapi permintaan penjelasan tambahan dari BPMIGAS.Buku Kedua .3. Persetujuan atas rencana pengadaan oleh BPMIGAS meliputi aspek-aspek yang tercantum pada angka 2. BPMIGAS harus sudah menyampaikan persetujuan atau penolakannya paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja terhitung sejak tanggal penerimaan dokumen secara lengkap yang dinyatakan oleh BPMIGAS.3.1. BPMIGAS dapat memberitahukan kepada Kontraktor KKS bahwa waktu penelitian memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu standar 10 (sepuluh) hari kerja.1.2. Kontraktor KKS dapat melanjutkan proses pengadaan apabila setelah batas akhir waktu persetujuan sebagaimana diuraikan dalam nomor 2. 2. 2.2.4. dengan waktu tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari kalender. BPMIGAS tidak memberikan jawaban. Persetujuan BPMIGAS berlaku untuk jangka waktu selama 60 (enam puluh) hari kalender terhitung setelah tanggal surat persetujuan tersebut.7. BPMIGAS mencantumkan catatan status kelengkapan dokumen yang diterima. Dalam keadaan tertentu. khususnya untuk pekerjaan yang sangat kompleks. Kontraktor KKS dapat mengajukan permintaan 1 (satu) kali perpanjangan masa berlaku persetujuan dimaksud.3.4.3. di atas.3. 2.4. di atas. 2. 66 . 2.1.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Metode penyusunan dan sumber data pendukung pembuatan Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/Owner’s Estimate (OE). maka Kontraktor KKS harus menyampaikan ulang rencana pengadaan tersebut. Apabila diperlukan BPMIGAS dapat meminta salinan Instruksi Kepada Peserta Pengadaan (IKPP) dan konsep Kontrak. Berdasarkan daftar isian tentang dokumen-dokumen yang diserahkan Kontraktor KKS.1. dokumen yang disampaikan tidak lengkap dan/atau tidak sesuai. dengan ketentuan: 2. Apabila sampai dengan batas akhir masa 10 (sepuluh) hari kerja atau jumlah waktu lain yang diberitahukan oleh BPMIGAS.5. sampai dengan 2.1. 2. 2. 2.3.3. 2.

Fungsi Pengelola Pengadaan. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Penyedia Barang/Jasa atau penerima kuasa dalam pelaksanaan Swakelola. 67 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB VI PELAKU PENGADAAN BARANG/ JASA Pelaku proses pengadaan barang/jasa adalah Pejabat Berwenang. Pengguna Barang/Jasa.

1.3.3.1.6. Menyetujui/menetapkan/mengesahkan paket-paket barang/jasa yang akan dilaksanakan pengadaannya.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. Memastikan ketersediaan Anggaran. PERSYARATAN PEJABAT BERWENANG Mempunyai kemampuan untuk melaksanakan salah satu atau lebih dari satu fungsi untuk menetapkan paket dan lingkup pekerjaan. 1.3. TUGAS DAN WEWENANG PEJABAT BERWENANG Menyetujui/menetapkan/mengesahkan rencana dan jadwal pelaksanaan proyek/kegiatan pada tahun anggaran yang bersangkutan.Buku Kedua . serta menetapkan dan memutuskan pemenang proses pengadaan.3.2. 68 .3. 1.1.2. 1. menetapkan strategi dan metoda pengadaan. kriteria. 1.2.1. rujukan dan 1. TANGGUNGJAWAB Bertanggungjawab atas terselenggaranya pengadaan barang/ jasa sesuai dengan prinsip dasar dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai.4. 1. Harus menandatangani dan/atau mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS.2.3. 1.3. 1.1. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. Memberikan kesempatan berusaha bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil.2.3.1. PEJABAT BERWENANG 1.3. 1. Melakukan usaha-usaha untuk mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri dalam kegiatan pengadaan barang/jasa. 1.1.2.3. 1. Menyetujui/menetapkan/mengesahkan persyaratan pengadaan. 1. 1. mengesahkan HPS/OE. Harus mematuhi prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. Menunjuk/menugaskan Panitia Pengadaan/Tim Internal.5.1.7.

3. Menunjuk pemenang pengadaan barang/jasa.3.3. kepada penerima 1. 1. Menjadi anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal untuk lingkup pekerjaan dalam hal pejabat yang bersangkutan memiliki kewenangan untuk menetapkan Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau memiliki kewenangan untuk menetapkan/menunjuk pemenang pengadaan.15. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan/ penyelesaian pengadaan barang/jasa kepada BPMIGAS sebagaimana diatur dalam bab XV. jadwal.13. 69 .3.4. kepada fungsi pengguna.3.12.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Mengesahkan Kontrak atau surat kuasa kuasa swakelola.3. LARANGAN: Pejabat Berwenang dilarang: Menetapkan spesifikasi barang/jasa.3. persyaratan atau prosedur pengadaan yang mengarah untuk memberikan keuntungan tertentu kepada 1 (satu) calon Penyedia Barang/Jasa dan/atau pihak tertentu. Memberikan sanksi kepada Penyedia Barang/Jasa sesuai ketentuan yang berlaku.18.8.16.3. 1. Menyetujui/menetapkan/mengesahkan Harga Perhitungan Sendiri/Owner Estimate (HPS/OE). 2.17.10.3. dan/atau melakukan tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest).9. 1.4. Menetapkan besaran uang muka. Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak. 1.3.1. 1. 1. Menyerahkan aset proyek yang telah selesai dikerjakan berikut dokumen pendukungnya baik secara langsung ataupun melalui pejabat yang diberi pelimpahan wewenang.11. Menjawab dan memberikan tanggapan atas sanggahan banding dari peserta pengadaan. 1.2. Menyetujui pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa berdasarkan Kontrak atau kepada penerima kuasa swakelola. kriteria. 1. lokasi pengadaan dan cara pelaksanaan pengadaan. 1.3. 1.14. 1.4. Menetapkan pemenang pengadaan barang/jasa. 1.

Menandatangani dan mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS. Menetapkan rencana kebutuhan dan jadwal kebutuhan barang/jasa berdasar rencana proyek atau kegiatan pada tahun anggaran yang bersangkutan dan tahun-tahun berikutnya. Bertanggungjawab atas perencanaan kebutuhan.3. 2.1. PERSYARATAN 2.3. Mengajukan permintaan proses pengadaan paket-paket barang/ jasa yang diperlukan. rujukan dan persyaratan pengadaan. 2. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. 2.2. PENGGUNA BARANG/JASA 2.2. TANGGUNGJAWAB 2.1.1.6. TUGAS DAN WEWENANG 2.3. 2.1.2.3.3.2.3. 70 .4. mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan Kontrak.1. Menyusun Harga Perhitungan Sendiri/Owner Estimate (HPS/OE). 2. 2. 2.7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Melakukan usaha-usaha untuk mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. Menyusun rencana kriteria. 2.3. Mematuhi prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. 2. pengelolaan dan pemanfaatan barang/ jasa secara efektif dan efisien sesuai dengan prinsip dasar dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. 2.2.2. Mengendalikan.1.3.5. Menggunakan aset yang telah diserah terimakan atau jasa yang telah disediakan oleh Penyedia Barang/Jasa secara efektif dan efisien.Buku Kedua .3.

71 . Menetapkan spesifikasi barang/jasa. 2. Menetapkan spesifikasi barang/jasa. LARANGAN : Pengguna Barang/Jasa dilarang: 2.4. 2. Mempengaruhi jalannya proses pengadaan baik di dalam maupun di luar lingkup organisasi Kontraktor KKS yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest). kriteria dan persyaratan dalam Dokumen Pengadaan yang mengarah untuk memberikan keuntungan tertentu kepada 1 (satu) calon Penyedia Barang/Jasa dan/atau pihak tertentu.2.4. kriteria dan persyaratan dalam Dokumen Pengadaan yang mengarah kepada upaya menghindarkan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri.4.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. dan/atau melakukan tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest).4.3.

3.4.2.2. 3.1.2.5. Mampu merencanakan strategi dan menguasai tata cara pengadaan barang/jasa. TUGAS DAN WEWENANG 3.3. 3. PENGELOLA PENGADAAN 3. Mengelola administrasi Kontrak. serta pengadministrasian Kontrak.3. PERSYARATAN 3. Menandatangani dan mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masingmasing Kontraktor KKS. 3. perencanaan strategi serta pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara efektif dan efisien. Mengelola data spesifikasi barang/jasa sebagai salah satu acuan dalam menyusun kebutuhan barang/jasa.3. Menyiapkan Dokumen Pengadaan termasuk kriteria pengadaan dan persyaratan pengadaan berdasarkan masukan dari Pengguna Barang/Jasa dan peraturan/ ketentuan terkait. 3. Bertanggungjawab atas perencanaan dan proses pencarian sumber barang/jasa (sourcing). TANGGUNGJAWAB 3. Bagi Kontraktor KKS dalam tahap berproduksi. 3.1.1. 3. 3.2. 3. Memahami situasi dan kondisi pasar barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan.Buku Kedua . 72 . 3.5.2.3. Mematuhi prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai.3. organisasi pengelola pengadaan tidak boleh berada di dalam lingkup organisasi pengguna barang/jasa.3. 3.1.3.2.6. 3. LARANGAN: Pengelola Pengadaan dilarang mempengaruhi jalannya proses pengadaan baik di dalam maupun di luar lingkup organisasi Kontraktor KKS yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest).1. 3. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Mengelola data sebagai salah satu acuan dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri/Owner Estimate (HPS/OE).1.1.4.4.3. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri.1.1. Menyiapkan dan mengirimkan laporan Pengadaan sesuai ketentuan. Menyusun rencana pengadaan barang/jasa berdasar kebutuhan dari Pengguna Barang/Jasa atau berdasarkan kegiatan pada tahun anggaran yang bersangkutan dan/atau tahun-tahun berikutnya.

2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. 4.1.1.1. 4. isteri.1.1. d. c. Tidak mempunyai hubungan keluarga semenda dengan Pejabat Berwenang. PANITIA PENGADAAN/TIM INTERNAL 4. Ketua. sekretaris dan anggota harus berstatus pekerja waktu tidak tertentu (PWTT).1. Ketua dan sekretaris harus berkewarganegaraan Indonesia.4. sekretaris dan anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal: 1. Ketua. 4. Hubungan keluarga semenda adalah hubungan kekerabatan langsung sebagai akibat terjadinya perkawinan. anak dan menantu. 4. yaitu hubungan keluarga antara suami. Status dan hubungan kerja ketua. PERSYARATAN Mematuhi suplai. Kontraktor KKS dalam tahap berproduksi: a. 4. • Telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pelatihan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. b.3. Ketua atau wakil ketua bukan berasal dari dalam organisasi pengguna barang/jasa. sekretaris dan anggota lain harus: • 73 . dan Memiliki sertifikat pengadaan industri perminyakan di Indonesia yang diterbitkan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pendidikan yang ditunjuk oleh BPMIGAS.1. Menandatangani dan/atau mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masingmasing Kontraktor KKS.5. Anggota dapat dijabat oleh pekerja berkewarganegaraan asing. prinsip dasar dan etika bisnis pengelolaan rantai Memahami seluruh pekerjaan dan menguasai pedoman tata kerja pengadaan barang/jasa berikut isi Dokumen Pengadaan.

terdiri dari: 1. b. 2. Panitia Pengadaan terdiri dari sekurang-kurangnya orang anggota tetap dan harus gasal. 3. 4. Kontraktor KKS dalam tahap eksplorasi: a. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Anggota dari fungsi perencana pekerjaan. 2. Fungsi pengguna. c.1. Dalam hal Kontraktor KKS menunjuk suatu Penyedia Barang/Jasa sebagai pengelola kegiatan pengadaan barang/jasa. ditambah minimal 1 (satu) anggota dari: 1. 5 (lima) • 4. Fungsi lainnya sesuai kebutuhan. maka anggota Pantia Pengadaan. anggota Panitia Pengadaan untuk satu paket pengadaan tertentu sedapat mungkin bersifat tetap. termasuk ketua dan sekretaris harus: • Telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pelatihan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. dapat berstatus pekerja Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. dan Memiliki sertifikat pengadaan industri perminyakan di Indonesia yang diterbitkan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pendidikan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. Fungsi keuangan. Sekretaris dan anggota harus berkewarganegaraan Indonesia dan dapat berstatus pekerja waktu tidak tertentu (PWTT) atau pekerja waktu tertentu (PWT) dari Kontraktor KKS yang bersangkutan. 74 . kecuali Ketua dan Sekretaris.6. 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota.Buku Kedua . berasal dari fungsi pengelola pengadaan. Anggota dari fungsi hukum. Sekretaris merangkap sebagai anggota. Ketua harus berstatus pekerja waktu tidak tertentu (PWTT) dan dapat dijabat oleh pekerja berkewarganegaraan asing. d. Ketua merangkap sebagai anggota. Untuk menjaga kesinambungan dan kelancaran proses.

4. Panitia Pengadaan/Tim Internal bertanggungjawab kepada Pejabat Berwenang.2. 4.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. 4.00 (satu milyar rupiah) atau US$100. pemilihan langsung.3. 4.3. 4. Apabila diperlukan Panitia Pengadaan dapat dilengkapi dengan 1 (satu) orang Wakil Ketua yang bertugas menjalankan fungsi Ketua dalam hal Ketua berhalangan secara tidak tetap.3.3. Tim Internal beranggotakan pekerja fungsi pengelola pengadaan yang berjumlah sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang dan harus gasal. TANGGUNG JAWAB Panitia Pengadaan/Tim Internal bertanggungjawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa melalui pelelangan.000. 4.2.2. 4. 4.7.000. penunjukan langsung dan metoda pengadaan lainnya.8. 75 . Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. 4.2. berdasarkan pertimbangan jumlah beban pekerjaan.3. dokumen penilaian kualifikasi termasuk kriteria dan tata cara penilaian penawaran.3.1. 4.000. 4.2.1. Apabila diperlukan Panitia Pengadaan dapat dibantu oleh pekerja ahli yang bukan anggota untuk melakukan evaluasi aspek teknis maupun aspek lainnya. Apabila diperlukan. Menyusun jadwal dan cara pelaksanaan serta menentukan tempat pelaksanaan pengadaan. 4.10. Panitia Pengadaan dapat dilengkapi dengan Sub Panitia Administrasi yang bertugas mewakili Panitia Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan yang bersifat administrasi.1.1.000.2. Pemilihan Penyedia Barang/Jasa sampai dengan nilai sebesarbesarnya Rp1. TUGAS POKOK Menyiapkan Dokumen Pengadaan.1.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) dapat dilakukan oleh Tim Internal di dalam fungsi pengelola pengadaan yang tanggungjawab dan tugas pokoknya sama seperti Panitia Pengadaan. Memastikan kewajaran dan keabsahan HPS/OE.4.1.9.

Memberikan penjelasan serta membuat berita acara pemberian penjelasan mengenai isi dokumen Instruksi Kepada Peserta Pengadaan (IKPP) termasuk syarat-syarat penawaran.3. serta mendorong terjadinya persaingan sehat.4. dan/atau media cetak serta jika memungkinkan melalui media elektronik. negosiasi dan menetapkan urutan calon pemenang dan membuat berita acara evaluasi pengadaan.3.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. Membuka dokumen penawaran dan membuat berita acara pembukaan penawaran serta mengumumkan dan/atau memberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa yang tidak lulus/gugur/diskualifikasi.5.8.3.5. 76 . 4. 4. 4. 4.4. 4. Membuat laporan proses dan hasil pengadaan kepada Pejabat Berwenang.6.10. Menjawab protes dan sanggahan Penyedia Barang/Jasa. Mengumumkan pelelangan melalui papan pengumuman resmi Kontraktor KKS.7. Menyusun daftar Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi syarat kualifikasi dan klasifikasi (bidang dan sub bidang usaha) untuk diundang mengikuti pengadaan.3.3. MASA TUGAS Masa tugas Panitia Pengadaan/Tim Internal berakhir sesuai masa penugasan.12. Mengusulkan calon pemenang lelang/pemilihan langsung/ penunjukan langsung kepada Pejabat Berwenang. 4. 4. 4. Melakukan evaluasi atas penawaran yang masuk.3.11. 4. Mengumumkan pemenang yang telah ditetapkan oleh Pejabat Berwenang.Buku Kedua . 4.3. 4. cara penyampaian penawaran dan tata cara evaluasinya.3.3. mengadakan Klarifikasi.9.13. LARANGAN: Panitia Pengadaan/Tim Internal dilarang melaksanakan proses pengadaan atau menjalankan prosedur pengadaan yang mengarah untuk memberikan keuntungan tertentu kepada 1 (satu) calon Penyedia Barang/Jasa dan/atau pihak tertentu. dan/atau melakukan tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of I nterest). Melaksanakan dan mengesahkan hasil penilaian kualifikasi secara adil dan transparan.

1.000.1. atau memiliki hasil penjualan tahun sebelumnya lebih dari Rp2. Jasa Konsultansi atau Jasa Lainnya.000. Penyedia barang.1. dan b.000. Dimiliki oleh warga negara Indonesia atau dimiliki oleh badan hukum Indonesia.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau US$250.000. penyedia Jasa Pemborongan. Usaha kecil termasuk koperasi kecil.000.000. dan d.000. dan c.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih dari US$250.000.000. pengadaan barang. Dimiliki oleh warga negara Indonesia atau dimiliki oleh badan hukum Indonesia.00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan maksimal Rp10. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan tahun sebelumnya paling banyak Rp2.500.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.000.000.00 (lima ratus juta rupiah).00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan maksimal Rp50.000. penyedia Jasa Lainnya dan penyedia Jasa Konsultansi digolongkan ke dalam 4 (empat) kelompok: 1. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500. Didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia dengan kegiatan ekonomi di dalam wilayah negara Republik Indonesia. 2. dan 77 . PENYEDIA BARANG/JASA 5.000.500. atau e. Memiliki kekayaan bersih maksimal Rp500. yaitu perusahaan atau koperasi yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a. yaitu perusahaan atau koperasi yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Berdiri sendiri.000.000.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) atau sampai dengan maksimal US$5.000.00 (sepuluh milyar rupiah). Usaha menengah. dan c. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki. GOLONGAN PENYEDIA BARANG/JASA 5.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia dengan kegiatan ekonomi di dalam wilayah negara Republik Indonesia.000. dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar. dan b. Koperasi kecil dengan unit usaha Jasa Pemborongan.000.

Didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia. huruf a. atau c. 5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Usaha besar meliputi badan usaha nasional milik negara atau swasta. Usaha besar. Jasa Konsultansi atau Jasa Lainnya. Koperasi yang mempunyai unit usaha Jasa Pemborongan. 5.000. Berdiri sendiri.2.000.1. yaitu perusahaan atau koperasi yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a. 78 . usaha patungan.000. pengadaan barang.000.Buku Kedua . atau memiliki hasil penjualan tahun sebelumnya lebih besar dari Rp50. Golongan dari peserta pengadaan berbentuk Konsorsium ditentukan berdasar hasil penjumlahan kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan seluruh anggota Konsorsium.1.000.3. maka golongan yang lebih tinggi ditetapkan sebagai golongan dari Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan.1. dan b. pengadaan barang. di atas serta mempunyai unit usaha Jasa Pemborongan.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. Apabila Penyedia Barang/Jasa memiliki nilai kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan yang memenuhi syarat untuk 2 (dua) golongan yang berbeda. Memiliki kekayaan bersih lebih besar dari Rp10.00 (sepuluh milyar rupiah).1. dan usaha asing yang melakukan kegiatan ekonomi di dalam wilayah negara Republik Indonesia. 4. atau e. 3. Jasa Konsultansi atau Jasa Lainnya. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Koperasi yang memenuhi kriteria angka 5. Perusahaan Asing yang merupakan mitra Perusahaan Dalam Negeri dalam perikatan Konsorsium atau sub kontraktor dari Perusahaan Dalam Negeri atau bertindak sebagai prinsipal dalam pengadaan barang.000. dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha kecil atau usaha besar.000. dan b.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa d.000.3. bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki. d.

BATAS NILAI PEKERJAAN/KEGIATAN PENYEDIA BARANG/ JASA Batas nilai pekerjaan/kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa sesuai dengan golongannya: 5. 5.000. BIDANG PEKERJAAN PENYEDIA BARANG/JASA 5. Penyedia barang.000. Data-data dimaksud diteliti dan dinilai kebenarannya oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal pada tahap penilaian kualifikasi. 2. 3.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$100.500. Pengadaan Barang: 1.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). salah satu anggota Konsorsium harus memiliki sub bidang usaha yang sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam pengumuman.000.2.2.00 (satu milyar rupiah) atau US$100. Dalam hal peserta berbentuk Konsorsium. Penyedia Jasa Konstruksi. PQ-003.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).2.500.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. 2.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp2.1.000.3.3.000.2. Bidang pekerjaan bagi Penyedia Barang/Jasa meliputi: 1. 79 .000. 5. Penyedia Jasa Konsultansi. Penyedia Jasa Pemborongan. Pada tahap proses kualifikasi. 5.000.000. Penyedia Barang/Jasa menyatakan sub bidang usahanya menurut kompetensi dasar/spesialisasi yang dimilikinya dengan melampirkan data-data pendukung.3. 4.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$250. bukti afiliasi dagang/usaha. bukti kepemilikan peralatan dan fasilitas penunjang usaha terkait.000.000. Usaha kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1. sub bidang pekerjaan di lingkungan Kontraktor KKS ditetapkan sebagaimana tercantum pada Lampiran No.000. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1.2. Penyedia Jasa Lainnya.000. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp2. 3.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).000. Ketentuan ini tidak diberlakukan dalam pengadaan barang wajib dipergunakan. Dalam rangka penyederhanaan proses serta penyeragaman.1. 5.000.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$250. antara lain: bukti pengalaman usaha.

2.00 (dua juta dolar Amerika Serikat) wajib bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil.00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2. atau antara US$100.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). b.000.000. dengan kewajiban bekerjasama dalam bentuk keagenan dengan Perusahaan Dalam Negeri atau merupakan mitra Konsorsium. Dalam hal nilai Kontrak lebih besar dari Rp20.00 (lima milyar rupiah). Jasa Pemborongan: 1. Untuk nilai lebih besar dari Rp50.000.000.000. Perusahaan asing dapat mengikuti kegiatan Pengadaan barang impor dengan nilai lebih besar dari Rp25.Buku Kedua .000. a. 3.00 (satu milyar rupiah) atau US$100.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.00 (dua puluh lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2.000. 2.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$500.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.000.000.000. Usaha kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5.000. 80 .00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).000.000. Bentuk kerjasama tersebut harus dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak. Persyaratan ini harus dinyatakan dalam Kontrak.3.000.00 (dua juta lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).000.000.000.000.000.000.000.000. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1.000.000.000.000.000.500. 5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat): • Perusahaan Dalam Negeri dan/atau Perusahaan Nasional harus bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah dengan cara mensubkontrakkan sebagian pekerjaan.000. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp5.000.

00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$500.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). 2. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1. mengikuti ketentuan pada Bab III angka 7.000.000.000.000. Usaha kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. 81 .00 (satu milyar rupiah) atau US$100. Perusahaan Dalam Negeri dapat bekerjasama dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing.000. atau antara US$100.000. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknologi sangat canggih (sophisticated) dikecualikan dari ketentuan tentang keharusan bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah. 5.000.000.000. usaha menengah atau Perusahaan Asing wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak.000.000.4. 3.3.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. • c. 5.000.000.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 • Perusahaan Dalam Negeri dapat bekerjasama dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). 4.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). Persyaratan ini harus dinyatakan dalam Kontrak.1. Kerjasama dengan usaha kecil.00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp5.000.000.000.000.000. Jasa Konstruksi: 1.000.000. Dalam hal nilai Kontrak lebih besar dari Rp20.00 (dua juta dolar Amerika Serikat) Penyedia Barang/Jasa wajib bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil.00 (lima milyar rupiah). Untuk pekerjaan dengan nilai lebih besar dari Rp5.000.000.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5.3.

000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$500. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1. 82 .00 (dua juta dolar Amerika Serikat) wajib bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil.000. atau antara US$100.000.000.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.000. Kerjasama dengan usaha kecil.000.Buku Kedua .000. Penyedia Barang/Jasa harus bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah dengan cara mensub-kontrakkan sebagian pekerjaan. 2.000. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknologi sangat canggih (sophisticated) dikecualikan dari ketentuan tentang keharusan bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. a. Usaha kecil termasuk koperasi kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.000.000.000.3. Jasa Lainnya: 1.4.000.000. 7. 5.000.000.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (lima milyar rupiah). Persyaratan ini harus dinyatakan dalam Kontrak.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000. 8.000. Untuk nilai lebih besar dari Rp50.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5.00 (satu milyar rupiah) atau US$100. Dalam hal nilai Kontrak lebih besar dari Rp20.00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2.000.000.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).000.000. usaha menengah atau Perusahaan Asing wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak. 3.000.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.

2.000.000.000. 5. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp2.000.00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp2.000.000. Usaha kecil termasuk koperasi kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan yang bernilai sampai dengan Rp500.3.000.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b.500. • • c.000.000.000. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp500.000.00 (sepuluh milyar rupiah) atau 83 .00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$250.500.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. Jasa Konsultansi 1. Kerjasama dengan usaha kecil.000.00 (limapuluh ribu dolar Amerika Serikat).00 (lima juta dolar Amerika Serikat): • Perusahaan Dalam Negeri dan/atau Perusahaan Nasional harus bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah dengan cara mensubkontrakkan sebagian pekerjaan.000. Perusahaan Dalam Negeri dan/atau Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50. 3. usaha menengah atau Perusahaan Asing wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). Perusahaan Asing dapat mengikuti pengadaan dengan nilai lebih dari Rp10.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau US$50.000.5.000. Untuk nilai lebih besar dari Rp50.000.000.00 (dua milyar limaratus juta rupiah) atau US$250. 4. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknologi sangat canggih (sophisticated) dikecualikan dari ketentuan tentang keharusan bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah.000.000.

4. 5. Akte pendirian perusahaan berikut perubahannya yang disahkan oleh instansi/departemen yang berwenang.6. Apabila proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah Penyedia Barang/Jasa golongan usaha kecil atau usaha menengah yang sesuai untuk nilai paket pekerjaan yang diadakan tidak mencukupi.4. di atas. Persyaratan kualifikasi yang ditetapkan merupakan persyaratan minimal yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan. dan apabila ditemukan penipuan/pemalsuan atas informasi yang disampaikan. Penyedia Barang/Jasa dengan golongan usaha yang sesuai dengan nilai paket pengadaan tetap dapat diikutsertakan.3. barang. 5.7.Buku Kedua .3.3.000.1. penyedia Jasa 84 .4.1. KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA 5. Untuk pekerjaan yang bersifat kompleks dapat ditambahkan persyaratan lain seperti peralatan khusus. 5.4.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa lebih besar dari US$1.3. sampai dengan 5. tenaga ahli spesialis. agar terwujud persaingan sehat. Persyaratan kualifikasi penyedia Pemborongan dan Jasa Lainnya: 1. agen tunggal barang dan agen tunggal jasa pemeliharaan peralatan (authorized workshop) dikecualikan dari ketentuan tentang batas nilai pekerjaan/kegiatan tersebut angka 5. Pabrikan. 5. bengkel kerja pembuat peralatan (workshop).2. Memiliki: a.00 (satu juta dolar Amerika Serikat) dengan kewajiban bekerjasama dalam bentuk Konsorsium dengan Perusahaan Dalam Negeri atau mensubkontrakkan kepada Perusahaan Dalam Negeri yang dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak. dalam pelelangan ulang dapat mengikutsertakan Penyedia Barang/Jasa dengan golongan usaha 1 (satu) tingkat lebih tinggi. terhadap yang bersangkutan akan dikenakan sanksi pembatalan sebagai calon pemenang dan dimasukkan dalam daftar hitam.4.3. 5. atau pengalaman tertentu. Penyedia Barang/Jasa wajib menanda-tangani surat pernyataan di atas meterai bahwa semua informasi yang disampaikan dalam proses kualifikasi adalah benar.

serta perusahaan yang mewakili kemitraan Konsorsium (lead firm) tersebut.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Surat Keterangan Domisili. Pasal 21 atau Pasal 23 dan PPN. 4. c. 85 . b. baik sebagai pelaksana utama maupun sebagai anggota Konsorsium ataupun sebagai sub kontraktor. Surat izin usaha pada bidang usahanya yang masih berlaku. Telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir. hak dan tanggung jawab para pihak. Tidak dalam pengawasan pengadilan. Dalam hal peserta berbentuk Konsorsium. Ketentuan ini secara khusus diberlakukan bagi usaha besar. e. Surat keterangan terdaftar (SKT) yang diterbitkan oleh Instansi pemerintah yang mebidangi industri minyak dan gas bumi. 5. kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan. d. di industri perminyakan maupun di luar industri perminyakan. salah satu anggota Konsorsium harus memiliki surat izin usaha yang sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam dokumen penilaian kualifikasi. Penyedia Barang/ Jasa wajib mempunyai perjanjian kerjasama kemitraan yang memuat antara lain persentase kepemilikan. yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang. Mempunyai pengalaman pengadaan barang/jasa sejenis dengan paket pengadaan. tidak sedang menjalani sanksi pidana. Memberikan surat pernyataan bahwa: a. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa melakukan kemitraan dalam bentuk Konsorsium atau keagenan. Tidak sedang dalam proses berperkara di peradilan atau arbitrase dengan Kontraktor KKS bersangkutan dan/atau dengan BPMIGAS. dibuktikan dengan copy bukti pelunasan PPh Pasal 25. Ketentuan ini tidak diberlakukan bagi pabrikan dan agen tunggal barang. peserta juga harus menyerahkan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) serta sertifikat badan usaha jasa konstruksi dari asosiasi jasa konstruksi yang terakreditasi oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional. b. paling tidak 1 (satu) kali dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. seperti Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) untuk jasa perdagangan atau Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK). tidak bangkrut. 3. Khusus untuk pengadaan jasa konstruksi.

Penyedia Barang/Jasa usaha kecil dan usaha menengah harus memiliki bidang usaha sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan. • untuk pengadaan barang/jasa dengan jangka waktu kontrak sangat panjang [lebih dari 5 (lima) tahun]. nilai KD minimal harus sama dengan perkiraan nilai kontrak selama jangka waktu 5 (lima) tahun. 8. atau pengadaan barang/jasa dan pengadaan kumpulan kebutuhan barang/jasa dengan masa tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan. dengan masa lebih dari 12 bulan. nilai KD minimal harus sama dengan perkiraan nilai pengadaan rata-rata untuk masa 12 (dua belas) bulan. khususnya kekayaan bersih serta hasil penjualan tahunan. b. 9. • untuk pengadaan barang/jasa atau kumpulan kebutuhan barang/jasa. Memiliki kinerja baik. nilai KD minimal harus sama dengan perkiraan nilai pengadaan.Buku Kedua . memenuhi KD = 2 NPt. Dengan pengertian: KD = kemampuan dasar: • untuk pengadaan proyek tunggal. Untuk Jasa Pemborongan. Termasuk dalam golongan Penyedia Barang/Jasa yang sesuai dengan nilai paket pekerjaan. yang dibuktikan dengan neraca tahun terakhir. Penyedia Barang/Jasa usaha besar harus memiliki kemampuan dasar (KD) pada sub bidang pekerjaan yang bersangkutan sebagai berikut: a. 7. memenuhi KD = 5 NPt. 86 . Untuk pengadaan barang atau Jasa Lainnya.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. tidak termasuk dalam kelompok Penyedia Barang/Jasa yang terkena sanksi merah pada Kontraktor KKS yang bersangkutan dan/atau tidak termasuk dalam kelompok Penyedia Barang/Jasa yang terkena sanksi hitam pada Kontraktor KKS yang lain.

c. Prosedur penghitungan SKK dan SKP dapat dilihat pada Lampiran PQ-002. Kemampuan dasar calon sub kontraktor tidak diperhitungkan sebagai bagian dari komponen perhitungan kemampuan dasar. peserta pengadaan diminta untuk menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dilaksanakan.00 (lima milyar rupiah) atau lebih dari US$500. berupa: • nilai Kontrak tunggal bagi pengadaan kegiatan/proyek tunggal atau pengadaan barang/jasa dengan masa Kontrak tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan.000. e. 87 . maka salah satu anggota Konsorsium harus memenuhi persyaratan sebagai golongan usaha besar. Penyedia Barang/Jasa harus menyampaikan dokumen perhitungan kemampuan dasar (KD) sebagai lampiran dokumen penawaran. Jika diperlukan dapat disyaratkan memiliki sisa kemampuan keuangan (SKK) dan sisa kemampuan paket (SKP) yang cukup.000. 11. Prosedur penghitungan Kemampuan Dasar (KD) dapat dilihat pada Lampiran PQ-002. Dalam hal Konsorsium/keagenan.000. yang diperhitungkan adalah jumlah kemampuan dasar dari perusahaan anggota Konsorsium/keagenan. Khusus pada pengadaan Jasa Pemborongan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 NPt = nilai pengalaman tertinggi pekerjaan. yang telah diselesaikan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.000. pada sub bidang pekerjaan yang sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). Dalam hal calon peserta pengadaan mendaftarkan diri sebagai Konsorsium untuk pengadaan dengan nilai lebih dari Rp5. • kumpulan nilai Kontrak selama masa 1 (satu) tahun kalender (1 Januari sampai dengan 31 Desember) bagi pengadaan kumpulan kebutuhan barang/jasa dengan masa Kontrak lebih dari 12 (dua belas) bulan. 10. d.

Surat Keterangan Domisili. dengan mengutamakan penggunaan Bank BUMN/BUMD. untuk dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan atau penyediaan barang. c. Nilai dukungan pendanaan dari Bank Umum sekurang-kurangnya 10% (sepuluh persen) dari nilai rencana Kontrak untuk pekerjaan Jasa Pemborongan. b. dan 5% (lima persen) dari nilai rencana Kontrak pekerjaan penyediaan barang atau Jasa Lainnya. c. Untuk paket pekerjaan yang bersifat kompleks dapat dipersyaratkan keharusan memiliki surat keterangan dukungan pendanaan dari bank umum. pengadaan barang dan pelaksanaan konstruksi dapat dilakukan secara terintegrasi dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. 13. Memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan pos.4. Akte pendirian perusahaan berikut perubahannya yang disahkan oleh instansi/departemen yang berwenang. 5. Pelaksana Kontrak jasa pembangunan desain awal (front end engineering design/FEED) tidak dapat mengikuti Pengadaan barang dan jasa pelaksanaan konstruksi atau jasa pengawasan dari paket pekerjaan yang sama. Khusus untuk pelaksanaan pekerjaan jasa konstruksi: a. Ketentuan ini tidak dikenakan bagi Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil. Persyaratan kualifikasi penyedia Jasa Konsultansi: 1. b. 14. Memiliki: a. Surat izin usaha pada bidang usahanya yang masih berlaku. 88 . Pelaksana Kontrak jasa pengawasan tidak dapat mengikuti Pengadaan jasa perencanaan awal (front end engineering design/FEED) atau pengadaan barang dan jasa pelaksanaan konstruksi dari paket pekerjaan yang sama.Buku Kedua . yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang. Jasa perencanaan pembangunan desain awal (front end engineering design/FEED).4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 12.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

2.

3.

4.

5.

Memberikan surat pernyataan bahwa: a. Tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak bangkrut, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan, tidak sedang menjalani sanksi pidana; b. Tidak sedang dalam proses berperkara di lembaga peradilan atau badan arbitrase dengan Kontraktor KKS bersangkutan dan/atau BPMIGAS; Dalam hal penyedia Jasa Konsultansi akan melakukan kemitraan dalam bentuk Konsorsium, wajib mempunyai perjanjian kerjasama kemitraan yang memuat antara lain persentase kepemilikan, hak dan tanggung jawab para pihak, serta perusahaan yang mewakili kemitraan Konsorsium/joint venture (lead firm) tersebut; Telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir, dibuktikan dengan copy bukti pelunasan PPh Pasal 25 atau Pasal 21/Pasal 23 dan PPN; Mempunyai pengalaman menyelesaikan pekerjaan konsultansi sejenis di industri perminyakan maupun diluar industri perminyakan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir sebagai pelaksana utama, sebagai anggota Konsorsium/joint venture maupun sebagai sub kontraktor; kecuali untuk pekerjaan konsultansi sampai dengan nilai Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat); Memiliki kinerja baik dan tidak masuk dalam kelompok penyedia Jasa Konsultansi yang terkena sanksi pada Kontraktor KKS yang bersangkutan; Termasuk dalam golongan penyedia Jasa Konsultansi yang sesuai dengan nilai paket pekerjaan, yang dibuktikan dengan neraca tahun terakhir; Penyedia Jasa Konsultansi usaha kecil termasuk koperasi kecil harus memiliki bidang usaha sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan; Penyedia Jasa Konsultansi usaha besar harus dapat menunjukkan bukti pengalaman menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan. Bilamana diperlukan dapat disyaratkan untuk memiliki Kemampuan Dasar (KD) yang mencukupi.

6.

7.

8.

9.

89

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

Formula penghitungan adalah sebagai berikut: a. KD = 3 NPt, dengan pengertian: KD = kemampuan dasar, nilai KD minimal sama dengan perkiraan nilai pengadaan; NPt = nilai pengalaman tertinggi pekerjaan pada sub bidang pekerjaan yang sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan, yang telah diselesaikan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir; b. Dalam hal Konsorsium, yang diperhitungkan adalah jumlah kemampuan dasar dari perusahaan yang bermitra. c. Perhitungan Kemampuan Dasar (KD) harus diserahkan sebagai lampiran dokumen penawaran. d. Prosedur dan contoh penghitungan Kemampuan Dasar (KD) dapat dilihat pada Lampiran PQ-002 10. Memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan. 11. Tenaga ahli yang akan ditugaskan untuk melaksanakan pekerjaan Jasa Konsultansi memenuhi persyaratan antara lain: a. Lulus perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi oleh instansi berwenang, atau perguruan tinggi luar negeri yang telah disahkan/ diakui oleh instansi pemerintah yang berwenang di bidang pendidikan tinggi, dibuktikan dengan copy ijazah dan/atau memiliki sertifikat keahlian terkait; dan b. Mempunyai pengalaman di bidangnya yang dituangkan dalam daftar riwayat hidup (curriculum vitae) yang dapat dipertanggungjawabkan, ditandatangani oleh yang bersangkutan, dan dalam hal yang bersangkutan adalah pekerja harus diketahui oleh pimpinan perusahaan. c. Tenaga ahli asing harus memenuhi ketentuan di bidang ketenagakerjaan dan keimigrasian yang berlaku. 12. Memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan pos.

90

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

5.5. KETENTUAN LAIN 5.5.1. Penyedia Barang/Jasa yang keikutsertaannya menimbulkan Pertentangan Kepentingan bagi Kontraktor KKS dan/atau Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau Pejabat Berwenang dan/atau Pengguna akhir, dilarang menjadi peserta pengadaan. 5.5.2. Hubungan istimewa: 1. Penyedia Barang/Jasa yang memiliki hubungan istimewa dengan Penyedia Barang/Jasa Lainnya, tidak diperbolehkan secara bersama-sama menjadi peserta dalam satu paket pengadaan. Hubungan istimewa antara lain dapat dilihat dari status kepemilikan dan/atau kepengurusan, termasuk kuasa perusahaan-perusahaan peserta pengadaan oleh orang yang sama. 2. Pada dasarnya ketentuan angka 1. di atas tidak diberlakukan bagi Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD). 3. Kondisi hubungan istimewa tersebut harus dapat diidentifikasi pada tahap pendaftaran peserta pengadaan. Apabila hal tersebut baru diketahui setelah pembukaan dokumen penawaran, maka perusahaan-perusahaan tersebut harus menetapkan salah satu perusahaan yang akan tetap menjadi peserta pengadaan sedangkan perusahaan lainnya lainnya yang memiliki hubungan istimewa tersebut harus mengundurkan diri tanpa dikenakan ketentuan pencairan jaminan penawaran. 5.5.3. Pegawai negeri, pegawai Bank Indonesia (BI), pegawai BHMN/ BUMN/BUMD dan pekerja Kontraktor KKS tidak dapat ikut serta sebagai Penyedia Barang/Jasa kecuali bertindak sebagai yang mewakili BUMN/BUMD. 5.5.4. Dalam 1 (satu) paket pengadaan, perusahaan pendukung (principal) hanya dapat memberikan dukungan pemasokan barang atau pengerjaan pekerjaan jasa bagi 1 (satu) peserta pengadaan. 5.6. DAFTAR PENYEDIA BARANG/JASA MAMPU 5.6.1. Dalam rangka penyederhanaan pelaksanaan pengadaan, Kontraktor KKS menyusun Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu (DPM). Daftar tersebut berisi semua data pokok tentang Penyedia Barang/Jasa yang diperlukan sebagai acuan dalam menetapkan kemampuan Penyedia Barang/Jasa untuk dapat mengikuti kegiatan pengadaan melalui penilaian kualifikasi atas golongan, bidang dan sub bidang.

91

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

5.6.2. Penyedia Barang/Jasa dapat mendaftarkan diri untuk terdaftar dalam Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu kepada Kontraktor KKS dengan menyerahkan data administrasi yang diperlukan antara lain: 1. 2. Akte pendirian dan/atau akte perubahan perusahaan yang sudah disahkan; Surat Izin Usaha sesuai dengan bidang usahanya yang diwajibkan menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku; Data perusahaan (lihat lampiran PQ-001); Fotocopy NPWP; Daftar pengalaman dan/atau pekerjaan; menyelesaikan penyediaan barang

3. 4. 5. 6.

Neraca perusahaan tahun terakhir.

5.6.3. Kontraktor KKS melakukan penilaian kemampuan dasar (KD) perusahaan Penyedia Barang/Jasa, berdasarkan data administrasi yang disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa. Kontraktor KKS dapat melakukan verifikasi dan penelitian atas kebenaran data yang diserahkan oleh calon Penyedia Barang/Jasa, termasuk penelitian domisili usaha. Bagi Penyedia Barang/Jasa yang dinyatakan memenuhi syarat, dicatat dalam DPM dan diberi Tanda Daftar (TD) oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan. 5.6.4. Penyedia Barang/Jasa yang telah terdaftar wajib menyerahkan data-data terbaru yang berlaku menggantikan data yang kadaluwarsa. 5.6.5. Dalam proses pengadaan, Kontraktor KKS dapat menggunakan DPM sebagai acuan tanpa harus meminta lagi data yang diperlukan dari Penyedia Barang/Jasa yang sudah terdaftar dalam DPM. Penyedia Barang/Jasa cukup melampirkan foto copy TD dan tambahan dokumen lain yang diperlukan. 5.6.6. Kontraktor KKS dapat menggunakan DPM dari Kontraktor KKS yang lain untuk keperluan proses pengadaan. 5.7. Ketentuan lebih rinci tentang batas nilai pengadaan yang dapat diikuti oleh usaha besar dan persyaratan kualifikasi usaha besar akan diatur sebagai tambahan ketentuan atas pedoman ini.

92

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

BAB VII HARGA PERHITUNGAN SENDIRI / OWNER ESTIMATE

Dalam setiap proses pengadaan barang/jasa, Kontraktor KKS harus mempersiapkan Harga Perhitungan Sendiri (HPS) atau Owner Estimate (OE) yang dikalkulasikan secara keahlian (profesional). Pada dasarnya HPS/OE harus sudah tersedia pada saat proses lelang dimulai, kecuali untuk Pekerjaan Bersifat Kompleks, HPS/OE harus sudah tersedia dan disahkan oleh Pejabat Berwenang pada saat pembukaan penawaran harga.

93

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

1. KETENTUAN UMUM 1.1. 1.2. 1.3. HPS/OE disusun dengan mempertimbangkan harga Produksi Dalam Negeri. HPS/OE dibuat dengan mengacu kepada harga pasar yang sewajarnya berlaku pada saat penyusunan HPS/OE. Nilai total HPS/OE tidak bersifat rahasia setelah pembukaan penawaran harga. Rincian HPS/OE bersifat rahasia bagi peserta pengadaan. Dalam hal pembukaan penawaran harga dihadiri oleh peserta pengadaan, Panitia Pengadaan/Tim Internal memberitahukan nilai total HPS/OE kepada peserta pengadaan. Pemberitahuan hanya dilakukan apabila jumlah penawaran harga yang sah memenuhi syarat untuk dievaluasi lebih lanjut. HPS/OE digunakan sebagai salah satu acuan penilaian dalam menetapkan calon pemenang.

1.4.

1.5.

2. TATA CARA DAN DASAR PENYUSUNAN 2.1. HPS/OE disusun dan ditandatangani oleh fungsi yang merencanakan pengadaan barang/jasa (pengguna/user, fungsi perencana, pengadaan/procurement) dan disahkan oleh Pejabat Berwenang. HPS/OE disusun secara cermat, dengan acuan antara lain: Harga barang/jasa Produksi Dalam Negeri dan luar negeri yang diperoleh secara langsung, melalui internet atau melalui media lainnya. Dalam hal barang sudah diproduksi di dalam negeri, HPS/OE dibuat berdasarkan harga pasar dalam negeri dan dibandingkan dengan rata-rata harga internasional yang wajar dengan kondisi cost insurance and freight (CIF) pelabuhan tujuan akhir di Indonesia ditambah dengan preferensi harga bagi barang Produksi Dalam Negeri berdasarkan pencapaian TKDN barang Produksi Dalam Negeri.

2.2. 2.2.1.

2.2.2.

94

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

Rumusan penghitungan sebagai berikut: HPS/OE = [Harga barang Produksi Dalam Negeri + {Harga barang produksi luar negeri x (100% + Pb)}] / 2 Dimana: Pb = Persentase preferensi harga berdasarkan TKDN bagi barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN tertinggi dan minimal sama dengan 25%.

2.2.3.

Daftar harga atau penawaran harga pabrik, agen tunggal atau agen yang ditunjuk oleh pabrik, toko, bengkel, fabrikator atau sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan. Hasil analisa harga satuan pekerjaan (cost structure). Harga pembelian/Kontrak terakhir dengan perkembangan harga dan/atau faktor inflasi. Perkiraan harga yang disusun oleh konsultan; Sumber informasi tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan. HPS/OE tidak memasukkan biaya tak terduga, biaya lain-lain, pajak penghasilan Penyedia Barang/Jasa dan pajak pertambahan nilai (PPN). Bagi pekerjaan jasa memperhitungkan keuntungan dan risiko, namun harus dihindarkan perhitungan keuntungan ganda. Bagi pengadaan barang, perhitungan HPS/OE memperhitungkan seluruh komponen biaya sampai dengan pelabuhan tujuan/ tempat penyerahan akhir. Apabila untuk keperluan pengadaan barang di dalam negeri diperlukan pembanding dengan harga di luar negeri, dapat dilakukan dengan cara price built up dengan harga dasar free on board (FOB). Contoh perhitungan sesuai Lampiran CP-001. memperhatikan

2.2.4. 2.2.5. 2.2.6. 2.2.7. 2.3.

2.4. 2.5.

2.6.

95

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

BAB VIII DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA

96

1. BAHASA DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA: Dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa menggunakan bahasa Indonesia atau 2 (dua) bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.2.2.1.1.3. Penggunaan bahasa Inggris dimungkinkan untuk istilah atau spesifikasi teknis barang/jasa atau yang terkait dengan gambargambar teknis. 97 . Dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa terdiri dari: Dokumen penilaian kualifikasi. 1. 1. maka harus ditegaskan hanya 1 (satu) bahasa yang mengikat secara hukum yaitu bahasa Indonesia. 1. Jika terdapat perbedaan penafsiran mengenai hal-hal yang diatur dalam 2 (dua) bahasa tersebut. STRUKTUR DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA 1. 1.1.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. dan Dokumen Pengadaan RUJUKAN PERATURAN: Dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa harus secara jelas menyatakan rujukan peraturan dan persyaratan pengadaan yang tunduk pada ketentuan yang diatur dalam pedoman ini dan peraturan perundangan terkait.1.3. 1.3.3. 1.3.2.

2. Persyaratan kualifikasi. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan Prakualifikasi. 2. peralatan.3. mempergunakan metoda sistim gugur atau sistim nilai. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan pascakualifikasi: 2. penilaian aspek administrasi. Panitia Pengadaan/Tim Internal harus meyakini bahwa semua persyaratan kualifikasi telah disertakan sebagai bagian dari kelengkapan penawaran secara lengkap. Metoda penilaian.3.1. 98 .1.1.2.1. DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI 2.2. Tata cara penilaian kualifikasi.1. 2. pengalaman. tenaga kerja. tentang kualifikasi penyedia barang/jasa.1. Penilaian kualifikasi diselesaikan.Buku Kedua . Dokumen isian penilaian kualifikasi dapat dilihat dalam lampiran PQ-001.1. 2.4. Pada tahap evaluasi administrasi. permodalan.4. Persyaratan golongan calon peserta.3. Dokumen persyaratan kualifikasi dimasukkan sebagai bagian dari persyaratan administrasi dokumen penawaran. 2. dilakukan setelah evaluasi harga 2. sebagaimana diatur dalam bab VI angka 5.3.3. Dokumen penilaian kualifikasi sekurang-kurangnya memuat: 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.3. 2. dokumen penilaian kualifikasi juga memuat waktu dan tempat pengambilan serta pemasukan dokumen isian kualifikasi. 2.

2. 3. tanggal. 3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. dan waktu untuk memperoleh dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa.3. Tempat. hari. 3.1. hari. tanggal. Syarat Penyedia Barang/Jasa.3. Tempat. Alamat. Bentuk surat penawaran dan cara penyampaiannya. DOKUMEN PENGADAAN 3. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan pascakualifikasi. Metoda dan tata cara evaluasi. 99 . undangan disampaikan secara tertulis atau melalui pengumuman Kontraktor KKS kepada Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar dan memenuhi persyaratan. 3.3.2.2. 3. Dokumen Pengadaan terdiri dari: Undangan kepada Penyedia Barang/Jasa. dan Instruksi kepada peserta pengadaan (IKPP)/instruction to bidders (ITB).2. Alamat tujuan pengiriman dokuman penawaran.1.1. 3. dan waktu pemberian penjelasan mengenai dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa. nomor telepon/facsimile/e-mail Panitia Pengadaan/ Tim Internal. 3. tanggal. hari. UNDANGAN KEPADA PENYEDIA BARANG/JASA Undangan kepada Penyedia Barang/Jasa sekurang-kurangnya memuat: 1.1. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan Prakualifikasi. 3. Tempat.1. 2. 3. 2. 4.2. undangan kepada Penyedia Barang/Jasa yang lulus Prakualifikasi disampaikan secara tertulis atau melalui papan pengumuman resmi Kontraktor KKS.1. 4. Ketentuan umum: 1.2. INSTRUKSI KEPADA PESERTA PENGADAAN (IKPP)/ INSTRUCTION TO BIDDERS (ITB) Instruksi kepada peserta pengadaan (IKPP)/instruction to bidders (ITB) antara lain terdiri dari: 3. dan waktu penyampaian dokumen penawaran.

Surat jaminan keaslian dokumen penawaran dan dokumen pendukungnya.3. 2. 10.3. Ketentuan mengenai pemberian penghargaan (apabila ada). Sanksi kepada Penyedia Barang/Jasa yang sanggahannya ternyata tidak benar. Masa berlaku penawaran. 3. menggunakan barang-barang ilegal dan melanggar etika bisnis. 13. 9. Syarat teknis. Ketentuan tentang tata cara penyelesaian perselisihan. Penentuan forum perselisihan. Ketentuan pemutusan Kontrak. 2.Buku Kedua .2. Jenis dan uraian pekerjaan yang harus dilaksanakan termasuk kerangka acuan kerja dalam hal Jasa Konsultansi. antara lain: 1. 14. 8. 6. dan tempat untuk penyelesaian 11. termasuk rujukan/dasar hukum negara yang digunakan dalam penyelesaian perselisihan. 15. dan/atau melanggar ketentuan. Sanksi administrasi dan/atau finansial dalam hal Penyedia Barang/Jasa tidak memenuhi kewajiban. 3. 12.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. 100 . Ketentuan pemanfaatan fasilitas impor. 16. 3. Pengertian/batasan substansi penawaran (mandatory atau optional) harus dicantumkan dengan jelas pada Dokumen Pengadaan.3. Syarat administrasi Persyaratan administrasi yang terdiri dari: 1. Dokumen-dokumen yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. Tata waktu dan tempat pelaksanaan pengadaan. Ketentuan yang menyatakan tidak akan melakukan praktekpraktek monopoli dan persaingan tidak sehat. Surat Penawaran harus ditanda tangani oleh pejabat yang memiliki kewenangan menurut anggaran dasar perusahaan atau kuasanya. Lingkup pekerjaan. Metoda negosiasi. 7.

ketentuan untuk melampirkan fotocopy SKUP dan sertifikat TKDN berlaku bagi peserta pabrikan atau agen tunggal yang mewakili pabrikan yang menawarkan barang dengan TKDN 15% (lima belas persen) atau lebih. barang/jasa standar dan/atau approved brands. c. b. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 6.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Keharusan menggunakan semaksimal mungkin hasil produksi dan kompetensi dalam negeri dengan menyampaikan program penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri yang dinyatakan dalam bentuk pernyataan persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa. Persyaratan TKDN: a. Dikecualikan dari ketentuan ini adalah barang/jasa spesifik. 101 . Jenis dan mutu bahan yang disyaratkan. 7. Dalam hal pengadaan barang wajib dipergunakan. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Status sebagai barang/jasa spesifik. Keharusan untuk melampirkan fotocopy SKUP yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi dan sertifikat TKDN yang diterbitkan olehj instansi pemerintah yang membidangi perindustrian dalam pengadaan barang. 4. 5. Ketentuan tentang cara melaksanakan pekerjaan dan syarat-syarat khusus yang diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan. Spesifikasi teknis dan gambar-gambar tidak mengarah kepada merek/produk tertentu. standar atau approved brands harus telah dinyatakan secara tertulis sebagai bagian dari kebijakan (policy) pengelolaan rantai suplai Kontraktor KKS dan mengikuti ketentuan standarisasi yang diterbitkan oleh BPMIGAS. Persyaratan persentase minimal TKDN yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan. Ketentuan tentang prosedur penilaian fisik (apabila diperlukan). d. Ketentuan tentang tata cara pengawasan pemenuhan komitmen TKDN serta sanksi apabila komitmen pemenuhan TKDN tidak dapat dipenuhi. bagi peserta yang menawarkan barang dengan TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih.

Syarat Komersial: 1. Penawaran harus mencantumkan jumlah (volume/ quantity) dari setiap barang/jasa yang tercakup dalam paket pekerjaan. b. b. d. 2. Surat penawaran komersial ditandatangani pejabat yang memiliki kewenangan menurut anggaran dasar perusahaan atau kuasanya dan dibubuhi dengan meterai dengan nilai sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penawaran harus juga dilengkapi dengan harga satuan untuk setiap jenis (item) barang/jasa/pekerjaan. c. Daftar jumlah (volume/quantity) dan harga satuan (unit price) setiap jenis (item) barang/jasa harus diisi dengan penuh dan lengkap. sesuai dengan permintaan atau sesuai dengan yang telah disepakati dalam tahap evaluasi dan/atau negosiasi teknis. kecuali ditetapkan lain dalam Dokumen Pengadaan. 9. Jenis mata uang penawaran. 3. kecuali diizinkan memasukkan penawaran hanya sebagian (partial). 4. Apabila tanpa dilengkapi dengan penjelasan. dianggap tidak menawarkan jenis barang/jasa dimaksud.4. Penawaran harus dilengkapi dengan daftar rincian jumlah (volume/quantity) dan harga satuan (unit price). dalam dokumen penawaran harus dilengkapi dengan penjelasan. berikut nilai total penawaran untuk seluruh paket. Ketentuan khusus untuk Kontrak bersifat lumpsum: a.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. Penawaran untuk Kontrak berdasar harga satuan: a.Buku Kedua . 102 . Ketentuan tentang diijinkan atau tidak diijinkannya memasukkan pengecualian dan penawaran bersyarat. 3. Ketentuan tentang diijinkan atau tidak diijinkannya memasukkan penawaran alternatif. antara lain bahwa jenis pekerjaan tersebut sudah tercakup dalam komponen lain. Jenis barang/jasa yang tidak diberi harga satuan. Jumlah (volume/quantity) dan harga satuan (unit price) setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran bersifat pasti dan tidak boleh diubah.3.

Sistim evaluasi harga yang akan digunakan dan ketentuan tentang normalisasi harga (apabila akan diterapkan). Para pihak yang mengikat diri dalam Kontrak harus memiliki rekening bank yang berada dalam wilayah Negara Republik Indonesia baik sebagai rekening pembayar maupun sebagai rekening penerima. 7. Pada Kontraktor KKS tahap produksi. Apabila Kontraktor KKS terlambat memenuhi kewajiban pembayaran dari jangka waktu yang ditentukan dalam Kontrak. • Kontraktor KKS wajib menyelesaikan verifikasi atas dokumen penagihan dalam waktu maksimal 15 (lima belas) hari kerja. terhitung 1 (satu) hari setelah masa verifikasi berakhir. Ketentuan bahwa pembayaran akan dilaksanakan kepada Penyedia Barang/Jasa melalui rekening bank yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum Nasional. Apabila dokumen penagihan diketemukan kurang lengkap dan/atau tidak benar dikembalikan kepada Penyedia Barang/Jasa paling lambat pada akhir masa verifikasi. Kontraktor KKS wajib melaksanakan pembayaran dalam masa tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari kerja. Nilai denda tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi berdasarkan Kontrak Kerja Sama. 6. • • 103 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. Jangka waktu pembayaran. Pola konversi mata uang yang akan diberlakukan dalam hal peserta pengadaan diizinkan untuk meyampaikan penawaran dalam mata uang yang berbeda-beda. Penyedia Barang/Jasa dapat mengenakan denda atas keterlambatan pembayaran sebesar 1‰ (satu per mil) per hari kalender keterlambatan. b. transaksi pembayaran dilakukan melalui rekening pembayar dan rekening penerima pada Bank Umum berstatus BUMN/BUMD. Tata cara pembayaran: a. dari nilai tagihan yang terlambat dibayarkan. c.

3. 10. 3.9. maka Penyedia Barang/Jasa terkait dikenakan sanksi merah. Risalah rapat penjelasan pelelangan (apabila ada).8.6. dalam penawaran teknis maupun dalam penawaran harga. 3. masa berlaku. pernyataan TKDN dalam penawaran harga pada dasarnya harus sama dengan yang dinyatakan dalam penawaran teknis. dan persyaratan jaminan pemeliharaan (jika diterapkan).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan.Buku Kedua . dan/atau tanggal penyerahan barang/jasa. pembetulan kesalahan atau perubahan atas IKPP yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari IKPP. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim dua sampul. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim dua tahap. 9.3. Persentase. Ketentuan tentang denda atas keterlambatan penyerahan barang dan/atau penyelesaian pekerjaan.3. 8. dan persyaratan jaminan pelaksanaan. dan persyaratan jaminan penawaran. 3. 3.3. pernyataan TKDN dalam penawaran harga pada dasarnya harus sama dengan hasil kesepakatan pada evaluasi teknis atau negosiasi teknis. dilengkapi dengan informasi tambahan.3. penjelasan. Persentase. masa berlaku. • Dalam hal Penyedia Barang/Jasa lalai atau gagal memenuhi kewajiban yang diperjanjikan kepada sub kontraktor dan digugat oleh sub kontraktor ke pengadilan atau arbitrase. Konsep Kontrak sebagaimana diatur pada bab XIII dalam pedoman ini. 11.7. Ketentuan untuk menyatakan besaran tingkat komponen dalam negeri.5. Persentase. Persyaratan K3LL sesuai ketentuan yang berlaku. d. Kewajiban Penyedia Barang/Jasa kepada sub kontraktor Perusahaan Dalam Negeri: • Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan/ pemasok barang harus memenuhi kewajiban pembayaran kepada sub kontraktor Perusahaan Dalam Negeri sesuai ketentuan dalam kontrak antara Penyedia Barang/Jasa dengan sub kontraktor. 104 . masa berlaku.

BIAYA PENGGANTIAN DOKUMEN PENGADAAN 4.1.00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk nilai perkiraan pengadaan lebih besar dari Rp1.000.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). Pengambilan kembali biaya penggantian Dokumen Pengadaan dilakukan dengan cara mengembalikan Dokumen Pengadaan dan menunjukkan bukti pembayaran asli. Biaya penggantian Dokumen Pengadaan dibukukan ke rekening Kontraktor KKS untuk diperhitungkan sebagai pengurang biaya operasi. Sebesar Rp500.000.000. 4.1. 4.000. Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah biaya yang telah dipungut.000.000.4.2. Pada saat pengambilan dokumen instruksi kepada peserta pengadaan (IKPP)/instruction to bidders (ITB) dalam pelaksanaan pelelangan dan pemilihan langsung.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.1.000.000.2.000. 4.00 (lima milyar rupiah) atau sampai dengan US$ 500.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.00 (lima ratus ribu rupiah) untuk nilai perkiraan pengadaan lebih besar dari Rp5.1.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan Rp5.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.3.000. Biaya penggantian Dokumen Pengadaan dapat tidak dipungut apabila proses pengadaan dilakukan dengan metode e-Bidding. Sebesar Rp250. Penyedia Barang/Jasa dipungut biaya penggantian Dokumen Pengadaan sebagai berikut: 4. 4.000.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). Biaya penggantian Dokumen Pengadaan tersebut dapat diambil kembali apabila Kontraktor KKS membatalkan pelelangan sebelum penunjukan pemenang.000. 105 .

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB IX JAMINAN Pada dasarnya untuk setiap penawaran harga dalam proses pelelangan atau penawaran harga melalui metode pengadaan lainnya yang bernilai setara dengan nilai pelelangan didukung dengan surat jaminan penawaran. 106 .Buku Kedua . Demikian juga bagi Kontrak yang bernilai setara dengan nilai pelelangan dilengkapi dengan surat jaminan pelaksanaan. pada masa pemeliharaan. Penyedia Barang/Jasa harus menangguhkan sebagian tagihan pembayaran atau menyerahkan surat jaminan pemeliharaan sebagai jaminan pelaksanaan kewajiban pemeliharaan. Khusus bagi Kontrak jasa konstruksi.

1.1.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih dari US$50.2.2. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia atau diterbitkan oleh perusahaan asuransi dalam negeri.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Pengadaan dengan metoda pemilihan langsung atau penunjukan langsung sebagai tindak lanjut dari pelelangan gagal. Apabila diterbitkan oleh perusahaan asuransi.3. 1.3. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD.000.3.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) dapat disyaratkan untuk menyerahkan jaminan penawaran. Perusahaan asuransi harus: a.1. harus memenuhi kriteria berikut: 1.000. Pengadaan barang/jasa yang dilakukan dengan metoda pemilihan langsung dengan nilai lebih dari Rp500. Memiliki izin dari Menteri Keuangan untuk menerbitkan surety bond. KETENTUAN JAMINAN PENAWARAN: Nilai jaminan penawaran adalah antara 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga persen) dari harga penawaran. Apabila jaminan penawaran yang diserahkan lebih besar dari 3% (tiga persen) tidak menyebabkan diskualifikasi. 1. 1. 1.1.000. JAMINAN PENAWARAN 1.3. Penyedia Barang/Jasa wajib menyerahkan jaminan penawaran. Harus membuat surat pernyataan kesediaan membayar klaim asuransi sebesar nilai pertanggungan segera pada saat diminta oleh Kontraktor KKS. 1. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD. 2. Mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) dan direasuransikan kepada perusahaan asuransi di luar negeri yang bonafid sesuai keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia yang berlaku.2. dalam hal: Pengadaan barang/jasa dilakukan dengan metoda pelelangan. . b.1.3. 1. Jenis mata uang jaminan penawaran harus sama dengan jenis mata uang yang digunakan dalam penawaran. 107 1. 1.3.4.

maka Kontraktor KKS harus meminta Penyedia Barang/Jasa untuk memperpanjang masa berlaku jaminan penawaran untuk kurun waktu sampai dengan perkiraan terbitnya Kontrak. Counter bank guarantee (CBG). Apabila masa berlaku jaminan penawaran sudah habis sedangkan evaluasi penawaran belum selesai atau Kontrak belum dapat diterbitkan. atau b. 108 .3. Dalam surat jaminan penawaran. 4. Penjamin bersedia mencantumkan persyaratan unconditional bond. 1. 1. Jaminan penawaran harus berupa polis penjaminan dalam bentuk: a.3. Nama Kontraktor KKS yang melaksanakan pengadaan harus tercantum di dalam jaminan penawaran sebagai yang menerima jaminan penawaran.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Apabila nilai yang tercantum dalam angka berbeda dengan yang tercantum dalam huruf.8.5. Nama Penyedia Barang/Jasa yang tercantum dalam surat jaminan penawaran harus sama dengan nama penawar. 1.Buku Kedua . 1.9.6.7. Surat jaminan penawaran harus dijamin keasliannya dengan surat keterangan yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi penerbit surat jaminan. maka penawaran dinyatakan diskualifikasi. Nilai tersebut dalam angka harus sama dengan yang dinyatakan dalam huruf. Permintaan perpanjangan masa laku jaminan penawaran disampaikan kepada peserta pengadaan atau pemenang pengadaan paling lambat 5 (lima hari kerja) sebelum masa laku jaminan penawaran berakhir. sehingga dapat dicairkan tanpa menunggu penyelesaian antara pihak penjamin dengan pihak prinsipal/Penyedia Barang/ Jasa sesuai pasal 1832 KUH Perdata dan menyimpang dari pasal 1831 KUH Perdata.3.3. 1. nilai jaminan dicantumkan dalam angka dan huruf. Masa berlaku jaminan penawaran tidak kurang dari jangka waktu berlakunya penawaran. Jaminan penawaran (bid bond).3. yaitu jaminan penawaran yang dikeluarkan oleh Bank Umum berdasarkan jaminan asuransi kerugian yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi.

12. 1. Dalam hal jaminan penawaran (bid bond) dibatalkan secara sepihak oleh Penyedia Barang/Jasa sebelum masa berlakunya habis.10. 1. Judul dan nomor paket pengadaan yang tercantum dalam jaminan penawaran harus sama seperti judul dan nomor paket pengadaan. 109 . Dalam hal Penyedia Barang/Jasa membatalkan penawaran atau mengundurkan diri dalam masa berlakunya penawaran.3.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi merah. maka untuk selanjutnya jaminan penawaran yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan penawaran dimaksud tidak dapat diterima.13. sehingga Kontraktor KKS tidak dapat mencairkan jaminan dimaksud.11. Dalam hal Kontraktor KKS mengajukan permintaan pencairan jaminan dan tidak dapat mencairkan dengan segera atau paling lambat dalam masa 3 (tiga) bulan.14. Setiap 3 (tiga) bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah dan nilai jaminan penawaran yang telah dicairkan.3. maka peserta pengadaan diminta untuk mengganti jaminan penawaran dalam waktu tidak lebih dari 5 (lima) hari kerja. jaminan penawaran dicairkan dan masuk ke dalam kas Kontraktor KKS untuk diperhitungkan sebagai pengurang biaya operasi.3. 1. 1.12. Apabila dalam evaluasi penawaran diketahui ada peserta pengadaan menggunakan jaminan penawaran yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan tersebut pada angka 1. Jaminan penawaran dari perusahaan penerbit jaminan penawaran dimaksud baru dapat diterima 12 (dua belas) bulan setelah perusahaan penerbit jaminan penawaran dimaksud melunasi kewajibannya yang tertangguhkan.3. di atas.3.

Ketentuan tentang kewajiban menyerahkan jaminan pelaksanaan dapat tidak diterapkan pada: Kontrak penyewaan pergudangan. Sebelum penanda-tanganan Kontrak yang bernilai lebih besar dari Rp500. Ketentuan jaminan pelaksanaan: Nilai jaminan pelaksanaan adalah 5% (lima persen) dari nilai Kontrak.1.000. dapat dikenakan jaminan pelaksanaan lebih dari 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen).2. Masa berlaku jaminan pelaksanaan adalah selama jangka waktu Kontrak atau untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.1. 2. Nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap sisa nilai Kontrak. 2. Kontrak jasa asuransi. perkantoran atau 2. 110 . Untuk kegiatan/pekerjaan berisiko tinggi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) Penyedia Barang/Jasa wajib menyerahkan jaminan pelaksanaan. 2. b.3. Pada tahun ke-2 (kedua) dan/atau tahun berikutnya: a.000. perumahan. Pada tahun ke-1 (kesatu) : a.2.2. 2. Untuk Kontrak pengadaan barang/jasa dengan Kontrak tahun jamak jaminan pelaksanaan dapat ditetapkan sebagai berikut : 1.Buku Kedua . jaminan penawaran dari pemenang yang bersangkutan dikembalikan.2. 2.4.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$50.000. Pada saat jaminan pelaksanaan diterima oleh Kontraktor KKS. 2. JAMINAN PELAKSANAAN 2.4. Nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap total nilai Kontrak. 2.3.1. dinaikkan menjadi sekurang-kurangnya 5% (lima persen) sampai 10% (sepuluh persen) terhadap 80% (delapan puluh persen) HPS/OE.4. 2.2.4. Jaminan pelaksanaan bagi penawaran yang nilainya lebih kecil dari 80% (delapan puluh persen) terhadap HPS/OE.

Untuk Kontrak lumpsum dan/atau Kontrak turnkey nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap keseluruhan nilai selama jangka waktu Kontrak.4. Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan jaminan pelaksanaan tahun berikutnya. Dalam hal masa berlaku jaminan pelaksanaan ditetapkan 1 (satu) tahun. 2.4. 2. Nilai dalam angka harus sama dengan nilai yang dinyatakan dalam huruf. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan harus dicantumkan pada Dokumen Pengadaan.4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b.4. 2. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia.7. Jenis mata uang (currency) jaminan pelaksanaan harus sama dengan jenis mata uang yang digunakan dalam Kontrak.9. Untuk Kontrak call off order nilai jaminan pelaksanaan ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap perkiraan pemakaian per tahun yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS.5.4.4. 3.4. 111 . 2. Nama Penyedia Barang/Jasa yang tercantum dalam jaminan pelaksanaan harus sama dengan nama pelaksana.11. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD. Masa berlaku jaminan pelaksanaan adalah selama sisa jangka waktu Kontrak atau untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. ditambah sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan. Nilai jaminan dicantumkan dalam angka dan huruf. 2. dijelaskan pada rapat penjelasan dan tercantum dalam kontrak. 4.4. 2.8. 2.4. maka paling lambat 2 (dua) minggu sebelum berakhirnya masa berlaku jaminan pelaksanaan. 2.12. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD. Besaran persentase jaminan pelaksanaan tidak berubah selama masa pelaksanaan Kontrak. 2.10.6. Nama Kontraktor KKS pemilik pekerjaan harus tercantum di dalam jaminan pelaksanaan sebagai yang menerima jaminan pelaksanaan. Masa berlaku jaminan pelaksanaan adalah sama dengan masa penjaminan.4. termasuk masa pembuktian pencapaian TKDN pekerjaan jasa.

Penyedia Barang/Jasa harus mengganti jaminan pelaksanaan dengan yang benar. 2.15. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa mengundurkan diri atau oleh Kontraktor KKS dinilai tidak mampu untuk menyelesaikan pekerjaan sehingga Kontrak diputus sebelum berakhirnya masa Kontrak.4.4.4.13. Dalam hal jaminan pelaksanaan (performance bond) dibatalkan secara sepihak oleh Penyedia Barang/Jasa sebelum masa berlakunya habis. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. maka jaminan pelaksanaan dicairkan dan masuk ke dalam kas Kontraktor KKS untuk diperhitungkan sebagai pengurang biaya operasi.4. Penyedia Barang/Jasa harus membuat pernyataan yang menjamin keaslian jaminan pelaksanaan yang ditandatangani oleh pemimpin perusahaan atau pejabat lain yang memiliki kewenangan sesuai dengan akte pendirian perusahaan dan perubahannya. 2. maka untuk selanjutnya jaminan pelaksanaan yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan pelaksanaan dimaksud tidak dapat diterima.19. Dalam hal Kontraktor KKS mengajukan permintaan pencairan jaminan dan perusahaan penerbit jaminan tidak dapat mencairkan dengan segera atau paling lambat dalam masa 3 (tiga) bulan.4.4. sehingga Kontraktor KKS tidak dapat mencairkan jaminan dimaksud.18.Buku Kedua . dan denda keterlambatan telah mencapai maksimum namun pekerjaan dapat dilanjutkan dan diselesaikan. Dalam hal terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan atau terlambat menyerahkan barang. Apabila dalam proses penandatangan Kontrak Penyedia Barang/Jasa menyerahkan jaminan pelaksanaan yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan tersebut pada 112 . Penerbit jaminan harus menyatakan bahwa jaminan pelaksanaan bisa dicairkan dengan segera sesuai pasal 1832 KUH Perdata dan menyimpang dari pasal 1831 KUH Perdata. 2.16.14. maka jaminan pelaksanaan tidak dicairkan. Apabila terdapat perbedaan.4. Jaminan pelaksanaan dari perusahaan penerbit jaminan pelaksanaan dimaksud baru dapat diterima 12 (dua belas) bulan setelah perusahaan penerbit jaminan pelaksanaan dimaksud melunasi kewajibannya yang tertangguhkan. 2. kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi merah. Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah dan nilai jaminan pelaksanaan yang telah dipungut. 2.17.

Setelah pelaksanaan pekerjaan/penyerahan barang seluruhnya selesai.18. dan 3.4.4. maka Kontraktor KKS tidak bertanggung jawab atas kehilangan.20. Jaminan pelaksanaan dapat diambil Penyedia Barang/ Jasa: 1. Setelah pembuktian pencapaian target TKDN jasa disepakati.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 angka 2. Apabila dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender setelah tanggal pemberitahuan jaminan pelaksanaan tersebut tidak diambil. Berdasarkan pemberitahuan dari Kontraktor KKS. kerusakan atau penyalahgunaan jaminan pelaksanaan tersebut. dan 2. di atas. 113 . 2. maka peserta pengadaan diminta untuk mengganti jaminan pelaksanaan dalam waktu tidak lebih dari 5 (lima) hari kerja.

3.3. Dalam hal diberikan uang muka. 3.Buku Kedua . 114 . Jaminan atas uang muka dikembalikan kepada Penyedia Barang/ Jasa pada saat dibuat berita acara penyelesaian pekerjaan tahap pertama. JAMINAN UANG MUKA 3. 3.2. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD. Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan jaminan uang muka. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia.4.1. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Besarnya jaminan uang muka harus bernilai sekurang-kurangnya sama dengan jumlah uang muka yang diberikan.

4. Dalam hal pekerjaan tersebut dapat dikategorikan sebagai Pekerjaan Bersifat Kompleks. sedangkan sisa 10% (sepuluh persen) merupakan retensi selama masa pemeliharaan. besarnya pembayaran terakhir yang ditahan dapat ditetapkan lebih besar dari 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen). Sebagai pengganti ditahannya sebagian nilai pembayaran. Bagi Pekerjaan konstruksi yang Bersifat Kompleks: 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. namun Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan surat jaminan pemeliharaan sebesar 5% (lima persen) dari nilai Kontrak.3. dapat disepakati kewajiban pemeliharaan dijamin menggunakan surat jaminan pemeliharaan. atau 2. Apabila pekerjaan telah selesai 100% (seratus persen) maka pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa dapat dilaksanakan sebagai berikut: 4.3.4. JAMINAN PEMELIHARAAN 4. Apabila Penyedia Barang/Jasa tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan selama masa pemeliharaan sebagaimana mestinya maka Kontraktor KKS berhak menggunakan uang retensi atau mencairkan jaminan pemeliharaan untuk membiayai perbaikan atau pemeliharaan. 100% (seratus persen) dari nilai Kontrak. atau 2.1.5. dapat disyaratkan untuk menahan sebagian pembayaran atas penyerahan barang atau hasil pekerjaan sebesar 5% (lima persen) dari total nilai Kontrak sebagai jaminan selama masa pemeliharaan. sedangkan sisa 5% (lima persen) merupakan retensi selama masa pemeliharaan. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD.2. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD. Masa berlaku jaminan pemeliharaan minimal sama dengan masa pemeliharaan. Bagi pekerjaan konstruksi. 4. 115 . 4. Bagi Pekerjaan konstruksi yang tidak Bersifat Kompleks: 1. 95% (sembilan puluh lima persen) dari nilai Kontrak.2. 100% (seratus persen) dari nilai Kontrak.1. namun Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan surat jaminan pemeliharaan sebesar 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak.3. 4. 90% (sembilan puluh persen) dari nilai Kontrak. 4.

.

116 . kartu pengadaan (procurement card). pemilihan langsung. Dalam keadaan tertentu sesuai ketentuan pedoman ini.Buku Kedua . Pemilihan Penyedia Barang/Jasa melalui pelelangan umum.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB X METODA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG / JASA PEMBORONGAN / JASA LAINNYA Pada prinsipnya pemilihan Penyedia Barang/Jasa dalam pengadaan barang/ Jasa Pemborongan /Jasa Lainnya dilakukan melalui pelelangan umum. pemilihan Penyedia Barang/Jasa dapat dilakukan melalui pelelangan terbatas. pengadaan secara elektronik (e-Procurement) atau melalui swakelola. pelelangan terbatas dan pemilihan langsung wajib mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri yang memenuhi persyaratan. penunjukan langsung.

media cetak dan apabila memungkinkan melalui media elektronik.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100. 1. 1. Diikuti oleh Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi kualifikasi kompetensi dan kemampuan usaha sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan.2.2. tetap menggunakan ketentuan yang diatur dalam bab III angka 6.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat): 1.1. PELELANGAN UMUM 1.000. 1.000. atau spesifik (seperti bahan kimia khusus. Dalam hal penilaian kualifikasi menggunakan sistim Prakualifikasi.2.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$50.2.1. perangkat lunak teknologi informasi (information technology software). 2. 3. Dalam hal pengadaan Barang/Jasa yang menggunakan teknologi atau berisiko tinggi.2.4.2.000. 1. 1. mengacu kepada prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dengan diumumkan terlebih dahulu melalui papan pengumuman resmi Kontraktor KKS. Dalam hal pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan. 117 .000. Pelelangan umum adalah pengadaan barang/jasa yang dilakukan secara terbuka untuk umum. SYARAT PELELANGAN: Dilakukan untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp500. Diutamakan bagi Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil yang terdaftar dalam Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu (DPM).000. Pengadaan pekerjaan dengan nilai sampai dengan Rp1.2.000.000. atau barang/jasa yang mempunyai persyaratan khusus dapat dilakukan dengan hanya mengundang Penyedia Barang/Jasa usaha menengah dan usaha besar. sekurang-kurangnya diikuti oleh 3 (tiga) Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus kualifikasi dan memasukkan penawaran.3.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.

Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. Dilakukan negosiasi harga apabila setelah pembukaan penawaran diketahui bahwa tidak ada satupun penawaran yang bernilai sama atau lebih rendah dibanding HPS/OE.6. Dalam hal penilaian kualifikasi menggunakan sistim pascakualifikasi. 1. sekurang-kurangnya diikuti oleh 3 (tiga) Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran.2.5.2. 118 . 1.3. TATA CARA PELELANGAN UMUM Tata cara pelelangan umum yang dimulai sejak pengumuman pelelangan sampai dengan penunjukan pemenang pengadaan mengikuti ketentuan dalam bab XI pedoman ini. dan yang memenuhi kualifikasi sekurang-kurangnya 1 (satu).

3. Penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar. Diketahui secara luas bahwa jumlah Penyedia Barang/Jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan terbatas. Dalam pengumuman dicantumkan kriteria peserta dan nama Penyedia Barang/Jasa yang akan diundang. 119 . 2. atau 4. Pengadaan barang dengan pelelangan antar pabrikan. Pemilihan langsung kepada penawaran yang masuk. Pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar.2. atau 2.3. wajib diikutsertakan. apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua).1. Metode pelelangan terbatas dapat dilaksanakan untuk pengadaan barang/jasa yang memenuhi kondisi berikut: 2. 2. Apabila peserta yang mendaftar dan memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga). Apabila setelah diumumkan terdapat Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar dan memenuhi kriteria namun tidak tercantum dalam pengumuman. Apabila pelelangan terbatas ulang gagal. maka proses dilanjutkan dengan cara: 1. Peserta yang mendaftar dan memasukkan penawaran minimal 3 (tiga).1. PELELANGAN TERBATAS 2.2. 2. 2.3. Pelelangan terbatas dilaksanakan dengan cara mengundang melalui pengumuman minimal 2 (dua) calon peserta yang memenuhi kriteria tertentu. Dalam hal pabrikan tidak melaksanakan sendiri pemasaran produknya.2.3. pelelangan dinyatakan gagal dan dilakukan pelelangan terbatas ulang. Tata cara pelelangan terbatas pada dasarnya sama seperti proses pelelangan umum.2.3. apabila penawaran yang masuk minimal 2 (dua). 2. Penunjukan langsung kepada penawaran yang masuk. apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu). kecuali: 2.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). Pengumuman dimaksudkan untuk menjaring peserta lain yang memenuhi persyaratan. atau 3.2. maka pabrikan dapat menunjuk satu distributor tunggal untuk bertindak atas nama pabrikan.

5. Apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua). 7. Khusus untuk pengadaan barang wajib dipergunakan: 1. Apabila setelah dilakukan negosiasi bersamaan harga penawaran hasil negosiasi masih lebih tinggi dibanding HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang melalui pengumuman semua pabrikan yang tercantum dalam buku APDN yang memenuhi persyaratan pencapaian TKDN. 120 . proses dilanjutkan melalui metode pelelangan umum dengan mengundang pabrikan dalam negeri yang menawarkan barang produksi dalam negeri dengan TKDN minimal 10% (sepuluh persen).Buku Kedua .3. 4. 6. proses dilanjutkan dengan melakukan negosiasi bersamaan kepada penawaran peringkat I (pertama) sampai dengan penawaran peringkat III (ketiga) berdasarkan harga evaluasi penawaran (HEP). Apabila peserta yang memasukkan penawaran hanya 2 (dua). proses dilanjutkan dengan pemilihan langsung kepada peserta yang memasukkan penawaran.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat mencantumkan dalam pengumuman hanya 1 (satu) pabrikan. Apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu) dilakukan penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar. 3.4. Apabila pelelangan terbatas atau pemilihan langsung atau penunjukan langsung mengalami kegagalan karena setelah dilakukan negosiasi bertahap kepada penawaran peringkat I (pertama) sampai dengan penawaran peringkat III (ketiga) berdasarkan harga evaluasi penawaran (HEP) masih lebih tinggi dibanding dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. proses dilanjutkan dengan penunjukan langsung kepada peserta yang memasukkan penawaran. Apabila peserta yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu). proses dilanjutkan dengan pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar. 2. apabila dalam buku APDN hanya tercantum 1 (satu) pabrikan yang memenuhi persyaratan pencapaian TKDN.

apabila penawaran yang masuk minimal 2 (dua). proses dilanjutkan dengan cara: a. apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua). Penunjukan langsung kepada penawaran yang masuk. Penilaian kualifikasi dilakukan dengan cara Prakualifikasi. Pemilihan langsung kepada penawaran yang masuk. Pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar. atau b. apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu). 121 . atau c.4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. atau d. apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). Apabila proses pelelangan umum mengalami kegagalan. 2. Penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar.

2.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50.2. dan bab X angka 2. 3.Buku Kedua .000.000.2. 3.a.2. 3. Sebagai proses lebih lanjut atas pelelangan ulang gagal.000.3. Merupakan kelanjutan dari proses pelelangan gagal karena peserta yang mendaftar atau yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua) dan diketahui secara luas bahwa hanya terdapat 2 (dua) Penyedia Barang/Jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan tersebut.1. 2.1.1. pemasangan air untuk fasilitas perumahan dan perkantoran.3.2.2.000. Untuk pemasangan telepon.2. perkantoran atau pergudangan. Pemilihan langsung dapat dilaksanakan dengan cara mengundang sekurang-kurangnya 2 (dua) Penyedia Barang/Jasa.4.3.4. Merupakan kelanjutan proses dari pelelangan ulang yang gagal karena peserta yang mendaftar atau yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua). pemasangan gas.1.2. 3. 3.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) Pemilihan Langsung dengan nilai lebih besar dari Rp500. PEMILIHAN LANGSUNG Pemilihan langsung adalah pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan mengundang sekurang-kurangnya 3 (tiga) Penyedia Barang/ Jasa. SYARAT PEMILIHAN LANGSUNG: Pemilihan langsung dilaksanakan untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp50.3.00 (lima puluh juta rupiah) atau lebih besar dari US$5.000. 3.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) dapat dilakukan apabila memenuhi salah satu kondisi berikut: 1. 3.000.000.3.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.000.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan nilai Rp500. 3. Merupakan kelanjutan dari proses pelelangan atau pelelangan terbatas sebagaimana diatur pada bab III angka 7. apabila memenuhi salah satu keadaan berikut: Diketahui secara luas bahwa Penyedia Barang/Jasa yang mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan hanya 2 (dua).00 (lima ratus juta rupiah) atau sampai dengan nilai US$50.000. 122 .7. 3. 3. Untuk penyewaan pertama kali atau pindah lokasi fasilitas perumahan.

6. namun dapat dipenuhi dengan beberapa merek (approved brands). Merupakan pekerjaan mendesak sebagai akibat kejadian yang tidak terduga. Tata cara mengikuti ketentuan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang wajib dipergunakan. Merupakan pelaksanaan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang wajib dipergunakan namun jumlah yang mendaftar dan/atau yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua). c. Merupakan pekerjaan yang harus segera dilaksanakan untuk memenuhi ketentuan pemerintah dan/atau peraturan perundang-undangan yang harus segera dipatuhi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. atau b. 123 . Pelaksanaan standarisasi barang/peralatan sehingga diperlukan barang/peralatan yang sama dengan yang telah terpasang. Dengan dilengkapi justifikasi tertulis yang disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau pimpinan tertinggi setempat sesuai batas nilai kewenangannya. yang apabila tidak segera dilaksanakan akan mengakibatkan kehilangan kesempatan mempertahankan tingkat produksi minyak dan/atau gas bumi atau akan menunda pelaksanaan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi. Penetapan standar barang/peralatan mengikuti ketentuan standarisasi yang diterbitkan oleh BPMIGAS. Pengadaan perabotan (furniture) Produksi Dalam Negeri untuk perumahan atau perkantoran. dalam hal memenuhi salah satu dari keadaan berikut: a. b. d. Diketahui secara luas bahwa Penyedia Barang/Jasa yang mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan hanya 2 (dua). Merupakan kelanjutan dari proses lelang gagal karena peserta yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua) dan diketahui secara luas bahwa hanya terdapat 2 (dua) Penyedia Barang/Jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan tersebut. dalam hal: a. Dengan dilengkapi justifikasi tertulis yang disetujui oleh Pejabat Berwenang.

atau 2.4.2. Urutan proses sejak pemberian penjelasan sampai dengan penunjukan pemenang. Pemberian penjelasan dilakukan apabila dianggap perlu.Buku Kedua .3. Dalam hal harga penawaran terendah sudah lebih rendah dari pada HPS/OE maka negosiasi harga hanya dilakukan kepada penawar terendah pertama. 124 .000. Dilakukan negosiasi harga namun tidak boleh mengubah lingkup pekerjaan. Masa sanggah hanya 1 (satu) kali.000.4. kecuali : 1. Sumber lain di luar DPM. 3.4. 3.2.4.1. 3. Penawaran yang masuk sekurang-kurangnya 2 (dua) dan yang memenuhi syarat sekurang-kurangnya 1 (satu).00 (lima puluh ribu dollar Amerika Serikat).000. Pelaksanaan negosiasi mengikuti tata cara negosiasi pada proses pelelangan umum. 3. Penilaian kualifikasi calon Penyedia Barang/Jasa dilakukan secara Prakualifikasi. TATA CARA PEMILIHAN LANGSUNG: 3.4. dalam bab ini. Apabila yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu) dilanjutkan dengan evaluasi sesuai dengan tata cara penunjukan langsung. berlaku selama 3 (tiga) hari kerja terhitung setelah tanggal pengumuman pemenang serta diterapkan hanya untuk paket pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp500. Pelaksanaan pemilihan langsung dilakukan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. 3. Barang/jasa yang diperlukan dalam kegiatan pemboran lepas pantai (offshore). 2. Pemilihan langsung dilaksanakan dengan mengundang calon Penyedia Barang/Jasa dari: 1.6. 3.5.5. dengan menara pemboran (drilling rig) yang diadakan dengan metoda penunjukan langsung sebagai akibat terjadinya kelangkaan menara pemboran laut (offshore drilling rig) sebagaimana diatur dalam angka 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa e. mengikuti tata cara pelelangan.d.4.2.4. sesuai batas nilai kewenangannya.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang Penyedia Barang/Jasa dengan cara mengumumkan di papan pengumuman resmi Kontraktor KKS atau mengirimkan surat undangan kepada Penyedia Barang/Jasa terundang.4. 3. Daftar Penyedia Mampu (DPM).

5.00 (seratus ribu dollar Amerika Serikat). Hasil evaluasi diumumkan atau diberitahukan secara terulis kepada peserta pengadaan.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Berita acara pembukaan penawaran ditandatangani Panitia Pengadaan/Tim Internal.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100.000. 125 . Bagi paket pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.000.000. pembukaan penawaran dilakukan Panitia Pengadaan/Tim Internal tanpa harus dihadiri oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa.

Pimpinan tertinggi Kontraktor KKS menyatakan keadaan darurat (emergency) dan harus melaporkan ke BPMIGAS dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam. 2.1. 4.000.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat).000. Sebagai proses lanjut atas pemilihan langsung gagal karena hanya ada 1 (satu) peserta yang memasukkan penawaran. Proses pengadaannya tidak memerlukan persetujuan BPMIGAS terlebih dahulu. PENUNJUKAN LANGSUNG Pengadaan secara penunjukan langsung dilaksanakan dengan cara menunjuk langsung kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa.1. Pada saat selesainya penanggulangan keadaan darurat (emergency) Kontraktor KKS melaporkan dan meminta untuk dilakukan audit kepada BPMIGAS bagi semua kegiatan pengadaan barang/jasa yang telah dilakukan.2. a.3.2.00 (lima puluh juta rupiah) atau US$5.Buku Kedua . Untuk penunjukan langsung dengan nilai lebih besar dari Rp50.000. 4. 4. Syarat Penunjukan Langsung: Penunjukan langsung dapat dilaksanakan untuk pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp50.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.2. Sebagai proses lanjut atas pelelangan ulang gagal karena hanya ada 1 (satu) peserta yang memasukkan penawaran.000. 4. 4.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat).00 (lima puluh juta rupiah) atau US$5.4. dapat dilakukan untuk hal-hal berikut: 1. c.4. disertai permohonan izin untuk melakukan tindakan pengadaan barang/jasa yang diperlukan untuk mengatasi keadaan tersebut. 3. b. Pekerjaan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi sehubungan dengan telah terjadinya keadaan darurat (emergency).000. Merupakan kelanjutan dari proses pelelangan atau pelelangan terbatas sebagaimana diatur pada bab X angka 2.000. 126 .2.

f. Merupakan kelanjutan dari pelelangan ulang yang gagal karena peserta yang mendaftar hanya ada 1 (satu). Pengadaan jenis barang dengan penjumlahan TKDN + BMP mencapai minimal 40% (empat puluh persen). Pekerjaan tertentu dengan dilengkapi justifikasi yang disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS. sebagai akibat Keadaan Mendesak yang terjadi mendadak. 6.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih dari US$5. Dalam hal ini dapat dilakukan penunjukan langsung kepada BUMN tersebut. Untuk perpanjangan masa penyewaan rumah. yang diproduksi oleh 1 (satu) perusahaan yang berstatus badan usaha milik negara (BUMN). Pekerjaan mendesak yang tidak dapat ditunda dan harus segera dilaksanakan.000. sedangkan di wilayah negara Republik Indonesia terdapat peralatan dimaksud dengan kemungkinan akan segera diekspor karena masa kontraknya akan segera berakhir. d. yaitu: a. kantor. Pengadaan barang/jasa tertentu yang diketahui secara luas hanya dapat dilaksanakan oleh 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa.000. gudang. 127 . Pekerjaan mendesak yang diperlukan untuk meningkatkan volume produksi minyak dan/atau gas bumi berdasarkan permintaan Pemerintah Republik Indonesia melalui BPMIGAS dan harus dipenuhi dalam waktu selama-lamanya 1 (satu) tahun. lebih dari 50% (lima puluh persen) saham BUMN tersebut dimiliki oleh Negara. e.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000. c. dengan nilai perkiraan lebih dari Rp50.000. Dengan ketentuan.000. b. Pengadaan menara pemboran laut (offshore drilling rig) dan barang/jasa pendukung pelaksanaan pemboran terkait dan kapal survei seismic. lapangan penumpukan (termasuk shore base) atau pelabuhan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. pada kondisi terjadi kelangkaan menara pemboran laut (offshore drilling rig) atau kapal survei seismic.

e. Dalam hal diperlukan kesinambungan (bridging) pekerjaan yang sedang berlangsung. Untuk pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dari pekerjaan yang tidak ada harga standarnya. c. antara lain pengadaan barang/jasa yang terkait dengan kepemilikan lisensi/hak kepemilikan/ proprietary right.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. Pengadaan barang/jasa spesifik yang hanya dapat dipenuhi oleh 1 (satu) pabrikan atau Penyedia Barang/ Jasa tertentu. misalnya perangkat lunak teknologi informasi termasuk jasa pemeliharaannya. Pelaksanaan pekerjaan ini tidak boleh dilakukan secara berturutan dengan penambahan lingkup kerja (PLK) kesinambungan (bridging) pada Kontrak yang sama. 128 . Untuk pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dan telah ada harga standar dengan menggunakan satuan harga menurut harga yang berlaku pada Kontrak yang bersangkutan dan secara teknis merupakan satu kesatuan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan terdahulu berdasarkan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis. dan • Secara kumulatif waktu pelaksanaan tidak melebihi 6 (enam) bulan. Pekerjaan tertentu dengan dilengkapi justifikasi tertulis yang disetujui oleh Pejabat Berwenang dan memenuhi sekurangkurangnya salah satu syarat sebagai berikut: a. b. Pekerjaan tambahan yang tidak dapat dihindarkan dalam rangka penyelesaian pekerjaan semula dan telah ada harga standar dengan menggunakan satuan harga yang berlaku pada Kontrak yang bersangkutan sepanjang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. tetapi sehubungan dengan homogenitasnya perlu dijaga kontinuitas pelaksanaannya sesuai dengan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis. d. sementara proses lelang atau pemilihan langsung belum selesai.Buku Kedua . dengan ketentuan: • Masa pelaksanaan paling lama hanya sampai dengan 1 (satu) hari sebelum tanggal dimulainya pekerjaan berdasar Kontrak baru.

Penetapan standar barang/peralatan mengikuti ketentuan standarisasi yang diterbitkan oleh BPMIGAS. k. dalam rangka pengoperasian dan/atau pengelolaan peralatan atau permesinan tersebut. dengan nilai perkiraan maksimal Rp50. Pelaksanaan pengadaan harus dilengkapi dengan program uji coba yang lengkap.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat): • Pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh 1 (satu) penyedia Jasa Konsultansi yang telah terbukti berhasil mencapai suatu target yang sangat baik dan dipercaya akan berhasil mencapai target yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS. yang disahkan oleh pimpinan fungsi pengguna barang/jasa.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Dalam rangka standarisasi barang/peralatan sehingga diperlukan barang/peralatan yang sama dengan yang telah terpasang. dengan nilai per paket pekerjaan maksimal Rp5. Pekerjaan Jasa Konsultansi atau pelatihan pekerja yang dilaksanakan oleh pabrikan atau agen tunggal peralatan atau permesinan. 4.000.3. Merupakan kelanjutan dari pelelangan ulang yang gagal karena peserta yang mendaftar hanya ada 1 (satu).000. h.000.000. j. 129 f.000. Pekerjaan Jasa Konsultansi yang hanya dapat dilakukan oleh 1 (satu) pemegang hak cipta yang telah terdaftar atau pihak yang telah mendapat izin pemegang hak cipta. g. Pekerjaan Jasa Konsultansi.000. Dalam rangka uji coba penggunaan barang/peralatan hingga diperoleh hasil yang diinginkan berdasarkan analisa keekonomian dan/atau evaluasi kinerja (performance based evaluation).00 (lima puluh milyar rupiah) atau maksimal US$5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).00 (lima milyar rupiah) atau maksimal US$500.000. i. • Pekerjaan Jasa Konsultansi dan/atau pelatihan pekerja yang dilaksanakan penyedia Jasa Konsultansi dan dikerjakan oleh tenaga ahli yang secara pribadi per pribadi diyakini mampu memberikan hasil yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS. termasuk tatawaktu dan kriteria evaluasi. .000.

7.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) mulai dari permintaan penawaran mengikuti tata cara pelelangan.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) tanpa Kontrak.3. dapat dilakukan sampai dengan nilai Rp50. 130 . 3.000. Lebih besar dari Rp25. 4. Dilakukan negosiasi harga dan bila diperlukan sebelum negosiasi harga dilakukan Klarifikasi dan negosiasi aspek lainnya.5.500. Tidak disediakan masa sanggah.500.3. kecuali merupakan kelanjutan dari proses pelelangan ulang yang gagal atau merupakan kelanjutan dari proses pemilihan langsung yang gagal.1. Jaminan penawaran tidak diperlukan.000.000.Buku Kedua .3.000. Pemberian penjelasan dilakukan hanya apabila dianggap perlu.3.4. kecuali: 1. 4. Tindakan ini tidak dikategorikan sebagai post bidding.00 (dua puluh lima juta rupiah) atau lebih besar dari US$2. 4. Dalam hal ini berita acara pembukaan penawaran ditandatangani oleh anggota Panitia Pengadaan/ Tim Internal. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengirimkan undangan kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus penilaian kualifikasi untuk memasukkan penawaran.00 (dua puluh lima juta rupiah) atau setinggitingginya US$2.000.000.000. Pembukaan penawaran tidak harus dihadiri oleh Penyedia Barang/Jasa.2.000. Dalam hal menggunakan kartu pengadaan (procurement card). 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa TATA CARA PENUNJUKAN LANGSUNG: Pelaksanaan penunjukan langsung dilakukan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal sesuai batas nilai kewenangannya.00 (dua ribu lima ratus dolar Amerika Serikat) dapat dilakukan secara tunai atau cara lain tanpa perikatan Kontrak. 5.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat meminta tambahan dokumen pendukung penawaran.000.3. 4. 6. 2.00 (limapuluh juta rupiah) atau lebih besar dari US$5.00 (limapuluh juta rupiah) atau sampai dengan nilai US$5. Negosiasi tidak boleh mengubah sasaran pekerjaan.00 (dua ribu lima ratus dolar Amerika Serikat) harus dilakukan dengan Kontrak. Paket pengadaan dengan nilai setinggi-tingginya Rp25. 4. Urutan proses penunjukan langsung dengan nilai lebih besar dari Rp50.000.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

8. Tata waktu disesuaikan dengan kebutuhan. 9. Tidak diperlukan pengumuman hasil pengadaan kecuali merupakan kelanjutan dari proses pelelangan ulang yang gagal atau merupakan kelanjutan dari proses pemilihan langsung yang gagal. 4.3.6. Pengadaan barang/jasa spesifik: 1. Penentuan kebutuhan barang/jasa spesifik ditetapkan dalam suatu kebijakan tertulis oleh Kontraktor KKS, berdasarkan hasil penelitian teknis yang dapat dipertanggungjawabkan. 2. Pengguna barang/jasa yang bersangkutan harus membuat spesifikasi teknis lengkap dan analisis teknis bahwa barang/jasa tersebut tidak dapat digantikan oleh barang/jasa lain dan/atau berdasarkan peraturan hanya boleh disediakan oleh Penyedia Barang/Jasa tertentu. 3. Dilaksanakan kepada penyedia jasa tunggal untuk jasa spesifik, atau kepada penyedia barang spesifik yaitu pabrikan atau agen tunggal/agen/distributor yang berstatus agen dari merek/ jenis barang spesifik tersebut. Penyedia Barang/Jasa berstatus agen harus memenuhi syarat: a. Memiliki perjanjian keagenan dengan pabrikan atau surat penunjukan dari pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan, dan/atau surat keterangan dari Instansi Pemerintah yang berwenang; b. Penawaran harga harus didukung dengan daftar harga yang dikeluarkan oleh prinsipal yaitu pabrikan atau yang mewakili pabrikan.

131

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

5. 5.1.

PROCARD Pengadaan dengan procurement card (procrad) adalah pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung dengan menggunakan media procard sebagai sarana pembayaran tanpa harus menerbitkan surat perjanjian/ Kontrak, surat pesanan, atau purchase order (PO). Tata cara mengenai pengadaan dengan Procard dapat dilihat pada lampiran MP- 001.

5.2.

6. PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK (E-PROCUREMENT): 6.1. Pengadaan secara elektronik (e-Procurement) merupakan pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan menggunakan jaringan elektronik (jaringan internet atau intranet) atau electronic data interchange (EDI). Metoda pelaksanaan e-Procurement terdiri dari e-Bidding dan e-Reverse Auction (e-RA). Tata cara pengadaan secara elektronik dapat dilihat pada lampiran MP- 002, dengan ketentuan: Pemanfaatan e-Procurement harus tetap memberikan kesempatan berusaha bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil dan memberdayakan Perusahaan Dalam Negeri serta mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. Pelaksanaannya harus tetap menerapkan konsep transparansi dan persaingan usaha secara sehat. e-BIDDING: e-Bidding merupakan pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan cara penyampaian informasi dan/atau data pengadaan dari Kontraktor KKS maupun dari Penyedia Barang/Jasa, dimulai dari pengumuman sampai dengan pengumuman hasil pengadaan, dilakukan melalui media elektronik antara lain menggunakan media internet, intranet dan/atau electronic data interchange (EDI). e-Bidding dapat dilaksanakan untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp50.000.000,00 (limapuluh juta rupiah) atau lebih besar dari US$5.000,00 (lima ribu dolar Amerika Serikat).

6.2. 6.2.1.

6.2.2.

6.3. 6.3.1.

6.3.2.

132

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

6.3.3.

Dalam hal menggunakan metoda pelelangan umum atau pelelangan terbatas, pengumuman juga dilakukan di papan pengumuman resmi Kontraktor KKS dan/atau media massa sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk nilai sampai dengan Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau nilai sampai dengan US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat), Penyedia Barang/Jasa tidak menyerahkan dokumen penawaran dan dokumen pendukung penawaran. 1. Penyedia Barang/Jasa yang ditunjuk sebagai pemenang pengadaan wajib menyerahkan surat penawaran sesuai ketentuan yang berlaku lengkap dengan perincian dan dokumen pendukung yang berkaitan, dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari setelah tanggal penunjukan. 2. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dianggap mengundurkan diri. Selanjutnya peserta dengan penawaran peringkat berikutnya dapat ditunjuk sebagai pemenang. Ketentuan penunjukan pemenang mengikuti ketentuan pada bab XI angka 15.

6.3.4.

6.3.5.

Untuk nilai lebih besar dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp20.000.000.000,00 (dua puluh milyar rupiah) atau nilai lebih besar dari US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$2,000.000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat), dokumen-dokumen tertentu dapat disyaratkan untuk diserahkan dalam sampul tertutup, antara lain surat penawaran harga dan surat jaminan penawaran. Untuk nilai lebih besar dari Rp20.000.000.000,00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2,000,000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat), surat penawaran teknis dan harga serta surat jaminan penawaran harus diserahkan dalam sampul tertutup selambat-lambatnya pada waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam IKPP/ITB. Bagi peserta pengadaan yang ditetapkan sebagai calon pemenang dengan nilai lebih besar dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau nilai lebih besar dari US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) diwajibkan untuk menyerahkan seluruh kelengkapan dokumen yang disyaratkan. Urutan proses mulai dari pengumuman sampai dengan penunjukan pemenang mengikuti tata cara pelelangan atau pemilihan langsung atau penunjukan langsung.

6.3.6.

6.3.7.

6.3.8.

133

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

6.4. e-REVERSE AUCTION (e-RA): 6.4.1. e-Reverse Auction merupakan proses pelelangan dimana pada tahap pembukaan penawaran harga dilanjutkan dengan upaya penurunan harga melalui media elektronik bagi penawaran yang memenuhi persyaratan. 6.4.2. Dapat digunakan untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100,000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). 6.4.3. Tidak boleh digunakan untuk pengadaan jasa tenaga kerja. 6.4.4. Dilakukan melalui metoda pelelangan umum, pelelangan terbatas atau pemilihan langsung, dengan sistim pemasukan dokumen penawaran dua sampul atau dua tahap. 6.4.5. Urutan proses sejak pengumuman sampai dengan penunjukan pemenang, mengikuti tata cara pelelangan umum atau pelelangan terbatas dengan ketentuan: 1. Penawaran yang telah lulus evaluasi tahap administrasi, teknis, dan penawaran harganya memenuhi persyaratan diberikan kesempatan berkompetisi secara ‘real-time’, dengan cara memasukkan penawaran harga lebih dari satu kali dan bersifat menurun dalam jangka waktu maksimal 24 (dua puluh empat) jam melalui media elektronik (online). 2. Tata cara pembukaan penawaran harga: a. Panitia Pengadaan membuka sampul penawaran harga di hadapan peserta pengadaan. Selanjutnya dilakukan penelitian pemenuhan syarat administrasi, terutama keabsahan surat penawaran harga dan surat jaminan penawaran. Penawaran tidak dibacakan dan tidak diperlihatkan kepada peserta yang lain. b. Pelaksanaan e-RA dimulai dengan meminta peserta yang penawaran harganya memenuhi persyaratan administrasi untuk mengunggah (upload) nilai penawaran masing-masing atau Panitia Pengadaan mengunggah nilai penawaran dari penawaran yang masuk. Identitas penawar dirahasiakan. c. Penawaran dengan nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai penawaran yang diunggah dinyatakan diskualifikasi dan dikeluarkan dari daftar peserta e-RA.

134

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

d. Penetapan peringkat (rangking) penawaran dilakukan pada setiap ada perubahan nilai penawaran yang diunggah oleh salah satu atau beberapa peserta. • Penetapan peringkat penawaran untuk pengadaan barang produksi dalam negeri didasarkan pada harga evaluasi penawaran (HEP) menggunakan TKDN yang dinyatakan dalam penawaran tertulis tersebut pada angka 6.4.5.2.a. di atas dan nilai penawaran terakhir dalam proses e-RA. Penetapan peringkat penawaran untuk pengadaan barang produksi luar negeri didasarkan pada perbandingan nilai penawaran.

e. Penawaran barang produksi dalam negeri dengan nilai harga evaluasi penawaran (HEP) terendah atau penawaran barang produksi luar negeri dengan nilai terendah pada akhir masa pelaksanaan e-RA, dan nilai penawaran terakhirnya telah lebih rendah dibanding dengan HPS/OE, ditetapkan sebagai calon pemenang. f. Semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis beserta pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan e-RA. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dianggap mengundurkan diri dan jaminan penawaran dicairkan;

g. Tata cara rinci dapat dilihat dalam lampiran MP-002 6.4.6. Penyedia Barang/Jasa peserta e-Procurement harus menandatangani pernyataan bahwa akan mematuhi ketentuan dan prosedur e-procurement yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS.

135

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

7. SWAKELOLA 7.1. Swakelola merupakan pekerjaan yang pelaksanaannya direncanakan, dikerjakan dengan menggunakan tenaga dan peralatan sendiri dan diawasi sendiri atau pelaksanaannya dikuasakan kepada pihak lain. Jenis-jenis pekerjaan yang dapat dilakukan secara swakelola oleh Kontraktor KKS sendiri, antara lain namun tidak terbatas pada pekerjaan penyelenggaraan pendidikan dan latihan, kursus, penataran, seminar, lokakarya; Pelaksanaan swakelola dapat dikuasakan kepada instansi pemerintah, lembaga ilmiah, perguruan tinggi, kelompok masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional. Swakelola tidak dapat dikuasakan kepada Badan Usaha. Jenis pekerjaan yang dapat dikuasakan kepada: 1. Instansi pemerintah, antara lain: a. Pemetaan lokasi, pengawalan bahan peledak, pengelolaan menara kontrol bandara; b. Pengamanan wilayah kerja; c. Sertifikasi dan verifikasi TKDN. 2. Lembaga pemerintah, lembaga ilmiah dan perguruan tinggi, antara lain: a. Seleksi penerimaan pekerja; b. Penelitian, studi, sertifikasi dan interpretasi geologi dan pertambangan minyak dan gas bumi; c. Penelitian, studi dan pengembangan sesuai bidang spesifikasinya; 3. Kelompok masyarakat, antara lain menyerahkan pelaksanaan pekerjaan tertentu kepada kelompok masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat setempat. Lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional yang terdaftar di Departemen Dalam Negeri, antara lain pelaksanaan jasa peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan di bidang pendidikan, penyuluhan, penerapan dan penyebarluasan teknologi sederhana atau madya yang tepat guna untuk kepentingan masyarakat.

7.2.

7.3.

4.

136

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

7.3.2.

Swakelola dengan cara dikuasakan, dilaksanakan dengan surat kuasa yang dilengkapi dengan uraian kewajiban dan hak masing-masing pihak. TATA CARA SWAKELOLA: Pelaksanaan swakelola yang dilakukan sendiri oleh Kontraktor KKS dilaksanakan sesuai dengan ketentuan masing-masing Kontraktor KKS. Pelaksanaan swakelola yang dikuasakan: 1. Pemilihan penerima kuasa disesuaikan kebijakan masingmasing Kontraktor KKS dengan memperhatikan ketentuan/ peraturan terkait; 2. Kontraktor KKS menunjuk langsung 1 (satu) penerima kuasa dengan cara membuat surat kuasa untuk melaksanakan pekerjaan tertentu. Surat kuasa tersebut mengatur antara lain tentang tanggung jawab, tugas, hak dan kewajiban masing-masing pihak, jenis dan lingkup pekerjaan, ketentuan pembayaran. Hal-hal yang tersebut dalam surat kuasa tersebut harus terlebih dahulu disepakati oleh kedua belah pihak; 3. Pengadaan barang/jasa termasuk pengadaan tenaga ahli yang diperlukan oleh penerima kuasa, menggunakan ketentuan yang berlaku pada penerima kuasa; 4. Pencapaian target pelaksanaan pekerjaan dilaporkan dan dievaluasi secara berkala, sesuai kesepakatan antara Kontraktor KKS dengan penerima kuasa; 5. Pengawasan di lapangan dilakukan oleh penerima kuasa; 6. Pada dasarnya pembayaran dilakukan dengan menggunakan panjar kerja yang secara berkala harus dipertanggungjawabkan oleh penerima kuasa. Sesuai sifat pekerjaannya, dapat dilakukan pembayaran berdasarkan kesepakatan para pihak.

7.4. 7.4.1.

7.4.2.

137

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

BAB XI TATA CARA PELELANGAN UMUM

138

6. 139 . Pelelangan dengan nilai lebih besar dari Rp1. Tata cara dan tata waktu pelaksanaan penilaian kualifikasi calon peserta pelelangan. dicantumkan persyaratan bahwa Penyedia Barang/Jasa harus bersedia memenuhi tingkat pencapaian TKDN yang ditetapkan Kontraktor KKS dalam pelaksanaan pekerjaan.000.000. Pengumuman pelelangan dilakukan secara terbuka melalui papan pengumuman Kontraktor KKS. Syarat pendaftaran pelelangan yaitu golongan. tanggal dan waktu untuk pengambilan dokumen kualifikasi dan/atau Dokumen Pengadaan. hari.000. 5.000.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. bidang/sub bidang. Pengumuman pelelangan memuat antara lain: 1.(satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. 2.. 3. 7. 8. Tempat. 1. tanggal dan batas waktu untuk mendaftarkan diri sebagai calon peserta pelelangan. Khusus untuk pengadaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya. Judul dan nomor lelang serta uraian singkat mengenai barang/ jasa yang dilelangkan. struktur kepemilikan.. struktur kepengurusan perusahaan.1. hari. Nama dan alamat Kontraktor KKS yang akan mengadakan pelelangan. Syarat persentase TKDN barang yang akan ditawarkan atau syarat komitmen persentase TKDN jasa yang harus dicapai. Tempat.(seratus ribu dolar Amerika Serikat) diumumkan juga melalui media cetak dan apabila memungkinkan melalui media elektronik antara lain website BPMIGAS. 4. surat ijin usaha serta biaya penggantian Dokumen Pengadaan (apabila ada). PENGUMUMAN 1.

Lembar isian pernyataan awal TKDN: 1. 140 .000. Selanjutnya dilakukan pelelangan ulang dimulai dengan melakukan pengumuman pelelangan ulang. Penyedia Barang/Jasa yang melakukan Konsorsium harus mendaftar sebagai Konsorsium.000. 2.1.6. Penyedia Barang/Jasa yang menyatakan telah memiliki atau akan menawarkan barang Produksi Dalam Negeri dengan TKDN sama dengan atau lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen).Buku Kedua . 2. Apabila sampai dengan berakhirnya perpanjangan masa pendaftaran jumlah yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). Badan usaha yang mendaftar untuk ikut serta dalam pelelangan dengan nilai lebih besar dari Rp1. Dalam hal menggunakan sistim Prakualifikasi. 2. Pendaftaran terbuka untuk semua badan usaha yang memiliki bidang usaha dan sub bidang usaha yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilelangkan.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) wajib menyerahkan: 2. PENDAFTARAN PENYEDIA BARANG/JASA 2. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar kurang dari 3 (tiga) maka Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat memperpanjang masa pendaftaran sesuai kebutuhan. Pada tahap pendaftaran harus telah dapat diidentifikasi kemungkinan adanya hubungan istimewa di antara peserta pengadaan. 2.3. wajib menyerahkan salinan SKUP Migas yang diterbitkan oleh kementerian yang membidangi industri minyak dan gas bumi.000.2. Untuk pengadaan barang produksi dalam negeri: a.6. 2.000. antara lain harus menyerahkan salinan akte pendirian dan perubahannya.4.5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Penyedia Barang/Jasa harus mendaftar pada waktu yang telah ditentukan dengan melengkapi semua persyaratan. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara bahwa pelelangan gagal. dengan cara mengumumkan perpanjangan masa pendaftaran sesuai ketentuan pengumuman.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.1. Konsorsium harus terbentuk pasti sebelum penilaian Prakualifikasi.

di atas. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat daftar peserta yang memenuhi syarat untuk mengikuti proses pengadaan selanjutnya.6.2. 141 . maka bagi peserta yang akan menawarkan atau menyatakan memiliki barang dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) namun sama atau lebih besar dari 10% (sepuluh persen). 2. calon peserta pengadaan wajib menyerahkan surat pernyataan bersedia memenuhi target pencapaian TKDN minimal yang disyaratkan oleh Kontraktor KKS. tidak diikutsertakan dalam proses selanjutnya. Bagi badan usaha yang mendaftar namun tidak bersedia memenuhi ketentuan di atas. c.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. Lembar pernyataan yang menyatakan persetujuan untuk mengikuti ketentuan pendayagunaan produksi dan kompetensi dalam negeri sebagaimana diatur pada bab III dalam pedoman ini. 2. Untuk pengadaan barang di luar dari yang tersebut pada huruf b. harus menunjukkan copy SKUP Migas yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi dan sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian. 2. Untuk pengadaan Jasa Pemborongan. Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar dalam pengadaan barang wajib dipergunakan dan akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN minimal 15% (lima belas persen).7.3.6. • Peserta bukan pabrikan harus melampirkan surat penunjukan keagenan atau surat perjanjian kerjasama penjualan dari pabrikan dalam negeri. 2. pada saat pendaftaran: • Peserta pabrikan wajib menyatakan jenis-jenis dan besaran komponen dalam negeri dari barang yang akan ditawarkan atau menunjukkan copy SKUP Migas yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi.

3. 3. Persyaratan kualifikasi Penyedia Barang/Jasa mengikuti ketentuan pada bab VI angka 5.1.Buku Kedua . Penyedia Barang/Jasa menyampaikan dokumen kualifikasi pada tanggal. Peserta Pengadaan harus dapat membuktikan dan menjamin kebenaran semua data dalam informasi kualifikasi yang disampaikan.1. kecuali untuk melengkapi dokumen-dokumen yang telah kadaluwarsa.4. Apabila diperlukan Panitia Pengadaan/ Tim Internal Kontraktor KKS dapat melakukan peninjauan ke fasilitas pendukung Penyedia Barang/Jasa. teknis. tidak diharuskan mengikuti proses penilaian kualifikasi. Penilaian kualifikasi dilakukan melalui proses Prakualifikasi atau pascakualifikasi.1. Dokumen kualifikasi dibuat sesuai dengan lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan.5.4.2.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan dan memberitahukan kepada peserta pengadaan waktu penyampaian dokumen persyaratan kualifikasi dan jangka waktu penilaian kualifikasi. waktu dan tempat yang telah ditentukan. Panitia Pengadaan/Tim Internal Kontraktor KKS melakukan penilaian kualifikasi dengan cara melakukan penilaian kompetensi dan/atau kemampuan Penyedia Barang/Jasa berdasarkan dokumen Prakualifikasi yang disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa. 3. . 3. Panitia Pengadaan/Tim Internal Kontraktor KKS melakukan verifikasi dokumen Prakualifikasi yang disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa. PRAKUALIFIKASI: 3. Bagi Penyedia Barang/Jasa yang telah terdaftar dalam Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu (DPM) dan menurut Panitia Pengadaan/Tim Internal memenuhi persyaratan kualifikasi. K3LL. Pelaksanaan Prakualifikasi dilakukan oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal dan dapat dibantu oleh pihak terkait di dalam lingkungan Kontraktor KKS maupun pihak luar yang independen. dalam pedoman ini. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.1.6.1. sumber daya manusia.1. dan finansial. PENILAIAN KUALIFIKASI Penilaian kualifikasi dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan Penyedia Barang/Jasa dalam bidang administrasi. 142 3.1.3.

12.1. 3.1.1. 3. Penambahan dokumen oleh Penyedia Barang/Jasa tidak dikategorikan sebagai Post-Bidding.000. BPMIGAS dapat menyatakan ketidaksetujuan atas hasil penilaian Prakualifikasi dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari kerja setelah tanggal pelaksanaan konsultasi pertama.8.1. 3.000. Perjanjian Konsorsium harus mencantumkan kondisi tanggung resiko bersama (jointly liabilities) di antara anggota Konsorsium.7. waktu untuk pengambilan Dokumen Pengadaan dan waktu pelaksanaan pemberian penjelasan. Selama proses verifikasi dan penilaian kualifikasi. 3. dengan ketentuan kriteria penilaian yang digunakan sama atau lebih tinggi dari kriteria penilaian yang disyaratkan. dapat digunakan hasil penilaian dari Kontraktor KKS lain yang telah dilakukan dalam waktu 2 (dua) tahun terakhir. Kontraktor KKS dalam tahap produksi wajib mengkonsultasikan hasil penilaian kualifikasi ke BPMIGAS apabila perkiraan nilai pengadaan lebih besar dari Rp200.00 (dua ratus milyar rupiah) atau lebih besar dari US$20.1. 3.000.000.00 (dua puluh juta dolar Amerika Serikat). maka penilaian kualifikasi dilakukan terhadap keseluruhan kemampuan anggota Konsorsium. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa mendaftar sebagai Konsorsium.13.1. pelelangan dinyatakan gagal. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat daftar Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus Prakualifikasi. 143 . Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi maupun meminta tambahan dokumen yang dipersyaratkan pada dokumen kualifikasi dalam waktu yang telah ditentukan. Penyedia Barang/Jasa dapat menambahkan dokumen yang diminta maupun tidak diminta oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang lulus penilaian kualifikasi kurang dari 3 (tiga). Konsultasi dilakukan sebelum hasil penilaian diumumkan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3.11. Selanjutnya dilakukan lelang ulang dimulai dengan melakukan pengumuman lelang ulang dan proses Prakualifikasi ulang.000. 3.10. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan di papan pengumuman resmi Kontraktor KKS dan/atau memberitahukan secara tertulis kepada peserta pengadaan tentang hasil Prakualifikasi. Untuk pekerjaan yang sejenis.1.9.

Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus penilaian kualifikasi dan diundang atau mendaftar kembali tidak perlu mengikuti tahap Prakualifikasi ulang.000. Pertanyaan tentang ketidaklulusan pada tahap Prakualifikasi. 3.14. 3.000.16.00 (satu trilliun rupiah) atau lebih dari US$100. hanya dapat diajukan oleh Penyedia Barang/Jasa yang tidak lulus penilaian kualifikasi. sebelum diumumkan. kecuali apabila salah satu atau lebih calon peserta pelelangan mengundurkan diri sehingga jumlah calon peserta pelelangan menjadi kurang dari 3 (tiga).1.17. paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah pengumuman hasil Prakualifikasi. 3.000.15. Pada Kontraktor KKS tahap produksi. proses Prakualifikasi dapat dilaksanakan sebelum pelaksanaan pelelangan. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang peserta yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi atau menanggapi secara tertulis pertanyaan tentang ketidaklulusan pada tahap Prakualifikasi paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah diterimanya pertanyaan. bagi rencana pengadaan pekerjaan yang bersifat kompleks dan bernilai lebih dari Rp1.1.00 (seratus juta dolar Amerika Serikat). Selama masa tunggu pelaksanaan pelelangan tersebut tidak dimungkinkan adanya penambahan calon peserta pelelangan baru. Pada proses pelelangan ulang. Penyedia Barang/Jasa yang dinyatakan lulus penilaian kualifikasi diundang untuk mengambil Dokumen Pengadaan sesuai waktu yang ditetapkan. Hasil penilaian Prakualifikasi harus mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. Pertanyaan diajukan secara tertulis kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal dan ditandatangani oleh pejabat Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kewenangan untuk menandatangani penawaran. Hasil penilaian kualifikasi dengan cara ini hanya berlaku untuk pekerjaan yang telah ditetapkan sejak sebelum pelaksanaan Prakualifikasi dan berlaku hanya untuk masa tidak lebih dari 2 (dua) tahun.000.000.Buku Kedua . Proses pelelangan dilanjutkan setelah Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan klarifikasi dan hasilnya dicatat dalam berita acara klarifikasi atau setelah tanggapan tertulis dikirimkan kepada peserta yang bersangkutan.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.1. 144 . Pelaksanaan Prakualifikasi dengan cara ini harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari BPMIGAS.1.

000.2. 3. Penilaian kualifikasi didasarkan pada dokumen persyaratan kualifikasi yang diserahkan bersamaan dengan dokumen penawaran harga. 3. BPMIGAS dapat menyatakan ketidaksetujuan atas hasil penilaian kualifikasi dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari kerja setelah tanggal pelaksanaan konsultasi pertama.7. dalam bab ini.5.2. Konsultasi dilakukan sebelum pengumuman calon pemenang pengadaan. Semua data dalam informasi kualifikasi yang disampaikan oleh peserta pelelangan harus dapat dibuktikan dan dijamin kebenarannya oleh peserta pengadaan.6.4. Apabila Penyedia Barang/Jasa melakukan hal tersebut. 3.3. Kontraktor KKS mengkonsultasikan hasil penilaian kualifikasi ke BPMIGAS apabila perkiraan nilai pengadaan lebih besar dari Rp200. 3.1. 145 .00 (dua ratus milyar rupiah) atau lebih besar dari US$20.2.2. sebagaimana diatur dalam angka 14.2. Penilaian kualifikasi dilaksanakan terhadap 3 (tiga) penawaran dengan peringkat penawaran harga terbaik berdasarkan hasil evaluasi harga. Pertanyaan tentang ketidaklulusan terhadap hasil penilaian pascakualifikasi dikategorikan sebagai sanggahan terhadap proses pengadaan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. 3. 3.000.000.000.2.2.2.000. Pada proses evaluasi pascakualifikasi tidak diperbolehkan menyampaikan tambahan dokumen atau mengganti dokumen yang telah diserahkan sebagai bagian dari dokumen penawaran. 3.2. dikategorikan sebagai post-bidding.00 (dua puluh juta dolar Amerika Serikat). PASCAKUALIFIKASI Pada dasarnya penilaian kualifikasi pada proses pascakualifikasi sama seperti penilaian pada proses Prakualifikasi.

146 4. Penyedia Barang/Jasa dapat menanyakan hal-hal yang diperlukan sehubungan dengan Dokumen Pengadaan dan pelaksanaan pelelangan.5. Peninjauan lapangan tempat pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan berdasar kesepakatan antara Panitia Pengadaan dengan peserta pengadaan. termasuk perubahannya. yang dinyatakan lulus penilaian 4. Peserta yang mendaftar pada pengadaan dengan sistim pascakualifikasi.6.3.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. 4.000. 4.000. 4. PEMBERIAN PENJELASAN 4. Dalam pelaksanaan pengadaan jasa dengan nilai sampai dengan Rp1. dapat meminta secara tertulis paling lambat 4 (empat) hari kerja sebelum tanggal penutupan pemasukan dokumen penawaran. dengan dihadiri sekurangkurangnya 1 (satu) Wakil Penyedia Barang/Jasa.2. 4. Hasil pemberian penjelasan terhadap Dokumen Pengadaan dan keterangan lainnya.2. Pada kesempatan tersebut.1.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). Dalam hal pemberian penjelasan (prebid meeting) tidak dilakukan dan Penyedia Barang/Jasa memerlukan penjelasan. .2. dibuatkan berita acara yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan.2. Pemberian penjelasan tentang Dokumen Pengadaan diberikan oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal kepada: Peserta pelelangan Prakualifikasi. Berita acara penjelasan ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal yang hadir dan seluruh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir.2. atau dalam pengadaan barang.000. K3LL atau kompleksitas lingkup kerja/spesifikasi. pemberian penjelasan dilakukan apabila dianggap perlu.1. pada bab ini. dengan mempertimbangkan risiko teknis.Buku Kedua .00 (satu milyar rupiah) atau dengan nilai sampai dengan US$100.000. di tempat dan pada waktu yang telah ditentukan. Penjelasan mengenai Dokumen Pengadaan dilakukan sekurangkurangnya oleh 2 (dua) orang anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal dan dapat dibantu oleh pihak terkait di dalam lingkungan Kontraktor KKS maupun pihak ketiga yang independen. 4. Penjelasan mengenai Dokumen Pengadaan diberikan secara jelas agar dapat dimengerti. serta diberikan kepada semua peserta pelelangan sebagaimana diatur pada angka 4.

4. Dalam hal terjadi perubahan isi Dokumen Pengadaan dan/atau penjelasan tambahan setelah rapat penjelasan. Panitia Pengadaan/Tim Internal menerbitkan adendum Dokumen Pengadaan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan dan harus diberitahukan kepada peserta lelang yang memenuhi syarat. Dalam hal terjadi lelang ulang dan tidak terdapat peserta lelang yang baru. Kontraktor KKS dapat mengatur secara khusus mengenai kewajiban peserta pengadaan untuk hadir dan kriteria Wakil Penyedia Barang/Jasa yang harus hadir.9. 4. 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. namun harus tetap dalam batasan waktu yang telah direncanakan. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat mempertimbangkan untuk tidak melaksanakan rapat pemberian penjelasan.8. Rapat penjelasan dapat dilakukan lebih dari 1 (satu) kali sesuai kebutuhan. Ketentuan dimaksud diatur dalam Dokumen Pengadaan.10. 147 .7.

2.2. Proses pengadaan dilanjutkan: 5. Protes harus diajukan secara tertulis dengan melampirkan buktibukti yang mendukung keberatan tersebut. Setelah dilakukan perbaikan atas dokumen dan/atau proses pengadaan.6.3.6. atau 5. kriteria.5. Persyaratan. atau prosedur pengadaan yang mengarah kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa atau jenis produk tertentu. selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari kerja setelah diterimanya surat protes.5. Apabila materi protes benar. pertanyaan maupun keberatan yang diajukan peserta pengadaan sehubungan dengan angka-angka di atas diperlakukan sebagai protes.Buku Kedua .6.3. Protes adalah keberatan Penyedia Barang/Jasa yang diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja sebelum hari terakhir masa pemasukan dokumen penawaran. 5. PROTES 5. Penyimpangan isi dokumen dan proses lelang terhadap peraturan dan ketentuan pengadaan barang/jasa dan/atau perundangan yang berlaku.2. 5. Setelah dilakukan pertemuan klarifikasi atau tanggapan atas protes telah disampaikan kepada peserta pengirim protes. Apabila diyakini bahwa protes tersebut tidak benar. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan perbaikan atas dokumen dan/atau proses pelelangan. Protes hanya dapat diajukan terhadap adanya: 5. 5.5.2. dan 5. antara peserta pengadaan dengan anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau dengan Pejabat Berwenang. 148 . 5.4.5.1. Permintaan klarifikasi.1.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal memberikan tanggapan tertulis atau mengadakan pertemuan Klarifikasi.3. 5. 5. Tanggapan atas protes: 5.6. Praktek korupsi.1. kolusi dan nepotisme (KKN) antar peserta pengadaan. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak akan menanggapi protes yang tidak memenuhi ketentuan tersebut di atas.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. 5. dan proses pengadaan dilanjutkan setelah diyakini bahwa protes tersebut tidak benar.3.1.3.3. 5. 5.

Apabila ternyata protes yang diajukan tidak sesuai dengan ketentuan di atas dan/atau tidak disertai dengan bukti-bukti dan/atau materi protes tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh penyanggah.7. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi. 149 . Kepada pemrotes tersebut dikenakan sanksi tidak dapat mengikuti aktifitas pengadaan selama 12 (dua belas) bulan pada Kontraktor KKS yang bersangkutan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.

5.1. maka penawaran dinyatakan diskualifikasi. 4.Buku Kedua .1. syarat administratif. DOKUMEN PENAWARAN Dokumen penawaran disampaikan dalam sampul tertutup terdiri dari surat penawaran harga.1. 3. Perincian perhitungan nilai TKDN.1.3. 1. dilengkapi dengan rincian TKDN barang dan jasa dimaksud. Surat jaminan penawaran sesuai ketentuan yang berlaku. maka yang digunakan adalah nilai dalam surat penawaran. bertanggal serta ditandatangani oleh pimpinan perusahaan yang berwenang sesuai akte pendirian/perubahan atau oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa.4. Apabila nilai penawaran dalam angka. Surat Penawaran Harga: 6. Dalam surat penawaran harga harus dicantumkan penawaran dengan jelas dalam angka dan huruf.1. uraian penawaran harga dan dokumen pendukung. 6. 2.1. Jumlah yang tertera dalam angka harus sesuai dengan jumlah yang tertera dalam huruf. uraian penawaran teknis. 6. Surat penawaran harga harus dilampiri dengan: 1. maka yang digunakan adalah nilai dalam huruf yang tercantum dalam surat penawaran. Dalam hal tidak ada perincian penawaran.2. 2. Apabila nilai penawaran yang dinyatakan dalam angka dan yang dinyatakan dalam huruf sama. Surat penawaran harus memenuhi ketentuan yang diatur dalam Dokumen Pengadaan dan bermeterai cukup. 150 . SC-12B (Jasa Lainnya) atau SC12C (gabungan). maka nilai penawaran yang digunakan adalah nilai yang sesuai dengan yang dinyatakan dalam perincian penawaran.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. huruf dan perincian ketiga-tiganya berbeda. Harga dan nilai penawaran bersifat pasti dan mengikat. nilai 6. Apabila terdapat perbedaan antara pernyataan dalam angka dengan pernyataan dalam huruf. namun berbeda dengan jumlah nilai dalam perincian. 6. yang dinyatakan dalam formulir SC-12A (barang).

3. antara lain: Spesifikasi teknis barang/jasa termasuk merek dan tipe barang/ peralatan yang ditawarkan merupakan penawaran yang pasti. Dokumen administrasi dan dokumen kelengkapan lainnya yang wajib dilampirkan sebagai persyaratan administratif sesuai dengan yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. 6. dokumen kualifikasi tidak perlu lagi dilampirkan dalam dokumen penawaran.2. dilengkapi dengan rincian TKDN barang dan jasa dimaksud.3. Pada pelelangan dengan Prakualifikasi. Komitmen persentase penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan ditetapkan sebagai calon pemenang.2. lainnya yang disyaratkan dalam Surat pernyataan tentang kebenaran dari isi dokumen penawaran dari pimpinan perusahaan Penyedia Barang/Jasa yang berwenang sesuai akte pendirian/perubahan atau oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa. hal ini tidak dikategorikan sebagai postbidding.5. Dalam pekerjaan jasa konstruksi yang bersifat kompleks dapat ditetapkan bahwa merek dan type peralatan akan ditetapkan pada tahap penyusunan rancang bangun rinci (detail engineering design) dengan mengacu pada merek-merek dan type-type yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan dan/atau dokumen penawaran. dan merupakan bagian dari persyaratan administratif dan penawaran teknis (sampul pertama). Dokumen penawaran teknis dan dokumen pendukung penawaran teknis. Dokumen yang berkaitan dengan program K3LL.3. SC-12B (Jasa Lainnya) atau SC-12C (gabungan). yang dinyatakan dalam formulir SC-12A (barang).4. 6. 151 .3.4. 6. pernyataan TKDN barang dan pernyataan komitmen TKDN jasa dinyatakan dalam persentase tanpa nilai. 6. Dokumen kelengkapan Dokumen Pengadaan.1. 6. sebelum penunjukan pemenang harus melengkapi dokumen-dokumen persyaratan kualifikasi yang sudah habis masa berlakunya.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 6.3. 6. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap. 6.3.

1.Buku Kedua . 7.2.1. Sistim yang dipilih harus dinyatakan dengan jelas dalam Dokumen Pengadaan dan dijelaskan pada waktu pemberian penjelasan.2. 7. 7.4. Sampul I (pertama) berisi kelengkapan data administrasi dan penawaran teknis serta dokumen pendukung yang disyaratkan.2. Pada bagian depan sampul ini ditulis ”Data Administrasi dan Teknis”. Pemasukan dokumen penawaran menggunakan satu sampul coklat polos yang berisi surat penawaran harga. Dalam proses ini tidak boleh dilakukan negosiasi teknis dan/atau penambahan dokumen penawaran.1. judul dan nomor pengadaan dimaksud. Masing-masing sampul tertutup dengan perekat.2. 7. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN: Pemasukan dokumen penawaran menggunakan sampul tertutup dengan perekat. Sistim Satu Sampul: Sistim ini dianjurkan untuk dilakukan pada pengadaan barang/jasa dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang sudah jelas dan diperkirakan sebagian besar Penyedia Barang/Jasa yang diundang untuk memasukkan penawaran akan mampu melaksanakan pekerjaan tersebut. 7. yaitu dengan sistim satu sampul. serta dokumen pendukung yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan.2. 7.1.2. dokumen penawaran teknis dan dokumen penawaran komersil serta dokumen pendukung yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. Sistim Dua Sampul Sistim ini dianjurkan untuk pekerjaan yang lingkup kerja dan/atau spesifikasi teknisnya sudah pasti namun memerlukan evaluasi teknis yang mendalam. 152 .2. Pada bagian depan sampul ini ditulis “Data Harga Penawaran”.3. 7.1. 7. Pemasukan dokumen penawaran menggunakan satu sampul penutup coklat polos yang berisi sampul I (pertama) dan sampul II (kedua). antara lain surat jaminan penawaran. 7. Di bagian depan sampul tersebut hanya boleh dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal yang ditentukan dalam Dokumen Pengadaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. dua sampul atau dua tahap.1. dokumen kelengkapan data administrasi.3. Sampul II (kedua) berisi penawaran harga berikut perinciannya. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan salah satu dari tiga tata cara pemasukan dokumen penawaran.

Pejabat Berwenang atau pekerja Kontraktor KKS. tidak dapat diterima dan dinyatakan tidak mengajukan penawaran. Sistim Dua Tahap: Sistim ini dianjurkan dalam pengadaan Pekerjaan Bersifat Kompleks. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. Di bagian depan sampul penutup hanya boleh dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal yang ditentukan dalam Dokumen Pengadaan.3.3. Harga penawaran tersebut dikalkulasikan berdasarkan penawaran teknis dan syarat lainnya yang telah disepakati pada proses evaluasi dan/atau negosiasi tahap I (pertama). Pada bagian depan sampul ini ditulis “Data Harga Penawaran”.4. Dokumen penawaran disampaikan kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal pada waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam IKPP/ITB. Dokumen penawaran yang disampaikan setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup.2. 7. penawaran teknis serta dokumen pendukung yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. 7. melalui Sub Panitia Administrasi atau melalui pos atau jasa kurir. 7. judul dan nomor pengadaan dimaksud. 7.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. menggunakan sistim desain yang tidak/belum standar sehingga mungkin akan banyak memerlukan penyesuaian teknis. Dokumen penawaran disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal secara langsung.1.5. judul dan nomor pengadaan dimaksud serta dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal. kelengkapan data administrasi.3. Pada tahap I (pertama) dimasukkan dalam sampul tertutup. Pada bagian depan sampul ini ditulis ”Data Administrasi dan Teknis”.5. 7. Penyampaian dokumen penawaran dilarang ditujukan kepada atau dititipkan melalui anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan.3.3. 153 . antara lain perincian perhitungan nilai TKDN dan surat jaminan penawaran. Pemasukan dokumen penawaran pada sistim ini dilakukan dengan dua tahap. Pada tahap II (kedua) disampaikan dalam sampul tertutup penawaran harga berikut perinciannya serta dokumen pendukung yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. judul dan nomor pengadaan serta dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal. 7.

2. 8. Penunjukan langsung kepada peserta pengadaan yang memasukkan penawaran. Apabila jumlah penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) dan diketahui secara luas bahwa Penyedia Barang/Jasa yang ada memang kurang dari 3 (tiga). Penyampaian jaminan penawaran asli setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8.1. 8.4.6. apabila penawaran yang masuk hanya 2 (dua).6. atau 8. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat dan di tempat pembukaan pelelangan oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. 8.3. peserta lelang diberikan kesempatan untuk melihat penawaran peserta lelang lainnya dan diijinkan untuk membuat catatan. diijinkan jika diatur dalam Dokumen Pengadaan. 8.6. apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). tidak dapat lagi diterima susulan. kecuali untuk memenuhi kekurangan nilai meterai dan tanggal. 154 8. Selanjutnya proses pengadaan dilanjutkan dengan cara: 8.Buku Kedua . Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan penawaran. Pemilihan langsung kepada peserta pengadaan yang memasukkan penawaran. Panitia Pengadaan/Tim Internal menyatakan di hadapan para Penyedia Barang/Jasa yang hadir. dan dihadiri sekurang-kurangnya 1 (satu) peserta lelang. .1.2.5. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN: 8. perubahan atau tambahan dokumen penawaran. Dalam hal ini di dalam sampul penawaran harga harus disertakan fotocopy jaminan penawaran. 8. Setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup.7. dalam batasan waktu yang ditentukan oleh Panitia Pengadaan /Tim Internal. dibuat berita acara lelang gagal beserta justifikasinya. bahwa waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup serta dilanjutkan dengan pembukaan dokumen penawaran. Pada waktu yang telah ditentukan dalam Dokumen Pengadaan dilakukan pembukaan penawaran. Pembukaan dokumen penawaran dapat dilakukan apabila terdapat sekurang-kurangnya 3 (tiga) Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran. Pada waktu pembukaan penawaran. Pembukaan penawaran dilakukan dalam suatu rapat yang dihadiri oleh sekurangkurangnya 2 (dua) orang anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. tidak termasuk Penyedia Barang/Jasa yang mengundurkan diri.

1. 8. teknis.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8.3. Apabila sampai waktu yang ditentukan peserta lelang tidak ada yang hadir. 8. PEMBUKAAN SAMPUL DOKUMEN PENAWARAN SISTIM SATU Panitia Pengadaan/Tim Internal.11.11.10. 8. Copy berita acara diberikan kepada seluruh peserta lelang.8. 155 . setelah dibacakan atau diperlihatkan kepada Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir.9.2. ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal yang hadir dan oleh minimal 1 (satu) Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir. Dokumen kelengkapan persyaratan administrasi. 8.1.9.2.11. harga. maka pembukaan penawaran tetap dilaksanakan.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat dan membacakan berita acara pembukaan dokumen penawaran. Dalam hal tidak terdapat Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir: 8.11.10. 8. 8. Pembukaan dokumen penawaran ditunda sekurang-kurangnya 1 (satu) hari kerja. 8. Berita acara. komitmen penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta jaminan penawaran dari semua penawaran diperiksa kelengkapannya dan dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul-I (pertama) dan memeriksa kelengkapan persyaratan administrasi dan teknis dari semua penawaran yang masuk dan mencatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran sampulI (pertama). penawaran dinyatakan diskualifikasi.9.10. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul penutup yang berisi sampul-I (pertama) dan sampul-II (kedua) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa. melaksanakan pembukaan sampul dokumen penawaran di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa. Berita acara pembukaan dokumen penawaran cukup ditandatangani oleh anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. Apabila dalam sampul-I (pertama) terdapat dokumen komersial atau dokumen pendukung penawaran harga. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN SISTIM DUA SAMPUL 8.2. 8.

8.11. 8. Bila tidak diambil dalam batas waktu yang ditentukan. Dokumen penawaran diperiksa kelengkapannya dan dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran.11.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. Peserta lelang yang penawarannya lulus atau memenuhi persyaratan evaluasi administrasi dan teknis. Sampul II (kedua) disimpan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan akan dibuka apabila penawaran yang bersangkutan dinyatakan lulus/memenuhi persyaratan administrasi dan teknis. Copy berita acara. diberikan kepada peserta lelang. dibacakan besaran TKDN.12. diundang untuk hadir pada pembukaan penawaran sampul II (kedua).5.9.11. bab ini. 156 .8. 8. Tahap I (pertama) 1. Selanjutnya dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran sampul II (kedua).4.12. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul tahap-I (pertama) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul II (kedua) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang diundang.6.11. 8. Copy berita acara.7. diberikan kepada peserta lelang yang penawaran harganya dibuka. 8. Dokumen penawaran harga diperiksa kelengkapannya. 2. nilai jaminan penawaran dan harga penawaran. 8. tidak dibuka dan kepada peserta lelang yang bersangkutan diminta untuk mengambil sampul tersebut dalam batas waktu yang ditentukan. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak bertanggungjawab terhadap keberadaan dokumen tersebut. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN SISTIM DUA TAHAP 8. Dalam hal peserta pengadaan mengajukan sanggahan atas hasil evaluasi administrasi dan teknis. Sampul II (kedua) dari penawaran yang tidak lulus evaluasi administrasi dan/atau teknis.1. Hasil evaluasi sampul I diumumkan di papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan secara tertulis kepada peserta pengadaan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal pada hari dan tanggal yang sama. Panitia Pengadaan/Tim Internal harus menanggapi sanggahan sebagaimana diatur pada angka 14.11.11.Buku Kedua .

12. 157 . 6. serta dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran tahap-II (kedua). Apabila penawaran yang lulus tahap-I (pertama) lebih dari 1 (satu). Kelengkapan dokumen penawaran diperiksa dan dibacakan besaran TKDN. 4. proses pelelangan dilanjutkan. nilai jaminan penawaran dan harga penawarannya. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. sedangkan yang memasukkan penawaran tahapII (kedua) hanya 1 (satu) atau penawaran tahap ke-II (kedua) yang memenuhi syarat hanya 1 (satu). Apabila penawaran yang lulus tahap-I (pertama) hanya 1 (satu). Copy berita acara. maka pelelangan dinyatakan gagal. Panitia Pengadaan/Tim Internal harus menanggapi sanggahan sesuai diatur pada dalam angka 14. 5. Tahap II (kedua) 1. 3.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal yang bertugas membuka sampul penawaran tahap-II (kedua) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir. Hasil evaluasi tahap-I diumumkan di papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan kepada peserta pengadaan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal pada hari dan tanggal yang sama. Peserta lelang yang lulus evaluasi tahap-I diundang untuk memasukkan penawaran harga dan dokumen kelengkapannya. diberikan kepada peserta lelang. 8. bab ini. Dalam hal peserta pengadaan mengajukan sanggahan atas hasil evaluasi administrasi dan teknis.

atau perubahan urutan penawaran. atau 5. kecuali ditetapkan lain dalam Dokumen Pengadaan.5. atau 3. data penawaran harga dimasukkan dalam sampul-I (pertama). 8.13. Tidak terdapat daftar rincian kuantitas dan/atau harga satuan (khusus untuk Kontrak harga satuan). Berkas penawaran disampaikan melalui atau ditujukan kepada individu anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal.13.13. Pejabat Berwenang atau pekerja Kontraktor KKS.Buku Kedua .3. Dalam hal menggunakan sistim dua sampul. atau 2. Dalam hal menggunakan sistim dua tahap.2. Penyedia Barang/Jasa tidak menyetujui nilai total penawaran harga sebagai hasil koreksi aritmatik. atau 4. Tidak mencantumkan masa berlaku penawaran. sebagai berikut: 8.4. Tidak ditanda-tangani oleh pejabat yang menurut perjanjian Konsorsium/kerjasama berhak mewakili Konsorsium/ kerjasama tersebut.13. dan/atau perubahan nilai jaminan penawaran sebagai akibat pelaksanaan koreksi aritmatik tersebut di atas.1. PENAWARAN TIDAK MEMENUHI SYARAT Penawaran dinyatakan tidak memenuhi syarat (diskualifikasi) apabila tidak memenuhi persyaratan administrasi atau ketentuan penyampaian dokumen penawaran seperti yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. 8.13.13. Dalam hal surat penawaran: 1. atau 6. data penawaran harga dimasukkan dalam sampul tahap-I (pertama). atau mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi kurang dari yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. memenuhi ketentuan dalam 8. Jaminan Penawaran tidak Dokumen Pengadaan. Jaminan Penawaran tidak dimasukkan dalam sampul penawaran harga. Tidak ditanda-tangani oleh pimpinan/direksi peserta lelang yang mempunyai kewenangan seperti yang tercantum dalam akte pendirian/perubahannya atau yang diberi kuasa. 8. 158 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8.

9. menambah atau mengurangi penawaran teknis sehingga penawaran yang semula tidak memenuhi persyaratan teknis minimal menjadi memenuhi persyaratan. 9. Pada pemasukan penawaran yang menggunakan sistim 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap.5. Panitia Pengadaan/ Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi dan verifikasi teknis tanpa mengubah. Penilaian kualifikasi dilaksanakan setelah tahap evaluasi harga diselesaikan. Peserta lelang tidak diperbolehkan menambah atau mengurangi dokumen penawaran yang sudah diserahkan. dimulai dengan evaluasi persyaratan administrasi (evaluasi administrasi).2. 9. Evaluasi penawaran dilaksanakan dengan urutan. teknis dan harga. namun tidak diijinkan untuk mengubah materi penawaran dan tidak melakukan sesuatu yang bersifat Post Bidding. 9.1. Apabila Peserta lelang melakukan penambahan atau pengurangan atau perubahan penawaran. EVALUASI PENAWARAN Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi administrasi. maka penawarannya dinyatakan diskualifikasi. 159 . atau melakukan perubahan penawaran sesudah pembukaan dokumen penawaran. kecuali sebagai tindak lanjut dari Klarifikasi dan negosiasi untuk tahap-I (pertama) pada sistim dua tahap.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. 9. evaluasi penawaran teknis (evaluasi teknis) dan evaluasi penawaran harga (evaluasi harga). Panitia Pengadaan/ Tim Internal tidak diperkenankan menambah atau mengurangi Dokumen Pengadaan termasuk kriteria dan tata cara evaluasi. Setelah pembukaan dokumen penawaran. Negosiasi teknis hanya dapat dilakukan kepada penawaran yang memenuhi persyaratan teknis minimal dan harus dibatasi pada hal-hal yang merupakan rincian atau komponen pendukung. Dalam hal menggunakan sistim pascakualifikasi.4. Pada tahap-I (pertama) sistim dua tahap. 9.6. 9.3.7. penelitian atas pemenuhan persyaratan kualifikasi merupakan bagian dari evaluasi administrasi. penelitian atas pemenuhan persyaratan kualifikasi merupakan bagian dari evaluasi administrasi penawaran harga.

2. 9.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. 3. 9. Persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa.9.8.3.8. Jenis dan uraian pekerjaan.4. Evaluasi Penawaran Alternatif : 1. Memenuhi syarat-syarat administrasi yang telah ditentukan dalam Dokumen Pengadaan harus diserahkan. Isi dari dokumen yang diserahkan oleh peserta pengadaan dipastikan benar. kualitas dan jumlah bahan. Tata cara evaluasi dan faktor-faktor yang dinilai pada evaluasi teknis harus sesuai dengan yang ditetapkan pada Dokumen Pengadaan. 2. 160 .Buku Kedua .9. EVALUASI ADMINISTRASI. 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan evaluasi atas aspek-aspek teknis penawaran antara lain: 1. 9. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan Klarifikasi.2. 9. kondisi pelaksanaan pekerjaan dan/atau kondisi penyerahan barang. Pemenuhan syarat-syarat khusus dalam pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Penawaran alternatif berupa penawaran yang mengandung perbedaan dengan penawaran utama dalam segi spesifikasi teknis. 9.9. 9. EVALUASI TEKNIS. 9. Terhadap penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi selanjutnya dilakukan evaluasi teknis. Apabila pada evaluasi teknis terdapat hal-hal yang kurang jelas atau meragukan. dan harus dapat dijamin kebenarannya oleh peserta pengadaan yang bersangkutan dan masih berlaku.9. Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi apabila: 1. 5.1.8. Spesifikasi teknis dan gambar-gambar teknis. Jenis. 4. peralatan dan tenaga kerja yang akan digunakan.1.9.

Apabila dalam Dokumen Pengadaan tidak diperbolehkan memasukkan penawaran alternatif namun Penyedia Barang/Jasa mengajukan penawaran alternatif. 161 . Penawaran harga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penawaran teknis utama atau alternatif. Pada pelelangan dengan menggunakan sistim pemasukan penawaran 2 (dua) sampul dan 2 (dua) tahap. namun Penyedia Barang/Jasa memasukkan penawaran alternatif. Apabila tidak diberi identitas secara jelas. 3.4. Apabila dalam Dokumen Pengadaan diijinkan adanya pemasukan penawaran alternatif. b. maka: a. sedangkan penawaran alternatif tidak dievaluasi.3. d. Apabila Dokumen Pengadaan tidak menyebutkan perihal penawaran alternatif. Penyedia Barang/ Jasa tidak diizinkan memasukkan kondisi teknis atau persyaratan penyerahan barang/jasa selain yang telah dinyatakan lulus pada tahap evaluasi teknis atau yang telah disepakati dalam tahap negosiasi teknis. Nilai jaminan penawaran harus memenuhi ketentuan perhitungan berdasarkan nilai penawaran tertinggi di antara penawaran yang dimasukkan. Semua penawaran alternatif dievaluasi dengan perlakuan yang sama seperti penawaran utama. c.9. status lulus atau tidak lulus penawaran utama dan/atau penawaran alternatif dinyatakan pada pengumuman hasil evaluasi administrasi dan teknis. Penawaran yang dievaluasi adalah penawaran utama. Jumlah penawaran alternatif yang dapat disampaikan peserta pengadaan dibatasi berdasar pertimbangan kewajaran. c. f. b.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. penawaran dinyatakan diskualifikasi. Dalam penawaran harga. e. di atas. diperlakukan sama seperti angka 9. maka: a. Penawaran yang bersangkutan tidak dinyatakan diskualifikasi. 4. Penawaran utama harus dinyatakan atau diberi identitas secara jelas. Hanya satu penawaran di antara penawaran utama atau alternatif dapat ditetapkan menjadi salah satu calon pemenang pengadaan.

pengecualian/ penawaran bersyarat yang ditawarkan harus sudah ditentukan diterima atau ditolak. maka penawaran dari Penyedia Barang/Jasa yang mengajukan pengecualian/penawaran bersyarat dinyatakan diskualifikasi.Buku Kedua . Apabila Dokumen Pengadaan tidak menyebutkan perihal pengecualian/penawaran bersyarat. d. 3. b. Dalam evaluasi tahap-I (pertama).5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. dan/atau negosiasi teknis atas pengecualian dan/atau persyaratan yang diajukan oleh Penyedia Barang/Jasa. c. verifikasi. Evaluasi Penawaran Bersyarat: Dengan Pengecualian/Penawaran 1. Dalam hal pengecualian/penawaran bersyarat diperbolehkan dalam Dokumen Pengadaan : a. 2. Penawaran bersyarat hanya dapat diizinkan pada pelelangan yang menggunakan pemasukan penawaran sistim 2 (dua) tahap dan hanya untuk penawaran teknis termasuk syarat-syarat dan kondisi (terms & conditions) penawaran. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi.9. 162 . Apabila Penyedia Barang/Jasa menempatkan pengecualian dan/atau permintaan dalam penawarannya di luar lembar tersebut. Dalam hal pada Dokumen Pengadaan dinyatakan tidak diperbolehkan mengajukan pengecualian/penawaran bersyarat. penawaran tersebut dinyatakan diskualifikasi. maka penawaran dari Penyedia Barang/Jasa yang mengajukan pengecualian/penawaran bersyarat dinyatakan diskualifikasi. Semua pengecualian/penawaran bersyarat dalam penawaran harus dijelaskan pada lembar khusus dan harus mudah diketahui keberadaannya oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal serta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen penawaran. namun Penyedia Barang/Jasa memasukkan pengecualian/penawaran bersyarat.

Keberatan peserta pengadaan atas TKDN penawaran peserta lain hanya dapat disampaikan sebagai sanggahan: • Atas hasil evaluasi penawaran teknis. verifikasi dan/atau negosiasi terhadap konsep Kontrak dengan tetap memperhatikan kesempatan (opportunity) dan risiko. Peserta pengadaan dapat menyampaikan keberatan kepada Panitia Pengadaan atas TKDN penawaran yang diajukan peserta lainnya. apabila pernyataan persentase TKDN gabungan pada penawaran teknis kurang dari persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. 163 . Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi. Dalam pengadaan barang: a. Evaluasi Pernyataan TKDN: 1.6. Dalam hal diperlukan. Panitia Pengadaan memintakan verifikasi atas pernyataan TKDN barang kepada instansi pemerintah yang membidangi perindustrian atau melakukan verifikasi dengan menggunakan jasa lembaga survey independen yang kompeten di bidangnya. • b. untuk kepentingan evaluasi atau sebagai tindak lanjut adanya sanggahan. penawaran bersangkutan dinyatakan gugur. Dalam hal pada pelelangan ulang yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu) dan di dalam penawaran memasukkan pengecualian/penawaran bersyarat yang berbeda dari ketentuan dalam Dokumen Pengadaan. 3. apabila pernyataan persentase TKDN penawaran teknis kurang dari persyaratan minimal ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Dalam pengadaan Jasa Pemborongan. Dalam pengadaan barang. 9. pada pengadaan dengan sistem pemasukan penawaran 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap.9.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Atas pengumuman pemenang pengadaan pada sistem pemasukan penawaran 1 (satu) sampul. penawaran yang bersangkutan dinyatakan gugur. Jasa Lainnya atau Konsultansi. Jasa pada yang yang 2.

d. atau • Peserta tersanggah. apabila dilakukan untuk kepentingan kewajaran evaluasi penawaran. 4. dengan selisih lebih dari 2% (dua persen). Apabila: • Hasil verifikasi TKDN sama atau lebih besar dari pernyataan pada penawaran peserta pengadaan. e. TKDN hasil verifikasi tersebut menjadi dasar evaluasi. pernyataan TKDN bersifat komitmen yang harus dipenuhi pada tahap pelaksanaan pekerjaan. 164 c. Nilai TKDN yang dicantumkan dalam Kontrak adalah nilai TKDN pada penawaran peserta pengadaan yang bersangkutan. Ketentuan huruf a. Pada tahap evaluasi penawaran teknis Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan evaluasi kewajaran pernyataan TKDN dalam penawaran. nilai TKDN pada penawaran tersebut tetap menjadi dasar evaluasi pengadaan. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi.Buku Kedua . b. dan c. Hasil verifikasi bersifat final dan akan berpengaruh terhadap pelaksanaan evaluasi penawaran harga. • Hasil verifikasi TKDN lebih kecil dari pernyataan pada penawaran peserta pengadaan. . Pada pengadaan Jasa Pemborongan. apabila merupakan tindak lanjut dari adanya sanggahan dan persentase TKDN hasil verifikasi lebih kecil dari persentase TKDN dalam penawaran yang diajukannya. bukan untuk diverifikasi. atau • Biaya operasional Kontraktor KKS. tersebut di atas dicantumkan pada Dokumen Pengadaan. Biaya verifikasi yang timbul dibebankan ke: • Penyanggah. apabila merupakan tindak lanjut dari adanya sanggahan dan hasil verifikasi menyatakan persentase TKDN yang sama atau lebih besar dari persentase TKDN tersanggah. Nilai TKDN seperti yang tertera pada penawaran peserta pengadaan tersebut yang dicantumkan pada Kontrak.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pelaksanaan verifikasi merupakan bagian dari evaluasi penawaran dan bukan dikategorikan sebagai post bidding.

9. 9.9. Untuk kondisi tertentu dapat digunakan sistim evaluasi biaya selama masa operasi penggunaan tertentu (lifecycle cost) atau evaluasi kinerja dan harga. Proses dilanjutkan dengan pemasukan penawaran harga apabila pada pelelangan dengan sistim dua tahap terdapat minimal 2 (dua) penawar yang memenuhi persyaratan teknis.10. maka pelelangan dinyatakan gagal. 165 .10.9.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9.12. 9. 9.9. Berdasarkan tata cara evaluasi harga terendah ini.8. Pada sistim dua sampul dan sistim dua tahap Panitia Pengadaan/Tim Internal menyusun risalah evaluasi dan hasil evaluasi administrasi dan teknis yang selanjutnya disahkan oleh Pejabat Berwenang.9. Apabila kondisi tersebut angka 9. Pada tahap evaluasi teknis. Evaluasi harga terendah.11. Proses dilanjutkan dengan evaluasi harga apabila pada pelelangan dengan sistim satu sampul dan pada sistim dua sampul terdapat minimal 1 (satu) penawar yang memenuhi persyaratan teknis. dan 9. 9. 9.8. di atas tidak terpenuhi.9. Hasil evaluasi administrasi dan teknis pada sistim dua sampul dan sistim dua tahap diumumkan di papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. 9.7. 9.9. para pihak tidak boleh melakukan Post Bidding. 1.9.10. Dalam pelaksanaan negosiasi teknis pada pelelangan dengan sistim dua tahap dimungkinkan adanya perubahan materi perincian penawaran dan/atau penambahan dokumen yang mendukung penawaran teknis dan tidak dikategorikan sebagai Post Bidding.1.9. yang diusulkan sebagai calon pemenang pengadaan adalah penawaran dengan HE TKDN terendah atau hasil normalisasi terendah.9. EVALUASI HARGA : Sistim Evaluasi Harga: Pada dasarnya evaluasi harga menggunakan sistim evaluasi harga terendah.

Evaluasi kinerja dan harga. yang diusulkan sebagai calon pemenang pengadaan adalah penawaran dengan hasil penjumlahan terendah dari HE TKDN ditambah Net Present Value (NPV) biaya pengoperasian dan pemeliharaan selama masa penggunaan tertentu (lifecycle cost). dan perkalian dari volume dengan harga satuan. a. Sistim evaluasi ini digunakan khususnya untuk pengadaan peralatan yang bernilai tinggi. Untuk barang: Biaya per satuan keluaran dihitung dengan cara: Harga penawaran per satuan barang Jumlah keluaran per satuan barang b. Metoda evaluasi ini dimaksudkan untuk menetapkan penawaran yang menjanjikan harga per satuan keluaran (output) yang terendah. Koreksi aritmatik juga dilakukan apabila diketemukan kesalahan penghitungan persentase dan/atau nilai TKDN pada lembar perhitungan TKDN (form SC-12 A/B/C). 2.10. b. 166 . d. Untuk fasilitas penghasil: Biaya per satuan keluaran dihitung dengan cara: Jumlah harga penawaran Jumlah keluaran per periode waktu Koreksi Aritmatik: Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan koreksi aritmatik atas kesalahan hitung yang diketemukan dalam surat penawaran harga dan/atau perinciannya. Evaluasi biaya selama masa operasi penggunaan tertentu (lifecycle cost).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9.2. bukan merupakan nilai Kontrak.Buku Kedua . Metoda ini hanya sesuai untuk digunakan dalam evaluasi barang dengan efektifitas kinerja atau fasilitas penghasil yang jumlah keluarannya dapat dihitung secara matematis. meliputi kesalahan penjumlahan. Unsur-unsur biaya operasi dan biaya pemeliharaan selama masa operasi harus dinyatakan dalam Dokumen Pengadaan. Berdasarkan tata cara evaluasi ini. Nilai harga hasil normalisasi hanya digunakan untuk kepentingan evaluasi. pengurangan. 3. c. a.

7. 2. Apabila terjadi kesalahan penghitungan persentase TKDN pada form SC-12 A/B/C. dan/atau perubahan nilai jaminan penawaran sebagai akibat pelaksanaan koreksi aritmatik tersebut di atas. 5. Apabila Penyedia Barang/Jasa tidak menyetujui nilai total penawaran harga sebagai hasil koreksi aritmatik. Koreksi aritmatik tidak dikategorikan sebagai Post Bidding.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Koreksi dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. maka dilakukan koreksi hasil perkalian dengan ketentuan bahwa harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah. dilakukan koreksi perhitungan. 8. maka penawaran dinyatakan gugur. 3. 6. maka penawarannya dinyatakan diskualifikasi. Koreksi aritmatik dapat mengubah nilai total penawaran harga atau urutan penawaran menjadi lebih tinggi atau lebih rendah. 167 . maka Penyedia Barang/Jasa harus memberikan pernyataan persetujuan yang ditandatangani oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa di atas meterai dengan nilai yang cukup. Apabila Penyedia Barang/Jasa menerima nilai total penawaran hasil koreksi. atau perubahan urutan penawaran. maka dilakukan koreksi hasil penjumlahan/ pengurangan. Apabila koreksi aritmatik tersebut mengubah nilai total penawaran harga dan mengakibatkan nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai total penawaran harga hasil koreksi. maka jaminan penawaran harus diganti/ditambah sehingga nilainya menjadi sekurang-kurangnya 1% (satu persen) dari nilai total penawaran harga hasil koreksi. Apabila terjadi kesalahan hasil penjumlahan/pengurangan nilai penawaran. 9. Bilamana Penyedia Barang/Jasa menyatakan tidak bersedia menerima hasil koreksi aritmatik walaupun bersedia memenuhi kewajibannya sesuai penawaran awal. Apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan. 4. dengan ketentuan nilai komponen dalam negeri tidak boleh diubah.

maka penawaran dinyatakan gugur.4. kecuali diizinkan memasukkan penawaran hanya sebagian (partial).10.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. 9. Pekerjaan tersebut harus tetap dikerjakan sesuai dengan volume yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan. antara lain bahwa jenis pekerjaan tersebut sudah tercakup dalam komponen lain. dengan harga satuan dan nilai total penawaran tetap seperti yang tertera dalam penawaran serta bersifat mengikat. Ketentuan khusus untuk pelelangan berbasis harga satuan: 1. maka volume pekerjaan terkait disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan. 4.Buku Kedua . Penawaran yang tidak mencantumkan volume atau volume penawaran tidak sesuai dengan permintaan. 2.10.10. Ketentuan khusus untuk pelelangan bersifat lumpsum: 1. kecuali ditetapkan lain dalam Dokumen Pengadaan. Apabila tanpa dilengkapi dengan penjelasan. Penawaran yang tidak dilengkapi dengan daftar rincian volume dan harga satuan. 2. dalam dokumen penawaran harus dilengkapi dengan penjelasan. dinyatakan gugur.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan klarifikasi dan verifikasi kepada peserta pengadaan terkait untuk mendapatkan keyakinan atas kewajaran harga penawaran. 168 . Jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan. dianggap tidak menawarkan jenis pekerjaan dimaksud dan penawaran dinyatakan diskualifikasi. 5.5. maka: 1. a. Dilakukan evaluasi terhadap nilai total penawaran. Volume dan harga satuan setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran bersifat pasti dan tidak boleh diubah. 9. Penyedia Barang/Jasa terkait harus dapat membuktikan kewajaran harga penawaran termasuk harga-harga yang tercantum dalam perincian. dan dilakukan koreksi aritmatik apabila ditemukan kesalahan perhitungan. 3. Apabila nilai penawaran salah satu atau beberapa peserta lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE. Apabila peserta tidak bersedia menerima ketentuan ini. Daftar volume dan harga satuan setiap jenis (item) barang/jasa harus diisi dengan penuh dan lengkap.

dan b. Apabila Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak dapat meyakini kewajaran harga penawaran. 9. penawaran dinyatakan gugur.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. penawaran yang bersangkutan dinyatakan gugur. dan c. digunakan sebagai dasar evaluasi harga. Apabila peserta pengadaan dengan nilai penawaran lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE tersebut ditunjuk sebagai pemenang. d. 1. Persentase TKDN yang dinyatakan dalam penawaran harga dan minimal sama dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Pada dasarnya evaluasi harga dikaitkan dengan kebijakan mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. c. Evaluasi Harga Dalam Rangka Pendayagunaan Produksi Dalam Negeri. dengan menggunakan rumusan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasarkan pencapaian TKDN. maka penawaran dapat dinyatakan tidak gugur. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat analisis tertulis yang mendukung kesimpulan tersebut. maka Penyedia Barang/ Jasa yang bersangkutan dikenai sanksi kategori hitam. Tidak diizinkan mengurangi komitmen pencapaian TKDN. Tidak diizinkan adanya penambahan lingkup kerja (PLK tambah). Dalam hal persentase TKDN atau TKDN gabungan pada penawaran harga lebih kecil dibanding persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan.10. 2. 169 .6. Apabila kewajaran harga penawaran dapat diyakini. Tidak diizinkan untuk mengurangi kualitas maupun kuantitas barang dan/atau pekerjaan. Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal menyelesaikan pekerjaan atau gagal menyerahkan barang sesuai ketentuan dalam Kontrak. maka dalam pelaksanaan Kontrak: a. 2.

b. b. d. Pada proses pengadaan dengan sistem 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap: • Pada pengadaan barang. maka persentase TKDN dalam penawaran harga digunakan sebagai dasar evaluasi harga dan dicantumkan dalam Kontrak.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. 170 . Kegiatan ini tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. Dilakukan dalam: • Pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan dan memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri. Nilai komponen bukan biaya hasil klarifikasi dikurangkan dari nilai unsur komponen biaya. Jasa Konsultansi dan Jasa Lainnya. c. Penentuan peringkat pemenang atas penawaran Penyedia Barang/Jasa ditentukan berdasarkan harga evaluasi yang telah memperhitungkan preferensi atas TKDN. namun sama dengan atau lebih besar dibanding persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. minimal 8% (delapan persen) terhadap nilai komponen biaya yang dinyatakan dalam formulir SC-12 A/B/C. Dalam hal peserta tidak menyatakan nilai komponen bukan biaya dalam penawaran atau dalam formulir perhitungan TKDN (form SC-12 A/B/C). Panitia Pengadaan melakukan Klarifikasi untuk menetapkan nilai komponen bukan biaya. Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi. Evaluasi harga dengan menggunakan rumusan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasarkan pencapaian TKDN: a. TKDN hasil klarifikasi dipergunakan sebagai dasar evaluasi penawaran harga dan dicantumkan dalam Kontrak. maka: a. Panitia menghitung TKDN dan TKDN gabungan hasil klarifikasi berdasar nilai komponen biaya langsung hasil klarifikasi. apabila persentase TKDN dalam penawaran harga berbeda dengan persentase TKDN dalam penawaran teknis. • Pengadaan Jasa Pemborongan. 4. c.Buku Kedua .

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Pada pengadaan Jasa Pemborongan. apabila persentase TKDN gabungan dalam penawaran harga berbeda dengan persentase TKDN gabungan dalam penawaran teknis. = (100% / (100% + Pj)) x HPj = (HE-TKDN Jasa) x (100% / (100% + PSpj)) = HE PSp Jasa + Komponen Bukan Biaya Urutan dan rumusan penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dalam pengadaan gabungan barang dan jasa adalah sebagai berikut: HE-TKDN Gabungan = (HE-TKDN Barang) + (HE-TKDN Jasa) HE PSp Gabungan = {(HE-TKDN Barang) + (HE-TKDN Jasa)} x (100% / (100% + PSpj)) HEP Gabungan = HE PSp Gabungan + Komponen Bukan Biaya 171 . namun sama dengan atau lebih besar dibanding persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Urutan dan rumusan penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dalam pengadaan barang produksi masal (mass product) adalah sebagai berikut: HE-TKDN Barang = (100% / (100% + Pb)) x HPb HE PSp Barang HEP Barang = (HE-TKDN Barang) x (100% / (100% + PSpb)) = HE PSp Barang + Komponen Bukan Biaya • e. d. maka persentase TKDN unsur barang serta persentase TKDN unsur jasa dalam penawaran harga digunakan sebagai dasar evaluasi harga dan dicantumkan dalam Kontrak. Urutan dan rumusan penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dalam pengadaan Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi adalah sebagai berikut: HE-TKDN Jasa HE PSp Jasa HEP Jasa f.

Pj = TKDN x 7. pedoman ini.2.41.10. pedoman ini. Pb = TKDN x 15% Pj = Preferensi harga jasa.1. dan 7. pedoman ini. Evaluasi harga dengan membandingkan harga penawaran tanpa memperhitungkan preferensi harga dilakukan dalam hal: • Pengadaan barang impor dan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen).7. tersebut di atas tidak diberlakukan pada pengadaan barang sebagaimana tersebut pada bab III angka 6.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat.10.1.000.1. mengikuti ketentuan bab III angka 9.1. Tata cara evaluasi tersebut pada angka 9.2.00 (satu milyar rupiah) atau setinggi-tingginya US$100.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa • Dengan pengertian: HPb = Komponen biaya langsung dalam penawaran harga barang HPj = Komponen biaya langsung dalam penawaran harga jasa Pb = Preferensi harga barang. Contoh penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dapat dilihat pada Lampiran CP-001 sampai dengan CP-009 g.2.6. Pengadaan barang/jasa dengan nilai setinggitingginya Rp1. mengikuti ketentuan dalam bab III angka 9.000.000.Buku Kedua . • Untuk pekerjaan jasa (PSpj).000. pedoman ini.2. mengikuti ketentuan bab III angka 9.5% PSp = Preferensi status Perusahaan Dalam Negeri: • Untuk pengadaan barang (PSpb). 172 . • 9. mengikuti ketentuan dalam bab III angka 9.

10. 2. dan jika persyaratan tersebut akan lebih menguntungkan negara.2.3. Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih penawaran dengan nilai HE TKDN atau hasil normalisasi yang sama. 173 . Panitia Pengadaan menyusun daftar peringkat 3 (tiga) penawaran terbaik berdasarkan Harga Evaluasi (HE) TKDN atau sebagai hasil normalisasi. dan/atau untuk mengoperasikan fasilitas tertentu.10. Apabila ternyata TKDN masingmasing juga sama. Normalisasi 1. Nilai penawaran disetarakan dengan memperhitungkan keseluruhan biaya nyata yang akan dikeluarkan oleh Kontraktor KKS (total cost) atau peluang untuk mendapatkan penghematan/keuntungan bagi negara dan/ atau mengoperasikan barang/peralatan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. Persyaratan tertentu yang diajukan dalam penawaran harga tidak diperhitungkan dalam evaluasi.11. 4. 9. menurut tata cara evaluasi harga yang telah ditetapkan. 9. PENETAPAN PERINGKAT PENAWARAN 9. Normalisasi digunakan untuk menyetarakan penawaran harga.9.11. 3.8. maka penawaran dengan nilai atau materi teknis lebih baik ditetapkan untuk menduduki peringkat yang lebih tinggi. Nilai hasil normalisasi hanya digunakan untuk kepentingan evaluasi penetapan urutan calon pemenang dan tidak digunakan sebagai nilai pengikatan Kontrak. Dalam hal peserta yang memasukkan penawaran dan memenuhi persyaratan kurang dari 3 (tiga) maka daftar peringkat penawaran berisikan semua penawaran yang masuk dan memenuhi persyaratan. 9.11. Penetapan peringkat penawaran dapat dilakukan secara parsial berdasarkan harga terendah untuk setiap jenis (ítem) barang/jasa. Nilai normalisasi diperhitungkan dengan cara menambahkan seluruh biaya penyetaraan pada HE TKDN.11. maka penawaran dengan TKDN yang lebih besar ditetapkan untuk menduduki peringkat yang lebih tinggi.1. ketentuan dan cara penghitungannya harus dicantumkan dalam Dokumen Pengadaan. 9. Berdasarkan hasil evaluasi harga penawaran. Namun apabila Penyedia Barang/ Jasa yang mengajukan persyaratan tertentu tersebut ditunjuk sebagai pemenang pengadaan. maka persyaratan dimaksud dicantumkan dalam Kontrak. Apabila akan diterapkan.

10.3.4. termasuk penghitungan HE TKDN (apabila diterapkan) dan/atau penghitungan normalisasi harga.1.4. NEGOSIASI HARGA PENAWARAN 10. Wakil Penyedia Barang/Jasa menyampaikan dalam sampul tertutup penawaran harga tertulis. 10. Negosiasi langsung dengan salah satu Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi dapat dilakukan dalam beberapa tahap sampai dicapai kesepakatan atau tidak tercapai kesepakatan. bertanggal. Negosiasi dilakukan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. 10. Penyampaian penawaran hanya dapat dilakukan satu kali. Sebelum negosiasi dilakukan. 10.1. kepada Penyedia Barang/Jasa diberitahukan tempat dan waktu pelaksanaan negosiasi. 10.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 10. bermeterai cukup dan ditandatangani oleh pejabat Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kewenangan dan disampaikan pada waktu yang telah ditentukan.1. Harga penawaran peringkat penawaran I (pertama) telah lebih rendah dibanding HPS/OE namun masih lebih tinggi dibanding harga penawaran terendah yang wajar.2.Buku Kedua . 2.2. METODA NEGOSIASI Langsung 1. Negosiasi langsung dapat diakhiri dengan negosiasi tertulis.2. Negosiasi dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan harga yang lebih rendah lagi dan mendekati harga penawaran terendah. Negosiasi bertujuan untuk mendapatkan harga yang lebih rendah atau setinggi-tingginya sama dengan HPS/OE. 10. 10. 174 .1. diketahui bahwa: Harga penawaran dari penawaran peringkat I (pertama) sampai dengan peringkat III (ketiga) atau harga penawaran peringkat I (pertama) lebih tinggi dibanding HPS/OE. Dilakukan tawar menawar secara lisan dan langsung antara Panitia Pengadaan/Tim Internal dengan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi dan memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan dalam negosiasi. Upaya negosiasi dilakukan dan harus dilakukan apabila setelah evaluasi harga. Tertulis 1.4.

00 (lima ratus ribu dolar Amerika serikat). 4.000. dilakukan negosiasi secara bersamaan. maka diteruskan dengan melakukan negosiasi bersamaan. 1. Jika negosiasi terhadap penawar peringkat-I (pertama) tidak mencapai kesepakatan karena hasil negosiasi masih lebih tinggi daripada nilai HPS/OE. 175 .1.5. Untuk pengadaan dengan nilai lebih dari Rp5. 10. Negosiasi dapat dilakukan secara langsung atau tertulis. PELAKSANAAN NEGOSIASI 10. Dalam hal negosiasi bertahap tidak menghasilkan kesepakatan harga atau dalam pelaksanaan pelelangan ulang. Negosiasi bertahap. maka diteruskan kepada penawar peringkat-II (kedua) dan seterusnya sampai dengan penawar peringkat-III (ketiga). 3.2. Pada dasarnya negosiasi dilaksanakan secara bertahap. maka tidak dilakukan negosiasi kepada Penyedia Barang/Jasa yang lain.5.5. pembukaan penawaran dilakukan di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa dan dibuat berita acara negosiasi.3. 10.5. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka penawaran. Negosiasi harga dilakukan pertama-tama kepada penawaran peringkat-I (pertama). dan membuat nota evaluasi penawaran harga negosiasi. Negosiasi harga dilakukan kepada Penyedia Barang/Jasa dengan penawaran peringkat-I (pertama) dan apabila diperlukan sampai dengan peringkat-III (ketiga) menurut urutan harga evaluasi penawaran (HEP) atau menurut hasil penghitungan normalisasi harga. 5.000. Dalam hal harga penawaran peringkat-I (pertama) telah lebih rendah dibanding HPS/OE namun masih lebih tinggi dibanding harga penawaran terendah dilakukan negosiasi hanya kepada penawaran peringkat-I (pertama).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.000.000. 2. Jika negosiasi terhadap penawar peringkat-III (ketiga) tidak mencapai kesepakatan karena hasil negosiasi masih lebih tinggi daripada nilai HPS/OE. Negosiasi dilakukan dengan mengusahakan harga penawaran bersangkutan dapat turun mendekati harga penawaran yang lebih rendah.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. 10. Bila tercapai kesepakatan harga dan hasil negosiasi adalah di bawah atau sama dengan nilai HPS/OE.

Jika hasil negosiasi bersamaan terhadap penawaran peringkat pertama sampai dengan peringkat ketiga masih lebih tinggi dibanding HPS/OE. Negosiasi bersamaan 1.5. dalam hal paket pengadaan tersebut pada dasarnya merupakan satu kesatuan utuh. 10. Dilakukan secara tertulis kepada 3 (tiga) penawar peringkat-I (pertama) sampai dengan peringkat-III (ketiga) menurut hasil harga evaluasi penawaran (HEP) atau hasil normalisasi. Terhadap harga per jenis barang/jasa.6. Apabila HPS/OE dinilai tidak sesuai dengan kondisi pasar pada saat tersebut. Negosiasi bersamaan hanya dilakukan 1 (satu) kali. Peserta ternegosiasi diminta untuk memasukkan penawaran harga yang lebih rendah daripada penawaran yang diajukan pada tahap negosiasi bertahap.Buku Kedua .9. maka: 10.7.8.6. Dilakukan analisa atas HPS/OE. dalam hal kontrak tersebut meliputi jenis-jenis barang/jasa yang tidak terikat sebagai satu kesatuan utuh.2. Penawaran harga diserahkan dalam sampul tertutup. mengubah lingkup kerja. 3. 10. Hasil negosiasi hanya dapat disepakati apabila harga penawaran telah mencapai lebih rendah atau sama dengan nilai HPS/OE. Hasil negosiasi harga tidak boleh mengurangi komitmen persentase TKDN. 176 . Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka penawaran harga di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi secara bersamaan. seperti penggunaan kontrak Call Off Order. spesifikasi penawaran teknis dan/atau hasil kesepakatan negosiasi teknis. Dalam hal menggunakan strategi Kontrak Harga Satuan.6. 10. 4.9. dapat dilakukan koreksi/penyesuaian atas HPS/OE dengan penambahan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) dan didukung dengan analisa pasar sebagaimana disyaratkan pada tata cara penyusunan HPS/OE. ditandatangani di atas meterai dengan nilai yang cukup oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kewenangan. 10.1. dapat dilakukan negosiasi: 10.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 10. 10. Perjanjian Harga dan lain-lain. Terhadap keseluruhan harga paket.4. 2.1.

9.10. Penyedia Barang/ Jasa diwajibkan untuk menyampaikan harga penawaran dan TKDN baru berikut rinciannya. Dalam pelaksanaan negosiasi harga. dan ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau Wakil Penyedia Barang/Jasa di atas meterai dengan nilai yang cukup. Kesimpulan pelaksanaan negosiasi. Metode negosiasi.10.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 10.12. Apabila tidak ada satupun harga hasil negosiasi yang lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. 10.2. dibuat risalah pelaksanaan negosiasi harga yang memuat paling tidak: 10. Apabila negosiasi dilaksanakan secara langsung.10. Dalam hal dilaksanakan secara tertulis. maka risalah pelaksanaan negosiasi ditandatangani juga oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi. Risalah ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. surat penawaran harga dari peserta negosiasi dilampirkan dalam risalah.2.11.10. 10. Penawar dengan harga hasil negosiasi bersamaan yang paling rendah dan dinilai wajar dan lebih rendah dibanding HPS/OE yang telah dikoreksi dapat ditetapkan sebagai calon pemenang. maka negosiasi dinyatakan gagal. Apabila telah diperoleh kesepakatan harga. 10. Harga penawaran semula dan harga yang ditawarkan peserta negosiasi pada pelaksanaan negosiasi. 177 .3. 10. 10.1.

dan 2. Telah mengupayakan pengutamaan penggunaan hasil produksi dan kompetensi dalam negeri.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 11. dan merupakan harga penawaran hasil negosiasi yang paling rendah. maka dipilih Penyedia Barang/Jasa yang memiliki nilai atau materi teknis yang lebih baik. Apabila TKDN penawaran juga sama. PENENTUAN CALON PEMENANG 11. di atas dituangkan dalam bentuk berita acara yang disetujui oleh seluruh anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal.3.2. 11. dinilai wajar dan tidak lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. setelah dilakukan evaluasi menggunakan prinsip mengutamakan penggunaan Produksi Dalam Negeri. 11. Penawaran secara administrasi. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan 1 (satu) calon pemenang yang penawarannya: Memenuhi persyaratan sesuai Dokumen Pengadaan dan dapat dipertanggung-jawabkan. Dalam hal tidak tercapai kesepakatan bulat. atau setelah dilakukan normalisasi dan/atau telah dilakukan negosiasi sesuai ketentuan yang berlaku. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal memilih peserta yang menawarkan TKDN lebih besar. yaitu: 1. Penentuan calon pemenang sebagaimana dimaksud dalam huruf 11.1.4. Dalam hal dua Penyedia Barang/Jasa atau lebih memiliki harga evaluasi penawaran (HEP) atau hasil normalisasi harga penawaran yang sama. 178 . Merupakan harga terendah.Buku Kedua . Materi ketidak sepakatan tersebut harus dicatat dalam berita acara. keputusan diambil berdasarkan rapat yang disetujui oleh paling sedikit dua-pertiga jumlah anggota.1. calon pemenang yang diusulkan dapat lebih dari satu. 11.1. teknis dan kualifikasi memenuhi persyaratan dalam Dokumen Pengadaan.1. Dalam hal digunakan sistim Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (Multi Standing Agreement/MSA) atau Kontrak Harga Satuan secara itemized. 11. 11.1.2.

5. Nilai HPS/OE atau nilai HPS/OE yang telah dikoreksi. 11. 11. 11.5. Tanggal berita acara. nama Penyedia Barang/Jasa yang mengikuti pengadaan dimaksud. sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan dalam penetapan calon pemenang oleh Pejabat Berwenang.2. 2. 4.5. yang telah mencakup jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi. 3. harga penawaran dan/atau harga penawaran terkoreksi. lampiran nomor FL-003.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 11.5. Keterangan-keterangan yang dianggap perlu mengenai proses pelaksanaan pelelangan. Nama. Setelah menentukan calon pemenang pengadaan: Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) yang memuat hasil pelaksanaan pelelangan meliputi: 1. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan calon pemenang kepada Pejabat Berwenang dilengkapi dengan BAHP serta penjelasan tambahan yang dianggap perlu.1. harga hasil negosiasi (bila ada) dan komitmen TKDN serta hasil evaluasi pengadaan. BAHP ditandatangani oleh sekurang-kurangnya dua-pertiga dari jumlah anggota termasuk Ketua Panitia Pengadaan/Tim Internal. 179 . BAHP dilengkapi dengan formulir Ringkasan Proses Pelaksanaan Lelang (Form SC-03). nilai Kontrak dan komitmen TKDN serta masa berlakunya Kontrak. judul/nomor lelang.3. alamat dan NPWP calon pemenang pengadaan.

10. 4. Pejabat Berwenang segera menetapkan pemenang pengadaan apabila merupakan kewenangan Kontraktor KKS. 12. 12. Berdasarkan usulan Panitia Pengadaan/Tim Internal. Tabulasi evaluasi teknis untuk masing-masing penawar. Usulan penetapan calon pemenang pengadaan disampaikan dengan melampirkan dokumen sebagai berikut: 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 12. Pejabat Berwenang membahas dengan Panitia Pengadaan/Tim Internal. Berita acara pembukaan penawaran. 6. 11. KEPUTUSAN PENETAPAN PEMENANG 12. Tabulasi perbandingan dari 3 (tiga) penawaran peringkat pertama sampai dengan peringkat ketiga dengan rincian HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Tabulasi perbandingan harga evaluasi penawaran (HEP) dari seluruh penawaran harga yang masuk. 2.Buku Kedua . 12. Berita acara hasil pengadaan. Ringkasan Proses Pelaksanaan Lelang (form SC-03). 5. Hasil evaluasi kewajaran harga dan surat pernyataan kesanggupan dari Penyedia Barang/Jasa untuk melaksanakan Kontrak sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE. 9. HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan disahkan. Risalah hasil negosiasi (bila dilakukan).3. Salinan Daftar Rencana Pengadaan. Berita acara pemberian penjelasan (bila dilakukan). Apabila Pejabat Berwenang berpendapat lain atas usulan penetapan calon pemenang pengadaan yang diajukan. 8. 7. untuk mendapatkan keputusan akhir. Formulir perhitungan TKDN (form SC-12A atau SC-12B atau SC-12C).1. 3. 180 .2.

000. Untuk paket pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp50.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 13.000.000.000. diumumkan melalui papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan secara tertulis kepada Penyedia Barang/Jasa peserta pelelangan. segera setelah diterimanya keputusan tersebut oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal.2. dalam pengumuman dicantumkan bahwa penetapan sebagai pemenang pengadaan dapat dibatalkan apabila berdasarkan penelitian BPMIGAS proses pengadaan dan/atau kriteria penetapan calon pemenang pengadaan tidak benar.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. PENGUMUMAN PEMENANG PENGADAAN 13.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Keputusan tentang penetapan pemenang pengadaan. sehingga perlu dilakukan evaluasi ulang atau proses pengadaan harus dibatalkan.1. 13. 181 .

Sanggahan harus diajukan secara tertulis oleh peserta pelelangan.6. 14. Penyimpangan atas ketentuan dan prosedur yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan dan/atau ketentuan BPMIGAS tentang pengadaan barang/jasa yang berlaku.1. Terhadap hasil evaluasi administrasi dan teknis pada pelelangan sistim 2 (dua) sampul atau sistim 2 (dua) tahap.1. Permintaan Klarifikasi dan pertanyaan yang bersifat mempersoalkan maupun keberatan yang diajukan peserta pelelangan atas hasil evaluasi administrasi dan teknis serta evaluasi harga diperlakukan sebagai sanggahan. Sanggahan ditujukan kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal. antara peserta pelelangan dengan anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau dengan Pejabat Berwenang. Sanggahan hanya dapat diajukan terhadap: 1. dengan tembusan kepada Pejabat Berwenang. PENGAJUAN SANGGAHAN Keberatan peserta atas keputusan dalam pelelangan dapat diajukan pada masa sanggah.4. yaitu: 1.2. dengan melampirkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. SANGGAHAN 14. 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi sanggahan yang diajukan di luar angka 14. di atas dan proses pelelangan dapat diteruskan. 14. dan/atau 2. ditandatangani oleh pimpinan perusahaan yang menandatangani penawaran atau yang menggantikan fungsinya. dalam waktu yang telah ditentukan. 14. 5. Rekayasa proses pelelangan sehingga menghalangi terjadinya persaingan yang sehat.5. Ketidaklulusan hasil penilaian pascakualifikasi. 14.1. Terhadap keputusan penetapan pemenang pelelangan.2.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 14. 3. 4.1. 182 . 14.Buku Kedua . Praktek KKN diantara peserta pelelangan. 14.1. Penyalahgunaan wewenang oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau Pejabat Berwenang.3.1.1.1.

183 . Sanggahan dalam pelelangan dengan sistim 2 (dua) sampul atau sistim 2 (dua) tahap dapat dilakukan atas: 1. 14. Apabila sanggahan terhadap kondisi penawaran atau kondisi salah satu peserta pelelangan yang ditetapkan sebagai calon pemenang pengadaan benar. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang memasukkan penawaran. terhitung mulai tanggal setelah tanggal pengumuman penetapan pemenang.3. dan memberikan tanggapan.2. MASA SANGGAH 14. diabaikan dan tidak akan ditanggapi.2. 14.1. Hasil evaluasi harga pada tahap penetapan pemenang. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang memasukkan penawaran.2.2.3. Pada sistim 2 (dua) tahap. TANGGAPAN ATAS SANGGAHAN 14. di atas dan proses pengadaan dapat diteruskan. maka penawaran peserta pelelangan tersebut dinyatakan gugur dan dilakukan evaluasi ulang kepada penawaran lain yang memenuhi persyaratan.2. 1. Pada sistim 2 (dua) sampul. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan penelitian atas proses dan hasil evaluasi.2. 3. Apabila terdapat sanggahan. dan 14. sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis dan memasukkan penawaran harga.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 14. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi sanggahan yang diajukan di luar angka 14.1. 2.1. tidak dapat diterima. harus dilakukan dalam waktu 3 (tiga) hari kerja. Sanggahan dapat mencakup hasil evaluasi administrasi dan teknis serta penetapan pemenang. Masa sanggah untuk pelelangan yang menggunakan sistim 1 (satu) sampul adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman hasil pelelangan.2. Hasil evaluasi administrasi dan teknis. sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis. harus dilakukan dalam waktu 3 (tiga) hari kerja.3. Sanggahan tentang hasil evaluasi administrasi dan teknis yang diajukan pada masa sanggah setelah pengumuman penetapan pemenang. terhitung mulai tanggal setelah tanggal pengumuman hasil evaluasi administrasi dan teknis. 14.

14. di atas ternyata benar. Apabila ternyata sanggahan yang diajukan tidak sesuai dengan ketentuan di atas dan/atau tidak disertai dengan bukti-bukti dan/atau materi sanggahan atau protes tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh penyanggah. dan apabila perlu. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi.2. dianggap tidak ada sanggahan banding dan proses penetapan pemenang dapat dilanjutkan. 3. 14. maka dilakukan evaluasi ulang.3.00 (lima puluh juta rupiah). dapat diajukan sanggahan ulang kepada Pejabat Berwenang Kontraktor KKS dengan tembusan kepada atasan Pejabat Berwenang Kontraktor KKS dan fungsi pengawasan internal Kontraktor KKS. 14. pelelangan dapat dibatalkan atau dilakukan pelelangan ulang. Sanggahan banding dapat diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja terhitung setelah tanggal pengiriman tanggapan sanggahan.2. Apabila materi sanggahan tersebut angka 14.2. dapat mengajukan 1 (satu) kali sanggahan banding dan ditujukan kepada kepada Pejabat Berwenang dengan tembusan kepada atasan Pejabat Berwenang atau kepada pimpinan tertinggi Kontraktor KKS dan kepada BPMIGAS.000.3.3. Jaminan sanggahan banding ditetapkan sebesar 1‰ (satu permil) dari nilai total penawaran harga penyanggah dan paling tinggi sebesar Rp50. Jika sanggahan banding diajukan melewati batas waktu di atas. Sanggahan ulang dapat diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja terhitung setelah tanggal batas waktu tanggapan.Buku Kedua . 184 .4. Apabila penyanggah keberatan atas tanggapan sanggahan terhadap penetapan pemenang.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.000. Apabila sampai dengan batas waktu 5 (lima) hari kerja tidak ditanggapi. Penyedia Barang/Jasa yang mengajukan sanggahan banding wajib menyerahkan jaminan sanggahan banding berupa cek tunai atau cek perjalanan (traveler cheque) untuk keuntungan Kontraktor KKS: 1.3. Kepada penyanggah tersebut dikenakan sanksi kategori merah. Tanggapan terhadap sanggahan diberikan secara tertulis selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja terhitung setelah tanggal diterimanya sanggahan.1.

000. Tindakan tersebut angka 14. jaminan sanggahan banding dicairkan dan dibukukan sebagai pengurang biaya operasi Kontraktor KKS. atau 14.3. 3.000.000.4. 14. Apabila sanggahan banding tidak terbukti. Sanggahan.000.000. Jaminan sanggahan banding dikembalikan kepada Penyedia Barang/Jasa apabila sanggahan terbukti benar. 14. sanggahan ulang dan sanggahan banding telah ditanggapi dan diyakini tidak benar.5.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Proses penunjukan calon pemenang pengadaan harus ditangguhkan sampai tanggapan atas sanggahan atau tanggapan atas sanggahan banding diberikan. Sanggahan atau protes yang diajukan tidak sesuai dengan ketentuan di atas dan/atau materi sanggahan atau protes tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh penyanggah.4.1.000. 14.4. di atas dapat dijalankan apabila: 1.6. Proses pelelangan dilanjutkan dengan: Menyampaikan usulan penunjukan pemenang pengadaan kepada BPMIGAS apabila nilai pengadaan lebih besar dari Rp50. 14. 14.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Tidak ada sanggahan.4.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih kecil dari US$5. atau 3.4.3.3.000.000. 14. atau Penunjukan pemenang pengadaan untuk nilai pengadaan lebih kecil dari Rp50. atau 2.000.2.000. sanggahan ulang atau sanggahan banding dalam batas waktu yang telah ditentukan. Pejabat Berwenang harus menanggapi sanggahan banding selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja terhitung setelah tanggal diterimanya sanggahan banding. 185 .2.4.

1. Tabulasi dasar pendanaan. Lingkup kerja dan spesifikasi teknis telah sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati BPMIGAS. 15. Surat pernyataan dari pimpinan tertinggi fungsi pengguna barang/jasa bahwa tidak ada indikasi tindakan yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) dalam penentuan spesifikasi barang/jasa dan persyaratan Kontrak. 15.1. Perubahan Dokumen Pengadaan secara rinci. Risalah proses pengadaan termasuk proses dan pertimbangan evaluasi dan negosiasi sesuai lampiran FL-003.5.6.1. 15. 15. PERSETUJUAN RENCANA PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 15. BPMIGAS harus sudah menyampaikan persetujuan atau penolakan atas rencana penunjukan pemenang pengadaan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja sejak penerimaan dokumen secara lengkap yang dinyatakan oleh BPMIGAS. 3. Surat usulan dilampiri dengan salinan dokumen-dokumen seperti dimaksud pada angka 12.2. Nilai penawaran yang diusulkan dinilai wajar. 2. berdasarkan pembandingan dengan HPS/OE yang telah disusun secara cermat. di atas dan: 15.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 15. 15.2. Proses telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan dan ketentuan yang berlaku serta tidak ada indikasi KKN. 15.1.1. berisi pernyataan bahwa: 1. dan dalam pelaksanaan evaluasi teknis penawaran. 186 .Buku Kedua . Surat usulan penunjukan pemenang pengadaan yang memerlukan persetujuan BPMIGAS harus ditandatangani oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS.3.1.3.1. penyusunan HPS/OE. Dokumen penawaran dari peserta yang diusulkan sebagai pemenang. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau Pejabat Berwenang sesuai batas kewenangannya.4. Apabila dokumen yang disampaikan tidak lengkap berkas dikembalikan kepada Kontraktor KKS.1.

4. khususnya untuk pekerjaan yang sangat kompleks. 15.6.6. 15. Kontraktor KKS membatalkan penetapan calon pemenang yang telah diumumkan sebelumnya dan mengumumkan calon pemenang pengadaan baru. 15.6.7. Apabila dalam masa 20 (dua puluh) hari kerja penelitian. sebagaimana diuraikan di atas. Kontraktor KKS melakukan pelelangan ulang atau membatalkan pelelangan. Bahwa telah mengupayakan untuk mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri.3.2. 15. 15. Persetujuan BPMIGAS mencakup lingkup sebagai berikut: Bahwa proses pengadaan telah dilaksanakan menurut ketentuan dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Kontraktor KKS dan telah sesuai dengan rencana pengadaan yang telah disetujui oleh BPMIGAS serta sesuai dengan isi Dokumen Pengadaan.4. Dalam hal BPMIGAS tidak menyetujui usulan penunjukan pemenang pengadaan. Selanjutnya: Apabila diperlukan.7.5.2. 15. Bahwa harga penawaran yang diusulkan merupakan hasil proses pengadaan yang sesuai dengan ketentuan dan telah lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah direvisi.7.3.6. 15. BPMIGAS tidak memberikan persetujuan atau penolakan.1. Kontraktor KKS mengajukan usulan penunjukan pemenang baru kepada BPMIGAS. 15. 187 . maka Kontraktor KKS melakukan evaluasi ulang atas proses pelaksanaan pengadaan dan/atau atas penawaran-penawaran yang masuk.6. Dalam keadaan tertentu. dan dimulai lagi setelah penjelasan dapat diterima oleh BPMIGAS dan/atau dokumen tambahan telah diterima oleh BPMIGAS. 15. Berdasar hasil evaluasi ulang.1. BPMIGAS dapat memberitahukan kepada Kontraktor KKS bahwa penelitian memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu standar 20 (dua puluh) hari kerja. 15. Bahwa lingkup pekerjaan sesuai dengan rencana pengadaan yang telah disetujui oleh BPMIGAS. Kontraktor KKS dapat melanjutkan proses pengadaan apabila setelah 20 (dua puluh) hari kerja. BPMIGAS memerlukan tambahan penjelasan (Klarifikasi) dan/atau tambahan dokumen pendukung maka penghitungan jumlah hari penelitian dihentikan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 15. Apabila diperlukan.

1 di atas. atau tidak bersedia untuk memenuhi dokumen penawarannya. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari setelah tanggal penunjukan. Penunjukan pemenang pengadaan dilakukan tanpa melalui masa sanggah. terdapat lebih dari 1 (satu) peserta yang lulus evaluasi teknis. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan. apabila: Dalam sistim 2 (dua) sampul. Penunjukan pemenang terhadap calon pemenang urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.3. hanya terdapat satu peserta yang lulus evaluasi teknis. 16.2. Dalam hal BPMIGAS tidak menyetujui usulan penunjukan pemenang pengadaan dan Kontraktor KKS tetap melanjutkan proses pengadaan maka biaya yang timbul yang berkaitan dengan kegiatan pengadaan tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi berdasar Kontrak Kerja Sama.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 15. selanjutnya: Calon pemenang pengadaan peringkat kedua dapat ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan.1. 16.8.1.2. 16. 16. Apabila harga penawaran urutan kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.3. 16. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa.1. Dalam sistim 2 (dua) tahap.Buku Kedua . serta lulus evaluasi harga atau dicapai kesepakatan dalam tahap negosiasi harga. 188 . Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani kontrak dalam waktu sebagaimana ditetapkan dalam angka 16. 16. dilakukan negosiasi. PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 16. namun hanya terdapat satu penawaran harga dan harga penawaran dapat diterima atau dicapai kesepakatan dalam tahap negosiasi harga.2.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 16. atau setelah hasil negosiasi disepakati. atau setelah hasil negosiasi disepakati. 16.3. 16. Apabila harga penawaran urutan ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. 189 . jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa.4. Apabila calon pemenang peringkat kedua tidak bersedia ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan berdasar harga penawarannya yang telah lebih rendah dibanding HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa.3.3. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pelelangan ulang. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.2. Apabila calon pemenang peringkat ketiga juga tidak bersedia ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan berdasar harga penawarannya yang telah lebih rendah dibanding HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.3. Selanjutnya calon pemenang peringkat ketiga dapat ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan. dilakukan negosiasi.

Pada dasarnya surat jaminan penawaran dapat diambil oleh Penyedia Barang/Jasa.1. Tidak tercapai kesepakatan harga pada proses negosiasi bersamaan. Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga). Pada tahap II (kedua) tidak ada yang memasukkan penawaran. 18. 17. 4. 17. Pada pelelangan sistim 2 (dua) tahap. 18.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 17. 18. calon Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga).2. 17. Pada sistim 2 (dua) tahap: a.1.Buku Kedua .2. . kecuali: Untuk pemenang pengadaan ditukar dengan surat jaminan pelaksanaan pada saat akan menandatangani Kontrak.2. yang lulus evaluasi teknis hanya 1 (satu). 2.1. Tidak ada penawaran yang memenuhi persyaratan teknis. 2. calon Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar atau memenuhi syarat kualifikasi kurang dari 3 (tiga).1. Pada tahap pemasukan penawaran: 1. Apabila dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah penunjukan pemenang jaminan penawaran tersebut tidak diambil. Pada tahap evaluasi penawaran: 1. Tidak ada penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi. maka Kontraktor KKS tidak bertanggung jawab atas kehilangan. 3.3. PELELANGAN GAGAL 18. PENGEMBALIAN SURAT JAMINAN PENAWARAN.1. Untuk penawar peringkat kedua dan peringkat ketiga berdasarkan hasil evaluasi harga baru dapat diambil 15 (lima belas) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang.1. b. Pada sistim satu sampul dan dua sampul.1.1. 17.1. 190 18. 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang pengadaan. Pada tahap I (pertama). Pelelangan dinyatakan gagal apabila: Dalam pelelangan dengan Prakualifikasi. kerusakan atau penyalahgunaan surat jaminan tersebut.

19. Dalam hal mengikutsertakan peserta baru.2. 6. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang. Peserta yang telah dinyatakan telah lulus penilaian kualifikasi tidak dilakukan penilaian kualifikasi lagi. 19. proses dimulai dengan tahap pengumuman. Pelelangan ulang dilaksanakan 1 (satu) kali dan prosesnya dimulai sesegera mungkin setelah lelang dinyatakan gagal. Peserta lama harus mendaftar ulang.2. Pelaksanaan pelelangan terbukti tidak sesuai dengan ketentuan Dokumen Pengadaan. kecuali ditetapkan lain seperti tersebut pada Bab III angka 6. kedua dan ketiga tidak bersedia ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan.5. dan 6. 7. Dalam pelaksanaan pelelangan ulang dapat mempergunakan HPS/OE baru. 8.4.2. Terhadap peserta baru harus dilakukan penilaian kualifikasi.3. kedua dan ketiga tidak memenuhi syarat kualifikasi. TINDAK LANJUT PELELANGAN GAGAL Dalam hal pelelangan dinyatakan gagal. Pelelangan ulang diselenggarakan dengan mengundang peserta pengadaan lama atau mengikutsertakan peserta pengadaan lama dan Penyedia Barang/Jasa baru.1. 191 .4.4.5. Penyusunan HPS/OE mengikuti ketentuan yang diatur pada bab VII. 18.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. Calon pemenang peringkat pertama.3.2. 19. PELELANGAN ULANG 19. 19.4. Dalam pelelangan menggunakan sistim evaluasi pascakualifikasi. apabila: Negosiasi bersamaan tidak menghasilkan kesepakatan harga. Apabila tidak ada peserta yang memasukkan penawaran harga atau penawaran harga yang masuk tidak ada yang memenuhi syarat.1. Anggaran yang dialokasikan tidak mencukupi. Dalam pelelangan menggunakan sistim 2 (dua) tahap dapat dilakukan pelelangan ulang tahap II (kedua) saja dengan mengundang peserta yang penawarannya telah dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan teknis. 19. 19. calon pemenang peringkat pertama.

19.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100.9. Dalam hal pelelangan Pengadaan barang/ Jasa Pemborongan / Jasa Lainnya yang tidak memperhitungkan preferensi harga mengalami kegagalan. Dalam hal pelelangan Pengadaan Jasa Pemborongan atau Jasa Lainnya mengalami kegagalan. Pelelangan ulang untuk Pengadaan Barang: Dalam hal pengadaan memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri mengalami kegagalan: 1. dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang dengan persyaratan pengadaan yang sama.000.000. atau 19.1.6. atau 19. atau Pemilihan langsung dengan cara meminta peserta memasukkan penawaran harga baru. maka proses pengadaan selanjutnya dilaksanakan dengan: Melakukan negosiasi bersamaan terhadap penawaran yang masuk. Dalam hal dilakukan pelelangan ulang atas pekerjaan dengan nilai sampai dengan Rp1.8.7.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) dan ternyata tidak ada penawaran yang masuk atau setelah negosiasi harga penawaran masih lebih tinggi dibanding HPS/OE. 192 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 19.6. apabila penawaran yang masuk minimal 3 (tiga) dan negosiasi bersamaan mengalami kegagalan.7.000. apabila penawaran yang masuk minimal 3 (tiga).000. 19. dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang dengan mengikut sertakan Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional yang bersedia memberikan janji/komitmen pencapaian TKDN dan ketentuan lainnya yang diatur dalam bab III angka 7.Buku Kedua .5.1.9.5. Preferensi harga diberikan bagi barang dengan pencapaian TKDN sekurang-kurangnya 25% (dua puluh lima persen). Apabila pelelangan ulang tersebut pada angka 19. 19. atau 19. dapat dilakukan pelelangan ulang kedua dengan mengikutsertakan Penyedia Barang/Jasa usaha menengah. 19. 2.9.2. Evaluasi harga dilakukan dengan memperhitungkan preferensi harga untuk menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). 19. Dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang dengan mengikutsertakan penyedia barang Produksi Dalam Negeri dan penyedia barang produksi luar negeri tanpa mengubah HPS/OE. mengalami kegagalan.

4. 19. atau Membatalkan lelang tersebut dan melaksanakan lelang baru.9.9.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 19. 20.2.9.4. Proses pengadaan terbukti tidak dilaksanakan sesuai ketentuan perundangan-undangan yang berlaku. Pemilihan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk.1.9. 20.1. 19. Dalam pelaksanaan pemilihan langsung atau penunjukan langsung tersebut pada angka 19. atau 19. 19.5. atau Pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua).2. 20.8. Berdasarkan kesimpulan pimpinan tertinggi Kontraktor KKS telah terjadi tindak KKN.3.1. Adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atas pelaksanaan lelang tersebut.4. 20. Perubahan lingkup kerja karena perubahan pada rencana kerja atau karena lelang ulang gagal. apabila penawaran yang masuk hanya 2 (dua). Pembatalan pelelangan hanya dapat dilakukan oleh Kontraktor KKS apabila salah satu kondisi berikut terpenuhi: 20.. Pembatalan pelelangan sedapat mungkin dihindarkan.1. Penyusunan HPS/OE mengikuti ketentuan yang diatur pada bab VII.9. 19. 19.9.9. dengan dimungkinkan adanya perubahan lingkup kerja. Penyedia Barang/Jasa yang telah ditunjuk sebagai pemenang dapat meminta penggantian biaya penyiapan dokumen penawaran.7.3.6.2.5. 20.1.3. atau Penunjukan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). 193 .1.9. 20. Pembatalan lelang yang rencana pengadaannya melalui persetujuan BPMIGAS harus dilaporkan kepada BPMIGAS dan menjadi catatan BPMIGAS terhadap penilaian kinerja Kontraktor KKS.9. di atas dapat mempergunakan HPS/OE baru. 19. PEMBATALAN PELELANGAN 20.1. Anggaran yang dialokasikan tidak mencukupi. Dalam hal terjadi pembatalan pelelangan pekerjaan jasa konstruksi dan tahapan pelelangan telah sampai pada penunjukan pemenang.3. atau Penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu). 20.

3.2.000.000. Sebesar nilai kompensasi menurut ketentuan yang tertuang dalam draft kontrak yang menjadi bagian dari Dokumen Pengadaan.000. atau 20.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Dalam hal ini nilai penggantian biaya dihitung dengan menggunakan salah satu dari ketentuan berikut: 20.000. Hari akhir pengambilan Dokumen Pengadaan sekurangkurangnya 2 (dua) hari kerja setelah hari terakhir pendaftaran atau setelah pengumuman hasil Prakualifikasi. Hari pemberian penjelasan sekurang-kurangnya 2 (dua) hari kerja setelah hari akhir pengambilan Dokumen Pengadaan. 22.3. Hari pemasukan dokumen penawaran sekurang-kurangnya 4 (empat) hari kerja setelah hari akhir pemberian penjelasan. 21. 22. apabila Kontraktor KKS belum menerbitkan Surat Perintah Memulai Pelaksanaan Pekerjaan (SPK)/Letter of Intent (LOI). apabila Kontraktor KKS telah menerbitkan Surat Perintah Memulai Pelaksanaan Pekerjaan (SPK)/Letter of Intent (LOI). Masa pendaftaran sekurang-kurangnya 3 hari kerja setelah tanggal pengumuman.000. 194 .Buku Kedua .3.1. PENGULANGAN PENGADAAN (REPEAT ORDER) Pengulangan pengadaan barang/jasa (repeat order) dengan menggunakan hasil pelelangan sebelumnya untuk melaksanakan paket pekerjaan yang lain/berbeda tidak diperbolehkan. 22.1.5. 22. kecuali untuk pengadaan pekerjaan yang bersifat kompleks dan bernilai lebih dari Rp1. Setinggi-tingginya sama dengan nilai jaminan penawaran. TENGGANG WAKTU PELELANGAN 22.00 (seratus juta dolar Amerika Serikat).00 (satu trilliun rupiah) atau lebih dari US$100.000. Proses lelang sejak pengumuman sampai dengan penandatanganan Kontrak diupayakan dalam tenggang waktu 6 (enam) bulan. 22.4.

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB XII METODA DAN TATA CARA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 195 .Buku Kedua .

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.5. konsultan perorangan. perusahaan jasa industri dan perbankan yang memiliki unit litbang dengan keahlian khusus.000. pemeliharaan serta rehabilitasi. Kegiatan Jasa Konsultansi meliputi jasa perencanaan konstruksi. Jasa Konsultansi dapat dilakukan untuk semua kegiatan sesuai sub bidang pekerjaan pada lampiran buku kedua no. 1. 1.00 (sepuluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$1. bidang produksi dan industri.00 (satu juta dolar Amerika Serikat) dengan kewajiban bekerjasama dalam bentuk Konsorsium atau sub kontrak dengan Perusahaan Nasional yang dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak. penelitian.3. di atas kurang dari persyaratan minimal. Pengadaan diikuti oleh Penyedia Barang/Jasa yang bersedia memberikan janji/komitmen pencapaian TKDN minimal 35% (tiga puluh lima persen). 196 . Jasa Konsultansi harus dilaksanakan di Indonesia. dilakukan pelelangan ulang dengan mengikut sertakan Penyedia Barang/Jasa yang bersedia memberikan janji/komitmen pencapaian TKDN minimal 30% (tiga puluh persen). 1.9. Jasa Konsultansi harus bersifat tidak rutin dengan jangka waktu tertentu dan mengutamakan konsultan dalam negeri.1. KETENTUAN UMUM 1. Dalam hal proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah peserta pengadaan yang menyanggupi untuk memenuhi persyaratan angka 1. jasa pengujian. 1. jasa pengawasan konstruksi.4. jasa manajemen.2. koperasi. badan usaha yang dimiliki perguruan tinggi negeri/perguruan tinggi swasta (PTN/PTS). Dalam hal jasa yang akan dilelangkan belum dapat dilaksanakan oleh Perusahaan Nasional.000. maka Perusahaan Nasional dapat menggunakan tenaga ahli asing bertaraf internasional atau membuat kerjasama dalam bentuk Konsorsium atau sub kontrak dengan konsultan asing bertaraf internasional. 1. kecuali untuk kegiatan yang belum dapat atau tidak mungkin dilaksanakan di Indonesia. konsultansi operasi. jasa informasi.PQ-003.8. 1.000. jasa survey. jasa studi makro/mikro. pelatihan serta jasa pelayanan profesi lainnya.6.Buku Kedua . Penyedia Jasa Konsultansi antara lain perusahaan Jasa Konsultansi.7. jasa K3LL.000.4. Perusahaan Asing dapat mengikuti pengadaan dengan nilai lebih dari Rp10. 1.000. 1.

standar teknis. jumlah bulan kerja (man-months) dan satuan biaya personil. Uraian pendahuluan berupa gambaran secara garis besar mengenai proyek/kegiatan yang akan dilaksanakan. INSTRUKSI KEPADA PESERTA INSTRUCTION TO BIDDERS (ITB).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.3. Tujuan pembuatan KAK adalah: 1.2. Klarifikasi dan negosiasi dengan calon konsultan terpilih. 3.2. KAK sekurang-kurangnya memuat: 1. IKPP (ITB) memuat hal-hal seperti pada bab VIII angka 3. teknis dan harga ditujukan kepada penyedia Jasa Konsultansi. sepanjang tidak mengubah sasaran. Sebagai acuan dalam evaluasi usulan. Dimungkinkan adanya perbedaan hasil negosiasi terhadap KAK dan HPS/OE seperti klasifikasi. PENYIAPAN DOKUMEN PENGADAAN Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi terdiri dari: 2. Sebagai acuan dan informasi bagi para konsultan yang diundang mengikuti pengadaan dalam rangka menyiapkan kelengkapan administratif.2. 2. 2. tujuan dan keluaran/output yang dihasilkan. Menjelaskan tujuan dan lingkup Jasa Konsultansi serta keahlian yang diperlukan. 2.2. 2. PENGADAAN (IKPP)/ Instruksi Kepada Peserta Pengadaan (IKPP)/Instruction to Bidders (ITB). dasar pembuatan Kontrak dan acuan evaluasi hasil kerja konsultan.1. jumlah penggunaan tenaga ahli.10. Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan HPS/OE kegiatan Jasa Konsultansi disusun secara keahlian dan digunakan sebagai acuan dalam evaluasi penawaran. klarifikasi. 197 . SURAT UNDANGAN Surat undangan untuk memasukkan penawaran administrasi. antara lain berisi latar belakang. Data penunjang berupa data yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek. lokasi. usulan teknis dan usulan harga. studi-studi terdahulu yang pernah dilaksanakan dan peraturan serta ketentuan yang berlaku. antara lain data dasar. maksud dan tujuan. Dalam persyaratan teknis memuat Kerangka Acuan Kerja (KAK) dengan ketentuan sebagai berikut: 2.1. 2. dan/atau negosiasi dengan calon konsultan terpilih.

4. Swakelola. Hal-hal lain seperti fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa untuk membantu kelancaran tugas konsultan.2. laporan sela dan laporan akhir). Tata cara pelaksanaan dan pertimbangan pemilihan metoda pelelangan umum. tunjangan perumahan / akomodasi dan lain-lain. 4. 5. pemilihan langsung dan penunjukan langsung pada prinsipnya mengikuti tata cara yang sebagaimana diatur pada bab X. Biaya personil (remuneration). Jenis dan jumlah laporan yang disyaratkan (laporan pendahuluan. persyaratan kerjasama dengan konsultan lain (apabila diperlukan). perkiraan jangka waktu penyelesaian pekerjaan Jasa Konsultansi. kualifikasi tenaga ahli yang harus disediakan oleh konsultan dan jadwal setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan. Pengadaan Jasa Konsultansi dilakukan dengan metoda Pelelangan Umum. peralatan dan material yang disediakan oleh Kontraktor KKS serta peralatan dan material yang harus disediakan oleh konsultan.1. Biaya langsung non personil (direct reimbursable cost) yang meliputi antara lain biaya untuk sewa kantor. biaya pengiriman dokumen.2. kecuali secara khusus dinyatakan lain.1. Pemilihan Langsung. keluaran lain. 4. 3.Buku Kedua . 198 . biaya komunikasi. 3. lingkup kewenangan yang dilimpahkan kepada konsultan. biaya perjalanan. HARGA PERHITUNGAN SENDIRI Penyusunan Harga perhitungan sendiri (HPS) atau owner estimate (OE). Tujuan dan ruang lingkup pekerjaan yang memberikan gambaran mengenai tujuan yang ingin dicapai. Pelelangan Terbatas. METODA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 4. biaya pengurusan surat ijin. Penunjukan Langsung. dan pedoman tentang pengumpulan data lapangan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. pelelangan terbatas. mengikuti ketentuan sebagaimana diatur pada bab VII HPS/OE yang terdiri dari dua komponen pokok : 3.

5.3. 5. Menggunakan Metoda Penunjukan Langsung: Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang satu penyedia Jasa Konsultansi /konsultan perorangan. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang peserta lain. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaksanakan Prakualifikasi terhadap calon peserta pengadaan yang mendaftar dengan cara meneliti dan menilai data kualifikasi calon peserta dimaksud. 2. Peserta yang diundang sekurang-kurangnya 3 (tiga). 4. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang calon peserta. 5.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaksanakan Prakualifikasi terhadap calon peserta pengadaan yang mendaftar dengan cara meneliti dan menilai data kualifikasi calon peserta dimaksud. Peserta yang lulus penilaian Prakualifikasi dicantumkan dalam DPT / Short List. Panitia Pengadaan/Tim Internal menyusun Daftar Penyedia Jasa Terseleksi (DPT)/Short List berdasarkan hasil proses Prakualifikasi. Tata cara penyusunan DPT / Short List sebagai berikut: Menggunakan Metoda Pelelangan : 1. 3. Peserta yang mendaftar sekurang-kurangnya 3 (tiga). 199 . Apabila calon peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga).3. dilakukan pelelangan ulang.2. Menggunakan Metoda Pemilihan Langsung : 1. DPT berisi daftar penyedia Jasa Konsultansi yang mempunyai kualifikasi dan sub bidang usaha yang sama dan telah lulus Prakualifikasi atau konsultan perorangan yang memiliki keahlian khusus. 5. 2.1. 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.3.2.1. Peserta yang lulus penilaian Prakualifikasi dicantumkan dalam DPT / Short List.3. Apabila calon peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). 3. 5. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan rencana pelelangan. PENYUSUNAN DAFTAR PENYEDIA JASA TERSELEKSI (DPT) / SHORT LIST 5.

Pembukaan dokumen penawaran sesuai tata cara pembukaan dokumen penawaran untuk sistim 2 (dua) sampul sebagaimana diatur pada bab XI. 200 .1. memerlukan inovasi atau Jasa Konsultansi dengan lingkup pekerjaan yang sulit ditetapkan dalam KAK. 7. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN Pemasukan dokumen penawaran dilakukan dengan sistim 2 (dua) sampul. angka 9. Evaluasi kelengkapan administrasi. 7. kecuali Jasa Konsultansi perorangan dapat menggunakan sistim 1 (satu) sampul. memerlukan teknologi tinggi.11.. 2. 7.1. angka 8.8. Sistim evaluasi penawaran dicantumkan dalam Dokumen Pengadaan. Urutan proses sebagai berikut : 7. sesuai dengan tata cara evaluasi administrasi sebagaimana diatur pada bab XI.1. SISTIM EVALUASI KUALITAS Sistim evaluasi kualitas adalah evaluasi berdasarkan nilai terbaik penawaran teknis dan dilanjutkan dengan Klarifikasi serta negosiasi teknis dan harga. Evaluasi persyaratan administrasi: 1. Dilakukan evaluasi kelengkapan administrasi sesuai yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. Pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas digunakan bagi pekerjaan Jasa Konsultansi yang permasalahannya kompleks.1. kualitas usulan merupakan faktor yang menentukan hasil pekerjaan (outcome) secara keseluruhan. Dalam hal ini.Buku Kedua . disampaikan kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal sesuai dengan tempat dan jadwal waktu yang ditetapkan.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6.. SISTIM EVALUASI PENAWARAN Evaluasi penawaran Jasa Konsultansi menggunakan sistim evaluasi kualitas atau sistim evaluasi kualitas teknis dan harga atau sistim evaluasi harga terendah.

f.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. Klarifikasi Teknis Klarifikasi dilakukan untuk memperoleh kepastian dan/atau kejelasan teknis. Fasilitas penunjang. Unsur-unsur pokok yang dinilai dan pembobotannya: Unsur Pokok Pengalaman Konsultan Pendekatan dan Metodologi Kualifikasi Tenaga Ahli Jumlah Bobot (%) 10-20 20-45 45-60 100 Penetapan bobot yang digunakan untuk masing-masing unsur. guna pencapaian hasil kerja yang optimal. Klarifikasi tidak boleh mengubah sasaran kerangka acuan kerja. i. Kualifikasi tenaga ahli.1. 2. dalam rentang tersebut di atas berdasarkan jenis pekerjaan jasa yang akan dilaksanakan. sedangkan untuk jasa supervisi dan perencanaan teknis penekanan lebih diberikan kepada kualifikasi tenaga ahli. b. Evaluasi Penawaran Teknis 1. Untuk jasa studi analisa perlu diberikan penekanan kepada pengalaman konsultan dan pendekatan metodologi. Lingkup dan sasaran pencapaian Jasa Konsultansi. Penilaian penawaran teknis a. d. Jadwal penugasan personil. Dilakukan dengan cara memberikan nilai angka (merit point) pada unsur-unsur pokok yang terdapat pada dokumen penawaran teknis dengan memperhatikan bobot yang diberikan pada unsur-unsur tersebut. Cara penanganan pekerjaan dan rencana kerja. 201 . e. Program alih pengetahuan.3. b. Persentase komitmen TKDN jasa. Organisasi pelaksanaan. h. g. Aspek-aspek teknis yang perlu diklarifikasi antara lain: a. dengan memperhatikan bobot pekerjaan dan tenaga ahli yang akan mengerjakan serta pertimbangan kebutuhan perangkat pendukung yang proposional. c. Jadwal pelaksanaan pekerjaan.

Pendekatan dan Metodologi Dimaksudkan untuk menilai pemahaman konsultan atas lingkup pekerjaan/jasa layanan yang diminta dalam KAK. dan hasil kerja.Buku Kedua . nilai dan waktu (bulan dan tahun) pelaksanaan. antara lain : • Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. lingkup serta Jasa Konsultansi yang diperlukan (aspek-aspek utama yang diindikasikan dalam KAK) dan pengenalan lapangan. antara lain pengalaman melaksanakan proyek/ pekerjaan sejenis. lokasi. Pengalaman tersebut diuraikan secara jelas dengan mencantumkan informasi nama proyek/kegiatan. lingkup dan data proyek/kegiatan secara singkat. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui pengalaman dan mengukur kemampuan/kapasitas konsultan yang bersangkutan dalam melaksanakan tugasnya. kemampuan manajerial dan fasilitas yang dimiliki. pemberi tugas. pemahaman atas tujuan. Penilaian juga dilakukan terhadap jumlah proyek/ pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh konsultan. Pengalaman konsultan: • Penilaian dilakukan atas pengalaman konsultan dalam melaksanakan pekerjaan sejenis dengan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam KAK dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. pengalaman melaksanakan proyek/kegiatan di Indonesia dan/atau di luar negeri. kualitas metodologi. penilaian terutama meliputi pengertian terhadap tujuan proyek. Unsur yang dinilai. Unsur-unsur yang dinilai. kapasitas perusahaan dengan antara lain memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap. Pengalaman kerja di Indonesia dan/atau lokasi proyek di Indonesia mendapat nilai tambah. • • • • d. Pengalaman konsultan harus dilengkapi dengan referensi dari pengguna jasa sebelumnya yang menunjuk kinerja konsultan yang bersangkutan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa c. 202 .

persyaratan. penilaian terutama meliputi: − ketepatan menganalisa masalah dan langkah pemecahan yang diusulkan dengan tetap mengacu kepada persyaratan KAK. dibuktikan dengan foto copy ijazah. jangka waktu pelaksanaan. gambargambar kerja.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 • Kualitas Metodologi. jadwal penugasan. serta jumlah tenaga yang ditetapkan dalam KAK. • Konsultan yang mengajukan gagasan baru guna meningkatkan kualitas hasil kerja (output) seperti tersebut dalam KAK meskipun berakibat perubahan KAK. jumlah bulan kerja (manmonths) tenaga ahli. yaitu lulusan perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah lulus ujian negara atau yang telah diakreditasi. uraian tugas. jenis keahlian serta jumlah tenaga ahli yang diperlukan. perhitungan teknis dan laporan-laporan yang diusulkan dalam penawaran. konsistensi antara metodologi dengan rencana kerja. atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi. diberikan nilai lebih. Unsur yang dinilai: • Tingkat pendidikan. Kualifikasi Tenaga Ahli Penilaian dilakukan terhadap tenaga ahli konsultan yang diusulkan untuk melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan jenis keahlian. dan kebutuhan fasilitas penunjang. e. 203 . organisasi. interpretasi terhadap KAK khususnya mengenai data yang tersedia. spesifikasi teknis. laporan-laporan yang disyaratkan. program kerja. − − − • Hasil kerja (deliverable). jadwal pekerjaan. Penilaian meliputi antara lain: analisis. apresiasi terhadap inovasi.

Berdasarkan hasil evaluasi penawaran teknis. c. situasi. 204 . Aspek lainnya meliputi penguasaan bahasa Inggris. b. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan peringkat konsultan yang dituangkan dalam berita acara evaluasi penawaran teknis. harus sesuai dengan persyaratan dalam KAK. Penyusunan dan Pengumuman Peringkat Evaluasi Teknis. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaporkan hasil penilaian teknis kepada Pejabat Berwenang untuk mendapatkan persetujuan. selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman tersebut. dan memilih konsultan yang mengajukan penawaran teknis yang nilainya sama atau melampaui nilai minimal ambang batas (passing grade). a. Hal lebih rinci tentang sanggahan diatur pada bab XI angka 14.Buku Kedua . • • • Pembobotan dan penilaian untuk tiap sub-unsur ditetapkan lebih lanjut oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa • Jenis keahlian (spesialisasi) yang dibuktikan dengan sertifikat. bahasa Indonesia (bagi konsultan asing). Panitia Pengadaan/Tim Internal memberitahukan secara tertulis urutan peringkat konsultan berikut nilai teknisnya kepada seluruh peserta. Sanggahan Peserta pengadaan yang berkeberatan atas pengumuman hasil evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis. Berdasarkan keputusan Pejabat Berwenang. kondisi dan adat istiadat setempat. Kualifikasi dari tenaga ahli yang melebihi kualifikasi persyaratan dalam KAK tidak memperoleh tambahan nilai. aturan. didukung dengan referensi dari pengguna jasa. Pengalaman kerja profesional sesuai persyaratan dalam KAK. 7. pengenalan (familiarity) atas tata cara.1. 3.

Unit biaya personil dihitung berdasarkan satuan waktu yang dihitung berdasarkan tingkat kehadiran dengan ketentuan 1 (satu) bulan dihitung minimal 22 (duapuluh dua) hari kerja dan 1 (satu) hari kerja dihitung minimal 8 (delapan) jam kerja. 205 . Apabila dianggap perlu dapat dilakukan negosiasi atas penawaran teknis dan kemudian dilakukan Klarifikasi dan negosiasi harga. dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan konsultan.1. Klarifikasi dan negosiasi harga dapat dilakukan bersamaan dengan negosiasi penawaran teknis. dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Negosiasi terhadap unit harga personil dapat dilakukan berdasarkan daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setoran pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan.5. Pembukaan Penawaran Harga 1.1. 6. 2. volume kegiatan dan jenis pengeluaran. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal melanjutkan dengan membuka penawaran konsultan yang lulus dengan peringkat teknis kedua serta apabila perlu dilakukan Klarifikasi dan negosiasi. Klarifikasi dan Negosiasi Klarifikasi dan negosiasi tidak boleh mengubah sasaran. Klarifikasi dan negosiasi harga dilakukan untuk memperoleh kesepakatan harga yang dapat dipertanggung-jawabkan. 4. Demikian seterusnya sampai dengan peringkat teknis ketiga.6. 2. Apabila Klarifikasi dan negosiasi dengan konsultan peringkat pertama tidak menghasilkan kesepakatan. Aspek-aspek yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi antara lain kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya. 3. Panitia Pengadaan/Tim Internal hanya membuka sampul II (kedua) penawaran konsultan dengan peringkat teknis tertinggi yang melampaui atau sama dengan nilai ambang batas.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. 7. harga satuan dibandingkan dengan harga yang berlaku dipasaran/ kewajaran harga. 5. tujuan dan keluaran yang dihasilkan serta tidak melampaui HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.

8.000.9. Penetapan Pemenang 1.Buku Kedua . Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani kontrak dalam waktu yang telah disepakati atau tidak bersedia untuk memenuhi persyaratan dan kondisi dalam dokumen penawarannya dan/atau persyaratan dan kondisi sebagai hasil kesepakatan negosiasi. 7.1. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. Sanggahan a.000. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan keputusan penetapan pemenang melalui papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau memberitahukan secara tertulis kepada Penyedia Barang/Jasa peserta pelelangan. 206 . 8.7. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7.1.000. c.1. 7. Dalam hal nilai pengadaan lebih tinggi dari Rp50.000. Penunjukan Pemenang 1. Masa sanggah untuk hasil evaluasi harga dan penunjukan pemenang adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman penunjukan pemenang.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih tinggi dari US$5. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja. Ketentuan sanggahan diatur pada bab XI angka 14. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengajukan usulan penetapan calon pemenang kepada Pejabat Berwenang. 2. penunjukan pemenang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis. mengikuti ketentuan dalam bab XI angka 15. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara hasil Klarifikasi dan negosiasi dan melaporkan hasil Klarifikasi dan negosiasi kepada Pejabat Berwenang. 3. Pejabat Berwenang menetapkan pemenang pengadaan berdasarkan usulan dari Panitia Pengadaan/Tim Internal. 7. b.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).

Selanjutnya penawaran harga peringkat teknis ketiga dibuka. Penunjukan pemenang terhadap urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Penawaran harga peringkat teknis kedua dibuka. b. Apabila harga penawaran calon pemenang peringkat teknis kedua telah lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. d. e. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. f. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. c. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pengadaan ulang. dilakukan negosiasi. Apabila calon pemenang peringkat ketiga telah lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan juga tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. Apabila harga penawaran peringkat teknis ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Selanjutnya: a. dilakukan negosiasi. 207 . Apabila harga penawaran peringkat teknis kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa.

Apabila calon pemenang ketiga juga mengundurkan diri. maka dilakukan pelelangan ulang.Buku Kedua . Dokumen penawaran harga yang tidak dibuka dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah masa sanggah atas hasil evaluasi administrasi dan teknis selesai. kecuali dokumen penawaran harga peringkat dua dan tiga baru dikembalikan setelah penandatanganan Kontrak. b. c. Penunjukan pemenang dibatalkan dan jaminan penawaran dicairkan apabila konsultan yang ditunjuk sebagai pemenang: a. atau b. Dalam hal penunjukan pemenang dibatalkan: a. Pengembalian Dokumen Penawaran 1. Dilakukan negosiasi penawaran teknis serta Klarifikasi dan negosiasi harga dengan konsultan peringkat kedua.1. tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. mengundurkan diri.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pembatalan Penunjukan Pemenang 4. Dokumen penawaran teknis peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang pengadaan dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah masa sanggah selesai. dilakukan negosiasi penawaran teknis serta Klarifikasi dan negosiasi harga dilakukan kepada calon pemenang peringkat ketiga. 208 . mengganti ketua pelaksana pekerjaan (team leader) atau mengganti lebih dari 30% (tigapuluh persen) jumlah tenaga ahlinya. 2. atau c. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Pejabat Berwenang wajib menjaga kerahasiaan dokumen penawaran dari setiap peserta. dan 3. 7. 5. Apabila calon pemenang kedua juga mengundurkan diri.10.

2. dan memilih konsultan yang mengajukan penawaran teknis yang nilainya sama atau melampaui nilai minimal ambang batas (passing grade).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 SISTIM EVALUASI KUALITAS TEKNIS DAN HARGA Sistim evaluasi berdasarkan teknis dan harga adalah evaluasi berdasarkan kombinasi skor penawaran teknis dan skor nilai penawaran harga. 1.2. Prosedur pembukaan dan evaluasi penawaran administrasi dan teknis [sampul I (pertama)] mengikuti prosedur pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas. Urutan proses sebagai berikut : 7. Demikian juga besarnya biaya (HPS/OE) dapat diperhitungkan dengan baik. Penilaian/evaluasi penawaran teknis menggunakan sistim pembobotan (merit point). Panitia Pengadaan/Tim Internal melaporkan hasil penilaian teknis kepada Pejabat Berwenang untuk meminta persetujuan. 209 7.4.1. selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman tersebut. 7.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan pada papan pengumuman resmi Kontraktor KKS dan/atau memberitahukan secara terulis urutan peringkat konsultan berikut nilai teknisnya kepada Penyedia Barang/Jasa. Sanggahan atas keputusan evaluasi administrasi dan teknis: Peserta pengadaan yang berkeberatan atas pengumuman hasil evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis.2. 2. 7. Penyusunan dan Pengumuman Peringkat Evaluasi Teknis. 7. Berdasarkan hasil evaluasi penawaran teknis. Sistim evaluasi berdasarkan teknis dan harga digunakan untuk pekerjaan yang lingkup. Berdasarkan keputusan Pejabat Berwenang. dilanjutkan dengan Klarifikasi teknis dan negosiasi harga. keluaran (output).2. kemudian dipilih penawaranpenawaran yang sama atau melampaui nilai ambang batas (passing grade). Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan peringkat konsultan yang dituangkan dalam berita acara evaluasi penawaran teknis. 3. . Hal lebih rinci mengenai sanggahan diatur dalam bab XI angka 14.3. waktu penugasan dan hal-hal lain dapat diperkirakan dengan baik dalam KAK.2.

5. Dilakukan perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasar pencapaian TKDN (HE-TKDN). 2. b. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara pembukaan penawaran harga yang harus ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan sekurangkurangnya 1 (satu) wakil peserta pengadaan. 7. dalam hal pelaksanaan Jasa Konsultansi dilaksanakan di luar negeri. harga evaluasi penawaran (HEP) atau harga setelah normalisasi yang terendah diberikan skor paling tinggi (maksimal).Buku Kedua . Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang peserta yang lulus evaluasi penawaran teknis untuk menghadiri pembukaan penawaran harga [sampul II (kedua)]. Penyetaraan (normalisasi) penawaran harga dengan antara lain menambahkan biaya manajemen (management cost) yang akan dikeluarkan oleh Kontraktor KKS pada harga evaluasi penawaran (HEP). membacakan dan menulis harga penawaran. Penilaian penawaran harga terhadap konsultan yang telah lulus evaluasi teknis dengan menggunakan sistim nilai (merit point system) berdasarkan urutan harga evaluasi penawaran (HEP) (jika tanpa normalisasi) atau menggunakan harga setelah normalisasi (jika ada normalisasi). 6. Pembukaan dan evaluasi penawaran harga [sampul II (kedua)]: 1. Panitia Pengadaan/Tim Internal dihadapan peserta pelelangan menyampaikan hal-hal sebagai berikut: a.2. Ketentuan pembobotan nilai evaluasi penawaran teknis dan nilai evaluasi penawaran harga sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pengadaan. TKDN serta nilai jaminan penawaran dari seluruh peserta yang lulus evaluasi teknis. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul-II (kedua). Calon konsultan yang lulus evaluasi teknis berikut nilai evaluasi penawaran teknis masing-masing. 210 . 3. 5. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7.

Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang konsultan dengan nilai tertinggi untuk hadir dalam rapat negosiasi teknis dan negosiasi harga.80 Bobot penawaran harga antara 0. Evaluasi gabungan teknis dan harga: 1.6. c. Prosedur negosiasi mengikuti ketentuan pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas. Panitia Pengadaan/Tim Internal menghitung kombinasi nilai (score) penawaran teknis dan nilai penawaran harga dengan cara perhitungan sebagai berikut : Nilai akhir = [Nilai Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis] + [Nilai Penawaran Harga x Bobot Penawaran Harga] Dimana : − − − Bobot penawaran teknis antara 0. Apabila tidak ada satupun harga penawaran yang lebih rendah atau sama dengan HPS/OE.60 sampai 0. Penyusunan daftar peringkat konsultan didasarkan hasil perhitungan kombinasi nilai terbobot penawaran teknis dan harga. 3. Konsultan dengan peringkat pertama diberi waktu yang memadai untuk mempersiapkan negoasiasi teknis dan negosiasi harga. Pelaksanaan sebagai berikut: a.20 sampai 0.40 Harga penawaran terendah diberikan nilai (score) penawaran harga tertinggi. Klarifikasi tidak boleh mengubah sasaran KAK. Berdasarkan berita acara evaluasi gabungan penawaran teknis dan penawaran harga. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara hasil negosiasi dan melaporkan hasil negosiasi kepada Pejabat Berwenang. 211 . b. dilakukan negosiasi terhadap konsultan yang mempunyai nilai tertinggi sesuai hasil evaluasi kombinasi penawaran teknis dan penawaran harga. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.2.

50 86 64.52       Harga Penawaran TKDN Preferensi HE TKDN Score Harga Penawaran Score Harga Penawaran Tertimbang        1.200.000.50    86.165 94.00    1.             Score harga penawaran = (HE TKDN Terendah) / (HE TKDN) x 100 Score Penawaran Teknis Tertimbang = Score Teknis x Bobot Teknis Score Penawaran Harga Tertimbang = Score Harga x Bobot Harga Nilai Kombinasi = Score Teknis Tertimbang + Score Harga Tertimbang 212 .067.00 82 61.50 1.00 1.000 60 4.25 ) (Rp) (%) (%) (Rp) 1.08 23.000 50 3.100.52    86. 4.72    Nilai Kombinasi Teknis dan Harga             86. 3.75 1.000 40 3.50 Score Penawaran Teknis Score Penawaran Teknis Tertimbang Penawaran Harga (Bobot :   0.75 ) 84 63.506 86.689 100.004.000.961.22      1.626.156.00 25.000.87 21.050.784. 2.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Contoh: Penghitungan Nilai Kombinasi Evaluasi Kualitas Teknis dan Harga Pengadaan Jasa Konsultansi           A   B   C Penyedia Barang/Jasa Penawaran Teknis (Bobot :   0.

3.000.000.2. 2. 2. 213 .2.9. 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengajukan usulan penetapan calon pemenang kepada Pejabat Berwenang. penunjukan pemenang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan. Penunjukan Pemenang 1.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih tinggi dari US$5. 3. Dalam hal nilai pengadaan lebih tinggi dari Rp50. Sanggahan atas penetapan pemenang: 1.2. Hal mengenai sanggahan diatur pada bab XI angka 14. 7. 3. Masa sanggah untuk hasil evaluasi harga dan penunjukan pemenang adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman penetapan pemenang.8.000.000. mengikuti ketentuan dalam bab XI angka 15.7.000. Penetapan Pemenang 1. Pejabat Berwenang menetapkan pemenang pengadaan berdasarkan usulan dari Panitia Pengadaan/Tim Internal. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan keputusan penetapan pemenang melalui papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa peserta pengadaan. 7. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. Sanggahan atas penetapan pemenang hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani Kontrak dalam waktu yang telah disepakati atau tidak bersedia untuk memenuhi persyaratan dan kondisi dalam dokumen penawarannya dan/atau persyaratan dan kondisi sebagai hasil kesepakatan negosiasi. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja.

Penunjukan pemenang dibatalkan dan jaminan penawaran dicairkan apabila konsultan yang ditunjuk sebagai pemenang: a. d. Selanjutnya penawaran harga peringkat teknis ketiga dibuka. 7. Pembatalan Penunjukan Pemenang 1. mengganti ketua pelaksana pekerjaan (team leader) atau mengganti lebih dari 30% (tigapuluh persen) jumlah tenaga ahlinya. Apabila harga penawaran peringkat teknis kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. dilakukan negosiasi. Apabila calon pemenang peringkat ketiga juga tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. dilakukan negosiasi.10. Apabila calon pemenang peringkat teknis kedua tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Selanjutnya: a. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pengadaan ulang. c. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. atau 214 . Apabila harga penawaran peringkat teknis ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. b.2. Penawaran harga peringkat teknis kedua dibuka. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Penunjukan pemenang terhadap urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.Buku Kedua .

Apabila calon pemenang kedua juga mengundurkan diri dilakukan Klarifikasi teknis dan negosiasi harga dilakukan kepada calon pemenang peringkat ketiga. tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Dilakukan Klarifikasi teknis dan negosiasi harga dengan konsultan peringkat kedua. c. atau c. 2. b. Pengembalian Dokumen Penawaran 1. Apabila calon pemenang ketiga juga mengundurkan diri. maka dilakukan pengadaan ulang.2. dan 2. mengundurkan diri.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. 7. Dokumen penawaran teknis peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang pengadaan dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah masa sanggah selesai.11. Dalam hal penunjukan pemenang dibatalkan: a. 215 . Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Pejabat Berwenang wajib menjaga kerahasiaan dokumen penawaran dari setiap peserta.

3. 2. 2. Panitia Pengadaan/Tim aritmatik. membacakan dan menulis harga penawaran [(sampul II (kedua)] dari semua peserta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis. Evaluasi Teknis 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. Dilakukan perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasarkan pencapaian TKDN (HE-TKDN).3. Panitia Pengadaan/Tim Internal dihadapan peserta pengadaan menyampaikan calon konsultan yang lulus evaluasi teknis berikut nilai evaluasi penawaran teknis masing-masing. Tata cara evaluasi penawaran teknis. Pembukaan penawaran harga 1. Internal melakukan koreksi 5.Buku Kedua . Pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi harga terendah digunakan bagi pekerjaan Jasa Konsultansi yang bersifat standar atau secara teknis dapat dilaksanakan dengan metoda yang sederhana. 3. 7. 7.3. 4. dikembalikan. Penawaran harga [Sampul II (kedua)] peserta yang tidak lulus evaluasi penawaran teknis. 216 . Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan penilaian usulan teknis dan tata cara penilaian mengikuti ketentuan pengadaan Jasa Konsultansi berdasarkan sistim evaluasi kualitas dan dibuatkan daftar peserta yang nilainya sama dengan atau di atas nilai minimal ambang batas teknis (passing grade). Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka.3.2.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara pembukaan penawaran harga yang harus ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan sekurangkurangnya 1 (satu) wakil peserta pengadaan. penyusunan peringkat nilai teknis sampai dengan pengumuman hasil evaluasi teknis serta prossedur sanggahan mengikuti ketentuan dalam sistim evaluasi kualitas teknis dan harga. SISTIM EVALUASI HARGA TERENDAH Sistim evaluasi harga terendah adalah evaluasi berdasarkan penawaran harga terendah dari konsultan yang memenuhi atau melampaui nilai minimal ambang batas teknis (passing grade).

3. mengikuti ketentuan dalam bab XI angka 15.3. 7.000.3. Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani Kontrak dalam waktu yang telah disepakati atau tidak bersedia untuk memenuhi persyaratan dan kondisi dalam dokumen penawarannya dan/atau persyaratan dan kondisi sebagai hasil kesepakatan negosiasi.000. Negosiasi harga terhadap konsultan calon pemenang tidak boleh mengubah sasaran kerangka acuan kerja. 7.5. 217 . Dilakukan negosiasi harga mengikuti prosedur negosiasi pengadaan barang/Jasa Lainnya. Penyusunan daftar peringkat konsultan didasarkan hasil perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) (jika tanpa normalisasi) atau hasil normalisasi (jika ada normalisasi).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa.000. 3.3.4. 2. 7. dalam hal pelaksanaan Jasa Konsultansi dilaksanakan di luar negeri. 2. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan.000. Dalam hal nilai pengadaan lebih tinggi dari Rp50.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih tinggi dari US$5.3.000. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja. Penyetaraan (normalisasi) penawaran harga dengan antara lain menambahkan biaya manajemen (management cost) yang akan dikeluarkan oleh Kontraktor KKS pada harga evaluasi penawaran (HEP).00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Masa sanggah untuk hasil evaluasi harga dan penunjukan pemenang adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman penunjukan pemenang. 6. Sanggahan 1. Hal lebih rinci mengenai sanggahan diatur pada bab XI angka 14. Penunjukan Pemenang 1. penunjukan pemenang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS.

Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan untuk menetapkan peserta peringkat kedua sebagai calon pemenang. Apabila harga penawaran peringkat ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. dilakukan negosiasi. b. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/ Jasa. Selanjutnya Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan untuk menetapkan peserta peringkat ketiga sebagai calon pemenang. Apabila harga penawaran calon pemenang peringkat ketiga telah lebih rendah dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Selanjutnya: a. Apabila calon pemenang peringkat kedua telah lebih rendah dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. g. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pengadaan ulang. d. Apabila harga penawaran peringkat kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/ Jasa. f. dilakukan negosiasi. 218 . Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. e. c. Penunjukan pemenang terhadap urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.

3. atau c. mengganti ketua pelaksana pekerjaan (team leader) atau mengganti lebih dari 30% (tigapuluh persen) jumlah tenaga ahlinya. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. b. Dilakukan negosiasi harga dengan konsultan peringkat kedua. c. maka dilakukan pelelangan ulang. tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Pejabat Berwenang wajib menjaga kerahasiaan dokumen penawaran dari setiap peserta.6. Apabila calon pemenang ketiga juga mengundurkan diri. dilakukan negosiasi harga kepada calon pemenang peringkat ketiga. Penunjukan pemenang dibatalkan dan jaminan penawaran dicairkan apabila konsultan yang ditunjuk sebagai pemenang: a. mengundurkan diri. 2.7. Dalam hal penunjukan pemenang dibatalkan: a. Dokumen penawaran harga dari penawaran yang tidak lulus evaluasi teknis. dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah disusun peringkat evaluasi teknis.3. Apabila calon pemenang kedua juga mengundurkan diri. Pembatalan Penunjukan Pemenang 1. 219 . atau b. Pengembalian Dokumen Penawaran 1. 7.

1.3.2. Evaluasi harga memperhitungkan preferensi harga berdasar janji/ komitmen TKDN dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang: 8. Dalam hal mengundang peserta baru.1. Peserta lama harus mendaftar ulang. peserta yang telah dinyatakan telah lulus penilaian kualifikasi tidak dilakukan penilaian kualifikasi lagi. Terhadap peserta baru harus dilakukan penilaian kualifikasi. atau 8.3.2. apabila penawaran yang masuk minimal 2 (dua). sesegera mungkin setelah 8. maka proses pengadaan selanjutnya dilaksanakan dengan: 8. Penunjukan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). Pelelangan ulang diselenggarakan dengan mengundang Peserta Pengadaan lama dan/atau mengundang Penyedia Barang/Jasa baru. Pelelangan ulang dilaksanakan pelelangan dinyatakan gagal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8.1. Dalam hal pelelangan Pengadaan Jasa Konsultansi mengalami kegagalan.2. atau 8. 8. dengan dimungkinkan adanya perubahan lingkup kerja 220 . proses dimulai dengan tahap pengumuman. Apabila pelelangan ulang mengalami kegagalan. Pemilihan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk.Buku Kedua .2.1.1. PELELANGAN ULANG 8.2. 8. Membatalkan lelang tersebut dan melaksanakan lelang baru.2.1.

9. 9.1.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. Pengadaan jasa kosultansi perorangan dilakukan melalui penunjukan langsung dengan mempertimbangkan faktor kewajaran harga serta memenuhi salah satu persyaratan sebagai berikut: Pelaksanaan pekerjaan tidak memerlukan kerja kelompok (team work) untuk penyelesaiannya.3. Jenis dan volume kegiatan serta jumlah pengeluaran.4. 9. Jasa Konsultansi tersebut bukan merupakan proyek/kegiatan secara utuh yang berdiri sendiri. Kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya. Aspek-aspek yang perlu dinegosiasi terutama : 9.1.2. 9. 9.2.2. 9.2. PENGADAAN JASA KONSULTANSI PERORANGAN 9. 221 .2. Harga satuan dibandingkan dengan harga yang berlaku di pasar/ harga yang wajar.1.1.1.1. Pekerjaan hanya memungkinkan dilakukan oleh orang yang ahli di bidangnya (spesialis). 9. Jasa Konsultansi tersebut merupakan tugas khusus untuk memberikan masukan/saran (advice) dalam pelaksanaan proyek/ kegiatan. KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan Klarifikasi dan negosiasi harga kepada penyedia Jasa Konsultansi perorangan yang akan ditunjuk sebagaimana pada pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas.2.3.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB XIII KONTRAK 222 .

1. Anggota Konsorsium atau bentuk kerja sama lainnya yang berdasarkan perjanjian kemitraan berhak menandatangani Kontrak.4. Penerbitan Kontrak yang tidak kompleks dilakukan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal penunjukan pemenang.3.2. 2. maka secara kumulatif nilai penambahan PLK tidak boleh melebihi 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak awal. 2. 2.5. Ketentuan mengenai penyesuaian harga dan nilai pekerjaan. sebagai akibat fluktuasi harga atau perubahan tarif resmi yang berlaku.1. Para pihak yang menanda tangani Kontrak. Identitas para pihak dinyatakan dengan jelas. 2. Penerbitan Kontrak yang bersifat kompleks diupayakan 90 (sembilan puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal penunjukan pemenang. 1. 223 .5. Lingkup pekerjaan termasuk persyaratan dan spesifikasi teknis sesuai konsep Kontrak dan kesepakatan sebagai hasil proses pengadaan. Harga dan nilai. 2.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.1. 2.1. 2. kewajiban dan tanggung-jawab kedua belah pihak sesuai konsep Kontrak dan kesepakatan sebagai hasil proses pengadaan.1. ISI KONTRAK: Kontrak sekurang-kurangnya memuat secara jelas hal-hal sebagai berikut: 2. 2.2.5. untuk Kontrak tahun jamak.2.2. Apabila penyesuaian harga mengakibatkan diperlukannya PLK. Harga dan nilai yang bersifat pasti sesuai hasil proses pengadaan. Ketentuan tersebut harus dinyatakan pada Dokumen Pengadaan. 2. PENERBITAN KONTRAK 1. Hak. maka harga Kontrak tersebut berlaku untuk seluruh masa Kontrak tanpa suatu perubahan. Apabila tidak dinyatakan. Penyedia Barang/Jasa yang mewakili atau memimpin (leader) dalam hal Kontrak dilakukan dengan Konsorsium atau bentuk kerja sama lainnya.

8. kepada Perusahaan Dalam Negeri diberikan uang muka sebesar minimal 5% (lima persen) dan maksimal 10% (sepuluh persen).8. Syarat-syarat pembayaran: Ketentuan bahwa pembayaran akan dilaksanakan kepada Penyedia Barang/Jasa melalui rekening bank yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum yang berstatus BUMN/BUMD sebagaimana diatur pada bab VIII angka 3. jangka waktu penyelesaian pekerjaan atau waktu penyerahan.Buku Kedua .000.000. 2.5.3.2. 2.6.00 (dua triliun rupiah) atau sampai dengan US$200. Jangka waktu dan tahapan pembayaran. 2. sesuai yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan seperti diatur dalam bab VIII angka 3. 2. nilai dan persentase komponen dalam negeri sesuai hasil proses pengadaan.4.2.00 (dua ratus juta dolar Amerika Serikat). 2. Tanggal saat dimulainya pekerjaan dan jangka waktu Kontrak.7. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.000.8. 2. Jenis mata uang yang digunakan dalam pembayaran. 2. Para pihak yang mengikat diri dalam Kontrak harus memiliki rekening bank yang berada dalam wilayah Negara Republik Indonesia baik sebagai rekening pembayar maupun sebagai rekening penerima. Komitmen Penyedia Barang/Jasa dalam penggunaan produksi/ kompetensi dalam negeri yang terdiri dari: Jenis barang/jasa.000.1. transaksi pembayaran dilakukan melalui rekening pembayar dan rekening penerima pada Bank Umum berstatus BUMN/BUMD.8.3. Kontraktor KKS harus menetapkan kriteria dasar pemberian uang muka sebagai bagian dari kebijakan pengelolaan rantai suplai Kontraktor KKS yang bersangkutan. 2.1.7.8.4. 2. Dalam pengadaan jasa pemboran dan jasa konstruksi (engineering procurement & construction-EPC).6.2.3. Pemberian uang muka: 1. dengan nilai Kontrak sampai dengan Rp.4. Pada Kontraktor KKS tahap produksi.7. Kewajiban Penyedia Barang/Jasa untuk melaporkan dan membuktikan pencapaian TKDN.6.000. 224 .000.8.

7. Dapat juga diberikan kepada: • • Badan usaha milik negara (BUMN) atau badan usaha milik daerah (BUMD). Diutamakan bagi usaha kecil atau badan usaha yang dimiliki perguruan tinggi/lembaga ilmiah.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Besaran persentase uang muka yang dapat diberikan setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen). 2. Apabila Penyedia Barang/Jasa lalai atau gagal memenuhi kewajiban yang diperjanjikan kepada sub kontraktor dan digugat oleh sub kontraktor ke pengadilan atau arbitrase. sebagaimana diatur dalam bab IX angka 3. 6. c.6. Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan tidak dapat diikutsertakan dalam kegiatan pengadaan pada semua Kontraktor KKS. 2. Uang muka dimaksud harus sepenuhnya dipergunakan bagi pelaksanaan kegiatan/proyek bersangkutan. Kontraktor KKS wajib memenuhi kewajiban pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa dan tidak mengaitkan dengan proses formalitas dari BPMIGAS yang belum selesai. 7. Uang muka diperhitungkan sebagai pembayaran tahap (termijn) pertama. di atas. besaran persentase uang muka yang dapat diberikan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen). Penyedia Barang/Jasa bersangkutan dapat diikutsertakan kembali dalam kegiatan pengadaan apabila seluruh kewajibannya kepada sub kontraktor terkait dipenuhi. 225 . apabila akan diberikan: a. Penyedia Barang/Jasa wajib memenuhi kewajiban pembayaran kepada sub kontraktor yang berkaitan dengan pelaksanaan Kontrak. Pelaksanaan pembayaran berikutnya dilakukan pada tahap (termijn) kedua berdasarkan tahap tahap pembayaran yang telah ditetapkan dalam Kontrak. Pembayaran uang muka dilakukan setelah Penyedia Barang/Jasa menyerahkan surat jaminan uang muka.8. b. atau Pemenang pengadaan sebagai realisasi kesepakatan dalam proses pengadaan termasuk proses negosiasi. 4. Untuk kegiatan pengadaan selain jasa pemboran dan jasa konstruksi seperti tersebut pada angka 2.8. Apabila akan diberikan kepada Usaha menengah dan usaha besar. 5.

Besarnya denda maksimum ditetapkan 5% (lima persen).10.9. 2. Dalam hal Kontrak penyewaan dan/atau penggunaan peralatan dengan masa Kontrak lebih dari 12 (dua belas) bulan. untuk proyek/kegiatan yang mempunyai risiko tinggi dapat dikenakan denda lebih dari 5% (lima persen) dan setinggitingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai Kontrak. 2. Dalam hal Kontrak menyatakan penyerahan barang/jasa dapat dilakukan secara bertahap (parsial) atau pada prinsipnya dilakukan atau diserahkan secara bertahap (parsial).10.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Tata cara pengenaan sanksi ini mengikuti ketentuan pengenaan sanksi kategori hitam pada bab XIV angka 4. maka denda keterlambatan dihitung sebagai persentase denda keterlambatan dikalikan nilai Kontrak untuk masa 12 (duabelas) bulan. Jika diperlukan. maka tidak dikenakan denda tambahan.10. maka denda keterlambatan dihitung berdasarkan nilai barang/jasa yang terlambat diserahkan.6. dalam bab ini.10. dikenakan sanksi sesuai ketentuan pada angka 5.1.3.2. Dikenakan denda paling sedikit 1‰ (satu permil) dari harga Kontrak untuk setiap hari keterlambatan.5. 226 . 2.4.10.10. Ketentuan tentang Sanksi.6.3.Buku Kedua . 2. Penyedia Barang/Jasa terlambat menyelesaikan pekerjaan/ menyerahkan barang dikenakan sanksi sebagai berikut: 2. Apabila denda keterlambatan telah mencapai maksimum namun pekerjaan dapat dilanjutkan dan diselesaikan.10. 2. 2. 2. Ketentuan ini berlaku apabila telah dinyatakan dalam Dokumen Pengadaan dan tidak dapat dilaksanakan pada Kontrak lumpsum dan Kontrak turnkey.2. namun Kepada Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan dikenakan sanksi kategori kuning atau merah sesuai ketentuan dalam bab XIV. Jaminan pelaksanaan sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Pengadaan barang/jasa sebagaimana diatur pada bab IX angka 2. Penyedia Barang/Jasa tidak memenuhi komitmen pencapaian TKDN yang dinyatakan dalam Kontrak.2. Ketentuan ini tidak diterapkan apabila Penyedia Barang/Jasa dapat membuktikan bahwa pemenuhan kewajiban kepada sub kontraktor tidak atau belum dapat dilakukan karena kegagalan pihak sub kontraktor dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya.

13. 2. Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi kategori merah sebagaimana diatur pada bab XIV. 2.12. Penyedia Barang/Jasa dilarang mengalihkan atau mensub kontrakkan: 1. 2. Ketentuan tentang amandemen (perubahan isi) Kontrak. Apabila ketentuan ini dilanggar. 1. Nilai kompensasi yang harus dibayar oleh Kontraktor KKS kepada Penyedia Barang/Jasa sebagai konsekuensi dari pembatalan Kontrak lebih awal (apabila ada). 2. Ketentuan pengalihan pekerjaan. pajak dan bea masuk (BM) serta pajak dalam rangka impor (PDRI). 2. Ketentuan tentang asuransi.15.12. 2. Ketentuan tentang pemutusan Kontrak lebih awal: 2.15. misalnya apabila denda keterlambatan telah mencapai maksimum.15.12.2.14. Ketentuan tentang kompensasi yang harus dibayar oleh pihak yang memutuskan untuk mengakhiri Kontrak lebih awal harus dinyatakan secara jelas.1. Pekerjaan utama dan/atau lebih dari 50% (lima puluh persen) dari nilai jasa pelaksanaan pekerjaan Jasa Pemborongan atau Jasa Lainnya kepada Penyedia Barang/Jasa lain. Pengalihan sebagian pekerjaan harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Kontraktor KKS.11. tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasional berdasar Kontrak Kerja Sama. maka jaminan pelaksanaan yang bersangkutan dicairkan.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. 2.1. 227 . Ketentuan tentang penyelesaian perselisihan. Harus menggunakan dasar dan kriteria yang jelas. Penyediaan barang dan/atau peralatan dalam kontrak pengadaan barang atau kontrak pengupahan. Apabila Penyedia Barang/jasa memutuskan secara sepihak Kontrak yang sedang berjalan dan alasan yang mendasari pemutusan Kontrak tidak dapat diterima oleh Kontraktor KKS. 2. dan menurut pertimbangan Kontraktor KKS pekerjaan tersebut berpotensi tidak mungkin diselesaikan. 2.

antara lain dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan tertentu. 2. Kewajiban penyedia jasa bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil setempat dan/atau usaha menengah. Ketentuan tentang kewajiban kerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil dan usaha menengah sebagaimana diatur pada bab VI angka 5. dan 5. Ketentuan di atas dikecualikan untuk: 1.3. Kontrak dibuat dengan menggunakan bahasa Indonesia atau dapat menggunakan 2 (dua) bahasa. Hasil penggabungan.: 2. 2. yang apabila dinyatakan dalam bahasa Indonesia dapat menimbulkan salah tafsir atau secara umum istilah dalam bahasa Inggris lebih menjamin kebenaran pemahaman. dapat menggunakan bahasa Inggris. 2. Pelaksanaan pekerjaan jasa dengan teknologi canggih (sophisticated). 228 .3.16.3. yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.16 di atas tidak diberlakukan dalam: 1. dan 2. Ketentuan pada angka 2.2.17. dimana penyedia jasa golongan usaha kecil termasuk koperasi kecil tidak mampu melaksanakan.16. maka yang mengikat secara hukum adalah yang dinyatakan dalam bahasa Indonesia. Penyedia jasa tetap bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan tersebut.17. peleburan atau akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan lain setelah Kontrak berjalan yang harus dibuktikan dengan dokumen-dokumen pendukung yang sah dan dapat dipertanggung-jawabkan. Pengalihan harus meliputi seluruh hak dan kewajiban termasuk penyelesaian pekerjaan.1. Pelaksanakan pekerjaan sejak awal dirancang oleh Kontraktor KKS menggunakan sistim sub kontrak.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Dalam Kontrak dicantumkan: 1. 2.15.17.2. 2.16.2. Bahasa Kontrak.1. 3. 2. Spesifikasi teknis barang atau pekerjaan dan/atau istilah teknis lainnya. Pengadaan barang. 2.1.17. Sanksi apabila penyedia jasa yang bersangkutan tidak melaksanakan ketentuan di atas sebagaimana diatur pada bab XIV angka 4.2. Jika terdapat perbedaan penafsiran mengenai hal-hal yang diatur dalam Kontrak yang menggunakan 2 (dua) bahasa tersebut di atas.Buku Kedua .3. 2.3.

19. Penjelasan tentang jumlah biaya keseluruhan. jenis tenaga ahli.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.2. 2.18.1. 2. Rincian tanggung jawab serta hak dan kewajiban kedua belah pihak. jumlah tenaga ahli.19. Khusus untuk Kontrak Jasa Konsultansi harus memuat secara jelas ketentuan-ketentuan mengenai: 2. jadwal kerja tenaga ahli dan staf konsultan dan unit biaya-biaya langsung.19. attachment) maka harus dinyatakan bahwa lampiran tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari Kontrak.19.19. Tanggung jawab profesi (professional responsibilities / liabilities terhadap Jasa Konsultansi yang ditanganinya). 2. 2. unit biaya personel. Lampiran Kontrak Apabila di dalam Kontrak terdapat lampiran (exhibit. Dalam hal konsultan melakukan kerja sama harus dinyatakan tanggung jawab setiap konsultan. Hak kepemilikan hasil pekerjaan dan data (Proprietary and Intelectual Rights) harus menjadi milik negara. 229 . appendix.4.

Dalam Keadaan Darurat (Emergency) dapat ditunjuk calon pemenang urutan pertama untuk melaksanakan pekerjaan dengan persetujuan tertulis dari pimpinan tertinggi Kontraktor KKS tanpa memperhatikan batasan nilai pekerjaan. 3. Apabila proses penunjukan pemenang memerlukan persetujuan BPMIGAS. Pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak hanya dapat dilaksanakan apabila: 3. Permintaan pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak harus segera disusul dengan penerbitan Kontrak.2. namun belum ada penetapan atau penunjukan pemenang.4. disetujui oleh pimpinan tertinggi atau pejabat yang diberi kewenangan untuk hal ini. Dalam hal Keadaan Sangat Mendesak (urgent) yang apabila tidak segera dilaksanakan dapat menimbulkan kerugian Kontraktor KKS yang bersangkutan dan/atau membahayakan lingkungan.2. 3.2.Buku Kedua . 3. 3.1. Pembebanan biaya kedalam biaya operasi dalam rangka KKS akan diperhitungkan setelah dilakukan penelitian (audit) oleh BPMIGAS.3.2. Permintaan pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak yang telah ditentukan urutan pemenangnya. Dalam keadaan Kontrak belum diterbitkan.1.1. 3.3. 3.2.1. Pelaksanaan dilakukan sebagai berikut: Permintaan pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak yang sudah ditetapkan/diputuskan pemenangnya. 3. PELAKSANAAN PEKERJAAN MENDAHULUI KONTRAK Pelaksanaan pekerjaan pada dasarnya baru dapat dimulai setelah diterbitkan Kontrak. disetujui oleh pejabat yang menandatangani Kontrak. 230 . di atas terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan BPMIGAS.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. 3.2. 3.3.3.2. dapat ditunjuk calon pemenang peringkat pertama dengan persetujuan tertulis pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau pejabat yang diberi kewenangan untuk hal ini.2. maka ketentuanketentuan yang mengikat para pihak adalah ketentuan-ketentuan dan/atau persyaratan-persyaratan sesuai konsep Kontrak dan kesepakatan dalam proses pengadaan. maka langkah angka 3. Apabila pemenang pengadaan belum ditetapkan.3. Dalam hal ini: Apabila pemenang pengadaan telah ditetapkan harus didukung dengan justifikasi kuat dari Pejabat Berwenang.3. dan 3.2.

Dalam rangka penyelesaian pekerjaan semula yang tidak dapat dielakkan berdasarkan pertimbangan teknis. PJWK dapat dilakukan pada saat masa berlaku Kontrak akan berakhir. 4. Perubahan Lingkup Kerja (PLK) dan Perpanjangan Jangka Waktu Kontrak (PJWK) sedapat mungkin dihindari. Pemanfaatan kondisi ini hanya dimungkinkan sampai dengan berakhirnya masa Kontrak. 4. PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) DAN PERPANJANGAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK): 4. 4. sebagai akibat dari kondisi yang terjadi berada di luar kendali Penyedia Barang/Jasa maupun Kontraktor KKS.1.2.5.5.1. Dalam rangka penyelesaian pekerjaan semula yang pelaksanaannya tertunda atau terhambat.5. Merupakan pekerjaan tambahan yang tidak diduga sebelumnya dalam usaha memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) penggunaan peralatan dalam Kontrak yang sedang berjalan oleh Kontraktor KKS lain. PLK dan/atau PJWK yang tidak dapat dihindari harus dilengkapi dengan justifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan dilengkapi dengan alasan kuat yang disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau yang diberi kewenangan. bagi Kontrak yang volume serta nilai Kontraknya belum sepenuhnya dimanfaatkan.5. 4.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.4.3. PLK adalah penambahan atau pengurangan volume pekerjaan. sesuai azas keteknikan yang baik. PLK yang berupa penambahan volume pekerjaan. 4. jenis pekerjaan dan/atau jangka waktu pelaksanaan Kontrak. 231 .5. 4. dengan menggunakan satuan harga pada Kontrak yang bersangkutan sepanjang dapat dipertanggung-jawabkan secara profesional. 4. karena semua rencana kerja harus sudah dibuat secara professional. dengan menggunakan satuan harga pada Kontrak yang bersangkutan. 4. sepanjang dapat dipertanggung-jawabkan secara profesional.2. jenis pekerjaan dan/atau jangka waktu pelaksanaan Kontrak dapat dilakukan apabila memenuhi sekurang-kurangnya salah satu syarat sebagai berikut: Merupakan pekerjaan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi sehubungan dengan telah terjadinya Keadaan Darurat (Emergency) berdasarkan pernyataan pimpinan tertinggi Kontraktor KKS.4.

3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.000. PLK kesinambungan (bridging) ini tidak boleh dilakukan sebagai kelanjutan dari PLK kesinambungan (bridging) yang dilaksanakan secara penunjukan langsung atau dilanjutkan dengan PLK kesinambungan (bridging) yang dilaksanakan secara penunjukan langsung.6.5.5. Jangka waktu PLK kesinambungan (bridging) ini hanya diperbolehkan paling lama sampai dengan 1 (satu) hari sebelum tanggal dimulainya pekerjaan sesuai Kontrak baru dan paling lama 6 (enam) bulan.5. 1.00 (lima puluh milyar Rupiah) atau tidak boleh lebih dari US$5.. 232 4. kecuali: Untuk pelaksanaan PLK sebagaimana tersebut pada angka 4. 4.6. Secara kumulatif jumlah nilai penambahan tidak boleh melebihi 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak awal dan tidak boleh lebih besar dari Rp50.000. Jumlah nilai penambahan untuk Kontrak proyek konstruksi terintegrasi (engineering procurement construction and installation/EPCI) atau bagian-bagiannya tidak boleh melebihi 30% (tiga puluh persen) terhadap nilai Kontrak awal.000. Merupakan pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dan telah ada harga standar dengan menggunakan satuan harga menurut harga yang berlaku pada Kontrak yang bersangkutan dan secara teknis merupakan satu kesatuan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan terdahulu berdasarkan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis. 4.5. 4. Penetapan harganya harus memperhatikan harga pasar.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.1. . Diperlukan kesinambungan (bridging) pekerjaan yang sedang berlangsung.Buku Kedua . sementara proses pengadaan yang baru sedang dilaksanakan namun belum selesai.000.6.1. tetapi tidak ada harga standarnya. Untuk kegiatan proyek konstruksi terintegrasi (EPC atau EPCI) atau bagian-bagiannya.5.5. 4. Merupakan pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dan sehubungan dengan homogenitasnya perlu dijaga kontinuitas pelaksanaannya sesuai dengan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis. atau 4.6.5.2.7. atau dalam rangka penyelesaian program pemboran (drilling) 1 (satu) sumur tertentu termasuk pengadaan barang dan jasa pendukungnya. 4.2.

233 .000.000.000.3.000. b.000.00 (dua puluh milyar rupiah) atau melebihi US$2.00 (satu juta dolar Amerika Serikat) dan kelipatannya kemudian yang merupakan penambahan dari nilai PLK sebelumnya yang secara kumulatif telah melebihi 10% (sepuluh persen) atau telah melebihi Rp50.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000. dengan ketentuan: a.000. 2. yang tidak mengakibatkan perubahan rencana/sasaran kerja AFE.000.000. Ketentuan tentang penundaan pembebanan diatur terpisah dari Pedoman ini.000.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.000.00 (lima puluh milyar Rupiah) atau akan melebihi US$5.000. atau dalam rangka penyelesaian program pemboran (drilling) 1 (satu) sumur tertentu termasuk pengadaan barang dan jasa pendukungnya.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). PLK yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap rencana/sasaran kerja yang tersebut dalam AFE. Permintaan persetujuan kepada BPMIGAS diajukan oleh Kontraktor KKS pada saat: • Nilai PLK secara kumulatif akan melebihi batas 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak awal. 2.00 (dua juta dolar Amerika Serikat).000.000.000.000.00 (sepuluh milyar Rupiah) atau US$1. Pelaksanaan PLK tidak dapat dihindarkan dan akan mengakibatkan jumlah nilai penambahan melebihi 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak awal atau akan mengakibatkan jumlah nilai penambahan melebihi Rp20.000. BPMIGAS dapat memutuskan untuk menunda pembebanan nilai biaya PLK yang melebihi batas 10% (sepuluh persen) ke dalam biaya operasional Kontraktor KKS.00 (lima puluh milyar Rupiah) atau telah melebihi US$5. atau • Nilai PLK secara kumulatif akan melebihi Rp50.6. Untuk pelaksanaan PLK jenis ini hanya bisa dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. atau • Setiap akumulasi nilai PLK akan melebihi Rp10. dalam hal: 1.000. PLK untuk kegiatan proyek konstruksi terintegrasi (EPC atau EPCI) atau bagian-bagiannya. Kontraktor KKS harus meminta persetujuan dari BPMIGAS untuk melaksanakan PLK.

7.1.7.3.6.2.7. PLK jenis ini dapat dilaksanakan secara paralel dengan proses persetujuan BPMIGAS. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa • Setiap pelaksanaan PLK yang tidak dapat dihindarkan dan jumlah nilai penambahan berpotensi akan melebihi 10% (sepuluh persen) dan nilai per paket PLK lebih besar dari Rp5.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat) harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan fungsi pengendali/ pengawas teknis terkait di BPMIGAS. 234 .000.7. Apabila berdasarkan temuan audit. maka biaya pelaksanaan PLK tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya berdasarkan Kontrak Kerja Sama (KKS). PLK harus dituangkan dalam amandemen Kontrak tertulis dan ditandatangani oleh para pihak yang menandatangani Kontrak. dengan memperhatikan ketentuan konsultasi.8. pelaporan dan ketentuan lain yang diatur dalam Buku Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai Buku ke-V tentang Pedoman Pengelolaan Proyek Pembangunan Fasilitas Produksi.000. Apabila Kontraktor KKS telah melaksanakan PLK yang melebihi batas tersebut angka 4. dan Nilai kelebihan PLK atau nilai PLK yang seharusnya mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS tersebut berpotensi tidak dapat dibebankan sebagai biaya berdasarkan Kontrak Kerja Sama (KKS). maka: Pimpinan tertinggi Kontraktor KKS dan pimpinan fungsi pengguna diberikan peringatan/sanksi administratif oleh BPMIGAS.Buku Kedua . di atas atau yang seharusnya mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari BPMIGAS sesuai ketentuan di atas. 4.000. 4. • 4. pelaksanaan PLK secara teknis tidak dapat dipertanggung jawabkan kelayakannya.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. 4.

4. dapat tidak dilakukan negosiasi biaya. TATA CARA: Kontraktor KKS harus melakukan negosiasi lingkup pekerjaan dan biaya atas usulan penambahan/pengurangan pekerjaan kepada Penyedia Barang/Jasa. 4.2. Usulan PLK yang diajukan harus memperhatikan kondisi suplai pasar. Fotocopy Kontrak awal. BPMIGAS tidak memberikan komentar maka Kontraktor KKS dapat melanjutkan proses PLK.9.9.9. 235 .9. 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.9. Usulan PLK yang memerlukan persetujuan BPMIGAS diajukan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari kerja sebelum dilaksanakan. Jenis pekerjaan yang sama dengan yang ada dalam Kontrak dan menggunakan dasar harga satuan dalam Kontrak. b.1. keekonomian. Justifikasi/alasan teknis dan keekonomian yang dapat dipertanggungjawabkan dan telah dibahas serta disepakati secara tertulis dengan fungsi terkait di BPMIGAS. BPMIGAS akan melakukan evaluasi atas pengajuan PLK paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak tanggal penerimaan usulan yang telah lengkap berdasarkan daftar kelengkapan dokumen. Dalam kedaan tertentu. 4. PLK yang memerlukan persetujuan BPMIGAS diajukan kepada fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS dan didistribusikan kepada fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS untuk dilakukan evaluasi kelayakan berdasarkan pertimbangan kebutuhan teknis operasional.3. Usulan PLK dilengkapi sekurang-kurangnya dengan: a. 4. Hasil pemeriksaan/evaluasi atas PLK oleh BPMIGAS menjadi dasar disetujui atau ditolaknya pembebanan biaya sebagai biaya dalam rangka Kontrak Kerja Sama (KKS). 1. komitmen target produksi dan pemenuhan kontrak PSC. harga perolehan. Apabila setelah 10 (sepuluh) hari kerja dimaksud atau waktu lain yang yang diberitahukan tersebut di atas. 2. BPMIGAS dapat memberitahukan kepada Kontraktor KKS bahwa evaluasi memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu standar 10 (sepuluh) hari kerja.

e. Fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS akan menyetujui atau menolak usulan PLK berdasarkan pertimbangan justifikasi teknis dan komersial tentang perlu atau tidaknya perubahan tersebut. f. Hasil evaluasi kelayakan yang dinyatakan dalam pendapat fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS merupakan persyaratan mutlak yang digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan persetujuan oleh fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS. 4. Berita acara negosiasi dan/atau kesepakatan harga hasil negosiasi. survey pasar yang mendukung kewajaran harga. Formulir FL-006 Ringkasan Pemeriksaan PLK. antara lain: perubahan gambar disain. ketentuan/peraturan yang mendukung.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa c. kondisi lingkungan kerja. 236 . d. Dokumen pendukung yang memperkuat justifikasi/ alasan diperlukannya PLK. Korespondensi dengan Penyedia Barang/Jasa tentang PLK. 3.Buku Kedua .

Mencegah terjadinya kelebihan pembayaran.00 (sepuluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$1.5.2. 5.4. antara lain: 5. Apabila diperlukan dapat dilengkapi dengan dokumen pendukung.3.000.00 (satu juta dolar Amerika Serikat).1. 5.1.2. pengawasan dapat dilakukan dengan cara menempatkan pengawas di lokasi produksi (on site witness). penanggung jawab Kontrak bertanggungjawab untuk mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak sesuai dengan lingkup kerja.5.5. biaya.10.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. 5. jangka waktu dan ketentuan lain yang telah disepakati.2.1. Kontraktor KKS bertanggung jawab untuk mengawasi dan mendorong pencapaian nilai TKDN oleh Penyedia Barang/Jasa.4. sebagaimana diatur pada bab III angka 7.000. 5. 5.3.000. 5. dan memberikan arahan perbaikan jika diperlukan kepada Penyedia Barang/Jasa. 5. Sedapat mungkin menghindarkan terjadinya PLK/PJWK. Melakukan evaluasi kinerja untuk memenuhi spesifikasi pekerjaan dan jangka waktu pelaksanaan. Masa penyimpanan dokumen Kontrak disesuaikan dengan peraturan kearsipan yang berlaku.000.2. 5. Memantau agar Penyedia Barang/Jasa memenuhi komitmen pencapaian tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sesuai Kontrak. antara lain dengan cara memintakan bukti dan rincian perhitungan realisasi TKDN dari Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan. 5.000. MANAJEMEN KONTRAK Selama pelaksanaan Kontrak.4. Penyedia Barang/Jasa harus dapat memberikan penjelasan dan sekaligus menyampaikan rencana pemenuhan kekurangan tersebut. Khusus untuk pengadaan barang dengan nilai lebih dari Rp. 237 .4. Mengelola pengeluaran biaya antara lain dengan cara: Mengendalikan penerbitan perintah kerja. Apabila pada tahap tertentu pencapaian TKDN lebih rendah daripada rencana. Mengelola administrasi arsip Kontrak termasuk penutupan Kontrak (close out).4. Memastikan pelaksanaan Kontrak sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku dan/atau standard engineering practices serta ketentuan K3LL. agar semua dokumen terkait tersimpan secara lengkap dan mudah ditemukan.

5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. 1.000. Penyedia barang Produksi Dalam Negeri pada saat serah terima barang harus dapat membuktikan bahwa barang yang diserahkan benar-benar dibuat pada pabrik/bengkel di dalam negeri sebagaimana dinyatakan dalam Kontrak.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).3. Kontraktor KKS harus meneliti kebenaran pernyataan Penyedia Barang/Jasa tersebut nomor 1.000.000. dan dengan TKDN jasa lebih besar dari 30% (tiga puluh persen) dan bernilai lebih besar dari Rp50.000. a. Penelitian atas kebenaran dapat dilakukan sendiri oleh Kontraktor KKS atau dapat menggunakan lembaga survei independen yang memiliki kapabilitas untuk pekerjaan tersebut.000. di atas. • c. dengan melampirkan perincian perhitungannya yang dibandingkan dengan perincian perhitungan pada Kontrak dan perubahannya jika ada. Penelitian menggunakan lembaga survei independen diutamakan bagi Kontrak: • dengan TKDN barang lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen) dan bernilai lebih besar dari Rp50. dan/atau nomor 2. Penelitian dilakukan secara acak bagi Kontrak yang tidak termasuk dalam kategori tersebut pada angka b.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) dan Bersifat Kompleks. 3. 2.Buku Kedua . dan/atau menyerahkan fotocopy dari asli sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh Departemen yang membidangi perindustrian.000. 238 .00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. di atas.000. b. Penyedia Barang/Jasa wajib dan bertanggungjawab untuk memenuhi besaran TKDN sesuai dengan yang telah tercantum dalam Kontrak.000. Penyedia jasa wajib melaporkan capaian TKDN kepada Kontraktor KKS secara berkala sesuai tahapan yang disepakati dalam Kontrak dan/atau pada akhir masa Kontrak.000.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. 239 . 5.2.6. Catatan atas kinerja Penyedia Barang/Jasa ini tidak dapat dihilangkan. b. Denda atas keterlambatan penyerahan barang atau pekerjaan sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2. dikenakan sanksi kategori hitam. 2. c. Sanksi Administrasi: a. kepada Penyedia Barang/ Jasa yang gagal memenuhi komitmen pencapaian TKDN juga dikenakan sanksi finansial apabila penunjukan sebagai pelaksana Kontrak ditetapkan berdasar peringkat sesuai hasil evaluasi harga evaluasi penawaran (HEP). maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi administrasi dan/atau finansial sebagai berikut: 1. berupa 12 (dua belas) bulan tidak dapat mengikuti pengadaan barang/jasa di Kontraktor KKS yang bersangkutan. Pengenaan sanksi finansial dilakukan sebagai berikut: • Pecapaian tingkat komponen dalam negeri pada pelaksanaan Kontrak apabila diaplikasikan pada evaluasi penawaran tidak mengubah peringkat pemenang.1. Gagal memenuhi komitmen pencapaian TKDN termasuk gagal dalam memenuhi komitmen penggunaan dana bank BUMN/BUMD dalam 1 (satu) kali Kontrak dikenakan sanksi kategori merah.6. namun nilai Kontraknya masih lebih tinggi dari harga penawaran terendah pada tahap proses pengadaan. Bilamana setelah pelaksanaan Kontrak. pencapaian persentase dan nilai TKDN kurang dari komitmen yang tertulis dalam Kontrak. Selain sanksi administrasi. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang sama seperti tersebut pada huruf a. Sanksi Finansial a. di atas mengalami kegagalan dalam memenuhi komitmen pencapaian TKDN 1 (satu) kali Kontrak lagi pada periode 2 (dua) tahun pertama setelah menjalani sanksi kategori merah. Mengenakan penalti berupa: 5.10.6. Besarnya sanksi adalah selisih perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) yang dimenangkan dengan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasar pencapaian TKDN yang sebenarnya dalam pelaksanaan. b.

457.77 .000.494.558.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Contoh: PENYE DIA BARANG PENAWARAN NILAI RP.000.114.000.000.33 26.000.000 26.500.) PERING KAT III II I A B C 28. TKDN (%) 28% 0% 25% H E P (Rp.000.870.45 27. TKDN (%) 28% 0% 25% H E P (Rp.000.) PERING KAT I III II A B C 28.500.500.500.831.000.000 26.558.831.870.000.972.457.00 27.45 27.00 27.831.000.33 Besarnya sanksi yang dikenakan kepada Penyedia Barang/Jasa A adalah : = = = HEP Penawaran .000.000 28.114.870.) PELAKSANAAN KONTRAK PERING TKDN KAT (%) I III II 25% 0% 25% H E P (Rp.114.) PELAKSANAAN KONTRAK PERING TKDN KAT (%) I III II 22% 0% 25% H E P (Rp. Besarnya sanksi adalah selisih nilai penawaran yang dimenangkan dengan nilai penawaran peringkat II dalam evaluasi harga. Contoh: PENYE DIA BARANG PENAWARAN NILAI (Rp).000.961.000.831.457.77 27.500.000.457.083.Rp26.524.000 27.000 28.500.32 • Pencapaian TKDN pada pelaksanaan Kontrak apabila diaplikasikan pada evaluasi penawaran mengubah peringkat pemenang.558.00 27.972.494.00 27.000.33 240 .33 28.000.500.455.083.500.500.494. ditambah selisih perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) yang dimenangkan dengan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasar pencapaian TKDN yang sebenarnya dalam pelaksanaan.HEP Realisasi Kontrak Rp26.000.455.000 27.00 27.000.Buku Kedua .114.45 Rp101.

870.441.129.000. 5.505.Nilai Penawaran Peringkat II) = (Rp28.505.Rp26. Nilai penalti sebagai akibat keterlambatan penyerahan barang atau pekerjaan dan/atau kegagalan pencapaian TKDN sesuai kesepakatan dalam Kontrak. Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah penalti yang telah dipungut.55 + Rp500. 241 . sehingga Kontraktor KKS harus menggunakan fasilitas impor.441.000.000. • Apabila realisasi TKDN pengadaan barang lebih kecil dari yang tersebut dalam Kontrak.00 Rp2.629. Pengenaan penalti harus diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa.000.500.HEP Realisasi Kontrak) + (Nilai Kontrak .55 Contoh penghitungan denda dapat dilihat pada lampiran nomor CP-010 dan CP-011.000.00 .Rp28. 5.000.00 .6. dikurangkan langsung dari nilai pembayaran terakhir atau dengan cara mencairkan sebagian atau seluruh nilai jaminan pelaksanaan.3.558.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Besarnya sanksi yang dikenakan kepada Penyedia Barang/Jasa A adalah = = (HEP Penawaran .-) = = Rp1. Nilai tersebut menjadi pengurang nilai akhir Kontrak.000.4.6. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan dikenakan sanksi tambahan sejumlah nilai bea masuk (BM) ditambah pajak dalam rangka impor (PDRI) dari nilai komponen dalam negeri yang tidak dapat dipenuhi.45) + (Rp28. dan Penyedia Barang/Jasa mengalihkan sumber pengadaan sebagian atau seluruh barang dari sumber dalam negeri menjadi sumber dari luar negeri.494.500.000.

Perselisihan sedapat mungkin diselesaikan dengan cara musyawarah. 6. maka Kontraktor KKS dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya surat gugatan.1. Apabila tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah. maka akan diselesaikan melalui pengadilan atau arbitrase sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Pengadaan atau dokumen Kontrak.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. Apabila para pihak memilih penyelesaian perselisihan melalui arbitrase maka Dokumen Pengadaan dan dokumen Kontrak harus telah mencantumkan forum penyelesaian arbitrase melalui Lembaga Arbitrase di Indonesia yang sudah memiliki reputasi dengan menggunakan peraturan prosedur Lembaga Arbitrase tersebut dan dilaksanakan di wilayah Negara RI. dengan atau tanpa mediator. PENGERTIAN Perselisihan adalah perbedaan pendapat mengenai proses Pengadaan barang/jasa maupun pelaksanaan Kontrak Pengadaan barang/jasa yang terjadi antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa.2. 242 . 3. 2. harus melaporkan gugatan tersebut kepada fungsi terkait di BPMIGAS. Penyelesaian melalui arbitrase a.1. 6.Buku Kedua . Apabila terjadi perselisihan antar penyedia barang/jasa dan/atau antara penyedia barang/jasa dengan sub kontraktor/prinsipal/pekerjanya.2. Upaya penyelesaian 1. Penyelesaian perselisihan dapat dilakukan dengan cara 1. Penyelesaian melalui pengadilan Apabila dalam proses pengadaan barang/jasa atau dalam pelaksanaan kontrak terjadi gugatan ke pengadilan oleh penyedia barang/jasa. maka para pihak yang terlibat harus membebaskan dan melepaskan Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS dari segala tuntutan/gugatan/klaim yang mungkin timbul. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 6.2. 2. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 6.

3. Kontraktor KKS yang bersangkutan. 2. Kontraktor KKS dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak menerima surat pemberitahuan arbitrase. 6. 6.5. penyedia barang/jasa bersangkutan tidak dapat diikutsertakan dalam pengadaan barang/jasa pada: 1.2. para pihak dapat menggunakan Forum Penyelesaian selain Lembaga Arbitrase di Indonesia apabila materi/substansi perjanjian yang berpotensi untuk disengketakan bersifat kompleks. Dengan mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Kepala BPMIGAS.4. Apabila ternyata putusan pengadilan atau arbitrase memenangkan penyedia barang/jasa. c. namun tempat pelaksanaan arbitrase tetap di wilayah Negara Republik Indonesia. apabila gugatan hanya kepada Kontraktor KKS dimaksud. Apabila Kontraktor KKS akan melaksanakan tindakan penyelesaian perselisihan harus berpedoman kepada ketentuan yang berlaku di BPMIGAS. 6. harus melaporkan hal tersebut kepada fungsi terkait di BPMIGAS. maka penyedia barang/jasa tersebut diikutsertakan kembali dalam kegiatan pengadaan yang dilaksanakan oleh Kontraktor KKS.2. maka penyedia barang/jasa dimaksud sekurang-kurangnya selama 1 (satu) tahun dan maksimal 2 (dua) tahun terhitung setelah tanggal putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkrach van geweisyde) tidak diikutsertakan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa yang diadakan di: 1. Semua Kontraktor KKS.2. Semua Kontraktor KKS. apabila dalam gugatan mengikut sertakan BPMIGAS sebagai pihak tergugat.6. Apabila ternyata putusan pengadilan atau arbitrase memenangkan Kontraktor KKS.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. apabila dalam gugatan mengikutsertakan BPMIGAS sebagai pihak tergugat. Apabila Penyedia barang/jasa melakukan gugatan melalui pengadilan atau arbitrase. Kontraktor KKS yang bersangkutan. 2. maka selama proses penyelesaian perselisihan tersebut berjalan sampai dengan adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkrach van geweisyde). 243 . apabila gugatan hanya kepada Kontraktor KKS dimaksud.2. 6.

Sisa material dan/atau peralatan menjadi milik Penyedia Barang/Jasa apabila menggunakan jenis Kontrak bukan Kontrak lumpsum atau turnkey. 7.1. 7. Pemenuhan hak dan kewajiban masing-masing pihak. antara lain: Pemeriksaan atas jumlah barang.1.6.2. antara lain: Penilaian atas tingkat penyelesaian penyelesaian pekerjaan dan kinerjanya. Serah terima barang.2. Serah terima barang berupa scrap/aset/sisa proyek dari pelaksana proyek kepada Kontraktor KKS dilengkapi dengan berita acara penyerahan barang.3. dengan kewajiban untuk melunasi bea masuk (BM) dan pajak dalam rangka impor (PDRI). 2. peralatan dan/atau pekerjaan harus dibuatkan berita acara penyerahan barang/pekerjaan. Sisa material dan/atau peralatan menjadi milik Kontraktor KKS jika menggunakan jenis Kontrak lumpsum atau turnkey. telah dibuatkan amandemen Kontrak sebelum pelaksanaannya. Penetapan nilai penalti yang masih harus dikenakan kepada Penyedia Barang/ Jasa.2. Pemeriksaan dan penetapan hak kepemilikan sisa material dan/atau peralatan sebagai akibat pelaksanaan pekerjaan sesuai lingkup Kontrak. 7. Evaluasi pelaksanaan Kontrak. apabila ada. 7.Buku Kedua . 244 . bangunan. maka: 1. peralatan.1. 7.1. dan/atau hasil pelaksanaan pekerjaan yang akan diserah terimakan dari Penyedia Barang/Jasa kepada Kontraktor KKS. 7.2. Mengekspor peralatan yang semula diimpor untuk digunakan dalam pelaksanaan Kontrak.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7.2. Kontrak.2. persentase Memastikan bahwa setiap pekerjaan diluar lingkup kerja Kontrak awal.4. Dalam hal pengadaan barang menggunakan fasilitas impor (master list). PENUTUPAN KONTRAK: Penanggung jawab Kontrak (pengguna Kontrak) melakukan kegiatan yang meliputi: 7.2. 7. 7.2. Pembayaran terakhir apabila seluruh kewajiban Penyedia Barang/ Jasa telah dipenuhi sesuai ketentuan dalam Kontrak.1. 7.5.2.

2. yang berisi antara lain bahwa semua kewajiban tersebut angka 7. dan 7. Satu salinan laporan dikirimkan ke BPMIGAS bagi Kontrak yang penunjukan pemenangnya melalui persetujuan dari BPMIGAS.1. 245 . telah dipenuhi. Pembuatan laporan dari Pejabat Berwenang yang menyatakan bahwa Kontrak dimaksud telah selesai dilaksanakan dan ditutup.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. 7. Pengembalian surat jaminan pelaksanaan kepada Penyedia Barang/Jasa dilaksanakan setelah berita acara penyerahan barang/pekerjaan ditandatangani.7.2.

.

Pengelolaan Penyedia Barang/Jasa meliputi sistim administrasi. pembinaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB XIV PEMBINAAN PENYEDIA BARANG / JASA Pembinaan Penyedia Barang/Jasa dimaksudkan untuk membina Penyedia Barang/Jasa. dan penilaian kinerja serta pemberian penghargaan atau sanksi bagi para Penyedia Barang/Jasa. 246 . terutama bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kinerjanya.Buku Kedua .

1.4. dapat diberikan uang muka apabila keuangan Kontraktor KKS memungkinkan. 2.1. K3LL. yang terkait dengan pengadaan 247 . Pelatihan Kontraktor KKS dapat memberikan pelatihan-pelatihan yang memberikan manfaat dalam meningkatkan kinerja Penyedia Barang/Jasa dan kemampuan usaha masyarakat. Untuk memberdayakan usaha kecil termasuk koperasi kecil diberikan kesempatan berusaha sesuai bidang usahanya. kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil. 1.1. antara lain tentang: 1. Peraturan-peraturan barang/jasa.2.1.3. Dalam melaksanakan pekerjaan. Bagi Penyedia Barang/Jasa usaha besar sedapat mungkin memberikan sebagian pekerjaannya kepada Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil di daerah operasi Kontraktor KKS. Hal tersebut harus dinyatakan dalam dokumen penawarannya. maka bagian ini harus ditetapkan terlebih dahulu dalam Dokumen Pengadaan. Dalam pengadaan barang/jasa yang bernilai besar serta dimungkinkan adanya bagian yang diberikan kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil. PEMBINAAN 1. Standard operating procedure (SOP) Kontraktor KKS.1. 1.2. 3. 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Pembinaan Usaha Kecil Termasuk Koperasi Kecil 1.

2. Dasar dari penilaian kinerja Penyedia Barang/Jasa dapat diukur antara lain berdasarkan: 1.3. Pemberian penghargaan kepada Penyedia Barang/Jasa dilaporkan kepada BPMIGAS oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan. 1. Pelaksanaan penerapan K3LL dalam pengadaan barang/jasa. 1.5. 248 .1.Buku Kedua . 1. sebagai calon peserta pengadaan 3.2.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. 1. Kepatuhan terhadap etika pengelolaan rantai suplai. PENGHARGAAN ATAS KINERJA: Kontraktor KKS dapat memberikan penghargaan kepada para Penyedia Barang/Jasa yang tata caranya disesuaikan dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS. Pembebasan seleksi (Prakualifikasi).4. Ketepatan penyerahan barang/jasa dari segi mutu. Surat penghargaan dari Kontraktor KKS yang bersangkutan. alat-alat baru dan saran-saran untuk perbaikan proses pengadaan. Insentif /bonus apabila telah diatur dalam Kontrak dan hanya berlaku untuk Kontrak jasa. PENILAIAN KINERJA Kinerja Penyedia Barang/Jasa dinilai oleh fungsi terkait di lingkungan Kontraktor KKS dengan tata cara penilaian sesuai dengan sistim dan prosedur yang ada pada masing-masing Kontraktor KKS.3.1. Keaktifan: Aktif berpartisipasi dalam proses pengadaan. waktu dan harga. 1. 3. Respon terhadap undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengadaan. 3.2. Aktif dalam memberikan informasi antara lain tentang perkembangan teknologi baru. Penghargaan antara lain dapat berupa: 3.2. 1.2.

yang 6. Dua kali dalam setahun terlambat mengambil dan menandatangani Kontrak lebih dari 10 (sepuluh) hari kerja dari batas waktu yang telah ditetapkan Kontraktor KKS. Dua kali dalam setahun tidak memberikan respon pada saat diminta Klarifikasi.1. 8. Mendaftar namun tidak mengambil Dokumen Pengadaan barang/jasa sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun. 10. SANKSI ATAS PELANGGARAN 4. 3. 4. Dua kali dalam setahun terlambat memasok barang atau terlambat melaksanakan jasa sesuai Kontrak namun tidak berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. 1.1. KATEGORI PELANGGARAN 4. Kategori Kuning. Aturan batas waktu toleransi keterlambatan ditetapkan sendiri oleh Kontraktor KKS. 249 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Mengambil Dokumen Pengadaan namun tidak mengajukan penawaran tanpa memberikan keterangan tertulis (no response) sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun. Mengambil Dokumen Pengadaan namun tidak mengajukan penawaran tetapi memberikan keterangan tertulis (no quote) sebanyak 5 (lima) kali dalam setahun. Tidak dapat memasok barang atau tidak melaksanakan jasa karena meminta kenaikan harga barang/jasa yang bukan disebabkan oleh peraturan pemerintah Republik Indonesia. Tidak sanggup memasok barang atau tidak melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul tidak berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. 7. Dua kali dalam setahun membatalkan penawaran telah diajukan setelah pembukaan penawaran. Dua kali dalam setahun terkena diskualifikasi karena mengajukan penawaran yang tidak memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dalam dokumen lelang. 5.1. 9. 2.

Mengalihkan lebih dari 50% (lima puluh persen) dari nilai jasa pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain. 6. 4. 3. Menolak memasok barang atau melaksanakan pekerjaan setelah ditunjuk sebagai pemenang/pelaksana. 4.1. 5. 12. Penyedia Barang/Jasa usaha besar tidak melaksanakan kewajiban untuk bekerjasama dengan usaha kecil untuk Pengadaan dengan nilai lebih besar Rp50. Memasok barang atau melaksanakan jasa tidak memenuhi spesifikasi teknis dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000. tanpa alasan yang dapat diterima oleh Kontraktor KKS.2.000. 8. Menolak untuk menyerahkan sebagian pekerjaan Jasa Pemborongan atau Jasa Lainnya kepada usaha kecil seperti yang disepakati dalam Kontrak. 7. Mengirimkan atau mengajukan protes atau sanggahan secara tertulis ke Panitia Pengadaan/Tim Internal di luar waktu yang ditentukan. 2. Kategori Merah. 1.000. Tidak sanggup memasok barang atau tidak melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS.000. 250 . Terbukti dengan caranya sendiri berusaha untuk memaksa dengan ancaman atau dengan kekerasan kepada Kontraktor KKS. Terbukti melakukan usaha atau mempengaruhi untuk melakukan KKN atau bersekongkol untuk mengatur harga di antara sesama peserta pengadaan atau dengan pekerja Kontraktor KKS.Buku Kedua . Memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa dengan mempekerjakan pekerja Kontraktor KKS terkait.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 11.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) sesuai dengan kesepakatan dalam Kontrak.

251 . Memasok barang palsu. baik dengan Penyedia Barang/Jasa lain dan/atau dengan pekerja Kontraktor KKS. instansi yang berwenang. sebagaimana diatur dalam bab XIII angka 5.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. 1. Mengajukan sanggahan atau protes tidak sesuai dengan ketentuan dan/atau materi sanggahan tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh pemrotes atau penyanggah. Terbukti melakukan tindakan yang termasuk dalam kategori tindakan korupsi. 12. kolusi dan/atau nepotisme. 2. 15. Terkena peringatan akibat pelanggaran kategori kuning dalam periode surat peringatan pelanggaran kategori kuning yang masih berlaku. sehingga Kontraktor KKS tidak dapat mencairkan jaminan dimaksud atau Kontraktor KKS gagal mencairkan jaminan penawaran dan/atau jaminan pelaksanaan dalam waktu 6 (enam) bulan. Dalam melaksanakan pekerjaannya. Uang muka yang diterima dari Kontraktor KKS tidak sepenuhnya dipergunakan untuk mendanai pelaksanaan pekerjaan yang tersebut dalam Kontrak. 10. 14. Terbukti memalsukan atau memanipulasi data. Tidak menyelesaikan pekerjaan dan tidak melunasi denda yang dikenakan sampai batas waktu yang ditentukan.a. 11. yang dibuktikan hasil pemeriksaan atau tes yang dilakukan oleh badan independen.6.1. terbukti melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.1. Terlambat dalam memasok barang atau terlambat melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. 4. 16. 3. Kategori Hitam.2. dan mengakibatkan tertundanya pelaksanaan pekerjaan. Membatalkan secara sepihak jaminan penawaran (bid bond) dan/atau jaminan pelaksanaan (performance bond) sebelum masa berlakunya habis. Tidak mampu memenuhi kewajiban pemenuhan komitmen pencapaian TKDN.3. 13. pabrik atau pihak yang ditunjuk oleh pabrik.

Apabila batas waktu sanksi telah berakhir.1. Untuk informasi yang diperoleh dari media. Kategori KUNING. 7. 8.1.6.Buku Kedua .2. SANKSI ATAS PELANGGARAN 4. Diberikan surat peringatan yang masa berlakunya 6 (enam) bulan terhitung mulai sejak dikeluarkannya surat peringatan. 2. Tidak mampu memenuhi kewajiban komitmen melaksanakan jasa pengerjaan di dalam wilayah negara Republik Indonesia. perlu Klarifikasi kepada instansi yang berwenang. 6. Kategori Merah. Gagal menyerahkan barang atau menyelesaikan pekerjaan sebagai akibat nilai Kontrak yang lebih rendah dari 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE.2.2.4.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.3.2. Penyedia Barang/Jasa berkewajiban untuk mengajukan surat kepada Kontraktor KKS yang bersangkutan disertai pernyataan permintaan untuk dapat kembali mengikuti kegiatan pengadaan di lingkungan Kontraktor KKS. Dalam pelaksanaan pekerjaan mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian pekerja Penyedia Barang/ Jasa maupun orang lain. 5. Tidak mampu memenuhi kewajiban pemenuhan komitmen pencapaian TKDN. Terkena sanksi 2 (dua) kali kategori merah dalam periode waktu 5 (lima) tahun. dinyatakan telah terbukti melakukan tindak pidana di bidang perdagangan dan/atau perpajakan berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Perusahaan atau salah satu pimpinan yang tertulis dalam akte pendirian perusahaan dan/atau perubahannya yang sah. dengan tembusan kepada BPMIGAS.b.1. Diberikan surat yang menyatakan tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan pengadaan baru selama masa 1 (satu) tahun berikutnya di lingkungan Kontraktor KKS yang bersangkutan. sebagaimana diatur dalam Bab XIII angka 5. 252 . seperti diatur dalam bab III angka 7. 4. 9. 4. sebagai akibat kelalaian pekerja sendiri ataupun karena kelalaian perusahaan Penyedia Barang/Jasa. 1.j.

4.4.6. Selanjutnya BPMIGAS memasukkan nama Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan dalam daftar Penyedia Barang/ Jasa terkena sanksi hitam yang dapat diakses secara on line oleh semua Kontraktor KKS. dan angka 5. dengan tembusan kepada BPMIGAS.6.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Apabila masa berlaku sanksi kategori hitam tersebut telah dilewati. sesuai ketentuan pada bab VI angka 5. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan belum dapat mengikuti kegiatan pengadaan. Diberikan surat yang menyatakan bahwa Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan dilarang mengikuti kegiatan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS yang bersangkutan selama masa 1 (satu) tahun berikutnya. 3. Surat permintaan harus dilampiri dengan pernyataan rencana perbaikan yang akan dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa agar kejadian serupa tidak berulang. Pada saat pelaksanaan pengadaan. 5. kepada yang bersangkutan dikenakan sanksi kategori hitam untuk selamanya di semua Kontraktor KKS. Kategori Hitam: 1. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan belum dapat mengikuti kegiatan pengadaan di seluruh Kontraktor KKS. Surat permintaan harus dilampiri dengan pernyataan rencana perbaikan yang akan dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa agar kejadian serupa tidak berulang. 4. 2. Pemberitahuan sanksi disampaikan dengan tembusan kepada BPMIGAS. Penyedia Barang/Jasa dapat mengajukan permintaan untuk dapat mengikuti kegiatan pengadaan pada Kontraktor KKS tertentu.2. Kontraktor KKS wajib memperhatikan daftar ini. 253 . Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan yang terkena sanksi kategori hitam dilarang mengikuti kegiatan pengadaan di semua Kontraktor KKS selama 1 (satu) tahun berikutnya. Jika Penyedia Barang/Jasa tidak mengajukan permintaan. Apabila Penyedia Barang/Jasa tertentu terkena sanksi kategori hitam sebanyak 2 (dua) kali dari 1 (satu) atau beberapa Kontraktor KKS.3. Jika Penyedia Barang/Jasa tidak mengajukan permintaan.3.4.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. dan angka 5.6.2.Buku Kedua . dinyatakan diskualifikasi pada saat diterimanya pemberitahuan tentang pengenaan sanksi.4. 254 . Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan harus tetap menyelesaikan kewajibannya berdasar Kontrak yang sedang berjalan. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa terkena sanksi kategori merah atau kategori hitam. Penawaran dari Penyedia Barang/Jasa terkait yang masih dalam tahap evaluasi atau belum ditunjuk sebagai pemenang. sesuai ketentuan dalam bab VI angka 5.6. maka: 1.4.4.4.3. 2.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB XV PELAPORAN KEGIATAN PENGADAAN BARANG/JASA 255 .

1.7.000. yang terdiri dari: 1.09.08.09. 1 (satu) eksemplar salinan/ copy Kontrak pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp50. 1.2. Laporan Akhir Kontrak dengan nilai lebih besar dari Rp50.000.4..3. Laporan PLK/PJWK menggunakan Form SC.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). 1. wajib disampaikan oleh Kontraktor KKS.07 dan SC. maka kepada pimpinan tertinggi Kontraktor KKS diberikan teguran tertulis oleh BPMIGAS.10.000.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.Buku Kedua .07 dan SC. Laporan pengadaan termasuk komitmen pencapaian TKDN dalam Kontrak.000.. Apabila setelah diberikan teguran tertulis. serta laporan kegiatan pengadaan jasa menggunakan Form SC.000. kejadian sejenis berulang atau menerus. maka kepada pimpinan Kontraktor KKS akan dikenai sanksi manajerial yang akan diatur secara terpisah dari ketentuan ini. 1.09 dan SC. Laporan pengadaan barang/jasa untuk Penyedia Barang/Jasa golongan usaha kecil termasuk koperasi kecil.08 dan untuk pengadaan jasa menggunakan Form SC. 1. paling lambat 3 (tiga) minggu setelah pekerjaan fisik Kontrak selesai dilaksanakan..5.. dan usaha menengah dan usaha besar menggunakan Form SC. Kontraktor KKS wajib mengirimkan laporan bulanan dan/atau data kegiatan pengadaan barang/jasa kepada fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS paling lambat minggu kedua bulan berikutnya.000. menggunakan Form SC 12-D.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. Laporan realisasi pencapaian TKDN dalam pelaksanaan Kontrak.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Untuk keperluan pengawasan.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Laporan kegiatan pengadaan barang menggunakan Form SC. 1.000.1. harus dikirimkan selambat-lambatnya 20 (dua puluh) hari kerja setelah Kontrak ditandatangani. Untuk pengadaan barang menggunakan Form SC.000. 256 . Laporan Akhir Kontrak. Dalam hal Kontraktor KKS lalai menyampaikan laporan.11. Salinan/ copy Kontrak.6. 2.000.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB XVI PENYESUAIAN KETENTUAN 257 .Buku Kedua .

evaluasi teknis dan evaluasi harga dari penawaran yang masuk tetap mengikuti ketentuan lama.4.2. Pelaksanaan evaluasi administrasi.10. Pelaksanaan penunjukan pemenang dan pembuatan dokumen Kontrak harus mencantumkan syarat komersial sebagai berikut: a.2. 258 . namun belum sampai pada tahap pemasukan penawaran harus menyesuaikan dengan ketentuan dalam Buku Kedua tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa ini.4. khususnya angka 9.10. 1. maka dengan mengesampingkan ketentuan pada Buku Kesatu Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai Kontraktor Kontrak Kerja Sama tentang Ketentuan Umum khususnya Bab IV tentang Ketentuan Peralihan. Ketentuan tentang pemberian uang muka sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2.8.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Dengan berlakunya Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS ini. 1.3.4.4.8. 1. Semua kegiatan pengadaan yang telah dimulai namun belum melewati tahap Prakualifikasi. Tata cara pembayaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3. c.8. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9. ditetapkan bahwa: 1. Semua kegiatan pengadaan yang telah diproses atau sedang diproses menggunakan ketentuan lama dan telah melewati tahap Prakualifikasi serta peserta pengadaan telah memasukkan dokumen penawaran. Bagi kegiatan pengadaan dengan sistem pemasukan penawaran 1 (satu) sampul dan 2 (dua) sampul: 1. d. 2.3. harus menyesuaikan dengan semua ketentuan dalam Buku Kedua tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa ini. Semua kegiatan pengadaan yang telah dimulai dan telah melewati tahap Prakualifikasi. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan sebagaimana diatur dalam bab IX angka 2. Ketentuan tentang nilai Kontrak yang lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE.3. Semua ketentuan berupa pedoman dan surat edaran yang pernah ada dan diterbitkan oleh BPMIGAS yang terkait dengan kegiatan pengadaan barang/jasa dinyatakan tidak berlaku untuk kegiatan pengadaan baru.4. proses selanjutnya harus mengikuti ketentuan sebagai berikut: 1. khususnya angka 2.7.5.1. b.5. dan 2.4.2.1.Buku Kedua .

4.5. khususnya angka 9.8.7.10.5. e.10. Apabila peserta pengadaan belum memasukkan dokumen penawaran tahap II (kedua). Ketentuan tentang pemberian uang muka sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9. 259 .10. c.4.8.3. khususnya harus mencantumkan tata cara evaluasi dan syarat komersial sebagai berikut: a.8.3.4.4.10.5.7.4. d.3.4.2. khususnya angka 9. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9.5.8. khususnya angka 2. pelaksanaan evaluasi administrasi dan evaluasi teknis dari penawaran yang masuk tetap mengikuti ketentuan lama. Ketentuan bahwa tata cara evaluasi penawaran harga akan menggunakan tata cara yang diatur dalam bab XI angka 9.8.6.2. b. Bagi kegiatan pengadaan dengan sistem pemasukan penawaran 2 (dua) tahap: 1. Tata cara pembayaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3. Selanjutnya sebelum pemasukan dokumen penawaran tahap II (kedua) dilakukan penyesuaian terhadap Dokumen Pengadaan.10.8. Ketentuan tentang nilai Kontrak yang lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE. Ketentuan tentang pemberian uang muka sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan sebagaimana diatur dalam bab IX angka 2.4. Dalam pelaksanaan ketentuan ini apabila diperlukan dapat diadakan rapat pemberian penjelasan mendahului pemasukan penawaran. f. d. Ketentuan tentang jaminan penawaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3. b.2. Tata cara pembayaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3.10.3. c.3. Ketentuan tentang nilai Kontrak yang lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE. dan bab IX angka 1.4.10.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.5.Buku Kedua .2. dan 9.8. khususnya angka 2.2. khususnya angka 9. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan sebagaimana diatur dalam bab IX angka 2. Pelaksanaan penunjukan pemenang dan pembuatan dokumen Kontrak harus mencantumkan syarat komersial sebagai berikut: a.4. dan 2. dan 2. 2.4.

2. di atas. dengan tetap memperhatikan ketentuan pada angka 1. tambahan ketentuan. berupa sisipan. akan diatur kemudian oleh BPMIGAS. Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam pedoman pelaksanaan ini. sampai dengan angka 1. 260 .Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Masa penyesuaian untuk penerapan sepenuhnya Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS ini adalah 30 (tiga puluh) hari kerja setelah tanggal berlakunya ketentuan sebagaimana dinyatakan dalam Surat Keputusan tentang Buku Kedua Revisi-II Pedoman Tata Kerja Pengelolaan Rantai Suplai Kontraktor Kontrak kerja Sama. 3.4. perincian ketentuan dan/atau penambahan lampiran pada Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS ini.

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

LAMPIRAN

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR MP-001 MP-002 MP-003 METODE PENGADAAN KARTU PENGADAAN (PROCUREMENT CARD) ELECTRONIC REVERSE AUCTION (e-RA) ELECTRONIC BIDDING

NOMOR JK-001 JK-002 JK-003 JK-004 JK-005

JENIS KONTRAK KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA (JOINT / SHARING CONTRACT) SISTEM KONTRAK KEMITRAAN (STRATEGIC ALLIANCE) PERJANJIAN PEMASOKAN BERDASAR PERMINTAAN (CALL OFF ORDER) PERJANJIAN HARGA (PRICE AGREEMENT) PERJANJIAN DENGAN BEBERAPA PENYEDIA BARANG/JASA (MULTI STANDING AGREEMENT)

NOMOR PQ-001 PQ-002 PQ-003 NOMOR DF-001

DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI FORMULIR ISIAN PENILAIAN KUALIFIKASI TATACARA PENGHITUNGAN KEMAMPUAN NYATA, KEMAMPUAN PAKET, KEMAMPUAN DASAR DAFTAR BIDANG DAN SUB BIDANG PEKERJAAN DAFTAR DAFTAR KELOMPOK BARANG KEBUTUHAN KEGIATAN UTAMA EKSPLORASI & PRODUKSI i

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR CONTOH PERHITUNGAN

PENGHITUNGAN HARGA EVALUASI PENAWARAN (HEP) BERDASAR HE-TKDN & HE PSP CP-001 CP-002 CP-003 CP-004 BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI DENGAN TKDN ≥ 25% BARANG PTODUKSI DALAM NEGERI DENGAN TKDN ≥ 25% DAN BARANG PRODUKSI LUAR NEGERI JASA LAINNYA DENGAN TKDN ≥ 35% JASA PEMBORONGAN BUKAN JASA KONSTRUKSI DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI ≥ RP50 MILYAR (≥ US$5 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI-ONSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP1 MILYAR S/D RP2 TRILIUN ( > US$100,000.00 S/D US$200 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI ONSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP2 TRILIUN (> US$200 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI OFFSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI ≤ RP50 MILYAR (≤ US$5 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI-OFFSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP50 MILYAR S/D RP2 TRILIUN (> US$5 JUTA S/D US$200 JUTA) CP-009 JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI OFFSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP2 TRILIUN (> US$200 JUTA) CP-010 PENGHITUNGAN DENDA KARENA TARGET TKDN PENGADAAN BARANG TIDAK TERCAPAI – TIDAK MENGUBAH PERINGKAT PENGHITUNGAN DENDA KARENA TARGET TKDN PENGADAAN BARANG TIDAK TERCAPAI – MENGUBAH PERINGKAT

CP-005

CP-006

CP-007

CP-008

CP-011

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR FL-001 FL-002 FORMULIR DAFTAR RENCANA PENGADAAN (PROCUREMENT LIST) DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN RINGKASAN PELAKSANAAN LELANG DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) RINGKASAN PEMERIKSAAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERUBAHAN JANGKA WAKTU (PJWK) RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN JASA DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAPORAN PELAKSANAAN PLK/PJWK PERHITUNGAN TKDN BARANG PERHITUNGAN TKDN JASA PERHITUNGAN TKDN GABUNGAN PENAWARAN BARANG PRODUKSI MASAL SC-02 NOMOR FORMULIR SC-01

FL-003 FL-004

SC-03 SC-04

FL-005

SC-05

FL-006

SC-06

FL-007 FL-008 FL-009 FL-010 FL-011 FL-012A FL-012B FL-012C FL-012D

SC-07 SC-08 SC-09 SC-10 SC-11 SC-12A SC-12B SC-12C SC-12D

iii

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR FL-012E FL-012F FL-012D FORMULIR PENAWARAN JASA LAINNYA ATAU JASA KONSULTANSI PENAWARAN BARANG PABRIKASI ATAU JASA PEMBORONGAN LAPORAN REALISASI PENCAPAIAN TKDN PENGADAAN BARANG/JASA NOMOR FORMULIR SC-12D SC-12D SC-12D

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-001 METODA PENGADAAN KARTU PENGADAAN (PROCUREMENT CARD) 1. UMUM 1.1. TUJUAN Pedoman ini mengatur pengadaan barang/jasa yang dilakukan secara penunjukan langsung dengan menggunakan Kartu Pengadaan (Procurement Card). 1.2. DEFINISI Kartu Pengadaan (Procurement Card) merupakan sarana pembayaran dalam kegiatan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung tanpa menggunakan Kontrak, Surat Perintah (SP), atau Purchase Order (PO). 1.3. RUANG LINGKUP Pedoman ini berlaku dalam kegiatan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung di lingkungan Kontraktor KKS. 1.4. KRITERIA Sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) dipergunakan dalam pengadaan barang/jasa yang berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1.4.1. 1.4.2. Merupakan langsung. pengadaan barang/jasa secara penunjukan

Nilai pengadaan maksimum Rp50.000.000,00 (Lima puluh juta rupiah) atau US$5.000,00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) untuk setiap transaksi atau sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tidak menggunakan Kontrak /SP/PO.

1.4.3.

Halaman 1 of 7

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-001 1.5. MANFAAT Manfaat penggunaan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) bagi Kontraktor KKS adalah sebagai berikut: 1.5.1. 1.5.2. 1.5.3. 1.5.4. 1.5.5. 1.5.6. Menurunkan biaya pengadaan barang/jasa. Menurunkan aktivitas transaksi pembayaran. Mempermudah pelaksanaan konsolidasi pembayaran. Mempermudah kontrol pembelanjaan. Meningkatkan produktifitas kerja. Mempercepat proses dan pengambilan keputusan dalam pengadaan barang/ jasa.

2. TATA CARA PELAKSANAAN 2.1. PEMESANAN BARANG/JASA Pengadaan barang/jasa yang menggunakan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) bisa dilaksanakan dengan cara: 2.1.1. 2.1.2. 2.1.3. Datang langsung ke tempat Penyedia Barang/Jasa (Spot) atau Pemesanan melalui faksimili, telepon, e-Mail, atau e-Comerce Apabila pemesanan barang dilakukan melalui faksimili, pejabat berwenang harus menandatangani faksimili tersebut. Apabila pemesanan barang dilakukan melalui telepon, E-Mail, atau E-Commerce, Pengguna Kartu cukup memberitahu nomor kartu, nama pemegang, dan masa berlaku kartu tersebut kepada Penyedia Barang/Jasa. PENGIRIMAN BARANG/JASA Barang dapat diambil langsung di tempat Penyedia Barang/Jasa, atau Pembeli dapat memerintahkan Penyedia Barang/Jasa untuk mengirimkannya ke tempat penerimaan (Point of Delivery). Sebagai bukti transaksi, Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan Delivery Order (DO) asli, faktur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) asli, Surat Setoran Pajak (SSP) asli, dan copy struk pada saat penyerahan barang/jasa ke Pembeli.

2.2. 2.2.1.

2.2.2.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-001 2.3. 2.3.1. PEMBAYARAN Dari Bank Penjamin ke Penyedia Barang/Jasa Pembayaran untuk barang/jasa yang dibeli segera dilakukan oleh Bank Penjamin (atas nama Kontraktor KKS) kepada Penjedia Barang/Jasa setelah struk asli dan bukti pengiriman barang/jasa diajukan kepada Bank Penjamin. Pembayaran dapat juga dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati di dalam perjanjian antara Bank Penjamin dan Penyedia Barang/Jasa. 2.3.2. Dari Kontraktor KKS kepada Bank penjamin 1. Pembayaran untuk barang/jasa kepada Bank Penjamin dilakukan setelah faktur tagihan bulanan (billing statement) diserahkan oleh Bank Penjamin atau dilakukan sesuai dengan waktu pembayaran yang disepakati kedua belah pihak. 2. Pembayaran untuk biaya transaksi penggunaan sarana Procurement Card ke Bank Penjamin dilakukan sesuai dengan jumlah dan waktu yang disepakati kedua belah pihak. 3. PETUNJUK KHUSUS 3.1. BANK PENJAMIN Penunjukan Bank Penjamin dilakukan berdasarkan kriteria minimal sebagai berikut: 3.1.1. 3.1.2. Memiliki reputasi baik dalam dunia perbankan. Memiliki jaringan pelayanan atau kerjasama yang luas di wilayah Republik Indonesia sehingga dapat menjangkau daerah operasi Kontraktor KKS yang bersangkutan. Memiliki fasilitas pelayanan kartu kredit. Memiliki teknologi yang memadai untuk implementasi, pemakaian, pengawasan, dan pemeliharaan sarana Procurement Card. Bersedia melakukan pembayaran terlebih dahulu kepada Penyedia Barang/Jasa untuk setiap transaksi pembelian yang menggunakan sarana Procurement Card.

3.1.3. 3.1.4.

3.1.5.

Halaman 3 of 7

4. pagu kredit.6. dan masa berlaku kartu Procurement Card yang akan diterbitkan. Bersedia menerima cara pembayaran dengan menggunakan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card). dengan Penyedia Barang/Jasa. Memiliki daftar harga. Tugas dan tanggung jawab karyawan sehari-hari.2. Penyedia Barang/Jasa Penunjukan Penyedia Barang/Jasa dilakukan kurangnya berdasarkan kriteria sebagai berikut: 3.2. MP-001 3. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan merupakan Pengusaha Kena Pajak (PKP).2. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.3. minimal harus disebutkan jumlah kartu yang akan diterbitkan.2.1. nilai maksimum per transaksi.1. 3. .3. Dalam persetujuan tertulis antara calon Pengguna Kartu dan Bank Penjamin.3. sekurang- Memiliki ketersediaan barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS. PENGAWASAN INTERNAL 4.4. nama Manajer Proyek dari calon Pembeli yang ditunjuk.1. Maksimum nilai total transaksi pembelian setiap bulan. 4.2. atau fasilitas-fasilitas sejenis yang dapat memberikan informasi mengenai barang/jasa yang disediakan dan biasa dibutuhkan oleh Kontraktor KKS maupun perusahaan lain yang bergerak di bidang perminyakan. 3. dan Bank Penjamin ditandatangani. 3.3. Penunjukan karyawan sebagai calon pengguna kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) dapat dilakukan berdasarkan peraturan internal yang berlaku di masing-masing Kontraktor KKS dengan memperhatikan kriteria berikut: Integritas karyawan. Instalasi fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) Instalasi fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) baru bisa dilaksanakan setelah persetujuan tertulis antara Kontraktor KKS (sebagai Pengguna Kartu). 4.1.1.3. 3.2. Bersedia menjalin kerja sama dengan Penyedia Barang/Jasa yang direkomendasikan oleh Kontraktor KKS.2.2.1.1. nama calon Pengguna Kartu. brosur. 4.1. 3. 3.

Sanksi untuk penyalahgunaan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) oleh Penyedia Barang/Jasa dapat diberikan dalam bentuk pemutusan hubungan dagang ataupun dikeluarkannya nama Penyedia Barang/Jasa tersebut dari Daftar Rekanan yang berlaku di Kontraktor KKS yang bersangkutan. dan tagihan kepada Bank Penjamin untuk memperoleh pembayaran barang/jasa yang telah dijual pada hari yang sama atau pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.2. Pemegang Kartu dapat juga mengambil barang langsung dari tempat Penyedia Barang/Jasa.1. Pengguna Kartu bisa menghubungi Penyedia Barang/Jasa melalui telepon. faksimili. dan copy struk ke tempat penerimaan barang yang telah ditetapkan. Batasan mengenai barang/jasa yang pengadaannya bisa menggunakan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card).1. MP-001 4.2. copy DO. 4.2. SANKSI Penyalahgunaan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) oleh Pengguna Kartu dapat dikenakan sanksi dalam bentuk pencabutan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) ataupun tindakan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada masing-masing perusahaan.1. E-commerce. 4. 5. 4. 5. Setelah menerima pesanan barang/jasa dari Pengguna Kartu dan mengecek keabsahan pesanan tersebut. Surat Setoran Pajak (SSP).5. PENGGUNAAN PROCUREMENT CARD 5. 5.2. Penyedia Barang/Jasa dapat melakukan penagihan dengan cara mengirimkan struk asli. Penyedia Barang/Jasa akan mengirimkan barang/jasa yang dipesan bersama dengan faktur pajak. 4.4. Halaman 5 of 7 .2. Peraturan/Standard Operating Procedure (SOP) khusus untuk penggunaan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card). Untuk pengadaan barang/jasa yang nilainya tidak melebihi nilai maksimum untuk penunjukan langsung.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. atau datang langsung ke tempat Penyedia Barang/Jasa untuk membeli barang/jasa yang diperlukan.1. E-mail.3.

Bank Penjamin adalah Instansi perbankan yang menyediakan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) kepada Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa untuk keperluan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung. 7. Pengguna Kartu adalah pejabat yang diberi wewenang oleh instansi terkait untuk melakukan pengadaan barang/jasa secara langsung dengan menggunakan Kartu Pengadaan (Procurement Card).1.1. . Sesuai dengan perjanjian. Semakin cepatnya pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang diperlukan Menurunnya biaya pengadaan barang/jasa Meningkatnya kreatifitas kinerja dan pelayanan petugas pengadaan barang/jasa. Pembayaran kepada Bank Penjamin dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama.3. 6. TOLOK UKUR KINERJA Tolok ukur kinerja dan hasil akhir penggunaan fasilitas Kartu Pengadaan Procurement Card bisa dilihat dari beberapa segi antara lain sebagai berikut: 7.1. Usaha Kecil.4.1.1.3. MEKANISME PEMBAYARAN FAKTUR PPN Mekanisme pembayaran PPN untuk pengadaan barang/jasa yang pembeliannya dilakukan sama seperti halnya dengan metode pengadaan lain. Pemasok.2. 8. 8. 7.2. MP-001 5. 8. Koperasi. 7.1. Penyedia Barang/Jasa adalah perusahaan atau mitra kerja yang melaksanakan pengadaan barang/jasa yang terdiri dari Kontraktor. Bank Penjamin akan mengirimkan tagihan bulanan kepada Kontraktor KKS untuk pembayaran seluruh transaksi pembelian barang/jasa yang terjadi dalam bulan tersebut.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Konsultan.1.1. DAFTAR ISTILAH 8.

---ooo0ooo--- 8. Manajer Proyek adalah petugas yang ditunjuk oleh perusahaan untuk memimpin proyek implementasi Kartu Pengadaan (Procurement Card) di lingkungan Perusahaan tersebut.8. 8. Pembeli adalah Kontraktor KKS yang melakukan pembelian barang/jasa dari Penyedia Barang/Jasa. 8 th 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. dan memperdagangkan barang atau pemberian pelayanan jasa kepada para konsumen.1. 8. (UU No. menghasilkan. Halaman 7 of 7 .1. 8.1.6.7.9.1.4. menyalurkan. 8. SSP (Surat Setoran Pajak) adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melakukan pembayaran pajak yang terhutang di Kas Negara atau di tempat pembayaran lainnya yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak setelah mendaftarkan dirinya pada Direktorat Jenderal Pajak (UU No.1. 6 th 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan). dan/atau untuk melaporkan ke Direktorat Jenderal Pajak.5. (UU No. Pengguna Barang/Jasa adalah pejabat yang berwenang sebagai pemilik pekerjaan yang memberi tugas kepada Penyedia Barang/Jasa untuk melaksanakan pekerjaan tertentu guna memenuhi kebutuhan barang/jasa tertentu di lingkungannya.1. MP-001 8. PPN (Pajak Pertambahan Nilai) adalah pajak yang timbul karena dipakainya faktor-faktor produksi di setiap jalur perusahaan dalam menyiapkan. 6 th 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan).

.

Dapat dilakukan untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp.6. Halaman 1 of 7 . Mengutamakan penggunaan jasa penyedia e-RA dalam negeri. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.00 (satu miliar rupiah) atau lebih besar dari US$100. pelelangan terbatas atau pemilihan langsung. 3. 3. melalui suatu proses yang lebih efisien.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). Dianjurkan untuk dilakukan dalam pengadaan barang/ jasa yang secara teknis dapat didefinisikan secara rinci dan terukur. DEFINISI: Electronic Reverse Auction (e-RA) merupakan salah satu metoda pengadaan yang dilakukan secara transparan dengan memanfaatkan jaringan elektronik.3.1. mempunyai kemampuan dan mematuhi tatacara e-RA yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS. yaitu nilai penawaran terbaik menjadi pemenang pelelangan. TUJUAN: Pelaksanaan e-RA dimaksudkan untuk mendapatkan harga penawaran yang lebih kompetitif dan mencerminkan harga pasar.5. 3. 3. dengan cara memasukkan penawaran harga lebih dari satu kali dan bersifat menurun dalam suatu jangka waktu yang telah ditentukan melalui media elektronik (online). dimana peserta lelang yang telah lulus pada tahap administrasi dan teknis berkompetisi secara ‘real-time’. Selama dalam proses auction identitas penawar harga harus dirahasiakan. 3.7. MP-002 METODE PENGADAAN ELECTRONIC REVERSE AUCTION (e-RA) 1. Peserta pengadaan harus memahami.2.000. dengan metode pelelangan umum.1. Tidak dapat dilakukan untuk pengadaan jasa tenaga kerja. dengan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta lelang untuk dapat mengajukan penawaran terbaik. PRINSIP DASAR e-RA: 3.000.4. 3. 2. Dilakukan hanya pada tahap penawaran harga.000. mengikuti prinsip auction.

pelelangan terbatas atau pemilihan langsung. Apabila diperlukan kepada calon peserta diberikan pelatihan. waktu dan jangka waktu pelaksanaan e-RA ditetapkan oleh Panitia Pengadaan dan dikomunikasikan ke peserta lelang. 4. TATACARA PELAKSANAAN: 4. sehingga calon peserta e-RA dapat memahami. 4. Ketentuan dokumen pengadaan lainnya mengikuti ketentuan dalam metoda pelelangan umum.4. Penilaian kualifikasi calon peserta e-RA menggunakan sistem prakualifikasi.5.1. Halaman 2 of 7 . Tanggal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PEMBERIAN PENJELASAN: Kepada calon peserta diberikan penjelasan secara lengkap tentang tata cara pemasukan penawaran. 4. 4.3.1. 4.3.2.2.2.3.2. 4. 4. MP-002 4. PENGUMUMAN: Dalam pengumuman harus dinyatakan secara jelas bahwa metoda pengadaan akan menggunakan sistim e-RA.2. PENDAFTARAN: Pendaftaran dapat dilakukan secara elektronik atau manual.1. DOKUMEN PENGADAAN: Dalam dokumen pengadaan harus dicantumkan tatacara pelaksanaan e-RA secara jelas. 4.1. 4.5. Penyedia barang/jasa yang mendaftar harus menyatakan secara tertulis persetujuannya untuk mengikuti metoda pengadaan dengan e-RA.2. KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA. 4. kecuali dinyatakan secara khusus dalam pedoman ini.5.

peserta memasukkan dokumen penawaran dan dokumen jaminan penawaran harga sesuai ketentuan.000. MP-002 SISTEM PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN: Pemasukan dokumen penawaran menggunakan Sistem Dua Sampul atau Dua Tahap: 4. Panitia Pengadaan menetapkan cara pemasukan penawaran harga pertama: 1.7. Apabila pemasukan penawaran harga pertama dilakukan secara tertulis. 4.5. . Pemasukan dokumen penawaran administrasi dan teknis harus dilakukan secara tertulis dalam sampul tertutup.000.4. peserta harus memasukkan berkas penawaran harga pertama secara tertulis yang dilengkapi dengan jaminan penawaran (bid bond) beserta pernyataan persentase dan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN). 4.7. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum.20.2.6.00 (dua juta dolar Amerika Serikat). 4. Halaman 3 of 7 4.1. Penawaran yang menyertakan jaminan penawaran yang lebih besar dari 3% (tiga persen) tidak diskualifikasi. Nilai jaminan penawaran (bid bond) adalah 1% (satu persen) s/d 3% (tiga persen) dari harga penawaran terakhir yang dimasukkan oleh peserta. pada sistem pemasukan penawaran 2 (dua) tahap. Apabila pemasukan penawaran harga pertama dilakukan secara elektronik.7.000.1. pada sistem pemasukan penawaran 2 (dua) sampul.000.7. PENYAMPAIAN PENAWARAN HARGA Peserta yang telah lulus evaluasi tahap administrasi dan teknis: 4. Diundang untuk menghadiri pembukaan penawaran harga. Untuk pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp 20.7. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum.00 (dua juta dolar Amerika Serikat).3.000.000.000. Evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 4. 4.000. 2. Untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp.2.000. 4.00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$ 2. Diundang untuk memasukkan penawaran harga. peserta harus menyerahkan dokumen jaminan penawaran sesuai ketentuan.6.00 (dua puluh miliar rupiah) atau sampai dengan US$ 2.6.000.7.

1. 2. setelah pembukan penawaran harga pertama. Nilai pengadaan sampai dengan Rp. dilanjutkan dengan pemasukan harga penawaran secara elektronik.1. 4. Segera pada hari yang sama. Halaman 4 of 7 . MP-002 5. sistim langsung menetapkan peringkat penawaran: a. 8. Panitia Pengadaan meneliti kelengkapan administrasi penawaran. Penawaran yang tidak memenuhi syarat administrasi dinyatakan gugur dan tidak diikutsertakan dalam proses selanjutnya. Menggunakan sistim HE TKDN untuk penawaran barang produksi dalam negeri. Setelah masa penyampaian dokumen penawaran ditutup tidak dapat lagi diterima dokumen penawaran.000. 5. Kepada setiap peserta yang penawarannya memenuhi persyaratan administrasi diberi nomor identitas yang dirahasiakan bagi peserta lainnya. Selama pelaksanaan e-RA. 7. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan berkas penawaran harga.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Menggunakan perbandingan nilai penawaran untuk penawaran barang produksi luar negeri. atau b.00 (dua puluh miliar rupiah) atau sampai dengan US$2. Pembukaan sampul penawaran harga pertama dilakukan oleh Panitia Pengadaan di hadapan peserta pengadaan.20. Nilai penawaran peserta diunggah (up loaded) ke dalam sistim e-RA oleh masing-masing peserta.000. Panitia Pengadaan dalam suatu rapat di hadapan para peserta e-RA menyatakan bahwa masa penyampaian dokumen penawaran harga telah ditutup. dapat dilakukan perpanjangan waktu. atau perubahan. Jangka waktu pelaksanaan pemasukan harga penawaran secara elektronik harus ditentukan secara pasti dan maksimal 24 (dua puluh empat) jam. 6.1.00 (dua juta dolar Amerika Serikat): 5.000. Pada waktu yang telah ditentukan. kecuali untuk melengkapi kekurangan nilai meterai dan tanggal. Apabila terjadi kegagalan komunikasi. PELAKSANAAN E-RA: 5. Apabila pemasukan penawaran harga pertama secara tertulis: 1.000. 3.000.

00 (dua juta dolar Amerika Serikat): Peserta pengadaan memasukkan penawaran mengikuti ketentuan sistim pemasukan 2 (dua) sampul atau sistim 2 (dua) tahap. 5. sama dengan langsung pertama 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.1.1. pada waktu yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan. 13. MP-002 9.000. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dinyatakan diskualifikasi.000.00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$ 2. 11.1. 5.20.000. semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis. 12. kecuali: 1. 5. Penawaran dilengkapi dengan pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan e-RA.000. Peserta menyerahkan dokumen jaminan penawaran sesuai ketentuan yang berlaku. Pemasukan penawaran harga dilaksanakan secara elektronik. Tepat pada akhir jangka waktu pelaksanaan penawaran secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan kepada peserta bahwa waktu yang disediakan telah habis.2. Apabila nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai penawaran terakhir yang dimasukkan. penawaran yang bersangkutan dinyatakan diskualifikasi. dengan cara mengunggah nilai HPS/OE ke dalam sistim e-RA. Halaman 5 of 7 . Paling lambat 3 (tiga) hari kerja terhitung mulai hari kerja berikutnya setelah hari pembukaan penawaran harga.1. Panitia Pengadaan membuat berita acara pelaksanaan eRA.000. 10. Pada akhir masa pemasukan harga secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan Harga Perkiraan Sendiri /Owner Estimate (HPS/OE).. Nilai pengadaan lebih besar dari Rp.2. Apabila pemasukan penawaran harga pertama secara elektronik: Tatacara pemasukan harga penawaran ketentuan angka 5.2.

Menggunakan sistim HE TKDN untuk penawaran barang produksi dalam negeri. maksimal 24 (dua puluh empat) jam. 5. penawaran yang bersangkutan dinyatakan diskualifikasi.2.5. Panitia Pengadaan dalam suatu rapat di hadapan para peserta e-RA menyatakan bahwa masa penyampaian dokumen penawaran telah ditutup. MP-002 5. 5. 5. Apabila nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai penawaran terakhir yang dimasukkan. 5. perubahan atau susulan penyampaian jaminan penawaran (bid bond).8.2. dilanjutkan dengan pemasukan harga penawaran secara elektronik. atau b. sistim langsung menetapkan peringkat penawaran: a. Panitia Pengadaan memberitahukan kepada peserta bahwa waktu yang disediakan telah habis.7.2. Menggunakan perbandingan nilai penawaran penawaran barang produksi luar negeri 5.9.6. Apabila terjadi kegagalan komunikasi. Pada waktu yang telah ditentukan.2.2. Segera pada hari yang sama.2.4. setelah pembukaan penawaran harga pertama. Nilai penawaran peserta diunggah (up loaded) ke dalam sistim e-RA oleh masingmasing peserta. Jangka waktu pelaksanaan pemasukan harga penawaran secara elektronik harus ditentukan secara pasti.3. Setelah masa penyampaian dokumen penawaran ditutup tidak dapat lagi diterima dokumen penawaran.2. Pembukaan sampul penawaran harga pertama dilakukan oleh Panitia Pengadaan di hadapan peserta pengadaan. Tepat pada akhir jangka waktu pelaksanaan penawaran secara elektronik.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Kepada setiap peserta yang penawarannya memenuhi persyaratan administrasi diberi nomor identitas yang dirahasiakan bagi peserta lainnya. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan berkas penawaran harga. kecuali untuk melengkapi kekurangan nilai meterai dan tanggal. untuk 5. Selama pelaksanaan e-RA. 5. Halaman 6 of 7 . dapat dilakukan perpanjangan waktu.2.

EVALUASI HARGA 6. semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis beserta pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan e-RA.2. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dinyatakan diskualifikasi. Apabila ternyata HPS/OE terlalu rendah dapat dilakukan koreksi atas HPS/OE sesuai ketentuan. 7. PENETAPAN DAN PENUNJUKAN PEMENANG Urutan proses mulai dari penetapan pemenang sampai dengan penunjukan pemenang dan ketentuan tentang pengadaan gagal dan pengadaan ulang. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum atau pemilihan langsung.2. Metode pengadaan ulang dapat dilakukan dengan metode pelelangan (tanpa e-RA) atau metode e-RA. 5. maka diadakan proses pengadaan ulang. MP-002 5.11.12. berdasar hasil evaluasi harga. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi terhadap harga penawaran hasil pelaksanaan e-RA. 5.1. menurut tatacara baku pada metode pelelangan umum. termasuk kelanjutan prosesnya.3. masih lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE hasil koreksi. Panitia Pengadaan membuat berita acara pelaksanaan e-RA.10. 6. oo0oo Halaman 7 of 7 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Dalam hal harga penawaran terendah hasil e-RA masih lebih tinggi dibanding dengan HPS/OE maka dilakukan pengkajian ulang atas HPS/OE. 6.2. 6.2. Apabila harga penawaran peringkat I (pertama). Paling lambat 3 (tiga) hari kerja terhitung mulai hari kerja berikutnya setelah hari pembukaan penawaran harga. Pada akhir masa pemasukan harga secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan Harga Perkiraan Sendiri/ Owner Estimate (HPS/OE).

.

yang dituangkan dalam kesepakatan yang direncanakan sejak awal. Kontrak Bersama Pengadaan Barang/Jasa ini dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: Terdapat kesamaan kebutuhan barang/jasa dari beberapa Kontraktor KKS. 3. 3. mengutamakan penggunaan barang produksi dalam negeri. Kesepakatan antar Kontraktor KKS atau antara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS dapat dilakukan pada awal Kontrak atau pada saat Kontrak sedang berlangsung. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. dengan Penyedia Barang/Jasa bersangkutan.2. Halaman 1 of 7 . 2. dan Terdapat kesepakatan diantara beberapa Kontraktor KKS atau diantara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS. 3.2.3.5. PERSYARATAN 3. atau pemanfaatan suatu kontrak yang sedang berjalan di suatu Kontraktor KKS oleh Kontraktor KKS lainnya. pemanfaatan kapasitas lebih serta optimalisasi pemanfaatan peralatan atau jasa yang tercantum pada suatu kontrak.6.2. dan Barang/jasa yang dibutuhkan berada dalam wilayah atau tempat yang berdekatan secara geografis atau berada dalam 1 (satu) kelompok usaha Kontrak Kerja Sama dalam wilayah Negara Republik Indonesia. DEFINISI Kontrak pengadaan bersama adalah Kontrak antara beberapa Kontraktor KKS atau Kontrak yang dilakukan oleh BPMIGAS sebagai koordinator beberapa Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan 1 (satu) atau beberapa pekerjaan. percepatan proses. JK-001 KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA (JOINT CONTRACT) 1. TUJUAN Tujuan kontrak bersama pengadaan barang/jasa adalah pemanfaatan kontrak secara bersama yang saling menguntungkan dalam rangka efisiensi biaya.2.4. 3.

4. Ruang lingkup pekerjaan dan/atau jenis barang yang diperlukan. f. Pihak (Kontraktor KKS atau BPMIGAS) yang bertindak sebagai koordinator Kontrak atau pemuka (leader). TATA CARA 4. hak dan kewajiban para pihak. Dalam hal pemanfaatan waktu jeda dimungkinkan penambahan volume pekerjaan. 2. Kesepakatan untuk melakukan Kontrak bersama pada saat Kontrak sedang berlangsung hanya dapat dilaksanakan untuk memanfaatkan kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) dari Kontrak yang sedang berlangsung tanpa mengubah syarat-syarat dan ketentuan lainnya. direncanakan untuk membuat kontrak secara bersama-sama oleh 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS atau 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS dalam koordinasi BPMIGAS. d. Diawali dengan adanya informasi/identifikasi suatu jenis kebutuhan barang/jasa yang sama yang dibutuhkan oleh 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS. KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA YANG DIRENCANAKAN SEJAK AWAL (JOINT CONTRACT). 4. Halaman 2 of 6 . c. pengaturan program dan/atau jadwal pelaksanaan.2. Masa kontrak. Pengelolaan aspek financial termasuk tatacara pembayaran dan pembagian biaya pengelolaan kepentingan bersama. b.4. JK-001 3. Persiapan : 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pengurusan perijinan (Formalities).2. e. Beberapa Kontraktor KKS dalam koordinasi dengan BPMIGAS atau BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS membuat suatu perjanjian kerjasama yang memuat antara lain: a. 4. Peran.

JK-001 g. 3. Hal-hal khusus yang perlu diperhatikan antara lain: 1. Tata cara pengadaan mengikuti ketentuan yang berlaku. Pelaksanaan proses pengadaan dilakukan oleh koordinator kontrak dibantu oleh atau bersama-sama dengan calon pengguna kontrak pengadaan bersama. Merupakan pencetus awal program. 2.6. 4. Pengaturan pemberian sanksi dan pinalti akibat keterlambatan penyerahan barang da/atau penyelesaian pekerjaan. 2. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. atau kepada kepada b. Merupakan pengguna barang/jasa terbanyak/terlama.2. Perintah pelaksanaan pekerjaan atau penyerahan barang dilakukan: a. Para pihak dalam kontrak adalah para Kontraktor KKS pengguna kontrak dengan/tanpa koordinasi BPMIGAS secara bersama-sama dengan Penyedia Barang/Jasa. Halaman 3 of 7 . Oleh masing-masing Kontraktor KKS Penyedia Barang/Jasa dan dilaporkan Koordinator Kontrak. Penyusunan Kontrak : Tata cara penyusunan kontrak mengikuti tata cara yang berlaku dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. h. atau b.2. Persetujuan tahap perencanaan pengadaan dan/atau persetujuan pemenang pengadaan dari BPMIGAS diperlukan apabila nilai keseluruhan kontrak melebihi batas kewenangan Kontraktor KKS. Semua perintah pelaksanaan kepada Penyedia Barang/Jasa disampaikan melalui Koordinator Kontrak. Formalitas rencana kerja dan anggaran (WP&B dan AFE) menjadi tanggung jawab masing-masing Kontaktor KKS.5. Prosedur Pelaksanaan: 1. Koordinator Kontrak atau pemuka (leader) ditetapkan berdasar kesepakatan para pihak. Penetapannya antara lain memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a.

Koordinator Kontrak berkewajiban mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak.3. Kontraktor KKS yang membutuhkan barang/jasa meminta informasi dari Kontraktor KKS lain tentang kemungkinan adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau adanya waktu jeda (windows/idle) dari kontrak yang sedang berjalan yang bisa dimanfaatkan. dalam hal ini Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa bersangkutan. PEMANFAATAN KONTRAK YANG SEDANG BERJALAN 4. 4.4. Pengaturan tentang alokasi denda atas keterlambatan sesuai dengan yang diatur didalam Nota Kesepahaman. Penagihan pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan ditujukan kepada masing-masing Kontraktor KKS oleh Penyedia Barang/Jasa dan dilaporkan kepada Koordinator Kontrak atau semua penagihan melalui Koordinator Kontrak. 4.3. Rencana pemanfaatan ini harus disepakati oleh para pihak.5. terutama pemanfaatan barang/jasa oleh Kontraktor KKS pengguna Kontrak. Pengawasan pelaksanaan pekerjaan oleh masing-masing Kontraktor KKS pengguna Kontrak.3. 5. atau b. Jaminan pelaksanaan dan denda atas keterlambatan diperhitungkan berdasar ketentuan dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan barang/Jasa ini. 6. Persiapan 1. Suatu kontrak yang sedang berjalan di salah satu Kontraktor KKS dapat dimanfaatkan oleh satu atau beberapa Kontraktor KKS lain berdasarkan adanya kesamaan kebutuhan dan adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau dalam usaha memanfaatkan waktu jeda (windows/idle). Inisiatif pemanfaatan kontrak yang sedang berjalan dapat dilakukan oleh: a. 4. Halaman 4 of 6 . JK-001 3. Kontraktor KKS pengguna Kontrak yang sedang berjalan menyampaikan informasi melalui BPMIGAS kepada Kontraktor KKS lain tentang adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau adanya waktu jeda (windows/ idle) yang bisa dimanfaatkan Kontraktor KKS lain.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

3 dan Bab XIII angka 4. e.3. Ruang lingkup pekerjaan dan/atau jenis barang yang diperlukan. Formalitas rencana kerja dan anggaran (WP&B dan AFE) menjadi tanggung jawab masing-masing Kontaktor KKS. Pelaksanaan dalam kelompok usaha Kontraktor KKS disesuaikan dengan kebijaksanaan yang berlaku di dalam kelompok usaha tersebut. 4. c. Apabila amandemen mengakibatkan penambahan nilai. Pelaksanaan 1. b. Koordinator Kontrak atau pemuka (leader) adalah Kontraktor KKS pemegang Kontrak awal. Masa kontrak. diperlakukan sebagai Penambahan Lingkup Kerja (PLK). Hak dan Kewajiban para pihak. 4.1. pengaturan program dan/atau jadwal pelaksanaan. Rencana pemanfaatan kontrak yang sedang berjalan ini harus dikomunikasikan dan disetujui oleh Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. Pengaturan pemberian sanksi dan pinalti akibat keterlambatan penyerahan barang dan/atau penyelesaian pekerjaan. 5. Perjanjian kerjasama memuat antara lain namun tidak terbatas pada hal-hal berikut: a. g. Perjanjian kerjasama disusun antara Kontraktor KKS pengelola kontrak dengan Kontraktor KKS yang akan memanfaatkan. Pengurusan perijinan (Formalities). Ketentuan tentang persetujuan atau pelaporan mengikuti ketentuan Bab II angka 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. f. Pengelolaan aspek financial. Halaman 5 of 7 . d. Koordinator Kontrak bersama-sama Kontraktor KKS yang akan memanfaatkan Kontrak menyusun amandemen kontrak yang memuat antara lain hal-hal yang telah disepakati dalam perjanjian kerjasama. 2.6. 3. JK-001 2.

Pelaporan Koordinator Kontrak berkewajiban menyampaikan laporan formalitas kontrak awal. Apabila tidak terjadi kesepakatan. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Ketentuan impor barang diberlakukan sesuai ketentuan yang berlaku pada masing-masing Kontraktor KKS yang bersangkutan. 5. maka penyelesaiannya terlebih dahulu dilakukan oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan dengan cara musyawarah/ mufakat. maka Koordinator Kontrak membantu untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi dan harus diupayakan agar tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan lainnya. JK-001 3.3. Jaminan pelaksanaan yang ada direvisi dengan mencantumkan nama pengguna barang/jasa yang baru sesuai perjanjian kerjasama dan apabila diperlukan nilai jaminan ditambah.7. ------ooo000ooo------- Halaman 6 of 6 . Penyelesaian Perselisihan Dalam hal terjadi perselisihan antara salah satu Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa. 4. Pelaporan pelaksanaan kontrak dilakukan oleh masing-masing Kontraktor KKS. sesuai ketentuan yang berlaku.

yang berkesinambungan (continuous Efisien dan efektif dalam desain konsep dan penerapannya. TUJUAN Tujuan dari Kontrak Kemitraan (Strategic Alliance) adalah pemanfaatan potensi teknis. keterbukaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. KARAKTERISTIK Kontrak kemitraan mempunyai karakteristik sebagai berikut: 3.2. Dilandasi dengan kepercayaan. Perbaikan kinerja improvement).6. 3. dan saling menguntungkan (win-win).5. 2. kepastian pasokan (security of supply). DEFINISI Kontrak Kemitraan adalah Kontrak pengadaan barang/jasa berdasarkan konsep kerjasama jangka panjang dimana para pihak memberikan kontribusi sumber dana. daya dan/atau fasilitas yang dimiliki/dikuasai dalam rangka mencapai sasaran strategis yang disepakati bersama antara penyedia dan pengguna barang/jasa. 3. keahlian. 3.8. Pembagian risiko dan keuntungan (Risk & Benefit). pengalaman dan sumber daya lainnya dari para pihak yang disinergikan untuk mencapai hasil yang paling optimal dalam hal pengembangan suatu jenis barang/peralatan. 3. dan proses. 3.3.9. 3. Kerjasama yang erat dan interaktif dengan mengintegrasikan proses dan aktivitas utama. Kerjasama jangka panjang. finansial. 3. standar mutu dan penekanan biaya. Halaman 1 dari 5 . 3. keahlian.7.4. JK-002 SISTEM KONTRAK KEMITRAAN (STRATEGIC ALLIANCE) 1. Mempunyai komitmen dan obyektif bersama. manajemen. Saling memberikan manfaat sumber daya seperti teknologi.

4. Menyusun rancangan langkah-langkah yang diperlukan pada periode transisi antara lain tentang integrasi sistem & proses (perangkat keras dan lunak).2. PERENCANAAN Penentuan Sasaran Strategis 1. Pengembangan suatu jenis barang/produk baru yang secara jangka panjang akan dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan produksi minyak dan/atau gas bumi.4. Sosialisasi.7. 2.2. maka kontrak kemitraan semakin diperlukan. Pemilihan Mitra dan Pelaksanaan kontrak. Nilai pengadaan b. Peranan barang/jasa tersebut dalam pelaksanaan operasi. d. Sasaran strategis ditentukan dengan melakukan evaluasi terhadap pengadaan barang/jasa di perusahaan yang berpeluang memberikan efisiensi yang besar bagi Kontraktor KKS.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. c. menentukan kriteria calon mitra dan rencana pra-kualifikasi.2.2. Kompleksitas proses pengadaan dan rantai suplai yang berdampak pada harga dan ‘cycle time’.2. menyusun lingkup kerja awal.6. Penjajakan Pasar (market survey). Hal-hal yang dapat dijadikan tolok ukur untuk menetapkan nilai strategis dalam melakukan evaluasi antara lain: a.5. Semakin tinggi peranan barang/jasa tersebut. 4. Melakukan evaluasi potensi internal yang dapat disinergikan. 4. Halaman 2 of 5 . 4. JK-002 4. 4. TATA CARA Kontrak Kemitraan dilakukan melalui tahapan Perencanaan. Membuat model pengadaan barang/jasa yang sesuai dengan konsep kontrak kemitraan.

3.6. Membangun tujuan (obyective) bersama. Melakukan kunjungan ke pabrik atau fasilitas yang dimiliki calon mitra.4.3. PEMILIHAN MITRA Pemilihan mitra menggunakan metoda pelelangan atau pelelangan terbatas. Menetapkan metoda evaluasi bersama dengan calon peserta yang lulus tahap asesmen.3. SOSIALISASI Tahap sosialisasi dimaksudkan untuk: 4.5. JK-002 4.4. 4. 4. Mengumumkan rencana pelaksanaan kontrak kemitraan melalui media cetak dan/atau media elektronik dan mengundang sumber-sumber yang telah diketahui.4. 4.5. Menyamakan persepsi semua pihak tentang kontrak kemitraan yang akan dilaksanakan antara lain lingkup kerja serta hak dan tanggung jawab para pihak.3. 4. 4. 4. Halaman 3 dari 5 . Melakukan prakualifikasi melalui asesmen terhadap kemampuan sumber-sumber yang berminat/ potensial. Mengirimkan kuestioner. serta menetapkan tolok ukur keberhasilan (Key Performance Indicator).4. 4. Peserta pelelangan adalah calon peserta pengadaan yang telah lulus tahap asesmen.7. antara lain dengan cara: 1. PENJAJAKAN PASAR Mencari sumber-sumber yang berpotensi untuk melaksanakan konsep pengadaan yang telah dibuat dengan cara: 4.4.4. 3. 2. Menyusun dokumen pengadaan. Hasil asesmen digunakan untuk menetapkan calon peserta pengadaan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses selanjutnya. Apabila calon peserta pengadaan yang lulus tahap prakualifikasi hanya 2 (dua) diteruskan dengan proses pemilihan langsung dan apabila yang lulus tahap prakualifikasi hanya 1 (satu) proses proses dinyatakan gagal.4.6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Diskusi/ dialog.5.

Waktu penyerahan atau penyelesaian pekerjaan. Dalam pelaksanaan Kontrak Kemitraan dibentuk Tim Pengendali Bersama (Joint Performance Control Body) antara Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa. pengkajian dan perbaikan atas pelaksanaan pekerjaan sesuai yang telah diatur di dalam Kontrak. d. 4. Tolok Ukur Kinerja (Key Performance Indicator). Ketentuan tentang pinalti telah tercakup didalam ketentuan tentang resiko dan keuntungan (Risks & Rewards). e. Kriteria yang dapat dijadikan tolok ukur kinerja keberhasilan pelaksanaan kontrak maupun kinerja mitra. misalnya: a. Nilai Total Cost of Ownership (TCO).6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Kontrak Kontrak selain memuat ketentuan umum. harus juga memuat ketentuan sebagai berikut: 1. Harga barang/jasa. baik keuntungan/manfaat/nilai tambah maupun kerugian dengan menggunakan konsep “seimbang/proportional” dan harus sudah disepakati sejak awal. c. Tingkat inventori atau sumber daya yang digunakan. Kualitas barang/jasa. Mendorong pencapaian unjuk kinerja (performance) dan hasil produksi yang semakin efektif dan semakin efisien. Mempersiapkan laporan pelaksanaan perihal angka 1) dan 2) diatas. h. g.5.6. Melakukan pengawasan. 2. Halaman 4 of 5 . b. 4. JK-002 4. Waktu yang diperlukan (cycle time). dengan tugas: 1. Pemanfaatan barang/jasa produksi dalam negeri. f. Mengukur unjuk kinerja (performance) berdasarkan parameter KPI (Key Performance Indicator).6.4. Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lindungan Lindungan (Health Safety and Environment) 2. 3. PELAKSANAAN KONTRAK 4. Pengaturan resiko dan keuntungan (Risks & Rewards) meliputi pembagian atas hasil pencapaian yang relatif terhadap KPI.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pengaturan tanggung jawab dalam pengelolaan asset yang digunakan dalam kontrak. 5. Pemutusan kontrak dini (Early termination) dapat dilakukan apabila mitra tidak menunjukkan kinerja (KPI) sesuai ketentuan yang telah disepakati secara berkelanjutan. Pengaturan hak kepemilikan (proprietory right) dan hak intelektual (intellectual right) atas aset/fasilitas/patent yang dihasilkan dari pembiayaan bersama dimana biaya yang dikeluarkan Kontraktor KKS dibebankan sebagai biaya operasi. Susunan dan tugas Tim Pengendali Bersama (Joint Performance Control Body). 6. Dalam hal ini jaminan pelaksanaan dicairkan. JK-002 3. ---ooo0ooo--- Halaman 5 dari 5 . 4.

.

3.4. DEFINISI Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call off Order) adalah kontrak pengadaan barang/jasa untuk jangka waktu yang relatif panjang (satu sampai tiga tahun) untuk suatu jumlah nilai tertentu dengan harga satuan yang telah disepakati. dengan frekwensi atau jumlah pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekwensi kebutuhan pekerjaan tinggi. Diterapkan bagi pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item).2. 3. Apabila barang/jasa telah mampu diproduksi atau dikerjakan di dalam negeri maka harus menggunakan barang produksi dalam negeri dan/atau jasa dalam negeri. dimana pengguna barang/jasa dapat meminta Penyedia Barang/Jasa untuk menyerahkan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa sewaktu-waktu diperlukan dan pembayaran dilakukan terhadap sejumlah barang/jasa yang benar-benar dipergunakan atau dikerjakan.3. PERSYARATAN Perjanjian Pemasokan Berdasar Permintaan (Call off Order) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: 3. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. pelelangan atau 3. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan cara Pemasokan Berdasar Permintaan (Call off Order) adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang/jasa dan meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya pengelolaan sumber daya.1. Pengadaan dilakukan dengan metode pemilihan langsung sesuai ketentuan. Halaman 1 dari 3 . 3. JK-003 PERJANJIAN PEMASOKAN BERDASAR PERMINTAAN (CALL OFF ORDER) 1. Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/penggunaan yang sama.

2. 4. 5. antara lain kemampuan untuk menyediakan barang/jasa sewaktu-waktu. Kontrak call off order dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan barang. Dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang jumlah minimum nilai penggunaan kumulatif (minimum cummulative order) selama periode kontrak. Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS yang bertindak sebagi coordinator beberapa Kontraktor KKS menetapkan jenis barang/jasa yang akan diadakan dengan cara Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call off Order). Jumlah setiap pembayaran adalah sebesar jumlah barang yang telah dipasok atau jasa yang telah dilaksanakan.3.3. JK-003 4. Dilakukan prakualifikasi/asesmen untuk mengetahui kemampuan calon penyedia barang/jasa yang dapat diikutkan dalam proses pengadaan. pemilihan langsung mengikuti 4. PEMBUATAN KONTRAK 5. 5. 5. Apabila dimungkinkan adanya penyesuaian harga. Di dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang kemungkinan penyesuaian harga.2. Penyesuaian harga ditetapkan berdasar suatu formula tertentu yang akan berlaku apabila suatu keadaan tertentu (waktu. 5.jasa yang sama dari beberapa kegiatan dari 1 (satu) Kontraktor KKS atau untuk beberapa Kontraktor KKS dalam bentuk Kontrak Bersama (Joint Contract). 5. Harga satuan yang berlaku dalam Kontrak adalah harga berdasarkan harga penawaran akhir dari Penyedia Barang/ Jasa.4. Di dalam kontrak dicantumkan tata cara pembayaran. Halaman 2 of 3 . Pada dasarrnya harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa Kontrak.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. setelah atau tanpa melalui negosiasi.1. kejadian) terjadi. TATA CARA 4.1. Proses pelelangan atau ketentuan yang berlaku. Formula dan keadaan yang memungkinkan dilakukannya penyesuaian harga ditetapkan dalam Kontrak.5. maka harga satuan yang disepakati harus ditetapkan berlaku minimal untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.

6. 6. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. JK-003 5. ----ooo000ooo---- 6. Halaman 3 dari 3 . Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memenuhi kewajiban secara berkesinambungan. dikategorikan sebagai kelompok merah dan Kontrak dapat diakhiri lebih awal. Permintaan untuk memasok barang menggunakan Surat Pesanan(SP)/Purchase Order (PO) dan permintaan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan atau Surat Perintah Kerja (SPK)/Service Order (SO).3.1. Di dalam Kontrak dicantumkan ketentuan tentang sanksi dan terminasi dini. PELAKSANAAN KONTRAK 6. 6. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan yang diminta oleh Kontraktor KKS.2.

.

3. 3. Halaman 1 dari 5 . untuk suatu jangka waktu tertentu.1. yang dibuat berdasarkan harga satuan barang atau peralatan yang dikeluarkan resmi oleh pabrikan/principal yang berlaku umum. 2.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. untuk 1 (satu) kelompok barang/jasa yang bersifat spesifik.2. DEFINISI Perjanjian harga (price agreement) adalah perjanjian dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai pabrikan (manufacturer) atau agen tunggal (sole agent/sole distributor). Terdapat pabrikan dalam negeri maupun luar negeri yang bersedia melakukan ikatan perjanjian harga untuk suatu jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun.1. Perjanjian Harga (Price Agreement) dengan pabrikan (manufacturer) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan sebagai berikut: Merupakan kegiatan pengadaan bagi barang atau peralatan (equipment) tertentu yang dipakai secara luas dalam lingkungan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di Indonesia.1. JK-004 PERJANJIAN HARGA (PRICE AGREEMENT) 1. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan Perjanjian Harga (Price Agreement) adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang dan jasa tertentu dengan cara mengadakan perjanjian harga untuk suatu jangka waktu tertentu dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa. PERSYARATAN 3. 3.

peralatan atau jasa yang diperlukan cukup besar sedemikian sehingga ekonomis untuk dilakukan perikatan harga jangka panjang. peralatan atau jasa yang memungkinkan untuk diadakan melalui Kontrak perjanjian harga.2. bekerjasama dengan Perusahaan nasional. Pabrikan (manufacturer) bersedia membuat dan melakukan aktivitas purna jual (after sales service) di dalam wilayah negara Republik Indonesia.1. 3. atau 2. Pelaksanaan perbaikan dan penyediaan sarana bengkel (workshop).3. PENETAPAN STANDAR JENIS BARANG ATAU PERALATAN Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS menetapkan jenis barang. Digunakan secara luas oleh banyak atau oleh beberapa Kontraktor KKS. Penyediaan suku cadang melalui Perusahaan Nasional yang ditunjuk sebagai agen atau agen tunggal. yang memiliki perjanjian keagenan atau surat penunjukan keagenan dari pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan dan memenuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia. TATA CARA 4. 3. baik perbaikan kecil maupun perbaikan besar (overhaul).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3.1.4.1.2.1.1. 2.3. 4.1. Tersedia daftar harga barang (price list) yang dikeluarkan oleh prinsipal yaitu pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan dan berlaku umum. Pabrikan bersama BPMIGAS dan Kontraktor KKS bersedia melakukan upaya-upaya perbaikan untuk mendapatkan tingkat pelayanan yang lebih efektif dan biaya yang semakin efisien. Tersedia Agen Tunggal yang merupakan Perusahaan Nasional. dengan mempertimbangkan kondisi antara lain sebagai berikut: 1. Halaman 2 of 5 . JK-004 3. meliputi namun tidak terbatas pada: 1. Perjanjian Harga (Price Agreement) dengan agen tunggal (sole agent/sole distributor) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: Dilakukan untuk pengadaan barang/jasa bersifat spesifik. Jumlah barang. 4.2. 3.2.2. 3.

1. dengan tujuan untuk menyederhanakan (simplification) variasi jenis. 4.2.2.1. agen tunggal atau penyedia jasa yang ditunjuk secara eklusif oleh pabrikan (manufacturer). Jasa tersebut bersifat spesifik menurut ketentuan dalam pedoman ini. 3.3. 4.1. Harga yang diperjanjikan dapat berupa harga pasti atau berupa formula harga yang berbasis pada harga dengan kondisi tertentu. Melalui proses negosiasi langsung dengan pabrikan (manufacturer) bersama agen tunggal atau penyedia jasa tunggal untuk mendapatkan harga yang terbaik dalam pengadaan sukucadang atau jasa perbaikan peralatan. PENETAPAN JENIS JASA Kontraktor KKS dengan/atau BPMIGAS menetapkan jenis jasa yang akan diadakan dengan cara Perjanjian Harga (Price Agreement).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS melakukan seleksi variasi jenis.3. 4. Penetapan harga yang diperjanjikan: 1. JK-004 4. Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS menetapkan satu atau beberapa jenis dan type barang dan peralatan yang dijadikan standar bagi penggunaan pada suatu kebutuhan pemakaian tertentu. spesifikasi. Harga yang ditetapkan harus berbasis pada harga yang diberlakukan secara internasional oleh pabrikan.3. dengan kriteria antara lain sebagai berikut: 1.2. 4. Melalui proses negosiasi langsung dengan pabrikan untuk mendapatkan harga yang terbaik dalam pengadaan peralatan (equipment). 4. 4.3. 2.1. pabrik pembuat (merk) dan tipe (type) dari barang atau peralatan. 2. Halaman 3 dari 5 . Jumlah penggunaan tinggi dan bersifat terus menerus diperlukan. PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA Pemilihan Penyedia Barang/Jasa pada dasarnya menggunakan metode penunjukan langsung kepada pabrikan (manufacturer). 4. Berdasarkan hasil seleksi.2.

2. JK-004 4. Membandingkan dengan harga yang telah disepakati dalam kontrak sebelumnya.3. Penawaran jenis-jenis barang/peralatan/jasa lengkap dengan spesifikasi dan kemungkinan perubahannya.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa perjanjian yang ditetapkan sebelumnya.4. 3.2.1. Syarat dan kondisi penawaran tidak boleh menyebabkan Kontraktor KKS terikat sedemikian sehingga tidak boleh memiliki alternatif sumber pengadaan. Harga satuan atau formula harga satuan yang berlaku untuk perjanjian adalah harga berdasarkan harga setelah dilakukan negosiasi. 2. Dilakukan negosiasi atas penawaran yang diajukan.3. 2. Halaman 4 of 5 . 4. meliputi: 1. 5.3. di dalam negeri atau di negara lain. Syarat dan kondisi (terms & conditions) penjualan.3.5.3. 3. Membandingkan dengan harga yang disepakati dengan pembeli lain. 5. PEMBUATAN KONTRAK 5. 5. Melakukan perhitungan normalisasi dan membandingkan hasil normalisasi dengan altenatif cara pengadaan yang lain 4. Penawaran harga Panitia Pengadaan mengundang pabrikan atau bersama dengan agen tunggal atau penyedia jasa tunggal untuk mengajukan penawaran meliputi sekurang-kurangnya: 1. Perubahan harga harus berdasar pada formula yang telah disepakati sebelumnya dan berdasar pada harga yang diberlakukan secara inetrnasional oleh pabrikan (manufacturer). Negosiasi harga atau formula harga. Negosiasi syarat dan kondisi (terms & conditions). Panitia Pengadaan melakukan evaluasi kewajaran harga penawaran antara lain dengan: 1. Harga atau formula harga yang didasarkan pada daftar harga (price list) yang diberlakukan secara internasional.

maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Di dalam Kontrak dicantumkan ketentuan tentang sanksi dan terminasi dini.5.1. 6. 5. dikategorikan sebagai kelompok merah dan perjanjian dapat diakhiri lebih awal. 6. PELAKSANAAN KONTRAK 6. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa. JK-004 5. ----ooo000ooo---- 6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Minimum order tidak diterapkan dalam Perjanjian Harga (Price Agreement).3.4.2. Permintaan untuk memasok barang menggunakan Surat Pesanan(SP)/Purchase Order (PO) dan permintaan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan atau Surat Perintah Kerja (SPK)/Service Order (SO). Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memenuhi kewajiban untuk memenuhi permintaan Kontraktor KKS berdasar SP/SPK (PO/SO) secara berkesinambungan. Halaman 5 dari 5 .

.

PERSYARATAN 3. alat kesehatan) harga satuan dapat lebih besar dari ketentuan tersebut. dengan tingkat pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekuensi pekerjaan tinggi.2.1.000. dengan selalu tersedianya pilihan/alternatif dari beberapa rekanan yang terikat kontrak harga satuan untuk suatu jangka waktu tertentu. Ketentuan ini dikecualikan bagi barang/jasa tertentu yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS (antara lain: drill bit. 3. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.3.000. ukuran. 2. Kontrak MSA dapat dilakukan bila memenuhi persyaratanpersyaratan berikut: Diterapkan pada pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item). kualifikasi dan kemampuan dalam jangka waktu kontrak tertentu. 3. Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/ penggunaan yang sama.1. JK-005 PERJANJIAN PEMASOKAN DENGAN BEBERAPA PENYEDIA BARANG/JASA (MULTI STANDING AGREEMENT / MSA) 1. Halaman 1 dari 4 .00 (sepuluh juta rupiah) atau US$1.1.00 (seribu dolar Amerika Serikat). TUJUAN Tujuan pengadaan dengan kontrak Multi Standing Agreement adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang dan jasa. DEFINISI Multi Standing Agreement (MSA) adalah suatu perikatan kontrak harga satuan (unit price) dengan lebih dari satu rekanan secara simultan untuk pengadaan barang atau jasa yang sama/sejenis dalam hal spesifikasi.1.1. 3. Harga satuan (unit price) tidak lebih dari Rp10.000.

5. Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/Owner Estimate (OE) merupakan daftar harga satuan (unit price) dan nilainya merupakan hasil penjumlahan harga satuan (unit price) yang ada dalam daftar tersebut. 4. Secara keseluruhan jenis (item) barang/jasa dalam penawaran. JK-005 4. proses pengadaan mengikuti 4. 5. Di dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang kemungkinan penyesuaian harga. Kontraktor KKS menetapkan jenis dan perkiraan jumlah/nilai barang/jasa yang akan diadakan dengan jenis Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (MSA). Disusun 3 (tiga) peringkat penawaran berdasarkan nilai jumlah harga satuan. TATA CARA 4. atau 2. dilakukan negosiasi. Proses pra-kualifikasi dan peraturan yang berlaku.2. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi kelayakan penggunaan metode Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (MSA).1.3. Dilakukan dengan memilih harga satuan terendah untuk setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran peringkat 1 (satu) sampai dengan peringkat 3 (tiga).2. 4. PEMBUATAN KONTRAK 5.1. Pemilihan penyedia barang/jasa: Dipilih 3 (tiga) penyedia barang/jasa yang menawarkan jumlah harga satuan terendah.5. 5. dilakukan negosiasi.5. menyusun dokumen pengadaan dan tatacara evaluasi. 4. 4. Harga satuan yang berlaku untuk setiap perjanjian adalah harga berdasarkan harga penawaran akhir dari masing-masing Penyedia Barang/Jasa terpilih. Dalam hal ini apabila jumlah harga satuan lebih tinggi daripada HPS/OE.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Dalam hal ini apabila harga satuan dari setiap jenis (item) lebih tinggi daripada harga satuan dalam HPS/OE.4. Kontrak perikatan harga satuan dibuat bagi masing-masing Penyedia Barang/Jasa yang telah terpilih. Penetapan calon pemenang dapat dilakukan: 1. Halaman 2 of 4 . 4. Pada dasarrnya harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa Kontrak.2.

4. Permintaan untuk memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan Surat Pesanan (SP)/Purchase Order (PO) atau Surat Perintah Kerja (SPK)/ Service Order (SO). Dalam Kontrak ditetapkan ketentuan tentang jumlah hari keterlambatan maksimal yang dapat diterima oleh Kontraktor KKS.1. JK-005 Penyesuaian harga ditetapkan berdasar suatu formula tertentu yang akan berlaku apabila suatu keadaan tertentu (waktu.3.5. SP/SPK (PO/SO) dapat diberikan sekaligus kepada lebih dari 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa pemegang perjanjian MSA. kejadian) terjadi. 5. PELAKSANAAN KONTRAK 6. sehingga tidak ada komitmen terhadap pemegang kontrak MSA. Dalam hal ini Penyedia Barang/Jasa peringkat 1 (satu) harus diberi porsi terbesar. 5. Pengaturan mengenai sanksi dan terminasi dini. 6. Apabila dimungkinkan adanya penyesuaian harga. Minimum order tidak dapat diterapkan dalam MSA. Apabila pemegang MSA dengan harga satuan terendah kedua tidak mampu memasok barang atau melaksanakan pekerjaan maka SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah ketiga. Halaman 3 dari 4 . 5. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan maka SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah kedua. SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah. Formula dan keadaan yang memungkinkan dilakukannya penyesuaian harga ditetapkan dalam Kontrak. Dalam hal jumlah kebutuhan barng/jasa suatu saat cukup besar dan harus dipenuhi dalam waktu yang bersamaan.2. maka harga satuan yang disepakati harus ditetapkan berlaku minimal untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. 6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 6.3.

6. Dalam hal jumlah hari keterlambatan melewati batas toleransi yang telah ditetapkan dalam kontrak.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).5. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.4. Halaman 4 of 4 .000. JK-005 6.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50.6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Kontraktor KKS dapat meminta Penyedia Barang/Jasa peringkat berikutnya yang terikat dalam Kontrak untuk memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa bersangkutan.000. alat kesehatan). Apabila Penyedia Barang/Jasa yang sudah menerima SP/SPK (PO/SO) tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa. ----ooo000ooo---- 6. Ketentuan ini dikecualikan bagi barang/jasa tertentu yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS (antara lain: drill bit. Nilai setiap SP/SPK (PO/SO) yang diterbitkan tidak boleh lebih besar dari Rp500.000. Bagi Penyedia Barang/Jasa yang tidak bersedia menerima SP/SPK (PO/SO) atau gagal memenuhi kewajiban atas SP/SPK (PO/SO) 3 (tiga) kali dikategorikan sebagai kelompok merah dan perjanjian dapat diakhiri lebih awal.

... 2.................................... :……………………………………………............................... 3.. Saya tidak pernah dihukum berdasarkan putusan pengadilan atas tindakan yang berkaitan dengan kondite profesional saya.................................................. Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama Jabatan Bertindak untuk dan atas nama Alamat Telepon/Fax :…………………....………….......... : ....................…………………………...........................Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No..…………………………............................................... sebutkan secara jelas nomor akte pendirian/ perubahannya/ surat kuasa dan tanggalnya)............. : ……………………............... Saya/perusahaan saya tidak sedang dinyatakan pailit atau kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan atau tidak sedang menjalani sanksi pidana atau sedang dalam pengawasan pengadilan....... Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa: 1..……………………………... : PT/KOPERASI…………….............................................................. : ……………………………….................. .......... Proyek/Unit Kerja : ………………….................... (sesuai akte pendirian/ perubahannya/ surat kuasa... Halaman 1 dari 8 .... PQ-001 FORMULIR ISIAN PENILAIAN KUALIFIKASI Pengadaan Kontraktor KKS : ....................................................... Saya secara hukum mempunyai kapasitas menandatangani kontrak berdasarkan surat .........

Data Administrasi 1. Alamat Kantor Pusat (diisi. Ijin Usaha 1. Akte Pendirian PT/ Koperasi a. Telpon No. Nama Notaris Halaman 2 of 8 . Fax 2. Nomor Akta b. Telpon No. Fax 4. 2. Tanggal c. Umum 1. 4. 3. PQ-001 4. Nama (PT/ KOPERASI) Status Alamat Pusat atau Cabang No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Landasan Hukum Pendirian Perusahaan 1. Data-data saya/perusahaan saya adalah sebagai berikut: A. 2. dalam hal yang menawar cabang perusahaan/bukan perusahaan pusat) No. 3. Jenis Ijin Usaha Nomor Tanggal Masa Berlaku Instansi pemberi ijin usaha IUJK/SIUP/SIUI/TDP 3.

Susunan Kepemilikan Saham No 1 2 3 4 5 … Halaman 3 dari 8 Nama No. Komisaris (untuk PT): No 1 2 3 b. PQ-001 2. KTP Warganegara Indonesia /Asing %ase . c. Data Keuangan 1. Nomor Akta Tanggal Nama Notaris 4. KTP Jabatan dalam perusahaan Nama No. Akta Perubahan Terakhir a.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. KTP Jabatan dalam perusahaan B. Pengurus: a. b. Direksi/Penanggung Jawab/Pengurus Perusahaan No 1 2 3 Nama No.

....... Tahun..000..Inventaris ..200x PT/Koperasi....................Bank ......Utang lainnya Jumlah(d) V Utang jangka panjang (e) Rp Rp Rp Rp . .......Pekerjaan dalam Proses Rp Jumlah (a) II Aktiva tetap ........... Direktur Utama/Penanggung Jawab Perusahaan Materai Rp 6.Utang pajak ........Peralatan dan Mesin ..........Utang dagang ......... PQ-001 2...... ..Kas ................ ________________________ Jumlah : Rp.......... Piutang jangka panjang (lebih dari enam bulan) : Rp..........Piutang *) .................. tanggal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Neraca Perusahaan Terakhir per Tanggal.............................. (dalam ribuan rupiah/satuan US$) AKTIVA I Aktiva Lancar .Nama Jelas Halaman 4 of 8 ..................Bulan ....Gedunggedung III Rp Rp Rp Rp VI Kekayaan bersih (a+b+c)–(d+e) Rp Jumlah (b) Rp Aktiva lain (c) Rp Jumlah Rp Jumlah Rp *) Piutang jangka pendek (sampai dengan enam bulan): Rp....Persediaan Barang Rp Rp Rp Rp PASIVA IV Utang jangka pendek .........

PQ-001 3. 1. Pajak Nomor Pokok Wajib Pajak Nomor/Tanggal Bukti Pelunasan Pajak Tahun Terakhir Nomor/Tanggal Laporan bulanan PPH/PPN tiga bulan terakhir 3. C. No Nama Tgl/bln/th Pendidikan lahir 2 3 4 Jabatan dalam “proyek” 5 Pengalaman Kerja. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. (tahun) 6 Profesi/ keahlian 7 Sertifikat/ Ijasah 8 1 Direktur Utama/ Penanggung Jawab Perusahaan Nama jelas Halaman 5 dari 8 . Data Personalia Tenaga ahli/teknis yang diperlukan (hanya untuk pekerjaan jasa).

Data Peralatan/Perlengkapan (hanya untuk pekerjaan jasa) No 1 Nama 2 Jumlah 3 Kapasitas (output) saat ini 4 Merk dan tipe 5 Tahun Kondisi baik/ pembuat rusak an 6 7 Lokasi sekarang 8 Bukti Kepe milikan 9 Catatan: bila diperlukan dapat dibuat rincian tersendiri untuk setiap jenis dan bukti-bukti surat pemilikan harus dapat ditunjukkan pada waktu diperlukan. Data Pengalaman Perusahaan (3 paket Kontrak dengan nilai tertinggi yang pernah diselesaikan dalam bidang/ subbidang yang sesuai) Pemberi Tugas/ Pengguna Jasa Kontrak Nilai Tanggal Selesai Menurut Kontrak Berita Acara Serah Terima 10 No Nama Paket Pekerjaan Bidang / Sub Bidang Pekerjaan 3 Loka si Nama Alamat/ Nomor/ Telepon Tanggal 1 2 4 5 6 7 8 9 Halaman 6 of 8 . E.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PQ-001 D.

Modal Kerja Surat dukungan pendanaan dari Bank: Nomor Tanggal : : Nama Bank : Nilai : Halaman 7 dari 8 . PQ-001 F. Data Pekerjaan Yang Sedang Dilaksanakan (hanya untuk jasa pemborongan) Pemberi Tugas/ Pengguna Jasa Kontrak Nilai Progres Terakhir Tanggal Prestasi Kerja 9 10 No Bidang Pekerjaan Bidang / Sub Bidang Pekerjaan 3 Loka si Nama Alamat/ Nomor/ Telepon Tanggal 5 6 7 1 2 4 8 G.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

. …............20xx PT/ Koperasi . Tanggal dan Cap Perusahaan (Nama Jelas) Jabatan Halaman 8 of 8 ....... PQ-001 Demikian persyaratan ini kami buat dengan sebenarnya dan penuh rasa tanggung jawab........ ditemui bahwa data/dokumen yang kami sampaikan tidak benar dan ada pemalsuan. Apabila dikemudian hari................……...... Materai Rp6000.....................Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No...... ...... maka kami bersedia dikenakan sanksi administrasi yaitu dimasukkan dalam daftar hitam perusahaan dalam jangka waktu selama 2 (dua) tahun dan sanksi perdata dan pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku..

kemampuan menangani paket pekerjaan/proyek (KP).2. KEMAMPUAN PAKET DAN KEMAMPUAN DASAR 1. fl = 0. • NYATA UNTUK JASA Kemampuan Nyata adalah kemampuan penuh/keseluruhan penyedia jasa saat melakukan penilaian kualifikasi meliputi kemampuan keuangan (KK).3 untuk penyedia jasa usaha kecil. fl = 0.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PQ-002 TATACARA PENGHITUNGAN KEMAMPUAN NYATA. fp = 8 untuk penyedia jasa asing.MK Dimana: MK = Modal Kerja (hasil hitungan diatas) fp = faktor perputaran modal: fp = 5 untuk penyedia jasa usaha kecil..6 untuk penyedia jasa bukan usaha kecil. dan KD dapat menggunakan rumusan berikut : Perhitungan Modal Kerja (MK) MK = fl.1. dan kemampuan dasar (KD) untuk setiap sub bidang pekerjaan. fp = 7 untuk penyedia jasa bukan usaha kecil.. • 1. KP.8 untuk penyedia jasa asing. PENETAPAN KEMAMPUAN PEMBORONGAN.KB Dimana: KB = kekayaan bersih fl = faktor likuiditas: fl = 0. 1. Halaman 1 dari 4 . Cara perhitungan KK. Penetapan kemampuan keuangan (KK) KK = fp.

Penetapan kemampuan menangani paket pekerjaan (KP) 1. PQ-002 1.4. Penyedia jasa golongan asing Dimana: N adalah jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat yang bersamaan selama kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.2 N 1. Untuk nilai pekerjaan dengan umur lebih dari 2 (dua) tahun.. Kemampuan proyek adalah kemampuan menangani proyek pada saat yang bersamaan untuk setiap sub bidang pekerjaan.2 N 1. Halaman 2 of 4 . maka KP maximum ditetapkan sbb : a. KP = KP = KP = KP = 3..3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.. Dengan memperhatikan kemampuan manajemen proyek yang dapat dilakukan oleh penyedia jasa. Sisa kemampuan keuangan (SKK) dan sisa kemampuan menangani paket pekerjaan/proyek (SKP) untuk jasa pemborongan: SKK = KK – ∑ Nilai paket pekerjaan/proyek yang sedang dilaksanakan SKP = KP – Jumlah paket pekerjaan/proyek yang sedang dilaksanakan 1.5. 2. Penetapan kemampuan dasar (KD) KD = 2 NPt Dimana: NPt = Nilai paket tertinggi berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. 8 1. dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang dengan menggunakan perhitungan “present value”. Penyedia jasa usaha kecil Penyedia jasa bukan usaha kecil atau b.

Penetapan kemampuan dasar untuk jasa konsultansi. Kemampuan dasar untuk jasa konsultansi KD = 3 NPt 2. NPt = dilakukan konversi dengan Nilai paket tertinggi berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. NILAI KONVERSI PENGALAMAN PEKERJAAN.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.. Pengalaman pekerjaan dapat menggunakan rumus berikut: 3. Is = Indeks BPS pada bulan penilaian prakualifikasi (bila belum ada dapat dihitung dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-bulan sebelumnya).2.. 3. Io = Indeks Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan PHO. PENETAPAN KEMAMPUAN DASAR UNTUK JASA KONSULTANSI DAN PEMASOKAN BARANG/JASA LAIN.. PQ-002 2. Penetapan kemampuan dasar untuk pemasokan barang atau jasa lainnya KD = 5 NPt 3.1. Halaman 3 dari 4 Io Npo x ------Is ..1. pemasokan barang atau jasa lainnya dapat menggunakan rumusan berikut: 2. Nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang dengan “present value” menggunakan perhitungan sebagai berikut : NPs = Dimana: NPs = Nilai pekerjaan sekarang Npo = Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (bila ada) pada saat penyerahan pertama/professional hand over (PHO).

Untuk pemasokan barang: indeks perdagangan besar barang-barang yang sesuai. Untuk jasa lainnya: indeks yang sesuai. • • • Indeks yang digunakan dicantumkan didalam dokumen kualifikasi. PQ-002 Indeks BPS yang dipakai adalah: • Untuk jasa pemborongan: indeks perdagangan besar barang-barang konstruksi atau lainnya yang merupakan komponen terbesar dari pekerjaan. ---ooo0ooo--- Halaman 4 of 4 . Untuk jasa konsultansi: indeks biaya hidup (consumer price index / CPI).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL 01. Selubung sumur. engines. 02. plants. hoisting /lifting and transportation. turbines. 04. pumps and compressors. CONSTRUCTION. Halaman 1 dari 12 . equipment and materials. 02. MECHANICAL AND ELECTRICAL Container. pembangkit listrik. packing. gas and chemical. Peralatan/suku cadang boiler. Peralatan/suku cadang pengolah dan pemurni minyak/gas /kimia. Instrumentation and machinery accessories. accessories and parts. Boilers. equipment. equipment and parts.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. equipment. 03. turbin. generators. road and construction. pengangkat dan pengangkut. 01. KONSTRUKSI. PRODUCTION AND PROCESSING Drilling exploration and production. equipments and parts. Peralatan/suku cadang pengemas. Peralatan/suku cadang pemboran. jalan dan konstruksi. PRODUKSI DAN PENGOLAH LANJUTAN Activities Section /Group PURCHASING: GOODS EXPLORATION. eksplorasi dan produksi. Peralatan/suku cadang instrumentasi dan kelengkapan mesin. A. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode A A. accessories and parts. Peralatan/bahan lumpur/kimia pemboran dan penyemenan.02. Well casing. pipa produksi dan kelengkapannya. Peralatan/suku cadang bangunan. Oil. Drilling mud and cementing. pompa dan kompresor. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan PENGADAAN BARANG EKSPLORASI. parts and accessories.01. 03. 05. Building. tubing and accessories. mesin.

Peralatan/suku cadang keselamatan kerja. 10. Explosives. dan penyambung. A. navigasi. 06. hoses. equipment. non metals. 04. gun and ammunitions. Bahan kimia. ropes. survai dan laboratorium. 02.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. selang. rantai. fasteners and general hardware. katup. bahan kemasan. Buildings and tanks materials. bahan bakar. equipment and accessories. fuel. tali baja. bahan pengikat dan kelengkapannya. Measuring. 07. Peralatan/suku cadang alat ukur. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Mechanical and electrical. metals. Halaman 2 of 12 . 09. 08. BAHAN KIMIA DAN BAHAN PELEDAK 01. senjata api dan amunisi. chains. fitting and flanges. 05. equipment and parts. survey and laboratory. Peralatan/suku cadang telekomunikasi. pelumas dan cat. Fire safety and environmental conservation equipments and materials. bahan metal/ bukan metal. accessories and parts. lubricant and paints. dan komputer. Tubular goods.03. CHEMICALS AND EXPLOSIVES Chemicals. Pipa. Alat-alat kerja dan peralatan bengkel. Peralatan/suku cadang mekanikal serta elektrikal. Tools and other shop equipment. navigation and computers. Peralatan/bahan bangunan/ tangki. valve. packaging. Peralatan/suku cadang/bahan peledak. pemadam kebakaran dan lindungan lingkungan. Telecommunication.

Peralatan/suku cadang kesehatan. Halaman 3 dari 12 . accessories and materials. barang cetakan. household and housing/club requisites. pendidikan. peragaan/ visualisasi. MEDICALS AND HOUEHOLD Ofice.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. olah raga. 04. pergudangan dan perlengkapan pegawai. kantor. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan KANTOR. WAREHOUSE.04. equipment. perlengkapan. 03. Peralatan. Agricultural equipment and parts. warehouse and personnel. 01. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode A. kesenian. 02. peternakan. dan kehutanan. Peralatan/perlengkapan tulis. perabotan dan bahan-bahan kebutuhan rumah tangga. farmasi dan obatobatan. accessories and supplies. perikanan. Medical equipment. PERGUDANGAN. KESEHATAN DAN RUMAH TANGGA Activities Section /Group OFICE. perkebunan. Peralatan/suku cadang/bahan pertanian. Furniture.

Bangunan pengolahan air bersih dan limbah. 10. Jalan. Fasilitas produksi dan platform lepas pantai. field and onshore/swamp drilling foundation. Interior. 06. 13. channel and other water system. 09. 11. Dam. 07. Activities Section /Group PROJECTS CIVIL WORKS Drainage. 03. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA PEMBORONGAN PEKERJAAN SIPIL 01. Bendung dan bendungan. jembatan. Housing. Water well drilling. 05. Jalur pipa dan fasilitas pendukungnya. Drainase dan jaringan pengairan. Ofshore production platform and facilities. Pemboran air tanah.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.01. penahan gelombang dan penahan tanah (talud). pier and bandwall. Halaman 4 of 12 . 12. Jetty. Building and plants. Fasilitas produksi darat. Pipeline and supports. Reclamation and dredging. Perumahan dan permukiman. Onshore production facilities. Roads. bridges. 02. B. Reklamasi dan pengerukan. Interior. Dermaga. 08. Gedung dan pabrik. 04. Water and waste treatment. 14. Pertamanan dan lanskap. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. landasan dan lokasi pemboran darat/rawa. Gardening and landscaping.

Pemasangan jaringan teknologi informasi dan telekomunikasi. Halaman 5 dari 12 . lift and convey facilities. Hoist. TELECOMMUNICATION AND INSTRUMENTATION Meteorology &geophysics Radio. telecommunication. Meteorologi dan geofisika. tanks and pipe fabrication. Platform. 03. rambu sungai dan peralatan SAR. Ofshore production facilities. telekomunikasi. Pemasangan alat angkut dan alat angkat. Pabrikasi vessels. bolier. B. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. tanki dan pipa. heat exchanger. 07. SBM.03. Tata Udara. Pekerjaan mekanikal. 03. DBM.02. Pembangkitan dan jaringan transmisi listrik. 02. 05. Pemasangan fasilitas produksi dan fasilitas lain lepas pantai.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Vessels. boiler. Instalasi kelistrikan dan jasa kelistrikan lain. TELEKOMUNIKASI DAN INSTRUMENTASI 01. navigation and SAR facilities. Pabrikasi platform. 04. 02. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG MEKANIKAL/ELEKTRIKAL Activities Section /Group MECHANICAL AND ELECTRICAL Generating and electric transmission. Electric installation and other electrical services. sarana bantu navigasi laut/udara. Pemasangan & pemeliharaan instrumentasi. Mechanical services. heater. Radio. 01. heater. 08. 04. heat exchanger. Instrument installation & maintenance. 06. structure and pile . struktur dan pancang. Information and communication technology network installation. Air conditioning. RADIO. mooring facility. BIDANG RADIO.

06. Living quarter/cabins/ camps and container. 03. KAYU DAN PLASTIK Activities Section /Group METALS. Pemboran inti. Fishing services. AGRICULTURES Agriculture and fish nursery. Pengangkatan kerangka kapal.05. 01. Pengecoran dan pembentukan. Replanting and plantation. 06. 04. 05. 08. Coring services. Hydraulic drilling services. Barak. peti kemas dan lain-lain yang sejenis. Pekerjaan pemancingan Halaman 6 of 12 . OIL & GAS AND GEOTHERMAL Survey and seismic.04. Vessel floatation. 05. WOOD AND PLASTIC Ship building and repair. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. Pemboran rawa dan lepas pantai. Onshore drilling services. 04. Pembesituaan kapal dan fasilitas produksi. 07. Reboisasi/penghijauan. Pemboran seismic. Marine vessels and production facilities scraping. Directional drilling services. 02. Pembangunan dan reparasi kapal. B. Penjajagan dan pemindaian. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG LOGAM. Pemboran darat. B. Pemboran hidrolik. BIDANG PERTANIAN 01. Pemboran terarah. Forging and forming. 02. Seismic drilling services. BIDANG PERTAMBANGAN MINYAK/GAS BUMI & PANAS BUMI 01. Ofshore drilling services. 02.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 03. Pembibitan/pembenihan tanaman dan perikanan.

mud engineering and mud services. Pekerjaan ulang/work over dan perawatan sumur. Work over and well maintenance services (including wireline and snubbing). PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Mud logging. Well logging and perforating services. Onshore and offshore drilling rig provision. Penyewaan menara pemboran darat atau laut. Well stimulation and secondary recovery services. DST test. Penyewaan alat penyimpanan minyak dan gas. 17.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Casing and tubing setting services. 12. Penyemenan sumur. Jasa pertambangan minyak dan gas bumi lainnya. Halaman 7 dari 12 . Miscellaneous oil gas mining services. 22. Onshore & offshore oil and gas storage facilities provison. Well production test. Pengujian lapisan bawah tanah. Well cementing services. 10. 18. 14. 15. 11. Rekayasa lumpur dan jasa lumpur lainnya. Provision: oil and gas trunk line. Loging dan perforasi. Production facilities maintenance services. 09. Perawatan fasilitas produksi. 16. Oil well pump installation and maintenance services. Pengujian produksi sumur. 21. 20. Penyewaan jaringan pipa pengaliran minyak dan gas bumi. Pemasangan dan perawatan pompa produksi. 13. Pelayanan casing dan tubing. 19. Stimulasi sumur dan penambangan sekunder. di darat atau laut.

Penyedia tenaga kerja. fauna etc. Importation /exportation formalities. Pemeliharaan/perbaikan alat/peralatan angkutan darat/laut/udara. film and photography. pemotretan. Penjahitan/konpeksi. 11. Advertising. pest control. transportation and courier services. 08. Pengepakan. fauna dan lain-lain. Writing and translation. alat/peralatan elektronik/telekomunikasi. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode C. 03. 13. 12. Maintenance and repair: computers. pengangkutan. Jasa boga. Cleaning.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. preserved items. Iklan/reklame. pengurusan dan penyampaian barang melalui darat/laut/udara. Jasa penulisan dan penerjemahan. C. Catering. Jasa importir/eksportir. termite control dan fumigasi. 04. pest control. film. 09. 05. Maintenance and repair: land/sea/air transport equipment. 07. Convection.00. termite control and fumigation. Perawatan komputer. barang-barang awetan. Maintenance and repair: library. Packing. Jasa pembersihan. Labor supply. Pemeliharaan/perbaikan pustaka. 10. Pemeliharaan/perbaikan alat/peralatan kantor. Percetakan dan penjilidan 02. Printing and binding Maintenance and repair: ofice equipment. electronics /telecommunication equipments . 06. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA LAINNYA Activities Section /Group GENERAL SERVICES Halaman 8 of 12 . 01.

Jasa asuransi. Penyewaan rumah. yards. lapangan penumpukan. Akomodasi dan angkutan penumpang. 18. Penyewaan peralatan/ perlengkapan pemboran. landing yards. Land procurement and formalities Accommodation and travel. Diving and underwater services. 22. Halaman 9 dari 12 . Pengadaan/pembebasan tanah. Rental/lease: tools. gudang dan perlengkapan terkait. production/ construction equipment. 16. 17. Miscellaneous services. Penyewaan alat angkutan darat/laut/udara. kantor. 21. Jasa penyelaman/pekerjaan bawah air. 19. 15. warehouse and related equipment. Rental: Drilling tools. 20. 14.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Insurance. Pekerjaan jasa lain-lain. Penyewaan peralatan kerja/produksi/konstruksi. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Rental/lease: transport equipment. offices. Lease: Housing.

Transmission network. Sarana/prasarana transportasi sungai dan penyeberangan. Sungai. Transport equipment and infrastructures: river and channel. Jaringan. river and channel transportation. 05. Teknik lingkungan. laut. 06. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA KONSULTANSI BIDANG PEKERJAAN UMUM Activities Section /Group CONSULTANCY BUILDING AND CONSTRUCTIONS Building and plants.02. Housing and camps. 08.01. 03. air. 07. Angkutan barang. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. Sea technology. Perumahan dan pemukiman. udara. Sarana/prasarana transportasi udara. Air transport equipment and infrastructures. Technologi kelautan. 04. 04. 02. TRANSPORTATION Land. 01. Halaman 10 of 12 . BIDANG TRANSPORTASI 01. 03. 06. Transport equipment and infrastructures: land. Sarana/prasarana transportasi laut. 05. rawa dan pantai. 02. Jalan dan jembatan. sea. Sarana/prasarana transportasi darat. Sea transport equipment and infrastructures. Terminal system. sungai dan penyeberangan. Transportasi darat. swamp and shore. 07. Water dam. Goods transportation. Environment technology.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Bendung dan waduk. D. River. D. Road and bridges. Sistem terminal. Bangunan gedung dan bangunan pabrik.

AGRICULTURE Farming. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. 02. D. 05. Pertanian lainnya. 03. 02. Forestry. BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA 01. Pembangkitan tenaga lainnya. 06. Conservation and replant. 05. 02.03. Kehutanan. Electronics. POWER GENERATION Electric transmission and distribution. 04.05. Other power generating services. Perkebunan/pertanian/ peternakan.06. Sistem/teknologi pos dan telekomunikasi. Industri Mesin dan Logam. Industri Bahan Bangunan. Other agriculture services. POS DAN TELEKOMUNIKASI Activities Section /Group TOURISM. POST AND TELECOMMUNICATION Post and telecommunication system. BIDANG PERINDUSTRIAN 01. Perikanan. Industri Hasil Pertanian.04.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Chemistry. Konservasi dan Penghijauan. Distribusi dan Transmisi. D. BIDANG PERTANIAN 01. 01. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG PARIWISATA. Industri Kimia. 03. Tourism and hotels. Halaman 11 dari 12 . Industri Elektronika. 04. Pariwisata dan perhotelan D. Fishery. Agriculture. Perindustrian lainnya. Building materials. INDUSTRY Machinery and metals. Other industrial services. 02.

human resources and community. education. banking and finance. Sumber Daya Manusia.. Legal and information. Supervision. Penelitian. Halaman 12 of 12 . Feasibility study. Perencanaan Umum. 03. 05. 04. D. Jasa survey. 04. 01.08. Keuangan. Perbankan. Perencanaan teknis. Research and study. Pengawasan 07.07. OTHER CONSULTANCY Insurance. Hukum dan penerangan. Other consultancy services. Health. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. Technical engineering and planning. Kesehatan. Kependudukan. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan MENURUT LINGKUP LAYANAN PEKERJAAN Activities Section /Group GENERAL CONSULTANCY Survey.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 03. 02. 02. Manajemen. Asuransi. 06. Study kelayakan. Management. Sub bidang lainnya. General planning. Pendidikan. BIDANG LAIN-LAIN 01.

Bahan Bakar dan Minyak Pelumas Bahan Peledak Basic Specification Drilling and Production Tools and Drilling Bits Casing . Fuel and Lubricants (Oil) Explosives Halaman 1 dari 1 . Alat-alat Produksi dan Mata Bor Selubung Sumur. Kompresor. 08.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Turbin. Generator. Pompa. Pumps. Pompa Produksi Bawah Tanah dan Rangkaian Penggeraknya. Silang Sembur dan Kelengkapannya. Kepala Sumur. Spesifikasi Dasar Pengeboran. 14. Bahan Kimia. Pipa Alir Kerangan dan Kelengkapannya Material Penyambung Pipa Besi Baja Konstruksi Utama Mesin. Compressors and Equipment Accessories and Parts Chemicals. 05. Turbines. Materials and Equipment Liner Hanger Systems Fishing Tools and Repair Tools Wellhead. 01. 12. 11. 06. Pembangkit Daya Listrik. serta Kelengkapan dan Rincikannya. 02. Christmastree and Accessories Production Subsurface Pumps and String Component Pipes and Tubes Valves and Accessories Pipes and Tubes Fittings Structural Steel / Primary Construction Steel Engines. 10. 09. 03. Pipa Produksi dan Kelengkapannya Peralatan dan Material Lumpur Pengeboran dan Penyemenan Peralatan dan Kesistiman Penggantung Pipa Produksi Peralatan Pancing dan Perbaikan Lubang Sumur. 07. 04. DF-001 DAFTAR KELOMPOK BARANG KEBUTUHAN KEGIATAN UTAMA EKSPLORASI DAN PRODUKSI No. Tubing and Accessories Drilling Mud and Cementing. 13.

.

000.176. 55% saham dimiliki WNI 2.000.000.250.00 28.000.00 24.584.5% Rumus f 40% x 15% % g=d*15% 6.176. b Biaya Produksi Langsung (HPb) Transport & Handling (TH) Jumlah Komponen Biaya A Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 2.000.000.100.000.660.03 2.00 26.905.03 I Halaman 1 dari 3 .000.00 % d=e/c Nilai Rp.350.250.000.834. CP-001 Harga Evaluasi HE TKDN: (100%/(100%+Pb))*HPb Uraian Harga Penawaran Komponen Dalam Negeri (TKDN) HE PSp: ((100%/(100%+PSp)) * (HE TKDN + TH) Per ingkat Nilai Rp.000.660.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH-1 Penghitungan HE-TKDN & HE-PSp Barang dengan TKDN ≥ 25% Pe nye dia Ba rang a Preferensi Harga Barang (Pb) Maksimal 15% Preferensi Status Perusahaan (PSp) = 2.250.000.000.000.254.000.000.254.50% 24.00% Lampiran No.329.000.00 Pabrikan berstatus Perusahaan Dalam Negeri. e Nilai Rp.38 i 40.905.000.00 1.000.00 26. h 23.00% 10.229.00 c 25.38 1.100.

000.076.50% Lampiran No.000.076.00 25.000.000.976.000.500.674.000.000.000.00 28.75% 25.56 II B 26.00% 30.000.00 Pabrikan berstatus Perusahaan Nasional 2.470.70 C Pabrikan berstatus Perusahaan Dalam Negeri.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Transport & Handling (TH) Jumlah Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) Biaya Produksi Langsung (HPb) Transport & Handling (TH) Jumlah Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 24.000.00 28.350.000.000.674.542.00 30% x 15% 4.50% 26.625.000.395.000.000.00 2.00% 7.590.305.000.976.000.00 26.000.12 III Halaman 2 of 3 .00 1.976.000.976.000.050.00 30.000.000.408.000.159.00 25.775.70 1.000.444.715.076.00 0.305.168. CP-001 23.000.000.159.132.090.00 27.00 28.168.408.00% 6.00 1.56 25.500.00 27.590.000.000.209.265.463.050.12 2.000.215.000.56 2.076.463.000.00 25% x 15% 3.56 1.000.715. 75% saham dimiliki BUMN 2.

Jumlah Nilai Penawaran = Jumlah Komponen Biaya + Komponen Bukan Biaya. Biaya Produksi Langsung Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Produksi Langsung Barang. CP-001 PENJELASAN: 1. Kolom (c): a.a. data dikutip dari formulir SC-12A baris I yang relevan. 2. 5. Kolom (g): a. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. Nilainya harus sama dengan nilai penawaran dan jumlah nilai dalam perincian penawaran. Komponen Biaya = Biaya Produksi Langsung Barang + Komponen Biaya Transport Handling + Biaya Lain yang terkait dengan penyerahan barang pesanan yang tidak termasuk Komponen Bukan Biaya d. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. b. c.. e. Harga Evaluasi Status Perusahaan (HE PSp) = (100%/(100%+kolom g)) x [HE TKDN + Komponen Biaya Transport & Handling (TH)] c.d. Harga Evaluasi Penawaran (HEP) = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . Kolom (h): a. Biaya Transport & Handling (TH) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Transport & Handling. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. Komponen Bukan Biaya = Nilai Penawaran Komponen Bukan Biaya. 4. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = (100%/(100%+kolom g)) x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. dengan memperhatikan Status Perusahaan.

.

81 Per ing kat Nilai Rp.00 26.00 TKDN (%) d=e/c 28.00 Nilai Rp.00 25.000.000.20% Harga Evaluasi HE TKDN: (100%/(100%+Pb))*HPb Pe nye dia Nilai Penawaran Uraian Komponen Dalam Negeri (KDN) HE PSp: (100%/(100%+PSp)) * HE TKDN Nilai Rp.000. a b Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya A Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 2.000.50% 24.870.456.000.494.45 2.000.81 1. e 7.000.870.000.456.558.500.322.500.00 28.000. h 23.000.00 26.45 I Halaman 1 dari 3 .992.000.494.00 1.000.000.000.500.000.00 i Pabrikan berstatus Perusahaan Dalam Negeri.000.000. 55% saham dimiliki WNI 2.000.500.492.558.000.00 c 25.000.5% Rumus f 28% x 15% % g=d*15% 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.322. CP-002 CONTOH-2 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Pengadaan Barang Produksi Dalam Negeri dan Produksi Luar Negeri Preferensi Harga Barang (Pb) Maksimal 15% Preferensi Status Perusahaan (PSp) = 2.

00 23.470.00 24.00 6.831.000.200.000.457.000.000.000.000.000.000.470.00 1.000.00 25.200.457.831.457.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya B Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya C Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 24.33 II III Halaman 2 of 3 .00 25.000.114.457. CP-002 24.000.00 25.000.00 25% x 15% 3.00 27.75% 0.000.000.000.030.000.00 0.000.000.000.00% 25.831.000.200.000.33 25.000.00 25.000.000.000.00 27.00 1.200.500.970.00 2.00 1.00% 0.831.000.000.300.000.000.00 0.000.00 28.000.125.000.500.500.614.000.000. 2.200.00% Lampiran No.33 1.000.000.00 Agen barang impor 2.084.000.000.084.000.00 Pabrikan bertatus Perusahaan Nasional.000.00 25.00 NA 0.300.000.00 27.33 2.030.

Biaya Transport & Handling (TH) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Transport & Handling. Kolom (h): a.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 5. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. Harga Evaluasi Status Perusahaan (HE PSp) = (100%/(100%+kolom g)) x [HE TKDN + Komponen Biaya Transport & Handling (TH)] c. 4. Jumlah Nilai Penawaran = Jumlah Komponen Biaya + Komponen Bukan Biaya..a. dengan memperhatikan Status Perusahaan. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. Biaya Produksi Langsung Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Produksi Langsung Barang. 2. Kolom (c): a. 3. Komponen Bukan Biaya = Nilai Penawaran Komponen Bukan Biaya.d. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. Komponen Biaya = Biaya Produksi Langsung Barang + Komponen Biaya Transport Handling + Biaya Lain yang terkait dengan penyerahan barang pesanan yang tidak termasuk Komponen Bukan Biaya d. CP-002 PENJELASAN: 1. Kolom (g): a. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. data dikutip dari formulir SC-12A baris I yang relevan. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = (100%/(100%+kolom g)) x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. b. Nilainya harus sama dengan nilai penawaran dan jumlah nilai dalam perincian penawaran. e. c. Harga Evaluasi Penawaran (HEP) = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .

.

50% 7.23 66.5%) 4.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Contoh-3 Penghitungan HE-TKDN & PSp JASA LAINNYA dengan TKDN ≥ 35% Preferensi Harga Jasa (Pj) Maksimal 7.770.102.00 % (d=e/c) 60.258.258.000.00 73.00 A 6.00 81. (a) (b) Komponen Biaya (HPj) Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) (c) 75.102.000.000.250.00% Nilai (Rp) (e) 45.000.000.5% Formula (f) 60% x 7.763.000.250.5% Preferensi Status Perusahaan (PSp) Maksimal 7.5% % (g=d*7.928.82 (i) Nilai Rp.250.00 Perusahaan Dalam Negeri 100% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di Indonesia 6.000.000. CP-003 Penye dia Jasa Uraian Harga Penawaran Komponen Dalam Negeri (TKDN) Harga Evaluasi HE TKDN= (100%/(100%+Pj)*HPj PeringHE PSp= kat (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Nilai (Rp) (h) 71.82 I Halaman 1 dari 3 .334.50% Lampiran No.000.000.013.000.

012.00 29.00 80.20 3.5% 3.048.000.000.5% B 7.175.20 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri (Leader) + Perusahaan Nasional 50% oleh Perusahaan Dalam negeri 50% di Indonesia 7.75% 0.000.347.56 67.00 40% x 7.000.19 73.000.000.000.00% Lampiran No.000.347.253.000.000.000.253.175.500.000.00% 5.19 III Halaman 2 of 3 .000.19 II Perusahaan Nasional 100% oleh Perusahaan Nasional 60 % di Indonesia 7.00 83.00 76.000.000.675.523.00 C 7.00 40.00 38.000.388.00 79.012.514.000.675.000.00% 73.211.00 50.349.675.00 74.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Komponen Biaya (HPj) Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) Komponen Biaya (HPj) Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 72.000.048.000.048.523.675.036.928.000. CP-003 70.000.00 50% x 7.012.

3.d.d. Kolom (c): a. Komponen Bukan Biaya = Nilai Penawaran Komponen Bukan Biaya. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12B kotak VI. Kolom (f): diisi dengan “% TKDN * 7. Nilainya harus sama dengan nilai penawaran dan jumlah nilai dalam perincian penawaran.d. 2. Komponen Biaya (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Pengerjaan Jasa Langsung. data dikutip dari formulir SC-12B kotak VI. data dikutip dari formulir SC-12B kotak C. Kolom (g): a. Harga Evaluasi Penawaran (HEP) = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . Harga Evaluasi Status Perusahaan (HE PSp) = [100%/(100%+kolom g)] x (HE TKDN) c. CP-003 PENJELASAN: 1. c. Jumlah Nilai Penawaran = Jumlah Komponen Biaya + Komponen Bukan Biaya.. dengan memperhatikan Status Perusahaan. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 15% b. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan.d.b. b. 6. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12B kotak VI. 4. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c). b.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Kolom (h): a.5%” 5. data dikutip dari formulir SC-12B kotak B.

.

000.00 81.151.00 Nilai Rp.775.096.5% % (f) (g=d*P) 35% x 15% 50% x 7.510.000.000. CP-004 CONTOH .619.684.92 Nilai Rp.12 (i) Perusahaan Dalam Negeri 100% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 7.275.00 50.00 80.00 5.25% 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.108.000. (e) 26. (h) 72. (c) 76.000.151.43 77.273.085.000.000.000.5% Status Perusahaan (PSp) Maksimal 7.000.000.500.000.000.00 29.000.000.000.362.60 II Halaman 1 dari 3 .346.60 Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan 8.4 Penghitungan HE-TKDN & PSp Jasa Pemborongan Bukan Jasa Konstruksi dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai ≥ Rp50 milyar (≥ US$5 juta) Preferensi Harga (P) Penye dia Jasa Komponen Dalam Negeri (TKDN) Barang (Pb) Maksimal 15% Jasa (Pj) Maksimal 7.000.00 Penawaran (HEP) 8.819.75% Harga Evaluasi HE TKDN (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Uraian Harga Penawaran HE Status Perusahaan (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Gabungan Pering -kat (a) A (b) Komponen Biaya Barang (HPb) Komponen Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Nilai Rp.00 % (d=e/c) 35.00 35.000.00 2.250.000.273.500.00 Biaya Harga Evaluasi 89.5% 5.277.250.503.000.69 4.50% 72.500.750.

108.000.120.100. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 50% di wilayah Indonesia 7.000.00 2.27 4.780.000.00 84.000.120.93 26.31 7.028.00 50.000.303.000. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.25% 3.00 7. CP-004 68.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Komponen Biaya Barang (HPb) Komponen Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan 7.488.70 77.780.70 I Perusahaan Nasional.000.883.000.819.000.500. 50% oleh Perusahaan Nasional 60 % di wilayah Indonesia 7.00 Biaya Harga Evaluasi 87.000.303.00 0.108.236.000.00% 72.53 36.65 76.000.277.000.00 Penawaran (HEP) C Komponen Biaya Barang (HPb) Komponen Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan 7.113.000.000.000.41 29.610.000.808.236.00 72.75% Lampiran No.53 35.303.5% 5.915.650.000.028.00 29.000.000.600.000.00 Biaya Harga Evaluasi 88.00 81.000.000.000.526.000.500.209.000.00 3.000.000.00 5.500.00 35% x 15% 50% x 7.108.000.650.138.128.000.96 5.00 25.000.00 35.00 Penawaran (HEP) 76.00% 35% x 15% 50% x 7.000.00 35.000.000.780.000.00 80.451.00 80.43 77.375.228.75% 72.000.000.750.125.00 50.112.662.25% 3.026.236.00 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.000.650.000.000.5% 5.70 III Halaman 2 of 3 .

d. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. e.II.5. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. b. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.3.3. (jasa).d.d. 5.d. (jasa).e. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.f. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7.5.II. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.d. Kolom (c): a.I.I. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. (barang) dan A.3.5% c. c.f.II. 2. 3.III. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. 4. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya.5. Kolom (h): a. Kolom (g): a. CP-004 1. (barang) dan A. d.I. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan.e.

.

00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.00 44.080.91 39.710.00 370.00 55.139.390.000.000.00 26.00 115.630.000.47 317.272.000.50% 295.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .685.5% HE TKDN Brg = (100%/(100%+Pb))*HPb HE TKDN Js = (100%/(100%+Pj))*HPj HE PSp = (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Gabungan Per ing kat Nilai Rp.00 Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80 % di wilayah Indonesia 7.390.075.544.000 s/d US$200 juta) Harga Evaluasi (HE): Pe nye dia Jasa Nilai Penawaran Uraian Komponen Dalam Negeri (KDN) Preferensi Harga (P) Barang Maksimal 15% Jasa Maksimal 7.158.5% % 3.000.896.76 51.000.000.013.500.620.000.132.00 35.672.00 334.000.981. 71.896.000. A % Nilai Rp.672.000.000.000.000.5 Lampiran No.91 I Halaman 1 dari 3 . 265.00 26% X 15% 80% x 7. CP-005 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi-Onshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp1 milyar s/d Rp2 triliun (> US$100.00 80.90% 6.00% Nilai Rp.23 Biaya Barang (HPb) 275.000.000.938.806.000.100.600.000.5% PSp Maksimal 7.00 330.

547.207.000.00 5.200.000.635.000.00 II Biaya Barang (HPb) 265.000.00 24.250.000.000. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80% di wilayah Indonesia 40.600.000.00 35.000.000.000.00 117.000.000.000.000.34 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.000.000.000.435.000.00 53.000.000.81 331.000.759.00 80.00% Lampiran No.759.000.000.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C 40.250.750.00% 67.20 64.600.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.00 327.00 62.920.000.000.00 331.000.207.500.000.00 371.00 63.000.00 24.000.00 80.20 Perusahaan Nasional.00% 6.00 III Halaman 2 of 3 .000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) 268. 50% oleh Perusahaan Nasional 100% di wilayah Indonesia 39.000.000.169.000.000.000.200.750.00% 80% x 7.00 66.000.00 335.00 116.320.00 35.000.00% 6.209.81 315.000.200.00 63.000.000.000.00 327.000.000.000.000.000.500.000.000.5% 0.00 355.600.000.000.547.000.169.000. CP-005 268.000. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.000.000.00 0.209.00 375.00% 80% x 7.00 367.000.250.5% 0.500.34 265.00 53.

5. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.d. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.II. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.3. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). 2.5.5. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. b.I. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia.I. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7.5% c.I.II. e. CP-005 1. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. c.d. (jasa).f. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Kolom (c): a. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.f. 3.II. d.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No.III. (barang) dan A. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c. (jasa).d.3. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan.d. Kolom (g): a. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d.e. Kolom (h): a. 4.d.5.3. (barang) dan A. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .e.

.

00 3.015.000.50% 2.008.000.32 452.25 2.000.90% 6.001.679.000.00 480.762.743.00 80% x 7.188.5% 1.830. CP-006 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi Onshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp2 triliun (> US$200 juta) Preferensi Harga (P) Harga Evaluasi (HE): Barang Maksimal 15% (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Jasa Maksimal 7.000.000.5% (100%/(100%+PSp))* PSp Maksimal 7.746. Komponen Dalam Negeri (TKDN) TKDN (%) Nilai Rp.6 Lampiran No.00 26% X 15% 384.312.000.000.015.57 Per ing kat Pe nye dia Jasa Nilai Penawaran Uraian Nilai Rp.00 80.00 2.000.569.000.248.000.000.000.000.000.994.000. 2.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 432.00 Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 432.913.57 I Halaman 1 dari 3 .880.000.5% HE TKDN Gabungan % 3.00 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .746.000.400.00% Nilai Rp.927.378.00 35.56 7.000.000.566.00 26. 624.000.000.000.994.00 A Biaya Barang (HPb) 2.309.000.000.000.000.

000.250.251.661.000.421.000.066.624.000.973.000.567.000.352.306.159.318.500.843. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 450.207.000.250.00 65.875.00 3.00 28% x 15% 4.000.396.52 2.22 2.755.000.296.80 2.500.035.00 70% x 7.296.396.309.00 632.91 III Biaya Barang (HPb) 2.00 27.500.000.000.055.435.625.000. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.000.262.953.250.000.000.000.80 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.00 65% x 7.000. CP-006 2.000.00 2.883.500.553. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.25% Lampiran No.000.000.250.289.000.000.13% 402.000.00% 2.24 536.00 35.00 70.50 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C 431.822.00% 5.208.812.000.000.000.755.001.000.37 546.000.00 36.695.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) 2.800.000.00 28.000.300.76 5.00 2.5% 995.755.435. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 70% di wilayah Indonesia 431.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 450.000.40 365.021.88% 575.00 630.017.00 562.00 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.000.59 2.000.500.000.000.91 II Halaman 2 of 3 .000.00 3.5% x 15% 4.000.00 5.113.20% 4.625.00 3.000.786.000.000.973.000.00 3.000.000.000.5% 1.00 27.201.

Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B.f.5. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7.f.II. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.d. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d.e.5.e. 4. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. Kolom (c): a. b. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. c. (barang) dan A.II.I. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.I.3.d. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. (jasa). Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.3. e.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. CP-006 1. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . Kolom (h): a. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c.d.II. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.3.5.d. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan.5% c. Kolom (g): a. (barang) dan A. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.III. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. 5. 2.I.d. (jasa). d. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. 3.

.

9.000.000.00 75.450.000.637.5% % 4.7 Lampiran No. CP-007 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi Offhore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai ≤ Rp50 milyar (≤ US$5 juta) Preferensi Harga (P) Pe nye dia Jasa Nilai Penawaran Uraian Rp.00 48.714.91 40.250.300.00 Perusahaan Dalam Negeri 100% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 6.300.50% 37.755.63% Rp.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .00 Harga Evaluasi (HE) Pering -kat Barang Maksimal 15% (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Jasa Maksimal 7.455.000.000.000.700.000.00 Komponen Dalam Negeri (KDN) TKDN (%) 27.000.893.54 Rp.000.934.5% (100%/(100%+PSp))* PSp Maksimal 7.5% HE TKDN Gabungan Formula 20% X 15% 30% x 7.000.000.00 35.000.218.300.10 6.000.539.000.130.000. A Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 6.00 35.627.674.00 42.01 7.00 43.00 7.264. 33.00 5.000.539.000.000.000.000.714.195.54 I Halaman 1 dari 3 .000.05% 5.00 14.

745.11 6.74 8.750.000.000.000.00 35.00 25.144.000.214.00 39.98 36.000.493.05 40.000.586.05 III Halaman 2 of 3 .04 6.00 7.00 7.00 47.00 5.000.00 14.000.875.560.000.00 0.000.939.00 7.433.580.00 80.000.00 14. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 50% di wilayah Indonesia 7.000.000.150.950.720.018.000.00 5.000.000.00 35.75% 6. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.000.000.000.433.580.87 38.000.02 40.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 7.500.65 33.000.433.700.00 35.000.537.000.000.296.00 47.000.00% 26% x 15% 30% x 7. CP-007 31.586.000.00 44.650.000.38% 32.628.930.000.076.315.930.296.000.000.90% 6.360.5% 3.315.000.283.997.000.00 42.450.296.000.000.170.025.00 5.00 26.5% 3.000.015.280.00% Lampiran No.000.759.000.628.734.000.65 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.00 85.000.00% 25% x 15% 85% x 7.560.00 8.560.00 49. 50% oleh Perusahaan Nasional 60 % di wilayah Indonesia 7.05 II Perusahaan Nasional.

d.I. 2.II. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. b.5. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. 3. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B.5% c.I. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. (barang) dan A. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d.I. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. d. 5. e. (jasa).d.f.e. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.3. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . (jasa).III. CP-007 1.d.d. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. c.II.e.II.3.5. Kolom (g): a. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa).f. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan.3. Kolom (h): a. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan.5.d. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Kolom (c): a. 4. (barang) dan A.

.

5% Rumus 26% X 15% 80% x 7.00 55.76 51.000.00 330.390.91 I Halaman 1 dari 3 .00 275.000.000.139.806.620.91 39.000.000.672.938.981.5% % 3.500.075.5% PSp Maksimal 7.00 334. 265.272.00 115.100. Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.000.390.00 35.000.00 Preferensi Harga (P) Barang Maksimal 15% Jasa Maksimal 7.00 Per ing kat Rp.8 Lampiran No.000.000.000.000.00 370.544.90% 6.000.50% 295.00 44.672.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .685.000.080.158.000.00 80.23 A Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80 % di wilayah Indonesia 7. CP-008 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi-Offshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp50 milyar s/d Rp2 triliun (> US$5 juta s/d US$200 juta) Pe nye dia Jasa Komponen Dalam Negeri (KDN) TKDN (%) 26.600.00% Harga Evaluasi (HE): (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Gabungan Nilai Penawaran Uraian Rp.896.47 317.013.710.000.00 Rp. 71.000.132.000.896.630.000.

200.000.761.904.00 63.000.00% 6.000.000.00 371.00 327.34 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.000.00 80. CP-008 268.81 315.000.00 375.000.000.207.000.00% 80% x 7.000.000.00 24.000.000.000.000.000.547.000.000.600.250.00 53.000.20 63.435.750.00 355.000.000.500.00 67.00 40.00 35.000.000.20 64.600.00 117.00 24.904.000.920.000.500.000.00 335.000.169.000.000.635.000.00 53.000.00 351.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.000.000.000.750.000.000.654.000.00 80. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.00 265.250. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.00 331.000.000.5% 0.904.000.759.209.200.209.761.00 62.00% 6.00% 80% x 7.000.00% 268.00 66.00% Lampiran No.000.000.200.000.320.000.000.000.00 35.000.000.00 116.5% 0.759.207.00 5.00 5.000.169.76 II Halaman 2 of 3 .547.81 331. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 100% di wilayah Indonesia 39.000.600.76 III Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.34 265.000. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80% di wilayah Indonesia 40.00 311.

I.f. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa).3.e. b. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. (jasa). 4.3.d. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. (jasa). Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan.5. d.I. Kolom (h): a. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. Kolom (c): a. 5.d.d.5.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. 3.5.III. CP-008 1.d. e.II. 2.II.d.I.II.f. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. (barang) dan A. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c. c. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. (barang) dan A.e. Kolom (g): a.5% c.

.

566.57 I Halaman 1 dari 3 .015.309.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .000.000.000.00 480. 624.000.378.015.000.000.00% Rp.312. 2.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 432.00 35.00 1.000.000.000.248.9 Lampiran No.000.000.000.000.994.001.5% % 3.5% kat (100%/(100%+PSp))* PSp Maksimal 7.000.000.743.746. Rp.000.000.00 A Biaya Barang (HPb) 2.000.000.569.913.00 2.000.32 452.90% 6.00 3.00 80.994.000.50% 2.000.000.927.00 384.762.56 7.008.746.000.57 Preferensi Harga (P): Harga Evaluasi (HE): Nilai Penawaran Uraian Rp.679.5% HE TKDN Gabungan Formula 26% X 15% 80% x 7.830.00 Per Barang Maksimal 15% (100%/(100%+Pb))*HPb ing (100%/(100%+Pj))*HPj Jasa Maksimal 7.880. CP-009 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi Offshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp2 triliun (> US$200 juta) Pe nye dia Jasa Komponen Dalam Negeri (KDN) TKDN (%) 26.00 3.25 2.000.400.188.00 Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 432.

24 536.00 3.035.695.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C 431.00 1.250.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 450.000.883.145.76 III Halaman 2 of 3 .500.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) 2.553.000.76 II Biaya Barang (HPb) 2.000.76 2.289.000.00 3.00 365.208.000.066.661.00 562.00% 28% x 15% 65% x 7.000.000. Leader: Perusahaan Asing.066.00 27.000.435.755.000.066.000.000.000.435.000.000.25% Lampiran No.755.00 36.000.52 2.00 2.13% 402.250.000.00 27.000.251.000.500.40 630.00% 70% x 7.000.20% 4.000.00 995.421.00 2.352.000.000.00 28.00 632.00 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.000.00 5.000.875.000.5% x 15% 4.000.000.000.5% 4.000.000. CP-009 2.755.000.661.59 2.000.500.22 2. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 70% di wilayah Indonesia 431.000.000.80 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.88% 575.625.695.000.250.00 3.306.50 70.055.318.000.309.661.500.00 3.001.953.00 0.000.300.113.000.00 65.250.843.822.262.822.822.500.624.000.159.625.000. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 450.812.786.800.000.201.00 35.207.5% 5.37 546.80 2. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.000.000.021.000.

e.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. d. Kolom (h): a. 3.5.3. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.d. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.II.III. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7.II.5% c. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c. (barang) dan A. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. (jasa). Kolom (g): a.d. 2.I. 5. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.I. 4.3.3.5. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.f.d.I. c.d. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. b.f. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C.d.II.5. (barang) dan A. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.e. CP-009 1.e. Kolom (c): a. (jasa).

.

000.000.Tidak Mengubah Urutan Peringkat Pe nye dia Uraian Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Penawaran TKDN Harga Evaluasi (%) Penawaran (Rp.000.000.000.00 25.456.500.) 24.17 24.00 A B Halaman 1 dari 2 .00 27.500.000.000.000.00 1.000.00 25.00 28.81 1.000.456.300.200.455. 25.00 1.000.77 24.00 Pering kat TKDN (%) 25.000.200.00 25.00 27.000.500.000.00 24.200.00 2.000.000.00 25.000.00 25.000.00 25.000.000.000.000.200.870.) 28.10 Lampiran No.542.000.000.000.00 2.385.00 23.000.500.322.00 2.992.870.096. CP-010 Penghitungan Denda Karena Target TKDN Tidak Tercapai Pengadaan Barang .083.000.00 1.000.000.000.455.300.558.558.81 24.322.000.000.000.500.492.494.77 2.17 1.00 26.000.494.00 27.200.500.000.000.000.972.000.000.500.083.000.200.200.000.00 26.200.972.000.000.000.00 Realisasi Kontrak Harga Evaluasi Penawaran (Rp.000.00 III I Pering kat Nilai Rp.000.000.500.45 2.000.542.000.00 0.385.000.000.000.000.00 2.00 1.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .000.596.00 25.00 III I 0.300.45 24.000.00 26.000.000.000.

457.000.084.00 25.33 2.000.030.831.457.524.33 25.457.00 28.000.33 25.831.000.000.083.084.470.000.00 24.000.33 II Nilai Denda = HEP Realisasi Kontrak (A) .030.614.00 27.831.614.33 1.831.33 2.77 .00 25.000.494.00 1.831.00 27.000.470.HEP Penawaran (A) Nilai Denda = Rp26.831.00 23.457. CP-010 23.972.000.000.114.000.084.000.114.00 25.500.457.00 Lampiran No.457.000.457.870.558.831.Rp26.000.457.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya C Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 2.455.33 1.000.000.45 = Rp101.831.084.00 25.000.32 Halaman 2 of 2 .970.470.961.030.33 II 25.000.

000.456.000.200.000.000.00 2.00 1.00 24.81 24.000.00 26.000.00 25.000.000.200.000.00 Pering kat TKDN (%) 22.000.300.00 24.00 1.000.45 2.000.558.300.000.000.00 1.00 25.00 26.300.500.00 25.000.200.500.000.000.000.000.00 2.494.00 1.000.500.000.000.00 28.000.000.000.500.000.00 0.00 27.000.500.000.00 Realisasi Kontrak Harga Evaluasi Penawaran (Rp.00 1.00 27.000.11 Lampiran No.500.000.870.81 1.000.000.00 TKDN (%) 28.500.000.000.45 24.558.200.870.500.000.00 2. 25.000.00 26.200.000.000.00 2.000.000.000.) 25.322.000.000.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .000.000.000.000.000.200.000. CP-011 Penghitungan Denda Karena Target TKDN Tidak Tercapai Pengadaan Barang .00 25.000.000.000.00 26.500.500.00 28.000.000.492.000.000.200.992.494.000.322.000.00 Harga Evaluasi Penawaran (Rp.000.000.00 27.000.000.200.00 25.000.000.000.00 25.500.Mengubah Urutan Peringkat Pe nye dia Penawaran Uraian Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Nilai Rp.00 III I 0.00 II III Pering kat A B Halaman 1 dari 2 .00 2.456.) 23.000.

-) Rp1.831.000.33 I Nilai Denda = Nilai Denda = = = (HEP Realisasi Kontrak .831.084.000.831.000.000.000. CP-010 23.45) + (Rp28.457.000.00 25.614.000.441.441.614.000.000.33 1.084.33 II 25.558.500.000.470.000.Nilai Penawaran Peringkat II) (Rp28.00 23.000.505.629.000.831.00 25.030.33 2.33 25.000.457.470.000.030.00 2.457.33 2.55 Halaman 2 of 2 .000.Rp26.870.494.55 + Rp500.457.33 25.831.000.470.000.114.000.831.500.457.457.084.000.457.000.00 28.00 1.00 25.129.970.Rp28.00 Lampiran No.000.00 27.000.00 .000.00 25.831.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya C Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 24.000.00 Rp2.114.00 27.505.030.000.500.33 1.457.000.831.00 .000.084.HEP Penawaran) + (Nilai Kontrak .

FL-001 DAFTAR RENCANA PENGADAAN (PROCUREMENT LIST) SC-01 Catatan: Untuk Item pengadaan yang bersifat rutin. Halaman 1 dari 1 . nilainya tidak besar dan terdiri dari beberapa kontrak seperti jenis peralatan kantor dapat digabungkan menjadi satu item pengadaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

FL-001 DAFTAR RENCANA PENGADAAN  (PROCUREMENT LIST) SC-01 CONTOH PENGISIAN Halaman 1 of 1 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

Lingkup kerja dan spesifikasi Syarat-syarat dan ketentuan dalam rangka mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri (komitmen minimum TKDN). Halaman 3 dari 3 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 2. Surat Tanggal Dokumen Keterangan/Catatan Surat pengantar (cover letter) Ringkasan startegi pengadaan (Procurement strategy executive summary) A. Syarat-syarat kualifikasi dan ketentuan peserta pengadaan Metode pengadaan serta alasan pemilihan metode pengadaan tersebut. B. D. FL-002 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN Form SC-02 KKKS Judul Pengadaan No. 1. Pengadaan : : : Lampiran File (dalam pdf) No. C. : : Status Ada/Tidak Ada/ Tidak Perlu No.

9. 8. 5. 7. Copy permintaan pengadaan dari fungsi pengguna barang/jasa. Kriteria dan tatacara evaluasi penawaran Strategi pengadaan dan jenis Kontrak. Lampiran No. Metode penyusunan dan sumber data pendukung pembuatan Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/ Owner’s Estimate (OE). F. 6. 3. 4. Rencana jangka waktu berlakunya kontrak. Persyaratan pembayaran H. Ketentuan cara penyelesaian perselisihan Klausula tentang pemutusan Kontrak lebih awal (early termination). FL-002 G. Copy dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa Copy rencana pengumuman pengadaan Halaman 2 of 3 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa E. Analisa pasar (market analysis). I. J. Persetujuan rencana kerja dan spesifikasi teknis barang/jasa. Rencana tatawaktu proses pengadaan termasuk proses prakualifikasi.

FL-002 10.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. bulkan. Tempat. Copy surat keputusan Pejabat Yang Berwenang di Kontraktor KKS tentang susunan Panitia Pengadaan. tahun pemeriksaan Pemeriksa: Nama pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. tanggal. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. Halaman 3 dari 3 .

.

FL-002 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN Form SC-02 Panduan dan Contoh Pengisian KONTRAKTOR KKS Judul Pengadaan No. Pengadaan No. Dokumen Surat pengantar (cover letter) Keterangan/Catatan Penjelasan singkat tentang: − Judul Pengadaan − Latar belakang pengadaan − Lingkup kerja − Metode pengadaan (pelelangan/pemilihan langsung/penunjukan langsung) − Metode pembukaan sampul − Masa berlaku (duration) kontrak − Perkiraan (estimate) nilai kontrak − RK yang disepakati BPMIGAS − Persyaratan TKDN minimum − Contact person − Daftar isi dokumen pendukung Lampiran File (dalam pdf) Nama file : Nomor surat dalam huruf kecil dan angka Contoh: No. 1978/JKT/2008 ditulis 1978jkt2008 Halaman 1 dari 5 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 1. Surat Tanggal Status Ada/Tidak Ada/ Tidak Perlu (tulis yang relevan) No.

FL-002 B.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. swakelola. Syarat-syarat kualifikasi dan ketentuan peserta pengadaan Metode pengadaan serta alasan pemilihan metode pengadaan tersebut. e-reverse auction. barang impor. Ringkasan startegi pengadaan (Procurement strategy executive summary) A. Strategi pengadaan dan jenis Kontrak. D. memberdayakan. tidak memperhitungkan. • Klasifikasi barang: wajib dipergunakan. • Metode: pelelangan umum. Halaman 2 dari 5 . pemilihan langsung. pelelangan terbatas. Penjelasan singkat mengenai lingkup kerja dan/atau spesifikasi barang/pekerjaan. Calon peserta potensial (potential bidders). • Klasifikasi jasa: minimum TKDN C. penunjukan langsung. Lingkup kerja dan spesifikasi idem Lampiran No. e-bidding. Syarat-syarat dan ketentuan dalam rangka mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri (komitmen minimum TKDN). • Strategi dan persyaratan dalam dokumen pengadaan. • • E. • • Strategi pengadaan Jenis Kontrak berdasarkan cara pembayaran. memaksimalkan. Justifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan tentang akan dilaksanakannya pemilihan langsung atau penunjukan langsung. Kriteria dan tatacara evaluasi penawaran F.

• Pekerjaan yang belum masuk dalam procurement list dapat Permintaan-(no. Denda keterlambatan pembayaran. Menggunakan Bank Umum Nasional Untuk Kontraktor KKS tahap berproduksi menggunakan Bank Umum BUMN/BUMD. • AFE: copy ususlan AFE dan hasil pembahasan lingkup kerja dan/atau spesifikasi teknis barang/jasa. pengadaan)-(initial KKKS) Jenis Kontrak berdasar bentuk perikatan. Request for Tendering). FL-002 • G. Ketentuan cara penyelesaian perselisihan Klausula tentang pemutusan Kontrak lebih awal (early termination). Persetujuan rencana kerja dan spesifikasi teknis barang/jasa. • WP & B: procurement list dan hasil pembahasan lingkup kerja dan/atau spesifikasi teknis barang/jasa. J. 4. Copy permintaan pengadaan dari fungsi pengguna barang/jasa. Persyaratan pembayaran • • • H.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. berupa a. Halaman 3 dari 5 . idem Permintaan dari pengguna barang/jasa.l: Material Requisition. I. Analisa pasar (market analysis). 3. Service Requisition.

Tata waktu pengadaan dari inisiasi sampai penandatanganan kontrak Durasi kontrak serta tanggal mulai dan berakhir kontrak Lampiran No. 8. Copy dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa 9. konsep Kontrak. Rencana tatawaktu proses pengadaan termasuk proses prakualifikasi. IKPP. tahun pemeriksaan Pemeriksa: Nama pekerja KKKS dan BPMIGAS Halaman 4 dari 5 . pengadaan)-(initial KKKS) Tempat. idem Jadwal-(no. tanggal. Metode penyusunan dan sumber data pendukung pembuatan Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/ Owner’s Estimate (OE). Copy surat keputusan Pejabat Yang Berwenang di Kontraktor KKS tentang susunan Panitia Pengadaan. Idem 7. pengadaan)(initial/nama depan Kontraktor KKS) 6. Rencana jangka waktu berlakunya kontrak. Copy rencana pengumuman pengadaan Idem 10. 5 orang dan gasal serta telah memiliki sertifikat panitia pengadaan • • panitia-(no. FL-002 5. bulan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa menggunakan persetujuan Revisi Procurement List dan hasil pembahasan lingkup kerja spesifikasi teknis dan/atau. • Nama media cetak / media elektronik • Website BPMIGAS Surat pengangkatan sebagai panitia pengadaan dengan keanggotaan min. Apabila diperlukan dapat melampirkan copy persetujuan POD. Idem Dokumen penilaian kualifikasi Dokumen pengadaan. meilputi: undangan.

FL-002 Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Halaman 5 dari 5 . Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list.Keterangan: - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

.

Pengadaan KONTRAKTOR KKS Pejabat Tertinggi KONTRAKTOR KKS Wilayah Pekerjaan yang diadakan No. sebutkan alasan kegagalan. 8. Halaman 1 dari 5 . 6. dan nilai AFE/Budget (ref. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Tahapan Proses Tata cara pemasukan dokumen penawaran (satu sampul/dua sampul/dua tahap) Pengumuman di media cetak (tgl. 2. 4. 4. 1. Dalam hal sebagai proses ulang. 5. b. Rincian Terlampir Jangka waktu pelaksanaan/periode kontrak/ penyerahan barang II. 6. 7. persetujuan BPMIGAS) Harga Perkiraan Sendiri (HPS) / Owners Estimate (OE). FL-003 RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN (FORM SC-003) I. 3. 5. Tanggal pemberitahuan pengadaan gagal/batal kepada perusahaan yang mengajukan penawaran. dan nama Surat Kabar) / website Nomor dan tanggal persetujuan rencana pengadaan Tanggal undangan pengadaan Tanggal Pengambilan Dokumen Pengadaan Tanggal Penutupan/pembukaan penawaran a. KRONOLOGI PENGADAAN Pertama Proses Ulang 1. DATA PRA PENGADAAN Nama Kegiatan Pengadaan No. 2. 7. 8.

7. FL-003 III. 5. Perusahaan Diundang Perusahaan yang tidak Mengajukan Penawaran 1. Jum lah 2. 6. (Ada/ Tidak Ada) Berakhir s/d 1. Rapat Penjelasan Tgl. 3. 2. Kelengkapan Dokumen pada pembukaan penawaran (Berita Acara Pembukaan Penawaran dilampirkan) Akte Pendirian Per Per usahaan usahaan (Ada/ Tidak Ada) Sertifikat Asosiasi Penyedia Barang/Jasa terdaftar di DITJEN MIGAS (Ada/Tid (Ya/Tidak) ak Ada) SIUP / SIUJK (Ada/ Tidak Ada) No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. dst. Halaman 2 dari 5 . 2. DATA PENGADAAN Perusahaan Perusahaan Mengambil Mengajukan Dokumen Penawaran Pengadaan Mengikuti Tgl. Peninjauan Lapangan 1. 4. 6. dst. 5. 4. No. 7. 3. 8.

7. 2. 4. 8. 3. 4.: Referensi Bank (Ada/ Tidak Ada) 1. Perusahaan 1. 6. 5. 6. 5.2 No NPWP No. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PT. 6. 3. PT. PT. 5. 5. 3. * Administrasi Memenuhi/Tidak Teknis Memenuhi/Tidak 7. 2. 4. PT. 1. 4. Halaman 3 dari 5 . FL-003 Lanjutan No. PT. Penjelasan untuk masing-masing * perusahaan apabila penawaran tidak memenuhi syarat Harga Penawaran pada Pembukaan Lelang Harga Sesuai Penawar an (US$/Rp) Penawaran Masa DitandaBerlakun tangani TKDN Oleh Yang Penawaran (%) Berwenang (Ya/Tidak) (Ya/Tidak) No. dst. dst Jumlah Penawar yang sah Jumlah Penawar yang tidak sah Alasan bagi penawaran yang tidak sah untuk masing-masing penawaran Penilaian Administrasi & Teknis Perusahaan ASTEK/ Neraca Pengalaman Perusahaan JAMSOSTEK Kerja Terakhir (Ada/ (Ada/ (Ada/ Tidak Ada) Tidak Ada) Tidak Ada) 3.

10. 5. DATA PENGADAAN (Lanjutan) Lanjutan No.7 No. Harga penawaran terendah yang sah dan memenuhi persyaratan Harga penawaran tertinggi yang sah dan memenuhi persyaratan Evaluasi 3 Penawaran peringkat terbaik Harga (US$/Rp. 2. 12. * Halaman 4 dari 5 . Perusahaan yang diusulkan Harga Usulan Jangka waktu pelaksanaan/periode kontrak Alasan yang jelas untuk perusahaan yang diusulkan (baik secara teknis maupun ekonomis) Keterangan lain 16. 1. 4.) Setelah Preferensi Normalisasi Kandungan Lokal No. 11. Jaminan Penawaran (Bid Bond) Judul/ Masa Persyaratan Berlaku 1-3% Memenuhi/ Tidak (bln/hari) memenuhi s/d Keterangan 9. 13. 3. 14 15. Nama Perusahaan Sesuai Penawaran (As Bid) Peringkat I II III 1. FL-003 III. 8. 7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 2. 3. * 2. dst. dst. 1. 3. 6. US$/Rp.

...............) Catatan: 1. Form isian ringkasan Evaluasi tersebut adalah merupakan lampiran surat rekomendasi KONTRAKTOR KKS... Menyetujui/Tidak menyetujui Pejabat Yang Berwenang Ketua Panitia Pengadaan (...................... Bila kolom-kolom (*) tidak mencukupi dapat dibuat pada kertas lain atau merupakan lampiran dengan menyebutkan No...... Kolom............... tgl................Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No........... 2....) (... Halaman 5 dari 5 .......................................... ...... FL-003 ....

.

4. 7. Berita acara hasil negosiasi. 3. Annex Procurement Program selain main project multi years Status (Ada / Tidak Ada / Tidak Perlu) Keterangan/Catatan Lampiran File (dalam pdf) No. Copy AFE untuk main project multi years atau. Berita acara pemberian penjelasan. Halaman 1 dari 3 . Berita acara hasil pengadaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 2. Berita acara pembukaan penawaran. 5. Surat Tanggal Dokumen Surat pengantar (cover letter) Bukti pengumuman dan pengundangan. 6. Pengadaan No. 1. FL-004 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN Form SC-04 KKKS Judul Pengadaan No.

Nilai penawaran yang diusulkan dinilai wajar. FL-004 8. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKKS atau Pejabat Berwenang sesuai batas kewenangannya. Lingkup kerja dan spesifikasi teknis telah sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati oleh BPMIGAS. 13. Surat pernyataan dari Pimpinan tertinggi fungsi pengguna barang/jasa bahwa tidak ada indikasi tindakan yang dapat diketgorikan sebagai tindakan pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam: 14. Tabulasi perbandingan rincian penawaran 3 (tiga) calon pemenang dengan rincian HPS/OE atau HPS/OE yang telah direvisi. Tabulasi evaluasi teknis dari masing-masing penawar. 15. HPS/OE/EE yang telah disahkan. 11. C. Proses telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan dan ketentuan yang berlaku serta tidak ada indikasi KKN. B. Formulir perhitungan TKDN. berisi pernyataan bahwa: A. 10. 9. berdasarkan perbandingan dengan HPS/OE yang telah disusun secara cermat. Ringkasan proses pelelangan dan hasil pelelangan (form SC-03). 12. Halaman 2 dari 3 . Surat pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE/EE.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

tanggal. 18. dan C. Penentuan spesifikasi barang/jasa dan persyaratan Kontrak. Tempat. Surat pernyataan komitmen TKDN dan penggunaan rekening Bank BUMN/BUMD untuk pembayaran. 17. Halaman 3 dari 3 . B. Tabulasi dasar pendanaan Perubahan dokumen pengadaan secara rinci. Dalam pelaksanaan evaluasi teknis penawaran. bulan. 19. Surat persetujuan rencana pengadaan. FL-004 A. Dokumen penawaran dari peserta yang diusulkan sebagai pemenang. Penyusunan HPS/OE. 16. 20. tahun pemeriksaan Pemeriksa : pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan : Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list.

.

Surat Tanggal Dokumen Surat pengantar (cover letter) Status (Ada / Tidak Ada / Tidak Perlu) Keterangan/Catatan Penjelasan singkat tentang: • Kronologi pelaksanaan pengadaan • Calon pemenang • Nilai hasil pengadaan • TKDN • Pekerja Kontraktor KKS yang dapat dihubungi (contact person).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 1978/JKT/2008 ditulis 1978jkt2008 No. Bukti pengumuman dan pengundangan. 1. 2. Lampiran File (dalam pdf) Nama file : Nomor surat dalam huruf kecil dan angka Contoh: No. Halaman 1 dari 5 . FL-004 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN Form SC-04 Panduan dan contoh pengisian KKKS Judul Pengadaan No. Pengadaan No.

9. 5. Copy AFE atau WP & B dilengkapi rincian dan tabulasi alokasi untuk pengadaan. baik pada pelelangan awal. pengadaan)(initial KKKS) negosiasi-(no. baik pada pelelangan awal. • Justifikasi kenaikan HPS/OE yang disusun dan ditandatangani oleh fungsi yang merencanakan pengadaan barang/jasa dan disahkan oleh Pejabat Berwenang. Berita acara pemberian penjelasan. Berita acara pembukaan penawaran. pengadaan)(initial KKKS) budget-(no. Copy berita acara rapat pemberian penjelasan disertai daftar hadir. Copy AFE untuk main project multi years atau. Copy berita acara pembukaan sampul penawaran disertai daftar hadir. tabulasi-(no. Copy verita acara negosiasi Copy berita acara hasil pelelangan awal. pengadaan)(initial KKKS) Halaman 2 dari 5 . pemilihan langsung dan/atau penunjukan langsung. Annex Procurement Program selain main project multi years HPS/OE/EE yang telah disahkan. pemilihan langsung atau penunjukan langsung. • Copy HPS/OE yang ditandatangani oleh Pejabat Berwenang dari Kontraktor KKS. Berita acara hasil negosiasi. 8. pelelangan ulang. pengadaan)(initial KKKS) 4. 6. pelelangan ulang. Tabulasi evaluasi teknis dari masing-masing penawar. pengadaan)(initial KKKS) hps-(no. 7. pengadaan)(initial KKKS) bahp-(no. penjelasan-(no. pemilihan langsung dan/atau penunjukan langsung. FL-004 3. pengadaan)(initial KKKS) contoh: penjelasanb2054856cnooc sampul-(no. pelelangan ulang.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Berita acara hasil pengadaan.

Nilai penawaran yang diusulkan dinilai wajar. Sudah jelas Copy formulir SC-12A / SC-12B/ SC12C dari peringkat pertama s/d ketiga. sc03-(no. Proses telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan dan ketentuan yang berlaku serta tidak ada indikasi KKN. Tabulasi perbandingan rincian penawaran 3 (tiga) calon pemenang dengan rincian HPS/OE atau HPS/OE yang telah direvisi. pengadaan)(initial KKKS) 14. FL-004 10. Lingkup kerja dan spesifikasi teknis telah sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati oleh BPMIGAS. Surat pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE/EE. 12. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKKS atau Pejabat Berwenang sesuai batas kewenangannya. C. pengadaan)(initial KKKS) sc02-(no. 13. pengadaan)(initial KKKS) sanggup-(no. B. Ringkasan proses pelelangan dan hasil pelelangan (form SC-03). berdasarkan perbandingan dengan HPS/OE yang telah disusun secara cermat.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. berisi pernyataan bahwa: A. Halaman 3 dari 5 . 11. Formulir perhitungan TKDN. pengadaan)(initial KKKS) sesuaiptk007(no.

Penentuan spesifikasi barang/jasa dan persyaratan Kontrak. 17. • Copy penawaran harga. Surat persetujuan rencana pengadaan. B. Surat pernyataan komitmen TKDN dan penggunaan rekening Bank BUMN/BUMD untuk pembayaran. Tempat. Dokumen penawaran dari peserta yang diusulkan sebagai pemenang. 18. tanggal. Dokumen penawaran dari penawar yang ditetapkan sebagai calon pemenang oleh Kontraktor KKS. bulan. Apabila menggunakan berbagai sumber dasar pendanaan. FL-004 15. Hard file only 19.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. sesuaiptk007(no. 20. • Copy penawaran harga setelah dilakukan negosiasi (bila ada). dan C. tahun pemeriksaan Pemeriksa Halaman 4 dari 5 : pekerja KKKS dan BPMIGAS . Tabulasi dasar pendanaan Perubahan dokumen pengadaan secara rinci. Penyusunan HPS/OE. pengadaan)(initial KKKS) 16. Surat pernyataan dari Pimpinan tertinggi fungsi pengguna barang/jasa bahwa tidak ada indikasi tindakan yang dapat diketgorikan sebagai tindakan pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam: A. Dalam pelaksanaan evaluasi teknis penawaran. berupa: • Copy penawaran administrasi dan teknis.

Halaman 5 dari 5 . FL-004 Keterangan : Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

.

Halaman 1 dari 1 . Surat Tanggal Status: Ada/Tidak Ada/Tidak Perlu Tulis yang relevan idem idem idem idem idem No. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. tanggal pemeriksaan Pemeriksa: pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. FL-005 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERUBAHAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK) Form SC-05 KKKS Judul Pengadaan No. Pengadaan No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 1 2 3 4 5 6 Foto copy kontrak awal Dokumen Keterangan Lampiran File (dalam pdf) Justifikasi / alasan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan Berita acara negosiasi dan kesepakatan harga hasil negosiasi Korespondensi dengan Penyedia Barang/Jasa tentang PLK/PJWK Persetujuan Teknis dari fungsi terkait BPMIGAS Formulir FL-003 Ringkasan Pemeriksaan PLK/PJWK Jakarta.

.

FL-006 RINGKASAN PEMERIKSAAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PENAMBAHAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK) Form.Persetujuan BPMIGAS No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.Nilai . No.Nilai .Persetujuan BPMIGAS Nilai Penawaran (6) Hasil Negosiasi (7) Perbedaan (8=6-7) : : : : : Persetujuan BPMIGAS Perubahan Lingkup (9) Nilai (10) Jumlah Nilai PLK Diusulkan Jumlah Nilai PLK Disetujui Keterangan : No (1) s/d (8) diisi Kontraktor KKS No (9) s/d (10) diisi BPMIGAS Halaman 1 dari 1 .Nomor .Nomor . (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 Nomor PLK / PJWK (2) : : : : : Lingkup Kerja Penambahan/ Pengurangan (3) Alasan Perubahan (4) Sesuai Kontrak (5) Nama Proyek Kontrak . : SC-06 Kontraktor KKS No Mata Anggaran / AFE .

.

5. S/D ………………. (1) 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa KONTRAKTOR KKS Lampiran No. Metode Pengadaan (2) Pelelangan US$ / Rp (3) US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp : (8=7/6) Persetujuan Pemenang Kontraktor KKS BPMIGAS (4) (5) Keseluruhan (6=4+5) Komponen Dalam Negeri Nilai % (7) (8) Usaha Kecil/ Koperasi Kecil Nilai % (9) (10) 2. TAHUN ……. Form No. 4. : SC-07 No... E-Procurement Jumlah Keterangan (10=9/6) Halaman 1 dari 1 . FL-007 : RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG BULAN: …………….. Pemilihan Langsung Penunjukan Langsung Pro Card 3..

.

Air Freight. Pro Card.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Penunjukan Langsung. A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NOMOR B PO NAMA C METODA PENGADAAN D JANGKA WAKTU MULAI E AKHIR F SUPPLIER/ PERUSAHAAN G METODE PENGIRIMAN H UB Sea Freigh Land Freight JALUR TRANSPORTASI I UK/ UM/ UB J KURS K HPS / OE RP L US$ M NILAI PO RP N US$ O KODE KLASIFIKASI MATERIAL P TKDN RP Q % R US$ S % T Bank U JUMLAH KETERANGAN A B C D E F H I J K L M N O P Q R S T U Nomor baris Nomor PO Deskripsi PO Metoda pengadaan (Pelelangan.01 untuk Pemboran Darat) Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Bank yang digunakan KKKS untuk pembayaran kepada Supplier/Perusahaan Halaman 1 dari 1 . PQ-003 (Misal B. atau E-Procurement) Tanggal mulai efektif PO (dd-mm-yyyy) Tanggal akhir efektif PO (dd-mm-yyyy) Metode Pengiriman berdasarkan INCOTERMS 2000 Jalur transportasi (Sea Freight. Land Freight) Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK).06. Pemilihan Langsung. Usaha Menengah (UM) atau Usaha Besar (UB) Kurs Dolar terhadap rupiah pada saat PO dikeluarkan Nilai total HPS/OE bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai total HPS/OE bila menggunakan mata uang US$ Nilai total PO bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai total PO bila menggunakan mata uang US$ Sub-Bidang pekerjaan utama sesuai dengan kode pada Lampiran No. FL-008 Kontrator KKKS: UK UM DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG Bulan : Tahun : Form SC-08 NO.

.

TAHUN …….Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. (1) 1. Form No. FL-009 KONTRAKTOR KKS : RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN JASA BULAN: ……………. 5. 4. E-Procurement Jumlah Keterangan Halaman 1 dari 1 . : SC-09 No... Metode Pengadaan (2) Pelelangan US$/Rp (3) US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp : (8=7/6) (10=9/6) Persetujuan Pemenang Kontraktor KKS (4) BPMIGAS (5) Keseluruhan (6=4+5) Komponen Dalam Negeri Nilai (7) % (8) Usaha Kecil/ Koperasi Kecil Nilai (9) % (10) 2. Pemilihan Langsung Penunjukan Langsung Pro Card 3. S/D ………………...

.

01 untuk Pemboran Darat) Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Bank yang digunakan KKKS untuk pembayaran kepada Supplier/Perusahaan UM UB Halaman 1 dari 1 .06. Pro Card. A NOMOR B NAMA C METODA PENGADAAN D MULAI E AKHIR F Tahun : JANGKA WAKTU SUPPLIER/ PERUSAHAAN G UK/ UM/ UB H HPS / OE KURS I RP J US$ K NILAI KONTRAK RP L US$ M KODE SUB-BIDANG PEKERJAAN N TKDN Bank RP O % P US$ Q % R S UK KETERANGAN D E F H I J K L M N O P Metoda pengadaan (Pelelangan. FL-010 Kontrator KKKS: DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN JASA Bulan : Form SC-10 KONTRAK NO. Pemilihan Langsung. PQ-003 (Misal B. Usaha Menengah (UM) atau Usaha Besar (UB) Nilai total Kontrak bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai total Kontrak bila menggunakan mata uang US$ Sub-Bidang pekerjaan utama sesuai dengan kode pada Lampiran No. Penunjukan Langsung. atau E-Procurement) Tanggal mulai efektif kontrak (dd-mm-yyyy) Tanggal akhir efektif kontrak (dd-mm-yyyy) Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

.

No (9) s/d (10) diisi BPMIGAS Halaman 1 dari 1 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-011 Kontraktor KKS : Ringkasan Pemeriksaan Perubahan Lingkup Kerja (PLK)/Penambahan Jangka Waktu Kontrak Bulan : Tahun : Penambahan Form SC-11 No Mata Anggaran / AFE No Nama Proyek Nomor Nilai (4) Persetujuan BPMIGAS (5) Nomor 6) Kontrak Nilai (7) Nomor PLK / Persetujuan PJWK Penambahan/P BPMIGAS engurangan (8) (9) (10) Lingkup Kerja Alasan Perubahan (11) Sesuai Kontrak (12) Nilai Penawaran (13) Persetujuan BPMIGAS Hasil Perubahan Perbedaan Negosiasi Lingkup (14) (15=13-14) (16) Nilai (17) (1) (2) (3) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah Nilai PLK Diusulkan Jumlah Nilai PLK Disetujui Keterangan : .No (1) s/d (8) diisi Kontraktor KKS .

.

Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost) III.c) .Biaya Komponen Luar Negeri (IV. NAMA PABRIKAN: PENGHITUNGAN OLEH PRODUSEN Biaya per 1 (satu) satuan produk Biaya Komponen Dalam Negeri a I.BARANG (DOMESTIC CONTENT CALCULATION .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. JUMLAH BIAYA PRODUKSI (TOTAL PRODUCTION COST) Biaya Komponen Luar Biaya Negeri Total Rp / US$ b c=a+b % Komponen Biaya d=a/c KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) Catatan (Note): * * * d = Biaya Total Per Jenis Biaya / Jumlah Biaya Total Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri Biaya Komponen Luar Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri % TKDN Barang = % TKDN Barang = * * Jumlah Biaya Total (IV.b) Jumlah Biaya Total (IV. Halaman 1 dari 1 . Bahan Material Langsung (Direct Material Cost) II.1. Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) IV. FL-012A.a) Jumlah Biaya Total (IV.1. Pernyataan TKDN mencapai > 15% harus dilampiri dengan Surat Kemampuan Usaha Penunjang Migas (SKUP) dari instansi pemerintah yang membidangi industri migas.GOODS) Formulir No : SC-12 A.c) Perhitungan TKDN dilakukan oleh Produsen. FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI .c) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (IV.

.

Bahan Material Langsung (Direct Material Cost) Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost) Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) JUMLAH BIAYA PRODUKSI (TOTAL PRODUCTION COST) Biaya Pengangkutan (Transport & Handling Cost) Biaya Lain (Other Cost) JUMLAH BIAYA PENAWARAN (BID TOTAL COST) KOMPONEN BUKAN BIAYA (NON COST COMPONENT) JUMLAH NILAI PENAWARAN (TOTAL QUOTED PRICE) a Rp / US$ c=a+b Catatan (Note): * * * d = Biaya Total Per Jenis Biaya / Jumlah Biaya Total Biaya Komponen Dalam Negeri = biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri Biaya Komponen Luar Negeri = biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri % TKDN Barang = % TKDN Barang = * * Jumlah Biaya Total (IV. III.2.c) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (IV. Pernyataan TKDN mencapai > 15% harus dilampiri dengan Surat Kemampuan Usaha Penunjang Migas (SKUP) dari instansi pemerintah yang membidangi industri migas. C. Bila peserta pengadaan bukan Pabrikan.c) . VII. FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI .1. IV. V. II. harus dilampiri dengan Form SC-12A.BARANG (DOMESTIC CONTENT CALCULATION .a) Jumlah Biaya Total (IV. VI.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-012A. B. PENGHITUNGAN OLEH PESERTA PENGADAAN Biaya per 1 (satu) jenis (item) produk Biaya KDN Biaya KLN b Biaya Total % Komponen Biaya d=a/c A.GOODS) Formulir No : SC-12 NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: A.Biaya Komponen Luar Negeri (IV. Halaman 1 dari 1 .c) Perhitungan TKDN dilakukan oleh peserta Pengadaan.2. KOMPONEN BIAYA (A. COST COMPONENT) I.b) Jumlah Biaya Total (IV.

.

c) Jumlah Biaya Total (A.) .JASA LAINNYA (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . B.d.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.b) Jumlah Biaya Total (A. V. VI.VI.d) % TKDN Jasa = * Perhitungan TKDN dilakukan oleh Penyedia Jasa. Material Terpakai (Material Used) Peralatan & Fasilitas Kerja (Equipment) Tenaga Kerja & Konsultan (Personnel) Manajemen (Management) Jasa Umum.dll (Other Services) JUMLAH BIAYA (∑ I s/d V) (TOTAL COST) (∑ I s/d V) KOMPONEN BUKAN BIAYA (Non Cost Component) JUMLAH NILAI PENAWARAN (Total Quoted Price) Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Perincian Nilai Biaya (Cost Summarry) KDN b KLN Rp / US$ c d TOTAL % e=b/d TKDN Rp / US$ f=d x e A. Halaman 1 dari 1 .VI.VI. IV. C. Catatan (Note): * Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri .SERVICES) Formulir No : SC-12 B NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) a I. dimiliki dan/atau dikerjakan WNI /Perusahaan Nasional * Biaya Komponen Luar Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri dimiliki orang/perusahaan asing atau dikerjakan orang/perusahaan asing. FL-012 B FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI .VI. III. % TKDN Jasa = Jumlah Biaya Total (A. II.d) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (A.VI.Biaya Komponen Luar Negeri (A.

.

JASA (SERVICES) Personil/Konsultan (Personnel) Alat Kerja/Peralatan (Equipment) Konstruksi/Fabrikasi (Construction/Fabrication) Jasa Umum. KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) a I.dll (Other Services) Sub Jumlah (Sub Total) II. 2. BARANG (GOODS) Material Terpakai (Material Used) Peralatan Terpasang (Installed Equipment) Sub Jumlah (Sub Total) I.GABUNGAN (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. II. FL-012 C FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI . 3. 1. C.COMBINED) Formulir No : SC-12 C NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: A. 5. 3. III. 2. B. Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ KDN KLN Rp / US$ b c d= b + c TOTAL % e=b/d TKDN Rp/ US$ f=d x e Rp JUMLAH BIAYA BARANG+JASA (TOTAL COST GOODS+SERVICES) US$ KOMPONEN BUKAN BIAYA (NON COST COMPONENT) JUMLAH NILAI PENAWARAN TOTAL QUOTED PRICE Rp US$ Rp US$ Halaman 1 dari 2 . 4.

Halaman 2 dari 5 . TKDN Jasa (Services) dihitung berdasar nilai KDN & Sub Jumlah (Sub Total) A.. dimiliki dan/atau dikerjakan WNI /Perusahaan Nasional * Biaya Komponen Luar Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. seperti halnya tatacara penghitungan dengan formulir SC-12A. seperti halnya tatacara penghitungan dengan formulir SC-12B. Penghitungan TKDN dilakukan oleh Penyedia Jasa. atau ** Pengadaan Jasa Pemborongan. atau ** Pengadaan barang pesanan yang harus dipabrikasi terlebih dahulu. pemenuhan persyaratan penawaran dan kontrak. dimiliki orang/perusahaan asing atau dikerjakan orang/perusahaan asing. FL-012 C Catatan (Note): * Digunakan pada pengadaan: ** Pengadaan barang berikut jasa perakitan dan/atau pemasangan. % TKDN Gabungan = (Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri Barang + Komponen Dalam Negeri Jasa) Jumlah Biaya Total ** ** ** ** TKDN Barang (Goods) dihitung berdasar nilai KDN & Sub Jumlah (Sub Total) A.I.II.. TKDN Gabungan digunakan sebagai data dalam tahap pendaftaran. * Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri.

Persentase Komitmen Pencapaian TKDN berdasar Kontrak..Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. mata uang dalam Kontrak adalah Rp. : SC 12 D N O A 1 2 3 4 5 6 KONTRAK NOMOR B JUDUL C JANGKA WAKTU MULAI D AKHIR E PENYEDIA BARANG/ JASA F UK / UM / UB G NILAI KONTRAK Rp. Usaha Menengah (UM) atau Usaha Besar (UB) Nilai total Kontrak. mata uang dalam Kontrak adalah US$. S/D …………………………………. Realisasi biaya pengadaan Komponen Dalam Negeri pada akhir Kontrak Persentase realisasi pencapaian TKDN pada akhir Kontrak Informasi kesesuaian capaian vs komitmen TKDN: lebih tinggi dari target / sesuai target / lebih rendah dari target Halaman 1 dari 1 . Bulan-tahun (mm-yyyy) mulai efektif Kontrak Bulan-tahun (mm-yyyy) berakhir efektif Kontrak Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK). TAHUN …………… FORM No. Nilai total Kontrak. H US$ I KOMITMEN TKDN J CAPAIAN TKDN KETERANGAN NILAI K % L M KETERANGAN: B&C D E G H I J K L M = = = = = = = = = = Nomor & Judul Kontrak-Kontrak yang telah ditutup pada bulan pelaporan. FL-012 D Kontraktor KKS:        LAPORAN REALISASI PENCAPAIAN TKDN PENGADAAN BARANG / JASA BULAN: ……………………………….