BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BPMIGAS

)

PEDOMAN TATA KERJA
NOMOR 007 REVISI-II/PTK/I/2011

TENTANG

PEDOMAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BPMIGAS)

PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA
Nomor: 007 REVISI-1/PTK/IX/2009

BUKU KESATU KETENTUAN UMUM

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB I.

DAFTAR ISI ISI HALAMAN 1 2 4 4 5 5 6 7 8 9 9 10 10 11 12 12 12 13 13 14

UMUM 1. PENGERTIAN ISTILAH 2. MAKSUD DAN TUJUAN 3. LINGKUP PENGATURAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 4. SUSUNAN PEDOMAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 5. PRINSIP DASAR PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 6. ETIKA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 7. KESEHATAN, KESELAMATAN LINGKUNGAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN KEWENANGAN 1. KEWENANGAN PELAKSANAAN PENGADAAN 2. KEWENANGAN PENGELOLAAN ASET 3. KEWENANGAN PENGELOLAAN KEPABEANAN 4. KEWENANGAN PENGELOLAAN PROYEK PENGAWASAN 1. PENGAWASAN MELEKAT 2. PENGAWASAN FUNGSIONAL 3. PENILAIAN KINERJA KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA 4. LAPORAN 5. TINDAK LANJUT PENGAWASAN KETENTUAN PERALIHAN

II.

III.

IV.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum

BAB I UMUM

1

Plan of Development (POD) adalah seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Work Program and Budget. sebagaimana disebut dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1.8.4.3. Pengelolaan Aset. PENGERTIAN ISTILAH 1. . terdiri dari harta benda modal (HBM). Plan of Development dan Authorization for Expenditure. Aset adalah harta benda berujud (tangible) dan tidak berujud (intangible). yang dipergunakan atau sedang tidak dipergunakan atau sudah tidak dipergunakan untuk kegiatan operasional Kontraktor KKS. 1.1. Rantai Suplai (Suply Chain) adalah kegiatan penyediaan dan pendayagunaan barang dan jasa yang mencakup tahap perencanaan. Eksplorasi adalah kegiatan yang bertujuan memperoleh informasi mengenai kondisi geologi untuk menemukan dan memperoleh perkiraan cadangan Minyak dan Gas Bumi di Wilayah Kerja yang ditentukan. pelaksanaan dan pengendalian/pengawasan kegiatan Pengadaan Barang/Jasa. harta benda inventaris (HBI) dan material persediaan. 2 1. Kepabeanan dan Pengelolaan Proyek.7. Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri serta Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan.5.2. 1. termasuk Manajemen Penyedia Barang/Jasa. Kontraktor KKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) adalah Badan Usaha atau Badan Usaha Tetap. yang dibeli atau diperoleh dengan cara lainnya oleh Kontraktor KKS. Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (BPMIGAS) adalah Badan Hukum Milik Negara yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2002. 1. 1. Proyek adalah kegiatan yang bersifat tidak rutin untuk membangun atau menghasilkan sesuatu yang spesifik/unik dengan batasan waktu mulai dan akhir yang telah ditetapkan sebelumnya. 1. Pejabat Berwenang adalah Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKS atau pekerja struktural Kontraktor KKS yang telah mendapat pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKS.6. 1.

9.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 1. 3 . Plan of Development dan Authorization for Expenditure. Work Program And Budget (WP&B) adalah seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Work Program and Budget.

waktu dan tempat yang tepat secara efektif dan efisien serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku serta memenuhi prinsip-prinsip etika rantai suplai. 3. kualitas. Pengelolaan Aset. Tujuan Pengelolaan Rantai Suplai adalah memperoleh dan mendayagunakan barang/jasa yang dibutuhkan dalam jumlah.2. MAKSUD DAN TUJUAN Pedoman ini DIMAKSUDKAN UNTUK Memberikan satu pola pikir. Lingkup Pemberlakuan Pedoman ini berlaku untuk pengelolaan rantai suplai di lingkungan Kontraktor KKS Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi di wilayah Negara Republik Indonesia. 3. Lingkup Pengaturan Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai ini mencakup pengaturan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. 2. dalam pengelolaan Rantai Suplai. LINGKUP TATACARA RANTAI SUPLAI 3. 4 . 2.2. termasuk pengaturan tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa dan pedoman untuk Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri serta Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan.1.1. Kepabeanan serta Pengelolaan Proyek. 3. pengertian dan pedoman pelaksanaan teknis serta administratif yang terintegrasi dan jelas bagi seluruh pengelola kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Republik Indonesia.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 2. harga.

dengan cara dan atau alasan apapun. berarti harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesarbesarnya sesuai dengan sasaran yang ditetapkan perusahaan. Buku Keempat : Pedoman Pengelolaan Kepabeanan 5. 5. Efektif.3. yaitu: Buku Kesatu Buku Kedua Buku Ketiga Buku kelima : Ketentuan Umum Rantai Suplai : Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa : Pedoman Pengelolaan Aset : Pedoman Pengelolaan Proyek 4.4. berarti harus dilakukan melalui seleksi dan persaingan yang sehat di antara Penyedia Barang/Jasa yang setara dan memenuhi syarat/kriteria tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur yang jelas serta transparan. berarti semua ketentuan dan informasi.4. 5. PRINSIP DASAR PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan rantai suplai wajib dilaksanakan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut: 5. Transparan.5. 4.1.5. Adil. 4. 4.2. baik teknis maupun administratif termasuk tata cara evaluasi. 5. 5 . daya dan fasilitas yang sekecil-kecilnya untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam waktu sesingkat-singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya bagi keuntungan negara.3.2. berarti harus diusahakan dengan menggunakan dana. Efisien. SUSUNAN PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Pedoman Tata Kerja Pengelolaan Rantai Suplai (Suply Chain Manual) Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) terdiri dari 5 (lima) buku. 5.1. Kompetitif. hasil evaluasi dan penetapan pemenang harus bersifat terbuka bagi Penyedia Barang/Jasa yang berminat.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 4. berarti tidak diskriminatif dalam memberikan perlakuan bagi semua penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan kepada pihak tertentu. 4.

6. 6.8. yang mengakibatkan persaingan yang tidak sehat dan penurunan kualitas hasil pekerjaan. Bertanggung jawab. 6. 6. tidak meminta atau berjanji memberi imbalan/hadiah berupa apa saja kepada/dari siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan pengelolaan rantai suplai. Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung. 5. 6. 6 . golongan atau pihak lain. ETIKA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Pejabat Berwenang. Mencegah terjadinya pertentangan kepentingan (conflict of interest) pada pihak-pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses pengelolaan rantai suplai. Pengguna Barang/Jasa. Tidak menggunakan dokumen-dokumen yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keaslian dan kebenarannya. keuangan maupun manfaat bagi kelancaran pelaksanaan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip dan kebijakan serta ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan rantai suplai. Penyedia Barang/Jasa dan para pihak yang terkait dalam pengelolaan rantai suplai harus memenuhi etika sebagai berikut: 6.4. berarti mendukung dan mengembangkan kegiatan dengan memperhatikan kemampuan dan dampak lingkungan. 6. tidak menawarkan. 5. penuh rasa tanggung jawab.6. profesional dengan menjunjung tinggi kejujuran.7. Tidak menyalahgunakan wewenang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 5. Panitia Pengadaan.6. Berwawasan lingkungan.3. Dalam pengambilan keputusan tidak melebihi batas kewenangan yang telah ditetapkan dan tidak terpengaruh oleh kepentingankepentingan lain diluar kepentingan perusahaan dan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar angka 5 diatas. 6. Mendukung dan menumbuh-kembangkan kemampuan Nasional untuk lebih mampu bersaing ditingkat nasional.5. Mencegah terjadinya kerugian negara dan perusahaan. 6.2. baik secara langsung atau tidak langsung dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. berarti harus mencapai sasaran baik fisik.1.8. Tidak menerima/memberi. Bekerja secara tertib dengan mematuhi peraturan yang berlaku dan melaksanakan prinsip-prinsip dasar rantai suplai. regional dan internasional.7. kemandirian dan menjaga informasi yang bersifat rahasia.

KESEHATAN.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 7. Penyedia Barang/ Jasa dan para pihak yang terkait dengan pengelolaan rantai suplai wajib memperhatikan ketentuan K3LL yang berlaku di lingkungan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Panitia/Pejabat Pengadaan. KESELAMATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL) Pejabat Berwenang. 7 .

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB II KEWENANGAN 9 .

Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Status Aset kepada BPMIGAS.3. Pengaturan secara rinci dimuat dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS.1. Beberapa tahapan proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu oleh BPMIGAS. sebelum dapat dilaksanakan. 10 . 1.1. KEWENANGAN PELAKSANAAN PENGADAAN 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. 2. Setiap pengalihan peruntukan. Semua Aset yang berwujud maupun tidak berwujud berpindah menjadi milik Negara yang dikelola oleh BPMIGAS pada saat dibeli dan berpindah tangan ke dalam penguasaan Kontraktor KKS.2. Pengaturan secara rinci dimuat Pengelolaan Aset Kontraktor KKS.2. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Pelaksanaan Pengadaan ke BPMIGAS. dalam Buku Pedoman 2. Kontraktor KKS berwenang untuk menggunakan aset dalam kegiatan operasional kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Negara Republik Indonesia.5. Dalam rangka pelaksanaan tugasnya BPMIGAS melakukan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh Kontraktor KKS. 1.3. 2. 2. pengelolaan dan/atau penguasaan Aset harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. KEWENANGAN PENGELOLAAN ASET 2.4. Pada dasarnya proses dan pengambilan keputusan pengadaan barang/jasa dilakukan oleh Kontraktor KKS. 2.

dalam Buku Pedoman 3.3.1. Beberapa tahapan proses pelaksanaan impor dan ekspor harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu oleh BPMIGAS.2. 3. sebelum dapat dilaksanakan. 3. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Pelaksanaan kegiatan impor dan ekspor kepada BPMIGAS. Dalam rangka pelaksanaan tugasnya BPMIGAS melakukan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan impor dan ekspor yang dilakukan oleh Kontraktor KKS. 11 .4. KEWENANGAN KEPABEANAN Kontraktor KKS berwenang untuk melaksanakan impor atau ekspor barang atau peralatan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Negara Republik Indonesia. Pengaturan secara rinci dimuat Kepabeanan Kontraktor KKS. 3.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 3. KEWENANGAN PENGELOLAAN PROYEK Struktur kewenangan di bidang pengelolaan proyek akan ditentukan kemudian. 4.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB III PENGAWASAN 13 .

3. 14 . Pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan oleh fungsi pengawasan eksternal dikoordinasikan oleh BPMIGAS untuk mencegah terjadinya pemeriksaan yang tumpang tindih.1. Pengawasan terhadap pengelolaan rantai suplai dilakukan sejak tahap perencanaan (pre audit). Pemanfaatan produksi dan kompetensi dalam negeri.1.1. sehingga menjadikan pengawasan melekat sebagai unsur pengendalian internal yang efektif. 3.1.2. Penilaian Kinerja Kontraktor KKS dalam lingkup pengelolaan rantai suplai dilakukan dengan menggunakan Key Performance Indicator (KPI). PENGAWASAN MELEKAT 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1.4. kewenangan dan tanggung jawab berdasarkan peraturan yang berlaku mulai dari tahap perencanaan.1.3. 1. 2. Bilamana diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan khusus. Pimpinan Kontraktor KKS wajib melakukan pengawasan melekat secara intensif terhadap para pejabat yang melaksanakan tugas di lingkungan kerja masing-masing.2.3. 3. PENILAIAN KINERJA KONTRAKTOR KKS 3. Pengawasan terhadap pengelolaan rantai suplai di lingkungan Kontraktor KKS dilakukan oleh lembaga pengawas fungsional internal maupun eksternal. keuangan maupun K3LL sesuai dengan sasaran kerja. tahap pelaksanaan sampai tahap penyelesaian (current audit). Pengawasan melekat dilakukan oleh setiap atasan secara struktural dan fungsional atas aspek administrasi. Efisiensi dan optimalisasi pemanfaatan asset. 2.1. PENGAWASAN FUNGSIONAL 2.2. Dalam pelaksanaan pengawasan melekat perlu memperhatikan masukan dari pengawas fungsional dan pengawasan masyarakat. waktu. yang meliputi sekurang-kurangnya: Kepatuhan terhadap pedoman ini dan pedoman yang terkait serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelaksanaan hingga penyelesaian secara fisik. tahap setelah penyelesaian (post audit). 2. 3.1.1. 3. Efisiensi biaya. teknis.

Pada saat yang sama dilakukan evaluasi atas KPI Kontraktor KKS yang bersangkutan tahun sebelumnya.1.3.1. 5. Target KPI disepakati bersama oleh BPMIGAS dan Kontraktor KKS. pada saat pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)/ Work Program and Budget (WP&B).1. 4. maupun sumber daya manusia. yang tata caranya diatur oleh masing-masing Kontraktor KKS. kelembagaan. Revisi target KPI yang telah disepakati. 15 . Tindak lanjut hasil pengawasan dapat berupa: Penyempurnaan/perbaikan proses/prosedur. yang pengajuannya dapat dilakukan pada pertengahan tahun kalender. Pemberian penghargaan kepada individu atau kelompok yang berprestasi dan dinilai layak mendapat penghargaan.2.1.2. 5. Pelaksanaan tindak lanjut sanksi merupakan kewenangan dan tanggung jawab pimpinan tertinggi Kontraktor KKS sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor. 5.1. 5.3. 5.2. TINDAK LANJUT PENGAWASAN 5.4.1. LAPORAN: Sistem pelaporan untuk masing-masing bidang kegiatan diatur dalam setiap buku Pedoman Pelaksanaan.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 3. Pemberian sanksi atas pelanggaran. Pelaksanaan tindak lanjut sanksi dan penghargaan harus dipantau dan dievaluasi oleh fungsi pengawasan internal Kontraktor KKS dan dilaporkan kepada BPMIGAS. 5. 5.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB IV KETENTUAN PERALIHAN 17 .

2.1. pengelolaan Aset dan pelaksanaan prosedur kepabeanan yang sedang berjalan dilanjutkan mengikuti ketentuan lama. dilanjutkan dengan mengacu pada ketentuan lama. Apabila tahap evaluasi dan negosiasi sudah selesai. dilakukan penyesuaian seperlunya dengan menggunakan tatacara negosiasi. berupa sisipan dan/atau penambahan lampiran pada setiap Buku Pedoman Pelaksanaan atau Buku Pedoman Pengelolaan. dengan mengubah isi dokumen pengadaan.3. Apabila belum mencapai tahap pemasukan penawaran. 2. akan diatur kemudian oleh BPMIGAS. 3. harus dilakukan penyesuaian mengikuti ketentuan dalam pedoman ini. Khusus untuk kegiatan pengadaan barang/jasa: 2. ---ooo0ooo--- 18 . Apabila sudah mencapai tahap pemasukan penawaran namun proses evaluasi dan/atau negosiasi penawaran belum selesai. Proses pengelolaan yang berkaitan dengan pelaksanaan pengadaan barang/jasa. Dengan berlakunya Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Tentang Pengelolaan Rantai Suplai ini maka semua ketentuan yang pernah ada dan diterbitkan oleh BPMIGAS yang terkait dengan pengelolaan rantai suplai. Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam pedoman ini. 2.2. dinyatakan tidak berlaku.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1.

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (B P M I G A S) PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA NOMOR 007 REVISI-II/PTK/I/2011 BUKU KEDUA PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA Edited 15-6-2010 .

.

DAFTAR ISI BAB I. PENGAWASAN PENGUTAMAAN PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 1. PENGUTAMAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI 7. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP EKSPLORASI 2. TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI 4. PEMANFAATAN JASA DALAM NEGERI 8. PROGRAM PENINGKATAN PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 6. DAFTAR BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 5. UMUM 2. RUANG LINGKUP KEGIATAN KEWENANGAN DAN PENGAWASAN 1. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP PRODUKSI 3. SUMBER PENGADAAN 4. KOMPONEN DALAM NEGERI BARANG/JASA 3. RENCANA PENGADAAN 2. I S I UMUM 1. 11 12 14 III. PREFERENSI HARGA 10. 16 17 18 20 22 24 30 41 47 49 IV. JENIS DAN MASA BERLAKU KONTRAK HALAMAN 2 8 9 II. PENGAWASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI STRATEGI PENGADAAN 1. KEBIJAKAN UMUM 3. 51 52 53 54 . PERNYATAAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI 9. PENGERTIAN ISTILAH 2. PENYUSUNAN PAKET PEKERJAAN 3.

JAMINAN 1. STRUKTUR DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA 2. PEJABAT BERWENANG 2. JAMINAN PENAWARAN 2. PENYAMPAIAN RENCANA PENGADAAN PELAKU PENGADAAN BARANG/JASA 1. JAMINAN PELAKSANAAN 3. BIAYA PENGGANTIAN DOKUMEN PENGADAAN IX. JAMINAN UANG MUKA 4. PENYEDIA BARANG/JASA HARGA PERHITUNGAN SENDIRI / OWNER ESTIMATE 1. DOKUMEN PENGADAAN 4. PANITIA PENGADAAN/TIM INTERNAL 5. PENGGUNA BARANG/JASA 3. 68 70 72 73 77 VII. PENGELOLA PENGADAAN 4. I S I PERENCANAAN 1. JAMINAN PEMELIHARAAN 97 98 99 105 107 110 114 115 . 94 94 VIII. RENCANA KERJA PENGADAAN 2. KETENTUAN UMUM 2. DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI 3.DAFTAR ISI BAB V. TATA CARA DAN DASAR PENYUSUNAN HALAMAN 64 65 VI. DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA 1.

PENGUMUMAM PEMENANG PENGADAAN 14. KEPUTUSAN PENETAPAN CALON PEMENANG 13. PENGEMBALIAN SURAT JAMINAN PENAWARAN 18. I S I METODA DAN TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/ JASA PEMBORONGAN/ JASA LAINNYA 1. PENGUMUMAN 2. PEMBATALAN PELELANGAN 21. . SWAKELOLA TATA CARA PELELANGAN UMUM 1. PENGULANGAN PENGADAAN (REPEAT ORDER) 22. PENILAIAN KUALIFIKASI 4. PELELANGAN TERBATAS 3. PENUNJUKAN LANGSUNG 5.DAFTAR ISI BAB X. PEMILIHAN LANGSUNG 4. PROCARD 6. PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 17. PEMBERIAN PENJELASAN 5. PELELANGAN ULANG 20. PROTES 6. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN 8. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN 9. PELELANGAN UMUM 2. PERSETUJUAN RENCANA PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 16. PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK (E-PROCUREMENT) 7. SANGGAHAN 15. PELELANGAN GAGAL 19. PENDAFTARAN PENYEDIA BARANG/JASA 3. PENENTUAN CALON PEMENANG 12. TENGGANG WAKTU HALAMAN 117 119 122 126 132 132 136 139 140 142 146 148 150 152 154 159 174 178 180 181 182 186 188 190 190 191 193 194 194 XI. NEGOSIASI HARGA PENAWARAN 11. EVALUASI PENAWARAN 10. DOKUMEN PENAWARAN 7.

PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN 7.DAFTAR ISI BAB XII. MANAJEMEN KONTRAK 6. KONTRAK 1. PERUBAHAN LINGKUP KERJA DAN PERPANJANGAN JANGKA WAKTU KONTRAK 5. PENUTUPAN KONTRAK XIV. KETENTUAN UMUM 2. PENYIAPAN DOKUMEN PENGADAAN 3. I S I METODA DAN TATA CARA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 1. PENYESUAIAN KETENTUAN 257 . PEMBINAAN PENYEDIA BARANG/JASA 1. SANKSI ATAS PELANGGARAN XV. PENILAIAN KINERJA 3. PENYUSUNAN DAFTAR PENYEDIA JASA TERSELEKSI 6. PELELANGAN ULANG 9. PENERBITAN KONTRAK 2. SISTIM EVALUASI PENAWARAN 8. PELAKSANAAN PEKERJAAN MENDAHULUI KONTRAK 4. PEMBINAAN 2. ISI KONTRAK 3. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 7. PELAPORAN KEGIATAN PENGADAAN BARANG/JASA 223 223 230 231 237 242 244 247 248 248 249 255 XVI. METODA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 5. HARGA PERHITUNGAN SENDIRI 4. PENGADAAN JASA KONSULTANSI PERORANGAN HALAMAN 196 197 198 198 199 200 200 220 221 XIII. PENGHARGAAN ATAS KINERJA 4.

Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB I UMUM 1 .

1. Anggaran adalah dana yang dialokasikan oleh Kontraktor KKS untuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa tertentu. usulan atau rekomendasi sebagai hasil analisis data dan/atau keadaan. 1.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD) adalah badan usaha yang modalnya atau sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia/ Pemerintah Daerah sebesar lebih dari 50% (lima puluh persen).5. yang bersumber dari Work Program & Budget (WP&B) dan/atau dari Daftar Rencana Pengadaan (Procurement List). tidak dapat digantikan dengan barang atau peralatan lain yang sejenis.8. Harga Barang Jadi adalah jumlah biaya untuk memproduksi barang yang terdiri dari biaya bahan (material) langsung.Buku Kedua . 1. PENGERTIAN ISTILAH 1.1. Jasa Konsultansi adalah layanan jasa profesional untuk mencapai sasaran tertentu yang hasil akhirnya berbentuk piranti lunak.7. 2 . Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank Umum Nasional adalah Bank Umum yang lebih dari 50% (lima puluh persen) saham kepemilikannya dimiliki atau berasal dari pemerintah Republik Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia dan/atau warganegara Republik Indonesia.4. Dokumen Pengadaan adalah dokumen yang sekurangkurangnya berisi uraian tentang lingkup pekerjaan. syarat-syarat kerja (terms & conditions). 1. Barang Spesifik adalah barang atau peralatan yang karena tuntutan teknis dan kepentingan operasi. 1. tata cara proses pengadaan dan persyaratan administratif pengadaan.6. disusun secara sistimatis berdasarkan kerangka acuan kerja (KAK) yang ditetapkan oleh pengguna barang/jasa. 1. 1.3. yang digunakan sebagai pedoman bagi calon Penyedia Barang/Jasa dalam proses pembuatan dan penyampaian penawaran serta pedoman bagi Panitia Pengadaan/Tim Internal dalam melakukan evaluasi penawaran. tenaga kerja langsung dan biaya tidak langsung pabrik.

1. 1.11. 1.11.11. 1. Pengerjaan rekayasa dan rancang bangun (engineering and design). Penggunaan peralatan pembangunan dan peralatan angkut termasuk bahan bakar yang diperlukan. 1. 3 . Jasa Pengerjaan adalah bagian dari pekerjaan Jasa Pemborongan.12.11.8. sedangkan seluruh proses serta pengerjaannya termasuk penyediaan tenaga kerja. Jasa Lainnya dan/atau Jasa Konsultansi yang berupa pelaksanaan fisik pekerjaan. 1.9. Pelaksanaan survey. Penggunaan bengkel (workshop) untuk perawatan dan/atau perbaikan mesin dan/atau peralatan produksi.4.11.11.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.3. 1. Pelaksanaan sertifikasi kelayakan operasi. Penggunaan laboratorium untuk pengujian (test). (yard) penimbunan dan Penggunaan pabrik dan/atau bengkel (workshop) dan/atau galangan kapal untuk pembuatan (fabrication) komponen atau bagian dari komponen fasilitas produksi. Jasa Pemborongan atau pemasokan barang. 1. Jasa Lainnya adalah segala pekerjaan dan/atau penyediaan jasa selain Jasa Konsultansi. pengkajian (evaluation) dan/atau penelitian (study). Jasa Pemborongan adalah jasa pekerjaan yang perencanaan teknis.11.5. Penggunaan jasa pengangkutan.11. penetapan spesifikasi dan pengawasan pelaksanaannya dilakukan oleh Kontraktor KKS. Penggunaan tenaga kerja.6.9.11.13.10.10.7. 1.11. Penggunaan lapangan pembangunan. 1. dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. 1. peralatan dan material yang diperlukan.1. meliputi antara lain namun tidak terbatas pada: 1. 1.11.2. Pelaksanaan konstruksi (construction) dan/atau perakitan (assembly) dan/atau instalasi (installation) fasilitas produksi.11.11. Kendali mutu (quality control). Penggunaan kantor dan sarana pendukung lainnya. 1.11. 1.11.

process upset. kerusuhan. Jasa Spesifik adalah jasa yang memerlukan persyaratan teknologi dan/atau keahlian tertentu dan hanya dapat dipenuhi dan/atau hanya dapat dilaksanakan oleh satu penyedia jasa. barang/bahan pembuatan komponen bangunan atau sukucadang pada pekerjaan perbaikan. 1. Penggunaan barang habis pakai (consumable) yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. Keadaan Kahar termasuk tetapi tidak terbatas pada bencana alam atau act of God (antara lain banjir.14. start up delay atau keadaan yang berpotensi mengganggu pelaksanaan kegiatan operasional dan apabila tidak segera ditanggulangi dapat menyebabkan kerugian bagi negara. tanah longsor atau wabah penyakit). atau revolusi.14. well shut down.16. 1. Keadaan Mendesak (Urgent) harus dinyatakan oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS setempat dan dilaporkan kepada BPMIGAS.13. 1. sabotase.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. 1. 4 . Keadaan Mendesak (Urgent) adalah kegagalan operasi (operation failure) yang terjadi secara tiba-tiba. yang dapat mengakibatkan terganggunya kelancaran produksi minyak dan/atau gas bumi baik sebagian maupun keseluruhan dan/atau mengakibatkan terhentinya kegiatan operasional baik sebagian maupun keseluruhan.Buku Kedua . plant shut down. badai. komponen bangunan.12. Keadaan mendesak terjadi antara lain namun tidak terbatas karena equipment failure. tsunami.15. Tidak termasuk dalam pengertian ini adalah barang kebutuhan utama dalam Jasa Pemborongan. Keadaan Darurat (Emergency) adalah keadaan seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Keadaan Emergency. Keadaan Kahar (Force Majeure) adalah suatu kejadian atau keadaan yang terjadi di luar kuasa atau kontrol para pihak yang mengikatkan diri dalam Kontrak yang mengakibatkan pihak yang menyatakan Keadaan Kahar tidak dapat melaksanakan seluruh atau sebagian kewajibannya berdasarkan Kontrak. Keadaan Krisis adalah keadaan seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Keadaan Krisis. gempa bumi.11. 1. gunung meletus. angin topan. peperangan.

sepanjang tidak mengubah substansi penawaran. Kontrak dapat berupa antara lain Surat Pesanan (Purchase Order) atau Kontrak Jasa (Service Contract).21. kemampuan finansial. perusahaan. 1. tingkat kemampuan usaha. 1.20. untuk mengadakan suatu kegiatan. usaha.22. dimana masing-masing anggota Konsorsium tetap berdiri sendirisendiri. serta kemampuan pengelolaan program kesehatan. kemampuan personalia.17. Klarifikasi adalah permintaan penjelasan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal kepada peserta pengadaan barang/jasa atas materi penawaran. 1. organisasi atau kombinasi dari elemen-elemen tersebut.19.24. Kontrak adalah perjanjian pelaksanaan pekerjaan penyediaan barang/jasa antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa yang dituangkan dalam kesepakatan tertulis dan bersifat mengikat. kemampuan penyediaan peralatan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Konsorsium adalah gabungan dari 2 (dua) atau lebih orang perorangan.23. Pejabat Berwenang adalah pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau pekerja struktural Kontraktor KKS yang telah mendapat pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari pimpinan tertinggi Kontraktor KKS. keselamatan kerja dan lindungan lingkungan (K3LL). 1. 1. selama proses pengadaan. 1. atau pembiayaan bersama dalam rangka mencapai tujuan tertentu dalam batas waktu tertentu dengan menyatukan sumberdaya yang dimiliki para pihak yang bergabung. Surat Perjanjian (Agreement). 1. Panitia Pengadaan adalah panitia yang dibentuk dan disahkan oleh Pejabat Berwenang untuk melaksanakan pemilihan Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Kontraktor KKS. 5 . Kualifikasi adalah status hukum. Lingkup Kerja adalah bagian dari Dokumen Pengadaan yang berisi uraian tentang spesifikasi dan/atau fungsi barang atau uraian pekerjaan termasuk jumlah/volume serta waktu yang dimaksudkan untuk menghasilkan sesuatu. Pascakualifikasi adalah proses penilaian Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa yang dilakukan setelah evaluasi penawaran harga.18.

Badan Usaha Milik Negara BUMN) atau Badan Usaha Millik Daerah (BUMD). sebagai pribadi atau bertindak untuk kepentingan perusahaan atau afiliasinya.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. 1.25. Perusahaan Dalam Negeri adalah Perusahaan Nasional yang lebih dari 50% (lima puluh persen) sahamnya dimiliki oleh perseorangan warga negara Indonesia.000.32. gabungan beberapa badan usaha atau perorangan yang memiliki kemampuan untuk menyediakan barang/jasa untuk kepentingan Kontraktor KKS sesuai dengan bidang usaha dan kualifikasinya. secara langsung atau tidak langsung untuk mempengaruhi jalannya proses dan/atau keputusan pengadaan dengan mengutamakan/menguntungkan kepentingan pribadi dan/atau kelompoknya dan/atau kroninya dan/atau korporasi (termasuk afiliasinya) dan/atau penyedia barang/jasa tertentu. dan bernilai lebih besar dari Rp50. Perusahaan Nasional adalah perusahaan yang berdasarkan hukum negara Republik Indonesia. negara Republik Indonesia.000.000. didirikan 6 . 1. Perusahaan Asing adalah perusahaan yang didirikan bukan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia. 1. sedemikian rupa sehingga bertentangan dengan ketentuan pelaksanaan pengadaan barang/jasa.27.000. Pengelola Pengadaan adalah fungsi dan/atau organisasi yang ditunjuk untuk mengelola kegiatan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS.29. Pekerjaan Bersifat Kompleks adalah pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi dan/atau mempunyai risiko tinggi dan/atau menggunakan peralatan dengan desain khusus.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.Buku Kedua . Pengguna Barang/Jasa adalah fungsi dalam lingkungan organisasi Kontraktor KKS yang memerlukan barang/jasa untuk mendukung pelaksanaan kegiatannya.000.26. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha.28. menggunakan kekuasaannya.30. 1. 1. dan memiliki surat izin usaha yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). pemerintah daerah. Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) adalah situasi dimana pekerja Kontraktor KKS secara sendiri dan/atau secara bersama-sama. 1. 1.31.

Prakualifikasi adalah proses penilaian Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa yang dilakukan sebelum tahap pemasukan dokumen penawaran. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah besaran komponen dalam negeri pada barang/jasa atau pada gabungan barang dan jasa. 1. Wakil Penyedia Barang/Jasa adalah seseorang yang bertindak untuk dan atas nama Penyedia Barang/Jasa sesuai akte pendirian/perubahan atau secara hukum mempunyai kapasitas untuk mewakili Penyedia Barang/Jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa.33. Post Bidding dilarang untuk dilakukan.36. 1.38.35.34. Post Bidding adalah pengubahan atau penambahan atau pengurangan persyaratan pengadaan oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal atau pengubahan/penambahan/pengurangan kelengkapan dokumen penawaran dan/atau data pada pelelangan umum. Produksi Dalam Negeri adalah semua jenis barang/jasa termasuk rancang bangun dan perekayasaan yang diproduksi. 7 . Tim Internal adalah tim di lingkungan Pengelola Pengadaan yang dibentuk dan disahkan oleh pimpinan pengelola pengadaan atau oleh Pejabat Berwenang. yang dinyatakan dalam persentase. pelelangan terbatas atau pemilihan langsung oleh peserta pengadaan. 1. tanggung-jawab dan tugas pokok sama seperti Panitia Pengadaan namun memiliki kewenangan dan ruang lingkup kerja yang lebih rendah. Tim Internal mempunyai persyaratan. yang disampaikan setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup. 1.37. dibangun atau dikerjakan oleh perusahaan yang berproduksi dan/atau berinvestasi langsung di Indonesia. 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.

dan lindungan lingkungan (K3LL) yang berlaku di lingkungan kegiatan hulu minyak dan gas bumi. serta pengawas pengadaan barang/jasa. Melaksanakan pengadaan barang/jasa di dalam wilayah negara Republik Indonesia sesuai ketentuan perundangundangan yang berlaku di negara Republik Indonesia. Meningkatkan kinerja dan tanggungjawab para perencana. KEBIJAKAN UMUM 2. Melaksanakan ketentuan kesehatan.6.2. baik rekening pembayar maupun rekening penerima.10.Buku Kedua . 8 . 2. tertib dan terkendali. 2.8. Para pihak yang mengikatkan diri dalam Kontrak harus memiliki rekening bank yang berada dalam wilayah Negara Republik Indonesia.9. Bagi Kontraktor KKS tahap produksi. Melaksanakan pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa melalui bank yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum Nasional. 2. Melaksanakan sendiri pengadaan barang/jasa secara swakelola atau dapat pula dilakukan melalui Penyedia Barang/Jasa. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta mengusahakan pelaksanaan pekerjaan dilakukan di dalam wilayah negara Republik Indonesia. Memperoleh barang/jasa yang diperlukan secara efektif dan efisien. 2. 2. keselamatan kerja.1. dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum Nasional. 2. pelaksana.4. Membina kemampuan berusaha dan memberikan kesempatan berusaha bagi Perusahaan Dalam Negeri terutama usaha kecil termasuk koperasi kecil. Menciptakan iklim persaingan yang sehat.3.7. 2. 2. Mempercepat proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa. semua transaksi pembayaran menggunakan Bank Umum yang berstatus Badan Usaha Milik Negara/Daerah.5. dengan cara meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan pengadaan barang/ jasa.

3.2. 3. 3. pengadministrasian Kontrak. 9 . Pengadaan barang dapat dilakukan dengan cara: 3. Pengadaan Jasa Pemborongan merupakan kegiatan pengadaan jasa pekerjaan yang perencanaan teknis. Jasa Pemborongan dan pemasokan barang. Pengadaan Jasa Konsultansi merupakan kegiatan pengadaan layanan jasa profesional untuk mencapai sasaran tertentu yang hasil akhirnya berbentuk piranti lunak. usulan atau rekomendasi sebagai hasil analisis data dan/atau keadaan. sedangkan seluruh proses serta pengerjaannya termasuk penyediaan tenaga kerja. dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. Pedoman Pelaksanaan ini berlaku untuk semua kegiatan pengadaan barang/jasa kecuali pengadaan lahan dan jasa pengacara/konsultan hukum.2. 3. RUANG LINGKUP KEGIATAN 3. Tata cara pengadaannya mengikuti tata cara pengadaan Jasa Pemborongan. atau Membeli barang pesanan kepada bengkel (workshop) atau pabrikator barang atau peralatan yang harus dibuat/ dipabrikasi terlebih dahulu dengan desain tertentu (tailor made).5. Bagi pengadaan jasa asuransi harus tetap mengikuti ketentuan dalam pedoman ini dan dilengkapi dengan pengaturan tata cara yang bersifat khusus. Membeli barang atau peralatan hasil produksi masal (mass product) kepada pabrikan atau kepada pedagang.3.4. Lingkup kegiatan pengadaan barang/jasa meliputi penyusunan rencana pengadaan. 3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3.6. Pengadaan barang meliputi pengadaan barang untuk kepentingan pengisian persediaan (inventory) di gudang atau untuk dipergunakan secara langsung dalam kegiatan operasional atau proyek atau membeli peralatan (equipment). disusun secara sistimatis berdasarkan kerangka acuan kerja (KAK) yang ditetapkan oleh pengguna barang/jasa.1. penetapan spesifikasi dan pengawasan pelaksanaannya dilakukan oleh Kontraktor KKS.1. pemilihan Penyedia Barang/Jasa. Pengadaan Jasa Lainnya merupakan kegiatan pengadaan segala pekerjaan atau penyediaan jasa selain Jasa Konsultansi. 3. pembinaan Penyedia Barang/Jasa dan penyelesaian perselisihan (apabila ada). peralatan dan material yang diperlukan.3.3.

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB II KEWENANGAN DAN PENGAWASAN 1.Buku Kedua . 10 .

000.2. Kewenangan Kontraktor KKS dapat dibatasi dengan surat penetapan dari Kepala BPMIGAS.1. 1. Kontraktor KKS wajib menyampaikan laporan pengadaan sebagaimana diatur dalam bab XV. Pengiriman harus dilakukan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang. Kontraktor KKS wajib mengirimkan 1 (satu) set ringkasan pelaksanaan pengadaan dari setiap paket pengadaan yang bernilai lebih dari Rp5.000. 1.3. Kontraktor KKS dalam tahap eksplorasi berwenang untuk melaksanakan dan mengambil keputusan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa. 1.5. pelaksanaan 11 .00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). Tata cara pengadaan harus mengikuti tata cara pengadaan yang diatur dalam pedoman ini. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP EKSPLORASI: 1. 1.4.000. apabila berdasarkan temuan audit yang dilakukan oleh BPMIGAS dan/atau auditor Pemerintah ditemukan penyimpangan pada 1 (satu) atau beberapa kebijakan maupun prosedural yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) dan dilakukan berulang-ulang serta telah pernah diberikan peringatan 1 (satu) kali oleh BPMIGAS. Bentuk ringkasan pelaksanaan pengadaan sesuai lampiran nomor FL-003. Untuk kepentingan pengawasan proses pengadaan.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.

00 (lima juta dolar Amerika Serikat).3.5.000.000. yaitu: 2. pemilihan langsung atau penunjukan langsung.1. 2.000. dalam hal: 1.000.000.1.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. dengan nilai per paket rencana pengadaan lebih besar dari Rp50.000. Nilai awal Kontrak lebih besar dari Rp50.1.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Perubahan lingkup kerja (PLK) dari Kontrak kegiatan pemboran (drilling) dan konstruksi terintegrasi (EPC/EPCI) serta bagianbagiannya yang mengakibatkan penambahan nilai.00 (lima puluh milyar rupiah) atau menjadi lebih besar dari US$5.00 (lima puluh milyar rupiah) atau kurang dari US$5.000.2.000. Kontraktor KKS dalam tahap produksi berwenang untuk melaksanakan dan mengambil keputusan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa.1.000.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. 2. 12 .000.1. Rencana pengadaan yang akan dilakukan secara langsung dengan Perusahaan Asing di luar negeri sebagaimana diatur pada bab IV angka 3.000.000. dan total kumulatif penambahan nilai lebih besar dari 10% dari nilai awal Kontrak atau lebih besar dari Rp50.000. 2.000. 2.2.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.1.000.000.000.000. 2. namun total kumulatif penambahan nilai ditambah dengan nilai awal Kontrak menjadi lebih besar dari Rp50.000.4.000.000.000. Rencana penunjukan pemenang pengadaan dengan nilai per paket pengadaan lebih besar dari Rp50.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.Buku Kedua . Tata cara penyampaian diatur dalam bab V angka 2.1.000. Pembatalan dan/atau pemutusan dini Kontrak yang penunjukan pemenang pengadaannya telah disetujui oleh BPMIGAS.000.000. Nilai awal Kontrak kurang dari Rp50.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP PRODUKSI: 2.1.000. dengan ketentuan tahapan kegiatan pengadaan berikut sebelum dilaksanakan harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS. Rencana pengadaan barang/jasa untuk pelelangan.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.2. Kewenangan Kontraktor KKS dapat dikurangi dengan surat penetapan dari Kepala BPMIGAS. 2. Pengiriman harus dilakukan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang. Kontraktor KKS wajib mengirimkan 1 (satu) set ringkasan pelaksanaan pengadaan dari setiap paket pengadaan yang bernilai lebih dari Rp5.000.5.000. 2.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). pelaksanaan 13 .3. apabila berdasarkan temuan audit yang dilakukan oleh BPMIGAS dan/atau auditor Pemerintah ditemukan penyimpangan pada 1 (satu) atau beberapa kebijakan maupun prosedural yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) dan dilakukan berulang-ulang serta telah pernah diberikan peringatan 1 (satu) kali oleh BPMIGAS. Untuk kepentingan pengawasan proses pengadaan. 2.000. Bentuk ringkasan pelaksanaan pengadaan sesuai lampiran nomor FL-003.4.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.000. Tata cara pengadaan harus mengikuti tata cara pengadaan yang diatur dalam pedoman ini. Kontraktor KKS wajib menyampaikan laporan pengadaan sebagaimana diatur dalam bab XV.

2. dan/atau Penetapan harga Kontrak yang melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. dan/atau pekerja dari fungsi Pengelola Pengadaan Barang/Jasa dan/atau Panitia Pengadaan dan/atau pekerja lain.3. berdasar ketentuan dalam penyusunan HPS/OE dan/atau pelaksanaan negosiasi.1. anggota Panitia Pengadaan. Penetapan dasar harga dalam penyusunan HPS/OE yang lebih tinggi dari 10% dibanding harga yang wajar berlaku di pasar. Khusus untuk Kontraktor KKS pada tahap eksplorasi. pelaksanaan dan tata cara pengadaan barang/jasa tidak mengikuti dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam pedoman ini dan/atau menimbulkan kemahalan harga.1. Dalam hal penyimpangan dari ketentuan yang sejenis berulang lebih dari 2 (dua) kali. 3. Kemahalan harga dapat berupa: 3. 3. PENGAWASAN. Bagian biaya yang dinyatakan sebagai kemahalan harga untuk kegiatan pengadaan bersangkutan tidak dapat dibebankan sebagai biaya berdasarkan kontrak kerja sama (KKS) dan langsung tidak diperhitungkan sebagai bagian dari penggantian biaya pada Kontraktor KKS pada periode perhitungan berikutnya.Buku Kedua . Kontraktor KKS yang bersangkutan diberi Surat Peringatan oleh BPMIGAS. 3. pekerja dari fungsi Pengguna Barang/Jasa dan/atau pekerja dari fungsi Pengelola Pengadaan Barang/Jasa yang bertanggungjawab diberikan Surat Peringatan oleh pimpinan Kontraktor KKS.3. dan/atau pekerja dari fungsi pengguna Barang/Jasa.2. 14 . BPMIGAS melaksanakan pengawasan secara current dan post audit atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS. Selanjutnya kepada Pejabat Berwenang. berdasar ketentuan dalam penyusunan HPS/OE. kepada Kontraktor KKS dikenakan sanksi sebagai berikut: 3. maka Pejabat Berwenang. ketentuan ini diperhitungkan pada saat wilayah kerja bersangkutan dinyatakan komersial untuk dikembangkan. kecuali apabila kemudian harga yang disepakati dalam Kontrak dapat dibuktikan memenuhi kriteria kewajaran. Apabila berdasar hasil audit final yang dilakukan oleh BPMIGAS dan/atau auditor Pemerintah. yang terlibat dan terbukti bersalah diberikan sanksi administratif sesuai derajat tanggungjawabnya.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.3.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB III PENGUTAMAAN PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 15 .

3. Kontraktor KKS harus mengutamakan penggunaan jasa dan sumber daya manusia dalam negeri dengan cara: 1. Kontraktor KKS wajib mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri dalam pelaksanaan pengadaan jasa. 1.Buku Kedua . 1.2.1. UMUM Dalam melaksanakan setiap kegiatan pengadaan barang/jasa Kontraktor KKS harus mengutamakan penggunaan barang.1. kualitas.2.2. Kontraktor KKS harus memperhitungkan waktu produksi atau waktu penyerahan yang wajar dalam menyusun rencana pengadaan. Mensyaratkan agar sebagian besar Jasa Pengerjaan pada Kontrak jasa dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia. dalam bab ini. 1.1.1.1. Kontraktor KKS wajib menggunakan.2. Penilaian kinerja Kontraktor KKS dilakukan terhadap pencapaian target penggunaan Produksi Dalam Negeri tahun berjalan.1.3. Dalam menyusun Daftar Rencana Pengadaan. 1. 1. 1. Kontraktor KKS harus mengakomodasi barang/jasa Produksi Dalam Negeri yang telah memenuhi persyaratan teknis minimal yang dapat dipertanggung-jawabkan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. 1. memaksimalkan atau memberdayakan barang Produksi Dalam Negeri yang memenuhi jumlah.1. dan atas pencapaian target 5 (lima) tahun terakhir.3.2.2. jasa dan sumber daya manusia dalam negeri.3.2.1. 16 . waktu penyerahan dan harga dengan memperhatikan daftar pada ketentuan angka 5. 1. Kontraktor KKS wajib memasukkan target penggunaan Produksi Dalam Negeri. Kontraktor KKS semaksimal mungkin menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI). Target penggunaan Produksi Dalam Negeri pada WP&B merupakan salah satu Ukuran Kinerja Terpilih (UKT)/Key Performance Indicator (KPI) Kontraktor KKS tahun berjalan yang disepakati bersama BPMIGAS. Kontraktor KKS wajib menetapkan target penggunaan Produksi Dalam Negeri. 1. kecuali ditentukan lain seperti tersebut dalam bab IV angka 3. Target penggunaan Produksi Dalam Negeri merupakan persentase perbandingan antara potensi penggunaan Produksi Dalam Negeri dengan total nilai rencana pengadaan barang/jasa periode tertentu atau paket pekerjaan tertentu.

4. perangkat lunak dan tenaga kerja termasuk tenaga ahli yang berasal dari dalam negeri. yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan di dalam negeri berupa antara lain biaya penggunaan peralatan. 2. Komponen dalam negeri barang adalah bahan baku dan bahan pembantu langsung yang dihasilkan atau dibuat di dalam negeri.3. atau barang yang dihasilkan atau dibuat di dalam negeri yang digunakan dalam proses pengerjaan pekerjaan Jasa Pemborongan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Komponen dalam negeri terdiri dari komponen dalam negeri barang dan komponen dalam negeri jasa. buah pikiran.5. biaya transportasi (termasuk biaya kemasan.2. rancang bangun. pengepakan. 2. KOMPONEN DALAM NEGERI BARANG/JASA 2. Komponen dalam negeri jasa adalah jasa yang berasal dari dalam negeri. asuransi dan penanganan/handling) dalam rangka penyerahan barang pesanan. ditambah biaya rancang bangun dan pengerjaan sampai dengan menjadi barang jadi yang dilakukan di dalam negeri. barang habis pakai. 2. Dalam proses pembuatan Produksi Dalam Negeri dan pelaksanaan pekerjaan jasa di dalam negeri dimungkinkan penggunaan komponen atau unsur yang berasal dari luar negeri. 2. keuntungan dan biaya lain yang bukan merupakan komponen langsung dalam memproduksi barang atau menyelesaikan pekerjaan jasa bukan merupakan komponen dalam negeri.1.6. Barang impor yang dijual di dalam negeri atau dijual oleh perusahaan dalam negeri bukan merupakan Produksi Dalam Negeri dan bukan merupakan komponen dalam negeri. 2. 17 . sarana pendukung. Tenaga kerja asing (TKA) walaupun berdomisili di Indonesia bukan merupakan komponen dalam negeri. Pajak keluaran sebagai konsekuensi dari terjadinya transaksi jual beli.

bab ini dengan nilai biaya keseluruhan unsur jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Jasa Pemborongan. dengan nilai biaya keseluruhan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Jasa Pemborongan. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) gabungan merupakan hasil perbandingan antara nilai biaya komponen dalam negeri dari barang Produksi Dalam Negeri ditambah nilai biaya komponen dalam negeri jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan termasuk biaya untuk mendatangkan barang yang diperlukan. Besaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk barang dinyatakan dengan sertifikat atau surat pernyataan yang masih berlaku yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian atau dinyatakan sendiri oleh Penyedia Barang/Jasa.1.5.2.2. 3. bab ini dengan nilai biaya keseluruhan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Jasa Lainnya. 3. 3.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. bab ini dengan nilai biaya keseluruhan pembuatan produk jadi. 3.3.1. 18 . 3. Besaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk jasa dinyatakan dalam bentuk surat pernyataan berisi janji/komitmen untuk mencapai besaran TKDN pada akhir pelaksanaan Kontrak Jasa.6. 3. atau Hasil perbandingan antara nilai biaya komponen dalam negeri jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan sebagaimana diatur dalam angka 2. TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) 3.2. 3.4.2. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) barang merupakan hasil perbandingan antara nilai biaya komponen dalam negeri dalam rangka pembuatan produk jadi sebagaimana diatur dalam angka 2.3.3. TKDN digunakan sebagai dasar pemberian preferensi harga. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) jasa merupakan: Hasil perbandingan antara nilai biaya komponen jasa dalam negeri dalam rangka pelaksanaan pekerjaan sebagaimana diatur dalam angka 2.2.

Peralatan Produksi Dalam Negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Nasional yang lebih dari 50% (lima puluh persen) sahamnya dimiliki oleh warganegara asing atau Perusahaan asing. atau dimiliki oleh Perusahaan Asing atau warga negara asing. atau dimiliki oleh Perusahaan Asing atau warga negara asing. 19 . 3. 3.5. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 0% (nol persen) komponen dalam negeri.7. Peralatan produksi luar negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Nasional yang lebih dari 50% (lima puluh persen) sahamnya dimiliki oleh warganegara asing atau Perusahaan Asing.2.7.8.7. antara lain berupa surat perjanjian rencana pembelian peralatan terkait. peralatan tersebut sudah menjadi milik. TKDN dari nilai jasa penggunaan peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan pemborongan dan Jasa Lainnya dihitung sebagai berikut: Peralatan Produksi Dalam Negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Dalam Negeri atau dimiliki oleh warga negara Indonesia.7. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 75% (tujuh puluh lima persen) komponen dalam negeri.7.3. 3.4. Peralatan produksi luar negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Dalam Negeri atau dimiliki oleh warga negara Indonesia. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 100% (seratus persen) komponen dalam negeri. Penetapan status kepemilikan dari peralatan didasarkan pada fakta bahwa peralatan tersebut telah tercatat dalam pembukuan sebagai milik. atau didasarkan pada fakta yang meyakinkan bahwa pada saat akan melaksanakan pekerjaan. 3. 3.7. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 100% (seratus persen) komponen dalam negeri.1. termasuk nilai biaya barang/jasa untuk mendukung kegiatan tenaga kerja tersebut. TKDN dari nilai Jasa Konsultansi dihitung berdasarkan nilai jasa penggunaan tenaga kerja warganegara Republik Indonesia.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. 3.

meliputi semua jenis barang dan peralatan yang dibutuhkan dan harus tersedia dalam kegiatan operasional Kontraktor KKS namun tidak bersifat spesifik untuk kegiatan kegiatan operasional eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.1.2. 2. namun belum ada pabrikan yang mencapai penjumlahan TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) minimal 40% (empat puluh persen). Kontraktor KKS wajib menggunakan buku APDN tersebut sebagai acuan untuk menetapkan strategi pengadaan serta menetapkan persyaratan dan ketentuan pengadaan. berisi jenis: 1.Buku Kedua . meliputi semua jenis barang dan peralatan yang dibutuhkan dan harus tersedia dalam kegiatan operasional eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi serta bersifat spesifik untuk kegiatan tersebut. 4. Barang kebutuhan pendukung.2. 4. Barang kebutuhan utama.3. 4.2. berisi jenis barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi yang telah diproduksi di dalam negeri dan salah satu pabrikan telah mencapai penjumlahan TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) minimal 40% (empat puluh persen).1. Barang kebutuhan operasional Kontraktor KKS terdiri dari: 4.1.2. Barang Dimaksimalkan. namun belum ada pabrikan dengan pencapaian TKDN 25% (dua puluh lima persen). 20 .1. Barang Wajib Dipergunakan. Barang kebutuhan utama yang telah diproduksi di dalam negeri dan salah satu pabrikan telah mencapai TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). Pelaksanaan kegiatan pengadaan barang/jasa khususnya dalam rangka mengutamakan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri dan mengutamakan pemanfaatan jasa dalam negeri.1. DAFTAR BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 4.2. Barang kebutuhan pendukung yang telah diproduksi di dalam negeri dan salah satu pabrikan telah mencapai TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). menggunakan Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (buku APDN). Barang Diberdayakan.2. 4. Daftar tersebut berisikan informasi tentang: 4. yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. berisi daftar barang kebutuhan kegiatan operasional Kontraktor KKS yang telah diproduksi di dalam negeri dan TKDN salah satu pabrikan telah mencapai minimal 5% (lima persen).

2.5.2. dan 6. 4. Dalam hal pada saat akan melaksanakan pengadaan dan/atau pada saat pelaksanaan proses pemilihan Penyedia Barang/Jasa diperoleh fakta yang meyakinkan bahwa kapasitas produksi di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan pada suatu saat yang bersamaan. 4. dalam bab ini.4. Jasa Dalam Negeri. kekurangannya dapat dipenuhi dengan melakukan pengadaan dari sumber luar negeri. di atas. berisi daftar jasa yang telah pernah diselesaikan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional di wilayah negara Republik Indonesia dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.4.3.2. 21 . dan 4. dengan pencapaian TKDN minimal 30% (tiga puluh persen).1.2. Dalam pelaksanaan pengadaan jasa. Kontraktor KKS menggunakan data pencapaian TKDN pekerjaan jasa yang tercantum pada Daftar Jasa Dalam Negeri sebagai acuan dalam menetapkan persyaratan target pencapaian TKDN minimum yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan Jasa Pemborongan. Dalam hal satu atau beberapa jenis barang diketahui telah diproduksi di dalam negeri namun belum tercantum dalam daftardaftar tersebut pada angka 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. 4. Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi. maka proses pengadaan dilakukan mengikuti pola memaksimalkan atau memberdayakan barang Produksi Dalam Negeri sebagaimana diatur dalam angka 6.2.3.

PENGGUNAAN BARANG/JASA BPMIGAS melakukan koordinasi upaya memperluas dan memutakhirkan buku APDN.1. Pada awal tahun atau secara terus menerus Kontraktor KKS secara sendiri-sendiri atau bersama Kontraktor KKS lain melakukan penelitian (survey/assessment) tentang jenis-jenis barang/jasa yang mampu dipenuhi pabrikan dalam negeri atau oleh penyedia jasa di dalam negeri. harus dilengkapi dengan alasan yang kuat dan disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS.4.2.2. Hasil upaya perluasan dan/atau pemutakhiran disampaikan kepada instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. Kontraktor KKS secara sendiri-sendiri atau bersama Kontraktor KKS lain melakukan upaya kerjasama pengembangan produksi barang kebutuhan Kontraktor KKS atau pengembangan teknologi pengerjaan pekerjaan jasa. 5. harus dilengkapi dengan program peningkatan capaian TKDN yang disyaratkan semakin meningkat dari tahun awal ke tahun-tahun berikutnya.3.4.4. peralatan pemboran/produksi (drilling & production) minyak dan gas bumi atau kapal. dengan menerapkan standar teknis yang berlaku di Indonesia. dengan memperhatikan antara lain persyaratan teknis minimal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. 5. serta kepada instansi pemerintah yang membidangi perindustrian. 22 . PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI DALAM NEGERI 5. 5.1. Pengalihan secara bertahap atau sekaligus fasilitas fabrikasi dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia. Jika program peningkatan capaian TKDN tidak mungkin dilaksanakan. 5.4. dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia.3. 5. antara lain: Penggantian secara bertahap atau sekaligus peran tenaga kerja asing dengan tenaga kerja Indonesia. 5.Buku Kedua . Dalam hal Kontraktor KKS melaksanakan pengadaan barang/jasa yang diperlukan terus menerus (rutin) dengan Kontrak tahun jamak. Pengalihan secara bertahap atau sekaligus fasilitas perbaikan atau perawatan permesinan. Peningkatan capaian TKDN yang disyaratkan sedapat mungkin berupa program alih teknologi.

terdiri dari barang Produksi Dalam Negeri dan barang produksi luar negeri. 5. Evaluasi harga berdasarkan pencapaian TKDN diterapkan bagi setiap jenis (item) barang dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen).6. 5. dengan ketentuan: Peserta pengadaan harus menawarkan dan akan membeli dari sumber dalam negeri Barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan dan dimaksimalkan.1.2.5. BPMIGAS mendorong Kontraktor KKS untuk mampu memenuhi target pencapaian penggunaan Produksi Dalam Negeri yang telah dinyatakan dalam WP&B dan/atau AFE.5. 5. 5.7. Kontraktor KKS atas inisiatif sendiri atau atas permintaan Penyedia Barang/Jasa dapat melakukan uji coba penggunaan barang Produksi Dalam Negeri berdasarkan persyaratan yang wajar dan dapat dipertanggung jawabkan dengan tetap mempertimbangkan dampak terhadap kegiatan operasi. Pengadaan barang dari suatu paket kebutuhan yang terdiri dari beberapa kategori barang dilaksanakan dalam 1 (satu) paket. 23 . dan Bagi barang dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen) diberikan preferensi harga. Proses pengadaan mengikuti ketentuan memaksimalkan barang Produksi Dalam Negeri.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.5.

dalam hal : 1. Untuk pelaksanaan Kontrak Bersama di antara beberapa Kontraktor KKS.1. dalam hal kegiatan sebagaimana tersebut dalam angka 6. Kontraktor KKS wajib menggunakan barang Produksi Dalam Negeri. PENGUTAMAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI: Kontraktor KKS dalam memenuhi kebutuhan barang. Pada dasarnya proses pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan terbatas bagi barang Produksi Dalam Negeri. Perincian tata cara pengadaan diatur secara terperinci dalam bab X angka 2. dengan menggunakan strategi kontrak bersama berbentuk kontrak berdasar permintaan (call off order) atau perjanjian harga. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. untuk jangka waktu antara 1 (satu) tahun sampai dengan 3 (tiga) tahun. Tata cara pelaksanaan pengadaan: 1. WAJIB MENGGUNAKAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI 6.2.1.1. yang mengatur tata cara pelelangan terbatas. standar kualitas minimum dan waktu penyerahan yang wajar. di atas dan Pengadaan yang dikoordinasikan oleh BPMIGAS belum atau tidak dilaksanakan.2. 6. Panitia Pengadaan mengundang semua pabrikan dalam negeri atau agen tunggal yang bertindak sebagai distributor tunggal yang ditunjuk oleh pabrikan dalam negeri yang tercantum dalam buku APDN. Dalam Daftar Barang Wajib Dipergunakan pada buku APDN dimaksud dalam angka 4.1. Harga penawaran berdasarkan evaluasi dan/atau setelah dilakukan negosiasi lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.1. 6. 24 . di atas terdapat paling kurang 1 (satu) pabrikan yang memproduksi jenis barang yang dibutuhkan dengan penjumlahan TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) mencapai minimal 40% (empat puluh persen). dan 2.1. dan 3. dengan pencapaian TKDN minimal 15% (lima belas persen).3.1. Pengadaan dilaksanakan oleh Kontraktor KKS: 1. 2.3. Untuk memenuhi kebutuhan satu Kontraktor KKS. wajib mengikuti tata cara sebagai berikut: 6.1.Buku Kedua . Memenuhi jumlah.

Kesempatan berusaha bagi pabrikan-pabrikan dalam rangka menciptakan persaingan usaha yang sehat. c.1. Jangka waktu kontrak ditetapkan dengan mempertimbangkan antara lain: a. 3. Anggota Panitia Pengadaan merupakan gabungan pekerja Kontraktor KKS dan pekerja BPMIGAS. Dalam pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan pada bab ini. Untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek Kontraktor KKS atau untuk memenuhi kebutuhan Kontraktor KKS dalam tahap eksplorasi. Keekonomian penyediaan barang.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. BPMIGAS dapat melaksanakan pengadaan bagi kepentingan Kontraktor KKS untuk barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi. b. 2. 6. 25 .4. Pengadaan yang dikoordinasikan oleh BPMIGAS: 1. Menggunakan strategi kontrak bersama berbentuk kontrak berdasar permintaan (call off order) atau perjanjian harga. Kontraktor KKS harus menyatakan secara tegas dalam Dokumen Pengadaan dan dokumen Kontrak tentang ketentuan ini. Kepentingan operasional Kontraktor KKS. 6. Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan barang wajib dipergunakan untuk seluruh lingkungan kegiatan usaha hulu.1.5. Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya wajib untuk hanya menggunakan barang Produksi Dalam Negeri yang telah dinyatakan wajib dipergunakan. 4.

Proses pengadaan barang dilakukan dengan pola memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri.5. bab ini.2. MEMAKSIMALKAN PENGGUNAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI Kontraktor KKS harus memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori dimaksimalkan.000. Perpanjangan masa pendaftaran diumumkan.000.2. Pelaksanaan Pengadaan : 1. 6. namun diketahui telah diproduksi oleh salah satu pabrikan dalam negeri dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). Pada dasarnya dilakukan dengan metode pelelangan umum dengan mengikutsertakan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 10% (sepuluh persen). pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan terbatas dengan mengikutsertakan pabrikan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 10% (sepuluh persen).4. bab ini terdapat paling kurang 1 (satu) pabrikan yang memproduksi jenis barang yang dibutuhkan Kontraktor KKS yang memenuhi standar kualitas teknis minimum dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). bab ini. Dalam buku APDN dimaksud dalam angka 4. masa pendaftaran diperpanjang dengan waktu tambahan minimal 5 (lima) hari kerja dengan mengundang pabrikan maupun Penyedia Barang/Jasa pada umumnya.000. Dalam hal peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). dan 6. Khusus untuk pengadaan jenis barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi.2. Nilai pengadaan lebih besar dari Rp1.2.2. 26 .3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6.1.Buku Kedua .000. 6. 2.2. atau 6.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).2.5.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. Pengadaan dari 1 (satu) paket kebutuhan yang terdiri dari beberapa jenis barang sebagaimana ditetapkan dalam angka 5.2.2. Barang yang dibutuhkan belum tercantum pada buku APDN tersebut pada angka 4. yaitu: 6.

Pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan pada angka 6. Peserta bukan pabrikan harus melampirkan surat penunjukan keagenan atau surat perjanjian kerjasama penjualan dengan pabrikan dalam negeri. pada bab ini. Kontraktor KKS harus menyatakan secara tegas dalam Dokumen Pengadaan dan dokumen Kontrak tentang ketentuan ini. maka proses pelelangan ulang dilanjutkan dengan pemilihan langsung atau penunjukan langsung kepada Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran. di atas gagal.2. 4. Dalam hal pelelangan tersebut pada angka 6.2.6. 5. tanpa mengganti penawaran. di atas gagal. 6.4. Peserta wajib menyatakan jenis-jenis dan besaran komponen dalam negeri dari barang yang akan ditawarkan. b. dan 6. proses pengadaan diulang menggunakan metode pelelangan umum. Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya wajib untuk memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori dimaksimalkan.1.5. Dalam hal pada proses pelelangan ulang tersebut pada angka 6. Memperhitungkan preferensi harga dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). dengan mengikutsertakan barang Produksi Dalam Negeri dan barang produksi luar negeri tanpa mengubah HPS /OE. Preferensi harga diberikan bagi barang dengan pencapaian TKDN sekurangkurangnya 25% (dua puluh lima persen).2. 27 . Bagi peserta yang menyatakan memiliki barang dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) namun lebih dari 10% (sepuluh persen).2. 6.2. pada saat pendaftaran: a.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3.5.5.2.5.

Khusus untuk pengadaan jenis barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi.1.3.000.3.3. yaitu dalam hal : 6.3. di atas gagal. Tidak memperhitungkan preferensi harga dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP).000. proses pengadaan diulang menggunakan metode pelelangan umum. 6.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.3. MEMBERDAYAKAN PENGGUNAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI Kontraktor KKS harus memberdayakan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori diberdayakan. dan 6.000. pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan terbatas dengan mengikutsertakan pabrikan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 5% (lima persen). maka proses pelelangan ulang dilanjutkan dengan pemilihan langsung atau penunjukan langsung kepada Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran. 28 . Dalam hal pada proses pelelangan ulang tersebut pada angka 6.Buku Kedua .000.3. dengan mengikutsertakan barang Produksi Dalam Negeri dan barang produksi luar negeri tanpa mengubah HPS /OE.3.3.2. Dalam hal pelelangan tersebut pada angka 6. dan 6.1. 3. tanpa mengganti penawaran.4. Pada dasarnya dilakukan dengan metode pelelangan umum dengan mengikutsertakan pabrikan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 5% (lima persen). 4. bab ini belum terdapat pabrikan yang memproduksi barang dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen).3. Dalam hal peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). namun pencapaian TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) dan dalam buku APDN dimaksud dalam angka 4.2. masa pendaftaran diperpanjang dengan waktu tambahan minimal 5 (lima) hari kerja dengan mengundang pabrikan maupun Penyedia Barang/Jasa pada umumnya. Perpanjangan masa pendaftaran diumumkan.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).2.3. 5. Pelaksanaan Pengadaan : 1. di dalam negeri sekurangkurangnya terdapat 1 (satu) pabrikan. Nilai pengadaan lebih besar dari Rp1. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6.3. di atas gagal. Untuk jenis barang yang dibutuhkan.

Pengadaan barang Produksi Dalam Negeri wajib dipergunakan tetap mengikuti ketentuan dalam angka 6. Dalam rangka memenuhi sebagian kebutuhan barang yang tidak mungkin dipenuhi dari sumber dalam negeri karena kapasitas produksi di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan pada suatu saat yang bersamaan.1. peserta pengadaan harus menyatakan capaian TKDN yang wajar berdasarkan perhitungan peserta pengadaan sendiri atau berdasarkan bukti sah yang dimiliki. Pada dasarnya pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan umum. dengan nilai lebih besar dari Rp1. apabila: 1. 29 .1. bab ini. kecuali untuk pengadaan tersebut pada angka 6. dan bukan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan.4.000.1. yang bukan merupakan hasil pemecahan paket kebutuhan. Pengadaan dengan nilai setinggi-tingginya Rp1. pada bab ini.4. atau 4. di atas.4. 6.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.4. TIDAK MEMPERHITUNGKAN PREFERENSI HARGA Pengadaan dilaksanakan tanpa memperhitungkan preferensi harga dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP).1.000.1.4. Dalam pelaksanaan pengadaan tersebut pada angka 6.4.3.000.000.4. 6.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (satu milyar rupiah) atau setinggitingginya US$100. Dalam pelaksanaan pengadaan tersebut pada angka 6.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) peserta pengadaan harus menyatakan capaian TKDN sesuai ketentuan pada angka 8.000. Peserta pengadaan harus mencantumkan pernyataan TKDN yang wajar berdasarkan perhitungan peserta pengadaan sendiri atau berdasarkan bukti sah yang dimiliki.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 6. 6.1.1. Diyakini di dalam negeri belum terdapat perusahaan yang memproduksi barang dengan spesifikasi dan standar kualitas teknis yang sesuai dengan kebutuhan.4. Pengadaan dilaksanakan langsung.000. atau dengan metode penunjukan 2.000. 6.2.4.4.1. atau 3.

3. dan dapat diikuti oleh Perusahaan Nasional: 1. perjanjian Konsorsium harus mencantumkan program alih teknologi dari anggota Konsorsium asing kepada Perusahaan Dalam Negeri anggota Konsorsium. Apabila kemampuan salah satu Perusahaan Dalam Negeri tidak mencukupi. Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Tata cara pemanfaatan jasa dalam negeri: Pengadaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri. tenaga kerja Indonesia. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri wajib mengerjakan minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak. 2.1.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. Perusahaan Dalam Negeri disarankan untuk membentuk Konsorsium dengan Perusahaan Dalam Negeri lainnya atau dengan Perusahaan Nasional. 4. 30 . 5.1. 6. Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Penyedia jasa dapat diwajibkan untuk bekerjasama dengan subkontraktor yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri dalam meningkatkan kapabilitas dan kapasitas sarana pengerjaan. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri dengan Perusahaan Nasional dapat bekerja sama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing. Penyedia jasa harus mengutamakan penggunaan subkontraktor yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri. baik dalam segi volume maupun kemampuan K3LL (HSE).1. 7. Minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan fisik Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. PEMANFAATAN JASA DALAM NEGERI 7. sarana pengerjaan di dalam negeri dan peralatan/barang Produksi Dalam Negeri.

000.000. 2.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100.000. Pelaksanaan Pengadaan Jasa Lainnya dan Jasa Pemborongan kecuali jasa konstruksi terintegrasi. dengan ketentuan: a.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. 7.000. Diikuti oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional yang bersedia memenuhi ketentuan pada angka 7.000. Kontraktor KKS wajib menggunakan persentase yang ditetapkan oleh BPMIGAS sebagai persyaratan minimal komitmen TKDN yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan. di atas.1. BPMIGAS dapat menetapkan besaran persentase persyaratan janji/komitmen pencapaian TKDN minimal yang lebih besar daripada 35% (tiga puluh lima persen).1. dilakukan sebagai berikut: 1. proses dilanjutkan dengan hanya mengikutsertakan Perusahaan Nasional. dengan nilai lebih besar dari Rp1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.1.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).1. Dalam hal tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mendaftarkan diri. 7. Peserta pengadaan harus mencantumkan pernyataan TKDN dalam penawaran yang disampaikan. b. Perusahaan Nasional wajib melaksanakan pekerjaan dengan nilai minimal 30% (tiga puluh persen) berdasar ukuran nilai Kontrak. 31 .000.3. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. Dalam pelaksanaan pengadaan jasa yang bernilai sampai dengan Rp1. Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing.000.2. evaluasi harga dilakukan dengan cara membandingkan harga penawaran dari peserta pengadaan tanpa memperhitungkan preferensi harga. Peserta pengadaan harus bersedia memberikan janji/ komitmen pencapaian TKDN atau TKDN gabungan minimal 35% (tiga puluh lima persen).000. Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Asing.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Peserta pengadaan harus bersedia memberikan janji/ komitmen bahwa minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan fisik berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan akan dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. di atas kurang dari persyaratan minimal.3. 5. 7.1.Buku Kedua .2. namun harus lebih tinggi atau sama dengan 30% (tiga puluh persen). Dalam hal proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah peserta pengadaan yang mendaftar dan menyanggupi untuk memenuhi persyaratan tersebut pada angka 7. Dalam hal proses pengadaan setelah perpanjangan masa pendaftaran mengalami kegagalan karena jumlah calon peserta yang mendaftar hanya 2 (dua) proses dilanjutkan dengan tata cara pemilihan langsung kepada calon peserta yang mendaftar. Peserta pengadaan harus bersedia memberikan janji/ komitmen bahwa minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak akan dilaksanakan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri. Dalam hal target pencapaian TKDN atau TKDN gabungan dipersyaratkan lebih tinggi dari pada 35% (tiga puluh lima persen) dan jumlah calon Penyedia barang/Jasa yang memenuhi persyaratan kurang dari 3 (tiga). 6. 4. maka dilakukan pengumuman bahwa masa pendaftaran diperpanjang dengan penambahan waktu minimal 5 (lima) hari kerja dengan target pencapaian TKDN atau TKDN gabungan ditetapkan menjadi minimal 30% (tiga puluh persen). 32 . maka dilakukan pengumuman bahwa masa pendaftaran diperpanjang dengan penambahan waktu minimal 5 (lima) hari kerja. Target pencapaian TKDN ditetapkan menjadi minimal sama dengan komitmen TKDN terendah yang masih mungkin dicapai oleh Penyedia Barang/Jasa.

33 . Peserta pengadaan dapat mengkompensasikan sebagian komitmen TKDN atau TKDN gabungan atau pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan/atau pelaksanaan Jasa Pengerjaan di wilayah negara Republik Indonesia dengan penggunaan dana pinjaman yang berasal dari Bank BUMN/BUMD untuk mendanai pelaksanaan pekerjaan. Jumlah dana tersebut dapat digunakan untuk mengkompensasi salah satu atau ketiga persyaratan sekaligus. Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan Jasa Pengerjaan di dalam wilayah negara Republik Indonesia dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. Besarnya penggunaan dana dari Bank BUMN/BUMD tersebut huruf a.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. d. 9. e. proses dilanjutkan dengan tata cara pemilihan langsung atau penunjukan langsung sesuai ketentuan dalam Bab XI angka 19. dilakukan pelelangan ulang dengan ketentuan: a. di atas.9. Penjumlahan TKDN atau TKDN gabungan dengan persentase penggunaan dana pinjaman dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 30% (tiga puluh persen) terhadap nilai Kontrak. di atas. Dalam hal proses pengadaan setelah perpanjangan masa pendaftaran mengalami kegagalan karena jumlah peserta yang mendaftar hanya 1 (satu) atau tidak ada yang mendaftar. di atas. Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. Dalam hal proses pelelangan ulang mengalami kegagalan karena jumlah peserta yang mendaftar tidak memenuhi persyaratan minimal atau penawaran yang masuk kurang dari ketentuan minimal. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 30% (tiga puluh persen) terhadap nilai Kontrak. b. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 50% (lima puluh persen) terhadap nilai Jasa Pengerjaan. di atas maksimal 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak. c.

sebagaimana diatur dalam angka 7. di atas.3.7. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 15% (lima belas persen) terhadap nilai Kontrak.3. Dapat dilakukan apabila: Tidak ada satupun warga negara Indonesia atau Perusahaan Dalam Negeri yang memiliki peralatan utama yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dimaksud. b. namun harus sama atau lebih besar dari 5% (lima persen) terhadap nilai Kontrak. • Penjumlahan persentase komitmen pencapaian TKDN dalam pernyataan tersebut di atas dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut di atas. • 34 .a.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 10. atau • Tidak ada fasilitas pengerjaan di Wilayah RI.7. atau • Tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mampu atau memiliki teknologi untuk mengerjakan pekerjaan terkait. dapat dilakukan perpanjangan masa pendaftaran pelelangan ulang dengan menurunkan persyaratan. atau • Barang kebutuhan utama yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dimaksud belum diproduksi di Indonesia. Pelaksanaan sebagai berikut: a. • Peserta pengadaan harus bersedia menggunakan dana yang berasal dari Bank BUMN/BUMD sebesar maksimal 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak.Buku Kedua . Persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan: • Komitmen pencapaian TKDN. di atas tidak mungkin dapat dipenuhi. • Tenaga kerja spesialis atau superspesialis yang dibutuhkan belum tersedia di Indonesia. Dalam hal proses pelelangan ulang mengalami kegagalan karena tidak ada peserta yang mendaftar dan diketahui secara luas bahwa ketentuan tersebut angka 7. komitmen pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan/atau komitmen pelaksanaan pekerjaan di wilayah negara Republik Indonesia dinyatakan oleh peserta pengadaan.1.1.

4.000. 2. BPMIGAS dapat menyatakan tidak setuju atas rencana tersebut dalam masa 5 (lima) hari kerja terhitung mulai 1 (satu) hari setelah diterimanya laporan.000. Pelaksanaan pengadaan jasa konstruksi dapat dilaksanakan secara terintegrasi yang mencakup kegiatan engineering procurement and construction (EPC) atau engineering procurement construction and installation (EPCI) atau dilaksanakan secara tidak terintegrasi.9.000. dilanjutkan dengan tata cara pemilihan langsung atau penunjukan langsung yang diatur dalam tata cara pelelangan umum bab XI angka 19. Dalam hal pelelangan ulang mengalami kegagalan.4. • Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan pekerjaan di wilayah negara Republik Indonesia tersebut huruf a.1.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.000. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 15% (lima belas persen) Jasa Pengerjaan.3.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp50.1.000. Dalam hal nilai perkiraan paket pengadaan lebih besar dari Rp50. di atas ke BPMIGAS.1.000. Pelaksanaan pengadaan jasa konstruksi: 1.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$5.000. di atas.6.9.000. dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf b.000.000. c.4.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) Kontraktor KKS harus terlebih dahulu melaporkan rencana tindakan tersebut pada angka 7. dilaksanakan sepenuhnya mengikuti • 35 .000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Evaluasi harga menggunakan tata cara perhitungan harga evaluasi harga evaluasi penawaran (HEP) dengan memperhitungkan preferensi harga berdasar janji/komitmen pencapaian TKDN dalam penawaran.1.000. dengan nilai lebih besar dari Rp1. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9. Pengadaan jasa konstruksi sebagaimana tersebut pada pada angka 7.10. 12.000. Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dalam pernyataan di atas dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut di atas. 11. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 15% (lima belas persen) terhadap nilai Kontrak.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

ketentuan tersebut pada angka 7.1.1. dan 7.1.3. di atas, kecuali: a. Diikuti oleh Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri dengan Perusahaan Nasional. b. Dalam hal Perusahaan Dalam Negeri melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional, maka Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai leader dari Konsorsium. c. Perusahaan Dalam Negeri wajib mengerjakan minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak. d. Dalam hal pada saat pendaftaran tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang menyatakan sanggup memenuhi ketentuan tersebut pada huruf c. di atas, maka minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak harus dikerjakan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri. e. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri dengan Perusahaan Nasional dapat mensubkontrakkan maksimal 50% (lima puluh persen) jasa pengerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak kepada Perusahaan Asing. Untuk pekerjaan konstruksi lepas pantai (offshore), Kontraktor KKS dapat mengijinkan pelaksanaan subkontrak kepada Perusahaan Asing dengan nilai maksimal 70% (tujuh puluh persen) dari nilai Kontrak. f. Dalam hal tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mendaftarkan diri, proses dilanjutkan dengan hanya mengikutsertakan Perusahaan Nasional. Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing, dengan ketentuan: • Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Asing, Perusahaan Nasional wajib melaksanakan pekerjaan dengan nilai minimal 30% (tiga puluh persen) berdasar ukuran nilai Kontrak.

36

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. 3. Pengadaan jasa konstruksi sebagaimana tersebut pada pada angka 7.1.4.1. dengan nilai lebih besar dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah) sampai dengan Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun rupiah) atau lebih besar dari US$5,000,000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$200,000,000.00 (dua ratus juta dolar Amerika Serikat) harus dilaksanakan sepenuhnya mengikuti ketentuan tersebut pada angka 7.1.1. dan 7.1.3. di atas, kecuali: a. Diikuti oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional. b. Untuk pekerjaan jasa konstruksi darat (onshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional. Dalam hal ini, Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium. c. Untuk pekerjaan jasa konstruksi lepas pantai (offshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Dalam hal ini, Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium. d. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri wajib mengerjakan minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak. Apabila pada saat pendaftaran tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri yang menyatakan sanggup memenuhi ketentuan tersebut, maka minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasarkan ukuran nilai Kontrak harus dikerjakan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau oleh Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri.

37

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

e. Dalam hal tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mendaftarkan diri, proses dilanjutkan dengan hanya mengikutsertakan Perusahaan Nasional. Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing, dengan ketentuan: • Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Asing, Perusahaan Nasional wajib melaksanakan pekerjaan dengan nilai minimal 30% (tiga puluh persen) berdasar ukuran nilai Kontrak. • Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. f. Pekerjaan dapat disubkontrakkan kepada Perusahaan Asing maksimal sebesar 50% (lima puluh persen) dari jumlah nilai Kontrak.

g. Minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan fisik pekerjaan berdasarkan ukuran nilai Kontrak harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. h. Dalam hal proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah peserta yang mendaftar kurang dari persyaratan minimal, maka proses selanjutnya mengikuti ketentuan tersebut pada angka 7.1.3.7. sampai dengan 7.1.3.10. di atas. i. Dalam hal peserta pengadaan tidak sanggup memenuhi persyaratan 7.1.4.3.e. sampai dengan 7.1.4.3.f. dan/atau fasilitas pengerjaan tidak tersedia atau tidak sepenuhnya tersedia di wilayah negara Republik Indonesia, maka peserta pengadaan selain mengikuti ketentuan tersebut pada 7.1.4.3.h. dapat memilih untuk menempuh tindakan berikut: • Bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk memperluas atau meningkatkan kapasitas yang tersedia di dalam wilayah Negara Republik Indonesia sehingga mampu digunakan untuk mengerjakan seluruh atau sebagian pekerjaan terkait; dan/atau

38

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

Membuat janji tertulis bahwa akan melaksanakan pengerjaan bagian pekerjaannya dari Kontrak lain dengan menggunakan fasilitas yang tersedia di wilayah Negara Republik Indonesia, baik yang merupakan bagian Kontrak dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia maupun bagian Kontrak dari negara lain, dengan nilai setara dengan bagian pekerjaan yang seharusnya dikerjakan di wilayah Negara Republik Indonesia namun tidak dapat dipenuhi. Pernyataan tersebut harus diperkuat dengan menunjukkan bukti kerjasama untuk menggunakan fasilitas pengerjaan Kontrak yang dimiliki oleh perusahaan di Indonesia serta disaksikan oleh instansi Pemerintah Republik Indonesia yang berwenang; dan/atau Ketentuan tersebut di atas wajib dituangkan sebagai persyaratan mutlak dalam Kontrak dan Kontraktor KKS berkewajiban memastikan bahwa ketentuan ini dipenuhi oleh penyedia jasa pelaksana Kontrak.

j.

Apabila Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan sampai dengan akhir masa Kontrak tidak mampu memenuhi kewajiban tersebut pada angka 7.1.4.3.i. di atas, maka: • Pembayaran tahap terakhir setara nilai kewajiban Penyedia Barang/Jasa yang tidak dapat dipenuhi dan setinggi-tingginya 5% (lima persen) dari nilai Jasa Pengerjaan ditahan sampai dengan terpenuhinya kewajiban tersebut, selama-lamanya 3 (tiga) tahun. Nilai pembayaran yang ditahan dapat dibayarkan secara bertahap setara dengan persentase pemenuhan kewajiban. Pembebanan biaya proyek menjadi biaya operasi berdasar Kontrak Kerja Sama ditangguhkan sampai dengan terpenuhinya kewajiban tersebut, selamalamanya 3 (tiga) tahun. Nilai pembebanan biaya yang ditahan adalah sebesar sisa nilai kewajiban Penyedia Barang/Jasa yang tidak dapat dipenuhi.

39

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

Apabila dalam waktu 3 (tiga) tahun, terhitung mulai dengan tanggal serah terima pekerjaan, janji tersebut tidak terlaksana, nilai pembayaran yang ditahan tidak dibayarkan dan dianggap lunas serta penyedia jasa pelaksana Kontrak dikenakan sanksi kategori hitam.

k.

Kontraktor KKS terlebih dahulu harus melaporkan rencana pelaksanaan ketentuan tersebut pada angka 7.1.3.9. dan/atau 7.1.4.3.i. untuk nilai paket lebih besar dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5,000,000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). BPMIGAS dapat menyatakan tidak setuju dalam masa 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari setelah penerimaan laporan.

4. Pengadaan jasa konstruksi sebagaimana tersebut pada pada angka 7.1.4.1. dengan nilai lebih besar dari Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun rupiah) atau lebih besar dari US$200,000,000.00 (dua ratus juta dolar Amerika Serikat) harus dilaksanakan mengikuti ketentuan pada angka 7.1.4.3 di atas, kecuali: a. Untuk pekerjaan jasa konstruksi darat (onshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium. b. Untuk pekerjaan jasa konstruksi lepas pantai (offshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Perusahaan yang bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium ditetapkan berdasar kesepakatan para anggota Konsorsium. c. Apabila Perusahaan Dalam Negeri bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium, dimungkinkan untuk diberikan preferensi status perusahaan sebagaimana diatur dalam angka 9.9. bab ini.

40

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

8. PERNYATAAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) 8.1. 8.1.1. PERNYATAAN TKDN BARANG: Dalam pelaksanaan pengadaan barang atau Jasa Pemborongan, apabila peserta pengadaan menawarkan barang dengan TKDN mencapai sama atau lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen), maka harus dibuktikan dengan: 1. Telah tercantum dalam Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN) yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi dengan TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih; atau 2. Sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian; atau 3. Telah tercantum dalam Daftar Inventarisasi Barang/Jasa Produksi Dalam Negeri yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian dengan TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih. 8.1.2. Ketentuan tersebut pada angka 8.1.1. di atas juga diberlakukan bagi peserta pengadaan barang wajib dipergunakan yang menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN 15% (lima belas persen) atau lebih. Ketentuan tersebut pada angka 8.1.1. di atas tidak berlaku bagi barang yang diyakini merupakan hasil alam atau produk pertanian/perkebunan/peternakan dari Indonesia. Dalam hal salah satu atau beberapa Penyedia Barang/Jasa atau calon peserta pengadaan menyatakan TKDN barang dengan persentase sama atau lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen), namun berbeda dengan yang tercantum dalam buku APDN, maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan harus dapat membuktikan persentase TKDN barang dengan sertifikat yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian. Data dalam sertifikat tersebut digunakan sebagai dasar penentuan TKDN dari barang yang ditawarkan atau diserahkan. Apabila peserta yang bersangkutan tidak dapat membuktikan, pernyataan TKDN terkait diabaikan.

8.1.3.

8.1.4.

41

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

8.1.5.

Bagi peserta yang menyatakan memiliki barang dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) namun sama atau lebih dari 10% (sepuluh persen), pada saat pendaftaran: 1. Peserta pabrikan wajib menyatakan jenis-jenis dan besaran komponen dalam negeri dari barang yang akan ditawarkan dan/atau menunjukkan telah tercantum dalam Daftar Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN) yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. 2. Peserta bukan pabrikan harus melampirkan surat penunjukan keagenan atau surat perjanjian kerjasama penjualan dari pabrikan dalam negeri.

8.1.6.

Bagi peserta yang menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan TKDN kurang dari 10% (sepuluh persen) harus menyatakan lokasi pembuatan dan komponen dalam negeri dalam pembuatan barang. PERNYATAAN TKDN JASA: Pada saat pendaftaran untuk mengikuti proses pengadaan dan dalam surat penawaran, peserta pengadaan menyatakan janji/komitmen untuk memenuhi pencapaian TKDN tertentu dalam pelaksanaan pekerjaan yang akan ditawarkan. Pernyataan TKDN pada surat penawaran harus dilengkapi dengan perincian TKDN pada setiap kelompok/bagian pekerjaan.

8.2.

8.3. PERNYATAAN TKDN PADA TAHAP PENDAFTARAN: 8.3.1. Dalam hal diketahui bahwa di dalam negeri telah terdapat perusahaan yang memproduksi barang yang dibutuhkan maka peserta pengadaan pada saat pendaftaran menyatakan bahwa telah memproduksi dan/atau akan menawarkan barang Produksi Dalam Negeri dan sanggup memenuhi persyaratan sebagaimana ditentukan pada angka 6. dan angka 8.1.1. dalam bab ini. 8.3.2. Apabila calon peserta pabrikan menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih namun belum terdaftar dalam Buku APDN, maka calon peserta harus membuktikan telah memiliki Surat Kemampuan Usaha Penunjang (SKUP) Migas yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. Kepemilikan SKUP Migas harus dapat dibuktikan paling lambat pada masa penilaian Prakualifikasi.

42

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

8.3.3.

8.3.4.

Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan secara pascakualifikasi, maka SKUP Migas harus dilampirkan sebagai bagian dari persyaratan administrasi dokumen penawaran harga. Ketentuan tersebut pada angka 8.3.2. di atas juga diberlakukan bagi peserta pengadaan barang wajib dipergunakan yang menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN 15% (lima belas persen) atau lebih namun belum terdaftar dalam Buku APDN. Penyedia jasa harus menyatakan secara tertulis kesanggupan memenuhi target minimal pencapaian TKDN jasa atau TKDN gabungan yang dipersyaratkan Kontraktor KKS, sebagaimana diatur dalam angka 7. pada bab ini. PERNYATAAN TKDN PADA TAHAP PENAWARAN: Peserta pengadaan menyatakan dalam penawarannya: 1. Persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa dalam penawaran teknis beserta rinciannya dan bukti-bukti yang mendukung sebagaimana diatur pada angka 8.1. dan 8.2. di atas; dan 2. Nilai serta persentase TKDN barang, dan/atau nilai serta persentase komitmen TKDN jasa beserta rinciannya dalam penawaran harga. Unsur nilai dalam formulir Perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (form SC-12 A/B/C) harus terdiri dari 2 (dua) komponen utama yang dipisahkan, yaitu: a. Komponen biaya, terdiri dari: • Komponen biaya langsung, meliputi biaya produksi langsung, biaya pemasangan barang pesanan dan biaya pelaksanaan pekerjaan langsung. Komponen biaya tidak langsung, meliputi biaya pengangkutan barang pesanan dari pabrik sampai dengan tempat penyerahan akhir, biaya lain-lain (overhead) yang berkaitan dengan penjualan barang atau pelaksanaan pekerjaan.

8.4. 8.4.1.

b. Komponen bukan biaya, meliputi keuntungan dan resiko yang diperhitungkan dalam penyerahan barang atau pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan.

43

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

3. Dalam hal peserta tidak menyatakan nilai komponen bukan biaya: a. Panitia Pengadaan melakukan Klarifikasi untuk menetapkan nilai komponen bukan biaya, minimal 8% (delapan persen) terhadap nilai komponen biaya yang dinyatakan dalam formulir SC-12 A/B/C. b. Nilai komponen bukan biaya hasil klarifikasi dikurangkan dari unsur komponen biaya. c. Panitia menghitung TKDN dan TKDN gabungan hasil klarifikasi berdasar komponen biaya langsung hasil klarifikasi. d. TKDN hasil klarifikasi dipergunakan sebagai dasar evaluasi penawaran harga dan dicantumkan dalam Kontrak. Kegiatan ini tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. 4. Pernyataan TKDN dalam penawaran teknis dan/atau penawaran harga minimal harus sama dengan persentase TKDN minimal yang dipersyaratkan sebagaimana diatur pada angka 6. atau pada angka 7. dalam bab ini. 5. Dalam hal sebagian komitmen pencapaian TKDN jasa atau komitmen pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau komitmen pelaksanaan Jasa Pengerjaan di wilayah Republik Indonesia diizinkan untuk dikompensasi dengan penggunaan dana Bank BUMN/BUMD, peserta harus menyerahkan Surat Keterangan persentase penggunaan dana dari bank bersangkutan sebagai kelengkapan penawaran teknis. 6. Dalam pengadaan Jasa Pemborongan: a. Persentase dan nilai komponen dalam negeri barang dan jasa harus dinyatakan secara terpisah. b. Apabila peserta pengadaan menyatakan TKDN kumpulan unsur barang mencapai 25% (dua puluh lima persen) atau lebih, harus dilengkapi dengan daftar jenisjenis barang yang TKDN-nya mencapai 25% (dua puluh lima persen) atau lebih. 7. Dalam hal pengadaan barang atau jasa dengan tata cara tidak memperhitungkan TKDN, Penyedia Barang/Jasa yang menawarkan barang atau jasa dalam negeri harus menyatakan dalam penawaran harganya: persentase dan nilai TKDN secara self assessment dalam batas kewajaran tanpa diharuskan mengisi formulir Penghitungan TKDN.

44

terdiri dari: a. 2.4. Dalam penawaran administratif dan teknis (sampul pertama) peserta menyatakan persentase TKDN barang atau pernyataan komitmen persentase TKDN jasa atau keduanya. harus dilengkapi dengan daftar/tabel perhitungan TKDN yang isi pada tiap jenis (item) berisi data-data yang harus ada. dilengkapi dengan pernyataan yang menjamin kebenaran perhitungan TKDN dan didukung dengan formulir isian menggunakan formulir SC-12.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. 45 .4.4.5. 8.2. Dalam hal jumlah jenis (item) barang dan/atau pekerjaan lebih dari 1 (satu). sama seperti pada formulir SC-12. atau pada pengadaan barang pesanan yang harus dipabrikasi terlebih dahulu atau pada pengadaan Jasa Pemborongan. maka angka yang tertera formulir perhitungan TKDN (Form SC12 A/B/C) atau daftar/table rinciannya digunakan sebagai dasar evaluasi. meliputi pengadaan barang berikut jasa perakitan dan/atau pemasangan. 8. 8. dilakukan koreksi aritmatik dengan ketentuan unsur-unsur biaya yang telah tercantum tidak boleh diubah. Dalam penawaran harga harus dicantumkan persentase TKDN dan nilai komponen dalam negeri. dilengkapi dengan perincian TKDN pada setiap kelompok/bagian pekerjaan.3. Apabila terdapat kesalahan penghitungan persentase TKDN atau penjumlahan nilai komponen biaya dalam rincian yang tercantum dalam formulir SC-12A atau SC-12B atau SC-12C. dilengkapi dengan perincian TKDN pada setiap jenis/kelompok/bagian pekerjaan. c. 8.4. b. Formulir SC-12A dipergunakan pada pengadaan barang yang akan diserahkan tanpa tambahan kegiatan jasa perakitan atau pemasangan di tempat penyerahan. Formulir SC-12C dipergunakan pada pengadaan gabungan barang dan jasa. Pernyataan TKDN ditandatangani oleh pimpinan Penyedia Barang/Jasa di atas meterai. Apabila terdapat perbedaan angka TKDN antara yang tercantum dalam surat penawaran dengan yang tertera dalam rincian. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap: 1.4. Formulir SC-12B pengadaan Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi.

dan pada dasarnya harus sama dengan yang dinyatakan dalam penawaran teknis.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.Buku Kedua . persentase TKDN yang dinyatakan dalam penawaran harga minimal harus sama dengan persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Peserta pengadaan bertanggungjawab penuh atas kebenaran pernyataan nilai TKDN yang dinyatakannya. 5. Pada sistim pemasukan penawaran 2 (dua) sampul. 4. persentase TKDN yang dinyatakan dalam penawaran harga minimal harus sama dengan persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. 8. 46 .5. dan apabila dilakukan negosiasi teknis minimal harus sama dengan hasil kesepakatan dalam negosiasi teknis. Pada proses negosiasi harga tidak diperbolehkan menurunkan persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa sebagaimana telah dinyatakan dalam penawaran. 8. Dalam negosiasi teknis tidak diperbolehkan menurunkan persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa sebagaimana telah dinyatakan dalam penawaran. Pada sistim pemasukan penawaran 2 (dua) tahap. dan pada dasarnya harus sama dengan yang dinyatakan dalam penawaran teknis.6.

1.1. bagi penawaran yang bersangkutan tidak diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN dan/atau preferensi status perusahaan.1.1. Barang/jasa dengan pencapaian TKDN kurang dari ketentuan tersebut. terhadap unsur jasa dalam negeri diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN setinggi-tingginya 7. 9. dihitung secara proporsional berdasar pencapaian TKDN.5. Preferensi harga digunakan sebagai salah satu unsur alat perbandingan harga penawaran pada tahap evaluasi harga.5.1. 9. 47 .5% (tujuh setengah persen) dihitung secara proporsional berdasar komitmen pencapaian TKDN.6. 9.1.1.3. terhadap barang/jasa Produksi Dalam Negeri diberikan preferensi harga. di atas.7. dan 9. PREFERENSI HARGA BERDASAR TKDN: Dalam rangka memberikan apresiasi. Dalam hal janji/komitmen TKDN jasa dikombinasikan dengan kompensasi berupa penggunaan dana dari Bank BUMN/BUMD. tidak diberikan preferensi harga berdasar TKDN. 9. terhadap unsur barang Produksi Dalam Negeri diberikan preferensi harga berdasar TKDN setinggi-tingginya 15% (lima belas persen).1.4.1. Dalam kegiatan pengadaan barang dan Jasa Pemborongan. 9. PREFERENSI HARGA 9. bagi penawaran yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi. 9. Dalam kegiatan pengadaan Jasa Pemborongan.6. Untuk pengadaan Jasa Pemborongan preferensi harga diperhitungkan bagi masing-masing unsur barang dan jasa mengacu pada ketentuan tersebut pada angka 9. 9.1.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. Preferensi harga diberikan apabila TKDN barang mencapai minimal 25% (dua puluh lima persen) atau janji/komitmen pencapaian TKDN jasa mencapai minimal 30% (tiga puluh persen).2.

disamping diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN sesuai ketentuan pada angka 9. serta c.2.2.5% (dua setengah persen). Pelaksana Kontrak adalah Perusahaan Dalam Negeri yang berKonsorsium dengan Perusahaan Nasional yang berstatus PMA dan/atau dengan Perusahaan Asing. 9. 48 .2.5.1.5 % (tujuh setengah persen).1.2. dan 9. atau 9. dan b. dan 9. 9.4. di atas tidak terpenuhi.5.2. Preferensi harga atas status perusahaan tidak diberikan apabila kondisi tersebut pada angka 9.1.3. Kondisi tersebut pada angka 9.1.1. Pelaksana Kontrak adalah Perusahaan Dalam Negeri tanpa melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional yang berstatus penanaman modal asing (PMA) dan/atau dengan Perusahaan Asing.2. dan b. PREFERENSI STATUS PERUSAHAAN: 9.2.2. 2. apabila: a. bagi Perusahaan Dalam Negeri disamping diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN sesuai ketentuan pada angka 9. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi dengan komitmen TKDN atau TKDN gabungan minimal 30%. Sebesar 5 % (lima persen). apabila: a.2.2. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan di wilayah Indonesia.1. Dalam kegiatan pengadaan barang. Sebesar 7. khususnya apabila peserta merupakan badan Konsorsium. 9. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan oleh Perusahaan Dalam Negeri.2.6.2.2.2.2. serta c. dan Perusahaan Dalam Negeri bertindak sebagai pemuka (leader) dalam Konsorsium. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan di wilayah Indonesia. Dalam kegiatan pengadaan Jasa Pemborongan.2. di atas. di atas. diberikan tambahan preferensi status Perusahaan Dalam Negeri: 1. diberikan tambahan preferensi status Perusahaan Dalam Negeri sebesar 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. harus dapat dibaca dan dinyatakan secara jelas pada tahap penilaian kualifikasi dan/atau dalam penawaran teknis. bagi peserta pabrikan yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen).Buku Kedua . Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan oleh Perusahaan Dalam Negeri.

Penyedia Barang/Jasa yang tidak dapat memenuhi komitmen pencapaian TKDN termasuk komitmen penggunaan dana dari bank BUMN/BUMD yang telah disepakati dalam kontrak. atau (PLK) yang mengakibatkan 10. di atas.3. Kontraktor KKS melaporkan secara tertulis pengadaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri kepada BPMIGAS dengan menggunakan formulir SC. PENGAWASAN PELAKSANAAN JASA PRODUKSI DALAM NEGERI PENGADAAN BARANG/ Kontraktor KKS melakukan pengawasan pada tahap pelaksanaan kontrak dengan cara memantau dan mendorong Penyedia Barang/Jasa untuk memenuhi kewajiban yang disepakati dalam Kontrak atas komitmen pencapaian TKDN.6.2. 10. 10.2.1. Alasan teknis lain yang telah disepakati oleh Kontraktor KKS dan BPMIGAS. kecuali kegagalan tersebut merupakan akibat dari: Perubahan lingkup kerja penurunan TKDN.07/SC.2.2. BPMIGAS secara rutin melakukan pengawasan atas realisasi pencapaian TKDN dalam kegiatan Pengadaan barang/jasa oleh Kontraktor KKS berdasarkan laporan sebagaimana disebutkan pada angka 10. dikenakan sanksi administrasi dan/atau sanksi finansial sebagaimana diatur dalam bab XIII angka 5.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 10.. 10.3.09 pada lampiran FL-007/ FL-009.2. 49 .1. 10.4. 10.

.

50 . keseimbangan hak dan kewajiban antara Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa serta pemberian kesempatan kepada Perusahaan Dalam Negeri untuk berpartisipasi. risiko terhadap operasi. kondisi pasar. penetapan sumber barang/jasa dan penetapan jenis Kontrak.Buku Kedua . Untuk melaksanakan pekerjaan dapat dipergunakan jenis Kontrak yang sesuai berdasarkan pertimbangan masa perjanjian. pengutamaan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. Penetapan strategi Kontrak antara lain mempertimbangkan nilai pemakaian barang/jasa yang dibutuhkan. cara pembayaran maupun berdasarkan bentuk perikatan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB IV STRATEGI PENGADAAN Strategi pengadaan barang/jasa dinyatakan dalam bentuk kebijakan penyusunan paket pekerjaan termasuk penetapan paket pengadaan. Dalam pembuatan Kontrak dapat menggabungkan beberapa bentuk Kontrak sesuai kebutuhan dengan pertimbangan efektifitas pencapaian target pekerjaan maupun demi pertimbangan efisiensi biaya.

Risiko bisnis.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. Pada tahap perencanaan pengadaan harus: 1. Optimasi pengadaan dengan menentukan strategi pengadaan antara lain: sewa. 2. Memperhitungkan faktor keekonomian dengan memperhatikan hal-hal dibawah ini: 1. Pelaksanaan penelitian (survey/assessment) dapat menggunakan konsultan peneliti (surveyor) independen yang memiliki keahlian untuk itu.5. kuantitas dan jangka waktu.4. 5.1. keselamatan kerja.1.1.1. Jenis Kontrak. 3. Melakukan upaya kerjasama pengembangan produksi barang kebutuhan Kontraktor KKS dengan pabrikan di dalam negeri atau pengembangan teknologi pengerjaan pekerjaan jasa dengan penyedia jasa di dalam negeri. target pencapaian TKDN dan jenis-jenis pekerjaan yang harus dikerjakan di dalam wilayah negara Republik Indonesia. kualitas. mengupahkan atau membangun sendiri. RENCANA PENGADAAN 1. 4. Mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi operasional. 1. 3. sewa beli. 4. berdasar hasil penelitian (survey/ assessment) tersebut pada angka 1 di atas.2. dan lindungan lingkungan (K3LL) yang berlaku di lingkungan kegiatan hulu minyak dan gas bumi. Dalam pelaksanaan jasa kontruksi terintegrasi (EPC atau EPCI).1. 1. menetapkan sejak tahap penyusunan desain awal (FEED) jenis barang/jasa yang harus dipenuhi dari sumber dalam negeri. 51 . beli.1. 1. Mempertimbangkan ketentuan kesehatan. Teknologi tepat guna dan efisien.3. 2. antara lain dengan cara: 1.Buku Kedua . Melakukan penelitian (survey/assessment) tentang jenisjenis barang/jasa yang mampu dipenuhi pabrikan dalam negeri atau oleh penyedia jasa di dalam negeri. Melaksanakan pengadaan suatu paket kebutuhan yang terdiri dari berbagai jenis barang mengikuti ketentuan yang ditetapkan dalam bab III angka 5. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta mengikutsertakan Perusahaan Dalam Negeri. Tata waktu proses pengadaan.

efektifitas dan efisiensi yang dikalkulasikan secara keahlian. atau 5. serta 3. misalnya pemisahan pekerjaan listrik. Merupakan pemberian kesempatan berusaha kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil setempat. Kebutuhan barang/jasa dari beberapa jenis kegiatan dan/atau dari beberapa Kontraktor KKS dapat digabungkan dalam 1 (satu) paket Pengadaan.1. Bukan merupakan usaha untuk menghindarkan kewajiban pemanfaatan produksi/kompetensi dalam negeri. dan 2. Pemecahan paket pekerjaan dalam rangka menghindari kewajiban melaksanakan pelelangan dan/atau menghindari batas kewenangan tidak dibenarkan. atau 6.1. atau 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Untuk memenuhi kebutuhan pengisian kembali persediaan. Bukan merupakan jenis pekerjaan yang menurut sifat pekerjaan dan besaran nilainya seharusnya dilakukan oleh usaha kecil termasuk koperasi kecil. Merupakan pemisahan beberapa pekerjaan jasa yang secara teknis dapat dipertanggung jawabkan. atau 3. 2. Dalam usaha menghidarkan penguasaan seluruh pekerjaan oleh satu Penyedia Barang/Jasa. Dalam upaya mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. atau 4.2. dengan syarat: 1. Merupakan bagian-bagian dari paket Pekerjaan Bersifat Kompleks yang dalam pelaksanaannya membutuhkan berbagai kualifikasi. PENYUSUNAN PAKET PEKERJAAN 2.1. mekanik dan sipil dalam suatu proyek. keekonomian.1. Dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis. dengan cara memisahkan paket barang/jasa Produksi Dalam Negeri dari paket pekerjaan utama. 2. Pemecahan paket pekerjaan ke dalam beberapa paket pengadaan diizinkan dalam hal: 1. 52 . Paket pekerjaan merupakan kebutuhan barang/jasa yang diperlukan oleh satu Kontraktor KKS untuk melaksanakan salah satu jenis kegiatan eksplorasi/produksi dan/atau kegiatan terkait lainnya.

dan 5.2. insurance and freight (CIF) terendah produk impor. atau 4.2. untuk: a. Pengadaan perangkat lunak teknologi informasi (information technology software) dapat dilakukan secara langsung kepada Perusahaan Asing di luar negeri. 53 . Kontraktor KKS harus mengikut sertakan Perusahaan Dalam Negeri dan mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri sebagaimana diatur dalam bab III. harga Produksi Dalam Negeri sebagai hasil penghitungan harga evaluasi (HE) berdasar preferensi TKDN masih lebih tinggi dibanding dengan harga cost. Pembayaran dapat dilakukan dari rekening bank yang berada di wilayah negara Republik Indonesia ke rekening bank di luar negeri.1. dan b.1. SUMBER LUAR NEGERI 3. dengan terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan BPMIGAS.Buku Kedua . 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. 3. di atas serta bab VI angka 5. SUMBER PENGADAAN 3.2. antara lain berdasar hasil uji kualitas dari badan penguji independen.1. sehingga sebagian kebutuhan barang harus dipenuhi dari sumber luar negeri. atau 2. 3. Kapasitas produksi di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan pada suatu saat yang bersamaan. Perusahaan Asing dapat diikut sertakan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa dengan mengikuti ketentuan dalam angka 3.3.5.2.5.4. atau 3. Barang/jasa yang terikat dengan persyaratan kepemilikan lisensi/hak kepemilikan/proprietary right. Standar kualitas Produksi Dalam Negeri tidak memenuhi persyaratan teknis minimal berdasarkan pengujian/ pembuktian secara teknis. Di dalam negeri tidak ada Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai agen atau perwakilan atau pemilik lisensi/ hak kepemilikan/proprietary right tidak bersedia menunjuk agen atau Perwakilan di Indonesia. SUMBER DALAM NEGERI Dalam pengadaan barang/jasa. Impor barang dimungkinkan apabila: 1. Belum diproduksi di dalam negeri. Dalam pelaksanaan evaluasi harga pada pelelangan ulang yang mengikut sertakan produk impor.1.2.3.4.

1. Kontrak Tahun Jamak 1.1.1. 2.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.2. 4. Kontrak Tunggal (Single Kontrak) 1. Masa berlaku Kontrak akan berakhir apabila waktu atau volume yang ditetapkan dalam Kontrak telah habis. Yaitu Kontrak pengadaan paket pemasokan barang atau pelaksanaan pekerjaan jasa yang merupakan satu kesatuan paket utuh dan tidak dapat dipisahkan. Masa berlaku Kontrak akan berakhir dalam periode tahun kalender. jumlah (volume) harus dipasok secara penuh sesuai yang tercantum dalam Kontrak.3. 4. dengan masa perpanjangan maksimal 2 (dua) tahun. 2. 3. Kontrak Tahun Tunggal 1. Yaitu Kontrak pengadaan paket pemasokan barang atau pelaksanaan pekerjaan jasa yang masa pelaksanaannya tidak melebihi 1 (satu) tahun kalender. 54 . Yaitu Kontrak pengadaan paket pemasokan barang atau pelaksanaan pekerjaan jasa. 2. yang masa pelaksanaannya melebihi 1 (satu) tahun anggaran. JENIS KONTRAK BERDASARKAN SIFAT/MASA PERJANJIAN: 4.1. JENIS DAN MASA BERLAKU KONTRAK 4. Pada akhir masa Kontrak dimungkinkan adanya sisa jumlah (volume) barang/jasa yang belum dipasok atau dikerjakan. 3. namun dimungkinkan untuk diserahkan secara bertahap (partial delivery). dengan jenis barang atau jasa yang pada dasarnya sama namun diserahkan atau dikerjakan secara bertahap atau terus menerus. Dimungkinkan untuk memperpanjang masa Kontrak sampai dengan jumlah (volume) barang/jasa yang tertera dalam Kontrak habis dimanfaatkan. Khusus untuk pengadaan barang. Masa pelaksanaan Kontrak dapat melebihi dari 1 (satu) tahun kalender.

Kontrak lumpsum adalah Kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan tertentu dalam waktu tertentu dengan jumlah harga pasti.1. 55 . 2. atau jenis dan volume keluarannya belum dapat ditentukan secara pasti. JENIS KONTRAK BERDASARKAN CARA PEMBAYARAN: 4.2. Kontrak persentase adalah perjanjian/Kontrak pelaksanaan jasa dimana Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan menerima imbalan berdasarkan persentase tertentu dari pekerjaan fisik.2. Tidak dimungkinkan adanya pengurangan atau penambahan volume pekerjaan. Kontrak terima jadi (turn key) adalah Kontrak Pengadaan barang/Jasa Pemborongan atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu dengan jumlah harga pasti dan tetap sampai seluruh konstruksi/ peralatan/ pabrik dan jaringan utama maupun penunjangnya dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan kriteria kinerja yang telah ditetapkan. 3. Kontrak berdasar harga satuan 1. Pengurangan atau penambahan volume pekerjaan dimungkinkan.Buku Kedua . Semua risiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan tersebut. Kontrak bersifat lumpsum 1. Kontrak Terima Jadi (Turn Key) a. sepanjang sesuai gambar dan spesifikasi sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Barang/Jasa. Kontrak harga satuan adalah Kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian pekerjaan dalam batas waktu tertentu berdasarkan harga satuan yang pasti atau berupa formula harga yang pasti untuk setiap satuan barang. b. b. Kontrak Lumpsum a. b. atau belum ada standar operasinya.2. peralatan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu. Kontrak Persentase a. Kontrak Harga Satuan a. 4. Kontrak ini digunakan untuk suatu pekerjaan konsultansi yang cara pelaksanaannya belum baku.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.2.

Penghargaan berupa suatu nilai tertentu yang dijanjikan apabila mencapai target keberhasilan yang disepakati dalam Kontrak. Kontrak Biaya Ditambah Insentif (Cost Plus Incentives) a. Umumnya suatu Kontrak biaya ditambah insentif (cost plus incentives) juga menerapkan sanksi/penalti apabila suatu target minimal tidak tercapai. d. ditambah dengan imbalan jasa (fee) yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. c. dimana jenisjenis pekerjaan dan volumenya belum diketahui dengan pasti. 3. Kontrak biaya ditambah imbalan jasa (cost plus fee) adalah Kontrak jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. peralatan atau pekerjaan yang dipesan dan telah diserah terimakan atau dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. Pembayaran didasarkan pada jumlah barang. Imbalan jasa (fee) dapat ditetapkan dalam bentuk nilai uang pasti atau berupa persentase tertentu terhadap nilai yang diperjanjikan. Kontrak biaya ditambah insentif (cost plus incentives) adalah Kontrak untuk pelaksanaan pekerjaan dengan menggunakan kriteria tertentu sebagai target keberhasilannya. Kontrak Biaya Ditambah Imbalan Jasa (Cost Plus Fee) a. Pembayaran dilakukan berdasarkan pengeluaran biaya nyata (at cost) yang dikeluarkan oleh Penyedia Barang/ Jasa yang meliputi pembelian bahan. Apabila diperlukan dapat ditetapkan jumlah barang/ peralatan atau volume pekerjaan yang masih bersifat perkiraan sementara. Pembayaran didasarkan pada biaya yang telah disetujui dalam Kontrak ditambah dengan penghargaan. 56 . b. b. c. 2. penyediaan peralatan dan/atau penyediaan tenaga kerja dan lainlain. Jumlah maksimum nilai Kontrak atau bagian dari Kontrak yang merupakan penjumlahan dari biaya nyata (cost) dengan imbalan jasa (fee) harus dicantumkan dalam Kontrak.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. c.

001 4. Kesepakatan untuk melakukan Kontrak bersama pada saat Kontrak sedang berlangsung hanya dapat dilaksanakan untuk memanfaatkan kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) dari Kontrak yang sedang berlangsung tanpa mengubah syaratsyarat dan ketentuan lainnya. Kesepakatan antar Kontraktor KKS atau antara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS dapat dilakukan pada awal Kontrak atau pada saat Kontrak sedang berlangsung.1. BPMIGAS dapat mewajibkan penerapan Kontrak pengadaan bersama (sharing contract) untuk jenis kegiatan atau pekerjaan tertentu. Beberapa Kontraktor KKS atau BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS membuat suatu perjanjian kerjasama yang memuat antara lain peran. termasuk menetapkan persyaratan dan kondisi Kontrak yang akan diterapkan.3.3. Kontrak Kemitraan atau Aliansi Strategis (Strategic Alliance) 1. Kontrak Pengadaan Bersama (Sharing Contract) 1.Buku Kedua . JENIS KONTRAK BERDASARKAN BENTUK PERIKATAN: 4. Dalam hal pemanfaatan waktu jeda dimungkinkan penambahan volume pekerjaan. setelah terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan para Kontraktor KKS terkait. 3. 57 .3.2. yang dituangkan dalam kesepakatan yang direncanakan sejak awal. dalam batas waktu tertentu.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. atau pemanfaatan suatu kontrak yang sedang berjalan di suatu Kontraktor KKS oleh Kontraktor KKS lainnya. Kontrak kemitraan atau aliansi strategis adalah Kontrak pengadaan barang/jasa antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan tertentu dalam rangka pencapaian sasaran. 4. kewajiban dan hak masingmasing Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS serta Kontraktor KKS yang bertindak sebagai pemuka (leader). 2. Kontrak pengadaan bersama (sharing contract) adalah Kontrak antara beberapa Kontraktor KKS atau Kontrak yang dilakukan oleh BPMIGAS sebagai koordinator beberapa Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan 1 (satu) atau beberapa pekerjaan.

Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. Penentuan harga yang disepakati dan sistim pembayaran menggunakan sistim Kontrak berdasar harga satuan. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. peralatan atau permesinan yang digunakan secara luas oleh beberapa Kontraktor KKS untuk mendapatkan harga yang paling efisien. dimana Penyedia Barang/Jasa harus menyediakan barang/jasa dalam jenis dan jumlah yang diminta sewaktu-waktu oleh Kontraktor KKS.003.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.3. namun pengguna barang/jasa hanya akan membayar sejumlah barang/jasa yang diminta/dipesan.002 4. Perjanjian harga (price agreement) adalah perjanjian dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai pabrikan (manufacturer) atau agen tunggal.3.4. Harga yang disepakati digunakan sebagai dasar pembuatan Kontrak pemesanan oleh Kontraktor KKS. 3.3. Kontrak kemitraan menganut prinsip pembagian keuntungan dan pembebanan risiko bersama. Perjanjian harga dapat diterapkan pada: a. 58 . Kontrak call off order adalah Kontrak pengadaan barang/ jasa untuk jangka waktu satu tahun atau lebih. Pada dasarnya daftar harga satuan harus berlaku untuk jangka waktu minimal 1 (satu) tahun. 2. yang dibuat berdasarkan harga satuan barang atau peralatan yang dikeluarkan resmi oleh pabrikan/prinsipal. Perjanjian Harga (Price Agreement) 1. 1. Perjanjian berlaku untuk suatu jangka waktu tertentu bagi 1 (satu) kelompok barang/jasa yang bersifat spesifik. 2. jujur. Pelaksanaan pengadaan menggunakan metoda penunjukan langsung. 4. adil berdasarkan kesepakatan yang ditetapkan dalam Kontrak. Harga satuan dapat direvisi apabila dapat dibuktikan bahwa perubahan harga berasal dari pabrikan/prinsipal. Dalam Kontrak dicantumkan perkiraan jumlah dan nilai pemesanan. Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call Off Order). Kontrak kesepakatan harga (frame contract) yang dilakukan oleh BPMIGAS dengan pabrik pembuat barang.

4. 3. 59 . Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/penggunaan yang sama. Pelaksanaan pengadaan dengan perjanjian harga tidak memerlukan Jaminan Penawaran dan Jaminan Pelaksanaan. 4.000. 3. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. Kontrak pembelian sukucadang dari peralatan atau permesinan induk yang sudah digunakan. c. Pelaksanaan pengadaan menggunakan metoda penunjukan langsung kepada agen tunggal sukucadang atau kepada penyedia barang yang ditunjuk oleh pabrikan peralatan tersebut. Diterapkan pada pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item).3.Buku Kedua . Penentuan harga yang disepakati dan sistim pembayaran menggunakan sistim Kontrak berdasar harga satuan.004. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. dengan tingkat pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekuensi pekerjaan tinggi. alat kesehatan).00 (sepuluh juta rupiah) atau US$1. Bagi barang/jasa tertentu (antara lain: drill bit.000. yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS.005.000. ukuran dan kemampuan dalam jangka waktu Kontrak tertentu. Perjanjian dengan beberapa Penyedia Barang/Jasa adalah suatu perikatan Kontrak harga satuan barang/jasa dengan lebih dari satu Penyedia Barang/Jasa dalam kurun waktu bersamaan untuk barang atau jasa yang sama/sejenis dalam hal spesifikasi.5. Harga satuan (unit price) tidak lebih dari Rp10. harga satuan dapat lebih besar dari ketentuan tersebut. Harga dapat berupa harga pasti atau berupa formula harga. 2. Kontrak jasa perbaikan dari peralatan atau permesinan induk yang sudah digunakan dan dapat dilakukan secara penunjukan langsung kepada penyedia jasa tunggal yang ditunjuk oleh pabrikan peralatan tersebut. Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (Multi Standing Agreement/MSA) 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa b.00 (seribu dolar Amerika Serikat).

tata cara pembayaran (terms of payment) serta kewajiban dan hak para pihak. Spesifikasi teknis yang tersebut dalam Kontrak bersifat tetap dan mengikat. 60 .3. dan f. dan d.00 (sepuluh milyar rupiah) atau akan lebih besar dari US$1. dan e.00 (satu juta dolar Amerika Serikat). 4.000. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) 1. Bukan merupakan jenis pekerjaan yang menurut sifat pekerjaan dan besaran nilainya seharusnya dilakukan oleh usaha kecil termasuk koperasi kecil. Yang diperlukan terus menerus oleh Kontraktor KKS atau minimal dibutuhkan oleh Kontraktor KKS pada 4 (empat) bulan dalam 1 (satu) tahun kalender. dan b. 2. terutama namun tidak terbatas pada tempat pelaksanaan.000. berlaku sama untuk semua Penyedia Barang/Jasa yang terikat dalam Kontrak.000. 3.000.000. Syarat dan kondisi (terms and conditions) Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract). dan c. Secara kumulatif nilai perkiraan pemakaian barang/jasa selama masa Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) akan lebih besar dari Rp10. Bukan merupakan usaha untuk menghindarkan kewajiban pemanfaatan produksi/kompetensi dalam negeri. Bukan merupakan barang standar atau barang/jasa spesifik.6. Spesifikasi teknis pokok yang ditawarkan oleh semua Penyedia Barang/Jasa pada dasarnya harus sama. Merupakan Kontrak kesepakatan dengan beberapa Penyedia Barang/Jasa untuk menyediakan barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS pada rentang waktu tertentu dengan spesifikasi teknis dan persyaratan Kontrak (terms & conditions) yang telah disepakati oleh Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa yang terikat dalam Kontrak. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) dapat diterapkan untuk pengadaan barang/jasa: a. Spesifikasi rincian termasuk merek barang dapat berbedabeda di antara Penyedia Barang/Jasa. Dapat dipenuhi dari atau oleh minimal 3 (tiga) sumber barang/jasa.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. kecuali dalam pelaksanaan pengadaan jasa tenaga kerja profesional.

11.000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). Kontraktor KKS meminta Penyedia Barang/Jasa yang terikat dalam Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) untuk mengajukan penawaran harga pada saat barang/jasa yang bersangkutan dibutuhkan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. Masa berlaku Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) paling lama adalah 5 (lima) tahun. 7. 10. Khusus untuk pengadaan jasa penyediaan tenaga kerja profesional. Kontrak berakhir apabila nilai perkiraan Kontrak telah habis atau masa Kontrak telah mencapai masa Kontrak yang ditetapkan dalam Kontrak. 12.000. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) dibuat berdasarkan hasil evaluasi teknis dari penawaran yang masuk. 9. Dalam Dokumen Pengadaan dicantumkan nilai perkiraan pemakaian barang/jasa selama masa berlakunya Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract). mengikuti ketentuan penawaran untuk Kontrak berdasar harga satuan. dalam penawaran harga dimungkinkan adanya penawaran tenaga kerja alternatif dari yang telah disepakati pada tahap kesepatan teknis. Penyedia Barang/Jasa wajib memasukkan penawaran harga.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$50. Dalam hal ini. 6. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi teknis mendahului evaluasi harga.Buku Kedua . Penyedia Barang/Jasa dengan harga terendah berdasar hasil evaluasi harga yang baku.000. Pemilihan Penyedia Barang/Jasa menggunakan metode Pelelangan Umum atau Pelelangan Terbatas. 61 . 8. Penyedia Barang/Jasa wajib menyerahkan jaminan penawaran untuk paket kebutuhan dengan nilai lebih besar dari Rp500. ditetapkan menjadi pemasok barang atau pelaksana pekerjaan jasa untuk paket yang dibutuhkan oleh Kontraktor KKS pada suatu waktu tertentu. Nilai yang sama dicantumkan dalam Kontrak. Minimal terdapat 3 (tiga) penawaran yang lulus evaluasi teknis. Pemasukan penawaran dari Penyedia Barang/Jasa menggunakan sistem 2 (dua) tahap.

Pelaksanaannya harus memperhatikan prinsip persaingan usaha yang sehat. Penentuan masa berlaku kontrak pada dasarnya disesuaikan dengan kebutuhan operasi dengan mempertimbangkan keekonomian.2. Amandemen perpanjangan harus dibuat sebelum masa Kontrak berakhir.4. 4.4. 15. Pemanfaatan sisa nilai Kontrak yang belum habis dimanfaatkan sedangkan masa berlaku Kontrak sesuai yang dinyatakan dalam Kontrak telah terlewati. 62 . sebagaimana diatur dalam bab XIII angka 4.5. Nilai Kontrak sesuai dengan yang dinyatakan dalam Kontrak telah habis dimanfaatkan. dapat diterapkan pada Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) hanya apabila terjadi perubahan rencana kerja yang signifikan.4. namun demikian harus tetap memperhatikan kesempatan berusaha bagi Penyedia Barang dan Jasa. 2. Masa Kontrak sesuai dengan yang dinyatakan dalam Kontrak telah terlewati. Masa berlaku Kontrak dapat diperpanjang dalam hal: 1.4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 13. 4. atau 2. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) dapat diterapkan sebagai Kontrak Bersama di antara beberapa Kontraktor KKS. 14. Ketentuan tentang penghentian Kontrak sebelum masa berlakunya habis.1. Kontrak akan dinyatakan habis masa berlakunya apabila: 1. 4. Kontrak dapat dihentikan sebelum masa berlakunya habis apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memasok barang atau gagal menyelesaikan pekerjaan jasa. 4.3. Pelaksanaan penambahan lingkup Kontrak.4.4. MASA BERLAKU KONTRAK 4.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB V PERENCANAAN 63 .

Kebutuhan barang/jasa tahun mendatang yang kegiatan pengadaannya dimulai atau dilakukan pada tahun atau beberapa tahun periode anggaran sebelumnya.1.000.1. pengadaan pada tahun yang Persentase TKDN dalam daftar rencana pengadaan merupakan perbandingan antara jumlah total nilai perkiraan penggunaan Produksi Dalam Negeri terhadap total nilai rencana pengadaan.3.4. harus dilengkapi dengan penjelasan penyebab penurunan tersebut.3. harus sudah dimasukkan dalam daftar rencana pengadaan tahun pertama Kontrak atau tahun sebelumnya.000. 1. 64 .2. Keseluruhan rencana bersangkutan. 1. baik Kontrak tunggal maupun Kontrak tahun jamak.3.Buku Kedua .000. Daftar rencana pengadaan pengadaan untuk: berisikan rencana kegiatan 1. Dalam hal revisi rencana pengadaan menyebabkan penurunan perkiraan persentase TKDN. 1. Setiap jenis (item) rencana pengadaan.000.000.2. Rencana pengadaan barang/jasa dengan jangka waktu kontrak lebih dari 1 (satu) tahun.3. Rencana pengadaan barang/jasa harus didasarkan pada rencana kerja dalam Plan Of Development (POD) dan/atau Work Program and Budget (WP&B) yang telah disetujui oleh BPMIGAS. dan 2. Kebutuhan barang/jasa tahun anggaran yang bersangkutan. Pada saat penyusunan WP&B. 1. RENCANA KERJA PENGADAAN 1. Kontraktor KKS menyusun daftar rencana pengadaan yang berisikan rencana kegiatan pengadaan yang bernilai lebih besar dari Rp50.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.3. Daftar rencana pengadaan juga mencantumkan perkiraan persentase TKDN dari: 1. Proses pengadaan dilakukan dengan menggunakan rencana kerja dalam WP&B yang telah disetujui oleh BPMIGAS sebagai acuan jenis kegiatan pengadaan.3. serta 2. 1. Daftar rencana pengadaan dimungkinkan untuk direvisi.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). 1.

1. mencakup: a. Syarat-syarat dan ketentuan dalam rangka mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. 5. 4. Kriteria dan tata cara evaluasi penawaran.1. Rencana pengadaan yang memerlukan persetujuan BPMIGAS. Metode pengadaan pengadaan tersebut. Skema pembayaran. Ringkasan strategi pengadaan meliputi: 1. Bilamana akan dilakukan pemilihan langsung atau penunjukan langsung harus dilengkapi dengan justifikasi berdasarkan ketentuan sebagaimana diatur dalam bab X angka 3 dan 4. Strategi. Formula penyesuaian harga (apabila ada).1. Ketentuan tentang cara pembayaran.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Sanksi dan penalti. 8. PENYAMPAIAN RENCANA PENGADAAN 2. 3. Rencana tata waktu proses pengadaan termasuk proses penilaian kualifikasi. 2. 2. 6.1. meliputi: a. disampaikan oleh Kontraktor KKS kepada BPMIGAS. 2. Lingkup kerja dan spesifikasi.1.1. b. Ketentuan tentang tata cara penyelesaian perselisihan. 7.1. Ketentuan untuk mewajibkan. 65 . dengan melampirkan dokumen sebagai berikut: Rencana kerja yang sesuai dengan WP&B yang telah disetujui. memaksimalkan atau memberdayakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. 2.3. 2.4. Hasil pembahasan aspek teknis lingkup kerja pengadaan dengan fungsi terkait BPMIGAS yang rincian aspek teknisnya belum disetujui dalam WP&B.5. c. serta alasan pemilihan metode 2. Syarat-syarat kualifikasi dan ketentuan peserta pengadaan. b. bentuk dan masa berlaku Kontrak. Ketentuan tentang kewajiban penyedia jasa untuk mengusulkan daftar pabrikan (manufacturers list) atau daftar sub kontraktor (sub contractors list).

khususnya untuk pekerjaan yang sangat kompleks. 2. di atas.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Metode penyusunan dan sumber data pendukung pembuatan Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/Owner’s Estimate (OE).3. dengan waktu tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari kalender.2.6. Kontraktor KKS dapat mengajukan permintaan 1 (satu) kali perpanjangan masa berlaku persetujuan dimaksud.1. Apabila diperlukan BPMIGAS dapat meminta salinan Instruksi Kepada Peserta Pengadaan (IKPP) dan konsep Kontrak.3. BPMIGAS dapat memberitahukan kepada Kontraktor KKS bahwa waktu penelitian memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu standar 10 (sepuluh) hari kerja.Buku Kedua . 2. 66 .3. Kontraktor KKS dapat melanjutkan proses pengadaan apabila setelah batas akhir waktu persetujuan sebagaimana diuraikan dalam nomor 2.7.1.2. 2. 2. Dalam keadaan tertentu. BPMIGAS tidak memberikan jawaban. maka Kontraktor KKS harus menyampaikan ulang rencana pengadaan tersebut. 2.3. sampai dengan 2. Persetujuan atas rencana pengadaan oleh BPMIGAS meliputi aspek-aspek yang tercantum pada angka 2. dokumen yang disampaikan tidak lengkap dan/atau tidak sesuai. 2. di atas. maka Kontraktor KKS harus menyampaikan ulang rencana pengadaan tersebut.4. 2. Persetujuan BPMIGAS berlaku untuk jangka waktu selama 60 (enam puluh) hari kalender terhitung setelah tanggal surat persetujuan tersebut.3.3.3. 2. Berdasarkan daftar isian tentang dokumen-dokumen yang diserahkan Kontraktor KKS. Apabila sampai dengan batas akhir masa 10 (sepuluh) hari kerja atau jumlah waktu lain yang diberitahukan oleh BPMIGAS. dengan ketentuan: 2.1. Apabila setelah masa perpanjangan terlewati dan proses pengadaan belum dilaksanakan serta Kontraktor KKS masih memerlukan pengadaan barang/jasa tersebut. BPMIGAS mencantumkan catatan status kelengkapan dokumen yang diterima.3.1.4. Waktu 10 (sepuluh) hari kerja tersebut tidak termasuk waktu yang diperlukan oleh Kontraktor KKS untuk melengkapi permintaan penjelasan tambahan dari BPMIGAS.1. 2.4. BPMIGAS harus sudah menyampaikan persetujuan atau penolakannya paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja terhitung sejak tanggal penerimaan dokumen secara lengkap yang dinyatakan oleh BPMIGAS.5.

Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Penyedia Barang/Jasa atau penerima kuasa dalam pelaksanaan Swakelola. 67 . Fungsi Pengelola Pengadaan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB VI PELAKU PENGADAAN BARANG/ JASA Pelaku proses pengadaan barang/jasa adalah Pejabat Berwenang. Pengguna Barang/Jasa.

1. 68 . 1.1. 1. Memastikan ketersediaan Anggaran. 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.3.3.2.3. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri.1. TUGAS DAN WEWENANG PEJABAT BERWENANG Menyetujui/menetapkan/mengesahkan rencana dan jadwal pelaksanaan proyek/kegiatan pada tahun anggaran yang bersangkutan. serta menetapkan dan memutuskan pemenang proses pengadaan.Buku Kedua . 1.2.7.4.6. rujukan dan 1.3. PEJABAT BERWENANG 1. Harus menandatangani dan/atau mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS. 1. mengesahkan HPS/OE. 1.3. 1. 1. Menyetujui/menetapkan/mengesahkan persyaratan pengadaan. Memberikan kesempatan berusaha bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil.2.1.3. TANGGUNGJAWAB Bertanggungjawab atas terselenggaranya pengadaan barang/ jasa sesuai dengan prinsip dasar dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. Menunjuk/menugaskan Panitia Pengadaan/Tim Internal. Melakukan usaha-usaha untuk mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri dalam kegiatan pengadaan barang/jasa. 1.2.2. 1.1. 1. Menyetujui/menetapkan/mengesahkan paket-paket barang/jasa yang akan dilaksanakan pengadaannya.1. kriteria.3.1.3.3. Harus mematuhi prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. menetapkan strategi dan metoda pengadaan.5. PERSYARATAN PEJABAT BERWENANG Mempunyai kemampuan untuk melaksanakan salah satu atau lebih dari satu fungsi untuk menetapkan paket dan lingkup pekerjaan. 1.3.2.1.

Menyetujui pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa berdasarkan Kontrak atau kepada penerima kuasa swakelola.3. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan/ penyelesaian pengadaan barang/jasa kepada BPMIGAS sebagaimana diatur dalam bab XV. Menjadi anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal untuk lingkup pekerjaan dalam hal pejabat yang bersangkutan memiliki kewenangan untuk menetapkan Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau memiliki kewenangan untuk menetapkan/menunjuk pemenang pengadaan.17.1. persyaratan atau prosedur pengadaan yang mengarah untuk memberikan keuntungan tertentu kepada 1 (satu) calon Penyedia Barang/Jasa dan/atau pihak tertentu. 1. Menetapkan pemenang pengadaan barang/jasa. Memberikan sanksi kepada Penyedia Barang/Jasa sesuai ketentuan yang berlaku.4.14.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.8. Menyerahkan aset proyek yang telah selesai dikerjakan berikut dokumen pendukungnya baik secara langsung ataupun melalui pejabat yang diberi pelimpahan wewenang. 1.3. 1. jadwal. dan/atau melakukan tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest). 1.9.11.3. Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak.10. 1.3.3.3. kepada fungsi pengguna. lokasi pengadaan dan cara pelaksanaan pengadaan.3. 1.18.3. Menyetujui/menetapkan/mengesahkan Harga Perhitungan Sendiri/Owner Estimate (HPS/OE).4.13. Menunjuk pemenang pengadaan barang/jasa.4.2. 2. kepada penerima 1.3. kriteria. 1. LARANGAN: Pejabat Berwenang dilarang: Menetapkan spesifikasi barang/jasa. 1. Menetapkan besaran uang muka. 1.12. 1.15. Mengesahkan Kontrak atau surat kuasa kuasa swakelola. 1. 1.16.3. Menjawab dan memberikan tanggapan atas sanggahan banding dari peserta pengadaan. 69 .3.

2.3.3. Mengajukan permintaan proses pengadaan paket-paket barang/ jasa yang diperlukan.3. Menetapkan rencana kebutuhan dan jadwal kebutuhan barang/jasa berdasar rencana proyek atau kegiatan pada tahun anggaran yang bersangkutan dan tahun-tahun berikutnya.3. Menyusun rencana kriteria. mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan Kontrak. Menggunakan aset yang telah diserah terimakan atau jasa yang telah disediakan oleh Penyedia Barang/Jasa secara efektif dan efisien.1. 2.6. 2.3.4.7. 2.2.2. Bertanggungjawab atas perencanaan kebutuhan.3.2. TUGAS DAN WEWENANG 2.2.5. TANGGUNGJAWAB 2. 2. 2. 70 .1. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. Menandatangani dan mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS. Melakukan usaha-usaha untuk mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. Mengendalikan.2. 2. 2.2.3. pengelolaan dan pemanfaatan barang/ jasa secara efektif dan efisien sesuai dengan prinsip dasar dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.3.1. PENGGUNA BARANG/JASA 2. PERSYARATAN 2.3.1. rujukan dan persyaratan pengadaan. 2. 2.Buku Kedua . Mematuhi prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. Menyusun Harga Perhitungan Sendiri/Owner Estimate (HPS/OE).1.1.

1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Menetapkan spesifikasi barang/jasa. Menetapkan spesifikasi barang/jasa. LARANGAN : Pengguna Barang/Jasa dilarang: 2. 2. Mempengaruhi jalannya proses pengadaan baik di dalam maupun di luar lingkup organisasi Kontraktor KKS yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest).2.4. kriteria dan persyaratan dalam Dokumen Pengadaan yang mengarah untuk memberikan keuntungan tertentu kepada 1 (satu) calon Penyedia Barang/Jasa dan/atau pihak tertentu. 2.3.4. 71 .4. kriteria dan persyaratan dalam Dokumen Pengadaan yang mengarah kepada upaya menghindarkan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. dan/atau melakukan tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest).4.

3. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. 3. PERSYARATAN 3.1.1. 3. 3.3. organisasi pengelola pengadaan tidak boleh berada di dalam lingkup organisasi pengguna barang/jasa. 3. 3. perencanaan strategi serta pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara efektif dan efisien. Menyiapkan Dokumen Pengadaan termasuk kriteria pengadaan dan persyaratan pengadaan berdasarkan masukan dari Pengguna Barang/Jasa dan peraturan/ ketentuan terkait.5.2.1. Mengelola data spesifikasi barang/jasa sebagai salah satu acuan dalam menyusun kebutuhan barang/jasa. 72 . Memahami situasi dan kondisi pasar barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan. 3.3. Menyiapkan dan mengirimkan laporan Pengadaan sesuai ketentuan.3.3. Mengelola data sebagai salah satu acuan dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri/Owner Estimate (HPS/OE). Mengelola administrasi Kontrak.3. TUGAS DAN WEWENANG 3.3. serta pengadministrasian Kontrak.4.1.1.3.2. Menandatangani dan mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masingmasing Kontraktor KKS. LARANGAN: Pengelola Pengadaan dilarang mempengaruhi jalannya proses pengadaan baik di dalam maupun di luar lingkup organisasi Kontraktor KKS yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest).Buku Kedua .2.3. TANGGUNGJAWAB 3. 3.2. Bertanggungjawab atas perencanaan dan proses pencarian sumber barang/jasa (sourcing).2.4. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. 3.2. 3. Bagi Kontraktor KKS dalam tahap berproduksi. Mampu merencanakan strategi dan menguasai tata cara pengadaan barang/jasa.5.1. PENGELOLA PENGADAAN 3.1. Menyusun rencana pengadaan barang/jasa berdasar kebutuhan dari Pengguna Barang/Jasa atau berdasarkan kegiatan pada tahun anggaran yang bersangkutan dan/atau tahun-tahun berikutnya.1.6.1.3. 3.4. 3. Mematuhi prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai.

Ketua. sekretaris dan anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal: 1. PERSYARATAN Mematuhi suplai. Ketua dan sekretaris harus berkewarganegaraan Indonesia.1.1.3.1. c. Hubungan keluarga semenda adalah hubungan kekerabatan langsung sebagai akibat terjadinya perkawinan.5. 4.4. isteri. Status dan hubungan kerja ketua. Kontraktor KKS dalam tahap berproduksi: a. 4.1.1. prinsip dasar dan etika bisnis pengelolaan rantai Memahami seluruh pekerjaan dan menguasai pedoman tata kerja pengadaan barang/jasa berikut isi Dokumen Pengadaan. • Telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pelatihan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. dan Memiliki sertifikat pengadaan industri perminyakan di Indonesia yang diterbitkan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pendidikan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. d. sekretaris dan anggota harus berstatus pekerja waktu tidak tertentu (PWTT). PANITIA PENGADAAN/TIM INTERNAL 4. yaitu hubungan keluarga antara suami.1. 4. Menandatangani dan/atau mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masingmasing Kontraktor KKS. Anggota dapat dijabat oleh pekerja berkewarganegaraan asing. Ketua. anak dan menantu. 4.1. Tidak mempunyai hubungan keluarga semenda dengan Pejabat Berwenang. 4. b. Ketua atau wakil ketua bukan berasal dari dalam organisasi pengguna barang/jasa.2. sekretaris dan anggota lain harus: • 73 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.

Buku Kedua . maka anggota Pantia Pengadaan. Ketua harus berstatus pekerja waktu tidak tertentu (PWTT) dan dapat dijabat oleh pekerja berkewarganegaraan asing. 3.6. anggota Panitia Pengadaan untuk satu paket pengadaan tertentu sedapat mungkin bersifat tetap. Fungsi keuangan. 2. dapat berstatus pekerja Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. Sekretaris dan anggota harus berkewarganegaraan Indonesia dan dapat berstatus pekerja waktu tidak tertentu (PWTT) atau pekerja waktu tertentu (PWT) dari Kontraktor KKS yang bersangkutan. d. Panitia Pengadaan terdiri dari sekurang-kurangnya orang anggota tetap dan harus gasal. 3.1. terdiri dari: 1. Dalam hal Kontraktor KKS menunjuk suatu Penyedia Barang/Jasa sebagai pengelola kegiatan pengadaan barang/jasa. Kontraktor KKS dalam tahap eksplorasi: a. b. Fungsi lainnya sesuai kebutuhan. berasal dari fungsi pengelola pengadaan. Sekretaris merangkap sebagai anggota. 4. 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota. Anggota dari fungsi hukum. 2. Untuk menjaga kesinambungan dan kelancaran proses. 5 (lima) • 4. dan Memiliki sertifikat pengadaan industri perminyakan di Indonesia yang diterbitkan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pendidikan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. 74 . ditambah minimal 1 (satu) anggota dari: 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. c. Anggota dari fungsi perencana pekerjaan. kecuali Ketua dan Sekretaris. termasuk ketua dan sekretaris harus: • Telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pelatihan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. Fungsi pengguna. Ketua merangkap sebagai anggota.

7. Pemilihan Penyedia Barang/Jasa sampai dengan nilai sebesarbesarnya Rp1.8.10. TUGAS POKOK Menyiapkan Dokumen Pengadaan. dokumen penilaian kualifikasi termasuk kriteria dan tata cara penilaian penawaran. Apabila diperlukan Panitia Pengadaan dapat dilengkapi dengan 1 (satu) orang Wakil Ketua yang bertugas menjalankan fungsi Ketua dalam hal Ketua berhalangan secara tidak tetap. penunjukan langsung dan metoda pengadaan lainnya.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal bertanggungjawab kepada Pejabat Berwenang. 4.1. Menyusun jadwal dan cara pelaksanaan serta menentukan tempat pelaksanaan pengadaan.2.1. Memastikan kewajaran dan keabsahan HPS/OE.1. Tim Internal beranggotakan pekerja fungsi pengelola pengadaan yang berjumlah sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang dan harus gasal.3. 4.000. 75 . pemilihan langsung. Apabila diperlukan Panitia Pengadaan dapat dibantu oleh pekerja ahli yang bukan anggota untuk melakukan evaluasi aspek teknis maupun aspek lainnya.000. 4.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.9. 4. 4.1. 4.4.3. 4. 4.1. 4. 4.2. 4. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. TANGGUNG JAWAB Panitia Pengadaan/Tim Internal bertanggungjawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa melalui pelelangan.3.000. Panitia Pengadaan dapat dilengkapi dengan Sub Panitia Administrasi yang bertugas mewakili Panitia Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan yang bersifat administrasi. Apabila diperlukan.2.00 (satu milyar rupiah) atau US$100.2.3. 4. berdasarkan pertimbangan jumlah beban pekerjaan.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) dapat dilakukan oleh Tim Internal di dalam fungsi pengelola pengadaan yang tanggungjawab dan tugas pokoknya sama seperti Panitia Pengadaan.2.2.3.3.

4. Mengumumkan pelelangan melalui papan pengumuman resmi Kontraktor KKS. mengadakan Klarifikasi. Menyusun daftar Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi syarat kualifikasi dan klasifikasi (bidang dan sub bidang usaha) untuk diundang mengikuti pengadaan. 4. Melakukan evaluasi atas penawaran yang masuk. cara penyampaian penawaran dan tata cara evaluasinya.4.7. 4.5. negosiasi dan menetapkan urutan calon pemenang dan membuat berita acara evaluasi pengadaan.3.3. 4.12. LARANGAN: Panitia Pengadaan/Tim Internal dilarang melaksanakan proses pengadaan atau menjalankan prosedur pengadaan yang mengarah untuk memberikan keuntungan tertentu kepada 1 (satu) calon Penyedia Barang/Jasa dan/atau pihak tertentu.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.5.Buku Kedua .3.10. 4. 76 . dan/atau melakukan tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of I nterest).11. Membuka dokumen penawaran dan membuat berita acara pembukaan penawaran serta mengumumkan dan/atau memberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa yang tidak lulus/gugur/diskualifikasi. MASA TUGAS Masa tugas Panitia Pengadaan/Tim Internal berakhir sesuai masa penugasan. 4. Membuat laporan proses dan hasil pengadaan kepada Pejabat Berwenang. dan/atau media cetak serta jika memungkinkan melalui media elektronik. 4.3.3. Memberikan penjelasan serta membuat berita acara pemberian penjelasan mengenai isi dokumen Instruksi Kepada Peserta Pengadaan (IKPP) termasuk syarat-syarat penawaran.4.6. Menjawab protes dan sanggahan Penyedia Barang/Jasa. 4. Mengusulkan calon pemenang lelang/pemilihan langsung/ penunjukan langsung kepada Pejabat Berwenang. Melaksanakan dan mengesahkan hasil penilaian kualifikasi secara adil dan transparan. 4. Mengumumkan pemenang yang telah ditetapkan oleh Pejabat Berwenang.3. 4. serta mendorong terjadinya persaingan sehat.9. 4.8.3.13.3.3.3.

00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih dari US$250. GOLONGAN PENYEDIA BARANG/JASA 5. yaitu perusahaan atau koperasi yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a. dan d. dan b.000.000. Jasa Konsultansi atau Jasa Lainnya. Usaha menengah.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).000. PENYEDIA BARANG/JASA 5. Memiliki kekayaan bersih maksimal Rp500. dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar.000.000. Penyedia barang. Didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia dengan kegiatan ekonomi di dalam wilayah negara Republik Indonesia. Dimiliki oleh warga negara Indonesia atau dimiliki oleh badan hukum Indonesia.1. Usaha kecil termasuk koperasi kecil.00 (lima ratus juta rupiah).000.000.500. bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.1. penyedia Jasa Lainnya dan penyedia Jasa Konsultansi digolongkan ke dalam 4 (empat) kelompok: 1. Koperasi kecil dengan unit usaha Jasa Pemborongan.000. pengadaan barang.000.1.00 (sepuluh milyar rupiah).00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) atau sampai dengan maksimal US$5.000. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. dan c.000.500.000.00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan maksimal Rp10. dan 77 .00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan maksimal Rp50.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau US$250. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan tahun sebelumnya paling banyak Rp2. Berdiri sendiri.000. penyedia Jasa Pemborongan. yaitu perusahaan atau koperasi yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a. atau e.000. 2. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500. dan c.000.000. Didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia dengan kegiatan ekonomi di dalam wilayah negara Republik Indonesia.000. Dimiliki oleh warga negara Indonesia atau dimiliki oleh badan hukum Indonesia. dan b.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). atau memiliki hasil penjualan tahun sebelumnya lebih dari Rp2.000.

78 .1. Jasa Konsultansi atau Jasa Lainnya.3. pengadaan barang. di atas serta mempunyai unit usaha Jasa Pemborongan. 5.000.1. 4. usaha patungan. Usaha besar. Memiliki kekayaan bersih lebih besar dari Rp10. dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha kecil atau usaha besar. Apabila Penyedia Barang/Jasa memiliki nilai kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan yang memenuhi syarat untuk 2 (dua) golongan yang berbeda. Perusahaan Asing yang merupakan mitra Perusahaan Dalam Negeri dalam perikatan Konsorsium atau sub kontraktor dari Perusahaan Dalam Negeri atau bertindak sebagai prinsipal dalam pengadaan barang.00 (sepuluh milyar rupiah).000. 5.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa d. dan usaha asing yang melakukan kegiatan ekonomi di dalam wilayah negara Republik Indonesia. dan b.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. Koperasi yang mempunyai unit usaha Jasa Pemborongan.Buku Kedua .000. Jasa Konsultansi atau Jasa Lainnya.000. yaitu perusahaan atau koperasi yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a.000.1. Koperasi yang memenuhi kriteria angka 5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). atau e. atau c. pengadaan barang. atau memiliki hasil penjualan tahun sebelumnya lebih besar dari Rp50. bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki. maka golongan yang lebih tinggi ditetapkan sebagai golongan dari Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Golongan dari peserta pengadaan berbentuk Konsorsium ditentukan berdasar hasil penjumlahan kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan seluruh anggota Konsorsium. d. Didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia. Usaha besar meliputi badan usaha nasional milik negara atau swasta.2. huruf a. 3.000.000. Berdiri sendiri. dan b.3.1.

000. bukti kepemilikan peralatan dan fasilitas penunjang usaha terkait.2.000. Dalam hal peserta berbentuk Konsorsium.3. 2.000. antara lain: bukti pengalaman usaha.3.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). BATAS NILAI PEKERJAAN/KEGIATAN PENYEDIA BARANG/ JASA Batas nilai pekerjaan/kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa sesuai dengan golongannya: 5.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). 4. 5. 5. bukti afiliasi dagang/usaha.000. PQ-003. 2. salah satu anggota Konsorsium harus memiliki sub bidang usaha yang sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam pengumuman.500.2.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). Penyedia barang.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$250.2. 5. sub bidang pekerjaan di lingkungan Kontraktor KKS ditetapkan sebagaimana tercantum pada Lampiran No.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$250.000. Pada tahap proses kualifikasi. Usaha kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.500.000. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1. Pengadaan Barang: 1.1. Penyedia Jasa Pemborongan.000. 3.00 (satu milyar rupiah) atau US$100. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp2.000.000.000. 79 .1.000. Ketentuan ini tidak diberlakukan dalam pengadaan barang wajib dipergunakan.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$100.2.000. Data-data dimaksud diteliti dan dinilai kebenarannya oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal pada tahap penilaian kualifikasi.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp2. Penyedia Jasa Lainnya. Penyedia Jasa Konsultansi. Dalam rangka penyederhanaan proses serta penyeragaman. Penyedia Jasa Konstruksi.3.000.000. 3. 5.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. BIDANG PEKERJAAN PENYEDIA BARANG/JASA 5. Penyedia Barang/Jasa menyatakan sub bidang usahanya menurut kompetensi dasar/spesialisasi yang dimilikinya dengan melampirkan data-data pendukung. Bidang pekerjaan bagi Penyedia Barang/Jasa meliputi: 1.

00 (dua puluh lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.000. a. Dalam hal nilai Kontrak lebih besar dari Rp20.Buku Kedua .000.00 (lima milyar rupiah). Perusahaan asing dapat mengikuti kegiatan Pengadaan barang impor dengan nilai lebih besar dari Rp25.500. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp5.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5.00 (dua juta lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). b. dengan kewajiban bekerjasama dalam bentuk keagenan dengan Perusahaan Dalam Negeri atau merupakan mitra Konsorsium.00 (dua juta dolar Amerika Serikat) wajib bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil. 80 .000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). Usaha kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.000.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000.000.000.3.00 (satu milyar rupiah) atau US$100.000.000.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1. 2.000. Untuk nilai lebih besar dari Rp50.000.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).000.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.000.000. Jasa Pemborongan: 1.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat): • Perusahaan Dalam Negeri dan/atau Perusahaan Nasional harus bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah dengan cara mensubkontrakkan sebagian pekerjaan.000. atau antara US$100.000.000.000.000.000. Bentuk kerjasama tersebut harus dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak. Persyaratan ini harus dinyatakan dalam Kontrak.000.000.2.000. 3.000.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$500.000. 5.

Kerjasama dengan usaha kecil.000. Persyaratan ini harus dinyatakan dalam Kontrak. Untuk pekerjaan dengan nilai lebih besar dari Rp5.000.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5. 2.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$500.000.000. 5. 81 .00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. atau antara US$100. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1.00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 • Perusahaan Dalam Negeri dapat bekerjasama dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). 4.000.000.000.000.1.000. Dalam hal nilai Kontrak lebih besar dari Rp20.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).3.4. 5.000.000. Jasa Konstruksi: 1.000.000.000.000. Usaha kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1. mengikuti ketentuan pada Bab III angka 7.000. 3. usaha menengah atau Perusahaan Asing wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak.000. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknologi sangat canggih (sophisticated) dikecualikan dari ketentuan tentang keharusan bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah.000. • c.3.00 (lima milyar rupiah).000.00 (satu milyar rupiah) atau US$100.000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat) Penyedia Barang/Jasa wajib bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil. Perusahaan Dalam Negeri dapat bekerjasama dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp5.000.000.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6.000. usaha menengah atau Perusahaan Asing wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak.000.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.000.000.00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2.000. Persyaratan ini harus dinyatakan dalam Kontrak. Untuk nilai lebih besar dari Rp50.00 (satu milyar rupiah) atau US$100. 7.000.Buku Kedua .000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$500.000. 8.000.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp5. 3.000. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknologi sangat canggih (sophisticated) dikecualikan dari ketentuan tentang keharusan bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah. 82 .000. 5.000.000. a.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000.00 (lima milyar rupiah).000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.000.4.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).3. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1. Penyedia Barang/Jasa harus bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah dengan cara mensub-kontrakkan sebagian pekerjaan.000.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5. 2.000. atau antara US$100. Kerjasama dengan usaha kecil.000.000.000. Usaha kecil termasuk koperasi kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.00 (dua juta dolar Amerika Serikat) wajib bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil. Dalam hal nilai Kontrak lebih besar dari Rp20. Jasa Lainnya: 1.000.000.

000. 3.00 (limapuluh ribu dolar Amerika Serikat).000.00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp2.000.000.000.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau US$50.000.500. Usaha kecil termasuk koperasi kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan yang bernilai sampai dengan Rp500. • • c.000.500. 2.3. usaha menengah atau Perusahaan Asing wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak.00 (dua milyar limaratus juta rupiah) atau US$250.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). Perusahaan Dalam Negeri dan/atau Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan.000.000.000. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp2. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknologi sangat canggih (sophisticated) dikecualikan dari ketentuan tentang keharusan bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat): • Perusahaan Dalam Negeri dan/atau Perusahaan Nasional harus bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah dengan cara mensubkontrakkan sebagian pekerjaan.5. Untuk nilai lebih besar dari Rp50. 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b.000.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$250. Perusahaan Asing dapat mengikuti pengadaan dengan nilai lebih dari Rp10.000. 5.000. Kerjasama dengan usaha kecil. Jasa Konsultansi 1.00 (sepuluh milyar rupiah) atau 83 .00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).000. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp500.000.000.000.

bengkel kerja pembuat peralatan (workshop). agar terwujud persaingan sehat. KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA 5.4. Apabila proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah Penyedia Barang/Jasa golongan usaha kecil atau usaha menengah yang sesuai untuk nilai paket pekerjaan yang diadakan tidak mencukupi.3. 5.6.1. Penyedia Barang/Jasa dengan golongan usaha yang sesuai dengan nilai paket pengadaan tetap dapat diikutsertakan. 5.4. di atas. sampai dengan 5.2. Penyedia Barang/Jasa wajib menanda-tangani surat pernyataan di atas meterai bahwa semua informasi yang disampaikan dalam proses kualifikasi adalah benar. agen tunggal barang dan agen tunggal jasa pemeliharaan peralatan (authorized workshop) dikecualikan dari ketentuan tentang batas nilai pekerjaan/kegiatan tersebut angka 5. 5.7. 5. tenaga ahli spesialis.000.4. Memiliki: a.3. dalam pelelangan ulang dapat mengikutsertakan Penyedia Barang/Jasa dengan golongan usaha 1 (satu) tingkat lebih tinggi. Persyaratan kualifikasi yang ditetapkan merupakan persyaratan minimal yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan. Untuk pekerjaan yang bersifat kompleks dapat ditambahkan persyaratan lain seperti peralatan khusus. Pabrikan.Buku Kedua .4. terhadap yang bersangkutan akan dikenakan sanksi pembatalan sebagai calon pemenang dan dimasukkan dalam daftar hitam.3.3. barang.4. atau pengalaman tertentu. 5.00 (satu juta dolar Amerika Serikat) dengan kewajiban bekerjasama dalam bentuk Konsorsium dengan Perusahaan Dalam Negeri atau mensubkontrakkan kepada Perusahaan Dalam Negeri yang dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak.000. Akte pendirian perusahaan berikut perubahannya yang disahkan oleh instansi/departemen yang berwenang. Persyaratan kualifikasi penyedia Pemborongan dan Jasa Lainnya: 1. penyedia Jasa 84 . dan apabila ditemukan penipuan/pemalsuan atas informasi yang disampaikan.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa lebih besar dari US$1.3.

4. salah satu anggota Konsorsium harus memiliki surat izin usaha yang sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam dokumen penilaian kualifikasi. Dalam hal peserta berbentuk Konsorsium. dibuktikan dengan copy bukti pelunasan PPh Pasal 25. 3. Mempunyai pengalaman pengadaan barang/jasa sejenis dengan paket pengadaan. d. Ketentuan ini secara khusus diberlakukan bagi usaha besar. peserta juga harus menyerahkan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) serta sertifikat badan usaha jasa konstruksi dari asosiasi jasa konstruksi yang terakreditasi oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional. b. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa melakukan kemitraan dalam bentuk Konsorsium atau keagenan. yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang. c. b. baik sebagai pelaksana utama maupun sebagai anggota Konsorsium ataupun sebagai sub kontraktor. Ketentuan ini tidak diberlakukan bagi pabrikan dan agen tunggal barang. e.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Surat Keterangan Domisili. Penyedia Barang/ Jasa wajib mempunyai perjanjian kerjasama kemitraan yang memuat antara lain persentase kepemilikan. hak dan tanggung jawab para pihak. kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan. Khusus untuk pengadaan jasa konstruksi. Tidak sedang dalam proses berperkara di peradilan atau arbitrase dengan Kontraktor KKS bersangkutan dan/atau dengan BPMIGAS. paling tidak 1 (satu) kali dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. seperti Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) untuk jasa perdagangan atau Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK). tidak bangkrut. 85 . Telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir. Tidak dalam pengawasan pengadilan. di industri perminyakan maupun di luar industri perminyakan. tidak sedang menjalani sanksi pidana. Surat keterangan terdaftar (SKT) yang diterbitkan oleh Instansi pemerintah yang mebidangi industri minyak dan gas bumi. Memberikan surat pernyataan bahwa: a. Surat izin usaha pada bidang usahanya yang masih berlaku. Pasal 21 atau Pasal 23 dan PPN. serta perusahaan yang mewakili kemitraan Konsorsium (lead firm) tersebut. 5.

nilai KD minimal harus sama dengan perkiraan nilai pengadaan. Penyedia Barang/Jasa usaha kecil dan usaha menengah harus memiliki bidang usaha sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan. • untuk pengadaan barang/jasa atau kumpulan kebutuhan barang/jasa. memenuhi KD = 2 NPt. Untuk Jasa Pemborongan. memenuhi KD = 5 NPt. 9. 86 . khususnya kekayaan bersih serta hasil penjualan tahunan. b.Buku Kedua . nilai KD minimal harus sama dengan perkiraan nilai pengadaan rata-rata untuk masa 12 (dua belas) bulan. Memiliki kinerja baik. yang dibuktikan dengan neraca tahun terakhir. 7. Dengan pengertian: KD = kemampuan dasar: • untuk pengadaan proyek tunggal. Penyedia Barang/Jasa usaha besar harus memiliki kemampuan dasar (KD) pada sub bidang pekerjaan yang bersangkutan sebagai berikut: a. tidak termasuk dalam kelompok Penyedia Barang/Jasa yang terkena sanksi merah pada Kontraktor KKS yang bersangkutan dan/atau tidak termasuk dalam kelompok Penyedia Barang/Jasa yang terkena sanksi hitam pada Kontraktor KKS yang lain. Termasuk dalam golongan Penyedia Barang/Jasa yang sesuai dengan nilai paket pekerjaan. atau pengadaan barang/jasa dan pengadaan kumpulan kebutuhan barang/jasa dengan masa tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. • untuk pengadaan barang/jasa dengan jangka waktu kontrak sangat panjang [lebih dari 5 (lima) tahun]. 8. Untuk pengadaan barang atau Jasa Lainnya. nilai KD minimal harus sama dengan perkiraan nilai kontrak selama jangka waktu 5 (lima) tahun. dengan masa lebih dari 12 bulan.

00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). pada sub bidang pekerjaan yang sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan. Penyedia Barang/Jasa harus menyampaikan dokumen perhitungan kemampuan dasar (KD) sebagai lampiran dokumen penawaran.000.000. 11. • kumpulan nilai Kontrak selama masa 1 (satu) tahun kalender (1 Januari sampai dengan 31 Desember) bagi pengadaan kumpulan kebutuhan barang/jasa dengan masa Kontrak lebih dari 12 (dua belas) bulan. e. Jika diperlukan dapat disyaratkan memiliki sisa kemampuan keuangan (SKK) dan sisa kemampuan paket (SKP) yang cukup. peserta pengadaan diminta untuk menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Prosedur penghitungan Kemampuan Dasar (KD) dapat dilihat pada Lampiran PQ-002. c.00 (lima milyar rupiah) atau lebih dari US$500.000. yang diperhitungkan adalah jumlah kemampuan dasar dari perusahaan anggota Konsorsium/keagenan.000. maka salah satu anggota Konsorsium harus memenuhi persyaratan sebagai golongan usaha besar. Prosedur penghitungan SKK dan SKP dapat dilihat pada Lampiran PQ-002. berupa: • nilai Kontrak tunggal bagi pengadaan kegiatan/proyek tunggal atau pengadaan barang/jasa dengan masa Kontrak tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan. Dalam hal Konsorsium/keagenan. 87 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 NPt = nilai pengalaman tertinggi pekerjaan. yang telah diselesaikan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. Dalam hal calon peserta pengadaan mendaftarkan diri sebagai Konsorsium untuk pengadaan dengan nilai lebih dari Rp5. 10. d. Khusus pada pengadaan Jasa Pemborongan. Kemampuan dasar calon sub kontraktor tidak diperhitungkan sebagai bagian dari komponen perhitungan kemampuan dasar.

Buku Kedua . 14. 88 . b. Akte pendirian perusahaan berikut perubahannya yang disahkan oleh instansi/departemen yang berwenang. Jasa perencanaan pembangunan desain awal (front end engineering design/FEED).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 12. Nilai dukungan pendanaan dari Bank Umum sekurang-kurangnya 10% (sepuluh persen) dari nilai rencana Kontrak untuk pekerjaan Jasa Pemborongan. untuk dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan atau penyediaan barang. c.4. Ketentuan ini tidak dikenakan bagi Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil. Pelaksana Kontrak jasa pembangunan desain awal (front end engineering design/FEED) tidak dapat mengikuti Pengadaan barang dan jasa pelaksanaan konstruksi atau jasa pengawasan dari paket pekerjaan yang sama. Persyaratan kualifikasi penyedia Jasa Konsultansi: 1. pengadaan barang dan pelaksanaan konstruksi dapat dilakukan secara terintegrasi dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. Surat Keterangan Domisili. Pelaksana Kontrak jasa pengawasan tidak dapat mengikuti Pengadaan jasa perencanaan awal (front end engineering design/FEED) atau pengadaan barang dan jasa pelaksanaan konstruksi dari paket pekerjaan yang sama. Surat izin usaha pada bidang usahanya yang masih berlaku. yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang. Memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan pos. Khusus untuk pelaksanaan pekerjaan jasa konstruksi: a. Memiliki: a. 5. b. dan 5% (lima persen) dari nilai rencana Kontrak pekerjaan penyediaan barang atau Jasa Lainnya. 13. dengan mengutamakan penggunaan Bank BUMN/BUMD. c.4. Untuk paket pekerjaan yang bersifat kompleks dapat dipersyaratkan keharusan memiliki surat keterangan dukungan pendanaan dari bank umum.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

2.

3.

4.

5.

Memberikan surat pernyataan bahwa: a. Tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak bangkrut, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan, tidak sedang menjalani sanksi pidana; b. Tidak sedang dalam proses berperkara di lembaga peradilan atau badan arbitrase dengan Kontraktor KKS bersangkutan dan/atau BPMIGAS; Dalam hal penyedia Jasa Konsultansi akan melakukan kemitraan dalam bentuk Konsorsium, wajib mempunyai perjanjian kerjasama kemitraan yang memuat antara lain persentase kepemilikan, hak dan tanggung jawab para pihak, serta perusahaan yang mewakili kemitraan Konsorsium/joint venture (lead firm) tersebut; Telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir, dibuktikan dengan copy bukti pelunasan PPh Pasal 25 atau Pasal 21/Pasal 23 dan PPN; Mempunyai pengalaman menyelesaikan pekerjaan konsultansi sejenis di industri perminyakan maupun diluar industri perminyakan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir sebagai pelaksana utama, sebagai anggota Konsorsium/joint venture maupun sebagai sub kontraktor; kecuali untuk pekerjaan konsultansi sampai dengan nilai Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat); Memiliki kinerja baik dan tidak masuk dalam kelompok penyedia Jasa Konsultansi yang terkena sanksi pada Kontraktor KKS yang bersangkutan; Termasuk dalam golongan penyedia Jasa Konsultansi yang sesuai dengan nilai paket pekerjaan, yang dibuktikan dengan neraca tahun terakhir; Penyedia Jasa Konsultansi usaha kecil termasuk koperasi kecil harus memiliki bidang usaha sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan; Penyedia Jasa Konsultansi usaha besar harus dapat menunjukkan bukti pengalaman menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan. Bilamana diperlukan dapat disyaratkan untuk memiliki Kemampuan Dasar (KD) yang mencukupi.

6.

7.

8.

9.

89

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

Formula penghitungan adalah sebagai berikut: a. KD = 3 NPt, dengan pengertian: KD = kemampuan dasar, nilai KD minimal sama dengan perkiraan nilai pengadaan; NPt = nilai pengalaman tertinggi pekerjaan pada sub bidang pekerjaan yang sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan, yang telah diselesaikan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir; b. Dalam hal Konsorsium, yang diperhitungkan adalah jumlah kemampuan dasar dari perusahaan yang bermitra. c. Perhitungan Kemampuan Dasar (KD) harus diserahkan sebagai lampiran dokumen penawaran. d. Prosedur dan contoh penghitungan Kemampuan Dasar (KD) dapat dilihat pada Lampiran PQ-002 10. Memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan. 11. Tenaga ahli yang akan ditugaskan untuk melaksanakan pekerjaan Jasa Konsultansi memenuhi persyaratan antara lain: a. Lulus perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi oleh instansi berwenang, atau perguruan tinggi luar negeri yang telah disahkan/ diakui oleh instansi pemerintah yang berwenang di bidang pendidikan tinggi, dibuktikan dengan copy ijazah dan/atau memiliki sertifikat keahlian terkait; dan b. Mempunyai pengalaman di bidangnya yang dituangkan dalam daftar riwayat hidup (curriculum vitae) yang dapat dipertanggungjawabkan, ditandatangani oleh yang bersangkutan, dan dalam hal yang bersangkutan adalah pekerja harus diketahui oleh pimpinan perusahaan. c. Tenaga ahli asing harus memenuhi ketentuan di bidang ketenagakerjaan dan keimigrasian yang berlaku. 12. Memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan pos.

90

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

5.5. KETENTUAN LAIN 5.5.1. Penyedia Barang/Jasa yang keikutsertaannya menimbulkan Pertentangan Kepentingan bagi Kontraktor KKS dan/atau Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau Pejabat Berwenang dan/atau Pengguna akhir, dilarang menjadi peserta pengadaan. 5.5.2. Hubungan istimewa: 1. Penyedia Barang/Jasa yang memiliki hubungan istimewa dengan Penyedia Barang/Jasa Lainnya, tidak diperbolehkan secara bersama-sama menjadi peserta dalam satu paket pengadaan. Hubungan istimewa antara lain dapat dilihat dari status kepemilikan dan/atau kepengurusan, termasuk kuasa perusahaan-perusahaan peserta pengadaan oleh orang yang sama. 2. Pada dasarnya ketentuan angka 1. di atas tidak diberlakukan bagi Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD). 3. Kondisi hubungan istimewa tersebut harus dapat diidentifikasi pada tahap pendaftaran peserta pengadaan. Apabila hal tersebut baru diketahui setelah pembukaan dokumen penawaran, maka perusahaan-perusahaan tersebut harus menetapkan salah satu perusahaan yang akan tetap menjadi peserta pengadaan sedangkan perusahaan lainnya lainnya yang memiliki hubungan istimewa tersebut harus mengundurkan diri tanpa dikenakan ketentuan pencairan jaminan penawaran. 5.5.3. Pegawai negeri, pegawai Bank Indonesia (BI), pegawai BHMN/ BUMN/BUMD dan pekerja Kontraktor KKS tidak dapat ikut serta sebagai Penyedia Barang/Jasa kecuali bertindak sebagai yang mewakili BUMN/BUMD. 5.5.4. Dalam 1 (satu) paket pengadaan, perusahaan pendukung (principal) hanya dapat memberikan dukungan pemasokan barang atau pengerjaan pekerjaan jasa bagi 1 (satu) peserta pengadaan. 5.6. DAFTAR PENYEDIA BARANG/JASA MAMPU 5.6.1. Dalam rangka penyederhanaan pelaksanaan pengadaan, Kontraktor KKS menyusun Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu (DPM). Daftar tersebut berisi semua data pokok tentang Penyedia Barang/Jasa yang diperlukan sebagai acuan dalam menetapkan kemampuan Penyedia Barang/Jasa untuk dapat mengikuti kegiatan pengadaan melalui penilaian kualifikasi atas golongan, bidang dan sub bidang.

91

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

5.6.2. Penyedia Barang/Jasa dapat mendaftarkan diri untuk terdaftar dalam Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu kepada Kontraktor KKS dengan menyerahkan data administrasi yang diperlukan antara lain: 1. 2. Akte pendirian dan/atau akte perubahan perusahaan yang sudah disahkan; Surat Izin Usaha sesuai dengan bidang usahanya yang diwajibkan menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku; Data perusahaan (lihat lampiran PQ-001); Fotocopy NPWP; Daftar pengalaman dan/atau pekerjaan; menyelesaikan penyediaan barang

3. 4. 5. 6.

Neraca perusahaan tahun terakhir.

5.6.3. Kontraktor KKS melakukan penilaian kemampuan dasar (KD) perusahaan Penyedia Barang/Jasa, berdasarkan data administrasi yang disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa. Kontraktor KKS dapat melakukan verifikasi dan penelitian atas kebenaran data yang diserahkan oleh calon Penyedia Barang/Jasa, termasuk penelitian domisili usaha. Bagi Penyedia Barang/Jasa yang dinyatakan memenuhi syarat, dicatat dalam DPM dan diberi Tanda Daftar (TD) oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan. 5.6.4. Penyedia Barang/Jasa yang telah terdaftar wajib menyerahkan data-data terbaru yang berlaku menggantikan data yang kadaluwarsa. 5.6.5. Dalam proses pengadaan, Kontraktor KKS dapat menggunakan DPM sebagai acuan tanpa harus meminta lagi data yang diperlukan dari Penyedia Barang/Jasa yang sudah terdaftar dalam DPM. Penyedia Barang/Jasa cukup melampirkan foto copy TD dan tambahan dokumen lain yang diperlukan. 5.6.6. Kontraktor KKS dapat menggunakan DPM dari Kontraktor KKS yang lain untuk keperluan proses pengadaan. 5.7. Ketentuan lebih rinci tentang batas nilai pengadaan yang dapat diikuti oleh usaha besar dan persyaratan kualifikasi usaha besar akan diatur sebagai tambahan ketentuan atas pedoman ini.

92

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

BAB VII HARGA PERHITUNGAN SENDIRI / OWNER ESTIMATE

Dalam setiap proses pengadaan barang/jasa, Kontraktor KKS harus mempersiapkan Harga Perhitungan Sendiri (HPS) atau Owner Estimate (OE) yang dikalkulasikan secara keahlian (profesional). Pada dasarnya HPS/OE harus sudah tersedia pada saat proses lelang dimulai, kecuali untuk Pekerjaan Bersifat Kompleks, HPS/OE harus sudah tersedia dan disahkan oleh Pejabat Berwenang pada saat pembukaan penawaran harga.

93

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

1. KETENTUAN UMUM 1.1. 1.2. 1.3. HPS/OE disusun dengan mempertimbangkan harga Produksi Dalam Negeri. HPS/OE dibuat dengan mengacu kepada harga pasar yang sewajarnya berlaku pada saat penyusunan HPS/OE. Nilai total HPS/OE tidak bersifat rahasia setelah pembukaan penawaran harga. Rincian HPS/OE bersifat rahasia bagi peserta pengadaan. Dalam hal pembukaan penawaran harga dihadiri oleh peserta pengadaan, Panitia Pengadaan/Tim Internal memberitahukan nilai total HPS/OE kepada peserta pengadaan. Pemberitahuan hanya dilakukan apabila jumlah penawaran harga yang sah memenuhi syarat untuk dievaluasi lebih lanjut. HPS/OE digunakan sebagai salah satu acuan penilaian dalam menetapkan calon pemenang.

1.4.

1.5.

2. TATA CARA DAN DASAR PENYUSUNAN 2.1. HPS/OE disusun dan ditandatangani oleh fungsi yang merencanakan pengadaan barang/jasa (pengguna/user, fungsi perencana, pengadaan/procurement) dan disahkan oleh Pejabat Berwenang. HPS/OE disusun secara cermat, dengan acuan antara lain: Harga barang/jasa Produksi Dalam Negeri dan luar negeri yang diperoleh secara langsung, melalui internet atau melalui media lainnya. Dalam hal barang sudah diproduksi di dalam negeri, HPS/OE dibuat berdasarkan harga pasar dalam negeri dan dibandingkan dengan rata-rata harga internasional yang wajar dengan kondisi cost insurance and freight (CIF) pelabuhan tujuan akhir di Indonesia ditambah dengan preferensi harga bagi barang Produksi Dalam Negeri berdasarkan pencapaian TKDN barang Produksi Dalam Negeri.

2.2. 2.2.1.

2.2.2.

94

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

Rumusan penghitungan sebagai berikut: HPS/OE = [Harga barang Produksi Dalam Negeri + {Harga barang produksi luar negeri x (100% + Pb)}] / 2 Dimana: Pb = Persentase preferensi harga berdasarkan TKDN bagi barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN tertinggi dan minimal sama dengan 25%.

2.2.3.

Daftar harga atau penawaran harga pabrik, agen tunggal atau agen yang ditunjuk oleh pabrik, toko, bengkel, fabrikator atau sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan. Hasil analisa harga satuan pekerjaan (cost structure). Harga pembelian/Kontrak terakhir dengan perkembangan harga dan/atau faktor inflasi. Perkiraan harga yang disusun oleh konsultan; Sumber informasi tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan. HPS/OE tidak memasukkan biaya tak terduga, biaya lain-lain, pajak penghasilan Penyedia Barang/Jasa dan pajak pertambahan nilai (PPN). Bagi pekerjaan jasa memperhitungkan keuntungan dan risiko, namun harus dihindarkan perhitungan keuntungan ganda. Bagi pengadaan barang, perhitungan HPS/OE memperhitungkan seluruh komponen biaya sampai dengan pelabuhan tujuan/ tempat penyerahan akhir. Apabila untuk keperluan pengadaan barang di dalam negeri diperlukan pembanding dengan harga di luar negeri, dapat dilakukan dengan cara price built up dengan harga dasar free on board (FOB). Contoh perhitungan sesuai Lampiran CP-001. memperhatikan

2.2.4. 2.2.5. 2.2.6. 2.2.7. 2.3.

2.4. 2.5.

2.6.

95

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

BAB VIII DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA

96

maka harus ditegaskan hanya 1 (satu) bahasa yang mengikat secara hukum yaitu bahasa Indonesia.3.3. 1. 1. Jika terdapat perbedaan penafsiran mengenai hal-hal yang diatur dalam 2 (dua) bahasa tersebut.1.1. dan Dokumen Pengadaan RUJUKAN PERATURAN: Dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa harus secara jelas menyatakan rujukan peraturan dan persyaratan pengadaan yang tunduk pada ketentuan yang diatur dalam pedoman ini dan peraturan perundangan terkait. 1.2. 1.1.3. BAHASA DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA: Dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa menggunakan bahasa Indonesia atau 2 (dua) bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Penggunaan bahasa Inggris dimungkinkan untuk istilah atau spesifikasi teknis barang/jasa atau yang terkait dengan gambargambar teknis. 97 .1.3. 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.2.3. 1. 1.1. Dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa terdiri dari: Dokumen penilaian kualifikasi. STRUKTUR DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA 1.2.

1. Tata cara penilaian kualifikasi.3.1. 2. Dokumen persyaratan kualifikasi dimasukkan sebagai bagian dari persyaratan administrasi dokumen penawaran. dilakukan setelah evaluasi harga 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal harus meyakini bahwa semua persyaratan kualifikasi telah disertakan sebagai bagian dari kelengkapan penawaran secara lengkap. 2. Pada tahap evaluasi administrasi. Persyaratan kualifikasi. 2. Persyaratan golongan calon peserta. DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI 2.2. tentang kualifikasi penyedia barang/jasa.1. tenaga kerja.2. 2.1.3. Dokumen isian penilaian kualifikasi dapat dilihat dalam lampiran PQ-001. mempergunakan metoda sistim gugur atau sistim nilai.2.Buku Kedua . sebagaimana diatur dalam bab VI angka 5. pengalaman.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Metoda penilaian. dokumen penilaian kualifikasi juga memuat waktu dan tempat pengambilan serta pemasukan dokumen isian kualifikasi. 2. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan pascakualifikasi: 2.3.3.1. peralatan. permodalan.3. penilaian aspek administrasi. Dokumen penilaian kualifikasi sekurang-kurangnya memuat: 2. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan Prakualifikasi. 98 . Penilaian kualifikasi diselesaikan.4. 2.4.1.3.1.

UNDANGAN KEPADA PENYEDIA BARANG/JASA Undangan kepada Penyedia Barang/Jasa sekurang-kurangnya memuat: 1. Dokumen Pengadaan terdiri dari: Undangan kepada Penyedia Barang/Jasa.2. Tempat.2. 3. 3. undangan kepada Penyedia Barang/Jasa yang lulus Prakualifikasi disampaikan secara tertulis atau melalui papan pengumuman resmi Kontraktor KKS.1. INSTRUKSI KEPADA PESERTA PENGADAAN (IKPP)/ INSTRUCTION TO BIDDERS (ITB) Instruksi kepada peserta pengadaan (IKPP)/instruction to bidders (ITB) antara lain terdiri dari: 3. Ketentuan umum: 1. 3. 3. Bentuk surat penawaran dan cara penyampaiannya. dan waktu pemberian penjelasan mengenai dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa. 4. 4. 3. 2. tanggal.2. dan waktu untuk memperoleh dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa.1.3. undangan disampaikan secara tertulis atau melalui pengumuman Kontraktor KKS kepada Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar dan memenuhi persyaratan.1. hari.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Metoda dan tata cara evaluasi.1.2. DOKUMEN PENGADAAN 3. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan Prakualifikasi. Tempat. 99 . 3. 3. tanggal.1. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan pascakualifikasi. Alamat. Alamat tujuan pengiriman dokuman penawaran.1. 3.3. Syarat Penyedia Barang/Jasa. 2. dan waktu penyampaian dokumen penawaran. tanggal. Tempat. hari. 3. hari. dan Instruksi kepada peserta pengadaan (IKPP)/instruction to bidders (ITB).2. nomor telepon/facsimile/e-mail Panitia Pengadaan/ Tim Internal.3.

2. 10.3. Surat jaminan keaslian dokumen penawaran dan dokumen pendukungnya. Ketentuan yang menyatakan tidak akan melakukan praktekpraktek monopoli dan persaingan tidak sehat. 13. Tata waktu dan tempat pelaksanaan pengadaan. Jenis dan uraian pekerjaan yang harus dilaksanakan termasuk kerangka acuan kerja dalam hal Jasa Konsultansi. antara lain: 1. menggunakan barang-barang ilegal dan melanggar etika bisnis.3. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. Ketentuan tentang tata cara penyelesaian perselisihan. Sanksi administrasi dan/atau finansial dalam hal Penyedia Barang/Jasa tidak memenuhi kewajiban.2. 2. Pengertian/batasan substansi penawaran (mandatory atau optional) harus dicantumkan dengan jelas pada Dokumen Pengadaan. Sanksi kepada Penyedia Barang/Jasa yang sanggahannya ternyata tidak benar. Masa berlaku penawaran. Syarat administrasi Persyaratan administrasi yang terdiri dari: 1. Dokumen-dokumen yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. 3. 16. Lingkup pekerjaan. 6. 14. Syarat teknis. Penentuan forum perselisihan. Metoda negosiasi.3. dan/atau melanggar ketentuan. Surat Penawaran harus ditanda tangani oleh pejabat yang memiliki kewenangan menurut anggaran dasar perusahaan atau kuasanya. 7. Ketentuan pemanfaatan fasilitas impor. 100 .Buku Kedua . dan tempat untuk penyelesaian 11. Ketentuan pemutusan Kontrak. 9. Ketentuan mengenai pemberian penghargaan (apabila ada). 12. 15. termasuk rujukan/dasar hukum negara yang digunakan dalam penyelesaian perselisihan. 8. 3.

c. 6. barang/jasa standar dan/atau approved brands. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ketentuan tentang tata cara pengawasan pemenuhan komitmen TKDN serta sanksi apabila komitmen pemenuhan TKDN tidak dapat dipenuhi. bagi peserta yang menawarkan barang dengan TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih. Keharusan untuk melampirkan fotocopy SKUP yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi dan sertifikat TKDN yang diterbitkan olehj instansi pemerintah yang membidangi perindustrian dalam pengadaan barang. Persyaratan TKDN: a. 4. b. Dikecualikan dari ketentuan ini adalah barang/jasa spesifik. 7. standar atau approved brands harus telah dinyatakan secara tertulis sebagai bagian dari kebijakan (policy) pengelolaan rantai suplai Kontraktor KKS dan mengikuti ketentuan standarisasi yang diterbitkan oleh BPMIGAS. Dalam hal pengadaan barang wajib dipergunakan. 5. Persyaratan persentase minimal TKDN yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. d. Spesifikasi teknis dan gambar-gambar tidak mengarah kepada merek/produk tertentu. Status sebagai barang/jasa spesifik. Keharusan menggunakan semaksimal mungkin hasil produksi dan kompetensi dalam negeri dengan menyampaikan program penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri yang dinyatakan dalam bentuk pernyataan persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa. 101 . Jenis dan mutu bahan yang disyaratkan. ketentuan untuk melampirkan fotocopy SKUP dan sertifikat TKDN berlaku bagi peserta pabrikan atau agen tunggal yang mewakili pabrikan yang menawarkan barang dengan TKDN 15% (lima belas persen) atau lebih. Ketentuan tentang prosedur penilaian fisik (apabila diperlukan). Ketentuan tentang cara melaksanakan pekerjaan dan syarat-syarat khusus yang diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3.

4. Ketentuan tentang diijinkan atau tidak diijinkannya memasukkan pengecualian dan penawaran bersyarat. Jumlah (volume/quantity) dan harga satuan (unit price) setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran bersifat pasti dan tidak boleh diubah. Ketentuan tentang diijinkan atau tidak diijinkannya memasukkan penawaran alternatif. b. Jenis barang/jasa yang tidak diberi harga satuan. Penawaran untuk Kontrak berdasar harga satuan: a. kecuali ditetapkan lain dalam Dokumen Pengadaan. 102 .Buku Kedua . antara lain bahwa jenis pekerjaan tersebut sudah tercakup dalam komponen lain.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. Penawaran harus mencantumkan jumlah (volume/ quantity) dari setiap barang/jasa yang tercakup dalam paket pekerjaan. Syarat Komersial: 1. berikut nilai total penawaran untuk seluruh paket. 3. dalam dokumen penawaran harus dilengkapi dengan penjelasan. dianggap tidak menawarkan jenis barang/jasa dimaksud. b. sesuai dengan permintaan atau sesuai dengan yang telah disepakati dalam tahap evaluasi dan/atau negosiasi teknis. Daftar jumlah (volume/quantity) dan harga satuan (unit price) setiap jenis (item) barang/jasa harus diisi dengan penuh dan lengkap. 4. 9. Penawaran harus juga dilengkapi dengan harga satuan untuk setiap jenis (item) barang/jasa/pekerjaan. 3. Penawaran harus dilengkapi dengan daftar rincian jumlah (volume/quantity) dan harga satuan (unit price). kecuali diizinkan memasukkan penawaran hanya sebagian (partial). c. Apabila tanpa dilengkapi dengan penjelasan. Surat penawaran komersial ditandatangani pejabat yang memiliki kewenangan menurut anggaran dasar perusahaan atau kuasanya dan dibubuhi dengan meterai dengan nilai sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jenis mata uang penawaran. d. 2. Ketentuan khusus untuk Kontrak bersifat lumpsum: a.3.

Pola konversi mata uang yang akan diberlakukan dalam hal peserta pengadaan diizinkan untuk meyampaikan penawaran dalam mata uang yang berbeda-beda. dari nilai tagihan yang terlambat dibayarkan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. 7. terhitung 1 (satu) hari setelah masa verifikasi berakhir. • Kontraktor KKS wajib menyelesaikan verifikasi atas dokumen penagihan dalam waktu maksimal 15 (lima belas) hari kerja. Tata cara pembayaran: a. Pada Kontraktor KKS tahap produksi. Penyedia Barang/Jasa dapat mengenakan denda atas keterlambatan pembayaran sebesar 1‰ (satu per mil) per hari kalender keterlambatan. Ketentuan bahwa pembayaran akan dilaksanakan kepada Penyedia Barang/Jasa melalui rekening bank yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum Nasional. Apabila Kontraktor KKS terlambat memenuhi kewajiban pembayaran dari jangka waktu yang ditentukan dalam Kontrak. transaksi pembayaran dilakukan melalui rekening pembayar dan rekening penerima pada Bank Umum berstatus BUMN/BUMD. Apabila dokumen penagihan diketemukan kurang lengkap dan/atau tidak benar dikembalikan kepada Penyedia Barang/Jasa paling lambat pada akhir masa verifikasi. c. • • 103 . Nilai denda tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi berdasarkan Kontrak Kerja Sama. Para pihak yang mengikat diri dalam Kontrak harus memiliki rekening bank yang berada dalam wilayah Negara Republik Indonesia baik sebagai rekening pembayar maupun sebagai rekening penerima. 6. Jangka waktu pembayaran. Sistim evaluasi harga yang akan digunakan dan ketentuan tentang normalisasi harga (apabila akan diterapkan). b. Kontraktor KKS wajib melaksanakan pembayaran dalam masa tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari kerja.

masa berlaku. 9. Persentase. 11. 104 . pernyataan TKDN dalam penawaran harga pada dasarnya harus sama dengan hasil kesepakatan pada evaluasi teknis atau negosiasi teknis.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. 8.3. maka Penyedia Barang/Jasa terkait dikenakan sanksi merah.5. Kewajiban Penyedia Barang/Jasa kepada sub kontraktor Perusahaan Dalam Negeri: • Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan/ pemasok barang harus memenuhi kewajiban pembayaran kepada sub kontraktor Perusahaan Dalam Negeri sesuai ketentuan dalam kontrak antara Penyedia Barang/Jasa dengan sub kontraktor. pernyataan TKDN dalam penawaran harga pada dasarnya harus sama dengan yang dinyatakan dalam penawaran teknis. 3. 3. 10. • Dalam hal Penyedia Barang/Jasa lalai atau gagal memenuhi kewajiban yang diperjanjikan kepada sub kontraktor dan digugat oleh sub kontraktor ke pengadilan atau arbitrase.Buku Kedua . 3. masa berlaku. Konsep Kontrak sebagaimana diatur pada bab XIII dalam pedoman ini. dilengkapi dengan informasi tambahan. 3. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan. pembetulan kesalahan atau perubahan atas IKPP yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari IKPP. Risalah rapat penjelasan pelelangan (apabila ada). Ketentuan untuk menyatakan besaran tingkat komponen dalam negeri.6. Persentase. dan/atau tanggal penyerahan barang/jasa. dan persyaratan jaminan penawaran. dan persyaratan jaminan pelaksanaan.3.7. Ketentuan tentang denda atas keterlambatan penyerahan barang dan/atau penyelesaian pekerjaan. Persyaratan K3LL sesuai ketentuan yang berlaku.8. d. Persentase. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim dua sampul. penjelasan.3. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim dua tahap.3. dan persyaratan jaminan pemeliharaan (jika diterapkan). masa berlaku. dalam penawaran teknis maupun dalam penawaran harga.9.

4.1.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan Rp5. 105 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.1.000. Pada saat pengambilan dokumen instruksi kepada peserta pengadaan (IKPP)/instruction to bidders (ITB) dalam pelaksanaan pelelangan dan pemilihan langsung.3. 4.000.000.000.00 (lima milyar rupiah) atau sampai dengan US$ 500.1.2.000. Biaya penggantian Dokumen Pengadaan dibukukan ke rekening Kontraktor KKS untuk diperhitungkan sebagai pengurang biaya operasi.000. Penyedia Barang/Jasa dipungut biaya penggantian Dokumen Pengadaan sebagai berikut: 4.1.000.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk nilai perkiraan pengadaan lebih besar dari Rp1. Pengambilan kembali biaya penggantian Dokumen Pengadaan dilakukan dengan cara mengembalikan Dokumen Pengadaan dan menunjukkan bukti pembayaran asli.000.2. Sebesar Rp500.000.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah biaya yang telah dipungut. 4. BIAYA PENGGANTIAN DOKUMEN PENGADAAN 4. Biaya penggantian Dokumen Pengadaan tersebut dapat diambil kembali apabila Kontraktor KKS membatalkan pelelangan sebelum penunjukan pemenang.00 (lima ratus ribu rupiah) untuk nilai perkiraan pengadaan lebih besar dari Rp5.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).000.000. Sebesar Rp250. Biaya penggantian Dokumen Pengadaan dapat tidak dipungut apabila proses pengadaan dilakukan dengan metode e-Bidding.4.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.000. 4.000.

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB IX JAMINAN Pada dasarnya untuk setiap penawaran harga dalam proses pelelangan atau penawaran harga melalui metode pengadaan lainnya yang bernilai setara dengan nilai pelelangan didukung dengan surat jaminan penawaran. Penyedia Barang/Jasa harus menangguhkan sebagian tagihan pembayaran atau menyerahkan surat jaminan pemeliharaan sebagai jaminan pelaksanaan kewajiban pemeliharaan. Khusus bagi Kontrak jasa konstruksi. 106 . pada masa pemeliharaan.Buku Kedua . Demikian juga bagi Kontrak yang bernilai setara dengan nilai pelelangan dilengkapi dengan surat jaminan pelaksanaan.

00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih dari US$50.000. 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.1.1. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD. Memiliki izin dari Menteri Keuangan untuk menerbitkan surety bond.1. KETENTUAN JAMINAN PENAWARAN: Nilai jaminan penawaran adalah antara 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga persen) dari harga penawaran. 1. 1. b. Pengadaan barang/jasa yang dilakukan dengan metoda pemilihan langsung dengan nilai lebih dari Rp500. Apabila jaminan penawaran yang diserahkan lebih besar dari 3% (tiga persen) tidak menyebabkan diskualifikasi. JAMINAN PENAWARAN 1. 1.3.3. dalam hal: Pengadaan barang/jasa dilakukan dengan metoda pelelangan.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) dapat disyaratkan untuk menyerahkan jaminan penawaran.3.2. 1. Pengadaan dengan metoda pemilihan langsung atau penunjukan langsung sebagai tindak lanjut dari pelelangan gagal. Mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) dan direasuransikan kepada perusahaan asuransi di luar negeri yang bonafid sesuai keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia yang berlaku.3. Jenis mata uang jaminan penawaran harus sama dengan jenis mata uang yang digunakan dalam penawaran. 2.000. Harus membuat surat pernyataan kesediaan membayar klaim asuransi sebesar nilai pertanggungan segera pada saat diminta oleh Kontraktor KKS. .000. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD. 1.3. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia atau diterbitkan oleh perusahaan asuransi dalam negeri. 107 1. harus memenuhi kriteria berikut: 1.2.2.1.3.4. Penyedia Barang/Jasa wajib menyerahkan jaminan penawaran.1. 1. Apabila diterbitkan oleh perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi harus: a.

Dalam surat jaminan penawaran.9.3.3.3. 1. 1. Apabila masa berlaku jaminan penawaran sudah habis sedangkan evaluasi penawaran belum selesai atau Kontrak belum dapat diterbitkan. nilai jaminan dicantumkan dalam angka dan huruf. maka penawaran dinyatakan diskualifikasi. Counter bank guarantee (CBG).5.6. atau b. Jaminan penawaran (bid bond). Jaminan penawaran harus berupa polis penjaminan dalam bentuk: a. Penjamin bersedia mencantumkan persyaratan unconditional bond. 1.3. Nilai tersebut dalam angka harus sama dengan yang dinyatakan dalam huruf.7. maka Kontraktor KKS harus meminta Penyedia Barang/Jasa untuk memperpanjang masa berlaku jaminan penawaran untuk kurun waktu sampai dengan perkiraan terbitnya Kontrak. Masa berlaku jaminan penawaran tidak kurang dari jangka waktu berlakunya penawaran.Buku Kedua . Apabila nilai yang tercantum dalam angka berbeda dengan yang tercantum dalam huruf. 108 . 4. sehingga dapat dicairkan tanpa menunggu penyelesaian antara pihak penjamin dengan pihak prinsipal/Penyedia Barang/ Jasa sesuai pasal 1832 KUH Perdata dan menyimpang dari pasal 1831 KUH Perdata. 1. Permintaan perpanjangan masa laku jaminan penawaran disampaikan kepada peserta pengadaan atau pemenang pengadaan paling lambat 5 (lima hari kerja) sebelum masa laku jaminan penawaran berakhir. Nama Penyedia Barang/Jasa yang tercantum dalam surat jaminan penawaran harus sama dengan nama penawar. Nama Kontraktor KKS yang melaksanakan pengadaan harus tercantum di dalam jaminan penawaran sebagai yang menerima jaminan penawaran.8. Surat jaminan penawaran harus dijamin keasliannya dengan surat keterangan yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi penerbit surat jaminan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.3. 1. yaitu jaminan penawaran yang dikeluarkan oleh Bank Umum berdasarkan jaminan asuransi kerugian yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi.

jaminan penawaran dicairkan dan masuk ke dalam kas Kontraktor KKS untuk diperhitungkan sebagai pengurang biaya operasi. 1.3.13. maka peserta pengadaan diminta untuk mengganti jaminan penawaran dalam waktu tidak lebih dari 5 (lima) hari kerja. di atas. Judul dan nomor paket pengadaan yang tercantum dalam jaminan penawaran harus sama seperti judul dan nomor paket pengadaan. 1. 1. Jaminan penawaran dari perusahaan penerbit jaminan penawaran dimaksud baru dapat diterima 12 (dua belas) bulan setelah perusahaan penerbit jaminan penawaran dimaksud melunasi kewajibannya yang tertangguhkan. Apabila dalam evaluasi penawaran diketahui ada peserta pengadaan menggunakan jaminan penawaran yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan tersebut pada angka 1. maka untuk selanjutnya jaminan penawaran yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan penawaran dimaksud tidak dapat diterima.12.10. sehingga Kontraktor KKS tidak dapat mencairkan jaminan dimaksud. 1. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa membatalkan penawaran atau mengundurkan diri dalam masa berlakunya penawaran.3.12.3.11. Dalam hal Kontraktor KKS mengajukan permintaan pencairan jaminan dan tidak dapat mencairkan dengan segera atau paling lambat dalam masa 3 (tiga) bulan. kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi merah.3. Setiap 3 (tiga) bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah dan nilai jaminan penawaran yang telah dicairkan. Dalam hal jaminan penawaran (bid bond) dibatalkan secara sepihak oleh Penyedia Barang/Jasa sebelum masa berlakunya habis.3.14.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.3. 109 .

Nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap sisa nilai Kontrak. Untuk kegiatan/pekerjaan berisiko tinggi.4. Pada tahun ke-1 (kesatu) : a.2. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Jaminan pelaksanaan bagi penawaran yang nilainya lebih kecil dari 80% (delapan puluh persen) terhadap HPS/OE.3. Untuk Kontrak pengadaan barang/jasa dengan Kontrak tahun jamak jaminan pelaksanaan dapat ditetapkan sebagai berikut : 1.1.000.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$50. 2. perkantoran atau 2.2. 2. Ketentuan jaminan pelaksanaan: Nilai jaminan pelaksanaan adalah 5% (lima persen) dari nilai Kontrak. 2. 2. Masa berlaku jaminan pelaksanaan adalah selama jangka waktu Kontrak atau untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) Penyedia Barang/Jasa wajib menyerahkan jaminan pelaksanaan.3. dinaikkan menjadi sekurang-kurangnya 5% (lima persen) sampai 10% (sepuluh persen) terhadap 80% (delapan puluh persen) HPS/OE.1. Sebelum penanda-tanganan Kontrak yang bernilai lebih besar dari Rp500. perumahan.4. Kontrak jasa asuransi.2.000. JAMINAN PELAKSANAAN 2.4. 2. Ketentuan tentang kewajiban menyerahkan jaminan pelaksanaan dapat tidak diterapkan pada: Kontrak penyewaan pergudangan. dapat dikenakan jaminan pelaksanaan lebih dari 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen). Pada tahun ke-2 (kedua) dan/atau tahun berikutnya: a. b.000. 2.1.4. 2.2.2. 110 . Pada saat jaminan pelaksanaan diterima oleh Kontraktor KKS. jaminan penawaran dari pemenang yang bersangkutan dikembalikan.Buku Kedua . Nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap total nilai Kontrak.

Nama Kontraktor KKS pemilik pekerjaan harus tercantum di dalam jaminan pelaksanaan sebagai yang menerima jaminan pelaksanaan. 2.11. 2.4. Untuk Kontrak call off order nilai jaminan pelaksanaan ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap perkiraan pemakaian per tahun yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD.8. 2.4. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan harus dicantumkan pada Dokumen Pengadaan.4. termasuk masa pembuktian pencapaian TKDN pekerjaan jasa.7. Nama Penyedia Barang/Jasa yang tercantum dalam jaminan pelaksanaan harus sama dengan nama pelaksana. ditambah sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD. Besaran persentase jaminan pelaksanaan tidak berubah selama masa pelaksanaan Kontrak. Masa berlaku jaminan pelaksanaan adalah selama sisa jangka waktu Kontrak atau untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.4.5. 2.4.4.4.4.10. 2.12.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. 4. Untuk Kontrak lumpsum dan/atau Kontrak turnkey nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap keseluruhan nilai selama jangka waktu Kontrak. dijelaskan pada rapat penjelasan dan tercantum dalam kontrak. maka paling lambat 2 (dua) minggu sebelum berakhirnya masa berlaku jaminan pelaksanaan.6.4. Nilai jaminan dicantumkan dalam angka dan huruf. Nilai dalam angka harus sama dengan nilai yang dinyatakan dalam huruf. Jenis mata uang (currency) jaminan pelaksanaan harus sama dengan jenis mata uang yang digunakan dalam Kontrak. 2. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia. 3.4. 2. 2. Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan jaminan pelaksanaan tahun berikutnya. Masa berlaku jaminan pelaksanaan adalah sama dengan masa penjaminan. Dalam hal masa berlaku jaminan pelaksanaan ditetapkan 1 (satu) tahun.9. 2. 111 .

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.4.19. Penyedia Barang/Jasa harus membuat pernyataan yang menjamin keaslian jaminan pelaksanaan yang ditandatangani oleh pemimpin perusahaan atau pejabat lain yang memiliki kewenangan sesuai dengan akte pendirian perusahaan dan perubahannya. maka jaminan pelaksanaan dicairkan dan masuk ke dalam kas Kontraktor KKS untuk diperhitungkan sebagai pengurang biaya operasi. 2.4. 2. kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi merah.18.15. dan denda keterlambatan telah mencapai maksimum namun pekerjaan dapat dilanjutkan dan diselesaikan. 2. Apabila terdapat perbedaan. maka jaminan pelaksanaan tidak dicairkan. Jaminan pelaksanaan dari perusahaan penerbit jaminan pelaksanaan dimaksud baru dapat diterima 12 (dua belas) bulan setelah perusahaan penerbit jaminan pelaksanaan dimaksud melunasi kewajibannya yang tertangguhkan.13.4.4. Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah dan nilai jaminan pelaksanaan yang telah dipungut.14. Apabila dalam proses penandatangan Kontrak Penyedia Barang/Jasa menyerahkan jaminan pelaksanaan yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan tersebut pada 112 .4. maka untuk selanjutnya jaminan pelaksanaan yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan pelaksanaan dimaksud tidak dapat diterima. Penyedia Barang/Jasa harus mengganti jaminan pelaksanaan dengan yang benar. 2. Dalam hal Kontraktor KKS mengajukan permintaan pencairan jaminan dan perusahaan penerbit jaminan tidak dapat mencairkan dengan segera atau paling lambat dalam masa 3 (tiga) bulan. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa mengundurkan diri atau oleh Kontraktor KKS dinilai tidak mampu untuk menyelesaikan pekerjaan sehingga Kontrak diputus sebelum berakhirnya masa Kontrak.17. Dalam hal jaminan pelaksanaan (performance bond) dibatalkan secara sepihak oleh Penyedia Barang/Jasa sebelum masa berlakunya habis. Penerbit jaminan harus menyatakan bahwa jaminan pelaksanaan bisa dicairkan dengan segera sesuai pasal 1832 KUH Perdata dan menyimpang dari pasal 1831 KUH Perdata. 2.4.4. sehingga Kontraktor KKS tidak dapat mencairkan jaminan dimaksud. Dalam hal terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan atau terlambat menyerahkan barang.Buku Kedua . 2.16.

Jaminan pelaksanaan dapat diambil Penyedia Barang/ Jasa: 1. dan 3. Berdasarkan pemberitahuan dari Kontraktor KKS.4. Setelah pembuktian pencapaian target TKDN jasa disepakati. 113 . dan 2.20.4. 2. maka Kontraktor KKS tidak bertanggung jawab atas kehilangan. Setelah pelaksanaan pekerjaan/penyerahan barang seluruhnya selesai. di atas.18. kerusakan atau penyalahgunaan jaminan pelaksanaan tersebut.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 angka 2. maka peserta pengadaan diminta untuk mengganti jaminan pelaksanaan dalam waktu tidak lebih dari 5 (lima) hari kerja. Apabila dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender setelah tanggal pemberitahuan jaminan pelaksanaan tersebut tidak diambil.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Besarnya jaminan uang muka harus bernilai sekurang-kurangnya sama dengan jumlah uang muka yang diberikan.4. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia.Buku Kedua . 3. 3.3. 3. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD. Jaminan atas uang muka dikembalikan kepada Penyedia Barang/ Jasa pada saat dibuat berita acara penyelesaian pekerjaan tahap pertama. Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan jaminan uang muka.1. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD. Dalam hal diberikan uang muka. JAMINAN UANG MUKA 3.2. 114 .

namun Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan surat jaminan pemeliharaan sebesar 5% (lima persen) dari nilai Kontrak.3. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD. atau 2.3. besarnya pembayaran terakhir yang ditahan dapat ditetapkan lebih besar dari 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen). dapat disepakati kewajiban pemeliharaan dijamin menggunakan surat jaminan pemeliharaan. sedangkan sisa 5% (lima persen) merupakan retensi selama masa pemeliharaan.2. 90% (sembilan puluh persen) dari nilai Kontrak. Masa berlaku jaminan pemeliharaan minimal sama dengan masa pemeliharaan. JAMINAN PEMELIHARAAN 4. Bagi Pekerjaan konstruksi yang Bersifat Kompleks: 1. 4. namun Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan surat jaminan pemeliharaan sebesar 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak. 4. 100% (seratus persen) dari nilai Kontrak. atau 2. sedangkan sisa 10% (sepuluh persen) merupakan retensi selama masa pemeliharaan. 95% (sembilan puluh lima persen) dari nilai Kontrak. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD. 4. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia. 4. Apabila pekerjaan telah selesai 100% (seratus persen) maka pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa dapat dilaksanakan sebagai berikut: 4. 4.3.4. 100% (seratus persen) dari nilai Kontrak.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Bagi Pekerjaan konstruksi yang tidak Bersifat Kompleks: 1.1. Apabila Penyedia Barang/Jasa tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan selama masa pemeliharaan sebagaimana mestinya maka Kontraktor KKS berhak menggunakan uang retensi atau mencairkan jaminan pemeliharaan untuk membiayai perbaikan atau pemeliharaan. Dalam hal pekerjaan tersebut dapat dikategorikan sebagai Pekerjaan Bersifat Kompleks. dapat disyaratkan untuk menahan sebagian pembayaran atas penyerahan barang atau hasil pekerjaan sebesar 5% (lima persen) dari total nilai Kontrak sebagai jaminan selama masa pemeliharaan.2. Sebagai pengganti ditahannya sebagian nilai pembayaran. 115 .5.1. Bagi pekerjaan konstruksi.

.

116 .Buku Kedua . Pemilihan Penyedia Barang/Jasa melalui pelelangan umum.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB X METODA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG / JASA PEMBORONGAN / JASA LAINNYA Pada prinsipnya pemilihan Penyedia Barang/Jasa dalam pengadaan barang/ Jasa Pemborongan /Jasa Lainnya dilakukan melalui pelelangan umum. pelelangan terbatas dan pemilihan langsung wajib mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri yang memenuhi persyaratan. kartu pengadaan (procurement card). Dalam keadaan tertentu sesuai ketentuan pedoman ini. pemilihan Penyedia Barang/Jasa dapat dilakukan melalui pelelangan terbatas. pemilihan langsung. penunjukan langsung. pengadaan secara elektronik (e-Procurement) atau melalui swakelola.

2. tetap menggunakan ketentuan yang diatur dalam bab III angka 6.2. 1.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). 117 . SYARAT PELELANGAN: Dilakukan untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp500.4.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat): 1.3. Pelelangan umum adalah pengadaan barang/jasa yang dilakukan secara terbuka untuk umum.1. 2.000.000. Pengadaan pekerjaan dengan nilai sampai dengan Rp1.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$50. 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. 1.1. Diutamakan bagi Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil yang terdaftar dalam Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu (DPM).2.000. Diikuti oleh Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi kualifikasi kompetensi dan kemampuan usaha sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan.000. atau barang/jasa yang mempunyai persyaratan khusus dapat dilakukan dengan hanya mengundang Penyedia Barang/Jasa usaha menengah dan usaha besar. Dalam hal penilaian kualifikasi menggunakan sistim Prakualifikasi.000.000.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100.2.2. sekurang-kurangnya diikuti oleh 3 (tiga) Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus kualifikasi dan memasukkan penawaran. Dalam hal pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan. media cetak dan apabila memungkinkan melalui media elektronik.2. 1. 1. Dalam hal pengadaan Barang/Jasa yang menggunakan teknologi atau berisiko tinggi. PELELANGAN UMUM 1.1. 3. perangkat lunak teknologi informasi (information technology software). atau spesifik (seperti bahan kimia khusus. mengacu kepada prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dengan diumumkan terlebih dahulu melalui papan pengumuman resmi Kontraktor KKS.2.

Dilakukan negosiasi harga apabila setelah pembukaan penawaran diketahui bahwa tidak ada satupun penawaran yang bernilai sama atau lebih rendah dibanding HPS/OE.2. dan yang memenuhi kualifikasi sekurang-kurangnya 1 (satu). Dalam hal penilaian kualifikasi menggunakan sistim pascakualifikasi. sekurang-kurangnya diikuti oleh 3 (tiga) Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran.6.5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.3. TATA CARA PELELANGAN UMUM Tata cara pelelangan umum yang dimulai sejak pengumuman pelelangan sampai dengan penunjukan pemenang pengadaan mengikuti ketentuan dalam bab XI pedoman ini.2. 118 . 1. 1.Buku Kedua .

Dalam hal pabrikan tidak melaksanakan sendiri pemasaran produknya. Peserta yang mendaftar dan memasukkan penawaran minimal 3 (tiga). Tata cara pelelangan terbatas pada dasarnya sama seperti proses pelelangan umum.2.3. Penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar. maka pabrikan dapat menunjuk satu distributor tunggal untuk bertindak atas nama pabrikan. atau 4.1. Dalam pengumuman dicantumkan kriteria peserta dan nama Penyedia Barang/Jasa yang akan diundang. Apabila pelelangan terbatas ulang gagal. Apabila setelah diumumkan terdapat Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar dan memenuhi kriteria namun tidak tercantum dalam pengumuman.3. 2. Metode pelelangan terbatas dapat dilaksanakan untuk pengadaan barang/jasa yang memenuhi kondisi berikut: 2. kecuali: 2. Pemilihan langsung kepada penawaran yang masuk.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.3.1. wajib diikutsertakan. Apabila peserta yang mendaftar dan memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga). apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu).2.1. pelelangan dinyatakan gagal dan dilakukan pelelangan terbatas ulang.2. apabila penawaran yang masuk minimal 2 (dua).3. atau 3. Diketahui secara luas bahwa jumlah Penyedia Barang/Jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan terbatas. 2. Penunjukan langsung kepada penawaran yang masuk.2. 2. atau 2. Pengumuman dimaksudkan untuk menjaring peserta lain yang memenuhi persyaratan. 2. 2.3. maka proses dilanjutkan dengan cara: 1. 119 . Pengadaan barang dengan pelelangan antar pabrikan.2. apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). Pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar. apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua). Pelelangan terbatas dilaksanakan dengan cara mengundang melalui pengumuman minimal 2 (dua) calon peserta yang memenuhi kriteria tertentu. PELELANGAN TERBATAS 2.

2. 4. Apabila pelelangan terbatas atau pemilihan langsung atau penunjukan langsung mengalami kegagalan karena setelah dilakukan negosiasi bertahap kepada penawaran peringkat I (pertama) sampai dengan penawaran peringkat III (ketiga) berdasarkan harga evaluasi penawaran (HEP) masih lebih tinggi dibanding dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Apabila peserta yang memasukkan penawaran hanya 2 (dua). apabila dalam buku APDN hanya tercantum 1 (satu) pabrikan yang memenuhi persyaratan pencapaian TKDN. Apabila setelah dilakukan negosiasi bersamaan harga penawaran hasil negosiasi masih lebih tinggi dibanding HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.3. 120 .Buku Kedua . Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang melalui pengumuman semua pabrikan yang tercantum dalam buku APDN yang memenuhi persyaratan pencapaian TKDN. Apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua). proses dilanjutkan dengan pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat mencantumkan dalam pengumuman hanya 1 (satu) pabrikan.4. 7. 5. 6. 3. proses dilanjutkan dengan melakukan negosiasi bersamaan kepada penawaran peringkat I (pertama) sampai dengan penawaran peringkat III (ketiga) berdasarkan harga evaluasi penawaran (HEP). proses dilanjutkan melalui metode pelelangan umum dengan mengundang pabrikan dalam negeri yang menawarkan barang produksi dalam negeri dengan TKDN minimal 10% (sepuluh persen). Apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu) dilakukan penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar. Khusus untuk pengadaan barang wajib dipergunakan: 1. proses dilanjutkan dengan penunjukan langsung kepada peserta yang memasukkan penawaran. proses dilanjutkan dengan pemilihan langsung kepada peserta yang memasukkan penawaran. Apabila peserta yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu).

4. proses dilanjutkan dengan cara: a. 121 . Pemilihan langsung kepada penawaran yang masuk. apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). apabila penawaran yang masuk minimal 2 (dua). Penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar. atau b. Penilaian kualifikasi dilakukan dengan cara Prakualifikasi. Apabila proses pelelangan umum mengalami kegagalan. apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu). apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua). 2. atau c. atau d. Penunjukan langsung kepada penawaran yang masuk. Pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8.

2. perkantoran atau pergudangan.2. 3.000.2.3. Untuk penyewaan pertama kali atau pindah lokasi fasilitas perumahan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Pemilihan langsung dapat dilaksanakan dengan cara mengundang sekurang-kurangnya 2 (dua) Penyedia Barang/Jasa. 3.000.00 (lima ratus juta rupiah) atau sampai dengan nilai US$50.1. 3.000. 3.3.2.2. pemasangan gas.000. Sebagai proses lebih lanjut atas pelelangan ulang gagal.2.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan nilai Rp500. 3.3.3.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50. Merupakan kelanjutan dari proses pelelangan gagal karena peserta yang mendaftar atau yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua) dan diketahui secara luas bahwa hanya terdapat 2 (dua) Penyedia Barang/Jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan tersebut. Untuk pemasangan telepon. pemasangan air untuk fasilitas perumahan dan perkantoran.3.7. 3.1.3.000.a.4.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) Pemilihan Langsung dengan nilai lebih besar dari Rp500.000.1.2.00 (lima puluh juta rupiah) atau lebih besar dari US$5. Merupakan kelanjutan proses dari pelelangan ulang yang gagal karena peserta yang mendaftar atau yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua).1.2. 2. dan bab X angka 2.4.000. 122 . 3. PEMILIHAN LANGSUNG Pemilihan langsung adalah pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan mengundang sekurang-kurangnya 3 (tiga) Penyedia Barang/ Jasa. 3. SYARAT PEMILIHAN LANGSUNG: Pemilihan langsung dilaksanakan untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp50. Merupakan kelanjutan dari proses pelelangan atau pelelangan terbatas sebagaimana diatur pada bab III angka 7. 3.000. apabila memenuhi salah satu keadaan berikut: Diketahui secara luas bahwa Penyedia Barang/Jasa yang mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan hanya 2 (dua).00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) dapat dilakukan apabila memenuhi salah satu kondisi berikut: 1.Buku Kedua .000. 3.

Merupakan pekerjaan mendesak sebagai akibat kejadian yang tidak terduga. d. c. Tata cara mengikuti ketentuan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang wajib dipergunakan. Penetapan standar barang/peralatan mengikuti ketentuan standarisasi yang diterbitkan oleh BPMIGAS.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. dalam hal: a. b. namun dapat dipenuhi dengan beberapa merek (approved brands). yang apabila tidak segera dilaksanakan akan mengakibatkan kehilangan kesempatan mempertahankan tingkat produksi minyak dan/atau gas bumi atau akan menunda pelaksanaan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi. Dengan dilengkapi justifikasi tertulis yang disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau pimpinan tertinggi setempat sesuai batas nilai kewenangannya. Merupakan pelaksanaan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang wajib dipergunakan namun jumlah yang mendaftar dan/atau yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua). 123 . Merupakan pekerjaan yang harus segera dilaksanakan untuk memenuhi ketentuan pemerintah dan/atau peraturan perundang-undangan yang harus segera dipatuhi. Pelaksanaan standarisasi barang/peralatan sehingga diperlukan barang/peralatan yang sama dengan yang telah terpasang. atau b. Dengan dilengkapi justifikasi tertulis yang disetujui oleh Pejabat Berwenang. Diketahui secara luas bahwa Penyedia Barang/Jasa yang mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan hanya 2 (dua). 6. dalam hal memenuhi salah satu dari keadaan berikut: a. Merupakan kelanjutan dari proses lelang gagal karena peserta yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua) dan diketahui secara luas bahwa hanya terdapat 2 (dua) Penyedia Barang/Jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan tersebut. Pengadaan perabotan (furniture) Produksi Dalam Negeri untuk perumahan atau perkantoran.

mengikuti tata cara pelelangan. 3. 3.000. Dalam hal harga penawaran terendah sudah lebih rendah dari pada HPS/OE maka negosiasi harga hanya dilakukan kepada penawar terendah pertama. Barang/jasa yang diperlukan dalam kegiatan pemboran lepas pantai (offshore). 2.4.Buku Kedua . 3. Pemilihan langsung dilaksanakan dengan mengundang calon Penyedia Barang/Jasa dari: 1.3. Pelaksanaan negosiasi mengikuti tata cara negosiasi pada proses pelelangan umum.4.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50.2.4.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa e.2.2.4. Pelaksanaan pemilihan langsung dilakukan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. Dilakukan negosiasi harga namun tidak boleh mengubah lingkup pekerjaan. sesuai batas nilai kewenangannya. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang Penyedia Barang/Jasa dengan cara mengumumkan di papan pengumuman resmi Kontraktor KKS atau mengirimkan surat undangan kepada Penyedia Barang/Jasa terundang. 3.4.4. Penawaran yang masuk sekurang-kurangnya 2 (dua) dan yang memenuhi syarat sekurang-kurangnya 1 (satu). Penilaian kualifikasi calon Penyedia Barang/Jasa dilakukan secara Prakualifikasi.000.5. atau 2.000. Masa sanggah hanya 1 (satu) kali. dalam bab ini. 3.1. 124 . TATA CARA PEMILIHAN LANGSUNG: 3.5. dengan menara pemboran (drilling rig) yang diadakan dengan metoda penunjukan langsung sebagai akibat terjadinya kelangkaan menara pemboran laut (offshore drilling rig) sebagaimana diatur dalam angka 4. Pemberian penjelasan dilakukan apabila dianggap perlu. Urutan proses sejak pemberian penjelasan sampai dengan penunjukan pemenang. berlaku selama 3 (tiga) hari kerja terhitung setelah tanggal pengumuman pemenang serta diterapkan hanya untuk paket pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp500. 3. Sumber lain di luar DPM. Apabila yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu) dilanjutkan dengan evaluasi sesuai dengan tata cara penunjukan langsung.d. Daftar Penyedia Mampu (DPM). kecuali : 1. 3.6.00 (lima puluh ribu dollar Amerika Serikat).4.

pembukaan penawaran dilakukan Panitia Pengadaan/Tim Internal tanpa harus dihadiri oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa.000.000.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Berita acara pembukaan penawaran ditandatangani Panitia Pengadaan/Tim Internal.000. 125 .00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100. Hasil evaluasi diumumkan atau diberitahukan secara terulis kepada peserta pengadaan. 5. Bagi paket pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.00 (seratus ribu dollar Amerika Serikat).

00 (lima ribu dolar Amerika Serikat). Pimpinan tertinggi Kontraktor KKS menyatakan keadaan darurat (emergency) dan harus melaporkan ke BPMIGAS dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam. dapat dilakukan untuk hal-hal berikut: 1. Pada saat selesainya penanggulangan keadaan darurat (emergency) Kontraktor KKS melaporkan dan meminta untuk dilakukan audit kepada BPMIGAS bagi semua kegiatan pengadaan barang/jasa yang telah dilakukan.2.1. Proses pengadaannya tidak memerlukan persetujuan BPMIGAS terlebih dahulu. 4. Sebagai proses lanjut atas pemilihan langsung gagal karena hanya ada 1 (satu) peserta yang memasukkan penawaran.000.1.00 (lima puluh juta rupiah) atau US$5.000. 4. 126 .2.2. a. Untuk penunjukan langsung dengan nilai lebih besar dari Rp50.4. disertai permohonan izin untuk melakukan tindakan pengadaan barang/jasa yang diperlukan untuk mengatasi keadaan tersebut. PENUNJUKAN LANGSUNG Pengadaan secara penunjukan langsung dilaksanakan dengan cara menunjuk langsung kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa. Sebagai proses lanjut atas pelelangan ulang gagal karena hanya ada 1 (satu) peserta yang memasukkan penawaran.000.000.2.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. Pekerjaan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi sehubungan dengan telah terjadinya keadaan darurat (emergency). b. 3. Syarat Penunjukan Langsung: Penunjukan langsung dapat dilaksanakan untuk pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp50.3. Merupakan kelanjutan dari proses pelelangan atau pelelangan terbatas sebagaimana diatur pada bab X angka 2.Buku Kedua . 2.00 (lima puluh juta rupiah) atau US$5.4.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat). c.000. 4. 4. 4.

00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih dari US$5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Dalam hal ini dapat dilakukan penunjukan langsung kepada BUMN tersebut. 6. Untuk perpanjangan masa penyewaan rumah. Pekerjaan tertentu dengan dilengkapi justifikasi yang disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS. lapangan penumpukan (termasuk shore base) atau pelabuhan. yang diproduksi oleh 1 (satu) perusahaan yang berstatus badan usaha milik negara (BUMN). 127 . dengan nilai perkiraan lebih dari Rp50. Pekerjaan mendesak yang diperlukan untuk meningkatkan volume produksi minyak dan/atau gas bumi berdasarkan permintaan Pemerintah Republik Indonesia melalui BPMIGAS dan harus dipenuhi dalam waktu selama-lamanya 1 (satu) tahun. sebagai akibat Keadaan Mendesak yang terjadi mendadak. kantor.000. Dengan ketentuan. Merupakan kelanjutan dari pelelangan ulang yang gagal karena peserta yang mendaftar hanya ada 1 (satu). lebih dari 50% (lima puluh persen) saham BUMN tersebut dimiliki oleh Negara. e. gudang. Pengadaan barang/jasa tertentu yang diketahui secara luas hanya dapat dilaksanakan oleh 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa. Pengadaan jenis barang dengan penjumlahan TKDN + BMP mencapai minimal 40% (empat puluh persen). Pengadaan menara pemboran laut (offshore drilling rig) dan barang/jasa pendukung pelaksanaan pemboran terkait dan kapal survei seismic. pada kondisi terjadi kelangkaan menara pemboran laut (offshore drilling rig) atau kapal survei seismic.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. sedangkan di wilayah negara Republik Indonesia terdapat peralatan dimaksud dengan kemungkinan akan segera diekspor karena masa kontraknya akan segera berakhir. b. c.000.000. Pekerjaan mendesak yang tidak dapat ditunda dan harus segera dilaksanakan.000. d. yaitu: a. f.000.

Pekerjaan tambahan yang tidak dapat dihindarkan dalam rangka penyelesaian pekerjaan semula dan telah ada harga standar dengan menggunakan satuan harga yang berlaku pada Kontrak yang bersangkutan sepanjang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. Untuk pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dan telah ada harga standar dengan menggunakan satuan harga menurut harga yang berlaku pada Kontrak yang bersangkutan dan secara teknis merupakan satu kesatuan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan terdahulu berdasarkan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis. Pelaksanaan pekerjaan ini tidak boleh dilakukan secara berturutan dengan penambahan lingkup kerja (PLK) kesinambungan (bridging) pada Kontrak yang sama. sementara proses lelang atau pemilihan langsung belum selesai. Dalam hal diperlukan kesinambungan (bridging) pekerjaan yang sedang berlangsung. Pengadaan barang/jasa spesifik yang hanya dapat dipenuhi oleh 1 (satu) pabrikan atau Penyedia Barang/ Jasa tertentu. Untuk pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dari pekerjaan yang tidak ada harga standarnya. misalnya perangkat lunak teknologi informasi termasuk jasa pemeliharaannya. antara lain pengadaan barang/jasa yang terkait dengan kepemilikan lisensi/hak kepemilikan/ proprietary right. dengan ketentuan: • Masa pelaksanaan paling lama hanya sampai dengan 1 (satu) hari sebelum tanggal dimulainya pekerjaan berdasar Kontrak baru. 128 . b. tetapi sehubungan dengan homogenitasnya perlu dijaga kontinuitas pelaksanaannya sesuai dengan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis. d.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7.Buku Kedua . Pekerjaan tertentu dengan dilengkapi justifikasi tertulis yang disetujui oleh Pejabat Berwenang dan memenuhi sekurangkurangnya salah satu syarat sebagai berikut: a. dan • Secara kumulatif waktu pelaksanaan tidak melebihi 6 (enam) bulan. e. c.

00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat): • Pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh 1 (satu) penyedia Jasa Konsultansi yang telah terbukti berhasil mencapai suatu target yang sangat baik dan dipercaya akan berhasil mencapai target yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Dalam rangka standarisasi barang/peralatan sehingga diperlukan barang/peralatan yang sama dengan yang telah terpasang.00 (lima milyar rupiah) atau maksimal US$500. dalam rangka pengoperasian dan/atau pengelolaan peralatan atau permesinan tersebut. j.000. dengan nilai per paket pekerjaan maksimal Rp5.000. k.000. g.3. Pekerjaan Jasa Konsultansi. Pekerjaan Jasa Konsultansi atau pelatihan pekerja yang dilaksanakan oleh pabrikan atau agen tunggal peralatan atau permesinan.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). 129 f. 4. Merupakan kelanjutan dari pelelangan ulang yang gagal karena peserta yang mendaftar hanya ada 1 (satu).000. i. . Dalam rangka uji coba penggunaan barang/peralatan hingga diperoleh hasil yang diinginkan berdasarkan analisa keekonomian dan/atau evaluasi kinerja (performance based evaluation). h. Pelaksanaan pengadaan harus dilengkapi dengan program uji coba yang lengkap.000. termasuk tatawaktu dan kriteria evaluasi. • Pekerjaan Jasa Konsultansi dan/atau pelatihan pekerja yang dilaksanakan penyedia Jasa Konsultansi dan dikerjakan oleh tenaga ahli yang secara pribadi per pribadi diyakini mampu memberikan hasil yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS.00 (lima puluh milyar rupiah) atau maksimal US$5.000. yang disahkan oleh pimpinan fungsi pengguna barang/jasa. dengan nilai perkiraan maksimal Rp50.000.000. Pekerjaan Jasa Konsultansi yang hanya dapat dilakukan oleh 1 (satu) pemegang hak cipta yang telah terdaftar atau pihak yang telah mendapat izin pemegang hak cipta. Penetapan standar barang/peralatan mengikuti ketentuan standarisasi yang diterbitkan oleh BPMIGAS.000.

00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) tanpa Kontrak.000. 5.500. Pembukaan penawaran tidak harus dihadiri oleh Penyedia Barang/Jasa. 4.3.00 (limapuluh juta rupiah) atau lebih besar dari US$5. 3. kecuali merupakan kelanjutan dari proses pelelangan ulang yang gagal atau merupakan kelanjutan dari proses pemilihan langsung yang gagal.1. Urutan proses penunjukan langsung dengan nilai lebih besar dari Rp50.Buku Kedua . 7. 2. 4.00 (dua ribu lima ratus dolar Amerika Serikat) harus dilakukan dengan Kontrak. kecuali: 1.000. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengirimkan undangan kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus penilaian kualifikasi untuk memasukkan penawaran.00 (dua puluh lima juta rupiah) atau setinggitingginya US$2.3. 4. Pemberian penjelasan dilakukan hanya apabila dianggap perlu.000. dapat dilakukan sampai dengan nilai Rp50. Tindakan ini tidak dikategorikan sebagai post bidding. Paket pengadaan dengan nilai setinggi-tingginya Rp25.000.00 (dua ribu lima ratus dolar Amerika Serikat) dapat dilakukan secara tunai atau cara lain tanpa perikatan Kontrak. Lebih besar dari Rp25.00 (dua puluh lima juta rupiah) atau lebih besar dari US$2.000.000.000. Negosiasi tidak boleh mengubah sasaran pekerjaan. 4.3.4. Dalam hal menggunakan kartu pengadaan (procurement card).3. 6.5. Tidak disediakan masa sanggah. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat meminta tambahan dokumen pendukung penawaran.3. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa TATA CARA PENUNJUKAN LANGSUNG: Pelaksanaan penunjukan langsung dilakukan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal sesuai batas nilai kewenangannya. 130 . Dalam hal ini berita acara pembukaan penawaran ditandatangani oleh anggota Panitia Pengadaan/ Tim Internal. Dilakukan negosiasi harga dan bila diperlukan sebelum negosiasi harga dilakukan Klarifikasi dan negosiasi aspek lainnya.2.000.3.000. Jaminan penawaran tidak diperlukan. 4.000.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) mulai dari permintaan penawaran mengikuti tata cara pelelangan.500.00 (limapuluh juta rupiah) atau sampai dengan nilai US$5.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

8. Tata waktu disesuaikan dengan kebutuhan. 9. Tidak diperlukan pengumuman hasil pengadaan kecuali merupakan kelanjutan dari proses pelelangan ulang yang gagal atau merupakan kelanjutan dari proses pemilihan langsung yang gagal. 4.3.6. Pengadaan barang/jasa spesifik: 1. Penentuan kebutuhan barang/jasa spesifik ditetapkan dalam suatu kebijakan tertulis oleh Kontraktor KKS, berdasarkan hasil penelitian teknis yang dapat dipertanggungjawabkan. 2. Pengguna barang/jasa yang bersangkutan harus membuat spesifikasi teknis lengkap dan analisis teknis bahwa barang/jasa tersebut tidak dapat digantikan oleh barang/jasa lain dan/atau berdasarkan peraturan hanya boleh disediakan oleh Penyedia Barang/Jasa tertentu. 3. Dilaksanakan kepada penyedia jasa tunggal untuk jasa spesifik, atau kepada penyedia barang spesifik yaitu pabrikan atau agen tunggal/agen/distributor yang berstatus agen dari merek/ jenis barang spesifik tersebut. Penyedia Barang/Jasa berstatus agen harus memenuhi syarat: a. Memiliki perjanjian keagenan dengan pabrikan atau surat penunjukan dari pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan, dan/atau surat keterangan dari Instansi Pemerintah yang berwenang; b. Penawaran harga harus didukung dengan daftar harga yang dikeluarkan oleh prinsipal yaitu pabrikan atau yang mewakili pabrikan.

131

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

5. 5.1.

PROCARD Pengadaan dengan procurement card (procrad) adalah pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung dengan menggunakan media procard sebagai sarana pembayaran tanpa harus menerbitkan surat perjanjian/ Kontrak, surat pesanan, atau purchase order (PO). Tata cara mengenai pengadaan dengan Procard dapat dilihat pada lampiran MP- 001.

5.2.

6. PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK (E-PROCUREMENT): 6.1. Pengadaan secara elektronik (e-Procurement) merupakan pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan menggunakan jaringan elektronik (jaringan internet atau intranet) atau electronic data interchange (EDI). Metoda pelaksanaan e-Procurement terdiri dari e-Bidding dan e-Reverse Auction (e-RA). Tata cara pengadaan secara elektronik dapat dilihat pada lampiran MP- 002, dengan ketentuan: Pemanfaatan e-Procurement harus tetap memberikan kesempatan berusaha bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil dan memberdayakan Perusahaan Dalam Negeri serta mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. Pelaksanaannya harus tetap menerapkan konsep transparansi dan persaingan usaha secara sehat. e-BIDDING: e-Bidding merupakan pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan cara penyampaian informasi dan/atau data pengadaan dari Kontraktor KKS maupun dari Penyedia Barang/Jasa, dimulai dari pengumuman sampai dengan pengumuman hasil pengadaan, dilakukan melalui media elektronik antara lain menggunakan media internet, intranet dan/atau electronic data interchange (EDI). e-Bidding dapat dilaksanakan untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp50.000.000,00 (limapuluh juta rupiah) atau lebih besar dari US$5.000,00 (lima ribu dolar Amerika Serikat).

6.2. 6.2.1.

6.2.2.

6.3. 6.3.1.

6.3.2.

132

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

6.3.3.

Dalam hal menggunakan metoda pelelangan umum atau pelelangan terbatas, pengumuman juga dilakukan di papan pengumuman resmi Kontraktor KKS dan/atau media massa sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk nilai sampai dengan Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau nilai sampai dengan US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat), Penyedia Barang/Jasa tidak menyerahkan dokumen penawaran dan dokumen pendukung penawaran. 1. Penyedia Barang/Jasa yang ditunjuk sebagai pemenang pengadaan wajib menyerahkan surat penawaran sesuai ketentuan yang berlaku lengkap dengan perincian dan dokumen pendukung yang berkaitan, dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari setelah tanggal penunjukan. 2. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dianggap mengundurkan diri. Selanjutnya peserta dengan penawaran peringkat berikutnya dapat ditunjuk sebagai pemenang. Ketentuan penunjukan pemenang mengikuti ketentuan pada bab XI angka 15.

6.3.4.

6.3.5.

Untuk nilai lebih besar dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp20.000.000.000,00 (dua puluh milyar rupiah) atau nilai lebih besar dari US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$2,000.000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat), dokumen-dokumen tertentu dapat disyaratkan untuk diserahkan dalam sampul tertutup, antara lain surat penawaran harga dan surat jaminan penawaran. Untuk nilai lebih besar dari Rp20.000.000.000,00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2,000,000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat), surat penawaran teknis dan harga serta surat jaminan penawaran harus diserahkan dalam sampul tertutup selambat-lambatnya pada waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam IKPP/ITB. Bagi peserta pengadaan yang ditetapkan sebagai calon pemenang dengan nilai lebih besar dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau nilai lebih besar dari US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) diwajibkan untuk menyerahkan seluruh kelengkapan dokumen yang disyaratkan. Urutan proses mulai dari pengumuman sampai dengan penunjukan pemenang mengikuti tata cara pelelangan atau pemilihan langsung atau penunjukan langsung.

6.3.6.

6.3.7.

6.3.8.

133

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

6.4. e-REVERSE AUCTION (e-RA): 6.4.1. e-Reverse Auction merupakan proses pelelangan dimana pada tahap pembukaan penawaran harga dilanjutkan dengan upaya penurunan harga melalui media elektronik bagi penawaran yang memenuhi persyaratan. 6.4.2. Dapat digunakan untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100,000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). 6.4.3. Tidak boleh digunakan untuk pengadaan jasa tenaga kerja. 6.4.4. Dilakukan melalui metoda pelelangan umum, pelelangan terbatas atau pemilihan langsung, dengan sistim pemasukan dokumen penawaran dua sampul atau dua tahap. 6.4.5. Urutan proses sejak pengumuman sampai dengan penunjukan pemenang, mengikuti tata cara pelelangan umum atau pelelangan terbatas dengan ketentuan: 1. Penawaran yang telah lulus evaluasi tahap administrasi, teknis, dan penawaran harganya memenuhi persyaratan diberikan kesempatan berkompetisi secara ‘real-time’, dengan cara memasukkan penawaran harga lebih dari satu kali dan bersifat menurun dalam jangka waktu maksimal 24 (dua puluh empat) jam melalui media elektronik (online). 2. Tata cara pembukaan penawaran harga: a. Panitia Pengadaan membuka sampul penawaran harga di hadapan peserta pengadaan. Selanjutnya dilakukan penelitian pemenuhan syarat administrasi, terutama keabsahan surat penawaran harga dan surat jaminan penawaran. Penawaran tidak dibacakan dan tidak diperlihatkan kepada peserta yang lain. b. Pelaksanaan e-RA dimulai dengan meminta peserta yang penawaran harganya memenuhi persyaratan administrasi untuk mengunggah (upload) nilai penawaran masing-masing atau Panitia Pengadaan mengunggah nilai penawaran dari penawaran yang masuk. Identitas penawar dirahasiakan. c. Penawaran dengan nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai penawaran yang diunggah dinyatakan diskualifikasi dan dikeluarkan dari daftar peserta e-RA.

134

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

d. Penetapan peringkat (rangking) penawaran dilakukan pada setiap ada perubahan nilai penawaran yang diunggah oleh salah satu atau beberapa peserta. • Penetapan peringkat penawaran untuk pengadaan barang produksi dalam negeri didasarkan pada harga evaluasi penawaran (HEP) menggunakan TKDN yang dinyatakan dalam penawaran tertulis tersebut pada angka 6.4.5.2.a. di atas dan nilai penawaran terakhir dalam proses e-RA. Penetapan peringkat penawaran untuk pengadaan barang produksi luar negeri didasarkan pada perbandingan nilai penawaran.

e. Penawaran barang produksi dalam negeri dengan nilai harga evaluasi penawaran (HEP) terendah atau penawaran barang produksi luar negeri dengan nilai terendah pada akhir masa pelaksanaan e-RA, dan nilai penawaran terakhirnya telah lebih rendah dibanding dengan HPS/OE, ditetapkan sebagai calon pemenang. f. Semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis beserta pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan e-RA. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dianggap mengundurkan diri dan jaminan penawaran dicairkan;

g. Tata cara rinci dapat dilihat dalam lampiran MP-002 6.4.6. Penyedia Barang/Jasa peserta e-Procurement harus menandatangani pernyataan bahwa akan mematuhi ketentuan dan prosedur e-procurement yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS.

135

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

7. SWAKELOLA 7.1. Swakelola merupakan pekerjaan yang pelaksanaannya direncanakan, dikerjakan dengan menggunakan tenaga dan peralatan sendiri dan diawasi sendiri atau pelaksanaannya dikuasakan kepada pihak lain. Jenis-jenis pekerjaan yang dapat dilakukan secara swakelola oleh Kontraktor KKS sendiri, antara lain namun tidak terbatas pada pekerjaan penyelenggaraan pendidikan dan latihan, kursus, penataran, seminar, lokakarya; Pelaksanaan swakelola dapat dikuasakan kepada instansi pemerintah, lembaga ilmiah, perguruan tinggi, kelompok masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional. Swakelola tidak dapat dikuasakan kepada Badan Usaha. Jenis pekerjaan yang dapat dikuasakan kepada: 1. Instansi pemerintah, antara lain: a. Pemetaan lokasi, pengawalan bahan peledak, pengelolaan menara kontrol bandara; b. Pengamanan wilayah kerja; c. Sertifikasi dan verifikasi TKDN. 2. Lembaga pemerintah, lembaga ilmiah dan perguruan tinggi, antara lain: a. Seleksi penerimaan pekerja; b. Penelitian, studi, sertifikasi dan interpretasi geologi dan pertambangan minyak dan gas bumi; c. Penelitian, studi dan pengembangan sesuai bidang spesifikasinya; 3. Kelompok masyarakat, antara lain menyerahkan pelaksanaan pekerjaan tertentu kepada kelompok masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat setempat. Lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional yang terdaftar di Departemen Dalam Negeri, antara lain pelaksanaan jasa peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan di bidang pendidikan, penyuluhan, penerapan dan penyebarluasan teknologi sederhana atau madya yang tepat guna untuk kepentingan masyarakat.

7.2.

7.3.

4.

136

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

7.3.2.

Swakelola dengan cara dikuasakan, dilaksanakan dengan surat kuasa yang dilengkapi dengan uraian kewajiban dan hak masing-masing pihak. TATA CARA SWAKELOLA: Pelaksanaan swakelola yang dilakukan sendiri oleh Kontraktor KKS dilaksanakan sesuai dengan ketentuan masing-masing Kontraktor KKS. Pelaksanaan swakelola yang dikuasakan: 1. Pemilihan penerima kuasa disesuaikan kebijakan masingmasing Kontraktor KKS dengan memperhatikan ketentuan/ peraturan terkait; 2. Kontraktor KKS menunjuk langsung 1 (satu) penerima kuasa dengan cara membuat surat kuasa untuk melaksanakan pekerjaan tertentu. Surat kuasa tersebut mengatur antara lain tentang tanggung jawab, tugas, hak dan kewajiban masing-masing pihak, jenis dan lingkup pekerjaan, ketentuan pembayaran. Hal-hal yang tersebut dalam surat kuasa tersebut harus terlebih dahulu disepakati oleh kedua belah pihak; 3. Pengadaan barang/jasa termasuk pengadaan tenaga ahli yang diperlukan oleh penerima kuasa, menggunakan ketentuan yang berlaku pada penerima kuasa; 4. Pencapaian target pelaksanaan pekerjaan dilaporkan dan dievaluasi secara berkala, sesuai kesepakatan antara Kontraktor KKS dengan penerima kuasa; 5. Pengawasan di lapangan dilakukan oleh penerima kuasa; 6. Pada dasarnya pembayaran dilakukan dengan menggunakan panjar kerja yang secara berkala harus dipertanggungjawabkan oleh penerima kuasa. Sesuai sifat pekerjaannya, dapat dilakukan pembayaran berdasarkan kesepakatan para pihak.

7.4. 7.4.1.

7.4.2.

137

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

BAB XI TATA CARA PELELANGAN UMUM

138

Khusus untuk pengadaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya. surat ijin usaha serta biaya penggantian Dokumen Pengadaan (apabila ada).2. Tempat.(satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.. struktur kepengurusan perusahaan. PENGUMUMAN 1. Tempat. Nama dan alamat Kontraktor KKS yang akan mengadakan pelelangan.000. 6.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Tata cara dan tata waktu pelaksanaan penilaian kualifikasi calon peserta pelelangan. struktur kepemilikan. tanggal dan batas waktu untuk mendaftarkan diri sebagai calon peserta pelelangan. 139 . Syarat persentase TKDN barang yang akan ditawarkan atau syarat komitmen persentase TKDN jasa yang harus dicapai. tanggal dan waktu untuk pengambilan dokumen kualifikasi dan/atau Dokumen Pengadaan.000. Judul dan nomor lelang serta uraian singkat mengenai barang/ jasa yang dilelangkan. 4. 8. dicantumkan persyaratan bahwa Penyedia Barang/Jasa harus bersedia memenuhi tingkat pencapaian TKDN yang ditetapkan Kontraktor KKS dalam pelaksanaan pekerjaan.. Pengumuman pelelangan dilakukan secara terbuka melalui papan pengumuman Kontraktor KKS. 7. bidang/sub bidang.000. 1. Syarat pendaftaran pelelangan yaitu golongan. 2. 5. hari.000.1.(seratus ribu dolar Amerika Serikat) diumumkan juga melalui media cetak dan apabila memungkinkan melalui media elektronik antara lain website BPMIGAS. hari. Pengumuman pelelangan memuat antara lain: 1. 3. Pelelangan dengan nilai lebih besar dari Rp1.

3.1. wajib menyerahkan salinan SKUP Migas yang diterbitkan oleh kementerian yang membidangi industri minyak dan gas bumi. Pendaftaran terbuka untuk semua badan usaha yang memiliki bidang usaha dan sub bidang usaha yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilelangkan.4. Penyedia Barang/Jasa harus mendaftar pada waktu yang telah ditentukan dengan melengkapi semua persyaratan.000. Lembar isian pernyataan awal TKDN: 1. PENDAFTARAN PENYEDIA BARANG/JASA 2. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar kurang dari 3 (tiga) maka Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat memperpanjang masa pendaftaran sesuai kebutuhan. 140 .000. Dalam hal menggunakan sistim Prakualifikasi.5. Selanjutnya dilakukan pelelangan ulang dimulai dengan melakukan pengumuman pelelangan ulang. Apabila sampai dengan berakhirnya perpanjangan masa pendaftaran jumlah yang mendaftar kurang dari 3 (tiga).00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. Penyedia Barang/Jasa yang melakukan Konsorsium harus mendaftar sebagai Konsorsium.000.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. 2.000.6. 2. 2. antara lain harus menyerahkan salinan akte pendirian dan perubahannya.Buku Kedua . Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara bahwa pelelangan gagal. Untuk pengadaan barang produksi dalam negeri: a.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) wajib menyerahkan: 2. Konsorsium harus terbentuk pasti sebelum penilaian Prakualifikasi. 2. Badan usaha yang mendaftar untuk ikut serta dalam pelelangan dengan nilai lebih besar dari Rp1. Penyedia Barang/Jasa yang menyatakan telah memiliki atau akan menawarkan barang Produksi Dalam Negeri dengan TKDN sama dengan atau lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen).6. 2.2. dengan cara mengumumkan perpanjangan masa pendaftaran sesuai ketentuan pengumuman. Pada tahap pendaftaran harus telah dapat diidentifikasi kemungkinan adanya hubungan istimewa di antara peserta pengadaan.

Lembar pernyataan yang menyatakan persetujuan untuk mengikuti ketentuan pendayagunaan produksi dan kompetensi dalam negeri sebagaimana diatur pada bab III dalam pedoman ini. calon peserta pengadaan wajib menyerahkan surat pernyataan bersedia memenuhi target pencapaian TKDN minimal yang disyaratkan oleh Kontraktor KKS. • Peserta bukan pabrikan harus melampirkan surat penunjukan keagenan atau surat perjanjian kerjasama penjualan dari pabrikan dalam negeri. 2. 141 .6. c. maka bagi peserta yang akan menawarkan atau menyatakan memiliki barang dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) namun sama atau lebih besar dari 10% (sepuluh persen).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. 2.2. pada saat pendaftaran: • Peserta pabrikan wajib menyatakan jenis-jenis dan besaran komponen dalam negeri dari barang yang akan ditawarkan atau menunjukkan copy SKUP Migas yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. di atas. Bagi badan usaha yang mendaftar namun tidak bersedia memenuhi ketentuan di atas. 2. Untuk pengadaan barang di luar dari yang tersebut pada huruf b. 2.7. harus menunjukkan copy SKUP Migas yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi dan sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian.6. Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar dalam pengadaan barang wajib dipergunakan dan akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN minimal 15% (lima belas persen). Untuk pengadaan Jasa Pemborongan. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat daftar peserta yang memenuhi syarat untuk mengikuti proses pengadaan selanjutnya. tidak diikutsertakan dalam proses selanjutnya.

Persyaratan kualifikasi Penyedia Barang/Jasa mengikuti ketentuan pada bab VI angka 5.1. Dokumen kualifikasi dibuat sesuai dengan lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan. . PRAKUALIFIKASI: 3.1.5.2. tidak diharuskan mengikuti proses penilaian kualifikasi.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan dan memberitahukan kepada peserta pengadaan waktu penyampaian dokumen persyaratan kualifikasi dan jangka waktu penilaian kualifikasi. teknis. Penilaian kualifikasi dilakukan melalui proses Prakualifikasi atau pascakualifikasi. 142 3. Panitia Pengadaan/Tim Internal Kontraktor KKS melakukan penilaian kualifikasi dengan cara melakukan penilaian kompetensi dan/atau kemampuan Penyedia Barang/Jasa berdasarkan dokumen Prakualifikasi yang disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa.1. dan finansial. K3LL. 3. 3. Pelaksanaan Prakualifikasi dilakukan oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal dan dapat dibantu oleh pihak terkait di dalam lingkungan Kontraktor KKS maupun pihak luar yang independen.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.1.4. Bagi Penyedia Barang/Jasa yang telah terdaftar dalam Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu (DPM) dan menurut Panitia Pengadaan/Tim Internal memenuhi persyaratan kualifikasi.4. 3. 3. kecuali untuk melengkapi dokumen-dokumen yang telah kadaluwarsa.6. waktu dan tempat yang telah ditentukan. sumber daya manusia. Penyedia Barang/Jasa menyampaikan dokumen kualifikasi pada tanggal. Peserta Pengadaan harus dapat membuktikan dan menjamin kebenaran semua data dalam informasi kualifikasi yang disampaikan. dalam pedoman ini.1.1. 3.1.Buku Kedua . Panitia Pengadaan/Tim Internal Kontraktor KKS melakukan verifikasi dokumen Prakualifikasi yang disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa. Apabila diperlukan Panitia Pengadaan/ Tim Internal Kontraktor KKS dapat melakukan peninjauan ke fasilitas pendukung Penyedia Barang/Jasa.3. PENILAIAN KUALIFIKASI Penilaian kualifikasi dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan Penyedia Barang/Jasa dalam bidang administrasi.

3.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3.1.00 (dua puluh juta dolar Amerika Serikat).7.00 (dua ratus milyar rupiah) atau lebih besar dari US$20. Perjanjian Konsorsium harus mencantumkan kondisi tanggung resiko bersama (jointly liabilities) di antara anggota Konsorsium.1. 3.9. Penyedia Barang/Jasa dapat menambahkan dokumen yang diminta maupun tidak diminta oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. Selanjutnya dilakukan lelang ulang dimulai dengan melakukan pengumuman lelang ulang dan proses Prakualifikasi ulang. 3.000. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa mendaftar sebagai Konsorsium. 143 .000.13. maka penilaian kualifikasi dilakukan terhadap keseluruhan kemampuan anggota Konsorsium.10. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan di papan pengumuman resmi Kontraktor KKS dan/atau memberitahukan secara tertulis kepada peserta pengadaan tentang hasil Prakualifikasi.000. Penambahan dokumen oleh Penyedia Barang/Jasa tidak dikategorikan sebagai Post-Bidding.8.000.12. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang lulus penilaian kualifikasi kurang dari 3 (tiga). Kontraktor KKS dalam tahap produksi wajib mengkonsultasikan hasil penilaian kualifikasi ke BPMIGAS apabila perkiraan nilai pengadaan lebih besar dari Rp200. Selama proses verifikasi dan penilaian kualifikasi. 3. waktu untuk pengambilan Dokumen Pengadaan dan waktu pelaksanaan pemberian penjelasan. dapat digunakan hasil penilaian dari Kontraktor KKS lain yang telah dilakukan dalam waktu 2 (dua) tahun terakhir.1.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat daftar Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus Prakualifikasi. BPMIGAS dapat menyatakan ketidaksetujuan atas hasil penilaian Prakualifikasi dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari kerja setelah tanggal pelaksanaan konsultasi pertama. 3. Untuk pekerjaan yang sejenis. 3. Konsultasi dilakukan sebelum hasil penilaian diumumkan.1.11. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi maupun meminta tambahan dokumen yang dipersyaratkan pada dokumen kualifikasi dalam waktu yang telah ditentukan.000. dengan ketentuan kriteria penilaian yang digunakan sama atau lebih tinggi dari kriteria penilaian yang disyaratkan.1. pelelangan dinyatakan gagal.

1. Hasil penilaian Prakualifikasi harus mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. Selama masa tunggu pelaksanaan pelelangan tersebut tidak dimungkinkan adanya penambahan calon peserta pelelangan baru. Pertanyaan tentang ketidaklulusan pada tahap Prakualifikasi. Pertanyaan diajukan secara tertulis kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal dan ditandatangani oleh pejabat Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kewenangan untuk menandatangani penawaran.000. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang peserta yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi atau menanggapi secara tertulis pertanyaan tentang ketidaklulusan pada tahap Prakualifikasi paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah diterimanya pertanyaan.1. paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah pengumuman hasil Prakualifikasi. 144 . Pelaksanaan Prakualifikasi dengan cara ini harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari BPMIGAS.00 (seratus juta dolar Amerika Serikat).17.Buku Kedua . 3.16.000. Hasil penilaian kualifikasi dengan cara ini hanya berlaku untuk pekerjaan yang telah ditetapkan sejak sebelum pelaksanaan Prakualifikasi dan berlaku hanya untuk masa tidak lebih dari 2 (dua) tahun.14.15.000. hanya dapat diajukan oleh Penyedia Barang/Jasa yang tidak lulus penilaian kualifikasi. Penyedia Barang/Jasa yang dinyatakan lulus penilaian kualifikasi diundang untuk mengambil Dokumen Pengadaan sesuai waktu yang ditetapkan. sebelum diumumkan. Pada proses pelelangan ulang.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.000. Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus penilaian kualifikasi dan diundang atau mendaftar kembali tidak perlu mengikuti tahap Prakualifikasi ulang. Pada Kontraktor KKS tahap produksi.1. proses Prakualifikasi dapat dilaksanakan sebelum pelaksanaan pelelangan. kecuali apabila salah satu atau lebih calon peserta pelelangan mengundurkan diri sehingga jumlah calon peserta pelelangan menjadi kurang dari 3 (tiga).000. Proses pelelangan dilanjutkan setelah Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan klarifikasi dan hasilnya dicatat dalam berita acara klarifikasi atau setelah tanggapan tertulis dikirimkan kepada peserta yang bersangkutan. 3. bagi rencana pengadaan pekerjaan yang bersifat kompleks dan bernilai lebih dari Rp1.000.1.00 (satu trilliun rupiah) atau lebih dari US$100. 3.

dalam bab ini. 3.2.4.00 (dua puluh juta dolar Amerika Serikat).2.7.000. 3. Kontraktor KKS mengkonsultasikan hasil penilaian kualifikasi ke BPMIGAS apabila perkiraan nilai pengadaan lebih besar dari Rp200.00 (dua ratus milyar rupiah) atau lebih besar dari US$20.000. Semua data dalam informasi kualifikasi yang disampaikan oleh peserta pelelangan harus dapat dibuktikan dan dijamin kebenarannya oleh peserta pengadaan. Konsultasi dilakukan sebelum pengumuman calon pemenang pengadaan.5. 3. Penilaian kualifikasi didasarkan pada dokumen persyaratan kualifikasi yang diserahkan bersamaan dengan dokumen penawaran harga.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Pertanyaan tentang ketidaklulusan terhadap hasil penilaian pascakualifikasi dikategorikan sebagai sanggahan terhadap proses pengadaan. Pada proses evaluasi pascakualifikasi tidak diperbolehkan menyampaikan tambahan dokumen atau mengganti dokumen yang telah diserahkan sebagai bagian dari dokumen penawaran. 145 .2.2.2. Apabila Penyedia Barang/Jasa melakukan hal tersebut. BPMIGAS dapat menyatakan ketidaksetujuan atas hasil penilaian kualifikasi dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari kerja setelah tanggal pelaksanaan konsultasi pertama. PASCAKUALIFIKASI Pada dasarnya penilaian kualifikasi pada proses pascakualifikasi sama seperti penilaian pada proses Prakualifikasi. Penilaian kualifikasi dilaksanakan terhadap 3 (tiga) penawaran dengan peringkat penawaran harga terbaik berdasarkan hasil evaluasi harga.6. 3.1.000.000.3. sebagaimana diatur dalam angka 14.2.2. 3. dikategorikan sebagai post-bidding. 3. 3.000.2.2.

K3LL atau kompleksitas lingkup kerja/spesifikasi. Peninjauan lapangan tempat pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan berdasar kesepakatan antara Panitia Pengadaan dengan peserta pengadaan.6.5.3. 4. dapat meminta secara tertulis paling lambat 4 (empat) hari kerja sebelum tanggal penutupan pemasukan dokumen penawaran.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.00 (satu milyar rupiah) atau dengan nilai sampai dengan US$100.Buku Kedua . 4. Penjelasan mengenai Dokumen Pengadaan diberikan secara jelas agar dapat dimengerti.2.000. serta diberikan kepada semua peserta pelelangan sebagaimana diatur pada angka 4.2.2. di tempat dan pada waktu yang telah ditentukan. 4. 4. Pemberian penjelasan tentang Dokumen Pengadaan diberikan oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal kepada: Peserta pelelangan Prakualifikasi.2. . termasuk perubahannya. Hasil pemberian penjelasan terhadap Dokumen Pengadaan dan keterangan lainnya. 146 4. dibuatkan berita acara yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan. dengan dihadiri sekurangkurangnya 1 (satu) Wakil Penyedia Barang/Jasa. Penyedia Barang/Jasa dapat menanyakan hal-hal yang diperlukan sehubungan dengan Dokumen Pengadaan dan pelaksanaan pelelangan. atau dalam pengadaan barang.1. Berita acara penjelasan ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal yang hadir dan seluruh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir.000. Pada kesempatan tersebut. pada bab ini. dengan mempertimbangkan risiko teknis. 4.2. Penjelasan mengenai Dokumen Pengadaan dilakukan sekurangkurangnya oleh 2 (dua) orang anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal dan dapat dibantu oleh pihak terkait di dalam lingkungan Kontraktor KKS maupun pihak ketiga yang independen. Dalam hal pemberian penjelasan (prebid meeting) tidak dilakukan dan Penyedia Barang/Jasa memerlukan penjelasan. pemberian penjelasan dilakukan apabila dianggap perlu.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). yang dinyatakan lulus penilaian 4.000.000. Peserta yang mendaftar pada pengadaan dengan sistim pascakualifikasi. Dalam pelaksanaan pengadaan jasa dengan nilai sampai dengan Rp1.1.4. PEMBERIAN PENJELASAN 4.

4.10.8. Panitia Pengadaan/Tim Internal menerbitkan adendum Dokumen Pengadaan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan dan harus diberitahukan kepada peserta lelang yang memenuhi syarat. Ketentuan dimaksud diatur dalam Dokumen Pengadaan. 4. Kontraktor KKS dapat mengatur secara khusus mengenai kewajiban peserta pengadaan untuk hadir dan kriteria Wakil Penyedia Barang/Jasa yang harus hadir. Rapat penjelasan dapat dilakukan lebih dari 1 (satu) kali sesuai kebutuhan. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat mempertimbangkan untuk tidak melaksanakan rapat pemberian penjelasan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. 4.7. namun harus tetap dalam batasan waktu yang telah direncanakan. 147 .9. Dalam hal terjadi perubahan isi Dokumen Pengadaan dan/atau penjelasan tambahan setelah rapat penjelasan. Dalam hal terjadi lelang ulang dan tidak terdapat peserta lelang yang baru.

Protes adalah keberatan Penyedia Barang/Jasa yang diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja sebelum hari terakhir masa pemasukan dokumen penawaran. Persyaratan. 5. kriteria. 5. Protes harus diajukan secara tertulis dengan melampirkan buktibukti yang mendukung keberatan tersebut. Panitia Pengadaan/Tim Internal memberikan tanggapan tertulis atau mengadakan pertemuan Klarifikasi. Permintaan klarifikasi. PROTES 5.5. 5.3. Penyimpangan isi dokumen dan proses lelang terhadap peraturan dan ketentuan pengadaan barang/jasa dan/atau perundangan yang berlaku.6. 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan perbaikan atas dokumen dan/atau proses pelelangan.2. Protes hanya dapat diajukan terhadap adanya: 5.2. dan proses pengadaan dilanjutkan setelah diyakini bahwa protes tersebut tidak benar.1.5.3.2. pertanyaan maupun keberatan yang diajukan peserta pengadaan sehubungan dengan angka-angka di atas diperlakukan sebagai protes. atau prosedur pengadaan yang mengarah kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa atau jenis produk tertentu.3.1. Apabila diyakini bahwa protes tersebut tidak benar. 148 . 5.6.6. 5.2.4.6.1. kolusi dan nepotisme (KKN) antar peserta pengadaan.5.3.3.5. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak akan menanggapi protes yang tidak memenuhi ketentuan tersebut di atas. Praktek korupsi. dan 5. selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari kerja setelah diterimanya surat protes. Apabila materi protes benar. 5. Proses pengadaan dilanjutkan: 5.1.Buku Kedua . 5. atau 5. 5. antara peserta pengadaan dengan anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau dengan Pejabat Berwenang. Tanggapan atas protes: 5. Setelah dilakukan perbaikan atas dokumen dan/atau proses pengadaan.3. Setelah dilakukan pertemuan klarifikasi atau tanggapan atas protes telah disampaikan kepada peserta pengirim protes.

Apabila ternyata protes yang diajukan tidak sesuai dengan ketentuan di atas dan/atau tidak disertai dengan bukti-bukti dan/atau materi protes tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh penyanggah. 149 . maka Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi. Kepada pemrotes tersebut dikenakan sanksi tidak dapat mengikuti aktifitas pengadaan selama 12 (dua belas) bulan pada Kontraktor KKS yang bersangkutan.7.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.

Dalam surat penawaran harga harus dicantumkan penawaran dengan jelas dalam angka dan huruf. 2. dilengkapi dengan rincian TKDN barang dan jasa dimaksud.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. 5. Perincian perhitungan nilai TKDN. Apabila nilai penawaran yang dinyatakan dalam angka dan yang dinyatakan dalam huruf sama.4. 150 . maka yang digunakan adalah nilai dalam surat penawaran. Harga dan nilai penawaran bersifat pasti dan mengikat.Buku Kedua .1. huruf dan perincian ketiga-tiganya berbeda. 3. 6. 4. Surat penawaran harus memenuhi ketentuan yang diatur dalam Dokumen Pengadaan dan bermeterai cukup.1.1. syarat administratif.3. 6.2. yang dinyatakan dalam formulir SC-12A (barang). Apabila terdapat perbedaan antara pernyataan dalam angka dengan pernyataan dalam huruf. maka nilai penawaran yang digunakan adalah nilai yang sesuai dengan yang dinyatakan dalam perincian penawaran. namun berbeda dengan jumlah nilai dalam perincian.1. DOKUMEN PENAWARAN Dokumen penawaran disampaikan dalam sampul tertutup terdiri dari surat penawaran harga. uraian penawaran teknis. Apabila nilai penawaran dalam angka. Jumlah yang tertera dalam angka harus sesuai dengan jumlah yang tertera dalam huruf. nilai 6. bertanggal serta ditandatangani oleh pimpinan perusahaan yang berwenang sesuai akte pendirian/perubahan atau oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa. maka yang digunakan adalah nilai dalam huruf yang tercantum dalam surat penawaran. 2. maka penawaran dinyatakan diskualifikasi. Surat jaminan penawaran sesuai ketentuan yang berlaku. Surat penawaran harga harus dilampiri dengan: 1. uraian penawaran harga dan dokumen pendukung.1. 6.1. Surat Penawaran Harga: 6. Dalam hal tidak ada perincian penawaran. 1. SC-12B (Jasa Lainnya) atau SC12C (gabungan).

4. sebelum penunjukan pemenang harus melengkapi dokumen-dokumen persyaratan kualifikasi yang sudah habis masa berlakunya. 151 .3. Pada pelelangan dengan Prakualifikasi.4.3. yang dinyatakan dalam formulir SC-12A (barang). dilengkapi dengan rincian TKDN barang dan jasa dimaksud. 6.2.3.1. Dokumen yang berkaitan dengan program K3LL.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 6. Komitmen persentase penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. Dalam pekerjaan jasa konstruksi yang bersifat kompleks dapat ditetapkan bahwa merek dan type peralatan akan ditetapkan pada tahap penyusunan rancang bangun rinci (detail engineering design) dengan mengacu pada merek-merek dan type-type yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan dan/atau dokumen penawaran. 6. 6. dan merupakan bagian dari persyaratan administratif dan penawaran teknis (sampul pertama). 6. 6. Dokumen administrasi dan dokumen kelengkapan lainnya yang wajib dilampirkan sebagai persyaratan administratif sesuai dengan yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. lainnya yang disyaratkan dalam Surat pernyataan tentang kebenaran dari isi dokumen penawaran dari pimpinan perusahaan Penyedia Barang/Jasa yang berwenang sesuai akte pendirian/perubahan atau oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa. 6. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap.3. antara lain: Spesifikasi teknis barang/jasa termasuk merek dan tipe barang/ peralatan yang ditawarkan merupakan penawaran yang pasti. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan ditetapkan sebagai calon pemenang. SC-12B (Jasa Lainnya) atau SC-12C (gabungan).3.2. hal ini tidak dikategorikan sebagai postbidding. 6.5. Dokumen kelengkapan Dokumen Pengadaan.3. dokumen kualifikasi tidak perlu lagi dilampirkan dalam dokumen penawaran. Dokumen penawaran teknis dan dokumen pendukung penawaran teknis. pernyataan TKDN barang dan pernyataan komitmen TKDN jasa dinyatakan dalam persentase tanpa nilai.

Pemasukan dokumen penawaran menggunakan satu sampul coklat polos yang berisi surat penawaran harga.2.2.4. Di bagian depan sampul tersebut hanya boleh dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal yang ditentukan dalam Dokumen Pengadaan.2. 7. dokumen penawaran teknis dan dokumen penawaran komersil serta dokumen pendukung yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan.1.1. Sampul II (kedua) berisi penawaran harga berikut perinciannya. Sistim Satu Sampul: Sistim ini dianjurkan untuk dilakukan pada pengadaan barang/jasa dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang sudah jelas dan diperkirakan sebagian besar Penyedia Barang/Jasa yang diundang untuk memasukkan penawaran akan mampu melaksanakan pekerjaan tersebut. Sistim yang dipilih harus dinyatakan dengan jelas dalam Dokumen Pengadaan dan dijelaskan pada waktu pemberian penjelasan. 7. Pemasukan dokumen penawaran menggunakan satu sampul penutup coklat polos yang berisi sampul I (pertama) dan sampul II (kedua). Sampul I (pertama) berisi kelengkapan data administrasi dan penawaran teknis serta dokumen pendukung yang disyaratkan. dokumen kelengkapan data administrasi.Buku Kedua .1. judul dan nomor pengadaan dimaksud.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7.2.1. Pada bagian depan sampul ini ditulis ”Data Administrasi dan Teknis”.3. Masing-masing sampul tertutup dengan perekat. Sistim Dua Sampul Sistim ini dianjurkan untuk pekerjaan yang lingkup kerja dan/atau spesifikasi teknisnya sudah pasti namun memerlukan evaluasi teknis yang mendalam. antara lain surat jaminan penawaran. 7. 152 .2. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan salah satu dari tiga tata cara pemasukan dokumen penawaran.1.3. 7. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN: Pemasukan dokumen penawaran menggunakan sampul tertutup dengan perekat. 7. Pada bagian depan sampul ini ditulis “Data Harga Penawaran”. dua sampul atau dua tahap. serta dokumen pendukung yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. 7. 7.2.1.2. 7. yaitu dengan sistim satu sampul. 7. Dalam proses ini tidak boleh dilakukan negosiasi teknis dan/atau penambahan dokumen penawaran.

sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. Pada tahap II (kedua) disampaikan dalam sampul tertutup penawaran harga berikut perinciannya serta dokumen pendukung yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. Dokumen penawaran disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal secara langsung. judul dan nomor pengadaan serta dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal. Penyampaian dokumen penawaran dilarang ditujukan kepada atau dititipkan melalui anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. 7.4. 7.3.5. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. melalui Sub Panitia Administrasi atau melalui pos atau jasa kurir. judul dan nomor pengadaan dimaksud. Dokumen penawaran disampaikan kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal pada waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam IKPP/ITB. Pada tahap I (pertama) dimasukkan dalam sampul tertutup. Pada bagian depan sampul ini ditulis “Data Harga Penawaran”.3. Sistim Dua Tahap: Sistim ini dianjurkan dalam pengadaan Pekerjaan Bersifat Kompleks.2.1. Pada bagian depan sampul ini ditulis ”Data Administrasi dan Teknis”. menggunakan sistim desain yang tidak/belum standar sehingga mungkin akan banyak memerlukan penyesuaian teknis. 7. Pemasukan dokumen penawaran pada sistim ini dilakukan dengan dua tahap. 7. 153 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. kelengkapan data administrasi. antara lain perincian perhitungan nilai TKDN dan surat jaminan penawaran. penawaran teknis serta dokumen pendukung yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. Dokumen penawaran yang disampaikan setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup. tidak dapat diterima dan dinyatakan tidak mengajukan penawaran. judul dan nomor pengadaan dimaksud serta dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal. Harga penawaran tersebut dikalkulasikan berdasarkan penawaran teknis dan syarat lainnya yang telah disepakati pada proses evaluasi dan/atau negosiasi tahap I (pertama).5.2.3.3. Di bagian depan sampul penutup hanya boleh dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal yang ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. 7. 7. Pejabat Berwenang atau pekerja Kontraktor KKS.3.

1. Pemilihan langsung kepada peserta pengadaan yang memasukkan penawaran.7. 8. bahwa waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup serta dilanjutkan dengan pembukaan dokumen penawaran.6. apabila penawaran yang masuk hanya 2 (dua). perubahan atau tambahan dokumen penawaran. dan dihadiri sekurang-kurangnya 1 (satu) peserta lelang. Setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN: 8. Selanjutnya proses pengadaan dilanjutkan dengan cara: 8. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan penawaran.5.2. Pada waktu pembukaan penawaran. 8. 154 8. . Pembukaan penawaran dilakukan dalam suatu rapat yang dihadiri oleh sekurangkurangnya 2 (dua) orang anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. peserta lelang diberikan kesempatan untuk melihat penawaran peserta lelang lainnya dan diijinkan untuk membuat catatan. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat dan di tempat pembukaan pelelangan oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan.3. Penyampaian jaminan penawaran asli setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup. 8. Pembukaan dokumen penawaran dapat dilakukan apabila terdapat sekurang-kurangnya 3 (tiga) Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran. tidak termasuk Penyedia Barang/Jasa yang mengundurkan diri. dalam batasan waktu yang ditentukan oleh Panitia Pengadaan /Tim Internal. apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). 8. Penunjukan langsung kepada peserta pengadaan yang memasukkan penawaran. Pada waktu yang telah ditentukan dalam Dokumen Pengadaan dilakukan pembukaan penawaran.6. atau 8.Buku Kedua . kecuali untuk memenuhi kekurangan nilai meterai dan tanggal. Dalam hal ini di dalam sampul penawaran harga harus disertakan fotocopy jaminan penawaran.1. 8.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal menyatakan di hadapan para Penyedia Barang/Jasa yang hadir. dibuat berita acara lelang gagal beserta justifikasinya. tidak dapat lagi diterima susulan.4. diijinkan jika diatur dalam Dokumen Pengadaan. Apabila jumlah penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) dan diketahui secara luas bahwa Penyedia Barang/Jasa yang ada memang kurang dari 3 (tiga).6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8.

PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN SISTIM DUA SAMPUL 8.1. ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal yang hadir dan oleh minimal 1 (satu) Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir. Berita acara pembukaan dokumen penawaran cukup ditandatangani oleh anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. 8.10.9. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat dan membacakan berita acara pembukaan dokumen penawaran. melaksanakan pembukaan sampul dokumen penawaran di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa. 8.11. komitmen penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta jaminan penawaran dari semua penawaran diperiksa kelengkapannya dan dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran.11.2. Berita acara. setelah dibacakan atau diperlihatkan kepada Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir. 8. 8.1. 8. Apabila dalam sampul-I (pertama) terdapat dokumen komersial atau dokumen pendukung penawaran harga. Copy berita acara diberikan kepada seluruh peserta lelang.8.3.2. PEMBUKAAN SAMPUL DOKUMEN PENAWARAN SISTIM SATU Panitia Pengadaan/Tim Internal.11. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul penutup yang berisi sampul-I (pertama) dan sampul-II (kedua) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa. 155 . maka pembukaan penawaran tetap dilaksanakan.10. 8. 8. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul-I (pertama) dan memeriksa kelengkapan persyaratan administrasi dan teknis dari semua penawaran yang masuk dan mencatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran sampulI (pertama). Pembukaan dokumen penawaran ditunda sekurang-kurangnya 1 (satu) hari kerja. teknis. Dalam hal tidak terdapat Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir: 8. harga.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8.10. 8. Apabila sampai waktu yang ditentukan peserta lelang tidak ada yang hadir. Dokumen kelengkapan persyaratan administrasi.11.9.1.2. penawaran dinyatakan diskualifikasi.9.

PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN SISTIM DUA TAHAP 8. Selanjutnya dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran sampul II (kedua). bab ini. diberikan kepada peserta lelang. tidak dibuka dan kepada peserta lelang yang bersangkutan diminta untuk mengambil sampul tersebut dalam batas waktu yang ditentukan. Copy berita acara.4.6. Dokumen penawaran diperiksa kelengkapannya dan dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran. 8.12. diundang untuk hadir pada pembukaan penawaran sampul II (kedua). Dokumen penawaran harga diperiksa kelengkapannya.1.Buku Kedua . 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul tahap-I (pertama) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa. Tahap I (pertama) 1. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak bertanggungjawab terhadap keberadaan dokumen tersebut. 8. Panitia Pengadaan/Tim Internal harus menanggapi sanggahan sebagaimana diatur pada angka 14. Peserta lelang yang penawarannya lulus atau memenuhi persyaratan evaluasi administrasi dan teknis.11.11.9. dibacakan besaran TKDN.8. 156 .11. Sampul II (kedua) dari penawaran yang tidak lulus evaluasi administrasi dan/atau teknis.11. diberikan kepada peserta lelang yang penawaran harganya dibuka.12. Sampul II (kedua) disimpan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan akan dibuka apabila penawaran yang bersangkutan dinyatakan lulus/memenuhi persyaratan administrasi dan teknis.11. Bila tidak diambil dalam batas waktu yang ditentukan. Dalam hal peserta pengadaan mengajukan sanggahan atas hasil evaluasi administrasi dan teknis.11. nilai jaminan penawaran dan harga penawaran. 8. 8. Copy berita acara.5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8.7. 8. 8. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul II (kedua) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang diundang. Hasil evaluasi sampul I diumumkan di papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan secara tertulis kepada peserta pengadaan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal pada hari dan tanggal yang sama.

5. 157 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Kelengkapan dokumen penawaran diperiksa dan dibacakan besaran TKDN. 2. Apabila penawaran yang lulus tahap-I (pertama) lebih dari 1 (satu). 4. proses pelelangan dilanjutkan. bab ini. serta dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran tahap-II (kedua). Panitia Pengadaan/Tim Internal yang bertugas membuka sampul penawaran tahap-II (kedua) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir. diberikan kepada peserta lelang. maka pelelangan dinyatakan gagal. Apabila penawaran yang lulus tahap-I (pertama) hanya 1 (satu).2. Peserta lelang yang lulus evaluasi tahap-I diundang untuk memasukkan penawaran harga dan dokumen kelengkapannya. Dalam hal peserta pengadaan mengajukan sanggahan atas hasil evaluasi administrasi dan teknis.12. nilai jaminan penawaran dan harga penawarannya. 8. Copy berita acara. Hasil evaluasi tahap-I diumumkan di papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan kepada peserta pengadaan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal pada hari dan tanggal yang sama. 6. Tahap II (kedua) 1. Panitia Pengadaan/Tim Internal harus menanggapi sanggahan sesuai diatur pada dalam angka 14. 3. sedangkan yang memasukkan penawaran tahapII (kedua) hanya 1 (satu) atau penawaran tahap ke-II (kedua) yang memenuhi syarat hanya 1 (satu).

Jaminan Penawaran tidak dimasukkan dalam sampul penawaran harga.1. Dalam hal surat penawaran: 1. 8. data penawaran harga dimasukkan dalam sampul-I (pertama).3.13. sebagai berikut: 8.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. data penawaran harga dimasukkan dalam sampul tahap-I (pertama). memenuhi ketentuan dalam 8. atau 2. 158 . Penyedia Barang/Jasa tidak menyetujui nilai total penawaran harga sebagai hasil koreksi aritmatik.5. Dalam hal menggunakan sistim dua sampul. dan/atau perubahan nilai jaminan penawaran sebagai akibat pelaksanaan koreksi aritmatik tersebut di atas. 8. atau 5. Pejabat Berwenang atau pekerja Kontraktor KKS. atau 4. kecuali ditetapkan lain dalam Dokumen Pengadaan. Tidak ditanda-tangani oleh pimpinan/direksi peserta lelang yang mempunyai kewenangan seperti yang tercantum dalam akte pendirian/perubahannya atau yang diberi kuasa. 8. Tidak ditanda-tangani oleh pejabat yang menurut perjanjian Konsorsium/kerjasama berhak mewakili Konsorsium/ kerjasama tersebut. Dalam hal menggunakan sistim dua tahap. atau 3. Jaminan Penawaran tidak Dokumen Pengadaan.13.Buku Kedua .4.13. atau perubahan urutan penawaran.2.13. Tidak terdapat daftar rincian kuantitas dan/atau harga satuan (khusus untuk Kontrak harga satuan). atau mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi kurang dari yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. PENAWARAN TIDAK MEMENUHI SYARAT Penawaran dinyatakan tidak memenuhi syarat (diskualifikasi) apabila tidak memenuhi persyaratan administrasi atau ketentuan penyampaian dokumen penawaran seperti yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan.13. Tidak mencantumkan masa berlaku penawaran. Berkas penawaran disampaikan melalui atau ditujukan kepada individu anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal.13. atau 6.

Negosiasi teknis hanya dapat dilakukan kepada penawaran yang memenuhi persyaratan teknis minimal dan harus dibatasi pada hal-hal yang merupakan rincian atau komponen pendukung.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9.6. 9.7. Penilaian kualifikasi dilaksanakan setelah tahap evaluasi harga diselesaikan. menambah atau mengurangi penawaran teknis sehingga penawaran yang semula tidak memenuhi persyaratan teknis minimal menjadi memenuhi persyaratan.2. penelitian atas pemenuhan persyaratan kualifikasi merupakan bagian dari evaluasi administrasi penawaran harga. 9. evaluasi penawaran teknis (evaluasi teknis) dan evaluasi penawaran harga (evaluasi harga). 159 . teknis dan harga. Pada tahap-I (pertama) sistim dua tahap. 9.1. 9. Evaluasi penawaran dilaksanakan dengan urutan. Dalam hal menggunakan sistim pascakualifikasi. penelitian atas pemenuhan persyaratan kualifikasi merupakan bagian dari evaluasi administrasi. Pada pemasukan penawaran yang menggunakan sistim 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap. Peserta lelang tidak diperbolehkan menambah atau mengurangi dokumen penawaran yang sudah diserahkan.4. EVALUASI PENAWARAN Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi administrasi. Panitia Pengadaan/ Tim Internal tidak diperkenankan menambah atau mengurangi Dokumen Pengadaan termasuk kriteria dan tata cara evaluasi. maka penawarannya dinyatakan diskualifikasi. Panitia Pengadaan/ Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi dan verifikasi teknis tanpa mengubah. Apabila Peserta lelang melakukan penambahan atau pengurangan atau perubahan penawaran. Setelah pembukaan dokumen penawaran. 9. 9. 9. namun tidak diijinkan untuk mengubah materi penawaran dan tidak melakukan sesuatu yang bersifat Post Bidding.5.3. dimulai dengan evaluasi persyaratan administrasi (evaluasi administrasi). kecuali sebagai tindak lanjut dari Klarifikasi dan negosiasi untuk tahap-I (pertama) pada sistim dua tahap. atau melakukan perubahan penawaran sesudah pembukaan dokumen penawaran.

2. 9. 160 . 4.8.2. Pemenuhan syarat-syarat khusus dalam pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Tata cara evaluasi dan faktor-faktor yang dinilai pada evaluasi teknis harus sesuai dengan yang ditetapkan pada Dokumen Pengadaan. Penawaran alternatif berupa penawaran yang mengandung perbedaan dengan penawaran utama dalam segi spesifikasi teknis. Spesifikasi teknis dan gambar-gambar teknis. Memenuhi syarat-syarat administrasi yang telah ditentukan dalam Dokumen Pengadaan harus diserahkan.4.1. Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi apabila: 1.2. Jenis. 9. 9. 9. 2. dan harus dapat dijamin kebenarannya oleh peserta pengadaan yang bersangkutan dan masih berlaku. 3. kualitas dan jumlah bahan. EVALUASI ADMINISTRASI. 9.9. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan Klarifikasi.9. peralatan dan tenaga kerja yang akan digunakan. Jenis dan uraian pekerjaan. Apabila pada evaluasi teknis terdapat hal-hal yang kurang jelas atau meragukan.9.Buku Kedua .3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9.8. 9.1. EVALUASI TEKNIS.8.9. kondisi pelaksanaan pekerjaan dan/atau kondisi penyerahan barang. Isi dari dokumen yang diserahkan oleh peserta pengadaan dipastikan benar. Terhadap penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi selanjutnya dilakukan evaluasi teknis. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan evaluasi atas aspek-aspek teknis penawaran antara lain: 1. Persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa. Evaluasi Penawaran Alternatif : 1.9. 5. 9.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Apabila dalam Dokumen Pengadaan diijinkan adanya pemasukan penawaran alternatif. d.4. sedangkan penawaran alternatif tidak dievaluasi. Penyedia Barang/ Jasa tidak diizinkan memasukkan kondisi teknis atau persyaratan penyerahan barang/jasa selain yang telah dinyatakan lulus pada tahap evaluasi teknis atau yang telah disepakati dalam tahap negosiasi teknis.9. Dalam penawaran harga. 161 . Penawaran yang dievaluasi adalah penawaran utama. namun Penyedia Barang/Jasa memasukkan penawaran alternatif. 4. Penawaran utama harus dinyatakan atau diberi identitas secara jelas. b. Semua penawaran alternatif dievaluasi dengan perlakuan yang sama seperti penawaran utama. Apabila tidak diberi identitas secara jelas. c. Jumlah penawaran alternatif yang dapat disampaikan peserta pengadaan dibatasi berdasar pertimbangan kewajaran. b. maka: a. maka: a. Hanya satu penawaran di antara penawaran utama atau alternatif dapat ditetapkan menjadi salah satu calon pemenang pengadaan. status lulus atau tidak lulus penawaran utama dan/atau penawaran alternatif dinyatakan pada pengumuman hasil evaluasi administrasi dan teknis. e. Penawaran harga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penawaran teknis utama atau alternatif. Apabila Dokumen Pengadaan tidak menyebutkan perihal penawaran alternatif. Apabila dalam Dokumen Pengadaan tidak diperbolehkan memasukkan penawaran alternatif namun Penyedia Barang/Jasa mengajukan penawaran alternatif. diperlakukan sama seperti angka 9. penawaran dinyatakan diskualifikasi. Nilai jaminan penawaran harus memenuhi ketentuan perhitungan berdasarkan nilai penawaran tertinggi di antara penawaran yang dimasukkan. c. f. Penawaran yang bersangkutan tidak dinyatakan diskualifikasi. 3. di atas.3. Pada pelelangan dengan menggunakan sistim pemasukan penawaran 2 (dua) sampul dan 2 (dua) tahap.

maka penawaran dari Penyedia Barang/Jasa yang mengajukan pengecualian/penawaran bersyarat dinyatakan diskualifikasi. dan/atau negosiasi teknis atas pengecualian dan/atau persyaratan yang diajukan oleh Penyedia Barang/Jasa. penawaran tersebut dinyatakan diskualifikasi. Apabila Penyedia Barang/Jasa menempatkan pengecualian dan/atau permintaan dalam penawarannya di luar lembar tersebut. 162 . d. c.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. verifikasi. Dalam hal pengecualian/penawaran bersyarat diperbolehkan dalam Dokumen Pengadaan : a. maka penawaran dari Penyedia Barang/Jasa yang mengajukan pengecualian/penawaran bersyarat dinyatakan diskualifikasi. namun Penyedia Barang/Jasa memasukkan pengecualian/penawaran bersyarat. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi. 3. Dalam evaluasi tahap-I (pertama). Semua pengecualian/penawaran bersyarat dalam penawaran harus dijelaskan pada lembar khusus dan harus mudah diketahui keberadaannya oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal serta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen penawaran. Dalam hal pada Dokumen Pengadaan dinyatakan tidak diperbolehkan mengajukan pengecualian/penawaran bersyarat. pengecualian/ penawaran bersyarat yang ditawarkan harus sudah ditentukan diterima atau ditolak. Apabila Dokumen Pengadaan tidak menyebutkan perihal pengecualian/penawaran bersyarat. Penawaran bersyarat hanya dapat diizinkan pada pelelangan yang menggunakan pemasukan penawaran sistim 2 (dua) tahap dan hanya untuk penawaran teknis termasuk syarat-syarat dan kondisi (terms & conditions) penawaran.Buku Kedua .5.9. 2. Evaluasi Penawaran Bersyarat: Dengan Pengecualian/Penawaran 1. b.

Dalam pengadaan Jasa Pemborongan. apabila pernyataan persentase TKDN gabungan pada penawaran teknis kurang dari persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan.6. verifikasi dan/atau negosiasi terhadap konsep Kontrak dengan tetap memperhatikan kesempatan (opportunity) dan risiko. Peserta pengadaan dapat menyampaikan keberatan kepada Panitia Pengadaan atas TKDN penawaran yang diajukan peserta lainnya. untuk kepentingan evaluasi atau sebagai tindak lanjut adanya sanggahan. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi. pada pengadaan dengan sistem pemasukan penawaran 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap. penawaran bersangkutan dinyatakan gugur. 9. Dalam pengadaan barang: a.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. penawaran yang bersangkutan dinyatakan gugur. Jasa Lainnya atau Konsultansi. 3. Panitia Pengadaan memintakan verifikasi atas pernyataan TKDN barang kepada instansi pemerintah yang membidangi perindustrian atau melakukan verifikasi dengan menggunakan jasa lembaga survey independen yang kompeten di bidangnya. Dalam hal diperlukan. Atas pengumuman pemenang pengadaan pada sistem pemasukan penawaran 1 (satu) sampul. Keberatan peserta pengadaan atas TKDN penawaran peserta lain hanya dapat disampaikan sebagai sanggahan: • Atas hasil evaluasi penawaran teknis. 163 . Evaluasi Pernyataan TKDN: 1.9. • b. Jasa pada yang yang 2. Dalam hal pada pelelangan ulang yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu) dan di dalam penawaran memasukkan pengecualian/penawaran bersyarat yang berbeda dari ketentuan dalam Dokumen Pengadaan. Dalam pengadaan barang. apabila pernyataan persentase TKDN penawaran teknis kurang dari persyaratan minimal ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan.

Buku Kedua . TKDN hasil verifikasi tersebut menjadi dasar evaluasi. . • Hasil verifikasi TKDN lebih kecil dari pernyataan pada penawaran peserta pengadaan. dan c. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi. apabila merupakan tindak lanjut dari adanya sanggahan dan persentase TKDN hasil verifikasi lebih kecil dari persentase TKDN dalam penawaran yang diajukannya. Nilai TKDN seperti yang tertera pada penawaran peserta pengadaan tersebut yang dicantumkan pada Kontrak. apabila merupakan tindak lanjut dari adanya sanggahan dan hasil verifikasi menyatakan persentase TKDN yang sama atau lebih besar dari persentase TKDN tersanggah. Apabila: • Hasil verifikasi TKDN sama atau lebih besar dari pernyataan pada penawaran peserta pengadaan. d. atau • Peserta tersanggah. e. b. Pada pengadaan Jasa Pemborongan. tersebut di atas dicantumkan pada Dokumen Pengadaan. pernyataan TKDN bersifat komitmen yang harus dipenuhi pada tahap pelaksanaan pekerjaan. 164 c. 4. Hasil verifikasi bersifat final dan akan berpengaruh terhadap pelaksanaan evaluasi penawaran harga. nilai TKDN pada penawaran tersebut tetap menjadi dasar evaluasi pengadaan. Nilai TKDN yang dicantumkan dalam Kontrak adalah nilai TKDN pada penawaran peserta pengadaan yang bersangkutan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pelaksanaan verifikasi merupakan bagian dari evaluasi penawaran dan bukan dikategorikan sebagai post bidding. dengan selisih lebih dari 2% (dua persen). atau • Biaya operasional Kontraktor KKS. apabila dilakukan untuk kepentingan kewajaran evaluasi penawaran. Pada tahap evaluasi penawaran teknis Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan evaluasi kewajaran pernyataan TKDN dalam penawaran. Ketentuan huruf a. bukan untuk diverifikasi. Biaya verifikasi yang timbul dibebankan ke: • Penyanggah.

10.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9.9.9. 9.7. Dalam pelaksanaan negosiasi teknis pada pelelangan dengan sistim dua tahap dimungkinkan adanya perubahan materi perincian penawaran dan/atau penambahan dokumen yang mendukung penawaran teknis dan tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. yang diusulkan sebagai calon pemenang pengadaan adalah penawaran dengan HE TKDN terendah atau hasil normalisasi terendah. 9.8. dan 9.10. Evaluasi harga terendah. Proses dilanjutkan dengan evaluasi harga apabila pada pelelangan dengan sistim satu sampul dan pada sistim dua sampul terdapat minimal 1 (satu) penawar yang memenuhi persyaratan teknis.11. 9. Apabila kondisi tersebut angka 9. maka pelelangan dinyatakan gagal.9.9. Pada sistim dua sampul dan sistim dua tahap Panitia Pengadaan/Tim Internal menyusun risalah evaluasi dan hasil evaluasi administrasi dan teknis yang selanjutnya disahkan oleh Pejabat Berwenang.1.9.9.12.9. EVALUASI HARGA : Sistim Evaluasi Harga: Pada dasarnya evaluasi harga menggunakan sistim evaluasi harga terendah. 1.10. Berdasarkan tata cara evaluasi harga terendah ini. 9. 9. Hasil evaluasi administrasi dan teknis pada sistim dua sampul dan sistim dua tahap diumumkan di papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal.9. 9.9. di atas tidak terpenuhi. Pada tahap evaluasi teknis. 165 . para pihak tidak boleh melakukan Post Bidding. Untuk kondisi tertentu dapat digunakan sistim evaluasi biaya selama masa operasi penggunaan tertentu (lifecycle cost) atau evaluasi kinerja dan harga. Proses dilanjutkan dengan pemasukan penawaran harga apabila pada pelelangan dengan sistim dua tahap terdapat minimal 2 (dua) penawar yang memenuhi persyaratan teknis.9. 9.8.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. Koreksi aritmatik juga dilakukan apabila diketemukan kesalahan penghitungan persentase dan/atau nilai TKDN pada lembar perhitungan TKDN (form SC-12 A/B/C). 2. meliputi kesalahan penjumlahan. Evaluasi kinerja dan harga. dan perkalian dari volume dengan harga satuan. Sistim evaluasi ini digunakan khususnya untuk pengadaan peralatan yang bernilai tinggi. yang diusulkan sebagai calon pemenang pengadaan adalah penawaran dengan hasil penjumlahan terendah dari HE TKDN ditambah Net Present Value (NPV) biaya pengoperasian dan pemeliharaan selama masa penggunaan tertentu (lifecycle cost).2. 166 . Untuk fasilitas penghasil: Biaya per satuan keluaran dihitung dengan cara: Jumlah harga penawaran Jumlah keluaran per periode waktu Koreksi Aritmatik: Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan koreksi aritmatik atas kesalahan hitung yang diketemukan dalam surat penawaran harga dan/atau perinciannya. Untuk barang: Biaya per satuan keluaran dihitung dengan cara: Harga penawaran per satuan barang Jumlah keluaran per satuan barang b. b. Evaluasi biaya selama masa operasi penggunaan tertentu (lifecycle cost). Nilai harga hasil normalisasi hanya digunakan untuk kepentingan evaluasi. d. a. pengurangan. Metoda ini hanya sesuai untuk digunakan dalam evaluasi barang dengan efektifitas kinerja atau fasilitas penghasil yang jumlah keluarannya dapat dihitung secara matematis. 3. c. Berdasarkan tata cara evaluasi ini.10. bukan merupakan nilai Kontrak. Unsur-unsur biaya operasi dan biaya pemeliharaan selama masa operasi harus dinyatakan dalam Dokumen Pengadaan. a. Metoda evaluasi ini dimaksudkan untuk menetapkan penawaran yang menjanjikan harga per satuan keluaran (output) yang terendah.Buku Kedua .

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Koreksi dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. maka Penyedia Barang/Jasa harus memberikan pernyataan persetujuan yang ditandatangani oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa di atas meterai dengan nilai yang cukup. Apabila terjadi kesalahan hasil penjumlahan/pengurangan nilai penawaran. atau perubahan urutan penawaran. Apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan. Apabila Penyedia Barang/Jasa menerima nilai total penawaran hasil koreksi. 7. maka penawarannya dinyatakan diskualifikasi. maka dilakukan koreksi hasil penjumlahan/ pengurangan. 9. 167 . maka jaminan penawaran harus diganti/ditambah sehingga nilainya menjadi sekurang-kurangnya 1% (satu persen) dari nilai total penawaran harga hasil koreksi. Apabila Penyedia Barang/Jasa tidak menyetujui nilai total penawaran harga sebagai hasil koreksi aritmatik. 5. 8. Bilamana Penyedia Barang/Jasa menyatakan tidak bersedia menerima hasil koreksi aritmatik walaupun bersedia memenuhi kewajibannya sesuai penawaran awal. 2. 3. maka penawaran dinyatakan gugur. 6. dilakukan koreksi perhitungan. Apabila koreksi aritmatik tersebut mengubah nilai total penawaran harga dan mengakibatkan nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai total penawaran harga hasil koreksi. dengan ketentuan nilai komponen dalam negeri tidak boleh diubah. maka dilakukan koreksi hasil perkalian dengan ketentuan bahwa harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah. Apabila terjadi kesalahan penghitungan persentase TKDN pada form SC-12 A/B/C. Koreksi aritmatik tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. dan/atau perubahan nilai jaminan penawaran sebagai akibat pelaksanaan koreksi aritmatik tersebut di atas. Koreksi aritmatik dapat mengubah nilai total penawaran harga atau urutan penawaran menjadi lebih tinggi atau lebih rendah. 4.

3. Apabila tanpa dilengkapi dengan penjelasan. 9.4. maka volume pekerjaan terkait disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.10. a. Dilakukan evaluasi terhadap nilai total penawaran. maka penawaran dinyatakan gugur. Penawaran yang tidak mencantumkan volume atau volume penawaran tidak sesuai dengan permintaan. kecuali diizinkan memasukkan penawaran hanya sebagian (partial). 5. 168 . antara lain bahwa jenis pekerjaan tersebut sudah tercakup dalam komponen lain. dengan harga satuan dan nilai total penawaran tetap seperti yang tertera dalam penawaran serta bersifat mengikat. Penawaran yang tidak dilengkapi dengan daftar rincian volume dan harga satuan.10.5. 9. dianggap tidak menawarkan jenis pekerjaan dimaksud dan penawaran dinyatakan diskualifikasi. Ketentuan khusus untuk pelelangan berbasis harga satuan: 1. Penyedia Barang/Jasa terkait harus dapat membuktikan kewajaran harga penawaran termasuk harga-harga yang tercantum dalam perincian. 2. Daftar volume dan harga satuan setiap jenis (item) barang/jasa harus diisi dengan penuh dan lengkap. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan klarifikasi dan verifikasi kepada peserta pengadaan terkait untuk mendapatkan keyakinan atas kewajaran harga penawaran. Ketentuan khusus untuk pelelangan bersifat lumpsum: 1. Volume dan harga satuan setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran bersifat pasti dan tidak boleh diubah. Jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9.10.3. kecuali ditetapkan lain dalam Dokumen Pengadaan. maka: 1. dalam dokumen penawaran harus dilengkapi dengan penjelasan. Apabila peserta tidak bersedia menerima ketentuan ini. 4.Buku Kedua . dinyatakan gugur. Apabila nilai penawaran salah satu atau beberapa peserta lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE. Pekerjaan tersebut harus tetap dikerjakan sesuai dengan volume yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan. dan dilakukan koreksi aritmatik apabila ditemukan kesalahan perhitungan.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. Pada dasarnya evaluasi harga dikaitkan dengan kebijakan mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. dengan menggunakan rumusan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasarkan pencapaian TKDN. dan c. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat analisis tertulis yang mendukung kesimpulan tersebut. digunakan sebagai dasar evaluasi harga. Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal menyelesaikan pekerjaan atau gagal menyerahkan barang sesuai ketentuan dalam Kontrak. 2. Apabila kewajaran harga penawaran dapat diyakini. Dalam hal persentase TKDN atau TKDN gabungan pada penawaran harga lebih kecil dibanding persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Apabila Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak dapat meyakini kewajaran harga penawaran. 169 . Tidak diizinkan mengurangi komitmen pencapaian TKDN. penawaran dinyatakan gugur. Apabila peserta pengadaan dengan nilai penawaran lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE tersebut ditunjuk sebagai pemenang. 2. c. d. Evaluasi Harga Dalam Rangka Pendayagunaan Produksi Dalam Negeri. dan b. Persentase TKDN yang dinyatakan dalam penawaran harga dan minimal sama dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. maka Penyedia Barang/ Jasa yang bersangkutan dikenai sanksi kategori hitam. 1. Tidak diizinkan adanya penambahan lingkup kerja (PLK tambah). Tidak diizinkan untuk mengurangi kualitas maupun kuantitas barang dan/atau pekerjaan.10. maka dalam pelaksanaan Kontrak: a. 9. penawaran yang bersangkutan dinyatakan gugur.6. maka penawaran dapat dinyatakan tidak gugur.

Evaluasi harga dengan menggunakan rumusan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasarkan pencapaian TKDN: a. TKDN hasil klarifikasi dipergunakan sebagai dasar evaluasi penawaran harga dan dicantumkan dalam Kontrak. 4. apabila persentase TKDN dalam penawaran harga berbeda dengan persentase TKDN dalam penawaran teknis. Dalam hal peserta tidak menyatakan nilai komponen bukan biaya dalam penawaran atau dalam formulir perhitungan TKDN (form SC-12 A/B/C).Buku Kedua . Panitia Pengadaan melakukan Klarifikasi untuk menetapkan nilai komponen bukan biaya. b. Jasa Konsultansi dan Jasa Lainnya. Panitia menghitung TKDN dan TKDN gabungan hasil klarifikasi berdasar nilai komponen biaya langsung hasil klarifikasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Nilai komponen bukan biaya hasil klarifikasi dikurangkan dari nilai unsur komponen biaya. d. b. maka persentase TKDN dalam penawaran harga digunakan sebagai dasar evaluasi harga dan dicantumkan dalam Kontrak. • Pengadaan Jasa Pemborongan. minimal 8% (delapan persen) terhadap nilai komponen biaya yang dinyatakan dalam formulir SC-12 A/B/C. c. 170 . Pada proses pengadaan dengan sistem 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap: • Pada pengadaan barang. c. Dilakukan dalam: • Pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan dan memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri. maka: a. Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi. namun sama dengan atau lebih besar dibanding persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Kegiatan ini tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. Penentuan peringkat pemenang atas penawaran Penyedia Barang/Jasa ditentukan berdasarkan harga evaluasi yang telah memperhitungkan preferensi atas TKDN.

namun sama dengan atau lebih besar dibanding persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. = (100% / (100% + Pj)) x HPj = (HE-TKDN Jasa) x (100% / (100% + PSpj)) = HE PSp Jasa + Komponen Bukan Biaya Urutan dan rumusan penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dalam pengadaan gabungan barang dan jasa adalah sebagai berikut: HE-TKDN Gabungan = (HE-TKDN Barang) + (HE-TKDN Jasa) HE PSp Gabungan = {(HE-TKDN Barang) + (HE-TKDN Jasa)} x (100% / (100% + PSpj)) HEP Gabungan = HE PSp Gabungan + Komponen Bukan Biaya 171 . apabila persentase TKDN gabungan dalam penawaran harga berbeda dengan persentase TKDN gabungan dalam penawaran teknis. maka persentase TKDN unsur barang serta persentase TKDN unsur jasa dalam penawaran harga digunakan sebagai dasar evaluasi harga dan dicantumkan dalam Kontrak. Urutan dan rumusan penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dalam pengadaan barang produksi masal (mass product) adalah sebagai berikut: HE-TKDN Barang = (100% / (100% + Pb)) x HPb HE PSp Barang HEP Barang = (HE-TKDN Barang) x (100% / (100% + PSpb)) = HE PSp Barang + Komponen Bukan Biaya • e.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Pada pengadaan Jasa Pemborongan. d. Urutan dan rumusan penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dalam pengadaan Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi adalah sebagai berikut: HE-TKDN Jasa HE PSp Jasa HEP Jasa f.

000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa • Dengan pengertian: HPb = Komponen biaya langsung dalam penawaran harga barang HPj = Komponen biaya langsung dalam penawaran harga jasa Pb = Preferensi harga barang.Buku Kedua .5% PSp = Preferensi status Perusahaan Dalam Negeri: • Untuk pengadaan barang (PSpb).00 (satu milyar rupiah) atau setinggi-tingginya US$100. tersebut di atas tidak diberlakukan pada pengadaan barang sebagaimana tersebut pada bab III angka 6. Contoh penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dapat dilihat pada Lampiran CP-001 sampai dengan CP-009 g. Tata cara evaluasi tersebut pada angka 9. pedoman ini. pedoman ini. 172 . mengikuti ketentuan dalam bab III angka 9. Evaluasi harga dengan membandingkan harga penawaran tanpa memperhitungkan preferensi harga dilakukan dalam hal: • Pengadaan barang impor dan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen).2.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat.1.6. • Untuk pekerjaan jasa (PSpj). Pengadaan barang/jasa dengan nilai setinggitingginya Rp1.10.41. pedoman ini.2. mengikuti ketentuan dalam bab III angka 9. • 9.1.1. Pb = TKDN x 15% Pj = Preferensi harga jasa. pedoman ini. dan 7. mengikuti ketentuan bab III angka 9.000. mengikuti ketentuan bab III angka 9.2.1.000. Pj = TKDN x 7.2.7.10.

Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih penawaran dengan nilai HE TKDN atau hasil normalisasi yang sama. 9.1. 9. PENETAPAN PERINGKAT PENAWARAN 9. Apabila ternyata TKDN masingmasing juga sama. maka persyaratan dimaksud dicantumkan dalam Kontrak. Apabila akan diterapkan. maka penawaran dengan TKDN yang lebih besar ditetapkan untuk menduduki peringkat yang lebih tinggi. Namun apabila Penyedia Barang/ Jasa yang mengajukan persyaratan tertentu tersebut ditunjuk sebagai pemenang pengadaan. 2. maka penawaran dengan nilai atau materi teknis lebih baik ditetapkan untuk menduduki peringkat yang lebih tinggi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9.8. Nilai hasil normalisasi hanya digunakan untuk kepentingan evaluasi penetapan urutan calon pemenang dan tidak digunakan sebagai nilai pengikatan Kontrak. dan jika persyaratan tersebut akan lebih menguntungkan negara. 3.3.10.10. Persyaratan tertentu yang diajukan dalam penawaran harga tidak diperhitungkan dalam evaluasi.11. 173 . Panitia Pengadaan menyusun daftar peringkat 3 (tiga) penawaran terbaik berdasarkan Harga Evaluasi (HE) TKDN atau sebagai hasil normalisasi. menurut tata cara evaluasi harga yang telah ditetapkan.9. 4.11. Penetapan peringkat penawaran dapat dilakukan secara parsial berdasarkan harga terendah untuk setiap jenis (ítem) barang/jasa. Berdasarkan hasil evaluasi harga penawaran. Normalisasi 1. ketentuan dan cara penghitungannya harus dicantumkan dalam Dokumen Pengadaan. dan/atau untuk mengoperasikan fasilitas tertentu. Normalisasi digunakan untuk menyetarakan penawaran harga. 9. Nilai penawaran disetarakan dengan memperhitungkan keseluruhan biaya nyata yang akan dikeluarkan oleh Kontraktor KKS (total cost) atau peluang untuk mendapatkan penghematan/keuntungan bagi negara dan/ atau mengoperasikan barang/peralatan.11.11.2. Dalam hal peserta yang memasukkan penawaran dan memenuhi persyaratan kurang dari 3 (tiga) maka daftar peringkat penawaran berisikan semua penawaran yang masuk dan memenuhi persyaratan. 9. Nilai normalisasi diperhitungkan dengan cara menambahkan seluruh biaya penyetaraan pada HE TKDN.

Dilakukan tawar menawar secara lisan dan langsung antara Panitia Pengadaan/Tim Internal dengan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi dan memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan dalam negosiasi. Tertulis 1.1. Upaya negosiasi dilakukan dan harus dilakukan apabila setelah evaluasi harga.2. 10. 10. Sebelum negosiasi dilakukan.3.1. 10. kepada Penyedia Barang/Jasa diberitahukan tempat dan waktu pelaksanaan negosiasi. 10. Negosiasi dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan harga yang lebih rendah lagi dan mendekati harga penawaran terendah.4. bermeterai cukup dan ditandatangani oleh pejabat Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kewenangan dan disampaikan pada waktu yang telah ditentukan. 10. 2.1. NEGOSIASI HARGA PENAWARAN 10. Negosiasi dilakukan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. METODA NEGOSIASI Langsung 1. 10.1. 174 . termasuk penghitungan HE TKDN (apabila diterapkan) dan/atau penghitungan normalisasi harga. Negosiasi bertujuan untuk mendapatkan harga yang lebih rendah atau setinggi-tingginya sama dengan HPS/OE.Buku Kedua . diketahui bahwa: Harga penawaran dari penawaran peringkat I (pertama) sampai dengan peringkat III (ketiga) atau harga penawaran peringkat I (pertama) lebih tinggi dibanding HPS/OE. Harga penawaran peringkat penawaran I (pertama) telah lebih rendah dibanding HPS/OE namun masih lebih tinggi dibanding harga penawaran terendah yang wajar. Negosiasi langsung dengan salah satu Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi dapat dilakukan dalam beberapa tahap sampai dicapai kesepakatan atau tidak tercapai kesepakatan.4. bertanggal.2.4.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 10. 10. Negosiasi langsung dapat diakhiri dengan negosiasi tertulis. Penyampaian penawaran hanya dapat dilakukan satu kali. Wakil Penyedia Barang/Jasa menyampaikan dalam sampul tertutup penawaran harga tertulis.2.

maka diteruskan dengan melakukan negosiasi bersamaan. maka diteruskan kepada penawar peringkat-II (kedua) dan seterusnya sampai dengan penawar peringkat-III (ketiga). Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka penawaran. PELAKSANAAN NEGOSIASI 10.5. Dalam hal harga penawaran peringkat-I (pertama) telah lebih rendah dibanding HPS/OE namun masih lebih tinggi dibanding harga penawaran terendah dilakukan negosiasi hanya kepada penawaran peringkat-I (pertama). dilakukan negosiasi secara bersamaan.5. Negosiasi harga dilakukan kepada Penyedia Barang/Jasa dengan penawaran peringkat-I (pertama) dan apabila diperlukan sampai dengan peringkat-III (ketiga) menurut urutan harga evaluasi penawaran (HEP) atau menurut hasil penghitungan normalisasi harga.000. 175 .5. Negosiasi bertahap. 10. 1. pembukaan penawaran dilakukan di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa dan dibuat berita acara negosiasi. Dalam hal negosiasi bertahap tidak menghasilkan kesepakatan harga atau dalam pelaksanaan pelelangan ulang. Negosiasi dilakukan dengan mengusahakan harga penawaran bersangkutan dapat turun mendekati harga penawaran yang lebih rendah. 10. 3. Pada dasarnya negosiasi dilaksanakan secara bertahap.5.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. 2.3. Jika negosiasi terhadap penawar peringkat-I (pertama) tidak mencapai kesepakatan karena hasil negosiasi masih lebih tinggi daripada nilai HPS/OE. Untuk pengadaan dengan nilai lebih dari Rp5.000. dan membuat nota evaluasi penawaran harga negosiasi. Bila tercapai kesepakatan harga dan hasil negosiasi adalah di bawah atau sama dengan nilai HPS/OE. 10.1. 5. 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.2.00 (lima ratus ribu dolar Amerika serikat). maka tidak dilakukan negosiasi kepada Penyedia Barang/Jasa yang lain.000.000. Jika negosiasi terhadap penawar peringkat-III (ketiga) tidak mencapai kesepakatan karena hasil negosiasi masih lebih tinggi daripada nilai HPS/OE. Negosiasi harga dilakukan pertama-tama kepada penawaran peringkat-I (pertama). Negosiasi dapat dilakukan secara langsung atau tertulis.

Dalam hal menggunakan strategi Kontrak Harga Satuan. Penawaran harga diserahkan dalam sampul tertutup. Hasil negosiasi harga tidak boleh mengurangi komitmen persentase TKDN.6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 10. seperti penggunaan kontrak Call Off Order. dapat dilakukan negosiasi: 10. 10. 4. dapat dilakukan koreksi/penyesuaian atas HPS/OE dengan penambahan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) dan didukung dengan analisa pasar sebagaimana disyaratkan pada tata cara penyusunan HPS/OE.Buku Kedua . Jika hasil negosiasi bersamaan terhadap penawaran peringkat pertama sampai dengan peringkat ketiga masih lebih tinggi dibanding HPS/OE. Dilakukan analisa atas HPS/OE. Perjanjian Harga dan lain-lain. Hasil negosiasi hanya dapat disepakati apabila harga penawaran telah mencapai lebih rendah atau sama dengan nilai HPS/OE. Negosiasi bersamaan 1. 10.1. Terhadap keseluruhan harga paket.4.6. 10.7. Dilakukan secara tertulis kepada 3 (tiga) penawar peringkat-I (pertama) sampai dengan peringkat-III (ketiga) menurut hasil harga evaluasi penawaran (HEP) atau hasil normalisasi. dalam hal paket pengadaan tersebut pada dasarnya merupakan satu kesatuan utuh. mengubah lingkup kerja. Apabila HPS/OE dinilai tidak sesuai dengan kondisi pasar pada saat tersebut.8. maka: 10. Terhadap harga per jenis barang/jasa.1. 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka penawaran harga di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi secara bersamaan.5.2. spesifikasi penawaran teknis dan/atau hasil kesepakatan negosiasi teknis. 10. dalam hal kontrak tersebut meliputi jenis-jenis barang/jasa yang tidak terikat sebagai satu kesatuan utuh. ditandatangani di atas meterai dengan nilai yang cukup oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kewenangan. 10. 3. Negosiasi bersamaan hanya dilakukan 1 (satu) kali.9.6. Peserta ternegosiasi diminta untuk memasukkan penawaran harga yang lebih rendah daripada penawaran yang diajukan pada tahap negosiasi bertahap.9. 176 .

10. Kesimpulan pelaksanaan negosiasi. 177 . 10. Apabila tidak ada satupun harga hasil negosiasi yang lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. maka risalah pelaksanaan negosiasi ditandatangani juga oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi. surat penawaran harga dari peserta negosiasi dilampirkan dalam risalah.11. Penawar dengan harga hasil negosiasi bersamaan yang paling rendah dan dinilai wajar dan lebih rendah dibanding HPS/OE yang telah dikoreksi dapat ditetapkan sebagai calon pemenang.9. maka negosiasi dinyatakan gagal. 10. Metode negosiasi.12.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 10. 10. dan ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau Wakil Penyedia Barang/Jasa di atas meterai dengan nilai yang cukup.1. Harga penawaran semula dan harga yang ditawarkan peserta negosiasi pada pelaksanaan negosiasi. Penyedia Barang/ Jasa diwajibkan untuk menyampaikan harga penawaran dan TKDN baru berikut rinciannya. 10.10. Apabila negosiasi dilaksanakan secara langsung. Apabila telah diperoleh kesepakatan harga. Risalah ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal.2.3.10.2.10. Dalam hal dilaksanakan secara tertulis. Dalam pelaksanaan negosiasi harga. dibuat risalah pelaksanaan negosiasi harga yang memuat paling tidak: 10.10.

1.2. Apabila TKDN penawaran juga sama. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal memilih peserta yang menawarkan TKDN lebih besar. Merupakan harga terendah.2. dan merupakan harga penawaran hasil negosiasi yang paling rendah. dan 2.3.4. Dalam hal dua Penyedia Barang/Jasa atau lebih memiliki harga evaluasi penawaran (HEP) atau hasil normalisasi harga penawaran yang sama. 11.1. 11. 11. Penentuan calon pemenang sebagaimana dimaksud dalam huruf 11. PENENTUAN CALON PEMENANG 11.Buku Kedua . setelah dilakukan evaluasi menggunakan prinsip mengutamakan penggunaan Produksi Dalam Negeri. atau setelah dilakukan normalisasi dan/atau telah dilakukan negosiasi sesuai ketentuan yang berlaku. yaitu: 1.1.1. dinilai wajar dan tidak lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan 1 (satu) calon pemenang yang penawarannya: Memenuhi persyaratan sesuai Dokumen Pengadaan dan dapat dipertanggung-jawabkan. Telah mengupayakan pengutamaan penggunaan hasil produksi dan kompetensi dalam negeri. Dalam hal tidak tercapai kesepakatan bulat. 11. 11. teknis dan kualifikasi memenuhi persyaratan dalam Dokumen Pengadaan. Dalam hal digunakan sistim Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (Multi Standing Agreement/MSA) atau Kontrak Harga Satuan secara itemized. di atas dituangkan dalam bentuk berita acara yang disetujui oleh seluruh anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. calon pemenang yang diusulkan dapat lebih dari satu. 178 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 11. Materi ketidak sepakatan tersebut harus dicatat dalam berita acara. keputusan diambil berdasarkan rapat yang disetujui oleh paling sedikit dua-pertiga jumlah anggota. maka dipilih Penyedia Barang/Jasa yang memiliki nilai atau materi teknis yang lebih baik. Penawaran secara administrasi.

nilai Kontrak dan komitmen TKDN serta masa berlakunya Kontrak.5.5. Nama. harga hasil negosiasi (bila ada) dan komitmen TKDN serta hasil evaluasi pengadaan. 11. yang telah mencakup jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi. 11. 179 . Tanggal berita acara. 3. sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan dalam penetapan calon pemenang oleh Pejabat Berwenang. 4. judul/nomor lelang.2. harga penawaran dan/atau harga penawaran terkoreksi.5. Nilai HPS/OE atau nilai HPS/OE yang telah dikoreksi.1. lampiran nomor FL-003. alamat dan NPWP calon pemenang pengadaan. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 11.3. BAHP ditandatangani oleh sekurang-kurangnya dua-pertiga dari jumlah anggota termasuk Ketua Panitia Pengadaan/Tim Internal. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan calon pemenang kepada Pejabat Berwenang dilengkapi dengan BAHP serta penjelasan tambahan yang dianggap perlu. 11. Setelah menentukan calon pemenang pengadaan: Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) yang memuat hasil pelaksanaan pelelangan meliputi: 1.5. BAHP dilengkapi dengan formulir Ringkasan Proses Pelaksanaan Lelang (Form SC-03). nama Penyedia Barang/Jasa yang mengikuti pengadaan dimaksud. Keterangan-keterangan yang dianggap perlu mengenai proses pelaksanaan pelelangan.

8. Berita acara pemberian penjelasan (bila dilakukan). Tabulasi evaluasi teknis untuk masing-masing penawar. Berdasarkan usulan Panitia Pengadaan/Tim Internal. Usulan penetapan calon pemenang pengadaan disampaikan dengan melampirkan dokumen sebagai berikut: 1. 12. Formulir perhitungan TKDN (form SC-12A atau SC-12B atau SC-12C). Tabulasi perbandingan harga evaluasi penawaran (HEP) dari seluruh penawaran harga yang masuk. KEPUTUSAN PENETAPAN PEMENANG 12.3. 10.2. 12. Tabulasi perbandingan dari 3 (tiga) penawaran peringkat pertama sampai dengan peringkat ketiga dengan rincian HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Pejabat Berwenang membahas dengan Panitia Pengadaan/Tim Internal. 4. Ringkasan Proses Pelaksanaan Lelang (form SC-03). 3.Buku Kedua .1. 5. Hasil evaluasi kewajaran harga dan surat pernyataan kesanggupan dari Penyedia Barang/Jasa untuk melaksanakan Kontrak sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE. 2. Berita acara pembukaan penawaran. Apabila Pejabat Berwenang berpendapat lain atas usulan penetapan calon pemenang pengadaan yang diajukan. Salinan Daftar Rencana Pengadaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 12. Pejabat Berwenang segera menetapkan pemenang pengadaan apabila merupakan kewenangan Kontraktor KKS. HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan disahkan. 7. 11. Berita acara hasil pengadaan. 6. Risalah hasil negosiasi (bila dilakukan). 180 . 9. untuk mendapatkan keputusan akhir. 12.

2. 13. Keputusan tentang penetapan pemenang pengadaan.000. dalam pengumuman dicantumkan bahwa penetapan sebagai pemenang pengadaan dapat dibatalkan apabila berdasarkan penelitian BPMIGAS proses pengadaan dan/atau kriteria penetapan calon pemenang pengadaan tidak benar.000. PENGUMUMAN PEMENANG PENGADAAN 13.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).1. sehingga perlu dilakukan evaluasi ulang atau proses pengadaan harus dibatalkan. segera setelah diterimanya keputusan tersebut oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. 181 . Untuk paket pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp50.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 13.000. diumumkan melalui papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan secara tertulis kepada Penyedia Barang/Jasa peserta pelelangan.000.

5. 14.1. Terhadap hasil evaluasi administrasi dan teknis pada pelelangan sistim 2 (dua) sampul atau sistim 2 (dua) tahap. 5.2. Ketidaklulusan hasil penilaian pascakualifikasi. dengan melampirkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.1. 14. SANGGAHAN 14.1. antara peserta pelelangan dengan anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau dengan Pejabat Berwenang.6. di atas dan proses pelelangan dapat diteruskan.1. Sanggahan harus diajukan secara tertulis oleh peserta pelelangan. Praktek KKN diantara peserta pelelangan. dalam waktu yang telah ditentukan. Penyimpangan atas ketentuan dan prosedur yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan dan/atau ketentuan BPMIGAS tentang pengadaan barang/jasa yang berlaku. Terhadap keputusan penetapan pemenang pelelangan. 4. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 14.1.4.1.1. 2. 182 . PENGAJUAN SANGGAHAN Keberatan peserta atas keputusan dalam pelelangan dapat diajukan pada masa sanggah. dengan tembusan kepada Pejabat Berwenang. dan/atau 2. Sanggahan hanya dapat diajukan terhadap: 1. Penyalahgunaan wewenang oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau Pejabat Berwenang. 14. ditandatangani oleh pimpinan perusahaan yang menandatangani penawaran atau yang menggantikan fungsinya. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi sanggahan yang diajukan di luar angka 14. Sanggahan ditujukan kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal. 14.2. 14. Rekayasa proses pelelangan sehingga menghalangi terjadinya persaingan yang sehat.Buku Kedua .1. 14.1. Permintaan Klarifikasi dan pertanyaan yang bersifat mempersoalkan maupun keberatan yang diajukan peserta pelelangan atas hasil evaluasi administrasi dan teknis serta evaluasi harga diperlakukan sebagai sanggahan. yaitu: 1.3.

Sanggahan dalam pelelangan dengan sistim 2 (dua) sampul atau sistim 2 (dua) tahap dapat dilakukan atas: 1. 14. Hasil evaluasi administrasi dan teknis. terhitung mulai tanggal setelah tanggal pengumuman hasil evaluasi administrasi dan teknis. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang memasukkan penawaran.2.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi sanggahan yang diajukan di luar angka 14.3. MASA SANGGAH 14. Apabila sanggahan terhadap kondisi penawaran atau kondisi salah satu peserta pelelangan yang ditetapkan sebagai calon pemenang pengadaan benar. Pada sistim 2 (dua) tahap. dan 14.2. maka penawaran peserta pelelangan tersebut dinyatakan gugur dan dilakukan evaluasi ulang kepada penawaran lain yang memenuhi persyaratan.2. Sanggahan dapat mencakup hasil evaluasi administrasi dan teknis serta penetapan pemenang. harus dilakukan dalam waktu 3 (tiga) hari kerja. 14. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang memasukkan penawaran. terhitung mulai tanggal setelah tanggal pengumuman penetapan pemenang. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan penelitian atas proses dan hasil evaluasi. TANGGAPAN ATAS SANGGAHAN 14. diabaikan dan tidak akan ditanggapi.2. 1. Apabila terdapat sanggahan. di atas dan proses pengadaan dapat diteruskan. tidak dapat diterima. dan memberikan tanggapan.1. Masa sanggah untuk pelelangan yang menggunakan sistim 1 (satu) sampul adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman hasil pelelangan. Pada sistim 2 (dua) sampul.3.2. harus dilakukan dalam waktu 3 (tiga) hari kerja. 3. sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis. Hasil evaluasi harga pada tahap penetapan pemenang.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 14. sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis dan memasukkan penawaran harga. Sanggahan tentang hasil evaluasi administrasi dan teknis yang diajukan pada masa sanggah setelah pengumuman penetapan pemenang. 183 .1.2.2. 2.1. 14.2.

Jika sanggahan banding diajukan melewati batas waktu di atas. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi. maka dilakukan evaluasi ulang. 14. Sanggahan ulang dapat diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja terhitung setelah tanggal batas waktu tanggapan.000. Apabila ternyata sanggahan yang diajukan tidak sesuai dengan ketentuan di atas dan/atau tidak disertai dengan bukti-bukti dan/atau materi sanggahan atau protes tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh penyanggah.3. dan apabila perlu.2. Apabila sampai dengan batas waktu 5 (lima) hari kerja tidak ditanggapi. di atas ternyata benar.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.4. pelelangan dapat dibatalkan atau dilakukan pelelangan ulang.000. Jaminan sanggahan banding ditetapkan sebesar 1‰ (satu permil) dari nilai total penawaran harga penyanggah dan paling tinggi sebesar Rp50. dapat mengajukan 1 (satu) kali sanggahan banding dan ditujukan kepada kepada Pejabat Berwenang dengan tembusan kepada atasan Pejabat Berwenang atau kepada pimpinan tertinggi Kontraktor KKS dan kepada BPMIGAS. 3. Kepada penyanggah tersebut dikenakan sanksi kategori merah.3. Apabila penyanggah keberatan atas tanggapan sanggahan terhadap penetapan pemenang.2.2. dapat diajukan sanggahan ulang kepada Pejabat Berwenang Kontraktor KKS dengan tembusan kepada atasan Pejabat Berwenang Kontraktor KKS dan fungsi pengawasan internal Kontraktor KKS. Apabila materi sanggahan tersebut angka 14.Buku Kedua . 14.1. Sanggahan banding dapat diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja terhitung setelah tanggal pengiriman tanggapan sanggahan.00 (lima puluh juta rupiah). Tanggapan terhadap sanggahan diberikan secara tertulis selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja terhitung setelah tanggal diterimanya sanggahan. 14. dianggap tidak ada sanggahan banding dan proses penetapan pemenang dapat dilanjutkan. 184 .3. Penyedia Barang/Jasa yang mengajukan sanggahan banding wajib menyerahkan jaminan sanggahan banding berupa cek tunai atau cek perjalanan (traveler cheque) untuk keuntungan Kontraktor KKS: 1.

000.2.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). sanggahan ulang dan sanggahan banding telah ditanggapi dan diyakini tidak benar.2.000. 14. di atas dapat dijalankan apabila: 1.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih kecil dari US$5. Tindakan tersebut angka 14.000.5.6. 3.000.000.1.1. Pejabat Berwenang harus menanggapi sanggahan banding selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja terhitung setelah tanggal diterimanya sanggahan banding. sanggahan ulang atau sanggahan banding dalam batas waktu yang telah ditentukan.4. Sanggahan atau protes yang diajukan tidak sesuai dengan ketentuan di atas dan/atau materi sanggahan atau protes tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh penyanggah.3. Apabila sanggahan banding tidak terbukti. 14.4. atau Penunjukan pemenang pengadaan untuk nilai pengadaan lebih kecil dari Rp50. atau 3. atau 2.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.4. 14. Proses penunjukan calon pemenang pengadaan harus ditangguhkan sampai tanggapan atas sanggahan atau tanggapan atas sanggahan banding diberikan.3. Jaminan sanggahan banding dikembalikan kepada Penyedia Barang/Jasa apabila sanggahan terbukti benar.4.000. Proses pelelangan dilanjutkan dengan: Menyampaikan usulan penunjukan pemenang pengadaan kepada BPMIGAS apabila nilai pengadaan lebih besar dari Rp50.000. 14.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. 185 .000. jaminan sanggahan banding dicairkan dan dibukukan sebagai pengurang biaya operasi Kontraktor KKS.4.4. 14. 14. Sanggahan.000.000. atau 14. Tidak ada sanggahan.3.

Buku Kedua . penyusunan HPS/OE.1. Dokumen penawaran dari peserta yang diusulkan sebagai pemenang.4.1.1.3.1. Perubahan Dokumen Pengadaan secara rinci. di atas dan: 15. 15. Nilai penawaran yang diusulkan dinilai wajar. 15.1. Surat pernyataan dari pimpinan tertinggi fungsi pengguna barang/jasa bahwa tidak ada indikasi tindakan yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) dalam penentuan spesifikasi barang/jasa dan persyaratan Kontrak.2.1. berisi pernyataan bahwa: 1. BPMIGAS harus sudah menyampaikan persetujuan atau penolakan atas rencana penunjukan pemenang pengadaan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja sejak penerimaan dokumen secara lengkap yang dinyatakan oleh BPMIGAS.1.3. Proses telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan dan ketentuan yang berlaku serta tidak ada indikasi KKN. 2. Surat usulan dilampiri dengan salinan dokumen-dokumen seperti dimaksud pada angka 12. Surat usulan penunjukan pemenang pengadaan yang memerlukan persetujuan BPMIGAS harus ditandatangani oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS. Apabila dokumen yang disampaikan tidak lengkap berkas dikembalikan kepada Kontraktor KKS.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 15.5. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau Pejabat Berwenang sesuai batas kewenangannya. 15. Tabulasi dasar pendanaan. Risalah proses pengadaan termasuk proses dan pertimbangan evaluasi dan negosiasi sesuai lampiran FL-003.2.6. dan dalam pelaksanaan evaluasi teknis penawaran. 15. berdasarkan pembandingan dengan HPS/OE yang telah disusun secara cermat. 15. 15. 186 . Lingkup kerja dan spesifikasi teknis telah sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati BPMIGAS. 3. PERSETUJUAN RENCANA PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 15.

BPMIGAS memerlukan tambahan penjelasan (Klarifikasi) dan/atau tambahan dokumen pendukung maka penghitungan jumlah hari penelitian dihentikan. sebagaimana diuraikan di atas.3.6.4. Kontraktor KKS melakukan pelelangan ulang atau membatalkan pelelangan. 15. Dalam hal BPMIGAS tidak menyetujui usulan penunjukan pemenang pengadaan. Bahwa harga penawaran yang diusulkan merupakan hasil proses pengadaan yang sesuai dengan ketentuan dan telah lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah direvisi.7. maka Kontraktor KKS melakukan evaluasi ulang atas proses pelaksanaan pengadaan dan/atau atas penawaran-penawaran yang masuk.6. Bahwa lingkup pekerjaan sesuai dengan rencana pengadaan yang telah disetujui oleh BPMIGAS. 15. Apabila dalam masa 20 (dua puluh) hari kerja penelitian. BPMIGAS dapat memberitahukan kepada Kontraktor KKS bahwa penelitian memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu standar 20 (dua puluh) hari kerja. 15. 15. 187 . BPMIGAS tidak memberikan persetujuan atau penolakan.6.2.4.1. Kontraktor KKS membatalkan penetapan calon pemenang yang telah diumumkan sebelumnya dan mengumumkan calon pemenang pengadaan baru. 15.6.7. 15. 15. dan dimulai lagi setelah penjelasan dapat diterima oleh BPMIGAS dan/atau dokumen tambahan telah diterima oleh BPMIGAS. Dalam keadaan tertentu.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 15.3.7. 15.5. Kontraktor KKS dapat melanjutkan proses pengadaan apabila setelah 20 (dua puluh) hari kerja. Berdasar hasil evaluasi ulang. Selanjutnya: Apabila diperlukan. Apabila diperlukan. Bahwa telah mengupayakan untuk mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. 15. khususnya untuk pekerjaan yang sangat kompleks.6.2. Kontraktor KKS mengajukan usulan penunjukan pemenang baru kepada BPMIGAS. 15. Persetujuan BPMIGAS mencakup lingkup sebagai berikut: Bahwa proses pengadaan telah dilaksanakan menurut ketentuan dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Kontraktor KKS dan telah sesuai dengan rencana pengadaan yang telah disetujui oleh BPMIGAS serta sesuai dengan isi Dokumen Pengadaan.1.

2.1 di atas.2.1. 16. apabila: Dalam sistim 2 (dua) sampul. 16. 16.2. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 15.1.1. selanjutnya: Calon pemenang pengadaan peringkat kedua dapat ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari setelah tanggal penunjukan.2.Buku Kedua . namun hanya terdapat satu penawaran harga dan harga penawaran dapat diterima atau dicapai kesepakatan dalam tahap negosiasi harga.3. Apabila harga penawaran urutan kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.8. Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani kontrak dalam waktu sebagaimana ditetapkan dalam angka 16. 188 . atau tidak bersedia untuk memenuhi dokumen penawarannya. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. Dalam hal BPMIGAS tidak menyetujui usulan penunjukan pemenang pengadaan dan Kontraktor KKS tetap melanjutkan proses pengadaan maka biaya yang timbul yang berkaitan dengan kegiatan pengadaan tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi berdasar Kontrak Kerja Sama. dilakukan negosiasi.3. hanya terdapat satu peserta yang lulus evaluasi teknis. Dalam sistim 2 (dua) tahap. Penunjukan pemenang terhadap calon pemenang urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 16. 16. 16. 16. Penunjukan pemenang pengadaan dilakukan tanpa melalui masa sanggah. serta lulus evaluasi harga atau dicapai kesepakatan dalam tahap negosiasi harga. terdapat lebih dari 1 (satu) peserta yang lulus evaluasi teknis.

3. Apabila calon pemenang peringkat ketiga juga tidak bersedia ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan berdasar harga penawarannya yang telah lebih rendah dibanding HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 16.2. atau setelah hasil negosiasi disepakati. 16. atau setelah hasil negosiasi disepakati. 16.4. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa.3. 189 . Apabila harga penawaran urutan ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Apabila calon pemenang peringkat kedua tidak bersedia ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan berdasar harga penawarannya yang telah lebih rendah dibanding HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pelelangan ulang. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa. Selanjutnya calon pemenang peringkat ketiga dapat ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan. dilakukan negosiasi.3.

Pada tahap II (kedua) tidak ada yang memasukkan penawaran. kerusakan atau penyalahgunaan surat jaminan tersebut.1.1. Apabila dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah penunjukan pemenang jaminan penawaran tersebut tidak diambil. 17. .Buku Kedua .1.1. PENGEMBALIAN SURAT JAMINAN PENAWARAN. 17.1. Pada pelelangan sistim 2 (dua) tahap. 18.2. Tidak ada penawaran yang memenuhi persyaratan teknis. Pada tahap I (pertama).2. 17. kecuali: Untuk pemenang pengadaan ditukar dengan surat jaminan pelaksanaan pada saat akan menandatangani Kontrak.1. 2. maka Kontraktor KKS tidak bertanggung jawab atas kehilangan.2. Pada tahap evaluasi penawaran: 1. calon Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar atau memenuhi syarat kualifikasi kurang dari 3 (tiga). PELELANGAN GAGAL 18. Pada tahap pemasukan penawaran: 1. 18. Pada dasarnya surat jaminan penawaran dapat diambil oleh Penyedia Barang/Jasa. calon Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga).1. 4.1.1. b. Untuk penawar peringkat kedua dan peringkat ketiga berdasarkan hasil evaluasi harga baru dapat diambil 15 (lima belas) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang. 190 18. yang lulus evaluasi teknis hanya 1 (satu). 18. 17. Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga). Pelelangan dinyatakan gagal apabila: Dalam pelelangan dengan Prakualifikasi. Tidak tercapai kesepakatan harga pada proses negosiasi bersamaan. Tidak ada penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 17. Pada sistim satu sampul dan dua sampul.3. 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang pengadaan. Pada sistim 2 (dua) tahap: a. 3. 2.

19. 7.2. Peserta yang telah dinyatakan telah lulus penilaian kualifikasi tidak dilakukan penilaian kualifikasi lagi. Anggaran yang dialokasikan tidak mencukupi. kecuali ditetapkan lain seperti tersebut pada Bab III angka 6. Apabila tidak ada peserta yang memasukkan penawaran harga atau penawaran harga yang masuk tidak ada yang memenuhi syarat. kedua dan ketiga tidak bersedia ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang. dan 6. Dalam pelelangan menggunakan sistim evaluasi pascakualifikasi. apabila: Negosiasi bersamaan tidak menghasilkan kesepakatan harga.2. 6.2. Penyusunan HPS/OE mengikuti ketentuan yang diatur pada bab VII.1.1.4.3.3. 19.3. calon pemenang peringkat pertama.5. Dalam pelaksanaan pelelangan ulang dapat mempergunakan HPS/OE baru.4. 19. Dalam hal mengikutsertakan peserta baru. 19. Terhadap peserta baru harus dilakukan penilaian kualifikasi.2. 8.4.4. Dalam pelelangan menggunakan sistim 2 (dua) tahap dapat dilakukan pelelangan ulang tahap II (kedua) saja dengan mengundang peserta yang penawarannya telah dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan teknis. 191 . kedua dan ketiga tidak memenuhi syarat kualifikasi. 18. 19. Pelelangan ulang dilaksanakan 1 (satu) kali dan prosesnya dimulai sesegera mungkin setelah lelang dinyatakan gagal. Pelaksanaan pelelangan terbukti tidak sesuai dengan ketentuan Dokumen Pengadaan. TINDAK LANJUT PELELANGAN GAGAL Dalam hal pelelangan dinyatakan gagal. 19. Calon pemenang peringkat pertama. PELELANGAN ULANG 19. Peserta lama harus mendaftar ulang.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. proses dimulai dengan tahap pengumuman.5. Pelelangan ulang diselenggarakan dengan mengundang peserta pengadaan lama atau mengikutsertakan peserta pengadaan lama dan Penyedia Barang/Jasa baru.

000.7. apabila penawaran yang masuk minimal 3 (tiga) dan negosiasi bersamaan mengalami kegagalan. 19.1. 2. atau 19.000.5.7. Dalam hal dilakukan pelelangan ulang atas pekerjaan dengan nilai sampai dengan Rp1.000.2. Dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang dengan mengikutsertakan penyedia barang Produksi Dalam Negeri dan penyedia barang produksi luar negeri tanpa mengubah HPS/OE. 19. atau 19.Buku Kedua .00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) dan ternyata tidak ada penawaran yang masuk atau setelah negosiasi harga penawaran masih lebih tinggi dibanding HPS/OE. dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang dengan mengikut sertakan Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional yang bersedia memberikan janji/komitmen pencapaian TKDN dan ketentuan lainnya yang diatur dalam bab III angka 7. dapat dilakukan pelelangan ulang kedua dengan mengikutsertakan Penyedia Barang/Jasa usaha menengah. dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang dengan persyaratan pengadaan yang sama. 19. mengalami kegagalan. Dalam hal pelelangan Pengadaan Jasa Pemborongan atau Jasa Lainnya mengalami kegagalan. Preferensi harga diberikan bagi barang dengan pencapaian TKDN sekurang-kurangnya 25% (dua puluh lima persen). apabila penawaran yang masuk minimal 3 (tiga). Apabila pelelangan ulang tersebut pada angka 19.9. 192 .8. Pelelangan ulang untuk Pengadaan Barang: Dalam hal pengadaan memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri mengalami kegagalan: 1. 19.000.9. atau 19. maka proses pengadaan selanjutnya dilaksanakan dengan: Melakukan negosiasi bersamaan terhadap penawaran yang masuk.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100.6.6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 19. Dalam hal pelelangan Pengadaan barang/ Jasa Pemborongan / Jasa Lainnya yang tidak memperhitungkan preferensi harga mengalami kegagalan. atau Pemilihan langsung dengan cara meminta peserta memasukkan penawaran harga baru.9.1.5. Evaluasi harga dilakukan dengan memperhitungkan preferensi harga untuk menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). 19.

1.2. PEMBATALAN PELELANGAN 20. Pembatalan pelelangan sedapat mungkin dihindarkan.9. Penyedia Barang/Jasa yang telah ditunjuk sebagai pemenang dapat meminta penggantian biaya penyiapan dokumen penawaran. 193 . atau Membatalkan lelang tersebut dan melaksanakan lelang baru. 20.1. 19.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 19.9. atau Pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua). 19. Anggaran yang dialokasikan tidak mencukupi. 20.3. Pembatalan pelelangan hanya dapat dilakukan oleh Kontraktor KKS apabila salah satu kondisi berikut terpenuhi: 20.4.1.4. Pembatalan lelang yang rencana pengadaannya melalui persetujuan BPMIGAS harus dilaporkan kepada BPMIGAS dan menjadi catatan BPMIGAS terhadap penilaian kinerja Kontraktor KKS.9.9. Adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atas pelaksanaan lelang tersebut. Berdasarkan kesimpulan pimpinan tertinggi Kontraktor KKS telah terjadi tindak KKN. 20.3. Pemilihan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk.9. atau Penunjukan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu).1. atau Penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu). Perubahan lingkup kerja karena perubahan pada rencana kerja atau karena lelang ulang gagal. 20. 19. apabila penawaran yang masuk hanya 2 (dua).5. atau 19.9.2. 19. 20.6. Dalam pelaksanaan pemilihan langsung atau penunjukan langsung tersebut pada angka 19.3.5. dengan dimungkinkan adanya perubahan lingkup kerja. 20.. 20.9. Penyusunan HPS/OE mengikuti ketentuan yang diatur pada bab VII.4. di atas dapat mempergunakan HPS/OE baru. 19.2.3.9.1. Dalam hal terjadi pembatalan pelelangan pekerjaan jasa konstruksi dan tahapan pelelangan telah sampai pada penunjukan pemenang.8.7. Proses pengadaan terbukti tidak dilaksanakan sesuai ketentuan perundangan-undangan yang berlaku.9.1.1. 19.

00 (seratus juta dolar Amerika Serikat).1. TENGGANG WAKTU PELELANGAN 22. 22.5. 22.000.000. 22. kecuali untuk pengadaan pekerjaan yang bersifat kompleks dan bernilai lebih dari Rp1. Masa pendaftaran sekurang-kurangnya 3 hari kerja setelah tanggal pengumuman.1. Hari pemasukan dokumen penawaran sekurang-kurangnya 4 (empat) hari kerja setelah hari akhir pemberian penjelasan. 22. apabila Kontraktor KKS belum menerbitkan Surat Perintah Memulai Pelaksanaan Pekerjaan (SPK)/Letter of Intent (LOI). Setinggi-tingginya sama dengan nilai jaminan penawaran. apabila Kontraktor KKS telah menerbitkan Surat Perintah Memulai Pelaksanaan Pekerjaan (SPK)/Letter of Intent (LOI).3.Buku Kedua . 21. Sebesar nilai kompensasi menurut ketentuan yang tertuang dalam draft kontrak yang menjadi bagian dari Dokumen Pengadaan.2. Proses lelang sejak pengumuman sampai dengan penandatanganan Kontrak diupayakan dalam tenggang waktu 6 (enam) bulan. Hari pemberian penjelasan sekurang-kurangnya 2 (dua) hari kerja setelah hari akhir pengambilan Dokumen Pengadaan. 22.000.000.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Dalam hal ini nilai penggantian biaya dihitung dengan menggunakan salah satu dari ketentuan berikut: 20.00 (satu trilliun rupiah) atau lebih dari US$100.4.000.3. 194 . atau 20. PENGULANGAN PENGADAAN (REPEAT ORDER) Pengulangan pengadaan barang/jasa (repeat order) dengan menggunakan hasil pelelangan sebelumnya untuk melaksanakan paket pekerjaan yang lain/berbeda tidak diperbolehkan.000.3. Hari akhir pengambilan Dokumen Pengadaan sekurangkurangnya 2 (dua) hari kerja setelah hari terakhir pendaftaran atau setelah pengumuman hasil Prakualifikasi.

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB XII METODA DAN TATA CARA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 195 .Buku Kedua .

Jasa Konsultansi harus bersifat tidak rutin dengan jangka waktu tertentu dan mengutamakan konsultan dalam negeri. Dalam hal proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah peserta pengadaan yang menyanggupi untuk memenuhi persyaratan angka 1. jasa survey. 1. kecuali untuk kegiatan yang belum dapat atau tidak mungkin dilaksanakan di Indonesia.6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. 1.4. maka Perusahaan Nasional dapat menggunakan tenaga ahli asing bertaraf internasional atau membuat kerjasama dalam bentuk Konsorsium atau sub kontrak dengan konsultan asing bertaraf internasional.9. dilakukan pelelangan ulang dengan mengikut sertakan Penyedia Barang/Jasa yang bersedia memberikan janji/komitmen pencapaian TKDN minimal 30% (tiga puluh persen). di atas kurang dari persyaratan minimal. Jasa Konsultansi harus dilaksanakan di Indonesia. konsultan perorangan.Buku Kedua .00 (sepuluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$1. KETENTUAN UMUM 1. Pengadaan diikuti oleh Penyedia Barang/Jasa yang bersedia memberikan janji/komitmen pencapaian TKDN minimal 35% (tiga puluh lima persen).4. jasa pengujian.000. jasa informasi.PQ-003. jasa pengawasan konstruksi. 1.3. 1.7. jasa K3LL. koperasi. penelitian. pelatihan serta jasa pelayanan profesi lainnya. Kegiatan Jasa Konsultansi meliputi jasa perencanaan konstruksi. konsultansi operasi. Perusahaan Asing dapat mengikuti pengadaan dengan nilai lebih dari Rp10. jasa studi makro/mikro. 1. 1.000. jasa manajemen. badan usaha yang dimiliki perguruan tinggi negeri/perguruan tinggi swasta (PTN/PTS).2. bidang produksi dan industri. perusahaan jasa industri dan perbankan yang memiliki unit litbang dengan keahlian khusus. Dalam hal jasa yang akan dilelangkan belum dapat dilaksanakan oleh Perusahaan Nasional. pemeliharaan serta rehabilitasi.000.000. 1.1. 196 .000.00 (satu juta dolar Amerika Serikat) dengan kewajiban bekerjasama dalam bentuk Konsorsium atau sub kontrak dengan Perusahaan Nasional yang dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak. Jasa Konsultansi dapat dilakukan untuk semua kegiatan sesuai sub bidang pekerjaan pada lampiran buku kedua no. 1.5.8. Penyedia Jasa Konsultansi antara lain perusahaan Jasa Konsultansi.

2. PENGADAAN (IKPP)/ Instruksi Kepada Peserta Pengadaan (IKPP)/Instruction to Bidders (ITB). lokasi. sepanjang tidak mengubah sasaran. usulan teknis dan usulan harga. PENYIAPAN DOKUMEN PENGADAAN Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi terdiri dari: 2. maksud dan tujuan. tujuan dan keluaran/output yang dihasilkan.2. standar teknis. antara lain berisi latar belakang.1. dasar pembuatan Kontrak dan acuan evaluasi hasil kerja konsultan. jumlah bulan kerja (man-months) dan satuan biaya personil.2. antara lain data dasar. Klarifikasi dan negosiasi dengan calon konsultan terpilih. SURAT UNDANGAN Surat undangan untuk memasukkan penawaran administrasi.2. Sebagai acuan dan informasi bagi para konsultan yang diundang mengikuti pengadaan dalam rangka menyiapkan kelengkapan administratif. klarifikasi. IKPP (ITB) memuat hal-hal seperti pada bab VIII angka 3. 2. KAK sekurang-kurangnya memuat: 1. Menjelaskan tujuan dan lingkup Jasa Konsultansi serta keahlian yang diperlukan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Data penunjang berupa data yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek. teknis dan harga ditujukan kepada penyedia Jasa Konsultansi.2. 197 . 2. 2. Uraian pendahuluan berupa gambaran secara garis besar mengenai proyek/kegiatan yang akan dilaksanakan. Dalam persyaratan teknis memuat Kerangka Acuan Kerja (KAK) dengan ketentuan sebagai berikut: 2. Dimungkinkan adanya perbedaan hasil negosiasi terhadap KAK dan HPS/OE seperti klasifikasi. jumlah penggunaan tenaga ahli. studi-studi terdahulu yang pernah dilaksanakan dan peraturan serta ketentuan yang berlaku. Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan HPS/OE kegiatan Jasa Konsultansi disusun secara keahlian dan digunakan sebagai acuan dalam evaluasi penawaran.10. INSTRUKSI KEPADA PESERTA INSTRUCTION TO BIDDERS (ITB). 2. dan/atau negosiasi dengan calon konsultan terpilih.3.1. Sebagai acuan dalam evaluasi usulan. 3. Tujuan pembuatan KAK adalah: 1.

kecuali secara khusus dinyatakan lain. Biaya personil (remuneration). biaya perjalanan. biaya pengurusan surat ijin. Tata cara pelaksanaan dan pertimbangan pemilihan metoda pelelangan umum. kualifikasi tenaga ahli yang harus disediakan oleh konsultan dan jadwal setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan. persyaratan kerjasama dengan konsultan lain (apabila diperlukan). lingkup kewenangan yang dilimpahkan kepada konsultan. dan pedoman tentang pengumpulan data lapangan.1. 3. Pengadaan Jasa Konsultansi dilakukan dengan metoda Pelelangan Umum. 4. laporan sela dan laporan akhir). mengikuti ketentuan sebagaimana diatur pada bab VII HPS/OE yang terdiri dari dua komponen pokok : 3. pelelangan terbatas. perkiraan jangka waktu penyelesaian pekerjaan Jasa Konsultansi. keluaran lain.Buku Kedua . 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. HARGA PERHITUNGAN SENDIRI Penyusunan Harga perhitungan sendiri (HPS) atau owner estimate (OE). Jenis dan jumlah laporan yang disyaratkan (laporan pendahuluan. Pelelangan Terbatas. biaya pengiriman dokumen.2. tunjangan perumahan / akomodasi dan lain-lain. METODA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 4. Pemilihan Langsung.2. 3. pemilihan langsung dan penunjukan langsung pada prinsipnya mengikuti tata cara yang sebagaimana diatur pada bab X.1. peralatan dan material yang disediakan oleh Kontraktor KKS serta peralatan dan material yang harus disediakan oleh konsultan. Swakelola. Tujuan dan ruang lingkup pekerjaan yang memberikan gambaran mengenai tujuan yang ingin dicapai. 4. Penunjukan Langsung. Hal-hal lain seperti fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa untuk membantu kelancaran tugas konsultan. biaya komunikasi. Biaya langsung non personil (direct reimbursable cost) yang meliputi antara lain biaya untuk sewa kantor. 198 . 4.

2. Apabila calon peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). 2.2. 4.3. 3.3. dilakukan pelelangan ulang. Menggunakan Metoda Pemilihan Langsung : 1. Peserta yang lulus penilaian Prakualifikasi dicantumkan dalam DPT / Short List.2. Peserta yang lulus penilaian Prakualifikasi dicantumkan dalam DPT / Short List. Peserta yang diundang sekurang-kurangnya 3 (tiga). Peserta yang mendaftar sekurang-kurangnya 3 (tiga). PENYUSUNAN DAFTAR PENYEDIA JASA TERSELEKSI (DPT) / SHORT LIST 5.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang calon peserta. 5. Apabila calon peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). 5. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaksanakan Prakualifikasi terhadap calon peserta pengadaan yang mendaftar dengan cara meneliti dan menilai data kualifikasi calon peserta dimaksud.3.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal menyusun Daftar Penyedia Jasa Terseleksi (DPT)/Short List berdasarkan hasil proses Prakualifikasi. 5. 5. Menggunakan Metoda Penunjukan Langsung: Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang satu penyedia Jasa Konsultansi /konsultan perorangan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan rencana pelelangan. 5. Tata cara penyusunan DPT / Short List sebagai berikut: Menggunakan Metoda Pelelangan : 1. 4. DPT berisi daftar penyedia Jasa Konsultansi yang mempunyai kualifikasi dan sub bidang usaha yang sama dan telah lulus Prakualifikasi atau konsultan perorangan yang memiliki keahlian khusus.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang peserta lain. 3. 199 . Panitia Pengadaan/Tim Internal melaksanakan Prakualifikasi terhadap calon peserta pengadaan yang mendaftar dengan cara meneliti dan menilai data kualifikasi calon peserta dimaksud.1.

memerlukan inovasi atau Jasa Konsultansi dengan lingkup pekerjaan yang sulit ditetapkan dalam KAK.1. disampaikan kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal sesuai dengan tempat dan jadwal waktu yang ditetapkan. Urutan proses sebagai berikut : 7. 200 . SISTIM EVALUASI KUALITAS Sistim evaluasi kualitas adalah evaluasi berdasarkan nilai terbaik penawaran teknis dan dilanjutkan dengan Klarifikasi serta negosiasi teknis dan harga.2.11.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. Pembukaan dokumen penawaran sesuai tata cara pembukaan dokumen penawaran untuk sistim 2 (dua) sampul sebagaimana diatur pada bab XI. 7. angka 8.1. Dilakukan evaluasi kelengkapan administrasi sesuai yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan..Buku Kedua . 2. Dalam hal ini. 7. Pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas digunakan bagi pekerjaan Jasa Konsultansi yang permasalahannya kompleks. Sistim evaluasi penawaran dicantumkan dalam Dokumen Pengadaan. Evaluasi kelengkapan administrasi.. kualitas usulan merupakan faktor yang menentukan hasil pekerjaan (outcome) secara keseluruhan. kecuali Jasa Konsultansi perorangan dapat menggunakan sistim 1 (satu) sampul. memerlukan teknologi tinggi.1. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN Pemasukan dokumen penawaran dilakukan dengan sistim 2 (dua) sampul. 7.8. Evaluasi persyaratan administrasi: 1. SISTIM EVALUASI PENAWARAN Evaluasi penawaran Jasa Konsultansi menggunakan sistim evaluasi kualitas atau sistim evaluasi kualitas teknis dan harga atau sistim evaluasi harga terendah. sesuai dengan tata cara evaluasi administrasi sebagaimana diatur pada bab XI.1. angka 9.

b. b. Penilaian penawaran teknis a. Fasilitas penunjang. Jadwal penugasan personil.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.1. g. Evaluasi Penawaran Teknis 1. dengan memperhatikan bobot pekerjaan dan tenaga ahli yang akan mengerjakan serta pertimbangan kebutuhan perangkat pendukung yang proposional. 201 . Untuk jasa studi analisa perlu diberikan penekanan kepada pengalaman konsultan dan pendekatan metodologi. Cara penanganan pekerjaan dan rencana kerja. Program alih pengetahuan. i. guna pencapaian hasil kerja yang optimal. Klarifikasi tidak boleh mengubah sasaran kerangka acuan kerja. d. Unsur-unsur pokok yang dinilai dan pembobotannya: Unsur Pokok Pengalaman Konsultan Pendekatan dan Metodologi Kualifikasi Tenaga Ahli Jumlah Bobot (%) 10-20 20-45 45-60 100 Penetapan bobot yang digunakan untuk masing-masing unsur. Klarifikasi Teknis Klarifikasi dilakukan untuk memperoleh kepastian dan/atau kejelasan teknis. Persentase komitmen TKDN jasa. Organisasi pelaksanaan. sedangkan untuk jasa supervisi dan perencanaan teknis penekanan lebih diberikan kepada kualifikasi tenaga ahli. e. Jadwal pelaksanaan pekerjaan.3. Dilakukan dengan cara memberikan nilai angka (merit point) pada unsur-unsur pokok yang terdapat pada dokumen penawaran teknis dengan memperhatikan bobot yang diberikan pada unsur-unsur tersebut. Aspek-aspek teknis yang perlu diklarifikasi antara lain: a. f. h. 2. Lingkup dan sasaran pencapaian Jasa Konsultansi. dalam rentang tersebut di atas berdasarkan jenis pekerjaan jasa yang akan dilaksanakan. Kualifikasi tenaga ahli. c.

Pengalaman kerja di Indonesia dan/atau lokasi proyek di Indonesia mendapat nilai tambah. • • • • d. Pendekatan dan Metodologi Dimaksudkan untuk menilai pemahaman konsultan atas lingkup pekerjaan/jasa layanan yang diminta dalam KAK. kualitas metodologi. lokasi. kapasitas perusahaan dengan antara lain memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap. Unsur-unsur yang dinilai. pengalaman melaksanakan proyek/kegiatan di Indonesia dan/atau di luar negeri. pemberi tugas. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui pengalaman dan mengukur kemampuan/kapasitas konsultan yang bersangkutan dalam melaksanakan tugasnya. dan hasil kerja. 202 . Penilaian juga dilakukan terhadap jumlah proyek/ pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh konsultan. kemampuan manajerial dan fasilitas yang dimiliki. Pengalaman tersebut diuraikan secara jelas dengan mencantumkan informasi nama proyek/kegiatan. nilai dan waktu (bulan dan tahun) pelaksanaan. lingkup serta Jasa Konsultansi yang diperlukan (aspek-aspek utama yang diindikasikan dalam KAK) dan pengenalan lapangan. Unsur yang dinilai.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa c. Pengalaman konsultan: • Penilaian dilakukan atas pengalaman konsultan dalam melaksanakan pekerjaan sejenis dengan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam KAK dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. lingkup dan data proyek/kegiatan secara singkat.Buku Kedua . Pengalaman konsultan harus dilengkapi dengan referensi dari pengguna jasa sebelumnya yang menunjuk kinerja konsultan yang bersangkutan. pemahaman atas tujuan. penilaian terutama meliputi pengertian terhadap tujuan proyek. antara lain pengalaman melaksanakan proyek/ pekerjaan sejenis. antara lain : • Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK.

laporan-laporan yang disyaratkan. atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi. penilaian terutama meliputi: − ketepatan menganalisa masalah dan langkah pemecahan yang diusulkan dengan tetap mengacu kepada persyaratan KAK. dan kebutuhan fasilitas penunjang. uraian tugas. Kualifikasi Tenaga Ahli Penilaian dilakukan terhadap tenaga ahli konsultan yang diusulkan untuk melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan jenis keahlian. jadwal penugasan. Unsur yang dinilai: • Tingkat pendidikan. Penilaian meliputi antara lain: analisis. 203 . e. jadwal pekerjaan. konsistensi antara metodologi dengan rencana kerja. organisasi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 • Kualitas Metodologi. jenis keahlian serta jumlah tenaga ahli yang diperlukan. − − − • Hasil kerja (deliverable). spesifikasi teknis. gambargambar kerja. jangka waktu pelaksanaan. serta jumlah tenaga yang ditetapkan dalam KAK. • Konsultan yang mengajukan gagasan baru guna meningkatkan kualitas hasil kerja (output) seperti tersebut dalam KAK meskipun berakibat perubahan KAK. persyaratan. program kerja. perhitungan teknis dan laporan-laporan yang diusulkan dalam penawaran. interpretasi terhadap KAK khususnya mengenai data yang tersedia. jumlah bulan kerja (manmonths) tenaga ahli. diberikan nilai lebih. apresiasi terhadap inovasi. yaitu lulusan perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah lulus ujian negara atau yang telah diakreditasi. dibuktikan dengan foto copy ijazah.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa • Jenis keahlian (spesialisasi) yang dibuktikan dengan sertifikat. kondisi dan adat istiadat setempat.4.Buku Kedua . dan memilih konsultan yang mengajukan penawaran teknis yang nilainya sama atau melampaui nilai minimal ambang batas (passing grade). 204 . a.1. aturan. Sanggahan Peserta pengadaan yang berkeberatan atas pengumuman hasil evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis. • • • Pembobotan dan penilaian untuk tiap sub-unsur ditetapkan lebih lanjut oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. Berdasarkan hasil evaluasi penawaran teknis. pengenalan (familiarity) atas tata cara. harus sesuai dengan persyaratan dalam KAK. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaporkan hasil penilaian teknis kepada Pejabat Berwenang untuk mendapatkan persetujuan. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan peringkat konsultan yang dituangkan dalam berita acara evaluasi penawaran teknis. b. bahasa Indonesia (bagi konsultan asing). Hal lebih rinci tentang sanggahan diatur pada bab XI angka 14. Pengalaman kerja profesional sesuai persyaratan dalam KAK. selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman tersebut. Aspek lainnya meliputi penguasaan bahasa Inggris. 3. didukung dengan referensi dari pengguna jasa. 7. situasi. c. Panitia Pengadaan/Tim Internal memberitahukan secara tertulis urutan peringkat konsultan berikut nilai teknisnya kepada seluruh peserta. Kualifikasi dari tenaga ahli yang melebihi kualifikasi persyaratan dalam KAK tidak memperoleh tambahan nilai. Penyusunan dan Pengumuman Peringkat Evaluasi Teknis. Berdasarkan keputusan Pejabat Berwenang.

dengan ketentuan sebagai berikut: 1. 3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. 4. Panitia Pengadaan/Tim Internal hanya membuka sampul II (kedua) penawaran konsultan dengan peringkat teknis tertinggi yang melampaui atau sama dengan nilai ambang batas. Negosiasi terhadap unit harga personil dapat dilakukan berdasarkan daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setoran pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan. Klarifikasi dan negosiasi harga dapat dilakukan bersamaan dengan negosiasi penawaran teknis. Demikian seterusnya sampai dengan peringkat teknis ketiga. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal melanjutkan dengan membuka penawaran konsultan yang lulus dengan peringkat teknis kedua serta apabila perlu dilakukan Klarifikasi dan negosiasi.1. Klarifikasi dan Negosiasi Klarifikasi dan negosiasi tidak boleh mengubah sasaran. 2. 205 . Unit biaya personil dihitung berdasarkan satuan waktu yang dihitung berdasarkan tingkat kehadiran dengan ketentuan 1 (satu) bulan dihitung minimal 22 (duapuluh dua) hari kerja dan 1 (satu) hari kerja dihitung minimal 8 (delapan) jam kerja. Aspek-aspek yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi antara lain kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya. dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan konsultan. Klarifikasi dan negosiasi harga dilakukan untuk memperoleh kesepakatan harga yang dapat dipertanggung-jawabkan. Apabila Klarifikasi dan negosiasi dengan konsultan peringkat pertama tidak menghasilkan kesepakatan. harga satuan dibandingkan dengan harga yang berlaku dipasaran/ kewajaran harga.1.6. 5. volume kegiatan dan jenis pengeluaran. Apabila dianggap perlu dapat dilakukan negosiasi atas penawaran teknis dan kemudian dilakukan Klarifikasi dan negosiasi harga.5. Pembukaan Penawaran Harga 1. 2. tujuan dan keluaran yang dihasilkan serta tidak melampaui HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. 6. 7.

Penunjukan Pemenang 1. Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani kontrak dalam waktu yang telah disepakati atau tidak bersedia untuk memenuhi persyaratan dan kondisi dalam dokumen penawarannya dan/atau persyaratan dan kondisi sebagai hasil kesepakatan negosiasi. penunjukan pemenang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS.8.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7.000. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). c.000. Penetapan Pemenang 1. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan keputusan penetapan pemenang melalui papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau memberitahukan secara tertulis kepada Penyedia Barang/Jasa peserta pelelangan. 7.1.1. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. 3.Buku Kedua . Panitia Pengadaan/Tim Internal mengajukan usulan penetapan calon pemenang kepada Pejabat Berwenang. 206 . mengikuti ketentuan dalam bab XI angka 15. 2. Pejabat Berwenang menetapkan pemenang pengadaan berdasarkan usulan dari Panitia Pengadaan/Tim Internal.7. 7. Sanggahan a. 7. Masa sanggah untuk hasil evaluasi harga dan penunjukan pemenang adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman penunjukan pemenang. Dalam hal nilai pengadaan lebih tinggi dari Rp50.000. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara hasil Klarifikasi dan negosiasi dan melaporkan hasil Klarifikasi dan negosiasi kepada Pejabat Berwenang. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis. Ketentuan sanggahan diatur pada bab XI angka 14. b. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja.000.9.1. 2. 8.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih tinggi dari US$5.000.

c. Selanjutnya penawaran harga peringkat teknis ketiga dibuka. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. e. f. Apabila calon pemenang peringkat ketiga telah lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan juga tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. Apabila harga penawaran peringkat teknis kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. b.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Selanjutnya: a. dilakukan negosiasi. d. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. dilakukan negosiasi. 207 . Penawaran harga peringkat teknis kedua dibuka. Penunjukan pemenang terhadap urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pengadaan ulang. Apabila harga penawaran calon pemenang peringkat teknis kedua telah lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. Apabila harga penawaran peringkat teknis ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa.

5. 208 . Dokumen penawaran teknis peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang pengadaan dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah masa sanggah selesai. Pengembalian Dokumen Penawaran 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pembatalan Penunjukan Pemenang 4. dan 3.Buku Kedua . mengganti ketua pelaksana pekerjaan (team leader) atau mengganti lebih dari 30% (tigapuluh persen) jumlah tenaga ahlinya. atau b. kecuali dokumen penawaran harga peringkat dua dan tiga baru dikembalikan setelah penandatanganan Kontrak. Dilakukan negosiasi penawaran teknis serta Klarifikasi dan negosiasi harga dengan konsultan peringkat kedua. Penunjukan pemenang dibatalkan dan jaminan penawaran dicairkan apabila konsultan yang ditunjuk sebagai pemenang: a.10. 2. atau c. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Pejabat Berwenang wajib menjaga kerahasiaan dokumen penawaran dari setiap peserta.1. Dalam hal penunjukan pemenang dibatalkan: a. mengundurkan diri. Apabila calon pemenang kedua juga mengundurkan diri. Dokumen penawaran harga yang tidak dibuka dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah masa sanggah atas hasil evaluasi administrasi dan teknis selesai. maka dilakukan pelelangan ulang. c. tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. dilakukan negosiasi penawaran teknis serta Klarifikasi dan negosiasi harga dilakukan kepada calon pemenang peringkat ketiga. 7. Apabila calon pemenang ketiga juga mengundurkan diri. b.

Sistim evaluasi berdasarkan teknis dan harga digunakan untuk pekerjaan yang lingkup.2. Berdasarkan hasil evaluasi penawaran teknis. kemudian dipilih penawaranpenawaran yang sama atau melampaui nilai ambang batas (passing grade).2.2. 7. 1.3. keluaran (output). 3. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan peringkat konsultan yang dituangkan dalam berita acara evaluasi penawaran teknis.2. 7.2. Hal lebih rinci mengenai sanggahan diatur dalam bab XI angka 14. Penyusunan dan Pengumuman Peringkat Evaluasi Teknis. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaporkan hasil penilaian teknis kepada Pejabat Berwenang untuk meminta persetujuan. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan pada papan pengumuman resmi Kontraktor KKS dan/atau memberitahukan secara terulis urutan peringkat konsultan berikut nilai teknisnya kepada Penyedia Barang/Jasa. waktu penugasan dan hal-hal lain dapat diperkirakan dengan baik dalam KAK. Sanggahan atas keputusan evaluasi administrasi dan teknis: Peserta pengadaan yang berkeberatan atas pengumuman hasil evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 SISTIM EVALUASI KUALITAS TEKNIS DAN HARGA Sistim evaluasi berdasarkan teknis dan harga adalah evaluasi berdasarkan kombinasi skor penawaran teknis dan skor nilai penawaran harga. . Demikian juga besarnya biaya (HPS/OE) dapat diperhitungkan dengan baik. Berdasarkan keputusan Pejabat Berwenang. selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman tersebut. Urutan proses sebagai berikut : 7. dan memilih konsultan yang mengajukan penawaran teknis yang nilainya sama atau melampaui nilai minimal ambang batas (passing grade). dilanjutkan dengan Klarifikasi teknis dan negosiasi harga.2.4. 209 7. 7. Prosedur pembukaan dan evaluasi penawaran administrasi dan teknis [sampul I (pertama)] mengikuti prosedur pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas. Penilaian/evaluasi penawaran teknis menggunakan sistim pembobotan (merit point).1. 2.

Calon konsultan yang lulus evaluasi teknis berikut nilai evaluasi penawaran teknis masing-masing.Buku Kedua . dalam hal pelaksanaan Jasa Konsultansi dilaksanakan di luar negeri. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara pembukaan penawaran harga yang harus ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan sekurangkurangnya 1 (satu) wakil peserta pengadaan. 7. 3. 4. TKDN serta nilai jaminan penawaran dari seluruh peserta yang lulus evaluasi teknis. Pembukaan dan evaluasi penawaran harga [sampul II (kedua)]: 1. Penyetaraan (normalisasi) penawaran harga dengan antara lain menambahkan biaya manajemen (management cost) yang akan dikeluarkan oleh Kontraktor KKS pada harga evaluasi penawaran (HEP). 6. b. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang peserta yang lulus evaluasi penawaran teknis untuk menghadiri pembukaan penawaran harga [sampul II (kedua)]. 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. Panitia Pengadaan/Tim Internal dihadapan peserta pelelangan menyampaikan hal-hal sebagai berikut: a. 210 . Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul-II (kedua). membacakan dan menulis harga penawaran. 2. Penilaian penawaran harga terhadap konsultan yang telah lulus evaluasi teknis dengan menggunakan sistim nilai (merit point system) berdasarkan urutan harga evaluasi penawaran (HEP) (jika tanpa normalisasi) atau menggunakan harga setelah normalisasi (jika ada normalisasi).5.2. Dilakukan perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasar pencapaian TKDN (HE-TKDN). harga evaluasi penawaran (HEP) atau harga setelah normalisasi yang terendah diberikan skor paling tinggi (maksimal). Ketentuan pembobotan nilai evaluasi penawaran teknis dan nilai evaluasi penawaran harga sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pengadaan.

40 Harga penawaran terendah diberikan nilai (score) penawaran harga tertinggi. Evaluasi gabungan teknis dan harga: 1. Penyusunan daftar peringkat konsultan didasarkan hasil perhitungan kombinasi nilai terbobot penawaran teknis dan harga. 3. Klarifikasi tidak boleh mengubah sasaran KAK. b. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara hasil negosiasi dan melaporkan hasil negosiasi kepada Pejabat Berwenang. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. c. Pelaksanaan sebagai berikut: a.6.80 Bobot penawaran harga antara 0.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang konsultan dengan nilai tertinggi untuk hadir dalam rapat negosiasi teknis dan negosiasi harga. dilakukan negosiasi terhadap konsultan yang mempunyai nilai tertinggi sesuai hasil evaluasi kombinasi penawaran teknis dan penawaran harga. Prosedur negosiasi mengikuti ketentuan pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas. Berdasarkan berita acara evaluasi gabungan penawaran teknis dan penawaran harga.20 sampai 0. Konsultan dengan peringkat pertama diberi waktu yang memadai untuk mempersiapkan negoasiasi teknis dan negosiasi harga. Panitia Pengadaan/Tim Internal menghitung kombinasi nilai (score) penawaran teknis dan nilai penawaran harga dengan cara perhitungan sebagai berikut : Nilai akhir = [Nilai Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis] + [Nilai Penawaran Harga x Bobot Penawaran Harga] Dimana : − − − Bobot penawaran teknis antara 0.60 sampai 0. Apabila tidak ada satupun harga penawaran yang lebih rendah atau sama dengan HPS/OE. 211 .

000 60 4.784.72    Nilai Kombinasi Teknis dan Harga             86.004.Buku Kedua .75 ) 84 63.689 100.156. 2.067.00 1.25 ) (Rp) (%) (%) (Rp) 1.22      1.00    1.52    86.000. 3.050.100.50 1.00 82 61. 4.506 86.50 Score Penawaran Teknis Score Penawaran Teknis Tertimbang Penawaran Harga (Bobot :   0.961.87 21.             Score harga penawaran = (HE TKDN Terendah) / (HE TKDN) x 100 Score Penawaran Teknis Tertimbang = Score Teknis x Bobot Teknis Score Penawaran Harga Tertimbang = Score Harga x Bobot Harga Nilai Kombinasi = Score Teknis Tertimbang + Score Harga Tertimbang 212 .000 50 3.165 94.52       Harga Penawaran TKDN Preferensi HE TKDN Score Harga Penawaran Score Harga Penawaran Tertimbang        1.200.000.50    86.00 25.75 1.000 40 3.50 86 64.08 23.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Contoh: Penghitungan Nilai Kombinasi Evaluasi Kualitas Teknis dan Harga Pengadaan Jasa Konsultansi           A   B   C Penyedia Barang/Jasa Penawaran Teknis (Bobot :   0.000.626.

7. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan keputusan penetapan pemenang melalui papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa peserta pengadaan.000. 3.000.2.000. Masa sanggah untuk hasil evaluasi harga dan penunjukan pemenang adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman penetapan pemenang. Penetapan Pemenang 1. 2.2.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih tinggi dari US$5. Sanggahan atas penetapan pemenang hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis. 213 .7. Dalam hal nilai pengadaan lebih tinggi dari Rp50. penunjukan pemenang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani Kontrak dalam waktu yang telah disepakati atau tidak bersedia untuk memenuhi persyaratan dan kondisi dalam dokumen penawarannya dan/atau persyaratan dan kondisi sebagai hasil kesepakatan negosiasi. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. 7. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan.9. 3. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa.000.8. Pejabat Berwenang menetapkan pemenang pengadaan berdasarkan usulan dari Panitia Pengadaan/Tim Internal. Hal mengenai sanggahan diatur pada bab XI angka 14. 2. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). 3.2. Sanggahan atas penetapan pemenang: 1. mengikuti ketentuan dalam bab XI angka 15. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengajukan usulan penetapan calon pemenang kepada Pejabat Berwenang. Penunjukan Pemenang 1.

Apabila harga penawaran peringkat teknis kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. dilakukan negosiasi. Penunjukan pemenang dibatalkan dan jaminan penawaran dicairkan apabila konsultan yang ditunjuk sebagai pemenang: a. Apabila calon pemenang peringkat ketiga juga tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. Apabila calon pemenang peringkat teknis kedua tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Selanjutnya: a. d. atau 214 . b. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pengadaan ulang.Buku Kedua . c. dilakukan negosiasi. Selanjutnya penawaran harga peringkat teknis ketiga dibuka. Pembatalan Penunjukan Pemenang 1. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Penawaran harga peringkat teknis kedua dibuka. 7.10. Apabila harga penawaran peringkat teknis ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Penunjukan pemenang terhadap urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. mengganti ketua pelaksana pekerjaan (team leader) atau mengganti lebih dari 30% (tigapuluh persen) jumlah tenaga ahlinya. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa.2.

tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Pejabat Berwenang wajib menjaga kerahasiaan dokumen penawaran dari setiap peserta. b. 7. c. Apabila calon pemenang ketiga juga mengundurkan diri. 215 . maka dilakukan pengadaan ulang. Dilakukan Klarifikasi teknis dan negosiasi harga dengan konsultan peringkat kedua.11. atau c. Apabila calon pemenang kedua juga mengundurkan diri dilakukan Klarifikasi teknis dan negosiasi harga dilakukan kepada calon pemenang peringkat ketiga. Pengembalian Dokumen Penawaran 1. Dalam hal penunjukan pemenang dibatalkan: a.2. mengundurkan diri. 2. Dokumen penawaran teknis peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang pengadaan dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah masa sanggah selesai. dan 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b.

4.3. SISTIM EVALUASI HARGA TERENDAH Sistim evaluasi harga terendah adalah evaluasi berdasarkan penawaran harga terendah dari konsultan yang memenuhi atau melampaui nilai minimal ambang batas teknis (passing grade). Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka.3. 216 . Pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi harga terendah digunakan bagi pekerjaan Jasa Konsultansi yang bersifat standar atau secara teknis dapat dilaksanakan dengan metoda yang sederhana.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. Evaluasi Teknis 1. Internal melakukan koreksi 5. 3. penyusunan peringkat nilai teknis sampai dengan pengumuman hasil evaluasi teknis serta prossedur sanggahan mengikuti ketentuan dalam sistim evaluasi kualitas teknis dan harga.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal dihadapan peserta pengadaan menyampaikan calon konsultan yang lulus evaluasi teknis berikut nilai evaluasi penawaran teknis masing-masing. Tata cara evaluasi penawaran teknis.2. 2. Dilakukan perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasarkan pencapaian TKDN (HE-TKDN). 3. 2. Panitia Pengadaan/Tim aritmatik. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan penilaian usulan teknis dan tata cara penilaian mengikuti ketentuan pengadaan Jasa Konsultansi berdasarkan sistim evaluasi kualitas dan dibuatkan daftar peserta yang nilainya sama dengan atau di atas nilai minimal ambang batas teknis (passing grade). dikembalikan. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara pembukaan penawaran harga yang harus ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan sekurangkurangnya 1 (satu) wakil peserta pengadaan. Penawaran harga [Sampul II (kedua)] peserta yang tidak lulus evaluasi penawaran teknis. 7. 7. Pembukaan penawaran harga 1.Buku Kedua . membacakan dan menulis harga penawaran [(sampul II (kedua)] dari semua peserta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis.3.

Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani Kontrak dalam waktu yang telah disepakati atau tidak bersedia untuk memenuhi persyaratan dan kondisi dalam dokumen penawarannya dan/atau persyaratan dan kondisi sebagai hasil kesepakatan negosiasi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.3. Hal lebih rinci mengenai sanggahan diatur pada bab XI angka 14.000. Dilakukan negosiasi harga mengikuti prosedur negosiasi pengadaan barang/Jasa Lainnya.3. 3.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). 6. Masa sanggah untuk hasil evaluasi harga dan penunjukan pemenang adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman penunjukan pemenang.000.000. 2.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih tinggi dari US$5.000.5.3.3. mengikuti ketentuan dalam bab XI angka 15.000. Penyusunan daftar peringkat konsultan didasarkan hasil perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) (jika tanpa normalisasi) atau hasil normalisasi (jika ada normalisasi). 7. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja. 3. dalam hal pelaksanaan Jasa Konsultansi dilaksanakan di luar negeri. 2. 7. Penunjukan Pemenang 1. Dalam hal nilai pengadaan lebih tinggi dari Rp50.4. Sanggahan 1. Negosiasi harga terhadap konsultan calon pemenang tidak boleh mengubah sasaran kerangka acuan kerja. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan. 7. Penyetaraan (normalisasi) penawaran harga dengan antara lain menambahkan biaya manajemen (management cost) yang akan dikeluarkan oleh Kontraktor KKS pada harga evaluasi penawaran (HEP). maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. penunjukan pemenang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. 217 .

jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/ Jasa. g. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan untuk menetapkan peserta peringkat kedua sebagai calon pemenang. Apabila harga penawaran peringkat kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Apabila calon pemenang peringkat kedua telah lebih rendah dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana.Buku Kedua . jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/ Jasa. 218 . b. dilakukan negosiasi. Apabila harga penawaran calon pemenang peringkat ketiga telah lebih rendah dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. Apabila harga penawaran peringkat ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pengadaan ulang. c. d. e. dilakukan negosiasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Selanjutnya: a. Penunjukan pemenang terhadap urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. f. Selanjutnya Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan untuk menetapkan peserta peringkat ketiga sebagai calon pemenang.

Dilakukan negosiasi harga dengan konsultan peringkat kedua.3. Dalam hal penunjukan pemenang dibatalkan: a. maka dilakukan pelelangan ulang. c. mengganti ketua pelaksana pekerjaan (team leader) atau mengganti lebih dari 30% (tigapuluh persen) jumlah tenaga ahlinya. mengundurkan diri. Pengembalian Dokumen Penawaran 1. 219 . dilakukan negosiasi harga kepada calon pemenang peringkat ketiga.6.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. Apabila calon pemenang kedua juga mengundurkan diri. Pembatalan Penunjukan Pemenang 1. Penunjukan pemenang dibatalkan dan jaminan penawaran dicairkan apabila konsultan yang ditunjuk sebagai pemenang: a. dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah disusun peringkat evaluasi teknis. atau c. b. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Pejabat Berwenang wajib menjaga kerahasiaan dokumen penawaran dari setiap peserta. Dokumen penawaran harga dari penawaran yang tidak lulus evaluasi teknis.3. atau b. tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. 2. 2.7. Apabila calon pemenang ketiga juga mengundurkan diri. 7.

atau 8. atau 8. Dalam hal mengundang peserta baru. Evaluasi harga memperhitungkan preferensi harga berdasar janji/ komitmen TKDN dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). PELELANGAN ULANG 8.2.2. proses dimulai dengan tahap pengumuman. Peserta lama harus mendaftar ulang.1.2.3. peserta yang telah dinyatakan telah lulus penilaian kualifikasi tidak dilakukan penilaian kualifikasi lagi. Penunjukan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). dengan dimungkinkan adanya perubahan lingkup kerja 220 .2. 8.1. maka proses pengadaan selanjutnya dilaksanakan dengan: 8.1. Terhadap peserta baru harus dilakukan penilaian kualifikasi.2.1. dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang: 8. Pelelangan ulang diselenggarakan dengan mengundang Peserta Pengadaan lama dan/atau mengundang Penyedia Barang/Jasa baru. sesegera mungkin setelah 8.1. Pelelangan ulang dilaksanakan pelelangan dinyatakan gagal.Buku Kedua . Apabila pelelangan ulang mengalami kegagalan.1. apabila penawaran yang masuk minimal 2 (dua). Dalam hal pelelangan Pengadaan Jasa Konsultansi mengalami kegagalan.3.2. 8.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. Pemilihan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk. Membatalkan lelang tersebut dan melaksanakan lelang baru.

KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan Klarifikasi dan negosiasi harga kepada penyedia Jasa Konsultansi perorangan yang akan ditunjuk sebagaimana pada pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas. PENGADAAN JASA KONSULTANSI PERORANGAN 9.3.2. Jasa Konsultansi tersebut merupakan tugas khusus untuk memberikan masukan/saran (advice) dalam pelaksanaan proyek/ kegiatan.2. 9.1.2. 221 . Aspek-aspek yang perlu dinegosiasi terutama : 9. Harga satuan dibandingkan dengan harga yang berlaku di pasar/ harga yang wajar.1.1.3.2.2.1. 9. 9.4. 9. Pengadaan jasa kosultansi perorangan dilakukan melalui penunjukan langsung dengan mempertimbangkan faktor kewajaran harga serta memenuhi salah satu persyaratan sebagai berikut: Pelaksanaan pekerjaan tidak memerlukan kerja kelompok (team work) untuk penyelesaiannya.2.1. Kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya. Pekerjaan hanya memungkinkan dilakukan oleh orang yang ahli di bidangnya (spesialis). 9. 9. Jasa Konsultansi tersebut bukan merupakan proyek/kegiatan secara utuh yang berdiri sendiri.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. 9.1. Jenis dan volume kegiatan serta jumlah pengeluaran.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB XIII KONTRAK 222 .

1. Lingkup pekerjaan termasuk persyaratan dan spesifikasi teknis sesuai konsep Kontrak dan kesepakatan sebagai hasil proses pengadaan.1. 2. 223 . Penyedia Barang/Jasa yang mewakili atau memimpin (leader) dalam hal Kontrak dilakukan dengan Konsorsium atau bentuk kerja sama lainnya. Ketentuan tersebut harus dinyatakan pada Dokumen Pengadaan.2. Anggota Konsorsium atau bentuk kerja sama lainnya yang berdasarkan perjanjian kemitraan berhak menandatangani Kontrak.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. maka secara kumulatif nilai penambahan PLK tidak boleh melebihi 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak awal.1. ISI KONTRAK: Kontrak sekurang-kurangnya memuat secara jelas hal-hal sebagai berikut: 2. 2. untuk Kontrak tahun jamak. 2.5. sebagai akibat fluktuasi harga atau perubahan tarif resmi yang berlaku. 2.1. 2. 2.1. 1. 2.2. Para pihak yang menanda tangani Kontrak. Apabila tidak dinyatakan.3.2. Penerbitan Kontrak yang tidak kompleks dilakukan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal penunjukan pemenang.2. Harga dan nilai. Hak.4.5. Apabila penyesuaian harga mengakibatkan diperlukannya PLK. Penerbitan Kontrak yang bersifat kompleks diupayakan 90 (sembilan puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal penunjukan pemenang.5. Ketentuan mengenai penyesuaian harga dan nilai pekerjaan. 2. kewajiban dan tanggung-jawab kedua belah pihak sesuai konsep Kontrak dan kesepakatan sebagai hasil proses pengadaan. 2. Harga dan nilai yang bersifat pasti sesuai hasil proses pengadaan. maka harga Kontrak tersebut berlaku untuk seluruh masa Kontrak tanpa suatu perubahan. PENERBITAN KONTRAK 1. Identitas para pihak dinyatakan dengan jelas.1.

kepada Perusahaan Dalam Negeri diberikan uang muka sebesar minimal 5% (lima persen) dan maksimal 10% (sepuluh persen). 2. Tanggal saat dimulainya pekerjaan dan jangka waktu Kontrak.000. dengan nilai Kontrak sampai dengan Rp.1.000. Komitmen Penyedia Barang/Jasa dalam penggunaan produksi/ kompetensi dalam negeri yang terdiri dari: Jenis barang/jasa.3.Buku Kedua . 2.8.4.00 (dua ratus juta dolar Amerika Serikat).6. 224 . 2.2. 2.5. Syarat-syarat pembayaran: Ketentuan bahwa pembayaran akan dilaksanakan kepada Penyedia Barang/Jasa melalui rekening bank yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum yang berstatus BUMN/BUMD sebagaimana diatur pada bab VIII angka 3. 2. 2. Para pihak yang mengikat diri dalam Kontrak harus memiliki rekening bank yang berada dalam wilayah Negara Republik Indonesia baik sebagai rekening pembayar maupun sebagai rekening penerima.7.000. 2. Dalam pengadaan jasa pemboran dan jasa konstruksi (engineering procurement & construction-EPC).4.2. transaksi pembayaran dilakukan melalui rekening pembayar dan rekening penerima pada Bank Umum berstatus BUMN/BUMD. sesuai yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan seperti diatur dalam bab VIII angka 3.8. Jangka waktu dan tahapan pembayaran. 2.8. 2.2.7. Pemberian uang muka: 1.7.000.8.4.6.8. Kontraktor KKS harus menetapkan kriteria dasar pemberian uang muka sebagai bagian dari kebijakan pengelolaan rantai suplai Kontraktor KKS yang bersangkutan.000.00 (dua triliun rupiah) atau sampai dengan US$200.1.3.3.8. nilai dan persentase komponen dalam negeri sesuai hasil proses pengadaan.6. Jenis mata uang yang digunakan dalam pembayaran. jangka waktu penyelesaian pekerjaan atau waktu penyerahan.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. 2. Pada Kontraktor KKS tahap produksi. Kewajiban Penyedia Barang/Jasa untuk melaporkan dan membuktikan pencapaian TKDN.

Pelaksanaan pembayaran berikutnya dilakukan pada tahap (termijn) kedua berdasarkan tahap tahap pembayaran yang telah ditetapkan dalam Kontrak. 2.7. b. Diutamakan bagi usaha kecil atau badan usaha yang dimiliki perguruan tinggi/lembaga ilmiah. 225 . Dapat juga diberikan kepada: • • Badan usaha milik negara (BUMN) atau badan usaha milik daerah (BUMD). sebagaimana diatur dalam bab IX angka 3. Apabila Penyedia Barang/Jasa lalai atau gagal memenuhi kewajiban yang diperjanjikan kepada sub kontraktor dan digugat oleh sub kontraktor ke pengadilan atau arbitrase. Penyedia Barang/Jasa wajib memenuhi kewajiban pembayaran kepada sub kontraktor yang berkaitan dengan pelaksanaan Kontrak. 2. besaran persentase uang muka yang dapat diberikan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen). di atas. Pembayaran uang muka dilakukan setelah Penyedia Barang/Jasa menyerahkan surat jaminan uang muka. apabila akan diberikan: a. 5. 6. Uang muka dimaksud harus sepenuhnya dipergunakan bagi pelaksanaan kegiatan/proyek bersangkutan. Apabila akan diberikan kepada Usaha menengah dan usaha besar. c.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Besaran persentase uang muka yang dapat diberikan setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen). 4.6. Untuk kegiatan pengadaan selain jasa pemboran dan jasa konstruksi seperti tersebut pada angka 2. atau Pemenang pengadaan sebagai realisasi kesepakatan dalam proses pengadaan termasuk proses negosiasi. Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan tidak dapat diikutsertakan dalam kegiatan pengadaan pada semua Kontraktor KKS. Uang muka diperhitungkan sebagai pembayaran tahap (termijn) pertama.8. 7.8. Penyedia Barang/Jasa bersangkutan dapat diikutsertakan kembali dalam kegiatan pengadaan apabila seluruh kewajibannya kepada sub kontraktor terkait dipenuhi. Kontraktor KKS wajib memenuhi kewajiban pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa dan tidak mengaitkan dengan proses formalitas dari BPMIGAS yang belum selesai.

dalam bab ini. Besarnya denda maksimum ditetapkan 5% (lima persen). Jaminan pelaksanaan sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Pengadaan barang/jasa sebagaimana diatur pada bab IX angka 2. dikenakan sanksi sesuai ketentuan pada angka 5.4. 2. Dalam hal Kontrak penyewaan dan/atau penggunaan peralatan dengan masa Kontrak lebih dari 12 (dua belas) bulan. 2. Ketentuan ini tidak diterapkan apabila Penyedia Barang/Jasa dapat membuktikan bahwa pemenuhan kewajiban kepada sub kontraktor tidak atau belum dapat dilakukan karena kegagalan pihak sub kontraktor dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya. Apabila denda keterlambatan telah mencapai maksimum namun pekerjaan dapat dilanjutkan dan diselesaikan. Penyedia Barang/Jasa terlambat menyelesaikan pekerjaan/ menyerahkan barang dikenakan sanksi sebagai berikut: 2. Penyedia Barang/Jasa tidak memenuhi komitmen pencapaian TKDN yang dinyatakan dalam Kontrak. 2.1. Dikenakan denda paling sedikit 1‰ (satu permil) dari harga Kontrak untuk setiap hari keterlambatan.2. Ketentuan ini berlaku apabila telah dinyatakan dalam Dokumen Pengadaan dan tidak dapat dilaksanakan pada Kontrak lumpsum dan Kontrak turnkey.10. Jika diperlukan. maka tidak dikenakan denda tambahan.5. maka denda keterlambatan dihitung sebagai persentase denda keterlambatan dikalikan nilai Kontrak untuk masa 12 (duabelas) bulan.10. 226 .10.3.2. untuk proyek/kegiatan yang mempunyai risiko tinggi dapat dikenakan denda lebih dari 5% (lima persen) dan setinggitingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai Kontrak. 2.2.10.Buku Kedua . 2.10.6. Dalam hal Kontrak menyatakan penyerahan barang/jasa dapat dilakukan secara bertahap (parsial) atau pada prinsipnya dilakukan atau diserahkan secara bertahap (parsial).3.9. Ketentuan tentang Sanksi. maka denda keterlambatan dihitung berdasarkan nilai barang/jasa yang terlambat diserahkan. 2.10.10. namun Kepada Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan dikenakan sanksi kategori kuning atau merah sesuai ketentuan dalam bab XIV. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Tata cara pengenaan sanksi ini mengikuti ketentuan pengenaan sanksi kategori hitam pada bab XIV angka 4.6.

Nilai kompensasi yang harus dibayar oleh Kontraktor KKS kepada Penyedia Barang/Jasa sebagai konsekuensi dari pembatalan Kontrak lebih awal (apabila ada). 1. pajak dan bea masuk (BM) serta pajak dalam rangka impor (PDRI). Ketentuan tentang asuransi. maka jaminan pelaksanaan yang bersangkutan dicairkan. misalnya apabila denda keterlambatan telah mencapai maksimum. Pengalihan sebagian pekerjaan harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Kontraktor KKS.2. 2. Pekerjaan utama dan/atau lebih dari 50% (lima puluh persen) dari nilai jasa pelaksanaan pekerjaan Jasa Pemborongan atau Jasa Lainnya kepada Penyedia Barang/Jasa lain. 2. 2.15. 2. Ketentuan tentang kompensasi yang harus dibayar oleh pihak yang memutuskan untuk mengakhiri Kontrak lebih awal harus dinyatakan secara jelas.15. tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasional berdasar Kontrak Kerja Sama.11. Apabila ketentuan ini dilanggar.12.1. Ketentuan tentang penyelesaian perselisihan. Harus menggunakan dasar dan kriteria yang jelas. 2.12. Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi kategori merah sebagaimana diatur pada bab XIV. 2.2. Ketentuan tentang amandemen (perubahan isi) Kontrak. dan menurut pertimbangan Kontraktor KKS pekerjaan tersebut berpotensi tidak mungkin diselesaikan.1. 2. 2. Penyedia Barang/Jasa dilarang mengalihkan atau mensub kontrakkan: 1.14. Apabila Penyedia Barang/jasa memutuskan secara sepihak Kontrak yang sedang berjalan dan alasan yang mendasari pemutusan Kontrak tidak dapat diterima oleh Kontraktor KKS.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.12. Ketentuan pengalihan pekerjaan. Penyediaan barang dan/atau peralatan dalam kontrak pengadaan barang atau kontrak pengupahan.13. 2. 227 . Ketentuan tentang pemutusan Kontrak lebih awal: 2.15.

3.1. Pelaksanaan pekerjaan jasa dengan teknologi canggih (sophisticated).17. dimana penyedia jasa golongan usaha kecil termasuk koperasi kecil tidak mampu melaksanakan.16. dan 2.2. 2. Kontrak dibuat dengan menggunakan bahasa Indonesia atau dapat menggunakan 2 (dua) bahasa. 228 . Dalam Kontrak dicantumkan: 1.16 di atas tidak diberlakukan dalam: 1. Ketentuan tentang kewajiban kerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil dan usaha menengah sebagaimana diatur pada bab VI angka 5. 2.3.3. Pelaksanakan pekerjaan sejak awal dirancang oleh Kontraktor KKS menggunakan sistim sub kontrak.17.17.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. 2.17. yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.3.3.16. 2.15.2. Pengadaan barang. 2.2. Ketentuan pada angka 2.2. Penyedia jasa tetap bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan tersebut. yang apabila dinyatakan dalam bahasa Indonesia dapat menimbulkan salah tafsir atau secara umum istilah dalam bahasa Inggris lebih menjamin kebenaran pemahaman. Hasil penggabungan. Pengalihan harus meliputi seluruh hak dan kewajiban termasuk penyelesaian pekerjaan. 3. dan 5.1. Bahasa Kontrak. Spesifikasi teknis barang atau pekerjaan dan/atau istilah teknis lainnya. dapat menggunakan bahasa Inggris.16. Jika terdapat perbedaan penafsiran mengenai hal-hal yang diatur dalam Kontrak yang menggunakan 2 (dua) bahasa tersebut di atas. antara lain dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan tertentu. Ketentuan di atas dikecualikan untuk: 1. maka yang mengikat secara hukum adalah yang dinyatakan dalam bahasa Indonesia. 2. Sanksi apabila penyedia jasa yang bersangkutan tidak melaksanakan ketentuan di atas sebagaimana diatur pada bab XIV angka 4. Kewajiban penyedia jasa bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil setempat dan/atau usaha menengah.1.: 2. peleburan atau akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan lain setelah Kontrak berjalan yang harus dibuktikan dengan dokumen-dokumen pendukung yang sah dan dapat dipertanggung-jawabkan. 2.Buku Kedua . 2.

19.19. Khusus untuk Kontrak Jasa Konsultansi harus memuat secara jelas ketentuan-ketentuan mengenai: 2.19. jadwal kerja tenaga ahli dan staf konsultan dan unit biaya-biaya langsung. attachment) maka harus dinyatakan bahwa lampiran tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari Kontrak.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Penjelasan tentang jumlah biaya keseluruhan.19. appendix.18. Rincian tanggung jawab serta hak dan kewajiban kedua belah pihak. 2. Lampiran Kontrak Apabila di dalam Kontrak terdapat lampiran (exhibit.2. 2. 229 . 2. Dalam hal konsultan melakukan kerja sama harus dinyatakan tanggung jawab setiap konsultan. Hak kepemilikan hasil pekerjaan dan data (Proprietary and Intelectual Rights) harus menjadi milik negara. 2.4.3. jumlah tenaga ahli.1.19. unit biaya personel. jenis tenaga ahli. Tanggung jawab profesi (professional responsibilities / liabilities terhadap Jasa Konsultansi yang ditanganinya).

3.2. Permintaan pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak harus segera disusul dengan penerbitan Kontrak.1.2.1.2.1. 3.2. dan 3.2.4. 3. dapat ditunjuk calon pemenang peringkat pertama dengan persetujuan tertulis pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau pejabat yang diberi kewenangan untuk hal ini. Dalam hal Keadaan Sangat Mendesak (urgent) yang apabila tidak segera dilaksanakan dapat menimbulkan kerugian Kontraktor KKS yang bersangkutan dan/atau membahayakan lingkungan. di atas terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan BPMIGAS. 3.2. PELAKSANAAN PEKERJAAN MENDAHULUI KONTRAK Pelaksanaan pekerjaan pada dasarnya baru dapat dimulai setelah diterbitkan Kontrak.2. Apabila pemenang pengadaan belum ditetapkan. 3. 3. Dalam Keadaan Darurat (Emergency) dapat ditunjuk calon pemenang urutan pertama untuk melaksanakan pekerjaan dengan persetujuan tertulis dari pimpinan tertinggi Kontraktor KKS tanpa memperhatikan batasan nilai pekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak hanya dapat dilaksanakan apabila: 3.3.3.1. 3.3. maka langkah angka 3. Dalam keadaan Kontrak belum diterbitkan. Apabila proses penunjukan pemenang memerlukan persetujuan BPMIGAS. 3. Permintaan pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak yang telah ditentukan urutan pemenangnya.3.3. Pelaksanaan dilakukan sebagai berikut: Permintaan pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak yang sudah ditetapkan/diputuskan pemenangnya.2. maka ketentuanketentuan yang mengikat para pihak adalah ketentuan-ketentuan dan/atau persyaratan-persyaratan sesuai konsep Kontrak dan kesepakatan dalam proses pengadaan. disetujui oleh pimpinan tertinggi atau pejabat yang diberi kewenangan untuk hal ini. Dalam hal ini: Apabila pemenang pengadaan telah ditetapkan harus didukung dengan justifikasi kuat dari Pejabat Berwenang. disetujui oleh pejabat yang menandatangani Kontrak.2. namun belum ada penetapan atau penunjukan pemenang.3. 3. 230 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.Buku Kedua . Pembebanan biaya kedalam biaya operasi dalam rangka KKS akan diperhitungkan setelah dilakukan penelitian (audit) oleh BPMIGAS.

PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) DAN PERPANJANGAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK): 4. dengan menggunakan satuan harga pada Kontrak yang bersangkutan. 4.5. jenis pekerjaan dan/atau jangka waktu pelaksanaan Kontrak.5.4.1.4. PJWK dapat dilakukan pada saat masa berlaku Kontrak akan berakhir. 4. 4. jenis pekerjaan dan/atau jangka waktu pelaksanaan Kontrak dapat dilakukan apabila memenuhi sekurang-kurangnya salah satu syarat sebagai berikut: Merupakan pekerjaan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi sehubungan dengan telah terjadinya Keadaan Darurat (Emergency) berdasarkan pernyataan pimpinan tertinggi Kontraktor KKS. PLK adalah penambahan atau pengurangan volume pekerjaan. sebagai akibat dari kondisi yang terjadi berada di luar kendali Penyedia Barang/Jasa maupun Kontraktor KKS. Pemanfaatan kondisi ini hanya dimungkinkan sampai dengan berakhirnya masa Kontrak.5.3. Dalam rangka penyelesaian pekerjaan semula yang pelaksanaannya tertunda atau terhambat. 4. Dalam rangka penyelesaian pekerjaan semula yang tidak dapat dielakkan berdasarkan pertimbangan teknis. 4.3. 4. 231 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. PLK dan/atau PJWK yang tidak dapat dihindari harus dilengkapi dengan justifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan dilengkapi dengan alasan kuat yang disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau yang diberi kewenangan. Perubahan Lingkup Kerja (PLK) dan Perpanjangan Jangka Waktu Kontrak (PJWK) sedapat mungkin dihindari. PLK yang berupa penambahan volume pekerjaan. karena semua rencana kerja harus sudah dibuat secara professional. 4.5. sepanjang dapat dipertanggung-jawabkan secara profesional.2.5.1.2. sesuai azas keteknikan yang baik. dengan menggunakan satuan harga pada Kontrak yang bersangkutan sepanjang dapat dipertanggung-jawabkan secara profesional. Merupakan pekerjaan tambahan yang tidak diduga sebelumnya dalam usaha memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) penggunaan peralatan dalam Kontrak yang sedang berjalan oleh Kontraktor KKS lain. bagi Kontrak yang volume serta nilai Kontraknya belum sepenuhnya dimanfaatkan. 4.

5.2.. .3.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).5.000. 4.6.6.1. Jangka waktu PLK kesinambungan (bridging) ini hanya diperbolehkan paling lama sampai dengan 1 (satu) hari sebelum tanggal dimulainya pekerjaan sesuai Kontrak baru dan paling lama 6 (enam) bulan. atau 4.2. atau dalam rangka penyelesaian program pemboran (drilling) 1 (satu) sumur tertentu termasuk pengadaan barang dan jasa pendukungnya. 4. kecuali: Untuk pelaksanaan PLK sebagaimana tersebut pada angka 4.7. PLK kesinambungan (bridging) ini tidak boleh dilakukan sebagai kelanjutan dari PLK kesinambungan (bridging) yang dilaksanakan secara penunjukan langsung atau dilanjutkan dengan PLK kesinambungan (bridging) yang dilaksanakan secara penunjukan langsung. Jumlah nilai penambahan untuk Kontrak proyek konstruksi terintegrasi (engineering procurement construction and installation/EPCI) atau bagian-bagiannya tidak boleh melebihi 30% (tiga puluh persen) terhadap nilai Kontrak awal. 1. 232 4.000.1. tetapi tidak ada harga standarnya.00 (lima puluh milyar Rupiah) atau tidak boleh lebih dari US$5. sementara proses pengadaan yang baru sedang dilaksanakan namun belum selesai.5. Secara kumulatif jumlah nilai penambahan tidak boleh melebihi 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak awal dan tidak boleh lebih besar dari Rp50.5.000. Untuk kegiatan proyek konstruksi terintegrasi (EPC atau EPCI) atau bagian-bagiannya. 4. Merupakan pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dan telah ada harga standar dengan menggunakan satuan harga menurut harga yang berlaku pada Kontrak yang bersangkutan dan secara teknis merupakan satu kesatuan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan terdahulu berdasarkan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis. 4.5.Buku Kedua .5.6. Penetapan harganya harus memperhatikan harga pasar. 4.6.5. Merupakan pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dan sehubungan dengan homogenitasnya perlu dijaga kontinuitas pelaksanaannya sesuai dengan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis. Diperlukan kesinambungan (bridging) pekerjaan yang sedang berlangsung.000.

000. PLK yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap rencana/sasaran kerja yang tersebut dalam AFE. b. 233 . Permintaan persetujuan kepada BPMIGAS diajukan oleh Kontraktor KKS pada saat: • Nilai PLK secara kumulatif akan melebihi batas 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak awal.000. Pelaksanaan PLK tidak dapat dihindarkan dan akan mengakibatkan jumlah nilai penambahan melebihi 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak awal atau akan mengakibatkan jumlah nilai penambahan melebihi Rp20.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Kontraktor KKS harus meminta persetujuan dari BPMIGAS untuk melaksanakan PLK. dalam hal: 1.000.00 (sepuluh milyar Rupiah) atau US$1.000.000. PLK untuk kegiatan proyek konstruksi terintegrasi (EPC atau EPCI) atau bagian-bagiannya. 2.000.00 (lima puluh milyar Rupiah) atau telah melebihi US$5.000.000.000.3. BPMIGAS dapat memutuskan untuk menunda pembebanan nilai biaya PLK yang melebihi batas 10% (sepuluh persen) ke dalam biaya operasional Kontraktor KKS.000. Untuk pelaksanaan PLK jenis ini hanya bisa dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. atau • Nilai PLK secara kumulatif akan melebihi Rp50. atau dalam rangka penyelesaian program pemboran (drilling) 1 (satu) sumur tertentu termasuk pengadaan barang dan jasa pendukungnya.00 (dua juta dolar Amerika Serikat).00 (satu juta dolar Amerika Serikat) dan kelipatannya kemudian yang merupakan penambahan dari nilai PLK sebelumnya yang secara kumulatif telah melebihi 10% (sepuluh persen) atau telah melebihi Rp50. dengan ketentuan: a.000.000.6. atau • Setiap akumulasi nilai PLK akan melebihi Rp10.000.000.000. 2.00 (dua puluh milyar rupiah) atau melebihi US$2.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.000.000. Ketentuan tentang penundaan pembebanan diatur terpisah dari Pedoman ini.00 (lima puluh milyar Rupiah) atau akan melebihi US$5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000. yang tidak mengakibatkan perubahan rencana/sasaran kerja AFE.000.

000.000. 4.7.7.2. 4.8. PLK jenis ini dapat dilaksanakan secara paralel dengan proses persetujuan BPMIGAS. maka biaya pelaksanaan PLK tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya berdasarkan Kontrak Kerja Sama (KKS). PLK harus dituangkan dalam amandemen Kontrak tertulis dan ditandatangani oleh para pihak yang menandatangani Kontrak. 4. dan Nilai kelebihan PLK atau nilai PLK yang seharusnya mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS tersebut berpotensi tidak dapat dibebankan sebagai biaya berdasarkan Kontrak Kerja Sama (KKS).00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat) harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan fungsi pengendali/ pengawas teknis terkait di BPMIGAS. 4.6. • 4.7. pelaksanaan PLK secara teknis tidak dapat dipertanggung jawabkan kelayakannya. 234 . pelaporan dan ketentuan lain yang diatur dalam Buku Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai Buku ke-V tentang Pedoman Pengelolaan Proyek Pembangunan Fasilitas Produksi.000. maka: Pimpinan tertinggi Kontraktor KKS dan pimpinan fungsi pengguna diberikan peringatan/sanksi administratif oleh BPMIGAS.1. Apabila berdasarkan temuan audit. di atas atau yang seharusnya mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari BPMIGAS sesuai ketentuan di atas.Buku Kedua .3.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa • Setiap pelaksanaan PLK yang tidak dapat dihindarkan dan jumlah nilai penambahan berpotensi akan melebihi 10% (sepuluh persen) dan nilai per paket PLK lebih besar dari Rp5.7.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. Apabila Kontraktor KKS telah melaksanakan PLK yang melebihi batas tersebut angka 4. dengan memperhatikan ketentuan konsultasi.

4. BPMIGAS dapat memberitahukan kepada Kontraktor KKS bahwa evaluasi memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu standar 10 (sepuluh) hari kerja. 4.2. 235 .9. komitmen target produksi dan pemenuhan kontrak PSC. BPMIGAS tidak memberikan komentar maka Kontraktor KKS dapat melanjutkan proses PLK.9. Usulan PLK dilengkapi sekurang-kurangnya dengan: a. b. TATA CARA: Kontraktor KKS harus melakukan negosiasi lingkup pekerjaan dan biaya atas usulan penambahan/pengurangan pekerjaan kepada Penyedia Barang/Jasa. PLK yang memerlukan persetujuan BPMIGAS diajukan kepada fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS dan didistribusikan kepada fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS untuk dilakukan evaluasi kelayakan berdasarkan pertimbangan kebutuhan teknis operasional.9. Usulan PLK yang memerlukan persetujuan BPMIGAS diajukan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari kerja sebelum dilaksanakan.4. 4. BPMIGAS akan melakukan evaluasi atas pengajuan PLK paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak tanggal penerimaan usulan yang telah lengkap berdasarkan daftar kelengkapan dokumen. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.9.3. 4. Justifikasi/alasan teknis dan keekonomian yang dapat dipertanggungjawabkan dan telah dibahas serta disepakati secara tertulis dengan fungsi terkait di BPMIGAS. Jenis pekerjaan yang sama dengan yang ada dalam Kontrak dan menggunakan dasar harga satuan dalam Kontrak.9. harga perolehan. Dalam kedaan tertentu. Hasil pemeriksaan/evaluasi atas PLK oleh BPMIGAS menjadi dasar disetujui atau ditolaknya pembebanan biaya sebagai biaya dalam rangka Kontrak Kerja Sama (KKS). Fotocopy Kontrak awal. keekonomian. Usulan PLK yang diajukan harus memperhatikan kondisi suplai pasar. Apabila setelah 10 (sepuluh) hari kerja dimaksud atau waktu lain yang yang diberitahukan tersebut di atas.1. dapat tidak dilakukan negosiasi biaya. 1.

Dokumen pendukung yang memperkuat justifikasi/ alasan diperlukannya PLK. antara lain: perubahan gambar disain. 3. Korespondensi dengan Penyedia Barang/Jasa tentang PLK. kondisi lingkungan kerja. d. Hasil evaluasi kelayakan yang dinyatakan dalam pendapat fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS merupakan persyaratan mutlak yang digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan persetujuan oleh fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS. 236 . survey pasar yang mendukung kewajaran harga. Fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS akan menyetujui atau menolak usulan PLK berdasarkan pertimbangan justifikasi teknis dan komersial tentang perlu atau tidaknya perubahan tersebut. ketentuan/peraturan yang mendukung.Buku Kedua . e. Formulir FL-006 Ringkasan Pemeriksaan PLK.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa c. Berita acara negosiasi dan/atau kesepakatan harga hasil negosiasi. f. 4.

dan memberikan arahan perbaikan jika diperlukan kepada Penyedia Barang/Jasa. Melakukan evaluasi kinerja untuk memenuhi spesifikasi pekerjaan dan jangka waktu pelaksanaan.00 (satu juta dolar Amerika Serikat). 5.000.4.2.4.4.10. Kontraktor KKS bertanggung jawab untuk mengawasi dan mendorong pencapaian nilai TKDN oleh Penyedia Barang/Jasa. Mengelola pengeluaran biaya antara lain dengan cara: Mengendalikan penerbitan perintah kerja.4. Penyedia Barang/Jasa harus dapat memberikan penjelasan dan sekaligus menyampaikan rencana pemenuhan kekurangan tersebut. 5.3. 5.2. 5. MANAJEMEN KONTRAK Selama pelaksanaan Kontrak. penanggung jawab Kontrak bertanggungjawab untuk mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak sesuai dengan lingkup kerja. Apabila diperlukan dapat dilengkapi dengan dokumen pendukung. sebagaimana diatur pada bab III angka 7. Mengelola administrasi arsip Kontrak termasuk penutupan Kontrak (close out). Memantau agar Penyedia Barang/Jasa memenuhi komitmen pencapaian tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sesuai Kontrak. 5.000.000.3. Mencegah terjadinya kelebihan pembayaran.000. agar semua dokumen terkait tersimpan secara lengkap dan mudah ditemukan. biaya. Sedapat mungkin menghindarkan terjadinya PLK/PJWK. antara lain: 5. Masa penyimpanan dokumen Kontrak disesuaikan dengan peraturan kearsipan yang berlaku. Apabila pada tahap tertentu pencapaian TKDN lebih rendah daripada rencana. 5.1.1. antara lain dengan cara memintakan bukti dan rincian perhitungan realisasi TKDN dari Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan. Khusus untuk pengadaan barang dengan nilai lebih dari Rp.4.5.5.1. 5. pengawasan dapat dilakukan dengan cara menempatkan pengawas di lokasi produksi (on site witness). 5.2. jangka waktu dan ketentuan lain yang telah disepakati.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.5. 237 .00 (sepuluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$1. 5.2. Memastikan pelaksanaan Kontrak sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku dan/atau standard engineering practices serta ketentuan K3LL.

000. Penyedia barang Produksi Dalam Negeri pada saat serah terima barang harus dapat membuktikan bahwa barang yang diserahkan benar-benar dibuat pada pabrik/bengkel di dalam negeri sebagaimana dinyatakan dalam Kontrak. Penelitian menggunakan lembaga survei independen diutamakan bagi Kontrak: • dengan TKDN barang lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen) dan bernilai lebih besar dari Rp50. 1. Penelitian dilakukan secara acak bagi Kontrak yang tidak termasuk dalam kategori tersebut pada angka b.5.000. di atas. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.000. • c.Buku Kedua . di atas. 238 .000. 2.3. a. Penyedia Barang/Jasa wajib dan bertanggungjawab untuk memenuhi besaran TKDN sesuai dengan yang telah tercantum dalam Kontrak. dan/atau nomor 2. Penyedia jasa wajib melaporkan capaian TKDN kepada Kontraktor KKS secara berkala sesuai tahapan yang disepakati dalam Kontrak dan/atau pada akhir masa Kontrak.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. dan dengan TKDN jasa lebih besar dari 30% (tiga puluh persen) dan bernilai lebih besar dari Rp50.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) dan Bersifat Kompleks.000.000.000. Kontraktor KKS harus meneliti kebenaran pernyataan Penyedia Barang/Jasa tersebut nomor 1.000. b. dan/atau menyerahkan fotocopy dari asli sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh Departemen yang membidangi perindustrian. Penelitian atas kebenaran dapat dilakukan sendiri oleh Kontraktor KKS atau dapat menggunakan lembaga survei independen yang memiliki kapabilitas untuk pekerjaan tersebut.000. dengan melampirkan perincian perhitungannya yang dibandingkan dengan perincian perhitungan pada Kontrak dan perubahannya jika ada.

Sanksi Administrasi: a. Selain sanksi administrasi.1. b. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi administrasi dan/atau finansial sebagai berikut: 1. berupa 12 (dua belas) bulan tidak dapat mengikuti pengadaan barang/jasa di Kontraktor KKS yang bersangkutan. Mengenakan penalti berupa: 5. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang sama seperti tersebut pada huruf a. 5. di atas mengalami kegagalan dalam memenuhi komitmen pencapaian TKDN 1 (satu) kali Kontrak lagi pada periode 2 (dua) tahun pertama setelah menjalani sanksi kategori merah.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. Bilamana setelah pelaksanaan Kontrak.10. b. Denda atas keterlambatan penyerahan barang atau pekerjaan sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2. 2. dikenakan sanksi kategori hitam. kepada Penyedia Barang/ Jasa yang gagal memenuhi komitmen pencapaian TKDN juga dikenakan sanksi finansial apabila penunjukan sebagai pelaksana Kontrak ditetapkan berdasar peringkat sesuai hasil evaluasi harga evaluasi penawaran (HEP). Catatan atas kinerja Penyedia Barang/Jasa ini tidak dapat dihilangkan. Besarnya sanksi adalah selisih perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) yang dimenangkan dengan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasar pencapaian TKDN yang sebenarnya dalam pelaksanaan. pencapaian persentase dan nilai TKDN kurang dari komitmen yang tertulis dalam Kontrak. 239 .6.6.6. Pengenaan sanksi finansial dilakukan sebagai berikut: • Pecapaian tingkat komponen dalam negeri pada pelaksanaan Kontrak apabila diaplikasikan pada evaluasi penawaran tidak mengubah peringkat pemenang. namun nilai Kontraknya masih lebih tinggi dari harga penawaran terendah pada tahap proses pengadaan. Sanksi Finansial a. c.2. Gagal memenuhi komitmen pencapaian TKDN termasuk gagal dalam memenuhi komitmen penggunaan dana bank BUMN/BUMD dalam 1 (satu) kali Kontrak dikenakan sanksi kategori merah.

000.000.00 27.972. TKDN (%) 28% 0% 25% H E P (Rp.000.114.114.00 27.) PELAKSANAAN KONTRAK PERING TKDN KAT (%) I III II 22% 0% 25% H E P (Rp.33 28.500.457.114.000 28.961.000.500. Besarnya sanksi adalah selisih nilai penawaran yang dimenangkan dengan nilai penawaran peringkat II dalam evaluasi harga.) PERING KAT I III II A B C 28.000.000.77 27.000.000.500.494.455.000.33 Besarnya sanksi yang dikenakan kepada Penyedia Barang/Jasa A adalah : = = = HEP Penawaran .457.000 27.45 Rp101. ditambah selisih perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) yang dimenangkan dengan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasar pencapaian TKDN yang sebenarnya dalam pelaksanaan.870.00 27.00 27.500.831.870.000 26.32 • Pencapaian TKDN pada pelaksanaan Kontrak apabila diaplikasikan pada evaluasi penawaran mengubah peringkat pemenang.455.33 26.000 26.000.524.000.00 27.Buku Kedua .) PERING KAT III II I A B C 28.45 27. TKDN (%) 28% 0% 25% H E P (Rp.831.500.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Contoh: PENYE DIA BARANG PENAWARAN NILAI RP.114.000.494.77 .558.500.) PELAKSANAAN KONTRAK PERING TKDN KAT (%) I III II 25% 0% 25% H E P (Rp.558.000.500.000.HEP Realisasi Kontrak Rp26. Contoh: PENYE DIA BARANG PENAWARAN NILAI (Rp).972.083.Rp26.000.831.000.45 27.000 28.083.870.831.000.500.000.457.33 240 .457.000 27.500.494.558.

000.441.000.505.00 . Pengenaan penalti harus diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa.129.-) = = Rp1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Besarnya sanksi yang dikenakan kepada Penyedia Barang/Jasa A adalah = = (HEP Penawaran .441. • Apabila realisasi TKDN pengadaan barang lebih kecil dari yang tersebut dalam Kontrak.55 Contoh penghitungan denda dapat dilihat pada lampiran nomor CP-010 dan CP-011.000.000.000.558.HEP Realisasi Kontrak) + (Nilai Kontrak .494. 241 . Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah penalti yang telah dipungut.629.45) + (Rp28.00 Rp2.500. Nilai tersebut menjadi pengurang nilai akhir Kontrak.Rp28.500.000.Nilai Penawaran Peringkat II) = (Rp28. sehingga Kontraktor KKS harus menggunakan fasilitas impor. 5.55 + Rp500. Nilai penalti sebagai akibat keterlambatan penyerahan barang atau pekerjaan dan/atau kegagalan pencapaian TKDN sesuai kesepakatan dalam Kontrak.4. 5. dikurangkan langsung dari nilai pembayaran terakhir atau dengan cara mencairkan sebagian atau seluruh nilai jaminan pelaksanaan.000.000.6.000.3. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan dikenakan sanksi tambahan sejumlah nilai bea masuk (BM) ditambah pajak dalam rangka impor (PDRI) dari nilai komponen dalam negeri yang tidak dapat dipenuhi.505.00 .Rp26.870.6. dan Penyedia Barang/Jasa mengalihkan sumber pengadaan sebagian atau seluruh barang dari sumber dalam negeri menjadi sumber dari luar negeri.

2. 2.2. Upaya penyelesaian 1. Penyelesaian melalui pengadilan Apabila dalam proses pengadaan barang/jasa atau dalam pelaksanaan kontrak terjadi gugatan ke pengadilan oleh penyedia barang/jasa. Apabila para pihak memilih penyelesaian perselisihan melalui arbitrase maka Dokumen Pengadaan dan dokumen Kontrak harus telah mencantumkan forum penyelesaian arbitrase melalui Lembaga Arbitrase di Indonesia yang sudah memiliki reputasi dengan menggunakan peraturan prosedur Lembaga Arbitrase tersebut dan dilaksanakan di wilayah Negara RI. 6. 242 . Penyelesaian melalui arbitrase a. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 6. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 6.Buku Kedua . Apabila tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah. Penyelesaian perselisihan dapat dilakukan dengan cara 1. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. 2.2. maka Kontraktor KKS dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya surat gugatan. Apabila terjadi perselisihan antar penyedia barang/jasa dan/atau antara penyedia barang/jasa dengan sub kontraktor/prinsipal/pekerjanya. maka para pihak yang terlibat harus membebaskan dan melepaskan Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS dari segala tuntutan/gugatan/klaim yang mungkin timbul.1. PENGERTIAN Perselisihan adalah perbedaan pendapat mengenai proses Pengadaan barang/jasa maupun pelaksanaan Kontrak Pengadaan barang/jasa yang terjadi antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa.2. harus melaporkan gugatan tersebut kepada fungsi terkait di BPMIGAS. dengan atau tanpa mediator. Perselisihan sedapat mungkin diselesaikan dengan cara musyawarah.1. maka akan diselesaikan melalui pengadilan atau arbitrase sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Pengadaan atau dokumen Kontrak. 6.

6. 6. maka penyedia barang/jasa tersebut diikutsertakan kembali dalam kegiatan pengadaan yang dilaksanakan oleh Kontraktor KKS. apabila gugatan hanya kepada Kontraktor KKS dimaksud. Dengan mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Kepala BPMIGAS. Semua Kontraktor KKS.4.2. para pihak dapat menggunakan Forum Penyelesaian selain Lembaga Arbitrase di Indonesia apabila materi/substansi perjanjian yang berpotensi untuk disengketakan bersifat kompleks.3. namun tempat pelaksanaan arbitrase tetap di wilayah Negara Republik Indonesia. 243 . c. apabila gugatan hanya kepada Kontraktor KKS dimaksud.2.2. harus melaporkan hal tersebut kepada fungsi terkait di BPMIGAS. Kontraktor KKS yang bersangkutan. Apabila Kontraktor KKS akan melaksanakan tindakan penyelesaian perselisihan harus berpedoman kepada ketentuan yang berlaku di BPMIGAS. 6. maka selama proses penyelesaian perselisihan tersebut berjalan sampai dengan adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkrach van geweisyde). Semua Kontraktor KKS. Apabila Penyedia barang/jasa melakukan gugatan melalui pengadilan atau arbitrase. Apabila ternyata putusan pengadilan atau arbitrase memenangkan penyedia barang/jasa.5. penyedia barang/jasa bersangkutan tidak dapat diikutsertakan dalam pengadaan barang/jasa pada: 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. 2. 6. 6.2. apabila dalam gugatan mengikut sertakan BPMIGAS sebagai pihak tergugat. maka penyedia barang/jasa dimaksud sekurang-kurangnya selama 1 (satu) tahun dan maksimal 2 (dua) tahun terhitung setelah tanggal putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkrach van geweisyde) tidak diikutsertakan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa yang diadakan di: 1. 2. Apabila ternyata putusan pengadilan atau arbitrase memenangkan Kontraktor KKS. Kontraktor KKS yang bersangkutan. apabila dalam gugatan mengikutsertakan BPMIGAS sebagai pihak tergugat. Kontraktor KKS dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak menerima surat pemberitahuan arbitrase.

7. peralatan.4. telah dibuatkan amandemen Kontrak sebelum pelaksanaannya. Serah terima barang berupa scrap/aset/sisa proyek dari pelaksana proyek kepada Kontraktor KKS dilengkapi dengan berita acara penyerahan barang. 2.Buku Kedua . apabila ada. 7. 7. Kontrak. Pembayaran terakhir apabila seluruh kewajiban Penyedia Barang/ Jasa telah dipenuhi sesuai ketentuan dalam Kontrak. 7.2. antara lain: Penilaian atas tingkat penyelesaian penyelesaian pekerjaan dan kinerjanya.2. dengan kewajiban untuk melunasi bea masuk (BM) dan pajak dalam rangka impor (PDRI). Pemeriksaan dan penetapan hak kepemilikan sisa material dan/atau peralatan sebagai akibat pelaksanaan pekerjaan sesuai lingkup Kontrak.2. PENUTUPAN KONTRAK: Penanggung jawab Kontrak (pengguna Kontrak) melakukan kegiatan yang meliputi: 7. Evaluasi pelaksanaan Kontrak. antara lain: Pemeriksaan atas jumlah barang. 7.1.1. dan/atau hasil pelaksanaan pekerjaan yang akan diserah terimakan dari Penyedia Barang/Jasa kepada Kontraktor KKS. 7. persentase Memastikan bahwa setiap pekerjaan diluar lingkup kerja Kontrak awal.3.1. Sisa material dan/atau peralatan menjadi milik Kontraktor KKS jika menggunakan jenis Kontrak lumpsum atau turnkey. 7. Sisa material dan/atau peralatan menjadi milik Penyedia Barang/Jasa apabila menggunakan jenis Kontrak bukan Kontrak lumpsum atau turnkey.1. 7. Serah terima barang. 7.2. 244 .2.5. Dalam hal pengadaan barang menggunakan fasilitas impor (master list).2. Mengekspor peralatan yang semula diimpor untuk digunakan dalam pelaksanaan Kontrak. peralatan dan/atau pekerjaan harus dibuatkan berita acara penyerahan barang/pekerjaan.2.1. maka: 1.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. bangunan.6. Penetapan nilai penalti yang masih harus dikenakan kepada Penyedia Barang/ Jasa. Pemenuhan hak dan kewajiban masing-masing pihak.2.

2. Satu salinan laporan dikirimkan ke BPMIGAS bagi Kontrak yang penunjukan pemenangnya melalui persetujuan dari BPMIGAS. Pengembalian surat jaminan pelaksanaan kepada Penyedia Barang/Jasa dilaksanakan setelah berita acara penyerahan barang/pekerjaan ditandatangani. yang berisi antara lain bahwa semua kewajiban tersebut angka 7.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. Pembuatan laporan dari Pejabat Berwenang yang menyatakan bahwa Kontrak dimaksud telah selesai dilaksanakan dan ditutup.1. 245 . telah dipenuhi.7. dan 7.2.3. 7.

.

246 .Buku Kedua . dan penilaian kinerja serta pemberian penghargaan atau sanksi bagi para Penyedia Barang/Jasa. terutama bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kinerjanya. Pengelolaan Penyedia Barang/Jasa meliputi sistim administrasi. pembinaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB XIV PEMBINAAN PENYEDIA BARANG / JASA Pembinaan Penyedia Barang/Jasa dimaksudkan untuk membina Penyedia Barang/Jasa.

Pembinaan Usaha Kecil Termasuk Koperasi Kecil 1.1. kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil.1. Bagi Penyedia Barang/Jasa usaha besar sedapat mungkin memberikan sebagian pekerjaannya kepada Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil di daerah operasi Kontraktor KKS.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. antara lain tentang: 1. 1. Dalam pengadaan barang/jasa yang bernilai besar serta dimungkinkan adanya bagian yang diberikan kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil.2. maka bagian ini harus ditetapkan terlebih dahulu dalam Dokumen Pengadaan.1.3. K3LL. Untuk memberdayakan usaha kecil termasuk koperasi kecil diberikan kesempatan berusaha sesuai bidang usahanya. 1.4. 3. Standard operating procedure (SOP) Kontraktor KKS. 1. dapat diberikan uang muka apabila keuangan Kontraktor KKS memungkinkan. 2. Hal tersebut harus dinyatakan dalam dokumen penawarannya.2. Pelatihan Kontraktor KKS dapat memberikan pelatihan-pelatihan yang memberikan manfaat dalam meningkatkan kinerja Penyedia Barang/Jasa dan kemampuan usaha masyarakat.1. 1. Peraturan-peraturan barang/jasa. yang terkait dengan pengadaan 247 . Dalam melaksanakan pekerjaan. PEMBINAAN 1.

waktu dan harga.1. Keaktifan: Aktif berpartisipasi dalam proses pengadaan. 1. 1.5. sebagai calon peserta pengadaan 3.1.2. Kepatuhan terhadap etika pengelolaan rantai suplai. 1. Penghargaan antara lain dapat berupa: 3. Pelaksanaan penerapan K3LL dalam pengadaan barang/jasa. alat-alat baru dan saran-saran untuk perbaikan proses pengadaan.3.3.2.2.2. 1. Pemberian penghargaan kepada Penyedia Barang/Jasa dilaporkan kepada BPMIGAS oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Ketepatan penyerahan barang/jasa dari segi mutu. 3.1. 1.4. 1. PENILAIAN KINERJA Kinerja Penyedia Barang/Jasa dinilai oleh fungsi terkait di lingkungan Kontraktor KKS dengan tata cara penilaian sesuai dengan sistim dan prosedur yang ada pada masing-masing Kontraktor KKS.2.Buku Kedua . Pembebasan seleksi (Prakualifikasi). 3. Insentif /bonus apabila telah diatur dalam Kontrak dan hanya berlaku untuk Kontrak jasa. PENGHARGAAN ATAS KINERJA: Kontraktor KKS dapat memberikan penghargaan kepada para Penyedia Barang/Jasa yang tata caranya disesuaikan dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS. Respon terhadap undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengadaan. 248 . Surat penghargaan dari Kontraktor KKS yang bersangkutan. Aktif dalam memberikan informasi antara lain tentang perkembangan teknologi baru. Dasar dari penilaian kinerja Penyedia Barang/Jasa dapat diukur antara lain berdasarkan: 1.

249 . Dua kali dalam setahun membatalkan penawaran telah diajukan setelah pembukaan penawaran. 7.1. 2. Dua kali dalam setahun terlambat mengambil dan menandatangani Kontrak lebih dari 10 (sepuluh) hari kerja dari batas waktu yang telah ditetapkan Kontraktor KKS. Kategori Kuning. Mengambil Dokumen Pengadaan namun tidak mengajukan penawaran tetapi memberikan keterangan tertulis (no quote) sebanyak 5 (lima) kali dalam setahun. Aturan batas waktu toleransi keterlambatan ditetapkan sendiri oleh Kontraktor KKS. Tidak sanggup memasok barang atau tidak melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul tidak berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. Tidak dapat memasok barang atau tidak melaksanakan jasa karena meminta kenaikan harga barang/jasa yang bukan disebabkan oleh peraturan pemerintah Republik Indonesia. SANKSI ATAS PELANGGARAN 4. Dua kali dalam setahun terkena diskualifikasi karena mengajukan penawaran yang tidak memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dalam dokumen lelang. Dua kali dalam setahun terlambat memasok barang atau terlambat melaksanakan jasa sesuai Kontrak namun tidak berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. 5. 10. 9. 3. 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.1.1. KATEGORI PELANGGARAN 4. yang 6. Mengambil Dokumen Pengadaan namun tidak mengajukan penawaran tanpa memberikan keterangan tertulis (no response) sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun. Mendaftar namun tidak mengambil Dokumen Pengadaan barang/jasa sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun. 8. Dua kali dalam setahun tidak memberikan respon pada saat diminta Klarifikasi. 4.

Terbukti melakukan usaha atau mempengaruhi untuk melakukan KKN atau bersekongkol untuk mengatur harga di antara sesama peserta pengadaan atau dengan pekerja Kontraktor KKS.2. Memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa dengan mempekerjakan pekerja Kontraktor KKS terkait. Tidak sanggup memasok barang atau tidak melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. tanpa alasan yang dapat diterima oleh Kontraktor KKS.000. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 11. 1.Buku Kedua .000. 250 . 3. 5. Penyedia Barang/Jasa usaha besar tidak melaksanakan kewajiban untuk bekerjasama dengan usaha kecil untuk Pengadaan dengan nilai lebih besar Rp50. 8. Mengirimkan atau mengajukan protes atau sanggahan secara tertulis ke Panitia Pengadaan/Tim Internal di luar waktu yang ditentukan.000.1. 12.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) sesuai dengan kesepakatan dalam Kontrak. 4.000. 7. 4. Menolak untuk menyerahkan sebagian pekerjaan Jasa Pemborongan atau Jasa Lainnya kepada usaha kecil seperti yang disepakati dalam Kontrak. Mengalihkan lebih dari 50% (lima puluh persen) dari nilai jasa pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. Menolak memasok barang atau melaksanakan pekerjaan setelah ditunjuk sebagai pemenang/pelaksana. Memasok barang atau melaksanakan jasa tidak memenuhi spesifikasi teknis dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. Terbukti dengan caranya sendiri berusaha untuk memaksa dengan ancaman atau dengan kekerasan kepada Kontraktor KKS. 6. Kategori Merah.000.

3. baik dengan Penyedia Barang/Jasa lain dan/atau dengan pekerja Kontraktor KKS. Terbukti memalsukan atau memanipulasi data. sebagaimana diatur dalam bab XIII angka 5. instansi yang berwenang.a. Memasok barang palsu.6. dan mengakibatkan tertundanya pelaksanaan pekerjaan. Membatalkan secara sepihak jaminan penawaran (bid bond) dan/atau jaminan pelaksanaan (performance bond) sebelum masa berlakunya habis. Kategori Hitam. Terlambat dalam memasok barang atau terlambat melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. yang dibuktikan hasil pemeriksaan atau tes yang dilakukan oleh badan independen. 14.2. terbukti melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Terkena peringatan akibat pelanggaran kategori kuning dalam periode surat peringatan pelanggaran kategori kuning yang masih berlaku. Uang muka yang diterima dari Kontraktor KKS tidak sepenuhnya dipergunakan untuk mendanai pelaksanaan pekerjaan yang tersebut dalam Kontrak. 251 .3. Tidak mampu memenuhi kewajiban pemenuhan komitmen pencapaian TKDN. 15. 10.1. 4. Mengajukan sanggahan atau protes tidak sesuai dengan ketentuan dan/atau materi sanggahan tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh pemrotes atau penyanggah. 11. Tidak menyelesaikan pekerjaan dan tidak melunasi denda yang dikenakan sampai batas waktu yang ditentukan. 13. sehingga Kontraktor KKS tidak dapat mencairkan jaminan dimaksud atau Kontraktor KKS gagal mencairkan jaminan penawaran dan/atau jaminan pelaksanaan dalam waktu 6 (enam) bulan. kolusi dan/atau nepotisme. Terbukti melakukan tindakan yang termasuk dalam kategori tindakan korupsi. Dalam melaksanakan pekerjaannya. 2.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. pabrik atau pihak yang ditunjuk oleh pabrik. 1. 16. 12.

sebagaimana diatur dalam Bab XIII angka 5. Tidak mampu memenuhi kewajiban komitmen melaksanakan jasa pengerjaan di dalam wilayah negara Republik Indonesia. Perusahaan atau salah satu pimpinan yang tertulis dalam akte pendirian perusahaan dan/atau perubahannya yang sah.6.j. Gagal menyerahkan barang atau menyelesaikan pekerjaan sebagai akibat nilai Kontrak yang lebih rendah dari 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE. 2. Dalam pelaksanaan pekerjaan mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian pekerja Penyedia Barang/ Jasa maupun orang lain.4. 1.3. 252 .b. dengan tembusan kepada BPMIGAS. Diberikan surat yang menyatakan tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan pengadaan baru selama masa 1 (satu) tahun berikutnya di lingkungan Kontraktor KKS yang bersangkutan.2.1. 8. Kategori KUNING.2. Diberikan surat peringatan yang masa berlakunya 6 (enam) bulan terhitung mulai sejak dikeluarkannya surat peringatan.2.1. Penyedia Barang/Jasa berkewajiban untuk mengajukan surat kepada Kontraktor KKS yang bersangkutan disertai pernyataan permintaan untuk dapat kembali mengikuti kegiatan pengadaan di lingkungan Kontraktor KKS. 7.2.Buku Kedua .2. Terkena sanksi 2 (dua) kali kategori merah dalam periode waktu 5 (lima) tahun. perlu Klarifikasi kepada instansi yang berwenang.1. Kategori Merah.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. Untuk informasi yang diperoleh dari media. 4. seperti diatur dalam bab III angka 7. dinyatakan telah terbukti melakukan tindak pidana di bidang perdagangan dan/atau perpajakan berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. 9. 5. 4. Apabila batas waktu sanksi telah berakhir. 6. SANKSI ATAS PELANGGARAN 4. sebagai akibat kelalaian pekerja sendiri ataupun karena kelalaian perusahaan Penyedia Barang/Jasa. Tidak mampu memenuhi kewajiban pemenuhan komitmen pencapaian TKDN.

2. Selanjutnya BPMIGAS memasukkan nama Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan dalam daftar Penyedia Barang/ Jasa terkena sanksi hitam yang dapat diakses secara on line oleh semua Kontraktor KKS. Kategori Hitam: 1.4. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan belum dapat mengikuti kegiatan pengadaan. Penyedia Barang/Jasa dapat mengajukan permintaan untuk dapat mengikuti kegiatan pengadaan pada Kontraktor KKS tertentu. Diberikan surat yang menyatakan bahwa Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan dilarang mengikuti kegiatan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS yang bersangkutan selama masa 1 (satu) tahun berikutnya. Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan yang terkena sanksi kategori hitam dilarang mengikuti kegiatan pengadaan di semua Kontraktor KKS selama 1 (satu) tahun berikutnya. Pada saat pelaksanaan pengadaan. Surat permintaan harus dilampiri dengan pernyataan rencana perbaikan yang akan dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa agar kejadian serupa tidak berulang. kepada yang bersangkutan dikenakan sanksi kategori hitam untuk selamanya di semua Kontraktor KKS. dan angka 5. dengan tembusan kepada BPMIGAS. Pemberitahuan sanksi disampaikan dengan tembusan kepada BPMIGAS. 3. sesuai ketentuan pada bab VI angka 5. 5.6.2. Apabila Penyedia Barang/Jasa tertentu terkena sanksi kategori hitam sebanyak 2 (dua) kali dari 1 (satu) atau beberapa Kontraktor KKS. 4.4. Jika Penyedia Barang/Jasa tidak mengajukan permintaan. Surat permintaan harus dilampiri dengan pernyataan rencana perbaikan yang akan dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa agar kejadian serupa tidak berulang.3.3. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan belum dapat mengikuti kegiatan pengadaan di seluruh Kontraktor KKS.4. 253 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Kontraktor KKS wajib memperhatikan daftar ini.6. Jika Penyedia Barang/Jasa tidak mengajukan permintaan. Apabila masa berlaku sanksi kategori hitam tersebut telah dilewati.

2.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. sesuai ketentuan dalam bab VI angka 5. Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan harus tetap menyelesaikan kewajibannya berdasar Kontrak yang sedang berjalan. dinyatakan diskualifikasi pada saat diterimanya pemberitahuan tentang pengenaan sanksi.6.Buku Kedua .3. 254 .4.4.4. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa terkena sanksi kategori merah atau kategori hitam. dan angka 5.6. Penawaran dari Penyedia Barang/Jasa terkait yang masih dalam tahap evaluasi atau belum ditunjuk sebagai pemenang. maka: 1.2.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB XV PELAPORAN KEGIATAN PENGADAAN BARANG/JASA 255 .

3. harus dikirimkan selambat-lambatnya 20 (dua puluh) hari kerja setelah Kontrak ditandatangani.07 dan SC.000. 1. yang terdiri dari: 1. Laporan kegiatan pengadaan barang menggunakan Form SC.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.. dan usaha menengah dan usaha besar menggunakan Form SC.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.Buku Kedua . menggunakan Form SC 12-D. Kontraktor KKS wajib mengirimkan laporan bulanan dan/atau data kegiatan pengadaan barang/jasa kepada fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS paling lambat minggu kedua bulan berikutnya.07 dan SC.6.11. maka kepada pimpinan Kontraktor KKS akan dikenai sanksi manajerial yang akan diatur secara terpisah dari ketentuan ini.4.5. Salinan/ copy Kontrak. Laporan Akhir Kontrak dengan nilai lebih besar dari Rp50..09.7. 1.10.2. Apabila setelah diberikan teguran tertulis. maka kepada pimpinan tertinggi Kontraktor KKS diberikan teguran tertulis oleh BPMIGAS.08 dan untuk pengadaan jasa menggunakan Form SC. Dalam hal Kontraktor KKS lalai menyampaikan laporan.000. 2. 1 (satu) eksemplar salinan/ copy Kontrak pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp50. Laporan PLK/PJWK menggunakan Form SC. Untuk pengadaan barang menggunakan Form SC.000. Laporan pengadaan barang/jasa untuk Penyedia Barang/Jasa golongan usaha kecil termasuk koperasi kecil. Laporan realisasi pencapaian TKDN dalam pelaksanaan Kontrak.000.000.000.000.1. 1. paling lambat 3 (tiga) minggu setelah pekerjaan fisik Kontrak selesai dilaksanakan.08..00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.09 dan SC. 1. Laporan Akhir Kontrak.09.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). wajib disampaikan oleh Kontraktor KKS. 1.. serta laporan kegiatan pengadaan jasa menggunakan Form SC.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Untuk keperluan pengawasan. kejadian sejenis berulang atau menerus. 256 .000.000. Laporan pengadaan termasuk komitmen pencapaian TKDN dalam Kontrak. 1.

Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB XVI PENYESUAIAN KETENTUAN 257 .

1. Semua ketentuan berupa pedoman dan surat edaran yang pernah ada dan diterbitkan oleh BPMIGAS yang terkait dengan kegiatan pengadaan barang/jasa dinyatakan tidak berlaku untuk kegiatan pengadaan baru. Ketentuan tentang nilai Kontrak yang lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE.7. 2. proses selanjutnya harus mengikuti ketentuan sebagai berikut: 1. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9. namun belum sampai pada tahap pemasukan penawaran harus menyesuaikan dengan ketentuan dalam Buku Kedua tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa ini.8. 258 . evaluasi teknis dan evaluasi harga dari penawaran yang masuk tetap mengikuti ketentuan lama.3. 1.5. khususnya angka 2.10.4.2.3. Pelaksanaan penunjukan pemenang dan pembuatan dokumen Kontrak harus mencantumkan syarat komersial sebagai berikut: a.5.4.2.10. 1. Semua kegiatan pengadaan yang telah dimulai namun belum melewati tahap Prakualifikasi.4.2.8.4. 1. harus menyesuaikan dengan semua ketentuan dalam Buku Kedua tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa ini. d. Ketentuan tentang pemberian uang muka sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2. Pelaksanaan evaluasi administrasi. maka dengan mengesampingkan ketentuan pada Buku Kesatu Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai Kontraktor Kontrak Kerja Sama tentang Ketentuan Umum khususnya Bab IV tentang Ketentuan Peralihan. Semua kegiatan pengadaan yang telah dimulai dan telah melewati tahap Prakualifikasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Dengan berlakunya Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS ini.1. Tata cara pembayaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3. Semua kegiatan pengadaan yang telah diproses atau sedang diproses menggunakan ketentuan lama dan telah melewati tahap Prakualifikasi serta peserta pengadaan telah memasukkan dokumen penawaran.3.8.4. khususnya angka 9.4. Bagi kegiatan pengadaan dengan sistem pemasukan penawaran 1 (satu) sampul dan 2 (dua) sampul: 1. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan sebagaimana diatur dalam bab IX angka 2. b. dan 2.Buku Kedua . ditetapkan bahwa: 1. c.

10.4.2.4.10. khususnya angka 9.10.5.10.10.5.2. pelaksanaan evaluasi administrasi dan evaluasi teknis dari penawaran yang masuk tetap mengikuti ketentuan lama.2. dan 2.3. Selanjutnya sebelum pemasukan dokumen penawaran tahap II (kedua) dilakukan penyesuaian terhadap Dokumen Pengadaan. b. khususnya harus mencantumkan tata cara evaluasi dan syarat komersial sebagai berikut: a.8. Bagi kegiatan pengadaan dengan sistem pemasukan penawaran 2 (dua) tahap: 1.8.8. khususnya angka 2.7. khususnya angka 9.4.4.4. Pelaksanaan penunjukan pemenang dan pembuatan dokumen Kontrak harus mencantumkan syarat komersial sebagai berikut: a.4.10.8.8. Ketentuan bahwa tata cara evaluasi penawaran harga akan menggunakan tata cara yang diatur dalam bab XI angka 9. Ketentuan tentang nilai Kontrak yang lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE. khususnya angka 9.2. Tata cara pembayaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3.8. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan sebagaimana diatur dalam bab IX angka 2.4.4.5. f.5. c.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.3. e. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9. dan 2.7. Ketentuan tentang jaminan penawaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3.2. Dalam pelaksanaan ketentuan ini apabila diperlukan dapat diadakan rapat pemberian penjelasan mendahului pemasukan penawaran. Ketentuan tentang pemberian uang muka sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2.3.Buku Kedua . khususnya angka 2. c.3. dan bab IX angka 1. b. dan 9. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9. d. Ketentuan tentang nilai Kontrak yang lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE. Ketentuan tentang pemberian uang muka sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2.4.10. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan sebagaimana diatur dalam bab IX angka 2.3.4. Tata cara pembayaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3.8. Apabila peserta pengadaan belum memasukkan dokumen penawaran tahap II (kedua). d. 2.5.6. 259 .

perincian ketentuan dan/atau penambahan lampiran pada Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS ini.4. di atas. Masa penyesuaian untuk penerapan sepenuhnya Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS ini adalah 30 (tiga puluh) hari kerja setelah tanggal berlakunya ketentuan sebagaimana dinyatakan dalam Surat Keputusan tentang Buku Kedua Revisi-II Pedoman Tata Kerja Pengelolaan Rantai Suplai Kontraktor Kontrak kerja Sama. Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam pedoman pelaksanaan ini. tambahan ketentuan. berupa sisipan.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. 3. dengan tetap memperhatikan ketentuan pada angka 1.2. sampai dengan angka 1. 260 . akan diatur kemudian oleh BPMIGAS.

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

LAMPIRAN

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR MP-001 MP-002 MP-003 METODE PENGADAAN KARTU PENGADAAN (PROCUREMENT CARD) ELECTRONIC REVERSE AUCTION (e-RA) ELECTRONIC BIDDING

NOMOR JK-001 JK-002 JK-003 JK-004 JK-005

JENIS KONTRAK KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA (JOINT / SHARING CONTRACT) SISTEM KONTRAK KEMITRAAN (STRATEGIC ALLIANCE) PERJANJIAN PEMASOKAN BERDASAR PERMINTAAN (CALL OFF ORDER) PERJANJIAN HARGA (PRICE AGREEMENT) PERJANJIAN DENGAN BEBERAPA PENYEDIA BARANG/JASA (MULTI STANDING AGREEMENT)

NOMOR PQ-001 PQ-002 PQ-003 NOMOR DF-001

DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI FORMULIR ISIAN PENILAIAN KUALIFIKASI TATACARA PENGHITUNGAN KEMAMPUAN NYATA, KEMAMPUAN PAKET, KEMAMPUAN DASAR DAFTAR BIDANG DAN SUB BIDANG PEKERJAAN DAFTAR DAFTAR KELOMPOK BARANG KEBUTUHAN KEGIATAN UTAMA EKSPLORASI & PRODUKSI i

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR CONTOH PERHITUNGAN

PENGHITUNGAN HARGA EVALUASI PENAWARAN (HEP) BERDASAR HE-TKDN & HE PSP CP-001 CP-002 CP-003 CP-004 BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI DENGAN TKDN ≥ 25% BARANG PTODUKSI DALAM NEGERI DENGAN TKDN ≥ 25% DAN BARANG PRODUKSI LUAR NEGERI JASA LAINNYA DENGAN TKDN ≥ 35% JASA PEMBORONGAN BUKAN JASA KONSTRUKSI DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI ≥ RP50 MILYAR (≥ US$5 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI-ONSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP1 MILYAR S/D RP2 TRILIUN ( > US$100,000.00 S/D US$200 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI ONSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP2 TRILIUN (> US$200 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI OFFSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI ≤ RP50 MILYAR (≤ US$5 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI-OFFSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP50 MILYAR S/D RP2 TRILIUN (> US$5 JUTA S/D US$200 JUTA) CP-009 JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI OFFSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP2 TRILIUN (> US$200 JUTA) CP-010 PENGHITUNGAN DENDA KARENA TARGET TKDN PENGADAAN BARANG TIDAK TERCAPAI – TIDAK MENGUBAH PERINGKAT PENGHITUNGAN DENDA KARENA TARGET TKDN PENGADAAN BARANG TIDAK TERCAPAI – MENGUBAH PERINGKAT

CP-005

CP-006

CP-007

CP-008

CP-011

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR FL-001 FL-002 FORMULIR DAFTAR RENCANA PENGADAAN (PROCUREMENT LIST) DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN RINGKASAN PELAKSANAAN LELANG DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) RINGKASAN PEMERIKSAAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERUBAHAN JANGKA WAKTU (PJWK) RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN JASA DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAPORAN PELAKSANAAN PLK/PJWK PERHITUNGAN TKDN BARANG PERHITUNGAN TKDN JASA PERHITUNGAN TKDN GABUNGAN PENAWARAN BARANG PRODUKSI MASAL SC-02 NOMOR FORMULIR SC-01

FL-003 FL-004

SC-03 SC-04

FL-005

SC-05

FL-006

SC-06

FL-007 FL-008 FL-009 FL-010 FL-011 FL-012A FL-012B FL-012C FL-012D

SC-07 SC-08 SC-09 SC-10 SC-11 SC-12A SC-12B SC-12C SC-12D

iii

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR FL-012E FL-012F FL-012D FORMULIR PENAWARAN JASA LAINNYA ATAU JASA KONSULTANSI PENAWARAN BARANG PABRIKASI ATAU JASA PEMBORONGAN LAPORAN REALISASI PENCAPAIAN TKDN PENGADAAN BARANG/JASA NOMOR FORMULIR SC-12D SC-12D SC-12D

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-001 METODA PENGADAAN KARTU PENGADAAN (PROCUREMENT CARD) 1. UMUM 1.1. TUJUAN Pedoman ini mengatur pengadaan barang/jasa yang dilakukan secara penunjukan langsung dengan menggunakan Kartu Pengadaan (Procurement Card). 1.2. DEFINISI Kartu Pengadaan (Procurement Card) merupakan sarana pembayaran dalam kegiatan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung tanpa menggunakan Kontrak, Surat Perintah (SP), atau Purchase Order (PO). 1.3. RUANG LINGKUP Pedoman ini berlaku dalam kegiatan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung di lingkungan Kontraktor KKS. 1.4. KRITERIA Sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) dipergunakan dalam pengadaan barang/jasa yang berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1.4.1. 1.4.2. Merupakan langsung. pengadaan barang/jasa secara penunjukan

Nilai pengadaan maksimum Rp50.000.000,00 (Lima puluh juta rupiah) atau US$5.000,00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) untuk setiap transaksi atau sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tidak menggunakan Kontrak /SP/PO.

1.4.3.

Halaman 1 of 7

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-001 1.5. MANFAAT Manfaat penggunaan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) bagi Kontraktor KKS adalah sebagai berikut: 1.5.1. 1.5.2. 1.5.3. 1.5.4. 1.5.5. 1.5.6. Menurunkan biaya pengadaan barang/jasa. Menurunkan aktivitas transaksi pembayaran. Mempermudah pelaksanaan konsolidasi pembayaran. Mempermudah kontrol pembelanjaan. Meningkatkan produktifitas kerja. Mempercepat proses dan pengambilan keputusan dalam pengadaan barang/ jasa.

2. TATA CARA PELAKSANAAN 2.1. PEMESANAN BARANG/JASA Pengadaan barang/jasa yang menggunakan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) bisa dilaksanakan dengan cara: 2.1.1. 2.1.2. 2.1.3. Datang langsung ke tempat Penyedia Barang/Jasa (Spot) atau Pemesanan melalui faksimili, telepon, e-Mail, atau e-Comerce Apabila pemesanan barang dilakukan melalui faksimili, pejabat berwenang harus menandatangani faksimili tersebut. Apabila pemesanan barang dilakukan melalui telepon, E-Mail, atau E-Commerce, Pengguna Kartu cukup memberitahu nomor kartu, nama pemegang, dan masa berlaku kartu tersebut kepada Penyedia Barang/Jasa. PENGIRIMAN BARANG/JASA Barang dapat diambil langsung di tempat Penyedia Barang/Jasa, atau Pembeli dapat memerintahkan Penyedia Barang/Jasa untuk mengirimkannya ke tempat penerimaan (Point of Delivery). Sebagai bukti transaksi, Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan Delivery Order (DO) asli, faktur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) asli, Surat Setoran Pajak (SSP) asli, dan copy struk pada saat penyerahan barang/jasa ke Pembeli.

2.2. 2.2.1.

2.2.2.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-001 2.3. 2.3.1. PEMBAYARAN Dari Bank Penjamin ke Penyedia Barang/Jasa Pembayaran untuk barang/jasa yang dibeli segera dilakukan oleh Bank Penjamin (atas nama Kontraktor KKS) kepada Penjedia Barang/Jasa setelah struk asli dan bukti pengiriman barang/jasa diajukan kepada Bank Penjamin. Pembayaran dapat juga dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati di dalam perjanjian antara Bank Penjamin dan Penyedia Barang/Jasa. 2.3.2. Dari Kontraktor KKS kepada Bank penjamin 1. Pembayaran untuk barang/jasa kepada Bank Penjamin dilakukan setelah faktur tagihan bulanan (billing statement) diserahkan oleh Bank Penjamin atau dilakukan sesuai dengan waktu pembayaran yang disepakati kedua belah pihak. 2. Pembayaran untuk biaya transaksi penggunaan sarana Procurement Card ke Bank Penjamin dilakukan sesuai dengan jumlah dan waktu yang disepakati kedua belah pihak. 3. PETUNJUK KHUSUS 3.1. BANK PENJAMIN Penunjukan Bank Penjamin dilakukan berdasarkan kriteria minimal sebagai berikut: 3.1.1. 3.1.2. Memiliki reputasi baik dalam dunia perbankan. Memiliki jaringan pelayanan atau kerjasama yang luas di wilayah Republik Indonesia sehingga dapat menjangkau daerah operasi Kontraktor KKS yang bersangkutan. Memiliki fasilitas pelayanan kartu kredit. Memiliki teknologi yang memadai untuk implementasi, pemakaian, pengawasan, dan pemeliharaan sarana Procurement Card. Bersedia melakukan pembayaran terlebih dahulu kepada Penyedia Barang/Jasa untuk setiap transaksi pembelian yang menggunakan sarana Procurement Card.

3.1.3. 3.1.4.

3.1.5.

Halaman 3 of 7

Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan merupakan Pengusaha Kena Pajak (PKP).2. brosur. 3.2. 4. atau fasilitas-fasilitas sejenis yang dapat memberikan informasi mengenai barang/jasa yang disediakan dan biasa dibutuhkan oleh Kontraktor KKS maupun perusahaan lain yang bergerak di bidang perminyakan. 3. Penyedia Barang/Jasa Penunjukan Penyedia Barang/Jasa dilakukan kurangnya berdasarkan kriteria sebagai berikut: 3. PENGAWASAN INTERNAL 4.1. 3.2. Penunjukan karyawan sebagai calon pengguna kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) dapat dilakukan berdasarkan peraturan internal yang berlaku di masing-masing Kontraktor KKS dengan memperhatikan kriteria berikut: Integritas karyawan.3.1. 3.1. nilai maksimum per transaksi.3. sekurang- Memiliki ketersediaan barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS.2. dengan Penyedia Barang/Jasa.2. 3.1. dan Bank Penjamin ditandatangani. 3. dan masa berlaku kartu Procurement Card yang akan diterbitkan. Memiliki daftar harga.6. Bersedia menerima cara pembayaran dengan menggunakan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card).1.4. Tugas dan tanggung jawab karyawan sehari-hari.2. Dalam persetujuan tertulis antara calon Pengguna Kartu dan Bank Penjamin.3. Maksimum nilai total transaksi pembelian setiap bulan. . Bersedia menjalin kerja sama dengan Penyedia Barang/Jasa yang direkomendasikan oleh Kontraktor KKS.2. 4.1. 3. nama calon Pengguna Kartu.2.3.1. pagu kredit. MP-001 3. nama Manajer Proyek dari calon Pembeli yang ditunjuk. minimal harus disebutkan jumlah kartu yang akan diterbitkan.3.1. 4. 4. Instalasi fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) Instalasi fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) baru bisa dilaksanakan setelah persetujuan tertulis antara Kontraktor KKS (sebagai Pengguna Kartu).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

5.1. dan copy struk ke tempat penerimaan barang yang telah ditetapkan.1.2. 4. Surat Setoran Pajak (SSP).4. Pemegang Kartu dapat juga mengambil barang langsung dari tempat Penyedia Barang/Jasa. PENGGUNAAN PROCUREMENT CARD 5. Batasan mengenai barang/jasa yang pengadaannya bisa menggunakan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card). Sanksi untuk penyalahgunaan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) oleh Penyedia Barang/Jasa dapat diberikan dalam bentuk pemutusan hubungan dagang ataupun dikeluarkannya nama Penyedia Barang/Jasa tersebut dari Daftar Rekanan yang berlaku di Kontraktor KKS yang bersangkutan. Halaman 5 of 7 . copy DO. 4. Penyedia Barang/Jasa dapat melakukan penagihan dengan cara mengirimkan struk asli. Pengguna Kartu bisa menghubungi Penyedia Barang/Jasa melalui telepon. 4. E-commerce.5.1. Peraturan/Standard Operating Procedure (SOP) khusus untuk penggunaan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card).2. atau datang langsung ke tempat Penyedia Barang/Jasa untuk membeli barang/jasa yang diperlukan. SANKSI Penyalahgunaan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) oleh Pengguna Kartu dapat dikenakan sanksi dalam bentuk pencabutan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) ataupun tindakan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada masing-masing perusahaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.2. 5.2. dan tagihan kepada Bank Penjamin untuk memperoleh pembayaran barang/jasa yang telah dijual pada hari yang sama atau pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Penyedia Barang/Jasa akan mengirimkan barang/jasa yang dipesan bersama dengan faktur pajak. Untuk pengadaan barang/jasa yang nilainya tidak melebihi nilai maksimum untuk penunjukan langsung.3. MP-001 4. 5. E-mail.1. Setelah menerima pesanan barang/jasa dari Pengguna Kartu dan mengecek keabsahan pesanan tersebut. 4.2. faksimili.

Semakin cepatnya pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang diperlukan Menurunnya biaya pengadaan barang/jasa Meningkatnya kreatifitas kinerja dan pelayanan petugas pengadaan barang/jasa.1. Konsultan.1. Pemasok.4. . Sesuai dengan perjanjian. 7.1.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. TOLOK UKUR KINERJA Tolok ukur kinerja dan hasil akhir penggunaan fasilitas Kartu Pengadaan Procurement Card bisa dilihat dari beberapa segi antara lain sebagai berikut: 7.3. Pembayaran kepada Bank Penjamin dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama. Bank Penjamin adalah Instansi perbankan yang menyediakan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) kepada Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa untuk keperluan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung.1. Bank Penjamin akan mengirimkan tagihan bulanan kepada Kontraktor KKS untuk pembayaran seluruh transaksi pembelian barang/jasa yang terjadi dalam bulan tersebut. Usaha Kecil.3. Penyedia Barang/Jasa adalah perusahaan atau mitra kerja yang melaksanakan pengadaan barang/jasa yang terdiri dari Kontraktor. Pengguna Kartu adalah pejabat yang diberi wewenang oleh instansi terkait untuk melakukan pengadaan barang/jasa secara langsung dengan menggunakan Kartu Pengadaan (Procurement Card). 8.2.1. 7. MP-001 5. 7.2. 8. 8.1. DAFTAR ISTILAH 8. Koperasi.1. MEKANISME PEMBAYARAN FAKTUR PPN Mekanisme pembayaran PPN untuk pengadaan barang/jasa yang pembeliannya dilakukan sama seperti halnya dengan metode pengadaan lain. 6.

1. (UU No.8.9. (UU No. 8. 8. MP-001 8.6. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak setelah mendaftarkan dirinya pada Direktorat Jenderal Pajak (UU No. dan memperdagangkan barang atau pemberian pelayanan jasa kepada para konsumen.5. 8.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. SSP (Surat Setoran Pajak) adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melakukan pembayaran pajak yang terhutang di Kas Negara atau di tempat pembayaran lainnya yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan. dan/atau untuk melaporkan ke Direktorat Jenderal Pajak. 8 th 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah). Manajer Proyek adalah petugas yang ditunjuk oleh perusahaan untuk memimpin proyek implementasi Kartu Pengadaan (Procurement Card) di lingkungan Perusahaan tersebut. ---ooo0ooo--- 8.1.1.1. 6 th 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan).1. 6 th 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan). menyalurkan.1.7. Pengguna Barang/Jasa adalah pejabat yang berwenang sebagai pemilik pekerjaan yang memberi tugas kepada Penyedia Barang/Jasa untuk melaksanakan pekerjaan tertentu guna memenuhi kebutuhan barang/jasa tertentu di lingkungannya. Pembeli adalah Kontraktor KKS yang melakukan pembelian barang/jasa dari Penyedia Barang/Jasa. 8. Halaman 7 of 7 . PPN (Pajak Pertambahan Nilai) adalah pajak yang timbul karena dipakainya faktor-faktor produksi di setiap jalur perusahaan dalam menyiapkan.4. menghasilkan.

.

1.3. 2. Selama dalam proses auction identitas penawar harga harus dirahasiakan. pelelangan terbatas atau pemilihan langsung.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PRINSIP DASAR e-RA: 3.5.2. 3. DEFINISI: Electronic Reverse Auction (e-RA) merupakan salah satu metoda pengadaan yang dilakukan secara transparan dengan memanfaatkan jaringan elektronik.000.000.4. dengan metode pelelangan umum.00 (satu miliar rupiah) atau lebih besar dari US$100. Dianjurkan untuk dilakukan dalam pengadaan barang/ jasa yang secara teknis dapat didefinisikan secara rinci dan terukur. MP-002 METODE PENGADAAN ELECTRONIC REVERSE AUCTION (e-RA) 1. Halaman 1 of 7 . dengan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta lelang untuk dapat mengajukan penawaran terbaik. mengikuti prinsip auction. Dilakukan hanya pada tahap penawaran harga.1. 3. 3. Tidak dapat dilakukan untuk pengadaan jasa tenaga kerja. Peserta pengadaan harus memahami. dengan cara memasukkan penawaran harga lebih dari satu kali dan bersifat menurun dalam suatu jangka waktu yang telah ditentukan melalui media elektronik (online). 3.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). TUJUAN: Pelaksanaan e-RA dimaksudkan untuk mendapatkan harga penawaran yang lebih kompetitif dan mencerminkan harga pasar. mempunyai kemampuan dan mematuhi tatacara e-RA yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS. dimana peserta lelang yang telah lulus pada tahap administrasi dan teknis berkompetisi secara ‘real-time’. Mengutamakan penggunaan jasa penyedia e-RA dalam negeri.6. Dapat dilakukan untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp. 3.000. 3. 3. yaitu nilai penawaran terbaik menjadi pemenang pelelangan. melalui suatu proses yang lebih efisien.7.000.

pelelangan terbatas atau pemilihan langsung.2.5.3. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 4. Penilaian kualifikasi calon peserta e-RA menggunakan sistem prakualifikasi.1. Ketentuan dokumen pengadaan lainnya mengikuti ketentuan dalam metoda pelelangan umum.2. 4. 4. PENGUMUMAN: Dalam pengumuman harus dinyatakan secara jelas bahwa metoda pengadaan akan menggunakan sistim e-RA.4.3. Tanggal. PEMBERIAN PENJELASAN: Kepada calon peserta diberikan penjelasan secara lengkap tentang tata cara pemasukan penawaran.3.2. 4.2. 4.1. KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA.2. 4. DOKUMEN PENGADAAN: Dalam dokumen pengadaan harus dicantumkan tatacara pelaksanaan e-RA secara jelas. sehingga calon peserta e-RA dapat memahami. Apabila diperlukan kepada calon peserta diberikan pelatihan.5.1. PENDAFTARAN: Pendaftaran dapat dilakukan secara elektronik atau manual. TATACARA PELAKSANAAN: 4. 4. 4.1.5. 4. waktu dan jangka waktu pelaksanaan e-RA ditetapkan oleh Panitia Pengadaan dan dikomunikasikan ke peserta lelang. Halaman 2 of 7 . Penyedia barang/jasa yang mendaftar harus menyatakan secara tertulis persetujuannya untuk mengikuti metoda pengadaan dengan e-RA.2. MP-002 4. kecuali dinyatakan secara khusus dalam pedoman ini.

Apabila pemasukan penawaran harga pertama dilakukan secara tertulis.000.6.000. Evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis.7. 4.000.00 (dua puluh miliar rupiah) atau sampai dengan US$ 2. 2. 4. pada sistem pemasukan penawaran 2 (dua) tahap. Apabila pemasukan penawaran harga pertama dilakukan secara elektronik.1.7.5.000. PENYAMPAIAN PENAWARAN HARGA Peserta yang telah lulus evaluasi tahap administrasi dan teknis: 4.000.000.00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$ 2. 4. peserta memasukkan dokumen penawaran dan dokumen jaminan penawaran harga sesuai ketentuan. Untuk pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp 20.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Penawaran yang menyertakan jaminan penawaran yang lebih besar dari 3% (tiga persen) tidak diskualifikasi.2. Untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp. Diundang untuk menghadiri pembukaan penawaran harga.6.7. 4. Pemasukan dokumen penawaran administrasi dan teknis harus dilakukan secara tertulis dalam sampul tertutup. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum.2. Diundang untuk memasukkan penawaran harga.7. Panitia Pengadaan menetapkan cara pemasukan penawaran harga pertama: 1.4.7. 4. Halaman 3 of 7 4.00 (dua juta dolar Amerika Serikat). peserta harus memasukkan berkas penawaran harga pertama secara tertulis yang dilengkapi dengan jaminan penawaran (bid bond) beserta pernyataan persentase dan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN).3. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum.6.000.000.000. .7.1. 4.00 (dua juta dolar Amerika Serikat). MP-002 SISTEM PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN: Pemasukan dokumen penawaran menggunakan Sistem Dua Sampul atau Dua Tahap: 4. pada sistem pemasukan penawaran 2 (dua) sampul. Nilai jaminan penawaran (bid bond) adalah 1% (satu persen) s/d 3% (tiga persen) dari harga penawaran terakhir yang dimasukkan oleh peserta. peserta harus menyerahkan dokumen jaminan penawaran sesuai ketentuan.20.000.

setelah pembukan penawaran harga pertama. Apabila terjadi kegagalan komunikasi. 7. Kepada setiap peserta yang penawarannya memenuhi persyaratan administrasi diberi nomor identitas yang dirahasiakan bagi peserta lainnya.00 (dua puluh miliar rupiah) atau sampai dengan US$2. kecuali untuk melengkapi kekurangan nilai meterai dan tanggal. Nilai pengadaan sampai dengan Rp. Jangka waktu pelaksanaan pemasukan harga penawaran secara elektronik harus ditentukan secara pasti dan maksimal 24 (dua puluh empat) jam.000.000. dilanjutkan dengan pemasukan harga penawaran secara elektronik. Apabila pemasukan penawaran harga pertama secara tertulis: 1. 2. Halaman 4 of 7 . PELAKSANAAN E-RA: 5.1.00 (dua juta dolar Amerika Serikat): 5. 6. Menggunakan perbandingan nilai penawaran untuk penawaran barang produksi luar negeri. Penawaran yang tidak memenuhi syarat administrasi dinyatakan gugur dan tidak diikutsertakan dalam proses selanjutnya. Segera pada hari yang sama. Nilai penawaran peserta diunggah (up loaded) ke dalam sistim e-RA oleh masing-masing peserta.20. Setelah masa penyampaian dokumen penawaran ditutup tidak dapat lagi diterima dokumen penawaran. sistim langsung menetapkan peringkat penawaran: a.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 8.000. Pada waktu yang telah ditentukan. atau b. 5. Pembukaan sampul penawaran harga pertama dilakukan oleh Panitia Pengadaan di hadapan peserta pengadaan. Menggunakan sistim HE TKDN untuk penawaran barang produksi dalam negeri. dapat dilakukan perpanjangan waktu. atau perubahan. 4.1.1. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan berkas penawaran harga. MP-002 5. Panitia Pengadaan meneliti kelengkapan administrasi penawaran.000. 3. Panitia Pengadaan dalam suatu rapat di hadapan para peserta e-RA menyatakan bahwa masa penyampaian dokumen penawaran harga telah ditutup. Selama pelaksanaan e-RA.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Penawaran dilengkapi dengan pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan e-RA.000.000. kecuali: 1. 12.1.000. sama dengan langsung pertama 2. dengan cara mengunggah nilai HPS/OE ke dalam sistim e-RA.00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$ 2. Nilai pengadaan lebih besar dari Rp.2. Pada akhir masa pemasukan harga secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan Harga Perkiraan Sendiri /Owner Estimate (HPS/OE). 5.2. Tepat pada akhir jangka waktu pelaksanaan penawaran secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan kepada peserta bahwa waktu yang disediakan telah habis. Pemasukan penawaran harga dilaksanakan secara elektronik. 10.000. pada waktu yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan. 5.000. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dinyatakan diskualifikasi. penawaran yang bersangkutan dinyatakan diskualifikasi. Panitia Pengadaan membuat berita acara pelaksanaan eRA. Peserta menyerahkan dokumen jaminan penawaran sesuai ketentuan yang berlaku.1. 13.2.1. Paling lambat 3 (tiga) hari kerja terhitung mulai hari kerja berikutnya setelah hari pembukaan penawaran harga. 11. semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis. 5..20.1.00 (dua juta dolar Amerika Serikat): Peserta pengadaan memasukkan penawaran mengikuti ketentuan sistim pemasukan 2 (dua) sampul atau sistim 2 (dua) tahap. Halaman 5 of 7 . Apabila pemasukan penawaran harga pertama secara elektronik: Tatacara pemasukan harga penawaran ketentuan angka 5. Apabila nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai penawaran terakhir yang dimasukkan. MP-002 9.

Pembukaan sampul penawaran harga pertama dilakukan oleh Panitia Pengadaan di hadapan peserta pengadaan. Jangka waktu pelaksanaan pemasukan harga penawaran secara elektronik harus ditentukan secara pasti. sistim langsung menetapkan peringkat penawaran: a.6.2.2. Selama pelaksanaan e-RA.4.7. dilanjutkan dengan pemasukan harga penawaran secara elektronik. Apabila nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai penawaran terakhir yang dimasukkan. kecuali untuk melengkapi kekurangan nilai meterai dan tanggal. Menggunakan perbandingan nilai penawaran penawaran barang produksi luar negeri 5. MP-002 5.2. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan berkas penawaran harga. penawaran yang bersangkutan dinyatakan diskualifikasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Tepat pada akhir jangka waktu pelaksanaan penawaran secara elektronik. atau b. perubahan atau susulan penyampaian jaminan penawaran (bid bond).2. Segera pada hari yang sama. Pada waktu yang telah ditentukan. maksimal 24 (dua puluh empat) jam.5. Panitia Pengadaan dalam suatu rapat di hadapan para peserta e-RA menyatakan bahwa masa penyampaian dokumen penawaran telah ditutup. Setelah masa penyampaian dokumen penawaran ditutup tidak dapat lagi diterima dokumen penawaran. Halaman 6 of 7 .2. 5. Kepada setiap peserta yang penawarannya memenuhi persyaratan administrasi diberi nomor identitas yang dirahasiakan bagi peserta lainnya. untuk 5.2. 5. 5.3. dapat dilakukan perpanjangan waktu.2. 5. Panitia Pengadaan memberitahukan kepada peserta bahwa waktu yang disediakan telah habis.2. Nilai penawaran peserta diunggah (up loaded) ke dalam sistim e-RA oleh masingmasing peserta. 5. Apabila terjadi kegagalan komunikasi. setelah pembukaan penawaran harga pertama.9. Menggunakan sistim HE TKDN untuk penawaran barang produksi dalam negeri.2.8.

6. 6. Dalam hal harga penawaran terendah hasil e-RA masih lebih tinggi dibanding dengan HPS/OE maka dilakukan pengkajian ulang atas HPS/OE. MP-002 5.3. 5.10. oo0oo Halaman 7 of 7 . Apabila harga penawaran peringkat I (pertama).12. 7. PENETAPAN DAN PENUNJUKAN PEMENANG Urutan proses mulai dari penetapan pemenang sampai dengan penunjukan pemenang dan ketentuan tentang pengadaan gagal dan pengadaan ulang. maka diadakan proses pengadaan ulang. semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis beserta pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan e-RA.2. Paling lambat 3 (tiga) hari kerja terhitung mulai hari kerja berikutnya setelah hari pembukaan penawaran harga.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. EVALUASI HARGA 6.2. Pada akhir masa pemasukan harga secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan Harga Perkiraan Sendiri/ Owner Estimate (HPS/OE). 6.1. Apabila ternyata HPS/OE terlalu rendah dapat dilakukan koreksi atas HPS/OE sesuai ketentuan. berdasar hasil evaluasi harga. termasuk kelanjutan prosesnya. masih lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE hasil koreksi. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi terhadap harga penawaran hasil pelaksanaan e-RA.2. menurut tatacara baku pada metode pelelangan umum.2. Metode pengadaan ulang dapat dilakukan dengan metode pelelangan (tanpa e-RA) atau metode e-RA. Panitia Pengadaan membuat berita acara pelaksanaan e-RA. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum atau pemilihan langsung. 5.11. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dinyatakan diskualifikasi.

.

dengan Penyedia Barang/Jasa bersangkutan.3. 3. atau pemanfaatan suatu kontrak yang sedang berjalan di suatu Kontraktor KKS oleh Kontraktor KKS lainnya.2. dan Terdapat kesepakatan diantara beberapa Kontraktor KKS atau diantara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS. pemanfaatan kapasitas lebih serta optimalisasi pemanfaatan peralatan atau jasa yang tercantum pada suatu kontrak. 3. dan Barang/jasa yang dibutuhkan berada dalam wilayah atau tempat yang berdekatan secara geografis atau berada dalam 1 (satu) kelompok usaha Kontrak Kerja Sama dalam wilayah Negara Republik Indonesia.2. Kesepakatan antar Kontraktor KKS atau antara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS dapat dilakukan pada awal Kontrak atau pada saat Kontrak sedang berlangsung. yang dituangkan dalam kesepakatan yang direncanakan sejak awal. Kontrak Bersama Pengadaan Barang/Jasa ini dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: Terdapat kesamaan kebutuhan barang/jasa dari beberapa Kontraktor KKS. DEFINISI Kontrak pengadaan bersama adalah Kontrak antara beberapa Kontraktor KKS atau Kontrak yang dilakukan oleh BPMIGAS sebagai koordinator beberapa Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan 1 (satu) atau beberapa pekerjaan.5. percepatan proses. 2.2. 3. mengutamakan penggunaan barang produksi dalam negeri.2.6. 3. 3. TUJUAN Tujuan kontrak bersama pengadaan barang/jasa adalah pemanfaatan kontrak secara bersama yang saling menguntungkan dalam rangka efisiensi biaya. Halaman 1 of 7 . PERSYARATAN 3.4. JK-001 KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA (JOINT CONTRACT) 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

Beberapa Kontraktor KKS dalam koordinasi dengan BPMIGAS atau BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS membuat suatu perjanjian kerjasama yang memuat antara lain: a. Diawali dengan adanya informasi/identifikasi suatu jenis kebutuhan barang/jasa yang sama yang dibutuhkan oleh 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS. 4. Masa kontrak.4. Kesepakatan untuk melakukan Kontrak bersama pada saat Kontrak sedang berlangsung hanya dapat dilaksanakan untuk memanfaatkan kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) dari Kontrak yang sedang berlangsung tanpa mengubah syarat-syarat dan ketentuan lainnya.4.2. Peran. Pengurusan perijinan (Formalities). pengaturan program dan/atau jadwal pelaksanaan. JK-001 3. Ruang lingkup pekerjaan dan/atau jenis barang yang diperlukan. c. 4. b. Persiapan : 1. d. TATA CARA 4. direncanakan untuk membuat kontrak secara bersama-sama oleh 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS atau 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS dalam koordinasi BPMIGAS. KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA YANG DIRENCANAKAN SEJAK AWAL (JOINT CONTRACT).2. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. hak dan kewajiban para pihak. e. Dalam hal pemanfaatan waktu jeda dimungkinkan penambahan volume pekerjaan. f. Pihak (Kontraktor KKS atau BPMIGAS) yang bertindak sebagai koordinator Kontrak atau pemuka (leader). Halaman 2 of 6 . Pengelolaan aspek financial termasuk tatacara pembayaran dan pembagian biaya pengelolaan kepentingan bersama.

Oleh masing-masing Kontraktor KKS Penyedia Barang/Jasa dan dilaporkan Koordinator Kontrak.2.6. Persetujuan tahap perencanaan pengadaan dan/atau persetujuan pemenang pengadaan dari BPMIGAS diperlukan apabila nilai keseluruhan kontrak melebihi batas kewenangan Kontraktor KKS.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Penyusunan Kontrak : Tata cara penyusunan kontrak mengikuti tata cara yang berlaku dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. Formalitas rencana kerja dan anggaran (WP&B dan AFE) menjadi tanggung jawab masing-masing Kontaktor KKS. JK-001 g. 4. Merupakan pencetus awal program. Para pihak dalam kontrak adalah para Kontraktor KKS pengguna kontrak dengan/tanpa koordinasi BPMIGAS secara bersama-sama dengan Penyedia Barang/Jasa. h.5. Prosedur Pelaksanaan: 1. Koordinator Kontrak atau pemuka (leader) ditetapkan berdasar kesepakatan para pihak. Penetapannya antara lain memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Hal-hal khusus yang perlu diperhatikan antara lain: 1. atau kepada kepada b. Pengaturan pemberian sanksi dan pinalti akibat keterlambatan penyerahan barang da/atau penyelesaian pekerjaan. atau b. 2. Tata cara pengadaan mengikuti ketentuan yang berlaku. Semua perintah pelaksanaan kepada Penyedia Barang/Jasa disampaikan melalui Koordinator Kontrak. Halaman 3 of 7 . 3. Perintah pelaksanaan pekerjaan atau penyerahan barang dilakukan: a. Merupakan pengguna barang/jasa terbanyak/terlama. 4. Pelaksanaan proses pengadaan dilakukan oleh koordinator kontrak dibantu oleh atau bersama-sama dengan calon pengguna kontrak pengadaan bersama. 2.2.

Persiapan 1. Pengaturan tentang alokasi denda atas keterlambatan sesuai dengan yang diatur didalam Nota Kesepahaman.3. dalam hal ini Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa bersangkutan. Kontraktor KKS pengguna Kontrak yang sedang berjalan menyampaikan informasi melalui BPMIGAS kepada Kontraktor KKS lain tentang adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau adanya waktu jeda (windows/ idle) yang bisa dimanfaatkan Kontraktor KKS lain. Koordinator Kontrak berkewajiban mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak.3. atau b.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 4. Jaminan pelaksanaan dan denda atas keterlambatan diperhitungkan berdasar ketentuan dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan barang/Jasa ini. terutama pemanfaatan barang/jasa oleh Kontraktor KKS pengguna Kontrak.5. Halaman 4 of 6 . JK-001 3. PEMANFAATAN KONTRAK YANG SEDANG BERJALAN 4. 5. Pengawasan pelaksanaan pekerjaan oleh masing-masing Kontraktor KKS pengguna Kontrak.4. 4. Kontraktor KKS yang membutuhkan barang/jasa meminta informasi dari Kontraktor KKS lain tentang kemungkinan adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau adanya waktu jeda (windows/idle) dari kontrak yang sedang berjalan yang bisa dimanfaatkan. Suatu kontrak yang sedang berjalan di salah satu Kontraktor KKS dapat dimanfaatkan oleh satu atau beberapa Kontraktor KKS lain berdasarkan adanya kesamaan kebutuhan dan adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau dalam usaha memanfaatkan waktu jeda (windows/idle). 6. Penagihan pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan ditujukan kepada masing-masing Kontraktor KKS oleh Penyedia Barang/Jasa dan dilaporkan kepada Koordinator Kontrak atau semua penagihan melalui Koordinator Kontrak. Rencana pemanfaatan ini harus disepakati oleh para pihak.3. Inisiatif pemanfaatan kontrak yang sedang berjalan dapat dilakukan oleh: a. 4.

Formalitas rencana kerja dan anggaran (WP&B dan AFE) menjadi tanggung jawab masing-masing Kontaktor KKS. Pelaksanaan 1. f. 4. Halaman 5 of 7 . Pengaturan pemberian sanksi dan pinalti akibat keterlambatan penyerahan barang dan/atau penyelesaian pekerjaan. 3.3 dan Bab XIII angka 4. g. b. Pengelolaan aspek financial. Pelaksanaan dalam kelompok usaha Kontraktor KKS disesuaikan dengan kebijaksanaan yang berlaku di dalam kelompok usaha tersebut. pengaturan program dan/atau jadwal pelaksanaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.3.1. Rencana pemanfaatan kontrak yang sedang berjalan ini harus dikomunikasikan dan disetujui oleh Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. 4. Perjanjian kerjasama memuat antara lain namun tidak terbatas pada hal-hal berikut: a. e. 5. Koordinator Kontrak atau pemuka (leader) adalah Kontraktor KKS pemegang Kontrak awal. diperlakukan sebagai Penambahan Lingkup Kerja (PLK). Masa kontrak. Pengurusan perijinan (Formalities).6. c. Apabila amandemen mengakibatkan penambahan nilai. Koordinator Kontrak bersama-sama Kontraktor KKS yang akan memanfaatkan Kontrak menyusun amandemen kontrak yang memuat antara lain hal-hal yang telah disepakati dalam perjanjian kerjasama. d. Ruang lingkup pekerjaan dan/atau jenis barang yang diperlukan. Hak dan Kewajiban para pihak. Ketentuan tentang persetujuan atau pelaporan mengikuti ketentuan Bab II angka 2. JK-001 2. Perjanjian kerjasama disusun antara Kontraktor KKS pengelola kontrak dengan Kontraktor KKS yang akan memanfaatkan. 2.

3. 5. maka penyelesaiannya terlebih dahulu dilakukan oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan dengan cara musyawarah/ mufakat. Ketentuan impor barang diberlakukan sesuai ketentuan yang berlaku pada masing-masing Kontraktor KKS yang bersangkutan. 4. Apabila tidak terjadi kesepakatan. sesuai ketentuan yang berlaku. Jaminan pelaksanaan yang ada direvisi dengan mencantumkan nama pengguna barang/jasa yang baru sesuai perjanjian kerjasama dan apabila diperlukan nilai jaminan ditambah. Pelaporan pelaksanaan kontrak dilakukan oleh masing-masing Kontraktor KKS. ------ooo000ooo------- Halaman 6 of 6 . Pelaporan Koordinator Kontrak berkewajiban menyampaikan laporan formalitas kontrak awal. Penyelesaian Perselisihan Dalam hal terjadi perselisihan antara salah satu Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa. 4. maka Koordinator Kontrak membantu untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi dan harus diupayakan agar tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan lainnya.7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. JK-001 3.

Saling memberikan manfaat sumber daya seperti teknologi. Kerjasama jangka panjang. 3. 3. keahlian. Dilandasi dengan kepercayaan. JK-002 SISTEM KONTRAK KEMITRAAN (STRATEGIC ALLIANCE) 1.9.5. DEFINISI Kontrak Kemitraan adalah Kontrak pengadaan barang/jasa berdasarkan konsep kerjasama jangka panjang dimana para pihak memberikan kontribusi sumber dana. 3. daya dan/atau fasilitas yang dimiliki/dikuasai dalam rangka mencapai sasaran strategis yang disepakati bersama antara penyedia dan pengguna barang/jasa.8. 3. pengalaman dan sumber daya lainnya dari para pihak yang disinergikan untuk mencapai hasil yang paling optimal dalam hal pengembangan suatu jenis barang/peralatan. Kerjasama yang erat dan interaktif dengan mengintegrasikan proses dan aktivitas utama. KARAKTERISTIK Kontrak kemitraan mempunyai karakteristik sebagai berikut: 3.7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3.4. 3. finansial. Perbaikan kinerja improvement). manajemen. dan saling menguntungkan (win-win). standar mutu dan penekanan biaya. TUJUAN Tujuan dari Kontrak Kemitraan (Strategic Alliance) adalah pemanfaatan potensi teknis.3. keahlian. Mempunyai komitmen dan obyektif bersama.2. keterbukaan. kepastian pasokan (security of supply). Halaman 1 dari 5 . 3.6. yang berkesinambungan (continuous Efisien dan efektif dalam desain konsep dan penerapannya. 2. 3. Pembagian risiko dan keuntungan (Risk & Benefit). dan proses.

Pengembangan suatu jenis barang/produk baru yang secara jangka panjang akan dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan produksi minyak dan/atau gas bumi. Hal-hal yang dapat dijadikan tolok ukur untuk menetapkan nilai strategis dalam melakukan evaluasi antara lain: a.2. maka kontrak kemitraan semakin diperlukan.2. Kompleksitas proses pengadaan dan rantai suplai yang berdampak pada harga dan ‘cycle time’. Nilai pengadaan b. c.2.5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.2. JK-002 4. menentukan kriteria calon mitra dan rencana pra-kualifikasi. 4. Penjajakan Pasar (market survey). Melakukan evaluasi potensi internal yang dapat disinergikan. Peranan barang/jasa tersebut dalam pelaksanaan operasi. Menyusun rancangan langkah-langkah yang diperlukan pada periode transisi antara lain tentang integrasi sistem & proses (perangkat keras dan lunak). Sasaran strategis ditentukan dengan melakukan evaluasi terhadap pengadaan barang/jasa di perusahaan yang berpeluang memberikan efisiensi yang besar bagi Kontraktor KKS.6. menyusun lingkup kerja awal. Sosialisasi.2. TATA CARA Kontrak Kemitraan dilakukan melalui tahapan Perencanaan. 2. Membuat model pengadaan barang/jasa yang sesuai dengan konsep kontrak kemitraan.4. Pemilihan Mitra dan Pelaksanaan kontrak. 4. Halaman 2 of 5 . d. PERENCANAAN Penentuan Sasaran Strategis 1.7. 4. Semakin tinggi peranan barang/jasa tersebut. 4. 4.

4.6. 4. Melakukan kunjungan ke pabrik atau fasilitas yang dimiliki calon mitra.5. Menetapkan metoda evaluasi bersama dengan calon peserta yang lulus tahap asesmen. Diskusi/ dialog.7. PEMILIHAN MITRA Pemilihan mitra menggunakan metoda pelelangan atau pelelangan terbatas.3. 4.3. SOSIALISASI Tahap sosialisasi dimaksudkan untuk: 4. Peserta pelelangan adalah calon peserta pengadaan yang telah lulus tahap asesmen.4.4. Menyusun dokumen pengadaan. 4. 4.4.3.4. antara lain dengan cara: 1. serta menetapkan tolok ukur keberhasilan (Key Performance Indicator). 3. Apabila calon peserta pengadaan yang lulus tahap prakualifikasi hanya 2 (dua) diteruskan dengan proses pemilihan langsung dan apabila yang lulus tahap prakualifikasi hanya 1 (satu) proses proses dinyatakan gagal.4.5. PENJAJAKAN PASAR Mencari sumber-sumber yang berpotensi untuk melaksanakan konsep pengadaan yang telah dibuat dengan cara: 4. 4. JK-002 4. Halaman 3 dari 5 . 4.3.6. Hasil asesmen digunakan untuk menetapkan calon peserta pengadaan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses selanjutnya. Melakukan prakualifikasi melalui asesmen terhadap kemampuan sumber-sumber yang berminat/ potensial.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.4. 4. 2. Membangun tujuan (obyective) bersama.5. Mengirimkan kuestioner. Menyamakan persepsi semua pihak tentang kontrak kemitraan yang akan dilaksanakan antara lain lingkup kerja serta hak dan tanggung jawab para pihak. Mengumumkan rencana pelaksanaan kontrak kemitraan melalui media cetak dan/atau media elektronik dan mengundang sumber-sumber yang telah diketahui.

pengkajian dan perbaikan atas pelaksanaan pekerjaan sesuai yang telah diatur di dalam Kontrak. baik keuntungan/manfaat/nilai tambah maupun kerugian dengan menggunakan konsep “seimbang/proportional” dan harus sudah disepakati sejak awal. Dalam pelaksanaan Kontrak Kemitraan dibentuk Tim Pengendali Bersama (Joint Performance Control Body) antara Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa. Halaman 4 of 5 . Mendorong pencapaian unjuk kinerja (performance) dan hasil produksi yang semakin efektif dan semakin efisien.5.6. b. Melakukan pengawasan. Waktu penyerahan atau penyelesaian pekerjaan. Nilai Total Cost of Ownership (TCO). f. 4. 3. Pengaturan resiko dan keuntungan (Risks & Rewards) meliputi pembagian atas hasil pencapaian yang relatif terhadap KPI. harus juga memuat ketentuan sebagai berikut: 1. JK-002 4. c. Mempersiapkan laporan pelaksanaan perihal angka 1) dan 2) diatas. g.4.6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Kualitas barang/jasa. 4. Mengukur unjuk kinerja (performance) berdasarkan parameter KPI (Key Performance Indicator). Ketentuan tentang pinalti telah tercakup didalam ketentuan tentang resiko dan keuntungan (Risks & Rewards). Tolok Ukur Kinerja (Key Performance Indicator). Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lindungan Lindungan (Health Safety and Environment) 2. Harga barang/jasa.6. h. PELAKSANAAN KONTRAK 4. Pemanfaatan barang/jasa produksi dalam negeri. e. Kriteria yang dapat dijadikan tolok ukur kinerja keberhasilan pelaksanaan kontrak maupun kinerja mitra. 2. Tingkat inventori atau sumber daya yang digunakan. dengan tugas: 1. Waktu yang diperlukan (cycle time). misalnya: a. Kontrak Kontrak selain memuat ketentuan umum. d.

5. 4. Pengaturan hak kepemilikan (proprietory right) dan hak intelektual (intellectual right) atas aset/fasilitas/patent yang dihasilkan dari pembiayaan bersama dimana biaya yang dikeluarkan Kontraktor KKS dibebankan sebagai biaya operasi. ---ooo0ooo--- Halaman 5 dari 5 . 6. JK-002 3. Pemutusan kontrak dini (Early termination) dapat dilakukan apabila mitra tidak menunjukkan kinerja (KPI) sesuai ketentuan yang telah disepakati secara berkelanjutan. Susunan dan tugas Tim Pengendali Bersama (Joint Performance Control Body). Pengaturan tanggung jawab dalam pengelolaan asset yang digunakan dalam kontrak. Dalam hal ini jaminan pelaksanaan dicairkan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

.

Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/penggunaan yang sama. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan cara Pemasokan Berdasar Permintaan (Call off Order) adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang/jasa dan meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya pengelolaan sumber daya.4. pelelangan atau 3. Pengadaan dilakukan dengan metode pemilihan langsung sesuai ketentuan. Halaman 1 dari 3 . dengan frekwensi atau jumlah pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekwensi kebutuhan pekerjaan tinggi.2. 3. DEFINISI Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call off Order) adalah kontrak pengadaan barang/jasa untuk jangka waktu yang relatif panjang (satu sampai tiga tahun) untuk suatu jumlah nilai tertentu dengan harga satuan yang telah disepakati.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. dimana pengguna barang/jasa dapat meminta Penyedia Barang/Jasa untuk menyerahkan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa sewaktu-waktu diperlukan dan pembayaran dilakukan terhadap sejumlah barang/jasa yang benar-benar dipergunakan atau dikerjakan.3. PERSYARATAN Perjanjian Pemasokan Berdasar Permintaan (Call off Order) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: 3. Apabila barang/jasa telah mampu diproduksi atau dikerjakan di dalam negeri maka harus menggunakan barang produksi dalam negeri dan/atau jasa dalam negeri. 3. 2. 3.1. Diterapkan bagi pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item). JK-003 PERJANJIAN PEMASOKAN BERDASAR PERMINTAAN (CALL OFF ORDER) 1.

Apabila dimungkinkan adanya penyesuaian harga. pemilihan langsung mengikuti 4. Di dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang kemungkinan penyesuaian harga. JK-003 4. 5. antara lain kemampuan untuk menyediakan barang/jasa sewaktu-waktu. Dilakukan prakualifikasi/asesmen untuk mengetahui kemampuan calon penyedia barang/jasa yang dapat diikutkan dalam proses pengadaan. Proses pelelangan atau ketentuan yang berlaku. Halaman 2 of 3 . PEMBUATAN KONTRAK 5. 5. 4. Di dalam kontrak dicantumkan tata cara pembayaran.1. Formula dan keadaan yang memungkinkan dilakukannya penyesuaian harga ditetapkan dalam Kontrak. 5. Dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang jumlah minimum nilai penggunaan kumulatif (minimum cummulative order) selama periode kontrak.2. Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS yang bertindak sebagi coordinator beberapa Kontraktor KKS menetapkan jenis barang/jasa yang akan diadakan dengan cara Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call off Order). Penyesuaian harga ditetapkan berdasar suatu formula tertentu yang akan berlaku apabila suatu keadaan tertentu (waktu. maka harga satuan yang disepakati harus ditetapkan berlaku minimal untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.jasa yang sama dari beberapa kegiatan dari 1 (satu) Kontraktor KKS atau untuk beberapa Kontraktor KKS dalam bentuk Kontrak Bersama (Joint Contract).4.3. Pada dasarrnya harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa Kontrak.1. Harga satuan yang berlaku dalam Kontrak adalah harga berdasarkan harga penawaran akhir dari Penyedia Barang/ Jasa.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Kontrak call off order dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan barang. 5. setelah atau tanpa melalui negosiasi. Jumlah setiap pembayaran adalah sebesar jumlah barang yang telah dipasok atau jasa yang telah dilaksanakan.2. TATA CARA 4. 5. kejadian) terjadi.5.

dikategorikan sebagai kelompok merah dan Kontrak dapat diakhiri lebih awal. Di dalam Kontrak dicantumkan ketentuan tentang sanksi dan terminasi dini.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 6. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan yang diminta oleh Kontraktor KKS. Permintaan untuk memasok barang menggunakan Surat Pesanan(SP)/Purchase Order (PO) dan permintaan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan atau Surat Perintah Kerja (SPK)/Service Order (SO). JK-003 5. Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memenuhi kewajiban secara berkesinambungan.6. 6. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. ----ooo000ooo---- 6. Halaman 3 dari 3 .1.2. PELAKSANAAN KONTRAK 6.

.

untuk 1 (satu) kelompok barang/jasa yang bersifat spesifik. yang dibuat berdasarkan harga satuan barang atau peralatan yang dikeluarkan resmi oleh pabrikan/principal yang berlaku umum.1. 2. JK-004 PERJANJIAN HARGA (PRICE AGREEMENT) 1. 3. Terdapat pabrikan dalam negeri maupun luar negeri yang bersedia melakukan ikatan perjanjian harga untuk suatu jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun. PERSYARATAN 3. Halaman 1 dari 5 .1. Perjanjian Harga (Price Agreement) dengan pabrikan (manufacturer) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan sebagai berikut: Merupakan kegiatan pengadaan bagi barang atau peralatan (equipment) tertentu yang dipakai secara luas dalam lingkungan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di Indonesia.1.2. untuk suatu jangka waktu tertentu.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan Perjanjian Harga (Price Agreement) adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang dan jasa tertentu dengan cara mengadakan perjanjian harga untuk suatu jangka waktu tertentu dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa. DEFINISI Perjanjian harga (price agreement) adalah perjanjian dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai pabrikan (manufacturer) atau agen tunggal (sole agent/sole distributor). 3.1. 3.

Pabrikan (manufacturer) bersedia membuat dan melakukan aktivitas purna jual (after sales service) di dalam wilayah negara Republik Indonesia. 2.2. 4. peralatan atau jasa yang diperlukan cukup besar sedemikian sehingga ekonomis untuk dilakukan perikatan harga jangka panjang. Pabrikan bersama BPMIGAS dan Kontraktor KKS bersedia melakukan upaya-upaya perbaikan untuk mendapatkan tingkat pelayanan yang lebih efektif dan biaya yang semakin efisien.3. bekerjasama dengan Perusahaan nasional.1.1.3. 3. Tersedia Agen Tunggal yang merupakan Perusahaan Nasional.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3. baik perbaikan kecil maupun perbaikan besar (overhaul).2. 4. 3. TATA CARA 4.2. Perjanjian Harga (Price Agreement) dengan agen tunggal (sole agent/sole distributor) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: Dilakukan untuk pengadaan barang/jasa bersifat spesifik. 3.1.4.1. Halaman 2 of 5 .1.1. PENETAPAN STANDAR JENIS BARANG ATAU PERALATAN Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS menetapkan jenis barang.2. 3. Digunakan secara luas oleh banyak atau oleh beberapa Kontraktor KKS. JK-004 3. atau 2. dengan mempertimbangkan kondisi antara lain sebagai berikut: 1.2. Tersedia daftar harga barang (price list) yang dikeluarkan oleh prinsipal yaitu pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan dan berlaku umum. peralatan atau jasa yang memungkinkan untuk diadakan melalui Kontrak perjanjian harga. yang memiliki perjanjian keagenan atau surat penunjukan keagenan dari pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan dan memenuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia. meliputi namun tidak terbatas pada: 1. Pelaksanaan perbaikan dan penyediaan sarana bengkel (workshop). Jumlah barang. Penyediaan suku cadang melalui Perusahaan Nasional yang ditunjuk sebagai agen atau agen tunggal.

Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS menetapkan satu atau beberapa jenis dan type barang dan peralatan yang dijadikan standar bagi penggunaan pada suatu kebutuhan pemakaian tertentu.3. JK-004 4. dengan kriteria antara lain sebagai berikut: 1.3. 4. agen tunggal atau penyedia jasa yang ditunjuk secara eklusif oleh pabrikan (manufacturer). 4. 4. 4.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 3 dari 5 . 2.2. 4. 2. Melalui proses negosiasi langsung dengan pabrikan untuk mendapatkan harga yang terbaik dalam pengadaan peralatan (equipment). 4. Jumlah penggunaan tinggi dan bersifat terus menerus diperlukan. Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS melakukan seleksi variasi jenis.2.1. Harga yang ditetapkan harus berbasis pada harga yang diberlakukan secara internasional oleh pabrikan. spesifikasi. 4.1. Melalui proses negosiasi langsung dengan pabrikan (manufacturer) bersama agen tunggal atau penyedia jasa tunggal untuk mendapatkan harga yang terbaik dalam pengadaan sukucadang atau jasa perbaikan peralatan.3. PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA Pemilihan Penyedia Barang/Jasa pada dasarnya menggunakan metode penunjukan langsung kepada pabrikan (manufacturer). PENETAPAN JENIS JASA Kontraktor KKS dengan/atau BPMIGAS menetapkan jenis jasa yang akan diadakan dengan cara Perjanjian Harga (Price Agreement).3. dengan tujuan untuk menyederhanakan (simplification) variasi jenis.2. Berdasarkan hasil seleksi. Harga yang diperjanjikan dapat berupa harga pasti atau berupa formula harga yang berbasis pada harga dengan kondisi tertentu. pabrik pembuat (merk) dan tipe (type) dari barang atau peralatan.1. 3.2. Jasa tersebut bersifat spesifik menurut ketentuan dalam pedoman ini. Penetapan harga yang diperjanjikan: 1.

2. 3.3. Harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa perjanjian yang ditetapkan sebelumnya.3. Negosiasi syarat dan kondisi (terms & conditions). Negosiasi harga atau formula harga. meliputi: 1. Membandingkan dengan harga yang telah disepakati dalam kontrak sebelumnya. Harga satuan atau formula harga satuan yang berlaku untuk perjanjian adalah harga berdasarkan harga setelah dilakukan negosiasi. Penawaran harga Panitia Pengadaan mengundang pabrikan atau bersama dengan agen tunggal atau penyedia jasa tunggal untuk mengajukan penawaran meliputi sekurang-kurangnya: 1. Syarat dan kondisi (terms & conditions) penjualan.3. 4. JK-004 4. Syarat dan kondisi penawaran tidak boleh menyebabkan Kontraktor KKS terikat sedemikian sehingga tidak boleh memiliki alternatif sumber pengadaan. Dilakukan negosiasi atas penawaran yang diajukan. 2.4. 2. 5.5. 5. Perubahan harga harus berdasar pada formula yang telah disepakati sebelumnya dan berdasar pada harga yang diberlakukan secara inetrnasional oleh pabrikan (manufacturer). Halaman 4 of 5 . 5.1. Harga atau formula harga yang didasarkan pada daftar harga (price list) yang diberlakukan secara internasional. di dalam negeri atau di negara lain.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3.3. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi kewajaran harga penawaran antara lain dengan: 1. Melakukan perhitungan normalisasi dan membandingkan hasil normalisasi dengan altenatif cara pengadaan yang lain 4. Penawaran jenis-jenis barang/peralatan/jasa lengkap dengan spesifikasi dan kemungkinan perubahannya.3. PEMBUATAN KONTRAK 5. Membandingkan dengan harga yang disepakati dengan pembeli lain. 2.

4. 6. Permintaan untuk memasok barang menggunakan Surat Pesanan(SP)/Purchase Order (PO) dan permintaan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan atau Surat Perintah Kerja (SPK)/Service Order (SO).5. Minimum order tidak diterapkan dalam Perjanjian Harga (Price Agreement). 6.2.1. ----ooo000ooo---- 6. 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memenuhi kewajiban untuk memenuhi permintaan Kontraktor KKS berdasar SP/SPK (PO/SO) secara berkesinambungan. dikategorikan sebagai kelompok merah dan perjanjian dapat diakhiri lebih awal. PELAKSANAAN KONTRAK 6.3. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. JK-004 5. Di dalam Kontrak dicantumkan ketentuan tentang sanksi dan terminasi dini. Halaman 5 dari 5 .

.

000.1. Kontrak MSA dapat dilakukan bila memenuhi persyaratanpersyaratan berikut: Diterapkan pada pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item). 2. Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/ penggunaan yang sama. alat kesehatan) harga satuan dapat lebih besar dari ketentuan tersebut.1. 3. PERSYARATAN 3.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3. dengan tingkat pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekuensi pekerjaan tinggi. 3. 3. JK-005 PERJANJIAN PEMASOKAN DENGAN BEBERAPA PENYEDIA BARANG/JASA (MULTI STANDING AGREEMENT / MSA) 1. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan kontrak Multi Standing Agreement adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang dan jasa. Ketentuan ini dikecualikan bagi barang/jasa tertentu yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS (antara lain: drill bit.1. ukuran. dengan selalu tersedianya pilihan/alternatif dari beberapa rekanan yang terikat kontrak harga satuan untuk suatu jangka waktu tertentu.000.00 (seribu dolar Amerika Serikat). Harga satuan (unit price) tidak lebih dari Rp10.00 (sepuluh juta rupiah) atau US$1. kualifikasi dan kemampuan dalam jangka waktu kontrak tertentu. Halaman 1 dari 4 .1.2.1. DEFINISI Multi Standing Agreement (MSA) adalah suatu perikatan kontrak harga satuan (unit price) dengan lebih dari satu rekanan secara simultan untuk pengadaan barang atau jasa yang sama/sejenis dalam hal spesifikasi.000.

Pemilihan penyedia barang/jasa: Dipilih 3 (tiga) penyedia barang/jasa yang menawarkan jumlah harga satuan terendah. 4. Di dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang kemungkinan penyesuaian harga. Proses pra-kualifikasi dan peraturan yang berlaku. Halaman 2 of 4 . 5. Disusun 3 (tiga) peringkat penawaran berdasarkan nilai jumlah harga satuan. Dilakukan dengan memilih harga satuan terendah untuk setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran peringkat 1 (satu) sampai dengan peringkat 3 (tiga).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 4. JK-005 4. proses pengadaan mengikuti 4.5. Kontraktor KKS menetapkan jenis dan perkiraan jumlah/nilai barang/jasa yang akan diadakan dengan jenis Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (MSA). Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/Owner Estimate (OE) merupakan daftar harga satuan (unit price) dan nilainya merupakan hasil penjumlahan harga satuan (unit price) yang ada dalam daftar tersebut. Pada dasarrnya harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa Kontrak. menyusun dokumen pengadaan dan tatacara evaluasi. Dalam hal ini apabila jumlah harga satuan lebih tinggi daripada HPS/OE. 5.2. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi kelayakan penggunaan metode Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (MSA). Penetapan calon pemenang dapat dilakukan: 1.5. 4.3. 4. dilakukan negosiasi.5. dilakukan negosiasi.1. 4.1. Secara keseluruhan jenis (item) barang/jasa dalam penawaran. atau 2.2. Harga satuan yang berlaku untuk setiap perjanjian adalah harga berdasarkan harga penawaran akhir dari masing-masing Penyedia Barang/Jasa terpilih. TATA CARA 4.2.1. PEMBUATAN KONTRAK 5. Kontrak perikatan harga satuan dibuat bagi masing-masing Penyedia Barang/Jasa yang telah terpilih. Dalam hal ini apabila harga satuan dari setiap jenis (item) lebih tinggi daripada harga satuan dalam HPS/OE.4.

SP/SPK (PO/SO) dapat diberikan sekaligus kepada lebih dari 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa pemegang perjanjian MSA.1. Apabila dimungkinkan adanya penyesuaian harga. Pengaturan mengenai sanksi dan terminasi dini. Dalam Kontrak ditetapkan ketentuan tentang jumlah hari keterlambatan maksimal yang dapat diterima oleh Kontraktor KKS. sehingga tidak ada komitmen terhadap pemegang kontrak MSA.4. Minimum order tidak dapat diterapkan dalam MSA. 6. Formula dan keadaan yang memungkinkan dilakukannya penyesuaian harga ditetapkan dalam Kontrak. 5. JK-005 Penyesuaian harga ditetapkan berdasar suatu formula tertentu yang akan berlaku apabila suatu keadaan tertentu (waktu. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan maka SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah kedua. 6. kejadian) terjadi. maka harga satuan yang disepakati harus ditetapkan berlaku minimal untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah.3.3. Dalam hal ini Penyedia Barang/Jasa peringkat 1 (satu) harus diberi porsi terbesar. Permintaan untuk memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan Surat Pesanan (SP)/Purchase Order (PO) atau Surat Perintah Kerja (SPK)/ Service Order (SO).5. 5. Halaman 3 dari 4 . PELAKSANAAN KONTRAK 6. 5.2. Dalam hal jumlah kebutuhan barng/jasa suatu saat cukup besar dan harus dipenuhi dalam waktu yang bersamaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Apabila pemegang MSA dengan harga satuan terendah kedua tidak mampu memasok barang atau melaksanakan pekerjaan maka SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah ketiga. 6.

Bagi Penyedia Barang/Jasa yang tidak bersedia menerima SP/SPK (PO/SO) atau gagal memenuhi kewajiban atas SP/SPK (PO/SO) 3 (tiga) kali dikategorikan sebagai kelompok merah dan perjanjian dapat diakhiri lebih awal. Nilai setiap SP/SPK (PO/SO) yang diterbitkan tidak boleh lebih besar dari Rp500.5.000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). ----ooo000ooo---- 6.4. Dalam hal jumlah hari keterlambatan melewati batas toleransi yang telah ditetapkan dalam kontrak.000. Kontraktor KKS dapat meminta Penyedia Barang/Jasa peringkat berikutnya yang terikat dalam Kontrak untuk memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa bersangkutan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Ketentuan ini dikecualikan bagi barang/jasa tertentu yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS (antara lain: drill bit. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang sudah menerima SP/SPK (PO/SO) tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa.6.000. 6. Halaman 4 of 4 . JK-005 6. alat kesehatan).00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

..............…………................................. Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa: 1.............. Proyek/Unit Kerja : …………………. (sesuai akte pendirian/ perubahannya/ surat kuasa......... : ............ Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama Jabatan Bertindak untuk dan atas nama Alamat Telepon/Fax :………………….. Saya/perusahaan saya tidak sedang dinyatakan pailit atau kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan atau tidak sedang menjalani sanksi pidana atau sedang dalam pengawasan pengadilan........... : ……………………................................... : PT/KOPERASI…………….............. Halaman 1 dari 8 . 2...... :……………………………………………........ PQ-001 FORMULIR ISIAN PENILAIAN KUALIFIKASI Pengadaan Kontraktor KKS : ... ........................... Saya tidak pernah dihukum berdasarkan putusan pengadilan atas tindakan yang berkaitan dengan kondite profesional saya...................................... : ………………………………..................Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No........…………………………................................. 3.……………………………...........................................................................…………………………............ Saya secara hukum mempunyai kapasitas menandatangani kontrak berdasarkan surat ....................... sebutkan secara jelas nomor akte pendirian/ perubahannya/ surat kuasa dan tanggalnya).......................................................

Data-data saya/perusahaan saya adalah sebagai berikut: A. Fax 2. Alamat Kantor Pusat (diisi. 4. 2. PQ-001 4. dalam hal yang menawar cabang perusahaan/bukan perusahaan pusat) No. Telpon No. 2. Telpon No. Umum 1. Nomor Akta b. Data Administrasi 1. 3. Ijin Usaha 1. Nama (PT/ KOPERASI) Status Alamat Pusat atau Cabang No. Nama Notaris Halaman 2 of 8 . 3. Tanggal c. Fax 4. Jenis Ijin Usaha Nomor Tanggal Masa Berlaku Instansi pemberi ijin usaha IUJK/SIUP/SIUI/TDP 3. Landasan Hukum Pendirian Perusahaan 1. Akte Pendirian PT/ Koperasi a.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

c. b. KTP Jabatan dalam perusahaan Nama No. KTP Warganegara Indonesia /Asing %ase .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Akta Perubahan Terakhir a. Data Keuangan 1. Komisaris (untuk PT): No 1 2 3 b. Direksi/Penanggung Jawab/Pengurus Perusahaan No 1 2 3 Nama No. KTP Jabatan dalam perusahaan B. PQ-001 2. Nomor Akta Tanggal Nama Notaris 4. Susunan Kepemilikan Saham No 1 2 3 4 5 … Halaman 3 dari 8 Nama No. Pengurus: a.

......Inventaris .. (dalam ribuan rupiah/satuan US$) AKTIVA I Aktiva Lancar .........................200x PT/Koperasi............................. ________________________ Jumlah : Rp......Pekerjaan dalam Proses Rp Jumlah (a) II Aktiva tetap ............ .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No...........................................Bank ..Bulan .Nama Jelas Halaman 4 of 8 ........ .......Utang pajak ........Utang lainnya Jumlah(d) V Utang jangka panjang (e) Rp Rp Rp Rp .... Neraca Perusahaan Terakhir per Tanggal......Gedunggedung III Rp Rp Rp Rp VI Kekayaan bersih (a+b+c)–(d+e) Rp Jumlah (b) Rp Aktiva lain (c) Rp Jumlah Rp Jumlah Rp *) Piutang jangka pendek (sampai dengan enam bulan): Rp.. Piutang jangka panjang (lebih dari enam bulan) : Rp.....Persediaan Barang Rp Rp Rp Rp PASIVA IV Utang jangka pendek .. Direktur Utama/Penanggung Jawab Perusahaan Materai Rp 6..............Piutang *) ........... Tahun.....000.....Kas ... PQ-001 2......Peralatan dan Mesin .Utang dagang . tanggal.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 1. Pajak Nomor Pokok Wajib Pajak Nomor/Tanggal Bukti Pelunasan Pajak Tahun Terakhir Nomor/Tanggal Laporan bulanan PPH/PPN tiga bulan terakhir 3. C. Data Personalia Tenaga ahli/teknis yang diperlukan (hanya untuk pekerjaan jasa). No Nama Tgl/bln/th Pendidikan lahir 2 3 4 Jabatan dalam “proyek” 5 Pengalaman Kerja. (tahun) 6 Profesi/ keahlian 7 Sertifikat/ Ijasah 8 1 Direktur Utama/ Penanggung Jawab Perusahaan Nama jelas Halaman 5 dari 8 . 2. PQ-001 3.

PQ-001 D. Data Pengalaman Perusahaan (3 paket Kontrak dengan nilai tertinggi yang pernah diselesaikan dalam bidang/ subbidang yang sesuai) Pemberi Tugas/ Pengguna Jasa Kontrak Nilai Tanggal Selesai Menurut Kontrak Berita Acara Serah Terima 10 No Nama Paket Pekerjaan Bidang / Sub Bidang Pekerjaan 3 Loka si Nama Alamat/ Nomor/ Telepon Tanggal 1 2 4 5 6 7 8 9 Halaman 6 of 8 . E.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Data Peralatan/Perlengkapan (hanya untuk pekerjaan jasa) No 1 Nama 2 Jumlah 3 Kapasitas (output) saat ini 4 Merk dan tipe 5 Tahun Kondisi baik/ pembuat rusak an 6 7 Lokasi sekarang 8 Bukti Kepe milikan 9 Catatan: bila diperlukan dapat dibuat rincian tersendiri untuk setiap jenis dan bukti-bukti surat pemilikan harus dapat ditunjukkan pada waktu diperlukan.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Data Pekerjaan Yang Sedang Dilaksanakan (hanya untuk jasa pemborongan) Pemberi Tugas/ Pengguna Jasa Kontrak Nilai Progres Terakhir Tanggal Prestasi Kerja 9 10 No Bidang Pekerjaan Bidang / Sub Bidang Pekerjaan 3 Loka si Nama Alamat/ Nomor/ Telepon Tanggal 5 6 7 1 2 4 8 G. Modal Kerja Surat dukungan pendanaan dari Bank: Nomor Tanggal : : Nama Bank : Nilai : Halaman 7 dari 8 . PQ-001 F.

....... Tanggal dan Cap Perusahaan (Nama Jelas) Jabatan Halaman 8 of 8 . ditemui bahwa data/dokumen yang kami sampaikan tidak benar dan ada pemalsuan...........Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No........ maka kami bersedia dikenakan sanksi administrasi yaitu dimasukkan dalam daftar hitam perusahaan dalam jangka waktu selama 2 (dua) tahun dan sanksi perdata dan pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku..…….... Apabila dikemudian hari.................. .... PQ-001 Demikian persyaratan ini kami buat dengan sebenarnya dan penuh rasa tanggung jawab.20xx PT/ Koperasi .. …............... Materai Rp6000..............

PENETAPAN KEMAMPUAN PEMBORONGAN.1. fp = 7 untuk penyedia jasa bukan usaha kecil.3 untuk penyedia jasa usaha kecil. KP. • 1.6 untuk penyedia jasa bukan usaha kecil. Penetapan kemampuan keuangan (KK) KK = fp. PQ-002 TATACARA PENGHITUNGAN KEMAMPUAN NYATA.KB Dimana: KB = kekayaan bersih fl = faktor likuiditas: fl = 0. Halaman 1 dari 4 .2. kemampuan menangani paket pekerjaan/proyek (KP). dan KD dapat menggunakan rumusan berikut : Perhitungan Modal Kerja (MK) MK = fl.MK Dimana: MK = Modal Kerja (hasil hitungan diatas) fp = faktor perputaran modal: fp = 5 untuk penyedia jasa usaha kecil. fl = 0.. 1. Cara perhitungan KK. fp = 8 untuk penyedia jasa asing.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. KEMAMPUAN PAKET DAN KEMAMPUAN DASAR 1.8 untuk penyedia jasa asing. dan kemampuan dasar (KD) untuk setiap sub bidang pekerjaan.. fl = 0. • NYATA UNTUK JASA Kemampuan Nyata adalah kemampuan penuh/keseluruhan penyedia jasa saat melakukan penilaian kualifikasi meliputi kemampuan keuangan (KK).

2 N 1. Penyedia jasa usaha kecil Penyedia jasa bukan usaha kecil atau b. Penetapan kemampuan dasar (KD) KD = 2 NPt Dimana: NPt = Nilai paket tertinggi berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. 2. Penyedia jasa golongan asing Dimana: N adalah jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat yang bersamaan selama kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.3.. PQ-002 1.5.2 N 1.. maka KP maximum ditetapkan sbb : a. 8 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Untuk nilai pekerjaan dengan umur lebih dari 2 (dua) tahun. Sisa kemampuan keuangan (SKK) dan sisa kemampuan menangani paket pekerjaan/proyek (SKP) untuk jasa pemborongan: SKK = KK – ∑ Nilai paket pekerjaan/proyek yang sedang dilaksanakan SKP = KP – Jumlah paket pekerjaan/proyek yang sedang dilaksanakan 1. KP = KP = KP = KP = 3..4. Kemampuan proyek adalah kemampuan menangani proyek pada saat yang bersamaan untuk setiap sub bidang pekerjaan. dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang dengan menggunakan perhitungan “present value”. Penetapan kemampuan menangani paket pekerjaan (KP) 1. Dengan memperhatikan kemampuan manajemen proyek yang dapat dilakukan oleh penyedia jasa. Halaman 2 of 4 .

pemasokan barang atau jasa lainnya dapat menggunakan rumusan berikut: 2. Pengalaman pekerjaan dapat menggunakan rumus berikut: 3. NPt = dilakukan konversi dengan Nilai paket tertinggi berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. Nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang dengan “present value” menggunakan perhitungan sebagai berikut : NPs = Dimana: NPs = Nilai pekerjaan sekarang Npo = Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (bila ada) pada saat penyerahan pertama/professional hand over (PHO). NILAI KONVERSI PENGALAMAN PEKERJAAN. Kemampuan dasar untuk jasa konsultansi KD = 3 NPt 2.1.2. PQ-002 2.. Penetapan kemampuan dasar untuk pemasokan barang atau jasa lainnya KD = 5 NPt 3. Halaman 3 dari 4 Io Npo x ------Is . 3. Io = Indeks Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan PHO.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.. Is = Indeks BPS pada bulan penilaian prakualifikasi (bila belum ada dapat dihitung dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-bulan sebelumnya)..2. Penetapan kemampuan dasar untuk jasa konsultansi.1. PENETAPAN KEMAMPUAN DASAR UNTUK JASA KONSULTANSI DAN PEMASOKAN BARANG/JASA LAIN..

Untuk pemasokan barang: indeks perdagangan besar barang-barang yang sesuai. PQ-002 Indeks BPS yang dipakai adalah: • Untuk jasa pemborongan: indeks perdagangan besar barang-barang konstruksi atau lainnya yang merupakan komponen terbesar dari pekerjaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. • • • Indeks yang digunakan dicantumkan didalam dokumen kualifikasi. Untuk jasa konsultansi: indeks biaya hidup (consumer price index / CPI). Untuk jasa lainnya: indeks yang sesuai. ---ooo0ooo--- Halaman 4 of 4 .

eksplorasi dan produksi.01. Boilers. engines. jalan dan konstruksi. equipment and materials. Selubung sumur. equipments and parts. accessories and parts. MECHANICAL AND ELECTRICAL Container. 02. Peralatan/suku cadang pemboran. CONSTRUCTION. Peralatan/suku cadang pengolah dan pemurni minyak/gas /kimia. pengangkat dan pengangkut. Halaman 1 dari 12 . 03. equipment. pompa dan kompresor. PRODUKSI DAN PENGOLAH LANJUTAN Activities Section /Group PURCHASING: GOODS EXPLORATION. 01. A. 05. Instrumentation and machinery accessories. equipment. PRODUCTION AND PROCESSING Drilling exploration and production.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. tubing and accessories. hoisting /lifting and transportation. mesin. Building. generators. turbin. Peralatan/bahan lumpur/kimia pemboran dan penyemenan. 02. Peralatan/suku cadang bangunan. plants. pumps and compressors. pembangkit listrik. MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL 01. parts and accessories.02. pipa produksi dan kelengkapannya. Drilling mud and cementing. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan PENGADAAN BARANG EKSPLORASI. KONSTRUKSI. Peralatan/suku cadang instrumentasi dan kelengkapan mesin. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode A A. equipment and parts. turbines. 04. packing. road and construction. accessories and parts. Oil. Peralatan/suku cadang pengemas. 03. Well casing. Peralatan/suku cadang boiler. gas and chemical.

chains. ropes. valve. Explosives. CHEMICALS AND EXPLOSIVES Chemicals. 02. pemadam kebakaran dan lindungan lingkungan. 08.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. A. Telecommunication. senjata api dan amunisi. packaging. equipment and parts. BAHAN KIMIA DAN BAHAN PELEDAK 01. navigasi. dan penyambung. 05. 09. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Mechanical and electrical. bahan pengikat dan kelengkapannya. Tools and other shop equipment. equipment and accessories. Measuring. tali baja. gun and ammunitions. 07. bahan kemasan. lubricant and paints. Bahan kimia. Peralatan/suku cadang telekomunikasi. katup. Alat-alat kerja dan peralatan bengkel. fitting and flanges. selang. fasteners and general hardware. survey and laboratory. Buildings and tanks materials.03. Peralatan/suku cadang keselamatan kerja. accessories and parts. 06. equipment. fuel. bahan bakar. 10. Peralatan/bahan bangunan/ tangki. Pipa. metals. dan komputer. Peralatan/suku cadang/bahan peledak. 04. Fire safety and environmental conservation equipments and materials. navigation and computers. Peralatan/suku cadang mekanikal serta elektrikal. Halaman 2 of 12 . survai dan laboratorium. rantai. pelumas dan cat. Tubular goods. hoses. Peralatan/suku cadang alat ukur. bahan metal/ bukan metal. non metals.

MEDICALS AND HOUEHOLD Ofice. 02. equipment. KESEHATAN DAN RUMAH TANGGA Activities Section /Group OFICE. kesenian. accessories and supplies. Peralatan/suku cadang/bahan pertanian. perlengkapan. perkebunan.04. Agricultural equipment and parts. dan kehutanan. household and housing/club requisites. olah raga. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode A. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan KANTOR. pergudangan dan perlengkapan pegawai. WAREHOUSE. 03. peternakan. Halaman 3 dari 12 . farmasi dan obatobatan. peragaan/ visualisasi. Furniture. barang cetakan. warehouse and personnel. Medical equipment. Peralatan/suku cadang kesehatan. 04. 01. perabotan dan bahan-bahan kebutuhan rumah tangga. Peralatan/perlengkapan tulis. PERGUDANGAN. accessories and materials. perikanan. kantor. pendidikan. Peralatan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

Building and plants. Halaman 4 of 12 . Interior. 05. 07. Jetty. jembatan. Pertamanan dan lanskap. Dam. Water and waste treatment. Dermaga. landasan dan lokasi pemboran darat/rawa. 02. Housing. Activities Section /Group PROJECTS CIVIL WORKS Drainage. 10. penahan gelombang dan penahan tanah (talud). 11. B. Ofshore production platform and facilities. 03. 09. Pemboran air tanah. Onshore production facilities. Bendung dan bendungan. Roads. 06. channel and other water system. bridges.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 13. Reclamation and dredging. Drainase dan jaringan pengairan. Bangunan pengolahan air bersih dan limbah. 08. Jalan.01. Interior. 14. 04. Fasilitas produksi darat. Pipeline and supports. Perumahan dan permukiman. Gedung dan pabrik. pier and bandwall. field and onshore/swamp drilling foundation. Gardening and landscaping. 12. Water well drilling. Reklamasi dan pengerukan. Jalur pipa dan fasilitas pendukungnya. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA PEMBORONGAN PEKERJAAN SIPIL 01. Fasilitas produksi dan platform lepas pantai.

Meteorologi dan geofisika. 02. Pekerjaan mekanikal. Mechanical services. heat exchanger. Vessels. heat exchanger. 06. heater. tanks and pipe fabrication. 04. 02. Pemasangan & pemeliharaan instrumentasi. heater. 04. structure and pile . Pemasangan alat angkut dan alat angkat. Pembangkitan dan jaringan transmisi listrik. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. Information and communication technology network installation. 05. BIDANG RADIO. Platform. 08. lift and convey facilities. Pemasangan jaringan teknologi informasi dan telekomunikasi. Radio. navigation and SAR facilities. sarana bantu navigasi laut/udara.03. telekomunikasi. SBM. telecommunication. Tata Udara.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 03. Pabrikasi vessels. Electric installation and other electrical services. Air conditioning. TELEKOMUNIKASI DAN INSTRUMENTASI 01. bolier. Pabrikasi platform. rambu sungai dan peralatan SAR. tanki dan pipa. Instrument installation & maintenance. TELECOMMUNICATION AND INSTRUMENTATION Meteorology &geophysics Radio. mooring facility. RADIO. struktur dan pancang. B. Halaman 5 dari 12 . 07. Instalasi kelistrikan dan jasa kelistrikan lain.02. boiler. 01. Pemasangan fasilitas produksi dan fasilitas lain lepas pantai. Ofshore production facilities. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG MEKANIKAL/ELEKTRIKAL Activities Section /Group MECHANICAL AND ELECTRICAL Generating and electric transmission. Hoist. DBM. 03.

Marine vessels and production facilities scraping. 07. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG LOGAM. BIDANG PERTANIAN 01. Pemboran seismic. 04. Pembangunan dan reparasi kapal. BIDANG PERTAMBANGAN MINYAK/GAS BUMI & PANAS BUMI 01. B. B. peti kemas dan lain-lain yang sejenis. Pekerjaan pemancingan Halaman 6 of 12 . Barak. KAYU DAN PLASTIK Activities Section /Group METALS. 01. AGRICULTURES Agriculture and fish nursery. Pemboran hidrolik. Penjajagan dan pemindaian. Hydraulic drilling services.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 03. 04. Seismic drilling services. Directional drilling services. Reboisasi/penghijauan. 03. Pemboran terarah. WOOD AND PLASTIC Ship building and repair.04. Coring services. 05. 02. Ofshore drilling services. 06. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. Pemboran rawa dan lepas pantai. Pembesituaan kapal dan fasilitas produksi. Replanting and plantation. Pemboran inti. OIL & GAS AND GEOTHERMAL Survey and seismic. 05. Pengangkatan kerangka kapal. Fishing services.05. 02. Pemboran darat. Onshore drilling services. Pembibitan/pembenihan tanaman dan perikanan. 02. Living quarter/cabins/ camps and container. Vessel floatation. 08. Forging and forming. Pengecoran dan pembentukan.06.

Stimulasi sumur dan penambangan sekunder. di darat atau laut. Well logging and perforating services. Provision: oil and gas trunk line. 10. Pengujian lapisan bawah tanah. Perawatan fasilitas produksi. 13. Production facilities maintenance services. Onshore & offshore oil and gas storage facilities provison. Well stimulation and secondary recovery services. Work over and well maintenance services (including wireline and snubbing). Penyemenan sumur. 14. 22. 15. Pekerjaan ulang/work over dan perawatan sumur. Pemasangan dan perawatan pompa produksi. Well production test. mud engineering and mud services. Pelayanan casing dan tubing. 21. Penyewaan alat penyimpanan minyak dan gas. 12. Miscellaneous oil gas mining services. Jasa pertambangan minyak dan gas bumi lainnya. Rekayasa lumpur dan jasa lumpur lainnya. 19. Penyewaan jaringan pipa pengaliran minyak dan gas bumi. 16. Penyewaan menara pemboran darat atau laut. 11. Pengujian produksi sumur. 09.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Casing and tubing setting services. DST test. Well cementing services. 18. Onshore and offshore drilling rig provision. 20. Oil well pump installation and maintenance services. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Mud logging. Halaman 7 dari 12 . Loging dan perforasi. 17.

Printing and binding Maintenance and repair: ofice equipment. preserved items. Convection. Jasa importir/eksportir. 07. Writing and translation. 12. 09. Jasa penulisan dan penerjemahan. C. Catering. Maintenance and repair: land/sea/air transport equipment. Pemeliharaan/perbaikan alat/peralatan kantor. pemotretan. pest control. pengangkutan. 01. pengurusan dan penyampaian barang melalui darat/laut/udara. 08. termite control dan fumigasi. fauna dan lain-lain. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode C. Maintenance and repair: library. Perawatan komputer. Importation /exportation formalities. Advertising. electronics /telecommunication equipments . Penjahitan/konpeksi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 13. 03. fauna etc. 05. Cleaning. Labor supply. Maintenance and repair: computers. 10. pest control. Packing. film and photography. Pengepakan. transportation and courier services. termite control and fumigation. Penyedia tenaga kerja. Jasa pembersihan. Pemeliharaan/perbaikan pustaka. barang-barang awetan. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA LAINNYA Activities Section /Group GENERAL SERVICES Halaman 8 of 12 . alat/peralatan elektronik/telekomunikasi. film. 11. Jasa boga. 06. Pemeliharaan/perbaikan alat/peralatan angkutan darat/laut/udara.00. Percetakan dan penjilidan 02. 04. Iklan/reklame.

Pekerjaan jasa lain-lain. yards. 19. Penyewaan peralatan/ perlengkapan pemboran. 18. 20. Jasa asuransi. gudang dan perlengkapan terkait. 14. 16. Miscellaneous services. production/ construction equipment. Rental/lease: tools. 22. Penyewaan alat angkutan darat/laut/udara. Rental: Drilling tools. Penyewaan rumah. offices. Pengadaan/pembebasan tanah. Land procurement and formalities Accommodation and travel.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Insurance. warehouse and related equipment. 21. Lease: Housing. landing yards. Jasa penyelaman/pekerjaan bawah air. Akomodasi dan angkutan penumpang. Diving and underwater services. lapangan penumpukan. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Rental/lease: transport equipment. Halaman 9 dari 12 . kantor. 17. Penyewaan peralatan kerja/produksi/konstruksi. 15.

03. Sarana/prasarana transportasi laut. Angkutan barang. Sea technology. sea. Terminal system. BIDANG TRANSPORTASI 01. 03. D. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA KONSULTANSI BIDANG PEKERJAAN UMUM Activities Section /Group CONSULTANCY BUILDING AND CONSTRUCTIONS Building and plants. Bendung dan waduk. Transmission network. D. Sea transport equipment and infrastructures. rawa dan pantai. Technologi kelautan. TRANSPORTATION Land. 08. Sungai. River. swamp and shore. Environment technology. 02. udara. 07. Goods transportation. Sarana/prasarana transportasi sungai dan penyeberangan. Bangunan gedung dan bangunan pabrik. 06. sungai dan penyeberangan. river and channel transportation. Air transport equipment and infrastructures.02. Halaman 10 of 12 . Transport equipment and infrastructures: land. 04. Perumahan dan pemukiman. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. Transport equipment and infrastructures: river and channel. laut. Sarana/prasarana transportasi udara. Housing and camps. 06. Jaringan. Teknik lingkungan. Road and bridges. 07. 01.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. air. Sarana/prasarana transportasi darat. Transportasi darat. Jalan dan jembatan. 02. 05. Sistem terminal. 05.01. Water dam. 04.

Fishery. D. 02. Agriculture. Electronics. Industri Kimia. Industri Bahan Bangunan. Perindustrian lainnya. Pertanian lainnya. 03. Building materials. Kehutanan. 04. BIDANG PERTANIAN 01. Other agriculture services. Other power generating services. 01. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG PARIWISATA. AGRICULTURE Farming. POST AND TELECOMMUNICATION Post and telecommunication system. Industri Mesin dan Logam. 05. Conservation and replant. POWER GENERATION Electric transmission and distribution. 02. Industri Elektronika. Konservasi dan Penghijauan. 06. 02. Forestry. Sistem/teknologi pos dan telekomunikasi. 02.04. 04. BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA 01. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. Pembangkitan tenaga lainnya. D. Halaman 11 dari 12 . POS DAN TELEKOMUNIKASI Activities Section /Group TOURISM.03. BIDANG PERINDUSTRIAN 01. Perikanan.06. 05. Industri Hasil Pertanian.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 03. Pariwisata dan perhotelan D. Chemistry. INDUSTRY Machinery and metals. Distribusi dan Transmisi.05. Perkebunan/pertanian/ peternakan. Tourism and hotels. Other industrial services.

Keuangan. education.08. 04. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D.07. banking and finance. human resources and community. Jasa survey. Manajemen. Kesehatan. 06. Kependudukan. Research and study. Perbankan. Asuransi. 05. 02. Pendidikan. Supervision. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan MENURUT LINGKUP LAYANAN PEKERJAAN Activities Section /Group GENERAL CONSULTANCY Survey. 01. OTHER CONSULTANCY Insurance. Technical engineering and planning. Legal and information. Study kelayakan. Sub bidang lainnya. D. 03. Health. Sumber Daya Manusia. Other consultancy services. BIDANG LAIN-LAIN 01. Perencanaan Umum. 03.. Perencanaan teknis. 02. Halaman 12 of 12 . Penelitian. Hukum dan penerangan. 04. Management. Pengawasan 07. General planning.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Feasibility study.

DF-001 DAFTAR KELOMPOK BARANG KEBUTUHAN KEGIATAN UTAMA EKSPLORASI DAN PRODUKSI No. Generator. 05. Compressors and Equipment Accessories and Parts Chemicals. Pipa Alir Kerangan dan Kelengkapannya Material Penyambung Pipa Besi Baja Konstruksi Utama Mesin. Kepala Sumur. Alat-alat Produksi dan Mata Bor Selubung Sumur. 11. serta Kelengkapan dan Rincikannya. Christmastree and Accessories Production Subsurface Pumps and String Component Pipes and Tubes Valves and Accessories Pipes and Tubes Fittings Structural Steel / Primary Construction Steel Engines. 01. Pompa. 06. 08. 04. Turbin. Fuel and Lubricants (Oil) Explosives Halaman 1 dari 1 . 13. 10. Bahan Bakar dan Minyak Pelumas Bahan Peledak Basic Specification Drilling and Production Tools and Drilling Bits Casing . Spesifikasi Dasar Pengeboran. Bahan Kimia. Pembangkit Daya Listrik. Silang Sembur dan Kelengkapannya. 03. Tubing and Accessories Drilling Mud and Cementing. Pipa Produksi dan Kelengkapannya Peralatan dan Material Lumpur Pengeboran dan Penyemenan Peralatan dan Kesistiman Penggantung Pipa Produksi Peralatan Pancing dan Perbaikan Lubang Sumur. 02. Kompresor. Pompa Produksi Bawah Tanah dan Rangkaian Penggeraknya. Turbines. 07. Pumps. 12. 09. 14. Materials and Equipment Liner Hanger Systems Fishing Tools and Repair Tools Wellhead.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

.

55% saham dimiliki WNI 2.000.000.660.000.250.00 Pabrikan berstatus Perusahaan Dalam Negeri.03 2.250.905.00 % d=e/c Nilai Rp.229.38 1.000.350.000.38 i 40.00% 10.00 1.254.00 26.000.660.00 c 25.000.329. e Nilai Rp.000.00 28.254.00% Lampiran No. b Biaya Produksi Langsung (HPb) Transport & Handling (TH) Jumlah Komponen Biaya A Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 2.176.03 I Halaman 1 dari 3 . CP-001 Harga Evaluasi HE TKDN: (100%/(100%+Pb))*HPb Uraian Harga Penawaran Komponen Dalam Negeri (TKDN) HE PSp: ((100%/(100%+PSp)) * (HE TKDN + TH) Per ingkat Nilai Rp.100.905.250.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH-1 Penghitungan HE-TKDN & HE-PSp Barang dengan TKDN ≥ 25% Pe nye dia Ba rang a Preferensi Harga Barang (Pb) Maksimal 15% Preferensi Status Perusahaan (PSp) = 2.000. h 23.000.00 24.100.176.000.50% 24.000.000.5% Rumus f 40% x 15% % g=d*15% 6.834.000.000.000.000.584.000.00 26.

000.976.000.000.00 28.159.590.000.408.000.305.00 Pabrikan berstatus Perusahaan Nasional 2.050.000.076.674.00 1.350.75% 25.542.265.000.715.408.000.168.70 C Pabrikan berstatus Perusahaan Dalam Negeri.209.674.000.00 30.50% 26.00 30% x 15% 4.076.00 25% x 15% 3.000.00 1.000.000.000. 75% saham dimiliki BUMN 2.976.470.000.00% 7.00% 6.000.00 25.56 2.12 III Halaman 2 of 3 .00 26.076.000.000.500.56 II B 26.56 25.000.00 2.70 1.50% Lampiran No.976.00 28.00% 30.215.625.12 2.715.000.000.000.000.56 1.050.395.132.444.000.090.000.168.775.00 25.976.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Transport & Handling (TH) Jumlah Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) Biaya Produksi Langsung (HPb) Transport & Handling (TH) Jumlah Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 24.159.00 27.000.000.00 28.500.000.463.00 0. CP-001 23.00 27.000.000.000.590.305.076.463.000.

Harga Evaluasi Status Perusahaan (HE PSp) = (100%/(100%+kolom g)) x [HE TKDN + Komponen Biaya Transport & Handling (TH)] c. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan..d. CP-001 PENJELASAN: 1. Komponen Bukan Biaya = Nilai Penawaran Komponen Bukan Biaya.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 2. Biaya Transport & Handling (TH) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Transport & Handling. Biaya Produksi Langsung Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Produksi Langsung Barang. Kolom (h): a. dengan memperhatikan Status Perusahaan. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. data dikutip dari formulir SC-12A baris I yang relevan. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. Jumlah Nilai Penawaran = Jumlah Komponen Biaya + Komponen Bukan Biaya. 3. Harga Evaluasi Penawaran (HEP) = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . e. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.a. Nilainya harus sama dengan nilai penawaran dan jumlah nilai dalam perincian penawaran. c. Kolom (g): a. b. 5. Komponen Biaya = Biaya Produksi Langsung Barang + Komponen Biaya Transport Handling + Biaya Lain yang terkait dengan penyerahan barang pesanan yang tidak termasuk Komponen Bukan Biaya d. 4. Kolom (c): a. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = (100%/(100%+kolom g)) x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan.

.

45 2.992.000.00 28.000.00 i Pabrikan berstatus Perusahaan Dalam Negeri.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.00 c 25.000.494.558.20% Harga Evaluasi HE TKDN: (100%/(100%+Pb))*HPb Pe nye dia Nilai Penawaran Uraian Komponen Dalam Negeri (KDN) HE PSp: (100%/(100%+PSp)) * HE TKDN Nilai Rp.00 1.000.000.500.000.000.000.492.45 I Halaman 1 dari 3 . h 23.870. a b Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya A Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 2.50% 24.000. 55% saham dimiliki WNI 2.000.000.000. CP-002 CONTOH-2 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Pengadaan Barang Produksi Dalam Negeri dan Produksi Luar Negeri Preferensi Harga Barang (Pb) Maksimal 15% Preferensi Status Perusahaan (PSp) = 2.456.000.00 26.00 Nilai Rp.00 TKDN (%) d=e/c 28.322.000.00 25.00 26.000.494.500.81 Per ing kat Nilai Rp.558.5% Rumus f 28% x 15% % g=d*15% 4.322.500.000.500.000.81 1.870.000.000.000. e 7.456.

000.000.000.000.470.500.300.00% 0.500.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya B Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya C Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 24.000.000.000.000.75% 0.084.33 25.00 2.00 24.000.000.00 Pabrikan bertatus Perusahaan Nasional.000.00% 25.831.00 25.000.000.457.831.000.00 23.030.457.200.000.00 0.00 27.000.200.614.000.33 II III Halaman 2 of 3 .00 NA 0.970.000.00 Agen barang impor 2.00 25.000.00 25.000.000.000.00 25.084.125.33 2.00 25% x 15% 3.000.200.00 6.030.000.00 1.00% Lampiran No.000.114.200.00 0.00 27.470.00 25.000. CP-002 24.200.300.500.000.000.000. 2.000.000.457.000.000.000.000.00 28.831.00 1.00 1.000.000.00 27.457.000.831.000.33 1.

Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV.. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. Kolom (h): a. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. Biaya Transport & Handling (TH) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Transport & Handling. Jumlah Nilai Penawaran = Jumlah Komponen Biaya + Komponen Bukan Biaya. 2. Biaya Produksi Langsung Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Produksi Langsung Barang. 3. Nilainya harus sama dengan nilai penawaran dan jumlah nilai dalam perincian penawaran. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = (100%/(100%+kolom g)) x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. c. Harga Evaluasi Status Perusahaan (HE PSp) = (100%/(100%+kolom g)) x [HE TKDN + Komponen Biaya Transport & Handling (TH)] c. CP-002 PENJELASAN: 1. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. dengan memperhatikan Status Perusahaan. Harga Evaluasi Penawaran (HEP) = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . Komponen Biaya = Biaya Produksi Langsung Barang + Komponen Biaya Transport Handling + Biaya Lain yang terkait dengan penyerahan barang pesanan yang tidak termasuk Komponen Bukan Biaya d. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. b. Kolom (g): a. 4. Komponen Bukan Biaya = Nilai Penawaran Komponen Bukan Biaya. data dikutip dari formulir SC-12A baris I yang relevan. Kolom (c): a.a. e. 5.d.

.

5% Formula (f) 60% x 7.258. CP-003 Penye dia Jasa Uraian Harga Penawaran Komponen Dalam Negeri (TKDN) Harga Evaluasi HE TKDN= (100%/(100%+Pj)*HPj PeringHE PSp= kat (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Nilai (Rp) (h) 71.00 Perusahaan Dalam Negeri 100% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di Indonesia 6.000.5% Preferensi Status Perusahaan (PSp) Maksimal 7.5%) 4.000.250.250.000.250.000.258.102.000.000.00 81.000.000.00% Nilai (Rp) (e) 45.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Contoh-3 Penghitungan HE-TKDN & PSp JASA LAINNYA dengan TKDN ≥ 35% Preferensi Harga Jasa (Pj) Maksimal 7.770.82 I Halaman 1 dari 3 .50% Lampiran No. (a) (b) Komponen Biaya (HPj) Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) (c) 75.82 (i) Nilai Rp.000.00 73.00 A 6.00 % (d=e/c) 60.23 66.763.334.000.000.50% 7.102.5% % (g=d*7.928.000.013.

000.00 50.00 50% x 7.00 79.19 73.000.675.928.388.523.514.000.349.000.048.20 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri (Leader) + Perusahaan Nasional 50% oleh Perusahaan Dalam negeri 50% di Indonesia 7.000.000.000.175.523.675.253.00% Lampiran No.175.500.000.000.000.211.00 83.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Komponen Biaya (HPj) Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) Komponen Biaya (HPj) Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 72.000.048.048.000.000.5% B 7.56 67.000.00 40.000.00% 73.347.5% 3.00 29.000.75% 0.000.00 40% x 7.00% 5.20 3.000.00 80.012.00 76.675. CP-003 70.012.00 74.675.000.000.012.00 C 7.00 38.000.19 III Halaman 2 of 3 .19 II Perusahaan Nasional 100% oleh Perusahaan Nasional 60 % di Indonesia 7.347.036.000.000.253.

d. Kolom (c): a. Komponen Bukan Biaya = Nilai Penawaran Komponen Bukan Biaya.d. 6.b. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12B kotak VI. Komponen Biaya (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Pengerjaan Jasa Langsung. Kolom (f): diisi dengan “% TKDN * 7. Nilainya harus sama dengan nilai penawaran dan jumlah nilai dalam perincian penawaran. Harga Evaluasi Penawaran (HEP) = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . 3. Kolom (g): a. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. data dikutip dari formulir SC-12B kotak B. c. CP-003 PENJELASAN: 1. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c). Kolom (h): a.d. 4. data dikutip dari formulir SC-12B kotak C. data dikutip dari formulir SC-12B kotak VI. Jumlah Nilai Penawaran = Jumlah Komponen Biaya + Komponen Bukan Biaya.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Harga Evaluasi Status Perusahaan (HE PSp) = [100%/(100%+kolom g)] x (HE TKDN) c. b.5%” 5. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12B kotak VI.d. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 15% b. dengan memperhatikan Status Perusahaan. 2. b..

.

775.00 Nilai Rp.000.00 80.00 Penawaran (HEP) 8.00 % (d=e/c) 35.500.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.000.000.5% 5.92 Nilai Rp. (h) 72.000.000.000.250.50% 72.108.00 50.000. (e) 26.12 (i) Perusahaan Dalam Negeri 100% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 7.000.00 5.000.00 29.000.500.25% 3. (c) 76.510.500.619.43 77.250. CP-004 CONTOH .096.00 2.819.4 Penghitungan HE-TKDN & PSp Jasa Pemborongan Bukan Jasa Konstruksi dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai ≥ Rp50 milyar (≥ US$5 juta) Preferensi Harga (P) Penye dia Jasa Komponen Dalam Negeri (TKDN) Barang (Pb) Maksimal 15% Jasa (Pj) Maksimal 7.277.362.000.75% Harga Evaluasi HE TKDN (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Uraian Harga Penawaran HE Status Perusahaan (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Gabungan Pering -kat (a) A (b) Komponen Biaya Barang (HPb) Komponen Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Nilai Rp.684.60 II Halaman 1 dari 3 .00 35.5% % (f) (g=d*P) 35% x 15% 50% x 7.5% Status Perusahaan (PSp) Maksimal 7.000.000.00 Biaya Harga Evaluasi 89.151.275.00 81.60 Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan 8.151.000.000.273.273.000.69 4.000.503.346.085.000.750.

650.70 III Halaman 2 of 3 .600.112.27 4.000.303.75% 72.41 29.53 35.000.120.883.00 50.000.00 Biaya Harga Evaluasi 87.000.819.00 81.5% 5.000.375.000. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.236.108.000.780.000.000.000.000.000.113.000.128.028.000.00 0.000.00 29.00 72.500.70 I Perusahaan Nasional.00 35.43 77.00 3.750.00 Penawaran (HEP) 76.00 80.00% 72.303.000.000.00% 35% x 15% 50% x 7.650.00 7.277.00 Penawaran (HEP) C Komponen Biaya Barang (HPb) Komponen Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan 7.488.5% 5.000.000. 50% oleh Perusahaan Nasional 60 % di wilayah Indonesia 7.303.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Komponen Biaya Barang (HPb) Komponen Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan 7.00 2.236.500.000.000.96 5.000. CP-004 68.25% 3.000.500.00 5.000.000.65 76.108.000.000.120.00 84.100.000.451.236.000.650.93 26.000.00 25.915.00 80.610.25% 3.53 36.000.138.028.000.000.00 50.662.00 35% x 15% 50% x 7.70 77.228.000.026.000.000.108.00 35.125.526.000.000.209.00 Biaya Harga Evaluasi 88.000.808.780. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 50% di wilayah Indonesia 7.000.31 7.780.75% Lampiran No.00 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan.5.III. 5.d.3. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7. (barang) dan A. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.f.5. (jasa).3. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.d. 3. e.d. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. 2.f.I.I. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d.I. b. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c.II.II. d. (jasa).e.3. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. Kolom (g): a. (barang) dan A.d. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. CP-004 1. c. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. Kolom (c): a.e. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.II. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .5. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa).5% c. 4. Kolom (h): a.d.

.

A % Nilai Rp.000 s/d US$200 juta) Harga Evaluasi (HE): Pe nye dia Jasa Nilai Penawaran Uraian Komponen Dalam Negeri (KDN) Preferensi Harga (P) Barang Maksimal 15% Jasa Maksimal 7.90% 6.938.000.00 26% X 15% 80% x 7.91 I Halaman 1 dari 3 .139.272.896.000.00% Nilai Rp.710.91 39.544.132.500.47 317.000.158.00 330.806.000.000.390.000.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39. 71.000.000.672.00 55.23 Biaya Barang (HPb) 275.00 44.5% % 3.000.075.013.390.00 80.685.5% HE TKDN Brg = (100%/(100%+Pb))*HPb HE TKDN Js = (100%/(100%+Pj))*HPj HE PSp = (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Gabungan Per ing kat Nilai Rp.000.00 334.630.100.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .76 51.000. 265.00 115.00 370.000.600.981.00 35.5% PSp Maksimal 7. CP-005 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi-Onshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp1 milyar s/d Rp2 triliun (> US$100.000.000.50% 295.000.080.00 26.896.000.000.000.672.5 Lampiran No.620.00 Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80 % di wilayah Indonesia 7.

547. 50% oleh Perusahaan Nasional 100% di wilayah Indonesia 39.000.000.00% 67.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) 268.000.000.200.000.34 265.00 327.435. CP-005 268.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C 40.00 5.000.500.81 315.5% 0.759.207.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.000.000.000.00 53.000.000.00 371.000.000.00 331.000.000.250.000.00 335.169.547.00 117.00 24.000.250.750.00 II Biaya Barang (HPb) 265.000.750.000.00% 6.00 63.000.200.00% 6.00 0.000.00% 80% x 7.000.000.00 24.000.00 80.200.500.00 327.20 64. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.00 80.00 66.00 367.500. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80% di wilayah Indonesia 40.000.00 375.600.000.320.000.000.00% 80% x 7.000.000.000.000.600.000.00 63.000.81 331.759.000.635.209.000.00 62.000.920.00 53.000.00 116.5% 0.209.000.000.000.000.000.000.000.00% Lampiran No.20 Perusahaan Nasional.000.000.207.00 III Halaman 2 of 3 .000.00 35.000.169.34 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.600.000.000.000.00 355.00 35.000.000.250.

II.I.3. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia.f.5. (barang) dan A. Kolom (h): a.d. c. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. (barang) dan A.d.3.III. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. (jasa). Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7. 3. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .II. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.d. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. CP-005 1.II. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan.I.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. b. e.e. Kolom (c): a.f. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.I. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Kolom (g): a. 5. 4. (jasa).3. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. d.5.d.5.5% c. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.e.d. 2. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.

.

746.000.000.57 I Halaman 1 dari 3 .746.00 A Biaya Barang (HPb) 2.000.880.000.000.378.001.00 80% x 7.32 452.00 80.90% 6. CP-006 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi Onshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp2 triliun (> US$200 juta) Preferensi Harga (P) Harga Evaluasi (HE): Barang Maksimal 15% (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Jasa Maksimal 7.000.000.50% 2.57 Per ing kat Pe nye dia Jasa Nilai Penawaran Uraian Nilai Rp.00 26.000.015. 624.679.00 480.927.00 Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 432.566.000.309. 2.000.00 26% X 15% 384.6 Lampiran No.00 35. Komponen Dalam Negeri (TKDN) TKDN (%) Nilai Rp.762.5% HE TKDN Gabungan % 3.000.312.000.000.569.00 2.188.994.015.00 3.000.000.000.000.830.248.5% (100%/(100%+PSp))* PSp Maksimal 7.56 7.400.000.000.994.008.000.000.743.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .5% 1.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 432.000.00 3.000.000.913.000.000.25 2.00% Nilai Rp.

00 36.24 536.00 3.000.624.625.00 65% x 7.00 2.91 II Halaman 2 of 3 .500. CP-006 2.843.000.000.88% 575.00 70.250.875.20% 4.59 2.000.000.80 2.000.000.001.40 365.822.000. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.300.91 III Biaya Barang (HPb) 2.00 27.000.000.000. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 70% di wilayah Indonesia 431.000.352.000.000.553.22 2.000.00 27.00 632.80 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.973.421.000.000.50 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C 431.5% 1.00 28% x 15% 4.000.13% 402.306.250.021.000.251.396.00 3.289.00 28.000.435.000.000.207.066.000.000.055.000.625.000.00 70% x 7.953.208.00% 5.00 562.000.000.00 2.296.755.000.000.396.500.973.201.500.000. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.318.695.567.000.786.017. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 450.262.000.00 65.435.000.37 546.000.812.00 3.113.500.00 5.000.00% 2.661.755.000.755.296.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) 2.000.250.000.25% Lampiran No.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 450.000.800.309.5% 995.159.000.500.00 3.035.000.00 630.883.00 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.76 5.5% x 15% 4.250.52 2.00 35.000.000.

d.d.3.II.5.I.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No.f. CP-006 1. (jasa). 4.5% c. (barang) dan A. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.d. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia.3. d.II. Kolom (c): a.5. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. c. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. 5. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c.f. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .e. e.d. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7.II. (jasa). Kolom (g): a. 2. b.I. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan.e. (barang) dan A.d. 3.3.III.I.5. Kolom (h): a. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.

.

700.195.539.54 I Halaman 1 dari 3 .10 6.00 Harga Evaluasi (HE) Pering -kat Barang Maksimal 15% (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Jasa Maksimal 7.300.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .000. 33. 9.000.300.000.54 Rp.000.000.250.000.000.00 42.91 40.000.000.5% % 4.63% Rp.000.5% HE TKDN Gabungan Formula 20% X 15% 30% x 7.05% 5.01 7.000.000.627.755.00 48.000.00 Komponen Dalam Negeri (KDN) TKDN (%) 27.637.00 35.000.539. A Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 6.674.000.000.130.455.00 7.7 Lampiran No.00 14.300.00 75.5% (100%/(100%+PSp))* PSp Maksimal 7.714.218.00 35. CP-007 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi Offhore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai ≤ Rp50 milyar (≤ US$5 juta) Preferensi Harga (P) Pe nye dia Jasa Nilai Penawaran Uraian Rp.714.00 43.000.934.00 5.00 Perusahaan Dalam Negeri 100% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 6.000.000.000.264.450.50% 37.000.893.

50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 50% di wilayah Indonesia 7.000.00 5.500.00% 26% x 15% 30% x 7.00% 25% x 15% 85% x 7.000.315.493.170.360.000.000.076.000.580.433.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 7.000.000.00 44.000.00% Lampiran No.000.000.38% 32.000.537.02 40. 50% oleh Perusahaan Nasional 60 % di wilayah Indonesia 7.296.00 14.5% 3.000.000.560.875.000.000.00 39.98 36.11 6.00 85.759.05 40.000.000.000.05 III Halaman 2 of 3 .000.65 33.00 8.000.000.018.745.025.315.000.05 II Perusahaan Nasional.00 35.580.00 49.65 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.000.000. CP-007 31.00 42.75% 6.000.000.628.00 80. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.00 14.00 7.00 35.87 38.00 5.000.280.950.586.450.650.00 7.560.00 26.144.628.586.997.74 8.015.750.00 47.214.5% 3.734.000.296.00 47.00 5.000.930.939.560.000.00 25.000.150.930.00 7.283.433.000.000.000.296.000.000.720.433.000.700.00 35.90% 6.04 6.000.000.00 0.

I. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan.d. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.II. c. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c. e.5.d. Kolom (h): a.I. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.d. (jasa). 3. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. 4.5.3.II. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia.e.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. (jasa). Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Kolom (g): a.d. (barang) dan A. 2.e. d.I. CP-007 1. (barang) dan A.3. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. 5.3. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa).f. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.II.5. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C.5% c. b. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B.f.III. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .d. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7. Kolom (c): a.

.

76 51.5% % 3.000.500.390. CP-008 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi-Offshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp50 milyar s/d Rp2 triliun (> US$5 juta s/d US$200 juta) Pe nye dia Jasa Komponen Dalam Negeri (KDN) TKDN (%) 26.806.00 115.139.075.000.00 Rp.685.672.672.00% Harga Evaluasi (HE): (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Gabungan Nilai Penawaran Uraian Rp.91 I Halaman 1 dari 3 .000.620.00 Per ing kat Rp.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .100.132.630.080.000.000.5% PSp Maksimal 7.000.00 334.600.00 80.00 330.000.000.000.000.23 A Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80 % di wilayah Indonesia 7.8 Lampiran No.5% Rumus 26% X 15% 80% x 7.000.000.00 Preferensi Harga (P) Barang Maksimal 15% Jasa Maksimal 7.50% 295.000.896.938.91 39.00 35.981.158.390.000.90% 6. Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.272.000.013.710. 71.00 55. 265.00 44.00 370.896.00 275.000.47 317.000.544.000.

000.81 331.000.00% 6.000.00 35.000.000.000.000.435.000.000.76 III Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.20 63.00 66.000.00% 80% x 7.904.00% 80% x 7.00 335.207.000.5% 0.00 375.000.000.000.169.209.00 40.00 331.200.5% 0.169.000.000.200.761.00 67.000.76 II Halaman 2 of 3 .750.000.00 117.00% 6.00 355.20 64.00 80.000.600.207.600.000.547.00 351.000.00 80.000.000.635.00 371. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 100% di wilayah Indonesia 39.000.000.200.000.34 265.00 62. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80% di wilayah Indonesia 40.750.600.00 53. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.000.000.000.000.00 5.000.00 116.000.250.00 327.920.000.000.000.759.00% Lampiran No.000.547.000.654.904.000.000.000.000.00 24.000.000.34 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.000.904.00 265.000. CP-008 268.81 315.00% 268.000.00 35.00 53.00 5.00 63.250.320. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.000.00 311.000.000.761.209.500.000.00 24.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.759.000.500.

5.I. 4.d. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. c.f. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. 3.d. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. (barang) dan A.II. 2.3.II.f.I.II. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). d.e. (jasa). CP-008 1. 5. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.5% c. (jasa). Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.3.d. e.e. b.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No.3.III.d.5. Kolom (g): a. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Kolom (c): a.5.I. (barang) dan A. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan.d. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c. Kolom (h): a. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.

.

000.000.57 I Halaman 1 dari 3 .743.000.000.000.5% HE TKDN Gabungan Formula 26% X 15% 80% x 7.569.000.000.000.90% 6.000.00 480.25 2.378. Rp.000.000.880.00 3.00 Per Barang Maksimal 15% (100%/(100%+Pb))*HPb ing (100%/(100%+Pj))*HPj Jasa Maksimal 7.008.9 Lampiran No.309.000.000.32 452. 2.679.994.00 3.00% Rp.5% % 3.00 1.830.000.000.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 432.994.00 384.015. 624. CP-009 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi Offshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp2 triliun (> US$200 juta) Pe nye dia Jasa Komponen Dalam Negeri (KDN) TKDN (%) 26.00 A Biaya Barang (HPb) 2.00 80.248.000.000.000.927.188.5% kat (100%/(100%+PSp))* PSp Maksimal 7.000.000.000.000.57 Preferensi Harga (P): Harga Evaluasi (HE): Nilai Penawaran Uraian Rp.50% 2.312.746.913.00 Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 432.56 7.00 2.001.015.762.000.000.746.000.400.000.566.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .00 35.000.

000.000.000. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 450.695.000.76 II Biaya Barang (HPb) 2.021.000.000.22 2.786.5% x 15% 4.000.113.822.000.500.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 450.035.00 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.208.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) 2.00 562.00 27.661.001.5% 5.300.145.755.309.00% 70% x 7.000.00 632.289.00 0.00 995.435.88% 575.661.25% Lampiran No.00 3.000. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 70% di wilayah Indonesia 431. CP-009 2.843.00 3.755.953.250.250.5% 4.207.80 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.421.000.76 2.52 2.00 365.000.262.000.000.000.250.661.318.159.000.500.000.000.000.000.000.875.76 III Halaman 2 of 3 .000.000.00 65.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C 431.000.00% 28% x 15% 65% x 7.201.000.883.59 2.822.435.000.352.000.24 536.553.000.00 2.624.812.000.251.13% 402.000.500.00 28.695.250.066.625.000.500.000.000. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.00 5.80 2.000.000.20% 4.055.000.00 2.50 70.306.066.822.000.00 27.00 3.000.37 546. Leader: Perusahaan Asing.000.00 36.000.000.000.00 3.500.000.066.00 35.625.00 1.755.800.40 630.

Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.d.3. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa).e.II. CP-009 1.e. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .f.5. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. 3. (barang) dan A. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. 5. c. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. Kolom (g): a.5% c.d. b. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia.I. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.I. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. (jasa). 4. Kolom (c): a.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No.3.II. d. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.5. Kolom (h): a. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. e. (barang) dan A.II. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C.f.III.d.d. (jasa). Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.I.5.3.d. 2.

.

000.000.000.542.00 26.000.558.500.17 24.000.000.00 25.00 1. CP-010 Penghitungan Denda Karena Target TKDN Tidak Tercapai Pengadaan Barang .000.000.972.870.00 27.972.77 24.500.000.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .300.00 1.00 23.083.00 26.000.200.77 2.00 2.00 Pering kat TKDN (%) 25.) 24.000.200.000.870.322.00 25.000.000.000.000.200.000.000.000.000.000.00 Realisasi Kontrak Harga Evaluasi Penawaran (Rp.385.000.00 2.455.00 25.000.322.000.000.200.000.500.455.) 28.000.096.000.300.500.000. 25.00 1.000.00 27.000.200.000.00 2.000.00 25.000.494.00 24.00 2.542.000.00 III I Pering kat Nilai Rp.000.000.000.000.00 25.00 A B Halaman 1 dari 2 .456.000.558.00 28.00 1.000.000.000.494.00 26.596.000.000.500.200.45 24.81 24.200.200.Tidak Mengubah Urutan Peringkat Pe nye dia Uraian Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Penawaran TKDN Harga Evaluasi (%) Penawaran (Rp.00 III I 0.000.10 Lampiran No.992.00 27.000.000.000.492.000.500.00 25.500.083.00 0.000.000.17 1.456.000.000.00 25.000.385.000.81 1.500.300.000.45 2.

000.970.000.000. CP-010 23.33 2.614.831.00 25.000.00 Lampiran No.457.77 .45 = Rp101.831.084.000.00 27.455.Rp26.083.614.470.33 25.457.000.000.33 II 25.00 24.33 2.32 Halaman 2 of 2 .831.33 25.00 28.457.000.030.030.470.084.084.00 1.457.000.457.00 27.831.000.114.33 1.000.HEP Penawaran (A) Nilai Denda = Rp26.470.831.00 23.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya C Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 2.524.000.33 II Nilai Denda = HEP Realisasi Kontrak (A) .961.000.00 25.500.000.000.114.831.494.972.870.457.558.831.000.457.000.084.33 1.000.030.00 25.00 25.000.831.457.

000.000.500.000.000.000.000.000.000.11 Lampiran No.00 24.000.000.000.000.00 25.000.500.000.322.000.Mengubah Urutan Peringkat Pe nye dia Penawaran Uraian Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Nilai Rp.000.) 23.000.000.500.000.00 Pering kat TKDN (%) 22.200.000.000.200.000.00 26.00 II III Pering kat A B Halaman 1 dari 2 .00 27.00 0.00 2.000.45 2.500.000.000.000.00 2.200.) 25.000.00 1.00 25.00 25.494.00 Harga Evaluasi Penawaran (Rp.200.000.00 25.000.000.200.000.300.000.00 27.000.00 24.456.000.870. 25.000.00 25.000.00 25.500.000.000.000.000.000.00 2.500.00 28.500.322.300.500.45 24.558.000.000.000.00 1.000.000.000.000.494.000.000.00 III I 0.000.00 2.300. CP-011 Penghitungan Denda Karena Target TKDN Tidak Tercapai Pengadaan Barang .000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .000.000.500.00 28.00 26.000.000.000.00 2.000.00 26.200.81 1.492.000.870.000.00 1.200.200.000.000.00 1.000.00 TKDN (%) 28.500.00 27.81 24.992.00 1.000.000.500.558.000.00 Realisasi Kontrak Harga Evaluasi Penawaran (Rp.000.456.00 26.

457.831.000.000.494.000.970.614.000.33 1.000.500.084.33 25.00 1.500.000.831.000.505.00 25. CP-010 23.000.000.831.000.084.Nilai Penawaran Peringkat II) (Rp28.00 25.00 25.030.000.831.441.000.505.000.Rp26.33 1.457.470.000.441.500.629.00 28.55 Halaman 2 of 2 .33 II 25.00 Lampiran No.614.33 I Nilai Denda = Nilai Denda = = = (HEP Realisasi Kontrak .030.00 .558.00 2.00 25.831.33 2.457.000.000.000.114.000.-) Rp1.457.000.000.00 Rp2.084.831.870.000.Rp28.084.00 27.45) + (Rp28.HEP Penawaran) + (Nilai Kontrak .00 .114.470.457.457.00 23.000.457.55 + Rp500.000.000.33 25.000.33 2.831.000.00 27.000.831.457.030.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya C Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 24.470.000.129.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 1 dari 1 . FL-001 DAFTAR RENCANA PENGADAAN (PROCUREMENT LIST) SC-01 Catatan: Untuk Item pengadaan yang bersifat rutin. nilainya tidak besar dan terdiri dari beberapa kontrak seperti jenis peralatan kantor dapat digabungkan menjadi satu item pengadaan.

FL-001 DAFTAR RENCANA PENGADAAN  (PROCUREMENT LIST) SC-01 CONTOH PENGISIAN Halaman 1 of 1 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

2. D. B. Lingkup kerja dan spesifikasi Syarat-syarat dan ketentuan dalam rangka mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri (komitmen minimum TKDN). Pengadaan : : : Lampiran File (dalam pdf) No. FL-002 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN Form SC-02 KKKS Judul Pengadaan No. Syarat-syarat kualifikasi dan ketentuan peserta pengadaan Metode pengadaan serta alasan pemilihan metode pengadaan tersebut. Surat Tanggal Dokumen Keterangan/Catatan Surat pengantar (cover letter) Ringkasan startegi pengadaan (Procurement strategy executive summary) A. Halaman 3 dari 3 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. : : Status Ada/Tidak Ada/ Tidak Perlu No. 1. C.

Rencana tatawaktu proses pengadaan termasuk proses prakualifikasi. 4. 6. J. 8. Metode penyusunan dan sumber data pendukung pembuatan Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/ Owner’s Estimate (OE). FL-002 G. 5. 3. Lampiran No. 7. Persyaratan pembayaran H. Persetujuan rencana kerja dan spesifikasi teknis barang/jasa. Kriteria dan tatacara evaluasi penawaran Strategi pengadaan dan jenis Kontrak. F. 9. Copy permintaan pengadaan dari fungsi pengguna barang/jasa. Analisa pasar (market analysis). I.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa E. Copy dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa Copy rencana pengumuman pengadaan Halaman 2 of 3 . Ketentuan cara penyelesaian perselisihan Klausula tentang pemutusan Kontrak lebih awal (early termination). Rencana jangka waktu berlakunya kontrak.

FL-002 10. Halaman 3 dari 3 . Copy surat keputusan Pejabat Yang Berwenang di Kontraktor KKS tentang susunan Panitia Pengadaan. bulkan. Tempat. tanggal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. tahun pemeriksaan Pemeriksa: Nama pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list.

.

1. 1978/JKT/2008 ditulis 1978jkt2008 Halaman 1 dari 5 . Pengadaan No. Dokumen Surat pengantar (cover letter) Keterangan/Catatan Penjelasan singkat tentang: − Judul Pengadaan − Latar belakang pengadaan − Lingkup kerja − Metode pengadaan (pelelangan/pemilihan langsung/penunjukan langsung) − Metode pembukaan sampul − Masa berlaku (duration) kontrak − Perkiraan (estimate) nilai kontrak − RK yang disepakati BPMIGAS − Persyaratan TKDN minimum − Contact person − Daftar isi dokumen pendukung Lampiran File (dalam pdf) Nama file : Nomor surat dalam huruf kecil dan angka Contoh: No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Surat Tanggal Status Ada/Tidak Ada/ Tidak Perlu (tulis yang relevan) No. FL-002 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN Form SC-02 Panduan dan Contoh Pengisian KONTRAKTOR KKS Judul Pengadaan No.

tidak memperhitungkan. e-bidding. Justifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan tentang akan dilaksanakannya pemilihan langsung atau penunjukan langsung. Calon peserta potensial (potential bidders). Ringkasan startegi pengadaan (Procurement strategy executive summary) A. memaksimalkan. Halaman 2 dari 5 . Syarat-syarat kualifikasi dan ketentuan peserta pengadaan Metode pengadaan serta alasan pemilihan metode pengadaan tersebut. • Strategi dan persyaratan dalam dokumen pengadaan. swakelola. barang impor. Strategi pengadaan dan jenis Kontrak. penunjukan langsung. • • Strategi pengadaan Jenis Kontrak berdasarkan cara pembayaran. • Metode: pelelangan umum. • Klasifikasi jasa: minimum TKDN C. Kriteria dan tatacara evaluasi penawaran F. FL-002 B. memberdayakan. pelelangan terbatas. pemilihan langsung. Lingkup kerja dan spesifikasi idem Lampiran No. • • E. Syarat-syarat dan ketentuan dalam rangka mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri (komitmen minimum TKDN). • Klasifikasi barang: wajib dipergunakan. e-reverse auction. Penjelasan singkat mengenai lingkup kerja dan/atau spesifikasi barang/pekerjaan. D.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.

Persetujuan rencana kerja dan spesifikasi teknis barang/jasa. pengadaan)-(initial KKKS) Jenis Kontrak berdasar bentuk perikatan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. • Pekerjaan yang belum masuk dalam procurement list dapat Permintaan-(no. 4. Analisa pasar (market analysis). berupa a. Service Requisition. Halaman 3 dari 5 . Persyaratan pembayaran • • • H. J. • AFE: copy ususlan AFE dan hasil pembahasan lingkup kerja dan/atau spesifikasi teknis barang/jasa. Ketentuan cara penyelesaian perselisihan Klausula tentang pemutusan Kontrak lebih awal (early termination). FL-002 • G. 3. I. Request for Tendering). Denda keterlambatan pembayaran. Menggunakan Bank Umum Nasional Untuk Kontraktor KKS tahap berproduksi menggunakan Bank Umum BUMN/BUMD. Copy permintaan pengadaan dari fungsi pengguna barang/jasa. idem Permintaan dari pengguna barang/jasa.l: Material Requisition. • WP & B: procurement list dan hasil pembahasan lingkup kerja dan/atau spesifikasi teknis barang/jasa.

pengadaan)-(initial KKKS) Tempat. • Nama media cetak / media elektronik • Website BPMIGAS Surat pengangkatan sebagai panitia pengadaan dengan keanggotaan min. Rencana jangka waktu berlakunya kontrak. Apabila diperlukan dapat melampirkan copy persetujuan POD. FL-002 5. Copy surat keputusan Pejabat Yang Berwenang di Kontraktor KKS tentang susunan Panitia Pengadaan. Metode penyusunan dan sumber data pendukung pembuatan Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/ Owner’s Estimate (OE). meilputi: undangan. Idem 7. konsep Kontrak. idem Jadwal-(no. 5 orang dan gasal serta telah memiliki sertifikat panitia pengadaan • • panitia-(no. tahun pemeriksaan Pemeriksa: Nama pekerja KKKS dan BPMIGAS Halaman 4 dari 5 . 8. Rencana tatawaktu proses pengadaan termasuk proses prakualifikasi. tanggal. pengadaan)(initial/nama depan Kontraktor KKS) 6. Copy rencana pengumuman pengadaan Idem 10. bulan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa menggunakan persetujuan Revisi Procurement List dan hasil pembahasan lingkup kerja spesifikasi teknis dan/atau. IKPP. Idem Dokumen penilaian kualifikasi Dokumen pengadaan. Copy dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa 9. Tata waktu pengadaan dari inisiasi sampai penandatanganan kontrak Durasi kontrak serta tanggal mulai dan berakhir kontrak Lampiran No.

Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. Halaman 5 dari 5 .Keterangan: - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-002 Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf.

.

2. FL-003 RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN (FORM SC-003) I. 8. Dalam hal sebagai proses ulang. 3. 6. 5. Halaman 1 dari 5 . 5. 2. 7. 7. persetujuan BPMIGAS) Harga Perkiraan Sendiri (HPS) / Owners Estimate (OE). 3. dan nilai AFE/Budget (ref. 6. dan nama Surat Kabar) / website Nomor dan tanggal persetujuan rencana pengadaan Tanggal undangan pengadaan Tanggal Pengambilan Dokumen Pengadaan Tanggal Penutupan/pembukaan penawaran a. 4. 4. Tanggal pemberitahuan pengadaan gagal/batal kepada perusahaan yang mengajukan penawaran. 8.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. KRONOLOGI PENGADAAN Pertama Proses Ulang 1. 1. Pengadaan KONTRAKTOR KKS Pejabat Tertinggi KONTRAKTOR KKS Wilayah Pekerjaan yang diadakan No. DATA PRA PENGADAAN Nama Kegiatan Pengadaan No. b. sebutkan alasan kegagalan. Rincian Terlampir Jangka waktu pelaksanaan/periode kontrak/ penyerahan barang II. Tahapan Proses Tata cara pemasukan dokumen penawaran (satu sampul/dua sampul/dua tahap) Pengumuman di media cetak (tgl.

6. 7. 6. 2. 5. Kelengkapan Dokumen pada pembukaan penawaran (Berita Acara Pembukaan Penawaran dilampirkan) Akte Pendirian Per Per usahaan usahaan (Ada/ Tidak Ada) Sertifikat Asosiasi Penyedia Barang/Jasa terdaftar di DITJEN MIGAS (Ada/Tid (Ya/Tidak) ak Ada) SIUP / SIUJK (Ada/ Tidak Ada) No. FL-003 III. Peninjauan Lapangan 1. 4. 8. (Ada/ Tidak Ada) Berakhir s/d 1. Jum lah 2. Halaman 2 dari 5 . Rapat Penjelasan Tgl. 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 7. 3. 4. dst. 2. 3. Perusahaan Diundang Perusahaan yang tidak Mengajukan Penawaran 1. No. dst. DATA PENGADAAN Perusahaan Perusahaan Mengambil Mengajukan Dokumen Penawaran Pengadaan Mengikuti Tgl.

4. dst Jumlah Penawar yang sah Jumlah Penawar yang tidak sah Alasan bagi penawaran yang tidak sah untuk masing-masing penawaran Penilaian Administrasi & Teknis Perusahaan ASTEK/ Neraca Pengalaman Perusahaan JAMSOSTEK Kerja Terakhir (Ada/ (Ada/ (Ada/ Tidak Ada) Tidak Ada) Tidak Ada) 3. Perusahaan 1. 6. 5. 1. Halaman 3 dari 5 . 6. 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PT. dst. 8. 5.2 No NPWP No. PT. 6. PT. FL-003 Lanjutan No. 4. 3. 3. PT.: Referensi Bank (Ada/ Tidak Ada) 1. 2. 7. Penjelasan untuk masing-masing * perusahaan apabila penawaran tidak memenuhi syarat Harga Penawaran pada Pembukaan Lelang Harga Sesuai Penawar an (US$/Rp) Penawaran Masa DitandaBerlakun tangani TKDN Oleh Yang Penawaran (%) Berwenang (Ya/Tidak) (Ya/Tidak) No. 4. 2. 3. 2. * Administrasi Memenuhi/Tidak Teknis Memenuhi/Tidak 7. 4. 5. PT.

3. 12. 11.) Setelah Preferensi Normalisasi Kandungan Lokal No. 2. 2. 10. 3. DATA PENGADAAN (Lanjutan) Lanjutan No. 3. 8. Perusahaan yang diusulkan Harga Usulan Jangka waktu pelaksanaan/periode kontrak Alasan yang jelas untuk perusahaan yang diusulkan (baik secara teknis maupun ekonomis) Keterangan lain 16. dst. dst. FL-003 III. 5. Jaminan Penawaran (Bid Bond) Judul/ Masa Persyaratan Berlaku 1-3% Memenuhi/ Tidak (bln/hari) memenuhi s/d Keterangan 9. 6. * Halaman 4 dari 5 . Nama Perusahaan Sesuai Penawaran (As Bid) Peringkat I II III 1. 14 15.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 1. 4. US$/Rp. 13.7 No. 7. 1. Harga penawaran terendah yang sah dan memenuhi persyaratan Harga penawaran tertinggi yang sah dan memenuhi persyaratan Evaluasi 3 Penawaran peringkat terbaik Harga (US$/Rp. * 2.

............ Halaman 5 dari 5 ...... . tgl....... 2....................) (.............. Kolom.............. Menyetujui/Tidak menyetujui Pejabat Yang Berwenang Ketua Panitia Pengadaan (.........Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.... FL-003 .... Form isian ringkasan Evaluasi tersebut adalah merupakan lampiran surat rekomendasi KONTRAKTOR KKS............................................. Bila kolom-kolom (*) tidak mencukupi dapat dibuat pada kertas lain atau merupakan lampiran dengan menyebutkan No.......) Catatan: 1.....

.

Berita acara pembukaan penawaran. 3. Copy AFE untuk main project multi years atau. Annex Procurement Program selain main project multi years Status (Ada / Tidak Ada / Tidak Perlu) Keterangan/Catatan Lampiran File (dalam pdf) No. Berita acara hasil negosiasi. 7. 1. Pengadaan No. 5. 2. Berita acara hasil pengadaan. Halaman 1 dari 3 . Surat Tanggal Dokumen Surat pengantar (cover letter) Bukti pengumuman dan pengundangan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-004 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN Form SC-04 KKKS Judul Pengadaan No. 6. Berita acara pemberian penjelasan. 4.

Surat pernyataan dari Pimpinan tertinggi fungsi pengguna barang/jasa bahwa tidak ada indikasi tindakan yang dapat diketgorikan sebagai tindakan pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam: 14. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKKS atau Pejabat Berwenang sesuai batas kewenangannya. Tabulasi perbandingan rincian penawaran 3 (tiga) calon pemenang dengan rincian HPS/OE atau HPS/OE yang telah direvisi. 9. Nilai penawaran yang diusulkan dinilai wajar. berisi pernyataan bahwa: A. Tabulasi evaluasi teknis dari masing-masing penawar. Proses telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan dan ketentuan yang berlaku serta tidak ada indikasi KKN.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Surat pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE/EE. Lingkup kerja dan spesifikasi teknis telah sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati oleh BPMIGAS. 10. 13. 11. 15. FL-004 8. 12. Formulir perhitungan TKDN. B. C. Ringkasan proses pelelangan dan hasil pelelangan (form SC-03). Halaman 2 dari 3 . berdasarkan perbandingan dengan HPS/OE yang telah disusun secara cermat. HPS/OE/EE yang telah disahkan.

16.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Dokumen penawaran dari peserta yang diusulkan sebagai pemenang. Penentuan spesifikasi barang/jasa dan persyaratan Kontrak. Tabulasi dasar pendanaan Perubahan dokumen pengadaan secara rinci. Dalam pelaksanaan evaluasi teknis penawaran. FL-004 A. Penyusunan HPS/OE. 20. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. Surat persetujuan rencana pengadaan. tanggal. dan C. tahun pemeriksaan Pemeriksa : pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan : Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Halaman 3 dari 3 . bulan. 17. B. 18. 19. Surat pernyataan komitmen TKDN dan penggunaan rekening Bank BUMN/BUMD untuk pembayaran. Tempat.

.

1. 2. Lampiran File (dalam pdf) Nama file : Nomor surat dalam huruf kecil dan angka Contoh: No. Halaman 1 dari 5 . Surat Tanggal Dokumen Surat pengantar (cover letter) Status (Ada / Tidak Ada / Tidak Perlu) Keterangan/Catatan Penjelasan singkat tentang: • Kronologi pelaksanaan pengadaan • Calon pemenang • Nilai hasil pengadaan • TKDN • Pekerja Kontraktor KKS yang dapat dihubungi (contact person). Bukti pengumuman dan pengundangan. 1978/JKT/2008 ditulis 1978jkt2008 No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pengadaan No. FL-004 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN Form SC-04 Panduan dan contoh pengisian KKKS Judul Pengadaan No.

9. Copy AFE atau WP & B dilengkapi rincian dan tabulasi alokasi untuk pengadaan. Berita acara hasil negosiasi. Berita acara pembukaan penawaran. penjelasan-(no. pelelangan ulang. • Justifikasi kenaikan HPS/OE yang disusun dan ditandatangani oleh fungsi yang merencanakan pengadaan barang/jasa dan disahkan oleh Pejabat Berwenang. pengadaan)(initial KKKS) Halaman 2 dari 5 . Copy verita acara negosiasi Copy berita acara hasil pelelangan awal. Copy berita acara rapat pemberian penjelasan disertai daftar hadir. pengadaan)(initial KKKS) 4. Annex Procurement Program selain main project multi years HPS/OE/EE yang telah disahkan. pemilihan langsung atau penunjukan langsung. Copy berita acara pembukaan sampul penawaran disertai daftar hadir. Berita acara pemberian penjelasan. pemilihan langsung dan/atau penunjukan langsung. 7. • Copy HPS/OE yang ditandatangani oleh Pejabat Berwenang dari Kontraktor KKS. baik pada pelelangan awal. baik pada pelelangan awal. pelelangan ulang. Berita acara hasil pengadaan. FL-004 3. 5. 6. pengadaan)(initial KKKS) bahp-(no. Copy AFE untuk main project multi years atau. 8. pemilihan langsung dan/atau penunjukan langsung. tabulasi-(no. pengadaan)(initial KKKS) negosiasi-(no. pengadaan)(initial KKKS) budget-(no. pelelangan ulang. Tabulasi evaluasi teknis dari masing-masing penawar. pengadaan)(initial KKKS) contoh: penjelasanb2054856cnooc sampul-(no. pengadaan)(initial KKKS) hps-(no.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

pengadaan)(initial KKKS) sesuaiptk007(no. Surat pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE/EE. 13. 11. 12. FL-004 10. Lingkup kerja dan spesifikasi teknis telah sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati oleh BPMIGAS. Sudah jelas Copy formulir SC-12A / SC-12B/ SC12C dari peringkat pertama s/d ketiga. sc03-(no. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKKS atau Pejabat Berwenang sesuai batas kewenangannya. Nilai penawaran yang diusulkan dinilai wajar.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. pengadaan)(initial KKKS) 14. Proses telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan dan ketentuan yang berlaku serta tidak ada indikasi KKN. Tabulasi perbandingan rincian penawaran 3 (tiga) calon pemenang dengan rincian HPS/OE atau HPS/OE yang telah direvisi. B. Ringkasan proses pelelangan dan hasil pelelangan (form SC-03). C. Halaman 3 dari 5 . pengadaan)(initial KKKS) sc02-(no. berisi pernyataan bahwa: A. pengadaan)(initial KKKS) sanggup-(no. Formulir perhitungan TKDN. berdasarkan perbandingan dengan HPS/OE yang telah disusun secara cermat.

FL-004 15. 20. Penentuan spesifikasi barang/jasa dan persyaratan Kontrak. Apabila menggunakan berbagai sumber dasar pendanaan. 17. Surat pernyataan dari Pimpinan tertinggi fungsi pengguna barang/jasa bahwa tidak ada indikasi tindakan yang dapat diketgorikan sebagai tindakan pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam: A. Surat persetujuan rencana pengadaan. Tempat. Tabulasi dasar pendanaan Perubahan dokumen pengadaan secara rinci. • Copy penawaran harga setelah dilakukan negosiasi (bila ada). 18. Penyusunan HPS/OE. Dokumen penawaran dari penawar yang ditetapkan sebagai calon pemenang oleh Kontraktor KKS. • Copy penawaran harga. berupa: • Copy penawaran administrasi dan teknis. Dalam pelaksanaan evaluasi teknis penawaran. dan C. tahun pemeriksaan Pemeriksa Halaman 4 dari 5 : pekerja KKKS dan BPMIGAS . sesuaiptk007(no. pengadaan)(initial KKKS) 16. bulan. tanggal. Surat pernyataan komitmen TKDN dan penggunaan rekening Bank BUMN/BUMD untuk pembayaran. Dokumen penawaran dari peserta yang diusulkan sebagai pemenang.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. B. Hard file only 19.

Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. FL-004 Keterangan : Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Halaman 5 dari 5 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

.

Surat Tanggal Status: Ada/Tidak Ada/Tidak Perlu Tulis yang relevan idem idem idem idem idem No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 1 2 3 4 5 6 Foto copy kontrak awal Dokumen Keterangan Lampiran File (dalam pdf) Justifikasi / alasan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan Berita acara negosiasi dan kesepakatan harga hasil negosiasi Korespondensi dengan Penyedia Barang/Jasa tentang PLK/PJWK Persetujuan Teknis dari fungsi terkait BPMIGAS Formulir FL-003 Ringkasan Pemeriksaan PLK/PJWK Jakarta. FL-005 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERUBAHAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK) Form SC-05 KKKS Judul Pengadaan No. Halaman 1 dari 1 . Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. Pengadaan No. tanggal pemeriksaan Pemeriksa: pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf.

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.Persetujuan BPMIGAS No. FL-006 RINGKASAN PEMERIKSAAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PENAMBAHAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK) Form. No.Nilai .Nomor . (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 Nomor PLK / PJWK (2) : : : : : Lingkup Kerja Penambahan/ Pengurangan (3) Alasan Perubahan (4) Sesuai Kontrak (5) Nama Proyek Kontrak .Nilai .Persetujuan BPMIGAS Nilai Penawaran (6) Hasil Negosiasi (7) Perbedaan (8=6-7) : : : : : Persetujuan BPMIGAS Perubahan Lingkup (9) Nilai (10) Jumlah Nilai PLK Diusulkan Jumlah Nilai PLK Disetujui Keterangan : No (1) s/d (8) diisi Kontraktor KKS No (9) s/d (10) diisi BPMIGAS Halaman 1 dari 1 . : SC-06 Kontraktor KKS No Mata Anggaran / AFE .Nomor .

.

Metode Pengadaan (2) Pelelangan US$ / Rp (3) US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp : (8=7/6) Persetujuan Pemenang Kontraktor KKS BPMIGAS (4) (5) Keseluruhan (6=4+5) Komponen Dalam Negeri Nilai % (7) (8) Usaha Kecil/ Koperasi Kecil Nilai % (9) (10) 2. 4. Pemilihan Langsung Penunjukan Langsung Pro Card 3.. E-Procurement Jumlah Keterangan (10=9/6) Halaman 1 dari 1 . (1) 1.. Form No. S/D ……………….. : SC-07 No. FL-007 : RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG BULAN: …………….Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa KONTRAKTOR KKS Lampiran No. 5.. TAHUN …….

.

01 untuk Pemboran Darat) Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Bank yang digunakan KKKS untuk pembayaran kepada Supplier/Perusahaan Halaman 1 dari 1 . Pemilihan Langsung. FL-008 Kontrator KKKS: UK UM DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG Bulan : Tahun : Form SC-08 NO. Air Freight. Land Freight) Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK). Pro Card. PQ-003 (Misal B.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. atau E-Procurement) Tanggal mulai efektif PO (dd-mm-yyyy) Tanggal akhir efektif PO (dd-mm-yyyy) Metode Pengiriman berdasarkan INCOTERMS 2000 Jalur transportasi (Sea Freight. Usaha Menengah (UM) atau Usaha Besar (UB) Kurs Dolar terhadap rupiah pada saat PO dikeluarkan Nilai total HPS/OE bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai total HPS/OE bila menggunakan mata uang US$ Nilai total PO bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai total PO bila menggunakan mata uang US$ Sub-Bidang pekerjaan utama sesuai dengan kode pada Lampiran No. Penunjukan Langsung.06. A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NOMOR B PO NAMA C METODA PENGADAAN D JANGKA WAKTU MULAI E AKHIR F SUPPLIER/ PERUSAHAAN G METODE PENGIRIMAN H UB Sea Freigh Land Freight JALUR TRANSPORTASI I UK/ UM/ UB J KURS K HPS / OE RP L US$ M NILAI PO RP N US$ O KODE KLASIFIKASI MATERIAL P TKDN RP Q % R US$ S % T Bank U JUMLAH KETERANGAN A B C D E F H I J K L M N O P Q R S T U Nomor baris Nomor PO Deskripsi PO Metoda pengadaan (Pelelangan.

.

FL-009 KONTRAKTOR KKS : RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN JASA BULAN: ……………. Pemilihan Langsung Penunjukan Langsung Pro Card 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 5. S/D ………………. E-Procurement Jumlah Keterangan Halaman 1 dari 1 .. (1) 1... TAHUN ……. : SC-09 No. Form No.. 4. Metode Pengadaan (2) Pelelangan US$/Rp (3) US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp : (8=7/6) (10=9/6) Persetujuan Pemenang Kontraktor KKS (4) BPMIGAS (5) Keseluruhan (6=4+5) Komponen Dalam Negeri Nilai (7) % (8) Usaha Kecil/ Koperasi Kecil Nilai (9) % (10) 2.

.

Usaha Menengah (UM) atau Usaha Besar (UB) Nilai total Kontrak bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai total Kontrak bila menggunakan mata uang US$ Sub-Bidang pekerjaan utama sesuai dengan kode pada Lampiran No. PQ-003 (Misal B. Penunjukan Langsung. A NOMOR B NAMA C METODA PENGADAAN D MULAI E AKHIR F Tahun : JANGKA WAKTU SUPPLIER/ PERUSAHAAN G UK/ UM/ UB H HPS / OE KURS I RP J US$ K NILAI KONTRAK RP L US$ M KODE SUB-BIDANG PEKERJAAN N TKDN Bank RP O % P US$ Q % R S UK KETERANGAN D E F H I J K L M N O P Metoda pengadaan (Pelelangan. atau E-Procurement) Tanggal mulai efektif kontrak (dd-mm-yyyy) Tanggal akhir efektif kontrak (dd-mm-yyyy) Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK). FL-010 Kontrator KKKS: DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN JASA Bulan : Form SC-10 KONTRAK NO. Pro Card.01 untuk Pemboran Darat) Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Bank yang digunakan KKKS untuk pembayaran kepada Supplier/Perusahaan UM UB Halaman 1 dari 1 . Pemilihan Langsung.06.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

.

No (9) s/d (10) diisi BPMIGAS Halaman 1 dari 1 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.No (1) s/d (8) diisi Kontraktor KKS . FL-011 Kontraktor KKS : Ringkasan Pemeriksaan Perubahan Lingkup Kerja (PLK)/Penambahan Jangka Waktu Kontrak Bulan : Tahun : Penambahan Form SC-11 No Mata Anggaran / AFE No Nama Proyek Nomor Nilai (4) Persetujuan BPMIGAS (5) Nomor 6) Kontrak Nilai (7) Nomor PLK / Persetujuan PJWK Penambahan/P BPMIGAS engurangan (8) (9) (10) Lingkup Kerja Alasan Perubahan (11) Sesuai Kontrak (12) Nilai Penawaran (13) Persetujuan BPMIGAS Hasil Perubahan Perbedaan Negosiasi Lingkup (14) (15=13-14) (16) Nilai (17) (1) (2) (3) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah Nilai PLK Diusulkan Jumlah Nilai PLK Disetujui Keterangan : .

.

a) Jumlah Biaya Total (IV.1. JUMLAH BIAYA PRODUKSI (TOTAL PRODUCTION COST) Biaya Komponen Luar Biaya Negeri Total Rp / US$ b c=a+b % Komponen Biaya d=a/c KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) Catatan (Note): * * * d = Biaya Total Per Jenis Biaya / Jumlah Biaya Total Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri Biaya Komponen Luar Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri % TKDN Barang = % TKDN Barang = * * Jumlah Biaya Total (IV. FL-012A.c) Perhitungan TKDN dilakukan oleh Produsen.Biaya Komponen Luar Negeri (IV.1.c) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (IV. Halaman 1 dari 1 . NAMA PABRIKAN: PENGHITUNGAN OLEH PRODUSEN Biaya per 1 (satu) satuan produk Biaya Komponen Dalam Negeri a I. Bahan Material Langsung (Direct Material Cost) II.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) IV.GOODS) Formulir No : SC-12 A.b) Jumlah Biaya Total (IV.c) . FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI . Pernyataan TKDN mencapai > 15% harus dilampiri dengan Surat Kemampuan Usaha Penunjang Migas (SKUP) dari instansi pemerintah yang membidangi industri migas.BARANG (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost) III.

.

a) Jumlah Biaya Total (IV.2. KOMPONEN BIAYA (A. PENGHITUNGAN OLEH PESERTA PENGADAAN Biaya per 1 (satu) jenis (item) produk Biaya KDN Biaya KLN b Biaya Total % Komponen Biaya d=a/c A. II.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.c) Perhitungan TKDN dilakukan oleh peserta Pengadaan. VI. B. FL-012A. harus dilampiri dengan Form SC-12A. IV. FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI . VII. V.GOODS) Formulir No : SC-12 NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: A.Biaya Komponen Luar Negeri (IV. Pernyataan TKDN mencapai > 15% harus dilampiri dengan Surat Kemampuan Usaha Penunjang Migas (SKUP) dari instansi pemerintah yang membidangi industri migas. COST COMPONENT) I. C.c) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (IV. Bahan Material Langsung (Direct Material Cost) Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost) Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) JUMLAH BIAYA PRODUKSI (TOTAL PRODUCTION COST) Biaya Pengangkutan (Transport & Handling Cost) Biaya Lain (Other Cost) JUMLAH BIAYA PENAWARAN (BID TOTAL COST) KOMPONEN BUKAN BIAYA (NON COST COMPONENT) JUMLAH NILAI PENAWARAN (TOTAL QUOTED PRICE) a Rp / US$ c=a+b Catatan (Note): * * * d = Biaya Total Per Jenis Biaya / Jumlah Biaya Total Biaya Komponen Dalam Negeri = biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri Biaya Komponen Luar Negeri = biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri % TKDN Barang = % TKDN Barang = * * Jumlah Biaya Total (IV. Bila peserta pengadaan bukan Pabrikan. Halaman 1 dari 1 .BARANG (DOMESTIC CONTENT CALCULATION .b) Jumlah Biaya Total (IV.c) .1. III.

.

dimiliki dan/atau dikerjakan WNI /Perusahaan Nasional * Biaya Komponen Luar Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri dimiliki orang/perusahaan asing atau dikerjakan orang/perusahaan asing.VI.SERVICES) Formulir No : SC-12 B NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) a I. % TKDN Jasa = Jumlah Biaya Total (A.dll (Other Services) JUMLAH BIAYA (∑ I s/d V) (TOTAL COST) (∑ I s/d V) KOMPONEN BUKAN BIAYA (Non Cost Component) JUMLAH NILAI PENAWARAN (Total Quoted Price) Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Perincian Nilai Biaya (Cost Summarry) KDN b KLN Rp / US$ c d TOTAL % e=b/d TKDN Rp / US$ f=d x e A. B.Biaya Komponen Luar Negeri (A. VI.VI.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.VI. II.c) Jumlah Biaya Total (A. FL-012 B FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI .VI.d) % TKDN Jasa = * Perhitungan TKDN dilakukan oleh Penyedia Jasa.JASA LAINNYA (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . Halaman 1 dari 1 .b) Jumlah Biaya Total (A. IV.d.d) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (A.) . V. III. C. Catatan (Note): * Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri .VI. Material Terpakai (Material Used) Peralatan & Fasilitas Kerja (Equipment) Tenaga Kerja & Konsultan (Personnel) Manajemen (Management) Jasa Umum.

.

3. 5. 1. FL-012 C FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI . 1.GABUNGAN (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ KDN KLN Rp / US$ b c d= b + c TOTAL % e=b/d TKDN Rp/ US$ f=d x e Rp JUMLAH BIAYA BARANG+JASA (TOTAL COST GOODS+SERVICES) US$ KOMPONEN BUKAN BIAYA (NON COST COMPONENT) JUMLAH NILAI PENAWARAN TOTAL QUOTED PRICE Rp US$ Rp US$ Halaman 1 dari 2 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. III. 3. BARANG (GOODS) Material Terpakai (Material Used) Peralatan Terpasang (Installed Equipment) Sub Jumlah (Sub Total) I. II. C. B. 4.dll (Other Services) Sub Jumlah (Sub Total) II.COMBINED) Formulir No : SC-12 C NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: A. KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) a I. JASA (SERVICES) Personil/Konsultan (Personnel) Alat Kerja/Peralatan (Equipment) Konstruksi/Fabrikasi (Construction/Fabrication) Jasa Umum. 2. 2.

. TKDN Gabungan digunakan sebagai data dalam tahap pendaftaran. pemenuhan persyaratan penawaran dan kontrak. dimiliki orang/perusahaan asing atau dikerjakan orang/perusahaan asing. Halaman 2 dari 5 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. seperti halnya tatacara penghitungan dengan formulir SC-12B. dimiliki dan/atau dikerjakan WNI /Perusahaan Nasional * Biaya Komponen Luar Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri . * Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri. atau ** Pengadaan barang pesanan yang harus dipabrikasi terlebih dahulu. atau ** Pengadaan Jasa Pemborongan.. Penghitungan TKDN dilakukan oleh Penyedia Jasa.II. % TKDN Gabungan = (Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri Barang + Komponen Dalam Negeri Jasa) Jumlah Biaya Total ** ** ** ** TKDN Barang (Goods) dihitung berdasar nilai KDN & Sub Jumlah (Sub Total) A. TKDN Jasa (Services) dihitung berdasar nilai KDN & Sub Jumlah (Sub Total) A. seperti halnya tatacara penghitungan dengan formulir SC-12A. FL-012 C Catatan (Note): * Digunakan pada pengadaan: ** Pengadaan barang berikut jasa perakitan dan/atau pemasangan.I.

Bulan-tahun (mm-yyyy) mulai efektif Kontrak Bulan-tahun (mm-yyyy) berakhir efektif Kontrak Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK). FL-012 D Kontraktor KKS:        LAPORAN REALISASI PENCAPAIAN TKDN PENGADAAN BARANG / JASA BULAN: ………………………………. mata uang dalam Kontrak adalah Rp. TAHUN …………… FORM No..Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Usaha Menengah (UM) atau Usaha Besar (UB) Nilai total Kontrak. S/D …………………………………. Realisasi biaya pengadaan Komponen Dalam Negeri pada akhir Kontrak Persentase realisasi pencapaian TKDN pada akhir Kontrak Informasi kesesuaian capaian vs komitmen TKDN: lebih tinggi dari target / sesuai target / lebih rendah dari target Halaman 1 dari 1 . H US$ I KOMITMEN TKDN J CAPAIAN TKDN KETERANGAN NILAI K % L M KETERANGAN: B&C D E G H I J K L M = = = = = = = = = = Nomor & Judul Kontrak-Kontrak yang telah ditutup pada bulan pelaporan. mata uang dalam Kontrak adalah US$. : SC 12 D N O A 1 2 3 4 5 6 KONTRAK NOMOR B JUDUL C JANGKA WAKTU MULAI D AKHIR E PENYEDIA BARANG/ JASA F UK / UM / UB G NILAI KONTRAK Rp. Persentase Komitmen Pencapaian TKDN berdasar Kontrak. Nilai total Kontrak.