BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BPMIGAS

)

PEDOMAN TATA KERJA
NOMOR 007 REVISI-II/PTK/I/2011

TENTANG

PEDOMAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (BPMIGAS)

PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA
Nomor: 007 REVISI-1/PTK/IX/2009

BUKU KESATU KETENTUAN UMUM

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB I.

DAFTAR ISI ISI HALAMAN 1 2 4 4 5 5 6 7 8 9 9 10 10 11 12 12 12 13 13 14

UMUM 1. PENGERTIAN ISTILAH 2. MAKSUD DAN TUJUAN 3. LINGKUP PENGATURAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 4. SUSUNAN PEDOMAN PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 5. PRINSIP DASAR PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 6. ETIKA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI 7. KESEHATAN, KESELAMATAN LINGKUNGAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN KEWENANGAN 1. KEWENANGAN PELAKSANAAN PENGADAAN 2. KEWENANGAN PENGELOLAAN ASET 3. KEWENANGAN PENGELOLAAN KEPABEANAN 4. KEWENANGAN PENGELOLAAN PROYEK PENGAWASAN 1. PENGAWASAN MELEKAT 2. PENGAWASAN FUNGSIONAL 3. PENILAIAN KINERJA KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA 4. LAPORAN 5. TINDAK LANJUT PENGAWASAN KETENTUAN PERALIHAN

II.

III.

IV.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum

BAB I UMUM

1

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (BPMIGAS) adalah Badan Hukum Milik Negara yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2002.5. harta benda inventaris (HBI) dan material persediaan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. Proyek adalah kegiatan yang bersifat tidak rutin untuk membangun atau menghasilkan sesuatu yang spesifik/unik dengan batasan waktu mulai dan akhir yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengelolaan Aset. 1.6.2.8. Kontraktor KKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) adalah Badan Usaha atau Badan Usaha Tetap. pelaksanaan dan pengendalian/pengawasan kegiatan Pengadaan Barang/Jasa. Eksplorasi adalah kegiatan yang bertujuan memperoleh informasi mengenai kondisi geologi untuk menemukan dan memperoleh perkiraan cadangan Minyak dan Gas Bumi di Wilayah Kerja yang ditentukan. termasuk Manajemen Penyedia Barang/Jasa. PENGERTIAN ISTILAH 1. 1. 1.4. Plan of Development (POD) adalah seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Work Program and Budget. Kepabeanan dan Pengelolaan Proyek.7. yang dipergunakan atau sedang tidak dipergunakan atau sudah tidak dipergunakan untuk kegiatan operasional Kontraktor KKS. 1. Plan of Development dan Authorization for Expenditure. yang dibeli atau diperoleh dengan cara lainnya oleh Kontraktor KKS. sebagaimana disebut dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Pejabat Berwenang adalah Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKS atau pekerja struktural Kontraktor KKS yang telah mendapat pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKS. Aset adalah harta benda berujud (tangible) dan tidak berujud (intangible). terdiri dari harta benda modal (HBM). Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri serta Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan. 1. 1. 2 1. .3. Rantai Suplai (Suply Chain) adalah kegiatan penyediaan dan pendayagunaan barang dan jasa yang mencakup tahap perencanaan.1.

3 . Plan of Development dan Authorization for Expenditure.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 1.9. Work Program And Budget (WP&B) adalah seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Work Program and Budget.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 2. kualitas. Lingkup Pemberlakuan Pedoman ini berlaku untuk pengelolaan rantai suplai di lingkungan Kontraktor KKS Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi di wilayah Negara Republik Indonesia. harga. termasuk pengaturan tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa dan pedoman untuk Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri serta Pengendalian/ Penyelesaian Perselisihan.1. Lingkup Pengaturan Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai ini mencakup pengaturan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. Tujuan Pengelolaan Rantai Suplai adalah memperoleh dan mendayagunakan barang/jasa yang dibutuhkan dalam jumlah. 3. LINGKUP TATACARA RANTAI SUPLAI 3. 2. 2.2.3.2. waktu dan tempat yang tepat secara efektif dan efisien serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku serta memenuhi prinsip-prinsip etika rantai suplai. 3. Kepabeanan serta Pengelolaan Proyek. pengertian dan pedoman pelaksanaan teknis serta administratif yang terintegrasi dan jelas bagi seluruh pengelola kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Republik Indonesia. Pengelolaan Aset. MAKSUD DAN TUJUAN Pedoman ini DIMAKSUDKAN UNTUK Memberikan satu pola pikir. dalam pengelolaan Rantai Suplai. 4 .1. 3.

4. yaitu: Buku Kesatu Buku Kedua Buku Ketiga Buku kelima : Ketentuan Umum Rantai Suplai : Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa : Pedoman Pengelolaan Aset : Pedoman Pengelolaan Proyek 4.5. 5. Efisien. 5.1. berarti harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesarbesarnya sesuai dengan sasaran yang ditetapkan perusahaan. PRINSIP DASAR PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan rantai suplai wajib dilaksanakan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut: 5. dengan cara dan atau alasan apapun. berarti semua ketentuan dan informasi. Transparan.5. Adil. 4.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 4.3. 4.2. berarti tidak diskriminatif dalam memberikan perlakuan bagi semua penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan kepada pihak tertentu.4.4. berarti harus diusahakan dengan menggunakan dana. Buku Keempat : Pedoman Pengelolaan Kepabeanan 5. SUSUNAN PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Pedoman Tata Kerja Pengelolaan Rantai Suplai (Suply Chain Manual) Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) terdiri dari 5 (lima) buku.1. 5. Efektif. hasil evaluasi dan penetapan pemenang harus bersifat terbuka bagi Penyedia Barang/Jasa yang berminat. 5. daya dan fasilitas yang sekecil-kecilnya untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam waktu sesingkat-singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya bagi keuntungan negara. 4. Kompetitif. berarti harus dilakukan melalui seleksi dan persaingan yang sehat di antara Penyedia Barang/Jasa yang setara dan memenuhi syarat/kriteria tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur yang jelas serta transparan.3. baik teknis maupun administratif termasuk tata cara evaluasi. 5 .2.

8. 6. Mencegah terjadinya pertentangan kepentingan (conflict of interest) pada pihak-pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses pengelolaan rantai suplai. berarti mendukung dan mengembangkan kegiatan dengan memperhatikan kemampuan dan dampak lingkungan.1. Panitia Pengadaan. 6. Bertanggung jawab. golongan atau pihak lain. berarti harus mencapai sasaran baik fisik. Dalam pengambilan keputusan tidak melebihi batas kewenangan yang telah ditetapkan dan tidak terpengaruh oleh kepentingankepentingan lain diluar kepentingan perusahaan dan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar angka 5 diatas. Bekerja secara tertib dengan mematuhi peraturan yang berlaku dan melaksanakan prinsip-prinsip dasar rantai suplai. Tidak menyalahgunakan wewenang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama. penuh rasa tanggung jawab. 6. Tidak menerima/memberi. keuangan maupun manfaat bagi kelancaran pelaksanaan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip dan kebijakan serta ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan rantai suplai.2. ETIKA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI Pejabat Berwenang. Tidak menggunakan dokumen-dokumen yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keaslian dan kebenarannya. 6.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 5. Penyedia Barang/Jasa dan para pihak yang terkait dalam pengelolaan rantai suplai harus memenuhi etika sebagai berikut: 6. tidak menawarkan. 6 . Mendukung dan menumbuh-kembangkan kemampuan Nasional untuk lebih mampu bersaing ditingkat nasional. yang mengakibatkan persaingan yang tidak sehat dan penurunan kualitas hasil pekerjaan.5. Pengguna Barang/Jasa.4.3.6. tidak meminta atau berjanji memberi imbalan/hadiah berupa apa saja kepada/dari siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan pengelolaan rantai suplai. 6. 6. profesional dengan menjunjung tinggi kejujuran. Berwawasan lingkungan. 5.7. baik secara langsung atau tidak langsung dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. 5. kemandirian dan menjaga informasi yang bersifat rahasia. Mencegah terjadinya kerugian negara dan perusahaan. 6.6. 6. regional dan internasional.7. Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung.8.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum 7. KESEHATAN. KESELAMATAN KERJA DAN LINDUNGAN LINGKUNGAN (K3LL) Pejabat Berwenang. Panitia/Pejabat Pengadaan. Penyedia Barang/ Jasa dan para pihak yang terkait dengan pengelolaan rantai suplai wajib memperhatikan ketentuan K3LL yang berlaku di lingkungan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. 7 .

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB II KEWENANGAN 9 .

1.5. Pada dasarnya proses dan pengambilan keputusan pengadaan barang/jasa dilakukan oleh Kontraktor KKS. 2. 2. 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. sebelum dapat dilaksanakan. Dalam rangka pelaksanaan tugasnya BPMIGAS melakukan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh Kontraktor KKS. Pengaturan secara rinci dimuat Pengelolaan Aset Kontraktor KKS. Kontraktor KKS berwenang untuk menggunakan aset dalam kegiatan operasional kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Negara Republik Indonesia. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Status Aset kepada BPMIGAS. Beberapa tahapan proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu oleh BPMIGAS.2.4. Setiap pengalihan peruntukan. Semua Aset yang berwujud maupun tidak berwujud berpindah menjadi milik Negara yang dikelola oleh BPMIGAS pada saat dibeli dan berpindah tangan ke dalam penguasaan Kontraktor KKS. pengelolaan dan/atau penguasaan Aset harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. Pengaturan secara rinci dimuat dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS. dalam Buku Pedoman 2.2.3. 2.3. KEWENANGAN PENGELOLAAN ASET 2. KEWENANGAN PELAKSANAAN PENGADAAN 1. 2. 1.1. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Pelaksanaan Pengadaan ke BPMIGAS. 10 .

Beberapa tahapan proses pelaksanaan impor dan ekspor harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu oleh BPMIGAS. 3.4. Dalam rangka pelaksanaan tugasnya BPMIGAS melakukan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan impor dan ekspor yang dilakukan oleh Kontraktor KKS.2. 4. sebelum dapat dilaksanakan. KEWENANGAN PENGELOLAAN PROYEK Struktur kewenangan di bidang pengelolaan proyek akan ditentukan kemudian. 3. KEWENANGAN KEPABEANAN Kontraktor KKS berwenang untuk melaksanakan impor atau ekspor barang atau peralatan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di wilayah Negara Republik Indonesia. dalam Buku Pedoman 3. 11 .3.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 3. Kontraktor KKS wajib menyampaikan Laporan Pelaksanaan kegiatan impor dan ekspor kepada BPMIGAS. 3. Pengaturan secara rinci dimuat Kepabeanan Kontraktor KKS.1.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB III PENGAWASAN 13 .

PENGAWASAN MELEKAT 1.2. Pemanfaatan produksi dan kompetensi dalam negeri.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1. pelaksanaan hingga penyelesaian secara fisik.2. Efisiensi biaya. Pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan oleh fungsi pengawasan eksternal dikoordinasikan oleh BPMIGAS untuk mencegah terjadinya pemeriksaan yang tumpang tindih.1. Efisiensi dan optimalisasi pemanfaatan asset. Pengawasan melekat dilakukan oleh setiap atasan secara struktural dan fungsional atas aspek administrasi. Dalam pelaksanaan pengawasan melekat perlu memperhatikan masukan dari pengawas fungsional dan pengawasan masyarakat.1.3. 3.1.3.1. kewenangan dan tanggung jawab berdasarkan peraturan yang berlaku mulai dari tahap perencanaan. teknis. waktu. 3. 1. tahap setelah penyelesaian (post audit).2. keuangan maupun K3LL sesuai dengan sasaran kerja. Pimpinan Kontraktor KKS wajib melakukan pengawasan melekat secara intensif terhadap para pejabat yang melaksanakan tugas di lingkungan kerja masing-masing. yang meliputi sekurang-kurangnya: Kepatuhan terhadap pedoman ini dan pedoman yang terkait serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3. Bilamana diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan khusus. 2.4. Pengawasan terhadap pengelolaan rantai suplai di lingkungan Kontraktor KKS dilakukan oleh lembaga pengawas fungsional internal maupun eksternal. sehingga menjadikan pengawasan melekat sebagai unsur pengendalian internal yang efektif. PENGAWASAN FUNGSIONAL 2. tahap pelaksanaan sampai tahap penyelesaian (current audit).1. Pengawasan terhadap pengelolaan rantai suplai dilakukan sejak tahap perencanaan (pre audit). 3.1. 14 . 3. Penilaian Kinerja Kontraktor KKS dalam lingkup pengelolaan rantai suplai dilakukan dengan menggunakan Key Performance Indicator (KPI).1. PENILAIAN KINERJA KONTRAKTOR KKS 3. 2.1. 2.

Pelaksanaan tindak lanjut sanksi dan penghargaan harus dipantau dan dievaluasi oleh fungsi pengawasan internal Kontraktor KKS dan dilaporkan kepada BPMIGAS. 5. 4.1. maupun sumber daya manusia.4. 5. LAPORAN: Sistem pelaporan untuk masing-masing bidang kegiatan diatur dalam setiap buku Pedoman Pelaksanaan. Pada saat yang sama dilakukan evaluasi atas KPI Kontraktor KKS yang bersangkutan tahun sebelumnya. Revisi target KPI yang telah disepakati. Tindak lanjut hasil pengawasan dapat berupa: Penyempurnaan/perbaikan proses/prosedur.3. 5. 15 . Pemberian penghargaan kepada individu atau kelompok yang berprestasi dan dinilai layak mendapat penghargaan. yang tata caranya diatur oleh masing-masing Kontraktor KKS. Target KPI disepakati bersama oleh BPMIGAS dan Kontraktor KKS. TINDAK LANJUT PENGAWASAN 5. kelembagaan. 5.2. 5.2.2.1.1.3.Buku Kesatu – Ketentuan Umum 3.1.1. 5. Pelaksanaan tindak lanjut sanksi merupakan kewenangan dan tanggung jawab pimpinan tertinggi Kontraktor KKS sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor. pada saat pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)/ Work Program and Budget (WP&B).1. yang pengajuannya dapat dilakukan pada pertengahan tahun kalender. 5. Pemberian sanksi atas pelanggaran.

.

Buku Kesatu – Ketentuan Umum BAB IV KETENTUAN PERALIHAN 17 .

pengelolaan Aset dan pelaksanaan prosedur kepabeanan yang sedang berjalan dilanjutkan mengikuti ketentuan lama. Apabila sudah mencapai tahap pemasukan penawaran namun proses evaluasi dan/atau negosiasi penawaran belum selesai. 3. dengan mengubah isi dokumen pengadaan. Proses pengelolaan yang berkaitan dengan pelaksanaan pengadaan barang/jasa. dilanjutkan dengan mengacu pada ketentuan lama.2. Apabila tahap evaluasi dan negosiasi sudah selesai. dinyatakan tidak berlaku. dilakukan penyesuaian seperlunya dengan menggunakan tatacara negosiasi. harus dilakukan penyesuaian mengikuti ketentuan dalam pedoman ini. ---ooo0ooo--- 18 .1. berupa sisipan dan/atau penambahan lampiran pada setiap Buku Pedoman Pelaksanaan atau Buku Pedoman Pengelolaan. 2. Dengan berlakunya Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Tentang Pengelolaan Rantai Suplai ini maka semua ketentuan yang pernah ada dan diterbitkan oleh BPMIGAS yang terkait dengan pengelolaan rantai suplai. Apabila belum mencapai tahap pemasukan penawaran. 2. 2. Khusus untuk kegiatan pengadaan barang/jasa: 2.3. Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam pedoman ini. akan diatur kemudian oleh BPMIGAS.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-1/PTK/IX/2009 1.

BADAN PELAKSANA KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI (B P M I G A S) PEDOMAN TATA KERJA PENGELOLAAN RANTAI SUPLAI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA NOMOR 007 REVISI-II/PTK/I/2011 BUKU KEDUA PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA Edited 15-6-2010 .

.

RUANG LINGKUP KEGIATAN KEWENANGAN DAN PENGAWASAN 1. UMUM 2. PENGERTIAN ISTILAH 2. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP PRODUKSI 3. PENGAWASAN PENGUTAMAAN PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 1. PENGAWASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI STRATEGI PENGADAAN 1. I S I UMUM 1. PREFERENSI HARGA 10. 51 52 53 54 . PERNYATAAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI 9.DAFTAR ISI BAB I. PEMANFAATAN JASA DALAM NEGERI 8. RENCANA PENGADAAN 2. TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI 4. PENGUTAMAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI 7. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP EKSPLORASI 2. SUMBER PENGADAAN 4. JENIS DAN MASA BERLAKU KONTRAK HALAMAN 2 8 9 II. 16 17 18 20 22 24 30 41 47 49 IV. 11 12 14 III. PROGRAM PENINGKATAN PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 6. KOMPONEN DALAM NEGERI BARANG/JASA 3. KEBIJAKAN UMUM 3. DAFTAR BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 5. PENYUSUNAN PAKET PEKERJAAN 3.

PENGGUNA BARANG/JASA 3. PANITIA PENGADAAN/TIM INTERNAL 5. PENYEDIA BARANG/JASA HARGA PERHITUNGAN SENDIRI / OWNER ESTIMATE 1. DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI 3. RENCANA KERJA PENGADAAN 2. TATA CARA DAN DASAR PENYUSUNAN HALAMAN 64 65 VI. KETENTUAN UMUM 2. JAMINAN PENAWARAN 2. STRUKTUR DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA 2. JAMINAN UANG MUKA 4. 68 70 72 73 77 VII. I S I PERENCANAAN 1. PEJABAT BERWENANG 2. JAMINAN PELAKSANAAN 3. JAMINAN PEMELIHARAAN 97 98 99 105 107 110 114 115 .DAFTAR ISI BAB V. PENGELOLA PENGADAAN 4. DOKUMEN PENGADAAN 4. PENYAMPAIAN RENCANA PENGADAAN PELAKU PENGADAAN BARANG/JASA 1. DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA 1. BIAYA PENGGANTIAN DOKUMEN PENGADAAN IX. JAMINAN 1. 94 94 VIII.

PENGUMUMAN 2. EVALUASI PENAWARAN 10. PROTES 6. PENILAIAN KUALIFIKASI 4. I S I METODA DAN TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/ JASA PEMBORONGAN/ JASA LAINNYA 1. PEMBATALAN PELELANGAN 21. SANGGAHAN 15. PELELANGAN UMUM 2. PELELANGAN TERBATAS 3. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN 9. PENUNJUKAN LANGSUNG 5. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN 8. PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 17. PEMBERIAN PENJELASAN 5. PERSETUJUAN RENCANA PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 16. KEPUTUSAN PENETAPAN CALON PEMENANG 13.DAFTAR ISI BAB X. NEGOSIASI HARGA PENAWARAN 11. PENGUMUMAM PEMENANG PENGADAAN 14. PENDAFTARAN PENYEDIA BARANG/JASA 3. TENGGANG WAKTU HALAMAN 117 119 122 126 132 132 136 139 140 142 146 148 150 152 154 159 174 178 180 181 182 186 188 190 190 191 193 194 194 XI. SWAKELOLA TATA CARA PELELANGAN UMUM 1. DOKUMEN PENAWARAN 7. PELELANGAN ULANG 20. PEMILIHAN LANGSUNG 4. PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK (E-PROCUREMENT) 7. PROCARD 6. PENENTUAN CALON PEMENANG 12. . PENGEMBALIAN SURAT JAMINAN PENAWARAN 18. PELELANGAN GAGAL 19. PENGULANGAN PENGADAAN (REPEAT ORDER) 22.

SANKSI ATAS PELANGGARAN XV. PEMBINAAN PENYEDIA BARANG/JASA 1. PEMBINAAN 2. PENUTUPAN KONTRAK XIV. PERUBAHAN LINGKUP KERJA DAN PERPANJANGAN JANGKA WAKTU KONTRAK 5. I S I METODA DAN TATA CARA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 1. PENGADAAN JASA KONSULTANSI PERORANGAN HALAMAN 196 197 198 198 199 200 200 220 221 XIII. ISI KONTRAK 3.DAFTAR ISI BAB XII. PENYUSUNAN DAFTAR PENYEDIA JASA TERSELEKSI 6. MANAJEMEN KONTRAK 6. KETENTUAN UMUM 2. PENGHARGAAN ATAS KINERJA 4. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 7. PENILAIAN KINERJA 3. PENYESUAIAN KETENTUAN 257 . PELAKSANAAN PEKERJAAN MENDAHULUI KONTRAK 4. SISTIM EVALUASI PENAWARAN 8. METODA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 5. PENERBITAN KONTRAK 2. HARGA PERHITUNGAN SENDIRI 4. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN 7. PELAPORAN KEGIATAN PENGADAAN BARANG/JASA 223 223 230 231 237 242 244 247 248 248 249 255 XVI. KONTRAK 1. PELELANGAN ULANG 9. PENYIAPAN DOKUMEN PENGADAAN 3.

Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB I UMUM 1 .

Dokumen Pengadaan adalah dokumen yang sekurangkurangnya berisi uraian tentang lingkup pekerjaan. 1. 1. yang bersumber dari Work Program & Budget (WP&B) dan/atau dari Daftar Rencana Pengadaan (Procurement List).4. tidak dapat digantikan dengan barang atau peralatan lain yang sejenis.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.Buku Kedua . 1. Harga Barang Jadi adalah jumlah biaya untuk memproduksi barang yang terdiri dari biaya bahan (material) langsung. 2 . Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD) adalah badan usaha yang modalnya atau sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia/ Pemerintah Daerah sebesar lebih dari 50% (lima puluh persen).7. Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. tenaga kerja langsung dan biaya tidak langsung pabrik. Anggaran adalah dana yang dialokasikan oleh Kontraktor KKS untuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa tertentu.3. disusun secara sistimatis berdasarkan kerangka acuan kerja (KAK) yang ditetapkan oleh pengguna barang/jasa. Jasa Konsultansi adalah layanan jasa profesional untuk mencapai sasaran tertentu yang hasil akhirnya berbentuk piranti lunak. yang digunakan sebagai pedoman bagi calon Penyedia Barang/Jasa dalam proses pembuatan dan penyampaian penawaran serta pedoman bagi Panitia Pengadaan/Tim Internal dalam melakukan evaluasi penawaran. 1. usulan atau rekomendasi sebagai hasil analisis data dan/atau keadaan. syarat-syarat kerja (terms & conditions).5.6.2.8. Bank Umum Nasional adalah Bank Umum yang lebih dari 50% (lima puluh persen) saham kepemilikannya dimiliki atau berasal dari pemerintah Republik Indonesia dan/atau badan hukum Indonesia dan/atau warganegara Republik Indonesia. tata cara proses pengadaan dan persyaratan administratif pengadaan. 1. 1. PENGERTIAN ISTILAH 1. Barang Spesifik adalah barang atau peralatan yang karena tuntutan teknis dan kepentingan operasi. 1.

3 .13. Jasa Lainnya dan/atau Jasa Konsultansi yang berupa pelaksanaan fisik pekerjaan.11.4. Jasa Pemborongan atau pemasokan barang.9. Penggunaan tenaga kerja. 1.11. Pelaksanaan sertifikasi kelayakan operasi.11. 1.7.11. Pelaksanaan konstruksi (construction) dan/atau perakitan (assembly) dan/atau instalasi (installation) fasilitas produksi.11. Kendali mutu (quality control). Jasa Pengerjaan adalah bagian dari pekerjaan Jasa Pemborongan. 1. Penggunaan lapangan pembangunan.11. 1.11. Pengerjaan rekayasa dan rancang bangun (engineering and design). 1. pengkajian (evaluation) dan/atau penelitian (study).11.11. 1.11.11.6.12. Jasa Lainnya adalah segala pekerjaan dan/atau penyediaan jasa selain Jasa Konsultansi.10. Penggunaan peralatan pembangunan dan peralatan angkut termasuk bahan bakar yang diperlukan.11.3. Pelaksanaan survey.8. Penggunaan jasa pengangkutan. 1.11.11. Penggunaan kantor dan sarana pendukung lainnya. peralatan dan material yang diperlukan.9.1.5. 1.11. 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. 1. 1.10. 1. penetapan spesifikasi dan pengawasan pelaksanaannya dilakukan oleh Kontraktor KKS. meliputi antara lain namun tidak terbatas pada: 1. Penggunaan laboratorium untuk pengujian (test). dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. (yard) penimbunan dan Penggunaan pabrik dan/atau bengkel (workshop) dan/atau galangan kapal untuk pembuatan (fabrication) komponen atau bagian dari komponen fasilitas produksi. sedangkan seluruh proses serta pengerjaannya termasuk penyediaan tenaga kerja. 1. Jasa Pemborongan adalah jasa pekerjaan yang perencanaan teknis. 1. Penggunaan bengkel (workshop) untuk perawatan dan/atau perbaikan mesin dan/atau peralatan produksi.2.

gunung meletus. 1. Penggunaan barang habis pakai (consumable) yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. Keadaan Darurat (Emergency) adalah keadaan seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Keadaan Emergency. peperangan. plant shut down. gempa bumi.Buku Kedua .15. komponen bangunan. 1. tsunami. Keadaan Mendesak (Urgent) adalah kegagalan operasi (operation failure) yang terjadi secara tiba-tiba. 1. 1. 4 . Keadaan Krisis adalah keadaan seperti diatur dalam Pedoman Tata Kerja BPMIGAS yang mengatur mengenai Keadaan Krisis.14. Keadaan mendesak terjadi antara lain namun tidak terbatas karena equipment failure.16. yang dapat mengakibatkan terganggunya kelancaran produksi minyak dan/atau gas bumi baik sebagian maupun keseluruhan dan/atau mengakibatkan terhentinya kegiatan operasional baik sebagian maupun keseluruhan. Keadaan Kahar termasuk tetapi tidak terbatas pada bencana alam atau act of God (antara lain banjir. atau revolusi.13. tanah longsor atau wabah penyakit). badai. well shut down. Keadaan Mendesak (Urgent) harus dinyatakan oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS setempat dan dilaporkan kepada BPMIGAS. Keadaan Kahar (Force Majeure) adalah suatu kejadian atau keadaan yang terjadi di luar kuasa atau kontrol para pihak yang mengikatkan diri dalam Kontrak yang mengakibatkan pihak yang menyatakan Keadaan Kahar tidak dapat melaksanakan seluruh atau sebagian kewajibannya berdasarkan Kontrak.12.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. Tidak termasuk dalam pengertian ini adalah barang kebutuhan utama dalam Jasa Pemborongan. 1. barang/bahan pembuatan komponen bangunan atau sukucadang pada pekerjaan perbaikan. kerusuhan. sabotase.14. start up delay atau keadaan yang berpotensi mengganggu pelaksanaan kegiatan operasional dan apabila tidak segera ditanggulangi dapat menyebabkan kerugian bagi negara. angin topan.11. Jasa Spesifik adalah jasa yang memerlukan persyaratan teknologi dan/atau keahlian tertentu dan hanya dapat dipenuhi dan/atau hanya dapat dilaksanakan oleh satu penyedia jasa. process upset.

atau pembiayaan bersama dalam rangka mencapai tujuan tertentu dalam batas waktu tertentu dengan menyatukan sumberdaya yang dimiliki para pihak yang bergabung. Kontrak dapat berupa antara lain Surat Pesanan (Purchase Order) atau Kontrak Jasa (Service Contract).23. Kualifikasi adalah status hukum. Kontrak adalah perjanjian pelaksanaan pekerjaan penyediaan barang/jasa antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa yang dituangkan dalam kesepakatan tertulis dan bersifat mengikat. kemampuan finansial. kemampuan penyediaan peralatan. Pascakualifikasi adalah proses penilaian Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa yang dilakukan setelah evaluasi penawaran harga. 1. 1. perusahaan. 1.24.17. serta kemampuan pengelolaan program kesehatan. tingkat kemampuan usaha.19. Konsorsium adalah gabungan dari 2 (dua) atau lebih orang perorangan. 1. Lingkup Kerja adalah bagian dari Dokumen Pengadaan yang berisi uraian tentang spesifikasi dan/atau fungsi barang atau uraian pekerjaan termasuk jumlah/volume serta waktu yang dimaksudkan untuk menghasilkan sesuatu. Panitia Pengadaan adalah panitia yang dibentuk dan disahkan oleh Pejabat Berwenang untuk melaksanakan pemilihan Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Kontraktor KKS. 1.20. Surat Perjanjian (Agreement). untuk mengadakan suatu kegiatan. kemampuan personalia. keselamatan kerja dan lindungan lingkungan (K3LL).22. 1. 5 . dimana masing-masing anggota Konsorsium tetap berdiri sendirisendiri. Klarifikasi adalah permintaan penjelasan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal kepada peserta pengadaan barang/jasa atas materi penawaran. Pejabat Berwenang adalah pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau pekerja struktural Kontraktor KKS yang telah mendapat pelimpahan kewenangan dan tanggung jawab dari pimpinan tertinggi Kontraktor KKS. 1.21.18. usaha. sepanjang tidak mengubah substansi penawaran. organisasi atau kombinasi dari elemen-elemen tersebut. selama proses pengadaan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.

1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.000. 1. Pengelola Pengadaan adalah fungsi dan/atau organisasi yang ditunjuk untuk mengelola kegiatan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS.28.27.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. secara langsung atau tidak langsung untuk mempengaruhi jalannya proses dan/atau keputusan pengadaan dengan mengutamakan/menguntungkan kepentingan pribadi dan/atau kelompoknya dan/atau kroninya dan/atau korporasi (termasuk afiliasinya) dan/atau penyedia barang/jasa tertentu. didirikan 6 . Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) adalah situasi dimana pekerja Kontraktor KKS secara sendiri dan/atau secara bersama-sama.31.29. 1. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha. Badan Usaha Milik Negara BUMN) atau Badan Usaha Millik Daerah (BUMD). 1. sebagai pribadi atau bertindak untuk kepentingan perusahaan atau afiliasinya. negara Republik Indonesia. Perusahaan Asing adalah perusahaan yang didirikan bukan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia. 1. dan memiliki surat izin usaha yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang.000. menggunakan kekuasaannya. Pengguna Barang/Jasa adalah fungsi dalam lingkungan organisasi Kontraktor KKS yang memerlukan barang/jasa untuk mendukung pelaksanaan kegiatannya. 1.26. Perusahaan Dalam Negeri adalah Perusahaan Nasional yang lebih dari 50% (lima puluh persen) sahamnya dimiliki oleh perseorangan warga negara Indonesia.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000. pemerintah daerah. Pekerjaan Bersifat Kompleks adalah pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi dan/atau mempunyai risiko tinggi dan/atau menggunakan peralatan dengan desain khusus. 1. Perusahaan Nasional adalah perusahaan yang berdasarkan hukum negara Republik Indonesia.30. sedemikian rupa sehingga bertentangan dengan ketentuan pelaksanaan pengadaan barang/jasa.Buku Kedua .000. gabungan beberapa badan usaha atau perorangan yang memiliki kemampuan untuk menyediakan barang/jasa untuk kepentingan Kontraktor KKS sesuai dengan bidang usaha dan kualifikasinya.25.32. dan bernilai lebih besar dari Rp50.

7 .36.33. Produksi Dalam Negeri adalah semua jenis barang/jasa termasuk rancang bangun dan perekayasaan yang diproduksi. Prakualifikasi adalah proses penilaian Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa yang dilakukan sebelum tahap pemasukan dokumen penawaran.35.34. 1. Wakil Penyedia Barang/Jasa adalah seseorang yang bertindak untuk dan atas nama Penyedia Barang/Jasa sesuai akte pendirian/perubahan atau secara hukum mempunyai kapasitas untuk mewakili Penyedia Barang/Jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. 1. yang disampaikan setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup. 1. Post Bidding adalah pengubahan atau penambahan atau pengurangan persyaratan pengadaan oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal atau pengubahan/penambahan/pengurangan kelengkapan dokumen penawaran dan/atau data pada pelelangan umum. Tim Internal mempunyai persyaratan. yang dinyatakan dalam persentase. tanggung-jawab dan tugas pokok sama seperti Panitia Pengadaan namun memiliki kewenangan dan ruang lingkup kerja yang lebih rendah.37.38. 1. Post Bidding dilarang untuk dilakukan. Tim Internal adalah tim di lingkungan Pengelola Pengadaan yang dibentuk dan disahkan oleh pimpinan pengelola pengadaan atau oleh Pejabat Berwenang. pelelangan terbatas atau pemilihan langsung oleh peserta pengadaan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah besaran komponen dalam negeri pada barang/jasa atau pada gabungan barang dan jasa. dibangun atau dikerjakan oleh perusahaan yang berproduksi dan/atau berinvestasi langsung di Indonesia. 1.

Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta mengusahakan pelaksanaan pekerjaan dilakukan di dalam wilayah negara Republik Indonesia. dengan cara meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan pengadaan barang/ jasa. 2. Melaksanakan pengadaan barang/jasa di dalam wilayah negara Republik Indonesia sesuai ketentuan perundangundangan yang berlaku di negara Republik Indonesia. dan lindungan lingkungan (K3LL) yang berlaku di lingkungan kegiatan hulu minyak dan gas bumi.1.8. KEBIJAKAN UMUM 2. 2. 2. Mempercepat proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa. Melaksanakan pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa melalui bank yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum Nasional.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.Buku Kedua . Membina kemampuan berusaha dan memberikan kesempatan berusaha bagi Perusahaan Dalam Negeri terutama usaha kecil termasuk koperasi kecil. 8 . 2. Memperoleh barang/jasa yang diperlukan secara efektif dan efisien. Meningkatkan kinerja dan tanggungjawab para perencana. Menciptakan iklim persaingan yang sehat. Para pihak yang mengikatkan diri dalam Kontrak harus memiliki rekening bank yang berada dalam wilayah Negara Republik Indonesia. dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum Nasional. tertib dan terkendali.2. 2. 2. Melaksanakan ketentuan kesehatan.7. keselamatan kerja. 2.9. Bagi Kontraktor KKS tahap produksi. 2.6. semua transaksi pembayaran menggunakan Bank Umum yang berstatus Badan Usaha Milik Negara/Daerah.5. 2.10.4. serta pengawas pengadaan barang/jasa.3. baik rekening pembayar maupun rekening penerima. Melaksanakan sendiri pengadaan barang/jasa secara swakelola atau dapat pula dilakukan melalui Penyedia Barang/Jasa. pelaksana.

3. 3. dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. 9 . disusun secara sistimatis berdasarkan kerangka acuan kerja (KAK) yang ditetapkan oleh pengguna barang/jasa. 3. Pengadaan barang meliputi pengadaan barang untuk kepentingan pengisian persediaan (inventory) di gudang atau untuk dipergunakan secara langsung dalam kegiatan operasional atau proyek atau membeli peralatan (equipment). pengadministrasian Kontrak. RUANG LINGKUP KEGIATAN 3.1. atau Membeli barang pesanan kepada bengkel (workshop) atau pabrikator barang atau peralatan yang harus dibuat/ dipabrikasi terlebih dahulu dengan desain tertentu (tailor made).4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Pengadaan Jasa Lainnya merupakan kegiatan pengadaan segala pekerjaan atau penyediaan jasa selain Jasa Konsultansi.3. Pengadaan Jasa Pemborongan merupakan kegiatan pengadaan jasa pekerjaan yang perencanaan teknis. Tata cara pengadaannya mengikuti tata cara pengadaan Jasa Pemborongan. Membeli barang atau peralatan hasil produksi masal (mass product) kepada pabrikan atau kepada pedagang. pembinaan Penyedia Barang/Jasa dan penyelesaian perselisihan (apabila ada). peralatan dan material yang diperlukan. Jasa Pemborongan dan pemasokan barang.1.3. usulan atau rekomendasi sebagai hasil analisis data dan/atau keadaan. pemilihan Penyedia Barang/Jasa. Pedoman Pelaksanaan ini berlaku untuk semua kegiatan pengadaan barang/jasa kecuali pengadaan lahan dan jasa pengacara/konsultan hukum.5. Bagi pengadaan jasa asuransi harus tetap mengikuti ketentuan dalam pedoman ini dan dilengkapi dengan pengaturan tata cara yang bersifat khusus.6. Lingkup kegiatan pengadaan barang/jasa meliputi penyusunan rencana pengadaan.2. 3. sedangkan seluruh proses serta pengerjaannya termasuk penyediaan tenaga kerja. 3. 3. Pengadaan barang dapat dilakukan dengan cara: 3. penetapan spesifikasi dan pengawasan pelaksanaannya dilakukan oleh Kontraktor KKS. Pengadaan Jasa Konsultansi merupakan kegiatan pengadaan layanan jasa profesional untuk mencapai sasaran tertentu yang hasil akhirnya berbentuk piranti lunak.2.3.

.

Buku Kedua . 10 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB II KEWENANGAN DAN PENGAWASAN 1.

1. Tata cara pengadaan harus mengikuti tata cara pengadaan yang diatur dalam pedoman ini.000. KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP EKSPLORASI: 1.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. 1.000. Kontraktor KKS dalam tahap eksplorasi berwenang untuk melaksanakan dan mengambil keputusan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa. Pengiriman harus dilakukan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang. Kontraktor KKS wajib menyampaikan laporan pengadaan sebagaimana diatur dalam bab XV. Untuk kepentingan pengawasan proses pengadaan.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. Bentuk ringkasan pelaksanaan pengadaan sesuai lampiran nomor FL-003. pelaksanaan 11 .5. 1.4. apabila berdasarkan temuan audit yang dilakukan oleh BPMIGAS dan/atau auditor Pemerintah ditemukan penyimpangan pada 1 (satu) atau beberapa kebijakan maupun prosedural yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) dan dilakukan berulang-ulang serta telah pernah diberikan peringatan 1 (satu) kali oleh BPMIGAS.3. Kontraktor KKS wajib mengirimkan 1 (satu) set ringkasan pelaksanaan pengadaan dari setiap paket pengadaan yang bernilai lebih dari Rp5.1.000. 1. Kewenangan Kontraktor KKS dapat dibatasi dengan surat penetapan dari Kepala BPMIGAS.2.

000. dengan ketentuan tahapan kegiatan pengadaan berikut sebelum dilaksanakan harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS. Kontraktor KKS dalam tahap produksi berwenang untuk melaksanakan dan mengambil keputusan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa.000.3. Rencana pengadaan barang/jasa untuk pelelangan.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.1.000.000. Tata cara penyampaian diatur dalam bab V angka 2. Rencana penunjukan pemenang pengadaan dengan nilai per paket pengadaan lebih besar dari Rp50. dalam hal: 1. namun total kumulatif penambahan nilai ditambah dengan nilai awal Kontrak menjadi lebih besar dari Rp50.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. Nilai awal Kontrak lebih besar dari Rp50.000.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau kurang dari US$5.5. 2.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).00 (lima puluh milyar rupiah) atau menjadi lebih besar dari US$5.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.1.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). 12 . Nilai awal Kontrak kurang dari Rp50.000.Buku Kedua . KONTRAKTOR KKS DALAM TAHAP PRODUKSI: 2.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.1.000.000.1. dengan nilai per paket rencana pengadaan lebih besar dari Rp50.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000.000.1.000. yaitu: 2.000.1.2.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000. dan total kumulatif penambahan nilai lebih besar dari 10% dari nilai awal Kontrak atau lebih besar dari Rp50.000. 2. 2.000. Pembatalan dan/atau pemutusan dini Kontrak yang penunjukan pemenang pengadaannya telah disetujui oleh BPMIGAS. 2.1. Perubahan lingkup kerja (PLK) dari Kontrak kegiatan pemboran (drilling) dan konstruksi terintegrasi (EPC/EPCI) serta bagianbagiannya yang mengakibatkan penambahan nilai.000. pemilihan langsung atau penunjukan langsung.1.000.2.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Rencana pengadaan yang akan dilakukan secara langsung dengan Perusahaan Asing di luar negeri sebagaimana diatur pada bab IV angka 3. 2.4.000.000.000.000.000.000.000.000.

000.000.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).5. apabila berdasarkan temuan audit yang dilakukan oleh BPMIGAS dan/atau auditor Pemerintah ditemukan penyimpangan pada 1 (satu) atau beberapa kebijakan maupun prosedural yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) dan dilakukan berulang-ulang serta telah pernah diberikan peringatan 1 (satu) kali oleh BPMIGAS. 2. Tata cara pengadaan harus mengikuti tata cara pengadaan yang diatur dalam pedoman ini.4. Pengiriman harus dilakukan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang.2. pelaksanaan 13 .3. Kewenangan Kontraktor KKS dapat dikurangi dengan surat penetapan dari Kepala BPMIGAS.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. Kontraktor KKS wajib menyampaikan laporan pengadaan sebagaimana diatur dalam bab XV. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Kontraktor KKS wajib mengirimkan 1 (satu) set ringkasan pelaksanaan pengadaan dari setiap paket pengadaan yang bernilai lebih dari Rp5. Untuk kepentingan pengawasan proses pengadaan.000. Bentuk ringkasan pelaksanaan pengadaan sesuai lampiran nomor FL-003. 2.

kecuali apabila kemudian harga yang disepakati dalam Kontrak dapat dibuktikan memenuhi kriteria kewajaran.1. pekerja dari fungsi Pengguna Barang/Jasa dan/atau pekerja dari fungsi Pengelola Pengadaan Barang/Jasa yang bertanggungjawab diberikan Surat Peringatan oleh pimpinan Kontraktor KKS. berdasar ketentuan dalam penyusunan HPS/OE.2. dan/atau pekerja dari fungsi Pengelola Pengadaan Barang/Jasa dan/atau Panitia Pengadaan dan/atau pekerja lain. yang terlibat dan terbukti bersalah diberikan sanksi administratif sesuai derajat tanggungjawabnya.Buku Kedua . Kemahalan harga dapat berupa: 3. kepada Kontraktor KKS dikenakan sanksi sebagai berikut: 3. BPMIGAS melaksanakan pengawasan secara current dan post audit atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS. Kontraktor KKS yang bersangkutan diberi Surat Peringatan oleh BPMIGAS. pelaksanaan dan tata cara pengadaan barang/jasa tidak mengikuti dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam pedoman ini dan/atau menimbulkan kemahalan harga.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. anggota Panitia Pengadaan. 3. 14 .1. ketentuan ini diperhitungkan pada saat wilayah kerja bersangkutan dinyatakan komersial untuk dikembangkan.3.3.2. 3. Khusus untuk Kontraktor KKS pada tahap eksplorasi. 3. Penetapan dasar harga dalam penyusunan HPS/OE yang lebih tinggi dari 10% dibanding harga yang wajar berlaku di pasar.3. dan/atau pekerja dari fungsi pengguna Barang/Jasa. Dalam hal penyimpangan dari ketentuan yang sejenis berulang lebih dari 2 (dua) kali. Selanjutnya kepada Pejabat Berwenang. PENGAWASAN. dan/atau Penetapan harga Kontrak yang melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Bagian biaya yang dinyatakan sebagai kemahalan harga untuk kegiatan pengadaan bersangkutan tidak dapat dibebankan sebagai biaya berdasarkan kontrak kerja sama (KKS) dan langsung tidak diperhitungkan sebagai bagian dari penggantian biaya pada Kontraktor KKS pada periode perhitungan berikutnya. maka Pejabat Berwenang. berdasar ketentuan dalam penyusunan HPS/OE dan/atau pelaksanaan negosiasi. Apabila berdasar hasil audit final yang dilakukan oleh BPMIGAS dan/atau auditor Pemerintah.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB III PENGUTAMAAN PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 15 .

Target penggunaan Produksi Dalam Negeri merupakan persentase perbandingan antara potensi penggunaan Produksi Dalam Negeri dengan total nilai rencana pengadaan barang/jasa periode tertentu atau paket pekerjaan tertentu. 1. memaksimalkan atau memberdayakan barang Produksi Dalam Negeri yang memenuhi jumlah.2. Dalam menyusun Daftar Rencana Pengadaan. 1. Kontraktor KKS harus mengutamakan penggunaan jasa dan sumber daya manusia dalam negeri dengan cara: 1. 1.3. 1.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.1. dan atas pencapaian target 5 (lima) tahun terakhir.3. 1. Kontraktor KKS wajib menggunakan. Kontraktor KKS wajib menetapkan target penggunaan Produksi Dalam Negeri. kualitas. Kontraktor KKS wajib mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri dalam pelaksanaan pengadaan jasa. 1.2. 16 .1. 1. dalam bab ini.1.2. jasa dan sumber daya manusia dalam negeri.1. 1. 1.2. waktu penyerahan dan harga dengan memperhatikan daftar pada ketentuan angka 5.3. Kontraktor KKS harus memperhitungkan waktu produksi atau waktu penyerahan yang wajar dalam menyusun rencana pengadaan.2. Kontraktor KKS harus mengakomodasi barang/jasa Produksi Dalam Negeri yang telah memenuhi persyaratan teknis minimal yang dapat dipertanggung-jawabkan.1. Kontraktor KKS wajib memasukkan target penggunaan Produksi Dalam Negeri.2. Target penggunaan Produksi Dalam Negeri pada WP&B merupakan salah satu Ukuran Kinerja Terpilih (UKT)/Key Performance Indicator (KPI) Kontraktor KKS tahun berjalan yang disepakati bersama BPMIGAS.Buku Kedua . UMUM Dalam melaksanakan setiap kegiatan pengadaan barang/jasa Kontraktor KKS harus mengutamakan penggunaan barang. kecuali ditentukan lain seperti tersebut dalam bab IV angka 3. Mensyaratkan agar sebagian besar Jasa Pengerjaan pada Kontrak jasa dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia. Penilaian kinerja Kontraktor KKS dilakukan terhadap pencapaian target penggunaan Produksi Dalam Negeri tahun berjalan.1.1.1. Kontraktor KKS semaksimal mungkin menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI).3.

Dalam proses pembuatan Produksi Dalam Negeri dan pelaksanaan pekerjaan jasa di dalam negeri dimungkinkan penggunaan komponen atau unsur yang berasal dari luar negeri. 2.1. Komponen dalam negeri jasa adalah jasa yang berasal dari dalam negeri. barang habis pakai. 2. buah pikiran. KOMPONEN DALAM NEGERI BARANG/JASA 2.2.5. 17 . yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan di dalam negeri berupa antara lain biaya penggunaan peralatan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.6. ditambah biaya rancang bangun dan pengerjaan sampai dengan menjadi barang jadi yang dilakukan di dalam negeri.3. Tenaga kerja asing (TKA) walaupun berdomisili di Indonesia bukan merupakan komponen dalam negeri. biaya transportasi (termasuk biaya kemasan. Komponen dalam negeri terdiri dari komponen dalam negeri barang dan komponen dalam negeri jasa. 2. Komponen dalam negeri barang adalah bahan baku dan bahan pembantu langsung yang dihasilkan atau dibuat di dalam negeri. keuntungan dan biaya lain yang bukan merupakan komponen langsung dalam memproduksi barang atau menyelesaikan pekerjaan jasa bukan merupakan komponen dalam negeri. Barang impor yang dijual di dalam negeri atau dijual oleh perusahaan dalam negeri bukan merupakan Produksi Dalam Negeri dan bukan merupakan komponen dalam negeri. sarana pendukung. rancang bangun.4. Pajak keluaran sebagai konsekuensi dari terjadinya transaksi jual beli. 2. 2. asuransi dan penanganan/handling) dalam rangka penyerahan barang pesanan. pengepakan. perangkat lunak dan tenaga kerja termasuk tenaga ahli yang berasal dari dalam negeri. atau barang yang dihasilkan atau dibuat di dalam negeri yang digunakan dalam proses pengerjaan pekerjaan Jasa Pemborongan.

3.5.1.2.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.1.3. 3. atau Hasil perbandingan antara nilai biaya komponen dalam negeri jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan sebagaimana diatur dalam angka 2. TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) 3. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) gabungan merupakan hasil perbandingan antara nilai biaya komponen dalam negeri dari barang Produksi Dalam Negeri ditambah nilai biaya komponen dalam negeri jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan termasuk biaya untuk mendatangkan barang yang diperlukan. bab ini dengan nilai biaya keseluruhan unsur jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Jasa Pemborongan. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) jasa merupakan: Hasil perbandingan antara nilai biaya komponen jasa dalam negeri dalam rangka pelaksanaan pekerjaan sebagaimana diatur dalam angka 2. 3. Besaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk jasa dinyatakan dalam bentuk surat pernyataan berisi janji/komitmen untuk mencapai besaran TKDN pada akhir pelaksanaan Kontrak Jasa. 3.2. TKDN digunakan sebagai dasar pemberian preferensi harga. bab ini dengan nilai biaya keseluruhan pembuatan produk jadi. 3.3. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) barang merupakan hasil perbandingan antara nilai biaya komponen dalam negeri dalam rangka pembuatan produk jadi sebagaimana diatur dalam angka 2. 3.2. dengan nilai biaya keseluruhan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Jasa Pemborongan. bab ini dengan nilai biaya keseluruhan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Jasa Lainnya.3.Buku Kedua . Besaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk barang dinyatakan dengan sertifikat atau surat pernyataan yang masih berlaku yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian atau dinyatakan sendiri oleh Penyedia Barang/Jasa. 3.6. 18 .4.2.

antara lain berupa surat perjanjian rencana pembelian peralatan terkait. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 100% (seratus persen) komponen dalam negeri.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. peralatan tersebut sudah menjadi milik.7. 3. Peralatan produksi luar negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Dalam Negeri atau dimiliki oleh warga negara Indonesia.7. 3.7.2.7.1. Peralatan Produksi Dalam Negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Nasional yang lebih dari 50% (lima puluh persen) sahamnya dimiliki oleh warganegara asing atau Perusahaan asing. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 0% (nol persen) komponen dalam negeri. atau didasarkan pada fakta yang meyakinkan bahwa pada saat akan melaksanakan pekerjaan. 3. 3. Peralatan produksi luar negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Nasional yang lebih dari 50% (lima puluh persen) sahamnya dimiliki oleh warganegara asing atau Perusahaan Asing.3.4. atau dimiliki oleh Perusahaan Asing atau warga negara asing. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 75% (tujuh puluh lima persen) komponen dalam negeri. 19 .7.5.7. nilai jasa penggunaannya dihitung sebagai 100% (seratus persen) komponen dalam negeri. Penetapan status kepemilikan dari peralatan didasarkan pada fakta bahwa peralatan tersebut telah tercatat dalam pembukuan sebagai milik. TKDN dari nilai jasa penggunaan peralatan dalam pelaksanaan pekerjaan pemborongan dan Jasa Lainnya dihitung sebagai berikut: Peralatan Produksi Dalam Negeri dan dimiliki oleh Perusahaan Dalam Negeri atau dimiliki oleh warga negara Indonesia. atau dimiliki oleh Perusahaan Asing atau warga negara asing. 3. 3. termasuk nilai biaya barang/jasa untuk mendukung kegiatan tenaga kerja tersebut. TKDN dari nilai Jasa Konsultansi dihitung berdasarkan nilai jasa penggunaan tenaga kerja warganegara Republik Indonesia.8.

namun belum ada pabrikan dengan pencapaian TKDN 25% (dua puluh lima persen). Pelaksanaan kegiatan pengadaan barang/jasa khususnya dalam rangka mengutamakan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri dan mengutamakan pemanfaatan jasa dalam negeri.1. Barang kebutuhan utama yang telah diproduksi di dalam negeri dan salah satu pabrikan telah mencapai TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). meliputi semua jenis barang dan peralatan yang dibutuhkan dan harus tersedia dalam kegiatan operasional Kontraktor KKS namun tidak bersifat spesifik untuk kegiatan kegiatan operasional eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi. Barang kebutuhan pendukung yang telah diproduksi di dalam negeri dan salah satu pabrikan telah mencapai TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). 4. 4.2.2. Kontraktor KKS wajib menggunakan buku APDN tersebut sebagai acuan untuk menetapkan strategi pengadaan serta menetapkan persyaratan dan ketentuan pengadaan. berisi jenis barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi yang telah diproduksi di dalam negeri dan salah satu pabrikan telah mencapai penjumlahan TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) minimal 40% (empat puluh persen). Daftar tersebut berisikan informasi tentang: 4.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. 20 . Barang kebutuhan pendukung. berisi jenis: 1. DAFTAR BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI 4. Barang kebutuhan operasional Kontraktor KKS terdiri dari: 4.2. 4. Barang Wajib Dipergunakan. Barang Diberdayakan. berisi daftar barang kebutuhan kegiatan operasional Kontraktor KKS yang telah diproduksi di dalam negeri dan TKDN salah satu pabrikan telah mencapai minimal 5% (lima persen). Barang kebutuhan utama.1. namun belum ada pabrikan yang mencapai penjumlahan TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) minimal 40% (empat puluh persen).Buku Kedua .1. 2.1.2. 4.3. Barang Dimaksimalkan. yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. menggunakan Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (buku APDN).2. meliputi semua jenis barang dan peralatan yang dibutuhkan dan harus tersedia dalam kegiatan operasional eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi serta bersifat spesifik untuk kegiatan tersebut.2.

berisi daftar jasa yang telah pernah diselesaikan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional di wilayah negara Republik Indonesia dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.2. dalam bab ini.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. maka proses pengadaan dilakukan mengikuti pola memaksimalkan atau memberdayakan barang Produksi Dalam Negeri sebagaimana diatur dalam angka 6.2.5. Kontraktor KKS menggunakan data pencapaian TKDN pekerjaan jasa yang tercantum pada Daftar Jasa Dalam Negeri sebagai acuan dalam menetapkan persyaratan target pencapaian TKDN minimum yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan Jasa Pemborongan. 4. 4. Dalam hal satu atau beberapa jenis barang diketahui telah diproduksi di dalam negeri namun belum tercantum dalam daftardaftar tersebut pada angka 4.2.4.2. Dalam hal pada saat akan melaksanakan pengadaan dan/atau pada saat pelaksanaan proses pemilihan Penyedia Barang/Jasa diperoleh fakta yang meyakinkan bahwa kapasitas produksi di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan pada suatu saat yang bersamaan. di atas. Dalam pelaksanaan pengadaan jasa. 4. dan 4.2.3. Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi.3. dan 6.4. 21 . dengan pencapaian TKDN minimal 30% (tiga puluh persen). kekurangannya dapat dipenuhi dengan melakukan pengadaan dari sumber luar negeri. Jasa Dalam Negeri.1.

harus dilengkapi dengan program peningkatan capaian TKDN yang disyaratkan semakin meningkat dari tahun awal ke tahun-tahun berikutnya. 5.1. Dalam hal Kontraktor KKS melaksanakan pengadaan barang/jasa yang diperlukan terus menerus (rutin) dengan Kontrak tahun jamak.Buku Kedua . PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI DALAM NEGERI 5.3. 5. Pengalihan secara bertahap atau sekaligus fasilitas perbaikan atau perawatan permesinan.4. 5. 5. 5. 22 . dengan menerapkan standar teknis yang berlaku di Indonesia. Pada awal tahun atau secara terus menerus Kontraktor KKS secara sendiri-sendiri atau bersama Kontraktor KKS lain melakukan penelitian (survey/assessment) tentang jenis-jenis barang/jasa yang mampu dipenuhi pabrikan dalam negeri atau oleh penyedia jasa di dalam negeri. dengan memperhatikan antara lain persyaratan teknis minimal. Jika program peningkatan capaian TKDN tidak mungkin dilaksanakan. Kontraktor KKS secara sendiri-sendiri atau bersama Kontraktor KKS lain melakukan upaya kerjasama pengembangan produksi barang kebutuhan Kontraktor KKS atau pengembangan teknologi pengerjaan pekerjaan jasa. peralatan pemboran/produksi (drilling & production) minyak dan gas bumi atau kapal. PENGGUNAAN BARANG/JASA BPMIGAS melakukan koordinasi upaya memperluas dan memutakhirkan buku APDN. harus dilengkapi dengan alasan yang kuat dan disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS.4. 5. antara lain: Penggantian secara bertahap atau sekaligus peran tenaga kerja asing dengan tenaga kerja Indonesia.4. dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia.2. Pengalihan secara bertahap atau sekaligus fasilitas fabrikasi dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia. serta kepada instansi pemerintah yang membidangi perindustrian.1. Hasil upaya perluasan dan/atau pemutakhiran disampaikan kepada instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi.2.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. Peningkatan capaian TKDN yang disyaratkan sedapat mungkin berupa program alih teknologi.3.

5.2.7. Pengadaan barang dari suatu paket kebutuhan yang terdiri dari beberapa kategori barang dilaksanakan dalam 1 (satu) paket. BPMIGAS mendorong Kontraktor KKS untuk mampu memenuhi target pencapaian penggunaan Produksi Dalam Negeri yang telah dinyatakan dalam WP&B dan/atau AFE. terdiri dari barang Produksi Dalam Negeri dan barang produksi luar negeri. 5.5.1. 5. dengan ketentuan: Peserta pengadaan harus menawarkan dan akan membeli dari sumber dalam negeri Barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan dan dimaksimalkan.6. 23 . Evaluasi harga berdasarkan pencapaian TKDN diterapkan bagi setiap jenis (item) barang dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). 5. Kontraktor KKS atas inisiatif sendiri atau atas permintaan Penyedia Barang/Jasa dapat melakukan uji coba penggunaan barang Produksi Dalam Negeri berdasarkan persyaratan yang wajar dan dapat dipertanggung jawabkan dengan tetap mempertimbangkan dampak terhadap kegiatan operasi.5.5. Proses pengadaan mengikuti ketentuan memaksimalkan barang Produksi Dalam Negeri. dan Bagi barang dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen) diberikan preferensi harga.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.

Untuk memenuhi kebutuhan satu Kontraktor KKS. Perincian tata cara pengadaan diatur secara terperinci dalam bab X angka 2. dengan menggunakan strategi kontrak bersama berbentuk kontrak berdasar permintaan (call off order) atau perjanjian harga. untuk jangka waktu antara 1 (satu) tahun sampai dengan 3 (tiga) tahun.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. 24 . dan 2.3.1.1. dalam hal : 1.Buku Kedua . Pada dasarnya proses pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan terbatas bagi barang Produksi Dalam Negeri. Memenuhi jumlah. dalam hal kegiatan sebagaimana tersebut dalam angka 6. dan 3. 2. Untuk pelaksanaan Kontrak Bersama di antara beberapa Kontraktor KKS.1. Harga penawaran berdasarkan evaluasi dan/atau setelah dilakukan negosiasi lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. di atas terdapat paling kurang 1 (satu) pabrikan yang memproduksi jenis barang yang dibutuhkan dengan penjumlahan TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) mencapai minimal 40% (empat puluh persen).3. standar kualitas minimum dan waktu penyerahan yang wajar. Pengadaan dilaksanakan oleh Kontraktor KKS: 1.2.1. wajib mengikuti tata cara sebagai berikut: 6. Kontraktor KKS wajib menggunakan barang Produksi Dalam Negeri. dengan pencapaian TKDN minimal 15% (lima belas persen). Dalam Daftar Barang Wajib Dipergunakan pada buku APDN dimaksud dalam angka 4. Tata cara pelaksanaan pengadaan: 1. yang mengatur tata cara pelelangan terbatas. 6. PENGUTAMAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI: Kontraktor KKS dalam memenuhi kebutuhan barang.2. WAJIB MENGGUNAKAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI 6. 6. Panitia Pengadaan mengundang semua pabrikan dalam negeri atau agen tunggal yang bertindak sebagai distributor tunggal yang ditunjuk oleh pabrikan dalam negeri yang tercantum dalam buku APDN.1.1.1.1. 2. di atas dan Pengadaan yang dikoordinasikan oleh BPMIGAS belum atau tidak dilaksanakan.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Jangka waktu kontrak ditetapkan dengan mempertimbangkan antara lain: a. Kontraktor KKS harus menyatakan secara tegas dalam Dokumen Pengadaan dan dokumen Kontrak tentang ketentuan ini. 6. BPMIGAS dapat melaksanakan pengadaan bagi kepentingan Kontraktor KKS untuk barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi. 25 . 2. 3. Menggunakan strategi kontrak bersama berbentuk kontrak berdasar permintaan (call off order) atau perjanjian harga. Untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek Kontraktor KKS atau untuk memenuhi kebutuhan Kontraktor KKS dalam tahap eksplorasi.1. Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan barang wajib dipergunakan untuk seluruh lingkungan kegiatan usaha hulu. Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya wajib untuk hanya menggunakan barang Produksi Dalam Negeri yang telah dinyatakan wajib dipergunakan. Keekonomian penyediaan barang. 6.5. Anggota Panitia Pengadaan merupakan gabungan pekerja Kontraktor KKS dan pekerja BPMIGAS.1. b. Kepentingan operasional Kontraktor KKS. Kesempatan berusaha bagi pabrikan-pabrikan dalam rangka menciptakan persaingan usaha yang sehat. c. Dalam pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan pada bab ini. 4. Pengadaan yang dikoordinasikan oleh BPMIGAS: 1.4.

bab ini.5.000.1. Dalam buku APDN dimaksud dalam angka 4. bab ini. dan 6. Pengadaan dari 1 (satu) paket kebutuhan yang terdiri dari beberapa jenis barang sebagaimana ditetapkan dalam angka 5. bab ini terdapat paling kurang 1 (satu) pabrikan yang memproduksi jenis barang yang dibutuhkan Kontraktor KKS yang memenuhi standar kualitas teknis minimum dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen).2.5. 26 .3.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.2. 6. Pada dasarnya dilakukan dengan metode pelelangan umum dengan mengikutsertakan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 10% (sepuluh persen). pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan terbatas dengan mengikutsertakan pabrikan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 10% (sepuluh persen). 6. Dalam hal peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). Proses pengadaan barang dilakukan dengan pola memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. MEMAKSIMALKAN PENGGUNAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI Kontraktor KKS harus memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori dimaksimalkan.2. 2. masa pendaftaran diperpanjang dengan waktu tambahan minimal 5 (lima) hari kerja dengan mengundang pabrikan maupun Penyedia Barang/Jasa pada umumnya.2. Khusus untuk pengadaan jenis barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi. namun diketahui telah diproduksi oleh salah satu pabrikan dalam negeri dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). atau 6. Pelaksanaan Pengadaan : 1.000. Barang yang dibutuhkan belum tercantum pada buku APDN tersebut pada angka 4.000.2.2.4.Buku Kedua .2. Nilai pengadaan lebih besar dari Rp1. yaitu: 6.000. Perpanjangan masa pendaftaran diumumkan.2.2.

tanpa mengganti penawaran. Peserta bukan pabrikan harus melampirkan surat penunjukan keagenan atau surat perjanjian kerjasama penjualan dengan pabrikan dalam negeri.1. Dalam hal pada proses pelelangan ulang tersebut pada angka 6. dengan mengikutsertakan barang Produksi Dalam Negeri dan barang produksi luar negeri tanpa mengubah HPS /OE.4.5. 27 . 6. 5. Dalam hal pelelangan tersebut pada angka 6. pada bab ini.2. Peserta wajib menyatakan jenis-jenis dan besaran komponen dalam negeri dari barang yang akan ditawarkan. Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya wajib untuk memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori dimaksimalkan.2. Kontraktor KKS harus menyatakan secara tegas dalam Dokumen Pengadaan dan dokumen Kontrak tentang ketentuan ini. Pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan pada angka 6.2.2. pada saat pendaftaran: a.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3.6.5. proses pengadaan diulang menggunakan metode pelelangan umum.2. b. 6. Memperhitungkan preferensi harga dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). dan 6.5. di atas gagal. maka proses pelelangan ulang dilanjutkan dengan pemilihan langsung atau penunjukan langsung kepada Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran. Bagi peserta yang menyatakan memiliki barang dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) namun lebih dari 10% (sepuluh persen).5. di atas gagal. Preferensi harga diberikan bagi barang dengan pencapaian TKDN sekurangkurangnya 25% (dua puluh lima persen). 4.

000.3. Pelaksanaan Pengadaan : 1. 5.000.3.3.3.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). Khusus untuk pengadaan jenis barang kebutuhan utama kegiatan eksplorasi dan produksi. bab ini belum terdapat pabrikan yang memproduksi barang dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen). di dalam negeri sekurangkurangnya terdapat 1 (satu) pabrikan. Pada dasarnya dilakukan dengan metode pelelangan umum dengan mengikutsertakan pabrikan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 5% (lima persen).2.3. Dalam hal pelelangan tersebut pada angka 6. 2.4.2. dan 6. 6.3. di atas gagal.3.3. 28 .000. Perpanjangan masa pendaftaran diumumkan. Tidak memperhitungkan preferensi harga dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). Nilai pengadaan lebih besar dari Rp1. 4. proses pengadaan diulang menggunakan metode pelelangan umum. maka proses pelelangan ulang dilanjutkan dengan pemilihan langsung atau penunjukan langsung kepada Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. dengan mengikutsertakan barang Produksi Dalam Negeri dan barang produksi luar negeri tanpa mengubah HPS /OE.1. di atas gagal. tanpa mengganti penawaran. Untuk jenis barang yang dibutuhkan. yaitu dalam hal : 6. pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan terbatas dengan mengikutsertakan pabrikan barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 5% (lima persen). Dalam hal peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). Dalam hal pada proses pelelangan ulang tersebut pada angka 6. 3.1. namun pencapaian TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) dan dalam buku APDN dimaksud dalam angka 4.3.3.2. dan 6. masa pendaftaran diperpanjang dengan waktu tambahan minimal 5 (lima) hari kerja dengan mengundang pabrikan maupun Penyedia Barang/Jasa pada umumnya.3. MEMBERDAYAKAN PENGGUNAAN BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI Kontraktor KKS harus memberdayakan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori diberdayakan.000.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.Buku Kedua .

4.00 (satu milyar rupiah) atau setinggitingginya US$100. 29 . dan bukan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan. kecuali untuk pengadaan tersebut pada angka 6. Peserta pengadaan harus mencantumkan pernyataan TKDN yang wajar berdasarkan perhitungan peserta pengadaan sendiri atau berdasarkan bukti sah yang dimiliki.1. Dalam pelaksanaan pengadaan tersebut pada angka 6.1.000. dengan nilai lebih besar dari Rp1.000.4. 6.4. Diyakini di dalam negeri belum terdapat perusahaan yang memproduksi barang dengan spesifikasi dan standar kualitas teknis yang sesuai dengan kebutuhan.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 6. bab ini.4.4.000.1. apabila: 1. atau dengan metode penunjukan 2.000. peserta pengadaan harus menyatakan capaian TKDN yang wajar berdasarkan perhitungan peserta pengadaan sendiri atau berdasarkan bukti sah yang dimiliki.1.3. 6.000.1.1.4. yang bukan merupakan hasil pemecahan paket kebutuhan.4.4. atau 4.1.000. Dalam pelaksanaan pengadaan tersebut pada angka 6.2. 6. Pengadaan barang Produksi Dalam Negeri wajib dipergunakan tetap mengikuti ketentuan dalam angka 6. pada bab ini. di atas. atau 3.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) peserta pengadaan harus menyatakan capaian TKDN sesuai ketentuan pada angka 8.1.000. Pengadaan dengan nilai setinggi-tingginya Rp1. Dalam rangka memenuhi sebagian kebutuhan barang yang tidak mungkin dipenuhi dari sumber dalam negeri karena kapasitas produksi di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan pada suatu saat yang bersamaan.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). TIDAK MEMPERHITUNGKAN PREFERENSI HARGA Pengadaan dilaksanakan tanpa memperhitungkan preferensi harga dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP). Pengadaan dilaksanakan langsung.4. Pada dasarnya pengadaan dilakukan dengan metode pelelangan umum. 6.4.

1. 7. perjanjian Konsorsium harus mencantumkan program alih teknologi dari anggota Konsorsium asing kepada Perusahaan Dalam Negeri anggota Konsorsium.1. PEMANFAATAN JASA DALAM NEGERI 7. Penyedia jasa harus mengutamakan penggunaan subkontraktor yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri. Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri wajib mengerjakan minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak. 4.Buku Kedua . 6. Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Penyedia jasa dapat diwajibkan untuk bekerjasama dengan subkontraktor yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri dalam meningkatkan kapabilitas dan kapasitas sarana pengerjaan. baik dalam segi volume maupun kemampuan K3LL (HSE). sarana pengerjaan di dalam negeri dan peralatan/barang Produksi Dalam Negeri. 5. 30 . Tata cara pemanfaatan jasa dalam negeri: Pengadaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri.1. dan dapat diikuti oleh Perusahaan Nasional: 1. 3. Minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan fisik Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. tenaga kerja Indonesia. Apabila kemampuan salah satu Perusahaan Dalam Negeri tidak mencukupi. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri dengan Perusahaan Nasional dapat bekerja sama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing. Perusahaan Dalam Negeri disarankan untuk membentuk Konsorsium dengan Perusahaan Dalam Negeri lainnya atau dengan Perusahaan Nasional.

Peserta pengadaan harus bersedia memberikan janji/ komitmen pencapaian TKDN atau TKDN gabungan minimal 35% (tiga puluh lima persen).000.000. Peserta pengadaan harus mencantumkan pernyataan TKDN dalam penawaran yang disampaikan.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. di atas. 2.1.3. 7.1. BPMIGAS dapat menetapkan besaran persentase persyaratan janji/komitmen pencapaian TKDN minimal yang lebih besar daripada 35% (tiga puluh lima persen). dengan nilai lebih besar dari Rp1.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). Pelaksanaan Pengadaan Jasa Lainnya dan Jasa Pemborongan kecuali jasa konstruksi terintegrasi. Perusahaan Nasional wajib melaksanakan pekerjaan dengan nilai minimal 30% (tiga puluh persen) berdasar ukuran nilai Kontrak. dengan ketentuan: a. dilakukan sebagai berikut: 1.1.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). Dalam hal tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mendaftarkan diri.000. Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Asing. evaluasi harga dilakukan dengan cara membandingkan harga penawaran dari peserta pengadaan tanpa memperhitungkan preferensi harga.000.000.1. 31 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.2. Dalam pelaksanaan pengadaan jasa yang bernilai sampai dengan Rp1.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100. b.000. Kontraktor KKS wajib menggunakan persentase yang ditetapkan oleh BPMIGAS sebagai persyaratan minimal komitmen TKDN yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan.000. proses dilanjutkan dengan hanya mengikutsertakan Perusahaan Nasional. 7. Diikuti oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional yang bersedia memenuhi ketentuan pada angka 7. Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia.

maka dilakukan pengumuman bahwa masa pendaftaran diperpanjang dengan penambahan waktu minimal 5 (lima) hari kerja.1.3. 7. namun harus lebih tinggi atau sama dengan 30% (tiga puluh persen). 32 . Dalam hal target pencapaian TKDN atau TKDN gabungan dipersyaratkan lebih tinggi dari pada 35% (tiga puluh lima persen) dan jumlah calon Penyedia barang/Jasa yang memenuhi persyaratan kurang dari 3 (tiga). 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. di atas kurang dari persyaratan minimal. 6. 4. Peserta pengadaan harus bersedia memberikan janji/ komitmen bahwa minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan fisik berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan akan dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. maka dilakukan pengumuman bahwa masa pendaftaran diperpanjang dengan penambahan waktu minimal 5 (lima) hari kerja dengan target pencapaian TKDN atau TKDN gabungan ditetapkan menjadi minimal 30% (tiga puluh persen). Dalam hal proses pengadaan setelah perpanjangan masa pendaftaran mengalami kegagalan karena jumlah calon peserta yang mendaftar hanya 2 (dua) proses dilanjutkan dengan tata cara pemilihan langsung kepada calon peserta yang mendaftar. Dalam hal proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah peserta pengadaan yang mendaftar dan menyanggupi untuk memenuhi persyaratan tersebut pada angka 7. Target pencapaian TKDN ditetapkan menjadi minimal sama dengan komitmen TKDN terendah yang masih mungkin dicapai oleh Penyedia Barang/Jasa.Buku Kedua . Peserta pengadaan harus bersedia memberikan janji/ komitmen bahwa minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak akan dilaksanakan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri.2.

harus sama dengan atau lebih tinggi dari 30% (tiga puluh persen) terhadap nilai Kontrak. d. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 50% (lima puluh persen) terhadap nilai Jasa Pengerjaan. Dalam hal proses pelelangan ulang mengalami kegagalan karena jumlah peserta yang mendaftar tidak memenuhi persyaratan minimal atau penawaran yang masuk kurang dari ketentuan minimal. di atas. 33 . Besarnya penggunaan dana dari Bank BUMN/BUMD tersebut huruf a.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. dilakukan pelelangan ulang dengan ketentuan: a. Penjumlahan TKDN atau TKDN gabungan dengan persentase penggunaan dana pinjaman dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. Dalam hal proses pengadaan setelah perpanjangan masa pendaftaran mengalami kegagalan karena jumlah peserta yang mendaftar hanya 1 (satu) atau tidak ada yang mendaftar. Peserta pengadaan dapat mengkompensasikan sebagian komitmen TKDN atau TKDN gabungan atau pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan/atau pelaksanaan Jasa Pengerjaan di wilayah negara Republik Indonesia dengan penggunaan dana pinjaman yang berasal dari Bank BUMN/BUMD untuk mendanai pelaksanaan pekerjaan. Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan Jasa Pengerjaan di dalam wilayah negara Republik Indonesia dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf a. di atas maksimal 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak. Jumlah dana tersebut dapat digunakan untuk mengkompensasi salah satu atau ketiga persyaratan sekaligus. b. proses dilanjutkan dengan tata cara pemilihan langsung atau penunjukan langsung sesuai ketentuan dalam Bab XI angka 19. di atas. e. 9. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 30% (tiga puluh persen) terhadap nilai Kontrak.9. di atas. c.

atau • Tidak ada fasilitas pengerjaan di Wilayah RI. namun harus sama atau lebih besar dari 5% (lima persen) terhadap nilai Kontrak. di atas. sebagaimana diatur dalam angka 7.a. • Peserta pengadaan harus bersedia menggunakan dana yang berasal dari Bank BUMN/BUMD sebesar maksimal 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak. b. • 34 . Persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan: • Komitmen pencapaian TKDN. • Tenaga kerja spesialis atau superspesialis yang dibutuhkan belum tersedia di Indonesia.3.1. komitmen pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan/atau komitmen pelaksanaan pekerjaan di wilayah negara Republik Indonesia dinyatakan oleh peserta pengadaan. • Penjumlahan persentase komitmen pencapaian TKDN dalam pernyataan tersebut di atas dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut di atas.7. Dalam hal proses pelelangan ulang mengalami kegagalan karena tidak ada peserta yang mendaftar dan diketahui secara luas bahwa ketentuan tersebut angka 7. di atas tidak mungkin dapat dipenuhi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 10.3. dapat dilakukan perpanjangan masa pendaftaran pelelangan ulang dengan menurunkan persyaratan.Buku Kedua .7. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 15% (lima belas persen) terhadap nilai Kontrak. Pelaksanaan sebagai berikut: a. atau • Tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mampu atau memiliki teknologi untuk mengerjakan pekerjaan terkait. atau • Barang kebutuhan utama yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dimaksud belum diproduksi di Indonesia.1. Dapat dilakukan apabila: Tidak ada satupun warga negara Indonesia atau Perusahaan Dalam Negeri yang memiliki peralatan utama yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dimaksud.

4.000. Pelaksanaan pengadaan jasa konstruksi: 1.000. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9. BPMIGAS dapat menyatakan tidak setuju atas rencana tersebut dalam masa 5 (lima) hari kerja terhitung mulai 1 (satu) hari setelah diterimanya laporan. 2. dilanjutkan dengan tata cara pemilihan langsung atau penunjukan langsung yang diatur dalam tata cara pelelangan umum bab XI angka 19.6. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 15% (lima belas persen) terhadap nilai Kontrak. dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut huruf b.000.000. 11.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp50.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) Kontraktor KKS harus terlebih dahulu melaporkan rencana tindakan tersebut pada angka 7. Dalam hal pelelangan ulang mengalami kegagalan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.1.000.000. 12. dengan nilai lebih besar dari Rp1. harus sama dengan atau lebih tinggi dari 15% (lima belas persen) Jasa Pengerjaan. di atas ke BPMIGAS.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.1.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).000.000. di atas. • Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan pekerjaan di wilayah negara Republik Indonesia tersebut huruf a. Pengadaan jasa konstruksi sebagaimana tersebut pada pada angka 7.4.10.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.1.000. Pelaksanaan pengadaan jasa konstruksi dapat dilaksanakan secara terintegrasi yang mencakup kegiatan engineering procurement and construction (EPC) atau engineering procurement construction and installation (EPCI) atau dilaksanakan secara tidak terintegrasi.1.000. Dalam hal nilai perkiraan paket pengadaan lebih besar dari Rp50.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$5. Penjumlahan persentase komitmen pelaksanaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dalam pernyataan di atas dengan persentase pendanaan dari bank BUMN/BUMD tersebut di atas. dilaksanakan sepenuhnya mengikuti • 35 .000.000.9.3. c. Evaluasi harga menggunakan tata cara perhitungan harga evaluasi harga evaluasi penawaran (HEP) dengan memperhitungkan preferensi harga berdasar janji/komitmen pencapaian TKDN dalam penawaran.9.4.

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

ketentuan tersebut pada angka 7.1.1. dan 7.1.3. di atas, kecuali: a. Diikuti oleh Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri dengan Perusahaan Nasional. b. Dalam hal Perusahaan Dalam Negeri melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional, maka Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai leader dari Konsorsium. c. Perusahaan Dalam Negeri wajib mengerjakan minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak. d. Dalam hal pada saat pendaftaran tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang menyatakan sanggup memenuhi ketentuan tersebut pada huruf c. di atas, maka minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak harus dikerjakan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri. e. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri dengan Perusahaan Nasional dapat mensubkontrakkan maksimal 50% (lima puluh persen) jasa pengerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak kepada Perusahaan Asing. Untuk pekerjaan konstruksi lepas pantai (offshore), Kontraktor KKS dapat mengijinkan pelaksanaan subkontrak kepada Perusahaan Asing dengan nilai maksimal 70% (tujuh puluh persen) dari nilai Kontrak. f. Dalam hal tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mendaftarkan diri, proses dilanjutkan dengan hanya mengikutsertakan Perusahaan Nasional. Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing, dengan ketentuan: • Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Asing, Perusahaan Nasional wajib melaksanakan pekerjaan dengan nilai minimal 30% (tiga puluh persen) berdasar ukuran nilai Kontrak.

36

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. 3. Pengadaan jasa konstruksi sebagaimana tersebut pada pada angka 7.1.4.1. dengan nilai lebih besar dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah) sampai dengan Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun rupiah) atau lebih besar dari US$5,000,000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$200,000,000.00 (dua ratus juta dolar Amerika Serikat) harus dilaksanakan sepenuhnya mengikuti ketentuan tersebut pada angka 7.1.1. dan 7.1.3. di atas, kecuali: a. Diikuti oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional. b. Untuk pekerjaan jasa konstruksi darat (onshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional. Dalam hal ini, Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium. c. Untuk pekerjaan jasa konstruksi lepas pantai (offshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Dalam hal ini, Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium. d. Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri wajib mengerjakan minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasar ukuran nilai Kontrak. Apabila pada saat pendaftaran tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri atau Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri yang menyatakan sanggup memenuhi ketentuan tersebut, maka minimal 30% (tiga puluh persen) pelaksanaan pekerjaan berdasarkan ukuran nilai Kontrak harus dikerjakan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau oleh Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri.

37

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

e. Dalam hal tidak ada satupun Perusahaan Dalam Negeri yang mendaftarkan diri, proses dilanjutkan dengan hanya mengikutsertakan Perusahaan Nasional. Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan kepada Perusahaan Asing, dengan ketentuan: • Dalam hal dilakukan Konsorsium dengan Perusahaan Asing, Perusahaan Nasional wajib melaksanakan pekerjaan dengan nilai minimal 30% (tiga puluh persen) berdasar ukuran nilai Kontrak. • Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan berdasarkan ukuran nilai Jasa Pengerjaan harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. f. Pekerjaan dapat disubkontrakkan kepada Perusahaan Asing maksimal sebesar 50% (lima puluh persen) dari jumlah nilai Kontrak.

g. Minimal 50% (lima puluh persen) pelaksanaan fisik pekerjaan berdasarkan ukuran nilai Kontrak harus dikerjakan di wilayah negara Republik Indonesia. h. Dalam hal proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah peserta yang mendaftar kurang dari persyaratan minimal, maka proses selanjutnya mengikuti ketentuan tersebut pada angka 7.1.3.7. sampai dengan 7.1.3.10. di atas. i. Dalam hal peserta pengadaan tidak sanggup memenuhi persyaratan 7.1.4.3.e. sampai dengan 7.1.4.3.f. dan/atau fasilitas pengerjaan tidak tersedia atau tidak sepenuhnya tersedia di wilayah negara Republik Indonesia, maka peserta pengadaan selain mengikuti ketentuan tersebut pada 7.1.4.3.h. dapat memilih untuk menempuh tindakan berikut: • Bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk memperluas atau meningkatkan kapasitas yang tersedia di dalam wilayah Negara Republik Indonesia sehingga mampu digunakan untuk mengerjakan seluruh atau sebagian pekerjaan terkait; dan/atau

38

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

Membuat janji tertulis bahwa akan melaksanakan pengerjaan bagian pekerjaannya dari Kontrak lain dengan menggunakan fasilitas yang tersedia di wilayah Negara Republik Indonesia, baik yang merupakan bagian Kontrak dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia maupun bagian Kontrak dari negara lain, dengan nilai setara dengan bagian pekerjaan yang seharusnya dikerjakan di wilayah Negara Republik Indonesia namun tidak dapat dipenuhi. Pernyataan tersebut harus diperkuat dengan menunjukkan bukti kerjasama untuk menggunakan fasilitas pengerjaan Kontrak yang dimiliki oleh perusahaan di Indonesia serta disaksikan oleh instansi Pemerintah Republik Indonesia yang berwenang; dan/atau Ketentuan tersebut di atas wajib dituangkan sebagai persyaratan mutlak dalam Kontrak dan Kontraktor KKS berkewajiban memastikan bahwa ketentuan ini dipenuhi oleh penyedia jasa pelaksana Kontrak.

j.

Apabila Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan sampai dengan akhir masa Kontrak tidak mampu memenuhi kewajiban tersebut pada angka 7.1.4.3.i. di atas, maka: • Pembayaran tahap terakhir setara nilai kewajiban Penyedia Barang/Jasa yang tidak dapat dipenuhi dan setinggi-tingginya 5% (lima persen) dari nilai Jasa Pengerjaan ditahan sampai dengan terpenuhinya kewajiban tersebut, selama-lamanya 3 (tiga) tahun. Nilai pembayaran yang ditahan dapat dibayarkan secara bertahap setara dengan persentase pemenuhan kewajiban. Pembebanan biaya proyek menjadi biaya operasi berdasar Kontrak Kerja Sama ditangguhkan sampai dengan terpenuhinya kewajiban tersebut, selamalamanya 3 (tiga) tahun. Nilai pembebanan biaya yang ditahan adalah sebesar sisa nilai kewajiban Penyedia Barang/Jasa yang tidak dapat dipenuhi.

39

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

Apabila dalam waktu 3 (tiga) tahun, terhitung mulai dengan tanggal serah terima pekerjaan, janji tersebut tidak terlaksana, nilai pembayaran yang ditahan tidak dibayarkan dan dianggap lunas serta penyedia jasa pelaksana Kontrak dikenakan sanksi kategori hitam.

k.

Kontraktor KKS terlebih dahulu harus melaporkan rencana pelaksanaan ketentuan tersebut pada angka 7.1.3.9. dan/atau 7.1.4.3.i. untuk nilai paket lebih besar dari Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5,000,000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). BPMIGAS dapat menyatakan tidak setuju dalam masa 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari setelah penerimaan laporan.

4. Pengadaan jasa konstruksi sebagaimana tersebut pada pada angka 7.1.4.1. dengan nilai lebih besar dari Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun rupiah) atau lebih besar dari US$200,000,000.00 (dua ratus juta dolar Amerika Serikat) harus dilaksanakan mengikuti ketentuan pada angka 7.1.4.3 di atas, kecuali: a. Untuk pekerjaan jasa konstruksi darat (onshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Perusahaan Dalam Negeri harus bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium. b. Untuk pekerjaan jasa konstruksi lepas pantai (offshore facilities construction project) Perusahaan Dalam Negeri dapat melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing. Perusahaan yang bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium ditetapkan berdasar kesepakatan para anggota Konsorsium. c. Apabila Perusahaan Dalam Negeri bertindak sebagai pemuka (leader) dari Konsorsium, dimungkinkan untuk diberikan preferensi status perusahaan sebagaimana diatur dalam angka 9.9. bab ini.

40

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

8. PERNYATAAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) 8.1. 8.1.1. PERNYATAAN TKDN BARANG: Dalam pelaksanaan pengadaan barang atau Jasa Pemborongan, apabila peserta pengadaan menawarkan barang dengan TKDN mencapai sama atau lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen), maka harus dibuktikan dengan: 1. Telah tercantum dalam Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN) yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi dengan TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih; atau 2. Sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian; atau 3. Telah tercantum dalam Daftar Inventarisasi Barang/Jasa Produksi Dalam Negeri yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian dengan TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih. 8.1.2. Ketentuan tersebut pada angka 8.1.1. di atas juga diberlakukan bagi peserta pengadaan barang wajib dipergunakan yang menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN 15% (lima belas persen) atau lebih. Ketentuan tersebut pada angka 8.1.1. di atas tidak berlaku bagi barang yang diyakini merupakan hasil alam atau produk pertanian/perkebunan/peternakan dari Indonesia. Dalam hal salah satu atau beberapa Penyedia Barang/Jasa atau calon peserta pengadaan menyatakan TKDN barang dengan persentase sama atau lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen), namun berbeda dengan yang tercantum dalam buku APDN, maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan harus dapat membuktikan persentase TKDN barang dengan sertifikat yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian. Data dalam sertifikat tersebut digunakan sebagai dasar penentuan TKDN dari barang yang ditawarkan atau diserahkan. Apabila peserta yang bersangkutan tidak dapat membuktikan, pernyataan TKDN terkait diabaikan.

8.1.3.

8.1.4.

41

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

8.1.5.

Bagi peserta yang menyatakan memiliki barang dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) namun sama atau lebih dari 10% (sepuluh persen), pada saat pendaftaran: 1. Peserta pabrikan wajib menyatakan jenis-jenis dan besaran komponen dalam negeri dari barang yang akan ditawarkan dan/atau menunjukkan telah tercantum dalam Daftar Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN) yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. 2. Peserta bukan pabrikan harus melampirkan surat penunjukan keagenan atau surat perjanjian kerjasama penjualan dari pabrikan dalam negeri.

8.1.6.

Bagi peserta yang menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan TKDN kurang dari 10% (sepuluh persen) harus menyatakan lokasi pembuatan dan komponen dalam negeri dalam pembuatan barang. PERNYATAAN TKDN JASA: Pada saat pendaftaran untuk mengikuti proses pengadaan dan dalam surat penawaran, peserta pengadaan menyatakan janji/komitmen untuk memenuhi pencapaian TKDN tertentu dalam pelaksanaan pekerjaan yang akan ditawarkan. Pernyataan TKDN pada surat penawaran harus dilengkapi dengan perincian TKDN pada setiap kelompok/bagian pekerjaan.

8.2.

8.3. PERNYATAAN TKDN PADA TAHAP PENDAFTARAN: 8.3.1. Dalam hal diketahui bahwa di dalam negeri telah terdapat perusahaan yang memproduksi barang yang dibutuhkan maka peserta pengadaan pada saat pendaftaran menyatakan bahwa telah memproduksi dan/atau akan menawarkan barang Produksi Dalam Negeri dan sanggup memenuhi persyaratan sebagaimana ditentukan pada angka 6. dan angka 8.1.1. dalam bab ini. 8.3.2. Apabila calon peserta pabrikan menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih namun belum terdaftar dalam Buku APDN, maka calon peserta harus membuktikan telah memiliki Surat Kemampuan Usaha Penunjang (SKUP) Migas yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi. Kepemilikan SKUP Migas harus dapat dibuktikan paling lambat pada masa penilaian Prakualifikasi.

42

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

8.3.3.

8.3.4.

Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan secara pascakualifikasi, maka SKUP Migas harus dilampirkan sebagai bagian dari persyaratan administrasi dokumen penawaran harga. Ketentuan tersebut pada angka 8.3.2. di atas juga diberlakukan bagi peserta pengadaan barang wajib dipergunakan yang menyatakan memiliki atau akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN 15% (lima belas persen) atau lebih namun belum terdaftar dalam Buku APDN. Penyedia jasa harus menyatakan secara tertulis kesanggupan memenuhi target minimal pencapaian TKDN jasa atau TKDN gabungan yang dipersyaratkan Kontraktor KKS, sebagaimana diatur dalam angka 7. pada bab ini. PERNYATAAN TKDN PADA TAHAP PENAWARAN: Peserta pengadaan menyatakan dalam penawarannya: 1. Persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa dalam penawaran teknis beserta rinciannya dan bukti-bukti yang mendukung sebagaimana diatur pada angka 8.1. dan 8.2. di atas; dan 2. Nilai serta persentase TKDN barang, dan/atau nilai serta persentase komitmen TKDN jasa beserta rinciannya dalam penawaran harga. Unsur nilai dalam formulir Perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (form SC-12 A/B/C) harus terdiri dari 2 (dua) komponen utama yang dipisahkan, yaitu: a. Komponen biaya, terdiri dari: • Komponen biaya langsung, meliputi biaya produksi langsung, biaya pemasangan barang pesanan dan biaya pelaksanaan pekerjaan langsung. Komponen biaya tidak langsung, meliputi biaya pengangkutan barang pesanan dari pabrik sampai dengan tempat penyerahan akhir, biaya lain-lain (overhead) yang berkaitan dengan penjualan barang atau pelaksanaan pekerjaan.

8.4. 8.4.1.

b. Komponen bukan biaya, meliputi keuntungan dan resiko yang diperhitungkan dalam penyerahan barang atau pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan.

43

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

3. Dalam hal peserta tidak menyatakan nilai komponen bukan biaya: a. Panitia Pengadaan melakukan Klarifikasi untuk menetapkan nilai komponen bukan biaya, minimal 8% (delapan persen) terhadap nilai komponen biaya yang dinyatakan dalam formulir SC-12 A/B/C. b. Nilai komponen bukan biaya hasil klarifikasi dikurangkan dari unsur komponen biaya. c. Panitia menghitung TKDN dan TKDN gabungan hasil klarifikasi berdasar komponen biaya langsung hasil klarifikasi. d. TKDN hasil klarifikasi dipergunakan sebagai dasar evaluasi penawaran harga dan dicantumkan dalam Kontrak. Kegiatan ini tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. 4. Pernyataan TKDN dalam penawaran teknis dan/atau penawaran harga minimal harus sama dengan persentase TKDN minimal yang dipersyaratkan sebagaimana diatur pada angka 6. atau pada angka 7. dalam bab ini. 5. Dalam hal sebagian komitmen pencapaian TKDN jasa atau komitmen pelaksanaan pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri atau komitmen pelaksanaan Jasa Pengerjaan di wilayah Republik Indonesia diizinkan untuk dikompensasi dengan penggunaan dana Bank BUMN/BUMD, peserta harus menyerahkan Surat Keterangan persentase penggunaan dana dari bank bersangkutan sebagai kelengkapan penawaran teknis. 6. Dalam pengadaan Jasa Pemborongan: a. Persentase dan nilai komponen dalam negeri barang dan jasa harus dinyatakan secara terpisah. b. Apabila peserta pengadaan menyatakan TKDN kumpulan unsur barang mencapai 25% (dua puluh lima persen) atau lebih, harus dilengkapi dengan daftar jenisjenis barang yang TKDN-nya mencapai 25% (dua puluh lima persen) atau lebih. 7. Dalam hal pengadaan barang atau jasa dengan tata cara tidak memperhitungkan TKDN, Penyedia Barang/Jasa yang menawarkan barang atau jasa dalam negeri harus menyatakan dalam penawaran harganya: persentase dan nilai TKDN secara self assessment dalam batas kewajaran tanpa diharuskan mengisi formulir Penghitungan TKDN.

44

sama seperti pada formulir SC-12. atau pada pengadaan barang pesanan yang harus dipabrikasi terlebih dahulu atau pada pengadaan Jasa Pemborongan.4. dilengkapi dengan perincian TKDN pada setiap kelompok/bagian pekerjaan.4. Formulir SC-12A dipergunakan pada pengadaan barang yang akan diserahkan tanpa tambahan kegiatan jasa perakitan atau pemasangan di tempat penyerahan. 8.2. Formulir SC-12B pengadaan Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi. Formulir SC-12C dipergunakan pada pengadaan gabungan barang dan jasa.4.4.5. 45 . 8. Apabila terdapat kesalahan penghitungan persentase TKDN atau penjumlahan nilai komponen biaya dalam rincian yang tercantum dalam formulir SC-12A atau SC-12B atau SC-12C. meliputi pengadaan barang berikut jasa perakitan dan/atau pemasangan. b. maka angka yang tertera formulir perhitungan TKDN (Form SC12 A/B/C) atau daftar/table rinciannya digunakan sebagai dasar evaluasi. dilakukan koreksi aritmatik dengan ketentuan unsur-unsur biaya yang telah tercantum tidak boleh diubah. terdiri dari: a. c. Dalam penawaran harga harus dicantumkan persentase TKDN dan nilai komponen dalam negeri. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap: 1. dilengkapi dengan perincian TKDN pada setiap jenis/kelompok/bagian pekerjaan. harus dilengkapi dengan daftar/tabel perhitungan TKDN yang isi pada tiap jenis (item) berisi data-data yang harus ada.4. dilengkapi dengan pernyataan yang menjamin kebenaran perhitungan TKDN dan didukung dengan formulir isian menggunakan formulir SC-12. Dalam penawaran administratif dan teknis (sampul pertama) peserta menyatakan persentase TKDN barang atau pernyataan komitmen persentase TKDN jasa atau keduanya. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. 8.3. 8. Apabila terdapat perbedaan angka TKDN antara yang tercantum dalam surat penawaran dengan yang tertera dalam rincian. Pernyataan TKDN ditandatangani oleh pimpinan Penyedia Barang/Jasa di atas meterai. Dalam hal jumlah jenis (item) barang dan/atau pekerjaan lebih dari 1 (satu).

6. Dalam negosiasi teknis tidak diperbolehkan menurunkan persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa sebagaimana telah dinyatakan dalam penawaran. persentase TKDN yang dinyatakan dalam penawaran harga minimal harus sama dengan persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Peserta pengadaan bertanggungjawab penuh atas kebenaran pernyataan nilai TKDN yang dinyatakannya. dan pada dasarnya harus sama dengan yang dinyatakan dalam penawaran teknis. 4. Pada sistim pemasukan penawaran 2 (dua) tahap. 46 . 8. persentase TKDN yang dinyatakan dalam penawaran harga minimal harus sama dengan persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Pada proses negosiasi harga tidak diperbolehkan menurunkan persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa sebagaimana telah dinyatakan dalam penawaran. dan apabila dilakukan negosiasi teknis minimal harus sama dengan hasil kesepakatan dalam negosiasi teknis.Buku Kedua . Pada sistim pemasukan penawaran 2 (dua) sampul. dan pada dasarnya harus sama dengan yang dinyatakan dalam penawaran teknis. 5.5. 8.

terhadap unsur barang Produksi Dalam Negeri diberikan preferensi harga berdasar TKDN setinggi-tingginya 15% (lima belas persen).1. 9. Preferensi harga diberikan apabila TKDN barang mencapai minimal 25% (dua puluh lima persen) atau janji/komitmen pencapaian TKDN jasa mencapai minimal 30% (tiga puluh persen).1. dan 9. Barang/jasa dengan pencapaian TKDN kurang dari ketentuan tersebut. Dalam kegiatan pengadaan barang dan Jasa Pemborongan.7.1.1.1.6.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9.6. dihitung secara proporsional berdasar pencapaian TKDN.4. Preferensi harga digunakan sebagai salah satu unsur alat perbandingan harga penawaran pada tahap evaluasi harga. 9.1. 9. bagi penawaran yang bersangkutan tidak diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN dan/atau preferensi status perusahaan. tidak diberikan preferensi harga berdasar TKDN.2. PREFERENSI HARGA 9.1.1.1.5. 9. Untuk pengadaan Jasa Pemborongan preferensi harga diperhitungkan bagi masing-masing unsur barang dan jasa mengacu pada ketentuan tersebut pada angka 9. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi. PREFERENSI HARGA BERDASAR TKDN: Dalam rangka memberikan apresiasi. Dalam hal janji/komitmen TKDN jasa dikombinasikan dengan kompensasi berupa penggunaan dana dari Bank BUMN/BUMD. bagi penawaran yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis. Dalam kegiatan pengadaan Jasa Pemborongan.3.5. di atas.5% (tujuh setengah persen) dihitung secara proporsional berdasar komitmen pencapaian TKDN. terhadap unsur jasa dalam negeri diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN setinggi-tingginya 7.1. 47 . 9. 9. terhadap barang/jasa Produksi Dalam Negeri diberikan preferensi harga. 9.

Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan oleh Perusahaan Dalam Negeri. dan b. Pelaksana Kontrak adalah Perusahaan Dalam Negeri yang berKonsorsium dengan Perusahaan Nasional yang berstatus PMA dan/atau dengan Perusahaan Asing.2.2.2.1. PREFERENSI STATUS PERUSAHAAN: 9. diberikan tambahan preferensi status Perusahaan Dalam Negeri: 1. dan b. Sebesar 7. atau 9.2.3. serta c. di atas.Buku Kedua .1. 9.2. di atas tidak terpenuhi. 48 . diberikan tambahan preferensi status Perusahaan Dalam Negeri sebesar 2.2.2. serta c.5.2.2.2. disamping diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN sesuai ketentuan pada angka 9.2. apabila: a. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan oleh Perusahaan Dalam Negeri. Sebesar 5 % (lima persen).5. dan 9. 2.1.2. 9.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. Preferensi harga atas status perusahaan tidak diberikan apabila kondisi tersebut pada angka 9. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan di wilayah Indonesia.2. Dalam kegiatan pengadaan barang.1. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi dengan komitmen TKDN atau TKDN gabungan minimal 30%.4.5 % (tujuh setengah persen). harus dapat dibaca dan dinyatakan secara jelas pada tahap penilaian kualifikasi dan/atau dalam penawaran teknis.6.5% (dua setengah persen). Dalam kegiatan pengadaan Jasa Pemborongan. Kondisi tersebut pada angka 9. khususnya apabila peserta merupakan badan Konsorsium.1. di atas.1.2. dan 9. bagi Perusahaan Dalam Negeri disamping diberikan preferensi harga berdasarkan TKDN sesuai ketentuan pada angka 9. Pelaksana Kontrak adalah Perusahaan Dalam Negeri tanpa melakukan Konsorsium dengan Perusahaan Nasional yang berstatus penanaman modal asing (PMA) dan/atau dengan Perusahaan Asing. apabila: a. dan Perusahaan Dalam Negeri bertindak sebagai pemuka (leader) dalam Konsorsium. Minimal 50% (lima puluh persen) Jasa Pengerjaan dilakukan di wilayah Indonesia.2. 9. bagi peserta pabrikan yang berstatus Perusahaan Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN minimal 25% (dua puluh lima persen).2.

Penyedia Barang/Jasa yang tidak dapat memenuhi komitmen pencapaian TKDN termasuk komitmen penggunaan dana dari bank BUMN/BUMD yang telah disepakati dalam kontrak. Kontraktor KKS melaporkan secara tertulis pengadaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri kepada BPMIGAS dengan menggunakan formulir SC. dikenakan sanksi administrasi dan/atau sanksi finansial sebagaimana diatur dalam bab XIII angka 5.4. Alasan teknis lain yang telah disepakati oleh Kontraktor KKS dan BPMIGAS. 49 ..09 pada lampiran FL-007/ FL-009.2.2. 10.3.3.6.2.1. 10. di atas.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 10. atau (PLK) yang mengakibatkan 10.1. PENGAWASAN PELAKSANAAN JASA PRODUKSI DALAM NEGERI PENGADAAN BARANG/ Kontraktor KKS melakukan pengawasan pada tahap pelaksanaan kontrak dengan cara memantau dan mendorong Penyedia Barang/Jasa untuk memenuhi kewajiban yang disepakati dalam Kontrak atas komitmen pencapaian TKDN.2.07/SC. 10. 10. kecuali kegagalan tersebut merupakan akibat dari: Perubahan lingkup kerja penurunan TKDN. BPMIGAS secara rutin melakukan pengawasan atas realisasi pencapaian TKDN dalam kegiatan Pengadaan barang/jasa oleh Kontraktor KKS berdasarkan laporan sebagaimana disebutkan pada angka 10.2. 10.

.

pengutamaan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri.Buku Kedua . Penetapan strategi Kontrak antara lain mempertimbangkan nilai pemakaian barang/jasa yang dibutuhkan. cara pembayaran maupun berdasarkan bentuk perikatan. risiko terhadap operasi. Untuk melaksanakan pekerjaan dapat dipergunakan jenis Kontrak yang sesuai berdasarkan pertimbangan masa perjanjian. penetapan sumber barang/jasa dan penetapan jenis Kontrak. kondisi pasar. keseimbangan hak dan kewajiban antara Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa serta pemberian kesempatan kepada Perusahaan Dalam Negeri untuk berpartisipasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB IV STRATEGI PENGADAAN Strategi pengadaan barang/jasa dinyatakan dalam bentuk kebijakan penyusunan paket pekerjaan termasuk penetapan paket pengadaan. 50 . Dalam pembuatan Kontrak dapat menggabungkan beberapa bentuk Kontrak sesuai kebutuhan dengan pertimbangan efektifitas pencapaian target pekerjaan maupun demi pertimbangan efisiensi biaya.

2.1. 4. antara lain dengan cara: 1.1. RENCANA PENGADAAN 1. Melaksanakan pengadaan suatu paket kebutuhan yang terdiri dari berbagai jenis barang mengikuti ketentuan yang ditetapkan dalam bab III angka 5. Optimasi pengadaan dengan menentukan strategi pengadaan antara lain: sewa. Melakukan penelitian (survey/assessment) tentang jenisjenis barang/jasa yang mampu dipenuhi pabrikan dalam negeri atau oleh penyedia jasa di dalam negeri.1. Mempertimbangkan ketentuan kesehatan. Melakukan upaya kerjasama pengembangan produksi barang kebutuhan Kontraktor KKS dengan pabrikan di dalam negeri atau pengembangan teknologi pengerjaan pekerjaan jasa dengan penyedia jasa di dalam negeri. menetapkan sejak tahap penyusunan desain awal (FEED) jenis barang/jasa yang harus dipenuhi dari sumber dalam negeri. 51 . Tata waktu proses pengadaan.Buku Kedua . sewa beli. Pada tahap perencanaan pengadaan harus: 1. dan lindungan lingkungan (K3LL) yang berlaku di lingkungan kegiatan hulu minyak dan gas bumi.5. berdasar hasil penelitian (survey/ assessment) tersebut pada angka 1 di atas. 1. mengupahkan atau membangun sendiri. kuantitas dan jangka waktu. Teknologi tepat guna dan efisien.1.3.4. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta mengikutsertakan Perusahaan Dalam Negeri. Mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi operasional. 2. Dalam pelaksanaan jasa kontruksi terintegrasi (EPC atau EPCI). 2. 5. target pencapaian TKDN dan jenis-jenis pekerjaan yang harus dikerjakan di dalam wilayah negara Republik Indonesia. beli. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1. Risiko bisnis. Memperhitungkan faktor keekonomian dengan memperhatikan hal-hal dibawah ini: 1. kualitas. keselamatan kerja. 1. Jenis Kontrak. Pelaksanaan penelitian (survey/assessment) dapat menggunakan konsultan peneliti (surveyor) independen yang memiliki keahlian untuk itu. 1. 4.1.1. 3.

Paket pekerjaan merupakan kebutuhan barang/jasa yang diperlukan oleh satu Kontraktor KKS untuk melaksanakan salah satu jenis kegiatan eksplorasi/produksi dan/atau kegiatan terkait lainnya.1. 2. Pemecahan paket pekerjaan ke dalam beberapa paket pengadaan diizinkan dalam hal: 1. Bukan merupakan jenis pekerjaan yang menurut sifat pekerjaan dan besaran nilainya seharusnya dilakukan oleh usaha kecil termasuk koperasi kecil. Dalam upaya mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. Dalam usaha menghidarkan penguasaan seluruh pekerjaan oleh satu Penyedia Barang/Jasa. 52 . mekanik dan sipil dalam suatu proyek. Dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis. dan 2.1. atau 5. Pemecahan paket pekerjaan dalam rangka menghindari kewajiban melaksanakan pelelangan dan/atau menghindari batas kewenangan tidak dibenarkan. Merupakan bagian-bagian dari paket Pekerjaan Bersifat Kompleks yang dalam pelaksanaannya membutuhkan berbagai kualifikasi. Untuk memenuhi kebutuhan pengisian kembali persediaan. Merupakan pemisahan beberapa pekerjaan jasa yang secara teknis dapat dipertanggung jawabkan. keekonomian. Merupakan pemberian kesempatan berusaha kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil setempat. atau 4. serta 3. atau 3. dengan cara memisahkan paket barang/jasa Produksi Dalam Negeri dari paket pekerjaan utama. PENYUSUNAN PAKET PEKERJAAN 2. 2. efektifitas dan efisiensi yang dikalkulasikan secara keahlian.2. misalnya pemisahan pekerjaan listrik. atau 2. dengan syarat: 1. Bukan merupakan usaha untuk menghindarkan kewajiban pemanfaatan produksi/kompetensi dalam negeri. Kebutuhan barang/jasa dari beberapa jenis kegiatan dan/atau dari beberapa Kontraktor KKS dapat digabungkan dalam 1 (satu) paket Pengadaan.1.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. atau 6.

sehingga sebagian kebutuhan barang harus dipenuhi dari sumber luar negeri.1. Dalam pelaksanaan evaluasi harga pada pelelangan ulang yang mengikut sertakan produk impor. atau 4. dan b. insurance and freight (CIF) terendah produk impor. 53 .1. Barang/jasa yang terikat dengan persyaratan kepemilikan lisensi/hak kepemilikan/proprietary right.2.2. dan 5.2.5.3. Pembayaran dapat dilakukan dari rekening bank yang berada di wilayah negara Republik Indonesia ke rekening bank di luar negeri.5. atau 2. Impor barang dimungkinkan apabila: 1.4. Kontraktor KKS harus mengikut sertakan Perusahaan Dalam Negeri dan mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri sebagaimana diatur dalam bab III. 3.2. Belum diproduksi di dalam negeri. 3. Kapasitas produksi di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan pada suatu saat yang bersamaan. antara lain berdasar hasil uji kualitas dari badan penguji independen. SUMBER LUAR NEGERI 3.1. SUMBER PENGADAAN 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. dengan terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan BPMIGAS. harga Produksi Dalam Negeri sebagai hasil penghitungan harga evaluasi (HE) berdasar preferensi TKDN masih lebih tinggi dibanding dengan harga cost. di atas serta bab VI angka 5.2. 5.3. atau 3. Standar kualitas Produksi Dalam Negeri tidak memenuhi persyaratan teknis minimal berdasarkan pengujian/ pembuktian secara teknis. untuk: a.1.Buku Kedua .4. Perusahaan Asing dapat diikut sertakan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa dengan mengikuti ketentuan dalam angka 3. SUMBER DALAM NEGERI Dalam pengadaan barang/jasa. Di dalam negeri tidak ada Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai agen atau perwakilan atau pemilik lisensi/ hak kepemilikan/proprietary right tidak bersedia menunjuk agen atau Perwakilan di Indonesia. Pengadaan perangkat lunak teknologi informasi (information technology software) dapat dilakukan secara langsung kepada Perusahaan Asing di luar negeri.

1. 3. Yaitu Kontrak pengadaan paket pemasokan barang atau pelaksanaan pekerjaan jasa yang masa pelaksanaannya tidak melebihi 1 (satu) tahun kalender. Masa berlaku Kontrak akan berakhir apabila waktu atau volume yang ditetapkan dalam Kontrak telah habis.1.1.1. Kontrak Tahun Tunggal 1.3. 4.1. 2. Kontrak Tahun Jamak 1.2. namun dimungkinkan untuk diserahkan secara bertahap (partial delivery). yang masa pelaksanaannya melebihi 1 (satu) tahun anggaran. Pada akhir masa Kontrak dimungkinkan adanya sisa jumlah (volume) barang/jasa yang belum dipasok atau dikerjakan. 2. 2. Masa berlaku Kontrak akan berakhir dalam periode tahun kalender.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Khusus untuk pengadaan barang. Dimungkinkan untuk memperpanjang masa Kontrak sampai dengan jumlah (volume) barang/jasa yang tertera dalam Kontrak habis dimanfaatkan. dengan jenis barang atau jasa yang pada dasarnya sama namun diserahkan atau dikerjakan secara bertahap atau terus menerus. JENIS KONTRAK BERDASARKAN SIFAT/MASA PERJANJIAN: 4. Yaitu Kontrak pengadaan paket pemasokan barang atau pelaksanaan pekerjaan jasa yang merupakan satu kesatuan paket utuh dan tidak dapat dipisahkan. 54 . Masa pelaksanaan Kontrak dapat melebihi dari 1 (satu) tahun kalender. jumlah (volume) harus dipasok secara penuh sesuai yang tercantum dalam Kontrak. Kontrak Tunggal (Single Kontrak) 1. Yaitu Kontrak pengadaan paket pemasokan barang atau pelaksanaan pekerjaan jasa. JENIS DAN MASA BERLAKU KONTRAK 4. 3. 4. dengan masa perpanjangan maksimal 2 (dua) tahun.

b.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. Kontrak berdasar harga satuan 1. peralatan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu.2. Kontrak persentase adalah perjanjian/Kontrak pelaksanaan jasa dimana Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan menerima imbalan berdasarkan persentase tertentu dari pekerjaan fisik. b. atau jenis dan volume keluarannya belum dapat ditentukan secara pasti. b. atau belum ada standar operasinya.1. Semua risiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan tersebut. 3. 2.2.Buku Kedua . Kontrak Lumpsum a. Kontrak Harga Satuan a. Kontrak Persentase a. 4.2. 55 . JENIS KONTRAK BERDASARKAN CARA PEMBAYARAN: 4. sepanjang sesuai gambar dan spesifikasi sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Barang/Jasa. Kontrak ini digunakan untuk suatu pekerjaan konsultansi yang cara pelaksanaannya belum baku. Kontrak lumpsum adalah Kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan tertentu dalam waktu tertentu dengan jumlah harga pasti. Kontrak bersifat lumpsum 1. Pengurangan atau penambahan volume pekerjaan dimungkinkan. Tidak dimungkinkan adanya pengurangan atau penambahan volume pekerjaan. Kontrak terima jadi (turn key) adalah Kontrak Pengadaan barang/Jasa Pemborongan atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu dengan jumlah harga pasti dan tetap sampai seluruh konstruksi/ peralatan/ pabrik dan jaringan utama maupun penunjangnya dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan kriteria kinerja yang telah ditetapkan. Kontrak Terima Jadi (Turn Key) a. Kontrak harga satuan adalah Kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian pekerjaan dalam batas waktu tertentu berdasarkan harga satuan yang pasti atau berupa formula harga yang pasti untuk setiap satuan barang.2.

Apabila diperlukan dapat ditetapkan jumlah barang/ peralatan atau volume pekerjaan yang masih bersifat perkiraan sementara. c. Umumnya suatu Kontrak biaya ditambah insentif (cost plus incentives) juga menerapkan sanksi/penalti apabila suatu target minimal tidak tercapai. Kontrak biaya ditambah imbalan jasa (cost plus fee) adalah Kontrak jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. Pembayaran didasarkan pada jumlah barang. peralatan atau pekerjaan yang dipesan dan telah diserah terimakan atau dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. dimana jenisjenis pekerjaan dan volumenya belum diketahui dengan pasti. Penghargaan berupa suatu nilai tertentu yang dijanjikan apabila mencapai target keberhasilan yang disepakati dalam Kontrak. b. 56 . penyediaan peralatan dan/atau penyediaan tenaga kerja dan lainlain. ditambah dengan imbalan jasa (fee) yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. b.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. Imbalan jasa (fee) dapat ditetapkan dalam bentuk nilai uang pasti atau berupa persentase tertentu terhadap nilai yang diperjanjikan. d. Jumlah maksimum nilai Kontrak atau bagian dari Kontrak yang merupakan penjumlahan dari biaya nyata (cost) dengan imbalan jasa (fee) harus dicantumkan dalam Kontrak. Kontrak Biaya Ditambah Insentif (Cost Plus Incentives) a. 2. c. Pembayaran didasarkan pada biaya yang telah disetujui dalam Kontrak ditambah dengan penghargaan. c. Kontrak biaya ditambah insentif (cost plus incentives) adalah Kontrak untuk pelaksanaan pekerjaan dengan menggunakan kriteria tertentu sebagai target keberhasilannya. 3. Pembayaran dilakukan berdasarkan pengeluaran biaya nyata (at cost) yang dikeluarkan oleh Penyedia Barang/ Jasa yang meliputi pembelian bahan. Kontrak Biaya Ditambah Imbalan Jasa (Cost Plus Fee) a.

57 . dalam batas waktu tertentu.3. atau pemanfaatan suatu kontrak yang sedang berjalan di suatu Kontraktor KKS oleh Kontraktor KKS lainnya. Kontrak kemitraan atau aliansi strategis adalah Kontrak pengadaan barang/jasa antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan tertentu dalam rangka pencapaian sasaran. Kontrak Kemitraan atau Aliansi Strategis (Strategic Alliance) 1. Beberapa Kontraktor KKS atau BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS membuat suatu perjanjian kerjasama yang memuat antara lain peran.3.1.2. JENIS KONTRAK BERDASARKAN BENTUK PERIKATAN: 4. 4.3. Kesepakatan antar Kontraktor KKS atau antara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS dapat dilakukan pada awal Kontrak atau pada saat Kontrak sedang berlangsung. termasuk menetapkan persyaratan dan kondisi Kontrak yang akan diterapkan. 2.Buku Kedua . 3. BPMIGAS dapat mewajibkan penerapan Kontrak pengadaan bersama (sharing contract) untuk jenis kegiatan atau pekerjaan tertentu. setelah terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan para Kontraktor KKS terkait.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. Kesepakatan untuk melakukan Kontrak bersama pada saat Kontrak sedang berlangsung hanya dapat dilaksanakan untuk memanfaatkan kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) dari Kontrak yang sedang berlangsung tanpa mengubah syaratsyarat dan ketentuan lainnya. Dalam hal pemanfaatan waktu jeda dimungkinkan penambahan volume pekerjaan. kewajiban dan hak masingmasing Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS serta Kontraktor KKS yang bertindak sebagai pemuka (leader). Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. Kontrak pengadaan bersama (sharing contract) adalah Kontrak antara beberapa Kontraktor KKS atau Kontrak yang dilakukan oleh BPMIGAS sebagai koordinator beberapa Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan 1 (satu) atau beberapa pekerjaan.001 4. Kontrak Pengadaan Bersama (Sharing Contract) 1. yang dituangkan dalam kesepakatan yang direncanakan sejak awal.

4. Pelaksanaan pengadaan menggunakan metoda penunjukan langsung. Kontrak call off order adalah Kontrak pengadaan barang/ jasa untuk jangka waktu satu tahun atau lebih. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK.3. namun pengguna barang/jasa hanya akan membayar sejumlah barang/jasa yang diminta/dipesan. Kontrak kesepakatan harga (frame contract) yang dilakukan oleh BPMIGAS dengan pabrik pembuat barang.3. Perjanjian harga (price agreement) adalah perjanjian dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai pabrikan (manufacturer) atau agen tunggal. peralatan atau permesinan yang digunakan secara luas oleh beberapa Kontraktor KKS untuk mendapatkan harga yang paling efisien. Harga satuan dapat direvisi apabila dapat dibuktikan bahwa perubahan harga berasal dari pabrikan/prinsipal. Kontrak kemitraan menganut prinsip pembagian keuntungan dan pembebanan risiko bersama. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK. 1. 2. 58 . dimana Penyedia Barang/Jasa harus menyediakan barang/jasa dalam jenis dan jumlah yang diminta sewaktu-waktu oleh Kontraktor KKS. Perjanjian berlaku untuk suatu jangka waktu tertentu bagi 1 (satu) kelompok barang/jasa yang bersifat spesifik.3. Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call Off Order). 3. 2.002 4. 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. jujur. yang dibuat berdasarkan harga satuan barang atau peralatan yang dikeluarkan resmi oleh pabrikan/prinsipal. Perjanjian Harga (Price Agreement) 1. Dalam Kontrak dicantumkan perkiraan jumlah dan nilai pemesanan. adil berdasarkan kesepakatan yang ditetapkan dalam Kontrak. Perjanjian harga dapat diterapkan pada: a. Pada dasarnya daftar harga satuan harus berlaku untuk jangka waktu minimal 1 (satu) tahun. Penentuan harga yang disepakati dan sistim pembayaran menggunakan sistim Kontrak berdasar harga satuan.003. Harga yang disepakati digunakan sebagai dasar pembuatan Kontrak pemesanan oleh Kontraktor KKS.

c. alat kesehatan). Harga satuan (unit price) tidak lebih dari Rp10.000. Pelaksanaan pengadaan dengan perjanjian harga tidak memerlukan Jaminan Penawaran dan Jaminan Pelaksanaan. Harga dapat berupa harga pasti atau berupa formula harga. 3. Pelaksanaan pengadaan menggunakan metoda penunjukan langsung kepada agen tunggal sukucadang atau kepada penyedia barang yang ditunjuk oleh pabrikan peralatan tersebut.00 (seribu dolar Amerika Serikat). dengan tingkat pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekuensi pekerjaan tinggi. Kontrak jasa perbaikan dari peralatan atau permesinan induk yang sudah digunakan dan dapat dilakukan secara penunjukan langsung kepada penyedia jasa tunggal yang ditunjuk oleh pabrikan peralatan tersebut.000. Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK.Buku Kedua .005. Kontrak pembelian sukucadang dari peralatan atau permesinan induk yang sudah digunakan.00 (sepuluh juta rupiah) atau US$1. 4. Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/penggunaan yang sama. 59 . Penjelasan rinci dapat dilihat pada lampiran JK.3. harga satuan dapat lebih besar dari ketentuan tersebut. Diterapkan pada pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item). 4. yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa b. Perjanjian dengan beberapa Penyedia Barang/Jasa adalah suatu perikatan Kontrak harga satuan barang/jasa dengan lebih dari satu Penyedia Barang/Jasa dalam kurun waktu bersamaan untuk barang atau jasa yang sama/sejenis dalam hal spesifikasi.5. ukuran dan kemampuan dalam jangka waktu Kontrak tertentu. 2. Bagi barang/jasa tertentu (antara lain: drill bit. Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (Multi Standing Agreement/MSA) 1. Penentuan harga yang disepakati dan sistim pembayaran menggunakan sistim Kontrak berdasar harga satuan.000.004. 3.

Dapat dipenuhi dari atau oleh minimal 3 (tiga) sumber barang/jasa. Spesifikasi rincian termasuk merek barang dapat berbedabeda di antara Penyedia Barang/Jasa.00 (satu juta dolar Amerika Serikat). 3.000. berlaku sama untuk semua Penyedia Barang/Jasa yang terikat dalam Kontrak.00 (sepuluh milyar rupiah) atau akan lebih besar dari US$1. 60 . 4. Bukan merupakan jenis pekerjaan yang menurut sifat pekerjaan dan besaran nilainya seharusnya dilakukan oleh usaha kecil termasuk koperasi kecil. 2. Yang diperlukan terus menerus oleh Kontraktor KKS atau minimal dibutuhkan oleh Kontraktor KKS pada 4 (empat) bulan dalam 1 (satu) tahun kalender. dan f. dan b.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Spesifikasi teknis yang tersebut dalam Kontrak bersifat tetap dan mengikat. kecuali dalam pelaksanaan pengadaan jasa tenaga kerja profesional.6.000. Syarat dan kondisi (terms and conditions) Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract). dan e.000.000. dan c. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) 1. Bukan merupakan usaha untuk menghindarkan kewajiban pemanfaatan produksi/kompetensi dalam negeri. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) dapat diterapkan untuk pengadaan barang/jasa: a. Spesifikasi teknis pokok yang ditawarkan oleh semua Penyedia Barang/Jasa pada dasarnya harus sama. Merupakan Kontrak kesepakatan dengan beberapa Penyedia Barang/Jasa untuk menyediakan barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS pada rentang waktu tertentu dengan spesifikasi teknis dan persyaratan Kontrak (terms & conditions) yang telah disepakati oleh Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa yang terikat dalam Kontrak. Bukan merupakan barang standar atau barang/jasa spesifik. Secara kumulatif nilai perkiraan pemakaian barang/jasa selama masa Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) akan lebih besar dari Rp10. tata cara pembayaran (terms of payment) serta kewajiban dan hak para pihak. dan d.000. terutama namun tidak terbatas pada tempat pelaksanaan.3.

10.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$50. Dalam Dokumen Pengadaan dicantumkan nilai perkiraan pemakaian barang/jasa selama masa berlakunya Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract). Dalam hal ini. Minimal terdapat 3 (tiga) penawaran yang lulus evaluasi teknis. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi teknis mendahului evaluasi harga. 7. Penyedia Barang/Jasa wajib memasukkan penawaran harga. Nilai yang sama dicantumkan dalam Kontrak. Kontrak berakhir apabila nilai perkiraan Kontrak telah habis atau masa Kontrak telah mencapai masa Kontrak yang ditetapkan dalam Kontrak. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) dibuat berdasarkan hasil evaluasi teknis dari penawaran yang masuk. Masa berlaku Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) paling lama adalah 5 (lima) tahun.000. Penyedia Barang/Jasa dengan harga terendah berdasar hasil evaluasi harga yang baku. Penyedia Barang/Jasa wajib menyerahkan jaminan penawaran untuk paket kebutuhan dengan nilai lebih besar dari Rp500. Khusus untuk pengadaan jasa penyediaan tenaga kerja profesional. Kontraktor KKS meminta Penyedia Barang/Jasa yang terikat dalam Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) untuk mengajukan penawaran harga pada saat barang/jasa yang bersangkutan dibutuhkan. 6.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). 9. dalam penawaran harga dimungkinkan adanya penawaran tenaga kerja alternatif dari yang telah disepakati pada tahap kesepatan teknis. 8.000. ditetapkan menjadi pemasok barang atau pelaksana pekerjaan jasa untuk paket yang dibutuhkan oleh Kontraktor KKS pada suatu waktu tertentu.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5.Buku Kedua . 12. Pemasukan penawaran dari Penyedia Barang/Jasa menggunakan sistem 2 (dua) tahap.000. 11. Pemilihan Penyedia Barang/Jasa menggunakan metode Pelelangan Umum atau Pelelangan Terbatas. mengikuti ketentuan penawaran untuk Kontrak berdasar harga satuan. 61 .

Kontrak dapat dihentikan sebelum masa berlakunya habis apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memasok barang atau gagal menyelesaikan pekerjaan jasa.3. namun demikian harus tetap memperhatikan kesempatan berusaha bagi Penyedia Barang dan Jasa.2.1. 4.4. Penentuan masa berlaku kontrak pada dasarnya disesuaikan dengan kebutuhan operasi dengan mempertimbangkan keekonomian. Masa berlaku Kontrak dapat diperpanjang dalam hal: 1. Pelaksanaan penambahan lingkup Kontrak. sebagaimana diatur dalam bab XIII angka 4. 4. Amandemen perpanjangan harus dibuat sebelum masa Kontrak berakhir. Pemanfaatan sisa nilai Kontrak yang belum habis dimanfaatkan sedangkan masa berlaku Kontrak sesuai yang dinyatakan dalam Kontrak telah terlewati.4. 62 . 15.4.4. 4. Ketentuan tentang penghentian Kontrak sebelum masa berlakunya habis. Kontrak akan dinyatakan habis masa berlakunya apabila: 1.5.4. MASA BERLAKU KONTRAK 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 13. 2. atau 2. dapat diterapkan pada Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) hanya apabila terjadi perubahan rencana kerja yang signifikan. 4. Kontrak Kesepakatan Teknis (Technical Framework Contract) dapat diterapkan sebagai Kontrak Bersama di antara beberapa Kontraktor KKS.4. Nilai Kontrak sesuai dengan yang dinyatakan dalam Kontrak telah habis dimanfaatkan. Pelaksanaannya harus memperhatikan prinsip persaingan usaha yang sehat. 14. Masa Kontrak sesuai dengan yang dinyatakan dalam Kontrak telah terlewati.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB V PERENCANAAN 63 .

Daftar rencana pengadaan dimungkinkan untuk direvisi. 1.3. Pada saat penyusunan WP&B. baik Kontrak tunggal maupun Kontrak tahun jamak. harus dilengkapi dengan penjelasan penyebab penurunan tersebut. 64 . 1. Kebutuhan barang/jasa tahun anggaran yang bersangkutan.3.000.4. 1. Rencana pengadaan barang/jasa dengan jangka waktu kontrak lebih dari 1 (satu) tahun. Setiap jenis (item) rencana pengadaan. pengadaan pada tahun yang Persentase TKDN dalam daftar rencana pengadaan merupakan perbandingan antara jumlah total nilai perkiraan penggunaan Produksi Dalam Negeri terhadap total nilai rencana pengadaan.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).1. dan 2.3. Daftar rencana pengadaan juga mencantumkan perkiraan persentase TKDN dari: 1.3. serta 2.2. Proses pengadaan dilakukan dengan menggunakan rencana kerja dalam WP&B yang telah disetujui oleh BPMIGAS sebagai acuan jenis kegiatan pengadaan. 1.000. 1.3. Daftar rencana pengadaan pengadaan untuk: berisikan rencana kegiatan 1.3.1. Kebutuhan barang/jasa tahun mendatang yang kegiatan pengadaannya dimulai atau dilakukan pada tahun atau beberapa tahun periode anggaran sebelumnya.000.Buku Kedua . Rencana pengadaan barang/jasa harus didasarkan pada rencana kerja dalam Plan Of Development (POD) dan/atau Work Program and Budget (WP&B) yang telah disetujui oleh BPMIGAS. Dalam hal revisi rencana pengadaan menyebabkan penurunan perkiraan persentase TKDN. Keseluruhan rencana bersangkutan. harus sudah dimasukkan dalam daftar rencana pengadaan tahun pertama Kontrak atau tahun sebelumnya.000.2. Kontraktor KKS menyusun daftar rencana pengadaan yang berisikan rencana kegiatan pengadaan yang bernilai lebih besar dari Rp50. RENCANA KERJA PENGADAAN 1.

c. memaksimalkan atau memberdayakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. b. Skema pembayaran.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. 2. 3. bentuk dan masa berlaku Kontrak. Ketentuan tentang kewajiban penyedia jasa untuk mengusulkan daftar pabrikan (manufacturers list) atau daftar sub kontraktor (sub contractors list). Metode pengadaan pengadaan tersebut. Syarat-syarat dan ketentuan dalam rangka mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. Ketentuan untuk mewajibkan.1.1. 2.3. Syarat-syarat kualifikasi dan ketentuan peserta pengadaan. Sanksi dan penalti. Ketentuan tentang tata cara penyelesaian perselisihan.1. 4. serta alasan pemilihan metode 2.1. PENYAMPAIAN RENCANA PENGADAAN 2.1. Ketentuan tentang cara pembayaran.5. 2. Lingkup kerja dan spesifikasi. 7. 2. Rencana tata waktu proses pengadaan termasuk proses penilaian kualifikasi. meliputi: a.4. Bilamana akan dilakukan pemilihan langsung atau penunjukan langsung harus dilengkapi dengan justifikasi berdasarkan ketentuan sebagaimana diatur dalam bab X angka 3 dan 4. Kriteria dan tata cara evaluasi penawaran.1. disampaikan oleh Kontraktor KKS kepada BPMIGAS. mencakup: a. b. 2. Hasil pembahasan aspek teknis lingkup kerja pengadaan dengan fungsi terkait BPMIGAS yang rincian aspek teknisnya belum disetujui dalam WP&B. 6. 5.1. dengan melampirkan dokumen sebagai berikut: Rencana kerja yang sesuai dengan WP&B yang telah disetujui. Strategi.2. Ringkasan strategi pengadaan meliputi: 1. 65 . Formula penyesuaian harga (apabila ada). Rencana pengadaan yang memerlukan persetujuan BPMIGAS. 8.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Metode penyusunan dan sumber data pendukung pembuatan Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/Owner’s Estimate (OE). dokumen yang disampaikan tidak lengkap dan/atau tidak sesuai.1.2. dengan ketentuan: 2.2. sampai dengan 2. Persetujuan atas rencana pengadaan oleh BPMIGAS meliputi aspek-aspek yang tercantum pada angka 2. Berdasarkan daftar isian tentang dokumen-dokumen yang diserahkan Kontraktor KKS.3. 2. khususnya untuk pekerjaan yang sangat kompleks.Buku Kedua . Persetujuan BPMIGAS berlaku untuk jangka waktu selama 60 (enam puluh) hari kalender terhitung setelah tanggal surat persetujuan tersebut. 2. Apabila sampai dengan batas akhir masa 10 (sepuluh) hari kerja atau jumlah waktu lain yang diberitahukan oleh BPMIGAS.4.6. 2.3.1. 2. dengan waktu tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari kalender. maka Kontraktor KKS harus menyampaikan ulang rencana pengadaan tersebut.3. 2.7.3.5. Kontraktor KKS dapat mengajukan permintaan 1 (satu) kali perpanjangan masa berlaku persetujuan dimaksud.3. 2. 2. BPMIGAS dapat memberitahukan kepada Kontraktor KKS bahwa waktu penelitian memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu standar 10 (sepuluh) hari kerja. BPMIGAS mencantumkan catatan status kelengkapan dokumen yang diterima. 66 . Waktu 10 (sepuluh) hari kerja tersebut tidak termasuk waktu yang diperlukan oleh Kontraktor KKS untuk melengkapi permintaan penjelasan tambahan dari BPMIGAS. Apabila diperlukan BPMIGAS dapat meminta salinan Instruksi Kepada Peserta Pengadaan (IKPP) dan konsep Kontrak. Apabila setelah masa perpanjangan terlewati dan proses pengadaan belum dilaksanakan serta Kontraktor KKS masih memerlukan pengadaan barang/jasa tersebut.4.4. maka Kontraktor KKS harus menyampaikan ulang rencana pengadaan tersebut. 2.1. Kontraktor KKS dapat melanjutkan proses pengadaan apabila setelah batas akhir waktu persetujuan sebagaimana diuraikan dalam nomor 2.1.3.1. BPMIGAS harus sudah menyampaikan persetujuan atau penolakannya paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja terhitung sejak tanggal penerimaan dokumen secara lengkap yang dinyatakan oleh BPMIGAS. 2. Dalam keadaan tertentu.3. di atas.3. di atas. BPMIGAS tidak memberikan jawaban.3.

67 . Fungsi Pengelola Pengadaan. Pengguna Barang/Jasa.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB VI PELAKU PENGADAAN BARANG/ JASA Pelaku proses pengadaan barang/jasa adalah Pejabat Berwenang. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Penyedia Barang/Jasa atau penerima kuasa dalam pelaksanaan Swakelola.

Memberikan kesempatan berusaha bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil.2. 1. serta menetapkan dan memutuskan pemenang proses pengadaan. kriteria.5. rujukan dan 1. 1.3.1. 1. Memastikan ketersediaan Anggaran.3.7. mengesahkan HPS/OE.1.2. 1.3. TUGAS DAN WEWENANG PEJABAT BERWENANG Menyetujui/menetapkan/mengesahkan rencana dan jadwal pelaksanaan proyek/kegiatan pada tahun anggaran yang bersangkutan.2. 1. 68 .6. menetapkan strategi dan metoda pengadaan. Harus mematuhi prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. 1. 1. 1.3.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.3.4.3.1.1.2. Menyetujui/menetapkan/mengesahkan paket-paket barang/jasa yang akan dilaksanakan pengadaannya. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. Melakukan usaha-usaha untuk mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri dalam kegiatan pengadaan barang/jasa. 1. Harus menandatangani dan/atau mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS.3. 1.3. Menyetujui/menetapkan/mengesahkan persyaratan pengadaan. 1. TANGGUNGJAWAB Bertanggungjawab atas terselenggaranya pengadaan barang/ jasa sesuai dengan prinsip dasar dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. 1. 1.1.1.3.2. PERSYARATAN PEJABAT BERWENANG Mempunyai kemampuan untuk melaksanakan salah satu atau lebih dari satu fungsi untuk menetapkan paket dan lingkup pekerjaan. PEJABAT BERWENANG 1.2.1.3. Menunjuk/menugaskan Panitia Pengadaan/Tim Internal.

1. Menetapkan besaran uang muka.16. 1. LARANGAN: Pejabat Berwenang dilarang: Menetapkan spesifikasi barang/jasa. 1. Menunjuk pemenang pengadaan barang/jasa. 1.17. Memberikan sanksi kepada Penyedia Barang/Jasa sesuai ketentuan yang berlaku.8.3. 1. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan/ penyelesaian pengadaan barang/jasa kepada BPMIGAS sebagaimana diatur dalam bab XV.18. Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak.4.11.3. Menyetujui/menetapkan/mengesahkan Harga Perhitungan Sendiri/Owner Estimate (HPS/OE). 1.3. kepada penerima 1. 1. 1.3.3.4. persyaratan atau prosedur pengadaan yang mengarah untuk memberikan keuntungan tertentu kepada 1 (satu) calon Penyedia Barang/Jasa dan/atau pihak tertentu.9. 1. Menyetujui pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa berdasarkan Kontrak atau kepada penerima kuasa swakelola. lokasi pengadaan dan cara pelaksanaan pengadaan. kepada fungsi pengguna.13.3. kriteria. 1.3. 69 .3.3.1. 1.2. jadwal. Menetapkan pemenang pengadaan barang/jasa.3. 2. dan/atau melakukan tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Mengesahkan Kontrak atau surat kuasa kuasa swakelola.4.14.3.10.12. Menjawab dan memberikan tanggapan atas sanggahan banding dari peserta pengadaan. 1. Menyerahkan aset proyek yang telah selesai dikerjakan berikut dokumen pendukungnya baik secara langsung ataupun melalui pejabat yang diberi pelimpahan wewenang. Menjadi anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal untuk lingkup pekerjaan dalam hal pejabat yang bersangkutan memiliki kewenangan untuk menetapkan Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau memiliki kewenangan untuk menetapkan/menunjuk pemenang pengadaan.15.

2.3.3. 2. PERSYARATAN 2. Bertanggungjawab atas perencanaan kebutuhan. Menggunakan aset yang telah diserah terimakan atau jasa yang telah disediakan oleh Penyedia Barang/Jasa secara efektif dan efisien. 2.3. mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan Kontrak. 2.3. 2.3.1. Menyusun rencana kriteria. 2.5.Buku Kedua .2. 2.1.2.2. 2.3. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri.3.1. Menetapkan rencana kebutuhan dan jadwal kebutuhan barang/jasa berdasar rencana proyek atau kegiatan pada tahun anggaran yang bersangkutan dan tahun-tahun berikutnya.2.2.1. TANGGUNGJAWAB 2. 70 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. TUGAS DAN WEWENANG 2. 2. 2.3. Melakukan usaha-usaha untuk mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. rujukan dan persyaratan pengadaan. Mengendalikan.1.7. 2. PENGGUNA BARANG/JASA 2. pengelolaan dan pemanfaatan barang/ jasa secara efektif dan efisien sesuai dengan prinsip dasar dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai. Mematuhi prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai.1.4. Mengajukan permintaan proses pengadaan paket-paket barang/ jasa yang diperlukan.3.6. Menandatangani dan mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS. Menyusun Harga Perhitungan Sendiri/Owner Estimate (HPS/OE).

4.4.1. dan/atau melakukan tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest). 2. kriteria dan persyaratan dalam Dokumen Pengadaan yang mengarah kepada upaya menghindarkan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri.4. Mempengaruhi jalannya proses pengadaan baik di dalam maupun di luar lingkup organisasi Kontraktor KKS yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest). LARANGAN : Pengguna Barang/Jasa dilarang: 2. 2.2. Menetapkan spesifikasi barang/jasa.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.4.3. 71 . Menetapkan spesifikasi barang/jasa. kriteria dan persyaratan dalam Dokumen Pengadaan yang mengarah untuk memberikan keuntungan tertentu kepada 1 (satu) calon Penyedia Barang/Jasa dan/atau pihak tertentu.

2. 3. Menandatangani dan mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masingmasing Kontraktor KKS. 3. Memahami situasi dan kondisi pasar barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan. Menyiapkan dan mengirimkan laporan Pengadaan sesuai ketentuan. Bertanggungjawab atas perencanaan dan proses pencarian sumber barang/jasa (sourcing). 3.3.1.2. 3. 3.5.6.1. 3.2.1. PENGELOLA PENGADAAN 3.3.1.1.1.2. perencanaan strategi serta pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara efektif dan efisien.3.5.2.3. 3.Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.4.1.1. TANGGUNGJAWAB 3. organisasi pengelola pengadaan tidak boleh berada di dalam lingkup organisasi pengguna barang/jasa.2.1.3. Menyusun rencana pengadaan barang/jasa berdasar kebutuhan dari Pengguna Barang/Jasa atau berdasarkan kegiatan pada tahun anggaran yang bersangkutan dan/atau tahun-tahun berikutnya. PERSYARATAN 3.4.3. 3. 3. 3.3. serta pengadministrasian Kontrak. TUGAS DAN WEWENANG 3. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. 3. Menyiapkan Dokumen Pengadaan termasuk kriteria pengadaan dan persyaratan pengadaan berdasarkan masukan dari Pengguna Barang/Jasa dan peraturan/ ketentuan terkait. Mematuhi prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dan etika bisnis pengelolaan rantai suplai.3.3. Mampu merencanakan strategi dan menguasai tata cara pengadaan barang/jasa.4. Mengelola administrasi Kontrak. 3. 3. Bagi Kontraktor KKS dalam tahap berproduksi. LARANGAN: Pengelola Pengadaan dilarang mempengaruhi jalannya proses pengadaan baik di dalam maupun di luar lingkup organisasi Kontraktor KKS yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest). 72 . Mengelola data sebagai salah satu acuan dalam menyusun Harga Perhitungan Sendiri/Owner Estimate (HPS/OE). Mengelola data spesifikasi barang/jasa sebagai salah satu acuan dalam menyusun kebutuhan barang/jasa.

Ketua.3. Hubungan keluarga semenda adalah hubungan kekerabatan langsung sebagai akibat terjadinya perkawinan. yaitu hubungan keluarga antara suami. sekretaris dan anggota lain harus: • 73 .1.1. sekretaris dan anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal: 1. Menandatangani dan/atau mematuhi pakta integritas atau pakta sejenis sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan masingmasing Kontraktor KKS. Anggota dapat dijabat oleh pekerja berkewarganegaraan asing. isteri.1. 4. c. Tidak mempunyai hubungan keluarga semenda dengan Pejabat Berwenang. d. Kontraktor KKS dalam tahap berproduksi: a.1. dan Memiliki sertifikat pengadaan industri perminyakan di Indonesia yang diterbitkan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pendidikan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. PERSYARATAN Mematuhi suplai. prinsip dasar dan etika bisnis pengelolaan rantai Memahami seluruh pekerjaan dan menguasai pedoman tata kerja pengadaan barang/jasa berikut isi Dokumen Pengadaan.1. sekretaris dan anggota harus berstatus pekerja waktu tidak tertentu (PWTT). 4.1. b. PANITIA PENGADAAN/TIM INTERNAL 4. 4.5. • Telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pelatihan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. Ketua.2. 4.1. anak dan menantu.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. 4. Ketua atau wakil ketua bukan berasal dari dalam organisasi pengguna barang/jasa.4. Ketua dan sekretaris harus berkewarganegaraan Indonesia. Status dan hubungan kerja ketua.

2. Sekretaris dan anggota harus berkewarganegaraan Indonesia dan dapat berstatus pekerja waktu tidak tertentu (PWTT) atau pekerja waktu tertentu (PWT) dari Kontraktor KKS yang bersangkutan. Panitia Pengadaan terdiri dari sekurang-kurangnya orang anggota tetap dan harus gasal.Buku Kedua . kecuali Ketua dan Sekretaris. Anggota dari fungsi perencana pekerjaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.6. Kontraktor KKS dalam tahap eksplorasi: a. Fungsi keuangan. berasal dari fungsi pengelola pengadaan. 3. Ketua merangkap sebagai anggota. 2. Untuk menjaga kesinambungan dan kelancaran proses. 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota. dapat berstatus pekerja Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. Sekretaris merangkap sebagai anggota. b.1. d. Dalam hal Kontraktor KKS menunjuk suatu Penyedia Barang/Jasa sebagai pengelola kegiatan pengadaan barang/jasa. Fungsi pengguna. terdiri dari: 1. anggota Panitia Pengadaan untuk satu paket pengadaan tertentu sedapat mungkin bersifat tetap. Ketua harus berstatus pekerja waktu tidak tertentu (PWTT) dan dapat dijabat oleh pekerja berkewarganegaraan asing. 4. Fungsi lainnya sesuai kebutuhan. 74 . 5 (lima) • 4. dan Memiliki sertifikat pengadaan industri perminyakan di Indonesia yang diterbitkan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pendidikan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. c. termasuk ketua dan sekretaris harus: • Telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh BPMIGAS atau badan penyelenggara pelatihan yang ditunjuk oleh BPMIGAS. ditambah minimal 1 (satu) anggota dari: 1. 3. Anggota dari fungsi hukum. maka anggota Pantia Pengadaan.

1. 4.3.000.3. 4.1. 4.2. Memastikan kewajaran dan keabsahan HPS/OE. 4.1.3.10. penunjukan langsung dan metoda pengadaan lainnya.2.000. Apabila diperlukan.1. Tim Internal beranggotakan pekerja fungsi pengelola pengadaan yang berjumlah sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang dan harus gasal. Apabila diperlukan Panitia Pengadaan dapat dilengkapi dengan 1 (satu) orang Wakil Ketua yang bertugas menjalankan fungsi Ketua dalam hal Ketua berhalangan secara tidak tetap. pemilihan langsung.000. Panitia Pengadaan dapat dilengkapi dengan Sub Panitia Administrasi yang bertugas mewakili Panitia Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan yang bersifat administrasi.00 (satu milyar rupiah) atau US$100. Menyusun jadwal dan cara pelaksanaan serta menentukan tempat pelaksanaan pengadaan.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal bertanggungjawab kepada Pejabat Berwenang. Pemilihan Penyedia Barang/Jasa sampai dengan nilai sebesarbesarnya Rp1. 4. 4. TANGGUNG JAWAB Panitia Pengadaan/Tim Internal bertanggungjawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa melalui pelelangan.2.2. 4. 4. dokumen penilaian kualifikasi termasuk kriteria dan tata cara penilaian penawaran. berdasarkan pertimbangan jumlah beban pekerjaan.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. TUGAS POKOK Menyiapkan Dokumen Pengadaan. Mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri.9.8.3.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) dapat dilakukan oleh Tim Internal di dalam fungsi pengelola pengadaan yang tanggungjawab dan tugas pokoknya sama seperti Panitia Pengadaan.1.3.2.000.3.2. Apabila diperlukan Panitia Pengadaan dapat dibantu oleh pekerja ahli yang bukan anggota untuk melakukan evaluasi aspek teknis maupun aspek lainnya. 4.4. 4. 75 . 4.7. 4.

MASA TUGAS Masa tugas Panitia Pengadaan/Tim Internal berakhir sesuai masa penugasan. 4. Menyusun daftar Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi syarat kualifikasi dan klasifikasi (bidang dan sub bidang usaha) untuk diundang mengikuti pengadaan. Menjawab protes dan sanggahan Penyedia Barang/Jasa. cara penyampaian penawaran dan tata cara evaluasinya.10. 4. 4. negosiasi dan menetapkan urutan calon pemenang dan membuat berita acara evaluasi pengadaan.3.12.8. 76 . 4. dan/atau media cetak serta jika memungkinkan melalui media elektronik.5. 4. LARANGAN: Panitia Pengadaan/Tim Internal dilarang melaksanakan proses pengadaan atau menjalankan prosedur pengadaan yang mengarah untuk memberikan keuntungan tertentu kepada 1 (satu) calon Penyedia Barang/Jasa dan/atau pihak tertentu.11. 4.4. Memberikan penjelasan serta membuat berita acara pemberian penjelasan mengenai isi dokumen Instruksi Kepada Peserta Pengadaan (IKPP) termasuk syarat-syarat penawaran.5. Mengumumkan pemenang yang telah ditetapkan oleh Pejabat Berwenang. 4. Mengumumkan pelelangan melalui papan pengumuman resmi Kontraktor KKS.3. serta mendorong terjadinya persaingan sehat.13.3. Membuat laporan proses dan hasil pengadaan kepada Pejabat Berwenang.Buku Kedua . Melaksanakan dan mengesahkan hasil penilaian kualifikasi secara adil dan transparan. Melakukan evaluasi atas penawaran yang masuk.4. Mengusulkan calon pemenang lelang/pemilihan langsung/ penunjukan langsung kepada Pejabat Berwenang.7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. dan/atau melakukan tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of I nterest).6.3. 4. 4.3.3.3. mengadakan Klarifikasi.3. 4.9. Membuka dokumen penawaran dan membuat berita acara pembukaan penawaran serta mengumumkan dan/atau memberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa yang tidak lulus/gugur/diskualifikasi.3. 4.3.

00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau US$250.1.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih dari US$250.000. dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Koperasi kecil dengan unit usaha Jasa Pemborongan. 2. Dimiliki oleh warga negara Indonesia atau dimiliki oleh badan hukum Indonesia. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500. GOLONGAN PENYEDIA BARANG/JASA 5. Jasa Konsultansi atau Jasa Lainnya.000. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan tahun sebelumnya paling banyak Rp2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.1. yaitu perusahaan atau koperasi yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a.00 (sepuluh milyar rupiah).500. penyedia Jasa Pemborongan. dan d.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) atau sampai dengan maksimal US$5. Usaha menengah.000.1. pengadaan barang.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).000.500.000. Berdiri sendiri. Dimiliki oleh warga negara Indonesia atau dimiliki oleh badan hukum Indonesia.000. yaitu perusahaan atau koperasi yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a. PENYEDIA BARANG/JASA 5.000. atau e.000. dan b. penyedia Jasa Lainnya dan penyedia Jasa Konsultansi digolongkan ke dalam 4 (empat) kelompok: 1.000.000. dan c.00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan maksimal Rp10. dan c.000. Usaha kecil termasuk koperasi kecil. Penyedia barang. Didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia dengan kegiatan ekonomi di dalam wilayah negara Republik Indonesia. Memiliki kekayaan bersih maksimal Rp500.000. atau memiliki hasil penjualan tahun sebelumnya lebih dari Rp2.000. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.000.000.00 (lima ratus juta rupiah).00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan maksimal Rp50. Didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia dengan kegiatan ekonomi di dalam wilayah negara Republik Indonesia. dan 77 .000. bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki. dan b.000.

3.000. Usaha besar. maka golongan yang lebih tinggi ditetapkan sebagai golongan dari Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. dan usaha asing yang melakukan kegiatan ekonomi di dalam wilayah negara Republik Indonesia.000. pengadaan barang.2. Perusahaan Asing yang merupakan mitra Perusahaan Dalam Negeri dalam perikatan Konsorsium atau sub kontraktor dari Perusahaan Dalam Negeri atau bertindak sebagai prinsipal dalam pengadaan barang. Jasa Konsultansi atau Jasa Lainnya.Buku Kedua . huruf a. atau c.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000.000. usaha patungan. 5.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). di atas serta mempunyai unit usaha Jasa Pemborongan. Golongan dari peserta pengadaan berbentuk Konsorsium ditentukan berdasar hasil penjumlahan kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan seluruh anggota Konsorsium. atau e. Usaha besar meliputi badan usaha nasional milik negara atau swasta. 5. dan b.1. atau memiliki hasil penjualan tahun sebelumnya lebih besar dari Rp50. 3.00 (sepuluh milyar rupiah). Jasa Konsultansi atau Jasa Lainnya.1. dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha kecil atau usaha besar. bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki. Koperasi yang memenuhi kriteria angka 5. 78 . yaitu perusahaan atau koperasi yang memenuhi kriteria sebagai berikut: a.1. Apabila Penyedia Barang/Jasa memiliki nilai kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan yang memenuhi syarat untuk 2 (dua) golongan yang berbeda. Berdiri sendiri.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa d. Didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia.000. Koperasi yang mempunyai unit usaha Jasa Pemborongan.000. pengadaan barang. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.000.3. d.1. Memiliki kekayaan bersih lebih besar dari Rp10. 4. dan b.

5. Usaha kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.000.000.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). salah satu anggota Konsorsium harus memiliki sub bidang usaha yang sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam pengumuman. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp2. Penyedia barang.2. 3.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$250.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp2. Penyedia Barang/Jasa menyatakan sub bidang usahanya menurut kompetensi dasar/spesialisasi yang dimilikinya dengan melampirkan data-data pendukung. sub bidang pekerjaan di lingkungan Kontraktor KKS ditetapkan sebagaimana tercantum pada Lampiran No.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.000. Penyedia Jasa Konsultansi. 4. Penyedia Jasa Pemborongan. 2.3.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). Pengadaan Barang: 1.2. 79 . Ketentuan ini tidak diberlakukan dalam pengadaan barang wajib dipergunakan.000. antara lain: bukti pengalaman usaha.2.1. BATAS NILAI PEKERJAAN/KEGIATAN PENYEDIA BARANG/ JASA Batas nilai pekerjaan/kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa sesuai dengan golongannya: 5. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1.000. 5. Penyedia Jasa Konstruksi.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). bukti afiliasi dagang/usaha. Penyedia Jasa Lainnya. 5. 2. Bidang pekerjaan bagi Penyedia Barang/Jasa meliputi: 1.000.500.000. Dalam rangka penyederhanaan proses serta penyeragaman.000. 3.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$250.2. Dalam hal peserta berbentuk Konsorsium.000.000. Data-data dimaksud diteliti dan dinilai kebenarannya oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal pada tahap penilaian kualifikasi.00 (satu milyar rupiah) atau US$100. BIDANG PEKERJAAN PENYEDIA BARANG/JASA 5.3.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$100.500.000.000.000.1. PQ-003.000.3.2. Pada tahap proses kualifikasi. 5. bukti kepemilikan peralatan dan fasilitas penunjang usaha terkait.

2.00 (lima milyar rupiah).000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat): • Perusahaan Dalam Negeri dan/atau Perusahaan Nasional harus bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah dengan cara mensubkontrakkan sebagian pekerjaan. 80 . Perusahaan asing dapat mengikuti kegiatan Pengadaan barang impor dengan nilai lebih besar dari Rp25.000.000. b.000.000.000.000.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$500.000.000.500.000.000.000.3.000.000.000.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.000. 3. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp5.00 (dua juta lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). Untuk nilai lebih besar dari Rp50.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.000.00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2. Persyaratan ini harus dinyatakan dalam Kontrak. Usaha kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.000. atau antara US$100. Jasa Pemborongan: 1.000.000. Bentuk kerjasama tersebut harus dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak. 5.000. Dalam hal nilai Kontrak lebih besar dari Rp20.00 (satu milyar rupiah) atau US$100.Buku Kedua .00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). a.000.000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat) wajib bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1. dengan kewajiban bekerjasama dalam bentuk keagenan dengan Perusahaan Dalam Negeri atau merupakan mitra Konsorsium.000.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (dua puluh lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2.000.000.2.

00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.000. Kerjasama dengan usaha kecil.000. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknologi sangat canggih (sophisticated) dikecualikan dari ketentuan tentang keharusan bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah. mengikuti ketentuan pada Bab III angka 7.000. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp5.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). 5.000.000.000.000. • c.000.000. 2. Jasa Konstruksi: 1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 • Perusahaan Dalam Negeri dapat bekerjasama dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan. atau antara US$100.000.00 (satu milyar rupiah) atau US$100.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$500.000.000.1. Usaha kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1. 81 .00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5.000. Persyaratan ini harus dinyatakan dalam Kontrak.000. usaha menengah atau Perusahaan Asing wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak. Perusahaan Dalam Negeri dapat bekerjasama dengan Perusahaan Nasional dan/atau dengan Perusahaan Asing.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (lima milyar rupiah). 5.000.000. Dalam hal nilai Kontrak lebih besar dari Rp20.000.3.000.3. 4.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).000.000. Untuk pekerjaan dengan nilai lebih besar dari Rp5.000.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (dua juta dolar Amerika Serikat) Penyedia Barang/Jasa wajib bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil.000.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. 3.4.

00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000. Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp5. a.00 (satu milyar rupiah) sampai dengan Rp5. Dalam hal nilai Kontrak lebih besar dari Rp20.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).4. usaha menengah atau Perusahaan Asing wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak.000. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp1.000.3.00 (dua juta dolar Amerika Serikat) wajib bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil.000. 3. atau antara US$100. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknologi sangat canggih (sophisticated) dikecualikan dari ketentuan tentang keharusan bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah. 2. Usaha kecil termasuk koperasi kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.000.000.000.000.000.00 (lima milyar rupiah).00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).000.000.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. Untuk nilai lebih besar dari Rp50.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. Persyaratan ini harus dinyatakan dalam Kontrak.000.00 (satu milyar rupiah) atau US$100.000.000.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).000.000.000.00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2. 7.000.000.000.000. 5. 82 .Buku Kedua . Penyedia Barang/Jasa harus bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah dengan cara mensub-kontrakkan sebagian pekerjaan.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$500. Jasa Lainnya: 1. 8.000.000.000.000. Kerjasama dengan usaha kecil.

usaha menengah atau Perusahaan Asing wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat): • Perusahaan Dalam Negeri dan/atau Perusahaan Nasional harus bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah dengan cara mensubkontrakkan sebagian pekerjaan. Usaha menengah dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp500.000.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b.000.00 (limapuluh ribu dolar Amerika Serikat). Jasa Konsultansi 1. 5.000.000.000. 2.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). Usaha besar dapat mengikuti kegiatan Pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp2.000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$250. Kerjasama dengan usaha kecil.000.000.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50.000.000. 4. Perusahaan Dalam Negeri dan/atau Perusahaan Nasional dapat bekerjasama dengan Perusahaan Asing dalam bentuk Konsorsium atau mensubkontrakkan sebagian pekerjaan. Perusahaan Asing dapat mengikuti pengadaan dengan nilai lebih dari Rp10. 3.000. • • c.000.00 (sepuluh milyar rupiah) atau 83 .000.500.00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) atau US$50.00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp2.000. Untuk nilai lebih besar dari Rp50.3.000.5.00 (dua ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).500.000.000.000.000.00 (dua milyar limaratus juta rupiah) atau US$250. Usaha kecil termasuk koperasi kecil dapat mengikuti kegiatan Pengadaan yang bernilai sampai dengan Rp500. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknologi sangat canggih (sophisticated) dikecualikan dari ketentuan tentang keharusan bekerjasama dengan usaha kecil dan/atau usaha menengah.

6. 5. Apabila proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah Penyedia Barang/Jasa golongan usaha kecil atau usaha menengah yang sesuai untuk nilai paket pekerjaan yang diadakan tidak mencukupi.Buku Kedua . atau pengalaman tertentu.4. sampai dengan 5.3. Akte pendirian perusahaan berikut perubahannya yang disahkan oleh instansi/departemen yang berwenang.4. dalam pelelangan ulang dapat mengikutsertakan Penyedia Barang/Jasa dengan golongan usaha 1 (satu) tingkat lebih tinggi. Penyedia Barang/Jasa dengan golongan usaha yang sesuai dengan nilai paket pengadaan tetap dapat diikutsertakan. penyedia Jasa 84 .4.3. agen tunggal barang dan agen tunggal jasa pemeliharaan peralatan (authorized workshop) dikecualikan dari ketentuan tentang batas nilai pekerjaan/kegiatan tersebut angka 5. bengkel kerja pembuat peralatan (workshop). agar terwujud persaingan sehat. KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA 5. Persyaratan kualifikasi penyedia Pemborongan dan Jasa Lainnya: 1. dan apabila ditemukan penipuan/pemalsuan atas informasi yang disampaikan. terhadap yang bersangkutan akan dikenakan sanksi pembatalan sebagai calon pemenang dan dimasukkan dalam daftar hitam.3.7.1.2. 5. Persyaratan kualifikasi yang ditetapkan merupakan persyaratan minimal yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan. Penyedia Barang/Jasa wajib menanda-tangani surat pernyataan di atas meterai bahwa semua informasi yang disampaikan dalam proses kualifikasi adalah benar.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa lebih besar dari US$1.00 (satu juta dolar Amerika Serikat) dengan kewajiban bekerjasama dalam bentuk Konsorsium dengan Perusahaan Dalam Negeri atau mensubkontrakkan kepada Perusahaan Dalam Negeri yang dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak. 5.4.000. barang.3.3.000.4. tenaga ahli spesialis.1. 5. Untuk pekerjaan yang bersifat kompleks dapat ditambahkan persyaratan lain seperti peralatan khusus. Memiliki: a. 5. Pabrikan. di atas.

Pasal 21 atau Pasal 23 dan PPN. yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang. baik sebagai pelaksana utama maupun sebagai anggota Konsorsium ataupun sebagai sub kontraktor. 4. 85 . e. tidak sedang menjalani sanksi pidana. peserta juga harus menyerahkan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) serta sertifikat badan usaha jasa konstruksi dari asosiasi jasa konstruksi yang terakreditasi oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional. seperti Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) untuk jasa perdagangan atau Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK). 3. b. Surat keterangan terdaftar (SKT) yang diterbitkan oleh Instansi pemerintah yang mebidangi industri minyak dan gas bumi. b. paling tidak 1 (satu) kali dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir. Mempunyai pengalaman pengadaan barang/jasa sejenis dengan paket pengadaan. hak dan tanggung jawab para pihak. Penyedia Barang/ Jasa wajib mempunyai perjanjian kerjasama kemitraan yang memuat antara lain persentase kepemilikan. Ketentuan ini secara khusus diberlakukan bagi usaha besar. tidak bangkrut. salah satu anggota Konsorsium harus memiliki surat izin usaha yang sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam dokumen penilaian kualifikasi. c. di industri perminyakan maupun di luar industri perminyakan. Surat izin usaha pada bidang usahanya yang masih berlaku. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa melakukan kemitraan dalam bentuk Konsorsium atau keagenan. d. Tidak sedang dalam proses berperkara di peradilan atau arbitrase dengan Kontraktor KKS bersangkutan dan/atau dengan BPMIGAS. 5. Ketentuan ini tidak diberlakukan bagi pabrikan dan agen tunggal barang. dibuktikan dengan copy bukti pelunasan PPh Pasal 25. Khusus untuk pengadaan jasa konstruksi. kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan. Surat Keterangan Domisili. Tidak dalam pengawasan pengadilan. Memberikan surat pernyataan bahwa: a. serta perusahaan yang mewakili kemitraan Konsorsium (lead firm) tersebut. Dalam hal peserta berbentuk Konsorsium.

nilai KD minimal harus sama dengan perkiraan nilai pengadaan rata-rata untuk masa 12 (dua belas) bulan. Untuk pengadaan barang atau Jasa Lainnya.Buku Kedua . khususnya kekayaan bersih serta hasil penjualan tahunan. 9. tidak termasuk dalam kelompok Penyedia Barang/Jasa yang terkena sanksi merah pada Kontraktor KKS yang bersangkutan dan/atau tidak termasuk dalam kelompok Penyedia Barang/Jasa yang terkena sanksi hitam pada Kontraktor KKS yang lain. Penyedia Barang/Jasa usaha kecil dan usaha menengah harus memiliki bidang usaha sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan. Termasuk dalam golongan Penyedia Barang/Jasa yang sesuai dengan nilai paket pekerjaan. • untuk pengadaan barang/jasa dengan jangka waktu kontrak sangat panjang [lebih dari 5 (lima) tahun]. Untuk Jasa Pemborongan. yang dibuktikan dengan neraca tahun terakhir. 86 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. Memiliki kinerja baik. b. Dengan pengertian: KD = kemampuan dasar: • untuk pengadaan proyek tunggal. memenuhi KD = 5 NPt. dengan masa lebih dari 12 bulan. memenuhi KD = 2 NPt. atau pengadaan barang/jasa dan pengadaan kumpulan kebutuhan barang/jasa dengan masa tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan. 8. nilai KD minimal harus sama dengan perkiraan nilai kontrak selama jangka waktu 5 (lima) tahun. Penyedia Barang/Jasa usaha besar harus memiliki kemampuan dasar (KD) pada sub bidang pekerjaan yang bersangkutan sebagai berikut: a. • untuk pengadaan barang/jasa atau kumpulan kebutuhan barang/jasa. 7. nilai KD minimal harus sama dengan perkiraan nilai pengadaan.

Penyedia Barang/Jasa harus menyampaikan dokumen perhitungan kemampuan dasar (KD) sebagai lampiran dokumen penawaran.000. Kemampuan dasar calon sub kontraktor tidak diperhitungkan sebagai bagian dari komponen perhitungan kemampuan dasar. • kumpulan nilai Kontrak selama masa 1 (satu) tahun kalender (1 Januari sampai dengan 31 Desember) bagi pengadaan kumpulan kebutuhan barang/jasa dengan masa Kontrak lebih dari 12 (dua belas) bulan. d. 11. Prosedur penghitungan Kemampuan Dasar (KD) dapat dilihat pada Lampiran PQ-002.000.000. Khusus pada pengadaan Jasa Pemborongan. Prosedur penghitungan SKK dan SKP dapat dilihat pada Lampiran PQ-002. e.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat). yang diperhitungkan adalah jumlah kemampuan dasar dari perusahaan anggota Konsorsium/keagenan. maka salah satu anggota Konsorsium harus memenuhi persyaratan sebagai golongan usaha besar. yang telah diselesaikan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. Dalam hal Konsorsium/keagenan. pada sub bidang pekerjaan yang sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan.00 (lima milyar rupiah) atau lebih dari US$500. Jika diperlukan dapat disyaratkan memiliki sisa kemampuan keuangan (SKK) dan sisa kemampuan paket (SKP) yang cukup.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 NPt = nilai pengalaman tertinggi pekerjaan.000. 87 . 10. Dalam hal calon peserta pengadaan mendaftarkan diri sebagai Konsorsium untuk pengadaan dengan nilai lebih dari Rp5. berupa: • nilai Kontrak tunggal bagi pengadaan kegiatan/proyek tunggal atau pengadaan barang/jasa dengan masa Kontrak tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan. peserta pengadaan diminta untuk menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dilaksanakan. c.

Ketentuan ini tidak dikenakan bagi Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil. 13. Surat izin usaha pada bidang usahanya yang masih berlaku.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 12. pengadaan barang dan pelaksanaan konstruksi dapat dilakukan secara terintegrasi dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS.Buku Kedua . Pelaksana Kontrak jasa pembangunan desain awal (front end engineering design/FEED) tidak dapat mengikuti Pengadaan barang dan jasa pelaksanaan konstruksi atau jasa pengawasan dari paket pekerjaan yang sama. 5. Surat Keterangan Domisili. Akte pendirian perusahaan berikut perubahannya yang disahkan oleh instansi/departemen yang berwenang. Memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan pos. dengan mengutamakan penggunaan Bank BUMN/BUMD.4. c. b. untuk dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan atau penyediaan barang. 14. dan 5% (lima persen) dari nilai rencana Kontrak pekerjaan penyediaan barang atau Jasa Lainnya. Nilai dukungan pendanaan dari Bank Umum sekurang-kurangnya 10% (sepuluh persen) dari nilai rencana Kontrak untuk pekerjaan Jasa Pemborongan. Persyaratan kualifikasi penyedia Jasa Konsultansi: 1. c. Khusus untuk pelaksanaan pekerjaan jasa konstruksi: a. Jasa perencanaan pembangunan desain awal (front end engineering design/FEED). 88 . yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang. b.4. Pelaksana Kontrak jasa pengawasan tidak dapat mengikuti Pengadaan jasa perencanaan awal (front end engineering design/FEED) atau pengadaan barang dan jasa pelaksanaan konstruksi dari paket pekerjaan yang sama. Memiliki: a. Untuk paket pekerjaan yang bersifat kompleks dapat dipersyaratkan keharusan memiliki surat keterangan dukungan pendanaan dari bank umum.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

2.

3.

4.

5.

Memberikan surat pernyataan bahwa: a. Tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak bangkrut, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan, tidak sedang menjalani sanksi pidana; b. Tidak sedang dalam proses berperkara di lembaga peradilan atau badan arbitrase dengan Kontraktor KKS bersangkutan dan/atau BPMIGAS; Dalam hal penyedia Jasa Konsultansi akan melakukan kemitraan dalam bentuk Konsorsium, wajib mempunyai perjanjian kerjasama kemitraan yang memuat antara lain persentase kepemilikan, hak dan tanggung jawab para pihak, serta perusahaan yang mewakili kemitraan Konsorsium/joint venture (lead firm) tersebut; Telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir, dibuktikan dengan copy bukti pelunasan PPh Pasal 25 atau Pasal 21/Pasal 23 dan PPN; Mempunyai pengalaman menyelesaikan pekerjaan konsultansi sejenis di industri perminyakan maupun diluar industri perminyakan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir sebagai pelaksana utama, sebagai anggota Konsorsium/joint venture maupun sebagai sub kontraktor; kecuali untuk pekerjaan konsultansi sampai dengan nilai Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat); Memiliki kinerja baik dan tidak masuk dalam kelompok penyedia Jasa Konsultansi yang terkena sanksi pada Kontraktor KKS yang bersangkutan; Termasuk dalam golongan penyedia Jasa Konsultansi yang sesuai dengan nilai paket pekerjaan, yang dibuktikan dengan neraca tahun terakhir; Penyedia Jasa Konsultansi usaha kecil termasuk koperasi kecil harus memiliki bidang usaha sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan; Penyedia Jasa Konsultansi usaha besar harus dapat menunjukkan bukti pengalaman menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan. Bilamana diperlukan dapat disyaratkan untuk memiliki Kemampuan Dasar (KD) yang mencukupi.

6.

7.

8.

9.

89

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

Formula penghitungan adalah sebagai berikut: a. KD = 3 NPt, dengan pengertian: KD = kemampuan dasar, nilai KD minimal sama dengan perkiraan nilai pengadaan; NPt = nilai pengalaman tertinggi pekerjaan pada sub bidang pekerjaan yang sesuai dengan sub bidang pekerjaan pada paket pengadaan, yang telah diselesaikan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir; b. Dalam hal Konsorsium, yang diperhitungkan adalah jumlah kemampuan dasar dari perusahaan yang bermitra. c. Perhitungan Kemampuan Dasar (KD) harus diserahkan sebagai lampiran dokumen penawaran. d. Prosedur dan contoh penghitungan Kemampuan Dasar (KD) dapat dilihat pada Lampiran PQ-002 10. Memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan. 11. Tenaga ahli yang akan ditugaskan untuk melaksanakan pekerjaan Jasa Konsultansi memenuhi persyaratan antara lain: a. Lulus perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi oleh instansi berwenang, atau perguruan tinggi luar negeri yang telah disahkan/ diakui oleh instansi pemerintah yang berwenang di bidang pendidikan tinggi, dibuktikan dengan copy ijazah dan/atau memiliki sertifikat keahlian terkait; dan b. Mempunyai pengalaman di bidangnya yang dituangkan dalam daftar riwayat hidup (curriculum vitae) yang dapat dipertanggungjawabkan, ditandatangani oleh yang bersangkutan, dan dalam hal yang bersangkutan adalah pekerja harus diketahui oleh pimpinan perusahaan. c. Tenaga ahli asing harus memenuhi ketentuan di bidang ketenagakerjaan dan keimigrasian yang berlaku. 12. Memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan pos.

90

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

5.5. KETENTUAN LAIN 5.5.1. Penyedia Barang/Jasa yang keikutsertaannya menimbulkan Pertentangan Kepentingan bagi Kontraktor KKS dan/atau Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau Pejabat Berwenang dan/atau Pengguna akhir, dilarang menjadi peserta pengadaan. 5.5.2. Hubungan istimewa: 1. Penyedia Barang/Jasa yang memiliki hubungan istimewa dengan Penyedia Barang/Jasa Lainnya, tidak diperbolehkan secara bersama-sama menjadi peserta dalam satu paket pengadaan. Hubungan istimewa antara lain dapat dilihat dari status kepemilikan dan/atau kepengurusan, termasuk kuasa perusahaan-perusahaan peserta pengadaan oleh orang yang sama. 2. Pada dasarnya ketentuan angka 1. di atas tidak diberlakukan bagi Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah (BUMN/BUMD). 3. Kondisi hubungan istimewa tersebut harus dapat diidentifikasi pada tahap pendaftaran peserta pengadaan. Apabila hal tersebut baru diketahui setelah pembukaan dokumen penawaran, maka perusahaan-perusahaan tersebut harus menetapkan salah satu perusahaan yang akan tetap menjadi peserta pengadaan sedangkan perusahaan lainnya lainnya yang memiliki hubungan istimewa tersebut harus mengundurkan diri tanpa dikenakan ketentuan pencairan jaminan penawaran. 5.5.3. Pegawai negeri, pegawai Bank Indonesia (BI), pegawai BHMN/ BUMN/BUMD dan pekerja Kontraktor KKS tidak dapat ikut serta sebagai Penyedia Barang/Jasa kecuali bertindak sebagai yang mewakili BUMN/BUMD. 5.5.4. Dalam 1 (satu) paket pengadaan, perusahaan pendukung (principal) hanya dapat memberikan dukungan pemasokan barang atau pengerjaan pekerjaan jasa bagi 1 (satu) peserta pengadaan. 5.6. DAFTAR PENYEDIA BARANG/JASA MAMPU 5.6.1. Dalam rangka penyederhanaan pelaksanaan pengadaan, Kontraktor KKS menyusun Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu (DPM). Daftar tersebut berisi semua data pokok tentang Penyedia Barang/Jasa yang diperlukan sebagai acuan dalam menetapkan kemampuan Penyedia Barang/Jasa untuk dapat mengikuti kegiatan pengadaan melalui penilaian kualifikasi atas golongan, bidang dan sub bidang.

91

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

5.6.2. Penyedia Barang/Jasa dapat mendaftarkan diri untuk terdaftar dalam Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu kepada Kontraktor KKS dengan menyerahkan data administrasi yang diperlukan antara lain: 1. 2. Akte pendirian dan/atau akte perubahan perusahaan yang sudah disahkan; Surat Izin Usaha sesuai dengan bidang usahanya yang diwajibkan menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku; Data perusahaan (lihat lampiran PQ-001); Fotocopy NPWP; Daftar pengalaman dan/atau pekerjaan; menyelesaikan penyediaan barang

3. 4. 5. 6.

Neraca perusahaan tahun terakhir.

5.6.3. Kontraktor KKS melakukan penilaian kemampuan dasar (KD) perusahaan Penyedia Barang/Jasa, berdasarkan data administrasi yang disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa. Kontraktor KKS dapat melakukan verifikasi dan penelitian atas kebenaran data yang diserahkan oleh calon Penyedia Barang/Jasa, termasuk penelitian domisili usaha. Bagi Penyedia Barang/Jasa yang dinyatakan memenuhi syarat, dicatat dalam DPM dan diberi Tanda Daftar (TD) oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan. 5.6.4. Penyedia Barang/Jasa yang telah terdaftar wajib menyerahkan data-data terbaru yang berlaku menggantikan data yang kadaluwarsa. 5.6.5. Dalam proses pengadaan, Kontraktor KKS dapat menggunakan DPM sebagai acuan tanpa harus meminta lagi data yang diperlukan dari Penyedia Barang/Jasa yang sudah terdaftar dalam DPM. Penyedia Barang/Jasa cukup melampirkan foto copy TD dan tambahan dokumen lain yang diperlukan. 5.6.6. Kontraktor KKS dapat menggunakan DPM dari Kontraktor KKS yang lain untuk keperluan proses pengadaan. 5.7. Ketentuan lebih rinci tentang batas nilai pengadaan yang dapat diikuti oleh usaha besar dan persyaratan kualifikasi usaha besar akan diatur sebagai tambahan ketentuan atas pedoman ini.

92

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

BAB VII HARGA PERHITUNGAN SENDIRI / OWNER ESTIMATE

Dalam setiap proses pengadaan barang/jasa, Kontraktor KKS harus mempersiapkan Harga Perhitungan Sendiri (HPS) atau Owner Estimate (OE) yang dikalkulasikan secara keahlian (profesional). Pada dasarnya HPS/OE harus sudah tersedia pada saat proses lelang dimulai, kecuali untuk Pekerjaan Bersifat Kompleks, HPS/OE harus sudah tersedia dan disahkan oleh Pejabat Berwenang pada saat pembukaan penawaran harga.

93

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

1. KETENTUAN UMUM 1.1. 1.2. 1.3. HPS/OE disusun dengan mempertimbangkan harga Produksi Dalam Negeri. HPS/OE dibuat dengan mengacu kepada harga pasar yang sewajarnya berlaku pada saat penyusunan HPS/OE. Nilai total HPS/OE tidak bersifat rahasia setelah pembukaan penawaran harga. Rincian HPS/OE bersifat rahasia bagi peserta pengadaan. Dalam hal pembukaan penawaran harga dihadiri oleh peserta pengadaan, Panitia Pengadaan/Tim Internal memberitahukan nilai total HPS/OE kepada peserta pengadaan. Pemberitahuan hanya dilakukan apabila jumlah penawaran harga yang sah memenuhi syarat untuk dievaluasi lebih lanjut. HPS/OE digunakan sebagai salah satu acuan penilaian dalam menetapkan calon pemenang.

1.4.

1.5.

2. TATA CARA DAN DASAR PENYUSUNAN 2.1. HPS/OE disusun dan ditandatangani oleh fungsi yang merencanakan pengadaan barang/jasa (pengguna/user, fungsi perencana, pengadaan/procurement) dan disahkan oleh Pejabat Berwenang. HPS/OE disusun secara cermat, dengan acuan antara lain: Harga barang/jasa Produksi Dalam Negeri dan luar negeri yang diperoleh secara langsung, melalui internet atau melalui media lainnya. Dalam hal barang sudah diproduksi di dalam negeri, HPS/OE dibuat berdasarkan harga pasar dalam negeri dan dibandingkan dengan rata-rata harga internasional yang wajar dengan kondisi cost insurance and freight (CIF) pelabuhan tujuan akhir di Indonesia ditambah dengan preferensi harga bagi barang Produksi Dalam Negeri berdasarkan pencapaian TKDN barang Produksi Dalam Negeri.

2.2. 2.2.1.

2.2.2.

94

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

Rumusan penghitungan sebagai berikut: HPS/OE = [Harga barang Produksi Dalam Negeri + {Harga barang produksi luar negeri x (100% + Pb)}] / 2 Dimana: Pb = Persentase preferensi harga berdasarkan TKDN bagi barang Produksi Dalam Negeri dengan pencapaian TKDN tertinggi dan minimal sama dengan 25%.

2.2.3.

Daftar harga atau penawaran harga pabrik, agen tunggal atau agen yang ditunjuk oleh pabrik, toko, bengkel, fabrikator atau sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan. Hasil analisa harga satuan pekerjaan (cost structure). Harga pembelian/Kontrak terakhir dengan perkembangan harga dan/atau faktor inflasi. Perkiraan harga yang disusun oleh konsultan; Sumber informasi tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan. HPS/OE tidak memasukkan biaya tak terduga, biaya lain-lain, pajak penghasilan Penyedia Barang/Jasa dan pajak pertambahan nilai (PPN). Bagi pekerjaan jasa memperhitungkan keuntungan dan risiko, namun harus dihindarkan perhitungan keuntungan ganda. Bagi pengadaan barang, perhitungan HPS/OE memperhitungkan seluruh komponen biaya sampai dengan pelabuhan tujuan/ tempat penyerahan akhir. Apabila untuk keperluan pengadaan barang di dalam negeri diperlukan pembanding dengan harga di luar negeri, dapat dilakukan dengan cara price built up dengan harga dasar free on board (FOB). Contoh perhitungan sesuai Lampiran CP-001. memperhatikan

2.2.4. 2.2.5. 2.2.6. 2.2.7. 2.3.

2.4. 2.5.

2.6.

95

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

BAB VIII DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA

96

97 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.2.1. 1. STRUKTUR DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA 1.1.3. Dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa terdiri dari: Dokumen penilaian kualifikasi. 1.1. 1.2. BAHASA DOKUMEN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA: Dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa menggunakan bahasa Indonesia atau 2 (dua) bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.2. Jika terdapat perbedaan penafsiran mengenai hal-hal yang diatur dalam 2 (dua) bahasa tersebut.3. 1.3. 1.1.3.1. 1. maka harus ditegaskan hanya 1 (satu) bahasa yang mengikat secara hukum yaitu bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Inggris dimungkinkan untuk istilah atau spesifikasi teknis barang/jasa atau yang terkait dengan gambargambar teknis.3. dan Dokumen Pengadaan RUJUKAN PERATURAN: Dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa harus secara jelas menyatakan rujukan peraturan dan persyaratan pengadaan yang tunduk pada ketentuan yang diatur dalam pedoman ini dan peraturan perundangan terkait. 1.

pengalaman.3. DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI 2. 98 .2. tenaga kerja.1.4.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal harus meyakini bahwa semua persyaratan kualifikasi telah disertakan sebagai bagian dari kelengkapan penawaran secara lengkap. dilakukan setelah evaluasi harga 2.1. 2.2.1. peralatan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.3.2.1. 2.3.1.1. Dokumen isian penilaian kualifikasi dapat dilihat dalam lampiran PQ-001. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan Prakualifikasi. penilaian aspek administrasi. Penilaian kualifikasi diselesaikan.3. Dokumen persyaratan kualifikasi dimasukkan sebagai bagian dari persyaratan administrasi dokumen penawaran. mempergunakan metoda sistim gugur atau sistim nilai. 2.1.Buku Kedua . tentang kualifikasi penyedia barang/jasa. 2. 2. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan pascakualifikasi: 2. 2. Persyaratan kualifikasi. permodalan.3.4. Persyaratan golongan calon peserta. dokumen penilaian kualifikasi juga memuat waktu dan tempat pengambilan serta pemasukan dokumen isian kualifikasi. sebagaimana diatur dalam bab VI angka 5. Metoda penilaian. Dokumen penilaian kualifikasi sekurang-kurangnya memuat: 2. Pada tahap evaluasi administrasi. Tata cara penilaian kualifikasi.

1.2. dan waktu untuk memperoleh dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan Prakualifikasi. DOKUMEN PENGADAAN 3. UNDANGAN KEPADA PENYEDIA BARANG/JASA Undangan kepada Penyedia Barang/Jasa sekurang-kurangnya memuat: 1.1. 4. Tempat. tanggal.1.2. 3.2. undangan disampaikan secara tertulis atau melalui pengumuman Kontraktor KKS kepada Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar dan memenuhi persyaratan. Tempat. 99 . 3.1. Alamat. 3. dan waktu penyampaian dokumen penawaran. 3. Bentuk surat penawaran dan cara penyampaiannya.1. undangan kepada Penyedia Barang/Jasa yang lulus Prakualifikasi disampaikan secara tertulis atau melalui papan pengumuman resmi Kontraktor KKS. hari. 2. Syarat Penyedia Barang/Jasa. INSTRUKSI KEPADA PESERTA PENGADAAN (IKPP)/ INSTRUCTION TO BIDDERS (ITB) Instruksi kepada peserta pengadaan (IKPP)/instruction to bidders (ITB) antara lain terdiri dari: 3. Metoda dan tata cara evaluasi. 3. Dokumen Pengadaan terdiri dari: Undangan kepada Penyedia Barang/Jasa. tanggal. tanggal.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. dan Instruksi kepada peserta pengadaan (IKPP)/instruction to bidders (ITB). Tempat.3. hari.1. 3. dan waktu pemberian penjelasan mengenai dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa. 3.2. Ketentuan umum: 1. hari. nomor telepon/facsimile/e-mail Panitia Pengadaan/ Tim Internal.3. 2. Dalam hal penilaian kualifikasi dilakukan dengan pascakualifikasi.2. 3.2. 4. Alamat tujuan pengiriman dokuman penawaran.3. 3.

Sanksi kepada Penyedia Barang/Jasa yang sanggahannya ternyata tidak benar. 3.2. Masa berlaku penawaran. 2.3. Sanksi administrasi dan/atau finansial dalam hal Penyedia Barang/Jasa tidak memenuhi kewajiban. Surat Penawaran harus ditanda tangani oleh pejabat yang memiliki kewenangan menurut anggaran dasar perusahaan atau kuasanya. Surat jaminan keaslian dokumen penawaran dan dokumen pendukungnya. Ketentuan yang menyatakan tidak akan melakukan praktekpraktek monopoli dan persaingan tidak sehat. 6. menggunakan barang-barang ilegal dan melanggar etika bisnis. Ketentuan pemanfaatan fasilitas impor. Ketentuan pemutusan Kontrak. 3.Buku Kedua . 3. Pengertian/batasan substansi penawaran (mandatory atau optional) harus dicantumkan dengan jelas pada Dokumen Pengadaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. Syarat teknis. Jenis dan uraian pekerjaan yang harus dilaksanakan termasuk kerangka acuan kerja dalam hal Jasa Konsultansi. antara lain: 1. 10. Tata waktu dan tempat pelaksanaan pengadaan. dan/atau melanggar ketentuan. termasuk rujukan/dasar hukum negara yang digunakan dalam penyelesaian perselisihan. Syarat administrasi Persyaratan administrasi yang terdiri dari: 1. Ketentuan mengenai pemberian penghargaan (apabila ada).3. 2. Dokumen-dokumen yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. 9. 16. 14. Lingkup pekerjaan. 15. Penentuan forum perselisihan. 13.3. Ketentuan tentang tata cara penyelesaian perselisihan. 7. Metoda negosiasi. 100 . dan tempat untuk penyelesaian 11. 12. 8.

Keharusan untuk melampirkan fotocopy SKUP yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi dan sertifikat TKDN yang diterbitkan olehj instansi pemerintah yang membidangi perindustrian dalam pengadaan barang. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Status sebagai barang/jasa spesifik. Jenis dan mutu bahan yang disyaratkan. Ketentuan tentang tata cara pengawasan pemenuhan komitmen TKDN serta sanksi apabila komitmen pemenuhan TKDN tidak dapat dipenuhi. bagi peserta yang menawarkan barang dengan TKDN 25% (dua puluh lima persen) atau lebih. 4. 7. 5. Dalam hal pengadaan barang wajib dipergunakan. Persyaratan TKDN: a. Ketentuan tentang prosedur penilaian fisik (apabila diperlukan). barang/jasa standar dan/atau approved brands. b. standar atau approved brands harus telah dinyatakan secara tertulis sebagai bagian dari kebijakan (policy) pengelolaan rantai suplai Kontraktor KKS dan mengikuti ketentuan standarisasi yang diterbitkan oleh BPMIGAS. c. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Spesifikasi teknis dan gambar-gambar tidak mengarah kepada merek/produk tertentu. d. Dikecualikan dari ketentuan ini adalah barang/jasa spesifik. ketentuan untuk melampirkan fotocopy SKUP dan sertifikat TKDN berlaku bagi peserta pabrikan atau agen tunggal yang mewakili pabrikan yang menawarkan barang dengan TKDN 15% (lima belas persen) atau lebih. 101 . Keharusan menggunakan semaksimal mungkin hasil produksi dan kompetensi dalam negeri dengan menyampaikan program penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri yang dinyatakan dalam bentuk pernyataan persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa. Ketentuan tentang cara melaksanakan pekerjaan dan syarat-syarat khusus yang diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan. Persyaratan persentase minimal TKDN yang harus dipenuhi oleh peserta pengadaan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. 6.

102 . d. b. dalam dokumen penawaran harus dilengkapi dengan penjelasan. Surat penawaran komersial ditandatangani pejabat yang memiliki kewenangan menurut anggaran dasar perusahaan atau kuasanya dan dibubuhi dengan meterai dengan nilai sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. sesuai dengan permintaan atau sesuai dengan yang telah disepakati dalam tahap evaluasi dan/atau negosiasi teknis. Daftar jumlah (volume/quantity) dan harga satuan (unit price) setiap jenis (item) barang/jasa harus diisi dengan penuh dan lengkap. 4. Ketentuan khusus untuk Kontrak bersifat lumpsum: a.3. Syarat Komersial: 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. Penawaran harus dilengkapi dengan daftar rincian jumlah (volume/quantity) dan harga satuan (unit price). Penawaran untuk Kontrak berdasar harga satuan: a. 3. c. Jenis mata uang penawaran. b.4. dianggap tidak menawarkan jenis barang/jasa dimaksud. Penawaran harus mencantumkan jumlah (volume/ quantity) dari setiap barang/jasa yang tercakup dalam paket pekerjaan. Ketentuan tentang diijinkan atau tidak diijinkannya memasukkan pengecualian dan penawaran bersyarat. 9. antara lain bahwa jenis pekerjaan tersebut sudah tercakup dalam komponen lain. Jenis barang/jasa yang tidak diberi harga satuan. Apabila tanpa dilengkapi dengan penjelasan. Ketentuan tentang diijinkan atau tidak diijinkannya memasukkan penawaran alternatif. 2. Penawaran harus juga dilengkapi dengan harga satuan untuk setiap jenis (item) barang/jasa/pekerjaan. kecuali ditetapkan lain dalam Dokumen Pengadaan. Jumlah (volume/quantity) dan harga satuan (unit price) setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran bersifat pasti dan tidak boleh diubah. 3. kecuali diizinkan memasukkan penawaran hanya sebagian (partial).Buku Kedua . berikut nilai total penawaran untuk seluruh paket.

Sistim evaluasi harga yang akan digunakan dan ketentuan tentang normalisasi harga (apabila akan diterapkan). Penyedia Barang/Jasa dapat mengenakan denda atas keterlambatan pembayaran sebesar 1‰ (satu per mil) per hari kalender keterlambatan. terhitung 1 (satu) hari setelah masa verifikasi berakhir. transaksi pembayaran dilakukan melalui rekening pembayar dan rekening penerima pada Bank Umum berstatus BUMN/BUMD. Tata cara pembayaran: a. Para pihak yang mengikat diri dalam Kontrak harus memiliki rekening bank yang berada dalam wilayah Negara Republik Indonesia baik sebagai rekening pembayar maupun sebagai rekening penerima. Jangka waktu pembayaran. 7. • Kontraktor KKS wajib menyelesaikan verifikasi atas dokumen penagihan dalam waktu maksimal 15 (lima belas) hari kerja. Apabila Kontraktor KKS terlambat memenuhi kewajiban pembayaran dari jangka waktu yang ditentukan dalam Kontrak. dari nilai tagihan yang terlambat dibayarkan. Pola konversi mata uang yang akan diberlakukan dalam hal peserta pengadaan diizinkan untuk meyampaikan penawaran dalam mata uang yang berbeda-beda. Kontraktor KKS wajib melaksanakan pembayaran dalam masa tidak lebih dari 30 (tiga puluh) hari kerja. b. • • 103 . Nilai denda tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi berdasarkan Kontrak Kerja Sama.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. Pada Kontraktor KKS tahap produksi. Apabila dokumen penagihan diketemukan kurang lengkap dan/atau tidak benar dikembalikan kepada Penyedia Barang/Jasa paling lambat pada akhir masa verifikasi. c. 6. Ketentuan bahwa pembayaran akan dilaksanakan kepada Penyedia Barang/Jasa melalui rekening bank yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum Nasional.

3. dan persyaratan jaminan pemeliharaan (jika diterapkan). Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim dua sampul. pernyataan TKDN dalam penawaran harga pada dasarnya harus sama dengan yang dinyatakan dalam penawaran teknis. d. dan persyaratan jaminan pelaksanaan. 10. Ketentuan untuk menyatakan besaran tingkat komponen dalam negeri.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.7.6. pembetulan kesalahan atau perubahan atas IKPP yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari IKPP. 11.3. masa berlaku. • Dalam hal Penyedia Barang/Jasa lalai atau gagal memenuhi kewajiban yang diperjanjikan kepada sub kontraktor dan digugat oleh sub kontraktor ke pengadilan atau arbitrase.9. pernyataan TKDN dalam penawaran harga pada dasarnya harus sama dengan hasil kesepakatan pada evaluasi teknis atau negosiasi teknis. 3. Kewajiban Penyedia Barang/Jasa kepada sub kontraktor Perusahaan Dalam Negeri: • Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan/ pemasok barang harus memenuhi kewajiban pembayaran kepada sub kontraktor Perusahaan Dalam Negeri sesuai ketentuan dalam kontrak antara Penyedia Barang/Jasa dengan sub kontraktor. dan/atau tanggal penyerahan barang/jasa.3.3. 8. penjelasan. Ketentuan tentang denda atas keterlambatan penyerahan barang dan/atau penyelesaian pekerjaan. dan persyaratan jaminan penawaran. 9. dalam penawaran teknis maupun dalam penawaran harga. masa berlaku. maka Penyedia Barang/Jasa terkait dikenakan sanksi merah. dilengkapi dengan informasi tambahan. Persentase.3.Buku Kedua . Risalah rapat penjelasan pelelangan (apabila ada).8. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim dua tahap. 3. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan. Persyaratan K3LL sesuai ketentuan yang berlaku. Persentase. 104 . Persentase.5.3. masa berlaku. Konsep Kontrak sebagaimana diatur pada bab XIII dalam pedoman ini. 3.

000. Biaya penggantian Dokumen Pengadaan dibukukan ke rekening Kontraktor KKS untuk diperhitungkan sebagai pengurang biaya operasi. BIAYA PENGGANTIAN DOKUMEN PENGADAAN 4.3.000. 4.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).000.000.000. 105 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. 4. Penyedia Barang/Jasa dipungut biaya penggantian Dokumen Pengadaan sebagai berikut: 4.1.2.00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk nilai perkiraan pengadaan lebih besar dari Rp1.000.1.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat).1.00 (lima milyar rupiah) atau sampai dengan US$ 500.000.000.000. Biaya penggantian Dokumen Pengadaan dapat tidak dipungut apabila proses pengadaan dilakukan dengan metode e-Bidding. Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah biaya yang telah dipungut.2.000. 4. 4.000.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100. Pada saat pengambilan dokumen instruksi kepada peserta pengadaan (IKPP)/instruction to bidders (ITB) dalam pelaksanaan pelelangan dan pemilihan langsung.000. Sebesar Rp500.000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan Rp5.00 (lima ratus ribu rupiah) untuk nilai perkiraan pengadaan lebih besar dari Rp5.000. Pengambilan kembali biaya penggantian Dokumen Pengadaan dilakukan dengan cara mengembalikan Dokumen Pengadaan dan menunjukkan bukti pembayaran asli.4. Sebesar Rp250.1. Biaya penggantian Dokumen Pengadaan tersebut dapat diambil kembali apabila Kontraktor KKS membatalkan pelelangan sebelum penunjukan pemenang.

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB IX JAMINAN Pada dasarnya untuk setiap penawaran harga dalam proses pelelangan atau penawaran harga melalui metode pengadaan lainnya yang bernilai setara dengan nilai pelelangan didukung dengan surat jaminan penawaran.Buku Kedua . Penyedia Barang/Jasa harus menangguhkan sebagian tagihan pembayaran atau menyerahkan surat jaminan pemeliharaan sebagai jaminan pelaksanaan kewajiban pemeliharaan. Khusus bagi Kontrak jasa konstruksi. 106 . Demikian juga bagi Kontrak yang bernilai setara dengan nilai pelelangan dilengkapi dengan surat jaminan pelaksanaan. pada masa pemeliharaan.

harus memenuhi kriteria berikut: 1.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) dapat disyaratkan untuk menyerahkan jaminan penawaran. 1. Pengadaan dengan metoda pemilihan langsung atau penunjukan langsung sebagai tindak lanjut dari pelelangan gagal. 1.3.2.2. Jenis mata uang jaminan penawaran harus sama dengan jenis mata uang yang digunakan dalam penawaran.1.3.1.000. Apabila diterbitkan oleh perusahaan asuransi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. 1. KETENTUAN JAMINAN PENAWARAN: Nilai jaminan penawaran adalah antara 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga persen) dari harga penawaran. Apabila jaminan penawaran yang diserahkan lebih besar dari 3% (tiga persen) tidak menyebabkan diskualifikasi. Penyedia Barang/Jasa wajib menyerahkan jaminan penawaran. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia atau diterbitkan oleh perusahaan asuransi dalam negeri. Perusahaan asuransi harus: a.000. Mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) dan direasuransikan kepada perusahaan asuransi di luar negeri yang bonafid sesuai keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia yang berlaku. Harus membuat surat pernyataan kesediaan membayar klaim asuransi sebesar nilai pertanggungan segera pada saat diminta oleh Kontraktor KKS. JAMINAN PENAWARAN 1. Memiliki izin dari Menteri Keuangan untuk menerbitkan surety bond.3. dalam hal: Pengadaan barang/jasa dilakukan dengan metoda pelelangan. 1. 2.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih dari US$50. 1. .3. 1. Pengadaan barang/jasa yang dilakukan dengan metoda pemilihan langsung dengan nilai lebih dari Rp500.1. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD.2.3.3.1.1. b. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD. 1.4.000. 107 1.

3.6. Dalam surat jaminan penawaran. sehingga dapat dicairkan tanpa menunggu penyelesaian antara pihak penjamin dengan pihak prinsipal/Penyedia Barang/ Jasa sesuai pasal 1832 KUH Perdata dan menyimpang dari pasal 1831 KUH Perdata. 1.Buku Kedua .3. Jaminan penawaran (bid bond).9. nilai jaminan dicantumkan dalam angka dan huruf. atau b. 4. Permintaan perpanjangan masa laku jaminan penawaran disampaikan kepada peserta pengadaan atau pemenang pengadaan paling lambat 5 (lima hari kerja) sebelum masa laku jaminan penawaran berakhir. Jaminan penawaran harus berupa polis penjaminan dalam bentuk: a.7. Penjamin bersedia mencantumkan persyaratan unconditional bond. 1. Surat jaminan penawaran harus dijamin keasliannya dengan surat keterangan yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi penerbit surat jaminan. 1. Counter bank guarantee (CBG). 1. Apabila masa berlaku jaminan penawaran sudah habis sedangkan evaluasi penawaran belum selesai atau Kontrak belum dapat diterbitkan. yaitu jaminan penawaran yang dikeluarkan oleh Bank Umum berdasarkan jaminan asuransi kerugian yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi. 1. Nama Penyedia Barang/Jasa yang tercantum dalam surat jaminan penawaran harus sama dengan nama penawar. Apabila nilai yang tercantum dalam angka berbeda dengan yang tercantum dalam huruf. Nilai tersebut dalam angka harus sama dengan yang dinyatakan dalam huruf. 108 .3.3.8. maka Kontraktor KKS harus meminta Penyedia Barang/Jasa untuk memperpanjang masa berlaku jaminan penawaran untuk kurun waktu sampai dengan perkiraan terbitnya Kontrak. Masa berlaku jaminan penawaran tidak kurang dari jangka waktu berlakunya penawaran. maka penawaran dinyatakan diskualifikasi.5. Nama Kontraktor KKS yang melaksanakan pengadaan harus tercantum di dalam jaminan penawaran sebagai yang menerima jaminan penawaran.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.

3. sehingga Kontraktor KKS tidak dapat mencairkan jaminan dimaksud. maka peserta pengadaan diminta untuk mengganti jaminan penawaran dalam waktu tidak lebih dari 5 (lima) hari kerja. di atas. 1.3.14.10. jaminan penawaran dicairkan dan masuk ke dalam kas Kontraktor KKS untuk diperhitungkan sebagai pengurang biaya operasi.3.13. 1. kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi merah. 1.11.12.3. Dalam hal Kontraktor KKS mengajukan permintaan pencairan jaminan dan tidak dapat mencairkan dengan segera atau paling lambat dalam masa 3 (tiga) bulan. Dalam hal jaminan penawaran (bid bond) dibatalkan secara sepihak oleh Penyedia Barang/Jasa sebelum masa berlakunya habis. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa membatalkan penawaran atau mengundurkan diri dalam masa berlakunya penawaran. maka untuk selanjutnya jaminan penawaran yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan penawaran dimaksud tidak dapat diterima.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Jaminan penawaran dari perusahaan penerbit jaminan penawaran dimaksud baru dapat diterima 12 (dua belas) bulan setelah perusahaan penerbit jaminan penawaran dimaksud melunasi kewajibannya yang tertangguhkan. Apabila dalam evaluasi penawaran diketahui ada peserta pengadaan menggunakan jaminan penawaran yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan tersebut pada angka 1.3. 1. Setiap 3 (tiga) bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah dan nilai jaminan penawaran yang telah dicairkan.3. 109 .12. Judul dan nomor paket pengadaan yang tercantum dalam jaminan penawaran harus sama seperti judul dan nomor paket pengadaan.

Kontrak jasa asuransi.000.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$50.4.000. b. Ketentuan tentang kewajiban menyerahkan jaminan pelaksanaan dapat tidak diterapkan pada: Kontrak penyewaan pergudangan. Masa berlaku jaminan pelaksanaan adalah selama jangka waktu Kontrak atau untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. perumahan.2.4. 2. dapat dikenakan jaminan pelaksanaan lebih dari 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen). Jaminan pelaksanaan bagi penawaran yang nilainya lebih kecil dari 80% (delapan puluh persen) terhadap HPS/OE.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) Penyedia Barang/Jasa wajib menyerahkan jaminan pelaksanaan.2. Nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap total nilai Kontrak.4. Ketentuan jaminan pelaksanaan: Nilai jaminan pelaksanaan adalah 5% (lima persen) dari nilai Kontrak. 2.2.000. 110 .3. 2. Nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap sisa nilai Kontrak. JAMINAN PELAKSANAAN 2. 2.3.2. 2.2. 2. Pada tahun ke-2 (kedua) dan/atau tahun berikutnya: a. dinaikkan menjadi sekurang-kurangnya 5% (lima persen) sampai 10% (sepuluh persen) terhadap 80% (delapan puluh persen) HPS/OE. jaminan penawaran dari pemenang yang bersangkutan dikembalikan. Pada tahun ke-1 (kesatu) : a. 2. Sebelum penanda-tanganan Kontrak yang bernilai lebih besar dari Rp500. Untuk Kontrak pengadaan barang/jasa dengan Kontrak tahun jamak jaminan pelaksanaan dapat ditetapkan sebagai berikut : 1.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.1.Buku Kedua . perkantoran atau 2. Untuk kegiatan/pekerjaan berisiko tinggi. Pada saat jaminan pelaksanaan diterima oleh Kontraktor KKS.1. 2.1.

Nama Penyedia Barang/Jasa yang tercantum dalam jaminan pelaksanaan harus sama dengan nama pelaksana. 2. dijelaskan pada rapat penjelasan dan tercantum dalam kontrak. ditambah sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan.5.4. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan harus dicantumkan pada Dokumen Pengadaan. Nilai dalam angka harus sama dengan nilai yang dinyatakan dalam huruf.4. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD. 2.7. Jenis mata uang (currency) jaminan pelaksanaan harus sama dengan jenis mata uang yang digunakan dalam Kontrak. Masa berlaku jaminan pelaksanaan adalah sama dengan masa penjaminan. termasuk masa pembuktian pencapaian TKDN pekerjaan jasa. 2.4.4.4. maka paling lambat 2 (dua) minggu sebelum berakhirnya masa berlaku jaminan pelaksanaan.4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. 2.4. Untuk Kontrak lumpsum dan/atau Kontrak turnkey nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap keseluruhan nilai selama jangka waktu Kontrak. 111 .8. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD.9. Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan jaminan pelaksanaan tahun berikutnya. 4. Nilai jaminan dicantumkan dalam angka dan huruf. 2.4. 2.4. Dalam hal masa berlaku jaminan pelaksanaan ditetapkan 1 (satu) tahun.6. 2. Masa berlaku jaminan pelaksanaan adalah selama sisa jangka waktu Kontrak atau untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Untuk Kontrak call off order nilai jaminan pelaksanaan ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) terhadap perkiraan pemakaian per tahun yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS. Besaran persentase jaminan pelaksanaan tidak berubah selama masa pelaksanaan Kontrak.12. 2. Nama Kontraktor KKS pemilik pekerjaan harus tercantum di dalam jaminan pelaksanaan sebagai yang menerima jaminan pelaksanaan. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia.11.10.4. 2. 3.

Dalam hal jaminan pelaksanaan (performance bond) dibatalkan secara sepihak oleh Penyedia Barang/Jasa sebelum masa berlakunya habis. 2. Dalam hal terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan atau terlambat menyerahkan barang. 2. 2.15. Dalam hal Kontraktor KKS mengajukan permintaan pencairan jaminan dan perusahaan penerbit jaminan tidak dapat mencairkan dengan segera atau paling lambat dalam masa 3 (tiga) bulan.4. maka jaminan pelaksanaan tidak dicairkan. Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah dan nilai jaminan pelaksanaan yang telah dipungut. maka jaminan pelaksanaan dicairkan dan masuk ke dalam kas Kontraktor KKS untuk diperhitungkan sebagai pengurang biaya operasi.4. 2. Apabila terdapat perbedaan. Penyedia Barang/Jasa harus membuat pernyataan yang menjamin keaslian jaminan pelaksanaan yang ditandatangani oleh pemimpin perusahaan atau pejabat lain yang memiliki kewenangan sesuai dengan akte pendirian perusahaan dan perubahannya. 2. kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi merah.14. Apabila dalam proses penandatangan Kontrak Penyedia Barang/Jasa menyerahkan jaminan pelaksanaan yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan tersebut pada 112 . maka untuk selanjutnya jaminan pelaksanaan yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit jaminan pelaksanaan dimaksud tidak dapat diterima.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. dan denda keterlambatan telah mencapai maksimum namun pekerjaan dapat dilanjutkan dan diselesaikan. 2.13.18.Buku Kedua . Penyedia Barang/Jasa harus mengganti jaminan pelaksanaan dengan yang benar.17. Penerbit jaminan harus menyatakan bahwa jaminan pelaksanaan bisa dicairkan dengan segera sesuai pasal 1832 KUH Perdata dan menyimpang dari pasal 1831 KUH Perdata.4. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa mengundurkan diri atau oleh Kontraktor KKS dinilai tidak mampu untuk menyelesaikan pekerjaan sehingga Kontrak diputus sebelum berakhirnya masa Kontrak.19.4.4. sehingga Kontraktor KKS tidak dapat mencairkan jaminan dimaksud. Jaminan pelaksanaan dari perusahaan penerbit jaminan pelaksanaan dimaksud baru dapat diterima 12 (dua belas) bulan setelah perusahaan penerbit jaminan pelaksanaan dimaksud melunasi kewajibannya yang tertangguhkan.4.16.

113 . Setelah pelaksanaan pekerjaan/penyerahan barang seluruhnya selesai. dan 3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 angka 2.18.4. maka Kontraktor KKS tidak bertanggung jawab atas kehilangan. Setelah pembuktian pencapaian target TKDN jasa disepakati. Berdasarkan pemberitahuan dari Kontraktor KKS. maka peserta pengadaan diminta untuk mengganti jaminan pelaksanaan dalam waktu tidak lebih dari 5 (lima) hari kerja. kerusakan atau penyalahgunaan jaminan pelaksanaan tersebut.4. 2.20. Apabila dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender setelah tanggal pemberitahuan jaminan pelaksanaan tersebut tidak diambil. dan 2. di atas. Jaminan pelaksanaan dapat diambil Penyedia Barang/ Jasa: 1.

2. Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan jaminan uang muka. JAMINAN UANG MUKA 3.1. 114 .3. Besarnya jaminan uang muka harus bernilai sekurang-kurangnya sama dengan jumlah uang muka yang diberikan. Dalam hal diberikan uang muka. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD. Jaminan atas uang muka dikembalikan kepada Penyedia Barang/ Jasa pada saat dibuat berita acara penyelesaian pekerjaan tahap pertama. 3. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia. 3.Buku Kedua .4.

4.3. Sebagai pengganti ditahannya sebagian nilai pembayaran. Bagi Pekerjaan konstruksi yang tidak Bersifat Kompleks: 1. Bagi pekerjaan konstruksi. 100% (seratus persen) dari nilai Kontrak. dapat disepakati kewajiban pemeliharaan dijamin menggunakan surat jaminan pemeliharaan. namun Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan surat jaminan pemeliharaan sebesar 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak. 95% (sembilan puluh lima persen) dari nilai Kontrak. 4. Bagi Pekerjaan konstruksi yang Bersifat Kompleks: 1. 115 . namun Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan surat jaminan pemeliharaan sebesar 5% (lima persen) dari nilai Kontrak. besarnya pembayaran terakhir yang ditahan dapat ditetapkan lebih besar dari 5% (lima persen) dan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen).2. sedangkan sisa 10% (sepuluh persen) merupakan retensi selama masa pemeliharaan. sedangkan sisa 5% (lima persen) merupakan retensi selama masa pemeliharaan.3. Masa berlaku jaminan pemeliharaan minimal sama dengan masa pemeliharaan. dapat diterbitkan oleh bank swasta nasional yang beroperasi di wilayah negara Republik Indonesia.1. Dalam hal tidak memungkinkan untuk diterbitkan oleh Bank Umum yang bersatus BUMN/BUMD.4. Pada dasarnya harus diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/BPR) yang berstatus BUMN/BUMD. dapat disyaratkan untuk menahan sebagian pembayaran atas penyerahan barang atau hasil pekerjaan sebesar 5% (lima persen) dari total nilai Kontrak sebagai jaminan selama masa pemeliharaan.2. 4. Apabila Penyedia Barang/Jasa tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan selama masa pemeliharaan sebagaimana mestinya maka Kontraktor KKS berhak menggunakan uang retensi atau mencairkan jaminan pemeliharaan untuk membiayai perbaikan atau pemeliharaan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. 100% (seratus persen) dari nilai Kontrak. JAMINAN PEMELIHARAAN 4.1. atau 2. 90% (sembilan puluh persen) dari nilai Kontrak. Apabila pekerjaan telah selesai 100% (seratus persen) maka pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa dapat dilaksanakan sebagai berikut: 4. 4.3.5. 4. Dalam hal pekerjaan tersebut dapat dikategorikan sebagai Pekerjaan Bersifat Kompleks. atau 2.

.

pemilihan langsung. 116 . pengadaan secara elektronik (e-Procurement) atau melalui swakelola. Dalam keadaan tertentu sesuai ketentuan pedoman ini. Pemilihan Penyedia Barang/Jasa melalui pelelangan umum. kartu pengadaan (procurement card).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB X METODA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG / JASA PEMBORONGAN / JASA LAINNYA Pada prinsipnya pemilihan Penyedia Barang/Jasa dalam pengadaan barang/ Jasa Pemborongan /Jasa Lainnya dilakukan melalui pelelangan umum.Buku Kedua . penunjukan langsung. pelelangan terbatas dan pemilihan langsung wajib mengutamakan keikutsertaan Perusahaan Dalam Negeri yang memenuhi persyaratan. pemilihan Penyedia Barang/Jasa dapat dilakukan melalui pelelangan terbatas.

1. 2. perangkat lunak teknologi informasi (information technology software).000. mengacu kepada prinsip dasar pengelolaan rantai suplai dengan diumumkan terlebih dahulu melalui papan pengumuman resmi Kontraktor KKS. sekurang-kurangnya diikuti oleh 3 (tiga) Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus kualifikasi dan memasukkan penawaran.00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih besar dari US$50.4. Diutamakan bagi Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil yang terdaftar dalam Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu (DPM).1.000. Dalam hal pengadaan Barang/Jasa yang menggunakan teknologi atau berisiko tinggi. Pengadaan pekerjaan dengan nilai sampai dengan Rp1.2. 1.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat): 1.2. atau spesifik (seperti bahan kimia khusus. SYARAT PELELANGAN: Dilakukan untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp500.1. Diikuti oleh Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi kualifikasi kompetensi dan kemampuan usaha sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. atau barang/jasa yang mempunyai persyaratan khusus dapat dilakukan dengan hanya mengundang Penyedia Barang/Jasa usaha menengah dan usaha besar.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100.000.000. 1.000. 1. 3.000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).2.000. tetap menggunakan ketentuan yang diatur dalam bab III angka 6. media cetak dan apabila memungkinkan melalui media elektronik.2.2.3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Pelelangan umum adalah pengadaan barang/jasa yang dilakukan secara terbuka untuk umum. Dalam hal penilaian kualifikasi menggunakan sistim Prakualifikasi.1. PELELANGAN UMUM 1. 1.2. Dalam hal pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan. 117 .2.

dan yang memenuhi kualifikasi sekurang-kurangnya 1 (satu).3. 1.Buku Kedua . Dalam hal penilaian kualifikasi menggunakan sistim pascakualifikasi.6. 1.5. 118 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.2. sekurang-kurangnya diikuti oleh 3 (tiga) Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran. Dilakukan negosiasi harga apabila setelah pembukaan penawaran diketahui bahwa tidak ada satupun penawaran yang bernilai sama atau lebih rendah dibanding HPS/OE. TATA CARA PELELANGAN UMUM Tata cara pelelangan umum yang dimulai sejak pengumuman pelelangan sampai dengan penunjukan pemenang pengadaan mengikuti ketentuan dalam bab XI pedoman ini.2.

Pengumuman dimaksudkan untuk menjaring peserta lain yang memenuhi persyaratan. Apabila peserta yang mendaftar dan memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga). apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu). Apabila setelah diumumkan terdapat Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar dan memenuhi kriteria namun tidak tercantum dalam pengumuman. PELELANGAN TERBATAS 2. apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu).1. 2. pelelangan dinyatakan gagal dan dilakukan pelelangan terbatas ulang.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.2.3.3. Pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar. Pengadaan barang dengan pelelangan antar pabrikan. atau 4. Penunjukan langsung kepada penawaran yang masuk. Tata cara pelelangan terbatas pada dasarnya sama seperti proses pelelangan umum. Peserta yang mendaftar dan memasukkan penawaran minimal 3 (tiga). 2. maka proses dilanjutkan dengan cara: 1.2. Pelelangan terbatas dilaksanakan dengan cara mengundang melalui pengumuman minimal 2 (dua) calon peserta yang memenuhi kriteria tertentu. Metode pelelangan terbatas dapat dilaksanakan untuk pengadaan barang/jasa yang memenuhi kondisi berikut: 2.2.1. kecuali: 2. apabila penawaran yang masuk minimal 2 (dua). atau 2. Pemilihan langsung kepada penawaran yang masuk. Dalam hal pabrikan tidak melaksanakan sendiri pemasaran produknya. 119 . wajib diikutsertakan. maka pabrikan dapat menunjuk satu distributor tunggal untuk bertindak atas nama pabrikan. 2. Dalam pengumuman dicantumkan kriteria peserta dan nama Penyedia Barang/Jasa yang akan diundang.3. Penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar.3. Diketahui secara luas bahwa jumlah Penyedia Barang/Jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan terbatas. 2. Apabila pelelangan terbatas ulang gagal. 2. apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua). atau 3.3.2.2.1.

Apabila pelelangan terbatas atau pemilihan langsung atau penunjukan langsung mengalami kegagalan karena setelah dilakukan negosiasi bertahap kepada penawaran peringkat I (pertama) sampai dengan penawaran peringkat III (ketiga) berdasarkan harga evaluasi penawaran (HEP) masih lebih tinggi dibanding dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. proses dilanjutkan dengan pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar. 120 . Khusus untuk pengadaan barang wajib dipergunakan: 1. proses dilanjutkan dengan penunjukan langsung kepada peserta yang memasukkan penawaran. 6.Buku Kedua . Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang melalui pengumuman semua pabrikan yang tercantum dalam buku APDN yang memenuhi persyaratan pencapaian TKDN. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat mencantumkan dalam pengumuman hanya 1 (satu) pabrikan. apabila dalam buku APDN hanya tercantum 1 (satu) pabrikan yang memenuhi persyaratan pencapaian TKDN. 4. Apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu) dilakukan penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar. Apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua). proses dilanjutkan dengan pemilihan langsung kepada peserta yang memasukkan penawaran. Apabila setelah dilakukan negosiasi bersamaan harga penawaran hasil negosiasi masih lebih tinggi dibanding HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.3. 7. Apabila peserta yang memasukkan penawaran hanya 2 (dua). 5. 3.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. 2. Apabila peserta yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu). proses dilanjutkan melalui metode pelelangan umum dengan mengundang pabrikan dalam negeri yang menawarkan barang produksi dalam negeri dengan TKDN minimal 10% (sepuluh persen). proses dilanjutkan dengan melakukan negosiasi bersamaan kepada penawaran peringkat I (pertama) sampai dengan penawaran peringkat III (ketiga) berdasarkan harga evaluasi penawaran (HEP).

Penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar. atau d. Apabila proses pelelangan umum mengalami kegagalan. proses dilanjutkan dengan cara: a. apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua). atau b. Pemilihan langsung kepada penawaran yang masuk. atau c. Pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar. apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). Penunjukan langsung kepada penawaran yang masuk. Penilaian kualifikasi dilakukan dengan cara Prakualifikasi.4. apabila penawaran yang masuk minimal 2 (dua). 2. apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. 121 .

apabila memenuhi salah satu keadaan berikut: Diketahui secara luas bahwa Penyedia Barang/Jasa yang mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan hanya 2 (dua). 3.000. Merupakan kelanjutan dari proses pelelangan atau pelelangan terbatas sebagaimana diatur pada bab III angka 7.1. 3.1. pemasangan air untuk fasilitas perumahan dan perkantoran.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50.000. Untuk pemasangan telepon.000.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.000. 122 .2. 3.4. 2.2.3. SYARAT PEMILIHAN LANGSUNG: Pemilihan langsung dilaksanakan untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp50.3. 3. 3. 3.2.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan nilai Rp500.1. dan bab X angka 2.Buku Kedua .00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) dapat dilakukan apabila memenuhi salah satu kondisi berikut: 1.00 (lima ratus juta rupiah) atau sampai dengan nilai US$50.3. Merupakan kelanjutan proses dari pelelangan ulang yang gagal karena peserta yang mendaftar atau yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua).4.7. Untuk penyewaan pertama kali atau pindah lokasi fasilitas perumahan.000. Sebagai proses lebih lanjut atas pelelangan ulang gagal. pemasangan gas.2. PEMILIHAN LANGSUNG Pemilihan langsung adalah pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan mengundang sekurang-kurangnya 3 (tiga) Penyedia Barang/ Jasa.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) Pemilihan Langsung dengan nilai lebih besar dari Rp500. Pemilihan langsung dapat dilaksanakan dengan cara mengundang sekurang-kurangnya 2 (dua) Penyedia Barang/Jasa.3.2.3. 3.2.3.00 (lima puluh juta rupiah) atau lebih besar dari US$5. 3.a.2.1. 3.000.000. 3.2. perkantoran atau pergudangan. Merupakan kelanjutan dari proses pelelangan gagal karena peserta yang mendaftar atau yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua) dan diketahui secara luas bahwa hanya terdapat 2 (dua) Penyedia Barang/Jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan tersebut.

atau b. Merupakan pekerjaan mendesak sebagai akibat kejadian yang tidak terduga.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. b. namun dapat dipenuhi dengan beberapa merek (approved brands). dalam hal: a. Pelaksanaan standarisasi barang/peralatan sehingga diperlukan barang/peralatan yang sama dengan yang telah terpasang. Penetapan standar barang/peralatan mengikuti ketentuan standarisasi yang diterbitkan oleh BPMIGAS. 123 . Pengadaan perabotan (furniture) Produksi Dalam Negeri untuk perumahan atau perkantoran. Dengan dilengkapi justifikasi tertulis yang disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau pimpinan tertinggi setempat sesuai batas nilai kewenangannya. c. Diketahui secara luas bahwa Penyedia Barang/Jasa yang mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan hanya 2 (dua). 6. yang apabila tidak segera dilaksanakan akan mengakibatkan kehilangan kesempatan mempertahankan tingkat produksi minyak dan/atau gas bumi atau akan menunda pelaksanaan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi. dalam hal memenuhi salah satu dari keadaan berikut: a. d. Merupakan pelaksanaan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang wajib dipergunakan namun jumlah yang mendaftar dan/atau yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua). Tata cara mengikuti ketentuan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang wajib dipergunakan. Dengan dilengkapi justifikasi tertulis yang disetujui oleh Pejabat Berwenang. Merupakan pekerjaan yang harus segera dilaksanakan untuk memenuhi ketentuan pemerintah dan/atau peraturan perundang-undangan yang harus segera dipatuhi. Merupakan kelanjutan dari proses lelang gagal karena peserta yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua) dan diketahui secara luas bahwa hanya terdapat 2 (dua) Penyedia Barang/Jasa yang mampu melaksanakan pekerjaan tersebut.

dalam bab ini. mengikuti tata cara pelelangan. atau 2. Pelaksanaan negosiasi mengikuti tata cara negosiasi pada proses pelelangan umum. 3. 2. 124 . 3. Pemberian penjelasan dilakukan apabila dianggap perlu. Penawaran yang masuk sekurang-kurangnya 2 (dua) dan yang memenuhi syarat sekurang-kurangnya 1 (satu). Pelaksanaan pemilihan langsung dilakukan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal.2. Masa sanggah hanya 1 (satu) kali. 3.1.000. Apabila yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu) dilanjutkan dengan evaluasi sesuai dengan tata cara penunjukan langsung.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50. Barang/jasa yang diperlukan dalam kegiatan pemboran lepas pantai (offshore).4. dengan menara pemboran (drilling rig) yang diadakan dengan metoda penunjukan langsung sebagai akibat terjadinya kelangkaan menara pemboran laut (offshore drilling rig) sebagaimana diatur dalam angka 4. TATA CARA PEMILIHAN LANGSUNG: 3.4.2.00 (lima puluh ribu dollar Amerika Serikat).3.4. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang Penyedia Barang/Jasa dengan cara mengumumkan di papan pengumuman resmi Kontraktor KKS atau mengirimkan surat undangan kepada Penyedia Barang/Jasa terundang.4. kecuali : 1. 3. Sumber lain di luar DPM. Penilaian kualifikasi calon Penyedia Barang/Jasa dilakukan secara Prakualifikasi.5. sesuai batas nilai kewenangannya. Dilakukan negosiasi harga namun tidak boleh mengubah lingkup pekerjaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa e.d.Buku Kedua . Urutan proses sejak pemberian penjelasan sampai dengan penunjukan pemenang. Dalam hal harga penawaran terendah sudah lebih rendah dari pada HPS/OE maka negosiasi harga hanya dilakukan kepada penawar terendah pertama. 3.000.000.4.6. Pemilihan langsung dilaksanakan dengan mengundang calon Penyedia Barang/Jasa dari: 1.4. 3.4.5.2. 3. Daftar Penyedia Mampu (DPM).4. berlaku selama 3 (tiga) hari kerja terhitung setelah tanggal pengumuman pemenang serta diterapkan hanya untuk paket pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp500.

000. Hasil evaluasi diumumkan atau diberitahukan secara terulis kepada peserta pengadaan. 125 .000.00 (seratus ribu dollar Amerika Serikat).000.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100. 5.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Bagi paket pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp1.000. Berita acara pembukaan penawaran ditandatangani Panitia Pengadaan/Tim Internal. pembukaan penawaran dilakukan Panitia Pengadaan/Tim Internal tanpa harus dihadiri oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa.

disertai permohonan izin untuk melakukan tindakan pengadaan barang/jasa yang diperlukan untuk mengatasi keadaan tersebut. 4.00 (lima puluh juta rupiah) atau US$5. 4. Sebagai proses lanjut atas pemilihan langsung gagal karena hanya ada 1 (satu) peserta yang memasukkan penawaran.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat). Proses pengadaannya tidak memerlukan persetujuan BPMIGAS terlebih dahulu.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat). Merupakan kelanjutan dari proses pelelangan atau pelelangan terbatas sebagaimana diatur pada bab X angka 2. Sebagai proses lanjut atas pelelangan ulang gagal karena hanya ada 1 (satu) peserta yang memasukkan penawaran. a. c. Pekerjaan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi sehubungan dengan telah terjadinya keadaan darurat (emergency).000. Pimpinan tertinggi Kontraktor KKS menyatakan keadaan darurat (emergency) dan harus melaporkan ke BPMIGAS dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam.2.000. 126 . 2. b.2. Syarat Penunjukan Langsung: Penunjukan langsung dapat dilaksanakan untuk pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp50.000.4.4.2. 4. 4. 4.Buku Kedua .1. 3.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.3.000.1.00 (lima puluh juta rupiah) atau US$5. Pada saat selesainya penanggulangan keadaan darurat (emergency) Kontraktor KKS melaporkan dan meminta untuk dilakukan audit kepada BPMIGAS bagi semua kegiatan pengadaan barang/jasa yang telah dilakukan. dapat dilakukan untuk hal-hal berikut: 1. Untuk penunjukan langsung dengan nilai lebih besar dari Rp50.2.000. PENUNJUKAN LANGSUNG Pengadaan secara penunjukan langsung dilaksanakan dengan cara menunjuk langsung kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa.

Pengadaan menara pemboran laut (offshore drilling rig) dan barang/jasa pendukung pelaksanaan pemboran terkait dan kapal survei seismic.000. Pekerjaan mendesak yang tidak dapat ditunda dan harus segera dilaksanakan. kantor. Dalam hal ini dapat dilakukan penunjukan langsung kepada BUMN tersebut. Pekerjaan tertentu dengan dilengkapi justifikasi yang disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih dari US$5. Pengadaan barang/jasa tertentu yang diketahui secara luas hanya dapat dilaksanakan oleh 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa. lebih dari 50% (lima puluh persen) saham BUMN tersebut dimiliki oleh Negara.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Pengadaan jenis barang dengan penjumlahan TKDN + BMP mencapai minimal 40% (empat puluh persen). Untuk perpanjangan masa penyewaan rumah. d. 6. pada kondisi terjadi kelangkaan menara pemboran laut (offshore drilling rig) atau kapal survei seismic. yang diproduksi oleh 1 (satu) perusahaan yang berstatus badan usaha milik negara (BUMN). gudang. yaitu: a. 127 .000. Merupakan kelanjutan dari pelelangan ulang yang gagal karena peserta yang mendaftar hanya ada 1 (satu).000.000. e. Pekerjaan mendesak yang diperlukan untuk meningkatkan volume produksi minyak dan/atau gas bumi berdasarkan permintaan Pemerintah Republik Indonesia melalui BPMIGAS dan harus dipenuhi dalam waktu selama-lamanya 1 (satu) tahun.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. b. dengan nilai perkiraan lebih dari Rp50.000. f. Dengan ketentuan. c. sebagai akibat Keadaan Mendesak yang terjadi mendadak. lapangan penumpukan (termasuk shore base) atau pelabuhan. sedangkan di wilayah negara Republik Indonesia terdapat peralatan dimaksud dengan kemungkinan akan segera diekspor karena masa kontraknya akan segera berakhir.

Untuk pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dan telah ada harga standar dengan menggunakan satuan harga menurut harga yang berlaku pada Kontrak yang bersangkutan dan secara teknis merupakan satu kesatuan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan terdahulu berdasarkan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis. d.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. Dalam hal diperlukan kesinambungan (bridging) pekerjaan yang sedang berlangsung. tetapi sehubungan dengan homogenitasnya perlu dijaga kontinuitas pelaksanaannya sesuai dengan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis. misalnya perangkat lunak teknologi informasi termasuk jasa pemeliharaannya. b. Untuk pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dari pekerjaan yang tidak ada harga standarnya. e. antara lain pengadaan barang/jasa yang terkait dengan kepemilikan lisensi/hak kepemilikan/ proprietary right. 128 . sementara proses lelang atau pemilihan langsung belum selesai. Pekerjaan tertentu dengan dilengkapi justifikasi tertulis yang disetujui oleh Pejabat Berwenang dan memenuhi sekurangkurangnya salah satu syarat sebagai berikut: a. dan • Secara kumulatif waktu pelaksanaan tidak melebihi 6 (enam) bulan. Pengadaan barang/jasa spesifik yang hanya dapat dipenuhi oleh 1 (satu) pabrikan atau Penyedia Barang/ Jasa tertentu. c. Pelaksanaan pekerjaan ini tidak boleh dilakukan secara berturutan dengan penambahan lingkup kerja (PLK) kesinambungan (bridging) pada Kontrak yang sama. Pekerjaan tambahan yang tidak dapat dihindarkan dalam rangka penyelesaian pekerjaan semula dan telah ada harga standar dengan menggunakan satuan harga yang berlaku pada Kontrak yang bersangkutan sepanjang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.Buku Kedua . dengan ketentuan: • Masa pelaksanaan paling lama hanya sampai dengan 1 (satu) hari sebelum tanggal dimulainya pekerjaan berdasar Kontrak baru.

Merupakan kelanjutan dari pelelangan ulang yang gagal karena peserta yang mendaftar hanya ada 1 (satu). dengan nilai per paket pekerjaan maksimal Rp5. Pekerjaan Jasa Konsultansi. Pekerjaan Jasa Konsultansi atau pelatihan pekerja yang dilaksanakan oleh pabrikan atau agen tunggal peralatan atau permesinan. • Pekerjaan Jasa Konsultansi dan/atau pelatihan pekerja yang dilaksanakan penyedia Jasa Konsultansi dan dikerjakan oleh tenaga ahli yang secara pribadi per pribadi diyakini mampu memberikan hasil yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS. j.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). dengan nilai perkiraan maksimal Rp50. Pelaksanaan pengadaan harus dilengkapi dengan program uji coba yang lengkap. Penetapan standar barang/peralatan mengikuti ketentuan standarisasi yang diterbitkan oleh BPMIGAS. dalam rangka pengoperasian dan/atau pengelolaan peralatan atau permesinan tersebut. Pekerjaan Jasa Konsultansi yang hanya dapat dilakukan oleh 1 (satu) pemegang hak cipta yang telah terdaftar atau pihak yang telah mendapat izin pemegang hak cipta. 129 f.000. Dalam rangka uji coba penggunaan barang/peralatan hingga diperoleh hasil yang diinginkan berdasarkan analisa keekonomian dan/atau evaluasi kinerja (performance based evaluation).00 (lima milyar rupiah) atau maksimal US$500.3. termasuk tatawaktu dan kriteria evaluasi.000. h. k.000. g.000.000.000.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat): • Pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh 1 (satu) penyedia Jasa Konsultansi yang telah terbukti berhasil mencapai suatu target yang sangat baik dan dipercaya akan berhasil mencapai target yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Dalam rangka standarisasi barang/peralatan sehingga diperlukan barang/peralatan yang sama dengan yang telah terpasang.000. .00 (lima puluh milyar rupiah) atau maksimal US$5. i. yang disahkan oleh pimpinan fungsi pengguna barang/jasa. 4.

000. Pembukaan penawaran tidak harus dihadiri oleh Penyedia Barang/Jasa. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengirimkan undangan kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus penilaian kualifikasi untuk memasukkan penawaran.000.000.4. 6.00 (dua puluh lima juta rupiah) atau lebih besar dari US$2.3. 4.00 (limapuluh juta rupiah) atau lebih besar dari US$5. 3.000.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) mulai dari permintaan penawaran mengikuti tata cara pelelangan.000. Tidak disediakan masa sanggah.2.500.000. Pemberian penjelasan dilakukan hanya apabila dianggap perlu. kecuali merupakan kelanjutan dari proses pelelangan ulang yang gagal atau merupakan kelanjutan dari proses pemilihan langsung yang gagal. 2. Dilakukan negosiasi harga dan bila diperlukan sebelum negosiasi harga dilakukan Klarifikasi dan negosiasi aspek lainnya. 5. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat meminta tambahan dokumen pendukung penawaran.Buku Kedua . 130 .00 (dua puluh lima juta rupiah) atau setinggitingginya US$2. Lebih besar dari Rp25. kecuali: 1.00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) tanpa Kontrak. 4. 4. 4. 4.00 (dua ribu lima ratus dolar Amerika Serikat) harus dilakukan dengan Kontrak. 4.3.3.3.3.500. Urutan proses penunjukan langsung dengan nilai lebih besar dari Rp50. Negosiasi tidak boleh mengubah sasaran pekerjaan.5. Dalam hal menggunakan kartu pengadaan (procurement card).000.00 (limapuluh juta rupiah) atau sampai dengan nilai US$5.000. Tindakan ini tidak dikategorikan sebagai post bidding.00 (dua ribu lima ratus dolar Amerika Serikat) dapat dilakukan secara tunai atau cara lain tanpa perikatan Kontrak. dapat dilakukan sampai dengan nilai Rp50.1. Jaminan penawaran tidak diperlukan. Dalam hal ini berita acara pembukaan penawaran ditandatangani oleh anggota Panitia Pengadaan/ Tim Internal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa TATA CARA PENUNJUKAN LANGSUNG: Pelaksanaan penunjukan langsung dilakukan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal sesuai batas nilai kewenangannya. Paket pengadaan dengan nilai setinggi-tingginya Rp25.000.3. 7.000.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

8. Tata waktu disesuaikan dengan kebutuhan. 9. Tidak diperlukan pengumuman hasil pengadaan kecuali merupakan kelanjutan dari proses pelelangan ulang yang gagal atau merupakan kelanjutan dari proses pemilihan langsung yang gagal. 4.3.6. Pengadaan barang/jasa spesifik: 1. Penentuan kebutuhan barang/jasa spesifik ditetapkan dalam suatu kebijakan tertulis oleh Kontraktor KKS, berdasarkan hasil penelitian teknis yang dapat dipertanggungjawabkan. 2. Pengguna barang/jasa yang bersangkutan harus membuat spesifikasi teknis lengkap dan analisis teknis bahwa barang/jasa tersebut tidak dapat digantikan oleh barang/jasa lain dan/atau berdasarkan peraturan hanya boleh disediakan oleh Penyedia Barang/Jasa tertentu. 3. Dilaksanakan kepada penyedia jasa tunggal untuk jasa spesifik, atau kepada penyedia barang spesifik yaitu pabrikan atau agen tunggal/agen/distributor yang berstatus agen dari merek/ jenis barang spesifik tersebut. Penyedia Barang/Jasa berstatus agen harus memenuhi syarat: a. Memiliki perjanjian keagenan dengan pabrikan atau surat penunjukan dari pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan, dan/atau surat keterangan dari Instansi Pemerintah yang berwenang; b. Penawaran harga harus didukung dengan daftar harga yang dikeluarkan oleh prinsipal yaitu pabrikan atau yang mewakili pabrikan.

131

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

5. 5.1.

PROCARD Pengadaan dengan procurement card (procrad) adalah pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung dengan menggunakan media procard sebagai sarana pembayaran tanpa harus menerbitkan surat perjanjian/ Kontrak, surat pesanan, atau purchase order (PO). Tata cara mengenai pengadaan dengan Procard dapat dilihat pada lampiran MP- 001.

5.2.

6. PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK (E-PROCUREMENT): 6.1. Pengadaan secara elektronik (e-Procurement) merupakan pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan menggunakan jaringan elektronik (jaringan internet atau intranet) atau electronic data interchange (EDI). Metoda pelaksanaan e-Procurement terdiri dari e-Bidding dan e-Reverse Auction (e-RA). Tata cara pengadaan secara elektronik dapat dilihat pada lampiran MP- 002, dengan ketentuan: Pemanfaatan e-Procurement harus tetap memberikan kesempatan berusaha bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil dan memberdayakan Perusahaan Dalam Negeri serta mengutamakan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri. Pelaksanaannya harus tetap menerapkan konsep transparansi dan persaingan usaha secara sehat. e-BIDDING: e-Bidding merupakan pelaksanaan pengadaan barang/jasa dengan cara penyampaian informasi dan/atau data pengadaan dari Kontraktor KKS maupun dari Penyedia Barang/Jasa, dimulai dari pengumuman sampai dengan pengumuman hasil pengadaan, dilakukan melalui media elektronik antara lain menggunakan media internet, intranet dan/atau electronic data interchange (EDI). e-Bidding dapat dilaksanakan untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp50.000.000,00 (limapuluh juta rupiah) atau lebih besar dari US$5.000,00 (lima ribu dolar Amerika Serikat).

6.2. 6.2.1.

6.2.2.

6.3. 6.3.1.

6.3.2.

132

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

6.3.3.

Dalam hal menggunakan metoda pelelangan umum atau pelelangan terbatas, pengumuman juga dilakukan di papan pengumuman resmi Kontraktor KKS dan/atau media massa sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk nilai sampai dengan Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau nilai sampai dengan US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat), Penyedia Barang/Jasa tidak menyerahkan dokumen penawaran dan dokumen pendukung penawaran. 1. Penyedia Barang/Jasa yang ditunjuk sebagai pemenang pengadaan wajib menyerahkan surat penawaran sesuai ketentuan yang berlaku lengkap dengan perincian dan dokumen pendukung yang berkaitan, dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari setelah tanggal penunjukan. 2. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dianggap mengundurkan diri. Selanjutnya peserta dengan penawaran peringkat berikutnya dapat ditunjuk sebagai pemenang. Ketentuan penunjukan pemenang mengikuti ketentuan pada bab XI angka 15.

6.3.4.

6.3.5.

Untuk nilai lebih besar dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan Rp20.000.000.000,00 (dua puluh milyar rupiah) atau nilai lebih besar dari US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) sampai dengan US$2,000.000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat), dokumen-dokumen tertentu dapat disyaratkan untuk diserahkan dalam sampul tertutup, antara lain surat penawaran harga dan surat jaminan penawaran. Untuk nilai lebih besar dari Rp20.000.000.000,00 (dua puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$2,000,000.00 (dua juta dolar Amerika Serikat), surat penawaran teknis dan harga serta surat jaminan penawaran harus diserahkan dalam sampul tertutup selambat-lambatnya pada waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam IKPP/ITB. Bagi peserta pengadaan yang ditetapkan sebagai calon pemenang dengan nilai lebih besar dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau nilai lebih besar dari US$50,000.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat) diwajibkan untuk menyerahkan seluruh kelengkapan dokumen yang disyaratkan. Urutan proses mulai dari pengumuman sampai dengan penunjukan pemenang mengikuti tata cara pelelangan atau pemilihan langsung atau penunjukan langsung.

6.3.6.

6.3.7.

6.3.8.

133

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

6.4. e-REVERSE AUCTION (e-RA): 6.4.1. e-Reverse Auction merupakan proses pelelangan dimana pada tahap pembukaan penawaran harga dilanjutkan dengan upaya penurunan harga melalui media elektronik bagi penawaran yang memenuhi persyaratan. 6.4.2. Dapat digunakan untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100,000.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). 6.4.3. Tidak boleh digunakan untuk pengadaan jasa tenaga kerja. 6.4.4. Dilakukan melalui metoda pelelangan umum, pelelangan terbatas atau pemilihan langsung, dengan sistim pemasukan dokumen penawaran dua sampul atau dua tahap. 6.4.5. Urutan proses sejak pengumuman sampai dengan penunjukan pemenang, mengikuti tata cara pelelangan umum atau pelelangan terbatas dengan ketentuan: 1. Penawaran yang telah lulus evaluasi tahap administrasi, teknis, dan penawaran harganya memenuhi persyaratan diberikan kesempatan berkompetisi secara ‘real-time’, dengan cara memasukkan penawaran harga lebih dari satu kali dan bersifat menurun dalam jangka waktu maksimal 24 (dua puluh empat) jam melalui media elektronik (online). 2. Tata cara pembukaan penawaran harga: a. Panitia Pengadaan membuka sampul penawaran harga di hadapan peserta pengadaan. Selanjutnya dilakukan penelitian pemenuhan syarat administrasi, terutama keabsahan surat penawaran harga dan surat jaminan penawaran. Penawaran tidak dibacakan dan tidak diperlihatkan kepada peserta yang lain. b. Pelaksanaan e-RA dimulai dengan meminta peserta yang penawaran harganya memenuhi persyaratan administrasi untuk mengunggah (upload) nilai penawaran masing-masing atau Panitia Pengadaan mengunggah nilai penawaran dari penawaran yang masuk. Identitas penawar dirahasiakan. c. Penawaran dengan nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai penawaran yang diunggah dinyatakan diskualifikasi dan dikeluarkan dari daftar peserta e-RA.

134

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

d. Penetapan peringkat (rangking) penawaran dilakukan pada setiap ada perubahan nilai penawaran yang diunggah oleh salah satu atau beberapa peserta. • Penetapan peringkat penawaran untuk pengadaan barang produksi dalam negeri didasarkan pada harga evaluasi penawaran (HEP) menggunakan TKDN yang dinyatakan dalam penawaran tertulis tersebut pada angka 6.4.5.2.a. di atas dan nilai penawaran terakhir dalam proses e-RA. Penetapan peringkat penawaran untuk pengadaan barang produksi luar negeri didasarkan pada perbandingan nilai penawaran.

e. Penawaran barang produksi dalam negeri dengan nilai harga evaluasi penawaran (HEP) terendah atau penawaran barang produksi luar negeri dengan nilai terendah pada akhir masa pelaksanaan e-RA, dan nilai penawaran terakhirnya telah lebih rendah dibanding dengan HPS/OE, ditetapkan sebagai calon pemenang. f. Semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis beserta pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan e-RA. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dianggap mengundurkan diri dan jaminan penawaran dicairkan;

g. Tata cara rinci dapat dilihat dalam lampiran MP-002 6.4.6. Penyedia Barang/Jasa peserta e-Procurement harus menandatangani pernyataan bahwa akan mematuhi ketentuan dan prosedur e-procurement yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS.

135

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

7. SWAKELOLA 7.1. Swakelola merupakan pekerjaan yang pelaksanaannya direncanakan, dikerjakan dengan menggunakan tenaga dan peralatan sendiri dan diawasi sendiri atau pelaksanaannya dikuasakan kepada pihak lain. Jenis-jenis pekerjaan yang dapat dilakukan secara swakelola oleh Kontraktor KKS sendiri, antara lain namun tidak terbatas pada pekerjaan penyelenggaraan pendidikan dan latihan, kursus, penataran, seminar, lokakarya; Pelaksanaan swakelola dapat dikuasakan kepada instansi pemerintah, lembaga ilmiah, perguruan tinggi, kelompok masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional. Swakelola tidak dapat dikuasakan kepada Badan Usaha. Jenis pekerjaan yang dapat dikuasakan kepada: 1. Instansi pemerintah, antara lain: a. Pemetaan lokasi, pengawalan bahan peledak, pengelolaan menara kontrol bandara; b. Pengamanan wilayah kerja; c. Sertifikasi dan verifikasi TKDN. 2. Lembaga pemerintah, lembaga ilmiah dan perguruan tinggi, antara lain: a. Seleksi penerimaan pekerja; b. Penelitian, studi, sertifikasi dan interpretasi geologi dan pertambangan minyak dan gas bumi; c. Penelitian, studi dan pengembangan sesuai bidang spesifikasinya; 3. Kelompok masyarakat, antara lain menyerahkan pelaksanaan pekerjaan tertentu kepada kelompok masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat setempat. Lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional yang terdaftar di Departemen Dalam Negeri, antara lain pelaksanaan jasa peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan di bidang pendidikan, penyuluhan, penerapan dan penyebarluasan teknologi sederhana atau madya yang tepat guna untuk kepentingan masyarakat.

7.2.

7.3.

4.

136

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011

7.3.2.

Swakelola dengan cara dikuasakan, dilaksanakan dengan surat kuasa yang dilengkapi dengan uraian kewajiban dan hak masing-masing pihak. TATA CARA SWAKELOLA: Pelaksanaan swakelola yang dilakukan sendiri oleh Kontraktor KKS dilaksanakan sesuai dengan ketentuan masing-masing Kontraktor KKS. Pelaksanaan swakelola yang dikuasakan: 1. Pemilihan penerima kuasa disesuaikan kebijakan masingmasing Kontraktor KKS dengan memperhatikan ketentuan/ peraturan terkait; 2. Kontraktor KKS menunjuk langsung 1 (satu) penerima kuasa dengan cara membuat surat kuasa untuk melaksanakan pekerjaan tertentu. Surat kuasa tersebut mengatur antara lain tentang tanggung jawab, tugas, hak dan kewajiban masing-masing pihak, jenis dan lingkup pekerjaan, ketentuan pembayaran. Hal-hal yang tersebut dalam surat kuasa tersebut harus terlebih dahulu disepakati oleh kedua belah pihak; 3. Pengadaan barang/jasa termasuk pengadaan tenaga ahli yang diperlukan oleh penerima kuasa, menggunakan ketentuan yang berlaku pada penerima kuasa; 4. Pencapaian target pelaksanaan pekerjaan dilaporkan dan dievaluasi secara berkala, sesuai kesepakatan antara Kontraktor KKS dengan penerima kuasa; 5. Pengawasan di lapangan dilakukan oleh penerima kuasa; 6. Pada dasarnya pembayaran dilakukan dengan menggunakan panjar kerja yang secara berkala harus dipertanggungjawabkan oleh penerima kuasa. Sesuai sifat pekerjaannya, dapat dilakukan pembayaran berdasarkan kesepakatan para pihak.

7.4. 7.4.1.

7.4.2.

137

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

BAB XI TATA CARA PELELANGAN UMUM

138

struktur kepengurusan perusahaan.000. Nama dan alamat Kontraktor KKS yang akan mengadakan pelelangan. hari.(satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.000. 1. surat ijin usaha serta biaya penggantian Dokumen Pengadaan (apabila ada). 4. dicantumkan persyaratan bahwa Penyedia Barang/Jasa harus bersedia memenuhi tingkat pencapaian TKDN yang ditetapkan Kontraktor KKS dalam pelaksanaan pekerjaan. Syarat pendaftaran pelelangan yaitu golongan. 5. 2. Khusus untuk pengadaan Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya. Pengumuman pelelangan dilakukan secara terbuka melalui papan pengumuman Kontraktor KKS. 6. PENGUMUMAN 1. 7. Pelelangan dengan nilai lebih besar dari Rp1. tanggal dan waktu untuk pengambilan dokumen kualifikasi dan/atau Dokumen Pengadaan. Tata cara dan tata waktu pelaksanaan penilaian kualifikasi calon peserta pelelangan.2. 8. Tempat.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. Judul dan nomor lelang serta uraian singkat mengenai barang/ jasa yang dilelangkan. 3. hari.(seratus ribu dolar Amerika Serikat) diumumkan juga melalui media cetak dan apabila memungkinkan melalui media elektronik antara lain website BPMIGAS.. Pengumuman pelelangan memuat antara lain: 1.1. 139 . struktur kepemilikan. Tempat.000.000. Syarat persentase TKDN barang yang akan ditawarkan atau syarat komitmen persentase TKDN jasa yang harus dicapai.. tanggal dan batas waktu untuk mendaftarkan diri sebagai calon peserta pelelangan. bidang/sub bidang.

dengan cara mengumumkan perpanjangan masa pendaftaran sesuai ketentuan pengumuman.000. 2. Apabila sampai dengan berakhirnya perpanjangan masa pendaftaran jumlah yang mendaftar kurang dari 3 (tiga).5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.2. Pendaftaran terbuka untuk semua badan usaha yang memiliki bidang usaha dan sub bidang usaha yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilelangkan. 140 . Badan usaha yang mendaftar untuk ikut serta dalam pelelangan dengan nilai lebih besar dari Rp1.000. Dalam hal menggunakan sistim Prakualifikasi. Lembar isian pernyataan awal TKDN: 1. Penyedia Barang/Jasa harus mendaftar pada waktu yang telah ditentukan dengan melengkapi semua persyaratan. Selanjutnya dilakukan pelelangan ulang dimulai dengan melakukan pengumuman pelelangan ulang. 2. wajib menyerahkan salinan SKUP Migas yang diterbitkan oleh kementerian yang membidangi industri minyak dan gas bumi.6.00 (satu milyar rupiah) atau lebih besar dari US$100.1. Untuk pengadaan barang produksi dalam negeri: a.3. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar kurang dari 3 (tiga) maka Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat memperpanjang masa pendaftaran sesuai kebutuhan. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara bahwa pelelangan gagal. Penyedia Barang/Jasa yang melakukan Konsorsium harus mendaftar sebagai Konsorsium. Penyedia Barang/Jasa yang menyatakan telah memiliki atau akan menawarkan barang Produksi Dalam Negeri dengan TKDN sama dengan atau lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen).1.4.6.000. 2. Pada tahap pendaftaran harus telah dapat diidentifikasi kemungkinan adanya hubungan istimewa di antara peserta pengadaan. PENDAFTARAN PENYEDIA BARANG/JASA 2. 2.Buku Kedua .00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) wajib menyerahkan: 2.000. antara lain harus menyerahkan salinan akte pendirian dan perubahannya. 2. Konsorsium harus terbentuk pasti sebelum penilaian Prakualifikasi.

Untuk pengadaan barang di luar dari yang tersebut pada huruf b. Lembar pernyataan yang menyatakan persetujuan untuk mengikuti ketentuan pendayagunaan produksi dan kompetensi dalam negeri sebagaimana diatur pada bab III dalam pedoman ini. 2. harus menunjukkan copy SKUP Migas yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi dan sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi perindustrian. c.6.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. 2.7. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi. 141 . calon peserta pengadaan wajib menyerahkan surat pernyataan bersedia memenuhi target pencapaian TKDN minimal yang disyaratkan oleh Kontraktor KKS. 2. tidak diikutsertakan dalam proses selanjutnya. di atas. maka bagi peserta yang akan menawarkan atau menyatakan memiliki barang dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen) namun sama atau lebih besar dari 10% (sepuluh persen). Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar dalam pengadaan barang wajib dipergunakan dan akan menawarkan barang dengan pencapaian TKDN minimal 15% (lima belas persen). Untuk pengadaan Jasa Pemborongan. 2. Bagi badan usaha yang mendaftar namun tidak bersedia memenuhi ketentuan di atas. • Peserta bukan pabrikan harus melampirkan surat penunjukan keagenan atau surat perjanjian kerjasama penjualan dari pabrikan dalam negeri. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat daftar peserta yang memenuhi syarat untuk mengikuti proses pengadaan selanjutnya.2.6. pada saat pendaftaran: • Peserta pabrikan wajib menyatakan jenis-jenis dan besaran komponen dalam negeri dari barang yang akan ditawarkan atau menunjukkan copy SKUP Migas yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang membidangi industri minyak dan gas bumi.3.

dan finansial. dalam pedoman ini.1. Bagi Penyedia Barang/Jasa yang telah terdaftar dalam Daftar Penyedia Barang/Jasa Mampu (DPM) dan menurut Panitia Pengadaan/Tim Internal memenuhi persyaratan kualifikasi. teknis.3. Dokumen kualifikasi dibuat sesuai dengan lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan. Penilaian kualifikasi dilakukan melalui proses Prakualifikasi atau pascakualifikasi. 3.5. 3. 142 3.1.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan dan memberitahukan kepada peserta pengadaan waktu penyampaian dokumen persyaratan kualifikasi dan jangka waktu penilaian kualifikasi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3.1. . Persyaratan kualifikasi Penyedia Barang/Jasa mengikuti ketentuan pada bab VI angka 5.Buku Kedua . sumber daya manusia. PRAKUALIFIKASI: 3. 3. Apabila diperlukan Panitia Pengadaan/ Tim Internal Kontraktor KKS dapat melakukan peninjauan ke fasilitas pendukung Penyedia Barang/Jasa. Panitia Pengadaan/Tim Internal Kontraktor KKS melakukan verifikasi dokumen Prakualifikasi yang disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa. 3. PENILAIAN KUALIFIKASI Penilaian kualifikasi dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan Penyedia Barang/Jasa dalam bidang administrasi. Panitia Pengadaan/Tim Internal Kontraktor KKS melakukan penilaian kualifikasi dengan cara melakukan penilaian kompetensi dan/atau kemampuan Penyedia Barang/Jasa berdasarkan dokumen Prakualifikasi yang disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa.1. waktu dan tempat yang telah ditentukan.1.6. Pelaksanaan Prakualifikasi dilakukan oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal dan dapat dibantu oleh pihak terkait di dalam lingkungan Kontraktor KKS maupun pihak luar yang independen.4.4. kecuali untuk melengkapi dokumen-dokumen yang telah kadaluwarsa. K3LL.2. Penyedia Barang/Jasa menyampaikan dokumen kualifikasi pada tanggal.1. 3. tidak diharuskan mengikuti proses penilaian kualifikasi. Peserta Pengadaan harus dapat membuktikan dan menjamin kebenaran semua data dalam informasi kualifikasi yang disampaikan.1.

Perjanjian Konsorsium harus mencantumkan kondisi tanggung resiko bersama (jointly liabilities) di antara anggota Konsorsium. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan di papan pengumuman resmi Kontraktor KKS dan/atau memberitahukan secara tertulis kepada peserta pengadaan tentang hasil Prakualifikasi. 3.1.7.1. Selama proses verifikasi dan penilaian kualifikasi.1. maka penilaian kualifikasi dilakukan terhadap keseluruhan kemampuan anggota Konsorsium. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang lulus penilaian kualifikasi kurang dari 3 (tiga).1.13.00 (dua ratus milyar rupiah) atau lebih besar dari US$20. Selanjutnya dilakukan lelang ulang dimulai dengan melakukan pengumuman lelang ulang dan proses Prakualifikasi ulang.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. 3. waktu untuk pengambilan Dokumen Pengadaan dan waktu pelaksanaan pemberian penjelasan. Penambahan dokumen oleh Penyedia Barang/Jasa tidak dikategorikan sebagai Post-Bidding. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi maupun meminta tambahan dokumen yang dipersyaratkan pada dokumen kualifikasi dalam waktu yang telah ditentukan. pelelangan dinyatakan gagal. 143 . dengan ketentuan kriteria penilaian yang digunakan sama atau lebih tinggi dari kriteria penilaian yang disyaratkan.000.000.8. 3.00 (dua puluh juta dolar Amerika Serikat).9. 3. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat daftar Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus Prakualifikasi. BPMIGAS dapat menyatakan ketidaksetujuan atas hasil penilaian Prakualifikasi dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari kerja setelah tanggal pelaksanaan konsultasi pertama. Untuk pekerjaan yang sejenis.1.10. 3.1. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa mendaftar sebagai Konsorsium.12.1.000. 3. Konsultasi dilakukan sebelum hasil penilaian diumumkan.000.11.000. Penyedia Barang/Jasa dapat menambahkan dokumen yang diminta maupun tidak diminta oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. dapat digunakan hasil penilaian dari Kontraktor KKS lain yang telah dilakukan dalam waktu 2 (dua) tahun terakhir. Kontraktor KKS dalam tahap produksi wajib mengkonsultasikan hasil penilaian kualifikasi ke BPMIGAS apabila perkiraan nilai pengadaan lebih besar dari Rp200.

Penyedia Barang/Jasa yang dinyatakan lulus penilaian kualifikasi diundang untuk mengambil Dokumen Pengadaan sesuai waktu yang ditetapkan. Pertanyaan tentang ketidaklulusan pada tahap Prakualifikasi. Pertanyaan diajukan secara tertulis kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal dan ditandatangani oleh pejabat Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kewenangan untuk menandatangani penawaran.16.1.000.1. kecuali apabila salah satu atau lebih calon peserta pelelangan mengundurkan diri sehingga jumlah calon peserta pelelangan menjadi kurang dari 3 (tiga). Pada proses pelelangan ulang. 3.1. Penyedia Barang/Jasa yang telah lulus penilaian kualifikasi dan diundang atau mendaftar kembali tidak perlu mengikuti tahap Prakualifikasi ulang. Hasil penilaian kualifikasi dengan cara ini hanya berlaku untuk pekerjaan yang telah ditetapkan sejak sebelum pelaksanaan Prakualifikasi dan berlaku hanya untuk masa tidak lebih dari 2 (dua) tahun.000. 3.1.000. bagi rencana pengadaan pekerjaan yang bersifat kompleks dan bernilai lebih dari Rp1. 144 . Hasil penilaian Prakualifikasi harus mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah pengumuman hasil Prakualifikasi.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. sebelum diumumkan.00 (seratus juta dolar Amerika Serikat). 3. hanya dapat diajukan oleh Penyedia Barang/Jasa yang tidak lulus penilaian kualifikasi.000. Pada Kontraktor KKS tahap produksi. Pelaksanaan Prakualifikasi dengan cara ini harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari BPMIGAS. Selama masa tunggu pelaksanaan pelelangan tersebut tidak dimungkinkan adanya penambahan calon peserta pelelangan baru.14.17. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang peserta yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi atau menanggapi secara tertulis pertanyaan tentang ketidaklulusan pada tahap Prakualifikasi paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah diterimanya pertanyaan. proses Prakualifikasi dapat dilaksanakan sebelum pelaksanaan pelelangan.Buku Kedua .15. Proses pelelangan dilanjutkan setelah Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan klarifikasi dan hasilnya dicatat dalam berita acara klarifikasi atau setelah tanggapan tertulis dikirimkan kepada peserta yang bersangkutan.000.00 (satu trilliun rupiah) atau lebih dari US$100.

3.2.2. Konsultasi dilakukan sebelum pengumuman calon pemenang pengadaan.2. Penilaian kualifikasi dilaksanakan terhadap 3 (tiga) penawaran dengan peringkat penawaran harga terbaik berdasarkan hasil evaluasi harga. 145 . 3. 3. PASCAKUALIFIKASI Pada dasarnya penilaian kualifikasi pada proses pascakualifikasi sama seperti penilaian pada proses Prakualifikasi.3. 3. 3.00 (dua puluh juta dolar Amerika Serikat).2. Penilaian kualifikasi didasarkan pada dokumen persyaratan kualifikasi yang diserahkan bersamaan dengan dokumen penawaran harga.1.000.000. Pada proses evaluasi pascakualifikasi tidak diperbolehkan menyampaikan tambahan dokumen atau mengganti dokumen yang telah diserahkan sebagai bagian dari dokumen penawaran. BPMIGAS dapat menyatakan ketidaksetujuan atas hasil penilaian kualifikasi dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari kerja setelah tanggal pelaksanaan konsultasi pertama.6. Semua data dalam informasi kualifikasi yang disampaikan oleh peserta pelelangan harus dapat dibuktikan dan dijamin kebenarannya oleh peserta pengadaan. Kontraktor KKS mengkonsultasikan hasil penilaian kualifikasi ke BPMIGAS apabila perkiraan nilai pengadaan lebih besar dari Rp200. 3.2. sebagaimana diatur dalam angka 14.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. dalam bab ini.4.7. 3.2.5.000. Apabila Penyedia Barang/Jasa melakukan hal tersebut.00 (dua ratus milyar rupiah) atau lebih besar dari US$20.000.2. Pertanyaan tentang ketidaklulusan terhadap hasil penilaian pascakualifikasi dikategorikan sebagai sanggahan terhadap proses pengadaan. dikategorikan sebagai post-bidding.2.2.

2. pemberian penjelasan dilakukan apabila dianggap perlu.Buku Kedua .2. Dalam pelaksanaan pengadaan jasa dengan nilai sampai dengan Rp1.1.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat).00 (satu milyar rupiah) atau dengan nilai sampai dengan US$100. serta diberikan kepada semua peserta pelelangan sebagaimana diatur pada angka 4.000.5. Peninjauan lapangan tempat pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan berdasar kesepakatan antara Panitia Pengadaan dengan peserta pengadaan. Dalam hal pemberian penjelasan (prebid meeting) tidak dilakukan dan Penyedia Barang/Jasa memerlukan penjelasan. Penjelasan mengenai Dokumen Pengadaan diberikan secara jelas agar dapat dimengerti. Penjelasan mengenai Dokumen Pengadaan dilakukan sekurangkurangnya oleh 2 (dua) orang anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal dan dapat dibantu oleh pihak terkait di dalam lingkungan Kontraktor KKS maupun pihak ketiga yang independen. dengan dihadiri sekurangkurangnya 1 (satu) Wakil Penyedia Barang/Jasa. Berita acara penjelasan ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal yang hadir dan seluruh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir.4. 4.2.2. Hasil pemberian penjelasan terhadap Dokumen Pengadaan dan keterangan lainnya. 146 4.6.3. 4. dengan mempertimbangkan risiko teknis. pada bab ini. K3LL atau kompleksitas lingkup kerja/spesifikasi.000. Peserta yang mendaftar pada pengadaan dengan sistim pascakualifikasi. termasuk perubahannya. dibuatkan berita acara yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan. yang dinyatakan lulus penilaian 4. Pada kesempatan tersebut. 4. 4. dapat meminta secara tertulis paling lambat 4 (empat) hari kerja sebelum tanggal penutupan pemasukan dokumen penawaran.000.000. Pemberian penjelasan tentang Dokumen Pengadaan diberikan oleh Panitia Pengadaan/ Tim Internal kepada: Peserta pelelangan Prakualifikasi. 4. di tempat dan pada waktu yang telah ditentukan. atau dalam pengadaan barang.1. PEMBERIAN PENJELASAN 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.2. Penyedia Barang/Jasa dapat menanyakan hal-hal yang diperlukan sehubungan dengan Dokumen Pengadaan dan pelaksanaan pelelangan. .

4. Ketentuan dimaksud diatur dalam Dokumen Pengadaan. 147 .7. Rapat penjelasan dapat dilakukan lebih dari 1 (satu) kali sesuai kebutuhan.9. Dalam hal terjadi perubahan isi Dokumen Pengadaan dan/atau penjelasan tambahan setelah rapat penjelasan.8. Panitia Pengadaan/Tim Internal menerbitkan adendum Dokumen Pengadaan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan dan harus diberitahukan kepada peserta lelang yang memenuhi syarat. Kontraktor KKS dapat mengatur secara khusus mengenai kewajiban peserta pengadaan untuk hadir dan kriteria Wakil Penyedia Barang/Jasa yang harus hadir.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. 4. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat mempertimbangkan untuk tidak melaksanakan rapat pemberian penjelasan. 4. namun harus tetap dalam batasan waktu yang telah direncanakan.10. Dalam hal terjadi lelang ulang dan tidak terdapat peserta lelang yang baru.

2. Protes harus diajukan secara tertulis dengan melampirkan buktibukti yang mendukung keberatan tersebut. 5.4. 5. Protes adalah keberatan Penyedia Barang/Jasa yang diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja sebelum hari terakhir masa pemasukan dokumen penawaran.6. Apabila materi protes benar. Permintaan klarifikasi. 5.1. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan perbaikan atas dokumen dan/atau proses pelelangan. pertanyaan maupun keberatan yang diajukan peserta pengadaan sehubungan dengan angka-angka di atas diperlakukan sebagai protes.1.Buku Kedua . Praktek korupsi. kolusi dan nepotisme (KKN) antar peserta pengadaan.5. Proses pengadaan dilanjutkan: 5.2.6. 5. PROTES 5. Apabila diyakini bahwa protes tersebut tidak benar.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. Protes hanya dapat diajukan terhadap adanya: 5. atau 5.3.5.6. Setelah dilakukan pertemuan klarifikasi atau tanggapan atas protes telah disampaikan kepada peserta pengirim protes. 148 . selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari kerja setelah diterimanya surat protes.6. 5.3.3. dan proses pengadaan dilanjutkan setelah diyakini bahwa protes tersebut tidak benar.1.2. 5. antara peserta pengadaan dengan anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau dengan Pejabat Berwenang. Panitia Pengadaan/Tim Internal memberikan tanggapan tertulis atau mengadakan pertemuan Klarifikasi.1. 5. Setelah dilakukan perbaikan atas dokumen dan/atau proses pengadaan.2. dan 5. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak akan menanggapi protes yang tidak memenuhi ketentuan tersebut di atas. kriteria. 5.3.5. Tanggapan atas protes: 5.5. Penyimpangan isi dokumen dan proses lelang terhadap peraturan dan ketentuan pengadaan barang/jasa dan/atau perundangan yang berlaku.3.3. 5. atau prosedur pengadaan yang mengarah kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa atau jenis produk tertentu.3. Persyaratan.

149 .7. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi. Apabila ternyata protes yang diajukan tidak sesuai dengan ketentuan di atas dan/atau tidak disertai dengan bukti-bukti dan/atau materi protes tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh penyanggah. Kepada pemrotes tersebut dikenakan sanksi tidak dapat mengikuti aktifitas pengadaan selama 12 (dua belas) bulan pada Kontraktor KKS yang bersangkutan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.

3. Perincian perhitungan nilai TKDN. 4. maka yang digunakan adalah nilai dalam huruf yang tercantum dalam surat penawaran. huruf dan perincian ketiga-tiganya berbeda. syarat administratif.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. 2. DOKUMEN PENAWARAN Dokumen penawaran disampaikan dalam sampul tertutup terdiri dari surat penawaran harga.1. Dalam surat penawaran harga harus dicantumkan penawaran dengan jelas dalam angka dan huruf.1. uraian penawaran teknis. dilengkapi dengan rincian TKDN barang dan jasa dimaksud. yang dinyatakan dalam formulir SC-12A (barang).1. Apabila nilai penawaran yang dinyatakan dalam angka dan yang dinyatakan dalam huruf sama.1. nilai 6. 6. 2. Surat jaminan penawaran sesuai ketentuan yang berlaku.4. maka penawaran dinyatakan diskualifikasi. Apabila terdapat perbedaan antara pernyataan dalam angka dengan pernyataan dalam huruf. 1. 150 .Buku Kedua .2. Dalam hal tidak ada perincian penawaran. 6.1. Surat Penawaran Harga: 6. uraian penawaran harga dan dokumen pendukung.1. Apabila nilai penawaran dalam angka. 3. Harga dan nilai penawaran bersifat pasti dan mengikat. maka yang digunakan adalah nilai dalam surat penawaran. Surat penawaran harus memenuhi ketentuan yang diatur dalam Dokumen Pengadaan dan bermeterai cukup. Jumlah yang tertera dalam angka harus sesuai dengan jumlah yang tertera dalam huruf. 6. 5. SC-12B (Jasa Lainnya) atau SC12C (gabungan). bertanggal serta ditandatangani oleh pimpinan perusahaan yang berwenang sesuai akte pendirian/perubahan atau oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa. namun berbeda dengan jumlah nilai dalam perincian. maka nilai penawaran yang digunakan adalah nilai yang sesuai dengan yang dinyatakan dalam perincian penawaran. Surat penawaran harga harus dilampiri dengan: 1.

Dokumen kelengkapan Dokumen Pengadaan. 6.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 6.3. Dalam hal pemasukan penawaran menggunakan sistim 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap. dilengkapi dengan rincian TKDN barang dan jasa dimaksud. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan ditetapkan sebagai calon pemenang. antara lain: Spesifikasi teknis barang/jasa termasuk merek dan tipe barang/ peralatan yang ditawarkan merupakan penawaran yang pasti. Komitmen persentase penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri.2. dan merupakan bagian dari persyaratan administratif dan penawaran teknis (sampul pertama). 6. Pada pelelangan dengan Prakualifikasi.3. 6. dokumen kualifikasi tidak perlu lagi dilampirkan dalam dokumen penawaran. SC-12B (Jasa Lainnya) atau SC-12C (gabungan).1.3. Dalam pekerjaan jasa konstruksi yang bersifat kompleks dapat ditetapkan bahwa merek dan type peralatan akan ditetapkan pada tahap penyusunan rancang bangun rinci (detail engineering design) dengan mengacu pada merek-merek dan type-type yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan dan/atau dokumen penawaran.5. 6.3. lainnya yang disyaratkan dalam Surat pernyataan tentang kebenaran dari isi dokumen penawaran dari pimpinan perusahaan Penyedia Barang/Jasa yang berwenang sesuai akte pendirian/perubahan atau oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa. Dokumen yang berkaitan dengan program K3LL.4. 6. Dokumen administrasi dan dokumen kelengkapan lainnya yang wajib dilampirkan sebagai persyaratan administratif sesuai dengan yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. hal ini tidak dikategorikan sebagai postbidding. yang dinyatakan dalam formulir SC-12A (barang).2.3. pernyataan TKDN barang dan pernyataan komitmen TKDN jasa dinyatakan dalam persentase tanpa nilai.4. Dokumen penawaran teknis dan dokumen pendukung penawaran teknis. 6. 151 . 6.3. sebelum penunjukan pemenang harus melengkapi dokumen-dokumen persyaratan kualifikasi yang sudah habis masa berlakunya.

7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. antara lain surat jaminan penawaran. dokumen penawaran teknis dan dokumen penawaran komersil serta dokumen pendukung yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. 7. Masing-masing sampul tertutup dengan perekat. Di bagian depan sampul tersebut hanya boleh dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal yang ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. 152 . 7. Pada bagian depan sampul ini ditulis ”Data Administrasi dan Teknis”.3.2.1. Sampul I (pertama) berisi kelengkapan data administrasi dan penawaran teknis serta dokumen pendukung yang disyaratkan. Sampul II (kedua) berisi penawaran harga berikut perinciannya. Sistim Satu Sampul: Sistim ini dianjurkan untuk dilakukan pada pengadaan barang/jasa dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang sudah jelas dan diperkirakan sebagian besar Penyedia Barang/Jasa yang diundang untuk memasukkan penawaran akan mampu melaksanakan pekerjaan tersebut.1.1. Sistim Dua Sampul Sistim ini dianjurkan untuk pekerjaan yang lingkup kerja dan/atau spesifikasi teknisnya sudah pasti namun memerlukan evaluasi teknis yang mendalam. 7.1. 7.2.2. Pemasukan dokumen penawaran menggunakan satu sampul coklat polos yang berisi surat penawaran harga. yaitu dengan sistim satu sampul. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN: Pemasukan dokumen penawaran menggunakan sampul tertutup dengan perekat. Sistim yang dipilih harus dinyatakan dengan jelas dalam Dokumen Pengadaan dan dijelaskan pada waktu pemberian penjelasan.2.1. Pada bagian depan sampul ini ditulis “Data Harga Penawaran”. dua sampul atau dua tahap.1.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan salah satu dari tiga tata cara pemasukan dokumen penawaran. 7. 7. serta dokumen pendukung yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan.4. 7.2.2. Pemasukan dokumen penawaran menggunakan satu sampul penutup coklat polos yang berisi sampul I (pertama) dan sampul II (kedua).3. 7. Dalam proses ini tidak boleh dilakukan negosiasi teknis dan/atau penambahan dokumen penawaran. dokumen kelengkapan data administrasi. judul dan nomor pengadaan dimaksud.Buku Kedua .

3. 153 .2.3. Pada tahap II (kedua) disampaikan dalam sampul tertutup penawaran harga berikut perinciannya serta dokumen pendukung yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. 7. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. Dokumen penawaran yang disampaikan setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup. Pada bagian depan sampul ini ditulis ”Data Administrasi dan Teknis”.3. Pada tahap I (pertama) dimasukkan dalam sampul tertutup. Sistim Dua Tahap: Sistim ini dianjurkan dalam pengadaan Pekerjaan Bersifat Kompleks. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan.4.2. kelengkapan data administrasi. Pejabat Berwenang atau pekerja Kontraktor KKS. Pemasukan dokumen penawaran pada sistim ini dilakukan dengan dua tahap. judul dan nomor pengadaan dimaksud.1.3. penawaran teknis serta dokumen pendukung yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. judul dan nomor pengadaan serta dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.5. 7. 7. 7. Di bagian depan sampul penutup hanya boleh dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal yang ditentukan dalam Dokumen Pengadaan. 7. antara lain perincian perhitungan nilai TKDN dan surat jaminan penawaran.5. Harga penawaran tersebut dikalkulasikan berdasarkan penawaran teknis dan syarat lainnya yang telah disepakati pada proses evaluasi dan/atau negosiasi tahap I (pertama). Pada bagian depan sampul ini ditulis “Data Harga Penawaran”. Dokumen penawaran disampaikan kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal pada waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam IKPP/ITB.3. 7. melalui Sub Panitia Administrasi atau melalui pos atau jasa kurir. Dokumen penawaran disampaikan oleh Penyedia Barang/Jasa kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal secara langsung. judul dan nomor pengadaan dimaksud serta dicantumkan alamat Panitia Pengadaan/Tim Internal. menggunakan sistim desain yang tidak/belum standar sehingga mungkin akan banyak memerlukan penyesuaian teknis. tidak dapat diterima dan dinyatakan tidak mengajukan penawaran. Penyampaian dokumen penawaran dilarang ditujukan kepada atau dititipkan melalui anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal.

154 8. bahwa waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup serta dilanjutkan dengan pembukaan dokumen penawaran.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. Pembukaan penawaran dilakukan dalam suatu rapat yang dihadiri oleh sekurangkurangnya 2 (dua) orang anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. Pembukaan dokumen penawaran dapat dilakukan apabila terdapat sekurang-kurangnya 3 (tiga) Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran. 8. Penyampaian jaminan penawaran asli setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup.Buku Kedua .3. 8. dibuat berita acara lelang gagal beserta justifikasinya.2. apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu).7. tidak termasuk Penyedia Barang/Jasa yang mengundurkan diri. dan dihadiri sekurang-kurangnya 1 (satu) peserta lelang.2.6. Pemilihan langsung kepada peserta pengadaan yang memasukkan penawaran. Pada waktu pembukaan penawaran. Apabila jumlah penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) dan diketahui secara luas bahwa Penyedia Barang/Jasa yang ada memang kurang dari 3 (tiga). apabila penawaran yang masuk hanya 2 (dua). 8. Selanjutnya proses pengadaan dilanjutkan dengan cara: 8. peserta lelang diberikan kesempatan untuk melihat penawaran peserta lelang lainnya dan diijinkan untuk membuat catatan. 8. atau 8. tidak dapat lagi diterima susulan. perubahan atau tambahan dokumen penawaran.1. Setelah waktu penyampaian dokumen penawaran ditutup. Panitia Pengadaan/Tim Internal menyatakan di hadapan para Penyedia Barang/Jasa yang hadir. diijinkan jika diatur dalam Dokumen Pengadaan. 8. Dalam hal ini di dalam sampul penawaran harga harus disertakan fotocopy jaminan penawaran. Pada waktu yang telah ditentukan dalam Dokumen Pengadaan dilakukan pembukaan penawaran. dalam batasan waktu yang ditentukan oleh Panitia Pengadaan /Tim Internal.6. kecuali untuk memenuhi kekurangan nilai meterai dan tanggal.5. . Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat dan di tempat pembukaan pelelangan oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. Penunjukan langsung kepada peserta pengadaan yang memasukkan penawaran. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan penawaran.1.4.6. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN: 8.

Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul penutup yang berisi sampul-I (pertama) dan sampul-II (kedua) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa. 8. 8.9. Berita acara pembukaan dokumen penawaran cukup ditandatangani oleh anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. melaksanakan pembukaan sampul dokumen penawaran di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa.1.10. Apabila dalam sampul-I (pertama) terdapat dokumen komersial atau dokumen pendukung penawaran harga. teknis. 8. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN SISTIM DUA SAMPUL 8. ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal yang hadir dan oleh minimal 1 (satu) Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir. maka pembukaan penawaran tetap dilaksanakan.1. Dokumen kelengkapan persyaratan administrasi. Pembukaan dokumen penawaran ditunda sekurang-kurangnya 1 (satu) hari kerja.10.11.3. harga.11. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul-I (pertama) dan memeriksa kelengkapan persyaratan administrasi dan teknis dari semua penawaran yang masuk dan mencatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran sampulI (pertama). setelah dibacakan atau diperlihatkan kepada Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir. PEMBUKAAN SAMPUL DOKUMEN PENAWARAN SISTIM SATU Panitia Pengadaan/Tim Internal.10. penawaran dinyatakan diskualifikasi.2. Berita acara. 8. Copy berita acara diberikan kepada seluruh peserta lelang. Dalam hal tidak terdapat Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir: 8. 8.8.11.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 8. 8. 8.9.11.1.2. 8.2. Apabila sampai waktu yang ditentukan peserta lelang tidak ada yang hadir. komitmen penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta jaminan penawaran dari semua penawaran diperiksa kelengkapannya dan dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran.9. 155 . Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat dan membacakan berita acara pembukaan dokumen penawaran.

Copy berita acara. Sampul II (kedua) dari penawaran yang tidak lulus evaluasi administrasi dan/atau teknis. diberikan kepada peserta lelang. tidak dibuka dan kepada peserta lelang yang bersangkutan diminta untuk mengambil sampul tersebut dalam batas waktu yang ditentukan. Bila tidak diambil dalam batas waktu yang ditentukan. PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN SISTIM DUA TAHAP 8. Panitia Pengadaan/Tim Internal harus menanggapi sanggahan sebagaimana diatur pada angka 14.12.5. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak bertanggungjawab terhadap keberadaan dokumen tersebut. Peserta lelang yang penawarannya lulus atau memenuhi persyaratan evaluasi administrasi dan teknis.11.11.11.11. Tahap I (pertama) 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8.11. Sampul II (kedua) disimpan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan akan dibuka apabila penawaran yang bersangkutan dinyatakan lulus/memenuhi persyaratan administrasi dan teknis. Copy berita acara. Dalam hal peserta pengadaan mengajukan sanggahan atas hasil evaluasi administrasi dan teknis.6.9. dibacakan besaran TKDN. 8.7. 8. 8.Buku Kedua .12. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul II (kedua) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang diundang. 2.11. Selanjutnya dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran sampul II (kedua). 8. 8. bab ini.4. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul tahap-I (pertama) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa. Hasil evaluasi sampul I diumumkan di papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan secara tertulis kepada peserta pengadaan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal pada hari dan tanggal yang sama. diberikan kepada peserta lelang yang penawaran harganya dibuka. diundang untuk hadir pada pembukaan penawaran sampul II (kedua).1. Dokumen penawaran diperiksa kelengkapannya dan dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran. Dokumen penawaran harga diperiksa kelengkapannya. nilai jaminan penawaran dan harga penawaran.8. 156 . 8.

Hasil evaluasi tahap-I diumumkan di papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan kepada peserta pengadaan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal pada hari dan tanggal yang sama.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal yang bertugas membuka sampul penawaran tahap-II (kedua) di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang hadir. Peserta lelang yang lulus evaluasi tahap-I diundang untuk memasukkan penawaran harga dan dokumen kelengkapannya.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. Kelengkapan dokumen penawaran diperiksa dan dibacakan besaran TKDN. 4. 157 . proses pelelangan dilanjutkan. Tahap II (kedua) 1. 8. serta dicatat dalam berita acara pembukaan dokumen penawaran tahap-II (kedua). 6. 2. diberikan kepada peserta lelang. Copy berita acara. Apabila penawaran yang lulus tahap-I (pertama) hanya 1 (satu). bab ini. 3. Dalam hal peserta pengadaan mengajukan sanggahan atas hasil evaluasi administrasi dan teknis. nilai jaminan penawaran dan harga penawarannya. 5.12. maka pelelangan dinyatakan gagal. Panitia Pengadaan/Tim Internal harus menanggapi sanggahan sesuai diatur pada dalam angka 14. sedangkan yang memasukkan penawaran tahapII (kedua) hanya 1 (satu) atau penawaran tahap ke-II (kedua) yang memenuhi syarat hanya 1 (satu). Apabila penawaran yang lulus tahap-I (pertama) lebih dari 1 (satu).

13.1. PENAWARAN TIDAK MEMENUHI SYARAT Penawaran dinyatakan tidak memenuhi syarat (diskualifikasi) apabila tidak memenuhi persyaratan administrasi atau ketentuan penyampaian dokumen penawaran seperti yang disyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. atau 5. 158 . Dalam hal menggunakan sistim dua sampul. Tidak terdapat daftar rincian kuantitas dan/atau harga satuan (khusus untuk Kontrak harga satuan).2.5. atau 6. data penawaran harga dimasukkan dalam sampul-I (pertama).13. Jaminan Penawaran tidak Dokumen Pengadaan. data penawaran harga dimasukkan dalam sampul tahap-I (pertama). kecuali ditetapkan lain dalam Dokumen Pengadaan. Tidak ditanda-tangani oleh pejabat yang menurut perjanjian Konsorsium/kerjasama berhak mewakili Konsorsium/ kerjasama tersebut.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. Tidak ditanda-tangani oleh pimpinan/direksi peserta lelang yang mempunyai kewenangan seperti yang tercantum dalam akte pendirian/perubahannya atau yang diberi kuasa. atau 2.13. atau 4.Buku Kedua . 8. Berkas penawaran disampaikan melalui atau ditujukan kepada individu anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. atau 3. Dalam hal menggunakan sistim dua tahap.13. atau perubahan urutan penawaran. atau mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi kurang dari yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. memenuhi ketentuan dalam 8. dan/atau perubahan nilai jaminan penawaran sebagai akibat pelaksanaan koreksi aritmatik tersebut di atas.13. Jaminan Penawaran tidak dimasukkan dalam sampul penawaran harga. Penyedia Barang/Jasa tidak menyetujui nilai total penawaran harga sebagai hasil koreksi aritmatik. Pejabat Berwenang atau pekerja Kontraktor KKS. 8. Tidak mencantumkan masa berlaku penawaran. Dalam hal surat penawaran: 1.13. 8.3. sebagai berikut: 8.

EVALUASI PENAWARAN Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi administrasi. 9. 9.4. atau melakukan perubahan penawaran sesudah pembukaan dokumen penawaran. 9.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. 9. kecuali sebagai tindak lanjut dari Klarifikasi dan negosiasi untuk tahap-I (pertama) pada sistim dua tahap. teknis dan harga.1. penelitian atas pemenuhan persyaratan kualifikasi merupakan bagian dari evaluasi administrasi. Panitia Pengadaan/ Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi dan verifikasi teknis tanpa mengubah. Apabila Peserta lelang melakukan penambahan atau pengurangan atau perubahan penawaran. Pada tahap-I (pertama) sistim dua tahap.2. Evaluasi penawaran dilaksanakan dengan urutan. 9. evaluasi penawaran teknis (evaluasi teknis) dan evaluasi penawaran harga (evaluasi harga). Dalam hal menggunakan sistim pascakualifikasi. 9. Penilaian kualifikasi dilaksanakan setelah tahap evaluasi harga diselesaikan. namun tidak diijinkan untuk mengubah materi penawaran dan tidak melakukan sesuatu yang bersifat Post Bidding. 159 .7. Peserta lelang tidak diperbolehkan menambah atau mengurangi dokumen penawaran yang sudah diserahkan. Panitia Pengadaan/ Tim Internal tidak diperkenankan menambah atau mengurangi Dokumen Pengadaan termasuk kriteria dan tata cara evaluasi. menambah atau mengurangi penawaran teknis sehingga penawaran yang semula tidak memenuhi persyaratan teknis minimal menjadi memenuhi persyaratan. 9.3. Negosiasi teknis hanya dapat dilakukan kepada penawaran yang memenuhi persyaratan teknis minimal dan harus dibatasi pada hal-hal yang merupakan rincian atau komponen pendukung.5. maka penawarannya dinyatakan diskualifikasi. Pada pemasukan penawaran yang menggunakan sistim 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap. dimulai dengan evaluasi persyaratan administrasi (evaluasi administrasi).6. Setelah pembukaan dokumen penawaran. penelitian atas pemenuhan persyaratan kualifikasi merupakan bagian dari evaluasi administrasi penawaran harga.

kondisi pelaksanaan pekerjaan dan/atau kondisi penyerahan barang. dan harus dapat dijamin kebenarannya oleh peserta pengadaan yang bersangkutan dan masih berlaku. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan Klarifikasi.9.9. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. EVALUASI ADMINISTRASI. 4.4. Isi dari dokumen yang diserahkan oleh peserta pengadaan dipastikan benar. Tata cara evaluasi dan faktor-faktor yang dinilai pada evaluasi teknis harus sesuai dengan yang ditetapkan pada Dokumen Pengadaan. Memenuhi syarat-syarat administrasi yang telah ditentukan dalam Dokumen Pengadaan harus diserahkan.8. Jenis dan uraian pekerjaan. 160 . 9.Buku Kedua . 9. 9. 9.3. EVALUASI TEKNIS. Persentase TKDN barang dan/atau persentase komitmen TKDN jasa. 3. Spesifikasi teknis dan gambar-gambar teknis.2.8. Jenis. peralatan dan tenaga kerja yang akan digunakan.9.9. 5. Penawaran alternatif berupa penawaran yang mengandung perbedaan dengan penawaran utama dalam segi spesifikasi teknis. 9.8. Pemenuhan syarat-syarat khusus dalam pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 2. Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi apabila: 1. kualitas dan jumlah bahan. 9. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan evaluasi atas aspek-aspek teknis penawaran antara lain: 1.1. 9.2.1. Terhadap penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi selanjutnya dilakukan evaluasi teknis. Evaluasi Penawaran Alternatif : 1.9. Apabila pada evaluasi teknis terdapat hal-hal yang kurang jelas atau meragukan.

Nilai jaminan penawaran harus memenuhi ketentuan perhitungan berdasarkan nilai penawaran tertinggi di antara penawaran yang dimasukkan. 3. penawaran dinyatakan diskualifikasi. maka: a. Hanya satu penawaran di antara penawaran utama atau alternatif dapat ditetapkan menjadi salah satu calon pemenang pengadaan. maka: a. b. Dalam penawaran harga. diperlakukan sama seperti angka 9. Jumlah penawaran alternatif yang dapat disampaikan peserta pengadaan dibatasi berdasar pertimbangan kewajaran. Penyedia Barang/ Jasa tidak diizinkan memasukkan kondisi teknis atau persyaratan penyerahan barang/jasa selain yang telah dinyatakan lulus pada tahap evaluasi teknis atau yang telah disepakati dalam tahap negosiasi teknis. c. Penawaran yang bersangkutan tidak dinyatakan diskualifikasi. Pada pelelangan dengan menggunakan sistim pemasukan penawaran 2 (dua) sampul dan 2 (dua) tahap. f. namun Penyedia Barang/Jasa memasukkan penawaran alternatif. di atas. d.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.3. Apabila dalam Dokumen Pengadaan tidak diperbolehkan memasukkan penawaran alternatif namun Penyedia Barang/Jasa mengajukan penawaran alternatif. 4. status lulus atau tidak lulus penawaran utama dan/atau penawaran alternatif dinyatakan pada pengumuman hasil evaluasi administrasi dan teknis.4. Penawaran yang dievaluasi adalah penawaran utama. Apabila dalam Dokumen Pengadaan diijinkan adanya pemasukan penawaran alternatif. Penawaran utama harus dinyatakan atau diberi identitas secara jelas.9. Apabila Dokumen Pengadaan tidak menyebutkan perihal penawaran alternatif. Semua penawaran alternatif dievaluasi dengan perlakuan yang sama seperti penawaran utama. b. e. sedangkan penawaran alternatif tidak dievaluasi. 161 . c. Penawaran harga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penawaran teknis utama atau alternatif. Apabila tidak diberi identitas secara jelas.

Dalam hal pengecualian/penawaran bersyarat diperbolehkan dalam Dokumen Pengadaan : a. maka penawaran dari Penyedia Barang/Jasa yang mengajukan pengecualian/penawaran bersyarat dinyatakan diskualifikasi.5. d. 3. Semua pengecualian/penawaran bersyarat dalam penawaran harus dijelaskan pada lembar khusus dan harus mudah diketahui keberadaannya oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal serta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen penawaran. Apabila Penyedia Barang/Jasa menempatkan pengecualian dan/atau permintaan dalam penawarannya di luar lembar tersebut. Dalam evaluasi tahap-I (pertama).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. penawaran tersebut dinyatakan diskualifikasi. c. Penawaran bersyarat hanya dapat diizinkan pada pelelangan yang menggunakan pemasukan penawaran sistim 2 (dua) tahap dan hanya untuk penawaran teknis termasuk syarat-syarat dan kondisi (terms & conditions) penawaran. b. 162 .9. 2. Dalam hal pada Dokumen Pengadaan dinyatakan tidak diperbolehkan mengajukan pengecualian/penawaran bersyarat. pengecualian/ penawaran bersyarat yang ditawarkan harus sudah ditentukan diterima atau ditolak. namun Penyedia Barang/Jasa memasukkan pengecualian/penawaran bersyarat. dan/atau negosiasi teknis atas pengecualian dan/atau persyaratan yang diajukan oleh Penyedia Barang/Jasa. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi. maka penawaran dari Penyedia Barang/Jasa yang mengajukan pengecualian/penawaran bersyarat dinyatakan diskualifikasi.Buku Kedua . Apabila Dokumen Pengadaan tidak menyebutkan perihal pengecualian/penawaran bersyarat. Evaluasi Penawaran Bersyarat: Dengan Pengecualian/Penawaran 1. verifikasi.

verifikasi dan/atau negosiasi terhadap konsep Kontrak dengan tetap memperhatikan kesempatan (opportunity) dan risiko. untuk kepentingan evaluasi atau sebagai tindak lanjut adanya sanggahan. penawaran yang bersangkutan dinyatakan gugur. Evaluasi Pernyataan TKDN: 1. Dalam hal pada pelelangan ulang yang memasukkan penawaran hanya 1 (satu) dan di dalam penawaran memasukkan pengecualian/penawaran bersyarat yang berbeda dari ketentuan dalam Dokumen Pengadaan. Dalam pengadaan barang: a. penawaran bersangkutan dinyatakan gugur. apabila pernyataan persentase TKDN penawaran teknis kurang dari persyaratan minimal ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. apabila pernyataan persentase TKDN gabungan pada penawaran teknis kurang dari persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Dalam hal diperlukan. pada pengadaan dengan sistem pemasukan penawaran 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap. Peserta pengadaan dapat menyampaikan keberatan kepada Panitia Pengadaan atas TKDN penawaran yang diajukan peserta lainnya. Dalam pengadaan Jasa Pemborongan. 163 .6. Keberatan peserta pengadaan atas TKDN penawaran peserta lain hanya dapat disampaikan sebagai sanggahan: • Atas hasil evaluasi penawaran teknis. Jasa Lainnya atau Konsultansi. Panitia Pengadaan/Tim Internal dapat melakukan Klarifikasi. Atas pengumuman pemenang pengadaan pada sistem pemasukan penawaran 1 (satu) sampul. 9.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Dalam pengadaan barang. Panitia Pengadaan memintakan verifikasi atas pernyataan TKDN barang kepada instansi pemerintah yang membidangi perindustrian atau melakukan verifikasi dengan menggunakan jasa lembaga survey independen yang kompeten di bidangnya. • b. 3.9. Jasa pada yang yang 2.

d. Hasil verifikasi bersifat final dan akan berpengaruh terhadap pelaksanaan evaluasi penawaran harga. . Nilai TKDN seperti yang tertera pada penawaran peserta pengadaan tersebut yang dicantumkan pada Kontrak. dan c. apabila dilakukan untuk kepentingan kewajaran evaluasi penawaran. Pada tahap evaluasi penawaran teknis Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan evaluasi kewajaran pernyataan TKDN dalam penawaran. e. tersebut di atas dicantumkan pada Dokumen Pengadaan. Biaya verifikasi yang timbul dibebankan ke: • Penyanggah. pernyataan TKDN bersifat komitmen yang harus dipenuhi pada tahap pelaksanaan pekerjaan. Pada pengadaan Jasa Pemborongan.Buku Kedua . apabila merupakan tindak lanjut dari adanya sanggahan dan persentase TKDN hasil verifikasi lebih kecil dari persentase TKDN dalam penawaran yang diajukannya. bukan untuk diverifikasi. Apabila: • Hasil verifikasi TKDN sama atau lebih besar dari pernyataan pada penawaran peserta pengadaan. dengan selisih lebih dari 2% (dua persen). 164 c. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pelaksanaan verifikasi merupakan bagian dari evaluasi penawaran dan bukan dikategorikan sebagai post bidding. atau • Peserta tersanggah. nilai TKDN pada penawaran tersebut tetap menjadi dasar evaluasi pengadaan. atau • Biaya operasional Kontraktor KKS. b. • Hasil verifikasi TKDN lebih kecil dari pernyataan pada penawaran peserta pengadaan. Nilai TKDN yang dicantumkan dalam Kontrak adalah nilai TKDN pada penawaran peserta pengadaan yang bersangkutan. TKDN hasil verifikasi tersebut menjadi dasar evaluasi. apabila merupakan tindak lanjut dari adanya sanggahan dan hasil verifikasi menyatakan persentase TKDN yang sama atau lebih besar dari persentase TKDN tersanggah. Ketentuan huruf a. Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi.

9. 9. 9. Pada tahap evaluasi teknis.10.11. 9.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9.8. para pihak tidak boleh melakukan Post Bidding. Hasil evaluasi administrasi dan teknis pada sistim dua sampul dan sistim dua tahap diumumkan di papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. 9.9.10. Evaluasi harga terendah.9. Berdasarkan tata cara evaluasi harga terendah ini. yang diusulkan sebagai calon pemenang pengadaan adalah penawaran dengan HE TKDN terendah atau hasil normalisasi terendah. dan 9.9. maka pelelangan dinyatakan gagal.9.9. Dalam pelaksanaan negosiasi teknis pada pelelangan dengan sistim dua tahap dimungkinkan adanya perubahan materi perincian penawaran dan/atau penambahan dokumen yang mendukung penawaran teknis dan tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. Proses dilanjutkan dengan pemasukan penawaran harga apabila pada pelelangan dengan sistim dua tahap terdapat minimal 2 (dua) penawar yang memenuhi persyaratan teknis.9. 9.8.9. 1.10.1.9.9.7. EVALUASI HARGA : Sistim Evaluasi Harga: Pada dasarnya evaluasi harga menggunakan sistim evaluasi harga terendah. 9. Apabila kondisi tersebut angka 9. 165 .12. Untuk kondisi tertentu dapat digunakan sistim evaluasi biaya selama masa operasi penggunaan tertentu (lifecycle cost) atau evaluasi kinerja dan harga. Pada sistim dua sampul dan sistim dua tahap Panitia Pengadaan/Tim Internal menyusun risalah evaluasi dan hasil evaluasi administrasi dan teknis yang selanjutnya disahkan oleh Pejabat Berwenang. Proses dilanjutkan dengan evaluasi harga apabila pada pelelangan dengan sistim satu sampul dan pada sistim dua sampul terdapat minimal 1 (satu) penawar yang memenuhi persyaratan teknis. di atas tidak terpenuhi. 9.

Evaluasi kinerja dan harga. bukan merupakan nilai Kontrak. Unsur-unsur biaya operasi dan biaya pemeliharaan selama masa operasi harus dinyatakan dalam Dokumen Pengadaan. 2.10. Untuk barang: Biaya per satuan keluaran dihitung dengan cara: Harga penawaran per satuan barang Jumlah keluaran per satuan barang b. 166 . Berdasarkan tata cara evaluasi ini. Evaluasi biaya selama masa operasi penggunaan tertentu (lifecycle cost). c. b. Koreksi aritmatik juga dilakukan apabila diketemukan kesalahan penghitungan persentase dan/atau nilai TKDN pada lembar perhitungan TKDN (form SC-12 A/B/C). meliputi kesalahan penjumlahan. yang diusulkan sebagai calon pemenang pengadaan adalah penawaran dengan hasil penjumlahan terendah dari HE TKDN ditambah Net Present Value (NPV) biaya pengoperasian dan pemeliharaan selama masa penggunaan tertentu (lifecycle cost). a. Metoda ini hanya sesuai untuk digunakan dalam evaluasi barang dengan efektifitas kinerja atau fasilitas penghasil yang jumlah keluarannya dapat dihitung secara matematis. Sistim evaluasi ini digunakan khususnya untuk pengadaan peralatan yang bernilai tinggi.Buku Kedua . Untuk fasilitas penghasil: Biaya per satuan keluaran dihitung dengan cara: Jumlah harga penawaran Jumlah keluaran per periode waktu Koreksi Aritmatik: Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan koreksi aritmatik atas kesalahan hitung yang diketemukan dalam surat penawaran harga dan/atau perinciannya.2. Metoda evaluasi ini dimaksudkan untuk menetapkan penawaran yang menjanjikan harga per satuan keluaran (output) yang terendah. dan perkalian dari volume dengan harga satuan. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. pengurangan. Nilai harga hasil normalisasi hanya digunakan untuk kepentingan evaluasi. d. a.

Apabila Penyedia Barang/Jasa tidak menyetujui nilai total penawaran harga sebagai hasil koreksi aritmatik. Apabila Penyedia Barang/Jasa menerima nilai total penawaran hasil koreksi. Koreksi aritmatik dapat mengubah nilai total penawaran harga atau urutan penawaran menjadi lebih tinggi atau lebih rendah. maka penawarannya dinyatakan diskualifikasi. 9. 3. maka dilakukan koreksi hasil penjumlahan/ pengurangan. 7. Koreksi aritmatik tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. Apabila koreksi aritmatik tersebut mengubah nilai total penawaran harga dan mengakibatkan nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai total penawaran harga hasil koreksi. 4. 8. maka jaminan penawaran harus diganti/ditambah sehingga nilainya menjadi sekurang-kurangnya 1% (satu persen) dari nilai total penawaran harga hasil koreksi. maka penawaran dinyatakan gugur.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Koreksi dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. atau perubahan urutan penawaran. Apabila terjadi kesalahan penghitungan persentase TKDN pada form SC-12 A/B/C. 2. maka Penyedia Barang/Jasa harus memberikan pernyataan persetujuan yang ditandatangani oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa di atas meterai dengan nilai yang cukup. dan/atau perubahan nilai jaminan penawaran sebagai akibat pelaksanaan koreksi aritmatik tersebut di atas. dilakukan koreksi perhitungan. Bilamana Penyedia Barang/Jasa menyatakan tidak bersedia menerima hasil koreksi aritmatik walaupun bersedia memenuhi kewajibannya sesuai penawaran awal. dengan ketentuan nilai komponen dalam negeri tidak boleh diubah. Apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan. maka dilakukan koreksi hasil perkalian dengan ketentuan bahwa harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah. Apabila terjadi kesalahan hasil penjumlahan/pengurangan nilai penawaran. 6. 5. 167 .

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 9. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan klarifikasi dan verifikasi kepada peserta pengadaan terkait untuk mendapatkan keyakinan atas kewajaran harga penawaran. Dilakukan evaluasi terhadap nilai total penawaran. maka penawaran dinyatakan gugur.4. 5. Apabila tanpa dilengkapi dengan penjelasan. dinyatakan gugur.10. Apabila peserta tidak bersedia menerima ketentuan ini. dianggap tidak menawarkan jenis pekerjaan dimaksud dan penawaran dinyatakan diskualifikasi. 9.3. a. Penawaran yang tidak dilengkapi dengan daftar rincian volume dan harga satuan.Buku Kedua . Penawaran yang tidak mencantumkan volume atau volume penawaran tidak sesuai dengan permintaan. kecuali ditetapkan lain dalam Dokumen Pengadaan. 2.5. Pekerjaan tersebut harus tetap dikerjakan sesuai dengan volume yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan. maka volume pekerjaan terkait disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.10. 168 . 3. dan dilakukan koreksi aritmatik apabila ditemukan kesalahan perhitungan. maka: 1. Apabila nilai penawaran salah satu atau beberapa peserta lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE. Ketentuan khusus untuk pelelangan bersifat lumpsum: 1. dengan harga satuan dan nilai total penawaran tetap seperti yang tertera dalam penawaran serta bersifat mengikat.10. 2. dalam dokumen penawaran harus dilengkapi dengan penjelasan. 9. 4. antara lain bahwa jenis pekerjaan tersebut sudah tercakup dalam komponen lain. Jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan. Penyedia Barang/Jasa terkait harus dapat membuktikan kewajaran harga penawaran termasuk harga-harga yang tercantum dalam perincian. Daftar volume dan harga satuan setiap jenis (item) barang/jasa harus diisi dengan penuh dan lengkap. kecuali diizinkan memasukkan penawaran hanya sebagian (partial). Ketentuan khusus untuk pelelangan berbasis harga satuan: 1. Volume dan harga satuan setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran bersifat pasti dan tidak boleh diubah.

10. 2.6. 1. Persentase TKDN yang dinyatakan dalam penawaran harga dan minimal sama dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. maka dalam pelaksanaan Kontrak: a. Dalam hal persentase TKDN atau TKDN gabungan pada penawaran harga lebih kecil dibanding persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. d. Tidak diizinkan untuk mengurangi kualitas maupun kuantitas barang dan/atau pekerjaan. penawaran dinyatakan gugur. 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat analisis tertulis yang mendukung kesimpulan tersebut. digunakan sebagai dasar evaluasi harga. Apabila Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak dapat meyakini kewajaran harga penawaran. 9. c.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. Tidak diizinkan mengurangi komitmen pencapaian TKDN. Evaluasi Harga Dalam Rangka Pendayagunaan Produksi Dalam Negeri. Apabila peserta pengadaan dengan nilai penawaran lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE tersebut ditunjuk sebagai pemenang. dan c. Tidak diizinkan adanya penambahan lingkup kerja (PLK tambah). Apabila kewajaran harga penawaran dapat diyakini. Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal menyelesaikan pekerjaan atau gagal menyerahkan barang sesuai ketentuan dalam Kontrak. 169 . maka penawaran dapat dinyatakan tidak gugur. dan b. penawaran yang bersangkutan dinyatakan gugur. dengan menggunakan rumusan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasarkan pencapaian TKDN. maka Penyedia Barang/ Jasa yang bersangkutan dikenai sanksi kategori hitam. Pada dasarnya evaluasi harga dikaitkan dengan kebijakan mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri.

c.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. Jasa Lainnya atau Jasa Konsultansi. Panitia Pengadaan melakukan Klarifikasi untuk menetapkan nilai komponen bukan biaya. namun sama dengan atau lebih besar dibanding persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Penentuan peringkat pemenang atas penawaran Penyedia Barang/Jasa ditentukan berdasarkan harga evaluasi yang telah memperhitungkan preferensi atas TKDN. 4. Kegiatan ini tidak dikategorikan sebagai Post Bidding. Nilai komponen bukan biaya hasil klarifikasi dikurangkan dari nilai unsur komponen biaya. Panitia menghitung TKDN dan TKDN gabungan hasil klarifikasi berdasar nilai komponen biaya langsung hasil klarifikasi. Dilakukan dalam: • Pengadaan barang Produksi Dalam Negeri yang termasuk dalam kategori wajib dipergunakan dan memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri. 170 . • Pengadaan Jasa Pemborongan. apabila persentase TKDN dalam penawaran harga berbeda dengan persentase TKDN dalam penawaran teknis.Buku Kedua . Dalam hal peserta tidak menyatakan nilai komponen bukan biaya dalam penawaran atau dalam formulir perhitungan TKDN (form SC-12 A/B/C). b. Evaluasi harga dengan menggunakan rumusan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasarkan pencapaian TKDN: a. Jasa Konsultansi dan Jasa Lainnya. maka persentase TKDN dalam penawaran harga digunakan sebagai dasar evaluasi harga dan dicantumkan dalam Kontrak. maka: a. TKDN hasil klarifikasi dipergunakan sebagai dasar evaluasi penawaran harga dan dicantumkan dalam Kontrak. c. d. Pada proses pengadaan dengan sistem 2 (dua) sampul atau 2 (dua) tahap: • Pada pengadaan barang. minimal 8% (delapan persen) terhadap nilai komponen biaya yang dinyatakan dalam formulir SC-12 A/B/C. b.

maka persentase TKDN unsur barang serta persentase TKDN unsur jasa dalam penawaran harga digunakan sebagai dasar evaluasi harga dan dicantumkan dalam Kontrak. d. namun sama dengan atau lebih besar dibanding persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. Urutan dan rumusan penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dalam pengadaan barang produksi masal (mass product) adalah sebagai berikut: HE-TKDN Barang = (100% / (100% + Pb)) x HPb HE PSp Barang HEP Barang = (HE-TKDN Barang) x (100% / (100% + PSpb)) = HE PSp Barang + Komponen Bukan Biaya • e. apabila persentase TKDN gabungan dalam penawaran harga berbeda dengan persentase TKDN gabungan dalam penawaran teknis. = (100% / (100% + Pj)) x HPj = (HE-TKDN Jasa) x (100% / (100% + PSpj)) = HE PSp Jasa + Komponen Bukan Biaya Urutan dan rumusan penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dalam pengadaan gabungan barang dan jasa adalah sebagai berikut: HE-TKDN Gabungan = (HE-TKDN Barang) + (HE-TKDN Jasa) HE PSp Gabungan = {(HE-TKDN Barang) + (HE-TKDN Jasa)} x (100% / (100% + PSpj)) HEP Gabungan = HE PSp Gabungan + Komponen Bukan Biaya 171 . Urutan dan rumusan penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dalam pengadaan Jasa Lainnya dan Jasa Konsultansi adalah sebagai berikut: HE-TKDN Jasa HE PSp Jasa HEP Jasa f.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Pada pengadaan Jasa Pemborongan.

1.41. pedoman ini. tersebut di atas tidak diberlakukan pada pengadaan barang sebagaimana tersebut pada bab III angka 6.000. • Untuk pekerjaan jasa (PSpj).000. dan 7.1.2. mengikuti ketentuan bab III angka 9.10. • 9.000.Buku Kedua .2. Tata cara evaluasi tersebut pada angka 9.2.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat.1.2. mengikuti ketentuan dalam bab III angka 9. mengikuti ketentuan dalam bab III angka 9. Evaluasi harga dengan membandingkan harga penawaran tanpa memperhitungkan preferensi harga dilakukan dalam hal: • Pengadaan barang impor dan pengadaan barang Produksi Dalam Negeri dengan TKDN kurang dari 25% (dua puluh lima persen). pedoman ini.6.00 (satu milyar rupiah) atau setinggi-tingginya US$100. 172 . pedoman ini. Contoh penghitungan harga evaluasi penawaran (HEP) dapat dilihat pada Lampiran CP-001 sampai dengan CP-009 g.10.1. Pb = TKDN x 15% Pj = Preferensi harga jasa.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa • Dengan pengertian: HPb = Komponen biaya langsung dalam penawaran harga barang HPj = Komponen biaya langsung dalam penawaran harga jasa Pb = Preferensi harga barang. Pj = TKDN x 7. Pengadaan barang/jasa dengan nilai setinggitingginya Rp1.7.000.5% PSp = Preferensi status Perusahaan Dalam Negeri: • Untuk pengadaan barang (PSpb). mengikuti ketentuan bab III angka 9. pedoman ini.

3.10.11. Panitia Pengadaan menyusun daftar peringkat 3 (tiga) penawaran terbaik berdasarkan Harga Evaluasi (HE) TKDN atau sebagai hasil normalisasi.8. Apabila akan diterapkan. 9.9. 2. maka penawaran dengan TKDN yang lebih besar ditetapkan untuk menduduki peringkat yang lebih tinggi. menurut tata cara evaluasi harga yang telah ditetapkan. Nilai normalisasi diperhitungkan dengan cara menambahkan seluruh biaya penyetaraan pada HE TKDN. ketentuan dan cara penghitungannya harus dicantumkan dalam Dokumen Pengadaan. Normalisasi 1. 3. Namun apabila Penyedia Barang/ Jasa yang mengajukan persyaratan tertentu tersebut ditunjuk sebagai pemenang pengadaan. Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih penawaran dengan nilai HE TKDN atau hasil normalisasi yang sama.11.1. Penetapan peringkat penawaran dapat dilakukan secara parsial berdasarkan harga terendah untuk setiap jenis (ítem) barang/jasa. maka penawaran dengan nilai atau materi teknis lebih baik ditetapkan untuk menduduki peringkat yang lebih tinggi. PENETAPAN PERINGKAT PENAWARAN 9. maka persyaratan dimaksud dicantumkan dalam Kontrak.11.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. 9. Apabila ternyata TKDN masingmasing juga sama. 4. 9. Nilai hasil normalisasi hanya digunakan untuk kepentingan evaluasi penetapan urutan calon pemenang dan tidak digunakan sebagai nilai pengikatan Kontrak. 173 .2. Persyaratan tertentu yang diajukan dalam penawaran harga tidak diperhitungkan dalam evaluasi.11. dan/atau untuk mengoperasikan fasilitas tertentu. 9. Normalisasi digunakan untuk menyetarakan penawaran harga.10. dan jika persyaratan tersebut akan lebih menguntungkan negara. Berdasarkan hasil evaluasi harga penawaran. Dalam hal peserta yang memasukkan penawaran dan memenuhi persyaratan kurang dari 3 (tiga) maka daftar peringkat penawaran berisikan semua penawaran yang masuk dan memenuhi persyaratan. Nilai penawaran disetarakan dengan memperhitungkan keseluruhan biaya nyata yang akan dikeluarkan oleh Kontraktor KKS (total cost) atau peluang untuk mendapatkan penghematan/keuntungan bagi negara dan/ atau mengoperasikan barang/peralatan.

Harga penawaran peringkat penawaran I (pertama) telah lebih rendah dibanding HPS/OE namun masih lebih tinggi dibanding harga penawaran terendah yang wajar. 174 . 10. Penyampaian penawaran hanya dapat dilakukan satu kali. bertanggal.1. Wakil Penyedia Barang/Jasa menyampaikan dalam sampul tertutup penawaran harga tertulis. Tertulis 1. Dilakukan tawar menawar secara lisan dan langsung antara Panitia Pengadaan/Tim Internal dengan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi dan memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan dalam negosiasi.4.Buku Kedua . Negosiasi bertujuan untuk mendapatkan harga yang lebih rendah atau setinggi-tingginya sama dengan HPS/OE. Negosiasi langsung dapat diakhiri dengan negosiasi tertulis. 10. 10.2. termasuk penghitungan HE TKDN (apabila diterapkan) dan/atau penghitungan normalisasi harga.2. 10. Negosiasi dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan harga yang lebih rendah lagi dan mendekati harga penawaran terendah. METODA NEGOSIASI Langsung 1.2. 10.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 10.3.1. diketahui bahwa: Harga penawaran dari penawaran peringkat I (pertama) sampai dengan peringkat III (ketiga) atau harga penawaran peringkat I (pertama) lebih tinggi dibanding HPS/OE. Upaya negosiasi dilakukan dan harus dilakukan apabila setelah evaluasi harga. 2. Sebelum negosiasi dilakukan. 10. NEGOSIASI HARGA PENAWARAN 10.1.1.4. bermeterai cukup dan ditandatangani oleh pejabat Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kewenangan dan disampaikan pada waktu yang telah ditentukan. Negosiasi dilakukan oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. kepada Penyedia Barang/Jasa diberitahukan tempat dan waktu pelaksanaan negosiasi.1. Negosiasi langsung dengan salah satu Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi dapat dilakukan dalam beberapa tahap sampai dicapai kesepakatan atau tidak tercapai kesepakatan. 10.4.

dan membuat nota evaluasi penawaran harga negosiasi. maka tidak dilakukan negosiasi kepada Penyedia Barang/Jasa yang lain. Negosiasi dapat dilakukan secara langsung atau tertulis.5. Untuk pengadaan dengan nilai lebih dari Rp5.00 (lima ratus ribu dolar Amerika serikat).000. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka penawaran. Bila tercapai kesepakatan harga dan hasil negosiasi adalah di bawah atau sama dengan nilai HPS/OE.5.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Jika negosiasi terhadap penawar peringkat-I (pertama) tidak mencapai kesepakatan karena hasil negosiasi masih lebih tinggi daripada nilai HPS/OE. dilakukan negosiasi secara bersamaan.3. 175 .000. maka diteruskan dengan melakukan negosiasi bersamaan. Dalam hal harga penawaran peringkat-I (pertama) telah lebih rendah dibanding HPS/OE namun masih lebih tinggi dibanding harga penawaran terendah dilakukan negosiasi hanya kepada penawaran peringkat-I (pertama). 10. 10. Pada dasarnya negosiasi dilaksanakan secara bertahap. 1.5. 2. 4. 10. Negosiasi harga dilakukan kepada Penyedia Barang/Jasa dengan penawaran peringkat-I (pertama) dan apabila diperlukan sampai dengan peringkat-III (ketiga) menurut urutan harga evaluasi penawaran (HEP) atau menurut hasil penghitungan normalisasi harga. 3.000. Negosiasi bertahap.2. maka diteruskan kepada penawar peringkat-II (kedua) dan seterusnya sampai dengan penawar peringkat-III (ketiga).1. Jika negosiasi terhadap penawar peringkat-III (ketiga) tidak mencapai kesepakatan karena hasil negosiasi masih lebih tinggi daripada nilai HPS/OE.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. Negosiasi harga dilakukan pertama-tama kepada penawaran peringkat-I (pertama). 5. pembukaan penawaran dilakukan di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa dan dibuat berita acara negosiasi.5. Dalam hal negosiasi bertahap tidak menghasilkan kesepakatan harga atau dalam pelaksanaan pelelangan ulang.000. Negosiasi dilakukan dengan mengusahakan harga penawaran bersangkutan dapat turun mendekati harga penawaran yang lebih rendah. PELAKSANAAN NEGOSIASI 10.

10. dalam hal kontrak tersebut meliputi jenis-jenis barang/jasa yang tidak terikat sebagai satu kesatuan utuh. Terhadap harga per jenis barang/jasa. mengubah lingkup kerja. maka: 10. seperti penggunaan kontrak Call Off Order. dapat dilakukan negosiasi: 10. Hasil negosiasi hanya dapat disepakati apabila harga penawaran telah mencapai lebih rendah atau sama dengan nilai HPS/OE. Terhadap keseluruhan harga paket. 10. 3.7.6.1. Dalam hal menggunakan strategi Kontrak Harga Satuan. 10. 10.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 10. 176 .1.6.Buku Kedua . Penawaran harga diserahkan dalam sampul tertutup. ditandatangani di atas meterai dengan nilai yang cukup oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kewenangan. spesifikasi penawaran teknis dan/atau hasil kesepakatan negosiasi teknis. Peserta ternegosiasi diminta untuk memasukkan penawaran harga yang lebih rendah daripada penawaran yang diajukan pada tahap negosiasi bertahap. Negosiasi bersamaan hanya dilakukan 1 (satu) kali. Dilakukan analisa atas HPS/OE.5.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka penawaran harga di hadapan Wakil Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi secara bersamaan.6.8. 4.9. 2. Negosiasi bersamaan 1. dapat dilakukan koreksi/penyesuaian atas HPS/OE dengan penambahan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen) dan didukung dengan analisa pasar sebagaimana disyaratkan pada tata cara penyusunan HPS/OE. dalam hal paket pengadaan tersebut pada dasarnya merupakan satu kesatuan utuh. 10. Dilakukan secara tertulis kepada 3 (tiga) penawar peringkat-I (pertama) sampai dengan peringkat-III (ketiga) menurut hasil harga evaluasi penawaran (HEP) atau hasil normalisasi.9. Hasil negosiasi harga tidak boleh mengurangi komitmen persentase TKDN. Apabila HPS/OE dinilai tidak sesuai dengan kondisi pasar pada saat tersebut. Jika hasil negosiasi bersamaan terhadap penawaran peringkat pertama sampai dengan peringkat ketiga masih lebih tinggi dibanding HPS/OE. Perjanjian Harga dan lain-lain.4.

10.10. maka negosiasi dinyatakan gagal. surat penawaran harga dari peserta negosiasi dilampirkan dalam risalah.9.2.3.10.1. maka risalah pelaksanaan negosiasi ditandatangani juga oleh Wakil Penyedia Barang/Jasa yang dinegosiasi.10. Penyedia Barang/ Jasa diwajibkan untuk menyampaikan harga penawaran dan TKDN baru berikut rinciannya. dibuat risalah pelaksanaan negosiasi harga yang memuat paling tidak: 10. 177 .2. Penawar dengan harga hasil negosiasi bersamaan yang paling rendah dan dinilai wajar dan lebih rendah dibanding HPS/OE yang telah dikoreksi dapat ditetapkan sebagai calon pemenang. Apabila tidak ada satupun harga hasil negosiasi yang lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.12. Dalam pelaksanaan negosiasi harga. Metode negosiasi. dan ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau Wakil Penyedia Barang/Jasa di atas meterai dengan nilai yang cukup. Apabila telah diperoleh kesepakatan harga. Risalah ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 10.11. 10. 10. Apabila negosiasi dilaksanakan secara langsung. 10.10. Kesimpulan pelaksanaan negosiasi. Dalam hal dilaksanakan secara tertulis. 10. Harga penawaran semula dan harga yang ditawarkan peserta negosiasi pada pelaksanaan negosiasi.

11. 178 .4.1. Penentuan calon pemenang sebagaimana dimaksud dalam huruf 11. calon pemenang yang diusulkan dapat lebih dari satu.1.1. 11.2. Merupakan harga terendah. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal memilih peserta yang menawarkan TKDN lebih besar.Buku Kedua . dan merupakan harga penawaran hasil negosiasi yang paling rendah. atau setelah dilakukan normalisasi dan/atau telah dilakukan negosiasi sesuai ketentuan yang berlaku.1.1. 11.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 11. teknis dan kualifikasi memenuhi persyaratan dalam Dokumen Pengadaan. Apabila TKDN penawaran juga sama. Dalam hal tidak tercapai kesepakatan bulat. Materi ketidak sepakatan tersebut harus dicatat dalam berita acara. di atas dituangkan dalam bentuk berita acara yang disetujui oleh seluruh anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal. yaitu: 1. PENENTUAN CALON PEMENANG 11. keputusan diambil berdasarkan rapat yang disetujui oleh paling sedikit dua-pertiga jumlah anggota.2. Dalam hal dua Penyedia Barang/Jasa atau lebih memiliki harga evaluasi penawaran (HEP) atau hasil normalisasi harga penawaran yang sama. Telah mengupayakan pengutamaan penggunaan hasil produksi dan kompetensi dalam negeri. 11. dan 2. dinilai wajar dan tidak lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. 11. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan 1 (satu) calon pemenang yang penawarannya: Memenuhi persyaratan sesuai Dokumen Pengadaan dan dapat dipertanggung-jawabkan. Penawaran secara administrasi. setelah dilakukan evaluasi menggunakan prinsip mengutamakan penggunaan Produksi Dalam Negeri.3. maka dipilih Penyedia Barang/Jasa yang memiliki nilai atau materi teknis yang lebih baik. Dalam hal digunakan sistim Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (Multi Standing Agreement/MSA) atau Kontrak Harga Satuan secara itemized.

Keterangan-keterangan yang dianggap perlu mengenai proses pelaksanaan pelelangan.5.5. Tanggal berita acara. nama Penyedia Barang/Jasa yang mengikuti pengadaan dimaksud.5.5. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan calon pemenang kepada Pejabat Berwenang dilengkapi dengan BAHP serta penjelasan tambahan yang dianggap perlu.3. 2.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 11. harga hasil negosiasi (bila ada) dan komitmen TKDN serta hasil evaluasi pengadaan. 11. BAHP dilengkapi dengan formulir Ringkasan Proses Pelaksanaan Lelang (Form SC-03). nilai Kontrak dan komitmen TKDN serta masa berlakunya Kontrak. lampiran nomor FL-003. alamat dan NPWP calon pemenang pengadaan. harga penawaran dan/atau harga penawaran terkoreksi. sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan dalam penetapan calon pemenang oleh Pejabat Berwenang. yang telah mencakup jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi. judul/nomor lelang. Setelah menentukan calon pemenang pengadaan: Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) yang memuat hasil pelaksanaan pelelangan meliputi: 1. BAHP ditandatangani oleh sekurang-kurangnya dua-pertiga dari jumlah anggota termasuk Ketua Panitia Pengadaan/Tim Internal.2. Nilai HPS/OE atau nilai HPS/OE yang telah dikoreksi. 179 . 11. Nama. 11. 4. 3.

Hasil evaluasi kewajaran harga dan surat pernyataan kesanggupan dari Penyedia Barang/Jasa untuk melaksanakan Kontrak sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE. 8. untuk mendapatkan keputusan akhir. Berdasarkan usulan Panitia Pengadaan/Tim Internal.1. Risalah hasil negosiasi (bila dilakukan). Berita acara hasil pengadaan. Salinan Daftar Rencana Pengadaan. 12. 12. Formulir perhitungan TKDN (form SC-12A atau SC-12B atau SC-12C). 3. KEPUTUSAN PENETAPAN PEMENANG 12. Berita acara pembukaan penawaran. Usulan penetapan calon pemenang pengadaan disampaikan dengan melampirkan dokumen sebagai berikut: 1.3.Buku Kedua . 2. Tabulasi perbandingan dari 3 (tiga) penawaran peringkat pertama sampai dengan peringkat ketiga dengan rincian HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Berita acara pemberian penjelasan (bila dilakukan).2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 12. Pejabat Berwenang membahas dengan Panitia Pengadaan/Tim Internal. Pejabat Berwenang segera menetapkan pemenang pengadaan apabila merupakan kewenangan Kontraktor KKS. Tabulasi evaluasi teknis untuk masing-masing penawar. 10. Tabulasi perbandingan harga evaluasi penawaran (HEP) dari seluruh penawaran harga yang masuk. 11. 4. 7. Apabila Pejabat Berwenang berpendapat lain atas usulan penetapan calon pemenang pengadaan yang diajukan. 9. 6. Ringkasan Proses Pelaksanaan Lelang (form SC-03). 180 . HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan disahkan. 5. 12.

000.000. PENGUMUMAN PEMENANG PENGADAAN 13. 181 .000. sehingga perlu dilakukan evaluasi ulang atau proses pengadaan harus dibatalkan. Keputusan tentang penetapan pemenang pengadaan. dalam pengumuman dicantumkan bahwa penetapan sebagai pemenang pengadaan dapat dibatalkan apabila berdasarkan penelitian BPMIGAS proses pengadaan dan/atau kriteria penetapan calon pemenang pengadaan tidak benar.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). segera setelah diterimanya keputusan tersebut oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal.1.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. Untuk paket pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp50.2. 13. diumumkan melalui papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan secara tertulis kepada Penyedia Barang/Jasa peserta pelelangan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 13.000.

Ketidaklulusan hasil penilaian pascakualifikasi. 14. Sanggahan ditujukan kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 14. 14.1. Terhadap hasil evaluasi administrasi dan teknis pada pelelangan sistim 2 (dua) sampul atau sistim 2 (dua) tahap. 14. Sanggahan hanya dapat diajukan terhadap: 1.2. 4. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi sanggahan yang diajukan di luar angka 14.3. dengan tembusan kepada Pejabat Berwenang.1. Terhadap keputusan penetapan pemenang pelelangan.1.4. Penyalahgunaan wewenang oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau Pejabat Berwenang. 14. yaitu: 1. Sanggahan harus diajukan secara tertulis oleh peserta pelelangan. 2. 3. ditandatangani oleh pimpinan perusahaan yang menandatangani penawaran atau yang menggantikan fungsinya. SANGGAHAN 14.1. 14.1. Penyimpangan atas ketentuan dan prosedur yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan dan/atau ketentuan BPMIGAS tentang pengadaan barang/jasa yang berlaku. di atas dan proses pelelangan dapat diteruskan.2. Rekayasa proses pelelangan sehingga menghalangi terjadinya persaingan yang sehat. 182 .1. dan/atau 2.1. 14. dengan melampirkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Praktek KKN diantara peserta pelelangan.1.1.5. Permintaan Klarifikasi dan pertanyaan yang bersifat mempersoalkan maupun keberatan yang diajukan peserta pelelangan atas hasil evaluasi administrasi dan teknis serta evaluasi harga diperlakukan sebagai sanggahan. dalam waktu yang telah ditentukan. antara peserta pelelangan dengan anggota Panitia Pengadaan/Tim Internal dan/atau dengan Pejabat Berwenang.6.Buku Kedua . PENGAJUAN SANGGAHAN Keberatan peserta atas keputusan dalam pelelangan dapat diajukan pada masa sanggah. 5.

2. Hasil evaluasi harga pada tahap penetapan pemenang. Pada sistim 2 (dua) sampul. terhitung mulai tanggal setelah tanggal pengumuman penetapan pemenang. sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis dan memasukkan penawaran harga. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang memasukkan penawaran. diabaikan dan tidak akan ditanggapi.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan penelitian atas proses dan hasil evaluasi. Apabila terdapat sanggahan. sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis.3. Pada sistim 2 (dua) tahap. Sanggahan dalam pelelangan dengan sistim 2 (dua) sampul atau sistim 2 (dua) tahap dapat dilakukan atas: 1. Sanggahan dapat mencakup hasil evaluasi administrasi dan teknis serta penetapan pemenang. dan memberikan tanggapan. 14. TANGGAPAN ATAS SANGGAHAN 14.3.1. 14. dan 14. harus dilakukan dalam waktu 3 (tiga) hari kerja.2. harus dilakukan dalam waktu 3 (tiga) hari kerja. 14. MASA SANGGAH 14.2. 183 . Hasil evaluasi administrasi dan teknis. Sanggahan tentang hasil evaluasi administrasi dan teknis yang diajukan pada masa sanggah setelah pengumuman penetapan pemenang. 3. Masa sanggah untuk pelelangan yang menggunakan sistim 1 (satu) sampul adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman hasil pelelangan.2. terhitung mulai tanggal setelah tanggal pengumuman hasil evaluasi administrasi dan teknis. 1.2. maka penawaran peserta pelelangan tersebut dinyatakan gugur dan dilakukan evaluasi ulang kepada penawaran lain yang memenuhi persyaratan.2.3. di atas dan proses pengadaan dapat diteruskan. Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi sanggahan yang diajukan di luar angka 14.2. tidak dapat diterima.1. Apabila sanggahan terhadap kondisi penawaran atau kondisi salah satu peserta pelelangan yang ditetapkan sebagai calon pemenang pengadaan benar. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang memasukkan penawaran.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 14.2.1.

Apabila sampai dengan batas waktu 5 (lima) hari kerja tidak ditanggapi. Jika sanggahan banding diajukan melewati batas waktu di atas. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal tidak berkewajiban untuk menanggapi. Apabila penyanggah keberatan atas tanggapan sanggahan terhadap penetapan pemenang. 14.000.3.2. Sanggahan banding dapat diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja terhitung setelah tanggal pengiriman tanggapan sanggahan.3. Jaminan sanggahan banding ditetapkan sebesar 1‰ (satu permil) dari nilai total penawaran harga penyanggah dan paling tinggi sebesar Rp50. dianggap tidak ada sanggahan banding dan proses penetapan pemenang dapat dilanjutkan.00 (lima puluh juta rupiah). 14. Tanggapan terhadap sanggahan diberikan secara tertulis selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja terhitung setelah tanggal diterimanya sanggahan.2. Sanggahan ulang dapat diajukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja terhitung setelah tanggal batas waktu tanggapan. 3. 14.4. 184 . dapat diajukan sanggahan ulang kepada Pejabat Berwenang Kontraktor KKS dengan tembusan kepada atasan Pejabat Berwenang Kontraktor KKS dan fungsi pengawasan internal Kontraktor KKS.1. Apabila materi sanggahan tersebut angka 14. dan apabila perlu. Penyedia Barang/Jasa yang mengajukan sanggahan banding wajib menyerahkan jaminan sanggahan banding berupa cek tunai atau cek perjalanan (traveler cheque) untuk keuntungan Kontraktor KKS: 1. Apabila ternyata sanggahan yang diajukan tidak sesuai dengan ketentuan di atas dan/atau tidak disertai dengan bukti-bukti dan/atau materi sanggahan atau protes tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh penyanggah. Kepada penyanggah tersebut dikenakan sanksi kategori merah. maka dilakukan evaluasi ulang. di atas ternyata benar.2. pelelangan dapat dibatalkan atau dilakukan pelelangan ulang.000.3. dapat mengajukan 1 (satu) kali sanggahan banding dan ditujukan kepada kepada Pejabat Berwenang dengan tembusan kepada atasan Pejabat Berwenang atau kepada pimpinan tertinggi Kontraktor KKS dan kepada BPMIGAS.Buku Kedua .3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.

185 .00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. sanggahan ulang atau sanggahan banding dalam batas waktu yang telah ditentukan.3.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih kecil dari US$5. 14. di atas dapat dijalankan apabila: 1. atau 3.4.1.000. 3. atau 2.000.000.4. Sanggahan atau protes yang diajukan tidak sesuai dengan ketentuan di atas dan/atau materi sanggahan atau protes tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh penyanggah.6.000.000. Proses penunjukan calon pemenang pengadaan harus ditangguhkan sampai tanggapan atas sanggahan atau tanggapan atas sanggahan banding diberikan. atau 14. sanggahan ulang dan sanggahan banding telah ditanggapi dan diyakini tidak benar.000.4.4.4.000.3. jaminan sanggahan banding dicairkan dan dibukukan sebagai pengurang biaya operasi Kontraktor KKS.000. 14. 14.4.1.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). 14.2.000.3.000.5. Tidak ada sanggahan. 14.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. Jaminan sanggahan banding dikembalikan kepada Penyedia Barang/Jasa apabila sanggahan terbukti benar. Proses pelelangan dilanjutkan dengan: Menyampaikan usulan penunjukan pemenang pengadaan kepada BPMIGAS apabila nilai pengadaan lebih besar dari Rp50.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). atau Penunjukan pemenang pengadaan untuk nilai pengadaan lebih kecil dari Rp50. Apabila sanggahan banding tidak terbukti. Pejabat Berwenang harus menanggapi sanggahan banding selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja terhitung setelah tanggal diterimanya sanggahan banding. Tindakan tersebut angka 14. 14.2. Sanggahan.

1.1. berisi pernyataan bahwa: 1. Tabulasi dasar pendanaan.Buku Kedua . 15. 15.1.1. Proses telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan dan ketentuan yang berlaku serta tidak ada indikasi KKN. Dokumen penawaran dari peserta yang diusulkan sebagai pemenang. Surat usulan penunjukan pemenang pengadaan yang memerlukan persetujuan BPMIGAS harus ditandatangani oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS. BPMIGAS harus sudah menyampaikan persetujuan atau penolakan atas rencana penunjukan pemenang pengadaan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja sejak penerimaan dokumen secara lengkap yang dinyatakan oleh BPMIGAS. Surat pernyataan dari pimpinan tertinggi fungsi pengguna barang/jasa bahwa tidak ada indikasi tindakan yang dapat dikategorikan sebagai tindakan Pertentangan Kepentingan (Conflict of Interest) dalam penentuan spesifikasi barang/jasa dan persyaratan Kontrak. PERSETUJUAN RENCANA PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 15. Apabila dokumen yang disampaikan tidak lengkap berkas dikembalikan kepada Kontraktor KKS.2. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau Pejabat Berwenang sesuai batas kewenangannya. Surat usulan dilampiri dengan salinan dokumen-dokumen seperti dimaksud pada angka 12.5. 3.4. 15.1.1. Risalah proses pengadaan termasuk proses dan pertimbangan evaluasi dan negosiasi sesuai lampiran FL-003. berdasarkan pembandingan dengan HPS/OE yang telah disusun secara cermat.1.2. 15.1.3. Nilai penawaran yang diusulkan dinilai wajar. 15.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 15. dan dalam pelaksanaan evaluasi teknis penawaran. Lingkup kerja dan spesifikasi teknis telah sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati BPMIGAS. di atas dan: 15. 15.6. Perubahan Dokumen Pengadaan secara rinci. penyusunan HPS/OE. 186 .3. 2.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 15. Kontraktor KKS mengajukan usulan penunjukan pemenang baru kepada BPMIGAS. BPMIGAS tidak memberikan persetujuan atau penolakan. 15.3. 15.7. 15. Dalam keadaan tertentu. maka Kontraktor KKS melakukan evaluasi ulang atas proses pelaksanaan pengadaan dan/atau atas penawaran-penawaran yang masuk.6.6. Bahwa telah mengupayakan untuk mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri. Kontraktor KKS dapat melanjutkan proses pengadaan apabila setelah 20 (dua puluh) hari kerja.7. Kontraktor KKS membatalkan penetapan calon pemenang yang telah diumumkan sebelumnya dan mengumumkan calon pemenang pengadaan baru. 15. 15. 15. BPMIGAS memerlukan tambahan penjelasan (Klarifikasi) dan/atau tambahan dokumen pendukung maka penghitungan jumlah hari penelitian dihentikan.4.2. Dalam hal BPMIGAS tidak menyetujui usulan penunjukan pemenang pengadaan. 15. 15. Bahwa harga penawaran yang diusulkan merupakan hasil proses pengadaan yang sesuai dengan ketentuan dan telah lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah direvisi. dan dimulai lagi setelah penjelasan dapat diterima oleh BPMIGAS dan/atau dokumen tambahan telah diterima oleh BPMIGAS. Berdasar hasil evaluasi ulang.4.3.1.6. 15.7. Apabila diperlukan.5. sebagaimana diuraikan di atas.2. 15. khususnya untuk pekerjaan yang sangat kompleks.6. BPMIGAS dapat memberitahukan kepada Kontraktor KKS bahwa penelitian memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu standar 20 (dua puluh) hari kerja.1. Apabila dalam masa 20 (dua puluh) hari kerja penelitian. Persetujuan BPMIGAS mencakup lingkup sebagai berikut: Bahwa proses pengadaan telah dilaksanakan menurut ketentuan dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Kontraktor KKS dan telah sesuai dengan rencana pengadaan yang telah disetujui oleh BPMIGAS serta sesuai dengan isi Dokumen Pengadaan. Selanjutnya: Apabila diperlukan. Bahwa lingkup pekerjaan sesuai dengan rencana pengadaan yang telah disetujui oleh BPMIGAS. 187 .6. Kontraktor KKS melakukan pelelangan ulang atau membatalkan pelelangan.

Apabila harga penawaran urutan kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. 16.3. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan.Buku Kedua . namun hanya terdapat satu penawaran harga dan harga penawaran dapat diterima atau dicapai kesepakatan dalam tahap negosiasi harga. 16. selanjutnya: Calon pemenang pengadaan peringkat kedua dapat ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan. serta lulus evaluasi harga atau dicapai kesepakatan dalam tahap negosiasi harga. Penunjukan pemenang pengadaan dilakukan tanpa melalui masa sanggah. 16.2.2. Dalam hal BPMIGAS tidak menyetujui usulan penunjukan pemenang pengadaan dan Kontraktor KKS tetap melanjutkan proses pengadaan maka biaya yang timbul yang berkaitan dengan kegiatan pengadaan tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasi berdasar Kontrak Kerja Sama. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. 16. Penunjukan pemenang terhadap calon pemenang urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Dalam sistim 2 (dua) tahap. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja terhitung 1 (satu) hari setelah tanggal penunjukan. Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani kontrak dalam waktu sebagaimana ditetapkan dalam angka 16. atau tidak bersedia untuk memenuhi dokumen penawarannya.3. hanya terdapat satu peserta yang lulus evaluasi teknis. apabila: Dalam sistim 2 (dua) sampul. PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 16. 188 .1. 16.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 15.2.1. dilakukan negosiasi. terdapat lebih dari 1 (satu) peserta yang lulus evaluasi teknis.2. 16.1.1 di atas.8.

Apabila harga penawaran urutan ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa. Apabila calon pemenang peringkat kedua tidak bersedia ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan berdasar harga penawarannya yang telah lebih rendah dibanding HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. 189 .3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 16. Apabila calon pemenang peringkat ketiga juga tidak bersedia ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan berdasar harga penawarannya yang telah lebih rendah dibanding HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.4. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pelelangan ulang. 16.3.2. dilakukan negosiasi. atau setelah hasil negosiasi disepakati. Selanjutnya calon pemenang peringkat ketiga dapat ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan. 16. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Manajemen Penyedia Barang/Jasa. atau setelah hasil negosiasi disepakati.3.3. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.

kecuali: Untuk pemenang pengadaan ditukar dengan surat jaminan pelaksanaan pada saat akan menandatangani Kontrak. Tidak tercapai kesepakatan harga pada proses negosiasi bersamaan. Apabila dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah penunjukan pemenang jaminan penawaran tersebut tidak diambil.2.2. 190 18.1. Pada tahap pemasukan penawaran: 1. 18. calon Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga).1.1.3. yang lulus evaluasi teknis hanya 1 (satu).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 17. Pelelangan dinyatakan gagal apabila: Dalam pelelangan dengan Prakualifikasi. 2. 18. calon Penyedia Barang/Jasa yang mendaftar atau memenuhi syarat kualifikasi kurang dari 3 (tiga).Buku Kedua .2. Pada tahap I (pertama). Pada pelelangan sistim 2 (dua) tahap. 17.1. .1. Pada tahap evaluasi penawaran: 1. b. 2. maka Kontraktor KKS tidak bertanggung jawab atas kehilangan. Tidak ada penawaran yang memenuhi persyaratan teknis.1. Pada tahap II (kedua) tidak ada yang memasukkan penawaran. PELELANGAN GAGAL 18. Tidak ada penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi. 4.1. Pada sistim satu sampul dan dua sampul. kerusakan atau penyalahgunaan surat jaminan tersebut. PENGEMBALIAN SURAT JAMINAN PENAWARAN. 18. 17. 3.1. Pada dasarnya surat jaminan penawaran dapat diambil oleh Penyedia Barang/Jasa. Penyedia Barang/Jasa yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga). 17. Untuk penawar peringkat kedua dan peringkat ketiga berdasarkan hasil evaluasi harga baru dapat diambil 15 (lima belas) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang. 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal penunjukan pemenang pengadaan. Pada sistim 2 (dua) tahap: a.1. 17.

Dalam pelelangan menggunakan sistim evaluasi pascakualifikasi.4. Calon pemenang peringkat pertama. Dalam pelelangan menggunakan sistim 2 (dua) tahap dapat dilakukan pelelangan ulang tahap II (kedua) saja dengan mengundang peserta yang penawarannya telah dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan teknis. Dalam hal mengikutsertakan peserta baru. Pelelangan ulang diselenggarakan dengan mengundang peserta pengadaan lama atau mengikutsertakan peserta pengadaan lama dan Penyedia Barang/Jasa baru. kedua dan ketiga tidak memenuhi syarat kualifikasi. calon pemenang peringkat pertama. 8. 18.2.2. Anggaran yang dialokasikan tidak mencukupi. kedua dan ketiga tidak bersedia ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan. Penyusunan HPS/OE mengikuti ketentuan yang diatur pada bab VII. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang.5.4. 7. 6. Pelelangan ulang dilaksanakan 1 (satu) kali dan prosesnya dimulai sesegera mungkin setelah lelang dinyatakan gagal. apabila: Negosiasi bersamaan tidak menghasilkan kesepakatan harga. 19. Dalam pelaksanaan pelelangan ulang dapat mempergunakan HPS/OE baru. Apabila tidak ada peserta yang memasukkan penawaran harga atau penawaran harga yang masuk tidak ada yang memenuhi syarat. 19. 19. 191 . Pelaksanaan pelelangan terbukti tidak sesuai dengan ketentuan Dokumen Pengadaan. dan 6. 19.3. 19. Peserta yang telah dinyatakan telah lulus penilaian kualifikasi tidak dilakukan penilaian kualifikasi lagi. proses dimulai dengan tahap pengumuman. kecuali ditetapkan lain seperti tersebut pada Bab III angka 6.2.5. PELELANGAN ULANG 19.3.1. Peserta lama harus mendaftar ulang.4.2.3. Terhadap peserta baru harus dilakukan penilaian kualifikasi.4.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. TINDAK LANJUT PELELANGAN GAGAL Dalam hal pelelangan dinyatakan gagal. 19.

apabila penawaran yang masuk minimal 3 (tiga) dan negosiasi bersamaan mengalami kegagalan.1.00 (satu milyar rupiah) atau sampai dengan US$100. 19. atau 19. 19.5.1. Apabila pelelangan ulang tersebut pada angka 19.9. Evaluasi harga dilakukan dengan memperhitungkan preferensi harga untuk menentukan harga evaluasi penawaran (HEP).9. 19. atau 19. Dalam hal pelelangan Pengadaan barang/ Jasa Pemborongan / Jasa Lainnya yang tidak memperhitungkan preferensi harga mengalami kegagalan. mengalami kegagalan. 192 . 19.Buku Kedua .7.2. 2. apabila penawaran yang masuk minimal 3 (tiga). dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang dengan persyaratan pengadaan yang sama. atau 19. atau Pemilihan langsung dengan cara meminta peserta memasukkan penawaran harga baru.7.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat) dan ternyata tidak ada penawaran yang masuk atau setelah negosiasi harga penawaran masih lebih tinggi dibanding HPS/OE. dapat dilakukan pelelangan ulang kedua dengan mengikutsertakan Penyedia Barang/Jasa usaha menengah. dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang dengan mengikut sertakan Perusahaan Dalam Negeri dan Perusahaan Nasional yang bersedia memberikan janji/komitmen pencapaian TKDN dan ketentuan lainnya yang diatur dalam bab III angka 7. Dalam hal pelelangan Pengadaan Jasa Pemborongan atau Jasa Lainnya mengalami kegagalan. maka proses pengadaan selanjutnya dilaksanakan dengan: Melakukan negosiasi bersamaan terhadap penawaran yang masuk. Dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang dengan mengikutsertakan penyedia barang Produksi Dalam Negeri dan penyedia barang produksi luar negeri tanpa mengubah HPS/OE. Dalam hal dilakukan pelelangan ulang atas pekerjaan dengan nilai sampai dengan Rp1. Pelelangan ulang untuk Pengadaan Barang: Dalam hal pengadaan memaksimalkan penggunaan barang Produksi Dalam Negeri mengalami kegagalan: 1.8. 19.000. Preferensi harga diberikan bagi barang dengan pencapaian TKDN sekurang-kurangnya 25% (dua puluh lima persen).000.5.000.000.6.9.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 19.6.

19. atau Penunjukan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu). 20.4. Penyedia Barang/Jasa yang telah ditunjuk sebagai pemenang dapat meminta penggantian biaya penyiapan dokumen penawaran.3.4.9. 19.9.4. 20.9. Adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atas pelaksanaan lelang tersebut. Proses pengadaan terbukti tidak dilaksanakan sesuai ketentuan perundangan-undangan yang berlaku. 20. Dalam pelaksanaan pemilihan langsung atau penunjukan langsung tersebut pada angka 19. Penyusunan HPS/OE mengikuti ketentuan yang diatur pada bab VII. Pembatalan pelelangan sedapat mungkin dihindarkan. Anggaran yang dialokasikan tidak mencukupi.1.9.3. 20.7. atau Membatalkan lelang tersebut dan melaksanakan lelang baru.8. Pembatalan pelelangan hanya dapat dilakukan oleh Kontraktor KKS apabila salah satu kondisi berikut terpenuhi: 20. 19.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 19. Berdasarkan kesimpulan pimpinan tertinggi Kontraktor KKS telah terjadi tindak KKN.6. 20.1..9.9.2.2. atau 19. 193 .1. 19.1.5. di atas dapat mempergunakan HPS/OE baru. Pembatalan lelang yang rencana pengadaannya melalui persetujuan BPMIGAS harus dilaporkan kepada BPMIGAS dan menjadi catatan BPMIGAS terhadap penilaian kinerja Kontraktor KKS.9. apabila penawaran yang masuk hanya 2 (dua). atau Pemilihan langsung kepada peserta yang mendaftar apabila peserta yang mendaftar hanya 2 (dua). atau Penunjukan langsung kepada peserta yang mendaftar apabila peserta yang mendaftar hanya 1 (satu).1. Perubahan lingkup kerja karena perubahan pada rencana kerja atau karena lelang ulang gagal.1.3. PEMBATALAN PELELANGAN 20. 20.9. 19. Dalam hal terjadi pembatalan pelelangan pekerjaan jasa konstruksi dan tahapan pelelangan telah sampai pada penunjukan pemenang.1.5. 19.3. 20. Pemilihan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk.2.9. dengan dimungkinkan adanya perubahan lingkup kerja.

22. apabila Kontraktor KKS telah menerbitkan Surat Perintah Memulai Pelaksanaan Pekerjaan (SPK)/Letter of Intent (LOI).4.000.00 (satu trilliun rupiah) atau lebih dari US$100.Buku Kedua . 22. Setinggi-tingginya sama dengan nilai jaminan penawaran. kecuali untuk pengadaan pekerjaan yang bersifat kompleks dan bernilai lebih dari Rp1. 22. atau 20. 194 .3. PENGULANGAN PENGADAAN (REPEAT ORDER) Pengulangan pengadaan barang/jasa (repeat order) dengan menggunakan hasil pelelangan sebelumnya untuk melaksanakan paket pekerjaan yang lain/berbeda tidak diperbolehkan.000. 21.000. Hari pemasukan dokumen penawaran sekurang-kurangnya 4 (empat) hari kerja setelah hari akhir pemberian penjelasan. Proses lelang sejak pengumuman sampai dengan penandatanganan Kontrak diupayakan dalam tenggang waktu 6 (enam) bulan.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Dalam hal ini nilai penggantian biaya dihitung dengan menggunakan salah satu dari ketentuan berikut: 20. apabila Kontraktor KKS belum menerbitkan Surat Perintah Memulai Pelaksanaan Pekerjaan (SPK)/Letter of Intent (LOI). Sebesar nilai kompensasi menurut ketentuan yang tertuang dalam draft kontrak yang menjadi bagian dari Dokumen Pengadaan.5.1. Hari pemberian penjelasan sekurang-kurangnya 2 (dua) hari kerja setelah hari akhir pengambilan Dokumen Pengadaan. 22. Masa pendaftaran sekurang-kurangnya 3 hari kerja setelah tanggal pengumuman.3. 22.000.3.000.2. TENGGANG WAKTU PELELANGAN 22.000.1. Hari akhir pengambilan Dokumen Pengadaan sekurangkurangnya 2 (dua) hari kerja setelah hari terakhir pendaftaran atau setelah pengumuman hasil Prakualifikasi.00 (seratus juta dolar Amerika Serikat).

.

Buku Kedua .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB XII METODA DAN TATA CARA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 195 .

Dalam hal jasa yang akan dilelangkan belum dapat dilaksanakan oleh Perusahaan Nasional.4. maka Perusahaan Nasional dapat menggunakan tenaga ahli asing bertaraf internasional atau membuat kerjasama dalam bentuk Konsorsium atau sub kontrak dengan konsultan asing bertaraf internasional. 1. badan usaha yang dimiliki perguruan tinggi negeri/perguruan tinggi swasta (PTN/PTS). 1. Jasa Konsultansi dapat dilakukan untuk semua kegiatan sesuai sub bidang pekerjaan pada lampiran buku kedua no.2. Penyedia Jasa Konsultansi antara lain perusahaan Jasa Konsultansi. jasa pengawasan konstruksi.5. pemeliharaan serta rehabilitasi. Perusahaan Asing dapat mengikuti pengadaan dengan nilai lebih dari Rp10.000. jasa informasi. bidang produksi dan industri.000.00 (satu juta dolar Amerika Serikat) dengan kewajiban bekerjasama dalam bentuk Konsorsium atau sub kontrak dengan Perusahaan Nasional yang dituangkan dalam bentuk perjanjian dan menjadi bagian dari dokumen penawaran serta menjadi salah satu unsur perikatan dalam Kontrak. pelatihan serta jasa pelayanan profesi lainnya.PQ-003. di atas kurang dari persyaratan minimal. dilakukan pelelangan ulang dengan mengikut sertakan Penyedia Barang/Jasa yang bersedia memberikan janji/komitmen pencapaian TKDN minimal 30% (tiga puluh persen). 1.000. Dalam hal proses pengadaan mengalami kegagalan karena jumlah peserta pengadaan yang menyanggupi untuk memenuhi persyaratan angka 1. KETENTUAN UMUM 1.9.000. Kegiatan Jasa Konsultansi meliputi jasa perencanaan konstruksi.Buku Kedua . 196 . jasa studi makro/mikro. konsultansi operasi. jasa K3LL. Pengadaan diikuti oleh Penyedia Barang/Jasa yang bersedia memberikan janji/komitmen pencapaian TKDN minimal 35% (tiga puluh lima persen). perusahaan jasa industri dan perbankan yang memiliki unit litbang dengan keahlian khusus. 1.1. kecuali untuk kegiatan yang belum dapat atau tidak mungkin dilaksanakan di Indonesia.00 (sepuluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$1. 1. konsultan perorangan.3. jasa survey. 1. 1. jasa pengujian.7. koperasi.6. penelitian.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.000. jasa manajemen. Jasa Konsultansi harus bersifat tidak rutin dengan jangka waktu tertentu dan mengutamakan konsultan dalam negeri. 1.8.4. Jasa Konsultansi harus dilaksanakan di Indonesia.

usulan teknis dan usulan harga. 2. dan/atau negosiasi dengan calon konsultan terpilih. 2. PENGADAAN (IKPP)/ Instruksi Kepada Peserta Pengadaan (IKPP)/Instruction to Bidders (ITB). Uraian pendahuluan berupa gambaran secara garis besar mengenai proyek/kegiatan yang akan dilaksanakan. SURAT UNDANGAN Surat undangan untuk memasukkan penawaran administrasi. jumlah penggunaan tenaga ahli. Tujuan pembuatan KAK adalah: 1. antara lain berisi latar belakang. tujuan dan keluaran/output yang dihasilkan. Klarifikasi dan negosiasi dengan calon konsultan terpilih.2. IKPP (ITB) memuat hal-hal seperti pada bab VIII angka 3. klarifikasi.1. 2.2. jumlah bulan kerja (man-months) dan satuan biaya personil.2. maksud dan tujuan. teknis dan harga ditujukan kepada penyedia Jasa Konsultansi. antara lain data dasar. Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan HPS/OE kegiatan Jasa Konsultansi disusun secara keahlian dan digunakan sebagai acuan dalam evaluasi penawaran. lokasi. Data penunjang berupa data yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek. 197 .10. 3. PENYIAPAN DOKUMEN PENGADAAN Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi terdiri dari: 2. Dalam persyaratan teknis memuat Kerangka Acuan Kerja (KAK) dengan ketentuan sebagai berikut: 2. Sebagai acuan dalam evaluasi usulan. Dimungkinkan adanya perbedaan hasil negosiasi terhadap KAK dan HPS/OE seperti klasifikasi.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. sepanjang tidak mengubah sasaran.2. standar teknis. INSTRUKSI KEPADA PESERTA INSTRUCTION TO BIDDERS (ITB). dasar pembuatan Kontrak dan acuan evaluasi hasil kerja konsultan. Menjelaskan tujuan dan lingkup Jasa Konsultansi serta keahlian yang diperlukan.3. studi-studi terdahulu yang pernah dilaksanakan dan peraturan serta ketentuan yang berlaku. Sebagai acuan dan informasi bagi para konsultan yang diundang mengikuti pengadaan dalam rangka menyiapkan kelengkapan administratif. KAK sekurang-kurangnya memuat: 1.1. 2. 2.

pemilihan langsung dan penunjukan langsung pada prinsipnya mengikuti tata cara yang sebagaimana diatur pada bab X. Pelelangan Terbatas. peralatan dan material yang disediakan oleh Kontraktor KKS serta peralatan dan material yang harus disediakan oleh konsultan. Tujuan dan ruang lingkup pekerjaan yang memberikan gambaran mengenai tujuan yang ingin dicapai. biaya komunikasi.1. 3. METODA PENGADAAN JASA KONSULTANSI 4. HARGA PERHITUNGAN SENDIRI Penyusunan Harga perhitungan sendiri (HPS) atau owner estimate (OE). perkiraan jangka waktu penyelesaian pekerjaan Jasa Konsultansi. tunjangan perumahan / akomodasi dan lain-lain. Pemilihan Langsung. biaya pengiriman dokumen. Jenis dan jumlah laporan yang disyaratkan (laporan pendahuluan. Penunjukan Langsung. 4. 198 . lingkup kewenangan yang dilimpahkan kepada konsultan. laporan sela dan laporan akhir). pelelangan terbatas. biaya pengurusan surat ijin. mengikuti ketentuan sebagaimana diatur pada bab VII HPS/OE yang terdiri dari dua komponen pokok : 3. kecuali secara khusus dinyatakan lain.1. 5.2. Pengadaan Jasa Konsultansi dilakukan dengan metoda Pelelangan Umum.Buku Kedua . 4. 3. Tata cara pelaksanaan dan pertimbangan pemilihan metoda pelelangan umum. 4. Biaya langsung non personil (direct reimbursable cost) yang meliputi antara lain biaya untuk sewa kantor. keluaran lain. Hal-hal lain seperti fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa untuk membantu kelancaran tugas konsultan. kualifikasi tenaga ahli yang harus disediakan oleh konsultan dan jadwal setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan. persyaratan kerjasama dengan konsultan lain (apabila diperlukan).2. Biaya personil (remuneration). Swakelola. dan pedoman tentang pengumpulan data lapangan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. biaya perjalanan.

5. 5. Tata cara penyusunan DPT / Short List sebagai berikut: Menggunakan Metoda Pelelangan : 1.1. 4. PENYUSUNAN DAFTAR PENYEDIA JASA TERSELEKSI (DPT) / SHORT LIST 5.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaksanakan Prakualifikasi terhadap calon peserta pengadaan yang mendaftar dengan cara meneliti dan menilai data kualifikasi calon peserta dimaksud. DPT berisi daftar penyedia Jasa Konsultansi yang mempunyai kualifikasi dan sub bidang usaha yang sama dan telah lulus Prakualifikasi atau konsultan perorangan yang memiliki keahlian khusus. 199 . 2.2.1. 2. 3. Menggunakan Metoda Penunjukan Langsung: Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang satu penyedia Jasa Konsultansi /konsultan perorangan. Peserta yang mendaftar sekurang-kurangnya 3 (tiga).3. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan rencana pelelangan. Peserta yang lulus penilaian Prakualifikasi dicantumkan dalam DPT / Short List. 5. 5. Apabila calon peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). dilakukan pelelangan ulang.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaksanakan Prakualifikasi terhadap calon peserta pengadaan yang mendaftar dengan cara meneliti dan menilai data kualifikasi calon peserta dimaksud.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang calon peserta. Apabila calon peserta yang mendaftar kurang dari 3 (tiga). Peserta yang diundang sekurang-kurangnya 3 (tiga). 3. Menggunakan Metoda Pemilihan Langsung : 1. 5.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal menyusun Daftar Penyedia Jasa Terseleksi (DPT)/Short List berdasarkan hasil proses Prakualifikasi. Peserta yang lulus penilaian Prakualifikasi dicantumkan dalam DPT / Short List.3. 4.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang peserta lain.

Evaluasi kelengkapan administrasi. disampaikan kepada Panitia Pengadaan/Tim Internal sesuai dengan tempat dan jadwal waktu yang ditetapkan. Pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas digunakan bagi pekerjaan Jasa Konsultansi yang permasalahannya kompleks. Dilakukan evaluasi kelengkapan administrasi sesuai yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan. Sistim evaluasi penawaran dicantumkan dalam Dokumen Pengadaan.1. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN Pemasukan dokumen penawaran dilakukan dengan sistim 2 (dua) sampul.1.. kecuali Jasa Konsultansi perorangan dapat menggunakan sistim 1 (satu) sampul. 7. Urutan proses sebagai berikut : 7.8. 7. sesuai dengan tata cara evaluasi administrasi sebagaimana diatur pada bab XI.. Dalam hal ini. kualitas usulan merupakan faktor yang menentukan hasil pekerjaan (outcome) secara keseluruhan.Buku Kedua . memerlukan teknologi tinggi. angka 8. 200 .2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. SISTIM EVALUASI KUALITAS Sistim evaluasi kualitas adalah evaluasi berdasarkan nilai terbaik penawaran teknis dan dilanjutkan dengan Klarifikasi serta negosiasi teknis dan harga.11. angka 9. Evaluasi persyaratan administrasi: 1. 2. memerlukan inovasi atau Jasa Konsultansi dengan lingkup pekerjaan yang sulit ditetapkan dalam KAK. SISTIM EVALUASI PENAWARAN Evaluasi penawaran Jasa Konsultansi menggunakan sistim evaluasi kualitas atau sistim evaluasi kualitas teknis dan harga atau sistim evaluasi harga terendah.1.1. 7. Pembukaan dokumen penawaran sesuai tata cara pembukaan dokumen penawaran untuk sistim 2 (dua) sampul sebagaimana diatur pada bab XI.

Untuk jasa studi analisa perlu diberikan penekanan kepada pengalaman konsultan dan pendekatan metodologi. Unsur-unsur pokok yang dinilai dan pembobotannya: Unsur Pokok Pengalaman Konsultan Pendekatan dan Metodologi Kualifikasi Tenaga Ahli Jumlah Bobot (%) 10-20 20-45 45-60 100 Penetapan bobot yang digunakan untuk masing-masing unsur. Cara penanganan pekerjaan dan rencana kerja. sedangkan untuk jasa supervisi dan perencanaan teknis penekanan lebih diberikan kepada kualifikasi tenaga ahli. 2. dalam rentang tersebut di atas berdasarkan jenis pekerjaan jasa yang akan dilaksanakan. Aspek-aspek teknis yang perlu diklarifikasi antara lain: a.1. Jadwal pelaksanaan pekerjaan. guna pencapaian hasil kerja yang optimal. Klarifikasi Teknis Klarifikasi dilakukan untuk memperoleh kepastian dan/atau kejelasan teknis. Persentase komitmen TKDN jasa. c. Klarifikasi tidak boleh mengubah sasaran kerangka acuan kerja. Lingkup dan sasaran pencapaian Jasa Konsultansi. i. Fasilitas penunjang. b. f. b. Evaluasi Penawaran Teknis 1. e. Dilakukan dengan cara memberikan nilai angka (merit point) pada unsur-unsur pokok yang terdapat pada dokumen penawaran teknis dengan memperhatikan bobot yang diberikan pada unsur-unsur tersebut. Organisasi pelaksanaan. h. Jadwal penugasan personil.3. g. Penilaian penawaran teknis a. dengan memperhatikan bobot pekerjaan dan tenaga ahli yang akan mengerjakan serta pertimbangan kebutuhan perangkat pendukung yang proposional. Program alih pengetahuan. 201 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. Kualifikasi tenaga ahli. d.

pemberi tugas. lokasi. pemahaman atas tujuan. Pendekatan dan Metodologi Dimaksudkan untuk menilai pemahaman konsultan atas lingkup pekerjaan/jasa layanan yang diminta dalam KAK. kualitas metodologi. pengalaman melaksanakan proyek/kegiatan di Indonesia dan/atau di luar negeri. Pengalaman konsultan: • Penilaian dilakukan atas pengalaman konsultan dalam melaksanakan pekerjaan sejenis dengan pekerjaan yang dipersyaratkan dalam KAK dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. penilaian terutama meliputi pengertian terhadap tujuan proyek. 202 . Unsur yang dinilai. lingkup serta Jasa Konsultansi yang diperlukan (aspek-aspek utama yang diindikasikan dalam KAK) dan pengenalan lapangan. lingkup dan data proyek/kegiatan secara singkat. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui pengalaman dan mengukur kemampuan/kapasitas konsultan yang bersangkutan dalam melaksanakan tugasnya. • • • • d. Pengalaman tersebut diuraikan secara jelas dengan mencantumkan informasi nama proyek/kegiatan. Pengalaman kerja di Indonesia dan/atau lokasi proyek di Indonesia mendapat nilai tambah. antara lain : • Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK. dan hasil kerja. nilai dan waktu (bulan dan tahun) pelaksanaan. antara lain pengalaman melaksanakan proyek/ pekerjaan sejenis.Buku Kedua . Pengalaman konsultan harus dilengkapi dengan referensi dari pengguna jasa sebelumnya yang menunjuk kinerja konsultan yang bersangkutan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa c. kapasitas perusahaan dengan antara lain memperhatikan jumlah tenaga ahli tetap. Penilaian juga dilakukan terhadap jumlah proyek/ pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh konsultan. Unsur-unsur yang dinilai. kemampuan manajerial dan fasilitas yang dimiliki.

jadwal penugasan.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 • Kualitas Metodologi. 203 . jumlah bulan kerja (manmonths) tenaga ahli. • Konsultan yang mengajukan gagasan baru guna meningkatkan kualitas hasil kerja (output) seperti tersebut dalam KAK meskipun berakibat perubahan KAK. perhitungan teknis dan laporan-laporan yang diusulkan dalam penawaran. organisasi. jadwal pekerjaan. serta jumlah tenaga yang ditetapkan dalam KAK. e. uraian tugas. Kualifikasi Tenaga Ahli Penilaian dilakukan terhadap tenaga ahli konsultan yang diusulkan untuk melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan jenis keahlian. Penilaian meliputi antara lain: analisis. dan kebutuhan fasilitas penunjang. spesifikasi teknis. Unsur yang dinilai: • Tingkat pendidikan. jangka waktu pelaksanaan. konsistensi antara metodologi dengan rencana kerja. − − − • Hasil kerja (deliverable). dibuktikan dengan foto copy ijazah. laporan-laporan yang disyaratkan. program kerja. atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi. gambargambar kerja. interpretasi terhadap KAK khususnya mengenai data yang tersedia. apresiasi terhadap inovasi. diberikan nilai lebih. penilaian terutama meliputi: − ketepatan menganalisa masalah dan langkah pemecahan yang diusulkan dengan tetap mengacu kepada persyaratan KAK. yaitu lulusan perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah lulus ujian negara atau yang telah diakreditasi. jenis keahlian serta jumlah tenaga ahli yang diperlukan. persyaratan.

204 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa • Jenis keahlian (spesialisasi) yang dibuktikan dengan sertifikat. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaporkan hasil penilaian teknis kepada Pejabat Berwenang untuk mendapatkan persetujuan. Pengalaman kerja profesional sesuai persyaratan dalam KAK. Sanggahan Peserta pengadaan yang berkeberatan atas pengumuman hasil evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis. bahasa Indonesia (bagi konsultan asing).Buku Kedua . kondisi dan adat istiadat setempat. Panitia Pengadaan/Tim Internal memberitahukan secara tertulis urutan peringkat konsultan berikut nilai teknisnya kepada seluruh peserta. • • • Pembobotan dan penilaian untuk tiap sub-unsur ditetapkan lebih lanjut oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal. 7. dan memilih konsultan yang mengajukan penawaran teknis yang nilainya sama atau melampaui nilai minimal ambang batas (passing grade). didukung dengan referensi dari pengguna jasa. c. aturan. Penyusunan dan Pengumuman Peringkat Evaluasi Teknis. Hal lebih rinci tentang sanggahan diatur pada bab XI angka 14. 3. selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman tersebut. Aspek lainnya meliputi penguasaan bahasa Inggris. b. pengenalan (familiarity) atas tata cara. Berdasarkan keputusan Pejabat Berwenang.4. Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan peringkat konsultan yang dituangkan dalam berita acara evaluasi penawaran teknis. Kualifikasi dari tenaga ahli yang melebihi kualifikasi persyaratan dalam KAK tidak memperoleh tambahan nilai.1. situasi. harus sesuai dengan persyaratan dalam KAK. a. Berdasarkan hasil evaluasi penawaran teknis.

Unit biaya personil dihitung berdasarkan satuan waktu yang dihitung berdasarkan tingkat kehadiran dengan ketentuan 1 (satu) bulan dihitung minimal 22 (duapuluh dua) hari kerja dan 1 (satu) hari kerja dihitung minimal 8 (delapan) jam kerja. Klarifikasi dan negosiasi harga dilakukan untuk memperoleh kesepakatan harga yang dapat dipertanggung-jawabkan. Panitia Pengadaan/Tim Internal hanya membuka sampul II (kedua) penawaran konsultan dengan peringkat teknis tertinggi yang melampaui atau sama dengan nilai ambang batas. Apabila dianggap perlu dapat dilakukan negosiasi atas penawaran teknis dan kemudian dilakukan Klarifikasi dan negosiasi harga. volume kegiatan dan jenis pengeluaran. Aspek-aspek yang perlu diklarifikasi dan dinegosiasi antara lain kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya.6. 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. Klarifikasi dan Negosiasi Klarifikasi dan negosiasi tidak boleh mengubah sasaran. tujuan dan keluaran yang dihasilkan serta tidak melampaui HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.1. dengan tetap mempertahankan hasil yang ingin dicapai sesuai dengan penawaran teknis yang diajukan konsultan.5. Pembukaan Penawaran Harga 1. 3. 6. 5. Negosiasi terhadap unit harga personil dapat dilakukan berdasarkan daftar gaji yang telah diaudit dan/atau bukti setoran pajak penghasilan tenaga ahli konsultan yang bersangkutan. 2. harga satuan dibandingkan dengan harga yang berlaku dipasaran/ kewajaran harga. dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Demikian seterusnya sampai dengan peringkat teknis ketiga. Apabila Klarifikasi dan negosiasi dengan konsultan peringkat pertama tidak menghasilkan kesepakatan.1. Klarifikasi dan negosiasi harga dapat dilakukan bersamaan dengan negosiasi penawaran teknis. maka Panitia Pengadaan/Tim Internal melanjutkan dengan membuka penawaran konsultan yang lulus dengan peringkat teknis kedua serta apabila perlu dilakukan Klarifikasi dan negosiasi. 7. 205 . 2.

206 . Sanggahan a.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih tinggi dari US$5.Buku Kedua . Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan. 7.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. Penetapan Pemenang 1. 7. 3.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). 2.1.000. 8. penunjukan pemenang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. 7. Pejabat Berwenang menetapkan pemenang pengadaan berdasarkan usulan dari Panitia Pengadaan/Tim Internal. Masa sanggah untuk hasil evaluasi harga dan penunjukan pemenang adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman penunjukan pemenang. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. Dalam hal nilai pengadaan lebih tinggi dari Rp50. b. Penunjukan Pemenang 1. 2.000.000. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja. mengikuti ketentuan dalam bab XI angka 15.1. Ketentuan sanggahan diatur pada bab XI angka 14.000. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan keputusan penetapan pemenang melalui papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau memberitahukan secara tertulis kepada Penyedia Barang/Jasa peserta pelelangan. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengajukan usulan penetapan calon pemenang kepada Pejabat Berwenang.9. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara hasil Klarifikasi dan negosiasi dan melaporkan hasil Klarifikasi dan negosiasi kepada Pejabat Berwenang. Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani kontrak dalam waktu yang telah disepakati atau tidak bersedia untuk memenuhi persyaratan dan kondisi dalam dokumen penawarannya dan/atau persyaratan dan kondisi sebagai hasil kesepakatan negosiasi.8.7. c.1.

Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Selanjutnya penawaran harga peringkat teknis ketiga dibuka. Apabila harga penawaran peringkat teknis kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. b. dilakukan negosiasi. 207 . dilakukan negosiasi. Apabila calon pemenang peringkat ketiga telah lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan juga tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Selanjutnya: a. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pengadaan ulang. Penawaran harga peringkat teknis kedua dibuka. d. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. Apabila harga penawaran peringkat teknis ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Apabila harga penawaran calon pemenang peringkat teknis kedua telah lebih rendah atau sama dengan HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. Penunjukan pemenang terhadap urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. c. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. f. e.

Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Pejabat Berwenang wajib menjaga kerahasiaan dokumen penawaran dari setiap peserta. tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pembatalan Penunjukan Pemenang 4. 5. dilakukan negosiasi penawaran teknis serta Klarifikasi dan negosiasi harga dilakukan kepada calon pemenang peringkat ketiga.1. Penunjukan pemenang dibatalkan dan jaminan penawaran dicairkan apabila konsultan yang ditunjuk sebagai pemenang: a. 7. dan 3. mengundurkan diri. 208 . atau b. Pengembalian Dokumen Penawaran 1. b. atau c. maka dilakukan pelelangan ulang. Dokumen penawaran harga yang tidak dibuka dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah masa sanggah atas hasil evaluasi administrasi dan teknis selesai. 2. Dokumen penawaran teknis peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang pengadaan dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah masa sanggah selesai.10. kecuali dokumen penawaran harga peringkat dua dan tiga baru dikembalikan setelah penandatanganan Kontrak. Dalam hal penunjukan pemenang dibatalkan: a.Buku Kedua . Apabila calon pemenang kedua juga mengundurkan diri. c. mengganti ketua pelaksana pekerjaan (team leader) atau mengganti lebih dari 30% (tigapuluh persen) jumlah tenaga ahlinya. Apabila calon pemenang ketiga juga mengundurkan diri. Dilakukan negosiasi penawaran teknis serta Klarifikasi dan negosiasi harga dengan konsultan peringkat kedua.

Demikian juga besarnya biaya (HPS/OE) dapat diperhitungkan dengan baik.4. dan memilih konsultan yang mengajukan penawaran teknis yang nilainya sama atau melampaui nilai minimal ambang batas (passing grade). Panitia Pengadaan/Tim Internal menetapkan peringkat konsultan yang dituangkan dalam berita acara evaluasi penawaran teknis. dilanjutkan dengan Klarifikasi teknis dan negosiasi harga.2. kemudian dipilih penawaranpenawaran yang sama atau melampaui nilai ambang batas (passing grade).2. selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman tersebut. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan pada papan pengumuman resmi Kontraktor KKS dan/atau memberitahukan secara terulis urutan peringkat konsultan berikut nilai teknisnya kepada Penyedia Barang/Jasa. Berdasarkan hasil evaluasi penawaran teknis. 209 7. Sistim evaluasi berdasarkan teknis dan harga digunakan untuk pekerjaan yang lingkup. . 1. Urutan proses sebagai berikut : 7. Hal lebih rinci mengenai sanggahan diatur dalam bab XI angka 14. 7.2.2.2. 2.2. Penyusunan dan Pengumuman Peringkat Evaluasi Teknis. Sanggahan atas keputusan evaluasi administrasi dan teknis: Peserta pengadaan yang berkeberatan atas pengumuman hasil evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis. keluaran (output). 7.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 SISTIM EVALUASI KUALITAS TEKNIS DAN HARGA Sistim evaluasi berdasarkan teknis dan harga adalah evaluasi berdasarkan kombinasi skor penawaran teknis dan skor nilai penawaran harga. 7. Penilaian/evaluasi penawaran teknis menggunakan sistim pembobotan (merit point). waktu penugasan dan hal-hal lain dapat diperkirakan dengan baik dalam KAK.1. Prosedur pembukaan dan evaluasi penawaran administrasi dan teknis [sampul I (pertama)] mengikuti prosedur pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas. Berdasarkan keputusan Pejabat Berwenang.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal melaporkan hasil penilaian teknis kepada Pejabat Berwenang untuk meminta persetujuan. 3.

Penilaian penawaran harga terhadap konsultan yang telah lulus evaluasi teknis dengan menggunakan sistim nilai (merit point system) berdasarkan urutan harga evaluasi penawaran (HEP) (jika tanpa normalisasi) atau menggunakan harga setelah normalisasi (jika ada normalisasi). 7. Pembukaan dan evaluasi penawaran harga [sampul II (kedua)]: 1. Calon konsultan yang lulus evaluasi teknis berikut nilai evaluasi penawaran teknis masing-masing. Ketentuan pembobotan nilai evaluasi penawaran teknis dan nilai evaluasi penawaran harga sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pengadaan. 5. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka sampul-II (kedua).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7.Buku Kedua . Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang peserta yang lulus evaluasi penawaran teknis untuk menghadiri pembukaan penawaran harga [sampul II (kedua)]. 210 . 4.2. 3. b. Panitia Pengadaan/Tim Internal dihadapan peserta pelelangan menyampaikan hal-hal sebagai berikut: a.5. 6. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara pembukaan penawaran harga yang harus ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan sekurangkurangnya 1 (satu) wakil peserta pengadaan. membacakan dan menulis harga penawaran. 2. TKDN serta nilai jaminan penawaran dari seluruh peserta yang lulus evaluasi teknis. Penyetaraan (normalisasi) penawaran harga dengan antara lain menambahkan biaya manajemen (management cost) yang akan dikeluarkan oleh Kontraktor KKS pada harga evaluasi penawaran (HEP). harga evaluasi penawaran (HEP) atau harga setelah normalisasi yang terendah diberikan skor paling tinggi (maksimal). dalam hal pelaksanaan Jasa Konsultansi dilaksanakan di luar negeri. Dilakukan perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasar pencapaian TKDN (HE-TKDN).

Prosedur negosiasi mengikuti ketentuan pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas. 3. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara hasil negosiasi dan melaporkan hasil negosiasi kepada Pejabat Berwenang. 2. Evaluasi gabungan teknis dan harga: 1. c.60 sampai 0.6.40 Harga penawaran terendah diberikan nilai (score) penawaran harga tertinggi. Konsultan dengan peringkat pertama diberi waktu yang memadai untuk mempersiapkan negoasiasi teknis dan negosiasi harga. 211 .2. Apabila tidak ada satupun harga penawaran yang lebih rendah atau sama dengan HPS/OE. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengundang konsultan dengan nilai tertinggi untuk hadir dalam rapat negosiasi teknis dan negosiasi harga. Pelaksanaan sebagai berikut: a. Penyusunan daftar peringkat konsultan didasarkan hasil perhitungan kombinasi nilai terbobot penawaran teknis dan harga. Berdasarkan berita acara evaluasi gabungan penawaran teknis dan penawaran harga. Panitia Pengadaan/Tim Internal menghitung kombinasi nilai (score) penawaran teknis dan nilai penawaran harga dengan cara perhitungan sebagai berikut : Nilai akhir = [Nilai Penawaran Teknis x Bobot Penawaran Teknis] + [Nilai Penawaran Harga x Bobot Penawaran Harga] Dimana : − − − Bobot penawaran teknis antara 0. dilakukan negosiasi terhadap konsultan yang mempunyai nilai tertinggi sesuai hasil evaluasi kombinasi penawaran teknis dan penawaran harga.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.20 sampai 0. b.80 Bobot penawaran harga antara 0. Klarifikasi tidak boleh mengubah sasaran KAK.

000.00 25.             Score harga penawaran = (HE TKDN Terendah) / (HE TKDN) x 100 Score Penawaran Teknis Tertimbang = Score Teknis x Bobot Teknis Score Penawaran Harga Tertimbang = Score Harga x Bobot Harga Nilai Kombinasi = Score Teknis Tertimbang + Score Harga Tertimbang 212 .52       Harga Penawaran TKDN Preferensi HE TKDN Score Harga Penawaran Score Harga Penawaran Tertimbang        1.200.52    86.Buku Kedua .00 82 61.000 60 4.165 94.000 50 3.689 100.100.75 ) 84 63.784.50 Score Penawaran Teknis Score Penawaran Teknis Tertimbang Penawaran Harga (Bobot :   0.08 23.22      1.000. 4.067.004.50    86.000 40 3.87 21.75 1.00 1. 2. 3.050.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Contoh: Penghitungan Nilai Kombinasi Evaluasi Kualitas Teknis dan Harga Pengadaan Jasa Konsultansi           A   B   C Penyedia Barang/Jasa Penawaran Teknis (Bobot :   0.156.626.50 1.961.00    1.72    Nilai Kombinasi Teknis dan Harga             86.25 ) (Rp) (%) (%) (Rp) 1.000.50 86 64.506 86.

3. Sanggahan atas penetapan pemenang hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis.000.000.000. 7. 213 . 3.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.000. 2. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengumumkan keputusan penetapan pemenang melalui papan pengumuman Kontraktor KKS dan/atau diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa peserta pengadaan. 2.2. 7. Sanggahan atas penetapan pemenang: 1. 3.9.000. Penunjukan Pemenang 1. Hal mengenai sanggahan diatur pada bab XI angka 14. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan.8. Dalam hal nilai pengadaan lebih tinggi dari Rp50. mengikuti ketentuan dalam bab XI angka 15.2.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih tinggi dari US$5.7. penunjukan pemenang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS. Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani Kontrak dalam waktu yang telah disepakati atau tidak bersedia untuk memenuhi persyaratan dan kondisi dalam dokumen penawarannya dan/atau persyaratan dan kondisi sebagai hasil kesepakatan negosiasi. Masa sanggah untuk hasil evaluasi harga dan penunjukan pemenang adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman penetapan pemenang.2. Penetapan Pemenang 1. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. Pejabat Berwenang menetapkan pemenang pengadaan berdasarkan usulan dari Panitia Pengadaan/Tim Internal. 2.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Panitia Pengadaan/Tim Internal mengajukan usulan penetapan calon pemenang kepada Pejabat Berwenang.

Penawaran harga peringkat teknis kedua dibuka. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. dilakukan negosiasi. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pengadaan ulang. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. 7. mengganti ketua pelaksana pekerjaan (team leader) atau mengganti lebih dari 30% (tigapuluh persen) jumlah tenaga ahlinya.2. b. Apabila harga penawaran peringkat teknis kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa. Selanjutnya penawaran harga peringkat teknis ketiga dibuka. c. atau 214 . dilakukan negosiasi. Apabila calon pemenang peringkat teknis kedua tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Selanjutnya: a. Apabila harga penawaran peringkat teknis ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. Penunjukan pemenang dibatalkan dan jaminan penawaran dicairkan apabila konsultan yang ditunjuk sebagai pemenang: a. Apabila calon pemenang peringkat ketiga juga tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. Pembatalan Penunjukan Pemenang 1. Penunjukan pemenang terhadap urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi.Buku Kedua . d.10.

2. Pengembalian Dokumen Penawaran 1.11. Apabila calon pemenang kedua juga mengundurkan diri dilakukan Klarifikasi teknis dan negosiasi harga dilakukan kepada calon pemenang peringkat ketiga. Dilakukan Klarifikasi teknis dan negosiasi harga dengan konsultan peringkat kedua. atau c. Dokumen penawaran teknis peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang pengadaan dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah masa sanggah selesai. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Pejabat Berwenang wajib menjaga kerahasiaan dokumen penawaran dari setiap peserta. dan 2. b. 2. Dalam hal penunjukan pemenang dibatalkan: a.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b. maka dilakukan pengadaan ulang. Apabila calon pemenang ketiga juga mengundurkan diri. c. 215 . 7. tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. mengundurkan diri.

Panitia Pengadaan/Tim Internal membuat berita acara pembukaan penawaran harga yang harus ditandatangani oleh Panitia Pengadaan/Tim Internal dan sekurangkurangnya 1 (satu) wakil peserta pengadaan.Buku Kedua . Dilakukan perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasarkan pencapaian TKDN (HE-TKDN). 3. 216 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. Tata cara evaluasi penawaran teknis. Panitia Pengadaan/Tim Internal dihadapan peserta pengadaan menyampaikan calon konsultan yang lulus evaluasi teknis berikut nilai evaluasi penawaran teknis masing-masing. 2. SISTIM EVALUASI HARGA TERENDAH Sistim evaluasi harga terendah adalah evaluasi berdasarkan penawaran harga terendah dari konsultan yang memenuhi atau melampaui nilai minimal ambang batas teknis (passing grade). dikembalikan.1. Evaluasi Teknis 1. 3. 4.3. Internal melakukan koreksi 5. Pembukaan penawaran harga 1. penyusunan peringkat nilai teknis sampai dengan pengumuman hasil evaluasi teknis serta prossedur sanggahan mengikuti ketentuan dalam sistim evaluasi kualitas teknis dan harga.3. Pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi harga terendah digunakan bagi pekerjaan Jasa Konsultansi yang bersifat standar atau secara teknis dapat dilaksanakan dengan metoda yang sederhana. 7. Panitia Pengadaan/Tim aritmatik.3.2. Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan penilaian usulan teknis dan tata cara penilaian mengikuti ketentuan pengadaan Jasa Konsultansi berdasarkan sistim evaluasi kualitas dan dibuatkan daftar peserta yang nilainya sama dengan atau di atas nilai minimal ambang batas teknis (passing grade). 2. membacakan dan menulis harga penawaran [(sampul II (kedua)] dari semua peserta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis. 7. Penawaran harga [Sampul II (kedua)] peserta yang tidak lulus evaluasi penawaran teknis. Panitia Pengadaan/Tim Internal membuka.

00 (lima juta dolar Amerika Serikat).3. Sanggahan 1.3. Masa sanggah untuk hasil evaluasi harga dan penunjukan pemenang adalah 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pengumuman penunjukan pemenang.000. Penunjukan Pemenang 1. 6. 3. Dilakukan negosiasi harga mengikuti prosedur negosiasi pengadaan barang/Jasa Lainnya. 2.4. Pejabat Berwenang menerbitkan surat penunjukan pemenang pengadaan. Penyetaraan (normalisasi) penawaran harga dengan antara lain menambahkan biaya manajemen (management cost) yang akan dikeluarkan oleh Kontraktor KKS pada harga evaluasi penawaran (HEP).5. maka jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/Jasa.000. 3. Apabila peserta yang ditunjuk mengundurkan diri atau tidak bersedia ditunjuk atau tidak bersedia menandatangani Kontrak dalam waktu yang telah disepakati atau tidak bersedia untuk memenuhi persyaratan dan kondisi dalam dokumen penawarannya dan/atau persyaratan dan kondisi sebagai hasil kesepakatan negosiasi. Sanggahan hanya dapat dilakukan oleh peserta pelelangan yang lulus evaluasi teknis. Penyusunan daftar peringkat konsultan didasarkan hasil perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) (jika tanpa normalisasi) atau hasil normalisasi (jika ada normalisasi). 217 .00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih tinggi dari US$5.3. dalam hal pelaksanaan Jasa Konsultansi dilaksanakan di luar negeri.3. 7. 2.000. Hal lebih rinci mengenai sanggahan diatur pada bab XI angka 14.000. Peserta pengadaan yang ditunjuk sebagai pemenang wajib menerima penunjukan tersebut dalam waktu 5 (lima) hari kerja. 7.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. Dalam hal nilai pengadaan lebih tinggi dari Rp50. 7. Negosiasi harga terhadap konsultan calon pemenang tidak boleh mengubah sasaran kerangka acuan kerja.000. mengikuti ketentuan dalam bab XI angka 15. penunjukan pemenang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS.

Selanjutnya Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan untuk menetapkan peserta peringkat ketiga sebagai calon pemenang. Apabila harga penawaran peringkat kedua lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. b.Buku Kedua . g. f. Selanjutnya pelelangan dinyatakan gagal dan dilaksanakan pengadaan ulang. Penunjukan pemenang terhadap urutan ketiga hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. e.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Selanjutnya: a. Apabila harga penawaran peringkat ketiga lebih tinggi dari urutan pertama dan/atau lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. 218 . d. Apabila harga penawaran calon pemenang peringkat ketiga telah lebih rendah dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana. Panitia Pengadaan/Tim Internal mengusulkan untuk menetapkan peserta peringkat kedua sebagai calon pemenang. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/ Jasa. dilakukan negosiasi. Penunjukan pemenang terhadap urutan kedua hanya dapat dilakukan bila harga penawarannya atau harga setelah negosiasi tidak melebihi HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi. dilakukan negosiasi. c. jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan dikenakan sanksi sebagaimana diatur pada bab XIV tentang Pembinaan Penyedia Barang/ Jasa. Apabila calon pemenang peringkat kedua telah lebih rendah dari HPS/OE atau HPS/OE yang telah dikoreksi dan tidak bersedia untuk ditunjuk sebagai pelaksana.

7. Dokumen penawaran harga dari penawaran yang tidak lulus evaluasi teknis. 7. mengganti ketua pelaksana pekerjaan (team leader) atau mengganti lebih dari 30% (tigapuluh persen) jumlah tenaga ahlinya. 2. Pengembalian Dokumen Penawaran 1.3. Panitia Pengadaan/Tim Internal dan Pejabat Berwenang wajib menjaga kerahasiaan dokumen penawaran dari setiap peserta.6. dikembalikan kepada peserta pengadaan bersangkutan setelah disusun peringkat evaluasi teknis. Pembatalan Penunjukan Pemenang 1. Apabila calon pemenang kedua juga mengundurkan diri. mengundurkan diri. Dilakukan negosiasi harga dengan konsultan peringkat kedua. c.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7. atau b. b. Apabila calon pemenang ketiga juga mengundurkan diri. Dalam hal penunjukan pemenang dibatalkan: a.3. Penunjukan pemenang dibatalkan dan jaminan penawaran dicairkan apabila konsultan yang ditunjuk sebagai pemenang: a. maka dilakukan pelelangan ulang. 219 . 2. atau c. dilakukan negosiasi harga kepada calon pemenang peringkat ketiga. tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan.

1. Terhadap peserta baru harus dilakukan penilaian kualifikasi.3. PELELANGAN ULANG 8.1.1. Peserta lama harus mendaftar ulang.2. atau 8. Pemilihan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk. sesegera mungkin setelah 8.2. 8. dengan dimungkinkan adanya perubahan lingkup kerja 220 . Apabila pelelangan ulang mengalami kegagalan.1.2. peserta yang telah dinyatakan telah lulus penilaian kualifikasi tidak dilakukan penilaian kualifikasi lagi. Membatalkan lelang tersebut dan melaksanakan lelang baru. Dalam hal pelelangan Pengadaan Jasa Konsultansi mengalami kegagalan.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 8. Penunjukan langsung dengan cara melakukan evaluasi dan/atau negosiasi terhadap penawaran yang masuk apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu).1.2. Dalam hal mengundang peserta baru. maka proses pengadaan selanjutnya dilaksanakan dengan: 8. proses dimulai dengan tahap pengumuman. Evaluasi harga memperhitungkan preferensi harga berdasar janji/ komitmen TKDN dalam menentukan harga evaluasi penawaran (HEP).2.3.Buku Kedua . dilakukan 1 (satu) kali pelelangan ulang: 8. apabila penawaran yang masuk minimal 2 (dua).1. 8. Pelelangan ulang diselenggarakan dengan mengundang Peserta Pengadaan lama dan/atau mengundang Penyedia Barang/Jasa baru. atau 8. Pelelangan ulang dilaksanakan pelelangan dinyatakan gagal.

1.1.2. Aspek-aspek yang perlu dinegosiasi terutama : 9. Pengadaan jasa kosultansi perorangan dilakukan melalui penunjukan langsung dengan mempertimbangkan faktor kewajaran harga serta memenuhi salah satu persyaratan sebagai berikut: Pelaksanaan pekerjaan tidak memerlukan kerja kelompok (team work) untuk penyelesaiannya.2. Jasa Konsultansi tersebut merupakan tugas khusus untuk memberikan masukan/saran (advice) dalam pelaksanaan proyek/ kegiatan.2.2.3. 9.1. 9. Kesesuaian rencana kerja dengan jenis pengeluaran biaya. 9.1. Harga satuan dibandingkan dengan harga yang berlaku di pasar/ harga yang wajar. 9.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9. 9. 9.2.4.1. Jenis dan volume kegiatan serta jumlah pengeluaran. PENGADAAN JASA KONSULTANSI PERORANGAN 9. 221 . Jasa Konsultansi tersebut bukan merupakan proyek/kegiatan secara utuh yang berdiri sendiri. KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI Panitia Pengadaan/Tim Internal melakukan Klarifikasi dan negosiasi harga kepada penyedia Jasa Konsultansi perorangan yang akan ditunjuk sebagaimana pada pengadaan Jasa Konsultansi dengan sistim evaluasi kualitas.3. Pekerjaan hanya memungkinkan dilakukan oleh orang yang ahli di bidangnya (spesialis). 9.2.1.1.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB XIII KONTRAK 222 .

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1.5. Hak. Harga dan nilai. 2.2.1.1. 2. sebagai akibat fluktuasi harga atau perubahan tarif resmi yang berlaku. Apabila tidak dinyatakan. maka harga Kontrak tersebut berlaku untuk seluruh masa Kontrak tanpa suatu perubahan.3. Identitas para pihak dinyatakan dengan jelas. Ketentuan tersebut harus dinyatakan pada Dokumen Pengadaan. 223 . 2. 1.1. Penerbitan Kontrak yang tidak kompleks dilakukan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal penunjukan pemenang. Penerbitan Kontrak yang bersifat kompleks diupayakan 90 (sembilan puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal penunjukan pemenang. ISI KONTRAK: Kontrak sekurang-kurangnya memuat secara jelas hal-hal sebagai berikut: 2.2. untuk Kontrak tahun jamak.4.2. Apabila penyesuaian harga mengakibatkan diperlukannya PLK. Anggota Konsorsium atau bentuk kerja sama lainnya yang berdasarkan perjanjian kemitraan berhak menandatangani Kontrak. maka secara kumulatif nilai penambahan PLK tidak boleh melebihi 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak awal. PENERBITAN KONTRAK 1. 2. 2. 2.2. Penyedia Barang/Jasa yang mewakili atau memimpin (leader) dalam hal Kontrak dilakukan dengan Konsorsium atau bentuk kerja sama lainnya. Harga dan nilai yang bersifat pasti sesuai hasil proses pengadaan. 2.5. Ketentuan mengenai penyesuaian harga dan nilai pekerjaan.5.1. Para pihak yang menanda tangani Kontrak. 2. Lingkup pekerjaan termasuk persyaratan dan spesifikasi teknis sesuai konsep Kontrak dan kesepakatan sebagai hasil proses pengadaan.1.1. 2. kewajiban dan tanggung-jawab kedua belah pihak sesuai konsep Kontrak dan kesepakatan sebagai hasil proses pengadaan.

000. sesuai yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan seperti diatur dalam bab VIII angka 3.3. 2. 2. Jangka waktu dan tahapan pembayaran.00 (dua ratus juta dolar Amerika Serikat). Jenis mata uang yang digunakan dalam pembayaran.8. 2.8. Pemberian uang muka: 1. 2.5.7.8. 224 .6.4. Kewajiban Penyedia Barang/Jasa untuk melaporkan dan membuktikan pencapaian TKDN. 2. 2.6.000.000.3.2.000.8. Pada Kontraktor KKS tahap produksi.1. Kontraktor KKS harus menetapkan kriteria dasar pemberian uang muka sebagai bagian dari kebijakan pengelolaan rantai suplai Kontraktor KKS yang bersangkutan. Para pihak yang mengikat diri dalam Kontrak harus memiliki rekening bank yang berada dalam wilayah Negara Republik Indonesia baik sebagai rekening pembayar maupun sebagai rekening penerima.8. transaksi pembayaran dilakukan melalui rekening pembayar dan rekening penerima pada Bank Umum berstatus BUMN/BUMD.8. Syarat-syarat pembayaran: Ketentuan bahwa pembayaran akan dilaksanakan kepada Penyedia Barang/Jasa melalui rekening bank yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia dengan mengutamakan penggunaan Bank Umum yang berstatus BUMN/BUMD sebagaimana diatur pada bab VIII angka 3. kepada Perusahaan Dalam Negeri diberikan uang muka sebesar minimal 5% (lima persen) dan maksimal 10% (sepuluh persen). Tanggal saat dimulainya pekerjaan dan jangka waktu Kontrak.3. 2. Komitmen Penyedia Barang/Jasa dalam penggunaan produksi/ kompetensi dalam negeri yang terdiri dari: Jenis barang/jasa.4.4.6.000.2.00 (dua triliun rupiah) atau sampai dengan US$200. jangka waktu penyelesaian pekerjaan atau waktu penyerahan. dengan nilai Kontrak sampai dengan Rp.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.7.1. nilai dan persentase komponen dalam negeri sesuai hasil proses pengadaan. Dalam pengadaan jasa pemboran dan jasa konstruksi (engineering procurement & construction-EPC).Buku Kedua . 2.000. 2.7.2. 2.

apabila akan diberikan: a. Penyedia Barang/Jasa wajib memenuhi kewajiban pembayaran kepada sub kontraktor yang berkaitan dengan pelaksanaan Kontrak. b. Dapat juga diberikan kepada: • • Badan usaha milik negara (BUMN) atau badan usaha milik daerah (BUMD).8. besaran persentase uang muka yang dapat diberikan setinggi-tingginya 10% (sepuluh persen). Uang muka diperhitungkan sebagai pembayaran tahap (termijn) pertama. atau Pemenang pengadaan sebagai realisasi kesepakatan dalam proses pengadaan termasuk proses negosiasi. Diutamakan bagi usaha kecil atau badan usaha yang dimiliki perguruan tinggi/lembaga ilmiah.6.7. sebagaimana diatur dalam bab IX angka 3. Pelaksanaan pembayaran berikutnya dilakukan pada tahap (termijn) kedua berdasarkan tahap tahap pembayaran yang telah ditetapkan dalam Kontrak. Apabila Penyedia Barang/Jasa lalai atau gagal memenuhi kewajiban yang diperjanjikan kepada sub kontraktor dan digugat oleh sub kontraktor ke pengadilan atau arbitrase. c.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 3. 7. 6. di atas. 4. Besaran persentase uang muka yang dapat diberikan setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen). Penyedia Barang/Jasa bersangkutan dapat diikutsertakan kembali dalam kegiatan pengadaan apabila seluruh kewajibannya kepada sub kontraktor terkait dipenuhi. Kontraktor KKS wajib memenuhi kewajiban pembayaran kepada Penyedia Barang/Jasa dan tidak mengaitkan dengan proses formalitas dari BPMIGAS yang belum selesai. Untuk kegiatan pengadaan selain jasa pemboran dan jasa konstruksi seperti tersebut pada angka 2. 225 . 2.8. 5. Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan tidak dapat diikutsertakan dalam kegiatan pengadaan pada semua Kontraktor KKS. Uang muka dimaksud harus sepenuhnya dipergunakan bagi pelaksanaan kegiatan/proyek bersangkutan. Pembayaran uang muka dilakukan setelah Penyedia Barang/Jasa menyerahkan surat jaminan uang muka. 2. Apabila akan diberikan kepada Usaha menengah dan usaha besar.

2. Dalam hal Kontrak penyewaan dan/atau penggunaan peralatan dengan masa Kontrak lebih dari 12 (dua belas) bulan. maka tidak dikenakan denda tambahan.1. 2.2. Dikenakan denda paling sedikit 1‰ (satu permil) dari harga Kontrak untuk setiap hari keterlambatan.5. Dalam hal Kontrak menyatakan penyerahan barang/jasa dapat dilakukan secara bertahap (parsial) atau pada prinsipnya dilakukan atau diserahkan secara bertahap (parsial).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Tata cara pengenaan sanksi ini mengikuti ketentuan pengenaan sanksi kategori hitam pada bab XIV angka 4.10.6. Ketentuan ini tidak diterapkan apabila Penyedia Barang/Jasa dapat membuktikan bahwa pemenuhan kewajiban kepada sub kontraktor tidak atau belum dapat dilakukan karena kegagalan pihak sub kontraktor dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya. 2.10. Penyedia Barang/Jasa tidak memenuhi komitmen pencapaian TKDN yang dinyatakan dalam Kontrak. 2.10. maka denda keterlambatan dihitung sebagai persentase denda keterlambatan dikalikan nilai Kontrak untuk masa 12 (duabelas) bulan. dikenakan sanksi sesuai ketentuan pada angka 5.2. Ketentuan ini berlaku apabila telah dinyatakan dalam Dokumen Pengadaan dan tidak dapat dilaksanakan pada Kontrak lumpsum dan Kontrak turnkey. 2.10.2. 226 .10. Besarnya denda maksimum ditetapkan 5% (lima persen).10.3. 2. Ketentuan tentang Sanksi. Jika diperlukan. Jaminan pelaksanaan sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Pengadaan barang/jasa sebagaimana diatur pada bab IX angka 2. Apabila denda keterlambatan telah mencapai maksimum namun pekerjaan dapat dilanjutkan dan diselesaikan. maka denda keterlambatan dihitung berdasarkan nilai barang/jasa yang terlambat diserahkan. 2.Buku Kedua .9. untuk proyek/kegiatan yang mempunyai risiko tinggi dapat dikenakan denda lebih dari 5% (lima persen) dan setinggitingginya 20% (dua puluh persen) dari nilai Kontrak. Penyedia Barang/Jasa terlambat menyelesaikan pekerjaan/ menyerahkan barang dikenakan sanksi sebagai berikut: 2.3. namun Kepada Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan dikenakan sanksi kategori kuning atau merah sesuai ketentuan dalam bab XIV.6. dalam bab ini.4.10.

15.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2.12. Ketentuan tentang penyelesaian perselisihan. 2. Penyediaan barang dan/atau peralatan dalam kontrak pengadaan barang atau kontrak pengupahan. 227 . Ketentuan tentang amandemen (perubahan isi) Kontrak. misalnya apabila denda keterlambatan telah mencapai maksimum. 2. Ketentuan tentang asuransi. 1. 2. Apabila ketentuan ini dilanggar.14.2. maka jaminan pelaksanaan yang bersangkutan dicairkan.15. 2. Ketentuan pengalihan pekerjaan. Penyedia Barang/Jasa dilarang mengalihkan atau mensub kontrakkan: 1.2. Nilai kompensasi yang harus dibayar oleh Kontraktor KKS kepada Penyedia Barang/Jasa sebagai konsekuensi dari pembatalan Kontrak lebih awal (apabila ada). 2. Harus menggunakan dasar dan kriteria yang jelas. Pekerjaan utama dan/atau lebih dari 50% (lima puluh persen) dari nilai jasa pelaksanaan pekerjaan Jasa Pemborongan atau Jasa Lainnya kepada Penyedia Barang/Jasa lain. Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi kategori merah sebagaimana diatur pada bab XIV. 2.1. tidak dapat dibebankan sebagai biaya operasional berdasar Kontrak Kerja Sama. Ketentuan tentang kompensasi yang harus dibayar oleh pihak yang memutuskan untuk mengakhiri Kontrak lebih awal harus dinyatakan secara jelas.1. 2.12.11.13. pajak dan bea masuk (BM) serta pajak dalam rangka impor (PDRI). Apabila Penyedia Barang/jasa memutuskan secara sepihak Kontrak yang sedang berjalan dan alasan yang mendasari pemutusan Kontrak tidak dapat diterima oleh Kontraktor KKS. Pengalihan sebagian pekerjaan harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Kontraktor KKS. dan menurut pertimbangan Kontraktor KKS pekerjaan tersebut berpotensi tidak mungkin diselesaikan. Ketentuan tentang pemutusan Kontrak lebih awal: 2.12.15. 2. 2.

228 . 2.1.3. 2. Pengalihan harus meliputi seluruh hak dan kewajiban termasuk penyelesaian pekerjaan. dan 2.2. Ketentuan pada angka 2. yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.2. Pengadaan barang.2. dapat menggunakan bahasa Inggris.15.16. maka yang mengikat secara hukum adalah yang dinyatakan dalam bahasa Indonesia. Sanksi apabila penyedia jasa yang bersangkutan tidak melaksanakan ketentuan di atas sebagaimana diatur pada bab XIV angka 4. Kontrak dibuat dengan menggunakan bahasa Indonesia atau dapat menggunakan 2 (dua) bahasa.17. 2. Penyedia jasa tetap bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan tersebut.17.16. 2. Kewajiban penyedia jasa bekerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil setempat dan/atau usaha menengah. Ketentuan tentang kewajiban kerjasama dengan usaha kecil termasuk koperasi kecil dan usaha menengah sebagaimana diatur pada bab VI angka 5. 2.3. dan 5.17. Hasil penggabungan. Pelaksanaan pekerjaan jasa dengan teknologi canggih (sophisticated).2. Bahasa Kontrak. yang apabila dinyatakan dalam bahasa Indonesia dapat menimbulkan salah tafsir atau secara umum istilah dalam bahasa Inggris lebih menjamin kebenaran pemahaman.Buku Kedua .16 di atas tidak diberlakukan dalam: 1.1. Jika terdapat perbedaan penafsiran mengenai hal-hal yang diatur dalam Kontrak yang menggunakan 2 (dua) bahasa tersebut di atas. 2. 2.: 2. antara lain dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan tertentu.17. Spesifikasi teknis barang atau pekerjaan dan/atau istilah teknis lainnya.1.16. Dalam Kontrak dicantumkan: 1.3. Pelaksanakan pekerjaan sejak awal dirancang oleh Kontraktor KKS menggunakan sistim sub kontrak.3. dimana penyedia jasa golongan usaha kecil termasuk koperasi kecil tidak mampu melaksanakan. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2.3. 3. peleburan atau akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan lain setelah Kontrak berjalan yang harus dibuktikan dengan dokumen-dokumen pendukung yang sah dan dapat dipertanggung-jawabkan. Ketentuan di atas dikecualikan untuk: 1.

18.1. 2.19.3.19.2. Khusus untuk Kontrak Jasa Konsultansi harus memuat secara jelas ketentuan-ketentuan mengenai: 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 2. appendix. Rincian tanggung jawab serta hak dan kewajiban kedua belah pihak. jenis tenaga ahli. Penjelasan tentang jumlah biaya keseluruhan. 2. unit biaya personel. Dalam hal konsultan melakukan kerja sama harus dinyatakan tanggung jawab setiap konsultan. Hak kepemilikan hasil pekerjaan dan data (Proprietary and Intelectual Rights) harus menjadi milik negara. 229 .19. Tanggung jawab profesi (professional responsibilities / liabilities terhadap Jasa Konsultansi yang ditanganinya). 2. attachment) maka harus dinyatakan bahwa lampiran tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari Kontrak.4. 2. Lampiran Kontrak Apabila di dalam Kontrak terdapat lampiran (exhibit.19.19. jumlah tenaga ahli. jadwal kerja tenaga ahli dan staf konsultan dan unit biaya-biaya langsung.

dan 3. Pembebanan biaya kedalam biaya operasi dalam rangka KKS akan diperhitungkan setelah dilakukan penelitian (audit) oleh BPMIGAS. Dalam hal ini: Apabila pemenang pengadaan telah ditetapkan harus didukung dengan justifikasi kuat dari Pejabat Berwenang.2.2. Pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak hanya dapat dilaksanakan apabila: 3.3. 3. maka langkah angka 3. disetujui oleh pimpinan tertinggi atau pejabat yang diberi kewenangan untuk hal ini. Apabila proses penunjukan pemenang memerlukan persetujuan BPMIGAS.1. PELAKSANAAN PEKERJAAN MENDAHULUI KONTRAK Pelaksanaan pekerjaan pada dasarnya baru dapat dimulai setelah diterbitkan Kontrak.3. 3. Permintaan pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak yang telah ditentukan urutan pemenangnya. dapat ditunjuk calon pemenang peringkat pertama dengan persetujuan tertulis pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau pejabat yang diberi kewenangan untuk hal ini. 3.2. Permintaan pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak harus segera disusul dengan penerbitan Kontrak.1. 3. 3. 3.1.4. Dalam keadaan Kontrak belum diterbitkan.3.3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 3. 3.1. 3. namun belum ada penetapan atau penunjukan pemenang.2. maka ketentuanketentuan yang mengikat para pihak adalah ketentuan-ketentuan dan/atau persyaratan-persyaratan sesuai konsep Kontrak dan kesepakatan dalam proses pengadaan. Pelaksanaan dilakukan sebagai berikut: Permintaan pelaksanaan pekerjaan mendahului Kontrak yang sudah ditetapkan/diputuskan pemenangnya. Dalam Keadaan Darurat (Emergency) dapat ditunjuk calon pemenang urutan pertama untuk melaksanakan pekerjaan dengan persetujuan tertulis dari pimpinan tertinggi Kontraktor KKS tanpa memperhatikan batasan nilai pekerjaan.3.2. disetujui oleh pejabat yang menandatangani Kontrak.2.Buku Kedua . di atas terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan BPMIGAS.2. 3. 230 .2. Dalam hal Keadaan Sangat Mendesak (urgent) yang apabila tidak segera dilaksanakan dapat menimbulkan kerugian Kontraktor KKS yang bersangkutan dan/atau membahayakan lingkungan. Apabila pemenang pengadaan belum ditetapkan.2.3.

4. 4. 231 . bagi Kontrak yang volume serta nilai Kontraknya belum sepenuhnya dimanfaatkan.1.5. sesuai azas keteknikan yang baik. PLK yang berupa penambahan volume pekerjaan.4.2. 4. PLK dan/atau PJWK yang tidak dapat dihindari harus dilengkapi dengan justifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan dilengkapi dengan alasan kuat yang disetujui oleh pimpinan tertinggi Kontraktor KKS atau yang diberi kewenangan.5. jenis pekerjaan dan/atau jangka waktu pelaksanaan Kontrak. Dalam rangka penyelesaian pekerjaan semula yang pelaksanaannya tertunda atau terhambat. jenis pekerjaan dan/atau jangka waktu pelaksanaan Kontrak dapat dilakukan apabila memenuhi sekurang-kurangnya salah satu syarat sebagai berikut: Merupakan pekerjaan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi sehubungan dengan telah terjadinya Keadaan Darurat (Emergency) berdasarkan pernyataan pimpinan tertinggi Kontraktor KKS.3. sepanjang dapat dipertanggung-jawabkan secara profesional. Merupakan pekerjaan tambahan yang tidak diduga sebelumnya dalam usaha memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) penggunaan peralatan dalam Kontrak yang sedang berjalan oleh Kontraktor KKS lain.5.1. PLK adalah penambahan atau pengurangan volume pekerjaan. karena semua rencana kerja harus sudah dibuat secara professional. dengan menggunakan satuan harga pada Kontrak yang bersangkutan. Pemanfaatan kondisi ini hanya dimungkinkan sampai dengan berakhirnya masa Kontrak.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Dalam rangka penyelesaian pekerjaan semula yang tidak dapat dielakkan berdasarkan pertimbangan teknis.2. 4. sebagai akibat dari kondisi yang terjadi berada di luar kendali Penyedia Barang/Jasa maupun Kontraktor KKS. 4. PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) DAN PERPANJANGAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK): 4.5.5. 4. Perubahan Lingkup Kerja (PLK) dan Perpanjangan Jangka Waktu Kontrak (PJWK) sedapat mungkin dihindari.3. PJWK dapat dilakukan pada saat masa berlaku Kontrak akan berakhir. dengan menggunakan satuan harga pada Kontrak yang bersangkutan sepanjang dapat dipertanggung-jawabkan secara profesional. 4.4. 4.

. Jangka waktu PLK kesinambungan (bridging) ini hanya diperbolehkan paling lama sampai dengan 1 (satu) hari sebelum tanggal dimulainya pekerjaan sesuai Kontrak baru dan paling lama 6 (enam) bulan. 232 4.1.2.3. tetapi tidak ada harga standarnya. 4. Merupakan pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dan telah ada harga standar dengan menggunakan satuan harga menurut harga yang berlaku pada Kontrak yang bersangkutan dan secara teknis merupakan satu kesatuan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan terdahulu berdasarkan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis. Diperlukan kesinambungan (bridging) pekerjaan yang sedang berlangsung. .5. Jumlah nilai penambahan untuk Kontrak proyek konstruksi terintegrasi (engineering procurement construction and installation/EPCI) atau bagian-bagiannya tidak boleh melebihi 30% (tiga puluh persen) terhadap nilai Kontrak awal. kecuali: Untuk pelaksanaan PLK sebagaimana tersebut pada angka 4. 4.5.000.6.5. PLK kesinambungan (bridging) ini tidak boleh dilakukan sebagai kelanjutan dari PLK kesinambungan (bridging) yang dilaksanakan secara penunjukan langsung atau dilanjutkan dengan PLK kesinambungan (bridging) yang dilaksanakan secara penunjukan langsung.Buku Kedua .7.5.5.6.6.5. atau 4. Merupakan pekerjaan tambahan yang tidak terduga sebelumnya dan sehubungan dengan homogenitasnya perlu dijaga kontinuitas pelaksanaannya sesuai dengan pendapat fungsi teknis yang kompeten secara tertulis. Secara kumulatif jumlah nilai penambahan tidak boleh melebihi 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak awal dan tidak boleh lebih besar dari Rp50.1.00 (lima puluh milyar Rupiah) atau tidak boleh lebih dari US$5.00 (lima juta dolar Amerika Serikat). atau dalam rangka penyelesaian program pemboran (drilling) 1 (satu) sumur tertentu termasuk pengadaan barang dan jasa pendukungnya. Penetapan harganya harus memperhatikan harga pasar.000. Untuk kegiatan proyek konstruksi terintegrasi (EPC atau EPCI) atau bagian-bagiannya.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. 4.000. sementara proses pengadaan yang baru sedang dilaksanakan namun belum selesai. 4.000.2. 1.5.000. 4.6.

000.000. Permintaan persetujuan kepada BPMIGAS diajukan oleh Kontraktor KKS pada saat: • Nilai PLK secara kumulatif akan melebihi batas 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak awal.000.000.000.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4.00 (lima puluh milyar Rupiah) atau akan melebihi US$5. 233 .000.000. dengan ketentuan: a.000.000.000. 2.00 (sepuluh milyar Rupiah) atau US$1.000.000.00 (lima puluh milyar Rupiah) atau telah melebihi US$5. b. PLK yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap rencana/sasaran kerja yang tersebut dalam AFE.00 (dua puluh milyar rupiah) atau melebihi US$2.00 (dua juta dolar Amerika Serikat).00 (satu juta dolar Amerika Serikat) dan kelipatannya kemudian yang merupakan penambahan dari nilai PLK sebelumnya yang secara kumulatif telah melebihi 10% (sepuluh persen) atau telah melebihi Rp50. BPMIGAS dapat memutuskan untuk menunda pembebanan nilai biaya PLK yang melebihi batas 10% (sepuluh persen) ke dalam biaya operasional Kontraktor KKS.000.000. 2. atau dalam rangka penyelesaian program pemboran (drilling) 1 (satu) sumur tertentu termasuk pengadaan barang dan jasa pendukungnya.6.000.000. atau • Nilai PLK secara kumulatif akan melebihi Rp50. atau • Setiap akumulasi nilai PLK akan melebihi Rp10. yang tidak mengakibatkan perubahan rencana/sasaran kerja AFE. PLK untuk kegiatan proyek konstruksi terintegrasi (EPC atau EPCI) atau bagian-bagiannya.000.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).00 (lima juta dolar Amerika Serikat). Ketentuan tentang penundaan pembebanan diatur terpisah dari Pedoman ini.000.3. Pelaksanaan PLK tidak dapat dihindarkan dan akan mengakibatkan jumlah nilai penambahan melebihi 10% (sepuluh persen) terhadap nilai Kontrak awal atau akan mengakibatkan jumlah nilai penambahan melebihi Rp20.000. Untuk pelaksanaan PLK jenis ini hanya bisa dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS.000. dalam hal: 1. Kontraktor KKS harus meminta persetujuan dari BPMIGAS untuk melaksanakan PLK.

6.00 (lima milyar rupiah) atau lebih besar dari US$500. 4.000.00 (lima ratus ribu dolar Amerika Serikat) harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan fungsi pengendali/ pengawas teknis terkait di BPMIGAS. 4. pelaksanaan PLK secara teknis tidak dapat dipertanggung jawabkan kelayakannya. PLK jenis ini dapat dilaksanakan secara paralel dengan proses persetujuan BPMIGAS. • 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa • Setiap pelaksanaan PLK yang tidak dapat dihindarkan dan jumlah nilai penambahan berpotensi akan melebihi 10% (sepuluh persen) dan nilai per paket PLK lebih besar dari Rp5. dengan memperhatikan ketentuan konsultasi. PLK harus dituangkan dalam amandemen Kontrak tertulis dan ditandatangani oleh para pihak yang menandatangani Kontrak.7.7.000.1. di atas atau yang seharusnya mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari BPMIGAS sesuai ketentuan di atas. maka: Pimpinan tertinggi Kontraktor KKS dan pimpinan fungsi pengguna diberikan peringatan/sanksi administratif oleh BPMIGAS.7. Apabila Kontraktor KKS telah melaksanakan PLK yang melebihi batas tersebut angka 4.000. 4.7.Buku Kedua .8.3.2. Apabila berdasarkan temuan audit. dan Nilai kelebihan PLK atau nilai PLK yang seharusnya mendapatkan persetujuan dari BPMIGAS tersebut berpotensi tidak dapat dibebankan sebagai biaya berdasarkan Kontrak Kerja Sama (KKS). maka biaya pelaksanaan PLK tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya berdasarkan Kontrak Kerja Sama (KKS).000. pelaporan dan ketentuan lain yang diatur dalam Buku Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai Buku ke-V tentang Pedoman Pengelolaan Proyek Pembangunan Fasilitas Produksi. 234 . 4.

harga perolehan.9.9. 2. BPMIGAS akan melakukan evaluasi atas pengajuan PLK paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak tanggal penerimaan usulan yang telah lengkap berdasarkan daftar kelengkapan dokumen. 4. Usulan PLK dilengkapi sekurang-kurangnya dengan: a. 4. Usulan PLK yang diajukan harus memperhatikan kondisi suplai pasar.2. PLK yang memerlukan persetujuan BPMIGAS diajukan kepada fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS dan didistribusikan kepada fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS untuk dilakukan evaluasi kelayakan berdasarkan pertimbangan kebutuhan teknis operasional. 4. 235 . Jenis pekerjaan yang sama dengan yang ada dalam Kontrak dan menggunakan dasar harga satuan dalam Kontrak. Fotocopy Kontrak awal. Usulan PLK yang memerlukan persetujuan BPMIGAS diajukan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari kerja sebelum dilaksanakan.1. Apabila setelah 10 (sepuluh) hari kerja dimaksud atau waktu lain yang yang diberitahukan tersebut di atas. BPMIGAS dapat memberitahukan kepada Kontraktor KKS bahwa evaluasi memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu standar 10 (sepuluh) hari kerja.9. b.9.4. dapat tidak dilakukan negosiasi biaya. TATA CARA: Kontraktor KKS harus melakukan negosiasi lingkup pekerjaan dan biaya atas usulan penambahan/pengurangan pekerjaan kepada Penyedia Barang/Jasa. Dalam kedaan tertentu. komitmen target produksi dan pemenuhan kontrak PSC.9. BPMIGAS tidak memberikan komentar maka Kontraktor KKS dapat melanjutkan proses PLK. 1. keekonomian. Justifikasi/alasan teknis dan keekonomian yang dapat dipertanggungjawabkan dan telah dibahas serta disepakati secara tertulis dengan fungsi terkait di BPMIGAS. 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. Hasil pemeriksaan/evaluasi atas PLK oleh BPMIGAS menjadi dasar disetujui atau ditolaknya pembebanan biaya sebagai biaya dalam rangka Kontrak Kerja Sama (KKS).3.

d. Berita acara negosiasi dan/atau kesepakatan harga hasil negosiasi. antara lain: perubahan gambar disain. Fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS akan menyetujui atau menolak usulan PLK berdasarkan pertimbangan justifikasi teknis dan komersial tentang perlu atau tidaknya perubahan tersebut. Dokumen pendukung yang memperkuat justifikasi/ alasan diperlukannya PLK. Hasil evaluasi kelayakan yang dinyatakan dalam pendapat fungsi pengendali/pengawas teknis terkait di BPMIGAS merupakan persyaratan mutlak yang digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan persetujuan oleh fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS. f.Buku Kedua . 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa c. 3. e. kondisi lingkungan kerja. Formulir FL-006 Ringkasan Pemeriksaan PLK. ketentuan/peraturan yang mendukung. 236 . survey pasar yang mendukung kewajaran harga. Korespondensi dengan Penyedia Barang/Jasa tentang PLK.

2. 5. agar semua dokumen terkait tersimpan secara lengkap dan mudah ditemukan.5. Mengelola pengeluaran biaya antara lain dengan cara: Mengendalikan penerbitan perintah kerja.2.000. Penyedia Barang/Jasa harus dapat memberikan penjelasan dan sekaligus menyampaikan rencana pemenuhan kekurangan tersebut. Memastikan pelaksanaan Kontrak sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku dan/atau standard engineering practices serta ketentuan K3LL.2. biaya.2. Masa penyimpanan dokumen Kontrak disesuaikan dengan peraturan kearsipan yang berlaku. MANAJEMEN KONTRAK Selama pelaksanaan Kontrak. 5. 237 .00 (sepuluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$1. 5.000.4. antara lain: 5.5.1. sebagaimana diatur pada bab III angka 7. Mengelola administrasi arsip Kontrak termasuk penutupan Kontrak (close out). Sedapat mungkin menghindarkan terjadinya PLK/PJWK.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5.3.000. antara lain dengan cara memintakan bukti dan rincian perhitungan realisasi TKDN dari Penyedia Barang/Jasa pelaksana pekerjaan.4.000.4. Melakukan evaluasi kinerja untuk memenuhi spesifikasi pekerjaan dan jangka waktu pelaksanaan. Apabila pada tahap tertentu pencapaian TKDN lebih rendah daripada rencana.1. Apabila diperlukan dapat dilengkapi dengan dokumen pendukung. Memantau agar Penyedia Barang/Jasa memenuhi komitmen pencapaian tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sesuai Kontrak. 5. jangka waktu dan ketentuan lain yang telah disepakati. 5. penanggung jawab Kontrak bertanggungjawab untuk mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak sesuai dengan lingkup kerja. 5.00 (satu juta dolar Amerika Serikat). 5. Kontraktor KKS bertanggung jawab untuk mengawasi dan mendorong pencapaian nilai TKDN oleh Penyedia Barang/Jasa. Khusus untuk pengadaan barang dengan nilai lebih dari Rp. 5.4. Mencegah terjadinya kelebihan pembayaran. 5.000.5.1.10. pengawasan dapat dilakukan dengan cara menempatkan pengawas di lokasi produksi (on site witness).3.4. dan memberikan arahan perbaikan jika diperlukan kepada Penyedia Barang/Jasa.

000. b. Penyedia jasa wajib melaporkan capaian TKDN kepada Kontraktor KKS secara berkala sesuai tahapan yang disepakati dalam Kontrak dan/atau pada akhir masa Kontrak.3.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).00 (lima juta dolar Amerika Serikat) dan Bersifat Kompleks.000. a. dan dengan TKDN jasa lebih besar dari 30% (tiga puluh persen) dan bernilai lebih besar dari Rp50. dan/atau menyerahkan fotocopy dari asli sertifikat TKDN yang diterbitkan oleh Departemen yang membidangi perindustrian. 3. dengan melampirkan perincian perhitungannya yang dibandingkan dengan perincian perhitungan pada Kontrak dan perubahannya jika ada.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000. 1.000. 238 . Penelitian atas kebenaran dapat dilakukan sendiri oleh Kontraktor KKS atau dapat menggunakan lembaga survei independen yang memiliki kapabilitas untuk pekerjaan tersebut. dan/atau nomor 2.Buku Kedua .000.000.000.000.000. Penelitian dilakukan secara acak bagi Kontrak yang tidak termasuk dalam kategori tersebut pada angka b. Kontraktor KKS harus meneliti kebenaran pernyataan Penyedia Barang/Jasa tersebut nomor 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 5. Penyedia barang Produksi Dalam Negeri pada saat serah terima barang harus dapat membuktikan bahwa barang yang diserahkan benar-benar dibuat pada pabrik/bengkel di dalam negeri sebagaimana dinyatakan dalam Kontrak. 2.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. di atas. di atas.000. Penyedia Barang/Jasa wajib dan bertanggungjawab untuk memenuhi besaran TKDN sesuai dengan yang telah tercantum dalam Kontrak. Penelitian menggunakan lembaga survei independen diutamakan bagi Kontrak: • dengan TKDN barang lebih besar dari 25% (dua puluh lima persen) dan bernilai lebih besar dari Rp50. • c.5.

Mengenakan penalti berupa: 5.2.6. c.6. Selain sanksi administrasi. Denda atas keterlambatan penyerahan barang atau pekerjaan sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2.6. b. Pengenaan sanksi finansial dilakukan sebagai berikut: • Pecapaian tingkat komponen dalam negeri pada pelaksanaan Kontrak apabila diaplikasikan pada evaluasi penawaran tidak mengubah peringkat pemenang. Sanksi Administrasi: a. berupa 12 (dua belas) bulan tidak dapat mengikuti pengadaan barang/jasa di Kontraktor KKS yang bersangkutan. 5. namun nilai Kontraknya masih lebih tinggi dari harga penawaran terendah pada tahap proses pengadaan. kepada Penyedia Barang/ Jasa yang gagal memenuhi komitmen pencapaian TKDN juga dikenakan sanksi finansial apabila penunjukan sebagai pelaksana Kontrak ditetapkan berdasar peringkat sesuai hasil evaluasi harga evaluasi penawaran (HEP).Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 5. Catatan atas kinerja Penyedia Barang/Jasa ini tidak dapat dihilangkan. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang sama seperti tersebut pada huruf a.1. Bilamana setelah pelaksanaan Kontrak. b. Gagal memenuhi komitmen pencapaian TKDN termasuk gagal dalam memenuhi komitmen penggunaan dana bank BUMN/BUMD dalam 1 (satu) kali Kontrak dikenakan sanksi kategori merah.10. Besarnya sanksi adalah selisih perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) yang dimenangkan dengan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasar pencapaian TKDN yang sebenarnya dalam pelaksanaan. Sanksi Finansial a. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan sanksi administrasi dan/atau finansial sebagai berikut: 1. dikenakan sanksi kategori hitam. pencapaian persentase dan nilai TKDN kurang dari komitmen yang tertulis dalam Kontrak. 2. 239 . di atas mengalami kegagalan dalam memenuhi komitmen pencapaian TKDN 1 (satu) kali Kontrak lagi pada periode 2 (dua) tahun pertama setelah menjalani sanksi kategori merah.

494.870.831.831.00 27.000.114.000 28.457.000.831.000.000.083.500.) PERING KAT I III II A B C 28.33 Besarnya sanksi yang dikenakan kepada Penyedia Barang/Jasa A adalah : = = = HEP Penawaran .32 • Pencapaian TKDN pada pelaksanaan Kontrak apabila diaplikasikan pada evaluasi penawaran mengubah peringkat pemenang.45 27.457.457.972.500.083.870.00 27.Rp26. ditambah selisih perhitungan harga evaluasi penawaran (HEP) yang dimenangkan dengan harga evaluasi penawaran (HEP) berdasar pencapaian TKDN yang sebenarnya dalam pelaksanaan. TKDN (%) 28% 0% 25% H E P (Rp.455.000.500.000 27.45 27.500.494.) PERING KAT III II I A B C 28.000.000 26.500.558.000.972.000 27.500.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Contoh: PENYE DIA BARANG PENAWARAN NILAI RP.114.500.558.HEP Realisasi Kontrak Rp26.45 Rp101.Buku Kedua .500.558.000.000 26. TKDN (%) 28% 0% 25% H E P (Rp.000.000 28.455.114.00 27.457. Besarnya sanksi adalah selisih nilai penawaran yang dimenangkan dengan nilai penawaran peringkat II dalam evaluasi harga.870.524.000.494.000.831.500.000.114. Contoh: PENYE DIA BARANG PENAWARAN NILAI (Rp).33 240 .000.77 .000.000.33 26.000.) PELAKSANAAN KONTRAK PERING TKDN KAT (%) I III II 22% 0% 25% H E P (Rp.33 28.) PELAKSANAAN KONTRAK PERING TKDN KAT (%) I III II 25% 0% 25% H E P (Rp.000.00 27.77 27.000.961.00 27.

Pengenaan penalti harus diberitahukan kepada Penyedia Barang/Jasa. dikurangkan langsung dari nilai pembayaran terakhir atau dengan cara mencairkan sebagian atau seluruh nilai jaminan pelaksanaan.441. 5. Nilai tersebut menjadi pengurang nilai akhir Kontrak.505.441. dan Penyedia Barang/Jasa mengalihkan sumber pengadaan sebagian atau seluruh barang dari sumber dalam negeri menjadi sumber dari luar negeri.000.HEP Realisasi Kontrak) + (Nilai Kontrak .129.000.Rp28.Nilai Penawaran Peringkat II) = (Rp28. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan dikenakan sanksi tambahan sejumlah nilai bea masuk (BM) ditambah pajak dalam rangka impor (PDRI) dari nilai komponen dalam negeri yang tidak dapat dipenuhi.4.500.3.000.-) = = Rp1. Setiap 3 bulan sekali Kontraktor KKS melaporkan kepada fungsi pengendali/pengawas pengadaan di BPMIGAS jumlah penalti yang telah dipungut.500. 241 .000.00 .558. sehingga Kontraktor KKS harus menggunakan fasilitas impor.Rp26.00 .Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 Besarnya sanksi yang dikenakan kepada Penyedia Barang/Jasa A adalah = = (HEP Penawaran .6.494.000. Nilai penalti sebagai akibat keterlambatan penyerahan barang atau pekerjaan dan/atau kegagalan pencapaian TKDN sesuai kesepakatan dalam Kontrak. 5.629.55 + Rp500.6.000.870.505.000.000.00 Rp2. • Apabila realisasi TKDN pengadaan barang lebih kecil dari yang tersebut dalam Kontrak.000.55 Contoh penghitungan denda dapat dilihat pada lampiran nomor CP-010 dan CP-011.45) + (Rp28.

3. dengan atau tanpa mediator. Apabila tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah.2. harus melaporkan gugatan tersebut kepada fungsi terkait di BPMIGAS. 2.2. 2. PENGERTIAN Perselisihan adalah perbedaan pendapat mengenai proses Pengadaan barang/jasa maupun pelaksanaan Kontrak Pengadaan barang/jasa yang terjadi antara Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa.1. 6.Buku Kedua . 6. maka para pihak yang terlibat harus membebaskan dan melepaskan Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS dari segala tuntutan/gugatan/klaim yang mungkin timbul. Apabila terjadi perselisihan antar penyedia barang/jasa dan/atau antara penyedia barang/jasa dengan sub kontraktor/prinsipal/pekerjanya.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 6. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 6.2. maka Kontraktor KKS dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya surat gugatan. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 6. Penyelesaian perselisihan dapat dilakukan dengan cara 1. Apabila para pihak memilih penyelesaian perselisihan melalui arbitrase maka Dokumen Pengadaan dan dokumen Kontrak harus telah mencantumkan forum penyelesaian arbitrase melalui Lembaga Arbitrase di Indonesia yang sudah memiliki reputasi dengan menggunakan peraturan prosedur Lembaga Arbitrase tersebut dan dilaksanakan di wilayah Negara RI. Upaya penyelesaian 1. maka akan diselesaikan melalui pengadilan atau arbitrase sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Pengadaan atau dokumen Kontrak. 242 . Penyelesaian melalui arbitrase a. Penyelesaian melalui pengadilan Apabila dalam proses pengadaan barang/jasa atau dalam pelaksanaan kontrak terjadi gugatan ke pengadilan oleh penyedia barang/jasa. Perselisihan sedapat mungkin diselesaikan dengan cara musyawarah.2.1.

Kontraktor KKS yang bersangkutan. apabila dalam gugatan mengikut sertakan BPMIGAS sebagai pihak tergugat. 2. 6. maka penyedia barang/jasa dimaksud sekurang-kurangnya selama 1 (satu) tahun dan maksimal 2 (dua) tahun terhitung setelah tanggal putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkrach van geweisyde) tidak diikutsertakan dalam kegiatan pengadaan barang/jasa yang diadakan di: 1. 6. Apabila ternyata putusan pengadilan atau arbitrase memenangkan penyedia barang/jasa. Semua Kontraktor KKS. namun tempat pelaksanaan arbitrase tetap di wilayah Negara Republik Indonesia. Apabila ternyata putusan pengadilan atau arbitrase memenangkan Kontraktor KKS. c. para pihak dapat menggunakan Forum Penyelesaian selain Lembaga Arbitrase di Indonesia apabila materi/substansi perjanjian yang berpotensi untuk disengketakan bersifat kompleks. penyedia barang/jasa bersangkutan tidak dapat diikutsertakan dalam pengadaan barang/jasa pada: 1. 243 . Dengan mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Kepala BPMIGAS. Semua Kontraktor KKS.2. apabila gugatan hanya kepada Kontraktor KKS dimaksud.6.4.5. 2. Apabila Kontraktor KKS akan melaksanakan tindakan penyelesaian perselisihan harus berpedoman kepada ketentuan yang berlaku di BPMIGAS. maka penyedia barang/jasa tersebut diikutsertakan kembali dalam kegiatan pengadaan yang dilaksanakan oleh Kontraktor KKS. 6.3. maka selama proses penyelesaian perselisihan tersebut berjalan sampai dengan adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkrach van geweisyde). 6.2. apabila gugatan hanya kepada Kontraktor KKS dimaksud. harus melaporkan hal tersebut kepada fungsi terkait di BPMIGAS.2. Kontraktor KKS yang bersangkutan. Kontraktor KKS dalam waktu 5 (lima) hari kerja sejak menerima surat pemberitahuan arbitrase.2. apabila dalam gugatan mengikutsertakan BPMIGAS sebagai pihak tergugat. Apabila Penyedia barang/jasa melakukan gugatan melalui pengadilan atau arbitrase.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 b.

antara lain: Pemeriksaan atas jumlah barang. 7. PENUTUPAN KONTRAK: Penanggung jawab Kontrak (pengguna Kontrak) melakukan kegiatan yang meliputi: 7.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 7. Serah terima barang berupa scrap/aset/sisa proyek dari pelaksana proyek kepada Kontraktor KKS dilengkapi dengan berita acara penyerahan barang. 244 . 7.2. apabila ada.2. Serah terima barang. 7. Sisa material dan/atau peralatan menjadi milik Kontraktor KKS jika menggunakan jenis Kontrak lumpsum atau turnkey. Dalam hal pengadaan barang menggunakan fasilitas impor (master list). persentase Memastikan bahwa setiap pekerjaan diluar lingkup kerja Kontrak awal. dengan kewajiban untuk melunasi bea masuk (BM) dan pajak dalam rangka impor (PDRI). 7. Evaluasi pelaksanaan Kontrak. Pemenuhan hak dan kewajiban masing-masing pihak.4. 7. maka: 1. Mengekspor peralatan yang semula diimpor untuk digunakan dalam pelaksanaan Kontrak.2. 7.2.3. 7.1.2.Buku Kedua . Pembayaran terakhir apabila seluruh kewajiban Penyedia Barang/ Jasa telah dipenuhi sesuai ketentuan dalam Kontrak. telah dibuatkan amandemen Kontrak sebelum pelaksanaannya. Sisa material dan/atau peralatan menjadi milik Penyedia Barang/Jasa apabila menggunakan jenis Kontrak bukan Kontrak lumpsum atau turnkey.1.2. antara lain: Penilaian atas tingkat penyelesaian penyelesaian pekerjaan dan kinerjanya. Pemeriksaan dan penetapan hak kepemilikan sisa material dan/atau peralatan sebagai akibat pelaksanaan pekerjaan sesuai lingkup Kontrak. peralatan dan/atau pekerjaan harus dibuatkan berita acara penyerahan barang/pekerjaan. 7.2.5.2.2. 2.1.6. Kontrak. 7. dan/atau hasil pelaksanaan pekerjaan yang akan diserah terimakan dari Penyedia Barang/Jasa kepada Kontraktor KKS. peralatan.1. bangunan. Penetapan nilai penalti yang masih harus dikenakan kepada Penyedia Barang/ Jasa.

telah dipenuhi. Pembuatan laporan dari Pejabat Berwenang yang menyatakan bahwa Kontrak dimaksud telah selesai dilaksanakan dan ditutup. 7.2.1.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 7.7.2. 245 . yang berisi antara lain bahwa semua kewajiban tersebut angka 7. dan 7.3. Pengembalian surat jaminan pelaksanaan kepada Penyedia Barang/Jasa dilaksanakan setelah berita acara penyerahan barang/pekerjaan ditandatangani. Satu salinan laporan dikirimkan ke BPMIGAS bagi Kontrak yang penunjukan pemenangnya melalui persetujuan dari BPMIGAS.

.

Buku Kedua . 246 . pembinaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB XIV PEMBINAAN PENYEDIA BARANG / JASA Pembinaan Penyedia Barang/Jasa dimaksudkan untuk membina Penyedia Barang/Jasa. Pengelolaan Penyedia Barang/Jasa meliputi sistim administrasi. terutama bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kinerjanya. dan penilaian kinerja serta pemberian penghargaan atau sanksi bagi para Penyedia Barang/Jasa.

1.1. 3. PEMBINAAN 1. maka bagian ini harus ditetapkan terlebih dahulu dalam Dokumen Pengadaan.2.4. 2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 1. dapat diberikan uang muka apabila keuangan Kontraktor KKS memungkinkan. K3LL. kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil. 1. Dalam melaksanakan pekerjaan. Dalam pengadaan barang/jasa yang bernilai besar serta dimungkinkan adanya bagian yang diberikan kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil. antara lain tentang: 1. Pelatihan Kontraktor KKS dapat memberikan pelatihan-pelatihan yang memberikan manfaat dalam meningkatkan kinerja Penyedia Barang/Jasa dan kemampuan usaha masyarakat. Bagi Penyedia Barang/Jasa usaha besar sedapat mungkin memberikan sebagian pekerjaannya kepada Penyedia Barang/Jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil di daerah operasi Kontraktor KKS.2. Pembinaan Usaha Kecil Termasuk Koperasi Kecil 1. Hal tersebut harus dinyatakan dalam dokumen penawarannya.3. yang terkait dengan pengadaan 247 . 1. Untuk memberdayakan usaha kecil termasuk koperasi kecil diberikan kesempatan berusaha sesuai bidang usahanya. Standard operating procedure (SOP) Kontraktor KKS. Peraturan-peraturan barang/jasa. 1.1. 1.1.

1. 1. Pembebasan seleksi (Prakualifikasi). 1.2. Aktif dalam memberikan informasi antara lain tentang perkembangan teknologi baru. Insentif /bonus apabila telah diatur dalam Kontrak dan hanya berlaku untuk Kontrak jasa. Pemberian penghargaan kepada Penyedia Barang/Jasa dilaporkan kepada BPMIGAS oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan. 3. sebagai calon peserta pengadaan 3. Ketepatan penyerahan barang/jasa dari segi mutu.1.3.2. 1.1.3.Buku Kedua . 1. Pelaksanaan penerapan K3LL dalam pengadaan barang/jasa. 3. Respon terhadap undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengadaan.2.1. Dasar dari penilaian kinerja Penyedia Barang/Jasa dapat diukur antara lain berdasarkan: 1.5. alat-alat baru dan saran-saran untuk perbaikan proses pengadaan.2. PENILAIAN KINERJA Kinerja Penyedia Barang/Jasa dinilai oleh fungsi terkait di lingkungan Kontraktor KKS dengan tata cara penilaian sesuai dengan sistim dan prosedur yang ada pada masing-masing Kontraktor KKS. PENGHARGAAN ATAS KINERJA: Kontraktor KKS dapat memberikan penghargaan kepada para Penyedia Barang/Jasa yang tata caranya disesuaikan dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku di lingkungan masing-masing Kontraktor KKS. Penghargaan antara lain dapat berupa: 3. waktu dan harga.4. Surat penghargaan dari Kontraktor KKS yang bersangkutan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Kepatuhan terhadap etika pengelolaan rantai suplai. Keaktifan: Aktif berpartisipasi dalam proses pengadaan. 248 .2. 1.

249 . 9. Kategori Kuning. Dua kali dalam setahun tidak memberikan respon pada saat diminta Klarifikasi. Dua kali dalam setahun terlambat memasok barang atau terlambat melaksanakan jasa sesuai Kontrak namun tidak berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. Aturan batas waktu toleransi keterlambatan ditetapkan sendiri oleh Kontraktor KKS. 3. Dua kali dalam setahun terlambat mengambil dan menandatangani Kontrak lebih dari 10 (sepuluh) hari kerja dari batas waktu yang telah ditetapkan Kontraktor KKS. Mengambil Dokumen Pengadaan namun tidak mengajukan penawaran tanpa memberikan keterangan tertulis (no response) sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun.1. Tidak sanggup memasok barang atau tidak melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul tidak berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS. Mendaftar namun tidak mengambil Dokumen Pengadaan barang/jasa sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun. yang 6. 5. 8. 2. 10. Dua kali dalam setahun membatalkan penawaran telah diajukan setelah pembukaan penawaran. KATEGORI PELANGGARAN 4.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. 4. Mengambil Dokumen Pengadaan namun tidak mengajukan penawaran tetapi memberikan keterangan tertulis (no quote) sebanyak 5 (lima) kali dalam setahun.1. Dua kali dalam setahun terkena diskualifikasi karena mengajukan penawaran yang tidak memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dalam dokumen lelang.1. Tidak dapat memasok barang atau tidak melaksanakan jasa karena meminta kenaikan harga barang/jasa yang bukan disebabkan oleh peraturan pemerintah Republik Indonesia. SANKSI ATAS PELANGGARAN 4. 7. 1.

00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.1. 6. 250 . 2. Penyedia Barang/Jasa usaha besar tidak melaksanakan kewajiban untuk bekerjasama dengan usaha kecil untuk Pengadaan dengan nilai lebih besar Rp50.00 (lima juta dolar Amerika Serikat) sesuai dengan kesepakatan dalam Kontrak.000. Memasok barang atau melaksanakan jasa tidak memenuhi spesifikasi teknis dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS.Buku Kedua .000. Mengalihkan lebih dari 50% (lima puluh persen) dari nilai jasa pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain. Terbukti dengan caranya sendiri berusaha untuk memaksa dengan ancaman atau dengan kekerasan kepada Kontraktor KKS.000. tanpa alasan yang dapat diterima oleh Kontraktor KKS. 4. 5. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 11. 8. Menolak untuk menyerahkan sebagian pekerjaan Jasa Pemborongan atau Jasa Lainnya kepada usaha kecil seperti yang disepakati dalam Kontrak. Mengirimkan atau mengajukan protes atau sanggahan secara tertulis ke Panitia Pengadaan/Tim Internal di luar waktu yang ditentukan. 12. 3. Kategori Merah.000. 1. Menolak memasok barang atau melaksanakan pekerjaan setelah ditunjuk sebagai pemenang/pelaksana. 7. Memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa dengan mempekerjakan pekerja Kontraktor KKS terkait.2. Tidak sanggup memasok barang atau tidak melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan menurut penilaian Kontraktor KKS dampak yang timbul berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS.000. Terbukti melakukan usaha atau mempengaruhi untuk melakukan KKN atau bersekongkol untuk mengatur harga di antara sesama peserta pengadaan atau dengan pekerja Kontraktor KKS.

1. Terkena peringatan akibat pelanggaran kategori kuning dalam periode surat peringatan pelanggaran kategori kuning yang masih berlaku. 12. Terbukti melakukan tindakan yang termasuk dalam kategori tindakan korupsi. sebagaimana diatur dalam bab XIII angka 5. 1. Kategori Hitam.3. dan mengakibatkan tertundanya pelaksanaan pekerjaan. sehingga Kontraktor KKS tidak dapat mencairkan jaminan dimaksud atau Kontraktor KKS gagal mencairkan jaminan penawaran dan/atau jaminan pelaksanaan dalam waktu 6 (enam) bulan. Uang muka yang diterima dari Kontraktor KKS tidak sepenuhnya dipergunakan untuk mendanai pelaksanaan pekerjaan yang tersebut dalam Kontrak. kolusi dan/atau nepotisme. pabrik atau pihak yang ditunjuk oleh pabrik.a. 2. Mengajukan sanggahan atau protes tidak sesuai dengan ketentuan dan/atau materi sanggahan tidak dapat dibuktikan kebenarannya oleh pemrotes atau penyanggah. 11. instansi yang berwenang. baik dengan Penyedia Barang/Jasa lain dan/atau dengan pekerja Kontraktor KKS. Tidak menyelesaikan pekerjaan dan tidak melunasi denda yang dikenakan sampai batas waktu yang ditentukan. Tidak mampu memenuhi kewajiban pemenuhan komitmen pencapaian TKDN. terbukti melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Memasok barang palsu. 4. 10.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 9.2. 14. Membatalkan secara sepihak jaminan penawaran (bid bond) dan/atau jaminan pelaksanaan (performance bond) sebelum masa berlakunya habis. 3. Dalam melaksanakan pekerjaannya. 16. Terlambat dalam memasok barang atau terlambat melaksanakan jasa sesuai Kontrak dan berakibat fatal bagi operasi Kontraktor KKS.6.1. yang dibuktikan hasil pemeriksaan atau tes yang dilakukan oleh badan independen. 13. 15. Terbukti memalsukan atau memanipulasi data. 251 .

Diberikan surat yang menyatakan tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan pengadaan baru selama masa 1 (satu) tahun berikutnya di lingkungan Kontraktor KKS yang bersangkutan. Untuk informasi yang diperoleh dari media.j. Perusahaan atau salah satu pimpinan yang tertulis dalam akte pendirian perusahaan dan/atau perubahannya yang sah.6. Kategori KUNING.2.1. 4. Tidak mampu memenuhi kewajiban komitmen melaksanakan jasa pengerjaan di dalam wilayah negara Republik Indonesia.2.4.Buku Kedua . 9. Terkena sanksi 2 (dua) kali kategori merah dalam periode waktu 5 (lima) tahun.1. dinyatakan telah terbukti melakukan tindak pidana di bidang perdagangan dan/atau perpajakan berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.b. 1. 6. Tidak mampu memenuhi kewajiban pemenuhan komitmen pencapaian TKDN. sebagai akibat kelalaian pekerja sendiri ataupun karena kelalaian perusahaan Penyedia Barang/Jasa. 252 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4.2. Kategori Merah. seperti diatur dalam bab III angka 7. Diberikan surat peringatan yang masa berlakunya 6 (enam) bulan terhitung mulai sejak dikeluarkannya surat peringatan. 8. perlu Klarifikasi kepada instansi yang berwenang.3.1. 4. sebagaimana diatur dalam Bab XIII angka 5. Dalam pelaksanaan pekerjaan mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian pekerja Penyedia Barang/ Jasa maupun orang lain.2. SANKSI ATAS PELANGGARAN 4. Penyedia Barang/Jasa berkewajiban untuk mengajukan surat kepada Kontraktor KKS yang bersangkutan disertai pernyataan permintaan untuk dapat kembali mengikuti kegiatan pengadaan di lingkungan Kontraktor KKS. Gagal menyerahkan barang atau menyelesaikan pekerjaan sebagai akibat nilai Kontrak yang lebih rendah dari 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE. 2. dengan tembusan kepada BPMIGAS.2. Apabila batas waktu sanksi telah berakhir. 7. 5.

Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan yang terkena sanksi kategori hitam dilarang mengikuti kegiatan pengadaan di semua Kontraktor KKS selama 1 (satu) tahun berikutnya.6. Kontraktor KKS wajib memperhatikan daftar ini. Jika Penyedia Barang/Jasa tidak mengajukan permintaan. Surat permintaan harus dilampiri dengan pernyataan rencana perbaikan yang akan dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa agar kejadian serupa tidak berulang.3. 5. Apabila masa berlaku sanksi kategori hitam tersebut telah dilewati. Apabila Penyedia Barang/Jasa tertentu terkena sanksi kategori hitam sebanyak 2 (dua) kali dari 1 (satu) atau beberapa Kontraktor KKS. Penyedia Barang/Jasa dapat mengajukan permintaan untuk dapat mengikuti kegiatan pengadaan pada Kontraktor KKS tertentu. 4.6. dengan tembusan kepada BPMIGAS. Pemberitahuan sanksi disampaikan dengan tembusan kepada BPMIGAS. 253 . Surat permintaan harus dilampiri dengan pernyataan rencana perbaikan yang akan dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa agar kejadian serupa tidak berulang. Jika Penyedia Barang/Jasa tidak mengajukan permintaan.4. sesuai ketentuan pada bab VI angka 5. Kategori Hitam: 1.4.4. Selanjutnya BPMIGAS memasukkan nama Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan dalam daftar Penyedia Barang/ Jasa terkena sanksi hitam yang dapat diakses secara on line oleh semua Kontraktor KKS. 2. 3. Pada saat pelaksanaan pengadaan.2.Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 4. dan angka 5.3. Diberikan surat yang menyatakan bahwa Penyedia Barang/Jasa dan pimpinan tertinggi perusahaan bersangkutan dilarang mengikuti kegiatan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kontraktor KKS yang bersangkutan selama masa 1 (satu) tahun berikutnya. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan belum dapat mengikuti kegiatan pengadaan di seluruh Kontraktor KKS. maka Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan belum dapat mengikuti kegiatan pengadaan. kepada yang bersangkutan dikenakan sanksi kategori hitam untuk selamanya di semua Kontraktor KKS.

dan angka 5.6.4. sesuai ketentuan dalam bab VI angka 5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 4. maka: 1.3.4.4. 254 .4. Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan harus tetap menyelesaikan kewajibannya berdasar Kontrak yang sedang berjalan. 2. dinyatakan diskualifikasi pada saat diterimanya pemberitahuan tentang pengenaan sanksi. Dalam hal Penyedia Barang/Jasa terkena sanksi kategori merah atau kategori hitam.Buku Kedua . Penawaran dari Penyedia Barang/Jasa terkait yang masih dalam tahap evaluasi atau belum ditunjuk sebagai pemenang.6.2.

.

Pedoman Tata Kerja BPMIGAS Nomor: 007 Revisi-2/PTK/I/2011 BAB XV PELAPORAN KEGIATAN PENGADAAN BARANG/JASA 255 .

Salinan/ copy Kontrak. maka kepada pimpinan Kontraktor KKS akan dikenai sanksi manajerial yang akan diatur secara terpisah dari ketentuan ini.000. yang terdiri dari: 1. maka kepada pimpinan tertinggi Kontraktor KKS diberikan teguran tertulis oleh BPMIGAS.07 dan SC.07 dan SC. wajib disampaikan oleh Kontraktor KKS. Apabila setelah diberikan teguran tertulis.4. 1. Laporan Akhir Kontrak. Dalam hal Kontraktor KKS lalai menyampaikan laporan.Buku Kedua . 1.11.08.09.7. Laporan pengadaan barang/jasa untuk Penyedia Barang/Jasa golongan usaha kecil termasuk koperasi kecil.000. serta laporan kegiatan pengadaan jasa menggunakan Form SC..3. Laporan kegiatan pengadaan barang menggunakan Form SC. Kontraktor KKS wajib mengirimkan laporan bulanan dan/atau data kegiatan pengadaan barang/jasa kepada fungsi pengendali pengadaan Kontraktor KKS di BPMIGAS paling lambat minggu kedua bulan berikutnya.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).10.09 dan SC.09. kejadian sejenis berulang atau menerus. 256 . 1..000.000.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5.000. Laporan pengadaan termasuk komitmen pencapaian TKDN dalam Kontrak.00 (lima puluh milyar rupiah) atau lebih besar dari US$5. Laporan PLK/PJWK menggunakan Form SC..08 dan untuk pengadaan jasa menggunakan Form SC.000. dan usaha menengah dan usaha besar menggunakan Form SC.1.5. Laporan realisasi pencapaian TKDN dalam pelaksanaan Kontrak. 1. 1.000.000. menggunakan Form SC 12-D. 1.2. paling lambat 3 (tiga) minggu setelah pekerjaan fisik Kontrak selesai dilaksanakan. Laporan Akhir Kontrak dengan nilai lebih besar dari Rp50. Untuk pengadaan barang menggunakan Form SC..Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Untuk keperluan pengawasan.000.000. 2. harus dikirimkan selambat-lambatnya 20 (dua puluh) hari kerja setelah Kontrak ditandatangani. 1 (satu) eksemplar salinan/ copy Kontrak pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih besar dari Rp50.00 (lima juta dolar Amerika Serikat).6.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa BAB XVI PENYESUAIAN KETENTUAN 257 .Buku Kedua .

Pelaksanaan penunjukan pemenang dan pembuatan dokumen Kontrak harus mencantumkan syarat komersial sebagai berikut: a. c. 1. Tata cara pembayaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3.2. Semua kegiatan pengadaan yang telah diproses atau sedang diproses menggunakan ketentuan lama dan telah melewati tahap Prakualifikasi serta peserta pengadaan telah memasukkan dokumen penawaran.1.8. maka dengan mengesampingkan ketentuan pada Buku Kesatu Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai Kontraktor Kontrak Kerja Sama tentang Ketentuan Umum khususnya Bab IV tentang Ketentuan Peralihan. 1.3.4.8. Bagi kegiatan pengadaan dengan sistem pemasukan penawaran 1 (satu) sampul dan 2 (dua) sampul: 1. ditetapkan bahwa: 1. 1. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9.10. 258 . Semua kegiatan pengadaan yang telah dimulai dan telah melewati tahap Prakualifikasi.3. Ketentuan tentang pemberian uang muka sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2. b. khususnya angka 9. d.2.Buku Kedua .1. 2. Ketentuan tentang nilai Kontrak yang lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Dengan berlakunya Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS ini.4.10. khususnya angka 2.2. proses selanjutnya harus mengikuti ketentuan sebagai berikut: 1.3. namun belum sampai pada tahap pemasukan penawaran harus menyesuaikan dengan ketentuan dalam Buku Kedua tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa ini.4. Semua ketentuan berupa pedoman dan surat edaran yang pernah ada dan diterbitkan oleh BPMIGAS yang terkait dengan kegiatan pengadaan barang/jasa dinyatakan tidak berlaku untuk kegiatan pengadaan baru.4.8. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan sebagaimana diatur dalam bab IX angka 2.5. Semua kegiatan pengadaan yang telah dimulai namun belum melewati tahap Prakualifikasi.5. Pelaksanaan evaluasi administrasi. evaluasi teknis dan evaluasi harga dari penawaran yang masuk tetap mengikuti ketentuan lama.7.4. dan 2.4. harus menyesuaikan dengan semua ketentuan dalam Buku Kedua tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa ini.

Ketentuan tentang nilai Kontrak yang lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan sebagaimana diatur dalam bab IX angka 2.10. pelaksanaan evaluasi administrasi dan evaluasi teknis dari penawaran yang masuk tetap mengikuti ketentuan lama. Dalam pelaksanaan ketentuan ini apabila diperlukan dapat diadakan rapat pemberian penjelasan mendahului pemasukan penawaran. khususnya angka 9.10.2. d.8. Selanjutnya sebelum pemasukan dokumen penawaran tahap II (kedua) dilakukan penyesuaian terhadap Dokumen Pengadaan.5.5.4. khususnya angka 2.6. e. d. khususnya angka 9. Tata cara pembayaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3. Tata cara pembayaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3. Ketentuan tentang nilai Kontrak yang lebih rendah dibanding dengan 80% (delapan puluh persen) dari HPS/OE. c. dan 2.4. 259 .4. Ketentuan tentang jaminan pelaksanaan sebagaimana diatur dalam bab IX angka 2.10. b.5.8. Pelaksanaan penunjukan pemenang dan pembuatan dokumen Kontrak harus mencantumkan syarat komersial sebagai berikut: a.8.4.10.10. dan bab IX angka 1. khususnya angka 2.3.8. Ketentuan tentang pemberian uang muka sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2. khususnya angka 9. dan 2.3.10. khususnya harus mencantumkan tata cara evaluasi dan syarat komersial sebagai berikut: a. dan 9.8. Ketentuan tentang pemberian uang muka sebagaimana diatur pada bab XIII angka 2.5.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 1.4.3.Buku Kedua . Ketentuan bahwa tata cara evaluasi penawaran harga akan menggunakan tata cara yang diatur dalam bab XI angka 9.4. sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9. 2.3.2. b.2.4.7.4. Apabila peserta pengadaan belum memasukkan dokumen penawaran tahap II (kedua). sebagaimana diatur dalam bab XI angka 9.4. Ketentuan tentang jaminan penawaran sebagaimana diatur dalam bab VIII angka 3.2.10. Bagi kegiatan pengadaan dengan sistem pemasukan penawaran 2 (dua) tahap: 1. c. f.5.8.3.7.2.4.8.

akan diatur kemudian oleh BPMIGAS. tambahan ketentuan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam pedoman pelaksanaan ini. dengan tetap memperhatikan ketentuan pada angka 1. berupa sisipan. sampai dengan angka 1. perincian ketentuan dan/atau penambahan lampiran pada Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS ini. 260 . Masa penyesuaian untuk penerapan sepenuhnya Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Kontraktor KKS ini adalah 30 (tiga puluh) hari kerja setelah tanggal berlakunya ketentuan sebagaimana dinyatakan dalam Surat Keputusan tentang Buku Kedua Revisi-II Pedoman Tata Kerja Pengelolaan Rantai Suplai Kontraktor Kontrak kerja Sama.4.Buku Kedua . di atas.2. 3.

Buku Kedua - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa

LAMPIRAN

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR MP-001 MP-002 MP-003 METODE PENGADAAN KARTU PENGADAAN (PROCUREMENT CARD) ELECTRONIC REVERSE AUCTION (e-RA) ELECTRONIC BIDDING

NOMOR JK-001 JK-002 JK-003 JK-004 JK-005

JENIS KONTRAK KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA (JOINT / SHARING CONTRACT) SISTEM KONTRAK KEMITRAAN (STRATEGIC ALLIANCE) PERJANJIAN PEMASOKAN BERDASAR PERMINTAAN (CALL OFF ORDER) PERJANJIAN HARGA (PRICE AGREEMENT) PERJANJIAN DENGAN BEBERAPA PENYEDIA BARANG/JASA (MULTI STANDING AGREEMENT)

NOMOR PQ-001 PQ-002 PQ-003 NOMOR DF-001

DOKUMEN PENILAIAN KUALIFIKASI FORMULIR ISIAN PENILAIAN KUALIFIKASI TATACARA PENGHITUNGAN KEMAMPUAN NYATA, KEMAMPUAN PAKET, KEMAMPUAN DASAR DAFTAR BIDANG DAN SUB BIDANG PEKERJAAN DAFTAR DAFTAR KELOMPOK BARANG KEBUTUHAN KEGIATAN UTAMA EKSPLORASI & PRODUKSI i

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR CONTOH PERHITUNGAN

PENGHITUNGAN HARGA EVALUASI PENAWARAN (HEP) BERDASAR HE-TKDN & HE PSP CP-001 CP-002 CP-003 CP-004 BARANG PRODUKSI DALAM NEGERI DENGAN TKDN ≥ 25% BARANG PTODUKSI DALAM NEGERI DENGAN TKDN ≥ 25% DAN BARANG PRODUKSI LUAR NEGERI JASA LAINNYA DENGAN TKDN ≥ 35% JASA PEMBORONGAN BUKAN JASA KONSTRUKSI DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI ≥ RP50 MILYAR (≥ US$5 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI-ONSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP1 MILYAR S/D RP2 TRILIUN ( > US$100,000.00 S/D US$200 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI ONSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP2 TRILIUN (> US$200 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI OFFSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI ≤ RP50 MILYAR (≤ US$5 JUTA) JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI-OFFSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP50 MILYAR S/D RP2 TRILIUN (> US$5 JUTA S/D US$200 JUTA) CP-009 JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI OFFSHORE DENGAN TKDN GABUNGAN ≥ 35% DAN NILAI > RP2 TRILIUN (> US$200 JUTA) CP-010 PENGHITUNGAN DENDA KARENA TARGET TKDN PENGADAAN BARANG TIDAK TERCAPAI – TIDAK MENGUBAH PERINGKAT PENGHITUNGAN DENDA KARENA TARGET TKDN PENGADAAN BARANG TIDAK TERCAPAI – MENGUBAH PERINGKAT

CP-005

CP-006

CP-007

CP-008

CP-011

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR FL-001 FL-002 FORMULIR DAFTAR RENCANA PENGADAAN (PROCUREMENT LIST) DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN RINGKASAN PELAKSANAAN LELANG DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN DAFTAR (CHECK LIST) DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) RINGKASAN PEMERIKSAAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERUBAHAN JANGKA WAKTU (PJWK) RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN JASA DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN JASA LAPORAN PELAKSANAAN PLK/PJWK PERHITUNGAN TKDN BARANG PERHITUNGAN TKDN JASA PERHITUNGAN TKDN GABUNGAN PENAWARAN BARANG PRODUKSI MASAL SC-02 NOMOR FORMULIR SC-01

FL-003 FL-004

SC-03 SC-04

FL-005

SC-05

FL-006

SC-06

FL-007 FL-008 FL-009 FL-010 FL-011 FL-012A FL-012B FL-012C FL-012D

SC-07 SC-08 SC-09 SC-10 SC-11 SC-12A SC-12B SC-12C SC-12D

iii

DAFTAR LAMPIRAN
NOMOR FL-012E FL-012F FL-012D FORMULIR PENAWARAN JASA LAINNYA ATAU JASA KONSULTANSI PENAWARAN BARANG PABRIKASI ATAU JASA PEMBORONGAN LAPORAN REALISASI PENCAPAIAN TKDN PENGADAAN BARANG/JASA NOMOR FORMULIR SC-12D SC-12D SC-12D

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-001 METODA PENGADAAN KARTU PENGADAAN (PROCUREMENT CARD) 1. UMUM 1.1. TUJUAN Pedoman ini mengatur pengadaan barang/jasa yang dilakukan secara penunjukan langsung dengan menggunakan Kartu Pengadaan (Procurement Card). 1.2. DEFINISI Kartu Pengadaan (Procurement Card) merupakan sarana pembayaran dalam kegiatan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung tanpa menggunakan Kontrak, Surat Perintah (SP), atau Purchase Order (PO). 1.3. RUANG LINGKUP Pedoman ini berlaku dalam kegiatan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung di lingkungan Kontraktor KKS. 1.4. KRITERIA Sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) dipergunakan dalam pengadaan barang/jasa yang berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1.4.1. 1.4.2. Merupakan langsung. pengadaan barang/jasa secara penunjukan

Nilai pengadaan maksimum Rp50.000.000,00 (Lima puluh juta rupiah) atau US$5.000,00 (lima ribu dolar Amerika Serikat) untuk setiap transaksi atau sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tidak menggunakan Kontrak /SP/PO.

1.4.3.

Halaman 1 of 7

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-001 1.5. MANFAAT Manfaat penggunaan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) bagi Kontraktor KKS adalah sebagai berikut: 1.5.1. 1.5.2. 1.5.3. 1.5.4. 1.5.5. 1.5.6. Menurunkan biaya pengadaan barang/jasa. Menurunkan aktivitas transaksi pembayaran. Mempermudah pelaksanaan konsolidasi pembayaran. Mempermudah kontrol pembelanjaan. Meningkatkan produktifitas kerja. Mempercepat proses dan pengambilan keputusan dalam pengadaan barang/ jasa.

2. TATA CARA PELAKSANAAN 2.1. PEMESANAN BARANG/JASA Pengadaan barang/jasa yang menggunakan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card) bisa dilaksanakan dengan cara: 2.1.1. 2.1.2. 2.1.3. Datang langsung ke tempat Penyedia Barang/Jasa (Spot) atau Pemesanan melalui faksimili, telepon, e-Mail, atau e-Comerce Apabila pemesanan barang dilakukan melalui faksimili, pejabat berwenang harus menandatangani faksimili tersebut. Apabila pemesanan barang dilakukan melalui telepon, E-Mail, atau E-Commerce, Pengguna Kartu cukup memberitahu nomor kartu, nama pemegang, dan masa berlaku kartu tersebut kepada Penyedia Barang/Jasa. PENGIRIMAN BARANG/JASA Barang dapat diambil langsung di tempat Penyedia Barang/Jasa, atau Pembeli dapat memerintahkan Penyedia Barang/Jasa untuk mengirimkannya ke tempat penerimaan (Point of Delivery). Sebagai bukti transaksi, Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan Delivery Order (DO) asli, faktur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) asli, Surat Setoran Pajak (SSP) asli, dan copy struk pada saat penyerahan barang/jasa ke Pembeli.

2.2. 2.2.1.

2.2.2.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. MP-001 2.3. 2.3.1. PEMBAYARAN Dari Bank Penjamin ke Penyedia Barang/Jasa Pembayaran untuk barang/jasa yang dibeli segera dilakukan oleh Bank Penjamin (atas nama Kontraktor KKS) kepada Penjedia Barang/Jasa setelah struk asli dan bukti pengiriman barang/jasa diajukan kepada Bank Penjamin. Pembayaran dapat juga dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati di dalam perjanjian antara Bank Penjamin dan Penyedia Barang/Jasa. 2.3.2. Dari Kontraktor KKS kepada Bank penjamin 1. Pembayaran untuk barang/jasa kepada Bank Penjamin dilakukan setelah faktur tagihan bulanan (billing statement) diserahkan oleh Bank Penjamin atau dilakukan sesuai dengan waktu pembayaran yang disepakati kedua belah pihak. 2. Pembayaran untuk biaya transaksi penggunaan sarana Procurement Card ke Bank Penjamin dilakukan sesuai dengan jumlah dan waktu yang disepakati kedua belah pihak. 3. PETUNJUK KHUSUS 3.1. BANK PENJAMIN Penunjukan Bank Penjamin dilakukan berdasarkan kriteria minimal sebagai berikut: 3.1.1. 3.1.2. Memiliki reputasi baik dalam dunia perbankan. Memiliki jaringan pelayanan atau kerjasama yang luas di wilayah Republik Indonesia sehingga dapat menjangkau daerah operasi Kontraktor KKS yang bersangkutan. Memiliki fasilitas pelayanan kartu kredit. Memiliki teknologi yang memadai untuk implementasi, pemakaian, pengawasan, dan pemeliharaan sarana Procurement Card. Bersedia melakukan pembayaran terlebih dahulu kepada Penyedia Barang/Jasa untuk setiap transaksi pembelian yang menggunakan sarana Procurement Card.

3.1.3. 3.1.4.

3.1.5.

Halaman 3 of 7

nama calon Pengguna Kartu.2. Penunjukan karyawan sebagai calon pengguna kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) dapat dilakukan berdasarkan peraturan internal yang berlaku di masing-masing Kontraktor KKS dengan memperhatikan kriteria berikut: Integritas karyawan. Bersedia menerima cara pembayaran dengan menggunakan sarana Kartu Pengadaan (Procurement Card).6. 3. 3. Maksimum nilai total transaksi pembelian setiap bulan. 3.2.3. dan Bank Penjamin ditandatangani. 4. nama Manajer Proyek dari calon Pembeli yang ditunjuk.3. brosur. 3.2.1. Tugas dan tanggung jawab karyawan sehari-hari. sekurang- Memiliki ketersediaan barang/jasa yang diperlukan oleh Kontraktor KKS.2. 4. nilai maksimum per transaksi.2. 3.2.4.1. 3. 4. MP-001 3. 3. Bersedia menjalin kerja sama dengan Penyedia Barang/Jasa yang direkomendasikan oleh Kontraktor KKS.1.3. pagu kredit. 4.3. dengan Penyedia Barang/Jasa. PENGAWASAN INTERNAL 4. Penyedia Barang/Jasa Penunjukan Penyedia Barang/Jasa dilakukan kurangnya berdasarkan kriteria sebagai berikut: 3. dan masa berlaku kartu Procurement Card yang akan diterbitkan.1.2.1. Memiliki daftar harga.1. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan merupakan Pengusaha Kena Pajak (PKP). . Dalam persetujuan tertulis antara calon Pengguna Kartu dan Bank Penjamin. atau fasilitas-fasilitas sejenis yang dapat memberikan informasi mengenai barang/jasa yang disediakan dan biasa dibutuhkan oleh Kontraktor KKS maupun perusahaan lain yang bergerak di bidang perminyakan.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. minimal harus disebutkan jumlah kartu yang akan diterbitkan.1.3. Instalasi fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) Instalasi fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) baru bisa dilaksanakan setelah persetujuan tertulis antara Kontraktor KKS (sebagai Pengguna Kartu).1.

5. 5. dan tagihan kepada Bank Penjamin untuk memperoleh pembayaran barang/jasa yang telah dijual pada hari yang sama atau pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. 4. Batasan mengenai barang/jasa yang pengadaannya bisa menggunakan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card). SANKSI Penyalahgunaan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) oleh Pengguna Kartu dapat dikenakan sanksi dalam bentuk pencabutan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) ataupun tindakan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada masing-masing perusahaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. E-mail.1. E-commerce. 5. 4. PENGGUNAAN PROCUREMENT CARD 5.2.5. Setelah menerima pesanan barang/jasa dari Pengguna Kartu dan mengecek keabsahan pesanan tersebut.1. MP-001 4. atau datang langsung ke tempat Penyedia Barang/Jasa untuk membeli barang/jasa yang diperlukan.3.4. Untuk pengadaan barang/jasa yang nilainya tidak melebihi nilai maksimum untuk penunjukan langsung. Pemegang Kartu dapat juga mengambil barang langsung dari tempat Penyedia Barang/Jasa. 4. copy DO. Pengguna Kartu bisa menghubungi Penyedia Barang/Jasa melalui telepon.2.2. Peraturan/Standard Operating Procedure (SOP) khusus untuk penggunaan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card). faksimili. 4. Sanksi untuk penyalahgunaan kartu Kartu Pengadaan (Procurement Card) oleh Penyedia Barang/Jasa dapat diberikan dalam bentuk pemutusan hubungan dagang ataupun dikeluarkannya nama Penyedia Barang/Jasa tersebut dari Daftar Rekanan yang berlaku di Kontraktor KKS yang bersangkutan.2. Penyedia Barang/Jasa dapat melakukan penagihan dengan cara mengirimkan struk asli.2.1. dan copy struk ke tempat penerimaan barang yang telah ditetapkan.1. Surat Setoran Pajak (SSP). Halaman 5 of 7 . Penyedia Barang/Jasa akan mengirimkan barang/jasa yang dipesan bersama dengan faktur pajak.

Konsultan. Bank Penjamin adalah Instansi perbankan yang menyediakan fasilitas Kartu Pengadaan (Procurement Card) kepada Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa untuk keperluan pengadaan barang/jasa secara penunjukan langsung. .1. 7.1. 7.1. 6.1. TOLOK UKUR KINERJA Tolok ukur kinerja dan hasil akhir penggunaan fasilitas Kartu Pengadaan Procurement Card bisa dilihat dari beberapa segi antara lain sebagai berikut: 7.1.3. Pemasok. Usaha Kecil.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 8. Koperasi.1. Pembayaran kepada Bank Penjamin dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama. 8.2.2. Sesuai dengan perjanjian. MEKANISME PEMBAYARAN FAKTUR PPN Mekanisme pembayaran PPN untuk pengadaan barang/jasa yang pembeliannya dilakukan sama seperti halnya dengan metode pengadaan lain.3.1. DAFTAR ISTILAH 8. Bank Penjamin akan mengirimkan tagihan bulanan kepada Kontraktor KKS untuk pembayaran seluruh transaksi pembelian barang/jasa yang terjadi dalam bulan tersebut. 7. Semakin cepatnya pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang diperlukan Menurunnya biaya pengadaan barang/jasa Meningkatnya kreatifitas kinerja dan pelayanan petugas pengadaan barang/jasa.4. MP-001 5. Penyedia Barang/Jasa adalah perusahaan atau mitra kerja yang melaksanakan pengadaan barang/jasa yang terdiri dari Kontraktor.1. Pengguna Kartu adalah pejabat yang diberi wewenang oleh instansi terkait untuk melakukan pengadaan barang/jasa secara langsung dengan menggunakan Kartu Pengadaan (Procurement Card). 8.

1. SSP (Surat Setoran Pajak) adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melakukan pembayaran pajak yang terhutang di Kas Negara atau di tempat pembayaran lainnya yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan.1.8. 8. 8 th 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah). menyalurkan. 8. dan memperdagangkan barang atau pemberian pelayanan jasa kepada para konsumen. 6 th 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan). Pembeli adalah Kontraktor KKS yang melakukan pembelian barang/jasa dari Penyedia Barang/Jasa. 8. menghasilkan. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak setelah mendaftarkan dirinya pada Direktorat Jenderal Pajak (UU No. PPN (Pajak Pertambahan Nilai) adalah pajak yang timbul karena dipakainya faktor-faktor produksi di setiap jalur perusahaan dalam menyiapkan.9. 6 th 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan).1. (UU No.7.1. Pengguna Barang/Jasa adalah pejabat yang berwenang sebagai pemilik pekerjaan yang memberi tugas kepada Penyedia Barang/Jasa untuk melaksanakan pekerjaan tertentu guna memenuhi kebutuhan barang/jasa tertentu di lingkungannya.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.5. ---ooo0ooo--- 8.1. dan/atau untuk melaporkan ke Direktorat Jenderal Pajak. (UU No. 8. Halaman 7 of 7 . MP-001 8.6.1. Manajer Proyek adalah petugas yang ditunjuk oleh perusahaan untuk memimpin proyek implementasi Kartu Pengadaan (Procurement Card) di lingkungan Perusahaan tersebut.

.

dimana peserta lelang yang telah lulus pada tahap administrasi dan teknis berkompetisi secara ‘real-time’.5. 3.1. yaitu nilai penawaran terbaik menjadi pemenang pelelangan.000. Peserta pengadaan harus memahami. dengan cara memasukkan penawaran harga lebih dari satu kali dan bersifat menurun dalam suatu jangka waktu yang telah ditentukan melalui media elektronik (online). Mengutamakan penggunaan jasa penyedia e-RA dalam negeri.7. PRINSIP DASAR e-RA: 3.1. Halaman 1 of 7 . 3.3. Selama dalam proses auction identitas penawar harga harus dirahasiakan. 2. Tidak dapat dilakukan untuk pengadaan jasa tenaga kerja. 3. DEFINISI: Electronic Reverse Auction (e-RA) merupakan salah satu metoda pengadaan yang dilakukan secara transparan dengan memanfaatkan jaringan elektronik. 3. 3. mempunyai kemampuan dan mematuhi tatacara e-RA yang ditetapkan oleh Kontraktor KKS. MP-002 METODE PENGADAAN ELECTRONIC REVERSE AUCTION (e-RA) 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3. Dilakukan hanya pada tahap penawaran harga. 3.000. Dianjurkan untuk dilakukan dalam pengadaan barang/ jasa yang secara teknis dapat didefinisikan secara rinci dan terukur. mengikuti prinsip auction.2.4. TUJUAN: Pelaksanaan e-RA dimaksudkan untuk mendapatkan harga penawaran yang lebih kompetitif dan mencerminkan harga pasar.6.00 (satu miliar rupiah) atau lebih besar dari US$100. Dapat dilakukan untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp.000. melalui suatu proses yang lebih efisien.000. pelelangan terbatas atau pemilihan langsung. dengan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta lelang untuk dapat mengajukan penawaran terbaik.00 (seratus ribu dolar Amerika Serikat). dengan metode pelelangan umum.

Apabila diperlukan kepada calon peserta diberikan pelatihan.2. 4. 4.1.3.4. waktu dan jangka waktu pelaksanaan e-RA ditetapkan oleh Panitia Pengadaan dan dikomunikasikan ke peserta lelang. 4. 4.2. 4. Penyedia barang/jasa yang mendaftar harus menyatakan secara tertulis persetujuannya untuk mengikuti metoda pengadaan dengan e-RA. PENGUMUMAN: Dalam pengumuman harus dinyatakan secara jelas bahwa metoda pengadaan akan menggunakan sistim e-RA.5.2.2.3.1. sehingga calon peserta e-RA dapat memahami. Halaman 2 of 7 . PEMBERIAN PENJELASAN: Kepada calon peserta diberikan penjelasan secara lengkap tentang tata cara pemasukan penawaran. KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA. Tanggal.3. Penilaian kualifikasi calon peserta e-RA menggunakan sistem prakualifikasi. 4. 4. TATACARA PELAKSANAAN: 4. pelelangan terbatas atau pemilihan langsung. Ketentuan dokumen pengadaan lainnya mengikuti ketentuan dalam metoda pelelangan umum.2. 4. 4.2.5. MP-002 4.5. PENDAFTARAN: Pendaftaran dapat dilakukan secara elektronik atau manual. DOKUMEN PENGADAAN: Dalam dokumen pengadaan harus dicantumkan tatacara pelaksanaan e-RA secara jelas.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.1. kecuali dinyatakan secara khusus dalam pedoman ini. 4.

3.000.7.20. Apabila pemasukan penawaran harga pertama dilakukan secara tertulis.1. Untuk pengadaan dengan nilai sampai dengan Rp 20.6.1. Diundang untuk menghadiri pembukaan penawaran harga. MP-002 SISTEM PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN: Pemasukan dokumen penawaran menggunakan Sistem Dua Sampul atau Dua Tahap: 4.00 (dua puluh miliar rupiah) atau sampai dengan US$ 2.7.6. 4. Halaman 3 of 7 4. Evaluasi persyaratan administrasi dan penawaran teknis. Diundang untuk memasukkan penawaran harga.000. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum.6. 4. Pemasukan dokumen penawaran administrasi dan teknis harus dilakukan secara tertulis dalam sampul tertutup.2.7.2.7.7.00 (dua juta dolar Amerika Serikat). mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum. 4. 4.000.4. Penawaran yang menyertakan jaminan penawaran yang lebih besar dari 3% (tiga persen) tidak diskualifikasi. peserta harus menyerahkan dokumen jaminan penawaran sesuai ketentuan.000.000.000. PENYAMPAIAN PENAWARAN HARGA Peserta yang telah lulus evaluasi tahap administrasi dan teknis: 4.7.000. 4.00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$ 2.000. . Panitia Pengadaan menetapkan cara pemasukan penawaran harga pertama: 1.000. 2. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.00 (dua juta dolar Amerika Serikat). Nilai jaminan penawaran (bid bond) adalah 1% (satu persen) s/d 3% (tiga persen) dari harga penawaran terakhir yang dimasukkan oleh peserta. pada sistem pemasukan penawaran 2 (dua) tahap.5.000. Untuk pengadaan dengan nilai lebih besar dari Rp. Apabila pemasukan penawaran harga pertama dilakukan secara elektronik. peserta memasukkan dokumen penawaran dan dokumen jaminan penawaran harga sesuai ketentuan. pada sistem pemasukan penawaran 2 (dua) sampul. peserta harus memasukkan berkas penawaran harga pertama secara tertulis yang dilengkapi dengan jaminan penawaran (bid bond) beserta pernyataan persentase dan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

3. Menggunakan sistim HE TKDN untuk penawaran barang produksi dalam negeri.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 2. Selama pelaksanaan e-RA. atau perubahan.1. Pembukaan sampul penawaran harga pertama dilakukan oleh Panitia Pengadaan di hadapan peserta pengadaan. Menggunakan perbandingan nilai penawaran untuk penawaran barang produksi luar negeri. MP-002 5. dapat dilakukan perpanjangan waktu.1. 6. Panitia Pengadaan meneliti kelengkapan administrasi penawaran. 8.000.000. atau b.20. 5. 4. Setelah masa penyampaian dokumen penawaran ditutup tidak dapat lagi diterima dokumen penawaran.000. setelah pembukan penawaran harga pertama. Nilai pengadaan sampai dengan Rp. Kepada setiap peserta yang penawarannya memenuhi persyaratan administrasi diberi nomor identitas yang dirahasiakan bagi peserta lainnya. Panitia Pengadaan dalam suatu rapat di hadapan para peserta e-RA menyatakan bahwa masa penyampaian dokumen penawaran harga telah ditutup. Nilai penawaran peserta diunggah (up loaded) ke dalam sistim e-RA oleh masing-masing peserta. Jangka waktu pelaksanaan pemasukan harga penawaran secara elektronik harus ditentukan secara pasti dan maksimal 24 (dua puluh empat) jam.000. sistim langsung menetapkan peringkat penawaran: a.00 (dua puluh miliar rupiah) atau sampai dengan US$2. Apabila terjadi kegagalan komunikasi. PELAKSANAAN E-RA: 5. kecuali untuk melengkapi kekurangan nilai meterai dan tanggal. Pada waktu yang telah ditentukan. 7. Halaman 4 of 7 .000. Apabila pemasukan penawaran harga pertama secara tertulis: 1. Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan berkas penawaran harga.00 (dua juta dolar Amerika Serikat): 5. Segera pada hari yang sama. dilanjutkan dengan pemasukan harga penawaran secara elektronik. Penawaran yang tidak memenuhi syarat administrasi dinyatakan gugur dan tidak diikutsertakan dalam proses selanjutnya.

kecuali: 1. Halaman 5 of 7 . pada waktu yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan.1. Paling lambat 3 (tiga) hari kerja terhitung mulai hari kerja berikutnya setelah hari pembukaan penawaran harga. 13. Pemasukan penawaran harga dilaksanakan secara elektronik. sama dengan langsung pertama 2. Nilai pengadaan lebih besar dari Rp.2.1.20. 5. penawaran yang bersangkutan dinyatakan diskualifikasi.1.00 (dua juta dolar Amerika Serikat): Peserta pengadaan memasukkan penawaran mengikuti ketentuan sistim pemasukan 2 (dua) sampul atau sistim 2 (dua) tahap. 10. 5. Pada akhir masa pemasukan harga secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan Harga Perkiraan Sendiri /Owner Estimate (HPS/OE). Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dinyatakan diskualifikasi. Peserta menyerahkan dokumen jaminan penawaran sesuai ketentuan yang berlaku.2. Tepat pada akhir jangka waktu pelaksanaan penawaran secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan kepada peserta bahwa waktu yang disediakan telah habis. Panitia Pengadaan membuat berita acara pelaksanaan eRA.000.00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih besar dari US$ 2.000.000.2. Penawaran dilengkapi dengan pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan e-RA. Apabila nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai penawaran terakhir yang dimasukkan. 5. MP-002 9. 11.000.000.1. 12. semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis. dengan cara mengunggah nilai HPS/OE ke dalam sistim e-RA.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.. Apabila pemasukan penawaran harga pertama secara elektronik: Tatacara pemasukan harga penawaran ketentuan angka 5.

5. Apabila nilai jaminan penawaran kurang dari 1% (satu persen) dari nilai penawaran terakhir yang dimasukkan.2. Apabila terjadi kegagalan komunikasi.2. maksimal 24 (dua puluh empat) jam. Setelah masa penyampaian dokumen penawaran ditutup tidak dapat lagi diterima dokumen penawaran. MP-002 5. 5. Menggunakan sistim HE TKDN untuk penawaran barang produksi dalam negeri. Panitia Pengadaan memberitahukan kepada peserta bahwa waktu yang disediakan telah habis. kecuali untuk melengkapi kekurangan nilai meterai dan tanggal. setelah pembukaan penawaran harga pertama.7. Tepat pada akhir jangka waktu pelaksanaan penawaran secara elektronik.2.2.2. Menggunakan perbandingan nilai penawaran penawaran barang produksi luar negeri 5. perubahan atau susulan penyampaian jaminan penawaran (bid bond). Jangka waktu pelaksanaan pemasukan harga penawaran secara elektronik harus ditentukan secara pasti. Segera pada hari yang sama.5.2.9. 5. Panitia Pengadaan dalam suatu rapat di hadapan para peserta e-RA menyatakan bahwa masa penyampaian dokumen penawaran telah ditutup.6. Nilai penawaran peserta diunggah (up loaded) ke dalam sistim e-RA oleh masingmasing peserta. sistim langsung menetapkan peringkat penawaran: a. Kepada setiap peserta yang penawarannya memenuhi persyaratan administrasi diberi nomor identitas yang dirahasiakan bagi peserta lainnya.3. dapat dilakukan perpanjangan waktu.2. 5. dilanjutkan dengan pemasukan harga penawaran secara elektronik.2. Pada waktu yang telah ditentukan. untuk 5. Selama pelaksanaan e-RA. Pembukaan sampul penawaran harga pertama dilakukan oleh Panitia Pengadaan di hadapan peserta pengadaan. atau b. 5. penawaran yang bersangkutan dinyatakan diskualifikasi.4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.8. Halaman 6 of 7 . Kekurangan ini harus dipenuhi pada saat pembukaan berkas penawaran harga.2.

5. oo0oo Halaman 7 of 7 . 6.10.12. Peserta yang tidak menyerahkan penawaran dinyatakan diskualifikasi. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi terhadap harga penawaran hasil pelaksanaan e-RA.2.2. berdasar hasil evaluasi harga.1. Pada akhir masa pemasukan harga secara elektronik Panitia Pengadaan memberitahukan Harga Perkiraan Sendiri/ Owner Estimate (HPS/OE). 7. 6. MP-002 5.3. Dalam hal harga penawaran terendah hasil e-RA masih lebih tinggi dibanding dengan HPS/OE maka dilakukan pengkajian ulang atas HPS/OE.2. 6. masih lebih tinggi dari HPS/OE atau HPS/OE hasil koreksi. EVALUASI HARGA 6. menurut tatacara baku pada metode pelelangan umum. termasuk kelanjutan prosesnya.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Paling lambat 3 (tiga) hari kerja terhitung mulai hari kerja berikutnya setelah hari pembukaan penawaran harga. 5. semua peserta lelang wajib menyerahkan penawaran harga terakhir hasil e-RA secara tertulis beserta pernyataan TKDN dalam bentuk berkas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan e-RA. Apabila ternyata HPS/OE terlalu rendah dapat dilakukan koreksi atas HPS/OE sesuai ketentuan. Apabila harga penawaran peringkat I (pertama). maka diadakan proses pengadaan ulang. mengikuti ketentuan dalam metode pelelangan umum atau pemilihan langsung.2.11. Metode pengadaan ulang dapat dilakukan dengan metode pelelangan (tanpa e-RA) atau metode e-RA. PENETAPAN DAN PENUNJUKAN PEMENANG Urutan proses mulai dari penetapan pemenang sampai dengan penunjukan pemenang dan ketentuan tentang pengadaan gagal dan pengadaan ulang. Panitia Pengadaan membuat berita acara pelaksanaan e-RA.

.

PERSYARATAN 3. 2.5. JK-001 KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA (JOINT CONTRACT) 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.2. dengan Penyedia Barang/Jasa bersangkutan. Halaman 1 of 7 . Kontrak Bersama Pengadaan Barang/Jasa ini dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: Terdapat kesamaan kebutuhan barang/jasa dari beberapa Kontraktor KKS. 3.2.2. 3.2. 3. atau pemanfaatan suatu kontrak yang sedang berjalan di suatu Kontraktor KKS oleh Kontraktor KKS lainnya. dan Barang/jasa yang dibutuhkan berada dalam wilayah atau tempat yang berdekatan secara geografis atau berada dalam 1 (satu) kelompok usaha Kontrak Kerja Sama dalam wilayah Negara Republik Indonesia. DEFINISI Kontrak pengadaan bersama adalah Kontrak antara beberapa Kontraktor KKS atau Kontrak yang dilakukan oleh BPMIGAS sebagai koordinator beberapa Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa tertentu untuk menyelesaikan 1 (satu) atau beberapa pekerjaan. percepatan proses. yang dituangkan dalam kesepakatan yang direncanakan sejak awal. dan Terdapat kesepakatan diantara beberapa Kontraktor KKS atau diantara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS. mengutamakan penggunaan barang produksi dalam negeri. 3. TUJUAN Tujuan kontrak bersama pengadaan barang/jasa adalah pemanfaatan kontrak secara bersama yang saling menguntungkan dalam rangka efisiensi biaya. pemanfaatan kapasitas lebih serta optimalisasi pemanfaatan peralatan atau jasa yang tercantum pada suatu kontrak. 3.4.3. Kesepakatan antar Kontraktor KKS atau antara BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS dapat dilakukan pada awal Kontrak atau pada saat Kontrak sedang berlangsung.6.

4. Peran.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.2. Dalam hal pemanfaatan waktu jeda dimungkinkan penambahan volume pekerjaan. 4. Ruang lingkup pekerjaan dan/atau jenis barang yang diperlukan. e.2. TATA CARA 4. 2. Pengelolaan aspek financial termasuk tatacara pembayaran dan pembagian biaya pengelolaan kepentingan bersama. direncanakan untuk membuat kontrak secara bersama-sama oleh 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS atau 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS dalam koordinasi BPMIGAS. Kesepakatan untuk melakukan Kontrak bersama pada saat Kontrak sedang berlangsung hanya dapat dilaksanakan untuk memanfaatkan kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau memanfaatkan waktu jeda (windows/idle) dari Kontrak yang sedang berlangsung tanpa mengubah syarat-syarat dan ketentuan lainnya. Persiapan : 1. Beberapa Kontraktor KKS dalam koordinasi dengan BPMIGAS atau BPMIGAS dengan beberapa Kontraktor KKS membuat suatu perjanjian kerjasama yang memuat antara lain: a. Pihak (Kontraktor KKS atau BPMIGAS) yang bertindak sebagai koordinator Kontrak atau pemuka (leader).4. b. pengaturan program dan/atau jadwal pelaksanaan. Halaman 2 of 6 . KONTRAK BERSAMA PENGADAAN BARANG/JASA YANG DIRENCANAKAN SEJAK AWAL (JOINT CONTRACT). Masa kontrak. hak dan kewajiban para pihak. c. Pengurusan perijinan (Formalities). Diawali dengan adanya informasi/identifikasi suatu jenis kebutuhan barang/jasa yang sama yang dibutuhkan oleh 2 (dua) atau lebih Kontraktor KKS.4. JK-001 3. d. f.

Para pihak dalam kontrak adalah para Kontraktor KKS pengguna kontrak dengan/tanpa koordinasi BPMIGAS secara bersama-sama dengan Penyedia Barang/Jasa.5. Halaman 3 of 7 . Persetujuan tahap perencanaan pengadaan dan/atau persetujuan pemenang pengadaan dari BPMIGAS diperlukan apabila nilai keseluruhan kontrak melebihi batas kewenangan Kontraktor KKS. Merupakan pencetus awal program. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3. Merupakan pengguna barang/jasa terbanyak/terlama. atau kepada kepada b. Penyusunan Kontrak : Tata cara penyusunan kontrak mengikuti tata cara yang berlaku dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa. 4. JK-001 g.2. Semua perintah pelaksanaan kepada Penyedia Barang/Jasa disampaikan melalui Koordinator Kontrak.6. Pelaksanaan proses pengadaan dilakukan oleh koordinator kontrak dibantu oleh atau bersama-sama dengan calon pengguna kontrak pengadaan bersama. h. atau b. Pengaturan pemberian sanksi dan pinalti akibat keterlambatan penyerahan barang da/atau penyelesaian pekerjaan. Penetapannya antara lain memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Hal-hal khusus yang perlu diperhatikan antara lain: 1. Formalitas rencana kerja dan anggaran (WP&B dan AFE) menjadi tanggung jawab masing-masing Kontaktor KKS. Oleh masing-masing Kontraktor KKS Penyedia Barang/Jasa dan dilaporkan Koordinator Kontrak. Tata cara pengadaan mengikuti ketentuan yang berlaku. Koordinator Kontrak atau pemuka (leader) ditetapkan berdasar kesepakatan para pihak. 2.2. Prosedur Pelaksanaan: 1. 4. Perintah pelaksanaan pekerjaan atau penyerahan barang dilakukan: a.

6. JK-001 3. dalam hal ini Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa bersangkutan. Pengawasan pelaksanaan pekerjaan oleh masing-masing Kontraktor KKS pengguna Kontrak. Halaman 4 of 6 . 4. PEMANFAATAN KONTRAK YANG SEDANG BERJALAN 4. Suatu kontrak yang sedang berjalan di salah satu Kontraktor KKS dapat dimanfaatkan oleh satu atau beberapa Kontraktor KKS lain berdasarkan adanya kesamaan kebutuhan dan adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau dalam usaha memanfaatkan waktu jeda (windows/idle). Koordinator Kontrak berkewajiban mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan Kontrak. terutama pemanfaatan barang/jasa oleh Kontraktor KKS pengguna Kontrak. atau b.3. Pengaturan tentang alokasi denda atas keterlambatan sesuai dengan yang diatur didalam Nota Kesepahaman. 4. Rencana pemanfaatan ini harus disepakati oleh para pihak. 4. Inisiatif pemanfaatan kontrak yang sedang berjalan dapat dilakukan oleh: a. Persiapan 1.3. Jaminan pelaksanaan dan denda atas keterlambatan diperhitungkan berdasar ketentuan dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan barang/Jasa ini.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Kontraktor KKS pengguna Kontrak yang sedang berjalan menyampaikan informasi melalui BPMIGAS kepada Kontraktor KKS lain tentang adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau adanya waktu jeda (windows/ idle) yang bisa dimanfaatkan Kontraktor KKS lain.4.5. Penagihan pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan ditujukan kepada masing-masing Kontraktor KKS oleh Penyedia Barang/Jasa dan dilaporkan kepada Koordinator Kontrak atau semua penagihan melalui Koordinator Kontrak. Kontraktor KKS yang membutuhkan barang/jasa meminta informasi dari Kontraktor KKS lain tentang kemungkinan adanya kapasitas lebih (excess capacity) dan/atau adanya waktu jeda (windows/idle) dari kontrak yang sedang berjalan yang bisa dimanfaatkan. 5.3.

e. Formalitas rencana kerja dan anggaran (WP&B dan AFE) menjadi tanggung jawab masing-masing Kontaktor KKS.6. Masa kontrak. Ketentuan tentang persetujuan atau pelaporan mengikuti ketentuan Bab II angka 2. d.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 5 of 7 . Ruang lingkup pekerjaan dan/atau jenis barang yang diperlukan.3. Rencana pemanfaatan kontrak yang sedang berjalan ini harus dikomunikasikan dan disetujui oleh Penyedia Barang/Jasa yang bersangkutan. Pengurusan perijinan (Formalities). b. Pengelolaan aspek financial. pengaturan program dan/atau jadwal pelaksanaan. 5. Apabila amandemen mengakibatkan penambahan nilai. 4. g. Pelaksanaan 1. 3. Perjanjian kerjasama disusun antara Kontraktor KKS pengelola kontrak dengan Kontraktor KKS yang akan memanfaatkan. 2. 4. Perjanjian kerjasama memuat antara lain namun tidak terbatas pada hal-hal berikut: a. Koordinator Kontrak atau pemuka (leader) adalah Kontraktor KKS pemegang Kontrak awal. diperlakukan sebagai Penambahan Lingkup Kerja (PLK). Hak dan Kewajiban para pihak. c.1. Pengaturan pemberian sanksi dan pinalti akibat keterlambatan penyerahan barang dan/atau penyelesaian pekerjaan. f. JK-001 2. Pelaksanaan dalam kelompok usaha Kontraktor KKS disesuaikan dengan kebijaksanaan yang berlaku di dalam kelompok usaha tersebut.3 dan Bab XIII angka 4. Koordinator Kontrak bersama-sama Kontraktor KKS yang akan memanfaatkan Kontrak menyusun amandemen kontrak yang memuat antara lain hal-hal yang telah disepakati dalam perjanjian kerjasama.

5. maka penyelesaiannya terlebih dahulu dilakukan oleh Kontraktor KKS yang bersangkutan dengan cara musyawarah/ mufakat. Apabila tidak terjadi kesepakatan. Jaminan pelaksanaan yang ada direvisi dengan mencantumkan nama pengguna barang/jasa yang baru sesuai perjanjian kerjasama dan apabila diperlukan nilai jaminan ditambah.3. Ketentuan impor barang diberlakukan sesuai ketentuan yang berlaku pada masing-masing Kontraktor KKS yang bersangkutan. sesuai ketentuan yang berlaku. Pelaporan pelaksanaan kontrak dilakukan oleh masing-masing Kontraktor KKS.7. 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Penyelesaian Perselisihan Dalam hal terjadi perselisihan antara salah satu Kontraktor KKS dengan Penyedia Barang/Jasa. maka Koordinator Kontrak membantu untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi dan harus diupayakan agar tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan lainnya. 4. Pelaporan Koordinator Kontrak berkewajiban menyampaikan laporan formalitas kontrak awal. JK-001 3. ------ooo000ooo------- Halaman 6 of 6 .

kepastian pasokan (security of supply). Kerjasama jangka panjang. pengalaman dan sumber daya lainnya dari para pihak yang disinergikan untuk mencapai hasil yang paling optimal dalam hal pengembangan suatu jenis barang/peralatan.6. Saling memberikan manfaat sumber daya seperti teknologi. 3. Dilandasi dengan kepercayaan. Mempunyai komitmen dan obyektif bersama. 2.7. dan proses. standar mutu dan penekanan biaya.3. keterbukaan. 3.9. 3. keahlian. Kerjasama yang erat dan interaktif dengan mengintegrasikan proses dan aktivitas utama. Pembagian risiko dan keuntungan (Risk & Benefit). Halaman 1 dari 5 . TUJUAN Tujuan dari Kontrak Kemitraan (Strategic Alliance) adalah pemanfaatan potensi teknis. daya dan/atau fasilitas yang dimiliki/dikuasai dalam rangka mencapai sasaran strategis yang disepakati bersama antara penyedia dan pengguna barang/jasa.8. JK-002 SISTEM KONTRAK KEMITRAAN (STRATEGIC ALLIANCE) 1. 3.4. keahlian. yang berkesinambungan (continuous Efisien dan efektif dalam desain konsep dan penerapannya. manajemen.2. 3.5. 3. dan saling menguntungkan (win-win). DEFINISI Kontrak Kemitraan adalah Kontrak pengadaan barang/jasa berdasarkan konsep kerjasama jangka panjang dimana para pihak memberikan kontribusi sumber dana. 3. Perbaikan kinerja improvement). 3. KARAKTERISTIK Kontrak kemitraan mempunyai karakteristik sebagai berikut: 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. finansial.

2.2.6. 4.5.7. 4. Sosialisasi. c. Melakukan evaluasi potensi internal yang dapat disinergikan. Halaman 2 of 5 . Pengembangan suatu jenis barang/produk baru yang secara jangka panjang akan dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan produksi minyak dan/atau gas bumi.2. Semakin tinggi peranan barang/jasa tersebut. 4. Peranan barang/jasa tersebut dalam pelaksanaan operasi. PERENCANAAN Penentuan Sasaran Strategis 1. menentukan kriteria calon mitra dan rencana pra-kualifikasi. Penjajakan Pasar (market survey).2. maka kontrak kemitraan semakin diperlukan. Membuat model pengadaan barang/jasa yang sesuai dengan konsep kontrak kemitraan. Kompleksitas proses pengadaan dan rantai suplai yang berdampak pada harga dan ‘cycle time’. JK-002 4. Menyusun rancangan langkah-langkah yang diperlukan pada periode transisi antara lain tentang integrasi sistem & proses (perangkat keras dan lunak). TATA CARA Kontrak Kemitraan dilakukan melalui tahapan Perencanaan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Nilai pengadaan b. Sasaran strategis ditentukan dengan melakukan evaluasi terhadap pengadaan barang/jasa di perusahaan yang berpeluang memberikan efisiensi yang besar bagi Kontraktor KKS. Pemilihan Mitra dan Pelaksanaan kontrak. 2. 4. menyusun lingkup kerja awal. 4.2. d. Hal-hal yang dapat dijadikan tolok ukur untuk menetapkan nilai strategis dalam melakukan evaluasi antara lain: a.4.

PEMILIHAN MITRA Pemilihan mitra menggunakan metoda pelelangan atau pelelangan terbatas.6. JK-002 4. antara lain dengan cara: 1. Hasil asesmen digunakan untuk menetapkan calon peserta pengadaan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses selanjutnya. SOSIALISASI Tahap sosialisasi dimaksudkan untuk: 4. Membangun tujuan (obyective) bersama. PENJAJAKAN PASAR Mencari sumber-sumber yang berpotensi untuk melaksanakan konsep pengadaan yang telah dibuat dengan cara: 4.4.4.3. Apabila calon peserta pengadaan yang lulus tahap prakualifikasi hanya 2 (dua) diteruskan dengan proses pemilihan langsung dan apabila yang lulus tahap prakualifikasi hanya 1 (satu) proses proses dinyatakan gagal. Mengumumkan rencana pelaksanaan kontrak kemitraan melalui media cetak dan/atau media elektronik dan mengundang sumber-sumber yang telah diketahui. 3.7.5.3. Menyusun dokumen pengadaan. 4. Menyamakan persepsi semua pihak tentang kontrak kemitraan yang akan dilaksanakan antara lain lingkup kerja serta hak dan tanggung jawab para pihak. Melakukan prakualifikasi melalui asesmen terhadap kemampuan sumber-sumber yang berminat/ potensial.3. Diskusi/ dialog. 4.3. 4.4. Mengirimkan kuestioner.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 4. serta menetapkan tolok ukur keberhasilan (Key Performance Indicator).4. Halaman 3 dari 5 . 4. 2.6.4.4. 4. Melakukan kunjungan ke pabrik atau fasilitas yang dimiliki calon mitra. Menetapkan metoda evaluasi bersama dengan calon peserta yang lulus tahap asesmen.5.5. Peserta pelelangan adalah calon peserta pengadaan yang telah lulus tahap asesmen.4. 4.

Waktu yang diperlukan (cycle time).6. Mengukur unjuk kinerja (performance) berdasarkan parameter KPI (Key Performance Indicator). Ketentuan tentang pinalti telah tercakup didalam ketentuan tentang resiko dan keuntungan (Risks & Rewards). harus juga memuat ketentuan sebagai berikut: 1. Kualitas barang/jasa. Harga barang/jasa. h. c. 3. g. Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lindungan Lindungan (Health Safety and Environment) 2. Tolok Ukur Kinerja (Key Performance Indicator). baik keuntungan/manfaat/nilai tambah maupun kerugian dengan menggunakan konsep “seimbang/proportional” dan harus sudah disepakati sejak awal. Kriteria yang dapat dijadikan tolok ukur kinerja keberhasilan pelaksanaan kontrak maupun kinerja mitra.5. JK-002 4. f. Waktu penyerahan atau penyelesaian pekerjaan. Pengaturan resiko dan keuntungan (Risks & Rewards) meliputi pembagian atas hasil pencapaian yang relatif terhadap KPI. b. e. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. d. dengan tugas: 1. PELAKSANAAN KONTRAK 4. 4. Halaman 4 of 5 .6. 4. Mempersiapkan laporan pelaksanaan perihal angka 1) dan 2) diatas. Mendorong pencapaian unjuk kinerja (performance) dan hasil produksi yang semakin efektif dan semakin efisien.4.6. Tingkat inventori atau sumber daya yang digunakan. misalnya: a. Melakukan pengawasan. Nilai Total Cost of Ownership (TCO). pengkajian dan perbaikan atas pelaksanaan pekerjaan sesuai yang telah diatur di dalam Kontrak. Kontrak Kontrak selain memuat ketentuan umum. Pemanfaatan barang/jasa produksi dalam negeri. Dalam pelaksanaan Kontrak Kemitraan dibentuk Tim Pengendali Bersama (Joint Performance Control Body) antara Kontraktor KKS dan Penyedia Barang/Jasa.

6. 5. JK-002 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 4. ---ooo0ooo--- Halaman 5 dari 5 . Pengaturan hak kepemilikan (proprietory right) dan hak intelektual (intellectual right) atas aset/fasilitas/patent yang dihasilkan dari pembiayaan bersama dimana biaya yang dikeluarkan Kontraktor KKS dibebankan sebagai biaya operasi. Susunan dan tugas Tim Pengendali Bersama (Joint Performance Control Body). Dalam hal ini jaminan pelaksanaan dicairkan. Pemutusan kontrak dini (Early termination) dapat dilakukan apabila mitra tidak menunjukkan kinerja (KPI) sesuai ketentuan yang telah disepakati secara berkelanjutan. Pengaturan tanggung jawab dalam pengelolaan asset yang digunakan dalam kontrak.

.

Halaman 1 dari 3 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 2. Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/penggunaan yang sama. JK-003 PERJANJIAN PEMASOKAN BERDASAR PERMINTAAN (CALL OFF ORDER) 1. DEFINISI Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call off Order) adalah kontrak pengadaan barang/jasa untuk jangka waktu yang relatif panjang (satu sampai tiga tahun) untuk suatu jumlah nilai tertentu dengan harga satuan yang telah disepakati. Pengadaan dilakukan dengan metode pemilihan langsung sesuai ketentuan. dimana pengguna barang/jasa dapat meminta Penyedia Barang/Jasa untuk menyerahkan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa sewaktu-waktu diperlukan dan pembayaran dilakukan terhadap sejumlah barang/jasa yang benar-benar dipergunakan atau dikerjakan.1. Diterapkan bagi pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item). dengan frekwensi atau jumlah pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekwensi kebutuhan pekerjaan tinggi. 3. PERSYARATAN Perjanjian Pemasokan Berdasar Permintaan (Call off Order) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: 3.4. 3.3. Apabila barang/jasa telah mampu diproduksi atau dikerjakan di dalam negeri maka harus menggunakan barang produksi dalam negeri dan/atau jasa dalam negeri. 3. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan cara Pemasokan Berdasar Permintaan (Call off Order) adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang/jasa dan meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya pengelolaan sumber daya.2. pelelangan atau 3.

jasa yang sama dari beberapa kegiatan dari 1 (satu) Kontraktor KKS atau untuk beberapa Kontraktor KKS dalam bentuk Kontrak Bersama (Joint Contract). Penyesuaian harga ditetapkan berdasar suatu formula tertentu yang akan berlaku apabila suatu keadaan tertentu (waktu. JK-003 4. Dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang jumlah minimum nilai penggunaan kumulatif (minimum cummulative order) selama periode kontrak. Di dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang kemungkinan penyesuaian harga.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Jumlah setiap pembayaran adalah sebesar jumlah barang yang telah dipasok atau jasa yang telah dilaksanakan. Pada dasarrnya harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa Kontrak.1. 5.3. kejadian) terjadi.5. PEMBUATAN KONTRAK 5. Apabila dimungkinkan adanya penyesuaian harga. Formula dan keadaan yang memungkinkan dilakukannya penyesuaian harga ditetapkan dalam Kontrak. Halaman 2 of 3 . Harga satuan yang berlaku dalam Kontrak adalah harga berdasarkan harga penawaran akhir dari Penyedia Barang/ Jasa.2. setelah atau tanpa melalui negosiasi.3. pemilihan langsung mengikuti 4. Kontrak call off order dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan barang.1. Dilakukan prakualifikasi/asesmen untuk mengetahui kemampuan calon penyedia barang/jasa yang dapat diikutkan dalam proses pengadaan. maka harga satuan yang disepakati harus ditetapkan berlaku minimal untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. TATA CARA 4. Proses pelelangan atau ketentuan yang berlaku. 5. 5. 4. antara lain kemampuan untuk menyediakan barang/jasa sewaktu-waktu. 5.4. Kontraktor KKS dan/atau BPMIGAS yang bertindak sebagi coordinator beberapa Kontraktor KKS menetapkan jenis barang/jasa yang akan diadakan dengan cara Perjanjian Pemasokan Berdasarkan Permintaan (Call off Order).2. 5. Di dalam kontrak dicantumkan tata cara pembayaran.

----ooo000ooo---- 6. dikategorikan sebagai kelompok merah dan Kontrak dapat diakhiri lebih awal. Halaman 3 dari 3 . Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memenuhi kewajiban secara berkesinambungan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Permintaan untuk memasok barang menggunakan Surat Pesanan(SP)/Purchase Order (PO) dan permintaan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan atau Surat Perintah Kerja (SPK)/Service Order (SO).1. Di dalam Kontrak dicantumkan ketentuan tentang sanksi dan terminasi dini. PELAKSANAAN KONTRAK 6. 6. JK-003 5.6. 6. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan yang diminta oleh Kontraktor KKS.2.3. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

.

1. untuk suatu jangka waktu tertentu. PERSYARATAN 3.1. JK-004 PERJANJIAN HARGA (PRICE AGREEMENT) 1.1. yang dibuat berdasarkan harga satuan barang atau peralatan yang dikeluarkan resmi oleh pabrikan/principal yang berlaku umum. Halaman 1 dari 5 . DEFINISI Perjanjian harga (price agreement) adalah perjanjian dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa yang bertindak sebagai pabrikan (manufacturer) atau agen tunggal (sole agent/sole distributor). TUJUAN Tujuan pengadaan dengan Perjanjian Harga (Price Agreement) adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang dan jasa tertentu dengan cara mengadakan perjanjian harga untuk suatu jangka waktu tertentu dengan 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa. 2. 3.1. 3. untuk 1 (satu) kelompok barang/jasa yang bersifat spesifik.2. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Perjanjian Harga (Price Agreement) dengan pabrikan (manufacturer) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan sebagai berikut: Merupakan kegiatan pengadaan bagi barang atau peralatan (equipment) tertentu yang dipakai secara luas dalam lingkungan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di Indonesia. Terdapat pabrikan dalam negeri maupun luar negeri yang bersedia melakukan ikatan perjanjian harga untuk suatu jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun.

baik perbaikan kecil maupun perbaikan besar (overhaul).1. meliputi namun tidak terbatas pada: 1.2. Pabrikan (manufacturer) bersedia membuat dan melakukan aktivitas purna jual (after sales service) di dalam wilayah negara Republik Indonesia. JK-004 3. bekerjasama dengan Perusahaan nasional. 3. 4.2. Perjanjian Harga (Price Agreement) dengan agen tunggal (sole agent/sole distributor) dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: Dilakukan untuk pengadaan barang/jasa bersifat spesifik. peralatan atau jasa yang diperlukan cukup besar sedemikian sehingga ekonomis untuk dilakukan perikatan harga jangka panjang.1. Halaman 2 of 5 . Digunakan secara luas oleh banyak atau oleh beberapa Kontraktor KKS. Tersedia Agen Tunggal yang merupakan Perusahaan Nasional. peralatan atau jasa yang memungkinkan untuk diadakan melalui Kontrak perjanjian harga. Penyediaan suku cadang melalui Perusahaan Nasional yang ditunjuk sebagai agen atau agen tunggal.1. dengan mempertimbangkan kondisi antara lain sebagai berikut: 1. 3. 4. 2. Jumlah barang. atau 2. PENETAPAN STANDAR JENIS BARANG ATAU PERALATAN Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS menetapkan jenis barang. TATA CARA 4.1.2.2.4. 3. Pabrikan bersama BPMIGAS dan Kontraktor KKS bersedia melakukan upaya-upaya perbaikan untuk mendapatkan tingkat pelayanan yang lebih efektif dan biaya yang semakin efisien. Pelaksanaan perbaikan dan penyediaan sarana bengkel (workshop).1. 3. yang memiliki perjanjian keagenan atau surat penunjukan keagenan dari pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan dan memenuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia.2.1. 3.3. Tersedia daftar harga barang (price list) yang dikeluarkan oleh prinsipal yaitu pabrikan atau pihak yang diberi kewenangan oleh pabrikan dan berlaku umum.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.3.

Jumlah penggunaan tinggi dan bersifat terus menerus diperlukan. Melalui proses negosiasi langsung dengan pabrikan (manufacturer) bersama agen tunggal atau penyedia jasa tunggal untuk mendapatkan harga yang terbaik dalam pengadaan sukucadang atau jasa perbaikan peralatan. Penetapan harga yang diperjanjikan: 1. 3. 2. Melalui proses negosiasi langsung dengan pabrikan untuk mendapatkan harga yang terbaik dalam pengadaan peralatan (equipment). PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA Pemilihan Penyedia Barang/Jasa pada dasarnya menggunakan metode penunjukan langsung kepada pabrikan (manufacturer). Harga yang diperjanjikan dapat berupa harga pasti atau berupa formula harga yang berbasis pada harga dengan kondisi tertentu.3.1.2. 4. 4. 4. 4. 4. Harga yang ditetapkan harus berbasis pada harga yang diberlakukan secara internasional oleh pabrikan. Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS melakukan seleksi variasi jenis.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.3.1.1.2. 2.1. agen tunggal atau penyedia jasa yang ditunjuk secara eklusif oleh pabrikan (manufacturer). Halaman 3 dari 5 . PENETAPAN JENIS JASA Kontraktor KKS dengan/atau BPMIGAS menetapkan jenis jasa yang akan diadakan dengan cara Perjanjian Harga (Price Agreement). Kontraktor KKS dan/atau bersama BPMIGAS menetapkan satu atau beberapa jenis dan type barang dan peralatan yang dijadikan standar bagi penggunaan pada suatu kebutuhan pemakaian tertentu. dengan kriteria antara lain sebagai berikut: 1.2. spesifikasi. Jasa tersebut bersifat spesifik menurut ketentuan dalam pedoman ini.3.3. 4. JK-004 4.2. 4. dengan tujuan untuk menyederhanakan (simplification) variasi jenis. Berdasarkan hasil seleksi. pabrik pembuat (merk) dan tipe (type) dari barang atau peralatan.

5.4. 5. Membandingkan dengan harga yang telah disepakati dalam kontrak sebelumnya. 3.5. Penawaran jenis-jenis barang/peralatan/jasa lengkap dengan spesifikasi dan kemungkinan perubahannya. JK-004 4. Harga satuan atau formula harga satuan yang berlaku untuk perjanjian adalah harga berdasarkan harga setelah dilakukan negosiasi. Harga atau formula harga yang didasarkan pada daftar harga (price list) yang diberlakukan secara internasional. PEMBUATAN KONTRAK 5. 2. Negosiasi harga atau formula harga. Halaman 4 of 5 . Syarat dan kondisi (terms & conditions) penjualan. 5. 2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Syarat dan kondisi penawaran tidak boleh menyebabkan Kontraktor KKS terikat sedemikian sehingga tidak boleh memiliki alternatif sumber pengadaan. di dalam negeri atau di negara lain. Harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa perjanjian yang ditetapkan sebelumnya.1. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi kewajaran harga penawaran antara lain dengan: 1.2.3. Membandingkan dengan harga yang disepakati dengan pembeli lain. Penawaran harga Panitia Pengadaan mengundang pabrikan atau bersama dengan agen tunggal atau penyedia jasa tunggal untuk mengajukan penawaran meliputi sekurang-kurangnya: 1. Perubahan harga harus berdasar pada formula yang telah disepakati sebelumnya dan berdasar pada harga yang diberlakukan secara inetrnasional oleh pabrikan (manufacturer). 2.3.3. Negosiasi syarat dan kondisi (terms & conditions). 4. 3. Dilakukan negosiasi atas penawaran yang diajukan. Melakukan perhitungan normalisasi dan membandingkan hasil normalisasi dengan altenatif cara pengadaan yang lain 4.3. meliputi: 1.3.

3. 6. Minimum order tidak diterapkan dalam Perjanjian Harga (Price Agreement). maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. JK-004 5. dikategorikan sebagai kelompok merah dan perjanjian dapat diakhiri lebih awal. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa.2. Permintaan untuk memasok barang menggunakan Surat Pesanan(SP)/Purchase Order (PO) dan permintaan untuk melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan atau Surat Perintah Kerja (SPK)/Service Order (SO). Di dalam Kontrak dicantumkan ketentuan tentang sanksi dan terminasi dini. PELAKSANAAN KONTRAK 6. 6. Apabila Penyedia Barang/Jasa gagal memenuhi kewajiban untuk memenuhi permintaan Kontraktor KKS berdasar SP/SPK (PO/SO) secara berkesinambungan. 5.1. ----ooo000ooo---- 6.4.5. Halaman 5 dari 5 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

.

kualifikasi dan kemampuan dalam jangka waktu kontrak tertentu.000. Dalam 1 (satu) paket pengadaan hanya terdiri dari 1 (satu) kelompok jenis/ penggunaan yang sama.00 (seribu dolar Amerika Serikat). dengan selalu tersedianya pilihan/alternatif dari beberapa rekanan yang terikat kontrak harga satuan untuk suatu jangka waktu tertentu.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. JK-005 PERJANJIAN PEMASOKAN DENGAN BEBERAPA PENYEDIA BARANG/JASA (MULTI STANDING AGREEMENT / MSA) 1.1. Halaman 1 dari 4 .1.1.000. 2.1. Ketentuan ini dikecualikan bagi barang/jasa tertentu yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS (antara lain: drill bit. DEFINISI Multi Standing Agreement (MSA) adalah suatu perikatan kontrak harga satuan (unit price) dengan lebih dari satu rekanan secara simultan untuk pengadaan barang atau jasa yang sama/sejenis dalam hal spesifikasi. 3.1. 3.000. 3. Kontrak MSA dapat dilakukan bila memenuhi persyaratanpersyaratan berikut: Diterapkan pada pengadaan barang-barang habis pakai (consumable item). 3.3. ukuran. Harga satuan (unit price) tidak lebih dari Rp10. PERSYARATAN 3.00 (sepuluh juta rupiah) atau US$1.2. TUJUAN Tujuan pengadaan dengan kontrak Multi Standing Agreement adalah untuk memudahkan dan mempercepat pengadaan barang dan jasa. alat kesehatan) harga satuan dapat lebih besar dari ketentuan tersebut. dengan tingkat pemakaian tinggi atau jasa dengan sifat pekerjaan rutin dan frekuensi pekerjaan tinggi.

Harga satuan yang berlaku untuk setiap perjanjian adalah harga berdasarkan harga penawaran akhir dari masing-masing Penyedia Barang/Jasa terpilih. dilakukan negosiasi.3. JK-005 4.2. 4. Dalam hal ini apabila harga satuan dari setiap jenis (item) lebih tinggi daripada harga satuan dalam HPS/OE. Pemilihan penyedia barang/jasa: Dipilih 3 (tiga) penyedia barang/jasa yang menawarkan jumlah harga satuan terendah. 4.5. Halaman 2 of 4 . Penetapan calon pemenang dapat dilakukan: 1. 4. Di dalam kontrak dapat dicantumkan ketentuan tentang kemungkinan penyesuaian harga.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Secara keseluruhan jenis (item) barang/jasa dalam penawaran.2. Panitia Pengadaan melakukan evaluasi kelayakan penggunaan metode Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (MSA). Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/Owner Estimate (OE) merupakan daftar harga satuan (unit price) dan nilainya merupakan hasil penjumlahan harga satuan (unit price) yang ada dalam daftar tersebut.1. TATA CARA 4.5.4. PEMBUATAN KONTRAK 5. Disusun 3 (tiga) peringkat penawaran berdasarkan nilai jumlah harga satuan. Proses pra-kualifikasi dan peraturan yang berlaku.2. 4. Pada dasarrnya harga satuan yang diperjanjikan berlaku selama masa Kontrak. Kontrak perikatan harga satuan dibuat bagi masing-masing Penyedia Barang/Jasa yang telah terpilih. proses pengadaan mengikuti 4. Dilakukan dengan memilih harga satuan terendah untuk setiap jenis (item) barang/jasa dalam penawaran peringkat 1 (satu) sampai dengan peringkat 3 (tiga). 4. 5. 5.1. Kontraktor KKS menetapkan jenis dan perkiraan jumlah/nilai barang/jasa yang akan diadakan dengan jenis Perjanjian Dengan Beberapa Penyedia Barang/Jasa (MSA). atau 2.5. Dalam hal ini apabila jumlah harga satuan lebih tinggi daripada HPS/OE. dilakukan negosiasi. menyusun dokumen pengadaan dan tatacara evaluasi.

6. 5. Apabila pemegang MSA dengan harga satuan terendah kedua tidak mampu memasok barang atau melaksanakan pekerjaan maka SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah ketiga. 5. Permintaan untuk memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa dilakukan dengan menerbitkan Surat Pesanan (SP)/Purchase Order (PO) atau Surat Perintah Kerja (SPK)/ Service Order (SO).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pengaturan mengenai sanksi dan terminasi dini.4.5. Dalam hal ini Penyedia Barang/Jasa peringkat 1 (satu) harus diberi porsi terbesar. Halaman 3 dari 4 . sehingga tidak ada komitmen terhadap pemegang kontrak MSA. 5. PELAKSANAAN KONTRAK 6. Apabila Penyedia Barang/Jasa bersangkutan tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan maka SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah kedua. kejadian) terjadi. Apabila dimungkinkan adanya penyesuaian harga.3. SP/SPK (PO/SO) diberikan kepada pemegang MSA dengan harga satuan terendah. maka harga satuan yang disepakati harus ditetapkan berlaku minimal untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. JK-005 Penyesuaian harga ditetapkan berdasar suatu formula tertentu yang akan berlaku apabila suatu keadaan tertentu (waktu. 6. Formula dan keadaan yang memungkinkan dilakukannya penyesuaian harga ditetapkan dalam Kontrak. SP/SPK (PO/SO) dapat diberikan sekaligus kepada lebih dari 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa pemegang perjanjian MSA. Dalam Kontrak ditetapkan ketentuan tentang jumlah hari keterlambatan maksimal yang dapat diterima oleh Kontraktor KKS.3. 6.2. Minimum order tidak dapat diterapkan dalam MSA.1. Dalam hal jumlah kebutuhan barng/jasa suatu saat cukup besar dan harus dipenuhi dalam waktu yang bersamaan.

6.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. alat kesehatan). Dalam hal jumlah hari keterlambatan melewati batas toleransi yang telah ditetapkan dalam kontrak.00 (lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).000.4.00 (lima ratus juta rupiah) atau US$50. Kontraktor KKS dapat meminta Penyedia Barang/Jasa peringkat berikutnya yang terikat dalam Kontrak untuk memasok barang atau melaksanakan pekerjaan jasa bersangkutan. ----ooo000ooo---- 6. Apabila Penyedia Barang/Jasa yang sudah menerima SP/SPK (PO/SO) tidak mampu menyediakan barang atau melaksanakan pekerjaan jasa. Bagi Penyedia Barang/Jasa yang tidak bersedia menerima SP/SPK (PO/SO) atau gagal memenuhi kewajiban atas SP/SPK (PO/SO) 3 (tiga) kali dikategorikan sebagai kelompok merah dan perjanjian dapat diakhiri lebih awal.000. maka kepada Penyedia Barang/Jasa dikenakan penalti dan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. JK-005 6. Ketentuan ini dikecualikan bagi barang/jasa tertentu yang terlebih dahulu mendapatkan persetujuan BPMIGAS (antara lain: drill bit. Nilai setiap SP/SPK (PO/SO) yang diterbitkan tidak boleh lebih besar dari Rp500. Halaman 4 of 4 .000. 6.5.

......... PQ-001 FORMULIR ISIAN PENILAIAN KUALIFIKASI Pengadaan Kontraktor KKS : ................................................................................. (sesuai akte pendirian/ perubahannya/ surat kuasa............... : …………………….................. Proyek/Unit Kerja : ………………….................................………….......... 2.......................Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No..... Saya/perusahaan saya tidak sedang dinyatakan pailit atau kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan atau tidak sedang menjalani sanksi pidana atau sedang dalam pengawasan pengadilan... ... : ..................... sebutkan secara jelas nomor akte pendirian/ perubahannya/ surat kuasa dan tanggalnya)...... : PT/KOPERASI……………................. 3.. Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama Jabatan Bertindak untuk dan atas nama Alamat Telepon/Fax :…………………............. : ………………………………. :…………………………………………….....................…………………………..............................................………………………….................................. Saya tidak pernah dihukum berdasarkan putusan pengadilan atas tindakan yang berkaitan dengan kondite profesional saya.. Halaman 1 dari 8 ................... Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa: 1........……………………………................................................ Saya secara hukum mempunyai kapasitas menandatangani kontrak berdasarkan surat ...............

Umum 1. PQ-001 4.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Data Administrasi 1. Alamat Kantor Pusat (diisi. Fax 2. Nomor Akta b. Jenis Ijin Usaha Nomor Tanggal Masa Berlaku Instansi pemberi ijin usaha IUJK/SIUP/SIUI/TDP 3. Nama (PT/ KOPERASI) Status Alamat Pusat atau Cabang No. Landasan Hukum Pendirian Perusahaan 1. Telpon No. Akte Pendirian PT/ Koperasi a. 2. Tanggal c. Fax 4. Data-data saya/perusahaan saya adalah sebagai berikut: A. Ijin Usaha 1. 4. 3. 3. dalam hal yang menawar cabang perusahaan/bukan perusahaan pusat) No. Nama Notaris Halaman 2 of 8 . 2. Telpon No.

Susunan Kepemilikan Saham No 1 2 3 4 5 … Halaman 3 dari 8 Nama No. Data Keuangan 1. Akta Perubahan Terakhir a.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. KTP Warganegara Indonesia /Asing %ase . KTP Jabatan dalam perusahaan B. Nomor Akta Tanggal Nama Notaris 4. KTP Jabatan dalam perusahaan Nama No. Komisaris (untuk PT): No 1 2 3 b. b. Pengurus: a. PQ-001 2. c. Direksi/Penanggung Jawab/Pengurus Perusahaan No 1 2 3 Nama No.

tanggal.............................................................Gedunggedung III Rp Rp Rp Rp VI Kekayaan bersih (a+b+c)–(d+e) Rp Jumlah (b) Rp Aktiva lain (c) Rp Jumlah Rp Jumlah Rp *) Piutang jangka pendek (sampai dengan enam bulan): Rp..Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.............Kas ......Bank . Tahun.....Nama Jelas Halaman 4 of 8 . ..Peralatan dan Mesin ....000. Piutang jangka panjang (lebih dari enam bulan) : Rp...Bulan .Persediaan Barang Rp Rp Rp Rp PASIVA IV Utang jangka pendek ......200x PT/Koperasi... PQ-001 2...............Utang pajak .....Inventaris . ________________________ Jumlah : Rp....... Direktur Utama/Penanggung Jawab Perusahaan Materai Rp 6........ (dalam ribuan rupiah/satuan US$) AKTIVA I Aktiva Lancar ........................ ............... Neraca Perusahaan Terakhir per Tanggal............Pekerjaan dalam Proses Rp Jumlah (a) II Aktiva tetap ....Utang lainnya Jumlah(d) V Utang jangka panjang (e) Rp Rp Rp Rp ...Utang dagang ........Piutang *) .....

No Nama Tgl/bln/th Pendidikan lahir 2 3 4 Jabatan dalam “proyek” 5 Pengalaman Kerja. C. 1. Pajak Nomor Pokok Wajib Pajak Nomor/Tanggal Bukti Pelunasan Pajak Tahun Terakhir Nomor/Tanggal Laporan bulanan PPH/PPN tiga bulan terakhir 3. 2. Data Personalia Tenaga ahli/teknis yang diperlukan (hanya untuk pekerjaan jasa). (tahun) 6 Profesi/ keahlian 7 Sertifikat/ Ijasah 8 1 Direktur Utama/ Penanggung Jawab Perusahaan Nama jelas Halaman 5 dari 8 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PQ-001 3.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Data Pengalaman Perusahaan (3 paket Kontrak dengan nilai tertinggi yang pernah diselesaikan dalam bidang/ subbidang yang sesuai) Pemberi Tugas/ Pengguna Jasa Kontrak Nilai Tanggal Selesai Menurut Kontrak Berita Acara Serah Terima 10 No Nama Paket Pekerjaan Bidang / Sub Bidang Pekerjaan 3 Loka si Nama Alamat/ Nomor/ Telepon Tanggal 1 2 4 5 6 7 8 9 Halaman 6 of 8 . Data Peralatan/Perlengkapan (hanya untuk pekerjaan jasa) No 1 Nama 2 Jumlah 3 Kapasitas (output) saat ini 4 Merk dan tipe 5 Tahun Kondisi baik/ pembuat rusak an 6 7 Lokasi sekarang 8 Bukti Kepe milikan 9 Catatan: bila diperlukan dapat dibuat rincian tersendiri untuk setiap jenis dan bukti-bukti surat pemilikan harus dapat ditunjukkan pada waktu diperlukan. PQ-001 D. E.

Data Pekerjaan Yang Sedang Dilaksanakan (hanya untuk jasa pemborongan) Pemberi Tugas/ Pengguna Jasa Kontrak Nilai Progres Terakhir Tanggal Prestasi Kerja 9 10 No Bidang Pekerjaan Bidang / Sub Bidang Pekerjaan 3 Loka si Nama Alamat/ Nomor/ Telepon Tanggal 5 6 7 1 2 4 8 G. Modal Kerja Surat dukungan pendanaan dari Bank: Nomor Tanggal : : Nama Bank : Nilai : Halaman 7 dari 8 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PQ-001 F.

......... ditemui bahwa data/dokumen yang kami sampaikan tidak benar dan ada pemalsuan.. maka kami bersedia dikenakan sanksi administrasi yaitu dimasukkan dalam daftar hitam perusahaan dalam jangka waktu selama 2 (dua) tahun dan sanksi perdata dan pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku..... …...…….......20xx PT/ Koperasi ................ .............Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No..... Apabila dikemudian hari..... PQ-001 Demikian persyaratan ini kami buat dengan sebenarnya dan penuh rasa tanggung jawab....... Tanggal dan Cap Perusahaan (Nama Jelas) Jabatan Halaman 8 of 8 ............ Materai Rp6000...

1..Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. KEMAMPUAN PAKET DAN KEMAMPUAN DASAR 1. dan KD dapat menggunakan rumusan berikut : Perhitungan Modal Kerja (MK) MK = fl.KB Dimana: KB = kekayaan bersih fl = faktor likuiditas: fl = 0.2.3 untuk penyedia jasa usaha kecil.8 untuk penyedia jasa asing.1. PQ-002 TATACARA PENGHITUNGAN KEMAMPUAN NYATA.6 untuk penyedia jasa bukan usaha kecil. kemampuan menangani paket pekerjaan/proyek (KP).. • NYATA UNTUK JASA Kemampuan Nyata adalah kemampuan penuh/keseluruhan penyedia jasa saat melakukan penilaian kualifikasi meliputi kemampuan keuangan (KK).MK Dimana: MK = Modal Kerja (hasil hitungan diatas) fp = faktor perputaran modal: fp = 5 untuk penyedia jasa usaha kecil. fl = 0. KP. fl = 0. Cara perhitungan KK. Halaman 1 dari 4 . fp = 7 untuk penyedia jasa bukan usaha kecil. fp = 8 untuk penyedia jasa asing. PENETAPAN KEMAMPUAN PEMBORONGAN. • 1. dan kemampuan dasar (KD) untuk setiap sub bidang pekerjaan. Penetapan kemampuan keuangan (KK) KK = fp.

8 1. Dengan memperhatikan kemampuan manajemen proyek yang dapat dilakukan oleh penyedia jasa. Penyedia jasa golongan asing Dimana: N adalah jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat yang bersamaan selama kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. Halaman 2 of 4 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.. Penetapan kemampuan menangani paket pekerjaan (KP) 1.5.3. KP = KP = KP = KP = 3. Untuk nilai pekerjaan dengan umur lebih dari 2 (dua) tahun.2 N 1. Sisa kemampuan keuangan (SKK) dan sisa kemampuan menangani paket pekerjaan/proyek (SKP) untuk jasa pemborongan: SKK = KK – ∑ Nilai paket pekerjaan/proyek yang sedang dilaksanakan SKP = KP – Jumlah paket pekerjaan/proyek yang sedang dilaksanakan 1..2 N 1. dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang dengan menggunakan perhitungan “present value”. Penetapan kemampuan dasar (KD) KD = 2 NPt Dimana: NPt = Nilai paket tertinggi berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir. Penyedia jasa usaha kecil Penyedia jasa bukan usaha kecil atau b.. 2.4. maka KP maximum ditetapkan sbb : a. Kemampuan proyek adalah kemampuan menangani proyek pada saat yang bersamaan untuk setiap sub bidang pekerjaan. PQ-002 1.

Pengalaman pekerjaan dapat menggunakan rumus berikut: 3. 3. Is = Indeks BPS pada bulan penilaian prakualifikasi (bila belum ada dapat dihitung dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-bulan sebelumnya). Penetapan kemampuan dasar untuk pemasokan barang atau jasa lainnya KD = 5 NPt 3.2.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.1. Kemampuan dasar untuk jasa konsultansi KD = 3 NPt 2. PQ-002 2. Nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang dengan “present value” menggunakan perhitungan sebagai berikut : NPs = Dimana: NPs = Nilai pekerjaan sekarang Npo = Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (bila ada) pada saat penyerahan pertama/professional hand over (PHO). pemasokan barang atau jasa lainnya dapat menggunakan rumusan berikut: 2..2. NILAI KONVERSI PENGALAMAN PEKERJAAN. Halaman 3 dari 4 Io Npo x ------Is . Penetapan kemampuan dasar untuk jasa konsultansi. PENETAPAN KEMAMPUAN DASAR UNTUK JASA KONSULTANSI DAN PEMASOKAN BARANG/JASA LAIN. NPt = dilakukan konversi dengan Nilai paket tertinggi berdasarkan pengalaman menangani pekerjaan dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir.1.... Io = Indeks Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan PHO.

---ooo0ooo--- Halaman 4 of 4 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Untuk pemasokan barang: indeks perdagangan besar barang-barang yang sesuai. PQ-002 Indeks BPS yang dipakai adalah: • Untuk jasa pemborongan: indeks perdagangan besar barang-barang konstruksi atau lainnya yang merupakan komponen terbesar dari pekerjaan. Untuk jasa konsultansi: indeks biaya hidup (consumer price index / CPI). • • • Indeks yang digunakan dicantumkan didalam dokumen kualifikasi. Untuk jasa lainnya: indeks yang sesuai.

accessories and parts. Peralatan/bahan lumpur/kimia pemboran dan penyemenan. 02. jalan dan konstruksi. Peralatan/suku cadang bangunan.02. packing. gas and chemical. plants. equipment. Instrumentation and machinery accessories. 05. pipa produksi dan kelengkapannya. MECHANICAL AND ELECTRICAL Container. hoisting /lifting and transportation. equipment and materials. 04. A. MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL 01. pompa dan kompresor. accessories and parts. tubing and accessories. Peralatan/suku cadang boiler. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode A A. road and construction. mesin. Boilers. KONSTRUKSI. 02. Selubung sumur. PRODUKSI DAN PENGOLAH LANJUTAN Activities Section /Group PURCHASING: GOODS EXPLORATION. generators. Halaman 1 dari 12 . Peralatan/suku cadang instrumentasi dan kelengkapan mesin.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. turbines. engines. pengangkat dan pengangkut.01. equipment. pembangkit listrik. eksplorasi dan produksi. 03. CONSTRUCTION. Peralatan/suku cadang pemboran. 01. equipments and parts. parts and accessories. turbin. Well casing. Drilling mud and cementing. Oil. Building. PRODUCTION AND PROCESSING Drilling exploration and production. equipment and parts. Peralatan/suku cadang pengolah dan pemurni minyak/gas /kimia. Peralatan/suku cadang pengemas. pumps and compressors. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan PENGADAAN BARANG EKSPLORASI. 03.

Peralatan/suku cadang keselamatan kerja. equipment. pemadam kebakaran dan lindungan lingkungan. Pipa. metals. BAHAN KIMIA DAN BAHAN PELEDAK 01. dan komputer. survai dan laboratorium. katup. hoses. valve. Peralatan/suku cadang mekanikal serta elektrikal. equipment and accessories. lubricant and paints. rantai. selang. Peralatan/suku cadang alat ukur. CHEMICALS AND EXPLOSIVES Chemicals. navigasi. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Mechanical and electrical. Bahan kimia. gun and ammunitions.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. A. bahan kemasan. bahan bakar. dan penyambung. Telecommunication. navigation and computers. fitting and flanges. Peralatan/suku cadang/bahan peledak. Alat-alat kerja dan peralatan bengkel. 09.03. Peralatan/bahan bangunan/ tangki. Peralatan/suku cadang telekomunikasi. non metals. 04. Tubular goods. pelumas dan cat. Tools and other shop equipment. Explosives. packaging. Halaman 2 of 12 . bahan metal/ bukan metal. 05. survey and laboratory. accessories and parts. senjata api dan amunisi. 06. Fire safety and environmental conservation equipments and materials. tali baja. fasteners and general hardware. chains. Measuring. fuel. equipment and parts. Buildings and tanks materials. 10. ropes. bahan pengikat dan kelengkapannya. 08. 02. 07.

accessories and supplies. 03. peragaan/ visualisasi. olah raga. Peralatan/suku cadang/bahan pertanian. accessories and materials. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode A. Peralatan. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan KANTOR. MEDICALS AND HOUEHOLD Ofice. Furniture. PERGUDANGAN. pendidikan. perkebunan. Agricultural equipment and parts. dan kehutanan. perabotan dan bahan-bahan kebutuhan rumah tangga.04. KESEHATAN DAN RUMAH TANGGA Activities Section /Group OFICE. Medical equipment. kantor. perikanan. peternakan. perlengkapan. warehouse and personnel. Peralatan/perlengkapan tulis. Halaman 3 dari 12 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. farmasi dan obatobatan. Peralatan/suku cadang kesehatan. household and housing/club requisites. pergudangan dan perlengkapan pegawai. 04. kesenian. barang cetakan. 01. 02. WAREHOUSE. equipment.

Gedung dan pabrik. 03. Pertamanan dan lanskap. Reklamasi dan pengerukan.01. Interior. Roads. channel and other water system. Jetty. Dam. Halaman 4 of 12 . Drainase dan jaringan pengairan. 09. Water well drilling. Fasilitas produksi dan platform lepas pantai. 02. 06. 11. Ofshore production platform and facilities. Gardening and landscaping. jembatan. field and onshore/swamp drilling foundation. Fasilitas produksi darat. Onshore production facilities. 13. pier and bandwall. Jalan. Housing. 14. bridges. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA PEMBORONGAN PEKERJAAN SIPIL 01.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Jalur pipa dan fasilitas pendukungnya. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. Pipeline and supports. Bangunan pengolahan air bersih dan limbah. Perumahan dan permukiman. Bendung dan bendungan. 05. 07. Water and waste treatment. 04. penahan gelombang dan penahan tanah (talud). Building and plants. Activities Section /Group PROJECTS CIVIL WORKS Drainage. 10. 08. Pemboran air tanah. Dermaga. Interior. 12. landasan dan lokasi pemboran darat/rawa. Reclamation and dredging. B.

Pabrikasi platform. Meteorologi dan geofisika. 04. rambu sungai dan peralatan SAR. tanks and pipe fabrication. TELECOMMUNICATION AND INSTRUMENTATION Meteorology &geophysics Radio. 02. structure and pile . Platform. telecommunication. Ofshore production facilities. 03. Air conditioning. Pemasangan alat angkut dan alat angkat. heat exchanger. Pembangkitan dan jaringan transmisi listrik. Pekerjaan mekanikal. Instrument installation & maintenance. B. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG MEKANIKAL/ELEKTRIKAL Activities Section /Group MECHANICAL AND ELECTRICAL Generating and electric transmission. heat exchanger. 01.02.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 08. telekomunikasi. DBM. SBM. Electric installation and other electrical services. Instalasi kelistrikan dan jasa kelistrikan lain. heater. Mechanical services. mooring facility. tanki dan pipa. Vessels. Pemasangan jaringan teknologi informasi dan telekomunikasi. BIDANG RADIO. 05. Information and communication technology network installation. Tata Udara. 07. boiler. 04. TELEKOMUNIKASI DAN INSTRUMENTASI 01. bolier. navigation and SAR facilities. struktur dan pancang. Halaman 5 dari 12 . 06. heater. Pabrikasi vessels. RADIO. Radio. Hoist. 03. 02. sarana bantu navigasi laut/udara. Pemasangan & pemeliharaan instrumentasi.03. lift and convey facilities. Pemasangan fasilitas produksi dan fasilitas lain lepas pantai. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B.

PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode B. Pemboran rawa dan lepas pantai. Directional drilling services. Pekerjaan pemancingan Halaman 6 of 12 . Seismic drilling services. Replanting and plantation. KAYU DAN PLASTIK Activities Section /Group METALS. Pembibitan/pembenihan tanaman dan perikanan. peti kemas dan lain-lain yang sejenis. B. Pembangunan dan reparasi kapal. Living quarter/cabins/ camps and container. Pemboran darat. Penjajagan dan pemindaian. WOOD AND PLASTIC Ship building and repair. Vessel floatation. BIDANG PERTAMBANGAN MINYAK/GAS BUMI & PANAS BUMI 01. 04. 05.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 05. AGRICULTURES Agriculture and fish nursery. 04. Pengangkatan kerangka kapal. 08. Ofshore drilling services. Pembesituaan kapal dan fasilitas produksi. 02. Barak. Hydraulic drilling services. 02.05. Pemboran inti. OIL & GAS AND GEOTHERMAL Survey and seismic. Pengecoran dan pembentukan. 03. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG LOGAM. Fishing services. B. 06. 01. Pemboran terarah. Coring services. BIDANG PERTANIAN 01. Onshore drilling services. Pemboran seismic. Forging and forming. 02. Reboisasi/penghijauan.04.06. Marine vessels and production facilities scraping. Pemboran hidrolik. 07. 03.

Work over and well maintenance services (including wireline and snubbing). 22. 11. Pengujian lapisan bawah tanah. Stimulasi sumur dan penambangan sekunder. Casing and tubing setting services. Pemasangan dan perawatan pompa produksi. Penyemenan sumur. 15. DST test. Rekayasa lumpur dan jasa lumpur lainnya. Well logging and perforating services. 16. 09. Pelayanan casing dan tubing. Provision: oil and gas trunk line. 12. 21. 17. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Mud logging. Halaman 7 dari 12 . Pekerjaan ulang/work over dan perawatan sumur. 18. Penyewaan menara pemboran darat atau laut. Jasa pertambangan minyak dan gas bumi lainnya. Loging dan perforasi. 14. Miscellaneous oil gas mining services. 20. Well production test. Onshore and offshore drilling rig provision. 13. Perawatan fasilitas produksi.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Oil well pump installation and maintenance services. Onshore & offshore oil and gas storage facilities provison. mud engineering and mud services. Well stimulation and secondary recovery services. Penyewaan jaringan pipa pengaliran minyak dan gas bumi. Penyewaan alat penyimpanan minyak dan gas. 10. Production facilities maintenance services. Pengujian produksi sumur. Well cementing services. di darat atau laut. 19.

Percetakan dan penjilidan 02. Pemeliharaan/perbaikan pustaka. Penyedia tenaga kerja. Jasa penulisan dan penerjemahan. 04. Pengepakan. Jasa boga. 10.00. Maintenance and repair: land/sea/air transport equipment. Maintenance and repair: computers. fauna etc. 01. barang-barang awetan. 12. Cleaning. Catering. 06. Importation /exportation formalities. pengurusan dan penyampaian barang melalui darat/laut/udara. 09. termite control and fumigation. C. Iklan/reklame. Writing and translation. pest control. pest control. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA LAINNYA Activities Section /Group GENERAL SERVICES Halaman 8 of 12 . Penjahitan/konpeksi. 03. 08. Convection. 05. Packing. Labor supply. Jasa pembersihan. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode C. transportation and courier services. film and photography. fauna dan lain-lain. electronics /telecommunication equipments . film. 11.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Jasa importir/eksportir. Advertising. pengangkutan. Maintenance and repair: library. Perawatan komputer. 13. termite control dan fumigasi. pemotretan. Printing and binding Maintenance and repair: ofice equipment. Pemeliharaan/perbaikan alat/peralatan angkutan darat/laut/udara. alat/peralatan elektronik/telekomunikasi. Pemeliharaan/perbaikan alat/peralatan kantor. 07. preserved items.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. offices. Halaman 9 dari 12 . 22. 17. Jasa asuransi. yards. Akomodasi dan angkutan penumpang. Penyewaan rumah. Penyewaan alat angkutan darat/laut/udara. Penyewaan peralatan/ perlengkapan pemboran. Rental/lease: tools. production/ construction equipment. 14. Diving and underwater services. Land procurement and formalities Accommodation and travel. 19. Rental: Drilling tools. Jasa penyelaman/pekerjaan bawah air. Miscellaneous services. Lease: Housing. warehouse and related equipment. 21. lapangan penumpukan. Insurance. 18. Pengadaan/pembebasan tanah. gudang dan perlengkapan terkait. Pekerjaan jasa lain-lain. Penyewaan peralatan kerja/produksi/konstruksi. 20. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode Bidang / Sub Bidang Pekerjaan Activities Section /Group Rental/lease: transport equipment. landing yards. 15. 16. kantor.

PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Bangunan gedung dan bangunan pabrik. Environment technology. Air transport equipment and infrastructures. Bidang / Sub Bidang Pekerjaan JASA KONSULTANSI BIDANG PEKERJAAN UMUM Activities Section /Group CONSULTANCY BUILDING AND CONSTRUCTIONS Building and plants. Transport equipment and infrastructures: land. D. Goods transportation. 02. Perumahan dan pemukiman. Water dam. 06. D. Transport equipment and infrastructures: river and channel. Sarana/prasarana transportasi laut. 06. Housing and camps. Sungai. Jaringan. Terminal system. laut. Angkutan barang. 08. 03. Transportasi darat. Technologi kelautan. River.02. 02. Sea technology. Sistem terminal. Transmission network. sungai dan penyeberangan. Teknik lingkungan. Bendung dan waduk. Sarana/prasarana transportasi udara. rawa dan pantai. 05. sea. 04. Road and bridges. 04. river and channel transportation. air. 07. 01. Halaman 10 of 12 . 03. 05. TRANSPORTATION Land. Sarana/prasarana transportasi sungai dan penyeberangan.01. swamp and shore. Sarana/prasarana transportasi darat. Sea transport equipment and infrastructures. Jalan dan jembatan. udara. BIDANG TRANSPORTASI 01. 07.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. POST AND TELECOMMUNICATION Post and telecommunication system. AGRICULTURE Farming. Fishery. D. 06. 05.06. Tourism and hotels. Industri Kimia. Industri Mesin dan Logam. 02. Perikanan.03. Electronics. Kehutanan. BIDANG PERTANIAN 01.04. Building materials. 01. 03. Pariwisata dan perhotelan D. Conservation and replant. D. Perindustrian lainnya. 02. Other industrial services. 05. Konservasi dan Penghijauan. Distribusi dan Transmisi. Chemistry. Halaman 11 dari 12 . Bidang / Sub Bidang Pekerjaan BIDANG PARIWISATA. Industri Bahan Bangunan.05. Sistem/teknologi pos dan telekomunikasi. BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA 01. BIDANG PERINDUSTRIAN 01. POWER GENERATION Electric transmission and distribution. 02. Industri Elektronika. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. POS DAN TELEKOMUNIKASI Activities Section /Group TOURISM. 02. Forestry. Pertanian lainnya. 04. Other power generating services. Agriculture. INDUSTRY Machinery and metals. Pembangkitan tenaga lainnya. 04. Perkebunan/pertanian/ peternakan. 03. Other agriculture services. Industri Hasil Pertanian.

banking and finance. Penelitian. 04. Perencanaan Umum. OTHER CONSULTANCY Insurance. Hukum dan penerangan. Perencanaan teknis. 02. Sumber Daya Manusia. education. Keuangan. Manajemen. Other consultancy services.07. D. Perbankan. human resources and community. Feasibility study. Supervision. Pendidikan. 03. 05. Study kelayakan. 06. Technical engineering and planning. Pengawasan 07. Kesehatan. General planning. PQ-003 BIDANG DAN SUB-BIDANG PEKERJAAN Kode D. Asuransi. Legal and information. 04.08. 02. 03. Halaman 12 of 12 . Bidang / Sub Bidang Pekerjaan MENURUT LINGKUP LAYANAN PEKERJAAN Activities Section /Group GENERAL CONSULTANCY Survey. Jasa survey. Health. BIDANG LAIN-LAIN 01. Sub bidang lainnya. 01. Management.. Research and study.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Kependudukan.

03. Bahan Bakar dan Minyak Pelumas Bahan Peledak Basic Specification Drilling and Production Tools and Drilling Bits Casing . Spesifikasi Dasar Pengeboran. Compressors and Equipment Accessories and Parts Chemicals. 08. Bahan Kimia. Christmastree and Accessories Production Subsurface Pumps and String Component Pipes and Tubes Valves and Accessories Pipes and Tubes Fittings Structural Steel / Primary Construction Steel Engines. Pipa Alir Kerangan dan Kelengkapannya Material Penyambung Pipa Besi Baja Konstruksi Utama Mesin. 05. 13. 07. Pembangkit Daya Listrik. Fuel and Lubricants (Oil) Explosives Halaman 1 dari 1 . 06. Alat-alat Produksi dan Mata Bor Selubung Sumur. Materials and Equipment Liner Hanger Systems Fishing Tools and Repair Tools Wellhead. Turbines. Pipa Produksi dan Kelengkapannya Peralatan dan Material Lumpur Pengeboran dan Penyemenan Peralatan dan Kesistiman Penggantung Pipa Produksi Peralatan Pancing dan Perbaikan Lubang Sumur. 10. 09. 01. Tubing and Accessories Drilling Mud and Cementing. Silang Sembur dan Kelengkapannya. Pumps. Pompa Produksi Bawah Tanah dan Rangkaian Penggeraknya. Pompa. 14. Kepala Sumur. 02. 11. 12. DF-001 DAFTAR KELOMPOK BARANG KEBUTUHAN KEGIATAN UTAMA EKSPLORASI DAN PRODUKSI No. 04. Kompresor. Turbin.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. serta Kelengkapan dan Rincikannya. Generator.

.

00% 10.000.000.250.176.00 c 25.000.00 28.000.38 i 40.584.000.00 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH-1 Penghitungan HE-TKDN & HE-PSp Barang dengan TKDN ≥ 25% Pe nye dia Ba rang a Preferensi Harga Barang (Pb) Maksimal 15% Preferensi Status Perusahaan (PSp) = 2.000.329.00 % d=e/c Nilai Rp.000.000. e Nilai Rp.00 Pabrikan berstatus Perusahaan Dalam Negeri.03 I Halaman 1 dari 3 .000.905.834.50% 24.000.000. 55% saham dimiliki WNI 2.000.905.38 1.250.660.5% Rumus f 40% x 15% % g=d*15% 6.00 24.250.660.350. b Biaya Produksi Langsung (HPb) Transport & Handling (TH) Jumlah Komponen Biaya A Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 2.000.000.229.100.000.000.254.254.00 26.03 2. CP-001 Harga Evaluasi HE TKDN: (100%/(100%+Pb))*HPb Uraian Harga Penawaran Komponen Dalam Negeri (TKDN) HE PSp: ((100%/(100%+PSp)) * (HE TKDN + TH) Per ingkat Nilai Rp. h 23.000.100.00 26.000.176.00% Lampiran No.

132.00 30% x 15% 4.159.00 2.050.00 28.50% 26.076.000.305.350.215.00 28.000.00 1.076.500.00 28.000.56 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Transport & Handling (TH) Jumlah Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) Biaya Produksi Langsung (HPb) Transport & Handling (TH) Jumlah Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 24.56 25.305.00 26.00 30.000.70 1.976.775.000.090.70 C Pabrikan berstatus Perusahaan Dalam Negeri.470.000.000.976.976.000.463.00 25.00 0.000.000.000.00 1.00% 7.000.000.000.168. CP-001 23.976.715.444. 75% saham dimiliki BUMN 2.542.000.56 2.000.00 Pabrikan berstatus Perusahaan Nasional 2.12 III Halaman 2 of 3 .000.00 27.408.076.50% Lampiran No.00 25% x 15% 3.000.500.076.000.000.000.75% 25.000.000.715.625.463.000.000.000.209.00% 6.408.395.00 27.000.674.159.590.000.000.00% 30.674.12 2.56 II B 26.050.168.265.000.000.00 25.000.590.

a. 3. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Komponen Bukan Biaya = Nilai Penawaran Komponen Bukan Biaya. 2. Harga Evaluasi Status Perusahaan (HE PSp) = (100%/(100%+kolom g)) x [HE TKDN + Komponen Biaya Transport & Handling (TH)] c. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Jumlah Nilai Penawaran = Jumlah Komponen Biaya + Komponen Bukan Biaya. 4.. Biaya Produksi Langsung Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Produksi Langsung Barang. Kolom (h): a. dengan memperhatikan Status Perusahaan. e. Biaya Transport & Handling (TH) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Transport & Handling. Kolom (g): a. 5. b. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. data dikutip dari formulir SC-12A baris I yang relevan. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = (100%/(100%+kolom g)) x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. Harga Evaluasi Penawaran (HEP) = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .d. c. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. Komponen Biaya = Biaya Produksi Langsung Barang + Komponen Biaya Transport Handling + Biaya Lain yang terkait dengan penyerahan barang pesanan yang tidak termasuk Komponen Bukan Biaya d. CP-001 PENJELASAN: 1. Kolom (c): a. Nilainya harus sama dengan nilai penawaran dan jumlah nilai dalam perincian penawaran.

.

81 1.558.000.000.00 28.00 i Pabrikan berstatus Perusahaan Dalam Negeri.000.492.00 TKDN (%) d=e/c 28.45 2.000.992.870.81 Per ing kat Nilai Rp.000.322.45 I Halaman 1 dari 3 .494.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. CP-002 CONTOH-2 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Pengadaan Barang Produksi Dalam Negeri dan Produksi Luar Negeri Preferensi Harga Barang (Pb) Maksimal 15% Preferensi Status Perusahaan (PSp) = 2.50% 24.000.000. a b Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya A Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 2.5% Rumus f 28% x 15% % g=d*15% 4.500.00 1.322.000.500. e 7.000.870.456.000.000.000.500.000.494. h 23.00 c 25.00 Nilai Rp.000. 55% saham dimiliki WNI 2.558.000.500.00 26.00 26.000.000.000.20% Harga Evaluasi HE TKDN: (100%/(100%+Pb))*HPb Pe nye dia Nilai Penawaran Uraian Komponen Dalam Negeri (KDN) HE PSp: (100%/(100%+PSp)) * HE TKDN Nilai Rp.00 25.000.000.456.

000.00 Pabrikan bertatus Perusahaan Nasional.000.00 28.500.000.00% Lampiran No.00 2.000.000.000.00% 0.125.000.00 27.000.831.500.000.75% 0.970.00 Agen barang impor 2.000.000.00 27.33 25.00 24.00 25.457.200.00 25.457.300.200.200.000.000.00 25% x 15% 3.000.000.000.00 1.33 1.030.000.457.470.000.614.500.114.00 0.000.000.300. CP-002 24.000.000.457.000.00 23.200.000.000.33 II III Halaman 2 of 3 .00 25.00 27.00 6.000.000. 2.470.00 1.084.000.00 25.000.084.000.000.00 25.000.831.000.030.000.000.000.00 1.00 0.00 NA 0.00% 25.200.831.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya B Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya C Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 24.831.000.000.000.000.000.33 2.

c. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV.d. Komponen Bukan Biaya = Nilai Penawaran Komponen Bukan Biaya.. e. Kolom (h): a.a.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. b. 5. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12A kotak IV. Biaya Produksi Langsung Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Produksi Langsung Barang. Nilainya harus sama dengan nilai penawaran dan jumlah nilai dalam perincian penawaran. Jumlah Nilai Penawaran = Jumlah Komponen Biaya + Komponen Bukan Biaya. dengan memperhatikan Status Perusahaan. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = (100%/(100%+kolom g)) x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. Harga Evaluasi Status Perusahaan (HE PSp) = (100%/(100%+kolom g)) x [HE TKDN + Komponen Biaya Transport & Handling (TH)] c. Biaya Transport & Handling (TH) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Transport & Handling. Kolom (g): a. Kolom (c): a. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. Komponen Biaya = Biaya Produksi Langsung Barang + Komponen Biaya Transport Handling + Biaya Lain yang terkait dengan penyerahan barang pesanan yang tidak termasuk Komponen Bukan Biaya d. 4. Harga Evaluasi Penawaran (HEP) = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . data dikutip dari formulir SC-12A baris I yang relevan. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. 2. 3. data dikutip dari perincian nilai penawaran yang relevan. CP-002 PENJELASAN: 1.

.

000.00 Perusahaan Dalam Negeri 100% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di Indonesia 6.00 % (d=e/c) 60.00% Nilai (Rp) (e) 45.5% % (g=d*7.334.000.013.5% Preferensi Status Perusahaan (PSp) Maksimal 7.000.5% Formula (f) 60% x 7.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Contoh-3 Penghitungan HE-TKDN & PSp JASA LAINNYA dengan TKDN ≥ 35% Preferensi Harga Jasa (Pj) Maksimal 7.000.000.000.50% Lampiran No.928.82 I Halaman 1 dari 3 .763.82 (i) Nilai Rp.50% 7.770.000.000.250. CP-003 Penye dia Jasa Uraian Harga Penawaran Komponen Dalam Negeri (TKDN) Harga Evaluasi HE TKDN= (100%/(100%+Pj)*HPj PeringHE PSp= kat (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Nilai (Rp) (h) 71.00 73.258.00 81.258.102.000. (a) (b) Komponen Biaya (HPj) Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) (c) 75.000.102.000.23 66.5%) 4.00 A 6.250.250.000.

5% 3.00 29.000.000.00 38.675.5% B 7.56 67.00% Lampiran No.00 80.347.75% 0.048.347.00 74.012.00 79.000.000.00 40% x 7.000.675.000.19 73.000.00 76.000. CP-003 70.523.000.19 III Halaman 2 of 3 .928.00 50.253.000.000.036.00 C 7.00 83.000.000.000.000.000.00% 73.211.175.500.000.675.000.514.349.000.253.675.523.000.000.00 40.20 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri (Leader) + Perusahaan Nasional 50% oleh Perusahaan Dalam negeri 50% di Indonesia 7.388.000.19 II Perusahaan Nasional 100% oleh Perusahaan Nasional 60 % di Indonesia 7.00% 5.20 3.175.012.048.00 50% x 7.000.012.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Komponen Biaya (HPj) Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) Komponen Biaya (HPj) Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 72.048.

b.d. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c). Komponen Bukan Biaya = Nilai Penawaran Komponen Bukan Biaya.d. Kolom (g): a.b. Harga Evaluasi Penawaran (HEP) = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . Nilainya harus sama dengan nilai penawaran dan jumlah nilai dalam perincian penawaran. b. data dikutip dari formulir SC-12B kotak B. data dikutip dari formulir SC-12B kotak C. CP-003 PENJELASAN: 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. 3. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12B kotak VI. 2. Kolom (c): a. Jumlah Nilai Penawaran = Jumlah Komponen Biaya + Komponen Bukan Biaya. 6. dengan memperhatikan Status Perusahaan.5%” 5. c. 4. Harga Evaluasi Status Perusahaan (HE PSp) = [100%/(100%+kolom g)] x (HE TKDN) c.d. Komponen Biaya (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Pengerjaan Jasa Langsung. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 15% b.d.. Kolom (h): a. Kolom (f): diisi dengan “% TKDN * 7. data dikutip dari formulir SC-12B kotak VI. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12B kotak VI.

.

510.000.000.00 35.250.000.00 80.00 50.096.00 Nilai Rp.00 81.000.000.69 4.000.500.503.273.00 5. (h) 72.25% 3.00 29. (c) 76.108.684.60 Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan 8.75% Harga Evaluasi HE TKDN (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Uraian Harga Penawaran HE Status Perusahaan (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Gabungan Pering -kat (a) A (b) Komponen Biaya Barang (HPb) Komponen Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Nilai Rp.92 Nilai Rp.273.00 Penawaran (HEP) 8.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.000.362.775.275.277.000.000.750.4 Penghitungan HE-TKDN & PSp Jasa Pemborongan Bukan Jasa Konstruksi dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai ≥ Rp50 milyar (≥ US$5 juta) Preferensi Harga (P) Penye dia Jasa Komponen Dalam Negeri (TKDN) Barang (Pb) Maksimal 15% Jasa (Pj) Maksimal 7.000.43 77.000.500. (e) 26.00 % (d=e/c) 35.50% 72.151.000.60 II Halaman 1 dari 3 .000.819.12 (i) Perusahaan Dalam Negeri 100% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 7.085.00 2.00 Biaya Harga Evaluasi 89.5% Status Perusahaan (PSp) Maksimal 7.5% 5.500.346.000. CP-004 CONTOH .000.250.000.619.5% % (f) (g=d*P) 35% x 15% 50% x 7.151.000.

000.93 26.000.303.000.000.780.27 4.000.000.303.120.000.00 72.000.00 3.000.650.00 50.65 76.113.236.000.00 29.750.108.000.00 35.228.5% 5.000.43 77.488.00 35% x 15% 50% x 7.915.70 III Halaman 2 of 3 .000.500. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.41 29.000.00 25.000.00 81.138.026.303.100.209.000.600.00 Penawaran (HEP) 76.000.00 7.819.125.000.808.75% 72.500.236.00 Biaya Harga Evaluasi 87.00 Biaya Harga Evaluasi 88.650.000.780.000.00 50.000.108.780. 50% oleh Perusahaan Nasional 60 % di wilayah Indonesia 7. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 50% di wilayah Indonesia 7.128.25% 3.000.028.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Komponen Biaya Barang (HPb) Komponen Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan 7. CP-004 68.00 5.000.53 35.00 80.662.00% 35% x 15% 50% x 7.00 Penawaran (HEP) C Komponen Biaya Barang (HPb) Komponen Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Komponen Bukan 7.000.000.31 7.000.00 84.375.120.96 5.00% 72.000.610.112.000.5% 5.70 77.00 80.883.000.00 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.000.650.028.526.000.000.75% Lampiran No.236.000.000.25% 3.500.451.000.70 I Perusahaan Nasional.277.000.108.53 36.00 0.000.00 35.000.00 2.

d. (barang) dan A. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa).II.f. e. Kolom (g): a. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia.f.I. Kolom (c): a.III.I. Kolom (h): a.d. 4.II.d.5. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. (jasa). c. 3.e. 2. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c. 5. d. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. b.d. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B.d.3. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.5. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d.e. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. (jasa).3. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .II. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. CP-004 1.5% c.I.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7.5. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan.3. (barang) dan A. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.

.

000.000.000.00 35.080.620.710.000.272.00 Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80 % di wilayah Indonesia 7.500.390.00 26.139.00 115.075.000.90% 6.5% HE TKDN Brg = (100%/(100%+Pb))*HPb HE TKDN Js = (100%/(100%+Pj))*HPj HE PSp = (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Gabungan Per ing kat Nilai Rp.00 26% X 15% 80% x 7. CP-005 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi-Onshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp1 milyar s/d Rp2 triliun (> US$100.630.00% Nilai Rp.938.5% PSp Maksimal 7.981.00 334.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .47 317.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39. 265.5 Lampiran No.100. 71.00 330.000.600.158.000.806.000.000.91 39.00 80.013.000.000.00 44.000.896.91 I Halaman 1 dari 3 .132.000.23 Biaya Barang (HPb) 275.390.000.544.50% 295.000.672.5% % 3.000.000 s/d US$200 juta) Harga Evaluasi (HE): Pe nye dia Jasa Nilai Penawaran Uraian Komponen Dalam Negeri (KDN) Preferensi Harga (P) Barang Maksimal 15% Jasa Maksimal 7.000.685.00 55.000. A % Nilai Rp.896.76 51.00 370.672.

435.250.00% 80% x 7.00 335.00 5.250.00 371.000.200.000.207.000.000. 50% oleh Perusahaan Nasional 100% di wilayah Indonesia 39.500.00% Lampiran No.81 315.750.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.000.920.000.000.00 III Halaman 2 of 3 .000.00 117.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) 268.000.000.000.00 II Biaya Barang (HPb) 265.500.000.20 64.000.000.00 35.759.250.000. CP-005 268.600.00 35.00 24.000.000. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.00 62.000.547.759.000.00 116. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80% di wilayah Indonesia 40.000.00 24.00 63.000.547.000.00% 80% x 7.000.000.000.00 355.600.00 53.000.00 80.20 Perusahaan Nasional.000.000.00 331.200.00 327.209.750.000.000.81 331.000.000.000.000.00 80.000.000.00% 6.209.000.000.000.169.00 327.00 53.320.00 367.000.00 63.000.000.000.000.5% 0.635.200.34 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.000.000.34 265.000.207.500.00 375.00% 67.00% 6.000.000.000.000.169.00 0.000.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C 40.00 66.000.5% 0.000.600.

Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.d. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.II. b. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c.d. c.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. 2. CP-005 1.I.f. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. 5.d. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.e. e.d.II.5% c. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.III.f. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C.I. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.II. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7. (jasa). Kolom (c): a.5. 3. (jasa). Kolom (h): a. (barang) dan A.3.I. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). 4. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. d. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. (barang) dan A.3.e.5. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.5. Kolom (g): a.d.3. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.

.

00 35.00 A Biaya Barang (HPb) 2.000.015.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .6 Lampiran No.312.00 480.000.000.000.90% 6.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 432.248.000.000. Komponen Dalam Negeri (TKDN) TKDN (%) Nilai Rp.000.50% 2.000. 624.000.001.57 Per ing kat Pe nye dia Jasa Nilai Penawaran Uraian Nilai Rp.000.913.000. CP-006 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi Onshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp2 triliun (> US$200 juta) Preferensi Harga (P) Harga Evaluasi (HE): Barang Maksimal 15% (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Jasa Maksimal 7.00 2.994.188.000.5% (100%/(100%+PSp))* PSp Maksimal 7.00 80.566.378.00 3.25 2.880.746.56 7.994.762.00 3.000.000.000.00% Nilai Rp.000.32 452. 2.57 I Halaman 1 dari 3 .746.000.000.569.679.000.000.008.400.000.830.000.927.000.000.00 80% x 7.00 Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 432.00 26% X 15% 384.00 26.000.309.000.015.000.743.5% 1.5% HE TKDN Gabungan % 3.

000.289.000.875.37 546.800.567.20% 4.00 2.973.00 2.000.000.00 28.00 632.22 2.000.306.000.000.5% 1.500.250.755.500.80 2.017.000. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.000.40 365.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) 2.055.25% Lampiran No.435.201.973.396.00 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.000.001.000.000.000.000.661.208.00 562.500.80 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.250.250. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 450.695.88% 575.500.318.000.000.00 3.207.00 70.00 5.000.625.000.00% 5.553.755.24 536.812.883.624.953.352.00 630.5% 995.00 65.000.000.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 450.435.00% 2.91 II Halaman 2 of 3 .13% 402.822.00 27.021.000.309.000.000.000.00 27.59 2.00 65% x 7.262.296.035.5% x 15% 4.251.755.00 3.00 35.000.000. CP-006 2.000.000.000.00 28% x 15% 4.066.52 2.000.000.000.113.000.000.296.91 III Biaya Barang (HPb) 2.000.000.00 3.000.000.786.396. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.000.500.625. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 70% di wilayah Indonesia 431.00 70% x 7.50 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C 431.00 36.000.000.000.421.000.159.00 3.250.300.76 5.000.843.

3. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C.III.e.I.5. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d.d. d. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan.f.f. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). (jasa).d.II. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c.e.II. Kolom (g): a. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B. 3. b.5.d.I. c.I. CP-006 1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.5. (barang) dan A. 5. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.II. 4. Kolom (h): a. 2.d.3. (barang) dan A. Kolom (c): a. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. e.3. (jasa).5% c. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.d.

.

00 42.674.000.300.300.000. 9.63% Rp.250.000.00 48.130.54 I Halaman 1 dari 3 .00 35.000.714.627.54 Rp.893.000.000.000.300.91 40.000.00 Perusahaan Dalam Negeri 100% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 6.000.000.50% 37.755.00 Komponen Dalam Negeri (KDN) TKDN (%) 27.00 14.000.5% HE TKDN Gabungan Formula 20% X 15% 30% x 7.000.000.10 6.05% 5.000. CP-007 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi Offhore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai ≤ Rp50 milyar (≤ US$5 juta) Preferensi Harga (P) Pe nye dia Jasa Nilai Penawaran Uraian Rp.264.00 7.714.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .539.01 7.000.450.934.218.539.00 5.000. A Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 6.000.000.000.5% % 4.000.00 43.700.000.455.00 Harga Evaluasi (HE) Pering -kat Barang Maksimal 15% (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj Jasa Maksimal 7.5% (100%/(100%+PSp))* PSp Maksimal 7.195.637.7 Lampiran No.00 75. 33.00 35.

433.00 14.000.018.00 47.00 42.04 6.360.65 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.315.025.11 6.00 14.720.000.02 40.00 35.000.00 25.000.500.000.000.628.00 7.38% 32.000.000.00 44.98 36.000.930.000.000.65 33.000.5% 3.997.144.05 II Perusahaan Nasional.000.433.214.000.90% 6.00 47.000.000.000.493.00% Lampiran No.000.283.433.00% 26% x 15% 30% x 7.537.000.580.628.00 5.280.759.450.745.000.00 8.000.05 40.930. CP-007 31.939.296.5% 3.586.000.00 39.296.00 49. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 50% di wilayah Indonesia 7.315.000.00 7.700.00 80.00 5.00 85.74 8. 50% oleh Perusahaan Nasional 60 % di wilayah Indonesia 7.734.000.150.170.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 7. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.00 5.00 7.000.560.00 35.586.00% 25% x 15% 85% x 7.000.000.296.000.000.000.560.000.000.00 0.00 26.00 35.000.000.87 38.000.000.875.000.560.000.05 III Halaman 2 of 3 .015.950.580.650.75% 6.000.076.750.

Kolom (h): a. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan. d. 5.I.III.d.e. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.I. (barang) dan A. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa). Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. (jasa). Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .d. e. b.f.3. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.d. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No.5. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c. Kolom (g): a.I. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C.5. data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.d.f. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. 2. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B.II. (barang) dan A. c. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia.3. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7.II. CP-007 1.3.5.d.II.e. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. 3. (jasa). Kolom (c): a. 4.5% c.

.

000.00 Rp.000.000.47 317.000.000.50% 295.00 330.000. CP-008 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi-Offshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp50 milyar s/d Rp2 triliun (> US$5 juta s/d US$200 juta) Pe nye dia Jasa Komponen Dalam Negeri (KDN) TKDN (%) 26.23 A Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80 % di wilayah Indonesia 7.000.390.8 Lampiran No.672.390.000.000.132. Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.5% % 3.00 35.000.5% PSp Maksimal 7.620.00 Per ing kat Rp.013.5% Rumus 26% X 15% 80% x 7.500.672.685.000.080.981.00 Preferensi Harga (P) Barang Maksimal 15% Jasa Maksimal 7.100.76 51.00 275.806.139.938.075.00 55.91 39.91 I Halaman 1 dari 3 .000.000.710.90% 6.600.630.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .896.000.00 115.00 334.544.000.158.000.272.896.00 370.000. 71. 265.00% Harga Evaluasi (HE): (100%/(100%+Pb))*HPb (100%/(100%+Pj))*HPj (100%/(100%+PSp))* HE TKDN Gabungan Nilai Penawaran Uraian Rp.00 80.00 44.000.

759.000.000.00 63.207.000.00 331.00 67.000.169.547.000.000.34 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing.34 265.00 351.00 116.250.00 371.761.435.169.000.00% 268.000.00 80.00% 6.635.200.000.500.5% 0.00 53.000.000.000.000.320.000.209.000.000. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 100% di wilayah Indonesia 39.000.000.20 64.547.207.000.000.761.654.00 355.200.00 335.000.00 35.600.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C Biaya Barang (HPb) Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 39.000.000.81 315.00% 80% x 7.000.000.000.000.250.904.000.76 III Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.750. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 80% di wilayah Indonesia 40. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.000.000.000. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.00 5.00% Lampiran No.000.000.759.000.904.00 40.00 80.920.00 24.00 62.00 311.000.00 66.5% 0.76 II Halaman 2 of 3 .81 331.00 117.00 265.00 375.750.000.00% 6.600.500.000. CP-008 268.000.209.000.000.00 327.00 5.000.000.00 35.00 24.00 53.904.200.000.000.20 63.000.000.000.000.000.000.00% 80% x 7.600.

data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.f. 2.d. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa).II. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. Kolom (g): a.d.3. (jasa). Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B.d. CP-008 1.I.e.3. e. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan. 5. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d.3. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Kolom (h): a.I.5. Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. (jasa). Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.II.5. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan.d. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 . c. Kolom (c): a. 4.e.f.III.II.I.d. d.5% c.5. (barang) dan A. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b. b. 3. (barang) dan A.

.

830.00 3.015.00 1.32 452.000.248.378.000.000.188.000.25 2.000. Rp.56 7.001.00 A Biaya Barang (HPb) 2.743.000.00 480.000.746.00 3.566.00 Perusahaan Dalam Negeri 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 432.008.5% % 3. 2.000.746.000.000.994.00 Per Barang Maksimal 15% (100%/(100%+Pb))*HPb ing (100%/(100%+Pj))*HPj Jasa Maksimal 7.9 Lampiran No.679.57 Preferensi Harga (P): Harga Evaluasi (HE): Nilai Penawaran Uraian Rp.90% 6.000.015.000.000.000.000.57 I Halaman 1 dari 3 .000.000.312.000.000.762.000.000.5% HE TKDN Gabungan Formula 26% X 15% 80% x 7.569.400.00 35. 624.00 384.000.000.927.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .913.309.994. CP-009 Penghitungan Harga Evaluasi Penawaran (HEP) berdasar HE-TKDN & HE PSp Jasa Pemborongan Konstruksi Offshore dengan TKDN Gabungan ≥ 35% dan Nilai > Rp2 triliun (> US$200 juta) Pe nye dia Jasa Komponen Dalam Negeri (KDN) TKDN (%) 26.880.50% 2.00 2.00 80.000.5% kat (100%/(100%+PSp))* PSp Maksimal 7.000.000.00% Rp.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 432.000.

250.00% 70% x 7.000.00 36.624.318.001.661.00 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Asing. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 70% di wilayah Indonesia 431.000.88% 575.289.00 632.000.00 2.000.00 3.953. Leader: Perusahaan Dalam Negeri.000.625.000.000.500.145.000.00 3.822.000.000.20% 4.80 2.000.021.661.5% x 15% 4.201.000.000.306.066.352.251.822.208.421.262.00% 28% x 15% 65% x 7.000.52 2.37 546.000.309.055.24 536.000.786.40 630.5% 5.000.250.500.553.000.000.59 2.76 2.00 35.00 995.843.000.000.00 0.812.76 II Biaya Barang (HPb) 2.000.80 Konsorsium Perusahaan Dalam Negeri + Nasional.000.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) C 431.000. Leader: Perusahaan Asing.113.000.000.625.00 Biaya Jasa (HPj) Biaya Gabungan Status Perusahaan Pelaksana Pekerjaan Lokasi Pelaksanaan Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran (HEP) 450.000.066.000.00 3.000.661.13% 402.500.22 2.00 2.000.755.00 3.00 5.000.76 III Halaman 2 of 3 .000.500.695.000.500.000.00 28.435.25% Lampiran No.800.000.000.00 65.000.00 27.50 70.000.000.207.695.822.000.066.250.435.300.755.000.000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa B Biaya Barang (HPb) 2.755.00 562.00 365.159.000.883.035.00 27. 50% oleh Perusahaan Dalam Negeri 60 % di wilayah Indonesia 450.875.000.5% 4.250.00 1. CP-009 2.

Pelaksanaan Pekerjaan oleh Perusahaan Dalam Negeri dan Pelaksanaan Pekerjaan di Wilayah Negara Republik Indonesia. Biaya Gabungan = Harga Penawaran (Komponen Biaya Barang + Komponen Biaya Jasa).3.5% c. CP-009 1. (barang) dan A.d.d. e. Komponen Bukan Biaya = data dikutip dari formulir SC-12C kotak B.I. dengan memperhatikan kombinasi keadaan Status Perusahaan.3.III. Preferensi Status Perusahaan = seuai ketentuan.e.5. d. Kolom (e): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. Komponen Biaya Jasa (HPj) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Jasa data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.5. b. Nilainya harus sama dengan isi dalam formulir SC-12C kotak C. c. (jasa). Kolom (c): a. 3. (barang) dan A. Preferensi Harga Barang = TKDN Komponen Biaya Barang (kolom d) x 15% b.f.e. (jasa). data dikutip dari formulir SC-12C kotak A. 2. Komponen Biaya Barang (HPb) = Nilai Penawaran Komponen Biaya Barang data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.II.d. Kolom (d): data dikutip dari formulir SC-12C kotak A.d.II.d. Harga Evaluasi Penawaran = Jumlah Nilai Penawaran = Biaya Gabungan + Komponen Bukan Biaya. Harga Evaluasi Penawaran = Harga Evaluasi Status Perusahaan + Komponen Bukan Biaya Halaman 3 dari 3 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa PENJELASAN: Lampiran No. Kolom (h): a.3. Harga Evaluasi Status Perusahaan = [100%/(100%+kolom g)] x Biaya Gabungan (kolom c) d. Harga Evaluasi (HE) TKDN Jasa = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Jasa (kolom c) c. Kolom (g): a.I.5. 4. Preferensi Harga Jasa = TKDN Komponen Biaya Jasa (kolom d) x 7. Harga Evaluasi (HE) TKDN Barang = [100%/(100%+kolom g)] x Komponen Biaya Barang (kolom c) b.f.I.II. 5.

.

385.558.000.000.500.000.000.000.972.000.500.Tidak Mengubah Urutan Peringkat Pe nye dia Uraian Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Penawaran TKDN Harga Evaluasi (%) Penawaran (Rp.300.00 27.000.500.000.45 24.200.000.455.45 2.000.500.000. 25.000.500.492.000.000.00 1.200.00 0.000.456.81 1.00 28.000.00 2.00 25.00 25. CP-010 Penghitungan Denda Karena Target TKDN Tidak Tercapai Pengadaan Barang .300.00 26.200.) 24.000.000.083.10 Lampiran No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .) 28.00 III I 0.096.000.00 2.456.000.322.000.00 A B Halaman 1 dari 2 .455.81 24.000.00 2.00 25.000.200.00 III I Pering kat Nilai Rp.00 25.000.200.542.494.000.000.00 25.00 1.500.000.000.083.00 1.00 27.300.000.558.00 26.992.200.000.200.494.000.000.500.000.870.000.000.77 2.000.000.000.385.000.00 26.00 1.000.000.000.000.000.000.596.000.000.500.870.000.00 2.00 27.00 25.00 Realisasi Kontrak Harga Evaluasi Penawaran (Rp.00 23.000.000.77 24.000.000.972.17 24.00 Pering kat TKDN (%) 25.000.542.000.00 24.00 25.000.000.17 1.000.322.200.000.000.

114.500.00 1.831.470.000.457.33 25.000.114. CP-010 23.000.972.00 27.084.558.030.000.831.084.00 23.000.961.614.831.000.00 25.000.970.470.870.000.000.000.00 Lampiran No.614.455.000.084.45 = Rp101.00 25.000.33 2.831.083.831.457.33 2.000.030.470.000.33 II 25.00 27.084.33 1.33 II Nilai Denda = HEP Realisasi Kontrak (A) .457.33 25.00 25.524.00 24.33 1.457.000.831.32 Halaman 2 of 2 .000.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya C Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 2.457.000.831.000.831.494.457.77 .457.HEP Penawaran (A) Nilai Denda = Rp26.Rp26.030.457.00 25.00 28.000.

870.322.000.000.000.000.000.000.000.000.00 26.200.500.81 1.00 25.00 1.00 1.200.000.494.000.11 Lampiran No.000.500.500.45 24.000.558.558.00 27.000.00 II III Pering kat A B Halaman 1 dari 2 .500.000.00 27.000.000.000.000.00 1.200.000.200.81 24.000.000.000.00 2.000.494.500.992.00 2.000.300.000.00 26.000.000.300.000.000.00 28.00 0.00 2.500.000.00 2.000.300.00 25.500.000.870.000.000.000.000.500.000.000.00 1.) 23. CP-011 Penghitungan Denda Karena Target TKDN Tidak Tercapai Pengadaan Barang .000.00 25.00 27.00 III I 0.00 Harga Evaluasi Penawaran (Rp.000.000.000.000.00 25.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa CONTOH .00 1.322.00 Realisasi Kontrak Harga Evaluasi Penawaran (Rp.000.00 25.000.000.000.00 24.200.000.00 Pering kat TKDN (%) 22.000.500.200.00 25.000.200.00 28.456.) 25.000.000.000.000.45 2.00 TKDN (%) 28.00 26.200.500.00 24.000.000.000.000.492.Mengubah Urutan Peringkat Pe nye dia Penawaran Uraian Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran Nilai Rp.000.000. 25.000.456.000.000.000.000.000.00 2.000.500.000.00 26.

457.55 + Rp500.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Biaya Produksi Langsung (HPb) Biaya Transport & Handling Komponen Biaya C Status Perusahaan Komponen Bukan Biaya Harga Evaluasi Penawaran 24.030.45) + (Rp28.000.494.000.000.000.000.629. CP-010 23.000.614.614.831.114.Rp28.500.470.00 25.505.00 25.00 23.000.00 1.000.000.441.00 25.831.000.00 .33 1.558.000.000.000.000.470.831.441.831.505.084.457.33 2.000.00 .33 25.084.457.33 I Nilai Denda = Nilai Denda = = = (HEP Realisasi Kontrak .114.000.457.000.55 Halaman 2 of 2 .00 25.00 27.000.084.Nilai Penawaran Peringkat II) (Rp28.00 27.Rp26.000.00 Rp2.084.970.000.831.030.000.129.000.000.831.030.33 1.500.000.831.457.000.00 28.-) Rp1.457.470.HEP Penawaran) + (Nilai Kontrak .000.000.000.00 Lampiran No.00 2.33 II 25.870.457.500.457.33 25.831.33 2.

FL-001 DAFTAR RENCANA PENGADAAN (PROCUREMENT LIST) SC-01 Catatan: Untuk Item pengadaan yang bersifat rutin.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. nilainya tidak besar dan terdiri dari beberapa kontrak seperti jenis peralatan kantor dapat digabungkan menjadi satu item pengadaan. Halaman 1 dari 1 .

FL-001 DAFTAR RENCANA PENGADAAN  (PROCUREMENT LIST) SC-01 CONTOH PENGISIAN Halaman 1 of 1 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

: : Status Ada/Tidak Ada/ Tidak Perlu No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Lingkup kerja dan spesifikasi Syarat-syarat dan ketentuan dalam rangka mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri (komitmen minimum TKDN). Pengadaan : : : Lampiran File (dalam pdf) No. C. 1. Syarat-syarat kualifikasi dan ketentuan peserta pengadaan Metode pengadaan serta alasan pemilihan metode pengadaan tersebut. B. D. Halaman 3 dari 3 . FL-002 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN Form SC-02 KKKS Judul Pengadaan No. Surat Tanggal Dokumen Keterangan/Catatan Surat pengantar (cover letter) Ringkasan startegi pengadaan (Procurement strategy executive summary) A. 2.

Rencana tatawaktu proses pengadaan termasuk proses prakualifikasi. 8. Persyaratan pembayaran H. Rencana jangka waktu berlakunya kontrak. FL-002 G. 5. Lampiran No. Copy dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa Copy rencana pengumuman pengadaan Halaman 2 of 3 . Persetujuan rencana kerja dan spesifikasi teknis barang/jasa. Ketentuan cara penyelesaian perselisihan Klausula tentang pemutusan Kontrak lebih awal (early termination). Kriteria dan tatacara evaluasi penawaran Strategi pengadaan dan jenis Kontrak. 6. F. Copy permintaan pengadaan dari fungsi pengguna barang/jasa. I. 7. Metode penyusunan dan sumber data pendukung pembuatan Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/ Owner’s Estimate (OE). 3. Analisa pasar (market analysis). 9.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa E. 4. J.

tahun pemeriksaan Pemeriksa: Nama pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. FL-002 10. tanggal. Copy surat keputusan Pejabat Yang Berwenang di Kontraktor KKS tentang susunan Panitia Pengadaan. Tempat. bulkan. Halaman 3 dari 3 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list.

.

Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pengadaan No. Dokumen Surat pengantar (cover letter) Keterangan/Catatan Penjelasan singkat tentang: − Judul Pengadaan − Latar belakang pengadaan − Lingkup kerja − Metode pengadaan (pelelangan/pemilihan langsung/penunjukan langsung) − Metode pembukaan sampul − Masa berlaku (duration) kontrak − Perkiraan (estimate) nilai kontrak − RK yang disepakati BPMIGAS − Persyaratan TKDN minimum − Contact person − Daftar isi dokumen pendukung Lampiran File (dalam pdf) Nama file : Nomor surat dalam huruf kecil dan angka Contoh: No. 1. 1978/JKT/2008 ditulis 1978jkt2008 Halaman 1 dari 5 . FL-002 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN RENCANA PENGADAAN Form SC-02 Panduan dan Contoh Pengisian KONTRAKTOR KKS Judul Pengadaan No. Surat Tanggal Status Ada/Tidak Ada/ Tidak Perlu (tulis yang relevan) No.

Calon peserta potensial (potential bidders). Strategi pengadaan dan jenis Kontrak. memberdayakan. tidak memperhitungkan. Syarat-syarat dan ketentuan dalam rangka mengutamakan penggunaan barang/jasa Produksi Dalam Negeri (komitmen minimum TKDN).Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 2. D. Halaman 2 dari 5 . barang impor. FL-002 B. • • E. memaksimalkan. Syarat-syarat kualifikasi dan ketentuan peserta pengadaan Metode pengadaan serta alasan pemilihan metode pengadaan tersebut. Ringkasan startegi pengadaan (Procurement strategy executive summary) A. Justifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan tentang akan dilaksanakannya pemilihan langsung atau penunjukan langsung. Penjelasan singkat mengenai lingkup kerja dan/atau spesifikasi barang/pekerjaan. • • Strategi pengadaan Jenis Kontrak berdasarkan cara pembayaran. pelelangan terbatas. • Strategi dan persyaratan dalam dokumen pengadaan. e-reverse auction. penunjukan langsung. swakelola. • Klasifikasi barang: wajib dipergunakan. Lingkup kerja dan spesifikasi idem Lampiran No. Kriteria dan tatacara evaluasi penawaran F. pemilihan langsung. • Metode: pelelangan umum. e-bidding. • Klasifikasi jasa: minimum TKDN C.

Persetujuan rencana kerja dan spesifikasi teknis barang/jasa. Copy permintaan pengadaan dari fungsi pengguna barang/jasa. Persyaratan pembayaran • • • H. J. 3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-002 • G. Analisa pasar (market analysis). idem Permintaan dari pengguna barang/jasa. • AFE: copy ususlan AFE dan hasil pembahasan lingkup kerja dan/atau spesifikasi teknis barang/jasa. Denda keterlambatan pembayaran. Request for Tendering). Ketentuan cara penyelesaian perselisihan Klausula tentang pemutusan Kontrak lebih awal (early termination). • Pekerjaan yang belum masuk dalam procurement list dapat Permintaan-(no.l: Material Requisition. • WP & B: procurement list dan hasil pembahasan lingkup kerja dan/atau spesifikasi teknis barang/jasa. Menggunakan Bank Umum Nasional Untuk Kontraktor KKS tahap berproduksi menggunakan Bank Umum BUMN/BUMD. berupa a. pengadaan)-(initial KKKS) Jenis Kontrak berdasar bentuk perikatan. Service Requisition. 4. I. Halaman 3 dari 5 .

Rencana tatawaktu proses pengadaan termasuk proses prakualifikasi. Copy dokumen pemilihan Penyedia Barang/Jasa 9. konsep Kontrak. pengadaan)-(initial KKKS) Tempat. Copy surat keputusan Pejabat Yang Berwenang di Kontraktor KKS tentang susunan Panitia Pengadaan. bulan. Idem Dokumen penilaian kualifikasi Dokumen pengadaan. 5 orang dan gasal serta telah memiliki sertifikat panitia pengadaan • • panitia-(no. IKPP. 8. tanggal. tahun pemeriksaan Pemeriksa: Nama pekerja KKKS dan BPMIGAS Halaman 4 dari 5 . Idem 7. FL-002 5. idem Jadwal-(no. Tata waktu pengadaan dari inisiasi sampai penandatanganan kontrak Durasi kontrak serta tanggal mulai dan berakhir kontrak Lampiran No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa menggunakan persetujuan Revisi Procurement List dan hasil pembahasan lingkup kerja spesifikasi teknis dan/atau. meilputi: undangan. Rencana jangka waktu berlakunya kontrak. Apabila diperlukan dapat melampirkan copy persetujuan POD. pengadaan)(initial/nama depan Kontraktor KKS) 6. • Nama media cetak / media elektronik • Website BPMIGAS Surat pengangkatan sebagai panitia pengadaan dengan keanggotaan min. Copy rencana pengumuman pengadaan Idem 10. Metode penyusunan dan sumber data pendukung pembuatan Harga Perhitungan Sendiri (HPS)/ Owner’s Estimate (OE).

Keterangan: - Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-002 Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. Halaman 5 dari 5 .

.

3. 6. persetujuan BPMIGAS) Harga Perkiraan Sendiri (HPS) / Owners Estimate (OE). 3. Tahapan Proses Tata cara pemasukan dokumen penawaran (satu sampul/dua sampul/dua tahap) Pengumuman di media cetak (tgl. FL-003 RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN (FORM SC-003) I. 4. Halaman 1 dari 5 . 5. sebutkan alasan kegagalan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 8. Rincian Terlampir Jangka waktu pelaksanaan/periode kontrak/ penyerahan barang II. 7. DATA PRA PENGADAAN Nama Kegiatan Pengadaan No. 8. 2. 5. dan nama Surat Kabar) / website Nomor dan tanggal persetujuan rencana pengadaan Tanggal undangan pengadaan Tanggal Pengambilan Dokumen Pengadaan Tanggal Penutupan/pembukaan penawaran a. Pengadaan KONTRAKTOR KKS Pejabat Tertinggi KONTRAKTOR KKS Wilayah Pekerjaan yang diadakan No. 2. Dalam hal sebagai proses ulang. 1. dan nilai AFE/Budget (ref. b. 7. Tanggal pemberitahuan pengadaan gagal/batal kepada perusahaan yang mengajukan penawaran. KRONOLOGI PENGADAAN Pertama Proses Ulang 1. 6. 4.

2. (Ada/ Tidak Ada) Berakhir s/d 1. FL-003 III.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 3. dst. 8. DATA PENGADAAN Perusahaan Perusahaan Mengambil Mengajukan Dokumen Penawaran Pengadaan Mengikuti Tgl. 6. 2. No. 7. Jum lah 2. 5. Peninjauan Lapangan 1. 4. dst. 6. 3. 7. 5. Rapat Penjelasan Tgl. 4. Halaman 2 dari 5 . Kelengkapan Dokumen pada pembukaan penawaran (Berita Acara Pembukaan Penawaran dilampirkan) Akte Pendirian Per Per usahaan usahaan (Ada/ Tidak Ada) Sertifikat Asosiasi Penyedia Barang/Jasa terdaftar di DITJEN MIGAS (Ada/Tid (Ya/Tidak) ak Ada) SIUP / SIUJK (Ada/ Tidak Ada) No. Perusahaan Diundang Perusahaan yang tidak Mengajukan Penawaran 1.

2.2 No NPWP No.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. PT. PT. * Administrasi Memenuhi/Tidak Teknis Memenuhi/Tidak 7. 7. FL-003 Lanjutan No. Perusahaan 1. 3. 5. 5. 4. 3. 6. 2. 2. 4. dst. dst Jumlah Penawar yang sah Jumlah Penawar yang tidak sah Alasan bagi penawaran yang tidak sah untuk masing-masing penawaran Penilaian Administrasi & Teknis Perusahaan ASTEK/ Neraca Pengalaman Perusahaan JAMSOSTEK Kerja Terakhir (Ada/ (Ada/ (Ada/ Tidak Ada) Tidak Ada) Tidak Ada) 3. 4. Halaman 3 dari 5 . 8. PT. 1. 6.: Referensi Bank (Ada/ Tidak Ada) 1. 6. Penjelasan untuk masing-masing * perusahaan apabila penawaran tidak memenuhi syarat Harga Penawaran pada Pembukaan Lelang Harga Sesuai Penawar an (US$/Rp) Penawaran Masa DitandaBerlakun tangani TKDN Oleh Yang Penawaran (%) Berwenang (Ya/Tidak) (Ya/Tidak) No. 5. 4. 3. 5. PT. PT.

Perusahaan yang diusulkan Harga Usulan Jangka waktu pelaksanaan/periode kontrak Alasan yang jelas untuk perusahaan yang diusulkan (baik secara teknis maupun ekonomis) Keterangan lain 16. * 2. 11. 8. 4. Jaminan Penawaran (Bid Bond) Judul/ Masa Persyaratan Berlaku 1-3% Memenuhi/ Tidak (bln/hari) memenuhi s/d Keterangan 9. 14 15. 12. dst. DATA PENGADAAN (Lanjutan) Lanjutan No. * Halaman 4 dari 5 . Nama Perusahaan Sesuai Penawaran (As Bid) Peringkat I II III 1. 7. 1.7 No. 1.) Setelah Preferensi Normalisasi Kandungan Lokal No. 5. 13. 2. 10. dst. 3. 3. 6. 2. Harga penawaran terendah yang sah dan memenuhi persyaratan Harga penawaran tertinggi yang sah dan memenuhi persyaratan Evaluasi 3 Penawaran peringkat terbaik Harga (US$/Rp. US$/Rp. 3. FL-003 III.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

......... ......) (........... tgl.. 2....) Catatan: 1.. Bila kolom-kolom (*) tidak mencukupi dapat dibuat pada kertas lain atau merupakan lampiran dengan menyebutkan No... Kolom.... Form isian ringkasan Evaluasi tersebut adalah merupakan lampiran surat rekomendasi KONTRAKTOR KKS.... FL-003 ..... Menyetujui/Tidak menyetujui Pejabat Yang Berwenang Ketua Panitia Pengadaan (...............................................................................Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No............... Halaman 5 dari 5 ....

.

Annex Procurement Program selain main project multi years Status (Ada / Tidak Ada / Tidak Perlu) Keterangan/Catatan Lampiran File (dalam pdf) No. 6. Berita acara pemberian penjelasan. Berita acara hasil pengadaan. Berita acara hasil negosiasi. 3. Copy AFE untuk main project multi years atau. FL-004 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN Form SC-04 KKKS Judul Pengadaan No. Halaman 1 dari 3 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Pengadaan No. 4. 5. Berita acara pembukaan penawaran. 2. 1. 7. Surat Tanggal Dokumen Surat pengantar (cover letter) Bukti pengumuman dan pengundangan.

C. HPS/OE/EE yang telah disahkan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 10. Tabulasi evaluasi teknis dari masing-masing penawar. berdasarkan perbandingan dengan HPS/OE yang telah disusun secara cermat. Formulir perhitungan TKDN. berisi pernyataan bahwa: A. 13. 12. FL-004 8. Tabulasi perbandingan rincian penawaran 3 (tiga) calon pemenang dengan rincian HPS/OE atau HPS/OE yang telah direvisi. Nilai penawaran yang diusulkan dinilai wajar. B. Halaman 2 dari 3 . Proses telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan dan ketentuan yang berlaku serta tidak ada indikasi KKN. Surat pernyataan dari Pimpinan tertinggi fungsi pengguna barang/jasa bahwa tidak ada indikasi tindakan yang dapat diketgorikan sebagai tindakan pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam: 14. 9. Ringkasan proses pelelangan dan hasil pelelangan (form SC-03). Surat pernyataan yang ditandatangani oleh Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKKS atau Pejabat Berwenang sesuai batas kewenangannya. Surat pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE/EE. 11. 15. Lingkup kerja dan spesifikasi teknis telah sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati oleh BPMIGAS.

tahun pemeriksaan Pemeriksa : pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan : Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. Dalam pelaksanaan evaluasi teknis penawaran. Surat pernyataan komitmen TKDN dan penggunaan rekening Bank BUMN/BUMD untuk pembayaran. 19. 16. FL-004 A. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. bulan. dan C. Surat persetujuan rencana pengadaan. Penyusunan HPS/OE. tanggal. Penentuan spesifikasi barang/jasa dan persyaratan Kontrak. Tempat. 20. Tabulasi dasar pendanaan Perubahan dokumen pengadaan secara rinci. Halaman 3 dari 3 . 18. 17. B. Dokumen penawaran dari peserta yang diusulkan sebagai pemenang.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

.

2. Halaman 1 dari 5 . Surat Tanggal Dokumen Surat pengantar (cover letter) Status (Ada / Tidak Ada / Tidak Perlu) Keterangan/Catatan Penjelasan singkat tentang: • Kronologi pelaksanaan pengadaan • Calon pemenang • Nilai hasil pengadaan • TKDN • Pekerja Kontraktor KKS yang dapat dihubungi (contact person). Pengadaan No. 1. 1978/JKT/2008 ditulis 1978jkt2008 No. Lampiran File (dalam pdf) Nama file : Nomor surat dalam huruf kecil dan angka Contoh: No. Bukti pengumuman dan pengundangan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. FL-004 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PENETAPAN PEMENANG PENGADAAN Form SC-04 Panduan dan contoh pengisian KKKS Judul Pengadaan No.

pemilihan langsung dan/atau penunjukan langsung. pengadaan)(initial KKKS) contoh: penjelasanb2054856cnooc sampul-(no. Copy AFE untuk main project multi years atau. • Justifikasi kenaikan HPS/OE yang disusun dan ditandatangani oleh fungsi yang merencanakan pengadaan barang/jasa dan disahkan oleh Pejabat Berwenang. pelelangan ulang. 5. pengadaan)(initial KKKS) hps-(no. penjelasan-(no. 9. pemilihan langsung dan/atau penunjukan langsung. pelelangan ulang. pengadaan)(initial KKKS) budget-(no. pengadaan)(initial KKKS) bahp-(no. Copy berita acara pembukaan sampul penawaran disertai daftar hadir. pelelangan ulang. Tabulasi evaluasi teknis dari masing-masing penawar. pemilihan langsung atau penunjukan langsung. 7. pengadaan)(initial KKKS) Halaman 2 dari 5 . 8. Berita acara pembukaan penawaran. FL-004 3. • Copy HPS/OE yang ditandatangani oleh Pejabat Berwenang dari Kontraktor KKS. pengadaan)(initial KKKS) negosiasi-(no.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Annex Procurement Program selain main project multi years HPS/OE/EE yang telah disahkan. baik pada pelelangan awal. baik pada pelelangan awal. Copy berita acara rapat pemberian penjelasan disertai daftar hadir. Copy AFE atau WP & B dilengkapi rincian dan tabulasi alokasi untuk pengadaan. Berita acara pemberian penjelasan. Berita acara hasil pengadaan. pengadaan)(initial KKKS) 4. Berita acara hasil negosiasi. tabulasi-(no. Copy verita acara negosiasi Copy berita acara hasil pelelangan awal. 6.

Ringkasan proses pelelangan dan hasil pelelangan (form SC-03). Halaman 3 dari 5 . Nilai penawaran yang diusulkan dinilai wajar. pengadaan)(initial KKKS) sesuaiptk007(no. Surat pernyataan yang ditandatangani oleh Pimpinan Tertinggi Kontraktor KKKS atau Pejabat Berwenang sesuai batas kewenangannya. 12. Tabulasi perbandingan rincian penawaran 3 (tiga) calon pemenang dengan rincian HPS/OE atau HPS/OE yang telah direvisi. Surat pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai sasaran akhir apabila harga penawaran yang dipilih di bawah 80% (delapan puluh persen) HPS/OE/EE. berisi pernyataan bahwa: A. pengadaan)(initial KKKS) sanggup-(no. berdasarkan perbandingan dengan HPS/OE yang telah disusun secara cermat. pengadaan)(initial KKKS) sc02-(no. C. Proses telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pengadaan dan ketentuan yang berlaku serta tidak ada indikasi KKN. Sudah jelas Copy formulir SC-12A / SC-12B/ SC12C dari peringkat pertama s/d ketiga. B. 11. 13. Formulir perhitungan TKDN. sc03-(no. FL-004 10. pengadaan)(initial KKKS) 14. Lingkup kerja dan spesifikasi teknis telah sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati oleh BPMIGAS.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

• Copy penawaran harga. 18. pengadaan)(initial KKKS) 16. Dokumen penawaran dari peserta yang diusulkan sebagai pemenang. Surat pernyataan dari Pimpinan tertinggi fungsi pengguna barang/jasa bahwa tidak ada indikasi tindakan yang dapat diketgorikan sebagai tindakan pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam: A. • Copy penawaran harga setelah dilakukan negosiasi (bila ada). berupa: • Copy penawaran administrasi dan teknis. Dalam pelaksanaan evaluasi teknis penawaran. tahun pemeriksaan Pemeriksa Halaman 4 dari 5 : pekerja KKKS dan BPMIGAS . Dokumen penawaran dari penawar yang ditetapkan sebagai calon pemenang oleh Kontraktor KKS. 20. Hard file only 19. bulan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Penentuan spesifikasi barang/jasa dan persyaratan Kontrak. Penyusunan HPS/OE. B. tanggal. FL-004 15. 17. sesuaiptk007(no. dan C. Tempat. Tabulasi dasar pendanaan Perubahan dokumen pengadaan secara rinci. Surat pernyataan komitmen TKDN dan penggunaan rekening Bank BUMN/BUMD untuk pembayaran. Apabila menggunakan berbagai sumber dasar pendanaan. Surat persetujuan rencana pengadaan.

Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list. Halaman 5 dari 5 . FL-004 Keterangan : Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

.

tanggal pemeriksaan Pemeriksa: pekerja KKKS dan BPMIGAS Keterangan: Setiap pengajuan usulan rencana pengadaan harus menyertakan check list yang telah diisi disertai CD yang berisi file-file yang diminta dalam format pdf. 1 2 3 4 5 6 Foto copy kontrak awal Dokumen Keterangan Lampiran File (dalam pdf) Justifikasi / alasan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan Berita acara negosiasi dan kesepakatan harga hasil negosiasi Korespondensi dengan Penyedia Barang/Jasa tentang PLK/PJWK Persetujuan Teknis dari fungsi terkait BPMIGAS Formulir FL-003 Ringkasan Pemeriksaan PLK/PJWK Jakarta. Dokumen usulan pengadaan diajukan dalam binder yang disertai pembatas file yang mengindikasikan dengan jelas file-file yang diminta sesuai check list.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Halaman 1 dari 1 . Surat Tanggal Status: Ada/Tidak Ada/Tidak Perlu Tulis yang relevan idem idem idem idem idem No. Pengadaan No. FL-005 CHECK LIST DOKUMEN PENDUKUNG USULAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PERUBAHAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK) Form SC-05 KKKS Judul Pengadaan No.

.

: SC-06 Kontraktor KKS No Mata Anggaran / AFE .Nomor .Nilai .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.Nomor .Persetujuan BPMIGAS No.Persetujuan BPMIGAS Nilai Penawaran (6) Hasil Negosiasi (7) Perbedaan (8=6-7) : : : : : Persetujuan BPMIGAS Perubahan Lingkup (9) Nilai (10) Jumlah Nilai PLK Diusulkan Jumlah Nilai PLK Disetujui Keterangan : No (1) s/d (8) diisi Kontraktor KKS No (9) s/d (10) diisi BPMIGAS Halaman 1 dari 1 . (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 Nomor PLK / PJWK (2) : : : : : Lingkup Kerja Penambahan/ Pengurangan (3) Alasan Perubahan (4) Sesuai Kontrak (5) Nama Proyek Kontrak . No.Nilai . FL-006 RINGKASAN PEMERIKSAAN PERUBAHAN LINGKUP KERJA (PLK) / PENAMBAHAN JANGKA WAKTU KONTRAK (PJWK) Form.

.

. (1) 1.. Form No. Metode Pengadaan (2) Pelelangan US$ / Rp (3) US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp : (8=7/6) Persetujuan Pemenang Kontraktor KKS BPMIGAS (4) (5) Keseluruhan (6=4+5) Komponen Dalam Negeri Nilai % (7) (8) Usaha Kecil/ Koperasi Kecil Nilai % (9) (10) 2. E-Procurement Jumlah Keterangan (10=9/6) Halaman 1 dari 1 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa KONTRAKTOR KKS Lampiran No. Pemilihan Langsung Penunjukan Langsung Pro Card 3. 5.. 4. TAHUN …….. FL-007 : RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG BULAN: ……………. S/D ………………. : SC-07 No.

.

atau E-Procurement) Tanggal mulai efektif PO (dd-mm-yyyy) Tanggal akhir efektif PO (dd-mm-yyyy) Metode Pengiriman berdasarkan INCOTERMS 2000 Jalur transportasi (Sea Freight.01 untuk Pemboran Darat) Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Bank yang digunakan KKKS untuk pembayaran kepada Supplier/Perusahaan Halaman 1 dari 1 .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Penunjukan Langsung. A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NOMOR B PO NAMA C METODA PENGADAAN D JANGKA WAKTU MULAI E AKHIR F SUPPLIER/ PERUSAHAAN G METODE PENGIRIMAN H UB Sea Freigh Land Freight JALUR TRANSPORTASI I UK/ UM/ UB J KURS K HPS / OE RP L US$ M NILAI PO RP N US$ O KODE KLASIFIKASI MATERIAL P TKDN RP Q % R US$ S % T Bank U JUMLAH KETERANGAN A B C D E F H I J K L M N O P Q R S T U Nomor baris Nomor PO Deskripsi PO Metoda pengadaan (Pelelangan. Pemilihan Langsung. Pro Card. Usaha Menengah (UM) atau Usaha Besar (UB) Kurs Dolar terhadap rupiah pada saat PO dikeluarkan Nilai total HPS/OE bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai total HPS/OE bila menggunakan mata uang US$ Nilai total PO bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai total PO bila menggunakan mata uang US$ Sub-Bidang pekerjaan utama sesuai dengan kode pada Lampiran No. Land Freight) Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK). Air Freight. FL-008 Kontrator KKKS: UK UM DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG Bulan : Tahun : Form SC-08 NO. PQ-003 (Misal B.06.

.

Metode Pengadaan (2) Pelelangan US$/Rp (3) US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp : (8=7/6) (10=9/6) Persetujuan Pemenang Kontraktor KKS (4) BPMIGAS (5) Keseluruhan (6=4+5) Komponen Dalam Negeri Nilai (7) % (8) Usaha Kecil/ Koperasi Kecil Nilai (9) % (10) 2. : SC-09 No. TAHUN ……... 5. E-Procurement Jumlah Keterangan Halaman 1 dari 1 . S/D ……………….. Pemilihan Langsung Penunjukan Langsung Pro Card 3. 4. FL-009 KONTRAKTOR KKS : RINGKASAN PELAKSANAAN PENGADAAN JASA BULAN: …………….Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. (1) 1.. Form No.

.

FL-010 Kontrator KKKS: DAFTAR PELAKSANAAN PENGADAAN JASA Bulan : Form SC-10 KONTRAK NO.01 untuk Pemboran Darat) Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Persentasi komponen dalam negeri bila menggunakan mata uang US$ Bank yang digunakan KKKS untuk pembayaran kepada Supplier/Perusahaan UM UB Halaman 1 dari 1 . Pro Card. Penunjukan Langsung. Pemilihan Langsung. A NOMOR B NAMA C METODA PENGADAAN D MULAI E AKHIR F Tahun : JANGKA WAKTU SUPPLIER/ PERUSAHAAN G UK/ UM/ UB H HPS / OE KURS I RP J US$ K NILAI KONTRAK RP L US$ M KODE SUB-BIDANG PEKERJAAN N TKDN Bank RP O % P US$ Q % R S UK KETERANGAN D E F H I J K L M N O P Metoda pengadaan (Pelelangan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Usaha Menengah (UM) atau Usaha Besar (UB) Nilai total Kontrak bila menggunakan mata uang Rupiah Nilai total Kontrak bila menggunakan mata uang US$ Sub-Bidang pekerjaan utama sesuai dengan kode pada Lampiran No.06. atau E-Procurement) Tanggal mulai efektif kontrak (dd-mm-yyyy) Tanggal akhir efektif kontrak (dd-mm-yyyy) Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK). PQ-003 (Misal B.

.

FL-011 Kontraktor KKS : Ringkasan Pemeriksaan Perubahan Lingkup Kerja (PLK)/Penambahan Jangka Waktu Kontrak Bulan : Tahun : Penambahan Form SC-11 No Mata Anggaran / AFE No Nama Proyek Nomor Nilai (4) Persetujuan BPMIGAS (5) Nomor 6) Kontrak Nilai (7) Nomor PLK / Persetujuan PJWK Penambahan/P BPMIGAS engurangan (8) (9) (10) Lingkup Kerja Alasan Perubahan (11) Sesuai Kontrak (12) Nilai Penawaran (13) Persetujuan BPMIGAS Hasil Perubahan Perbedaan Negosiasi Lingkup (14) (15=13-14) (16) Nilai (17) (1) (2) (3) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah Nilai PLK Diusulkan Jumlah Nilai PLK Disetujui Keterangan : .No (1) s/d (8) diisi Kontraktor KKS .Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.No (9) s/d (10) diisi BPMIGAS Halaman 1 dari 1 .

.

a) Jumlah Biaya Total (IV. JUMLAH BIAYA PRODUKSI (TOTAL PRODUCTION COST) Biaya Komponen Luar Biaya Negeri Total Rp / US$ b c=a+b % Komponen Biaya d=a/c KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) Catatan (Note): * * * d = Biaya Total Per Jenis Biaya / Jumlah Biaya Total Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri Biaya Komponen Luar Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri % TKDN Barang = % TKDN Barang = * * Jumlah Biaya Total (IV.BARANG (DOMESTIC CONTENT CALCULATION .c) Perhitungan TKDN dilakukan oleh Produsen.1. Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost) III. FL-012A.b) Jumlah Biaya Total (IV. Pernyataan TKDN mencapai > 15% harus dilampiri dengan Surat Kemampuan Usaha Penunjang Migas (SKUP) dari instansi pemerintah yang membidangi industri migas. NAMA PABRIKAN: PENGHITUNGAN OLEH PRODUSEN Biaya per 1 (satu) satuan produk Biaya Komponen Dalam Negeri a I.Biaya Komponen Luar Negeri (IV. Halaman 1 dari 1 .c) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (IV. FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI .GOODS) Formulir No : SC-12 A.c) .1. Bahan Material Langsung (Direct Material Cost) II. Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) IV.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No.

.

2.BARANG (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . harus dilampiri dengan Form SC-12A. Halaman 1 dari 1 . III.c) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (IV.a) Jumlah Biaya Total (IV. V. VI. VII.1.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Bila peserta pengadaan bukan Pabrikan. FL-012A. Pernyataan TKDN mencapai > 15% harus dilampiri dengan Surat Kemampuan Usaha Penunjang Migas (SKUP) dari instansi pemerintah yang membidangi industri migas.c) . Bahan Material Langsung (Direct Material Cost) Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost) Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) JUMLAH BIAYA PRODUKSI (TOTAL PRODUCTION COST) Biaya Pengangkutan (Transport & Handling Cost) Biaya Lain (Other Cost) JUMLAH BIAYA PENAWARAN (BID TOTAL COST) KOMPONEN BUKAN BIAYA (NON COST COMPONENT) JUMLAH NILAI PENAWARAN (TOTAL QUOTED PRICE) a Rp / US$ c=a+b Catatan (Note): * * * d = Biaya Total Per Jenis Biaya / Jumlah Biaya Total Biaya Komponen Dalam Negeri = biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri Biaya Komponen Luar Negeri = biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri % TKDN Barang = % TKDN Barang = * * Jumlah Biaya Total (IV. PENGHITUNGAN OLEH PESERTA PENGADAAN Biaya per 1 (satu) jenis (item) produk Biaya KDN Biaya KLN b Biaya Total % Komponen Biaya d=a/c A. IV. FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI . II.Biaya Komponen Luar Negeri (IV. COST COMPONENT) I. C. KOMPONEN BIAYA (A. B.GOODS) Formulir No : SC-12 NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: A.b) Jumlah Biaya Total (IV.2.c) Perhitungan TKDN dilakukan oleh peserta Pengadaan.

.

JASA LAINNYA (DOMESTIC CONTENT CALCULATION .VI. II. % TKDN Jasa = Jumlah Biaya Total (A. Material Terpakai (Material Used) Peralatan & Fasilitas Kerja (Equipment) Tenaga Kerja & Konsultan (Personnel) Manajemen (Management) Jasa Umum. VI.c) Jumlah Biaya Total (A. Catatan (Note): * Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri . dimiliki dan/atau dikerjakan WNI /Perusahaan Nasional * Biaya Komponen Luar Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri dimiliki orang/perusahaan asing atau dikerjakan orang/perusahaan asing.d) % TKDN Jasa = * Perhitungan TKDN dilakukan oleh Penyedia Jasa. FL-012 B FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI . Halaman 1 dari 1 .VI.VI. III.b) Jumlah Biaya Total (A.dll (Other Services) JUMLAH BIAYA (∑ I s/d V) (TOTAL COST) (∑ I s/d V) KOMPONEN BUKAN BIAYA (Non Cost Component) JUMLAH NILAI PENAWARAN (Total Quoted Price) Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Perincian Nilai Biaya (Cost Summarry) KDN b KLN Rp / US$ c d TOTAL % e=b/d TKDN Rp / US$ f=d x e A.Biaya Komponen Luar Negeri (A.VI. V. C.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. B. IV.d.) .d) Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri (A.VI.SERVICES) Formulir No : SC-12 B NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) a I.

.

3.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. 5. 4. 2. B. II. KOMPONEN BIAYA (COST COMPONENT) a I. 1. JASA (SERVICES) Personil/Konsultan (Personnel) Alat Kerja/Peralatan (Equipment) Konstruksi/Fabrikasi (Construction/Fabrication) Jasa Umum. 3.GABUNGAN (DOMESTIC CONTENT CALCULATION . Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ Rp US$ KDN KLN Rp / US$ b c d= b + c TOTAL % e=b/d TKDN Rp/ US$ f=d x e Rp JUMLAH BIAYA BARANG+JASA (TOTAL COST GOODS+SERVICES) US$ KOMPONEN BUKAN BIAYA (NON COST COMPONENT) JUMLAH NILAI PENAWARAN TOTAL QUOTED PRICE Rp US$ Rp US$ Halaman 1 dari 2 . III. 2.COMBINED) Formulir No : SC-12 C NAMA PENYEDIA BARANG/JASA: A. 1. BARANG (GOODS) Material Terpakai (Material Used) Peralatan Terpasang (Installed Equipment) Sub Jumlah (Sub Total) I. FL-012 C FORMULIR PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI . C.dll (Other Services) Sub Jumlah (Sub Total) II.

seperti halnya tatacara penghitungan dengan formulir SC-12A. atau ** Pengadaan barang pesanan yang harus dipabrikasi terlebih dahulu.. Halaman 2 dari 5 . seperti halnya tatacara penghitungan dengan formulir SC-12B. dimiliki orang/perusahaan asing atau dikerjakan orang/perusahaan asing..I. TKDN Gabungan digunakan sebagai data dalam tahap pendaftaran. TKDN Jasa (Services) dihitung berdasar nilai KDN & Sub Jumlah (Sub Total) A. * Biaya Komponen Dalam Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri. FL-012 C Catatan (Note): * Digunakan pada pengadaan: ** Pengadaan barang berikut jasa perakitan dan/atau pemasangan. % TKDN Gabungan = (Jumlah Biaya Komponen Dalam Negeri Barang + Komponen Dalam Negeri Jasa) Jumlah Biaya Total ** ** ** ** TKDN Barang (Goods) dihitung berdasar nilai KDN & Sub Jumlah (Sub Total) A. atau ** Pengadaan Jasa Pemborongan.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. pemenuhan persyaratan penawaran dan kontrak. dimiliki dan/atau dikerjakan WNI /Perusahaan Nasional * Biaya Komponen Luar Negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen luar negeri . Penghitungan TKDN dilakukan oleh Penyedia Jasa.II.

FL-012 D Kontraktor KKS:        LAPORAN REALISASI PENCAPAIAN TKDN PENGADAAN BARANG / JASA BULAN: ………………………………. S/D …………………………………. Realisasi biaya pengadaan Komponen Dalam Negeri pada akhir Kontrak Persentase realisasi pencapaian TKDN pada akhir Kontrak Informasi kesesuaian capaian vs komitmen TKDN: lebih tinggi dari target / sesuai target / lebih rendah dari target Halaman 1 dari 1 . Nilai total Kontrak. H US$ I KOMITMEN TKDN J CAPAIAN TKDN KETERANGAN NILAI K % L M KETERANGAN: B&C D E G H I J K L M = = = = = = = = = = Nomor & Judul Kontrak-Kontrak yang telah ditutup pada bulan pelaporan. mata uang dalam Kontrak adalah US$. Bulan-tahun (mm-yyyy) mulai efektif Kontrak Bulan-tahun (mm-yyyy) berakhir efektif Kontrak Dilaksanakan oleh Usaha Kecil (UK). Usaha Menengah (UM) atau Usaha Besar (UB) Nilai total Kontrak. : SC 12 D N O A 1 2 3 4 5 6 KONTRAK NOMOR B JUDUL C JANGKA WAKTU MULAI D AKHIR E PENYEDIA BARANG/ JASA F UK / UM / UB G NILAI KONTRAK Rp. TAHUN …………… FORM No.. mata uang dalam Kontrak adalah Rp.Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Lampiran No. Persentase Komitmen Pencapaian TKDN berdasar Kontrak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful