Dinasti Abbasyiah

Dinasti Abbasyiah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kekuasaan bani Abbas atau khilafah Abbasiyah, melanjutkan kekuasaan dinasti bani umayah. Dinamakan khilafah abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini adalah keturunan Al-abbas paman nabi Muhammad SAW. Dengan tumbangnya daulah Bani Umayyah maka keberadaan Daulah Bani Abbasiyah mendapatkan tempat penerangan dalam masa kekhalifahan Islam saat itu, dimana daulah Abbasiyah inI sebelumnya telah menyusun dan menata kekuatan yang begitu rapi dan terencana. Dan dalam makalah ini akan diuraikan sedikit mengenai berdirinya masa kekhalifahan Abbasiyah, masa kejayaan dan prestasi apa saja yang pernah diraih, serta apa saja penyebab runtuhnya daulah Abbasiyah. B. Rumusan Masalah Sesuai dengan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan menjadi beberapa masalah yaitu : a. Bagaimana Awal berdirinya Khilafah Abbasiyah, b. Bentuk pemerintahan Abbasiyah, c. Masa keemasan pemerintahan Abbasiyah, d. Gerakan intelektual pada masa Abbasiyah dan, e. Runtuhnya pemerintahan Abbasiyah C. Tujuan Tujuan pembuatan makalah ini agar para pembaca dapat mengetahui perjalanan umat islam setelah wafatnya nabi, khusunya pada masa pemerintahan Abbasiyah. BAB II PEMBAHASAN A. Awal Berdirinya Dinasti Abbasiyah Dinasti abbasiyah didirikan oleh abdullah Al-saffah ibn Muhammad ibnu Ali ibnu Abdullah ibnu Al-Abbas. Pada zaman Daulah Abbasiyah inilah masa kejayaan dan masa keemasan islam mencapai puncaknya. Kekuasaanya berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, dari tahun 132 H (750 M)-656 H(1258) M). Selama dinasti ini berkuasa, pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, sosial, dan budaya.

masa kekuasaan dinasty buwaih dalam pemerintahan kholifah abbasiyah. Dalam daulah Abassiyah. B.[2] Masa pergerakan untuk merebut dari Daulah Umayah ini terjadi pertempuran yang melibatkan dua kubu tentara Abasiyah dan Umayah. masa kekuasaan dinasti saljuk dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah. 3. bertempur dekat sungai Zab bagian hulu dan dalam pertempuran itu kemenangan ada dipihak bani Abbas dan bala tentaramya. Periode ketiga (334 H/945 M – 447 H/1055 M). dimana wazirnya hanya sebagai pembantu khalifah dan bekerja atas nama khalifah. disebut masa pengaruh Turky pertama. Wizzaratut Tanfiz. Periode pertama (132 H/750 M – 232 H/847 M).[1] Pada priode ini mengalami beberapa pergantian kepemimpinan sebanyak 9 kali. Periode kedua (232 H/847 M – 334 H/947 M). ditetapkan suatu jabatan yang bernama “Wizzarat” dan pelaksananya bernama „Wazir”. masa kholifah bebas dari pengaruh dinasti lain. Sistem Kekhalifahan Abbasiyah Negara dipimpin oleh kepala Negara yang bergelar khalifah. oleh karena itu. sehingga bergerak dan masuk ke negeri Syam (Suriah) dan disinilah kota demi kota ditaklukan. sedangkan khalifah sebagai lambang saja yang dalam zaman sekarang dinamakan parlementer cabinet. al-Mutasim dan Al Wasiq. biasanya disebut juga dengan masa pengaruh turki kedua 5. Harun al-Rasyid. tetapi kekuasaanya hanya efektif di sekitar kota baghdad. disebut periode pengaruh persia pertama. biasanya disebut juga dengan masa pengaruh persia kedua. dan jabatannya bernama khilafah dan untuk membantu khalifah dalam menjalankan pemerintahan Negara. Wizzaratut Rafwidl. al-Mahdi. yaitu: 1. Untuk membantu khalifah dalam menjalankan tata usaha Negara diadakan sebuah dewan yang bernama Diwanul Kitabah (Sekretaris Negara) yang dipimpin oleh seorang Raisul Kuttab (Sekretaris Negara) dan dibantu oleh beberapa sekretaris : . terdapat dua macam Wizzarat. Menurut mereka. orang Umyyah secara paksa menguasai khilafah melalui tragedi perang siffin. diantaranya : Abu Abbas as-Saffah. al-Amin. untuk mendirikan Dinasti Abbasiyah mereka mengadakan gerakan yang luar biasa melakukan pemberontakan terhadap Bani umayah. al-Ma‟mun. 2. Periode keempat (447 H/1055 M – 590 H/1194 M). dimana wazirrnya diberi kuasa penuh untuk memimpin pemerintahan. para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbas menjadi lima periode : 1. Abu Ja‟far al –Mansur. Nama dinasti Abbasyiah diambil dari nama salah seorang dari paman nabi Muhammad SAW yang bernama al-abbas ibnu Abd al-muttalib ibn Hasyim. Mereka adalah dari cabang Bani Hasyim yang secara nasab keturunan lebih dekat dengan nabi. Periode kelima (590 H/1194 M – 656 H/1258 M). 2. yang pada zaman sekarang dinamakan presidential cabinet.Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik itu. al-Hadi. 4.

Az Zakah (segal macam zakat) . yang terpenting yaitu: 1. Al Imaarah Al Khassah.[3] Dalam keadaan Darurat. maka dibentuklah suatu badan yang bernama baitul maal. termasuk urusan kepolisian. 3. Sumber uang masuk bagi baitul maal. Katibur Rasail (Sekretaris Urusan Persuratan) 2. Katubul Jund (Sekretaris Urusan Tentara) 4. untuk mengurus perbendaharaan Negara. 2. Imaarat Al Istilau. Imaarat pada waktu itu ada tiga macam: 1. untuk mengurus perlengkapan angkatan perang. Panglima besar yang diserahkan pimpinan Negara diberi gelar Amirul Umara. Imaarat Al Istikfa. Baitul maal terdiri dari tiga diwan: 1. Al Jizyah (pajak badan) 3. Diwanul Khazaanah. untuk mengurus kekayaan Negara yang berupa hasil bumi. yaitu provinsi yang gubenurnya diberi hak kekuasaanyang besar dalam segala bidang urusan Negara. Diwan Khazainnus Silah. Katibul Syurtah (Sekretaris Urusan Kepolisian) 5. ketentaraan. dimana wazir hanya menjadi penasehat saja. al kharraj (pajak hasil bumi) 2. keuangan dan kehakiman. Wilayah dibagi kedalam beberapa provinsi yang dinamakan Imaarat dengan gubenurnya yang bergelar “Amir” atau “Hakim”. Katibul Qadla (Sekretaris Urusan Kehakiman) Dalam zaman Daulah Abassiyah tata usaha Negara bersifat sentralisasi yang dinamakan “An Nidhamul Idary Al Markazy”. Diwan Al Azra’u. 2. termasuk politik keuangan. Untuk mengurus keuangan Negara. 3. Kepada wilayah (provinsi) hanya diberikan hak-hak otonomi terbatas yang mendapat hak otonomi penuh adalah desa yang disebut Al Qura dengan kepala desa yang bergelar Syaikh Al Qariyah. yang kemudian terpaksa diakuinya dan panglima yang bersangkutan menjadi gubernurnya. khalifah menyerahkan pimpinan Negara kepada panglima besar angkatan perang Islam. yaitu propinsi yang kepada gubernurnya hanya diberi hak wewenang yang terbatas. yaitu provinsi de fakto yang didirikan oleh seorang panglima dengan kekerasan.1. Katibul Kharraj (Sekretaris Urusan Keuangan) 3.

Kejayaan Daulah Abbasiyah Dalam bidang pendidikan terjadi perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. pemerintahan bani Abbas menjadi jauh dari pengaruh arab. yang tidak terdapat dalam pemerintahan bani umayyah. 3. Namun. pemikiran-pemikiranya yang lebih kompleks dan sempurna baru dirumuskan pada pemerintahan Bani Abbas periode pertama. Muji‟ah. buku-buku yang banyak diterjemahkan adalah dalam bidang filsafat dan kedokteran. Ada pula ciri-ciri menonjol bani Abbas yang tak terdapat di zaman bani umayyah. Sedangkan bani umayyah sangat berorientasi kepada arab. Terjadinya asimilasi antara bangsa arab dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu mengalami perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan. Pada masa ini yang banyak diterjemahkan adalah karya-karya dalam bidang astronomi dan manthiq. 1. dan astronomi.[5] C. Sedangkan yunani masuk melalui terjemahan-terjemahan dalam bidang ilmu. ilmu matematika. dinasti Abbas pada periode pertama lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan islam daripada perluasan wilayah. pada masa bani Abbas ada jabatan wazir.[4] Terdapat perbedaan pokok antara bani Abbasiyah dan bani Umayyah. seperti khawarij. pada masa kholifah al-Manshur hingga Harun al-Rosyid. terutama setelah adanya pembuatan kertas bidang-bidang ilmu yang yang diterjemahkan semakin meluas. dan Mu‟tazilah. Teologi rasional Mu‟tazilah muncul diujung pemerintahan Bani Umayyah. Aliran-aliran teologi sudah ada pada masa bani Umayyah. Yaitu. Al Asyur (pajak perniagaan dan bea cukai).4. kemajuan itu ditentukan oleh dua hal . bangsa persia banyak berjasa dalam perkembangan ilmu. Ketentaraan profesional baru terbentuk pada masa pemerintahan bani Abbas. Sebelumnya tidak ada tentara khusus yang profesional. 2. Dalam penyelenggaraan negara. . Gerakan penerjemahan yang berlangsung dalam tiga fase : 1) Fase pertama. terutama filsafat. di sampimg itu. filsafat . Hal ini sangat ditentukan oleh perkembangan bahasa arab. baik sebagai bahasa administrasi yang sudah berlaku sejak zaman bani Umayyah. Akan tetapi pengembangan pikiranya masih terbatas. Pengaruh india terlihat dalam bidang kedokteran. 3) Fase ketiga berlangsung setelah tahun 300 H. dan sastra. Pindahnya ibu kota ke baghdad. 2) Fase kedua berlangsung mulai masa kholifah al-Ma‟mun hingga tahun 300 H. dalam pemberian saham tertentu dalam pengembangan ilmu pengetahuan dalam islam sangat kuat di bidang pemerintahan. Pengaruh persia. Al f’I (kekalahan pihak musuh karena kalah perang atau rampasan perang) 5. yaitu : 1. Al Ghanimah (rampasan perang) 6. 2.

Direktur perpustakaannya seorang nasionalis Persia dan ahli pahlewi. Mausil dan di kota-kota lainnya. yang biasanya digunakan untuk pendidikan tinggi dan takhasus.[7] c. Basrah. Baitul hikmah merupakan perpustakaan yang berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Thabristan. Bizantium. Darul Hikmah. Di bawah kekuasaan Al-Ma‟mun. yang dipergunakan secara lebih maju yaitu sebagai tempat penyimpanan buku-buku kuno yang didapat dari Persia. Ma‟ahid dan maktabaat itu adalah pusat-pusat kebudayaan Islam yang terpenting. 2. yaitu majlis tempat pertemuan para ulama. Perkembangan Ilmu Pengetahuan a. Isfahan. Lembaga ini dikembangkan sejak tahun 815 M dan diubah namanya menjadi Bait al-Hikmah. Darul Hikmah adalah perpustakaan terbesar. dan bahkan dari Ethiopia dan India. Kuttab. 3. juga masih belum ada madrasah (sekolah). Pada permulaan daulah abbasiyah. pada masa Harun ar-Rasyid Institusi ini bernama Khizanahal-Hikmah (Khazanah kebijaksanaan) yang berfungsi sebagai perpustakaan dan pusat penelitian. filasafat . Gerakan penerjemahan Meski kegiatan penerjemahan sudah dimulai sejak Daulah Umayyah.[6] Perkembangan ma‟ahid dan maktabaat sangat maju dizaman ini sesuai dengan majunya gerakan terjemah dan industri kertas. sarjana. yaitu belajar dalam tingkat pendidikan rendah dan menengah. Naisabur. Perdana menteri Nidhamul Mulk yang memerintah dalam tahun 456-485 H. Pada masa al-ma‟mun. yang juga disediakan ruangan-ruangan tempat belajar. dengan nama madrasah. yang ada hanya ma‟had (tempat belajar) yang lain. Kemajuan bani Abbasiyah periode pertama diantaranya : 1. Masjid. Madrasah. 4. lembaga ini sebagai perpustakaan juga sebagai pusat kegiatan studi dan riset astronomi dan matematika. Hara. yang didirikan oleh Khalifah Harun Ar Rasyid yang kemudian disempurnakan oleh khalifah Ma‟mun. adalah orang yang mula-mula mendirikan sekolah dalam bentuk yang ada sampai sekarang ini. ahli fakir dan pujangga untuk membahas masalah-masalah ilmiah.setelah terjadi kontrak dengan pemikiran yunani yang membawa pemikiran rasional dalam islam. Balkh Muro. Madrasah yang didirikan Nidhamul Mulk terdapat di Baghdad. yaitu: 1. upaya untuk menerjemahkan dan menskrinsip berbahasa asing terutama bahasa yunani dan Persia ke dalam bahasa arab mengalami masa keemasan pada masa Daulah Abbasiyah. Masjid Munadharah. Sahl Ibn Harun. b.

Perkembangan Dalam bidang hukum Islam Imam mahzab hukum yang yang empat hidup pada masa pemerintahan Abbasiyah pertama. Karyanya yang diantaranyaMuruj al-zahab wa ma’adin aljawahir. Dia juga ahli dalam ilmu geografi. Ibnu sina yang juga seorang filosof. terkenal nama Jabir ibn Hayyan. dan ibnu Rusyd.Tokoh-tokoh yang terkenal dalam bidang filsafat antara lain Al-farabi. kenegaraan. Karya pertama yang diketahui adalah Majmu‟ al Fiqh karya Zaid bin Ali (w. Dia juga orang pertama yang menyusun buku mengenai kedokteran anak. Imam Abu Hanifah (700 – 767 M) dalam pendapat –pendapat hukumnya dipengaruhi oleh perkembangan yang terjadi di Kuffah.150/767). yang juga mahir dalam bidang astronomi. kedokteran Dalam lapangan kedokteran dikenal nama Al-Razi dan Ibnu sina. menulis ringakasan Astronomi yang diterjemahkan kedalam bahasa latin oleh Grerard Cremonadan Johanes Hispalensis. Dialah yang menciptakan Al-jabar. imam malik (713-795 M) banyak menggunakan hadits dan tradisi masyarakat madinah. Pendapat dua tokoh itu ditengahi oleh Imam Syafi‟i (767-820 M) dan imam Ahmad ibn Hanbal (780-855 M). Hakim agung yang pertama adalah Abu Hanifah (w.122 H/740 M) yang berisi tentang fiqh Syi‟ah Zaidiyah. Di bidang kimia. logika. Dalam bidang optika Abu Ali Hasan ibnu Alhaythami. yang di Eropa dikenal dengan nama Alhazen. e. berhasil menemukan sistem peredaran darah pada manusia. Al-rozi adalah tokoh utama yang membedakan antara penyakit cacar dengan measles.karya-karyanya sendiri tidak ada yang terselamatkan. ibn Sina. Al-farabi banyak menulis buku tentang filsafat. Al-Fargoni. Di bidang matematika terkenal nama Muhammad ibn Musa Al-Khawarijmi.[8] d. meski dianggap sebagai pendiri madzhab hanafi. [9] 2. jiwa. Disamping empat pendiri mahzab besar tersebut. Sesudahnya ilmu kedokteran berada di tangan Ibnu Sina. Diantara karyanya adalah Al-Qonun fi Al-Thobib yang merupakan ensiklopedia kedokteran paling besar dalam sejarah. Ibnu sina juga banyak mengarang tentang filsafat yang terkenal di antaranya ialah “al-syifa”. Di bidang ilmu lain Dalam lapangan astronomi nama Al-Fazari sebagai astronom islam yang pertama kali menyusun astrolobe. etika. Dua bukunya yang berjudul Fiqh alAkbar (terutama berisi artikel tentang keyakinan) dan Wasiyah Abi Hanifah berisi pemikiran-pemikirannya terselamatkan karena ditulis oleh para muridnnya Berbeda dengan Abu Hanifah. Dalam bidang sejarah terkenal nama Al-Mas‟udi. kata “al-jabar” berasal dari judul bukunya. yang dikenal di Eropa dengan nama Al-Faragnus. Karena itu mahzab ini lebih banyak menggunakan pemikiran rasional daripada hadits. kota yang berada di tengah-tengah kebudayaan persia yang kemasyarakatanya telah mencapai tingkat kemajuan yang lebih tinggi. dan interpretasi terhadap filsafat Aristoteles. al-jabr wa al-Muqobalah. pada masa pemerintahan bani Abbas banyak mujtahid mutlak lain yang mengeluarkan pendapatnya secara bebas dan mendirikan .

Demikian kas Negara yang ditinggalkan khalifah Harun Ar Rasyid meninggalkan kekayaan negara dalam kas waktu beliau meninggal sebanyak lebih dari 900. D. yang berasal dari beberapa bangsa. Kemunduran ini. Berbagai bangsa memeluk agama Islam 4. Runtuhnya Daulah Abbasiyah Daulah Abbasiyah yang berkuasa selama 5 abad (750-1258 M) mengalami masa disintegrasi pada tahun 1000-1250 M. pemikiran dan mahzab itu hilang bersama berlalunya zaman.000.mahzabnya pula.[11] Penyebab kehancuran dinasti Abbasiyah disebabkan dua faktor penting yakni faktor internal dan eksternal diantaranya sebagai berikut : 1. perdagangan. Sebabnya maka kas Negara demikian kayanya pada permulaan daulah Abbasiyah. Pergaulan yang intim dan kawin campuran 3. Ibnu khaldun membatasi keberadaan sebuah dinasti yang bertahan sampai 100 tahun(ali. dalam bidang Ekonomi ini meiputi pertanian.sehingga dengan demikan pembangunan dalam segala cabang ekonomi dia pandang soal yang paling penting.dirham. Dinasti Abbassiyah pun tidak luput dari aturan itu (natural system). Faktor internal a) Kemerosotan Ekonomi . 1976: 558). pasca kekuasaan khalifah wasiq (842-847 M). Pada masa khalifah Mansyur meninggal setelah memimpin Negara selama 22 tahun. Perkembangan Dalam Bidang Peradaban Di masa daulah Abbasiyah berkembang bermacam corak kebudayaan. Perkembangan Dalam Bidang Ekonomi Dalam zaman permulaan dari daulah Abbasiyah. Kemegahan dinasti ini dalam waktu yang relatif tidak panjang dan bahkan sempat menempatkan dirinya sebagai negara terkuat dan tertinggi ketika itu. Hal ini disebabkan oleh: 1. dalam kas Negara tersisa kekayaan sebanyak 810.. uang masuk lebih banyak dari uang keluar. dinasti Abbasiyah hancur total dengan serangan bangsa mongol ke baghdad.dirham. Akan tetapi. 4. Khalifah Mansyr betul-betul telah meletakkan dasar-dasar yang sangat kuat bagi ekonomi dan keuangan Negara. karena pengikutnya tidak berkembang.000. Warga Negara terdiri dari berbagai unsur bangsa 2. yaitu Karena para khalifah betul-betul memandang soal ekonomi dan keuangan Negara sangat penting.[10] 3.. perbendaharaan Negara penuh berlimpahlimpah. Meningkatnya kemajuan yang membutuhkan ilmu pengetahuan luas dalam segala bidang kehidupan. ternyata kejayaan itu menuju kulminasi. dan perindustrian.

Faktor Eksternal 1) Perang Salib yang berlangsung beberapa gelombang atau periode yang menelan banyak korban. Demikianlah sebab munculnya gerakan-gerakan anti kerajaan. ada yang berlatar belakang Syi‟ah dan ada yang Sunni. juga didilatarbelakangi paham keagamaan.[16] 2.[12] 2) kecenderungan bermewah-mewahan. Dari dua belas khalifah pada periode kedua ini.[17] 3) munculnya dinasti-dinasti kecil di bagian barat (Tulun. Gerakan al-Asyfin dan Qaramithah adalah contoh konflik bersenjata itu. Namun. yang kadang-kadang hanya karena curiga semata. Saljuk).[14] 3) Terjadinya pemberontakan-pemberontakan. hanya empat orang yang wafat dengan wajar. dan seterusnya tindakan-tindakan pembalasan kerajaan dengan membunuh dan menindas. pada masa dinasti seljuk yang menganut aliran asy‟ariyyah menyingkirkan golongan Mu‟tazilah secara sistematis.[15] c) Konflik Keagamaan 1) Terjadi Konflik antara kaum beriman dengan golongan Zindiq. Disamping latar belakang kebangsaan. ditambah dengan kelemahan kholifah dan faktor lain yang menyebabkan roda pemerintahan terganggu dan rakyat menjadimiskin. mereka diturunkan dari tahta dengan paksa. kemudian pengaturan wilayah-wilayah (provinsi) demi keuntungan kelas penguasa telah menghancurkan bidang pertanian dan industri.1) Eksploitasi pajak yang berkebihan menjadi kebijakan favorit yang dibebankan kepada rakyat. Persia. 4) Munculnya dinasti-dinasti kecil di bagian timur (Tahiriyah.[13] 2) Adanya persaingan antarbangsa. BAB III PENUTUP KESIMPULAN . dan Turki. Hamdaniyah). Iksidiyah. Buwaihi. 3) Aliran Mu‟tazilah bangkit kembali pada masa dinasti Buwaih. Kemudian mereka mengambil tindakan membunuh. b) Persaingan Antar Bangsa 1) Masuknya unsur Turki dalam pemerintahan Abbasiyah semakin menambah persaingan antar bangsa. selebihnya kalau bukan dibunuh. 2) Konflik antara antara ahlussunnah waljama‟ah dengan Syi‟ah. terutama Arab. 2) Serangan pasukan Tartar (Mongol) ke wilayah kekuasaan islam.

Periode kelima (590 H/1194 M – 656 H/1258 M). dan jabatannya bernama khilafah dan untuk membantu khalifah dalam menjalankan pemerintahan Negara. tasawuf) serta pembangunan Perpustakaan yang diberi nama Khizanah Al-Hikmah. matematika. Dalam suatu pemerintahan ada kalanya mengalami kemajuan akan tetapi juga akan mengalami kemunduran. Periode pertama (132 H?750 M – 232 H/847 M). tetapi kekuasaanya hanya efektif di sekitar kota baghdad. Khalifah yang berkuasa sebanyak 24 orang mulai tahun 750-1258M. masa kholifah bebas dari pengaruh dinasti lain. muslim-non-muslim. MUTATHAWWIAH (Pasukan Sukarelawan). masa kekuasaandinasti saljuk dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah. yang diumumkan di Masjid Agung Kufah pada tahun 132H/749M. biasanya disebut juga dengan masa pengaruh turki kedua 5. disintegrasi sosial.Dari uraian di atas kami menyimpulkan bahwasanya pemerintahan Abbasiyah didirikan oleh Abul Abbas Abdullah ibn Muhammad As-Saffah (750-754 M). 4. Periode kedua (232 H/847 M – 334 H/947 M). Bait al-Hikmah.Negara dipimpin oleh kepala Negara yang bergelar khalifah. Pada pemerintahan Abbasiyah bentuk kemiliteran sudah terbilang lengkap Pasukan terdiri dari HARAS (Pengawal Khalifah). kalam. Yunani dan juga Perkembangan ilmu pengetahuan seperti kedokteran. 3. Periode ketiga (334 H/945 M – 447 H/1055 M). Kemunduran Abbasiyah dipenaruhi oleh dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal. Daulah Abbasiyah yang berkuasa selama 5 abad (750-1258 M) mengalami masa disintegrasi pada tahun 1000-1250 M. Kemajuan peradaban saat itu terjadi dalam berbagai bidang dari mulai penerjemahan karyakarya berbahasa Persia. Selain itu dalam bidang hukum islam Munculnya mazhab/aliran dalam Islam (fiqh. Periode keempat (447 H/1055 M – 590 H/1194 M). dan Otoritas Militer dipegang oleh Amir (jenderal). filsafat. Sistem pemerintahan yang dijalankan pada pemerintahan Abbasiyah para sejarawan membaginya menjadi lima periode : 1. masa kekuasaan dinasti buwaih dalam pemerintahan kholifah abbasiyah. Kemudian yang faktor eksternalnya disebabkan sebagai berikut : . Otoritas Pengadilan dipegang oleh Hakim. Sistem pemerintahan pada saat itu bercorak teokrasi dan bersifat internasional. kimia. Sankskerta. faktor internal disebabkan diantaranya adanya eskploitasi pajak. JUND (Pasukan Tetap). disebut masa pengaruh Turky pertama. perpecahan Arab non-Arab. ditetapkan suatu jabatan yang bernama “Wizzarat” dan pelaksananya bernama „Wazir”. Menggulingkan kekuasaan Dinasti Umayyah melalui revolusi sosial. Sistem pemerintahan Abbasiyah mengadopsi Persia. 2. disebut periode pengaruh persia pertama. biasanya disebut juga dengan masa pengaruh persia kedua. astronomi. Otoritas Sipil dipegang oleh Wazir. Pada saat itu ekspansi dipusatkan pada penyerangan benteng Byzantium dan Membangun Kota Baghdad sebagai pusat politik dan perdagangan.

(jakarta : Bulan Bintang. Sejarah Kebudayaan Islam. Jakarta : Pusaka Al-husna. jakarta : Bulan Bintang. Buwaihi. 2007). munculnya dinasti-dinasti kecil di bagian barat (Tulun. Cit.. Jakarta : Raja grafinda persada. 201203. kemajuan .Hamdaniyah).1. Badri. Saljuk). [4] [5] Ibid.1975. Syalabi . Dari sejarah perjalanan pemerintahan Abbasiyah kita bisa mengambil pelajaran yang mungkin bisa dijadikan pacuan untuk kedepanya.1989. yogyakarta : Kota Kembang. hlm. hlm. Badri Yatim. Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam cetakan 1. 49-50. 1975). 50-54 . M. 143. Karim. Sejarah Peradaban Islam dirasah islamiyah II. Ahmad. Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. [3] Ahmad Hasjmy . 2008).1993.2007.Abdul Karim. 2. Hassan. Yatim. op. hlm. Hikmah-hikmah yang dapat kita ambil dari sejarah perjalanan Bani Abbasyiah diantaranya adalah : v Suatu peradaban akan maju dan tahan lama ketika ilmu pengetahuan diutamakan v Komunikasi sangat diperlukan agar tidak terjadi fitnah dan saling mencurigai v Sesuatu yang diperoleh dengan tidak baik akan berakhir dengan tidak baik pula (pemberontakan dibalas dengan pemberontakan) v Toleransi terhadap perbedaan akan mempermudah kemajuan v Kelahiran. Sejarah dan Kebudayaan Islam. Serangan Pasukan Tartar (Mongol).2008. [2] M. dan kehancuran tidak terlepas dari kehidupan manusia DAFTAR PUSTAKA Hasjmy. Yogyakarta : Pustaka Book Publisher. 205. (jakarta: Raja grafinda persada. 3.Abdul. Sejarah Kebudayaan Islam. (yogyakarta : Pustaka Book Publisher. Sejarah dan Kebudayaan Islam 3. Ahmad. Hassan Ibrahim. Sejarah Peradaban Islam dirasah islamiyah II. hlm. Iksidiyah. [1] Badri Yatim. Munculnya dinasti-dinasti kecil di bagian timur (Tahiriyah.

.. hlm. Cit.. Badri Yatim.hal 56. 165. [8] [9] Badri Yatim. op. Ibid. hlm.Abdul Karim. Cit. Cit. op. (Jakarta : Pusaka Al-husna. 199.[6] Ahmad Syalabi. Sejarah dan Kebudayaan Islam 3. 1993). M. 85. 62. Ibid. hal. op. hlm. hlm. Cit. op. 58.66.. 224225. Badri Yatim.. [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16] [17] .. 161. hlm.158. Ibid. Sejarah Kebudayaan Islam. hlm. Ahmad Syalabi. hlm. Ibid. hlm. op. [7] Ahmad Hasjmy . (jakarta : Bulan Bintang. 1975). 83-84. hlm. Ibid. Cit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful