P. 1
Ekonomi_Pertanian

Ekonomi_Pertanian

|Views: 23|Likes:
Published by Suyanto Seishin

More info:

Published by: Suyanto Seishin on May 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2014

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. PENGERTIAN
  • 1.2 Ciri-ciri pertanian Indonesia
  • 2.1 Luas lahan pertanian
  • 2.2 Jumlah penduduk di sektor pertanian
  • 2.3. Pendapatan nasional
  • 2.4 Produksi pangan domestik
  • 2.5 Penghasil devisa
  • 2.6 Mempunyai efek multiplier yang besar
  • 2.7 memberi pasokan kepada industri pertanian
  • 2.8 sebagai pasar industri
  • 3.2. Merupakan pertanian rakyat
  • 3.3. Bersifat ekstensif
  • 3.4. Hasil pertanian sukar dikuasai
  • 3.5. Spesialisasi dalam pertanian sukar diterima
  • 3.6. Harga hasil pertanian selalu berfluktuasi
  • 4.1 Usahatani
  • 4.2. Fungsi produksi pertanian
  • 4.3. Efisiensi
  • 4.4. Optimasi
  • 4.5. Pengaruh Teknologi Baru
  • 4.6 Fungsi Permintaan Input
  • 4.7 Fungsi Biaya
  • 4.8 Fungsi Penawaran Produk
  • 4.9 Fungsi Produksi dengan 2 atau Lebih Input
  • 5.1. Tanah
  • 5.2. Tenaga kerja
  • 5.3. Modal
  • 5.4. Manajemen
  • 5.5. Masalah tanah garapan Hubungan petani dengan lahannya
  • 5.6. Masalah pengangguran dan ketenagaan kerja
  • 5.7. Masalah kredit
  • 6.1. Permintaan hasil pertanian
  • 6.2. Penawaran hasil pertanian
  • 6.3. Keseimbangan pasar dan perubahan harga
  • 6.4. Margin pemasaran, permintaan turunan dan penawaran turunan
  • 7.4. Efisiensi pemasaran
  • 7.5. Manajemen Pemasaran
  • 8.1. Pengertian
  • 8.2. Kebijakan harga
  • 8.3. Kebijakan struktural
  • 8.4. Kebijakan pemasaran

EKONOMI PERTANIAN

Prof. Dr. Ir. Masyhuri

I. PENDAHULUAN
1.1. PENGERTIAN
Menurut Hadisapoetro (1975), pertanian diartikan sebagai setiap campur tangan tenaga manusia dalam perkembangan tanam-tanaman maupun hewan agar diperoleh manfaat yang lebih baik daripada tanpa campur tangan tenaga manusia. Secara alami, tanaman dan hewan telah berkembang biak dengan sendirinya di hutan.  Manusia tinggal mengambil sesuatu yang dihasilkan tanaman, misalnya buah-buahan, daun-daunan (sayuran), batang, dan umbi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai bahan makan utama (primer).  Demikian juga perkembangan hewan di hutan, manusia tinggal mengambilnya dengan cara berburu untuk dimanfaatkan sebagai bahan makan sekundair.  Dalam tahap ini belum dikenal “pertanian”.

Hasil tumbuhan ini kemudian dimakan oleh hewan dan manusia. Perkembangan inilah yang kemudian disebut dengan pertanian. dan usahatani sebagai perusahaan.Kemudian manusia mulai mencoba menanam tanaman dan menangkap hewan untuk dipelihara di rumahnya.  . petani. Zat ini dibawa ke daun dan dengan bantuan sinar matahari. Dengan demikian unsur pertanian terdiri dari proses produksi.  Adanya campur tangan manusia ini akan meningkatkan manfaat kepada manusia. biji-bijia dan hasil lain dalam proses yang disebut photosinthesa.   Mosher (1966) memberi definisi pertanian sebagai sejenis proses produksi yang khas yang didasarkan proses pertumbuhan tanaman dan hewan yang dilakukan oleh petani dalam suatu usahatani sebagai suatu perusahaan. usahatani. zat tersebut diubah menjadi buah-buahan. Proses Produksi : tumbuhan mengambil zat hara yang ada di dalam tanah melalui akar-akarnya.

 .  Dengan turut campur tangannya manusia dalam perkembangan tumbuhan dan hewan. susu dan hasil ternak lain yang dikonsumsi oleh manusia. dan dengan demikian disebut pertanian. Bahan makan dari tanaman ini disebut bahan makan primer. Lahan tersebut dinamakan usahatani. Usahatani: Proses produksi tanaman dan hewan yang dikelola oleh petani tersebut dapat berlangsung apabila terdapat lahan yang luas. karena itu tanaman juga disebut pabrik makanan primer. Hewan dan ternak dengan makan tumbuh-tumbuhan dapat menghasilkan daging.  Petani: Proses produksi tersebut bisa berlangsung tanpa campur tangan manusia seperti dapat kita lihat pada tumbuhan liar yang dengan demikian belum disebut pertanian. Manusia yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan hewan tersebut disebut petani. maka pertumbuhan tersebut menjadi lebih sesuai dengan kemauan dan kebutuhan manusia. telor. Karena itu hewan disebut bahan makan sekunder.

 Struktur pertanian.  Dengan demikian Mosher memberi definisi pertanian sebagai sejenis proses produksi yang khas yang didasarkan proses pertumbuhan tanaman dan hewan yang dilakukan oleh petani dalam suatu usahatani sebagai suatu perusahaan.Usahatani sebagai perusahaan : Petani dalam mengelola atau mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan hewan tersebut menggunakan prinsip perusahaan. Berdasarkan lokasi dapat dibedakan menjadi : pertanian Jawa dan luar Jawa.  Pengertian pertanian yang lebih modern lagi adalah agribisnis. berdasarkan ruang lingkupnya dapat dibedakan menjadi : pertanian dalam arti luas dan dalam arti sempit.  . Inilah pengertian umum dan modern dari pertanian. Berdasarkan cara pengusahaannya dapat dibedakan menjadi : pertanian rakyat dan pertanian perusahaan besar. Artinya dia mempertimbangkan berbagai kombinasi input yang diberikan agar bisa menghasilkan output sesuai dengan tujuan secara efisien dan efektif.

Pertanian dalam arti sempit meliputi tanaman pangan dan hortikultura serta perkebunan. Sedang pertanian dalam arti luas meliputi selain pertanian dalam arti sempit juga termasuk perikanan, peternakan, dan kehutanan. Pertanian rakyat adalah usaha pertanian yang dilakukan oleh keluarga petani.

 Ciri pertanian rakyat adalah 1) tidak jelas pemisahan kegiatan keluarga dengan kegiatan perusahaan 2) tenaga keluarga tidak diperhitungkan sebagai biaya

3) skala usaha relatif kecil. Pertanian perusahaan besar biasanya dilakukan pengelolaaan secara lebih profesional, jelas struktur organisasinya,bentuk badan usahanya formal misalnya PT, CV, Firma, UD, dan Koperasi.

Pertanian di Jawa bisanya lahannya subur, lebih intensif, skalanya lebih kecil, lebih dominan tanaman pangan dan tanaman semusim. Sedangkan pertanian di luar Jawa biasanya kurang subur, kurang intensif, skalanya lebih besar, lebih dominan tanaman perkebunan dan tanaman keras.

Agribisnis adalah bisnis (usaha komersial) di bidang pertanian dalam arti luas (mulai dari pengadaan dan distribusi sarana produksi pertanian dan alat-alat serta mesin pertanian, usaha tani, pengolahan hasil pertanian menjadi bahan setengah jadi maupun barang jadi, pemasaran hasil-hasil pertanian dan olahannya, serta kegiatan penunjang seperti perkreditan, asuransi, dan konsultansi) Bidang Agribisnis membentuk suatu sistem yang terdiri dari subsistem-subsistem. Agribisnis bisa terdiri dari :  2 subsistem : on-farm (usahatani) dan off-farm (luar usahatani), atau  3 subsistem : input, usahatani, dan output, atau  4 subsistem : input, usahatani, pengolahan hasil pertanian, dan pemasaran, atau  5 subsistem : input pertanian, usahatani, pengolahan hasil pertanian, pemasaran input, hasil pertanian atau hasil olahannya, serta subsistem penunjang

Jadi perbedaan antara agribisnis dan pertanian setidaknya ada dua, yaitu ditinjau dari segi wawasan usaha dan dari bidang yang tercakup :
Jika agribisnis wawasan usahanya adalah komersial, maka pertanian wawasannya ada yang subsisten, hobi, di samping ada yang komersial, serta campuran antara dua wawasan tersebut  dari segi bidang, agribisnis lebih luas daripada pertanian, karena mencakup subsistem pertanian di samping subsistem yang lain.

Gambar: Bagian-bagian Agribisnis .

pupuk (organik dan anorganik). sabit. dll. peternakan (sapi. b. b. palawija). bunga. kerbau.kehutanan (jati. pelatihan. dll). Perkebunan (tebu.) pemasaran (pedagang pengumpul. kelapa sawit. mitisida. tanaman pangan (padi. tekstil. unggas. pinus. konsultasi. roti. hortikultura (sayur dan buah).) penunjang (lembaga keuangan.) d.) . bajak. ikan laut. pestisida(insectisida. herbisida). coklat. asuransi.) dan manufacturing pertanian (pabrik ban. kambing. transportasi. sengon. 2. dll. dll. teh. c. dll). dll.1. pabrik krept/karet. dll). karet. pengecer.e.) pengolahan (pabrik tepung. zat pengatur tumbuh. 3. catering. Saprotan/sarana produksi pertanian: bibit. perikanan (ikan tawar. broker.pestisida. kopi. usaha pertanian: a. 4. meranti. cangkul. Input pertanian: a. alsintan/alat mesin pertanian (traktor. pedagang besar. dll. dll. sprayer. 5. dll. garu.

atau bagian dari ilmu ekonomi umum yang mempelajari fenomena-fenomina dan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan pertanian baik mikro maupun makro (Mubyarto. Secara lebih rinci. manajemen usahatani dan agribisnis. Ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari alokasi sumberdaya yang terbatas untuk memenuhi keinginan manusia yang tak terbatas dengan cara yang seefisien mungkin. ekonomi pertanian mempelajari masalah ekonomi produksi pertanian. masalah pembangunan pertanian. dll.   . masalahan ekonomi konsumsi dan pemasaran hasil pertanian. masalah kebijakan pertanian. 1977). Ilmu ekonomi pertanian dapat didefinisikan sebagai bagian ilmu pertanian yang mempelajari masalah-masalah ekonomi dalam pertanian (Kaslan Tohir. tanpa tahun).

1. hewan.  Letaknya yang di antara Benua Asia dan Australia serta antara Lautan Hindia dan Pasifik. Pertanian dataran tinggi dan rendah  Indonesia merupakan daerah volkano (memiliki banyak gunung). Dengan demikian jenis tanaman.2 Ciri-ciri pertanian Indonesia 1. arah angin yang berakibat adanya perbedaan iklim di Indonesia. sehingga bisa ditanami tanaman beriklim subtropis. . Di samping itu ada pengaruh lain yang menentukan corak pertanian kita yaitu bentuk negara berkepulauan dan topografinya yang bergunung-gunung. Dataran tinggi mempunyai iklim dingin. sehingga menimbulkan ciri pertanian Indonesia merupakan kelengkapan ciri-ciri pertanian yang lain. dan hutan sangat dipengaruhi oleh iklim tropis (pertanian tropika). Pertanian tropika • Sebagian besar daerah di Indonesia berada di dekat katulistiwa yang berarti merupakan daerah tropika. sehingga memungkinkan mempunyai daerah yang mempunyai ketinggian dan dataran rendah. memberikan pengaruh pada suhu udara. 2. perikanan.

Pertanian di Jawa dan Luar Jawa.  Indonesia bagian barat yang (Sumatra. Pertanian iklim basah (Indonesia barat) dan pertanian iklim kering (Indonesia timur). NTT. 5. Maluku) iklimnya kering. sedangkan bagian Indonesia lain terutama Indonesia bagian timur (NTB. sehingga daerahnya terdiri dari darat dan perairan. Adanya hutan tropika dan padang rumput. Jawa umumnya : tanah subur. penduduk padat luar Jawa umumnya : tanah kurang subur. • 6. Perikanan darat dan laut. berskala kecil.  4. sebagian Sulawesi) mempunyai iklim basah : banyak hujan. sedangkan di daerah kering tumbuh padang rumput. penduduk jarang . Jawa.3. sedangkan pertanian di luar jawa umumnya perupakan perkebunan. Keadaan ini memungkinkan terdapatnya perikanan darat dan laut. kehutanan. berskala lebih luas. Karena iklimnya basah dan berada di daerah tropika maka banyak hujan terbentuk hutan tropika. Daerah Jawa dan luar Jawa mempunyai spesifikasi yang berbeda   mempengaruhi corak pertanian: pertanian di jawa umumnya merupakan tanaman bahan pangan.   Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari banyak pulau. Kalimantan.

Sawah yang beririgasi bersumberkan bendung sungai. Pertanian / tanah sawah beririgasi. setengah teknis. 8. dam/waduk. Lahan/sawah tadah hujan sebenarnya juga mempunyai saluran irigasi tetapi sumber airnya berasal dari air hujan. dll. dan pertanian basah yaitu lahan yang beririgasi. dan sederhana.7. Pertanian rawa. tadah hujan. sawah lebak. pertanian darat/kering. Sawah lebak mendapat air terus menerus sepanjang masa. lahan kering yaitu lahan yang tidak mendapat air irigasi. Berdasarkan fasilitas teknisnya dibagi menjadi irigasi teknis. Sawah pasang surut mendapat air dari air sungai yang pasang karena air laut yang sedang pasang. mata air. pertanian beririgasi/basah • Daratan Indonesia terbagi menjadi : • • • tanah rawa yaitu lahan yang tergenang sepanjang masa. sawah pasang surut •     Penggolongan ini adalah penggolongan lahan yang ditanami padi. . sering juga terdapat saluran irigasi.

.  Serapan tenaga kerja pertanian : 34 juta (1985) . turun menjadi 40 juta (1993).9% tahun 1998 (sekitar Rp 167 trilyun). PERANAN PERTANIAN DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA 2.3.9 trilyun (37. 2. perkebunan. dan turun lagi menjadi 37. peternakan. Pada tahun 2009. 2. pertanian memberikan 14% pendapatan nasional. • Secara absolut peranan tersebut mengalami kenaikan tetapi secara relatif mengalami penurunan. Oleh karena itu Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Pendapatan nasional • Sumbangan sektor pertanian terhadap pendapatan nasional sekitar 16. Namun masa krisis tahun 1998 naik lagi menjadi 64.9 %).4 juta orang.1 Luas lahan pertanian • Sebagian besar lahan di Indonesia digunakan untuk pertanian baik pertanian tanaman pangan.2 Jumlah penduduk di sektor pertanian • Sebagian besar penduduk bekerja di sektor pertanian : 45 % (1996).5 juta (1994). Tahun 2002 turun kembali menjadi 47%.II. perikanan. menurun menjadi 42% (2009)  Saat krisis (1999) meningkat menjadi 50 %. • Pada awal Pelita I PDB dari sektor pertanian Rp 24. dan kehutanan. 42 juta (1992).

pertanian belum ada yang menggantikan sehingga dalam keadaan darurat atau perang.1 miliar. Sebagai penghasil pangan.4 Produksi pangan domestik • Pertanian menghasilkan bahan kebutuhan pokok (pangan. sandang. kehutanan. Komoditi-komoditi perkebunan.5 miliar meningkat menjadi US$ 7. peranan pertanian sangat strategis. Nilai ekspor pertanian tahun 1984 sebesar US$ 2.7 memberi pasokan kepada industri pertanian 2. 2. dan papan).6 Mempunyai efek multiplier yang besar 2.2.8 sebagai pasar industri .5 Penghasil devisa • 2. perikanan dan sebagian tanaman pangan dan peternakan merupakan komoditas ekspor penghasil devisa.

dan bencana lainnya.. Adanya jarak waktu antara mulai investasi dengan penerimaan hasil yang lama. Resiko pasar bisa berupa terjual produknya dengan harga murah atau tidak ada pembeli. Resiko fisik berarti kemungkinan kegagalan panen atau pengurangan panen yang disebabkan bermacam-macam faktor seperti banjir. .III. karena proses produksi pertanian memerlukan waktu lama  Pada tanaman padi misalnya perlu waktu 3-4 bulan baru bisa menghasilkan. semakin lama nilainya makin kecil. hama dan penyakit. Keadaan ini akan mempengaruhi tingkat resiko usaha. tingkat pengembalian modal. kekeringan. Faktor penyetaraan nilai tahun tertentu dengan nilai kini disebut faktor diskonto.  Kalau hasilnya lama baru diperoleh akan menurunkan nilai kini hasil tersebut. Pada tanaman perkebunan dan buah-buahan perlu waktu 4-8 tahun. Resiko usaha bisa berupa resiko fisik dan pasar. Karena waktu mempunyai nilai.1. KARAKTERISTIK USAHA DI BIDANG PERTANIAN 3.

Proses produksi pertanian banyak ditentukan oleh alam. 2] tidak ada pembedaan antara usaha dan rumahtangga. Bersifat ekstensif Pertanian membutuhkan lahan yang luas. 3. Spesialisasi dapat dibedakan menjadi spesialisasi produksi dan tenaga kerja. 3] manajemennya tidak profesional.4. misalnya rumah yang sekaligus merupan gudang. keuangan usaha dan rumah tangga tercampur.2.5 hektar. Keadaan ini berimplikasi bahwa lahan di kota pasti kalah bersaing dengan kegunaan usaha lain.  3.  Ciri-ciri pertanian rakyat : 1] skala usaha kecil. sehingga jumlah dan kualitas hasilnya sering tidak bisa dikuasai.3.5. kandang ternak.3. Merupakan pertanian rakyat  Sebagian besar pertanian Indonesia merupakan pertanian rakyat. Spesialisasi dalam pertanian sukar diterima  . Hasil pertanian sukar dikuasai  3. rata-rata penguasaan lahan pertanian hanya sekitar 0. Keadaan ini mengakibatkan perlunya proses sortasi dalam penanganan pascapanen.

Tetapi ada kebiasaan di masyarakat tertentu yang pekerjaannya berdasarkan jenis kelamin. sopir traktor dan pekerjaan yang relatif berat. Umumnya tenaga kerja dapat bekerja pada beberapa pekerjaan. karena pertanian beresiko tinggi maka tidak banyak petani yang melakukannya. panen. sedang laki-laki bekerja mencangkul. misalnya wanita bekerja di penyiangan. konvergen dan divergen fluktuasi musiman fluktuasi jangka sangat pendek .6. Harga hasil pertanian selalu berfluktuasi      fluktuasi jangka panjang= trend fluktuasi siklus: siklus ekonomi dan produksi siklus stabil.  Spesialisasi tenaga kerja banyak dilakukan di pabrik atau industri.Spesialisasi produksi berarti menghasilkan satu macam produk. tetapi tidak berlaku di pertanian.  3.

Y = f(X1. dll.   Laba = penerimaan – semua biaya yang diperhitungkan (termasuk tenaga kerja keluarga.. penyusutan. dll. penyusutan.1 Usahatani  Usahatani adalah suatu tempat atau bagian dari permukaan bumi tempat pertanian diselenggarakan oleh seorang petani tertentu sebagai seorang pemilik / penyakap ataupun manager yang digaji.: .) Pendapatan petani = penerimaan – biaya kas yang dikeluarkan (tidak termasuk nilai biaya keluarga.. Fungsi produksi pertanian  Fungsi produksi adalah suatu fungsi yang menghubungkan antara produksi yang dihasilkan dengan faktor produksi.2.) 4.Xn)..IV. Bila faktor produksinya satu Y=f(X) bisa digambarkan dalam grafik sbb. X2. Usahatani dapat berupa usaha bercocok tanam atau memelihara ternak (Mosher 1966)  Untuk menghitung perolehan usahatani digunakan konsep keuntungan dan pendapatan petani. PRINSIP EKONOMI PRODUKSI PERTANIAN 4.

.

.

.

Ini dicapai pada saat nilai produksi marginal (MVP) = harga input (v) atau MP = v/p. Ini terjadi pada Average Product (AP) maksimum. output dan input diukur dengan unit fisik. Pada saat itu AP=MP (Marginal Product. . produksi rata-rata. mulai dari tanpa input lalu ditambah sampai jumlahnya banyak. dimana p = harga output.) Efisiensi harga/ alokatif berarti dicapai pada keuntungan maksimum. outputnya akan naik dg tingkat kenaikan yg semakin meningkat. sampai titik tertentu (ttk belok). kemudian naik dg tingkat kenaikan yg semakin berkurang.3.  Elastisitas produksi  4. Hukum kenaikan hasil yang semakin berkurang  Produksi marginal. Efisiensi  Efisiensi produksi berarti maksimisasi perbandingan output dan input. Fungsi Produksi Neoklasik  Suatu fungsi produksi yg menggambarkan hubungan antara input dan output. produksi mencapai maksimum dan lalu turun. Efisiensi teknis.

.

4. artinya yang menghasilkan keuntungan maksimal. Berapa produksi maksimal. teknologi biologi (bibit hibrida. produksi optimal.4.) .      =py-vx  maximum. Optimasi  Jika diketahui fungsi produksi dan harga. harga y (p)= Rp 10/unit dan harga X (v)= Rp 6/unit. bila d/dx = 0. input optimal.5. Pengaruh Teknologi Baru  Teknologi akan meningkatkan produksi  Contoh teknologi baru adalah teknomogi mekanis (pemakaian traktor). pestisida). penggunaan legin. dan d(d/dx)/dx < 0  Contoh : fungsi produksi: y= 10X-X2 dan Y= 10X0. dll. maka dapat dicari tingkat input dan produksi optimal.5. dan laba maksimal ? 4. teknologi kimia (pupuk.

Gambar : Pengaruh teknologi terhadap produksi .

6 Fungsi Permintaan Input .4.

4.7 Fungsi Biaya  Biaya = biaya variabel dan biaya tetap = BV + BT = f(Q) + BT  Jangka waktu LR= long run = jangka panjang  SR= short run =jangka pendek  VSR= very short run= jangka sangat pendek  AC = average cost =biaya rata-rata  AVC = average variable cost = biaya variabel rata-rata  MC = marginal cost = biaya marginal  Dalam gambar:  AC slope garis dari titik o ke fungsi biaya  AVC=slope garis dari titik o ke fungsi biaya variabel  MC= slope garis singgung fungsi biaya  .

isocline. pseudoscale line  Isoquant : garis yang menghubungkan titik-titik kombinasi penggunaan input X1 dan X2 yang menghasilkan jumlah produksi yang sama. dimana Qs=f(P). ridgeline. persamaan ini menghasilkan persamaan penawaran.4.  MRTSx1x2 = besarnya input X2 yang harus dikurangi. .  Isocost : garis yang menghubungkan kombinasi input X1 dan X2 yang bernilai biaya yang sama. expantion path.8 Fungsi Penawaran Produk  Kurva MC diatas AVC minimum= kurva supply  Laba maksimum dicapai pada saat MC = p. 4. bila X1 ditambah i unit agar produksinya masih tetap.9 Fungsi Produksi dengan 2 atau Lebih Input  Variabel : isoquant.

.

.

Tenaga kerja  Pengaruh tenaga kerja dipengaruhi oleh jumlah dan kualitas serta pengalaman 5.1.  Sebagai modal. Modal  Modal adalah barang atau uang yang bersama dengan faktor produksi lain (tanah dan tenaga kerja) menghasilkan barang baru.3.2. FAKTOR PRODUKSI PERTANIAN 5. Tanah  Kontribusi tanah pada produksi dipengaruhi oleh luas dan kesuburan. Tanah merupakan modal tidak bergerak 3. jumlah tidak dapat ditambah 2.V. . tidak memerlukan penyusutan 5. Kesuburan dipengaruhi oleh sifat fisik dan kimia tanah. tanah mempunyai karakteristik: 1.

 Menurut Dun & street. Manajemen  Manajemen adalah ilmu dan seni untuk mengelola (merencanakan. mengorganisasi. dari sumbernya : equity capital dan debt capital 3. 5. 88% kegagalan bisnis disebabkan oleh manajemen yang tidak efektif. berdasar bisa dilihat tidaknya : tangible dan non tangible. .4.dan social capital (memberi manfaat banyak orang) misalnya jalan dan irigasi. dari manfaat: private capital (hanya memberi manfaat kepada investor) . Macam modal 1. mengarahkan dan mengendalikan) suatu usaha guna memperoleh keuntungan. misalnya human investment 2.

. Penyakap waktunya tidak ditentukan tetapi mudah dihentikan penggarapannya. petani penyewa. sedang penyewa terbatas pada kontrak sewa menyewa. sudah terbiasa menggarap lahan untuk usahatani tetapi mungkin kurang profesional.5. Penyakap juga merupakan petani tradisional yang kurang mampu.  Pengaruh status petani terhadap kinerja usahatani  latar belakang petani: petani pemilik penggarap adalah petani tradisional. dan petani penyakap.  jangka waktu / time horizon : petani pemilik penggarap jangka waktunya tak terbatas.5. Petani penyewa umumnya lebih profesional. karena sudah memperhitungkan untung rugi. Masalah tanah garapan  Hubungan petani dengan lahannya Bentuk hubungan antara petani dengan lahan garapan dapat digolongkan menjadi 3 macam: petani pemilik penggarap.

 Perpecahan dan pemencaran tanah garapan  Perpecahan tanah disebabkan karena : warisan dan penjualan tanah /penyewaan /penyakapan. penyakapan. Pemencaran berpengaruh pada efisiensi usahatani dan keterbatasan strategi agribisnis. kinerja usahatani : kendala /insentif ekonomi   Penyewa mengeluarkan uang lebih banyak. tetapi prakteknya tidak demikian. Mengecilnya lahan bisa berpengaruh terhadap efisiensi usahatani dan daya tawar /daya saing petani serta kesejahteraan. pembelian lahan. Ini bisa membatasi bisa tidak. Menurut UUPBH 1960 hasil dan biaya dibagi dua. Dalam praktek ada yang hasilnya dibagi dua. penyewaan.  Pemencaran lahan disebabkan karena perkawinan /warisan. tergantung kemampuan dan tersedianya kredit. . biayanya seluruhnya ditanggung penyakap. Untuk penyakapan tergantung perjanjian bagi hasil dan pembebanan biaya.

. harga input usahatani.6. jenis komoditas. terhadap jalan raya. kemiringan lahan. iklim/cuaca. Harga tanah  Harga tanah dipengaruhi oleh : lokasi.kelangkaan lahan. 5. teknologi. topografi. pertanian dll. kemiringan. dll. terhadap fasilitas irigasi  Kontribusinya terhadap nilai produksi dipengaruhi oleh kesuburan lahan.  Lokasi yang dimaksud adalah jaraknya terhadap pasar. perumahan. harga produk. penggunaan lahan dan kontribusinya terhadap nilai produksi. kesuburan.  Penggunaan lahan misalnya untuk industri. Masalah pengangguran dan ketenagaan kerja  Pengangguran (terbuka): bila seseorang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkan pekerjaaan. tinggi tempat.  Kelangkaan lahan dipengaruhi oleh demand dan supply.

Masalah kredit  Kredit adalah penyedian uang atau tagihan-tagihan yang dapat disamakan dengan itu berdasar persetujuan pinjam meminjam antara bank dengan fihak lain dalam hal mana fihak peminjam berkewajiban melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga yang telah ditentukan. seseorang yang bekerja dibawah kapasitasnya. tidak bekerja bila tanaman tidak memerlukan. kerja kalau musim sibuk. misalnya seorang sarjana yang menjadi buruh tani 3. kelebihan tenaga kerja atau zero marginal productivity. under employment. Penyebabnya: 1. 2. Pengangguran tersamar: kelihatan bekerja tetapi tidak penuh.7. 5. musiman. Unsur penting dalam perkreditan: unsur  unsur  unsur  unsur   kepercayaan waktu resiko prestasi .

dan jangka waktu pengembalian. dll. kelonggaran atau asuransi. menengah.  . dan jangka panjang  Berdasar akibat penggunaan : kredit statis dan dinamis Masalah bunga  Pertanian mempunyai karakteristik tertentu sehingga perkreditan pertanian memerlukan bunga yang murah. waktu panjang.  Berdasar sifat pembiayaan : kredit eksploitasi dan investasi  Berdasar waktu pengembalian : kredit jangka pendek. bimbingan atau pendampingan. Jenis kredit:  Berdasar tujuan penggunaan kredit : kredit produksi dan konsumsi.  Bunga kredit dipengaruhi: biaya administrasi. resiko. ada grace periode. biaya modal. inflasi.

?  untuk membiayai usahataninya  untuk membiayai pemasaran  pembiayaan konsumsi  pembiayaan kegiatan social . Mengapa petani perlu kredit….

Ps = harga barang substitusi. Ps. I. S = musiman . Pk. atau tabel permintaan  Fungsi permintaan adalah suatu fungsi yang menggambarkan hubungan antara jumlah barang yang mau dan mampu dibeli konsumen dengan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan hasil pertanian tersebut. S) P= harga.1. I = pendapatan konsumen. T = selera dan cita rasa konsumen. T. persamaan.VI. Pk = harga barang komplementer.  dalam persamaan matematika : Q = f(P. PERMINTAAN DAN PENAWARAN HASIL PERTANIAN 6. Permintaan hasil pertanian  Permintaan hasil pertanian merupakan hubungan antara jumlah barang hasil pertanian yang akan dan mau dibeli oleh konsumen dan harga hasil pertanian tersebut  Permintaan hasil pertanian dapat dinyatakan sebagai kurva.

maka jumlah permintaannya berkurang dan sebaliknya bila harga menurun. untuk hampir semua barang (barang inferior. atau paling tidak mengurangi konsumsi barang yang harganya naik dan menambah konsumsi barang yang harganya turun. selain giffen goods.Harga barang mempengaruhi jumlah permintaan.  Harga barang substitusi mempengaruhi jumlah permintaan barang. Contoh : barang/jasa yang informasinya kurang jelas seperti film di bioskop dan barang yang rendah nilai sosialnya misalnya gaplek. normal dan mewah. yaitu bila harga barang naik. bila harga barang substitusi naik maka jumlah permintaan barang akan naik. maka jumlah permintaannya akan turun. hubungan antara harga barang dan jumlah permintaan digambarkan mengikuti hukum permintaan. . yaitu: bila harga barang naik maka jumlah permintannya akan naik dan bila harga barang turun.   Hal ini disebabkan karena konsumen akan mengganti konsumsinya pada barang lain yang lebih murah. maka permintaan barang tersebut akan naik  Pada giffen goods berlaku sebaliknya.

Pendapatan konsumen. Untuk barang normal dan mewah. bila pendapatan konsumen naik akan menurunkan jumlah permintaan barang dan sebaliknya bila pendapatan konsumen turun. maka permintaan beras orang Indonesia lebih tinggi dibandingkan permintaan orang barat. kenaikan pendapatan konsumen akan meningkatkan jumlah permintan barang. Harga barang komplementer. Bila cita rasa dan selera konsumen naik maka jumlah permintaannya juga akan naik. maka jumlah permintaan barang akan naik. karena konsumsi barang yang kita bicarakan dikonsumsi konsumen bersama-sama dengan barang komplementer. sehingga penurunan konsumsi barang komplementer juga berakibat sama dengan barang tersebut. . Bila harga barang komplementer naik maka jumlah permintaan barang akan mengalami penurunan.   Cita rasa dan selera konsumen . maka jumlah permintaan konsumen akan turun. tetapi untuk barang inferior dan giffen goods. selera dan citasara konsumen Indonesia akan beras lebih tinggi daripada orang barat. demikian sebaliknya bila pendapatan konsumen turun.

pendapatan (elastisitas permintaan terhadap pendapatan). Di musim kemarau permintaan es krim lebih tinggi daripada di musim hujan. demikian sebaliknya citarsa dan selera orang barat terhadap gandum dan kentang lebih tinggi daripada orang Indonesia. Untuk mengukur respon permintaan terhadap reaksi perubahan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan diukur dengan elastisitas permintaan. faktor-faktor yang diukur responnya biasanya adalah harga (Elastisitas permintaan terhadap harga). Untuk orang barat. harga barang lain (Elastisitas permintaan harga silang). Musim.   . Elastisitas. sehingga jumlah permintaan gandum dan kentang orang barat lebih tinggi daripada orang Indonesia. permintaan bir lebih tinggi dibandingkan di musim panas. di musim dingin.

Edps = (Q/Q)/(Ps/Ps) Elastisitas permintaan terhadap pendapatan adalah perbandingan antara prosentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pendapatan konsumen. Elastisitas permintaan terhadap harga adalah perbandingan antara prosentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan harga barang. Edp = (Q/ Q)/(P/P)  Elastisitas permintaan terhadap harga silang adalah perbandingan antara prosentase perubahan barang yang diminta dengan prosentase perubahan harga barang lain. Elastisitas bisa dikelompokan kedalam 3 kriteria yaitu:  E > 1 berarti elastis  E = 1 elastisitas satu (unitary elasticity)  E < 1 inelastis   . Edi = (Q/Q)/(I/I) Elastisitas tersebut bisa diukur dengan elastisitas titik atau busur (dua titik).

2.  Fungsi penawaran adalah suatu fungsi yang menggambarkan hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan (Qs) dengan faktor-faktor yang mempengaruhi.  Persamaan fungsi penawaran adalah : Qs = f(P.T. Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran barang adalah harga (P). musim (S) dll. harga input (Pi). Penawaran hasil pertanian  Penawaran adalah suatu hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan harga barang. teknologi (T). Penawaran ini dapat digambarkan dalam grafik. persamaan dan tabel.S) .Pi.6.

Pengaruh ini bisa dinyatakan dengan elastisitas penawaran terhadap harga: Esp = (Qs/Qs)/(P/P)  Harga input. bila sedang musim maka akan tersedia banyak barang yang ditawarkan. Bila harga input naik. akan meningkatkan jumlah penawaran.Harga barang. dll. biologi. maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik. kimia.  .  Musim Pengaruh musim terhadap penawaran sudah jelas. Kenaikan harga barang akan meningkatkan penawaran barang dan sebaliknya bila harga turun akan menurunkan jumlah penawaran. maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun dan sebaliknya bila harga input turun. Pengaruh ini bisa dinyatakan dalam elastisitas penawaran terhadap harga input: Espi = (Qs/Qs)/(Pi/Pi)  Teknologi Bila tersedia teknologi yang semakin maju. Didalam pertanian teknologi bisa berupa teknologi fisik/mekanis.

3. Harga produsen merupakan pertemuan antara permintaan turunan dengan penawaran primer. namun demikian margin pemasaran dapat diukur pada masing-masing tingkat pada saluran pemasaran. Keseimbangan pasar dan perubahan harga  Keseimbangan pasar terjadi bila jumlah permintaan sama dengan jumlah penawaran. Keseimbangan harga dan jumlah barang akan berubah bila kurva penawaran dan permintaan berubah. Sedangkan penawaran primer adalah penawaran yang dilakukan oleh produsen langsung. sedangkan penawaran turunan adalah penawaran yang dilakukan oleh pedagang eceran yang merupakan wakil produsen untuk berhadapan dengan konsumen akhir. harga di tingkat eceran merupakan pertemuan antara penawaran turunan dengan permintaan primer. Permintaan primer adalah permintaan yang dilakukan oleh konsumen akhir. 6. Dalam keseimbangan terdapat harga dan jumlah barang keseimbangan. Margin pemasaran. Permintaan turunan adalah permintaan yang dilakukan oleh pedagang pengumpul sebagai wakil dari konsumen akhir.6. permintaan turunan dan penawaran turunan  Margin pemasaran adalah perbedaan antara harga eceran dengan harga di tingkat petani. .4.

.

pendanaan -penanggungan resiko -grading dan standarisasi -informasi pasar .VII. Fungsi pemasaran adalah: Pertukaran : pembelian penjualan Fisik: pengolahan pengangkutan penyimpanan Penunjang: . Peranan dan Fungsi Pemasaran Peranan pemasaran adalah membantu menjembatani antara kepentingan konsumen dg produsen yg berlawanan. PEMASARAN HASIL PERTANIAN            7.1.

2.3. Pendekatan mempelajari pemasaran Pemasaran dapat dipelajari dengan beberapa pendekatan: pendekatan komoditi pendekatan kelembagaan pendekatan input -output pendekatan sistem .             7. Kegunaan Pemasaran Kegunaan pasar dapat dibedakan menjadi: kegunaan bentuk kegunaan tempat kegunaan waktu kegunaan kepemilikan kegunaan informasi 7.

Tingkat kompetisi Makin kompetitif struktur pasarnya. sedangkan input merupakan masukan yang digunakan dalam proses pemasaran.4. Output bisa berupa kepuasan konsumen.  2. Efisiensi ini bisa berupa fisik maupun finansial. Indikator efisiensi berupa: Margin pemasaran Makin kecil margin pemasaran makin efisien harga di tingkat konsumen Makin murah harga yang diterima konsumen akhir. Struktur pasar yang paling efisien adalah struktur pasar persaingan sempurna.  3. makin efisien.  1.  1.7.  . Efisiensi pemasaran  Efisiensi pemasaran merupakan perbandingan antara output pemasaran dengan input pemasaran. 2. Menurut Mubyarto: eff pemsrn terjadi bila: mampu memberikan keuntungan yg adil bagi pelaku pemasaran mampu membawa barang ke konsumen dg harga semurah^2 nya. makin efisien. Banyaknya fasilitas pemasaran  makin banyak fasilitas pemasaran makin efisien pemasarannya.  4.

Keputusan ini bisa terdiri dari :  Identifikasi pasar target dan kebutuhan konsumen  Keadaan lingkungan pasar yang bersaing  2. outlet dan distribusi saluran pemasaran  5. Keputusan tempat. Keputusan pasar secara menyeluruh.7. Manajemen Pemasaran  Rencana pemasaran strategis terdiri dari keputusan-keputusan:  1. yaitu berupa cara-cara penentuan harga barang. Keputusan produk. Keputusan harga. Keputusan promosi .  3. antara lain berupa:  penentuan harga cost-plus  penentuan harga mark-up  penentuan harga psichologis  penentuan harga penetrasi  penentuan harga pasar berjenjang  4. yaitu keputusan untuk menentukan lini produk.5.

Kebijakan harga 1. 8. sehingga jumlah penawaran hasil panen berlimpah.2.1. agar petani mendapatkan harga yang layak sehingga petani terangsang untuk selalu meningkatkan produksi. Pengertian  Kebijakan pertanian sering disebut pula politik pertanian merupakan salah satu kegiatan pemerintah untuk masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup. KEBIJAKAN PERTANIAN 8. kesempatan ekonomi petani dan kehidupan pedesaan. Harga dasar Harga dasar merupakan harga minimum yang harus terjadi di tingkat petani.VIII. menyebabkan harga rendah. karena petani kebanyakan miskin. Kebijakan ini diberikan mengingat harga yang terjadi di pedesaan sangat rendah terutama pada saat panen. . sehingga pada waktu panen ada kecenderungan petani menjual sebagian besar hasil panen untuk mencukupi kebutuhannya.

.

Keadaan ini terjadi pada saat paceklik. . karena persediaan komoditas tersebut kurang. sedangkan konsumsi jalan terus.2. harga atap  Harga atap adalah harga maksimum yang harus terjadi agar konsumen dapat mengkonsumsi komoditas tersebut. Kebijakan harga atap ini bertujuan untuk melindungi konsumen.

.

Market operation stock. Commitment stock. yaitu cadangan beras untuk keperluan bantuan kepada masyarakat bila terjadi musibah. yaitu untuk menjalankan kebijakan harga dasar dan atap.  c. yaitu cadangan beras untuk penyaluran golongan anggaran termasuk pegawai negeri. yaitu cadangan yang akan digunakan untuk kebutuhan masa mendatang (ganti tahun). yaitu cadangan beras untuk keperluan operasi pasar. Emergency stock. tentara. Buffer stock  Ada bermacam-macam tujuan buffer stock yang sesuai dengan namanya:  a. carry over stock. pegawai BUMN.  b.  d. .3.

. harga produk tersebut menjadi naik. dengan adanya pajak ekspor. sekaligus bisa dimanfaatkan untuk melindungi produsen dalam negeri. tarif bea masuk  Tarif bea masuk impor selain mendatangkan pendapatan bagi pemerintah. sehinga menguntungkan pengguna bahan baku tersebut. maka harga produk dalam negeri menjadi lebih murah. 5.4. akibat adanya tarif bea masuk. Pajak ekspor  Pajak ekspor selain juga mendatangkan pendapatan bagi pemerintah juga berfungsi untuk melindungi industri dalam negeri yang menggunakan bahan baku produk tersebut.

Pembatasan produksi  7. Pembayaran langsung  .6.

perubahan tentang hukum agraria nasional  Menurut Mosher (1969). perubahan sistem pemilikan dan penguasaan tanah  2. tempat-tempat percobaan guna melakukan verifikasi lokal  4. . Kebijakan ini bisa berupa agrarian reform yang meliputi:  1.3. tempat petani belajar dan bertanya tentang teknologi baru  5. pola dan tata tanam serta kebijakan tentang infrastruktur. perubahan dalam sistem penggunaan tanah  3. Kebijakan pertanahan bertujuan untuk menata luas pengusahaan dan pemilikan lahan. fasilitas perkreditan guna menunjang penggunaan teknologi baru. Kebijakan struktural  Kebijakan struktural berupa kebijakan pertanahan. struktur pedesaan yang modern terdiri dari:  1.8. jalan-jalan desa yang cukup memadai  3. Perangkat penyuluhan.  2. tersedianya pasar tempat menjual hasil produksi dan membeli sarana produksi dan peralatan pertanian.

8.4. . sehingga tercipta sistem pemasaran yang efisien dan efektif agar petani mempunyai daya saing yang tinggi. Kebijakan pemasaran  kebijakan pemasaran menitik beratkan pada pengaturan sistem pemasaran beserta lembaga-lembaganya.

Perubahan orientasi pembangunan dari pendekatan peningkatan produksi menjadi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Perubahan dari penekanan pada upaya menghasilkan produk tanaman primer mengarah pada produk-produk olahan yang dapat menciptakan nilai tambah bagi masyarakat pedesaan. 2. Perubahan dari pemanfaatan teknologi padat karya untuk menciptakan kesempatan kerja mengarah pada penerapan teknologi padat modal ddan mekanisasi pertanian dalam upaya untuk mencapai efisiensi usaha dan daya saing komoditas. Perubahan dalam pendekatan kebijakan pembangunan pertanian yang dilakukan oleh Kabinet Persatuan Nasional: Perubahan penekatan perencanaan dari dominasi perencanaan terpusat menjadi lebih terdesentralisasi. PEMBANGUNAN PERTANIAN  1. dalam upaya menjamin pembangunan partisipasif. 5.IX. optimasi pemanfaatan sumberdaya yang beragam dan mencapai pembangunan daerah yang lebih merata. . 4. Perubahan dari dominasi peran pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan menjadi pada semakin besarnya peran masyarakat dan swasta mulai dari perencanaan sampai pada implementasinya. melalui pengembangan agribisnis di pedesaan. 3.

yang membuat keju secara koperatif pada abad ke 13. orang-orang amerika berpengalaman dalam membentuk koperasi. Koperasi pengusaha tani pertama yang dilaporkan adalah koperasi para peternak sapi perahan di Swiss.  Jejak-jejak organisasi yang menyerupai koperasi pernah ada di Mesir kuno kira-kira 3000 tahun SM.ada bekas ide koperasi kebudayaan di Yunani. menjelang tahun 1800-an hampir sebanyak 1000 koperasi usahatani terutama koperasi peternak perahan di Amerika Serikat.  Macam-macam koperasi: -koperasi produksi -koperasi pemasaran -koperasi simpan pinjam Sejarah koperasi dunia.  . Romawi dan China. beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.X. Benyamin Franklin membentuk gabungan asuransi bersama (koperasi) pada tahun 1752. KOPERASI PERTANIAN Koperasi adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial.

6. 3. 4. harga pasar harus dibayar langsung. Walaupun perkumpulan tersebut bukan yang pertama. 5. koperasi hanya menyediakan bahan makanan yang paling pokok dan yang dapat diperoleh kepada para anggota. . laba harus dibagi menurut perbandingan jumlah pembelian yang dilakukan oleh setiap anggota. tidak ada kredit yang diberikan atau diminta. timbangan dan ukuran penuh harus diberikan. Prinsip-prinsip Rochdale modal harus disediakan sendiri dan modal tersebut mendapat suku bunga yang tetap. pada awalnya anggotanya berjumlah 28 yang berusaha dalam pembelian perbekalan untuk bisnis mereka.  1. prinsipnya setiap anggota mempunyai 1 suara yang menentukan dan harus ada persamaan bagi semua jenis kelamin dalam keanggotaan. 2. tetapi prinsip-prinsip dasarnya telah berlaku sebagai model bagi perkembangan sejumlah besar koperasi modern. Banyak orang mengakui bahwa koperasi resmi pertama pada jaman modern adalah ’perkumpulan para pelopor keadilan Rochdale’ di Inggris tahun 1844.

9. persentase tertentu dari sisa hasil usaha harus disediakan bagi pendidikan perhitungan (laporan) keuangan dan neraca harus sering disajikan kepada para anggota. atau asosiasi membatasi deviden tidak lebih dari 8 %. b. a.  manajemen harus dikelola oleh para pejabat dan komite/panitia yang dipilih secara berkala. dan tidak ada anggota asosiasi yang mempunyai lebih dari satu hak suara. .7. Pada tahun 1922 di Amerika Serikat terdapat Undang-undang Capper-Volstead yang memberi kepastian hak-hak pengusahatani untuk mengorganisasi pasar dan hasil secara kolektif selama memenuhi syarat sebagai berikut: asosiasi/koperasi menyelenggarakan sekurang-kurangnya setengan dari bisnisnya dalam hubungan pasra anggotanya. 8.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->