Vol. II, No.

3 tahun 2009 EDITORIAL

Anatomi, Sains dan Seni Jurnal Madani FKM UMI

Peranan Ilmu Anatomi dalam Pengembangan Ilmu Kedokteran
Abdul Razak Datu
Bagian Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin Makassar

Sejarah Perkembangan ilmu Anatomi Secara anatomis, tubuh manusia terdiri dari organ-organ yang menyusun sistem yang berperan secara sistematis dan terkoordinasi, mempertahankan keseimbangan secara menyeluruh (homeostasis) sebagai suatu kesatuan yang utuh dalam memelihara kesehatan tubuh. Pengetahuan ini (Anatomi) nampaknya sudah mulai dikenal sejak zaman pra sejarah (20.000 thn S.M.) yang dapat disaksikan pada lukisan-lukisan dinding di Perancis dan Spanyol. Jauh sebelumnya, 500 thn S.M. di Mesir, pengetahuan Anatomi digunakan pada pembuatan mummi, yaitu dengan membuat irisan, incisi (incision) yang kecil untuk mengeluarkan organ-organ tubuh (yang cepat membusuk), dan mengeluarkan otak dari arah lubang hidung melalui corpus sphenoidalis tanpa merusakkan wajah dan tulang-tulang cranium yang lainnya. Alcmaeon (500 S.M.) adalah orang yang dianggap pertama yang melakukan diseksi pada mayat. Muridnya, Empedocles (504 – 443 S.M.) yang lebih menguasai teori daripada praktek mengembangkan ilmu anatamo menjadi ilmu faal. Jalan pikiran Empedocles diikuti oleh Hippocrates (460 – 377 S.M.) seorang dokter ulung yang dikenal sebagai “Father of Medicine”, yang pertama kali menegakkan sendi kedokteran yang bersifat rasional.
135

Dialah yang memberi pengertian tentang struktur dan fungsi tubuh manusia, dan dia mampu mengenyampingkan pikiran para pendahulunya, dan menyatakan bahwa penyakit mempunyai penyebab alami yang dapat diamati. Inilah awal dari ilmu kedokteran yang mempergunakan rasio dan observasi. Dua orang muridnya yang terkenal yaitu Aristoteles dan Galenus membandingkan antara tubuh manusia yang disebutnya mikrocosmos dengan kehidupan alam semesta yang disebutnya makrocosmos Herophilus (335-280 S.M.) adalah guru Anatomi yang pertama-tama mela-kukan diseksi secara terang-terangan (ter-buka) walaupun pada akhirnya ia dituduh sebagai penjagal manusia. Herophilus dipandang sebagai Bapak Anatomi. Dia dapat membedakan dengan jelas pembuluh darah Arteri dan Vena, serta menemukan pembuluh lacteal pada intestinum tenue. Erasistratus (290 S.M.) melanjutkan penyelidikannya mengenai pembuluh lacteal, dan dia pula yang pertama-tama membagi saraf motoris dan saraf sensibel. Pada zaman Kedokteran Romawi ( 50 S.M. – 200 M) Rufus adalah orang yang pertama kali menerbitkan buku dengan judul “on the Naming of the Parts of the Body”. Dari sinilah istilah-istilah (nomenclature) anatomi mulai digunakan. Galen (130 – 200 SM)

Vol. II, No. 3 tahun 2009

Jurnal Madani FKM UMI

melakukan experiment dan dissection pada kera dan babi yang secara khusus mempelajari susunan saraf dan menulis buku yang terkenal “Use of the parts of the body of man”. Pada zaman Kejayaan Islam, karyakarya kedokteran bermunculan dan memperkaya khazanah ilmu tersebut dengan melahirkan dokter-dokter kaliber dunia pada zamannya. Berbagai karya itu adalah teks book, rumah sakit, pusat rehabilitasi, apotik dan berbagai fasilitas kesehatan lainnya. Ilmu kedokteran dasar berkembang, seperti Anatomi, Fisiologi, Patologi, Farmakologi dan Biokimia. Salah seorang dokter muslim Ibn Al- Nafis pada abad XII sudah menjelaskan mengenai circulasi pulmonal, menggugurkan pendapat GALENUS yang sudah bertahan selama kira-kira 14 abad. Teori Ibn Al-Nafis tersebut dikemukakan juga oleh William Harvey (1578 -1657). Ilmu Anatomi sebagai ilmu Kedokteran dasar Ilmu Anatomi sebagai salah satu Ilmu Kedokteran Dasar sangat dibutuhkan dalam mempelajari dan mengembangkan ilmu kedokteran klinik. Ilmu Anatomi yang mempelajari bentuk, struktur dan lokasi organ, kedudukannya berdampingan dengan ilmu-ilmu dasar lainnya, dalam hal ini adalah Fisiologi (fungsi badan), Biokimia (proses hayati) dan Histologi (micro anatomy) yang sebenarnya merupakan bagian dari ilmu Anatomi juga. Ilmu Anatomi sangat berkaitan erat dengan ilmu-ilmu preklinik dan klinik lainnya. Ilmu-ilmu dalam ilmu kedokteran dasar, baik yang bersifat morfologik maupun yang bersifat fungsional, masing-masing memberikan dasar dalam memberikan
136

kumpulan-kumpulan informatif pengetahuan faktual, yang tanpa ini semua ilmu-ilmu klinik tidak dapat didirikan. Pengertianpengertian dalam ilmu klinik sukar dicapai tanpa bekal pengetahuan kedokteran dasar tersebut. Selain bekal dalam kuantitas ilmu informatif, ilmu-ilmu yang bersifat morfologik, seperti Anatomi, Histologi, Patologi Anatomi dan lain-lain, memberi bekal dalam kemampuan observasi dan deskripsi, sedangkan yang membentuk kumpulan ilmu-ilmu yang bersifat fungsional, seperti Fisiologi, Biokimia, Farmakologi dan lain-lain adalah ide-ide, teori-teori dan kesimpulan-kesimpulan, sehingga dari sinilah berasal kemampuan berargumentasi serta menimbang-nimbang kenyataan, yang merupakan inti dalam profesi kedokteran. Sampai abad XIX pengetahuan mengenai struktur dan fungsi organ dipelajari secara bersama-sama, lalu kemudian masing-masing berdiri sendiri sebagai ilmu Anatomi dan ilmu Fisiologi. Memasuki abad ke 20 ilmu Anatomi semakin berkembang dengan membentuk cabangcabang Ilmu seperti : Histologi, Morphologi, Neurologi, Anthropologi, Embriologi dan Genetika. Selanjutnya muncul ilmu –ilmu Experimental Anatomy, Experimental Embryology dan Cytology. Antara 1819 – 1899 diciptakan berbagai instrumen, seperti Stethoscope, Otoscope, Ophthalmoscope yang digunakan di klinik dan juga dipakai ketika mempelajari Living Anatomy. Dalam tahun 1890 formalin dipakai sebagai bahan fiksasi mayat untuk dijadikan cadaver bagi kepentingan dissection; sebelumnya itu menggunakan alkohol yang digunakan sebagai bahan konservasi.

Vol. II, No. 3 tahun 2009

Jurnal Madani FKM UMI

Sejak ditemukannya sinar rontgen penentuan morfologi dan lokalisasi organ sangat membantu para klinisi untuk menentukan diagnosis penyakit dan melakukan terapi. Dengan alat Rontgen tersebut terbentuklah Anatomi Radiologik. Mahasiswa dapat mempelajari foto-foto Rontgen dari struktur yang normal dan kemudian di klinik mencari/menemukan kelainan-kelainan yang memberi gangguan yang perlu diatasi. Dalam perkembangannya ilmu anatomi tidak bisa dipisahkan dari ilmu embriologi. Embriologi yang diprakarsai oleh Aristoteles kemudian dikembangkan William Harvey (1578 -1667) mengemukakan perkembangan chick embryo secara lebih terperinci. Walaupun pengetahuan embriologi yang dimulai oleh Aristoteles sangat sederhana, namun perkembangannya mulai nampak setelah Marcello Malpighi (1628 -1694) berhasil menunjukkan proses perkembangan embryo ayam yang diaplikasikan pada perkembangan embryo mammalia termasuk manusia. Malpighilah dianggap sebagai penemu embriologi. Sejak saat itu berkembanglah embrylogi modern, dan sel telur (ovum) pada manusia ditemukan pertama kali oleh Von Baer (1827) sehingga Von Baer dikenal sebagai “Bapak Embriologi”. Experimental teratology mulai berkembang sejak terjadinya Tragedi Thalidomide, suatu peristiwa yang menggemparkan dunia kedokteran ketika di Jerman tahun 1961 terjadi kelahiran sejumlah bayi dengan kelainan bawaan dengan jenis kelainan yang hampir serupa dan dalam periode yang hampir bersamaan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya ibu-ibu
137

hamil yang mengkonsumsi obat Thalidomide, sejenis obat penenang dan anti muntah yang sangat mujarab, ternyata obat tersebut membawa malapetaka dan ber-akibat fatal, menyebabkan kelainan perkem-bangan embryo sehingga lahirlah anak-anak cacat. Dewasa ini, makin banyak zat-zat kimia atau obat-obatan yang dilaporkan dapat menyebabkan kelainan bawaan yang ditemukan pada bayi yang baru lahir. Sesungguhnya zat-zat kimia dan obat-obatan hanya salah satu faktor yang dapat menyebabkan kelainan bawaan. Telah dilaporkan bahwa kelainan bawaan dapat disebabkan oleh 3 faktor: yaitu faktor genetika (6-15%), faktor lingkungan (7-10%), dan faktor interaksi antara gen dan lingkungan (20-25%), dan yang belum diketahui penyebabnya masih jauh lebih banyak (50-60%). Dengan perkembangan dan kemajuan penelitian di bidang Teratologi, semakin banyak hal-hal baru yang ditemukan tentang mekanisme dan penyebab dari suatu kelainan bawaan, sehingga makin banyak faktor penyebab kelainan bawaan yang dapat terungkap. Dengan mengetahui mekanisme dan penyebab yang dapat menyebabkan kelainan pembentukan dan perkembangan embryo, akan menjadi perhatian dan peringatan kepada ibu-ibu hamil terutama yang hamil muda (kehamilan sampai 8 minggu) kiranya berhati-hati dalam memelihara kesehatannya agar janinnya bisa tumbuh dengan baik dan sempurna sehingga akan melahirkan bayi yang normal (tanpa cacat). Pendidikan ilmu Anatomi di Fakultas Kedokteran

Vol. II, No. 3 tahun 2009

Jurnal Madani FKM UMI

Pendidikan Anatomi menumbuhkan kemampuan-kemapuan yang esensial bagi seseorang yang akan berhubungan dengan penderita, dan banyak dari kemampuan ini yang tidak didapatkan dalam derajat yang sama dalam disiplin ilmu lain pada kurikulum kedokteran. Dalam mempelajari ilmu Anatomi, mahasiswa mulai diperkenalkan dengan penggunaan bahasa teknis deskripsi yang merupakan dasar seluruh terminologi kedokteran. Selain itu, informasi profesional yang diterima oleh mahasiswa di dalam belajar Anatomi memungkinkan ia memahami pelajaran-pelajaran fungsional dan klinis. Anatomi merupakan dasar yang sangat berarti untuk Patologi dan bahan yang dipelajari dalam Anatomi dapat membantu dalam menegakkan diagnosis yang tepat serta membantu dalam bertindak dengan aman pada keadaan-keadaan darurat di dalam praktek-praktek klinik. Pada umumnya dikatakan bahwa Ilmu Kedokteran Dasar melayani ilmu kedokteran Klinik, ini tidak berarti sematamata bahwa yang diberikan dalam Ilmu Kedokteran Dasar hanyalah hal-hal secara porsional yang masing-masing mendukung seperlunya porsi-porsi tertentu dalam ilmu klinik. Dalam kurikulum Inti Pendidikan Dokter Indonesia (KIPDI) II , umumnya ilmu-ilmu kedokteran dasar, dalam hal ini termasuk Anatomi, Histologi, Fisiologi dan Biokimia diajarkan bersama-sama dalam satu jangka waktu tertentu. Ini berdasarkan atas anggapan bahwa semua ilmu-ilmu preklinik saling berhubungan sampai derajat tertentu, sehingga mempelajarinya secara betul-betul terpisah, tidak akan ada artinya bahkan merugikan. Dalam hubungan ini struktur
138

hendaknya dipelajari berdampingan dengan fungsi dan ada baiknya apabila diberikan secara terpadu, sehingga mahasiswa mempunyai kesempatan untuk memadukan struktur dan fungsi di dalam pikirannya sendiri dan menciptakan gambaran yang tersusun dengan baik tentang biologi manusia. Namun kesulitannya, pekerjaan mengurai di Laboratorium Anatomi dilakukan dengan sistem regional sedangkan ilmu faal memakai pendekatan sistematik. Sampai tahun 1977 pendidikan Anatomi bagi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin diberikan selama satu tahun ajaran, yaitu di tingkat dua (tingkat preklinik). Pada tahun ajaran 1977/1978 dimulailah Sistem Kredit Semester, yang mengharuskan Anatomi dibagi-bagi dalam tiga semester dengan 12 SKS, yaitu Anatomi I, Anatomi II, dan Anatomi III. Pada sistem konvensional pendidikan Anatomi diberikan selama satu tahun tanpa terputus, maka dalam Sistem Kredit Semester mahasiswa mempelajari Anatomi secara terputus-putus, sesuai dengan minat dan kesanggupannya, dan tidak ada jaminan bahwa mahasiswa akan mengambil mata pelajaran Anatomi, Fisiologi, Histologi dan Biokimia untuk dipelajari bersama-sama yang semestinya sangat diperlukan. Peranan Ilmu Anatomi sebagai Sains dan Seni Ilmu Anatomi tidak saja berguna bagi pendidikan dokter, dokter gigi, perawat, dan bidan melainkan perlu dikembangkan lebih luas lagi, sehingga memasuki kehidupan masyarakat, yang dikenal sebagai Anatomi Sosial. Ilmu Anatomi yang

Vol. II, No. 3 tahun 2009

Jurnal Madani FKM UMI

memasuki dunia seni lukis sudah dimulai oleh Leonardo da Vinci pada abad XV, demikian pula seni memahat, khususnya memahat patung manusia. Industri sepatu, pakaian, kursi, meja dan bangku duduk di sekolah atau di tempat kerja di kantor atau perusahaan, kendaraan umum perlu dibuat dengan memperhatikan ergometri atau posisi anatomis manusia agar supaya memberi kenyamanan yang optimal dan tidak melelahkan. Dalam seni tari, posisi persendian dan gerakan lengan, tungkai dan badan, hendaknya dilakukan dengan efektif agar tidak cepat menjadi lelah. Mesin-mesin industri hendaknya dibuat dengan mengingat posisi manusia yang akan menggunakannya nanti, baik dengan cara berdiri maupun duduk, agar supaya produktifitasnya dapat menjadi maksimal. Dalam olah raga kesegaran jasmani, ataupun olah raga prestasi, sikap tubuh dan berbagai jenis gerakan perlu dilakukan dengan efektif, untuk itu semua pengetahuan mengenai tulang, otot, persendian, saraf dan pembuluh darah perlu dikaji dengan terpadu dan benar, termasuk pengetahuan sistem lainnya yang menunjang. Dalam olah raga prestasi, seorang pelatih harus mampu melatih gerakan-gerakan pada anak asuhnya secara optimal agar dapat mencapai prestasi secara maksimal, maka untuk itu pengetahuan Ilmu Anatomi mutlak diperlukan . Dalam bidang arsitektur baik arsitektur bangunan umum, arsitektur perumahan, maupun arsitektur peralatan rumah tangga, serta perancangan peralatan lain yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, perlu memperha139

tikan postur tubuh manusia yang akan menggunakannya. Demikian pula di bidang estetika, yaitu salon-salon kecantikan yang merawat wajah para wanita hendaknya keterampilan yang dipakai bukan sekedar berdasarkan atas kebiasaan belaka, melainkan memahami dan memiliki pengetahuan tentang tulang-tulang wajah, letak dan arah otot-otot wajah serta kulit/rambut yang terdapat pada wajah dan kepala. Tak kalah penting penerapan pengetahuan Anatomi pada bidang fisioterapi dan pijat traditional. (Tulisan di atas dikutip dari Pidato Pengukuhan Guru Besar Tetap Prof. dr. Abdul Razak Datu, Ph.D. dalam Bidang Ilmu Anatomi di Universitas Hasanuddin pada 3 April 2009). Daftar Pustaka Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk Pendidikan Kedokteran Dasar. Gardner E, Gray, D J, O’rahilly, R. 1975. Anatomy: A Regional Study of Human Structure. 4th Ed. W.B. Saunders Co. Philadelphia, London, Toronto. Gray, H. 1980. Gray’s Anatomy, P.I. William and R. Warwick, 36 ed. Churchill Livingstone. Konsil Kedokteran Indonesia, 2006. Standar Pendidikan Profesi Dokter. Luhuluma, J 1993. Pendidikan Ilmu Anatomi Tantangan dan Harapan. Pidato penerimaan jabatan Guru Besar Tetap Ilmu Anatomi pada Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

J. Baltimore/ London 1980. The Developing Human. Moore. Pendidikan Anatomi Kedokteran berubah. No. Uddin. New York. II. 1998. Masa depan KIPDI dan Rekonstruksi Kurikulum Anatomi. Louis. Anatomi Sosial. KL and Persud. 140 . Clinically Oriented Embryology. No. Kamus Istilah Anatomi Edisi ke-2. London. Surjono. St. W. Pratiknya. Toronto. Williams & Wilkins. Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia Malang 18 -19 Desember 1992 Wonodirekso S. Philadelphia. perlu diubah atau tak berubah-ubah?. sebuah gagasan Dasar.B Saunders Co. Malang. Reorientasi Pendidikan Anatomi Menjelang tahun 2000. Surabaya. Pengurus Besar Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia. Tim Penelitian/Penyusunan Istilah Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.Vol. 5. 1980. Berkala Ilmu Kedokteran. 18 – 20 Desember 1992. E. 1984 Sukardi. Sidney. 6th edition. Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Moore. 1979. AW. Malang 18-19 Desember 1992. Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia. KL. Jilid XVI. Clinically Oriented Anatomy. suatu kajian prospektif. TVN.

No. Penelitian ini menggunakan 155 sampel siswa laki-laki kelas II SMP. antara kecepatan reaksi otot dan kemampuan lari. antara daya ledak otot dan kemampuan lari. Ilhamjaya Patellongi Abstrak The objective of the study is to investigate the relationship between arcus pedis and running abiliy. The study variable consist of independent variable arcus pedis and dependent variable is the running ability. Kata Kunci : Arcus pedis dan kemampuan lari The Relationship between Arcus Pedis with the Running Ability of the Students at SMP 23 of Makassar Azis Beru Gani. Pengukuran arcus pedis dilakukan dengan menggunakan teknik Clarke (footprint). The data analysis using Person correlaton test indicates that the arcus pedis has an insignificant correlation with the running ability (r = -0. Berdasarkan hasil penelitian dan uji statistik antara arcus pedis dan kemampuan lari didapatkan korelasi yang sangat lemah (r = -0. The arcus pedis measurement is conducted with Clarke (footprint) technique.The sample consist of 155 male student of the second yeard of SMP (junior high school). II.192). Keywords : arcus pedis and running ability. antara panjang tungkai dan kemampuan lari. Kemampuan lari Hubungan Arcus Pedis dengan Kemampuan Lari Siswa SMP Negeri 23 Makassar Azis Beru Gani*. Variabel penelitian meliputi variabel bebas terdiri dari : arcus pedis dan kecepatan reaksi kaki. 141 . 3 tahun 2009 ARTIKEL ASLI Jurnal Arcus Madani FKM UMI Pedis. sedangkan variabel terikat yaitu kemampuan lari.192). Ilhamjaya Patellongi** *Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar **Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara arcus pedis dan kemampuan lari.Vol. Hal ini menunjukkan bahwa arcus pedis mempengaruhi kemampuan lari tetapi dalam tingkat korelasi yang rendah.

1984) yang satu-satunya pelari Asia menembus semifinal. Olah raga lari. . Carr. 2006).Vol.32 detik). Di sini diperlukan kekuatan frekuensi langkah kaki dengan mengerahkan kekuatan dan kecepatan gerak langkah dengan suatu kontraksi maksimal. gerakan sprint dan teknik melalui garis finish. yang akan merubah bentuk bagian tersebut dari permukaan yang tidak rata atau miring. Berbagai penelitian dilakukan. 1) menahan berat badan dan 2) pergerakan berjalan dan berlari (Bajpai. Dasar utama dari lengkung-lengkung kaki berasal dari bentuk dan arsitektur tulangnya walaupun ligamenta. (Bajpai. Prestasinya diikuti Mardi Lestari yang lolos ke semifinal Olimpiade Seoul 1988 (10. Arcus tersebut mengarah ke arah longitudinal dan transversal. tendotendo dan otot-otot juga turut serta dalam membentuk kekuatan dan stabilitas kaki. 1991. Untuk fungsi kedua.56 detik di SEA Games 1999 Brunei Darussalam. melainkan melengkung membentuk suatu arcus dengan titik tumpu di bagian posterior dan anterior. Sekarang prestasi itu sudah sulit diperoleh atlet Indonesia.39 detik dan sukses masuk semifinal (16 besar di Olimpiade Los Angeles. Moch Sarengat yang memecahkan rekor lari 100 meter Asian Games (AG) dengan waktu 10. Datu AR. Dua dekade kemudian Purnomo dinomor yang sama memecahkan rekor 10. Noor DM. Ketiga pokok masalah ini sangat berkaitan dengan bentuk dan sendi tulangtulang kaki (arcus pedis) dengan kemampuan lari.40 detik (1962). 1988.N. Datu AR. Wirhed. 1984. 2003). Lengkung-lengkung kaki membantu efisien fungsi kaki. 1988). 2006). dimana terdiri dari 2 bagian. Indonesia memiliki beberapa pelari kenamaan di nomor elite. R.. R. merupakan suatu ciri khusus pada manusia yang tak terlihat pada ordo primata yang lain. Untuk fungsi yang pertama kestabilan dan dasar yang luas seperti bentuk piring ceper dibutuhkan. AS. seperti olahraga lainnya memerlukan kajian dalam mencari tehnik dan metode untuk menciptakan prestasi juara. kekuatan daya pegas pengungkit dibutuhkan yang dapat meninggikan seluruh tubuh pada caput ossa metatarsalia dan bergerak maju selama berjalan atau berlari selaras dengan fungsi pertama tulang-tulang kaki yang lebar dan lebih kuat (Datu AR. 1979). Di kelas putri ada Irene Truitje Joseph pelari 100 meter menempuh 10. ada Henny Maspaitella pelari 200 meter mencatat waktu 24. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Pendahuluan Di masa lalu. baik untuk menciptakan prestasi maupun dalam peranannya di bidang kesehatan (Wirhed.. dan disebut Arcus Pedis Longitudinalis dan Arcus Pedis Transversalis. mengapa prestasi pelari Indonesia tidak sebaik yang pernah dicapai.24 detik di SEA Games Manila 1981 (Pate. Kaki manusia yang melengkung. II. No. 1991. Salah satu kunci untuk menciptakan prestasi atlet juara adalah kemampua berlari yang disertai teknik yang baik. 2006. Lari adalah gerakan berpindah tempat dengan maju ke depan yang dilakukan lebih dari berjalan.N. Kajian untuk meningkatkan keterampilan dalam bidang oleha raga perlu terus ditumbuhkembangkan. 142 yaitu bagaimana teknik star yang baik. Selain itu. Tiga hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai usaha tersebut. Pedis tidak merupakan suatu bidang datar.

sudut kelengkungan (arch angle) semakin bertambah pula. No. Hal inilah yang berfungsi sebagai daya pegas pada kaki sehingga dengan kelengkungan arcus pedis yang normal dapat memberikan kontribusi pada kemampuan lari yang lebih baik (Hamill J. Pada penelitian yang dilakukan oleh Bahru (2006) diperoleh korelasi yang signifikan antara arcus pedis dan kemampuan lari yaitu r = -0. 143 Gambar 1. Tempat. 2006). 2003). Pada Pes Planus sisi medial pedis menyentuh lantai (Datu AR. Dalam penelitian ini akan dianalisa bagaimana hubungan arcus pedis dengan kemampuan lari pada siswa SMP Negeri 23 Makassar. Berat Tubuh pada Arcus Pedis Swartz adalah orang pertama yang mencoba mengukur footprint dalam footprint angle. panjang tungkai. Titik tumpu di bagian posterior adalah processus medialis tuberis calcanei dan di bagian anterior dibentuk oleh kedua ossa sesamoidea pada capitulum ossis metatarsalis I serta capituli osseum metatarsalium II – V. 1992). Dimana dicari hubungan antara arcus pedis. Bagian lateral pedis juga mengenai lantai oleh karena lengkung longitudinalis lateralis letaknya lebih rendah dan bagian medial tampak kaki tidak menyentuh lantai sebab arcus medial letaknya lebih tinggi. Berat tubuh akan terbagi menjadi dua secara seimbang ke depan dan belakang tapak kaki oleh puncak arcus pedis. II. daya ledak otot dan kecepatan reaksi kaki dengan kemampuan lari pada siswa pria. Sedangkan para mahasiswa yang mempunyai arcus pedis antara 300 – 350 dinyatakan orang-orang yang berada pada perbatasan dan harus diadakan pemeriksaan ulang untuk menentukan perlu tidaknya tindakan pengoreksian (Halim NI. Waktu Penelitian dan Populasi serta sampel Tempat penelitian SMP Negeri 23 Makassar yang juga merupakan populasi yang akan diteliti. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Arcus pedis transversalis berbentuk setengah arcus dan menjadi arcus penuh apabila kedua pedis diletakkan berdampingan. Clarke berpendapat bahwa seseorang yang mempunyai sudut kurang dari 300 adalah seseorang yang memerlukan koreksi tapak kaki.768 (p < 0. Kemudian dengan bantuan fascia plantaris menyebabkan terjadi elevasi arcus pedis yang sering disebut sebagai efek mesin kerek “windlass effect”. Clarke . Metode Penelitian Penelitian ini merupakan observasional dengan menggunakan metode cross sectional study. Ini berdasarkan teori bahwa semakin tinggi lengkung kaki.05) dengan menggunakan 60 sampel siswa SD. Sedangkan sampel yang dilakukan secara random sampling adalah siswa pria SMP kelas II sebanyak 60 orang.Vol. kemudian menemukan metode tentang penentuan arch angle tersebut dan menemukan rata-rata arcus pedis normal bagi mahasiswa tingkat persiapan kurang lebih 420.

Hasil analisis deskriptif tiap variabel menunjukkan hasil sebagai berikut : Arcus Pedis diperoleh nilai KS-Z = 0. Arcus pedis diperoleh nilai rata-rata 46.950.192 0. 7.05). panjang tribusi tidak normal.200 (p < 0. 0.000 155 . Hasil Uji normalitas data tiap variabel KolmogorovSmirnov(a) Stati Arcus Pedis Kemampuan lari . Data arcus pedis diperoleh dengan standar deviasi 9. tungkai.410. II. panjang tungkai. nilai korelasi Product Moment. No. .0 46.77 detik. daya ledak otot. 8.885 155 .Vol. kecepatan rekasi kaki dan kemampuan lari sebagai berikut : Korelasi arcus pedis dan kemampuan lari. Shapiro-Wilk Stati Df Sig. AP (X1) Hasil uji normalitas data dapat dilihat . 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Berdasarkan tabel 2 di atas maka dapatlah diperoleh gambaran bahwa pengu-jian normalitas data dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov Tabel 1. 99.11 detik dan maksimum 12.000 (p < 0. b. Deskripsi data dimaksud untuk dapat menafsirkan dan memberi makna tentang setiap variabel tersebut secara berturut-turut seperti pada tabel berikut ini: Tabel 2.61 arcus pedis mengikuti sebaran normal atau Pedis (AP) 95 41 berdistribusi normal.000 Sangat lemah pada tabel 2. detik.164 155 . Kemampu 155 5. Ra-M Ma Mi Me SD Var maka hal ini menunjukkan bahwa data N nge x n an Arcus 155 50.987 155 (*) data tidak berdistribusi normal .200(* .0 66.0. standar deviasi 0. Kemampuan lari diperoleh nilai rata-rata 9. 0. Analisis deskriptif dilakukan untuk data arcus pedis. KL (Y) 144 Hasil Penelitian Dan Pembahasan Hasil Penelitian Analisis data deskriptif dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran umum data penelitian. Kemampuan lari diperoleh nilai KSan lari KL) 19 28 77 60 Z = 0. maka dilakukan pengujian dengan Variabel ro p keterangan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov.058 df Sig. daya ledak otot. kecepatan reaksi kaki dan kemampuan lari sehingga lebih mudah di dalam menafsirkan hasil analisis data tersebut. a. Rangkuman hasil minimum 7. tahui keeratan hubungan arcus pedis b.19 analisis data dapat dilihat pada tabel 3.28 dengan kemampuan lari dilakukan analisis detik. maka hal ini menunjukkan bahwa data kemampuan lari tidak Dari tabel 1 di atas dapat diperoleh mengikuti sebaran normal atau berdisgambaran tentang data arcus pedis.193 . Untuk mengemaksimum 660.05). Rangkuman hasil analisis korelasi arcus Untuk mengetahui apakah data arcus pedis dengan kemampuan lari pedis dan kemampuan lari berdistribusi normal.11 9.000 .0 16. Tabel 3.08 12. nilai minimum 160 dan melalui tes antropometrik.

.N.. 2001. Pembahasan Pada penelitian terhadap 155 sampel didapatkan bahwa rata-rata arcus pedis ditemukan 46. Arcus pedis mempengaruhi kemampuan lari seseorang hanya pada bagian kaki saja sebagai pegas untuk mendorong ke depan.. Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran UNHAS. Pada uji korelasi didapatkan hasil bahwa terdapat korelasi antara arcus pedis dan kemampuan lari. Bajpai. Jakarta. Lippincott. Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran UNHAS. Wolfe Medical Publications. Binarupa Aksara. Jakarta. Wirhed R. Osteologi Tubuh Manusia. Dasar-Dasar Kepelatihan. Ujung Pandang. Lipincott Williams & Wilkins. Tes dan Pengukuran Dalam Bidang Olahraga. Hal ini disebabkan karena sampel yang digunakan tidak memperhitungkan Index Massa Tubuh (IMT). Philadelphia. Makassar. Statistika Untuk Kedokteran dan Kesehatan. hal 108 . IMT sangat mempengaruhi pembentukan arcus pedis. PT Arkans. hal ini seiring dengan penelitian yang dilakukan oleh Bahru (2008). 1979 Pengamatan Cetakan Telapak Kaki Sekelompok Mahasiswa Indonesia. 1992. 2003. berarti ada korelasi sangat lemah antara arcus pedis dengan kemampuan lari. Nordin M & Frankel VH. Namun pada penelitian ini didapatkan tingkat korelasi yang lebih rendah dibandingkan dengan peneliti sebelumnya. Halim NI. Datu AR. Semarang. maka akan diikuti dengan kemampuan lari yang lebih cepat. 163. 1991. namun untuk kemampuan lari sangat dipengaruhi pula oleh kekuatan otot-otot tungkai dan sendisendi yang terdapat pada tungkai. Dengan demikian jika siswa memiliki arcus pedis yang besar.Vol. London.p. 2004. Biomechanical Basis of Human Movement 2nd ed. Noor DM. No. Namun pada penelitian ini tetap menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara arcus pedis dan kemampuan lari walaupun pengaruhnya tidak besar. 145 . Anatomi Musculoskeletal.p. Hamill J. Daftar Pustaka Pate R. Maryland.950 hal ini menunjukkan bahwa kurang lebih sama dengan yang ditemukan Clarke dengan menggunakan metode yang sama yaitu 420.114. t.p. 1984. t. 2006. Pada orang yang mempunyai IMT di atas normal (overweight) ternyata memiliki arcus pedis yang lebih kecil dibandingkan yang mempuyai IMT normal (Nordin M & Frankel VH. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Berdasarkan tabel 3 di atas terlihat bahwa hasil perhitungan korelasi Spearman diperoleh nilai r hitung (ro) = -0. II. hal. . Dahlan MS. Carr GA. Athletic Ability & the Anatomy of Motion. R. 1988. 2001). Basic Biomechanics of the Musculoskeletal System 3rd ed.192. Atletik untuk sekolah t. Jakarta. 2003. Makassar.

36 kali (PR = 0.34). selanjutnya kelompok anak dengan riwayat ayah dan ibu hipertensi sebesar 33% atau 0. kemudian kelompok anak dengan riwayat ayah hipertensi sebesar 32% atau 0.Vol.56).34).05. Hipertensi. No. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dari resiko hiperatifitas simpatis terbesar adalah kelompok anak yang mempunyai ibu hipertensi yaitu 50% atau 1. Dengan menggunakan sebanyak 173 sampel mahasiswa Fakultas Kedokteran UMI Makassar yang berumur 18-21 tahun tanpa membedakan jenis kelamin dan suku.87 kali (PR = 0.84 kali (PR = 0.79-2. 3 tahun ARTIKEL ASLI 2009 Jurnal Madani FKM UMI Hiperaktifitas Simpatis.34 -1.55.51-1.0 yang hasilnya berupa persentase dan tingkat resiko disajikan dalam bentuk tabel dan diagram dengan tingkat kemaknaan p=0. II.33-2. Kesimpulan : Bahwa anak yang mempunyai hubungan riwayat hipertensi ibu akan lebih besar menderita hipeaktifitas simpatis dibandingkan kelompok riwayat hipertensi lainnya.79-2. 146 5 . Terkecil adalah kelompok anak tanpa ada riwayat hipertensi sebesar 24% atau 0. CPT Hubungan Hiperaktifitas Simpatis Anak Dengan Kelompok Riwayat Hipertensi Ibu Melalui Cold Pressure Test (CPT) Mochammad Erwin Rachman Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar Abstrak Hubungan hiperkatifitas simpatis anak dengan kelompok riwayat hipertensi ibu melalui test Cold Pressure Test (CPT). Jenis penelitian adalah crossectional study dengan pengolahan data menggunakan program Windows SPSS version 12. Kata kunci : Hipertensi. CPT.05).91 kali (PR = 0. Hipereaktor . kelompok riwayat keluarga hipertensi. disusul oleh kelompok anak yang mempunyai riwayat keluarga hipertensi sebesar 42 % atau 1.59 kali (PR = 0. Penelitian kami bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh riwayat hipertensi ibu terhadap hiperaktifitas simpatis anak.

55).36 times (PR = 0. Hipereactor .34 -1. tahun 1981 147 merambat sampai 9. Conclusion : There are relation influence of factor generation Hypertension Mother more is influential compared by factor of other group. Keyword : Hypertension. karena angka prevalensi yang tinggi. then factor of hypertension father is equal to 32 % at risk to 0. and last of factor nonriwayat is equal to 24% at risk to 0.1%. Seperti telah diketahui bersama dibeberapa literature .From group of hypertension mother is later then caught up by a family history of equal to 42% at risk to 1. Tahun 1975 kematian akibat kardiovaskuler 5. by using 173 sample of student Medical Faculty of University Indonesia Moslem Macassar which old age 18-21 year without reference to difference type of gender and tribe.33-2.adanya peranan respon system saraf simpatis yang berlebihan (hiperaktifitas simpatis) akan memicu peningkatan resistensi total pada .34) . Di berbagai negara maju maupun berkembang lebih dari 25 ahun.79-2.51-1. then factor of father and mother equal to 33% at risk to 0.84 times (PR = 0.91 times (PR = 0. CPT.71).87 (PR = 0. No.9%.05). penyakit ini menjadi pembunuh nomor satu. (Nitemberg at all.56). Pendahuluan Hipertensi merupakan masalah kesehatan penting bagi dokter yang bekerja pada pelayanan kesehatan primer. 2994) Hasil survei kesehatan menunjukkan lonjakan kematian akibat penyakit kardiovaskuler dengan proporsi penyakit tersebut mening-kat dari tahun ke tahun. Our Research try to prove the mentioned . II. tahun 1986 melonjak menjadi 16% dan tahun 1995 meningkat menjadi 19%.0 with the percentage and result of test Crosstabulation seenly is risk estimate that 50 % with the risk value of a child will be more be big experience of the simphatic hyperactivity (hiperactor) equal to 1. Group of family fellow Hypertention. This research represent the its dataprocessing Crossectional study use the Windows SPSS version 12.91-3. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI The Relation Of The Symphatetic Hyperactivity Of Child With The Group History Hypertension Mother Fellow Through The Method Cold Pressure Test (CPT) Mochammad Erwin Rachman Abstract The relation the simphatetic hyperactivity of child with the group history hypertension mother fellow through the method cold pressure test (CPT). dan akibat jangka panjang yang ditimbulkan mempunyai konsekuensi tertentu.Vol.595 (PR = 0.

No. 1991. kami akan mencoba membuktikan korelasi ada tidaknya hubungan antara factor kelompok turunan hipertensi dari orang tua dan keluarga yang kemungkinan akan diderita oleh anak untuk menimbulkan hiperaktifitas system saraf simpatis yang mana hal ini berhubungan dalam patomekanisme untuk timbulnya hipertensi pada anak dikemudian hari. dengan cara mem-beri stimulus fisiologis external berupa suhu dingin. serta jika . Pada tulisan penelitian ini . 1991. V Lascaux-Lefebvre (1999) menemukan terdapat relasi antara riwayat hipertensi pada orang tua sebelum berumur 60 tahun dengan hipertensi keturunannya. akibat komplikasi beberapa penyakit tertentu. usia. kami menggunakan percobaan Cold Pressure Test (CPT) atau Test Pendinginan. Carol et all (1996) dan Fumiyagi Kasogi (1995). maka hal tersebut akan menyebabkan terjadinya hipertensi. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI pembuluh darah perifer melalui perangsangan pada reseptor α-1 adrenergik yang terutama pada pembuluh darah arteriole. Test ini akan menstimulasi saraf simpatis sehingga dapat ditentukan apakah saraf simpatis hiperaktifitas atau tidak. Dengan demikian. perangsangan system saraf simpatis akan menyebabkan peningkatan kerja jantung berupa peningkatan curah jantung melalui reseptor β-1 agrenergik yang peka terhadap norpineprin. Gayton. kemudian apakah hiperaktifitas simpatis tersebut akan menjadi lebih besar untuk terkena hipertensi dikemudian hari atau tidak masih perlu pemantauan subyek lebih lanjut sampai subjek mencapai umur kans resiko menderita hipertensi yaitu usia pertengahan (40 tahun keatas).Vol. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membuktikan korelasi peningkatan hiperaktifitas simpatis pada seorang anak kelompok penderita hipertensi ada atau tidak. dimana pada test sederhana ini 148 parameter yang digunakan berupa adanya peningkatan kerja dari sistem saraf simpatis yang disebut dengan Hipereaktor yang timbul pada saat lengan subjek dicelupkan pada air dingin dengan suhu 3-5o C selama 30 detik. Sidabutar et. test ini mendeteksi pening-katan tekanan darah subjek akan meningkat pada umur pertengahan (40 tahun keatas). Disamping itu. yang akan mempengaruhi pusat vasomotor di batang otak. apabila tidak dicegah faktor-faktor penyebab terjadinya hipertensi (Irfan & Agnes. 1994) Salah satu faktor yang sangat beresiko menyebabkan hipertensi adalah riwayat hipertensi keluarga. 2005).. Secara fisiologis adanya perang-sangan suhu dingin akan merangsang pusat pengatur suhu di Hipothalamus anterior. Untuk hal tersebut. all. Relasi itu bahkan lebih nyata lagi pada orang yang kedua orang tuanya mempunyai riwayat hipertensi dibandingkan orang yang kedua orang tuanya tidak mempunyai riwayat hipertensi (Markum. Irfan & Agnes. II. 2002. Hipertensi disebabkan oleh multifaktorial. 1991). 2005). berupa pola dan gaya hidup yang tidak sehat. (Ganong. kemudian melalui sistem saraf simpatis untuk meningkatkan tonus pembuluh darah arteri dan arteriole serta kerja dari jantung untuk meningkatkan tekanan darah (Gayton. yang dapat mengukur adanya hiperaktifitas simpatis. serta adanya factor keturunan/genetic dari orang tua kepada anaknya. (3) CPT adalah test sederhana dan dapat dilakukan dimana saja .

yang kemudian diadakan pengelompokkan berdasarkan ada dan tidaknya riwayat hipertensi dari orang tua dan keluarga. Ayah dan ibu hipertensi (AI+) sebanyak 15 sampel. subjek diminta untuk istirahat 10 menit lalu diukur tekanan darah istirahatnya dengan menggunakan sphygmanometer digital sebagai pretest. Perubahan sistolik maupun diastolik saat perendaman ini akan dibandingkan dengan tekanan darah istirahat. maka test ini diharapkan dapat menjadi salah satu metode sederhana untuk mencegah sedini mungkin untuk timbulnya hipertensi dikemudian hari bagi yang mempunyai riwayat hipertensi dari orang tua. ayah dan ibu. yang membandingkan reaksi hiperaktifitas simpatis berupa hipereaktor pada kelompok subjek yang mempunyai riwayat hipertensi dari orang tua maupun keluarga. ibu yang hipertensi ( I+) sebanyak 26 sampel.Vol. keluarga. ibu. No. dan tanpa riwayat hipertensi . Dengan melihat resiko estimasi terlihat bahwa nilai resiko seorang anak akan lebih besar mengalami . Tempat penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar yang menggunakan subjek penelitian adalah mahasiswa-mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar sebanyak 173 sampel. kami membagi sampel menjadi 5 kelompok berdasarkan riwayat turunan hipertensi kedua atau salah satu orang tua serta yang tidak mempunyai riwayat : Ayah yang hipertensi (A+) sebanyak 43 sampel. II. dan yang tidak memiliki faktor keturunan non-hipertensi sebanyak 49 sampel. Pada penelitian ini. dengan usia berkisar 1821 tahun tanpa memandang perbedaan jenis Kelamin. tekanan darah dan nadi diukur kembali dengan memakai sphygmanometer digital. kami menggunakan 173 sampel dari hasil pemeriksaaan Cold Pressure Test (CPT) selama 30 detik pada subyek mahasiswa Fakultas kedokteran UMI yang berumur berkisar 18 – 21 tahun pada tahun 2004-2005. yang sebelumnya menandatangani informed consent yang telah disiapkan. apakah ada hipereaktor atau hiporeaktor. setiap 30 detik. menjadi : Kelompok subjek dengan riwayat hipertensi dari ayah. Metode Penelitian Penelitian ini adalah Crossectional Study. selanjutnya dilakukan kegiatan posttest berupa test pendinginan dengan perendaman lengan subjek sampai sedikit diatas siku dalam wadah 149 menggunakan air dingin bersuhu 3-5o C. dimana dari data semuanya menunjukkan hubungan yang lemah antara faktor turunan hipertensi dari orang tua kepada anaknya terhadap peningkatan hiperaktifitas sistem saraf simpatis (hiperpereaktor). Hasil Penelitian Pada penelitian ini. melalui test pendinginan (CPT). 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI test ini dapat membuktikan hal tersebut. dari keluarga yang hipertensi (K+) sebanyak 40 sampel. Sebelumnya. Dalam penelitian ini diawali dengan pelaksanaan pembagian kuisoner riwayat hipertensi pada populasi subjek. Dari tabel dan grafik terlihat bahwa dari pengolahan data dengan melihat hasil Chi-Square semua kelompok (5) sampel. Setelah lengan subjek direndam.

5 + 160.33 (0.3 49.27 0. karakteristik dan hasil sampel penelitian Variabel Sampel (n) Gender(L/P) Ibu (+) 26 6/20 Ayah Ibu (+) 15 7/8 Ayah ( +) 43 23/20 Keluar Non ga (+) riwayat 40 49 16/24 23/26 kelompok sampel dengan riwayat hipertensi dari ibu sebesar 50 %.55) 2.(0. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI hiperaktifitas simpatis (hiper-aktor) sebesar 1.51-1. Kemudian disusul riwayat ayah dan ibu sebesar 33%.99 TB (cm) 155.84 0.595 PR (0.5 + 19.84 kali (PR = 0.91 0. dengan signifikan (p>0.5 + 52. Tabel 1.5 + 0.3 9.79 (0.56). dan terakhir adalah non-riwayat sebesar 24 %. dengan menggunakan metode forehead cold stimulation (Thomas et all.67 0.36 0.5 + 19.71) dari kelompok ibu hipertensi.8 + 160.6 + 49.9 13.87 0.08 0. Kemudian disusul riwayat keluarga sebesar 1.79-2. Musante (1990) dari hasil studinya mengemukakan bahwa terdapat pengaruh riwayat hipertensi keluarga terhadap reaktivitas kardiovaskuler pada anak.91 kali (PR = 0.9 CPT 30 dtk 13 5 5 14 17 12 Hipereaktor (50%) (33%) (32%) ( 42% ) ( 24 % ) Hiporeaktor 13 10 29 23 37 (50%) (67%) (68%) ( 58 %) ( 76 % ) 1. lalu faktor ayah hipertensi 0.9 + 56.34 ).05 ). No.80 0. Walaupun faktor keturunan hipertensi mempunyai hubungan yang lemah. Studi lain yang dilakukan oleh Kellogg (1981) dan Hansen (1992) menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat hipertensi keluarga dengan peningkatan tekanan darah pada anak yang menjelang dewasa Umur (Thn) 19.06 (P) 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Ayah + Ibu + Ayahibu Keluarga + + non Hiper normal Berdasarkan prosentase yang meng-alami hiperaktifitas simpatis (hipereaktor) terlihat bahwa .36 kali (PR = 0. dan terakhir faktor nonriwayat sebesar 0.6 + 19.6 + 155.94 0.87 (PR = 0.51 .7 9.2 17.3 19.34) 1. Kellogg FR et all.34-1.71) 2.5 + 19.55).56) 1.87 1.91-3. Hasil penelitian ini didukung oleh adanya studi yang dilaku-kan oleh Kuznetsova T et all tentang kecen-derungan pengaruh maternal lebih besar daripada paternal pada pembesaran ventrikel kiri seorang anak (Kuznetsova.33-2.78 0. kemudian riwayat keluarga sebesar 42%. nilai prosentase tertinggi di alami oleh 150 .Vol.34 3.6 11.05) Chi-Square 0. 2000). Diskusi Dari hasil penelitian kami dapat dilihat bahwa faktor riwayat hipertensi ibu nampaknya lebih berpengaruh untuk bisa meningkatkan hiperaktifitas sistem saraf simpatis yang disebut hipereaktor pada anak dibandingkan dari riwayat hipertensi ayah maupun non riwayat baik dilihat dari resiko estimasi maupun secara prosentase yang dapat dilihat pada tabel di atas. Lemne CE dan Hansen HS et all. II. lalu riwayat ayah sebesar 32 %.(0.2 + 64. 2002) dan oleh beberapa studi sebelumnya antara lain Musante et al.4 BB (kg) 5.91 . lalu faktor ayah dan ibu sebesar 0.3 + 49.9 + 9.05) terhadap hiperaktivitas saraf simpatis pada anak.5 + 7.99 0.1 7.595 (PR = 0.

Increased Blood Pressure Reactivity in Children of Borderline Hypertensive Fathers. Agnes B. 1992). Hipertensi dalam Buku Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. 615 – 16.. Am J Dis Child . 2002. Maternal and Parental Influences on left Ventricular mass of offspring. American Heart Association : 69-74. Kellogg. 1981. Kuznetsova T et all. 2000). 151 Daftar Pustaka Ganong WF. 1998. Hubungan Peningkatan Hiperaktifitas Simpatis dengan Kejadian Preeklampsia dan Hipertensi Pada Ibu Hamil. Lemne CE. 16(9): 1243-8. Edisi 20 . 1990. serta metode alat yang lebih mendukung untuk dapat menjelaskan tentang apakah memang faktor turunan hipertensi ibu lebih berpengaruh dibandingkan faktor ayah dalam peningkatan hiperaktifitas simpatis pada anak. 1995. No. Influence of Familial History of Hypertension on Blood Pressure During Adolescence.135(11) : 1047-9 Kelsey et all. Idris. dimana riwayat hipertensi ayah mempengaruhi peningkatan tekanan darah anak (Hansen.Vol. 2002. Penerbit Buku Kedokteran . Tetapi hal ini perlu di telusuri lebih lanjut dengan menambah jumlah sampel penelitian maupun pada populasi yang lain . 1992. J Hypertens. Hypertension. et all. hal. Edisi Revisi. 1991. Homeostatis Cardiovascular dalam keadaan Sehat dan Sakit dalam Buku Fisiologi Kedokteran... J Hypertensi . Lange EGC. Kesimpulan Faktor riwayat hipertensi ibu lebih berpengaruh untuk bisa meningkatkan hiperaktifitas sistem saraf simpatis (hipereaktor) pada anak dibandingkan dari riwayat hipertensi ayah maupun non riwayat melalui metode Cold Pressure Test (CPT). Tetapi hal ini terutama berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Lemne (1998) pada anak-anak diatas 12 tahun. II. 2005. tentang kecenderungan pengaruh maternal lebih besar daripada paternal pada pembesaran ventrikel kiri seorang anak (Kuznetsova. Penerbit Buku Kedokteran Jakarta. Hipertensi. Hansen HS. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI (Musante. Guyton AC. Lamne. Walaupun kemungkinan hal ini dikaitkan dengan adanya factor turunan kromosom pada DNA mitokondria ibu yang dominan melalui proses fertilisasi. 2002). Irfan. Blood Pressure and Cardiac Structure in Children with a Parental History of Hypertension: The Odense Schoolchild Study.. dalam Jurnal Penelitian Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Lange EGC. 10(7): 677-82 Kellogg FR et all. Jakarta. 1981. Belum ada teori maupun studi sebelumnya yang secara mendetail menjelaskan bahwa faktor ibu yang lebih berpengaruh dibandingkan ayah dalam meningkatkan hiperaktifitas simpatis pada anak. Kelsey. 36(6): 1013-7. 2000. dimana mitokondria sel sperma tidak dapat masuk ke dalam sel telur ibu seperti halnya penjelasan studi oleh Kuznetsova T et all. Consistency of Hemodynamic Responses to Cold Stress in Adolescents Hypetension . .

152 . 453-8. Lusher. France . Mathias B. Penerbit Bagian Ilmu Kesehatan Anak Facultas Kedokteran Universitas Indonesia. Kasturba Medical College. Sidabutar RP . 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Loyke HF. Wiguno P. Endothelins and Endothelin Receptor Antgonist. 2004. Medical Journal . 1991. Blood Pressure Response To Cold Pressure Test in Siblings Of Hipertensión. 639.. Rajashekar RK. II. Jakarta . 1995. dalam buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Uviversitas Indonesia. all. Anthony I. Jakarta . The Cold Pressure test Is Predictor Of the Severirty Of Hipertensión. 1994. Nitemberg A. 173(1) . Hipertensi Sistemik. 315 – 16. Hipertensi Essencial dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. dalam Buku Ajar Farmakologi dan Therapi. Centre Hospitalier Universty Jean Verdier. Ghosh S. Circulatio . “Epicardial Coronary Arteri Contruction Cold Pressure Test is Predictive of Cardiovascular Events” In Hipertensión patients UIT Angiographically Normal Coronary Arteries and Without Other Major Coronary Risk Factor.. India . 1990. Nivedhita Y. 102 . 47(4) . Edisi 4 . Family history of hypertension and cardiovascular reactivity to forehead cold stimulation in black male children. 205-6. Balai Penerbit FK-UI. Thomas F. Antihipertensi. Musante L et all. J Psychosom Res . Saint V. 2003. Setiawan A et. Mangalore. No. Jilid I. 2000. 115-23.Vol. 2434 – 40. Department Of Physiology. Markum AH. 88(3) : 300-4. 34(1) : 111-6. 1995. Cheula D.

II. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional. Kata kunci : sindrom metabolik. dengan lama merokok singkat (75%). Harlina dan Lucianne Drusilla Rante Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Abstrak Tingginya prevalensi sindrom metabolik disebabkan oleh faktor gaya hidup dan lingkungan. Variabel kesehatan mental dianalisis dengan menggunakan uji statistic chi-square. 3 tahun 2009 ARTIKEL ASLI Merokok. Data diolah dengan menggunakan program SPSS dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. kesehatan mental 153 . Untuk kesehatan mental diperoleh nilai P = 1.000 > α (0. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling yaitu sebanyak 140 orang. Kesehatan Jurnal Madani FKM UMI Mental.Vol. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar responden yang mengalami sindrom metabolik tidak merokok (80. Penelitian ini menyarankan perlunya dilakukan suatu penelitian yang lebih mendalam mengenai pengaruh kesehatan mental terhadap kejadian sindrom metabolik. Sampel penelitian adalah pasien rawat jalan baru yang berkunjung di bagian Poliklinik Endokrin. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan kesehatan mental dan perilaku merokok dengan kejadian sindrom metabolik. merokok.2%). No. yang merokok umumnya adalah perokok berat (91. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Sindrom Metabolik Perilaku Merokok dan Kesehatan Mental Pasien Rawat Jalan Sindrom Metabolik di RSUP Dr.05) yang berarti tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan mental dengan kejadian sindrom metabolik. merokok filter (75%). Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang berobat jalan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar 2009 Nurhaedar Jafar.7%).

kurang olah raga. The study population was all visitor of Endocrine polyclinic in Dr.000) higher than α value ( α=0. Mental health. Sindrom Metabolik (SM) berkaitan erat dengan faktor penyebab obesitas seperti pola makan. The study result showed that most of respondent having metabolic syndrome did not smoke (80. the smoker commonly heavy smoker (91. Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar 2009 Nurhaedar Jafar.7%). 2006). hipertensi. penelitian yang dilakukan oleh Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) didapatkan prevalensi sindrom metabolik dengan menggunakan criteria the National Cholesterol education 154 Program (NCEP) Adult Treatment Panel (ATP) III sebesar 24.2%). This study suggest that it is necessary to be done a further study that more deep about the effect of mental health with metabolic syndrome. C. No. & Adam. The study sample was the new out-patient visiting in Endocrine polyclinic. dislipidemia aterogenik (kadar trigliserida meningkat dan kadar kolesterol high density lipoprotein (HDL) rendah).600. Mental health variable was analyzed statistic with chi-square test.900. Di Indonesia.000 wanita)3 American Hearth Association. Data was processed using SPSS program and presented in table and narration. II.000 laki-laki dan 20. smoking Pendahuluan Sindrom metabolik adalah sekelompok kelainan metabolik baik lipid maupun nonlipid yang merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner. Berdasarkan laporan NCHS tahun 2005 prevalensi merokok (18 tahun keatas) adalah 46. short smoking period (75%). filter cigarette (75%).Vol. dan glukosa plasma yang abnormal (Adriansjah. 2008.. Harlina dan Lucianne Drusilla Rante Abstract The high prevalence of metabolic syndrome is caused of lifestyle and environment factors.429 populasi yang diteliti (Sartika. WHO melaporkan bahwa Indonesia adalah salah satu dari . 2006). Key words : Metabolic syndrome. This study was aimed to know the association of mental health and description of smoking behavior with metabolic syndrome.. This study was an descriptive study. yang terdiri atas obesitas sentral. Salah satu komponen gaya hidup yang merugikan kesehatan adalah merokok dan konsumsi alkohol. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Smoking Behavior and Mental Health with Metabolic Syndrome OutPatient in Dr. Sampling was done by accidental sampling with 140 samples. gaya hidup dan faktor genetik.700. this means that there was no association between mental health disorder and metabolic syndrome.000 (25.4 % dari 3.05). The analysis result showed that P Value (P=1.Wahidin Hospital.

Kejadian sindrom metabolik juga tidak lepas dari pengaruh lingkungan. Data hasil Riskesdas 2007 menunjukkan bahwa prevalensi nasional gangguan mental emosional pada penduduk yang berumur ≥ 15 tahun sebanyak 11. pengukuran tinggi badan dan lingkar perut.1%) (Riskesdas. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan program SPSS 12 dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Bahan dan Metode Lokasi.9% dan tahun 2004 sebesar 35%). populasi. Pengumpulan Data Pengumpulan data sekunder berupa hasil pemeriksaan laboratorium pasien dan data primer berupa wawancara dengan menggunakan format kuesioner. pada subjek baik yang sehat maupun pada pasien Non-insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) (Targher et all. 2009). Sebanyak 70% penduduk Indonesia adalah perokok aktif dan dilihat dari sisi Rumah Tangga (RT) 57% memiliki anggota RT yang merokok. 2007). Studi eksperimental yang baru menunjukkan bahwa merokok dapat merusak kerja insulin secara akut. Data kesehatan mental dianalisis dengan uji statistic chisquare. Penelitian ini ditujukan untuk memperoleh informasi tentang hubungan kesehatan mental dan gambaran perilaku merokok dengan kejadian sindrom metabolik. Kesehatan mental dinilai berdasarkan Riskesdas dan Mini Neuropsychiatri. dan hampir semuanya merokok di dalam rumah ketika bersama anggota RT lainnya. Prevalensi perilaku merokok di kalangan orang dewasa juga semakin meningkat (tahun 1995 sebesar 26. Wahidin Sudirohusodo Makassar. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI lima negara yang terbanyak perokoknya di dunia. Lokasi ini dipilih mengingat poli ini merupakan pusat pelayanan rawat jalan yang di dalamnnya mencakup bagian Diabetes dan Hipertensi. II. Hasil Penelitian 1. Kuesioner mencakup pertanyaan tentang perilaku merokok dan keadaan kesehatan mental Selain itu dilakukan pula pengukuran antropometri pasien berupa penimbangan berat badan. psikologis dan perilaku. Karakteristik Responden Tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar kelompok umur yang . 2008). Prevalensi tertinggi terdapat di provinsi jawa barat (20%) dan terendah di kepulauan Riau (5. Faktor lingkungan yang di maksud terkait dengan kondisi kesehatan mental khususnya stres yang dialami penderita sindrom metabolik yang dapat mengakibatkan berbagai gangguan seperti gangguan fisiologis. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 140 orang dengan pengambilan sampel secara accidental sampling yaitu mereka yang datang pada saat penelitian berlangsung dan bersedia untuk diwawancarai.Vol. Wahidin Sudirohusodo Makassar.. Sampel adalah pasien rawat jalan baru yang berkunjung ke bagian Poli Endokrin. No.6%. dan sampel penelitian 155 Penelitian ini dilaksanakan di Poli Endokrin RSUP Dr. Bahkan yang lebih memprihatinkan adalah masyarakat mulai merokok sejak usia 8 tahun (Nuryati. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien yang berobat jalan di RSUP Dr.

000 > 0. Hasil analisis statistik dengan chi square diperoleh nilai p = 1.5% sedangkan yang tidak mengalami gangguan mental sebanyak 21. meningkatkan kadar LDL serta merangsang hormon katekolamin yang bersifat memacu jantung dan tekanan darah.000 > 0.2%. Hasil analisis dengan Uji Chi Square diperoleh nilai p= 1. Berdasarkan status merokok. sebagian besar responden yang menderita sindrom metabolik lama merokoknya singkat (< 10 tahun) yaitu 75%. yang mengalami sindrom metabolic yaitu 77. sebagian besar responden yang mengalami sindrom metabolik (SM) umumnya tidak merokok yaitu 80. yang mengalami SM sebagian besar merupakan perokok berat (konsumsi ≥ 20 batang/hari) yaitu 91.05 maka hipotesis nol diterima. Persentase tertinggi yang mengalami sindrom metabolic adalah jenis kelamin perempuan (78. No. Jantung tidak .8%. umur. sebagian besar menderita sindrom metabolik 156 yaitu 78.05 maka hipotesis nol diterima. 3. Merokok diketahui dapat menurunkan jumlah kolesterol HDL. II.7%.4%). Perilaku Merokok Sindrom metabolik merupakan kumpulan gejala metabolik yang juga merupakan salah satu faktor risiko yang manifestasi akhirnya adalah penyakit kardiovaskuler. Hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya hidup dan lingkungan disamping faktor genetik.Vol. Sedangkan yang tidak mengalami gangguan mental.5% yang tidak mengalami sindrom metabolik. Hal ini berarti tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan mental menurut Mini Neuropsychiatric dengan kejadian sindrom metabolik. Jenis rokok yang dikonsumsi oleh responden yang menderita SM sebagian besar adalah berfilter yaitu 75% sedangkan yang tidak mengalami SM sebagian besar mengkonsumsi rokok non-filter (30%).6% responden yang merokok.5%. sedangkan yang tidak mengalami sindrom metabolik sebagian besar berprofesi sebagai IRT (20%). dan obesitas. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI mengalami sindrom metabolik adalah yang berumur 40-49 tahun yaitu 87%. yang mengalami sindrom metabolik adalah yang berlatar pendidikan diploma (95. diabetes mellitus. hiperkolesterol. Perilaku Merokok Tabel 2 menunjukkan komponen perilaku merokok.1%. Kesehatan Mental Tabel 3 menunjukkan bahwa responden yang mengalami gangguan kesehatan mental berdasarkan Riskesdas. Jenis pekerjaan responden yang mengalami sindrom sebagian besar adalah pedagang (100%). Berdasarkan lama merokok. Pembahasan 1. 2. Dari 38. Salah satunya komponen gaya hidup adalah merokok.2%) sedangkan yang tidak mengalami sindrom adalah sarjana (32. jenis kelamin. Tabel 3 menunjukkan bahwa responden yang mengalami gangguan mental berdasarkan Mini Neuropsychiatric sebagian besar mengalami sindrom metabolik yaitu 77.6%) sedangkan berdasarkan pendidikan. ini berarti bahwa tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan dengan kejadian sindrom metabolic berdasarkan kriteria Riskesdas. sedangkan yang tidak mengalami sindrom berumur < 40 tahun yaitu 57.

Berdasarkan lama merokok diperoleh bahwa persentase tertinggi responden yang mengalami SM adalah yang lama merokoknya singkat ( <10 tahun) yaitu 75%. II. 2002). 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI diberikan kesempatan beristirahat dan tekanan darah semakin tinggi.9 % yang merokok. Lama kebiasaan merokok merupakan dose response terhadap kejadian sindrom metabolik. Zat yang dapat menyebabkan tekanan darah meningkat adalah nikotin. 2008). namun apabila perokok mengambil hisapan lebih besar sehingga pemaparan ke berbagai komponen asap rokok yang 157 berbahaya namun tidak mnurunkan risiko karena rokok yang berfilter memberikan banyak CO daripada rokok nonfilter (Humranengsi. No. bukan lamanya seseorang merokok (Soeharto. Variabel jumlah rokok yang dihisap setiap hari lebih menggambarkan efek kumulatif dari bahan beracun yang terkandung dalam rokok dibandingkan dengan lama kebiasaan merokok. merangsang saraf simpatis dan diikuti oleh pelepasan epinerfin sehingga denyut nadi cardiac output. yang berakibat timbulnya hipertensi yang merupakan faktor risiko sindrom metabolic (Kabo. 2004). umumnya responden yang mengalami sindrom metabolik menggunakan rokok filter (sigaret ) yaitu 75%. Yang terpenting dalam rokok adalah jumlah batang rokok yang dikonsumsi. tetapi masih membutuhkan waktu lebih lama untuk menilai kegunaan cara tersebut. perempuan 14%). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar responden yang mengalami sindrom metabolik tidak merokok. resistensi vascular akan meningkat. dan tekanan darah pun meningkat secara intermitten (Jallo. Orang yang merokok > 20 batang sehari dapat mempengaruhi atau memperkuat dua faktor risiko utama (Hipertensi dan hiperkolesterolemia) (Anwar. Sedangkan yang tidak SM 25.1% responden yang merokok.Vol. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar reponden yang merokok dan mengalami sindrom metabolik umumnya adalah perokok berat (konsumsi > 20 batang/hari) yaitu 91. Hanya 74. sedangkan yang tidak sindrom adalah perokok ringan (31%). 2004). Maraknya penggunaan filter dan sigaret yang “ rendah tar dan nikotin” telah mengurangi risiko secara nyata. Walaupun adanya penggunaan filter. Merokok ≥ 20 batang/hari akan menurunkan HDL (laki-laki 11%. maka tekanan darah akan meningkat dalam waktu yang lama pula. Hasil penelitian “ Lipid Research Program Prevalence Study” menyebutkan bahwa yang paling penting adalah jumlah rokok yang dikonsumsi dibandingkan lamanya seseorang merokok (Anwar. Angka kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan merokok sigaret hampir bekorelasi linier dengan jumlah batang rokok yang dihisap setiap hari dan tahun pemakaian. 2006). 2004).7%. Berdasarkan jenis rokok yang dikonsumsi. sedangkan yang tidak SM sebagian besar telah lama merokok ( ≥10 tahun) yaitu 26%. Penelitian yang dilakukan oleh Wardoyo (1999) yang mengatakan bahwa rokok sangat berpengaruh terhadap hipertensi dimana pengaruhnya bukan hanya karena merokok tetapi sangat dipengaruhi oleh lamanya dan jumlah merokok. . dan bahkan cenderung untuk menetap. karena semakin lama merokok dan banyaknya yang dihisap/dikonsumsi.

No. artinya responden yang mengalami gangguan mental (78. berdasarkan kriteria Mini Neuropsychiatric 158 menunjukkan persentase responden sindrom metabolik yang mengalami gangguan mental (77. Dari analisis dengan menggunakan uji chi square diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara variabel keadaan kesehatan mental dengan kejadian sindrom metabolik. Kesehatan Mental Hasil penelitian diperoleh bahwa berdasarkan kriteria Riskesdas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang mengalami gangguan mental. psikis dan sosial. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI 2. gelisah. 2007). maka ditemukan 38. Ini menunjukkan bahwa keadaan kesehatan mental berdasarkan Mini Neuropsychiatric tidak menentukan seseorang mengalami kejadian sindrom metabolik. (2005) yang mendapatkan usia lanjut yang mengalami gangguan tidur sangat banyak.0%. Salah satu gangguan kesehatan mental berupa terganggunya pola tidur atau tidak dapat tidur lelap. II. Berdasarkan indikator gangguan mental-emosional (Depkes RI. Hal ini sesuai dengan teori bahwa gangguan mental yang berkepanjangan akan mengakibatkan seseorang mengalami kejadian sindrom metabolik. Dari hasil penelitian pada tabel 3. sedangkan yang tidak mengalami gangguan mental yang mengalami sindrom metabolik juga tinggi yaitu 77.5% usia lanjut yang mengalami gangguan mental-emosional yang paling banyak dijumpai adalah gangguan sulit tidur. sehingga angka yang hampir sama inilah yang mempengaruhi variabel keadaan kesehatan mental berdasarkan riskesdas tidak mempunyai hubungan dengan kejadian sindrom metabolik. Hal ini didukung oleh penelitian oleh Tety S. Gangguan kesehatan mental ini juga timbul akibat faktor umur dari responden Akibat proses menua pada usia lanjut mengalami berbagai perubahan yang terjadi secara alami.0%) berpeluang untuk mengalami sindrom metabolik. Dari analisis yang menggunakan chi square diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara keadaan kesehatan mental berdasarkan riskesdas dengan kejadian sindrom metabolik.5%) maupun tidak mengalami gangguan mental (77. Pada tabel 3 dapat dilihat bahwa jumlah antara responden yang mengalami gangguan mental dan tidak mengalami gangguan mental baik yang sindrom metabolik maupun yang tidak sindrom metabolik menunjukkan angka yang tidak terlalu menonjol atau hampir sama.5% mengalami sindrom metabolic.Vol. baik aspek fisik. 78. Walaupun dari analisis uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan mental berdasarkan riskesdas dengan kejadian sindrom metabolik. khawatir. akan tetapi hasil penelitian ini menunjukkan lebih banyak responden sindrom metabolik yang mengalami gangguan mental. Gangguan pola tidur ini dapat diakibatkan oleh meningkatnya hormon stres dalam tubuh yang kemudian akan mengganggu jalannya metabolisme . Banyak gejala yang berhubungan dengan kesehatan mental akibat dari adanya sindrom metabolik sehingga menimbulkan rasa cemas. dan ketakutan berlebihan pada responden.5%) lebih kecil dibandingkan dengan responden yang sindrom metabolik tetapi tidak mengalami gangguan mental (78.3%).

menyebabkan hipertensi yang menetap. 2006. Daftar Pustaka Adriansjah. jenis rokok yang dikonsumsi umumnya berfilter dengan lama merokok ≥ 5 tahun. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka disarankan perlunya penelitian lebih lanjut yang memperhatikan efek kumulatif dari bahan berbahaya rokok dengan menghitung jumlah rokok yang telah dihisap sampai habis dan lama merokok intensif dan juga penelitian yang lebih mendalam mengenai pengaruh kesehatan mental (fisiologis.Vol. maka tekanan darah pun akan naik dan dalam periode waktu yang lama dan cenderung untuk bertahan terus. pengertian. 2004. 2007. yaitu tubuh menjadi lesu. T. kurang konsentrasi dan lain-lain (Sundari. Sindrom metabolik merupakan kumpulan gejala kelainan metabolik.. H. baik fisik maupun emosional menyebabkan kenaikan sementara pada tekanan darah namun bila stres tersebut menjadi kebiasaan yang menetap dalam kepribadian seseorang setiap hari. seseorang yang mengalami kelainan psikologis. Anwar. sering merasa khawatir menyebabkan gangguan pada dirinya sehingga kesulitan untuk tidur. 2006). Hal ini dapat mengakibatkan produk sampingan metabolisme yang dapat mengakibatkan gelisah pada saat tidur. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI sehingga detoksifikasi (proses penetralan racun dalam tubuh) tidak berjalan sebagaimana mestinya. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara. yang merokok merupakan perokok berat. Update At Glance. Setelah bekerja keras seharian. Faktor risiko Penyakit Jantung Koroner. Hearth diseases and stroke statistik. Jakarta .. Forum Diagnosticum. 2006. umumnya seseorang akan lebih mudah dan cepat merasa ngantuk dan tertidur. seperti banyak pikir. II. 2005). J. Sindroma metabolik. Modul entry data kuesioner Riskedas. Depkes RI. 4:0854-7165 American Hearth Association. No. psikologis dan perilaku) terhadap kejadian sindrom metabolik. 2008. yang penyebabnya bukan hanya akibat stress.. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa bahwa seseorang yang tidur dibawah 6 jam sehari atau kurang tidur akan berdampak pada stamina tubuhnya. Pola tidur merupakan suatu kebiasaan yang terbentuk dari suatu proses namun pola tidur seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor kelelahan dan faktor psikologis. Hasil penelitian lain yang dikemukakan oleh Leonard Marvyn (1995) yang menyatakan bahwa stres. epidemiologi dan kriteria diagnosis. namun faktor gaya hidup dan genetik juga berpengaruh (Adriansjah & Adam. Untuk kesehatan mental diperoleh bahwa Tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan metal dengan kejadian sindrom metabolik baik berdasarkan Riskesdas maupun Mini Neuropsychiatric. & Adam. Sebaliknya. 159 Kesimpulan dan Saran Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa responden yang mengalami sindrom metabolik (SM) sebagian besar tidak merokok.

. Penanda inflamasi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama Sundari. K. Indonesia tobacco control network. Forum diagnosticum Prodia diagnostics educational servis. Mengungkap pengobatan penyakit jantung koroner. dkk. 2006. II. Hubungan merokok dengan kejadian PJK di RSUP Dr. diakses 22 Februari 2009 160 . diakses 28 Juni 2008 Riskesdas. Kesehatan mental dalam kehidupan. Depkes. No. 2006....d66456. 2005.jcem. www. 2004. P. Jakarta: Rhineka Cipta Targher. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat Jallo. Journal of clinical Endocrinology and metabolism. S. Serangan jantung dan stroke.org.com/edisicetak/opini/i. Skripsi FKM Unhas Makassar Kabo. 2007. stress oksidatif dan disfungsi endotel pada sindrom metabolik. 2008. 2008.endojournals. Cigarette smoking and insulin resistance in patients with noninsulin-dependent diabetes mellitus. G.. Laporan akhir Riset Kesehatan Dasar Propinsi Sulawesi Selatan. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Humranengsi. Faktor risiko yang dapat mempengaruhi terjadinya hipertensi pada usia dewasa muda (20 – 40 Tahun) Di Unit Rawat Jalan Rs Labuang Baji Makassar. Jakarta Sartika.html... Jakarta : PT Sun Nuryati.Vol. C. S. Wahidin Sudirohusodo Makassar tahun 2002. http://webbisnis. Soeharto.

Indonesia dan Laos ada daerah-daerah di mana air tanah tercemar oleh arsen. Buyat 161 . China dan India. Kamboja. Di Indonesia khususnya di Buyat konsentrasi arsen yang tinggi telah pula ditemukan.J. II. bila air tersebut digunakan untuk keperluan rumah tangga. Air Minum. Duration time telah ditemukan 1. Di Asia telah dilaporkan bahwa di Banglades. Myanmar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kesehatan pencemaran arsen di Desa Buyat. Nur Nasry Noor**.Vol. terutama kontaminasi arsen adalah sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. M.Cmax 0. Pencemaran arsen. jumlah kasus 54 penduduk yang menderita keliainan kulit (keratosis atau hyperkeratosis). dan laju konsumsi maksimum 53 Pendahuluan ml/hari/orang dengan berat badan 35 kg.0082 mg/l.030 mg/l). H.1040 mg/l) dan ratarata±SD (0. Buyat Analisis Resiko Kesehatan Terhadap Kontaminasi Arsen Pada Air Minum di Daerah Buyat Sulawesi Utara Anwar Daud*.dimana jumlah sumur diperiksa airnya 25 buah. Hasil yang didapatkan. Thailand. No. Risiko kesehatan (RQ) telah melampaui angka 1.040±0. Pakistan. 3 tahun 2009 ARTIKEL ASLI Jurnal Madani FKM UMI Kontaminasi Arsen. maksimum (0.0063 mg/l). Kata kunci : Analisis risiko keshatan. Sjahrul**** *Jurusan Kesehatan Lingkungan FKM-UNHAS. 90% air sumur tercemar di desa Buyat dengan konsentrasi minimum (0. Makassar **Jurusan Epidemiologi FKM-UNHAS ***Jurusan Kesehatan Lingkungan FKM-UNAIR ****Jurusan Kimia Fakultas MIPA-UNHAS Abstrak Kontaminasi air tanah. Mukono***. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL).5 tahun.

Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar 2009 Nurhaedar Jafar. insiden kontaminasi arsen pada air-tanah dilaporkan dari negaranegara Asia. diidentifikasi dari salah satu kampung dalam distrik Parganas . duration times 1.5 years. Cmax. 1999. Kontaminasi arsen parah juga dilaporkan dari Vietnam dan Indonesia. 90% dig wells in Buyat Village were arsenic contamination with minimum (0. Buyat Pendahuluan Setiap tahun. Laporan pertama tentang arsen di sumur-sumur bor. The result. This was observational study with design Environmental Health Risk Assessment (EHRA) whereas 25 wells examined and cases (n=54) were people suffering for skin lesion (keratosis or hyperkeratosis) living in Buyat Village (exposure areas). Daud dan Azis. maximum (0.040±0. dimana beberapa juta orang dikatakan berisiko tinggi untuk mengalami keracunan arsen kronis (Rahman dkk. Harlina dan Lucianne Drusilla Rante Abstract Groundwater Contamination. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Smoking Behavior and Mental Health with Metabolic Syndrome OutPatient in Dr. 2005. 2006. sumur gali dan sumber mata air dilaporkan pada tahun 1976 di India. drinking water. 0. Health risk (RQ) was over than value one. Myanmar. ditemukan sekitar 16 pasien menglami lesilesi kulit akibat arsen. Pakistan.030 mg/l).0082 mg/l. This study was intended to examine risk factors of rice. and exposure way (R) maximum 56 ml/day/man with 35 kg body weight.1040 mg/l) and mean ± SD (0. In Asia was report that in Bangladesh. Arsenic pollution. and blood arsenic levels to skin lesions at peoples in North Sulawesi. This study was health risk assessment for arsenic pollution in Buyat Village. beberapa tempat di China baru-baru ini telah dilaporkan menjadi daerah masalah yang baru. II. Pada tahun yang sama. 2007).. Cambodia. urinary. Key words : Health risk assessment. No. Himachal Pradesh di India bagian utara. especially arsenic is very dangerous for human health if water is used for domestic purposes. Haryana. Kontaminasi arsen pada air-tanah di propinsi Bengal Barat pertama kali ditemukan pada bulan Juli 1983. Kandungan arsen yang tinggi ditemukan pada hati mereka yang mengalami fibrosis portal non-sirosis (NCPF) dan meminum air yang terkontaminasi arsen. Sebagai contoh. Indonesia and Laos are arsenic pollution areas.0063 mg/l).Vol. China and India. Tahun yang sama dilaporkan bahwa 162 masyarakat meminum air terkontaminasi arsen di Chandigarh dan beberapa perkampungan seperti Punjab. Thailand.

Konsentrasi rata-rata arsen dalam air yang tercemar adalah 200 µg/L. Chakraborty. 2006). II.1996. Sebuah studi melaporkan bahwa dari 800.000 orang meminum air terkonta-minasi arsen dari distrik di Bengal Barat sekitar 175. hiperkeratosis.Vol. fibrosis porta non-sirosis (NCPF) dan obstruksi vena portal ekstrahepatik pada orang dewasa sangat umum di India dan menunjukkan bahwa konsumsi air yang terkontaminasi arsen bisa memiliki peranan dalam “patogenesis penyakit”. ascites. Saha. 2003). (9) melakukan analisis kesehatan lingkungan (WHO. No. (6) mengembangkan program medis lokal dan regional untuk membantu dalam diagnosis. Laporan serupa menyatakan bahwa kondisi pasien begitu parah sehingga mereka memerlukan perawatan rumah sakit. (4) menggantikan sumber-sumber terkontaminasi dengan sumber aman dan mendorong sumber air permukaan. Mereka mengalami gejala hiperpigmentasi. (7) mempromosikan pendidikan publik dan pendidikan profesional tentang masalah kesehatan yang terkait arsen. 2004). ada beberapa yang mengalami kanker kanker kandung kemih dan kanker paru-paru dan lainnya Chakraborty. melanosis berbintik. Banyak orang yang mengalami lesi kulit seperti melanosis difus. Dari 127 anggota yang terkena semua mengalami melanosis difus. nyeri dan sensasi terbakar pada jari tangan dan jari kaki. keratosis. (5) membuat sebuah program untuk memastikan besarnya masalah kesehatan. Konsentrasi arsen 545 µg/L telah ditemukan pada sampel air dari sumur pompa tangan di India. 37% dan 12. (3) membuat sebuah infrastruktur laboratorium analitik. Ini merupakan laporan pertama tentang lesi-lesi kulit dari pasien arsen di Bengal Barat (Saha. 39% mengalami melanosis berbintik. 2006. dorsum. kanker kulit. 163 Mandal melaporkan bahwa 20. 1999). Lebih lanjut dilaporkan bahwa kandungan arsen tinggi dalam hati lima dari sembilan pasien yang mengalami hipertensi portal non-sirosis (NCPH) yang telah meminum air yang terkontaminasi arsen. leukomelanosis. 2003. Rasio rata-rata arsenit/arsenat dalam sampel air adalah 1:1 (Mazunder. konsentrasi arsen pada air sumur di .000 orang mungkin menderita lesi kulit akibat arsen. Rahman. screening dan pengobatan sugestif. sekitar 45% sampel memiliki konsentrasi arsen di atas 50 µg/L. Di desa Buyat telah dilaporkan bahwa konsentrasi arsen di dalam air sumur cukup tinggi (Edinger. gangren. 2008). (2) mengembangkan sebuah sistem pencatatan induk tentang data kualitas air. dan (8) mempromosikan penelitian epidemiologi. wasting.6% masing-masing mengalami keratosis palmoplantar dan keratosis dorsum. kelemahan. edema non-pitting. melaporkan 127 pasien dengan lesi kulit akibat arsen dari 25 keluarga (total anggota 139) dari 5 kampung di 3 distrik di Bengal Barat. 2003). Disamping itu. KLH. hiperkeratosis. Para konsultan WHO mekomendasi agar (1) menilai besarnya kontaminasi di seluruh negara. edema. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dimana masyarakat meminum air terkontaminasi arsen dari sumur mereka di Bengal Barat (Chakraborty.000 sampel air dari daerah tercemar arsen di Bengal Barat.

Standar deviasi relatif dari injeksi pengulangan pada umumnya kurang dari 5%.400o C. Sebanyak 10 sampai 20 µL sampel dikeringkan dalam tabung grafis. Bahan dan Metode Sebanyak 54 orang yang mengalami lesi kulit (keratosis atau hyperkeratosis) yang diperiksa air sumurnya.(BTKL Manado. Sebuah lampu electrode-less discharge dan sebuah konstanta waktu (filter) 0. Dengan injeksi 20-µL. Pengambilan Sampel air sumur pada kedalaman 20 cm di bawah permukaan air untuk sumur gali dan pada sumur bor diambil melalui kran air dan dimasukkan kedalam botol plastik bervolume 1000-1500cc.0030 µg/L atau 0. 164 Pemeriksaan kadar arsen air minum dengan menggunakan alat Atomic Absoption Spectrophotometric Hydride Vapour) (AAS-HV. Buyat dinyatakan salah satu daerah yang terkena imbas dari pencemaran akibat eksplorasi tambang emas di desa Ratatotok. mengekspansi rentang linear.5 detik akan digunakan. Daud dan Azis. Kasus Buyat mencuat pada awal tahun 2004 setelah banyak penyakit aneh yang diderita masyarakat pesisir (Buyat Pante) dimana tempat atau ujung pipa tailing dari Newmont yang diduga berdampak pada biota laut yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat. kemudian air ini akan menyebar keberbagai daerah sekitarnya termasuk Buyat dimana sungai yang hulunya ada di sekitar bekas tambang tersebut. Buyat dijadikan sasaran studi ini karena desa Buyat merupakan salah satu daerah terminalisasi arsen di gugusan pegunungan Sulawesi Utara. Penambahan nikel ditemukan meningkatkan kesensitifan. 2007). pertama diencerkan hingga 30 sampai 60 µg/L dalam sebuah matriks HNO3 2% dan 50-ppm nikel. Batas deteksi (3 x SD blanko) adalah sekitar 0. Prosedur pemeriksaan sampel air. Kebanyakan atau semua sinyal blanko disebabkan oleh gangguan elektronik pada lampu dan bagian lain dan tidak disebabkan oleh jumlah sampel arsen dalam larutan. dan diatomisasi pada suhu 2. Semua sampel disimpan dalam ice box.2300 unit absorben (sekitar 90 µg/L). Empat mikroliter dari asam hidroklorat murni 1% ditambahkan ke masing-masing botol air. kesensitifan adalah sekitar 0.0000023 mg/L).000003 mg/L.0025 unit absorbansi.Vol. Respons cukup linear terhadap sekurang-kurangnya 0. Nilai blanko memiliki rata-rata sekitar 0. diabukan pada suhu 600oC selama 20 detik. Tiga tahun kemudian masyarakat diisolasi dari tempat tersebut dan PT. II. 640-12) di Labotorium BTKL-Manado sedangkan Pemeriksaan kelainan kulit di lakukan oleh tim ahli penyakit kulit dari Jepang dan Universitas Hasanuddin Makassar. No. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Buyat sekitar 40-100 µg/l. Walaupun ini sudah ditutup tapi masih menyisakan masalah karena kubangan yang ditinggalkan masih tetap terbuka dan pada saat musim hujan akan berisi air. NMR ditutup sampai saat ini. Hasil dan Bahasan Hasil analisis paparan atau exposure assessment. dan meningkatkan reprodusibilitas. Sebyak 25 sumur yang digunakan oleh responden dan semua dimabil airnya untuk pemeriksaan kandungan arsen. 2005. yang dilakukan untuk .0023 unit absorbansi per mikrogram per liter (0.

(DermNet NZ. Untuk asupan konsentrasi arsen rata-rata dengan berat badan 35 kg didapatkan nilai HI = 2. bukan-pitting oedema pada kaki/tangan. 2008).43 mg/kg per hari. Tabel 1 memberikan estimasi bahwa seseorang dengan berat badan 35 kg yang ada diantara populasi di daerah Buyat mengkonsumsi air minum dengan konsentrasi maksimum masing-masing variabel memberikan informasi bahwa asupan nonkarsionogenik arsen air minum 0. kanker hati dan kandung kemih mempunyai hubungan kuat dengan kandungan arsen yang dimakan atau diminum setiap hari (Mazumder. dimana batas tingkat risiko ditetapkan. Untuk asupan konsentrasi arsen rata-rata dengan berat badan 35 kg didapatkan nilai HI = 5. diabetes mellitus. II. 2004). asupan arsen yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya anemia haemolytic. Hasil analisis memberikan estimasi bahwa seseorang dengan berat badan 35 kg yang tinggal di daerah Buyat mengkonsumsi air minum dengan konsentrasi maksimum masing-masing variabel memberikan informasi bahwa asupan karsionogenik (Ik) arsen dalam air minum atau Hazard Index/Indeks Bahaya (HI) adalah 5. weakness dan anemia (Mazumder. Penelitian lainnya menjelaskan bahwa penyakit paru-paru kronis seperti bronchitis. untuk berat badan 70 kg yang diangga paling rendah risikonya terhadap kejadian kanker didapatkan nilai HI = 2. sedangkan yang berat badannya 70 kg didaptkan HI= 1. Penyakit peripheral vascular. sedangkan yang berat badannya 70 kg didaptkan HI=2. penyakit paru-paru obstruktif kronis dan bronchiectasis. et al.Vol. Untuk konsnetrasi rata-rata dengan berat badan 35-70 kg RQ juga 165 .1 mg/kg berat badan. 2007).0038 mg/l) atau Hazard Index/Indeks Bahaya (HI) adalah 12. maka tingkat risiko (Risk Quotient) dengan berat badan 35-70 kg dinayatakan tidak aman karena nilai RQ diatas angka 1. penyakit hati seperti noncirrhotic portal fibrosis. dan penyakit lainnya seperti polyneuropathy. et al. 2008). Hasil analisis Risk Quotient (RQ) memberikan informasi estimasi bahwa apabila air minum dikonsumsi selama 350 hari per tahun dalam jangka waktu 20 tahun.7 mg/kg per hari.33 mg/kg per hari. baik pada level konsentrasi maksimum maupun rata-rata sangat berbahaya atau mempunyai probalitas terhadap terjadinya penyakit kanker seperti Kanker kulit. (WHO. Seperti yang dijelaskan oleh DermNet NZ. leukopaenia (sel darah putih menurun) dan Proteinuria (protein di dalam urin). sedangkan untuk berat badan 70 kg yang diangga paling rendah risikonya didapatkan nilai HI =6. paru-paru. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI mengenali jalur-jalur paparan (pathways) risk agent agar jumlah asupan yang diterima individu dalam populasi berisiko bisa dihitung. No.03 mg/kg berat badan.67 mg/kg per hari. Artinya penduduk yang tinggal di desa Buyat dengan berat badan antara 35-70 kg yang mengkonsumsi air minum.0 mg/kg per hari. hipertensi dan penyakit jantung iskemia.33 mg/kg per hari. baik pada level konsentrasi maksimum maupun rata-rata sangat berbahaya atau mempunyai probalitas terhadap terjadinya penyakit sistemik nonkanker seperti kelainan kulit nonmelanoma karena nilai HI diatas angka 1. Artinya penduduk yang tinggal di desa Buyat dengan berat badan antara 35-70 kg yang mengkonsumsi air minum.

2005. ATSDR. No.0082 mg/L per hari. informasi estimasi bahwa mengkonsumsi ikan. Jadi informasi yang didaptkan dari hasil penelitian ini adalah mengkonsumsi air yang bersumber dari air sumur di dearah Buyat sangat potensial memberikan efek toksik apabila air tersebut dijadikan air minum. bila seseorang dengan berat badan 70 kg hanya diperbolehkan mengkonsumsi air minum sebanyak 254 ml per hari pada satu tahun terakhir .37 lietr per hari. untuk berat badan 35 kg hanya diperbolehkan menkonsumsi air minum sebanyak 53 ml per hari dalam satu tahun terakhir. 263 ml per hari untuk 5 tahun ke depan dan 526 ml per hari untuk 10 tahun ke depan pada konsentrasi maksimum (0.104 mg/kg. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dinyatakan tidak aman. Untuk membatasi toksisitas yang ditimbulkan oleh arsen.21 tahun. Hasil analisis laju konsumsi (R). Kemudian.1040 mg/l).016 mg/L per hari. ini jauh dibawah baku mutu yang disyaratakan (0. gastrointestinal dan leukima. 2004. 2007.58 pada orang yang mengkonsumsi air dengan berat badan 35 kg. sehingga konsumsi air minum di daerah Buyat dengan konsentrasi rata-rata sangat potensil meningkatkan risiko terjadinya penyakit-penyakit sistemik. Sedangkan untuk konsentrasi ratarata dengan berat badan badan 35 kg baru ditemukan efek toksik pada tahun ke 4.271 ml per hari dan 10 tahun kedepan 2. Untuk berat badan 70 kg dengan konsumsi rata-rata arsen dalam air minum 8. EPA. untuk 5 tahun kedepan 684 ml per hari dan untuk 10 tahun ke depan 1. 2000). 1999. efek toksik arsen diprakirakan akan ditemukan pada tahun ke 1.11 tahun.737 ml per hari.Vol.01 mg/l) sedangkan untuk orang dengan berat badan 70 kg batas maksimum yang diperbolehakn untuk konsumsi air minum 0. (NRC. maka orang yang mengkonsumsi air mempunyai waktu pendek untuk menyebabkan toksisitas pada seseorang baik yang mempunyai berat badan ringan maupun yang berat. paru-paru.04 mg/l) untuk 1 tahun terakhir dengan berat badan 35 kg hanya diperbolehkan minum air sebanyak 137 ml/ per hari. maka hasil analisis seperti yang diperlihatkan pada tabel 1 untuk konsentrasi arsen dalam air minum yang dikonsumsi oleh seserang dengan berat badan 35 kg maksimum konsentrasi yang diperbolehkan untuk air minum 0. Hasil analisis Excess Cancer Riks (ECR) memberikan informasi estimasi bahwa mengkonsumsi air minum mengandung arsen pada konsentrasi maksimum dan rata-rata semuanya telah memberikan akses terjadinya kanker baik kanker kulit.16 tahun. II. Air yang dipilihan dalam bahasan ini karena air merupakan kebutuhan esensial 166 . beras dan air minum dengan konsentrasi maksimum dan rata-rata dari air minum menurut kelompok berat badan penduduk dengan pola pajanan 350 hari/tahun dan Durasi waktu 1 tahun. kandung kemih. Kalau diperhatikan laju durasi paparan dari variabel tersebut diatas. 5 tahun dan 10 tahun. sedangkan pada konsentrasi rata-rata (0. WHO.untuk 5 tahun ke depan 1. Hasil analisis durasi paparan atau Duration time (Dt) memberikan informasi estimasi bahwa mengkonsumsi air minum dengan konsentrasi maksimum untuk air minum 0. untuk berat badan 70 kg baru ditemukan setelah terpapar selama 3.

RCS) air minum untuk asupan mineral dari diet berkisar 20 – 80% dari total asupan.0003 mg/kg/hari x 35 kg = ------------------------------------2 liter/hari = 0. No. Jika demikian. 350 hari/tahun. 2005.29 ternyata hasil perhitungannya melebihi satu sehingga dinyatakan sangat tidak aman untuk orang Indonesia khusuanya masyarakat yang tinggal di Daerah Buyat. instrumentasi analisis arsen dalam air hasil purifikasi. Hasilnya bisa berbeda bila yang diamankan adalah efek-efek karsinogeniknya.01 mg/L menurut Kepmenkes 907/2002 cukup aman bagi orang Indonesia? Perhatikan perhitungan pada tabel 5. biaya purifikasi dan berapa banyak (%) populasi yang akan terlindungi oleh baku mutu tersebut. Berapa konsentrasi arsen yang aman dari efek nonkarsinogenik bila laju konsumsi 2 L/hari selama 350 hari/tahun yang berlangsung dalam 1-10 tahun untuk populasi residensial dengan berat badan 35 kg? untuk ke depan. 30 tahun) MCLG-nya ≈ 0.8×0. Regulasi MCLG yang bersifat non enforceable (tidak wajib) menjadi baku mutu yang wajib ditaati memerlukan banyak pertimbangan seperti kemampuan teknologi purifikasi air baku. berat badan 70 kg seperti default Amerika)? Dengan pola paparan yang sama (konsumsi 2 L/hari.0042 mg/L = 0. Perkalian DWEL dengan RCS 167 menghasilkan apa yang disebut MCLG (maximum contaminant level goal): Batas tingkat kontaminasi makanan yang diperbolehkan. MCLG = 0. apakah baku mutu arsen 0. RfD mg/kg/hari x 35 kg DWEL = -------------------------------------2 liter/hari 0.Vol.005 mg/L Air minum bukanlah satu-satunya sumber asupan Arsen. Nukman et al. Jika digunakan berat badan 35 kg dan frekuensi pajanan 350 hari/tahun maka. Sumber kontribusi relatif (relative contribution source. langkah pertama adalah meng-ubah RfD menjadi tingkat kesetaraan air minum atau drinking water equivalen level (DWEL) menggunakan berat badan dan laju konsumsi air minum.004 mg/L MCLG adalah batas aman menurut kesehatan yang dianjurkan (disarankan) menjadi baku mutu bagi populasi yang berat badannya 35 kg. sekitar 17% lebih tinggi dari batas aman orang Indonesia menurut nilai default .008 mg/L. Berapa batas aman arsen dalam air minum bagi populasi yang posturnya lebih besar (misal. Pemilihan manajemen risiko merupakan suatu langkah untuk mengamankan efek-efek nonkarsinogenik arsen. konsumsi air minum 2 L/hari selama 350 hari/tahun untuk jangka waktu paparan sedikitnya 30 tahun. . 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI yang harus dimenege dengan baik. Jika tidak ada data yang pasti.00525 mg/L = 0. untuk keamanan biasanya dipakai RCS 80% untuk As dari air minum (EPA 1990a). Laju konsumsi aman air minum menurut Tabel 2 sangat sedikit sehingga perlu pasokan air minum rendah arsen. Karena RfD berarti dosis aman seluruh jalur pajanan. II. menjawab pertanyaan ini harus digunakan RfD yang menyatakan dosis harian yang aman. 2007. dalam Rahman.

369 dan 2. Application 335.016 mg/L per hari. Daftar Pustaka ATSDR. Toxicological Profile for Arsenic U.0009 mg/kg per hari untuk orang dengan berat badan 35-70 kg pada konsentrasi maksimum. pada berat badan 70 kg HI sebesar 2.1-3 Dionex.737 ml/hari pada penduduk di Daerah Buyat. Division of Toxicology/ Toxicology Information Branch 1600 Clifton Road NE.Vol. No. United States Environmental Protection Agency. Laju Konsumsi (R) yang diperbolehkan untuk air minum pada konsentrasi maksimum sekitar 53 dan 105 ml/hari untuk berat badan 35 dan 70 kg.0038-0. Rapid Extraction and Determination of Arsenicals in Fish Tissue and Plant Material Using Accelerated Solvent Extraction. RQ) untuk efekefek nonkarsinogen pada konsentrasi maksimum dari variabel arsen dalam air minum berisiko untuk dikonsumsi.7 mg/kg per hari untuk konsentrasi maksimum. E-29 Atlanta. 2005. Division of Toxicology/Toxicology Information Branch 1600 Clifton Road NE. E-29 Atlanta.16 tahun. 2000. sedangkan untuk konsentrasi rata-rata didapatkan 0. Georgia 30333. Batas konsentrasi maksimum (Cmax) yang diperkenankan dalam air yang dikonsumsi pada berat badan 35 kg sebesar 0.03 mg/kg perhari pada. BTKL-Manado. 2007. Analisis pola konsumsi ikan dan air minum terhadap kelainan kulit pada penduduk di Desa Buyat.016.S. sedangkan pada konsentrasi rata-rata untuk air minum 3. ADI untuk karsinogen nilai rata-rata dari arsen dalam air minum sebesar 0. Tingkat risiko (Risk Quotient . Dipankar. Chakraborty.S. untuk konsentrasi rata-rata berat badan 35 HI sebesar 2.33 mg/kg per hari. 2003. Georgia 30333. ATSDR.0019 mg/kg per hari untuk orang dengan berat badan 35-70 kg pada konsentrasi maksimum. untuk konsentrasi rata-rata berat badan 35 dan 70 kg diperbolehkan 1. & A.58 tahun pada konsentrasi maksimum. 2005. Arsenic Occurrence In Public Drinking Water Supplies. ECR semuanya telah memberikan akses atau peluan terjadinya kanker. Arsenic poisoning. sedangkan untuk berat badan 70 kg diperbolehkan minum air 0. 2007. Kabupaten Bolaang Mangondow.0082 mg/L per hari. 168 . DermNet NZ. Daud. 2008. Department Of Health And Human Services Public Health Service. Groundwater Arsenic exposure in India.0015-0. Draft Toxicological Profile for Arsenic U. dkk. Department Of Health And Human Services Public Health Service. Azis Hunta.Konsumsi air minum.0. p.1-5 EPA. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Kesimpulan Acceptable Daily Intake (ADI) untuk nonkarsinogen didapatkan nilai rata-rata dari arsen dalam air minum sebesar 0. New Zealand Dermatological Society Incorporated. A. Durasi paparan untuk efek toksik sudah ditemukan pada konsumsi air minum 1.1 mg/kg per hari dan untuk berat badan 70 kg HI sebesar 1. dengan berat 35 kg didapatkan nilai Hazard Index (HI) sebesar 5. Proseding Arsenic. II. Daud.00034 mg/kg per hari. Identifikasi Logam Berat Arsen Dalam Air Sumur Penduduk di Desa Buyat. 2007.p.

National Academy Press.78826 3.40944 3. 114: 1847-1852.26180 3.62264 2. 1999. Technology Center.84120 2. WHO.05867 7.03929 7.00242 0. Usa. Arsenic In Bangladesh Ground Water: The World's Greatest Arsenic Calamity. p 436-447. No. Bandyopadhyay.00037 0.00088 (RQ) air minum (tahun) 12.08067 9. 2004. NRC (National Research Council). Saha.00047 4. Bangladesh. C.00081 Sumber : Data primer 169 ..00073 0.00190 0.00040 0. A Review of Arsenic Poisoning and its Effects on Human Health. Washington.00146 0.Intronics.81887 6. Rahman. A.00244 0.00049 0. Risk Assessment Terminology.69286 5.008213 0. Rahman.57933 1.03056 2.00163 0. This Project Was Conducted Within The Ipcs Project On The Harmonization Of Approaches To The Assessment Of Risk From Exposure To Chemicals. M.00205 Ik air minum (mg/L) 0.Vol.00093 0. New York.016425 35 40 45 50 55 60 65 70 0. Lampiran : Tabel 1 Konsentrasi maksimum dan rata-rata asupan arsen dalam air minum dengan berat badan di desa Buyat Sulawesi Utara.33181 (ECR) (Dt) air (tahun) minum air (mg/L) minum 0.00055 0. Dhaka.93304 3.009386 0. Organized And Sponsored By Bangladesh Chemical And Biological Society (Bcbsna) .21250 Cmax Air minum (mg/L) 0. Critical Reviews in Environmental Science and Technology.00214 0.86454 8. Arsenic in Drinking Water.015252 0.00102 0.00332 0.00031 4. II.27946 5.25618 2.00128 0.00114 0. 29(3): 281–313.00073 Konsentrasi Rata-rata Ik (RQ) air air minum minum (mg/L) (tahun) 0. 2006.48180 2.011732 0. DC).N.00055 0.00171 0. Chronic arsenic Toxicity & human health.00094 0.00104 0. Arsenic Exposure and Age. 2008 Konsentrasi maksimum Berat Badan (kg) Ink air minum (mg/L) 0.62589 8.00034 0.010559 0.00143 0.00143 0.10625 4.00060 0. J.00051 0. K.15865 Ink air minum (mg/L) 0.012905 0. 2004.80495 2. Dikshit.38711 6. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Mazumder.84948 8.00066 0.00079 0.014079 0.00114 0.00122 1.and Sex-Specific Risk for Skin Lesions: A Population-Base Case referent Study in Bangladesh. Shaikh Mizanur.00082 0.00044 0.00190 0. Environmental Health Perspectives.00085 0. Mahfuzar.00266 0.00222 0.00380 0.09949 2.43531 (ECR) (Dt) air (tahun) minum air (mg/L) minum 0. Indian J Med Res 128. Wagner College.00063 0.45268 7.00095 0. 1999. et all.00155 0.70742 2.66362 11. 2008.00127 0. D.87062 4. Guha.00296 0.00132 0.86607 6.

07545 1.95536 2.37603 0. II.75982 1.60165 0.52644 0.52644 (R) (tahun10) Air minum 0.23464 0.90247 0.19554 0.45124 0.10529 (R) (tahun 5) Air minum 0.17598 0.27098 1.06769 0.26322 0.41363 0.05264 0.05288 Konsentrasi rata-rata (R) (tahun1) Air minum 0.17321 1. No.15643 0.34643 2.36875 (R) (tahun10) Air minum 1.97768 1.97768 1. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Tabel 2 Konsentrasi maksimum dan rata-rata asupan arsen berdasarkan Laju Konsumsi (R) dalam air minum dengan berat badan di desa Buyat Sulawesi Utara.67685 0.07521 0.15089 2.75206 0.08273 0.13688 0.36875 1.73750 Sumber :Data Primer 170 .78214 0.68438 0. 2008 Konsentrasi maksimum Berat Badan (kg) 35 40 45 50 55 60 65 70 (R) (tahun 1) Air minum 0.09777 0.33843 0.54196 2.87991 0.48884 0.82727 0.21509 0.27375 (R) (tahun5) Air minum 0.09025 0.30082 0.56429 1.25420 0.Vol.06016 0.

Kata Kunci : Pemanfaatan Antenatal Care 171 . No.4% orang dan ibu yang mengatakan sikap petugas baik sebanyak 91. Jenis Penelitian adalah Survey Analitik dengan rancangan Cross Sectional Study yang dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tamangapa Kelurahan Bangkala. sehingga menyebabkan masih banyak ibu tidak memeriksakan kehamilannya dan banyak ibu tidak menerima pemeriksaan kehamilan sesuai dengan standar program kesehatan ibu dan anak. puskesmas keliling dimanfaatkan. petugas kesehatan bersikap ramah pada pasien. Sehingga disarankan petugas meningkatkan penyuluhan antenatal care.Vol. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak berusia 0-12 bulan sebanyak 270 ibu dengan mengambilan sampel secara proporsional random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 160 orang. keracunan dan infeksi serta pelayanan pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan oleh tenaga profesional belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat. . Untuk variabel sikap petugas tidak hubungan yang signifikan dengan pelayanan antenatal care. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care di Puskesmas Tamangapa.9% orang. Pendahuluan jarak puskesmas dan status pekerjaan dengan pemanfaatan antenatal care.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang berpengetahuan cukup sebanyak 63.1%. ibu yang mengatakan jarak puskesmas dari rumah responden mudah dijangkau sebanyak 81. II.Kesimpulan dari penelitian ini yang diperoleh. 3 tahun 2009 ARTIKEL ASLI Jurnal Madani FKM UMI Pelayanan ANC. ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan. PKM Tamangapa Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas Tamangapa Tahun 2007 Wardiah Hamzah Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia Abstrak Tingginya angka kematian ibu tersebut disebabkan karena perdarahan.3% ibu. ibu yang memiliki status pekerjaan bekerja sebanyak 19.

9% mothers who said that clinic was easer to reach.000 kelahiran hidup. Staffs of clinic are friendlier. distance of clinic and job status with utilizing of antenatal care. and mothers who regard that service of staff of was good were 91. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI The Factors Which Related With Utilazion of Antenatal Care Service at Puskesmas Tamangapa 2007 Wardiah Hamzah Abstract The increasing number of mothers mortality are caused by bleeding.Vol. 81. and many mothers do not receive the checkup which accordance with the standard pregnancy of mother and child health program.1% educated mothers.4%. yang merupakan kelompok penduduk yang rawan terhadap gangguan kesehatan. This research shows that there were 63. socialization of antennal care is recommended to improve and mobile health clinic is improved. mothers who have job were 19. Angka kematian ibu (AKI) masih tinggi. Ibu merupakan pendidik pertama dalam keluarga. No. The number of samples are 270 by using proportional random sampling technique. This research used Analytics survey by using designing Cross Sectional Study which was conducted in the working area of clinic Tamangapa Kelurahan Bangkala. Key word: Utilazion of Antenatal Care Pendahuluan Derajat kesehatan keluarga sangat di tentukan oleh derajat kesehatan ibu dan anak. infection and poisoned as well as checkup service of pregnancy and childbirth by the professional staff has not been fully utilized by the community. II.000 kelahiran 172 hidup. The conclusions of this research was there is significant relation between education. berdasarkan survey demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 1994 AKI di Indonesia adalah 390 per 100. yang memegang peranan dalam kesejahteraan keluarga. Therefore. Tingginya angka kematian ibu tersebut disebabkan karena perdarahan. Finally there were 160 samples were collected. The research populations are mothers who have child around 0-12 years old. Sedangkan AKI tahun 2002 berdasarkan SDKI diketahui sebesar 307 per 100. This study was conducted in order to find out factors that related with utilization of antenatal care at the clinic Tamangapa. menurut survey kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 1995 AKI sebanyak 373 per 1000. it is causing many mothers do not act pregnancy checkup.3% .000 kelahiran hidup. keracunan dan infeksi serta pelayanan pemeriksaan kehamilan dan pertolongan .

417 orang (8.248 orang (97. Tahun 1996 WHO memperkirakan lebih dari 585. Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan antenatal care di Puskesmas Tamangapa.34%) dan (K4) sebesar 17. Dengan menggunakan rumus : (Notoatmodjo.Z². (Dinkes 2003:30. sehingga menyebabkan masih banyak ibu tidak memeriksakan kehamilannya dan banyak ibu tidak menerima pemeriksaan kehamilan sesuai dengan standar program kesehatan ibu dan anak. S. 2002). jumlah paritas yang tinggi.Vol. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak berusia 0-12 bulan di Kelurahan Bangkala yang berjumlah 270 ibu. Di banyak Negara Afrika 1:14 sedangkan di Amerika Utara hanya 1: 6. Menurut kajian Sudarto Ronoatmodjo tahun 1996 pada masyarakat di Kecematan Keruak. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan cara proporsional random sampling dengan besar sampel sebanyak 160 ibu .76%).. lebih dari 50% kematian di negara berkembang sebenarnya dapat di cegah tekhnologi yang ada serta biaya relatif murah (Saifuddin dkk. jarak antara kehamilan yang pendek.362 orang (63. Di Asia Selatan wanita yang berkemungkinan 1:18 meninggal akibat kehamilan atau persalinan selama kehidupannya. No.16%).49% dan K4 sebesar 61. II.366.16%) dan cakupan (K4) ibu hamil sebesar 21. sedangkan pada 173 tahun 2003 cakupan (K1) ibu hamil sebesar 27. 2002) N.74%) dan untuk (K4) sebesar 3. Lombok Timur mengemukakan bahwa kematian neonatal pada bayi dari ibu hamil yang tidak memanfaatkan layanan antenatal berjumlah dua kali lipat dari pada jumlah bayi dari ibu yang memanfaatkan layanan antenatal (Swasono. Faktor lain yang dapat menambah resiko kematian adalah umur ibu yang terlalu muda atau terlalu tua untuk melahirkan.31) Ibu hamil yang memanfaatkan pemeriksaan antenatal care di Puskesmas Tamangapa sebanyak 329 bumil dari 705 bumil pada tahun 2005 meningkat menjadi 341 bumil dari 736 bumil di tahun 2006 sedangkan pada tahun 2007 menjadi 379 bumil dari 612 bumil yang ada.q Untuk mengukur variabel independen dan variabel dependent digunakan kuesioner dengan wawancara langsung terhadap ibu yang mempunyai .q n = -------------------------------d² (N – 1) + Z². p.47%. pada tahun yang sama pula (2002) di Kota Makassar cakupan (K1) ibu hamil sebesar 25. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa yaitu Kelurahan Bangkala.49%).p.1998).042 orang (74. Cakupan pelayanan antenatal dapat di tinjau melalui pelayanan kunjungan baru ibu hamil untuk tahun 2002.000 ibu pertahunnya meninggal saat hamil atau bersalin. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI persalinan oleh tenaga profesional belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat. cakupan rata-rata pelayanan K1 di Sul-Sel mencapai 87.665 orang (74.680 orang (17.terjadi peningkatan untuk (K1) sebesar 2. dan kurang lebih 65% ibu hamil menderita anemia kurang gizi.

secara statistik dapat diinterpretasikan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemanfaatan antenatal.1 23. Distribusi variable dependent dan independent Variabel Pemanfaatan ANC Pengetahuan Ibu Jarak Puskesmas Status Pekerjaan Sikap Petugas Kategori Memanfaatkan Tidak memanfaatkan Cukup Kurang Mudah dijangkau Tidak mudah dijangkau Bekerja Tidak Bekerja Baik Buruk % 51.6 18.3% ibu. Dari hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square diperoleh p value = 0. Hasil Analisis Univariat Dari 160 ibu yang menjadi responden terdapat Ibu yang berumur ≤20 tahun merupakan paling sedikit sebanyak 5. Ibu yang mengatakan jarak puskesmas dari rumah responden mudah dijangkau sebanyak 81. Distribusi karakteristik responden Variabel Umur Kategori < 20 tahun 20-24 tahun 25-29 tahun 30-34 tahun ≥35 tahun Islam Kristen SD SMP SMU Diploma S1 % 5. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI balita.5 91.4%.9 3. masing-masing sebanyak 22. .8 19.1 33.5 22.0 174 Dari 160 responden yang memanfaatkan pelayanan antenatal di Puskesmas Tamngapa sebanyak51.3 8. ibu yang mempunyai pendidikan SD merupakan persentase tertinggi sebanyak 45. II.5 4.1%.4 5. sedangkan persentase terendah pada ibu yang berpendidikan hingga Diploma sebanyak 4. Hubungan variabel independent dan dependent dilakukan dengan metode analisis multivariat untuk melihat keeratan dan besar hubungan antara variabel dependen dan independen utama setelah dikontrol oleh variabel independen lainnya dengan menggunakan analisisi regresi logistik.1 45. Sedangkan ibu yang berumur 26-30 tahun paling banyak sebesar 33.008. ibu yang beragama Islam sebanyak 96. jarak puskesmas.Vol.1%.9 81.4%. Tabel 2.9%.9 18. kemudian hasilnya dianalisis dengan menggunakan analisis univariat. No.5%.9 48. Responden yang memiliki status pekerjaan bekerja sebanyak 19.1 19.1 36. ibu yang berpengetahuan cukup sebanyak 63.1% orang. status pekerjaan ibu dan sikap petugas.1 63.4 96.6% orang kemudian diikuti dengan pendidikan SMP dan SMA.9% an yang beragama Kristen 3.7 Agama Pendidikan Analisis bivariat Analisis bivariat dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel dependen berupa pemanfaatan pelayanan antenatal dengan variabel independent antara lain pengetahuan ibu.9%. Sikap petugas baik sebanyak 91.6%. Tabel 1. bivariat dan multivariat.4 80.6 22.

Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa dari 101 ibu yang memiliki pengetahuan yang cukup dan memanfaatkan pelayanan antenatal sebanyak 60.008.152 – 1.669. Jika ibu memiliki cukup pengetahuan.000 Status Pekerjaan Sikap Petugas 0.078 16. II.257 – 3. terlebih apabila keterangan tersebut bermanfaat baginya. secara statistik dapat diinterpretasikan bahwa ada hubungan antara jarak puskesmas dengan pemanfaatan antenatal.468) dan status pekerjaan (nilai p = 0.731 2.654 – 74. Hasil uji Multivariat terhadap pemanfaatan ANC Variabel Pengetahuan Ibu Jarak Puskesmas Status pekerjaan Sikap Petugas β 0. Value 0.468 0.002 0.05.078).221 0.514 0. Sedangkan variabel sikap petugas diperoleh p value = 0. OR = 0.05. maka diasumsikan ia akan memanfaatkan sarana pelayanan antenatal yang tersedia untuk keselamatan bagi dirinya maupun bayi yang dikandungnya. Pembahasan Pengetahuan Ibu Tindakan seseorang biasanya didasarkan pada apa yang telah diketahuinya.002 0. jarak puskesmas (nilai p = 0.7%.000 0. OR = 16. Sedangkan dari 59 ibu yang berpengetahuan kurang dan memanfaatkan antenatal sebanyak 37.408 0.408).000.4% dibandingkan yang tidak memanfaatkan sebanyak 39.337 3.669 OR 2.898 -0. Analisis bivariat Variabel Independent dengan Pemanfaatan ANC Variabel Pengetahuan Ibu Jarak Puskesmas Kategori Cukup Kurang Mudah dijangkau Tidak mudah dijangkau Bekerja Tidak Bekerja Baik Buruk p.002. dimana derajat kemaknaan α = 0. Tabel 3.Vol. Dari analisis multivariate diperoleh hasil 3 variabel berhubungan secara bermakna dengan pemanfaatan ANC yaitu pengetahuan ibu (nilai p = 0.669 Analisis Multivariat Dengan menggunakan uji regresi logistic dilakukan analisis hubungan variable independent dengan pemanfaatan ANC secara bersama-sama.6%.051 Nilai p 0. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Untuk variable jarak puskesmas diperoleh nilai p value = 0.3% dibandingkan yang tidak memanfaatkan sebanyak 62. OR = 2. karena nilai p>0.950 95% CI OR 0. No.801 -0. Jarak Puskesmas Jangkauan pelayanan pustu untuk dimanfaatkan oleh masyarakat tidak terlepas dari pengaruh jarak fisik tempat tinggal masyarakat dengan pustu yang 175 . sehingga dapat diinterpretasikan bahwa ada hubungan antara status pekerjaan dengan pemanfaatan antenatal.996 – 4. maka HO diterima.002.008 0. Untuk variabel sikap petugas tidak diperoleh hubungan antara sikap petugas denagn pemanfaatan antenatal care sebab nilai p value = 0.092 0.000.008 Tabel 4.

Vol.1% dibandingkan yang tidak memanfaatkan sebanyak 41. No. sedangkan yang tidak mudah dijangkau sebanyak 29 (18. Hasil penelitian ini menunjukkan jarak puskesmas yang mudah dijangkau sebanyak 131 (81. Hal ini disebabkan karena ibu yang tidak bekerja dalam artian ibu rumah tangga memiliki banyak waktu luang untuk memeriksakan kehamilannya sesering 176 mungkin sesuai keinginannya. ramai dilalui kendaraan umum serta lancarnya transportasi. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dihitung dalam ukuran radius kilometer. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulas tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulas sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umumnya responden sudah mendapat pelayanan yang baik oleh petugas kesehatan yaitu 146 (91. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa dari 31 ibu yang memiliki pekerjaan dan memanfaatkan pelayanan antenatal sebanyak 25. Banyaknya responden yang jarak rumahnya jauh dari puskesmas. Sedangkan dari 129 ibu yang tidak memiliki pekerjaan dan memanfaatkan antenatal sebanyak 58. Sikap baik yang ditunjukkan petugas diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan pelayanan antenatal di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa. Hal ini disebabkan oleh adanya warga lain yang memanfaatkan pelayanan antenatal di luar wilayah kerja Puskesmas Tamangapa tersebut. bukan merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek. jarak puskesmas dan status pekerjaan .8% dibandingkan yang tidak memanfaatkan sebanyak 74. Sikap itu masih merupakan reaksi tertutup. Sikap Petugas Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulas atau objek. hal ini berkaitan dengan ibu yang menghabiskan waktunya untuk membantu perekonomian keluarga sehingga hampir tidak mempunyai waktu untuk memperhatikan kesehatan diri dan kehamilannya.9%).1%). letak pustu dipinggir jalan raya. Menurut Wirawan (1983) sikap adalah kecenderungan atau kebiasaan seseorang untuk bertingkah laku tertentu kalau ia menghadapi suatu tantangan tertentu. Namun ibu yang bekerja diluar rumah disibukkan oleh berbagai aktifitas kantor sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin.2%.9%. waktu yang tersisa lebih banyak digunakan untuk beristirahat setelah bekerja seharian diluar rumah. diharapkan tetap memanfaatkan puskesmas tersebut. II. Status Pekerjaan Aktifitas sehari-hari terutama yang bersifat mempertahankan kelangsungan hidup kadang menyingkirkan kepentingan atau masalah lain yang dianggap kurang mendesak karena keterbatasan waktu. Kesimpulan Ada hubungan antara pengetahuan ibu. karena didukung oleh letak puskesmas yang berada di jalan raya yang mudah dijangkau oleh taransportasi umum.8%) orang.3%) orang dan masih ada responden yang mendapat pelayan yang buruk yaitu 19 (8.

2005. Pioneer. Jakarta. Jakarta Kristiani. Skripsi.2007. 1996. Tumbuh Kembang Anak. Asmar. Jakarta _________. Hall. Politeknik Kesehatan Depkes Makassar. Sinopsis Obstetri. Perawatan Ibu di Pusat Kesehatan Masyarakat. 2004. Jakarta _________. FK Udayana.gogle. Mensosialisasikan pentingnya pemanfaatan pelayanan antenatal care dikalangan ibu yang bekerja. Asuhan Kebidanan Ibu Hamil. Saran Petugas kesehatan yang ada di Puskesmas Tamangapa agar memberikan penyuluhan tentang pentingnya perawatan antenatal yang dapat meningkatkan pengetahuan ibu. C. 2006. Buku Kedokteran EGC. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Gestosis Obstorik Patologi. 2002. 2001. maupun yang tidak bekerja untuk mengetahui kondisi janin selama dalam kandungan. Studi Tentang Pemanfaatan Pelayanan Antenatal di Puskesmas Lasepang Kabupaten Bantaeng. Bandung. A. 1998. N. Soekidjo. S. M. __________. Makassar 177 Farrer. Jakarta. FKM Unhas. Pedoman Medis Untuk Wanita Hamil. 2001. Muara Jambi. Metode Penelitian. 2004. Pemanfaatan Pelayanan Bidan di Desa Kab. Ghalia Indonesia. 2005.Rineka Cipta. Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan. 1983. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. 2002. Farmakologi Kebidanan. Petugas puskesmas memberikan pelayanan yang maksimal dan bersikap ramah pada ibu yang memeriksakan kehamilan. Bali . Roberd. Tidak ada hubungan antara sikap petugas dengan pemanfaatan antenatal di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa Kelurahan Bangkala. 2007a. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. Profil Kesehatan Kota Makassar. Jakarta. Buku Kedokteran Bagian Kesehatan Anak. Perawatan Maternitas.Vol.Rineka Cipta. 2002. Makassar. 1984. Nasir. Daftar Pustaka Aliwah. Pedoman Penelitian Kesehatan. Mohtar. Jakarta. 2003. Jakarta Soetjiningsih. 2007b. II. Kematian Maternal (Ilmu Kebidanan). __________. 2004. EGC. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dengan pemanfaatan antenatal di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa Kelurahan Bangkala. No. R. Jakarta Mose. Sue. Waode. Kelainan Lama Kehamilan (Obstetri Patalogi). _________. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Makassar. (http:www. Buku Kedokteran EGC. Penerbit PT. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Buku Kedokteran EGC.Rineka Cipta. Jakarta Saifuddin dkk. Buku Kedokteran Krisnadi. Puskesmas Tamangapa menyediakan pelayanan antenatal di setiap posyandu sehingga masyarakat dapat memeriksakan kehamilan tanpa harus ke puskesmas karena jarak puskesmas tidak mudah untuk dijangkau. Jakarta. Penerbit PT. Jordan. Penerbit PT. Depkes RI.com) diakses 25 Februari 2008.

Wirakusuma. 2002. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. Panduan Mempersiapkan Kehamilan dan Kelahiran. Pustaka Pelajar. Kehamilan dan Kelahiran Perawatan Ibu dan Bayi dalam konteks Budaya. 2004. II. No. 178 . Yogyakarta. Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 2005. Penerbit UI. F. Diagnosis Kehamilan (Ilmu Kebidanan). Wiknjosatro. 1998.Vol. Kelainan Tempat Kehamilan Obstetri Patologi. Jakarta. Swosno. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Stoppard. M. Jakarta. H.

herpes dan granuloma inguinal) adalah salah satu bentuk penyakit infeksi yang ditularkan melalui hubungan sex atau dari seorang ibu kepada bayi yang dikandungnya (www. www. com. 2008). 2005).org.org.Vol. klamidia. Setelah infeksi biasanya terbentuk antibodi terhadap T. pallidium dan kadang kala terbentuk antibodi heterologus terhadap treponema lain. Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum yang dapat bersifat akut dan kronis diawali dengan adanya lesi primer kemudian terjadi erupsi sekunder pada kulit dan selaput lendir dan akhirnya sampai pada periode laten dengan lesi pada kulit. 2008). dan mulut yang hangat dan basah. 3 tahun 2009 TINJAUAN PUSTAKA Jurnal Madani FKM UMI Aspek Imunologis Penyakit Sifilis Sri Julyani Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Pendahuluan Sifilis adalah suatu penyakit menular seksual (PMS /STD [sexually transmitted disease]) atau disebut juga veneral disease (beberapa penyakit infeksi kelamin lain seperti gonore. lesi pada tulang. yang akan menimbulkan komplikasi yang berat bila tidak diobati (http : // id. No.wikipedia. 2008. 2005).000 kasus sifilis pada tahun 2006 dengan 9. bentuknya sangat kecil dan berpilin-pilin. Kuman atau bakteri tersebut umumnya hidup di mukosa (saluran) genetalia.com. 179 Di Amerika Serikat dilaporkan lebih dari 36. Ditjen PP&PL. sedang di Indonesia ditemukan sekitar 0. saluran pencernaan. pallidum. II. Etiologi Sifilis disebabkan oleh kuman treponema palidum.wikipedia. Antibodi ini tidak terbentuk apabila pengobatan dilakukan pada stadium satu dan dua. tetapi ± 30 % orang yang terpapar akan terkena infeksi. 2008.thefreedictionary. perubahan cuaca dan perubahan temperature sehingga penyakit ini sulit . merupakan basil gram negatif yang mempunyai flagel.61% penderita dengan kasus terbanyak pada stadium laten ( http : // id. Kebanyakan orang yang terinfeksi dengan sifilis tidak memperlihatkan gejala selama beberapa tahun.wikipedia.thefreedictionary. sedang kasus sifilis kongenital meningkat dari 339 kasus pada tahun 2005 menjadi 349 kasus pada tahun 2006. Adanya infeksi HIV menurunkan kemampuan penderita melawan T.. Insiden tertinggi ditemukan pada wanita umur 20 – 24 tahun dan pria umur 35 – 39 tahun. Kuman ini sangat sensitive terhadap cahaya. rektum. 2008).756 kasus merupakan sifilis stadium primer dan sekunder. (Ditjen PP&PL.org . Setiap orang rentan terhadap penyakit sifilis. sistem syaraf pusat dan sistem kardiovaskuler (http : // id.

Respon imunologik dari orang yang terpapar tergantung dari struktur bakteri. Histopatologi dari chancre primer tergantung pada banyaknya spirocaeta dan infiltrasi seluler yang pada mulanya terdiri dari T limfosit yang terjadi 6 hari postinfeksi.Vol. model pada binatang percobaan dan data in vitro dari ekstraksi jaringan spirocaeta. Adapun klasifikasi bakteri penyebab penyakit sifilis adalah sebagai berikut (Natahusada EC & Djuanda A.thefreedictionary. wikipedia. kemudian makrofag pada hari ke 10 dan sel plasma. com. 2008. Antibodi spesifik akan muncul dalam serum pada awal infeksi yang akan menghalangi spirocaeta merusak sel dan Ig G dengan bantuan komplemen akan dapat membunuh T. 2005) : Kingdom : Eubacteria Filum Kelas Ordo Familia Genus Spesies : Spirochaetes : Spirochaetes : Spirochaetales : Treponemataceae : Treponema : Treponema pallidum Gambar . Antibodi berperanan dalam menghancurkan protein membran luar yang tipis dari treponema pallidum (TROMPs). 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI untuk menular kecuali adanya kontak langsung dengan penderita. tempat duduk toilet. II. No. Secara umum tingkat kekebalan yang timbul karena infeksi oleh T.org/wiki/image) 180 Patogenesis Treponema pallidum tidak dapat tumbuh dalam media kultur sehingga pengetahuan tentang imunopatogenesis penyakit sifilis hanya diperoleh dari keadaan penderita (berdasarkan tanda dan gejala yang tampak). Setelah mengeksposure permukaan epitel. maupun penularan melalui intra uterin dalam bentuk sifilis kongenital tetapi tidak dapat menular melalui benda mati seperti misalnya bangku. alat suntik atau transfusi darah yang mengandung kuman tersebut. spirocaeta akan berpenetrasi dan menyerang lapisan sel endotel. yang merupakan tahap penting dalam tingkat virulensi treponema (meskipun mekanisme yang jelas sampai saat ini belum diketahui). pallidum serta meningkatkan kemampuan netrofil dan makrofag memfagosit treponema tersebut. atau benda-benda lain yang bekas digunakan/dipakai oleh pengindap (www. respon antibodi ini dapat juga . 2005). Aktivasi makrofag akan merangsang pelepasan sitokin dari T limfosit yaitu interleukin 2 (IL 2) dan interferon gamma (IFNγ).http://en. gelas. handuk. Ditjen PP&PL. pallidum relevan dengan level antibodi pada TROMPs. Sifilis ditularkan melalui hubungan seksual. Meskipun humoral immunity juga dibutuhkan dalam melawan infeksi dari treponema. Treponema pallidum (Sumber: Treponemapallidum. Membran luar bakteri terdiri dari lapisan fosfolipid dengan sedikit protein antigen.

Vol. 2003. . dengan tanda khas berupa granuloma. Temuan lain dari penelitian ini menunjukkan lebih dari dua pertiga kasus sifilis ditemukan pada pasien yang sebelumnya didiagnosis HIV-positif. Sehingga perlu adanya upaya kesehatan masyarakat untuk mencegah infeksi sifilis baru dan secepatnya mengenal serta mengobati pasien terinfeksi sifilis. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa satusatunya faktor yang dikaitkan dengan peningkatan viral load adalah karena penderita tidak menggunakan terapi antiretroviral (ART). sekunder dan bentuk tertier. Lesi sekunder ini ditandai dengan adanya erupsi pada kulit dan selaput lendir. Peranan sel T pada sifilis yang belum jelas menimbulkan dugaan adanya cross infeksi HIV pada penderita sifilis. sementara satu-satunya faktor yang dikaitkan dengan penurunan jumlah CD4 sebanyak lebih dari 100. tidak sejalan dengan terjadinya sindrom antibodi antifosfolipid. Palacios R et all. adalah jumlah CD4 pasien sebelum terinfeksi sifilis (pasien yang mempunyai jumlah CD4 lebih tinggi sebelum sifilis mengalami penurunan 181 yang lebih besar). Pemeriksaan histologik menunjukkan banyaknya sel T pada daerah lesi. Smith M. dimana lesi telah menyebar sampai ke tulang. tetapi tidak ada perbedaan pada perubahan virologi berdasarkan stadium sifilis. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI menyebabkan kelainan. Gumma yang lebih sering timbul pada sifilis tertier menunjukkan adanya reaksi hipersensitivitas tipe lambat. dengan tujuan mengurangi penyebaran baik infeksi sifilis maupun HIV (LaSala P. Gejala Klinik Berdasarkan stadium penyakitnya gejala klinik dari penyakit sifilis dapat dibagi dalam tiga kelompok yaitu bentuk primer. 2007). Bockenstedt L. II. Pada chancre primer CD4 lebih banyak berperanan sedangkan pada lesi sekunder lebih banyak ditemukan CD8. Dan sifilis tertier adalah bentuk laten dari penyakit ini yang biasanya muncul beberapa bulan sampai beberapa tahun kemudian dan 15% diantaranya terjadi pada penderita yang tidak mendapat terapi. Sedang sifilis sekunder dapat timbul 8 minggu setelah terapi sifilis primer meskipun dilaporkan bahwa sekitar 60% sifilis sekunder tidak mempunyai riwayat sifilis primer. Dalam hal ini. yang didapatkan akibat penularan melalui kontak langsung pada permukaan mukosa atau kulit seorang penderita.K. Penurunan jumlah CD4 dan peningkatan viral load ditemukan pada hampir sepertiga pasien yang diamati.B. Sifilis primer biasanya bersifat asimptomatik. para peneliti menyoroti perilaku pasien yang berisiko dan strategi pencegahan yang lemah. 2007. saluran cerna. Adanya kompleks imun pada sifilis sekunder mungkin menjelaskan patologi timbulnya lesi pada kulit dan deposit di ginjal yang menyebabkan terjadinya nefropati sifilik. Para ilmuwan di Spanyol meneliti adanya perubahan viral load dan jumlah CD4 selama terinfeksi sifilis dan menemukan bahwa infeksi sifilis pada pasien HIV-positif berhubungan dengan peningkatan viral load dan penurunan jumlah CD4. Antibodi kardiolipin yang merupakan penentu pada sifilis primer dan menjadi dasar tes nontreponemal pada penyakit ini.R. No.

meningismus dan pembesaran kelenjar limpe. 2007). kelemahan. pada beberapa kasus dapat mencapai masa sampai 50 tahun. b.K. pallidum subspecies endemicum. folikular atau pustular rash.K.Vol.A. vagina. kemudian membentuk lesi yang rata berwarna keputih-putihan yang dikenal dengan condyloma lata. 2007). 2003). suatu bentuk tumor akibat proses inflamasi yang dikenal dengan granuloma. Rash menyebar pada seluruh tubuh dan ekstremitas. c. Penyebaran terjadi melalui kontak langsung pada lesi yang aktif. Sedang tipe late bila infeksi lebih dari 2 tahun tanpa bukti klinik yang jelas. No. Smith M. Sifilis Laten Disebut sifilis laten apabila tidak tanda-tanda dan gejala penyakit tetapi terdapat bukti serologik. Terdapat bentuk lain dari penyakit sifilis yang banyak ditemukan di wilayah Asia tengah dan Afrika yang disebut Endemik Sifilis. Palacios R et all. tulang dan indera penglihatan (Bockenstedt L. bersifat kronik dan . Lesi pada kulit timbul dalam 10 – 90 hari setelah terpapar. dapat terjadi komplikasi yang lebih berat berupa neurosifilis dan kardiovaskuler sifilis (Bockenstedt L. 2008). sakit kepala. 2007).B .A. a. daerah kepala dan leher. 2007). Ditandai dengan adanya gumma yang lunak. Disebut tipe early bila selama 2 tahun serologik positif tetapi tidak ada gejala penyakit. jari-jari dan peralatan makan atau minum (LaSala P. Sifilis Primer Sifilis primer terjadi karena kontak langsung dengan lesi infeksi penderita melalui hubungan seksual. Apabila sifilis tertier ini tidak mendapat terapi. Kadang-kadang terdapat lesi multipel. McPerson R. Pembagian ini berguna dalam pemberian terapi pada penderita dan resiko transmisi ke orang lain (Sacher R. II. merupakan penyakit infeksi kronik nonveneral yang disebabkan oleh T. tetapi dapat terjadi overlap dengan bentuk primer. Stadium sekunder juga ditandai dengan adanya gangguan pada sendi. Disamping itu terdapat juga bentuk sifilis tertier yang dapat timbul 1 – 10 tahun setelah terinfeksi dengan tanda khas berupa adanya gumma pada kulit dan mukosa. kebanyakan pada alat genital namun dapat ditemukan pada seluruh bagian tubuh yang lain. Sifilis laten dapat dibedakan atas tipe early atau late. Sifilis Tertier Sifilis tertier biasanya muncul dalam waktu 1 – 10 tahun setelah infeksi pertama. serta sistim saluran cerna. Lesi ini disebut chancre . Sifilis Sekunder Sifilis sekunder timbul 1 – 6 bulan setelah infeksi primer ( rata-rata 6 – 8 minggu) dengan berbagai manifestasi gejala.R. suatu ulcerasi pada kulit tanpa rasa sakit pada daerah yang terexposure terutama pada penis. d. 2003.wikipedia. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI sistim saraf dan sistim kardiovaskuler (http : // id. menetap untuk waktu 4 sampai 6 minggu dapat terjadi pembengkakan kelenjar limpe lokal dan biasanya sembuh spontan (Palacios R et all. 182 Lesi biasanya terdapat pada kulit. Rash pada kulit biasanya lebih berat dan disertai dengan gangguan dermatologi yang lain seperti makulopapular. atau rectum. disamping gejala umum seperti demam. penurunan berat badan.org.

A. 2007). Pemeriksaan Laboratorium Diagnosis sifilis dapat ditegakkan dengan cara melihat langsung organisme dengan mikroskop lapangan gelap atau pewarnaan antibodi fluoresen langsung dan kedua dengan mendeteksi adanya antibodi dalam serum dan cairan serebrospinal. Sedang komplikasi kardiovaskuler dapat berupa sifilis aortitis. kolesterol dan kardiolipin dan digunakan untuk skrining adanya infeksi oleh T.A. Unheated Serum Reagin (USR) e. Tes serologis non treponema mendeteksi antibodi yang merupakan kompleks dari lecitin. No. Tes-tes seperti Veneral Disease Research Laboratory (VDRL). II. Tes serologis juga diperlukan untuk menegakkan diagnosis infeksi sifilis pada masa laten sifilis dimana tidak tampak adanya gejala-gejala penyakit. Antibodi ini terbentuk setelah penyakit menyebar ke 183 kelenjar limpe regional dan menyebabkan kerusakan jaringan serta dapat menimbulkan reaksi silang dengan beberapa antigen dari jaringan lain. 2003. 2003. keganasan. kecanduan obat.K. Palacios R et all. Imunoasai ini menggunakan antibodi nontreponemal dan lipoid sebagai antigen. Cardiolipin Wassermann (CWR) d. Bentuk komplikasi yang lebih berat adalah neurosyphilis dan cardiovascular syphillis. McPerson R. Tes Serologis Antibodi Non Treponemal yaitu antibodi yang terbentuk akibat adanya infeksi oleh penyakit sifilis atau penyakit infeksi lainnya. Bentuk lain dari sifilis tertier yang tidak diterapi adalah neuropathic joint disease. 1. Termasuk tes ini adalah Venereal Disease Research Laboratory (VDRL) dan Rapid Plasma Reagen (RPR) yang memberikan hasil positif setelah 4 – 6 minggu terinfeksi (positif pada 70% pasien dengan lesi primer dan stadium lanjut). 2004) : a. ELISA Tes ini bertujuan untuk mendeteksi adanya reaksi antara antibodi dari sel yang rusak dan kardiolipin dari treponema. Ada dua kelompok tes serologis yang dapat digunakan dalam mendiagnosis penyakit sifilis yaitu tes serologis antibodi non treponema dan antibodi treponema (Sacher R. penyakit autoimun dan infeksi virus. pallidum. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dapat muncul kembali bila sistim imun tubuh tidak sempurna.K. Handojo I. Tetapi tes ini dapat memberikan positif palsu pada kondisi seperti kehamilan. Toulidone Red Unheated Serum Test (TRUST) f. (Bockenstedt L. Unheated Serum Reagin (USR) dan Toulidone Red Unheated Serum Test (TRUST) mendeteksi . Rapid Plasma Reagin (RPR) c. termasuk pemeriksaan ini adalah (Bockenstedt L. Veneral Disease Research Laboratory (VDRL) b. aneurisma dan regurgitasi aorta. berupa degenerasi sendi disertai hilangnya sensasi propriosepsi. tabes dorsalis atau paresis. Digunakan untuk skrining penderita dan monitoring penyakit setelah pemberian terapi. Rapid Plasma Reagin (RPR). 2004). Kebanyakan gumma merupakan komplikasi dari late syphilis. Gangguan neurologik dapat asimptomatik atau bermanisfestasi sebagai meningovascular disease. Tes serologis merupakan tes konfirmasi untuk melihat adanya antibodi terhadap organisme penyebab sifilis.Vol.

Positif palsu terjadi karena adanya penyakit bersifat akut seperti hepatitis. Imunoasai berdasarkan pada penggunaan beberapa strain saprofitik dari treponema. Uji RPR kualitatif adalah pemeriksaan penapisan dengan serum pasien yang tidak diencerkan dicampur dengan partikel arang berlapis kardiolipin di atas karton.Vol. Pengambilan spesimen pada stadium primer akan mempengaruhi sensitivitas tes dimana titer antibodi meningkat selama tahun pertama dan selanjutnya menurun secara nyata sehingga memberikan hasil negatif pada pemeriksaan ulang. 1 tetes serum + 50 uL antigen dicampur diatas kartu tes memenuhi lingkaran 184 . kehamilan atau proses kronik seperti kerusakan pada jaringan penyambung. Treponema pallidum Immobilization Lyzozym (TPIL) e. antibodi yang spesifik untuk antigen dari T. Treponema pallidum Immuneadherence (TPIA) i. Dapat ditemukan hasil tes positif palsu maupun negatif palsu. Treponema pallidum Immobilization (TPI) d. pallidum Pemeriksaan antibodi nontreponemal yang sering digunakan sekarang adalah : 1. II. Treponema pallidum Hemagglutination (TPHA) h. Fluorecense Treponemal Antibody (FTA) g. Pakasi R. Treponema pallidum Complement Fixation b. setelah rotasi mekanis beberapa waktu sedian diperiksa untuk melihat ada tidaknya aglutinasi secara makroskopis. yaitu Reiter Protein Complement Fixation (RPCF) ii. Antibodi treponemal Bertujuan untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap antigen treponema dan sebagai konfirmasi dari hasil positif tes skrining nontreponemal atau konfirmasi adanya proses infeksi pada hasil negatif tes nontreponemal pada fase late atau laten disease dapat dibedakan atas 2 jenis antibodi yaitu . grup treponemal antibodi. Antibodi treponema spesifik. Sedang hasil negatif palsu terjadi karena tingginya titer antibodi (prozone phenomenon) yang sering ditemukan pada sifilis sekunder. Antibodi yang terdeteksi biasanya timbul 1 – 4 minggu setelah munculnya chancre primer. adalah tes untuk melihat antibodi nonspesifik dalam darah penderita yang diduga terinfeksi sifilis. beberapa tes yang termasuk diantaranya adalah : a. infeksi virus. i. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI adanya reaksi antigen-antibodi dengan menilai presipitasi yang terbentuk baik secara makroskopik (RPR dan TRUTS) maupun mikroskpoik (VDRL dan USR). Treponema pallidum Immobilizationsymplification f. ELISA T. 2. Tes Rapid Plasma Reagen. Treponemal Wassermann (T-WR) c. Cara Kerja (Aprianti S. Hardjoeno. pallidum. No. A. terdiri dari uji kualitatif dan uji kuantitatif. 2003) : 1. antibodi terhadap antigen somatik yang terdapat pada semua jenis treponema.

Hasil tes yang reaktif dilanjutkan dengan tes kuantitatif B. 5. kehamilan. isi masingmasing dengan 50 uL NaCl 0.Vol. Sedangkan Tes serologik treponemal yang banyak digunakan adalah : 185 . dan 6. Tes VDRL selain digunakan untuk skrining penyakit sifilis juga dapat digunakan untuk monitoring respon terapi. Dasar tes adalah reaksi antibodi pasien dengan difosfatidil gliserol. 5. kocok rata 3. (http://en wikipedia. deteksi kelainan saraf dan membantu diagnosis pada sifilis kongenital. Ambil dari tiap tabung 50 uL larutan. Uji RPR kuantitatif menggunakan serum yang diencerkan secara serial dan hasil pemeriksaan adalah nilai akhir pengenceran dimana masih terjadi penggumpalan partikel. sedang hasil negatif berarti tidak terjadi reaksi Ag-Ab yang tidak mengikat komplemen. Tes ELIZA nontreponemal menilai terjadinya flokulasi dan nilai absorban dihitung berdasarkan prinsip spektrofotometer. teteskan di atas kertas tes dan tambahkan 50 uL antigen pada tiap sampel. No. II. demam rematik.org. Tes Cardiolipin Wassermann (CWR) merupakan uji fiksasi komplemen dimana reaksi antibodi dan antigen kardiolipin akan membentuk kompleks yang akan mengikat komplemen. Pindahkan 50 uL isi tabung I ke tabung 2 (pengenceran ½ kali) 4. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI 2. 2. Siapkan 6 tabung reaksi. 2008). Sampel pasien berasal dari darah atau cairan cerebrospinal yang reaksikan dengan antigen kardiolipin dan intensitas reaksi sebanding dengan beratnya kondisi pasien (http://en. Beberapa kondisi dapat memberikan hasil positif palsu seperti penyakit hepatitis virus. Baca titer pada pengenceran tertinggi yang masih terjadi flokulasi. Lihat hasil terbentuknya flokulasi dengan mikroskop cahaya dengan pembesaran 10 x 10 4.org/wiki/. Lakukan seterusnya untuk tabung ke 3 dengan mengambil isi dari tabung 2 (pengenceran ¼). leprosi dan penyakit lupus.9% 2. Sebagai indikator terjadinya reaksi pengikatan komplemen maka pada tes ditambahkan sel darah merah (domba) dan zat hemolisin anti SDM.wikipedia. putar di atas rotator selama 8 menit dengan kecepatan 100 rpm 3. aduk rata dan rotasi selama 8 menit. demikian juga untuk tabung 4. 2008) 3. Cara kerjanya sebagai berikut : 1. IgM atau IgA). Tes RPR efektif untuk skrining seseorang yang terinfeksi penyakit sifilis tetapi belum menunjukkan gejala klinik. Tes VDRL dapat mendeteksi antikardiolipin antibodi (IgG. Tambahkan 50 uL sampel ke tiap tabung. 4. Tes VDRL semikuantitatif juga digunakan untuk mengevaluasi kejadian neurosifilis di mana hasil reaktif tes hampir selalu merupakan indikasi adanya neurosifilis. Disebut uji CWR positif apabila tidak terjadi reaksi hemolisis yang menunjukkan bahwa terjadi reaksi Ag-Ab yang mengikat komplemen.

membentuk kumparan padat dan bergerak melengkung. Tes Treponema pallidum Hemagglutination (TPHA) Merupakan uji hemaglutinasi pasif secara kualitatif dan semi kuantitatif yang 186 dapat mendeteksi anti T. antibodi T. mudah dan sederhana serta harganya relatif murah. Diagnosis Diagnosis penyakit sifilis biasanya secara tidak langsung ditemukan pada pasien risiko tinggi seperti adanya penyakit menular seksual dan pengguna narkotika. pallidum yang tidak mobil. lalu diinkubasi pada suhu 35° C selama 16 jam selanjutnya dilihat di bawah mikroskop. pallidum yang mobil dan komplemen. diagnosis ditegakkan dengan sampel dari cairan cerebrospinal. Tes FTA adalah imunoasai yang sangat sensitif dan spesifik sehingga baik digunakan untuk diagnosis tetapi tidak dipakai dalam pemantauan terapi sebab hasil tes positif akan tetap positif walaupun telah diberi pengobatan sampai sembuh. II.wikipedia. inkubasi lalu bilas hati-hati. Tambahkan konjugat antibodi antiimunoglobulin human yang dilabel dengan tetrametil-rodamin isotiosinat [TMRITC] tutup dengan kaca penutup. pallidum antibodi dalam serum atau plasma. Hasil positif ditunjukkan dengan adanya treponema berfluoresensi-TMRITC pada apusan. Tes menggunakan serum penderita yang tidak aktif ditambah dengan T. tes ini juga cukup praktis. kemudian dicampur dengan apusan T. kolesterol dan . Pallidum tidak dapat tumbuh pada media kultur maka digunakan metode lain untuk mendiagnosis penyakit sifilis. 3. Sensitifitas tes rendah pada beberapa stadium penyakit terutama stadium I .Vol. tetapi spesifisitasnya paling baik dibanding tes serologis lain dan merupakan satusatunya tes yang hampir tidak memberi hasil positif semu. Fluorescent treponemal antibody-absorbed double strain test (FTA-ABS DS). pallidum pada kaca obyek.pallidum strain Nichol dan sebagai carrier digunakan sel darah merah kalkun.org. Hasil positif terlihat dengan T. Sebagai antigen dipakai T . Hasil positif bila ditemukan spiroketa yang motil. inkubasi dan bilas. pallidum dan Ab serum penderita lalu diinkubasi. 2008). di mana hasil positif didapatkan bila terjadi aglutinasi. Tes serologis non treponema mendeteksi antibodi yang merupakan kompleks dari lecitin. No. Seperti mikroskop lapangan gelap atau apusan cairan dari kulit atau jaringan. Untuk penderita dengan suspek neurosifilis. Bahan pemeriksaan adalah transudat segar dari chancre pada infeksi primer atau kondiloma lata pada infeksi sekunder. Sebelum tes serum pasien diinaktifkan dengan pemanasan dan diserap dengan sorbent untuk membersihkan dari antibodi terhadap treponema komensal. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI 1. Periksa apusan di bawah mikroskop pengcahayaan ultraviolet. Sel darah merah kalkun yang diliputi Ag T . 2. Tes Treponema pallidum Immobilization (TPI). Karena T. Sensitivitas dan spesifisitas cukup baik kecuali untuk sifilis stadium I. pallidum dalam serum akan mengikat antigen pada sel darah merah membentuk kompleks AgAb dan hasil positif dinilai dengan melihat adanya aglutinasi (http: // en.

Obat lain yang dapat diberikan adalah antipiretik dan antihistamin.A. kecanduan obat.htm. us/.dshs. Terapi dan Prognosis Penicilin masih merupakan obat pilihan untuk penanganan sifilis. 2006. Dosis dan lama terapi bervariasi tergantung pada gejala klinik penderita. eritromicin dan ceftriaxon dapat digunakan pada penderita yang alergi terhadap penicilin. No. Tetapi tes ini dapat memberikan positif palsu pada kondisi seperti kehamilan. Lymphogranuloma venereum . Mayo Clinic. http://www.cdc. Selain itu sifilis juga dapat menyebabkan komplikasi penyakit lain berupa (www. Kerusakan jaringan yang irreversibel merupakan karakteristik dari sifilis fase tertier dan sifilis kongenital meskipun telah mendapat terapi antibiotik.K. Sedang tes serologis yang spesifik untuk infeksi treponema seperti Serum Fluorecent-Treponemal Antibody absorbance test (FTA-ABS) dan Microhemagglutination test dimana T. 2008). Sedang antibiotik alternatif seperti derivat tetrasiklin. Laki-laki lebih banyak berlanjut ke fase tertier dan mortalitasnya lebih tinggi dibanding penderita wanita.state. sedang stadium late biasanya lebih sulit diterapi.tx. Sifilis stadium primer. II. sekunder dan early laten akan sembuh sempurma dengan pemberian antibiotik. Genital Herpes 3. secara umum penyakit dengan stadium lebih lanjut membutuhkan antibiotik dengan dosis yang lebih besar dan waktu yang lebih lama.htm. 2008) : 1. Komplikasi Sifilis yang tidak diterapi dapat berkembang menjadi fase tertier dengan timbulnya gumma dan sifilis kardiovaskuler yang dapat bersama-sama dengan neurosifilis. 2008.com.Vol.gov/std/default.fpnotebook. penyakit autoimun dan infeksi virus.2003.cdc. Hasil tes non treponema yang positif harus dikonfirmasi dengan tes treponema yang mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang lebih tinggi. Blindness 3. http://www. Arthritis 2. gov/std/default. Chancroid 4.com. Sifilis tertier 187 mempunyai tingkat mortalitas yang tinggi bila kelainan telah sampai pada sistim saraf pusat (Bockenstedt L. Mayo Clinic.A. Healthcommunities. Venereal Wart 5. 2006. 2004. 2008) : 1. Mental illness 5. (Sacher R. Mc Person R. com. Heart disease 4. keganasan. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI kardiolipin dan digunakan untuk skrining adanya infeksi oleh T.com. Genital Ulcer 2. 2008). Death Differential Diagnosis Penyakit sifilis dapat didifferential diagnosis dengan penyakit kelamin lain seperti (http : // www. Termasuk tes ini adalah Venereal Disease Research Laboratory (VDRL) dan Rapid Plasma Reagen (RPR) yang memberikan hasil positif setelah 4 – 6 minggu terinfeksi (positif pada 70% pasien dengan lesi primer dan stadium lanjut). pallidum berfungsi sebagai antigen. pallidum.

fpnotebook.htm. Diakses 25 Januari 2008.com. update 27 0ct 2006. 2004. Palacios R et all. 2005. Tes Sifilis dan Gonorrhoe dalam Interpretasi Hasil Tes Laboratorium Diagnostik. 2003. Bockenstedt L. Hardjoeno. 456 . Mc Graw Hill. Download tanggal 29 agustus 2008.. Makassar: LEPHAS Unhas.org/wiki/ Rapid plasma Reagin. . Syphilis: Screening and diagnosis – Mayo Clinic. Syphilis: Treatment.R. Mayo Clinic. Djuanda A. Diakses 26 Agustus 2008. Diakses 4 Januari 2008. http://en wikipedia. Sifilis dalam Manual Pemberantasan Penyakit Menular. J Acq Immun Defic Synd 44: Maret. 2003. Ditjen PP&PL. com /ID/STD/Syphilis. EGC.K. MayoClinic.A.thefreedictionary. Syphilis Testing. http: // en. Pakasi R. 2007. MayoClinic. HIV / STD Facts. ARUP Laboratories. Spirochaete Infections in Henry’s Clinical Diagnosis and Management by Laboratory Methods 21sted. edisi 4.com. Sifilis dalam Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. last modified : 14 oktober 2008 http: // www. McPerson R.com Medical Services. 2007.org/wiki/. http://en.org/ Veneral Disease Research Laboratory test.dshs. http: // id.gov/std/default.wikipedia. Surabaya : Airlangga University Press. Sacher R. Natahusada EC. http: //www. last modified. Mayo Clinic. Diagnosis Serologik Infeksi Spesifik dalam Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Impact of syphilis infection on HIV viral load and CD4 cell counts in HIV-infected patients. Syphilis – Urologychannel. Jakarta : Pen FK-UI. 2004.us/hivstd. Diakses 5 November 2008. Sexually Tranmitted Diseases.thefreedictionary. LaSala P. Spirochetal Diseases : Syphillis and Lyme Disease in Medical Immunology 10th ed.wikipedia.state. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Daftar Pustaka Aprianti S. Diakses 5 November 2008.org / wiki / Treponema pallidum.tx.458 www. Wassermann test. II. Healthcommunities.com / Syphillis Symtom.wikipedia. Healthcommunities. Diakses 27 Oktobert 2006. last modified. Smith M. Mayo Clinic Diakses 28 April 2008. Download tgl 23 Agustus 2008 http: // www. 2004.cdc. 2005.B.A. edisi 11.Vol. last modified. Handojo I. Diakses tgl 22 Agustus 2008 188 http: // www. Imunoasai Untuk Penyakit Sifilis dalam Imunoasai Terapan pada Beberapa Penyakit Infeksi. Saunders Elsevier.com / Syphillis. last modified : Diakses 25 Pebruari 2008. No.com Medical Services.

II. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI . No.Vol.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful