Vol. II, No.

3 tahun 2009 EDITORIAL

Anatomi, Sains dan Seni Jurnal Madani FKM UMI

Peranan Ilmu Anatomi dalam Pengembangan Ilmu Kedokteran
Abdul Razak Datu
Bagian Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin Makassar

Sejarah Perkembangan ilmu Anatomi Secara anatomis, tubuh manusia terdiri dari organ-organ yang menyusun sistem yang berperan secara sistematis dan terkoordinasi, mempertahankan keseimbangan secara menyeluruh (homeostasis) sebagai suatu kesatuan yang utuh dalam memelihara kesehatan tubuh. Pengetahuan ini (Anatomi) nampaknya sudah mulai dikenal sejak zaman pra sejarah (20.000 thn S.M.) yang dapat disaksikan pada lukisan-lukisan dinding di Perancis dan Spanyol. Jauh sebelumnya, 500 thn S.M. di Mesir, pengetahuan Anatomi digunakan pada pembuatan mummi, yaitu dengan membuat irisan, incisi (incision) yang kecil untuk mengeluarkan organ-organ tubuh (yang cepat membusuk), dan mengeluarkan otak dari arah lubang hidung melalui corpus sphenoidalis tanpa merusakkan wajah dan tulang-tulang cranium yang lainnya. Alcmaeon (500 S.M.) adalah orang yang dianggap pertama yang melakukan diseksi pada mayat. Muridnya, Empedocles (504 – 443 S.M.) yang lebih menguasai teori daripada praktek mengembangkan ilmu anatamo menjadi ilmu faal. Jalan pikiran Empedocles diikuti oleh Hippocrates (460 – 377 S.M.) seorang dokter ulung yang dikenal sebagai “Father of Medicine”, yang pertama kali menegakkan sendi kedokteran yang bersifat rasional.
135

Dialah yang memberi pengertian tentang struktur dan fungsi tubuh manusia, dan dia mampu mengenyampingkan pikiran para pendahulunya, dan menyatakan bahwa penyakit mempunyai penyebab alami yang dapat diamati. Inilah awal dari ilmu kedokteran yang mempergunakan rasio dan observasi. Dua orang muridnya yang terkenal yaitu Aristoteles dan Galenus membandingkan antara tubuh manusia yang disebutnya mikrocosmos dengan kehidupan alam semesta yang disebutnya makrocosmos Herophilus (335-280 S.M.) adalah guru Anatomi yang pertama-tama mela-kukan diseksi secara terang-terangan (ter-buka) walaupun pada akhirnya ia dituduh sebagai penjagal manusia. Herophilus dipandang sebagai Bapak Anatomi. Dia dapat membedakan dengan jelas pembuluh darah Arteri dan Vena, serta menemukan pembuluh lacteal pada intestinum tenue. Erasistratus (290 S.M.) melanjutkan penyelidikannya mengenai pembuluh lacteal, dan dia pula yang pertama-tama membagi saraf motoris dan saraf sensibel. Pada zaman Kedokteran Romawi ( 50 S.M. – 200 M) Rufus adalah orang yang pertama kali menerbitkan buku dengan judul “on the Naming of the Parts of the Body”. Dari sinilah istilah-istilah (nomenclature) anatomi mulai digunakan. Galen (130 – 200 SM)

Vol. II, No. 3 tahun 2009

Jurnal Madani FKM UMI

melakukan experiment dan dissection pada kera dan babi yang secara khusus mempelajari susunan saraf dan menulis buku yang terkenal “Use of the parts of the body of man”. Pada zaman Kejayaan Islam, karyakarya kedokteran bermunculan dan memperkaya khazanah ilmu tersebut dengan melahirkan dokter-dokter kaliber dunia pada zamannya. Berbagai karya itu adalah teks book, rumah sakit, pusat rehabilitasi, apotik dan berbagai fasilitas kesehatan lainnya. Ilmu kedokteran dasar berkembang, seperti Anatomi, Fisiologi, Patologi, Farmakologi dan Biokimia. Salah seorang dokter muslim Ibn Al- Nafis pada abad XII sudah menjelaskan mengenai circulasi pulmonal, menggugurkan pendapat GALENUS yang sudah bertahan selama kira-kira 14 abad. Teori Ibn Al-Nafis tersebut dikemukakan juga oleh William Harvey (1578 -1657). Ilmu Anatomi sebagai ilmu Kedokteran dasar Ilmu Anatomi sebagai salah satu Ilmu Kedokteran Dasar sangat dibutuhkan dalam mempelajari dan mengembangkan ilmu kedokteran klinik. Ilmu Anatomi yang mempelajari bentuk, struktur dan lokasi organ, kedudukannya berdampingan dengan ilmu-ilmu dasar lainnya, dalam hal ini adalah Fisiologi (fungsi badan), Biokimia (proses hayati) dan Histologi (micro anatomy) yang sebenarnya merupakan bagian dari ilmu Anatomi juga. Ilmu Anatomi sangat berkaitan erat dengan ilmu-ilmu preklinik dan klinik lainnya. Ilmu-ilmu dalam ilmu kedokteran dasar, baik yang bersifat morfologik maupun yang bersifat fungsional, masing-masing memberikan dasar dalam memberikan
136

kumpulan-kumpulan informatif pengetahuan faktual, yang tanpa ini semua ilmu-ilmu klinik tidak dapat didirikan. Pengertianpengertian dalam ilmu klinik sukar dicapai tanpa bekal pengetahuan kedokteran dasar tersebut. Selain bekal dalam kuantitas ilmu informatif, ilmu-ilmu yang bersifat morfologik, seperti Anatomi, Histologi, Patologi Anatomi dan lain-lain, memberi bekal dalam kemampuan observasi dan deskripsi, sedangkan yang membentuk kumpulan ilmu-ilmu yang bersifat fungsional, seperti Fisiologi, Biokimia, Farmakologi dan lain-lain adalah ide-ide, teori-teori dan kesimpulan-kesimpulan, sehingga dari sinilah berasal kemampuan berargumentasi serta menimbang-nimbang kenyataan, yang merupakan inti dalam profesi kedokteran. Sampai abad XIX pengetahuan mengenai struktur dan fungsi organ dipelajari secara bersama-sama, lalu kemudian masing-masing berdiri sendiri sebagai ilmu Anatomi dan ilmu Fisiologi. Memasuki abad ke 20 ilmu Anatomi semakin berkembang dengan membentuk cabangcabang Ilmu seperti : Histologi, Morphologi, Neurologi, Anthropologi, Embriologi dan Genetika. Selanjutnya muncul ilmu –ilmu Experimental Anatomy, Experimental Embryology dan Cytology. Antara 1819 – 1899 diciptakan berbagai instrumen, seperti Stethoscope, Otoscope, Ophthalmoscope yang digunakan di klinik dan juga dipakai ketika mempelajari Living Anatomy. Dalam tahun 1890 formalin dipakai sebagai bahan fiksasi mayat untuk dijadikan cadaver bagi kepentingan dissection; sebelumnya itu menggunakan alkohol yang digunakan sebagai bahan konservasi.

Vol. II, No. 3 tahun 2009

Jurnal Madani FKM UMI

Sejak ditemukannya sinar rontgen penentuan morfologi dan lokalisasi organ sangat membantu para klinisi untuk menentukan diagnosis penyakit dan melakukan terapi. Dengan alat Rontgen tersebut terbentuklah Anatomi Radiologik. Mahasiswa dapat mempelajari foto-foto Rontgen dari struktur yang normal dan kemudian di klinik mencari/menemukan kelainan-kelainan yang memberi gangguan yang perlu diatasi. Dalam perkembangannya ilmu anatomi tidak bisa dipisahkan dari ilmu embriologi. Embriologi yang diprakarsai oleh Aristoteles kemudian dikembangkan William Harvey (1578 -1667) mengemukakan perkembangan chick embryo secara lebih terperinci. Walaupun pengetahuan embriologi yang dimulai oleh Aristoteles sangat sederhana, namun perkembangannya mulai nampak setelah Marcello Malpighi (1628 -1694) berhasil menunjukkan proses perkembangan embryo ayam yang diaplikasikan pada perkembangan embryo mammalia termasuk manusia. Malpighilah dianggap sebagai penemu embriologi. Sejak saat itu berkembanglah embrylogi modern, dan sel telur (ovum) pada manusia ditemukan pertama kali oleh Von Baer (1827) sehingga Von Baer dikenal sebagai “Bapak Embriologi”. Experimental teratology mulai berkembang sejak terjadinya Tragedi Thalidomide, suatu peristiwa yang menggemparkan dunia kedokteran ketika di Jerman tahun 1961 terjadi kelahiran sejumlah bayi dengan kelainan bawaan dengan jenis kelainan yang hampir serupa dan dalam periode yang hampir bersamaan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya ibu-ibu
137

hamil yang mengkonsumsi obat Thalidomide, sejenis obat penenang dan anti muntah yang sangat mujarab, ternyata obat tersebut membawa malapetaka dan ber-akibat fatal, menyebabkan kelainan perkem-bangan embryo sehingga lahirlah anak-anak cacat. Dewasa ini, makin banyak zat-zat kimia atau obat-obatan yang dilaporkan dapat menyebabkan kelainan bawaan yang ditemukan pada bayi yang baru lahir. Sesungguhnya zat-zat kimia dan obat-obatan hanya salah satu faktor yang dapat menyebabkan kelainan bawaan. Telah dilaporkan bahwa kelainan bawaan dapat disebabkan oleh 3 faktor: yaitu faktor genetika (6-15%), faktor lingkungan (7-10%), dan faktor interaksi antara gen dan lingkungan (20-25%), dan yang belum diketahui penyebabnya masih jauh lebih banyak (50-60%). Dengan perkembangan dan kemajuan penelitian di bidang Teratologi, semakin banyak hal-hal baru yang ditemukan tentang mekanisme dan penyebab dari suatu kelainan bawaan, sehingga makin banyak faktor penyebab kelainan bawaan yang dapat terungkap. Dengan mengetahui mekanisme dan penyebab yang dapat menyebabkan kelainan pembentukan dan perkembangan embryo, akan menjadi perhatian dan peringatan kepada ibu-ibu hamil terutama yang hamil muda (kehamilan sampai 8 minggu) kiranya berhati-hati dalam memelihara kesehatannya agar janinnya bisa tumbuh dengan baik dan sempurna sehingga akan melahirkan bayi yang normal (tanpa cacat). Pendidikan ilmu Anatomi di Fakultas Kedokteran

Vol. II, No. 3 tahun 2009

Jurnal Madani FKM UMI

Pendidikan Anatomi menumbuhkan kemampuan-kemapuan yang esensial bagi seseorang yang akan berhubungan dengan penderita, dan banyak dari kemampuan ini yang tidak didapatkan dalam derajat yang sama dalam disiplin ilmu lain pada kurikulum kedokteran. Dalam mempelajari ilmu Anatomi, mahasiswa mulai diperkenalkan dengan penggunaan bahasa teknis deskripsi yang merupakan dasar seluruh terminologi kedokteran. Selain itu, informasi profesional yang diterima oleh mahasiswa di dalam belajar Anatomi memungkinkan ia memahami pelajaran-pelajaran fungsional dan klinis. Anatomi merupakan dasar yang sangat berarti untuk Patologi dan bahan yang dipelajari dalam Anatomi dapat membantu dalam menegakkan diagnosis yang tepat serta membantu dalam bertindak dengan aman pada keadaan-keadaan darurat di dalam praktek-praktek klinik. Pada umumnya dikatakan bahwa Ilmu Kedokteran Dasar melayani ilmu kedokteran Klinik, ini tidak berarti sematamata bahwa yang diberikan dalam Ilmu Kedokteran Dasar hanyalah hal-hal secara porsional yang masing-masing mendukung seperlunya porsi-porsi tertentu dalam ilmu klinik. Dalam kurikulum Inti Pendidikan Dokter Indonesia (KIPDI) II , umumnya ilmu-ilmu kedokteran dasar, dalam hal ini termasuk Anatomi, Histologi, Fisiologi dan Biokimia diajarkan bersama-sama dalam satu jangka waktu tertentu. Ini berdasarkan atas anggapan bahwa semua ilmu-ilmu preklinik saling berhubungan sampai derajat tertentu, sehingga mempelajarinya secara betul-betul terpisah, tidak akan ada artinya bahkan merugikan. Dalam hubungan ini struktur
138

hendaknya dipelajari berdampingan dengan fungsi dan ada baiknya apabila diberikan secara terpadu, sehingga mahasiswa mempunyai kesempatan untuk memadukan struktur dan fungsi di dalam pikirannya sendiri dan menciptakan gambaran yang tersusun dengan baik tentang biologi manusia. Namun kesulitannya, pekerjaan mengurai di Laboratorium Anatomi dilakukan dengan sistem regional sedangkan ilmu faal memakai pendekatan sistematik. Sampai tahun 1977 pendidikan Anatomi bagi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin diberikan selama satu tahun ajaran, yaitu di tingkat dua (tingkat preklinik). Pada tahun ajaran 1977/1978 dimulailah Sistem Kredit Semester, yang mengharuskan Anatomi dibagi-bagi dalam tiga semester dengan 12 SKS, yaitu Anatomi I, Anatomi II, dan Anatomi III. Pada sistem konvensional pendidikan Anatomi diberikan selama satu tahun tanpa terputus, maka dalam Sistem Kredit Semester mahasiswa mempelajari Anatomi secara terputus-putus, sesuai dengan minat dan kesanggupannya, dan tidak ada jaminan bahwa mahasiswa akan mengambil mata pelajaran Anatomi, Fisiologi, Histologi dan Biokimia untuk dipelajari bersama-sama yang semestinya sangat diperlukan. Peranan Ilmu Anatomi sebagai Sains dan Seni Ilmu Anatomi tidak saja berguna bagi pendidikan dokter, dokter gigi, perawat, dan bidan melainkan perlu dikembangkan lebih luas lagi, sehingga memasuki kehidupan masyarakat, yang dikenal sebagai Anatomi Sosial. Ilmu Anatomi yang

Vol. II, No. 3 tahun 2009

Jurnal Madani FKM UMI

memasuki dunia seni lukis sudah dimulai oleh Leonardo da Vinci pada abad XV, demikian pula seni memahat, khususnya memahat patung manusia. Industri sepatu, pakaian, kursi, meja dan bangku duduk di sekolah atau di tempat kerja di kantor atau perusahaan, kendaraan umum perlu dibuat dengan memperhatikan ergometri atau posisi anatomis manusia agar supaya memberi kenyamanan yang optimal dan tidak melelahkan. Dalam seni tari, posisi persendian dan gerakan lengan, tungkai dan badan, hendaknya dilakukan dengan efektif agar tidak cepat menjadi lelah. Mesin-mesin industri hendaknya dibuat dengan mengingat posisi manusia yang akan menggunakannya nanti, baik dengan cara berdiri maupun duduk, agar supaya produktifitasnya dapat menjadi maksimal. Dalam olah raga kesegaran jasmani, ataupun olah raga prestasi, sikap tubuh dan berbagai jenis gerakan perlu dilakukan dengan efektif, untuk itu semua pengetahuan mengenai tulang, otot, persendian, saraf dan pembuluh darah perlu dikaji dengan terpadu dan benar, termasuk pengetahuan sistem lainnya yang menunjang. Dalam olah raga prestasi, seorang pelatih harus mampu melatih gerakan-gerakan pada anak asuhnya secara optimal agar dapat mencapai prestasi secara maksimal, maka untuk itu pengetahuan Ilmu Anatomi mutlak diperlukan . Dalam bidang arsitektur baik arsitektur bangunan umum, arsitektur perumahan, maupun arsitektur peralatan rumah tangga, serta perancangan peralatan lain yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, perlu memperha139

tikan postur tubuh manusia yang akan menggunakannya. Demikian pula di bidang estetika, yaitu salon-salon kecantikan yang merawat wajah para wanita hendaknya keterampilan yang dipakai bukan sekedar berdasarkan atas kebiasaan belaka, melainkan memahami dan memiliki pengetahuan tentang tulang-tulang wajah, letak dan arah otot-otot wajah serta kulit/rambut yang terdapat pada wajah dan kepala. Tak kalah penting penerapan pengetahuan Anatomi pada bidang fisioterapi dan pijat traditional. (Tulisan di atas dikutip dari Pidato Pengukuhan Guru Besar Tetap Prof. dr. Abdul Razak Datu, Ph.D. dalam Bidang Ilmu Anatomi di Universitas Hasanuddin pada 3 April 2009). Daftar Pustaka Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk Pendidikan Kedokteran Dasar. Gardner E, Gray, D J, O’rahilly, R. 1975. Anatomy: A Regional Study of Human Structure. 4th Ed. W.B. Saunders Co. Philadelphia, London, Toronto. Gray, H. 1980. Gray’s Anatomy, P.I. William and R. Warwick, 36 ed. Churchill Livingstone. Konsil Kedokteran Indonesia, 2006. Standar Pendidikan Profesi Dokter. Luhuluma, J 1993. Pendidikan Ilmu Anatomi Tantangan dan Harapan. Pidato penerimaan jabatan Guru Besar Tetap Ilmu Anatomi pada Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia. AW. 1979. Tim Penelitian/Penyusunan Istilah Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. E. Kamus Istilah Anatomi Edisi ke-2. W. Louis. No. Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia. New York. Pengurus Besar Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia. J. No. Sidney. The Developing Human. 18 – 20 Desember 1992. Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia Malang 18 -19 Desember 1992 Wonodirekso S.B Saunders Co. 1984 Sukardi. 6th edition. London. Malang. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Moore. suatu kajian prospektif. II. Anatomi Sosial. Clinically Oriented Embryology.Vol. Moore. Clinically Oriented Anatomy. perlu diubah atau tak berubah-ubah?. Masa depan KIPDI dan Rekonstruksi Kurikulum Anatomi. 1998. Philadelphia. Williams & Wilkins. Uddin. 5. Surjono. Jilid XVI. KL. TVN. Pendidikan Anatomi Kedokteran berubah. Pratiknya. sebuah gagasan Dasar. Surabaya. KL and Persud. Toronto. St. Reorientasi Pendidikan Anatomi Menjelang tahun 2000. Baltimore/ London 1980. 140 . Berkala Ilmu Kedokteran. 1980. Malang 18-19 Desember 1992.

Hal ini menunjukkan bahwa arcus pedis mempengaruhi kemampuan lari tetapi dalam tingkat korelasi yang rendah. Pengukuran arcus pedis dilakukan dengan menggunakan teknik Clarke (footprint). No. Kata Kunci : Arcus pedis dan kemampuan lari The Relationship between Arcus Pedis with the Running Ability of the Students at SMP 23 of Makassar Azis Beru Gani. sedangkan variabel terikat yaitu kemampuan lari. antara kecepatan reaksi otot dan kemampuan lari. Berdasarkan hasil penelitian dan uji statistik antara arcus pedis dan kemampuan lari didapatkan korelasi yang sangat lemah (r = -0.Vol. Ilhamjaya Patellongi Abstrak The objective of the study is to investigate the relationship between arcus pedis and running abiliy. The study variable consist of independent variable arcus pedis and dependent variable is the running ability. The data analysis using Person correlaton test indicates that the arcus pedis has an insignificant correlation with the running ability (r = -0.The sample consist of 155 male student of the second yeard of SMP (junior high school). Penelitian ini menggunakan 155 sampel siswa laki-laki kelas II SMP. Kemampuan lari Hubungan Arcus Pedis dengan Kemampuan Lari Siswa SMP Negeri 23 Makassar Azis Beru Gani*.192). Keywords : arcus pedis and running ability. 141 . The arcus pedis measurement is conducted with Clarke (footprint) technique. Variabel penelitian meliputi variabel bebas terdiri dari : arcus pedis dan kecepatan reaksi kaki.192). antara panjang tungkai dan kemampuan lari. Ilhamjaya Patellongi** *Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar **Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara arcus pedis dan kemampuan lari. antara daya ledak otot dan kemampuan lari. II. 3 tahun 2009 ARTIKEL ASLI Jurnal Arcus Madani FKM UMI Pedis.

Carr. Arcus tersebut mengarah ke arah longitudinal dan transversal. tendotendo dan otot-otot juga turut serta dalam membentuk kekuatan dan stabilitas kaki. Moch Sarengat yang memecahkan rekor lari 100 meter Asian Games (AG) dengan waktu 10. 2006. Dasar utama dari lengkung-lengkung kaki berasal dari bentuk dan arsitektur tulangnya walaupun ligamenta. seperti olahraga lainnya memerlukan kajian dalam mencari tehnik dan metode untuk menciptakan prestasi juara. Di kelas putri ada Irene Truitje Joseph pelari 100 meter menempuh 10. 2003).24 detik di SEA Games Manila 1981 (Pate. AS. gerakan sprint dan teknik melalui garis finish. Tiga hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai usaha tersebut. R. Indonesia memiliki beberapa pelari kenamaan di nomor elite. Ketiga pokok masalah ini sangat berkaitan dengan bentuk dan sendi tulangtulang kaki (arcus pedis) dengan kemampuan lari. kekuatan daya pegas pengungkit dibutuhkan yang dapat meninggikan seluruh tubuh pada caput ossa metatarsalia dan bergerak maju selama berjalan atau berlari selaras dengan fungsi pertama tulang-tulang kaki yang lebar dan lebih kuat (Datu AR. Pedis tidak merupakan suatu bidang datar. . 2006). Di sini diperlukan kekuatan frekuensi langkah kaki dengan mengerahkan kekuatan dan kecepatan gerak langkah dengan suatu kontraksi maksimal. 1988). yang akan merubah bentuk bagian tersebut dari permukaan yang tidak rata atau miring. 1991. 1979). Noor DM... Datu AR.39 detik dan sukses masuk semifinal (16 besar di Olimpiade Los Angeles.N. melainkan melengkung membentuk suatu arcus dengan titik tumpu di bagian posterior dan anterior. mengapa prestasi pelari Indonesia tidak sebaik yang pernah dicapai. (Bajpai.40 detik (1962). 1984. dimana terdiri dari 2 bagian. merupakan suatu ciri khusus pada manusia yang tak terlihat pada ordo primata yang lain. Sekarang prestasi itu sudah sulit diperoleh atlet Indonesia. 2006). Salah satu kunci untuk menciptakan prestasi atlet juara adalah kemampua berlari yang disertai teknik yang baik. Berbagai penelitian dilakukan. 142 yaitu bagaimana teknik star yang baik. 1984) yang satu-satunya pelari Asia menembus semifinal. baik untuk menciptakan prestasi maupun dalam peranannya di bidang kesehatan (Wirhed. No. Datu AR. Kajian untuk meningkatkan keterampilan dalam bidang oleha raga perlu terus ditumbuhkembangkan. Kaki manusia yang melengkung.56 detik di SEA Games 1999 Brunei Darussalam. Lengkung-lengkung kaki membantu efisien fungsi kaki. Selain itu. Dua dekade kemudian Purnomo dinomor yang sama memecahkan rekor 10. II.N. 1) menahan berat badan dan 2) pergerakan berjalan dan berlari (Bajpai.32 detik). dan disebut Arcus Pedis Longitudinalis dan Arcus Pedis Transversalis. 1988. Prestasinya diikuti Mardi Lestari yang lolos ke semifinal Olimpiade Seoul 1988 (10. Olah raga lari.Vol. Wirhed. 1991. Untuk fungsi kedua. ada Henny Maspaitella pelari 200 meter mencatat waktu 24. R. Lari adalah gerakan berpindah tempat dengan maju ke depan yang dilakukan lebih dari berjalan. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Pendahuluan Di masa lalu. Untuk fungsi yang pertama kestabilan dan dasar yang luas seperti bentuk piring ceper dibutuhkan.

kemudian menemukan metode tentang penentuan arch angle tersebut dan menemukan rata-rata arcus pedis normal bagi mahasiswa tingkat persiapan kurang lebih 420. Dimana dicari hubungan antara arcus pedis. No. Waktu Penelitian dan Populasi serta sampel Tempat penelitian SMP Negeri 23 Makassar yang juga merupakan populasi yang akan diteliti. Clarke . Tempat. sudut kelengkungan (arch angle) semakin bertambah pula. 143 Gambar 1. Berat tubuh akan terbagi menjadi dua secara seimbang ke depan dan belakang tapak kaki oleh puncak arcus pedis. Pada penelitian yang dilakukan oleh Bahru (2006) diperoleh korelasi yang signifikan antara arcus pedis dan kemampuan lari yaitu r = -0. Clarke berpendapat bahwa seseorang yang mempunyai sudut kurang dari 300 adalah seseorang yang memerlukan koreksi tapak kaki. panjang tungkai. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan observasional dengan menggunakan metode cross sectional study. Berat Tubuh pada Arcus Pedis Swartz adalah orang pertama yang mencoba mengukur footprint dalam footprint angle.05) dengan menggunakan 60 sampel siswa SD. II. 2003). Sedangkan para mahasiswa yang mempunyai arcus pedis antara 300 – 350 dinyatakan orang-orang yang berada pada perbatasan dan harus diadakan pemeriksaan ulang untuk menentukan perlu tidaknya tindakan pengoreksian (Halim NI. Kemudian dengan bantuan fascia plantaris menyebabkan terjadi elevasi arcus pedis yang sering disebut sebagai efek mesin kerek “windlass effect”. Pada Pes Planus sisi medial pedis menyentuh lantai (Datu AR. Titik tumpu di bagian posterior adalah processus medialis tuberis calcanei dan di bagian anterior dibentuk oleh kedua ossa sesamoidea pada capitulum ossis metatarsalis I serta capituli osseum metatarsalium II – V. Dalam penelitian ini akan dianalisa bagaimana hubungan arcus pedis dengan kemampuan lari pada siswa SMP Negeri 23 Makassar. 2006).Vol. Hal inilah yang berfungsi sebagai daya pegas pada kaki sehingga dengan kelengkungan arcus pedis yang normal dapat memberikan kontribusi pada kemampuan lari yang lebih baik (Hamill J. daya ledak otot dan kecepatan reaksi kaki dengan kemampuan lari pada siswa pria. Sedangkan sampel yang dilakukan secara random sampling adalah siswa pria SMP kelas II sebanyak 60 orang. Bagian lateral pedis juga mengenai lantai oleh karena lengkung longitudinalis lateralis letaknya lebih rendah dan bagian medial tampak kaki tidak menyentuh lantai sebab arcus medial letaknya lebih tinggi. Ini berdasarkan teori bahwa semakin tinggi lengkung kaki. 1992).768 (p < 0. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Arcus pedis transversalis berbentuk setengah arcus dan menjadi arcus penuh apabila kedua pedis diletakkan berdampingan.

Hasil Uji normalitas data tiap variabel KolmogorovSmirnov(a) Stati Arcus Pedis Kemampuan lari .885 155 . KL (Y) 144 Hasil Penelitian Dan Pembahasan Hasil Penelitian Analisis data deskriptif dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran umum data penelitian.08 12. daya ledak otot. 8. a. 0.05). nilai minimum 160 dan melalui tes antropometrik.200 (p < 0.000 Sangat lemah pada tabel 2.000 (p < 0. 99.05).164 155 .0 16.058 df Sig. Shapiro-Wilk Stati Df Sig. Deskripsi data dimaksud untuk dapat menafsirkan dan memberi makna tentang setiap variabel tersebut secara berturut-turut seperti pada tabel berikut ini: Tabel 2. daya ledak otot.410.0 46. No. nilai korelasi Product Moment. maka dilakukan pengujian dengan Variabel ro p keterangan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov.0. detik. tungkai.000 155 . Data arcus pedis diperoleh dengan standar deviasi 9. Analisis deskriptif dilakukan untuk data arcus pedis. Hasil analisis deskriptif tiap variabel menunjukkan hasil sebagai berikut : Arcus Pedis diperoleh nilai KS-Z = 0. maka hal ini menunjukkan bahwa data kemampuan lari tidak Dari tabel 1 di atas dapat diperoleh mengikuti sebaran normal atau berdisgambaran tentang data arcus pedis. standar deviasi 0.11 detik dan maksimum 12.200(* . panjang tribusi tidak normal. 0. kecepatan rekasi kaki dan kemampuan lari sebagai berikut : Korelasi arcus pedis dan kemampuan lari.61 arcus pedis mengikuti sebaran normal atau Pedis (AP) 95 41 berdistribusi normal.11 9. Kemampuan lari diperoleh nilai rata-rata 9. AP (X1) Hasil uji normalitas data dapat dilihat .987 155 (*) data tidak berdistribusi normal . Tabel 3.19 analisis data dapat dilihat pada tabel 3. II. Rangkuman hasil analisis korelasi arcus Untuk mengetahui apakah data arcus pedis dengan kemampuan lari pedis dan kemampuan lari berdistribusi normal. Rangkuman hasil minimum 7.000 . Kemampu 155 5. kecepatan reaksi kaki dan kemampuan lari sehingga lebih mudah di dalam menafsirkan hasil analisis data tersebut. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Berdasarkan tabel 2 di atas maka dapatlah diperoleh gambaran bahwa pengu-jian normalitas data dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov Tabel 1.77 detik.193 . Kemampuan lari diperoleh nilai KSan lari KL) 19 28 77 60 Z = 0. 7.950. .28 dengan kemampuan lari dilakukan analisis detik. panjang tungkai. Untuk mengemaksimum 660.0 66. Ra-M Ma Mi Me SD Var maka hal ini menunjukkan bahwa data N nge x n an Arcus 155 50. b. tahui keeratan hubungan arcus pedis b.192 0. Arcus pedis diperoleh nilai rata-rata 46.Vol.

Jakarta. Osteologi Tubuh Manusia. II.. Namun pada penelitian ini tetap menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara arcus pedis dan kemampuan lari walaupun pengaruhnya tidak besar. Hamill J. Pada uji korelasi didapatkan hasil bahwa terdapat korelasi antara arcus pedis dan kemampuan lari.p. Nordin M & Frankel VH. Wirhed R.p. 2001). Semarang. Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran UNHAS. namun untuk kemampuan lari sangat dipengaruhi pula oleh kekuatan otot-otot tungkai dan sendisendi yang terdapat pada tungkai. Noor DM. Atletik untuk sekolah t. 163. 2006. London. Pembahasan Pada penelitian terhadap 155 sampel didapatkan bahwa rata-rata arcus pedis ditemukan 46. Jakarta. 1992. 145 . Bajpai. Athletic Ability & the Anatomy of Motion. PT Arkans.p. . hal 108 . Anatomi Musculoskeletal. R. Dasar-Dasar Kepelatihan. No. Datu AR. Tes dan Pengukuran Dalam Bidang Olahraga. Wolfe Medical Publications. Binarupa Aksara. Ujung Pandang... Namun pada penelitian ini didapatkan tingkat korelasi yang lebih rendah dibandingkan dengan peneliti sebelumnya.N. maka akan diikuti dengan kemampuan lari yang lebih cepat. Halim NI. Makassar. Pada orang yang mempunyai IMT di atas normal (overweight) ternyata memiliki arcus pedis yang lebih kecil dibandingkan yang mempuyai IMT normal (Nordin M & Frankel VH. Hal ini disebabkan karena sampel yang digunakan tidak memperhitungkan Index Massa Tubuh (IMT). t. Basic Biomechanics of the Musculoskeletal System 3rd ed. IMT sangat mempengaruhi pembentukan arcus pedis. 2003. hal ini seiring dengan penelitian yang dilakukan oleh Bahru (2008). Dahlan MS. Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran UNHAS. Philadelphia. Daftar Pustaka Pate R. 1979 Pengamatan Cetakan Telapak Kaki Sekelompok Mahasiswa Indonesia. hal. Arcus pedis mempengaruhi kemampuan lari seseorang hanya pada bagian kaki saja sebagai pegas untuk mendorong ke depan.950 hal ini menunjukkan bahwa kurang lebih sama dengan yang ditemukan Clarke dengan menggunakan metode yang sama yaitu 420. berarti ada korelasi sangat lemah antara arcus pedis dengan kemampuan lari. Dengan demikian jika siswa memiliki arcus pedis yang besar. Statistika Untuk Kedokteran dan Kesehatan. 2004. Maryland. Jakarta. Lipincott Williams & Wilkins. t.192. Makassar. Lippincott. 1988. 1991. 2003. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Berdasarkan tabel 3 di atas terlihat bahwa hasil perhitungan korelasi Spearman diperoleh nilai r hitung (ro) = -0.Vol. Carr GA. Biomechanical Basis of Human Movement 2nd ed. 1984. 2001.114.

II. selanjutnya kelompok anak dengan riwayat ayah dan ibu hipertensi sebesar 33% atau 0. Hipereaktor . 146 5 . 3 tahun ARTIKEL ASLI 2009 Jurnal Madani FKM UMI Hiperaktifitas Simpatis. kelompok riwayat keluarga hipertensi.34 -1.91 kali (PR = 0.0 yang hasilnya berupa persentase dan tingkat resiko disajikan dalam bentuk tabel dan diagram dengan tingkat kemaknaan p=0.33-2. Hipertensi. CPT.51-1. Dengan menggunakan sebanyak 173 sampel mahasiswa Fakultas Kedokteran UMI Makassar yang berumur 18-21 tahun tanpa membedakan jenis kelamin dan suku. Jenis penelitian adalah crossectional study dengan pengolahan data menggunakan program Windows SPSS version 12.05).84 kali (PR = 0. CPT Hubungan Hiperaktifitas Simpatis Anak Dengan Kelompok Riwayat Hipertensi Ibu Melalui Cold Pressure Test (CPT) Mochammad Erwin Rachman Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar Abstrak Hubungan hiperkatifitas simpatis anak dengan kelompok riwayat hipertensi ibu melalui test Cold Pressure Test (CPT).56).79-2.59 kali (PR = 0. kemudian kelompok anak dengan riwayat ayah hipertensi sebesar 32% atau 0. Penelitian kami bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh riwayat hipertensi ibu terhadap hiperaktifitas simpatis anak.05.34). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dari resiko hiperatifitas simpatis terbesar adalah kelompok anak yang mempunyai ibu hipertensi yaitu 50% atau 1. Terkecil adalah kelompok anak tanpa ada riwayat hipertensi sebesar 24% atau 0.Vol.79-2. disusul oleh kelompok anak yang mempunyai riwayat keluarga hipertensi sebesar 42 % atau 1.34).36 kali (PR = 0.55. No.87 kali (PR = 0. Kata kunci : Hipertensi. Kesimpulan : Bahwa anak yang mempunyai hubungan riwayat hipertensi ibu akan lebih besar menderita hipeaktifitas simpatis dibandingkan kelompok riwayat hipertensi lainnya.

(Nitemberg at all. No.9%. Our Research try to prove the mentioned .79-2. by using 173 sample of student Medical Faculty of University Indonesia Moslem Macassar which old age 18-21 year without reference to difference type of gender and tribe. Group of family fellow Hypertention. Seperti telah diketahui bersama dibeberapa literature .adanya peranan respon system saraf simpatis yang berlebihan (hiperaktifitas simpatis) akan memicu peningkatan resistensi total pada .91 times (PR = 0. Tahun 1975 kematian akibat kardiovaskuler 5.87 (PR = 0.1%. 2994) Hasil survei kesehatan menunjukkan lonjakan kematian akibat penyakit kardiovaskuler dengan proporsi penyakit tersebut mening-kat dari tahun ke tahun. CPT.Vol.05).71). tahun 1981 147 merambat sampai 9. dan akibat jangka panjang yang ditimbulkan mempunyai konsekuensi tertentu.34 -1.55).595 (PR = 0. then factor of hypertension father is equal to 32 % at risk to 0. penyakit ini menjadi pembunuh nomor satu.33-2.36 times (PR = 0. This research represent the its dataprocessing Crossectional study use the Windows SPSS version 12. Di berbagai negara maju maupun berkembang lebih dari 25 ahun.From group of hypertension mother is later then caught up by a family history of equal to 42% at risk to 1.0 with the percentage and result of test Crosstabulation seenly is risk estimate that 50 % with the risk value of a child will be more be big experience of the simphatic hyperactivity (hiperactor) equal to 1. karena angka prevalensi yang tinggi. Conclusion : There are relation influence of factor generation Hypertension Mother more is influential compared by factor of other group. Pendahuluan Hipertensi merupakan masalah kesehatan penting bagi dokter yang bekerja pada pelayanan kesehatan primer. then factor of father and mother equal to 33% at risk to 0. tahun 1986 melonjak menjadi 16% dan tahun 1995 meningkat menjadi 19%.84 times (PR = 0. II. Hipereactor .91-3.51-1.56). and last of factor nonriwayat is equal to 24% at risk to 0. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI The Relation Of The Symphatetic Hyperactivity Of Child With The Group History Hypertension Mother Fellow Through The Method Cold Pressure Test (CPT) Mochammad Erwin Rachman Abstract The relation the simphatetic hyperactivity of child with the group history hypertension mother fellow through the method cold pressure test (CPT). Keyword : Hypertension.34) .

Pada tulisan penelitian ini . 2005). Hasil penelitian ini diharapkan dapat membuktikan korelasi peningkatan hiperaktifitas simpatis pada seorang anak kelompok penderita hipertensi ada atau tidak. yang akan mempengaruhi pusat vasomotor di batang otak. dengan cara mem-beri stimulus fisiologis external berupa suhu dingin. kemudian apakah hiperaktifitas simpatis tersebut akan menjadi lebih besar untuk terkena hipertensi dikemudian hari atau tidak masih perlu pemantauan subyek lebih lanjut sampai subjek mencapai umur kans resiko menderita hipertensi yaitu usia pertengahan (40 tahun keatas). perangsangan system saraf simpatis akan menyebabkan peningkatan kerja jantung berupa peningkatan curah jantung melalui reseptor β-1 agrenergik yang peka terhadap norpineprin. Test ini akan menstimulasi saraf simpatis sehingga dapat ditentukan apakah saraf simpatis hiperaktifitas atau tidak. Gayton. maka hal tersebut akan menyebabkan terjadinya hipertensi. Carol et all (1996) dan Fumiyagi Kasogi (1995). II. Untuk hal tersebut. kami menggunakan percobaan Cold Pressure Test (CPT) atau Test Pendinginan. Sidabutar et. Irfan & Agnes. apabila tidak dicegah faktor-faktor penyebab terjadinya hipertensi (Irfan & Agnes. (Ganong. kemudian melalui sistem saraf simpatis untuk meningkatkan tonus pembuluh darah arteri dan arteriole serta kerja dari jantung untuk meningkatkan tekanan darah (Gayton. 1994) Salah satu faktor yang sangat beresiko menyebabkan hipertensi adalah riwayat hipertensi keluarga. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI pembuluh darah perifer melalui perangsangan pada reseptor α-1 adrenergik yang terutama pada pembuluh darah arteriole. all. Secara fisiologis adanya perang-sangan suhu dingin akan merangsang pusat pengatur suhu di Hipothalamus anterior. 1991. Dengan demikian. berupa pola dan gaya hidup yang tidak sehat. (3) CPT adalah test sederhana dan dapat dilakukan dimana saja . usia. test ini mendeteksi pening-katan tekanan darah subjek akan meningkat pada umur pertengahan (40 tahun keatas).Vol. V Lascaux-Lefebvre (1999) menemukan terdapat relasi antara riwayat hipertensi pada orang tua sebelum berumur 60 tahun dengan hipertensi keturunannya. kami akan mencoba membuktikan korelasi ada tidaknya hubungan antara factor kelompok turunan hipertensi dari orang tua dan keluarga yang kemungkinan akan diderita oleh anak untuk menimbulkan hiperaktifitas system saraf simpatis yang mana hal ini berhubungan dalam patomekanisme untuk timbulnya hipertensi pada anak dikemudian hari. Relasi itu bahkan lebih nyata lagi pada orang yang kedua orang tuanya mempunyai riwayat hipertensi dibandingkan orang yang kedua orang tuanya tidak mempunyai riwayat hipertensi (Markum. dimana pada test sederhana ini 148 parameter yang digunakan berupa adanya peningkatan kerja dari sistem saraf simpatis yang disebut dengan Hipereaktor yang timbul pada saat lengan subjek dicelupkan pada air dingin dengan suhu 3-5o C selama 30 detik. 2002. 2005). serta adanya factor keturunan/genetic dari orang tua kepada anaknya. akibat komplikasi beberapa penyakit tertentu. No. 1991). Disamping itu. 1991. yang dapat mengukur adanya hiperaktifitas simpatis. serta jika . Hipertensi disebabkan oleh multifaktorial..

ibu. dari keluarga yang hipertensi (K+) sebanyak 40 sampel. Perubahan sistolik maupun diastolik saat perendaman ini akan dibandingkan dengan tekanan darah istirahat. selanjutnya dilakukan kegiatan posttest berupa test pendinginan dengan perendaman lengan subjek sampai sedikit diatas siku dalam wadah 149 menggunakan air dingin bersuhu 3-5o C. menjadi : Kelompok subjek dengan riwayat hipertensi dari ayah. kami menggunakan 173 sampel dari hasil pemeriksaaan Cold Pressure Test (CPT) selama 30 detik pada subyek mahasiswa Fakultas kedokteran UMI yang berumur berkisar 18 – 21 tahun pada tahun 2004-2005.Vol. No. Dalam penelitian ini diawali dengan pelaksanaan pembagian kuisoner riwayat hipertensi pada populasi subjek. yang sebelumnya menandatangani informed consent yang telah disiapkan. setiap 30 detik. Dengan melihat resiko estimasi terlihat bahwa nilai resiko seorang anak akan lebih besar mengalami . Tempat penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar yang menggunakan subjek penelitian adalah mahasiswa-mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar sebanyak 173 sampel. kami membagi sampel menjadi 5 kelompok berdasarkan riwayat turunan hipertensi kedua atau salah satu orang tua serta yang tidak mempunyai riwayat : Ayah yang hipertensi (A+) sebanyak 43 sampel. maka test ini diharapkan dapat menjadi salah satu metode sederhana untuk mencegah sedini mungkin untuk timbulnya hipertensi dikemudian hari bagi yang mempunyai riwayat hipertensi dari orang tua. Sebelumnya. Setelah lengan subjek direndam. dimana dari data semuanya menunjukkan hubungan yang lemah antara faktor turunan hipertensi dari orang tua kepada anaknya terhadap peningkatan hiperaktifitas sistem saraf simpatis (hiperpereaktor). Hasil Penelitian Pada penelitian ini. keluarga. dan tanpa riwayat hipertensi . Dari tabel dan grafik terlihat bahwa dari pengolahan data dengan melihat hasil Chi-Square semua kelompok (5) sampel. Ayah dan ibu hipertensi (AI+) sebanyak 15 sampel. melalui test pendinginan (CPT). 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI test ini dapat membuktikan hal tersebut. Metode Penelitian Penelitian ini adalah Crossectional Study. tekanan darah dan nadi diukur kembali dengan memakai sphygmanometer digital. yang membandingkan reaksi hiperaktifitas simpatis berupa hipereaktor pada kelompok subjek yang mempunyai riwayat hipertensi dari orang tua maupun keluarga. II. dengan usia berkisar 1821 tahun tanpa memandang perbedaan jenis Kelamin. dan yang tidak memiliki faktor keturunan non-hipertensi sebanyak 49 sampel. ayah dan ibu. Pada penelitian ini. ibu yang hipertensi ( I+) sebanyak 26 sampel. yang kemudian diadakan pengelompokkan berdasarkan ada dan tidaknya riwayat hipertensi dari orang tua dan keluarga. apakah ada hipereaktor atau hiporeaktor. subjek diminta untuk istirahat 10 menit lalu diukur tekanan darah istirahatnya dengan menggunakan sphygmanometer digital sebagai pretest.

78 0. No.6 11.6 + 49.9 13.3 9.5 + 52.71) dari kelompok ibu hipertensi.6 + 19.(0.5 + 0.(0.84 kali (PR = 0.51-1.5 + 7.5 + 19. Diskusi Dari hasil penelitian kami dapat dilihat bahwa faktor riwayat hipertensi ibu nampaknya lebih berpengaruh untuk bisa meningkatkan hiperaktifitas sistem saraf simpatis yang disebut hipereaktor pada anak dibandingkan dari riwayat hipertensi ayah maupun non riwayat baik dilihat dari resiko estimasi maupun secara prosentase yang dapat dilihat pada tabel di atas.595 (PR = 0.8 + 160.33 (0. nilai prosentase tertinggi di alami oleh 150 .595 PR (0. dan terakhir adalah non-riwayat sebesar 24 %.7 9.99 TB (cm) 155.94 0. lalu faktor ayah hipertensi 0. Walaupun faktor keturunan hipertensi mempunyai hubungan yang lemah.87 1. II.3 19.79 (0.34-1.9 + 56.56) 1. Tabel 1. dengan menggunakan metode forehead cold stimulation (Thomas et all.91-3. karakteristik dan hasil sampel penelitian Variabel Sampel (n) Gender(L/P) Ibu (+) 26 6/20 Ayah Ibu (+) 15 7/8 Ayah ( +) 43 23/20 Keluar Non ga (+) riwayat 40 49 16/24 23/26 kelompok sampel dengan riwayat hipertensi dari ibu sebesar 50 %. 2000).05) Chi-Square 0.80 0. Musante (1990) dari hasil studinya mengemukakan bahwa terdapat pengaruh riwayat hipertensi keluarga terhadap reaktivitas kardiovaskuler pada anak.91 0.91 .06 (P) 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Ayah + Ibu + Ayahibu Keluarga + + non Hiper normal Berdasarkan prosentase yang meng-alami hiperaktifitas simpatis (hipereaktor) terlihat bahwa .1 7.5 + 160. dan terakhir faktor nonriwayat sebesar 0.36 kali (PR = 0. Lemne CE dan Hansen HS et all.5 + 19. 2002) dan oleh beberapa studi sebelumnya antara lain Musante et al.67 0. Kemudian disusul riwayat ayah dan ibu sebesar 33%.79-2.27 0.84 0.34 ). kemudian riwayat keluarga sebesar 42%.Vol.3 49. Hasil penelitian ini didukung oleh adanya studi yang dilaku-kan oleh Kuznetsova T et all tentang kecen-derungan pengaruh maternal lebih besar daripada paternal pada pembesaran ventrikel kiri seorang anak (Kuznetsova. lalu faktor ayah dan ibu sebesar 0. dengan signifikan (p>0.34 3.99 0. Studi lain yang dilakukan oleh Kellogg (1981) dan Hansen (1992) menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat hipertensi keluarga dengan peningkatan tekanan darah pada anak yang menjelang dewasa Umur (Thn) 19.71) 2.33-2. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI hiperaktifitas simpatis (hiper-aktor) sebesar 1.5 + 19.87 0.4 BB (kg) 5.51 .08 0. lalu riwayat ayah sebesar 32 %.6 + 155.36 0.3 + 49.9 + 9.87 (PR = 0. Kellogg FR et all.34) 1. Kemudian disusul riwayat keluarga sebesar 1.91 kali (PR = 0.2 17.2 + 64.55).05) terhadap hiperaktivitas saraf simpatis pada anak.05 ).56).9 CPT 30 dtk 13 5 5 14 17 12 Hipereaktor (50%) (33%) (32%) ( 42% ) ( 24 % ) Hiporeaktor 13 10 29 23 37 (50%) (67%) (68%) ( 58 %) ( 76 % ) 1.55) 2.

No. 2002. Hubungan Peningkatan Hiperaktifitas Simpatis dengan Kejadian Preeklampsia dan Hipertensi Pada Ibu Hamil. hal. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI (Musante. et all. 2005. Lemne CE.Vol. 16(9): 1243-8. Increased Blood Pressure Reactivity in Children of Borderline Hypertensive Fathers. Lange EGC. J Hypertens. Tetapi hal ini perlu di telusuri lebih lanjut dengan menambah jumlah sampel penelitian maupun pada populasi yang lain .. serta metode alat yang lebih mendukung untuk dapat menjelaskan tentang apakah memang faktor turunan hipertensi ibu lebih berpengaruh dibandingkan faktor ayah dalam peningkatan hiperaktifitas simpatis pada anak. Am J Dis Child . 10(7): 677-82 Kellogg FR et all. Penerbit Buku Kedokteran Jakarta. 1992). 1991. Guyton AC. Penerbit Buku Kedokteran . Hipertensi dalam Buku Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. .. Kuznetsova T et all.. 1981. tentang kecenderungan pengaruh maternal lebih besar daripada paternal pada pembesaran ventrikel kiri seorang anak (Kuznetsova. 1992. Kellogg. 615 – 16. 1990. Kesimpulan Faktor riwayat hipertensi ibu lebih berpengaruh untuk bisa meningkatkan hiperaktifitas sistem saraf simpatis (hipereaktor) pada anak dibandingkan dari riwayat hipertensi ayah maupun non riwayat melalui metode Cold Pressure Test (CPT). Hipertensi. Edisi 20 . Jakarta. Walaupun kemungkinan hal ini dikaitkan dengan adanya factor turunan kromosom pada DNA mitokondria ibu yang dominan melalui proses fertilisasi. II. Maternal and Parental Influences on left Ventricular mass of offspring. Hansen HS. Irfan. Agnes B. J Hypertensi . Consistency of Hemodynamic Responses to Cold Stress in Adolescents Hypetension . American Heart Association : 69-74. 2000). 2002. Edisi Revisi. Belum ada teori maupun studi sebelumnya yang secara mendetail menjelaskan bahwa faktor ibu yang lebih berpengaruh dibandingkan ayah dalam meningkatkan hiperaktifitas simpatis pada anak. Lange EGC. 2002). 2000. 1998. Lamne.135(11) : 1047-9 Kelsey et all. dalam Jurnal Penelitian Pascasarjana Universitas Hasanuddin. 151 Daftar Pustaka Ganong WF.. Homeostatis Cardiovascular dalam keadaan Sehat dan Sakit dalam Buku Fisiologi Kedokteran. Hypertension. 1995. Blood Pressure and Cardiac Structure in Children with a Parental History of Hypertension: The Odense Schoolchild Study. dimana mitokondria sel sperma tidak dapat masuk ke dalam sel telur ibu seperti halnya penjelasan studi oleh Kuznetsova T et all. Influence of Familial History of Hypertension on Blood Pressure During Adolescence. Tetapi hal ini terutama berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Lemne (1998) pada anak-anak diatas 12 tahun. 36(6): 1013-7. Kelsey. dimana riwayat hipertensi ayah mempengaruhi peningkatan tekanan darah anak (Hansen. 1981. Idris.

Edisi 4 . Wiguno P. Antihipertensi. 1991. Hipertensi Essencial dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 639. Thomas F. The Cold Pressure test Is Predictor Of the Severirty Of Hipertensión. 115-23. Rajashekar RK. “Epicardial Coronary Arteri Contruction Cold Pressure Test is Predictive of Cardiovascular Events” In Hipertensión patients UIT Angiographically Normal Coronary Arteries and Without Other Major Coronary Risk Factor. Jakarta . 1994. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Uviversitas Indonesia. 2434 – 40. Nivedhita Y. Ghosh S.. 1995. 102 . 152 . 2004. 2003. Circulatio . 1995.Vol. 2000. Mangalore. Saint V. 88(3) : 300-4. Setiawan A et. Jakarta . 315 – 16. 205-6. II. 34(1) : 111-6. Lusher. Centre Hospitalier Universty Jean Verdier. J Psychosom Res . 47(4) . Cheula D. Nitemberg A. Musante L et all. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Loyke HF. Sidabutar RP . Jilid I. Endothelins and Endothelin Receptor Antgonist. Blood Pressure Response To Cold Pressure Test in Siblings Of Hipertensión. Markum AH. Medical Journal . No. Department Of Physiology. 173(1) . 1990. Balai Penerbit FK-UI. all. France .. Family history of hypertension and cardiovascular reactivity to forehead cold stimulation in black male children. Mathias B. 453-8. Penerbit Bagian Ilmu Kesehatan Anak Facultas Kedokteran Universitas Indonesia. dalam Buku Ajar Farmakologi dan Therapi. dalam buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. Hipertensi Sistemik. India . Jilid II. Anthony I. Kasturba Medical College.

No. kesehatan mental 153 . Kesehatan Jurnal Madani FKM UMI Mental. Data diolah dengan menggunakan program SPSS dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel.000 > α (0. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar responden yang mengalami sindrom metabolik tidak merokok (80. II. Wahidin Sudirohusodo Makassar. merokok.05) yang berarti tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan mental dengan kejadian sindrom metabolik. Harlina dan Lucianne Drusilla Rante Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Abstrak Tingginya prevalensi sindrom metabolik disebabkan oleh faktor gaya hidup dan lingkungan. yang merokok umumnya adalah perokok berat (91. Penelitian ini menyarankan perlunya dilakukan suatu penelitian yang lebih mendalam mengenai pengaruh kesehatan mental terhadap kejadian sindrom metabolik. dengan lama merokok singkat (75%). Kata kunci : sindrom metabolik.2%). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling yaitu sebanyak 140 orang. Wahidin Sudirohusodo Makassar 2009 Nurhaedar Jafar. Variabel kesehatan mental dianalisis dengan menggunakan uji statistic chi-square. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan kesehatan mental dan perilaku merokok dengan kejadian sindrom metabolik.Vol. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang berobat jalan di RSUP Dr. Sindrom Metabolik Perilaku Merokok dan Kesehatan Mental Pasien Rawat Jalan Sindrom Metabolik di RSUP Dr. merokok filter (75%). Sampel penelitian adalah pasien rawat jalan baru yang berkunjung di bagian Poliklinik Endokrin. Untuk kesehatan mental diperoleh nilai P = 1.7%). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional. 3 tahun 2009 ARTIKEL ASLI Merokok.

WHO melaporkan bahwa Indonesia adalah salah satu dari . short smoking period (75%). the smoker commonly heavy smoker (91. dislipidemia aterogenik (kadar trigliserida meningkat dan kadar kolesterol high density lipoprotein (HDL) rendah). Di Indonesia.000 wanita)3 American Hearth Association.05). This study suggest that it is necessary to be done a further study that more deep about the effect of mental health with metabolic syndrome. Mental health.Vol.2%). Key words : Metabolic syndrome. Sindrom Metabolik (SM) berkaitan erat dengan faktor penyebab obesitas seperti pola makan.000 laki-laki dan 20. The study sample was the new out-patient visiting in Endocrine polyclinic. penelitian yang dilakukan oleh Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) didapatkan prevalensi sindrom metabolik dengan menggunakan criteria the National Cholesterol education 154 Program (NCEP) Adult Treatment Panel (ATP) III sebesar 24. dan glukosa plasma yang abnormal (Adriansjah.000) higher than α value ( α=0.429 populasi yang diteliti (Sartika. Mental health variable was analyzed statistic with chi-square test.4 % dari 3. & Adam. Salah satu komponen gaya hidup yang merugikan kesehatan adalah merokok dan konsumsi alkohol.700. smoking Pendahuluan Sindrom metabolik adalah sekelompok kelainan metabolik baik lipid maupun nonlipid yang merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner. No. yang terdiri atas obesitas sentral. 2006). 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Smoking Behavior and Mental Health with Metabolic Syndrome OutPatient in Dr. Harlina dan Lucianne Drusilla Rante Abstract The high prevalence of metabolic syndrome is caused of lifestyle and environment factors. 2006). This study was aimed to know the association of mental health and description of smoking behavior with metabolic syndrome. Sampling was done by accidental sampling with 140 samples.900. Data was processed using SPSS program and presented in table and narration. This study was an descriptive study.7%). gaya hidup dan faktor genetik. this means that there was no association between mental health disorder and metabolic syndrome. kurang olah raga.. The analysis result showed that P Value (P=1.Wahidin Hospital.. Berdasarkan laporan NCHS tahun 2005 prevalensi merokok (18 tahun keatas) adalah 46. Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar 2009 Nurhaedar Jafar. filter cigarette (75%).600. The study population was all visitor of Endocrine polyclinic in Dr. hipertensi. C. 2008.000 (25. The study result showed that most of respondent having metabolic syndrome did not smoke (80. II.

Wahidin Sudirohusodo Makassar. 2008). II. populasi.Vol. Data kesehatan mental dianalisis dengan uji statistic chisquare. dan sampel penelitian 155 Penelitian ini dilaksanakan di Poli Endokrin RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Faktor lingkungan yang di maksud terkait dengan kondisi kesehatan mental khususnya stres yang dialami penderita sindrom metabolik yang dapat mengakibatkan berbagai gangguan seperti gangguan fisiologis. Lokasi ini dipilih mengingat poli ini merupakan pusat pelayanan rawat jalan yang di dalamnnya mencakup bagian Diabetes dan Hipertensi. Bahan dan Metode Lokasi. Karakteristik Responden Tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar kelompok umur yang . psikologis dan perilaku. Sampel adalah pasien rawat jalan baru yang berkunjung ke bagian Poli Endokrin. Studi eksperimental yang baru menunjukkan bahwa merokok dapat merusak kerja insulin secara akut.9% dan tahun 2004 sebesar 35%). Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan program SPSS 12 dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Data hasil Riskesdas 2007 menunjukkan bahwa prevalensi nasional gangguan mental emosional pada penduduk yang berumur ≥ 15 tahun sebanyak 11. dan hampir semuanya merokok di dalam rumah ketika bersama anggota RT lainnya. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 140 orang dengan pengambilan sampel secara accidental sampling yaitu mereka yang datang pada saat penelitian berlangsung dan bersedia untuk diwawancarai. pengukuran tinggi badan dan lingkar perut. 2009). 2007). Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien yang berobat jalan di RSUP Dr.1%) (Riskesdas. No. Pengumpulan Data Pengumpulan data sekunder berupa hasil pemeriksaan laboratorium pasien dan data primer berupa wawancara dengan menggunakan format kuesioner. Bahkan yang lebih memprihatinkan adalah masyarakat mulai merokok sejak usia 8 tahun (Nuryati. Prevalensi perilaku merokok di kalangan orang dewasa juga semakin meningkat (tahun 1995 sebesar 26.6%.. Kesehatan mental dinilai berdasarkan Riskesdas dan Mini Neuropsychiatri. Prevalensi tertinggi terdapat di provinsi jawa barat (20%) dan terendah di kepulauan Riau (5. Hasil Penelitian 1. Penelitian ini ditujukan untuk memperoleh informasi tentang hubungan kesehatan mental dan gambaran perilaku merokok dengan kejadian sindrom metabolik. pada subjek baik yang sehat maupun pada pasien Non-insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) (Targher et all. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI lima negara yang terbanyak perokoknya di dunia. Kejadian sindrom metabolik juga tidak lepas dari pengaruh lingkungan. Sebanyak 70% penduduk Indonesia adalah perokok aktif dan dilihat dari sisi Rumah Tangga (RT) 57% memiliki anggota RT yang merokok. Kuesioner mencakup pertanyaan tentang perilaku merokok dan keadaan kesehatan mental Selain itu dilakukan pula pengukuran antropometri pasien berupa penimbangan berat badan.

4%). umur.000 > 0.000 > 0.5% yang tidak mengalami sindrom metabolik. jenis kelamin.1%.7%. dan obesitas. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI mengalami sindrom metabolik adalah yang berumur 40-49 tahun yaitu 87%. Merokok diketahui dapat menurunkan jumlah kolesterol HDL.05 maka hipotesis nol diterima.5%.8%. hiperkolesterol. sedangkan yang tidak mengalami sindrom berumur < 40 tahun yaitu 57.6% responden yang merokok. yang mengalami SM sebagian besar merupakan perokok berat (konsumsi ≥ 20 batang/hari) yaitu 91. Hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya hidup dan lingkungan disamping faktor genetik.6%) sedangkan berdasarkan pendidikan.5% sedangkan yang tidak mengalami gangguan mental sebanyak 21. Hal ini berarti tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan mental menurut Mini Neuropsychiatric dengan kejadian sindrom metabolik. Berdasarkan status merokok. yang mengalami sindrom metabolic yaitu 77.Vol. yang mengalami sindrom metabolik adalah yang berlatar pendidikan diploma (95. Tabel 3 menunjukkan bahwa responden yang mengalami gangguan mental berdasarkan Mini Neuropsychiatric sebagian besar mengalami sindrom metabolik yaitu 77. meningkatkan kadar LDL serta merangsang hormon katekolamin yang bersifat memacu jantung dan tekanan darah.2%) sedangkan yang tidak mengalami sindrom adalah sarjana (32. 3. sebagian besar responden yang mengalami sindrom metabolik (SM) umumnya tidak merokok yaitu 80.2%. Persentase tertinggi yang mengalami sindrom metabolic adalah jenis kelamin perempuan (78. Perilaku Merokok Tabel 2 menunjukkan komponen perilaku merokok. Pembahasan 1. diabetes mellitus. Hasil analisis dengan Uji Chi Square diperoleh nilai p= 1. Jenis pekerjaan responden yang mengalami sindrom sebagian besar adalah pedagang (100%). Hasil analisis statistik dengan chi square diperoleh nilai p = 1. Kesehatan Mental Tabel 3 menunjukkan bahwa responden yang mengalami gangguan kesehatan mental berdasarkan Riskesdas. sebagian besar menderita sindrom metabolik 156 yaitu 78. Berdasarkan lama merokok.05 maka hipotesis nol diterima. II. sebagian besar responden yang menderita sindrom metabolik lama merokoknya singkat (< 10 tahun) yaitu 75%. Sedangkan yang tidak mengalami gangguan mental. ini berarti bahwa tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan dengan kejadian sindrom metabolic berdasarkan kriteria Riskesdas. No. Jantung tidak . Salah satunya komponen gaya hidup adalah merokok. Dari 38. 2. Perilaku Merokok Sindrom metabolik merupakan kumpulan gejala metabolik yang juga merupakan salah satu faktor risiko yang manifestasi akhirnya adalah penyakit kardiovaskuler. Jenis rokok yang dikonsumsi oleh responden yang menderita SM sebagian besar adalah berfilter yaitu 75% sedangkan yang tidak mengalami SM sebagian besar mengkonsumsi rokok non-filter (30%). sedangkan yang tidak mengalami sindrom metabolik sebagian besar berprofesi sebagai IRT (20%).

Variabel jumlah rokok yang dihisap setiap hari lebih menggambarkan efek kumulatif dari bahan beracun yang terkandung dalam rokok dibandingkan dengan lama kebiasaan merokok. 2008). resistensi vascular akan meningkat. 2004). Walaupun adanya penggunaan filter.9 % yang merokok. No. perempuan 14%). Berdasarkan lama merokok diperoleh bahwa persentase tertinggi responden yang mengalami SM adalah yang lama merokoknya singkat ( <10 tahun) yaitu 75%. sedangkan yang tidak sindrom adalah perokok ringan (31%). karena semakin lama merokok dan banyaknya yang dihisap/dikonsumsi. 2002). yang berakibat timbulnya hipertensi yang merupakan faktor risiko sindrom metabolic (Kabo. tetapi masih membutuhkan waktu lebih lama untuk menilai kegunaan cara tersebut. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar reponden yang merokok dan mengalami sindrom metabolik umumnya adalah perokok berat (konsumsi > 20 batang/hari) yaitu 91.1% responden yang merokok. Hanya 74. bukan lamanya seseorang merokok (Soeharto. dan tekanan darah pun meningkat secara intermitten (Jallo. dan bahkan cenderung untuk menetap. merangsang saraf simpatis dan diikuti oleh pelepasan epinerfin sehingga denyut nadi cardiac output. . Orang yang merokok > 20 batang sehari dapat mempengaruhi atau memperkuat dua faktor risiko utama (Hipertensi dan hiperkolesterolemia) (Anwar.Vol. Yang terpenting dalam rokok adalah jumlah batang rokok yang dikonsumsi. Sedangkan yang tidak SM 25. Maraknya penggunaan filter dan sigaret yang “ rendah tar dan nikotin” telah mengurangi risiko secara nyata. 2004). Penelitian yang dilakukan oleh Wardoyo (1999) yang mengatakan bahwa rokok sangat berpengaruh terhadap hipertensi dimana pengaruhnya bukan hanya karena merokok tetapi sangat dipengaruhi oleh lamanya dan jumlah merokok. umumnya responden yang mengalami sindrom metabolik menggunakan rokok filter (sigaret ) yaitu 75%. Zat yang dapat menyebabkan tekanan darah meningkat adalah nikotin. maka tekanan darah akan meningkat dalam waktu yang lama pula.7%. namun apabila perokok mengambil hisapan lebih besar sehingga pemaparan ke berbagai komponen asap rokok yang 157 berbahaya namun tidak mnurunkan risiko karena rokok yang berfilter memberikan banyak CO daripada rokok nonfilter (Humranengsi. Lama kebiasaan merokok merupakan dose response terhadap kejadian sindrom metabolik. Merokok ≥ 20 batang/hari akan menurunkan HDL (laki-laki 11%. 2006). 2004). II. sedangkan yang tidak SM sebagian besar telah lama merokok ( ≥10 tahun) yaitu 26%. Berdasarkan jenis rokok yang dikonsumsi. Angka kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan merokok sigaret hampir bekorelasi linier dengan jumlah batang rokok yang dihisap setiap hari dan tahun pemakaian. Hasil penelitian “ Lipid Research Program Prevalence Study” menyebutkan bahwa yang paling penting adalah jumlah rokok yang dikonsumsi dibandingkan lamanya seseorang merokok (Anwar. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI diberikan kesempatan beristirahat dan tekanan darah semakin tinggi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar responden yang mengalami sindrom metabolik tidak merokok.

Pada tabel 3 dapat dilihat bahwa jumlah antara responden yang mengalami gangguan mental dan tidak mengalami gangguan mental baik yang sindrom metabolik maupun yang tidak sindrom metabolik menunjukkan angka yang tidak terlalu menonjol atau hampir sama. Ini menunjukkan bahwa keadaan kesehatan mental berdasarkan Mini Neuropsychiatric tidak menentukan seseorang mengalami kejadian sindrom metabolik.5%) maupun tidak mengalami gangguan mental (77. Gangguan kesehatan mental ini juga timbul akibat faktor umur dari responden Akibat proses menua pada usia lanjut mengalami berbagai perubahan yang terjadi secara alami. Dari analisis yang menggunakan chi square diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara keadaan kesehatan mental berdasarkan riskesdas dengan kejadian sindrom metabolik. sedangkan yang tidak mengalami gangguan mental yang mengalami sindrom metabolik juga tinggi yaitu 77. Dari analisis dengan menggunakan uji chi square diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara variabel keadaan kesehatan mental dengan kejadian sindrom metabolik. Walaupun dari analisis uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan mental berdasarkan riskesdas dengan kejadian sindrom metabolik. Salah satu gangguan kesehatan mental berupa terganggunya pola tidur atau tidak dapat tidur lelap.0%) berpeluang untuk mengalami sindrom metabolik. No. 78. Banyak gejala yang berhubungan dengan kesehatan mental akibat dari adanya sindrom metabolik sehingga menimbulkan rasa cemas. sehingga angka yang hampir sama inilah yang mempengaruhi variabel keadaan kesehatan mental berdasarkan riskesdas tidak mempunyai hubungan dengan kejadian sindrom metabolik. Berdasarkan indikator gangguan mental-emosional (Depkes RI. artinya responden yang mengalami gangguan mental (78. (2005) yang mendapatkan usia lanjut yang mengalami gangguan tidur sangat banyak. maka ditemukan 38. akan tetapi hasil penelitian ini menunjukkan lebih banyak responden sindrom metabolik yang mengalami gangguan mental. Hal ini sesuai dengan teori bahwa gangguan mental yang berkepanjangan akan mengakibatkan seseorang mengalami kejadian sindrom metabolik.Vol. psikis dan sosial. 2007).5%) lebih kecil dibandingkan dengan responden yang sindrom metabolik tetapi tidak mengalami gangguan mental (78. II.3%). khawatir.5% usia lanjut yang mengalami gangguan mental-emosional yang paling banyak dijumpai adalah gangguan sulit tidur.0%. baik aspek fisik. Hal ini didukung oleh penelitian oleh Tety S. dan ketakutan berlebihan pada responden. gelisah. berdasarkan kriteria Mini Neuropsychiatric 158 menunjukkan persentase responden sindrom metabolik yang mengalami gangguan mental (77. Dari hasil penelitian pada tabel 3.5% mengalami sindrom metabolic. Kesehatan Mental Hasil penelitian diperoleh bahwa berdasarkan kriteria Riskesdas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang mengalami gangguan mental. Gangguan pola tidur ini dapat diakibatkan oleh meningkatnya hormon stres dalam tubuh yang kemudian akan mengganggu jalannya metabolisme . 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI 2.

yaitu tubuh menjadi lesu.. seseorang yang mengalami kelainan psikologis. umumnya seseorang akan lebih mudah dan cepat merasa ngantuk dan tertidur. Update At Glance. 2007. sering merasa khawatir menyebabkan gangguan pada dirinya sehingga kesulitan untuk tidur. 2006). namun faktor gaya hidup dan genetik juga berpengaruh (Adriansjah & Adam. Sebaliknya. No. Depkes RI. Faktor risiko Penyakit Jantung Koroner. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka disarankan perlunya penelitian lebih lanjut yang memperhatikan efek kumulatif dari bahan berbahaya rokok dengan menghitung jumlah rokok yang telah dihisap sampai habis dan lama merokok intensif dan juga penelitian yang lebih mendalam mengenai pengaruh kesehatan mental (fisiologis. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI sehingga detoksifikasi (proses penetralan racun dalam tubuh) tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hearth diseases and stroke statistik. Modul entry data kuesioner Riskedas. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa bahwa seseorang yang tidur dibawah 6 jam sehari atau kurang tidur akan berdampak pada stamina tubuhnya. yang penyebabnya bukan hanya akibat stress. maka tekanan darah pun akan naik dan dalam periode waktu yang lama dan cenderung untuk bertahan terus. yang merokok merupakan perokok berat. epidemiologi dan kriteria diagnosis. menyebabkan hipertensi yang menetap. H. psikologis dan perilaku) terhadap kejadian sindrom metabolik. & Adam. Setelah bekerja keras seharian. 2006. pengertian. kurang konsentrasi dan lain-lain (Sundari. Hasil penelitian lain yang dikemukakan oleh Leonard Marvyn (1995) yang menyatakan bahwa stres. Anwar. 159 Kesimpulan dan Saran Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa responden yang mengalami sindrom metabolik (SM) sebagian besar tidak merokok. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara.. 4:0854-7165 American Hearth Association. 2006. seperti banyak pikir. 2005). baik fisik maupun emosional menyebabkan kenaikan sementara pada tekanan darah namun bila stres tersebut menjadi kebiasaan yang menetap dalam kepribadian seseorang setiap hari. 2004.. Daftar Pustaka Adriansjah. T. Forum Diagnosticum. 2008. Sindroma metabolik. J. Jakarta . Sindrom metabolik merupakan kumpulan gejala kelainan metabolik. Pola tidur merupakan suatu kebiasaan yang terbentuk dari suatu proses namun pola tidur seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor kelelahan dan faktor psikologis. Untuk kesehatan mental diperoleh bahwa Tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan metal dengan kejadian sindrom metabolik baik berdasarkan Riskesdas maupun Mini Neuropsychiatric. II. Hal ini dapat mengakibatkan produk sampingan metabolisme yang dapat mengakibatkan gelisah pada saat tidur. jenis rokok yang dikonsumsi umumnya berfilter dengan lama merokok ≥ 5 tahun.Vol.

Jakarta Sartika. Penanda inflamasi. stress oksidatif dan disfungsi endotel pada sindrom metabolik. C. dkk. Depkes... 2006. Skripsi FKM Unhas Makassar Kabo. S. Cigarette smoking and insulin resistance in patients with noninsulin-dependent diabetes mellitus. K.d66456. Mengungkap pengobatan penyakit jantung koroner.html.org. 2007. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat Jallo.endojournals. Jakarta: Rhineka Cipta Targher. Laporan akhir Riset Kesehatan Dasar Propinsi Sulawesi Selatan. 2004. Faktor risiko yang dapat mempengaruhi terjadinya hipertensi pada usia dewasa muda (20 – 40 Tahun) Di Unit Rawat Jalan Rs Labuang Baji Makassar. http://webbisnis. diakses 22 Februari 2009 160 . No. Hubungan merokok dengan kejadian PJK di RSUP Dr. Journal of clinical Endocrinology and metabolism.Vol.... Forum diagnosticum Prodia diagnostics educational servis. Indonesia tobacco control network. 2008. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama Sundari. II. G. S. diakses 28 Juni 2008 Riskesdas.com/edisicetak/opini/i.jcem. Serangan jantung dan stroke. 2008. 2005. Wahidin Sudirohusodo Makassar tahun 2002. Jakarta : PT Sun Nuryati.. P.. www. 2006. Soeharto. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Humranengsi. Kesehatan mental dalam kehidupan.

Risiko kesehatan (RQ) telah melampaui angka 1. Kamboja. terutama kontaminasi arsen adalah sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.0082 mg/l.5 tahun. H.030 mg/l). Indonesia dan Laos ada daerah-daerah di mana air tanah tercemar oleh arsen.040±0.dimana jumlah sumur diperiksa airnya 25 buah. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL).J. jumlah kasus 54 penduduk yang menderita keliainan kulit (keratosis atau hyperkeratosis). Buyat 161 . Thailand. Pencemaran arsen. Di Asia telah dilaporkan bahwa di Banglades. Makassar **Jurusan Epidemiologi FKM-UNHAS ***Jurusan Kesehatan Lingkungan FKM-UNAIR ****Jurusan Kimia Fakultas MIPA-UNHAS Abstrak Kontaminasi air tanah. Duration time telah ditemukan 1. Pakistan. M.Vol. Air Minum. Mukono***. Nur Nasry Noor**. 90% air sumur tercemar di desa Buyat dengan konsentrasi minimum (0. Kata kunci : Analisis risiko keshatan. Myanmar. bila air tersebut digunakan untuk keperluan rumah tangga.Cmax 0. Buyat Analisis Resiko Kesehatan Terhadap Kontaminasi Arsen Pada Air Minum di Daerah Buyat Sulawesi Utara Anwar Daud*. Sjahrul**** *Jurusan Kesehatan Lingkungan FKM-UNHAS. II. Di Indonesia khususnya di Buyat konsentrasi arsen yang tinggi telah pula ditemukan. No.1040 mg/l) dan ratarata±SD (0. China dan India. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kesehatan pencemaran arsen di Desa Buyat.0063 mg/l). 3 tahun 2009 ARTIKEL ASLI Jurnal Madani FKM UMI Kontaminasi Arsen. maksimum (0. dan laju konsumsi maksimum 53 Pendahuluan ml/hari/orang dengan berat badan 35 kg. Hasil yang didapatkan.

dimana beberapa juta orang dikatakan berisiko tinggi untuk mengalami keracunan arsen kronis (Rahman dkk. The result.1040 mg/l) and mean ± SD (0. especially arsenic is very dangerous for human health if water is used for domestic purposes.030 mg/l). 90% dig wells in Buyat Village were arsenic contamination with minimum (0. Tahun yang sama dilaporkan bahwa 162 masyarakat meminum air terkontaminasi arsen di Chandigarh dan beberapa perkampungan seperti Punjab. China and India. 2005. Arsenic pollution.040±0. Buyat Pendahuluan Setiap tahun. Harlina dan Lucianne Drusilla Rante Abstract Groundwater Contamination. Haryana. This study was intended to examine risk factors of rice. diidentifikasi dari salah satu kampung dalam distrik Parganas . This was observational study with design Environmental Health Risk Assessment (EHRA) whereas 25 wells examined and cases (n=54) were people suffering for skin lesion (keratosis or hyperkeratosis) living in Buyat Village (exposure areas).0082 mg/l. Himachal Pradesh di India bagian utara. Cambodia. Pada tahun yang sama. Health risk (RQ) was over than value one. Sebagai contoh. and exposure way (R) maximum 56 ml/day/man with 35 kg body weight. duration times 1.5 years. 2007). This study was health risk assessment for arsenic pollution in Buyat Village. ditemukan sekitar 16 pasien menglami lesilesi kulit akibat arsen. In Asia was report that in Bangladesh. 0. maximum (0. Cmax. urinary. Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar 2009 Nurhaedar Jafar. Pakistan.0063 mg/l). Kandungan arsen yang tinggi ditemukan pada hati mereka yang mengalami fibrosis portal non-sirosis (NCPF) dan meminum air yang terkontaminasi arsen. Key words : Health risk assessment. II. Laporan pertama tentang arsen di sumur-sumur bor. insiden kontaminasi arsen pada air-tanah dilaporkan dari negaranegara Asia. Thailand. drinking water. Indonesia and Laos are arsenic pollution areas. 1999. 2006. beberapa tempat di China baru-baru ini telah dilaporkan menjadi daerah masalah yang baru..Vol. Kontaminasi arsen pada air-tanah di propinsi Bengal Barat pertama kali ditemukan pada bulan Juli 1983. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Smoking Behavior and Mental Health with Metabolic Syndrome OutPatient in Dr. sumur gali dan sumber mata air dilaporkan pada tahun 1976 di India. Daud dan Azis. Myanmar. Kontaminasi arsen parah juga dilaporkan dari Vietnam dan Indonesia. and blood arsenic levels to skin lesions at peoples in North Sulawesi. No.

edema. Laporan serupa menyatakan bahwa kondisi pasien begitu parah sehingga mereka memerlukan perawatan rumah sakit. 37% dan 12. Di desa Buyat telah dilaporkan bahwa konsentrasi arsen di dalam air sumur cukup tinggi (Edinger. 2008). Dari 127 anggota yang terkena semua mengalami melanosis difus. dan (8) mempromosikan penelitian epidemiologi. No. KLH. fibrosis porta non-sirosis (NCPF) dan obstruksi vena portal ekstrahepatik pada orang dewasa sangat umum di India dan menunjukkan bahwa konsumsi air yang terkontaminasi arsen bisa memiliki peranan dalam “patogenesis penyakit”. Rahman. 163 Mandal melaporkan bahwa 20. nyeri dan sensasi terbakar pada jari tangan dan jari kaki. kelemahan. 2003. Banyak orang yang mengalami lesi kulit seperti melanosis difus. ada beberapa yang mengalami kanker kanker kandung kemih dan kanker paru-paru dan lainnya Chakraborty.6% masing-masing mengalami keratosis palmoplantar dan keratosis dorsum. (5) membuat sebuah program untuk memastikan besarnya masalah kesehatan. screening dan pengobatan sugestif. wasting. 2004).000 orang meminum air terkonta-minasi arsen dari distrik di Bengal Barat sekitar 175.Vol. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dimana masyarakat meminum air terkontaminasi arsen dari sumur mereka di Bengal Barat (Chakraborty. (7) mempromosikan pendidikan publik dan pendidikan profesional tentang masalah kesehatan yang terkait arsen. hiperkeratosis. 1999). 2006.000 orang mungkin menderita lesi kulit akibat arsen. II. gangren. Mereka mengalami gejala hiperpigmentasi. Chakraborty. Saha. Konsentrasi rata-rata arsen dalam air yang tercemar adalah 200 µg/L. melanosis berbintik. Disamping itu. konsentrasi arsen pada air sumur di . 39% mengalami melanosis berbintik. hiperkeratosis. sekitar 45% sampel memiliki konsentrasi arsen di atas 50 µg/L. (6) mengembangkan program medis lokal dan regional untuk membantu dalam diagnosis. edema non-pitting. (4) menggantikan sumber-sumber terkontaminasi dengan sumber aman dan mendorong sumber air permukaan. Rasio rata-rata arsenit/arsenat dalam sampel air adalah 1:1 (Mazunder.1996. Sebuah studi melaporkan bahwa dari 800. Konsentrasi arsen 545 µg/L telah ditemukan pada sampel air dari sumur pompa tangan di India.000 sampel air dari daerah tercemar arsen di Bengal Barat. 2003). (2) mengembangkan sebuah sistem pencatatan induk tentang data kualitas air. Lebih lanjut dilaporkan bahwa kandungan arsen tinggi dalam hati lima dari sembilan pasien yang mengalami hipertensi portal non-sirosis (NCPH) yang telah meminum air yang terkontaminasi arsen. Para konsultan WHO mekomendasi agar (1) menilai besarnya kontaminasi di seluruh negara. kanker kulit. (3) membuat sebuah infrastruktur laboratorium analitik. 2003). keratosis. 2006). ascites. (9) melakukan analisis kesehatan lingkungan (WHO. melaporkan 127 pasien dengan lesi kulit akibat arsen dari 25 keluarga (total anggota 139) dari 5 kampung di 3 distrik di Bengal Barat. dorsum. Ini merupakan laporan pertama tentang lesi-lesi kulit dari pasien arsen di Bengal Barat (Saha. leukomelanosis.

Buyat dinyatakan salah satu daerah yang terkena imbas dari pencemaran akibat eksplorasi tambang emas di desa Ratatotok. Daud dan Azis. Kebanyakan atau semua sinyal blanko disebabkan oleh gangguan elektronik pada lampu dan bagian lain dan tidak disebabkan oleh jumlah sampel arsen dalam larutan. Sebuah lampu electrode-less discharge dan sebuah konstanta waktu (filter) 0.Vol. Buyat dijadikan sasaran studi ini karena desa Buyat merupakan salah satu daerah terminalisasi arsen di gugusan pegunungan Sulawesi Utara. Hasil dan Bahasan Hasil analisis paparan atau exposure assessment.2300 unit absorben (sekitar 90 µg/L). Kasus Buyat mencuat pada awal tahun 2004 setelah banyak penyakit aneh yang diderita masyarakat pesisir (Buyat Pante) dimana tempat atau ujung pipa tailing dari Newmont yang diduga berdampak pada biota laut yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Penambahan nikel ditemukan meningkatkan kesensitifan. yang dilakukan untuk .0023 unit absorbansi per mikrogram per liter (0. mengekspansi rentang linear. dan meningkatkan reprodusibilitas. Pengambilan Sampel air sumur pada kedalaman 20 cm di bawah permukaan air untuk sumur gali dan pada sumur bor diambil melalui kran air dan dimasukkan kedalam botol plastik bervolume 1000-1500cc. Standar deviasi relatif dari injeksi pengulangan pada umumnya kurang dari 5%. 164 Pemeriksaan kadar arsen air minum dengan menggunakan alat Atomic Absoption Spectrophotometric Hydride Vapour) (AAS-HV. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Buyat sekitar 40-100 µg/l.000003 mg/L. kemudian air ini akan menyebar keberbagai daerah sekitarnya termasuk Buyat dimana sungai yang hulunya ada di sekitar bekas tambang tersebut. Nilai blanko memiliki rata-rata sekitar 0. NMR ditutup sampai saat ini.5 detik akan digunakan. 2005. diabukan pada suhu 600oC selama 20 detik. Dengan injeksi 20-µL. Respons cukup linear terhadap sekurang-kurangnya 0. Sebyak 25 sumur yang digunakan oleh responden dan semua dimabil airnya untuk pemeriksaan kandungan arsen. Bahan dan Metode Sebanyak 54 orang yang mengalami lesi kulit (keratosis atau hyperkeratosis) yang diperiksa air sumurnya. Walaupun ini sudah ditutup tapi masih menyisakan masalah karena kubangan yang ditinggalkan masih tetap terbuka dan pada saat musim hujan akan berisi air. dan diatomisasi pada suhu 2.0025 unit absorbansi.(BTKL Manado. Sebanyak 10 sampai 20 µL sampel dikeringkan dalam tabung grafis. Prosedur pemeriksaan sampel air.0030 µg/L atau 0. Tiga tahun kemudian masyarakat diisolasi dari tempat tersebut dan PT. pertama diencerkan hingga 30 sampai 60 µg/L dalam sebuah matriks HNO3 2% dan 50-ppm nikel. Semua sampel disimpan dalam ice box. Empat mikroliter dari asam hidroklorat murni 1% ditambahkan ke masing-masing botol air. kesensitifan adalah sekitar 0. No. Batas deteksi (3 x SD blanko) adalah sekitar 0.0000023 mg/L). II. 2007). 640-12) di Labotorium BTKL-Manado sedangkan Pemeriksaan kelainan kulit di lakukan oleh tim ahli penyakit kulit dari Jepang dan Universitas Hasanuddin Makassar.400o C.

Artinya penduduk yang tinggal di desa Buyat dengan berat badan antara 35-70 kg yang mengkonsumsi air minum. et al. sedangkan untuk berat badan 70 kg yang diangga paling rendah risikonya didapatkan nilai HI =6.03 mg/kg berat badan. diabetes mellitus. Tabel 1 memberikan estimasi bahwa seseorang dengan berat badan 35 kg yang ada diantara populasi di daerah Buyat mengkonsumsi air minum dengan konsentrasi maksimum masing-masing variabel memberikan informasi bahwa asupan nonkarsionogenik arsen air minum 0. sedangkan yang berat badannya 70 kg didaptkan HI=2. Seperti yang dijelaskan oleh DermNet NZ.33 mg/kg per hari. (WHO. untuk berat badan 70 kg yang diangga paling rendah risikonya terhadap kejadian kanker didapatkan nilai HI = 2.0 mg/kg per hari. hipertensi dan penyakit jantung iskemia. II.0038 mg/l) atau Hazard Index/Indeks Bahaya (HI) adalah 12. 2008).67 mg/kg per hari.1 mg/kg berat badan. bukan-pitting oedema pada kaki/tangan. Hasil analisis Risk Quotient (RQ) memberikan informasi estimasi bahwa apabila air minum dikonsumsi selama 350 hari per tahun dalam jangka waktu 20 tahun. sedangkan yang berat badannya 70 kg didaptkan HI= 1. weakness dan anemia (Mazumder. Penyakit peripheral vascular. Untuk asupan konsentrasi arsen rata-rata dengan berat badan 35 kg didapatkan nilai HI = 5. baik pada level konsentrasi maksimum maupun rata-rata sangat berbahaya atau mempunyai probalitas terhadap terjadinya penyakit sistemik nonkanker seperti kelainan kulit nonmelanoma karena nilai HI diatas angka 1. dimana batas tingkat risiko ditetapkan. baik pada level konsentrasi maksimum maupun rata-rata sangat berbahaya atau mempunyai probalitas terhadap terjadinya penyakit kanker seperti Kanker kulit. 2004). Artinya penduduk yang tinggal di desa Buyat dengan berat badan antara 35-70 kg yang mengkonsumsi air minum. (DermNet NZ. 2007). dan penyakit lainnya seperti polyneuropathy. kanker hati dan kandung kemih mempunyai hubungan kuat dengan kandungan arsen yang dimakan atau diminum setiap hari (Mazumder.43 mg/kg per hari. et al. leukopaenia (sel darah putih menurun) dan Proteinuria (protein di dalam urin). 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI mengenali jalur-jalur paparan (pathways) risk agent agar jumlah asupan yang diterima individu dalam populasi berisiko bisa dihitung.33 mg/kg per hari. Untuk konsnetrasi rata-rata dengan berat badan 35-70 kg RQ juga 165 .7 mg/kg per hari. Untuk asupan konsentrasi arsen rata-rata dengan berat badan 35 kg didapatkan nilai HI = 2. paru-paru. penyakit hati seperti noncirrhotic portal fibrosis. asupan arsen yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya anemia haemolytic. Penelitian lainnya menjelaskan bahwa penyakit paru-paru kronis seperti bronchitis. Hasil analisis memberikan estimasi bahwa seseorang dengan berat badan 35 kg yang tinggal di daerah Buyat mengkonsumsi air minum dengan konsentrasi maksimum masing-masing variabel memberikan informasi bahwa asupan karsionogenik (Ik) arsen dalam air minum atau Hazard Index/Indeks Bahaya (HI) adalah 5. No. 2008). penyakit paru-paru obstruktif kronis dan bronchiectasis. maka tingkat risiko (Risk Quotient) dengan berat badan 35-70 kg dinayatakan tidak aman karena nilai RQ diatas angka 1.Vol.

untuk berat badan 35 kg hanya diperbolehkan menkonsumsi air minum sebanyak 53 ml per hari dalam satu tahun terakhir.58 pada orang yang mengkonsumsi air dengan berat badan 35 kg.104 mg/kg.21 tahun. Sedangkan untuk konsentrasi ratarata dengan berat badan badan 35 kg baru ditemukan efek toksik pada tahun ke 4. EPA. WHO. 2007. ini jauh dibawah baku mutu yang disyaratakan (0. Air yang dipilihan dalam bahasan ini karena air merupakan kebutuhan esensial 166 . 2005. maka hasil analisis seperti yang diperlihatkan pada tabel 1 untuk konsentrasi arsen dalam air minum yang dikonsumsi oleh seserang dengan berat badan 35 kg maksimum konsentrasi yang diperbolehkan untuk air minum 0. efek toksik arsen diprakirakan akan ditemukan pada tahun ke 1.271 ml per hari dan 10 tahun kedepan 2. Hasil analisis durasi paparan atau Duration time (Dt) memberikan informasi estimasi bahwa mengkonsumsi air minum dengan konsentrasi maksimum untuk air minum 0. 1999. bila seseorang dengan berat badan 70 kg hanya diperbolehkan mengkonsumsi air minum sebanyak 254 ml per hari pada satu tahun terakhir . Jadi informasi yang didaptkan dari hasil penelitian ini adalah mengkonsumsi air yang bersumber dari air sumur di dearah Buyat sangat potensial memberikan efek toksik apabila air tersebut dijadikan air minum. Hasil analisis Excess Cancer Riks (ECR) memberikan informasi estimasi bahwa mengkonsumsi air minum mengandung arsen pada konsentrasi maksimum dan rata-rata semuanya telah memberikan akses terjadinya kanker baik kanker kulit. Hasil analisis laju konsumsi (R). kandung kemih. ATSDR. No. paru-paru. sehingga konsumsi air minum di daerah Buyat dengan konsentrasi rata-rata sangat potensil meningkatkan risiko terjadinya penyakit-penyakit sistemik. Kemudian. sedangkan pada konsentrasi rata-rata (0.1040 mg/l). untuk 5 tahun kedepan 684 ml per hari dan untuk 10 tahun ke depan 1.04 mg/l) untuk 1 tahun terakhir dengan berat badan 35 kg hanya diperbolehkan minum air sebanyak 137 ml/ per hari. beras dan air minum dengan konsentrasi maksimum dan rata-rata dari air minum menurut kelompok berat badan penduduk dengan pola pajanan 350 hari/tahun dan Durasi waktu 1 tahun.11 tahun.untuk 5 tahun ke depan 1. (NRC. untuk berat badan 70 kg baru ditemukan setelah terpapar selama 3. informasi estimasi bahwa mengkonsumsi ikan.737 ml per hari. 2000). 263 ml per hari untuk 5 tahun ke depan dan 526 ml per hari untuk 10 tahun ke depan pada konsentrasi maksimum (0. Untuk membatasi toksisitas yang ditimbulkan oleh arsen.Vol. gastrointestinal dan leukima.016 mg/L per hari. maka orang yang mengkonsumsi air mempunyai waktu pendek untuk menyebabkan toksisitas pada seseorang baik yang mempunyai berat badan ringan maupun yang berat.01 mg/l) sedangkan untuk orang dengan berat badan 70 kg batas maksimum yang diperbolehakn untuk konsumsi air minum 0. Kalau diperhatikan laju durasi paparan dari variabel tersebut diatas. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dinyatakan tidak aman.37 lietr per hari.0082 mg/L per hari. 5 tahun dan 10 tahun.16 tahun. 2004. II. Untuk berat badan 70 kg dengan konsumsi rata-rata arsen dalam air minum 8.

3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI yang harus dimenege dengan baik. 30 tahun) MCLG-nya ≈ 0. RfD mg/kg/hari x 35 kg DWEL = -------------------------------------2 liter/hari 0. Nukman et al. Berapa konsentrasi arsen yang aman dari efek nonkarsinogenik bila laju konsumsi 2 L/hari selama 350 hari/tahun yang berlangsung dalam 1-10 tahun untuk populasi residensial dengan berat badan 35 kg? untuk ke depan.008 mg/L. 2005. RCS) air minum untuk asupan mineral dari diet berkisar 20 – 80% dari total asupan.8×0.00525 mg/L = 0. sekitar 17% lebih tinggi dari batas aman orang Indonesia menurut nilai default . Laju konsumsi aman air minum menurut Tabel 2 sangat sedikit sehingga perlu pasokan air minum rendah arsen. dalam Rahman. instrumentasi analisis arsen dalam air hasil purifikasi. Sumber kontribusi relatif (relative contribution source. Pemilihan manajemen risiko merupakan suatu langkah untuk mengamankan efek-efek nonkarsinogenik arsen. Jika demikian. untuk keamanan biasanya dipakai RCS 80% untuk As dari air minum (EPA 1990a). 350 hari/tahun. Hasilnya bisa berbeda bila yang diamankan adalah efek-efek karsinogeniknya. Perkalian DWEL dengan RCS 167 menghasilkan apa yang disebut MCLG (maximum contaminant level goal): Batas tingkat kontaminasi makanan yang diperbolehkan. 2007.0042 mg/L = 0. Jika digunakan berat badan 35 kg dan frekuensi pajanan 350 hari/tahun maka.Vol. Karena RfD berarti dosis aman seluruh jalur pajanan. konsumsi air minum 2 L/hari selama 350 hari/tahun untuk jangka waktu paparan sedikitnya 30 tahun. langkah pertama adalah meng-ubah RfD menjadi tingkat kesetaraan air minum atau drinking water equivalen level (DWEL) menggunakan berat badan dan laju konsumsi air minum.005 mg/L Air minum bukanlah satu-satunya sumber asupan Arsen. Regulasi MCLG yang bersifat non enforceable (tidak wajib) menjadi baku mutu yang wajib ditaati memerlukan banyak pertimbangan seperti kemampuan teknologi purifikasi air baku. biaya purifikasi dan berapa banyak (%) populasi yang akan terlindungi oleh baku mutu tersebut. No.0003 mg/kg/hari x 35 kg = ------------------------------------2 liter/hari = 0. .29 ternyata hasil perhitungannya melebihi satu sehingga dinyatakan sangat tidak aman untuk orang Indonesia khusuanya masyarakat yang tinggal di Daerah Buyat. II. Berapa batas aman arsen dalam air minum bagi populasi yang posturnya lebih besar (misal.004 mg/L MCLG adalah batas aman menurut kesehatan yang dianjurkan (disarankan) menjadi baku mutu bagi populasi yang berat badannya 35 kg. berat badan 70 kg seperti default Amerika)? Dengan pola paparan yang sama (konsumsi 2 L/hari. MCLG = 0. apakah baku mutu arsen 0. Jika tidak ada data yang pasti.01 mg/L menurut Kepmenkes 907/2002 cukup aman bagi orang Indonesia? Perhatikan perhitungan pada tabel 5. menjawab pertanyaan ini harus digunakan RfD yang menyatakan dosis harian yang aman.

369 dan 2.p. Dipankar. A. pada berat badan 70 kg HI sebesar 2.Konsumsi air minum.0019 mg/kg per hari untuk orang dengan berat badan 35-70 kg pada konsentrasi maksimum. DermNet NZ. Azis Hunta.1-5 EPA.0009 mg/kg per hari untuk orang dengan berat badan 35-70 kg pada konsentrasi maksimum.58 tahun pada konsentrasi maksimum. Arsenic Occurrence In Public Drinking Water Supplies. BTKL-Manado.016.33 mg/kg per hari. Rapid Extraction and Determination of Arsenicals in Fish Tissue and Plant Material Using Accelerated Solvent Extraction. New Zealand Dermatological Society Incorporated. ECR semuanya telah memberikan akses atau peluan terjadinya kanker.00034 mg/kg per hari. & A.7 mg/kg per hari untuk konsentrasi maksimum. untuk konsentrasi rata-rata berat badan 35 dan 70 kg diperbolehkan 1. 2007. E-29 Atlanta. Daud. 2005. Tingkat risiko (Risk Quotient . 2007.0015-0. Toxicological Profile for Arsenic U. 2000. RQ) untuk efekefek nonkarsinogen pada konsentrasi maksimum dari variabel arsen dalam air minum berisiko untuk dikonsumsi. No.16 tahun. sedangkan pada konsentrasi rata-rata untuk air minum 3. Draft Toxicological Profile for Arsenic U. 2007. p.03 mg/kg perhari pada. ADI untuk karsinogen nilai rata-rata dari arsen dalam air minum sebesar 0. Arsenic poisoning.Vol. Durasi paparan untuk efek toksik sudah ditemukan pada konsumsi air minum 1. ATSDR.1 mg/kg per hari dan untuk berat badan 70 kg HI sebesar 1. sedangkan untuk berat badan 70 kg diperbolehkan minum air 0.0. 2005. E-29 Atlanta. Department Of Health And Human Services Public Health Service. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Kesimpulan Acceptable Daily Intake (ADI) untuk nonkarsinogen didapatkan nilai rata-rata dari arsen dalam air minum sebesar 0. United States Environmental Protection Agency.0038-0.0082 mg/L per hari. Laju Konsumsi (R) yang diperbolehkan untuk air minum pada konsentrasi maksimum sekitar 53 dan 105 ml/hari untuk berat badan 35 dan 70 kg. Groundwater Arsenic exposure in India. Department Of Health And Human Services Public Health Service. Daud. Application 335. 168 . Batas konsentrasi maksimum (Cmax) yang diperkenankan dalam air yang dikonsumsi pada berat badan 35 kg sebesar 0. dkk. Kabupaten Bolaang Mangondow. dengan berat 35 kg didapatkan nilai Hazard Index (HI) sebesar 5. 2008. Georgia 30333.737 ml/hari pada penduduk di Daerah Buyat.S. sedangkan untuk konsentrasi rata-rata didapatkan 0.1-3 Dionex. Chakraborty. 2003. Georgia 30333. II. Division of Toxicology/Toxicology Information Branch 1600 Clifton Road NE.016 mg/L per hari. Proseding Arsenic. Identifikasi Logam Berat Arsen Dalam Air Sumur Penduduk di Desa Buyat. untuk konsentrasi rata-rata berat badan 35 HI sebesar 2. Daftar Pustaka ATSDR. Division of Toxicology/ Toxicology Information Branch 1600 Clifton Road NE. Analisis pola konsumsi ikan dan air minum terhadap kelainan kulit pada penduduk di Desa Buyat.S.

et all.00222 0.Vol. 1999..00051 0. Usa.66362 11.00190 0.00102 0.010559 0.00114 0. Dikshit.00143 0.03056 2.00066 0. Bandyopadhyay.62589 8. Organized And Sponsored By Bangladesh Chemical And Biological Society (Bcbsna) . Environmental Health Perspectives.012905 0. Arsenic Exposure and Age. Mahfuzar.00127 0. A.00082 0. 2008 Konsentrasi maksimum Berat Badan (kg) Ink air minum (mg/L) 0.014079 0.00132 0.009386 0.00190 0.15865 Ink air minum (mg/L) 0. NRC (National Research Council).84948 8.00060 0.27946 5.03929 7.38711 6.00380 0.00242 0.00063 0.00085 0.00079 0.00095 0. II.015252 0.84120 2.10625 4. 2004. 1999.69286 5.00146 0. 29(3): 281–313.21250 Cmax Air minum (mg/L) 0.00296 0. DC).57933 1.00037 0.43531 (ECR) (Dt) air (tahun) minum air (mg/L) minum 0. 114: 1847-1852. p 436-447.78826 3.87062 4.and Sex-Specific Risk for Skin Lesions: A Population-Base Case referent Study in Bangladesh.26180 3. Guha. Critical Reviews in Environmental Science and Technology.00122 1. D.00244 0. Technology Center.81887 6.45268 7. WHO.62264 2.00055 0.00332 0.00128 0.93304 3.00205 Ik air minum (mg/L) 0. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Mazumder. New York. M.00093 0.00055 0.00155 0.00044 0. Bangladesh. No.011732 0.00214 0. Dhaka.00114 0.80495 2.008213 0. Rahman.00104 0.09949 2.86454 8. 2008. Risk Assessment Terminology.00031 4. Indian J Med Res 128.25618 2. Arsenic in Drinking Water.70742 2.N. C. Rahman.00034 0.00171 0. Chronic arsenic Toxicity & human health.48180 2. Saha.00081 Sumber : Data primer 169 .00049 0.00143 0. 2004. Wagner College.40944 3.Intronics.00047 4.05867 7. National Academy Press. Washington. J. This Project Was Conducted Within The Ipcs Project On The Harmonization Of Approaches To The Assessment Of Risk From Exposure To Chemicals. K.33181 (ECR) (Dt) air (tahun) minum air (mg/L) minum 0.00094 0. Arsenic In Bangladesh Ground Water: The World's Greatest Arsenic Calamity.08067 9. 2006.00073 0.00266 0.00163 0.00073 Konsentrasi Rata-rata Ik (RQ) air air minum minum (mg/L) (tahun) 0. Shaikh Mizanur. Lampiran : Tabel 1 Konsentrasi maksimum dan rata-rata asupan arsen dalam air minum dengan berat badan di desa Buyat Sulawesi Utara. A Review of Arsenic Poisoning and its Effects on Human Health.00040 0.00088 (RQ) air minum (tahun) 12.86607 6.016425 35 40 45 50 55 60 65 70 0.

27098 1.23464 0.15089 2.34643 2.08273 0.13688 0.37603 0.52644 0.30082 0.17598 0.36875 (R) (tahun10) Air minum 1.90247 0.97768 1.95536 2.09777 0.54196 2. No.25420 0.48884 0.07521 0.05288 Konsentrasi rata-rata (R) (tahun1) Air minum 0.21509 0.75206 0.75982 1.06016 0. II.36875 1. 2008 Konsentrasi maksimum Berat Badan (kg) 35 40 45 50 55 60 65 70 (R) (tahun 1) Air minum 0.07545 1.67685 0.87991 0.10529 (R) (tahun 5) Air minum 0.52644 (R) (tahun10) Air minum 0. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Tabel 2 Konsentrasi maksimum dan rata-rata asupan arsen berdasarkan Laju Konsumsi (R) dalam air minum dengan berat badan di desa Buyat Sulawesi Utara.Vol.82727 0.33843 0.45124 0.19554 0.27375 (R) (tahun5) Air minum 0.78214 0.56429 1.17321 1.15643 0.26322 0.60165 0.05264 0.97768 1.73750 Sumber :Data Primer 170 .41363 0.06769 0.09025 0.68438 0.

Sehingga disarankan petugas meningkatkan penyuluhan antenatal care.Vol. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care di Puskesmas Tamangapa. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak berusia 0-12 bulan sebanyak 270 ibu dengan mengambilan sampel secara proporsional random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 160 orang.1%. Jenis Penelitian adalah Survey Analitik dengan rancangan Cross Sectional Study yang dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tamangapa Kelurahan Bangkala.4% orang dan ibu yang mengatakan sikap petugas baik sebanyak 91. puskesmas keliling dimanfaatkan. ibu yang memiliki status pekerjaan bekerja sebanyak 19.3% ibu. sehingga menyebabkan masih banyak ibu tidak memeriksakan kehamilannya dan banyak ibu tidak menerima pemeriksaan kehamilan sesuai dengan standar program kesehatan ibu dan anak. . II.9% orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang berpengetahuan cukup sebanyak 63.Kesimpulan dari penelitian ini yang diperoleh. Kata Kunci : Pemanfaatan Antenatal Care 171 . Untuk variabel sikap petugas tidak hubungan yang signifikan dengan pelayanan antenatal care. 3 tahun 2009 ARTIKEL ASLI Jurnal Madani FKM UMI Pelayanan ANC. petugas kesehatan bersikap ramah pada pasien. No. keracunan dan infeksi serta pelayanan pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan oleh tenaga profesional belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat. ibu yang mengatakan jarak puskesmas dari rumah responden mudah dijangkau sebanyak 81. ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan. PKM Tamangapa Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas Tamangapa Tahun 2007 Wardiah Hamzah Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia Abstrak Tingginya angka kematian ibu tersebut disebabkan karena perdarahan. Pendahuluan jarak puskesmas dan status pekerjaan dengan pemanfaatan antenatal care.

3% . Tingginya angka kematian ibu tersebut disebabkan karena perdarahan. yang merupakan kelompok penduduk yang rawan terhadap gangguan kesehatan.000 kelahiran hidup. infection and poisoned as well as checkup service of pregnancy and childbirth by the professional staff has not been fully utilized by the community. This research shows that there were 63. it is causing many mothers do not act pregnancy checkup. menurut survey kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 1995 AKI sebanyak 373 per 1000. The number of samples are 270 by using proportional random sampling technique. II. yang memegang peranan dalam kesejahteraan keluarga. Ibu merupakan pendidik pertama dalam keluarga. and many mothers do not receive the checkup which accordance with the standard pregnancy of mother and child health program. No.9% mothers who said that clinic was easer to reach. Sedangkan AKI tahun 2002 berdasarkan SDKI diketahui sebesar 307 per 100.Vol. Key word: Utilazion of Antenatal Care Pendahuluan Derajat kesehatan keluarga sangat di tentukan oleh derajat kesehatan ibu dan anak.1% educated mothers. 81. distance of clinic and job status with utilizing of antenatal care. This study was conducted in order to find out factors that related with utilization of antenatal care at the clinic Tamangapa. Therefore. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI The Factors Which Related With Utilazion of Antenatal Care Service at Puskesmas Tamangapa 2007 Wardiah Hamzah Abstract The increasing number of mothers mortality are caused by bleeding.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu (AKI) masih tinggi. Finally there were 160 samples were collected. and mothers who regard that service of staff of was good were 91. Staffs of clinic are friendlier. The research populations are mothers who have child around 0-12 years old.4%. berdasarkan survey demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 1994 AKI di Indonesia adalah 390 per 100. keracunan dan infeksi serta pelayanan pemeriksaan kehamilan dan pertolongan .000 kelahiran 172 hidup. mothers who have job were 19. The conclusions of this research was there is significant relation between education. socialization of antennal care is recommended to improve and mobile health clinic is improved. This research used Analytics survey by using designing Cross Sectional Study which was conducted in the working area of clinic Tamangapa Kelurahan Bangkala.

pada tahun yang sama pula (2002) di Kota Makassar cakupan (K1) ibu hamil sebesar 25.16%) dan cakupan (K4) ibu hamil sebesar 21.47%. Lombok Timur mengemukakan bahwa kematian neonatal pada bayi dari ibu hamil yang tidak memanfaatkan layanan antenatal berjumlah dua kali lipat dari pada jumlah bayi dari ibu yang memanfaatkan layanan antenatal (Swasono.49%).. Faktor lain yang dapat menambah resiko kematian adalah umur ibu yang terlalu muda atau terlalu tua untuk melahirkan. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak berusia 0-12 bulan di Kelurahan Bangkala yang berjumlah 270 ibu. S. lebih dari 50% kematian di negara berkembang sebenarnya dapat di cegah tekhnologi yang ada serta biaya relatif murah (Saifuddin dkk. (Dinkes 2003:30. p.248 orang (97. Dengan menggunakan rumus : (Notoatmodjo.terjadi peningkatan untuk (K1) sebesar 2. Di Asia Selatan wanita yang berkemungkinan 1:18 meninggal akibat kehamilan atau persalinan selama kehidupannya.34%) dan (K4) sebesar 17. 2002) N.000 ibu pertahunnya meninggal saat hamil atau bersalin.49% dan K4 sebesar 61. II.1998). sedangkan pada 173 tahun 2003 cakupan (K1) ibu hamil sebesar 27. dan kurang lebih 65% ibu hamil menderita anemia kurang gizi. sehingga menyebabkan masih banyak ibu tidak memeriksakan kehamilannya dan banyak ibu tidak menerima pemeriksaan kehamilan sesuai dengan standar program kesehatan ibu dan anak. jarak antara kehamilan yang pendek. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan cara proporsional random sampling dengan besar sampel sebanyak 160 ibu .366.042 orang (74.417 orang (8. Menurut kajian Sudarto Ronoatmodjo tahun 1996 pada masyarakat di Kecematan Keruak. cakupan rata-rata pelayanan K1 di Sul-Sel mencapai 87.16%). Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan antenatal care di Puskesmas Tamangapa.76%). Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa yaitu Kelurahan Bangkala.q Untuk mengukur variabel independen dan variabel dependent digunakan kuesioner dengan wawancara langsung terhadap ibu yang mempunyai .Vol.q n = -------------------------------d² (N – 1) + Z².p.31) Ibu hamil yang memanfaatkan pemeriksaan antenatal care di Puskesmas Tamangapa sebanyak 329 bumil dari 705 bumil pada tahun 2005 meningkat menjadi 341 bumil dari 736 bumil di tahun 2006 sedangkan pada tahun 2007 menjadi 379 bumil dari 612 bumil yang ada. jumlah paritas yang tinggi.362 orang (63.74%) dan untuk (K4) sebesar 3. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI persalinan oleh tenaga profesional belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat. Di banyak Negara Afrika 1:14 sedangkan di Amerika Utara hanya 1: 6.680 orang (17.665 orang (74. No.Z². Cakupan pelayanan antenatal dapat di tinjau melalui pelayanan kunjungan baru ibu hamil untuk tahun 2002. 2002). Tahun 1996 WHO memperkirakan lebih dari 585.

6 22.Vol. Responden yang memiliki status pekerjaan bekerja sebanyak 19.4%.7 Agama Pendidikan Analisis bivariat Analisis bivariat dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel dependen berupa pemanfaatan pelayanan antenatal dengan variabel independent antara lain pengetahuan ibu.1%. Hubungan variabel independent dan dependent dilakukan dengan metode analisis multivariat untuk melihat keeratan dan besar hubungan antara variabel dependen dan independen utama setelah dikontrol oleh variabel independen lainnya dengan menggunakan analisisi regresi logistik. kemudian hasilnya dianalisis dengan menggunakan analisis univariat.1 63.6 18. Distribusi karakteristik responden Variabel Umur Kategori < 20 tahun 20-24 tahun 25-29 tahun 30-34 tahun ≥35 tahun Islam Kristen SD SMP SMU Diploma S1 % 5.6% orang kemudian diikuti dengan pendidikan SMP dan SMA. sedangkan persentase terendah pada ibu yang berpendidikan hingga Diploma sebanyak 4.4 80.9 18.1 23.4 5.1 36. ibu yang berpengetahuan cukup sebanyak 63.9%.9 3. II.5 22.1 45.9% an yang beragama Kristen 3. bivariat dan multivariat. ibu yang mempunyai pendidikan SD merupakan persentase tertinggi sebanyak 45.5%.6%.5 91. masing-masing sebanyak 22. . Tabel 2.0 174 Dari 160 responden yang memanfaatkan pelayanan antenatal di Puskesmas Tamngapa sebanyak51.9 48. Dari hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square diperoleh p value = 0. Sedangkan ibu yang berumur 26-30 tahun paling banyak sebesar 33. ibu yang beragama Islam sebanyak 96.1%. jarak puskesmas.3% ibu.4%.1 33. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI balita.008.3 8.9%.4 96. Tabel 1.1% orang. No. Distribusi variable dependent dan independent Variabel Pemanfaatan ANC Pengetahuan Ibu Jarak Puskesmas Status Pekerjaan Sikap Petugas Kategori Memanfaatkan Tidak memanfaatkan Cukup Kurang Mudah dijangkau Tidak mudah dijangkau Bekerja Tidak Bekerja Baik Buruk % 51. status pekerjaan ibu dan sikap petugas. Sikap petugas baik sebanyak 91.5 4.9 81. Ibu yang mengatakan jarak puskesmas dari rumah responden mudah dijangkau sebanyak 81.8 19. secara statistik dapat diinterpretasikan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemanfaatan antenatal.1 19. Hasil Analisis Univariat Dari 160 ibu yang menjadi responden terdapat Ibu yang berumur ≤20 tahun merupakan paling sedikit sebanyak 5.

468) dan status pekerjaan (nilai p = 0. OR = 0. Jarak Puskesmas Jangkauan pelayanan pustu untuk dimanfaatkan oleh masyarakat tidak terlepas dari pengaruh jarak fisik tempat tinggal masyarakat dengan pustu yang 175 .669. Pembahasan Pengetahuan Ibu Tindakan seseorang biasanya didasarkan pada apa yang telah diketahuinya.051 Nilai p 0. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa dari 101 ibu yang memiliki pengetahuan yang cukup dan memanfaatkan pelayanan antenatal sebanyak 60. No. secara statistik dapat diinterpretasikan bahwa ada hubungan antara jarak puskesmas dengan pemanfaatan antenatal. maka HO diterima. dimana derajat kemaknaan α = 0.514 0.221 0. karena nilai p>0. Value 0.950 95% CI OR 0. Jika ibu memiliki cukup pengetahuan. II.801 -0.257 – 3.3% dibandingkan yang tidak memanfaatkan sebanyak 62.6%.008. maka diasumsikan ia akan memanfaatkan sarana pelayanan antenatal yang tersedia untuk keselamatan bagi dirinya maupun bayi yang dikandungnya. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Untuk variable jarak puskesmas diperoleh nilai p value = 0.05. Sedangkan dari 59 ibu yang berpengetahuan kurang dan memanfaatkan antenatal sebanyak 37.408 0.996 – 4.Vol.008 Tabel 4.000 0. OR = 2.337 3.669 Analisis Multivariat Dengan menggunakan uji regresi logistic dilakukan analisis hubungan variable independent dengan pemanfaatan ANC secara bersama-sama.4% dibandingkan yang tidak memanfaatkan sebanyak 39. jarak puskesmas (nilai p = 0.669 OR 2.002 0.092 0.002 0. Sedangkan variabel sikap petugas diperoleh p value = 0. Analisis bivariat Variabel Independent dengan Pemanfaatan ANC Variabel Pengetahuan Ibu Jarak Puskesmas Kategori Cukup Kurang Mudah dijangkau Tidak mudah dijangkau Bekerja Tidak Bekerja Baik Buruk p. Untuk variabel sikap petugas tidak diperoleh hubungan antara sikap petugas denagn pemanfaatan antenatal care sebab nilai p value = 0. Tabel 3.000 Status Pekerjaan Sikap Petugas 0.152 – 1. Hasil uji Multivariat terhadap pemanfaatan ANC Variabel Pengetahuan Ibu Jarak Puskesmas Status pekerjaan Sikap Petugas β 0.078 16.000. OR = 16.7%.002. terlebih apabila keterangan tersebut bermanfaat baginya. Dari analisis multivariate diperoleh hasil 3 variabel berhubungan secara bermakna dengan pemanfaatan ANC yaitu pengetahuan ibu (nilai p = 0.654 – 74. sehingga dapat diinterpretasikan bahwa ada hubungan antara status pekerjaan dengan pemanfaatan antenatal.468 0.078).000.898 -0.002.05.731 2.008 0.408).

waktu yang tersisa lebih banyak digunakan untuk beristirahat setelah bekerja seharian diluar rumah. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulas tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulas sosial. Sikap itu masih merupakan reaksi tertutup. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dihitung dalam ukuran radius kilometer. jarak puskesmas dan status pekerjaan . Hal ini disebabkan karena ibu yang tidak bekerja dalam artian ibu rumah tangga memiliki banyak waktu luang untuk memeriksakan kehamilannya sesering 176 mungkin sesuai keinginannya.1% dibandingkan yang tidak memanfaatkan sebanyak 41. hal ini berkaitan dengan ibu yang menghabiskan waktunya untuk membantu perekonomian keluarga sehingga hampir tidak mempunyai waktu untuk memperhatikan kesehatan diri dan kehamilannya.3%) orang dan masih ada responden yang mendapat pelayan yang buruk yaitu 19 (8. Namun ibu yang bekerja diluar rumah disibukkan oleh berbagai aktifitas kantor sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa dari 31 ibu yang memiliki pekerjaan dan memanfaatkan pelayanan antenatal sebanyak 25.8%) orang. karena didukung oleh letak puskesmas yang berada di jalan raya yang mudah dijangkau oleh taransportasi umum. Kesimpulan Ada hubungan antara pengetahuan ibu. Sedangkan dari 129 ibu yang tidak memiliki pekerjaan dan memanfaatkan antenatal sebanyak 58. letak pustu dipinggir jalan raya. ramai dilalui kendaraan umum serta lancarnya transportasi.2%. Sikap baik yang ditunjukkan petugas diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan pelayanan antenatal di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa. Sikap Petugas Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulas atau objek.8% dibandingkan yang tidak memanfaatkan sebanyak 74.Vol.9%). Hal ini disebabkan oleh adanya warga lain yang memanfaatkan pelayanan antenatal di luar wilayah kerja Puskesmas Tamangapa tersebut. Banyaknya responden yang jarak rumahnya jauh dari puskesmas. diharapkan tetap memanfaatkan puskesmas tersebut. bukan merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek.9%. No.1%). sedangkan yang tidak mudah dijangkau sebanyak 29 (18. II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umumnya responden sudah mendapat pelayanan yang baik oleh petugas kesehatan yaitu 146 (91. Menurut Wirawan (1983) sikap adalah kecenderungan atau kebiasaan seseorang untuk bertingkah laku tertentu kalau ia menghadapi suatu tantangan tertentu. Hasil penelitian ini menunjukkan jarak puskesmas yang mudah dijangkau sebanyak 131 (81. Status Pekerjaan Aktifitas sehari-hari terutama yang bersifat mempertahankan kelangsungan hidup kadang menyingkirkan kepentingan atau masalah lain yang dianggap kurang mendesak karena keterbatasan waktu.

FKM Unhas. 2002. Tumbuh Kembang Anak. No. Saran Petugas kesehatan yang ada di Puskesmas Tamangapa agar memberikan penyuluhan tentang pentingnya perawatan antenatal yang dapat meningkatkan pengetahuan ibu. Jakarta _________. 2005. Buku Kedokteran EGC. A. Politeknik Kesehatan Depkes Makassar. Penerbit PT. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Perawatan Maternitas. Waode. Pedoman Medis Untuk Wanita Hamil.Rineka Cipta. Kelainan Lama Kehamilan (Obstetri Patalogi).Vol. Puskesmas Tamangapa menyediakan pelayanan antenatal di setiap posyandu sehingga masyarakat dapat memeriksakan kehamilan tanpa harus ke puskesmas karena jarak puskesmas tidak mudah untuk dijangkau. 2001. Tidak ada hubungan antara sikap petugas dengan pemanfaatan antenatal di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa Kelurahan Bangkala. __________. Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan. Jakarta. Jakarta. 2004. 1996. Roberd. Profil Kesehatan Kota Makassar. Buku Kedokteran Bagian Kesehatan Anak.Rineka Cipta.Rineka Cipta. 2004. R. Makassar. N. 1983. _________. Farmakologi Kebidanan. Sinopsis Obstetri. Pedoman Penelitian Kesehatan. FK Udayana. Kematian Maternal (Ilmu Kebidanan). Jakarta. Mensosialisasikan pentingnya pemanfaatan pelayanan antenatal care dikalangan ibu yang bekerja. Asmar. Jakarta Soetjiningsih. Ghalia Indonesia. M. (http:www. 2004. S. 1984. II. Bali . Metode Penelitian.com) diakses 25 Februari 2008. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. 2003. Jakarta Saifuddin dkk. Hall. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dengan pemanfaatan antenatal di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa Kelurahan Bangkala. Pemanfaatan Pelayanan Bidan di Desa Kab.gogle. EGC. 2002. Muara Jambi. Nasir. Buku Kedokteran Krisnadi. Petugas puskesmas memberikan pelayanan yang maksimal dan bersikap ramah pada ibu yang memeriksakan kehamilan. Asuhan Kebidanan Ibu Hamil. Perawatan Ibu di Pusat Kesehatan Masyarakat. Soekidjo. Pioneer. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. 2007b. Buku Kedokteran EGC. Jordan. Jakarta _________. maupun yang tidak bekerja untuk mengetahui kondisi janin selama dalam kandungan. 2005. Depkes RI.2007. Penerbit PT. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. Daftar Pustaka Aliwah. Jakarta Mose. 2001. Jakarta Kristiani. 2006. Gestosis Obstorik Patologi. Makassar. Buku Kedokteran EGC. Bandung. Makassar 177 Farrer. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. 2007a. 1998. Sue. __________. Penerbit PT. Mohtar. Studi Tentang Pemanfaatan Pelayanan Antenatal di Puskesmas Lasepang Kabupaten Bantaeng. Skripsi. 2002. Jakarta. Jakarta. C.

2002. Jakarta. Kehamilan dan Kelahiran Perawatan Ibu dan Bayi dalam konteks Budaya. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. F.Vol. Buku Kedokteran EGC. H. Swosno. 2004. Pustaka Pelajar. M. Wiknjosatro. II. Jakarta. 1998. No. 178 . Diagnosis Kehamilan (Ilmu Kebidanan). Panduan Mempersiapkan Kehamilan dan Kelahiran. Wirakusuma. Kelainan Tempat Kehamilan Obstetri Patologi. Yogyakarta. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Stoppard. Penerbit UI. 2005.

saluran pencernaan. pallidum.wikipedia. 2005). 2008). 2008). tetapi ± 30 % orang yang terpapar akan terkena infeksi. sistem syaraf pusat dan sistem kardiovaskuler (http : // id. Adanya infeksi HIV menurunkan kemampuan penderita melawan T.org. II. Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum yang dapat bersifat akut dan kronis diawali dengan adanya lesi primer kemudian terjadi erupsi sekunder pada kulit dan selaput lendir dan akhirnya sampai pada periode laten dengan lesi pada kulit. 3 tahun 2009 TINJAUAN PUSTAKA Jurnal Madani FKM UMI Aspek Imunologis Penyakit Sifilis Sri Julyani Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Pendahuluan Sifilis adalah suatu penyakit menular seksual (PMS /STD [sexually transmitted disease]) atau disebut juga veneral disease (beberapa penyakit infeksi kelamin lain seperti gonore. Kuman atau bakteri tersebut umumnya hidup di mukosa (saluran) genetalia. 179 Di Amerika Serikat dilaporkan lebih dari 36. No. Kuman ini sangat sensitive terhadap cahaya. herpes dan granuloma inguinal) adalah salah satu bentuk penyakit infeksi yang ditularkan melalui hubungan sex atau dari seorang ibu kepada bayi yang dikandungnya (www. www. Etiologi Sifilis disebabkan oleh kuman treponema palidum.thefreedictionary.wikipedia. merupakan basil gram negatif yang mempunyai flagel. pallidium dan kadang kala terbentuk antibodi heterologus terhadap treponema lain. sedang di Indonesia ditemukan sekitar 0.wikipedia.. bentuknya sangat kecil dan berpilin-pilin. yang akan menimbulkan komplikasi yang berat bila tidak diobati (http : // id. (Ditjen PP&PL. Insiden tertinggi ditemukan pada wanita umur 20 – 24 tahun dan pria umur 35 – 39 tahun. dan mulut yang hangat dan basah.61% penderita dengan kasus terbanyak pada stadium laten ( http : // id. 2008). Setiap orang rentan terhadap penyakit sifilis.org .com.Vol. perubahan cuaca dan perubahan temperature sehingga penyakit ini sulit . 2008. 2005). com. Antibodi ini tidak terbentuk apabila pengobatan dilakukan pada stadium satu dan dua. lesi pada tulang. Setelah infeksi biasanya terbentuk antibodi terhadap T. sedang kasus sifilis kongenital meningkat dari 339 kasus pada tahun 2005 menjadi 349 kasus pada tahun 2006. 2008. Ditjen PP&PL. Kebanyakan orang yang terinfeksi dengan sifilis tidak memperlihatkan gejala selama beberapa tahun.thefreedictionary.org.756 kasus merupakan sifilis stadium primer dan sekunder. klamidia. rektum.000 kasus sifilis pada tahun 2006 dengan 9.

atau benda-benda lain yang bekas digunakan/dipakai oleh pengindap (www. II. Setelah mengeksposure permukaan epitel. spirocaeta akan berpenetrasi dan menyerang lapisan sel endotel. respon antibodi ini dapat juga . gelas. Antibodi berperanan dalam menghancurkan protein membran luar yang tipis dari treponema pallidum (TROMPs). handuk. Histopatologi dari chancre primer tergantung pada banyaknya spirocaeta dan infiltrasi seluler yang pada mulanya terdiri dari T limfosit yang terjadi 6 hari postinfeksi. wikipedia. alat suntik atau transfusi darah yang mengandung kuman tersebut. Secara umum tingkat kekebalan yang timbul karena infeksi oleh T. pallidum relevan dengan level antibodi pada TROMPs. Sifilis ditularkan melalui hubungan seksual. 2005) : Kingdom : Eubacteria Filum Kelas Ordo Familia Genus Spesies : Spirochaetes : Spirochaetes : Spirochaetales : Treponemataceae : Treponema : Treponema pallidum Gambar .http://en. yang merupakan tahap penting dalam tingkat virulensi treponema (meskipun mekanisme yang jelas sampai saat ini belum diketahui). 2008. Membran luar bakteri terdiri dari lapisan fosfolipid dengan sedikit protein antigen. maupun penularan melalui intra uterin dalam bentuk sifilis kongenital tetapi tidak dapat menular melalui benda mati seperti misalnya bangku. Aktivasi makrofag akan merangsang pelepasan sitokin dari T limfosit yaitu interleukin 2 (IL 2) dan interferon gamma (IFNγ). Meskipun humoral immunity juga dibutuhkan dalam melawan infeksi dari treponema.Vol. pallidum serta meningkatkan kemampuan netrofil dan makrofag memfagosit treponema tersebut. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI untuk menular kecuali adanya kontak langsung dengan penderita. Adapun klasifikasi bakteri penyebab penyakit sifilis adalah sebagai berikut (Natahusada EC & Djuanda A. Respon imunologik dari orang yang terpapar tergantung dari struktur bakteri. model pada binatang percobaan dan data in vitro dari ekstraksi jaringan spirocaeta. Ditjen PP&PL. Treponema pallidum (Sumber: Treponemapallidum. tempat duduk toilet. Antibodi spesifik akan muncul dalam serum pada awal infeksi yang akan menghalangi spirocaeta merusak sel dan Ig G dengan bantuan komplemen akan dapat membunuh T. 2005). kemudian makrofag pada hari ke 10 dan sel plasma.thefreedictionary. com. No.org/wiki/image) 180 Patogenesis Treponema pallidum tidak dapat tumbuh dalam media kultur sehingga pengetahuan tentang imunopatogenesis penyakit sifilis hanya diperoleh dari keadaan penderita (berdasarkan tanda dan gejala yang tampak).

Dan sifilis tertier adalah bentuk laten dari penyakit ini yang biasanya muncul beberapa bulan sampai beberapa tahun kemudian dan 15% diantaranya terjadi pada penderita yang tidak mendapat terapi. Sedang sifilis sekunder dapat timbul 8 minggu setelah terapi sifilis primer meskipun dilaporkan bahwa sekitar 60% sifilis sekunder tidak mempunyai riwayat sifilis primer. Lesi sekunder ini ditandai dengan adanya erupsi pada kulit dan selaput lendir. Sifilis primer biasanya bersifat asimptomatik. Bockenstedt L. tidak sejalan dengan terjadinya sindrom antibodi antifosfolipid. Palacios R et all. 2007. . tetapi tidak ada perbedaan pada perubahan virologi berdasarkan stadium sifilis. Sehingga perlu adanya upaya kesehatan masyarakat untuk mencegah infeksi sifilis baru dan secepatnya mengenal serta mengobati pasien terinfeksi sifilis. adalah jumlah CD4 pasien sebelum terinfeksi sifilis (pasien yang mempunyai jumlah CD4 lebih tinggi sebelum sifilis mengalami penurunan 181 yang lebih besar). Gumma yang lebih sering timbul pada sifilis tertier menunjukkan adanya reaksi hipersensitivitas tipe lambat. Adanya kompleks imun pada sifilis sekunder mungkin menjelaskan patologi timbulnya lesi pada kulit dan deposit di ginjal yang menyebabkan terjadinya nefropati sifilik. Gejala Klinik Berdasarkan stadium penyakitnya gejala klinik dari penyakit sifilis dapat dibagi dalam tiga kelompok yaitu bentuk primer. Dalam hal ini. 2007). Peranan sel T pada sifilis yang belum jelas menimbulkan dugaan adanya cross infeksi HIV pada penderita sifilis. yang didapatkan akibat penularan melalui kontak langsung pada permukaan mukosa atau kulit seorang penderita. dimana lesi telah menyebar sampai ke tulang. dengan tanda khas berupa granuloma. Smith M.K. Para ilmuwan di Spanyol meneliti adanya perubahan viral load dan jumlah CD4 selama terinfeksi sifilis dan menemukan bahwa infeksi sifilis pada pasien HIV-positif berhubungan dengan peningkatan viral load dan penurunan jumlah CD4. sementara satu-satunya faktor yang dikaitkan dengan penurunan jumlah CD4 sebanyak lebih dari 100. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI menyebabkan kelainan. No. Temuan lain dari penelitian ini menunjukkan lebih dari dua pertiga kasus sifilis ditemukan pada pasien yang sebelumnya didiagnosis HIV-positif. saluran cerna. sekunder dan bentuk tertier.Vol. para peneliti menyoroti perilaku pasien yang berisiko dan strategi pencegahan yang lemah.B. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa satusatunya faktor yang dikaitkan dengan peningkatan viral load adalah karena penderita tidak menggunakan terapi antiretroviral (ART). 2003. Penurunan jumlah CD4 dan peningkatan viral load ditemukan pada hampir sepertiga pasien yang diamati. Pemeriksaan histologik menunjukkan banyaknya sel T pada daerah lesi. dengan tujuan mengurangi penyebaran baik infeksi sifilis maupun HIV (LaSala P. Antibodi kardiolipin yang merupakan penentu pada sifilis primer dan menjadi dasar tes nontreponemal pada penyakit ini. Pada chancre primer CD4 lebih banyak berperanan sedangkan pada lesi sekunder lebih banyak ditemukan CD8. II.R.

K. Disamping itu terdapat juga bentuk sifilis tertier yang dapat timbul 1 – 10 tahun setelah terinfeksi dengan tanda khas berupa adanya gumma pada kulit dan mukosa.B . 2003. vagina. Kadang-kadang terdapat lesi multipel. a. Terdapat bentuk lain dari penyakit sifilis yang banyak ditemukan di wilayah Asia tengah dan Afrika yang disebut Endemik Sifilis. 2003).Vol.org. bersifat kronik dan . jari-jari dan peralatan makan atau minum (LaSala P. c. Lesi pada kulit timbul dalam 10 – 90 hari setelah terpapar. 2007).R. Ditandai dengan adanya gumma yang lunak. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI sistim saraf dan sistim kardiovaskuler (http : // id. Sedang tipe late bila infeksi lebih dari 2 tahun tanpa bukti klinik yang jelas. pallidum subspecies endemicum. tetapi dapat terjadi overlap dengan bentuk primer. merupakan penyakit infeksi kronik nonveneral yang disebabkan oleh T. penurunan berat badan.K. dapat terjadi komplikasi yang lebih berat berupa neurosifilis dan kardiovaskuler sifilis (Bockenstedt L. Penyebaran terjadi melalui kontak langsung pada lesi yang aktif. tulang dan indera penglihatan (Bockenstedt L. pada beberapa kasus dapat mencapai masa sampai 50 tahun. II. 2007). Sifilis Primer Sifilis primer terjadi karena kontak langsung dengan lesi infeksi penderita melalui hubungan seksual. daerah kepala dan leher.A. atau rectum. 2007). kebanyakan pada alat genital namun dapat ditemukan pada seluruh bagian tubuh yang lain. Sifilis Laten Disebut sifilis laten apabila tidak tanda-tanda dan gejala penyakit tetapi terdapat bukti serologik. meningismus dan pembesaran kelenjar limpe. No.wikipedia.A. 2007). 182 Lesi biasanya terdapat pada kulit. Palacios R et all. sakit kepala. Disebut tipe early bila selama 2 tahun serologik positif tetapi tidak ada gejala penyakit. kemudian membentuk lesi yang rata berwarna keputih-putihan yang dikenal dengan condyloma lata. suatu bentuk tumor akibat proses inflamasi yang dikenal dengan granuloma. Smith M. Sifilis Sekunder Sifilis sekunder timbul 1 – 6 bulan setelah infeksi primer ( rata-rata 6 – 8 minggu) dengan berbagai manifestasi gejala. 2008). Sifilis Tertier Sifilis tertier biasanya muncul dalam waktu 1 – 10 tahun setelah infeksi pertama. suatu ulcerasi pada kulit tanpa rasa sakit pada daerah yang terexposure terutama pada penis. Apabila sifilis tertier ini tidak mendapat terapi. kelemahan. disamping gejala umum seperti demam. Rash pada kulit biasanya lebih berat dan disertai dengan gangguan dermatologi yang lain seperti makulopapular. serta sistim saluran cerna. menetap untuk waktu 4 sampai 6 minggu dapat terjadi pembengkakan kelenjar limpe lokal dan biasanya sembuh spontan (Palacios R et all. Pembagian ini berguna dalam pemberian terapi pada penderita dan resiko transmisi ke orang lain (Sacher R. McPerson R. d. Sifilis laten dapat dibedakan atas tipe early atau late. Stadium sekunder juga ditandai dengan adanya gangguan pada sendi. folikular atau pustular rash. b. Rash menyebar pada seluruh tubuh dan ekstremitas. Lesi ini disebut chancre .

termasuk pemeriksaan ini adalah (Bockenstedt L. 2003. 2003. 2004). Bentuk lain dari sifilis tertier yang tidak diterapi adalah neuropathic joint disease. kecanduan obat. Toulidone Red Unheated Serum Test (TRUST) f. Palacios R et all. Tetapi tes ini dapat memberikan positif palsu pada kondisi seperti kehamilan.K. Rapid Plasma Reagin (RPR). Gangguan neurologik dapat asimptomatik atau bermanisfestasi sebagai meningovascular disease. keganasan.Vol. Termasuk tes ini adalah Venereal Disease Research Laboratory (VDRL) dan Rapid Plasma Reagen (RPR) yang memberikan hasil positif setelah 4 – 6 minggu terinfeksi (positif pada 70% pasien dengan lesi primer dan stadium lanjut). Pemeriksaan Laboratorium Diagnosis sifilis dapat ditegakkan dengan cara melihat langsung organisme dengan mikroskop lapangan gelap atau pewarnaan antibodi fluoresen langsung dan kedua dengan mendeteksi adanya antibodi dalam serum dan cairan serebrospinal. McPerson R.K. Imunoasai ini menggunakan antibodi nontreponemal dan lipoid sebagai antigen. Tes serologis merupakan tes konfirmasi untuk melihat adanya antibodi terhadap organisme penyebab sifilis. Rapid Plasma Reagin (RPR) c. Ada dua kelompok tes serologis yang dapat digunakan dalam mendiagnosis penyakit sifilis yaitu tes serologis antibodi non treponema dan antibodi treponema (Sacher R.A. Antibodi ini terbentuk setelah penyakit menyebar ke 183 kelenjar limpe regional dan menyebabkan kerusakan jaringan serta dapat menimbulkan reaksi silang dengan beberapa antigen dari jaringan lain. (Bockenstedt L. No. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dapat muncul kembali bila sistim imun tubuh tidak sempurna. 2004) : a. Tes-tes seperti Veneral Disease Research Laboratory (VDRL). II. penyakit autoimun dan infeksi virus. Sedang komplikasi kardiovaskuler dapat berupa sifilis aortitis. kolesterol dan kardiolipin dan digunakan untuk skrining adanya infeksi oleh T. pallidum. aneurisma dan regurgitasi aorta. Unheated Serum Reagin (USR) e. 2007). tabes dorsalis atau paresis. berupa degenerasi sendi disertai hilangnya sensasi propriosepsi.A. Tes serologis juga diperlukan untuk menegakkan diagnosis infeksi sifilis pada masa laten sifilis dimana tidak tampak adanya gejala-gejala penyakit. Kebanyakan gumma merupakan komplikasi dari late syphilis. Digunakan untuk skrining penderita dan monitoring penyakit setelah pemberian terapi. ELISA Tes ini bertujuan untuk mendeteksi adanya reaksi antara antibodi dari sel yang rusak dan kardiolipin dari treponema. Cardiolipin Wassermann (CWR) d. Tes serologis non treponema mendeteksi antibodi yang merupakan kompleks dari lecitin. Handojo I. 1. Veneral Disease Research Laboratory (VDRL) b. Unheated Serum Reagin (USR) dan Toulidone Red Unheated Serum Test (TRUST) mendeteksi . Tes Serologis Antibodi Non Treponemal yaitu antibodi yang terbentuk akibat adanya infeksi oleh penyakit sifilis atau penyakit infeksi lainnya. Bentuk komplikasi yang lebih berat adalah neurosyphilis dan cardiovascular syphillis.

Antibodi yang terdeteksi biasanya timbul 1 – 4 minggu setelah munculnya chancre primer. Treponema pallidum Complement Fixation b. Treponemal Wassermann (T-WR) c. Sedang hasil negatif palsu terjadi karena tingginya titer antibodi (prozone phenomenon) yang sering ditemukan pada sifilis sekunder. i. Imunoasai berdasarkan pada penggunaan beberapa strain saprofitik dari treponema. grup treponemal antibodi. Tes Rapid Plasma Reagen. Dapat ditemukan hasil tes positif palsu maupun negatif palsu. Pengambilan spesimen pada stadium primer akan mempengaruhi sensitivitas tes dimana titer antibodi meningkat selama tahun pertama dan selanjutnya menurun secara nyata sehingga memberikan hasil negatif pada pemeriksaan ulang. adalah tes untuk melihat antibodi nonspesifik dalam darah penderita yang diduga terinfeksi sifilis. Uji RPR kualitatif adalah pemeriksaan penapisan dengan serum pasien yang tidak diencerkan dicampur dengan partikel arang berlapis kardiolipin di atas karton. Treponema pallidum Immobilizationsymplification f. 2. Treponema pallidum Immobilization Lyzozym (TPIL) e. II. beberapa tes yang termasuk diantaranya adalah : a. 1 tetes serum + 50 uL antigen dicampur diatas kartu tes memenuhi lingkaran 184 . pallidum Pemeriksaan antibodi nontreponemal yang sering digunakan sekarang adalah : 1. Pakasi R. Treponema pallidum Hemagglutination (TPHA) h. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI adanya reaksi antigen-antibodi dengan menilai presipitasi yang terbentuk baik secara makroskopik (RPR dan TRUTS) maupun mikroskpoik (VDRL dan USR).Vol. setelah rotasi mekanis beberapa waktu sedian diperiksa untuk melihat ada tidaknya aglutinasi secara makroskopis. Treponema pallidum Immuneadherence (TPIA) i. Treponema pallidum Immobilization (TPI) d. Cara Kerja (Aprianti S. antibodi yang spesifik untuk antigen dari T. ELISA T. Antibodi treponema spesifik. yaitu Reiter Protein Complement Fixation (RPCF) ii. No. A. infeksi virus. kehamilan atau proses kronik seperti kerusakan pada jaringan penyambung. Fluorecense Treponemal Antibody (FTA) g. pallidum. terdiri dari uji kualitatif dan uji kuantitatif. Positif palsu terjadi karena adanya penyakit bersifat akut seperti hepatitis. 2003) : 1. Hardjoeno. antibodi terhadap antigen somatik yang terdapat pada semua jenis treponema. Antibodi treponemal Bertujuan untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap antigen treponema dan sebagai konfirmasi dari hasil positif tes skrining nontreponemal atau konfirmasi adanya proses infeksi pada hasil negatif tes nontreponemal pada fase late atau laten disease dapat dibedakan atas 2 jenis antibodi yaitu .

Beberapa kondisi dapat memberikan hasil positif palsu seperti penyakit hepatitis virus. kehamilan. demikian juga untuk tabung 4. isi masingmasing dengan 50 uL NaCl 0. 5. Cara kerjanya sebagai berikut : 1. Pindahkan 50 uL isi tabung I ke tabung 2 (pengenceran ½ kali) 4. 2008) 3. leprosi dan penyakit lupus. Uji RPR kuantitatif menggunakan serum yang diencerkan secara serial dan hasil pemeriksaan adalah nilai akhir pengenceran dimana masih terjadi penggumpalan partikel. putar di atas rotator selama 8 menit dengan kecepatan 100 rpm 3. Disebut uji CWR positif apabila tidak terjadi reaksi hemolisis yang menunjukkan bahwa terjadi reaksi Ag-Ab yang mengikat komplemen. 4. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI 2. 2. kocok rata 3. Sedangkan Tes serologik treponemal yang banyak digunakan adalah : 185 . 2008).Vol.9% 2. No. Lihat hasil terbentuknya flokulasi dengan mikroskop cahaya dengan pembesaran 10 x 10 4. Tes VDRL selain digunakan untuk skrining penyakit sifilis juga dapat digunakan untuk monitoring respon terapi. aduk rata dan rotasi selama 8 menit.org/wiki/. Tes RPR efektif untuk skrining seseorang yang terinfeksi penyakit sifilis tetapi belum menunjukkan gejala klinik. II. Baca titer pada pengenceran tertinggi yang masih terjadi flokulasi. dan 6.wikipedia. Ambil dari tiap tabung 50 uL larutan. Lakukan seterusnya untuk tabung ke 3 dengan mengambil isi dari tabung 2 (pengenceran ¼). IgM atau IgA). demam rematik. Dasar tes adalah reaksi antibodi pasien dengan difosfatidil gliserol. Siapkan 6 tabung reaksi. 5. Tes VDRL semikuantitatif juga digunakan untuk mengevaluasi kejadian neurosifilis di mana hasil reaktif tes hampir selalu merupakan indikasi adanya neurosifilis. Tambahkan 50 uL sampel ke tiap tabung. sedang hasil negatif berarti tidak terjadi reaksi Ag-Ab yang tidak mengikat komplemen. deteksi kelainan saraf dan membantu diagnosis pada sifilis kongenital. (http://en wikipedia.org. Tes VDRL dapat mendeteksi antikardiolipin antibodi (IgG. Tes ELIZA nontreponemal menilai terjadinya flokulasi dan nilai absorban dihitung berdasarkan prinsip spektrofotometer. Hasil tes yang reaktif dilanjutkan dengan tes kuantitatif B. teteskan di atas kertas tes dan tambahkan 50 uL antigen pada tiap sampel. Sampel pasien berasal dari darah atau cairan cerebrospinal yang reaksikan dengan antigen kardiolipin dan intensitas reaksi sebanding dengan beratnya kondisi pasien (http://en. Sebagai indikator terjadinya reaksi pengikatan komplemen maka pada tes ditambahkan sel darah merah (domba) dan zat hemolisin anti SDM. Tes Cardiolipin Wassermann (CWR) merupakan uji fiksasi komplemen dimana reaksi antibodi dan antigen kardiolipin akan membentuk kompleks yang akan mengikat komplemen.

Tes serologis non treponema mendeteksi antibodi yang merupakan kompleks dari lecitin. tetapi spesifisitasnya paling baik dibanding tes serologis lain dan merupakan satusatunya tes yang hampir tidak memberi hasil positif semu. Sel darah merah kalkun yang diliputi Ag T . Untuk penderita dengan suspek neurosifilis. pallidum dan Ab serum penderita lalu diinkubasi. membentuk kumparan padat dan bergerak melengkung. Tambahkan konjugat antibodi antiimunoglobulin human yang dilabel dengan tetrametil-rodamin isotiosinat [TMRITC] tutup dengan kaca penutup. 3. Periksa apusan di bawah mikroskop pengcahayaan ultraviolet. antibodi T. Tes Treponema pallidum Immobilization (TPI).org. pallidum pada kaca obyek. kemudian dicampur dengan apusan T. pallidum yang tidak mobil. Bahan pemeriksaan adalah transudat segar dari chancre pada infeksi primer atau kondiloma lata pada infeksi sekunder. di mana hasil positif didapatkan bila terjadi aglutinasi. 2008). 2. pallidum yang mobil dan komplemen. inkubasi lalu bilas hati-hati. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI 1. No. Sensitivitas dan spesifisitas cukup baik kecuali untuk sifilis stadium I. pallidum dalam serum akan mengikat antigen pada sel darah merah membentuk kompleks AgAb dan hasil positif dinilai dengan melihat adanya aglutinasi (http: // en. Tes menggunakan serum penderita yang tidak aktif ditambah dengan T. Sebelum tes serum pasien diinaktifkan dengan pemanasan dan diserap dengan sorbent untuk membersihkan dari antibodi terhadap treponema komensal. lalu diinkubasi pada suhu 35° C selama 16 jam selanjutnya dilihat di bawah mikroskop. Hasil positif bila ditemukan spiroketa yang motil. tes ini juga cukup praktis. Seperti mikroskop lapangan gelap atau apusan cairan dari kulit atau jaringan. Hasil positif ditunjukkan dengan adanya treponema berfluoresensi-TMRITC pada apusan. pallidum antibodi dalam serum atau plasma.Vol.pallidum strain Nichol dan sebagai carrier digunakan sel darah merah kalkun. Fluorescent treponemal antibody-absorbed double strain test (FTA-ABS DS). II. mudah dan sederhana serta harganya relatif murah.wikipedia. Tes FTA adalah imunoasai yang sangat sensitif dan spesifik sehingga baik digunakan untuk diagnosis tetapi tidak dipakai dalam pemantauan terapi sebab hasil tes positif akan tetap positif walaupun telah diberi pengobatan sampai sembuh. inkubasi dan bilas. Karena T. Sensitifitas tes rendah pada beberapa stadium penyakit terutama stadium I . diagnosis ditegakkan dengan sampel dari cairan cerebrospinal. Pallidum tidak dapat tumbuh pada media kultur maka digunakan metode lain untuk mendiagnosis penyakit sifilis. Diagnosis Diagnosis penyakit sifilis biasanya secara tidak langsung ditemukan pada pasien risiko tinggi seperti adanya penyakit menular seksual dan pengguna narkotika. Sebagai antigen dipakai T . kolesterol dan . Tes Treponema pallidum Hemagglutination (TPHA) Merupakan uji hemaglutinasi pasif secara kualitatif dan semi kuantitatif yang 186 dapat mendeteksi anti T. Hasil positif terlihat dengan T.

pallidum berfungsi sebagai antigen.2003. Genital Ulcer 2. keganasan.cdc.Vol.com. Arthritis 2. Obat lain yang dapat diberikan adalah antipiretik dan antihistamin. (Sacher R.tx.gov/std/default. eritromicin dan ceftriaxon dapat digunakan pada penderita yang alergi terhadap penicilin. penyakit autoimun dan infeksi virus. Selain itu sifilis juga dapat menyebabkan komplikasi penyakit lain berupa (www. 2008) : 1. Sifilis stadium primer. us/. Terapi dan Prognosis Penicilin masih merupakan obat pilihan untuk penanganan sifilis. http://www. II. Heart disease 4. Mayo Clinic. No. Blindness 3. 2006. Hasil tes non treponema yang positif harus dikonfirmasi dengan tes treponema yang mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang lebih tinggi. Termasuk tes ini adalah Venereal Disease Research Laboratory (VDRL) dan Rapid Plasma Reagen (RPR) yang memberikan hasil positif setelah 4 – 6 minggu terinfeksi (positif pada 70% pasien dengan lesi primer dan stadium lanjut). Komplikasi Sifilis yang tidak diterapi dapat berkembang menjadi fase tertier dengan timbulnya gumma dan sifilis kardiovaskuler yang dapat bersama-sama dengan neurosifilis. Chancroid 4. 2008. Genital Herpes 3. Healthcommunities.K. 2006. Mc Person R. gov/std/default.state. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI kardiolipin dan digunakan untuk skrining adanya infeksi oleh T. 2004.fpnotebook. 2008). sekunder dan early laten akan sembuh sempurma dengan pemberian antibiotik.dshs. Tetapi tes ini dapat memberikan positif palsu pada kondisi seperti kehamilan. 2008) : 1. Lymphogranuloma venereum . kecanduan obat.com.cdc. http://www.A. Kerusakan jaringan yang irreversibel merupakan karakteristik dari sifilis fase tertier dan sifilis kongenital meskipun telah mendapat terapi antibiotik. Sedang antibiotik alternatif seperti derivat tetrasiklin. com. Laki-laki lebih banyak berlanjut ke fase tertier dan mortalitasnya lebih tinggi dibanding penderita wanita.com. Death Differential Diagnosis Penyakit sifilis dapat didifferential diagnosis dengan penyakit kelamin lain seperti (http : // www. Mental illness 5.A.htm.htm. Sifilis tertier 187 mempunyai tingkat mortalitas yang tinggi bila kelainan telah sampai pada sistim saraf pusat (Bockenstedt L. 2008). Venereal Wart 5. pallidum. Sedang tes serologis yang spesifik untuk infeksi treponema seperti Serum Fluorecent-Treponemal Antibody absorbance test (FTA-ABS) dan Microhemagglutination test dimana T. secara umum penyakit dengan stadium lebih lanjut membutuhkan antibiotik dengan dosis yang lebih besar dan waktu yang lebih lama. Mayo Clinic. Dosis dan lama terapi bervariasi tergantung pada gejala klinik penderita. sedang stadium late biasanya lebih sulit diterapi.

thefreedictionary. Syphilis Testing. HIV / STD Facts. Syphilis: Treatment.org/wiki/. Handojo I.us/hivstd. Palacios R et all. Hardjoeno. MayoClinic. 2004.com. 2005.com. Spirochaete Infections in Henry’s Clinical Diagnosis and Management by Laboratory Methods 21sted. EGC. Diakses 27 Oktobert 2006.tx. 456 . http: // id.state. Mc Graw Hill. Sacher R. Healthcommunities. Healthcommunities. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Daftar Pustaka Aprianti S. Mayo Clinic. last modified. Spirochetal Diseases : Syphillis and Lyme Disease in Medical Immunology 10th ed. http: //www. fpnotebook. Download tanggal 29 agustus 2008. Sifilis dalam Manual Pemberantasan Penyakit Menular.dshs.org/ Veneral Disease Research Laboratory test. 2004.com Medical Services. Natahusada EC. No. McPerson R. Sexually Tranmitted Diseases. Saunders Elsevier. Makassar: LEPHAS Unhas.K. Djuanda A. Diakses tgl 22 Agustus 2008 188 http: // www.htm.cdc. Diakses 26 Agustus 2008. MayoClinic. http: // en.org/wiki/ Rapid plasma Reagin.wikipedia.R. http://en wikipedia.com Medical Services. Surabaya : Airlangga University Press.458 www. Diagnosis Serologik Infeksi Spesifik dalam Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. 2007. Wassermann test. 2003. last modified.wikipedia. . Smith M. edisi 11.com / Syphillis.gov/std/default. 2004. Mayo Clinic. Impact of syphilis infection on HIV viral load and CD4 cell counts in HIV-infected patients. II. 2007. Diakses 5 November 2008. com /ID/STD/Syphilis. Diakses 5 November 2008. Download tgl 23 Agustus 2008 http: // www. 2005. J Acq Immun Defic Synd 44: Maret. last modified : 14 oktober 2008 http: // www.B. LaSala P. edisi 4. Ditjen PP&PL.Vol.A. Jakarta : Pen FK-UI. Syphilis: Screening and diagnosis – Mayo Clinic..A. Diakses 25 Januari 2008. Tes Sifilis dan Gonorrhoe dalam Interpretasi Hasil Tes Laboratorium Diagnostik.thefreedictionary. Mayo Clinic Diakses 28 April 2008. Imunoasai Untuk Penyakit Sifilis dalam Imunoasai Terapan pada Beberapa Penyakit Infeksi. Diakses 4 Januari 2008. ARUP Laboratories. http://en. Syphilis – Urologychannel. last modified. Sifilis dalam Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.wikipedia. last modified : Diakses 25 Pebruari 2008. Pakasi R.com / Syphillis Symtom. Bockenstedt L. 2003. update 27 0ct 2006.org / wiki / Treponema pallidum.

Vol. II. No. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful