Vol. II, No.

3 tahun 2009 EDITORIAL

Anatomi, Sains dan Seni Jurnal Madani FKM UMI

Peranan Ilmu Anatomi dalam Pengembangan Ilmu Kedokteran
Abdul Razak Datu
Bagian Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin Makassar

Sejarah Perkembangan ilmu Anatomi Secara anatomis, tubuh manusia terdiri dari organ-organ yang menyusun sistem yang berperan secara sistematis dan terkoordinasi, mempertahankan keseimbangan secara menyeluruh (homeostasis) sebagai suatu kesatuan yang utuh dalam memelihara kesehatan tubuh. Pengetahuan ini (Anatomi) nampaknya sudah mulai dikenal sejak zaman pra sejarah (20.000 thn S.M.) yang dapat disaksikan pada lukisan-lukisan dinding di Perancis dan Spanyol. Jauh sebelumnya, 500 thn S.M. di Mesir, pengetahuan Anatomi digunakan pada pembuatan mummi, yaitu dengan membuat irisan, incisi (incision) yang kecil untuk mengeluarkan organ-organ tubuh (yang cepat membusuk), dan mengeluarkan otak dari arah lubang hidung melalui corpus sphenoidalis tanpa merusakkan wajah dan tulang-tulang cranium yang lainnya. Alcmaeon (500 S.M.) adalah orang yang dianggap pertama yang melakukan diseksi pada mayat. Muridnya, Empedocles (504 – 443 S.M.) yang lebih menguasai teori daripada praktek mengembangkan ilmu anatamo menjadi ilmu faal. Jalan pikiran Empedocles diikuti oleh Hippocrates (460 – 377 S.M.) seorang dokter ulung yang dikenal sebagai “Father of Medicine”, yang pertama kali menegakkan sendi kedokteran yang bersifat rasional.
135

Dialah yang memberi pengertian tentang struktur dan fungsi tubuh manusia, dan dia mampu mengenyampingkan pikiran para pendahulunya, dan menyatakan bahwa penyakit mempunyai penyebab alami yang dapat diamati. Inilah awal dari ilmu kedokteran yang mempergunakan rasio dan observasi. Dua orang muridnya yang terkenal yaitu Aristoteles dan Galenus membandingkan antara tubuh manusia yang disebutnya mikrocosmos dengan kehidupan alam semesta yang disebutnya makrocosmos Herophilus (335-280 S.M.) adalah guru Anatomi yang pertama-tama mela-kukan diseksi secara terang-terangan (ter-buka) walaupun pada akhirnya ia dituduh sebagai penjagal manusia. Herophilus dipandang sebagai Bapak Anatomi. Dia dapat membedakan dengan jelas pembuluh darah Arteri dan Vena, serta menemukan pembuluh lacteal pada intestinum tenue. Erasistratus (290 S.M.) melanjutkan penyelidikannya mengenai pembuluh lacteal, dan dia pula yang pertama-tama membagi saraf motoris dan saraf sensibel. Pada zaman Kedokteran Romawi ( 50 S.M. – 200 M) Rufus adalah orang yang pertama kali menerbitkan buku dengan judul “on the Naming of the Parts of the Body”. Dari sinilah istilah-istilah (nomenclature) anatomi mulai digunakan. Galen (130 – 200 SM)

Vol. II, No. 3 tahun 2009

Jurnal Madani FKM UMI

melakukan experiment dan dissection pada kera dan babi yang secara khusus mempelajari susunan saraf dan menulis buku yang terkenal “Use of the parts of the body of man”. Pada zaman Kejayaan Islam, karyakarya kedokteran bermunculan dan memperkaya khazanah ilmu tersebut dengan melahirkan dokter-dokter kaliber dunia pada zamannya. Berbagai karya itu adalah teks book, rumah sakit, pusat rehabilitasi, apotik dan berbagai fasilitas kesehatan lainnya. Ilmu kedokteran dasar berkembang, seperti Anatomi, Fisiologi, Patologi, Farmakologi dan Biokimia. Salah seorang dokter muslim Ibn Al- Nafis pada abad XII sudah menjelaskan mengenai circulasi pulmonal, menggugurkan pendapat GALENUS yang sudah bertahan selama kira-kira 14 abad. Teori Ibn Al-Nafis tersebut dikemukakan juga oleh William Harvey (1578 -1657). Ilmu Anatomi sebagai ilmu Kedokteran dasar Ilmu Anatomi sebagai salah satu Ilmu Kedokteran Dasar sangat dibutuhkan dalam mempelajari dan mengembangkan ilmu kedokteran klinik. Ilmu Anatomi yang mempelajari bentuk, struktur dan lokasi organ, kedudukannya berdampingan dengan ilmu-ilmu dasar lainnya, dalam hal ini adalah Fisiologi (fungsi badan), Biokimia (proses hayati) dan Histologi (micro anatomy) yang sebenarnya merupakan bagian dari ilmu Anatomi juga. Ilmu Anatomi sangat berkaitan erat dengan ilmu-ilmu preklinik dan klinik lainnya. Ilmu-ilmu dalam ilmu kedokteran dasar, baik yang bersifat morfologik maupun yang bersifat fungsional, masing-masing memberikan dasar dalam memberikan
136

kumpulan-kumpulan informatif pengetahuan faktual, yang tanpa ini semua ilmu-ilmu klinik tidak dapat didirikan. Pengertianpengertian dalam ilmu klinik sukar dicapai tanpa bekal pengetahuan kedokteran dasar tersebut. Selain bekal dalam kuantitas ilmu informatif, ilmu-ilmu yang bersifat morfologik, seperti Anatomi, Histologi, Patologi Anatomi dan lain-lain, memberi bekal dalam kemampuan observasi dan deskripsi, sedangkan yang membentuk kumpulan ilmu-ilmu yang bersifat fungsional, seperti Fisiologi, Biokimia, Farmakologi dan lain-lain adalah ide-ide, teori-teori dan kesimpulan-kesimpulan, sehingga dari sinilah berasal kemampuan berargumentasi serta menimbang-nimbang kenyataan, yang merupakan inti dalam profesi kedokteran. Sampai abad XIX pengetahuan mengenai struktur dan fungsi organ dipelajari secara bersama-sama, lalu kemudian masing-masing berdiri sendiri sebagai ilmu Anatomi dan ilmu Fisiologi. Memasuki abad ke 20 ilmu Anatomi semakin berkembang dengan membentuk cabangcabang Ilmu seperti : Histologi, Morphologi, Neurologi, Anthropologi, Embriologi dan Genetika. Selanjutnya muncul ilmu –ilmu Experimental Anatomy, Experimental Embryology dan Cytology. Antara 1819 – 1899 diciptakan berbagai instrumen, seperti Stethoscope, Otoscope, Ophthalmoscope yang digunakan di klinik dan juga dipakai ketika mempelajari Living Anatomy. Dalam tahun 1890 formalin dipakai sebagai bahan fiksasi mayat untuk dijadikan cadaver bagi kepentingan dissection; sebelumnya itu menggunakan alkohol yang digunakan sebagai bahan konservasi.

Vol. II, No. 3 tahun 2009

Jurnal Madani FKM UMI

Sejak ditemukannya sinar rontgen penentuan morfologi dan lokalisasi organ sangat membantu para klinisi untuk menentukan diagnosis penyakit dan melakukan terapi. Dengan alat Rontgen tersebut terbentuklah Anatomi Radiologik. Mahasiswa dapat mempelajari foto-foto Rontgen dari struktur yang normal dan kemudian di klinik mencari/menemukan kelainan-kelainan yang memberi gangguan yang perlu diatasi. Dalam perkembangannya ilmu anatomi tidak bisa dipisahkan dari ilmu embriologi. Embriologi yang diprakarsai oleh Aristoteles kemudian dikembangkan William Harvey (1578 -1667) mengemukakan perkembangan chick embryo secara lebih terperinci. Walaupun pengetahuan embriologi yang dimulai oleh Aristoteles sangat sederhana, namun perkembangannya mulai nampak setelah Marcello Malpighi (1628 -1694) berhasil menunjukkan proses perkembangan embryo ayam yang diaplikasikan pada perkembangan embryo mammalia termasuk manusia. Malpighilah dianggap sebagai penemu embriologi. Sejak saat itu berkembanglah embrylogi modern, dan sel telur (ovum) pada manusia ditemukan pertama kali oleh Von Baer (1827) sehingga Von Baer dikenal sebagai “Bapak Embriologi”. Experimental teratology mulai berkembang sejak terjadinya Tragedi Thalidomide, suatu peristiwa yang menggemparkan dunia kedokteran ketika di Jerman tahun 1961 terjadi kelahiran sejumlah bayi dengan kelainan bawaan dengan jenis kelainan yang hampir serupa dan dalam periode yang hampir bersamaan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya ibu-ibu
137

hamil yang mengkonsumsi obat Thalidomide, sejenis obat penenang dan anti muntah yang sangat mujarab, ternyata obat tersebut membawa malapetaka dan ber-akibat fatal, menyebabkan kelainan perkem-bangan embryo sehingga lahirlah anak-anak cacat. Dewasa ini, makin banyak zat-zat kimia atau obat-obatan yang dilaporkan dapat menyebabkan kelainan bawaan yang ditemukan pada bayi yang baru lahir. Sesungguhnya zat-zat kimia dan obat-obatan hanya salah satu faktor yang dapat menyebabkan kelainan bawaan. Telah dilaporkan bahwa kelainan bawaan dapat disebabkan oleh 3 faktor: yaitu faktor genetika (6-15%), faktor lingkungan (7-10%), dan faktor interaksi antara gen dan lingkungan (20-25%), dan yang belum diketahui penyebabnya masih jauh lebih banyak (50-60%). Dengan perkembangan dan kemajuan penelitian di bidang Teratologi, semakin banyak hal-hal baru yang ditemukan tentang mekanisme dan penyebab dari suatu kelainan bawaan, sehingga makin banyak faktor penyebab kelainan bawaan yang dapat terungkap. Dengan mengetahui mekanisme dan penyebab yang dapat menyebabkan kelainan pembentukan dan perkembangan embryo, akan menjadi perhatian dan peringatan kepada ibu-ibu hamil terutama yang hamil muda (kehamilan sampai 8 minggu) kiranya berhati-hati dalam memelihara kesehatannya agar janinnya bisa tumbuh dengan baik dan sempurna sehingga akan melahirkan bayi yang normal (tanpa cacat). Pendidikan ilmu Anatomi di Fakultas Kedokteran

Vol. II, No. 3 tahun 2009

Jurnal Madani FKM UMI

Pendidikan Anatomi menumbuhkan kemampuan-kemapuan yang esensial bagi seseorang yang akan berhubungan dengan penderita, dan banyak dari kemampuan ini yang tidak didapatkan dalam derajat yang sama dalam disiplin ilmu lain pada kurikulum kedokteran. Dalam mempelajari ilmu Anatomi, mahasiswa mulai diperkenalkan dengan penggunaan bahasa teknis deskripsi yang merupakan dasar seluruh terminologi kedokteran. Selain itu, informasi profesional yang diterima oleh mahasiswa di dalam belajar Anatomi memungkinkan ia memahami pelajaran-pelajaran fungsional dan klinis. Anatomi merupakan dasar yang sangat berarti untuk Patologi dan bahan yang dipelajari dalam Anatomi dapat membantu dalam menegakkan diagnosis yang tepat serta membantu dalam bertindak dengan aman pada keadaan-keadaan darurat di dalam praktek-praktek klinik. Pada umumnya dikatakan bahwa Ilmu Kedokteran Dasar melayani ilmu kedokteran Klinik, ini tidak berarti sematamata bahwa yang diberikan dalam Ilmu Kedokteran Dasar hanyalah hal-hal secara porsional yang masing-masing mendukung seperlunya porsi-porsi tertentu dalam ilmu klinik. Dalam kurikulum Inti Pendidikan Dokter Indonesia (KIPDI) II , umumnya ilmu-ilmu kedokteran dasar, dalam hal ini termasuk Anatomi, Histologi, Fisiologi dan Biokimia diajarkan bersama-sama dalam satu jangka waktu tertentu. Ini berdasarkan atas anggapan bahwa semua ilmu-ilmu preklinik saling berhubungan sampai derajat tertentu, sehingga mempelajarinya secara betul-betul terpisah, tidak akan ada artinya bahkan merugikan. Dalam hubungan ini struktur
138

hendaknya dipelajari berdampingan dengan fungsi dan ada baiknya apabila diberikan secara terpadu, sehingga mahasiswa mempunyai kesempatan untuk memadukan struktur dan fungsi di dalam pikirannya sendiri dan menciptakan gambaran yang tersusun dengan baik tentang biologi manusia. Namun kesulitannya, pekerjaan mengurai di Laboratorium Anatomi dilakukan dengan sistem regional sedangkan ilmu faal memakai pendekatan sistematik. Sampai tahun 1977 pendidikan Anatomi bagi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin diberikan selama satu tahun ajaran, yaitu di tingkat dua (tingkat preklinik). Pada tahun ajaran 1977/1978 dimulailah Sistem Kredit Semester, yang mengharuskan Anatomi dibagi-bagi dalam tiga semester dengan 12 SKS, yaitu Anatomi I, Anatomi II, dan Anatomi III. Pada sistem konvensional pendidikan Anatomi diberikan selama satu tahun tanpa terputus, maka dalam Sistem Kredit Semester mahasiswa mempelajari Anatomi secara terputus-putus, sesuai dengan minat dan kesanggupannya, dan tidak ada jaminan bahwa mahasiswa akan mengambil mata pelajaran Anatomi, Fisiologi, Histologi dan Biokimia untuk dipelajari bersama-sama yang semestinya sangat diperlukan. Peranan Ilmu Anatomi sebagai Sains dan Seni Ilmu Anatomi tidak saja berguna bagi pendidikan dokter, dokter gigi, perawat, dan bidan melainkan perlu dikembangkan lebih luas lagi, sehingga memasuki kehidupan masyarakat, yang dikenal sebagai Anatomi Sosial. Ilmu Anatomi yang

Vol. II, No. 3 tahun 2009

Jurnal Madani FKM UMI

memasuki dunia seni lukis sudah dimulai oleh Leonardo da Vinci pada abad XV, demikian pula seni memahat, khususnya memahat patung manusia. Industri sepatu, pakaian, kursi, meja dan bangku duduk di sekolah atau di tempat kerja di kantor atau perusahaan, kendaraan umum perlu dibuat dengan memperhatikan ergometri atau posisi anatomis manusia agar supaya memberi kenyamanan yang optimal dan tidak melelahkan. Dalam seni tari, posisi persendian dan gerakan lengan, tungkai dan badan, hendaknya dilakukan dengan efektif agar tidak cepat menjadi lelah. Mesin-mesin industri hendaknya dibuat dengan mengingat posisi manusia yang akan menggunakannya nanti, baik dengan cara berdiri maupun duduk, agar supaya produktifitasnya dapat menjadi maksimal. Dalam olah raga kesegaran jasmani, ataupun olah raga prestasi, sikap tubuh dan berbagai jenis gerakan perlu dilakukan dengan efektif, untuk itu semua pengetahuan mengenai tulang, otot, persendian, saraf dan pembuluh darah perlu dikaji dengan terpadu dan benar, termasuk pengetahuan sistem lainnya yang menunjang. Dalam olah raga prestasi, seorang pelatih harus mampu melatih gerakan-gerakan pada anak asuhnya secara optimal agar dapat mencapai prestasi secara maksimal, maka untuk itu pengetahuan Ilmu Anatomi mutlak diperlukan . Dalam bidang arsitektur baik arsitektur bangunan umum, arsitektur perumahan, maupun arsitektur peralatan rumah tangga, serta perancangan peralatan lain yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, perlu memperha139

tikan postur tubuh manusia yang akan menggunakannya. Demikian pula di bidang estetika, yaitu salon-salon kecantikan yang merawat wajah para wanita hendaknya keterampilan yang dipakai bukan sekedar berdasarkan atas kebiasaan belaka, melainkan memahami dan memiliki pengetahuan tentang tulang-tulang wajah, letak dan arah otot-otot wajah serta kulit/rambut yang terdapat pada wajah dan kepala. Tak kalah penting penerapan pengetahuan Anatomi pada bidang fisioterapi dan pijat traditional. (Tulisan di atas dikutip dari Pidato Pengukuhan Guru Besar Tetap Prof. dr. Abdul Razak Datu, Ph.D. dalam Bidang Ilmu Anatomi di Universitas Hasanuddin pada 3 April 2009). Daftar Pustaka Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk Pendidikan Kedokteran Dasar. Gardner E, Gray, D J, O’rahilly, R. 1975. Anatomy: A Regional Study of Human Structure. 4th Ed. W.B. Saunders Co. Philadelphia, London, Toronto. Gray, H. 1980. Gray’s Anatomy, P.I. William and R. Warwick, 36 ed. Churchill Livingstone. Konsil Kedokteran Indonesia, 2006. Standar Pendidikan Profesi Dokter. Luhuluma, J 1993. Pendidikan Ilmu Anatomi Tantangan dan Harapan. Pidato penerimaan jabatan Guru Besar Tetap Ilmu Anatomi pada Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

Moore. Pratiknya. Williams & Wilkins. Kamus Istilah Anatomi Edisi ke-2. KL and Persud. 18 – 20 Desember 1992. Surabaya. suatu kajian prospektif. Clinically Oriented Anatomy. Toronto. 5. Clinically Oriented Embryology. 1980. AW. St. 1984 Sukardi. Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia. sebuah gagasan Dasar. 1979. Masa depan KIPDI dan Rekonstruksi Kurikulum Anatomi. Anatomi Sosial. No. Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia Malang 18 -19 Desember 1992 Wonodirekso S. Baltimore/ London 1980. W. Jilid XVI. 1998. Berkala Ilmu Kedokteran. KL. perlu diubah atau tak berubah-ubah?. Reorientasi Pendidikan Anatomi Menjelang tahun 2000. New York. Malang 18-19 Desember 1992. Sidney. 6th edition. Tim Penelitian/Penyusunan Istilah Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Uddin. 140 . Louis. Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia. Surjono. II. TVN. Malang.Vol. Pengurus Besar Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia. Philadelphia. London. No.B Saunders Co. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Moore. E. The Developing Human. J. Pendidikan Anatomi Kedokteran berubah.

The data analysis using Person correlaton test indicates that the arcus pedis has an insignificant correlation with the running ability (r = -0. Kemampuan lari Hubungan Arcus Pedis dengan Kemampuan Lari Siswa SMP Negeri 23 Makassar Azis Beru Gani*.Vol. sedangkan variabel terikat yaitu kemampuan lari. Penelitian ini menggunakan 155 sampel siswa laki-laki kelas II SMP. Ilhamjaya Patellongi** *Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar **Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara arcus pedis dan kemampuan lari. Hal ini menunjukkan bahwa arcus pedis mempengaruhi kemampuan lari tetapi dalam tingkat korelasi yang rendah.192). The study variable consist of independent variable arcus pedis and dependent variable is the running ability. antara panjang tungkai dan kemampuan lari. II. antara kecepatan reaksi otot dan kemampuan lari. Ilhamjaya Patellongi Abstrak The objective of the study is to investigate the relationship between arcus pedis and running abiliy. Pengukuran arcus pedis dilakukan dengan menggunakan teknik Clarke (footprint). Keywords : arcus pedis and running ability. Kata Kunci : Arcus pedis dan kemampuan lari The Relationship between Arcus Pedis with the Running Ability of the Students at SMP 23 of Makassar Azis Beru Gani. antara daya ledak otot dan kemampuan lari. 141 .192). No. 3 tahun 2009 ARTIKEL ASLI Jurnal Arcus Madani FKM UMI Pedis. Variabel penelitian meliputi variabel bebas terdiri dari : arcus pedis dan kecepatan reaksi kaki.The sample consist of 155 male student of the second yeard of SMP (junior high school). The arcus pedis measurement is conducted with Clarke (footprint) technique. Berdasarkan hasil penelitian dan uji statistik antara arcus pedis dan kemampuan lari didapatkan korelasi yang sangat lemah (r = -0.

Wirhed.. Berbagai penelitian dilakukan.32 detik). seperti olahraga lainnya memerlukan kajian dalam mencari tehnik dan metode untuk menciptakan prestasi juara. yang akan merubah bentuk bagian tersebut dari permukaan yang tidak rata atau miring. Moch Sarengat yang memecahkan rekor lari 100 meter Asian Games (AG) dengan waktu 10. 2006. dimana terdiri dari 2 bagian. merupakan suatu ciri khusus pada manusia yang tak terlihat pada ordo primata yang lain. R. melainkan melengkung membentuk suatu arcus dengan titik tumpu di bagian posterior dan anterior. Datu AR. 1984. Datu AR. 1991. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Pendahuluan Di masa lalu. 142 yaitu bagaimana teknik star yang baik. baik untuk menciptakan prestasi maupun dalam peranannya di bidang kesehatan (Wirhed. Dasar utama dari lengkung-lengkung kaki berasal dari bentuk dan arsitektur tulangnya walaupun ligamenta. Arcus tersebut mengarah ke arah longitudinal dan transversal. Untuk fungsi kedua. 2006). Tiga hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai usaha tersebut. Sekarang prestasi itu sudah sulit diperoleh atlet Indonesia. Noor DM. Olah raga lari.39 detik dan sukses masuk semifinal (16 besar di Olimpiade Los Angeles.24 detik di SEA Games Manila 1981 (Pate. Selain itu. Kajian untuk meningkatkan keterampilan dalam bidang oleha raga perlu terus ditumbuhkembangkan. mengapa prestasi pelari Indonesia tidak sebaik yang pernah dicapai. Di sini diperlukan kekuatan frekuensi langkah kaki dengan mengerahkan kekuatan dan kecepatan gerak langkah dengan suatu kontraksi maksimal. 1988). II. gerakan sprint dan teknik melalui garis finish. (Bajpai. Di kelas putri ada Irene Truitje Joseph pelari 100 meter menempuh 10. 1991.40 detik (1962). Ketiga pokok masalah ini sangat berkaitan dengan bentuk dan sendi tulangtulang kaki (arcus pedis) dengan kemampuan lari. Dua dekade kemudian Purnomo dinomor yang sama memecahkan rekor 10. AS. No.N. Lengkung-lengkung kaki membantu efisien fungsi kaki. tendotendo dan otot-otot juga turut serta dalam membentuk kekuatan dan stabilitas kaki. Untuk fungsi yang pertama kestabilan dan dasar yang luas seperti bentuk piring ceper dibutuhkan. R. Indonesia memiliki beberapa pelari kenamaan di nomor elite.N. ada Henny Maspaitella pelari 200 meter mencatat waktu 24. Lari adalah gerakan berpindah tempat dengan maju ke depan yang dilakukan lebih dari berjalan. Pedis tidak merupakan suatu bidang datar. Kaki manusia yang melengkung. 1) menahan berat badan dan 2) pergerakan berjalan dan berlari (Bajpai. Carr. 1988.Vol.. dan disebut Arcus Pedis Longitudinalis dan Arcus Pedis Transversalis. 2006). 1979). Salah satu kunci untuk menciptakan prestasi atlet juara adalah kemampua berlari yang disertai teknik yang baik. 1984) yang satu-satunya pelari Asia menembus semifinal. Prestasinya diikuti Mardi Lestari yang lolos ke semifinal Olimpiade Seoul 1988 (10.56 detik di SEA Games 1999 Brunei Darussalam. . 2003). kekuatan daya pegas pengungkit dibutuhkan yang dapat meninggikan seluruh tubuh pada caput ossa metatarsalia dan bergerak maju selama berjalan atau berlari selaras dengan fungsi pertama tulang-tulang kaki yang lebar dan lebih kuat (Datu AR.

sudut kelengkungan (arch angle) semakin bertambah pula. Dimana dicari hubungan antara arcus pedis. Dalam penelitian ini akan dianalisa bagaimana hubungan arcus pedis dengan kemampuan lari pada siswa SMP Negeri 23 Makassar. Waktu Penelitian dan Populasi serta sampel Tempat penelitian SMP Negeri 23 Makassar yang juga merupakan populasi yang akan diteliti. 2003). kemudian menemukan metode tentang penentuan arch angle tersebut dan menemukan rata-rata arcus pedis normal bagi mahasiswa tingkat persiapan kurang lebih 420. Tempat. Ini berdasarkan teori bahwa semakin tinggi lengkung kaki.Vol. Bagian lateral pedis juga mengenai lantai oleh karena lengkung longitudinalis lateralis letaknya lebih rendah dan bagian medial tampak kaki tidak menyentuh lantai sebab arcus medial letaknya lebih tinggi. Sedangkan para mahasiswa yang mempunyai arcus pedis antara 300 – 350 dinyatakan orang-orang yang berada pada perbatasan dan harus diadakan pemeriksaan ulang untuk menentukan perlu tidaknya tindakan pengoreksian (Halim NI. Pada Pes Planus sisi medial pedis menyentuh lantai (Datu AR. Hal inilah yang berfungsi sebagai daya pegas pada kaki sehingga dengan kelengkungan arcus pedis yang normal dapat memberikan kontribusi pada kemampuan lari yang lebih baik (Hamill J. Pada penelitian yang dilakukan oleh Bahru (2006) diperoleh korelasi yang signifikan antara arcus pedis dan kemampuan lari yaitu r = -0. 143 Gambar 1. No. Berat Tubuh pada Arcus Pedis Swartz adalah orang pertama yang mencoba mengukur footprint dalam footprint angle. 1992). Clarke . panjang tungkai. 2006). Metode Penelitian Penelitian ini merupakan observasional dengan menggunakan metode cross sectional study. Sedangkan sampel yang dilakukan secara random sampling adalah siswa pria SMP kelas II sebanyak 60 orang. Berat tubuh akan terbagi menjadi dua secara seimbang ke depan dan belakang tapak kaki oleh puncak arcus pedis. Titik tumpu di bagian posterior adalah processus medialis tuberis calcanei dan di bagian anterior dibentuk oleh kedua ossa sesamoidea pada capitulum ossis metatarsalis I serta capituli osseum metatarsalium II – V. Kemudian dengan bantuan fascia plantaris menyebabkan terjadi elevasi arcus pedis yang sering disebut sebagai efek mesin kerek “windlass effect”. II. Clarke berpendapat bahwa seseorang yang mempunyai sudut kurang dari 300 adalah seseorang yang memerlukan koreksi tapak kaki. daya ledak otot dan kecepatan reaksi kaki dengan kemampuan lari pada siswa pria.768 (p < 0.05) dengan menggunakan 60 sampel siswa SD. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Arcus pedis transversalis berbentuk setengah arcus dan menjadi arcus penuh apabila kedua pedis diletakkan berdampingan.

panjang tribusi tidak normal.28 dengan kemampuan lari dilakukan analisis detik. Hasil analisis deskriptif tiap variabel menunjukkan hasil sebagai berikut : Arcus Pedis diperoleh nilai KS-Z = 0.200(* .193 .200 (p < 0.Vol. KL (Y) 144 Hasil Penelitian Dan Pembahasan Hasil Penelitian Analisis data deskriptif dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran umum data penelitian.192 0. tahui keeratan hubungan arcus pedis b. Kemampuan lari diperoleh nilai KSan lari KL) 19 28 77 60 Z = 0.987 155 (*) data tidak berdistribusi normal . maka hal ini menunjukkan bahwa data kemampuan lari tidak Dari tabel 1 di atas dapat diperoleh mengikuti sebaran normal atau berdisgambaran tentang data arcus pedis. II. Kemampuan lari diperoleh nilai rata-rata 9. 0.0 46.058 df Sig.08 12.0 66.000 Sangat lemah pada tabel 2.11 detik dan maksimum 12. Analisis deskriptif dilakukan untuk data arcus pedis. detik. . Data arcus pedis diperoleh dengan standar deviasi 9. No. Rangkuman hasil minimum 7.950. Arcus pedis diperoleh nilai rata-rata 46. 8. 7. b.05).0 16. Rangkuman hasil analisis korelasi arcus Untuk mengetahui apakah data arcus pedis dengan kemampuan lari pedis dan kemampuan lari berdistribusi normal. Kemampu 155 5.77 detik. 99. Hasil Uji normalitas data tiap variabel KolmogorovSmirnov(a) Stati Arcus Pedis Kemampuan lari .05).164 155 . daya ledak otot. Deskripsi data dimaksud untuk dapat menafsirkan dan memberi makna tentang setiap variabel tersebut secara berturut-turut seperti pada tabel berikut ini: Tabel 2. Ra-M Ma Mi Me SD Var maka hal ini menunjukkan bahwa data N nge x n an Arcus 155 50.000 155 .19 analisis data dapat dilihat pada tabel 3. Untuk mengemaksimum 660.410. 0. kecepatan reaksi kaki dan kemampuan lari sehingga lebih mudah di dalam menafsirkan hasil analisis data tersebut. daya ledak otot.000 . Tabel 3. AP (X1) Hasil uji normalitas data dapat dilihat . maka dilakukan pengujian dengan Variabel ro p keterangan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov. nilai korelasi Product Moment.61 arcus pedis mengikuti sebaran normal atau Pedis (AP) 95 41 berdistribusi normal.11 9.885 155 . a. kecepatan rekasi kaki dan kemampuan lari sebagai berikut : Korelasi arcus pedis dan kemampuan lari.0. tungkai.000 (p < 0. standar deviasi 0. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Berdasarkan tabel 2 di atas maka dapatlah diperoleh gambaran bahwa pengu-jian normalitas data dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov Tabel 1. panjang tungkai. nilai minimum 160 dan melalui tes antropometrik. Shapiro-Wilk Stati Df Sig.

Pembahasan Pada penelitian terhadap 155 sampel didapatkan bahwa rata-rata arcus pedis ditemukan 46. Binarupa Aksara. Jakarta. Pada orang yang mempunyai IMT di atas normal (overweight) ternyata memiliki arcus pedis yang lebih kecil dibandingkan yang mempuyai IMT normal (Nordin M & Frankel VH. Athletic Ability & the Anatomy of Motion. Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran UNHAS. Bajpai.. Halim NI.p. Anatomi Musculoskeletal. 2004. No. Namun pada penelitian ini didapatkan tingkat korelasi yang lebih rendah dibandingkan dengan peneliti sebelumnya. 1992. 1984.p. R. hal 108 . Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran UNHAS. Hal ini disebabkan karena sampel yang digunakan tidak memperhitungkan Index Massa Tubuh (IMT). Makassar. Daftar Pustaka Pate R. Hamill J. Dahlan MS. namun untuk kemampuan lari sangat dipengaruhi pula oleh kekuatan otot-otot tungkai dan sendisendi yang terdapat pada tungkai. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Berdasarkan tabel 3 di atas terlihat bahwa hasil perhitungan korelasi Spearman diperoleh nilai r hitung (ro) = -0. Nordin M & Frankel VH. IMT sangat mempengaruhi pembentukan arcus pedis. Tes dan Pengukuran Dalam Bidang Olahraga. Makassar. 2003. Atletik untuk sekolah t.N.. Pada uji korelasi didapatkan hasil bahwa terdapat korelasi antara arcus pedis dan kemampuan lari. maka akan diikuti dengan kemampuan lari yang lebih cepat. Namun pada penelitian ini tetap menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara arcus pedis dan kemampuan lari walaupun pengaruhnya tidak besar.Vol. hal. Lipincott Williams & Wilkins. hal ini seiring dengan penelitian yang dilakukan oleh Bahru (2008). Arcus pedis mempengaruhi kemampuan lari seseorang hanya pada bagian kaki saja sebagai pegas untuk mendorong ke depan. PT Arkans. Philadelphia.p. 2006. Semarang. Jakarta. . 2001). Wirhed R. Dengan demikian jika siswa memiliki arcus pedis yang besar. Maryland. Dasar-Dasar Kepelatihan. London. Osteologi Tubuh Manusia. Noor DM. Jakarta. Biomechanical Basis of Human Movement 2nd ed.192.. Wolfe Medical Publications. 1991. Statistika Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Carr GA. berarti ada korelasi sangat lemah antara arcus pedis dengan kemampuan lari. Lippincott. Ujung Pandang. t.950 hal ini menunjukkan bahwa kurang lebih sama dengan yang ditemukan Clarke dengan menggunakan metode yang sama yaitu 420. 1988. 1979 Pengamatan Cetakan Telapak Kaki Sekelompok Mahasiswa Indonesia. 2001. 163. Datu AR. Basic Biomechanics of the Musculoskeletal System 3rd ed. 2003. 145 . II.114. t.

Hipereaktor . II.36 kali (PR = 0.34 -1.33-2.05.91 kali (PR = 0. Dengan menggunakan sebanyak 173 sampel mahasiswa Fakultas Kedokteran UMI Makassar yang berumur 18-21 tahun tanpa membedakan jenis kelamin dan suku. 146 5 .56).55.79-2.79-2. CPT Hubungan Hiperaktifitas Simpatis Anak Dengan Kelompok Riwayat Hipertensi Ibu Melalui Cold Pressure Test (CPT) Mochammad Erwin Rachman Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar Abstrak Hubungan hiperkatifitas simpatis anak dengan kelompok riwayat hipertensi ibu melalui test Cold Pressure Test (CPT).87 kali (PR = 0. Penelitian kami bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh riwayat hipertensi ibu terhadap hiperaktifitas simpatis anak.0 yang hasilnya berupa persentase dan tingkat resiko disajikan dalam bentuk tabel dan diagram dengan tingkat kemaknaan p=0. kemudian kelompok anak dengan riwayat ayah hipertensi sebesar 32% atau 0.51-1. Kata kunci : Hipertensi.84 kali (PR = 0.05). No. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dari resiko hiperatifitas simpatis terbesar adalah kelompok anak yang mempunyai ibu hipertensi yaitu 50% atau 1.34). Hipertensi. selanjutnya kelompok anak dengan riwayat ayah dan ibu hipertensi sebesar 33% atau 0. kelompok riwayat keluarga hipertensi. CPT.59 kali (PR = 0.Vol. disusul oleh kelompok anak yang mempunyai riwayat keluarga hipertensi sebesar 42 % atau 1. Jenis penelitian adalah crossectional study dengan pengolahan data menggunakan program Windows SPSS version 12. Terkecil adalah kelompok anak tanpa ada riwayat hipertensi sebesar 24% atau 0. 3 tahun ARTIKEL ASLI 2009 Jurnal Madani FKM UMI Hiperaktifitas Simpatis.34). Kesimpulan : Bahwa anak yang mempunyai hubungan riwayat hipertensi ibu akan lebih besar menderita hipeaktifitas simpatis dibandingkan kelompok riwayat hipertensi lainnya.

33-2. then factor of hypertension father is equal to 32 % at risk to 0. penyakit ini menjadi pembunuh nomor satu. Conclusion : There are relation influence of factor generation Hypertension Mother more is influential compared by factor of other group. (Nitemberg at all. by using 173 sample of student Medical Faculty of University Indonesia Moslem Macassar which old age 18-21 year without reference to difference type of gender and tribe. This research represent the its dataprocessing Crossectional study use the Windows SPSS version 12.1%. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI The Relation Of The Symphatetic Hyperactivity Of Child With The Group History Hypertension Mother Fellow Through The Method Cold Pressure Test (CPT) Mochammad Erwin Rachman Abstract The relation the simphatetic hyperactivity of child with the group history hypertension mother fellow through the method cold pressure test (CPT). Group of family fellow Hypertention. dan akibat jangka panjang yang ditimbulkan mempunyai konsekuensi tertentu.9%.From group of hypertension mother is later then caught up by a family history of equal to 42% at risk to 1.84 times (PR = 0. then factor of father and mother equal to 33% at risk to 0. tahun 1981 147 merambat sampai 9.87 (PR = 0.595 (PR = 0. CPT.34 -1.adanya peranan respon system saraf simpatis yang berlebihan (hiperaktifitas simpatis) akan memicu peningkatan resistensi total pada . II.79-2.56).05). Di berbagai negara maju maupun berkembang lebih dari 25 ahun. Seperti telah diketahui bersama dibeberapa literature . karena angka prevalensi yang tinggi. No. Our Research try to prove the mentioned .36 times (PR = 0. tahun 1986 melonjak menjadi 16% dan tahun 1995 meningkat menjadi 19%.0 with the percentage and result of test Crosstabulation seenly is risk estimate that 50 % with the risk value of a child will be more be big experience of the simphatic hyperactivity (hiperactor) equal to 1. Tahun 1975 kematian akibat kardiovaskuler 5. and last of factor nonriwayat is equal to 24% at risk to 0.Vol.91-3. 2994) Hasil survei kesehatan menunjukkan lonjakan kematian akibat penyakit kardiovaskuler dengan proporsi penyakit tersebut mening-kat dari tahun ke tahun.71). Hipereactor .51-1.91 times (PR = 0. Keyword : Hypertension.55).34) . Pendahuluan Hipertensi merupakan masalah kesehatan penting bagi dokter yang bekerja pada pelayanan kesehatan primer.

Irfan & Agnes. No. 1994) Salah satu faktor yang sangat beresiko menyebabkan hipertensi adalah riwayat hipertensi keluarga. serta jika . Secara fisiologis adanya perang-sangan suhu dingin akan merangsang pusat pengatur suhu di Hipothalamus anterior. 2002.. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membuktikan korelasi peningkatan hiperaktifitas simpatis pada seorang anak kelompok penderita hipertensi ada atau tidak.Vol. usia. II. V Lascaux-Lefebvre (1999) menemukan terdapat relasi antara riwayat hipertensi pada orang tua sebelum berumur 60 tahun dengan hipertensi keturunannya. dimana pada test sederhana ini 148 parameter yang digunakan berupa adanya peningkatan kerja dari sistem saraf simpatis yang disebut dengan Hipereaktor yang timbul pada saat lengan subjek dicelupkan pada air dingin dengan suhu 3-5o C selama 30 detik. berupa pola dan gaya hidup yang tidak sehat. 1991). (Ganong. 2005). Disamping itu. 2005). test ini mendeteksi pening-katan tekanan darah subjek akan meningkat pada umur pertengahan (40 tahun keatas). kami akan mencoba membuktikan korelasi ada tidaknya hubungan antara factor kelompok turunan hipertensi dari orang tua dan keluarga yang kemungkinan akan diderita oleh anak untuk menimbulkan hiperaktifitas system saraf simpatis yang mana hal ini berhubungan dalam patomekanisme untuk timbulnya hipertensi pada anak dikemudian hari. yang akan mempengaruhi pusat vasomotor di batang otak. Sidabutar et. Hipertensi disebabkan oleh multifaktorial. Carol et all (1996) dan Fumiyagi Kasogi (1995). (3) CPT adalah test sederhana dan dapat dilakukan dimana saja . akibat komplikasi beberapa penyakit tertentu. dengan cara mem-beri stimulus fisiologis external berupa suhu dingin. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI pembuluh darah perifer melalui perangsangan pada reseptor α-1 adrenergik yang terutama pada pembuluh darah arteriole. Untuk hal tersebut. maka hal tersebut akan menyebabkan terjadinya hipertensi. serta adanya factor keturunan/genetic dari orang tua kepada anaknya. apabila tidak dicegah faktor-faktor penyebab terjadinya hipertensi (Irfan & Agnes. kami menggunakan percobaan Cold Pressure Test (CPT) atau Test Pendinginan. perangsangan system saraf simpatis akan menyebabkan peningkatan kerja jantung berupa peningkatan curah jantung melalui reseptor β-1 agrenergik yang peka terhadap norpineprin. kemudian melalui sistem saraf simpatis untuk meningkatkan tonus pembuluh darah arteri dan arteriole serta kerja dari jantung untuk meningkatkan tekanan darah (Gayton. kemudian apakah hiperaktifitas simpatis tersebut akan menjadi lebih besar untuk terkena hipertensi dikemudian hari atau tidak masih perlu pemantauan subyek lebih lanjut sampai subjek mencapai umur kans resiko menderita hipertensi yaitu usia pertengahan (40 tahun keatas). Dengan demikian. all. Relasi itu bahkan lebih nyata lagi pada orang yang kedua orang tuanya mempunyai riwayat hipertensi dibandingkan orang yang kedua orang tuanya tidak mempunyai riwayat hipertensi (Markum. Test ini akan menstimulasi saraf simpatis sehingga dapat ditentukan apakah saraf simpatis hiperaktifitas atau tidak. 1991. 1991. yang dapat mengukur adanya hiperaktifitas simpatis. Pada tulisan penelitian ini . Gayton.

ibu yang hipertensi ( I+) sebanyak 26 sampel. dari keluarga yang hipertensi (K+) sebanyak 40 sampel. tekanan darah dan nadi diukur kembali dengan memakai sphygmanometer digital. kami menggunakan 173 sampel dari hasil pemeriksaaan Cold Pressure Test (CPT) selama 30 detik pada subyek mahasiswa Fakultas kedokteran UMI yang berumur berkisar 18 – 21 tahun pada tahun 2004-2005. dimana dari data semuanya menunjukkan hubungan yang lemah antara faktor turunan hipertensi dari orang tua kepada anaknya terhadap peningkatan hiperaktifitas sistem saraf simpatis (hiperpereaktor). ayah dan ibu. selanjutnya dilakukan kegiatan posttest berupa test pendinginan dengan perendaman lengan subjek sampai sedikit diatas siku dalam wadah 149 menggunakan air dingin bersuhu 3-5o C. Tempat penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar yang menggunakan subjek penelitian adalah mahasiswa-mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar sebanyak 173 sampel. Perubahan sistolik maupun diastolik saat perendaman ini akan dibandingkan dengan tekanan darah istirahat. Dalam penelitian ini diawali dengan pelaksanaan pembagian kuisoner riwayat hipertensi pada populasi subjek. maka test ini diharapkan dapat menjadi salah satu metode sederhana untuk mencegah sedini mungkin untuk timbulnya hipertensi dikemudian hari bagi yang mempunyai riwayat hipertensi dari orang tua. menjadi : Kelompok subjek dengan riwayat hipertensi dari ayah. Pada penelitian ini. melalui test pendinginan (CPT).Vol. Dari tabel dan grafik terlihat bahwa dari pengolahan data dengan melihat hasil Chi-Square semua kelompok (5) sampel. Sebelumnya. subjek diminta untuk istirahat 10 menit lalu diukur tekanan darah istirahatnya dengan menggunakan sphygmanometer digital sebagai pretest. Metode Penelitian Penelitian ini adalah Crossectional Study. yang sebelumnya menandatangani informed consent yang telah disiapkan. yang membandingkan reaksi hiperaktifitas simpatis berupa hipereaktor pada kelompok subjek yang mempunyai riwayat hipertensi dari orang tua maupun keluarga. kami membagi sampel menjadi 5 kelompok berdasarkan riwayat turunan hipertensi kedua atau salah satu orang tua serta yang tidak mempunyai riwayat : Ayah yang hipertensi (A+) sebanyak 43 sampel. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI test ini dapat membuktikan hal tersebut. No. dan yang tidak memiliki faktor keturunan non-hipertensi sebanyak 49 sampel. ibu. yang kemudian diadakan pengelompokkan berdasarkan ada dan tidaknya riwayat hipertensi dari orang tua dan keluarga. Setelah lengan subjek direndam. keluarga. Ayah dan ibu hipertensi (AI+) sebanyak 15 sampel. setiap 30 detik. apakah ada hipereaktor atau hiporeaktor. Dengan melihat resiko estimasi terlihat bahwa nilai resiko seorang anak akan lebih besar mengalami . Hasil Penelitian Pada penelitian ini. dengan usia berkisar 1821 tahun tanpa memandang perbedaan jenis Kelamin. II. dan tanpa riwayat hipertensi .

9 + 56.34-1.79 (0.05) terhadap hiperaktivitas saraf simpatis pada anak.595 PR (0.91 0.595 (PR = 0.36 kali (PR = 0.06 (P) 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Ayah + Ibu + Ayahibu Keluarga + + non Hiper normal Berdasarkan prosentase yang meng-alami hiperaktifitas simpatis (hipereaktor) terlihat bahwa . dan terakhir faktor nonriwayat sebesar 0.34 ).2 17.6 + 155.2 + 64.7 9. dengan signifikan (p>0. No. karakteristik dan hasil sampel penelitian Variabel Sampel (n) Gender(L/P) Ibu (+) 26 6/20 Ayah Ibu (+) 15 7/8 Ayah ( +) 43 23/20 Keluar Non ga (+) riwayat 40 49 16/24 23/26 kelompok sampel dengan riwayat hipertensi dari ibu sebesar 50 %.33 (0. Lemne CE dan Hansen HS et all.91 kali (PR = 0.5 + 19.9 13.3 + 49. Tabel 1.5 + 7.3 49.3 9.87 0. kemudian riwayat keluarga sebesar 42%.33-2. Studi lain yang dilakukan oleh Kellogg (1981) dan Hansen (1992) menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat hipertensi keluarga dengan peningkatan tekanan darah pada anak yang menjelang dewasa Umur (Thn) 19.94 0.55) 2. lalu faktor ayah dan ibu sebesar 0.67 0.27 0. Kellogg FR et all.71) 2.78 0. Hasil penelitian ini didukung oleh adanya studi yang dilaku-kan oleh Kuznetsova T et all tentang kecen-derungan pengaruh maternal lebih besar daripada paternal pada pembesaran ventrikel kiri seorang anak (Kuznetsova.6 + 19.8 + 160.5 + 0.91-3.4 BB (kg) 5. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI hiperaktifitas simpatis (hiper-aktor) sebesar 1.80 0. lalu faktor ayah hipertensi 0.84 kali (PR = 0.Vol.5 + 52. Musante (1990) dari hasil studinya mengemukakan bahwa terdapat pengaruh riwayat hipertensi keluarga terhadap reaktivitas kardiovaskuler pada anak.5 + 19.91 .3 19.05) Chi-Square 0.9 CPT 30 dtk 13 5 5 14 17 12 Hipereaktor (50%) (33%) (32%) ( 42% ) ( 24 % ) Hiporeaktor 13 10 29 23 37 (50%) (67%) (68%) ( 58 %) ( 76 % ) 1. II.08 0.56) 1.51-1.6 11.5 + 19.36 0. 2002) dan oleh beberapa studi sebelumnya antara lain Musante et al.6 + 49.1 7. Kemudian disusul riwayat keluarga sebesar 1.79-2.99 0.99 TB (cm) 155. nilai prosentase tertinggi di alami oleh 150 .05 ). lalu riwayat ayah sebesar 32 %.55). dengan menggunakan metode forehead cold stimulation (Thomas et all.(0.71) dari kelompok ibu hipertensi.(0.34 3.5 + 160.9 + 9.87 1.51 . 2000).87 (PR = 0. Kemudian disusul riwayat ayah dan ibu sebesar 33%. Diskusi Dari hasil penelitian kami dapat dilihat bahwa faktor riwayat hipertensi ibu nampaknya lebih berpengaruh untuk bisa meningkatkan hiperaktifitas sistem saraf simpatis yang disebut hipereaktor pada anak dibandingkan dari riwayat hipertensi ayah maupun non riwayat baik dilihat dari resiko estimasi maupun secara prosentase yang dapat dilihat pada tabel di atas.34) 1.56). dan terakhir adalah non-riwayat sebesar 24 %.84 0. Walaupun faktor keturunan hipertensi mempunyai hubungan yang lemah.

1981.. 1995. Guyton AC.. Am J Dis Child . Kelsey. 2002). Hansen HS. . 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI (Musante. 1990. 1991. Penerbit Buku Kedokteran Jakarta. 151 Daftar Pustaka Ganong WF. Irfan. 1992. Tetapi hal ini perlu di telusuri lebih lanjut dengan menambah jumlah sampel penelitian maupun pada populasi yang lain . Walaupun kemungkinan hal ini dikaitkan dengan adanya factor turunan kromosom pada DNA mitokondria ibu yang dominan melalui proses fertilisasi. dalam Jurnal Penelitian Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Lange EGC. Kesimpulan Faktor riwayat hipertensi ibu lebih berpengaruh untuk bisa meningkatkan hiperaktifitas sistem saraf simpatis (hipereaktor) pada anak dibandingkan dari riwayat hipertensi ayah maupun non riwayat melalui metode Cold Pressure Test (CPT). 10(7): 677-82 Kellogg FR et all.Vol. 2005. Tetapi hal ini terutama berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Lemne (1998) pada anak-anak diatas 12 tahun. Homeostatis Cardiovascular dalam keadaan Sehat dan Sakit dalam Buku Fisiologi Kedokteran. 36(6): 1013-7. No. et all. Lemne CE. 2000). 1998. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran . dimana mitokondria sel sperma tidak dapat masuk ke dalam sel telur ibu seperti halnya penjelasan studi oleh Kuznetsova T et all.. Lange EGC. II. 1981. 16(9): 1243-8. dimana riwayat hipertensi ayah mempengaruhi peningkatan tekanan darah anak (Hansen. Lamne. 615 – 16. Blood Pressure and Cardiac Structure in Children with a Parental History of Hypertension: The Odense Schoolchild Study. 1992). Consistency of Hemodynamic Responses to Cold Stress in Adolescents Hypetension . Edisi Revisi. Hipertensi dalam Buku Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. 2002. American Heart Association : 69-74. 2002. Hypertension. J Hypertensi . Idris. Hubungan Peningkatan Hiperaktifitas Simpatis dengan Kejadian Preeklampsia dan Hipertensi Pada Ibu Hamil. Influence of Familial History of Hypertension on Blood Pressure During Adolescence. 2000. serta metode alat yang lebih mendukung untuk dapat menjelaskan tentang apakah memang faktor turunan hipertensi ibu lebih berpengaruh dibandingkan faktor ayah dalam peningkatan hiperaktifitas simpatis pada anak. tentang kecenderungan pengaruh maternal lebih besar daripada paternal pada pembesaran ventrikel kiri seorang anak (Kuznetsova. J Hypertens. hal.135(11) : 1047-9 Kelsey et all. Agnes B. Increased Blood Pressure Reactivity in Children of Borderline Hypertensive Fathers. Edisi 20 . Hipertensi. Maternal and Parental Influences on left Ventricular mass of offspring. Kellogg. Kuznetsova T et all. Belum ada teori maupun studi sebelumnya yang secara mendetail menjelaskan bahwa faktor ibu yang lebih berpengaruh dibandingkan ayah dalam meningkatkan hiperaktifitas simpatis pada anak..

Family history of hypertension and cardiovascular reactivity to forehead cold stimulation in black male children. 88(3) : 300-4. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Uviversitas Indonesia. Wiguno P. 315 – 16. 453-8. Department Of Physiology. Rajashekar RK. dalam Buku Ajar Farmakologi dan Therapi. all. Saint V. Medical Journal . 1995. Endothelins and Endothelin Receptor Antgonist. Edisi 4 . Sidabutar RP . II. Blood Pressure Response To Cold Pressure Test in Siblings Of Hipertensión. Lusher. Jilid II. 1991. Mathias B. Hipertensi Sistemik. France .Vol. Cheula D. Markum AH. Kasturba Medical College. 1994.. The Cold Pressure test Is Predictor Of the Severirty Of Hipertensión. Jakarta . 2004. Penerbit Bagian Ilmu Kesehatan Anak Facultas Kedokteran Universitas Indonesia. “Epicardial Coronary Arteri Contruction Cold Pressure Test is Predictive of Cardiovascular Events” In Hipertensión patients UIT Angiographically Normal Coronary Arteries and Without Other Major Coronary Risk Factor. Circulatio . Jilid I. 152 . Anthony I. 102 . 34(1) : 111-6. 2434 – 40. 47(4) . Thomas F. 2000. Antihipertensi. 1990. Nivedhita Y. Centre Hospitalier Universty Jean Verdier. Setiawan A et. 205-6.. J Psychosom Res . dalam buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. Balai Penerbit FK-UI. 2003. Ghosh S. Musante L et all. 639. Mangalore. 1995. Hipertensi Essencial dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 115-23. 173(1) . India . No. Nitemberg A. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Loyke HF. Jakarta .

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan kesehatan mental dan perilaku merokok dengan kejadian sindrom metabolik.2%). 3 tahun 2009 ARTIKEL ASLI Merokok. dengan lama merokok singkat (75%). Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang berobat jalan di RSUP Dr. Variabel kesehatan mental dianalisis dengan menggunakan uji statistic chi-square. Kata kunci : sindrom metabolik. II. Untuk kesehatan mental diperoleh nilai P = 1. Sampel penelitian adalah pasien rawat jalan baru yang berkunjung di bagian Poliklinik Endokrin. No. merokok. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling yaitu sebanyak 140 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional. Kesehatan Jurnal Madani FKM UMI Mental. Harlina dan Lucianne Drusilla Rante Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Abstrak Tingginya prevalensi sindrom metabolik disebabkan oleh faktor gaya hidup dan lingkungan. yang merokok umumnya adalah perokok berat (91. merokok filter (75%). Penelitian ini menyarankan perlunya dilakukan suatu penelitian yang lebih mendalam mengenai pengaruh kesehatan mental terhadap kejadian sindrom metabolik.05) yang berarti tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan mental dengan kejadian sindrom metabolik.Vol. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar responden yang mengalami sindrom metabolik tidak merokok (80.000 > α (0. Data diolah dengan menggunakan program SPSS dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Wahidin Sudirohusodo Makassar 2009 Nurhaedar Jafar.7%). kesehatan mental 153 . Sindrom Metabolik Perilaku Merokok dan Kesehatan Mental Pasien Rawat Jalan Sindrom Metabolik di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.

gaya hidup dan faktor genetik. smoking Pendahuluan Sindrom metabolik adalah sekelompok kelainan metabolik baik lipid maupun nonlipid yang merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner.600.Vol. Mental health variable was analyzed statistic with chi-square test. Key words : Metabolic syndrome. The analysis result showed that P Value (P=1. Data was processed using SPSS program and presented in table and narration.000) higher than α value ( α=0. Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar 2009 Nurhaedar Jafar. the smoker commonly heavy smoker (91. Berdasarkan laporan NCHS tahun 2005 prevalensi merokok (18 tahun keatas) adalah 46. dan glukosa plasma yang abnormal (Adriansjah. & Adam. The study population was all visitor of Endocrine polyclinic in Dr. 2006). Salah satu komponen gaya hidup yang merugikan kesehatan adalah merokok dan konsumsi alkohol. Di Indonesia. WHO melaporkan bahwa Indonesia adalah salah satu dari .900. short smoking period (75%). Sindrom Metabolik (SM) berkaitan erat dengan faktor penyebab obesitas seperti pola makan. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Smoking Behavior and Mental Health with Metabolic Syndrome OutPatient in Dr. kurang olah raga.7%). This study suggest that it is necessary to be done a further study that more deep about the effect of mental health with metabolic syndrome.000 laki-laki dan 20.4 % dari 3. The study sample was the new out-patient visiting in Endocrine polyclinic..700. 2008. yang terdiri atas obesitas sentral. C. penelitian yang dilakukan oleh Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) didapatkan prevalensi sindrom metabolik dengan menggunakan criteria the National Cholesterol education 154 Program (NCEP) Adult Treatment Panel (ATP) III sebesar 24. this means that there was no association between mental health disorder and metabolic syndrome.000 wanita)3 American Hearth Association. 2006). Harlina dan Lucianne Drusilla Rante Abstract The high prevalence of metabolic syndrome is caused of lifestyle and environment factors.000 (25. II.05). filter cigarette (75%). Sampling was done by accidental sampling with 140 samples. dislipidemia aterogenik (kadar trigliserida meningkat dan kadar kolesterol high density lipoprotein (HDL) rendah).2%)..429 populasi yang diteliti (Sartika. No. hipertensi. This study was an descriptive study.Wahidin Hospital. This study was aimed to know the association of mental health and description of smoking behavior with metabolic syndrome. Mental health. The study result showed that most of respondent having metabolic syndrome did not smoke (80.

Wahidin Sudirohusodo Makassar. Sampel adalah pasien rawat jalan baru yang berkunjung ke bagian Poli Endokrin. Prevalensi perilaku merokok di kalangan orang dewasa juga semakin meningkat (tahun 1995 sebesar 26. Prevalensi tertinggi terdapat di provinsi jawa barat (20%) dan terendah di kepulauan Riau (5.Vol. Studi eksperimental yang baru menunjukkan bahwa merokok dapat merusak kerja insulin secara akut. dan sampel penelitian 155 Penelitian ini dilaksanakan di Poli Endokrin RSUP Dr. Penelitian ini ditujukan untuk memperoleh informasi tentang hubungan kesehatan mental dan gambaran perilaku merokok dengan kejadian sindrom metabolik. dan hampir semuanya merokok di dalam rumah ketika bersama anggota RT lainnya.1%) (Riskesdas. Kuesioner mencakup pertanyaan tentang perilaku merokok dan keadaan kesehatan mental Selain itu dilakukan pula pengukuran antropometri pasien berupa penimbangan berat badan. pengukuran tinggi badan dan lingkar perut. Karakteristik Responden Tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar kelompok umur yang . Data hasil Riskesdas 2007 menunjukkan bahwa prevalensi nasional gangguan mental emosional pada penduduk yang berumur ≥ 15 tahun sebanyak 11.6%. Bahan dan Metode Lokasi. populasi. psikologis dan perilaku. Data kesehatan mental dianalisis dengan uji statistic chisquare.9% dan tahun 2004 sebesar 35%). Jumlah sampel yang diambil sebanyak 140 orang dengan pengambilan sampel secara accidental sampling yaitu mereka yang datang pada saat penelitian berlangsung dan bersedia untuk diwawancarai. Sebanyak 70% penduduk Indonesia adalah perokok aktif dan dilihat dari sisi Rumah Tangga (RT) 57% memiliki anggota RT yang merokok. Hasil Penelitian 1. Bahkan yang lebih memprihatinkan adalah masyarakat mulai merokok sejak usia 8 tahun (Nuryati. 2009). Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien yang berobat jalan di RSUP Dr. Kesehatan mental dinilai berdasarkan Riskesdas dan Mini Neuropsychiatri. 2008). Wahidin Sudirohusodo Makassar. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI lima negara yang terbanyak perokoknya di dunia. pada subjek baik yang sehat maupun pada pasien Non-insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) (Targher et all. Lokasi ini dipilih mengingat poli ini merupakan pusat pelayanan rawat jalan yang di dalamnnya mencakup bagian Diabetes dan Hipertensi. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan program SPSS 12 dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel.. II. Pengumpulan Data Pengumpulan data sekunder berupa hasil pemeriksaan laboratorium pasien dan data primer berupa wawancara dengan menggunakan format kuesioner. Kejadian sindrom metabolik juga tidak lepas dari pengaruh lingkungan. Faktor lingkungan yang di maksud terkait dengan kondisi kesehatan mental khususnya stres yang dialami penderita sindrom metabolik yang dapat mengakibatkan berbagai gangguan seperti gangguan fisiologis. No. 2007).

Berdasarkan lama merokok. meningkatkan kadar LDL serta merangsang hormon katekolamin yang bersifat memacu jantung dan tekanan darah. Tabel 3 menunjukkan bahwa responden yang mengalami gangguan mental berdasarkan Mini Neuropsychiatric sebagian besar mengalami sindrom metabolik yaitu 77. Pembahasan 1.6%) sedangkan berdasarkan pendidikan.Vol.6% responden yang merokok. Berdasarkan status merokok.000 > 0. Jantung tidak . sebagian besar responden yang mengalami sindrom metabolik (SM) umumnya tidak merokok yaitu 80.4%).000 > 0.05 maka hipotesis nol diterima. yang mengalami sindrom metabolic yaitu 77. sebagian besar menderita sindrom metabolik 156 yaitu 78. Hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya hidup dan lingkungan disamping faktor genetik. Hasil analisis statistik dengan chi square diperoleh nilai p = 1. sebagian besar responden yang menderita sindrom metabolik lama merokoknya singkat (< 10 tahun) yaitu 75%. 3. Hal ini berarti tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan mental menurut Mini Neuropsychiatric dengan kejadian sindrom metabolik. Perilaku Merokok Sindrom metabolik merupakan kumpulan gejala metabolik yang juga merupakan salah satu faktor risiko yang manifestasi akhirnya adalah penyakit kardiovaskuler. Persentase tertinggi yang mengalami sindrom metabolic adalah jenis kelamin perempuan (78. yang mengalami SM sebagian besar merupakan perokok berat (konsumsi ≥ 20 batang/hari) yaitu 91. Salah satunya komponen gaya hidup adalah merokok. sedangkan yang tidak mengalami sindrom berumur < 40 tahun yaitu 57. yang mengalami sindrom metabolik adalah yang berlatar pendidikan diploma (95. diabetes mellitus. Jenis rokok yang dikonsumsi oleh responden yang menderita SM sebagian besar adalah berfilter yaitu 75% sedangkan yang tidak mengalami SM sebagian besar mengkonsumsi rokok non-filter (30%).1%. dan obesitas.5% sedangkan yang tidak mengalami gangguan mental sebanyak 21. No. Dari 38.2%.7%.5% yang tidak mengalami sindrom metabolik. Jenis pekerjaan responden yang mengalami sindrom sebagian besar adalah pedagang (100%). Merokok diketahui dapat menurunkan jumlah kolesterol HDL.05 maka hipotesis nol diterima. Perilaku Merokok Tabel 2 menunjukkan komponen perilaku merokok. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI mengalami sindrom metabolik adalah yang berumur 40-49 tahun yaitu 87%. umur. jenis kelamin.8%. 2.5%.2%) sedangkan yang tidak mengalami sindrom adalah sarjana (32. ini berarti bahwa tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan dengan kejadian sindrom metabolic berdasarkan kriteria Riskesdas. Kesehatan Mental Tabel 3 menunjukkan bahwa responden yang mengalami gangguan kesehatan mental berdasarkan Riskesdas. sedangkan yang tidak mengalami sindrom metabolik sebagian besar berprofesi sebagai IRT (20%). hiperkolesterol. Hasil analisis dengan Uji Chi Square diperoleh nilai p= 1. II. Sedangkan yang tidak mengalami gangguan mental.

resistensi vascular akan meningkat. Lama kebiasaan merokok merupakan dose response terhadap kejadian sindrom metabolik. Variabel jumlah rokok yang dihisap setiap hari lebih menggambarkan efek kumulatif dari bahan beracun yang terkandung dalam rokok dibandingkan dengan lama kebiasaan merokok. 2004). yang berakibat timbulnya hipertensi yang merupakan faktor risiko sindrom metabolic (Kabo. bukan lamanya seseorang merokok (Soeharto.7%. karena semakin lama merokok dan banyaknya yang dihisap/dikonsumsi. sedangkan yang tidak SM sebagian besar telah lama merokok ( ≥10 tahun) yaitu 26%. Berdasarkan jenis rokok yang dikonsumsi. 2004). Hanya 74. tetapi masih membutuhkan waktu lebih lama untuk menilai kegunaan cara tersebut. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI diberikan kesempatan beristirahat dan tekanan darah semakin tinggi. Yang terpenting dalam rokok adalah jumlah batang rokok yang dikonsumsi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar responden yang mengalami sindrom metabolik tidak merokok. perempuan 14%). namun apabila perokok mengambil hisapan lebih besar sehingga pemaparan ke berbagai komponen asap rokok yang 157 berbahaya namun tidak mnurunkan risiko karena rokok yang berfilter memberikan banyak CO daripada rokok nonfilter (Humranengsi. Sedangkan yang tidak SM 25. Zat yang dapat menyebabkan tekanan darah meningkat adalah nikotin. 2008). . Orang yang merokok > 20 batang sehari dapat mempengaruhi atau memperkuat dua faktor risiko utama (Hipertensi dan hiperkolesterolemia) (Anwar.1% responden yang merokok. Berdasarkan lama merokok diperoleh bahwa persentase tertinggi responden yang mengalami SM adalah yang lama merokoknya singkat ( <10 tahun) yaitu 75%. Penelitian yang dilakukan oleh Wardoyo (1999) yang mengatakan bahwa rokok sangat berpengaruh terhadap hipertensi dimana pengaruhnya bukan hanya karena merokok tetapi sangat dipengaruhi oleh lamanya dan jumlah merokok. merangsang saraf simpatis dan diikuti oleh pelepasan epinerfin sehingga denyut nadi cardiac output. II. 2002). maka tekanan darah akan meningkat dalam waktu yang lama pula. umumnya responden yang mengalami sindrom metabolik menggunakan rokok filter (sigaret ) yaitu 75%. dan tekanan darah pun meningkat secara intermitten (Jallo. Hasil penelitian “ Lipid Research Program Prevalence Study” menyebutkan bahwa yang paling penting adalah jumlah rokok yang dikonsumsi dibandingkan lamanya seseorang merokok (Anwar. 2006). Angka kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan merokok sigaret hampir bekorelasi linier dengan jumlah batang rokok yang dihisap setiap hari dan tahun pemakaian.9 % yang merokok. 2004). Maraknya penggunaan filter dan sigaret yang “ rendah tar dan nikotin” telah mengurangi risiko secara nyata. sedangkan yang tidak sindrom adalah perokok ringan (31%). dan bahkan cenderung untuk menetap. Merokok ≥ 20 batang/hari akan menurunkan HDL (laki-laki 11%. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar reponden yang merokok dan mengalami sindrom metabolik umumnya adalah perokok berat (konsumsi > 20 batang/hari) yaitu 91. Walaupun adanya penggunaan filter.Vol. No.

Salah satu gangguan kesehatan mental berupa terganggunya pola tidur atau tidak dapat tidur lelap. baik aspek fisik. (2005) yang mendapatkan usia lanjut yang mengalami gangguan tidur sangat banyak. Gangguan kesehatan mental ini juga timbul akibat faktor umur dari responden Akibat proses menua pada usia lanjut mengalami berbagai perubahan yang terjadi secara alami. Pada tabel 3 dapat dilihat bahwa jumlah antara responden yang mengalami gangguan mental dan tidak mengalami gangguan mental baik yang sindrom metabolik maupun yang tidak sindrom metabolik menunjukkan angka yang tidak terlalu menonjol atau hampir sama.3%). psikis dan sosial. gelisah. Hal ini didukung oleh penelitian oleh Tety S. Gangguan pola tidur ini dapat diakibatkan oleh meningkatnya hormon stres dalam tubuh yang kemudian akan mengganggu jalannya metabolisme . Kesehatan Mental Hasil penelitian diperoleh bahwa berdasarkan kriteria Riskesdas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang mengalami gangguan mental.5%) maupun tidak mengalami gangguan mental (77. maka ditemukan 38. berdasarkan kriteria Mini Neuropsychiatric 158 menunjukkan persentase responden sindrom metabolik yang mengalami gangguan mental (77. akan tetapi hasil penelitian ini menunjukkan lebih banyak responden sindrom metabolik yang mengalami gangguan mental. Walaupun dari analisis uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan mental berdasarkan riskesdas dengan kejadian sindrom metabolik. Ini menunjukkan bahwa keadaan kesehatan mental berdasarkan Mini Neuropsychiatric tidak menentukan seseorang mengalami kejadian sindrom metabolik. sedangkan yang tidak mengalami gangguan mental yang mengalami sindrom metabolik juga tinggi yaitu 77. Dari hasil penelitian pada tabel 3. Banyak gejala yang berhubungan dengan kesehatan mental akibat dari adanya sindrom metabolik sehingga menimbulkan rasa cemas. Dari analisis dengan menggunakan uji chi square diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara variabel keadaan kesehatan mental dengan kejadian sindrom metabolik. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI 2. 78. Hal ini sesuai dengan teori bahwa gangguan mental yang berkepanjangan akan mengakibatkan seseorang mengalami kejadian sindrom metabolik. dan ketakutan berlebihan pada responden. Dari analisis yang menggunakan chi square diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara keadaan kesehatan mental berdasarkan riskesdas dengan kejadian sindrom metabolik. sehingga angka yang hampir sama inilah yang mempengaruhi variabel keadaan kesehatan mental berdasarkan riskesdas tidak mempunyai hubungan dengan kejadian sindrom metabolik. II.Vol. 2007).0%) berpeluang untuk mengalami sindrom metabolik.5%) lebih kecil dibandingkan dengan responden yang sindrom metabolik tetapi tidak mengalami gangguan mental (78. No.5% mengalami sindrom metabolic. khawatir.5% usia lanjut yang mengalami gangguan mental-emosional yang paling banyak dijumpai adalah gangguan sulit tidur.0%. Berdasarkan indikator gangguan mental-emosional (Depkes RI. artinya responden yang mengalami gangguan mental (78.

Pola tidur merupakan suatu kebiasaan yang terbentuk dari suatu proses namun pola tidur seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor kelelahan dan faktor psikologis. 4:0854-7165 American Hearth Association. kurang konsentrasi dan lain-lain (Sundari. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI sehingga detoksifikasi (proses penetralan racun dalam tubuh) tidak berjalan sebagaimana mestinya. Setelah bekerja keras seharian. Anwar. II. 2006. pengertian.Vol. H. yaitu tubuh menjadi lesu. baik fisik maupun emosional menyebabkan kenaikan sementara pada tekanan darah namun bila stres tersebut menjadi kebiasaan yang menetap dalam kepribadian seseorang setiap hari. 2005). Jakarta . Forum Diagnosticum. 2004. epidemiologi dan kriteria diagnosis. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa bahwa seseorang yang tidur dibawah 6 jam sehari atau kurang tidur akan berdampak pada stamina tubuhnya. namun faktor gaya hidup dan genetik juga berpengaruh (Adriansjah & Adam. Hasil penelitian lain yang dikemukakan oleh Leonard Marvyn (1995) yang menyatakan bahwa stres. No. seseorang yang mengalami kelainan psikologis. Modul entry data kuesioner Riskedas. 2007.. 159 Kesimpulan dan Saran Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa responden yang mengalami sindrom metabolik (SM) sebagian besar tidak merokok. sering merasa khawatir menyebabkan gangguan pada dirinya sehingga kesulitan untuk tidur. 2008. menyebabkan hipertensi yang menetap. Update At Glance. Sindroma metabolik. umumnya seseorang akan lebih mudah dan cepat merasa ngantuk dan tertidur. Depkes RI. yang merokok merupakan perokok berat. maka tekanan darah pun akan naik dan dalam periode waktu yang lama dan cenderung untuk bertahan terus. psikologis dan perilaku) terhadap kejadian sindrom metabolik. & Adam. seperti banyak pikir. Untuk kesehatan mental diperoleh bahwa Tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan metal dengan kejadian sindrom metabolik baik berdasarkan Riskesdas maupun Mini Neuropsychiatric.. Daftar Pustaka Adriansjah. Hal ini dapat mengakibatkan produk sampingan metabolisme yang dapat mengakibatkan gelisah pada saat tidur. Sebaliknya. 2006). Hearth diseases and stroke statistik. yang penyebabnya bukan hanya akibat stress. Sindrom metabolik merupakan kumpulan gejala kelainan metabolik.. J. 2006. T. Faktor risiko Penyakit Jantung Koroner. jenis rokok yang dikonsumsi umumnya berfilter dengan lama merokok ≥ 5 tahun. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka disarankan perlunya penelitian lebih lanjut yang memperhatikan efek kumulatif dari bahan berbahaya rokok dengan menghitung jumlah rokok yang telah dihisap sampai habis dan lama merokok intensif dan juga penelitian yang lebih mendalam mengenai pengaruh kesehatan mental (fisiologis.

. 2008. P. Laporan akhir Riset Kesehatan Dasar Propinsi Sulawesi Selatan. Mengungkap pengobatan penyakit jantung koroner.. Penanda inflamasi.org. 2006. www. stress oksidatif dan disfungsi endotel pada sindrom metabolik. 2004. S..jcem. Indonesia tobacco control network. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama Sundari. Kesehatan mental dalam kehidupan.com/edisicetak/opini/i.endojournals. Hubungan merokok dengan kejadian PJK di RSUP Dr. Journal of clinical Endocrinology and metabolism. K. Forum diagnosticum Prodia diagnostics educational servis. Soeharto.d66456. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Humranengsi. 2006.. dkk.. 2005. Depkes. S. No. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat Jallo. diakses 22 Februari 2009 160 . diakses 28 Juni 2008 Riskesdas. http://webbisnis. Cigarette smoking and insulin resistance in patients with noninsulin-dependent diabetes mellitus. G. Jakarta Sartika. Jakarta : PT Sun Nuryati..html. Faktor risiko yang dapat mempengaruhi terjadinya hipertensi pada usia dewasa muda (20 – 40 Tahun) Di Unit Rawat Jalan Rs Labuang Baji Makassar.. Serangan jantung dan stroke. 2008.Vol. II. 2007. Wahidin Sudirohusodo Makassar tahun 2002. Jakarta: Rhineka Cipta Targher. C. Skripsi FKM Unhas Makassar Kabo.

0063 mg/l). Kata kunci : Analisis risiko keshatan.0082 mg/l.J. Myanmar. H. terutama kontaminasi arsen adalah sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Nur Nasry Noor**. No. 90% air sumur tercemar di desa Buyat dengan konsentrasi minimum (0.040±0. maksimum (0. Sjahrul**** *Jurusan Kesehatan Lingkungan FKM-UNHAS.dimana jumlah sumur diperiksa airnya 25 buah.Vol. II. Kamboja. dan laju konsumsi maksimum 53 Pendahuluan ml/hari/orang dengan berat badan 35 kg. Di Asia telah dilaporkan bahwa di Banglades. China dan India.030 mg/l). Risiko kesehatan (RQ) telah melampaui angka 1. Pencemaran arsen.5 tahun. Makassar **Jurusan Epidemiologi FKM-UNHAS ***Jurusan Kesehatan Lingkungan FKM-UNAIR ****Jurusan Kimia Fakultas MIPA-UNHAS Abstrak Kontaminasi air tanah.1040 mg/l) dan ratarata±SD (0. Buyat Analisis Resiko Kesehatan Terhadap Kontaminasi Arsen Pada Air Minum di Daerah Buyat Sulawesi Utara Anwar Daud*. M. Buyat 161 .Cmax 0. Air Minum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kesehatan pencemaran arsen di Desa Buyat. Mukono***. Di Indonesia khususnya di Buyat konsentrasi arsen yang tinggi telah pula ditemukan. bila air tersebut digunakan untuk keperluan rumah tangga. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). 3 tahun 2009 ARTIKEL ASLI Jurnal Madani FKM UMI Kontaminasi Arsen. jumlah kasus 54 penduduk yang menderita keliainan kulit (keratosis atau hyperkeratosis). Thailand. Duration time telah ditemukan 1. Pakistan. Indonesia dan Laos ada daerah-daerah di mana air tanah tercemar oleh arsen. Hasil yang didapatkan.

Laporan pertama tentang arsen di sumur-sumur bor. Myanmar. Daud dan Azis. 2005. No. Sebagai contoh. 1999. Arsenic pollution. II.030 mg/l).0082 mg/l. Health risk (RQ) was over than value one. Buyat Pendahuluan Setiap tahun. 2007). Indonesia and Laos are arsenic pollution areas. diidentifikasi dari salah satu kampung dalam distrik Parganas . maximum (0. Pakistan. Harlina dan Lucianne Drusilla Rante Abstract Groundwater Contamination. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Smoking Behavior and Mental Health with Metabolic Syndrome OutPatient in Dr. insiden kontaminasi arsen pada air-tanah dilaporkan dari negaranegara Asia. Tahun yang sama dilaporkan bahwa 162 masyarakat meminum air terkontaminasi arsen di Chandigarh dan beberapa perkampungan seperti Punjab. dimana beberapa juta orang dikatakan berisiko tinggi untuk mengalami keracunan arsen kronis (Rahman dkk. This was observational study with design Environmental Health Risk Assessment (EHRA) whereas 25 wells examined and cases (n=54) were people suffering for skin lesion (keratosis or hyperkeratosis) living in Buyat Village (exposure areas). urinary. ditemukan sekitar 16 pasien menglami lesilesi kulit akibat arsen. Pada tahun yang sama. Cambodia.5 years. and exposure way (R) maximum 56 ml/day/man with 35 kg body weight. beberapa tempat di China baru-baru ini telah dilaporkan menjadi daerah masalah yang baru. drinking water. Cmax. This study was intended to examine risk factors of rice. Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar 2009 Nurhaedar Jafar. The result. Thailand. 90% dig wells in Buyat Village were arsenic contamination with minimum (0.Vol.0063 mg/l). 2006. Haryana. duration times 1. In Asia was report that in Bangladesh. and blood arsenic levels to skin lesions at peoples in North Sulawesi. Kandungan arsen yang tinggi ditemukan pada hati mereka yang mengalami fibrosis portal non-sirosis (NCPF) dan meminum air yang terkontaminasi arsen. sumur gali dan sumber mata air dilaporkan pada tahun 1976 di India..040±0.1040 mg/l) and mean ± SD (0. This study was health risk assessment for arsenic pollution in Buyat Village. Himachal Pradesh di India bagian utara. China and India. Key words : Health risk assessment. 0. especially arsenic is very dangerous for human health if water is used for domestic purposes. Kontaminasi arsen parah juga dilaporkan dari Vietnam dan Indonesia. Kontaminasi arsen pada air-tanah di propinsi Bengal Barat pertama kali ditemukan pada bulan Juli 1983.

dorsum. Chakraborty. 39% mengalami melanosis berbintik. melaporkan 127 pasien dengan lesi kulit akibat arsen dari 25 keluarga (total anggota 139) dari 5 kampung di 3 distrik di Bengal Barat. (9) melakukan analisis kesehatan lingkungan (WHO. hiperkeratosis. screening dan pengobatan sugestif. Dari 127 anggota yang terkena semua mengalami melanosis difus. nyeri dan sensasi terbakar pada jari tangan dan jari kaki. Laporan serupa menyatakan bahwa kondisi pasien begitu parah sehingga mereka memerlukan perawatan rumah sakit. Konsentrasi rata-rata arsen dalam air yang tercemar adalah 200 µg/L. fibrosis porta non-sirosis (NCPF) dan obstruksi vena portal ekstrahepatik pada orang dewasa sangat umum di India dan menunjukkan bahwa konsumsi air yang terkontaminasi arsen bisa memiliki peranan dalam “patogenesis penyakit”. melanosis berbintik. (2) mengembangkan sebuah sistem pencatatan induk tentang data kualitas air. (5) membuat sebuah program untuk memastikan besarnya masalah kesehatan.000 orang meminum air terkonta-minasi arsen dari distrik di Bengal Barat sekitar 175. Mereka mengalami gejala hiperpigmentasi. gangren. keratosis. No. wasting. kelemahan. ada beberapa yang mengalami kanker kanker kandung kemih dan kanker paru-paru dan lainnya Chakraborty. II. Di desa Buyat telah dilaporkan bahwa konsentrasi arsen di dalam air sumur cukup tinggi (Edinger. leukomelanosis. sekitar 45% sampel memiliki konsentrasi arsen di atas 50 µg/L.6% masing-masing mengalami keratosis palmoplantar dan keratosis dorsum. (4) menggantikan sumber-sumber terkontaminasi dengan sumber aman dan mendorong sumber air permukaan. edema non-pitting.1996.000 sampel air dari daerah tercemar arsen di Bengal Barat. 2006. hiperkeratosis. edema. kanker kulit. 2006). Rahman. Disamping itu. (3) membuat sebuah infrastruktur laboratorium analitik. Lebih lanjut dilaporkan bahwa kandungan arsen tinggi dalam hati lima dari sembilan pasien yang mengalami hipertensi portal non-sirosis (NCPH) yang telah meminum air yang terkontaminasi arsen. Para konsultan WHO mekomendasi agar (1) menilai besarnya kontaminasi di seluruh negara. 2004). 163 Mandal melaporkan bahwa 20. ascites. Sebuah studi melaporkan bahwa dari 800. Rasio rata-rata arsenit/arsenat dalam sampel air adalah 1:1 (Mazunder. 2008). KLH. 2003. Saha. Ini merupakan laporan pertama tentang lesi-lesi kulit dari pasien arsen di Bengal Barat (Saha. Konsentrasi arsen 545 µg/L telah ditemukan pada sampel air dari sumur pompa tangan di India. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dimana masyarakat meminum air terkontaminasi arsen dari sumur mereka di Bengal Barat (Chakraborty. Banyak orang yang mengalami lesi kulit seperti melanosis difus. konsentrasi arsen pada air sumur di . 37% dan 12. 2003). dan (8) mempromosikan penelitian epidemiologi.000 orang mungkin menderita lesi kulit akibat arsen. (7) mempromosikan pendidikan publik dan pendidikan profesional tentang masalah kesehatan yang terkait arsen. 1999). 2003). (6) mengembangkan program medis lokal dan regional untuk membantu dalam diagnosis.Vol.

pertama diencerkan hingga 30 sampai 60 µg/L dalam sebuah matriks HNO3 2% dan 50-ppm nikel. Empat mikroliter dari asam hidroklorat murni 1% ditambahkan ke masing-masing botol air. Daud dan Azis. Buyat dinyatakan salah satu daerah yang terkena imbas dari pencemaran akibat eksplorasi tambang emas di desa Ratatotok. Sebuah lampu electrode-less discharge dan sebuah konstanta waktu (filter) 0.400o C. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Buyat sekitar 40-100 µg/l. Sebanyak 10 sampai 20 µL sampel dikeringkan dalam tabung grafis. Buyat dijadikan sasaran studi ini karena desa Buyat merupakan salah satu daerah terminalisasi arsen di gugusan pegunungan Sulawesi Utara. Penambahan nikel ditemukan meningkatkan kesensitifan.Vol. Batas deteksi (3 x SD blanko) adalah sekitar 0. 2007). No. Pengambilan Sampel air sumur pada kedalaman 20 cm di bawah permukaan air untuk sumur gali dan pada sumur bor diambil melalui kran air dan dimasukkan kedalam botol plastik bervolume 1000-1500cc.000003 mg/L.0030 µg/L atau 0. diabukan pada suhu 600oC selama 20 detik. 164 Pemeriksaan kadar arsen air minum dengan menggunakan alat Atomic Absoption Spectrophotometric Hydride Vapour) (AAS-HV. Prosedur pemeriksaan sampel air. Semua sampel disimpan dalam ice box.0000023 mg/L).2300 unit absorben (sekitar 90 µg/L). Dengan injeksi 20-µL. Tiga tahun kemudian masyarakat diisolasi dari tempat tersebut dan PT. Bahan dan Metode Sebanyak 54 orang yang mengalami lesi kulit (keratosis atau hyperkeratosis) yang diperiksa air sumurnya.0025 unit absorbansi. 640-12) di Labotorium BTKL-Manado sedangkan Pemeriksaan kelainan kulit di lakukan oleh tim ahli penyakit kulit dari Jepang dan Universitas Hasanuddin Makassar. Respons cukup linear terhadap sekurang-kurangnya 0. kemudian air ini akan menyebar keberbagai daerah sekitarnya termasuk Buyat dimana sungai yang hulunya ada di sekitar bekas tambang tersebut. Standar deviasi relatif dari injeksi pengulangan pada umumnya kurang dari 5%. Hasil dan Bahasan Hasil analisis paparan atau exposure assessment.(BTKL Manado. dan diatomisasi pada suhu 2. NMR ditutup sampai saat ini. Sebyak 25 sumur yang digunakan oleh responden dan semua dimabil airnya untuk pemeriksaan kandungan arsen. kesensitifan adalah sekitar 0.5 detik akan digunakan. Kebanyakan atau semua sinyal blanko disebabkan oleh gangguan elektronik pada lampu dan bagian lain dan tidak disebabkan oleh jumlah sampel arsen dalam larutan. yang dilakukan untuk . Nilai blanko memiliki rata-rata sekitar 0.0023 unit absorbansi per mikrogram per liter (0. Walaupun ini sudah ditutup tapi masih menyisakan masalah karena kubangan yang ditinggalkan masih tetap terbuka dan pada saat musim hujan akan berisi air. Kasus Buyat mencuat pada awal tahun 2004 setelah banyak penyakit aneh yang diderita masyarakat pesisir (Buyat Pante) dimana tempat atau ujung pipa tailing dari Newmont yang diduga berdampak pada biota laut yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat. 2005. mengekspansi rentang linear. II. dan meningkatkan reprodusibilitas.

Untuk asupan konsentrasi arsen rata-rata dengan berat badan 35 kg didapatkan nilai HI = 5. Tabel 1 memberikan estimasi bahwa seseorang dengan berat badan 35 kg yang ada diantara populasi di daerah Buyat mengkonsumsi air minum dengan konsentrasi maksimum masing-masing variabel memberikan informasi bahwa asupan nonkarsionogenik arsen air minum 0. paru-paru. penyakit hati seperti noncirrhotic portal fibrosis.43 mg/kg per hari. Artinya penduduk yang tinggal di desa Buyat dengan berat badan antara 35-70 kg yang mengkonsumsi air minum.33 mg/kg per hari. baik pada level konsentrasi maksimum maupun rata-rata sangat berbahaya atau mempunyai probalitas terhadap terjadinya penyakit kanker seperti Kanker kulit. Penelitian lainnya menjelaskan bahwa penyakit paru-paru kronis seperti bronchitis.7 mg/kg per hari. diabetes mellitus.Vol. (DermNet NZ. asupan arsen yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya anemia haemolytic. Hasil analisis memberikan estimasi bahwa seseorang dengan berat badan 35 kg yang tinggal di daerah Buyat mengkonsumsi air minum dengan konsentrasi maksimum masing-masing variabel memberikan informasi bahwa asupan karsionogenik (Ik) arsen dalam air minum atau Hazard Index/Indeks Bahaya (HI) adalah 5.03 mg/kg berat badan. maka tingkat risiko (Risk Quotient) dengan berat badan 35-70 kg dinayatakan tidak aman karena nilai RQ diatas angka 1. Penyakit peripheral vascular.67 mg/kg per hari. leukopaenia (sel darah putih menurun) dan Proteinuria (protein di dalam urin). weakness dan anemia (Mazumder. dimana batas tingkat risiko ditetapkan. Untuk asupan konsentrasi arsen rata-rata dengan berat badan 35 kg didapatkan nilai HI = 2. dan penyakit lainnya seperti polyneuropathy. Untuk konsnetrasi rata-rata dengan berat badan 35-70 kg RQ juga 165 . 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI mengenali jalur-jalur paparan (pathways) risk agent agar jumlah asupan yang diterima individu dalam populasi berisiko bisa dihitung. sedangkan untuk berat badan 70 kg yang diangga paling rendah risikonya didapatkan nilai HI =6. Seperti yang dijelaskan oleh DermNet NZ.33 mg/kg per hari.0 mg/kg per hari. No. bukan-pitting oedema pada kaki/tangan. baik pada level konsentrasi maksimum maupun rata-rata sangat berbahaya atau mempunyai probalitas terhadap terjadinya penyakit sistemik nonkanker seperti kelainan kulit nonmelanoma karena nilai HI diatas angka 1.1 mg/kg berat badan. (WHO. kanker hati dan kandung kemih mempunyai hubungan kuat dengan kandungan arsen yang dimakan atau diminum setiap hari (Mazumder. et al. 2008). untuk berat badan 70 kg yang diangga paling rendah risikonya terhadap kejadian kanker didapatkan nilai HI = 2. penyakit paru-paru obstruktif kronis dan bronchiectasis. sedangkan yang berat badannya 70 kg didaptkan HI= 1.0038 mg/l) atau Hazard Index/Indeks Bahaya (HI) adalah 12. et al. 2007). II. hipertensi dan penyakit jantung iskemia. Artinya penduduk yang tinggal di desa Buyat dengan berat badan antara 35-70 kg yang mengkonsumsi air minum. sedangkan yang berat badannya 70 kg didaptkan HI=2. Hasil analisis Risk Quotient (RQ) memberikan informasi estimasi bahwa apabila air minum dikonsumsi selama 350 hari per tahun dalam jangka waktu 20 tahun. 2004). 2008).

bila seseorang dengan berat badan 70 kg hanya diperbolehkan mengkonsumsi air minum sebanyak 254 ml per hari pada satu tahun terakhir . Kalau diperhatikan laju durasi paparan dari variabel tersebut diatas. II.untuk 5 tahun ke depan 1. kandung kemih. informasi estimasi bahwa mengkonsumsi ikan.21 tahun.016 mg/L per hari. Jadi informasi yang didaptkan dari hasil penelitian ini adalah mengkonsumsi air yang bersumber dari air sumur di dearah Buyat sangat potensial memberikan efek toksik apabila air tersebut dijadikan air minum.271 ml per hari dan 10 tahun kedepan 2. Untuk membatasi toksisitas yang ditimbulkan oleh arsen. maka orang yang mengkonsumsi air mempunyai waktu pendek untuk menyebabkan toksisitas pada seseorang baik yang mempunyai berat badan ringan maupun yang berat.01 mg/l) sedangkan untuk orang dengan berat badan 70 kg batas maksimum yang diperbolehakn untuk konsumsi air minum 0. ini jauh dibawah baku mutu yang disyaratakan (0. EPA. sedangkan pada konsentrasi rata-rata (0.58 pada orang yang mengkonsumsi air dengan berat badan 35 kg. 2000).737 ml per hari. untuk 5 tahun kedepan 684 ml per hari dan untuk 10 tahun ke depan 1. 263 ml per hari untuk 5 tahun ke depan dan 526 ml per hari untuk 10 tahun ke depan pada konsentrasi maksimum (0. gastrointestinal dan leukima.37 lietr per hari.104 mg/kg.11 tahun. beras dan air minum dengan konsentrasi maksimum dan rata-rata dari air minum menurut kelompok berat badan penduduk dengan pola pajanan 350 hari/tahun dan Durasi waktu 1 tahun. Hasil analisis laju konsumsi (R). Air yang dipilihan dalam bahasan ini karena air merupakan kebutuhan esensial 166 . paru-paru. maka hasil analisis seperti yang diperlihatkan pada tabel 1 untuk konsentrasi arsen dalam air minum yang dikonsumsi oleh seserang dengan berat badan 35 kg maksimum konsentrasi yang diperbolehkan untuk air minum 0.0082 mg/L per hari.Vol. 1999. 2007. No. sehingga konsumsi air minum di daerah Buyat dengan konsentrasi rata-rata sangat potensil meningkatkan risiko terjadinya penyakit-penyakit sistemik. Sedangkan untuk konsentrasi ratarata dengan berat badan badan 35 kg baru ditemukan efek toksik pada tahun ke 4. efek toksik arsen diprakirakan akan ditemukan pada tahun ke 1. untuk berat badan 35 kg hanya diperbolehkan menkonsumsi air minum sebanyak 53 ml per hari dalam satu tahun terakhir. Hasil analisis durasi paparan atau Duration time (Dt) memberikan informasi estimasi bahwa mengkonsumsi air minum dengan konsentrasi maksimum untuk air minum 0. (NRC. 5 tahun dan 10 tahun. Kemudian. Hasil analisis Excess Cancer Riks (ECR) memberikan informasi estimasi bahwa mengkonsumsi air minum mengandung arsen pada konsentrasi maksimum dan rata-rata semuanya telah memberikan akses terjadinya kanker baik kanker kulit. WHO. ATSDR. 2005. Untuk berat badan 70 kg dengan konsumsi rata-rata arsen dalam air minum 8. untuk berat badan 70 kg baru ditemukan setelah terpapar selama 3.1040 mg/l).16 tahun. 2004. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dinyatakan tidak aman.04 mg/l) untuk 1 tahun terakhir dengan berat badan 35 kg hanya diperbolehkan minum air sebanyak 137 ml/ per hari.

dalam Rahman.004 mg/L MCLG adalah batas aman menurut kesehatan yang dianjurkan (disarankan) menjadi baku mutu bagi populasi yang berat badannya 35 kg.00525 mg/L = 0. MCLG = 0.Vol. untuk keamanan biasanya dipakai RCS 80% untuk As dari air minum (EPA 1990a). Berapa batas aman arsen dalam air minum bagi populasi yang posturnya lebih besar (misal. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI yang harus dimenege dengan baik. instrumentasi analisis arsen dalam air hasil purifikasi. RCS) air minum untuk asupan mineral dari diet berkisar 20 – 80% dari total asupan. RfD mg/kg/hari x 35 kg DWEL = -------------------------------------2 liter/hari 0. Jika demikian.005 mg/L Air minum bukanlah satu-satunya sumber asupan Arsen. Jika tidak ada data yang pasti. Pemilihan manajemen risiko merupakan suatu langkah untuk mengamankan efek-efek nonkarsinogenik arsen. 350 hari/tahun. No.8×0. menjawab pertanyaan ini harus digunakan RfD yang menyatakan dosis harian yang aman.29 ternyata hasil perhitungannya melebihi satu sehingga dinyatakan sangat tidak aman untuk orang Indonesia khusuanya masyarakat yang tinggal di Daerah Buyat. konsumsi air minum 2 L/hari selama 350 hari/tahun untuk jangka waktu paparan sedikitnya 30 tahun. Sumber kontribusi relatif (relative contribution source. 2007. . Regulasi MCLG yang bersifat non enforceable (tidak wajib) menjadi baku mutu yang wajib ditaati memerlukan banyak pertimbangan seperti kemampuan teknologi purifikasi air baku. langkah pertama adalah meng-ubah RfD menjadi tingkat kesetaraan air minum atau drinking water equivalen level (DWEL) menggunakan berat badan dan laju konsumsi air minum. 30 tahun) MCLG-nya ≈ 0. Karena RfD berarti dosis aman seluruh jalur pajanan. Berapa konsentrasi arsen yang aman dari efek nonkarsinogenik bila laju konsumsi 2 L/hari selama 350 hari/tahun yang berlangsung dalam 1-10 tahun untuk populasi residensial dengan berat badan 35 kg? untuk ke depan. Hasilnya bisa berbeda bila yang diamankan adalah efek-efek karsinogeniknya. biaya purifikasi dan berapa banyak (%) populasi yang akan terlindungi oleh baku mutu tersebut.008 mg/L. Laju konsumsi aman air minum menurut Tabel 2 sangat sedikit sehingga perlu pasokan air minum rendah arsen.0003 mg/kg/hari x 35 kg = ------------------------------------2 liter/hari = 0. sekitar 17% lebih tinggi dari batas aman orang Indonesia menurut nilai default .0042 mg/L = 0. apakah baku mutu arsen 0. Jika digunakan berat badan 35 kg dan frekuensi pajanan 350 hari/tahun maka. Perkalian DWEL dengan RCS 167 menghasilkan apa yang disebut MCLG (maximum contaminant level goal): Batas tingkat kontaminasi makanan yang diperbolehkan. berat badan 70 kg seperti default Amerika)? Dengan pola paparan yang sama (konsumsi 2 L/hari. 2005. II.01 mg/L menurut Kepmenkes 907/2002 cukup aman bagi orang Indonesia? Perhatikan perhitungan pada tabel 5. Nukman et al.

Rapid Extraction and Determination of Arsenicals in Fish Tissue and Plant Material Using Accelerated Solvent Extraction.S. untuk konsentrasi rata-rata berat badan 35 dan 70 kg diperbolehkan 1. Kabupaten Bolaang Mangondow. dengan berat 35 kg didapatkan nilai Hazard Index (HI) sebesar 5. ECR semuanya telah memberikan akses atau peluan terjadinya kanker. pada berat badan 70 kg HI sebesar 2.p. ADI untuk karsinogen nilai rata-rata dari arsen dalam air minum sebesar 0. sedangkan pada konsentrasi rata-rata untuk air minum 3. A.1-3 Dionex.1-5 EPA. sedangkan untuk konsentrasi rata-rata didapatkan 0. Division of Toxicology/ Toxicology Information Branch 1600 Clifton Road NE. E-29 Atlanta.16 tahun. Division of Toxicology/Toxicology Information Branch 1600 Clifton Road NE. Toxicological Profile for Arsenic U. Arsenic Occurrence In Public Drinking Water Supplies.0082 mg/L per hari. Department Of Health And Human Services Public Health Service. New Zealand Dermatological Society Incorporated. Laju Konsumsi (R) yang diperbolehkan untuk air minum pada konsentrasi maksimum sekitar 53 dan 105 ml/hari untuk berat badan 35 dan 70 kg.0009 mg/kg per hari untuk orang dengan berat badan 35-70 kg pada konsentrasi maksimum. 2007.58 tahun pada konsentrasi maksimum. Batas konsentrasi maksimum (Cmax) yang diperkenankan dalam air yang dikonsumsi pada berat badan 35 kg sebesar 0.Vol. DermNet NZ. p. untuk konsentrasi rata-rata berat badan 35 HI sebesar 2. 2003. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Kesimpulan Acceptable Daily Intake (ADI) untuk nonkarsinogen didapatkan nilai rata-rata dari arsen dalam air minum sebesar 0.016 mg/L per hari.1 mg/kg per hari dan untuk berat badan 70 kg HI sebesar 1. Analisis pola konsumsi ikan dan air minum terhadap kelainan kulit pada penduduk di Desa Buyat. Department Of Health And Human Services Public Health Service.0038-0. United States Environmental Protection Agency. Daud. Chakraborty. Groundwater Arsenic exposure in India. 2000. E-29 Atlanta. 2005.03 mg/kg perhari pada. Azis Hunta. Application 335.00034 mg/kg per hari. Daftar Pustaka ATSDR.0015-0.0019 mg/kg per hari untuk orang dengan berat badan 35-70 kg pada konsentrasi maksimum.369 dan 2. 168 . 2007. & A. Georgia 30333.7 mg/kg per hari untuk konsentrasi maksimum.737 ml/hari pada penduduk di Daerah Buyat. BTKL-Manado. dkk. sedangkan untuk berat badan 70 kg diperbolehkan minum air 0. Proseding Arsenic.S. 2008.0. Georgia 30333. No. 2005. Identifikasi Logam Berat Arsen Dalam Air Sumur Penduduk di Desa Buyat. Tingkat risiko (Risk Quotient . II.Konsumsi air minum. Arsenic poisoning. ATSDR. RQ) untuk efekefek nonkarsinogen pada konsentrasi maksimum dari variabel arsen dalam air minum berisiko untuk dikonsumsi.33 mg/kg per hari. Dipankar. Daud. Draft Toxicological Profile for Arsenic U.016. Durasi paparan untuk efek toksik sudah ditemukan pada konsumsi air minum 1. 2007.

00266 0.08067 9.00128 0.010559 0.00163 0.40944 3.09949 2.N. 2008 Konsentrasi maksimum Berat Badan (kg) Ink air minum (mg/L) 0.62589 8.10625 4. p 436-447.27946 5.00060 0. J. 1999.00143 0.00079 0.00214 0.00146 0.00190 0. Bangladesh.86454 8.Intronics.87062 4.00066 0.00380 0.00051 0.93304 3.70742 2.008213 0. 2004. Lampiran : Tabel 1 Konsentrasi maksimum dan rata-rata asupan arsen dalam air minum dengan berat badan di desa Buyat Sulawesi Utara.43531 (ECR) (Dt) air (tahun) minum air (mg/L) minum 0.015252 0. This Project Was Conducted Within The Ipcs Project On The Harmonization Of Approaches To The Assessment Of Risk From Exposure To Chemicals.00127 0. Risk Assessment Terminology.66362 11.03929 7.00073 Konsentrasi Rata-rata Ik (RQ) air air minum minum (mg/L) (tahun) 0.00296 0.. II. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Mazumder.00122 1. National Academy Press. Organized And Sponsored By Bangladesh Chemical And Biological Society (Bcbsna) .00114 0.05867 7. Washington.84120 2. Usa. 2006. Shaikh Mizanur.00037 0.00081 Sumber : Data primer 169 .014079 0.009386 0. Wagner College. 2004.84948 8.00049 0. 114: 1847-1852.69286 5. A Review of Arsenic Poisoning and its Effects on Human Health. 29(3): 281–313.25618 2. 1999.15865 Ink air minum (mg/L) 0.00102 0.00114 0.38711 6.00055 0.48180 2.00143 0. 2008.21250 Cmax Air minum (mg/L) 0.00073 0.011732 0. Guha.00088 (RQ) air minum (tahun) 12.012905 0. M.00132 0. et all.80495 2.78826 3.45268 7. Technology Center.00242 0.00332 0.016425 35 40 45 50 55 60 65 70 0. Critical Reviews in Environmental Science and Technology. Arsenic Exposure and Age. C. Indian J Med Res 128.57933 1.81887 6.00244 0.86607 6. Chronic arsenic Toxicity & human health.00205 Ik air minum (mg/L) 0.Vol. Saha.00155 0.00044 0.00034 0. Dhaka. Rahman. K.00104 0. NRC (National Research Council).00063 0. Mahfuzar. No. DC).00095 0.26180 3.00055 0. Rahman.03056 2. Arsenic In Bangladesh Ground Water: The World's Greatest Arsenic Calamity.33181 (ECR) (Dt) air (tahun) minum air (mg/L) minum 0.and Sex-Specific Risk for Skin Lesions: A Population-Base Case referent Study in Bangladesh. A. D. WHO.00093 0. Arsenic in Drinking Water.00047 4.00222 0.00094 0.00082 0.00190 0.00031 4.00085 0.00171 0. New York. Environmental Health Perspectives.00040 0. Dikshit. Bandyopadhyay.62264 2.

25420 0. 2008 Konsentrasi maksimum Berat Badan (kg) 35 40 45 50 55 60 65 70 (R) (tahun 1) Air minum 0.78214 0.27098 1. No.82727 0.15643 0.54196 2.13688 0.23464 0.68438 0.52644 (R) (tahun10) Air minum 0.10529 (R) (tahun 5) Air minum 0. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Tabel 2 Konsentrasi maksimum dan rata-rata asupan arsen berdasarkan Laju Konsumsi (R) dalam air minum dengan berat badan di desa Buyat Sulawesi Utara.07545 1.45124 0.37603 0.17598 0.09777 0.19554 0. II.30082 0.15089 2.05264 0.41363 0.17321 1.36875 (R) (tahun10) Air minum 1.08273 0.05288 Konsentrasi rata-rata (R) (tahun1) Air minum 0.97768 1.06016 0.75206 0.34643 2.97768 1.56429 1.87991 0.95536 2.21509 0.27375 (R) (tahun5) Air minum 0.33843 0.09025 0.90247 0.73750 Sumber :Data Primer 170 .52644 0.36875 1.06769 0.Vol.75982 1.67685 0.26322 0.48884 0.60165 0.07521 0.

sehingga menyebabkan masih banyak ibu tidak memeriksakan kehamilannya dan banyak ibu tidak menerima pemeriksaan kehamilan sesuai dengan standar program kesehatan ibu dan anak.1%. Pendahuluan jarak puskesmas dan status pekerjaan dengan pemanfaatan antenatal care. puskesmas keliling dimanfaatkan. Kata Kunci : Pemanfaatan Antenatal Care 171 .Vol.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang berpengetahuan cukup sebanyak 63. Sehingga disarankan petugas meningkatkan penyuluhan antenatal care. ibu yang mengatakan jarak puskesmas dari rumah responden mudah dijangkau sebanyak 81.4% orang dan ibu yang mengatakan sikap petugas baik sebanyak 91. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care di Puskesmas Tamangapa.3% ibu.9% orang. PKM Tamangapa Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas Tamangapa Tahun 2007 Wardiah Hamzah Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia Abstrak Tingginya angka kematian ibu tersebut disebabkan karena perdarahan. II. Jenis Penelitian adalah Survey Analitik dengan rancangan Cross Sectional Study yang dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tamangapa Kelurahan Bangkala. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak berusia 0-12 bulan sebanyak 270 ibu dengan mengambilan sampel secara proporsional random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 160 orang. keracunan dan infeksi serta pelayanan pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan oleh tenaga profesional belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat.Kesimpulan dari penelitian ini yang diperoleh. ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan. No. ibu yang memiliki status pekerjaan bekerja sebanyak 19. . Untuk variabel sikap petugas tidak hubungan yang signifikan dengan pelayanan antenatal care. 3 tahun 2009 ARTIKEL ASLI Jurnal Madani FKM UMI Pelayanan ANC. petugas kesehatan bersikap ramah pada pasien.

keracunan dan infeksi serta pelayanan pemeriksaan kehamilan dan pertolongan . Sedangkan AKI tahun 2002 berdasarkan SDKI diketahui sebesar 307 per 100. distance of clinic and job status with utilizing of antenatal care. The conclusions of this research was there is significant relation between education. Key word: Utilazion of Antenatal Care Pendahuluan Derajat kesehatan keluarga sangat di tentukan oleh derajat kesehatan ibu dan anak. The research populations are mothers who have child around 0-12 years old. yang merupakan kelompok penduduk yang rawan terhadap gangguan kesehatan. it is causing many mothers do not act pregnancy checkup. mothers who have job were 19. The number of samples are 270 by using proportional random sampling technique. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI The Factors Which Related With Utilazion of Antenatal Care Service at Puskesmas Tamangapa 2007 Wardiah Hamzah Abstract The increasing number of mothers mortality are caused by bleeding. Angka kematian ibu (AKI) masih tinggi.000 kelahiran hidup.4%.9% mothers who said that clinic was easer to reach. menurut survey kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 1995 AKI sebanyak 373 per 1000.Vol. This research used Analytics survey by using designing Cross Sectional Study which was conducted in the working area of clinic Tamangapa Kelurahan Bangkala. This study was conducted in order to find out factors that related with utilization of antenatal care at the clinic Tamangapa. II. infection and poisoned as well as checkup service of pregnancy and childbirth by the professional staff has not been fully utilized by the community.000 kelahiran hidup. yang memegang peranan dalam kesejahteraan keluarga.3% . socialization of antennal care is recommended to improve and mobile health clinic is improved. and many mothers do not receive the checkup which accordance with the standard pregnancy of mother and child health program. Ibu merupakan pendidik pertama dalam keluarga.1% educated mothers. No. Staffs of clinic are friendlier. berdasarkan survey demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 1994 AKI di Indonesia adalah 390 per 100. Finally there were 160 samples were collected. Tingginya angka kematian ibu tersebut disebabkan karena perdarahan. Therefore. 81.000 kelahiran 172 hidup. and mothers who regard that service of staff of was good were 91. This research shows that there were 63.

Di Asia Selatan wanita yang berkemungkinan 1:18 meninggal akibat kehamilan atau persalinan selama kehidupannya. Menurut kajian Sudarto Ronoatmodjo tahun 1996 pada masyarakat di Kecematan Keruak. Faktor lain yang dapat menambah resiko kematian adalah umur ibu yang terlalu muda atau terlalu tua untuk melahirkan. sehingga menyebabkan masih banyak ibu tidak memeriksakan kehamilannya dan banyak ibu tidak menerima pemeriksaan kehamilan sesuai dengan standar program kesehatan ibu dan anak.366.417 orang (8.47%.. dan kurang lebih 65% ibu hamil menderita anemia kurang gizi. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak berusia 0-12 bulan di Kelurahan Bangkala yang berjumlah 270 ibu. pada tahun yang sama pula (2002) di Kota Makassar cakupan (K1) ibu hamil sebesar 25.16%). 2002). No.76%). jarak antara kehamilan yang pendek. sedangkan pada 173 tahun 2003 cakupan (K1) ibu hamil sebesar 27. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI persalinan oleh tenaga profesional belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat.p. Di banyak Negara Afrika 1:14 sedangkan di Amerika Utara hanya 1: 6. Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan antenatal care di Puskesmas Tamangapa.16%) dan cakupan (K4) ibu hamil sebesar 21. Dengan menggunakan rumus : (Notoatmodjo.terjadi peningkatan untuk (K1) sebesar 2.q Untuk mengukur variabel independen dan variabel dependent digunakan kuesioner dengan wawancara langsung terhadap ibu yang mempunyai . Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan cara proporsional random sampling dengan besar sampel sebanyak 160 ibu .680 orang (17. Cakupan pelayanan antenatal dapat di tinjau melalui pelayanan kunjungan baru ibu hamil untuk tahun 2002. cakupan rata-rata pelayanan K1 di Sul-Sel mencapai 87.000 ibu pertahunnya meninggal saat hamil atau bersalin.q n = -------------------------------d² (N – 1) + Z².Z².Vol.248 orang (97.362 orang (63.665 orang (74.1998).31) Ibu hamil yang memanfaatkan pemeriksaan antenatal care di Puskesmas Tamangapa sebanyak 329 bumil dari 705 bumil pada tahun 2005 meningkat menjadi 341 bumil dari 736 bumil di tahun 2006 sedangkan pada tahun 2007 menjadi 379 bumil dari 612 bumil yang ada. jumlah paritas yang tinggi.34%) dan (K4) sebesar 17.49%). S. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa yaitu Kelurahan Bangkala.49% dan K4 sebesar 61. lebih dari 50% kematian di negara berkembang sebenarnya dapat di cegah tekhnologi yang ada serta biaya relatif murah (Saifuddin dkk. Lombok Timur mengemukakan bahwa kematian neonatal pada bayi dari ibu hamil yang tidak memanfaatkan layanan antenatal berjumlah dua kali lipat dari pada jumlah bayi dari ibu yang memanfaatkan layanan antenatal (Swasono. II. 2002) N.042 orang (74.74%) dan untuk (K4) sebesar 3. p. Tahun 1996 WHO memperkirakan lebih dari 585. (Dinkes 2003:30.

9% an yang beragama Kristen 3.5 22. sedangkan persentase terendah pada ibu yang berpendidikan hingga Diploma sebanyak 4.1% orang.9 18. Tabel 1. Dari hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square diperoleh p value = 0.8 19. Hasil Analisis Univariat Dari 160 ibu yang menjadi responden terdapat Ibu yang berumur ≤20 tahun merupakan paling sedikit sebanyak 5. kemudian hasilnya dianalisis dengan menggunakan analisis univariat. ibu yang berpengetahuan cukup sebanyak 63.4 96. masing-masing sebanyak 22.3 8.4 5.1 45.3% ibu. Distribusi variable dependent dan independent Variabel Pemanfaatan ANC Pengetahuan Ibu Jarak Puskesmas Status Pekerjaan Sikap Petugas Kategori Memanfaatkan Tidak memanfaatkan Cukup Kurang Mudah dijangkau Tidak mudah dijangkau Bekerja Tidak Bekerja Baik Buruk % 51.1%.9%. Tabel 2.1%.4%. secara statistik dapat diinterpretasikan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemanfaatan antenatal.9 48. Sikap petugas baik sebanyak 91.1 63. Distribusi karakteristik responden Variabel Umur Kategori < 20 tahun 20-24 tahun 25-29 tahun 30-34 tahun ≥35 tahun Islam Kristen SD SMP SMU Diploma S1 % 5.9%.6 22. II.1 36.6 18.008. status pekerjaan ibu dan sikap petugas.1 33.7 Agama Pendidikan Analisis bivariat Analisis bivariat dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel dependen berupa pemanfaatan pelayanan antenatal dengan variabel independent antara lain pengetahuan ibu.9 81.0 174 Dari 160 responden yang memanfaatkan pelayanan antenatal di Puskesmas Tamngapa sebanyak51.6% orang kemudian diikuti dengan pendidikan SMP dan SMA. bivariat dan multivariat.5 4. ibu yang mempunyai pendidikan SD merupakan persentase tertinggi sebanyak 45. Responden yang memiliki status pekerjaan bekerja sebanyak 19. Sedangkan ibu yang berumur 26-30 tahun paling banyak sebesar 33.5 91. jarak puskesmas.9 3. .6%. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI balita.1 23. Hubungan variabel independent dan dependent dilakukan dengan metode analisis multivariat untuk melihat keeratan dan besar hubungan antara variabel dependen dan independen utama setelah dikontrol oleh variabel independen lainnya dengan menggunakan analisisi regresi logistik.Vol. Ibu yang mengatakan jarak puskesmas dari rumah responden mudah dijangkau sebanyak 81. No.1 19.5%. ibu yang beragama Islam sebanyak 96.4 80.4%.

468 0.000 Status Pekerjaan Sikap Petugas 0. maka HO diterima.654 – 74.669 Analisis Multivariat Dengan menggunakan uji regresi logistic dilakukan analisis hubungan variable independent dengan pemanfaatan ANC secara bersama-sama.152 – 1.3% dibandingkan yang tidak memanfaatkan sebanyak 62.514 0. OR = 0. No.337 3.000 0.801 -0.008 0. OR = 16.008.000. Jarak Puskesmas Jangkauan pelayanan pustu untuk dimanfaatkan oleh masyarakat tidak terlepas dari pengaruh jarak fisik tempat tinggal masyarakat dengan pustu yang 175 .408 0. jarak puskesmas (nilai p = 0.078). Dari analisis multivariate diperoleh hasil 3 variabel berhubungan secara bermakna dengan pemanfaatan ANC yaitu pengetahuan ibu (nilai p = 0. OR = 2. Sedangkan dari 59 ibu yang berpengetahuan kurang dan memanfaatkan antenatal sebanyak 37. dimana derajat kemaknaan α = 0. sehingga dapat diinterpretasikan bahwa ada hubungan antara status pekerjaan dengan pemanfaatan antenatal.731 2.002 0.408).6%. secara statistik dapat diinterpretasikan bahwa ada hubungan antara jarak puskesmas dengan pemanfaatan antenatal. II.05.008 Tabel 4.002. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa dari 101 ibu yang memiliki pengetahuan yang cukup dan memanfaatkan pelayanan antenatal sebanyak 60.996 – 4. karena nilai p>0.950 95% CI OR 0. Value 0. Pembahasan Pengetahuan Ibu Tindakan seseorang biasanya didasarkan pada apa yang telah diketahuinya. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Untuk variable jarak puskesmas diperoleh nilai p value = 0.000.669 OR 2. Hasil uji Multivariat terhadap pemanfaatan ANC Variabel Pengetahuan Ibu Jarak Puskesmas Status pekerjaan Sikap Petugas β 0.092 0.4% dibandingkan yang tidak memanfaatkan sebanyak 39.468) dan status pekerjaan (nilai p = 0.078 16.7%. Analisis bivariat Variabel Independent dengan Pemanfaatan ANC Variabel Pengetahuan Ibu Jarak Puskesmas Kategori Cukup Kurang Mudah dijangkau Tidak mudah dijangkau Bekerja Tidak Bekerja Baik Buruk p. terlebih apabila keterangan tersebut bermanfaat baginya.002 0. maka diasumsikan ia akan memanfaatkan sarana pelayanan antenatal yang tersedia untuk keselamatan bagi dirinya maupun bayi yang dikandungnya.257 – 3.669. Jika ibu memiliki cukup pengetahuan.221 0. Untuk variabel sikap petugas tidak diperoleh hubungan antara sikap petugas denagn pemanfaatan antenatal care sebab nilai p value = 0. Tabel 3.051 Nilai p 0.05.002.Vol.898 -0. Sedangkan variabel sikap petugas diperoleh p value = 0.

Sikap Petugas Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulas atau objek.8%) orang. bukan merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek. sedangkan yang tidak mudah dijangkau sebanyak 29 (18. jarak puskesmas dan status pekerjaan . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umumnya responden sudah mendapat pelayanan yang baik oleh petugas kesehatan yaitu 146 (91.9%. Kesimpulan Ada hubungan antara pengetahuan ibu. II. Hal ini disebabkan oleh adanya warga lain yang memanfaatkan pelayanan antenatal di luar wilayah kerja Puskesmas Tamangapa tersebut.8% dibandingkan yang tidak memanfaatkan sebanyak 74.1%). Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulas tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulas sosial.1% dibandingkan yang tidak memanfaatkan sebanyak 41. waktu yang tersisa lebih banyak digunakan untuk beristirahat setelah bekerja seharian diluar rumah.3%) orang dan masih ada responden yang mendapat pelayan yang buruk yaitu 19 (8. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dihitung dalam ukuran radius kilometer.2%. Status Pekerjaan Aktifitas sehari-hari terutama yang bersifat mempertahankan kelangsungan hidup kadang menyingkirkan kepentingan atau masalah lain yang dianggap kurang mendesak karena keterbatasan waktu.9%). karena didukung oleh letak puskesmas yang berada di jalan raya yang mudah dijangkau oleh taransportasi umum. Menurut Wirawan (1983) sikap adalah kecenderungan atau kebiasaan seseorang untuk bertingkah laku tertentu kalau ia menghadapi suatu tantangan tertentu. Sedangkan dari 129 ibu yang tidak memiliki pekerjaan dan memanfaatkan antenatal sebanyak 58. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa dari 31 ibu yang memiliki pekerjaan dan memanfaatkan pelayanan antenatal sebanyak 25. Sikap baik yang ditunjukkan petugas diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan pelayanan antenatal di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa. Banyaknya responden yang jarak rumahnya jauh dari puskesmas. No. Namun ibu yang bekerja diluar rumah disibukkan oleh berbagai aktifitas kantor sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin. Hasil penelitian ini menunjukkan jarak puskesmas yang mudah dijangkau sebanyak 131 (81. Hal ini disebabkan karena ibu yang tidak bekerja dalam artian ibu rumah tangga memiliki banyak waktu luang untuk memeriksakan kehamilannya sesering 176 mungkin sesuai keinginannya. Sikap itu masih merupakan reaksi tertutup.Vol. ramai dilalui kendaraan umum serta lancarnya transportasi. hal ini berkaitan dengan ibu yang menghabiskan waktunya untuk membantu perekonomian keluarga sehingga hampir tidak mempunyai waktu untuk memperhatikan kesehatan diri dan kehamilannya. letak pustu dipinggir jalan raya. diharapkan tetap memanfaatkan puskesmas tersebut.

Jordan. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dengan pemanfaatan antenatal di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa Kelurahan Bangkala. Soekidjo. Bandung. Tumbuh Kembang Anak. Buku Kedokteran EGC. Saran Petugas kesehatan yang ada di Puskesmas Tamangapa agar memberikan penyuluhan tentang pentingnya perawatan antenatal yang dapat meningkatkan pengetahuan ibu. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. 2004. 2005. Makassar. S. Makassar. Sue. 1983. Studi Tentang Pemanfaatan Pelayanan Antenatal di Puskesmas Lasepang Kabupaten Bantaeng. Skripsi. Petugas puskesmas memberikan pelayanan yang maksimal dan bersikap ramah pada ibu yang memeriksakan kehamilan. Tidak ada hubungan antara sikap petugas dengan pemanfaatan antenatal di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa Kelurahan Bangkala. Jakarta Soetjiningsih. Jakarta. Muara Jambi. __________. 2007b. Penerbit PT. 1998. Jakarta. 2002. Pemanfaatan Pelayanan Bidan di Desa Kab. Asmar. Profil Kesehatan Kota Makassar.com) diakses 25 Februari 2008. Asuhan Kebidanan Ibu Hamil. __________. Buku Kedokteran Bagian Kesehatan Anak. 2007a. Jakarta Mose. 2004. FK Udayana. Mensosialisasikan pentingnya pemanfaatan pelayanan antenatal care dikalangan ibu yang bekerja. 2006. Jakarta. Makassar 177 Farrer. R.Rineka Cipta. N. Pedoman Medis Untuk Wanita Hamil. Farmakologi Kebidanan. Jakarta Saifuddin dkk. Pioneer.2007. Kematian Maternal (Ilmu Kebidanan). Politeknik Kesehatan Depkes Makassar. Puskesmas Tamangapa menyediakan pelayanan antenatal di setiap posyandu sehingga masyarakat dapat memeriksakan kehamilan tanpa harus ke puskesmas karena jarak puskesmas tidak mudah untuk dijangkau. _________. 2003. 2004.Vol. FKM Unhas. C.gogle. 2002. Roberd. Kelainan Lama Kehamilan (Obstetri Patalogi). 2005. Jakarta Kristiani. II. No. Metode Penelitian. Pedoman Penelitian Kesehatan. Perawatan Maternitas. Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan. Buku Kedokteran EGC. Ghalia Indonesia.Rineka Cipta. maupun yang tidak bekerja untuk mengetahui kondisi janin selama dalam kandungan. Jakarta _________. A. Nasir. Jakarta. Buku Kedokteran EGC. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. 2002. Waode.Rineka Cipta. Sinopsis Obstetri. Buku Kedokteran Krisnadi. 2001. Daftar Pustaka Aliwah. 1984. 1996. Mohtar. (http:www. Gestosis Obstorik Patologi. Jakarta _________. Bali . Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. M. Hall. Penerbit PT. EGC. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. 2001. Jakarta. Penerbit PT. Depkes RI. Perawatan Ibu di Pusat Kesehatan Masyarakat.

Kehamilan dan Kelahiran Perawatan Ibu dan Bayi dalam konteks Budaya. Wiknjosatro. 1998. Swosno. II. Diagnosis Kehamilan (Ilmu Kebidanan). Buku Kedokteran EGC. No. 2005.Vol. Jakarta. F. Jakarta. Kelainan Tempat Kehamilan Obstetri Patologi. 2002. Pustaka Pelajar. 2004. Yogyakarta. Penerbit UI. 178 . M. Panduan Mempersiapkan Kehamilan dan Kelahiran. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Stoppard. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. Wirakusuma. H. Jakarta.

Adanya infeksi HIV menurunkan kemampuan penderita melawan T. merupakan basil gram negatif yang mempunyai flagel. No. pallidium dan kadang kala terbentuk antibodi heterologus terhadap treponema lain. Setelah infeksi biasanya terbentuk antibodi terhadap T. klamidia. 2005).org . Antibodi ini tidak terbentuk apabila pengobatan dilakukan pada stadium satu dan dua.wikipedia.thefreedictionary. bentuknya sangat kecil dan berpilin-pilin. 2008. 2008). Insiden tertinggi ditemukan pada wanita umur 20 – 24 tahun dan pria umur 35 – 39 tahun. Kuman atau bakteri tersebut umumnya hidup di mukosa (saluran) genetalia. www. lesi pada tulang. yang akan menimbulkan komplikasi yang berat bila tidak diobati (http : // id. 3 tahun 2009 TINJAUAN PUSTAKA Jurnal Madani FKM UMI Aspek Imunologis Penyakit Sifilis Sri Julyani Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Pendahuluan Sifilis adalah suatu penyakit menular seksual (PMS /STD [sexually transmitted disease]) atau disebut juga veneral disease (beberapa penyakit infeksi kelamin lain seperti gonore. tetapi ± 30 % orang yang terpapar akan terkena infeksi.61% penderita dengan kasus terbanyak pada stadium laten ( http : // id. perubahan cuaca dan perubahan temperature sehingga penyakit ini sulit .thefreedictionary. pallidum.wikipedia. 2008). 179 Di Amerika Serikat dilaporkan lebih dari 36.000 kasus sifilis pada tahun 2006 dengan 9. saluran pencernaan. (Ditjen PP&PL. 2005). sistem syaraf pusat dan sistem kardiovaskuler (http : // id.756 kasus merupakan sifilis stadium primer dan sekunder.org.wikipedia. Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum yang dapat bersifat akut dan kronis diawali dengan adanya lesi primer kemudian terjadi erupsi sekunder pada kulit dan selaput lendir dan akhirnya sampai pada periode laten dengan lesi pada kulit.. Setiap orang rentan terhadap penyakit sifilis. 2008). com.com. herpes dan granuloma inguinal) adalah salah satu bentuk penyakit infeksi yang ditularkan melalui hubungan sex atau dari seorang ibu kepada bayi yang dikandungnya (www. sedang di Indonesia ditemukan sekitar 0. rektum.Vol. Kuman ini sangat sensitive terhadap cahaya. dan mulut yang hangat dan basah. 2008. II. Ditjen PP&PL. sedang kasus sifilis kongenital meningkat dari 339 kasus pada tahun 2005 menjadi 349 kasus pada tahun 2006. Etiologi Sifilis disebabkan oleh kuman treponema palidum. Kebanyakan orang yang terinfeksi dengan sifilis tidak memperlihatkan gejala selama beberapa tahun.org.

thefreedictionary.http://en. Antibodi spesifik akan muncul dalam serum pada awal infeksi yang akan menghalangi spirocaeta merusak sel dan Ig G dengan bantuan komplemen akan dapat membunuh T. pallidum serta meningkatkan kemampuan netrofil dan makrofag memfagosit treponema tersebut. Ditjen PP&PL. gelas. atau benda-benda lain yang bekas digunakan/dipakai oleh pengindap (www. Sifilis ditularkan melalui hubungan seksual. Membran luar bakteri terdiri dari lapisan fosfolipid dengan sedikit protein antigen. Antibodi berperanan dalam menghancurkan protein membran luar yang tipis dari treponema pallidum (TROMPs). Adapun klasifikasi bakteri penyebab penyakit sifilis adalah sebagai berikut (Natahusada EC & Djuanda A. handuk. Aktivasi makrofag akan merangsang pelepasan sitokin dari T limfosit yaitu interleukin 2 (IL 2) dan interferon gamma (IFNγ). Histopatologi dari chancre primer tergantung pada banyaknya spirocaeta dan infiltrasi seluler yang pada mulanya terdiri dari T limfosit yang terjadi 6 hari postinfeksi. II. wikipedia. maupun penularan melalui intra uterin dalam bentuk sifilis kongenital tetapi tidak dapat menular melalui benda mati seperti misalnya bangku. pallidum relevan dengan level antibodi pada TROMPs. Secara umum tingkat kekebalan yang timbul karena infeksi oleh T. alat suntik atau transfusi darah yang mengandung kuman tersebut. com. tempat duduk toilet. Respon imunologik dari orang yang terpapar tergantung dari struktur bakteri. 2005) : Kingdom : Eubacteria Filum Kelas Ordo Familia Genus Spesies : Spirochaetes : Spirochaetes : Spirochaetales : Treponemataceae : Treponema : Treponema pallidum Gambar . Meskipun humoral immunity juga dibutuhkan dalam melawan infeksi dari treponema. Treponema pallidum (Sumber: Treponemapallidum. No. respon antibodi ini dapat juga . 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI untuk menular kecuali adanya kontak langsung dengan penderita. model pada binatang percobaan dan data in vitro dari ekstraksi jaringan spirocaeta. yang merupakan tahap penting dalam tingkat virulensi treponema (meskipun mekanisme yang jelas sampai saat ini belum diketahui). kemudian makrofag pada hari ke 10 dan sel plasma. 2008. Setelah mengeksposure permukaan epitel. spirocaeta akan berpenetrasi dan menyerang lapisan sel endotel.org/wiki/image) 180 Patogenesis Treponema pallidum tidak dapat tumbuh dalam media kultur sehingga pengetahuan tentang imunopatogenesis penyakit sifilis hanya diperoleh dari keadaan penderita (berdasarkan tanda dan gejala yang tampak).Vol. 2005).

tetapi tidak ada perbedaan pada perubahan virologi berdasarkan stadium sifilis. Gumma yang lebih sering timbul pada sifilis tertier menunjukkan adanya reaksi hipersensitivitas tipe lambat. tidak sejalan dengan terjadinya sindrom antibodi antifosfolipid. adalah jumlah CD4 pasien sebelum terinfeksi sifilis (pasien yang mempunyai jumlah CD4 lebih tinggi sebelum sifilis mengalami penurunan 181 yang lebih besar). 2003. 2007). Dalam hal ini. Palacios R et all. sekunder dan bentuk tertier. Lesi sekunder ini ditandai dengan adanya erupsi pada kulit dan selaput lendir. dimana lesi telah menyebar sampai ke tulang. Peranan sel T pada sifilis yang belum jelas menimbulkan dugaan adanya cross infeksi HIV pada penderita sifilis. Antibodi kardiolipin yang merupakan penentu pada sifilis primer dan menjadi dasar tes nontreponemal pada penyakit ini.B. Penurunan jumlah CD4 dan peningkatan viral load ditemukan pada hampir sepertiga pasien yang diamati.R. II. dengan tanda khas berupa granuloma. yang didapatkan akibat penularan melalui kontak langsung pada permukaan mukosa atau kulit seorang penderita. para peneliti menyoroti perilaku pasien yang berisiko dan strategi pencegahan yang lemah. Adanya kompleks imun pada sifilis sekunder mungkin menjelaskan patologi timbulnya lesi pada kulit dan deposit di ginjal yang menyebabkan terjadinya nefropati sifilik. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI menyebabkan kelainan. Smith M. dengan tujuan mengurangi penyebaran baik infeksi sifilis maupun HIV (LaSala P. .K. Bockenstedt L. Sehingga perlu adanya upaya kesehatan masyarakat untuk mencegah infeksi sifilis baru dan secepatnya mengenal serta mengobati pasien terinfeksi sifilis. Pada chancre primer CD4 lebih banyak berperanan sedangkan pada lesi sekunder lebih banyak ditemukan CD8. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa satusatunya faktor yang dikaitkan dengan peningkatan viral load adalah karena penderita tidak menggunakan terapi antiretroviral (ART). Sifilis primer biasanya bersifat asimptomatik. Sedang sifilis sekunder dapat timbul 8 minggu setelah terapi sifilis primer meskipun dilaporkan bahwa sekitar 60% sifilis sekunder tidak mempunyai riwayat sifilis primer. sementara satu-satunya faktor yang dikaitkan dengan penurunan jumlah CD4 sebanyak lebih dari 100. Gejala Klinik Berdasarkan stadium penyakitnya gejala klinik dari penyakit sifilis dapat dibagi dalam tiga kelompok yaitu bentuk primer. saluran cerna. No. Para ilmuwan di Spanyol meneliti adanya perubahan viral load dan jumlah CD4 selama terinfeksi sifilis dan menemukan bahwa infeksi sifilis pada pasien HIV-positif berhubungan dengan peningkatan viral load dan penurunan jumlah CD4. Dan sifilis tertier adalah bentuk laten dari penyakit ini yang biasanya muncul beberapa bulan sampai beberapa tahun kemudian dan 15% diantaranya terjadi pada penderita yang tidak mendapat terapi. Pemeriksaan histologik menunjukkan banyaknya sel T pada daerah lesi.Vol. 2007. Temuan lain dari penelitian ini menunjukkan lebih dari dua pertiga kasus sifilis ditemukan pada pasien yang sebelumnya didiagnosis HIV-positif.

tulang dan indera penglihatan (Bockenstedt L. menetap untuk waktu 4 sampai 6 minggu dapat terjadi pembengkakan kelenjar limpe lokal dan biasanya sembuh spontan (Palacios R et all. suatu bentuk tumor akibat proses inflamasi yang dikenal dengan granuloma.A. folikular atau pustular rash.org. tetapi dapat terjadi overlap dengan bentuk primer. a. disamping gejala umum seperti demam. Sifilis laten dapat dibedakan atas tipe early atau late. suatu ulcerasi pada kulit tanpa rasa sakit pada daerah yang terexposure terutama pada penis. bersifat kronik dan . Sifilis Laten Disebut sifilis laten apabila tidak tanda-tanda dan gejala penyakit tetapi terdapat bukti serologik. Sifilis Tertier Sifilis tertier biasanya muncul dalam waktu 1 – 10 tahun setelah infeksi pertama. McPerson R. Lesi ini disebut chancre . Rash pada kulit biasanya lebih berat dan disertai dengan gangguan dermatologi yang lain seperti makulopapular. kebanyakan pada alat genital namun dapat ditemukan pada seluruh bagian tubuh yang lain. c. Kadang-kadang terdapat lesi multipel. pada beberapa kasus dapat mencapai masa sampai 50 tahun. Pembagian ini berguna dalam pemberian terapi pada penderita dan resiko transmisi ke orang lain (Sacher R. daerah kepala dan leher. Apabila sifilis tertier ini tidak mendapat terapi. Sifilis Primer Sifilis primer terjadi karena kontak langsung dengan lesi infeksi penderita melalui hubungan seksual.Vol. jari-jari dan peralatan makan atau minum (LaSala P. penurunan berat badan. d. b. 2008). Sifilis Sekunder Sifilis sekunder timbul 1 – 6 bulan setelah infeksi primer ( rata-rata 6 – 8 minggu) dengan berbagai manifestasi gejala. 2007). atau rectum. Lesi pada kulit timbul dalam 10 – 90 hari setelah terpapar. 182 Lesi biasanya terdapat pada kulit. Disamping itu terdapat juga bentuk sifilis tertier yang dapat timbul 1 – 10 tahun setelah terinfeksi dengan tanda khas berupa adanya gumma pada kulit dan mukosa. vagina. 2007). 2003. 2007). Terdapat bentuk lain dari penyakit sifilis yang banyak ditemukan di wilayah Asia tengah dan Afrika yang disebut Endemik Sifilis. Stadium sekunder juga ditandai dengan adanya gangguan pada sendi.K. Smith M. No. Ditandai dengan adanya gumma yang lunak. sakit kepala. dapat terjadi komplikasi yang lebih berat berupa neurosifilis dan kardiovaskuler sifilis (Bockenstedt L. 2007). kelemahan.B .wikipedia. Palacios R et all. kemudian membentuk lesi yang rata berwarna keputih-putihan yang dikenal dengan condyloma lata. merupakan penyakit infeksi kronik nonveneral yang disebabkan oleh T. 2003).R. Penyebaran terjadi melalui kontak langsung pada lesi yang aktif. Sedang tipe late bila infeksi lebih dari 2 tahun tanpa bukti klinik yang jelas. serta sistim saluran cerna. Rash menyebar pada seluruh tubuh dan ekstremitas. meningismus dan pembesaran kelenjar limpe. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI sistim saraf dan sistim kardiovaskuler (http : // id. Disebut tipe early bila selama 2 tahun serologik positif tetapi tidak ada gejala penyakit. pallidum subspecies endemicum.K.A. II.

2004). ELISA Tes ini bertujuan untuk mendeteksi adanya reaksi antara antibodi dari sel yang rusak dan kardiolipin dari treponema.K. Cardiolipin Wassermann (CWR) d. Tes-tes seperti Veneral Disease Research Laboratory (VDRL). termasuk pemeriksaan ini adalah (Bockenstedt L. Imunoasai ini menggunakan antibodi nontreponemal dan lipoid sebagai antigen. Rapid Plasma Reagin (RPR) c. Tetapi tes ini dapat memberikan positif palsu pada kondisi seperti kehamilan. Bentuk komplikasi yang lebih berat adalah neurosyphilis dan cardiovascular syphillis. Pemeriksaan Laboratorium Diagnosis sifilis dapat ditegakkan dengan cara melihat langsung organisme dengan mikroskop lapangan gelap atau pewarnaan antibodi fluoresen langsung dan kedua dengan mendeteksi adanya antibodi dalam serum dan cairan serebrospinal. aneurisma dan regurgitasi aorta. Rapid Plasma Reagin (RPR). Tes serologis non treponema mendeteksi antibodi yang merupakan kompleks dari lecitin. Tes serologis juga diperlukan untuk menegakkan diagnosis infeksi sifilis pada masa laten sifilis dimana tidak tampak adanya gejala-gejala penyakit. Unheated Serum Reagin (USR) e. 2003.K. Termasuk tes ini adalah Venereal Disease Research Laboratory (VDRL) dan Rapid Plasma Reagen (RPR) yang memberikan hasil positif setelah 4 – 6 minggu terinfeksi (positif pada 70% pasien dengan lesi primer dan stadium lanjut). (Bockenstedt L.A. penyakit autoimun dan infeksi virus. Kebanyakan gumma merupakan komplikasi dari late syphilis. II. Ada dua kelompok tes serologis yang dapat digunakan dalam mendiagnosis penyakit sifilis yaitu tes serologis antibodi non treponema dan antibodi treponema (Sacher R. Tes Serologis Antibodi Non Treponemal yaitu antibodi yang terbentuk akibat adanya infeksi oleh penyakit sifilis atau penyakit infeksi lainnya. Sedang komplikasi kardiovaskuler dapat berupa sifilis aortitis. 2003. keganasan. 2004) : a. Unheated Serum Reagin (USR) dan Toulidone Red Unheated Serum Test (TRUST) mendeteksi . Antibodi ini terbentuk setelah penyakit menyebar ke 183 kelenjar limpe regional dan menyebabkan kerusakan jaringan serta dapat menimbulkan reaksi silang dengan beberapa antigen dari jaringan lain. 2007). 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dapat muncul kembali bila sistim imun tubuh tidak sempurna. No. Tes serologis merupakan tes konfirmasi untuk melihat adanya antibodi terhadap organisme penyebab sifilis.Vol. Palacios R et all.A. 1. Bentuk lain dari sifilis tertier yang tidak diterapi adalah neuropathic joint disease. pallidum. Toulidone Red Unheated Serum Test (TRUST) f. kecanduan obat. Digunakan untuk skrining penderita dan monitoring penyakit setelah pemberian terapi. tabes dorsalis atau paresis. kolesterol dan kardiolipin dan digunakan untuk skrining adanya infeksi oleh T. McPerson R. Veneral Disease Research Laboratory (VDRL) b. berupa degenerasi sendi disertai hilangnya sensasi propriosepsi. Handojo I. Gangguan neurologik dapat asimptomatik atau bermanisfestasi sebagai meningovascular disease.

Treponemal Wassermann (T-WR) c. Treponema pallidum Hemagglutination (TPHA) h. setelah rotasi mekanis beberapa waktu sedian diperiksa untuk melihat ada tidaknya aglutinasi secara makroskopis. Treponema pallidum Immobilization Lyzozym (TPIL) e. Imunoasai berdasarkan pada penggunaan beberapa strain saprofitik dari treponema. Antibodi treponemal Bertujuan untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap antigen treponema dan sebagai konfirmasi dari hasil positif tes skrining nontreponemal atau konfirmasi adanya proses infeksi pada hasil negatif tes nontreponemal pada fase late atau laten disease dapat dibedakan atas 2 jenis antibodi yaitu . A. adalah tes untuk melihat antibodi nonspesifik dalam darah penderita yang diduga terinfeksi sifilis. kehamilan atau proses kronik seperti kerusakan pada jaringan penyambung. pallidum Pemeriksaan antibodi nontreponemal yang sering digunakan sekarang adalah : 1. Treponema pallidum Complement Fixation b. Treponema pallidum Immuneadherence (TPIA) i. No. Pengambilan spesimen pada stadium primer akan mempengaruhi sensitivitas tes dimana titer antibodi meningkat selama tahun pertama dan selanjutnya menurun secara nyata sehingga memberikan hasil negatif pada pemeriksaan ulang. Dapat ditemukan hasil tes positif palsu maupun negatif palsu. II. Treponema pallidum Immobilization (TPI) d. ELISA T. grup treponemal antibodi. Antibodi treponema spesifik. yaitu Reiter Protein Complement Fixation (RPCF) ii. antibodi yang spesifik untuk antigen dari T. Hardjoeno. Sedang hasil negatif palsu terjadi karena tingginya titer antibodi (prozone phenomenon) yang sering ditemukan pada sifilis sekunder. Tes Rapid Plasma Reagen. antibodi terhadap antigen somatik yang terdapat pada semua jenis treponema. 2. Pakasi R. infeksi virus. beberapa tes yang termasuk diantaranya adalah : a.Vol. i. Positif palsu terjadi karena adanya penyakit bersifat akut seperti hepatitis. terdiri dari uji kualitatif dan uji kuantitatif. Antibodi yang terdeteksi biasanya timbul 1 – 4 minggu setelah munculnya chancre primer. Treponema pallidum Immobilizationsymplification f. 1 tetes serum + 50 uL antigen dicampur diatas kartu tes memenuhi lingkaran 184 . 2003) : 1. Uji RPR kualitatif adalah pemeriksaan penapisan dengan serum pasien yang tidak diencerkan dicampur dengan partikel arang berlapis kardiolipin di atas karton. Cara Kerja (Aprianti S. Fluorecense Treponemal Antibody (FTA) g. pallidum. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI adanya reaksi antigen-antibodi dengan menilai presipitasi yang terbentuk baik secara makroskopik (RPR dan TRUTS) maupun mikroskpoik (VDRL dan USR).

sedang hasil negatif berarti tidak terjadi reaksi Ag-Ab yang tidak mengikat komplemen. Sedangkan Tes serologik treponemal yang banyak digunakan adalah : 185 . Hasil tes yang reaktif dilanjutkan dengan tes kuantitatif B. Sampel pasien berasal dari darah atau cairan cerebrospinal yang reaksikan dengan antigen kardiolipin dan intensitas reaksi sebanding dengan beratnya kondisi pasien (http://en. 2008). Uji RPR kuantitatif menggunakan serum yang diencerkan secara serial dan hasil pemeriksaan adalah nilai akhir pengenceran dimana masih terjadi penggumpalan partikel. leprosi dan penyakit lupus.org. aduk rata dan rotasi selama 8 menit.9% 2. isi masingmasing dengan 50 uL NaCl 0. Lakukan seterusnya untuk tabung ke 3 dengan mengambil isi dari tabung 2 (pengenceran ¼). 2. Dasar tes adalah reaksi antibodi pasien dengan difosfatidil gliserol. Tes VDRL dapat mendeteksi antikardiolipin antibodi (IgG. Tambahkan 50 uL sampel ke tiap tabung. demikian juga untuk tabung 4. deteksi kelainan saraf dan membantu diagnosis pada sifilis kongenital. Tes RPR efektif untuk skrining seseorang yang terinfeksi penyakit sifilis tetapi belum menunjukkan gejala klinik. (http://en wikipedia. 5. kocok rata 3. 2008) 3. Siapkan 6 tabung reaksi. teteskan di atas kertas tes dan tambahkan 50 uL antigen pada tiap sampel. IgM atau IgA). 5.wikipedia. Tes ELIZA nontreponemal menilai terjadinya flokulasi dan nilai absorban dihitung berdasarkan prinsip spektrofotometer.org/wiki/. Ambil dari tiap tabung 50 uL larutan. Baca titer pada pengenceran tertinggi yang masih terjadi flokulasi. Tes Cardiolipin Wassermann (CWR) merupakan uji fiksasi komplemen dimana reaksi antibodi dan antigen kardiolipin akan membentuk kompleks yang akan mengikat komplemen. Lihat hasil terbentuknya flokulasi dengan mikroskop cahaya dengan pembesaran 10 x 10 4. Cara kerjanya sebagai berikut : 1. 4. Disebut uji CWR positif apabila tidak terjadi reaksi hemolisis yang menunjukkan bahwa terjadi reaksi Ag-Ab yang mengikat komplemen. Tes VDRL selain digunakan untuk skrining penyakit sifilis juga dapat digunakan untuk monitoring respon terapi. Sebagai indikator terjadinya reaksi pengikatan komplemen maka pada tes ditambahkan sel darah merah (domba) dan zat hemolisin anti SDM. Tes VDRL semikuantitatif juga digunakan untuk mengevaluasi kejadian neurosifilis di mana hasil reaktif tes hampir selalu merupakan indikasi adanya neurosifilis. kehamilan. demam rematik.Vol. dan 6. Pindahkan 50 uL isi tabung I ke tabung 2 (pengenceran ½ kali) 4. Beberapa kondisi dapat memberikan hasil positif palsu seperti penyakit hepatitis virus. II. No. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI 2. putar di atas rotator selama 8 menit dengan kecepatan 100 rpm 3.

Untuk penderita dengan suspek neurosifilis. Hasil positif terlihat dengan T. Pallidum tidak dapat tumbuh pada media kultur maka digunakan metode lain untuk mendiagnosis penyakit sifilis. lalu diinkubasi pada suhu 35° C selama 16 jam selanjutnya dilihat di bawah mikroskop. Sensitivitas dan spesifisitas cukup baik kecuali untuk sifilis stadium I. Tes FTA adalah imunoasai yang sangat sensitif dan spesifik sehingga baik digunakan untuk diagnosis tetapi tidak dipakai dalam pemantauan terapi sebab hasil tes positif akan tetap positif walaupun telah diberi pengobatan sampai sembuh. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI 1. No. Karena T. Diagnosis Diagnosis penyakit sifilis biasanya secara tidak langsung ditemukan pada pasien risiko tinggi seperti adanya penyakit menular seksual dan pengguna narkotika. Bahan pemeriksaan adalah transudat segar dari chancre pada infeksi primer atau kondiloma lata pada infeksi sekunder. II. inkubasi dan bilas. Sebelum tes serum pasien diinaktifkan dengan pemanasan dan diserap dengan sorbent untuk membersihkan dari antibodi terhadap treponema komensal.Vol. diagnosis ditegakkan dengan sampel dari cairan cerebrospinal. pallidum yang mobil dan komplemen.wikipedia. Sebagai antigen dipakai T . membentuk kumparan padat dan bergerak melengkung. 3. antibodi T. Tes Treponema pallidum Hemagglutination (TPHA) Merupakan uji hemaglutinasi pasif secara kualitatif dan semi kuantitatif yang 186 dapat mendeteksi anti T. tetapi spesifisitasnya paling baik dibanding tes serologis lain dan merupakan satusatunya tes yang hampir tidak memberi hasil positif semu. Fluorescent treponemal antibody-absorbed double strain test (FTA-ABS DS). Tes menggunakan serum penderita yang tidak aktif ditambah dengan T. inkubasi lalu bilas hati-hati. kemudian dicampur dengan apusan T. kolesterol dan . Tambahkan konjugat antibodi antiimunoglobulin human yang dilabel dengan tetrametil-rodamin isotiosinat [TMRITC] tutup dengan kaca penutup. 2008). pallidum antibodi dalam serum atau plasma. di mana hasil positif didapatkan bila terjadi aglutinasi. pallidum pada kaca obyek. Seperti mikroskop lapangan gelap atau apusan cairan dari kulit atau jaringan. 2. Tes Treponema pallidum Immobilization (TPI). Hasil positif ditunjukkan dengan adanya treponema berfluoresensi-TMRITC pada apusan. Hasil positif bila ditemukan spiroketa yang motil. pallidum dalam serum akan mengikat antigen pada sel darah merah membentuk kompleks AgAb dan hasil positif dinilai dengan melihat adanya aglutinasi (http: // en. pallidum yang tidak mobil. Periksa apusan di bawah mikroskop pengcahayaan ultraviolet.pallidum strain Nichol dan sebagai carrier digunakan sel darah merah kalkun. Sel darah merah kalkun yang diliputi Ag T .org. Sensitifitas tes rendah pada beberapa stadium penyakit terutama stadium I . pallidum dan Ab serum penderita lalu diinkubasi. tes ini juga cukup praktis. Tes serologis non treponema mendeteksi antibodi yang merupakan kompleks dari lecitin. mudah dan sederhana serta harganya relatif murah.

us/.cdc. Blindness 3. Termasuk tes ini adalah Venereal Disease Research Laboratory (VDRL) dan Rapid Plasma Reagen (RPR) yang memberikan hasil positif setelah 4 – 6 minggu terinfeksi (positif pada 70% pasien dengan lesi primer dan stadium lanjut).state. Laki-laki lebih banyak berlanjut ke fase tertier dan mortalitasnya lebih tinggi dibanding penderita wanita.cdc. Hasil tes non treponema yang positif harus dikonfirmasi dengan tes treponema yang mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang lebih tinggi. pallidum berfungsi sebagai antigen.com.A. sekunder dan early laten akan sembuh sempurma dengan pemberian antibiotik. eritromicin dan ceftriaxon dapat digunakan pada penderita yang alergi terhadap penicilin. sedang stadium late biasanya lebih sulit diterapi. Chancroid 4. Komplikasi Sifilis yang tidak diterapi dapat berkembang menjadi fase tertier dengan timbulnya gumma dan sifilis kardiovaskuler yang dapat bersama-sama dengan neurosifilis. pallidum. Sifilis tertier 187 mempunyai tingkat mortalitas yang tinggi bila kelainan telah sampai pada sistim saraf pusat (Bockenstedt L.com. Selain itu sifilis juga dapat menyebabkan komplikasi penyakit lain berupa (www. Kerusakan jaringan yang irreversibel merupakan karakteristik dari sifilis fase tertier dan sifilis kongenital meskipun telah mendapat terapi antibiotik. Healthcommunities.A. keganasan. 2008). Genital Herpes 3. http://www. 2006. Sedang antibiotik alternatif seperti derivat tetrasiklin.com. Arthritis 2. Sedang tes serologis yang spesifik untuk infeksi treponema seperti Serum Fluorecent-Treponemal Antibody absorbance test (FTA-ABS) dan Microhemagglutination test dimana T. Lymphogranuloma venereum .K. No. Death Differential Diagnosis Penyakit sifilis dapat didifferential diagnosis dengan penyakit kelamin lain seperti (http : // www. Sifilis stadium primer.dshs. 2008) : 1. Dosis dan lama terapi bervariasi tergantung pada gejala klinik penderita. Mc Person R.tx. Mayo Clinic.2003.fpnotebook. Tetapi tes ini dapat memberikan positif palsu pada kondisi seperti kehamilan. 2008) : 1. Genital Ulcer 2. kecanduan obat.Vol.htm.gov/std/default. Heart disease 4. penyakit autoimun dan infeksi virus. 2008. 2008). com. Mayo Clinic. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI kardiolipin dan digunakan untuk skrining adanya infeksi oleh T. gov/std/default. Venereal Wart 5. secara umum penyakit dengan stadium lebih lanjut membutuhkan antibiotik dengan dosis yang lebih besar dan waktu yang lebih lama. Obat lain yang dapat diberikan adalah antipiretik dan antihistamin. (Sacher R. 2004. http://www.htm. Mental illness 5. Terapi dan Prognosis Penicilin masih merupakan obat pilihan untuk penanganan sifilis. II. 2006.

us/hivstd. McPerson R.thefreedictionary.com / Syphillis Symtom. 2004. Diakses tgl 22 Agustus 2008 188 http: // www. last modified : Diakses 25 Pebruari 2008. last modified. J Acq Immun Defic Synd 44: Maret. edisi 11.458 www. Diagnosis Serologik Infeksi Spesifik dalam Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. LaSala P. Download tgl 23 Agustus 2008 http: // www. II. Syphilis: Treatment. Mayo Clinic.R. Mayo Clinic Diakses 28 April 2008. 2007.state. Diakses 4 Januari 2008. http://en.org/ Veneral Disease Research Laboratory test. Impact of syphilis infection on HIV viral load and CD4 cell counts in HIV-infected patients. No. http://en wikipedia. Sifilis dalam Manual Pemberantasan Penyakit Menular. last modified. last modified. 2003. edisi 4.K.wikipedia.dshs. Healthcommunities.com. Smith M. Healthcommunities. Ditjen PP&PL. last modified : 14 oktober 2008 http: // www. Bockenstedt L.gov/std/default. Mayo Clinic. Spirochaete Infections in Henry’s Clinical Diagnosis and Management by Laboratory Methods 21sted. ARUP Laboratories.org/wiki/.B. Diakses 27 Oktobert 2006. 2005. HIV / STD Facts. 2004.A. Diakses 5 November 2008. EGC. Tes Sifilis dan Gonorrhoe dalam Interpretasi Hasil Tes Laboratorium Diagnostik.. Jakarta : Pen FK-UI. 2005. Syphilis: Screening and diagnosis – Mayo Clinic. Djuanda A.A. http: // id.com.tx. Sexually Tranmitted Diseases. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Daftar Pustaka Aprianti S. http: //www. Download tanggal 29 agustus 2008.com Medical Services.wikipedia. Handojo I. 456 . Spirochetal Diseases : Syphillis and Lyme Disease in Medical Immunology 10th ed. Surabaya : Airlangga University Press. Saunders Elsevier. Wassermann test.cdc. Diakses 25 Januari 2008. Makassar: LEPHAS Unhas. Imunoasai Untuk Penyakit Sifilis dalam Imunoasai Terapan pada Beberapa Penyakit Infeksi. Natahusada EC. Palacios R et all. Mc Graw Hill.com / Syphillis. Syphilis – Urologychannel.Vol.thefreedictionary. http: // en. Sifilis dalam Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.wikipedia. 2004. 2007. Diakses 26 Agustus 2008.org/wiki/ Rapid plasma Reagin. Sacher R.org / wiki / Treponema pallidum. Hardjoeno. com /ID/STD/Syphilis. Syphilis Testing. MayoClinic. 2003. . update 27 0ct 2006. fpnotebook. Diakses 5 November 2008. MayoClinic. Pakasi R.com Medical Services.htm.

No.Vol. II. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI .