Vol. II, No.

3 tahun 2009 EDITORIAL

Anatomi, Sains dan Seni Jurnal Madani FKM UMI

Peranan Ilmu Anatomi dalam Pengembangan Ilmu Kedokteran
Abdul Razak Datu
Bagian Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin Makassar

Sejarah Perkembangan ilmu Anatomi Secara anatomis, tubuh manusia terdiri dari organ-organ yang menyusun sistem yang berperan secara sistematis dan terkoordinasi, mempertahankan keseimbangan secara menyeluruh (homeostasis) sebagai suatu kesatuan yang utuh dalam memelihara kesehatan tubuh. Pengetahuan ini (Anatomi) nampaknya sudah mulai dikenal sejak zaman pra sejarah (20.000 thn S.M.) yang dapat disaksikan pada lukisan-lukisan dinding di Perancis dan Spanyol. Jauh sebelumnya, 500 thn S.M. di Mesir, pengetahuan Anatomi digunakan pada pembuatan mummi, yaitu dengan membuat irisan, incisi (incision) yang kecil untuk mengeluarkan organ-organ tubuh (yang cepat membusuk), dan mengeluarkan otak dari arah lubang hidung melalui corpus sphenoidalis tanpa merusakkan wajah dan tulang-tulang cranium yang lainnya. Alcmaeon (500 S.M.) adalah orang yang dianggap pertama yang melakukan diseksi pada mayat. Muridnya, Empedocles (504 – 443 S.M.) yang lebih menguasai teori daripada praktek mengembangkan ilmu anatamo menjadi ilmu faal. Jalan pikiran Empedocles diikuti oleh Hippocrates (460 – 377 S.M.) seorang dokter ulung yang dikenal sebagai “Father of Medicine”, yang pertama kali menegakkan sendi kedokteran yang bersifat rasional.
135

Dialah yang memberi pengertian tentang struktur dan fungsi tubuh manusia, dan dia mampu mengenyampingkan pikiran para pendahulunya, dan menyatakan bahwa penyakit mempunyai penyebab alami yang dapat diamati. Inilah awal dari ilmu kedokteran yang mempergunakan rasio dan observasi. Dua orang muridnya yang terkenal yaitu Aristoteles dan Galenus membandingkan antara tubuh manusia yang disebutnya mikrocosmos dengan kehidupan alam semesta yang disebutnya makrocosmos Herophilus (335-280 S.M.) adalah guru Anatomi yang pertama-tama mela-kukan diseksi secara terang-terangan (ter-buka) walaupun pada akhirnya ia dituduh sebagai penjagal manusia. Herophilus dipandang sebagai Bapak Anatomi. Dia dapat membedakan dengan jelas pembuluh darah Arteri dan Vena, serta menemukan pembuluh lacteal pada intestinum tenue. Erasistratus (290 S.M.) melanjutkan penyelidikannya mengenai pembuluh lacteal, dan dia pula yang pertama-tama membagi saraf motoris dan saraf sensibel. Pada zaman Kedokteran Romawi ( 50 S.M. – 200 M) Rufus adalah orang yang pertama kali menerbitkan buku dengan judul “on the Naming of the Parts of the Body”. Dari sinilah istilah-istilah (nomenclature) anatomi mulai digunakan. Galen (130 – 200 SM)

Vol. II, No. 3 tahun 2009

Jurnal Madani FKM UMI

melakukan experiment dan dissection pada kera dan babi yang secara khusus mempelajari susunan saraf dan menulis buku yang terkenal “Use of the parts of the body of man”. Pada zaman Kejayaan Islam, karyakarya kedokteran bermunculan dan memperkaya khazanah ilmu tersebut dengan melahirkan dokter-dokter kaliber dunia pada zamannya. Berbagai karya itu adalah teks book, rumah sakit, pusat rehabilitasi, apotik dan berbagai fasilitas kesehatan lainnya. Ilmu kedokteran dasar berkembang, seperti Anatomi, Fisiologi, Patologi, Farmakologi dan Biokimia. Salah seorang dokter muslim Ibn Al- Nafis pada abad XII sudah menjelaskan mengenai circulasi pulmonal, menggugurkan pendapat GALENUS yang sudah bertahan selama kira-kira 14 abad. Teori Ibn Al-Nafis tersebut dikemukakan juga oleh William Harvey (1578 -1657). Ilmu Anatomi sebagai ilmu Kedokteran dasar Ilmu Anatomi sebagai salah satu Ilmu Kedokteran Dasar sangat dibutuhkan dalam mempelajari dan mengembangkan ilmu kedokteran klinik. Ilmu Anatomi yang mempelajari bentuk, struktur dan lokasi organ, kedudukannya berdampingan dengan ilmu-ilmu dasar lainnya, dalam hal ini adalah Fisiologi (fungsi badan), Biokimia (proses hayati) dan Histologi (micro anatomy) yang sebenarnya merupakan bagian dari ilmu Anatomi juga. Ilmu Anatomi sangat berkaitan erat dengan ilmu-ilmu preklinik dan klinik lainnya. Ilmu-ilmu dalam ilmu kedokteran dasar, baik yang bersifat morfologik maupun yang bersifat fungsional, masing-masing memberikan dasar dalam memberikan
136

kumpulan-kumpulan informatif pengetahuan faktual, yang tanpa ini semua ilmu-ilmu klinik tidak dapat didirikan. Pengertianpengertian dalam ilmu klinik sukar dicapai tanpa bekal pengetahuan kedokteran dasar tersebut. Selain bekal dalam kuantitas ilmu informatif, ilmu-ilmu yang bersifat morfologik, seperti Anatomi, Histologi, Patologi Anatomi dan lain-lain, memberi bekal dalam kemampuan observasi dan deskripsi, sedangkan yang membentuk kumpulan ilmu-ilmu yang bersifat fungsional, seperti Fisiologi, Biokimia, Farmakologi dan lain-lain adalah ide-ide, teori-teori dan kesimpulan-kesimpulan, sehingga dari sinilah berasal kemampuan berargumentasi serta menimbang-nimbang kenyataan, yang merupakan inti dalam profesi kedokteran. Sampai abad XIX pengetahuan mengenai struktur dan fungsi organ dipelajari secara bersama-sama, lalu kemudian masing-masing berdiri sendiri sebagai ilmu Anatomi dan ilmu Fisiologi. Memasuki abad ke 20 ilmu Anatomi semakin berkembang dengan membentuk cabangcabang Ilmu seperti : Histologi, Morphologi, Neurologi, Anthropologi, Embriologi dan Genetika. Selanjutnya muncul ilmu –ilmu Experimental Anatomy, Experimental Embryology dan Cytology. Antara 1819 – 1899 diciptakan berbagai instrumen, seperti Stethoscope, Otoscope, Ophthalmoscope yang digunakan di klinik dan juga dipakai ketika mempelajari Living Anatomy. Dalam tahun 1890 formalin dipakai sebagai bahan fiksasi mayat untuk dijadikan cadaver bagi kepentingan dissection; sebelumnya itu menggunakan alkohol yang digunakan sebagai bahan konservasi.

Vol. II, No. 3 tahun 2009

Jurnal Madani FKM UMI

Sejak ditemukannya sinar rontgen penentuan morfologi dan lokalisasi organ sangat membantu para klinisi untuk menentukan diagnosis penyakit dan melakukan terapi. Dengan alat Rontgen tersebut terbentuklah Anatomi Radiologik. Mahasiswa dapat mempelajari foto-foto Rontgen dari struktur yang normal dan kemudian di klinik mencari/menemukan kelainan-kelainan yang memberi gangguan yang perlu diatasi. Dalam perkembangannya ilmu anatomi tidak bisa dipisahkan dari ilmu embriologi. Embriologi yang diprakarsai oleh Aristoteles kemudian dikembangkan William Harvey (1578 -1667) mengemukakan perkembangan chick embryo secara lebih terperinci. Walaupun pengetahuan embriologi yang dimulai oleh Aristoteles sangat sederhana, namun perkembangannya mulai nampak setelah Marcello Malpighi (1628 -1694) berhasil menunjukkan proses perkembangan embryo ayam yang diaplikasikan pada perkembangan embryo mammalia termasuk manusia. Malpighilah dianggap sebagai penemu embriologi. Sejak saat itu berkembanglah embrylogi modern, dan sel telur (ovum) pada manusia ditemukan pertama kali oleh Von Baer (1827) sehingga Von Baer dikenal sebagai “Bapak Embriologi”. Experimental teratology mulai berkembang sejak terjadinya Tragedi Thalidomide, suatu peristiwa yang menggemparkan dunia kedokteran ketika di Jerman tahun 1961 terjadi kelahiran sejumlah bayi dengan kelainan bawaan dengan jenis kelainan yang hampir serupa dan dalam periode yang hampir bersamaan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya ibu-ibu
137

hamil yang mengkonsumsi obat Thalidomide, sejenis obat penenang dan anti muntah yang sangat mujarab, ternyata obat tersebut membawa malapetaka dan ber-akibat fatal, menyebabkan kelainan perkem-bangan embryo sehingga lahirlah anak-anak cacat. Dewasa ini, makin banyak zat-zat kimia atau obat-obatan yang dilaporkan dapat menyebabkan kelainan bawaan yang ditemukan pada bayi yang baru lahir. Sesungguhnya zat-zat kimia dan obat-obatan hanya salah satu faktor yang dapat menyebabkan kelainan bawaan. Telah dilaporkan bahwa kelainan bawaan dapat disebabkan oleh 3 faktor: yaitu faktor genetika (6-15%), faktor lingkungan (7-10%), dan faktor interaksi antara gen dan lingkungan (20-25%), dan yang belum diketahui penyebabnya masih jauh lebih banyak (50-60%). Dengan perkembangan dan kemajuan penelitian di bidang Teratologi, semakin banyak hal-hal baru yang ditemukan tentang mekanisme dan penyebab dari suatu kelainan bawaan, sehingga makin banyak faktor penyebab kelainan bawaan yang dapat terungkap. Dengan mengetahui mekanisme dan penyebab yang dapat menyebabkan kelainan pembentukan dan perkembangan embryo, akan menjadi perhatian dan peringatan kepada ibu-ibu hamil terutama yang hamil muda (kehamilan sampai 8 minggu) kiranya berhati-hati dalam memelihara kesehatannya agar janinnya bisa tumbuh dengan baik dan sempurna sehingga akan melahirkan bayi yang normal (tanpa cacat). Pendidikan ilmu Anatomi di Fakultas Kedokteran

Vol. II, No. 3 tahun 2009

Jurnal Madani FKM UMI

Pendidikan Anatomi menumbuhkan kemampuan-kemapuan yang esensial bagi seseorang yang akan berhubungan dengan penderita, dan banyak dari kemampuan ini yang tidak didapatkan dalam derajat yang sama dalam disiplin ilmu lain pada kurikulum kedokteran. Dalam mempelajari ilmu Anatomi, mahasiswa mulai diperkenalkan dengan penggunaan bahasa teknis deskripsi yang merupakan dasar seluruh terminologi kedokteran. Selain itu, informasi profesional yang diterima oleh mahasiswa di dalam belajar Anatomi memungkinkan ia memahami pelajaran-pelajaran fungsional dan klinis. Anatomi merupakan dasar yang sangat berarti untuk Patologi dan bahan yang dipelajari dalam Anatomi dapat membantu dalam menegakkan diagnosis yang tepat serta membantu dalam bertindak dengan aman pada keadaan-keadaan darurat di dalam praktek-praktek klinik. Pada umumnya dikatakan bahwa Ilmu Kedokteran Dasar melayani ilmu kedokteran Klinik, ini tidak berarti sematamata bahwa yang diberikan dalam Ilmu Kedokteran Dasar hanyalah hal-hal secara porsional yang masing-masing mendukung seperlunya porsi-porsi tertentu dalam ilmu klinik. Dalam kurikulum Inti Pendidikan Dokter Indonesia (KIPDI) II , umumnya ilmu-ilmu kedokteran dasar, dalam hal ini termasuk Anatomi, Histologi, Fisiologi dan Biokimia diajarkan bersama-sama dalam satu jangka waktu tertentu. Ini berdasarkan atas anggapan bahwa semua ilmu-ilmu preklinik saling berhubungan sampai derajat tertentu, sehingga mempelajarinya secara betul-betul terpisah, tidak akan ada artinya bahkan merugikan. Dalam hubungan ini struktur
138

hendaknya dipelajari berdampingan dengan fungsi dan ada baiknya apabila diberikan secara terpadu, sehingga mahasiswa mempunyai kesempatan untuk memadukan struktur dan fungsi di dalam pikirannya sendiri dan menciptakan gambaran yang tersusun dengan baik tentang biologi manusia. Namun kesulitannya, pekerjaan mengurai di Laboratorium Anatomi dilakukan dengan sistem regional sedangkan ilmu faal memakai pendekatan sistematik. Sampai tahun 1977 pendidikan Anatomi bagi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin diberikan selama satu tahun ajaran, yaitu di tingkat dua (tingkat preklinik). Pada tahun ajaran 1977/1978 dimulailah Sistem Kredit Semester, yang mengharuskan Anatomi dibagi-bagi dalam tiga semester dengan 12 SKS, yaitu Anatomi I, Anatomi II, dan Anatomi III. Pada sistem konvensional pendidikan Anatomi diberikan selama satu tahun tanpa terputus, maka dalam Sistem Kredit Semester mahasiswa mempelajari Anatomi secara terputus-putus, sesuai dengan minat dan kesanggupannya, dan tidak ada jaminan bahwa mahasiswa akan mengambil mata pelajaran Anatomi, Fisiologi, Histologi dan Biokimia untuk dipelajari bersama-sama yang semestinya sangat diperlukan. Peranan Ilmu Anatomi sebagai Sains dan Seni Ilmu Anatomi tidak saja berguna bagi pendidikan dokter, dokter gigi, perawat, dan bidan melainkan perlu dikembangkan lebih luas lagi, sehingga memasuki kehidupan masyarakat, yang dikenal sebagai Anatomi Sosial. Ilmu Anatomi yang

Vol. II, No. 3 tahun 2009

Jurnal Madani FKM UMI

memasuki dunia seni lukis sudah dimulai oleh Leonardo da Vinci pada abad XV, demikian pula seni memahat, khususnya memahat patung manusia. Industri sepatu, pakaian, kursi, meja dan bangku duduk di sekolah atau di tempat kerja di kantor atau perusahaan, kendaraan umum perlu dibuat dengan memperhatikan ergometri atau posisi anatomis manusia agar supaya memberi kenyamanan yang optimal dan tidak melelahkan. Dalam seni tari, posisi persendian dan gerakan lengan, tungkai dan badan, hendaknya dilakukan dengan efektif agar tidak cepat menjadi lelah. Mesin-mesin industri hendaknya dibuat dengan mengingat posisi manusia yang akan menggunakannya nanti, baik dengan cara berdiri maupun duduk, agar supaya produktifitasnya dapat menjadi maksimal. Dalam olah raga kesegaran jasmani, ataupun olah raga prestasi, sikap tubuh dan berbagai jenis gerakan perlu dilakukan dengan efektif, untuk itu semua pengetahuan mengenai tulang, otot, persendian, saraf dan pembuluh darah perlu dikaji dengan terpadu dan benar, termasuk pengetahuan sistem lainnya yang menunjang. Dalam olah raga prestasi, seorang pelatih harus mampu melatih gerakan-gerakan pada anak asuhnya secara optimal agar dapat mencapai prestasi secara maksimal, maka untuk itu pengetahuan Ilmu Anatomi mutlak diperlukan . Dalam bidang arsitektur baik arsitektur bangunan umum, arsitektur perumahan, maupun arsitektur peralatan rumah tangga, serta perancangan peralatan lain yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, perlu memperha139

tikan postur tubuh manusia yang akan menggunakannya. Demikian pula di bidang estetika, yaitu salon-salon kecantikan yang merawat wajah para wanita hendaknya keterampilan yang dipakai bukan sekedar berdasarkan atas kebiasaan belaka, melainkan memahami dan memiliki pengetahuan tentang tulang-tulang wajah, letak dan arah otot-otot wajah serta kulit/rambut yang terdapat pada wajah dan kepala. Tak kalah penting penerapan pengetahuan Anatomi pada bidang fisioterapi dan pijat traditional. (Tulisan di atas dikutip dari Pidato Pengukuhan Guru Besar Tetap Prof. dr. Abdul Razak Datu, Ph.D. dalam Bidang Ilmu Anatomi di Universitas Hasanuddin pada 3 April 2009). Daftar Pustaka Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk Pendidikan Kedokteran Dasar. Gardner E, Gray, D J, O’rahilly, R. 1975. Anatomy: A Regional Study of Human Structure. 4th Ed. W.B. Saunders Co. Philadelphia, London, Toronto. Gray, H. 1980. Gray’s Anatomy, P.I. William and R. Warwick, 36 ed. Churchill Livingstone. Konsil Kedokteran Indonesia, 2006. Standar Pendidikan Profesi Dokter. Luhuluma, J 1993. Pendidikan Ilmu Anatomi Tantangan dan Harapan. Pidato penerimaan jabatan Guru Besar Tetap Ilmu Anatomi pada Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

sebuah gagasan Dasar. Pratiknya. Philadelphia. New York. Malang. The Developing Human. Clinically Oriented Embryology. Sidney. Surjono. W. No. TVN. AW. Reorientasi Pendidikan Anatomi Menjelang tahun 2000. Jilid XVI. 1998. J. suatu kajian prospektif. Pengurus Besar Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia.Vol. 6th edition. No. II. 1984 Sukardi. 1980. Moore. 18 – 20 Desember 1992. Surabaya. Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia Malang 18 -19 Desember 1992 Wonodirekso S. Tim Penelitian/Penyusunan Istilah Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Louis. Williams & Wilkins. Baltimore/ London 1980. Toronto. Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia. E. Clinically Oriented Anatomy. Masa depan KIPDI dan Rekonstruksi Kurikulum Anatomi. Berkala Ilmu Kedokteran.B Saunders Co. 5. Kamus Istilah Anatomi Edisi ke-2. Anatomi Sosial. Pendidikan Anatomi Kedokteran berubah. 1979. Uddin. 140 . perlu diubah atau tak berubah-ubah?. Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia. St. KL and Persud. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Moore. Malang 18-19 Desember 1992. London. KL.

Hal ini menunjukkan bahwa arcus pedis mempengaruhi kemampuan lari tetapi dalam tingkat korelasi yang rendah. No.192). Variabel penelitian meliputi variabel bebas terdiri dari : arcus pedis dan kecepatan reaksi kaki. Berdasarkan hasil penelitian dan uji statistik antara arcus pedis dan kemampuan lari didapatkan korelasi yang sangat lemah (r = -0. sedangkan variabel terikat yaitu kemampuan lari. Kata Kunci : Arcus pedis dan kemampuan lari The Relationship between Arcus Pedis with the Running Ability of the Students at SMP 23 of Makassar Azis Beru Gani. The data analysis using Person correlaton test indicates that the arcus pedis has an insignificant correlation with the running ability (r = -0. The study variable consist of independent variable arcus pedis and dependent variable is the running ability. Kemampuan lari Hubungan Arcus Pedis dengan Kemampuan Lari Siswa SMP Negeri 23 Makassar Azis Beru Gani*. antara daya ledak otot dan kemampuan lari. antara panjang tungkai dan kemampuan lari.Vol. Pengukuran arcus pedis dilakukan dengan menggunakan teknik Clarke (footprint). 141 . Keywords : arcus pedis and running ability.The sample consist of 155 male student of the second yeard of SMP (junior high school). Ilhamjaya Patellongi Abstrak The objective of the study is to investigate the relationship between arcus pedis and running abiliy.192). Ilhamjaya Patellongi** *Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar **Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara arcus pedis dan kemampuan lari. antara kecepatan reaksi otot dan kemampuan lari. Penelitian ini menggunakan 155 sampel siswa laki-laki kelas II SMP. II. 3 tahun 2009 ARTIKEL ASLI Jurnal Arcus Madani FKM UMI Pedis. The arcus pedis measurement is conducted with Clarke (footprint) technique.

Berbagai penelitian dilakukan. Ketiga pokok masalah ini sangat berkaitan dengan bentuk dan sendi tulangtulang kaki (arcus pedis) dengan kemampuan lari. Untuk fungsi kedua. Indonesia memiliki beberapa pelari kenamaan di nomor elite. Sekarang prestasi itu sudah sulit diperoleh atlet Indonesia. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Pendahuluan Di masa lalu. ada Henny Maspaitella pelari 200 meter mencatat waktu 24. dimana terdiri dari 2 bagian. Kajian untuk meningkatkan keterampilan dalam bidang oleha raga perlu terus ditumbuhkembangkan. Dasar utama dari lengkung-lengkung kaki berasal dari bentuk dan arsitektur tulangnya walaupun ligamenta. Tiga hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai usaha tersebut. 1988. 1984. Selain itu.. 1984) yang satu-satunya pelari Asia menembus semifinal. Salah satu kunci untuk menciptakan prestasi atlet juara adalah kemampua berlari yang disertai teknik yang baik. 2006). Wirhed. 2003).56 detik di SEA Games 1999 Brunei Darussalam.24 detik di SEA Games Manila 1981 (Pate. Prestasinya diikuti Mardi Lestari yang lolos ke semifinal Olimpiade Seoul 1988 (10. Lengkung-lengkung kaki membantu efisien fungsi kaki. R.N. 1988).39 detik dan sukses masuk semifinal (16 besar di Olimpiade Los Angeles. gerakan sprint dan teknik melalui garis finish. Datu AR.32 detik).Vol. Di kelas putri ada Irene Truitje Joseph pelari 100 meter menempuh 10. Di sini diperlukan kekuatan frekuensi langkah kaki dengan mengerahkan kekuatan dan kecepatan gerak langkah dengan suatu kontraksi maksimal. Noor DM. Arcus tersebut mengarah ke arah longitudinal dan transversal. 1991. 1991. AS. 1979). seperti olahraga lainnya memerlukan kajian dalam mencari tehnik dan metode untuk menciptakan prestasi juara. Carr. Datu AR. . merupakan suatu ciri khusus pada manusia yang tak terlihat pada ordo primata yang lain. melainkan melengkung membentuk suatu arcus dengan titik tumpu di bagian posterior dan anterior.40 detik (1962). baik untuk menciptakan prestasi maupun dalam peranannya di bidang kesehatan (Wirhed. dan disebut Arcus Pedis Longitudinalis dan Arcus Pedis Transversalis. Untuk fungsi yang pertama kestabilan dan dasar yang luas seperti bentuk piring ceper dibutuhkan.. mengapa prestasi pelari Indonesia tidak sebaik yang pernah dicapai. (Bajpai. 2006). Lari adalah gerakan berpindah tempat dengan maju ke depan yang dilakukan lebih dari berjalan. No. Moch Sarengat yang memecahkan rekor lari 100 meter Asian Games (AG) dengan waktu 10. Dua dekade kemudian Purnomo dinomor yang sama memecahkan rekor 10. Olah raga lari. II. yang akan merubah bentuk bagian tersebut dari permukaan yang tidak rata atau miring. R.N. tendotendo dan otot-otot juga turut serta dalam membentuk kekuatan dan stabilitas kaki. kekuatan daya pegas pengungkit dibutuhkan yang dapat meninggikan seluruh tubuh pada caput ossa metatarsalia dan bergerak maju selama berjalan atau berlari selaras dengan fungsi pertama tulang-tulang kaki yang lebar dan lebih kuat (Datu AR. Pedis tidak merupakan suatu bidang datar. 2006. 1) menahan berat badan dan 2) pergerakan berjalan dan berlari (Bajpai. Kaki manusia yang melengkung. 142 yaitu bagaimana teknik star yang baik.

Clarke berpendapat bahwa seseorang yang mempunyai sudut kurang dari 300 adalah seseorang yang memerlukan koreksi tapak kaki. Kemudian dengan bantuan fascia plantaris menyebabkan terjadi elevasi arcus pedis yang sering disebut sebagai efek mesin kerek “windlass effect”. Dimana dicari hubungan antara arcus pedis. Pada Pes Planus sisi medial pedis menyentuh lantai (Datu AR. Clarke . Tempat. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan observasional dengan menggunakan metode cross sectional study.768 (p < 0. Sedangkan sampel yang dilakukan secara random sampling adalah siswa pria SMP kelas II sebanyak 60 orang. Bagian lateral pedis juga mengenai lantai oleh karena lengkung longitudinalis lateralis letaknya lebih rendah dan bagian medial tampak kaki tidak menyentuh lantai sebab arcus medial letaknya lebih tinggi. 2003). Berat tubuh akan terbagi menjadi dua secara seimbang ke depan dan belakang tapak kaki oleh puncak arcus pedis. panjang tungkai. daya ledak otot dan kecepatan reaksi kaki dengan kemampuan lari pada siswa pria. Dalam penelitian ini akan dianalisa bagaimana hubungan arcus pedis dengan kemampuan lari pada siswa SMP Negeri 23 Makassar. Pada penelitian yang dilakukan oleh Bahru (2006) diperoleh korelasi yang signifikan antara arcus pedis dan kemampuan lari yaitu r = -0. 2006). kemudian menemukan metode tentang penentuan arch angle tersebut dan menemukan rata-rata arcus pedis normal bagi mahasiswa tingkat persiapan kurang lebih 420. sudut kelengkungan (arch angle) semakin bertambah pula. Waktu Penelitian dan Populasi serta sampel Tempat penelitian SMP Negeri 23 Makassar yang juga merupakan populasi yang akan diteliti. 1992).Vol. Berat Tubuh pada Arcus Pedis Swartz adalah orang pertama yang mencoba mengukur footprint dalam footprint angle. Ini berdasarkan teori bahwa semakin tinggi lengkung kaki. No. Hal inilah yang berfungsi sebagai daya pegas pada kaki sehingga dengan kelengkungan arcus pedis yang normal dapat memberikan kontribusi pada kemampuan lari yang lebih baik (Hamill J. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Arcus pedis transversalis berbentuk setengah arcus dan menjadi arcus penuh apabila kedua pedis diletakkan berdampingan. Titik tumpu di bagian posterior adalah processus medialis tuberis calcanei dan di bagian anterior dibentuk oleh kedua ossa sesamoidea pada capitulum ossis metatarsalis I serta capituli osseum metatarsalium II – V. 143 Gambar 1.05) dengan menggunakan 60 sampel siswa SD. II. Sedangkan para mahasiswa yang mempunyai arcus pedis antara 300 – 350 dinyatakan orang-orang yang berada pada perbatasan dan harus diadakan pemeriksaan ulang untuk menentukan perlu tidaknya tindakan pengoreksian (Halim NI.

8. Ra-M Ma Mi Me SD Var maka hal ini menunjukkan bahwa data N nge x n an Arcus 155 50. nilai minimum 160 dan melalui tes antropometrik. Analisis deskriptif dilakukan untuk data arcus pedis.0 46.192 0. No.000 (p < 0. daya ledak otot. tungkai.410. Hasil analisis deskriptif tiap variabel menunjukkan hasil sebagai berikut : Arcus Pedis diperoleh nilai KS-Z = 0. Hasil Uji normalitas data tiap variabel KolmogorovSmirnov(a) Stati Arcus Pedis Kemampuan lari .61 arcus pedis mengikuti sebaran normal atau Pedis (AP) 95 41 berdistribusi normal. panjang tungkai. daya ledak otot. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Berdasarkan tabel 2 di atas maka dapatlah diperoleh gambaran bahwa pengu-jian normalitas data dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov Tabel 1.Vol.000 155 .11 9. Shapiro-Wilk Stati Df Sig. II. 99. kecepatan rekasi kaki dan kemampuan lari sebagai berikut : Korelasi arcus pedis dan kemampuan lari. .885 155 . panjang tribusi tidak normal. KL (Y) 144 Hasil Penelitian Dan Pembahasan Hasil Penelitian Analisis data deskriptif dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran umum data penelitian.08 12. Kemampuan lari diperoleh nilai rata-rata 9.058 df Sig.19 analisis data dapat dilihat pada tabel 3.200(* .05).11 detik dan maksimum 12. Data arcus pedis diperoleh dengan standar deviasi 9.0. 0. nilai korelasi Product Moment. AP (X1) Hasil uji normalitas data dapat dilihat . Arcus pedis diperoleh nilai rata-rata 46. a. 7.0 16.0 66. Rangkuman hasil minimum 7. Rangkuman hasil analisis korelasi arcus Untuk mengetahui apakah data arcus pedis dengan kemampuan lari pedis dan kemampuan lari berdistribusi normal. 0. tahui keeratan hubungan arcus pedis b.77 detik. Kemampuan lari diperoleh nilai KSan lari KL) 19 28 77 60 Z = 0. b. maka hal ini menunjukkan bahwa data kemampuan lari tidak Dari tabel 1 di atas dapat diperoleh mengikuti sebaran normal atau berdisgambaran tentang data arcus pedis. maka dilakukan pengujian dengan Variabel ro p keterangan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov.000 Sangat lemah pada tabel 2. Untuk mengemaksimum 660. Kemampu 155 5.164 155 . Tabel 3.000 . kecepatan reaksi kaki dan kemampuan lari sehingga lebih mudah di dalam menafsirkan hasil analisis data tersebut. standar deviasi 0.193 . Deskripsi data dimaksud untuk dapat menafsirkan dan memberi makna tentang setiap variabel tersebut secara berturut-turut seperti pada tabel berikut ini: Tabel 2. detik.28 dengan kemampuan lari dilakukan analisis detik.200 (p < 0.05).987 155 (*) data tidak berdistribusi normal .950.

2006.950 hal ini menunjukkan bahwa kurang lebih sama dengan yang ditemukan Clarke dengan menggunakan metode yang sama yaitu 420. Biomechanical Basis of Human Movement 2nd ed. 1992. Athletic Ability & the Anatomy of Motion. 145 . Dengan demikian jika siswa memiliki arcus pedis yang besar. 1979 Pengamatan Cetakan Telapak Kaki Sekelompok Mahasiswa Indonesia. Lipincott Williams & Wilkins. 1984. Dasar-Dasar Kepelatihan. Semarang. Jakarta. Datu AR. Basic Biomechanics of the Musculoskeletal System 3rd ed.p. R.192. Daftar Pustaka Pate R. Nordin M & Frankel VH. 2003. Bajpai. Anatomi Musculoskeletal. maka akan diikuti dengan kemampuan lari yang lebih cepat. t.p. Jakarta. Wolfe Medical Publications. hal. Hal ini disebabkan karena sampel yang digunakan tidak memperhitungkan Index Massa Tubuh (IMT).. Statistika Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Pembahasan Pada penelitian terhadap 155 sampel didapatkan bahwa rata-rata arcus pedis ditemukan 46. Philadelphia. Dahlan MS.114. Namun pada penelitian ini didapatkan tingkat korelasi yang lebih rendah dibandingkan dengan peneliti sebelumnya. London.. namun untuk kemampuan lari sangat dipengaruhi pula oleh kekuatan otot-otot tungkai dan sendisendi yang terdapat pada tungkai. Noor DM. hal 108 . Lippincott. 2004. Jakarta. Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran UNHAS. Atletik untuk sekolah t. 1991. Carr GA. II. . Makassar. Binarupa Aksara.Vol. 163. berarti ada korelasi sangat lemah antara arcus pedis dengan kemampuan lari. 2001. No. IMT sangat mempengaruhi pembentukan arcus pedis. Halim NI. Tes dan Pengukuran Dalam Bidang Olahraga. 1988. PT Arkans. Ujung Pandang. Namun pada penelitian ini tetap menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara arcus pedis dan kemampuan lari walaupun pengaruhnya tidak besar. Maryland. Arcus pedis mempengaruhi kemampuan lari seseorang hanya pada bagian kaki saja sebagai pegas untuk mendorong ke depan. Pada uji korelasi didapatkan hasil bahwa terdapat korelasi antara arcus pedis dan kemampuan lari.N. Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran UNHAS. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Berdasarkan tabel 3 di atas terlihat bahwa hasil perhitungan korelasi Spearman diperoleh nilai r hitung (ro) = -0. 2003.. Osteologi Tubuh Manusia. hal ini seiring dengan penelitian yang dilakukan oleh Bahru (2008). Makassar. Hamill J. 2001). t. Wirhed R. Pada orang yang mempunyai IMT di atas normal (overweight) ternyata memiliki arcus pedis yang lebih kecil dibandingkan yang mempuyai IMT normal (Nordin M & Frankel VH.p.

34). 3 tahun ARTIKEL ASLI 2009 Jurnal Madani FKM UMI Hiperaktifitas Simpatis. Jenis penelitian adalah crossectional study dengan pengolahan data menggunakan program Windows SPSS version 12.79-2. Terkecil adalah kelompok anak tanpa ada riwayat hipertensi sebesar 24% atau 0. Hipereaktor .79-2. 146 5 .05. Kata kunci : Hipertensi. Penelitian kami bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh riwayat hipertensi ibu terhadap hiperaktifitas simpatis anak. selanjutnya kelompok anak dengan riwayat ayah dan ibu hipertensi sebesar 33% atau 0. CPT Hubungan Hiperaktifitas Simpatis Anak Dengan Kelompok Riwayat Hipertensi Ibu Melalui Cold Pressure Test (CPT) Mochammad Erwin Rachman Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar Abstrak Hubungan hiperkatifitas simpatis anak dengan kelompok riwayat hipertensi ibu melalui test Cold Pressure Test (CPT).91 kali (PR = 0.87 kali (PR = 0. disusul oleh kelompok anak yang mempunyai riwayat keluarga hipertensi sebesar 42 % atau 1.84 kali (PR = 0.34 -1.0 yang hasilnya berupa persentase dan tingkat resiko disajikan dalam bentuk tabel dan diagram dengan tingkat kemaknaan p=0.51-1. Dengan menggunakan sebanyak 173 sampel mahasiswa Fakultas Kedokteran UMI Makassar yang berumur 18-21 tahun tanpa membedakan jenis kelamin dan suku. II.55.36 kali (PR = 0.05). kemudian kelompok anak dengan riwayat ayah hipertensi sebesar 32% atau 0. kelompok riwayat keluarga hipertensi. Hipertensi.34). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dari resiko hiperatifitas simpatis terbesar adalah kelompok anak yang mempunyai ibu hipertensi yaitu 50% atau 1. No.56).Vol. Kesimpulan : Bahwa anak yang mempunyai hubungan riwayat hipertensi ibu akan lebih besar menderita hipeaktifitas simpatis dibandingkan kelompok riwayat hipertensi lainnya. CPT.59 kali (PR = 0.33-2.

(Nitemberg at all.56).Vol. Group of family fellow Hypertention. CPT. Our Research try to prove the mentioned . Hipereactor .33-2. This research represent the its dataprocessing Crossectional study use the Windows SPSS version 12.91-3. tahun 1986 melonjak menjadi 16% dan tahun 1995 meningkat menjadi 19%. Di berbagai negara maju maupun berkembang lebih dari 25 ahun. penyakit ini menjadi pembunuh nomor satu.79-2. Pendahuluan Hipertensi merupakan masalah kesehatan penting bagi dokter yang bekerja pada pelayanan kesehatan primer.9%. Tahun 1975 kematian akibat kardiovaskuler 5. then factor of father and mother equal to 33% at risk to 0. by using 173 sample of student Medical Faculty of University Indonesia Moslem Macassar which old age 18-21 year without reference to difference type of gender and tribe.From group of hypertension mother is later then caught up by a family history of equal to 42% at risk to 1.1%.84 times (PR = 0.34) .0 with the percentage and result of test Crosstabulation seenly is risk estimate that 50 % with the risk value of a child will be more be big experience of the simphatic hyperactivity (hiperactor) equal to 1.71).51-1. II. and last of factor nonriwayat is equal to 24% at risk to 0. then factor of hypertension father is equal to 32 % at risk to 0.05). Conclusion : There are relation influence of factor generation Hypertension Mother more is influential compared by factor of other group.91 times (PR = 0.595 (PR = 0. Seperti telah diketahui bersama dibeberapa literature . 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI The Relation Of The Symphatetic Hyperactivity Of Child With The Group History Hypertension Mother Fellow Through The Method Cold Pressure Test (CPT) Mochammad Erwin Rachman Abstract The relation the simphatetic hyperactivity of child with the group history hypertension mother fellow through the method cold pressure test (CPT). No. 2994) Hasil survei kesehatan menunjukkan lonjakan kematian akibat penyakit kardiovaskuler dengan proporsi penyakit tersebut mening-kat dari tahun ke tahun.87 (PR = 0.55).adanya peranan respon system saraf simpatis yang berlebihan (hiperaktifitas simpatis) akan memicu peningkatan resistensi total pada . karena angka prevalensi yang tinggi. dan akibat jangka panjang yang ditimbulkan mempunyai konsekuensi tertentu. tahun 1981 147 merambat sampai 9.36 times (PR = 0. Keyword : Hypertension.34 -1.

II. 1994) Salah satu faktor yang sangat beresiko menyebabkan hipertensi adalah riwayat hipertensi keluarga. V Lascaux-Lefebvre (1999) menemukan terdapat relasi antara riwayat hipertensi pada orang tua sebelum berumur 60 tahun dengan hipertensi keturunannya.Vol. kami menggunakan percobaan Cold Pressure Test (CPT) atau Test Pendinginan. akibat komplikasi beberapa penyakit tertentu. 1991). 2005). apabila tidak dicegah faktor-faktor penyebab terjadinya hipertensi (Irfan & Agnes. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membuktikan korelasi peningkatan hiperaktifitas simpatis pada seorang anak kelompok penderita hipertensi ada atau tidak.. all. usia. perangsangan system saraf simpatis akan menyebabkan peningkatan kerja jantung berupa peningkatan curah jantung melalui reseptor β-1 agrenergik yang peka terhadap norpineprin. 1991. kemudian apakah hiperaktifitas simpatis tersebut akan menjadi lebih besar untuk terkena hipertensi dikemudian hari atau tidak masih perlu pemantauan subyek lebih lanjut sampai subjek mencapai umur kans resiko menderita hipertensi yaitu usia pertengahan (40 tahun keatas). Gayton. Untuk hal tersebut. Sidabutar et. Dengan demikian. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI pembuluh darah perifer melalui perangsangan pada reseptor α-1 adrenergik yang terutama pada pembuluh darah arteriole. maka hal tersebut akan menyebabkan terjadinya hipertensi. serta adanya factor keturunan/genetic dari orang tua kepada anaknya. yang akan mempengaruhi pusat vasomotor di batang otak. (Ganong. Carol et all (1996) dan Fumiyagi Kasogi (1995). dengan cara mem-beri stimulus fisiologis external berupa suhu dingin. Disamping itu. test ini mendeteksi pening-katan tekanan darah subjek akan meningkat pada umur pertengahan (40 tahun keatas). 1991. 2002. Secara fisiologis adanya perang-sangan suhu dingin akan merangsang pusat pengatur suhu di Hipothalamus anterior. Irfan & Agnes. yang dapat mengukur adanya hiperaktifitas simpatis. Hipertensi disebabkan oleh multifaktorial. dimana pada test sederhana ini 148 parameter yang digunakan berupa adanya peningkatan kerja dari sistem saraf simpatis yang disebut dengan Hipereaktor yang timbul pada saat lengan subjek dicelupkan pada air dingin dengan suhu 3-5o C selama 30 detik. Relasi itu bahkan lebih nyata lagi pada orang yang kedua orang tuanya mempunyai riwayat hipertensi dibandingkan orang yang kedua orang tuanya tidak mempunyai riwayat hipertensi (Markum. berupa pola dan gaya hidup yang tidak sehat. Test ini akan menstimulasi saraf simpatis sehingga dapat ditentukan apakah saraf simpatis hiperaktifitas atau tidak. (3) CPT adalah test sederhana dan dapat dilakukan dimana saja . kemudian melalui sistem saraf simpatis untuk meningkatkan tonus pembuluh darah arteri dan arteriole serta kerja dari jantung untuk meningkatkan tekanan darah (Gayton. No. serta jika . Pada tulisan penelitian ini . kami akan mencoba membuktikan korelasi ada tidaknya hubungan antara factor kelompok turunan hipertensi dari orang tua dan keluarga yang kemungkinan akan diderita oleh anak untuk menimbulkan hiperaktifitas system saraf simpatis yang mana hal ini berhubungan dalam patomekanisme untuk timbulnya hipertensi pada anak dikemudian hari. 2005).

dari keluarga yang hipertensi (K+) sebanyak 40 sampel. ibu yang hipertensi ( I+) sebanyak 26 sampel. No. Ayah dan ibu hipertensi (AI+) sebanyak 15 sampel. II. melalui test pendinginan (CPT). Hasil Penelitian Pada penelitian ini. ayah dan ibu. apakah ada hipereaktor atau hiporeaktor. yang membandingkan reaksi hiperaktifitas simpatis berupa hipereaktor pada kelompok subjek yang mempunyai riwayat hipertensi dari orang tua maupun keluarga. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI test ini dapat membuktikan hal tersebut. Setelah lengan subjek direndam. Perubahan sistolik maupun diastolik saat perendaman ini akan dibandingkan dengan tekanan darah istirahat. Metode Penelitian Penelitian ini adalah Crossectional Study. Dengan melihat resiko estimasi terlihat bahwa nilai resiko seorang anak akan lebih besar mengalami . menjadi : Kelompok subjek dengan riwayat hipertensi dari ayah. setiap 30 detik. ibu. Sebelumnya.Vol. Dalam penelitian ini diawali dengan pelaksanaan pembagian kuisoner riwayat hipertensi pada populasi subjek. Pada penelitian ini. Tempat penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar yang menggunakan subjek penelitian adalah mahasiswa-mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar sebanyak 173 sampel. yang kemudian diadakan pengelompokkan berdasarkan ada dan tidaknya riwayat hipertensi dari orang tua dan keluarga. yang sebelumnya menandatangani informed consent yang telah disiapkan. Dari tabel dan grafik terlihat bahwa dari pengolahan data dengan melihat hasil Chi-Square semua kelompok (5) sampel. dengan usia berkisar 1821 tahun tanpa memandang perbedaan jenis Kelamin. tekanan darah dan nadi diukur kembali dengan memakai sphygmanometer digital. dan tanpa riwayat hipertensi . kami menggunakan 173 sampel dari hasil pemeriksaaan Cold Pressure Test (CPT) selama 30 detik pada subyek mahasiswa Fakultas kedokteran UMI yang berumur berkisar 18 – 21 tahun pada tahun 2004-2005. selanjutnya dilakukan kegiatan posttest berupa test pendinginan dengan perendaman lengan subjek sampai sedikit diatas siku dalam wadah 149 menggunakan air dingin bersuhu 3-5o C. dan yang tidak memiliki faktor keturunan non-hipertensi sebanyak 49 sampel. subjek diminta untuk istirahat 10 menit lalu diukur tekanan darah istirahatnya dengan menggunakan sphygmanometer digital sebagai pretest. maka test ini diharapkan dapat menjadi salah satu metode sederhana untuk mencegah sedini mungkin untuk timbulnya hipertensi dikemudian hari bagi yang mempunyai riwayat hipertensi dari orang tua. kami membagi sampel menjadi 5 kelompok berdasarkan riwayat turunan hipertensi kedua atau salah satu orang tua serta yang tidak mempunyai riwayat : Ayah yang hipertensi (A+) sebanyak 43 sampel. keluarga. dimana dari data semuanya menunjukkan hubungan yang lemah antara faktor turunan hipertensi dari orang tua kepada anaknya terhadap peningkatan hiperaktifitas sistem saraf simpatis (hiperpereaktor).

5 + 0.55). 2002) dan oleh beberapa studi sebelumnya antara lain Musante et al.8 + 160.4 BB (kg) 5.99 TB (cm) 155.94 0.2 + 64.34) 1.56).33 (0.34 3. dan terakhir faktor nonriwayat sebesar 0.595 PR (0.55) 2.51-1.78 0.Vol.5 + 7. kemudian riwayat keluarga sebesar 42%. lalu faktor ayah dan ibu sebesar 0.80 0.79 (0.36 kali (PR = 0.56) 1.5 + 19.99 0.3 9.91 kali (PR = 0. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI hiperaktifitas simpatis (hiper-aktor) sebesar 1.9 CPT 30 dtk 13 5 5 14 17 12 Hipereaktor (50%) (33%) (32%) ( 42% ) ( 24 % ) Hiporeaktor 13 10 29 23 37 (50%) (67%) (68%) ( 58 %) ( 76 % ) 1.6 11.33-2.84 kali (PR = 0.595 (PR = 0.05) Chi-Square 0.84 0.(0.3 19.91 0.06 (P) 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Ayah + Ibu + Ayahibu Keluarga + + non Hiper normal Berdasarkan prosentase yang meng-alami hiperaktifitas simpatis (hipereaktor) terlihat bahwa .87 1. Hasil penelitian ini didukung oleh adanya studi yang dilaku-kan oleh Kuznetsova T et all tentang kecen-derungan pengaruh maternal lebih besar daripada paternal pada pembesaran ventrikel kiri seorang anak (Kuznetsova.87 (PR = 0.2 17. No.5 + 52. II. Tabel 1. nilai prosentase tertinggi di alami oleh 150 . Kemudian disusul riwayat keluarga sebesar 1.6 + 19.91 . lalu faktor ayah hipertensi 0.34-1.(0.6 + 49.36 0. dan terakhir adalah non-riwayat sebesar 24 %. Walaupun faktor keturunan hipertensi mempunyai hubungan yang lemah.91-3.5 + 160.9 + 9.9 + 56. Musante (1990) dari hasil studinya mengemukakan bahwa terdapat pengaruh riwayat hipertensi keluarga terhadap reaktivitas kardiovaskuler pada anak. Lemne CE dan Hansen HS et all.7 9.71) dari kelompok ibu hipertensi.87 0.3 + 49. 2000).51 . Kellogg FR et all. karakteristik dan hasil sampel penelitian Variabel Sampel (n) Gender(L/P) Ibu (+) 26 6/20 Ayah Ibu (+) 15 7/8 Ayah ( +) 43 23/20 Keluar Non ga (+) riwayat 40 49 16/24 23/26 kelompok sampel dengan riwayat hipertensi dari ibu sebesar 50 %.05 ). lalu riwayat ayah sebesar 32 %.34 ).9 13. Diskusi Dari hasil penelitian kami dapat dilihat bahwa faktor riwayat hipertensi ibu nampaknya lebih berpengaruh untuk bisa meningkatkan hiperaktifitas sistem saraf simpatis yang disebut hipereaktor pada anak dibandingkan dari riwayat hipertensi ayah maupun non riwayat baik dilihat dari resiko estimasi maupun secara prosentase yang dapat dilihat pada tabel di atas.3 49.1 7. dengan menggunakan metode forehead cold stimulation (Thomas et all.79-2. Studi lain yang dilakukan oleh Kellogg (1981) dan Hansen (1992) menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat hipertensi keluarga dengan peningkatan tekanan darah pada anak yang menjelang dewasa Umur (Thn) 19.05) terhadap hiperaktivitas saraf simpatis pada anak.71) 2.08 0.5 + 19. Kemudian disusul riwayat ayah dan ibu sebesar 33%.27 0.6 + 155.67 0.5 + 19. dengan signifikan (p>0.

2002).. Lemne CE.135(11) : 1047-9 Kelsey et all. Idris. J Hypertens. 1981. Maternal and Parental Influences on left Ventricular mass of offspring. American Heart Association : 69-74. 1992.. serta metode alat yang lebih mendukung untuk dapat menjelaskan tentang apakah memang faktor turunan hipertensi ibu lebih berpengaruh dibandingkan faktor ayah dalam peningkatan hiperaktifitas simpatis pada anak. dimana mitokondria sel sperma tidak dapat masuk ke dalam sel telur ibu seperti halnya penjelasan studi oleh Kuznetsova T et all. Irfan. 2000). Guyton AC. 2000. Kesimpulan Faktor riwayat hipertensi ibu lebih berpengaruh untuk bisa meningkatkan hiperaktifitas sistem saraf simpatis (hipereaktor) pada anak dibandingkan dari riwayat hipertensi ayah maupun non riwayat melalui metode Cold Pressure Test (CPT). 2005. Hipertensi. Edisi 20 . Lamne. Consistency of Hemodynamic Responses to Cold Stress in Adolescents Hypetension . Lange EGC. tentang kecenderungan pengaruh maternal lebih besar daripada paternal pada pembesaran ventrikel kiri seorang anak (Kuznetsova. Blood Pressure and Cardiac Structure in Children with a Parental History of Hypertension: The Odense Schoolchild Study. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI (Musante. Lange EGC. dalam Jurnal Penelitian Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Penerbit Buku Kedokteran Jakarta. 1991. 1998. hal. . Hipertensi dalam Buku Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. Hypertension. 2002. Penerbit Buku Kedokteran . Agnes B. 1981.. et all. 1990. Kuznetsova T et all.Vol. J Hypertensi . dimana riwayat hipertensi ayah mempengaruhi peningkatan tekanan darah anak (Hansen. Tetapi hal ini perlu di telusuri lebih lanjut dengan menambah jumlah sampel penelitian maupun pada populasi yang lain . Belum ada teori maupun studi sebelumnya yang secara mendetail menjelaskan bahwa faktor ibu yang lebih berpengaruh dibandingkan ayah dalam meningkatkan hiperaktifitas simpatis pada anak. 36(6): 1013-7. 615 – 16. 1992). 10(7): 677-82 Kellogg FR et all. Tetapi hal ini terutama berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Lemne (1998) pada anak-anak diatas 12 tahun. Kellogg. 16(9): 1243-8. 2002. Jakarta. Kelsey. Hubungan Peningkatan Hiperaktifitas Simpatis dengan Kejadian Preeklampsia dan Hipertensi Pada Ibu Hamil. No. II. Am J Dis Child . Walaupun kemungkinan hal ini dikaitkan dengan adanya factor turunan kromosom pada DNA mitokondria ibu yang dominan melalui proses fertilisasi. Hansen HS. Influence of Familial History of Hypertension on Blood Pressure During Adolescence. Edisi Revisi.. Homeostatis Cardiovascular dalam keadaan Sehat dan Sakit dalam Buku Fisiologi Kedokteran. 1995. Increased Blood Pressure Reactivity in Children of Borderline Hypertensive Fathers. 151 Daftar Pustaka Ganong WF.

Edisi 4 . 1991. 1995. Sidabutar RP . Department Of Physiology. 1990. 205-6. Saint V. Kasturba Medical College. 152 . Hipertensi Essencial dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.. 639. Wiguno P.. 115-23. Nivedhita Y. Jakarta . Rajashekar RK. 1995. Markum AH. 2434 – 40. Antihipertensi. Penerbit Bagian Ilmu Kesehatan Anak Facultas Kedokteran Universitas Indonesia. 88(3) : 300-4. Medical Journal . Balai Penerbit FK-UI. 2003. 173(1) . 1994. Jilid II. Thomas F. Ghosh S. Anthony I. Jakarta . Musante L et all. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Loyke HF. 453-8. Mangalore. 2004.Vol. 34(1) : 111-6. The Cold Pressure test Is Predictor Of the Severirty Of Hipertensión. India . Family history of hypertension and cardiovascular reactivity to forehead cold stimulation in black male children. dalam buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. Endothelins and Endothelin Receptor Antgonist. Nitemberg A. Jilid I. “Epicardial Coronary Arteri Contruction Cold Pressure Test is Predictive of Cardiovascular Events” In Hipertensión patients UIT Angiographically Normal Coronary Arteries and Without Other Major Coronary Risk Factor. Lusher. all. France . 315 – 16. 47(4) . 102 . Centre Hospitalier Universty Jean Verdier. Setiawan A et. Circulatio . II. Mathias B. Hipertensi Sistemik. 2000. No. dalam Buku Ajar Farmakologi dan Therapi. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Uviversitas Indonesia. J Psychosom Res . Cheula D. Blood Pressure Response To Cold Pressure Test in Siblings Of Hipertensión.

II. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan kesehatan mental dan perilaku merokok dengan kejadian sindrom metabolik. merokok. dengan lama merokok singkat (75%). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang berobat jalan di RSUP Dr. Kata kunci : sindrom metabolik.2%). Variabel kesehatan mental dianalisis dengan menggunakan uji statistic chi-square. yang merokok umumnya adalah perokok berat (91.05) yang berarti tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan mental dengan kejadian sindrom metabolik. 3 tahun 2009 ARTIKEL ASLI Merokok. Wahidin Sudirohusodo Makassar 2009 Nurhaedar Jafar. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar responden yang mengalami sindrom metabolik tidak merokok (80. No. Data diolah dengan menggunakan program SPSS dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Penelitian ini menyarankan perlunya dilakukan suatu penelitian yang lebih mendalam mengenai pengaruh kesehatan mental terhadap kejadian sindrom metabolik.7%). Sampel penelitian adalah pasien rawat jalan baru yang berkunjung di bagian Poliklinik Endokrin. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling yaitu sebanyak 140 orang. Kesehatan Jurnal Madani FKM UMI Mental. Sindrom Metabolik Perilaku Merokok dan Kesehatan Mental Pasien Rawat Jalan Sindrom Metabolik di RSUP Dr. merokok filter (75%).Vol. Harlina dan Lucianne Drusilla Rante Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Abstrak Tingginya prevalensi sindrom metabolik disebabkan oleh faktor gaya hidup dan lingkungan. Wahidin Sudirohusodo Makassar.000 > α (0. kesehatan mental 153 . Untuk kesehatan mental diperoleh nilai P = 1.

This study was aimed to know the association of mental health and description of smoking behavior with metabolic syndrome. Salah satu komponen gaya hidup yang merugikan kesehatan adalah merokok dan konsumsi alkohol. C.700. The study sample was the new out-patient visiting in Endocrine polyclinic. WHO melaporkan bahwa Indonesia adalah salah satu dari . dislipidemia aterogenik (kadar trigliserida meningkat dan kadar kolesterol high density lipoprotein (HDL) rendah). The study population was all visitor of Endocrine polyclinic in Dr.Wahidin Hospital. Key words : Metabolic syndrome.. gaya hidup dan faktor genetik. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Smoking Behavior and Mental Health with Metabolic Syndrome OutPatient in Dr. The analysis result showed that P Value (P=1. smoking Pendahuluan Sindrom metabolik adalah sekelompok kelainan metabolik baik lipid maupun nonlipid yang merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner. yang terdiri atas obesitas sentral.000 (25. Di Indonesia. 2008.429 populasi yang diteliti (Sartika. The study result showed that most of respondent having metabolic syndrome did not smoke (80. No. short smoking period (75%).. Berdasarkan laporan NCHS tahun 2005 prevalensi merokok (18 tahun keatas) adalah 46. Mental health variable was analyzed statistic with chi-square test. kurang olah raga. This study was an descriptive study.900. the smoker commonly heavy smoker (91. 2006).600. Sampling was done by accidental sampling with 140 samples. filter cigarette (75%). Mental health. Harlina dan Lucianne Drusilla Rante Abstract The high prevalence of metabolic syndrome is caused of lifestyle and environment factors. penelitian yang dilakukan oleh Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) didapatkan prevalensi sindrom metabolik dengan menggunakan criteria the National Cholesterol education 154 Program (NCEP) Adult Treatment Panel (ATP) III sebesar 24.000) higher than α value ( α=0. Sindrom Metabolik (SM) berkaitan erat dengan faktor penyebab obesitas seperti pola makan. II. dan glukosa plasma yang abnormal (Adriansjah. hipertensi. this means that there was no association between mental health disorder and metabolic syndrome. This study suggest that it is necessary to be done a further study that more deep about the effect of mental health with metabolic syndrome.000 wanita)3 American Hearth Association. Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar 2009 Nurhaedar Jafar.7%).000 laki-laki dan 20.2%). & Adam. Data was processed using SPSS program and presented in table and narration.05).4 % dari 3.Vol. 2006).

Jumlah sampel yang diambil sebanyak 140 orang dengan pengambilan sampel secara accidental sampling yaitu mereka yang datang pada saat penelitian berlangsung dan bersedia untuk diwawancarai. pada subjek baik yang sehat maupun pada pasien Non-insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) (Targher et all. Data kesehatan mental dianalisis dengan uji statistic chisquare. Data hasil Riskesdas 2007 menunjukkan bahwa prevalensi nasional gangguan mental emosional pada penduduk yang berumur ≥ 15 tahun sebanyak 11. Prevalensi perilaku merokok di kalangan orang dewasa juga semakin meningkat (tahun 1995 sebesar 26. populasi. psikologis dan perilaku. Lokasi ini dipilih mengingat poli ini merupakan pusat pelayanan rawat jalan yang di dalamnnya mencakup bagian Diabetes dan Hipertensi. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI lima negara yang terbanyak perokoknya di dunia. Kejadian sindrom metabolik juga tidak lepas dari pengaruh lingkungan. Faktor lingkungan yang di maksud terkait dengan kondisi kesehatan mental khususnya stres yang dialami penderita sindrom metabolik yang dapat mengakibatkan berbagai gangguan seperti gangguan fisiologis.. Bahan dan Metode Lokasi. Prevalensi tertinggi terdapat di provinsi jawa barat (20%) dan terendah di kepulauan Riau (5. 2008). 2007). Wahidin Sudirohusodo Makassar.6%. Pengumpulan Data Pengumpulan data sekunder berupa hasil pemeriksaan laboratorium pasien dan data primer berupa wawancara dengan menggunakan format kuesioner.Vol. No. dan sampel penelitian 155 Penelitian ini dilaksanakan di Poli Endokrin RSUP Dr. II.9% dan tahun 2004 sebesar 35%). Studi eksperimental yang baru menunjukkan bahwa merokok dapat merusak kerja insulin secara akut. pengukuran tinggi badan dan lingkar perut. Sebanyak 70% penduduk Indonesia adalah perokok aktif dan dilihat dari sisi Rumah Tangga (RT) 57% memiliki anggota RT yang merokok. Kuesioner mencakup pertanyaan tentang perilaku merokok dan keadaan kesehatan mental Selain itu dilakukan pula pengukuran antropometri pasien berupa penimbangan berat badan. Hasil Penelitian 1. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan program SPSS 12 dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Bahkan yang lebih memprihatinkan adalah masyarakat mulai merokok sejak usia 8 tahun (Nuryati. Karakteristik Responden Tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar kelompok umur yang . Kesehatan mental dinilai berdasarkan Riskesdas dan Mini Neuropsychiatri. 2009). dan hampir semuanya merokok di dalam rumah ketika bersama anggota RT lainnya. Penelitian ini ditujukan untuk memperoleh informasi tentang hubungan kesehatan mental dan gambaran perilaku merokok dengan kejadian sindrom metabolik. Sampel adalah pasien rawat jalan baru yang berkunjung ke bagian Poli Endokrin. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien yang berobat jalan di RSUP Dr.1%) (Riskesdas. Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Dari 38.6%) sedangkan berdasarkan pendidikan. sedangkan yang tidak mengalami sindrom metabolik sebagian besar berprofesi sebagai IRT (20%). Pembahasan 1. II. sebagian besar responden yang mengalami sindrom metabolik (SM) umumnya tidak merokok yaitu 80. Berdasarkan status merokok. Jantung tidak . dan obesitas.000 > 0.2%. Hasil analisis dengan Uji Chi Square diperoleh nilai p= 1.1%. Perilaku Merokok Tabel 2 menunjukkan komponen perilaku merokok.6% responden yang merokok. sebagian besar responden yang menderita sindrom metabolik lama merokoknya singkat (< 10 tahun) yaitu 75%. hiperkolesterol. Hal ini berarti tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan mental menurut Mini Neuropsychiatric dengan kejadian sindrom metabolik.2%) sedangkan yang tidak mengalami sindrom adalah sarjana (32. Hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya hidup dan lingkungan disamping faktor genetik. Kesehatan Mental Tabel 3 menunjukkan bahwa responden yang mengalami gangguan kesehatan mental berdasarkan Riskesdas. 3. Persentase tertinggi yang mengalami sindrom metabolic adalah jenis kelamin perempuan (78. ini berarti bahwa tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan dengan kejadian sindrom metabolic berdasarkan kriteria Riskesdas. Merokok diketahui dapat menurunkan jumlah kolesterol HDL.000 > 0. yang mengalami sindrom metabolik adalah yang berlatar pendidikan diploma (95. meningkatkan kadar LDL serta merangsang hormon katekolamin yang bersifat memacu jantung dan tekanan darah. Hasil analisis statistik dengan chi square diperoleh nilai p = 1.8%. 2. jenis kelamin. Sedangkan yang tidak mengalami gangguan mental. diabetes mellitus. Salah satunya komponen gaya hidup adalah merokok. umur.05 maka hipotesis nol diterima. sebagian besar menderita sindrom metabolik 156 yaitu 78. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI mengalami sindrom metabolik adalah yang berumur 40-49 tahun yaitu 87%.7%.Vol. yang mengalami sindrom metabolic yaitu 77. Tabel 3 menunjukkan bahwa responden yang mengalami gangguan mental berdasarkan Mini Neuropsychiatric sebagian besar mengalami sindrom metabolik yaitu 77. yang mengalami SM sebagian besar merupakan perokok berat (konsumsi ≥ 20 batang/hari) yaitu 91. No.5% sedangkan yang tidak mengalami gangguan mental sebanyak 21. Jenis pekerjaan responden yang mengalami sindrom sebagian besar adalah pedagang (100%). sedangkan yang tidak mengalami sindrom berumur < 40 tahun yaitu 57.5% yang tidak mengalami sindrom metabolik. Perilaku Merokok Sindrom metabolik merupakan kumpulan gejala metabolik yang juga merupakan salah satu faktor risiko yang manifestasi akhirnya adalah penyakit kardiovaskuler.05 maka hipotesis nol diterima. Berdasarkan lama merokok.5%. Jenis rokok yang dikonsumsi oleh responden yang menderita SM sebagian besar adalah berfilter yaitu 75% sedangkan yang tidak mengalami SM sebagian besar mengkonsumsi rokok non-filter (30%).4%).

Sedangkan yang tidak SM 25. No. Berdasarkan jenis rokok yang dikonsumsi. Yang terpenting dalam rokok adalah jumlah batang rokok yang dikonsumsi.7%. 2004). Merokok ≥ 20 batang/hari akan menurunkan HDL (laki-laki 11%. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI diberikan kesempatan beristirahat dan tekanan darah semakin tinggi. namun apabila perokok mengambil hisapan lebih besar sehingga pemaparan ke berbagai komponen asap rokok yang 157 berbahaya namun tidak mnurunkan risiko karena rokok yang berfilter memberikan banyak CO daripada rokok nonfilter (Humranengsi. resistensi vascular akan meningkat. dan bahkan cenderung untuk menetap. 2008). Orang yang merokok > 20 batang sehari dapat mempengaruhi atau memperkuat dua faktor risiko utama (Hipertensi dan hiperkolesterolemia) (Anwar. maka tekanan darah akan meningkat dalam waktu yang lama pula. Angka kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan merokok sigaret hampir bekorelasi linier dengan jumlah batang rokok yang dihisap setiap hari dan tahun pemakaian. Walaupun adanya penggunaan filter. bukan lamanya seseorang merokok (Soeharto. karena semakin lama merokok dan banyaknya yang dihisap/dikonsumsi.9 % yang merokok. merangsang saraf simpatis dan diikuti oleh pelepasan epinerfin sehingga denyut nadi cardiac output.1% responden yang merokok. yang berakibat timbulnya hipertensi yang merupakan faktor risiko sindrom metabolic (Kabo. Hasil penelitian “ Lipid Research Program Prevalence Study” menyebutkan bahwa yang paling penting adalah jumlah rokok yang dikonsumsi dibandingkan lamanya seseorang merokok (Anwar. 2004). Hanya 74. II. . dan tekanan darah pun meningkat secara intermitten (Jallo. Lama kebiasaan merokok merupakan dose response terhadap kejadian sindrom metabolik. 2004). Zat yang dapat menyebabkan tekanan darah meningkat adalah nikotin. perempuan 14%). tetapi masih membutuhkan waktu lebih lama untuk menilai kegunaan cara tersebut. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar responden yang mengalami sindrom metabolik tidak merokok. Penelitian yang dilakukan oleh Wardoyo (1999) yang mengatakan bahwa rokok sangat berpengaruh terhadap hipertensi dimana pengaruhnya bukan hanya karena merokok tetapi sangat dipengaruhi oleh lamanya dan jumlah merokok. Berdasarkan lama merokok diperoleh bahwa persentase tertinggi responden yang mengalami SM adalah yang lama merokoknya singkat ( <10 tahun) yaitu 75%. 2002). umumnya responden yang mengalami sindrom metabolik menggunakan rokok filter (sigaret ) yaitu 75%. sedangkan yang tidak sindrom adalah perokok ringan (31%).Vol. 2006). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar reponden yang merokok dan mengalami sindrom metabolik umumnya adalah perokok berat (konsumsi > 20 batang/hari) yaitu 91. sedangkan yang tidak SM sebagian besar telah lama merokok ( ≥10 tahun) yaitu 26%. Maraknya penggunaan filter dan sigaret yang “ rendah tar dan nikotin” telah mengurangi risiko secara nyata. Variabel jumlah rokok yang dihisap setiap hari lebih menggambarkan efek kumulatif dari bahan beracun yang terkandung dalam rokok dibandingkan dengan lama kebiasaan merokok.

Gangguan pola tidur ini dapat diakibatkan oleh meningkatnya hormon stres dalam tubuh yang kemudian akan mengganggu jalannya metabolisme . Dari hasil penelitian pada tabel 3. Pada tabel 3 dapat dilihat bahwa jumlah antara responden yang mengalami gangguan mental dan tidak mengalami gangguan mental baik yang sindrom metabolik maupun yang tidak sindrom metabolik menunjukkan angka yang tidak terlalu menonjol atau hampir sama.0%) berpeluang untuk mengalami sindrom metabolik. 2007). dan ketakutan berlebihan pada responden. berdasarkan kriteria Mini Neuropsychiatric 158 menunjukkan persentase responden sindrom metabolik yang mengalami gangguan mental (77.5%) maupun tidak mengalami gangguan mental (77. Ini menunjukkan bahwa keadaan kesehatan mental berdasarkan Mini Neuropsychiatric tidak menentukan seseorang mengalami kejadian sindrom metabolik. maka ditemukan 38. gelisah. (2005) yang mendapatkan usia lanjut yang mengalami gangguan tidur sangat banyak. No.3%). khawatir. Salah satu gangguan kesehatan mental berupa terganggunya pola tidur atau tidak dapat tidur lelap. Banyak gejala yang berhubungan dengan kesehatan mental akibat dari adanya sindrom metabolik sehingga menimbulkan rasa cemas. II. baik aspek fisik. Dari analisis yang menggunakan chi square diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara keadaan kesehatan mental berdasarkan riskesdas dengan kejadian sindrom metabolik. sehingga angka yang hampir sama inilah yang mempengaruhi variabel keadaan kesehatan mental berdasarkan riskesdas tidak mempunyai hubungan dengan kejadian sindrom metabolik. Gangguan kesehatan mental ini juga timbul akibat faktor umur dari responden Akibat proses menua pada usia lanjut mengalami berbagai perubahan yang terjadi secara alami.5%) lebih kecil dibandingkan dengan responden yang sindrom metabolik tetapi tidak mengalami gangguan mental (78. Walaupun dari analisis uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan mental berdasarkan riskesdas dengan kejadian sindrom metabolik. Berdasarkan indikator gangguan mental-emosional (Depkes RI. artinya responden yang mengalami gangguan mental (78. Dari analisis dengan menggunakan uji chi square diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara variabel keadaan kesehatan mental dengan kejadian sindrom metabolik.0%. Hal ini didukung oleh penelitian oleh Tety S. akan tetapi hasil penelitian ini menunjukkan lebih banyak responden sindrom metabolik yang mengalami gangguan mental. Kesehatan Mental Hasil penelitian diperoleh bahwa berdasarkan kriteria Riskesdas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang mengalami gangguan mental. 78. sedangkan yang tidak mengalami gangguan mental yang mengalami sindrom metabolik juga tinggi yaitu 77.Vol. Hal ini sesuai dengan teori bahwa gangguan mental yang berkepanjangan akan mengakibatkan seseorang mengalami kejadian sindrom metabolik.5% usia lanjut yang mengalami gangguan mental-emosional yang paling banyak dijumpai adalah gangguan sulit tidur. psikis dan sosial.5% mengalami sindrom metabolic. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI 2.

Hearth diseases and stroke statistik. No. 2004. yang merokok merupakan perokok berat. jenis rokok yang dikonsumsi umumnya berfilter dengan lama merokok ≥ 5 tahun. 159 Kesimpulan dan Saran Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa responden yang mengalami sindrom metabolik (SM) sebagian besar tidak merokok. Sindroma metabolik. 2008. Update At Glance. kurang konsentrasi dan lain-lain (Sundari. 2006. Jakarta . Berdasarkan hasil yang diperoleh maka disarankan perlunya penelitian lebih lanjut yang memperhatikan efek kumulatif dari bahan berbahaya rokok dengan menghitung jumlah rokok yang telah dihisap sampai habis dan lama merokok intensif dan juga penelitian yang lebih mendalam mengenai pengaruh kesehatan mental (fisiologis. epidemiologi dan kriteria diagnosis. maka tekanan darah pun akan naik dan dalam periode waktu yang lama dan cenderung untuk bertahan terus. 4:0854-7165 American Hearth Association. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa bahwa seseorang yang tidur dibawah 6 jam sehari atau kurang tidur akan berdampak pada stamina tubuhnya. 2005). Daftar Pustaka Adriansjah. seseorang yang mengalami kelainan psikologis. Sindrom metabolik merupakan kumpulan gejala kelainan metabolik. Faktor risiko Penyakit Jantung Koroner. Anwar. menyebabkan hipertensi yang menetap. 2006).Vol. T. Hal ini dapat mengakibatkan produk sampingan metabolisme yang dapat mengakibatkan gelisah pada saat tidur. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatra Utara. Pola tidur merupakan suatu kebiasaan yang terbentuk dari suatu proses namun pola tidur seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor kelelahan dan faktor psikologis. & Adam. J. H. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI sehingga detoksifikasi (proses penetralan racun dalam tubuh) tidak berjalan sebagaimana mestinya. II.. baik fisik maupun emosional menyebabkan kenaikan sementara pada tekanan darah namun bila stres tersebut menjadi kebiasaan yang menetap dalam kepribadian seseorang setiap hari. seperti banyak pikir. Hasil penelitian lain yang dikemukakan oleh Leonard Marvyn (1995) yang menyatakan bahwa stres. sering merasa khawatir menyebabkan gangguan pada dirinya sehingga kesulitan untuk tidur.. umumnya seseorang akan lebih mudah dan cepat merasa ngantuk dan tertidur. Setelah bekerja keras seharian. yang penyebabnya bukan hanya akibat stress. 2007.. Sebaliknya. Modul entry data kuesioner Riskedas. namun faktor gaya hidup dan genetik juga berpengaruh (Adriansjah & Adam. 2006. Forum Diagnosticum. Depkes RI. yaitu tubuh menjadi lesu. psikologis dan perilaku) terhadap kejadian sindrom metabolik. pengertian. Untuk kesehatan mental diperoleh bahwa Tidak ada hubungan antara gangguan kesehatan metal dengan kejadian sindrom metabolik baik berdasarkan Riskesdas maupun Mini Neuropsychiatric.

Journal of clinical Endocrinology and metabolism.html.com/edisicetak/opini/i. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat Jallo.. Cigarette smoking and insulin resistance in patients with noninsulin-dependent diabetes mellitus. Wahidin Sudirohusodo Makassar tahun 2002. 2005. II. 2008. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Humranengsi. 2004. S. Hubungan merokok dengan kejadian PJK di RSUP Dr. dkk. stress oksidatif dan disfungsi endotel pada sindrom metabolik.jcem.. Soeharto. diakses 28 Juni 2008 Riskesdas. P. Skripsi FKM Unhas Makassar Kabo. Faktor risiko yang dapat mempengaruhi terjadinya hipertensi pada usia dewasa muda (20 – 40 Tahun) Di Unit Rawat Jalan Rs Labuang Baji Makassar. Forum diagnosticum Prodia diagnostics educational servis.endojournals. 2008. http://webbisnis. Jakarta: Rhineka Cipta Targher. 2006. diakses 22 Februari 2009 160 . Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama Sundari. Penanda inflamasi. Laporan akhir Riset Kesehatan Dasar Propinsi Sulawesi Selatan. S.. Jakarta : PT Sun Nuryati.. C. No. 2007. K. Indonesia tobacco control network.d66456. Jakarta Sartika. Mengungkap pengobatan penyakit jantung koroner... Depkes. Serangan jantung dan stroke.. Kesehatan mental dalam kehidupan.org. www. 2006. G.Vol.

1040 mg/l) dan ratarata±SD (0. Kamboja. terutama kontaminasi arsen adalah sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Di Asia telah dilaporkan bahwa di Banglades. Risiko kesehatan (RQ) telah melampaui angka 1.dimana jumlah sumur diperiksa airnya 25 buah. Pencemaran arsen. Makassar **Jurusan Epidemiologi FKM-UNHAS ***Jurusan Kesehatan Lingkungan FKM-UNAIR ****Jurusan Kimia Fakultas MIPA-UNHAS Abstrak Kontaminasi air tanah. Myanmar. Buyat Analisis Resiko Kesehatan Terhadap Kontaminasi Arsen Pada Air Minum di Daerah Buyat Sulawesi Utara Anwar Daud*. Indonesia dan Laos ada daerah-daerah di mana air tanah tercemar oleh arsen. Mukono***. Duration time telah ditemukan 1.Cmax 0. Thailand. jumlah kasus 54 penduduk yang menderita keliainan kulit (keratosis atau hyperkeratosis). dan laju konsumsi maksimum 53 Pendahuluan ml/hari/orang dengan berat badan 35 kg. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL).030 mg/l). II. Pakistan. Air Minum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kesehatan pencemaran arsen di Desa Buyat. maksimum (0. Nur Nasry Noor**. Di Indonesia khususnya di Buyat konsentrasi arsen yang tinggi telah pula ditemukan. Hasil yang didapatkan.0063 mg/l). Buyat 161 .Vol. Kata kunci : Analisis risiko keshatan.5 tahun. China dan India. M. 3 tahun 2009 ARTIKEL ASLI Jurnal Madani FKM UMI Kontaminasi Arsen.J.0082 mg/l. 90% air sumur tercemar di desa Buyat dengan konsentrasi minimum (0. Sjahrul**** *Jurusan Kesehatan Lingkungan FKM-UNHAS. bila air tersebut digunakan untuk keperluan rumah tangga.040±0. No. H.

Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar 2009 Nurhaedar Jafar. drinking water. Cambodia. Daud dan Azis. 2007). This was observational study with design Environmental Health Risk Assessment (EHRA) whereas 25 wells examined and cases (n=54) were people suffering for skin lesion (keratosis or hyperkeratosis) living in Buyat Village (exposure areas). Arsenic pollution.030 mg/l). insiden kontaminasi arsen pada air-tanah dilaporkan dari negaranegara Asia. Tahun yang sama dilaporkan bahwa 162 masyarakat meminum air terkontaminasi arsen di Chandigarh dan beberapa perkampungan seperti Punjab. Pada tahun yang sama. duration times 1. In Asia was report that in Bangladesh. 2005. Buyat Pendahuluan Setiap tahun. Cmax. Health risk (RQ) was over than value one. and exposure way (R) maximum 56 ml/day/man with 35 kg body weight. Kontaminasi arsen parah juga dilaporkan dari Vietnam dan Indonesia. This study was intended to examine risk factors of rice.040±0.0063 mg/l).0082 mg/l. maximum (0. ditemukan sekitar 16 pasien menglami lesilesi kulit akibat arsen. Himachal Pradesh di India bagian utara. 90% dig wells in Buyat Village were arsenic contamination with minimum (0.1040 mg/l) and mean ± SD (0. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Smoking Behavior and Mental Health with Metabolic Syndrome OutPatient in Dr. Kandungan arsen yang tinggi ditemukan pada hati mereka yang mengalami fibrosis portal non-sirosis (NCPF) dan meminum air yang terkontaminasi arsen. dimana beberapa juta orang dikatakan berisiko tinggi untuk mengalami keracunan arsen kronis (Rahman dkk. beberapa tempat di China baru-baru ini telah dilaporkan menjadi daerah masalah yang baru.5 years. Pakistan. Harlina dan Lucianne Drusilla Rante Abstract Groundwater Contamination. Laporan pertama tentang arsen di sumur-sumur bor. diidentifikasi dari salah satu kampung dalam distrik Parganas . 1999. Indonesia and Laos are arsenic pollution areas. Kontaminasi arsen pada air-tanah di propinsi Bengal Barat pertama kali ditemukan pada bulan Juli 1983. China and India. No. This study was health risk assessment for arsenic pollution in Buyat Village.. II. and blood arsenic levels to skin lesions at peoples in North Sulawesi. Myanmar. especially arsenic is very dangerous for human health if water is used for domestic purposes. urinary. The result. Sebagai contoh. 0. sumur gali dan sumber mata air dilaporkan pada tahun 1976 di India.Vol. 2006. Thailand. Key words : Health risk assessment. Haryana.

screening dan pengobatan sugestif. No. KLH. gangren. (3) membuat sebuah infrastruktur laboratorium analitik. Mereka mengalami gejala hiperpigmentasi. dorsum. Konsentrasi rata-rata arsen dalam air yang tercemar adalah 200 µg/L. melanosis berbintik. ascites. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dimana masyarakat meminum air terkontaminasi arsen dari sumur mereka di Bengal Barat (Chakraborty. Rahman. fibrosis porta non-sirosis (NCPF) dan obstruksi vena portal ekstrahepatik pada orang dewasa sangat umum di India dan menunjukkan bahwa konsumsi air yang terkontaminasi arsen bisa memiliki peranan dalam “patogenesis penyakit”.000 orang meminum air terkonta-minasi arsen dari distrik di Bengal Barat sekitar 175. Konsentrasi arsen 545 µg/L telah ditemukan pada sampel air dari sumur pompa tangan di India. (7) mempromosikan pendidikan publik dan pendidikan profesional tentang masalah kesehatan yang terkait arsen. hiperkeratosis. 1999). Laporan serupa menyatakan bahwa kondisi pasien begitu parah sehingga mereka memerlukan perawatan rumah sakit. Chakraborty. II. 2003). dan (8) mempromosikan penelitian epidemiologi.000 sampel air dari daerah tercemar arsen di Bengal Barat. edema. Ini merupakan laporan pertama tentang lesi-lesi kulit dari pasien arsen di Bengal Barat (Saha. konsentrasi arsen pada air sumur di . kelemahan. Lebih lanjut dilaporkan bahwa kandungan arsen tinggi dalam hati lima dari sembilan pasien yang mengalami hipertensi portal non-sirosis (NCPH) yang telah meminum air yang terkontaminasi arsen. 2003. edema non-pitting. leukomelanosis. kanker kulit. 37% dan 12. 163 Mandal melaporkan bahwa 20. Di desa Buyat telah dilaporkan bahwa konsentrasi arsen di dalam air sumur cukup tinggi (Edinger.000 orang mungkin menderita lesi kulit akibat arsen. wasting. hiperkeratosis. sekitar 45% sampel memiliki konsentrasi arsen di atas 50 µg/L. Disamping itu. Saha. (4) menggantikan sumber-sumber terkontaminasi dengan sumber aman dan mendorong sumber air permukaan. (6) mengembangkan program medis lokal dan regional untuk membantu dalam diagnosis. ada beberapa yang mengalami kanker kanker kandung kemih dan kanker paru-paru dan lainnya Chakraborty. (2) mengembangkan sebuah sistem pencatatan induk tentang data kualitas air.1996. 2006. Para konsultan WHO mekomendasi agar (1) menilai besarnya kontaminasi di seluruh negara. 39% mengalami melanosis berbintik. melaporkan 127 pasien dengan lesi kulit akibat arsen dari 25 keluarga (total anggota 139) dari 5 kampung di 3 distrik di Bengal Barat. nyeri dan sensasi terbakar pada jari tangan dan jari kaki. Banyak orang yang mengalami lesi kulit seperti melanosis difus. (5) membuat sebuah program untuk memastikan besarnya masalah kesehatan. Dari 127 anggota yang terkena semua mengalami melanosis difus. (9) melakukan analisis kesehatan lingkungan (WHO. Rasio rata-rata arsenit/arsenat dalam sampel air adalah 1:1 (Mazunder. 2008). 2006). keratosis. 2003). Sebuah studi melaporkan bahwa dari 800. 2004).6% masing-masing mengalami keratosis palmoplantar dan keratosis dorsum.Vol.

0025 unit absorbansi.400o C. Bahan dan Metode Sebanyak 54 orang yang mengalami lesi kulit (keratosis atau hyperkeratosis) yang diperiksa air sumurnya.0023 unit absorbansi per mikrogram per liter (0. Pengambilan Sampel air sumur pada kedalaman 20 cm di bawah permukaan air untuk sumur gali dan pada sumur bor diambil melalui kran air dan dimasukkan kedalam botol plastik bervolume 1000-1500cc.0030 µg/L atau 0. Penambahan nikel ditemukan meningkatkan kesensitifan. Sebanyak 10 sampai 20 µL sampel dikeringkan dalam tabung grafis. Kasus Buyat mencuat pada awal tahun 2004 setelah banyak penyakit aneh yang diderita masyarakat pesisir (Buyat Pante) dimana tempat atau ujung pipa tailing dari Newmont yang diduga berdampak pada biota laut yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat. NMR ditutup sampai saat ini. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Buyat sekitar 40-100 µg/l. diabukan pada suhu 600oC selama 20 detik. Empat mikroliter dari asam hidroklorat murni 1% ditambahkan ke masing-masing botol air. Nilai blanko memiliki rata-rata sekitar 0.5 detik akan digunakan. kemudian air ini akan menyebar keberbagai daerah sekitarnya termasuk Buyat dimana sungai yang hulunya ada di sekitar bekas tambang tersebut. yang dilakukan untuk . Daud dan Azis. Hasil dan Bahasan Hasil analisis paparan atau exposure assessment. dan meningkatkan reprodusibilitas. Respons cukup linear terhadap sekurang-kurangnya 0. 2007).0000023 mg/L). Standar deviasi relatif dari injeksi pengulangan pada umumnya kurang dari 5%. mengekspansi rentang linear. No. Sebyak 25 sumur yang digunakan oleh responden dan semua dimabil airnya untuk pemeriksaan kandungan arsen. Buyat dinyatakan salah satu daerah yang terkena imbas dari pencemaran akibat eksplorasi tambang emas di desa Ratatotok. Walaupun ini sudah ditutup tapi masih menyisakan masalah karena kubangan yang ditinggalkan masih tetap terbuka dan pada saat musim hujan akan berisi air. kesensitifan adalah sekitar 0.2300 unit absorben (sekitar 90 µg/L). Prosedur pemeriksaan sampel air. 640-12) di Labotorium BTKL-Manado sedangkan Pemeriksaan kelainan kulit di lakukan oleh tim ahli penyakit kulit dari Jepang dan Universitas Hasanuddin Makassar.(BTKL Manado. 164 Pemeriksaan kadar arsen air minum dengan menggunakan alat Atomic Absoption Spectrophotometric Hydride Vapour) (AAS-HV. 2005. II. pertama diencerkan hingga 30 sampai 60 µg/L dalam sebuah matriks HNO3 2% dan 50-ppm nikel. Tiga tahun kemudian masyarakat diisolasi dari tempat tersebut dan PT. dan diatomisasi pada suhu 2. Sebuah lampu electrode-less discharge dan sebuah konstanta waktu (filter) 0. Dengan injeksi 20-µL.Vol.000003 mg/L. Batas deteksi (3 x SD blanko) adalah sekitar 0. Semua sampel disimpan dalam ice box. Buyat dijadikan sasaran studi ini karena desa Buyat merupakan salah satu daerah terminalisasi arsen di gugusan pegunungan Sulawesi Utara. Kebanyakan atau semua sinyal blanko disebabkan oleh gangguan elektronik pada lampu dan bagian lain dan tidak disebabkan oleh jumlah sampel arsen dalam larutan.

7 mg/kg per hari. sedangkan untuk berat badan 70 kg yang diangga paling rendah risikonya didapatkan nilai HI =6.1 mg/kg berat badan. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI mengenali jalur-jalur paparan (pathways) risk agent agar jumlah asupan yang diterima individu dalam populasi berisiko bisa dihitung. 2008). Penyakit peripheral vascular. bukan-pitting oedema pada kaki/tangan. Seperti yang dijelaskan oleh DermNet NZ. asupan arsen yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya anemia haemolytic. 2007).03 mg/kg berat badan. paru-paru. sedangkan yang berat badannya 70 kg didaptkan HI=2. Penelitian lainnya menjelaskan bahwa penyakit paru-paru kronis seperti bronchitis. II. dimana batas tingkat risiko ditetapkan.33 mg/kg per hari. penyakit hati seperti noncirrhotic portal fibrosis. sedangkan yang berat badannya 70 kg didaptkan HI= 1. diabetes mellitus. weakness dan anemia (Mazumder. Artinya penduduk yang tinggal di desa Buyat dengan berat badan antara 35-70 kg yang mengkonsumsi air minum. Untuk asupan konsentrasi arsen rata-rata dengan berat badan 35 kg didapatkan nilai HI = 5. Tabel 1 memberikan estimasi bahwa seseorang dengan berat badan 35 kg yang ada diantara populasi di daerah Buyat mengkonsumsi air minum dengan konsentrasi maksimum masing-masing variabel memberikan informasi bahwa asupan nonkarsionogenik arsen air minum 0. et al. Untuk konsnetrasi rata-rata dengan berat badan 35-70 kg RQ juga 165 . kanker hati dan kandung kemih mempunyai hubungan kuat dengan kandungan arsen yang dimakan atau diminum setiap hari (Mazumder. hipertensi dan penyakit jantung iskemia.0038 mg/l) atau Hazard Index/Indeks Bahaya (HI) adalah 12.Vol.33 mg/kg per hari. Artinya penduduk yang tinggal di desa Buyat dengan berat badan antara 35-70 kg yang mengkonsumsi air minum. (DermNet NZ.43 mg/kg per hari. leukopaenia (sel darah putih menurun) dan Proteinuria (protein di dalam urin). Untuk asupan konsentrasi arsen rata-rata dengan berat badan 35 kg didapatkan nilai HI = 2. (WHO. dan penyakit lainnya seperti polyneuropathy.0 mg/kg per hari. 2004). maka tingkat risiko (Risk Quotient) dengan berat badan 35-70 kg dinayatakan tidak aman karena nilai RQ diatas angka 1. untuk berat badan 70 kg yang diangga paling rendah risikonya terhadap kejadian kanker didapatkan nilai HI = 2. baik pada level konsentrasi maksimum maupun rata-rata sangat berbahaya atau mempunyai probalitas terhadap terjadinya penyakit sistemik nonkanker seperti kelainan kulit nonmelanoma karena nilai HI diatas angka 1. Hasil analisis Risk Quotient (RQ) memberikan informasi estimasi bahwa apabila air minum dikonsumsi selama 350 hari per tahun dalam jangka waktu 20 tahun. penyakit paru-paru obstruktif kronis dan bronchiectasis. No.67 mg/kg per hari. Hasil analisis memberikan estimasi bahwa seseorang dengan berat badan 35 kg yang tinggal di daerah Buyat mengkonsumsi air minum dengan konsentrasi maksimum masing-masing variabel memberikan informasi bahwa asupan karsionogenik (Ik) arsen dalam air minum atau Hazard Index/Indeks Bahaya (HI) adalah 5. et al. 2008). baik pada level konsentrasi maksimum maupun rata-rata sangat berbahaya atau mempunyai probalitas terhadap terjadinya penyakit kanker seperti Kanker kulit.

2004. EPA.16 tahun.016 mg/L per hari. No. (NRC. 263 ml per hari untuk 5 tahun ke depan dan 526 ml per hari untuk 10 tahun ke depan pada konsentrasi maksimum (0.37 lietr per hari. untuk berat badan 35 kg hanya diperbolehkan menkonsumsi air minum sebanyak 53 ml per hari dalam satu tahun terakhir. paru-paru. II.04 mg/l) untuk 1 tahun terakhir dengan berat badan 35 kg hanya diperbolehkan minum air sebanyak 137 ml/ per hari. untuk berat badan 70 kg baru ditemukan setelah terpapar selama 3. 2005. Untuk membatasi toksisitas yang ditimbulkan oleh arsen. kandung kemih.21 tahun. sedangkan pada konsentrasi rata-rata (0. ATSDR. bila seseorang dengan berat badan 70 kg hanya diperbolehkan mengkonsumsi air minum sebanyak 254 ml per hari pada satu tahun terakhir . ini jauh dibawah baku mutu yang disyaratakan (0. Jadi informasi yang didaptkan dari hasil penelitian ini adalah mengkonsumsi air yang bersumber dari air sumur di dearah Buyat sangat potensial memberikan efek toksik apabila air tersebut dijadikan air minum. informasi estimasi bahwa mengkonsumsi ikan. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dinyatakan tidak aman.271 ml per hari dan 10 tahun kedepan 2.104 mg/kg. WHO. beras dan air minum dengan konsentrasi maksimum dan rata-rata dari air minum menurut kelompok berat badan penduduk dengan pola pajanan 350 hari/tahun dan Durasi waktu 1 tahun.737 ml per hari.Vol. Hasil analisis laju konsumsi (R). 2007. Hasil analisis Excess Cancer Riks (ECR) memberikan informasi estimasi bahwa mengkonsumsi air minum mengandung arsen pada konsentrasi maksimum dan rata-rata semuanya telah memberikan akses terjadinya kanker baik kanker kulit. Hasil analisis durasi paparan atau Duration time (Dt) memberikan informasi estimasi bahwa mengkonsumsi air minum dengan konsentrasi maksimum untuk air minum 0. maka hasil analisis seperti yang diperlihatkan pada tabel 1 untuk konsentrasi arsen dalam air minum yang dikonsumsi oleh seserang dengan berat badan 35 kg maksimum konsentrasi yang diperbolehkan untuk air minum 0. Air yang dipilihan dalam bahasan ini karena air merupakan kebutuhan esensial 166 .11 tahun. untuk 5 tahun kedepan 684 ml per hari dan untuk 10 tahun ke depan 1.58 pada orang yang mengkonsumsi air dengan berat badan 35 kg. sehingga konsumsi air minum di daerah Buyat dengan konsentrasi rata-rata sangat potensil meningkatkan risiko terjadinya penyakit-penyakit sistemik. maka orang yang mengkonsumsi air mempunyai waktu pendek untuk menyebabkan toksisitas pada seseorang baik yang mempunyai berat badan ringan maupun yang berat. Sedangkan untuk konsentrasi ratarata dengan berat badan badan 35 kg baru ditemukan efek toksik pada tahun ke 4. 5 tahun dan 10 tahun.01 mg/l) sedangkan untuk orang dengan berat badan 70 kg batas maksimum yang diperbolehakn untuk konsumsi air minum 0. 1999. efek toksik arsen diprakirakan akan ditemukan pada tahun ke 1.untuk 5 tahun ke depan 1. Untuk berat badan 70 kg dengan konsumsi rata-rata arsen dalam air minum 8. 2000).1040 mg/l). Kalau diperhatikan laju durasi paparan dari variabel tersebut diatas. Kemudian. gastrointestinal dan leukima.0082 mg/L per hari.

Laju konsumsi aman air minum menurut Tabel 2 sangat sedikit sehingga perlu pasokan air minum rendah arsen. sekitar 17% lebih tinggi dari batas aman orang Indonesia menurut nilai default .8×0. Karena RfD berarti dosis aman seluruh jalur pajanan. biaya purifikasi dan berapa banyak (%) populasi yang akan terlindungi oleh baku mutu tersebut. Pemilihan manajemen risiko merupakan suatu langkah untuk mengamankan efek-efek nonkarsinogenik arsen. MCLG = 0. langkah pertama adalah meng-ubah RfD menjadi tingkat kesetaraan air minum atau drinking water equivalen level (DWEL) menggunakan berat badan dan laju konsumsi air minum.Vol.29 ternyata hasil perhitungannya melebihi satu sehingga dinyatakan sangat tidak aman untuk orang Indonesia khusuanya masyarakat yang tinggal di Daerah Buyat. .00525 mg/L = 0. 2007.01 mg/L menurut Kepmenkes 907/2002 cukup aman bagi orang Indonesia? Perhatikan perhitungan pada tabel 5. 30 tahun) MCLG-nya ≈ 0. menjawab pertanyaan ini harus digunakan RfD yang menyatakan dosis harian yang aman. Regulasi MCLG yang bersifat non enforceable (tidak wajib) menjadi baku mutu yang wajib ditaati memerlukan banyak pertimbangan seperti kemampuan teknologi purifikasi air baku. RCS) air minum untuk asupan mineral dari diet berkisar 20 – 80% dari total asupan. apakah baku mutu arsen 0. Jika digunakan berat badan 35 kg dan frekuensi pajanan 350 hari/tahun maka. 2005. berat badan 70 kg seperti default Amerika)? Dengan pola paparan yang sama (konsumsi 2 L/hari. Jika tidak ada data yang pasti. Hasilnya bisa berbeda bila yang diamankan adalah efek-efek karsinogeniknya. Sumber kontribusi relatif (relative contribution source. Berapa batas aman arsen dalam air minum bagi populasi yang posturnya lebih besar (misal.0003 mg/kg/hari x 35 kg = ------------------------------------2 liter/hari = 0.0042 mg/L = 0. No. dalam Rahman. Perkalian DWEL dengan RCS 167 menghasilkan apa yang disebut MCLG (maximum contaminant level goal): Batas tingkat kontaminasi makanan yang diperbolehkan.005 mg/L Air minum bukanlah satu-satunya sumber asupan Arsen. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI yang harus dimenege dengan baik. RfD mg/kg/hari x 35 kg DWEL = -------------------------------------2 liter/hari 0. Jika demikian. Berapa konsentrasi arsen yang aman dari efek nonkarsinogenik bila laju konsumsi 2 L/hari selama 350 hari/tahun yang berlangsung dalam 1-10 tahun untuk populasi residensial dengan berat badan 35 kg? untuk ke depan. 350 hari/tahun. instrumentasi analisis arsen dalam air hasil purifikasi.004 mg/L MCLG adalah batas aman menurut kesehatan yang dianjurkan (disarankan) menjadi baku mutu bagi populasi yang berat badannya 35 kg. untuk keamanan biasanya dipakai RCS 80% untuk As dari air minum (EPA 1990a). II. konsumsi air minum 2 L/hari selama 350 hari/tahun untuk jangka waktu paparan sedikitnya 30 tahun. Nukman et al.008 mg/L.

untuk konsentrasi rata-rata berat badan 35 dan 70 kg diperbolehkan 1. 2008.S. Daud. New Zealand Dermatological Society Incorporated. 2007.33 mg/kg per hari. pada berat badan 70 kg HI sebesar 2. ADI untuk karsinogen nilai rata-rata dari arsen dalam air minum sebesar 0. Rapid Extraction and Determination of Arsenicals in Fish Tissue and Plant Material Using Accelerated Solvent Extraction. 2005. Kabupaten Bolaang Mangondow.0038-0. dengan berat 35 kg didapatkan nilai Hazard Index (HI) sebesar 5. E-29 Atlanta. Analisis pola konsumsi ikan dan air minum terhadap kelainan kulit pada penduduk di Desa Buyat. sedangkan untuk konsentrasi rata-rata didapatkan 0. ECR semuanya telah memberikan akses atau peluan terjadinya kanker. Toxicological Profile for Arsenic U.16 tahun. 2007. Tingkat risiko (Risk Quotient .0009 mg/kg per hari untuk orang dengan berat badan 35-70 kg pada konsentrasi maksimum. Laju Konsumsi (R) yang diperbolehkan untuk air minum pada konsentrasi maksimum sekitar 53 dan 105 ml/hari untuk berat badan 35 dan 70 kg.1-5 EPA. 2003. untuk konsentrasi rata-rata berat badan 35 HI sebesar 2.p. Application 335. dkk.Konsumsi air minum. Chakraborty. DermNet NZ. 168 . Georgia 30333. Arsenic poisoning. Proseding Arsenic. Daftar Pustaka ATSDR. Batas konsentrasi maksimum (Cmax) yang diperkenankan dalam air yang dikonsumsi pada berat badan 35 kg sebesar 0. 2000.Vol. A. Dipankar. Identifikasi Logam Berat Arsen Dalam Air Sumur Penduduk di Desa Buyat. Department Of Health And Human Services Public Health Service. ATSDR. sedangkan untuk berat badan 70 kg diperbolehkan minum air 0.0015-0. Groundwater Arsenic exposure in India.00034 mg/kg per hari. 2007.016. E-29 Atlanta.03 mg/kg perhari pada. sedangkan pada konsentrasi rata-rata untuk air minum 3.016 mg/L per hari.737 ml/hari pada penduduk di Daerah Buyat.1-3 Dionex.0082 mg/L per hari. 2005. Azis Hunta.S. II. RQ) untuk efekefek nonkarsinogen pada konsentrasi maksimum dari variabel arsen dalam air minum berisiko untuk dikonsumsi. No.0.58 tahun pada konsentrasi maksimum.1 mg/kg per hari dan untuk berat badan 70 kg HI sebesar 1. Division of Toxicology/Toxicology Information Branch 1600 Clifton Road NE. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Kesimpulan Acceptable Daily Intake (ADI) untuk nonkarsinogen didapatkan nilai rata-rata dari arsen dalam air minum sebesar 0.369 dan 2. & A. p. Daud. Draft Toxicological Profile for Arsenic U. BTKL-Manado. Department Of Health And Human Services Public Health Service. United States Environmental Protection Agency. Division of Toxicology/ Toxicology Information Branch 1600 Clifton Road NE.7 mg/kg per hari untuk konsentrasi maksimum. Arsenic Occurrence In Public Drinking Water Supplies. Georgia 30333.0019 mg/kg per hari untuk orang dengan berat badan 35-70 kg pada konsentrasi maksimum. Durasi paparan untuk efek toksik sudah ditemukan pada konsumsi air minum 1.

00055 0. Usa.00073 Konsentrasi Rata-rata Ik (RQ) air air minum minum (mg/L) (tahun) 0. Bangladesh.00380 0.00244 0. Bandyopadhyay.81887 6. 2006.00114 0.00163 0.33181 (ECR) (Dt) air (tahun) minum air (mg/L) minum 0. Washington.00088 (RQ) air minum (tahun) 12.00082 0.009386 0.84948 8.00040 0.57933 1.011732 0. 2004.00081 Sumber : Data primer 169 .016425 35 40 45 50 55 60 65 70 0. D.00104 0.48180 2.00095 0. Organized And Sponsored By Bangladesh Chemical And Biological Society (Bcbsna) . WHO.05867 7.00063 0.26180 3.00094 0. 2004.Intronics.00332 0.00146 0.15865 Ink air minum (mg/L) 0.27946 5.00047 4. Lampiran : Tabel 1 Konsentrasi maksimum dan rata-rata asupan arsen dalam air minum dengan berat badan di desa Buyat Sulawesi Utara.00093 0. No. M. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Mazumder.012905 0.00044 0.87062 4.00242 0. Indian J Med Res 128.03056 2.008213 0.00114 0.00073 0. A. J.21250 Cmax Air minum (mg/L) 0.00143 0.00128 0.78826 3.80495 2. 1999.00222 0.70742 2.00127 0. Guha.010559 0. Rahman. C. Dikshit. New York.00171 0.45268 7.00034 0.00102 0.69286 5.00266 0.08067 9.10625 4. 2008. Arsenic In Bangladesh Ground Water: The World's Greatest Arsenic Calamity. Rahman. Shaikh Mizanur. Arsenic Exposure and Age.62589 8. 2008 Konsentrasi maksimum Berat Badan (kg) Ink air minum (mg/L) 0. Critical Reviews in Environmental Science and Technology.00079 0.00205 Ik air minum (mg/L) 0. Environmental Health Perspectives.00051 0. K. This Project Was Conducted Within The Ipcs Project On The Harmonization Of Approaches To The Assessment Of Risk From Exposure To Chemicals. 29(3): 281–313.40944 3.86607 6.00190 0.00143 0.014079 0.86454 8.00066 0.00122 1..93304 3. Dhaka.and Sex-Specific Risk for Skin Lesions: A Population-Base Case referent Study in Bangladesh.00155 0. p 436-447.00132 0. Chronic arsenic Toxicity & human health.00049 0.09949 2.00085 0.25618 2.43531 (ECR) (Dt) air (tahun) minum air (mg/L) minum 0.03929 7.00060 0.62264 2. et all.00037 0.00296 0. Risk Assessment Terminology. NRC (National Research Council). 1999. Mahfuzar. Arsenic in Drinking Water. A Review of Arsenic Poisoning and its Effects on Human Health.015252 0.00055 0.00031 4.84120 2.00214 0.00190 0. II.38711 6. National Academy Press.Vol.66362 11. Wagner College.N. Technology Center. 114: 1847-1852. Saha. DC).

06016 0.36875 (R) (tahun10) Air minum 1.07521 0.27375 (R) (tahun5) Air minum 0.17598 0.78214 0.56429 1.07545 1.73750 Sumber :Data Primer 170 .68438 0. No.52644 (R) (tahun10) Air minum 0.15089 2.75982 1.23464 0. II.34643 2.52644 0.82727 0.09025 0.10529 (R) (tahun 5) Air minum 0.21509 0.75206 0.15643 0.30082 0.25420 0.90247 0.45124 0.05264 0.08273 0.48884 0.06769 0. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Tabel 2 Konsentrasi maksimum dan rata-rata asupan arsen berdasarkan Laju Konsumsi (R) dalam air minum dengan berat badan di desa Buyat Sulawesi Utara. 2008 Konsentrasi maksimum Berat Badan (kg) 35 40 45 50 55 60 65 70 (R) (tahun 1) Air minum 0.67685 0.54196 2.97768 1.05288 Konsentrasi rata-rata (R) (tahun1) Air minum 0.60165 0.97768 1.33843 0.17321 1.95536 2.41363 0.36875 1.37603 0.27098 1.13688 0.19554 0.Vol.09777 0.87991 0.26322 0.

No. ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan.4% orang dan ibu yang mengatakan sikap petugas baik sebanyak 91. keracunan dan infeksi serta pelayanan pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan oleh tenaga profesional belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat. 3 tahun 2009 ARTIKEL ASLI Jurnal Madani FKM UMI Pelayanan ANC.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang berpengetahuan cukup sebanyak 63. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak berusia 0-12 bulan sebanyak 270 ibu dengan mengambilan sampel secara proporsional random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 160 orang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care di Puskesmas Tamangapa. petugas kesehatan bersikap ramah pada pasien. PKM Tamangapa Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas Tamangapa Tahun 2007 Wardiah Hamzah Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia Abstrak Tingginya angka kematian ibu tersebut disebabkan karena perdarahan. Pendahuluan jarak puskesmas dan status pekerjaan dengan pemanfaatan antenatal care. Sehingga disarankan petugas meningkatkan penyuluhan antenatal care. . ibu yang memiliki status pekerjaan bekerja sebanyak 19. puskesmas keliling dimanfaatkan. ibu yang mengatakan jarak puskesmas dari rumah responden mudah dijangkau sebanyak 81. Kata Kunci : Pemanfaatan Antenatal Care 171 .3% ibu.1%. Jenis Penelitian adalah Survey Analitik dengan rancangan Cross Sectional Study yang dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tamangapa Kelurahan Bangkala.9% orang. sehingga menyebabkan masih banyak ibu tidak memeriksakan kehamilannya dan banyak ibu tidak menerima pemeriksaan kehamilan sesuai dengan standar program kesehatan ibu dan anak. II.Kesimpulan dari penelitian ini yang diperoleh. Untuk variabel sikap petugas tidak hubungan yang signifikan dengan pelayanan antenatal care.Vol.

This research shows that there were 63. Ibu merupakan pendidik pertama dalam keluarga. 81.000 kelahiran hidup. infection and poisoned as well as checkup service of pregnancy and childbirth by the professional staff has not been fully utilized by the community. mothers who have job were 19.000 kelahiran 172 hidup. No. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI The Factors Which Related With Utilazion of Antenatal Care Service at Puskesmas Tamangapa 2007 Wardiah Hamzah Abstract The increasing number of mothers mortality are caused by bleeding.4%.3% . and many mothers do not receive the checkup which accordance with the standard pregnancy of mother and child health program.Vol. socialization of antennal care is recommended to improve and mobile health clinic is improved. berdasarkan survey demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 1994 AKI di Indonesia adalah 390 per 100. yang memegang peranan dalam kesejahteraan keluarga. Staffs of clinic are friendlier.9% mothers who said that clinic was easer to reach. and mothers who regard that service of staff of was good were 91. it is causing many mothers do not act pregnancy checkup. Key word: Utilazion of Antenatal Care Pendahuluan Derajat kesehatan keluarga sangat di tentukan oleh derajat kesehatan ibu dan anak.000 kelahiran hidup. Finally there were 160 samples were collected. menurut survey kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 1995 AKI sebanyak 373 per 1000. The number of samples are 270 by using proportional random sampling technique. This research used Analytics survey by using designing Cross Sectional Study which was conducted in the working area of clinic Tamangapa Kelurahan Bangkala. yang merupakan kelompok penduduk yang rawan terhadap gangguan kesehatan. distance of clinic and job status with utilizing of antenatal care.1% educated mothers. The research populations are mothers who have child around 0-12 years old. Tingginya angka kematian ibu tersebut disebabkan karena perdarahan. Therefore. Angka kematian ibu (AKI) masih tinggi. Sedangkan AKI tahun 2002 berdasarkan SDKI diketahui sebesar 307 per 100. keracunan dan infeksi serta pelayanan pemeriksaan kehamilan dan pertolongan . The conclusions of this research was there is significant relation between education. This study was conducted in order to find out factors that related with utilization of antenatal care at the clinic Tamangapa. II.

2002).q Untuk mengukur variabel independen dan variabel dependent digunakan kuesioner dengan wawancara langsung terhadap ibu yang mempunyai .248 orang (97. Faktor lain yang dapat menambah resiko kematian adalah umur ibu yang terlalu muda atau terlalu tua untuk melahirkan. jarak antara kehamilan yang pendek.47%.p. Menurut kajian Sudarto Ronoatmodjo tahun 1996 pada masyarakat di Kecematan Keruak.366. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan cara proporsional random sampling dengan besar sampel sebanyak 160 ibu .49% dan K4 sebesar 61.49%).362 orang (63. Di banyak Negara Afrika 1:14 sedangkan di Amerika Utara hanya 1: 6. p.1998).76%). jumlah paritas yang tinggi. Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan antenatal care di Puskesmas Tamangapa.417 orang (8.16%) dan cakupan (K4) ibu hamil sebesar 21..665 orang (74.Vol. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI persalinan oleh tenaga profesional belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat. Cakupan pelayanan antenatal dapat di tinjau melalui pelayanan kunjungan baru ibu hamil untuk tahun 2002. Tahun 1996 WHO memperkirakan lebih dari 585. sehingga menyebabkan masih banyak ibu tidak memeriksakan kehamilannya dan banyak ibu tidak menerima pemeriksaan kehamilan sesuai dengan standar program kesehatan ibu dan anak.terjadi peningkatan untuk (K1) sebesar 2.31) Ibu hamil yang memanfaatkan pemeriksaan antenatal care di Puskesmas Tamangapa sebanyak 329 bumil dari 705 bumil pada tahun 2005 meningkat menjadi 341 bumil dari 736 bumil di tahun 2006 sedangkan pada tahun 2007 menjadi 379 bumil dari 612 bumil yang ada.16%). dan kurang lebih 65% ibu hamil menderita anemia kurang gizi. sedangkan pada 173 tahun 2003 cakupan (K1) ibu hamil sebesar 27. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak berusia 0-12 bulan di Kelurahan Bangkala yang berjumlah 270 ibu. cakupan rata-rata pelayanan K1 di Sul-Sel mencapai 87. pada tahun yang sama pula (2002) di Kota Makassar cakupan (K1) ibu hamil sebesar 25. No. (Dinkes 2003:30.Z². Di Asia Selatan wanita yang berkemungkinan 1:18 meninggal akibat kehamilan atau persalinan selama kehidupannya.34%) dan (K4) sebesar 17.74%) dan untuk (K4) sebesar 3. S. lebih dari 50% kematian di negara berkembang sebenarnya dapat di cegah tekhnologi yang ada serta biaya relatif murah (Saifuddin dkk. Lombok Timur mengemukakan bahwa kematian neonatal pada bayi dari ibu hamil yang tidak memanfaatkan layanan antenatal berjumlah dua kali lipat dari pada jumlah bayi dari ibu yang memanfaatkan layanan antenatal (Swasono.000 ibu pertahunnya meninggal saat hamil atau bersalin. II.042 orang (74. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa yaitu Kelurahan Bangkala.680 orang (17. 2002) N.q n = -------------------------------d² (N – 1) + Z². Dengan menggunakan rumus : (Notoatmodjo.

status pekerjaan ibu dan sikap petugas. masing-masing sebanyak 22.4 96. Hasil Analisis Univariat Dari 160 ibu yang menjadi responden terdapat Ibu yang berumur ≤20 tahun merupakan paling sedikit sebanyak 5.6 18.1% orang.1 23.1 63. Distribusi variable dependent dan independent Variabel Pemanfaatan ANC Pengetahuan Ibu Jarak Puskesmas Status Pekerjaan Sikap Petugas Kategori Memanfaatkan Tidak memanfaatkan Cukup Kurang Mudah dijangkau Tidak mudah dijangkau Bekerja Tidak Bekerja Baik Buruk % 51. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI balita.1 45. jarak puskesmas.4 5. Tabel 2. .6%. No. Tabel 1. Sedangkan ibu yang berumur 26-30 tahun paling banyak sebesar 33.9 3.3% ibu. bivariat dan multivariat. Hubungan variabel independent dan dependent dilakukan dengan metode analisis multivariat untuk melihat keeratan dan besar hubungan antara variabel dependen dan independen utama setelah dikontrol oleh variabel independen lainnya dengan menggunakan analisisi regresi logistik.1 19.9%. sedangkan persentase terendah pada ibu yang berpendidikan hingga Diploma sebanyak 4.9%.9 81. secara statistik dapat diinterpretasikan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemanfaatan antenatal. ibu yang beragama Islam sebanyak 96.9 48.1 36.9 18.4%.6 22. Dari hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square diperoleh p value = 0.1%.5 22.6% orang kemudian diikuti dengan pendidikan SMP dan SMA.Vol.4 80.0 174 Dari 160 responden yang memanfaatkan pelayanan antenatal di Puskesmas Tamngapa sebanyak51.5 4.5 91. ibu yang berpengetahuan cukup sebanyak 63.3 8.9% an yang beragama Kristen 3.7 Agama Pendidikan Analisis bivariat Analisis bivariat dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel dependen berupa pemanfaatan pelayanan antenatal dengan variabel independent antara lain pengetahuan ibu. Responden yang memiliki status pekerjaan bekerja sebanyak 19.1%.008.5%.8 19. II. Sikap petugas baik sebanyak 91. ibu yang mempunyai pendidikan SD merupakan persentase tertinggi sebanyak 45.4%. Ibu yang mengatakan jarak puskesmas dari rumah responden mudah dijangkau sebanyak 81. kemudian hasilnya dianalisis dengan menggunakan analisis univariat.1 33. Distribusi karakteristik responden Variabel Umur Kategori < 20 tahun 20-24 tahun 25-29 tahun 30-34 tahun ≥35 tahun Islam Kristen SD SMP SMU Diploma S1 % 5.

000. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Untuk variable jarak puskesmas diperoleh nilai p value = 0.221 0.008 0.898 -0.6%.051 Nilai p 0. karena nilai p>0.996 – 4.002 0. No.05. Hasil uji Multivariat terhadap pemanfaatan ANC Variabel Pengetahuan Ibu Jarak Puskesmas Status pekerjaan Sikap Petugas β 0.4% dibandingkan yang tidak memanfaatkan sebanyak 39.654 – 74.000. maka diasumsikan ia akan memanfaatkan sarana pelayanan antenatal yang tersedia untuk keselamatan bagi dirinya maupun bayi yang dikandungnya.669 Analisis Multivariat Dengan menggunakan uji regresi logistic dilakukan analisis hubungan variable independent dengan pemanfaatan ANC secara bersama-sama. Sedangkan variabel sikap petugas diperoleh p value = 0.468) dan status pekerjaan (nilai p = 0.078 16.669.801 -0.05. Untuk variabel sikap petugas tidak diperoleh hubungan antara sikap petugas denagn pemanfaatan antenatal care sebab nilai p value = 0.950 95% CI OR 0. Value 0. dimana derajat kemaknaan α = 0.7%.002.008.Vol.514 0.468 0.408).152 – 1. OR = 2.669 OR 2. OR = 0. Tabel 3.078).092 0.3% dibandingkan yang tidak memanfaatkan sebanyak 62.008 Tabel 4.408 0. terlebih apabila keterangan tersebut bermanfaat baginya.000 Status Pekerjaan Sikap Petugas 0. OR = 16. II. Jarak Puskesmas Jangkauan pelayanan pustu untuk dimanfaatkan oleh masyarakat tidak terlepas dari pengaruh jarak fisik tempat tinggal masyarakat dengan pustu yang 175 . Analisis bivariat Variabel Independent dengan Pemanfaatan ANC Variabel Pengetahuan Ibu Jarak Puskesmas Kategori Cukup Kurang Mudah dijangkau Tidak mudah dijangkau Bekerja Tidak Bekerja Baik Buruk p. sehingga dapat diinterpretasikan bahwa ada hubungan antara status pekerjaan dengan pemanfaatan antenatal.002. jarak puskesmas (nilai p = 0. maka HO diterima. Pembahasan Pengetahuan Ibu Tindakan seseorang biasanya didasarkan pada apa yang telah diketahuinya.002 0.731 2. Jika ibu memiliki cukup pengetahuan. secara statistik dapat diinterpretasikan bahwa ada hubungan antara jarak puskesmas dengan pemanfaatan antenatal. Dari analisis multivariate diperoleh hasil 3 variabel berhubungan secara bermakna dengan pemanfaatan ANC yaitu pengetahuan ibu (nilai p = 0. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa dari 101 ibu yang memiliki pengetahuan yang cukup dan memanfaatkan pelayanan antenatal sebanyak 60.337 3. Sedangkan dari 59 ibu yang berpengetahuan kurang dan memanfaatkan antenatal sebanyak 37.000 0.257 – 3.

Sikap Petugas Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulas atau objek.2%.8%) orang. No. Sikap itu masih merupakan reaksi tertutup.3%) orang dan masih ada responden yang mendapat pelayan yang buruk yaitu 19 (8. hal ini berkaitan dengan ibu yang menghabiskan waktunya untuk membantu perekonomian keluarga sehingga hampir tidak mempunyai waktu untuk memperhatikan kesehatan diri dan kehamilannya.8% dibandingkan yang tidak memanfaatkan sebanyak 74. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dihitung dalam ukuran radius kilometer.1% dibandingkan yang tidak memanfaatkan sebanyak 41. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa dari 31 ibu yang memiliki pekerjaan dan memanfaatkan pelayanan antenatal sebanyak 25. Hasil penelitian ini menunjukkan jarak puskesmas yang mudah dijangkau sebanyak 131 (81. Hal ini disebabkan karena ibu yang tidak bekerja dalam artian ibu rumah tangga memiliki banyak waktu luang untuk memeriksakan kehamilannya sesering 176 mungkin sesuai keinginannya. II. Hal ini disebabkan oleh adanya warga lain yang memanfaatkan pelayanan antenatal di luar wilayah kerja Puskesmas Tamangapa tersebut. sedangkan yang tidak mudah dijangkau sebanyak 29 (18. waktu yang tersisa lebih banyak digunakan untuk beristirahat setelah bekerja seharian diluar rumah. Status Pekerjaan Aktifitas sehari-hari terutama yang bersifat mempertahankan kelangsungan hidup kadang menyingkirkan kepentingan atau masalah lain yang dianggap kurang mendesak karena keterbatasan waktu. Menurut Wirawan (1983) sikap adalah kecenderungan atau kebiasaan seseorang untuk bertingkah laku tertentu kalau ia menghadapi suatu tantangan tertentu.Vol. ramai dilalui kendaraan umum serta lancarnya transportasi. bukan merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek. jarak puskesmas dan status pekerjaan . Namun ibu yang bekerja diluar rumah disibukkan oleh berbagai aktifitas kantor sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin.9%. karena didukung oleh letak puskesmas yang berada di jalan raya yang mudah dijangkau oleh taransportasi umum. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulas tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulas sosial. Sedangkan dari 129 ibu yang tidak memiliki pekerjaan dan memanfaatkan antenatal sebanyak 58. Sikap baik yang ditunjukkan petugas diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan pelayanan antenatal di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa. letak pustu dipinggir jalan raya. Banyaknya responden yang jarak rumahnya jauh dari puskesmas.9%).1%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umumnya responden sudah mendapat pelayanan yang baik oleh petugas kesehatan yaitu 146 (91. diharapkan tetap memanfaatkan puskesmas tersebut. Kesimpulan Ada hubungan antara pengetahuan ibu.

Bali . 2002. Pemanfaatan Pelayanan Bidan di Desa Kab. Waode.Rineka Cipta. Buku Kedokteran Bagian Kesehatan Anak. Pedoman Penelitian Kesehatan. Sue. 2004. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dengan pemanfaatan antenatal di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa Kelurahan Bangkala. Depkes RI. FK Udayana. (http:www. Puskesmas Tamangapa menyediakan pelayanan antenatal di setiap posyandu sehingga masyarakat dapat memeriksakan kehamilan tanpa harus ke puskesmas karena jarak puskesmas tidak mudah untuk dijangkau.com) diakses 25 Februari 2008. Penerbit PT. S. Hall. Jakarta. M. Pioneer. Jakarta _________. Perawatan Maternitas. Muara Jambi. Pedoman Medis Untuk Wanita Hamil. Perawatan Ibu di Pusat Kesehatan Masyarakat. 2004. Petugas puskesmas memberikan pelayanan yang maksimal dan bersikap ramah pada ibu yang memeriksakan kehamilan. Skripsi. FKM Unhas. maupun yang tidak bekerja untuk mengetahui kondisi janin selama dalam kandungan. Jakarta. Kematian Maternal (Ilmu Kebidanan). Roberd. Penerbit PT. 1984. Metode Penelitian. Mohtar. Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan. C. Jakarta. Kelainan Lama Kehamilan (Obstetri Patalogi). 2002. __________. Buku Kedokteran EGC. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. Politeknik Kesehatan Depkes Makassar.Rineka Cipta. Jakarta Soetjiningsih. 2007b. Bandung. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. Jakarta _________.Vol. Nasir. Penerbit PT. 1998. 2006. Gestosis Obstorik Patologi. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. 1983. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Makassar 177 Farrer. Jakarta Mose. Farmakologi Kebidanan. Jakarta. 2003. Jakarta Saifuddin dkk. Daftar Pustaka Aliwah. N. Buku Kedokteran Krisnadi. 2001. Asuhan Kebidanan Ibu Hamil. Makassar. A. 2005. Ghalia Indonesia. 2004. No. Mensosialisasikan pentingnya pemanfaatan pelayanan antenatal care dikalangan ibu yang bekerja. EGC. 1996. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Sinopsis Obstetri. Jordan. Tidak ada hubungan antara sikap petugas dengan pemanfaatan antenatal di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa Kelurahan Bangkala. 2005. __________. 2002. Studi Tentang Pemanfaatan Pelayanan Antenatal di Puskesmas Lasepang Kabupaten Bantaeng. Buku Kedokteran EGC. Jakarta Kristiani. Tumbuh Kembang Anak. 2007a. Profil Kesehatan Kota Makassar. Soekidjo.Rineka Cipta. Makassar. _________. II.2007. Jakarta. 2001. Saran Petugas kesehatan yang ada di Puskesmas Tamangapa agar memberikan penyuluhan tentang pentingnya perawatan antenatal yang dapat meningkatkan pengetahuan ibu. Buku Kedokteran EGC.gogle. Asmar. R.

Buku Kedokteran EGC. Wiknjosatro. Jakarta. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Stoppard. Jakarta. II. Pustaka Pelajar. 178 .Vol. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. H. 2002. 1998. Penerbit UI. Yogyakarta. Wirakusuma. Kehamilan dan Kelahiran Perawatan Ibu dan Bayi dalam konteks Budaya. No. Kelainan Tempat Kehamilan Obstetri Patologi. Jakarta. M. 2005. Swosno. Panduan Mempersiapkan Kehamilan dan Kelahiran. Diagnosis Kehamilan (Ilmu Kebidanan). 2004. F.

Etiologi Sifilis disebabkan oleh kuman treponema palidum. Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum yang dapat bersifat akut dan kronis diawali dengan adanya lesi primer kemudian terjadi erupsi sekunder pada kulit dan selaput lendir dan akhirnya sampai pada periode laten dengan lesi pada kulit. perubahan cuaca dan perubahan temperature sehingga penyakit ini sulit . 2008). No. Insiden tertinggi ditemukan pada wanita umur 20 – 24 tahun dan pria umur 35 – 39 tahun. Kuman atau bakteri tersebut umumnya hidup di mukosa (saluran) genetalia. 2005).756 kasus merupakan sifilis stadium primer dan sekunder. II.thefreedictionary.org . dan mulut yang hangat dan basah. Setiap orang rentan terhadap penyakit sifilis. Antibodi ini tidak terbentuk apabila pengobatan dilakukan pada stadium satu dan dua. 179 Di Amerika Serikat dilaporkan lebih dari 36.thefreedictionary.org. 3 tahun 2009 TINJAUAN PUSTAKA Jurnal Madani FKM UMI Aspek Imunologis Penyakit Sifilis Sri Julyani Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Pendahuluan Sifilis adalah suatu penyakit menular seksual (PMS /STD [sexually transmitted disease]) atau disebut juga veneral disease (beberapa penyakit infeksi kelamin lain seperti gonore. 2008). Setelah infeksi biasanya terbentuk antibodi terhadap T. rektum. www. sedang kasus sifilis kongenital meningkat dari 339 kasus pada tahun 2005 menjadi 349 kasus pada tahun 2006. lesi pada tulang. com. Kebanyakan orang yang terinfeksi dengan sifilis tidak memperlihatkan gejala selama beberapa tahun. 2008). klamidia. Ditjen PP&PL. merupakan basil gram negatif yang mempunyai flagel. yang akan menimbulkan komplikasi yang berat bila tidak diobati (http : // id.. saluran pencernaan. 2005).wikipedia. Kuman ini sangat sensitive terhadap cahaya.61% penderita dengan kasus terbanyak pada stadium laten ( http : // id.000 kasus sifilis pada tahun 2006 dengan 9.org. Adanya infeksi HIV menurunkan kemampuan penderita melawan T. pallidium dan kadang kala terbentuk antibodi heterologus terhadap treponema lain. bentuknya sangat kecil dan berpilin-pilin. tetapi ± 30 % orang yang terpapar akan terkena infeksi.Vol.com.wikipedia. herpes dan granuloma inguinal) adalah salah satu bentuk penyakit infeksi yang ditularkan melalui hubungan sex atau dari seorang ibu kepada bayi yang dikandungnya (www.wikipedia. (Ditjen PP&PL. 2008. pallidum. sistem syaraf pusat dan sistem kardiovaskuler (http : // id. sedang di Indonesia ditemukan sekitar 0. 2008.

Ditjen PP&PL. alat suntik atau transfusi darah yang mengandung kuman tersebut. Sifilis ditularkan melalui hubungan seksual. II. Treponema pallidum (Sumber: Treponemapallidum. gelas. Histopatologi dari chancre primer tergantung pada banyaknya spirocaeta dan infiltrasi seluler yang pada mulanya terdiri dari T limfosit yang terjadi 6 hari postinfeksi. Secara umum tingkat kekebalan yang timbul karena infeksi oleh T. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI untuk menular kecuali adanya kontak langsung dengan penderita. com. Respon imunologik dari orang yang terpapar tergantung dari struktur bakteri. yang merupakan tahap penting dalam tingkat virulensi treponema (meskipun mekanisme yang jelas sampai saat ini belum diketahui). 2005) : Kingdom : Eubacteria Filum Kelas Ordo Familia Genus Spesies : Spirochaetes : Spirochaetes : Spirochaetales : Treponemataceae : Treponema : Treponema pallidum Gambar . No. kemudian makrofag pada hari ke 10 dan sel plasma.org/wiki/image) 180 Patogenesis Treponema pallidum tidak dapat tumbuh dalam media kultur sehingga pengetahuan tentang imunopatogenesis penyakit sifilis hanya diperoleh dari keadaan penderita (berdasarkan tanda dan gejala yang tampak). respon antibodi ini dapat juga .http://en. Meskipun humoral immunity juga dibutuhkan dalam melawan infeksi dari treponema.thefreedictionary. wikipedia. pallidum serta meningkatkan kemampuan netrofil dan makrofag memfagosit treponema tersebut. tempat duduk toilet. Aktivasi makrofag akan merangsang pelepasan sitokin dari T limfosit yaitu interleukin 2 (IL 2) dan interferon gamma (IFNγ). Antibodi berperanan dalam menghancurkan protein membran luar yang tipis dari treponema pallidum (TROMPs). atau benda-benda lain yang bekas digunakan/dipakai oleh pengindap (www. Setelah mengeksposure permukaan epitel. spirocaeta akan berpenetrasi dan menyerang lapisan sel endotel. Membran luar bakteri terdiri dari lapisan fosfolipid dengan sedikit protein antigen. maupun penularan melalui intra uterin dalam bentuk sifilis kongenital tetapi tidak dapat menular melalui benda mati seperti misalnya bangku.Vol. model pada binatang percobaan dan data in vitro dari ekstraksi jaringan spirocaeta. pallidum relevan dengan level antibodi pada TROMPs. 2005). 2008. handuk. Antibodi spesifik akan muncul dalam serum pada awal infeksi yang akan menghalangi spirocaeta merusak sel dan Ig G dengan bantuan komplemen akan dapat membunuh T. Adapun klasifikasi bakteri penyebab penyakit sifilis adalah sebagai berikut (Natahusada EC & Djuanda A.

Antibodi kardiolipin yang merupakan penentu pada sifilis primer dan menjadi dasar tes nontreponemal pada penyakit ini.Vol. Sedang sifilis sekunder dapat timbul 8 minggu setelah terapi sifilis primer meskipun dilaporkan bahwa sekitar 60% sifilis sekunder tidak mempunyai riwayat sifilis primer. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI menyebabkan kelainan. Pada chancre primer CD4 lebih banyak berperanan sedangkan pada lesi sekunder lebih banyak ditemukan CD8. sekunder dan bentuk tertier. adalah jumlah CD4 pasien sebelum terinfeksi sifilis (pasien yang mempunyai jumlah CD4 lebih tinggi sebelum sifilis mengalami penurunan 181 yang lebih besar). Gumma yang lebih sering timbul pada sifilis tertier menunjukkan adanya reaksi hipersensitivitas tipe lambat.R. Sifilis primer biasanya bersifat asimptomatik. dengan tujuan mengurangi penyebaran baik infeksi sifilis maupun HIV (LaSala P. Para ilmuwan di Spanyol meneliti adanya perubahan viral load dan jumlah CD4 selama terinfeksi sifilis dan menemukan bahwa infeksi sifilis pada pasien HIV-positif berhubungan dengan peningkatan viral load dan penurunan jumlah CD4. Smith M. Sehingga perlu adanya upaya kesehatan masyarakat untuk mencegah infeksi sifilis baru dan secepatnya mengenal serta mengobati pasien terinfeksi sifilis.K. . 2003. yang didapatkan akibat penularan melalui kontak langsung pada permukaan mukosa atau kulit seorang penderita. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa satusatunya faktor yang dikaitkan dengan peningkatan viral load adalah karena penderita tidak menggunakan terapi antiretroviral (ART). Lesi sekunder ini ditandai dengan adanya erupsi pada kulit dan selaput lendir. II. dimana lesi telah menyebar sampai ke tulang. Penurunan jumlah CD4 dan peningkatan viral load ditemukan pada hampir sepertiga pasien yang diamati. tidak sejalan dengan terjadinya sindrom antibodi antifosfolipid. saluran cerna. 2007). sementara satu-satunya faktor yang dikaitkan dengan penurunan jumlah CD4 sebanyak lebih dari 100. Gejala Klinik Berdasarkan stadium penyakitnya gejala klinik dari penyakit sifilis dapat dibagi dalam tiga kelompok yaitu bentuk primer. Palacios R et all. dengan tanda khas berupa granuloma. Peranan sel T pada sifilis yang belum jelas menimbulkan dugaan adanya cross infeksi HIV pada penderita sifilis. No. Temuan lain dari penelitian ini menunjukkan lebih dari dua pertiga kasus sifilis ditemukan pada pasien yang sebelumnya didiagnosis HIV-positif. Bockenstedt L. 2007. Dalam hal ini. Pemeriksaan histologik menunjukkan banyaknya sel T pada daerah lesi.B. para peneliti menyoroti perilaku pasien yang berisiko dan strategi pencegahan yang lemah. Dan sifilis tertier adalah bentuk laten dari penyakit ini yang biasanya muncul beberapa bulan sampai beberapa tahun kemudian dan 15% diantaranya terjadi pada penderita yang tidak mendapat terapi. tetapi tidak ada perbedaan pada perubahan virologi berdasarkan stadium sifilis. Adanya kompleks imun pada sifilis sekunder mungkin menjelaskan patologi timbulnya lesi pada kulit dan deposit di ginjal yang menyebabkan terjadinya nefropati sifilik.

Stadium sekunder juga ditandai dengan adanya gangguan pada sendi. Sifilis Laten Disebut sifilis laten apabila tidak tanda-tanda dan gejala penyakit tetapi terdapat bukti serologik. d. kelemahan. kemudian membentuk lesi yang rata berwarna keputih-putihan yang dikenal dengan condyloma lata.wikipedia. vagina. sakit kepala. penurunan berat badan. Palacios R et all. jari-jari dan peralatan makan atau minum (LaSala P. bersifat kronik dan . 182 Lesi biasanya terdapat pada kulit.A. c. 2007). Ditandai dengan adanya gumma yang lunak. Rash pada kulit biasanya lebih berat dan disertai dengan gangguan dermatologi yang lain seperti makulopapular. Terdapat bentuk lain dari penyakit sifilis yang banyak ditemukan di wilayah Asia tengah dan Afrika yang disebut Endemik Sifilis. 2003. a.K. 2003). Disebut tipe early bila selama 2 tahun serologik positif tetapi tidak ada gejala penyakit. Penyebaran terjadi melalui kontak langsung pada lesi yang aktif. McPerson R. menetap untuk waktu 4 sampai 6 minggu dapat terjadi pembengkakan kelenjar limpe lokal dan biasanya sembuh spontan (Palacios R et all. dapat terjadi komplikasi yang lebih berat berupa neurosifilis dan kardiovaskuler sifilis (Bockenstedt L. folikular atau pustular rash. kebanyakan pada alat genital namun dapat ditemukan pada seluruh bagian tubuh yang lain. Lesi ini disebut chancre . Kadang-kadang terdapat lesi multipel. Sifilis Primer Sifilis primer terjadi karena kontak langsung dengan lesi infeksi penderita melalui hubungan seksual. Pembagian ini berguna dalam pemberian terapi pada penderita dan resiko transmisi ke orang lain (Sacher R. b. suatu ulcerasi pada kulit tanpa rasa sakit pada daerah yang terexposure terutama pada penis. Sifilis Sekunder Sifilis sekunder timbul 1 – 6 bulan setelah infeksi primer ( rata-rata 6 – 8 minggu) dengan berbagai manifestasi gejala. tulang dan indera penglihatan (Bockenstedt L. Sedang tipe late bila infeksi lebih dari 2 tahun tanpa bukti klinik yang jelas. 2008). Smith M. Sifilis laten dapat dibedakan atas tipe early atau late. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI sistim saraf dan sistim kardiovaskuler (http : // id. Lesi pada kulit timbul dalam 10 – 90 hari setelah terpapar. Apabila sifilis tertier ini tidak mendapat terapi. pada beberapa kasus dapat mencapai masa sampai 50 tahun.R. meningismus dan pembesaran kelenjar limpe. 2007). disamping gejala umum seperti demam. Disamping itu terdapat juga bentuk sifilis tertier yang dapat timbul 1 – 10 tahun setelah terinfeksi dengan tanda khas berupa adanya gumma pada kulit dan mukosa.Vol. No. Sifilis Tertier Sifilis tertier biasanya muncul dalam waktu 1 – 10 tahun setelah infeksi pertama. Rash menyebar pada seluruh tubuh dan ekstremitas. pallidum subspecies endemicum.A. daerah kepala dan leher.B . suatu bentuk tumor akibat proses inflamasi yang dikenal dengan granuloma. serta sistim saluran cerna. 2007). 2007). atau rectum.org. tetapi dapat terjadi overlap dengan bentuk primer.K. II. merupakan penyakit infeksi kronik nonveneral yang disebabkan oleh T.

Imunoasai ini menggunakan antibodi nontreponemal dan lipoid sebagai antigen. Tetapi tes ini dapat memberikan positif palsu pada kondisi seperti kehamilan. (Bockenstedt L. Tes Serologis Antibodi Non Treponemal yaitu antibodi yang terbentuk akibat adanya infeksi oleh penyakit sifilis atau penyakit infeksi lainnya.A. Rapid Plasma Reagin (RPR). Palacios R et all. Tes serologis merupakan tes konfirmasi untuk melihat adanya antibodi terhadap organisme penyebab sifilis. Ada dua kelompok tes serologis yang dapat digunakan dalam mendiagnosis penyakit sifilis yaitu tes serologis antibodi non treponema dan antibodi treponema (Sacher R. pallidum. penyakit autoimun dan infeksi virus. Sedang komplikasi kardiovaskuler dapat berupa sifilis aortitis. termasuk pemeriksaan ini adalah (Bockenstedt L. II. 2003. Termasuk tes ini adalah Venereal Disease Research Laboratory (VDRL) dan Rapid Plasma Reagen (RPR) yang memberikan hasil positif setelah 4 – 6 minggu terinfeksi (positif pada 70% pasien dengan lesi primer dan stadium lanjut). 1. Bentuk lain dari sifilis tertier yang tidak diterapi adalah neuropathic joint disease. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI dapat muncul kembali bila sistim imun tubuh tidak sempurna. Handojo I.A. berupa degenerasi sendi disertai hilangnya sensasi propriosepsi. Cardiolipin Wassermann (CWR) d. Bentuk komplikasi yang lebih berat adalah neurosyphilis dan cardiovascular syphillis. aneurisma dan regurgitasi aorta.K. Tes-tes seperti Veneral Disease Research Laboratory (VDRL). Pemeriksaan Laboratorium Diagnosis sifilis dapat ditegakkan dengan cara melihat langsung organisme dengan mikroskop lapangan gelap atau pewarnaan antibodi fluoresen langsung dan kedua dengan mendeteksi adanya antibodi dalam serum dan cairan serebrospinal. 2003. Veneral Disease Research Laboratory (VDRL) b. Digunakan untuk skrining penderita dan monitoring penyakit setelah pemberian terapi. Kebanyakan gumma merupakan komplikasi dari late syphilis. 2004). Tes serologis juga diperlukan untuk menegakkan diagnosis infeksi sifilis pada masa laten sifilis dimana tidak tampak adanya gejala-gejala penyakit. Antibodi ini terbentuk setelah penyakit menyebar ke 183 kelenjar limpe regional dan menyebabkan kerusakan jaringan serta dapat menimbulkan reaksi silang dengan beberapa antigen dari jaringan lain. Unheated Serum Reagin (USR) e. McPerson R. keganasan. 2007). tabes dorsalis atau paresis. 2004) : a. Gangguan neurologik dapat asimptomatik atau bermanisfestasi sebagai meningovascular disease. ELISA Tes ini bertujuan untuk mendeteksi adanya reaksi antara antibodi dari sel yang rusak dan kardiolipin dari treponema. No. Unheated Serum Reagin (USR) dan Toulidone Red Unheated Serum Test (TRUST) mendeteksi . Rapid Plasma Reagin (RPR) c. kolesterol dan kardiolipin dan digunakan untuk skrining adanya infeksi oleh T. Tes serologis non treponema mendeteksi antibodi yang merupakan kompleks dari lecitin. kecanduan obat. Toulidone Red Unheated Serum Test (TRUST) f.K.Vol.

Pakasi R. antibodi yang spesifik untuk antigen dari T. Treponema pallidum Immobilization (TPI) d. yaitu Reiter Protein Complement Fixation (RPCF) ii. pallidum. Cara Kerja (Aprianti S. Treponema pallidum Immuneadherence (TPIA) i. Antibodi treponemal Bertujuan untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap antigen treponema dan sebagai konfirmasi dari hasil positif tes skrining nontreponemal atau konfirmasi adanya proses infeksi pada hasil negatif tes nontreponemal pada fase late atau laten disease dapat dibedakan atas 2 jenis antibodi yaitu . Hardjoeno. pallidum Pemeriksaan antibodi nontreponemal yang sering digunakan sekarang adalah : 1. Uji RPR kualitatif adalah pemeriksaan penapisan dengan serum pasien yang tidak diencerkan dicampur dengan partikel arang berlapis kardiolipin di atas karton. grup treponemal antibodi. Fluorecense Treponemal Antibody (FTA) g. 1 tetes serum + 50 uL antigen dicampur diatas kartu tes memenuhi lingkaran 184 . Tes Rapid Plasma Reagen. kehamilan atau proses kronik seperti kerusakan pada jaringan penyambung. II. adalah tes untuk melihat antibodi nonspesifik dalam darah penderita yang diduga terinfeksi sifilis.Vol. A. setelah rotasi mekanis beberapa waktu sedian diperiksa untuk melihat ada tidaknya aglutinasi secara makroskopis. Pengambilan spesimen pada stadium primer akan mempengaruhi sensitivitas tes dimana titer antibodi meningkat selama tahun pertama dan selanjutnya menurun secara nyata sehingga memberikan hasil negatif pada pemeriksaan ulang. Dapat ditemukan hasil tes positif palsu maupun negatif palsu. Antibodi treponema spesifik. Treponema pallidum Complement Fixation b. terdiri dari uji kualitatif dan uji kuantitatif. ELISA T. Treponema pallidum Hemagglutination (TPHA) h. Sedang hasil negatif palsu terjadi karena tingginya titer antibodi (prozone phenomenon) yang sering ditemukan pada sifilis sekunder. antibodi terhadap antigen somatik yang terdapat pada semua jenis treponema. infeksi virus. No. Imunoasai berdasarkan pada penggunaan beberapa strain saprofitik dari treponema. Antibodi yang terdeteksi biasanya timbul 1 – 4 minggu setelah munculnya chancre primer. Treponema pallidum Immobilization Lyzozym (TPIL) e. 2003) : 1. 2. i. Treponemal Wassermann (T-WR) c. beberapa tes yang termasuk diantaranya adalah : a. Treponema pallidum Immobilizationsymplification f. Positif palsu terjadi karena adanya penyakit bersifat akut seperti hepatitis. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI adanya reaksi antigen-antibodi dengan menilai presipitasi yang terbentuk baik secara makroskopik (RPR dan TRUTS) maupun mikroskpoik (VDRL dan USR).

Beberapa kondisi dapat memberikan hasil positif palsu seperti penyakit hepatitis virus.9% 2. Tes VDRL semikuantitatif juga digunakan untuk mengevaluasi kejadian neurosifilis di mana hasil reaktif tes hampir selalu merupakan indikasi adanya neurosifilis. demikian juga untuk tabung 4. Baca titer pada pengenceran tertinggi yang masih terjadi flokulasi. Sedangkan Tes serologik treponemal yang banyak digunakan adalah : 185 .Vol. Sebagai indikator terjadinya reaksi pengikatan komplemen maka pada tes ditambahkan sel darah merah (domba) dan zat hemolisin anti SDM. Cara kerjanya sebagai berikut : 1. kehamilan. teteskan di atas kertas tes dan tambahkan 50 uL antigen pada tiap sampel. 2. (http://en wikipedia. II. IgM atau IgA).org/wiki/. 2008) 3. 5. leprosi dan penyakit lupus. No.wikipedia. isi masingmasing dengan 50 uL NaCl 0. Lakukan seterusnya untuk tabung ke 3 dengan mengambil isi dari tabung 2 (pengenceran ¼). Disebut uji CWR positif apabila tidak terjadi reaksi hemolisis yang menunjukkan bahwa terjadi reaksi Ag-Ab yang mengikat komplemen. Dasar tes adalah reaksi antibodi pasien dengan difosfatidil gliserol. Tes Cardiolipin Wassermann (CWR) merupakan uji fiksasi komplemen dimana reaksi antibodi dan antigen kardiolipin akan membentuk kompleks yang akan mengikat komplemen. demam rematik. Ambil dari tiap tabung 50 uL larutan. kocok rata 3. Tes VDRL dapat mendeteksi antikardiolipin antibodi (IgG.org. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI 2. Siapkan 6 tabung reaksi. Tes RPR efektif untuk skrining seseorang yang terinfeksi penyakit sifilis tetapi belum menunjukkan gejala klinik. 4. Tambahkan 50 uL sampel ke tiap tabung. sedang hasil negatif berarti tidak terjadi reaksi Ag-Ab yang tidak mengikat komplemen. dan 6. Lihat hasil terbentuknya flokulasi dengan mikroskop cahaya dengan pembesaran 10 x 10 4. 5. putar di atas rotator selama 8 menit dengan kecepatan 100 rpm 3. Hasil tes yang reaktif dilanjutkan dengan tes kuantitatif B. Uji RPR kuantitatif menggunakan serum yang diencerkan secara serial dan hasil pemeriksaan adalah nilai akhir pengenceran dimana masih terjadi penggumpalan partikel. 2008). aduk rata dan rotasi selama 8 menit. Tes ELIZA nontreponemal menilai terjadinya flokulasi dan nilai absorban dihitung berdasarkan prinsip spektrofotometer. Sampel pasien berasal dari darah atau cairan cerebrospinal yang reaksikan dengan antigen kardiolipin dan intensitas reaksi sebanding dengan beratnya kondisi pasien (http://en. Tes VDRL selain digunakan untuk skrining penyakit sifilis juga dapat digunakan untuk monitoring respon terapi. Pindahkan 50 uL isi tabung I ke tabung 2 (pengenceran ½ kali) 4. deteksi kelainan saraf dan membantu diagnosis pada sifilis kongenital.

2008). inkubasi lalu bilas hati-hati. pallidum antibodi dalam serum atau plasma. Hasil positif terlihat dengan T. Bahan pemeriksaan adalah transudat segar dari chancre pada infeksi primer atau kondiloma lata pada infeksi sekunder. pallidum dan Ab serum penderita lalu diinkubasi. Hasil positif bila ditemukan spiroketa yang motil. Tes FTA adalah imunoasai yang sangat sensitif dan spesifik sehingga baik digunakan untuk diagnosis tetapi tidak dipakai dalam pemantauan terapi sebab hasil tes positif akan tetap positif walaupun telah diberi pengobatan sampai sembuh. Pallidum tidak dapat tumbuh pada media kultur maka digunakan metode lain untuk mendiagnosis penyakit sifilis. II. kolesterol dan . pallidum dalam serum akan mengikat antigen pada sel darah merah membentuk kompleks AgAb dan hasil positif dinilai dengan melihat adanya aglutinasi (http: // en. membentuk kumparan padat dan bergerak melengkung. 3. Sel darah merah kalkun yang diliputi Ag T .org.pallidum strain Nichol dan sebagai carrier digunakan sel darah merah kalkun. Hasil positif ditunjukkan dengan adanya treponema berfluoresensi-TMRITC pada apusan. Tes Treponema pallidum Hemagglutination (TPHA) Merupakan uji hemaglutinasi pasif secara kualitatif dan semi kuantitatif yang 186 dapat mendeteksi anti T. Periksa apusan di bawah mikroskop pengcahayaan ultraviolet. Tes Treponema pallidum Immobilization (TPI). 2. Sebagai antigen dipakai T . inkubasi dan bilas. Sensitifitas tes rendah pada beberapa stadium penyakit terutama stadium I . Sebelum tes serum pasien diinaktifkan dengan pemanasan dan diserap dengan sorbent untuk membersihkan dari antibodi terhadap treponema komensal. tetapi spesifisitasnya paling baik dibanding tes serologis lain dan merupakan satusatunya tes yang hampir tidak memberi hasil positif semu.Vol. Tambahkan konjugat antibodi antiimunoglobulin human yang dilabel dengan tetrametil-rodamin isotiosinat [TMRITC] tutup dengan kaca penutup. Tes menggunakan serum penderita yang tidak aktif ditambah dengan T. Diagnosis Diagnosis penyakit sifilis biasanya secara tidak langsung ditemukan pada pasien risiko tinggi seperti adanya penyakit menular seksual dan pengguna narkotika. Sensitivitas dan spesifisitas cukup baik kecuali untuk sifilis stadium I. mudah dan sederhana serta harganya relatif murah. No. antibodi T. Fluorescent treponemal antibody-absorbed double strain test (FTA-ABS DS). di mana hasil positif didapatkan bila terjadi aglutinasi. diagnosis ditegakkan dengan sampel dari cairan cerebrospinal. pallidum pada kaca obyek. Karena T. Tes serologis non treponema mendeteksi antibodi yang merupakan kompleks dari lecitin. Seperti mikroskop lapangan gelap atau apusan cairan dari kulit atau jaringan. tes ini juga cukup praktis.wikipedia. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI 1. pallidum yang mobil dan komplemen. kemudian dicampur dengan apusan T. lalu diinkubasi pada suhu 35° C selama 16 jam selanjutnya dilihat di bawah mikroskop. pallidum yang tidak mobil. Untuk penderita dengan suspek neurosifilis.

II. pallidum berfungsi sebagai antigen. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI kardiolipin dan digunakan untuk skrining adanya infeksi oleh T. Kerusakan jaringan yang irreversibel merupakan karakteristik dari sifilis fase tertier dan sifilis kongenital meskipun telah mendapat terapi antibiotik. Heart disease 4. 2008) : 1.cdc. Selain itu sifilis juga dapat menyebabkan komplikasi penyakit lain berupa (www. 2008).dshs. Mc Person R. Tetapi tes ini dapat memberikan positif palsu pada kondisi seperti kehamilan. Mental illness 5.com. Mayo Clinic.Vol. Obat lain yang dapat diberikan adalah antipiretik dan antihistamin. us/. Sedang antibiotik alternatif seperti derivat tetrasiklin.state. Venereal Wart 5.gov/std/default. Chancroid 4. keganasan. 2006. sedang stadium late biasanya lebih sulit diterapi. com. 2008) : 1. Sifilis stadium primer.A. secara umum penyakit dengan stadium lebih lanjut membutuhkan antibiotik dengan dosis yang lebih besar dan waktu yang lebih lama. Blindness 3. Death Differential Diagnosis Penyakit sifilis dapat didifferential diagnosis dengan penyakit kelamin lain seperti (http : // www. Termasuk tes ini adalah Venereal Disease Research Laboratory (VDRL) dan Rapid Plasma Reagen (RPR) yang memberikan hasil positif setelah 4 – 6 minggu terinfeksi (positif pada 70% pasien dengan lesi primer dan stadium lanjut). Genital Herpes 3. Sedang tes serologis yang spesifik untuk infeksi treponema seperti Serum Fluorecent-Treponemal Antibody absorbance test (FTA-ABS) dan Microhemagglutination test dimana T. Terapi dan Prognosis Penicilin masih merupakan obat pilihan untuk penanganan sifilis. Mayo Clinic.com. Dosis dan lama terapi bervariasi tergantung pada gejala klinik penderita. 2008). Komplikasi Sifilis yang tidak diterapi dapat berkembang menjadi fase tertier dengan timbulnya gumma dan sifilis kardiovaskuler yang dapat bersama-sama dengan neurosifilis. http://www. (Sacher R. eritromicin dan ceftriaxon dapat digunakan pada penderita yang alergi terhadap penicilin. Lymphogranuloma venereum .cdc. 2004. 2006.A. sekunder dan early laten akan sembuh sempurma dengan pemberian antibiotik. Hasil tes non treponema yang positif harus dikonfirmasi dengan tes treponema yang mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang lebih tinggi. gov/std/default.htm. Genital Ulcer 2. No. Sifilis tertier 187 mempunyai tingkat mortalitas yang tinggi bila kelainan telah sampai pada sistim saraf pusat (Bockenstedt L. pallidum. Laki-laki lebih banyak berlanjut ke fase tertier dan mortalitasnya lebih tinggi dibanding penderita wanita.com. 2008. Healthcommunities. http://www. penyakit autoimun dan infeksi virus. Arthritis 2.fpnotebook.K.htm.tx. kecanduan obat.2003.

Download tanggal 29 agustus 2008. Handojo I. 2003. Diakses 27 Oktobert 2006. Mayo Clinic. Sacher R. Impact of syphilis infection on HIV viral load and CD4 cell counts in HIV-infected patients.R. ARUP Laboratories. Diakses 4 Januari 2008.wikipedia. Download tgl 23 Agustus 2008 http: // www. McPerson R.org/wiki/ Rapid plasma Reagin. Syphilis Testing. last modified. Spirochaete Infections in Henry’s Clinical Diagnosis and Management by Laboratory Methods 21sted.com.cdc. Diakses 26 Agustus 2008. update 27 0ct 2006. Syphilis: Screening and diagnosis – Mayo Clinic.com Medical Services.gov/std/default. last modified : 14 oktober 2008 http: // www. Sexually Tranmitted Diseases. Djuanda A. Bockenstedt L.com / Syphillis. Mayo Clinic Diakses 28 April 2008. 2007.thefreedictionary.wikipedia.A. Diakses 5 November 2008.com / Syphillis Symtom. No.B. MayoClinic. Diakses 5 November 2008.. Diakses tgl 22 Agustus 2008 188 http: // www. 2007.A. http://en. Sifilis dalam Manual Pemberantasan Penyakit Menular. Diakses 25 Januari 2008. 456 . II. Healthcommunities. Mayo Clinic.org/wiki/. J Acq Immun Defic Synd 44: Maret. Saunders Elsevier. HIV / STD Facts.htm.Vol. edisi 4. Jakarta : Pen FK-UI. Ditjen PP&PL. Tes Sifilis dan Gonorrhoe dalam Interpretasi Hasil Tes Laboratorium Diagnostik. Diagnosis Serologik Infeksi Spesifik dalam Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Surabaya : Airlangga University Press. http://en wikipedia. Smith M. 2004. 2005.us/hivstd.org/ Veneral Disease Research Laboratory test.wikipedia. Wassermann test. Imunoasai Untuk Penyakit Sifilis dalam Imunoasai Terapan pada Beberapa Penyakit Infeksi. Natahusada EC. EGC. MayoClinic. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI Daftar Pustaka Aprianti S. Syphilis – Urologychannel.dshs.state.com. http: // id. 2003. . last modified. Pakasi R. LaSala P. http: // en. edisi 11. Spirochetal Diseases : Syphillis and Lyme Disease in Medical Immunology 10th ed. Syphilis: Treatment.K. 2005. fpnotebook.org / wiki / Treponema pallidum. 2004. last modified : Diakses 25 Pebruari 2008. 2004. Makassar: LEPHAS Unhas. Healthcommunities.458 www. last modified.tx. Palacios R et all.com Medical Services. com /ID/STD/Syphilis. Sifilis dalam Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Hardjoeno. http: //www. Mc Graw Hill.thefreedictionary.

No.Vol. II. 3 tahun 2009 Jurnal Madani FKM UMI .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful