MAKALAH PENGELOLAAN DAS Pengaruh Pengelolaan Vegetasi DAS Terhadap Transmisi Air

Disusun Oleh Kelompok 1

Novitri Sundary R Egi Rahmat Vivi Veti Vania Daniel Olovan Adnan Mulyawan Rikky Triyadi Annisa Triani

240110090024 240110090028 240110090050 240110090084 240110090098 240110097001 240110080055

JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

Sistem penggunaan lahan atau jenis tutupan lahan dapat berbentuk hutan alam. Kondisi tanah. termasuk interaksinya dengan pemerintah daerah. apakah mereka mempunyai aturan adat dan apakah aturan adat tersebut masih mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. pola aliran sungai yang mengikuti pola bebatuan dan perbukitan. tanaman pangan.S ebagai contoh. Jumlah penduduk (beserta ternak) dan bagaimana mereka saling berinteraksi.siklus harian cahaya matahari dan intensitas hujan (hujan lebat. pohon bernilaiekonomis. organisme tanah dan perakaran tumbuhan yang berperan dalam menjaga struktur tanah dari pemadatan 4. sehinga perlu dilakukan upaya perbaikan.1 Latar Belakang Indonesia memiliki jutaan hektar lahan kritis dan daerah aliran sungai (DAS) yang terdegradasi. sejarah geologi. 2.gerimis). ada tidaknya 'meandering' (pembetukan kelokan sungai) yang menyebabkan sedimentasi. bukti adanya pergerakan tanah. .BAB I PENDAHULUAN 1. gempa bumi dan gunung meletus. tingkat penutupan tanah oleh lapisan seresah. 3. Salah satu cara untuk memperbaiki DAS terdegradasi adalah melalui kampanye penanaman pohon. Topografi lahan dan geologi tanah yang berkaitan dengan kecuraman lereng. keseimbangan antara pembentukan tanah danerosi 5. diperlukan pula upaya untuk memperbaiki kebijakan yang berkaitan dengan tata guna dan pengelolaan lahan kritis dan DAS. Berhasil tidaknya masyarakat dalam mengelola lanskap suatu DAS dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut yang saling berinteraksi: 1. hutan bekas tebangan. padang rumput dan pematang yang ditanami makanan ternak. Iklim dan cuaca yang berkaitan dengan curah hujan dan pola musim. jalan dan jalan setapak serta perumahan. seperti tingkat kepadatan tanah. Selain itu.

3.3 Tujuan Berdasarkan indentifikasi masalah di atas. yang dianggap merusak di masa lalu. pada makalah ini akan dibahas permasalahan sebagai berikut: 1. 1.2 Ingin mengetahui jenis-jenis sistem pengelolaan vegetasi pada DAS Ingin mengetahui bagaimana pengaruh alih guna lahan terhadap fungsi DAS dalam proses tramsimi air . tidakterjadinya bencana banjir.3.2 Indentifikasi Masalah Mengingat keterbatasan kemampuan penulis dan untuk membatasi cakupan bahasan. . dansisi permintaan (demand) yang mencakup tersedianya air bersih. kualitas aliran sungai.2.2. namun akhirnya menjadi lahan yang subur.1 Bagaimana jenis-jenis sistem pengelolaan vegetasi pada DAS 1. waktu. tujuan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Fungsi DAS dapat ditinjau dari dua sisi yaitu sisi ketersediaan (supply) yangmencakup kuantitas aliran sungai (debit).1 1.tanah yang mungkin berasal dari erosi dan tanah longsor.2 Bagaimana fungsi DAS yang dipengaruhi oleh alih guna lahan dengan criteria tramsimi air dengan indikator hasil air per curah hujan tahunan? 1.

besaran Qmax/Qmin memiliki ketidakpastian dan variasi antar tahun yang tinggi. selain itu. Oleh karena itu. tanpa ada kaitannya dengan kondisi DAS. Ketika Qmin mencapai nilai nol. antara lain: 1. perlu menentukan DAS mana yang memperoleh prioritas dalam kegiatan rehabilitasi. Secara statistik kedua nilai ini mempunya sifatsifat yang 'kurang baik'. Dalam menentukan prioritas tersebut diperlukan suatu indikator kuantitatif dari fungsi DAS secara objektif. ada . baik secara langsung maupun tidak langsung. maka penilaian terhadap kualitas air serta respon hidrologis DAS terhadap 'rehabilitasi' yang bersifat kuantitatif dan lebih empiris dapat dilakukan. Oleh karena itu. 3. 2. rasio tidak dapat didefinisikan. Pada akhirnya. Qmax dan Qmin merupakan dua nilai ekstrim (terendah dan tertinggi) dari suatu sebaran data debit air.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. nilai Qmin mencerminkan periode terpanjang tanpa hujan yang akan bervariasi dari tahun ke tahun dan secara spasial dipengaruhi oleh variabilita shujan tanpa ada kaitannya dengan kondisi DAS. pada sebagian besar sistem. Demikian pula. Sehingga penggunaan rasio terbatas pada anak sungai yang tetap memiliki aliran. nilai Qmax berkaitan erat dengan curah hujan maksimum. Rasio aliran (debit) air maksium-minimum (Qmax/Qmin) sampai saat ini masih digunakan sebagai indikator fungsi DAS. Melalui indikator ini. Data ini tidak akan mewakili kondisi sebenarnya apabiladiambil dari hasil pengamatan beberapa tahun di DAS yang relatif stabil. Dengan demikian rasio Qmax/Qmin merupakan suatu nilai/besaran yang mencerminkan variabilitas/keragaman hujan. meskipun memiliki beberapa kelemahan. yaitu memiliki 'selang kepercayaan yang lebar'.1 Fungsi Indikator DAS Kegiatan rehabilitasi DAS yang terpadu memerlukan biaya dan waktu tidak sedikit. apalagi bila kedua nilai tersebut dijadikanrasio.

Sedangkan pengaruh penggunaan lahan danpenutupan lahan terhadap (Qmax/Qmin) di suatu DAS cenderung kecil dibandingkan pengaruh iklim dan geologi yang sifatnya lebih permanen. Hal Ini menyebabkan hasil Q/Q sangat subyektif. Geologidari DAS mempengaruhi dinamika laju aliran. skala perbandingan ini tidak dapat dihitung sehingga diabaikan. 1998) dan rata-rata aliran air sebanding dengan luas DAS. Rasio Qmax/Qmin sangat tergantung pada iklim dimana DAS itu berada (seperti durasi dan frekuensi periode kemarau/perubahan musim. skalaperbandingan ini tidak dapat dihitung sehingga diabaikan. Pada daerah kapuraliran air bersifat stabil sehingga daerah ini memiliki nilai Qmin yang relatif tinggi. Rasio Qmax/Qmin sangat tergantung pada iklim dimana DAS itu berada (seperti durasi dan frekuensi periode kemarau/perubahan musim. Aliran air maksimum (secararata-rata) sebanding dengan luas DAS dipangkatkan 0. 4.curah hujan ekstrim) dan posisi sungai. aliran nol. Sementara itu untuk aliran minimum.7 (Rodriguez-Iturbe dan Rinaldo.7 (Rodriguez-Iturbe dan Rinaldo. namun besaran ini masih digunakan sebagai dasar dalam menjelaskan kondisi fungsi DAS dan layak tidaknya dilakukan investasi berupa proyek' rehabilitasi DAS'. Meskipun besaran Qmax/Qmin memiliki banyak kelemahan seperti tersebut diatas. aliran nol. Sedangkan pengaruh penggunaan lahan dan penutupan lahan terhadap (Qmax/Qmin) di suatu DAS cenderung kecil dibandingkan pengaruh iklim dan geologi yang sifatnya lebih permanen. 5.curah hujan ekstrim) dan posisi sungai. Sementara itu untuk aliran minimum.kecenderungan untuk melakukanseleksi data agar mendapatkan besaran Qmax/Qmin yang 'realistis'. Pada daerah kapuraliran air bersifat stabil sehingga daerah ini memiliki nilai Qmin yang relatif tinggi. Aliran air maksimum (secararata-rata) sebanding dengan luas DAS dipangkatkan 0. Geologi dari DAS mempengaruhi dinamika laju aliran. Kenyataan di lapang menunjukkan bahwa pemanfaatan besaran Qmax/Qmin lebih . sebagian dari seri data dianggap sebagai 'pencilan' yang tidakmewakili. 1998) dan rata-rata aliran air sebanding denganluas DAS.

'Fungsi DAS' disini didefinisikan sebagai suatu keadaan bagaimana kondisisuatu lanskap mempengaruhi kualitas. Penggunaan Qmax/Qmin yang cukup luas menunjukkan bahwa ada kebutuhan akan indikator numerik yang mudah dipahami. dapat mencapai atmosfer atau danau/laut dengan melalui satu dari lima cara berikut.banyak bersifat 'politis'. suatu indikatorfungsi DAS harus secara eksplisit memasukkan unsur curah hujan dan variasit emporalnya. Gambar 1 Jalur transmisi air hujan Lima jalur yang dapat dilalui titik hujan: dua jalur mengantarkan kembali ke atmosfir (evaporasi dari tajuk tanaman yang mengintersepsi curah hujan dan evapotranspirasi dari dalam tanah). kuantitas dan periode waktu suatualiran sungai (atau air tanah). 2. Idealnya. aliran cepat . dan tiga jalur akan mengantarkan ke jaringan sungai dalam waktu yang berbeda (aliran permukaan tanah-’quickflow’. sehingga mampu memisahkan pengaruh kondisi lanskap dantutupan lahan terhadap fungsi DAS.2 Fungsi Transmsi Curah hujan yang turun di suatu lokasi. yang secara rinci dapat dijabarkan bagaimanasuatu lanskap mempengaruhi transmisi/proses aliran sungai.

yakni dengan melalui: 1.di bawah permukaan tanah – ‘sub surface flow’ dan air tanah yang dialirkan secara perlahan-lahan – ‘low flow’) Secara sederhana ada tiga jalur hidrologis yang dapat dilalui air untuk mencapai sungai: secara langsung melalui aliran permukaan tanah (dalam waktu kurang lebih satu jam setelah turun hujan. karena tanah masih mampu menyimpan air. tergantung pada jarak ke sungai). seperti digunakan dalamdefinisi kapasitas lapang). (atau volume air yangakan hilang dari tanah selama 24 jam. Pembentukan kerak permukaan tanah ('surface sealing'). yang khususnya akan mempengaruhi makroporositas tanah. ketika tanah hampir jenuh. Penutupan/penggunaan lahan dapat mempengaruhi besarnya perbandingan antara berbagai aliran air. pengaruh pemadatan tanah ini relatif lebih kecil selama periode awal musim hujan. Jika pemadatan tanah terjadi karena proses 'degradasi'. fungsi pedotransfer(yang menghitung pengaruh tekstur tanah dan bahan organik tanahberdasarkan kerapatan isi tanah 'acuan'). mulai terjadi perbedaan yang nyata pada kemampuan penyimpanan air pada tanah. kerapatan isi tanah yang memilikihubungan kuantitatif dengan makroporositas. Makroporositas berkaitan dengan perbedaan antara 'kejenuhan' dan 'kapasitas lapang'. 2. Pada akhir musim penghujan. pembentukan kerak tanah dapat dipulihkan dengan mudah. dengan memadukan dan memanfaatkan pengaruh penutup tanah dan biota tanah. Pemadatan tanah.berhubungan langsung dengan hilangnya mineral permukaan tanah karena sinar matahari dan curah hujan langsung setelah hilangnya atau rusaknya lapisan seresah. Proses pemadatan tanah tidak dapat dipulihkan dengan mudah. sehingga terjadi pergeseran dari aliran dalam tanah – ‘sub surface flow’ menjadi . melalui lapisan dalam tanah ('aliran dalam tanah' atau 'aliran cepat dalam tanah' – dalam waktu kurang lebih satu hari) atau aliran dalam tanah (air tanah) (dalam hitungan waktu mingguan atau bulanan).

kekurangan data tersebut dapat diatasi. Jika pembentukan kerak permukaan merupakan isu utama.aliran permukaan tanah – ‘quick flow’ dan mengakibatkan puncak aliran yang lebih tajam bila digambarkan dengan hidrograf. apabila dianalisa secara harian. terutama dalam hal menyimpan air dan mengalirkannya secara perlahanlahan. Namun. dengan memanfaatkan data kumulatif. Pada situasi seperti ini umumnya aliran permukaan akan tinggi selama musim hujan.tidak akan mampu menunjukkan hubungan antara puncak curah hujan dengan puncak aliran sungai. Gambar 2 Grafik hubungan antara curahhujan dan aliran sungaipada berbagai kondisiinfiltrasi permukaan. Grafik antara aliran sungai kumulatif dengan curah hujan kumulatif dapat memberikan gambaran mengenai pengaruh musim terhadap pola aliran sungai pada suatu DAS.Data curah hujan yang tidak representatif. Curah hujan dan aliransungai dinyatakan dalam kumulatif selama setahun. berarti kerusakan dapat diperbaiki. Grafik berdasarkan rasio dari data kumulatif seperti ini masih dapat dimanfaatkan meskipun data curah hujan yang ada tidak merepresentasikan variabilitas spasial yang umumnya tinggi. . dimulai dari awal musim penghujan.

Rasio ini dapat digunakansebagai indikator penyebab utama terjadinya 'aliran cepat': apakah berkaitan dengan kondisi permukaan tanah atau karena keterbatasan kemampuanpenyimpanan air dalam tanah.Berdasarkan pengalaman kami dalam menganalisa pola musiman aliransungai di beberapa DAS. dihitung selama periode satu tahun. Polaini menggambarkan kondisi kekurangan air (pada triwulan pertama). . meskipun telah mampu mengkondisi penutupan tanah/lahan. Pada grafik ini dapat dilihat bahwa kontribusi curah hujan terhadap aliran sungai terbesar terjadipada triwulan ketiga (yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan). proses pengisian/penyimpanan air dalam tanah (triwulan kedua) dan peningkatanaliran cepat pada triwulan ketiga ketika kondisi tanah hampir mendekati kapasitas lapang. maka proyek 'rehabilitasi lahan' dengan penanamanpohon mempunyai peluang untuk berhasil dan efektif dalam memperbaikifungsi hidrologis DAS. sehingga dapat terjadi pengaruh positif (penambahan) terhadap jumlah aliran dasar. Curah hujan tahunan pada triwulan pertama dan kedua dalam Gambar 3 jelas berbeda dengan triwulan ketiga dan keempat. yaitukumulatif aliran sungai relatif pada kondisi 25% dan 75% curah hujankumulatif. Apabila alirancepat terjadi karena kejenuhan tanah di DAS dan kurangnya kapasitas penyimpanan air. Keberhasilan ini dapat dicapai dengan catatan bahwa penambahan penggunaan air oleh pohon yang ditanam (transpirasi) harus dapat diimbangi oleh infiltrasi curah hujan tambahan. maka proyek 'rehabilitasi lahan' tidak akan banyak memberikan pengaruh. kami mendapatkan satu indikator baru. Apabila 'aliran cepat' terjadi karena kondisipermukaan tanah.

2. Intersepsi merupakan komponen penting jika jumlah curah hujan rendah. Selama kejadian hujan. Apabila curah hujan tinggi. peran intersepsi pohon penting dalam kaitannya dengan pengurangan banjir. Intersepsi air hujan. Banyaknya air yang dapat diintersepsi dan dievaporasi tergantung pada indeks luas daun (LAI).Gambar 3 Kontribusi curah hujan terhadap aliran sungai Hubungan fungsi hidrologi dengan tutupan lahan oleh pohon Tutupan lahan oleh pohon (tutupan pohon) dengan segala bentuknya dapat mempengaruhi aliran air. Gambar 4 Lima Faktor yang mempengaruhi partisi air hujan menjadi konponen debit sungai dan evavorasi Pengaruh tutupan pohon terhadap aliran air adalah dalam bentuk: 1. karakteristik permukaan daun. atau sebagai permudaan alam (natural regeneration). Daya pukul air hujan. Tutupan pohon tersebut dapat berupa hutan alami. . pohon yang dibudidayakan. tajuk pohon dapat mengintersepsi dan menyimpan sejumlah air hujan dalam bentuk lapisan tipis air (waterfilm) pada permukaan daun dan batang yang selanjutnya akan mengalami evaporasi sebelum jatuh ke tanah. atau pohon monokultur (misalnya hutan). dan karakteristik hujan. pohon sebagai tanaman pagar. tetapi dapat diabaikan jika curah hujan tinggi.

3. akibatnya limpasan permukaan akan meningkat.Vegetasi dan lapisan seresah melindungi permukaan tanah dari pukulan langsung tetesan air hujan yang dapat menghancurkan agregat tanah. Faktor – faktor yang mempengaruhi jumlah serapan air oleh pohon adalah fenologi pohon. Peran lapisan seresah dalam melindungi permukaan tanah sangat dipengaruhi oleh ketahanannya terhadap pelapukan. seresah berkualitas tinggi (mengandung hara. Serapan air. khususnya dari lapisan tanah bawah akan mempengaruhi jumlah air tersedia untuk ‘aliran lambat’ (slow flow). 4. distribusi akar dan respon fisiologi pohon terhadap cekaman parsial air tersedia. Infiltrasi air. tipe saluran yang terbentuk akibat aliran permukaan yang dapat memicu terjadinya ‘aliran cepat air tanah’ (quick flow). Ketersediaan makanan bagi biota (terutama cacing tanah). sehingga terjadi pemadatan tanah. Sepanjang tahun tanaman menyerap air dari berbagai lapisan tanah untuk mendukung proses transpirasi pada permukaan daun. Hancuran partikel tanah akan menyebabkan penyumbatan pori tanah makro sehingga menghambat infiltrasi air tanah. Serapan air pada musim kemarau. penting untuk mengantisipasi adanya proses peluruhan dan penyumbatan pori makro tanah. sehingga selanjutnya akan mempengaruhi proses infiltrasi dan aliran permukaan. dan akar-akar yang mati). Drainase lansekap Besarnya drainase suatu lansekap (bentang lahan) dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kekasaran permukaan tanah. eksudasi organik oleh akar. Serapan air oleh pohon diantara kejadian hujan akan mempengaruhi jumlah air yang dapat disimpan dari kejadian hujan berikutnya. relief permukaan tanah yang memungkinkan air tinggal di permukaan tanah lebih lama sehingga mendorong terjadinya infiltrasi. Proses infiltrasi tergantung pada struktur tanah pada lapisan permukaan dan berbagai lapisan dalam profil tanah. Struktur tanah juga dipengaruhi oleh aktivitas biota yang sumber energinya tergantung kepada bahan organic (seresah di permukaan. terutama N tinggi) akan mudah melapuk sehingga fungsi penutupan permukaan tanah tidak bertahan lama. .

Pengelolaan lahan setelah konversi hutan biasanya ditujukan untuk perbaikan drainase guna melindungi tanaman dari bahaya penggenangan dan atau aliran permukaan. ada faktor lain yang dapat mempengaruh fungsi hidrologi DAS. resolusi temporal maupun masukan data yang dibutuhkan.Selain tutupan pohon. perlintasan hewan biasanya meninggalkan jalan setapak yang merupakan pemicu petama terbentuknya jalur aliran permukaan walaupun tingkatannya masih belum terlalu membahayakan. Adanya daerah rawa pada suatu lansekap mempunyai peranan penting dalam mengurangi terjadinya banjir di daerah hilir. Jadi. pengaruh sistem Agroforestri . Sebagai contoh. jika ada usaha mengurangi frekuensi terjadinya banjir di daerah hulu dengan mempercepat aliran ke hilir. justru akan meningkatkan resiko banjir di daerah hilir. Model-model yang sudah ada bervariasi dalam skala spasial. Jalan setapak yang terbentuk oleh roda pedati atau kendaraan berat selama penebangan pohon di hutan cenderung meningkatkan intensitas aliran permukaan dan penghanyutan sedimen ke sungai. Beberapa simulasi model telah dikembangkan dan dapat digunakan untuk menguji kedekatan hubungan data empiris dengan data hasil prediksi. dampak umum dari konversi hutan dan atau perubahan tutupan pohon pada suatu bentang lahan dapat dipahami dari kombinasi dan interaksi berbagai proses tersebut di atas. Namun sebaliknya. Pada hutan alami.

1998). dan pemukiman serta lainnya yang akan berpengaruh terhadap besarnya aliran air pada DAS tersebut. Mengatur fluktuasi aliran sungai 4.BAB III PEMBAHASAN 3.1 Pengelolaan vegetasi dan Pengaruhnya terhadap Daerah Aliran Sungai Daerah aliran sungai merupakan catchment area yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air hujan. Dalam suatu DAS dapat terdiri dari berbagai macam tutupan lahan atau tata guna lahan mulai dari kawasan hutan sebagai wilayah konservasi. yaitu sebagai berikut : 1. runn-off. . Hutan meningkatkan curah hujan 2. Air hujan yang jatuh pada suatu DAS dapat berbentuk dalam berbagai macam seperti infiltrasi. perkolasi. infiltrasi dan perkolasi. perkolasi. Pada saat lahan hutan atau vegetasi hijau dialih fungsi lahan menjadi lahan pertanian atau untuk pemukiman maka yang terjadi akan adanya perubahan jumlah aliran air permukaan (runn-off ) menjadi lebih besar dibandingkan aliaran inviltrasi. Mengurangi erosi 5. intersepsi dan lainnya serta dalam jumlah yang bervariatif tergantung tutupan lahan DAS tersebut. Meningkatkan mutu air Tata guna lahan untuk bidang pertanian dan pemukiman akan mengurangi tutupan lahan yang menyebabkan berbagai dampak bagi fungsi-fungsi DAS terutama dalam mempengaruhi aliran air run-off. atau aliran permukaan yang dialirkan pada sungai. Meningkatkan aliran sungai 3. Setidaknya ada enam fungsi hutan dalam terhadap fungsi hidrologis wilayah (Calder. dan lain sebagainya. Hutan merupakan bagian penting dari suatu DAS dalam menjaga stabilitas transmisi air dari hulu hingga hilir yang berfungsi sebagai daerah tampungan dan penyimpanan air hujan yang selanjutnya akan menjadi mata air. lahan pertanian. Mengurangi banjir 6.

2 Pengaruh alih guna lahan terhadap fungsi DAS dalam proses tramsimi air . 1984. 1990 menunjukan bahwa penebangan hutan akan mempengaruhi jumlah dan penyebaran hujan karena mengurangi besarnya evapotransvirasi sebagai sumber air di atmosfer. Selain itu terjadi juga peningkatan debit aliran terkecil dari 14 menjadi 60 % setelah penebangan hutan dan diikuti oleh pertumbuhan padang rumput. Kekeringan dan banjir akan menjadi fenomena yang ditemui pada perilaku aliran air sebagai akibat perubahan kondisi tataguna lahan dan faktor meteorology. Sementara itu perubahan hutan hujan tropis menjadi perkebunan the di Kenya memperlihatkan pengaruh yang kecil terhadap aliran air tahunan. air larian. terutama curah hujan. . Penelitian lain mengenai perubahan tataguna lahan terhadap aliran air adalah dilakukan peneilitan di Quensland (Australia) yang melakukan perubahan lahan hutan hujan tropis menjadi padang rumput. pada akhirnya akan terjadi banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau. Hasil penelitian Bosch dan Hewlett tahun 1982 . 1990 dan Malmer 1992 menunjukan bahwa secara umum kenaikan aliran air disebabkan oleh penurunan penguapan air oleh vegetasi dengan menghilangkan atau mengurangi vegetasi dalam jumlah cukup besar. Sehingga dengan demikian perubahan tata guna lahan pada DAS akan mempengaruhi jumlah curah hujan wilayah tersebut. Sehingga apabila terjadi alih fungsi lahan akan menyebabkan terganggunya kedua proses tersebut. 1982). Salah satu fungsi adanya vegetasi dalam suatu DAS adalah untuk menyimpan air saat musim hujan dan melepasnya dalam bentuk mata air pada saat musim hujan. Berbagai penelitian menyatakan bahwa untuk meningkatkan hail air dari suatu DAS dapat dilakukan dengan penebangan hutan dikarenakan air yang berasal dari curah hujan akan diuapkan kembali melalui proses evavotranspirasi sehingga untuk mengurangi kehilang air tersebut dilakukan penebangan hutan. Penelitian lain dilakukan pada daerah tropis oleh Salati . menunjukan bahwa adanya peningkatan aliran air sebesar 10 % (Gilmour et al. bruijnzeel. Hamilton dan King . 1981). maupu besarnya tingkat sidimentasi (Edwars dan Blackie. Pengelolaan suatu wilayah DAS akan mempengaruhi waktu dan penyebaran aliran air..3. 1979 dan Shukla .

Sedangkan perubahan tataguna lahan hutan menjadi lading pertanian atau padang rumput dapat menigkatkan aliran air dalam jangka panjang. Semakin besar persentase DAS yang dirubah. . semakin besar kenaikan aliran air yang terjadi.Kebanyakan pengelolaan dan aktivitas penebangan hutan dalam suatu DAS diperkirakan tidak akan mempengaruhi aliran air dalam beberapa tahun.

Semakin besar perubahan tataguna lahan akan semakin besar pula kenaikan aliran air. Pengelolaan vegetasi dan tataguna lahan akan mempengaruhi waktu dan sebearab aliran air. Untuk menjaga aliran air perlu adanya perencanaan pengelolaan DAS yang didasarkan pada konservasi air dengan melakukan penanaman vegetasi yang dapat meminimalisasi kehilangan air akbiat evapotransvirasi dan kehilangan akibat terjadinya runn-off. perkolasi dan lainnya. Tata guna lahan akan berpengaruh terhadap aliran air pada suatu DAS 3.2 Saran Adapun saran dari penulis terhadap pengelolaan vetasi DAS adalah sebagai berikut : 1. 4. Perubahan tataguna lahan pada suatu DAS akan berpengaruh terhadap besarnya aliran runn-off. infiltrasi.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. 6. Perlu adanya kesesuaian pengelolaan vegetasi dari hulu hingga hilir sehingga tidak terjadi krisis air pada musim kemarau dan kebanjiran saat musim hujan. 2.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Terganggunya atau tidak seimbanggnya tata kelola lahan akan menyebabkan banjir pada saat musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau 4. Kelayakan dari suatu fungsi DAS dapat dilihat dari perbandingan debit maksimum dan minimumnya. . 5. 2.

World Agroforestry Centre. Perubahan penggunaan lahan dan Pengaruhnya terhadap Hidrologi DAS. Hidrologi dan Pnegelolaan Daerah Aliran Sungai. dkk. Peranan Agroforestri dalam Mempertahankan Fungsi Hidrologi Daerah Aliran Sungai (DAS). Noordwijk. Bogor : FMIPA IPB . Yogyakarta: Gadjah mada University Press.DAFTAR PUSTAKA Chay Asdak. ICRAF SE Asia Pawitan Hidayat. 2007.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful