MAKALAH PENGELOLAAN DAS Pengaruh Pengelolaan Vegetasi DAS Terhadap Transmisi Air

Disusun Oleh Kelompok 1

Novitri Sundary R Egi Rahmat Vivi Veti Vania Daniel Olovan Adnan Mulyawan Rikky Triyadi Annisa Triani

240110090024 240110090028 240110090050 240110090084 240110090098 240110097001 240110080055

JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

seperti tingkat kepadatan tanah. organisme tanah dan perakaran tumbuhan yang berperan dalam menjaga struktur tanah dari pemadatan 4. 2. termasuk interaksinya dengan pemerintah daerah.1 Latar Belakang Indonesia memiliki jutaan hektar lahan kritis dan daerah aliran sungai (DAS) yang terdegradasi. gempa bumi dan gunung meletus. diperlukan pula upaya untuk memperbaiki kebijakan yang berkaitan dengan tata guna dan pengelolaan lahan kritis dan DAS. bukti adanya pergerakan tanah. ada tidaknya 'meandering' (pembetukan kelokan sungai) yang menyebabkan sedimentasi. 3. hutan bekas tebangan. pola aliran sungai yang mengikuti pola bebatuan dan perbukitan. jalan dan jalan setapak serta perumahan. padang rumput dan pematang yang ditanami makanan ternak. Iklim dan cuaca yang berkaitan dengan curah hujan dan pola musim. Sistem penggunaan lahan atau jenis tutupan lahan dapat berbentuk hutan alam. Topografi lahan dan geologi tanah yang berkaitan dengan kecuraman lereng. Berhasil tidaknya masyarakat dalam mengelola lanskap suatu DAS dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut yang saling berinteraksi: 1.S ebagai contoh.BAB I PENDAHULUAN 1. .siklus harian cahaya matahari dan intensitas hujan (hujan lebat. Salah satu cara untuk memperbaiki DAS terdegradasi adalah melalui kampanye penanaman pohon. Selain itu. tanaman pangan. sehinga perlu dilakukan upaya perbaikan. pohon bernilaiekonomis. tingkat penutupan tanah oleh lapisan seresah.gerimis). Jumlah penduduk (beserta ternak) dan bagaimana mereka saling berinteraksi. Kondisi tanah. apakah mereka mempunyai aturan adat dan apakah aturan adat tersebut masih mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. sejarah geologi. keseimbangan antara pembentukan tanah danerosi 5.

2 Ingin mengetahui jenis-jenis sistem pengelolaan vegetasi pada DAS Ingin mengetahui bagaimana pengaruh alih guna lahan terhadap fungsi DAS dalam proses tramsimi air . yang dianggap merusak di masa lalu. tujuan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. namun akhirnya menjadi lahan yang subur.3 Tujuan Berdasarkan indentifikasi masalah di atas.1 Bagaimana jenis-jenis sistem pengelolaan vegetasi pada DAS 1. Fungsi DAS dapat ditinjau dari dua sisi yaitu sisi ketersediaan (supply) yangmencakup kuantitas aliran sungai (debit). pada makalah ini akan dibahas permasalahan sebagai berikut: 1. 1.2. dansisi permintaan (demand) yang mencakup tersedianya air bersih.2 Indentifikasi Masalah Mengingat keterbatasan kemampuan penulis dan untuk membatasi cakupan bahasan.1 1. kualitas aliran sungai.3. .2 Bagaimana fungsi DAS yang dipengaruhi oleh alih guna lahan dengan criteria tramsimi air dengan indikator hasil air per curah hujan tahunan? 1.2.3.tanah yang mungkin berasal dari erosi dan tanah longsor. tidakterjadinya bencana banjir. waktu.

Data ini tidak akan mewakili kondisi sebenarnya apabiladiambil dari hasil pengamatan beberapa tahun di DAS yang relatif stabil. 2. apalagi bila kedua nilai tersebut dijadikanrasio. tanpa ada kaitannya dengan kondisi DAS. Demikian pula. Dengan demikian rasio Qmax/Qmin merupakan suatu nilai/besaran yang mencerminkan variabilitas/keragaman hujan. besaran Qmax/Qmin memiliki ketidakpastian dan variasi antar tahun yang tinggi. Oleh karena itu. Rasio aliran (debit) air maksium-minimum (Qmax/Qmin) sampai saat ini masih digunakan sebagai indikator fungsi DAS. maka penilaian terhadap kualitas air serta respon hidrologis DAS terhadap 'rehabilitasi' yang bersifat kuantitatif dan lebih empiris dapat dilakukan. Ketika Qmin mencapai nilai nol. 3. pada sebagian besar sistem. antara lain: 1.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. nilai Qmax berkaitan erat dengan curah hujan maksimum. Dalam menentukan prioritas tersebut diperlukan suatu indikator kuantitatif dari fungsi DAS secara objektif. Pada akhirnya. Qmax dan Qmin merupakan dua nilai ekstrim (terendah dan tertinggi) dari suatu sebaran data debit air. Secara statistik kedua nilai ini mempunya sifatsifat yang 'kurang baik'.1 Fungsi Indikator DAS Kegiatan rehabilitasi DAS yang terpadu memerlukan biaya dan waktu tidak sedikit. selain itu. nilai Qmin mencerminkan periode terpanjang tanpa hujan yang akan bervariasi dari tahun ke tahun dan secara spasial dipengaruhi oleh variabilita shujan tanpa ada kaitannya dengan kondisi DAS. yaitu memiliki 'selang kepercayaan yang lebar'. meskipun memiliki beberapa kelemahan. Sehingga penggunaan rasio terbatas pada anak sungai yang tetap memiliki aliran. rasio tidak dapat didefinisikan. Oleh karena itu. Melalui indikator ini. perlu menentukan DAS mana yang memperoleh prioritas dalam kegiatan rehabilitasi. baik secara langsung maupun tidak langsung. ada .

namun besaran ini masih digunakan sebagai dasar dalam menjelaskan kondisi fungsi DAS dan layak tidaknya dilakukan investasi berupa proyek' rehabilitasi DAS'. Sementara itu untuk aliran minimum. 4. Aliran air maksimum (secararata-rata) sebanding dengan luas DAS dipangkatkan 0. Geologidari DAS mempengaruhi dinamika laju aliran. aliran nol. 1998) dan rata-rata aliran air sebanding denganluas DAS.kecenderungan untuk melakukanseleksi data agar mendapatkan besaran Qmax/Qmin yang 'realistis'. Meskipun besaran Qmax/Qmin memiliki banyak kelemahan seperti tersebut diatas.7 (Rodriguez-Iturbe dan Rinaldo. skalaperbandingan ini tidak dapat dihitung sehingga diabaikan. Rasio Qmax/Qmin sangat tergantung pada iklim dimana DAS itu berada (seperti durasi dan frekuensi periode kemarau/perubahan musim. Rasio Qmax/Qmin sangat tergantung pada iklim dimana DAS itu berada (seperti durasi dan frekuensi periode kemarau/perubahan musim.curah hujan ekstrim) dan posisi sungai. Pada daerah kapuraliran air bersifat stabil sehingga daerah ini memiliki nilai Qmin yang relatif tinggi. Aliran air maksimum (secararata-rata) sebanding dengan luas DAS dipangkatkan 0. 1998) dan rata-rata aliran air sebanding dengan luas DAS. Sedangkan pengaruh penggunaan lahan dan penutupan lahan terhadap (Qmax/Qmin) di suatu DAS cenderung kecil dibandingkan pengaruh iklim dan geologi yang sifatnya lebih permanen. 5. Kenyataan di lapang menunjukkan bahwa pemanfaatan besaran Qmax/Qmin lebih .curah hujan ekstrim) dan posisi sungai. sebagian dari seri data dianggap sebagai 'pencilan' yang tidakmewakili. Sedangkan pengaruh penggunaan lahan danpenutupan lahan terhadap (Qmax/Qmin) di suatu DAS cenderung kecil dibandingkan pengaruh iklim dan geologi yang sifatnya lebih permanen. skala perbandingan ini tidak dapat dihitung sehingga diabaikan. Hal Ini menyebabkan hasil Q/Q sangat subyektif. Sementara itu untuk aliran minimum. aliran nol. Pada daerah kapuraliran air bersifat stabil sehingga daerah ini memiliki nilai Qmin yang relatif tinggi. Geologi dari DAS mempengaruhi dinamika laju aliran.7 (Rodriguez-Iturbe dan Rinaldo.

Penggunaan Qmax/Qmin yang cukup luas menunjukkan bahwa ada kebutuhan akan indikator numerik yang mudah dipahami. aliran cepat . Gambar 1 Jalur transmisi air hujan Lima jalur yang dapat dilalui titik hujan: dua jalur mengantarkan kembali ke atmosfir (evaporasi dari tajuk tanaman yang mengintersepsi curah hujan dan evapotranspirasi dari dalam tanah). sehingga mampu memisahkan pengaruh kondisi lanskap dantutupan lahan terhadap fungsi DAS. kuantitas dan periode waktu suatualiran sungai (atau air tanah). dan tiga jalur akan mengantarkan ke jaringan sungai dalam waktu yang berbeda (aliran permukaan tanah-’quickflow’.banyak bersifat 'politis'.2 Fungsi Transmsi Curah hujan yang turun di suatu lokasi.'Fungsi DAS' disini didefinisikan sebagai suatu keadaan bagaimana kondisisuatu lanskap mempengaruhi kualitas. Idealnya. 2. suatu indikatorfungsi DAS harus secara eksplisit memasukkan unsur curah hujan dan variasit emporalnya. yang secara rinci dapat dijabarkan bagaimanasuatu lanskap mempengaruhi transmisi/proses aliran sungai. dapat mencapai atmosfer atau danau/laut dengan melalui satu dari lima cara berikut.

Proses pemadatan tanah tidak dapat dipulihkan dengan mudah. yang khususnya akan mempengaruhi makroporositas tanah. tergantung pada jarak ke sungai). ketika tanah hampir jenuh. yakni dengan melalui: 1. pembentukan kerak tanah dapat dipulihkan dengan mudah. Penutupan/penggunaan lahan dapat mempengaruhi besarnya perbandingan antara berbagai aliran air. mulai terjadi perbedaan yang nyata pada kemampuan penyimpanan air pada tanah. melalui lapisan dalam tanah ('aliran dalam tanah' atau 'aliran cepat dalam tanah' – dalam waktu kurang lebih satu hari) atau aliran dalam tanah (air tanah) (dalam hitungan waktu mingguan atau bulanan). Makroporositas berkaitan dengan perbedaan antara 'kejenuhan' dan 'kapasitas lapang'. Pada akhir musim penghujan. (atau volume air yangakan hilang dari tanah selama 24 jam. pengaruh pemadatan tanah ini relatif lebih kecil selama periode awal musim hujan. Pembentukan kerak permukaan tanah ('surface sealing'). 2. Pemadatan tanah. dengan memadukan dan memanfaatkan pengaruh penutup tanah dan biota tanah. karena tanah masih mampu menyimpan air.berhubungan langsung dengan hilangnya mineral permukaan tanah karena sinar matahari dan curah hujan langsung setelah hilangnya atau rusaknya lapisan seresah. sehingga terjadi pergeseran dari aliran dalam tanah – ‘sub surface flow’ menjadi . kerapatan isi tanah yang memilikihubungan kuantitatif dengan makroporositas. Jika pemadatan tanah terjadi karena proses 'degradasi'. seperti digunakan dalamdefinisi kapasitas lapang).di bawah permukaan tanah – ‘sub surface flow’ dan air tanah yang dialirkan secara perlahan-lahan – ‘low flow’) Secara sederhana ada tiga jalur hidrologis yang dapat dilalui air untuk mencapai sungai: secara langsung melalui aliran permukaan tanah (dalam waktu kurang lebih satu jam setelah turun hujan. fungsi pedotransfer(yang menghitung pengaruh tekstur tanah dan bahan organik tanahberdasarkan kerapatan isi tanah 'acuan').

Curah hujan dan aliransungai dinyatakan dalam kumulatif selama setahun. dengan memanfaatkan data kumulatif. Jika pembentukan kerak permukaan merupakan isu utama. Grafik berdasarkan rasio dari data kumulatif seperti ini masih dapat dimanfaatkan meskipun data curah hujan yang ada tidak merepresentasikan variabilitas spasial yang umumnya tinggi. terutama dalam hal menyimpan air dan mengalirkannya secara perlahanlahan. Grafik antara aliran sungai kumulatif dengan curah hujan kumulatif dapat memberikan gambaran mengenai pengaruh musim terhadap pola aliran sungai pada suatu DAS. apabila dianalisa secara harian. .tidak akan mampu menunjukkan hubungan antara puncak curah hujan dengan puncak aliran sungai. Namun.Data curah hujan yang tidak representatif.aliran permukaan tanah – ‘quick flow’ dan mengakibatkan puncak aliran yang lebih tajam bila digambarkan dengan hidrograf. Gambar 2 Grafik hubungan antara curahhujan dan aliran sungaipada berbagai kondisiinfiltrasi permukaan. berarti kerusakan dapat diperbaiki. dimulai dari awal musim penghujan. Pada situasi seperti ini umumnya aliran permukaan akan tinggi selama musim hujan.kekurangan data tersebut dapat diatasi.

Polaini menggambarkan kondisi kekurangan air (pada triwulan pertama). sehingga dapat terjadi pengaruh positif (penambahan) terhadap jumlah aliran dasar. Apabila alirancepat terjadi karena kejenuhan tanah di DAS dan kurangnya kapasitas penyimpanan air. Rasio ini dapat digunakansebagai indikator penyebab utama terjadinya 'aliran cepat': apakah berkaitan dengan kondisi permukaan tanah atau karena keterbatasan kemampuanpenyimpanan air dalam tanah. Keberhasilan ini dapat dicapai dengan catatan bahwa penambahan penggunaan air oleh pohon yang ditanam (transpirasi) harus dapat diimbangi oleh infiltrasi curah hujan tambahan.Berdasarkan pengalaman kami dalam menganalisa pola musiman aliransungai di beberapa DAS. maka proyek 'rehabilitasi lahan' tidak akan banyak memberikan pengaruh. dihitung selama periode satu tahun. yaitukumulatif aliran sungai relatif pada kondisi 25% dan 75% curah hujankumulatif. Apabila 'aliran cepat' terjadi karena kondisipermukaan tanah. proses pengisian/penyimpanan air dalam tanah (triwulan kedua) dan peningkatanaliran cepat pada triwulan ketiga ketika kondisi tanah hampir mendekati kapasitas lapang. Curah hujan tahunan pada triwulan pertama dan kedua dalam Gambar 3 jelas berbeda dengan triwulan ketiga dan keempat. kami mendapatkan satu indikator baru. . Pada grafik ini dapat dilihat bahwa kontribusi curah hujan terhadap aliran sungai terbesar terjadipada triwulan ketiga (yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan). maka proyek 'rehabilitasi lahan' dengan penanamanpohon mempunyai peluang untuk berhasil dan efektif dalam memperbaikifungsi hidrologis DAS. meskipun telah mampu mengkondisi penutupan tanah/lahan.

Intersepsi air hujan. . atau pohon monokultur (misalnya hutan). pohon sebagai tanaman pagar. pohon yang dibudidayakan. atau sebagai permudaan alam (natural regeneration). Banyaknya air yang dapat diintersepsi dan dievaporasi tergantung pada indeks luas daun (LAI). 2. Daya pukul air hujan. dan karakteristik hujan. peran intersepsi pohon penting dalam kaitannya dengan pengurangan banjir. Intersepsi merupakan komponen penting jika jumlah curah hujan rendah. Apabila curah hujan tinggi.Gambar 3 Kontribusi curah hujan terhadap aliran sungai Hubungan fungsi hidrologi dengan tutupan lahan oleh pohon Tutupan lahan oleh pohon (tutupan pohon) dengan segala bentuknya dapat mempengaruhi aliran air. tajuk pohon dapat mengintersepsi dan menyimpan sejumlah air hujan dalam bentuk lapisan tipis air (waterfilm) pada permukaan daun dan batang yang selanjutnya akan mengalami evaporasi sebelum jatuh ke tanah. karakteristik permukaan daun. Tutupan pohon tersebut dapat berupa hutan alami. tetapi dapat diabaikan jika curah hujan tinggi. Gambar 4 Lima Faktor yang mempengaruhi partisi air hujan menjadi konponen debit sungai dan evavorasi Pengaruh tutupan pohon terhadap aliran air adalah dalam bentuk: 1. Selama kejadian hujan.

Sepanjang tahun tanaman menyerap air dari berbagai lapisan tanah untuk mendukung proses transpirasi pada permukaan daun. seresah berkualitas tinggi (mengandung hara. Drainase lansekap Besarnya drainase suatu lansekap (bentang lahan) dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kekasaran permukaan tanah. distribusi akar dan respon fisiologi pohon terhadap cekaman parsial air tersedia. Serapan air. penting untuk mengantisipasi adanya proses peluruhan dan penyumbatan pori makro tanah. sehingga terjadi pemadatan tanah. 4. Peran lapisan seresah dalam melindungi permukaan tanah sangat dipengaruhi oleh ketahanannya terhadap pelapukan. 3. eksudasi organik oleh akar. relief permukaan tanah yang memungkinkan air tinggal di permukaan tanah lebih lama sehingga mendorong terjadinya infiltrasi. dan akar-akar yang mati).Vegetasi dan lapisan seresah melindungi permukaan tanah dari pukulan langsung tetesan air hujan yang dapat menghancurkan agregat tanah. Ketersediaan makanan bagi biota (terutama cacing tanah). sehingga selanjutnya akan mempengaruhi proses infiltrasi dan aliran permukaan. khususnya dari lapisan tanah bawah akan mempengaruhi jumlah air tersedia untuk ‘aliran lambat’ (slow flow). Hancuran partikel tanah akan menyebabkan penyumbatan pori tanah makro sehingga menghambat infiltrasi air tanah. tipe saluran yang terbentuk akibat aliran permukaan yang dapat memicu terjadinya ‘aliran cepat air tanah’ (quick flow). Struktur tanah juga dipengaruhi oleh aktivitas biota yang sumber energinya tergantung kepada bahan organic (seresah di permukaan. Faktor – faktor yang mempengaruhi jumlah serapan air oleh pohon adalah fenologi pohon. Serapan air pada musim kemarau. Infiltrasi air. . terutama N tinggi) akan mudah melapuk sehingga fungsi penutupan permukaan tanah tidak bertahan lama. Proses infiltrasi tergantung pada struktur tanah pada lapisan permukaan dan berbagai lapisan dalam profil tanah. akibatnya limpasan permukaan akan meningkat. Serapan air oleh pohon diantara kejadian hujan akan mempengaruhi jumlah air yang dapat disimpan dari kejadian hujan berikutnya.

pengaruh sistem Agroforestri . Pengelolaan lahan setelah konversi hutan biasanya ditujukan untuk perbaikan drainase guna melindungi tanaman dari bahaya penggenangan dan atau aliran permukaan. dampak umum dari konversi hutan dan atau perubahan tutupan pohon pada suatu bentang lahan dapat dipahami dari kombinasi dan interaksi berbagai proses tersebut di atas. jika ada usaha mengurangi frekuensi terjadinya banjir di daerah hulu dengan mempercepat aliran ke hilir. Sebagai contoh.Selain tutupan pohon. Jadi. Jalan setapak yang terbentuk oleh roda pedati atau kendaraan berat selama penebangan pohon di hutan cenderung meningkatkan intensitas aliran permukaan dan penghanyutan sedimen ke sungai. justru akan meningkatkan resiko banjir di daerah hilir. resolusi temporal maupun masukan data yang dibutuhkan. Model-model yang sudah ada bervariasi dalam skala spasial. ada faktor lain yang dapat mempengaruh fungsi hidrologi DAS. perlintasan hewan biasanya meninggalkan jalan setapak yang merupakan pemicu petama terbentuknya jalur aliran permukaan walaupun tingkatannya masih belum terlalu membahayakan. Pada hutan alami. Namun sebaliknya. Beberapa simulasi model telah dikembangkan dan dapat digunakan untuk menguji kedekatan hubungan data empiris dengan data hasil prediksi. Adanya daerah rawa pada suatu lansekap mempunyai peranan penting dalam mengurangi terjadinya banjir di daerah hilir.

Mengatur fluktuasi aliran sungai 4. 1998). perkolasi. Hutan merupakan bagian penting dari suatu DAS dalam menjaga stabilitas transmisi air dari hulu hingga hilir yang berfungsi sebagai daerah tampungan dan penyimpanan air hujan yang selanjutnya akan menjadi mata air. Mengurangi banjir 6. runn-off. Dalam suatu DAS dapat terdiri dari berbagai macam tutupan lahan atau tata guna lahan mulai dari kawasan hutan sebagai wilayah konservasi. yaitu sebagai berikut : 1. lahan pertanian. intersepsi dan lainnya serta dalam jumlah yang bervariatif tergantung tutupan lahan DAS tersebut. perkolasi. Pada saat lahan hutan atau vegetasi hijau dialih fungsi lahan menjadi lahan pertanian atau untuk pemukiman maka yang terjadi akan adanya perubahan jumlah aliran air permukaan (runn-off ) menjadi lebih besar dibandingkan aliaran inviltrasi. Air hujan yang jatuh pada suatu DAS dapat berbentuk dalam berbagai macam seperti infiltrasi. atau aliran permukaan yang dialirkan pada sungai. Setidaknya ada enam fungsi hutan dalam terhadap fungsi hidrologis wilayah (Calder. Mengurangi erosi 5. Meningkatkan mutu air Tata guna lahan untuk bidang pertanian dan pemukiman akan mengurangi tutupan lahan yang menyebabkan berbagai dampak bagi fungsi-fungsi DAS terutama dalam mempengaruhi aliran air run-off. dan pemukiman serta lainnya yang akan berpengaruh terhadap besarnya aliran air pada DAS tersebut.BAB III PEMBAHASAN 3. infiltrasi dan perkolasi. dan lain sebagainya. Meningkatkan aliran sungai 3.1 Pengelolaan vegetasi dan Pengaruhnya terhadap Daerah Aliran Sungai Daerah aliran sungai merupakan catchment area yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air hujan. . Hutan meningkatkan curah hujan 2.

.2 Pengaruh alih guna lahan terhadap fungsi DAS dalam proses tramsimi air . 1982). Sementara itu perubahan hutan hujan tropis menjadi perkebunan the di Kenya memperlihatkan pengaruh yang kecil terhadap aliran air tahunan. Salah satu fungsi adanya vegetasi dalam suatu DAS adalah untuk menyimpan air saat musim hujan dan melepasnya dalam bentuk mata air pada saat musim hujan. Sehingga dengan demikian perubahan tata guna lahan pada DAS akan mempengaruhi jumlah curah hujan wilayah tersebut. Kekeringan dan banjir akan menjadi fenomena yang ditemui pada perilaku aliran air sebagai akibat perubahan kondisi tataguna lahan dan faktor meteorology. Sehingga apabila terjadi alih fungsi lahan akan menyebabkan terganggunya kedua proses tersebut.3. pada akhirnya akan terjadi banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau. 1984. Penelitian lain dilakukan pada daerah tropis oleh Salati . Pengelolaan suatu wilayah DAS akan mempengaruhi waktu dan penyebaran aliran air. Selain itu terjadi juga peningkatan debit aliran terkecil dari 14 menjadi 60 % setelah penebangan hutan dan diikuti oleh pertumbuhan padang rumput. 1979 dan Shukla . 1990 dan Malmer 1992 menunjukan bahwa secara umum kenaikan aliran air disebabkan oleh penurunan penguapan air oleh vegetasi dengan menghilangkan atau mengurangi vegetasi dalam jumlah cukup besar. 1981). maupu besarnya tingkat sidimentasi (Edwars dan Blackie. 1990 menunjukan bahwa penebangan hutan akan mempengaruhi jumlah dan penyebaran hujan karena mengurangi besarnya evapotransvirasi sebagai sumber air di atmosfer.. air larian. menunjukan bahwa adanya peningkatan aliran air sebesar 10 % (Gilmour et al. Hasil penelitian Bosch dan Hewlett tahun 1982 . Penelitian lain mengenai perubahan tataguna lahan terhadap aliran air adalah dilakukan peneilitan di Quensland (Australia) yang melakukan perubahan lahan hutan hujan tropis menjadi padang rumput. bruijnzeel. Hamilton dan King . terutama curah hujan. Berbagai penelitian menyatakan bahwa untuk meningkatkan hail air dari suatu DAS dapat dilakukan dengan penebangan hutan dikarenakan air yang berasal dari curah hujan akan diuapkan kembali melalui proses evavotranspirasi sehingga untuk mengurangi kehilang air tersebut dilakukan penebangan hutan.

. Sedangkan perubahan tataguna lahan hutan menjadi lading pertanian atau padang rumput dapat menigkatkan aliran air dalam jangka panjang.Kebanyakan pengelolaan dan aktivitas penebangan hutan dalam suatu DAS diperkirakan tidak akan mempengaruhi aliran air dalam beberapa tahun. semakin besar kenaikan aliran air yang terjadi. Semakin besar persentase DAS yang dirubah.

Terganggunya atau tidak seimbanggnya tata kelola lahan akan menyebabkan banjir pada saat musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau 4.2 Saran Adapun saran dari penulis terhadap pengelolaan vetasi DAS adalah sebagai berikut : 1. Untuk menjaga aliran air perlu adanya perencanaan pengelolaan DAS yang didasarkan pada konservasi air dengan melakukan penanaman vegetasi yang dapat meminimalisasi kehilangan air akbiat evapotransvirasi dan kehilangan akibat terjadinya runn-off.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. infiltrasi. Perlu adanya kesesuaian pengelolaan vegetasi dari hulu hingga hilir sehingga tidak terjadi krisis air pada musim kemarau dan kebanjiran saat musim hujan. 5. 2. perkolasi dan lainnya. . 4. Tata guna lahan akan berpengaruh terhadap aliran air pada suatu DAS 3. Pengelolaan vegetasi dan tataguna lahan akan mempengaruhi waktu dan sebearab aliran air. Semakin besar perubahan tataguna lahan akan semakin besar pula kenaikan aliran air. Kelayakan dari suatu fungsi DAS dapat dilihat dari perbandingan debit maksimum dan minimumnya.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut : 1. 6. 2. Perubahan tataguna lahan pada suatu DAS akan berpengaruh terhadap besarnya aliran runn-off.

Hidrologi dan Pnegelolaan Daerah Aliran Sungai.DAFTAR PUSTAKA Chay Asdak. dkk. Perubahan penggunaan lahan dan Pengaruhnya terhadap Hidrologi DAS. Noordwijk. Bogor : FMIPA IPB . 2007. World Agroforestry Centre. Peranan Agroforestri dalam Mempertahankan Fungsi Hidrologi Daerah Aliran Sungai (DAS). Yogyakarta: Gadjah mada University Press. ICRAF SE Asia Pawitan Hidayat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful