P. 1
JEJARING SOSIAL

JEJARING SOSIAL

|Views: 7,918|Likes:
Published by wahyusoil unhas
WUJUDKA PERUBAHAN. BANGUN PERADABAN DENGAN NURANI KEMANUSIAAN. BERSAMA GENERASI HARAPAN.
WUJUDKA PERUBAHAN. BANGUN PERADABAN DENGAN NURANI KEMANUSIAAN. BERSAMA GENERASI HARAPAN.

More info:

Categories:Types, Research
Published by: wahyusoil unhas on Apr 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2013

pdf

text

original

RINGKASAN Isna. 2009. Pemanfaatan situs jejaring sosial sebagai media kampanye politik. Jurusan Bahasa Inggris.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Universitas Muhammadiyah Makassar. Latar belakang penulisan Karya Ilmiah ini adalah melihat besarnya peluang untuk menarik perhatian dan dukungan dari rakyat, dalam kampanye politik melalui media ini para politisi dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat untuk menampung aspirasi mereka. Dengan penulisan karya tulis Ilmiah ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara pemanfaatan situs jejarin sosial sebagai media kampanye politik. Tulisan ini bersifat library reseach (kajian Pustaka) data yang diperoleh disajikan secara deskriptif. Objek dalam tulisan karya ini adalah pemanfaatan situs jejaring sosial sebagai media kampanye politik. Data dalam karya tulis Ilmiah ini diperoleh melalui berbagai literatur. Data dan informasi yang dipeoleh selanjutnya dianalisis dan direduksi kerelevannya dengan masalah yang dikaji. Pemanfaatan situs jejaring sosial sebagai media kampanye politik adalah suatu alternatif untuk menarik perhatian dan dukungan dari masyarakat melalui dunia maya. Dengan pemanfaatan blog, friendster, facebook, myspace, multiply dan berbagai macam situs-situs jejaring sosial yang ada di internet. Para politisi dapat berintraksi secara langsung dengan berbagai lapisan masyarakat utamanya komunitas anak muda yang mendominasi penggunaan internet ini sangat menguntungkan bagi para politisi karena mereka dapat secara langsung mendengarkan aspirasi masyarakat. Dengan ini para politisi dapat membuat argumen-argumen yang sesuai dengan aspirasi masyarakat untuk menarik perhatian dan dukungan dari masyarakat. Para politisi Indonesia seharusnya dapat memanfaatkan situs jejaring sosial sebagai media kampanye politik secara positif untuk lebih mendengarkan aspirsi masyarakat tidak hanya mengubar janji dengan bahasa langit tetapi juga dapat merealisasikan visi dan misi mereka saat kampanye,karena rakyat butuh bukti bukan janji. Key Words: Kampanye politik, Media, Situs Jejaring Sosial.

KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulisan Karya Ilmiah yang berjudul "Pemanfaatan Situs Jejaring Sosial Sebagai Media Kampanye Politik" dapat terselesaikan dengan baik. Dalam penulisan karya Ilmiah ini, penulis tidak terlepas dari berbagai hambatan, namun karena semangat serta motivasi dari berbagai kalangan sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini. Penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan karya tulis Ilmiah ini baik bersifat materil maupun non-materil : 1. Orang tua penulis yang senantiasa mendoakan dan memberikan semangat penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini. 2. Kakak-kakak pengurus lembaga kreativitas ilmiah mahasiswa penelitian dan penalaran (LKIM-PENA) Universitas Muhammadiyah Makassr yang telah membantu penulis dan mengurus segala kperluan penulis dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini. 3. Rekan-rekan calon anggota lembaga kreativitas ilmiah mahasiswa Penelitian dan penalaran (LKIM-PENA) Universitas Muhammadiyah Makassar, yang telah banyak membantu penulis dalam penyusunan karya Ilmiah ini. Penulis menyadari dalam penysunan karya Ilmiah ini masih banyak terdapat kekurangan, olehnya itu krotuk dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan karya tulis kami berikutnya. Akhirnya hanya pada Allah swt kita mohon segala beerkah dan rahmat serta bimbingan-Nya dalam mengerjakan sesuatu dan semoga segala niat baik dan suci serta usaha yang sungguh-sungguh mendapat ridho disisi-Nya. Aamiin… Makassar, Januari 2009

Penulis

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL RINGKASAN DAFTAR ISI BAB I. PENDAHULAN A. Latar belakang B. Rumusan masalah C. Tujuan Penulisan D. Manfaat penulisan BAB II. KAJIAN PUSTAKA A. Kampanye politik 1. Definisi kampanye 2. Definisi Politik 3. Etik Politik B. Situs Jejaring Sosial 1. Friendster 2. Myspace 3. Facebook 4. Multiply BAB III. METODE PENULISAN A. Jenis penulisan B. Objek tulisan C. Pengumpulan data D. Prosedur Penulisan BAB IV. ANALISA DAN SINTESIS A. Perkembangan pemanfaatan situs jejaring sosial sebagai Media kampanye politik B. Pengklasifikasian situs jejaring sosial sebagai media kampanye C. Cakupan situs jejaring sosial sebagai media kampanye D. Psikologi pengguna internet dalam menanggapi kampanye politik melalui situs jejaring sosial

BAB V. PENUTUP A. Simpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA DAFTAR RIWAYAT HIDUP

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Politik merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia seperti yang dikatakan oleh Aristoteles, Manusia adalah mahluk publik. Dimana ada manusia disitu pasti ada polotik. Politik dan manusia merupakan dua hal yang saling berkaitan seperti mata rantai. Kebutuhan akan politik seperti halnya kebutuhan akan sandang dan pangan bagi manusia. Semenjak Proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 dikumandangkan, rakyat dan bangsa Indonesia menetapkan tujuan nasionalnya yang berangkat dari perjuangan untuk mengisi kemerdekaannya sesuai dengan jiwa dan semangat dari pembukaan UUD 1945, yaitu menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dalam lingkungan suasana persahabatan dan perdamaian dunia. Salah satu syarat adanya suatu Negara adalah adanya pemerintahan dan adanya pemerintahan tidak lepas dari politik. Di Indonesia kita mengenal lembaga seperti Legislatif dan Yudikatif. Salah satu syarat untuk menjadi anggota salah satu dari perwakilan rakyat tersebut, harus melalui proses yang panjang. Yang pertama harus menjadi salah satu anggota parati politik dan kemudian dicalonkan sebagai wakil dari parpol untuk menjadi salah satu anggota perwakilan rakyat, setelah itu para calon ini akan melakukan kampanye untuk menarik perhatian rakyat untuk memilihnya sebagai anggota salah satu lembaga perwakilan rakyat tersebut. Di Indonesia terdapat banyak parpol, sehingga persaingan untuk memenangkan kampanye sangat ketat, para politisi melakukan berbagai cara untuk memenangkan kampanye sampai cara-cara yang menyimpang dari aturan kampanye juga ditempuh akibatnya kepercayaan masyarakat menjadi rusak, Saat ini kampanye tidak hanya dilakukan di jalan-jalan, di gedung-gedung, di televise dan radio. Tetapi sudah merambah dunia maya, para politisi sudah mulai merambah dunia internet atau yang lebih dikenal dengan situs jejaring social, karena dengan situs jejaring social para politisi dapat secara langsung berinteraksi dengan masyarakat tanpa bertatap mata secara langsung dengan

masyarakat, dengan ini para politisi tidak hanya dapat memanfaatkan waktu kampanye seefisien mungkin tetapi juga dapat memperluas jangkauan kampanye. B. Rumusan Masalah Adapun yang menjadi rumusan masalah pada karya ilmiah ini adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana cara pemanfaatan situs jejaring sosial sebagai media kampanye politik ? 2. Bagaimana dampak pemanfaatan situs jejaring sosial sebagai media kampanye politik bagi masyarakat ? C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan pada karya ilmiah ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui bagaimana cara pemanfaatan situs jejaring sosial sebagai media kampanyae politik. 2. Untuk mengetahui bagaimana dampak pemanfaatan situs jejaring sosial sebagai media Masyarakat ? D. Manfaat Penulisan 3. Manfaat bagi Politisi : Menyumbangkan sedikit ide bagi para politisi untuk memanfaatkan situs jejaring sosial sebagai media kampanye politik. 4. Manfaat bagi Masyarakat : Msyarakat dapat memanfaatkan situs jejaring sosial untuk lebih mengenal profil politisi. 5. Manfaat bagi penulis : Menambah wawasan penulis dalam bidang kampanye politik dan situs jejaring sosial khususnya dalam pemanfaatan situs jejaring sosial sebagai media kampanye politik

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. kampanye Politik 1. Definisi kampanye Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) kampanye bararti kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi politik atau calon yang bersaing memperebutkan kedudukan di parlemen dan sebagainya untuk mendapatkan dukungan masa pemilih dalam suatu pungutan suara. Menurut Dan Nimmo (2000) ada tiga jenis kampanye yaitu : 1. Kampanye massa meliputi kampanye tetap muka, menggunakan media elektronik dan cetak sebagai perantara seperti radio, televise, telopon dan surat kabar. 2. Kamnpanye antar pribadi menggunakan pribadi hubungan dengan kandidat atau menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh local dalam setting yang relative informal. 3. Kampanye organisasional, dilakukan oleh organisasi yang mendukung kandidat, organisasi yang mempunyai kepentingan khusus, kelompok penyokong atau partai politik. 2. Defenisi Politik Kata politik secara etimologi berasal dari bahasa Yunani Polistaia, yaitu akar kata Polis artinya kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri, yaitu Negara; dan Talia artinya urusan. Politik dapat diartikan kesatuan masyarakat yang mengurus dirinya sendiri. Bahasa Indonesia menterjemahkan politik dalam dua kata Inggris yang berbeda, yaitu Politice dan Policy. Politik dalam artian politice mempunyai makna kepentingan umum, warga Negara suatu bangsa yang rumusannya ialah suatu rangkaian asas, prinsip, keadaan, jalan, cara dan alat yang digunakan oleh indiviu atau kelompok untuk mencapai kepentingan tujuan,contohnya partai politik, organisasi politik, dll. Sedangkan politik dalam artian policy diartikan kebijaksanaan yaiut penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang dianggap dapat lebih

menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita atau keinginan atau tujuan yang dikehendakai, misalnya politik pendidikan, dll. Politik dalam arti konvensional ialah alat untuk mencapai kemenangan dalam perang (pertahanan). Misalnya NATO, ANZUS, PKTA WARSAWA, CEATO, CENTO, Pan Amerika. Politik secara umum menyagkut proses penentuan tujuan dari sistem Negara dan bagaimana melaksanakan tujuan itu. Politik sebagai sistem meliputi tiga hal, yaitu : 1. Kultur politik, yaiut nilai-nilai rohaniah serta lembaga-lembaga yang menata kehidupan politik, yang berasal dari adat, agama, filslafat atau sejarah masyarakat yang bersangkutan. 2. Struktur politik, yaitu kerangka hubungan formal yang mengatur hubungan rakyat, pemerintah, wilayah, serta kedaulatan Negara yang bersangkutan. Struktur politik ini pada dasarnya termuat dalam undang-undang dasar Negara yang bersangkutan juga nampak dalam praktek ketatanegaraan. 3. Proses politik yaut kegiatan politik itu sendiri dalam kenyataanya yang motivasinya bersumberkan dari kultur politik masyarakat yang bersangkutan dan dilaksanakan dalam kerangka struktur politiknya. Politik nasional, yaitu suatu asas, hukum, usaha serta kebijaksanaan tindakan Negara tentang pembinaan dan penggunaan potensi nasional secara totalitas, baik potensial maupun efektif untuk tujuan Nasional, yang meliputi Politik Dalam Negeri, Politik Luar Negeri, Politik Ekonomi dan Politik Hankam yang dinamakan Politik Pembangunan karena tujau nasional dicapai melalui pembangunan nasional. Politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan : 1. Negara, yang merupakan organisasi politik paling utama adalah suatu wilayah yang berdaulat. 2. Kekuasaan, yaitu kemampuan seseorang / kelompok mempengaruhi tingkah laku orang lain / kelompok lain sesuai dengan keinginannya. Bagaimana memperoleh kekuasaan ? 3. Pengambilan Keputusan, yaitu siapa pengambil keputusan dalam polotik pengambilan pengambilan keputusan melauli sarana umum.

4. Kebijakan, artinya suatu kumpulan keputusan yang diambil seseorang atau kelompok politik, untuk memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. 5. Distribusi/ Alokasi Sumber Daya, yaitu pembagian atau penjatahan nilainilai dalam masyarakat. Dalam politik bagaimana pembagian dan pengalokasian nilai-nilai secara mengikat. Politik diidentifikasikan dengan lembaga-lembaga seperti Negara, pemerintahan atau badan-badan executive, legislative dan judicative, lembagalembaga tersebut berdasarkan dokumen dan hukum formal yang merupakan pegangan dalam menetapkan kekuasaan dan wewenang serta fungsi tertentu dari lembaga dalam politik Negara. Politik artinya sebagai sesuatu yang dinamis yang tak terlepas dari pada pengaruh faktor-faktor non-juridis dan faktor-faktor sosio psikologis dan sosio politik itu sendiri, sebagai faktor sosio-kultural. Politik sebagai pergeseranpergeseran politik real dari massa yang terpenting adalah apa yang secara real telah dicapai oleh tujuan Negara itu. Hakikat politik yaitu kekuasaan (power) proses politik adalah serentetan peristiwa yang antar hubungannya berdasarkan atas kekuasaan, masalah-masalh pelaksanaan dan control kekuasaan. Terkait dengan pengertian politik diatas, masalah utama yang muncul dalam filsafat politik adalah masalah legitimasi secara etis. 3. Etika Politik Etika politik adalah filsafat moral tentang dimensi politisi kehidupan manusia. Karena itu, etika politik mempertanyakan tanggung jawab dan kewajiban manusia sebagai manusia dan manusia sebagi warga Negara terhadap Negara, hukum dan sebagainya. Selanjutnya dijelasakan bahwa "dimensi politis manusia" adalah dimensi masyarakat sebagai keseluruhan. Jadi yang menjadi cirri khas suatu pendekatan yang disebut "politis" adalah pendekatan itu terjadi dalam kerangka acuan yang berorientasi pada masyarakat secara keselruhan. Dimensi politik itu sendiri memiliki dua segi fundamental yang saling melengkapi, sesuai kemampuan, kehendak, untuk bertindak. Struktur ganda ini "tahu" dan "mau" dapat diamati dalam semua bidang kehidupan manusia.

Sesuai kemampuan ganda manusia, maka ada dua cara untuk menata masyarakat yitu penataan normatif masyarakat adalah hukum. Hukumlah yang memberitahukan kepada semua anggota masyarakat bagaimana mereka harus bertindak. Hukum terdiri dari norma-norma bagi perilaku yang benar dan salah faham dalam masyarakat. Tetapi hukum hanya bersifat normatif dan tidak efektif. Artinya hukum sendiri tidak bisa menjamin agar anggota masyarakat patuh kepada norma-norma sedangkan penataan yang efektif dalam mementingkan perilaku masyarakat hanyalah lembaga yang mempunyai kekuasaan untuk memaksakan kehendaknya lembaga itu adalah Negara. Karena itu hukum dan kekuasaan negara menjdi bahasan utama etika politik. Tetapi perlu dipahami bahwa baik hukum maupun negara memerlukan legitimasi. B. Situs Jejaring Sosial Jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dai simpulsimpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, temah, keturunan, dll. Lewat jejaring sosial mineral kita bisa bertemu secara maya tentunya dengan banyak sekali orang dengan berbagai macam karaktek dan latara belakang. Baik orang yang sudah kita kenal sebelumnya maupun orang yang baru kita kenal sebelumnya maupun ornag yang baru akan kita kenal. Bahkan tidak sedikit juga orang-orang yang kita kenal sebagai selebritis mempunyai akun disalah satu jejaring sosial internet. Layanan jejaring sosial yang populer di Indonesia dan memilki jumlaj pengguna yang lumayan banyak antara lain friendster, myspace, facebook, dan multiply. 1. Friendster Friendster, yang ide penanamannya berasal dari nama Napste adalah sebuah situs web jaringan sosial dimana seorang pengguna akan membuat identitas maya dan kemudian mengisi data dirinya untuk kemudian mendapatkan account di friendster. Dalam friendster, kita juga dapat melihat teman dari teman kita, selain melihat teman kita sendiri.

Fitur yang disediakan friendster yaitu menampilkan foto, profil, testimonial atau komentar serta blog dan widgetatau apliksi-apliksi. Friendster berfungsi sebagai alat berkomunikasi atau sebagai pengganti email. 2. Myspace Myspace hampir mirip dengan friendster. Hanya fiturnya jauh lebih lengkap. Myspace sangat populer di Eropa dan Amerika sedangkan di Indonesia penggunaannya masih kurang dibandingkan dengan friendster. 3. Facebook Facebook juga mirip dengan friendster dan myspace, yang membedakannya dan membuatnya lebih menarik adalah aplikasi-aplikasi yang disediakan oleh facebook dan aplikasi-aplikasi yang dapat dibuat sendiri. Lewat aplikasi itu kita bisa lebih akrab dengan teman-teman kita. Karena bisa digunakan untuk sarana berinteraksi. Selain itu ada fitur chat yang sangat mudah digunakan. 4. Multiply Multiply memadukan layanan blog, file I media sharing denga jejaring di dalamnya lebih terasa dibandingkan FS, FB ataupun Myspace. Fitur-fitur yang disediakan multiply antara lain sharing blog, musik, foto, vidio, link, dan lain-lain. Sharing tersebut dapat dibatasia aksesnya. Bisa hanya untuk jaringan atau siapa saja. Bisa juga untuk khusus orang-orang yang kita tunjuk. Lewat sharing media tersebut sesama anggota multiply bisa memberikan komentar, selam mereka diberikan akses.

BAB III METODE PENULISAN A. Jenis tulisan Tulisan ini bersifat kajian pustaka (library research) data yang diperoleh disajikan secara deskriptif sehingga menunjukkan suatu kajian ilmah yang dapat dikembangkan dan diterapkan lebih lanjut. B. Objek Tulisan Objek dalam penulisan ilmiah ini adalah pemanfaatan situs jejaring sosial sebagai media kampanye politik sebagai alternatif dalam berkampanye politik sehingga dapat membantu politisi dalam mmanfaatkan waktu berkampanye untuk menarik dujungan dari masyarakat. C. Pengumpulan Data Data dalam karya tulis ilmiah ini diperoleh melalui berbagai literatur yang relevan dengan masalah yang diangkat, eperti buku maupun artikel yang diperoleh dari internet. D. Prosedur Penulisan Data dan informasi diperoleh selanjutnya dianalisir dan direduksi kerelevannya dengan masalah yang dikaji tentang cara pemanfaatan situs jejang sosial sebagai media kampanye politik.

BAB IV ANALISIS DAN SINTESIS A. Perkembangan Penempatan Situs Jejang Sosial Sebagai Media Kampanye Politik Perkembangan kampanye saat ini telah menjadi lebih langsung dan lebih menampilkan kelicikan. Ada empat indikasi yang menjelaskan perubahan tersebut yaiut : 1. Kampanye politik bukan seperti kampanye politik biasanya, kini kampanye mengendalikan iklim negatif. 2. Politik berubah mengendalikan polling. 3. Penyadaran pada konsultan yang melatih kandidat apa yang dikatakan dan bagaimana, kapan dan dimana mengatakannya. 4. penggunaan Telemarketing dalam berkampanye. Disini kampanye mengandalakan iklan televisi, kaset vidio yang dikirim langsung ke pemilih, serta penggunaan teknologi informasi (internet) Secara fakta bagi politisi, internet menawarkan cara efektif bagi kandidat untuk berbicara langsung dengan pemilih. Penggunaan internet untuk pemasaran langsung merupakan kombinasi teknologi yang unik yang membantu mengintegrasikan strategi pemasaran politisi. Kandidat mempunyai kesempatan untuk membangun kontak langsung dengan pemilih melalui debat online yang dapat dilihat secara real time. Karenanya, kandidat presiden yang serius sekarang ini haruslah mempunyai situs di web. Ada dua dampak penggunaan internet sebagai alat pemasaran langsung dalam politik secara umum yaitu : 1. Pada sisi positif, situs yang dibuat kandidat dapat memfasilitasi diskusi ekstensif terhadap isu-isu yang berkembang. Internet juga menawarkan kesempatan bagi kandidat untuk menghabiskan lebih banyak waktu menyampaikan ide-ide mereka kepada pemilih karena penggunaan pemasaran langsungini relatif tidak mahal. Internet juga memberi kesempatan bagi kandidat untuk mempersentasikan informasi yang sulit dihadirkan pada media lain.

2. Pada sisi negaif, potensi bahaya pengunaan internet adalah kampanye negatif. Sebab dengan sifat anonim-nya, politisi dapat saja mengirimkan informasi tentang skandal-skandal tanpa dapat diketahui siapa pengirimnya. Barrack Obama adalah salah satu figur yang memanfaatkan situs jejaring sosial sebagai media kampanye politik. Barrack obama menjadikan media maya sebagai senjata rahasia untuk memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat. Berbagai pengamat menilai kelihatan obama dalam menggunakan TI sebagai media komunikasinya membuatnya bersinar terang dalam kamanye pemilihan presiden Amerika Serikat. Media sosial dan Barrack Obama menjadi satu kesatuan aksi. Obama telah melakukan aturan pertama dari sosial media marketing, yakni menempatkan dirinya pada jaringan sosial dunia maya melalui blog dan membuat dirinya populer melalui web 2.0. obama memiliki 1,5 juta teman pada myspace dan facebook, juga 45.000 pengikut Twiter Aktivities Personal Obama dalam jaringan sosial ini memudahkan dirinya untuk secara cepat membawa pengikut lebih banyak lagi. Obama juga memaksimalkan peran video sharing tecnoligy melalui You Tube, sehingga menjadi lebih kuat. Di Malaysia, Anwar Ibrahim telah mensuarakan keadilannya dan massa politiknya melaui blog, bahkan lawan politiknya. Mahatir Muhamad yang dengan tiraninya sempat melarang pertumbuhan blog di Malaysia akhirnya memanfaatkan blog sebagai aktualisasi dan publishing political opinions. Sedangkan di Indonesia salah satu tokoh politik yang telah dengan beraninya mengambil resiko dan konsekuensi berdiskusi langsung dengan publik adalah Yusril Ihza Mahendra, melalui blognya yang dibuat sejak november 2007 selain itu Rizal Malarangeng adalah salah satu tokoh politik Indonesia yang memanfaatkan situs jejaring sosial sebagai media kampanye politik pada pencalonan dirinya sebagai calon Presiden Ri 2009. Diskusi dan pendidikan politik maupun pengayaan wacana merupakan fenomena baru dalam pemanfaatan internet. Dismping bisa menjadi media diskusi, comunity development, dan sistem baru untuk pendidikan politik, fenomena lainnya adalah berkaitan dengan donasi dana kampanye. Donasi melalui internet adalah politik baru yang dibawa oleh tim kampanye Obama. Tercatat,

Obama menerima donasi 1,3 juta orang melalui internet. Tim kampanye Obama melaporkan, 94 persen donasi yang mereka terima datang dari individu-individu yang menyumbang kurang dari 200 dolar AS. Cara donasi via internet ini akan accountable dan tokoh politik bisa merasakan dan berhitung langsung bagaimana besarnya dukungan publik pada kampanyenya. B. Pengklasipikasian sits jejaring sosial sebagai media kampanye politik Situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi, gambar gerak, suara, dan atau gabungan dari semuanya itu baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengn link-link. Sedangkan blog adalah singkatan dari weblog. Pada awalnya, istilah weblog dipakai untuk menyebut website pribadi yang di update secara kontinyu, berisi daftar link yang dianggap menarik disertai komentar-komentar mereka sendiri. Para pemilik weblog disebut blogger, mereka mulai mengembangkan daftar link menjadi tempat untuk berekspresi sesuai kemauan mereka. Sebagian besar dari weblog berkembang menjadi sebuah diary online, hanya bedanya dengan diary biasa, blog bisa dibaca oleh siapa saja (konsumsi publik). Konten blog kebanyakan personal diary, edukatif journal (informatik, ilmu pasti dan lain-lain), hobi (movie, musik) dan ekspresi konten (galeri foto, pamer desain). Ada dua cara membuat blog yaitu gratis dan bayar. Yang gratis langsung daftar di situs-situs jasa blog seperti blogspot.com / blogger.com, wordpress.com, livejournal.com dan masih banyak lagi. Diperlukan basic skill cara membuat website bila ingin webnya lebih customize, baik dari segi tampilan atau konten. Sedangkan yang bayar, bisa beli hasting dan pake domain sendiri. Lebih customizenble (desain dan konten). Biasanya dimiliki oleh orang-orang yang mengerti web desain dan pemograman web. Saat ini terdapat jutaan blog di internet dengan berbagai macam topik. Blog jaman sekarang memiliki interaktifitas dengan pembaca dimana pembaca bisa memberikan komentar, berdiskusi mengenai sebuah isu bahkan membuat

sebuah kumpulan / komunitas blogger. Kaum blogger juga berkembang, awalnya hanya dari kalangan junkie yang suka browsing namun sekarng banyak yang berasal dari kalangan praktisi, prefesional, dan bahkan korporat ikut membuat blog. Blog telah menjadi fenomena baru dalam era perkembangan internet dunia khususnya sebagi sarana kampanye politik yang baru. Sebagai sarana interaksi dinamis secara langsung dengan publik merupakan sebuah media yang telah terbukti memenuhi untuk sebuah community development. Diskusi secara cerdas dapat terciptan meskipun resiko hujatan dan sumpah serapah tidak dapat dihindari. Namun inilah ujian bagi pemilik blog maupun publik pembaca untuk saling dapat menciptakan dan menunjukkan iklim dialog secara cerdas. Publik akan bisa menilai kapasitas masing-masing, mana yang lebih valid argumenargumen apakah pemilik blog atau komunitas. Phil Noble, seorang pakar di AS yang menganalisa hubungan internet dan politik memperkirakan penggalangan dana online yang dilakukan timkampanye menghasilkan USD/ Miliar. Jumlah tersebut 12 kali lebih besar dibandingkan dana yang berhasil dihimpun John Kerry pada pemilihan Presiden Amerika Serikat 2004. kuncinya adalah tim kampanye Obama memadukan kekuatan teknologi dengan pendekatan personal yang tepat, serta dukungan ketersediaan data yang memenuhi. Cara untuk membidik pemilih potensial, terutama pemilh-pemilih di kawasan mengambang. Dimana perubahan pilihan adalah hal krusial yang bisa terjadi sewaktu-waktu, dilakukan dengan bantuan relawan serta bank data berisi nomor telepon dan kontak personal menggunakan teknologi khusus untuk menganalisa ha-hal yang menarik perhatian mereka. Identifikasi dilakukan berdasarkan data komersial yang didapat secara online, misalnya data tentang kepemilikan mobil, majalah yang disukai, film favorit dan data sejenis itu. Lalu kepada para relawan, mereka akan mengirimkan data para pepmilih potensial yang harus dikunjungi untuk melakukan pendekatan berdasrkan isu yang paling sesuai dengan minat mereka. Dta tersebut dikirim lengkap dengan peta kawasan, rute jalan, dan point-point berisi strategi yang bersangkutan mengenai isu uyang

diminati. Inilah bentuk pemanfaatan teknolgi yang dipadukan dengan pendekatan personal dan ketersediaan data. Dari data yang dimuat oleh okezone disebutkan bahwa di Indonesia, friendster telah memilki lebih dari delapan juta member dan empat juta unique visitor per februari 2008. karena jumlah relatif pengguna internet di Indonesia sekitar 20 juta. Maka apabila dirata-ratakan, kurang lebih 20 persen browser Indonesia mengunjungi friendster per februari 2008, dan lebih dari 40 persen pengguna internet di Indonesia memilki akun friendster. Selain friendster yang populer di Indonesia juga ada facebook, myspace dan multiply. Dilihat dari jumlah user situs-situs tersebut para caleg dapat menarik banyak dukungan. Para caleg yang melakukan kampanye di internet jangan berharap banyak akan dukungan apabila tidak memilki visi dan misi yang jelas juga program yang ditawarkan. Para caleg juga dapat memaksimalkan peran video sharing technology melalui You Tube, sehingga image yang ditanamkan pada benak orang menjadi lebih kuat. Menulis pidato dalam 10 menit beritatelevisi saat ini tidak laku lagi. Popularitas You Tube memberikan akses publik yang jauh lebih besar keseluruhan dunia. Dengan demikian isi pidato caleg dapat lebih cepat menyebar dan menjangkau lebih luas. Para caleg harus cerdas menyesuaikan cara penyampaian pemikirannya dengan selera audience You Tube, dan untk membangun image yangkuat di situs tersebut. Situs jejaring sosial menempatkan user pada posisi yang sangat penting sehingga para caleg yang memanfaatkannya sebagai media kampanye memperoleh banyak masukan dari user maupun pengakses situsnya. Dalam situs, user dapt membuat profil mereka sendiri, lengkap dengan deskripsi sesuai selera mereka,daftar teman dan blog personal. User juga dapat bergabung dalam sebuah group, berpartisipasi dalam meningkatkan pendapatan mereka, dan mengatur semua event lewat sebuah interface yang mudah digunakan dan familiar bagi user. C. Cakupan Situs jejaring sosial sebagai media kampanye politik. Komunikasi politik di negara-negara sedang berkembang seperi Indonesia biasanya menggunakan dua sistem komunikasi dominan, yaitu media massa

modern dan sistem komunikasi tradisional (Schram 1964). Untuk mempengaruhi masyarakat, maka sangat perlu untuk memilih sarana komunikasi yang tepat, sesuai dengan keperluan dan kepada siapa pesan politik ingin disampaikan. Untuk masyarakat perkotaan kelas menengah, komunikasi politik melalui media massa sangat efektif karena pola hidup mereka yang sibuk tidak memberi mereka peluang untuk melakukan komunikasi langsung dengan orang lain. Apalagi kalau mereka tidak punya kepentingan langsung dengan komunikator. Bagi mereka, media massa cetak dan elektronik merupakan sarana paling efektif untuk mengetahui dan menyampaikan umpan balik setiap pesan politik yang ada. Sementara itu masyarakat pedesaan, apalagi masyarakat pedalaman yang sangat literal tidak memilki tradisi baca, pesan politik hanya bisa disampaikan oleh sistem komunikasi tradisional. Dalam kontes ini, seperti diungkapkan oleh Astrid Susanto (1978) komunikasi yang paling efektif adalah dengan menggunakan sistem komunikasi lokal yang sesuai dengan budaya mereka. Pendekatan-pendekatan interpersonal dengan tokoh-tokoh kampung yang menjadi pengatur lalu lintas opini menjadi kunci keberhasilan dalam sistem komunikasi tradisional ini. Komunikasi dalam dunia politik berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan gagasan, kebijakan, merekrut massa dunia politik, membangun citra para politisi dan fungsi penting lainnya. Selain media komunikasi yang umum digunakan dalam politik, media maya ternyata juga dapat menjadi senjata rahasia para politisi untuk memenangkan kampanye. Presiden Amerika Serikat terdahulu Franklin D. Roosevelt menggunakan media radio sebagai alat pendongkrak popularitasnya dan John F. Kennedy menggunakan televisi sebagai media komunikasi politiknya sedangkan Presiden Amerika Serikat yang terpilih periode ini Barrack Obama menggunakan internet sebagai media kampanye politiknya. Kesuksesan merebut simpati anak muda juga menjadi kunci sukses kampanye politik di internet, jalan menuju kesana adalah dengan membangun jaringn seluas-luasnya di situs jejaring sosial seperti friendster, facebook, myspace, dan multiply. Bagi para pendukung, bergabung di situs jejaring sosial adalah sebuah ekspresi publik terhadap bentuk dukungan, yang akan

menimbulkan dampak politik yang lebih luas. Dan itu tidaklah sama seperti merespon e-mail dukungan. D. Psikologi Pengguna Internet dalam Menanggapi Kampanye Politik Melalui Situs Jejaring Sosial Dalam bukunya Strategi Politik (2003) Peter Schoder mengatakan bahwa "kita tidak mungkin disukai oleh semua orang". Kampanye politik bukanlah situasi perang, tetapi kata Schoder, "setiap ide politik yang dikemukakan oleh seseorang atau sebuah kelompok akan memecah masyarakat pada saat ide itu diumumkan". Politik memang bukan perang tetapi efek dari situasi yang diciptakan oleh kampanye politik bisa berubah menjadi perang ketika kampanye politik dijadikan sebagai arena untuk membantai lawan politik tanpa etika dan sopan santun politik. Kamanye politik merupakan sebuah uapaya untuk mempengaruhi pemilih supaya menentukan pilihan sesuai dengan tujuan kandidat. Oleh sebab itu sering kali kampanye politik diisi dengan penyerangan terhadap pribadi-pribadikandidat dan pendukungnya dengan membuka keburukan-keburukan dari segala dimensi. Black Campaign (lkampanye negatif) merupakan trend Universal di gelanggang politik dunia. Di Negara-negara yang demkrasinya sudah matang sekalipun, kampanye terhadap keburukan-keburukan lawan sering dilakukan. Kasus-kasus kerusakan pada pilkada di berbagai daerah di Indonesia di era reformasi merupakan fakta bahwa politik bisa bertransformasi menjadi perang ketika benturan ide dan kepentingan politik diserahkan kepada massa yang anarkis. Pemanfaatan berbagai sumber daya politik yang mengabaikan aturan dan putusan politik menjadi asal mula berubahnya politik menjadi perang, Hasil penelitian lembaga ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2005 meunjukkan bahwa tiga faktor yang menyebabkan konflik antar elit politik, yang kadang bisa berubah menjadi konflik fisik antar massa pendukung yaitu : 1. Pluralisme identitas dan beragamnya kepentingan politik serta sumber daya politik yang terbatas. 2. Pergeseran patronase politik di tingkat lokal menyebabkan terjadinya persaingan politik antar elit lokal dalam mengisi jabatan-jabatan kekuasaan.

3. Transisi politik dan intervensi elit nasional yang bisa membuka pertarungan elit menjadi pertarungan terbuka. Dalam kampanye untuk memenuhi pemilu, partai politik melangsungkan kampanye dengan gencarnya. Menebar janji-janji yang indah untuk masyarakat. Tidak jarang, mereka menggunakan bahasa-bahasa yang sulit dimengerti yang katanya bahasa intelektual. Terkadang masyarakat menyebut dengan bahasa langit, bahasa yang hanya digunakan kaum-kaum terpelajar, bahasa yang membodohi masyarakat namun realisasinya nol, susah diwujudkan. Rakyat butuh bukti, bukan hanya janji. Kenyataan, kebanyakan wakil-wakil rakyat yang duduk dalam pemerintahan bukannya menepati janji untuk kesejahteraan rakyat, tetapi justeru mengeluarkan kebijakan yang seringkali merugikan masyarakat. Kebijakan terakhir yang dirasa merugikan rakyat Indonesia adalah kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Kenaikan BBM membuat kepercayaan masyarakat terhadap eksekutif mulai berkurang. Belum lagi kasus-kasus yang menyandung para pejabat di tataran legislatif. Kepercayaan masyarakat yang diberikan dijawab oleh para anggota dewan yang terhormat dengan kasus korupsi, atau perbuatan lain yang seharusnya tidak pantas dilakukan oleh seorang anggota dewan. Bukti nyata mulai berkurangnya kepercayaan masyarakat kepada para wakil rakyat adalah tingginya tingkat golput dalam beberapa pemilihan gubernur yang diselenggarakan di beberapa daerah di Indonesia. Contohnya Pilgub Jateng beberapa waktu yang lalu tingkat golput mencapai 45,89% dari total pemilih di Jateng. Kesuksesan Obama menggerakkan banyak bakal calon presiden Indonesia untuk ikut berkampanye di dunia maya. Namun, kebanyakan hanya menciplak apa yang dilakukan obama. Misalnya mereka membuka akun di facebook, kemudian mengundang sebanyak mungkin warga Indonesia untuk menjadi temannya. Ada juga yang menciplak situs resmi obama dengan segal fitur yang ada di sana. Mereka tidak memikirkan banyak hal, seperti : 1. Perilaku online user di Indonesia sudah jelas beda dengan warga Amerika serikat, yang tentunya harus didekati dengan strategi yang berbeda pula.

2. Kampanye online membutuhkan tim manajemen online yang tidak kalah jagonya dibandingkan tim manajemen kampanye konvensional. Di Indonesia, rata-rata kampanye online masih ditangani oleh orang awam, bahkan ada yang menggabungkan pemenangan oline dan konvensional. 3. Internet adalah media komunikasi. Jadi bukan sekedar kecanggihan fiturnya yang diperlukan. Lebih dari itu, kekuatan strategi komunikasilah yang menjadi dasar utamanya. Yang juga wajib dicatat, berkampanye melalui dunia maya jauh lebih keras jika dibandingkan dengan membuat iklan di media lain. Para politisi harus bersiap menghadapi kritik pedas, caci maki hingga argumen cerdas yang mungkin dapat mematahkan argumen politisi tersebut yang diberikan, yang dapat membuat politik yang semula simpati menjadi antipati pada politisi tersebut. Inilah realita komunitas online, yang memang terbiasa dengan komunikasi yang transparan, terbuka, logis, dan tanpa basa basi. Di media online kecerdasan para politisi benar-benar diuji. Untuk mengantisipasi itu sangat ceroboh jika seorang politisi masuk ke media online tanpa disertasi strategi dan pemahaman mendalam tentang komunitas online.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Pemanfaatan situs jejaring sosial sebagai media kampanye politik adalah sautu alternatif untuk menarik perhatian dan dukungan dari masyarakat melalui

dunia maya. Para politisi dapat memanfaatkan berbagai macam situs yang ada di internet seperti blog, friendster, facebook, myspace, multiply, dan lain sebagainya layanan komunikasi yang ada di internet. Melalui situs jejaring sosial, para politisi dapat menarik dukungan dari berbagai lapisan masyarakat tanpa ada batas waktu dan tempat sehingga ini mempermudah bagi masyarakat untuk lebih mengenal profil politisi yang mereka dukung dan hal ini sangat menguntungkan bagi para politisi karna mereka dapat mengumpulkan banyak dukungan dari masyarakat melalui situs jejaring sosial. B, Saran 1. Para politisi di Indonesia seharusnya dapat memanfaatkan situs jejaring sosial sebagai media kampanye politik secara positif. 2. melalui situs jejaring sosial para politisi seharusnya dapat mendengarkan aspirasi rakyat tidak hanya mengubar janji dengan bahasa langit tetapi juga dapat merealisasikan visi dan misi mereka saat kampanye karena rakyat butuh bukti bukan janji.

DAFTAR PUSTAKA 1. Arifin, Prof. Dr. H. Anwar. Komunikasi Politik dan Pers Pancasila, yayasan Media Sejahtera. Jakarta 1992. 2. Baso, Drs. H. Andi. Pendidikan Pancasila. 3. Epat.Songolimo.net 4. fadlu.web.id

5. hmibecak.wordpress.com 6. hsuatadi.blogspot.com 7. http://blgbasz.multiply.co 8. http://www.facebookpagest hamre 9. id.wikipedia.org 10. Ikatan Dosen kewarganegaraan sulawesi. Pendidikan Kewarganegaraan Perguruan Tinggi. Offset setting 70. Makassar. 2002 11. Ni ketut Susrini-detiknet.com 12. Tim Dosen Pancasila Universitas Hasanuddin. Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Offset setting 70. Makassar 2003. 13. www.mirifica.net 14. www.acehinstitute.org

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ISNA adalah anak pertama dari enam bersaudara dari pasangan Asnani dan Ilan. Lahir di Pombakka 10 Agustus 1989. yang menyelesaikan studinya di SMA Negeri 1 Masamba pada tahun 2007, SMP Negeri 1 Masamba pada tahun 2001 dan sekarang masih tercatat sebagai mahasiswa di Universitas muhammadiyah Makassar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan bahasa Inggris Semester tiga.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->