P. 1
analisis kesalahan ejaan

analisis kesalahan ejaan

|Views: 99|Likes:
Published by Mustakim Fabregas

More info:

Published by: Mustakim Fabregas on May 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/18/2013

pdf

text

original

Minggu, 15 Mei 2011

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN EJAAN
21:41 SULUH PENDIDIKAN No comments BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Fungsi bahasa adalah sebagai alat untuk berkomunikasi dalam masyarakat. Dalam pengertian yang luas, komunikasi adalah suatu proses penyampaian maksud atau amanat kepada orang lain dengan menggunakan saluran tertentu (Keraf, 1996:5). Kata-kata kunci dalam pengertian komunikasi ini adalah proses, maksud atau amanat orang lain dan aktivitas komunikasi itu bersifat dinamis. Kegiatan komunikasi dimulai dari keinginan komunikator untuk menyampaikan suatu hal, kemudian dilanjutkan dengan aktivitas mental dalam mengolah gagasan yang akan disampaikan, penataan gagasan itu ke dalam kode-kode kebahasaan (dalam komunikasi verbal). Maksud atau amanat komunikasi bisa berupa informasi tentang fakta, peristiwa, ungkapan ide, pendapat, perasaan, keinginan, dan sebagainya. Hal-hal itu dituangkan dalam aspek kebahasaan yang berupa kata, kalimat, paragraf (komunikasi tulis) atau paraton (komunikasi lisan), ejaan dan tanda baca dalam bahasa tulis, serta unsur-unsur prosodi (intonasi, nada, irama, tekanan, tempo) dalam bahasa lisan. Penyusunan aspek-aspek kebahasaan itu berkaitan erat dengan bahasa sebagi sitem lambang bunyi dengan karakteristiknya. Bahasa Indonesia bukanlah bahasa dengan sistem yang tunggal. Sebagai bahasa yang hidup, bahasa Indonesia mempunyai variasi-variasi atau ragam-ragam, yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri dalam proses komunikasi (Sloka, 2006:118). Variasi-variasi tersebut sejajar, dalam pengertian tidak ada yang lebih tinggi daripada yang lain. Salah satu variasi tersebut “diangkat” untuk mendukung fungsi-fungsi tertentu. Variasi tersebut dinamakan bahasa baku atau standar. Variasi-variasi yang lain, yang disebut variasi nonbaku atau nonstandard,

Bertolak dari hal tersebut. penulis merasa penting untuk menganalisis kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dalam abstrak yang berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar). Oleh karena itu bahasa yang digunakan harus mengikuti kaidah-kaidah kebahasaan yang ada. Kesalahan penggunaan bahasa bisa menimbulkan interpretasi yang berbeda antara orang yang satu dan yang lainnya.2 Rumusan Masalah 1. 1. Bahasa Indonesia yang digunakan dalam karya tulis ilmiah adalah bahasa baku. yaitu sebagai alat komunikasi dalam situasi yang tidak resmi. Apa saja kesalahan bahasa yang terdapat dalam abstrak yang berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan .tetap hidup dan berkembang sesuai dengan fungsinya. Apa saja kesalahan bahasa yang terdapat dalam abstrak yang berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar)? 2.3 Tujuan 1. Bagaimana perbaikan kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dalam abstrak yang berjudul dalam abstrak yang berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar)? 1. Mengapa hal-hal dalam abstrak yang berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar) tersebut dikatakan salah? 3.

titik koma. kata berimbuhan dan partikel-partikel dituliskan. Mengapa hal-hal dalam abstrak yang berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar) tersebut dikatakan salah? 3. Ejaan didasarkan pada konvensi semata-mata.Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar)? 2. tanda seru. titik dua. Ejaan Ejaan ialah pelambangan fonem dengan huruf (Badudu. tanda tanya. koma. kata ulang. dalam sistem ejaan termasuk juga 10 ketetapan tentang bagaimana satuan-satuan morfologi seperti kata dasar. Dalam sistem ejaan suatu bahasa. Ejaan itu disusun oleh seorang ahli bahasa atau oleh suatu panitia yang terdiri atas beberapa orang ahli bahasa. kemudian disahkan atau diresmikan oleh . 2) ketetapan tentang bagaimana menuliskan kalimat dan bagian-bagian kalimat dengan pemakaian tanda-tanda baca seperti titik. Bagaimana perbaikan kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dalam abstrak yang berjudul dalam abstrak yang berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar)? BAB II Landasan Teori 1. Lambang fonem itu dinamakan huruf. Susunan sejumlah huruf dalam suatu bahasa disebut abjad. Selain pelambangan fonem dengan huruf. 1985:31). ditetapkan bagaimana fonem-fonem dalam bahasa itu dilambangkan. jadi lahir dari hasil persetujuan para pemakai bahasa yang bersangkutan. kata majemuk. tanda kutip.

2. sesudah itu baru bagian keterangannya. Kedua syarat yang dimaksudkan itu adalah sebagai berikut: pertama. mengingat bahwa situasi kebahasaan itu bermacam-macam adanya. sudah baiklah bahasa seseorang apabila sudah mampu mengemban amanat tersebut. tidak selamanya bahasa yang benar itu baik. Disikapi dari sudut ini. sebagai alat penyampai maksud dan perasaan seorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Namun. Demikian pula halnya dalam bahasa Indonesia. ejaan yang kita pakai ialah Ejaan Soewandi (Ejaan Republik) dan ejaan ini pun merupakan Ejaan van Ophuysen yang disempurnakan. Perhatikanlah contoh-contoh di bawah ini! Susunan yang salah Susunan yang benar . Ejaan yang kita pakai dewasa ini disebu Ejaan yang Disempurnakan yaitu ejaan yang telah disusun oleh Lembaga Bahasa Nasional (LBN). 2006:112). Sebelum ini. yakni bahasa Indonesia yang baik tidak selalu benar dan bahasa Indonesia yang benar tidak selalu baik (Sloka. atau sebaliknya. Jadi. Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Peranan bahasa yang utama adalah sebagai sarana komunikasi. memahami baik-baik kaidah bahasa Indonesia dan kedua. 3. sedangkan bahasa yang benar adalah bahasa yang menaati kaidah-kaidah kebahasaan.pemerintah. memahami benar situasi kebahasaan yang dihadapi. Masyarakat pemakai bahasa mematuhi apa yang telah ditetapkan itu. ada dua syarat utama yang harus dipenuhi oleh setiap pengguna bahasa Indonesia agar bahasa yang digunakannya itu baik dan benar. tidak selamanya bahasa yang baik itu benar. Bertitik tolak dari pengertian tersebut. Beberapa Kaidah Dasar Bahasa Indonesia (1) Susunan kata bahasa Indonesia mengikuti hukum DM (Diterangkan-Menerangkan) Susunan kata bahasa Indonesia mengikuti hukum DM berarti bahwa kata yang penting (diterangkan) disebutkan atau dituliskan lebih dulu. bahasa yang baik adalah bahasa yang sesuai dengan situasi pemakaiannya. Ejaan yang sudah disusun itu kemudian ditinjau kembali sebelum disahkan oleh pemerintah.

regu). kerbau-kerbau. kaum. Ia tidak mengenal tingkatan dalam pemakaian. sekolah-sekolah). Contoh: . Bentuk tunggal Bentuk jamak mahasiswa para mahasiswa alumnus alumni politikus politisi musikus musisi (3) Tidak mengenal tingkatan dalam pemakaian Bahasa Indonesia adalah bahasa yang demokratis. atau “sor-singgih”.Lovina Hotel Hotel Lovina Pertama kali Kali pertama Lanjut usia (Lansia) Usia lanjut (Sialan) Mini bus Bus mini Vokal grup Grup vokal Lain kali Kali lain (2) Tidak mengenal perubahan bentuk kata benda akibat penjamakan Penjamakan dalam bahasa Indonesia menggunakan pengulangan kata (reduplikasi) (seperti kertas-kertas. Tidak seperti bahasa Jawa dan Bali yang mengenal “unggah-ungguh. tidak mengenal perubahan bentuk kata kerja sehubungan dengan orang yang melakukan pekerjaan tersebut. Penjamakan juga bisa dilakukan dengan penambahan kata bilangan jamak (seperti para. rombongan.

baik leksikal maupun gramatikal. predikat. Variasi tersebut dinamakan bahasa baku atau standar. dll. Salah satu variasi tersebut “diangkat” untuk mendukung fungsi-fungsi tertentu.(kalau ada) secara eksplisit dan konsisten. 4. dalam kata kerja kalimatnya. yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri dalamproses komunikasi. bahasa Indonesia mempunyai variasi-variasi atau ragam-ragam. (1) Bahasa Indonesia baku menggunkan ucapan (lafal) baku (dalam ragam bahasa lisan) (2) Bahasa Indonesia baku menggunakan ejaan resmi (dalam ragam bahasa tulis). (6) Bahasa Indonesia baku. Ciri-ciri Bahasa Indonesia Standar Bahasa Indonesia standar atau bahasa Indonesia baku memiliki sejumlah ciri. kami mengucapkan terima kasih.Atas kedatangan Bapak-bapak. menggunakan awalan medan ber. (3) Bahasa Indonesia baku membatasi unsur bahasa daerah. Variasi-variasi yang lain. 5. Variasi-variasi tersebut sejajar.) secara eksplisit dan konsisten pada setiap kalimatnya. yaitu sebagai alat komunikasi dalam situasi yang tidak resmi. Sebagai bahasa yang hidup. (4) Bahasa Indonesia baku menggunakan bahasa gramatikal (subjek. . (5) Bahasa Indonesia baku menggunakan konjungsi bahwa atau karena (bila ada) secara eksplisit dan konsisten pada kalimatnya. yang disebut variasi nonbaku atau nonstandard. Bahasa Indonesia Standar atau Baku Bahasa Indonesia bukanlah bahasa dengan sistem yang tunggal. tetap hidup dan berkembang sesuai dengan fungsinya. dalam pengertian tidak ada yang lebih tinggi daripada yang lain.

. (10) Bahasa Indonesia baku menggunakan konstruksi sintetis. partikel –lah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1). (8) Bahasa Indonesia baku menggunakan kata depan (bila ada) yang tepat. 3. pun (bila ada) digunakan secara eksplisit dan konsisten. BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 1. (3). Jurusan Teknologi pendidikan 2. (2) Hubungan antara Motivasi Mengajar pada Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar di SMA Negeri di kota Amlapura. (11) Bahasa Indonesia baku menghindari pemakaian unsur-unsur leksikal yang terpengaruh oleh dialek atau bahasa sehari-hari. . (9) Dalam bahasa Indonesia baku. Hubungan antara pemahaman Media Belajar dan Pemanfaatan Media Belajar di SMA Negeri di kota Amlapura. DATA KESALAHAN 1. -kah.(7) Dalam bahasa Indonesia baku. 4. pemakaian pola aspek-pelaku-tindakan secara konsisten. Kekuatan dan arah hubungan antara tingkat Pemahaman Media Belajar dan Motivasi mengajar para Guru dengan efektivitas Pemanfaatan Media Belajar di SMA Negeri di kota Amlapura.

Metoda pengumpulan data menggunakan kuesioner. signifikan dengan α = 0. Perbaikannya adalah sebagai berikut. 6. (1) pemanfaatan media belajar guru SMA Negeri di kota Amlapura berada pada kategori tinggi. (2) pemahaman media belajar guru SMA Negeri di kota Amlapura berada pada kategori tinggi sedang motivasi mengajar guru SMA Negeri di kota Amlapura berada pada kategori sedang.954 9. karena populasi penelitian ini sedikit.5 % 2. Jurusan Teknologi Pendidikan 2.5. Populasi penelitian ini adalah guru SMA Negeri di kota Amlapura. 8. 7. Mengapa salah? Penulisan nama jurusan yang merupakan institusi.766. sebesar 0. huruf awalnya harus ditulis dengan huruf kapital. Kesalahan yang terdapat pada data kedua adalah sebagai berikut. Kesalahan yang terdapat pada data pertama terletak pada kesalahan penulisan huruf. Hubungan bersama-sama antara pemahaman media belajar. . 10. ANALISIS 1. motivasi mengajar dengan pemanfaatan media belajar tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan dengan α = 0. tes dan lembaran observasi sedangkan tehnik analisis data yang digunakan adalah tehnik analisis product moment dan tehnik analisis regresi ganda untuk mengetahui hubungan secara bersama-sama antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. maka dalam penelitian ini tidak meneliti sampel tetapi meneliti populasi.

Media.Kalimat yang mengandung kata-kata tersebut bukan merupakan sebuah judul. . .Nama tempat/geografis yang langsung diikuti nama tempatnya harus ditulis dengan huruf kapital pada awal katanya. . 3. dan Pemanfaatan.Tidak adanya tanda baca titik dua (:) . Belajar.) setelah (1).Karena kalimat tersebut merupakan kalimat pemerian.) setelah (2).Tidak adanya tanda baca titik dua (:) setelah kata mengetahui. .Penggunaan kata untuk menjadikan kalimat tersebut pleonastis. Penggunaan kata bertujuan saja sudah cukup.Penulisan kota menggunakan huruf kecil pada awal katanya Mengapa salah? . .Penggunaan tanda titik (. Penelitian ini bertujuan mengetahui: (1) hubungan antara pemahaman media belajar dan pemanfaatan media belajar di SMA Negeri di Kota Amlapura. . Kesalahan yang terdapat pada data nomor tiga adalah sebagai berikut.Penggunaan tanda titik (.Penggunaan kata untuk . jadi sebaiknya digunakan huruf kecil.. .Kesalahan juga terdapat pada penggunaan huruf kapital pada awal kata Hubungan. Perbaikannya adalah sebagai berikut.Hal tersebut salah karena pemakaian tanda kurung (( )) saja sudah cukup. . .

Perbaikannya adalah sebagai berikut.) setelah (3) . .Penggunaan tanda titik (. dan Belajar. kata tersebut tidak cocok dipasangkan dengan kata dengan.Kesalahan juga terdapat pada penggunaan huruf kapital pada awal kata Hubungan.Kesalahan pada penggunaan huruf kapital pada awal kata Kekuatan. Jadi. .Penulisan kota menggunakan huruf kecil pada awal katanya. Pemanfaatan Media. Mengapa salah? . . Guru. Pemahaman. .Kalimat yang mengandung kata-kata tersebut bukan merupakan sebuah judul. Media.Kesalahan pemakaian antara dan dengan. Belajar. . Motivasi. . Motivasi. .Penulisan kota harus diawali dengan huruf kapital karena diikuti nama kotanya. Mengapa salah? . Guru.Nama tempat/geografis yang langsung diikuti nama tempatnya harus ditulis dengan huruf kapital pada awal katanya. . jadi tidak perlu ditulis dengan huruf kapital pada awal katanya. 4..Kata antara memiliki pasangan tetap dan. (2) hubungan antara motivasi mengajar pada guru dan pemanfaatan media belajar di SMA Negeri di Kota Amlapura.Hal tersebut salah karena pemakaian tanda kurung (( )) saja sudah cukup. Kesalahan yang terdapat pada data nomor empat adalah sebagai berikut. dan Pemanfaatan. Mengajar.

Kalimat yang panjang dan tidak jelas. . Untuk itu tanda koma di belakang Amlapura sebaiknya diganti dengan tanda titik dan kata karena diawali dengan huruf kapital.Nama tempat/geografis yang langsung diikuti nama tempatnya harus ditulis dengan huruf kapital. .Sebaiknya dijadikan sebuah kalimat baru agar tidak terlalu panjang dan lebih enak dibaca. Kesalahan yang terdapat pada data nomor lima adalah sebagai berikut.. Sebaiknya kalimat tersebut dipecah menjadi dua kalimat sehingga batas-batas ide/gagasan dalam kalimat tersebut jelas.Karena pemakaian tanda kurung (( )) saja sudah cukup. . (3) kekuatan dan arah hubungan antara tingkat pemahaman media belajar dan motivasi mengajar para guru dengan efektivitas pemanfaatan media belajar di SMA Negeri di Kota Amlapura. jadi tidak perlu ditulis dengan huruf kapital pada awal katanya. .Karena ide/gagasan yang dikandung kalimat berikutnya berbeda. . 5.Kalimat yang mengandung kata-kata tersebut bukan merupakan sebuah judul.Penulisan kota yang diawali dengan huruf kecil. Perbaikannya adalah sebagai berikut.Penggunaan kata dalam. . .Penggunaan kata penelitian.Nama tempat/geografis yang langsung diikuti nama tempatnya harus ditulis dengan huruf kapital. . Mengapa hal tersebut salah? . .

Karena populasi penelitian ini sedikit. .Kata tehnik tidak baku.. Populasi penelitian ini adalah guru SMA Negeri di Kota Amlapura.Karena ide/gagasan yang dikandung kalimat berikutnya berbeda.Penggunaan kata dalam membuat kedudukan subjek dalam kalimat tersebut menjadi tidak jelas.Kata metoda adalah kata yang tidak baku. .). .Kesalahan penulisan kata metoda. Jadi. . .Kata product moment tersebut merupakan istilah/kata asing. 6. Sehingga. Kesalahan yang terdapat pada data nomor enam adalah sebagai berikut.Penulisan tehnik.Kesalahan pemakaian antara dan dengan.Karena yang bisa meneliti adalah peneliti bukan penelitian. Yang baku adalah teknik. Perbaikannya adalah sebagai berikut. seharusnya ditulis dengan huruf miring. batas-batas ide/gagasan tersebut akan menjadi jelas. . . .Setelah kata observasi tidak diisi tanda baca berupa koma (. dengan penggunaan tanda baca berupa koma (.Penulisan istilah/kata product moment yang merupakan bahasa asing tidak dicetak miring. Oleh karena itu kata peneltiian sebaiknya diganti dengan penelitian. Mengapa hal tersebut salah? . . Yang baku adalah metode. maka peneliti tidak meneliti sampel tetapi meneliti populasi. .).

sedangkan motivasi mengajar guru SMA Negeri di Kota Amlapura berada pada kategori sedang.) Perbaikannya adalah sebagai berikut. Oleh karena itu kata sedang harus diganti dengan sedangkan dan di depannya diberi tanda baca berupa koma (. Mengapa salah? .Kalimat yang rancu bisa menyebabkan pembaca kebingungan. kata tersebut tidak cocok dipasangkan dengan kata dengan. Jadi.Nama tempat/geografis yang langsung diikuti nama tempatnya harus ditulis dengan huruf kapital. (1) Pemanfaatan media belajar guru SMA Negeri di Kota Amlapura berada pada kategori tinggi. .. .Kalimat yang rancu. . .Penggunaan huruf kecil pada awal kalimat.Kata antara memiliki pasangan tetap dan. Kesalahan yang terdapat pada data nomor tujuh adalah sebagai berikut. Perbaikannya adalah sebagai berikut. 7. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis product moment dan teknik analisis regresi ganda untuk mengetahui hubungan secara bersama-sama antara variabel bebas dan variabel terikat.Penulisan kota yang diawali dengan huruf kecil. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner.Setiap kata pada awal kalimat harus diawali dengan huruf kapital. tes dan lembaran observasi. . . (2) pemahaman media belajar guru SMA Negeri di Kota Amlapura berada pada kategori tinggi.

Hubungan antara pemahaman media belajar. .Penggunaan tanda titik (. Perbaikannya adalah sebagai berikut.954 9. signifikan dengan α = 0.Kata antara memiliki pasangan tetap dan. kata tersebut tidak cocok dipasangkan dengan kata dengan.Kalimat yang rancu .) yang tidak tepat.). Mengapa salah? . motivasi mengajar dan pemanfaatan media belajar tidak menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan dengan α = 0. Kesalahan yang terdapat pada data nomor delapan adalah penggunaan tanda titik (. .Kesalahan pemakaian antara dan dengan.). . Perbaikannya adalah sebagai berikut. Jadi. .766. Kesalahan yang terdapat pada data nomor sembilan adalah sebagai berikut. Mengapa salah? Untuk menyatakan bilangan di bawah satu dengan menggunakan angka nol (0) harus diikuti dengan tanda baca berupa koma (.Untuk menyatakan bilangan di bawah satu dengan menggunakan angka nol (0) harus diikuti dengan tanda baca berupa koma (.8. .Kalimat yang rancu akan membingungkan pembaca.) yang tidak tepat. Sebaiknya kata bersama-sama dihilangkan dan kata terdapat diganti dengan menunjukkan.

serta pembahasan yang telah penulis paparkan. (3) kalimatnya ada yang pleonastis atau tidak jelas unsur subjek dan predikatnya. (2) huruf awal pada awal kalimat tidak ditulis dengan huruf kapital. (3) kalimat yang rancu. sebesar 0. (6) kesalahan pemakaian antara dan dengan. maka diperoleh simpulan sebagai berikut. Mengapa salah? Untuk menyatakan bilangan di bawah satu dengan menggunakan angka nol (0) harus diikuti dengan tanda baca berupa koma (.10. Kesalahan dalam abstrak berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar meliputi: (1) penggunaan tanda baca yang tidak tepat. 2. 1. (4) penggunaan kata yang tidak baku. Hal-hal dalam abstrak yang berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar) tersebut dikatakan salah karena: (1) tanda baca tidak sesuai atau berlebihan. (4) karya tulis ilmiah harus menggunakan kata yang .5 % BAB III PENUTUP 3. (5) penulisan istilah asing yang salah.).1 SIMPULAN Berdasarkan rumusan masalah dan hasil. (2) kesalahan penulisan ejaan. Kesalahan yang terdapat pada data nomor sepuluh adalah penggunaan tanda titik (.) yang tidak tepat. Perbaikannya adalah sebagai berikut.

. (5) menulis istilah asing dengan huruf miring.baku. (4) mengganti kata yang tidak baku dengan yang baku. Hasil analisis ini boleh digunakan sebagai pedoman tetapi alangkah baiknya jika Anda menggunakan bukubuku atau referensi lain untuk menambah wawasan dan pengetahuan Anda.2 SARAN Setelah penulis melakukan analisis terhadap abstrak skripsi yang berjudul Pemanfaatan Media Belajar oleh para Guru SMA Negeri di Kota Amlapura (Studi tentang Hubungan Pemahaman Media Belajar dan Motivasi Mengajar para Guru dengan Pemanfaatan Media Belajar. (1) Mengurangi tanda baca yang berlebihan/menambahkan tanda baca yang dirasakan perlu. 3. (5) istilah asing tidak dicetak dengan huruf miring. penulis menyarankan kepada para penulis skripsi atau karya ilmiah lainnya agar berhati-hati dalam penggunaan bahasa Indonesia karena bahasa yang digunakan oleh seseorang menunjukkan kepribadian pemakainya. (6) antara memiliki pasangan tetap dan. Perbaikannya adalah sebagai berikut. (3) mengurangi kata-kata yang membuat kalimat tersebut menjadi pleonastis atau mengubah kalimatnya agar jelas unsur subjek dan predikatnya. ikutilah kaidah-kaidah kebahasaan yang ada. 3. (6) memasangkan antara dengan dan. (2) Mengganti huruf awal kata pada awal kalimat dengan huruf kapital. Untuk itu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->