Saliva: Sekresi, Komposisi dan Fungsi

Dr. Haris Budi Widodo

Saliva berfungsi untuk pertahanan gigigeligi dan untuk berfungsinya selaput lendir dengan baik, berbicara, mengunyah dan menelan.

2. Efek pada de dan remineralisasi email. 4. menghasilkan pengurangan akumulasi plak. 5. Pengaruh sebagai bufer. Aktivitas antibakterial. Pembersihan mekanis. 3. Efek melindungi oleh Saliva dilandasi faktor-faktor berikut: 1. Interferensi perlekatan bakteri pada permukaan gigi dan agregasinya. .

bibir. langitlangit keras dan lunak dan lidah. Terdapat di dalam mukosa pipi. . glandula submandibularis dan glandula sublingualis dan cairan sekresi kelenjar kecil atau kelenjar aksesori.  Sumbangan berbagai kelenjar Saliva kepada produksi Saliva total sangat tergantung kepada tingkat stimulasi dan sifat stimulus. selanjutnya cairan krevikular masih memberi sedikit sumbangan kepada Saliva total.Berbagai kelenjar penghasil Saliva:  Saliva tersusun dari produk sekresi tiga pasang kelejar Saliva besar (glandula parotis.

.

.

Kecepatan sekresi bervariasi dari hampir tidak dapat diukur selama tidur sampai 3-4 ml/min pada stimulasi maksimal.  .  Jumlah total Saliva setiap 24 jam berdasarkan pengukuran pada pasien dengan suatu fistel di dalam esofagus ditaksir 500-600 ml.

 Kelenjar submandibula (SM) menyumbang kurang lebih 70%.  .  Pada malam hari produksi agak berhenti ( ± 10 ml/8 jam).Kira-kira separuh jumlah ini berasal dari Saliva yang tidak dipacu. yang diproduksi setelah stimulasi. separuh lainnya dibentuk oleh Saliva.  Kelenjar parotis (Par) malam hari sama sekali tidak memberikan apa-apa. kelenjar sublingual (SL) dan kelenjar aksesori bertanggungjawab atas sisanya.

0 58 33 1.5 Kelenjar asesori 6.5 7.5 7.5 dengan asam 45 46 1.0 2.5 70.Sumbangan berbagai kelenjar untuk produksi Saliva (%) Distimulasi Kelenjar Parotis Submandibularis Sublingualis Tidak Mekanis distimulasi 21.5 .

 Psikis misalnya dengan membayangkan makanan enak.  Neuronal: kolinergik melalui asetilkolin dan adrenergik melalui noradrenalin (melalui a dan b reseptor).Rangsang untuk sekresi dapat terjadi melalui jalan berikut:  Mekanis misalnya karena mengunyah makanan keras.  Kimiawi misalnya stimulasi dengan asam sitrun. . stres mempunyai efek sebaliknya dan menghambat sekresi.

kalau berat kelenjar juga diperhatikan.6 ± 7.6 g dan untuk Parotis 21.5 ± 2.  . Parotis pada stimulasi mekanis. Setiap gram berat kelenjar SM dalam keadaan istirahat dapat memproduksi sepuluh kali lipat dibandingkan Parotis.  Sumbangan tinggi SM semakin meningkat.Sumbangan berbagai kelenjar berubah kalau dari keadaan yang tidak distimulasi beralih ke stimulasi mekanis atau kimiawi.2 g.  Submandibula memberi bagian terbesar dalam keadaan istirahat. Untuk SM rata-rata adalah 6.

 Sublingualis dan kelenjar aksesori hanya memberi sumbangan kecil. karena ditinjau dari jumlah komponen sekresi tertentu.  . seperti musin.Dipandang dari sudut volume. produksinya bisa sama dengan kelenjarkelenjar besar. Meskipun demikian sumbangan tersebut sangat berarti.

menunjukkan suatu variasi individual yang besar. tetapi faktor lain. yang dibentuk setiap satuan waktu. seperti cara bagaimana bereaksi terhadap rangsang.  Besarnya kelenjar sangat penting.Jumlah Saliva. sangat berperan pada variasi tersebut  .

Karena tiap-tiap sel (serus.FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN SUSUNAN SALIVA  Produk sekresi pada berbagai sel sering ditimbun pada granula.  Sumbangan relatif kelenjar juga tergantung dari faktor lain. mukus) membuat produksi sekresi spesifik dan ini bahkan untuk tiap kelenjar dapat berlainan.  . maka tiap kelenjar akan menghasilkan Saliva dengan susunan spesifik. seperti stimulus (kolinergik atau adrenergik). irama siang dan malam dan ukuran resorpsi dalam saluran pembuangan.

.

.

Parotis adalah suatu kelenjar serus dan tidak mengeluarkan musin sama sekali.  Sehingga ada hubungannya antara viskositas Saliva dengan bercampurnya sumbangan berbagai kelenjar.  SM adalah sebagian serus dan sebagian mukus dan SL seperti kebanyakan kelenjar aksesori adalah sebagian besar mukus.  Viskositas sebanding dengan persentase sel-sel yang menghasilkan musin di dalam kelenjar.  .

perubahan yang terjadi di dalam muara pembuangan. yang dapat dibedakan dalam dua tahap: 1. pembentukan di cairan asinar 2. . Sekresi Saliva merupakan suatu proses aktif.

00-0.54) (0.00-0.Variasi individual dalam kecepatan sekresi saliva Ml/menit Par SL SM 0.20) .14-1.29 0.02 0.085) (0.48 Setelah stimulasi dgn asam (0.

 .Di dalam muara pembuangan Parotis dan SM dapat disekresi atau diresorpsi air dan elektrolit oleh sel-sel epitel saluran pembuangan.  Yodida dan tiosinat konsentrasinya juga meningkat oleh saluran pembuangan. untuk kalium. kalsium dan bikarbonat berefek pada pertambahan dalam produk akhir. Proses seluruhnya di bawah kontrol susunan saraf autonom.  Untuk natrium dan klorida terjadi suatu reaksi kuat.

tetapi tidak berkurang lagi. Klorida dan kalsium mula-mula menurun dan naik pada kecepatan sekresi yang bertambah lebih lanjut. setelah tercapai suatu kecepatan sekresi tertentu. sedangkan fosfat dan magnesium tetap berkurang.    Kecepatan aliran Saliva melalui saluran pembuang juga sangat berpengaruh pada konsentrasi akhir komponen Saliva. . natrium dan bikarbonat meningkat dengan kecepatan sekresi. diantaranya amilase. Konsentrasi protein total. Kalium mula-mula menurun.

 Perilaku berbagai komponen Saliva juga tergantung lamanya stimulasi. sedangkan kalsium. Klorida cenderung berkurang. kalium dan fosfat setelah menit-menit pertama tetap konstan. . Natrium. bikarbonat dan protein mula-mula sedikit menurun dan kemudian meningkat lagi.

Di samping faktor-faktor tersebut.  Dalam hal ini Saliva sangat berbeda dengan darah yang susunannya hanya berubah dalam batas yang sangat sempit  . sifat stimulus dan waktu dalam sehari susunan dan sifat Saliva juga akan berubah.  Kecepatan sekresi. irama siang dan malam juga menentukan konsentrasi komponen-komponen Saliva. lamanya stimulasi.

tetapi juga dalam SM (± 20%).  Asam arang anhidrase dijumpai di dalam sel-sel saluran pembuangan. SM dan SL.  Lisozim berasal dari Parotis. Dalam Kelenjar Parotis sel mukus itu tidak dijumpai. Protein Saliva Parotis terdiri atas 25% amilase.Protein dan enzim dalam Saliva  Musin hanya dibentuk dalam sel mukus SM. SL. dan kelenjar aksesori. .  Amilase terutama diproduksi dalam Parotis.

Imunoglobulin dibentuk di dalam sel-sel plasma semua kelenjar Saliva.  Di dalam Saliva terutama ditemukan Ig A (± 2.8 mg/ml). Kebalikannya dalam darah Ig G adalah komponen utama (± 12 mg/ml).  .

2 0.5 2-2.Protein dan enzim di dalam Saliva pl berat Karbohi mol(x10-3) drat (%) Amilase Lisosim Protein kaya prolin asam Basa Musin Imunoglobulin Ig A Ig G IgM Laktoferin Laktoperoksida se 6-7 10.0 +1 .2-2.4 1.4 0.5 ±50 PO4340 2 ±50 SO42- <5 + + 9.5 35 .0500 0 70-90 +50 20 ±50 ±50 ±50 + 19.5 ± 4.4 54-57 14 6-12 Par Sm total (mg/ 100 MI) 40-45 2.3 ±50 30 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful