KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

1 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

1. BERKEMAH

Berkemah mempunyai arti yaitu hidup di luar rumah dalam
beberapa waktu, dengan menggunakan tenda dan alat-alat
yang sederhana serta cara dan tujuan yang benar. Bagi
masyarakat pedesaan, berkemah dilakukan dalam rangka
mengolah tanah untuk ditanami berbagai tanaman yang
bermanfaat bagi kehidupannya. Berkemah bukan saja
dilakukan dengan cara menetap di satu tempat, juga dalam
bentuk berpindah-pindah. Perlengkapan berkemahnya pun
sangat sederhana, dengan memanfaatkan bahan-bahan yang
ada di alam sekitarnya, seperti membuat gubuk
(bivak/shelter) dari rumput alang-alang, daun-daunan,
jerami dan sebagainya.

Berkemah atau camping saat ini semakin meluas, dan sudah
menjadi semacam gaya hidup bagi masyarakat perkotaan
untuk menghilangkan kejenuhan selama bekerja. Dan bagi
anak-anak remaja, setiap masa liburan panjang, berkemah
dilakukan untuk mengisi liburan, tidak terkecuali anggota
Gerakan Pramuka maupun organisasi pecinta alam yang
tumbuh subur dikalangan generasi muda.

Bagi sebagian masyarakat, berkemah dilakukan hanya
sekedar mengisi liburan sekaligus berekreasi untuk
menenangkan fikiran serta kejenuhan. Tapi bagi Anggota
Gerakan Pramuka atau para Pecinta Alam, berkemah
mempunyai tujuan dan manfaat yang lebih luas.

TUJUAN
Berkemah atau Camping mempunyai tujuan, antara lain:
1. meningkatkan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. mengembangkan kepercayaan kepada diri sendiri
3. mengembangkan kepribadian dan kewiraswastaan.
4. meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan
5. rekreasi yang sehat
6. bakti sosial kepada rnasyarakat sekitarnya
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

2 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

7. mengumpulkan data dan informasi untuk penggunaan
lebih lanjut.

MANFAAT
Manfaat berkemah jika dilakukan secara baik dan teratur,
antara lain:
a. mempertebal Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa.
b. mengembangkan jiwa demokrasi, gotong royong,
kerjasama dan setia kawan
c. mengembangkan sifat kepemimpinan dan ketrampilan
manajerial
d. mengembangkan ketrampilan dan pengetahuan
e. mengembangkan rasa cinta alam dan lingkungan hidup
f. mengembangkan rasa percaya pada diri sendiri
g. mengembangkan sifat disiplin
h. mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan
kesehatan
i. mengembangkan rasa cinta tanah air dan membina
kesatuan bangsa
j. mengembangkan kemampuan bergaul dengan
masyarakat dan orang lain.
k. merupakan kegiatan rekreasi yang sehat, bermanfaat
dan murah meningkatkan kemampuan berfikir
l. menumbuhkan sikap peduli pada masyarakat sekitar,
dan lain-lain.

MACAM-MACAM BERKEMAH
Ada beberapa macam berkemah ditinjau dari tujuan dan
sasaran yang ingin dicapai, dibedakan antara:

1. Perkemahan Bakti,contoh Perkemahan Wirakarya,
Kemah Kerja dll.
2. Perkemahan ilmiah, yaitu untuk penelitian, pengumpulan
data dan informasi.
3. Perkemahan Rekreasi
4. Perkemahan Pendidikan, untuk melatih watak,
ketrampilan, pengetahuan dan berorganisasi.
5. Perkemahan mengenal daerah lain.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

3 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808


Ditinjau dari lamanya waktu yang dipergunakan untuk
berkemah, adalah:
1. Perkemahan sehari (Pagi berangkat, sore pulang)
2. Perkemahan tetap (beberapa hari berkemah menetap di
suatu tempat).
3. Perkemahan Safari (berpindah-pindah tempat).
4. Mengembara
5. Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami).

SASARAN DAN MOTIVASI
Sebelum mengadakan perkemahan, harus ditentukan
terlebih dahulu sasaran dan motivasi secara terperinci.
Sasaran dalam perkemahan harus diketahui oleh setiap
peserta maupun panitia penyelenggara. Sebab sasaran dan
motivasi ini akan menyangkut masalah jumlah peserta,
biaya, lamanya waktu perkemahan, peralatan dan
perlengkapan yang harus dibawa, alat transportasi dan lain-
lain.

PERENCANAAN
Agar perkemahan itu mencapai hasil yang baik, dibuat
perencanaan yang baik. Untuk membuat rencana yang baik,
dibutuhkan data-data yang lengkap tentang tempat atau
lokasi perkemahan yang akan digunakan. Sebab itu, perlu
diadakan peninjauan langsung di lapangan.
Untuk mendapatkan data-data yang lengkap, peninjauan
meliputi:
a. keadaan medan tempat berkemah (termasuk air untuk
masak dan mandi)
b. kesehatan dan sarananya
c. keamanan (gangguan binatang buas, alam dan manusia)
d. pemilik arena perkemahan
e tempat berbelanja yang terdekat (pasar, warung, dll)
f. hubungan dengan aparat pemerintah setempat
g. kemungkinan acara kegiatan dan bakti masyarakat yang
dapat dilaksanakan
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

4 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

h. alat transportasi yang dipergunakan untuk mencapai
lokasi, serta biayanya
i. tempat-tempat dan obyek-obyek yang dapat dikunjungi,
dan lain-lain.

Dari data-data yang diperoleh, kemudian disusun suatu
perencanaan yang meliputi:
a. Waktu yang akan dipergunakan:
1. lamanya perkemahan
2. kapan berangkat
3. kapan kembali
4. kapan menyelesaikan laporan dan
pertanggungjawaban.

b. tempat untuk berkemah
c. biaya berkemah
d. untuk mencapai lokasi perkemahan, apakah dengan jalan
kaki atau mempergunakan kendaraan. Kendaraan apa
yang akan dipakai, milik siapa, dan jika menyewa berapa
biayanya, dll.
e. peserta perkemahan
1. jumlahnya
2. syarat-syaratnya
f. pimpinan perkemahan, panitia penyelenggara dan
pembagian tugas
g. peraiatan yang diperlukan dari mulai persiapan,
pelaksanaan hingga selesainya perkemahan, dan lain
sebagainya.

TEMPAT PERKEMAHAN
Tempat perkemahan yang ideal merupakan persyaratan
utama agar perkemahan berhasil dengan baik. Tempat
perkemahan yang baik adalah:

1. Mempunyai pemandangan yang indah dan ada tempat
yang baik untuk upacara dan kegiatan.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

5 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

2. Aman dari gangguan manusia yang tidak bertanggung
jawab (pencuri/kenakalan) dan dari gangguan binatang
(binatang buas, beracun dll).
3. Tersedianya air bersih untuk memasak, mandi dan cuci.
4 Pandangan sekeliling tidak terhalang.
5. Medan tempat perkamahan tidak tergenang air (letaknya
miring).
6. Tempatnya mudah dicapai.

PERSIAPAN SEBELUM BERKEMAH
Persiapan yang baik menjelang keberangkatan berkemah,
merupakan bagian penting dari suskes atau tidaknya
perkemahan. Persiapan itu meliputi:

a. Mental
Persiapan mental para peserta sangat dibutuhkan untuk
mengatasi kesulitan dan masalah-masalah yang akan
timbul selama perkemahan berlangsung.

b. Fisik
Menyangkut kesehatan para peserta. Untuk itu peserta,
jika perlu mempunyai surat keterangan dokter agar
dapat diketahui makananmakanan apa saja yang boleh
atau tidak dikonsumsi. Untuk itu, obat-obatan harus
selalu tersedia dalam perkemahan.

c. Peralatan/ Perlengkapan
Diusahakan untuk membawa peralatan/perlengkapan
seringan mungkin. Untuk itu setiap peserta harus
menyiapkan peralatan/ perlengkapan:
1. pribadi/perorangan
2. regu/kelompok/pasukan
3. gugusdepan/rombongan/Kwarran/Kwarcab

d. Bahan Makanan
Bahan makanan yang penting dan dibutuhkan untuk
kegiatan berkemah selama beberapa hari, meliputi:


KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

6 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

1. Beras
Kebutuhan beras atau nasi yang akan dimakan
cukup banyak karena peserta harus makan tiga kali
sehari.

Untuk setiap anak atau orang dengan berat badan
50 kg, dalam satu hari membutuhkan beras atau
nasi sebanyak 750 gram (3 cangkir beras). Jadi
setiap peserta dapat memperkirakan berapa liter
beras yang diperlukan selama perkemahan.

2. Ikan Kering
Pilih ikan yang benar-benar kering. Bila perlu,
dikeringkan lagi diterik matahari sebelum berangkat
berkemah. Banyak macam ikan kering, tapi yang
cocok adalah ikan teri dan ikan asin.

3. Minyak Goreng
Bawa sebotol minyak goreng. Memang banyak
pilihan tapi yang paling murah adalah minyak
kelapa.

4. Kopi, Teh dan Gula
Kopi atau teh biasanya dirninum dua kali sehari, pagi
dan sore. Air teh biasa dapat diminum sesudah
makan. Untuk itu penggunaan gula harus dihemat
dan diatur agar jangan sampai habis sebelum
perkemahan berakhir.
Takaran untuk gula setiap orang/anak perhari adalah
100 gram dan kopi 25 gram, sedangkan teh tidak
begitu banyak kebutuhannya.

5. Garam
Penggunaan garam tergantung pada selera rasa
masakan. Selain untuk memasak, garam juga
dibutuhkan untuk mencegah binatang seperti ular
dengan menaburkan disekeliling tenda.


KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

7 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

6. Cabai, Bawang Merah, Bawang Putih dan Jahe
Cabai sangat dibutuhkan untuk membuat sambal
sebagai penambah selera makan. Sedangkan
bawang merah, bawang putih dan jahe untuk
penyedap masakan.

7. Bahan Makanan Pengganti atau Tambahan
Banyak bahan makanan pengganti atau sebagai
tambahan yang mutu gizinya sebanding. Misalnya
beras dapat diganti dengan mie (supermie, indomie
dsb.) atau roti kering, terutama untuk sarapan pagi.
Kedua bahan makanan pengganti atau tambahan itu
cukup ringan untuk dibawa.
Ikan kering dapat diganti dengan udang kering,
cumi-cumi kering atau dendeng sapi. Makanan ini
selain enak rasanya, jelas harganya jauh lebih
mahal.
Untuk bumbu masak jangan lupa membawa merica,
kecap, terasi dan jeruk nipis. Selanjutnya untuk
lauk-pauk lainnya, bawa juga kacang tanah, emping,
telur, kentang, wortel, kacang panjang, kol dan
mentimun.

Meskipun di tempat berkemah dapat diperoleh bermacam-
macam bahan makanan, namun hal itu tidak boleh terlalu
diandalkan. Jadi lebih baik membawa perbekalan yang
dibutuhkan daripada harus mencari di lokasi perkemahan,
karena belum tentu kebutuhan yang diharapkan tersedia
disana.










KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

8 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

2. PENGEPAKAN PERALATAN

Persiapan menjelang keberangkatan berkemah merupakan
bagian penting dari berhasil atau tidaknya suatu
perkemahan. Salah satu persiapan yang perlu menjadi
perhatian bagi para peserta adalah persiapan
peralatan/perlengkapan berkemah. Prinsip yang harus
dipegang oleh setiap peserta perkemahan dalam menyiapkan
peralatan perlengkapan adalah membawa peralatan
seringan, sedikit, selengkap dan sepraktis mungkin. Untuk
itu perlengkapan berkemah perlu diperinci dan dicatat dalam
buku inventaris, baik perlengkapan milik sendiri maupun
yang dipinjam.

Peralatan atau perlengkapan yang akan dibawa terdiri dari:

1. Perlengkapan Pribadi/Perorangan:
a. Ransel; gunakan ransel dari bahan yang kuat, ringan
dan tidak mudah basah jika terkena hujan serta
sesuaikan dengan lamanya berkemah.
b. Pakaian Perjalanan; gunakan pakaian perjalanan dari
bahan yang kuat dan mempunyai kantong banyak.
Jangan membawa pakaian perjalanan dari bahan jean
karena selain berat, jika basah akan lama keringnya.
Baju dan celana perjalanan sebaiknya jangan yang
terlalu ketat atau terlalu longgar. Dianjurkan
membawa baju lengan panjang untuk menghindari
tangan atau lengan dari goresan duri ketika
menerobos belukar.
c. Pakaian Tidur; selain training pack bawa juga kain
sarung, selain untuk penahan dingin dapat digunakan
untuk sholat/ sembahyang.
d. Jaket Tebal; sebaiknya dari bahan nilon berlapis kain
dan mempunyai ponco dilehernya.
e. Kantung Tidur (sleeping bag) dan alas tidur (matras);
sangat berguna untuk penahan dingin.
f. Pakaian Cadangan; bawa secukupnya dan masukkan
dalam kantong plastik.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

9 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

g. Peralatan Makan; berupa piring, sendok, garpu, gelas
atau mug, tempat air atau peples.
h. Peralatan Mandi; gayung, sabun, sikat gigi, pasta gigi,
sandal, handuk.
i. Sepatu; pakailah sepatu yang menutupi hingga mata
kaki dan sepatu yang baik adalah yang terbuat dari
kulit.
j. Kaos Kaki; bawa beberapa pasang dan simpan dalam
kantong palstik.
k. Sarung Tangan; selain berguna untuk melindungi
tangan sewaktu menebas belukar, juga dapat
digunakan untuk penahan dingin.
l. Topi; bawalah topi yang terbuat dari kain dan bertepi
lebar.
m. Senter; jangan lupa untuk membawa bateray
cadangan. Selain untuk penerangan dapat berguna
untuk memberi isyarat jarak jauh.
n. Peluit; sangat berguna untuk alat komunikasi.
o. Korek Api; selain korek api gas, korek api kayu juga
perlu disiapkan. Untuk itu, sebaiknya disimpan dalam
tabung plastik bekas film berikut kertas pemantiknya.
p. Ponco; sangat berguna untuk jas hujan, tenda
darurat/bivak, alas tidur, tandu darurat serta
penampung air hujan. Jika tidak ada ponco, bawalah
plastik agak tebal seukuran taplak meja makan.
q. Obat-obatan Pribadi; jangan lupa untuk membawa
obat-obatan pribadi untuk pencegahan.

Untuk berkemah di pegunungan dan berkemah di tepi
laut/pantai, jenis pakaian yang dibawa harus berbeda.
Jika berkemah ditepi laut/pantai, sebaiknya membawa
pakaian yang praktis dan ticlak terlalu merepotkan
seperti kaos oblong, celana pendek dan pakaian renang.

2. Perlengkapan Regu/Kelompok/Pasukan
Yang perlu dipersiapkan dan dibawa berupa:
a. Tenda Regu/Kelompok lengkap dengan tali dan
pasaknya
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

10 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

b. Bendera Regu/Kelompok
c. Bendera Semaphore untuk alat komunikasi
d. Cangkul atau singkup kecil yang mudah dilipat
e. Golok atau pisau, kampak
f. Tongkat
g. Alat dapur berupa kompor, panci, wajan, tempat nasi,
ember
h. Lentera atau lampu badai
i. Lilin
j. Kompas
k. Peta lokasi (jika ada)
I. Payung lipat
m. Alat tidur dari plastik kedap air
n. Tali secukupnya
o. Kotak P3K, berisi obat sakit perut, sakit kepala, obat
luka, dll.

JENIS DAN BENTUK RANSEL
Peralatan atau perlengkapan pribadi yang akan dibawa
berkemah harus dimasukkan kedalam ransel, disusun
sedemikian rupa agar teratur dan mudah diambil jika
dibutuhkan. Pemilihan jenis ransel yang akan dibawa,
tergantung dari bentuk dan lamanya waktu berkemah.

Jenis-jenis dan bentuk ransel serta penggunaannya, dapat
dibedakan:

1. Ransel Tanpa Rangka
Bentuknya kecil dan tidak mempunyai rangka, yang hanya
dapat memuat sedikit perlengkapan pribadi. Digunakan
untuk berkemah yang waktunya tidak lama, yaitu sehari
atau dua hari misalnya Persami.






KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

11 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

2. Ransel Memakai Rangka Segi-tiga
Digunakan untuk perkemahan menetap yang waktunya
cukup lama. Ransel yang menggunakan rangka dari pipa-
pipa alumunium, merupakan ransel yang baik. Rangka ini
menjaga agar bawaan atau ransel tidak melekat ke
punggung. Sebab selama berjalan, punggung akan basah
berkeringat, dan hal tersebut dapat membuat bawaan
dalam ransel ikut basah juga. Karena itu jika membeli
ransel, cobalah dahulu ke punggung.

Sebuah ransel yang baik dan mahal serta cocok untuk
orang yang bertubuh tinggi, belum tentu cocok untuk
orang yang bertubuh pendek. Jangan membeli ransel
hanya karena melihat warna-warninya, sebab warna yang
indah menyala serta bentuknya indah belum tentu enak
dipakainya.









3. Ransel Memakai Rangka Segi-empat
Penggunaannya sama dengan ransel memakai rangka
segi-tiga, bedanya ransel jenis ini lebih banyak memuat
peralatan/ perfengkapan dan lebih padat, karena hampir
semua peralatan/ perlengkapan dapat disusun dalam satu
pengepakan.








KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

12 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Tata cara mengepak peralatan berkemah:
a. Letakkan lapisan plastik di dalam ransel sebelum pakaian
dimasukkan.
Maksudnya agar pakaian tidak basah oleh rembesan
keringat atau air hujan.
b. Peralatan atau pakaian yang segera diperlukan di tempat
perkemahan (misalnya pakaian seragam), harus
diletakkan paling atas. Sedangkan pakaian yang tidak
segera digunakan seperti pakaian tidur dan pakaian
pengganti, ditempatkan dibagian bawah.
c. Tempatkan peralatan lainnya pada kantong-kantong kecil
yang tersedia pada ransel sesuai dengan kebutuhan atau
keperluannya untuk memudahkan mengambilnya.
d. Barang-barang penting seperti dompet, buku catatan,
camera photo dan bahan makanan, sebelum dimasukkan
perlu dibungkus dengan plastik terlebih dahulu.

Contoh pengepakan peralatan pribadi pada sebuah
ransel.



















KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

13 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

PENGEPAKAN SEBUAH RANSEL

A. Pakaian hujan - mantel atau jas hujan yang menutupi
hingga bahuTempat air - alas tidur - tenda.
B. Peralatan makan - tempat minum, piring, sendok,
cangkir/mug.
C. Pakaian tambahan - sweater, kaos dsb.
Pakaian cadangan - pakaian dalam, kaos kaki dsb.
D. Perlengkapan tidur - kantong tidur, baju tidur dsb.
E. Tempat untuk senter, korek (pemantik) api dsb.
F. Peralatan peta - kompas, buku, pulpen dsb.




























KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

14 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

3. MENDIRIKAN TENDA

Tempat perkemahan yang ideal adalah yang tidak jauh dari
sumber air yaitu sungai atau danau. Dekat sumber air
memudahkan untuk mengambil air guna keperluan
memasak, mandi dan mencuci. Tetapi usahakanlah
mendirikan tenda sedikit jauh dari tepi sungai atau danau,
karena air sungai sewaktu-waktu dapat meluap jika turun
hujan di hulu sungai. Juga hindari mendirikan tenda dekat
dengan jalan setapak agar tidak mengganggu lalu-lalang
penduduk atau orang lain, yang mungkin akan berkemah di
tempat tersebut.

Beberapa hal yang perlu diketahui dalam mendirikan tenda:

1. Kemiringan Medan
Pada waktu musim penghujan, kemiringan medan tempat
berkemah harus lebih diperhatikan. Pilihlah tempat yang
tinggi, dengan begitu air akan mengalir ke bawah agar
tidak menggenangi tenda dan alas tidur serta
perlengkapan lainnya. Apabila tenda didirikan agak di
bawah dari tenda lain, buatlah parit kecil dan parit utama
sehingga air mengalir lancar. Jika lapangan perkemahan
berumput air akan cepat meresap dan dihisap oleh akar
rumput, sehingga tidak perlu lagi membuat parit. Hanya
saja tenda harus dialas dengan plastik lebar agar air tidak
membasahi ransel dan perlengkapan lainnya yang
terletak di bawah.
Hindari tanah rendah yang dasarnya melengkung, karena
jika turun hujan air akan menggenang. Lagi pula, dasar
lembah amat dingin diwaktu malam hari karena angin
malam terjebak ditempat itu. Bila mendirikan tenda di
tepi danau atau sungai atau laut, pilihlah tempat yang
agak tinggi untuk menghidari jika sewaktu-waktu air
sungai atau danau atau laut naik. Jangan pula berkemah
di puncak bukit yang terbuka untuk menghindari angin
dan sambaran petir.


KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

15 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

2. Pelindung Angin
Untuk menghindari tenda dari angin yang kencang, tenda
dapat didirikan diantara pepohonan, semak, pagar atau
tebing. Angin yang datang akan diperlambat/dihambat
oleh helai daun atau terhalang oleh dinding tebing. Sebab
itu sebelum mendirikan tenda, harus diketahui arah angin
agar dapat ditentukan letak dan bentuk pelindung.
Pepohonan juga bermanfaat untuk tempat berteduh dari
panas matahari, karena itu pilih pohon yang cukup kuat,
tidak mudah tumbang bila terkena hujan atau tertiup
angin kencang.

3. Faktor Keamanan
Tempat ideal untuk mendirikan tenda adalah yang jauh
dari jalan raya atau di bibir/tepi ngarai. Sebab jika lalai,
dapat terpeleset ke dalam ngarai atau bila bebatuan di
tepi ngarai lepas/runtuh dapat menyebabkan tenda dan
penghuninya terperosok ke bawah. Begitu juga, jangan
mendirikan tenda yang berada dijalan lalu-lalang hewan,
sebab hewan akan tertarik dengan warna-warni tenda.

4. Lapang atau Luas
Pilihlah ruang yang lapang/luas untuk mendirikan tenda.
Hindari mendirikan tenda bertumpuk-tumpuk atau
jaraknya terlalu dekat. Selain mengurangi kenyamanan,
juga suasananya tampak kacau, kotor dan sumpek.
Sewaktu melihat lokasi perkemahan, susun rencana
mendirikan tenda dan tempat meletakkan perlengkapan
lain.

5. Jenis Tanah
Jenis tanah berpasir dan berkerikil merupakan tempat
yang ideal untuk mendirikan tenda. Tanah jenis ini akan
mudah menyerap air dan tidak tergenang.
Jangan mendirikan tenda di atas tanah liat, karena jika
hujan gerimis saja, bisa menjadi sangat licin, lembab dan
air menggenang dimana-mana. Tanah yang ditumbuhi
rumput gelagah juga tidak baik, karena akan selalu basah
walau hanya karena embun. Dan biasanya di bawah
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

16 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

rumput ini, hidup serangga-serangga penggigit seperti
semut merah, kutu hitam dan sebagainya.

Susunan Tenda dan Peralatannya














MACAM-MACAM TENDA
Ada banyak macam tenda, corak, model serta tipenya.
Penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan rnaupun
kemampuan.
Jenis atau macam tenda yang perlu diketahui:

a. Tenda Berkerangka (Frame Tents)
Jenis tenda ini selain harganya mahal, model ini hampir
dapat memenuhi semua kebutuhan regu. Hanya saja,
cara mendirikannya tidak praktis karena harus sesuai
dengan petunjuk-petunjuk dari pabrik pembuat. Tenda
jenis ini cocok untuk perkemahan keluarga.









A. Tenda Tidur
B. Tempat Topi atau dasi
C. Tenda Barang
D. Tenda Makan
E. Rak piring
F. Tenda dapur
G. Tempat sampah basah
H. Tempat sampah kering
I. Pintu belakang
J. Tiang jemuran
K. Pagar keliling
L. Pintu gapura
M. Rak sepatu
N. Dekorasi, bendera regu
O. Tiang bendera Merah
Putih
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

17 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

b. Tenda Regu (Ridge Tents)
Digunakan untuk satu regu atau pasukan. Harganya tidak
terlalu mahal hanya saja ruang gerak penghuninya
sangat terbatas. Sangat baik untuk perkemahan
menetap.






c. Tenda Ringan (Lightweihgt Tents)
Tenda jenis ini benar-benar ringan dan mudah dibawanya
karena tidak banyak menyita tempat. Sangat cocok untuk
berkemah tidak menetap dan di daerah pegunungan
maupun di dataran tenda







TIANG DAN PASAK TENDA

Banyak jenis dan macam tiang serta pasak yang dapat
digunakan untuk mendirikan sebuah tenda. Setiap tenda
harus mempunyai tiang tenda, dapat terbuat dari besi,
alumunium ataupun jika keadaan darurat tongkat pramuka
pun dapat digunakan.

Bentuk tiang tenda dapat berupa tiang panjang yang tidak
dapat dilipat atau dapat juga terdiri dari beberapa bagian
yang disambung menjadi sebuah tiang. Atau juga yang lebih
praktis berupa tiang tenda yang mempunyai sarang (Nesting
Pole), karena tiang tersebut dapat diperkecil hanya dengan
menekan setiap bagian.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

18 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Sedangkan untuk pasak tenda, juga terdapat beberapa
model tergantung selera. Ada yang terbuat dari besi, kayu
maupun plastik serta dilengkapi dengan peralatan lainnya
yang disesuaikan dengan kebutuhan serta situasi dan kondisi
pada saat perkemahan. Jika pun tidak mempunyai pasak,
ranting pohon yang kuat dapat juga dijadikan pasak. Semua
itu tergantung dari kreatifitas para anggota pramuka maupun
pecinta alam.

Jenis Tiang dan Pasak Tenda:



















CARA MENDIRIKAN TENDA

Mendirikan tenda tidak semudah yang dibayang setiap orang.
Perlu banyak latihan agar dapat dengan mudah dan cepat
dalam mendirikan tenda. Untuk mendirikan tenda yang
dilakukan banyak orang (minimal 4 orang), akan dengan
mudah dilakukan. Tetapi bagaimana jika tenaga yang
tersedia hanya satu atau dua orang? Hal ini memerlukan
pengetahuan dan pengalaman serta ada cara-cara praktis
dalam mendirikan tenda.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

19 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808











MENDIRlKAN TENDA RINGAN DlLAKUKAN SATU ORANG

1. Letakkan tenda sedemikian rupa sehingga membentuk
bujur sangkar.
2. Pintu depan dan belakang tenda dibuka agar
memudahkan pemasangan tiang tenda.
3. Ikat ujung tenda bagian atas yang berlobang (tempat
tiang tenda). Atur sedemikian rupa agar panjang tali
pada tiang tenda sama panjang. Kemudian ujung tali
ikatkan pada pasak dan kondisi seimbang/sama
panjangnya.
4. Masukkan tiang tenda pada lubang dan dirikan.
5. Rapikan tenda agar jangan kendur, yaitu dengan
memindahkan pasak atau mengencangkan tali pada
pasak pada kedua ujung tiang sehingga tenda benar-
benar tegang.
6. Lobang-lobang pada setiang ujung tenda diikat
sedemikian rupa, kemudian ikatkan pada pasak hingga
benar-benar tegang.










KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

20 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

MENDIRIKAN TENDA DENGAN DUA TIANG

1. Letakkan tenda sedemikian rupa sehingga membentuk
bujur sangkar.
2. Pintu depan dan belakang tenda dibuka untuk
memudahkan pemasangan tiang tenda.
3. Masukkan tiang tenda pada lubang diujung tenda dan ikat
ujungnya, kemudian sisa tali tiang tenda ikatkan pada
pasak. Penempatan pasak diatur sedemikian rupa,
terutama jaraknya disesuaikan dengan panjang tali yang
tersisa.
Lakukan sekali lagi pada tiang yang satunya lagi,
sehingga tenda benar-benar dapat berdiri tegak.
4. Rapikan tenda jangan sampai kendur dengan mengingat
setiap lobang-lobang pada tepi tenda yang diikatkan pada
pasak sehingga tenda menjadi tegang.










MENDIRIKAN TENDA KECIL DILAKUKAN SATU ORANG

1. Letakkan tenda dalam posisi dilipat dengan bentuk segi
empat.
2. Siapkanlpasanglah tiang tenda baik untuk tiang berdiri
maupun untuk yang ditengah tenda. Kemudian letakkan
tepat pada bagian tengah tenda.
3. Ikatlah pada setiap lobang tenda kemudian ikatkan pada
pasak.
4. Masukkan tiang tenda tepat ditengah tenda sehingga
ujung tiang tenda rnasuk kedalam lobang di ujung atas
tenda. Ikat kedua ujung tiang tenda.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

21 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

5. Tariklah kedua ujung tali tiang tenda agar tenda berdiri,
lalu ikatkan kedua ujung tali tersebut pada pasak agar
tenda dapat benarbenar berdiri.
6. Rapihkan ikatan pada lobang tenda yang satunya dan
ikati:an pada pasak hingga tenda benar-benar tegang.






SIMPUL ATAU IKATAN PADA TENDA

Untuk mendirikan tenda diperlukan pengetahuan mengenai
simpul atau ikatan yang digunakan. Yang perlu diperhatikan
adalah gunakan simpul atau ikatan pada tenda yang mudah
mengikat dan melepaskannya. Simpul atau ikatan pada
tenda dapat terdiri dari dua hingga empat rnacam simpul,
tergantung dari situasi dan kondisi cuaca pada waktu
berkemah.

Simpul atau Ikatan yang biasa digunakan sewaktu
mendirikan tenda, yaitu:

1. Simpul atau Ikatan Pangkal
Digunakan untuk mengikat ujung tiang tenda atau pasak
yang berlobang.





2. Simpul atau Ikatan Tiang
Digunakan untuk mengikat ujung tiang tenda atau pasak
yang berlobang.




KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

22 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

3. Simpul atau Ikatan Nelayan
Digunakan untuk mengikat pada lobang diujung pojok
tenda.



4. Simpul atau Ikatan Jangkar
Digunakan untuk mengikat lobang dipinggir tenda agar
kencang atau tegang.




Untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang datang secara
mendadak, ikatan tali pada tenda-tenda yang dipasang
haruslah:
1. Ikatan pada pasak tenda harus mudah dibuka dan
dipasang kembali
2. Penggunaan simpul pangkal tidak cocok, karena itu
3. Pergunakan tali wangsul.

Selokan Sekeliling Tenda
1. Galilah selokan di sekeliling tenda jika berkemah pada
musim penghujan.
2. Tanah galian ditumpuk di dalam,sehingga tidak perlu
menggali terlalu dalam.
3. Jika perlu taburkan garam pada sekeliling selokan untuk
mencegah ular masuk tenda.

Gapura dan Pagar Batas Regu
1. Pintu Gapura berfungsi sebagai pintu pekarangan, sebab
itu:
a. ketuklah pintu bila berkunjung ke tenda
kelompok/Regu lain
b. cantumkan nama Regu, Nama Pintu, Wakil dan
Anggota Regu pada Pintu Gapura
2. Pagar batas merupakan batas tanggung jawab setiap
kelompok/ Regu, untuk itu:

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

23 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

a. keluar/masuk perkemahan harus melalui pintu gapura
b. arena di dalam batas pagar harus dibersihkan
sehingga sampah tidak menumpuk.

TATA TERTIB DALAM PERKEMAHAN

Agar selama berlangsungnya perkemahan berjalan lancar,
perlu disusun tata tertib yang harus dipatuhi oleh semua
peserta perkemahan.

1. Pakaian
a. Pakailah pakaian yang sopan bila meninggalkan batas
perkemahan, begitu juga pada waktu makan dan
tidur.
b. Pakailah tanda peserta pada tempat, agar mudah
dikenali.
c. Berpakaian seragam yang rapih dan benar.

2. Alat-alat
a. Kembalikan alat-alat yang telah digunakan pada
tempatnya semula
b. Bersihkan peralatan memasak setelah digunakan

3. Tenda
a. Tiap Regu membersihkan arena tendanya masing-
masing
b. Pagi had satu sisi tenda dibuka agar sinar matahari
dapat masuk menyinari lantai tenda.
c. Isi tenda dikeluarkan dan dijemur tiap pagi.

4. Ibadah
a. Pelaksanaan ibadah sebaiknya selalu dilakukan
dengan berjamaah dan dilakukan tepat pada
waktunya.
b. Menghormati kepercayaan/agama rekan lain.




KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

24 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

5. Kegiatan
a. Pergunakan sistim satuan terpisah, yaitu peserta
putera tidak diperkenankan berada di arena peserta
puteri dan sebaliknya.

b. Buatlah batas-batas yang jelas, dimana kedua peserta
itu boleh bergerak leluasa.

PENUTUPAN PERKEMAHAN
Setiap kali diadakan kegiatan perkemahan selalu diakhiri
dengan acara penutupan. Yang perlu diperhatikan seusai
pelaksanaan kegiatan perkemahan, ingatkan peserta untuk:

1. membersihkan semua sampah dan kotoran (operasi
semut), meratakan kembali bekas-bekas galian, jangan
tampak bekas perkemahan
2. simpan peralatan perkemahan dalam keadaan bersih dan
kering
3. ucapkan terima kasih pada pemerintah setempat,
masyarakat dan para tokoh masyarakat
4. kembalikan peralatan yang dipinjam disertai ucapan
terima kasih
5. Buat evaluasi pelaksanaan perkemahan untuk perbaikan-
perbaikan pelaksanaan dimasa mendatang.

EVALUASI
Setiap kali mengadakan suatu acara kegiatan perkemahan
perlu diadakan evaluasi untuk mengetahui sampai sejauh
mana keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan perkemahan
tersebut, agar dari perkemahan itu didapat pengalaman dan
pengetahuan untuk perkemahan mendatang.

Evaluasi itu meliputi seluruh aspek kegiatan perkemahan
yaitu sejak persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian
perkemahan. Evaluasi diadakan oleh peserta dan
penyelenggara, agar diketahui kelebihan dan kekurangan
kita dalam menyelenggarakan perkemahan, sehingga kita
bisa mengadakan perbaikan-perbaikan untuk pelaksanaan
perkemahan dimasa datang.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

25 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808


KESIMPULAN
Berhasilnya suatu perkemahan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Suksesnya suatu perkemahan dapat dilihat dari segi
perencanaan, pengorganisasian pelaksanaan dan
pengendalian yang dilakukan dengan sebaik-baiknya.
Pengelolaan perkemahan yang baik tergantung dari mental
dan moral serta ketrampilan, baik dari peserta maupun
penyelenggara. Sebab itu pengetahuan dan ketrampilan
tentang perkemahan harus dipelajari, dimengerti, dimiliki,
dan dihayati terlebih dahulu oleh para peserta dan pelaksana
sebelum perkemahan dilaksanakan.



























KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

26 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

4. TANDA-TANDA ALAM

Dalam mengadakan suatu perkemahan, kita juga perlu
mengetahui dan mempelajari berbagai tanda-tanda alam
yang sangat berguna untuk mengetahui perubahan cuaca.
Beberapa tanda-tanda alam yang perlu kita ketahui adalah:

1. KABUT
Bila terdapat kabut tipis dan merata yang membumbung
tinggi ke atas, berarti kurangnya uap air di udara dan itu
menandakan cuaca akan selalu baik. Cuaca yang terang
benderang di pagi hari bertanda buruk pada hari itu,
apabila kemarinnya turun hujan. Sedangkan langit yang
ditutupi awan kemudian mulai terang pada pagi hari,
menandakan cuaca baik.
Jika ada kabut di atas lembah pada pagi hari bertanda
cuaca baik, sedangkan di gunung-gunung menandakan
akan turunnya hujan. Udara sejuk dan ada embun di pagi
hari, menunjukkan bahwa cuaca baik tapi panas dan
kering, biasanya hujan akan turun di siang hari.

2. AWAN
Jika langit diliputi awan tebal dan gelap menandakan
akan turun hujan yang deras.

3. MATAHARI
Apabila matahari terbit berwarna merah dan diliputi
garis-garis awan yang kehitaman, bertanda akan ada
hujan, tapi jika berwarna bersih dan terang cuaca
bertanda baik.
Matahari terbit dengan warna kemerah-merahan yang
terang bertanda cuaca baik, jika warna merah dicampuri
garis kekuning-kuningan bertanda akan hujan lebat.
Jika matahari terbenam dengan warna kekuning-
kuningan/orange bertanda akan ada hujan, tetapi bila
dengan warna merah muda atau kekuning-kuningan
bertanda cuaca baik. Warna merah pada matahari
terbenam berarti akan terjadi angin yang cukup kencang.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

27 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

4. BINTANG
Apabila pada malam hari di langit cahaya bintang terang
sekali maka sudah dipastikan bahwa pada malam itu
cuaca akan cerah, sedang bila cahayanya nampak suram
bertanda cuaca kurang baik/buruk.

5. B U L A N
Bulan terlihat terang dan bersinar cerah menandakan
cuaca akan baik, tapi bila bulan diliputi awan gefap di
sekelilingnya, berarti hujan akan turun. Sedangkan jika
ada lingkaran putih (halo) yang melingkari bulan
menandakan tidak ada ketentuan cuaca pada malam itu.

6. B I N A T A N G
Keadaan atau perubahan cuaca, juga bisa kita amati dari
tingkah laku binatang.
Jika kita perhatikan, naluri binatang yang berhubungan
dengan cuaca akan membuat kita tercengang dan
semakin menunjukkan pada kita betapa besar karya
Tuhan Yang Maha Esa yang mengatur mahluk hidup
dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Tanda-tanda cuaca yang berhubungan dengan
binatang antara lain:

1. Laba-Laba
Labah-labah akan bersembunyi bila cuaca akan buruk
dan rajin mengerjakan sarangnya apabila cuaca baik

2. Semut
Semut akan tetap berada dalam liangnya bila cuaca akan
buruk, tetapi mereka akan keluar dari liangnya dan
berjalan mondar-mandir bila cuaca akan tetap baik.

3. Lebah/Tawon
Pada cuaca baik, lebah/tawon akan berterbangan jauh
dari sarangnya. Hal ini bisa kita perhatikan dengan
melihat kosong atau tidaknya sarang lebah.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

28 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

4. Lalat
Apabila akan turun hujan, lalat akan tetap hinggap di
tembok/ dinding, sedangkan pada cuaca cerah lalat akan
berterbangan kian kemari.

5. Nyamuk
Nyamuk apabila di pagi hari mengganggu atau menggigit
kita, menandakan akan turunnya hujan. Sedangkan jika
pada waktu matahari terbenam/magrib, nyamuk
berterbangan kesana kemari dan secara berkelompok
menadakan cuaca cerah/baik. Tetapi jika selalu
berterbangan di tempat yang gelap di dalam bayang-
bayang, bertanda cuaca akan buruk/datang hujan.

6. Cacing
Apabila cacing pada malam hari menimbun tanah
berbutir-butir di kebun, berarti akan datang hujan. Tetapi
bila cacing keluar dari liangnya menandakan hujan akan
turun lama.

7. Lintah
Untuk mengetahui suatu keadaan cuaca dengan
menggunakan lintah, kita dapat buat Barometer dari
seekor lintah yang diletakan di dalam gelas berisi air.
Jika Lintah melekat pada gelas di atas permukaan air
maka bertanda cuaca akan tetap baik. Sedangkan bila
!intah terus berdiam di dasar gelas, menandakan cuaca
akan buruk dalam waktu yang lama. Tapi jika Lintah
melekat erat-erat di gelas sedangkan ekornya digerak-
gerakan sekeras-kerasnya, maka akan datang badai
topan.

8. Siput
Pada cuaca yang baik, Siput akan merayap dengan
tenang, sedangkan bila cuaca buruk Siput akan merayap
dengan cepat.



KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

29 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

9. Ikan
Ikan akan melompat-lompat di atas permukaan air jika
cuaca akan buruk / hujan.

10. Katak
Katak/kodok akan berdiam di dalam air bila cuaca akan
buruk, tetapi bila cuaca akan baik Katak akan duduk-
duduk di tepi kolam Sedangkan jika pada malam hari di
musim kemarau dimana cuacanya baik tetapi katak tidak
menyanyi, menandakan akan datangnya cuaca buruk.

11. Ayam
Ayam akan tetap berjalan-jalan dan membiarkan dirinya
kehujanan menandakan hujan tidak akan berlangsung
lama, sedangkan jika berteduh hujan akan berlangsung
lama. Jika ayam selalu mencakarcakar tanah berarti
hujan akan datang.

12. Bebek/Angsa
Bebek/Angsa akan nampak tidak tenang dan selalu
menggigit bulunya (memberi lemak), apabila cuaca akan
buruk.

13. Burung Kepinis
Burung Kepinis akan terbang tinggi sekali jika cuaca akan
baik, karena serangga makanannya juga terbang tinggi.
Tetapi bila terbangnya rendah menandakan cuaca akan
buruk.
Pada pagi hari dengan cuaca buruk, Burung Kepinis akan
tinggal diam dalam sarangnya.

14. Kambing
Apabila kita mencium bau badan kambing dari jarak yang
lebih jauh dari biasanya, menandakan akan turun hujan.

15. Kelelawar
Kelelawar akan terbang mulai senja hari bila cuaca akan
baik pada malam hari tetapi bila berdiam di dalam goa
maka cuaca akan buruk.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

30 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

16. Asap
Apabila asap api naik dengan tegak lurus dan tinggi sekali
maka cuaca akan tetap baik. Tetapi apabila asap naiknya
mendatar dengan tanah rendah cuaca akan buruk.

17. Burung Gagak
Jika hujan akan turun, burung Gagak akan terbang
berputar-putar di atas sarangnya.

Tanda-tanda lain jika cuaca akan buruk:
1. Kucing akan duduk membelakangi api, sambil mengusap-
ngusap kepalanya dengan kaki depannya yang dibasahi
dengan mulutnya.
2. Bila Anjing menggali tanah atau menyembunyikan tulang.
3. Burung-burung membasahi bulu-bulunya dengan
paruhnya.
4. Bila bau bunga tercium semerbak sekali.
5. Burung-burung laut terbang menuju daratan.

MEMBUAT API

Orang Indian Amerika adalah ahli pembuat api. Ada empat
macam api yang digunakan untuk keperluan yang berbeda,
yaitu:

1. Api Permusyawaratan yang dinyalahkan di dalam kemah
teepee (tenda khas suku Indian), yang digunakan untuk
bermusyawarah diantara pemimpin Indian.
2. Api Persahabatan yang digunakan untuk menghangatkan
badan
3. Api Tanda yang digunakan untuk memberikan tanda-
tanda dengan menggunakan asap.
4. Api Masak yang hanya berupa bara arang yang panas
untuk memasak atau memanggang.





KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

31 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

5. API UNGGUN

Dalam kegiatan kepramukaan, kebiasaan suku Indian dalam
menggunakan api juga diterapkan. Selain untuk
menghangatkan badan, mengusir. serangan binatang berbisa
atau tempat bergembira mempererat tali persaudaraan.
Karena itu dalam kegiatan kepramukaan dikenal dengan api
unggun, yang biasanya dilaksanakan pada setiap akhir
malam perkemahan.

Cara membuat api unggun juga tidak sembarangan, ada
metode dan caranya. Sebelum memasang tumpukan balok
dan ranting kayu, yang pertama harus dilakukan adalah
mencari tempat yang kering. Singkirkan semua rumput,
daun daun kering, pohon paku, semak-semak sekelilingnya
untuk menghidari kebakaran yang lebih meluas.

Ada Beberapa Macam Bentuk Susunan Kayu Untuk Membuat
Api Unggun:

1. Bentuk Piramida Segi-Tiga
Kayu disusun segi-tiga sama sisi, makin keatas makin
kecil/lancip. Di tengah-tengah susunan kayu diberi
bahan yang mudah terbakar seperti rumput kering dan
ranting-ranting kayu.
2. Bentuk Piramida Bujur Sangkar
Susunan kayu dibentuk bujur sangkar, disusun ke atas
semakin kecil. Di tengah-tengah diberi bahan yang
mudah terbakar seperti rumput kering dan ranting-
ranting kayu.
3. Bentuk Pagoda Tegak
Kayu basah dan kering ditegakkan. Di tengah-tengah
diberi patok dan bahan yang mudah terbakar.
4. Bentuk Pagoda Roboh atau Bintang
Susunan kayu dibentuk berupa jari-jari roda dimana
ujung kayu bertemu tengah. Digunakan untuk
menyalakan kayu yang bentuknya bermacam-macam.


KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

32 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

5. Bentuk Kursi
Dua buah kayu basah dipancangkan dan kayu-kayu lain
disusun menurut bentuk kursi.















Bentuk-bentuk susunan kayu pada api unggun tersebut
dimaksudkan untuk mempermudah menyalakan api dan
menjaganya agar tidak mudah padam. Agar kayu mudah
terbakar, perlu diperhatikan:

1. jenis kayu yang digunakan
2. kekeringan kayu
3. unsur ramuan kayu, misalnya kayu yang dibelah-belah
menjadi belahan kecil, tatal, rumput kering, balok dan
sebagainya.

PENGHALANG ANGIN
Bagi anggota pramuka, kegiatan api unggun selalu menarik
untuk diikuti. Karena dalam kegiatan api unggun dapat
diperoleh baberapa manfaat, yaitu:
1. mempererat persaudaraan
2. memupuk kerjasama atau gotong royong
3. menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri
4. membuat suasana menjadi riang gembira
5. mengembangkan bakat
6. memupuk disiplin bagi pelaku maupun penonton.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

33 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Agar api dapat menyala dengan baik, ada tiga unsur pokok
yang harus diperhatikan, yaitu:
1. udara
2. panas
3. bahan bakar

Sebelum menyalakan api, yang harus diperhatikan adalah
tempat dimana api akan dinyalakan, yaitu tempat tersebut
harus kering dan mendapat udara yang cukup. Jika tempat
tersebut tidak berangin kencang, dapat dibuat api di tempat
yang terbuka. Tetapi jika angin berhembus dengan kencang,
perlu dibuat perlindungan atau penghalang dari arah
datangnya angin.

Beberapa model bentuk pelindung atau penghalang angin,
berupa:
1. Tameng kayu yaitu susunan balok kayu atau tongkat
pramuka
2. menggali tanah yang cukup dalam
3. menyusun batu di sekeliling kayu.

Selain untuk digunakan kegiatan atau sekedar
menghangatkan badan, api unggun dapat juga dimanfaatkan
untuk memasak atau mengahangatkan makanan.















KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

34 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

MENYALAKAN API

Ada dua macam cara menyalakan api, yaitu dengan
menggunakan korek api dan tanpa menggunakan korek api.

Untuk menyalakan api dengan menggunakan korek api tidak
akan menjadi masalah. Yang terpenting tersedia bahan yang
mudah terbakar untuk penyalaan awal, misalnya dengan
menggunakan minyak tanah, oli, bensin atau spiritus.

Jika tidak membawa salah satu bahan bakar tersebut, dapat
digunakan bahan yang mudah terbakar seperti kayu kering,
rumput kering, daun kering, kulit kayu kering, ranting kayu
kecil atau buat serpihan-serpihan kecil kayu.

Agar kayu tetap kering, simpan di tempat yang terlindung
dari hujan maupun embun pagi. Ada baiknya selama api
menyala, letakkan kayukayu yang tidak dibakar pada tepi
yang terkena panas agar supaya tetap kering.

Bagaimana jika kita lupa membawa korek api? Hal tersebut
baru merupakan masalah bagi penyalaan awal. Tapi bagi
seorang anggota pramuka yang tidak mengenal menyerah
dan mudah putus asa, ada banyak beberapa cara untuk
menyalakan api. Caranya memang tidak mudah dan perlu
kerja keras dan jika dibiasakan dalam setiap melakukan
kegiatan perkemahan, hal tersebut menjadi ketrampilan
yang sangat berharga.

Untuk mendapatkan api tanpa harus menggunakan korek
api, dapat digunakan dengan cara:
1. Lensa Cembung atau Suryakanta, yang diarahkan ke
matahari dengan bahan yang mudah terbakar.
2. Batu Api dengan penggeseknya, yang akan menimbulkan
loncatan api.
3. Gesekan batang kayu yang keras pada kayu yang lunak
secara terus menerus hingga menimbulkan panas. Jika
berhasil, kayu lunak itu akan terhakar. Cara tersebut
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

35 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

biasanya dilakukan oleh suku asli Australia, Oborigin,
untuk mendapatkan api.
4. Bagi suku asli Kalimantan, digunakan cara dengan
menggesekgesek sebuah balok kayu lunak dengan seutas
rotan yang lemas, sehingga menimbulkan panas yang
menyebabkan pembakaran.

Agar api yang timbul dapat dengan mudah membakar kayu,
sediakan bahan-bahan yang mudah terbakar seperti daun
kering, bubuk kayu ataupun kertas yang dilanjutkan dengan
membakar ranting kering agar membesar. Kemudian
dilanjutkan dengan membakar kayu yang lebih besar.



























KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

36 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

6. SIMPUL DAN IKATAN

Dalam kegiatan perkemahan, unsur tali temali sangat
dominan. Tapi kita sering mencampur adukan antara tali,
simpul dan ikatan. Sebenarnya hal tersebut amatlah
berbeda. Karena, tali adalah bendanya, simpul adalah
menyatukan atau menyambung antara dua buah tali,
sedangkan ikatan adalah mengikatkan tali dengan benda lain
seperti kayu atau bambu.

MEMELIHARA TALI
1. Simpan tali pada tempat yang kering, agar tidak cepat
lapuk.
2 Simpan di tempat tertentu, yang mudah diambilnya.
3. Apabila basah, segera keringkan di panas matahari.
4. Gulung tali dengan rapih dan mudah dilepas (jangan
sampai melintir).

SAMBUNGAN TALI
Untuk membuat sambungan tali pada dasarnya hanya terdiri
dari empat macam, yaitu:





MACAM-MACAM SIMPUL TALI

1. Simpul Ujung Tali atau Gulungan Sederhana (Simple
Coil)
Gunanya : Simpul ini digunakan pada akhir
gulungan/pintalan tali agar pintalan tali tidak lepas.







KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

37 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

2. Simpul Pangkal atau Ikatan Cengkih (Clove Hitch)
Gunanya : sebagai permulaan ikatan. Simpul ini cukup
sederhana dan digunakan untuk mengikat tali pada tiang
dan pasak tenda.





3. Simpul Mati
Gunanya : Digunakan untuk menyambung dua utas tali
yang sama besarnya dan merupakan simpul pada tandu.




4. Simpul Erat atau Tambat atau Ikatan Balok (Timber
Hitch)
Gunanya : Untuk memulai suatu ikatan. Simpul ini
mempunyai sifat menjerat, dan digunakan
untuk menyeret atau menarik balok.




5. Simpul Anyam
Gunanya : Untuk menyambung dua Was tali yang tidak
sama besar dalam kondisi kering.




6. Simpul Anyam Berganda
Gunanya : Untuk menyambung dua Was tali dalam
keadaan basah atau kering dan tidak sama besar.




KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

38 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

7. Simpul Tiang atau Simpul Tali Membungkuk (Bow Line
Knot)
Gunanya : Sifat simpul ini tidak menjerat, seringkali
disebut "raja dari segala simpul" karena
kegunaannya banyak sekali. Gunanya untuk
mengikat suatu benda hidup atau leher
binatang, agar yang diikat tidak terjerat dan
masih dapat bergerak bebas. Juga baik
digunakan untuk mengikat ujung tiang tenda
atau pasak yang berlobang.



8 Simpul Tarik
Gunanya : Untuk menambatkan tali pengikat binatang
pada sebuah tiang/pohon dan untuk turun ke
jurang atau dari atas pohon.



9. Simpul Tiang Berganda
Gunanya : Untuk mengangkat atau menurunkan benda
atau manusia.




10. Simpul Kursi.
Gunanya : Untuk mengangkat dan menurunkan benda
atau manusia.








KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

39 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

11. Simpul Penarik atau Kupu-kupu atau Alteleri
(ButterfIy/Altelery Knot)
Gunanya : Sebagai pegangan untuk menarik benda yang
besar dan berat. Juga digunakan sebagai
pengaman atau penyambung pada tali bila
pada tali ada yang rusak.




12. Simpul Kembar
Gunanya : Untuk menyambung dua utas tali yang sama
besar dan dalam kondisi basah atau licin.


13. Simpul Erat
Gunanya : Untuk memendekkan tali tanpa harus
memotong.


14. Simpul Lasso
Gunanya : Untuk menjerat binatang.


15. Simpul Gulung
Gunanya : Untuk diikatkan pada tali penarik agar orang
lain dapat membantu menarik.




16. Simpul Nelayan/Pemukat
Gunanya : Untuk menarik balok kayu yang besar






KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

40 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808


17. Simpul Tangga Tali atau Simpul Angka Delapan.
Gunanya : Untuk membuat tangga tali.



18. Simpul Jangkar atau Simpul Prusik (Prusik Knot)
Gunanya : Membuat tandu darurat atau mengikat ember
atau timba. Sifat simpul ini menjepit bila
mendapat beban atau tekanan, serta mudah
digeser bila tidak mendapat tekanan atau
beban.

19. Simpul Hidup
Gunanya : Untuk mengikat tiang.


20. Simpul Tetap
Gunanya : Untuk mengikat tiang lebih lama.


21. Simpul Hidup Berganda
Gunanya : Untuk mengikat tiang atau mengangkat
balok.




22. Simpul Guling
Gunanya : Untuk mengikat tiang


23. Ikatan Palang






KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

41 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808


24. Ikatan Silang






25. Ikatan Sambungan Sejajar.






26. Ikatan Sambungan Silang























KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

42 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

7. ALAT PERAGA PERKEMAHAN

1. MENARA PANDANG SEGITIGA BERTEMU SUDUT
A. Kebutuhan Bambu:
a. Bambu besar : 6 potong (ukuran 6 M)
b. Bambu sedang : 3 potong (ukuran 240 Cm
dan 2 M)
3 potong (ukuran 170 Cm)
1 Belah ( ukuran
160,150,140,130,120,110,1
00,90,80, 70, 60, 50 Cm).
c. Bambu kecil : 10 potong (ukuran 50 Cm).

B. Kebutuhan Tali:
a. 23 Gulung (ukuran panjang 6 M)
b. 6 Gulung (ukuran panjang 2 M)
c. 2 Gulung (ukuran panjang 12 M)
d. 2 Gulung (ukuran panjang 15 M)





















KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

43 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

2. MENARA PANDANG KAKI EMPAT
A. Kebutuhan Bambu :
a. Bambu besar : 8 potong (ukuran 3 M)
b. Bambu sedang : 4 potong (ukuran 2 M)
11 potong (ukuran 150 Cm)
4 potong (ukuran 60 Cm)
20 belah (ukuran 180 Cm)
c. Bambu kecil : 14 potong (ukuran 50 Cm)

B. Kebutuhan Tali:
a. 42 Gulung (ukuran panjang 6 M)
b 2 Gulung (ukuran panjang 15 M)
c. 2 Gulung (ukuran panjang 12 M)


























KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

44 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

3. MENARA PANDANG SEGITIGA PIRAMID
A. Kebutuhan Bambu:
a. Bambu besar : 3 potong (ukuran 5,5 M)
b. Bambu sedang : 3 potong (ukuran 2 m)
3 potong (ukuran 115
Cm)
1 belah (ukuran 150, 140,130,120, 110,100,90,
80,70,60 Cm)
c. Bambu kecil : 10 potong (ukuran 50
Cm)

B. Kebutuhan Tali:
a. 12 Gulung (ukuran panjang 6 M)
b 1 Gulung (ukuran panjang 8 M)
c. 2 Gulung (ukuran panjang 12 M)
d. 2 Gulung (ukuran panjang 15 M)























KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

45 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

4. MENARA PANDANG KAKI EMPAT BERSIJDUT DUA
A. Kebutuhan Bambu:
a. Bambu besar : 4 potong (ukuran 5 M)
2 potong (ukuran 2 M)
b. Bambu sedang : 2 potong (ukuran 125 Cm)
4 potong (ukuran 2 M)
20 belah (ukuran 125 Cm)
c. Bambu kecil : 10 potong (ukuran 50 Cm)

B. Kebutuhan Tali:
a. 18 Gulung (ukuran panjang 6 M)
b 2 Gulung (ukuran panjang 12 M)
c. 2 Gulung (ukuran panjang 15 M)













5. JEMBATAN KAKI DELAPAN BERSUDUT DUA
A. Kebutuhan Bambu :
a. Bambu besar : 4 potong (ukuran 5 M)
4 potong (ukuran 4 M)
b. Bambu sedang : 2 potong (ukuran 3 M)
6 potong (ukuran 2 M)
7 potong (ukuran 150 Cm)
60 belah (ukuran 150 Cm).
B. Kebutuhan Tali:
a. 26 Gulung (ukuran panjang 6 M)
b 6 Gulung (ukuran panjang 15 M)


KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

46 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808













6. JEMBATAN TARIK
A. Kebutuhan Bambu:
a. Bambu belah : 2 potong (ukuran 250 Cm)
2 potong (ukuran 160 Cm)
b. Bambu sedang : 4 potong (ukuran 3 M)
5 potong (ukuran 1 M)
2 potong (ukuran 2 M)
1 potong (ukuran 160 Cm)
20 belah (ukuran 120 Cm)
c. Bambu kecil : 14 potong (ukuran 50 Cm).

B. Kebutuhan Tali:
a. 21 Gulung (ukuran panjang 6 M)
b 1 Gulung (ukuran panjang 7 M)
c. 2 Gulung (ukuran panjang 15 M)












KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

47 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

7. JEMBATAN TALI
A. Kebutuhan Bambu:
a. Bambu besar : 4 potong (ukuran 3 M)
b. Bambu sedang : 2 potong (ukuran 60 Cm)
2 potong (ukuran 1 M)

B. Kebutuhan Tali :
a. 1 Gulung tambang "dadung kecil" (ukuran
panjang 8 M)
b. 14 Gulung (ukuran panjang 5 M)
c. 2 Gulung (ukuran panjang 4 M)
d. 2 Gulung (ukuran panjang 10 M)









8. JEMBATAN BAMBU SATU
A. Kebutuhan Bambu:
a. Bambu besar : 4 potong (ukuran 3 M)
1 potong (ukuran 250 Cm)
b. Bambu sedang : 2 potong (ukuran 100
Cm, 60 Cm, 3 M)

B. Kebutuhan Tali:
a. 16 Gulung (ukuran panjang 6 M)
b 2 Gulung (ukuran panjang 4 M)








KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

48 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

8. RAK PERLENGKAPAN

Salah satu ciri khas dalam kegiatan perkemahan pramuka
adalah tata cara penyusunan tenda dan berbagai tempat rak
penyimpanan peralatan atau perlengkapan. Hal ini
dimaksudkan agar tempat mereka berkemah seperti
layaknya sebuah rumah yang terdiri dari tempat untuk tidur,
gudang peralatan, dapur, tempat makan dan sebagainya.

Untuk itu dalam setiap perkemahan, para peserta harus
menyusun tempat berkemahnya sedemikian rupa, agar
terasa nyaman dan penghuninya menjadi betah. Untuk itu
agar peralatan atau perlengkapan berkemah rapih, perlu
dibuat beberapa rak penyimpanan. Pembuatan rak tersebut
selain digunakan untuk mempraktekan ketrampilan tali
temali, juga agar susunan tempat perkemahan terasa segar
dan nyaman




















Beberapa peralatan dapur

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

49 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

9. S U R V I V A L

BIVAK ATAU SHELTER

Bivak atau Shelter merupakan jenis tenda yang sangat
sederhana, dan sangat berguna untuk tempat istirahat serta
berteduh dari sengatan panas maupun air hujan dan dapat
dimanfaatkan untuk tempat bermalam.

Bahan untuk membuat Bivak atau Shelter dapat berupa:
1. Bahan dari alam, berupa:
a. Pohon yang utuh maupun tumbang
b. Daun-daunan
c. Gua atau lubang
2. Bahan yang dibawa atau dipersiapkan, berupa :
a. Ponco, jas hujan dan lembaran plastik kedap air
b. Tali nilon atau sejenisnya
c. Pisau atau golok.

Yang perlu diperhatikan sewaktu membuat bivak atau
shelter:
1. Pilihlah lokasi yang baik, yaitu tanahnya datar. Jika tidak
rata, ratakan dahulu.
2. Tempatnya kering.
3. Terhindar/terlindung dari hembusan angin kencang.
4. Bukan menjadi jalan air jika hujan.
5. Tempatnya tidak mudah longsor atau terkena longsor.
6. Terhindar dari pohon besar yang kemungkinan mudah
tumbang.










KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

50 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

MENCARI AIR (WATER SURVIVAL)

Air merupakan faktor penting sebab manusia akan lemah bila
kekurangan air. Seperti diketahui 75 % kandungan tubuh
manusia berupa air. Air merupakan sumber kehidupan bagi
manusia. Hampir semua aktifitas manusia meyebabkan
berkurangnya cairan tubuh. Mulai bernafas hingga
melakukan pekerjaan, cairan air dari dalam tubuh akan terus
berkurang. Untuk menanggulanginya, manusia harus banyak
minum untuk mengganti cairan tubuh yang
menguap/menghilang.
Bagi seorang pengembara, seperti Pramuka yang melakukan
kegiatan pengembaraan jika persediaan air yang dibawa
mulai menipis atau bahkan habis, yang perlu dilakukan
adalah menjaga kondisi tubuh agar tidak mengeluarkan
cairan secara berlebihan.

Beberapa cara mengatasi keadaan tersebut adalah
dengan:
a. bernafas melalui hidung secara teratur;
b. mengurangi berbicara;
c. mengurangi aktifitas/gerakan yang berlebihan;
d. banyak beristirahat;
e. tidak merokok dan minuman berakohol;
f. berteduh di tempat yang rindang;
g. tidak makan makanan kering ataupun berlendir.

Pada saat kehabisan persediaan air, teliti media sekeliling
dengan cermat. Untuk mengetahui ditempat tersebut
terdapat air, dapat diketahui dengan melihat kondisi hutan,
jenis tanaman, bentuk pemilikan bumi/ tanah, serta binatang
yang hidup.
Dalam hutan tropis seperti di Indonesia, air dapat dibedakan
antara air yang perlu dimurnikan dan yang langsung dapat
diminum.




KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

51 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Air yang langsung dapat diminum berupa:
a. tampungan air hujan;
b. air dari dalam tanaman.

Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu :
a. air yang tergenang;
Periksalah dahulu apakah airnya bening atau keruh.
Kalaupun bening, jangan langsung diminum, cobalah
dahulu dengan jari tangan untuk mengetahui apakah
airnya terasa panas, menimbulkan gatal atau lainnya.
Untuk mengetesnya, jangan ragu mencium apakah
berbau atau tidak.
b. air dari sungai;
c. air dari menggali tanah atau pasir.

Beberapa cara untuk mendapat air:

1. Dari tanaman/pohon seperti pisang, rotan, bambu muda
kantung semen, enau, nipah, umbi-umbian, akar-akaran,
pakis, kaktus, kelapa.

2. Mengumpulkan embun pagi dengan menggunakan sapu
tangan bersih. Caranya, resapkan pada tumbuhan yang
berembun lalu peras kedalam tempat minum.

3. Tanah batu
a. tanah kapur labih banyak mata airnya, sebab kapur
mudah dilarutkan sehingga terbentuk saluran air;
b. sepanjang dinding lembah yang memotong lapisan
berpori;
c. pada daerah berbatu granit. Carilah bukit berumput
hijau, kemudian galilah.

4. Tanah gembur, di tanah gembur air mudah didapat.
Carilah daerah lembah, karena permukaan air dekat
dengan permukaan tanah.

5. Kondensasi Tanah-Pohon atau Penyulingan Air.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

52 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Hampir semua tanaman memerlukan air untuk tumbuh,
sebab itu semua jenis tanaman pasti mengandung air
walaupun sedikit. Begitu juga dengan tanah yang
menyimpan air, walaupun berupa tanah lembab. Melalui
proses kondensasi yaitu dengan adanya perbedaan suhu
antara tanah dengan pohon, kita dapat memperoleh air
murni yang merupakan hasil proses kondensasi atau
penyulingan secara alamiah.
Untuk melakukan penyulingan air meialui proses
kondensasi, diperlukan alat yang sangat sederhana,
yaitu plastik dan tali pengikat.

Cara penyulingan :

a. Carilah pohon yang sehat dan bersih, lalu carilah dahan
ranting yang mudah dicapai dan masukkan plastik
(jangan bocor) kemudian ikat dengan tali atau benda
apa saja. Keadaan tersebut akan menyebabkan
terjadinya proses penguapan dari daun yang dapat
menghasilkan air minum (lihat gambar 1).

b. Carilah pohon yang bersih dan tumbuhnya di atas tanah
yang tidak berbau. Galilah tanah sehingga membentuk
cekungan, tapi jangan terlalu dalam dari tempat pohon
tumbuh. Masukkan plastik dan atur sedemikian rupa
agar air tertampung dengan baik. Lalu ikat ujungnya
(hingga menutupi seluruh tanaman) dan gantung pada
batang kayu yang disangga dengan baik. Cara ini akan
menyebabkan terjadinya penguapan yang menghasilkan
air (lihat gambar 2).









KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

53 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

MENCARI MAKANAN TAMBAHAN

Dalam berkemah selain membawa perlengkapan berkemah,
juga bahan makanan kering yang mudah dibawa dan tidak
memerlukan tempat khusus. Misalnya beras, ikan asin, mie
instant, garam, kecap dan sebainya. Yang menjadi
pertanyaan adalah, bagaimana kita dapat memenuhi bahan
makan tambahan yang tidak dapat dibawa karena
memerlukan kekhususan seperti sayur mayur, daging atau
ikan basah? Jika di lokasi berkemah tidak jauh dengan pasar,
hal tersebut tidak akan menjadi masalah yang harus
dipikirkan. Tapi bagi seorang pramuka/pecinta alam, hal
tersebut tidak perlu dirisaukan, karena banyak cara untuk
mendapatkan bahan makanan tambahan.

Sayur-Mayur

Untuk keperluan sayur mayur, bisa didapatkan melalui
tumbuhtumbuhan seperti daun, buah, biji, bunga, isi batang
dan umbi-umbian serta jamur.
Tumbuh-tumbuhan tersebut ada yang dapat dikonsumsi dan
ada yang tidak bahkan beracun. Sebab itu perlu hati-hati
sekali dalam memilih daun-daunan ataupun bahan makanan
tambhan yang diambil dari alam. Cara termudah untuk
mengetahui bahwa daun itu beracun atau tidak, dengan
melakukan pengamatan yang cermat. Misalnya semua daun-
daunan yang dikonsumsi oleh binatang memamah biak pada
dasarnya juga dapat dikonsumsi manusia. Hanya yang perlu
diketahui, pencernaan hewan lebih kuat daripada manusia,
karena itu untuk lebih amannya sebaiknya dikonsumsi daun
yang muda.
Beberapa jenis tanaman yang dapat dikonsumsi manusia
misalnya daun pakis, umbi kayu, umbi rambat, talas, jantung
pisang, rebung dan sebagainya.

Bagi anggota pramuka/pecinta alam yang perlu dihindari
adalah daun yang tidak dikenal. Juga buah-buahan yang
terlalu keras, banyak getahnya, daunnya tua, layu atau
hampir mati.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

54 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Pada waktu memasak/merebus daun-daunan tersebut,
jangan lupa masukkan garam selain sebagai penyedap
masakan, garam berfungsi sebagai penawar racun. Selain
sebagai penawar racun,garam juga berguna untuk
menghindari kejang otot, kram dan cepat lelah.

Menjerat

Untuk memperoleh tambahan protein, hewan adalah
penyedia protein yang paling besar dalam tubuh manusia.
Semua jenis binatang hampir dapat dimakan, termasuk
serangga dan cacing. Tapi yang paling baik adalah jenis
memamah biak yang masih muda dan sehat terutama jenis
betina karena dagingnya lunak. Tapi untuk mendapatkan
binatang buruan tidaklah mudah, diperlukan ketrampilan
khusus misalnya memburu atau menjerat.

Ada dua jenis jerat yang paling pokok yaitu jerat yang tidak
mematikan dan jerat yang mematikan. Karena itu sebelum
membuat jerat, perlu diketahui jenis binatang apa yang mau
ditangkap dan tempat binatang biasa lewat. Lalu kenalilah
langsung kebiasaan binatang tersebut misalnya melalui
bekas makanan yang ditinggalkan, jejak dan kotorannya.

Setelah tahu binatang apa yang akan ditangkap, siapkan
jerat, sesuai kebutuhan. Lebih baik membuat jerat yang
tidak mematikan, karena jika membuat jerat yang
mematikan juga akan berbahaya bagi manusia. Kalaupun
jerat yang dipasang tidak membuahkan hasil, tidak perlu
kecewa. Paling tidak apa yang telah diperbuat semakin
meningkatkan ketrampilan kita . Sebab sumber protein tidak
hanya pada binatang memamah biak, pada hewan air akan
banyak diperoleh sumber protein.






KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

55 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808










Memancing :

Salah satu cara untuk memperoleh bahan makanan protein
yaitu dengan memancing ikan. Hal ini dapat dilakukan jika
ditempat kita berkemah terdapat sumber kehidupan bintang
air atau ikan seperti sungai atau laut. Karena itu dalam
berkemah juga lupakan mata kail, benang atau snur sebagai
salah peralatan survival. Untuk pancingannya dan
pengapungnya bisa diperoleh di alam. Jika tidak mau repot-
repot mencari pancingan dan pengapungnya, dapat disiapkan
sebelum berangkat menuju perkemahan dan alat pancing ini
tidak merepotkan jika dibawa dan tidak memerlukan tempat
khusus/memakan tempat.

Untuk membuat pancing yang murah hanya dibutuhkan
bahan-bahan berupa :

a. kaleng bekas minuman ringan seperti sprite, coca cola
atau fanta;
b. selotif kuat/lakban;
c. pengapung dari gabus/bobber;
d. benang atau snur sekitar 12 meter;
e. spool (kili-kili atau gelondongan);

f. mata kail;
g. sinker (batu ladung atau timah pemberat kaitl);
h. gabus atau prop botol.



KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

56 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Cara membuatnya :
Masukkan potongan gabus atau prop botol dalam lubang
kaleng, tapi jangan sampai masuk ke dalam. Gunanya
sebagai pengaman mata kail. Lekatkan ujung benang atau
snur dengan selotif/lakban, lalu lilitkan secara terarur dari
atas ke bawah, jangan sampai kusut.

Ikat mata kail dengan menggunakan simpul gulung (clinch
knot). Ikatkan batu ladung/timah pemberat sekitar 5 cm dari
mata kail dengan menggunakan simpul overhand loop knot.
Siapkan juga pengapung yang akan mengapung bergerak-
gerak jika umpan termakan ikan.

Ada beberapa jenis pengapung yang terbuat dari gabus,
kayu atau plastik. Jenis plastik yang sering dipakai. Tekan
bagian bawah pengapung (plunger) maka bagian
melengkung tempat kaitan akan terlihat. Maka pancingan
pun siap digunakan untuk memancing.





















KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

57 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

10. TANDA-TANDA JEJAK

Tanda jejak ialah tanda untuk menunjukkan sesuatu, dapat
berupa arah, jalan dan sebagainya.
Untuk membuat tanda jejak dapat digunakan batu, kayu,
ranting, goresan, rumput dan sebaiknya.

































KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

58 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

11. TANDA ±TANDA PETA







































KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

59 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808








































KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

60 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

12. PETA PITA

Peta Pita merupakan laporan perjalanan suatu
pengembaraan, yang dibuat pada waktu mulai berangkat
hingga ke tempat tujuan. Dalam membuat Peta Pita tidak
diperlukan uraian yang panjang, tetapi yang diperlukan
BUKTI bahwa kita telah menggunakan panca indra mata kita
dengan sebaik-baiknya serta mencurahkan perhatian kepada
hal-hal penting dan berguna dalam perjalanan
pengembaraan tersebut.

Alat-alat yang dibutuhkan dalam membuat Peta Pita :
1. Kompas.
2. Meja Jalan
3. Alat Tulis
4. Penggaris
5. Pencatat waktu/Jam Tangan
6. Kertas untuk membuat Peta Pita

Cara membuat Peta Pita :
1. Pertama kali buat di halaman kertas:
a. Anak panah menunjukkan arah UTARA.
b. Jalan yang akan dilalui (memanjang dari bawah ke
atas)
2. Berdirilah dipermulaan jalan yang akan dilalui, dengan
meja jalan menghadap ke arah jalan di hadapan kita.
3. Mulailah berjalan, dengan memperhatikan bentuk-bentuk
bangunan dan benda-benda yang penting berupa TANDA
PETA. Jika perlu berhenti sejenak untuk menggambar
Tanda Peta atau mencari sasaran bidik (arah yang
dilalui).
4. Bila sampai pada belokan, buatlah garis pembatas pada
kertas Peta Pita sebagai tanda bahwa perjalanan kita
telah berganti arah.
5. Cantumkan jarak yang telah ditempuh pada kolom jarak,
mulai permulaan berangkat sampai belokan pertama.
6. Teruskan perjalanan mulai belokan pertama sampai
belokan selanjutnya dengan cara yang sama seperti di
atas.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

61 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

7. Setelah sampai di tempat tujuan, Peta Pita dapat
dipotong-potong pada bagian kolom Peta Pita, hingga
kita akan mendapatkan PETA PERJALANAN yang telah
kita tempuh tapi belum disesuaikan, dengan jarak yang
sebenarnya.
8. Dengan telah dibuatnya peta perjalanan, maka akhir
pembuatan peta pita adalah membuat perbandingan
antara Peta Pita dengan jarak sebenarnya. Maka
selesailah pembuatan peta pita.

PERLU DIINGAT

1. Pada halaman pertama dari buku laporan itu harus ditulis
:
a. Kepada siapa laporan itu ditujukan
b. Siapa yang membuat (nama, jabatan, regu, gugus
depan)
c. Tanggal pembuatan (waktu
berkelana/pengembaraan)
d. Keadaan cuaca pada saat pengembaraan tersebut
(garis besarnya saja)
2. Meja jalan harus selalu menghadap arah perjalanan
3. membuatnya dari BAWAH ke ATAS
4. Gambar Peta Pita adalah berupa TANDA PETA
5. Bahwa laporan itu kelak harus dapat dipergunakan oleh
orang lain, maka pembuatan Peta Pita harus jelas dan
benar.
6. Tiap belokan harus dibuat tanda pemisah (garis datar)











KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

62 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808









Kertas Kerja Peta Pita






























KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

63 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

13. PETA LAPANGAN

Alat-alat yang diperlukan untuk membuat Peta Lapangan :
1. Penggaris kayu/plastik
2. Kertas gambar
3. Pensil dan karet penghapus
4. Kompas
5. Meja jalan
6. Tongkat regu berukuran

Cara menggunakan peralatan :

Penggaris kayu/palstik pada kedua ujungnya dipasang paku
dalam posisi tegak tepat ditengah-tengahnya. Gunanya
untuk membidik sasaran. Kompas diletakkan agak ke pinggir
penggaris, dilekatkan dengan karet gelang.




Bila kita menggunakan Kompas yang sederhana, cara
membuatnya :

1. Buat gambar arah anak panah di sudut kanan atas
gambar sebagai arah Utara.
2. Letakkan kertas gambar di atas meja jalan, dan lekatkan
dengan menggunakan paku payung agar tidak berubah
tempatnya (bergerak). Hadapkan arah panah Kompas
menunjukkan arah Utara-Selatan.
3. Buat titik pertama pada kerta, usahakan agar lapangan
yang dibuat dapat terlukis seluruhnya.








KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

64 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

4. Letakkan penggaris dengan pedoman di atas kertas
dengan mendatar. Bidiklah dari tempat kita berdiri
melalui Paku pada penggaris ke arah benda tertentu di
sudut lain dari lapangan tersebut. Lihat derajat Kompas,
sehingga dapat diketahui berapa derajat benda itu dari
tempat kita berdiri. Kemudian tariklah garis dari titik
permulaan tadi sepanjang perkiraan kita.
5. Ukuran jarak dari tempat kita berdiri ke tampat benda
itu. Ukurlah dengan menggunakan tongkat regu yang
mempunyai ukuran, lalu bandingkan dengan ukuran di
kertas gambar (diperkecil).
6. Untuk memeriksa benar tidaknya jurusan yang kita buat
dari titik permulaan ke titik kedua, maka hendaknya dari
titik kedua itu kita bidik lagi ke titik permulaan tadi.
Karena itu meja jalan dengan kertas gambar jangan
sampai berubah.
7. Lanjutkan pekerjaan tadi untuk titik-titik selanjutnya.

8. Jika garis-garis pokok telah selesai dibuat, maka
mulailah dengan penyempurnaan peta lapangan tadi.
Misalnya membuat garis-garis batas, jalan, sungai,
kebun, dan segala sesuatu yang ada di lingkungan
perkemahan.
9. Setelah selesai maka biasanya kita cantumkan :
A. (1) Nama daerah tempat peta lapangan itu dibuat.
(2) Waktu pembuatan
(3) Skala perbandingan.
B. (1) Nama Pembuat
(2) Nama regu dan Gugusdepan
(3) Tempat, tanggal dan tanda tangan pembuat.

CONTOH SEBUAH PETA LAPANGAN







Sebuah lukisan dari arena
perkemahan yang akan dibuat peta
lapangannya

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

65 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808











Peta Lapangan yang benar :




























Peta lapangan yang telah selesai
pembuatan garis-garis pokoknya










Keterangan :

1. Skala = 1 : 1.000
2. Daerah = Cadika,
Gowa
3. Waktu = 31 Des 2005
4. Oleh = Fitri. R.K.
5. Regu = Melati
6. Gudep = 21.06.02.252
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

66 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

14. PANORAMA

Arti : Panorama adalah suatu Sketsa dan Pemandangan
yang nampaknya sesuai dengan kenyataan dan cukup
jelas untuk dikenal oleh orang lain.

Alat dan Perlengkapan membuat Panorama :
1. Karton berlubang segi empat panjang
2. Kertas gambar putih
3. Pensil/aiat tulis lainnya
4. Penggaris
5. Penghapus pensil
6. Meja jalan, Kompas.

Cara Membuatnya :

1. Berdirilah menghadap obyek yang akan dibuat, kira-kira
100 hingga tidak terhingga, makin jauh makin baik.
Karton berlubang yang diberi tali, dipengang di muka.
Gigitlah tali agar jangan berubah jaraknya dan usahakan
obyek yang akan buat ada dalam lubang segi empat
karton tersebut.

2. Gambarlah pemandangan yang kita lihat melalui lubang
karton ke dalam kerta gambar. Perhatikan perbandingan
antara obyek dengan gambar di lubang karton. Gambar
yang kita buat hanyalah berupa garis tepinya (bentuk
obyek).

3. Setelah obyek kita rekam dalam bentuk gambar
seluruhnya, maka buatlah garis-garis untuk
membedakan antara yang jauh dan yang dekat.





KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

67 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

4 Kemudian berilah keterangan tentang benda-benda yang
ada. Misalnya, sawah, pepohonan, hutan, desa, sungai
dan sebagainya di bawah gambar Porama tadi.

5. Sebagai tambahan, kita cantumkan keterangan tentang :

I. a. Gambar Pemandangan
b. Tempat dibuat
c. Waktu pembuatan
d. Arah mata angin
e. Keadaan cuaca

II. a. Nama Pembuat
b. Regu
c. Gugus depan
d. Tempat, tanggal dan tanda tangan pembuat.

6. Maka selesailah gambar Panorama yang dibuat.
CONTOH GAMBAR PANORAMA




















Keterangan :
A. Gambar : Waduk Jeneberang
B. Tempat : Bili-bili
C. Waktu : 5 Oktober 2005
D. Jam : 08.15 Wita
E. Cuaca : Cerah.

Pembuat :
1. Nama : Fitri Rachmawati
2. Regu : Melati
3. Gudep : 21.06.02.252
Sungguminasa, 5 Oktober 2005


Fitri Rachmawati
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

68 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808








































Keterangan Gambar:
a. Rerumputan
b. Waduk
c. Semak dan pepohonan
d. Bukit
e. Bukit Kapur
f. Pegunungan

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

69 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

15. RASI BINTANG


1. Rasi Bintang Salip/Pari/Layang-layang
Untuk menentukan arah Selatan caranya, hubungkan
Bintang pada puncak dan kaki rasi. Terfihat pada bulan
Maret sampai Agustus.










2. Rasi Bintang BidukIPedati/Beruang Besar
Untuk mendapatkan arah Utara, perhatikan dua buah
bintang yang terdapat di depan rasi. Jika kita tarik garis
khayal, maka kita akan dapat mengetahui Utara. Terlihat
pada bulan Maret hingga Juli.












3. Rasi Bintang Orion/Raja
Rasi Orion digambarkan sebagai seorang Pemburu.
Dapat diketahui dari deretan 3 buah bintang yang
digambarkan sebagai ikat pinggang dan satu deretan
dengan 3 buah bintang lagi yang menjurus ke bawah
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

70 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

seperti sebilah Pedang. Arah yang ditunjukkan: selatan.
Terlihat pada bulan Desember sampai Maret.





































KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

71 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

16. SANDI-SANDI

Berbagai macam bentuk Sandi dengan Kunci pemecahan
perlu kita ketahui, khususnya bagi anggota Pramuka
Penggalang yang dalam setiap kegiatannya tidak lepas dari
memecahkan Sandi yang ditugaskan oleh Kakak Pembina.

1. SANDI IRIAN

Kuncinya : Dibaca secara terbalik/dari arah belakang.

Contoh : AKUMARP AMRAD ASAD NAD AYTAS IRT.

Artinya : TRI SATYA DAN DASA DARMA PRAMUKA.

2. SANDI PAKU
Kuncinya :


Contoh : . . . / . . / . - / - - . / . -

Sandinya :

Artinya S I A G A
3. SANDI RUMPUT










KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

72 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

4. SANDI ABJAD

Kuncinya : A = Z Z = A (dapat dirubah)

A B C D E F G H I J K L M
z y x w v u t s r q p o n

N O P Q R S T U V W X Y Z
m l k j i h g f e d c b a

Contoh : ZWV RINZ HFIBZMI
ADE IRMA SURYANI

5. SANDI ANGKA
Kuncinya : P = 15 (dapat dirubah)

A B C D E F G H I J K L M
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
1
0
1
1
1
2

N O P Q R S T U V W X Y Z
1
3
1
4
1
5
1
6
1
7
1
8
1
9
2
0
2
1
2
2
2
3
2
4
2
5

Contoh : 6.4.17.0.10.0.13 15.17.0.12.20.10.0
Artinya : G E R A K A N P R A M U K A

6. SANDI KATA
Kuncinya : BUN (dapat dirubah)
Contoh : BUNAR JUBUN NABUN
Artinya : A R J U N A
7. SANDI PEDOMAN
Kuncinya : dari PUSAT bumi BERKELILING menuju
kutub UTARA melalui arah TIMUR terus ke
kutub SELATAN akhirnya ke arah BARAT
(kunci dapat dirubah).

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

73 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

M
A
K
P
$ + * 8 B $ $ - $
S
N
A
D

Artinya : PASUKAN GAJAH MADA.

8. SANDI ANGKA BERGANDA
Kuncinya : A = 1 = 27 Z = 26 = 52

A = 1 = 2
7
J = 1
0
= 3
6
S = 1
9
= 4
5
B = 2 = 2
8
K = 1
1
= 3
7
T = 2
0
= 4
6
C = 3 = 2
9
L = 1
2
= 3
8
U = 2
1
= 4
7
D = 4 = 3
0
M = 1
3
= 3
9
V = 2
2
= 4
8
E = 5 = 3
1
N = 1
4
= 4
0
W = 2
3
= 4
9
F = 6 = 3
2
O = 1
5
= 4
1
X = 2
4
= 5
0
G = 7 = 3
3
P = 1
6
= 4
2
Y = 2
5
= 5
1
H = 8 = 3
4
Q = 1
7
= 4
3
Z = 2
6
= 5
2
I = 9 = 3
5
R = 1
8
= 4
4


Contoh : 42.1.20.46.9.13.21.44.27
Artinya : P A T T I M U R A


KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

74 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

9. SANDI ANGKA BERTINGKAT
Kuncinya : A + Z = 60 ( A = 5 Z
= 55 )






Contoh : 21.31.11.33.31.13.41.21.5.
Artinya : I N D O N E S I A

10. SANDI DEMOKRASI
Kuncinya : ooo D E M O K R A S I
1 2 3 4 5 6 7 8 9
ooo Tidak ada dlam kunci, tuls biasa
oo Angka tulis huruf
o Huruf tulis angka
Contoh : 12W7N 526J7 17267H
DEWAN KERJA DAERAH

11. SANDI BINTANG
Kuncinya :
















A B C D E F G H I J K L M N O
5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33
P Q R S T U V W X Y Z
35 37 39 41 43 45 47 49 51 53 55
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

75 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

12. SANDI SEMAPHORE ANGKA
Kuncinya : Angka-angka Semaphore










Contoh : 24.26.1.16.35.14.1 7.1.26.35.4.1
Artinya : P R A M U K A G A R U D A

13. SANDI SEMAPHORE SUDUT
Kuncinya : Perhatikan Sudut-sudut yang dibentuk
oleh kedua tangan (bendera
semaphore).











14. SANDI BALOK (1)
Kuncinya :





Contoh :
Artinya : S I A GA MULA
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

76 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

15. SANDI BALOK (2)
Kuncinya :






Contoh :

Artinya : S I AG A B A N T U

16. SANDI KORDINAT
Kuncinya : SIAGA BANTU ( dapat dirubah )







Contoh : SN. SB. GT. SU. AT
Artinya : K A S U R

17. SANDI DATAR
Kuncinya : 10 D ( 10 huruf depan dirubah )
Contoh : KIRR PKR UBA WR ARAA
SUJ
ADH KADHU KA RAGA
MAKSOY
TEEN UEH JTA
Cara menyusunnya :
K I R R P K R U B A
W R A A R A A S U J
A D H K A D H U K A
R A G A M A K S O Y
T E E N U E H I T A

z S I A G A
B a b c d e
A f g h i j
N k l m n o
T p q r s t
U u v w x y
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

77 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Artinya : KWARTIR DAERAH GERAKAN PRAMUKA
DAERAH IBUKOTA JAYA

18. SANDI GAMBAR
Kuncinya : Harus menghafal gambar-gambar
seperti di bawah ini.











Artinya : G A R U D A

19. SANDI HURUF DEPAN

Kuncinya : Ambil huruf awal dari kata
Contoh : Bagaikan Anjing Duduk Usia Tidur
Artinya : BADUT

20. SANDI HURUF KECIL
Kuncinya : Ambil huruf kecil dari setiap kata yang
dibuat
Contoh : AkUPuN daPAT laRI uNTUK BERtAUT
Artinya : KUDA LAUT









KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

78 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

M U S Y A W
U G H A R A
G U S D E P
A K A J N A
R T A P U S
2 5 3 4 T A
- 4 3 5 3 -

21. SANDI ALJABAR
Kuncinya : ABXY






Contoh : 2Y – A ( 4X + B7 ) : A
Artinya : W A R N A
22. SANDI JAM
Kuncinya : 08.30 (dapat dirubah)






Contoh : 17.30 15.00 14.30 11.00 13.00 08.00
17.30
Artinya : T O N G K A T

23. SANDI ULAR (1)
Kuncinya :


Contoh :



1 2 3 4 5 6 7
A

a b c d e f g
B h i j k l m n
X o p q r s t u
Y v w x y z . .
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

79 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

P P R A K
A E B H L
S N E U A
U G N T M
K I D P A
A B E R S
N A R O I

Artinya : MUSYAWARAH GUGUSDEPAN JAKARTA
PUSAT 4352 – 4353.

24. SANDI SANDI ULAR(2)

Kuncinya :

Contoh :





Artinya : PASUKAN PENGIBAR BENDERA HUT
PROKLAMASI























KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

80 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

17. MENAKSIR

Menaksir adalah memperkirakan (mengira-ngira) tinggi suatu
pohon, lebar sebuah sungai, arus sungai, jarak perjalanan,
keadaan cuaca dan mengukur berat suatu benda.

Mengukur suatu tidak dengan perkiraan atau dengan
menyebut sebuah bilangan. Perkiraan yang kita buat
haruslah didasarkan pada suatu perhitungan dan pada
sebuah bilangan yang sudah diketahui. Untuk itu, kita harus
mengetahui ukuran diri kita sendiri dengan cara mengetahui:

1. ukuran jempol
2. panjang dari ujung jempol hingga ujung telunjuk
3. panjang dari ujung jempol hingga ujung kelingking
4. lebar tangan
5. panjang dari pergelangan tangan hingga siku
6. panjang telapak kaki
7. panjang tangan direntangkan
8. panjang langkah kaki
9. tinggi badan
10. berat badan

Ukuran badan yang sudah kita ketahui, catat dalam buku
dan hafalkan di luar kepala. Lebih baik lagi jika kita
mempunyai tongkat yang panjangnya 1,6 M.

TATA CARA MENAKSIR

1. Menaksir diri sendiri.
a. sendi yang paling ujung Jari Tengah atau Jempol
1 inci
b. jarak antara jempol dengan telunjuk
8 inci
c. jarak antara jempol dengan kelingking
9 inci
d. dari pergelangan tangan ke siku, dan juga panjang
kaki 10 inci
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

81 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

e. dari siku-siku ke ujung telunjuk (disebut cubit)
17 inci
f. dari tengah-tengah tempurung lutut ke tanah
18 inci
g. kedua tangan lurus ke samping dari ujung jari
sampai keujung jari lainnya disebut "vadem" sama
dengan tinggi badan Kita.
h. denyut darah pada perelangan tangan (pols) kira-
kira 75 kali permenit.

2. Menaksir Jarak (Perjalanan)
a. satu langkah biasa -+ 2 1/4 kaki
b. setiap 120 langkah -+ 100 yard
c. langkah berjalan cepat lebih pendek dari langkah
berjalan perlahan
d. menghitung jarak dapat dihitung dengan kecepatan
suara, yaitu kecepatan suara sama dengan jumlah
hari dalam setahun (365 hari)
e. menaksir jarak perjalanan dapat dipergunakan
waktu lamanya berjalan yaitu setiap 4 mil = 1 jam
f. Menaksir jarak dengan pandangan :
1) pada jarak 50 yard mulut dan mata nampak
2) pada jarak 100 yard mata seperti titik
3) pada jarak 200 yard kancing dan bagian dari
atribut pakaian masih nampak kelihatan.
4) pada jarak 300 yard raut muka dapat terlihat
5) pada jarak 500 yard warna seragam dapat
diketahui
6) untuk jarak yang lebih dari tersebut di atas,
carilah titik tengahnya dari benda tersebut.

3. Menaksir Cuaca
a. merah pada waktu malam = cuaca baik
b. merah pada waktu pagi akan = turun hujan
c. kuning pada waktu matahari terbenam = cuaca
berangin
d. kuning pucat pada waktu matahari terbenam =
berarti hujan
e. embun dari kabut pagi hari = cuaca bagus
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

82 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

f. matahari terbit dari awan yang rendah = cuaca baik
g. matahari terbit dari awan yang tinggi = cuaca
berangin
h. awan halus = cuaca bagus
i. awan halus terbatas terang = cuaca berangin
j. awan bergigi = cuaca berangin kuat
k. ngin sebelum hujan = cuaca baik
l. hujan sebelum angin = ingat talam dan tali

4. Menaksir Lebar
Menaksir Lebar dengan Rumus : AB = 2 (DE)












Menaksir Lebar dengan Rumus : EF = DF















KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

83 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Masih banyak cara lain untuk mengukur lebar sungai
dengan mempergunakan perbandingan-perbandingan
ilmu ukur. Misalnya, kalau sungai itu tidak terlalu lebar,
lemparkan sebuah batu yang diikat pada seutas tali,
sekarang tariklah batu itu, hingga terletak di tepi sungai
yang diseberang. Berilah tanda tali yang ada ditangan
kita yang terletak di tepi sungai itu. Jarak dari tanda
hingga ke batu merupakan lebar sungai yang hendak
diukur.

Jagalah supaya tali lurus dan jangan sampai miring
letaknya.










5. Menaksir Tinggi
Menaksir Tinggi dengan Rumus : AB : AD = BC : DE















Keterangan :
AB : Jarak penaksir
dengan tongkat
BD : Jarak tongkat
dengan pohon
AD : AB + BD
BC : Panjang tongkat
DE : Tinggi Pohon

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

84 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808


















6. Menaksir Deras Arus
L
Menaksir Deras Arus dengan Rumus : V = x 1 cm/detik
T











Cara Kerja :

1. Letakkan tongkat di air seperti terlihat pada gambar
di atas. Setelah tongkat tenang, lemparkan ke air
sebatang ranting (harus terapung) atau benda
lainnya agak jauh di depan titik (X).
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

85 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

2. Saat ranting mencapai titik (X) mulailah menghitung
waktu yang akan ditempuh sampai titik (Y). Saat
mencapai titik (Y) lihatlah berapa waktu tempuh
ranting itu dari X ke Y, maka kita dapatkan (T).
3. Masukkan panjang tongkat dan watu tempuh ke
dalam rumus di atas, maka kita akan dapatkan
perkiraan besarnya Deras Arus Sungai tersebut.

7. Menaksir Dalam Sungai
a. Dengan mempergunakan perbandingan llmu Ukur.
Ambil sepotong bambu atau lainnya. Kita berdiri di
tepi sungai dan masukkan bambu ke dalam air,
hingga membentuk sudut 45° dengan dasar sungai.
Panjang sebuah sisi segitiga itu adalah dalamnya
sungai.
Persamaan :







b. Dengan mempergunakan Seutas Tali.
Kita berdiri di tepi sungai dengan memegang
sebatang bambu. Di ujung bambu kita sangkutkan
seutas tali dan pada ujung tali kita gantungkan
sebuah batu.

Peganglah bambu itu di atas permukaan air dan
luncurkan batu itu ke dalam air. Jika batu itu sudah
sampai dasar sungai, maka bagian yang basah dari
tali tersebut akan menjadi dalamnya sungai.
Kerjakanlah pengukuran ini pada beberapa tempat,
agar mendapatkan rata-rata dalamnya sungai.




KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

87 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

18. MORSE

Sebelum ditemukan Morse oleh Samuel Finley Breese Morse
pada tahun 1832, sudah banyak cara yang dilakukan oleh
manusia untuk menyampaikan berita dengan cepat dari satu
tempat ke tempat lain. Cara pertama dilakukan oleh
Homerus Ilias yang menggunakan api yang berasap, yang
disusun menurut kode-kode berita seperti yang dilakukan
oleh suku Indian Amerika.
Selanjutnya ditemukan alat tilgram yang menggunakan
ketukan-ketukan suara yang diatur panjang dan pendek
untuk mengirim berita. Juga dipergunakan isyarat cahaya
untuk mengirimkan berita yang dimengerti oleh markonis-
markonis seluruh dunia.
Pada tahun 1832 Morse merancang sebuah alat Telegraf
yang pertama, dan pada tahun 1844 terjadilah hubungan
telegraf yang pertama kali di dunia antara kota Baltimore
dengan Washinton, tepatnya pada tanggal 27 Mei 1844.
Kode-kode Morse untuk mengirim berita sederhana sekali
yaitu berupa alfabet Morse yang mudah dimengerti dan
dipelajari.


















KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

88 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808








































KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

89 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

CARA BERSEMBOYAN MORSE BENDERA













Alat untuk menyampaikan isyarat Morse adalah :
1. Dengan Peluit (Bunyi Pendek dan Panjang)
2. Dengan Bendera (Kibaran pendek dan kibaran Panjang)
3. Dengan Api/Cahaya Lampu (Nyala Pendek dan Panjang)
4. Dengan Asap (Gumpalan Kecil dan Gumpalan Besar)
5. Dengan Alat Telegraf (Tulisan Titik dan Garis)
6. Cermin denqan bantuan cahaya Matahari (Sebentar dan
lama).

Yang perlu diingat :
Pada waktu memberi isyarat Morse perlu diperhatikan antara
perbedaan TITIK dan GARIS, yaitu 1 : 3
Misalnya untuk titik 1 (satu) detik, maka untuk Garis adalah
3 (tiga) detik.










KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

90 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Semua huruf yang dimulai dengan titik ( . ) carilah disebelah
kiri. semua huruf yang dimulai dengan strip (-) carilah
disebelah kanan Cara mencarinya dari kotak di atas turun
lurus ke bawah.




































KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

91 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

19. SEMAPHORE





































KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

92 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Yang perlu diketahui dalam mengirim dan menerima
Semaphore :
1. Berita Minta diulang = I. M. I
2. Berita Mulai/ perhatian = U.R
3. Siap menerima berita = K
4. K e l i r u = E (8 kali)
5. Berita selesai = A. R. A. R.
6. Dapat menerima dengan baik = R
7. Tunggu/belum siap = Q
8. Geser ke Kanan = M. K
9. Geser ke kiri = M. L
10. Mengerti = C
11. Tanda Angka = -
12. Tanda Huruf = J

























KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

93 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

20. KOMPAS

Kompas adalah sebuah alat yang berbentuk bulat untuk
menetapkan/ menunjukkan arah mata angin. Seorang
pengembara dan ahli berkemah, harus mengetahui benar
tentang Kompas. Dengan bersemboyan pada Kompas, ia
akan dapat mengikuti jalan yang tertera dalam Peta, maka ia
tidak akan tersesat dalam perjalanan/pengembaraan.

Bagian-bagian penting dari Kompas:
1. Dial, adalah permukaan Kompas dimana tertera angka
derajat dan huruf mata anqin.
2. Visir, adalah lubang dengan kawat halus untuk membidik
sasaran.
3. Kaca Pembesar, digunakan untuk melihat derajat
Kompas.
4. Jarum Penunjuk adalah alat yang menunjuk Utara
Magnet.
5. Tutup Dial dengan dua garis bersudut 45° yang dapat
diputar.
6. Alat Penyangkut adalah tempat ibu jari untuk menopang
Kompas saat membidik

















KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

95 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

RUMUS BACK AZIMUTH/BACK READING

1. Apabila sasaran kurang dari 180° = di tambah 180°
0 180° = X + 180°
2. Apabila sasaran lebih dari 180° = di kurang 180°
180° 360° = X - 180°

Contoh: Sasaran balik dari

a. 30° adalah = 30° + 180° = 210°
b. 240° -"- = 240° - 180° = 60°
c. 451 34' 20" -"- = 225° 34' 20"
d. 178° 54' 14 -"- = 001 ° 05' 45"

























KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

96 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

MATA ANGIN

U Utara 0° atau 360°
UTL Utara Timur Laut 22° 30°
TL Timur Laut 45°
TTL Timur Timur Laut 67° 30°
T Timur 90°
TMG Timur Menenggara 112° 30°
TG Tenggara 135°
SMG Selatan Menenggara 157° 30°
S Selatan 180°
SBD Selatan Barat Daya 202° 30°
BD Barat Daya 225°
BBD Barat Daya 247° 30'
B Timur 270°
BBL Barat-Barat Laut 290° 30°
BL Barat Laut 315°
UBL Utara Barat Laut 337° 30'

Benda-benda lain yang dapat digunakan untuk menentukan
arah Mata Angin:
1. Matahari, terbit di Timur dan terbenam di Barat
2. Masjid, sebagai kiblat menghadap Barat Laut
3. Bintang, Rasi-rasi bintang pada malam hari.
4. Kuburan Islam, batu nisan membujur dan Utara-Selatan.
5. Silet, jika diapungkan di atas air.












KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

97 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

21. MEMBACA PETA

1. PETA
Peta adalah gambar permukaan bumi atau bagian-
bagian dari permukaan dalam bidang datar yang
diperkecil menurut Skala atau Kedar tertentu.

2. SKALA
Skala atau Kedar adalah perbandingan jarak rata-rata
antara dua titik pada peta itu dengan dua titik dimedan
yang serupa atau sebenarnya.
Skala 1: 50.000 berarti I (satu) Cm di peta sama dengan
50.000 Cm di medan atau di tempat sebenarnya.
Perlu diingat bahwa Skala itu bukanlah perbandingan
luas di peta dengan luas di medan. Jadi peta yang
Skalanya 1: 50.000 itu bukan berarti lebar jalan, lebar
sungai, luas pekarangan dan sebagainya yang harus
diperkecil 1/50.000-nya.
Peta yang baik untuk kegiatan Pramuka atau pecinta
mendaki gunung adalah peta yang berskala 1: 50.000
yakni peta topografi yang dibuat oleh Jawatan Topografi
atau Departemen PUTL atau yang dimiliki ABRI. Karena
peta topografi yang berskala 1: 50.000 itu dibuat dengan
sangat teliti.

3. KETINGGIAN
Ada dua macam ketinggian yang kita kenal, yaitu:

a. Ketinggian Sebenamya (K.S):
yaitu ketinggian yang diukur dari permukaan air laut
Bila tinggi gunung adalah 3.000 M,maka tinggi
gunung tersebut 3.000 M dari atas permukaan air
laut.

b. Ketinggian Nisbi (K.N):
yaitu ketinggian yang tidak diukur dari permukaan
air laut. Misalnya tinggi Gedung Kwarda DKI Jakarta,
di JI. Diponegoro No. 26 adalah 15 M, maka
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

98 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

pengukuran tinggi Gedung Kwarda itu adalah dari
pondasinya, bukan dari permukaan air laut.

4. GARIS KETINGGIAN (G.K)
Garis Ketinggian adalah garis yang berbelok-belok tak
teratur dan tertutup, yang merupakan persambungan
yang sama tingginya (tinggi sebenarnya) dihitung dari
permukaan air laut. Pada Peta Topografi ABRI, G.K ini
diberi warna coklat. Dengan mempelajari garis-garis
ketinggian itu, dapat kita peiajari ketidak rataan suatu
daerah atau dapat kita bayangkan keadaan suatu medan
yang sebenarnya.

Macam-macam G.K :
a. G.K yang dinyatakan dengan garis tipis
b. G.K yang dinyatakan dengan garis tebal (dinyatakan
dengan yang ke 10, 20, 30 dan seterusnya).
c. G.K yang dinyatakan dengan garis yang terputus-
putus (merupakan G.K penolong yang tingginya
setengah dari G.K. biasa).

Sifat-sifat G.K. :
Ketiga macam G.K tersebut di atas mempunyai sifat-sifat
tertentu. Dengan mempelajari/memperhatikan sifat
tersebut, kita dapat "membaca" keadaan medan pada
peta.

Sifat-sifat G.K tersebut sebagai berikut :
a. G.K pertama telah memiliki ketinggian, yaitu
separuh dari bilangan angka ribuan pada Skala,
dinyatakan dengan ukuran Meter.
Contoh : Skala peta misalnya 1 : 50.000, maka
G.K yang pertama adalah 1/2 x 50 M = 25 M.
G.K yang kedua adalah 2 x 25 M = 50 M.
G.K yang ke-10 = 250 M, yang ke-40 = 1.000 M,
dan seterusnya.
b. G.K yang pertama mengelilingi G.K yang kedua,
yang kedua mengelilingi yang ketiga, demikian
seterusnya.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

99 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

c. G.K yang ke-10, 20, 30, 40 dan seterusnya dibuat
garis dengan garis tebal.
d. G.K Penolong (dinyatakan dengan garis terputus-
putus) menyatakan ketinggian separuh dari
ketinggian biasa.
Contoh : Skala peta 1 : 40.000, maka
Tinggi G.K penolong adalah 1/2 x 40 M : 2 - 10 M.
e. G.K yang mendekati puncak adalah G.K yang
menjorok ke dalam, merupakan suatu Lembah
(bagian yang rendah), berbentuk huruf V.
f. G.K yang menjorok keluar atau menjauhi puncak
merupakan Punggung Gunung berbentuk huruf U.












5. TITIK KETINGGIAN (T.K)
Titik Ketinggian (T.K) adalah titik yang telah diukur
tingginya (oleh Jawatan Kadaster) dalam sebutan Meter.

T.K ini dilapangan dinyatakan dengan "Patok Beton"
yang ditanam tepat seperti tertera dalam Peta. Dengan
memperhatikan G.K dan TK kita dapat mengetahui
tingginya suatu titik di Peta.







KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

100 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808












6. BENTUK TANJAKAN
Sangatlah penting sekali "membaca peta" antara lain
dapat mengetahui bentuk tanjakan. Pendaki gunung
pasti akan menghindari medan yang berat dan
membahayakan. Untuk dapat mengetahui bentuk
tanjakan, perlu dipelajari beberapa G.K yang berurutan,
seperti dibawah ini.













Keterangan :
A-E = Tanjakan Terjal (Tanda-tandanya : jarak beberapa
G.K sama dekatnya / pendek-pendek)
B-E = Tanjakan Cembung (Tanda-tandanya : jarak
antara beberapa G.K tidak sama, makin ke puncak
makin besar jaraknya).
C-E = Tanjakan Landai (Tanda-tandanya : jarak antara
beberapa G.K lebar dan tidak sama besarnya).
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

101 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

D-E = Tanjakan cekung (Tanda-tandanya : jarak antara
beberapa G.K tidak sama, makin ke puncak makin kecil).

Latihan memecahkan soal Skala, G.K, TX dan Tanjakan:

a. Serombongan ambalan Penegak Dr. Soetomo
mengadakan pendakian suatu gunung yang tingginya
1.600 M. Mereka menggunakan peta berskala 1:40.000
dan memutuskan berkemah di gunung itu dengan
memasang tenda yang tersebar. Sangga Pedoman
mendirikan tenda pada titik G.K ke-25. Sangga Perintis
berkemah pada G.K ke-20 dan Sangga Penerus
mendirikan tenda pada G.K ke-19.
Pertanyaan : Berapa tinggi dari permukaan air laut
tenda-tenda Sangga tersebut.

b. Seorang pendamping Penegak memberi penjelasan
kepada dua orang Penegak Bantara yang akan
mengadakan penjelajahan sebagai berikut :
"Adik-adik, surat jalan untuk adik-adik kakak simpan di
T.K Quartier yang tingginya 275 M, T.K itu bernomor
Register 226".
Pertanyaan : Bagaimana tanda T.K itu digambar Peta?

c. Fitri Rachmawat, Pemimpin Regu Melati mengirim berita
sebagai berikut :
"Yanti jatuh sakit di T. 24 harap segera kirim petugas
PPPK. 2910
Pertanyaan : Apa arti tanda peta itu?

d. Kak Salam, Pembina Penggalang memimpin perkemahan
dengan penempatan regu-regu sebagai berikut :
1). Regu Elang berada di GK yang ke-10, tingginya 400
M
2). Regu Melati dibawah Pimpinan Kak Hamsina berada
di G.K ke-9, tingginya 350 M.
3). Regu Gagak di bawah pimpinan Kak Jasmin berada
di GK ke.-12
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

102 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

4). Regu Teratai di bawah pimpinan Kak Jannah
berkemah di G.K ke-7.
Pertanyaan :
a) Berapa tinggi Tenda Regu Gagak dan Regu Teratai
dari permukaan air laut?
b) Berapa Skala Peta yang mereka gunakan?

e. Perhatikan gambar di bawah ini.










Pertanyaan :
a) Berapa Skala Petanya?
b) Berapa tinggi kemah A dan B dari permukaan air
laut?
c) Buatlah garis yang menunjukkan mereka
mengadakan pendakian?

7. ARAH UTARA
Semua orang tahu bahwa dunia itu bulat, karena itu kita
tidak mungkin membuat gambar dunia atau bagian-
bagian dari dunia menjadi peta yang berbentuk datar,
tanpa merubah arah/bentuk. letak dari bagian-bagian
yang bulat itu. Sebab itu arah dan letak pada peta perlu
ada koreksi. Akibatnya maka kita mengenal 3 (tiga)
macam arah yaitu :

a. Utara Sebenarnya (U.S) yaitu garis-garis yang
menghubungkan titik-titik pada luas bumi dengan
kutub Utara.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

103 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

b. Utara Peta (U.P) yaitu arah yang ditunjukkan oleh
garis-garis tegak lurus dari jaring peta dari bawah ke
atas.
c. Utara Magnetis (U.M) yaitu arah 0° atau 360° yang
ditunjuk oleh jarum Kompas.
Pada Peta Topografi Tanda utara tersebut ditandai
dengan gambar:







8. IKHTILAF
(DEKLINASI/DEDLINATION/AFWIJKING)
Telah diterangkan seperti tersebut di atas, bahwa tidak
mungkin membuat gambar dunia atau bagian-bagian
dari dunia menjadi peta yang berbentuk datar, tanpa
merubah arah/bentuk/letak dari bagian-bagian yang
bulat itu.
Karena itu U.S tidak sama dengan UP atau U.M.
Perbedaan derajat itu disebut IKHTILAF atau AFWIJKING.

Dengan demikian kita mengenal 3 (tiga) macam
IKHTILAF, yaitu:

a. IKHTILAF U.S-U.P. disebut juga IKHTILAF PETA
(GRIO DECLINATION)
Adalah sudut yang dibentuk oleh dua buah garis
yang ditarik dari suatu titik yang masing-masing
menuju ke UP dan U.S. Ikhtilaf U.S-U.P ini kadang-
kadang Timur kadang-kadang Barat. Disebut
"Ikhtilaf U.S.-U.P Timur" jika berada disebelah Timur
atau disebutlah "Kanan" dari U.S.
Disebut "Ikhtilaf U.S-U.P Barat" jika UP berada
disebelah Barat atau sebelah "Kiri" U.S.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

104 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Dalam menentukan Timur atau Barat selalu U.S
menjadi patokan.
Contoh :






b. IKHTILAF U.S-U.M ATAU IKHTILAF MAGNETIS
(MAGNETIS, DECLINATION)
Adalah sudut yang dibuat oleh dua buah garis,
ditarik dari satu titik masing-masing ke U.S dan ks
U.M.
lkhtilaf U.S.-U.M disebut "Timur" jika U.M berada
disebelah Timur/Kanan dari U.S.
Dalam menentukan Timur/Barat, U.S selalu menjadi
patokan. Dalam waktu berlainan perubahan lkhtilaf
U.S-U.M ini disebut dengan "Variasi Magnetis".
Variasi Magnetis ini dapat berakibat
"menambah/Increas" atau dapat pula
"mengurangi/Decrease".
Contoh :







c. IKHTILAF UP-UM atau VARIASI MAGNETIS
Adalah sudut yang dibentuk oleh dua garis yang
ditarik dari satu titik, masing-masing menuju UP dan
U.M.
lkhtilaf U.P-U.M disebut "Barat" jika U.M berada
disebelah Barat/Kiri dari U.P. lkhtilaf U.P-U.M
dikatakan "Timur" jika U.M berada disebelah
TimurlKanan dari UP
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

105 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Dalam mencari lkhtilaf U.P-U.M, UP selaiu menjadi
patokan
Contoh :






9. AZIMUTH/SUDUT
Azimuth atau Sudut dihitung menurut jarum jam, artinya
semakin ke kanan semakin besar sudutnya, sedangkan
semakin ke kiri semakin kecil sudutnya. Semua sudut
selalu mengambil patokan arah Utara, dan karena itu
dikenal 3 macam arah Utara. Maka kita mengenal pula 3
macam Azimuth/sudut, yaitu :

a. Azimuth Sebenarnya/Sudut Sebenarnya.
Adalah sudut yang dibentuk oleh dua buah garis,
ditarik dari satu titik, masing-masing menuju US dan
ke SASARAN (SAS). Menghitung Azimuth
Sebenarnya tanpa pertolongan Peta dan Kompas
adaiah tidak mungkin.
Contoh :










b. Azimuth Peta/Sudut Peta.
Adalah sudut yang dibentuk oleh dua buah garis
ditarik dari satu titik, satu garis menuju UP dan satu
garis menuju ke SASARAN di peta itu.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

106 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Contoh :









c. Azimuth Magnetis/Sudut Kompal
Adalah sudut yang dibentuk oleh dua buah garis,
ditarik dari satu titik, masing-masing menuju ke
0/360 dan ke SASARAN di medan.










10. POTONG KOMPAS
Potong Kompas adalah perjalanan dari satu tempat ke
tempat lain melalui jalan yang terdekat, dengan
pertolongan sudut Kompas. Langkah-langkah yang harus
dipersiapkan bila melakukan Potong Kompas adalah
sebagai berikut :
a. Menyiapkan Peta Topografi, sebuah Penggaris dan
sebuah Prolektor/Pengukur Sudut/Busur Derajat.
b. Mempelajari Peta Topografi, yaitu untuk menentukan
titik berangkat dan titik tujuan (di peta).
c. Dari titik berangkat ke titik tujuan (di peta) ditarik
garis tipis dengan pertolongan penggaris dan pensil
(agar mudah dihapus). Selanjutnya dengan
pertolongan Busur Derajat dihitung sudut petanya.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

107 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Kini sudut petanya sudah diketahui.
Merubah sudut peta menjadi sudut Kompas,
caranya:
1) Jika Ikhtilaf U.P-U.M itu Timur, maka sudut
Kompas adalah SUDUT PETA DIKURANGI
IKHTILAF U.P-U.M.
2). Jika Ikhtilaf U.P-U.M itu Barat, maka sudut
Kompas adalah SUDUT PETA DITAMBAH
IKHTILAF U.P-U.M. Sekarang sudut kompas
telah diketahui.
Dengan perlengkapan Hiking berangkatlah
menuju ke "Titik Berangkat" di lapangan yang
tadi telah ditunjuk di dalam peta.

Dari "Titik Berangkat" dengan berpedoman pada
sudut Kompas tersebut ke "Sasaran", incarlah suatu
titik yang mudah dikenal di medan. Misalnya Pohon
terkenal, Batu Besar, tonggak, Kuburan dan
sebagainya.
Selanjutnya pergilah ke titik tersebut dengan
sebanyak mungkin menghindari rintangan-rintangan
alam (tanaman rakyat, rawa, bangunan dan lain-
lain).
Demikian seterusnya dari satu titik ke titik
berikutnya.

Menghitung Sudut Kompas menjadi Sudut Peta.

Sesuatu titik jauh di sana diincar dengan
menggunakan Kompas, dengan demikian sudut
kompasnya diketahui. Jika sudut kompas itu akan
dirubah menjadi sudut peta, caranya sebagai
berikut:
1) Jika Ikhtilaf U.P-U.M itu "Timur" maka sudut
petanya adalah : SUDUT KOMPAS DITAMBAH
IKHTILAF U.PU.M.
2) Jika Ikhtilaf U.P-U.M itu "Barat" maka sudut
petanya adalah : SUDUT KOMPAS DIKURANGI
IKHTILAF U.PU.M.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

108 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

11. RESECTION
Adalah menentukan letak suatu titik di peta, yaitu
dimana kita berada. Resection dapat dilakukan bila kita
tersesat dalam perjalanan penjelajahan.

Ada 2 (dua) cara melakukan Resection :
a. Resection dengan menggunakan Kompas.
1) Peta tidak perlu diorientasikan (tidak
diorientasikan).
2) Pilihlah medan (dengan melihat dari tempat kita
berdiri) dua titik atau lebih yang mudah dikenal
kembali dan yang mudah ditemukan dipeta. Titik
tersebut sedapat mungkin merupakan sudut 30°
s.d 150° dilihat dari tempat berdiri.
3) Incarlah titik-titik tadi dengan Kompas dan
catatlah sudut-sudut kompasnya.
4) Hitunglah BACK AZIMUTH (Sudut Belakang) dari
sudutyang kita catat tadi, cara menghitung
BACK AZIMUTH, adalah sebagai berikut :
- Jika sudut Kompas itu besarnya kurang dari
180° maka BACK AZIMUTH-nya adalah :
SUDUT KOMPAS DITAMBAH 180°
- Jika sudut Kompas besarnya lebihu dari 180
maka BACK AZIMUTH-nya adalah : SUDUT
KOMPAS DIKURANGI 180°
5) Setelah Back Azimuth itu kita dapatkan lalu
rubah menjadi SUDUT PETA dengan
memperhitungkan Ikhtilaf U.P-U.M.
6) Dengan menggunakan busur derajat sudut-
sudut peta tadi digambar di atas peta, sebagai
titik pangkal adalah titiktitik tanda tersebut pada
(b).
7) Titik potong/Silang yang kita buat di peta tadi
adalah titik atau tempat di mana kita berdiri.





KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

109 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808








Keterangan Gambar Nomor : 004
: Sudut Kompas dari A (tempat kita bediri) ke B (gunung).
: Sudut Kompas dari A ke C (mesjid)
A : Tempat kita mengincar dengan Kompas dimedan
(BELUM DIKETAHUI LETAKNYA DI PETA).
B : Puncak gunung (yang letaknya juga di peta).
C : Mesjid (yang terdapat pula di peta).
= Setelah diketahui sudut AB dan AC lalu dibuat
BACK AZIMUTH-nya dan diperhitungkan
Ikhtilaf U.P-U.M menjadi sudut (ba) dan
sudut (ca) di peta.
= Periksalah gambar GAMBAR NOMOR : 005

Peta Topografi









d. Recection tanpa Kompas.
1) Peta tidak perlu dicocokkan letaknya.
2) Carilah di medan, dimana kita berdiri/berada, 3
buah titik yang dapat dikenal kembali di peta.
Titik-titik tersebut kita namakan titik A, B dan C.
Dan di peta kita namakan titik a, b dan c. Titik
A, B dan C harus merupakan sudut antara 30
s/d 150.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

110 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

3) Ambilah sehelai plastik, tusuklah sebuah jarum
ditengah-tengah plastik tersebut, plastik kita
letakkan di atas landasan yang rata di tanah.
Tempat tusukan jarum tadi kita namakan titik Q
(titik sembarang di tengah-tengah plastik).
4) Dengan penggaris incarlah dari titik Q berturut-
turut ke titik A, B, dan C dan buatlah yang
menunjukkan garis AQ, BQ dan CQ (titik Q
sebagai patokan).
5) Pindahkan plastik ke atas peta dan geser-
geserlah sedemikian rupa sehingga garis AQ, BQ
dan CQ bersinggungan dengan titik a, b, dan c
di peta.
6) Setelah itu kita tusukan jarum pada titik Q di
peta sehingga peta tidak dapat terlepas.
7. Titik Q di peta adalah tempat kita berdiri




GAMBAR NOMOR : 005


















KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

111 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

12. INTERSECTION
Adalah menentukan suatu titik di peta yang kita kenal.
Ada 2 (dua) cara Intersection, yaitu :
a. Intersection dengan menggunakan Kompas.
1) Peta tidak perlu dicocokkan letaknya lebih
dahulu.
2) Dari titik (A) di medan yang mudah ditemukan
kembaG di peta sebagai titik (a), kita incar ke
titik (C) yang harus ditentukan letaknya. Sudut
kompas dari (A) ke (C) dapat dibaca di Kompas.
3) Kita lakukan pekerjaan yang serupa di titik (B)
(di peta menjadi titik b).
4) Kedua sudut kompas itu (dari A dan dari B) kita
rubah menjadi sudut peta dengan
memperhitungkan Ikhtilaf U.PU.M, lalu kita
rubah menjadi Back Azimuth dan kita gambar di
peta dengan pertolongan busur derajat.
5) Titik potong dari sudut (ac) dan (bc) adalah titik
c (tempat yang dicari).
















b. intersection tanpa menggunakan kompas,
1) Peta harus dicocokkan lebih dahulu. caranya :
letakkan peta di medan begitu rupa sehingga
GAMBAR NOMOR 006
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

112 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

beberapa tanda di peta sama letaknya dengan
keadaan sesungguhnya di medan.
2) Pergilah ke titik (A) di medan yang mudah
ditemukan kembali di peta sebagai titik (a).
3) Taruhlah peta di tanah dan cocokkan letak peta
itu dan tusuklah sebuah jarum di titik (a).
4) Taruhlah penggaris melalui jarum itu dan
tariklah garis lurus dari titik (a) di peta menuju
titik (C) di medan (C adalah tempat yang kita
cari).
5) Pergilah ke titik (B) - sebelah kanan/kiri dari titik
A - dan ulangi pekerjaan serupa tersebut, (c)
dan (d) menuju titik (C).
6) Titik potong kedua garis tersebut adalah titik (C)
yang dicari.

13. MENENTUKAN TITIK PADA PETA TOPOGRAFI.

Dalam INTERSECTION dan RESECTION telah kita ketahui
cara menentukan suatu titik di peta topografi. Jika letak
suatu titik di peta tadi akan kita beritakan kepada orang
lain, kita perlu mengetahui metode pemberitaannya.
Bayangkan kalau kita akan memberitakan letak titik tadi
pada orang lain dengan cara tertulis atau pertelepon,
maka akan terasa sulitnya cara menyatakan maksud
kita, tanpa metode yang tertentu.

Cara menentukan suatu titik pada peta topografi itu ada
3 (tiga cara), yaitu :
a. Dengan 4 angka
b. Dengan 6 angka
c. Dengan 8 angka.

a. Menentukan titik pada Peta Topografi dengan 4
Angka.
Tiap-tiap lembaran peta topografi terdapat garis-
garis koordinat dengan angka-angka, mulai angka 1
berturut-turut dari BERAT/
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

113 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

KIRI ke TIMUR/KANAN dan dari BAWAH/SELATAN ke
ATAS/ UTARA.
Pada ujung atas bagian kanan dari tiap-tiap
lembaran peta terdapat nomor lembaran petanya.
Menentukan titik dengan 4 Angka dilakukan dengan
menunjuk 2 angka terakhir dari KIRI lalu 2 angka
terakhir dari BAWAH.

Lihat Contoh Gambar ini.
Titik A berada di koordinat 1104
dan titik B berada di koordinat 1203.










b. Menentukan Titik pada Peta Topografi dengan
6 Angka.

Kita tahu bahwa dengan cara 4 angka adalah kurang
sempurna, sebab 4 angka itu menunjukkan satu
bujur sangkar yang kenyataannya di medan luasnya
adalah 1 Kmz. Kita perlu suatu cara menunjukkan
yang lebih teliti, ialah dengan cara 6 angka.

Caranya, kita bagi bujur sangkar dimana titik itu
berada menjadi 10 bujur sangkar kecil-kecil yang
sama besarnya, selanjutnya:
1) Sebutkan nomor LEMBARAN PETANYA,
2) Dua angka terakhir dari garis kiri titik itu.
3) Jarak antara titik itu dan garis kiri dari titik itu
dinyatakan dengan puluhan.
4) Dua angka terakhir dari garis bawah titik itu.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

114 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

5) Jarak antara titik itu dan garis bawah dinyatakan
dengan puluhan.

Lihat Contoh Gambar ini.






Titik X berada di koordinat 113046 dan
titik Y berada di koordinat 120040.

c. Menentukan Titik pada Peta Topografi dengan
8 Angka.
1) Sebutkan nomor lembaran petanya.
2) Dua angka terakhir dari garis kiri dari titik itu
3) Jarak antara titik itu dan garis kiri dinyatakan
dengan perseratusan.
4) Dua angka terakhir dari garis Selatan titik itu.
5) Jarak antara titik itu dengan garis Selatan
dinyatakan dengan perseratusan.

14. TANDA-TANDA PETA
Tanda-tanda peta dibedakan menurut
a. Warna dan
b. Bentuk.

a. Tanda-tanda Peta menurut Warnanya.

1) Merah : Kontruksi dari Batu, Jalan-jalan.
2) Biru : Kontruksi dari Besi, air, sawah.
3) Hitam : Kontruksi dari Kayu, Bambu dan tanaman
4) Hijau : Daerah yang didiami dan bertumbuh-tumbuhan.
5) Coklat : Ketinggian dan kedalaman dari permukaan bumi
6) Kuning : Batas-batas perkebunan, jalan-jalan.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

115 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

b. Tanda-tanda Peta Menurut Bentuk
Tanda-tanda peta untuk bagian-bagian dan benda-
benda mempunyai denah, seperti jembatan,
bangunan dan lain-lain digambar dengan arah letak
yang tepat. Sedangkan tandatanda peta untuk
bagian medan yang berdenah (Misalnya tiang, batas,
pohon) digambarkan dengan arah letak ke UTARA
PETA.

Perhatikan gambar di bawah ini.





























KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

116 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

22. PENGETAHUAN P.P.G.D

A. Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD).

Adalah tindakan yang cepat dan tepat atas dasar prinsip
tertentu dengan cara yang baku dalam mengatasi suatu
kecelakaan sebelum korban dikirim ke Rumah Sakit.

Kecelakaan adalah suatu kejadian diluar kemampuan
manusia disebabkan oleh kekuatan luar, terjadi dalam
sekejap dan dapat menimbulkan kerusakan, baik jasmani
maupun jiwa.

Pertolongan tingkat pertama yang tercakup dalam
pertolongan gawat darurat bertujuan:
1. Mencegah maut.
2. Mencegah penurunan kondisi badan.
3. Penunjang upaya penyembuhan.

Pada saat memberikan pertolongan, yang perlu
diperhatikan :
1. Keadaan tempat dimana kecelakaan terjadi.
2. Jalur sarana komunikasi yang tersedia
3. Jalur sarana pengangkutan.
4. Obat-obatan yang diperlukan termasuk alat-alat.

Prinsip pokok dari pelaksanaan PPGD ialah :
a. Melaksanakan tindakan yang diarahkan pada
penyelamatan terhadap korban.
b. Melaksanakan tindakan sesuai keadaan yang diderita
korban.
c. Bila diperlukan, laksanakan Pernafasan buatan,
pendarahan dihentikan dan kesadaran diupayakan.

Untuk melaksanakan pertolongan yang cepat dan tepat
serta bermutu, tidak selalu memerlukan alat/obat yang
mahal dan serba sulit untuk dipakai.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

117 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Harus diusayakan bekerja dengan bahan yang ada, dan
jangan dilupakan beberapa bahan dan obat-obatan
tradisionil yang bermanfaat.

Obat-obatan yang diperlukan / persediaan harus seefisien
mungkin dan minimal harus ada :
- Obat pencuci luka.
- Alkohol, sabun lifeboy.
- Amoniak.

Alat-alat minimal yang harus tersedia :
1. Pembalut cepat nomor, 1, 2 dan 3 masing-masing 5
bungkus.
2. Perban 3 cm dan 5 cm sebanyak 10 rol.
3. Mitella 4 lembar.
4. Gunting 1 buah.
5. Bidai 1 set.
6. Pinset 2 buah.
7. Peniti 12 buah.

Dalam pelaksanaan pertolongan prinsip yang perlu
dipegang teguh yaitu “berfikir sebelum melangkah
dan melangkah sesuai dengan rencana”

B. RESUSITASI

Tindakan atau pertolongan untuk mengembalikan fungsi
pernafasan dan fungsi jantung yang terganggu guna
melangsungkan hidup penderita.

Gangguan fungsi pernafasan

Didapatkan : Saluran pernafasan yang tersumbat.
Tindakan : Buka jalan nafas.
Cara :




KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

118 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808
















Hati-hati : - Penderita yang tidak sadar dalam posisi
duduk akan tersumbat oleh lidahnya
sendiri.
- Penderita dengan luka berat di daerah
punggung dan daerah leher.
- Mengeluarkan penderita yang tidak sadar
dari dalam mobil.

Menilai dan memeriksa pernafasan.

Bernafas : - Melihat, dada korban bergerak.
- Mendengar, menghirup dan menghembus
kan nafas.
- Merasa, udara pernafasan dihembuskan ke
punggung tangan atau pipi.









Jalan Nafas tersumbat :
- Korban tidak sadar dan terbaring
terlentang dengan posisi kepala
normal, mengakibatkan lidah dapat
tertarik ke dalam.
- Jangan meletakkan sesuatu di bawah
kepala karena hanya akan
memperburuk keadaan.
Jalan Nafas terbuka :
- Letakkan satu tangan dibawah leher
korban dan angkat keatas. Dorong
kepalanya kebelakang dengan tangan
yang lain diatas dahinya.
- Pada posisi diatas, lidah tertarik
keatas, jalan nafas akan terbuka.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

119 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

TINDAKAN PADA KEADAAN GAWAT DARURAT.
1. Tentukan apakah korban tidak sadar.
Tidak mungkin membangunkan korban yang tidak
sadar dengan menyentuh atau memanggilnya.

2. Buka Jalan Nafas.
Angkat kepala korban yang tidak sadar keatas dengan
meletakkan satu tangan dibawah lehernya dan dorong
kepalanya ke belakang dengan tangan yang lain di
atas dahinya (pada orang dewasa). Pertahankan
supaya kepala tetap pada posisi ini.








3. Tindakan selanjutnya tergantung pada keadaan
korban itu sendiri.

Korban bernafas cukup.
Tindakan : Letakkan korban dalam posisi miring
(menyamping), dan posisi leher dan kepala
tetap dipertahankan seperti no.2 diatas.








Korban tidak bernafas atau pernafasan tidak cukup.

- keadaannya parah .


KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

120 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Tindakan : Pernafasan Buatan.
Mula–mula pernafasan buatan dilakukan
3-5 kali cepat dan dalam. Kemudian
segera raba denyut nadi karotis (daerah
leher bagian samping).







4. Denyut nadi karotis teraba, pernafasan buatan
diteruskan sampai terjadi pernafasan spontan atau
diambil alih oleh yang lebih ahli.
Denyut nadi karotis tidak teraba, terdapat gangguan
fungsi jantung yang disebut henti jantung dan harus
dilakukan pernafasan buatan dan kompresi jantung
luar.

PERNAFASAN BUATAN



















Korban tidak sadar
Pernafasan : Tidak ada/
lemah/tidak teratur
Pernafasan
buatan segera
dimulai
MULUT KE MULUT
- Angkat kepala korban kebelakang untuk membuka
jalan nafas. Tutup rapat lubang hidung korban dengan
jari-jari anda dan tarik nafas dalam-dalam.
- Tempelkan dan ketatkan bibir anda disekeliling mulut
korban. Tiupkan udara ke dalam paru-parunya dan
perhatikan dada korban. Bila dada korban naik, berarti
udara telah mencapai paru-paru.
- Lepaskan bibir anda supaya terjadi pengeluaran udara
secara pasif dari paru-paru. Perhatikan dada korban
akan mengecil. Ambillah nafas sebelum anda
meniupkan udara ke dalam paru-paru korban lagi.
- Secara teratur tiupkan udara ke dalam paru-paru
korban dengan frekwensi/kecepatan pernafasan
normal. Teruskan sampai korban mulai bernafas atau
anda digantikan oleh orang lain yang menguasai
pernafasan buatan.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

121 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

MULUT KE MASKER
Bila ada muntahan atau perdarahan dari luka-luka di
muka atau di tenggorokan, banyak orang tidak mau
melakukan pernafasan mulut ke mulut. Masker akan
sangat berguna, karena menghindarkan kontak langsung
ke mulut. Selain itu udara akan masuk melalui mulut
maupun hidung. Tapi jangan membuang waktu mencari-
cari masker yang tidak tersedia dengan segera.
















PERNAFASAN UNTUK BAYI
Tiupkan sedikit udara dalam waktu yang cepat.
- Mulut ke mulut dan hidung :tutup hidung dan mulut
korban dengan mulut anda.










Bagaimana Cara Menggunakan Masker:
- Angkat kepala korban ke belakang, letakkan
masker sehingga menutupi mulut dan hidung.
Ujung bulat dari masker terletak di depan dan
yang berujung di atas hidung.
- Gunakan kedua tangan untuk menjadi posisi
masker, usahakan menjaga agar jalan nafas
terbuka. Tekan masker pada muka dengan
kedua ibu jari di atas kedua masker. Dorong
rahang bawah korban ke depan dengan ujung-
ujung jari anda di bawah tulang rahang tepat
sedikit dibawah daun telinga. Jaga supaya
kepala korban tetap terangkat ke belakang
(ekstensi).
- Tiupkan udara melalui lubang masker.
- Lepas mulut anda dari masker ambillah nafas
sementara ke luar dari paru-paru korban.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

122 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

- Mulut ke masker :pakai masker yang khusus untuk
bayi.








Bersihkan mulut dan tenggorokan
Bila dada tidak berkembang ketika anda meniupkan
udara melalui mulut korban, sementara kepala korban
benar-benar terangkat ke belakang, berarti udara tidak
mencapai paru-paru korban. Ini biasanya disebabkan oleh
benda asing yang menyumbat jalan nafas.
Benda-benda asing yang dapat terlihat seperti muntah,
darah, gigi yang tanggal dan sebagainya, harus
dikeluarkan dari mulut dan kerongkongannya. Miringkan
korban dan buka mulutnya, sisipkan jari tengah dan
telunjuk dan tarik ke luar benda-benda asing gerak
menyapu.

C. GANGGUAN FUNGSI JANTUNG

HENTI JANTUNG
Cara mengenal adanya henti jantung:
1. Tidak sadar
2. Tidak terabanya nadi karotis
3. Henti nafas
4. Tampak seperti mati
5. Orang-orangan mata melebar
6. Warna kulit pucat sampai kelabu
Jika nomor 1 dan 2 positif maka pasti terdapat henti
jantung

KOMPRESI JANTUNG LUAR :
- Pada orang dewasa: korban diletakkan di tempat yang
keras dan rata, pangkal telapak tangan anda
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

123 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

ditindihkan satu sama lain dan diletakkandua jari di
atas ujung tulang dada korban. Ditekan sedalam 3-5
cm ke arah tulang belakang korban dengan kecepatan
60 kali per menit.



























TEKNIK KOMBINASI KOMPRESI JANTUNG LUAR DENGAN
PERNAFASAN BUATAN.
- Dengan satu penolong: Setiap 15 kali kompresi
jantung luar, diikuti 2 kali pernafasan buatan .




- Pada anak-anak: korban diletakkan di
tempat yang yang keras dan rata,
sebelah dari pangkal telapak tangan
diletakkan di pertengahan tulang dada.
Ditekan sedalam 2-3 cm ke arah tulang
belakang dengan kecepatan ± 100 kali
per menit.
- Pada bayi: korban diletakkan di kedua
telapak tangan, kedua ibu jari di
pertengahan tulang dada. Kedua ibu jari
tersebut ditekan ke arah tulang belakang
1-2 cm sebanyak 100-200 kali per
menit.
- Cara lain: penekanan dilakukan dengan
ujung jari telunjuk dan jari tangan.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

124 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808








- Dengan dua penolong: Setiap 5 kali kompresi
jantung luar, diikuti 1 kali pernafasan buatan. Di sini
kompresi tidak terputus-putus.
- Dengan satu penolong, sewaktu memberikan
pernafasan buatan kompresi jantung luar terhenti.
Sedangkan dengan dua penolong: pernafasan buatan
diberikan/diselipkan diantara kompresi ke-5 dan ke-6.

Teknik kombinasi ini dinyatakan berhasil kalu ada tanda-
tanda: nadi karotis mulai berdenyut, pernafasan mulai
spontan dan kulit yang tadinya berwarna keabu-abuan
mulai menjadi merah. Bila denyut kerotis sudah timbul
teratur, maka kompresi dapat dihentikan tetapi
pernafasan buatan tetap diteruskan sampai timbul nafas
spontan.

Bila orang-orangan tetap lebar, warna kulit tetap pucat
kelabnu dan resusitasi sudah berlangsung 85-30 menit,
maka resusitasi dihentikan.

Bila orang-orangan mata mengecil, warna kulit menjadi
kemerah-merahan, tetapi denyut karotis belum teraba,
maka kompresi jantung dan pernafasan buatan tetap
diteruskan dan bawa korban ke Rumah Sakit secepatnya.

D. MENGHENTIKAN PENDARAHAN.
Cara:
1. Menekan dengan jari tangan
2. Penekanan dengan kain bersih/sapu tangan pada luka
3. Balut tekan
4. Tomiket – hanya pada keadaan tertentu

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

125 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

1. MENEKAN DENGAN JARI TANGAN
Pembuluh darah yang dekat pada permukaan kulit
ditekan dengan jari.
















Dengan menekan pembuluh darah antara jari dan
tulang, maka pendarahan akan berhenti.
Pada 1 sisi badan manusia terdapat 6 titik pembuluh
darah yang dapat ditekan dengan jari.

2. PENEKANAN DENGAN KAIN BERSIH/SAPU TANGAN
- Sapu tangan yang sudah disetrika dan belum
dipakai, lipatan bagian dalam dianggap bersih.
- Letakkan bagian yang bersih tersebut diatas luka
dan tekanlah.
- Pendarahan dapat berhenti dan pencemaran oleh
kumah-kuman dapat dihindarkan.








KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

126 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808








3. BALUT TEKAN















4. TORNIKET















Pemasangan torniket hanya
pada keadaan tertentu, yaitu
bila anggota badan atas
(tangan) atau anggota badan
bawah (kaki) terputus.
- Tutup ujung tungkai
yang putus dengan kain
bersih.
- Bagian tangan/kaki yang
putus dimasukkan
kedalam kantong plastik
yang berisi es dan dibawa
bersama-sama ke Rumah
Sakit.
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

127 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

E. SYOK / SHOCK
Tanda-tandanya 1. Kulit : - pucat.
- dingin
- basah.
2. Gelisah
3. Haus
4. Hitungan denyut nadi lebih dari 100
kali.
5. Nafas cepat.
6. Orang-orangan mata (pupil) melebar.

Tindakan :
- Tidurkan penderita terlentang dengan kaki lebih tinggi
dari pada kepala.
- Kendorkan pakaian penderita.
- Badan ditutupi dengan selimut.
- Jangan beri minum.






F. BALUT.
Tujuan: Mencegah atau menghindari terjadinya memar
karena pencemaran kuman suatu luka.

Alat: - Kain segitiga.
- Perban.
- Balut cepat

KAIN SEGITIGA:







Cara menutup luka pada tangan
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

128 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808































.








Cara menutup luka di dada dengan 2 kain segitiga
Cara menutup luka pada kaki
Cara menutup luka pada
daerah telinga
dan pada dagu.

Cara menutup luka pada
daerah mata.

Cara menutup luka pada
daerah hidung dan dagu.

Cara menutup luka untuk
daerah kepala

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

129 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808








































Cara menutup luka pada
tangan

Cara menutup luka pada tungkai
bawah.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

130 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

PERBAN






































Cara menutup luka pada jari tangan.

Cara membalut luka pada tangan dan kaki

Cara membalut dengan tehnik “angka-8”
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

131 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

G. BIDAI.
Alat yang dipakai untuk mempertahankan kedudukan
(fiksasi) tulang yang patah.
Tujuan : Mencegah pergerakan tulang yang patah.
Syarat : - Bidai harus dapat mempertahankan
kedudukan 2 sendi tulang di dekat tulang
yang patah.
- Tidak boleh terlalu kencang/ketat, karena
akan merusak jaringan tubuh.
Alat : - Anggota badan sendiri.
- Papan, bambu, dahan.
- Karton, majalah, kain.
- Bantal, guling, selimut.
- “Air Splint”
- “Vacum matras”.
























Fiksasi dengan kain segitiga
untuk cerai berai sendi-sendi
bahu.

Kain segitiga sebagai alat
untuk menggendong
anggota badan atas
(tangan) jika terjadi luka

Cara memasang bidai pada lengan atas

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

132 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808








































Bidai untuk lengan bawah
atau pergelangan tangan

3 buah kain segitiga
yang dilipat untuk
fiksasi tulang iga yang
patah

Bidai untuk jari tangan yang
patah.

Bidai untuk patah tulang
tungkai bawah.

Bidai untuk patah tulang sendi
lutut.

Bidai untuk fiksasi patah tulang
pinggul.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

133 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808








































Bidai untuk patah tulang
bawah.

Cara untuk fiksasi patah tulang
punggung.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

134 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

H. TRANSPORTASI.
Memindahkan penderita gawat darurat dari satu tempat
ke tempat yang lain.

Syarat : - Keadaan stabil
- Jalan nafas dijamin terbuka/bebas.
- Monitor (Pengawasan ketat) dari : -
Jantung.
-
Nadi.
-
Paru-paru

Alat : 1. Tenaga manusia : 1 orang, 2 orang, 3
orang atau 4 orang.
2. Tandu : Khusus, Papan, Bambu/dahan,
Matras.
3. Kendaraan : Darat, laut, udara.

SATU ORANG



















Terutama untuk anggota pemadam
kebakaran kalau menolong penderita
yang tidak sadar di dalam gedung
yang terbakar atau yang melewati
jalan/lorong sempit.

Penderita tidak terdapat patah tulang
punggung

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

135 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808


















DUA ORANG

- Kedua tangan penderita pada bahu penolong yang
berdiri di kanan dan kiri.
- Posisi setengah duduk pada keempat tangan
penolong.
- Dapat juga menggunakan kursi.















Posisi penderita terakhir
untuk dibawa

Penderita Posisi tengkurap

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

136 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

TIGA ORANG





















EMPAT ORANG
















Tiga Penolong saling berhadapan dan berpegangan tangan dibawah penderita.

Tiga orang penolong pada
satu sisi dari korban.

Empat penolong saling berhadapan dan
berpegangan tangan dibawah penderita.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

137 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

ENAM ORANG






































Cara mengangkat penderita dengan menggunakan kain sprei.
Terutama kalau ada kecurigaan adanya patah tulang punggung

Posisi penolong pada waktu berjalan sambil
membawa tandu yang berisi korban

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

138 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

23. ABA-ABA DENGAN ISYARAT TANGAN

1. Berkumpul : Kedua belah tangan direntangkan
kesamping, telapak tangan menghadap
kebawah, kemudian disilangkan di
depan dada (bersidakap berulang-ulang
kali.
2.
3. Bubar/berpencar : Kedua belah tangan disilangkan
kedepan dada (bersidakap), kemudian
direntangkan kesamping berulang kali,
telapak tangan pada saat direntangkan
menghadap kebawah.

4. Maju jalan : Tangan kanan diacungkan keatas lurus,
jari-jari rapat dan telapak tangan
menghadap kedepan, kemudian di
ayunkan kedepan sebatas bahu.



5. L a r i : Salah satu tangan dikepal kemudian
diacungkan lurus keatas dan kebawah.




6. Berhenti : Tangan diacungkan keatas, jari-jari
rapat dan telapak tangan menghadap
kedepan.



7. Balik Kanan : Tangan diputar-putar diatas kepala
membentuk lingkaran.




KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

139 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

8. Berjongkok : Kedua belah tangan diletakkan di
depan, telapak tangan menghadap
kebawah, lalu diayunkan dari atas
kebawah beberapa kali.


9. Bangun/berdiri : Sama seperti nomor 7 hanya saja
telapak tangan menghadap keatas dan
diayunkan dari bawah keatas.



10. Berbaring/tiarap : Tangan diacungkan keatas lurus,
jari-jari rapat, telapak tangan
menghadap kebawah, lantas diayunkan
kebawah sampai mengenai paha.























KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

140 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

24. BENTUK BARISAN DENGAN ISYARAT TANGAN

1. Lingkaran Besar
Kedua ujung telapak tangan dipertemukan di atas
kepala dan membuat gerakan melingkar dengan
kedua tangan disekeliling badan.





2. Lingkaran Kecil
Kedua ujung jari telunjuk dan ibu jari dipertemukan di
atas kepala.





3. Setengah Lingkaran
Kedua lengan digerakkan di samping badan kedepan
(dari kiri kekanan dan dari kanan kekiri) dimuka
badan.





4. Angkare
Kedua siku mengepal dan ditegakkan ke atas sebatas
bahu.








KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

141 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

5. Berderet/Bersaf
Kedua lengan direntangkan lurus ke samping setinggi
bahu.





6. Kolone terbuka
Kedua tangan dikepalkan menghadap kedalam dan
ditegakkan disamping badan setinggi bahu.





7. Kolone tertutup
Kedua tangan dikepalkan dan ditegakkan didepan
dada setinggi bahu




8. Selat/kanon
Kedua tangan lurus kedepan, telapak tangan terbuka
berhadapan.





9. Selat Balik
Kedua tangan lurus kedepan, telapak tangan terbuka
bertolak belakang.





KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

142 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

10. Roda
Kedua tangan mengepal disilangkan di depan dada.






11. Perlombaan
Kedua tangan mengepal lurus kedepan.







12. Anak panah
Kedua ujung jari tangan dipertemukan di depan dada
atau diatas kepala, telapak tangan menghadap
kebawah.


















Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk
tenang dan sabar.
Khalifah 'Umar

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

143 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808








































KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

144 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808








































KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

145 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

INDONESIA RAYA

Ciptaan : WR. Supratman


Indonesia Tanah Airku
Tanah Tumpah Darahku
Disanalah Aku berdiri
Jadi Pandu Ibuku

Indonesia Kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah Kita berseru
Indonesia Bersatu

Hiduplah Tanahku Hiduplah Negeriku
Bangsaku, Rakyatku, semuanya
Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya Merdeka – merdeka
Tanahku, Negeriku yang kucinta
Indonesia Raya Merdeka – merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya Merdeka – merdeka
Tanahku, Negeriku yang kucinta
Indonesia Raya Merdeka – merdeka
Hiduplah Indonesia Raya










KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

146 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808








































KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

147 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Bertemu Lagi
Ciptaan : H. Mutahar

Disinilah Disini Kita Bertemu lagi
Disinilah Disini Kita Bertemu lagi
Salam! Salam! Salam! Salam! Salam!....


Apa Guna Keluh Kesah
Apa Guna Keluh Kesah
Pramuka Tak Pernah bersusah
Apa Guna Keluh Kesah


Api Unggun
Api Unggun sudah menyala...
Api Unggun sudah menyala...
Api Api Api Api Api Api..
Api Kita Sudah Menyala


(lagu daerah Papua)
Apuse Kokondao
Yarabe Sorong Doreri
Olenso Baninema Bekipase
Arafabe Asywarakwa




KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

148 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808









































Rajin terampil dan gembira
Senantiasa Praja Muda Karana
Sopan dan tak kenal rasa sombong
Bersahaja setia suka menolong
Ya ya ya ya itulah Pramuka }
Pramuka Sejati } 2x
Sejati kata dan Prilakunya }


Ayo kawan ayo kawan berkumpul
Berkumpul bersenang-senang semuanya
Jangan segan, jangan segan bersama
Bersama bernyanyi bergembira
Tepuk tangan, tepuk tangan,
tepuk tangan bergembira
Sekali lagi, sekali lagi,
tepuk tangan kita semua bergembira
Tepuk Tangan

Mari kawan tepuk tangan
Tanda setuju Tra lala lala lala
Selingkaran diiringi lagu-lagu merdu
Tra lala lala lala
Jangan suka topang dagu
Pura-pura dungu
Itu sifat paling jelek
Janganlah di tiru
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

149 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Nyanyikanlah

Nyanyikan, nyanyikanlah
Lagu-lagu merdu
Gembira, gembiralah, apa yang ditunggu
Berlenggang, berlengganglah, jangan malu-malu
Gembira Tanda sehat, Hidup ceria slalu

Ulang Tahun

Ini hari ne ine
Ini hari ne ine
Ini hari ulang tahun e kita e
Ini upacara ne
Ini upacara ne
Upacara ne ulang tahun e kita e


Mari ke Rimba

Mari ke rimba, mari ke rimba
Untuk bersuka ria
Ya ya ya ya ya ya rimba diganti kota
Sekarang baru-baru kita berada di rimba 2x


Masuk Pramuka

Hatiku gembira karena masuk Pramuka
Pramuka Indonesia
Berdasarkan Pancasila
Akan kuturuti apa kata Pembina
Akan kupatuhi apa kata-katanya

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

150 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Tak Kenal Rintangan

Pramuka tak kenal rintangan
Meski jalan penuh halangan
Kan hilang di dalam hati yang riang
Pramuka tak kenal rintangan



Tak ada gunung terlalu tinggi
Buat kami daki di tengah malam
Tak ada jurang terlalu dalam
Buat kami turuni di malam kelam
Hutan rimba, hutan rimba
Padang lalang, padang lalang
Dusun sunyi jalanan jauh
Panas terik, hujan berangin
Maju terus, jalan terus
Pantang patah-pantang patah
Hati kami-hati kami
Karena telitinya
Pasukan Penggalang jalanlah
Terhapus duka semua


Kecil-kecil

Kecil-kecil itu Siaga
Besar-besar itu Penggalang
Lebih besar itu Penegak
Semuanya Pramuka

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

151 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808



Selamat datang kakak 2x
Selamat datang kami ucapkan
Ya ya ya ya 2x
Terimalah salam dari kami
Yang ingin maju bersama-sama


Berkemah

Di tengah-tengah hutan
Di bawah langit biru
Tenda terpancang di tiup sang bayu
Api menjilat-jilat
Terangi rimba raya
Membawa kelana dalam impian
Dengarlah-dengarlah sayup-sayup
Suara nan merdu memecah malam
Jauhlah dari kampung turuti kata hati
Guna bakti pada bunda pertiwi


Takkan dapat kulukiskan
Takkan dapat kugambarkan
Takkan dapat kulupakan
Hanya dapat kukenangkan



}2x
}2x
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

152 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808








































KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

153 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

ISTILAH-ISTILAH KEPRAMUKAAN

Bahasa Indonesia Bahasa Inggris
Dwi Satya

Dwi Darma
Trisatya (G, T, D)

Dasadarma
Bendera Nasional
Lagu Kebangsaan
Bendera Pramuka
Anggaran Dasar
Anggaran Rumah Tangga
Siaga (Putera)
Siaga (Puteri)
Penggalang (putera)
Penggalang (Puteri)
Penegak (Putera)
Penegak (Puteri)
Pandega (Putera)
Pandega (Puteri)
Calon Siaga
Calon Penggalang
Calon Penegak
Calon Pandega


Barung
Pemimpin Barung
Regu
Pemimpin Regu
Sangga
Pemimpin Sangga
Perindukan
Pasukan
Ambalan
Cub Promise,
Brownie Promise
Cub Law, Brownie Law
Scout Promise,
Girl Guide Promise
Scout Law, Girl Guide Law
National Flag
The National Anthem
Scout Flag
Scout Constitution
Scout by Law
Cub
Brownie
Scout, Boy Scout
Girl Scout, Girl Guide
Rover
Ranger
Senior Rover
Senior Ranger
Tenderpad
Tenderfoot
Rover Candidate/
Ranger Candidate
Senior Rover/
Candidate Ranger
Six
Sixer
Patrol
Patrol Leader
Gang
Gang Leader
Pack
Troop
Crew

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

154 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Bahasa Indonesia Bahasa Inggris
Siaga Garuda
Penggalang Garuda
Penegak Garuda
Siaga Mula
Siaga Bantu
Siaga Tata
Penggalang Ramu
Penggalang Rakit
Penggalang Terap
Penegak Bantara
Penegak Laksana
Pembina Siaga
Pembantu Pembina Siaga
Pembina Penggalang
Pembantu Pembina G
Pembina Penegak
Pembina Gudep
Pelatih
Pelatih Biasa
Andalan
Ketua
Wakil Ketua
Sekretaris
Pelindung
Pramuka Utama
Gerakan Pramuka
Lambang Pramuka
Emblem
Tunas Kelapa
Gugusdepan
Satuan Karya (SAKA)
Kwartir Ranting
Kwartir Cabang
Kwartir Daerah
Kwartir Nasional
Biro Kepanduan sedunia
Majelis Pembimbing

Eagle Cub, Eagle Brownie
Eagle Scout, Eagle Guide
Eagle Rover, Eagle Ranger
Third Class Cub
Second Class Cub
First Class Cub
Third Class Scout
Second Class Scout
First Class Scout
Second Class Rover/Ronger
First Class Rover/Ranger
Pack Leader
Assistant Pack Leader
Scout Master, Troop Leader
Assistant Scout Master
Unit Leader
Groups Leader
Leader, Trainer
Instructur
Commisioner
Chairman
Vice Chairman
Secretary
Patron
Chief Scout
Pramuka Movement
Pramuka/scout Symbol
Emblem
The Sprouting Coconut
Groups
Special Troop, Special Task
Sub-District Headquarters
District Headquarters
Provincial Headquarters
National Headquarters
World Scout Bureau (WSB)
Sponsoring Committee
Rover Council
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

155 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Bahasa Indonesia Bahasa Inggris
SKU (TKU)
SKK (TKK)
Dewan Kerja Penegak
Pelantikan
Pesta Siaga
Jambore
Lomba Tingkat
Raimuna
Perkemahan Wirakarya
Jambore Udara
Permainan Keluar
Penjelajahan
Pengembaraan
Perintisan
Lintas Alam
Mendaki Gunung
Pendakian
Berlayar
Mendayung
Halang Rintang
Gladi Tangguh
Berkemah
Salam Pramuka
Tepuk Pramuka
Api Unggun
Mencari Jejak
Peta Pita
Mengenal cuaca
PPPK
Tali-temali (simpul)
Menaksir
Bumi Perkemahan

Membaca Peta
Keadaan Darurat
Kesegaran Jasmani
Merit System Badges
Advancement Badges
Special Proficiency Badges
Investiture
Cub Bazaar, Cub Party
Jamboree
Scout’s Rally
Rover’s Moot
Rover’s Camp Service
Jamboree On The Air (JOTA)
Wide Games
Exploring
Hiking
Pioneering
Cross Country
Mount Climbing
Mountaineering
Sailing
Rowing/Canoeing
Obstacle Training (OS)
Survival Training
Camping
Scout Salute
Scout Clap
Campfire
Tracking, Trailing,Pathfinding
Ribbon Map
Weathering
First Aid
Knotting
Estimation
Camping Ground,
Camp Site
Map Reading, Mapping
Emergency
Fitness


KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

156 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Bahasa Indonesia Bahasa Inggris
Baret
Peci
Setangan Leher
Pita leher
Ring
Seragam
Ikat Pinggang
Kaos kaki
Sepatu
Peluit
Tali Peluit
Pisau
Tali
Tongkat
Tas PPPK
Perlengkapan PPPK
Buku Catatan
Tenda
Pasak Tenda
Pacul
Sekop
Ransel

Kapak
Gergaji
Alat Penggalai
Sapu Lidi
Rak
Lampu Tenda
Tungku
Kayu Bakar
Kantung Tidur
Lilin
Korek Api
Kaca Pembesar
Jarum
Kail
Obor
Beret
Cap
Neckershief
Tie
Ring Woggle
Uniform
Belt
Stocking
Shoes, Boots
Whistle
Whistle Cord
Knife
Rope
Pole, Stick
First-Aid Bag
First-Aid Kit
Note Book
Tent, Rideg, Camp
Standard
Hoe, Squeeze,Press
Shovel
Backpack, Rucksack
Knopsack
Axe
Saw
Digger
Rake
Camping Gadgets
Lantern
Stoves
Firewood
Sleeping Bag
Candle
Matches
Magnifying Glass
Needle
Fish Hook
Torch
KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

157 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful