Perkembangan Bahasa Anak

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini para orang tua harus belajar cara menafsirkan dan memberi tanggapan terhadap komunikasi yang dilakukan dalam upaya membentuk ikatan (batin) yang akan menjadi dasar perkembangan anak selanjutnya karena dengan kita memahami dan memantau anak kita bisa tau sejauh mana perkembangan anak tersebut dan kita dapat melatihnya sesuai dengan kemampuan dan apa yang mereka butuhkan. Jadi kita tidak seenaknya mengajarkan sesuatu kepada anak dan mengajarkan bahasa yang baik pada anak usia dini adalah bahasa-bahasa yang pantas di ucapkan oloeh anak seusianya, kita sebagai orang tua ataupun pendidik juga harus memberikan contoh yang baik kepada anak agar anak juga dapat mengikutinya dengan baik juga karena anak selalu menirukan apa yang orang lakukan. Misalnya mereka belajar ditengah-tengah orang yang menggunakan bahasa dan dengan memiliki akses yang tersedia terhadap lingkungan yang aman, menarik dan mengundang eksplorasi indera pendengaran dan indera penglihatan yang dapat membantu anak mengorganisasikan informasi dari lingkungannya. Berbeda dengan anak yang belajar di lingkungan yang tidak kondusif atau tidak diberi pembelajaran dengan baik, maka anak juga akan menirukannya. Semua aktivitas yang dapat merangsang kemampuan anak dalam berbahasa dapat diciptakan sendiri oleh pendidik ataupun orangtua. Pendidik dapat mengembangkan sendiri dengan cara menerapkannya kepada anak sesuai dengan kondisi dan lingkungannya. Misalnya dengan menggunakan permainan karena anak usia dini lebih senang diajak bermain jadi dengan permainan tersebut dimaksudkan agar anak lebih mudah menangkap apa yang kita berikan dengan adanya permainan anak juga dapat berinteraksi dengan taman dan lingkungan dan denagn itu pula anak dapat mengekspresikan dirinya sesuai dengan apa yang ada di fikiran mereka. Dengan bahasa pula seoarang pendidik dapat mengajarkan tentang sopan-santun(bertuturkata,bersikap dan berprilaku)yang baik dan benar keapada muridnya selama di lingkungan sekolah.Selain di linkungan sekolah sebaiknya dalam pengembangan bahasa juga di ajarkan oleh orang tua di rumah,karena pada dasarnya bahwa pendidikan yang pertama dan utama dapat kita lihat pada lingkungan keluaraga,jadi para orang tua harus lebih berhati-hati dalam hal mengembangkan bahsa pada anak terutama dalam berbicara kepada anak terutama Anak Usia Dini.Karena dengan perkataan yang baik dan benar kepada Anak Usia Dini maka mereka akan meniru hal

Memberikan pengetahuan tentang perkembangan bahasa pada anak usia dini 3.yang baik pula dan sebaliknya jika kita sedikit saja mengajarkan hal yang tidak baik kepada anak B. Bagimana kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini? C. Bagaimana teori perkembangan bahasa pada anak usia dini? 4. Bagaimana perkembangan bahasa awal pada anak usia dini? 2. Rumusan masalah 1. Mengerti tahapan perkembangan bahasa pada anak usia dini D. Bagaimana perkembangan bahasa anak yang mencangkup kata dan kalimat? 3. Mengetahui perkembangan bahasa awal pada anak usia dini 2. Manfaat 1. Mengetahui perkembangan bahasa anak yang mencangkup kata dan kalimat 3. Menambah pengetahuan tentang perkembangan bahasa pada anak usia dini . Tujuan 1. Menyelesaikan tugas makalah perkembangan anak 2.

Bahasa terdiri dari kata – kata yang digunakan oleh masyarakat beserta aturan – aturan untuk menyusun berbagai variasi an mengkombinasikannya. mengoceh. Misalnya seorang anak menangis. Bahkan dapat dikatakan perkembangan sistem syaraf terjadi bersamaan dengan pembentukan organ-organ eksternal janin pada masa tiga bulanpertama. berinteraksi dengan orang tua atau anak-anak lainnya. papa. 2. lidah. Oleh karena itu . makan. mengoceh.atau isyarat yang berdasarkan pada suatu sistem dari simbol-simbol.kata yang didengar dari orang tua atau lingkungan sekitarnya . Setiap anak bayi memang telah dibekali dengan suatu kemampuan untuk berkomunikasi maupun berbahasa sejak dari masa kandungan kemampuan tersebut tidak langsung berkembang secara sempurna. Perkembangan Bahasa Awal Pada Anak Usia Dini Suatu bentuk komunikasi baik itu lisan . tenggorokan. Organ-organ tersebut sangat mendukung perkembangan kemampuan untuk berbahasa ataupun mengunggkapkan pesan-pesan komunikasi secara jelas dan dapat dipahami oleh orang lain.tertulis . Menginjak akhir tiga bulan kedua proses perkembangan diferensiasi organ-organ tubuh internal maupun eksternal cukup memadai sehingga organ tubuh otakpun telah terbentuk dengan baik. Perkembangan sistem syaraf dalam otak. Kematangan fisiologis atau physiological maturity. sistem syaraf. berkomunikasi. mendengut. 1. minum dan sebagainya. mulut atau sistem pernafasan. Kematangan fisiologis tercapai dengan baik bila pertumbuhan organ-organ fisik berjalan secara normal tanpa ada gangguan –gangguan pada otak. Perkembangan bahasa sangat erat hubungannya dengan kematangan fisiologis dan perkembangan sistem syaraf dalam otak. seperti kata mama. Kemampuan mengeluarkan suara seperti menangis. mendekut. Sebelum mampu berbicara umumnya seorang anak memiliki perilaku untuk mengeluarkan suara-suara yang bersifat sederhana kemudian berkembang secara kompleks dan mengandung arti. melalui proses perubahan yang cukup panjang maka dasar-dasar potensi bahasa akan berkembang secara kompleks sehingga seorang anak dapat berbahasa. 2004 ). Sistem syaraf pada janin yang masih berkembang dalam kandungan semasa pranatal tergolong sangat sederhana. kemudian dia akan mampu menirukan kata. meniru kata-kata sebelum seorang anak dapat berbicara secara jelas artinya.BAB II ISI A. atau disebut pre-linguistik speech ( Papalia.

Orang tua yang sering memberikan stimulus pada janin semasa dikandungan. sakit. aaaaahhh. Menangis dapat diartikan sebagai cara bayi berbahasa untuk menyampaikan pesan kebutuhan dasarnya. Setiap stimulus eksternal yang dapat diterima. menyanyi. Sistem syaraf dalam otak bayi yang pernah memperoleh pengalaman berkomunikasi maupun berbahasa dengan lingkungan eksternal ( orang tuanya ) akan berkembang dengan baik. Vokalisasi Awal pada Anak Usia Dini Perkembangan bahasa sebelum bayi dapat berbicara secara aktif disebut perkembangan masa pra berbicara. Setelah dilahirkan biasanya bayi yang normal akan menangis. masa pra bicara ditandai dengan munculnya vokalisasi awal pada bayi ( Berk. Jadi perilaku menangis merupakan perilaku yang mengandung pesan secara kompleks. 1995 . dkk. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa setiap bayi dapat berkomunikasi dengan cara menangis bila ia sedang menghadapi masalah dalam hidupnya misalnya : ketika lapar. mengantuk. Menangis Menangis merupakan cara seorang bayi untuk berbicara atau berkomunikasi dengan lingkungan hidupnya atau orang tua. 1993 . Suara bayi tersebut menunjukkan ekspresi perasaan emosi positif maupun emosi negatif. Mendekut Mendekut ( cooing ) yaitu suatu perilaku bayi yang ditandai dengan upaya untuk mengeluarkan suara-suara yang belum ada artinya. Ia membuat suara-suara sebagai respons terhadap kata-kata yang didengar dari orang tuanya. Menangis sebagai ungkapan awal bayi menunjukkan dirinya sebagai seorang makhluk individu yang terpisah dari rahim ibunya. ditangkap maupun dipahami akan menjadi bahan-bahan jejak ingatan dalam otak janin. haus. . berkomunikasi atau berbahasa. 1998 ) Vokalisasi awal ini terdiri dari tiga yaitu : 1. mendenguk. 2. seorang bayi mulai dapat bermain dengan menggunakan suara-suara. Kira-kira pada usia 1-2 bulan. Jadi setiap tangisan akan mengandung arti yang berbeda tergantung konteks waktu dan pengalaman yang dirasakan oleh masing-masing bayi. Helm & Turner. melalui bercerita. Misalnya berteriak . mendongeng. terkejut atau mimpi buruk. Papalia.otak sudah mampu bekerja untuk menerima stimulus eksternal yang diberikan dari lingkungan hidupnya. dan mengeluarkan kata-kata seperti : ahh. maka janin akan merasakan getaran-getaran sebagai tanda dirinya memperoleh perhatian dan kasih sayang orang tuanya.

2005 ).misalkan: bayi akan tersenyum terhadap orang yang dianggapnya ramah dan akan menagis dan menjerit kepada orang yang dianggap tidak ramah atau ditakutinya. pernafasan untuk persiapan pembelajaran perkembangan bahasanya. dan biasanya dianggap sebagai proses perkembangan bahasa yang dipengaruhi oleh kematangan kognitif. B. Sebagian ahli menganggap bahwa mengoceh bukan sebagai bahasa karena belum memiliki arti apa-apa.3. menurut Schaerlaekens yang dikutip dari Dariyo. Pada saat itu bayi tampak pasif menerima stimuls eksternal yang diebrikan oleh orangtuanya. ( Marat. pa-pa-pa. lidah. tetapi bayi mampu memberikan respons yang berbeda-beda terhadap stimulus tersebut. ma-ma-ma. Mengoceh Mengoceh (babling) yaitu suatu kemampuan untuk mengucapkan kata-kata kombinasi antara vokal dan konsonan secara berulang-ulang seberti ba-ba-ba. Perkembangan Bahasa Anak yang Menyangkut Kata dan Kalimat Kata-kata pertama adalah kata-kata lisan pertama yang diucapkan oleh seorang anak setelah mampu bicara atau berkomunikasi dengan orang lain. hidung. Dengan mengoceh seorang bayi memfungsikan organ-organ tenggorokan. Psikologi Perkembangan Anak Tiga Tahun Pertama terdapat tiga tahap perkembangan kalimat pada anak usia lima tahun pertama yaitu: 1. Kematangan kognitif tersebut biasanya ditandai dengan kemampuan anak untuk merangkai susuan kata dalam berbicara baik dengan orang tua atau orang lain. Namun demikian mengoceh tetap memiliki makna bagi perkembangan bahasa bayi. Mengoceh biasanya terjadi pada bayi 610 bulan. Mengoceh sebagai awal perkembangan bahasa yang cukup signifikan bagi bayi dimasa yang akan datang. Periode prelingual (usia 0-1 th): ditandai dengan kemampuan bayi untuk mengoceh sebagai cara berkomunikasi dengan orangtuanya. Kemampuan ini akan terus berkembang jika anak sering berkomunikasi ataupun berinteraksi pada orang lain Oleh karena itu. Dalam tahap perkembangan berikutnya mengoceh akan berkembang menjadi kata-kata yang akan mengandung arti sehingga mengoceh akan dapat dipergunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. . Kata-kata pertama merupakan cara seorang anak untuk menyampaikan pesan kepada orang lain.

Predikat (P) dan Obyek (O) misal: kakak jatuh. (b) periode kalimat dua kata yaitu periode perkembangan bahasa yang ditandai dengan kemampuan anak membuat kalimat dua kata sebagai ungkapan komunikasi dengan orang lain. Periode Lingual dini (usia 1-2½ tahun): ditandai dengan kemampuan anak dalam membuat kalimat satu kata maupun dua kata dalam suatu percakapan denga orang lain. perasaan. lihat gambar. ditandai dengan kemampuan anak untuk mengusai bahasa sesuai dengan aturan tata bahasa yang baik dan sempura yaitu kalimatnya terdiri dari Subyek Predikat dan Obyek. Misal: ”Saya makan nasi”. dan (c) periode kalimat lebih dari dua kata yaitu periode perkembangan bahasa yang ditandai dengan kemampuan anak untuk membuat kalimat secara sempurnasesuai dengan susunan S-P-O. Bahasa kalimatnya belum sempurna karena tidak sesuai dengan susunan kalimat Subyek (S). Perubahan lingkungan pembelajaran dapat mempengaruhi pikiran. Periode Diferensiasi (usia 2½ -5 tahun). 3. ”itu ibu”. Perbendaharaan kayanya pun sudah berkembang baik dari segi kualitas dan kuantitas. Periode ini terbagi atas 3 tahap yaitu (a) periode kalimat satu kata (holophrase) yaitu kemampuan anak untuk membuat kalimat yang hanya terdiri dari satu kata yang mengandung pengertian secara menyeluruh dalam suatu pembicaraan. Berbagai pendapat tersebut tentu saja tidak semuanya sama. artinya pengetahuan merupakan hasil dari interaksi dengan lingkungannya melalui pengkondisian stimulus yang menimbulkan respon. Anak sudah memahami pemikiran dan perasaan orang lain dan mengakibatkan berkurangnya sifat egois anak. Pemahaman akan berbagai teori dalam pengembangan bahasa dapat mempengaruhi dalam menerapkan metoda yang tepat bagi implementasi terhadap pengembangan bahasa anak itu sendiri sehingga diharapkan pendidik mampu mencari dan membuat bahan pengajaran yang sesuai dengan tingkat usia anak. namun perlu dipelajari agar pendidik dapat memahami apa saja yang mendasari dalam penerapan pengembangan bahasa pada anak usia dini. C. Hal ini dapat berarti: ”ibu tolong saya”. Kemampuan ini membuat anak mampu berkomunikasi aktif dengan orang lain. mendefinisikan bahwa pembelajaran dipengaruhi oleh perilaku yang dibentuk oleh lingkungan eksternalnya. Adapun beberapa teori yang dapat dijadikan rujukan dalam implementasi pembelajaran bahasa adalah: 1) Teori behaviorist oleh Skinner. ”ibu ke sini”. dan . Misal: anak mengatakan ”ibu”.2. Pada tahap ini terjadi perubahan cara pandang. Teori Perkembangan Bahasa pada Anak Implementasi pengembangan bahasa pada anak tidak terlepas dari berbagai teori yang dikemukakan para ahli.

Lebih dari usia 10 tahun. 2) Teori Nativist oleh Chomsky. menyatakan bahwa perkembangan kognisi dan bahasa dibentuk dari interaksi dengan orang lain sehingga pengetahuan. Anak akan memberikan respon pada setiap pembelajaran dan dapat segera memberikan balikan. Anak akan belajar bahasa dengan cepat sebelum usia 10 tahun apalagi menyangkut bahasa kedua (second language). Di sini Pendidik perlu memberikan penguatan terhadap hasil kerja anak yang baik dengan pujian atau hadiah. Oleh karena itu pendidik perlu menggunakan metode yang interaktif. mulai dari yang sederhana sampai pada yang lebih rumit contoh: sistem pembelajaran drilling. hal ini karena anak memiliki sistem bahasa yang disebut Perangkat Penguasaan Bahasa (Language Acquisition Devise/LAD). nilai dan sikap anak akan berkembang. Adanya anak yang lebih tua usianya atau orang dewasa yang mendampingi pembelajaran dan mengajak bercakap-cakap akan menolong anak menggunakan kemampuan berbahasa yang lebih tinggi atau melejitkan potensi kecerdasan bahasa yang sudah dimiliki anak. . mengutarakan bahwa bahasa sudah ada di dalam diri anak. 3) Teori Constructive oleh Piaget. tapi ia juga mampu menarik kesimpulan dari pola yang ada. anak akan kesulitan dalam mempelajari bahasa. anak akan tetap dapat mempelajarinya. Vigotsky dan Gardner. Perilaku positif jika diperkuat cenderung untuk diulangi lagi karena pemberian penguatan secara berkala dan disesuaikan dengan kemampuan anak akan efektif untuk membentuk perilaku anak. Teori ini berpengaruh pada pembelajaran bahasa dimana anak perlu mendapatkan model pembelajaran bahasa sejak dini. Pengaruhnya dalam pembelajaran bahasa adalah anak akan dapat belajar dengan optimal jika diberikan kegiatan sementara anak melakukan kegiatan perlu didorong untuk sering berkomunikasi. Latihan yang diberikan kepada anak harus dalam bentuk pertanyaan (stimulus) dan jawaban (respon) yang dikenalkan anak melalui tahapan-tahapan. Meskipun pengetahuan yang ada di dalam diri anak tidak mendapatkan banyak rangsangan. tetapi melalui interaksi sosial anak akan mengalami peningkatan kemampuan berpikir. dia telah memiliki seperangkan kemampuan berbahasa yang disebut ‘Tata Bahasa Umum” atau ‘Universal Grammar’.perilaku anak secara bertahap. Anak memiliki perkembangan kognisi yang terbatas pada usia-usia tertentu. menantang anak untuk meningkatkan pembelajaran dan menggunakan bahasa yang berkualitas. Pada saat seorang anak lahir. Anak tidak sekedar meniru bahasa yang dia dengarkan.

Kemudian pendidik menyebutkan tulisan itu. Tujuannya adalah membaca kata sederhana tentang nama binatang dan mengenali bunyi. anak diminta untuk memilih 3 dari 5 benda tadi. dilakukan dengan memposisikan anak-anak duduk dalam sebuah lingkaran lalu memberikan mereka potongan kertas bertuliskan ayah. . membaca cerita (story reading/story telling) ataupun mendongeng. Tujuan permainan ini adalah mengenalkan tulisan untuk dibaca. ”anak” berdiri berdekatan. adik. Anak bisa memikirkan mana benda-benda yang lebih penting. 2) Permainan “Menebak Suara Binatang”. mendengarkan bunyi. maka anak yang membawa tulisan ayah dapat berdiri. dilakukan dengan memberikan tulisan/gambar kepada setiap anak dan tidak boleh dibuka sebelum diperintahkan tutor. ibu. kakak. Ketika pendidik mengucapkan ”ibu”. mendengarkan lagu atau nyanyian. Anak kemudian diminta untuk memilih 5 dari 10 benda tersebut. hanya bersuara saja) dan mencari pasangan suara yang sama. ”ibu”. dilakukan dengan membagi anak dalam beberapa kelompok. misalnya ”ayah”. maka anak yang membawa tulisan ibu berdiri. maka semua anak baik yang memegang tulisan ”ayah”. menonton film atau mendengarkan suara kaset. Kemudian setiap kelompok diminta berbicara untuk memberikan alasan mengapa mereka memilih benda tersebut. akhirnya diminta memilih 1 benda saja. dan ketika pendidik menyebutkan ”keluarga”.D. Pendidik dapat berimprovisasi dan mengembangkan sendiri dengan cara menerapkannya kepada anak sesuai dengan kondisi dan lingkungannya. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak seperti: 1) Permainan ”Pilih Satu Benda”. Kegiatan yang Dilakukan Untuk Mengembangkan Kemampuan Bahasa Permainan yang dapat mendukung terciptanya rangsangan pada anak dalam berbahasa antara lain alat peraga berupa gambar yang terdapat pada buku atau poster. Kemudian setiap anak harus bersuara seperti binatang yang ada di dalam kertas yang diperolehnya (anak tidak boleh berbicara. Semua aktivitas yang dapat merangsang kemampuan anak dalam berbahasa dapat diciptakan sendiri oleh pendidik. Tiap kelompok mendapatkan 10 macam benda. ”Siapa yang tidak mendapatkan pasangan ? Tebak nama binatang itu !”. 3) Permainan ”Moving family”. Setelah beberapa saat. Tujuan permainan tersebut adalah melatih ketrampilan berbicara.

Misalnya.4) Permainan ”Memancing Kata”: Anak memancing kartu kata. jika kamu mengenakan kaos berwarna putih”.” Ya boleh. melatih anak untuk menulis kata. bolehkah aku menyeberang sungaimu ? Anak yang memegang tali bisa menjawab dengan mengajukan syarat tertentu bagi anak yang ingin menyeberang. Tujuannya: mengembangkan kemampuan berbahasa anak. maka anak telah sepakat untuk membentuk gerakannya. Tujuan : mengenalkan anak pada huruf-huruf. kemudian menggerak-gerakkan tali itu di lantai. Maka anak yang berkaos putih dapat segera melompati tali yang digoyang-goyang. buaya. 6) Permainan ”Cerita Yang Diperagakan”: Pendidik dan anak menyusun suatu kesepakatan. bahwa pendidik akan membacakan cerita. Sementara itu anak-anak lain bertanya. 5) Permainan ”Menyeberang Sungai”: Dua anak diminta memegang ujungujung tali.”Buaya. Kata yang didapat anak kemudian dituliskan dalam secarik kertas. Demikian berulang-ulang dengan persyaratan yang diajukan oleh pemegang tali berbeda-beda. dan jika menyebutkan kata-kata tertentu. .

Saran Kita sebagai pendidik atau orang tua harus selalu memperhatikan perkembangan anak agar apa yang diperoleh anak sesui dengan usianya. Kesimpulan Perkembangan bahasa sangat erat hubungannya dengan kematangan fisiologis dan perkembangan sistem syaraf dalam otak. lingual dini. B. seperti anak usia dini harus di berikan pengenalan bahasa yang baik agar kelak anak tersebut dapat berbahasa dengan baik tidak dengan bahasa yang tidak baik. memberikan waktu yang cukup bahkan ekstra dan jangan gampang menitipkan anak kepada orang yang salah . Selalu memperhatikan anak.BAB III PENUTUP A. diferensiasi. Perkembangan bahasa sebelum bayi dapat berbicara secara aktif disebut perkembangan masa pra-wicara Perkembangan Anak Tiga Tahun Pertama terdapat tiga tahap perkembangan kalimat pada anak usia lima tahun pertama yaitu periode prelingual.

Apa-apa saja Keterkaitan kemampuan kognitif bahasa dengan kemampuan bahasa? 7. 4. 3. Minat tersebut terus berkembang sejalan dengan bertambah usia dan menunjukkan bertambah pula perbendaharaan kata. Apa saja Proses perkembangan bahasa anak usia dini? 8. produk bahasa mereka juga meningkat dalam kuantitas. 5. Tujuan 1. Anak usia dini biasanya telah mampu mengembangka keterampilan berbicara melaalui percakapan yang dapat memikat orang lain. Anak dapat menggunakan bahasa dengan ungkapan yang lebih kaya ungkapen melalui bermain peran. Untuk mengetahui tentang perkembangan bahasa anak 2. Untuk mengetahui tentang prinsip perkembangan bahasa anak usia dini . yang juga berubah dari komunikasi melalui gerakan menjadi ujaran. Apa yang di maksud dengan perkembangan bahasa anak? Apa yang di maksud dengan pengembangan bahasa lisan anak usia dini? Apa-apa saja aspek perkembangan bahasa anak usia dini? Apa-apa saja prinsip perkembangan bahasa anak usia dini? Apa-apa saja Karakteristik kemampuan bahasa anak usia dini? 6. Latar belakang Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI BAB I PENDAHULUAN A. B. berdialog dan bernyanyi. keluasan dan kerumitan. Rumusan masalah 1. Anak-anak secara bertahap berubah dari melakukan ekspresi menjadi melakukan ekspresi dengan berkomunikasi. Mereka dapat menggunakan bahasa dengan berbagai cara seperti bertanya. 2. Bagaimana Implikasi perkembangan bahasa dalam proses pembelajaran efektif di taman kanak- kanak? C. Dengan perbendaharaan kata yang di milki anak mampu berkomunikasi dengan lingkungannya yang lebih luas. Sejak usia 2 tahun anak menunjukkan minat untuk menyebut nama benda. Untuk mengetahui tentang pengembangan bahasa lisan anak usia dini 3. Untuk mengetahui tentang aspek perkembangan bahasa anak usia dini perkembangan bahasa anak usia dini 4.

Untuk mengetahui tentang Proses perkembangan bahasa anak usia dini 8. Untuk mengetahui Karakteristik kemampuan bahasa anak usia dini? 6. Untuk mengetahui bagaimana Implikasi perkembangan bahasa dalam proses pembelajaran efektif di taman kanak-kanak . Untuk mengetahui tentang Keterkaitan kemampuan kognitif bahasa dengan kemampuan bahasa 7.5.

dan perintah. sintaksis (tata bahasa). maupun perasaannya pada orang lain. lisan maupun tulisan.BAB II ISI A. Bahasa adalah suatu system symbol untuk berkomunikasi yang meliputi fonologi (unit suara). Pada masa dini inilah anak mulai mengkombinasikan suku kata menjadi kata. Hymess (dalam Rita Kurnia. kognitif. morfologi (unit arti). Anak usia dini. pemikiran. 2009:38) menyebut “kemampuan berkomunikasi. Anak usia 4 tahun sudah mulai menggunakan kalimat yang beralasan seperti “saya menangis karena sakit”. Perkembangan adalah suatu perubahan yang berlangsung seumur hidup dan dipengaruhi oleh berbagai factor yang saling berinteraksi seperti biologis. Pada usia 5 tahun pembicaraan merka mulai berkembang dimana kosa kata yang digunakan lebih banyak dan rumit. Anak usia 4-5 tahun rata-rata dapat menggunakan 900-1000 kosa kata yang berbeda.” Dengan demikian. Tanya. Dalam mengembangkan kosa kata tersebut. negative. Perkembangan bahasa anak Perkembangan bahasa sebagai salah satu dari kemampuan daar yang harus dimiliki anak. tujuan. Sejauh ini dapat dikatakan bahwa kurikulum 2004 berbeda dengan kurikulum pendahulunya dalam dua hal yang mendasar. dan kata menjadi kalimat. anak dapat mengkomunikasikan maksud. Mereka menggunakan 4-5 kata dalam satu kalimat yang dapat berbentuk kalimat pernyataan. yang berarti menciptakan wacana. yang membentuk satu kesatuan yang utuh”. Owens (dalam Rita Kurnia. khususnya usia 4-5 tahun dapat mengembangkan kosa kata secara mengagumkan. kurikulum yang mengklaim sebagai berbasis kompetensi. Mereka sering mengulangi kosa kata yang baru dan unik sekalipun belum memahami artinya. kurikulum ini didasarkan kepada rumusan . Haliday dan Hasan (dalam Rita Kurnia. 2009:37) mengemukakan bahwa “anak usia tersebut memperkaya kosa katanya melalui pengulangan”. 2009:38) mendefinisikan “teks sebagai wacana. dan sosio-emosional. sesuai dengan tahapan usia dan karakteristik perkembangannya. semantic (variasi arti). Pertama. seberapapun panjangnya. baik lisan maupun tulisan. sebagai communicative competence. Berpartisipasi dalam komunikasi bahasa seperti dalam penciptaan teks. Dengan bahasa. anak menggunakan fast wrapping yaitu suatu proses dimana anak menyerap arti kata baru setelah mendengarnya sekali atau dua kali dalam dialog. dan pragmatic (penggunaan) bahasa.

Dengan bantuan bahasa. Anak memiliki kemampuan menulis dipengaruhi oleh kemampuan sebelumnya (dalam hal ini kemampuan berbicara) sehingga dapat dituangkan dalam bentuk tulisan. Pengembangan bahasa lisan Anak “mempelajari” bahasa dengan berbagai cara. Melalui bermain anak juga belajar tentang daya bahasa.kompetensi komunikatif yang didefinisikan sebagai kompetensi wacana tersebut digunakan pendekatan (pendidikan) literasi. Banyak ungkapan yang di kemukakan untuk menggambarkan bagaiman pentingnya bahasa bagi manusia. Seperti di kemukakan oleh Laird bahwa tiada kemanusiaan tanpa bahasa dan tidak ada peradaban tanpa bahasa lisan. Perkembangan berbicara dan menulis merupakan suatu proses yang menggunakan bahasa ekspresif dalam membentuk arti. menyimak. Hal ini tidak sama dengan menulis. lebih rumit. benar dan tertib. anak dapat belajar menggunakan bahasa secara tepat dan belajar mengkomunikasikannya secara efektif dengan orang lain. Anak yang satu lebih cepat. Kajian tentang perkembangan menulis pada anak berkaitan dengan suatu proses yang dilakukan anak sehingga menghasilkan bentuk tulisan. anak tumbuh dari organism . Orang lain tidak akan dapat memahami hasil pemikiran kita kalau tidak di ungkapkan dengan menggunakan bahasa baik secara lisan maupun tulisan. yakni meniru. ataupun lebih lambat dari yang lain. dalam mengungkapkan bahasanya. Dyson (dalam Rita Kurnia. dimana diperlukan suatu aturan berbahasa yang baik. sedangkan perkembangan menulis pada anak berawal dari kegiatan mencoret-coret sebagai hasil ekspresi mereka. Bahasa memberiakan sumbangan yang pesat dalam perkembangan anak menjdi manusia dewasa. Melalui bermain. dan juga bermain. 2009:39) berpendapat bahwa “perkembangan berbicara memberikan kontribusi yang besar terhadap perkembangan menuykis pada anak”. lebih luwes.kajian tentang perkembangan berbicara pada anak tidak terlepas dari kenyatan adanya perbedaan kecepatan dalam berbicara. Begitu juga halnya peranan bahasa bagi anak. Perkembangan berbicara pada anak berawal dari anak menggumam maupun membeo. tetapi juga memerlukan bahasa sebagai mediunya. mengekspresikan. Manusia tidak berfikir hanya dengan otaknya. Dengan kata lain dalam menulis diperlukan adanya keserasian antara pikiran dan tatanan dalam berbahasa yang tepat dalam mengekspresikan gagasan yang tertuang dalam lambang-lambang bahasa tulisan. B. maupun kualitas dan kuantitas anak dalam menghasilkan bahasa. Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan manusia umumnya dan dalam kegiatan berkomunikasi khususnya. Dalam berbicara terkadang individu dapat menyesuaikan dengan keinginannya sendiri.

pendapat. Fungsi instrumental. berbicara. Akan tetapi. penolakannya. bahasa di gunakan untuk mengungkapkan perasaan. berperasaan. Hal ini berarti bahwa anak telah dapat mengungkapkan keinginananya. “sekarang hujan”. C. misalnya. Inilah yang menyebabkan tingkah laku manusia secar esensial berbeda dengan tingkah laku hewan.biologis menjadi pribadi dalam kelompok. Fungsi representative. bahasa di gunakan untuk bertanya. Aspek-aspek yang berkaitan dengan perkembangan bahasa anak tersebut adalah sebagai berikut: 1. Kosa kata Seiring dengan perkembangan anak dan pengalamannya berinteraksi dengan lingkungannya. Jadi. Fungsi heuristic / mencari informasi. dan sebagainya. keterampilan yang harus di miliki anank mencakup 4 keterampilan berbahasa yaitu menyimak atau mendengarkan. berbuat serta memandang dunia dan kehidupan seperti masyarakat di sekitarnya. fungsi-fungsi tersebut adalah sebagai berikut: 1. dan membaca. bahasa di gunakan untuk memberikan informasi atau fakta. Bahasa bersifat unik sekaligus bersifat universal bagi manusia. bahasa di gunakan sebagai alat perpanjangan tangan”tolong ambilkan pensil’’. Fungsi regulative. . Bahasa merupakan sarana yang paling penting dalam komunikasi manusia. 2009:68) mengemukakan “beberapa fungsi bahasa bagi anak. 2. keterampilan berbahasa akan di peroleh melalui proses pembelajaran atau memerlukan upaya pengembangan. Fungsi personal. 7. Fungsi interaksional. menulis. kosa kata anak berkembang dengan pesat. Tingkah insane ini tergambar dengan suasana adanya pengiriman dan penerima. “saya senag sekali!” 5. irama. Pribadi itu berfikir. Keterampilan berbahasa tidak di kuasai dengan sendirinya oleh anak. Penerima bias dalam bentuk pendengar atau pembaca. “Apa itu?” 6. bahasa di gunakan untuk bersosialisasi “ apa kabar?” 4. bersikap. Haliday(dalam Rita Kurnia. Dalam kenyataan kegiatan sehari-hari kita amati bahwa hanya manusialah yang mampu menggunakan komunikasi verbal dan kita amati pula bahwa manusia mampu mempelajarinya. Bahasa lisan sudah dapat di gunakan anak sebagai alat berkomunikasi. Tingkah laku bahasa adalah satu diantara bentuk yang paling member pada tingkah laku insani. bahasa di gunakan untuk mengatur orang lain” jangan ambil buku ku!” 3. Fungsi imajinatif. Sehubungan dengan peranan penting bahasa dalam kehidupan. Aspek-aspek perkembangan bahasa anak usia taman kanak-kanak Anak usia taman kanak-kanak berada dalam fase perkembangan bahasa secara ekspresif. bahasa digunakan untuk memperoleh kesenangan. bermain-main dengan bunyi. maupun pendapatnya dengan menggunakan bahasa lisan.

akan tetapi melalui contoh-contoh berbahasa yang di dengar dan di lihat anak di lingkungannya. 4. Telah menguasai 90% dari fonem dan sintaksis bahasa yang di gunakannya. 3. Karakteristik kemampuan bahsa anak usia 4 tahun a.u menjadi ibu. penolakan dan pendapatnya dengan menggunakan kata-kata dan kalimat yang tepat. Ekspresi kemampuan bahasa anak dapat di salurkan melalui pemberian kesempatan pada anak untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya secara tepat. c. Anak di taman kanak-kanak sudah dapat mengekspresikan keinginan. Karakteristik kemampuan bahasa anak usia taman kanak-kanak 1. Misalnya: “tidak mau” untuk menyatakan penolakan.2. Misalnya: “Rita memberi makan kucing” bukan “kucing Rita makan memberi”. . 2. Fonem (satuan bunyi terkecil yang membedakan kata) Anak di taman kanak-kanak sudah memilki kemampuan untuk merangkaikan bunyi yang di dengarnya menjadi satu kata yang mengabdung arti. Ia telah dapat menggunakan kalimat dengan baik dan benar.b. Sintaksis (tata bahasa) Walaupun anak belum mempelajari tata bahasa. b. maka prinsip-prinsip perkembangan bahsa anak usia taman kanak-kanak adalah sebagai berikut: 1. Interaksi Interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya. Ekspresi Mengekspresikan kemampuan bahasa. membantu anak memperluas kosa katanya dan memperoleh contoh dalam menggunakan kosa kata tersebut secara tepat. D. Semantik Semantik maksudnya penggunaan kata sesuai dengan tujuannya. Dapat berpartisipasi dalam suatu percakapan. Anak sudah dapat mendengarkan orang lain berbicara dan menanggapi pembicaraan tersebut. E. Misalnya: i. anak telah dapat menggunakan bahasa lisan dengan susunana kalimat yang baik. Prinsip perkembangan bahasa anak usia taman kanak-kanak Sesuai dengan pendapat Vigotsky tentang prinsip zone of proximal yaitu zona yang berkaitan dengan perubahab dari potensi yang di miliki oleh anak menjadi kemampuan aktual. Terjadi perkembangan yang cepat dalam kemampuan bahsa anak.

Ia memberikan contoh tentang cara-cara berkomunikasi dengan bahasa yang baik dan benar. serta apa yang di lihatnya. keindahan. Proses perkembangan bahasa Vygotsky (dalam Martini Jamaris. perbedaan.2006:33) “perkembangan bahasa berhubungan dengan perkembangan kognitif”. yaitu pada usia 2-7 tahun. bentuk. Menurut pandangan Piaget dan Vygotsky(dalam Martini Jamaris. suhu.menulis. Pada saat ini anak sangat enag bermain bahasa dan bernyanyi. melompat dari satu topik ke topik lainya. Keterkaitan kemampuan kognitif bahasa dengan kemampuan bahasa. Sudah dapat mengucapkan lebih dari 2500 kosa kata b. . Anak usia 5-6 tahun sudah dapat melakukan peran sebagai pendengar yang baik. Dapat berpartisipasi dalam suatu percakapan. transisi dari kemampuan berkomunikasi secara eksternal kepada kemampuan berkomunikasi secara internal membutuhkan waktu yang cukup panjang. Berdasarkan fase perkembangan kognitif yang di kemukakan oleh Piaget. berbicara pada diri sendiri merupakan bagian dari kehidupan anak. perbandingan. fungsi simbolis anak berkembang dengan pesat. Kemampuan ini di sebut dengan kemampuan bahasa secara eksternal dan menjadi dasar bagi kemampuan berkomunikasi kepada diri sendiri. atau tanpa kehadiran benda atau objek secara konkret. F. Oleh sebab itu. rasa. d. bau. anak sudah dapat berbicara dengan bahasa yang baik. Pengaruh orang dewasa sangat penting dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak secara eksternal.2. Pada fase ini. G. Pertama. permukaan (kasar halus) c. Ia akan berbicara dengan berbagai topik dan tentang berbagai hal. jarak. anak tersebut berada dalam fase praoperasional. perkembangan bahasa anak pada fase ini juga di warnai oleh fungsi simbolis. membaca dan bahkan berpuisi. Pada usia 4-5 tahun. Percakapan yang di lakukan oleh anak usia 5-6 tahun telah menyangkut berbagai komentarnya terhadap apa yang di lakukan oleh dirinya sendiri dan orang lain. Selama masa ini. 2006:34) mengemukakan bahwa “ada dua alasan yang menyebabkan perkembangan bahasa berkaitan dengan perkembangan kognitif. Karakteristik kemampuan bahasa anak usia 5-6 tahun a. Anak pada usia 5-6 tahun sudah dapat melakukan ekspresi diri. ukuran. Anak sudah dapat mendengarkan orang lain berbicara dan menanggapi pembicaraan tersebut. hanya sedikit kesalahan ucapan yang di lakukan anak pada masa ini. anak harus menggunakan bahasa untuk berkomunikasi atau berbicara den gan orang lain. kecepatan. Lingkup kosa kata yang dapat di ucapkan anak menyangkut: warna. Fungsi simbolis berkaitan dengan kemampuan anak untuk membayangkan tantang sesuatu benda atu objek lainnya secara mental. Hal ini dapat di lihat dari kemampuan bahasa anak usia 3-5 tahun. e. Transisi ini terjadi pada fase praoperasional. Orang dewasa memperkaya kosa kata anak. Kedua.

Dalam kenyataan kegiatan sehari-hari kita amati bahwa hanya manusialah yang mampu menggunakan komunikasi verbal dan kita amati pula bahwa manusia mampu mempelajarinya. BAB III PENUTUP A. Inilah yang menyebabkan tingkah laku manusia secar esensial berbeda dengan tingkah laku hewan. Apabila hal ini terjadi. bercerita.Ketiga. Misalnya. maka anak telah mampu menginternalisasi percakapan egosentris (berdasarkan sudut pandang sendiri) ke dalam percakapan di dalam dri sendiri”. b. Menyediakan saran pebdukung perkembangan bahasa anak. Kesimpulan Bahasa merupakan sarana yang paling penting dalam komunikasi manusia. Kesempatan ini dapat di lakukan melalui kegiatan bercakap-cakap. Menciptakan situasi yang memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan kemampuan bahasanya. pada perkembangan selanjutnya anak akan bertindak tanpa berbicara. Implikasi perkembangan bahasa dalam proses pembelajaran efektif di taman kanak-kanak a. Tingkah laku bahasa adalah satu diantara bentuk yang paling member pada tingkah laku . yang di lanjutkan berbicara dalam diri sendiri lebih memiliki kemampuan sosial daripada anak yang pada fase praoperasional kurang melakukan kegiatan tersebut. H. bertanya dan menjawab pertanyaan. Bahasa bersifat unik sekaligus bersifat universal bagi manusia. Anak yang banyak melakukan kegiatan berbicar pada diri sendiri. menyediakan alat permainan yang menstimulasi perkembangan bahasa anak.

Keterampilan berbahasa tidak di kuasai dengan sendirinya oleh anak. terutama bagi kita calon pendidik. B. Tingkah insane ini tergambar dengan suasana adanya pengiriman dan penerima.insani. Jadi. . dan membaca. keterampilan berbahasa akan di peroleh melalui proses pembelajaran atau memerlukan upaya pengembangan. Penerima bias dalam bentuk pendengar atau pembaca. keterampilan yang harus di miliki anank mencakup 4 keterampilan berbahasa yaitu menyimak atau mendengarkan. Akan tetapi. Saran Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita pembaca. menulis. berbicara.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.