PETUNJUK PETUNJUK PETUNJUK TEKNIS TEKNIS TEKNIS

362.11 Ind p

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2013

Kementerian Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Republik Indonesia Tahun 2013 Tahun 2013

PETUNJUK PETUNJUK PETUNJUK TEKNIS TEKNIS TEKNIS

362.11 Ind p

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2013

Kementerian Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Republik Indonesia 2013 TahunTahun 2013

COMMUNITY HEALTH SERVICES II.Jakarta : Kementerian Kesehatan RI.11 Ind p Indonesia. HEALTH PLANNING . 2012 ISBN 978-602-235-244-0 1. Kementerian Kesehatan RI. Kementerian Kesehatan RI 362. Direktorat Jenderal Bina Gizi Dan Kesehatan Ibu Dan Anak Petunjuk teknis bantuan operasional kesehatan tahun 2013. Judul I. -.Katalog Dalam Terbitan.

000. Kabupaten/Kota dalam memanfaatkan dana BOK tahun 2013. maka pada tahun 2013 BOK difokuskan untuk pencapaian MDGs Bidang Kesehatan melalui berbagai kegiatan upaya kesehatan promotif dan preventif yang berdaya ungkit tinggi pada tujuan nomor 1.000. 4. Penyempurnaan lain adalah penyederhanaan dan penjelasan pengelolaan keuangan dengan memperhatikan kondisi daerah yang sangat beragam dengan tetap mengedepankan akuntabilitas dan transparansi. Buku ini disusun sebagai acuan bagi pengelola BOK di Puskesmas. sehingga diharapkan akan tercapai pada tahun 2015. Promosi Kesehatan. 100. Beberapa perubahan lain dalam penyelenggaraan BOK tahun i . Buku Juknis BOK tahun 2013 merupakan penyempurnaan dari Juknis BOK tahun 2012 dan di dalamnya terdapat perubahan kebijakan yang sangat penting. Bila tahun sebelumnya BOK difokuskan pada 6 upaya kesehatan promotif preventif meliputi KIA-KB. Imunisasi. Pada tahun 2013. dana BOK disalurkan untuk 9. Perbaikan Gizi Masyarakat.. alokasi BOK untuk Puskesmas khususnya 101 Puskesmas yang berada di perbatasan dengan negara tetangga dan pulau-pulau terluar mendapat tambahan Rp. 5.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya Buku Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan (Juknis BOK) tahun 2013. Khusus tahun 2013. sehingga Puskesmas sebagai beranda terdepan pelayanan kepada masyarakat dapat setara atau lebih baik.419 Puskesmas yang tercatat di Kementerian Kesehatan pada tanggal 1 Juli 2012. Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit. 6 dan 7.(Seratus Juta Rupiah)/Puskesmas/tahun. sehingga belum dapat mengakomodasi pertumbuhan jumlah Puskesmas yang semakin meningkat.

yaitu: 1) Penetapan porsi minimal 60% dari total alokasi dana BOK Puskesmas untuk upaya kesehatan prioritas dalam rangka pencapaian MDGs 1. 6 dan 7. dr.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 2013. 5. Kami berterima kasih atas dukungan dan partisipasi langsung maupun tidak langsung dari semua pihak dalam penyusunan dan penerbitan buku Juknis ini. Namun kami menyadari. Kami juga berharap apabila diperlukan kelengkapan Juknis BOK agar lebih operasional. Penyusunan Juknis ini telah melibatkan lintas program. kami terima untuk penyempurnaan pada masa yang akan datang. 27 Desember 2012 DIREKTUR JENDERAL BINA GIZI DAN KIA Dr. 2) Maksimal sebesar 40% dari total alokasi dana BOK Puskesmas digunakan untuk Upaya Kesehatan lainnya dan Manajemen Puskesmas. Sekiranya ada masukan untuk perbaikan. 3) Dana BOK tahun 2013 tidak dapat dimanfaatkan untuk Pemeliharaan Gedung. lintas sektor terkait dan unsur Puskesmas. MARS ii . 4. Slamet Riyadi Yuwono. DTM&H. Kendaraan Puskesmas dan Jaringannya. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Dinas Kesehatan Provinsi sebagai perwakilan 7 (tujuh) regional. Jakarta. sebagai manusia tidak lepas dari kekurangan. sehingga diharapkan Juknis BOK 2013 betul-betul dapat dilaksanakan di Puskesmas seluruh Indonesia. daerah dapat mengembangkan sepanjang tidak bertentangan dengan Juknis dan peraturan-peraturan yang berlaku.

Oleh karena itu. Ada ungkapan mencegah lebih baik dari pada mengobati yang mengandung makna bahwa upaya meningkatkan dan memelihara kesehatan serta mencegah timbulnya masalah kesehatan atau penyakit jauh lebih mudah. deteksi dini dan pengobatan segera harus diutamakan.419. Peran Puskesmas dan jaringannya didukung Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat sangat penting dalam menggerakkan masyarakat agar melakukan berbagai upaya pencegahan. BOK akan tetap didistribusikan ke seluruh Puskesmas di Indonesia yang berjumlah 9. Upaya kesehatan promotif-preventif adalah pilar utama masyarakat sehat.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Bantuan Operasional Kesehatan atau BOK diluncurkan Kementerian Kesehatan tahun 2010 untuk mendukung kegiatan operasional Puskesmas. dengan beberapa penyempurnaan atau perubahan pada petunjuk teknisnya. pencegahan penyakit. termasuk upaya kesehatan promotif-preventif. upaya promosi kesehatan. Pada tahun 2013. lebih murah dan dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Fokus kegiatan BOK tahun 2013 adalah mendukung pencapaian Millennium iii .

. 28 Desember 2012 MENTERI KESEHATAN RI dr. MPH iv . Nafsiah Mboi. Jakarta. Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah mendukung penyiapan dan penerbitan Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Tahun 2013 ini. agar pelaksanaan dan pemanfaatan BOK di lapangan akan lebih mudah dan lebih lancar. Sp.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Development Goals atau MDGs bidang kesehatan. Dengan harapan. sehingga penyerapan meningkat dan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu juga meningkat. Semoga petunjuk teknis ini bermanfaat dan semoga upaya kita mewujudkan Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan selalu diberkati dan dilindungi Tuhan Yang Maha Kuasa. yaitu MDGs 1. 6 dan 7. 4. 5.A.

Menimbang : a. b. bahwa Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2556/MENKES/ PER/XII/2011Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan mekanisme penyaluran bantuan. bahwa dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan khususnya melalui upaya kesehatan promotif dan preventif untuk mendukung tercapainya target MDGs perlu menetapkan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Puskesmas dan Jaringannya.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 59 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK TEKNIS BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. v .

perlu menetapkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik vi . 5. 3.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan c. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400). Mengingat : 1. 2. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. 4. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47.

8. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. 10.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Indonesia Tahun 2004 Nomor 126. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5361). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3637). Pemerintahan Daerah Provinsi. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2013 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 228. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144. 9. Tugas. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741). Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 153. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063). vii . 11. 6. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). 7. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5072). Tugas. dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82.

13. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014. Pemerintah Daerah Provinsi. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK. Pasal 1 Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/Menkes/ Per/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan. Pasal 2 Pengaturan Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan bertujuan untuk memberikan acuan bagi Pemerintah Pusat.03. Pemerintah Daerah Kabupaten/kota. dan Pihak terkait yang menyelenggarakan Bantuan Operasional Kesehatan. 14. viii . MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 12.01/60/I/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2010 – 2014. yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

meningkatkan kualitas manajemen Puskesmas. meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif yang dilakukan oleh Puskesmas dan jaringannya serta Poskesdes dan Posyandu. e. b.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Pasal 3 Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dilaksanakan dalam rangka: a. d. ix . Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2556/MENKES/PER/XII/2011 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. meningkatkan upaya untuk menggerakkan potensi masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatannya. meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan promotif dan preventif Puskesmas untuk mendukung tercapainya target MDGs Bidang Kesehatan tahun 2015. Pasal 4 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku. Pasal 5 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. terutama dalam perencanaan tingkat Puskesmas dan lokakarya mini Puskesmas. menyediakan dukungan biaya untuk upaya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif bagi masyarakat. c.

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2012 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

NAFSIAH MBOI

x

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Dirjen Bina Gizi dan KIA Sambutan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Daftar Isi Daftar Lampiran Daftar Istilah dan Singkatan BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Maksud dan Tujuan C. Sasaran D. Kebijakan Operasional E. Prinsip Dasar F. Pengertian RUANG LINGKUP KEGIATAN BOK DI PUSKESMAS A. Ruang Lingkup Kegiatan 1. Upaya Kesehatan a. Upaya Kesehatan Prioritas b. Upaya Kesehatan Lainnya 2. Manajemen Puskesmas B. Ruang Lingkup Pemanfaatan

i iii v xi xiv xv 1 1 3 4 4 6 7 15 15 15 15 26 27 30 33 33 34 34 34 35
xi

BAB II.

BAB III. RUANG LINGKUP KEGIATAN BOK DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA A. Pembentukan Satuan Kerja B. Pembinaan Puskesmas 1. Teknis Administrasi 2. Teknis Program C. Konsultasi Pelaksanaan BOK

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan

BAB IV. PENGELOLAAN KEUANGAN BOK DI PUSKESMAS A. Persiapan 1. Pembukaan Rekening Puskesmas 2. Penyusunan Plan of Action (POA) B. Pelaksanaan 1. Permintaan Dana 2. Pencairan Dana 3. Pemanfaatan Dana a. Transport Lokal b. Perjalanan Dinas c. Pembelian/Belanja Barang 4. Pertanggungjawaban a. Transport Lokal b. Perjalanan Dinas c. Pembelian/Belanja Barang d. Pengiriman e. Administrasi Bank 5. Pencatatan/Pembukuan BAB V. PENGELOLAAN KEUANGAN BOK DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA A. Persiapan 1. Penetapan Pejabat Pengelola Keuangan Satuan Kerja TP BOK 2. Penelaahan DIPA 3. Pembukaan Rekening 4. Penetapan Alokasi BOK Bagi Puskesmas 5. Penyusunan Satuan Biaya 6. Penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) 7. Penyusunan Plan of Action (POA)/Rencana Pelaksanaan Kegiatan B. Pelaksanaan 1. Permintaan Dana 2. Pencairan Dana dari KPPN

37 37 37 37 37 37 38 38 38 39 40 41 41 42 43 44 44 44 47 47 47 47 48 48 49 50 50 51 51 51

xii

Tugas B. Susunan Tim Pengelola BOK Tingkat Kabupaten/ Kota 2. Susunan Organisasi 2. PENGORGANISASIAN A. PENGAWASAN PENUTUP LAMPIRAN KEPMENKES NO. 4. Susunan Tim Pengelola Anggaran Satker BOK Tingkat Kabupaten/Kota 3. Pengelola BOK Tingkat Pusat 1. 5. Pengelola BOK Tingkat Provinsi 1. Susunan Organisasi 2. 7. Pengelola BOK Tingkat Puskesmas BAB VII. Pengelola BOK Tingkat Kabupaten/Kota 1. INDIKATOR KEBERHASILAN BAB VIII.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 3. Tugas D. Pemanfaatan Dana Pertanggungjawaban Verifikasi Atas Dokumen Pertanggungjawaban Pembukuan Pelaporan SAI 54 58 62 62 63 65 65 65 65 66 66 66 67 67 68 68 70 73 75 77 79 113 BAB VI. 6. 758/MENKES/SK/IV/2011 xiii . Tugas C.

94 Hal. 83 Hal. 85 Hal. 101 Hal. 99 Hal. 96 Hal.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan DAFTAR LAMPIRAN Contoh 1 Contoh 2 Contoh 3 Contoh 4 Contoh 5 Contoh 6 Contoh 7 Contoh 8 Contoh 9 Contoh 10 Contoh 11 Contoh 12 Contoh 13 Contoh 14 Format Surat Permintaan Uang Format SPTB Format SSPB Format Surat Tugas Format Daftar Hadir Bukti/Kuitansi Transport Laporan Kunjungan/Rapat Format Perincian Biaya Perjalanan Dinas Daftar Pengeluaran Riil Format Surat Perjalanan Dinas Bukti Pembelian/Kuitansi/Faktur/Bon Model Buku Pengelolaan Keuangan Puskesmas Format Perjanjian Kerja Sama Format Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) Contoh 15 Format SSBP Contoh 16 Format Laporan Realisasi Keuangan Puskesmas Contoh 17 Format Laporan tahunan Hal. 92 Hal. 91 Hal. 88 Hal. 109 Hal. 108 Hal. 110 xiv . 107 Hal. 82 Hal. 81 Hal. 87 Hal. 93 Hal.

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN ABAT ADK ANC APBN APF ASI ATK BA Balita BPK BPKP BOK Bufas Bumil Bulin Buteki CFC Dinkes DIPA Dirjen Ditjen DTPK GU GUP HIV / AIDS Inpres Aku Bangga Aku Tahu Arsip Data Komputer Ante Natal Care Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Aparat Pengawas Fungsional Air Susu Ibu Alat Tulis Kantor Berita Acara Bawah Lima Tahun Badan Pemeriksa Keuangan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan Bantuan Operasional Kesehatan Ibu Nifas Ibu Hamil Ibu Bersalin Ibu Meneteki Community Feeding Center Dinas Kesehatan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan Ganti Uang Ganti Uang Persediaan Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immuno Deficiency Syndrome Instruksi Presiden xv .

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Itjen IMD IMS Kabid Kanwil DJPB Inspektorat Jenderal Inisiasi Menyusui Dini Infeksi Menular Seksual Kepala Bidang Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Kasubid Kepala Sub-Bidang Kemendagri Kementerian Dalam Negeri Kemenkes Kementerian Kesehatan Kemenkeu Kementerian Keuangan KIA Kesehatan Ibu dan Anak KIPS Kartu Identitas Petugas Satker KB Keluarga Berencana KEK Kurang Energi Kronis KPA Kuasa Pengguna Anggaran KPPN Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara KPKNL Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Lapas Lembaga Pemasyarakatan Lokmin Lokakarya Mini LS Langsung MDGs Millennium Development Goals MMD Musyawarah Masyarakat Desa MP-ASI Makanan Pendamping Air Susu Ibu P4K Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi PA Pengguna Anggaran PB Pengguna Barang PBB Perserikatan Bangsa Bangsa Perpres Peraturan Presiden Permenkeu Peraturan Menteri Keuangan xvi .

SPM Pusdatin Puskesmas Pustu Pusling PWS Renstra RPD RPJMN RPK Risti RUK SAI SAK Satker SDM Sesditjen Setditjen Peraturan Menteri Kesehatan Perilaku Hidup Bersih Sehat Program Kesejahteraan Keluarga Perjanjian Kerja Sama Petugas Lapangan Keluarga Berencana Pemberian Makanan Tambahan Plan of Action Petunjuk Operasional Kegiatan Pos Kesehatan Desa Pondok Bersalin Desa Pos Pelayanan Terpadu Pejabat Pembuat Komitmen Penguji dan Penandatangan Surat Perintah Membayar Pusat Data dan Informasi Pusat Kesehatan Masyarakat Puskesmas Pembantu Puskesmas Keliling Pemantauan Wilayah Setempat Rencana Strategis Rencana Penarikan Dana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Rencana Pelaksanaan Kegiatan Risiko Tinggi Rencana Usulan Kegiatan Sistem Akuntansi Instansi Sistem Akuntansi Keuangan Satuan Kerja Sumber Daya Manusia Sekretaris Direktorat Jenderal Sekretariat Direktorat Jenderal xvii .Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Permenkes PHBS PKK PKS PLKB PMT POA POK Poskesdes Polindes Posyandu PPK PP.

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan SIMAK BMN SK SMD SPD SPM SPP SP2D SP2TP SPP-UP SP3 SPTB SPTJM SSBP SSPB STBM TB TP TP PKK TOGA TOMA TUP UAPPA – E1 UAPPA – W UAKPA UKBM UU Sistem Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara Surat Keputusan Survei Mawas Diri Surat Perjalanan Dinas Surat Perintah Membayar Surat Perintah Pembayaran Surat Perintah Pencairan Dana Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas Surat Perintah Pembayaran Uang Persediaan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas Surat Pernyataan Tanggung jawab Belanja Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak Surat Setoran Bukan Pajak Surat Setoran Pengembalian Belanja Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Tuberculosis Tugas Pembantuan Tim Penggerak Program Kesejahteraan Keluarga Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tambahan Uang Persediaan Unit Akuntansi Pembantu Peng­ guna Anggaran Eselon 1 Unit Akuntansi Pembantu Peng­ guna Anggaran Wilayah Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat Undang-Undang xviii .

5. Berdasarkan Laporan Pencapaian Tujuan Pembangunan Millennium (MDGs) di Indonesia Tahun 2011. meskipun sebagian besar target 1 . Namun disadari bahwa pembangunan kesehatan masih menghadapi berbagai tantangan. antar status sosial dan ekonomi. 5) Meningkatkan kesehatan ibu.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan BAB I PENDAHULUAN A. 6 dan 7. 4) Menurunkan angka kematian anak. Latar Belakang Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan terus berupaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu. 5 di antaranya adalah MDGs yang terkait langsung dengan bidang kesehatan yaitu MDGs 1. Tujuan bersama dalam MDGs tersebut terdiri dari 8 tujuan yang meliputi 1) Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan. Dari 8 tujuan MDGs tersebut. dan penyakit menular lainnya. dan 8) Membangun kemitraan global dalam pembangunan. 6) Memerangi penyebaran HIV/AIDS. malaria. 3) Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. 4. 7) Kelestarian lingkungan hidup. antara lain masih terjadinya kesenjangan status kesehatan masyarakat antar wilayah. munculnya berbagai masalah kesehatan/penyakit baru (new emerging deseases) atau penyakit lama yang muncul kembali (re emerging deseases). Indonesia sebagai salah satu Negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dengan beberapa negara di dunia telah berkomitmen untuk mencapai Millennium Development Goals (MDGs)/Tujuan Pembangunan Millennium pada tahun 2015 untuk mewujudkan kesejahteraan penduduk. 2) Mencapai pendidikan dasar untuk semua.

penurunan angka sebaran HIV/AIDS.q Kementerian Kesehatan) dalam mendukung biaya operasional Puskesmas pada tahun 2013. namun masih terdapat beberapa target yang memerlukan upaya lebih keras untuk mencapainya (off track). salah satu permasalahan dalam penyediaan sumber daya khususnya anggaran untuk penyelenggaraan operasional Puskesmas dan jaringannya termasuk UKBM. Untuk menjaga kesinambungan dukungan Pemerintah (c. yaitu penurunan angka kematian ibu. Pada tahun 2013 ini program BOK sebagai kelanjutan tahun-tahun sebelumnya tidak banyak mengalami perubahan tetapi lebih pada penyempurnaan dari sisi pemanfaatan dan pertanggungjawabannya sehingga hasilnya akan lebih terfokus. 2 .Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan MDGs diperkirakan akan tercapai (on track) pada tahun 2015. yang disediakan oleh daerah masih dirasakan kurang disebagian besar daerah. Sampai dengan saat ini. dan akses air bersih yang terjangkau bagi masyarakat. Salah satu langkah untuk mempercepat pencapaian MDGs bidang kesehatan adalah alokasi sumber daya termasuk anggaran kesehatan harus memadai dari sisi jumlah dan pemerataan untuk penyelenggaraan pembangunan kesehatan. maksimal dalam pencapaian pembangunan kesehatan. maka upaya pencapaian target MDGs harus menjadi prioritas pembangunan. termasuk MDGs bidang kesehatan di tingkat pusat maupun daerah. masih melanjutkan program BOK yang sudah berjalan selama 3 tahun. Hasil yang telah dicapai sampai dengan evaluasi tersebut harus dipertahankan dan/atau ditingkatkan semaksimalnya agar pada tahun 2015 dapat tercapai dengan kontribusi dari semua komponen bangsa baik di tingkat pusat maupun daerah termasuk masyarakat. Sebagaimana diamanatkan Inpres Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan.

3. Terlaksananya kegiatan upaya kesehatan promotif dan preventif di Puskesmas dan jaringannya serta Poskesdes/Polindes dan Posyandu serta UKBM dan tempat pelayanan kesehatan lainnya 5. maka dinas kesehatan kabupaten/kota dapat mengembangkannya sepanjang tidak bertentangan dengan Petunjuk Teknis ini.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan B. 4. 2. efektif dan efisien. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam kegiatan upaya kesehatan promotif dan preventif. Terselenggaranya lokakarya mini sebagai forum penggerakan pelaksanaan upaya kesehatan di Puskesmas. 6. 3 . Tujuan Umum: Meningkatnya upaya kesehatan yang bersifat promotif dan preventif dalam mencapai target MDGs tahun 2015. Apabila daerah merasa perlu menyusun petunjuk yang bersifat lebih operasional sebagai turunan petunjuk teknis ini. Tujuan Khusus: 1. transparan. Tersedianya alokasi anggaran operasional untuk upaya kesehatan promotif dan preventif di Puskesmas dan jaringannya serta Poskesdes dan Posyandu. Tersusunnya perencanaan tingkat Puskesmas untuk penyelenggaraan upaya kesehatan di wilayah kerja. Terselenggaranya dukungan manajemen di kabupaten/kota dan Provinsi. Maksud dan Tujuan Maksud disusunnya Petunjuk Teknis Pengelolaan BOK Tahun 2013 adalah sebagai acuan bagi petugas kesehatan di Puskesmas dan kabupaten/kota agar dalam pengelolaan BOK pada tahun 2013 dapat dilakukan secara akuntabel.

Puskesmas dan jaringannya (Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling). 2. Dana BOK bukan merupakan penerimaan fungsional pemerintah daerah. 5. D. BOK merupakan bantuan Pemerintah Pusat kepada pemerintah daerah untuk percepatan pencapaian MDGs bidang kesehatan tahun 2015. Dana BOK bukan merupakan dana utama dalam penyelenggaraan upaya kesehatan di Puskesmas dan jaringannya serta Poskesdes dan Posyandu. 5. 3. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)/UKBM lainnya. 4. Dinas kesehatan provinsi. pemerintah daerah tetap berkewajiban mengalokasikan dana operasional untuk Puskesmas. 2.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan C. 3. Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)/Pondok Bersalin Desa (Polindes). 4. Dinas kesehatan kabupaten/kota. Posyandu dan UKBM lainnya dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Kebijakan Operasional 1. Pemanfaatan dana BOK untuk kegiatan Puskesmas dan jaringannya serta Poskesdes dan Posyandu harus berdasarkan 4 . Sasaran 1. Dana BOK adalah dana APBN Kementerian Kesehatan yang disalurkan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota melalui mekanisme tugas pembantuan. melalui peningkatan kinerja Puskesmas dan jaringannya serta Poskesdes/Polindes. sehingga tidak disetorkan ke kas daerah dan dapat dimanfaatkan secara langsung untuk kegiatan upaya kesehatan.

c. Kesulitan wilayah. Kondisi geografis. Luas wilayah. e.(seratus juta rupiah)/Puskesmas/tahun untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat yang tinggal di perbatasan dengan negara tetangga. d. 7. 6. dan h. Khusus 101 Puskesmas prioritas nasional di DTPK sesuai Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 758/Menkes/SK/IV/2011 tentang Penetapan Kabupaten. f. antara lain: a. Parameter lain yang ditentukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan mempertimbangkan kearifan lokal. g. Jumlah Poskesdes/Polindes dan Posyandu.000.000. Kecamatan. Jumlah penduduk. Alokasi dana BOK bagi setiap Kabupaten/Kota bersifat tetap dan maksimal. dan Puskesmas di Perbatasan Darat dan Pulau-Pulau Kecil Terluar Berpenduduk yang menjadi Sasaran Prioritas Nasional Progam Pelayanan Kesehatan di DTPK. yang diselenggarakan secara rutin/periodik sesuai kondisi wilayah kerja Puskesmas. sesuai dengan jumlah Puskesmas yang ditetapkan berdasarkan Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan 5 . diberikan tambahan dana BOK sebesar Rp 100. efisien dan efektif.. Cakupan program. Besaran alokasi dana BOK setiap Puskesmas ditetapkan dengan surat keputusan dinas kesehatan kabupaten/kota dengan memperhatikan situasi dan kondisi. 8. b. 9.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan hasil perencanaan yang disepakati dalam Lokakarya Mini Puskesmas. Pelaksanaan kegiatan di Puskesmas berpedoman pada prinsip keterpaduan. kewilayahan. Jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas dan jaringannya.

yang tembusannya disampaikan kepada KPPN setempat. E. melalui revisi Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota tentang Alokasi dana BOK di Puskesmas. Dana BOK berlaku selama 1 (satu) tahun anggaran dan dapat dimanfaatkan mulai 1 Januari 2013. 11. cermat dan seminimal mungkin untuk mencapai tujuan seoptimal mungkin. Prinsip Dasar Pelaksanaan kegiatan program di Puskesmas untuk mendukung capaian target MDGs tahun 2015. dengan melibatkan para pelaksana program di Puskesmas. 10. Kewilayahan 3. berpedoman pada prinsip: 1. lintas sektor serta unsur lainnya. sedapat mungkin dilaksanakan secara terpadu (tidak eksklusif 1 program) untuk mencapai beberapa tujuan. kader kesehatan. yang terdiri dari jumlah Puskesmas perawatan dan jumlah Puskesmas non perawatan untuk setiap Kabupaten/Kota di Indonesia. 2. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat melakukan realokasi anggaran antar Puskesmas dalam wilayah Kabupaten/ Kota. Efisien Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara tepat.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Nomor 112. Keterpaduan Kegiatan pemanfaatan dana BOK.01. 6 . berdasarkan hasil updating periode 1 Januari sampai dengan 30 Juni 2012.01/VI/1131/2012 tentang Jumlah Puskesmas. Puskesmas sebagai penanggung jawab pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya yang meliputi 1 (satu) kecamatan.

2. At cost 3. Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) 4. melalui peningkatan kinerja Puskesmas dan jaringannya serta Poskesdes/Polindes. Adalah bantuan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah untuk percepatan pencapaian MDGs bidang kesehatan tahun 2015. Pengertian 1. Adalah pengeluaran yang benar-benar dibelanjakan di lapangan sesuai dengan kuitansi atau bukti pembayaran lain yang sah. Pengelolaan dan pemanfaatan dana BOK harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan pada Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan dan peraturan dana ketentuan terkait lainnya. Posyandu dan UKBM lainnya dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Akuntabel F. Arsip Data Komputer (ADK) Adalah arsip data dalam bentuk softcopy yang disimpan dalam media penyimpanan digital. Efektif Kegiatan yang dilaksanakan berdaya ungkit terhadap pencapaian MDGs Bidang Kesehatan Tahun 2015. 5. Biaya Administrasi Bank 7 . Adalah biaya yang dikeluarkan untuk membiayai pembukaan/ penutupan rekening bank dan pembelian buku cek.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 4.

Adalah dana yang berasal dari APBN Kementerian Kesehatan.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 5. Adalah rangkaian kegiatan pemulihan balita gizi buruk dengan cara rawat jalan yang dilakukan oleh masyarakat dengan bantuan kader kesehatan dan petugas kesehatan. Community Feeding Center (CFC)/Pos Pemulihan Gizi 8. Adalah daftar yang berisi jumlah rincian pembelian barang. 6. Biaya Transportasi Adalah biaya yang dikeluarkan untuk mencapai tempat kegiatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas dan jaringannya serta Poskesdes dan Posyandu. Dana Tugas Pembantuan BOK 9. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Adalah laporan yang dibuat bendahara pengeluaran atas uang yang dikelolanya sebagai pertanggungjawaban pengelolaan uang. 8 .q Kementerian Kesehatan) kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota (c. 10. baik menggunakan sarana transportasi umum atau sarana transportasi yang tersedia di wilayah tersebut atau penggantian bahan bakar minyak atau jalan kaki ke desa yang terpencil/sangat terpencil. mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka Tugas Pembantuan. Bukti Pembelian/Kuitansi/Faktur/Bon 7.q Dinas Kesehatan). Kegiatan Kesehatan Luar Gedung Adalah kegiatan kesehatan yang dilakukan dalam rangka menjangkau masyarakat untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap upaya kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. yang disalurkan oleh Pemerintah (c.

tokoh agama dengan kader kesehatan. manajemen pengelolaan keuangan BOK. Lokakarya Mini Adalah pertemuan untuk penggalangan dan pemantauan yang diselenggarakan dalam rangka pengorganisasian untuk dapat terlaksananya Rencana Pelaksanaan Kegiatan Puskesmas. Pembelian/Belanja Barang Adalah pengeluaran untuk menampung pembelian/belanja barang untuk mendukung pelaksanaan kegiatan upaya kesehatan promotif dan preventif ke luar gedung. dihadiri pengurus desa.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 11. pelestarian lingkungan hidup. 14. kesetaraan gender. termasuk tokoh masyarakat. Adalah komitmen global untuk mengupayakan pencapaian 8 (delapan) tujuan bersama pada tahun 2015 terkait pengurangan kemiskinan. Paket Pertemuan Adalah kegiatan pertemuan dengan menggunakan paket halfday. warga desa serta petugas Puskesmas dan jaringannya untuk membahas langkah langkah pemecahan masalah kesehatan serta rencana tindak lanjutnya. pengurangan prevalensi penyakit menular. PKK. manajemen Puskesmas. 15. 12. Millennium Development Goals (MDGs) 13. perbaikan kesehatan ibu dan anak. dan kerja sama global. 9 . pencapaian pendidikan dasar. fullday atau fullboard yang diselenggarakan di luar kantor. Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Adalah pertemuan yang dilaksanakan setelah SMD.

Plan of Action (POA) Puskesmas Adalah rencana kegiatan yang disusun oleh Puskesmas yang meliputi setidaknya jenis kegiatan. Poskesdes/Polindes. 20. sasaran. 17. pelaksana. jumlah uang. Puskesmas Pembantu. oleh. Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat yang dibentuk dalam rangka mendekatkan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Posyandu serta UKBM lainnya. Petugas Kesehatan Adalah orang yang bertugas melakukan upaya kesehatan promotif dan preventif di lingkup Puskesmas. Puskesmas Keliling.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 16. 19. volume kegiatan. guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam 10 . waktu pelaksanaan. sumber dana. lokasi. dan lain-lain. untuk dan bersama masyarakat dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan. Perjalanan Dinas Adalah Perjalanan Dinas Jabatan Dalam Negeri yang selanjutnya disebut perjalanan dinas adalah perjalanan ke luar tempat kedudukan baik perseorangan maupun secara bersama yang jaraknya sekurang-kurangnya 5 (lima) kilometer dari batas kota yang dilakukan dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk kepentingan negara atas perintah pejabat yang berwenang. 18. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Adalah salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari.

21. Survei Mawas Diri (SMD) Adalah langkah kegiatan yang dilakukan antara pengurus desa. 24. PKK. Rencana Penarikan Dana (RPD) Adalah rencana kebutuhan dana bulanan yang dibuat oleh KPA/ PPK untuk pelaksanaan kegiatan selama 1 (satu) tahun anggaran. tokoh agama dengan kader kesehatan. warga serta petugas Puskesmas dan jaringannya untuk identifikasi masalah kesehatan. Refreshing Kader Adalah kegiatan penyegaran teknis kesehatan tertentu untuk kader kesehatan aktif yang dilakukan melalui fasilitasi/ pendampingan petugas kesehatan. Tingkat Puskesmas Adalah perencanaan secara menyeluruh di tingkat Puskesmas untuk mencapai target yang akan dicapai selama satu tahun di wilayah kerjanya dengan memanfaatkan seluruh sumber anggaran. 23. agar dapat dilakukan tindak lanjut yang cepat dan tepat.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. termasuk tokoh masyarakat. 22. Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) 25. merumuskan 11 . Tingkat Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Adalah rencana kegiatan bulanan yang dibuat oleh KPA/PPK untuk pelaksanaan kegiatan selama 1 (satu) tahun anggaran. Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) Adalah alat manajemen untuk melakukan pemantauan program di suatu wilayah kerja secara terus menerus.

memelihara dan 12 . Upaya Kesehatan Promotif Adalah upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya dari. Upaya Kesehatan Lainnya 29. 27. oleh. 30. 26.q Dinas Kesehatan) untuk melaksanakan tugas pengelolaan BOK dengan kewajiban melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaannya kepada Pemerintah (c. agar mereka dapat secara optimal menolong dirinya sendiri (mencegah timbulnya masalah dan gangguan kesehatan. baik menggunakan sarana transportasi umum maupun sarana transportasi yang tersedia di wilayah tersebut yang masih dalam lingkup dalam kota. Upaya Kesehatan Preventif Adalah suatu upaya untuk mengendalikan risiko kesehatan. yang dihasilkan melalui Lokakarya Mini Puskesmas yang disesuaikan dengan kearifan lokal dan mengacu pada kebijakan pembangunan kesehatan nasional.q Kementerian Kesehatan). Adalah kegiatan upaya kesehatan promotif dan preventif selain kegiatan upaya kesehatan prioritas.q Kementerian Kesehatan) kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (c.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan prioritas masalah dan menyusun prioritas pemecahan masalah kesehatan yang dihadapi oleh desa. Tugas Pembantuan BOK 28. Transport Lokal Adalah biaya yang dikeluarkan untuk mencapai tempat kegiatan yang dituju. untuk dan bersama masyarakat. Adalah penugasan dari Pemerintah (c. provinsi dan kabupaten/kota. mencegah komplikasi penyakit dan meningkatkan mutu hidup seoptimal mungkin.

dan mampu berperilaku mengatasi apabila masalah kesehatan tersebut sudah terlanjur datang). serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan. 13 .Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan meningkatkan derajat kesehatannya.

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 14 .

1. Perubahan proporsi ditetapkan melalui SK Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Ruang Lingkup Kegiatan Ruang lingkup kegiatan di Puskesmas terdiri dari upaya kesehatan dan manajemen Puskesmas. 2.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan BAB II RUANG LINGKUP KEGIATAN BOK DI PUSKESMAS A. Pada tahun 2013. Rincian ruang lingkup kegiatan BOK tahun 2013 meliputi: 1. 2. Upaya Kesehatan a. Komposisi proporsi pemanfaatan dana BOK dapat diubah/dikurangi untuk Upaya Kesehatan Prioritas. pemanfaatan dana BOK diprioritaskan pada kegiatan yang berdaya ungkit tinggi untuk pencapaian indikator MDGs bidang kesehatan. Proporsi pemanfaatan dana BOK di Puskesmas diatur sebagai berikut : 1. Maksimal 40% dari total alokasi dana BOK Puskesmas digunakan untuk Upaya Kesehatan lainnya dan Manajemen Puskesmas. Upaya Kesehatan Prioritas Upaya kesehatan yang diselenggarakan melalui dana BOK adalah kegiatan-kegiatan yang mempunyai daya ungkit 15 . apabila pencapaian MDGs bidang kesehatan telah tercapai dan tersedia anggaran bersumber APBD untuk mempertahankan atau meningkatkan pencapaian MDGs pada tahun 2015. Minimal 60% dari total alokasi dana BOK Puskesmas digunakan untuk Upaya Kesehatan Prioritas.

6 dan 7.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan tinggi dan merupakan upaya pelayanan kesehatan promotif dan preventif yang dilakukan dalam rangka pencapaian target MDGs 1. 4. Pelaksanaan kegiatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi wilayah setempat. Upaya mengendalikan penyebaran dan menurunkan jumlah kasus baru HIV/AIDS b. Upaya mengendalikan penyebaran dan menurunkan jumlah kasus baru Malaria dan TB MDG 7 Upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber air minum dan sanitasi dasar yang layak Berikut beberapa kegiatan yang berdaya ungkit tinggi dalam rangka pencapaian target MDGs 1. 5. 5. sesuai dengan hasil Lokakarya Mini Puskesmas: 16 . Upaya kesehatan prioritas meliputi : MDG 1 Upaya menurunkan prevalensi balita gizi kurang dan gizi buruk MDG 4 Upaya menurunkan angka kematian balita MDG 5 Upaya menurunkan angka kematian ibu dan mewujudkan akses kesehatan reproduksi bagi semua MDG 6 a. Upaya mewujudkan akses terhadap pengobatan HIV dan AIDS bagi semua yang membutuhkan c. 4. 6 dan 7.

Bumil. neonatus risti Posyandu. Rumah Keterangan Fokus MDG 1 2 Pelayanan gizi 3 Tatalaksana gizi Bentuk Kegiatan PMT Penyuluhan Penyuluhan gizi Konseling ASI & MP-ASI Posyandu Sweeping Pemantauan status gizi Survey PMT Pemulihan Balita Balita Fokus MDG 1 Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 4 Pelayanan Kesehatan Nenonatus Kunjungan Neonatus Pemantauan neonatus risiko tinggi Pelacakan kematian neonatal. Kelas Ibu. Bulin. Rumah Fokus MDG 4 17 . CFC. Kelas Ibu. Rumah Posyandu. CFC. Kelas Ibu. Buteki Ibu Bayi/Balita. Bufas. termasuk otopsi verbal Neonatus. CFC. Rumah Fokus MDG 1 Lokasi Posyandu.No Kegiatan 1 Pendidikan gizi Sasaran Ibu Bayi/Balita. Bumil Posyandu.

A Deteksi dini risiko tinggi Pemantauan Balita risiko tinggi Penemuan dan tatalaksana kasus penyebab utama kematian balita (Pneumonia. Bayi risti. Balita risti. Diare. Campak dan Malaria) Balita.18 No Kegiatan 5 Pelayanan Kesehatan Bayi Bayi Risti Sasaran Bayi. Rumah Keterangan Fokus MDG 4 Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 6 Pelayanan Kesehatan Balita Bentuk Kegiatan Posyandu Sweeping Deteksi dini risiko tinggi Pemantauan Bayi risiko tinggi Posyandu Sweeping Pemberian Vit. Ibu Balita/ Balita Risti Posyandu. Ibu Bayi/ Lokasi Posyandu. Rumah Fokus MDG 4 .

Rumah Tunggu Keterangan Fokus MDG 5 Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 8 Pendampingan P4K Rumah Posyandu. TOMA. Dusun. Desa Bentuk Kegiatan Sasaran Posyandu Bumil. termasuk otopsi verbal Kemitraan bidan dukun Kunjungan rumah Bumil. Penyuluhan TOGA. Bumil Risti Sweeping Deteksi dini risiko tinggi PMT Bumil KEK Pemantauan risiko tinggi Kelas ibu hamil Kunjungan rumah tunggu Pelacakan kasus kematian ibu hamil. Kelas ibu. Suami. Poskesdes/ Polindes. Dukun. Kelurahan. RT/ RW. Keluarga. Kelompok Masyarakat Fokus MDG 5 19 . Kader. Rumah.No Kegiatan 7 Pelayanan kesehatan Ibu hamil (ANC) Lokasi Posyandu.

20 No Kegiatan 9 Pelayanan kesehatan ibu bersalin Sasaran Bulin Lokasi Posyandu. Poskesdes/ Polindes. Majlis Ta’lim. Remaja Posyandu. termasuk otopsi verbal Penyuluhan dan konseling KB dan kesehatan reproduksi Pasangan Usia Subur. termasuk otopsi verbal Kunjungan ibu nifas Pemantauan Ibu nifas risiko tinggi Pelacakan kasus kematian ibu nifas. Poskesdes/ Polindes. Sekolah . Rumah Posyandu. Rumah Fokus MDG 5 Keterangan Fokus MDG 5 Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 10 Pelayanan kesehatan ibu nifas Bufas 11 Pelayanan Keluarga Berencana Bentuk Kegiatan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Pelacakan kasus kematian ibu bersalin. Balai Fokus MDG 5 desa.

Pengetahuan komprehensif HIV/AIDS. Bumil . Anak. dll) Konseling dan pencegahan transmisi penularan penyakit HIV/AIDS dari penderita ke orang lain termasuk kepatuhan minum obat Sasaran Penderita. Lokalisasi. Balai desa. Masyarakat kelompok beresiko tinggi. Lokasi Posyandu.No Kegiatan 12 Mengendalikan penyebaran dan menurunkan jumlah kasus baru HIV/AIDS Bentuk Kegiatan Promosi (ABAT. Lokasi Risti. Pemakaian Kondom. Keterangan Fokus MDG 6 Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 21 . Poskesdes. termasuk Remaja.

mass blood survey. Lokasi Risti. Masyarakat kelompok berisiko tinggi. Lokalisasi khusus (lapas). Poskesdes. Anak. Keterangan Fokus MDG 6 Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 14 Mengendalikan penyebaran dan menurunkan jumlah kasus baru Malaria dan TB Bentuk Kegiatan Penemuan dan tatalaksana kasus serta pengambilan spesimen (HIV/AIDS. Bumil . Lokalisasi. Lokalisasi khusus (lapas). Balai desa. PHBS. Lokalisasi. Lokasi Posyandu.22 No Kegiatan 13 Mewujudkan akses terhadap pengobatan HIV/AIDS bagi semua yang membutuhkan Sasaran Penderita. dll) Pendistribusian pemakaian kondom bagi populasi risiko tinggi Promosi (etika batuk. Lokasi Risti. Poskesdes. IMS) Sero surveilans bagi populasi resiko tinggi (serologi. Balai desa. blood survey. Masyarakat kelompok beresiko tinggi Posyandu. termasuk Remaja. dan lain-lain) Konseling dan pencegahan transmisi penularan penyakit dari penderita ke orang lain termasuk kepatuhan minum obat Penderita. Fokus MDG 6 .

No Kegiatan Bentuk Kegiatan Penemuan dan tatalaksana kasus serta pengambilan spesimen (TB dan Malaria) Spot Survei terhadap tempat perindukan vektor Pengendalian vektor Pendistribusian kelambu kepada kelompok berisiko Sasaran Lokasi Keterangan Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 23 .

tempat risiko tinggi kesehatan . tempat risiko tinggi kesehatan Institusi.24 No Kegiatan 15 Meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber air minum dan sanitasi dasar yang layak Sasaran Masyarakat Lokasi Rumah Keterangan Fokus MDG 7 Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 16 Pendataan Bentuk Kegiatan Pendampingan penyusunan rencana kegiatan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Pemicuan stop buang air sembarangan (pemberdayaan masyarakat) Pemantauan kualitas air minum Pendataan sasaran Pendataan PHBS Pendataan risiko Masyarakat. tempat-tempat umum. tempat-tempat umum. institusi.

No Kegiatan 17 Penyuluhan

Bentuk Kegiatan Penyuluhan kelompok Konseling Penyebarluasan informasi melalui media (massa dan elektronik) Pertemuan penyegaran Masyarakat teknis kesehatan tertentu untuk kader kesehatan aktif    

Sasaran Masyarakat

Keterangan

18 Refreshing Kader Kesehatan

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan

19 Kegiatan lain yang berdaya ungkit tinggi terhadap pencapaian MDGs sesuai dengan kondisi lokal/setempat

Lokasi Posyandu, Puskesmas, Institusi, tempat-tempat umum, tempat risiko tingggi kesehatan Balai desa, Puskesmas, Posyandu, Poskesdes.  

25

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan

b. Upaya Kesehatan Lainnya Di samping kegiatan upaya kesehatan di Puskesmas yang telah ditetapkan sebagai prioritas di atas, Puskesmas dapat melakukan kegiatan upaya kesehatan promotif dan preventif lainnya, mengacu pada upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan sesuai Kebijakan Dasar Puskesmas Nomor 128/MENKES/SK/II/2004. Perencanaan kegiatan harus melalui mekanisme lokakarya mini, memperhatikan kearifan lokal serta searah dengan kebijakan pembangunan kesehatan nasional, provinsi dan kabupaten/kota. Upaya kesehatan lainnya meliputi : 1) Imunisasi; 2) Pengendalian Penyakit Menular; 3) Promosi Kesehatan; 4) Penyehatan Lingkungan; 5) Kesehatan Ibu Dan Anak Serta KB; 6) Perbaikan Gizi Masyarakat; 7) Pengendalian Penyakit Tidak Menular; 8) Kesehatan Kerja; 9) Kesehatan Olahraga; 10) Kesehatan Tradisonal; 11) Kesehatan Sekolah; 12) Kesehatan Gigi Dan Mulut; 13) Kesehatan Haji; 14) Kesehatan Indera;
26

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan

15) Kesehatan Jiwa; 16) Kesehatan Lanjut Usia; 17) Perawatan Kesehatan Masyarakat; 18) Kesehatan Matra; 19) Upaya kesehatan lainnya bersifat lokal spesifik. 2. Manajemen Puskesmas Untuk dapat terselenggaranya upaya kesehatan di Puskesmas secara optimal, tepat sasaran, efisien, dan efektif perlu dilaksanakan manajemen Puskesmas yang meliputi : a. Perencanaan Tingkat Puskesmas (P1) 1) Kegiatan perencanaan tingkat Puskesmas meliputi penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK), Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) atau Plan of Action (POA) Tahunan, dan POA Bulanan. Perencanaan dilakukan secara menyeluruh dengan memanfaatkan seluruh sumber anggaran, baik dari APBD, BOK maupun sumber anggaran lainnya. 2) Setelah RUK disetujui oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota, Puskesmas menyusun RPK/POA Tahunan pada awal tahun berjalan. RPK/POA Tahunan merupakan dokumen perencanaan Puskesmas yang berisi rencana kegiatan untuk mencapai target yang akan dicapai selama satu tahun di wilayah kerjanya. 3) RPK/POA Tahunan dibahas pada forum Lokakarya Mini Puskesmas yang dilaksanakan secara berkala untuk menghasilkan POA Bulanan. Rencana kegiatan pada POA Bulanan dapat berbeda dengan rencana kegiatan pada RPK/POA Tahunan, karena disesuaikan dengan kebijakan
27

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan

dan atau kondisi/permasalahan terkini yang terpantau melalui PWS (Pemantauan Wilayah Setempat). Puskesmas dapat melakukan perubahan POA tahunan melalui kesepakatan lokakarya mini. b. Penggerakan Pelaksanaan (P2) melalui Lokakarya Mini Puskesmas 1) Kegiatan Penggerakan Pelaksanaan (P2) dilakukan secara berkala melalui Lokakarya Mini. Lokmin Puskesmas terdiri dari Lokmin Bulanan (lintas program internal Puskesmas) dan Lokmin Tribulanan (lintas sektor). 2) Pada forum Lokmin Bulanan dilakukan pembahasan mengenai kebijakan terkini dan hasil analisis PWS yang dilakukan lintas program. Hasil Lokmin digunakan sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan bulan berikutnya, yang dituangkan dalam POA Bulanan. 3) Pelaksanaan Lokmin Bulanan idealnya diselenggarakan setiap bulan. Pada daerah dengan kondisi geografis sulit, dimungkinkan waktu pelaksanaan Lokmin disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas, minimal 4 kali dalam setahun. Lokmin Bulanan melibatkan seluruh jajaran Puskesmas dan jaringannya serta Bidan Di Desa dan PLKB. 4) Pelaksanaan Lokmin Tribulanan idealnya diselenggarakan setiap 3 bulan. Pada daerah dengan kondisi geografis sulit, dimungkinkan waktu pelaksanaan Lokmin Tribulanan disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas. Lokmin Tribulanan melibatkan lintas sektor di wilayah kerja Puskesmas, seperti kepala desa/lurah, camat, TP PKK, kader kesehatan, tokoh masyarakat/agama, sektor pendidikan, sektor pertanian, dan lain-lain.
28

Poskesdes. konsultasi/ koordinasi. 3) Kegiatan dapat dilakukan secara rutin harian/ bulanan/ tribulanan/semesteran sesuai dengan kebutuhan program. Pengawasan Pengendalian Penilaian (P3) 1) Kepala Puskesmas atau petugas yang ditunjuk dapat melakukan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan upaya kesehatan atau administrasi pengelolaan keuangan di lapangan agar berjalan sesuai dengan yang direncanakan. 2) Pengawasan dan pengendalian dapat dilakukan melalui kegiatan supervisi/bimbingan teknis/pembinaan ke lapangan (Pustu. atau kegiatan lain yang terkait dengan BOK ke kabupaten/kota dapat dibiayai dengan dana BOK di Puskesmas. MMD di tingkat desa. 5) Hasil penilaian berupa laporan secara periodik dikirimkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan format yang disepakati. pengambilan bahan logistik.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan c. 4) Untuk melakukan penilaian keberhasilan pencapaian program dan laporan keuangan maka Puskesmas dapat melakukan penilaian secara periodik yang dapat terintegrasi dengan rapat Lokakarya Mini di Puskesmas. rapat-rapat. Disamping kegiatan dalam unsur manajemen Puskesmas diatas kegiatan pendukung manajemen Puskesmas seperti SMD. UKBM dan tempat lain) pada saat kegiatan maupun di luar kegiatan yang dilakukan di masyarakat. tertib administrasi termasuk untuk mengatasi hambatan yang ditemui. 29 . Polindes.

Poskesdes/Polindes. Puskesmas Pembantu. Transport lokal lainnya yang terkait dengan kegiatan BOK (Bab II point A). c. Transport lokal kegiatan ke luar gedung Transport lokal kegiatan ke luar gedung meliputi : a. Perjalanan Dinas dalam Batas Kabupaten/Kota a. Transport peserta rapat/pertemuan bagi undangan yang berasal dari luar tempat diselenggarakannya rapat/pertemuan. kunjungan rumah dan institusi/tempat terdapat sasaran yang memiliki risiko tinggi terhadap kesehatan).Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan B. e. Untuk petugas kesehatan Puskesmas. Ruang lingkup pemanfaatan dana BOK meliputi : 1. UKBM lainnya. Poskesdes/ Polindes. 2. d. 30 . kunjungan rumah dan institusi/ tempat terdapat sasaran yang memiliki risiko tinggi terhadap kesehatan). Transport petugas kesehatan untuk pelaksanaan kegiatan upaya kesehatan di luar gedung (ke Posyandu. Transport petugas kesehatan untuk konsultasi/rapat/ pertemuan/pengiriman laporan/pengiriman pertanggungjawaban ke kabupaten/kota apabila perjalanan pulang pergi kurang dari 8 (delapan) jam. b. UKBM lainnya. Transport kader kesehatan termasuk dukun bersalin dari tempat tinggal ke tempat pelayanan kesehatan atau ke rumah penduduk (ke Posyandu. Ruang Lingkup Pemanfaatan Ruang lingkup pemanfaatan dana BOK adalah untuk dukungan operasional pelaksanaan kegiatan upaya kesehatan promotif dan preventif dan manajemen Puskesmas di Puskesmas dan Jaringannya beserta Poskesdes/Polindes dan Posyandu serta UKBM lainnya.

Poskesdes/Polindes terkait dengan kegiatan BOK. bahan penyuluhan/KIE yang diperlukan dan konsumsi pertemuan. b. Dana BOK tidak dapat dimanfaatkan untuk Pemeliharaan Gedung dan Kendaraan Puskesmas dan Jaringannya. fotokopi. c. Pembelian/belanja barang untuk mendukung pelaksanaan kegiatan upaya kesehatan promotif dan preventif ke luar gedung yang dapat berupa bahan PMT Penyuluhan. Pembelian/Belanja Barang a. yang dapat berupa belanja ATK. Untuk petugas kesehatan Puskesmas. Puskesmas Pembantu.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Poskesdes/Polindes yang dalam melaksanakan upaya kesehatan karena kondisi geografis memerlukan perjalanan lebih dari 8 (delapan) jam pulang pergi atau menginap di lokasi. pembelian materai. Poskesdes/Polindes menghadiri rapat/pertemuan/konsultasi ke Kabupaten/Kota yang terkait BOK yang karena kondisi geografis memerlukan perjalanan lebih dari 8 (delapan) jam atau harus menginap di lokasi rapat/pertemuan/konsultasi di Kabupaten/Kota. 3. manajemen pengelolaan keuangan BOK. Puskesmas Pembantu. b. dan pembelian konsumsi. Perjalanan dinas lainnya bagi Petugas Puskesmas. biaya administrasi perbankan. Tahun 2013. bahan PMT Pemulihan. Survei Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD). 31 . Pembelian/belanja barang untuk mendukung pelaksanaan manajemen Puskesmas.

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 32 .

Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sebagai satker. 2.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan BAB III RUANG LINGKUP KEGIATAN BOK DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA Dana BOK tahun 2013 merupakan dana bersumber APBN untuk dukungan operasional Puskesmas yang disalurkan melalui mekanisme Tugas Pembantuan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sebagai satuan kerja (satker). Penetapkan alokasi dana BOK per Puskesmas. Penetapan tim pengelola BOK tingkat Kabupaten/Kota. bertanggung jawab mengelola keuangan bersumber dana APBN yang disalurkan melalui Tugas Pembantuan sehingga perlu ditunjuk 33 . Penetapan staf pengelola satker di Dinas Kabupaten/Kota. Ruang lingkup kegiatan bersumber dana BOK di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sebagai satker pengelola BOK meliputi : A. 3. 5. 4. Puskesmas dan jaringannya beserta Poskesdes/ Polindes dan Posyandu sebagai pelaksana kegiatan merupakan unit dari satker dinas kesehatan kabupaten/kota. 6. Penetapan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) dan RPK. Pembinaan. Pembentukan Satuan Kerja Setelah menerima DIPA TP BOK Kabupaten/Kota atau Surat Keputusan Alokasi Dana BOK dari Menteri Kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melakukan: 1. Penetapan tim pengelola BOK di Puskesmas.

pemanfaatan dana. Dinas 34 . Pembinaan yang dlakukan meliputi: 1. pembukuan dan pelaporan. maka Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota berkewajiban melakukan pembinaan ke Puskesmas. pertanggungjawaban. Kunjungan/supervisi/monitoring ke Puskesmas dan jaringannya beserta Poskesdes/Polindes dan Posyandu. Pejabat Akuntansi dan Bendahara Pengeluaran. perlu dilakukan pembinaan oleh satker Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota mencakup pelaksanaan sosialisasi. Teknis Administrasi Agar pelaksanaan kegiatan melalui dana BOK di Puskesmas sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. mekanisme permintaan dana. Pejabat Penguji Tagihan/Penandatangan Surat Perintah Membayar. Pejabat Pembuat Komitmen.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Kuasa Pengguna Anggaran/Barang. UKBM lainnya serta tempat pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilaksanakan. b. dan c. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Puskesmas dilakukan oleh KPA. B. Teknis Program Agar ruang lingkup kegiatan upaya kesehatan di wilayah kerja Puskesmas yang dibiayai BOK dapat mencapai tujuan. Pertemuan. mekanisme pembayaran. Rapat. Pelaksanaan pembinaan dapat dilakukan melalui : a. 2. Pembinaan Puskesmas Agar pemanfaatan dana BOK di Puskesmas digunakan untuk kegiatan upaya promotif dan preventif di Puskesmas dalam mendukung tujuan MDGs.

antara lain : a. Kunjungan lapangan ke Puskesmas dan jaringannya. Rapat di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Standar pelayanan. pelaksanaan dan sosialisasi. dan f. C. maka pengelola BOK Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat melakukan konsultasi. Pertemuan koordinasi dengan Puskesmas. Pelaksanaan pembinaan dapat dilaksanakan melalui kegiatankegiatan. c. Pelaksanaan konsultasi meliputi : 35 . Pemantauan Wilayah Setempat dan pencapaian indikator keberhasilan. Lingkup pembinaan teknis program diselenggarakan oleh bidang-bidang yang terdapat di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota meliputi: a. Konsultasi Pelaksanaan BOK Agar pelaksanaan BOK sesuai dengan tujuan dan kebijakan operasional yang berlaku. b. d. UKBM lainnya serta tempat pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilaksanakan. Pencatatan dan pelaporan. c. Verifikasi usulan kegiatan/POA.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Kesehatan Kabupaten/Kota wajib memberikan pembinaan dalam aspek teknis program. Penggerakan. Poskesdes/Polindes dan Posyandu. dan d. b. e. Penyusunan perencanaan/POA. Evaluasi Program.

36 . Konsultasi pelaksanaan anggaran BOK ke Kanwil DJPB dan/atau ke KPPN. 2. Konsultasi perencanaan. pelaksanaan dan evaluasi BOK ke Dinas Kesehatan Provinsi. Konsolidasi laporan keuangan BOK semester I yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan (berdasarkan undangan).Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 1. dan 3.

Surat Pernyataan 37 .Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan BAB IV PENGELOLAAN KEUANGAN BOK DI PUSKESMAS A. 2. Pelaksanaan 1. Setelah menerima SK alokasi dana BOK tahun 2013. untuk menyusun POA tahunan yang bersumber dana BOK dan sumber lain. Pembukaan Rekening Puskesmas Puskesmas atas dasar Surat Perintah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota segera membuka rekening giro/tabungan atas nama instansi atau menggunakan rekening tahun sebelumnya untuk menampung dana BOK yang disalurkan oleh satker dan dilaporkan ke KPA untuk penerbitan SK Alokasi Dana BOK per Puskesmas. Permintaan Dana Puskesmas setelah menyusun POA dapat segera mengajukan Surat Permintaan Uang (SPU) sebagaimana tercantum dalam contoh 1 terlampir. Berdasarkan POA tahunan yang telah tersusun. selanjutnya Puskesmas menetapkan POA yang akan dilaksanakan pada tahap pertama bersumber dana BOK dengan periode kegiatan satu bulan atau beberapa bulan ke depan. untuk diusulkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk proses pencairan dana. Penyusunan Plan of Action (POA) B. Puskesmas segera menyelenggarakan rapat lokakarya mini Puskesmas. POA tahapan pertama (sebagai daftar nominatif usulan). tahap pertama ke KPA BOK di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang dilampiri POA tahunan. Persiapan 1.

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Tanggung Jawab Belanja. 2. Pencairan Dana Pengelola Keuangan BOK Puskesmas dapat mencairkan dana yang tersedia di rekening Puskesmas untuk melaksanakan kegiatan BOK yang telah disusun untuk periode satu bulan berdasarkan POA hasil lokakarya mini Puskesmas. fotokopi buku rekening. pencairan dana dapat untuk kegiatan periode beberapa bulan. Transport Lokal 1) Membiayai perjalanan petugas kesehatan melakukan 38 3. Pemanfaatan dana BOK di Puskesmas adalah untuk operasional upaya pelayanan kesehatan dan manajemen Puskesmas yang meliputi : a. Pada daerah dengan kondisi geografis sulit atau akses ke Puskesmas memerlukan biaya tinggi. Untuk permintaan tahap berikutnya dapat dilakukan apabila Puskesmas telah melaksanakan kegiatan sesuai dengan yang telah diusulkan pada tahap sebelumnya minimal 75% dan sudah selesai dipertanggungjawabkan (SPTB) sebagaimana tercantum dalam contoh 2 terlampir. Sisa kegiatan dan uang yang belum dilaksanakan dapat terus dilaksanakan sambil mengajukan permintaan dana tahap selanjutnya. Pemanfaatan Dana . Dana LS di Puskesmas dikembalikan ke kas negara apabila tidak dimanfaatkan hingga akhir tahun pada tahun anggaran berjalan dengan menggunakan formulir SSPB sebagaimana tercantum dalam contoh 3 terlampir. fotokopi NPWP dan PKS yang telah disusun antara Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota dan Puskesmas.

3) Membiayai perjalanan peserta rapat Lokakarya mini. Pada kondisi tertentu. konsultasi/koordinasi dan kegiatan lain yang terkait dengan BOK ke kabupaten/kota. 4) Membiayai perjalanan petugas kesehatan untuk menghadiri rapat-rapat. karena tidak ada sarana transport regular dengan bukti pengeluaran yang dikeluarkan oleh pemilik/penyedia jasa transportasi. 5) Membiayai perjalanan kader kesehatan termasuk dukun bersalin untuk menghadiri kegiatan refreshing/ penyegaran kader Kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas dan jaringannya beserta Poskesdes/Polindes. Perjalanan Dinas dalam Kabupaten/Kota (dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan kegiatan upaya pelayanan kesehatan promotif dan preventif ke luar gedung. Survei Mawas Diri (SMD). termasuk sewa sarana transport bila diperlukan. sesuai dengan besaran biaya transport lokal yang dikeluarkan. Musyawarah Masyarakat Desa (MMD).02/2012 tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2013) Untuk petugas kesehatan yang dalam melaksanakan upaya kesehatan atau menghadiri kegiatan rapat/ pertemuan/ 39 . b. Posyandu dan UKBM lainnya. 2) Membiayai perjalanan kader kesehatan termasuk dukun bersalin membantu petugas kesehatan dalam kegiatan upaya pelayanan kesehatan promotif dan preventif ke luar gedung. daerah dapat membayar biaya transport lokal berdasar at cost. Besaran biaya transport lokal yang dibiayai adalah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan di kabupaten/kota tersebut. 37/PMK.

tulis/kantor untuk kegiatan b) Biaya administrasi perbankan. yang meliputi : a) Pembelian alat pendukung BOK. apabila sesuai ketentuan bank setempat. 40 . Pembelian/Belanja Barang 1) Membiayai pembelian/belanja barang untuk mendukung pelaksanaan kegiatan upaya kesehatan promotif dan preventif ke luar gedung.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan konsultasi yang terkait dengan BOK dalam Kabupaten/Kota karena kondisi geografis memerlukan perjalanan lebih dari 8 (delapan) jam dan bisa ditempuh dengan pulang pergi tanpa menginap. c) Pencetakan/penggandaan/penyediaan bahan untuk penyuluhan kepada masyarakat. c) Pembelian materai. penyuluhan. b) Pembelian konsumsi rapat. dapat dibayarkan biaya transport lokal dan uang harian sebesar 75% dari satuan biaya uang harian perjalanan dinas dalam negeri per harinya. c. 2) Membiayai pembelian/belanja barang untuk mendukung pelaksanaan manajemen Puskesmas. memerlukan biaya administrasi dalam rangka membuka dan menutup rekening bank Puskesmas. manajemen pengelolaan keuangan BOK. maka dapat menggunakan dana BOK dari kegiatan belanja barang penunjang. d) Penggandaan/fotokopi laporan. yang meliputi : a) Pembelian bahan PMT penyuluhan/pemulihan. refreshing. f ) Pembelian konsumsi rapat. MMD. e) Pengiriman surat/laporan. SMD.

sedang dan berat). tanda terima perorangan atau gabungan. e. insentif. Bila tidak ada bukti. vaksin. Apabila transport lokal besarannya sesuai dengan at cost.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Dana BOK di Puskesmas TIDAK BOLEH dimanfaatkan untuk: a. d. Pemeliharaan gedung (ringan. dan air. Biaya listrik. 3) Bukti penerimaan transport lokal yang ditandatangani oleh pegawai/penerima transport sesuai besaran yang diterima. dapat diganti dengan tanda 41 . c. Transport lokal 1) Surat Tugas/Surat Perintah Tugas perorangan atau kelompok yang dikeluarkan oleh Puskesmas atau surat undangan atau jadwal kegiatan yang dibuat Puskesmas bagi kader dan dukun bersalin sebagaimana tercantum dalam contoh 4 terlampir. Pengadaan obat. f. reagensia dan alat kesehatan. maka dokumen/bukti pengeluaran dapat berupa karcis/tiket yang dikeluarkan oleh sarana transportasi tersebut. Pertanggungjawaban Dokumen pendukung untuk pertanggungjawaban penggunaan Dana BOK adalah disesuaikan dengan jenisnya sebagai berikut : a. uang lembur. telepon. g. Biaya transportasi rujukan pasien. Dapat berupa kuitansi atau bukti penerimaan lainnya seperti buku catatan pengeluaran pengelola keuangan. Gaji. b. Pemeliharaan kendaraan (ringan. sedang dan berat). Upaya kuratif dan rehabilitatif. 4. 2) Daftar hadir kegiatan (untuk kegiatan rapat) sebagaimana tercantum dalam contoh 5 terlampir.

dapat diganti dengan tanda terima/kuitansi yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh pemilik/pengemudi sarana transportasi tersebut.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan terima/kuitansi yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh pemilik/pengemudi sarana transportasi tersebut. termasuk didalamnya apabila carter atau sewa sarana transportasi karena tidak ada sarana transportasi regular sebagaimana tercantum dalam contoh 6 terlampir. Bila tidak ada bukti. uang harian dan uang penginapan bila menginap yang ditandatangani oleh pegawai yang melaksanakan perjalanan sebagaimana tercantum dalam contoh 8 dan contoh 9 terlampir. 4) Surat Perjalanan Dinas (SPD) yang ditandatangani dan stempel (bila ada stempel) oleh pejabat setempat sebagaimana tercantum dalam contoh 10 terlampir. b. 3) Bukti pengeluaran transport lokal berupa karcis/ tiket. 42 . 2) Bukti/kuitansi rekap penerimaan uang transport lokal. 4) Laporan kegiatan secara ringkas (diketik atau ditulis tangan) sebagaimana tercantum dalam contoh 7 terlampir. termasuk didalamnya apabila carter atau sewa sarana transportasi karena tidak ada sarana transportasi regular sebagaimana tercantum dalam contoh 6 terlampir. Perjalanan Dinas 1) Surat Tugas dan/atau surat undangan sebagaimana tercantum dalam contoh 4 terlampir. 5) Laporan (diketik atau ditulis tangan sebagaimana tercantum dalam contoh 7 terlampir.

000.5%.. Bila penyedia barang/jasa tidak memiliki NPWP.000.1.000...000.250.000. • Biaya penginapan dengan besaran sesuai bukti atau 30% dari pagu penginapan di daerah tersebut jika tidak ada penginapan..dikenakan pajak PPN 10% dan PPh ps 22 sebesar 1.000.000. Pembelian/Belanja Barang 1) Bukti pembelian/kuitansi/faktur/bon dari penjual (bila ada) yang ditandatangani di atas materai Rp.1.000 untuk pembelian lebih dari Rp.000.000.dan materai Rp.000. 2.. 43 .yang distempel (bila ada) oleh pihak penjual barang (bukti pembelian dapat berupa kuitansi atau tanda pembelian lainnya) dengan rincian barang yang dibeli sebagaimana tercantum dalam contoh 11 terlampir.6. 2) Surat Setoran Pajak dimana untuk nilai bukti pembelian/ kuitansi/faktur/bon mulai dari Rp. maka besaran potongan pajak dikenakan 2 kali lipat.untuk pembelian dengan nilai Rp. c.000..1. Besaran nilai yang tercantum dalam bukti pembelian/kuitansi/faktur/bon adalah nilai harga barang ditambah PPN 10%.sampai dengan Rp.dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% sedangkan nilai kuitansi lebih dari Rp. 2.000..Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Untuk perjalanan yang karena kondisi geografis memerlukan penginapan maka : • Uang harian dapat dibayarkan sebesar 75% dari satuan biaya perjalanan dinas dalam Kabupaten/ Kota berkenaan per harinya.s/d Rp.3.

warung dan sejenisnya tidak dikenai PPN • Pajak dipungut oleh pengelola keuangan BOK Puskesmas dan disetor ke Kas Negara dengan Surat Setoran Pajak (SSP). 5. Administrasi Bank Bukti potongan biaya administrasi bank/fotokopi rekening koran. Pengiriman Resi/tanda bukti pengiriman bila melalui PT. rumah makan. Pencatatan/Pembukuan a. Pencatatan dilaksanakan berdasarkan nilai yang tertera dalam kuitansi. Buku yang harus dimiliki oleh pengelola keuangan BOK Puskesmas adalah BUKU BANK dan BUKU KAS TUNAI sebagaimana tercantum dalam contoh 12 terlampir. b. Pos / Jasa Pengiriman. d. Setiap transaksi harus segera dicatat dalam BUKU KAS TUNAI dan SPTB ditutup setiap akhir bulan yang ditandatangani oleh Kepala Puskesmas dan pengelola keuangan BOK Puskesmas sebagaimana tercantum dalam contoh 12 dan contoh 2 terlampir. e.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan • Pembelian makanan minuman dari restoran. c. Menyimpan dengan baik dan aman seluruh bukti/dokumen pertanggungjawaban keuangan. 44 . d.

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan

BUKU KAS TUNAI dan SPTB harus ditutup dan ditandatangani setiap akhir bulan, oleh Kepala Puskesmas dan pengelola keuangan BOK Puskesmas (sebagaimana tercantum dalam contoh 12 dan contoh 2 terlampir).

45

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan

46

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan

BAB V PENGELOLAAN KEUANGAN BOK DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA

A. Persiapan 1. Penetapan Pejabat Pengelola Keuangan Satuan Kerja TP BOK Bupati/Walikota setelah menerima Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang alokasi dana BOK tahun 2013 dan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 413/Menkes/SK/XI/2012 tentang Pelimpahan Wewenang Penetapan Pejabat yang Diberi Wewenang dan Tanggung Jawab untuk Atas Nama Menteri Kesehatan Selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang dalam Pengelolaan Anggaran Kementerian Kesehatan yang Dilaksanakan di Tingkat Kabupaten/Kota, maka segera menerbitkan Surat Keputusan penetapan satuan kerja dan pejabat pengelola keuangan untuk dana Tugas Pembantuan BOK bagi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan unsur didalamnya adalah Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen, Bendahara Pengeluaran, Pejabat Penguji Tagihan/Penandatangan Surat Perintah Membayar dan Pejabat Akuntansi. Setelah SK Satuan Kerja ditetapkan, selanjutnya Kuasa Pengguna Anggaran akan menerbitkan surat keputusan staf Pengelola Keuangan BOK Satuan Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Pengelola Keuangan BOK Puskesmas, serta Petugas yang akan berhubungan langsung dengan KPPN untuk penerbitan Kartu Identitas Petugas Satker (KIPS). 2. Penelaahan DIPA Setelah DIPA TP BOK diterima, KPA segera melakukan penelaahan yang meliputi :
47

d. c. PPK membuat surat permintaan kepada Bank agar jasa bunga atau jasa giro setelah dikurangi dengan kewajiban perpajakannya. Lokasi KPPN. Nama pejabat pengelola keuangan (KPA. 3. 4. Besaran Alokasi. Pada akhir tahun anggaran. disetorkan langsung ke Kas Negara. Apabila berdasarkan hasil penelaahan ditemukan ketidaksesuaian. Kesesuaian Bagan Akun Standar. Penetapan Alokasi BOK Bagi Puskesmas Kepala Dinas Kesehatan setelah menerima Tembusan SK Menteri Kesehatan tentang alokasi dana BOK bagi Kabupaten/Kota tahun 2013 segera menerbitkan SK kepala Dinas Kesehatan tentang alokasi BOK tahun 2013 bagi setiap Puskesmas di Kabupaten/Kota tersebut yang mencakup Nama Puskesmas. Rekening dan Nama Rekening. d. No. b.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan a. PP-SPM dan Bendahara Pengeluaran). rekening harus dinihilkan dan saldo disetor ke kas Negara termasuk bunga bank. PPK bersama Bendahara Pengeluaran membuka rekening giro bank setelah mendapat persetujuan pembukaan rekening/penggunaan rekening oleh KPPN setempat. maka harus dilaporkan ke KPPN. Nama Bank 48 . Pembukaan Rekening a. b. maka segera dilakukan proses revisi sesuai ketentuan yang berlaku. e. Rencana Penarikan Dana (RPD). Bila rekening tersebut masih digunakan pada tahun anggaran berikutnya. c. Alokasi dana Satker per kegiatan dan per output.

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan dan Nama Penanggungjawab Puskesmas. Kepala Dinas Kesehatan dapat menetapkan standar biaya sesuai dengan kebutuhan di wilayah Kabupaten/Kota.000. b. maka : a. Kecamatan. dan Puskesmas di Perbatasan Darat dan Pulau-pulau Kecil Terluar Berpenduduk yang Menjadi Sasaran Prioritas Nasional Progam Pelayanan Kesehatan di DTPK” .02/2012 tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2013. Besaran satuan biaya sesuai dengan biaya riil (at cost) di lapangan/daerah tersebut. Alokasi setiap Kabupaten/Kota bersifat tetap tidak akan ada tambahan alokasi bila dalam penetapan SK Menteri Kesehatan terdapat perbedaan jumlah Puskesmas. 49 . 37/PMK. Penyusunan Satuan Biaya Dana BOK adalah dana APBN yang disalurkan melalui Tugas Pembantuan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sebagai satuan kerja. 5. sehingga pengelolaan menggunakan aturan APBN.000. Apabila satuan biaya yang diperlukan untuk kegiatan BOK di suatu Kabupaten/ Kota tidak ada dalam standar biaya dimaksud. Besaran alokasi setiap Puskesmas dapat disesuaikan berdasarkan beberapa kriteria yang ada di wilayah tersebut. Standar Biaya yang digunakan adalah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No..(seratus juta rupiah)/Puskesmas/tahun. mendapat tambahan dana sebesar Rp. 100. Khusus untuk 101 Puskesmas wilayah DTPK sebagaimana Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 758/Menkes/SK/IV/2011 tentang “Penetapan Kabupaten. Jumlah Puskesmas dalam SK Menteri Kesehatan berdasarkan data yang dikeluarkan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan pada tanggal 2 Juli 2012.

tingkat kemahalan. Penyusunan Plan Of Action (POA)/Rencana Pelaksanaan Kegiatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota segera menyusun RPK dan perencanaan kas. Penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyaluran dana BOK ke Puskesmas dengan menggunakan mekanisme Pembayaan Langsung (LS). c. kesediaan menyetor sisa dana ke kas negara. mekanisme pertanggungjawaban dan ketentuan mengenai sanksi atas pelanggaran perjanjian. 7. kondisi geografis. Agar penyaluran dana BOK dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ke Puskesmas dapat dilakukan tepat sasaran.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan kecamatan. untuk mengajukan pencairan uang ke KPPN dengan mekanisme sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. PKS ini menjadi salah satu kelengkapan pengajuan SPP LS ke SPM LS. tepat waktu dan tepat jumlah. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam menetapkan Besaran satuan biaya untuk kegiatan BOK juga dapat mengacu pada peraturan daerah sepanjang satuan biayanya masih realistis/relevan dengan kondisi saat ini. PKS minimal memuat hak dan kewajiban Kepala Puskesmas. Perencanaan Kas disusun mengacu pada Rencana Penarikan Dana (RPD) yang ada pada lembar ke-3 dokumen 50 . 6. maka dibuat Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Kuasa Pengguna Anggaran dengan Kepala Puskesmas. 192/ PMK. dan realistis.05/2009. pernyataan kesanggupan untuk menyalurkan. Besaran satuan biaya yang akan ditetapkan disepakati dengan para Kepala Puskesmas di kabupaten tersebut. kelurahan atau desa. Contoh PKS sesuai dengan sebagaimana tercantum dalam contoh 13 terlampir. dengan besaran satuan biaya mempertimbangkan tingkat kewajaran.

perjalanan dinas (bila perlu) dan kegiatan BOK di Puskesmas.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan DIPA. PP-SPM menerbitkan SPM-UP dan dikirim ke KPPN dilengkapi dengan ADK SPM. maka harus dilakukan revisi DIPA lembar ketiga. b. Permintaan Dana Pejabat pengelola keuangan BOK Kabupaten/Kota mengajukan usulan permintaan dana ke KPPN untuk kegiatan tingkat Kabupaten/Kota dan Puskesmas melalui mekanisme : a.000. b. PPK dapat mengajukan penggantian UP dengan mengajukan SPP-GUP dilengkapi dengan SPTB. Apabila Perencanaan Kas tidak sesuai dengan RPD pada dokumen DIPA. Kelengkapan SPP-UP berupa surat pernyataan dari KPA atau pejabat yang ditunjuk bahwa UP tersebut tidak untuk membiayai pengeluaran LS. Pelaksanaan 1. Surat Setoran Pajak (SSP) untuk transaksi yang menurut ketentuan harus dipungut PPN dan PPh. SPP-GUP diajukan 51 . KPA sejak awal diterimanya DIPA dapat segera mengajukan permintaan Uang Persediaan kepada KPPN.. untuk membiayai kegiatan paket meeting kepada pihak hotel atau pemilik tempat meeting dengan nilai di atas Rp 20. UP untuk pelaksanaan kegiatan sehari-hari.000. KPA memerintahkan PPK untuk mengajukan SPP-UP kepada PPSPM. 2. B.(dua puluh juta rupiah). TUP. apabila UP tidak mencukupi untuk membiayai kegiatan yang akan dilaksanakan. Setelah Dana UP digunakan dan selesai dipertanggungjawabkan minimal 50%. honorarium. c. Pencairan Dana dari KPPN a. LS.

perjalanan dinas. KPA dapat mengajukan TUP untuk kegiatan dimana UP tidak mencukupi dengan membuat usulan persetujuan dari Kanwil DJPB (KPPN Setempat). Dengan mengajukan SPP-LS kepada PP-SPM untuk diterbitkan SPMLS yang selanjutnya dikirim ke KPPN. paket meeting dan dana BOK Puskesmas. 5) Surat persetujuan TUP dari KPPN/Kanwil Ditjen Perbendaharaan. 2) Rincian rencana penggunaan dana TUP. Surat persetujuan TUP dari KPPN/Kanwil Ditjen Perbendaharaan. (2) Surat Keputusan. KPA memerintahkan PPK untuk mengajukan SPP-TUP kepada PP-SPM dengan kelengkapan : 1) 2) 3) 4) Rincian rencana penggunaan dana TUP. PPK dapat juga mengajukan permintaan dana melalui pembayaran langsung (LS) untuk honorarium. Rekening koran yang menunjukkan saldo terakhir. c. Surat pernyataan KPA atau pejabat yang ditunjuk.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan kepada PP-SPM untuk diterbitkan SPM-GUP dan selanjutnya dkirim ke KPPN dengan kelengkapan ADK SPM dan SPTB Surat Setoran Pajak (SSP). PP-SPM menerbitkan SPM-TUP dan dikirimkan ke KPPN dengan kelengkapan: 1) ADK SPM. d. Berdasarkan surat persetujuan dari Kanwil DJPB (KPPN Setempat). 4) Rekening koran yang menunjukkan saldo terakhir. Permintaan LS meliputi: 1) Honorarium a) Kelengkapan SPP LS untuk Honorarium berupa : (1) Daftar Penerimaan Honor. 3) Surat pernyataan KPA atau pejabat yang ditunjuk. 52 .

3) Paket Pertemuan/Meeting dengan nilai di atas Rp 20. (4) SPTB.. b) Kelengkapan SPM LS untuk Perjalanan Dinas berupa: (1) ADK aplikasi SPM.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan (3) Surat Setoran Pajak (PPh) ps 21. b) Kelengkapan SPM . (1) ADK aplikasi SPM. 53 . (3) SPTB. (2) Kerangka Acuan. (4) Berita Acara Serah Terima Pekerjaan. (2) Daftar Nominatif. (3) SPTB. (2) Daftar Penerimaan Honor.000.LS Pihak Ketiga. (6) Fotokopi NPWP. (4) SPTB. (3) Surat Keputusan.000. (3) Fotokopi buku rekening pihak ketiga (Hotel). (3) SPTB. 2) Perjalanan Dinas a) Kelengkapan SPP LS untuk Perjalanan Dinas berupa : (1) Daftar nominatif. (2) Resume Kontrak/Surat Perjanjian Kerja/Surat Perintah Kerja. (5) SPTB.(dua puluh juta rupiah) a) Kelengkapan SPP LS berupa : (1) Kuitansi tagihan dari pihak ketiga (Hotel). b) Kelengkapan SPM LS untuk Honorarium berupa: (1) ADK aplikasi SPM. (2) Kontrak/Surat Perjanjian Kerja/Surat Perintah Kerja yang ditandatangani oleh PPK dan Pihak Ketiga (Hotel).

b) Kelengkapan SPM LS untuk Puskesmas berupa : (1) Daftar nominatif penerima BOK sesuai ketentuan. (4) SPU. (4) Fotokopi buku rekening. (5) Fotokopi buku rekening. staf pengelola keuangan satker dan 54 .(dua puluh juta rupiah) dapat dibayarkan melalui dana UP/TUP 4) Dana BOK ke Puskesmas tahap Pertama a) Kelengkapan SPP LS untuk Puskesmas berupa : (1) SK Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Pemanfaatan Dana Dana BOK di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat dimanfaatkan untuk: a. 3. SPP-LS dilengkapi dengan SPTB tahap sebelumnya. (3) POA.000. (5) Fotokopi NPWP. (2) SPTB.000. (3) ADK SPM. (2) PKS antara KPA dan Kepala Puskesmas. Untuk pengajuan pencairan dana BOK Puskesmas tahap berikutnya.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Untuk biaya paket pertemuan/meeting dengan nilai ≤ Rp 20.. (6) Fotokopi NPWP. Honorarium 1) Honor yang dibayarkan kepada pejabat pengelola keuangan satuan kerja berdasarkan Surat Keputusan Bupati/Walikota.

2) Honor yang berkaitan dengan output kegiatan yang dibayarkan kepada tim pengelola BOK berdasarkan Surat Keputusan Pejabat dan honor narasumber kegiatan. b. daerah dapat membayar biaya transport lokal berdasar at cost sesuai dengan besaran biaya transport lokal yang dikeluarkan termasuk sewa sarana transport bila diperlukan karena tidak ada sarana transport regular dengan bukti pengeluaran yang dikeluarkan oleh pemilik/penyedia jasa transportasi. Transport lokal 1) Membiayai perjalanan kegiatan pembinaan ke Puskesmas. Perjalanan Dinas dalam Batas Kabupaten/Kota Untuk membiayai petugas kesehatan Kabupaten/Kota ke Puskesmas dan jaringannya beserta Poskesdes/Polindes dan Posyandu melaksanakan pembinaan yang terkait dengan BOK yang karena kondisi geografis memerlukan perjalanan 55 . Besaran biaya transport lokal yang dibiayai adalah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan di Kabupaten/Kota tersebut. pertemuan/meeting 4) Membiayai perjalanan konsultasi ke KPPN apabila lokasi KPPN berada di wilayah Kabupaten/Kota. 3) Membiayai perjalanan peserta halfday/fullday/fullboard. 2) Membiayai perjalanan peserta rapat yang berasal dari luar tempat penyelenggaraan. Pada kondisi tertentu. Poskesdes/Polindes dan UKBM lainnya. Puskesmas Pembantu. c.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan pengelola BOK Puskesmas berdasarkan Surat Keputusan KPA.

Untuk perjalanan yang karena kondisi geografis memerlukan penginapan maka : • Uang harian dapat dibayarkan sebesar 75% dari satuan biaya uang harian perjalanan dinas negeri per harinya. Kanwil DJPB dan menghadiri konsolidasi laporan keuangan semester I di Pusat diluar ketentuan perjalanan dinas ke luar Kabupaten/Kota poin 1) dapat dibayarkan dengan perjalanan dinas yang terdiri dari transport. dapat dibayarkan biaya transport dan uang harian dari satuan biaya perjalanan dinas dalam Kabupaten/Kota berkenaan per harinya.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan lebih dari 8 (delapan) jam termasuk pelaksanaan kegiatannya dan dapat ditempuh dengan pulang pergi pada hari yang sama tanpa menginap. KPPN. • Biaya penginapan dengan besaran sesuai bukti atau 30% dari pagu penginapan di daerah tersebut jika tidak ada penginapan. d. uang harian dan uang penginapan serta pengeluaran riil menurut ketentuan yang berlaku. dapat dibayarkan biaya transport lokal dan uang harian sebesar 75% dari satuan biaya uang harian perjalanan dinas dalam negeri per harinya. Kanwil DJPB yang terkait dengan BOK dapat ditempuh dengan pulang pergi pada hari yang sama dan tidak menginap. KPPN. 2) Untuk petugas kesehatan Kabupaten/Kota ke Provinsi. Perjalanan Dinas ke luar Kabupaten/Kota 1) Untuk petugas kesehatan Kabupaten/Kota ke Provinsi. 56 .

Paket pertemuan/meeting meliputi : 1) Paket meeting halfday Biaya paket meeting halfday biaya paket meeting mencakup minuman selamat datang. uang saku/uang harian. ruang pertemuan dan fasilitasnya. honor narasumber serta ATK dan penggandaan. paket meeting (halfday/fullday/ fullboard). sosialisasi/ penggerakan. ruang pertemuan dan fasilitasnya. rehat kopi dan kudapan (satu kali/hari). 57 . makan (dua kali per hari). rehat kopi dan kudapan (dua kali per hari). 2) Paket meeting fullday Biaya paket meeting fullday adalah biaya paket meeting mencakup minuman selamat datang. evaluasi yang terkait dengan BOK dengan mengundang peserta dari Puskesmas dan jaringannya beserta Poskesdes/Polindes dan Posyandu.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Perjalanan dinas bagi petugas Dinas Kesehatan Kota yang berada di wilayah Ibukota Provinsi dapat menerima transport lokal dan 75% uang harian bila kegiatan melebihi 8 (delapan) jam termasuk pelaksanaan kegiatan e. akomodasi selama pertemuan. Biaya transportasi dan uang saku. akomodasi selama pertemuan. lintas program dan lintas sektor dan mengundang narasumber dari Provinsi dan/atau Pusat. Dana BOK dapat untuk membiayai transport. uang saku. Pertemuan/meeting Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat menyelenggarakan pertemuan/meeting untuk kegiatan perencanaan. biaya transportasi. makan (satu kali/hari).

sjdih. Honorarium 1) Surat Keputusan terkait penerima honorarium 2) Kuitansi/daftar penerimaan honorarium. biaya pengiriman surat/laporandan biaya konsumsi rapat/ meeting terkait dengan BOK. makan (tiga kali per hari). akomodasi selama pertemuan.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 3) Paket meeting fullboard Biaya kegiatan paket meeting fullboard terdiri adalah biaya paket meeting mencakup minuman selamat datang. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.id 4. f.02/2012 tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2013 dapat diunduh di website www. a) Golongan I dan II : 0%. komputer supply.go.depkeu. b) Golongan III c) Golongan IV 58 : 5%. biaya transportasi dan uang saku. pembelian materai. 3) Potongan pajak terhadap pembayaran honorarium (PPh 21). administrasi bank. Pembelian/Belanja Barang Dana BOK dapat dipakai untuk keperluan administrasi. rehat kopi dan kudapan (dua kali per hari). penggandaan. . ruang pertemuan dan fasilitasnya. penyelenggaraan kegiatan rapat/meeting satuan kerja BOK di Kabupaten/Kota meliputi ATK. 37/PMK. : 15%. Pertanggungjawaban a.

Perjalanan Dinas : 1) Bukti rekap penerimaan uang transport lokal. Bila tidak ada bukti. 4) Laporan kegiatan secara ringkas. termasuk didalamnya apabila carter atau sewa sarana transport karena tidak ada sarana transport regular atau kendaraan dinas. dsb. c. Transport Lokal 1) Surat Tugas/ Surat Perintah tugas perorangan atau kelompok yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas/Pejabat yang ditunjuk atau Surat Undangan. 2) Bukti pengeluaran transport lokal berupa karcis/ tiket. maka perhitungan potongan PPh 21 yakni sebesar 120% x Tarif Golongan x Nilai Honor. apabila kegiatan dalam bentuk rapat. b. 3) Daftar hadir kegiatan. Apabila tidak ada bukti berupa karcis atau tiket dapat diganti dengan tanda terima/kuitansi yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh pemilik/pengemudi sarana transportasi tersebut. 2) Tanda terima/kuitansi transport lokal yang ditandatangani oleh pegawai/penerima transport sesuai besaran yang diterima. Apabila transport lokal besaran sesuai dengan at cost maka dokumen/bukti pengeluaran dapat berupa karcis/tiket yang dikeluarkan oleh sarana transport tersebut. uang harian dan uang penginapan bila menginap yang ditandatangani oleh pegawai yang melaksanakan perjalanan dinas.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan d) Bila tidak memiliki NPWP. dapat diganti dengan tanda 59 . pertemuan.

37/ PMK. d. 4) Surat Perjalanan Dinas (SPD) yang ditandatangani dan stempel oleh pejabat setempat. 60 .02/2012 tentang Standar Biaya Tahun Anggaran 2013.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan terima/kuitansi yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh pemilik/pengemudi sarana transportasi tersebut. ditandatangani oleh yang bersangkutan. termasuk didalamnya apabila carter atau sewa sarana transportasi karena tidak ada sarana transportasi reguler. 3) Bukti tanda terima/kuitansi hotel/penginapan atau bila tidak ada bukti menginap maka biaya penginapan yang diterima sebesar 30% dari standar biaya hotel/ penginapan di daerah tersebut dengan membuat SPTJM sebagaimana tercantum dalam contoh 14 terlampir. 5) Bukti Pengeluaran Riil yang diatur dalam Satuan Biaya berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI No. 5) Kontrak/SPK untuk paket meeting. 3) Daftar Hadir. 6) Laporan Perjalanan Dinas. Paket Pertemuan/Meeting Pertanggungjawaban paket meeting halfday/fullday/fullboard berupa: 1) Surat Tugas dan/atau surat undangan. 4) Daftar penerimaan transport dan/atau uang saku. 2) Kuitansi atau bukti penerimaan. 7) Laporan Penyelenggaraan. 6) Kerangka Acuan Kegiatan.

Administrasi Bank ..000 untuk pembelian ≥ Rp.000.5%. warung dan sejenisnya tidak dikenai PPN..dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% sedangkan nilai kuitansi lebih dari Rp.yang distempel oleh pihak penjual barang (bukti pembelian dapat berupa kuitansi atau tanda pembelian lainnya) dengan rincian barang yang dibeli.000..000.000. maka besaran potongan pajak dikenakan 2 kali lipat.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan e.000. Bukti potongan biaya administrasi bank/fotokopi rekening koran. 2.sampai dengan Rp.000.dikenakan pajak PPN 10% dan PPh ps 22 sebesar 1. Pos / Jasa Pengiriman..untuk pembelian dengan nilai Rp.dan materai Rp. Pengiriman Resi/bukti pengiriman bila melalui PT.000.s/d Rp. • Pajak dipungut oleh Bendahara Pengeluaran dan disetor ke Kas Negara dengan Surat Setoran Pajak (SSP).1. • Pembelian makanan minuman dari restoran. rumah makan.000.250.000.1.000.000.6. Pembelian/Belanja Barang 1) Bukti pembelian/kuitansi/faktur/bon dari penjual yang ditandatangani di atas materai Rp.000.3.. 2) Surat Setoran Pajak dimana untuk bukti pembelian/ kuitansi/faktur/bon ≥ Rp. Bila penyedia barang/jasa tidak memiliki NPWP. 61 g. Besaran nilai yang tercantum dalam kuitansi/faktur/bon pembelian adalah nilai harga barang ditambah PPN 10%. 2.1. f.

Pengelolaan Pembukuan Bendahara Pengeluaran sebagai berikut: a. 6. d.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan h. Bendahara Pengeluaran wajib membukukan semua transaksi dan mempertanggungjawabkan seluruh uang yang dikuasainya sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-47/PB/2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penatausahaan dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara Kementerian/Lembaga/Kantor/ satuan kerja. Format Bukti Pertanggungjawaban Pengelolaan Keuangan BOK di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat diunduh di website www. Pembukuan Dalam rangka tertib administrasi. b. Pembukuan dilakukan dengan komputer dan Bendahara Pengeluaran wajib : 1) Mencetak BKU dan buku-buku pembantu sekurang62 .go.gizikia. serta Buku Pengawasan Anggaran). Buku Bank. Buku Pajak. Pembelian Materai Bukti pembelian materai.depkes.id 5. Bendahara wajib menyelenggarakan pembukuan. Buku Persekot. Verifikasi atas Dokumen Pertanggungjawaban Seluruh dokumen pertanggungjawaban keuangan kegiatan manajemen perlu diverifikasi kelengkapannya oleh verifikator. Pembukuan dilaksanakan berdasarkan nilai yang tertera dalam kuitansi (asas bruto). c. Buku Uang Persediaan. Setiap transaksi harus segera dicatat dalam BUKU KAS UMUM sebelum dibukukan dalam buku-buku pembantu (Buku Pembantu Kas Tunai.

BKU dan buku pembantu lainnya wajib ditutup dan ditandatangani oleh Bendahara Pengeluaran dan disahkan oleh KPA setiap akhir bulan dan dilakukan pemeriksaan kas intern dengan Berita Acara setiap 3 (tiga) bulan. 63 . g. Bendahara menyusun Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan dikirimkan ke KPPN setiap awal bulan. Dana UP/TUP di Satker dikembalikan ke kas Negara apabila tidak dimanfaatkan hingga akhir tahun pada tahun anggaran berjalan dengan menggunakan formulir SSBP sebagaimana tercantum dalam contoh 15 terlampir. 3) Memelihara database pembukuan. 2) Menatausahakan hasil cetakan yang ditandatangani Bendahara Pengeluaran dan KPA. f. e. selambat-lambatnya tanggal 7 bulan berikutnya. neraca dan catatan atas laporan keuangan. Laporan tersebut dikirimkan ke Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) dan Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon I (UAPPA-E1) yaitu Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. ke UAPPA-W dan UAPPA-E1. Menyimpan dengan baik dan aman seluruh bukti/dokumen pertanggungjawaban keuangan. Laporan bulanan berupa Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca beserta ADK berupa file kirim dan back up data setiap bulan.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan kurangnya satu kali dalam satu bulan. 7. Pelaporan SAI Satuan kerja sebagai penerima dana Tugas Pembantuan wajib membuat laporan keuangan berupa laporan realisasi anggaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kota dapat melakukan REALOKASI anggaran antar Puskesmas di wilayah kerjanya bila dipandang perlu untuk percepatan pencapaian tujuan dan penyerapan anggaran dengan menerbitkan surat keputusan yang tembusannya disampaikan kepada KPPN setempat. sedangkan hard copy yang ditandatangani oleh Kepala Satker dikirim ke Sekretariat Ditjen Bina Gizi dan KIA c.com.q Bagian Keuangan. semesteran/tahunan untuk UAPPA-E1 berupa soft copy dikirim ke alamat email: tp_bok@yahoo. 64 . Laporan Sistem Akutansi Instansi (SAI) disampaikan secara bulanan.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Laporan semester dan tahunan berupa LRA dan Neraca serta Catatan atas Laporan Keuangan disertai dengan Pernyataan Tanggung Jawab (Statement of Responsibility/SOR) oleh Kepala Satker ke UAPPA-W dan UAPPA-E1.

Pengelola BOK Tingkat Pusat 1.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan BAB VI PENGORGANISASIAN Agar terselenggaranya tertib administrasi pengelolaan dana Bantuan Operasional Kesehatan yang efektif dan efisien. Menentukan kebijakan dan strategi nasional pelaksanaan BOK. dan tingkat Kabupaten/ Kota serta Puskesmas. Melaksanakan pendampingan hukum bila terjadi masalah dalam pelaksanaan BOK. pembinaan dan pengawasan dalam rangka mencapai kualitas pelaksanaan kegiatan di Kabupaten/Kota dan Puskesmas. d. tingkat Provinsi. Penanggung Jawab d. Susunan Organisasi : a. Tugas : : : : Menteri Kesehatan RI Para eselon 1 Kemenkes Sesditjen Bina Gizi dan KIA a. Pelindung b. sosialisasi. koordinasi dan sinkronisasi penyelenggaraan BOK tingkat pusat dan daerah. maka pengelolaan dana Bantuan Operasional Kesehatan yang tersedia di tingkat jenjang administrasi perlu diatur secara terstruktur dan terintegrasi. Untuk itu dalam pengelolaan BOK dibentuk Tim Pengelola BOK yang terintegrasi di tingkat Pusat. Pengelolaan secara berjenjang dan terintegrasi dimaksudkan untuk memudahkan koordinasi. Bidang – Bidang 2. c. 65 . Melaksanakan advokasi. Pengarah c. Menentukan alokasi dana BOK Kabupaten/Kota melalui SK Menteri Kesehatan. b. A.

f. g. Tim Teknis 1) Ketua : Salah satu kepala bidang 2) Sekretaris : Salah satu kepala seksi 3) Anggota : Lintas bidang yang terkait dengan BOK dengan jumlah personil disesuaikan kebutuhan 2. Menjabarkan kebijakan dan strategi nasional pelaksanaan BOK di tingkat Provinsi. Melaksanakan monitoring dan evaluasi dalam rangka pembinaan terhadap pelaksanaan BOK di daerah. B. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan BOK sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Sekretariat 1) Ketua : Pejabat eselon 3 2) Sekretaris : Pejabat eselon 4 3) Anggota : Jumlah sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggaran c. Penanggung Jawab: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi b. Menyusun dan melaporan hasil pelaksanaan kegiatan BOK. Mengarahkan pelaksanaan kebijakan BOK nasional di tingkat Provinsi. Susunan Organisasi : a. b. 66 . Pengelola BOK Tingkat Provinsi 1. Tugas : a.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan e.

Tim Teknis 1) Ketua 2) Sekretaris : Salah satu kepala bidang : Salah satu kepala seksi 67 . C. Susunan Tim Pengelola BOK Tingkat Kabupaten/Kota: a.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan c. d. Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan BOK tingkat Provinsi (termasuk ringkasan laporan pelaksanaan BOK di tiap kabupaten/kota) kepada Tim Pengelola BOK Tingkat Pusat. e. Melakukan advokasi dan sosialisasi BOK tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota. Melakukan monitoring dan evaluasi dalam rangka pembinaan dan pengendalian terhadap pelaksanaan BOK di Kabupaten/Kota. Penanggung Jawab : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota b. f. Sekretariat 1) Ketua : Pejabat eselon 3 yang ditunjuk merangkap sebagai PPK 2) Sekretaris : Salah satu pejabat eselon 4 3) Anggota : Jumlah sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggaran c. Melakukan koordinasi dan sinkronsiasi perencanaan dan penganggaran kegiatan BOK tingkat Provinsi dan Kabupaten/ Kota. Pengelola BOK Tingkat Kabupaten/Kota 1.

Pengelola BOK di Puskesmas (Kepala Puskesmas dan Pengelola Keuangan) 3. 2) Menentukan besaran alokasi/realokasi dana BOK per Puskesmas melalui SK Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) b. 68 . Petugas yang akan berhubungan langsung dengan KPPN g. Pejabat Akuntansi f. Staf pengelola keuangan satker h. Penguji dan Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) d. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) c. Tugas: a. Tugas Tim Pengelola BOK : 1) Melaksanakan kebijakan BOK sesuai kebijakan nasional.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 3) Anggota : Lintas bidang yang terkait dengan BOK dengan jumlah personil disesuaikan kebutuhan 2. Bendahara Pengeluaran e. Susunan Tim Pengelola Anggaran Satker BOK Tingkat Kabupaten/ Kota: a. 3) Mengirimkan SK penetapan alokasi/realokasi kepada Tim Pengelola BOK Pusat dengan tembusan Tim Pengelola BOK Provinsi dan pihak yang ditetapkan untuk penyaluran dana.

pembinaan dan pengendalian pelaksanaan BOK di Puskesmas. 8) Menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan BOK di Kabupaten/Kota kepada Tim Pengelola BOK Tingkat Provinsi tembusan Tim Pengelola BOK Tingkat Pusat. 3) Melakukan verifikasi usulan dan pertanggungjawaban keuangan BOK. 5) Melakukan rekonsiliasi internal antara laporan barang dengan laporan ke­ uangan dan rekonsiliasi eksternal dengan KPPN dan atau KPKNL. 2) Membuat Perjanjian Kerja Sama (PKS) pelaksanaan BOK. 5) Melakukan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan dan pelaksanaan kegiatan BOK tingkat Kabupaten/Kota dan Puskesmas. 6) Menyusun dan menyampaikan laporan anggaran BOK yang dikelolanya secara berjenjang. 69 .Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 4) Melakukan advokasi dan sosialisasi BOK tingkat Kabupaten/Kota dan Puskesmas. 7) Melakukan monitoring dan evaluasi dalam rangka penggerakan. 4) Melakukan koordinasi dengan para pelaksana kegiatan BOK. b. Tugas Tim Pengelola Anggaran Satker BOK: 1) Menyelenggarakan pelaksanaan anggaran dana BOK sesuai peraturan perundangan. 6) Melakukan verifikasi POA Puskesmas yang akan didanai BOK.

Membuka rekening Instansi.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 7) Menyusun dan menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran berupa laporan SAI secara berjenjang melalui UAPPA-W dan kepada Unit Akuntansi Pembantu Peng­ guna Anggaran Eselon 1(UAPPA-E1). c. d. meliputi : a. Mengeluarkan Surat Tugas untuk pelaksanaan kegiatan BOK di Puskesmas dan jaringannya beserta Poskesdes/ Polindes dan Posyandu. dan 70 . Membuat Perjanjian Kerjasama dengan KPA/PPK tentang Pelaksanaan BOK Tahun 2013. Tugas Ketua (Kepala Puskesmas). b. Ketua (Kepala Puskesmas) sebagai atasan langsung Pengelola Keuangan BOK di Puskesmas bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan dan keuangan BOK di Puskesmas dan jaringannya beserta Poskesdes/Polindes dan Posyandu. 8) Menyimpan dan mendokumentasikan dengan baik dan aman seluruh bukti/dokumen ke­ uangan BOK. Membuat Surat Permintaan Uang (SPU) kepada KPA Dinkes Kabupaten/Kota dengan melampirkan POA hasil lokakarya mini bulanan atau tribulanan. Menyampaikan POA tahunan hasil lokakarya mini di awal tahun anggaran kepada KPA/PPK. e. Tim Pengelola Keuangan BOK Tingkat Puskesmas Pengelola Keuangan BOK di Puskesmas berdasar Surat Keputusan KPA terdiri dari Ketua (Kepala Puskesmas) dan Pengelola Keuangan BOK di Puskesmas: 1. D.

e. Mengembalikan sisa uang yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepa­ da bendahara pengeluaran pada akhir tahun anggaran. Menandatangani semua kuitansi pengeluaran. berupa laporan realisasi keuangan Puskesmas dengan melampirkan copy bukti-bukti pengeluaran di Puskesmas yang di­ tandatangani oleh pengelola keuang­ an dan ketua (Kepala Puskesmas) sebagaimana tercantum dalam contoh 16 terlampir. Membukukan semua penerimaan dan pengeluaran terhadap uang yang dikelolanya ke dalam Buku Kas Tunai. c. Melaporkan pertanggungjawaban keuangan kepada Bendahara Penge­ luaran Satker BOK Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Mempertanggungjawabkan dalam bentuk dokumen pengeluaran (kui­ tansi) atas pelaksanaan kegiatan. 2. 71 . d. Pengelola Keuangan BOK Puskesmas bertugas: a. b. Menyimpan dengan baik dan aman seluruh bukti ASLI pertanggung­jawaban keuangan. Memungut dan menyetorkan pajak sesuai peruntukannya. f.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan f.

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 72 .

B. Cakupan indikator kinerja program Puskesmas Cakupan/persen pencapaian indikator pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas yang berasal dari berbagai 73 . maka perlu ditetapkan indikator keberhasilan sebagai alat untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan BOK. Tujuan penetapan indikator keberhasilan ini adalah untuk penilaian kinerja internal jajaran kesehatan setiap tingkatan dan untuk penilaian kinerja eksternal Kementerian Kesehatan terkait dengan penilaian kinerja pengelolaan BOK dan transparansi publik. Indikator keberhasilan tersebut adalah: A. Persentase realisasi dana BOK pada indikator no B di atas yang di publikasikan secara online di website Kementerian Kesehatan. Jumlah dana yang telah dipertanggungjawabkan untuk kegiatan dibandingkan dengan jumlah total dana BOK yang disalurkan oleh Kementerian Kesehatan berdasarkan DIPA dikali 100. Realisasi dana BOK secara nasional yang dipublikasi secara online D. Persentase realisasi dana BOK C.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan BAB VII INDIKATOR KEBERHASILAN Untuk mewujudkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan BOK. Persentase Kabupaten/Kota menerbitkan SK Tim Pengelola Anggaran Satker BOK Tingkat Kabupaten/Kota Jumlah Kabupaten/Kota yang telah menerbitkan SK Tim Pengelola Anggaran Satker BOK Tingkat Kabupaten/Kota dibandingkan dengan jumlah Kabupaten/Kota penerima dana BOK yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dikali 100.

tiga bulanan. Dinas Kesehatan Provinsi dan seterusnya sampai ke tingkat pusat. Laporan keuangan sesuai ketentuan Sistem Akutansi Instansi. Selain itu Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Provinsi juga menyusun laporan tahunan pelaksanaan BOK sebagaimana tercantum dalam contoh 17 terlampir.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan sumber biaya termasuk BOK. Laporan kegiatan Puskesmas menggunakan format laporan SP2TP/ SP3. 74 . Pelaporan yang bersifat rutin menggunakan format dan mekanisme yang telah ditetapkan meliputi: 1. 2. semester). Target ditetapkan oleh masing-masing Puskesmas serta Kabupaten/Kota. insidentil/sesuai permintaan maupun berbagai hasil studi. Laporan dikirimkan secara berjenjang dari Puskesmas kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Penilaian indikator keberhasilan tersebut berdasarkan laporan pelaksanaan BOK di Puskesmas/Kabupaten/Kota dan dikirimkan secara periodik (bulanan.

Instansi ini juga bertanggung jawab untuk melakukan audit sesuai kebutuhan atau sesuai permintaan instansi yang akan diaudit terhadap pemanfaatan dana BOK. Pengawasan kegiatan BOK meliputi pengawasan melekat. A. B. atau bentuk penyelewengan lainnya. pengawasan fungsional internal. baik di tingkat pusat. maupun Puskesmas. untuk penilaian kinerja program BOK. Pengawasan Fungsional Internal Instansi pengawas fungsional kegiatan BOK secara internal adalah Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan dan BPKP. BOK merupakan dana APBN Kementerian Kesehatan. Hal yang perlu disiapkan terkait dengan pelaksanaan pengawasan (audit) adalah kelengkapan dan kebenaran dokumen pelaksanaan kegiatan dan pertanggungjawabannya. provinsi. Pengawasan Melekat Pengawasan melekat adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan masing-masing instansi kepada bawahannya. maka yang berhak melakukan pengawasan adalah pengawas internal dari Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan dan BPKP serta pengawas eksternal dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Selain itu. kebocoran dan pemborosan keuangan negara. kabupaten/kota. dan pengawasan eksternal. digunakan empat tepat sebagai berikut: 75 . pungutan liar.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan BAB VIII PENGAWASAN Kegiatan pengawasan adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi dan/atau menghindari masalah yang berhubungan dengan penyalahgunaan wewenang.

yaitu BPK. C. Ketepatan penggunaan yaitu dana BOK telah dimanfaatkan/ digunakan sesuai ketentuan. Ketepatan sasaran yaitu program yang diluncurkan oleh pemerintah benar-benar diterima oleh sasaran.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 1. Instansi ini juga bertanggung jawab untuk melakukan audit sesuai dengan kebutuhan atau permintaan instansi yang akan diaudit terhadap pelaksanaan dan pemanfaatan dana BOK. Ketepatan waktu yaitu waktu penyaluran BOK telah sesuai dengan jadwal kegiatan. 2. Pengawasan Eksternal Instansi pengawas eksternal kegiatan BOK adalah pengawasan fungsional yang dilakukan oleh tim audit keuangan yang berwenang. Ketepatan jumlah yaitu jumlah BOK yang diberikan telah sesuai dengan ketentuan dan tidak terdapat pemotongan dana bantuan 4. 76 . 3.

Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Apabila Dinas Kesehatan Provinsi dan/atau Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota merasa perlu menyusun petunjuk yang bersifat lebih operasional sebagai turunan petunjuk teknis ini. NAFSIAH MBOI 77 . MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. dengan menggunakan data pemantauan wilayah setempat. maka dapat mengembangkannya sepanjang tidak bertentangan dengan petunjuk teknis ini Jika di kemudian hari diperlukan adanya perubahan pada petunjuk teknis ini. BOK tahun 2013 difokuskan untuk meningkatkan pencapaian target MDGs bidang kesehatan yang belum tercapai dan mempertahankan yang telah tercapai. maka akan dilakukan penyempurnaan pada penyusunan petunjuk teknis selanjutnya. berdaya ungkit tinggi pada upaya kesehatan bersifat promotif dan preventif.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan PENUTUP Petunjuk teknis Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2013 disusun sebagai acuan bagi pelaksanaan pemanfaatan dana BOK. diharapkan dapat merencanakan kegiatan secara komprehensif.

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 78 .

LAMPIRAN .

.

.... Atas perhatian Bapak/Ibu kami mengucapkan terima kasih............... 2013 Yth...... 81 ....Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Contoh 1 Format Surat Permintaan Uang KOP SURAT (JIKA ADA) Nomor Lampiran Perihal : : 1 (satu) bundel : Surat Permintaan Uang ............……….... Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan pada bulan …………… dengan ini kami mengajukan permintaan uang sebesar Rp.............. NIP.......…………………) sebagaimana POA terlampir......... ................................. ...................................................... Kuasa Pengguna Anggaran Satker Dinas Kesehatan Kab/Kota ................................ Kabupaten/Kota .......... ..................... Kepala Puskesmas.... (............................................ (Nama) ....... di ……………….............

....................... Bukti-bukti pengeluaran anggaran dan asli setoran pajak (SSP/BPN) tersebut di atas disimpan oleh Pengelola Keuangan Puskesmas untuk kelengkapan administrasi dan pemeriksaan aparat pengawas fungsional............................... .................................................. .................................... ...................... ......................................... NIP ................................... 82 .................................Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Contoh 2 Format Surat Pernyataan Tanggung jawab Belanja (SPTB) SURAT PERNYATAAN TANGGUNGJAWAB BELANJA Nomor : ............................ Pajak yang dipungut Bendahara Pengeluran PPN (Rp) PPh (Rp) No PENERIMA URAIAN BUKTI TGL NO JUMLAH (Rp) ..... : ................ ........... Pengelola Keuangan Puskesmas ........... Demikian Surat Pernyatan ini dibuat dengan sebenarnya....................................... Nama ................................................................ : ... Nama Puskesmas Alamat Puskesmas Bulan : ............

.. Rp......... ....................................................................................... ......................................... Mata Anggaran Pengembalian Belanja : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rp........ (6).... Jumlah Setoran Dengan Huruf : : Rp (14).............................................................................................(3) .............................. KP/KD/DK/TP/DS : Lembar Untuk WAJIB SETOR/WAJIB BAYAR/BENDAHARA PENERIMA SEBAGAI BUKTI SETORAN ........................................... Nama/Jabatan Wajib Setor/Wajib Bayar 2................................... (18)... (11).......................................................................................................................................................... ............ ..... ............ ........................................... (9)............................ NIP:.................................................... Rp............................................................................(2) :.............................. ....................................................................................................................... Fungsi....................... Sub Kegiatan 5........................................................................................................................................... KE REKENING KAS NEGARA NOMOR A.......... ....................................... Satuan Kerja 6................ 1......... Rp.............. (15).............. ..................... Keperluan : 16)......................... Rp..........................................................................................................................................(1)................................................................................................................................................................................... Sub Fungsi.................................. D....................................................... Rp............................ ........................................... Diterima Oleh: BANK PERSEPSI/KANTOR POS DAN GIRO Tanggal (19).............. (10).................................... Nama Terang............ (7) (7a) (8)................................................... ...................... ........................ B....................... Rp...........................................................................................................................................................................................................................................................Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Contoh 3 Format Surat Setoran Pengembalian Belanja (SSPB) DEPARTEMEN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN SURAT SETORAN PENGEMBALIAN BELANJA KPPN (SSPB) Nomor Tanggal :...........................................................................................4) : : : : : : : : (5)..............................tanggal...................... Lokasi 7.. Rp.................. kegiatan.............................................. Unit Organisasi Eselon I 3.................... Kementerian/Lembaga 2........................ Alamat : (12)....................................... 83 ................ .......................... PERHATIAN Bacalah Dahulu Petunjuk pengisian formulir SSPB pada halaman belakang lembar ini (17)............................. C............................................. Rp...................................................................................... Program 4............................... 1....................13) Rp...................................................................................................... Cap Tanda Tangan (20)............

NIP SSPB (18) Diisisesuai sesuai nama dan Wajib Setor. atau DS 2 sebanyak (dua) digit (10) Diisi Kode apakah Satkernya KP. KD..diisi (4) Diisi Kode Rekening Kas Kementerian/Lembaga Negara (KPPN bersangkutan . atau TP DS sebanyak (dua) digit2 (dua) digit (dua) digit (11) Diisi nama/jabatan Wajib Setor/Wajib Bayar (11) Diisinama/jabatan nama/jabatan Wajib Setor/Wajib Bayar (11) Diisi Wajib Setor/Wajib Bayar (11) Diisi nama/jabatan WajibSetor/Wajib Setor/WajibBayar Bayar (12) Alamat Jelas Wajib (12) Diisi Alamat Jelas Wajib Setor/Wajib Bayar (12) Diisi Alamat Jelas Wajib Setor/Wajib Bayar (12) Diisi Jelas Wajib Setor/Wajib Bayar Belanja (13) Kode Mata Anggaran Pengembalian 6 digit (13) Diisi Alamat Kode Mata Anggaran Pengembalian Belanja 6 (enam) (enam) digit (13) Diisi Kode Mata Anggaran Pengembalian Belanja 6 (enam) digit disertai (13) Diisi Kode Mata Anggaran Pengembalian Belanja 6 (enam) digit disertai Uraian Nilai Rupiah untuk masing-masing Mata Anggaran. NIP dan dan stempel stempel SSPB (17) Diisi Tempat Tanggal dibuatnya SSPB (18) Diisi sesuai nama Wajib Setor. KD.. KD. DK.diisi Bank) (4) Diisi Kode Rekening Kas Negara Negara (KPPN bersangkutan bersangkutan . DK. disertai Uraian Nilai Rupiah untuk masing-masing Mata Anggaran.diisi petugas .Diisi dengan huruf kapital atau diketik Catatan Diisi dengan huruf kapital atau diketik Catatan : Diisi dengan huruf kapital atau diketik Catatan : .. NIP dan stempel SSPB atau kantor (19) Tanggal diterimanya setoran oleh Bank Persepsi (19) Diisisesuai Tanggal diterimanya oleh Bank (18) Diisi nama Wajib Setor. TP DK. Dan bisa disertai Uraian Nilai untuk Rupiah masing-masing Mata Anggaran. setoran NIP dan stempel SSPBPersepsi atau kantor (19) Diisi Tanggal diterimanya setoran oleh Bank Persepsi atau kantor Pos Giro Pos dan dan Giro (19) Diisi Tanggal diterimanya setoran oleh Bank Persepsi atau kantor kantor Pos dan Pos dan Giro (20) Diisi nama dan (20) Diisi nama dan Tandatangan Tandatangan Penerima Penerima di di Bank Bank Persepsi Persepsi atau atau kantor Giro (20) Diisi nama dan Tandatangan Penerima di Bank Persepsi atau kantor Pos dengan cap Pos dan dan Giro Giro dengan cap (20) Diisi dan nama dandengan Tandatangan Pos Giro cap Penerima di Bank Persepsi atau kantor Pos dan Giro dengan cap 84 71 71 71 .-Diisi dengan huruf kapital atau diketik Satu formulir SSBP hanya berlaku untuk satu Anggaran Satu formulir SSBP hanya berlaku untuk satu Mata Mata Anggaran -Satu formulir SSBP hanya berlaku untuk satu Mata Anggaran Penerimaan Satu formulir SSBP hanya berlaku untuk satu Mata Anggaran Penerimaan (MAP) Penerimaan (MAP) (MAP) Penerimaan (MAP) (1) Diisi dengan Kode KPPN 3 digit KPPN (1) Diisidengan dengan Kode KPPN 3 (tiga) (tiga) digit dan dan uraian uraian KPPN Penerima Penerima (1) Diisi Kode KPPN 3 (tiga) digit dan KPPN Penerima Setoran (1) Diisi dengan Kode KPPN 3 (tiga) digituraian dan uraian KPPN Penerima Setoran Setoran (2) Diisi nomor SSBP dengan metode penomoran Kode Satker Nomor Setoran (2) Diisi (2) Diisi nomor nomor SSBP SSBP dengan dengan metode metode penomoran penomoran Kode Kode Satker Satker Nomor Nomor (XXXXXXXX) (2) Diisi nomor SSBP dengan metode penomoran Kode Satker Nomor (XXXXXXXX) (XXXXXXXX) (3) SSBP dibuat (XXXXXXXX) (3) Diisi Tanggal SSBP dibuat (3) DiisiTanggal Tanggal SSBP dibuat (3) Diisi Tanggal SSBP dibuat (4) Kode Rekening Kas (KPPN (4) Kode Rekening Kas Negara (KPPN bersangkutan . Dan menggunakan lebih dari Mata Dan bisa bisa menggunakan lebihuntuk dari satu satu Mata Anggaran Anggaran menggunakan lebih dari satu Mata Anggaran Dan bisa menggunakan lebih dari satu Mata Anggaran (14) Diisi Jumlah Rupiah Setoran Pengembalian (14) Diisi Jumlah Rupiah Setoran Pengembalian (14) Rupiah Setoran Pengembalian (14) Diisi Jumlah Rupiah Setoran Pengembalian (15) yang dengan (15) DiisiJumlah Jumlah Rupiah yang dibayarkan dibayarkan dengan huruf huruf (15) Diisi Jumlah Rupiah yang dibayarkan dengan huruf (16) keperluan pembayaran (15) Rupiah yang dibayarkan dengan huruf (16) DiisiJumlah keperluan pembayaran (16) Diisi keperluan pembayaran (17) sesuai dan (16) Diisi pembayaran (17) Diisikeperluan sesuai Tempat Tempat dan Tanggal Tanggal dibuatnya dibuatnya SSPB SSPB (17) Diisi sesuai Tempat dan Tanggal dibuatnya SSPB (18) nama Wajib Setor.. TP TP atau atau DS DS sebanyak sebanyak 2 2 (10) Diisi Kode apakah Satkernya KP.. KD. Uraian Nilai Rupiah masing-masing Mata Anggaran..diisi petugas Bank) (5) Diisi Kode diikuti dengan uraian sesuai dengan yang petugas Bank) petugas Bank) (5) Diisi diikuti tercantum pada pagu dengan anggaran (5) Diisi Kode Kode diikuti dengan uraian uraian Kementerian/Lembaga Kementerian/Lembaga sesuai sesuai (5) Diisi Kode diikuti dengan uraian Kementerian/Lembaga sesuai dengan yang tercantum pada anggaran dengan yang tercantum pada pagu pagu anggaran (6) Diisi Kode Unit Organisasi Eselon I dan Uraian dengan yang tercantum pada pagu anggaran (6) Diisi Unit Organisasi Eselon II dan (6) Diisi Kode Kode Unit Organisasi Eselon dan Uraian Uraian (7) (6) Diisi Kode Unit Organisasi Eselon I dan Uraian (7) (7) (7) Diisi digit kode Program Diisi 4 (empat) digit kode Program Diisi4 4(empat) (empat) digit kode Program 2 (dua) digit kode Sub Fungsi Diisi 4 (empat) digit kode Program 2 (dua) digit kode Sub Fungsi Diisi 2 (dua) digit kode Sub Fungsi digit kode Fungsi Diisi 2 (dua) digit kode Sub Fungsi Fungsi Diisi2 2(dua) (dua) digit kode Fungsi Diisi 2 (empat) (dua) digit digit kode Fungsi (7)a Diisi digit kode kegiatan (7)a (7)a Diisi 4 (empat) digit kode kegiatan dan 4 Diisi 44 (empat) kode kegiatan dan 4dan (em-4 (7)a Diisi 4 (empat) digit kode kegiatan dan 4 (empat) digit kode sub kegiatan (empat) sub kegiatan pat) digit digit kodekode sub kegiatan (empat) digit kode Satker sub kegiatan (8) Diisi digit uraian (8) Diisi Kode Kode Satker Satker 6 6 (enam) (enam) digit dan dan uraian Satker (8) Diisi Kode Satker 6 (enam) digit dan uraian Satker (8) Diisi Kode Satker 6 (enam) digit dan uraian Satker (9) (9) (9) (9) Diisi Diisi Kode Kode Kab/Kota Kab/Kota 2 2 (dua) (dua) digit digit Diisi Kode Kab/Kota 2 (dua) digit Prop 2 (dua) Kode Kab/Kota 2 (dua) digit Diisi Kode Prop 2 (dua) digit digit Diisi KodeProp Prop 2 (dua) digit (10) Diisi Satkernya KP.. DK.. Kode 2 (dua) digit (10) Diisi Kode Kode apakah apakah Satkernya KP.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan PETUNJUK PENGISIAN SSPB PETUNJUK PETUNJUK PENGISIAN PENGISIAN SSPB SSPB PETUNJUK PENGISIAN SSPB Nomor Uraian Isian Nomor Uraian Isian Nomor UraianIsian Isian Nomor Uraian Catatan :: -.

. 5. 4. Nama/NIP Bidan Nelly Bidan Yani Tuti dst Tanggal Tempat Tujuan Posyandu …. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota atau Kepala Puskesmas Nama : NIP : (jika ada) 85 . 2.. Tahun 2013 Demikian Surat Tugas ini dibuat untuk dapat dilaksanakan sebaik-baiknya.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Contoh 4 Format Surat Tugas KOP SURAT (JIKA ADA) SURAT Nomor : Tanggal : Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : dr. Maksud Perjalanan Kunjungan Posyandu dalam rangka …. 3. TUGAS Pembiayaan perjalanan dibebankan pada : DIPA Satker Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ……………. Ario (Nama Kepala Puskesmas) NIP : (jika ada) Jabatan : Kepala Puskesmas memberikan tugas kepada: No 1.

) NIP : …………….. Amd.Keb Yani.. Nama Desa/Posyandu Sibaganding/Melati Sijunjung/Purnama Sukamulya/Mawar Tanggal 9 Januari 2013 16 Januari 2013 19 Pebruari 2013 Kepala Puskesmas ( ………………………………….. Amd. No 1 2 3 Nama Petugas Nelly.…… (jika ada) 86 .Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan KOP SURAT (JIKA ADA) JADUAL POSYANDU (Pengganti Surat Tugas) Puskesmas : …………………. Kep Tuti Dst………..

12 Januari 2013 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 NAMA NIP (jika ada) GOLONGAN ASAL/ TEMPAT KERJA TANDA TANGAN 87 .Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Contoh 5 Format Daftar Hadir Daftar Hadir Lokakarya Mini Puskesmas Parapat.

............................ .. : :Biaya Transport lokal dalam rangka kunjungan ke ......................... Rp........................ ........ 2013 2013 Terbilang Terbilang :: ............. ........................................ 2013 2013 Yang menerima Yang menerima Rp ……………………………… ……………………………… Rp NIP...............Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Contoh 6 Contoh Bukti/Kuitansi Transport 16 Bukti/Kuitansi Transport 1 KU UI T SS I I K TA AN N Sudah terima dari Sudah terima dari Uang sebesar Uang sebesar Untuk pembayaran Untuk pembayaran :: Pengelola Keuangan BOK Puskesmas.. Tanggal Tanggal ... (Nama) (Nama) NIP......... : :Rp................................ ada) (Jika ada) (Jika 88 75 ......................................................... ..............

.000...- Tanda Terima Pelaksana..Rp.000.... 75..000.... 50...Rp..Rp..000. 89 ... 25. 50..Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Bukti/Kuitansi Transport 2 Tanda Terima Transport (jika kolektif atau kegiatan rapat) Misal : Rapat Lokakarya Mini Puskesmas No 1 2 3 4 5 Nama Nelly Yani Slamet Anna Dewi Dst Jabatan Bidan Perawat Kepala Desa Kader Kader Jumlah diterima (Rp) Rp..........Rp.) NIP : ....000.. Pengelola Keuangan BOK Puskesmas ( …………………………............. 50....

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Bukti/Kuitansi Transport 3 (Boleh Tulis Tangan) ‘* Warna kuitansi bebas Bukti/Kuitansi Transport 4 90 .

......................................................................... .....................................................2013 Pelapor : (.............. Tujuan Kunjungan/Rapat : ................ 2........................................................................................................................ 91 .................................................................................................................................................................................................................. ................................................................................... .......................... .... .......................................................................... Kesimpulan / Saran Perbaikan : ....................................................................................................... .......) NIP............................................. 4...................... 3........................................................... Dasar : .......................................................................................................................................... ..................................................................................... Hasil Kunjungan/Rapat : ......................................................................................................Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Contoh 7 Laporan Kunjungan/Rapat LAPORAN 1.........

................... Pengelola Keuangan BOK Puskesmas ....... ................................... Telah menerima jumlah Telah menerima jumlah Uang sebesar Uang sebesar Rp....................... .... Telah dibayar sejumlah Telah dibayar sejumlah Rp................ Rp... ... Yang menerima Yang menerima (Nama) (Nama) NIP.. NIP.. .....Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Contoh Contoh 8 8 Format Perincian Biaya Perjalanan Dinas Format Perincian Biaya Perjalanan Dinas PERINCIAN BIAYA PERJALANAN DINAS PERINCIAN BIAYA PERJALANAN DINAS Lampiran SPPD: : Tanggal : Tanggal : No.. ......... No................ ...............................(Jika ada) NIP...............(Jika ada) 92 79 ............................ Rp......... (Nama) (Nama) NIP.... ......... 1 1 2 2 3 3 4 4 Transport : Transport : Pernyataan Riil Pernyataan Riil Uang Harian Uang Harian Uang Penginapan : Uang Penginapan : RINCIAN BIAYA RINCIAN BIAYA JUMLAH JUMLAH Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp KETERANGAN KETERANGAN JUMLAH JUMLAH TERBILANG TERBILANG : : Rp Rp - - Pengelola Keuangan BOK Puskesmas .. .........

...................... Rp............................... ............. NIP............................ Nomor . Rp..Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Contoh 9 Daftar Pengeluaran Riil KOP SURAT DAFTAR PENGELUARAN RIIL Yang bertanda-tangan di bawah ini: Nama NIP Jabatan : ........ : ......... Demikian pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya................. ........... meliputi: NO 1 2 3 URAIAN Transport ........ Rp.................................... Dengan ini kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa: 1..................................... 93 ................................. ................................. TA......... Jumlah uang tersebut pada angka 1 di atas benar-benar dikeluarkan untuk pelaksanaan perjalanan dinas dimaksud dan apabila di kemudian hari terdapat kelebihan atas pembayaran.......... NIP.......... (Sesuai Surat Tugas) ............................ Biaya transport pegawai dan/atau biaya penginapan di bawah ini yang tidak dapat diperoleh bukti-bukti pengeluarannya................ Nama Jelas ............................................. ......................... untuk dipergunakan sebagaimana mestinya..... kami bersedia untuk menyetorkan kelebihan tersebut ke Kas Negara............... (PP) Biaya Penginapan JUMLAH Rp...................................... : .... Mengetahui/Menyetujui Pengelola Keuangan BOK Puskesmas ..................................................... JUMLAH 2............... ..................... 2013 Petugas Yang Melakukan Perjalanan Dinas Nama Jelas ..................... 2013 ...................................................... Berdasarkan Surat Perjalanan Dinas (SPD) tanggal.................................

.. 3.... b. Tempat berangkat Tempat tujuan Lamanya Perjalanan Dinas Tanggal berangkat Tanggal harus kembali/tiba di tempat baru *) Nama Tanggal Lahir Keterangan a... 4. Tanggal .. Maksud Perjalanan Dinas Alat angkutan yang dipergunakan a.... b... c........ b... 8 Pengikut : 1.. c.... b....... 7 a.. 94 .. 9 Pembebanan Anggaran a........ b. 2.. 4 5 6 Pangkat dan Golongan Jabatan/Instansi Tingkat Biaya Perjalanan Dinas a.... 5............. c.. b.............Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Contoh 10 Format Surat Perjalanan Dinas (SPD) SURAT PERJALANAN DINAS (SPD) 1 2 3 Pejabat Pembuat Komitmen Nama/NIP Pegawai yang melaksanakan perjalanan dinas a... Kepala Puskesmas ..... 10 Keterangan lain-lain *) Coret yang tidak perlu Dikeluarkan di ..... b......... Instansi Akun a.......

..........) (..............................................................) NIP VI. Catatan Lain-lain VIII...............................................................) NIP IV.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Sisipan contoh 10 Format Surat Perjalanan Dinas (SPD) I.................. PERHATIAN : PPK yang menerbitkan SPD...............) NIP Tiba di : Pada Tanggal : Kepala (......................) NIP Berangkat dari : Ke : Pada Tanggal : Kepala (............................) NIP NIP VII................................. Berangkat dari (Tempat Kedudukan) Ke Pada Tanggal Kepala : : : II..) NIP Berangkat dari : Ke : Pada Tanggal : Kepala (.... 95 ....................) NIP Berangkat dari : Ke : Pada Tanggal : Kepala (..................................) NIP Berangkat dari : Ke : Pada Tanggal : Kepala (.......................................... Tiba di : Pada Tanggal : Kepala V................................. pegawai yang melakukan perjalanan dinas.............. (.................... para pejabat yang mengesahkan tanggal berangkat/Ɵba.................................. (..................... serta bendahara pengeluaran bertanggung jawab berdasarkan peraturan-peraturan Keuangan Negara apabila negara menderita rugi akibat kesalahan.................. Tiba di : Pada Tanggal : Kepala (...) NIP Tiba di : Pada Tanggal : Kepala (............................... kelalaian.. dan kealpaannya....) NIP Berangkat dari : Ke : Pada Tanggal : Kepala III.................................................................................. Tiba di Pada Tanggal Kepala : : (........

................ ……………………………... Bukti Pembelian/Kuitansi/Faktur/Bon 2 BON/FAKTUR PEMBELIAN BANYAKNYA JENIS HARGA TOTAL ......................………………. Nama : …………… NIP : ………….. ....... …........…............ ………………………................…………........... ...................... 2013 Hormat Kami (......………………...............) 96 ....…. …………2013 Yang Menerima Lunas dibayar Pengelola Keuangan BOK Puskesmas ………... ……............………….......Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Contoh 11 Bukti Pembelian/Kuitansi/Faktur/Bon 1 KUITANSI Telah diterima dari Uang sejumlah Terbilang Untuk pembayaran : : : : Pengelola Keuangan BOK Puskesmas Rp....

......Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Bukti Pembelian/Kuitansi/Faktur/Bon 3 Bukti Pembelian/Kuitansi/Faktur/Bon 3 KUITANSI PEMBELIAN Sudah terima dari Uang sebesar Untuk pembayaran : Pengelola Keuangan BOK Puskesmas..................... : Rp............. 2013 Terbilang : ............... 2013 Yang menerima (Nama) NIP............... : Biaya Pembelian Konsumsi dalam rangka rapat ………………..... Tanggal .................. (Jika ada) Bukti Pembelian/Kuitansi/Faktur/Bon 4 84 97 .................................. ..............

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Bukti Pembelian/Kuitansi/Faktur/Bon 5 98 .

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Contoh 12 Model Buku Pengelolaan Keuangan Puskesmas BUKU KAS TUNAI TANGGAL URAIAN TRANSAKSI KEUANGAN NOMOR BUKTI/ PENERIMAAN PENGELUARAN KUITANSI SALDO 99 .

.. Mengetahui. ……….... ……… 2013 Kepala Puskesmas ………………. ………… ……….. …………………………………...Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan BUKU PEMBANTU KAS BANK Bulan : ……………….….. NIP. Bukti 2 Uraian 3 Debet 4 Kredit 5 Saldo 6 31/1/13 Jumlah …………. Nama : …………………. Pengelola Keuangan BOK Kab/Kota …………………………… Puskesmas …………… Nama : …………………………….. 100 .………………………….. NIP... 2013 Tanggal 1 No.

.................. 3...... yang bertanda tangan di bawah ini: I...........Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Contoh 13 Format Perjanjian Kerja Sama PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA KUASA PENGGUNA ANGGARAN TUGAS PEMBANTUAN BOK DINKES KABUPATEN/KOTA ......... tentang Petunjuk Teknis BOK.... tanggal .... ...... berkedudukan di Jalan. TENTANG PELAKSANAAN BOK TAHUN 2013 NO : ...... Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota ............ No......................... ............. .............. ........................ Berdasarkan : 1.......... NO : ............................... bertempat di ....................... Tentang Penetapan Pengelola Keuangan BOK. selanjutnya disebut PIHAK KESATU.. Dr..................... DAN KEPALA PUSKESMAS ........................ berkedudukan di................................... selaku Kepala Puskesmas ................... bulan ... Permenkes No .... Tentang Penetapan Pengelola Keuangan BOK di Puskesmas....... dalam hal ini bertindak dalam jabatannya tersebut untuk dan atas nama Puskesmas ....................... Dr.............. __________________________________________________________ Pada hari ini...... 101 . 2............. No.. S-4625/PB/2012 tentang Penggunaan Akun 526115 untuk TP BOK TA 2013. 4............. tahun dua ribu tiga belas........ selanjutnya disebut PIHAK KEDUA II....... Surat Dirjen Perbendaharaan No........ Keputusan Bupati/Walikota .......................... selaku Kuasa Pengguna Anggaran Tugas Pembantuan Bantuan Operasional Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota . dalam hal ini bertindak dalam jabatannya tersebut untuk dan atas nama Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota ........

...ke Pusat Kesehatan Masyarakat ………………………..... Kesehatan Kabupaten/Kota ……………. Pelaksanaan dan Penggunaan Dana BOK di Puskesmas …………………… Pasal 3 PELAKSANAAN KEGIATAN Pelaksanaan kegiatan BOK berlaku selama satu tahun anggaran 2013 dan dana BOK dapat dimanfaatkan 1 (satu) tahun anggaran mulai Januari sampai dengan 31 Desember 2013........ dan Kepala Puskesmas . Pasal 2 RUANG LINGKUP (2) Tujuan Perjanjian Kerjasama ini agar penyaluran dana BOK dari Dinas Ruang lingkup Perjanjian Kerjasama ini meliputi : a....... 102 ..... dapat dilakukan tepat sasaran .................... 6... Tentang Penetapan Alokasi Dana BOK Puskesmas..... ke Pusat Kesehatan Masyarakat ………………… b.... Untuk selanjutnya PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang disebut PARA PIHAK secara bersama-sama bersepakat melakukan Perjanjian Kerjasama Pelaksanaan BOK yang dituangkan dalam pasal-pasal sebagai berikut: Pasal 1 MAKSUD DAN TUJUAN (1) Perjanjian Kerjasama ini dimaksudkan untuk memperlancar penyaluran dana BOK dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ……………. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ...... Tentang Tim Pengelola BOK Kabupaten/Kota .... Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota .....ke Pusat Kesehatan Masyarakat ………………………... tepat jumlah...... ..... No... 7. Tentang Pelaksanaan BOK Tahun 2012 No........ ......Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 5........ Perjanjian Kerja Sama antara Pejabat Pembuat Komitmen Tugas Pembantuan BOK Dinkes Kabupaten/Kota .......... tepat waktu............... No. Penyaluran dana BOK dari Satuan Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ………..

.. Mempertanggungjawabkan dana BOK yang disalurkan oleh PIHAK KESATU e.. Memberikan dan Menolak usulan permintaan dana BOK Puskesmas yang diusulkan oleh PIHAK KEDUA b... Menerima laporan penggunaan dana BOK yang disalurkan oleh PIHAK KESATU (2) PIHAK KEDUA mempunyai hak dan kewajiban : a.. Mengarsipkan dokumen pertanggungjawaban keuangan dana BOK. Melaksanakan kegiatan BOK sesuai dengan POA d. Menyalurkan dana BOK Puskesmas sesuai dengan Permintaan PIHAK KEDUA c. PIHAK KESATU menyalurkan dana ke rekening PIHAK KEDUA melalui . Pasal 5 PENYALURAN DANA (1) Dalam rangka menunjang pembiayaan pelayanan kesehatan di luar gedung yang bersifat promotif dan preventif.. Puskesmas yang disalurkan secara bertahap.. . Untuk Penyaluran dana tahap berikutnya dicairkan sesuai SPP-LS yang diajukan oleh PIHAK KEDUA dengan menyerahkan laporan pelaksanaan kegiatan tahap sebelumnya berupa realisasi keuangan...) tahap. Meminta dana BOK kepada PIHAK PERTAMA dengan melengkapi persyaratan c.... (alokasi dana) (4) Untuk menyalurkan dana sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur sebagai berikut : a. Mengawasi penggunaan dana BOK d.... Untuk penyaluran dana tahap pertama dibayarkan sebesar dana sesuai dengan SPP-LS yang diajukan PIHAK KEDUA.... (2) Penyaluran dana tersebut digunakan untuk upaya kesehatan dan manajemen (3) Dana yang disalurkan sebesar Rp. Menyusun rencana BOK Puskesmas dalam POA Puskesmas b..... 103 ...Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Pasal 4 HAK DAN KEWAJIBAN (1) PIHAK KESATU mempunyai hak dan kewajiban: a. (. b..

Bencana alam seperti banjir. (3) Dokumen asli pertanggungjawaban keuangan disimpan oleh PIHAK KEDUA dan copynya disampaikan kepada PPK Tugas Pembantuan BOK Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ……………. langsung mempengaruhi pelaksanaan Perjanjian Kerjasama ini. b. maka sisa dana harus disetorkan ke Kas Negara melalui Bendahara Pengeluaran selambat-lambatnya tanggal 24 Desember 2013. c. sebagai berikut: (2) Force majeure sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 7 FORCE MAJEURE (1) PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA dibebaskan dari hak dan kewajiban dari Perjanjian Kerjasama ini apabila terjadi force majeure. PIHAK KEDUA tetap dapat memanfaatkan dan PIHAK KESATU tetap menyalurkan permintaan tahap berikutnya. Pasal 6 TANGGUNG JAWAB (1) PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas penggunaan dana yang disalurkan oleh PIHAK KESATU. kebakaran. (5) Dalam dana yang disalurkan masih terdapat sisa dari yang dipertanggungjawabkan/ dipergunakan.. Pencairan dana pada tahap dimaksud poin b dapat diajukan setelah realisasi keuangan mencapai minimal 75%. gempa bumi. seperti kerusuhan sosial. longsor dan kejadiankejadian lain di luar kemampuan manusia. (2) PIHAK KEDUA dalam menggunakan dana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mengacu pada ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Perubahan kebijakan Pemerintah. (6) Apabila PIHAK KEDUA sampai dengan akhir tahun anggaran tidak dapat mempertanggungjawabkan/menggunakan dana yang disalurkan oleh PIHAK KESATU. yang secara langsung ataupun tidak 104 . perang dan kejadian lain yang ditimbulkan oleh manusia namun berada di luar kemampuan PARA PIHAK untuk mengatasinya. Huru-hara. meliputi keadaan-keadaan a.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan c.

masing-masing sama Materai 6000 --------------- -------------------- 105 . bunyinya di atas kertas bermaterai yang cukup serta mempunyai kekuatan hukum yang sama setelah ditandatangani oleh PARA PIHAK. sehingga berdasarkan alasan tersebut kegiatan atau sebagian dari kegiatan akan ditunda selama berlangsungnya force majeure. majeure tidak diberitahukan kepada PIHAK KESATU. yang diketahui oleh Pejabat yang berwenang di tempat terjadinya force majeure. serta mengikat PARA PIHAK. maka force majeure dianggap tidak pernah terjadi. Pasal 8 SANKSI (4) Apabila dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kejadian force Apabila pihak kedua tidak menyampaikan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban akan dikenakan penundaan penyaluran dana untuk kegiatan kesehatan diluar gedung berupa pelayanan kesehatan promotif dan preventif. Pasal 9 PENUTUP (1) Hal lain yang dianggap perlu dan belum diatur dalam Perjanjian Kerjasama ini akan diatur dan ditetapkan oleh PARA PIHAK yang merupakan bagian penyempurnaan/pengembangan sebagai Addendum dan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Kesepakatan Bersama ini. maka PIHAK KEDUA harus memberitahukan kejadian tersebut kepada PIHAK KESATU secara tertulis paling lambat dalam waktu 3 x 24 jam sejak terjadinya ketidakmampuan dalam melaksanakan kewajibannya.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan (3) Dalam hal PIHAK KEDUA mengalami force majeure. PIHAK KESATU PIHAK KEDUA (2) Perjanjian Kerjasama ini dibuat dalam rangkap 2 (dua).

Pasal 9 PENUTUP (1) Hal lain yang dianggap perlu dan belum diatur dalam Perjanjian Kerjasama ini akan diatur dan ditetapkan oleh PARA PIHAK yang merupakan bagian penyempurnaan/pengembangan sebagai Addendum dan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Kesepakatan Bersama ini. (2) Perjanjian Kerjasama ini dibuat dalam rangkap 2 (dua). masing-masing sama PIHAK KESATU PIHAK KEDUA --------------- Materai 6000 -------------------- Catatan: Halaman tanda tangan dibuat rangkap 2 (dua). serta mengikat PARA PIHAK. Pasal 8 SANKSI Apabila pihak kedua tidak menyampaikan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban akan dikenakan penundaan penyaluran dana untuk kegiatan kesehatan diluar gedung berupa pelayanan kesehatan promotif dan preventif. maka force majeure dianggap tidak pernah terjadi. bunyinya di atas kertas bermaterai yang cukup serta mempunyai kekuatan hukum yang sama setelah ditandatangani oleh PARA PIHAK. 106 .Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan (4) Apabila dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kejadian force majeure tidak diberitahukan kepada PIHAK KESATU. halaman tanda tangan bermaterai pada PIHAK KESATU diberikan kepada PIHAK KEDUA dan halaman tanda tangan bermaterai pada PIHAK KEDUA diberikan pada PIHAK KESATU.

................... dan dapat dipertanggungjawabkan...... NIP....... Yang bertanda tangan di bawah ini................................................................ saya selaku Kepala Puskesmas ................................................................*) di luar Standar Biaya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan...... Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.......................... : . Perhitungan satuan biaya tersebut telah dilakukan secara profesional........ Puskesmas Nama Kegiatan : .. transparan... ...................................Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Contoh 14 Format Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK NOMOR: ...... efisien............2013 Kepala Puskesmas (Nama) ..... menyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas satuan biaya yang digunakan dalam penyusunan Standar Biaya Masukan ...... ................ ...................................................... *) Diisi SK Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 107 ......... efektif......

............................. ..... A 1.............. E Surat Penagihan (SPN) atau Surat : Tanggal : .... Tanggal : .............................. ....... BANK PERSEPSI / KANTOR POS DAN GIRO tanggal ...........MAP untuk UP/TUP lewat tahun anggaran 815114 . Kegiatan 4......................MAP untuk UP/TUP tahun berjalan 815111 ............................... Nama / Jabatan Wajib Setor / : Wajib Bayar 2......................... Kementerian/Lembaga 2................................................................ Unit Organisasi Eselon I 3........... ) Catatan: (*) ... No : ...................................... Alamat : ...................Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Contoh 15 Format Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP) DEPARTEMEN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KPPN Surat Setoran Bukan Pajak Lembar Untuk WAJIB SETOR / WAJIB BAYAR / BENDAHARA PENERIMA SEBAGAI BUKTI SETORAN (SSBP) Nomor : ......... KE REKENING KAS NEGARA NOMOR : .................MAP untuk Pengembalian Belanja tahun sebelumnya 423913 108 ....................................... C D MAP dan Uraian Penerimaan Jumlah Setoran Dengan Huruf : : : Rp .... Lokasi : : : : : .............. .. ( NIP.................................................................... B 1......................... Pemindahan Penagihan Piutang Negara (SP3N) KPPN PERHATIAN Bacalah Dahulu Petunjuk pengisian formulir SSBP pada halaman belakang lembaran Keperluan : Dterima Oleh : .............................................. ) ( NIP................................................MAP untuk Jasa Giro 423221 ...........................................................................................................................................tanggal .. Satuan Kerja 5............................................................

.............Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Contoh 16 Format Laporan Realisasi Keuangan Puskesmas Laporan Realisasi Keuangan Puskesmas Bulan ... Tahun 2013 Nomor Kegiatan Alokasi Rp Realisasi % 109 ...

II. PENDAHULUAN TUJUAN PELAKSANAAN KEGIATAN BOK A. VII. Proses Perencanaan B. CAPAIAN PROGRAM REALISASI KEUANGAN PERMASALAHAN KESIMPULAN DAN SARAN 110 . III. V. Proses Penyaluran dan Pertanggung jawaban Dana BOK C.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Contoh 17 Format Laporan Tahunan CONTOH FORMAT LAPORAN TAHUNAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI I. VI. Pemanfaatan Kegiatan IV.

758/MENKES/SK/IV/2011 101 PUSKESMAS SASARAN PRIORITAS NASIONAL PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN DI DAERAH TERTINGGAL.KEPMENKES NO.2014 . PERBATASAN DAN KEPULAUAN TAHUN 2010 .

.

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NOMOR : 758/MENKES/SK/IV/2011 TENTANG PENETAPAN KABUPATEN. PERBATASAN DAN KEPULAUAN TAHUN 2010-2014 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA MENIMBANG : a. bahwa dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2010-2014 telah ditetapkan daerah tertinggal. dalam hal batas wilayah negara di darat kawasan perbatasan berada di kecamatan b. (b). perbatasan dan kepulauan menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan kesehatan. agar masyarakat di daerah tertinggal. bahwa untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama lintas program dan lintas sektor diperlukan adanya kesamaan sasaran lokus kegiatan e. (c) dan (d) dipandang perlu menetapkan Keputusan 113 . bahwa sasaran prioritas nasional diarahkan pada wilayah negara yang terletak pada sisi dalam sepanjang batas wilayah Indonesia dengan negara lain. KECAMATAN DAN PUSKESMAS DI PERBATASAN DARAT DAN PULAU-PULAU KECIL TERLUAR BERPENDUDUK YANG MENJADI SASARAN PRIORITAS NASIONAL PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN DI DAERAH TERTINGGAL. perbatasan dan kepulauan dapat mudah terjangkau dan menjangkau pelayanan kesehatan c. bahwa dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf (a). perbatasan dan kepulauan diperlukan kerjasama lintas program dan lintas sektor terkait d.

32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 15. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2010 tentang Badan Nasional Pengelola Perbatasan 7.5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 20102014 6. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. Peraturan Badan Nasional Pengelola Perbatasan No. Kecamatan dan Puskesmas di Perbatasan Darat dan PulauPulau Kecil Terluar Berpenduduk yang Menjadi Sasaran Prioritas Nasional Program Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. 17.144. 4925) 3. 2 114 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844) 2. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1 Tahun 2011 Tentang Design Besar Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan tahun 20112025 10. Undang-Undang No. 374/Menkes/ SK/V/2009 tentang Sistem Kesehatan Nasional 8.5063) 4. Perbatasan dan Kepulauan tahun 2010-2014 MENGINGAT : 1. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang No 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59. Undang-Undang Republik Indonesia No. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/MENKES/PER/ VIII/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan 9. 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2008 No. Peraturan Presiden No. Undang-Undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2009 No.78 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Terluar (92 Pulau-Pulau Kecil Terluar) 5. Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia No. Peraturan Badan Nasional Pengelola Perbatasan No.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Menteri Kesehatan tentang Penetapan Kabupaten. Peraturan Presiden RI No.

: 101 Puskesmas sasaran prioritas nasional sebagaimana yang dimaksud dalam Diktum Kedua tercantum dalam Lampiran II Keputusan ini. PUSKESMAS DI PERBATASAN DARAT DAN PULAU-PULAU KECIL TERLUAR BERPENDUDUK YANG MENJADI SASARAN PRIORITAS NASIONAL PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN DI DAERAH TERTINGGAL. Keempat Kelima : Selain kabupaten dan Puskesmas sebagaimana yang dimaksud Diktum 1 ditetapkan juga kecamatan sasaran. PERBATASAN. KECAMATAN. Kabupaten dan Puskesmas sasaran Prioritas Nasional Kementerian Kesehatan RI di Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan Tahun 2005-2009 2. Kabupaten yang menjadi sasaran kementerian/lembaga terkait di wilayah perbatasan antar negara baik darat maupun pulau-pulau kecil terluar. Perbatasan. dan Kepulauan Tahun 2010-2014 tercantum dalam sasaran Rencana Strategis Kementerian Kesehatan telah ditetapkan sebanyak 101 Puskesmas dan 45 Kabupaten. 3 Tahun 2011 Tentang Rencana Aksi Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan Tahun 2011 MEMPERHATIKAN : 1. pengelola perbatasan yang menjadi 115 . Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Nasional (PKSN) oleh Bappenas 3. MEMUTUSKAN : MENETAPKAN : Pertama : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PENETAPAN KABUPATEN. Ketiga : 45 kabupaten sasaran prioritas nasional sebagaimana yang dimaksud dalam Diktum Kedua tercantum dalam Lampiran I Keputusan ini.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Tahun 2011 Tentang Rencana Induk Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan Tahun 20112014 11. KEPULAUAN TAHUN 2010-2014 Kedua : Sasaran Prioritas Nasional Program Pelayanan Kesehatan di Wilayah Tertinggal. Peraturan Badan Nasional Pengelola Perbatasan No. badan nasional.

Ditetapkan di : JAKARTA Pada Tanggal : 11 April 2011 MENTERI KESEHATAN Keenam ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH 116 . kepulauan tahun 2010-2014. Dimana penetapan Puskesmas Terpencil dan Sangat Terpencil ditetapkan oleh Bupati dan Walikota yang bersangkutan. Ketujuh : Kelima : Sasaran Prioritas Nasional Program Pelayanan Kesehatan di Daerah tertinggal. Perbatasan dan Kepulauan Tahun 2010 .Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan sasaran tambahan prioritas nasional program pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. provinsi dan kabupaten/kota maupun Iintas sektor terkait dalam penyelenggaraan Program Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. Perbatasan dan Kepulauan : Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkannya dengan ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya. Sasaran Program Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal. perbatasan. Keenam : Kecamatan sasaran badan nasional pengelola perbatasan yang menjadi sasaran tambahan prioritas nasional program pelayanan kesehatan di daerah tertinggal. Perbatasan dan Kepulauan yang berada di kabupaten/kota merupakan tanggung jawab kabupaten/ kota. khususnya terkait Puskesmas yang terletak di kecamatan yang bersangkutan. Kecamatan dan Puskesmas yang telah ditetapkan menjadi Sasaran Prioritas Nasional. perbatasan dan kepulauan tahun 2010-2014 sebagaimana yang dimaksud dalam Diktum Kelima tercantum dalam Lampiran II Keputusan ini.2014 ini. merupakan acuan bagi seluruh pelaksana program di pusat. Selain Kabupaten/Kota.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI 5. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan 8. Gubernur. Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan 9. Direktur Jenderal/Kepala Badan di Lingkungan Kementerian Kesehatan 10. Arsip 117 . Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan 6. Kepala Dinas Provinsi. Menteri Dalam Negeri RI 2. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas 3. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal RI 4.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Tembusan: 1. Bupati/Walikota di Seluruh Indonesia 11. Kepala Badan Pemeriksa Keuangan 7. Kabupaten/Kota di Seluruh Indonesia 12.

PERBATASAN DAN KEPULAUAN TAHUN 2010 .Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan LAMPIRAN I Lampiran Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 758/MENKES/SK/IV/2011 Tanggal : 11 April 2011 45 KABUPATEN SASARAN PRIORITAS NASIONAL PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN DI DAERAH TERTINGGAL.2014 NO 1 2   3         4 5   PROPINSI Sabang Nias Selatan Serdang Berdagai Inderagiri Hilir Bengkalis Rokan Hilir Kep Meranti Kota Dumai Bengkulu Utara Natuna Karimun Batam Bintan Anambas Kupang TTU Belu Alor Rotendao Sambas Sanggau Sintang Kapuas Hulu Bengkayang Kutai Barat Malinau Nunukan Berau (*) KABUPATEN ACEH SUMATERA UTARA   RIAU         BENGKULU KEPULAUAN RIAU               6 NUSA TENGGARA TIMUR                 7 KALIMANTAN BARAT             8 KALIMANTAN TIMUR             118 .

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan NO PROPINSI 9 SULAWESI UTARA           10 SULAWESI TENGAH 11 MALUKU         12 MALUKU UTARA 13 PAPUA                         14 PAPUA BARAT KABUPATEN Kep. Talaud Minahasa Utara Sangihe Sitaro Toli-Toli MTB MBD Kepulauan Aru Morotai Kota Jayapura Sarmi Merauke Supiori (*) Peg. Bintang Boven Digoel Keerom Raja Ampat 119 .

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan LAMPIRAN II Lampiran Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 758/MENKES/SKJIV/2011 Tanggal : 11 April 2011 101 PUSKESMAS SASARAN PRIORITAS NASIONAL PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN DI DAERAH TERTINGGAL. PERBATASAN DAN KEPULAUAN TAHUN 2010 .2014 NO PROPINSI KABUPATEN/KOTA Nias Selatan Bengkulu Utara Karimun Natuna     Kota Batam Kupang   Timor Tengah Utara (TTU)           Belu             KECAMATAN Pulau-Pulau Batu Enggano Tebing Pulau Laut Subi Serasan Belakang Padang Amfoang Utara Amfoang Timur Miomafo Barat Miomafo Barat/Musi Miomafo Timur Miomafo Timur Bikomi Niulat Insana Utara Tasifento Timur Lamaknen Lakmanen Selatan Nanaet Duabesi Kobalima Timur Raihat Kakuluk Mesak Kakuluk Mesak Raimanuk PUSKESMAS Pulau Telo Enggano Tebing Pulau Laut Pulau Subi Serasan Belakang Padang Naikliu Oepoli Eban Tasinifu Nunpene Bitefa Oeolo Wini Wedomu Weluli Nualain Laktutus Alas Haekesak SIlawan Haliwen Webora 1 SUMATERA UTARA 2 BENGKULU 3 KEPULAUAN RIAU       4                   NTT                       120           .

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan NO         5   KABUPATEN/KOTA   Alor             KALIMANTAN BARAT Sambas     Sintang Sanggau   PROPINSI KECAMATAN Alor Selatan Alor Timur Alor Barat Daya Mataru Paloh Sajingan Besar Entikong Sekayam Ketungau Hulu Ketungau Tengah Empangan Puring Kencana Badau Batang Laupar Embaloh Hulu Siding Jagoi Babang Long Apari Long Pahangai Kayan Hulu Kayan Hilir Pujungan Kayan Selatan Bahau Hulu Krayan Krayan Selatan Lumbis Nunukan Sebatik Barat Sebatik Barat Sebatik Sebuku Maratua PUSKESMAS Padang Alang Maritaing Buraga Kalunan Paloh Sajingan Besar Entikong Balai Karangan Senaning Merakai Nanga Kantuk Puring Kencana Badau Lanjak Benua Martinus Siding Jagoi Babang Tiong Ohang Long Pahangai Long Nawang Data Dian Long Pujungan Long Ampung Long Alango Long Bawan Long Ayu Mansalong Nunukan Setabu Aji Kuning Sungai Nyamuk Pembeliangan Maratua Ayung 121                 Kapuas Hulu       Bengkayang   6 KALIMANTAN TIMUR Kutai Barat           Malinau                                                 Nunukan               Berau .

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan NO PROPINSI 7 SULAWESI UTARA KABUPATEN/KOTA Kepulauan Talaud         Kepulauan Sangihe   Minahasa Utara Kepulauan Sitaro Toli-Toli Maluku Tenggara Barat (MTB)     Maluku Barat Daya (MBD)         Kepulauan Aru   Morotai     Kota Jayapura Sarmi Keerom         8 9                     10     11             SULAWESI TENGAH MALUKU                     MALUKU UTARA     PAPUA           KECAMATAN Miangas Nanusa   Gemeh   Kendahe Tabukan Utara/ Marore Wori Siau Barat Dampal Utara Tanimbar Selatan Selaru Selaru Tanimbar Utara Babar Timur Mdona Hyera Letti Pulau2 Terselatan/ Kisa Wetar Wetar Aru Tengah Aru Tengah Morotai Jaya Morotai Selatan Barat Morotai Utara Muara Tami Sarmi Towe Waris Senggi Web PUSKESMAS Miangas Karatung Dapalan Gemeh Kakorutan Kendahe Marore Wori Ondong Ogutua Saumlaki Adaut Namtabung Larat Marsela Lelang Serwaru Wonreli Ilwaki Ustutun Koijabi Meisiang Sopi Wayabula Bere-bere Koya Sarmi Towe Hitam Waris Senggi Ubrub 122 .

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan NO                         12 PROPINSI                         PAPUA BARAT KABUPATEN/KOTA Supiori   Merauke         Pegunungan Bintang     Boven Digul   Raja Ampat KECAMATAN Supiori Barat Supiori Timur Ulilin Eligobel/Bupul Sota Naukenjeri Kimam Oksibil Iwur Batom Mindiptana Waropko Kep. Ayau PUSKESMAS Sabarmiokre Sorendiweri Ulilin Bupul Sota Rimba Jaya Kimam Oksibil Iwur Batom Mindiptana Waropko Dorekar 123 .

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan LAMPIRAN III Lampiran Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 758/MENKES/SKJIV/2011 Tanggal : 11 April 2011 KECAMATAN SASARAN BADAN NASIONAL PERBATASAN YANG MENJADI SASARAN TAM BAHAN PRIORITAS NASIONAL PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN DI DAERAH TERTINGGAL. PERBATASAN DAN KEPULAUAN TAHUN 2010 – 2014 NO PROPINSI KABUPATEN Kota Sabang Serdang Berdagai Inderagiri Hilir Bengkalis Rokan Hilir Kepulauan Meranti Kota Dumai Natuna Karimun Kota Batam Bintan KECAMATAN Sukakarya Tanjung Beringin Enok Gaung Kateman Bukut Batu Bantan Rupat Utara Pasir Limau Kapas Sinaboi Merbau Rangsang Dumai Bunguran Timur Bunguran Barat Midai Kundur Meral Moro Batam Bulang Bintan Timur Bintan Utara Tambelan Teluk Bintan Jemana Amfoang Utara Amfoang Timur 1 ACEH 2 SUMATERA UTARA 3 RIAU                 4 KEPULAUAN RIAU             5 NUSA TENGGARA TIMUR Anambas Kupang 124 .

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan NO     PROPINSI KABUPATEN Timor Tengah Utara (TTU)     Belu         6 KALIMANTAN BARAT 7 SULAWESI UTARA   8 MALUKU 9 MALUKU UTARA 10 PAPUA                 Alor Rotendao Kapuas Hulu Kepulauan Talaud Kepulauan Sangihe Kepulauan Aru Morotai Kota Jayapura Keerom Merauke Pegunungan Bintang Boven Digul KECAMATAN Bikomi Utara Kefamanu Mutis Nalbenu Bikomi Tengah Atambua Lasiolat Tansifeto Barat Malaka Barat Kalabahi Rotendao Barat Daya Putusibau Utara Putusibau Selatan Melonguane Tahuna Warabal Morotai Selatan Jayapura Utara Arso Muting Merauke Kiwirok Tanah Merah Jair MENTERI KESEHATAN ENDANG RAHAYU SEDYANINGSIH 125 .

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 126 .

UK S .

.

HR.go.id 129 . RASUNA SAID BLOK X KAV.depkes. www.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan SEKRETARIAT TIM PENGELOLA BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN TINGKAT PUSAT KEMENTERIAN KESEHATAN RI SETDITJEN BINA GIZI DAN KIA BLOK C LANTAI VIII RUANG 817 JL.depkes. 1236 FAKS.id (INFO BOK). 4-9 JAKARTA 12950 TELEPON 021-5201590 EXT.go.com Website : www.gizikia. 021-5203117 Email : sekretariatbok@yahoo.

M.R. Budiman Budiana. Sandra Octaviani D. SKM (Pusk. Wiwiek Pudjiastuti. Sri Mulyani. dr. Wiwiek Widarti. Manumpak Sinaga.Kes. Slamet Riyadi Yuwono. dr. Sri Dewi Mustikowati. Nurul B. MS. Eka Srimurni.Hum. MHA (Direktur Bina Kesehatan Ibu). Victorino. Shanty Rossa. dr. Rosliany. Abidinsyah Siregar. Eny Suryati. dr. SH. MARS (Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA) Pengarah : dr. Iman Surahman SKM. Yaya Kusumajaya. Partogi Panjaitan. Tries Yuliastuti. R.L. Sakri Sab’atmaja. dr. Zusy Arini W. Darmayanti. Asjikin Iman H. SKM. Nur Indah S. Donny Abdullah.Kes. MM. MM. MKM. MM. Yulia Zubir. Hj. SH. M. MSc (CHHM). Chandralina. Gita Maya Koesmara Sakti Soepono. dr. MPS (Direktur Bina Gizi). Ratna Sari (Pusk. Ario Baskoro.Kes. SKom. MPS. Postan Andreas. Edi Priyono. Pauh Sumatera Barat). Kuwat Sri Hudoyo. dr. S. DTM&H. Bayu Aji. Isti Ratnaningsih. MQIH. M. Inti Mujiati. M. drg.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan TIM PENYUSUN Penanggung jawab : Dr. Chaeruddinsyah. Sih Yuniarti. 130 . dr. dr. Kuwat Sri Hudoyo. Banu Fikri Yuniman. S. Cirebon). dr.Kes. Tulus Riyanto. Kuswati Ningsih. Danti Kamalia Sari.Sos. dr. S. M. Milwiyandia. dr. MS (Sesditjen Bina Gizi dan KIA). MPHM. dr. SE. Dachlan MHA (Direktur Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga). P. Lukas C. SKM. M. Jaeni. Andi Yussianto. MSc. SKM. Dra. Mahmud Fauzi. Heru Subekti (BPKP). Ir. Titiek Indarti. AAAK Kontributor : Dr. dr. Grace Lovita Tewu. ST.Sos. Minarto. Dra. Suhardjono. Minerva Theodora. Sihar Panjaitan (BPKP). Dewi Irawati. MA. MM. Sukarmi. A. SKM. dr. SKM. SKM (Dinkes Kab. dr. Heru Arnowo. P. Agustinus Suharso.Kes (Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. SE. Kirana Pritasari. Azmi Salim Latuconsina. Usman Sumantri. SE. dr. MPH. Sri Sudartini (Dinkes Provinsi Jawa Barat). Larasati Indrawagita. Tiodora Sidabutar. Pudjo Hartono. MM. MPPM (Dinkes Provinsi Sumatera Barat).Sos. Nur Isatin. SH. SKM. MSi. M. H. Ari Rachmawati. Fahrina. Edward Harefa. Zarwandi. Johar Adeyan.Kes. ST. drg. Christian. SE (Dinkes Provinsi Sumatera Barat). Imran Pambudi. Kurnia Sukma. M. M. Dhelina Auza Utami. Lina Khasanah. Darmawali Handoko. Rusmiyati. Alternatif dan Komplementer) Penulis : dr. dr. MARS. dr. Hermawan. Gita Swisari. Is Faizah. Fadhlina SKM. Mayang Sari. dr. Khamami (BPKP). Naman Suryadi. SKM. MKM. Abdul Rachman SE. dr. Melinda Wilma. dr. dr. SKM. Rahmat Kurniadi. DHSM. Istriyani. SH. dr. Ikbal Djakaria. Triari Sarwastuti. Mamahit. Nida Rohmawati. Daru Febriani. Ribka Sebayang. Hafsah S. Bonar Sianturi. Gusmiati. MAB. SE. M. Drg.Kes. Andy Harmany. Dedi Kuswenda. Lovely Daisy. Sri Indarwati. SKM. Eni Gustina MPH. Hj. Venny. Wisnu Trianggono.Sos. Haeroni. MQIH (Direktur Bina Kesehatan Anak). Dr. dr. Sundoyo. SE. Hakimi.

Utun Supria. M. Halmahera Barat). Tarumajaya Kab. Halmahera Barat). SKM (Dinkes Kab. Agustiana Kaikatuy. SST. Lalu Muhammad Anwar. SKM.Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan Tersana Kab. SKM. Maluku Utara).Kes (Dinkes Kab. Alexander. MPH (Pusk. Palu). S.Kes (Dinkes Kab. Radjagan. Karama. Yana Sumartana (Pusk. Damayanti (Pusk. Bekasi).Kes (Pusk.Si.Selakau Kab. dr. MM (Dinkes Kab.Terara Kab.Sidangoli Kab. K. dr. Papua). MPH (Dinkes Kab. Pontianak). Iskandar. Kes (Dinkes Kab. Mahdi Umagapi. drg. Cirebon). Apt. Lombok). M. Sambas). SKM (Dinkes Kab. SKM (Dinkes Kab. Dr. 131 . H. Lombok Timur). M. M.Kes (Dinkes Kab. Yusuf Han. Ingolo. Bekasi). SKM (Dinkes Kab. M. F. Farida H. dr. Imelda.Kes (Dinkes Kab. Din Sundari.Kep. Lombok Timur). Palu). Riastuti D. Fredy Paranta (Pusk. Palu). SE. M. Pontianak). Arso Barat Kab. Jajang.A. SE. Papua). S.

Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan 132 .

.

ISBN 978-602-235-244-0 9 786 022 35 244 0 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful