P. 1
Langkah Penulisan Proposal Tesis

Langkah Penulisan Proposal Tesis

|Views: 18|Likes:
contoh
contoh

More info:

Published by: Lakibbal Nicky Nikmatullah on May 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2013

pdf

text

original

PENULISAN PROPOSAL TESIS

Proposal Tesis hendaknya disusun berdasarkan sudut pandang metodologi penelitian teknik informatika seperti yang tercantum dalam artikel Paradigma Metodologi Penelitian Teknik Informatika. 2.1 [Halaman Sampul] Halaman ini merupakan halaman sampul Proposal Tesis dan berisi keterangan yang menyatakan Judul, Logo Perguruan Tinggi, Nama Penyusun, NIM, Nama Perguruan Tinggi, Kota, dan Tahun pembuatan. Semua huruf dicetak dengan huruf besar, komposisi huruf dan tata letak masing-masing bagian diatur simetris (centered alignment), rapi, dan serasi. 2.2 [Halaman Judul] Halaman ini sama tepat dengan halaman sampul, tetapi dicetak pada kertas HVS-putih dengan tinta cetak warna hitam. Judul Penelitian hendaknya spesifik, singkat dan padat (tidak lebih dari 20 kata) namun tetap komunikatif, mengacu pada hakekat penelitian, dan menarik (penelitian tersebut layak dan perlu). Unsur- unsurnya: 1) Bila penelitian berorientasi pada hasil sebutkan hasilnya. (Model/ Metode/ Algoritma/ Rancangan/ Software/ Alat Bantu/ Sistem). Bila penelitian berorientasi pada Proses, sebutkan jenis prosesnya (Analisis/ Uji Coba/ Perancangan/ Pengembangan/ Pemetaan/ Evaluasi). 2) Sebutkan pula Variabel/ Parameter/ Indikator/ Faktor/ Aspek yang diteliti. 3) Objek Penelitian. 4) Pendekatan yang digunakan (Teori/ Teorema/ Model/ Metode/ Algoritma). 5) Tujuan Penelitian. Hindari penggunaan subjudul untuk menuliskan lokasi/ ruang lingkup, karena ruang lingkup penelitian seharusnya sudah jelas di bagian „Latar Belakang‟, „Rumusan Masalah ‟, atau ‟Tujuan‟. Hindari pula penggunaan ”Studi Kasus pada ......” jika penelitian ini bukan penelitian dengan metode Studi Kasus, atau dengan maksud hanya untuk menunjukkan lokasi penelitian. 2.3 Pengesahan Proposal Tesis Lembar ini berisi pengesahan Proposal Tesis oleh pembimbing Tesis sebagai bukti bahwa penyusunan proposal tersebut telah melalui proses bimbingan dan konsultasi dengan para pembimbing, serta siap untuk dipertahankan di hadapan Komite Seminar pada Seminar Proposal Tesis. (lihat Lampiran 2 dan 3). 2.4 Abstrak Halaman ini menyajikan intisari dari Proposal Tesis, yang mencakup: a. masalah utama yang diteliti dan ruang lingkupnya, b. metode yang diusulkan, c. hasil yang diharapkan. Dalam abstrak tidak diperkenankan mencantumkan informasi yang tidak dibahas dalam Proposal Tesis. Abstrak hendaknya tidak lebih dari 200 kata, terdiri dari satu paragraf, tidak menyebutkan acuan, dan dilengkapi kata kunci (lihat Lampiran 12; tanpa diikuti penjelasan halaman). 2.5 [Bab-Bab Isi Proposal Tesis] Umumnya isi Proposal Tesis mencakup topik/bab di bawah ini. Judul dari setiap bab diperbolehkan disesuaikan dengan topik dan kreativitas mahasiswa, hanya substansi dan urutan setiap bab harus dipertahankan.

1 Masalah Umum Kesenjangan pertama yang dijumpai dari sisi masyarakat atau pengguna perlu diperdalam pembahasannya agar dapat dipastikan tidak ada solusi lain selain melalui hasil penelitian ini nantinya dengan langkah. Kesenjangan ini dapat diperoleh melalui jurnal. dan sebagainya. antara keingintahuan dengan jawaban dari iptek. dan portability. Masalah muncul karena adanya kesenjangan. Rangkumlah hasil kajian dan kesenjangan yang telah teridentifikasi. misal Karakteristik Pemelajar. LATAR BELAKANG 1. lojik. Selain itu kesenjangan dari sisi iptek dapat diidentifikasi melalui pengujian atau evaluasi terhadap h asilhasil iptek terbaik saat ini yang sesuai dengan topik penelitian. Lakukan studi guna melihat kemungkinan ada peneliti lain yang sudah menyempurnakan kelemahan tersebut. dan sebagainya.2 Masalah Spesifik Kesenjangan kedua yang berasal dari sisi pengembangan iptek merupakan titik berangkat yang tidak boleh diabaikan dalam penelitian. Ada kalanya suatu penelitian tidak dapat dilakukan dengan tuntas. Bila tidak ada satu pun perangkat lunak yang dapat memenuhi standar tersebut. proses pembelajaran „Sistem Tata Surya‟ atau „Fusi Nuklir‟ tidak mungkin dilaksanakan di kelas dalam skala nyata. misal antara kebutuhan dengan ketersediaan.referensi yang digunakan dalam pembahasan masalah baik dari sisi masyarakat pengguna maupun dari sisi pengembangan iptek. Masalah tersebut dapat dipertajam dengan menjalankan siklus pertanyaan ‘mengapa?’: “Mengapa strategi pembelajaran tidak menghargai keunikan karakteristik pemelajar?” Misal karena pemetaan karakteristik pemelajar masih sulit dilakukan.langkah sebagai berikut. 3) Diskusi: meskipun bisa dikupas dari Psikologi/ Pedagogi. Konversi proses manual menjadi proses yang berbasis komputer perlu dilandasi argumentasi yang kuat. menarik. 2) Masalah: strategi pembelajaran yang tidak menghargai keunikan karakteristik pemelajar. Mahasiswa dapat menciptakan algoritma/ model optimasinya atau menyusun rancangan yang efisien. Berbeda dengan „Pembelajaran Instalasi LAN‟. namun kupaslah dari paradigma Teknik Informatika. maka ini peluang bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian bagi penyempurnaannya. Sistem pembelajaran berbasis komputer tak akan memiliki nilai lebih dibanding praktikum di laboratorium. 4) Sebutkan Variabel/ Parameter/ Indikator/ Faktor/ Aspek yang akan diteliti. 1. Misal. Dengan demikian dapat dipastikan hasil penelitian ini nantinya akan memiliki nilai tambah dalam pengembangan iptek. dan dapat diatasi melalui pendekatan Teknik Informatika. dan etik serta penguasaan terhadap state of the art sesuai minat dan bidang keahlian perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa. dan state of the art dari setiap paper tersebut. misalnya yang berkaitan dengan klasterisasi karakteristik pemelajar. Lakukan pengujian terhadap produk atau sistem berdasarkan parameter tersebut. Perlu diingat bahwa penelitian harus berangkat dari sesuatu yang general dan menghasilkan sesuatu yang bersifa t general pula. antara harapan dengan kenyataan.A. . Nilai tambah penelitian merupakan hal wajib yang harus ada pada suatu penelitian. antara standar dengan ketercapaian.jurnal hasil penelitian baik dalam bentuk paper maupun proceeding. Cantumkan referensi.hasil penelitian terkini agar current state of the art diperoleh. misal: Strategi Pembelajaran. atau masih memiliki kelemahan. Telaah pustaka atau studi pustaka harus dilakukan sejak proses identifikasi masalah hingga penulisan latar belakang ini. namun dengan pendekatan sistem berbasis komputer hal tersebut dapat dilakukan. Yakinkan pembaca bahwa masalah tersebut penting. Identifikasi Masalah Latar belakang berisi tentang studi pendahuluan yang telah dilakukan mahasiswa berkaitan dengan adanya masalah baik dari sisi masyarakat maupun sisi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). segera ganti domain penelitian yang lain. Misal: hasil penelitian tentang klasterisasi karakteristik pemelajar dengan Jaringan Syaraf Tiruan Kohonen tingkat akurasinya hanya 60%. Pada sisi lain kesanggupan memaknai suatu phenomena berdasarkan empiri sensual (indera). Pengujian dilakukan berdasarkan indikator/ parameter standar sesuai teori yang ada. Bila tidak memungkinkan dilakukan penajaman. reusability. Contoh parameter standar kualitas perangkat lunak dari sisi transisi produk menurut McCall adalah interoperability. Sebutkan judul paper/ proceeding-nya. 1) Tetapkan domain penelitian yang akan diterjuni. Pustaka yang ditelaah sebaiknya berasal dari jurnal atau publikasi hasil. sekalipun masalah yang diangkat sangat spesifik (Prinsip Ilmu Nomothetik). siklus bisa dilakukan beberapa kali lagi. Bila masih kurang tajam. 1.

3. atau menemukan hukum. C. Analisis Masalah Masalah yang telah teridentifikasi perlu dibahas lebih mendalam terkait dengan pendekatan yang akan disusulkan.ilmu sosial.” sebab proses menguji teori yang hanya sampai 50% saja sudah termasuk kategori menguji .” atau “Membangun model…. mengembangkan. Masalah ini termasuk masalah umum. Seperti rumusan masalah. memutakhirkan. atau metode. Bandingkan pula pendekatan. Rumusan masalah umum: “pemetaan karakteristik pemelajar masih sulit dilakukan”. misal untuk meningkatkan tingkat akurasi Jaringan Syaraf Tiruan Kohonen dalam mengidentifikasi karakteristik pemelajar akan dilakukan dengan pendekatan efisiensi generasi neuron baru atau penetapan parameter yang lebih natural dari karakteristik manusia. Pada sisi lain Penelitian Rekayasa dapat bertujuan utnuk memutakhirkan. teori. atau Sistem. Tujuan penelitian juga merupakan keluaran/ target yang terukur sehingga evaluasi hasil dapat diukur melalui ketercapaian tujuan penelitian ini. namun dapat dimasukkan sebagai rumusan masalah umum. Pilih pendekatan terbaik untuk menyelesaikan masalah iptek tersebut. alat bantu. TUJUAN PENELITIAN Tujuan Penelitian disusun berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan sehingga bila tujuan penelitian tercapai. atau model tertentu yang dibutuhkan saat ini harus disertai data.masalah yang telah terindentifikasi. dan berlaku secara umum. Hindari penggunaan kalimat aktif. Meskipun demikian research question perlu diawali dengan rumusan masalah yang jelas terlebih dahulu.. dalil. SW. ungkapkan nilai tambah penelitian yang diusulkan dari sudut pandang masyarakat dan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berikan argumentasi yang cukup untuk pilihan pendekatan yang telah ditetapkan. biasanya untuk memudahkan penyusunan kalimat hipotesis.2. Penelitian Nonrekayasa dapat bertujuan untuk menjajagi. Research Question sering digunakan dalam penelitian ilmu. Rumusan masalah yang berkaitan dengan belum adanya sistem. maka akan diperoleh solusi bagi pengatasan masalah secara langsung. menguraikan. teorema. aksioma. algoritma. yakni 1) masalah umum (masyarakat) dan 2) msaalah spesifik (Teknik Informatika). Misalnya “Belum tersedianya alat bantu perencanaan anggaran daerah”. tujuan penelitian juga diungkapkan dalam bentuk 1) Tujuan Umum dan 2) Tujuan Spesifik. membuktikan. atau menemukan Model.pendekatan lain yang memungkinkan untuk mengurangi atau menghilangkan penyebab tersebut. Untuk memudahkan mahasiswa dalam menajamkan rumusan masalah. RUMUSAN MASALAH Keberhasilan dalam melakukan identifikasi masalah dan analisis masalah seperti yang tertuang dalam latar belakang sangat menentukan ketajaman rumusan masalah. Misal: mengapa Jaringan Syaraf Tiruan Kohonen tingkat akurasinya hanya mencapai 60%? Lakukan uji coba dengan alat bantu komputasi matematik maupun statistik untuk memperoleh penyebabnya. ungkapkan masalah dalam dua poin sesuai hasil identifikasi masalah.. B. tidak pada objek atau lokus tertentu. misal: ”Menguji efektivitas teori ……. maka perlu didukung oleh referensi yang menyatakan hal itu. formula. Rumusan masalah spesifik: hasil penelitian tentang klasterisasi karakteristik pemelajar dengan Jaringan Syaraf Tiruan Kohonen tingkat akurasinya hanya 60% merupakan masalah penelitian Teknik Informatika yang masih bisa dipertanjam lagi dengan siklus pertanyaan ‘mengapa?’ Bentuk rumusan masalah (problem statement) adalah dalam kalimat deklaratif tidak dalam bentuk kalimat tanya (research question) seperti pada penelitian ilmu-ilmu sosial (penelitian ilmu sosial pun tidak mengharuskan rumusan masalahnya dalam bentuk kalimat tanya) [1] melainkan dalam bentuk pernyataan (state of the problem) yang merupakan rumusan dari masalah. belum dapat dikategorikan sebagai rumusan masalah penelitian teknik informatika. Argumentasi Rangkum masalah umum dan masalah spesifik yang telah teridentfikasi dan telah dianalsis tersebut. bahwa di seluruh dunia alat bantu tersebut belum pernah diciptakan. argumentasi yang memadai. HW.

teori. konstruksi. misalnya jenis penelitian evaluasi/ penelitian kebijakan (Policy Research). UML dan sebagainya. Penelitian yang Relevan Tinjauan pustaka hasil penelitian yang dilakukan pada bab ini berbeda dengan yang dilakukan pada bab Pendahuluan. nilai tambah. atau model sedemikian rupa hingga tercipta suatu karya ilmiah yang khas yang disebut kerangka teori dan atau kerangka pemikiran. dalil. aksioma. algoritma. dan sebagainya. Hal ini berbeda bila digunakan kalimat “Diperolehnya kesimpulan tentang efektivitas teori ….teori. metode. formula. Kelompokkan hasil. metode. perbedaan. Landasan teori dapat diambil dari state of the art dari paper terbaru maupun teori.hasil kajian tersebut ke dalam sub-subbab secara terstruktur (tidak linier) sesuai dengan kerangka yang disusun berdasarkan topik atau judul penelitian. teori2 psikologi utk model game atau elearning. metode. Paling tidak terdapat tiga nilai tambah yang harus diberikan oleh suatu penelitian. sekuen.penelitian yang terdahulu. MANFAAT PENELITIAN Manfaat penelitian merupakan perkiraan bila tujuan penelitian tercapai. perancangan. teori kognitif untuk machine learning atau ontology engineering. data flow diagram. formula.penelitian yang ada. penerapan. 2) Landasan Teori. Pada penelitian rekayasa tinjauan terhadap penelitian.teori yang telah matang (dari buku teks) yang harus diupayakan asli dari sumbernya sehingga terdapat kemungkinan berasal dari tahuntahun yang sudah lama berlalu. dan 3) Kerangka Pemikiran dan atau Kerangka Teori dan Hipotesis (untuk metode korelasi. dan berbagai aspek dari penelitian yang diusulkan terhadap penelitian. teori. Hal ini dapat diperkirakan melalui outcome/ dampaknya bagi masyarakat dan dunia iptek. Kerangka Teori/ Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Subbab Landasan Teori harus lebih sarat dengan hukum. 1. algoritma. E. objek. dalil. Bedakan secara tegas antara teori dan definisi atau terminologi. Contoh: neuro science untuk pengembangan model JST. Pada bab Pendahuluan tinjauan pustaka dilakukan untuk mengidentifikasi kelemahan/ kesenjangan penelitian.. mata rantai. maka perlu diuraikan pula manfaat bagi kebijakan institusi. yakni 1) bagi masyarakat. 2) bagi pengembangan iptek. teorema. maka tidak perlu dicantumkan. Terdapat kemungkinan dimanfaatkannya teori dari bidang ilmu lain. 3. teorema. pembangunan. atau model. Definisi maupun terminologi yang sudah umum diketahui masyarakat TI tidak perlu diuraikan lagi. Cantumkan kesamaan. Pengembangan subbab yang lain diperbolehkan selama masih berkaitan erat dengan penelitian yang diajukan. perangkat lunak. misal pengertian tentang informasi. atau sistem. teori genetika utk pengemb algoritma genetika. metode. dan 3) bagi peningkatan nilai ekonomi. Misalnya subbab tentang objek penelitian atau konten informasi yang diolah. Bila penelitian berkaitan dengan kebijakan.teori. Landasan Teori Pada subbab Landasan Teori tinjauan pustaka dilakukan untuk mencari landasan penelitian yang berupa hukum. eksperimen). teori. dan sebagainya digunakan untuk menyusun kerangka pemikiran yang dijadikan landasan dalam perencanaan. TINJAUAN PUSTAKA Bab ini terdiri dari 3 subbab besar. bila tidak. Hasilnya dijadikan landasan untuk menyusun kerangka teori atau construct yang berupa hubungan antarvariabel/ objek yang mengacu pada rumusan masalah. formula. 2. aksioma. Oleh sebab itu sebenarnya penelitian sudah dapat dikatakan selesai saat kerangka teori atau . Kalimat ini lebih terukur karena bila tidak diperoleh kesimpulan tentang efektivitas suatu teori berarti tujuan penelitian tidak tercapai. D. model. dapat dicantumkan dengan maksud untuk menjelaskan parameter/ indikator yang akan dijadikan landasan bagi proses penelitian. tujuan.”. komponen. kausal komparatif.penelitian sebelumnya. yakni 1) Penelitian yang Relevan. tetapi pada bab ini kajian pustaka dilakukan untuk menunjukkan konstelasi penelitian dan posisi penelitian yg diusulkan sesuai bidang kajian dan body of knowledge-nya. posisi (di ranting atau cabang). atau pengembangan model.

Bila masalahnya adalah munculnya ketidakefisienan transfer rate karena diduga ada peran dari model pengemasan data. atau yang lain dilakukan berdasarkan masalah penelitian yang akan dicarikan solusinya. DQDB. (Model pengemasan data untuk kelompok eksperimen divariasikan. dan ringkasan tujuan sebagai keluaran hasil pemikiran yang sekaligus menjadi solusi. sekalipun belum dibuktikan. namun perlu dibuktikan kebenarannya melalui pengujian empiris.kerangka pemikiran diperoleh. Kerangka teori ini wajib disusun untuk penelitian. dan ATM. Kausal Komparatif. Kerangka pemikiran penelitian rekayasa perlu dilengkapi dengan ringkasan rumusan masalah sebagai masukan pemikiran. keduanya bersifat khas.25. misal model dari protokol X.penelitian nonrekayasa seperti penelitian dengan metode korelasional. Eksperimen. Kerangka tersebut walaupun secara teoritis sudah final. Pemilihan metode Korelasi. kelompok kontrol dengan model pengemasan TCP/IP). Sebagai contoh Teori Bigbang dan Teori Relativitas sudah dikatakan sebagai teori sekalipun belum terbuktikan karena berbagai keterbatasan yang ada. Eksperimen: Ada pengaruh yang signifikan dari Framming Model terhadap Transfer Rate. Kausal Komparatif: Ada pengaruh yang signifikan dari Framming Model terhadap Transfer Rate. . Contoh hipotesis: a. dan eksperimental. kausal komparatif. (Tidak ada manipulasi pada variabel Framming Model) c. Lihat contoh berikut ini. Suatu penelitian memiliki kerangka yang berbeda dengan penelitian yang lain karena masalah yang diangkat berbeda. Namun bila tidak ada alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. maka semua kerangka teori atau kerangka pemikiran harus dibuktikan secara empiris sebagai bagian dari kaidah ilmiah. maka metode yang dipilih bisa Eksperimen atau Kausal Komparatif. (tidak ada tanda panah pada diagram). Kerangka teori disusun untuk memnjukkan hubungan yang ada antara variabel satu dengan yang lain baik yang bersifat kausalitas maupun tidak. Pada penelitian rekayasa tidak diperlukan kerangka teori tetapi kerangka pemikiran. Pengujian dilakukan dengan menyusun hipotesis terlebih dahulu. b. Contoh kerangka teori tercantum pada gambar berikut ini. Baik kerangka teori maupun kerangka pemikiran. Panjang lintasan Transfer Rate Framming Model Kerangka ini disusun berdasarkan landasan teori pertama yang menyatakan bahwa panjang lintasan berpengaruh terhadap Transfer Rate pada jaringan komputer. dan teori kedua yang menyatakan bahwa Framming Model (Model Pengemasan Data) mempengaruhi Transfer Rate. Korelasi: Ada hubungan yang signifikan antara Framming Model dan Transfer Rate.

alat bantu observasinya pun juga belum pernah diciptakan orang. F. dan data untuk kemudian direpresentasikan ke dalam bentuk diagram (action diagram). terlalu umum. variabel. maka akan diperoleh hasil yang sama dengan peneliti sebelumnya. Hal ini dapat diperoleh bila peneliti secara . struktur. struktur. metode observasi belum ada. fungsi. Diperlukan metode dan alat bantu untuk mengobservasi program hingga diperoleh pemahaman dan komponen. METODE PENELITIAN Metode penelitian dapat pula diartikan sebagai prosedur. dan metode tentang reverse engineering peneliti menyusun kerangka tersebut di atas. Berdasarkan teori. teknik analisis. maka metode tersebut tidak tepat. tidak khas. Dokumen rancangan tidak tersedia (alien code). cara penafsiran. model. Metode penelitian disusun dengan mengacu pada kerangka pemikiran atau kerangka teori yang telah dibentuk. definisi operasional. alat-alat. dan data bagi keperluan penyempurnaan sistem (reengineering). Alat. sementara program yang ditulis dengan Bahasa Fortran cenderung tidak terstruktur (spaghetti code).komponen. dengan maksud untuk memahami dan memperoleh komponen. Ini sesuai dengan prinsip objektivitas dalam pandangan positivisme. dan bahan yang digunakan dalam penelitian yang bersifat khas dan khusus untuk penelitian yang dirancang. teknik pengumpulan data. dan penyimpulan hasil penelitian harus khas untuk penelitian tersebut. bahan. Apabila metode ini dapat digunakan juga oleh peneliti lain untuk menyelesaikan masalah yang berbeda (bukan objek atau lokus yang berbeda) sehingga kemudian menghasilkan sesuatu yang berbeda pula.komponen. construct. fungsi. Sehingga apabila metode ini dilakukan sekali lagi oleh peneliti yang berbeda. dan tidak khusus.Kerangka pemikiran ini merupakan rancangan penelitian guna penyelesaian masalah sulitnya memahami program sumber suatu sistem besar yang ditulis dengan Bahasa Fortran. dan prosedur yang dilakukan dalam penelitian perlu dicantumkan dengan jelas dan rinci. Demikian pula model. Dari kerangka pemikiran tersebut tampak bahwa masalah yang muncul dapat terselesaikan dengan pendekatan dan fungsi yang disusun sehingga dihasilkan metode dan alat bantu observasi struktur program [2].

Aktivitas ini adalah aktivitas yang direncanakan dilakukan bila proposal penelitian disetujui. Bila terdapat lampiran-lampiran. 2006. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. . Lengkapi jadwal ini dengan waktu mulai dan berakhirnya setiap aktivitas.8. yang memiliki benang merah dengan landasan teori. Pengabdian kepada Masyarakat dan Program Kreativitas Mahasiswa Edisi VII (2006).konsisten mengikuti kerangka pemikiran atau kerangka teori yang telah diperoleh. Jakarta: Direktorat Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M). G.311. „Ujian Tesis‟ dan aktivitas lain yang tidak terkandung dalam metode dan di luar kemampuan kontrol peneliti tidak perlu disebutkan.. Reverse Engineering .704. masalah. Stefanus S. Buku Panduan Pelaksanaan Hibah Penelitian. dan latar belakang penelitian. H. ISBN :979. DAFTAR PUSTAKA Halaman ini berisi pustaka/acuan yang digunakan dalam penyusunan proposal yang tersebut di Pendahuluan hingga Metode Penelitian.Teori dan Aplikasi. 2005. „Seminar Proposal‟. maka lampiran tersebut diletakkan setelah Daftar Pustaka. Dikti. DAFTAR PUSTAKA [1]. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. JADWAL PENELITIAN Jadwal penelitian disusun berdasarkan aktivitas yang terkandung dalam metode penelitian. tujuan. Aktivitas „Penyusunan Proposal‟. [2].

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->