PENULISAN PROPOSAL TESIS

Proposal Tesis hendaknya disusun berdasarkan sudut pandang metodologi penelitian teknik informatika seperti yang tercantum dalam artikel Paradigma Metodologi Penelitian Teknik Informatika. 2.1 [Halaman Sampul] Halaman ini merupakan halaman sampul Proposal Tesis dan berisi keterangan yang menyatakan Judul, Logo Perguruan Tinggi, Nama Penyusun, NIM, Nama Perguruan Tinggi, Kota, dan Tahun pembuatan. Semua huruf dicetak dengan huruf besar, komposisi huruf dan tata letak masing-masing bagian diatur simetris (centered alignment), rapi, dan serasi. 2.2 [Halaman Judul] Halaman ini sama tepat dengan halaman sampul, tetapi dicetak pada kertas HVS-putih dengan tinta cetak warna hitam. Judul Penelitian hendaknya spesifik, singkat dan padat (tidak lebih dari 20 kata) namun tetap komunikatif, mengacu pada hakekat penelitian, dan menarik (penelitian tersebut layak dan perlu). Unsur- unsurnya: 1) Bila penelitian berorientasi pada hasil sebutkan hasilnya. (Model/ Metode/ Algoritma/ Rancangan/ Software/ Alat Bantu/ Sistem). Bila penelitian berorientasi pada Proses, sebutkan jenis prosesnya (Analisis/ Uji Coba/ Perancangan/ Pengembangan/ Pemetaan/ Evaluasi). 2) Sebutkan pula Variabel/ Parameter/ Indikator/ Faktor/ Aspek yang diteliti. 3) Objek Penelitian. 4) Pendekatan yang digunakan (Teori/ Teorema/ Model/ Metode/ Algoritma). 5) Tujuan Penelitian. Hindari penggunaan subjudul untuk menuliskan lokasi/ ruang lingkup, karena ruang lingkup penelitian seharusnya sudah jelas di bagian „Latar Belakang‟, „Rumusan Masalah ‟, atau ‟Tujuan‟. Hindari pula penggunaan ”Studi Kasus pada ......” jika penelitian ini bukan penelitian dengan metode Studi Kasus, atau dengan maksud hanya untuk menunjukkan lokasi penelitian. 2.3 Pengesahan Proposal Tesis Lembar ini berisi pengesahan Proposal Tesis oleh pembimbing Tesis sebagai bukti bahwa penyusunan proposal tersebut telah melalui proses bimbingan dan konsultasi dengan para pembimbing, serta siap untuk dipertahankan di hadapan Komite Seminar pada Seminar Proposal Tesis. (lihat Lampiran 2 dan 3). 2.4 Abstrak Halaman ini menyajikan intisari dari Proposal Tesis, yang mencakup: a. masalah utama yang diteliti dan ruang lingkupnya, b. metode yang diusulkan, c. hasil yang diharapkan. Dalam abstrak tidak diperkenankan mencantumkan informasi yang tidak dibahas dalam Proposal Tesis. Abstrak hendaknya tidak lebih dari 200 kata, terdiri dari satu paragraf, tidak menyebutkan acuan, dan dilengkapi kata kunci (lihat Lampiran 12; tanpa diikuti penjelasan halaman). 2.5 [Bab-Bab Isi Proposal Tesis] Umumnya isi Proposal Tesis mencakup topik/bab di bawah ini. Judul dari setiap bab diperbolehkan disesuaikan dengan topik dan kreativitas mahasiswa, hanya substansi dan urutan setiap bab harus dipertahankan.

dan sebagainya. Sistem pembelajaran berbasis komputer tak akan memiliki nilai lebih dibanding praktikum di laboratorium. 1. namun kupaslah dari paradigma Teknik Informatika. Selain itu kesenjangan dari sisi iptek dapat diidentifikasi melalui pengujian atau evaluasi terhadap h asilhasil iptek terbaik saat ini yang sesuai dengan topik penelitian. Mahasiswa dapat menciptakan algoritma/ model optimasinya atau menyusun rancangan yang efisien. Pengujian dilakukan berdasarkan indikator/ parameter standar sesuai teori yang ada. maka ini peluang bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian bagi penyempurnaannya. . Masalah muncul karena adanya kesenjangan. Masalah tersebut dapat dipertajam dengan menjalankan siklus pertanyaan ‘mengapa?’: “Mengapa strategi pembelajaran tidak menghargai keunikan karakteristik pemelajar?” Misal karena pemetaan karakteristik pemelajar masih sulit dilakukan. Sebutkan judul paper/ proceeding-nya. Pustaka yang ditelaah sebaiknya berasal dari jurnal atau publikasi hasil. namun dengan pendekatan sistem berbasis komputer hal tersebut dapat dilakukan. Identifikasi Masalah Latar belakang berisi tentang studi pendahuluan yang telah dilakukan mahasiswa berkaitan dengan adanya masalah baik dari sisi masyarakat maupun sisi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). lojik. Bila tidak ada satu pun perangkat lunak yang dapat memenuhi standar tersebut. Konversi proses manual menjadi proses yang berbasis komputer perlu dilandasi argumentasi yang kuat. Ada kalanya suatu penelitian tidak dapat dilakukan dengan tuntas.referensi yang digunakan dalam pembahasan masalah baik dari sisi masyarakat pengguna maupun dari sisi pengembangan iptek. Contoh parameter standar kualitas perangkat lunak dari sisi transisi produk menurut McCall adalah interoperability. 1. Misal. atau masih memiliki kelemahan. Lakukan studi guna melihat kemungkinan ada peneliti lain yang sudah menyempurnakan kelemahan tersebut. Berbeda dengan „Pembelajaran Instalasi LAN‟. dan portability. Nilai tambah penelitian merupakan hal wajib yang harus ada pada suatu penelitian. 3) Diskusi: meskipun bisa dikupas dari Psikologi/ Pedagogi. Bila tidak memungkinkan dilakukan penajaman. Dengan demikian dapat dipastikan hasil penelitian ini nantinya akan memiliki nilai tambah dalam pengembangan iptek. misalnya yang berkaitan dengan klasterisasi karakteristik pemelajar. LATAR BELAKANG 1. antara keingintahuan dengan jawaban dari iptek. dan state of the art dari setiap paper tersebut.langkah sebagai berikut.1 Masalah Umum Kesenjangan pertama yang dijumpai dari sisi masyarakat atau pengguna perlu diperdalam pembahasannya agar dapat dipastikan tidak ada solusi lain selain melalui hasil penelitian ini nantinya dengan langkah. segera ganti domain penelitian yang lain. Kesenjangan ini dapat diperoleh melalui jurnal. Bila masih kurang tajam. Lakukan pengujian terhadap produk atau sistem berdasarkan parameter tersebut. misal: Strategi Pembelajaran. Misal: hasil penelitian tentang klasterisasi karakteristik pemelajar dengan Jaringan Syaraf Tiruan Kohonen tingkat akurasinya hanya 60%. sekalipun masalah yang diangkat sangat spesifik (Prinsip Ilmu Nomothetik). 1) Tetapkan domain penelitian yang akan diterjuni.hasil penelitian terkini agar current state of the art diperoleh. Yakinkan pembaca bahwa masalah tersebut penting. dan sebagainya. Perlu diingat bahwa penelitian harus berangkat dari sesuatu yang general dan menghasilkan sesuatu yang bersifa t general pula. Pada sisi lain kesanggupan memaknai suatu phenomena berdasarkan empiri sensual (indera).A.2 Masalah Spesifik Kesenjangan kedua yang berasal dari sisi pengembangan iptek merupakan titik berangkat yang tidak boleh diabaikan dalam penelitian. misal antara kebutuhan dengan ketersediaan. Telaah pustaka atau studi pustaka harus dilakukan sejak proses identifikasi masalah hingga penulisan latar belakang ini. 4) Sebutkan Variabel/ Parameter/ Indikator/ Faktor/ Aspek yang akan diteliti. dan dapat diatasi melalui pendekatan Teknik Informatika. Cantumkan referensi. dan etik serta penguasaan terhadap state of the art sesuai minat dan bidang keahlian perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa. menarik.jurnal hasil penelitian baik dalam bentuk paper maupun proceeding. 2) Masalah: strategi pembelajaran yang tidak menghargai keunikan karakteristik pemelajar. antara harapan dengan kenyataan. Rangkumlah hasil kajian dan kesenjangan yang telah teridentifikasi. misal Karakteristik Pemelajar. reusability. siklus bisa dilakukan beberapa kali lagi. antara standar dengan ketercapaian. proses pembelajaran „Sistem Tata Surya‟ atau „Fusi Nuklir‟ tidak mungkin dilaksanakan di kelas dalam skala nyata.

. dalil. Misal: mengapa Jaringan Syaraf Tiruan Kohonen tingkat akurasinya hanya mencapai 60%? Lakukan uji coba dengan alat bantu komputasi matematik maupun statistik untuk memperoleh penyebabnya.ilmu sosial. HW. Rumusan masalah spesifik: hasil penelitian tentang klasterisasi karakteristik pemelajar dengan Jaringan Syaraf Tiruan Kohonen tingkat akurasinya hanya 60% merupakan masalah penelitian Teknik Informatika yang masih bisa dipertanjam lagi dengan siklus pertanyaan ‘mengapa?’ Bentuk rumusan masalah (problem statement) adalah dalam kalimat deklaratif tidak dalam bentuk kalimat tanya (research question) seperti pada penelitian ilmu-ilmu sosial (penelitian ilmu sosial pun tidak mengharuskan rumusan masalahnya dalam bentuk kalimat tanya) [1] melainkan dalam bentuk pernyataan (state of the problem) yang merupakan rumusan dari masalah. Tujuan penelitian juga merupakan keluaran/ target yang terukur sehingga evaluasi hasil dapat diukur melalui ketercapaian tujuan penelitian ini. 3. C. Argumentasi Rangkum masalah umum dan masalah spesifik yang telah teridentfikasi dan telah dianalsis tersebut. yakni 1) masalah umum (masyarakat) dan 2) msaalah spesifik (Teknik Informatika). Untuk memudahkan mahasiswa dalam menajamkan rumusan masalah. Rumusan masalah umum: “pemetaan karakteristik pemelajar masih sulit dilakukan”.” sebab proses menguji teori yang hanya sampai 50% saja sudah termasuk kategori menguji . atau menemukan hukum. TUJUAN PENELITIAN Tujuan Penelitian disusun berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan sehingga bila tujuan penelitian tercapai. atau Sistem. SW. Pilih pendekatan terbaik untuk menyelesaikan masalah iptek tersebut. mengembangkan. teorema. formula. Meskipun demikian research question perlu diawali dengan rumusan masalah yang jelas terlebih dahulu. Misalnya “Belum tersedianya alat bantu perencanaan anggaran daerah”. Analisis Masalah Masalah yang telah teridentifikasi perlu dibahas lebih mendalam terkait dengan pendekatan yang akan disusulkan. dan berlaku secara umum.masalah yang telah terindentifikasi. Rumusan masalah yang berkaitan dengan belum adanya sistem. Research Question sering digunakan dalam penelitian ilmu. teori. Masalah ini termasuk masalah umum. tidak pada objek atau lokus tertentu. namun dapat dimasukkan sebagai rumusan masalah umum. menguraikan. bahwa di seluruh dunia alat bantu tersebut belum pernah diciptakan. aksioma. RUMUSAN MASALAH Keberhasilan dalam melakukan identifikasi masalah dan analisis masalah seperti yang tertuang dalam latar belakang sangat menentukan ketajaman rumusan masalah.” atau “Membangun model…. ungkapkan masalah dalam dua poin sesuai hasil identifikasi masalah. misal untuk meningkatkan tingkat akurasi Jaringan Syaraf Tiruan Kohonen dalam mengidentifikasi karakteristik pemelajar akan dilakukan dengan pendekatan efisiensi generasi neuron baru atau penetapan parameter yang lebih natural dari karakteristik manusia. belum dapat dikategorikan sebagai rumusan masalah penelitian teknik informatika. ungkapkan nilai tambah penelitian yang diusulkan dari sudut pandang masyarakat dan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. tujuan penelitian juga diungkapkan dalam bentuk 1) Tujuan Umum dan 2) Tujuan Spesifik. algoritma. Seperti rumusan masalah. alat bantu.pendekatan lain yang memungkinkan untuk mengurangi atau menghilangkan penyebab tersebut. atau menemukan Model. membuktikan. Berikan argumentasi yang cukup untuk pilihan pendekatan yang telah ditetapkan. maka perlu didukung oleh referensi yang menyatakan hal itu. Pada sisi lain Penelitian Rekayasa dapat bertujuan utnuk memutakhirkan.2. maka akan diperoleh solusi bagi pengatasan masalah secara langsung. biasanya untuk memudahkan penyusunan kalimat hipotesis. misal: ”Menguji efektivitas teori ……. B. Bandingkan pula pendekatan. Hindari penggunaan kalimat aktif. atau metode. memutakhirkan. atau model tertentu yang dibutuhkan saat ini harus disertai data.. Penelitian Nonrekayasa dapat bertujuan untuk menjajagi. argumentasi yang memadai.

yakni 1) Penelitian yang Relevan. nilai tambah. Contoh: neuro science untuk pengembangan model JST. tujuan. atau model sedemikian rupa hingga tercipta suatu karya ilmiah yang khas yang disebut kerangka teori dan atau kerangka pemikiran. Landasan teori dapat diambil dari state of the art dari paper terbaru maupun teori.. dalil. konstruksi.”. Definisi maupun terminologi yang sudah umum diketahui masyarakat TI tidak perlu diuraikan lagi. yakni 1) bagi masyarakat. eksperimen). atau pengembangan model. Hal ini dapat diperkirakan melalui outcome/ dampaknya bagi masyarakat dan dunia iptek. teori kognitif untuk machine learning atau ontology engineering. metode. E. Hasilnya dijadikan landasan untuk menyusun kerangka teori atau construct yang berupa hubungan antarvariabel/ objek yang mengacu pada rumusan masalah. Hal ini berbeda bila digunakan kalimat “Diperolehnya kesimpulan tentang efektivitas teori …. metode. Bila penelitian berkaitan dengan kebijakan. 2) bagi pengembangan iptek. kausal komparatif. metode. penerapan. UML dan sebagainya. dan berbagai aspek dari penelitian yang diusulkan terhadap penelitian. Terdapat kemungkinan dimanfaatkannya teori dari bidang ilmu lain. 2.teori yang telah matang (dari buku teks) yang harus diupayakan asli dari sumbernya sehingga terdapat kemungkinan berasal dari tahuntahun yang sudah lama berlalu. sekuen. aksioma. atau model. Kalimat ini lebih terukur karena bila tidak diperoleh kesimpulan tentang efektivitas suatu teori berarti tujuan penelitian tidak tercapai. D. teori. Cantumkan kesamaan. Pada bab Pendahuluan tinjauan pustaka dilakukan untuk mengidentifikasi kelemahan/ kesenjangan penelitian. 3.teori. teori.penelitian sebelumnya. Landasan Teori Pada subbab Landasan Teori tinjauan pustaka dilakukan untuk mencari landasan penelitian yang berupa hukum. formula.teori. teorema. teori. dapat dicantumkan dengan maksud untuk menjelaskan parameter/ indikator yang akan dijadikan landasan bagi proses penelitian. dan 3) Kerangka Pemikiran dan atau Kerangka Teori dan Hipotesis (untuk metode korelasi. teori2 psikologi utk model game atau elearning. formula. maka perlu diuraikan pula manfaat bagi kebijakan institusi. metode. tetapi pada bab ini kajian pustaka dilakukan untuk menunjukkan konstelasi penelitian dan posisi penelitian yg diusulkan sesuai bidang kajian dan body of knowledge-nya. misal pengertian tentang informasi. Pengembangan subbab yang lain diperbolehkan selama masih berkaitan erat dengan penelitian yang diajukan.penelitian yang terdahulu. komponen. Kerangka Teori/ Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Subbab Landasan Teori harus lebih sarat dengan hukum. teorema. 1. model. Bedakan secara tegas antara teori dan definisi atau terminologi. teori genetika utk pengemb algoritma genetika. objek. maka tidak perlu dicantumkan. mata rantai. aksioma. dalil. TINJAUAN PUSTAKA Bab ini terdiri dari 3 subbab besar. dan sebagainya. 2) Landasan Teori. atau sistem. MANFAAT PENELITIAN Manfaat penelitian merupakan perkiraan bila tujuan penelitian tercapai. pembangunan.hasil kajian tersebut ke dalam sub-subbab secara terstruktur (tidak linier) sesuai dengan kerangka yang disusun berdasarkan topik atau judul penelitian. perbedaan. misalnya jenis penelitian evaluasi/ penelitian kebijakan (Policy Research). dan sebagainya digunakan untuk menyusun kerangka pemikiran yang dijadikan landasan dalam perencanaan. Pada penelitian rekayasa tinjauan terhadap penelitian. perancangan. Kelompokkan hasil. algoritma. Oleh sebab itu sebenarnya penelitian sudah dapat dikatakan selesai saat kerangka teori atau . Misalnya subbab tentang objek penelitian atau konten informasi yang diolah. formula. Penelitian yang Relevan Tinjauan pustaka hasil penelitian yang dilakukan pada bab ini berbeda dengan yang dilakukan pada bab Pendahuluan. dan 3) bagi peningkatan nilai ekonomi. algoritma.penelitian yang ada. Paling tidak terdapat tiga nilai tambah yang harus diberikan oleh suatu penelitian. data flow diagram. posisi (di ranting atau cabang). perangkat lunak. bila tidak.

Bila masalahnya adalah munculnya ketidakefisienan transfer rate karena diduga ada peran dari model pengemasan data. b. Namun bila tidak ada alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. kelompok kontrol dengan model pengemasan TCP/IP). Pengujian dilakukan dengan menyusun hipotesis terlebih dahulu. Kerangka teori disusun untuk memnjukkan hubungan yang ada antara variabel satu dengan yang lain baik yang bersifat kausalitas maupun tidak. Kausal Komparatif: Ada pengaruh yang signifikan dari Framming Model terhadap Transfer Rate. (Tidak ada manipulasi pada variabel Framming Model) c. Kerangka pemikiran penelitian rekayasa perlu dilengkapi dengan ringkasan rumusan masalah sebagai masukan pemikiran. dan ringkasan tujuan sebagai keluaran hasil pemikiran yang sekaligus menjadi solusi. misal model dari protokol X. Pada penelitian rekayasa tidak diperlukan kerangka teori tetapi kerangka pemikiran. dan teori kedua yang menyatakan bahwa Framming Model (Model Pengemasan Data) mempengaruhi Transfer Rate. Sebagai contoh Teori Bigbang dan Teori Relativitas sudah dikatakan sebagai teori sekalipun belum terbuktikan karena berbagai keterbatasan yang ada. dan eksperimental. Kausal Komparatif.25. Contoh kerangka teori tercantum pada gambar berikut ini. Korelasi: Ada hubungan yang signifikan antara Framming Model dan Transfer Rate. Kerangka teori ini wajib disusun untuk penelitian. Suatu penelitian memiliki kerangka yang berbeda dengan penelitian yang lain karena masalah yang diangkat berbeda. dan ATM. Panjang lintasan Transfer Rate Framming Model Kerangka ini disusun berdasarkan landasan teori pertama yang menyatakan bahwa panjang lintasan berpengaruh terhadap Transfer Rate pada jaringan komputer. Baik kerangka teori maupun kerangka pemikiran. (tidak ada tanda panah pada diagram). maka metode yang dipilih bisa Eksperimen atau Kausal Komparatif.penelitian nonrekayasa seperti penelitian dengan metode korelasional. maka semua kerangka teori atau kerangka pemikiran harus dibuktikan secara empiris sebagai bagian dari kaidah ilmiah. Contoh hipotesis: a. keduanya bersifat khas. Lihat contoh berikut ini. Eksperimen: Ada pengaruh yang signifikan dari Framming Model terhadap Transfer Rate. namun perlu dibuktikan kebenarannya melalui pengujian empiris. atau yang lain dilakukan berdasarkan masalah penelitian yang akan dicarikan solusinya. sekalipun belum dibuktikan. DQDB. kausal komparatif. (Model pengemasan data untuk kelompok eksperimen divariasikan.kerangka pemikiran diperoleh. . Kerangka tersebut walaupun secara teoritis sudah final. Pemilihan metode Korelasi. Eksperimen.

METODE PENELITIAN Metode penelitian dapat pula diartikan sebagai prosedur. Hal ini dapat diperoleh bila peneliti secara . dan penyimpulan hasil penelitian harus khas untuk penelitian tersebut. tidak khas. Metode penelitian disusun dengan mengacu pada kerangka pemikiran atau kerangka teori yang telah dibentuk.Kerangka pemikiran ini merupakan rancangan penelitian guna penyelesaian masalah sulitnya memahami program sumber suatu sistem besar yang ditulis dengan Bahasa Fortran.komponen. dan data untuk kemudian direpresentasikan ke dalam bentuk diagram (action diagram). Apabila metode ini dapat digunakan juga oleh peneliti lain untuk menyelesaikan masalah yang berbeda (bukan objek atau lokus yang berbeda) sehingga kemudian menghasilkan sesuatu yang berbeda pula. dan data bagi keperluan penyempurnaan sistem (reengineering). maka akan diperoleh hasil yang sama dengan peneliti sebelumnya. dengan maksud untuk memahami dan memperoleh komponen. cara penafsiran. sementara program yang ditulis dengan Bahasa Fortran cenderung tidak terstruktur (spaghetti code). Ini sesuai dengan prinsip objektivitas dalam pandangan positivisme. definisi operasional. Sehingga apabila metode ini dilakukan sekali lagi oleh peneliti yang berbeda. terlalu umum. alat bantu observasinya pun juga belum pernah diciptakan orang. maka metode tersebut tidak tepat. Dari kerangka pemikiran tersebut tampak bahwa masalah yang muncul dapat terselesaikan dengan pendekatan dan fungsi yang disusun sehingga dihasilkan metode dan alat bantu observasi struktur program [2]. Berdasarkan teori. struktur. dan metode tentang reverse engineering peneliti menyusun kerangka tersebut di atas. dan tidak khusus. teknik analisis. variabel. struktur. fungsi. dan prosedur yang dilakukan dalam penelitian perlu dicantumkan dengan jelas dan rinci. Alat. construct. Demikian pula model. bahan. model. teknik pengumpulan data. alat-alat. Dokumen rancangan tidak tersedia (alien code). fungsi. F. dan bahan yang digunakan dalam penelitian yang bersifat khas dan khusus untuk penelitian yang dirancang. Diperlukan metode dan alat bantu untuk mengobservasi program hingga diperoleh pemahaman dan komponen. metode observasi belum ada.komponen.

yang memiliki benang merah dengan landasan teori.704. dan latar belakang penelitian. Aktivitas „Penyusunan Proposal‟.Teori dan Aplikasi. JADWAL PENELITIAN Jadwal penelitian disusun berdasarkan aktivitas yang terkandung dalam metode penelitian. 2006. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. „Seminar Proposal‟. DAFTAR PUSTAKA Halaman ini berisi pustaka/acuan yang digunakan dalam penyusunan proposal yang tersebut di Pendahuluan hingga Metode Penelitian.8. H. „Ujian Tesis‟ dan aktivitas lain yang tidak terkandung dalam metode dan di luar kemampuan kontrol peneliti tidak perlu disebutkan. 2005. Dikti.. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. DAFTAR PUSTAKA [1]. Lengkapi jadwal ini dengan waktu mulai dan berakhirnya setiap aktivitas. maka lampiran tersebut diletakkan setelah Daftar Pustaka. Jakarta: Direktorat Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M). Buku Panduan Pelaksanaan Hibah Penelitian. . Stefanus S. Bila terdapat lampiran-lampiran. Pengabdian kepada Masyarakat dan Program Kreativitas Mahasiswa Edisi VII (2006). Aktivitas ini adalah aktivitas yang direncanakan dilakukan bila proposal penelitian disetujui. ISBN :979. masalah.311. tujuan. Reverse Engineering . [2]. G.konsisten mengikuti kerangka pemikiran atau kerangka teori yang telah diperoleh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful