Fungsi Kepemimpinan

Fungsi Kepemimpinan

March 10th, 2010 fuad

Fungsi Kepemimpinan
Kepemimpinan yang efektif akan terwujud apabila dijalankan sesuai dengan fungsinya. Fungsi kepemimpinan itu berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok/organisasi masing-masing, yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada di dalam dan bukan di luar situasi itu. Pemimpin harus berusaha agar menjadi bagian di dalam situasi sosial kelompok/oreganisasinya. Pemimpin yang membuat keputusan dengan memperhatikan situasi sosial kelompok organisasinya, akan dirasakn sebagai keputusan bersama yang menjadi tanggung jawab bersama pula dalam melaksanakannya. Dengan demikian akan terbuka peluang bagi pemimpin untuk mewujudkan fungsi-fungsi kepemimpinan sejalan dengan situasi sosial yang dikembangkannya. Fungsi kepemimpinan memiliki dua dimensi sebagai berikut : 1. Dimensi yang berkenaan dengan tingkat kemampuan mengarahkan (direction) dalam tindakan atau aktivitas pemimpin, yang terlihat pada tanggapan orang-orang yang dipimpinnya. 2. Dimensi yang berkenaan dengan tingkat dukungan (support) atau keterlibatan orangorang yang dipimpin dalam melaksanakan tugas-tugas pokok kelompok/organisasi, yang dijabarkan dan dimanifestasikan melalui keputusan-keputusan dan kebijaksanaan pemimpin. Berdasarkan kedua dimensi itu, selanjutnya secara operasional dapat dibedakan lima fungsi pokok kepemimpinan. Kelima fungsi kepemimpinan itu adalah : a. Fungsi Instruktif Fungsi ini berlangsung dan bersifat komunikasi satu arah. Pemimpin sebagai pengambil keputusan berfungsi memerintahkan pelaksanaanya pada orang-orang yang dipimpinnya. Fungsi ini berarti juga keputusan yang ditetapkan tidak akan ada artinya tanpa kemampuan mewujudkan atau menterjemahkannyamenjadi instruksi/perintah. Selanjutnya perintah tidak akan ada artinya jika tidak dilaksanakan. Oleh karena itu sejalan dengan pengertian kepemimpinan, intinya adalah kemampuan pimpinan menggerakkan orang lain agar melaksanakan perintah, yang bersumber dari keputusan yang telah ditetapkan. b. Fungsi Konsultatif Fungsi ini berlansung dan bersifat komunikasi dua arah , meliputi pelaksanaannya sangat tergantung pada pihak pimpinan. Pada tahap pertama dalam usaha menetapkan keputusan, pemimpin kerap kali memerlukan bahan pertimbangan, yang mengharuskannya berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya. Konsultasi itu dapat dilakukan secara terbatas hanya

dengan orang-orang tertentu saja.sehubungan dengan itu musyawarah menjadi penting. Fungsi Pengedalian . pemimpin harus bersedia dapat mempercayai orang-orang lain. Fungsi ini mengharuskan pemimpin memilah-milah tugas pokok organisasi dan mengevaluasi yang dapat dan tidak dapat dilimpahkan pada orang-orang yang dipercayainya. harus dilanjutkan berupa partisipasi dalam berbagai kegiatan melaksanakan program organisasi. aspirasi. dengan melaksanakannya secara bertanggung jawab. yang dinilainya mempunyai berbagai bahan informasi yang diperlukannya dalam menetapkan keputusan. Oleh karena itu sebagian wewenangnya perlu didelegasikan pada para pembantunya. Fungsi Delegasi Fungsi ini dilaksanakan dengan memberikan limpahan wewenang membuat/menetapkan keputusan. Pemimpin seorang diri tidak akan dapat berbuat banyak dan bahkan mungkin tidak ada artinya sama sekali. Untuk itu pemimpin harus meyakinkan dirinya bahwa dari siapa pun juga selalu mungkin diperoleh gagasan. e. d. Dengan menjalankan fungsi konsultatif dapat diharapkan keputusan pimpinan. sehingga kepemimpinan berlansung efektif. Fungsi Partisipasi Fungsi ini tidak sekedar berlangsung dan bersifat dua arah. mengingat pemimpin lebih banyak menjalankan peranan sebagai pihak yang didengarkan. gagasan dan pandangan dalam memecahkan masalah-masalah. akan mendapat dukungan dan lebih mudah menginstruksikannya. c. Sedang penerima delegasi harus mampu memelihara kepercayaan itu. antara pemimpin dengan sesama orang yang dipimpinnya. baik dalam keikutsertaan mengambil keputusan maupun dalam melaksanakannya. Fungsi konsultatif ini mengharuskan pimpinan belajar menjadi pendengar yang baik. baik melalui persetujuan maupun tanpa persetujuan dari pimpinan. yang biasanya tidak mudah melaksanakannya. Fungsi partisipasi hanya akan terwujud jika pemimpin mengembangkan komunikasi yang memungkinkan terjadinya pertukaran pendapat. baik yang dilakukan melalui rapat-rapat mapun saling mengunjungi pada setiap kesempatan yang ada. yang bagi pimpinan akan dapat dimanfaatkan untuk mengambil keputusankeputusan. saran yang konstruktif bagi pengembangan kepemimpinanya. Konsultasi itu dimaksudkan untuk memperoleh masukan berupa impan balik (feed Back) yang dapat dipergunakan untuk memperbaiki dan menyempurnakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dan dilaksanakan. Tahap berikutnya konsultasi dari pimpinan pada orang-orang yang dipimpin dapat dilakukan setelah keputusan ditetapkan dan sedang dalam pelaksanaan. Fungsi pendelegasian harus diwujudkan seorang pemimpin karena kemajuan dan perkembangan kelompoknya tidak mungkin diwujudkannya sendiri. Fungsi delegasi pada dasarnya berarti kepercayaan. agar dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. apabila diberi pelimpahan wewenang.musyawarah sebagai kesempatan berpartisipasi. sesuai dengan posisi/jabatannya. tetapi juga berwujud pelaksanaan hubungan manusia yang efektif.

sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. meskipun tidak mustahil untuk dilakukan dengan cara komunikasi secara dua arah. Selaras dengan pendapat tersebut di atas. rasional. namun tidak mustahil untuk dilakukan dengan mengikutsertakan anggota kelompok/organisasinya. Pelindund 8. dan membawa pengikutnya kepada sasaran yang ingin dituju sesuai dengan ketentuan waktu dan perencanaan. dan pengawasan. Penghubung 3. membimbing. menjalin jaringan komunikasi yang baik. Wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungan dengan pihak-pihak di luar organisasi. Pemimpin selaku komunikator yang efektif. Pemimpin era mendatang adalah seseorang yang menciptakan suatu budaya atau sistem nilai yang berpusat . Negosiator 6. koordinasi. pengarahan. Evaluator 5. menjadi sentral dan marginal. memberi atau membangun motivasi kerja. Dengan demikian. terutama dalam menangani situasi konflik. membangun. The Synergizer Fungsi-fungsi kepemimpinan yang hakiki menurut Sondang P Siagian (1994:47-48) adalah • • • • • Pemimpin selaku penentu arah yang akan ditempuh dalam usaha pencapaian tujuan. Pendapat lain tentang peran kepemimpinan adalah seperti yang diungkapkan oleh Emmett C Murphy (1998) dalam bukunya yang berjudul “IQ Kepemimpinan” yaitu bahwa peran kepemimpinan antara lain terbagi kedalam : 1. Fungsi pengendalian bermaksud bahwa kepemimpinan yang sukses atau efektif mampu mengatur aktivitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif. Pemimpin selaku integrator yang efektif. Dalam kegiatan tersebut pemimpin harus aktif. Kartini Kartono (1994: 81) mengemukakan bahwa fungsi kepemimpinan adalah: Memandu. objektif. dan netral. pemimpin pada era mendatang adalah orang dengan karakteristik tersebut. memberikan supervisi/pengawasan yang efisien. Pemecah Masalah 4. menuntun. Pemilih 2. Sehubungan dengan itu berarti fungsi pengendalian dapat diwujudkan melalui kegiatan bimbingan. Mediator yang andal khususnya dalam hubungan ke dalam. yang dapat memimpin juga menjadi pengikut. dan menjadi individualistis dan pemain tim. Fungsi ini cenderung bersifat satu arah. Penyembuh 7.Fungsi pengendalian merupakan fungsi kontrol. mengemudikan organisasi. menjadi hirarkial di atas dan di bawah.

Bergairah dala pekerjaan 4. kejujuran. Pengetahuan tentang hubungan kemanusiaan ( Knowlwdge of human relations) 4.pada prinsip-prinsip seperti pemberdayaan. Harold Koontz dan Cyril O’Donnell dalam buku Princples of Management mengemukakan sifat-sifat kepemimpinan sebagai berikut : 1. mengemukakan syarat-syarat kepemimpinan seperti dibawah ini : 1. Ramah-tamah 5. Kecakapan bergaul ( social skill) . Cerdas 9. Ordway Tead dalam buku The Art of Leadership. Memahami/menghayati kepentingan kerjasama. Mempunyai pelatihan terhadap kepentingan yang menyeluruh 3. persamaan. Kecakapan mengajar (teaching ability) 7. Setia terhadap organisasi Menurut Henry Fayol dalam karyanya yang berjudul: General Industrial management. pelayanan. Kuat Jasmaniah dan Rukhaniah 2. matang dalam berpikir dan emosi 5. Besemangat untuk mencapai tujuan 3. Memiliki dorongan yang kuat dari dalam untuk memimpin 6. keadilan. Keseimbangan/ kemantapan perasaan (emosional stability) 3. ketulusan. mengemukakan syarat kepemimpinan seperti dibawah ini: 1. Dorongan pribadi (personal motivation) 5. Kecakapan berkomunikasi/ berhubungan(communicative skill) 6. dan self evidence. kepercayaan. integritas. Sehat jasmaniah-rohaniah (energy) 2. Memiliki kecerdasan melebihi orang-orang yang dipimpin 2. Memiliki kelancaran berbicara 4. Memiliki keahlian mengajar 10. Sangggup mengambil keputusan 8. Memiliki kemahiran teknis 7. Jujur dapat dipercaya 6.

Murphy. Schein. Tjutju. Menuju Keberhasilan Manajemen dan Kepemimpinan.Jakarta. Allright reserverd.M (1974). Posted in Kepemimpinan dan PK « Arti dan Fungsi Otomatisasi Perkantoran PLS DALAM KERANGKA PSH » You can leave a response. (2000). Miftah. (1980) Organizational Psycology . Dr. F. Inc. Gleinview Scot. Bandung. (1984). (1993). Hamzah. F. (1998). CV Mandar Maju Bandung Surakhmad. Kepemimpinan dalam Administrasi II. IKIP Bandung Press. PT Gramedia Pustaka Utama. (1983). Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode dan Teknik. NJ. firmansyah says: 26/03/2011 at 10:09 alhamdulillah… saya mendapat tambakan ilmu dari artikel yang bapak tulis…terimakasih utk ilmu . Kepemimpinan dalam Manajemen. Leadership & Efective Management. Gleinview Scot. Dkk. Inc.E & Chemmer. Dr. Yaqub. Bandung. Diponegoro. Yuniarsih. or trackback from your own site. Gajah Mada University Press. Kepemimpinan dalam Manajemen. Kemampuan teknis (tehnical competence) Daftar Pustaka Emmet C. Tarsito. Fidler. Rineka Cipta. Yogyakarta Toha. PT Raja Grafindo Persada.E & Chemmer. Manajemen Organisasi. CV. diterjemahkan oleh Yoseph Bambang M. John Wiley &Son. Leadership IQ. Jakarta Fidler. Forreman & Company. SE.S (1998) IQ Kepemimpinan. Englewood. 2 Responses to “Fungsi Kepemimpinan” 1. Diterjemahkan oleh Nurul Iman (1985) PPM.8.M (1974). M. Dasar-dasar Kepemimpinan Administrasi. Forreman & Company. Prentice Hall. Jakarta Winardi. Midas Surabaya Sukarna. Winarno. Edgar H. (1996). (1994). Leadership & Efective Management. Suatu Pendekatan Perilaku. Bandung Sutarto (1995). M.

fuad says: 03/04/2011 at 07:47 Terima kasih. ..yang sangat bermanfaat ini.semoga allah memberi kesehatan dan kemudahan amiin… 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful