Sabtu, 14 April 2012

Hormon Etilen
A. Hormon etilen

Etilen adalah salah satu hormon tumbuhan yang berbentuk gas dan berperan dalam berbagai proses fisiologis tumbuhan. Hormon ini diketahui berperan dalam memicu perkecambahan, pertumbuhan, pembungaan, kerontokan daun, pematangan dan kelayuan (senesence) buah. Buah pada saat muda mengemisikan gas ini dalam jumlah kecil secara konstan. Emisi gas meningkat pada saat buah mengalami kematangan. Pada kondisi ini aktivitas fisiologis berlangsung dengan cepat. Keberadaan gas ini di atmosfer mampu memicu kemasakan buah. Emisi gas etilen dipengruhi oleh kecepatan aktivitas fisiologis buah dan beberapa stres

yang dikenakan pada buah, seperti stres mekanis, thermal, kimiawi serta adanya pelukaan (Suparno,1998). Etilen pertama kali diindentifikasi pada tahun 1934 sebagai gas yang dikeluarkan oleh buah yang matang dan menyebabkan pematngan buah lain di sekitarnya. Sejak ditemukannya teknik kromatogrsfi gas yang dapat mendeteksi etilen yang dihasilkan oleh buah dengan cermat, penelitian tentang etilen berkembang luas . Dengan kromatografi gas, secara konsisten ditemukan bahwa etilen (C2H4) dihasilkan pada atau sebelum datangnya peningkatan ke puncak proses pematangan. Fakta ini memberi petunjuk adanya hubungan sebab-akibat antara etilen dan kemasakan buah. Hal ini menjadikan etilen sebagai subyek yang menarik dalam penelitian pasca panen (Pantastico,1989) Etilen memiliki sifat-sifat mudah larut dalam lemak, sangat mobil dan bersifat autokatalitik. Biosintesis etilen dapat berlangsung melalui empat jalur berbeda; jalur linoleat, etanol, β-alanin dan jalur metionin. Namun diantara keempat jalur ini, jalur metionin-lah yang dianggap paling tepat dalam hubungan antara etilen dengan prosen pematangan buah (Pantastico,1989). Pemberian etilen berpengaruh nyata terhadap waktu yang diperlukan untuk mencapai puncak klimaterik (Biale, 1954; Mapson dan Robinson, 1966; Pantastico dan Mendoza, 1970; dan Vines, 1965 dalam Pantastico, 1989). Berdasarkan respon yang diberikan buah terhadap pemberian etilen, buah-buahan dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu klimaterik dan nonklimaterik. Biale (1954) dalam Pantastico (1989) menyatakan bahwa buah nonklimaterik akan bereaksi terhadap pemberian C2H4 pada tingkat manapun pada kehidupan prapanen dn pasca panen, sedangkan buah klimaterik hanya akan mengadakan reaksi respiratik bila diberikan C2H4 dalam tingkat pra klimaterik, dan tidak lagi peka terhadap C 2H4 setelah permulaan kenaikan klimaterik dilampaui. Produksi etilen dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan ekternal. Faktor internal yang mempengaruhi produksi etilen antara lain: jenis jaringan, spesies, dan tahap perkembangan tumbuhan, hormon auksin dan hormon sitokinin. Produksi etilen terjadi pada tahap perkembangan tertentu seperti perkecambahan, pemasakan buah , pemekaran bunga, dan proses kelayuan daun dan bunga(Ting,1982). Kondisi ekternal yang mempengaruhi produksi etilen antara lain: stress dari lingkungan, adanya luka, jumlah oksigen yang sangat rendah, dan serangan patogen (mikroorganisme). Stres yang berasal dari lingkungan dapat berupa banjir (kondisi tergenang), kekeringan, dan proses pendinginan (Wilkins, 1989).

Selain bermanfaat dalam berbagai proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, etilen juga dapat merugikan karena dapat mempercepat pemasakan buah dan sayur sehingga kualitasnya menurun dan tidak dapat bertahan lama. Buah penghasil utama etilen adalah apel dan pisang (Yang and Hoffman, 1984).
http://dyacintaflora.blogspot.com/2012/04/hormon-etilen.html

Gas Etilen
Posted: March 18, 2012 in Biology, knowledge, SPT II

0

TUGAS KELOMPOK SPT II

GAS ETILEN

MARWAH ADINDA LESTARI PINKAN INGRID C. TUMANDUK ABDUL AKIB ASRIYANTI

H411 10 002 H411 10 104 H411 10 255 H411 10 262

NUR ALIAH FINNY ALVIONITA SITTI HARMATANG

H411 10 270 H411 10 276 H411 10 901 JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2012 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan tumbuhan dikendalikan beberapa golongan zat yang secara umum dikenal sebagai hormon tumbuhan atau fitohormon. Penggunaan istilah hormon sendiri menggunakan analogi fungsi hormon pada hewan; dan, sebagaimana pada hewan, hormon juga dihasilkan dalam jumlah yang sangat sedikit di dalam sel. Beberapa ahli berkeberatan dengan istilah ini karena fungsi beberapa hormon tertentu tumbuhan (hormon endogen, dihasilkan sendiri oleh individu yang bersangkutan) dapat diganti dengan pemberian zat-zat tertentu dari luar, misalnya dengan penyemprotan (hormon eksogen, diberikan dari luar sistem individu). Mereka lebih suka menggunakan istilah zat pengatur tumbuh (bahasa Inggris plant growth regulator). Hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses regulasi genetik dan berfungsi sebagai prekursor. Rangsangan lingkungan memicu terbentuknya hormon tumbuhan. Bila konsentrasi hormon telah mencapai tingkat tertentu, sejumlah gen yang semula tidak aktif akan mulai ekspresi. Dari sudut pandang evolusi, hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses adaptasi dan pertahanan diri tumbuh-tumbuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya. Terdapat banyak hormon dalam tumbuhan itu sendiri, tapi khusus kali ini dalam makalah ini hanya akan membahas mengenai Gas Etilen. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah dalam makalah ini, yaitu:
1. Sejarah Gas Etilen.

Etilen disebut juga ethane. Pada tahun 1864. 3. seorang ilmuwan Rusia bernama Dimitry Neljubow menunjukkan bahwa komponen aktif adalah etilen Keraguan menemukan bahwa etilen merangsang absisi pada tahun 1917. Crocker mengusulkan bahwa etilen adalah hormon tanaman yang bertanggung jawab untuk pematangan buah serta penuaan dari vegetatif jaringan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Untuk mengetahui pengertian tentang Gas Etilen. [3] Ini adalah yang paling sederhana alkena . sebuah hidrokarbon dengan rumus C2H 4 atau H2C = CH2. Pada tahun 1901. Sejarah Gas Etilen Etilen telah digunakan sejak Mesir kuno. 3. Ini adalah gas mudah terbakar tidak berwarna dengan samar “manis dan musky bau “ketika murni. dan penebalan abnormal dari batang. Etilen berperan dalam pematangan buah dan kerontokan daun. serta faktor yang mempengaruhi Gas Etilen itu sendiri. dampak. dampak. Pada tahun 1935. Untuk mengetahui sejarah dari Gas Etilen. Fungsi. serta faktor yang mempengaruhinya. Orang Cina kuno akan membakar dupa di kamar tertutup untuk meningkatkan pematangan pir. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah: 1. B. produksi. 2. produksi. yang akan luka buah ara untuk merangsang pematangan (melukai merangsang produksi etilen oleh jaringan tanaman). Selain itu Etilen ( IUPAC nama: etena) adalah senyawa organik . memutar tanaman. Untuk mengetahui fungsi. ditemukan bahwa gas bocor dari lampu jalan menyebabkan pengerdilan pertumbuhan. Pengertian Gas Etilen Etilen merupakan hormon tumbuh yang diproduksi dari hasil metabolisme normal dalam tanaman. C.2. Ia tidak sampai 1934 yang Gane melaporkan bahwa tanaman mensintesis etilen. Pengertian Gas Etilen.

Dengan giberelin.(hidrokarbon dengan karbon-karbon ikatan rangkap ). Dampak Gas Etilen Selain dampak yang menguntungkan. yaitu : — Mempercepat senensen dan menghilangkan warna hijau pada buah seperti mentimun dan sayuran daun . D. dan paling sederhana hidrokarbon tak jenuh setelah asetilena (C2H 2) . gas etilen dapat mengatur perbandingan bunga jantan dan bunga betina pada tumbuhan berumah satu. selain itu ada fungsi lain dari gas etilen yaitu : • • • • • • • • • Mengakhiri masa dormansi Merangsang pertumbuhan akar dan batang Pembentukan akar adventif Merangsang absisi buah dan daun Merangsang induksi bunga Bromiliad Induksi sel kelamin betina pada bunga Merangsang pemekaran bunga Bersama auksin gas etilen dapat memacu perbungaan mangga dan nenas. ternyata gas etilen itu sendiri memiliki dampak yang tidak di inginkan. Fungsi Gas Etilen Fungsi utama dari gas etilen sendiri adalah berperan dalam proses pematangan buah. Tapi. Rumus kimia etilen C.

— Mempercepat pemasakan buah selama penanganan dan penyimpanan — “Russet spoting” pada selada — Pembentukan rasa pahit pada wortel — Pertunasan kentang — Gugurnya daun (kol bunga. Buah pecah. Etilen dibentuk dari metionin melalui 3 proses: • • • ATP merupakan komponen penting dalam sintesis etilen. Faktor yang mempengaruhi aktifitas Gas Etilen Adapun yang mempengaruhi aktifitas etilen yaitu: — Suhu. ATP dan air akan membuat metionin kehilangan 3 gugus fosfat. sedangkan untuk buah-buahan yang lain lebih rendah. — Luka mekanis dan infeksi. Suhu tinggi (>350C) tidak terjadi pembentukan etilen. dan tingkatan perkembangan. Oksigen dibutuhkan untuk mengoksidasi ACC dan memproduksi etilen. Suhu optimum pembentukan etilen (tomat. E. Produksi etilen bergantung pada tipe jaringan. Reaksi ini dikatalisasi menggunakan enzim pembentuk etilen. Asam 1-aminosiklopropana-1-karboksilat sintase(ACC-sintase) kemudian memfasilitasi produksi ACC dan SAM (S-adenosil metionin). tanaman hias) — Pengerasan pada asparagus — Mempersingkat masa simpan dan mengurangi kualitas bunga — Gangguan fisiologis pada tanaman umbi lapis yang berbunga — Pengurangan masa simpan buah dan sayuran E. memar.apel) 320C. spesies tumbuhan. dimakan dan jadi sarang ulat — Sinar radioaktif — Adanya O2 dan CO2. Bila O2 diturunkan dan CO2 dinaikkan maka proses pematangan terhambat. Dan bila keadaan anaerob tidak terjadi pembentukan etilen . kubis. Produksi Gas Etilen Etilen diproduksi oleh tumbuhan tingkat tinggi dari asam amino metionin yang esensial pada seluruh jaringan tumbuhan.

Apabila konsentrasi auxin meningkat maka etilen juga akan meningkat — Tingkat kematangan BAB III PENUTUP .— Interaksi dengan hormon auxin.

Hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses regulasi genetik dan berfungsi sebagai prekursor. Penggunaan istilah ” hormon” sendiri menggunakan analogi fungsi hormon pada hewan. Gas Etilen itu merupakan hormon yang dihasilkan oleh buah yang sudah tua atau matang. ada baiknya ada buku atau diktat untuk di jadikan landasan dalam mata kuliah ini. sinar radioaktif. Beberapa ahli berkeberatan dengan istilah ini karena fungsi beberapa hormon tertentu tumbuhan ( hormone endogen.com/2012/03/18/gas-etilen/ HORMON TUMBUHAN Posted: December 3. yaitu : 1. 3. Rangsangan lingkungan memicu terbentuknya hormon tumbuhan. adanya O2 dan H2O. sejumlah gen yang semula tidak aktif akan mulai ekspresi. 4. dan pergerakan tumbuhan dikendalikan beberapa golongan zat yang secara umum dikenal sebagai hormone tumbuhan atau fitohormon. Fungsi utama dari Gas Etilen adalah membantu dalam proses pematangan buah. Bila konsentrasi hormon telah mencapai tingkat tertentu. dan tingkat kematangan buah itu sendiri. Sejarah dari Gas Etilen dimulai dari Mesir kuno. sebagaimana pada hewan. 2010 in biologi.wordpress. Pemahaman terhadap fitohormon pada masa kini telah membantu peningkatan .hormon juga dihasilkan dalam jumlah yang sangat sedikit di dalam sel. Dari sudut pandang evolusi. dan tingkatan perkembangan 5. Mereka lebih suka menggunakan istilah zat pengatur tumbuh (bahasa Inggris plant growth regulator). Hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses adaptasi dan pertahanan diri tumbuh-tumbuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya. Aktifitas Gas Etilen Di pengaruhi oleh Suhu. Produksi Gas Etilen di dapat dari asam amino metionin yang esensial pada seluruh jaringan tumbuhandan sangat bergantung pada tipe jaringan. http://phyovhyo. diberikan dari luar sistem individu).2 Saran Agar dalam proses pemberian materi kepada mahasiswa. perkembangan. Hormon auksin. tapi dampak negatifnya masa penyimpanan menjadi lebih pendek. spesies tumbuhan. dihasilkan sendiri oleh individu yang bersangkutan) dapat diganti dengan pemberian zat-zat tertentu dari luar. di kenal pada tahun 1901 dan berkembang dari tahun 1935 sampai sekarang 2. luka. misalnya dengan penyemprotan ( hormo neksogen.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang di ambil dari makalah ini. III. dan merupakan senyawa organik dengan rumus kimia C 2H4. Materi Kuliah 3 Pertumbuhan. dan.III.

4. Dominansi apikal (pertumbuhan ujung pucuk suatu tumbuhan yang menghambat perkembangan kuncup lateral di batang sebelah bawah).merupakan faktor yang berkaitan dengan keturunan atau gen 2. tumbuhan mengandung tiga senyawa lain yang dianggap sebagai hormon auksin. Istilah auksin pertama kali digunakan oleh Frits Went yang menemukan bahwa suatu senyawa menyebabkan pembengkokan koleoptil ke arah cahaya. Kelembaban. Suhu ideal yang diperlukan untuk pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum. merupakan suatu hal yang dapat dibuktikan. B. Aplikasi zat pengatur tumbuh dalam pertanian modern mencakup pengamanan hasil (seperti penggunaan cycocel untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap lingkungan yang kurang mendukung). Faktor Dalam 1. Perubahan tersebut menurut Gordon (1956) adalah perubahan dari Trypthopan menjadi IAA Tryptamine sebagai salah satu zat organik. memperbesar ukuran dan meningkatkan kualitas produk (misalnya dalam teknologi semangka tanpa biji). zat tersebut atas .hasil pertanian dengan ditemukannya berbagai macam zat sintetis yang memiliki pengaruh yang sama dengan fitohormon alami. Secara umum merupakan faktor penghambat. Diferensiasi salah satu unsur hara atau lebih akan menghambat atau menyebabkan pertumbuhan tak normal. 1. 1952). 2. Air dan Mineral berpengaruh pada pertumbuhan tajuk 2 akar. selanjutnya ia mengemukakan bahwa zat kimia tersebut aktif dalam menstimulasi pertumbuhan kemudian berubah menjadi IAA. 3. Pembengkokan koleoptil yang terjadi akibat terpacunya pemanjangan sel pada sisi yang ditempeli potongan agar yang mengandung auksin. Suhu : di antaranya mempengaruhi kerja enzim. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Perkembangan A. Absisi dan Pembentukan akar adventif. Selain IAA. Auksin yang ditemukan Went kini diketahui sebagai asam indol asetat (IAA). Faktor Luar 1. Indoleacetaldehyde. Auksin adalah senyawa asam indol asetat (IAA) yang dihasilkan di ujung meristem apikal (ujung akar dan batang). Diidentifikasikan test sebagai bahan auxin yang aktif dalam tanaman. Kejadian di dalam alam stimulasi auxin pada pertumbuhan celeoptile ataupun pucuk suatu tanaman. merupakan salah satu zat yang terbentuk dalam biosintesis IAA. dan asam indolbutirat (IBA) yang ditemukan pada daun jagung dan berbagai jenis tumbuhan dikotil. Dalam hal ini perlu dikemukakan dalam tanaman fanili Cruciferae dan merupakan zat yang dapat dikelompokan ke dalam auxin (Jones et al. Went (1928) pertama kali menemukan auksin pada ujung koleoptil kecambah gandum Avena sativa. yaitu 4-kloro indolasetat (4 kloro IAA) yang ditemukan pada biji muda jenis kacangkacangan. Faktor hereditas. Auksin berperan dalam berbagai macam kegiatan tumbuhan di antaranya adalah: Perkembangan buah.W. Menurut Thimann dan Mahadevan (1958). Praktek yang mudah dalam pembuktian kebenaran diatas dapat dilakukan dengan Bioassay method yaitu dengan the straight growth tets dan curvature Menurut Larsen (1944). Hormon. Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat yang gelap Fotoperiodisme adalah respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang penyinaran. asam fenil asetat (PAA) yang ditemui pada banyak jenis tumbuhan. atau menyeragamkan waktu berbunga (misalnya dalam aplikasi etilena untuk penyeragaman pembungaan tanaman buah musiman. F. Cahaya : mempengaruhi fotosintesis. yang berbeda untuk tiap jenis tumbuhan.

GA1. GA8. GA2. Pembentukan callus (callus formation) dan i. Kemudian pada Rudbeckia bicolor diketemukan . Menghilangkan sifat kerdil secara genetik pada tumbuhan dan Merangsang pembelahan dan pemanjangan sel. pada pucuk tanaman jeruk dan biji mentimun diketemukan GA1. GA36. GA4. Dan yang terakhir yaitu pada Calonyction aculeatum diketemukan : GA30. Ahli lainnya (Cmelin dan Virtanen. Apical dominasi e. GA18. adapun hasil penelitian lanjutannya menghasilkan GA1. GA19. Adapun pada tanaman Phaseolus coclirecus diketemukan .d GA5. GA4. Hasil penelitian Meizger dan Zeivaart (1980) menunjukan bahwa pada pucuk bayam (spinach) didapatkan gibberellin . GA13. dan GA34. GA3. GA13. Phototropisme c. GA25. ada yang diketemukan pada tanaman tinggi dan ada juga yang diketemukan pada keduanya. dijumpai pada sword bean. 1954 dalam Weaver 1972). diketemukan pada anggur. GA7. tebu (GA5). GA44.d GA23. Kang (1970) dan Weaver (1972). GA9. GA1. GA5. 2. GA9. diketemukan pada umbi tulip. GA3 s. GA1 s. GA31. GA19. GA7.d GA4. GA27. pisang (GA7). diketemukan pada pucuk bambu. GA7 s. GA23. GA20. GA17. Pertumbuhan akar (root initiation) f. daun muda. antara lain: Memacu perpanjangan secara abnormal batang utuh. dan GA22. s. Dan zat organik lain (Indoleethanol) yang terbentuk dari Trypthopan dalam biosin. 1961) menerangkan bahwa Indoleacetonitrile yang terdapat pada tanaman. GA1. kacang. GA20. GA4. GA1. Respirasi 2. GA53. Abisission h.d GA9. GA4. GA7. GA9. dan GA3 . GA17. GA8.d GA35. GA19. GA7. Dilihat dari segi fisiologi. Dalam tahun (1951) Stodola dkk melakukan penelitian terhadap substansi ini dan menghasilkan “Gibberelline A” dan “Gibberelline X”. GA24. s. dan GA13. GA28). Dan yang terakhir yaitu gibberellin yang diketemukan pada jamur dan tanaman derajat tinggi yaitu . GA3. dijumpai pada biji apel. 1976). GA1. Parthenocarpy g. GA26. GA13. s. Hasil penelitian terhadap metabolisme auxin menunjukan bahwa konsentrasi auxin di dalam tanaman mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Jenis gibberellin yang diketemukan pada jamur yaitu . GA7. terbentuk dari Glucobrassicin atas aktivitas enzym Myrosinase. GA1. Pada saat yang sama dilakukan pula penelitian di Laboratory of the Imperial Chemical Industries di Inggris sehingga menghasilkan GA3 (Cross. hormon tumbuh ini berpengaruh terhadap : a. kemudian GA3. GA33. Perkecambahan biji dan mobilisasi cadangan makanan dari endosperm untuk pertumbuhan embrio. Gibberellin . Perkembangan bunga dan buah. dan GA29. Giberelin memiliki beberapa peranan. Sedangkan jenis gibberellin yang diketemukan pada tanaman derajat tinggi yaitu . Pengembangan sel b. dan akar. GA2.d GA9. GA26.d GA6. s. Menurut Mac Millan dan Takashashi (1968).d GA9. seperti biji. selanjutnya GA21. Pemecahan Auxin dan In-aktifnya IAA sebagai akibat proses pemecahan molekul. GA17. Penelitian lanjutan dilakukan oleh Yabuta dan Hayashi (1939). Metabolisme .bantuan enzym nitrilase dapat membentuk auxin. barley wheat diketemukan GA1. Ia dapat mengisolasi crystalline material yang dapat menstimulasi pertumbuhan pada akar kecambah. dan GA20. s. jagung.d GA16. GA20. Geotropisme d. s. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi konsentrasi IAA ini adalah Sintesis Auxin. dan GA29 diketemukan pada Pharbitis nil. Thesis IAA adalah atas bantua bakteri (Rayle dan Purves. Auxin sebagai salah satu hormon tumbuh bagi tanaman mempunyai peranan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Giberelin adalah jenis Hormon tumbuh yang mula-mula diketemukan di Jepang oleh Kurosawa (1926). gibberellin ada yang diketemukan dalam jamur Gibberella Fujikuroi. Alam telah ditemukan lebih dari sepuluh buah jenis gibberellin. Giberelin disintesis di hampir semua bagian tanaman. Pada tanaman lain yaitu : Lipinus lutens (GA18.

Dari hasil penelitian menunjukan bahwa gibberelline berperan penting dalam proses aktivitas amilase. Hal ini ada hubungannya dengan terbentuknya DNA baru yang kemudian menghasilkan RNA. Monoterpene (C-10).C C-C-C C Unit Isoprene (5-C) Unit-unit triterpene isoprene ini dapat bergabung sehingga menghasilkan (C-30). ia menemukan suatu substansi dalam jamur Helminthosporium sativum yang dinamakan “helminthosporol” yang aktif dalam perpanjangan daun pada kecambah padi dan barley. peranan dalam mobilisasi mendukung sintesa karbohidrat perpanjangan selama sel (cell perkecambahan (germination) dan aspek fisiologi kainnya. warna. gibberelline mempunyai peran penting yaitu mampu mengundurkan pematangan (repening) dan pemasakan (maturing) suatu jenis buah. beberapa gibberelline mempunyai 19 buah atom karbon dan yang lainnya mempunyai 20 buah atom karbon. Penelitian yang dilakukan Henny (1981) pada bungan spothiphyllum Mauna loa. Grup hidroksil berada dalam posisi 3 dan 13 (ent gibberellene numbering system) Semua gibberelline dengan 19 atom karbon adalah monocarboxylic acid yang mengandung COOH grup pada posisi 7 dan mempunyai sebuah lactonering. mempunyai peranan dalam pembungaan. Gibberelline mempunyai peranan dalam aktivitas kambium dan perkembangn xylem. mempunyai serta partohenocarpy. Sesqueterpene (C-15). perbedaan utama pada gibberelline adalah: a. namun aktivitasnya seperti gibberelline.Peranan Gibberellin dalam pematangan buah (fruit ripening) Pematangan (ripening) adalah suatu proses fisiologis. Begitu pula dengan mengadakan aplikasi GA3 + IAA dengan konsentrasi masing-masing 250 dan 500 ppm. Di dalam proses biosintesis telah diketemukan zat penghambat (growth retardant) di dalam aktivitas ini. yaitu terjadinya perubahan dari kondisi yang tidak menguntungkan ke suatu kondisi yang menguntungkan. dan 500 ppm mendukung terjadinya diferensiasi xylem pada pucuk olive. Arti gibberellin bagi fisiologi tanaman. Aplikasi GA3 dengan konsentrasi 100. Dari hasil penelitian Tamura dkk. pembuangan. Hal ini telah dibuktikan dengan menggunakan GA yang mengakibatkan aktivitas amilase miningkat. Senyawa lain yang ditemukan tanpa gibban skeleton yaitu “Steviol”. aktivitas kambium dan mendukung pembentukan RNA baru protein. ditandai dengan perubahan tekstur. O H OH CO CH2 HO H COOH H CH3 H GA3 (gibberellic acid) 4. dari menghambat proses perubahan Geranylgeranyl pyrophosphat ke Kaurene. Gibberellin sebagai hormon tumbuh pada tanaman sangat berpengaruh pada sifat genetik (genetic dwarfism). dijumpai pula beberapa senyawa yang di ekstrak dari tanaman. Semua kelompok terpinoid terbentuk dari unit isoprene yang terdiri dari 5 atom karbon. Sedangkan aplikasi auxin saja tidak . Senyawa tersebut tidak mengandung gibberelline atau gibberellane structure tetapi termasuk ke dalam gibberelline. rasa dan aroma.gibberelline Gibberellin adalah zat kimia yang dikelompokan kedalam terpinoid. Gibberelline elongation). diterpene (C-20) dan Biosintesis gibberelline yang terdapat dalam jamur Gibberella Fujikuroi berproses dari Mevalonic acid sampai menjadi gibberellin. f. Di dalam alam.Stimulasi aktivitas cambium dan perkembangn xylem. Aktivitas enzym a amilase dan protease di dalam endosperm juga didukung oleh GA melalui de novo synthesis. b. penyinaran. Struktur molekul dan aktivitas gibberelline Gibberelline merupakan suatu compound (senyawa) yang mengandung “gibban skeleton”. Gibbereline sebagai salah satu hormon tumbuh pada tanaman. Menurut Weaver (1972). Dalam proses pematangan ini. 250. maka terjadi pengaruh sinergis pada xylem. Beberapa contoh growth retardant yang menghambat biosintesis gibberelline pada tanaman antara lain Amo1618 tanaman (2-isopropil-4-dimetil-kamine-5 mentimun dalam liar (Exhmocytis metil phenil-4pipendine Amo-1618 karboksilatmetil klorida) menghambat biosintesis gibberelline pada macrocarpa). Begitu pula growth retardant CCC (2chloroethyl) trimethyl (amonium chloride) memperlihatkan aktivitas yang sama dengan Amo-1618. 3.

sehingga merupakan suatu sistem. Hormon tumbuh yang secara umum berlainan dengan Auxin. Kesemuanya berinteraksi antara satu sama lainnya. Sitokinin mempunyai beberapa fungsi. 3.memberi pengaruh. Dalam keadaan normal ethylene akan berbentuk gas dan struktur kimianya sangat sederhana sekali. Dan menurut ahli tsb. 2) Merangsang diferensiasi sel-sel yang dihasilkan dalam meristem. maka keadaan pertumbuhan tobacco pith culture tersebut akan berbentuk callus . dan menghambat pemanjangan batang kecambah. Sebaliknya apabila cytokinin lebih rendah dari auxin. maka ini akan mengakibatkan stimulasi pada pertumbuhan akar. Pada tanaman Dormansi adalah masa istirahat bagi suatu organ tanaman atau biji. 3. Sedangkan dalam pembelahan sel. Dihasilkan bahwa apabila dalam perbandingan cytokinin lebih besar dari auxin. Setelah itu ditemukan senyawa sitokinin yang lain dalam endosperma cair jagung. Di alam ethilene akan berperan apabila terjadi perubahan secara fisiologis pada . etilen menunda pembungaan. Gibberellin. daun dan akar akan berimbang pula. terdapat etilen sintetik. Etilen Buah-buahan terutama yang sudah tua melepaskan gas yang disebut etilen. dan Cytokinin. yaitu zeatin. 3) Mendorong pertumbuhan tunas samping dan perluasan daun. 5) Merangsang pembentukan pucuk dan mampu memecah masa istirahat biji (breaking dormancy). gibberellin dan cytokinin bekerja tidak sendiri-sendiri. Bentuk dasar dari cytokinin adalah adenin (6-amino purine). 4) Menunda penuaan daun. Etilen sintetik ini sering digunakan para pedagang untuk mempercepat pemasakan buah. Pada tanaman. Begitu pula dengan zat pengatur tumbuh . etilen juga memacu perkecambahan biji. Arti Cytokinin bagi fisiologi tanaman Penelitian pertumbuhan pith tissue culture dengan menggunakan cytokinin dan auxin dalam berbagai perbandingan telah dilakukan oleh Weier et al (1974). 4. menurunkan dominansi apikal dan inisiasi akar. mendorong gugurnya daun. Selain itu. Adenin merupakan bentuk dasar yang menentukan terhadap aktifitas cytokinin. Di dalam senyawa cytokinin. Sedangkan apabila perbandingan cytokinin dan auxin berimbang. Selain etilen yang dihasilkan oleh tumbuhan. dikemukakan bahwa IAA dan kinetin. Gibberellin dan Auxin dalam perkembangan tanaman Di dalam alam tidak satu unsurpun yang berdiri sendiri. menebalkan batang. panjang rantai dan hadirnya suatu double bond dalam rantai tersebut akan meningkatkan aktifitas zat pengatur tumbuh ini. maka hal ini akan memperlihatkan stimulasi pertumbuhan tunas dan daun. tetapi ketiga hormon tersebut bekerja secara berinteraksi yang dicirikan dalam perkembangan tanaman. Sitokinin sintetik lainnya adalah BAP (6-benzilaminopurin) dan 2-ip. yaitu etepon (asam 2-kloroetifosfonat). dan menghambat pemanjangan batang kecambah. apabila digunakan secara tersendiri akan menstimulasi sintesis DNA dalam tobacco pith culture. zat pengatur tumbuh auxin. Interaksi Cytokinin. Etilen disintesis oleh tumbuhan dan menyebabkan proses pemasakan yang lebih cepat. Selain memacu pematangan. Sitokinin Kinetin merupakan sitokinin sintetik yang pertama ditemukan oleh Carlos Miller pada ikan kering. antara lain: 1) Memacu pembelahan sel dalam jaringan meristematik. NH2 N NH Adenine (6-amino purine) 2. kehadiran IAA dan kinetin ini diperlukan dalam proses mitosis walaupun IAA lebih dominan pada fase tersebut. maka pertumbuhan tunas. Tetapi apabila konsentrasi cytokinin itu sedang dan konsentrasi auxin rendah.

misalnya Colletriche dan padi.Asam absisat (ABA) Asam absisat (ABA) merupakan penghambat (inhibitor) dalam kegiatan tumbuhan. Mendukung terjadinya abscission pada daun h. Senyawa tersebut mengalami perubahan atas bantuan cahaya dan FMN menjadi ethykene. ethylene mempunyai peranan penting. formic acid. akan mendukung protein yang akan mengkatalisasi sintesis ethylene dan precursor. hormon tumbuh ini menentukan pembentukan protein yang diperlukan dalam aktifitas pertumbuhan. sedangkan rendahnya konsentrasi auxin. Hasil penelitian menunjukan bahwa kehadiran auxin dapat menstimulasi produksi ethylene. pertama kali dilakukan oleh Neljubow (1901) dan Kriedermann (1975). Wareing dan F. 1. Menghambat perpanjangan batang (elengation growth) dan akar pada beberapa species tanaman walaupun ethylene ini dapat menstimulasi perpanjangan batang.F. zat tersebut dapat mendukung proses pembungaan pada tanaman nanas. Mendukung adanya flower fading dalam persarian anggrek. 5. namun menurut Rodriquez (1932). Hormon Asam Absisat (ABA) Asal kata: Bahasa Latin Penemu: P. 3. Hasil penelitian lain menunjukan bahwa adanya penghambatan transportasi auxin oleh endogenous ethylene yang menyebabkan terjadinya abscission pada daun. Tetapi kehadiran ethylene menyebabkan rendahnya konsentrasi auxin di dalam jaringan. Mendukung proses pembungaan pada nanas. Peranan ethylene dalam proses pematangan buah.T. Hasil penelitian Zimmerman et al (1931) menunjukan bahwa ethylene dapat mendukung terjadinya abscission pada daun. Hubungannya dengan konsentrasi auxin. hasilnya menunjukan gas ethylene dapat membuat perubahan pada akar tanaman. bunga dan buah. Menghambat transportasi auxin secara basipetal dan lateral. Wereing dan Phillips (1970) telah mengelompokan pengaruh ethylene dalam fisiologi tanaman sbb: mendukung respirasi climacteric dan pematangan buah mendukung epinasti.suatu tanaman. Peranan ethylene dalam fisiologi tanaman Di dalam proses fisiologis. Addicott Objek penelitian: buah kapas Hasil penelitian : Mendorong terjadinya perontokkan (absisi) pada tumbuhan Jenis : Kinetin. Dari hasil penelitian terhadap tanaman kacang (pea). dan menyebabkan rontoknya daun. Menstimulasi pertumbuhan secara isodiametrical lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan secara longitudinal. Mendukung terbentuknya bulu-bulu akar. methyl disulphide. Mekanisme timbal balik secara teratur dengan adanya auxin yaitu konsentrasi auxin yang tinggi menyebabkan terbentuknya ethylene. Menstimulasi perkecambahan. Struktur kimia dan Biosintesis ethylene Struktur kimia ethylene sangat sederhana yaitu terdiri dari 2 atom karbon dan 4 atom hidrogen seperti gambar di bawah ini : HH C=C HH Ethylene Biosintesis ethylene terjadi di dalam jaringan tanaman yaitu terjadi perubahan dari asam amino methionine atas bantuan cahaya dan FMN (Flavin Mono Nucleotide) menjadi Methionel. Disini IAA mengontrol pembentukan ethylene dalam perpanjangan batang pea. Penelitian terhadap ethylene. coleoptyle dan mesocotyle pada tanaman tertentu. menunjukan bahwa pembentukan ethylene lebih tampak pada jaringan meristem tempat auxin dihasilkan. Penelitian lain telah membuktikan tentang adanya kerja sama antara auxin dan ethylene dalam pembengkakan (swelling) dan perakaran dengan cara mengaplikasikan auxin pada jaringan setelah ethylene berperan. Kehadiran kinetin dalam pertumbuhan tunas lateral dapat mengatasi penghambatan yang diakibatkan oleh IAA. Zeatin (pada jagung) benzil amino purin Kesimpulan : hormon yang menyebabkan kerontokan ada saun dan buah . hormon ini akan berperan pada proses pematangan buah dalam fase climacteric.

namun merekan juga memberikan efek pada kulit. 6. Interaksi ini kebanyakkan didasarkan pada interaksi ion elektrostatik antara muatan positif kelompok ammonium dari polyamine dan muatan negatif dari phosphat.Polyamine mewakili kelompok hormon pertumbuhan tanaman.Hormon Kalin Dihasilkan pada jaringan meristem. B6) asam ascorbat (vit. seperti daun. integritas pankreatis dan pertumbuhan regenerasi dalam mamalia. 2) Menginduksi pengangkutan fotosintesis ke biji yang sedang berkembang dan mendorong sintesis protein simpanan. Level metabolis dari polyamine dan prekursor asam amino adalah sangat penting untuk dijaga. pertumbuhan rambut. piridoksin (vit. Fitokalin: memacu pertumbuhan daun b. spermine merupakan senyawa penting yang banyak digunakan untuk mengendapkan DNA dalam biologi molekuler. Kaulokalin: memacu pertumbuhan batang c. depot lemak. thiamin (vitamin B1). kesuburan. Memacu pertumbuhan organ tubuh tumbuhan Jenisnyaadalah: a. Rhizokalin: memacu pertumbuhan akar d. Hormon Luka/Kambium luka/Asam traumalin Hormon yang merangsang sel-sel daerah luka menjadi bersifat meristematik sehingga mampu mengadakan penutupan bagian yang luka Vitamin B12 9riboflavin). C).poliamina Mempunyai peranan besar dalam proses genetis yang paling mendasar seperti sintesis DNA dan ekspresi genetika. asam nikotinat merupakan jenis vitamin yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan pertumbuhan dan perkembangan Vitamin berperan sebagai kofaktor 7. 3) Mengatur penutupan dan pembukaan stomata terutama pada saat cekaman air. Asam absisat mempunyai peran fisiologis diantaranya adalah: 1) Mempercepat absisi bagian tumbuhan yang menua. Anthokalin: memacu pertumbuhan bunga dan buah Florigen hormon tumbuhan yang khusus merangsang pembentukan bunga. . Spermine dan spermidine berikatan dengan rantai phosphate dari asam nukleat. Sebagai tambahan. perkembangbiakan dan diferensiasi pada tanaman dan hewan. Spermidine menstimulasi aktivitas dari T4 polynucleotida kinase and T7 RNA polymerase dan ini kemudian digunakan sebagai protokol dalam pemanfaatan enzim 8.Polyamine adalah kunci dari migrasi sel. oleh karena itu biosynthesis dan degradasinya harus diatur secara ketat. buah dan dormansi tunas.Fungsi Hormon Asam Absisat (ABA) Mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan di daerah titik tumbuh Memacu pengguguran daun pada saat kemarau untuk mengurangi penguapan air Membantu menutup stomata daun untuk mengurangi penguapan Mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan sel bahkan menghentikannya Memicu berbagai jenis sel tumbuhan untuk menghasilkan gas etilen Memacu dormansi biji agar tidak berkecambah Hormon ini dibentuk pada daundaun dewasa.

Giberelin mula-mula diketemukan di Jepang oleh Kurosawa pada tahun 1926. merangsang produksi enzim (a-amilase). Menurut Abidin (1990) Kurosawa melakukan penelitian terhadap penyakit ”bakane” yang menyerang tanaman padi dan ternyata penyebab dari penyakit ini adalah jamur Giberella fujikuroi. Oleh karena itulah hormon ini sering dijadikan faktor kunci dalam perangkaian teknologi inovasi pertanian khususnya dalam hal memperbesar komoditas panen. Dengan kata lain cendawan tersebut mampu mengakibatkan pemanjangan ruasruas yang berlebihan pada batang dan daun sehingga padi lebih mudah rebah. Hormon giberelin merupakan zat pengatur tumbuh yang sering digunakan untuk memperbesar ukuran hasil panen komoditas pertanian. menyebabkan parthenocarpic (tanpa biji) pengembangan buah. Giberelin mampu mematahkan dormansi atau hambatan pertumbuhan tanaman sehingga tanaman dapattumbuh normal (tidak kerdil). dan menunda penuaan dalam daun dan buah jeruk. memacu proses perkecambahan biji. merangsang pembelahan sel dan perpanjangan. hal ini akibat dari tanaman padi tumbuh tinggi melebihi ukuran normal. .com/2010/12/03/hormon-tumbuhan/ SINGKRONISASI AKTIVITAS HORMON GIBERELIN DENGAN HORMON TUMBUHAN LAINNYA Rate This Sinkronisasi Aktivitas Hormon Giberelin dengan Hormon Tumbuhan Lainnya Giberelin adalah hormon pada tumbuhan yang memiliki fungsi sebagai agen perangsang pemanjangan sel sehingga bagian tanaman menjadi lebih besar dari ukuran normalnya. merangsang pembungaan.http://slemgaul.wordpress. Penyakit bakane menyebabkan tumbuhan padi rebah.

1972) dalam Handayani (2004). Penggunaan giberelin akan mendukung pembentukan enzim proteolitik yang akan membebaskan triptopan sebagai asal bentuk dari auksin. Giberelin menjalin kerjas sama dengan hormon dan ezim lainnya. Golongan sitokinin sangat penting dalam pengaturan pembelahan sel dan morfogenesis (Winata. Misalnya pada kasus pembentukan kuncup liar. Secara tidak langsung. buah dan organ-organ lainnya.1990). 2004). Giberelin mampu membentuk enzim yang dapat melunakkan dinding sel terutama enzim proteolitik yang akan melepaskan amino triptofan sebagai prekusor/pembentuk auksin sehingga kadar auxin dalam tanaman tersebut meningkat. Sitokinin sebagai senyawa organik yang mendorong pembelahan sel tanaman dan menentukan arah diferensiasi sel tanaman. sehingga ada kecenderungan sel tersebut berkembang. akan mendukung terbentuknya α amylase (Abidin. Mekanisme lainnya menerangkan bahwa giberelin akan menstimulasi cell elongation . Selain auksin. Wattimena (1988) dalam Handayani (2004) menjelaskan bahwa sitokinin juga dapat memperlambat proses penghancuran butir-butir klorofil pada daun. giberelin dapat dikatan mengaktivkan auksin yang dalam tubuh tanaman yang diperlakukan. Auksin dan giberelin bekerja sama dalam hal pemanjangan sel sehingga kecepatan tumbuh tanaman meningkat dan daya tumbuh organ tanaman melebihi batas normalnya. tekanan osmotik di dalam sel juga menjadi naik. Sehingga secara logika tanaman yang diperlakukan dengan giberelin akan meningkat kualitas rasanya dalam hal kemanisan. Pembentukan kuncup liar dianggap terjadi karena dipacu oleh adanya sinergisme antara auksin dan sitokinin. (Heide. secara tidak langsung ada sinergisme aktivitas dengan hormon sitokinin. Dari sini mulai terkuak bahwa penyebab terjadinya penundaan penuaan pada organ tanaman adalah berkat kerjasama giberelin-auksin-sitokinin misalnya penundaan penuaan daun dan buah jeruk. Selain itu jika konsentrasi gula meningkat. 1988 dalam Handayani. karena adanya hidrolisa pati yang dihasilkan dari giberelin. Pendapat dari ahli mengenai Cell elongation atau pemanjangan sel adalah giberelin mendukung pengembangan dinding sel.Dalam hal pembesaran suatu organ dalam tanaman giberelin tidak bekerja sendiri. . Hal ini berarti bahwa kehadiran giberelin tersebut akan meningkatkan kandungan auksin. Selain itu giberelin juga mampu membentuk enzim alpha amilase yang berfungsi sebagai katalisator pada reaksi perombakan pati menjadi gula sederhana (glukosa) yang memeiliki karakteristik rasa lebih manis. dan memperlambat proses senesen pada daun.

1990. DAFTAR PUSTAKA Abidin. 2004.Hormon giberelin diaplikasikan melalui perendaman namun dapat juga disemprotkan pada fase tertentu pada tanaman. Handayani.Zainal.1 Latar Belakang . dan Triakontanol. bergantung jenis tanaman dan umur tanaman yang akan diperlakukan.) dengan penyemprotan Giberelin. Bogor : Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor Harjadi. perlakuan giberelin diberikan pada saat tanaman berupa bibit atau benih siap tanam. Respon Pertumbuhan Bibit Duku (Lansium domesticum Corr. Bandung :Angkasa.Zat Pengatur Tumbuhan.wordpress. Sitokinin. Pada tanaman anggrek untuk menciptakan anggrek yang berbunga serempak maka hormon giberelin diberikan pada saat tanamna hampir melakukan inisiasi bunga dengan cukup disemprotkan dengan dosis sebesar 2 mg/liter.2009. Rd.com/2012/12/07/singkronisasi-aktivitashormon-giberelin-dengan-hormon-tumbuhan-lainnya/ Makalah Etilen dan ABA 11 December 2012 Goto comments Leave a comment BAB I PENDAHULUAN 1. Jakarta : Penebar Swadaya http://sustainablemovement.Sri Setyati. Dasar-Dasar Pengetahuan Tentang Zat Pengatur Tumbuhan. Selvy. Sedangkan pada semangka.

Pertumbuhan. Terdapat banyak hormon dalam tumbuhan itu sendiri. Dari sudut pandang evolusi. dihasilkan sendiri oleh individu yang bersangkutan) dapat diganti dengan pemberian zat-zat tertentu dari luar.1 Definisi Etilen Hormon Gas Etilen adalah hormon yang berupa gas yang dalam kehidupan tanaman aktif dalam proses pematangan buah. BAB II PEMBAHASAN 2. tapi khusus kali ini dalam makalah ini hanya akan membahas mengenai Gas Etilen dan asam absisat. Seperti pada tumbuhan apabila telah berbunga maka tumbuhan itu sudah dikatakan dewasa.2 Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar mahasiswa mampu memahami dan mengerti tentang apa yang dimaksud dengan hormone gas etilen dan hormone asam absisat. Penggunaan istilah hormon sendiri menggunakan analogi fungsi hormon pada hewan. dan pergerakan tumbuhan dikendalikan beberapa golongan zat yang secara umum dikenal sebagai hormon tumbuhan atau fitohormon. maka kinerja sintetis ethylen berjalan optimal sehingga tujuan agar buah cepat masak bisa tercapai. Pertumbuhan adalah proses kenaikan volume yang bersifat irreversible (tidak dapat balik) karena adanya penambahan substansi termasuk di dalamnya ada perubahan bentuk yang menyertai penambahan volume tersebut. misalnya dengan penyemprotan (hormon eksogen. hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses adaptasi dan pertahanan diri tumbuh-tumbuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya. Rangsangan lingkungan memicu terbentuknya hormon tumbuhan. Aplikasi mengandung ethephon. Protephon) .Makhluk hidup selalu mengalami pertumbuhan dan perkembangan. dan mengerti bagaimana proses penerapan pada tumbuhan. perkembangan. dan. Beberapa ahli berkeberatan dengan istilah ini karena fungsi beberapa hormon tertentu tumbuhan (hormon endogen. Mereka lebih suka menggunakan istilah zat pengatur tumbuh (bahasa Inggris plant growth regulator). Hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses regulasi genetik dan berfungsi sebagai prekursor. 1. diberikan dari luar sistem individu). sejumlah gen yang semula tidak aktif akan mulai ekspresi. Bila konsentrasi hormon telah mencapai tingkat tertentu. hormon juga dihasilkan dalam jumlah yang sangat sedikit di dalam sel. sebagaimana pada hewan. Sedangkan perkembangan adalah proses menuju kedewasaan pada makhluk hidup yang bersifat kualitatif yaitu makhluk hidup dikatakan dewasa apabila alat perkembangbiakannya telah berfungsi. (misalnya: Etephon.

2.Mekanisme timbal balik secara teratur dengan adanya auxin yaitu konsentrasi auxin yang tinggi menyebabkan terbentuknya ethylene. Ini adalah yang paling sederhana alkena (hidrokarbon dengan karbon-karbon ikatan rangkap ). Selain itu Etilen ( IUPAC nama: etena) adalah senyawa organik.Menghambat transportasi auxin secara basipetal dan lateral 11. Etilen berperan dalam pematangan buah dan kerontokan daun.2 Struktur kimia ethylene Struktur kimia ethylen sangat sederhana sekali yaitu terdiri dari dua atom karbon dan empat atom hidrogen seperti yang terlihat pada struktur kimia pada skema 1 : Etilen merupakan hormon tumbuh yang diproduksi dari hasil metabolisme normal dalam tanaman. Tetapi . mendukung epinasti 3. Ini adalah gas mudah terbakar tidak berwarna dengan samar “manis dan musky bau“ ketika murni. mendukung respirasi climacteric dan pematangan buah 2. Mendukung terjadinya abscission pada daun 8. Wereing dan Phillips (1970) telah mengelompokan pengaruh ethylene dalam fisiologi tanaman sbb: 1. ethylene mempunyai peranan penting.3 Peranan ethylene dalam fisiologi tanaman Di dalam proses fisiologis. Mendukung adanya flower fading dalam persarian anggrek 10. misalnya Colletriche dan padi. dan paling sederhana hidrokarbon tak jenuh setelah asetilena (C2H 2). 4.merk dagang antara lain: Prothephon 480SL. Mendukung terbentuknya bulu-bulu akar 7. Mendukung proses pembungaan pada nanas 9. Menstimulasi pertumbuhan secara isodiametrical lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan secara longitudinal 6. Menstimulasi perkecambahan 5. sebuah hidrokarbon dengan rumus C2H 4 atau H2C = CH2. coleoptyle dan mesocotyle pada tanaman tertentu. menghambat perpanjangan batang (elengation growth) dan akar pada beberapa species tanaman walaupun ethylene ini dapat menstimulasi perpanjangan batang. Gas Etilen banyak ditemukan pada buah yang sudah tua. 2. Etilen disebut juga ethane.

Sudah diketahui bahwa untuk mempercepat proses pemasakan buah dipakai karbit yang juga mengeluarkan gas etylen tetapi jika dibandingkan dengan penggunaan ethrel atau 2 – Cepa ternyata bahwa penggunaan ethrel atau 2-Cepa lebih baik pengaruhnya daripada karbit baik dari segi waktu. methyl disulphide dan formic acid. tetapi apabila konsentrasinya ethylene cukup tinggi dapat mengakibatkan terhambatnya sintesis dan aktifitas auxin. Hubungannya dengan konsentrasi auxin. Oleh karena itu adanya kerusakan mekanis pada buahbuahan yang baik di pohon maupun setelah dipanen akan dapat mempercepat pematangannya. Ethrel adalah zat tumbuh 2 – Chloro sthyl phosphonic acid (2 – Cepa ) dengan rumus bangun pada skema 3Pada pH di bawah 3.5 molekulnya stabil. Senyawa tersebut mengalami perubahan atas bantuan cahaya dan FMN menjadi ethylen. Pada buah Peach yang . Karena sitoplasma tanaman pHnya lebih tinggi daripada 4. Ethrel inilah yang dalam praktek sehari-hari banyak digunakan oleh petani-petani melon di Jawa Timur.6 Produksi dan Aktifitas Ethylene Pembentukan ethylene dalam jaringan-jaringan tanaman dapat dirangsang oleh adanya kerusakan-kerusakan mekanis dan infeksi. hormon tumbuh ini menentukan pembentukan protein yang diperlukan dalam aktifitas pertumbuhan. Peranan auxin dalam pematangan buah hanya membantu merangsang pembentukan ethylene.1 maka apabila 2 – Cepa masuk ke dalam jaringan tanaman akan membebaskan etylen. akan mendukung protein yang akan mengkatalisasi sintesis ethylene dan precursor.5 Interaksi Ethylene dengan Auxin Di dalam tanaman ethylene mengadakan interaksi dengan hormon auxin. khususnya karesidenan Madiun untuk mempercepat proses pemasakan buah melon. Penggunaan sinar-sinar radioaktif dapat merangsang produksi ethylene. 2. Apabila konsentrasi auxin meningkat maka produksi ethylen pun akan meningkat pula. 2. tetapi pada pH di atas 3. warna. aroma dan cara penggunaannya pada buah yang telah masak.4 Biosintesis Etilen Biosintesis ethylen terjadi di dalam jaringan tanaman yaitu terjadi perubahan dari senyawa awal asam amino methionine atas bantuan cahaya dan FMN ( Flavin Mono Nucleotida ) menjadi methionil. Akhir-akhir ini zat tumbuh etilen hasil sintetis (buatan manusia) banyak yang beredar dan diperdagangkan bebas dalam bentuk larutan adalah Ethrel atau 2 – Cepa. sedangkan rendahnya konsentrasi auxin. 2.5 akan mengalami disintegrasi membebaskan gas etilen. khlorida dan ion fosfat. Kecepatan disintegrasi dan kadar etylen bertambah dengan kenaikan pH.kehadiran ethylene menyebabkan rendahnya konsentrasi auxin di dalam jaringan.

Aktifitas ethylene dalam pematangan buah akan menurun dengan turunnya suhu. Penuaan terjadi baik pada tingkat seluruh organisme (penuaan organisme) serta pada tingkat sel individu (penuaan seluler). Kadar etioplas yang terlalu banyak menyebabkan tumbuhan menguning.disinari dengan sinar gama 600 krad ternyata dapat mempercepat pembentukan ethylene apabila dibeika pada saat pra klimakterik. yang menimbulkan perbedaan pertumbuhan pada tangkai daun tersebut. Kloroplas yang tidak terkena matahari disebut etioplas. tapi juga terjadi pada banyak tumbuhan yang tak memiliki pulvinus. tumbuh (memanjang secara tak terbalikkan) lebih cepat daripada sel di bagian bawah.” dari senex) atau penuaan biologis adalah proses endogen dan turun-temurun dari perubahan akumulatif dengan struktur molekul dan seluler mengganggu metabolisme dengan berlalunya waktu. batang tidak kokoh. Oleh karena itu suhu rendah dan oksigen renah dipergunakan dalam praktek penyimpanan buahbuahan. Gejala etiolasi terjadi karena ketiadaan cahaya matahari. karena oksigen sangat diperlukan. Pada kadar oksigen di bawah sekitar 2 % tidak terbentuk ethylene. Pada suhu optimal untuk produksi dan aktifitas ethylene pada buah tomat dan apel adalah 320 C. Kebalikan dari epinasti adalah hiponasti dapat terjadi kalau diinduksi dengan memberikan asam giberelat (GA). penggunaan ethylene dengan konsentrasi tinggi tidak memberikan pengaruh yang jelas baik pada proses pematangan maupun pernafasan. Produksi ethylene juga dipengaruhi oleh faktor suhu dan oksigen. helai daun. • Etiolasi Etiolasi adalah pertumbuhan tumbuhan yang sangat cepat di tempat gelap namun kondisi tumbuhan lemah. • Senescence Penuaan (dari bahasa Latin: senescere. • Epinasti Epinasti adalah gerak membengkok ke bawah yang biasanya terjadi pada tangkai daun. mengakibatkan kerusakan dan kematian. Hal ini disebabkan oleh perbedaan jumlah auksin yang diangkut ke bagian atas dan bawah tangkai daun dari daun. Suhu renah maupun suhu tinggi dapat menekan produk si ethylene. misalnya pada Apel yang disimpan pada suhu 30 C. tetapi penggunaan sinar radioaktif tersebut pada saat klimakterik dapat menghambat produksi ethylene. karena akan dapat memperpanjang daya simpan dari buah-buahan tersebut. atau anak daun. • Pertumbuhan rambut akar . untuk buah-buahan yang lain suhunya lebih rendah. daun kecil dan tumbuhan tampak pucat. khususnya di urat pokok. Sering gerak dedaunan ini akibat adanya pulvinus di pangkal tangkai daun. sehingga posisi ujung daun membengkok arah ke tanah. yang berarti “untuk menjadi tua. Misalnya epinasti terjadi bila sel di bagian atas tangkai atau helai daun.

yang mengarah kepada kematian organ atau organisme. Dari permukaan akar ini air (bersama bahan-bahan terlarut) diangkut menuju pembuluh xylem. ujung akar berbentuk runcing sehingga mudah menembus tanah secara mekanik maupun kimiawi. Pertumbuhan ujung akar lebih lambat dibandingkan bagian batang . Sistem pembuluh pada akar berkembang secara terpisah dari organ lateral dan prokambium berkembang secara akropetal sebagai kelanjutan tak terputus jaringan pembuluh pada bagian-bagian akar yang lebih matang. . karena diferensiasi sistem vaskuler pada batang itu berkaitan dengan perkembangan daun. dan pematangan protoxilem biasanya hanya berlangsung pada saat proses pemanjangan hampir selesai. Ujung akar akan terus tumbuh di dalam tanah. Pada umumnya diferensiasi jaringan akar dibelakang promaristem apikal dapat dirangkum sebagai berikut : pembelahan periklinal dalam korteks berhenti dekat tingkatan dengan unsur tipis menjadi matang. disebut penuaan (senensensi). Proses penurunan kondisi yang menyertai pertumbuhan umur. Badan akar tidak memiliki buku (node) dan ruas (internode) sehingga tidak mendukung daun atau bagian yang lain. jalur caspari berkembang dalam sel-sel endodermis sebelum pematangan unsur-unsur protoxilem dan pada umumnya juga sebelum timbulnya rambut-rambut akar (Bardgett. bunga. Warna akar tidak hijau. Xylem dan floem dikelilingi oleh satu lapisan sel-sel yang hidup yang disebut perisikel. Dari penelitian yang amat cermat yang dilakukan sampai sekarang itu ternyata bahwa unsur-unsur protofloem menjadi matang lebih ke arah maristem apikal dibandingkan dengan unsur-unsur trakea yang pertamatama. 2006). melainkan dengan pola warna keputihan sampai kekuningan. dan kadang kala sebagai tempat pertumbuhan zat makanan cadangan (Nugroho dkk. Menurut Addicot (1964) maka dalam proses absisi ini faktor alami seperti: panas. Sel-sel endodermis ini pantas untuk mendapat perhatian khusus sehubungan dengan pergerakan air pada lintasan radial. karena pada bagian dinding radial dan transpersalnya terdapat penebalan yang dipadati oleh pita casparian. Akar tumbuhan berfungsi untuk memperkuat berdirinya tubuh tumbuhan. Hal ini tentunya juga akan memperluas permukaan kontak antara akar dan tanah. 1991). Pada bagian ujung akar terdapat tudung akar yang berfungsi melindungi sel-sel meristematik pada bagian ujung akar tersebut. Jaringan vaskular dan perisikel membentuk suatu tabung yang disebut stele. dingin. dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop). seperti: daun. Perkembangan ontogenik dari sistem pembuluh primer akar itu lebih sederhana dibanding dengan batang. Di sebelah luar stele terdapat sel-sel endodermis. buah atau batang. • Absisi Absisi adalah suatu proses secara alami terjadinya pemisahan bagian atau organ tanaman. Lintasan pergerakan air dari permukaan akar menuju pembuluh xylem ini disebut lintasan radial pergerakan air. diluar daerah ini akar mengalami pemanjangan cepat. molekul-molekul air harus berada pada permukaan akar. mengangkut air dan unsur hara ke bagian tumbuhan yang memerlukan. menyerap air dan unsur hara tumbuhan dari dalam tanah. kekeringan akan berpengaruh terhadap absisi. 1989).Akar tumbuhan berbiji merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah. Diferensiasi dan pematangan xilem dan floem juga secara akropetal dan mengikuti proses pada prokambium. Dalam proses pertumbuhan akar. Juga memperluas wilayah penjelajahan akar di dalam tanah. Untuk dapat diserap oleh tanaman. bagian tudung yang rusak akan diganti kembali oleh aktivitas pembelahan sel pada bagian meristematik (Lakitan.

Keadaan ini juga dapat menunjukkan kecepatan penurunan mutu komoditi simpanan dan nilai jual (harga). 1985). 2. peroksidase. Sel-sel yang mati menutupi parut untuk membantu melindungi tumbuhan terhadap patogen. Selain itu juga. Asam absisat berperan penting pemulaian (inisiasi) dormansi biji. Mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi respirasi penting artinya untuk penanganan dan penyimpanan komoditi panenan. Proses fermentasi berlangsung serentak sehingga terjadi pematangan merata. Hormon ini ditemukan pada tahun 1963 oleh Frederick Addicott. lemak dan protein) menjadi produk yang lebih sederhana dan energi.8 Definisi ABA Asam absisat adalah molekul seskuiterpenoid (memiliki 15 atom karbon) yang merupakan salah satu hormon tumbuhan. zat yang membuat proses pematangan di kulit buah. Kecepatan respirasi merupakan indeks yang baik untuk menentukan umur simpan komoditi panenan. Aktivitas ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan energi sel agar tetap hidup (Muzzarelli. 2. ethilen dapat menghilangkan zat-zat serupa protein yang menghambat pemasakan buah. Addicott berhasil mengisolasi senyawa abscisin I dan II dari tumbuhan kapas. tidak terjadi pertumbuhan dan aktivitas fisiologis berhenti sementara. Daerah yang terpisah ini disebut lapisan absisi yang merupakan areal sempit yang tersusun dari sel-sel parenkima berukuran kecildengan dinding sel yang tipis dan lemah. bagian pangkal tangkai daunnya terlepas dari batang. Proses dormansi biji ini penting untuk menjaga agar biji tidak berkecambah sebelum waktu yang tidak . Respirasi merupakan suatu proses komplek yang dipengaruhi atau diatur oleh sejumlah faktor. Pada saat daun rontok. Hal ini disebabkan karena ethilen dapat meningkatkan kegiatan-kegiatan enzim karatalase. Pada saat yang bersamaan. daerah absis imembentuk parut/luka pada batang. dua kelompok peneliti lain yang masing-masing dipimpin oleh Philip Wareing dan Van Steveninck juga melakukan penelitian terhadap hormon tersebut.7 Hubungan etilen dengan respirasi Pematangan buah-buahan biasanya juga dipercepat dengan menggunakan karbit atau kalsium karbida. disingkat ABA. Karbit yang terkena uap air akan menghasilkan gas asetilen yang memiliki struktur kimia mirip dengan etilen alami. Intensitas respirasi merupakan ukuran kecepatan metabolisme dan seringkali digunakan sebagai indikasi umur simpan. Dalam keadaan dorman atau "istirahat". dan amilase dalam buah.Peranan etilen dalam memacu gugurnya daun lebih banyak diketahui daripada peranannya dalam hal perubahan warna daun yang rontok dan pengeringan daun. Semakin besar konsentrasi gas ethilen semakin cepat pula proses stimulasi respirasi pada buah. Hal tersebut menyebabkan kecepatan pematangan buah pun bertambah. Proses pembentukan ethilen dari karbit adalah CaC2 + 2 H2O → C2H2 + Ca(OH)2. Senyawa abscisin II kelak disebut dengan asam absisat. Respirasi merupakan proses pemecahan komponen organik (zat hidrat arang. Suatu proses respirasi yang kecepatannya tinggi biasanya dihubungkan dengan umur simpan yang pendek. Setelah daun rontok. Selain dihasilkan secara alami oleh oleh tumbuhan. Dengan penambahan karbit pada pematangan buah menyebabkan konsentrasi ethilen menjadi meningkat. hormon ini juga dihasilkan oleh alga hijau dan cendawan.

ABA akan menghentikan pertumbuhan primer dan sekunder. 2.9 Penyusun hormon ABA ABA adalah seskuiterpenoid berkarbon 15. ABA akan menghentikan pertumbuhan primer dan sekunder Hormon yang dihasilkan pada tunas terminal ini akan memperlambat pertumbuhan dan memicu perkembangan primordia daunmenjadi sisik yang berfungsi melindungi tunas dorman selama musim dingin. ABA juga dapat menstimulasi pengambilan air melalui akar.11 Struktur kimia ABA . Dalam menghadapi musim dingin. Selain itu. Akibatnya.Hal ini terutama sangat dibutuhkan pada tumbuhan tahunan dan tumbuhan dwimusim yang bijinya memerlukan cadangan makanan di musim dingin ataupun musim panas panjang. 2. ABA juga mencegah kehilangan air dari tanaman dengan membentuk lapisan epikutikula atau lapisan lilin. Hormon ini merangsang penutupan stomata pada epidermis daun dengan menurunkan tekanan osmotik dalam sel dan menyebabkan turgor sel. ABA juga dapat menstimulasi pengambilan air melalui akar. Selain untuk menghadapi kekeringan. kehilangan cairan tanaman yang disebabkan oleh transpirasimelalui stomata dapat dicegah. Selain untuk menghadapi kekeringan. yang disintesis sebagian di kloroplas dan plastid melalui lintasan asam mevalonat (Salisbury dan Ross 1995). ABA juga sangat penting untuk menghadapi kondisi lingkungan yang "mencekam" seperti kekeringan. ABA juga berfungsi dalam menghadapi lingkungan dengan suhu rendah dan kadar garam atau salinitas yang tinggi. Akibatnya. tumbuhan menghasilkan ABA untuk maturasi biji dan menjaga biji agar berkecambah di musim yang diinginkan.Peningkatan konsentrasi ABA pada daun dapat diinduksi oleh konsentrasi garam yang tinggi pada akar. kehilangan cairan tanaman yang disebabkan oleh transpirasi melalui stomata dapat dicegah. Reaksi awal sintesis ABA sama dengan reaksi sintesis isoprenoid seperti gibberelin sterol dan karotenoid. Dalam menghadapi musim dingin. ABA juga sangat penting untuk menghadapi kondisi cekaman lingkungan.dikehendaki.Hormon yang dihasilkan pada tunas terminal ini akan memperlambat pertumbuhan dan memicu perkembangan primordia daun menjadi sisik yang berfungsi melindungi tunas dorman selama musim dingin. ABA juga akan menghambat pembelahan sel kambium pembuluh. Hormon ini dapat menutup stomata pada daun dengan menurunkan tekanan osmotik dalam sel dan menyebabkan sel turgor. ABA juga akan menghambat pembelahan sel kambium pembuluh. ABA juga mencegah kehilangan air dari tubuh tumbuhan dengan membentuk lapisan epikutikula atau lapisan lilin. seperti kekeringan. ABA juga berfungsi dalam menghadapi lingkungan dengan suhu rendah dan kadar garam atau salinitas yang tinggi Peningkatan konsentrasi ABA pada daun dapat diinduksi oleh konsentrasi garam yang tinggi pada akar. Selain itu. 2. Tumbuhan menghasilkan ABA untuk maturasi biji dan menjaga biji agar berkecambah di musim yang diinginkan.10 Peranan ABA Oleh karena itu.

yaitu farnesil difosfat. tetapi selanjutnya berkembang melebar dan bentuknya khas.12 Biosintesis ABA Biosintesis ABA dapat terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan memanfaatkan karotenoid. lamela tengah diantara dua sel penjaga menggembung dan bentuknya seperti lensa sejenak sebelum bagian tersebut berpisah menjadi aperture. Senyawa yang banyak berperan dalam membuka dan menutupnya stomata adalah Asam Absisat (ABA). Pada mulanya sel tersebut kecil dan bentuknya tidak menentu. Beberapa tanaman beradaptasi terhadap cekaman kekeringan dengan cara mengurangi ukuran stomata dan jumlah stomata. Sedangkan pada beberapa jenis cendawan patogenik.2. Menurut Crellman (1989) biosintesis ABA pada sebagian besar tumbuhanterjadi secara tak langsung melalui peruraian karotenoid tertentu (40 karbon) yang ada di plastid. Secara tidak langsung. yaitu jalur asam mevalonat (MVA) dan jalur metileritritol fosfat (MEP). stomata berkembang dari sel protoderma. ABA dihasilkan secara langsung dari molekul isoprenoid C15. Selama perkembangan. Mekanisme membuka dan menutup stomata pada tanaman yang toleran terhadap cekaman kekeringan sangat efektif. Salah satu penelitian tentang hubungan antara kerapatan stomata dengan ketahanan kekeringan pada tanaman yaitu oleh Lestari (2005). Stomata dan klorofil merupakan komponen biologi yang sangat menentukan sintesis awal senyawa organik yang digunakan untuk proses–proses fisiologis sepanjang daur hidup tanaman. 2.13 Grafik Hubungan ABA dan Stomata Menurut Kartasaputra (1998). stomata dapat digunakan sebagai salah satu ciri genetika untuk seleksi. ABA dihasilkan dari oksidasi senyawa violaxanthonin menjadi xanthonin yang akan dikonversi menjadi ABA. kalus tanaman padi somaklon Gajahmungkur. Stomata pada kondisi cekaman kekeringan akan menutup sebagai upaya untuk menahan laju transpirasi. 1991). ABA merupakan senyawa yang berperan sebagai sinyal adanya cekaman kekeringan sehingga stomata segera menutup. ABA pergerakannya dalam tumbuhan sama dengan pergerakan gibberelin yaitu dapat diangkut secara mudah melalui xilem floem dan juga sel-sel parenkim di luar berkas pembuluh. Selain itu. terdapat perbedaan transportasi ABA dalam siklus hidupnya. Daun muda memerlukan ABA dari xilem dan floem. sehingga jaringan tanaman dapat menghindari kehilangan air melalui penguapan (Champbell et al. Towuti . Transportasi ABA dari floem menuju ke daun dapat dirangsang oleh salinitas (kegaraman tinggi). Ada dua jalur metabolisme yang dapat ditempuh untuk menghasilkan ABA. Pengangkutan hormon ABA dapat terjadi baik di xilem maupun floem dan arah pergerakannya bisa naik atau turun. sedangkan daun dewasa merupakan sumber dari ABA dan dapat ditranspor ke luar daun. suatu pigmen yang dihasilkan oleh kloroplas. Sel induk membagi diri menjadi dua sel yang terdiferensiasi yaitu dua sel penjaga. 2003). Pada tumbuhan tertentu. karena berhubungan dengan tingkat produksi dan ketahanan terhadap cekaman kekeringan (Fahn..

http://ariantoganggus.com/2010/01/horrmon-ethylen. Arianto.blogspot. ABA diterapkan pada epidermis terisolasi atau potongan daun diinkubasi dalam terang dalam solusi mandi perfusi dengan C02 bebas udara. Ketika potongan daun utuh yang melayang pada solusi dari ABA konsentrasi yang sama. Sensitivitas jelas stomata ke ABA adalah sangat tergantung pada metode yang digunakan untuk memberi makan ABA. Universitas Padjadjaran Bandung. Jakarta. ABA juga diumpankan ke daun terpisah dalam bioassay transpirasi. B. menyarankan bahwa metabolisme yang cepat dari ABA di mesofil dapat memiliki mengendalikan pengaruh konsentrasi ABA di kedua mesofil yang dan epidermis. stomata yang hampir benar-benar terbuka. Ganggus. Stomata epidermis terisolasi yang tampaknya paling sensitif terhadap ABA. Akumulasi radioaktivitas oleh daun potongan melayang pada serapan [3H] ABA ABA dikonfirmasi dalam sistem ini.html Lakitan. penghambat pembentukan asam phaseic. http://phyovhyo. Towuti dan IR 64 yang dianggap tahan kekeringan.com/2010/01/hormon-gas-etilen.blogspot.com/2012/03/18/gas-etilen/ Dewi I. perbedaan-perbedaan insensitivitas stomata untuk ABA tambah ditemukan untuk menjadi sebuah fundion perbedaan konsentrasi ABA di epidermes. diuji menggunakan tiga yang berbeda sistem. 2010. http://pawzoa. Sama konsentrasi ABA makan melalui pelepah transpiring terlepas daun menyebabkan respon menengah. sehingga konsentrasi dari 1 p ~ menyebabkan penutupan stomata hampir selesai.dan IR 64 yang diinduksi mutasi menggunakan irradiasi sinar Gamma dengan dosis radiasi 0. lnhibition dari ABA katabolisme dengan tetcyclacis memungkinkan akumulasi ABA dan meningkatkan sensitivitas jelas stomata untuk diterapkan ABA. http://ilmubiologi-belajarbiologi. Efek dari asam absisik tambah (ABA) pada perilaku stomata dari Commelina communis 1.7 krad dan 1 krad.5 krad. Percobaan dengan tetcyclacis. ketika daun potongan diinkubasi di ABA atau makan dengan ABA melalui pelepah tersebut akumulasi ABA dalam epidermes dibatasi oleh kehadiran dari mesofil tersebut. Hasilnya dibahas dalam konteks peran penting untuk metabolisme ABA dalam regulasi stomata perilaku. Bahkan telanjang mesofil diinkubasi dalam larutan ABA Tidak menumpuk ABA. DAFTAR PUSTAKA Anonimb. pada umumnya mempunyai kerapatan stomata lebih rendah dibanding tanaman induknya. Peranan dan Fungsi Fitohormon bagi Pertumbuhan Tanaman. 2010. 2012. Perbandingan dari tiga sistem aplikasi menyarankan bahwa. Raja Grafindo Persada.wordpress.wordpress.com/tag/gas-etilen/ Anonima. 2008. 0. mendapatkan hasil somaklon Gajahmungkur. Hal : 58 – 60 .html Anonimc. 1993. 2012. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan.

merangsang akar adventif. Fakulas Pertanian UGM. Pertumbuhan dan perkembangan Tanaman. 1995.Salisbury. . (Terjemah). etilen menyebabkan pembentukan fitoaleksin pada beberapa jaringan dan merangsang sintetis atau aktifitas beberapa enzim yang mungkin memeinkan peranan dalam meningkatkan ketahanan tumbuhan terhadap infeksi. http://blog. yang merupakan pengaruh umum akibat infeksinya. 1983. Agrios (1996) dalam Ilmu Penyakit Tumbuhan: Etilen (ethylene) dapat dihasilkan secara alami oleh tumbuhan. 2012 under Hortikultura Menurut George N. etilen menimbulkan berbagai penyakit pada tumbuhan. Etilen juga terlihat dalam gejala epinasi daun dari sindrom layu vaskular dan dalam pengguguran secara prematur yang ditemukan pada beberapa jenis penyakit tumbuhan. dan kematangan buah.W. Bandung : ITB. epinasti. Etilen juga menyebabkan peningkatan permeabilitas membran sel. J.B dan Ross. Fisiologi Tumbuhan.ac.id/fitafitriya/2012/12/11/makalah-etilen-dan-aba/ Etilen (Ethylene) Posted Sep. Di dalam buah pisang yang terinfeksi Pseudomonas solanacearum. C. sedangkan etilen tidak dapat dideteksi dalam buah yang sehat. Di lain pihak. absisi daun.24. kandungan etilen meningkat sebanding dengan penguningan (premature) buah. Etilen dapat dihasilkan oleh beberapa jamur dan bakteri patogenik tumbuhan.ub. Subandi. meliputi klorosis. F.

Di bawah ini adalah gambar beberapa sayur yang rusak akibat etilen: .

.

.

diantaranya perkecambahan.Menurut Prayitno J. perakaran. . dan U. pertumbuhan.student. http://yogas09.id/etilen-ethylene/ Minggu.ac. Mathesius (2012) etilen adalah fitohormon yang berbentuk gas yang memiliki pengaruh negatif terhadap perkembangan nodul Medicago truncatula.ipb. 03 Januari 2010 Horrmon Ethylen HORMON ETHYLEN Hormon tumbuhan (phytohormones) secara fisiologi adalah penyampai pesan antar sel yang dibutuhkan untuk mengontrol seluruh daur hidup tumbuhan.

Karena dihasilkan oleh tanaman dalam jumlah banyak maka hormon ini dapat mempercepat pemasakan buah. menyebabkan daun tanggal dan merangsang penuaan. hormon tumbuhan dihasilkan sebagai respon terhadap berbagai faktor lingkungan kelebihan nutrisi. Tanaman sering meningkatkan produksi ethylene sebagai respon terhadap stress dan sebelum mati. Ethylen dihasilkan pada proses respirasi buah. 1. Struktur kimia ethylene .pembungaan dan pembuahan. gibberellin dan cytokinin. Ethylene merupakan senyawa unik dan hanya dijumpai dalam bentuk gas. Konsentrasi Ethylene fluktuasi terhadap musim untuk mengatur kapan waktu menumbuhkan daun dan kapan mematangkan buah. senyawa ini memaksa pematangan buah. daun dan jaringan lainnya di dalam tanaman. kondisi kekeringan. cahaya. Dalam keadaan normal. Ethylen adalah hormon tumbuh yang secara umum berlainan dengan hormon lainnya seperti auxin. Sebagai tambahan. suhu dan stress baik secara kimia maupun fisik. Oleh karena itu ketersediaan hormon sangat dipengaruhi oleh musim dan lingkungan. ethylen berada dalam bentuk gas (C2 H4) dengan struktur kimia yang sangat sederhana.

Senyawa tersebut mengalami perubahan atas bantuan cahaya dan FMN menjadi ethylen.Cepa. Biosintesis ethylene Biosintesis ethylen terjadi di dalam jaringan tanaman yaitu terjadi perubahan dari senyawa awal asam amino methionine atas bantuan cahaya dan FMN ( Flavin Mono Nucleotida ) menjadi methionil. methyl disulphide dan formic acid seperti pada skema 2 : Akhir-akhir ini zat tumbuh etilen hasil sintetis (buatan manusia) banyak yang beredar dan diperdagangkan bebas dalam bentuk larutan adalah Ethrel atau 2 .Struktur kimia ethylen sangat sederhana sekali yaitu terdiri dari dua atom karbon dan empat atom hidrogen seperti yang terlihat pada struktur kimia pada skema 1 : 2. Ethrel inilah yang dalam praktek sehari- .

Kecepatan disintegrasi bertambah dengan kenaikan pH. Karena sitoplasma tanaman pHnya lebih tinggi daripada 4. Ethrel adalah zat tumbuh 2 . Sudah diketahui bahwa untuk mempercepat proses pemasakan buah dipakai karbit yang juga mengeluarkan gas etylen tetapi jika dibandingkan dengan penggunaan .Chloro sthyl phosphonic acid (2 .5 akan mengalami disintegrasi membebaskan gas etilen. khususnya karesidenan Madiun untuk mempercepat proses pemasakan buah melon.hari banyak digunakan oleh petani-petani melon di Jawa Timur. tetapi pada pH di atas 3. khlorida dan ion fosfat.1 maka apabila 2 Cepa masuk ke dalam jaringan dan tanaman kadar akan etylen membebaskan etylen.5 molekulnya stabil.Cepa ) dengan rumus bangun pada skema 3 Pada pH di bawah 3.

Mendukung terbentuknya bulu-bulu akar g. d. ethylene mempunyai peranan penting. Menstimulasi perkecambahan e. menghambat perpanjangan batang (elengation growth) dan akar pada beberapa species tanaman walaupun ethylene ini dapat menstimulasi perpanjangan batang.ethrel atau 2 . coleoptyle dan mesocotyle pada tanaman tertentu. Peranan ethylene dalam fisiologi tanaman Di dalam proses fisiologis. misalnya Colletriche dan padi. Menstimulasi pertumbuhan secara isodiametrical lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan secara longitudinal f. warna. Wereing dan Phillips (1970) telah mengelompokan pengaruh ethylene dalam fisiologi tanaman sbb: a. mendukung epinasti c. mendukung respirasi climacteric dan pematangan buah b. 3. Mendukung terjadinya abscission pada daun .Cepa ternyata bahwa penggunaan ethrel atau 2-Cepa lebih baik pengaruhnya daripada karbit baik dari segi waktu. aroma dan cara penggunaannya pada buah yang telah masak.

2. dapat buah hanya apabila merangsang ethylene pembentukan cukup tetapi konsentrasinya tinggi mengakibatkan terhambatnya sintesis dan aktifitas auxin. hormon tumbuh ini menentukan pembentukan protein yang diperlukan dalam aktifitas pertumbuhan. Tetapi kehadiran ethylene menyebabkan rendahnya konsentrasi auxin di dalam jaringan. Interaksi Ethylene dengan Auxin Di dalam tanaman ethylene mengadakan interaksi dengan hormon auxin. Mendukung proses pembungaan pada nanas i. Produksi dan Aktifitas Ethylene . sedangkan rendahnya konsentrasi auxin. Peranan auxin dalam pematangan ethylene. akan mendukung protein yang akan mengkatalisasi sintesis ethylene dan precursor. Mekanisme timbal balik secara teratur dengan adanya auxin yaitu konsentrasi auxin yang tinggi menyebabkan terbentuknya ethylene. Menghambat transportasi auxin secara basipetal dan lateral k.h. Mendukung adanya flower fading dalam persarian anggrek j. Hubungannya dengan konsentrasi auxin. Apabila konsentrasi auxin meningkat maka produksi ethylen pun akan meningkat membantu pula. 3.

tetapi penggunaan sinar radioaktif tersebut pada saat klimakterik dapat menghambat produksi ethylene. misalnya pada Apel yang disimpan pada suhu 30 C.Pembentukan ethylene dalam jaringan-jaringan tanaman dapat dirangsang oleh adanya kerusakan-kerusakan mekanis dan infeksi. Produksi ethylene juga dipengaruhi oleh faktor suhu dan oksigen. untuk buah-buahan yang lain suhunya lebih rendah. Pada suhu optimal untuk produksi dan aktifitas ethylene pada buah tomat dan apel adalah 320 C.html . Penggunaan sinar-sinar radioaktif dapat merangsang produksi ethylene. Pada kadar oksigen di bawah sekitar 2 % tidak terbentuk ethylene. Oleh karena itu suhu rendah dan oksigen renah dipergunakan dalam praktek penyimpanan buahbuahan. penggunaan ethylene dengan konsentrasi tinggi tidak memberikan pengaruh yang jelas baik pada proses pematangan maupun pernafasan. Aktifitas ethylene dalam pematangan buah akan menurun dengan turunnya suhu. Oleh karena itu adanya kerusakan mekanis pada buah-buahan yang baik di pohon maupun setelah dipanen akan dapat mempercepat pematangannya. Pada buah Peach yang disinari dengan sinar gama 600 krad ternyata dapat mempercepat pembentukan ethylene apabila dibeika pada saat pra klimakterik. Suhu renah maupun suhu tinggi dapat menekan produk si ethylene. karena oksigen sangat diperlukan. http://ariantoganggus.com/2010/01/horrmon-ethylen.blogspot. karena akan dapat memperpanjang daya simpan dari buah-buahan tersebut.

pemeraman pisang yang masih hijau banyak dilakukan orang dengan proses pengasapan dengan memanfaatkan asap yang dihasilkan oleh pembakaran daun-daun. Diperlukan untuk berbagai reaksi pemasakan 5. Kemudian setelah dilakukan penelitian. Reaksi respirasi segera terjadi bila C2H4 diberikan dari luar 4. Jeruk tersebut kemudian dikumpulkan dalam suatu ruangan tertutup dan diterangi dipanaskan dengan menggunakan nyala lampu minyak tanah (kerosin). C2H4 digunakan untuk penanganan buah dan daya pemacu dibenarkan secara luas sehingga digunakan sebagai sarana pematangan buah dalam industri. diketahui bahwa diantara beberapa gas hasil pembakaran minyak tanah terdapat suatu gas yang dikenal sebagai gas etilen. Tanpa adanya gas C2H4 tidak akan terpacu pemasakan (ripening) 2. Peranan Etilen Dalam Pematangan Buah Hubungan antara etilen dan pematangan buah dianggap penting sekali di dalam menentukan hipotesa pematangan itu sendiri. B. jauh sebelum senyawa tersebut diketahui peranannya dalam proses pematangan. Di Amerika serikat. Secara tidak disadari. Selanjutnya setelah C2H4 identitasnya diketahui secara pasti. kering atau setengah kering dan kemungkinan besar dengan cara tersebut dapat menghasilkan etilen. bersifat mobil dalam jaringan tanaman dan merupakan senyawa organik. Menurut hipotesa pertama. Peranannya dalam proses pematangan tidak dapat diganti oleh senyawa lain 3. jeruk yang berwarna hijau tersebut tidak akan berubah warnanya. Pada tahun 1959 diketahui. Senyawa ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan penting dalam proses pertumbuhan tanaman dan pematangan hasil-hasil pertanian.Minggu. 15 Mei 2011 PERANAN ETILEN DALAM PEMASAKAN HASIL TANAMAN Sejak tahun 1934 telah diidentifikasi adanya gas karbid (C2H4) atau etilen yang dikeluarkan oleh buah yang matang dan gas tersebut dapat memacu pematangan. pematangan diartikan sebagai manifestasi dari “senescene” dimana organisasi antara sel menjadi rusak. yang dihasilkan oleh tanaman. Kerusakan ini merupakan pelopor dari kegiatan hidrolisa . yaitu di sekitar tahun 1900. Konsentrasi internal sebelum peningkatan peristiwa yang menentukan itu sudah mampu menimbulkan kegiatan fisiologi Etilen (C2H4) adalah jenis senyawa tidak jenuh atau memiliki ikatan rangkap yang dapat dihasilkan oleh jaringan tanaman pada waktu-waktu tertentu dan pada suhu kamar etilen berbentuk gas. Di Indonesia. Hakekatnya C2H4 berfungsi untuk pematangan dan hal ini dapat dibuktikan bila dapat ditunjukkan : 1. Dari semua hipotesa-hipotesa yang diajukan ada dua buah yang dianggap baik. tetapi juga berperanan dalam mengatur pertumbuhan tanaman. bahwa etilen tidak hanya berperanan dalam proses pematangan saja. Etilen adalah gas yang dapat digolongkan sebagai hormon tanaman yang aktif dalam proses pematangan. petani jeruk mempunyai kebiasan memanen buah jeruk di saat kulitnya waktu masih hijau. Etilen disebut hormon karena dapat memenuhi persyaratan sebagai hormon. Setelah beberapa waktu dalam ruang atau gudang tersebut ternyata buah jeruk yang hijau itu berubah menjadi kuning. Produksinya berlangsung pada permulaan peristiwa yang menentukan 6. penggunaan etilen dalam proses pematangan sudah lama dilakukan. Akan tetapi bila minyak tanah diganti dengan pemanas listrik.

Pengaruh Etilen Pada Bagian Tanaman Etilen selain berperanan penting dalam pematangan buah. Pada sistem akar. 2. “flavor”. sedangkan pada saat puncak klikmaterik jumlah etilen lebih kurang 130 ppm. Etilen selain dapat memulai klimakterik. energi dan mungkin polipeptida. bahwa etilen adalah sebuah hormon yang penting di dalam proses pematangan buah. Terjadi pemecahan khlorofil. jumlah etilen yang ada di dalamnya kira-kira 0. Sebagai Hormon Pematangan Seperti telah dinyatakan sebelumnya.2 atm. Selama tiga bulan penyimpanan ternyata buah pisang tetap hijau. Di samping itu. juga dapat mempercepat terjadinya proses ini. akan terjadi klimakterik yang berulang-ulang. jumlah etilen tersebut tidak selalu tetapi.04 – 0.0 dan 0. jumlah etilen sebesar 0. pematanan atau “senescene” adalah suatu fase terakhir dari proses penguraian dan merupakan suatu proses yang dibutuhkan untuk mensitesa enzim-enzim yang spesifik.08 0.5 – 1. kedua hipotesa di atas digunakan bersama-sama.08 ppm yang ada di dalamnya setelah buah dipanen. juga mempunyai pengaruh yang tidak dapat diabaikan dalam sistem bagian tanaman lainnya. etilen dapat menyebabkan terjadinya pengerutan. pati. Enzim-enzim ini akan mensitesa bahan-bahan seperti etilen. Tabel 3. akan tetapi.0 – 1. Dalam kenyataannya. pigmen. 1. pada buah-buahan non klimakterik apabila ditambah etilen beberapa kali. .5 ppm sampai beberapa jam sebelum proses pernafasannya meningkat. menghambat kecepatan pertumbuhan. Pada sistem cabang. warna pisang berubah menjadi kuning (matang).oleh campuran enzim-enzim dan substrat. etilen dapat menyebabkan akar menjadi terpilin (terputar). Untuk lebih meyakinkan. apakah etilen itu betul-betul diperlukan dalam pematangan. menghambat kecepatan pertumbuhan. Jumlah etilen di dalam buah-buahan pada saat pra dan puncak klikmaterik Jenis buah Konsentrasi (ppm) Praklimaterik Puncak klimakterik AdvokadPisang Mangga Semangka 0. Dilakukan percobaan dengan menggunakan buah pisang. Jumlah etilen yang terdapat di dalam buah-buahan baik dari permulaan klimakterik atau pada saat puncak klimakterik dapat dilihat pada Tabel 3. akan tetapi berubah-ubah selama proses pematangan. Menurut hipotesa yang keda. sudah cukup untuk memulai proses klimakterik. Misalnya pada pisang yang akan memasuki proses pematangan.8 300 – 700 25 – 40 3 27 Pada buah mangga. pektin dan tannin.04 – 0.0 1. mempercepat daun menjadi kuning dan menyebabkan kelayuan. setelah secara berangsur-angsur dimasukkan etilen ke dalam ruangan tersebut.5 0. Buah pisang yang masih hijau disimpan di dalam ruangan vakum dengan tekanan 0. memperbanyak tumbuhnya rambut-rambut akar dan menyebabkan kelayuan. Pada kenyataannya.

html . Etilen dapat memodifikasi permeabilitas dari membran sel dan mempercepat aktivitas enzimenzim yang terdapat pada membran tersebut. Auxin dapat menstimulir produksi etilen dengan menginduksi sintesis amino cyclopropane carbocxylic acid (ACC). yaitu etilen yang dikeluarkan oleh suatu tanaman dapat mempengaruhi tanaman lainnya yang bisa merugikan bahkan mematikan. http://setiono774. 6. Bertindak sebagai alelopati. Pengaruh Suhu dan tekanan Terhadap Produksi dan Aktifitas Etilen Aktifitas etilen dalam pematangan buah akan menurun dengan turunnya suhu. etilen menyebabkan warna bunga menjadi pucat. sedangkan pada sistem bunga. Pada bunga anggrek. Contoh : Etilen yang dikeluarkan buah yang sudah masak akan mempercepat buah lainnya menjadi matang. 4. dapat menyebabkan keanekaragaman bunga. etilen dapat mempercepat proses pemekaran kuncup. etilen dapat mempengaruhi pertumbuhan tunas. etilen menyebabkan absisi melalui percepatan aktivitas enzimenzim yang merusak dinding sel. misalnya apel yang disimpan pada suhu 30C. 2. sedangkan pada buah-buahan lainnya bervariasi tergantung jenis buahnya. seperti malat dan piruvat dekarboksilase.blogspot. 3. Penggunaan sinar-sinar radioaktif dapat menstimulasikan pembuatan etilen. 3. ternyata dapat mempercepat pembentukan etilen. Suhu optimal untuk produski dan aktifitras etilen pada buah tomat dan apel adalah 320C.com/2011/05/peranan-etilen-dalam-pemasakanhasil. Pada buah “peach” yang disinari dengan sinar sebesar 600 Krad. Etilen berpengaruh terhadap sintesa dan kenaikan aktifitas enzim-enzim. yiatu mempercepat umbinya tunas. misalnya pada bunga mawar. adanya kerusakan mekanis pada buah dapat mempercepat pematangan. Peranan Etilen (C2H4) 1. penggunaan sinar radiasi ini dapat menghambat produksi etilen. Etilen berpartisipasi pada kenaikan klimakterik 5. Peranan etilen terhadap absisi. Akan tetapi kuncup yang telah mekar itu akan cepat menjadi layu. Karena itu. buah tidak akan membentuk etilen. Sebab bila diberikan pada saat praklimakterik.Pada sistem umbi. Pada suhu di atas 350C. Pembentukan etilen pada jaringan tanaman dapat distimulasikan oleh kerusakan-kerusakan mekanis dan infeksi. penggunaan etilen dengan konsentrasi tinggi tidak memberikan pengaruh yang jelas baik pada proses pematangan maupun pernafasannya. sedangkan pada bunga anyelir. apabila diberikan pada saat klimakterik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful