P. 1
Jenis Pipa Dan

Jenis Pipa Dan

|Views: 28|Likes:

More info:

Published by: Anastasia Monica Khunniegalshottest on May 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2013

pdf

text

original

CIVILIZATION

TUGAS MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA II
Monica Sari
100404114

[Year]

[TYPE

THE COMPANY ADDRESS]

Ferro Nikel 5. Wrought Iron (besi tanpa tempa) 4. Stainless Steel 6. Cooper (Tembaga) 5. Red Brass (kuningan merah) 6. Chrom Moly Sedang bahan-bahan pipa secara khusus dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1.Jenis Jenis dan Macam Macam Pipa PIPA Dari sekian jenis pembuatan pipa secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu : 1. Nickel chrom iron = inconel (besi timah chrom) Komponen perpipaan : Komponen perpipaan harus dibuat berdasarkan spesifikasi standar yg terdaftar dalam simbol dan . Vibre Glass 2. PVC (Paralon) 7. Jenis pipa tanpa sambungan (pembuatan pipa tanpa sambungan pengelasan) 2. Aluminium (Aluminium) 3. Jenis pipa dengan sambungan (pembuatan pipa dengan pengelasan) Bahan-bahan pipa secara umum : Bahan-bahan pipa yg dimaksud disini adalah struktur bahan baru pipa tersebut yg dapat dibagi secara umum sebagai berikut: 1. Carbon steel 2. Galvanees 4. Carbon Moly 3. Nickel cooper = Monel ( timah tembaga) 7.

Sambungan dengan menggunakan fittings (alat penyambung) 3. Komponen perpipaan yg dimaksud disini meliputi : 1. Faktor gaya serta kebutuhan lainnya dari aliran serta pipanya. Perpipaan untuk industri bahan migas 3. Perpipaan untuk pembangkit tenaga 2. Perpipaan untuk tenaga nuklir 7. Tipe sambungan cabang: Tipe sambungan cabang (branch connection)dapat dikelompokkan sbb: 1. Sambungan langsung (stub in) 2. Valves (katup-katup) 5.kode yg telah dibuat atau dipilih sebelumnya. Sambungan dengan menggunakan flanges (flens-flens) . Fittings (sambungan) 4. Sambungan dengan menggunakan pengelasan 2. gasket 7. sifat korosi. Perpipaan untuk distribusi dan transmisi gas Selain dari penggunaan instalasi atau konstruksi seperti diterangkan diatas perlu pula diketahui Jenis aliran temperatur. Perpipaan untuk proses pendinginan 6. Perpipaan untuk pengangkutan minyak 5. Flanges ( flens-flens) 3. Specials items Pemilihan bahan : Pemilihan bahan perpipaan haruslah disesuaikan dengan pembuatan teknik perpipaan dan hal ini dapat dilihat pada ASTM serta ANSI dalam pembagian sebagai berikut 1. Sambungan dengan menggunakan ulir Selain sambungan seperti diatas terdapat pula penyambungan khusus dengan menggunakan pengeleman (perekatan) serta pengkleman (untuk pipa plsatik dan pipa vibre glass). Perpipaan untuk penyulingan minyak mentah 4. Boltings (baut-baut) 6. Pada pengilangan umumnya pipa bertekanan rendah dan pipa dibawah 2″ sajalah yg menggunakan sambungan ulir. Pipes (pipa-pipa) 2. Macam Sambungan Perpipaan : Sambungan perpipaan dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1.

dan schedule dapat dipelajari tabel-tabel Alat-alat khusus: Alat-alat khusus dalam bab ini hanya membicarakan mengenai saringan (strainer) dan alat perangkap uap (steam Trap) Saringan (strainer) saringan (strainer) gunanya adalah sebagai alat penyaring kotoran baik yg berupa padat. Schedule Extra strong (XS) 4. Ketebalan. 2. Ketebalan dan schedule. Ketebalan serta schedule pipa. Menahan internal pressure dari aliran 2. Mengatasi kegetasan pipa. 60. Tipe T. Diameter Luar (Outside Diameter). 10 . ketebalan. kebutuhan. ditetapkan sama walaupun ketebalan (thickness)berbeda untuk tiap schedule. Sambungan cabang itu sendiri merupakan sambungan antara pipa dengan pipa. 80. Tipe ini digunakan secara umum untuk memperluas ruang dan meredusir tekanan pada jalur pipa 2. dengan tidak melupakan faktor efektifitasnya. Mengatasi karat 4. cair atau gas. Untuk melihat ukuran diameter.Dimana disitu diterangkan mengenai Diameter. sangatlah berhubungan. Kekuatan dari material itu sendiri (Strength of material) 3. misal sambungan antara header dengan cabang yg lain apakah memerlukan alat bantu penyambung lainnya atau dapat dihubungkan secara langsung.Tipe sambungan cabang dapat pula ditentukan pada spesifikasi yg telah dibuat sebelum mendesain atau dapat pula dihitung berdasarkan perhitungan kekuatan. Diameter. 20. 160. Alat penyaring ini digunakan pada jalur pipa guna menyaring kotoran pada aliran sehingga aliaran yg akan diproses atau hasil proses lebih baik mutunya. Diameter Nominal adalah diameter pipa yg dipilih untuk pemasangan ataupun perdagangan (commodity). Tipe-tipe alat penyaring ini dapat dibagi menjadi : 1. ditetapkan berbeda untuk setiap schedule. 30. Schedule 5. 40. Schedule double Extra Strong (XXS) 5. Diameter dalam (Inside Diameter). Schedule : Spesifikasi umum dapat dilihat pada ASTM (American Society of Testing Materials). Schedule standard 3. Schedule pipa ini dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. Tipe Y . Schedule special Perbedaan-perbedaan schedule ini dibuat guna : 1. 100. 120. hal ini karena ketebalan pipa tergantung daripada schedule pipa itu sendiri. hal ini tergantung kebutuhan serta perhitungan kekuatan.

baik mengenai pemakaiannya maupun penempatannya. Untuk Vent dan Drain pemasangannya haruslah disetujui piping engineering group terlebih dahulu. Selain itu harus pula diperhatikan pemasangan sumbat pada katupnya seperti plug atau blind flange. Jangan sampai pemasangan vent dan drain ini terbalik. VENT dan DRAIN Vent adalah suatu alat pembuangan gas. Vent dan Drain dalam cara kerjanya dapat dibagi dua bagian yaitu : bekerja dan tidak bekerja. sedangkan drain adalah suatu alat pembuangan zat cair. start up atau shut down. 4. misalnya pada saat pengetesan. Tipe datar Perangkap Uap (steam Trap): Steam Trap merupakan alat yg digunakan untuk menyingkirkan air dari uap. Gunakan saringan seandainya sistem perangkap ini belum menggunakannya. Steam Trap pada daerah jalur pipa yg terendah dimana disitu dianggap air mungkin telah menggantungkan pada kantung pipa (Drip Leg) 2. Untuk hal yg khusus yaitu aliran yg mempunyai tingkat bahaya tinggi. dimana air ini tidak ada gunaya bahkan akan memberikan hambatan pada aliran uap atau dapat menimbulkan kerugian lainnya. penempatannya dan penggunaannya harus benar-benar diperhitungkan serta dikontrol pelaksanaannya. akan hal ini akan berakibat fatal. Untuk Vent dan Drain yg dikelompokkan bekerja. Begitu pula pada penempatan drain haruslah pada tempat yg rendah sesuai fungsinya sebagai pembuangan cairan atau pembersihan cairan serta pembuangan kotoran pada jalur pipa atau equipment. . Steam trap ini akan mengosongkan air ke sistem uap yg mempunyai tekanan lebih rendah 3. Sistem perangkap yg tertutup didalam pengosongan air menggunakan katup-katup pada sisi perangkap tersebut. dimaksudkan bahwa peralatan ini digunakan pada pipa atau equipment dalam keadaan bekerja dalam jangka waktu lama atau terus menerus. Pada sistem pembuangan yg terdapat pada pipa atau equipment. Perangkap uap ini ditempatkan pada tempat terendah dari suatu jalur perpipaan atau dipasang pada kantung pipa yg disebut Drip Leg Cara Kerja: 1. Tipe sementara 4. udara atau uap air. Vent dan Drain dikelompokkan tidak bekerja hanya digunakan pada waktu tertentu saja. Cara Penempatan Lokasi Vent dan Drain Penempatan vent dan drain haruslah benar-benar diperhitungkan sehingga penggunaannya benarbenar efektif serta aman.3. Penempatan vent pada pipa atau equipment diusahakan pada tempat yg paling tinggi karena fungsinya sebagai pembuangan ke udara. misalnya untuk aliran beracun atau mudah terbakar. Pasang katup uji untuk pembuangannya selama pengetesan aliran (start up).

ST red flange (flens memperkecil ST) 11. Spiral welding pipe (pipa las spiral) 2. Ball valve (katup bola)= Fungsi untuk membuka & menutup dan mangatur aliran fluida secara lebih cepat 3. Socket type flange( flange tipe sock) 13. Gate Valve (katup pintu)= Fungsi untuk membuka & menutup sepenuhnya 2. FBW pipe 6. Weld neck red flange (flens memperkecil las dileher) Jenis-jenis katup : 1. Wafer check valve (katup cek wafer) . Plug valve (katup sumbat) 10. Pipe Niple (pipa nipel) Jenis-jenis flens (flanges) terdiri dari : 1. Weld neck orifice flange (flens orifis las di leher) 4. C & W pipe 7. Slip on flange (flange sambungan langsung) 5. hose dan cubing pada dasarnya terdiri dari : 1. Socket weld flange (flens sambungan sock di las) 8. Check Valve (katup cek)= Fungsi untuk mencegah aliran ke satu arah saja 5. SMLS pipe (pipa tanpa sambungan) 3. SAW pipe 5. Stub flange ( flens tonggak) 10. Blind flange (flens buta) 2. Weld neck flange (flens las di leher) 3. red flange (flens memperkecil sambungan sock) 6. So. komponen dan perlengkapan Jenis-jenis pipa. Needle valve (katup jarum) 9. Lined Pipe 10.Jenis-Jenis. Tubing (cubing) 12. Welded Pipe 4. EFW pipe 8. Globe valve (katup dunia) = Fungsi untuk mengatur besar kecilnya aliran & tekanan 4. LPA joint flange (flens sambungan LPA) 12. Hose 11. Diaphragma valve (katup diaphragma)= Fungsi untuk membuka & menutup dengan diaphragma 7. Butterfly valve (katup kupu-kupu)= Fungsi untuk membuka & menutup aliran lebih cepat 6. Threaded flange (flens sambungan ulir) 9. SW red flange ( flens memperkecil sambungan sock di las) 7. ERW pipe 9. Knife gate valve (katup pintu pisau) 8.

Jenis sambungan dengan pengelasan : 1. 90 derajat union elbow (siku union 90 derajat) 10. 180 derajat elbow 4. Concentric reducer (pemerkecil sepusat) 5. 95 derajat elbow 7. Male adapter (jantan) 2. Tee 10. Female bulkhead (betina kepala banyak) 9. Red Tee (pemerkecil tee) 10. Female connection 6.Jenis-jenis alat penyambung : pada dasarnya alat penyambung ini dikelompokkan dalam dua bagian : A. 90 derajat elbow 3. 45 derajat lateral 8. Plug (sumbat) 13. Male 90 derajat elbow . Plug (sumbat) 7. Cap (tutup) 3. 45 derajat elbow 2. Tee 7. Bushing (paking) 2. Male connection 5. Cap (tutup) 9. Swage eccentric (sweg tak sepusat ujung bevel) B. Swage concentric (sweg sepusat) 15. Cross (silang) 12. Male bulkhead (jantan kepala banyak) 8. Coupling 4. 45 derajat elbow 6. Red coupling (kopling pemerkecil) 5. Swage eccentric (sweg tak sepusat) Jenis alat sambungan cubing 1. Cross (silang) 8. Eccentric reducer ( pemerkecil tak sepusat) 6. Cap (tutup) 4. Red Tee 11. Swage concentric BSE (sweg sepusat ujung bevel) 11. Female adapter(betina) 3. Reducer (pemerkecil) 9. Jenis sambungan dengan ulir 1. Union 14.

Insert (penyisip) 14. Stud bolt (baut paku) 3. Full face gasket 4. Instruments Jenis gasket 1. Spiral gasket Jenis bolt 1. Threadolet (olet ulir) 6. Reducer (pemerkecil) 13. Female 90 derajat elbow 12. Spacer (penjarak) 5. Cap screw (ulir penutup) . Oval ring gasket 3. Flat ring gasket 5. Red union (union pemerkecil) 17. Blind and spacer (buta dan penjarak) 3.11. weldolet (olet las) Jenis-jenis perlengkapan khusus : 1. Spectacle blind (kacamata buta satu) 2. Latrolet (olet lateral) 3. Strainer (saringan) 10. Ring gasket 2. Hose connection 7. Line blind (buta jalur) 4. Union cross Jenis-jenis alat sambungan cabang berupa olet : 1. Steam Trap (perangkap uap) 9. Expantion joint 6. Machine bolt (baut mesin) 2. Safety shower (pancuran pengaman) 11. Exhaust head (kepala pembuangan) 13. Union(union) 15. Elbowlet (letakan siku) 2. Sweepolet (olet corong) 4. Swivel joint (sambungan swivel) 8. Union Tee 16. Sockolet (olet sock) 5. Inline mixer (pengaduk dalam) 12.

SISTEM PERPIPAAN DAN DETAIL Pada dasarnya sistem pipa dan detail untuk setiap industri atau pengilangan tidaklah jauh berbeda. sedangkan drain dipasang pada tempat lokasi terendah yg akan ditentukan oleh P&ID. PEMASANGAN PIPA DI ATAS TANAH Pemasangan ini dapat dilakukan pada rak pipa (pipe Rack). Penggunaan vent atmosferis berkatup dan bertudung harus disediakan pada tempat lokasi titik tertinggi dari vessel atau jalur pipa diatasnya. perbedaan-perbedaan mungkin terjadi hanya pada kondisi khusus atau batasan tertentu yg diminta pada setiap proyek. kecuali pertimbangan pemeliharaan dan akan digunakan sambungan flange. pipa kompressor dan pipa utilitas.5 meter. Pipa Exchanger . Untuk pipa 18″ keatas bisa langsung dilas ke vesel. platform dibagian access. pipa pompa dan turbin. Pipa diatas tanah 2. pipa exchanger. Hal ini menguntungkan dari segi waktu. ongkos kerja dan pekerjaan dilapangan. berikut akan dijelaskan sebagai berikut : Pipa Kolom dan Vesel Pipa yg akan dipasang pada kolom dan vesel harus ditempatkan secara radial disekitar kolom di bagian jalur pipa. Pipa dibawah air ( didalam air) Pemasangan sistem perpipaan diketiga tempat ini baik pipa proses . atau diatas dudukan pipa (sleeper). sehingga dilapangan hanya merupakan penyambungan saja. Pada pemasangan pipa diatas tanah ini dapat pula dimasukkan pipa peralatan (equipment) yaitu yg meliputi pipa kolom dan vesel. Pipa dibawah tanah 3. jalan orang. Sambungan dalam skirt tidak boleh ditempatkan katup atau flange. baik melalui transportasi laut atau darat. Pemasangan pekerjaan perpipaan dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian sbb: 1.pipa utiliti mempunyai permasalahan masing-masing dan dalam buku ini hanya akan disinggung butir satu dua. Katup pelepas tekanan yg membuang kedalam sistem blowdown tertutup harus ditinggikan guna memungkinkan bagian pengeluaran pengaliran sendiri ke dalam sistem blowdown. Pemilihan keputusan untuk pabrikasi pipa di suatu bengkel dilapangan atau di suatu tempat di luar lapangan bahkan dinegara lain. juga disediakan lubang pembuangan yg besarnya 6 mm(1/4″) dibawah pipa guna mencegah akumulasi cairan. Pabrikasi pipa dapat dilakukan pada bengkel-bengkel di lapangan atau pada suatu pembuatan pipa khusus di suatu tempat lalu dikirim kelapangan. memerlukan perhitungan teknis dan ekonomis secara cermat. diatas penyangga penyangga pipa. Katup pelepas tekanan yg membuang uap ke udara bebas harus dilengkapi dengan pipa paling sedikit tiga meter diatas setiap platform dalam radius 7.

Apabila aliran utilitas berupa uap jangan lupa membuat kantung kantung uap pada setiap daerah titik terendah dimana aliran akan mendaki dan diperhitungkan tidak boleh lebih dari 40% tekanannya dalam jarak yg dihitung dalam feet. Perencanaan sub header haruslah dapat memenuhi daerah equipment proses atau kelompok peralatan lainnya yg memerlukan jalur utilitas. Pipa Kompresor Pemasangan pipa pada kompresor harus diatur perbaikan dan pemeliharaannya. akibat adanya beban dinamis yg berhubungan dengan kompresor ini. Pipa hisap (suction) dan buang (discharge) harus benar-benar diperhatikan fleksibilitasnya.Pemasangan pipa pada exhcanger tidak boleh dipasang diatas daerah-daerah kanal. maka reduser eksentris harus dipakai bilaman kantung tanpa vent tak dapat dihindari. Spool dipasang diluar nozzle kapal guna memungkinkan pemindahan bundel pipa exchanger. Pipa utilitas seperti apa yg lain haruslah direncanakan beroperasi pada temperatur dan tekanan berapa. Pipa Pompa Dan Turbin Pipa suction atau pipa yg mengalirkan aliran disebut juga pipa hisap harus diatur sedemikian rupa guna mencegah penurunan tekanan dan kantung uap yg dapat pula menimbulkan kavitasi pada impeler. Masalah getaran termasuk bagian terpenting pada pipa kompresor ini. Hal ini penting untuk mencegah pembongkaran besar yg tak perlu pada pemeliharaan dan perbaikan pipa. terutama untuk temperatur rendah atau tinggi atau tekanan tinggi. begitu pula kedudukan-kedudukan penyangga haruslah baik dan dapat mengatasi getaran-getaran yg diakibatkan motor pipa serta aliran. sehingga mudah untuk perawatan dan perbaikan. . Apabila perubahan ukuran diperlukan untuk mempercepat atau memperlambat aliran. Pemasangan pipa pada pompa dan turbin harus diatur sedemikian rupa. Karena itu masalah penyangga. Saringan permanen dan sementara harus disediakan pada inlet pompa dan turbin. Sambungan pipa dengan menggunakan flanges lebih diutamakan demi memperlancar jalannya perbaikan dan pemeliharaan. Sedangkan untuk aliran panas dan dingin harus diperhatikan fleksibilitasnya. guide dan anchor juga harus menjadi perhatianbagian perencana teknik. Ruang-ruang bebas untuk pemasangan flange exchanger harus disediakan. tutup shell dan fasilitas fasilitas lain yg telah terpasang pada exchanger atau handling yg suka digunakan. Pipa Utilitas Pemasangan pipa utilitas ini harus benar-benar direncanakan sehingga kebutuhan utilitas di proyek dapat terjangkau penggunaanya. Sambungan cabang haruslah dibuat dari atas header.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->