Pembangunan versus Pelestarian suatu “Dilema” Pembangunan Kota Malang ?

Pengantar Pembangunan sebagai suatu upaya untuk meciptakan/mengembangkan kota menjadi lingkungan yang nyaman baik untuk kepentingan ekonomi, sosial-budaya (tempat hidup komunitas kota). Kota yang selalu berkembang baik secara alamiah maupun melalui proses perencanaan dan perancangan, dihadapkan pada permasalahan tidak tercapainya kondisi "ideal” akan tuntuntan kebutuhan tujuan pembangunan tersebut. Ada tiga orientasi pembangunan yang seharusnya diperhatikan dalam melakukan proses pembangunan, yakni; orientasi pada pengembangan fisik (development orientation); orientasi pada komunitas (community orientation) dan orientasi pada konservasi (conservation orientation). Kepentingan pembangunan menjadi hal yang sangat menentukan dalam keberhasilan/kegagalan "intervensi fisik” pembangunan kota. Sebagai suatu proses, pembangunan kota (baik secara parsial; pembangunan satu gedung maupun menyeluruh dalam bentuk perancangan kawasan dan/atau kota) seharusnya disadari merupakan suatu tindakan menambah/ merubah dan/atau menghilangkan yang lama untuk menghadirkan sesuatu yang "baru” untuk "memperbaiki” kondisi sebelumnya. Apakah tujuan membangun dalam rangka "memperbaiki” tersebut tersebut tercapai (dalam kerangka 3 orientasi tersebut) ? Ini yang seharusnya menjadi perenungan kita bersama mulai pada saat penetapan rencana, proses perancangan bahkan pada tahapan pelaksanaan dan operasional suatu proyek pembangunan. Orientasi pembangunan (baca: kepentingan) seperti ke-tiga orientasi disebutkan di atas memiliki makna yang luas, dan sangat interpretatif. Artinya apa sebenarnya tujuan (kepentingan) yang akan diprioritaskan dalam melakukan berbagai bentuk "intervensi fisik” yang berbaju "pembangunan” tersebut ? Sehingga sering kita dihadapkan pada suatu kenyataan bahwa intervensi (baca: pembangunan) merupakan pembangunan atau perusakan (lingkungan); pembangunan atau penggusuran; bahkan sering dipertentangkan antara pembangunan versus pelestarian. Kenyataan ini membawa kita pada posisi "dilema” atau kalau boleh meminjam istilah panitia "berada di persimpangan jalan” atau ada pada beberapa pilihan. Dalam hal ini apakah kita harus bimbang? Atau tetap kepada keteguhan prinsip untuk tetap mempertahankan yang lama dengan upaya pelestarian bahkan melakukan konservasi. Disini diperlukan suatu "kearifan” sikap dan "keaifan” disain untuk bisa "memilah” dan "memilih” dengan tetap memperhatian tiga pilar orientasi pembangunan seperti diuraikan di atas. Pendakatan-pendekatan baru dalam pembangunan fisik telah banyak dilakukan seperti sutainable development, pembangunan yang kontekstual, pembangunan yang partisipatif dan lain-lain, tetapi yang diperlukan adalah suatu konsepsi konkrit yang lebih operasional terhadap upaya-upaya pembangunan kota. Dalam proses perkembangannya kota-kota kita di Indonesia mempunyai permasalahan yang sama, berkisar kepada dominasi kepentingan pertumbuhan ekonomi sebagai mainset perkembangan fisik kota. Hal ini yang perlu dicarikan suatu solusi atau treatment bagaimana kekuatan-kekuatan perkembangan kota itu masih bisa di-drive untuk "mengendalikan” perkembangan fissik kota yang relatif tidak terkendali/terarah proses perkembangannya. Jawaban singkat adalah perlu "law inforcement” dan political will dari pengambil kebijakan

pengembangan kota (pemerintah kota), yang didasarkan atas kemampuan teknis aparat dan perangkat yang mendukung. Pembangunan Vs Pelestarian Kota Malang kaya dengan potensi tinggalan arsitektur kolonialnya sebagai suatu entitas kehidupan kota, dalam perkembangannya menghadapi permasalahan yang cukup serius. Satu-persatu asset arsitektur hilang, bahkan ciri kawasan secara akumulatif terjadi kecenderungan terjadinya penurunan kualitas visual. Upaya pelestarian bangunan dan/atau kawasan kota rasanya masih terbatas pada wacana, kalaupun sudah ada peraturan masih dirasa sangat parsial, dan belum menyentuh pada tataran operasional bagaimana upaya pelestarian asset-asset itu harus dilakukan. Mengutip pada pernyataan dalam sinopsis seminar ini bahwa "UU Cagar Budaya, 1992 ternyata belum dapat menjamin berbagai upaya pelestarian bangunan-bangunan lama yang memiliki nilai sejarah & arsitektur yang khas. Lemahnya law enforcement dari Pemerintah karena semua strategi konservasi hanya diarahkan pada bangunan fisik semata sebagai bagian dari nostalgia dan appresiasi pada suatu masa.” ada benarnya. Kondisi pada hampir di semua kota-kota kita upaya pelestarian bangunan dan/atau kawasan masih terbentur kepada "keterbatasan” akan pemahaman potensi-potensi bangunan dan/atau kawasan sebagai fisikal arsitektur yang "steril” di lingkungannya. Sehingga upaya pelestarian masih dituding hanya sekedar untuk kepentingan "nostalgia” kelompok tertentu. Produk perangkat peraturan yang berkaitan dengan perkembangan kota rasanya baru menyentuh pada pengatran yang bersifat spatial (2 dimensi), sementara bangunan arsitektur dan lingkungan binaan lainnya merupakan produk yang 3 (tiga) dimensi (form and space). Sehingga tuntutan terhadap perangkat pengendali perkembangan kota dalam bentuk panduan rancang kota (Urban Design Guide Lines) sangat diperlukan. Produk panduan rancang kota yang mendekati kebutuhan ini adalah RTBL (Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan). Produk-produk panduan rancang kota ini sebenarnya yang bisa cukup operasional men-drive perkembangan fisik kota secara 3 dimensi. Keterbatasan-keterbatasan produk panduan semacam inilah yang sering menyebabkan terjadinya "dilema” dalam menentukan upaya konkrit, bahkan sering memunculkan pertentangan pembangunan atau pelestarian. Karena sifatnya yang sangat lokal, RTBL ataupun produk lain sebagai perangkat pengendali perkembangan kota (UDGL), maka kajian-kajian spesifik kawasan sangat diperlukan. Potensi spesifik fisik kawasan tertentu akan menentukan jenis perlakuan tertentu yang spesifik. Malang sebagai Produk Rancang Kota Kegiatan perencanaan dan perancangan kota secara formal pada masa kolonial Belanda telah dimulai sejak awal abad ke 17. Pada tahun 1596 Belanda mulai datang di Batavia dan menguasainya pada tahun 1619, yang kemudian membangun benteng dan gudang, sebagai benteng pertahanan Belanda dengan nama Kastel Batavia. Jan Pieter zoen Coen membangun Batavia dengan model kota Amsterdam, dengan menggali kanal sebagai pengendali banjir, pertahanan serta untuk prasarana transportasi (lalu lintas). Sebelum menguasai Batavia, Belanda telah mempersiapkan sistem pemerintahan kota Batavia sebagai kota kabupaten (Regentschap Stad Batavia, 1602), sejak saat itu pula telah dirintis ketentuan hukum yang mengatur tentang penataan kota.

Peraturan pertama yang mengatur tentang ketentuan hukum perkotaan adalah "De statutten van 1642", merupakan peraturan produk V.O.C. yang isinya mengatur pembangunan jalan, jembatan, bangunan serta menentukan wewenang dan tanggung jawab dewan kota. Peratuan ini relatif lengkap karena telah mencakup tata ruang kota, garis sempadan, pemeliharaan saluran air dan sebagainya. Dalam peraturan telah digariskan pedoman utama dalam penataan kota, baik dari aspek keamanan, kesehatan lingkungan, serta lalu lintas beserta pedoman bagi penguasa dalam melaksanakan peraturan tersebut dalam praktek (Marbun,B.N., 1979). Penyesuaian sistem pemerintahan Belanda yang dilakukan pada tahun 1903, dengan diterbitkannya Decentralisatie Wet (Ind. Slbl. No. 329) pemerintah Belanda memberi otonomi kepada daerah dengan hak-hak antara lain; menetapkan anggaran belanja sendiri, dan menetapkan peraturan lokal dengan persetujuan Gubernur Jendral. Undang-undang desentralisasi yang mendasari terbentuknya sistem pemerintahan kotapraja (stads gemeente), "Decentralisatie Besluitt Indische Staatblad 1905/137, semakin mendorong berlangsungnya otonomi pemerintah daerah atau pemerintahan kotapraja. Pada tahun yang sama (1905), pemerintah Belanda mengeluarkan peraturan khusus yang mengatur perkotaan yakni; Localen raden ordonantie, Staatsblaad 1905 No.181, yang memberi wewenang kepada dewan rakyat daerah dan kota untuk menentapkan ketentuan peraturan bangunan lokal. Tahun 1919 di Batavia ditetapkan Bataviasche Bouwver-ordening yang direvisi pada tahun 1941. Untuk kota Bandung pada tahun 1929 diterbitkan Bouwverordening van Bandoeng, sedangkan untuk kota Palembang mulai diatur penataan kotanya pada tahun 1943, dengan dikeluarkannya Bouwverordening Stadsgemeente Palembang. Pedoman yang mengatur persyaratan kota baik dari segi tempat tinggal, transportasi, lapangan kerja, maupun tempat rekreasi telah diatur pada Stadsverordenings ordonantie Stadgemeenten Java 1938. Bahkan pada tahun 1941 melalui Kringen en Typen Verordening, telah diatur tindak lanjut pembangunan dalam areal kota yang telah ditentukan peruntukannya (Marbun, B.N, 1979). Kota Malang sudah ada sejak tahun 1400-an tetapi baru berkembang dengan pesat sebagai kota modern sesudah tahun 1914, yaitu sesudah kota Malang di tetapkan sebagai kotapradja (Gemeente). Hal ini di sebabkan adanya investasi secara besar-besaran dalam bidang infra struktur dan komunikasi di Hindia - Belanda yang dilakukan oleh pemerintah Belanda dan pihak swasta setelah tahun 1870. Ada beberapa keputusan politik yang berpengaruh terhadap perkembangan kota Malang. Yang pertama adalah dengan di keluarkannya undang-undang gula (suikerwet) dan UU agraria (agrarischewet) pada tahun 1870. yang kedua adalah akibat dikeluarkannya UU desentralisasi pada tahun 1903, yang baru dilaksanakan pada tahun 1905. Kesuksesan perkembangan kota Malang tak lepas dari kerja sama yang baik antara walikota pertama, H.I. Bussemaker dan penggantinya Ir. EA. Voorneman, PU kotamadya serta Thomas Karsten sebagai adviseur (penasehat). Pihak pemerintah kota mengontrol perkembangan kota dengan mengatur perencanaan perluasan kota yang dibagi menjadi 8 bagian, yaitu masing-masing disebut sebagai Bouwplan I s/d Bouwplan VIII. Perkembangan kota Malang secara historis dapat dilihat dari perkembangan wilayah terbangunnya. Pengembangan Malang sebagai entitas komunitas "moderen” dengan tetap memperhatikan kondisi sosio-kultural lokalitas yang kental telah menghasilkan

"lingkungan” kota yang kontekstual. Salah satu "produk” arsitekturnya adalah indish style yang mampu memberikan "warna” pada disan-disain kawasan kota-kota di Indonesia termasuk Malang. Sebagai salah satu mata rantai sejarah fisik kota, adalah tidak berlebihan kalau kita mau mempelajari serta "menyerap” konsepsi-konsepsi disain kawasan, kota, dan/atau arsitekturnya. Idjen Boulevard merupakan salah satu hasil rancangan kawasan kota yang sarat akan konsepsi ruang, bangunan, dan townscape. Pemahaman konsep melalui ulasan disain akan semakin memperkaya wawasan, "pengalaman visual” serta pemahaman akan potensi visual kawasan yang sangat diperlukan oleh pelaku pembangunan (masyarakat kota, birokrat, dan pengembang). Kawasan Idjen Boulevard didisain pada masa pemerintahan kolonial Belanda antara tahun 1919-1929 pada masa HI Bussemaker sebagai walikota Malang. Kawasan ini sarat akan konsepsi-konsepsi penataan ruang kawasan, yang apabila secara arif dapat dikaji kita akan mendapatkan beberapa pelajaran berharga untuk referensi disain kawasan sejenis di masa mendatang. Perjalanan sejarah dengan berbagai tekanan akan tuntutan kebutuhan ruang kawasan, serta perubahan gaya hidup masyarakat yang mendiami kawasan ini sedikit banyak telah memacu berlangsungnya perubahan-perubahan. Perubahan-perubahan yang terjadi merupakan konsekwensi logis dari adanya pertumbuhan dan perkembangan kehidupan masyarakatnya. Mempelajari bentuk morfologi kawasan Idjen Boulevard menjadi sangat signifikan mengingat potensi-potensi disain yang melekat dalam keseluruhan konteks kawasan. Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan serta dipelajari dalam studi morfologi antara lain aspek historis kawasan, aspek kecenderungan perkembangan, aspek disain (bangunan, tata lingkungan, penataan jalur hijau, maupun townscape), serta aspek regulasi (usaha-usaha terhadap upaya penataan dan atau pengaturan) dalam mengantisipasi tuntutan perkembangan kota. Keempat aspek tersebut merupakan aspek utama yang harus diperhatikan dalam penanganan perancangan kawasan dan/atau perancangan kota (Urban Design). Ulasan Disain Kawasan Idjen Boulevard Boulevard merupakan konsep disain yang paling populer dan banyak dipakai sebagai akses jalan utama pada pengembangan kota taman (garden city). Akses jalan dibuat dua lajur dengan tata taman yang relatif lebar pada median jalan. Karakteristik jalan yang demikian secara visual memberikan kesan dominasi akses kawasan. Dalam kasus idjen boulevard kesan visual ini masih di tunjang dengan adanya jalur pedestrian di sisi kiri dan kanan jalan dengan tata tanam yang khas (mengunakan tanaman Palem Raja). Kesan visual yang terbentuk menjadi demikian atraktif dengan pola tanam yang memiliki ritme yang sama (jarak 8 meter) serta besar tanaman yang relaitif sama. Karakter visual lingkungan idjen boulevard, didominasi tata hijau dibagi menjadi 2 bagian penggal yakni; antara jl. Kawi s/d tugu melati (perempatan jln semeru); dan penggal tugu melati sampai dengan Gereja Santa Maria Bunda Karmel (Idjen). Kedua penggal jalan tersebut di awali dan/atau diakhiri dengan persimpangan jalan, dengan karakteristik disain tata lingkungan yang berbeda, seolah berusaha untuk menghindarkan "keseragaman” vista lingkungan. Penyelesaian disain yang demikian bertujuan untuk meberikan "pengkayaan” visual sepanjang jalur jalan boulevard. Penyelesaian tata jaringan jalan yang demikian menyebabkan bervariasinya tipologi townscape serta tipologi kapling di setiap sudut persimpngan jalan. Kondisi ini membawa implikasi pada disain bangunan sudut menjadi lebih variatif dan spesifik di setiap penggal kawasan.

tetapi tidak semua pemilik rumah menjaga kondisi taman dengan serius. Sebenarnya peremajaan vegetasi sangat diperlukan karena dengan cara inilah Idjen Boulevard dapat dipertahankan. serta perubahan disain rumah di kawasan idjen boulevard saat ini telah terjadi.Pola grid sama sekali tidak ditemukan pada pengembangan kawasan idjen boulevard. Kondisi taman yang tidak sama terjadi karena tidak adanya aturan yang jelas tentang jenis vegetasi yang boleh ditanam dan pihak yang mempunyai kewajiban memelihara. Palem raja sebagai salah satu unsur utama dari Idjen Boulevard mengalami perubahan yang disebabkan karena adanya peremajaan yang dilakukan. Trend tipologi lingkungan seperti kawasan idjen saat ini mulai muncul kembali pada pemukiman-pemukiman baru yang memiliki segment pasar menengah ke atas. Kondisi idjen boulevard saat ini pada beberapa bagian sudah mengalami perubahan. Seharusnya vegetasi yang . Pohon-pohon palem ditanam diantara pohon lama sehingga jarak tanam yang sebelumnya berjarak 8 m menjadi tidak beraturan. Aturan tersebut meliputi pada jenis palem. Hal ini ditunjukkan dengan "membuka” ruang yang cukup untuk menghadirkan vista "putri tidur” dengan taman "indrokilonya” (sekarang telah berubah menjadi pemukiman elite). Idjen Boulevard juga merupakan sebuah referensi yang sangat relevan dalam konteks penataan sebuah kawasan saat ini. sehinga tipologi rumah villa dengan halaman depan yang relatif luas merupakan inti pola pemukiman di kawasan idjen. dengan klas ekonomi menengah ke-atas. kawasan idjen boulevard yang terletak di bagian utara dan didominasi serta diperuntukan bagi komunitas non-pribumi. Perubahan dapat dilihat dari kondisi palem raja di sisi jalan. Perbedaan ketinggian serta jarak tanam mengurangi kesan ruang dari Idjen Boulevard sebagai foreground dari deretan pegunungan Kawi. Pemanfaatan potensi lingkungan alamiah sangat menonjol. ukuran dan jarak tanam. Kawasan idjen boulevard perancangannya memang ditujukan untuk kelas atas. mengingat Idjen Boulevard merupakan salah satu contoh penataan kawasan yang sangat memperhatikan potensi-potensi lingkungan sebagai unsur disainnya. hal ini dapat dilihat pada kondisi vegetasi di sisi jalan. Demikian juga yang terjadi di kota Malang. tetapi peremajaan yang dilakukan harus tetap mengacu pada konsep awal rancangan kawasan ini. pedestrian serta tampilan bangunan. Sedangkan perawatan taman di sisi jalan diserahkan pada pemilik rumah. dan pengkayaan tipologi kapling hunian yang bervariasi. Konsepsi pengembangan kota Malang pada waktu itu yang dimotori oleh Karsten. Hal yang cukup memprihatinkan. Perubahan yang terjadi terlihat tidak terencana dengan baik hal ini karena tidak adanya regulasi yang jelas dalam usaha pelestarian kawasan ini. memang tidak didasarkan atas segregasi sosial (etnik tertentu). Peremajaan tanaman palem raja. Untuk menjaga kelestarian visual kawasan diperlukan suatu pendekatan yang komprehensif agar kawasan ini dapat terjaga kelestariannya. Tipical penggunaan pola grid pada kota-kota kolonial di Indonesia biasaya ditemukan pada bagian selatan kota yang didominasi oleh komunitas pribumi. Peremajaan yang seharusnya dapat menyegarkan suasana Idjen dilakukan dengan tanpa memperhatikan aturan-aturan yang ditetapkan oleh Herman Thomas Karsten. Peremajaan yang kurang memperhatikan konsep awalnya menimbulkan perubahan yang kurang sesuai. Pengolahan lingkungan dengan tata taman dan lingkungan (townscape) yang didominasi vegetasi. Perawatan dan penataan taman saat ini hanya dilakukan pada taman di median jalan. tetapi lebih kepada kelas status sosial. Selain itu perbedaan ukuran antara palem lama dan baru sangat tampak.

dengan menghadirkan "taman” hampir pada setiap persimpangan jalan. kondisi taman tampak tidak terurus karena penghuni rumah yang seharusnya berkewajiban memelihara tidak tinggal di situ lagi. Tetapi pada beberapa bagian terdapat vegetasi-vegetasi. diantaranya adalah Ir Herman Thomas Karsten dan Henri Estourgie. Kondisi ini menyebabkan disain bangunan menjadi relatif beragam. sehingga "batas” kepemilikan pribadi (batas kapling) tidak mempengaruhi bentuk disain maupun kualitas dan kuantitas visual pedestrian. orienasi. Seperti telah di illustrasikan bahwa pola jalan kawasan Idjen boulevard dengan pola organik–non grid. bahwa Exclusionary Zonning bisa diterapkan untuk menentukan standart performance. baik di tengah maupun di sisi jalan. baik dari sisi besaran bangunan. Penyelesaian disain yang demikian sebenarnya merupakan suatu "jawaban” atas pertanyaan bagaimana mendisain suatu kawasan/bagian kota supanya memiliki "lokalitas” yang spesifik. Panduan perancangan jalur pedestrian menjadi sangat penting. R (2004). maupun bentuknya. Perlu disosialisasikan tentang kedudukan pedestrian beserta unsur pembentukknya (grass cover) merupakan domain publik (public domain). pola boulevard pada jalur utama dan jalan-jalan . Seiring perkembangan kota Malang yang pesat. Keadaan ini semakin memperjelas bahwa disain kawasan benar-benar telah diolah sedemikian rupa sehingga "vista” (scane) pada setiap penggal kawasan memiliki kekhasannya sendiri. Tampilan bangunan di sekitar Idjen Boulevard pada awalnya didominasi oleh karya arsitektur bergaya kolonial dengan tipe rumah villa. dalam rangka untuk mempertahankan ekslusivitas dan keseragaman suatu kawasan. Pemahaman kualitas visual menjadi sangat penting bukan hanya sekedar pelestarian bentuk bangunan. Disain kapling relatif bervariasi sebagai kosekwensi dari pengolahan tata taman yang mendominasi kawasan. seperti palem merah dan jenis perdu-perduan. Pola sirkulasi di buat berjenjang. tetapi pemahaman secara totalitas disain kawasan. Bangunan rumah-rumah tinggal tersebut merupakan karya dari beberapa arsitek pada jaman kolonial. yang ditanam di bagian luar pagar.diijinkan di luar pagar hanyalah rumput sebagai ground cover dan penyerap air hujan. Menurut Han Awal (2002). Fenomena perubahan yang terjadi apabila tidak dilakukan pengendalian. Diperlukan guideline yang mampu untuk menjaga kualitas visual kawasan. Secara keseluruhan sebenarnya kawasan idjen boulevard memerlukan pengaturan yang khusus dengan penetapan kawasan dengan perangkat "exclusionary zonning” untuk menjamin Visual performance lingkungan tetap terjaga. maka bukan tidak mungkin karakter spesifk kawasan idjen boulevard akan hilang. yang dikutip Wikantiyoso. Tipologi hunian di sepanjang Idjen boulevard adalah tipologi rumah Villa dengan halaman depan rumah yang relatif luas. Menurut Truman Asa Hartshorn (1980:226). rumah-rumah tinggal tersebut tidak sedikit yang telah mengalami perubahan. Pada bagian lain. merupakan satu kesatuan dari disain kawasan. ekslusifitas kawasan idjen boulevard ini memang terlihat sejak awal dengan hanya diperkenankannya 8 arsitek yang merancang bangunan di kawasan ini. dalam Interpreting The City: An Urban Geography. Perbedaan perlakuan bagi taman di Idjen Boulevard disebabkan tidak adanya pemahaman bahwa taman pada kawasan ini. Jalur Pedestrian Pengendalian terhadap kualitas disain kawasan termasuk kualitas disain Pedestrian sangat diperlukan.

potensi spesifik kawasan sebagai salah satu icon kota Malang. Hal ini bisa berhasil karena setiap disain "taman” memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda. yang . sedikit banyak akan memberikan "tekanan” perubahan yang cukup signifikan dalam jangka panjang. taman buring. Kondisi kawasan Idjen Boulevard saat ini telah mengalami perubahan yang cukup besar. hal ini bisa dilihat dari foto udara kawasan Idjen Boulevard antara tahun 19462004 (lihat gambar 8). tetapi juga dari sekitar kawasan Idjen. arsitektur baru dengan karakter baru. Seperti kita ketahui dalam waktu yang tidak terlalu lama akan muncul sebuah. aktifitas baru. Selain berfungsi sebagai "pemecah” sirkulasi tetapi juga untuk memperkuat kesan-kesan visual tertentu. Urban design guide line kawasan Idjen Boulevard sudah menjadi kebutuhan untuk "menjaga” kelestarian. Arsitektur baru dengan "skala” aktifitas yang cukup besar. dengan hadirnya MOG (Malang Olimpic Garden). tetapi perangkan urban design guide line yang menyentuh aspek-aspek disain fisik ruangnya. Kawasan Idjen Boulevard dalam "tekanan” Perubahan Rasanya konotasi sub judul di atas sangat berlebihan. Sekali lagi apa yang harus dilakukan oleh pengelola kota. aspek ekologis. taman cerme dll. Salah satu contoh konsepsi yang patut untuk di pertahankan eksistensinya. aspek sirkulasi. development orientation. Alih fungsi beberapa bagian kawasan secara pelan dan pasti telah dan akan terus terjadi. Catatan Penutup Malang dengan berbagai potensi bangunan dan/atau kawasannya memerlukan pedoman standar pelestarian dan perlindungannya untuk setiap kawasan di Kota Malang.lingkungan yang berada di "dalam” kawasan diperkuat kesan ruangnya dengan menghadirkan beberapa taman seperti taman Slamet. Hal ini harus disadari sebagai suatu proses perkembangan kota. mendudukkan ruang jalan hanya sebagai jalur sirklasi saja tetapi juga ditujukan untuk menghadirkan "vista” lingkungan yang lebih bervariasi. Eksklusifitas disain kawasan idjen boulevard terlihat juga dari disediakannya jalus pedestrian pada dua sisi sepanjang jalur Idjen boulevard. bahkan image baru di dekat Idjen Boulevard. Bisa kita rasakan penggunaan pola boulevard di Jalan Raya Idjen berbeda dengan boulevard menuju SMA Dempo. "Tekanan” perubahan idjen Boulevard bukan hanya datang dari perubahan fisik sepanjang Idjen Boulevard saja. Konsep peancangan sirkulasi seperti ini. lingkungan baru. Diperlukan upaya-upaya kongkrit bukan hanya berupa perda yang mengatur secara verbal. conservation orientation dan/atau community orientation seperti di uraikan di depan. Konsepsi tata ruang luar dengan pendekatan yang komprehensif dari beberapa aspek. serta komunitas kotanya ? Jawabnya adalah mempersiapkan perangkat yang mampu "mengendalikan” perkembangan kawasan/kota sesuai dengan "prioritas” kepentingan (baca: orientasi pengembangan). Akan tetapi dalam konteks perubahan hal ini perlu untuk menyikapi secara positif dan arif dalam rangka mendapatkan solusi untuk "mempertahankan” image Idjen Boulevard sebagai salah satu icon kota Malang. estetika serta "penyatuan” panorama lingkungan dalam disain kawasan sangat terasa.

Mengingat di lokasi itu ada rumah warga. Semuanya saling membutuhkan kawasan itu. konservasi. Semoga catatan-catatan penutup ini dapat memberikan wawasan baru dalam memahami disain kawasan serta menjadi acuan dalam upaya penataan kawasan idjen boulevard khususnya. Dalam tahapan implementatif perlu law inforcement dengan kelengkapan UDGL (urban design guide lines) yang mampu men-drive upaya kelestariannya didalam "tekanan” perubahan yang sangat kuat. dalam rangka mempertahankan ekslusivitas dan keseragaman suatu kawasan (Truman Asa Hartshorn. ada pula tempat-tempat bisnis dan lainnya. Sesuai dengan tata kota. tetapi tidak/kurang memperhatikan konsep penataan (jarak tanam. kemarin. Kategori obyek sangat menentukan langkah-langkah konkrit pada upaya menjaga kelestarian bangunan dan/atau kawasan tersebut. . Karakteristik obyek yang berbeda diperlukan klasifikasi bangunan kuno-bersejarah dan kriteria fisik-visualnya sangat tergantung pada nilai-nilai yang dikandung (nilai historis. juga pelaku usaha yang ada di sekitarnya. Upaya partisipatif dalam "pengelolaan” ruang terbuka pada zona publik memang perlu untuk efisiensi anggaran pemerintah kota dalam pemeliharaan taman kota. Bagaimana pun dampak terhadap kemacetan lalu lintasnya. 7 April 2006. Disini diperlukan upaya-upaya kongkrit yang mengarah kepada penataan fisik dalam bentuk pemberlakuan UDGL (urban design guide lines) atau panduan rancang kota yang mampu menjaga kualitas visual kawasan secara menyeluruh meliputi tata taman. Exclusionary Zonning bisa diterapkan untuk menentukan standart performance. Prof. 1980:226). Respati Wikantiyoso. diselenggarakan oleh IAI Nasional di Hotel Tugu Malang. Aktivitas di Jalan Semeru dibutuhkan semua pihak. Tetapi hal ini harus di drive dengan perangkat pengaturan seperti UDGL yang mampu menjadi panduan operasionalnya. Sebagai salah satu cirri khas Kota Malang. keberadaan Pasar Tugu di Jalan Semeru saat ini perlu ditinjau kembali. Sering juga ada bus yang parkir di pinggir jalan di sekitar lokasi yang akan berwisata di Pasar Tugu. Kajian terhadap bangunan dan/atau kawasan harus dilakukan secara konprehensif untuk menetapkan kebijakan preservasi. nilai keilmuan.menuntut perlakuan tidak sama. harusnya dapat mengangkat vitalitas kawasan itu.Sabtu. tempat bisnis. dengan upaya regenerasi tanaman baru. lokasi Pasar Tugu harus berada di lokasi yang tepat. warga juga membutuhkan untuk aktivitasnya. Secara keseluruhan sebenarnya kawasan idjen boulevard memerlukan pengaturan yang khusus dengan penetapan kawasan dengan perangkat "exclusionary zonning” untuk menjamin Visual performance lingkungan tetap terjaga. Para PKL butuh untuk menggelar barang dagangannya di Pasar Tugu. atau demolisi. Ir. MSA. besar tanaman) sehingga kualitas visual sangat memprihatinkan. jalur pedestrian maupun tata bangunan di kawasan idjen boulevard. [1] Makalah disampaikan pada Seminar Peletarian di Simpang Jalan. nilai kultural dll).D. Upaya menjaga kelestarian kawasan idjen boulevard memang telah dilakukan. Ph. ‘’Dampak kemacetan sudah terlihat di sekitar lokasi itu karena fasilitas parkir yang tidak terlalui memadai. Sejauh mana efektifitas dan sejauh mana mengganggu aktivitas di sekitar kota. Pembahasan tentang perancangan kawasan khusus seperti halnya kawasan idjen bouevard ini tentunya bertujuan bukan hanya untuk mengagumi "keelokan” atau keindahan disain kawasan.’’ kata Respati kepada Malang Post. Di kawasan itu pula ada rumah. keberadaanya tidak boleh mengganggu aktivitas lainnya. tetapi lebih kepada menggali konsepsi-konsepsi disain kawasan. Menurut pakar tata kota dari Universitas Merdeka Malang. 18 Februari 2012 14:57 Pasar Tugu ke Rampal MALANG – Pasar wisata belanja Tugu Kota Malang sudah menjadi salah satu tujuan pariwisata alternatif wisatawan yang datang ke Kota Malang. [2] Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Merdeka Malang Malang Post.

Di kawasan Malioboro Jogjakarta. .’’ tambah Kepala Laboratorium Kota dan Permukiman Jurusan Teknik Arsitektur Universtas Merdeka Malang itu. pemandangan yang mendukung. ”Jangan hanya gebyarnya saja terus tiba-tiba hilang. masyarakat bisa berwisata.” tandasnya. konsep pejalan kaki ada juga di Pangkal Pinang Provinsi Bangka Belitung. Bukan hanya masyarakat Kota Malang saja yang berkunjung. 30 Juli 2010 02:24 BOGORKITA . Seperti diketahui. Dengan kajian lalu-lintas yang matang bisa jadi kemacetan tidak akan terjadi. Hanya saja.Malang Juga Mau Bikin Pedestarian Malang Juga Mau Bikin Pedestarian Jumat. konsep pedestrian yang nyaman itu bisa dilihat dan dirasakan di Orchard Road Singapura. Jika ditempatkan di lokasi itu. Ditambahkannya.d. Seperti luasan tempat yang mampu menampung semua pedagang. Jalan Bela Negara Rampal misalnya. konsep itu lantas di hentikan.’’ ungkapnya. kawasan itu setiap minggunya sudah ramai dan dapat menjadi konsumen Pasar Tugu jika dipindahkan ke kawasan Rampal. Kawasan itu pun cukup luas dan memiliki akses yang mudah untuk dijangkau. Prof.” lanjutnya.Ir. Di Indonesia. untuk pedestrian zone. Sebab akan banyak biaya dan tenaga untuk mempersiapkan konsep itu. pejalan kaki tidak merasa lelah. Seperti bangku duduk untuk beristirahat. Untuk ciri fisik bangunan. Bahkan ada masukan. Di sana walaupun rute berkilo meter. pernah juga dijadikan sebagai zona pejalan kaki. Justru keberadaanya akan dapat meningkatkan kawasan itu. Pemkot Malang sudah mengajukan izin ke Pangdam V Brawijaya untuk Pasar Tugu di Jalan Bela Negara Rampal. Namun karena omzet pedagang yang ternyata menurun. ‘’Kalau di Jalan Semeru kawasannya terbatas. Karena dulu pernah di pindahkan ke dalam Rampal dan dikembalikan lagi ke Jalan Semeru. Harus ada magnet yang lebih besar untuk menjadikan kawasan pedestrian. Peni Suparto soal pedestrian zone di Jalan Pasar Besar. (aim/avi) Kota Bogor Segera Bangun Boulevard . juga dapat meminimalisir gangguan aktivitas lainnya. Karena mereka banyak dihibur dengan pemandangan yang asri dan nyaman di sepanjang jalan. Kan banyak kerugian dari segi biaya dan juga warga di sana. Di Jalan Bela Negara Rampal. ”Seperti di Orchard Road Singapura. lintasan jalan yang baik. Dimanapun Pasar Tugu ditempatkan akan dikunjungi masyarakat dan wisatawan asalkan tidak jauh dari pusat kota. Yang terpenting jangan sampai jauh dari pusat kota. Namun Respati menganggap konsep itu bukanlah satu referensi yang baik.” kata Respati kepada Malang Post kemarin. Dengan menggunakan kanopi berbentuk dome yang menutup seluruh atap jalan. Kota Malang memiliki kawasan Jalan Ijen yang menjadi land mark.’’ terang pria yang menjadi Koordinator Tim Penyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Malang 2005-2025 itu. Pasar Tugu sudah menjadi ciri khas karakter kota yang ada di Kota Malang yang ada setiap minggunya.Kota apel Malang. Kalau ada kawasan yang luas dapat terus dikembangkan lebih baik lagi.. kata dia. Uji coba bisa jadi sebuah alternatif yang harus dilakukan oleh Pemkot untuk melihat kesiapan kawasan Jalan Pasar Besar sebagai pedestrian zone. ada beberapa bangunan baru yang harus ada di sepanjang jalan. memiliki akses jalan yang memadai. fasilitas parkir yang luas agar tidak menimbulkan kemacetan di jalan serta fasilitas lainnya. Untuk siklus tahunan ada Malang Tempo Dulu (MTD).Jika ada alternatif tempat yang tidak mengganggu aktivitas lainnya dan justru mengangkat aktivitas di kawasan itu akan lebih baik. ‘’Fasilitas parkir menjadi hal yang penting. Jawa Timur juga berniat membuat pedestarian sebagaimana halnya Kota Bogor Seperti apa konsep pedestarian Malang? Pakar Tata Kota Universitas Merdeka Malang meminta Pemkot Malang untuk benar-benar menyeriusi gagasan brilian Wali Kota Malang. olahraga dan mencari kuliner khas Kota Malang yang banyak dijajakan di Pasar Tugu. ”Intinya Pemkot harus memiliki konsep yang matang dan bisa bertahan lama. keberadaannya pun tidak jauh dari pusat kota. MSA. Ph. Respati Wikantiyoso. Konsep zona pejalan kaki yang terpenting harus dibuat agar dapat berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. perlu ada kelengkapan fasilitas yang disediakan untuk memberikan kenyamanan bagi pedagang dan juga pengunjungnya. seperti di Singapura itu. guru besar arsitektur Universitas Merdeka Malang mengatakan. Pasar Tugu sudah menjadi ciri karakter yang ada di Kota Malang. kanopi yang menyejukkan serta magnet pemandangan lain yang menyebabkan pejalan kaki betah berjalan di kawasan tersebut. tapi juga wisatawan dari luar kota. Lokasi parkir pun masih memadai untuk ditempati sepeda motor dan mobil. ‘’Perizinannya juga harus pasti.

pembangunan yang partisipatif. Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Berkelanjutan (P2KPB). Tentang tempat parkir. serta harus disesuaikan dengan karakteristik masyarakat setempat. desa pesisir yang memiliki arti penting sebagai pondasi industrialisasi kelautan dan perikanan mendapatkan dukungan fungsi kota-kota pesisir yang merupakan pusat pemasaran produk. rancangan trotoar yang nyaman untuk pejalan kaki. serta berkelanjutan”. berbagai program dan prioritas dalam pengembangan perdesaan yang akan dikembangkan di kawasan perdesaan harus diterapkan dengan pendekatan partisipatif. imbuhnya. serta penciptaan pengolahan kekayaan desa yang bernilai tambah dan mengembalikan nilai tambah tersebut ke desa. yang ditandai dengan terkonsentrasinya berbagai program pembangunan di perkotaan. Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Subandono Diposaptono pada kesempatan yang sama mengungkapkan. agar tidak bias dengan kepentingan pengembangan ekonomi. maka peningkatan nilai tambah ekonomi dari kegiatan perikanan dapat terwujud. "Prinsip pembangunan perdesaan dalam RPJMN adalah pemberdayaan dan pengembangan kapasitas masyarakat. diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. yang ditandai dengan semakin berkurangnya lahan pertanian. ”Karena di situ adalah zona perekonomian. pengembangan kawasan minapolitan merupakan salah satu konsep dalam penataan ruang desa pesisir berkelanjutan.html?start=1 P2KPB.” ujarnya. serta aturan mengenai kapan di berlakukannya zone pejalan kaki.Respati tidak dapat menyebut berapa lama kajian dari konsep itu dapat dilaksananakan. pada saat ini arah kebijakan dan strategi pembangunan desa yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) juga telah sejalan dengan P2KPB. Harus Partisipatif dan Berwawasan Lingkungan Akademisi dari Universitas Merdeka Malang Respati Wikantiyoso menambahkan. Pengembangan perdesaan. Direktur Perkotaan dan Perdesaan Kedeputian Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Hayu Parasati mengakui pentingnya pengembangan perdesaan di Indonesia. Pada pagi hingga siang saya lihat di daerah itu padat sekali terjadi transaksi. masih terus terjadi di Indonesia hingga saat ini. "Sebelum menetapkan prioritas dalam pengembangan perdesaan. Sementara Direktur Tata Ruang Laut." ujar Subandono. Melalui konsep ini.bogor-kita. meningkatnya kerusakan DAS. tutur Subandono. Lebih lanjut Lina menjelaskan. Hayu juga mengungkapkan masih terjadinya ketimpangan pembangunan perdesaan dan perkotaan ditandai antara lain dengan semakin besarnya persentase desa swadaya di Indonesia. lintas jalan yang akan dilalui. semakin bergesernya tenaga kerja di sektor pertanian ke sektor industri serta urbanisasi penduduk yang terus meningkat. Konsep ini diharapkan dapat mengatasi krisis yang terjadi di perdesaan. seperti guide line mengenai tata letak dan denah yang berisi berbagai rancangan dan peta zona tersebut. Demikian disampaikan Direktur Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I Lina Marlia dalam Lokakarya Pengembangan Kawasan Perdesaan Berkelanjutan di Jakarta (12/4). Seperti ketika sore hari atau malam. Senada dengan Lina. Hayu memaparkan. Konsep utama P2KPB adalah pengelolaan kekayaan desa sebagai common property. Namun Respati menyebutkan beberapa hal penting yang harus di siapkan." tegas Respati. menurut Respati harus partisipatif agar sesuai dengan karakteristik masing-masing tipologi perdesaan. kenali dulu karakteristik desa.com/pemerintahan/kotamdya-bogor/473-kota-bogor-segera-bangunboulevard. "Dengan adanya konsep minapolitan sebagai satu kesatuan manajemen pengembangan wilayah yang memadukan keterkaitan produksi-pemrosesan-pemasaran dan prasarana pendukungnya.(sumber: malangpost) Berita selengkapnya di: http://www. Solusi Atasi Ketimpangan Perdesaan-Perkotaan Ketimpangan pembangunan antara perkotaan dan perdesaan. . saya kira lebih baik untuk menerapkan konzep ini dalam waktu tertentu dimana kegiatan dan omzet pemasukan warga setempat mengalami penurunan. serta kerusakan hutan (deforestasi).

menurutnya sangat penting. Sementara itu. dalam perencanaan kota ada penanda (signed) untuk membedakan dengan daerah lainnya. "Dengan banyaknya papan reklame yang terpasang elemen penanda itu menjadi tertutup. Namun jika terbentur dengan waktu maka nantinya zonasi harus diatur dalam perwakot. Potensi visual kota yang menjadi penanda di setiap kota menjadi tertutup dan hilang karakteristiknya karena pemasangan reklame yang tidak tertata dengan baik. Jalur Lingkar Barat (JLB) sebelumnya telah dibahas menjadi salah satu rencana jangka panjang yang hingga kini belum juga disyahkan oleh legislatif dan eksekutif Kota Malang. pemandangan atau tanaman. Unsur penanda ini.net/detail_b. Selain itu. Tapi sekarang sering dipasang papan reklame ukuran besar. gedung PLN dan lainnya. Dibutuhkan akses jalan yang layak untuk memecah pemusatan dan memeratakan pembangunan dengan adanya sinergi antara Pemkot Malang. Dengan infrastruktur itu pembangunan akan berjalan seiring dengan pola jalan. ”Akses jalan yang layak harus disediakan untuk memecah jalur yang melalui pusat kota.” lanjutnya. Anggota Komisi C DPRD Kota Malang mengaku akan membicarakan tentang zonasi reklame.” kata Respati kemarin.” kata Respati kemarin. Kabupaten dan juga Kota Batu karena lokasi lingkar barat akan memanjang dan melintas di tiga . Sampai sekarang ini masih banyak daerah yang belum punya. gereja Kayutangan sudah tidak terlihat lagi karena tertutup reklame besar.penataanruang. P2KPB juga harus menegaskan adanya prinsip pembangunan berwawasan lingkungan sehingga dapat mencegah terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan. LSM Pusat Telaah Informasi Regional (Patiro) mendesak Rencana Tata Ruang dan Wilayah (Ranperda RTRW) memuat tentang zonasi.” tegas dia. ”Dalam perwakot ada aturan kalau Alun-Alun Kota Malang itu adalah area publik dan bebas dari reklame.asp? Karena Iklan. termasuk Provinsi Jawa Timur juga belum punya. Kabupaten Malang dan Kota Batu. ”Banyak bando tapi tidak ada ukuran jelas. (aim/pit/mar) Baca berita aslinya dengan klik link dibawah: http://www. Sedangkan peletakan papan reklame saat ini telah melanggar aturan yang telah disebutkan dalam perwakot. Menurut pakar tata kota Universitas Merdeka (Unmer) Malang. Kalah besar dengan papan reklame yang semakin marak terpasang di mana-mana. 31 March 2010 20:12 MALANG – Pembangunan di Kota Malang benar-benar terlihat pesat. Ranperda RTRW yang kini sedang digodok dewan menurut Patiro belum memuat tentang tiga hal penting tentang pengaturan reklame. Apakah papan bando itu. Fahaza mengaku publik belum mengerti tentang konstruksi hingga ukuran bando yang terpasang di atas suatu konstruksi. (sha) Sumber : admintaru_130412 Berita aslinya silahkan id=1921 klik disini atau kunjungi di http://www. Prof Ir Respati Wikantiyoso MSA Phd.malang-post. Menurut LSM ini. Konstruksi itu berpengaruh pada terjaminnya keselamatan warga di sekitarnya. Guru besar Unmer Malang itu mencontohkan kawasan Kayutangan. Karakteristik Kota Hilang MALANG– Maraknya papan reklame yang terpasang di Kota Malang memberikan sumbangsih negatif bagi wajah kota. Jalur lingkar menjadi salah satu alternatif yang ditawarkan oleh pengamat dan juga akademisi di bidang tata kota Respati Wikantiyoso. ”Sesuai amanat UU nomor 26 tahun 2007 setiap daerah kan diberi waktu 2 tahun untuk memiliki perda RTRW. Papan itu biasanya dipasang di atas pos polisi atau pos Satpol PP itu.com/index. Sutiaji. Unsur penanda kota berupa elemen yang menonjol seperti bangunan. jalur lingkar sudah saatnya dimiliki Kota Malang untuk memeratakan pembangunan. Di Kota Malang ada bangunan-bangunan bersejarah seperti gereja di Kayutangan. Rencana yang digodok sejak tahun 2005 lalu itu menyebutkan kebutuhan jalur lingkar untuk memberikan akses jalan luar kota dari Kota Malang menuju Kota Batu. Manajer Program Patiro belum juga disinggung dalam Ranperda itu. Kepala Laboratorium Kota dan Pemukiman Universitas Merdeka Malang ini berpendapat. serta adaptasi terhadap perubahan iklim yang drastis.Sementara Akademisi dari Institut Teknologi Bandung Acha Sugandhi menambahkan. Zona reklame menurut Muhammad Fahaza. Namun pembangunan masih terpusat di beberapa wilayah tertentu saja. sama dengan papan yang dipasang di jembatan penyeberangan?.php? option=com_content&view=category&layout=blog&id=46&Itemid=71 Malang International Education Park Wednesday. Pembangunannya tentu saja melibatkan tiga institusi kota dari Pemkot Malang.” ujar Fahaza. reklame yang menjamur ini dipandang tidak memenuhi standar keamanan serta mengabaikan aturan zona larangan reklame. bando yang sering terpasang saat ini belum diketahui keamanan konstruksinya. Saat berjalan menuju ke Alun-alun dari arah Jalan Basuki Rahmad gedung bangunan sebagai elemen penanda kota. ukuran dan faktor keamanan reklame.

Apalagi bangunan mangkrak yang tersebar di berbagai sudut kota pendidikan ini menonjol. Pakar Tata Kota. Jalur dalam kota seperti Dinoyo sudah sangat penuh dan akan buruk jika pembangunan dipaksakan terpusat di beberapa wilayah itu saja. Seharusnya kata dia.” pungkas Respati. Berita asli di Malang post kliklink dibawah: http://www. "Hal ini penting karena selama pembangunan berhenti. Sejumlah bangunan berskala besar yang mangkrak di antaranya seperti bangunan hotel di kompleks MOG. "Aspek ekonomi juga sangat berpengaruh.” kata Kepala Laboratorium Kota dan Pemukiman. Tujuannya untuk memastikan kekuatan konstruksi. sebagai Malang Kota Bunga. Prof Ir Respati Wikantiyoso MSA.” paparnya. untuk membangun harus diawali dengan studi kelayakan dan kajian ekonomi yang lebih matang. PhD mengatakan. Persoalan ini kata Respati seharusnya tidak perlu terjadi jika tak sekadar menerbitkan IMB. Wilayah di bagian Timur Kota Malang itu memiliki potensi yang belum tergali dengan maksimal.malang-post. "Apalagi bangunan yang berskala besar. Tak hanya itu saja. Selasa.php?option=com_content&view=article&id=9438:malanginternational-education-park&catid=67:edupolitan&Itemid=98 Bangunan Mangkrak Tercecer Di Sudut Kota MALANG POS. harus diikuti dengan kajian lagi. Agar persoalan bangunan mangkrak tak terjadi lagi. Untuk melihat berita selengkapnya silahkan klik dibawah ini: http://www. "Karena itu pelaksanaan pembangunan harus terkontrol. konstruksi mengalami perubahan cuaca. .com/index. Fakultas Teknik (FT) Universitas Merdeka Malang ini.wilayah itu.php?option=com_content&view=article&id=19425:bangunanmangkrak-tercecer-di-sudut-kota&catid=46:tribunngalam&Itemid=71 Lambannya Pembangunan Kota Malang Untuk Kurangi Pengangguran REP | 07 May 2012 | 09:19 Dibaca: 202 Komentar: 0 Nihil Salah satu bumi dan kekayaan alam yang terdapat di Kota Malang adalah Kota Malang dikenal dengan sebutan TRIBINA CITA. bangunan ruko sepanjang sekitar 1 Km di kawasan Sawojajar hingga di Jalan Brigjen Slamet Riyadi.” kata Respati yang mengaku ikut menggodok MIEP dalam rencana pembangunan jangka panjang 2005-2025 yang sedang dalam proses itu. tapi tidak dapat terlindungi karena pembangunan tidak berlanjut. Jurusan Arsitektur. seharusnya tidak boleh ada bangunan yang mangkrak.(pit/lim). menurut Respati. berhentinya pembangunan juga karena faktor finansial.Sejumlah bangunan mangkrak di Kota Malang mengganggu keindahan kota. Persoalan lain yang harus diperhatikan serius yakni ketika akan melanjutkan pengerjaan bangunan yang mangkrak. "Harusnya diikuti dengan pengawasan bangunan sampai bangunan selesai. Malang sebagai Kota Pendidikan.” katanya saat dihubungi Malang Post kemarin.” ujarnya. Tempat wisata pendidikan nantinya akan ada di sana. Respati menilai usaha Pemkot untuk pemerataan pembangunan mulai terlihat dengan dibangunnya sekolah bertaraf internasional di Kedungkandang. Karena itu harus dilakukan kajian sebelum melanjutkan pembangunan. Pemkot seharusnya tidak sekadar memberi izin mendirikan bangunan (IMB) tapi juga melakukan pengawasan hingga bangunan selesai. Dia memperkirakan. Di wilayah itu juga Malang bisa memiliki jujugan tempat wisata buatan terkait pendidikan. Malang sebagai Kota Pariwisata dan Malang sebagai Kota Industri. Respati mengingatkan agar pemberian IMB harus dibarengi dengan memastikan apalah bangunan akan terwujud dalam waktu tertentu atau tidak. termasuk bangunan per orangan seperti rumah. ”Rencananya daerah itu akan dibuat sesuai konsep yang bernama MIEP (Malang International Education Park). ”Misalnya dari arah Kebonagung Kabupaten melingkar ke arah Dieng di kota dan nyambung ke daerah Batu.” imbuhnya.com/index.malang-post. Selain itu ada juga bagian bangunan yang seharusnya dilindungi. hujan dan panas. persoalan lain karena studi kelayakan hingga kajian ekonomi sebelum membangun kurang maksimal. 12 Oktober 2010 17:37 MALANG .

Hanya saja tidak banyak pengusaha Malang yang sudah sukses yang mengaku telah dibantu bantuan modal hibah dari pemerintah Turki. sebagai Malang Kota Bunga. Pasuruan. dr. Salah satu bumi dan kekayaan alam yang terdapat di Kota Malang adalah Kota Malang dikenal dengan sebutan TRIBINA CITA.com . tidak ada perkembangan yang .. Bondowoso dan Banyuwangi. Walikota Malang. mereka dibantu dana hibah dari pemerintah Turki bisa melalui perseorangan ataupun kelompok takmir masjid. Namun setelah Walikota Malang. Kota Malang.. Kondisi stagnasi pembangunan jalan tol yang didanai Pemerintah Turki berlanjut sampai masa kepemimpinan Walikota Malang. Soesamto. Kemudian pemerintah Turki memberikan bantuan modal wirausaha baik perseorangan maupun kelompok usaha di Malang Raya (Kabupaten Malang. Hal ini membuat berang dan marah Pemerintah Turki dan akhirnya menghentikan segala bentuk bantuan dana hibah dari proposal yang diajukan masyarakat Malang Raya. Tom Uripan. Latar belakang kerjasama pembangunan jalan tol tersebut adalah banyaknya jamah haji dari Provinsi Jawa Timur dan Walikota Malang ditunjuk sebagai Koordinator pembangunan jalang di sepanjang Karesidenan Malang. SP Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Dari Provinsi Jawa Timur 2014-2019 Konsultan Ekowisata.SH sudah bekerjasama dengan pemerintah Turki dalam hal pembangunan jalan tol di wilayah Karisidenan Malang (sekarang disebut Bakorwil Malang). SH diganti Walikota Malang. SH. Mari kita lihat kilas balik sejarah Kota Malang di masa kepemimpinan dr. Pemerhati Pembangunan Jawa Timur Wirausaha Mesin Abon Ikan “BONIK” satriya1998@gmail.Oleh : Satriya Nugraha. Hal ini berlangsung sejak tahun 1987. pemerintah Turki juga membantu proposal pembangunan masjid dengan arsitektur Turki. Kota Batu) tanpa harus melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Malang sebagai Kota Pariwisata dan Malang sebagai Kota Industri. Tom Uripan. kalau kita melihat arsitektur masjid di Malang Raya yang mirip arsitektur masjid Turki. dr.Tom Uripan. Malang sebagai Kota Pendidikan. mulai dari Malang. Probolinggo. Tidak hanya itu. artinya waktu proses pembangunan masjid tersebut. tidak ada perkembangan pasti transparansi dana dan realisasi nyata pembangunan jalan tol dari pemerintah Turki. Soeyitno. Situbondo.com Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. satriya1998@yahoo. Sejak tahun 1987. H.

meningkatkan kesejahteraan. Semakin banyak tenaga terdidik khususnya sarjana muda melakukan gerakan kewirausahaan maka akan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. Generasi muda Kota Malang akan muncul kelompok-kelompok seperti geng motor karena mereka terpengaruh gaya hidup modern yang malah semakin mengaburkan jati diri dan identitas asli Arema Malang. sudah banyak bermunculan rumah toko (ruko) di berbagai kawasan Kota Malang. padahal sejak tahu 2002.berarti. yang dikhawatirkan akan memunculkan sikap pamer diri. Padahal kalau kita mengkaji. ternyata berasal dari sumber dana pemerintah Turki. Pembangunan fly over di kelurahan Arjosari dan di Kelurahan Kotalama. di masa kepemimpinan Walikota Malang sekarang ini. malah timbul distribusi perpecahan sentra ekonomi dan hilangnya rasa persaudaraan masyarakat Kota Malang sendiri. MAP setelah mendapatkan desakan dari Pemerintah Turki yang menuntut pertanggungjawaban pemerintah Kota Malang. Masa pemerintah Soeyitno. dan akhirnya merugikan masyarakat Malang Raya sendiri yang terhambat mengajukan proposal bantuan dana hibah untuk mensejahterakan masyarakat Malang Raya juga. Peni Suparto. yang kesemua pemilik tenant / tenant di mall tersebut berasal dari luar Kota Malang. Sejarah ini belum dimunculkan oleh para sejarahwan Kota Malang di berbagai media massa. Permasalahan pembangunan jalan tol atau fly over Kota Malang akhirnya berhasil dibangun oleh Walikota Malang. Harusnya Pemerintah Kota Malang memunculkan wirausaha-wirausaha baru seperti wirausaha industri inovatif. wirausaha yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. salah satu indikator percepatan pembangunan khususnya pembangunan bidang industri. semakin meningkatkan lapangan pekerjaan dan masyarakat asli Kota Malang tidak melakukan urbanisasi pekerjaan di luar Kota Malang. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab terakhir dan untuk menutupi rasa malu Pemerintah Kota Malang sejak tahun 1987. sebagian pembangunan Ruko Kota Malang menggunakan kredit perbankan. sebaiknya pembangunan Ruko dihentikan karena akan mengganggu dana perkreditan perbankan Kota Malang. belum muncul dampak pembangunan Kota Malang dari APBD Kota Malang. Sampai tahun 2012 ini. individualisme dan sebagainya. Belum lagi banyak bermunculan mall di Kota Malang. Apabila tidak banyak Ruko yang terjual maka dipastikan akan terjadi kredit macet dan aliran kas perbankan di Kota Malang akan terganggu. belum berhasil menjalankan amanah pembangunan jalan tol dari dana Pemerintah Turki. Produk Domestik Bruto akan semakin meningkat sehingga dapat menurunkan tingkat inflasi di Kota Malang. pariwisata dan pendidikan serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat bisa dilihat dari semakin lancar jalur transportasi dan infrastruktur. bukan dari APBN pemerintah pusat. Masyarakat asli dan bermukim di Kota Malang hanya menjadi pihak konsumtif yang berbelanja dan melakukan gaya hidup hedonisme. kalau kita cermati. agar semakin bergairah perekonomian Kota Malang. Selain itu. otomatis aliran dana masyarakat Malang ke luar kota Malang. tidak bisa memberikan kepercayaan pemerintah Turki. Drs. .

sepinya pembeli di pasar Bunulrejo. untuk meraih keuntungan pribadi semata. modal kecil. los. Oleh karena itu. mangkraknya Terminal Hamid Rusdi. melestarikan produk lokal dimana suatu komoditas yang dihasilkan oleh masyarakat setempat. Perlu diketahui. (c) menata pasar tradisional dalam mengembangkan usaha bagi pedagang serta mewujudkan kenyamanan bagi pembeli . Swasta. UUD 1945 Pasal 32 mengamanatkan bahwa “negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya”. swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil. pemerintah. menjadi tidak nyaman dan kondisi jalan di sekitar pasar tradisional tidak diperhatikan oleh pemerintah Kota Malang. Saat ini. dan dengan proses jual-beli barang dagangan melalui tawar-menawar. BUMD termasuk kerjasama dengan Swasta dengan tempat usaha berupa toko. Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah. pembeli dan penjual dan pasar tradisional lainnya semakin sepi pembeli dan menciptakan stagnasi perputaran ekonomi di kalangan menengah ke bawah. Salah satu contoh budaya lokal adalah pasar tradisional. Kita berharap tujuan pengaturan tentang pasar pesona budaya adalah sebagai pedoman untuk : (a) melestarikan nilai dan perilaku budaya dalam pasar tradisional . menengah. dan merevitalisasi arsitektur pasar tradisional sesuai kondisinya . Pasar Besar sebagai tempat berdialog. kumuhnya pasar Gadang. Bahkan sebagian pemerintah daerah mengalihfungsikan pasar tradisional menjadi pasar modern. Tidak ada keseimbangan jumlah pasar modern dan pasar tradisional di Kota Malang. Untuk mengatasi keruwetan dan kekumuhan pasar tradisional maka pasar tradisional perlu berubah fungsi menjadi pasar pesona budaya. BUMN. kondisi pasar tradisional hampir memprihatinkan.Dampak dari pembangunan mall-mall dan pembangunan pasar modern mengakibatkan pasar tradisional menjadi tidak terawat. (b) membangun. Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI masih dalam proses pembahasan Rancangan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI tentang pasar pesona budaya. pemerintah Provinsi dan Kabupaten / Kota perlu melestarikan budaya lokal dalam upaya memajukan kebudayaan nasional. Hal ini malah menjadi alasan Pemkot Malang membongkar pasar tradisional menjadi bentuk pasar semi modern. kios. terbukti dari rusaknya pasar tradisional Kebalen. dengan menggandeng investor. Pasar Pesona Budaya adalah pasar tradisional yang mencerminkan aktualisasi nilai-nilai budaya lokal. Perencanaan pembangunan daerah tersebut di atas bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pasar tradisional menjadi pasar pesona budaya. dianggap kumuh dan kurang tertata dengan baik. pasar tradisional merupakan salah satu wujud budaya lokal dan ekonomi rakyat yang dapat menjadi wahana efektif untuk melestarikan kebudayaan. Pemerintah Daerah. (d) mengembangkan pasar tradisional menjadi daya tarik . merenovasi. Selama ini. Hal ini dalam rangka meningkatkan dan memajukan pasar tradisional yang berbasis budaya dan wisata. dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil. Keberadaan regulasi tersebut untuk memberikan pedoman kepada Pemerintah Daerah dalam mengintegrasikan kebijakan dan program pasar pesona budaya ke dalam perencanaan pembangunan daerah.

. Ada beberapa daerah di Kota Malang tempo dahulu yang turut memberikan sumbangan bagi terwujudnya sebuah kota yang ideal dengan berbagai pemandangan yang sedap dipandang mata. Dibatasi oleh perumahan untuk kalangan menengah ke atas dengan pemandangan bebas ke arah gunung Kawi di belakangnya. Sebagai salah satu kawasan di bagian barat Kota Malang yang diperuntukkan bagi golongan penduduk menengah keatas dilengkapi dengan taman-taman dan ruang terbuka lainnya seperti taman olahraga yang terletak di Jalan Semeru. lebih cermat. Namun pada perkembangannya yang tidak memperhatikan sejarah kota. salah satunya adalah adanya taman-taman di dalam kota.. Hal ini terwujud dalam Kota Malang. sebagaimana tersebut di atas meliputi aspek : nilai budaya. Dengan demikian.Saat ini arena pacuan kuda ini tidak terlihat sama sekali dan digantikan oleh perumahan dan sarana pendidikan.wisata guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Mengembangkan dan meningkatkan kualitas pasar tradisional menjadi pasar pesona budaya. Salah satu kawasan kota yang digunakan sebagai ruang terbuka publik yang sekarang tidak lagi dijumpai adalah arena pacuan kuda. Sebagai sebuah kawasan yang baru direncanakan daerah kawasan ini terkenal dengan sebutan derah gunung-gunung Bergenbuurt (Handinoto & Paulus 1996) disesuaikan dengan rencana perkembangan kota dengan panduan poros Timur dan Barat. mari kita memilih pemimpin Malang di masa mendatang lebih jeli. MALANG___.. Harus ada blue print visi pembangunan Kota Malang secara bertahap sehingga tidak terkesan hanya menguntungkan oknum pemimpin.Kota Malang telah terkenal sebagai kota peristirahatan yang sejuk terletak di daerah dengan iklim yang dingin. maka tidak heran bila kota yang pernah ditanganinya mempunyai keindahan tersendiri. Sebagai seorang arsitek dan ahli tata kota. Arena ini terletak dibagian barat dari Kota Malang. merupakan salah satu kota kolonial peninggalan Belanda yang direncanakan oleh Thomas Karsten. pengusaha luar Kota Malang untuk mengeksploitasi berlebihan sumberdaya dan mengaburkan identitas asli masyarakat Kota Malang sesungguhnya. Pilkada Kota Malang sebagai sarana untuk memilih pemimpin yang mensejahterakan umat. Daerah ini mempunyai jalan utama yang terkenal kemudian dengan Jalan Besar Ijen. oknum sebagian pemodal. tabliq. pemimpin yang shiddiq. Arena ini sangat luas dan dibatasi oleh tiga jalan utama yaitu Jalan Besar Ijen. tidak hanya karena mendapatkan uang puluh ribuan. Jalan Pahlawan Trip dan Jalan Jakarta. menggadaikan nasib pembangunan Kota Malang lima sampai sepuluh tahun ke depan. perilaku budaya dan budaya fisik. Selain kegiatan berkuda arena ini juga pernah digunakan oleh para pandu (pramuka) untuk persiapan mengikuti Jambore Dunia di tahun 30-an. fathonah dan beramanah bagi masyarakat Kota Malang.Mengingat tempatnya yang berada di kawasan perumahan elite tentu ini merupakan fasilitas yang disediakan hanya bagi orang-orang Belanda yang berdiam di Kota Malang sebagai salah satu dari sekian banyak hiburan yang dapat dinikmati. maka lambat laun sebutan sebagai kota indah dirasakan tidak sesuai lagi. Amin. Jangan sampai keberadaan pasar tradisional sebagai soko guru perekonomian masyarakat menengah ke bawah semakin hilang dan pudar.

salah satunya Jatim Park II yang baru saja diresmikan.” kata Mari. tapi juga wisata yang melibatkan komunitas setempat sehingga aspek yang ditimbulkan tidak hanya aspek sosial dan ekonomi.” kata Menparekraf pada acara Gala Dinner “Kota Batu Goes To Asean” di Kota Wisata Batu. club house dan kolam renang. Perpaduan sungai dan taman yang melingkar di seluruh kota yang memotong jalan-jalan besar di dalam kota akan memberikan keindahan tersendiri bagi kota. Hal ini sesuai dengan visi Kemenparekraf dalam mengembangkan wisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan bertanggungjawab. perencanaan taman sebagai sarana rekreasi dan bersantai juga meliputi daerah aliran Sungai Brantas (DAS Brantas). Inilah konsepsi awal yang kelak akan berlanjut dengan penggunaan DAS Brantas sebagai taman kota yang dapat dinikmati oleh segenap penduduk kota. “Pengembangan Kota Wisata Batu berbasis kearifan lokal. Perencanaan perkembangan kota kearah barat dan timur yang telah dibahas ini dimaksudkan untuk mengimbangi perkembangan yang ada cenderung berbentuk pita di sepanjang poros utara-selatan. Perkembangan model pita ini dirasakan tidak kondusif untuk menciptakan kota yang merata di segenap penjuru. menyatakan dukungannya bagi pembangunan Malang Raya dan Kota Wisata Batu sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Timur. sembilan lapangan tenis. Menparekraf Dukung Pembangunan Malang Raya dan Kota Wisata Batu 2-Mei-2012 07:00 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. yaitu pertanian sudah pada arah yang tepat. tapi juga aspek mempertahankan dan . wisata berkelanjutan tidak berarti pengembangan wisata hanya sebatas memperhatikan konteks pelestarian alam. Pada bagian barat termasuk kompleks ini akan mempunyai pemandangan yang indah ke arah pegunungan. lapangan sepak bola dua buah. Ia menjelaskan. Dalam jangka panjang seluruh lembah Brantas yang belum dipakai akan dijadikan cadangan taman dengan mempertahankan keindahan aslinya serta membuat jalan setapak (Paulus dan Handinoto 1996). Kompleks taman olahraga ini juga merupakan kelanjutan dari perkembangan Kota Malang ke arah Timur dan Barat.Taman olahraga ini kemudian dikenal dengan Stadion Gajayana. Pada awalnya di tahun 2030-an dirancang dengan berbagai fasilitas antara lain sebuah stadion. lambat laun seiring dengan perkembangan kota akan berada ditengah kota dan seolah-olah membelah kota menjadi dua bagian. “Sebelum mengunjungi tempat ini. Selain kawasan bagian barat Kota Malang. Oleh karena itu konsepsi ini terlihat pula pada perencanaan daerah Kolam Renang yang akan memperlihatkan keindahan panorama pegunungan tersebut. Dalam sejarah tercatat bahwa pada awalnya bentuk Kota Malang dibatasi oleh aliran Sungai Brantas. lapangan hocky. saya tidak pernah mengira bahwa kota Malang khususnya kota wisata Batu sedemikian luar biasa serta memiliki tempat kunjungan wisata yang sudah layak disandingkan dengan tempat wisata tingkat dunia sehingga menungkinkan terjadinya peningkatan jumlah pengunjung. kota wisata Batu memiliki banyak objek wisata menarik. 2 Mei 2012. oleh Karsten sungai dimasukkan di dalam bagian perencanaan perkembangan kota. Pada perencanaan selanjutnya ditahun 30-an. Sungai yang tadinya berada di pinggir. Menparekraf mengaku kagum terhadap upaya pemerintah Kota Wisata Batu dan pemerintah Kabupaten Malang dalam membangun dan mendirikan tempat tujuan wisata. Sungai akan diperlakukan sebagai lanskaping kota. Sesuai namanya. Mari Elka Pangestu. Jadi fungsi dari sungai adalah sebagai batas suatu daerah.

pengunjung dapat memiliki pemahaman mengenai Asean secara keseluruhan. Hal ini selalu terjadi dari tahun ke tahun. tetapi banyak bangunan lama dipugar total dan ruang terbuka hijau yang menjadi ciri khas kota telah terbangun.” lanjutnya.mengembangkan budaya lokal. Pembangunan kota Malang. kami mendapat gambaran bahwa Asean Culture Park akan didesain seperti Asean Fair yang diadakan di Bali tahun lalu. Menparekraf menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung. fasilitas dan elemen pendukung lainnya. “Saya usul agar di sana (Asean Culture Park) dibuat ruang pameran sehingga dapat memerkan ragam buaya. Konon perlu dilestarikan ternyata tidak mampu dipertahankan. kami menyediakan satu panggung yang memuat sejarah berdirinya Asean serta hal-hal lain terkait Asean. (Puskompublik) Arsitektur Menggugah Kota Malang BY B U D I F A T H O N Y ON M A R C H 1 0 . khususnya kota wisata baru ini dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya wisatawan mancanegara. Malam itu.id Perkembangan kota Malang khususnya telah berdiri sejak seratus tahun lalu lebih merupakan suatu asset yang dimiliki kota. Email budifathony21(at)yahoo. kami membuat panggung permanen sebagai sarana bagi masing-masing negara Asean untuk menampilkan kehidupan di negaranya.co.” ujar Mari. band asal Indonesia disukai oleh band dari negara lain. politik.” paparnya kemudian. Waktu itu. Mengamati dan mempelajari perkembangan kota Malang begitu cepat karena permasalahan tidak “sekedar” kebutuhan kota. keberadaan Asean Culture Park juga dapat memperkuat argumentasi diarahkannya Bandara Udara Abdul Rahman Saleh di Malang menjadi international airport. Ini merupakan hal yang membanggakan. khususnya masyarakat Asean mengenai kehidupan negara anggota Asean. sebuah band asal Myanmar mengaku tertarik dengan band Superman Is Dead asal Indonesia. “Kami medukung dan siap membantu pembangunan Kota Wisata Batu. di tengah arena Asean Fair. lengkap dengan ornamen-ornamennya. Mereka [band asal Myanmar] kemudian meminta untuk main band satu panggung dengan Superman Is Dead. “Keterlibatan komunitas lokal dapat melindungi objek wisata dari kerusakan. Negara-negara yang tergabung dalam Asean banyak melakukan kerjasama bidang ekonomi. Dengan demikian.” ungkapnya bangga.” lanjutnya lagi. Keberadaan Asean Culture Park diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pengunjung.” jelasnya lagi. Nantinya. Selain itu. Selain itu. Asean Culture Park dapat menjadi wadah pertukaran budaya baik budaya tradisonal maupun budaya kontemporer. “Setelah berdiskusi dengan pihak pemerintah daerah. sudah bernasib malang kah kota Malang saat ini? . Mengenai rencana pembangunan Asean Culture Park. pariwisata dan kesenian yang dimiliki masing-masing negara baik secara bersamaan ataupun secara bergiliran. Dalam perjalanan telah mengalami beberapa kali perubahan sebagai dampak dari kemajuan jaman menuntut pemenuhan kebutuhan seperti lahan. “Asean Culture Park nantinya akan menjadi semacam one stop bagi masyarakat untuk memahami seluk beluk Asean. Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. 2 0 1 2 Budi Fathony. “Saat Asean Fair yang kami gelar di Bali tahun lalu. dan sosiokultural. Mari menceritakan sebuah kisah yang membanggakan.

Beberapa pengaruh yang mendasari proses tersebut diantaranya faktor sejarah peruntukan. sosial dan budaya masyarakatnya. tetapi lebih marupakan suatu proses untuk menghasilkan suatu ide-ide yang terbaik dan diterima masyarakat sebagai penghuni kota. karena merubah tata ruang kota. manusia dan lingkungan. Memang tujuan pembangunan tidak sekedar memanfaatkan lahan dianggap kosong atau “belum sempat diolah dan dikelola”. . adanya alun-alun pada setiap kota-kota di Jawa tidak sekedar ruang terbuka hijau namun ada konsep dasar filosofis guna manfaat tiga dimensi untuk Tuhan Yang Maha Esa. Peran teknis lapangan dituntut lebih teliti dalam melangkah untuk mewujudkan hasil akhir disainnya walaupun didukung dana yang lebih. Hal ini akibat masyarakat menolak keingingan investor berlindung dibalik suara birokrat membangun Alun-alun Junction (AAJ) memanfaatkan ruang terbuka hijau pusat kota Malang. Arsitektur kota sendiri menyangkut berbagai macam aspek kehidupan manusia. sangat disayangkan konsultan selalu tidak berfikir kelanjutan bagaimana dampak sebelum dan sesudah pembangunan. Memang kita sulit untuk membedakan mana karya arsitektur yang baik dan cocok pada suatu tempat apalagi harus dipaksakan oleh kepentingan dan kekuatan tertentu “duit dan kekuasaan” memang duit itu tidak perlu tapi penting dan “kekuasaan” selalu diciptakan seakan “kuat dan angkuh” . Ide dasar pembangunan Malang Olimpyc Garden pada kawasan stadion Gajayana sebagai keputusan tanpa dasar yang jelas. karena bukti teknis “belum pernah dan tidak pernah akan dipublikasikan”. apalagi dampak sosial budaya dan persaingan ekonomi makro semakin tidak terkendali. sehingga masyarakat akademis tidak mampu mempelajari informasi ilmu yang diusulkan para penentu kota dan konsultan. Terbukti pemanfaatan ruang-ruang akibat disain tidak terpadu.Pada awalnya kawasan stadion Gajayana kota Malang sebagai pusat oleh raga pada hakekatnya merupakan ruang terbuka hijau. namun perubahan menjadi peruntukan pusat perbelanjaan ternyata bertujuan upaya meningkatkan nilai ekonomi semata tanpa berfikir jauh kedepan dampak lingkungan fisik.

Walaupun ada yang “menyuarakan” minimnya ruang terbuka hijau dan kota harus disediakan regulasi yang ampuh. Para pakar dan tokoh masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk menentukan arah pembangunan kota Malang. sedangkan konsultan sekedar (kongkonan sultan”istilah jawa” diperintah sultan) . apalagi proses ijin yang formalitas. jaman perjuangan) saat ini sudah jaman reformasi alias repot mencari nasi justru sengaja me”legal”kan yang “liar” dan mem”formal” kan yang non formal. tetapi faktanya “slogan” dan “jargon-jargon” untuk menyelamatkan asset negara hanya muncul jika ada “maksud” bahwa wajib di pertahankan (itu dulu!. Seharusnya “eksekutif dan legeslatif” kota Malang ikut mengatur. Celaka-nya permasalahan semacam ini selalu terjadi di belahan bumi tercinta Indonesia sehingga lebih cenderung gaya berdasarkan “pesanan campur paksaan” tujuan dasar adalah tuntutan ekonomi apalagi tidak sesuai dengan lingkungan geografisnya. mengapa demikian karena kota Malang sebagai bagian dari beberapa kota di Jawa Timur menjadi primadona kunjungan setelah kota Surabaya. yang tidak mungkin untuk dihalangi. penghuni kota Malang. Tetapi selama penentuan fungsi lama masih sesuai dengan tata guna kawasan kota menurut RTRW dan RDTRK yang konon telah di “sah”-kan tentunya masih bisa diterima. Perubahan kota selalu terjadi karena tuntutan “kebutuhan kota” dan kurangnya fasilitas-fasilitas penunjang kota. ternyata tidak cukup kokoh untuk dipertahankan kalau para perencana berlindung di bawah payung investor. sehingga baik dan tidak manfaat nantinya tidak sekedar dinikmati oleh golongan tertentu tetapi masyarakat tetap dan pendatang baik secara peorangan maupun bersama-sama. membina dan membantu menciptakan iklim yang baik agar setiap proses usulan investor sesuai dengan tata ruang kota yang telah melalui proses mahal. . Namun apa yang terjadi suara akademis tidak di dengarkan dengan baik dan sebagian tokoh masyarakat masuk dalam ranah legeslatif yang suka me”legal”kan yang tidak terkonsep dengan baik. Ternyata dalam pembangunan Stadion Gajayana menjadi pusat bisnis makro adalah menjadi beban lingkungan kota.

tetapi merupakan “subyek” yang berperan aktif dalam setiap pembangunan.Setiap peraturan daerah atau peraturan pemerintah yang berupa undang-undangpun tentunya dapat diterapkan agar tatanan sebuah kota menjadi terarah. LSM-pun ternyata dianggap kelompok yang hanya mampu mengkritik dan penentang. . Peran akademisi ternyata masih dipandang sebelah mata. suara rakyat terasa tidak menguntungkan bagi masyarakat yang telah terlanjur memilih. Keterlibatan didalam pembangunan tentu dapat menahan emosinya agar tidak selalu mampu merubah aturan-aturan main yang ditetapkan oleh pemerintah setempat. Fakta dilapangan jajaran Dinas terkait nampak tidak kompak dan setengah hati. Hasil proses yang dilakukan dapat menjadi contoh yang baik bagi siapa saja. tanpa pandang yang kuat dan lemah. Keterbukaan dalam proses yang mencoba mengakomodasi sebanyak mungkin pandangan dan pendapat masyarakat banyak. Sedangkan masyarakat bukan semata-mata sebagai “obyek” pembangunan. Kenyataan masyarakat dibuai mimpi pada produk apapun mulai dari kebutuhan sandang. yang banyak diciptakan oleh para arsitek profesional untuk memenuhi kepentingankepentingan tertentu. masih jauh dari kenyataan selalu saja ada masalah. Peran dunia usaha sebaiknya tidak sekedar “mampu” mempengaruhi penguasa kota dengan imbalan yang menggiurkan dalam waktu cepat tapi menyesatkan. Sebagian besar masyarakat kita hanya mampu menjadi penonton walaupun setia setiap saat. sedangkan karya arsitek yang menganut aliran folk tradition. justru untuk mempertahankan aspek-aspek tradisional yang menjadi ciri khas kota dan lingkungan serta jatidiri masyarakatnya telah hilang. apalagi memikirkan dalam jangka panjang. Meskipun akan dapat memperlama proses dibanding sebelumnya. pangan dan papan yang dikemas mewah menjadi gaya hidup baru. Saat ini kota Malang kehilangan ciri kota dengan hadirnya Grand design. dipromosikan jika ada kepentingan sesaat agar nampak bahwa kota Malang sebagai kota Pendidikan tetapi tidak berjalan dengan pola pembelajaran yang baik.

pembangunan perekonomian daerah memang sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat setempat. kota Malang tidak pernah tidur selalu jadi perhatian para pialang duit dan dolar. Pertumbuhan ekonomi kota Malang cukup baik dan mengalami kenaikan.05 persen pada tahun 2011.akan tetapi mempunyai arti yang sangat penting untuk antisipasi masalah yang akan timbul dikemudian hari. kelembagaan. seperti kesenian. Dalam kaitannya dengan sumber daya manusia. pemerintah harus berinisiatif bagaimana mengembangkan potensi sumber daya manusia dengan cara membuka sektor padat karya untuk mengasah keterampilan dan keahlian agar dapat digunakan dengan maksimal dan efisien. para konsultan arsitektur dan kota keluar dari kode etik keilmuan karena kopi paste. Masalah utama yang dihadapi dalam membangun perekonomian daerah terletak pada penekanan kebijakan-kebijakan pembangunan dengan memanfaatkan potensi sumber daya manusia. Kita dapat mengambil salah satu contoh wilayah kota Malang. Pencapaian ini tentunya lebih baik bla dibandingkan dengan kota lainnya. ataukah ini sebuah fenomena baru?. baik dari segi materi maupun moral yang dapat dinikmati dan hidup yang serba berkecukupan. Pembangunan suatu daerah atau kota akan mengalami kemajuan apabila grafik pendapatan dalam daerah tersebut meningkat.52 persen dan pada tahun 2011 mencapai 6. apakah ini jadi pembelajaran yang baik bagi para arsitek dan planolog muda? mereka yang lagi mencari identitas. Dari pencapaian prestasi-prestasi dalam berbagai bidang tersebut. PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Salah satu faktor yang melatarbelakangi yaitu bagaimana cara terbaik dalam mengelola sumber daya yang telah ada dan membentuk suatu kerjasama antara pemerintah daerah dengan sektor swasta untuk menciptakan lapangan kerja baru sehingga dapat merangsang perkembangan kegiatan ekonomi di dalam wilayah tersebut.55 persen. pertumbuhan ekonomi kota Malang meningkat sebanyak 6. identitas kota tinggal 20%. Pembangunan ekonomi daerah merupakan suatu proses dimana pemerintah daerah difokuskan pada pembentukkan institusi-institusi baru.7 persen dan kemudian menurun mencapai 4.(bdf) Pembangunan Perekonomian kota Malang A. ruang terbuka hijau tinggal 2. kota Malang juga mendapat apresiasi positif di dalam berbagai bidang lainnya. ilmu Pengetahuan .8%. B. identifikasi pasar baru. Sehingga dapat membantu meningkatkan mutu dan kualitas dalam membangun perekonomian dengan baik. dan sumber daya alam yang terdapat di daerah tersebut. PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan. karena dalam hal ini modal memiliki peranan yang cukup strategis dalam menunjang kegiatankegiatan dalam pembangunan ekonomi. C. Sebaliknya. Tentu ini harus diimbangi dengan modal yang dimiliki oleh suatu daerah. Hal ini tentu berkaitan dengan Produk Domestik Bruto atau Gross Domestic Product. Jawa Timur. yaitu pada tahun 2010 tingkat inflasi 6. Seperti pada tahun 2010. Tidak hanya dalam bidang ekonomi. Ø Kesejahteraan merupakan kondisi dimana semua orang merasakan kemakmuran hidup. dan sebagainya. Pembahasan . olahraga. tidak heran jika kota Malang dijuluki sebagai kota terbaik se-Indonesia. Perkembangan arsitektur kota Malang saat ini berkembang maju tanpa arah. dan pengembangan perusahaan baru. Kondisi ini juga memengaruhi menurunnya tingkat inflasi di kota Malang. pembangunan industri alternatif. Landasan Teori Ø PDB adalah nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). masyarakat terbuai mimpi indah. Pendahuluan Bila dilihat dari segi ekonomi. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak.

Kota Malang mempunyai pangsa pasar yang cukup besar dan luas bila dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya.05%.Keadaan ekonomi di kota Malang mengalami pertumbuhan yang positif. Terutama pertumbuhan ekonomi di dukung oleh permintaan domestik dan proses ekspor yang masih efektif. Pada tahun 2011.09% dan inflasi nasional 3.153 Pemenuhan 1.247 1. Totok Hermiyanto menuturkan bahwa dalam sektor ekonomi yang saat ini paling berperan dominan adalah perdagangan. di khawatirkan akan berdampak negative yang dapat menimbulkan masalah-masalah seperti kriminalitas. hotel.485 214 837 Pencaker aktif 13.568 12.053 13. Sedemikian tingginya inflasi di kota Malang maupun Jawa Timur pada umumnya dibandingkan dengan rata-rata tingkat inflasi nasional yang dilatarbelakangi kebijakan Gubernur terkait adanya larangan masuknya beberapa komoditas atau barang-barang mengalami penolakan di Tanjung Perak dan kemudian dijadikan pintu arus masuknya produk-produk impor holtikultura.Pencari Kerja Sisa Bulan Lalu 12. sektor yang memiliki peranan dominan dalam yaitu sektor industri. dan restoran. hotel.126 2. struktur perekonomian wilayahnya dipengaruhi oleh pertanian. dan restoran.126 jiwa. Pasuruan .865 13. Di daerah kabupaten. Selain itu.839 Penempatan 1. Masalah-masalah yang dihadapi 1.707 14. Struktur perekonomian di daerah kota Malang mayoritas mengarah pada perdagangan. Pemimpin KBI kota Malang Totok Hermiyanto menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi di kota Malang masih akan mengalami pertumbuhan yang positif walaupun sedikit melambat karena faktor perekonomian global yang juga sedang melambat.079 13.007 819 77 713 penghapusan 132 369 Pencaker belum ditempatkan 12. Sedangkan tingkat inflasi Jawa Timur 4. Jumlah perbandingan ini juga kemungkinan akan terus bertambah mengingat situasi Negara yang sedang mengalami krisis ekonomi dengan banyaknya karyawan yang di berentikan pekerjaannya sehingga sacara tidak langsung hal ini akan berpengaruh terhadap ketersediaan lapangan kerja di kota Malang.Lowongan Sisa Bulan Lalu 386 529 475 498 Pendaftaran Baru 115 765 100 655 Lowongan Terbuka 1.002 13. Rembang.865 13. kecuali kab. 2. masih ada sektor-sektor lainnya yang diperkirakan dapat memberikan kontribusi baik bagi pertumbuhan ekonomi KBI kota Malang.294 575 1. Bila ditinjau secara umum. konsumsi rumah tangga yang didasari keyakinan konsumen dan purchasing power yang masih kuat. Tentunya hal ini jauh lebih baik apabila kita melihat angka inflasi yang terjadi pada tahun 2010 yang mencapai 6. Sedangkan bila kita amati di wilayah kab. Urbanisasi Penduduk . Jelas angka inflasi Kota Malang masih lebih tinggi dari inflasi nasional. D. Yaitu Industrial Estate Rembang (PIER). Hal ini terkait dengan keberadaan kawasan industri di daerah kec.002 Pendaftaran Baru 1.433 12.568 12.536 1. sektor transportasi dan telekomunikasi.70%. sementara itu jumlah lowongan kerja yang masih ada hanya 440. tetapi hamper sama dengan angka inflasi Jawa Timur. untuk lebih jelasnya kita lihat tabel berikut : DAFTAR PENCARI KERJA DAN LOWONGAN / PENEMPATAN BULAN : JANUARI S/D APRIL 2003 No Uraian Januari Februari Maret April 1. Selain sektor yang berada di atas berikut. Pasuruan . yaitu sektor industry pengolahan. kota Malang mengalami penurunan inflasi mencapai 4.79%. Tenaga Kerja Jumlah tenaga kerja di kota Malang yang belum ditempatkan sampai bulan April 2003 sebanyak 13. dapat kita simpulkan bahwa ada ketidakseimbangan antara jumlah pencari kerja dengan jumlah lowongan kerja yang tersedia.007 819 77 713 Penghapusan Lowongan Belum Terpenuhi 529 475 498 440 apabila tidak dapat tersalurkan dengan baik. kinerja dan prospek perekonomian kota Malang masih dalam kondisi stabil dan tetap kuat.

7%. 5.116. pemerintah harus sigap dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk dan lebih memiliki kepekaan terhadap pertumbuhan penduduk di kawasan pinggiran untuk lebih di tingkatkan kembali dengan memberikan peluang kerja dan membuat pusat-pusat pelayanan. anggaran terbesar yaitu pengeluaran belanja rutin sekitar 208.350.7 milyar. sedangkan untuk anggaran belanja pembangunan sekitar 58. Hal ini tentu memberikan catatan baik untuk perkembangan penduduk di provinsi Jawa Timur. 4.633. dan pengendalian pencemaran terhadap lingkungan hidup.08% dan pada tahun 1990-2000 menurun hingga 0.707. Keuangan Daerah ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH 2001 PENERIMAAN JUMLAH (Rp) -Bagian sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu Rp -Bagian pendapatan asli daerah Rp -Bagian dana perimbangan Rp -Bagian pinjaman daerah Rp -Bagian lain-lain penerimaan yang sah Rp TOTAL Rp PENGELUARAN -Belanja rutin Rp -Belanja pembangunan Rp TOTAL Rp 5.00 Dari data tabel diatas. sifat fisik tanah dan batuan. Dari data tersebut Nampak jelas ketimpangan atau ketidakseimbangan penyebaran penduduk di kota besar dan di wilayah tertentu dan ada juga wilayah lain yang beban kepadatan atau pertumbuhn penduduknya masih sangat lambat.721.00 208.800. Akan tetapi. Ada beberapa masalah terkait dengan lingkungan. Pertumbuhan Penduduk Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS).9 milyar. baik dalam sector pajak maupun perusahaan daerah setempat.884.386.681.5 milyar.6 milyar.Masalah urbanisasi di kota Malang masih menjadi perbincangan yang penting. Erosi merupakan salah satu dampak lingkungan dari pesatnya pembangunan fisik sebuah kota.573.00 218. Sedangkan di kecamatan Kedungkandang(kawasan Buring) kepadatan penduduk relative lebih rendah yakni 35 jiwa. keadaan vegetasi dan faktor aktivitas manusia dalam mengelola sumber daya alam. Lingkungan Lingkungan hidup merupakan suatu bagian penting dari ekosistem seluruh makhluk hidup dengan mengarahkan pada pelestarian lingkungan hidup yang berdampingan dengan perkembangan kependudukan demi terjaminnya pembangunan berkelanjutan dengan menitikberatkan pada kualitas lingkungan.636.00 267. yaitu : a) Erosi Erosi adalah pengikisan material-material permukaan tanah oleh kekuatan air dan angin.00 58.276.655. Hal ini mendorong masyarakat untuk mencoba mendapatkan sesuatu hal yang lebih atau mengadu nasib di kota Malang.6 milyar.00 25. Hal ini akan member beban bagi kota Malang dalam menyediakan lapangan pekerjaan. 3. penerimaan pendapatan sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu sekitar 5.636. sumber daya manusia yang datang tidak sedikit kurang memiliki kemampuan yang memadai.550. penerimaan pendapatan asli daerah sekitar 25. Dari data observasi diketahui bahwa erosi yang berdampak di kota Malang. tingkat besar kecilnya erosi bisa juga disebabkan oleh faktor lain.00 17.633. khususnya diakibatkan oleh tekanan aliran air permukaan (run off) yang berasal dari air hujan. Tetapi bila kita tinjau mengenai ketidakseimbangan atau kurangnya pemerataan penyebaran penduduk masih menjadi masalah pribadi bagi pertumbuhan penduduk khususnya di kota Malang. Selain itu. Kota Malang memiliki daya tarik tersendiri di beberapa daerah sekitarnya. laju pertumbuhan penduduk khususnya di provinsi Jawa Timur pada tahun 1980-1990 mencapai 1. Berdasarkan data pada tahun 1997 di salah satu kecamatan yaitu kecamatan Klojen terdapat kelurahan Samaan yang kepadatan penduduknya berjumlah 219 jiwa. Penerimaan Pendapatan Asli Daerah kota Malang harus lebih ditingkatkan kembali sejalan dengan berlakunya Undang-undang tentang Otonomi Daerah dengan mengoptimalkan pendanaan yang selama ini telah ada.520. Kemudian bila dilihat dari sisi pengeluaran.00 267. b) Permukiman Penduduk . Oleh sebab itu.696.520. dan penerimaan pendapatan lain-lain sekitar 17.6 milyar.000. kemiringan lereng. Selain itu.370.550. penerimaan daerah yang berasal dari dana perimbangan merupakan penerimaan terbesar yaitu sekitar 81% atau sekitar 218.952.163. seperti bentuk morfologi. dan berusaha menciptakan sumber-sumber pendanaan baru.

blogspot. pembebasan lahan milik 52 warga yang terkena proyek pembangunan jembatan tersebbut tidak sesuai dengan yang direncakanan pihak pemkot Malang. Hal itu terbukti terutama di kawasan Jalan Trunojoyo. Kesimpulan Tidak mudah dalam membangun suatu kota menjadi kota yang sejahtera dan kota yang lebih dominan dari kota-kota yang lainnya. Pemikiran yang berorientasi ke depan untuk membangun suatu kota menjadi kota besar harus di dominasi dengan baik. E. c) Ruang Terbuka atau Taman Kota Kota Malang memiliki ciri khas dalam hal penataan ruang kota. F. Pembebasan lahan tersebut semula ditargetkan selesai pada bulan April 2012 lalu. yaitu taman kota. Keanekaragaman dan sumber daya yang cukup melimpah seharusnya lebih bisa di optimalkan kembali dengan memperhitungkan kondisi-kondisi yang sekiranya akan sulit untuk dihadapi. Wahyu Setianto. jalan Merbabu. apa yang diinginkan oleh pihak Pemkot Malang tidak sesuai dengan yang direncanakan. jalan Ijen. Sejak tahun 1933. Akibatnya kawasan tersebut menjadi daerah kumuh yang akan berakibat menurunnya kualitas hidup.org http://ciptakarya." kata Wahyu. Harga itu dikenakan untuk sebuah rumah yang berada di tepi jalan.5 juta per meter persegi untuk sebuah rumah yang bersertifikat hak milik (SHM). Kesejahteraan masyarakat akan terjamin apabila sumber daya manusianya memiliki skill dan keterampilan agar tidak kalah dalam bersaing untuk meraih kesuksesan dalam hidup. pasalnya warga menaikkan harga lebih dari dua kali lipat dari yang ditawarkan Pemkot Malang untuk membebaskan lahan tersebut. "Pemkot Malang menawarkan harga sebesar Rp 1. Ketahuilah bahwa kota yang telah dinilai baik pasti di dalamnya masih terdapat masalah-masalah yang sedang di atasi khususnya untuk wilayah kota Malang. Namun. Harga yang diajukan warga.Thomas Karsten dengan pengaturan tata taman dan ruangan terbuka yang representatif. arsitektur kota malang telah dirancang sedemikian rupa oleh W. jalan kertanegara. Selain itu. maka di daerah tersebut nantinya akan dibangun sebuah jembatan. sangat tinggi sehingga tentu saja pihaknya tidak mungkin merealisasikannya. Selasa (8/5). Saat ini kembali dilakukan survey oleh tim aprisial. dan menghabiskan seluruh kavling rumahnya untuk dibangun. Tetapi perkembangan fisik kota Malang yang cukup tinggi berdampak pada mengurangnya lahan terbuka hijau dan juga kurangnya sarana prasarana olahraga.go. Golongan masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah masih cukup sulit dalam mencari permukiman dikarenakan faktor keuangan. Hal seperti demikian menyebabkan terciptanya kawasan-kawasan permukiman illegal disembarang tempat terutama kawasana yang letaknya tidak jauh dengan pusat kota. Akan tetapi. Daftar Pustaka http://wartamalang. Pemkot masih merasa kesulitan dalam upaya pembebasan lahan di sekitar jembatan itu.wikipedia. . Mengembangkan sektor padat karya untuk mengcover sumber daya manusia dapat menjadi pilihan yang cukup baik dalam membangun kota yang sejahtera. Alasan kawasan illegal berkembang sacara tidak teratur kemungkinan karena kurang adanya konsistensi dalam menangani masalah penduduk. dan jalan Suropati. jalan Tugu. mengatakan. kata dia.bisnis.com http://www. Kepala Dinas Perumahan (Disperum) Kota Malang. ruang terbuka yang telah ada kurang dimanfaatkan dengan optimal.com http://id. tidak sedikit perumahan yang tidak ada pepohonan peneduhnya.com http://one-geo. jalan Gajah Mada.Masalah yang tidak kalah penting untuk ditangani oleh pemerintah kota Malang saat ini adalah pemukiman penduduk.pu.id PEMBANGUNAN JALAN LINTAS TIMUR TERKENDALA HARGA TANAH Guna pembangunan jalan lintas timur yang melalui daerah Kedugkandang.

terlalu tinggi dan tidak mungkin kami merealisasikan tawaran itu. (say/tm-BIP) OPTIMASI HUTAN SEBAGAI PENGHASIL OKSIGEN KOTA MALANG Niti Sesanti. "Sebenarnya pengerjaan jembatan harus segera dilakukan. tim aprisial melakukan survey terbaru untuk memastikan harga tanah di sekitar jembatan Kedungkandang saat ini.Dikatakannya. Dampak dari penyesuaian harga terbaru ini. perlu adanya upaya optimasi yaitu dengan mengoptimalkan produksivitas oksigen pada lahanlahan yang dialokasikan sebagai hutan kota. Menurut rencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk . pembebasan lahan yang dijadwalkan selesai April. "Warga mengajukan harga sebesar Rp 3. "Salah satu solusinya. harga itu sebenarnya adalah hasil kesepakatan antara kami dengan warga pada saat sosialisasi awal April silam. Harga terbaru yang diajukan sedikit lebih tinggi dari harga kesepakatan awal. bahwa warga melayangkan surat kepada Disperum soal harga yang mereka ajukan. Pemkot Malang memugar total jembatan Kedungkandang dengan anggaran sebesar Rp 79 miliar. Untuk pembebasan lahan ini. Sebagaimana diketahui. Pengajuan warga itu diajukan melalui sebuah surat yang dikirim langsung ke Disperum. berkembang dan lebih baik lagi. Hanya saja. Pemkot Malang menyiapkan anggaran sebesar Rp 11 miliar. Tapi menurut saya. pembangunan akan dimulai akhir bulan ini. Wahyu menambahkan. Semua pihak tentu berharap agar semua itu berjalan lancar dan kota Malang bisa lebih maju. warga mengajukan harga baru. Pemenang tender pembangunan jembatan tersebut adalah PT Nugraha Adi Taruna dari Jakarta." terangnya. Eddi Basuki Kurniawan. harga itu sangat tidak realistis. Alih fungsi RTH menyebabkan peningkatan area-area yang diperkeras dengan material yang tidak memungkinkan bagi tanaman untuk tumbuh. Tapi harus sabar menunggu pembebasan lahan selesai. terpaksa molor. Hutan kota sebagai unsur RTH merupakan sub sistem kota. Apabila peningkatan produksi oksigen melalui penambahan dan perluasan hutan kota sulit dilakukan. sebuah ekosistem dengan sistem terbuka." papar.5 juta per meter persegi untuk SHM." terang Wahyu. Rp 3 juta untuk tanpa sertifikat. dan ternyata dalam perkembangannya. Pihak Dinas Pekerjaan Umum selaku leading sector sudah melaksanakan lelang proyek dan ada pemenang. dang anti rugi sebesar Rp 2 juta per meter untuk bangunan. semua diharapkan bisa berjalan lancar dan tidak ada lagi penawaran baru lagi dari warga. Wahyu juga mengaku bahwa pihaknya tidak berani memasang target kapan pembebasan lahan selesai dilakukan. Mustika Anggraeni ABSTRACT Perkembangan Kota Malang yang cenderung mengalihfungsikan RTH (ruang terbuka hijau) menjadi kawasan terbangun menyebabkan menurunnya produksi oksigen kota Malang.

perikanan. jasa. jasa. perdagangan. peternakan. metode analisis evaluatif (menghitung produksi oksigen dari vegetasivegetasipenyusun hutan Kota Malang).8 ton berada pada hutan kota Malabar. Kota Batu. produksi oksigen vegetasi dari masing-masing hutan kota. perkebunan. pariwisata. perdagangan.mengetahui karakteristik hutan Kota Malang. pertambangan.978. pendidikan. dan Perkotaan Kepanjen. Struktur Pusat Permukiman Perkotaan Wilayah Malang Raya. Wilayah Pengembangan Malang Raya Pusat WP : Kota Malang Fungsi WP Malang Raya adalah : pertanian tanaman pangan. 1996) sedangkan vegetasi pelantai (stratum E) akan dikembangkan dengan asumsi bahwa pada setiap bagian hutan kota memiliki luas penutupan = 100%. dan menentukan arah pengembangan hutan kota). Arahan pengembangan vegetasi hutan Kota Malang lebih menitikberatkan pada kecermatan pembuatan model pengembangan vegetasi hutan kota. Singosari. industri. Karangploso. . meliputi pusat permukiman Perkotaan Lawang. dan menentukan model pengembangannya dalam mengoptimasi produksi oksigen yang seharusnya dapat dihasilkan oleh vegetasi pada masing-masing hutan Kota Malang. pendidikan. Berdasarkan hasil analisis karakteristik terhadap hutan kota Malang diketahui bahwa hutan kota Malang berbentuk bergerombol dan menumpuk dengan produksi oksigen tertinggi sebesar 7.039. dan Tajinan. Fungsi pusat pengembangan adalah : pusat pelayanan pemerintahan. Perkembangan tersebut membawa perubahan struktur ruang Kota Malang menjadi Perkotaan Malang dan sekitarnya atau disebut dengan istilah Malang Raya. Pakisaji. Sedangkan Struktur permukiman Kota Batu meliputi seluruh permukiman di Kota Batu. Perkembangan Kota Malang memiliki keterkaitan yang kuat antara Kota Malang dengan wilayah-wilayah di sekitarnya.12% lebih tinggi dari pada kondisi eksisting. hortikultura. Struktur pusat permukiman perkotaan cluster Malang. Wagir. dan analisis development (membuat model pengembangan vegetasi hutan kota. Dau. Struktur pusat permukiman perkotaan dalam WP Malang Raya diarahkan dalam 3 cluster.01 gram atau lebih tinggi149. yaitu cluster Kota Malang. Bululawang. kesehatan. C dan D) akan dikembangkan melalui tata cara penanaman vegetasi (Tata caraperencanaan teknik lansekap jalan. Struktur pusat permukiman Perkotaan Kepanjen meliputi pusat permukiman Perkotaan Gondanglegi. prasarana wisata. kesehatan. Vegetasi berupa tegakan (stratum B. industri. Turen dan perkotaan sekitar Kepanjen. Produksi oksigen Kota Malang meningkat sebesar 40. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif (identifikasi karakteristik lansekap hutan kota). kehutanan. Pengembangan hutan Kota Malang melalui penerapan model pengembangan vegetasi hutan kota terbukti mampu meningkatkan produksi oksigen Kota Malang.

Kota Malang tidak saja berfungsi sebagai pusat pemerintahan. . perdagangan dan jasa serta kegiatan industri serta jasa.Pengembangan Sistem Kegiatan Perkembangan Kota Malang yang cepat ini diharapkan mampu menarik wilayah sekitarnya dalam pemerataan pembangunan. tetapi juga merupakan pusat pendidikan.

SAMPAH JADI DUIT DI BSM Mungkin ini metode terbaru buat warga Kota Malang untuk menambah pemasukan uang belanja sehari-hari. . meminjam uang bayar sampah. Memang usia BSM masih sangat muda. Mungkinkah sampah jadi duit? Pertanyaan tersebut akan muncul ketika mendengar nama BSM atau Bank Sampah Malang. Bergabung menjadi anggota BSM (Bank Sampah Malang) sampah disulap menjadi uang. beli sembako bayarnya juga dengan sampah. BSM mungkin masih terasa asing di telinga sebagian masyarakat. menabung dengan sampah. BSM yang diresmikan operasinya pada 15 November 2011 oleh Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya merupakan perintis bank sampah di Indonesia.

Visi. Sejuk dan Manfaat. Dra. SH. Sedangkan untuk Sembako. Hj. yaitu sampah basah untuk kompos dan yang terbaru untuk biogas dan sampah kering untuk kerajinan daur ulang dan dijual untuk didaur ulang oleh Pabrik (Plastik. yaitu dengan perbandingan 80 % untuk membayar angsuran dan 20 % untuk ditabung. Pembuatan kerajinan pada sampah an-organik. Tidak adanya pengelolaan sampah yang terpadu menimbulkan masalah yang kompleks. Penabungan sampah layak jual pada BSM . akhirnya para insiator bersepakat mendirikan BSM (Bank Sampah Malang). Motto. kini dapat ditukarkan dengan uang dan layanan lainnya yang disediakan oleh BSM.Kota Malang patut berbangga.Besi.dls). kesadaran masyrakat untuk menjaga kebersihan linkungan semakin meningkat. M. Heri Puji Utami. sumber penyakit dari sampah. Wasto. Visi: Menuju Lingkungan Kota Malang menjadi BSM yaitu Bersih.dan sebagainya. Misi: • 1.Kertas.AP dan Kepala DKP Kota Malang. kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Aspek Sosial (kegotong-royongan/kepedulian muncul) dan Aspek Ekonomi (penambahan pendapatan) dengan adanya transaksi sampah an-organik tersebut? Setelah berguru ke sana kemari. Latar Belakang Berdirinya BSM Berdirinya BSM berawal dari keprihatinan DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan) dan kader lingkungan Kota Malang bersama-sama dengan TP PKK Kota Malang melihat kondisi lingkungan yang kotor dan perilaku masyarakat yang acuh terhadap lingkungan. 3. Selain itu. Karena sampah mereka. Masalah yang muncul berikutnya adalah sampah anorganik (kering) tidak ada yang menampung atau membelinya yang orientasinya tidak semata-mata mencari keuntungan atau bisnis. Drs. yang dulunya dibuang begitu saja. 2.Botol. Pengelolaan sampah sampai bersih dengan kegiatan : Pengomposan dan biogas pada sampah organik. Dengan inisiatif dari Ketua TP PKK Kota Malang. MH maka dilakukanlah sosialisasi dan pelatihan terkait pengelolaan sampah dengan pemilahan sampah organik (basah) dan anorganik (kering) dan pemanfaatannya. seperti: lingkungan yang kotor dan bau. tetapi Bagaimana Masyarakat Memepunyai Nilai Tambah dari Aspek Lingkungan (bersih dan sejuk). karena dengan adanya bank sampah. dan Misi BSM Motto BSM : “Pinjam Uang Nyicil Sampah“ dan “Beli Sembako Bayar sampah“ Prakteknya Nanti BSM akan melihat potensi sampah dari unit BSM selama 3 bulan untuk menentukan besaran berapa pinjaman yang akan dikeluarkan oleh BSM pada unit BSM yang sudah terbentuk ini. nantinya para nasabah bisa menukarkan sampahnya pada sembako berdasarkan nilai sampah yang ada di tabungannya.

Merubah perilaku masyarakat akibat manfaat sampah Keuntungan Menjadi Nasabah BSM • • Sampah yang dipilah oleh Kelompok Binaan akan diambil oleh Petugas BSM sesuai jadwal atau kesepakatan. kecil. Di dalam UU No. • Pengurus Kelompok Binaan akan mendapatkan keuntungan finansial dari BSM. biji plastik. Kewenangan Pemerintah Kota/Kabupaten tersebut adalah sebagai berikut : . 3. Banyak faktor yang membuat sampah menjadi masalah yang serius bagi kota-kota besar. Toga. kerajinan daur ulang. Mengurangi pengangguran terutama masy. dll) dan pengelolaan penghijauan (pembibitan dan penanaman tanaman hias. karena terdapat selisih harga sampah untuk anggota binaan/masyarakat dengan harga BSM.• Mewujudkan kesejukan dengan penanaman pohon dan terhindari polusi bau dari sampah dan sehat lingkungannya • 1. Bantuan CSR atau lainnya yang sejenis kepada BSM. 2. kerajinan daur ulang. Akan mendapat pelatihan dan pembinaan oleh BSM terkait dengan pengelolaan lingkungan terutama pada pengelolaan persampahan (pembuatan kompos. produktif. bunga. Butuh kesadaran yang sangat besar dari warga masyarakatnya agar kota tersebut terbebas dari masalah sampah ini. Pemasaran produk dari sampah (kompos. dls). Memanfaatkan sampah untuk : Meningkatkan pendapatan masyarakat. logam. 5. Sampah merupakan sumber masalah yang sangat rumit terutama di kota-kota besar. Kerja sama yang ditawarkan BSM kepada lembaga/instansi organisasi/perusahaan: 1. pelatihan dan lain sebagainya. biogas. Jual beli semua jenis sampah an-organik (plastik. pembinaan. pemilahan sampah layak jual. 3. 6. Pelatihan dan pembinaan pengelolaan sampah dari hulu (sumber) terutama untuk unit BSM yang terbentuk dalam Kelompok Binaan BSM. kaca) untuk harga menyesuaikan kesepakatan kedua belah pihak. 4. kertas. dls). 2. 18 Tahun 2008 Pasal 9 telah disebutkan wewenang Pemerintah Kota/Kabupaten dalam menjalankan Pengelolaan Sampah. Sosialisasi dan pelatihan terkait manajemen Bank Sampah pada daerah lain yang berminat mau mendirikan Bank Sampah. Menerima bantuan program atau dana dari Pemerintah maupun organisasi sosial lainnya untuk penyaluran ke lingkungan pada pelaksanaan. nantinya kita buat bersama Perjanjian Kerja Sama (PKS) atau MoU dimana hak dan kewajiban para pihak tertuang dalam perjanjian tersebut.

Apa yang terjadi ketika sampah tersebut mengendap didepan rumah anda. yang pasti akan menimbulkan bau yang tidak sedap. Ketentuan lebih lanjut mengenai pedoman penyusunan system tanggap darurat sebagaimana dimaksud diatas diatur dengan peraturan menteri. Dengan memilah sampah organik dan anorganik kita dapat mengolah sampah-sampah tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat. fakta menunjukkan bahwa potensi sampah terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala setiap 6 (enam) bulan selama20 (dua puluh) tahun terhadap tempat pemrosesan akhir sampah dengan system pembuangan terbuka yang telah ditutup 6. Menyusun dan menyelenggarakan system tanggap darurat pengelolaan sampah sesuai dengan kewenangannya. Untuk menanggulangi masalah sampah yang semakin banyak. dll. Menyelenggarakan pengelolaan sampah skala Kabupaten/Kota sesuai dengan norma.1. Contoh sampah anorganik adalah Plastik. dan atau tempat pemrosesan akhir sampah. Reuse berarti memanfaatkan kembali barang yang sudah tidak terpakai. standar. Ada cara yang sangat efektiff yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam membantu menangani masalah sampah ini yaitu dengan cara 3R. tempat pengelolaan sampah terpadu. Penetapan lokasi tempat pengelolaan sampah terpadu dan tempat pemrosesan akhir sampah sebagaimana tersebut di atas merupakan bagian dari rencana tata ruang wilayah Kabupaten/Kota sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 3. Menetapkan kebijakan dan strategi pengelolaan sampah berdasarkan kebijakan nasional dan provinsi. . Sehingga masalah yang semula menimbulkan masalah sekarang menjadi membawa berkah bagi masyarakat. 2. Menetapkan lokasi tempat penampungan sementara.sisa sayuran. sebagian besar sampah yang dihasilkan di tempat pembuangan akhir (TPA) merupakan sampah organik yang mudah terurai dan sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari benda-benda yang tidak dapat diuraikan. Kehidupan manusia tidak akan pernah lepas dari masalah sampah. Pernahkan anda mengalami sampah yang ada dirumah anda tidak terangkut oleh tukang sampah. orang-orang mulai memikirkan berbagai cara dalam mengelola sampah tersebut. Pada umumnya. dan criteria yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan pengelolaan sampah yang benar maka potensi sampah untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat akan tercapai. Melakukan pembinaan dan pengawasan kinerja pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh pihak lain. prosedur. benda-benda logam. Apa itu 3R ? 3R adalah Reduce. 5. dan Cecycle Reduce berarti mengurangi sampah dengan mengurangi pemakaian barang atau benda yang tidak terlalu kita butuhkan. Masalah sampah sampai saat ini masih dianggap masalah yang sepele. sisa makanan. Contoh sampah organik adalah daun. Kaleng. Reuse. Bagaimana caranya ? Sampah bisa diolah dengan berbagai cara salah satunya dengan menerapkan prinsip 3R. 4. dll. Metode ini bisa dilakukan dengan cara memilah sampah organik dan anorganik yaitu dengan cara membuat tempat sampah khusus untuk sampah organik dan anorganik. Sampah adalah sisa barang yang telah digunakan oleh manusia baik itu barang organik maupun barang anorganik.

Caranya yaitu dengan menerapkan sistem pemilahan sampah organik dan anorganik dengan membuat tempat sampah yang khusus untuk sampah organik dan anorganik pada setiap rumah warga.Recycle berarti mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai. Padahal. Paradigma baru memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan. Selain itu barangbarang bekas tersebut dapat dimanfaatkan oleh anak-anak. pakailah tas kain yang awet dan bisa dipakai berulang-ulang. Barang-barang tersebut dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang-barang kerajinan yang artistik dan menarik. Misalnya : Kurangi pemakaian kantong plastic. Dengan terlebih dahulu menyampaikan apa saja jenis sampah organik dan anorganik rumah tangga. Karena itu. Masyarakat diberi penjelasan sampah apa saja yang dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali. bukan sebagai sumberdaya yang perlu dimanfaatkan. . yaitu: Reduce: Mengurangi sampah dengan mengurangi pemakaian barang atau benda yang tidak terlalu kita butuhkan . misalnya memanfaatkan buku tulis lama jika masih ada lembaran yang kosong bisa dipergunakan untuk corat coret. Penerapan Sistem 3R dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. kaleng susu. wadah sabun lulur. Membantu pengelolaan sampah secara dini dan cepat langsung dari sumber sampah yaitu rumah tangga. Masyarakat awam biasanya berpikir bahwa sampah rumah tangga yang di hasilkan tidak akan bermanfaat bagi mereka. Biasanya sampah rumah tangga yang paling sering di jumpai adalah sampah dari kantong plastic yang dipakai sekali lalu dibuang. buku-buku cerita lama dikumpulkan untuk perpustakaan mini di rumah untuk mereka dan anak-anak sekitar rumah. pupuk ataupun untuk bahan baku industri. • • • • • Manfaat sistem 3R bagi lingkungan adalah : Mengurangi tumpukan sampah organik dan sampah anorganik yang berserakan di sekitar tempat tinggal. dll. Menyelamatkan lingkungan dari kerusakan dan gangguan berupa bau. plastic adalah sampah yang perlu ratusan tahun (200-300 tahun) untuk terurai kembali. kompos. selokan macet. misalnya untuk energi.banjir. Sampah rumah tangga yang bisa digunakan untuk dimanfaatkan kembali seperti: koran bekas. dsb. Menghemat biaya pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) Mengurangi kebutuhan Lahan tempat pembuangan akhir (TPA). Penerapan sistem 3R dalam rumah tangga tersebut bisa menjadi pola hidup peduli lingkungan. Pengelolaan sampah dengan paradigma baru tersebut dilakukan dengan kegiatan pengurangan dan penanganan sampah. Dengan 3R pengolahan sampah rumah tangga dapat menjadi usaha rumahan atau usaha kelompok masyarakat (UKM). Sampah yang di hasilkan tadi di biarkan menuju TPA (Tempat Pembuangan Akhir) tanpa menyadari bahwa sampah tersebut bisa sangat berguna bagi pendapatan mereka. Reuse : Memakai dan memanfaatkan kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai menjadi sesuatu yang baru. Itu juga salah satu cara pemanfaatan sampah rumah tangga. kardus bekas susu. Selama ini sebagian besar masyarakat masih memandang sampah sebagai barang sisa yang tidak berguna.

mengomunikasikan dan/atau . Menggunakan Kembali. seperti kaca. carilah barang yang masih bisa digunakan kembali secara langsung. Dengan kreatifitas berbagai sampah yang telah terkumpul dan dipilah dapat disulap menjadi barang-barang baru yang bermanfaat. Proses Daur Ulang Sampah Rumah tangga adalah : Memilah. Contohnya: mendaur ulang kertas yg tidak di gunakan menjadi kertas kembali. Lakukan Daur Ulang Sendiri. mengubah. bisa di jadikan tas cantik. yakni mengelompokkan sampah rumah tangga yang berdasarkan jenisnya dengan membuat tempat sampah anorganik dan organic . Jadikan sampah sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi peningkatan ekonomi keluarga. sesuai jenisnya. plastic. Reuce dan Recycle. KOTAKU JUGA BERSIH. Jika mempunyai waktu dan ketrampilan kenapa tidak melakukan proses daur ulang sendiri di rumah dari sampah rumah tangga yang dihasilkan . mengurangi polusi. menyimpan. Mari kita jaga lingkungan kita dengan menerapkan 3R Reduce. Karena sampah tidak selalu akan menjadi barang sisa yang tidak bermanfaat bagi manusia Apabila kita mau menjaga lingkungan sekitar. mengelola informasi dan menyebarkan informasi.dll. kertas. plastik detergen. Daur ulang mempunyai pengertian sebagai proses menjadikan bahan bekas atau sampah menjadi bahan baru yang dapat digunakan kembali. Bersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Bukan saja lingkungan rumah tangga tetapi bagi lingkungan sekitar. LINGKUNGANKU BERSIH. Sampah organic bisa di manfaatkan sebagai pupuk dan sampah anorganik bisa di daur ulang menjadi sesuatu yang bisa di gunakan kembali. Kita bisa melakukan pengomposan dengan menggunakan drum plastic yang cocok di terapkan untuk mengolah sampah rumah tangga. sampah dapat menjadi sesuatu yang berguna sehingga bermanfaat untuk mengurangi penggunaan bahan baku yang baru. Oleh karena itu banyak sekali manfaat yang di hasilkan dari sistem 3R terhadap sampah rumah tangga. Sampah Organik Sampah Organik rumah tangga yang di hasilkan bisa di manfaatkan menjadi kompos. Mengolah Sampah Organik dan Anorganik dengan Metode 3R Sampah Anorganik – Sampah anorganik bisa di olah dengan proses daur ulang.dompet. Dengan menerapkan sistem 3R dalam pengelolaan sampah rumah tangga Bisa berdampak positive bagi lingkungan. Dengan proses daur ulang. Teknologi Informasi (TI)adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat. MANFAAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) BAGI KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT Kelompok Informasi Masyarakat mempunyai tugas yang sangat mulia dalam tugasnya untuk menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Manfaat lainnya adalah menghemat energi. jangan jadikan sampah sebagai sebuah masalah. KIM saat ini sudah dibekali dengan kemampuan memanfaatkan teknologi informasi dalam mengumpulkan data dan informasi.Recycle: mendaur ulang kembali barang lama menjadi barang baru. Setelah dipilah. Sehingga lingkungan kita terjaga dari masalah sampah. botol plastic bisa di sulap menjadi tempak alat tulis. sayur-sayuran. mengurang kerusakan lahan dan emisi gas rumah kaca dari pada proses pembuat barang baru. susu.

Potensi apa saja yang ada pada KIM sangatlah berbeda-beda. (Potensi alam yang ada di wilayah Malang Raya misalnya : Diwilayah Malang selatan seperti Pantai Balekambang. 4. Pantai Ngeliyeb. yang ada diwilayah Batu misalnya Coban Rondo. mengolah. itu tergantung pada karakteristik di masing-masing daerah dimana KIM itu berada. Gun Gun Siswadi pernah menyampaikan pada seminar di Bali tentang peran KIM dalam pembangunan. serta internet yang merupakan media untuk membuka jendela dunia. atau terus bertambahnya daftar spesiesspesies langka yang musnah. TV. 3. Ketiganya adalah satu kesatuan dalam sebuah kebijakan pembangunan (kota/negara) yang mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pembangunan.Menjembatani informasi antara masyarakat dan pemerintah dalam penyebaran informasi dan penyerapan aspirasi Dengan meningkatkan kemampuan dalam bidang penguasaan teknologi informasi ini diharapkan anggota Kelompok Informasi Masyarakat dapat memanfaatkannya untuk mempromosikan potensi yang ada di daerahnya. Pemandian Air Panas Canggar. dan jembatan bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. menyimpan dan mendiseminasikan informasi kepada pihak yang berkompeten . dan HP. Jembatan bagi pemerintah dalam menggali potensi yang ada di masyarakat. Songgoriti dan masih banyak lagi potensi yang lainnya). peralatan rumah tangga elektronik. 2. Di dalam lingkungan hidup terdapat materi kehidupan tentang hakhak dasar (basic rights) manusia serta prinsip keadilan lingkungan (environmental justice) serta akses yang setara terhadap sumber-sumber kehidupan. atau potensi dari anggota itu sendiri. Kegagalan sebuah negara menterjemahkan lingkungan hidup.Mengembangkan kualitas SDM masyarakat di bidang informasi agar menjadi insan informasi yang dapat diandalkan dalam pelaksanaan pembangunan . Pantai Kondang Merak. Anggota KIM dapat mencari artikel yang ada hubungannya dengan pengembangan usaha anggotanya. melangkahkan kaki-kaki kita untuk membangun bangsa dan negara melalui kelompok informasi masyarakat yang berdaya guna tinggi.Mengelola Informasi mulai dari menyerap. Potensi ini juga akan dapat menghasilkan lahan baru bagi masyarakat dengan mengembangkan wisata kuliner dan barang-barang kerajian untuk oleh-oleh. Jadikanlah Hidup Anda Bermanfaat Bagi Orang Lain. HAK ATAS LINGKUNGAN HIDUP : KRISIS RENCANA TATA RUANG WILAYAH MALANG A. Drs. Manfaat apa saja yang dapat diperoleh dengan teknologi informasi ini : 1. mengumpulkan. Mari kita bangkit dari tidur kita. Jangan Jadikan Hidup Anda Beban Bagi Orang Lain. Pantai Sendang Biru. Teknologi Informasi yang tersebar di masyarkat banyak ragamnya antara lain telepon. Potensi alam yang ada diwilayah Malang misalnya dapat diekspos sampai ke manca negara menjadi potensi wisata yang dapat menghasilkan devisa bagi negara. Potensi yang ada dapat disebarluaskan melalui Internet. Anggota KIM dapat bertukar informasi dengan anggota KIM yang lainnya. kebakaran hutan. .menyebarkan informasi. secara langsung akan berakibat pada elemen-elemen lingkungan hidup. Sehingga akan terjalin hubungan yang selaras dalam membangun bangsa dan negara. Pendahuluan Memaknai permasalahan lingkungan hidup bukan hanya identik dengan permasalahan pembuangan limbah dan pencemaran. yaitu : . Dengan begitu banyaknya manfaat yang didapatkan oleh anggota KIM. Anggota KIM dapat memanfaatkan teknologi jaringan informasi untuk menambah relasi bisnis/usaha. Anggota KIM dapat menyebarkan Informasi yang bermanfaat bagi pengembangan usaha. sudah selayaknya Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) ini menjadi ujung tombak dalam setiap pembangunan di daerahnya masing-masing.

pariwisata dan pendidikan dengan nilai investasi yang semakin bertambah di tiap tahunnya. bersinergi dan dapat dijadikan acuan dalam penyusunan program pembangunan untuk tercapainya kesejahteraan masyarakat. Parameter sederhana adalah pola penataan tata ruang wilayah sebuah daerah/kota. ruang-ruang publik bagi kota-kota besar selalu dianggap sebagai investasi yang niscaya dipersiapkan untuk ruang-ruang ekonomi sehingga diharapkan secara ekonomi akan memberikan sejumlah income bagi sebuah pemerintahan kota. melalui frame hak azasi manusia. Potret-potret buram pembangunan yang profitopolis . Fase metamorfosis tersebut bisa jadi sebuah persimpangan jalan. Tragedi-tragedi berdatangan seolah menjadi schedule rutin tahunan yang selalu bisa diprediksi kehadirannya dan akibat yang ditimbulkannya. bebas. karena tujuan dari sebuah perencanaan tata ruang wilayah adalah mewujudkan ruang wilayah kota/kabupaten yang memenuhi kebutuhan pembangunan dengan senantiasa berwawasan lingkungan.878 jiwa per kilometer persegi. yang akan menguji sejauh mana sense of suistainable development yang dimiliki oleh penyelanggara kota yang dikenal sebagai kota bunga ini. bahkan justru menjadi alat legitimasi bagi pembangunan yang meng-invasi ruang-ruang publik. B. seiring dengan pola gerak pembangunan internasional yang semakin hari semakin menggerus eksistensi kelestarian lingkungan hidup. merumuskan sebuah garis akar problematika penataan kota serta kontribusi masyarakat sipil terhadap visi penataan kota Malang yang belum mengakomodasi hak-hak dasar (basic rights) masyarakat serta prinsip keadilan lingkungan (environmental justice) serta akses yang setara terhadap sumbersumber kehidupan. Sedangkan kebijakan penataan tata ruang dan wilayah kota bukan merupakan panduan utama.Perjalanan waktu bangsa ini. efisien dalam alokasi investasi. dan seolah tidak memberikan pelajaran yang penting untuk bisa diantisipasi. yang ditandai dengan masuknya investasi-investasi besar di bidang industri. diperparah dengan rendahnya daya dukung/kemampuan manusia untuk mengantisipasinya baik melalui aktivitasaktivitas yang secara langsung merusak maupun melalui upaya-upaya konspiratif politik kebijakan lingkungan hidup yang eksploitatif. Karena seperti dinyatakan dalam Declaration on the Right to Development bahwa pembangunan adalah sebuah proses ekonomi. Bumi yang secara alami akan bergolak. Tulisan ini tidak dalam kapasitas untuk memberikan solusi atas compang-camping tata ruang dan wilayah kota Malang serta problem penegakannya. 10 tahun terakhir telah mengalami sebuah metamorfosis. diwarnai dengan deret panjang tragedi lingkungan hidup yang terjadi dan mengancam kehidupan bumi dan manusia. dan bermanfaat dalam proses pelaksanaan dan di dalam distribusi adil yang dihasilkan pembangunan. namun sekedar memberikan potret wajah buram visi penataan kota Malang (dan juga tipikal kota-kota lainnya di Indonesia). sebagai potret kota besar di Jawa Timur. Materi Hukum atau Kultur Penegakannya ? Malang dengan kepadatan 6. Tata pembangunan kota misalnya. budaya dan politik yang komprehensif. yang bertujuan untuk peningkatan secara terus menerus dan kesejateraan seluruh penduduk dan setiap individu berdasarkan partisipasi yang aktif. sosial. Ideologi profitopolis / menempatkan kepentingan ekonomi dalam kerangka kebijakan publik adalah sebuah realitas bagi kota Malang.

hal ini lazim ditempuh oleh pemerintah daerah/kota-kota besar. yang berlaku hingga tahun 2010 harus diakui sudah tidak memiliki relevansi dengan pola pembangunan di Kota Malang. Hal tersebut dapat dipenuhi dengan luas kawasan hijau dan peresapan air sebesar 40%. Penelitian KSBK tahun 2005 menyebutkan bahwa kebutuhan minimal oksigen untuk kota Malang adalah sebesar 1103. sedangkan orientasi yang bersifat non-fisik dan non-materi adalah orientasi yang tidak menarik dan tidak menguntungkan. Penetrasi pusat-pusat perdagangan di wilayah pendidikan.tersebut terhampar di berbagai sudut kota Malang.5 ton/hari. itupun termasuk hutan kota APP di Tanjung (yang sebentar lagi menjadi kompleks perumahan mewah). dan memerlukan relokasi kegiatan budidaya maupun lindung yang ada demi pembangunan pasca bencana. Dalam konteks otonomi daerah. Bisa jadi ini memang karena Perda RTRW sudah kehilangan relevansi. 2) ada perubahan kebijaksanaan pemanfaatan ruang dan/atau sektoral dari tingkat propinsi maupun kabupaten yang berdampak pada pengalokasian kegiatan pembangunan yang memerlukan ruang berskala besar. Perda ‘impoten’ tersebut lebih banyak dilanggar daripada dipatuhi dan dijadikan acuan pembangunan. Faktanya sekarang kawasan tersebuka hijau di Malang tinggal 4%. tentu setelah melalui dan mengacu pada hasil evaluasi secara mendalam dan menyeluruh. hutan kota di buldoser. Memang harus dilakukan evaluasi secara menyeluruh dan secepatnya. berubah fungsinya aset-aset publik menjadi pusat perdagangan/mall. adalah contoh nyata. dan lain-lain. 4) ada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat dan seringkali radikal dalam hal pemanfaatan sumberdaya alam meminimalkan kerusakan lingkungan 5) ada bencana alam yang cukup besar sehingga mengubah struktur dan pola pemanfaatan ruang. mall dan SPBU. maka perubahan dan/atau penyempurnaan Perda Tata Ruang dimungkinkan. hilangnya taman-taman kota diganti dengan perumahan mewah. lahan ruang terbuka hijau menjelma menjadi ruko-ruko. atau bisa jadi juga karena faktor mentalitas makelar pemerintah Malang yang lebih suka menjual dan menggandaikan aset-aset publik daripada memberdayakan dan melestarikannya buat kepentingan publik yang lebih besar. 3) ada ratifikasi kebijaksanaan global yang mengubah paradigma sistem pembangunan dan pemerintahan serta paradigma perencanaan tata ruang. misalnya. Parameter keberhasilan pembangunan daerah masih di-identik-an dengan keberhasilan materi dan fisik. Kewibawaan perangkat hukum tata ruang dan perangkat perijinan berada di bawah bayangbayang rupiah. tidak ada yang merasa jengah dengan kenyataan ini. sebelum terlanjur semua aset publik berubah menjadi aset-aset ekonomi. yang hanya bisa diakses oleh masyarakat ekonomi atas. Yang mana yang benar ? Jika terbukti bahwa memang Perda Tata Ruang yang sudah usang. Tidak mengherankan ketika asetaset publik dengan cepat beralih fungsi menjadi ruang-ruang privat. Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) No 7 Tahun 2001. Mari kota coba untuk menghitungnya : Parameternya adalah apakah 1) ada perubahan dan/atau penyempurnaan peraturan dan/atau rujukan sistem penataan ruang. . Eksploitasi local resourches adalah langkah yang paling mudah dilakukan oleh sebuah pemerintahan. hotel. Ironisnya.

Setidaknya gerakan lingkungan hidup seolah hanya menjadi milik beberapa aktivis lingkungan hidup yang jumlahnya tidak seberapa dan itu-itu saja. Akhirnya. pengawasan dan evaluasi sebuah aktivitas pembangunan yang rentan terhadap eksistensi lingkungan hidup. pelaksanaan. Aktivitas pembangunan fisik dan non-fisik masih menjadi otoritas utama penyelenggara dan rekanan pelaksana suatu proyek. Pembungkaman ini terjadi setidaknya dipengaruhi oleh 5 hal : Pertama. Tidak terhitung lagi gerakan lingkungan hidup di Kota Malang yang berakhir dengan aksi premanisme yang dilakukan oleh orang-orang yang sengaja diperintahkan/dibayar untuk melakukan itu. masyarakat tidak diberikan ruang yang mamadai untuk memberikan suatu kontribusi pemikiran yang aspiratif. setiap terjadi sebuah moment lingkungan hidup (baca: perusakan lingkungan hidup) nyaris tidak ada sebuah gerakan yang secara massif untuk melawan dan menggagalkan sebuah ‘drama’ perusakan lingkungan hidup baik yang dilakukan oleh pemodal maupun oleh pemerintah sendiri. tapi juga upaya pembiaran (tidak ada penegakan hukum). wajar jika masyarakat sering kali tidak memiliki ruang yang memadai untuk ikut serta dalam perencanaan. pembangunan kota Malang yang compang-camping ini adalah imbas dari tidak adanya kemauan politik dari penyelenggara pemerintahan di Malang untuk melaksanakan pembangunan yang menghormati dan memenuhi hak-hak dasar (basic rights) masyarakat serta prinsip keadilan lingkungan (environmental justice) serta akses yang setara terhadap sumber-sumber kehidupan.Tidak ada satupun kriteria yang terjadi di Malang yang memenuhi parameter tersebut. praktek-praktek premanisme yang secara traumatis masih membayangi bagi gerakan lingkungan hidup. Sehingga pembangunan hanya dimaknai sebagai upaya peningkatan PAD semata dan simbolsimbol modernisasi. Kedua. C. konstruktif dan evaluatif. hal tersebut bukan tanpa sebab. tidak berjalan dengan baik karena DPRD lebih sering menjadi alat legitimasi eksekutif dalam setiap pengambilan keputusan daripada menjadi lembaga kontrol. Tertundanya pembahasan Rencana Perda Peran Serta Masyarat menjadi bukti bahwa peranserta masyarakat belum menjadi prioritas pembangunan. Artinya memang terdegradasinya Perda RTRW Kota Malang lebih pada rendahnya komitmen dan kemauan politik pemerintah kota Malang terhadap pembangunan yang ramah lingkungan hidup. ataupun yang dilakukan mereka berdua. Mulai dari tragedi Tanjung APP yang diwarnai oleh aksi pemukulan yang dilakukan oleh sekelompok laki-laki berbadan tegap berambut cepak kepada aktivis pro- . bahkan beberapa kasus justru memfasilitasi investasi yang jelas-jelas melanggar hukum. Fungsi DPRD sebagai lembaga kontrol. secara normatif. Semuanya tinggal tertegun lesu ketika menyaksikan bahwa semuanya telah terjadi dan dampak sosial telah melanda. Gerakan Lingkungan Hidup : Gerakan Timbul dan Tenggelam Sayang sekali. Keterlibatan pemerintah bukan saja ketika aparatur memberikan perijinan (walaupun tidak ada dasar hukumnya sama sekali). Sayang sekali. Pemerintah Malang sama sekali tidak berdaya dengan kehadiran investasi yang memang akan selalu menghendaki keuntungan sebesar-besarnya. Namun kembali.

pendidikan lingkungan hidup yang secara kamuflase secara rutin dilakukan oleh pemerintah kota Malang. tapi memang bukan pekerjaan yang ringan untuk mewujudkan pembangunan kota malang yang prolingkungan hidup yang meliputi juga materi kehidupan tentang hak-hak dasar (basic rights) manusia serta prinsip keadilan lingkungan (environmental justice) serta akses yang setara terhadap sumber-sumber kehidupan. Yang pasti gerakan lingkungan hidup harus terus dihidupkan sehingga secara massif dapat mengganggu. anak jalanan dan tukang becak yang dirazia. Keempat. pengemis. Gerakan lingkungan hidup masih belum mampu menyentuh masyarakat di perkampungan. difasilitasi dan bahkan dibuatkan aturan hukum yang melegitimasi pelanggaran. 2010 Diterbitkan oleh Ichwan Dwi Strategi pengembangan struktur tata ruang wilayah Kota Malang ditetapkan dengan memperhatikan segala potensi dan kendala serta sumberdaya yang ada. Penutup Tidak harus menjadi putus asa menyaksikan rumitnya krisis tata ruang kota Malang. Malang Ijo Royo-Royo. melawan dan menggagalkan praktek perusakan lingkungan hidup yang terjadi di kota Malang yang sedemikian complicated. RTRW Kota Malang (Strategi Pengembangan Struktur Tata Ruang Wilayah) KAMIS. Untuk itu berbagai fungsi yang dominan dan memberikan prospek perkembangan yang baik dapat ditingkatkan sehingga kegiatan produktif dan fungsi pelayanan akan dapat lebih meningkat lagi. maka dapat diperoleh gambaran. bahwa Kota Malang memiliki berbagai fungsi pengembangan primer maupun sekunder. serta pemukulan seorang akademisi Brawijaya yang bahkan dilakukan orang-orang tidak dikenal di gedung dewan DPRD !!! Ketiga. Sedangkan parade pelanggaran Perda RTRW yang dilakukan oleh pemodal justru dibiarkan. untuk menutupi aktivitas perusakan lingkungan hidup. Tidak terhitung para PKL. aksi pemukulan terhadap puluhan mahasiswa pada aksi penolakan MATOS. sedangkan gerakan mahasiswa terhadap isu-isu lingkungan hidup masih bersifat reaksioner. lemahnya konsolidasi dan koordinasi kekuatan-kekuatan masyarakat sipil dan perguruan tinggi yang memiliki komitmen dalam mengembangkan wacana dan gerakan pro-lingkungan hidup. JANUARI 28. D. Harus diakui gerakan lingkungan hidup masih didominasi oleh beberapa aktivis prolingkungan hidup yang jumlahnya tidak seberapa dan itu-itu saja. Berdasarkan pola perkembangan dan pertumbuhan kota.lingkungan hidup. diusir dan ditangkap oleh Satpol PP karena dianggap melanggar Perda dan mengganggu keindahan kota. Sesuai . standar ganda penegakan hukum dilakukan oleh aparat penegak hukum. Ini menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah untuk dijawab. Kelima. aksi teror kepada seorang akademisi yang getol menyuarakan penolakan pembangunan MATOS. pemilihan putri lingkungan hidup dan Malang Tempoe Doeloe dihembuskan sedemikan keras ke media dan masyarakat seolah menjadi bukti bahwa pemerintah kota Malang sangat peduli dengan pembangunan pro-lingkungan hidup.

Pengembangan kawasan perdagangan baru direncanakan untuk melayani penduduk Kota Malang secara merata terutama di wilayah timur dan barat Kota Malang yaitu di kawasan Gunung Buring dan kawasan Mulyorejo. sedangkan untuk fungsi sekunder juga harus dilayani oleh sistem jaringan jalan sekunder. Sesuai dengan perkembangan kota. dan tidak diusahakan adanya pengembangan mengingat pada sekitar lokasi industri ini banyak terdapat perumahan penduduk. Selain itu juga untuk wilayah baru lainnya. Adapun masingmasing fungsi yang dikembangkan adalah sebagai berikut : Fungsi Primer¬ Industriω Perdaganganω Pergudanganω Transportasiω Fungsi Sekunder¬ Industriω Perdaganganω Transportasiω Pariwisataω Perkantoranω Pendidikanω Kesehatanω Peribadatanω Militerω Olahragaω Transportasiω Untuk menciptakan struktur ruang yang efisien. B. maka fungsi primer yang akan dikembangkan juga harus didukung oleh jaringan transportasi dalam skala primer.⊂ Untuk industri yang terletak disebelah barat kota seperti di Kelurahan Bandulan. maka diperlukan penataan dan pengalokasian berbagai kegiatan perkotaan. Efisiensi pelayanan ini dengan membagi setiap BWK menjadi beberapa unit lingkungan dimana setiap BWK dan setiap unit lingkungan memiliki suatu pusat pelayanan tersendiri sesuai dengan lingkup pelayanan dan fungsinya. industri di Kelurahan Ciptomulyo masih tetap dipertahankan. Penanggungan dan Dinoyo sebaiknya dibatasi dan tidak dikembangkan lebih lanjut baik luasan . Perdagangan Dan Jasa Sesuai dengan fungsi kota yang ada yakni sebagai koleksi dan distribusi barang dan jasa. maka keberadaan pusat perdagangan dan jasa (komersial) diharapkan dapat melayani seluruh kawasan permukiman kota dan kawasan yang baru/akan berkembang. ⊂ Untuk jangka pendek. maka penambahan fasilitas perdagangan akan tetap diperlukan dengan berbagai skala pelayanannya. maka pengembangan kegiatan industri di masa yang akan datang diarahkan pada : Industri dan pergudangan yang ada di sekitar Jalan Tenaga (Kelurahan Blimbing) dapat tetap dipertahankan. Sesuai dengan kondisi Kota Malang. Industri Seiring dengan tingginya tingkat perkembangan sektor indsutri di Kota Malang.dengan lingkup dan jangkauan pelayanan Kota Malang. Struktur pelayanan yang akan digunakan dalam mengembangkan Kota Malang adalah dengan membagi Kota Malang menjadi lima Bagian Wilayah Kota (BWK) dimana setiap BWK merupakan juga satu wilayah kecamatan. Hal ini mengingat adanya rencana relokasi kawasan industri yang terdapat di Kelurahan Ciptomulyo ke wilayah bagian timur kota yakni di Kelurahan Arjowinangun sampai HO habis. pengembangan fasilitas perdagangan dialokasikan menyatu dengan fasilitas-fasilitas kota lainnya. maka arahan pengembangannya diarahkan sebagai berikut : A. dan tidak diusahakan adanya pengembangan.

perlu direncanakan adanya penambahan pusat dan sub pusat pelayanan serta peningkatan dan pembangunan jaringan jalan baru. Untuk memacu perkembangan permukiman yang kurang berkembang di Kota Malang. ⊂ Pada bagian Timur Kota diarahkan pada wilayah Kelurahan Sawojajar (dengan adanya STIBA dan Wisnuwardhana) dan Gunung Buring yaitu Kelurahan Lesanpuro dan Kedungkandang.Malang. dimana pengembangan perumahan diarahkan ke wilayah yang relatif masih kosong. Perumahan Di Kota Malang pola penggunaan tanah untuk jenis perumahan direncanakan terdistribusikan pada seluruh bagian wilayah kota. akan tetapi lokasinya tersebar sesuai dengan lokasi pemukiman penduduk.menengah diarahkan di sekitar Kecamatan Singosari dan Karangploso. bahkan untuk pendidikan tinggi sudah mempunyai jangkauan skala nasional. sehingga dapat dipastikan perkembangan industri di wilayah tersebut akan berkembang dengan pesat. Pendidikan Kegiatan pendidikan di Kota Malang berkembang cukup pesat. mengingat industri ini cukup strategis. Beberapa lokasi fasilitas pendidikan ini cenderung menyatu sehingga secara keseluruhan merupakan suatu kawasan pendidikan. sehingga secara keseluruhan akan menjadi pusat pelayanan lingkungan. ⊂ C. Tunggulwulung. arahan lokasinya tidak merupakan suatu kawasan tersendiri (seperti pendidikan tinggi). seperti wilayah Desa Tasikmadu. Selain itu untuk rencana lokasi perumahan yang baru harus mengacu pada advis planning yang telah ada. ⊂ Untuk pengembangan fasilitas pendidikan menengah seperti SLTP dan SLTA. pengembangan perumahan perlu diikuti juga dengan penempatan pusat dan sub pusat pelayanan. tetapi pembuatannya saja yang direlokasikan yaitu di sekitar Kelurahan Purwantoro. Mulyorejo.wilayahnya maupun intensitasnya. Sesuai dengan kondisi dan kecenderungan perkembangan yang ada. Selain itu pada wilayah ini nantinya akan dilalui jalan Toll Gempol . dimana arah perkembangannya diharapkan mengikuti pola perkembangan yang sudah ada. juga tingginya peningkatan hasil produksi yang dihasilkan dan aksesibilitas serta fasilitas lainnya yang menunjang keberadaan dan pengembangan sektor industri ini. ⊂ Untuk industri yang memiliki skala besar . Lokasi yang direncanakan adalah lokasi yang relatif sentral terhadap wilayah pelayanan dan menyatu dengan fasilitas sosial-ekonomi lainnya. maka lokasi penjualannya disarankan tetap menggunakan lokasi yang ada sekarang. D. maka arahan pengembangan lokasi kegiatan pendidikan di Kota Malang adalah sebagai berikut : Pada bagian Utara Kota diarahkan di sekitar Kelurahan Tasikmadu dan Tunjungsekar. mengingat potensi lokasi yang dimiliki oleh kedua kecamatan tersebut. dan daerah pengembangan Gunung Buring. ⊂ . Untuk wilayah Kota Malang. karena kawasan ini lebih sesuai untuk kawasan pemukiman. Untuk industri keramik Dinoyo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful