Kerangka Acuan Kerja (KAK) Jasa Konsultansi

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENGAWASAN TEKNIS PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR BAPPEDA KABUPATEN BONE BOLANGO Tahun Anggaran 2013
1. Latar Belakang Pembangunan Gedung Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bone Bolango Tahun Anggaran 2013, diadakan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat khususnya pada pelayanan penyediaan dokumen perencanaan pembangunan daerah serta penyediaan data base. Agar pekerjaan Pembangunan Gedung Kantor tersebut dapat optimal maka perlu pengawasan teknis yang kompeten sesuai dengan dokumen perencanaan teknis. Maksud dan Tujuan Maksud dan Tujuan Kegiatan : Supaya pelaksanaan konstruksi fisik dapat berlangsung sesuai dengan dokumen rencana teknis dan dapat dihasilkan konstruksi fisik yang handal dan menjamin keselamatan dan kenyamanan gedung dan penggunanya. Maksud dan Tujuan Pengawasan :
Pengawasan Teknis Pembangunan Gedung Kantor bertujuan agar selama masa pelaksanaan konstruksi fisik dapat dikendalikan dan dimonitor guna memenuhi waktu, biaya dan mutu yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan teknis dan dokumen kontrak.

2.

3.

Sasaran Terbangunnya Gedung yang memenuhi syarat-syarat teknis bangunan Lokasi Kegiatan Desa Ulantha Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango Sumber Pendanaan
Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan: APBD (DAK dan DAU) Kabupaten Bone Bolango Tahun Anggaran 2013.

4.

5.

1

2. 3. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. khususnya Teknis Bangunan Bangunan Gedung Negara sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No : 45/PRT/M/2007 tanggal 27 Desember 2007. serah Terima pertama dan Kedua pekerjaan Konstruksi. dengan masukkan hasil rapat-rapat lapangan. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. 9. Nama dan Organisasi Pengadaan  Pejabat Pembuat Komitmen : Usna Wartabone. membuat laporan Mingguan dan laporan Bulanan pekerjaan pengawasan. Lingkup Kegiatan 1. Jakaria. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (Shop drawings) yang diajukan oleh Pelaksana. Menyusun daftar cacat/ kekurangan sebelum serah terima sementara. kuantitas. Data Dasar Dokumen perencanaan teknis Pembangunan Gedung Kantor BAPPEDA Kabupaten Bone Bolango yang termasuk di dalamnya adalah :  Gambar rencana teknis  Rencana kerja dan syarat  Rencana anggaran biaya  Metode pelaksanaan yang diajukan penyedia jasa pelaksana konstruksi 8. 7.AP  Panitia Penerima Hasil Pekerjaan : 1. 9. dan laju pencapaian volume/ realisasi fisik. 8. Referensi Hukum Berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Eriyanto Lihawa. M. 2 . Risno Moito (ANGGOTA) 7. Mengawasi pemakaian bahan. 10. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. 4. ST. 5. ST (SEKRETARIS) 3. serta mengawasi ketepatan waktu. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan dan Laporan Akhir Pengawasan. Menyusun Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pemeliharaan pekerjaan. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan.6. peralatan dan metode pelaksanaan.. Meneliti dan menyetujui gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (As-Built Drawings) sebelum Serah Terima Sementara (PHO). Mingguan dan Bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong. dan biaya pekerjaan konstruksi. ST (KETUA) 2. SE  Pejabat Pengadaan : Susanto Hasan. 6. Laporan harian. Nadjamudin S. Menyusun laporan akhir pengawasan.

serta peraturan. baik yang menyangkut macam. PERSYARATAN OBYEKTIF Pelaksanaan pekerjaan pengawasan teknis konstruksi yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan. b) Kinerja pengawasan telah memenuhi standar hasil pengawasan yang berlaku. antara lain : a) Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan yang bersangkutan. Selain kriteria umum diatas. 4. dan ketentuan-ketentuan sebagai dasar perjanjiannya. Tanggung Jawab Pengawas 1. dan peraturan yang berlaku. PERSYARATAN FUNGSIONAL Pekerjaan pengawasan konstruksi fisik harus dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi sebagai Konsultan Pengawas yang secara fungsional dapat mendorong peningkatan kinerja kegiatan. PERSYARATAN PROSEDURAL Penyelesaian administrasi sehubungan dengan pekerjaan dilapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. kualitas.10. 2. 3 . dan kuantitas dari setiap bagian pekerjaan sesuai standar hasil kerja pengawasan yang berlaku 3. 2. c) Hasil evaluasi pengawasan dan dampak yang ditimbulkan. untuk pekerjaan pengawasan berlaku pula ketentuan-ketentuan seperti standar. Konsultan Pengawas bertanggung jawab secara profesional atas jasa pengawasan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan dan kode tata „laku‟ profesi yang berlaku. b) Yang termuat dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45/PRT/M/2007 tanggal 27 Desember 2007 tentang. yaitu Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan beserta kelengkapannya. 5. PERSYARATAN UMUM PEKERJAAN Setiap bagian dari pekerjaan pengawasan harus dilaksanakan secara benar dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Pemberi Tugas. d) Penanggung jawab profesional pengawasan adalah tidak hanya konsultan sebagai suatu perusahaan tetapi juga bagi para tenaga ahli profesional pengawasan yang terlibat. pedoman. standar dan pedoman teknis yang berlaku. Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. 11. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut : a) Kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan dokumen pelelangan / pelaksanaan yang dijadikan pedoman. Kriteria Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas pada Kerangka Acuan Kerja ini harus memperhatikan persyaratan sebagai berikut : 1. PERSYARATAN TEKNIS LAINNYA.

3. kualitas dan kuantitas dari bahan atau komponen bangunan. Prosentase dan nilai bobot bagian . S-Curve. c) Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat dan cepat. f) Memberi bantuan dan petunjuk kepada Pemborong dalam mengusahakan perijinan sehubungan dengan pelaksanaan pembangunan.12. pengawasan lapangan. serta sudah diterima paling lambat 1 minggu kemudian. dengan pemberitahuan tertulis kapada Pemberi Tugas. mengenai volume. Konsultasi a) Melakukan konsultasi kepada Pemberi Tugas untuk membahas segala masalah dan persoalan yang timbul selama masa pembangunan. 4 . b) Mengawasi kebenaran ukuran. untuk mendapatkan persetujuan dari Pemberi Tugas. kemudian membuat risalah dan mengirimkan kepada semua pihak yang bersangkutan. alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan pengawasan. b) Mengadakan rapat lapangan secara berkala sedikitnya dua kali dalam sebulan. Laporan a) Memberi laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis teknologis kepada Pemberi Tugas. dengan Pemberi Tugas.peralatan dan perlengkapan selama pekerjaan pelaksanaan dilapangan atau ditempat kerja lainnya.bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh pemborong. koordinasi dan inspeksi kegiatan kegiatan pembangunan agar pelaksanaan teknis yang dilakukan dapat secara terus menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan untuk kedua kalinya. b) Memeriksa Time Schedule / Bar Chart. 4. d) Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan atau pengurangan pekerjaan yang dapat mempengaruhi biaya dan waktu pekerjaan serta berpengaruh pada ketentuan kontrak. e) Memberi petunjuk. perintah sejauh tidak mengenai pengurangan dan penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang dari kontrak. Pekerjaan Teknis Pengawasan Lapangan a) Melaksanakan pekerjaan pengawasan secara umum. Proses Pekerjaan Pengawasan Konsultan Pengawas harus membuat uraian kegiatan secara terinci yang sesuai dengan setiap bagian pekerjaan pengawasan pelaksanaan yang dihadapi dilapangan yang secara garis besar adalah sbb: 1. c) Mengadakan rapat diluar jadwal rutin tersebut apabila dianggap mendesak. 2. dapat langsung disampaikan kepada Pemborong. agar batas waktu pelaksanaan minimal sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Perencana dan Pemborong dengan tujuan untuk membicarakan masalah dan persoalan yang timbul dalam pelaksanaan. dan Net Work Planning yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana untuk selanjutnya diteruskan kepada Pengelola Kegiatan untuk mendapat persetujuan. Pekerjaan Persiapan a) Menyusun program kerja.

dan Konsultan Pengawas. Keluaran Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan pengawas berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam Surat Perjanjian. dan dibandingkan dengan jadwal yang telah disetujui. 5. Rencana kerja dan syarat-syarat. d. Dokumen Pelaksanaan yaitu : i. berisi keterangan tentang : 5 . Mempersiapkan formulir. d) Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh Pemborong terutama yang mengakibatkan tambah atau berkurangnya pekerjaan. Berita Acara Aanwijzing sampai dengan penunjukan pemborong. Bar Chart dan S-Curve dan Net Work Planning dari pekerjaan yang dibuat oleh Pemborong ( setelah disetujui). laporan harian. 13. c) Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai. c. Gambar-gambar pelaksanaan. Kerangka Acuan Kerja ( KAK) Pengawasan. yang memuat semua kejadian. DokumenKontrakPelaksanaan/Pemborongan. termasuk petunjuk teknis simak pengawasan mutu pekerjaan. iv. Untuk melaksanakan tugasnya. Laporan harian. Buku harian. 14. Peraturan-peraturan.b) Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata dilaksanakan. jumlah tenaga kerja dan alat yang digunakan. Konsultan Pengawas harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. dll. yang minimal meliputi : A. Kesalahan pengawasan/kelalaian pekerjaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari Konsultan Pengawas. Informasi 1. ii. Berita Acara kemajuan pekerjaan. 3. perintah / petunjuk yang penting dari PemberiTugas. serta untuk keperluan pembayaran angsuran. 4. b. Kontraktor pelaksana. 2. b) Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai pekerjaan dilapangan serta penambahan atau pengurangan pekerjaan guna keperluan pembayaran. mingguan dan bulanan. c). iii. Informasi lainnya. B. dan juga perhitungan serta gambar konstruksi yang dibuat oleh Pemborong (Shop Drawings). Informasi pengawasan antara lain : a. Konsultan Pengawas harus mencari sendiri informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja ini. baik yang berasal dari Pemberi Tugas maupun yang dicari sendiri. penyerahan pertama dan kedua serta formulir formulir lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan dokumen pembangunan. standar dan pedoman yang berlaku untuk pekerjaan pengawasan teknis konstruksi. Dokumen a) Menerima dan menyiapkan Berita Acara sehubungan dengan penyelesaian pekerjaan di lapangan.

5. 16. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. I. Tugas dan tanggung jawab Site Engineer akan mencakup. E. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan manual Peralatan-peralatan yang dibuat oleh kontraktor Pelaksana. 4. Alat-alat. Bahan-bahan yang datang. 6. tapi tidak terbatas hal-hal sebagai berikut : 6 . Jangka Waktu Penyelesaian Pekerjaan 180 (seratus Delapan Puluh) hari kalender sejak ditandatanganinya SPMK atau sesuai dengan masa pelaksanaan Konstruksi oleh Penyedia Jasa Konstruksi (Pelaksana Pekerjaan). Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. 15. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. Kondisi cuaca pada saat pelaksanaan pekerjaan C. Laporan Rapat di lapangan ( site meeting ). 2.1. H.Site Engineer akan berkedudukan di tempat berdekatan dengan lokasi pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. 1 2 1 Uraian Tugas Personil Site Engineer. D. 3. Diterima atau ditolak. Waktu pelaksanaan pekerjaan. Site Engineer bertanggung jawab kepada pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan untuk di lapangan dan terhadap Pejabat Pembuat Komitmen dalam rangka pelaksanaan kontrak. F. G. Surat Perintah Perubahan pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. Personil Posisi Kualifikasi Pendidikan minimal S1 Sipil dengan pengalaman profesional di bidang enjineering minimal 6 tahun memiliki SKA min ahli madya di bidang sejenis Pendidikan minimal S1 Teknik Sipil dengan pengalaman profesional dibidang enjineering minimal 4 tahun memiliki SKA minimal ahli muda Pendidikan minimal STM Bangunan dengan pengalaman professional di bidangnya minimal 5 tahun Pendidikan minimal SMA dan SMK dan berpengalaman di administrasi proyek minimal 3 tahun Jumlah Orang Bulan 1 Site Engineer Quality& Quantity Engineer Pengawas Lapangan Staf Administrasi 17. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk angsuran pembayaran. Laporan Akhir Pekerjaan Pelaksanaan. Tenaga Kerja.

tapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut : a. Mengadakan penyesuaian di lapangan dengan dokumen perencanaan teknis yang tertuang dalam kontrak pelaksanaan fisik. c. f. Mengecek dan menandatangani dokumen-dokumen tentang pengendalian mutu dan volume pekerjaan. 3) Metode pelaksanaan untuk tiap jenis pekerjaan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Mengikuti petunjuk-petunjuk dan persyaratan yang telah ditentukan. Menyusun laporan bulanan dan kemajuan fisik dan biaya pekerjaan. 5) Rincian teknis yang diperlukan apabila terjadi perubahan lingkup pekerjaan dalam kontrak pelaksanaan fisik. dan menyerahkannya kepeda Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan. terutama sehubungan dengan: 1) Inspeksi secara teratur ke lokasi pekerjaan untuk melakukan monitoring kondisi pekerjaan dan melakukan perbaikanperbaikan agar pekerjaan dapat direalisasikan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan. Menyusun Justifikasi Teknis. agar pelaksanaan pekerjaan selalu didukung oleh tersedianya tenaga dan peralatan pengendalian mutu sesuai dengan persyaratan dalam Dokumen Kontrak. termasuk gambar dan perhitungan sehubungan dengan usulan perubahan kontrak. Quality Engineer Bertanggung jawab kepada Site Engineer atas pengendalian mutu bahan dan pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan dalam dokumen kontrak. b. d. Membuat pernyataan penerimaan (Acceptance) atau penolakan (Rejection) atas material dan produk pekerjaan. c. Melakukan pengecekan pekerjaan dan secara khusus harus ikut serta dalam proses pengukuran akhir pekerjaan. Tugas dan tanggung jawab Quality Engineer mencakup. 7 . 2) Pengertian yang benar tentang Spesifikasi Teknis. Melakukan pengawasan dan memberi pengarahan kepada kontraktor dalam pengambilan data lapangan serta kaitannya dengan rekayasa lapangan. dan segera melaporkan kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan apabila kemajuan pekerjaan ternyata mengalami keterlambatan lebih dari 15 % dari rencana serta membuat saran-saran penanggulangan dan perbaikan. Melakukan pengawasan dan pemantauan atas material dan peralatan yang diperlukan. h. e. 4) Metode pengukur volume pekerjaan yang benar dan sesuai dengan pasal-pasal dalam dokumen kontrak tentang cara pengukuran dan pembayaran. i. g. serta mengusahakan agar Site Engineer dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan selalu mendapat informasi yang diperlukan sehubungan dengan pengendalian mutu. b.a. Melakukan pemantapan atas prestasi Kontraktor Pelaksana. Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi dari Site Engineer. Melakukan pengawasan dan pemantapan atas pengaturan personil dan peraturan laboratorium Kontraktor.

S. f. Melakukan pengawasan terhadap semua kegiatan pemeriksaan mutu bahan dan pekerjaan. 18. Memberikan petunjuk kepada kontraktor pelaksana. Pengawas Lapangan Pengawas lapangan bertanggung jawab kepada Site Engineer terhadap pengendalian kuantitas bahan dan pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan di dalam dokumen kontrak. tapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut : a. c. Mengecek semua “As Built Drawing” yang dibuat oleh kontraktorMelaksanakan pengarsipan surat-surat. laporan harian. 19700711 200003 1 005 8 . Ditetapkan di :Suwawa Pada Tanggal : 25 Maret 2013 Kuasa Pengguna Anggaran BEN RACHMAN. Melaporkan segera kepada Site Engineer apabila ternyata pelaksanaan pekerjaan akan mengakibatkan terlampaunya volume pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen Kontrakf. jadwal kemajuan pekerjaan dan lain-lain. serta mengusahakan agar Site Engineer selalu mendapat informasi yang diperlukan sehubungan dengan pengawasan sesuai dengan design yang ditentukan. Menyiapkan data terinci serta rekomendasi teknis sehubungan dengan variasi volume kontrak. d. agar semua teknisi laboratorium dan staf pengendali mutu mengenal dan memahami semua prosedur dan tata cara pelaksanaan test sesuai dengan yang tercantum dalam spesifikasi. Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi dari Site Engineer. serta memberikan laporan kepada Site Engineer apabila timbul permasalahan sehubungan dengan pengendalian mutu bahan dan pekerjaan. e. sebagai dasar untuk pengajuan termin pembayaran. Menyerahkan kepada Site Engineer himpunan data bulanan pengendalian mutu. Penutup Kerangka Acuan Kerja ini dibuat sebagai pedoman dan bahan tanggapan bagi Konsultan Pengawasan untuk melaksanakan penawaran biaya/ nilai pekerjaan kepada pemberi tugas dan sekaligus sebagai pedoman untuk tugas nantinya apabila ditetapkan sebagai Konsultan Pengawas untuk Kegiatan Pembangunan Gedung Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bone Bolango.d. e. Mengecek dan mengukur volume bahan dan pekerjaan yang dihasilkan oleh kontraktor. Tugas dan tanggung jawab pengawas lapangan mencakup. b.PT NIP. laporan bulanan. Setiap saat mengikuti petunjuk teknis dan spesifikasi yang tercantum dalam Dokumen Kontrak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful