BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Sebagian besar orang beranggapan bahwa rehabilitasi merupakan kegiatan exyramural dari pengobatan pasien mental sehingga selalu diorentasikan pada pekerjaan dan masalah-masalah social saja,hal tersebut tentunya kurang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan psikiatri modern.Dengan adanya kemajuan dibidang psiko-farmakai dimana telah ditemukan berbagai jenis obat yang dapat mempercepat hilangnya/kurang gejala-gejala psikiatrik,maka bentuk pelayanan rehabilitasi juga harus disesuaikan dengan kemajuan tersebut maka perlu disusun kegiatan yang diberikan pada para rehabilitan yang sesuai ketika mereka dirawat di Rumah Sakit Jiwa.Upaya Rehabilitasi pasien mental di Indonesia mulai dirintis pada tahun 1969 dan berkembang sampai sekarang ini. Menurut L.E.Hinsie dan RJ.Cambell pengertian rehabilitasi dalam psychiatric Dictionary adalah segala tindakan fisik,penyesuaian psikososial dan latihan vokasional sebagai usaha untuk memperoleh fungsi dan penyesuaian diri secara maksimal dan untuk mempersiapkan pasien secara fisik,mental,dan vokasional untuk suatu kehidupan penuh sesuai dengan kemampuan dan ketidak mampuan yang ditunjukkan ke arah mencapai perbaikan fisik sebesar-besarnya, penempatan vokasional sehingga dapat bekerja dengan kapasitas maksimal, penyesuaian diri dalam hubungan perseorangan dan sosial secara memuaskan sehingga dapat berfungsi sebagai warga masyarakat yang berguna. B. Rumusan Masalah 1. Apa yang di maksud terapi okupasi? 2. Apa tujuan terapi okupasi 3. Bagaimana jenis-jenis dan tahap-tahap terapi okupasi 4. Bagaimana pelaksanaan terapi okupasi C. Tujuan 1. Untuk lebih memahami tentang terapi Okupasi
2.

Untuk lebih memahami tentang tujuan terapi Okupasi

3. Untuk lebih memahami tentang jenis-jenis dan tahap-tahap terapi Okupasi 4. Untuk lebih memahamipelaksanaan terapi okupasi D. Manfaat 1. Agar lebih memahami tentang terapi Okupasi
1

2.

Agar lebih memahami tentang tujuan terapi Okupasi Agar lebih memahami pelaksanaan terapi okupasi

3. Agar lebih memahami tentang jenis-jenis dan tahap-tahap terapi Okupasi
4.

BAB II
2

menalikan tali sepatu. menulis dan menggambar mewarnai menggunting dan menempel mengancing baju mengikat tali sepatu melipat. b. pensil. dll kelainan/kecacatan fisik dan atau mental baik yang bersifat c. 4. produktifitas dan yang bersifat rekreasi/menyenangkan. anak belajar untuk melakukan kegiatan sehari-hari (day living activities). sehingga tercapai peningkatan. B. Fungsi dan Tujuan Terapi Okupasi Terapi okupasi bertujuan untuk membantu anak mengembangkan potensinya secara optimal. Melalui terapi okupasi. 5. mental ataupun sosial secara optimal dibidang perawatan diri. Terapi Okupasi adalah salah satu jenis terapi kesehatan yang merupakan bagian dari rehabilitasi medis. 2. menggunakan gunting. Pengertian Terapi Okupasi dan Rehabilitasi Medik a. Aktivitas tersebut adalah berbagai macam kegiatan yang direncanakan dan disesuaikan dengan tujuan 3 . Contoh kemampuan motorik halus : 1. Keterampilan motorik halus adalah kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu dengan otot-otot kecil yang ada di dalam tangan. Termasuk juga belajar untuk percaya diri dalam menentukan pilihan dan memutuskan sesuatu. dan bermain dengan teman. 3. perbaikan dan pemeliharaan kemampuan anak. Terapi okupasi adalah terapi untuk membantu seseorang menguasai keterampilan motorik halus dengan lebih baik. Okupasi terapi adalah terapan medic yang terarah bagi pasien fisik maupun mental dengan menggunakan aktivitas sebagai media terapi dalam rangka memulihkan kembali fungsi seseorang sehingga dia dapat mandiri semaksimal mungkin. Kegiatan terapi okupasi adalah profesi kesehatan yang menolong individu yang mempunyai sementara/menetap dengan menggunakan aktifitas yang disesuaikan untuk membantu pemulihan fungsi fisik. memfasilitasi dan menginhibisi lingkungan. Penekanan terapi ini adalah pada sensomotorik dan proses neurologi dengan cara memanipulasi.PEMBAHASAN A. 6. misalnya memakai pakaian. makan sendiri.

b. Menyediakan berbagai macam kegiatan untuk dijajaki oleh pasien sebagai langkah dalam pre-cocational training. 7. dan lain-lain. Membantu menemukan kemampuan kerja yang sesuai dengan bakat dan keadaannya. 4. c. 3. meningkatkan ruang gerak sendi. 8. untuk mendapatkan okupasi terapi adalah dengan maksud sebagai berikut: 1. Pasien yang dikirimkan oleh dokter. Terapi khusus untuk mengembalikan fungsi fisik. Meningkatkan toleransi kerja. Membantu penderita untuk menerima kenyatan dan menggunakan waktu selama masa rawat dengan berguna. 6. sosialisasi. Menciptakan suatu kondisitertentu sehingga pasien dapat mengembangkan kemampuannya untuk dapat berhubungan dengan orang lain dan masyarakat sekitarnya. baik dengan maupun tanpa alat bantu. kekuatan otot dan koordinasi gerakan. belajar menggunakan fasilitas umum (telpon. mandi yang bersih. d. Membantu pasien untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan rutin di rumahnya. Dari aktivitas ini akan dapat diketahui kemampuan mental dan fisik.terapi. berpakaian. 4 . 2. Mengarahkan minat dan hoby agar dapat digunakan setelah kembali ke keluarga. potensi dan lain-lainnya dari si pasien dalam mengarahkannya kepekerjaan yang tepat dalam latihan kerja. televisi dan lain-lain). 5. Terapi khusus untuk pasien mental/jiwa a. Membantu dalam melampiaskan gerakan-gerakan emosi secara wajar dan produktif. memelihara dan meningkatkan kemampuan yang masih ada. minat. Membantu dalam pengumpulan data guna penegakan diagnose dan penetapan terapi lainnya. Mengajarkan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti makan. kebiasaan kerja. dan memberi saran penyederhanaan (siplifikasi) ruangan maupun letak alat-alat kebutuhan sehari-hari.

mencoba keterampilan atau pengetahuan. Melalui aktivitas pasien diharapkan akan berkomunikasi lebih baik untuk mengekpresikan dirinya. Dengan mengamati dan mengevaluasi pasien waktu mengerjakan suatu aktivitas dan dengan menilai hasil pekerjaan dapat ditentukan arah terapi dan rehabilitasi selanjutnya dari pasien tersebut. minat dan kreativitasnya). D. Diskusi yang terarah setelah penyelesaian suatu aktivitas adalah sangat penting karena dalam kesempatan tersebutlah terapis dapat mengarahkan pasien. Aktivitas Aktivitas yang digunakan dalam okupasi terapi sangat dipengaruhi oleh konteks terapi secara keseluruhan. Peranan okupasi terapi/pekerjaan untuk terapi Aktivitas dipercayai sebagai jembatan antara batin dan dunia luar.Program okupasiterapi adalah bagian dari pelayanan medik untuk tujuan rehabilitasi total seseorang pasien melalui kerja sama dengan petugas lain dirumah sakit. Potensi tersebutlah yang digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaan okupasiterapi. diagnosis. mengembangkan kemampuan. dan menilai kemampuan diri masing-masing dalam hal keefisiensiannya berhubungan dengan orang lain. sumber yang tersedia. Melalui diskusi tersebutlah pasien belajar mengenal dan mengatasi persoalannya. Dalam pelaksanaan okupasiterapi keliahatannya akan banyak overlapping dengan terapi lainnya. lingkungan. keterampilan. Mengerjakan suatu aktivitas dalam kelompok akan dapat merangsang terjadinya intraksi diantara anggota yang berguna dalam meningkatkan sosialisasi. kemudian mempelajarinya. maupun rehabilitasi. memenuhi kebutuhan fisik maupun emosi. sehingga dibutuhkan adanya kerjasama yang terkoordinir dan terpadu. tetapi hanya sebagai media. 5 . C. baik bagi penderita fisik maupun mental. terapi. mengekspresikan perasaan. dan sebagai alat untuk mencapai tujuan hidup. Melalui aktivitas manusia dihubungkan deengan lingkungan. dan juga oleh kemampuan si terapis sendiri (pengetahuan. Aktivitas dalam okupasiterapi digunakan sebagai media baik untuk evaluasi. Melalui aktivitas kemampuan pasien akan dapat diketahui baik oleh terapi maupun oleh pasien itu sendiri. Dengan menggunakan alat-alat atau bahan-bahan dalam melakukan suatu aktivitas pasien akan didekatkan dengan kenyataan terutama dalam hal kemampuan dan kelemahannya. Penting untuk diingat bahwa aktivitas dalam okupasiterapi tidak untuk menyembuhkan.

c. dan apa kegunaannya terhadap upaya penyembuhan penyakitnya. Pasien harus mengerti tujuan mengerjakan kegiatan tersebut.1. Pekerjaan sehari-hari (aktivitas kehidupan sehari-hari) g. Harus dapat member dorongan agar si pasien mau berlatih lebih giat sehingga dapat mandiri. Permainan d. kebersihan. sekaligus sebagai sumber kepuasaan emosional maupun fisik. Praktik pre-vokasional h. nonton bioskop/drama. Olahraga c. Jenis Jenis aktivitas dalam okupasiterapi adalah : a. artinya dikenal oleh atau ada hubungannya dengan pasien. Seni (tari. Karakteristik aktivitas Aktivitas dalam okupasiterapi adalah segala macam aktivitas yang dapat menyibukan seseorang secara produktif yaitu sebagai suatu media untuk belajar dan berkembang. radio atau keadaan lingkungan). f. Latihan gerak badan b. dan kerapihan pribadi f. pesta ulang tahun dan lain-lain. majalah. Harus sesuai dengan minat. atau setidaknya tidak dibenci olehnya. 6 . j. e. Diskusi dengan topik tertentu (berita surat kabar. dan lain. g. Jadi bukan hanya sekedar menyibukan pasien b. Kerajinan tangan e. Mempunyai arti tertentu bagi pasien. Oleh karena itu setiap aktivitas yang digunakan dalam okupasi terapi harus mempunyai karakteristik sebagai berikut : a. Kesehatan. Rekreasi (tamasya. drama. d. Setiap gerakan harus mempunyai alasan dan tujuan terapi yang jelas.lain. dan lain-lain) i. musik. bahkan harus dapat meningkatkan atau setidak-tidaknya memelihara koondisinya. Dapat mencegah lebih beratnya kecacatan atau kondisi pasien. Harus dapat melibatkan pasien secara aktif walaupun minimal. 2. lukis. televise.

Apakah aktivitas rumit atau tidak c. kasar. Apakah perlu dipersiapkan sebelum dilaksanakan d. kotor. Hal-hal yang perlu dianalisa adalah sebagai berikut: a.h. Analisa aktivitas Untuk dapat mengenal karakteristik maupun potensi atau aktivitas dalam rangka perencanaan terapi. Apakah perlu pasien membuat keputusan g. Apakah dapat dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat disesuaikan dengan kemampuan dan keterampilan pasien. Bagaimana kira-kira setelah hasil selesai f. Maksud dan tujuan penggunaan aktivitas tersebut (sesuai dengan tujuan terapin) c. Jenis aktivitas b. halus dan sebagainya. 3. Cara pemberian instruksi bagaimana e. maka aktivitas tersebut harus dianalisa terlebih dahulu. Berapa lama dapat diselesaikan k. Apakah bahan yang digunakan merupakan yang mudah dikontrol. dan sebagainya. Apakah perlu konsentrasi h. ulet. Harus dapat dimodifikasi untuk tujuan peningkatan atau penyesuaian dengan dengan kemampuan pasien Faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih aktivitas : a. Bahan yang digunakan: 1) Khusus atau tidak 2) Karakteristik bahan: a) Mudah ditekuk atau tidak b) Mudah dikontrol atau tidak c) Menimbulkan kekotoran atau tidak d) Licin atau tidak Rangsangan yang dapat ditimbulkan: a) Taktil b) Pendengaran c) Pembauan 7 . b. Apakah diperlukan kemampuan berkomunikasi j. Interaksi yang mungkin terjadi apakah menguntungkan i.

Bagian-bagian aktivitas 1) Banyaknya bagian 2) Rumit atau sederhana 3) Apakah membutuhkan pengulangan 4) Apakah membutuhkan perhitungan matematika e. ingatan. karena dapat berbahaya bagi pasien maupun sekelilingnya (misalnya untuk pasien dengan paranoid sangat riskan memberikan benda tajam) 8 . penilaian. namanya. Apakah aktivitas tersebut dapat merangsang timbulnya interaksi diantara mereka h. kreativitas. inisiatif. Apakah aktivitas tersebut membutuhkan konsentrasi. Pelaksanaan Apakah dalam pelaksanaan tugas ini perlu adanya: 1) Konsentrasi 2) Ketangkasan 3) Rasa social diantara pasien 4) Kemampuan mengatasi masalah 5) Kemampuan bekerja sendiri 6) Toleransi terhadap frustasi 7) Kemampuan mengikuti instruksi 8) Kemampuan membuat keputusan g. Apakah aktivitas tersebut melibatkan imajinasi. j. dan sebagainya 3) Warna Macam-macamnya. dan banyaknya d.d) Penglihatan e) Perabaan f) Gerakan sendi. komprehensi. pelampiasan emosi dan lai-lain. ketangkasan. Apakah ada kontra indikasi untuk pasien tertentu.hati. dan lain-lain. i. Persiapan pelaksanaan: 1) Apakah harus dipersiapkan terlebih dahulu 2) Apakah harus ada contoh atau cukup dengan lisa 3) Apakah bahan telah tersedia atau harus dicari terlebih dahulu 4) Apakah ruangan untuk melaksanakan harus diatur f. Dalam hal ini harus bertindak hati.

Kelainan tingkah laku yang terlihat dalam kesulitannya berkomunikasi dengan orang lain. Pasien cacat tubuh yang mengalami gangguan dalam kepribadiannya dan sebagainya 9. 7. atau untuk rehabilitasi Setelah pasien berada diunit okupasi terapi maka terapis akan bertindak sebagai berikut: 9 . 6. Ini merupakan salah satu hambatan tumbuh kembang yang bisa dialami anak secara umum. Anak-anak yang mengalami keterlambatan keterampilan motorik halus. 5. F. 2. atau untuk terapi. Anak-anak dengan hambatan tumbuh kembang khusus (autisma. 3. Pasien stroke terkadang kehilangan kemampuan motorik halus. Mereka yang lebih mudah mengekspresikan perasaannya melalui suatu aktivitas dari pada dengan percakapan. Mereka yang merasa lebih mudah mempelajari sesuatu dengan cara mempraktikannya dari pada dengan membayangkan. Proses Okupasiterapi Yang Benar Dokter yang mengirimkan pasien untuk okupasaiterapi akan menyertakan juga data mengenai pasien berupadiagnosa. 10. Terhentinya seseorang dalam fase pertumbuhan tertentu atau seseorang yang mengalami kemunduran. Ketidak mampuan menginterprestasikan rangsangan sehingga reaksinya terhadap rangsangan tersebut tidak wajar pula. down syndrome.k. Indikasi Untuk Okupasiterapi 1. 8. masalahnya dan juga akan menyatakan apa yang perlu diperbuat dengan pasien tersebut. 11. Yang penting lagi adalah apakah disukai oleh pasien E. Apakah untuk mendapatkan data yang lebih banyak untuk keperluan diagnose. Tingkah lau tidak wajar dalam mengekpresikan perasaan atau kebutuhan yang primitive. 4. Seseorang yang kurang berfungsi dalam kehidupannya karena kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam pengintegrasian perkembangan psikososialnya. dan terapi okupasi bisa membantu pasien melatih tangannya lagi. cerebral palsy).

Evaluasi Evaluasi harus dilaksanakan secara teratur dan terencana sesuai dengan tujuan terapi. Dalam hal ini harus diingat bahwa aktivitas itu sendiri tidak akan menyembuhkan penyakit. Pasien itu sendiri harus diberitahu alasan-alasan mengenai dia harus mengerjakan aktivitas tersebut sehingga dia sadar dan diharapkan akan mengerjakannya dengan aktif. Dari hasil evaluasi dapat direncanakan kemudian mengenai peneyesuain jenis aktivitas yang kan diberikan. Namun dalam hal tertentu penyesuain aktivitas dapat dilakukan setelah bebrapa waktu setelah melihat bahwa tidak ada kemajuan atau kurang efektif terhadap pasien. 10 . Koleksi data Data biasa didapatkan dari kartu rujukan atau status pasien yang disertakan waktu pertama kali pasien mengujungi unit terapi okupasional. Penentuan tujuan Dari masalah dan latar belakang pasien maka dapat disusun daftar tujuan terapi sesuai dengan prioritas baik jangka pendek maupun jangka panjangnya 4. Analisa data dan identifikasi masalah Dari data yang terkumpul dapat ditarik suatu kesimpulan sementara tentang masalah dan atau kesulitan pasien. Hal ini perlu agar dapat menyesuaikan program terapi selanjutnya sesuai dengan perkembangan pasien yang ada. 5. Kemampuan membuat keputusan. 3. Penentuan aktivitas Setelah tujuan terapi ditetapkan maka dipilihlah aktivitas yang dapat mencapai tujuan terapi tersebut. Proses ini dapat berlangsung beberapa hari sesuai dengan kebutuhan 2. tetapi hanya sebagai media untuk dapat mengerti masalahnya dan mencoba mengatasinya dengan bimbingan terapis. Dalam proses ini pasien dapat diikut sertakan dalam menentukan jenis kegiatan yang kan dilaksanakan sehingga pasien merasa ikut bertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaannya.1. Data ini diperlukan untuk menyusun rencana terapi bagi pasien. atau dengan mengadakan kunjungan rumah. Hal-hal yang perlu di evalausi antara lain adalah sebagi berikut: a. Ini dapat berupa masalah dilingkungan keluarga atau pasien itu sendiri. Jika dengan mengadakan interviu dengan pasien atau keluarganya.

dan lain-lain). Orientasi. q. G. h. Kemampuan menrima instruksi dan mengingatnya. m. Inisiatif dan tanggung jawab. maupun berkelompok. f. Menyatakan perasaan tanpa agresi. Kemampuan untuk diajak atau mengajak berunding. Menerima kritik dari atasan atau teman sekerja. tujuan terapi dan lain-lain: a. Tingkah laku selama bekerja. Menyadari keadaan dirinya dan menerimanya. Metode individual dilakukan untuk: 1) Pasien baru yang bertujuan untuk mendapatkan lebih banyak informasi dan sekaligus untuk evaluasi pasien. Kemampuan bekerja tanpa terus menerus diawasi. r. i. Kemampuan menyatakan pendapat sendiri dan apakah bertanggung jawab atas l. jelas. p.b. o. tergantung dari keadaan pasien. k. waktu. tempat. Dan lain sebagainya yang dianggap perlu. u. wajar. e. Kompetisi tanpa permusuhan. Metode Okupasiterapi dapat dilakukan baik secara indivisual. g. t. Kerapian bekerja. Kemampuan merencanakan suatu pekerjaan. d. Kerjasama. j. orang lain. Lambat atau cepat. pendapatnya tersebut. Kesadaran adanya orang lain yang bekerja bersama dia dan yang mempunyai kebutuhan sendiri. 11 . Toleransi terhadap frustasi. s. situasi. n. Wajar dalam penampilan. c. Cara memperlihatkan emosi (spontan. Pelaksanaan 1.

Jumlah anggota dalam suatu kelompok disesuaikan dengan jenis aktivitas yang akan dilakaukan. Sebelum memulai suatu kegiatan baik secara individual maupun kelompok maka terapis harus mempersiapkan terlebih dahulu segala sesuatunya yang menyangkut pelaksanaan kegiatan tersebut. Waktu Okupasiterapi dilakukan antara 1 – 2 jam setiap session baik yang individu maupun kelompok setiap hari. dan sebagainya. antara lain kesulitan yang dihadapi.dua kali atau tiga kali seminggu tergantung tujuan terapi. 3) Pasien yang sedang menjalani latihan kerja dengan tujuan agar terapis dapat mengevaluasi pasien lebih efektif b. 2. kesan mengarahkan diskusi tersebut kearah yang sesuai dengan tujuan terapi.2) Pasien yang belum dapat atau mampu untuk berinteraksi dengan cukup baik didalam suatu kelompok sehingga dianggap akan mengganggu kelancaran suatu kelomppok bila dia dimasukan dalam kelompok tersebut. Terminasi Keikutsertaan seseorang pasien dalam kegiatan okupasiterapi dapat diakhiri dengan dasar bahwa pasien : a. Metode kelompok dilakukan untuk: Pasien lama atas dasar seleksi dengan masalah atau hamper bersamaan. Ini dibagi menjadi dua bagian yaitu ½ . Dianggap perlu mengikuti program lainnya sebelum okupasiterapi 12 . Dianggap tidak akan berkembang lagi c. dan kemampuan terapis mengawasi.1 jam untuk menyelesaikan kegiatan-kegiatan dan 1 – 1 ½ jam untuk diskusi. Pasien juga perlu dipersiapkan dengan cara memperkenalkan kegiatan dan menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut sehingga dia atau mereka lebih mengerti dan berusaha untuk ikut aktif. Dalam diskusi ini dibicarakan mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut. tersedianya tenaga dan fasilitas. atau dalam melakukan suatu aktivitas untuk tujuan tertentu bagi bebrapa pasien sekaligus. Dianggap telah mampu mengatsi persolannya b. 3.

Klien dengan tingkah laku tidak wajar dalam mengekpresikan perasaan 3. Klien yang mengalami keterlambatan keterampilan motorik halus 2. Jenis kegiatan : Melipat kertas Kriteria klien : 1. Sehat secara fisik 13 . b.TERAPI OKUPASI a.

Tujuan aktivitas : klien dapat melipat kertas dengan baik dan benar . waktu : 60 menit 2. Setiap peserta harus mengikuti kegiatan dari awal sampai dengan akhir Bila ingin ke kamar kecil harus seijin pemimpin Terapi Okupasi Peserta duduk di kursi dengan meja dihadapannya Peserta diberikan beberapa buah kertas Therapist mulai mencontohkan cara melipat kertas Peserta mulai melipat kertas Beri pujian untuk keberhasilan peserta dengan memberikan tepuk tangan Fase Kerja III. tempat : Ruang Mawar RSUP SANGLAH Denpasar 3. Pemimpin terapi memberikan umpan balik positif pada peserta 3. Topik : Melipat kertas d. 3.c. 1. Fase Orientasi a. Pemimpin terapi mengeksplorasikan perasaan peserta setelah memperkenalkan diri. e. Kontrak yang akan datang : 1. 5. Alat/media : Kertas I. Evaluasi : 1. Hasil yang diharapkan : 75 % peserta mampu melipat kertas dengan cara yang baik : mampu melipat kertas sesuai dengan yang telah dicontohkan 14 .dan klien juga dapat menguasai keterampilan motorik halusnya lebih baik . Fase Terminasi a. Contoh : “Bagaimana perasaannya setelah mengikuti kegiatan hari ini?” 2. topik/kegiatan : melipat kertas dengan cara yang baik c. 2. Aturan main : 1. Salam terapeutik b. Pemimpin terapi meminta peserta untuk mencoba melipat kertas dengan cara yang baik b. 4. II. Kontrak : waktu : 60 menit tempat : Ruang Mawar RSUP SANGLAH Denpasar c. 2.

Adyasa 2. Rudy 2. Priandi 3. Dewi yani 5. Yuda : Dyah . Sila 15 Perawat fasilitator observer Pasien : 1.Narrator : Rini : juli Perawat 1. Ita 4.

Ari 4. Intan 5.3. Yuliani NASKAH Di rumah sakit umum pusat sanglah terdapat 30 pasien di ruang Mawar dan 5 orang pasien dari ruangan tersebut telah memasukii taraf stabil. Lisna 2. Fery Keluarga 1. Puriasih 4. 16 . Raysa 3. Karena 5 orang pasien tersebut sudah memenuhi kriteria maka perawat akan mengadakan terapi yaitu terapi okupasi pada 5 pasien tersebut.

adik-adik lagi ngapain ni?” 17 : yuda bertepuk tangan samabil berkata “ Fery gila. adik ari dan intan. Mereka sedang asyik dengan kesibukannya.” Perawat Fasilitator ( Juli ) :” Aduh. suster. intan mengalami keterbelakangan mental. sekarang kita…” Px Ari Px Intan : “Apa sihh suster ini ganggu ajja!!!” : ‘‘ iya loh! Ganggua aja sih! Ga tau orang lagi sibuk apa!!!” : “ih dengerin dulu saya ngomong. yuda dan fery. seperti janji kita kemarin. kan kemarin adik-adik udah janji mau ikut sama suster. Pasien 4 yang bernama intan. Hahaha” Px adyasa & Px Yuda gila. tapi aku ga mau ngomong sama kalian. Fery gila. Ia merasa menjadi anak kecil tapi usia intan sebenarnya 22 tahun • Pasien 5 yang bernama Fery.• Pasien 1 yang bernama Ari mengalami keterbelakangan mental. • • • Pasien 2 yang bernama Adyasa . supaya kalian ga minta tanda tangan aku. Px Fery : (sambil berbisik-bisik) fery berkata “ kalian semua tau ga. Gimana jadi ikut ga?” Px Ari & Intan: “ iya ….dia mengalami penyakit autisme Pasien 3 yang bernama yuda mengalami penyakit autisme sejak kecil.” Kemudian fasilitator menuju taman untuk menjemput pasien adyasa. sebenarnya aku ini sebenarnya artis Korea Lee Min Ho yang di film BBF itu loh. Ia berumur 20 tahun tetapi sifat ari masih seperti bocah berusia 5 tahun. Fery . fery mengalami waham kebesaran DIALOG Perawat Fasilitator (Juli ) : “selamat pagi.. sekarang kita akan Perawat Fasilitator (Juli) melakukan terapi di ruangan Mawar.

yang dinamakan terapi okupasi. 18 .jika ada yang mau kekamar kecil..” Px Adyasa : “Orang gila tuh ngomong.. “”Selamat pagi adik-adik. Untuk mempersingkat waktu.. disini akan dicontohkan cara melipat yang baik.tujuan kegiatan ini adalah dimana adik-adik dapat melipat kertas dengan cara yang baik. Disini kegiatan yang kami ambil yaitu melipat kertas.. udah. Daripada kalian debat disini mending ikut sama Perawat Fasilitator( Juli) saya yuk untuk melakukan suatu kegiatan. perawat Rudy.adik-adik harus minta ijin dulu ya. selamat pagi bapak ibu orang tua.... ada perawat sila..dan dapat meningkatkan keterampilan motorik halus..... perawat dewi..oleh temen kakak. Perawat Fasilitator (Juli) : “ayo adik-adik silahkan duduk di bangkunya masing- masing?” (sambil dibantu oleh para perawat)..dan silahkan saudara rudi untuk memberikan contoh kepada adik-adik kita….pagi hari ini kakak dan temen-temen akan mengajarkan cara melipat kertas . Diruangan tersebut sudah berkumpul 5 orang perawat dan di damping oleh keluarga masing-masing..dan merangsang terjadinya interaksi diantara sesama.yaitu kakak rudi… aturannya adalah adik-adik harus mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir .silahkan temen-temen langsung saja di mulai Perawat ita : selamat Pagi adik-adik . kalau saya ini si Lee Min Ho actor korea yang ganteng itu lo..untuk mempersingkat waktu…silahkan temen-temen dibagikan kertasnya.Px Fery :” ini lo. sekarang kami akan melakukan suatu kegiatan terapi untuk anak-anak bapak-ibu.” :” udah.... Akhirnya mereka semua mau mengikuti ajakan si Fasilitator tersebut menuju sebuah ruangan.nah.tujuan dari terapi ini adalah untuk membatu seseorang menguasai keterampilan motorik halus lebih baik . Oya disini juga ada teman-teman kakak. saya lagi ngasi tau temen-temen saya..disini kami memerlukan waktu 60 menit.untuk membantu mengembangkan potensi secara optimal. dan juga perawat Priandi.saya perawat itha.

.... Kemudian perawat Rudy menjelaskan bagaimana cara melipat kertas yang telah di sediakan.. demikian lah kegiatan melipat kertas..Setelah perawat menjelaskan prosedur keperawatannya. namun para perawat bisa mengatasi hal tersebut sehingga para pasien bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik......sudah pinter semua ya melipat... BAB III PENUTUP 19 ....... Dan kita akan melakukan kegiatan yang sama yaitu melipat kertas… Ok?” Px : ( pasien menunjukkan sikap sibuk sendiri). maka dimulailah kegiatannya.berhubung waktunya sudah habis..coba sekarang adik-adik sendiri yang melipat. maka berakhirlah kegiatan melipat meskipun para pasien ada yang masih berontak dan tidak mau mengikuti arahan dari perawat....nah.kegiatan hari ini kita akhiri.sudah pinter-pinter semua ya melipat kertas Perawat Rudi : adik-adik sudah pinter-pinter semua ya melipat kertasnya. Setelah 30 menit berlalu.. Semoga Perawat Fasilitator(juli) kegiatan ini bermanfaat bagi adik-adik sekalian dan kalau tidak ada halangan kita akan melakukan kegitan ini 3 hari lagi dengan waktu dan tempat yang sama.nah...” Perawat rudi : adik-adik…. Perawat priandi : (Priandi memberikan pujian) ternyata adik-adik. Dan kegiatan pun dimulai dan didampingi oleh para keluarga..tanpa kakak bantu…… “Pasien pun mulai melipat.hasil lipatannya di kumpul di depan ya adikadik… Pendamping : “di kumpul adik-adik ya?” : “baiklah.

Menjaga komplikasi dari akibat gangguan/penyakit diderita pasien 2.Jenis Kegiatan Rehabilitasi 1. SARAN `Kita sebagai mahasiswa keperawatan bisa mengetahui dan memahami terapi yang cocok di terapkan pada pasien yang mengalami gangguan jiwa khususnya terapi okupasi yang digunakan untuk rehabilitasi pada pasien yang mengalami gangguan mental dan fisik.A. DAFTAR PUSTAKA 20 .sosial.dan pusat-pusat rehabilitasi tertentu. KESIMPULAN Rehabilitasi adalah tindakan restorasi bagi kesehatan individu yang mengalami kecacatan menuju kemampuan yang optimal dan berguna baik segi fisik. 3.mental. Merencanakan dan melaksanakan program rehabilitasi Jenis .di rumah sakit-rumah sakit.dan ekonomik. Terapi Okupasional 2. Rehabilitasi Vokasional Okupasi adalah Aktivitas yang tera B. 4. Terapi Edukasional. Membatasi besarnya gangguan semaksimal mungkin 3.Fungsi perawat dalam program rehabilitasi: 1.

tripod.saranaku..html www.html www.com/.com/Ind/index.blogspot.htm 21 .com/okupasi.com/okupasi.id/pelayanan-okupasi.klinikpela9.html www.com/okupasi./terapi-okupasi-dan-rehabilitasi-wnes.or.www.php www.angelswing.php pelangilazuardi..kancilku.com/id13. wdnurhaeny.saranaku.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful