P. 1
artikel lansia.docx

artikel lansia.docx

|Views: 53|Likes:
Published by Islawati

More info:

Published by: Islawati on May 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2013

pdf

text

original

PERKEMBNGAN PSIKOLOGI AGAMA PADA LANSIA

BAB I PENDAHULUAN Manusia adalah makhluk yang ekploratif dan potensial. Dikatakan makhluk ekfloratif, karena manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri baik secara fisik maupun psikis. Manusia di sebut makhluk potensial karena pada manusia tesimpan sejumlah kemampuan bawan yang dapat di kembangkan. Selanjutnya, manusia juga disebut sebagai makhluk yang memiliki prinsip tanpa daya, karena untuk tumbuh dan berkembang secara normal manusia memerlukan bantuan luar dirinya. Bantuan dimaksud antara lain dalam bentuk bimbingan dan pengarahan dari lingkungannya. Bimbingan dan arahan yang di berikan dalam membantu perkembangan tersebut pada hakikatnya di harapkan sejalan dengan kebutuhan manusia itu sendiri, yang sudah tersimpan sebagai potensi bawaannya. Karena itu, bimbingan yang tidak searah dengan potensi yang dimiliki akan berdampak negatife bagi perkembangan manusia. Perkembangan yang negatife tersebut akan terlihat dalam berbagai sikap dan tingkah laku yang menyimpang. Bentuk dan tingkah laku menyimpang ini terlihat dalam kaitannya dengan kegagalannya manusia untuk memenuhi kebutuhan, baik bersifat fisik dan psikis. Sehubungan dengan hal itu, maka dalam mempelajari perkembangan jiwa keagamaan perlu dilihat dulu kebutuhan-kebutuhan manusia secara menyeluruh.Sebab, pemenuhan kebutuhan yang kurang seimbang antara kebutuhan jasmani dan rohani akan menyebabkan timbulnya ketimpangan dalam perkembangan. Dalam bukunya pengantar Psikologi kriminil Drs. Gerson W. Bawengan, SH. Mengemukakan pembagian kebutuhan manusia berdasrkan pembagian yang di kemukakan

oleh J.P. Guilford yaitu kebutuhan individual, kebutuhan social dan kebutuhan manusia akan agama.1[1] Jiwa keagamaan yang termasuk aspek rohani (psikis) akan sangat tergantung dari perkembangan aspek fisik dan demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu, sering dikatakan bahwa kesehatan fisik akan berpengaruh pada kesehatan mental. Selain itu perkembangan di tentukan oleh tingkat usia. Para ahli psikologi perkembangan membagi membagi perkembangan manusia manusia berdasarkan usia menjadi beberapa tahapan atau priode perkembangan. Secara garis besarnya priode perkembngan itu di bagi menjadi: 1) Masa prenatal; 2) Masa bayi; 3) Masa kanak-kanak ; 4) Masa pra pubertas ; 5) Masa pubertas ; 6) Masa dewasa ; 7) Masa usia lanjut.setiap masa perkembangan memiliki cir-ciri tersendiri termasuk perkembangan jiwa keagamaan. Sehubungn dengan kebutuhan manusia dan priode perkembangan tersebut, maka dalam kaitannya dengan perkembngan jiwa keagamaan akan dilihat bagaimana pengaruh timbal balik antara keduanya. Dengan demikian, perkembangan jiwa keagamaan akan dilihat dari tingkat usia. Dalam makalah ini penulis akan membahas perkembngan psikologi agama pada lansia (lanjut usia), dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang.

BAB II PEMBAHASAN PERKEMBNGAN PSIKOLOGI AGAMA PADA LANSIA

1[1] H. Jalaluddin, Psikologi keagamaan: (PT raja grafindo persada, 2004) hal 87

A. PENGERTIAN PERKEMBANGAN DAN LANSIA a.Pengertian perkembangan. Perkembangan adalah serangkaian perubahan progresif yang terjadi akibat proses kematangan dan pengalaman, seperti yang dikatakan oleh Van din diale perkembngan berarti perubahan kualitatif ini berarti perkembangan bukan sekedar perubahan beberapa centimeter tinggi badan seseorang atau peningkatan kemampuan seseorang melainkan suatu proses integrasi dan banyak stuktur dan fungsi yang komplek. 2[2] Dalam proses perkembangan perubahan- perubahan prilaku menurut tingkat usia sebagai masalah antisiden (gejala yang mendahului dan konsekensinya). Pada dasarnya ada dua proses perkembangan yang saling bertentangan yang terjadi secara serampak selama kehidupan, yaitu pertumbuhan dalam kemunduran keduanya mulai dari kemunduran sampai dengan berakhir dengan kematian. Dala tahun-tahun pertama pertumbuhan berperan sekalipun perubahan-perubahan yang bersifat kemunduran terjadi semenjak kehidupan janin pada bagian selanjutnya kemunduran yang berperan sekalipun pertumbuhan tidak berhenti, rambut tumbuh terus dan sel-sel terus berganti pada usia lanjut beberapa bagian tubuh dan alam pikiran lebih banyak berubah dari pada yang lain. Seringkali pola perubahan itu mirip kurva berbentuk lonceng pada awalnya naik dengan tiba-tiba mendatar selama usia pertengahan dan turun secara perlahan atau mendadak pada usia lanjut,perlu di catat pola ini tidak pernah berbentuk garis lurus walaupun dapat terjadi priode stabil yang singkat atau berkepanjangan dalam kemampuan yang berbeda b. pengertian lansia
2[2] Elizabeth B.hurlock, Psikologi perkembangan suatu pendekatan sepanjang hayat: (Erlangga ,1980) hal 450

lanjut usia (lansia) menurut UU Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia pasal 1 ayat 2 adalah seseorang yang telah mencapai usia enam puluh tahun ke atas. Selanjutnya pada pasal 5 ayat 1 disebutkan bah wa lanjut usia mempunyai hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pasal 6 ayat 1 menyatakan bahwa lanjut usia mempunyai kewajiban yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 3[3] Manusia usia lanjut dalam penilaian banyak orang adalah manusia yang tidak produktif lagi. Kondisi fisik rata-rata sudah menurun sehingga dalam kondisi yang uzur ini berbagai penyakit siap menggorogoti mereka. Dengan demikian, di usia lanjut ini terkadang muncul semacam pemikiran bahwa mereka barada pada sisa-sisa umur menunggu kematian Dari ayat-ayat itu jelas, lansia seperti halnya warga negara yang lain memiliki hak dan kewajiban sama dengan warga negara lain yang belum memasuki usia lanjut. Masa ini dimulai sekitar usia 60, ketika seseorang mulai meninggalkan masa-masa aktif di masyarakat dan bersiap untuk hidup lebih menyendiri. Sangat berbeda dengan rata-rata orang yang ketakutan dengan datangnya usia tua, maka bagi Erikson ini adalah masa yang sama pentingnya dengan fase-fase sebelumnya. Bahkan, masa ini mungkin masa yang paling penting karena ini adalah masa terakhir di mana kita harus bersiap untuk meninggalkan dunia ini4[4] B. SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN PSIKOLOGI AGAMA. Untuk menetapkan secara pasti kapan psikologi agama mulai di pelajari memang agak sulit. Baik dalam kitab suci, maupun dalam sejarah tentang agama-agama tidak terungkap secara jelas mengenai hal itu. Namun demikian, walupun secara tidak lengkap, ternyata yang menjadi

3[3] Partini Suardiman Kepala Pusat Studi Sumberdaya Lansia UNY 4[4] Steve simajuntak. Com.11.2007

ruang lingkup kajian psikologi agama banyak di jumpai baik melalui imformasi melalui kitab suci agama maupun sejarah agama. Perjalanan hidup sidarta gautama dari seorang putra raja kapila-wastu yang bersedia mengorbankan kemegahan dan kemewahan hidup menjadi seorang petapa menunjukkan bagaimana kehidupan batin yang dialaminya dalam kaitan dengan keyakinan agama yang di anutnya. Proses purubahan keyakinan agama ini mengungkapkan pengalaman keagamaan yang mempengaruhi dari tokoh agam budha. Dan proses itu kemudian dalam psikologi agama disebut dengan konversi agama. Sidarta gautama yang putra raja itu, sejak kecil sudah hidup dalam lingkungan istana yang serba mewah. Tetapi, ketika usia remaja, saat melihat kehidupan masyarakat, sidarta menyaksikan berbagai bentuk penderitaan manusia dari yang tua, sakit dan orang yang meninggal dunia. Pemandangan seperti itu tak pernah di lihat sidarta sebelumnya. Dari dialog dengan pengawalnya, sidarta berkesimpulan bahwa kehidupan manusia penuh dengan penderitaan, mengalami usia lanjut dan seturusnya mati. Segala yang di saksikan sidarta membatin dalam dirinya, hingga pada suatu malam ia keluar dari istana dan meninggalkan segala kemewahan hidup. Selenjutnya sidrata mengalami konversi agama dari pemeluk agama hindu kepada pendakwah agama baru yaitu agama budha. Proses yang hampir serupa juga di lukiskan dalam alqura‟an tentang cara Ibrahim as. Memimpin ummatnya untuk bertauhid kepada Allah. Ketika malam semkin gelap di melihat sebuah bintang dan berkata: “Inilah tuhanku”. Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “saya tidak suka kepada tuhan yang tenggelam.” Kemudian, tatkala melihat bulan terbit, dia berkata: ”inilah tuhanku.”Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: “sesungguhnya jika tuhanku memberi

para ahli psikologi agama menilai bahwa kajian psikologi agama mulai popoler pada abad ke-19.petunjuk kepadaku. Namun. 2007) hal 29 . sekitar masa itu psikologi yang semakin berkembang di gunakan sebagai alat untuk kajian keagamaan. Terlalu banyak contoh-contoh yang dapat di kemukakan tentang hubungan antara kesadaran dan pengalaman agama dengan sikap dan tingkah laku para pengikut agama. Thouless. 5[5] Jalaluddin. Psikologi keagamaan: (PT raja grafindo persada. dia berkata “hai kaumku. sebagai kumpulan dari materi kuliah william james di empat universitas di Skotlandia. kasus-kasus seperti itu belum dipelajri secara ilmiah.5[5] Barangkali. sesunguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. yang kemudian di jadikan objek kajian psikologi agama. pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat. 1992:1) Menurut Thouless. Berdasarkan sumber barat.” (QS 6:76-78).”Kemudian. tatkala melihat matahari terbit ia berkata: “inilah tuhanku. hingga hanya di anggap sebagai peristiwa keagamaan biasa. kenyataan yang serupa ini menimbulkan anggapan bahwa kelahiran psikologi agama merujuk pada kalangan pemula yang merujuk kepada ilmuan barat. semenjak terbit buku The Varieties Of Religious Ekperience tahun 1903. yang berusaha meyakinkan pengikutnya tentang kekeliruan mereka menyembah benda-benda alam yang hakikatnya hanya ciptaan dan tidak layak di sembah. Kajian semacam itu dapat membantu pemahaman tentang cara bertingkah laku. berpikir dan mengemukakan prasangka ke agamaan (Robert H. Perumpamaan ini melukiskan bagaimana proses konversi terjadi.ini yang lebih besar” maka tatkal mentari itu terbenam. walaupun dalam informasi kitab suci tersebut di kiaskan kepada Ibrahim as.

Sumber. Dr. kuliah mengenai psikologi agama juga sudah di berikan. Kedu orang ini di kenal sebagai pelopor psikologi agama di Indonesia. sebaliknya di dunia timur. Di tanah air sendiri tulisan mengenai psikologi agama di kenal sekiatar tahun 1970-an. dapat di simpulkan bahwa kelahiran psikologi agama di dukung oleh para ahli dari berbagai disiplin ilmu. Padahal.sumber barat umumnya merujuk awal kelahiran psikologi agama adalah dari karya Edwin Diller dan Starbuck dan William james. yaitu oleh Prof zakiah daradjat ada sejumlah buku yang beliau tulis untuk kepentingan buku pegangan bagi mahasiswa di lingkungan IAIN. zakiah daradjat sendiri. masa akhir kanak-kanak. Hurlock (1991) menyebutkan tahap perkembangan tersebut adalah periode pranatal. kajian-kajian tentang psikologi agama tidak hanya terbatas pada masalah yang menyangkut keagamaan secara umum melainkan masalah-masalah khusus. masa remaja awal. Mukti Ali dan Prof. A. Di luar itu. khususnya di wilayah kekuasaan islam kajian-kajian yang tentang hal serupa belum sempat di masukkan. Khususnya di Fakultas Tarbiyah oleh Prof. masa bayi.maka langkah awal dari kajian psikologi agama mulai di akui para ahli psikologi dan dalam jangka waktu 30 tahun kemudian banyak buku-buku lain di terbitkan sejalan dengan konsep yang serupa. SIKAP KEBERAGAMAAN PADA LANSIA Perubahan terjadi pada manusia seiring dengan berjalannya waktu dengan melalui tahaptahap perkembangan. masa awal kanak-kanak. bayi. C. tulisan Muhammad Ishaq ibn Yasar pada abad 7 masehi berjudul Al-syiar wa al-Maghazi memuat berbagai fragumen dari biografi nabi Muhammad Saw ataupun Risalah Hay Yaqzan Fi Asrar Al-Hikmat Al Masyriqiyyat yang di tulis oleh Abu Bakr Muhammad Ibn Abd Al Malim Ibn Tufail juga memuat masalah yang erat kaitannya dengan psikologi. . Ilmu Psikologi agama tergolong cabang psikologi yang berusia muda berdasarkan informasi dari berbagai literature. Sejak saat itu.

Dengan kata lain. Sama seperti setiap periode lainnya dalam rentang kehidupan seseorang. Salah satu contohnya adalah perubahan fisik pada lansia mengakibatkan dirinya merasa tidak dapat mengerjakan berbagai aktivitas sebaik pada saat muda dulu. apakah pria atau wanita lanjut usia (lansia) tersebut akan melakukan penyesuaian diri secara baik atau buruk (Hurlock. manusia akan menjadi tua. apa yang telah mereka lakukan selama perjalanan mereka tersebut. yaitu periode penutup dalam rentang hidup seseorang di saat seseorang telah “beranjak jauh” dari periode tertentu yang lebih menyenangkan. 2003). Hal ini Lansia dengan komitmen beragama yang sangat kuat cenderung mempunyai harga diri yang paling tinggi (Krase. Individu berusia 65 ke atas mengatakan bahwa keyakinan agama merupakan pengaruh yang paling signifikan dalam . masa dewasa awal.masa remaja. Hurlock (1991) ingin menjelaskan bahwa menjadi tua pada manusia adalah suatu hal yang pasti terjadi dan tidak dapat dihindari. Ada yang dapat mengembangkan pandangan positif terhadap apa yang telah mereka capai. sampai sejauh tertentu. jika demikian ia akan merasa lebih utuh dan puas (integrity). Pada tahap perkembangan ini. putus asa (despair). suram. Pada masa-masa ini. masa dewasa madya. dan masa usia lanjut. 1991). sehingga mereka memandang hidup mereka secara keseluruhan dengan ragu-ragu. 1997) menyebutnya dengan sebutan ”Integrity versus Despair”. Pendapat tersebut diperkuat oleh pernyataan Papalia (2001) yang menyebutkan bahwa perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada lansia dapat menyebabkan perubahan pada kondisi jiwanya. Masing-masing tahapan tersebut mempunyai tugas perkembangan dan karakteristik yang berbeda-beda. Erikson (dalam Santrock. 1995 dalam Papalia. individu melihat kembali perjalanan hidup ke belakang. Melalui tahap-tahap perkembangan tersebut. seiring dengan bertambahnya usia. Efek-efek tersebut menentukan. usia lanjut ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis tertentu. tetapi ada pula yang memandang kehidupan dengan lebih negatif.

dan bahagia berdasarkan penilaian subjektif serta bagaimana mereka memandang pencapaian potensi-potensi mereka sendiri. keinginan untuk cepat mati atau bunuh diri.200 orang sampel yang berusia 60-100 tahun. Dimensi-dimensi tersebut antara lain otonomi. M. Masalah-masalah lain yang terkait pada usia ini antara lain loneliness. 1989) mendefinisikan psychological well-being (PWB) sebagai kebahagiaan dan dapat diketahui melalui beberapa dimensi. pertumbuhan pribadi. damai. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh para lansia adalah dengan berusaha mencapai kesejahteraan psikologis (psychological well-being). Dari beberapa tiori diatas memgambarkan bahwa tujuan hidup berdasarkan nilai-nilai yang di jalani oleh setiap manusia merupakan pondasi dasar yang membuat manusia mencapai kesejahteraan hidup. Ryff juga menyebutkan bahwa PWB menggambarkan sejauh mana individu merasa nyaman. 1989).Argyle mengutip sejumlah penelitian yang dilakukan ole Cavan yang mempelajari 1. penguasaan lingkungan. agama merupakan nilai yang membawa manusia kepada kebahagian dunia dan akhiarat Kehidupan keagaman pada usia lanjut menurut hasil penelitian psikologi agama ternyata meningkat. Bradburn (dalam Ryff. perasaan tidak berguna. kebahagian dunia dan akhirat. dan membutuhlan perhatian lebih. sehingga mereka berusaha untuk melaksanakan keyakinan agama tersebut dan menghadiri pelayanan agamamenyebabkan lansia kemudian menjadi demotivasi dan menarik diri dari lingkungan sosial. tujuan hidup. Masalah-masalah ini dapat membuat harapan hidup pada lansia menjadi menurun Melihat masalah-masalah yang potensial terjadi pada lansia maka perlu diperoleh suatu cara untuk mencegah atau mengurangi beban dari masalah-masalah tersebut.kehidupan mereka. Temuan menunjukkan secara jelas kecendrungan . hubungan positif dengan orang lain. serta penerimaan diri (Ryff.

Tetapi menurut Robet H Thoules pendapat tersebut terlalu berlebih lebihan. .Menurut pendukung pendapat ini manusia usia lanjut mengalami frustasi di bidang seksual. Kehidupan keberagaman pada usi lanjut sudah mencapai tingkat kemantapan 2. (Chambridge Universiti Press. Meningkatkan mulai munculnya pengakuan terhadap realitas tentang kehidupan akhirat secara lebih sungguh-sungguh 6[6] Ibid hal 103 7[7] Robet H Thouless. sebab katanya. Kecendrungan hilangnya identifikasi diri dengan tubuh dan juga cepatnya akan datang kematian merupakan salah satu faktor yang menentuakan sikap keberagaman. 1997) hal. hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kegiatan seksual secara biologis boleh jadi tidak ada lagi pada usia lanjut. tak jarang para ahli psikologi menghubungkan kecendrungan peningkatan kehidupan keberagaman dengan penurunan gairah seksual.untuk menerima pendapat keagamaan yang semakin meningkat pada umur-umur ini sedangkan pengakuan terhadap realitas tentang kehidupan akhirat baru muncul sampai dengan seratus persen setelah usia 90 tahun 6[6] Dalam banyak hal. sejalan dengan penurunan kemampuan fisik dan frustasi semacam itu di nilai sebagai satu-satunya faktor yang membentuk sikap keagamaan. Cohen. An Introdaction to the psikologiy. Argyle dan Elie A. 108. Robert H Thouless cendrung berkesimpulan bahwa yang menentukan berbagai sikap keberagaman di umur tua adalah depersonalisasi. namun kebutuhan mencintai dan di cintai tetap ada poda usia tua 7[7] Menganalis hasil penelitian M. Dalam buku psikologi agama jalaluddin menuliskan beberapa ciri-ciri keberagaman manusia pada usia lanjut secara garis besarnya adalah: 1.

Fry. seperti adrenalin. Pengurangan hormon stress ini dihubungkan dengan beberapa keuntungan pada aspek kesehatan. 1998 dalam Santrock. Agama dapat memenuhi beberapa kebutuhan psikologis yang penting pada lansia dalam hal menghadapi kematian. . dan menerima kekurangan di masa tua (Daaleman. 2000 dalam Santrock. Smiley. terutama pada wanita dan individu berusia di atas 75 tahun (Koenig. Studi lain menyatakan bahwa praktisi religius dan perasaan religius berhubungan dengan sense of well being. serta sifat-sifat luhur. 2006). penyimpangan. Koenig & Larson. dan penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang. Timbul rasa takut kepada kematian yang sejalan dengan pertambahan usia lanjut 6. Studi lain di San Diego menyatakan hasil bahwa lansia yang orientasi religiusnya sangat kuat diasosiasikan dengan kesehatan yang lebih baik (Cupertino & Haan. seperti aktivitas sosial. kriminalitas. 2003) yang menyatakan bahwa ada asosiasi yang positif antara religiusitas atau spiritualitas dengan well being. Perasaan takut kepada kematian ini berdampak pada peningkatan pembentukan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan abadi (akhirat) Sebuah penelitian menyatakan bahwa lansia yang lebih dekat dengan agama menunjukkan tingkatan yang tinggi dalam hal kepuasan hidup. serta asosiasi yang negatif dengan bunuh diri. menemukan dan mempertahankan perasaan berharga dan pentingnya dalam kehidupan. Secara sosial. & Gonzales. 1999 dalam Santrock. Hal ini mungkin terjadi karena dengan beribadah dapat mengurangi stress dan menahan produksi hormon stres oleh tubuh. kepuasan pernikahan. Hasil studi lainnya yang mendukung adalah dari Seybold&Hill (2001 dalam Papalia. Meningkatnya kecendrungan untuk menerima pendapat keagamaan 5. dukungan sosial. 2006). 1988 dalam Santrock. Hasil studi menyebutkan bahwa aktivitas beribadah atau bermeditasi diasosiasikan dengan panjangnya usia (McCullough & Others. harga diri dan optimisme. 2006). 2006). komunitas agama memainkan peranan penting pada lansia. .3. 4. 1999. Sikap kebragaman cendrung mengarah kepada kebutuhan saling cinta antar sesama manusia. Perera &Studenski. 2004. dan kesempatan untuk menyandang peran sebagai guru atau pemimpin. dan keberfungsian psikologis.

Dalam suatu studi dikemukakan bahwa self-esteem older adults lebih tinggi ketika mereka memiliki komitmen religius yang kuat dan sebaliknya (Krause. seperti aktivias sosial. 1995 dalam Santrock. 1998 dalam Santrock 1999). menemukan dan menjaga sense akan keberartian dan signifikansi dalam hidup. Com . 1995 dalam Santrock 1999). sehingga mereka berusaha untuk melaksanakan keyakinan agama tersebut dan menghadiri pelayanan agama (Gallup & Bezilla. 1999). 1992 dalam Santrock 1999). 1996). Secara sosial.11. Agama dapat menambah kebutuhan psikologis yang penting pada older adults. dewasa di old age lebih memiliki minat yang lebih kuat terhadap spiritualitas dan berdoa (Gallup & Jones. & Taylor. 1989 dalam Santrock 1999). Komunitas religius dapat menyediakan sejumlah fungsi untuk older adults.. 2006). Individu berusia 65 ke atas mengatakan bahwa keyakinan agama merupakan pengaruh yang paling signifikan dalam kehidupan mereka. 1995 dalam Papalia. Lansia dengan komitmen beragama yang sangat kuat cenderung mempunyai harga diri yang paling tinggi (Krase.200 . membantu mereka menghadapi kematian. 2000 dalam Santrock.8[8] BAB III PENUTUP KESIMPULAN DAN DAFTAR PUSTAKA 8[8] Psikology about. 2003). Chatters. Dalam survey lain dapat dilihat bahwa apabila dibandingkan dengan younger adults. dan kesempatan untuk mengajar dan peran kepemimpinan.termasuk sistem kekebalan tubuh yang semakin kuat (McCullough & Others. serta menerima kehilangan yang tak terelakkan dari masa tua (Koenig & Larson. dan older adult berkebangsaan Afrika-Amerika (Levin. Agama dapat memainkan peran penting dalam kehidupan orang-orang tua (Mcfadden. middle-aged. dukungan sosial. Dalam studi lain disebutkan bahwa komitmen beragama berkaitan dengan kesehatan dan well-being pada young.

masa remaja. masa remaja awal. Jiwa keagamaan yang termasuk aspek rohani (psikis) akan sangat tergantung dari perkembangan aspek fisik dan demikian pula sebaliknya. masa dewasa madya. masa awal kanak-kanak. masa dewasa awal. Hurlock menyebutkan tahap perkembangan tersebut adalah periode pranatal.200 orang sampel yang berusia 60-100 tahun.Perubahan terjadi pada manusia seiring dengan berjalannya waktu dengan melalui tahaptahap perkembangan. masa akhir kanak-kanak. sering dikatakan bahwa kesehatan fisik akan berpengaruh pada kesehatan mental. Melalui tahap-tahap perkembangan tersebut.Manusia adalah makhluk yang ekploratif dan potensial. . Manusia di sebut makhluk potensial karena pada manusia tesimpan sejumlah kemampuan bawaan yang dapat di kembangkan. Selain itu perkembangan di tentukan oleh tingkat usia. Kehidupan keagaman pada usia lanjut menurut hasil penelitian psikologi agama ternyata meningkat. Temuan menunjukkan secara jelas kecendrungan untuk menerima pendapat keagamaan yang semakin meningkat pada umur-umur ini sedangkan pengakuan terhadap realitas tentang kehidupan akhirat baru muncul sampai dengan seratus persen setelah usia 90 tahun. . bayi. Masing-masing tahapan tersebut mempunyai tugas perkembangan dan karakteristik yang berbeda-beda. karena manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri baik secara fisik maupun psikis. Dikatakan makhluk ekfloratif. dan masa usia lanjut. Menurut hasil penelitian yang dilakukan ole Cavan yang mempelajari 1. masa bayi. Hurlock ingin menjelaskan bahwa menjadi tua pada manusia adalah suatu hal yang pasti terjadi dan tidak dapat dihindari. Oleh karena itu.

dan menerima kekurangan di masa tua. Lansia dengan komitmen beragama yang sangat kuat cenderung mempunyai harga diri yang paling tinggi. kebutuhan akan agama merupakn hal yang tidak dapat di pisahkan dalam kehidupan manusia. sehingga mereka berusaha untuk melaksanakan keyakinan agama tersebut dan menghadiri pelayanan agama.Agama dapat memenuhi beberapa kebutuhan psikologis yang penting pada lansia dalam hal menghadapi kematian. menemukan dan mempertahankan perasaan berharga dan pentingnya dalam kehidupan. Individu berusia 65 ke atas mengatakan bahwa keyakinan agama merupakan pengaruh yang paling signifikan dalam kehidupan mereka.Agama merupakan pondasi dasar yang dapat menentukan kebahagian dunia dan akhirat .

Psikologi keagamaan: (PT raja grafindo persada. 1997) 6. Partini Suardiman Kepala Pusat Studi Sumberdaya Lansia UNY 4. (Chambridge Universiti Press. Elizabeth B. 7.hurlock. An Introdaction to the psikologiy. Psikologi perkembangan suatu pendekatan sepanjang hayat: (Erlangga .1980) 3. 2007) 5. Psikologi keagamaan: (PT raja grafindo persada. Com. Psikology about. Jalaluddin.com . Robet H Thouless. 2004) 2.DAFTAR PUSTAKA 1. Jalaluddin. Steve simajuntak.

Sementara Psikogeriatri adalah cabang ilmu kedokteran jiwa yang mempelajari masalah kesehatan jiwa pada lansia yang menyangkut aspek promotof. 1992:6) Geriatri adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari masalah kesehatan pada lansia yang menyangkut aspek promotof. setelah sakit cukup berat dan lama. Masalah kesehatan jiwa lansia termasuk juga dalam masalah kesehatan yang dibahas pada pasien-pasien Geriatri dan Psikogeriatri yang merupakan bagian dari Gerontologi. sosial. Psikologi Lansia Ada 4 ciri yang dapat dikategorikan sebagai pasien Geriatri dan Psikogeriatri. misalnya bingung. Lanjut usia secara psikososial yang dinyatakan krisis bila : a) Ketergantungan pada orang lain (sangat memerlukan pelayanan orang lain). kuratif dan rehabilitatif serta psikososial yang menyertai kehidupan lansia.Proses menua (lansia) adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik. setelah kematian pasangan hidup dan lainlain. Hal-hal yang dapat menimbulkan gangguan keseimbangan (homeostasis) sehingga membawa lansia kearah kerusakan / kemerosotan (deteriorisasi) yang progresif terutama aspek psikologis yang mendadak. Keterbatasan fungsi tubuh yang berhubungan dengan makin meningkatnya usia. panik. yaitu ilmu yang mempelajari segala aspek dan masalah lansia. diantaranya setelah menajalani masa pensiun. Hal itu . kuratif dan rehabilitatif serta psikososial yang menyertai kehidupan lansia. depresif. 2.RI. psikologis. ekonomi dan lain-lain (Depkes. b) Mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan karena berbagai sebab. meliputi aspek fisiologis. Keadaan itu cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. preventif. Adanya akumulasi dari penyakit-penyakit degeneratif 3. 4. preventif. psikologis maupun sosial yang saling ber interaksi satu sama lain. kultural. apatis dsb. yaitu : 1.

baru selesai operasi : misalnya prostatektomi. Penurunan Kondisi Fisik Setelah orang memasuki masa lansia umumnya mulai dihinggapi adanya kondisi fisik yang bersifat patologis berganda (multiple pathology). gigi makin rontok. penggunaan obat-obat tertentu. atau trauma psikis. misalnya tenaga berkurang.biasanya bersumber dari munculnya stressor psikososial yang paling berat. 2. istirahat dan bekerja secara seimbang. Ada beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap psikologi lansia. sehingga mau tidak mau harus ada usaha untuk mengurangi kegiatan yang bersifat memforsir fisiknya. Dalam kehidupan lansia agar dapat tetap menjaga kondisi fisik yang sehat. Secara umum kondisi fisik seseorang yang sudah memasuki masa lansia mengalami penurunan secara berlipat ganda. Penurunan Fungsi dan Potensi Seksual Penurunan fungsi dan potensi seksual pada lanjut usia sering kali berhubungan dengan berbagai gangguan fisik seperti : Gangguan jantung. vaginitis. Disfungsi seksual karena perubahan hormonal atau masalah kesehatan jiwa lainnya misalnya cemas. Kelelahan atau kebosanan karena kurang variasi dalam kehidupannya. kekurangan gizi. Hal ini semua dapat menimbulkan gangguan atau kelainan fungsi fisik. Pasangan hidup telah meninggal. misalnya kematian pasangan hidup. karena pencernaan kurang sempurna atau nafsu makan sangat kurang. tranquilizer. seperti antihipertensi. Faktor psikologis yang menyertai lansia antara lain :      Rasa tabu atau malu bila mempertahankan kehidupan seksual pada lansia Sikap keluarga dan masyarakat yang kurang menunjang serta diperkuat oleh tradisi dan budaya. Faktor-faktor tersebut hendaklah disikapi secara bijak sehingga para lansia dapat menikmati hari tua mereka dengan bahagia. kulit makin keriput. pikun dsb. depresi. dsb. Seorang lansia harus mampu mengatur cara hidupnya dengan baik. kematian sanak keluarga dekat. maka perlu menyelaraskan kebutuhan-kebutuhan fisik dengan kondisi psikologik maupun sosial. golongan steroid. misalnya makan. terpaksa berurusan dengan penegak hukum. misal diabetes millitus. tulang makin rapuh. 3. psikologik maupun sosial. yang selanjutnya dapat menyebabkan suatu keadaan ketergantungan kepada orang lain. Perubahan Aspek Psikososial . tidur. gangguan metabolisme. enerji menurun. Adapun beberapa faktor yang dihadapi para lansia yang sangat mempengaruhi kesehatan jiwa mereka adalah sebagai berikut: 1.

Fungsi kognitif meliputi proses belajar. biasanya tipe ini tidak banyak mengalami gejolak. Dampak positif lebih menenteramkan diri lansia dan dampak negatif akan mengganggu kesejahteraan hidup lansia. kedudukan. 4. lansia juga mengalami perubahan aspek psikososial yang berkaitan dengan keadaan kepribadian lansia. Dalam kenyataan ada menerima. apalagi jika tidak segera bangkit dari kedukaannya. ada yang takut kehilangan. Perubahan yang Berkaitan Dengan Pekerjaan Pada umumnya perubahan ini diawali ketika masa pensiun. namun dalam kenyataannya sering diartikan sebaliknya. Tipe Kepribadian Mandiri (Independent personality). pada tipe ini ada kecenderungan mengalami post power sindrome. Dengan adanya penurunan kedua fungsi tersebut. Meskipun tujuan ideal pensiun adalah agar para lansia dapat menikmati hari tua atau jaminan hari tua. Beberapa perubahan tersebut dapat dibedakan berdasarkan 5 tipe kepribadian lansia sebagai berikut: 1. Agar pensiun lebih berdampak positif sebaiknya ada masa persiapan pensiun yang benar-benar diisi dengan kegiatan-kegiatan untuk mempersiapkan diri. Tipe Kepribadian Tergantung (Dependent personalitiy). . jabatan. 2. pengertian. yang berakibat bahwa lansia menjadi kurang cekatan. perhatian dan lain-lain sehingga menyebabkan reaksi dan perilaku lansia menjadi makin lambat. banyak keinginan yang kadangkadang tidak diperhitungkan secara seksama sehingga menyebabkan kondisi ekonominya menjadi morat-marit. 5. pemahaman. Bagaimana menyiasati pensiun agar tidak merupakan beban mental setelah lansia? Jawabannya sangat tergantung pada sikap mental individu dalam menghadapi masa pensiun. ada yang merasa senang memiliki jaminan hari tua dan ada juga yang seolah-olah acuh terhadap pensiun (pasrah). pada tipe ini setelah memasuki lansia tetap merasa tidak puas dengan kehidupannya. apalagi jika pada masa lansia tidak diisi dengan kegiatan yang dapat memberikan otonomi pada dirinya. Tipe Kepribadian Bermusuhan (Hostility personality). Tipe Kepribadian Kritik Diri (Self Hate personalitiy). 4. 3. Tipe Kepribadian Konstruktif (Construction personalitiy). bukan hanya diberi waktu untuk masuk kerja atau tidak dengan memperoleh gaji penuh. tindakan. status dan harga diri. apabila kehidupan keluarga selalu harmonis maka pada masa lansia tidak bergejolak. peran. karena perilakunya sendiri sulit dibantu orang lain atau cenderung membuat susah dirinya. tetapi jika pasangan hidup meninggal maka pasangan yang ditinggalkan akan menjadi merana. persepsi. tenang dan mantap sampai sangat tua. pada lansia tipe ini umumnya terlihat sengsara. Reaksi setelah orang memasuki masa pensiun lebih tergantung dari model kepribadiannya seperti yang telah diuraikan pada point tiga di atas. kegiatan. Masing-masing sikap tersebut sebenarnya punya dampak bagi masing-masing individu. baik positif maupun negatif. karena pensiun sering diartikan sebagai kehilangan penghasilan. koordinasi.Pada umumnya setelah orang memasuki lansia maka ia mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Sementara fungsi psikomotorik (konatif) meliputi hal-hal yang berhubungan dengan dorongan kehendak seperti gerakan. pada tipe ini biasanya sangat dipengaruhi kehidupan keluarga.

Dalam menghadapi berbagai permasalahan di atas pada umumnya lansia yang memiliki keluarga bagi orang-orang kita (budaya ketimuran) masih sangat beruntung karena anggota keluarga seperti anak. Psikologi Lansia Read more: Psikologi Lansia Tips dalam Teknologi Pengajaran untuk Orang Lanjut Usia      inShare . penglihatan. Model pelatihan hendaknya bersifat praktis dan langsung terlihat hasilnya sehingga menumbuhkan keyakinan pada lansia bahwa disamping pekerjaan yang selama ini ditekuninya. mengurung diri. selama yang bersangkutan masih sanggup. terorganisasi dan terarah bagi masing-masing orang yang akan pensiun. Misalnya badannya menjadi bungkuk. pendengaran sangat berkurang. Untuk merencanakan kegiatan setelah pensiun dan memasuki masa lansia dapat dilakukan pelatihan yang sifatnya memantapkan arah minatnya masing-masing. cicit. seringkali menjadi terlantar. menganggur. cucu. sehingga lansia tidak membayangkan bahwa setelah pensiun mereka menjadi tidak berguna. mengumpulkan barang-barang tak berguna serta merengek-rengek dan menangis bila ketemu orang lain sehingga perilakunya seperti anak kecil. penghasilan berkurang dan sebagainya. sanak saudara bahkan kerabat umumnya ikut membantu memelihara (care) dengan penuh kesabaran dan pengorbanan. penglihatan kabur dan sebagainya sehingga sering menimbulkan keterasingan. cara membuka usaha sendiri yang sangat banyak jenis dan macamnya.Persiapan tersebut dilakukan secara berencana. gerak fisik dan sebagainya maka muncul gangguan fungsional atau bahkan kecacatan pada lansia. Perubahan Dalam Peran Sosial di Masyarakat Akibat berkurangnya fungsi indera pendengaran. Hal itu sebaiknya dicegah dengan selalu mengajak mereka melakukan aktivitas. 5. Misalnya cara berwiraswasta. Namun bagi mereka yang tidak punya keluarga atau sanak saudara karena hidup membujang. atau punya pasangan hidup namun tidak punya anak dan pasangannya sudah meninggal. masih ada alternatif lain yang cukup menjanjikan dalam menghadapi masa tua. Jika perlu dilakukan assessment untuk menentukan arah minatnya agar tetap memiliki kegiatan yang jelas dan positif. agar tidak merasa terasing atau diasingkan. Karena jika keterasingan terjadi akan semakin menolak untuk berkomunikasi dengan orang lain dan kdang-kadang terus muncul perilaku regresi seperti mudah menangis. apalagi hidup dalam perantauan sendiri.

untuk Orang tua sebenarnya dianggap sebagai salah satu hal yang paling sulit untuk dilakukan karena hal yang dikenal sebagai "kesenjangan generasi". Terakhir. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 06410173 . Berikut adalah beberapa tips yang Anda mungkin ingin mempertimbangkan jika Anda ingin mengajarkan Teknologi untuk lansia. Anda akan dapat dengan mudah mengajar mereka apa pun yang mereka perlu tahu. mereka juga mungkin dapat mengambil keuntungan penuh dari manfaat bahwa teknologi yang kita miliki saat ini yang ditawarkan. (2011) PROBLEMATIKA ORANG LANJUT USIA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN AL-QUR'AN DI PONDOK SEPUH MASJID AGUNG PAYAMAN MAGELANG. Hal ini juga direkomendasikan bahwa Anda tidak menggunakan kata-kata teknis yang dapat membingungkan mereka lebih. Kebanyakan elderlies takut teknologi yang kita miliki saat ini bahwa mereka tidak ingin menggunakannya. Dalam pengertian ini. yang terbaik adalah bahwa Anda membiarkan mereka menggunakan teknologi yang Anda berbicara tentang pada waktu yang sama. Tetapi dengan Pendidikan yang tepat. Skripsi thesis. terutama internet.NIM. Anda perlu mulai dari yang sangat dasar sehingga mereka tidak akan memiliki waktu sulit memahami gagasan bahwa Anda mengajar mereka. Penggunaan analogi ini juga salah satu teknik yang terbukti efektif karena membantu orang tua entah bagaimana memvisualisasikan konsep teknologi yang kita miliki saat ini. Hal berikutnya yang harus Anda miliki adalah kesabaran. Full text not available from this repository. Hal pertama yang harus Anda masukkan ke dalam pikiran adalah bahwa pengajaran hal-hal baru untuk orang tua mungkin sulit karena mungkin terdapat berbagai alasan tentang mengapa sulit bagi mereka untuk memahami dengan teknologi terbaru yang kita miliki saat ini. penting bahwa Anda mengajarkan mereka langkah demi langkah pada teknologi itu sendiri. PROBLEMATIKA ORANG LANJUT USIA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN AL-QUR'AN DI PONDOK SEPUH MASJID AGUNG PAYAMAN MAGELANG TIKA ANI SAPUTRI . Pengajaran orang tua membutuhkan kesabaran karena mereka tidak mungkin dapat memahami konsep-konsep teknologi terbaru yang kita miliki saat ini segera. Abstract . saat Anda mengajarkan mereka konsep teknologi yang mereka perlu tahu. Dengan cara ini. digg Pengajaran teknologi.

pendidik. Usaha guru dalam mengatasi problematika ini guru menyarankan kepada santri yang tidak mampu lagi untuk membaca al-Qur'an agar membaca surat al-Fatihah sesuai dengan mahrajnya. dan apabila tidak bisa membaca al-Fatihah maka dianjurkan untuk wiridan sepanjang surat al-Fatihah. . paserta didik. materi dan kegiatan belajar mengajar. wawancara. metode dan evaluasi. dengan mengambil lokasi di Pondok Sepuh Masjid Agung Payaman Magelang. dan dari makna tersebut ditarik suatu kesimpulan. (2).4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). 1994).ABSTRAK Latar belakang masalah penelitian ini adalah bahwa pada saat ini banyak orang tua kualitas dalam membaca al-Qur'an sangat kurang dan Pondok Sepuh Masjid Agung Payaman Magelang merupakan wadah satu-satunya untuk mengembangkan dan membimbing lanjut usia dalam keagamaan dan pembelajaran al-Qur'an khususnya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pembelajaran al-Qur'an bagi orang lanjut usia dan apa saja problem-problem yang sering dihadapi santri dalam pembelajaran al-Qur'an dan bagaimana usaha guru-guru dalam mengatasinya. Penggolongan lansia menurut Depkes dikutip dari Azis (1994) menjadi tiga kelompok yakni : a) Kelompok lansia dini (55 – 64 tahun). Komponen tersebut ialah: tujuan.8). Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pelaksanaan pembelajaran al-Qur'an di Pondok Sepuh Masjid Agung Payaman Magelang serta untuk mengungkap problematika yang dihadapi santri dalam pembelajaran tersebut. Problematika yang dihadapi santri atau orang lanjut usia Pondok Sepuh Masjid Agung Payaman Magelang dibagi menjadi dua faktor. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan pengamatan (observasi). div LANJUT USIA LANJUT USIA Pengertian Lanjut Usia (Lansia) Kelompok lanjut usia adalah kelompok penduduk yang berusia 60 tahun ke atas (Hardywinoto dan Setiabudhi. dan dokumentasi. 1999. Pada lanjut usia akan terjadi proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya secara perlahan-lahan sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang terjadi (Constantinides. merupakan kelompok yang baru memasuki lansia. kedua: faktor kemampuan dan umur santri. 1999. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan. yaitu: pertama: faktor latar belakang pendidikan santri. Pelaksanaan pembelajaran al-Qur'an di Pondok Sepuh Masjid Agung Payaman Magelang terdiri dari komponen-komponen yang saling berkaitan. Karena itu di dalam tubuh akan menumpuk makin banyak distorsi metabolik dan struktural disebut penyakit degeneratif yang menyebabkan lansia akan mengakhiri hidup dengan episode terminal (Darmojo dan Martono. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif.

Sebelum membahas tentang cara hidup sehat sebaiknya terlebih dahulu diketahui apa itu sehat. Oleh karena itu jika ingin terus menerus meningkatkan kesehatan harus menjalankan cara-cara hidup sehat. Namun tidak perlu berkecil hati. untuk mencapainya ada berbagai cara yang dapat dilakukan. segala keinginannya terpenuhi. Karena banyak masyarakat yang beranggapan bahwa sehat adalah tidak sakit secara fisik saja. Cara Hidup Sehat Cara hidup sehat adalah cara-cara yang dilakukan untuk dapat menjaga. Adapun cara-cara tersebut adalah: 1. terjadinya tidak bisa dihindari oleh siapapun. merawat. harus selalu optimis. c) Kelompok lansia resiko tinggi. Jadi walaupunb usia sudah lanjut. bisa saja hidupnya sederhana atau biasa saja. Sehat adalah suatu keadaan sejahtera jiwa dan raga juga sosialnya. TETAPI TANPA KESEHATAN SEGALANYA TIDAK BERARTI”. yang maksudnya orang yang sehat belum tentu hidupnya makmur. Pada usia lanjut akan terjadi berbagai kemunduran pada organ tubuh. yaitu lansia yang berusia lebih dari 70 tahun. Dengan tambahnya usia seseorang. Makan makanan yang bergizi dan seimbang Banyak bukti yang menunjukkan bahwa diet adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Hidup Sehat Setiap orang pasti berkeinginan untuk terus dapat hidup sehat dan kuat sampai tua. Cara Hidup Sehat Pada Lansia Usia lanjut adalah suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang. memelihara dan menyayangi kesehatan.b) Kelompok lansia (65 tahun ke atas). Sehat adalah suatu hadiah dari menjalankan hidup sehat. karena bila sakit kita tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa menikmati dengan baik apa yang dimiliki. salah satu caranya adalah berperilaku hidup sehat. harus tetap menjaga kesehatan. ceria dan berusaha agar selalu tetap sehat di usia lanjut. Akan tetapi kesehatan itu milik kita yang paling berharga. Ada satu pendapat yang mengatakan “KESEHATAN TIDAK BERARTI SEGALA GALANYA. kecepatan . mempertahankan dan meningkatkan kesehatan seseorang. Oleh karena itu kita harus selalu menjaga.

dan sebagainya. karena air membantu menjalankan fungsi tubuh. c. e. pembangun dan pengatur. Membatasi penggunaan garam. perlu dipenuhi secara adekuat. kebutuhan gizi bagi para lanjut usia. terutama lemak hewani. yang dikonsumsi dengan jumlah bertahap. g. Bahan makanan sebagai sumber zat gizi sebaiknya dari bahan – bahan yang segar dan mudah dicerna. oleh karena itu. terutama tulang kaki. Hindari makanan yang terlalu manis. i. gurih. pernafasan. ginjal. hati. misalnya : untuk jantung. sayur dan beraneka pati. maka fungsi. hal ini disebabkan karena berkurangnya kalori dasar dari kegiatan fisik. b. Jumlah kalori yang baik untuk dikonsumsi lansia 50% adalah hidrat arang yang bersumber dari hidrat arang komplex (sayur – sayuranan. hindari makanan yang mengandung alkohol. ikan. Sebaiknya jumlah lemak dalam makanan dibatasi. daya tahan dan kelenturan tulang juga berkurang. f. jadi bila tubuh kekurangan cairan.kacangan. Menu bagi lansia hendaknya mengandung zat gizi dari berbagai macam bahan makanan yang terdiri dari zat tenaga. 1991): a. k. Makan disesuaikan dengan kebutuhan 2. Petunjuk menu bagi lansia adalah sebagai berikut (Depkes. bayam. Makanan yang mengandung zat besi dalam jumlah besar. h. mencegah timbulnya berbagai penyakit di saluran kemih seperti kencing batu.5 – 2 liter per hari. batu ginjal dan lain-lain. Air juga sebagai pelumas bagi fungsi tulang dan engselnya. Air sangat besar artinya bagi tubuh kita. j. tangan dan lengan.metabolisme tubuh cenderung turun. dan minimal kita minum air putih 1. Menggunakan bahan makanan yang tinggi kalsium. Kalori dasar adalah kalori yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tubuh dalam keadaan istirahat. Kebutuhan kalori pada lanjut usia berkurang. seperti susu non fat. atau sayuran hijau. usus. Minum air putih 1.5 – 2 liter Manusia perlu minum untuk mengganti cairan tubuh yang hilang setelah melakukan aktivitasnya. Makanan sebaiknya mengandung serat dalam jumlah yang besar yang bersumber pada buah. d. Makanan sebaiknya yang mudah dikunyah. Jadi kebutuhan kalori bagi lansia harus disesuaikan dengan kebutuhannya. kacang. yoghurt. Padahal tulang adalah penopang utama bagi . dan goreng – gorengan. seperti kacang – kacangan. biji – bijian).

Bahkan minuman-minuman tersebut tidak baik untuk kesehatan dan harus dihindari terutama bagi para lansia yang mempunyai penyakitpenyakit tertentu seperti DM. waktu relatif lama. Manfaat lain dari minum air putih adalah mencegah sembelit. soft drink. 4. bersifat aerobik dan atau kalistenik. Jadi istirahat dan tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan. Untuk mengolah makanan di dalam tubuh usus sangat membutuhkan air. dengan kemungkinan adanya penyakit. meningkatkan imunitas tubuh dan mempercepat proses penyembuhan penyakit juga pada saat tidur tubuh mereparasi bagian-bagian tubuh yang sudah aus. Dan air mineral atau air putih lebih baik daripada kopi. karna tidur bermanfaat untuk menyimpan energi. sehingga saat lansia kemampuan akan turun antara 30 – 50%. jalan kaki. Diyakini bahwa tidur sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan dan proses penyembuhan penyakit. Olah raga teratur dan sesuai Usia bertambah.tubuh untuk melakukan aktivitas. Beberapa contoh olahraga yang sesuai dengan batasan diatas yaitu. minuman beralkohol. darah tinggi. antara lain beban ringan atau sedang. tingkat kesegaran jasmani akan turun. mencuci tangan sebelum makan atau sesudah mengerjakan sesuatu dengan tangan. bila usia lanjut ingin berolahraga harus memilih sesuai dengan umur kelompoknya. Dengan latihan otot manusia lanjut dapat menghambat laju perubahan degeneratif. senam dengan faktor kesulitan kecil dan olah raga yang bersifat rekreatif dapat diberikan. es maupun sirup. Yang termasuk kebersihan tubuh adalah: mandi minimal 2 kali sehari. membersihkan . Istirahat. dengan segala bentuk permainan yang ada unsur jalan kaki misalnya golf. Oleh karena itu. lintas alam. Menjaga kebersihan Yang dimaksud dengan menjaga kebersihan disini bukan hanya kebersihan tubuh saja. 5. mendaki bukit. Tentu saja tanpa air yang cukup kerja usus tidak dapat maksimal. ruangan dan juga pakaian dimana orang tersebut tinggal. teh kental. dan muncullah sembelit. obesitas dan sebagainya. tidak kompetitif atau bertanding. tidur yang cukup Sepertiga dari waktu dalam kehidupan manusia adalah untuk tidur. 3. Penurunan kemampuan akan semakin terlihat setelah umur 40 tahun. Umumnya orang akan merasa segar dan sehat sesudah istirahat. melainkan juga kebersihan lingkungan. Olah raga usia lanjut perlu diberikan dengan berbagai patokan.

penis ). sehingga metabolisme di dalam tubuh menurun. tetapi juga mental dan bathin. Memeriksa kesehatan secara teratur Pemeriksaan kesehatan berkala dan konsultasi kesehatan merupakan kunci keberhasilan dari upaya pemeliharaan kesehatan lansia. 7. dihalaman rumah. Namun perlu diingat dan disadari bahwa kondisi fisik perlu medapat bantuan dari orang lain. seisi rumah. sprei. tutupi makanan di meja makan. Pakain. Ikutilan petunjuk dan saran dokter ataupun petugas kesehatan. Cara-cara yang dapat dilakukan untuk menjaga agar mental dan bathin tenang dan seimbang adalah: a. Hal ini akan menyebabkan jiwa dan pikiran menjadi tenang. Di dalam ruangan atau rumah. Kebersihan lingkungan. karena dengan pemeriksaan berkala penyakit-penyakit dapat diketahui lebih dini sehingga pengobatanya lebih mudan dan cepat dan jika ada faktor yang beresiko menyebabkan penyakit dapat di cegah. Oleh karena itu jika diperlukan. jauh dari sampah dan genangan air. 8. Lebih mendekatkan diri kepada Tuhan YME dan menyerahkan diri kita sepenuhnya kepadaNya. anus. Minum suplemen gizi yang diperlukan Pada lansia akan terjadi berbagai macam kemunduran organ tubuh. tetapi bila lansia tersebut masih mampu diusahakan untuk mandiri dan hanya diberi pengarahan. sikat gigi setiap kali selesai makan. lansia dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen gizi. gorden. mudah-mudahan dapat mencapai umur yang panjang dan tetap sehat.atau keramas minimal 1 kali seminggu. 6. Hal tersebut menyebabkan pemenuhan kebutuhan sebagian zat gizi pada sebagian besar lansia tidak terpenuhi secara adekuat. membersihkan kuku dan lubang-lubang ( telinga. hidung. Mental dan batin tenang dan seimbang Untuk mencapai hidup sehat bukan hanya kesehatan fisik saja yang harus diperhatikan. termasuk kamar mandi dan WC harus dibersihkan secara periodik. bersihkan dari debu dan kotoran setiap hari. vagina. . Tapi perlu diingat dan diperhatikan pemberian suplemen gizi tersebut harus dikonsultasikan dan mendapat izin dari petugas kesehatan. pusar. karpet. memakai alas kaki jika keluar rumah dan pakailah pakaian yang bersih. Walaupun tidak sedang sakit lansia perlu memeriksakan kesehatannya secara berkala.

Rekreasi dapat dilakukan di pantai dekat rumah. duduk bersantai di alam terbuka. karena akan memperbaiki mental dan fisik secara alami. Hindari stres. c. Dengan adanya hubungan yang baik dengan keluarga dan teman-teman dapat membuat hidup lebih berarti yang selanjutnya akan mendorong seseorang untuk menjaga.b. Rekresi Untuk menghilangkan kelelahan setelah beraktivitas selama seminggu maka dilakukan rekreasi. buah dan sayur awetan. hidup yang penuh tekanan akan merusak kesehatan. taman dekat rumah atau halaman rumah jika mempunyai halaman yang luas bersama keluarga dan anak cucu. dan sehat. minuman kaleng. gaya hidup pada zaman modern ini telah mendorong orang mengubah gaya hidupnya seperti makan makanan siap saji. Rekreasi tidak harus mahal. 11. Rekreasi dapat menyegarkan otak. dapat disesuaikan denga kondisi dan kemampuan. karena hidup sehat bukan hanya sehat jasmani dan rohani tetapi juga harus sehat sosial. Tertawa dan senyum murah tidak perlu membayar tapi dapat menadikan hidup ceria. bepergian dengan kendaran walaupun jaraknya dekat dan bisa dilakukan dengan jalan kaki. Stres juga dapat menyebabkan atau memicu berbagai penyakit seperti stroke. pikiran dan melemaskan otot yang telah lelah karena aktivitas sehari-hari. asma. Tersenyum dan tertawa sangat baik. menyapu lantai dengan mesin penyedot debu. Penampilan kita juga akan tampak lebih menarik dan lebih disukai orang lain. penyakit jantung dan lain-lain. Tertawa juga ampuh untuk mengendalikan emosi kita yang tinggi dan juga untuk melemaskan otak kita dari kelelahan. jarang bergerak karena segala sesuatu atau pekerjaan dapat lebih mudah dikerjakan dengan adanya tekhnologi yang modern seperti mencuci dengan mesin cuci. sambal botolan. 10. 9. bahagia. Back to nature (kembali ke alam) Seperti yang telah terjadi. makanan kalengan. merusak tubuh dan wajahpun menjadi nampak semakin tua. Tertawa membantu memandang hidup dengan positif dan juga terbukti memiliki kemampuan untuk menyembuhkan. Gaya hidup seperti itu tidak baik untuk tubuh dan kesehatan karena tubuh kita . mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya karena ingin lebih lama menikmati kebersamaan dengan orang-orang yang dicintai dan disayangi. Hubungan antar sesama yang sehat Pertahankan hubungan yang baik dengan keluarga dan teman-teman. darah tinggi.

Jadi lakukanlah atau kerjakanlah sesuatu hal itu sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu salah satu upaya untuk hidup sehat adalah back to nature atau kembali lebih dekat dengan alam. METODE PENDIDIKAN AGAMA UNTUK DEWASA DAN MANULA METODE PENDIDIKAN AGAMA UNTUK DEWASA DAN MANULA A. makanan yang diawetkan. Kita tidak harus menjauhi tekhnologi tetapi paling tidak kita harus menghindari bahan makanan kalengan. yang sudah tersimpan sebagai potensi bawaannya.menjadi manja. Manusia sebagai makhluk potensial karena pada diri manusia tersimpan sejumlah kemampuan bawaan yang dapat dikembangkan secara nyata. 12. karena manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri baik secara fisik maupun psikis. Dikatakan makhluk eksploratif. Selanjutnya manusia juga disebut sebagai makhluk yang memiliki prinsip tanpa daya. Dalam diri kita selain mempelajari tentang perkembangan jiwa keduniaan. karena kurang bergerak. Semua yang dilakukan tidak berlebihan Untuk menciptakan hidup yang sehat segala sesuatu yang kita lakukan tidak boleh berlebihan karena hal tersebut bukannya menjadikan lebih baik tetapi sebaliknya akan memperburuk keadaan. . minuman kalengan. makanan siap saji dan harus lebih banyak mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang segar dan juga minum air putih. tubuh jadi rusak karena makanan yang tidak sehat sehingga tubuh menjadi lembek dan rentan penyakit. Karena itu bimbingan yang tidak searah dengan potensi yang dimiliki akan berdampak negatif bagi perkembangan manusia. kita juga mempelajari jiwa keagamaan karena kita harus melihat kebutuhan-kebutuhan manusia secara menyeluruh sebab kebutuhan manusia yang kurang seimbang antara kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani akan menyebabkan timbul ketimpangan dalam perkembangan. Pendahuluan Manusia adalah mahluk sosial yang eksploratif dan potensial. Bimbingan dan pengarahan yang diberikan dalam membantu perkembangan tersebut pada hakekatnya diharapkan sejalan dengan kebutuhan manusia itu sendiri. Bantuan yang dimaksud antara lain dalam bentuk bimbingan dan pengarahan dari lingkungannya. karena untuk tumbuh dan berkembang secara normal manusia memerlukan bantuan dari luar dirinya.

dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin tersebut[2]. demikian pula sebaliknya. metode adalah suatu sarana untuk menemukan. yaitu meta dan holos. B. Menurut Tadrif (1989) yang di kutip oleh Muhibin Syah metode mengajar ialah cara yang berisi prosedur-prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan kependidikan. Dalam pemakaian yang umum. Menurut Imam Barnadid. dan nilai-nilai serta keterampilan melalui institusi pendidikan. terkadang digunakan kata al-thariqah.[7] . Selanjutnya jika kata metode dikaitkan dengan pendidikan. dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan ilmu atau sistematisasi suatu pemikiran[3]. menguji. khususnya kegiatan penyajian materi pelajaran kepada siswa. metode dapat berarti cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. A Zayadi menegaskan bahwa metode lebih memperlihatkan sebagai alat untuk mengolah dan mengembangkan suatu gagasan sehingga menghasilkan teori atau temuan. manhaj. sementara Hasan Langgulung pendapatnya tentang metode sangat simpel yaitu jalan untuk mencapai tujuan. Meta berarti “melalui” dan holos berarti “jalan” atau “cara”[1]. al-wasilah. kata metode diungkapkan dalam berbagai kata.[6] Dari pendekatan kebahasaan tersebut terlihat bahwa metode lebih menunjukan kepada jalan. Dengan demikian.[4] Muhibin Syah menjelaskan metode secara harfiah yang berarti “cara”. menguji. manhaj berarti sistem dan alwasilah berarti perantara atau meditor. Oleh karena itu sering dikatakan kesehatan fisik akan sangat berpengaruh pada kesehatan mental. metode diartikan sebagai cara melakukan suatu kegiatan atau cara melakukan pekerjaan dengan menggunakan fakta dan konsep-konsep secara sistematis. sikap. dalam arti jalan yang bersifat non fisik. dapat membawa arti bahwa metode adalah jalan untuk menanamkan pengetahuan. Yaitu jalan dalam bentuk ide-ide yang mengarahkan seseorang untuk mencapai tujuan yang ditentukan.Jiwa keagamaan termasuk aspek rohani (psikis) akan sangat tergantung pada aspek fisik. termasuk dalam usia dewasa dan usia lanjut. Al-thariqah berarti jalan. Selain itu perkembangan juga ditentukan oleh tingkat usia. Metode Pendidikan Islam Dari segi bahasa metode berasal dari dua perkataan. Maksud dari tujuan ini bermaksud ditempatkan pada posisinya sebagai cara menemukan.[5] Dalam bahasa arab.

suasana dan waktu . Oleh karena itu dalam mendidik. dengan kata lain orang dewasa sudah memahami nilai-nilai yang . karena metode pendidikan hanyalah merupakan salah satu aspek dari pembelajaran. metode ini dikenal sebagai sarana yang menyampaikan seseorang kepada tujuan penciptaannya sebagai khalifah di muka bumi dengan melaksanakan pendekatan dimana manusia ditempatkan sebagai mahluk yang memiliki potensi rohaniah dan jasmaniah yang kedua-duanya dapat digunakan sebagai saluran penyampaian materi pelajaran. Dalam pendidikan Islam. tempat. Dalam Al-Qur‟an. pendidik tidak dapat mengandalkan satu metode saja dan menyatakan mutlak benarnya metode tersebut serta menganggap bahwa metode tersebut dapat diterapkan pada situasi dan kondisi objek didik yang bermacam-macam. Sikap Keberagaman Pada Orang Dewasa Usia dewasa merupakan usia yang sudah memiliki tanggung jawab serta sudah menyadari makna hidup. Sedangkan dalam konteks lain. Dari rumusan-rumusan di atas dapat dimaknai bahwa metode pendidikan Islam adalah berbagai macam cara yang digunakan oleh pendidik agar tujuan pendidikan dapat tercapai. C . maka dalam menentukan metode apa yang akan digunakan. Thalib mengatakan bahwa fungsi metode pendidikan adalah memberikan jalan kepada pendidik berbagai cara yang baik yang dapat dipergunakan dalam mendidik sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada pada objek didikan[10]. maka tidaklah bijaksana apabila pendidik hanya mengandalkan satu metode saja. harus selalu mempertimbangkan aspek aspek lain dari pembelajaran. mengingat objek didik yang bermacam-macam serta situasi kondisi yang berbeda. metode yang tepat guna bila ia mengandung nilai nilai yang intrinsik dan eksrinsik sejalan dengan materi pelajaran dan secara fungsional dapat dipakai untuk merealisasikan nilai-nilai ideal yang terkandung dalam tujuan pendidikan Islam.beda. metode dapat merupakan saran untuk menemukan. Dari dua pendekatan ini dapat disimpulkan bahwa metode berfungsi mengantarkan suatu tujuan kepada objek sasaran dengan cara yag sesuai dengan pengembangan objek sasaran tersebut. menguji dan menyusun data yang di perlukan bagi pengembangan disiplin suatu ilmu[9]. Adapun M. seperti karakter peserta didik.Adapun fungsi metode pendidikan secara umum dapat dikemukakan sebagai pemberi jalan atau cara yang sebaik mungkin bagi pelaksanaan operasional pendidikan[8].

itupun akan dipertahankannya sebagai pandangan hidupnya. Berdasarkan hal ini. Dengan demikian timbullah . 5. baik sistem nilai yang bersumber dari ajaran agama maupun yang bersumber dari norma-norma lain dalam kehidupan. jika seorang dewasa memilih nilai yang bersumber dari nilai-nilai non agama. Kemantapan jiwa orang dewasa ini setidaknya memberikan gambaran tentang bagaimana sikap keberagamaan pada orang dewasa. 4. Menerima kebenaran agama berdasarkan pertimbangan pemikiran yang matang. bukan sekedar ikut-ikutan. insan primitif telah menemukan apa yang dicarinya pada gejala alam itu sendiri. Orang dewasa sudah memiliki identitas yang jelas dan kepribadian yang mantap. sehingga norma-norma agama lebih banyak diaplikasikan dalam sikap dan tingkah laku. Bersikap lebih terbuka dan wawasan yang lebih luas.dipilihnya dan berusaha untuk mempertahankan nilai-nilai yang dipilihnya. Sebaliknya. Secara berangsur dan silih berganti gejala-gejala alam tadi diselaraskan dengan jalan hidupnya. Mereka sudah memiliki tanggung jawab terhadap sistem nilai yang sudah dipilihnya.[11] D. 2. Bersikap positif terhadap ajaran dan norma-norma agama dan berusaha untuk mempelajari dan memperdalam pemahaman keagamaan . Pokoknya. jikapun terjadi perubahan mungkin proses itu terjadi setelah didasarkan pada pola pemikiran dan pertimbangan yang matang. 3. Manusia Usia Lanjut Dan Agama Akhmad yamani mengemukakan bahwa tatkala Allah SWT membekali insan itu dengan nikmat berpikir dan daya penelitian. maka sikap keberagamaan seseorang diusia dewasa sulit untuk diubah. Kemungkinan ini akan memberi peluang bagi kecenderungan munculnya sikap yang anti agama . Sejalan dengan tingkat perkembangan usianya maka sikap keber-agamaan pada usia dewasa antara lain memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1. pemilihan nilai-nilai tersebut telah didasarkan atas pertimbangan pemikiran yang matang. Tingkat ketaatan beragama didasarkan atas pertimbangan dan tanggung jawab diri sehingga sikap keberagamaan merupakan realisasi dari sikap hidup. Hal inilah yang mendorong insan tadi untuk mencari-cari insan tadi untuk suatu kekuatan yang dapat melindungi dan membimbingnya di saat-saat yang gawat. Cenderung bersifat realistis. diberinya pula rasa bingung dan bimbang untuk memahami dan belajar mengenali alam sekitarnya sebagai imbangan atas rasa takut terhadap kegarangan dan kebengisan alam itu.

minum. b. Selain itu dorongan beragama juga merupakan kebutuhan insaniah yang tumbuhnya dari gabungan berbagai faktor penyebab yang bersumber dari rasa keagamaan. Dan yang kedua. Terlihat kecenderungan untuk berbagi perasaan. tidak hanya terbatas pada agama islam. Komponen itu terdiri atas : a. maka dapat diambil kesimpulan bahwa fitrah adalah suatu kemampuan dasar berkembangnya manusia yang dianugrahkan Allah kepadanya. Sejalan dengan hal itu maka dorongan beragamapun menuntut untuk dipenuhi sehingga pribadi manusia mendapat kepuasan dan ketenangan. Didalamnya terkandung berbagai komponen psikologis yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menyempurnakan bagi hidup manusia.ibaratnya mata uang logam yang mempunyai sisi yang sama. Menurut Robert Nuttin dorongan beragama merupakan salah satu dorongan yang bekerja dalam diri manusia sebagaimana dorongan-dorongan lainnya. atau benda-benda lain dari gejala-gejala alam tersebut. Kemampuan dasar untuk beragama secara umum.segi naluri sifat pembawaan manusia atau potensi tauhid yang menjadi potensi sejak lahir.dapat dilihat dari segi wahyu Tuhan yang diturunkan kepada Nabi-nabiNya. .1983 : 97). Mereka yang menginjak usia ini (sekitar 25-40 Th) memiliki kecenderungan besar untuk berumah tangga . Pada tahap kedewasaan awal terlihat krisis psikologi yang dialami oleh karena adanya pertentangan antara kecenderungan untuk mengeratkan hubungan dengan kecenderungan untuk mengisolasi diri.penyembahan terhadap api. intelek dan lain sebagainya. c.kehidupan sosial yang lebih luas serta memikirkan masalah-masalah agama yang sejalan dengan latar belakang kehidupannya. matahari. berdasarkan pandangan ulama yang telah memberikan makna terhadap istilah fitrah manusia yang diangkat dari firman Allah dan sabda nabi di atas. Jadi potensi manusia dan agama wahyu itu merupakan satu hal yang tampak dalam dua sisi. bertukar pikiran dan memecahkan berbagai problema kehidupan dengan orang lain ( Rit Atkinson. Mawahib (bakat) dan Qabiliyyat (tendensi dan kecenderungan) yang mengacu pada keimanan kepada Allah. Menurut Muzayyin Arifin. Fitrah dapat dilihat dari dua segi yaitu : Pertama.di mana faktor iman sebagai intinya. bulan. seperti : makan. Kemampuan dasar untuk beragama islam (ad-dinul Qayyimaah) .

4. 5. Meningkatnya kecenderungan untuk menerima pendapat keagamaan. Permasalahan pertama adalah penurunan kemampuan fisik hingga kekuatan fisik berkurang. Adapun di usia selanjutnya yaitu setelah usia di atas 65 tahun manusia akan menghadapi sejumlah permasalahan. hambatan kontak sosial dan berkurangnya komitmen. .[12] Perubahan-perubahan tersebut menimbulkan persoalan pada diri lanjut usia. Pada lanjut usia akan terjadi kehilangan ganda (triple loss) sekaligus yaitu kehilangan peran. maka pada usia ini terjadi krisis akibat pertentangan batin antara keinginan untuk bangkit dengan kemunduran diri. 3. individu akan banyak mengalami berbagai kejadian hidup yang penting (important life event) yang sering dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Tetapi dalam hubungannya dengan kejiwaan. Karena itu umumnya pemikiran mereka tertuju pada upaya untuk kepentingan keluarga. Timbul rasa takut kepada kematian yang meningkat sejalan dengan usia yang bertambah lanjut. 2.secara garis besar ciri-ciri keberagamaan di usia lanjut adalah : 1. antara lain klimaterium. masyarakat dan generasi mendatang. sering mengalami gangguan kesehatan yang menyebabkan mereka kehilangan semangat. Kehidupan keagamaan pada usia lanjut sudah mencapai tingkat kemantapan . Selama proses menuju lanjut usia. pensiun dan kejadian hidup lainnya yang dapat menyebabkan pemikiran yang negatif. Sikap keagamaan cenderung mengarah kepada kebutuhan saling cinta antar sesama manusia . Mulai muncul pengakuan terhadap realitas tentang kehidupan akhirat secara lebih sungguhsungguh.Selanjutnya pada tingkat kedewasaan menengah (40-65 th) manusia mencapai puncak periode usia yang paling produktif. Oleh karena itu para lanjut usia perlu memahami dan mengerti akan berbagai informasi tentang perubahanperubahan yang terjadi pada dirinya dan bagaimana menyikapinya sehingga dapat menikmati hari-harinya dengan penuh kebahagiaan sampai akhir hayatnya yaitu dengan khusnul khotimah. aktifitas menurun. serta sifat-sifat luhur. berbagai kemunduran fisik. sangkar kosong (empty nest). Berbagai latar belakang yang menjadi penyebab kecenderungan sikap keagamaan pada manusia usia lanjut . menopouse-andropouse. Adapun sikap keberagamaan pada usia lanjut justru mengalami peningkatan dan untuk proses seksual justru mengalami penurunan.

2 . Lanjut usia yang religius lebih kuat dan tabah menghadapi stres daripada yang nonreligius.[15] Keintensifan pada kehidupan agama pada lanjut usia tidak hanya mempunyai sisi nilai positif pada aspek kejiwaannya saja. bahwa : 1. 4.Lanjut usia yang religius penyembuhan penyakitnya lebih cepat dibandingkan yang non religius. Coping agama juga terkait erat dengan penyesuaian diri yang baik pada lanjut usia [16] Adapun gambaran tentang cirri-ciri spiritualitas keagamaan lanjut usia James. Lanjut usia yang religius lebih kebal dan tenang menghadapi operasi. tetapi memiliki sisi positif pada aspek fisik dan sosialnya. agama juga berfungsi sebagai pembimbing dalam kehidupannya. Sikap cenderung mengarah pada kebutuhan saling mencintai dengan sesama serta sifat-sifat luhur lainnya. Rasulullah bersabda “semua penyakit ada obatnya kecuali penyakit tua”. Lanjut usia yang berminat pada keyakinan agama dan melaksanakan berbagai ritual yang ada dalam keyakinan beragamanya. Lanjut usia yang religius tabah dan tenang menghadapi saat-saat terakhir (kematian) daripada yang nonreligius. menentramkan batinnya. 5. b. Lanjut usia lebih percaya bahwa agama dapat memberikan jalan bagi pemecahan masalah kehidupan. artinya perhatian mereka terhadap agama semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. e. Sehingga religiusitas atau penghayatan keagamaan besar pengaruhnya terhadap taraf kesehatan fisik maupun kesehatan mental.G. dan penyakit neurosis yang diderita oleh orang yang berusia sudah 45 tahun keatas adalah berkaitan dengan soal kematian. 3.sungguh. memiliki proporsi yang berarti dalam menghadapi suatu masalah (cope) dengan lingkungannya. hal ini ditunjukan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hawari. menurut . d. hubungan interpersonal dan stres yang diakibatkan oleh kesehatan fisik. Muncul rasa takut pada kematian yang meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. c.Secara fisik lanjut usia pasti mengalami penurunan. Jung yang menganggap bahwa agama adalah sarana yang ampuh dan obat yang manjur untuk menyembuhkan manusia dari penyakit neurosis. adalah sebagai berikut : a. Kehidupan keagamaan sudah mencapai tingkat kemantapan. tetapi pada aktivitas yang berkaitan dengan agama justru mengalami peningkatan. Mulai muncul pengalaman terhadap realitas tentang kehidupan akhirat secara sungguh. Lanjut usia yang nonreligius angka kematiannya dua kali lebih besar daripada orang yang religius. Kecenderungan menerima pendapat keagamaan meningkat. sehingga gangguan mental emosional jauh lebih kecil.[13] Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh ahli psikologi dan psikiatri C. menyangkut arti dan makna kehidupan[14] Kebutuhan spiritual (keagamaan) dapat memberikan ketenangan batiniah.

Kondisi fisik rata-rata sudah menurun. Sebab melalui ajaran pengamalan agama. Kejayaan mereka di masa lalu yang pernah diperoleh sudah tidak lagi memperoleh perhatian. arah perhatian mereka mengalami perubahan yang mendasar Bila sebelumnya perhatian diarahkan pada kenikmatan materi dan duniawi. ataupun pengasingan diri dari pergaulan sebagai wujud rasa rendah diri (inferiority). Allah menyatakan : ”Jika salah seorang di antara keduanya atau keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu . sebagian besar orang-orang yang berusia lanjut (usia 70-79 th) menyatakan tidak merasa dalam keterasingan dan masih menunjukkan aktifitas yang positif. Kesimpulan . Apabila gejolak-gejolak batin tidak dapat dibendung lagi. Metode pendidikan agama untuk dewasa dan manula Manusia usia lanjut dalam penelitian banyak orang adalah manusia yang sudah tidak produktif lagi. umumnya agama dapat difungsikan dan diperankan sebagai penyelamat. maka muncul gangguan kejiwaan seperti stress. Karena secara fisik mereka dinilai sudah lemah. Dalam kasus-kasus seperti ini. Dalam memberi perlakuan yang baik kepada kedua orang tua.f. perhatian mereka lebih tertuju kepada upaya menemukan ketenangan batin. Tetapi perasaan itu muncul setelah mereka memperoleh bimbingan semacam terapi psikologi. Menurut Lita L. Sebaliknya di pihak lain. Dengan demikian di usia lanjut ini terkadang muncul semacam pemikiran bahwa mereka berada pada sisa umur menunggu datangnya kematian. Kesenjangan ini menimbulkan gejolak dan kegelisahan-kegelisahan batin. maka jangan sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan jangan kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.[17] E. Atkinson. sehingga dalam kondisi yang sudah uzur ini berbagai macam penyakit sudah siap untuk menggerogoti mereka. Kajian psikologi berhasil mengungkapkan bahwa di usia melewati setengah baya. memiliki khasanah pengalaman yang kaya. maka pada peralihan ke usia tua ini. Ciri ke enam berdampak pada meningkatnya pembentukan sikap keberagamaan dan kepercayaan terhadap adanya kehidupan abadi di akhirat. manusia usia lanjut merasa memperoleh tempat bergantung. maka masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan akherat mulai menarik perhatian mereka. Di satu pihak kemampuan fisik pada usia tersebut sudah mengalami penurunan.” (Qs 17 : 23) F. putus asa. Perubahan orientasi ini diantaranya disebabkan oleh pengaruh psikologis. Sejalan dengan perubahan itu.

Manusia dan Pendidikan dalam Persfektif Al-Qur’an. Daftar Pustaka Ahmad Zayadi. dimana spiritualitas berpengaruh besar pada kesehatan fisik dan kesehatan mental sehingga seorang lanjut usia mampu mengatasi perubahan atau stres yang terjadi dalam hidupnya dan dalam menghadapi kematiannya.Psi.D. Arifin. Hasan Langgulung. ( Jakarta : Gramedia 1998).. Arifin.M. Dr Dadang. Ph. Al Qur‟an Ilmu Kedokteran Jiwa Dan Kesehatan Jiwa. Dana Bakti Prima Yasa H . M. Asas-asas Pendidikan Islam Islam. 1999. Buku Kenangan Assosiasi Psikologi Islam (API) 1. dan Dr. Nurina S. SKM. cet 3 (Jakarta : Bumi Aksara 1994) Hardywinoto. M.. 10-12 Oktober 2003. 2003.(Jogjakarta : Andi Offset 1990) Jalaluudin. Lanjut Usia dan Kecerdasan Ruhani : Menuju Individu yang Khusnul Khotimah. Panduan Gerontologi Tinjauan Dari Berbagai Aspek. 1997..Si. Dr.. ( Jakarta : Bumi Aksara 1991) Imam Barnadid. Filsafat Pendidikan Islam. Tony Setiabudhi. yang tercermin melalui kehidupan yang bermanfaat bagi dirinya dan dalam menghadapi suatu masalah (coping) dengan lingkungannya. Psikologi Agama. Ilmu Pendidikan Islam. 2003. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Kehidupan spiritual pada lanjut usia dapat memberi ketenangan batiniah.Islam memandang bahwa segala fenomena alam ini adalah hasil ciptaan Allah dan sekaligus tunduk kepada hukum hukumNya.. Manusia harus mampu mengorientasikan hidupnya kepada kekuatan atau kekuasaan yang berada di balik ciptaan alam raya serta mengaktualisasikan hukum – hukum Allah melalui tingkah laku dalam kegiatan hidupnya. Yogyakarta. . Dengan spiritualitasnya lanjut usia lebih dapat menerima segala perubahan yang terjadi dalam dirinya dengan pasrah kepada Allah SWT. oleh karena itu manusia harus dididik agar mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai dalam hukum Allah tersebut. Solo H Hawari. Filsafat Pendidikan. PSPM Bandung 2004. PT Gramedia Pustaka Utama Hakim. H. Jakarta.

. M.(Jogjakarta : Andi Offset 1990) hal. Ed Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. M. PSPM Bandung 2004 hal 116 [7] Muhibin Syah.Si. PSPM Bandung 2004 hal 115. Filsafat Pendidikan. Solo [14] Syukur. Kanisius [15] Hawari. Ed Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Dr. Psikologi Agama. Dr. dan Dr.. Arifin. 61 [2] Imam Barnadid. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. PT Gramedia Pustaka Utama [13] Hakim. M. Dr. 183. Ed Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Nurina S.. Panduan Gerontologi Tinjauan Dari Berbagai Aspek.13 . 10-12 Oktober 2003. Hardywinoto. ( Jakarta : Gramedia 1998)hal. Nico. [5] Muhibin Syah. Buku Kenangan Assosiasi Psikologi Islam (API) 1. Nurina S.. Asas-asas Pendidikan Islam Islam. Pengalaman dan Motivasi Beragama. Filsafat Pendidikan Islam. Yogyakarta. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. M.D. Filsafat Pendidikan.Psi. ( Bandung : Irsyad Baitussalam 2001) Syukur. Yogyakarta. (Bandung : Rosda 2003) Muhamad Thalib 25 Asas Islami Mendidik Anak. 2003. Lanjut Usia dan Kecerdasan Ruhani : Menuju Individu yang Khusnul Khotimah. M. 2003. Tony Setiabudhi. Ph. Dana Bakti Prima Yasa [16] Hakim. Al Qur‟an Ilmu Keedokteran Jiwa Dan Kesehatan Jiwa. 89 [3] Hasan Langgulung. Manusia dan Pendidikan dalam Persfektif Al-Qur’an.M. Buku Kenangan Assosiasi Psikologi Islam (API) 1.Si. 1999.. 1997. Lanjut Usia dan Kecerdasan Ruhani : Menuju Individu yang Khusnul Khotimah. Yogyakarta. SKM. ( Bandung : Irsyad Baitussalam 2001) hal 11 [11] Jalaluudin. Psikologi Agama. 2003.Muhibin Syah. M. [4] Ahmad Zayadi. Solo [12] [17] Jalaluudin. (Bandung : Rosda 2003) hal. 2003. Nico. Arifin.(Jogjakarta : Andi Offset 1996) hal 85 [10] Muhamad Thalib 25 Asas Islami Mendidik Anak. Jakarta. Pengalaman dan Motivasi Beragama. 1990. Dr Dadang. Manusia dan Pendidikan dalam Persfektif Al-Qur’an. Ilmu Pendidikan Islam. 10-12 Oktober 2003. cet 3 (Jakarta : Bumi Aksara 1994)hal 16 [9] Imam Barnadid. (Bandung : Rosda 2003) hal [8] H.Psi. ( Jakarta : Bumi Aksara 1991) hal. 1990. 201 [6] Ahmad Zayadi.. para lansia buta aksara diajarkan baca tulis Posted by andra lahat on 10. Kanisius [1] H..

sebelum lebaran tadi. para lansia tersebut juga diberikan pembelajaran membaca Alquran. “Untuk saat ini jumlah anggota kita sebanyak sepuluh orang yang kesemuanya ini para lansia yang buta aksara. dengan tujuan pemberian pembelajaran terhadap keaksaraan. Karena kegiatan ini merupakan salah satu program Muslimat NU untuk keaksaraan. mungkin kita lakukan malamnya. supaya pemerintah Lahat dapat memperhatikan program tersebut. Dikatakan olehnya. dan yang tak dapat menulis juga bisa menulis. kiranya warga yang tak dapat membaca dapat membaca. karena pemerintah menginginkan agar Bumi Seganti Setungguan harus bebas dari keaksaraan. Bagi Khoiriyah. “Dengan tujuan kita seperti inilah. para lansia yang buta akan keaksaraan dapat kita bimbing supaya nantinya mereka bebas dari keaksaraan. Alhamdullilah saya ditunjuk sebagai pembimbing yang mengajarkan para lansia khususnya yang buta keaksaraan di wilayah Kota Baru. baik itu membaca. Yakni bisa menulis. Karena mereka ingin agar bebas dari buta aksara. “Memang program ini baru digelar.” lanjutnya. lansia yang tidak tamatan SD dan buta keaksaraan dikumpulkan lalu diajarkan cara menulis dan membaca Alquran.” terangnya Khoriyah. Selasa (28/9). Karena Lahat ini bisa bebas dari keaksaraan. Tak hanya itu saja.” ucapnya. Lansia Buta Aksara Diajarkan Baca Tulis LAPOS. selain memberikan pembelajaran tentang menulis dan membaca pada umumnya. Lahat .Buta keaksaraan di Kabupaten Lahat wajib diberantas. Seperti apa yang dilakukan Muslimat NU Lahat sangat tepat sekali. termasuk malam pun juga dilaksanakan. Oleh karena itulah dalam seminggu saja kegiatan ini kita lakukan tiga kali tergantung mereka yang menentukannya. ia mengharapkan.” kata Khoiriyah kepada Lapos. . “Jika mereka banyak kerjaan siangnya dan tak dapat melaksanakan pelajaraan ini.BIMBING: Ny Khoriyah sedang membimbing para ibu buta aksara di lingkungan Kota Baru. Selasa (28/9). Dirinya menegaskan. tulis maupun baca tulis dalam Alquran. “Kita menginginkan supaya ada perhatian dari pemerintah. baca. dan bisa baca Alquran.” harapnya. tak hanya siang saja kegiatan tersebut digelar.

Metode ini cocok untuk semua kalangan baik remaja. Berdasarkan pengalaman terjun langsung mengajar. Tanda baca huruf hijaiyah sama dengan cara mengeja huruf latin. susah dan takut datang dengan sendirinya. Hanya saja huruf vokal hijaiyah dikurangi huruf e.” pungkasnya dengan logat berbahasa Lahat. Jika huruf latin vokalnya terdiri dari a. tinggal adakah yang ingin belajar?” (QS Al-Qamar 17. dem tu bahek ke umah. Setelah menguasai huruf hijaiyah siswa mengenal baris dan tanda baca.32. shad dengan pentol bakso. Apelagi kite diajarke bace. i. “Kite ni senang nian dapat belajar. Demikian juga dengan ejaannya. Setiap muslim yang sama sekali belum bisa membaca Alquran tidak perlu khawatir. Jika ejaan latin huruf b bertemu u menjadi bu. Setiap umat Islam pasti memiliki keinginan mampu menguasai ilmu Alquran dengan mudah. e dan o maka huruf vokal hijaiyah terdiri dari a. Allah SWT sendiri berfirman dalam kitab suci bahwa belajar Alquran itu sangatlah mudah. sebelum belajar Alquran tak jarang muncul perasaan malu. u dan o saja. ngume bae. dengan metode ini banyak peserta yang telah terbebas dari buta aksara Alquran. karana kite ni nak bebas dari keaksaraan. i. Smart dan Quantum) yang berisikan lima tahap menguasai baca Alquran. Dan banyak menfaatnye kite belajar bace. hukum bacaan dan lain-lain. Saat ini metode menghafal huruf hijaiyah yang jumlahnya 28 huruf itu dapat dilakukan lebih cepat seperti menggunakan metode titian kata. “Dan sungguh Kami telah mudahkan Alquran untuk dipelajari. tanda bentuk dan sebagainya. Metode ini telah terbukti mampu meningkatkan kemampuan para pesertanya. kegiatan tersebut sangat bermakna dan bermenfaat bagi warga yang buta aksara. Kiat Belajar Alquran yang Mudah dan Menyenangkan 23. Untuk menghilangkan rasa tersebut perlu ditumbuhkan kesadaran bahwa belajar Alquran itu mudah asalkan mengerti metode dan kiat yang efektif. 40). Guna memudahkan belajar Alquran kita dapat menggunakan metode CSQ (Creative. ngaji. nulis. Menguasai huruf hijaiyah dan makhrajnya. karene uhang duson cume gawe kebon.22. u.Sementara Isna (60) warga Kota Baru mengatakan. Cukup dengan delapan jam kemampuan membaca Alquran bisa segera terlaksana. Namun. 2. Pe lagi dak katek ape-ape kite nich. Menguasai tanda baca.33 Anis Gunawan No comments SIAPA bilang belajar Alquran itu sulit. maka ejaan hijaiyah tidak demikian. Menggunakan titian kata/asosia si misalnya sin dengan sisir. Jika . Pasalnya metode ini akan menjadi jalan keluarnya. dipahami dan dihafal. Huruf hijaiyah berjumlah 28 dan untuk bisa membaca Alquran 90 persen ditentukan oleh penguasaan terhadap huruf hijaiyah dan selebihnya merupakan perangkat saja seperti tanda baca. dewasa sampai orangb tua lanjut usia. Menurut hemat penulis seseorang yang ingin menguasai ilmu baca tulis Alquran itu minimal harus menguasai lima hal berikut ini: 1. ha bulat dengan hati atau mata burung hantu dan seterusnya.

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Salah satu masalah umat islam Indonesia yang mendasar adalah berkurangnya generasi muda Islam yang mampu membaca Al Qur‟an. Kaidah tajwid itu berkisar pada cara waqaf. Pertama karena bacaannya dan kedua terbata-batanya (setiap huruf dihitung pahalanya) dan mereka akan memperoleh tempat bersama dengan para malaikat yang mulia. Vokal A (atas) untuk istilah fathah. Sedangkan untuk tanwin An (atasan). kasar. tarqiq. idgham.huruf hijaiyah ba (sama dengan huruf b) bertemu tanda baca u (dhommah) maka dibaca bu. mengembalikan huruf kepada makhraj dan asalnya serta menghaluskan pengucapannya dengan cara yang sempurna tanpa berlebihan. sehingga memerlukan waktu yang sangat lama. imalah. video game. Ibarat huruf latin.A t – Tahrim/66: 6 ) Pada dasarnya metode yang digunakan dalam pembelajaran membaca Al Qur‟an masih dilakukan turun temurun. Bahkan dalam membaca Alquran seseorang yang belum lancar dan masih terbata-bata akan memperoleh dua pahala. penguasaan hamzah. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka“ (QS. tergesa-gesa dan dipaksa-paksakan. Di sisi lain aktifitas anak-anak dalam bermain kurang bermanfaat seolah mudah berubah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan seperti anak-anak disibukkan dengan dunia hiburannya yaitu televise. Untuk mengatasi . Oleh karena itu tajwid tidak dapat diperoleh hanya sekadar dipelajari namun juga harus melalui latihan. In (injakin). Maksud dari isyarat baca adalah panjang. 3. dan lain-lain. 4. Padahal dalam Al Qur‟an surat At Tahrim ayat 6 telah disebutkan: ”Hai orang-orang beriman. praktek dan menirukan orang yang baik bacaannya. Ulama mendefinisikan tajwid sebagai memberikan huruf akan hak-hak dan tertibnya. Menguasai isyarat bacaan. pendek. Menguasai hukum-hukum tajwid. Karena Alquran juga mengandung unsur irama. Latihan yang Istiqamah. dobel (tasydid) dan seterusnya. Isyarat baca panjang dan pendek dalam ilmu baca Alquran sama seperti kita mengenal ketukan dalam irama lagu. 5.Padahal kemampuan dari kecintaan membaca Al Qur‟an merupakan modal dasar dari upaya pemahamannya. di dalam belajar jangan takut salah dulu karena bacaan yang salah karena belajar tidak dianggap berdosa. huruf hijaiyah itu tidak berbunyi sebelum ada vokal dan konsonan. tafkhim dan makhraj huruf. U (ujung) untuk istilah dhommah. dan semakin menjauhkan alunan Al Qur‟an dari setiap generasi muda. Un (ujungin). I (injak) untuk kasrah. Bagi pelajar yang masih belum lancar membaca Alquran.

karena pada umumnya Taman Kanak Kanak yang lain belum banyak yang melaksanakanStudi Pengembangan baca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟. Pendidikan membaca Al Qur‟an perlu sekali mendapat perhatian yang serius. 3. BAB II KAJIAN TEORI 1. Bagaimanakah efektifitas metode Iqro‟ di TK el-Muzzammil Cempaka Putih Ciputat Timur Tangerang Selatan ? 3. Maka dari itu. Salah satu cara yang diterapkan adalah dengan menggunakan metode Iqro‟. TK el-Muzzammil Cempaka Putih Ciputat Timur Tangerang Selatan . Berkenaan dengan hal tersebut. Untuk mengetahui efektifitas metode Iqro‟ di TK el-Muzzammil Cempaka Putih Ciputat Timur Tangerang Selatan 3. maka mebnaca Al Qur‟an menjadi kebutuhan umat islam sebagai ibadah. Mengingat pentingnya kedudukan Al Qur‟an. Menurut pengetahuan penulis. Bagaimanakah proses pelaksanaan pengembangan membaca Al Qur‟an di TK elMuzzammil Cempaka Putih Ciputat Timur Tangerang Selatan ? 2. fenomena ini sangat menarik untuk diteliti sejauh mana tingkat keberhasilannya. sangatlah penting sekali. yang diharapkan mampu menigkatkan kualitas baca Al Qur‟an. Pengertian Istilah Penelitian dilandasi oleh beberapa teori yang berhubungan dengan pembelajaran Al-Qur`an pada Anak Umur 4-5 Tahun dengan Metode Iqra di TK el-Muzzammil sebagai berikut : 1. Pembelajaran . 2. tentang pendidikan dan pengajaran baca Al-Qur‟an di TK el-Muzzammil Cempaka Putih Ciputat Timur Tangerang Selatan . 4. Tujuan Penelitian 1. maka penulis bermaksud untuk menelitinya dengan alasan pemilihan judul sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui proses pelaksanaan pengembangan membaca Al Qur‟an di kelas TK el-Muzzammil Cempaka Putih Ciputat Timur Tangerang Selatan 2. mencoba menagatasi keadaan di atas dengan menggunkan metode baru. Apaka Faktor penghambat dan pendukung dalam pengembangan baca Al Qur‟an dengan menggunakan metode Iqro‟ ? 1.permasalahan pendidikan formal. bimbingan dan pengarahan kepada siswa agar bertanggungjawab menjadi generasi bangsa untuk mengembangkan baca Al Qur‟an. Untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambatnya. Perumusan Masalah 1.

Perubahan itu terjadi karena pengalaman (menghadapi situasi baru) dan latihan 3. Kitab yang diturunkan Allah kepada nabi Muhammad SAW.-an) maka dapat diartikan sebagai proses belajar. Seperti firman Allah dalam surat Az Zumar ayat 41 yang artinya : “Sesungguhnya kami menurunkan kepadamu Al Kitab ( Al Qur‟an) untuk manusia dengan membawa kebenaran”. Setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat atau mengatakan : “Alif Lam Mim. Pembelajaran berasal dari kata ”belajar” yang mendapat awalan pemdan akhiran –an. Belajar menyangkut perubahan dalam suatu organisme sebagai hasil pengalaman. baik tingkah laku jasmaniah maupun rohaniah 2. [4] Qoro‟a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun.[2] 1. Kitab yang diturunkan sebagai pedoman hidup untuk seluruh umat manusia sampai akhir zaman. sedang Al Qur‟an berarti “dibaca”. Kemudian ada beberapa batasan mengenai pengertian belajar. .-an) merupakan konfiks nominal yang bertalian dengan prefiks verbal meng-. yaitu : 1. Kitab membacanya saja ( apalagi mengerti arti dan maknanya ) termasuk ibadah yang berpahala besar.[1] Maka sesuai dengan pernyataan tersebut jika kata belajar mendapat imbuhan serta akhiran (pem-…. Kitab yang menurut firman Allah semata. 3. yang mempunyai arti proses”. Dengan perantara malaikat Jibril dengan bahasa arab. hal ini berarti bahwa belajar membutuhkan waktu. Para ulama menyebutkan definisi Al-Qur‟an adalah kalam atau firman Allah yang diturunkan kepada Muhammad SAW. Al-Qur`an Al Qur‟an menurut bahasa berarti “bacaan”.. 4. Dalam belajar ada tingkah laku yang timbul atau berubah. sedangkan qiro‟ah berarti menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain dalam satu ucapan yang tersusun rapi. tentulah mereka mendapati pertentangan yang banyak di dalamnya” 2. Seperti surat An Nisaa ayat 82 yang artinya : “ Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur‟an ? kalau kiranya Al Qur‟an itu bukan dari sisi Allah. itu satu huruf.Pengertian pembelajaran . seperti sabda Rasulullah SAW. Perubahan tingkah laku yang bukan karena latihan (pendidikan) tidak digolongkan belajar 4. Dimana menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ”keduanya (pem-…. [3] Adapun menurut istilah para ahli telah banyak membahasnya dan dapat disimpulkan manjadi 4.. lam satu huruf dan mim satu huruf”. yang artinya : “Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah ( Al Qur‟an ). berasal dari kata “qo-ro-a” yang artinya membaca. tetapi alif satu huruf. Tidak ada idalmnya perkataan siapapun selain firman Allah. antara lain: 1. maka akan memperoleh satu kebaikan. yang membacanya merupakan suatu ibadah.

Al Qiyamah . Sebagaimana firman Allah disebutkan yang artinya : “Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya ( dalam dadamu ) dan ( membuat pandai ) membacanya maka ikutilah bacaannya itu”. Metode Metode adalah serangkaian alat / komponen yang integrasi dalam satu bagian yang digunakan untuk mencapai tujuan. Iqra Iqro‟ adalah buku yang ditulis oleh As‟ad Humam sebagai suatu alat media yang digunakan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. yang penting harus menarik perhatian mereka. Asas minat dan perhatian Bagi anak. 17 – 18 ). 1. 1. yaitu siswa harus terlebih dahulu menguasai Iqro‟ jilid satu ke jenjang dua dan seterusnya. Asas Motivasi . sebagai nama diri dan secara gabungan nama Al Qur. Di dalam proses pembelajaran Al Qur‟an dengan menggunakan spesifikasi tingkatan. minat dan perhatian guru serta kepribadian guru. sehingga Al Qur‟an menjadi nama khas kitab itu. Asas Apersepsi Apersepsi adalah kegiatan mental dalam mengolah secara aktif tanggapan-tanggapan baru yang dipengaruhi oleh tanggapan yang telah dimiliki oleh anak. Asas-asas dedaktik tersebut antara lain : 1. Asas Peragaan Hendaknya materi yang disajikan disertai dengan peragaan secara konkrit sehingga memperjelas pengertian tentang materi dan membangkitkan minat anak. [5] 1. yakni bagaimana siswa lancar atau faham ( menguasai ) bacaan Al Qur‟an. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap minat dan perhatian mereka antara lain :cara menyampaikan bahan ajar. 1. 1.S. Dimana terdapat perbedaan jenjang antara jilid satu sampai dengan enam. yaitu : Iqro‟ jilid 1 sampai 6. 1.an secara keseluruhan mencakup penamaan ayat-ayatnya.Al Qur‟an dikhususkan sebagai nama bagi kitab yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. Dedaktif Iqra Dedaktik Iqro‟ merupakan ilmu tentang interaksi belajar mengajar yang pokok yang berisi tentang prinsip-prinsip atau asas-asas mengajar sehingga bahan pelajaran dimengerti atau dikuasai siswa. metode yang dimaksud disini adalah serangkaian komponen atau alat yang saling terkait guna mengantarkan siswa di dalam memahami bacaan atau huruf-huruf hijaiyah di dalam Al Qur‟an. ( Q.

Asas Kooperatif Kooperatif artinya kerja sama. karena setiap siswa memiliki keuniukan sendiri. 1. Bila seorang telah mampu membaca Al Qur‟an dengan benar. maka sebagai kelanjutannya ia mulai tadarus Al Qur‟an ( mulai juz 1 dan bulan berikutnya dimulai dari juz „Amma ) Adapun pokok-pokok bahasan membaca Al Qur‟an dalam materi pokok itu.a. Materi Pokok Sebagai materi pokoknya adalah pengembanagn membaca Al Qur‟an dengan menggunakan buku Iqro‟ julid 1 – 6 susunan ustadz As‟ad Humam . dengan asas kooperatif ini dimaksudkan untuk melatih anak supaya bekerja sama dengan temannya. Maka masalah pembentukan kelompok harus mendapat perhatian yang seksama. Asas ulangan yang teratur . Untuk menerapkan asas bekerja sendiri ini. persaingan dan kerja sama. memupuk rasa percaya diri. Beberapa hal yang dapat meningkatkan motifasi siswa misalnya.Motifasi adalah usaha guru untuk membangkitkan atau mendorong kemampuan anak untuk belajar. [6] 1. 1. Asaas Penyesuaian kepada individu anak Dengan asas ini guru harusd memberi perhatian kepada siswa . Asas bekerja sendiri dimaksudkan untuk melatih rasa tanggung-jawab sisw. Asas Korelasi Asas korelasi mengemukakan pentingnya hubungan antara bidang pengajaran yang satu dengan bidang pengajaran yang lain 1. maka tugas yang diberikan kepada anak harus sesuai dengan tingkat perkembangan anak agar menantang dan menuntut keaktifan semua potensi siswa. menurut masingmasing jilid akan penulis uraikan seperti di bawah ini : 1. 1. Iqro‟ jilid 1 . 1. dan memacu kreatifitas anak. dengan memberi angka atau penghargaan. Asas Kerja sama Didalam hal ini ditekankan kepada keaktifan siswa secara individual berdasarkan kemampuan anak.Asas ulangan merupakan usaha untuk memelihara kontinuitas antara bahan pengajaran yang telah diajarkan dengan bahan yang baru.

seperti pada halaman 1 – 32. Mengenal dan membaca huruf dengan mad ( panjang ). seperti pada halaman 16 – 20. 1. 2. Mengenal bacaan qolqolah. 3. Mengenal bacaan tanwin fathah. Cara membacanya adalah masuk pada mim dengan dengung. seperti pada halaman 14. Pengenalan lafdhul jalalah. seperti pada halaman 13. sebagaimana pada halaman 24-25. misalkan bacaan “ulaaika” . Iqro‟ jilid 5 1. 8. seperti pada halaman 19. 1. pada halaman 16 3. Cara membaca bila ada waqof. seperti pada halaman 34. mulai dari huruf alif sampai ya‟. Iqro‟ jilid 3 Mengenal dan membaca huruh bertanda kasroh. 3. Membunyikan huruf tunggal berharakat fathah. 2. Pelajaran khusus makhraj-makhraj yang sukar. Pengenalan bacaan ikhfa‟ syafawi. cara membacanya adalah ditekan dan ditahan dua harokat. Pengenalan mad khusus. 4. Iqro‟ jilid 2. 1. yang dimulai dari halaman 5. Pengenalan bacaan tanpa alif. seperti pada halaman 3 dan 4. 5. Pengenalan huruf-huruf hijaiyah sekedarnya saja. Huruf wawu di belakang alif dianggap tidak ada. seperti pada halaman 10. 7. mim mati bertemu dengan ba‟ seperti pada halaman 21. Iqro‟ jilid 4 1. seperti pada halaman 8 Mengenal berbagai bentuk huruf ha. dibaca panjang 5 harakat. seperti pada halaman 13 – 30 Mengenal mad untuk kasroh. seperti pada halaman 6 Mengenal dan membaca mad bayyinah. Membaca bacaan mad ( panjang ). seperti pada halaman 16 -17 6. misalnya bacaan al hamdu. 3. sebagaimana pada halaman 16 – 18.1. pada halaman 17. . seperti pada halaman 36. 4. 2. 1. Pengenalan bacaan tasydid misalnya yukabbiru. 1. Mengenal dan membaca mad untuk dhommah. seperti pada halaman 3 Mengenal bacaan tanwin kasroh. seperti pada halaman 11. Pengenalan bacaan al / alif lam syamsiyah. 1. Mengenal dan membaca huruf berharokat dhommah. Mengenal bacaan izhar. 3. 5. seperti pada halaman 5 Mengenal bacaan tanwin dhommah. 4. 6. Cara membaca huruf nun sukun bertemu dengan huruf mim/ ba. 2. Mengenal dan membaca huruf sambung. misalnya binnudzur. seperti pada halaman 18 – 19. seperti pada halaman 15 – 30 2. misalnya bacaan Baina sebagaiamana pada halaman 9 5.

Pengenalan nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ya‟ seperti pada halaman 6. Perbedaan antara pengajaran dengan menggunakan buku Iqro‟ di TPA dengan lembaga pendidikan lainnya menurut HM. 2. Pengenalan nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf fa. setiap pertemuan berlangsung selama 60 menit ( 1 jam ). klasikal dan kelompok. 6. 2. hal ini terdapat pada halaman 28. seperti bacaan waladdolliin. seperti pada halaman 13. Budiyanto adalah terletak pada sistem dan metode yang diterapkan dalam proses pengajaran. seperti pada surat Al Baqoroh. 1. Pengenalan nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ba seperti pada halaman 9. untuk menentukan dia harus mulai dari jilid berapa siswa diberi kelas penjajagan terlebih dahulu. Iqro‟ jilid 6 1. Pengenalan cara membaca bila waqof. Pengenalan mad khusus yang bertsydid. . naka diadakan pembagian kelas menurut umur anak sebagai berikut : 1. Perbedaan antara pengajaran dengan dua model yaitu klasikal dan kelompok. Proses Pengembangan membaca Al Qur’an Proses pengembangan membaca Al Qur‟an dengan menggunakanbuku Iqro‟ di TK elMuzzammil Cempaka Putih Ciputat Timur Tangerang Selatan . sebagaimana pada halaman 29. Pada tiap kelas terdiri dari beberapa kelompok. Pengenalan bacaan nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf wau seperti pada halaman 3. Bagi siswa. dengan pembagian sebagai berikut: 1) 5 pertama menit untuk pembukaan 2) 40 menit untuk pembelajaran prifat 3) 10 menit adalah materi tambahan 4) 5 menit terakhir untuk acara penutup. 10. waqof pada huruf hamzah dan waqof mu‟anaqoh. pembagian kelas dapat didasarkan pada kesamaan usia anak.9. Pengenalan bacaan muqotho‟at atau membuka pada surat. Dimana proses pelaksanaannya menggunakan dua model yaitu . 4. Bagi siswa yang baru. [7] D. 5. tiap kelompok terdiri dari 4 -6 siswa dengan dipandu oleh seorang guru privat. An Nisa dan sebagainya. waqof qolqolah. yaitu waqof bertasydid. Untuk mengefisienkan waktu dan mempercepat tujuan studi pengembangan baca Al Qur‟an. Cara membacanya adalah dengan samar-samar dan dengung. yaitu menggunakan pedoman atau buku pengembangan membaca Al Qur‟an (Iqro‟) secara intensif yakni 4 bulan diharapkan siswa mampu menamatkan Iqro‟ jilid 1 – 6. cara membacanya yaitu panjang 6 harokat baru dengan tasydid. disini cara membacanya huruf nun dihilangkan. 3. Pengenalan nun mati atau bacaan tanwin bertemu dengan huruf ra‟ seperti pada halaman 27. Untuk TK .

Karena bersifat individual. BAB III PEMBAHASAN . Siswa yang aktif membaca ayat-ayat Iqro‟. c) Materi tambahan 10 menit Materi tambahan ini disampaikan di kelas yang dipimpin oleh wali kelas atau salah satu ustadz untuk menyampaikan materi-mateari penunjang lainnya atau mengulang kembali materi yang telah disampaikan pada klasikal pertama. b) Studi Privat Selama 40 menit merupakan waktu untuk belajar membaca Al Qur‟an. satu ustadz maksimal menghadapi 6 siswa dengal lama waktu mengajar ( privat ) 6 – 9 menit untuk sekali tatap muka. memberi komentar yang jelas dan komunikatif. maka tingkat kemampuan dan hasil yang dicapai siswa dalam satu kelas akan berbeda-beda. agar ustadz mencatat tingkat kemampuan siswa dengan kartu prestasi Iqro‟ yang dibuat rangkap. Agar standar kualitas siswa dapat dikendalikan. estafet antar ustadz dan lainnya. sedangkan untuk menaikkan Iqro‟ dari halaman ke halaman dilakukan juga oleh ustadz yang bersangkutan.masing masing ustadz mengajar satu persatu secara bergantian dengan prinsip CBSA ( Cara Belajar Siswa Aktif ). Bagi siswa yang cerdas dan rajin akan lebih cepat untuk menyelesaikan Iqro‟. Adapun untuk menyiapkan ustadz yang fasih dan berkualitasdiadakan seleksi dalam penerimaan ustadz yang akan mengajar. d) Penutup ( 5 menit ) Pada acara penutup ini dilakukan pembacaan do‟a secara bersamasama yang dipimpin oleh ustadz atau siswa yang ditunjuk untuk mewakilinya. Adapun manfaat kartu prestasi Iqro‟ ini adalah sebagai presentasi. Setelah belajar Iqro‟ . serta tetap dalam suasan islami. evaluasi. kompetensi. sedangkan bagi siswa yang kurang rajin akan lambat menyelesaikan Iqro‟nya. atau bisa juga diisi dengan selingan yang bersifat segar seperti bermain. menyimak bacaan siswa. maka untuk dari jilid ke jilid berikutnya hanya boleh dilakukan oleh ustadz yang bersangkutan. serta menegur jika ada kesalahan.Keterangan dari masing-masing tenggang waktu adalah sebagai berikut : a) Pembukaan ( 5 menit ) Pada acara pembukaan ini ustadz memimpin membaca do‟a pembukaan dan dan mengadakan presentasiatau menunjuk seorang siswa untuk memimpin do‟a. komunikasi antara ustadz dengan wali siswa. Prinsip dalam proses pengajarannya. Sedangakan ustadz-ustadznya hanya pokok bahasannya.

guru Bantu . Desa cempaka Putih termasuk desa urban yang terletak di pinggiran kota Jakarta . Warga RT 04 RW 05 masih banyak yang berpredikat Keluarga Pra Sejahtera ( miskin). dua lemari gantung. penimbangan anak balita dan lansia (lanjut usia). pada awalnya hanya memiliki siswa sebanyak 20 siswa dan sekarang TK el-Muzzammil memiliki siswa sebanyak 96 siswa. SPdi JABATAN Kepala Sekolah Wali Kelas TK A 1 Wali Kelas TK A 2 Wali Kelas TK B 1 Wali Kelas TK B2 KET Guru tetap Guru Tetap Guru tetap Guru tetap Guru tetap . Gerakan Pengajian anak anak ini ternyata mendapat sambutan yang baik dari warga setempat . Fatimah Surokoh berdirilah pengajian anak anak pada tahun 1992 yang dipimpin oleh ustadz H. Sag Tati . Hal ini ditandai dengan spontanitas salah seorang warga yang bernama bapak H. satu ruang WC dan tempat wudhu. Keluarga Sejahtera Satu ( Perlu dibantu ) dan Keluarga Sejahtera Dua ( sudah mandiri ). wali kelas. meja meja kecil ( terbuat dari papan sebagi alat untuk menulis dan bisa dipakai untuk dua anak ) dan tikar sebagai alas duduknya . Sag Siti Chaironiah . Sejarah Singkat TK el-Muzzammil Taman Kanak – kanak el-Muzzammil terletak di jalan jambu no 12 RT 04 RW 05 Kampung Utan Desa Cempaka Putih Ciputat Tangerang Banten .Naih Bin Liun (almarhum) yang telah mewakafkan sebidang tanah untuk membangun mushalla (yang kemudian diberi nama Mushalla Asy-Syifa) dan membangun dua ruang untuk TK eL-Muzzammil .00 – 10 00 WIB .Syafiah Gani dan ibu Hj. Murid murid pun setiap tahun mengalami peningkatan . Dengan local yang sederhana ini. Shofiulloh. Pdi Jejeh . staf administrasi dan tenaga kebersihan . dan Posyandu Anggrek. SHI Jamilah . kami mengupayakan untuk mewujudkan ruang belajar yang dilengkapi dengan papan tulis .1. kemudian sarana dan prasarana sudah memadai . Atas prakarsa ibu ibu Pengajian El-Muzzammil yang dipelopori oleh ibu Hj. Sedangkan posyandu sendiri dimultifungsikan kegunaannya yaitu untuk belajar anak anak TK el-Muzzammil . saat ini TK el-Muzzammil memiliki staf pelaksana sebagai berikut NO 1 2 3 4 5 NAMA H. Waktu belajar berlangsung setiap hari dari hari senin sampai hari jumat mulai dari jam 08. Sejak tahun 2008 berdirilah TK el-Muzzammil diperuntukkan bagi anak anak usia TK yang berada di sekitar . Setelah ruang belajar selesai kemudian membangun ruang guru yang dilengkapi dengan dua meja. kursi.Sedangkan hari sabtu dan minggu libur . Shofiyyullah . Penduduknya bercampur antara warga Betawi asli dan pendatang . Sumber Daya Manusia (SDM) TK el-Muzzammil memiliki tenaga pengajar yang terdiri dari kepala sekolah.

dan metode tes. Sistem dan Metode yang digunakan Sistem dalam pembelajaran atau studi pengembangan baca Al Qur‟an di TK el-Muzzammil . Yang bertujuan bahwa di dalam pelaksanaan studi membaca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟ di TK elMuzzammil adalah sebagai pemberantasan buta huruf Al Qur‟andan pengenalan awal huruf arab bagi umat islam agar dapat mebaca Al Qur‟an dengan baik dan benar sesuai dengan kaidahkaidah ilmu tajwid. Dengan hasil tes tersebut dapat diketahui efektifitas terhadap . yaitu menyimakkan secara langsung seorang demi seorang. Setiap santri / siswa yang lebih tinggi kemampuannya dalam memahami pelajaran diharapkan membantu menyimakkan siswa yang lain. dan guru tersebut berjumlah 6 orang dan dapat membangkitkan minat belajar siswa terhadap bacaan. C. Dalam hal ini dibuktikan dengan cara tes lisang dengan langsung ketika pelaksanaan pengajaran dan pengembangan membaca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟. 1. SPdi Jaji UB Cici Nia Wati Embon Guru Bantu Guru Bantu Guru Bantu Guru Bantu Guru Bantu Kebersihan Honor Honor Honor Honor Honor Honor  B. demonstrasi. Efektifitas Metode Iqro’ Efektifitas disini adalah dari segi hasil atau tujuan tercapai. Dalam studi pengembangan baca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟ pada siswa TK el-Muzzammil . adalah dengan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). observasi. khususnya yang beragama islam. 1. Dasar dan Tujuan Pembelajaran Al Qur‟an Dasar dan tujuan pembelajaran Al Qur‟an adalah merupakan pendidinan nasional (Diknas ) yang menginginkan anak didiknya dapat membaca Al Qur‟an. 1. Secara klasikal santri dikelompokkan menurut kemampuan yang berdasarkan buku pelajaran. guru hanya menerangkan pokok-pokok pelajaran secara bersama-sama.6 7 8 9 10 11 Latifah . Guru/ Ustadz – ustadzah Guru/ Ustadz-Ustadzah adalah yang menyampaikan materi pelajaran yaitu ketika pelaksanaan pengajaran dan pengembangan membaca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟ di TK el-Muzzammil. Pelaksanaan Pembelajaran Al-Qur`an di TK el-Muzzammil 1. adalah dengan menggunakan metode wawancara. khususnya bacaan bahasa arab dengan member rangsangan dan dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan tenang.

Sampel tersebut sebagai berikut : Untuk Kelas TK A berjumlah 31 siswa. Dalam tahap ini penilaian dilakukan oleh para ustadz-ustadzahnya yang mengajar. : Sangat Baik.penggunaan metode yang diterapkan dalam tercapainya tujuan yang ditetapkan. membaca dengan lancar dan benar tanpa salah.mengenai nilai – nilai dari seluruh sampel . ukuran . NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 NAMA Hawa Dwi Nur Anandira Maya Indah Lestari Dw. Aulianan Dewi Bimo Sapto Aji Erika Puspita Enggar Miyanto Indah Sulitya Refaldi Romadhon Nasirodin Ahmad Wahyu Tri Santoso Eva Safitri Rio Vandin Pranomo Nur Cholis Nia Aprilia Ilham Pangestu Nandya Athifa Ferlin Erliana Irawan Galang Bimantoro Wahyu Tri Santoso Rini Kusuma Wati Sudaryono Riyan Sekar Wijayanti Yosi Bayu Saputro Nida Arifah Oktivia Rahmawati Ismi Lestari Risa Fatmasari Andini Putri David Putra L/P P P P L P L P L L L P L L P L P P L L L P L L P L P P P P P L JILID Al-Qur`an 6 6 2 4 1 6 Al-qur`an 5 6 4 5 6 6 5 3 6 3 Al-qur`an 6 6 4 4 6 Al-qur`an 6 6 6 6 Al-qur`an 6 NILAI A B B B B B A B B A C B B B B B B B B B B C B A B A A A A B B Keterangan : A.

tetapi masih banyak kesalahan . ukuran nilai berupa angka 70 kebawah. Pelaksanaan pengajaran baca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟ di kelas TK el-Muzzammil . membaca dengan lancar dan benar akan tetapi ada kesalahan sebanyak satu atau dua kali . C. ukuran nilai berupa angka 71 – 85. membaca dengan baik. berjalan sesuai dengan rencana dan target tercapai.nilai berupa angka 85 keatas.yang telah penulis kemukakn didepan akhirnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. B. Dianggap berhasil / efektif suatu metode jika hasilnya lebih dari 50 % mendapat nilai B menggunaan metode Iqro‟ dalam studi pengembangan membaca Al Quur‟an di kelas TK elMuzzammil berjumlah 31 anak. . Kesimpulan Darai pembahasan tentang studi pengembangan membaca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟ pada siswa TK el-Muzzammil . : Cukup. : Baik. Ustadz-ustadzahnya berjalan efektif dengan klasifikasi kelulusan Iqro‟ : NO 1 2 3 4 5 6 7 JILID Jilid 1 Jilid 2 Jilid 3 Jilid 4 Jilid 5 Jilid 6 Al-qur`an Jumlah JUMLAH SISWA 1 1 2 4 3 15 5 31 Sehingga secara umum bahwa pelaksanaan kegiatan studi pengembangan membaca Al Qur‟an dengan menggunakan metode Iqro‟ dapat dikalkulasikan dalam prosentase sebagai berikut : 42: 31 x 100 % = 14 % BAB IV PENUTUP 1.

5. Kepala Sekolah sangat mendukung adanya inisiatif meningkatkan pengembangan mebaca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟. Yogyakarta : Balai Litbang LPTQ Nasional. Dalam waktu empat (4) bulan siswa telah mampu menguasai jilid VI dengan baik. 1996. 2001 . Surabaya: CV. Hal ini menunjukkan keberhasilan dalam penggunaan metode Iqro‟ dalam proses belajar al-Qur`an 1. Jawa Tengah : Pondok Pesantren Al Ikhlas. 2005. 1997. Jakarta : Rineka Cipta. Membaca. [1] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hal. 44-45 [3] LPTQ Propinsi DIY. Strategi Belajar Mengajar . Saran Pihak Sekolah. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1997. Menuju Terbentuknya Generasi Qur’ani. memahami Al Qur’an. Pedoman dan Pengelolaan. Pedomamn Pengelolaan Majlis Pengajian Al Qur’an dan Bimbingan Ibadah. 1998. [6] Syaiful Bahri Djamaroh dan AWAn Zaini. hlm.2. hlm 15 [7] As‟ad Humam. Jakarta : LPTQ. 664 [2] Drs.MA. menulis. Muhaimin. Pembinaan dan Pengembangan. Yogyakarta : AMM Kotagede. Citra Media. 2001. Orang tua mendukung sekali tentang baca Al Qur‟an. Jakarta: Balai Pustaka. Dkk. hlm 1-29 PEMBELAJARAN AL-QUR`AN DENGAN METODE IQRA (TK AL-MUZAMMIL) . Iqro’ Julid I – VI.5 [4] Budiyanto. hlm 4 [5] Asad Humam. Untuk guru pendidikan agama islam juga mendorong tentang membaca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟ agar anak-anak mengerti huruf-huruf arab. Strategi Belajar Mengajar. 1989. hlm. Pengembangan metode Iqro‟ dalam studi pengemabangan baca Al Qur‟an dengan metode Iqro‟ di TK el-Muzzammil . hlm. berjalan efektif. agar menjadi bekal hidup di dunia dan di kemudian hari. bahkan diantaranya telah mampu membaca Al Qur‟an.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->