Kloning Dan Manfaatnya

Author : Ridha Ul Fahmi Secara etimologis kloning berasal dari kata “clone” yang diterjemahkan dari bahasa Yunani “klon”, yang artinya potongan yang digunakan untuk memperbanyak tanaman. Sedangkan secara terminologis kloning adalah proses pembuatan sejumlah besar sel atau molekul yang seluruhnya identik dengan sel atau molekul asalnya. Kloning dalam bidang genetika merupakan replikasi segmen DNA tanpa melalui proses seksual. Kloning adalah teknik membuat keturunan derngan kode genetik yang sama dengan induknya. Pada manusia kloning dilakukan dengan mempersiapkan sel telur yang sudah di ambil intinya lalu disatukan dengan sel somatis dari suatu organ tubuh, kemudian hasilnya ditanamkan dalam rahim seperti halnya pada bayi tabung. Selain itu, kloning juga dapat diartikan upaya untuk menduplikasi genetik yang sama dari suatu organisme dengan menggantikan inti sel dari sel telur dengan inti sel organisme lain. Kloning pada manusia dilakukan dengan mempersiapkan sel telur yang sudah diambil intinya lalu disatukan dengan sel dewasa dari suatu organ tubuh. Hasilnya ditanam ke rahim seperti halnya embrio bayi tabung. Berdasarkan pengertian di atas, ada beberapa jenis kloning yang dikenal antara lain sebagai berikut : 1. Kloning DNA rekombinan Kloning ini merupakan pemindahan sebagian rantai DNA yang diinginkan dari suatu organisme pada satu element replikasi genetik, contohnya penyisipan DNA dalam plasmid bakteri untuk mengklon satu gen. Kloning ini meliputi serangkaian proses isolasi fragmen DNA spesifik dari genom suatu organisme, dimulai dari penentuan sekuen DNA serta pembentukan molekul DNA rekombinan, dan ekspresi gen target dalam sel inang. Penentuan sekuen DNA yang melalui sekuensing memiliki tujuan untuk memastikan fragmen DNA yang kita isolasi adalah gen target sesuai dengan kehendak kita. Gen target yang kita peroleh selanjutnya kita klon dalam sebuah vektor (plasmid, phage atau cosmid) melalui teknologi DNA rekombinan yang selanjutnya akan membentuk molekul DNA rekombinan. DNA rekombinan yang dihasilkan kemudian ditransformasi ke dalam sel inang (biasanya sel bakteri, misalnya strain E. coli) untuk diproduksi lebih banyak. Gen-Gen target yang ada di dalam sel inang jika diekspresikan akan mengahasilkan produk gen yang kita inginkan. Aplikasi kloning DNA rekombinan yang sudah pernah ada yaitu produksi insulin dengan pendekatan kloning gen. Dimulai dari fragmen DNA spesifik penyandi insulin diisolasikan dan diklon dalam suatu vektor hingga membentuk DNA rekombinan, yang selanjutnya produksi insulin dilakukan di dalam sel inang bakteri E. coli. 2. Kloning Reproduktif Kloning ini merupakan teknologi yang digunakan untuk menghasilkan hewan yang sama, contohnya Dolly dengan suatu proses yang disebut SCNT (Somatic Cell Nuclear Transfer). Pada tipe reproduktif, DNA yang berasal dari sel telur manusia atau hewan dihilangkan dan diganti dengan DNA yang berasal dari sel somatik (kulit, rambut, dan lain-lain) hewan atau menusia dewasa yang lain. Dengan suatu loncatan listrik, inti sel hewan atau manusia yang telah diinjeksikan pada sel somatik tersebut selanjutnya akan berkembang dan membelah. Selanjutnya, embrio hasil teknik ini dimasukkan (diimplantasikan) dalam rahim hewan atau manusia yang memungkinkan embrio berkembang menjadi hewan ataupun menjadi manusia baru. Meskipun teknik kloning ini berpotesi menghasilkan individu hewan atau manusia yang identik dengan hewan atau manusia pendonor DNA, teknik kloning ini juga berpotensi besar dalam menghasilkan kelainan genetik yang berat pada individu hasil kloning.

Melalui kejutan arus listrik. Di kemudian hari akan ada kemungkinan tumbuh pasar jual-beli embrio dan sel-sel hasil kloning. Tujuan lain dari kloning ini ialah menghasilkan suatu stem cell (sel yang belum terdiferensiasi) yang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi organ-organ tubuh atau jaringan untuk kepentingan penggantian organ atau jaringan yang rusak pada manusia akibat suatu penyakit tertentu (penyakit degeneratif) tanpa adanya penolakan respon kekebalan tubuh penerima. Massa sel bagian dalam dari blastosit selanjutnya di letakkan pada medium khusus yang selanjutnya akan berkembang dan menghasilkan banyak sel stem. sangat erat kaitannya dengan permasalahan stem cell. Medium spesifik ini mengandung suatu zat tertentu yang dapat merangsang sel stem tumbuh menjadi jaringan atau organ tertentu. Dengan demikian. sel ini dirangsang untuk membentuk pra-embrio. 5. sehingga dapat meminimalisir resiko penolakan. setiap stem sel yang tumbuh dalam cawan petri yang mengandung medium tertentu diambil dan di letakkan pada cawan petri yang baru yang mengandung medium spesifik. 2. 4. Dalam suatu persentase yang kecil. langkah pertama yang dilakukan ialah pengambilan inti sel dari sel telur. jaringan penyambung. Manfaat Kloning Teknologi kloning diharapkan dapat memberi manfaat kepada manusia. 3. Hal yang sama juga dilakukan pada sel somatik. lemak. pengkulturan sel tipe spesifik yang murni. teknologi ini dapat digunakan untuk mengatasi kanker. Teknologi kloning memungkinkan dilakukan pengujian dan penyembuhan penyakitpenyakit keturunan. dan membuat tulang.3. B. Karena pada hakikatnya tujuan dari teknologi transfer inti sel ini atau yang dikenal sebagai therapeutic cloning ialah mendapatkan sekumpulan sel yang dapat berkembang selanjutnya menjadi jaringan atau organ yang diinginkan (stem cell). zona pelusida (lapisan tebal yang mengelilingi blastosit) di hilangkan dengan menambahkan suatu zat kimia tertentu. Secara umum prosedur yang dilakukan pada teknologi transfer inti sel somatik (kloning terapeutik) terbagi atas tiga bagian. Kloning manusia memungkinkan banyak pasangan tidak subur untuk mendapatkan anak. yaitu: dimulai dari pembentukan embronik stem cells. a) Pembentukan Sel Stem Embrionik Pada pembentukkan sel stem embrionik. pra-embrio ini akan terbentuk. b) Pengkulturan Sel Tipe Spesifik Setelah diperoleh sel stem embrionik. Organ manusia dapat dikloning secara selektif untuk dimanfaatkan sebagai organ pengganti bagi pemilik sel organ itu sendiri. Tujuan utama dari proses ini bukan untuk menciptakan manusia baru. misalnya urat syaraf dan jaringan otot. menghentikan serangan jantung. atau tulang rawan yang cocok dengan tubuh pasien untuk tujuan bedah . tetapi untuk mendapatkan sel batang yang dapat digunakan untuk mempelajari perkembangan manusia dan penyembuhan penyakit. Kemungkinan bahwa kelak manusia dapat mengganti jaringan tubuhnya yang terkena penyakit dengan jaringan tubuh embrio hasil kloning. Sel-sel dapat dikloning dan diregenerasi untuk menggantikan jaringan-jaringan tubuh yang rusak. Beberapa keuntungan terapeutik dari teknologi kloning adalah sebagai berikut: 1. kelak dapat membantu manusia dalam menemukan obat kanker. Teknologi kloning memungkinkan para ilmuan medis untuk menghidupkan dan mematikan sel-sel. DNA yang berasal dari sel somatik selanjutnya ditransfer ke dalam sel telur yang sudah tidak memiliki inti sel. dan uji fisiolagis (uji efikasi dan uji keamanan). atau mengganti organ tubuhnya yang rusak dengan organ tubuh manusia hasil kloning. Kloning Terapeutik Kloning ini merupakan suatu kloning untuk memproduksi embrio manusia sebagai bahan penelitian. Teknologi transfer inti sel somatis (kloning terapeutik). Dengan teknologi kloning. Selanjutnya. khususnya di bidang medis.

Kondisi fisik Eve juga sama dengan kondisi manusia normal pada umumnya. kemudian diambil inti selnya (nukleusnya). dan selanjutnya ditanamkan pada sel telur (ovum) wanita yang telah dihilangkan inti selnya dengan suatu metode yang mirip dengan proses pembuahan atau inseminasi buatan. Sel stem diambil inti sel yang mengandung informasi genetik kemudian dipisahkan dari . berkembang serta berdiferensiasi dan berubah manjadi janin. Janin ini akan menjadi sempurna dan akhirnya dilahirkan ke dunia. Mempersiapkan sel stem. D. 2. Melalui metode semacam itu. Kloning manusia adalah teknik membuat keturunan dengan kode genetik yang sama dengan induknya yang berupa manusia. Proses kloning manusia dapat dijelaskan secara sederhana sebagai berikut: 1. Kloning biasanya dilakukan pada manusia unggulan yang memiliki keistimewaan dibidang tertentu. Sel ini diambil dari manusia yang hendak dikloning. sel telur yang telah bercampur dengan inti sel tersebut ditransfer ke dalam rahim seorang perempuan. Hal ini akan menimbulkan perasaan dominasi oleh manusia hasil kloning tersebut sehingga bukan suatu kemustahilan ketika manusia hasil kloning malah menguasai manusia sebenarnya karena keunggulan mereka dalam berbagai bidang.penyembuhan dan bedah kecantikan. Dampak Kloning Kloning memiliki dampak buruk bagi kehidupan. Proses Kloning Manusia Kloning adalah upaya untuk menduplikasi genetik yang sama dari suatu organisme dengan menggantikan inti sel dari sel telur dengan inti sel organisme lain. 2. Jika kloning dilakukan manusia seolah seperti barang mekanis yang bisa dicetak semaunya oleh pemilik modal. Memperlakukan manusia sebagai objek. berkembang. antara lain : 1. Setelah itu keturunan yang dihasilkan dapat dilahirkan secara alami. Lalu dengan bantuan cairan kimiawi khusus dan setruman arus listrik. yakni orang yang menjadi sumber inti sel tubuh yang telah ditanamkan pada sel telur perempuan. Bayi perempuan itu kini berusia 5 tahun. inti sel digabungkan dengan sel telur. Kloning pada manusia dilakukan dengan terlebih dahulu mempersiapkan sel telur yang sudah diambil intinya lalu disatukan dengan sel dewasa dari suatu organ tubuh. Dengan penanaman sel telur ke dalam rahim perempuan ini. proses kloning dalam kondisi seperti ini dapat berlangsung sempurna pada seluruh tahapnya tanpa perlu adanya seorang laki-laki. C. Keturunan ini akan berkode genetik sama dengan induknya. sel telur tadi akan mulai memperbanyak diri. lalu dimasukkan ke dalam sel telur yang diambil dari seorang perempuan. 3. Misalnya kloning Einstein. sehat dan kini mulai menginjak pendidikan Taman Kanak Kanak di pinggiran kota Bahama. Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman. yaitu suatu sel awal yang akan tumbuh menjadi berbagai sel tubuh. Kloning akan menimbulkan perasaan dominasi dari suatu kelompok tertentu terhadap kelompok lain. Merusak peradaban manusia. Tidak mungkin kloning dilakukan pada manusia awam yang tidak memiliki keistimewaan. Hasilnya ditanam ke rahim seperti halnya embrio bayi tabung. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengambil sel tubuh (sel somatik) dari tubuh manusia. hal ini akan mereduksi nilai-nilai kemanusiaan yang dimiliki oleh manusia hasil kloning. 4. kloning manusia dilaksanakan dengan cara mengambil inti sel dari tubuh seseorang. Setelah proses penggabungan ini terjadi. teknologi proses kloning manusia telah berhasil menciptakan manusia kloning pertama di dunia yang bernama Eve. Anak yang dilahirkan merupakan keturunan dengan kode genetik yang persis sama dengan perempuan yang menjadi sumber asal pengambilan sel tubuh. agar dapat memperbanyak diri. kloning Beethoven maupun tokohtokoh yang lain. serta berdiferensiasi dan berubah menjadi janin sempurna. Dengan demikian.

yaitu suatu sel yang diambil dari sukarelawan perempuan kemudian intinya dipisahkan. hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah”. lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. tampak bahwa paradigma Al-Qur’an mengenai penciptaan manusia dan terlihat pencegahan terhadap tindakan-tindakan manusia yang mengarah terhadap cloning. Adapun dalam pertimbangan ini manusia mengetahui proses terjadinya manusia. Al-Mukminun:13-14 yaitu: Artinya: “Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)”. dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Setelah membelah (hari kedua) menjadi sel embrio. kegiatan kloning dapat menimbulkan akibat yang fatal apabila hal ini dilakukan terhadap manusia yaitu mulai dari perkawinan. lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging. E.angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan. Proses kejadian manusia tanpa proses pembuahan sperma laki-laki adalah tanda dari kekuasaan Tuhan. Al-Hajj:5). kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya. unsur jasad (jasadiyah). 5. dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun. Segala bentuk peniruan atas tindakanNya dianggap sebagai perbuatan melampaui batas. kemudian (dengan berangsur. kemudian dari segumpal darah. Al-Hajj: 5. Anak tersebut merupakan keturunan yang berkode genetik sama persis dengan induknya. Mempersiapkan sel telur. yaitu pertimbangan moral dan hukum.sel. Dari kutipan ayat di atas. Maka Maha sucilah Allah. Dan kamu lihat bumi ini kering. mulai dari awal kehidupan hingga saat kematian. agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim. kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi. kemudian dari setetes mani.”. Pencipta Yang Paling Baik. kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna. Perkembangan ilmu dan teknologi merupakan konsekuensi logis dari konsep ilmu dalam Al-Qur’an yang mengatakan hakekat ilmu adalah menemukan . 4. (Al-Mukminun: 14).S. Kloning Manusia dalam Perspektif Islam Dalam Islam. Inti sel dari sel stem diimplantasikan ke sel telur. supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Al-Qur’an telah megisyaratkan adanya intervensi manusia di dalam proses produksi manusia. Sebagaimana termaktub di dalam Q. Dalam hal penciptaan manusia adalah melalui beberapa tahapan. Ayat di atas mengisyaratkan unsur manusia ada tiga yaitu. jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur). anak yang dihasilkan dari proses kloning ini akan mempunyai ciri-ciri hanya dari orang yang menjadi sumber pengambilan inti sel. (QS. 3. maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah. unsur nyawa (nafs). Artinya: “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah. semuanya adalah tindakan dari Tuhan. yaitu: Artinya: “Hai manusia. Sebagaimana firman Allah dalam QS. dan unsur ruh (ruh). oleh karenanya untuk mengetahui keafsahan kloning dalam Islam harus dikaitkan dengan dua pertimbangan selanjutnya. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Sel telur dipicu supaya terjadi pembelahan dan pertumbuhan. Embrio tumbuh dalam rahim menjadi bayi dengan kode genetik persis sama dengan sel stem donor. 6. apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan. (Al-Mukminun:13). Sel embrio yang terus membelah (blastosis) mulai memisahkan diri (hari ke lima) dan siap diimplantasikan ke dalam rahim. Dengan demikian. nasab dan pembagian warisan dan tentu hal ini akan keluar dari jalur Islam.

bahwa Islam tidak pernah memisahkan ketetapan-ketetapan hukumnya dari moral. karena hajat manusia untuk kemaslahatannya. seperti dalam firman Allah dalam QS. terutama dari sisi etika dan persoalan keagamaan serta keyakinan. Kloning terhadap manusia banyak melahirkan persoalan bagi kehidupan manusia. maka dilarang lahir dari aspek ini. dengan hewan yang halal di makan. atau paling tidak meminimalisir sikap coba-coba yang akan menyebabkan organisme dan gen atau bahanbahan dasar lainnya terbuang sia-sia atau dimatikan begitu saja dengan unsur kesengajaan yang lebih besar hanya demi teknologi. Ketiga. perlu kita sadari bahwa hal ihwal tentang penciptaan setiap yang hidup/ bernyawa adalah termasuk dalam wilayah kekuasan Tuhan yang sangat mustahil untuk dapat ditiru oleh ilmuan sejenius apapun.sesuatu yang baru bagi masyarakat dari hal yang tidak tahu menjadi tahu. Dengan demikian. gerak tubuhnya menjadi kaku dan bagi kaum wanita badannya menjadi dingin (frigiditis). Keempat. tidak melakukan penyilangan antar hewan yang haram dengan yang halal. Sedang menurut M. tidak bisa memanfaatkan kegembiraan dan kelezatan dalam hubungan seksual. Kelima. ada kecenderungan untuk melakukan onani (masturbasi) atau berzina yang sangat dilarang oleh Islam. Dan barang siapa tidak mengikuti sunnah Rasul berarti tidak termasuk golongan Rasulullah. karena Rasul menganjurkan untuk menikah. Hal ini karena akan menimbulkan masalah baru dan madharat yang lebih besar. (Al-Baqarah: 151). namun karena dari moral teknologi kloning dapat mengantar kepada pelecehan manusia. walaupun dalam segi akidah tidak melanggar wilayah kodrat Illahi. . tidak mungikuti ajaran kedokteran Nabi. Kedua. tidak menimbulkan takdzib (penyiksaan). serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. yaitu: Artinya: “Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah.”. Adapun kloning pada gen manusia menurut etika dan hukum agama tidak dibenarkan (haram) serta harus dicegah sedini mungkin. kesadaran ini perlu ada dalam jiwa manusia untuk lebih bijaksana dalam menjelajahi ilmu pengetahuan. Kloning gen pada hewan juga diperbolehkan dengan catatan. namun di sisi lain adapula beberapa manfaatnya. karena mereka tidak melakukan hubungan seksual. diantaranya. Pemanfaatan teknologi kloning pada tanaman diperbolehkan. Pertama. bagi kaum lakilaki yang tidak beristeri bisa menimbulkan gangguan yang tidak diharapkan seperti hal syahwatnya menjadi lemah. tidak mengikuti sunnah Rasul. menimbulkan kesedihan dan kemuraman. Sehingga dalam kasus kloning. Al-Baqarah:151. Qurash Shihab seperti yang dikutip dalam Al-Islam dan IPTEK.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.