P. 1
Makalah Parasit

Makalah Parasit

|Views: 240|Likes:
Published by Mega Bohari

More info:

Published by: Mega Bohari on May 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2015

pdf

text

original

MAKALAH PARASIT

Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides)

Oleh:

Megawati Bohari 60300107010

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR 2011

BAB I PENDAHULUAN

Definisi Cacing Gelang Istilah cacing gelang (ringworm) merujuk pada infeksi-infeksi jamur yang berada dipermukaan kulit. Kepercayaan dahulu adalah bahwa infeksi disebabkan oleh suatu cacing, yang adalah bukan. Itu adalah akibat dari infeksi jamur. Meskipun demikian, nama cacing gelang (ringworm) telah melekat. Beberapa dari jamur-jamur ini menghasilkan noda-noda yang bulat, namun kebanyakan tidak. Pada sisi lain, banyak noda-noda bulat adalah bukan dari jamur. Suatu pemeriksaan fisik dari kulit yang terpengaruh, evaluasi dari kikisan-kikisan kulit dibawah mikroskop, dan tes-tes kultur dapat membantu dokter-dokter membuat perbedaan-perbedaan yang

memadai/tepat. Suatu diagnosis yang memadai adalah penting untuk perawatan yang sukses. Istilah medis untuk cacing gelang adalah "tinea." Tinea mendapatkan kita kembali pada cacing-cacing. Tinea adalah nama Latin untuk suatu cacing yang tumbuh. Dokter-dokter menambah kata lain untuk mengindikasikan dimana jamurjamur berlokasi. Tinea capitis, cotohnya, merujuk pada cacing gelang kulit kepala, tinea corporis pada jamur-jamur tubuh, tinea pedis pada jamur-jamur kaki, dan seterusnya. Cacing Gelang (Filum Nemathoda) adalah salah satu filum dalam alam haiwan yang paling pelbagai. Spesies cacing gelang atau Nematod amat sukar

dibezakan, dengan 28,000 spesies berlainan telah diterangkan. lebih 16,000 ialah parasit. Dianggarkan jumlah bilanagn spesies nematod mungkin kira-kira 1,000,000. Tidak seperti cnidaria atau cacing pipih, cacing gelang mempunyai sistem pencernaan seperti tiub dengan terbuka di kedua-dua hujung. Cacing Gelang terdapat dalam air tawar, air masin, dan persekitaran darat, di mana mereka sering melebihi bilangan haiwan lain dari segi bilangan dan jumlah spesies. Tambahan lagi, terdapat banyak bentuk parasit, termasuk pantogen dalam tumbuhan dan haiwan, termasuk manusia. Hanya filum Arthropoda lebih pelbagai. Cacing Gelang adalah triploblastic protostomes. Mereka berbentuk seperti cacing biasa, panjang dan bulat secara keratan rentas, walaupun tanpa ruas. Rongga badan menyusut kepada pseudocoelom sempit, sebagaimana pada haiwan amat kecil biasa. Mulutnya terdapat di bahagian dalam "anterior", dan sering kali diseliputi dengan pelbagai unjuran atau bibir yang digunakan bagi makan dan deria rasa, dengan bahagian dubur menjulur sedikit keluar. Lapisan epidermis menghasilkan lapisan kutikle "cuticle" yang melindungi tubuhnya daripada kekeringan, daripada cecair penghadaman, atau dari persekitaran sukar yang lain, juga dalam bentuk unjuran yang membantu pergerakan. Kebanyakan nematod hidup bebas adalah bersaiz seni "microscopic", walaupun beberapa bentuk parasit mampu membesar sepanjang beberapa meter. Cacing ini tidak mempunyai otot gelang, dengan itu badannya hanya mampu mengeliat dari sisi ke sisi. Untuk bergerak kemana-mana, cacing ini perlu bersentuhan dengan objek pepejal, pergerakan mengelupurnya tidak sesuai untuk

berenang. Spesies berlainan makan bahan pelbagai seperti alga, fungi, haiwan kecil, bahan kumbahan, bangkai organisma dan tisu hidup. Nematod hidup bebas laut adalah penting dan merupakan ahli "meiobenthos". Pembiakan biasanya seksual, biasanya dengan yang jantan lebih kecil sedikit berbanding cacing betina dan mempunyai ciri ekor bengkok. Dalam pertumbuhan spesies hidup bebas, ia biasanya secara langsung, dengan empat peringkat molts of the cuticle semasa pertumbuhan. Bentuk parasit seringkali mempunyai kitaran hayat yang rumit, berpindah melalui beberapa perumah berlainan atau lokasi dalam badan perumah. Jangkitan berlaku melalui pelbagai cara seperti memakan daging berlarva yang tidak dimasak dengan sempurna, melalui luka terbuka, melalui pemindahan melalui serangga penghisap darah, dan sebagainya. Parasit penting pada manusia termasuk whipworms, cacing cangkuk hookworms, pinworms, ascarids, dan filarids. Cacing Gelang lain yang penting adalah Caenorhabditis elegans, yang tinggal dalam tanah dan sering digunakan sebagai organisma contoh. Baylisascaris biasanya menjangkiti haiwan liar tetapi mampu membunuh manusia juga. Haemonchus contortus adalah satu daripada agent jangkitan yang biasa bagi biri-biri seluruh dunia, menyebabkan tekanan ekonomi kepada penternak biri-biri. Kehadiran pseudocoelom yang sama tidak lagi dianggap sebagai bukti bahawa phyla pseudocoelomate adalah berkait, tetapi beberapa kumpulan berkemungkinan masih berkait rapat dengan Nematoda. Penting disedari di sini adalah Nematomorpha, atau cacing "horse-hair", yang mempunyai larva parasit

dalam arthropod dan dewasa yang hidup bebas. Arthropods juga dianggap sebagai berkemungkinan berkait dengan kumpulan ini. Keseluruhan bentuk haiwan bersalin kulit "molting" membentuk clade Ecdysozoa. Cacing Gelang pada asalnya dinamakan Nemata oleh Nathan Cobb pada 1919. Kemudiannya mereka diturunkan kepada kelas Nematoda dalam filum Aschelminthes, sebelum dikembalikan kepada filum Nematoda. Ascaris

lumbricoides (cacing gelang gergasi) adalah bahasa Latin dan nama taxonomi bagi parasit manusia, menyebabkan penyakit askariasis.

BAB II PEMBAHASAN

A. Morfologi Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides) Cacing jantan berukuran sekitar 10-30 cm, sedangkan betina sekitar 22-35 cm. Pada cacing jantan ditemukan spikula atau bagian seperti untaian rambut di ujung ekornya (posterior). Pada cacing betina, pada sepertiga depan terdapat bagian yang disebut cincin atau gelang kopulasi. Cacing dewasa hidup pada usus manusia, Warna : Merah muda atau putih. Seekor cacing betina dapat bertelur hingga sekitar 200.000 telur per harinya. Telur yang telah dibuahi berukuran 60 x 45 mikron. Sedangkan telur yang tak dibuahi, bentuknya lebih besar sekitar 90 x 40 mikron. Telur yang telah dibuahi inilah yang dapat menginfeksi manusia. telur yang dikeluarkan oleh cacing betina ada empat macam yaitu 1. telur yang sudah dibuahi 2. telur yang tidak dibuahi 3. telur yang didekortifikasi 4. cacing berembrio : menjadi infektif setelah mencapai tiga minggu di tanah, dan bila tertelan akan menjadi cacing dewasa setelah 2 bulan Pembiakan biasanya seksual, biasanya dengan yang jantan lebih kecil sedikit berbanding cacing betina dan mempunyai ciri ekor bengkok. Dalam pertumbuhan spesies hidup bebas, ia biasanya secara langsung, dengan empat peringkat molts of

the cuticle semasa pertumbuhan. Bentuk parasit seringkali mempunyai kitaran hayat yang rumit, berpindah melalui beberapa perumah berlainan atau lokasi dalam badan perumah. Jangkitan berlaku melalui pelbagai cara seperti memakan daging berlarva yang tidak dimasak dengan sempurna, melalui luka terbuka, melalui pemindahan melalui serangga penghisap darah, dan sebagainya.

Cacing betina

Embrio cacing gelang

Cacing gelang yang tidak dikenalpasti dari tanah basah.

B. Siklus Hidup Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides) Cacing gelang menular melalui makanan dan minuman serta Pada tinja penderita askariasis yang membuang air tidak pada tempatnya dapat mengandung telur askariasis yang telah dubuahi. Telur ini akan matang dalam waktu 21 hari. bila terdapat orang lain yang memegang tanah yang telah tercemar telur Ascaris dan tidak mencuci tangannya, kemudian tanpa sengaja makan dan menelan telur Ascaris. Telur akan masuk ke saluran pencernaan dan telur akan menjadi larva pada usus. Larva akan menembus usus dan masuk ke pembuluh darah. Ia akan beredar mengikuti sistem peredaran, yakni hati, jantung dan kemudian di paru-paru. Ketika sekelompok telur cacing tertelan dan memasuki usus, mereka menetas menjadi larva. Larva kemudian beredar melewati dinding usus, menuju paru-paru melalui aliran darah. Selama tahap ini, gejala seperti batuk (bahkan batuk cacing) dapat terjadi. Dari paru-paru Pada paru-paru, cacing akan merusak alveolus, masuk ke bronkiolus, bronkus, trakea, kemudian di laring. Ia akan tertelan kembali masuk ke

saluran cerna. Setibanya di usus, larva akan menjadi cacing dewasa. Cacing akan menetap di usus dan kemudian berkopulasi dan bertelur. Telur ini pada akhirnya akan keluar kembali bersama tinja. Siklus pun akan terulang kembali bila penderita baru ini membuang tinjanya tidak pada tempatnya., larva memanjat melalui saluran bronkial ke tenggorokan, di mana mereka kemudian tertelan melalui ludah. Larva lalu kembali ke usus kecil hingga tumbuh menjadi dewasa, kawin, dan bertelur dalam 2 bulan setelah telur menetas.Seekor cacing betina dapat memproduksi hingga 240.000 telur dalam sehari, yang kemudian dibuang ke dalam tinja dan menetas di dalam tanah. Anak-anak sangat rentan terhadap infeksi cacing gelang karena mereka cenderung meletakkan segala sesuatu di mulut mereka, termasuk tanah, dan sering kurang bisa menjaga kebersihan dibandingkan orang dewasa .Cacingan ringan biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala baru muncul pada cacingan yang parah. Anak-anak lebih mungkin dibanding orang dewasa untuk mengalami gangguan gastrointestinal dan gejala kurang gizi. Perut buncit dan lesu/kurang semangat bisa menjadi pertanda anak terkena infeksi cacing gelang yang parah

Gambar dari siklus hidup cacing gelang

C. Epidemiologi Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides) Adapun epidemologinya yaitu: 1. anak-anak lebih banyak terserang 2. banyak terdapat pada tanah liat dengan suhu 23-35 C 3. tidak ada jamban 4. tidak pakai sendal

5. cara penularan sering terjadi melalui media tanah (soil transmitted helminthes), Di Indonesia, prevalensi askariasis tinggi, terutama pada anak-anak ceue. Penyakit ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan yang baik. Pemakaian jamban keluarga dapat memutus rantai siklus hidup Ascaris lumbricoides ini.

D. Gejala yang dialami/patologi Cacingan merupakan masalah kesehatan yang perlu penanganan serius terutama di daerah tropis karena cukup banyak penduduk menderita kecacingan. Penyakit ini dapat mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh terhadap penyakit dan terhambatnya tumbuh kembang anak, karena cacing mengambil sari makanan yang penting bagi tubuh, misalnya protein, karbohidrat dan zat besi yang dapat menyebabkan anemia. Gejala klinis akan ditunjukkan pada stadium larva maupun dewasa. Pada stadium larva, Ascaris dapat menyebabkan gejala ringan di hati dan di paru-paru akan menyebabkan sindrom Loeffler. Sindrom Loeffler merupakan kumpulan tanda seperti demam, sesak nafas, eosinofilia, dan pada foto Roentgen thoraks terlihat infiltrat yang akan hilang selama 3 minggu. Pada stadium dewasa, di usus cacing akan menyebabkan gejala khas saluran cerna seperti tidak nafsu makan, muntah-muntah, diare, konstipasi, dan mual. Bila cacing masuk ke saluran empedu makan dapat menyebabkan kolik atau ikterus. Bila

cacing dewasa kemudian masuk menembus peritoneum badan atau abdomen maka dapat menyebabkan akut abdomen. Adapun gejala umumnya yaitu Rasa tidak enak pada perut (gangguan lambung), Kejang perut, diselingi dengan diare, Kehilangan berat badan. Demam .

E. Penyakit yang disebabkan Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides) Askariasis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh cacing gelang Ascaris lumbricoides. Askariasis adalah penyakit kedua terbesar yang disebabkan oleh makhluk parasit.inang dari Askariasis adalah manusia. Di manusia, larva Ascaris akan berkembang menjadi dewasa dan menagdakan kopulasi serta akhirnya bertelur. Penyakit ini sifatnya kosmopolit, terdapat hampir di seluruh dunia. Prevalensi askariasis sekitar 70-80%.

F. Pencegahan Bila seseorang menderita cacingan, disarankan untuk melakukan pemeriksaan di laboratorium, setelah sebelumnya memeriksakan diri ke dokter umum atau puskesmas. Tinja pasien akan diperiksa, untuk mengetahui jenis cacing apayang menyerang orang tersebut," ujarnya lagi. Bila jenis cacing yang mengeram dalam perut sudah diketahui, dokter akan memberikan obat cacing yang tepat. Dosisnya pun akan disesuaikan dengan berat badan pasien. Dan yang lebih penting lagi, tubuh pasien akan kebalterhadapserangan jenis cacing tersebut. Adi menyarankan pemeriksaan laboratorium ini dilakukan enam bulan sekali. "Tapi pengobatan secara laboratoris itu harus pula diimbangi menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kalau tidak, cacing itu akan kembali menyerang Adapun cara yang praktis yaitu:

1). Berikan penyuluhan kepada masyarakat, terutama kepada pemilik binatang peliharaan tentang bahaya dari kebiasaan pica (menggigit, menjilat bendabenda) yang terpajan daerah yang tercemar oleh kotoran hewan peliharaan. Juga dijelaskan tentang bahaya mengkonsumsi hati mentah hewan yang terpajan dengan anjing dan kucing. Orang tua dan anak-anak diberitahu tentang risiko kontak dengan binatang peliharaan seperti anjing dan kucing dan bagaimana cara mengurangi risiko tersebut.

2). Hindari terjadinya kontaminasi tanah dan pekarangan tempat anak-anak bermain dari kotoran anjing dan kucing, terutama didaerah perkotaan dikompleks perumahan. Ingatkan para pemilik anjing dan kucing agar bertanggung jawab menjaga kesehatan binatang peliharaannya termasuk membersihkan kotorannya dan membuang pada tempatnya dari tempat-tempat umum. Lakukan pengawasan dan pemberantasan anjing dan kucing liar.

3). Bersihkan tempat-tempat bermain anak-anak dari kotoran anjing dan kucing. Sandboxes (kotak berisi pasir) tempat bermain anak-anak merupakan tempat yang baik bagi kucing untuk membuang kotoran; tutuplah jika tidak digunakan.

4). Berikan obat cacing kepada anjing dan kucing mulai dari usia tiga minggu, diulangi sebanyak tiga kali berturut-turut dengan interval 2 minggu dan diulang setiap 6 bulan sekali. Begitu juga binatang piaraan yang sedang menyusui anaknya diberikan obat cacing. Kotoran hewan baik yang diobati maupun yang tidak hendaknya dibuang dengan cara yang saniter.

5) Biasakan mencuci tangan dengan sabun setelah memegang tanah atau sebelum makan.

6). Ajarkan kepada anak-anak untuk tidak memasukan barang-barang kotor kedalam mulut mereka.

7). Pengobatan.

8). Gunakan WC jika buang air besar.

9). Jangan makan daging atau ikan mentah atau setengahmasak.

10). Gunakan air yang sudah dimasak untuk minum dan menyikat gigi.

11). Hindari kebiasaan memasukkan tangan dalam mulut.

G. Pengobatan adapun cara pengobatannya yaitu: 1. memberikan obat yang mengandung piperasin, tiabendazol, heksilvearsinol, dan hedrasan (efek samping mual) 2. hebedazol, albendazol,levamisol, dan pirantelpamoat

H. Klasifikasi Kerajaan Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Nematoda : Secernentea : Ascaridida : Ascarididae : Ascaris : Ascaris lumbricoides

SELAIN PADA MANUSIA CACING GELANG JUGA MENYERANG KUCING.

Ada banyak spesies cacing gelang yang dapat menyerang kucing. Yang paling sering adalah Toxascaris leonina dan Toxocara cati. Cacing gelang berbentuk seperti tambang, dengan bagian ekor dan kepala yang lebih kecil dari bagian perut. Cacing ini jarang menyebabkan penyakit yang parah pada kucing dewasa. Pada anak kucing sering menyebabkan kurus tetapi perut buncit, kurang nutrisi dan mencret (kadang disertai bercak darah). Pada beberapa kasus terjadi penumpukan sejumlah besar cacing dan menyebabkan usus tersumbat. Toxocara cati paling sering menyerang kucing bila dibandingkan cacing gelang lainnya. Pada kondisi tertentu telur cacing ini dapat bertahan selama 1 tahun di lingkungan kering. Larva cacing bisa masuk ke hati, bergerak ke paru-paru terus menuju ke trachea di tenggorokan dan masuk kembali ke perut melalui saluran makanan (esofagus). Pada saat perpindahan di tenggorokan ini, kucing sering menunjukkan gejala batu-batuk dan muntah. Pada muntahannya kadang-kadang terdapat cacing.

Sebagian besar hidup cacing gelang berada di dalam tubuh kucing. Telur yang dihasilkan cacing dewasa dikeluarkan melalui kotoran. Telur cacing sangat resisten dan dapat bertahan dilingkungan kering. Telur cacing ini dapat rusak bila terkena larutan Hypoclorit (Pemutih) selama 10 menit. Selain melalui telur cacing yang dikeluarkan lewat kotoran, induk kucing juga dapat menulari anaknya lewat air susu. Tikus juga dapat berperan dalam menyebarkan dan menularkan cacing. Untuk mengetahui apakah kucing terserang cacing atau tidak, biasanya dengan memeriksa contoh kotoran kucing di bawah mikroskop. Pemeriksaan ini biasa dilakukan oleh dokter hewan. Pada kotoran kucing tersebut akan terlihat adanya telur cacing. Terlepas ditemukan atau tidaknya telur cacing pada kotoran kucing, pemberian obat cacing sebaiknya dilakukan secara rutin dan berkala. Adapun siklus hidup cacing gelang pada kucing yaitu:

Sebagian besar cacing gelang mempunyai siklus hidup yang mirip. Kebanyakan telur cacing menetas dalam waktu dua minggu. Obat cacing membasmi cacing dengan cara merusak sistem syaraf cacing. Obat cacing tidak bisa membasmi telur cacing karena telur tidak mempunyai sistem syaraf. Oleh karena itu pemberian obat cacing harus diulang 2 minggu kemudian agar cacing yang berasal dari telur yang baru menetas dapat segera dibasmi dengan tuntas. Kebanyakan cacing gelang dapat dibasmi oleh obat cacing yang mengandung bahan aktif pyrantel, febendazole, mebendazole atau piperazine.

BAB III KESIMPULAN

1.

Morfologi Ukuran cacing gelang adalah yang paling besar dibandingkan nematoda yang lain, bentuk tubuh bulat. cacing betina +- 20-35 cm; cacing jantan 15-31 cm telur yang dikeluarkan oleh cacing betina ada empat macam a. telur yang sudah dibuahi b. telur yang tidak dibuah c. telur yang didekortifikas d. cacing berembrio : menjadi infektif setelah mencapai tiga minggu di tanah, dan bila tertelan akan menjadi cacing dewasa setelah 2 bulan

2.

Siklus Hidup Pada tinja penderita askariasis yang membuang air tidak pada tempatnya dapat mengandung telur askariasis yang telah dubuahi. Telur ini akan matang dalam waktu 21 hari. bila terdapat orang lain yang memegang tanah yang telah tercemar telur Ascaris dan tidak mencuci tangannya, kemudian tanpa sengaja makan dan menelan telur Ascaris. Telur akan masuk ke saluran pencernaan dan telur akan menjadi larva pada usus. Larva akan menembus usus dan masuk ke pembuluh darah. Ia akan beredar mengikuti sistem peredaran, yakni hati, jantung dan kemudian di paru-paru. Pada paru-paru, cacing akan merusak alveolus, masuk ke bronkiolus, bronkus, trakea, kemudian di laring. Ia akan tertelan kembali masuk

ke saluran cerna. Setibanya di usus, larva akan menjadi cacing dewasa. Cacing akan menetap di usus dan kemudian berkopulasi dan bertelur. Telur ini pada akhirnya akan keluar kembali 3. Gejala yang ditimbulkan ialah a. alergi gatal-gatal b. demam c. kekurangan gizi d. obstruksi usus e. kerusakan epitel bronchus apabila mencapai paru f. pneumonitis g. Perut buncit h. Gatal-gatal sekitar anus i. Muntah ada cacing j. Cacing dalam kotoran k. Anemia atau kurang darah l. Penyumbatan usus Selain itu Pada stadium larva, Ascaris dapat menyebabkan gejala ringan di hati dan di paru-paru akan menyebabkan sindrom Loeffler. Sindrom Loeffler merupakan kumpulan tanda seperti demam, sesak napas, eosinofilia, dan pada foto Roentgen thoraks terlihat infiltrat yang akan hilang selama 3 minggu. Pada stadium dewasa, di usus cacing akan menyebabkan gejala khas saluran cerna seperti tidak nafsu makan, muntah-muntah, diare, konstipasi, dan mual.

Bila cacing masuk ke saluran empedu makan dapat menyebabkan kolik atau ikterus. Bila cacing dewasa kemudian masuk menembus peritoneum badan atau abdomen maka dapat menyebabkan akut abdomen 4. penyakit yang disebabkan karena cacing gelang Askariasis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh cacing gelang Ascaris lumbricoides. Askariasis adalah penyakit kedua terbesar yang disebabkan oleh makhluk parasit.inang dari Askariasis adalah manusia. Di manusia, larva Ascaris akan berkembang menjadi dewasa dan menagdakan kopulasi serta akhirnya bertelur. Penyakit ini sifatnya kosmopolit, terdapat hampir di seluruh dunia. Prevalensi askariasis sekitar 70-80%. 5. Pencegahan a. Cuci tangan dengan sabun sebelum masak, sebelum makan dan sesudah buang air besar. b. Gunakan WC jika buang air besar. c. Gunakan sandal atau sepatu, hindarkan kakitelanjang. d. Jangan makan daging atau ikan mentah atau setengahmasak. e. Gunakan air yang sudah dimasak untuk minum danmenyikat gigi. f. Hindari kebiasaan memasukkan tangan dalam mulut. 6. Pengobatan a. memberikan obat yang mengandung piperasin, tiabendazol, heksilvearsinol, dan hedrasan (efek samping mual) b. hebedazol, albendazol,levamisol, dan pirantelpamoat.

7.

Epidemology - anak-anak lebih banyak terserang - banyak terdapat pada tanah liat dengan suhu 23-35 C - tidak ada jamban - tidak pakai sendal - cara penularan sering terjadi melalui media tanah (soil transmitted helminthes)

DAFTAR PUSTAKA

Dubinsky P et al. 1995. Role of small mammals in the epidemiology of toxocariasis. Parasitology Gandahusada, Srisasi, Prof. dr. 2006. Parasitologi Kedokteran. Jakarta:Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia http://kucingkita.com/category/penyakit-kucing/cacing-pada-kucing http://www.geocities.com/datahaiwan/FaktaHaiwanCacingGelang.htm http://antiserra.wen.su/Kuman/ascaris.jpg http://tragismengerikan.blogspot.com/2011/04/penyakit-parasit-oleh-cacinggelang.html http://www.mail-archive.com/balita-anda@balita-anda.com/msg231458.html http://www.totalkesehatananda.com/ringworm1.html http://majalahkesehatan.com/5-jenis-cacing-penyebab-cacingan/

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->