P. 1
Ikatan Kimia (Untuk Matrikulasi)

Ikatan Kimia (Untuk Matrikulasi)

|Views: 35|Likes:

More info:

Published by: Nurdiansyah Sopian Adi Pratama on May 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/06/2014

pdf

text

original

IKATAN KIMIA

oleh AZRIFITRIA Msi Apt

Definisi Ikatan Kimia
» Adalah ikatan yang terjadi antar atom atau antar molekul dengan cara sebagai berikut : » a) atom yang 1 melepaskan elektron, sedangkan atom yang lain menerima elektron (serah terima elektron) » b) penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari masing-masing atom yang berikatan » c) penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan

Tujuan pembentukan ikatan kimia
adalah agar terjadi pencapaian kestabilan suatu unsur . Elektron yang berperan pada pembentukan ikatan kimia adalah elektron valensi dari suatu atom/unsur yang terlibat. Salah 1 petunjuk dalam pembentukan ikatan kimia adalah adanya 1 golongan unsur yang stabil yaitu golongan VIIIA atau golongan 18 (gas mulia). Maka dari itu, dalam pembentukan ikatan kimia; atomatom akan membentuk konfigurasi elektron seperti pada unsur gas mulia.

» Unsur gas mulia mempunyai elektron valensi sebanyak 8 (oktet) atau 2 (duplet, yaitu atom Helium

kita membedakan adanya logam dan non logam berdasarkan beberapa sifat yang berhubungan dalam tabel periodik .Sifat Atom dan Ikatan Kimia » Suatu partikel baik berupa ion bermuatan. akan membentuk ikatan kimia karena akan menurunkan energi potensial antara partikel positif dan negatif » Dalam tataran atomik. inti atom dan elektron diantara mereka.

loser! Hey! I find your electrons attractive! .Electronegativity – the tendency of an atom to attract electrons from a neighbouring atom. Get lost.

Tabel Periodik: Logam dan Non Logam .

Kecenderungan unsur-unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnya sama seperti gas mulia terdekat dikenal dengan istilah Aturan Oktet Periode 1 2 3 4 5 6 Unsur He Ne Ar Kr Xe Rn Nomor Atom 2 10 18 36 54 86 K 2 2 2 2 2 2 8 8 8 8 8 8 18 18 18 8 18 32 8 18 8 L M N O P リ .

. Lambang Lewis gas mulia menunjukkan 8 elektron valensi (4 pasang).Lambang Lewis Adalah lambang atom yang dilengkapi dengan elektron valensinya. Lambang Lewis unsur dari golongan lain menunjukkan adanya elektron tunggal (belum berpasangan).

» ikatan kovalen. .Berdasarkan perubahan konfigurasi elektron yang terjadi pada pembentukan ikatan. ikatan kovalen koordinat / koordinasi / dativ dan » ikatan logam. maka ikatan kimia dibedakan menjadi 3 yaitu : » ikatan ion.

3 Kombinasi Ikatan antara Logam dan Non Logam .

» Kedua ion tersebut kemudian saling berikatan dengan gaya elektrostatis (sesuai hukum Coulomb). Ikatan Ion ( elektrovalen ) Terjadi jika atom unsur yang memiliki energi ionisasi kecil/rendah melepaskan elektron valensinya (membentuk kation) dan atom unsur lain yang mempunyai afinitas elektron besar/tinggi menangkap/menerima elektron tersebut (membentuk anion). .1). » Unsur yang cenderung melepaskan elektron adalah unsur logam sedangkan unsur yang cenderung menerima elektron adalah unsur non logam.

sementara atom non logam (EA sangat negatif) menangkap elektron Terjadi transfer elektron antara logam dan non logam membentuk ion dengan konfigurasi gas mulia Gaya elektrostatik antar ion positif dan negatif membentuk susunan padatan ionik dengan rumus kimia menunjukkan rasio kation terhadap anion (rumus empiris) 2. 5. 4.1. 3. . Transfer Elektron dan Ikatan Ionik Ikatan ini terjadi ketika ada perbedaan tendensi yang sangat besar dari atom untuk melepas atau menangkap elektron Perbedaan terjadi antara logam yang reaktif (gol 1A) dan non logam (gol 7A dan 6A atas) Atom logam (IE rendah) kehilangan satu atau dua elektron valensi.

8. 7 ァ Atom Na melepaskan 1 elektron valensinya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia. ァ Atom Cl menerima 1 elektron pada kulit terluarnya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia. . 1 = 2.» » » » » Contoh 1 : Ikatan antara dengan Konfigurasi elektronnya : = 2. 8.

MgS » c) Golongan alkali tanah (IIA) dengan golongan oksigen (VIA) . BaO. KI.Na2O » Contoh : CaO.» Senyawa yang mempunyai ikatan ion antara lain : » a) Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan halogen (VIIA) » Contoh : NaF. CsF » b) Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan oksigen (VIA) » Contoh : Na2S. Rb2S.

» Sifat umum senyawa ionik : » » » » 1) Titik didih dan titik lelehnya tinggi 2) Keras. tetapi mudah patah 3) Penghantar panas yang baik 4) Lelehan maupun larutannya dapat menghantarkan listrik (elektrolit) » 5) Larut dalam air » 6) Tidak larut dalam pelarut/senyawa organik (misal : alkohol. benzena) . eter.

.

IE1 = 520 kJ F(g) + e. F-(g) EA = -328 kJ » Reaksi total: Li(g) + F(g)  Li+(g) + F-(g) IE1 + EA = 192 kJ .» Misalkan ada suatu reaksi antara unsur logam yang reaktif (Li) dan mudah melepas elektron dengan gas halogen (F) yang cenderung menarik elektron: Li(g)  Li+(g) + e.

Li F A Li Atom An F Atom + Li F A Li+ Ion An F.Ion .

The melting points of some Ionic Compounds are as follows: NaF 993 oC KCl 770 oC LiCl 605 oC These high melting points are experimental evidence that Ionic Bonds are VERY STRONG. . (Hard to break just by heating).

»o Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion. »o Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah 1 atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron (terjadi pada atom-atom non logam).2). Ikatan Kovalen »o Adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 atom yang berikatan. »o .

In Covalent bonds. electrons are Shared .

» Atom non logam cenderung untuk menerima elektron sehingga jika tiap-tiap atom non logam berikatan maka ikatan yang terbentuk dapat dilakukan dengan cara mempersekutukan elektronnya dan akhirnya terbentuk pasangan elektron yang dipakai secara bersama. »o Pembentukan ikatan kovalen dengan cara pemakaian bersama pasangan elektron tersebut harus sesuai dengan konfigurasi elektron pada unsur gas mulia yaitu 8 elektron (kecuali He berjumlah 2 elektron). .

Sharing Elektron dan Ikatan Kovalen » Ikatan ini terjadi manakala terjadi perbedaan kecil pada tendensi untuk melepas atau menangkap elektron sehingga terjadi sharing elektron » Tipe ikatan ini umum terjadi antar atom non logam (logam jug bisa berikatan kovalen) » Tiap-tiap atom non logam mempertahakan elektron masingmasing dan mencoba menarik elektron atom lain » Gaya tarik masing-masing atom terhadap elektron valensi lawannya membuat kedua atom berikatan » Pasangan elektron sharing (pakai bersama) dianggap terlokalisasi diantara kedua atom » Ikatan ini menghasilkan molekul-molekul yang terpisah dan merefleksikan rumus kimia sebenarnya (rumus molekul) .

» Untuk itu. ke-2 atom H saling meminjamkan 1 elektronnya sehingga terdapat sepasang elektron yang dipakai bersama. . Ikatan Kovalen Tunggal » Contoh 1 : » Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom H membentuk molekul H2 » Konfigurasi elektronnya : » =1 » Ke-2 atom H yang berikatan memerlukan 1 elektron tambahan agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil (sesuai dengan konfigurasi elektron He).Ada 3 jenis ikatan kovalen : a).

 v Jadi.  v Agar atom H dan F memiliki konfigurasi elektron yang stabil.» Contoh 2 : v Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom F membentuk molekul HF v Atom H memiliki 1 elektron valensi sedangkan atom F memiliki 7 elektron valensi. . atom H dan F masing-masing meminjamkan 1 elektronnya untuk dipakai bersama. maka atom H dan atom F masing-masing memerlukan 1 elektron tambahan (sesuai dengan konfigurasi elektron He dan Ne).

b). sehingga ke-2 atom O tersebut akan menggunakan 2 pasang elektron secara bersama. Ikatan Kovalen Rangkap Dua » Contoh : ァ Ikatan yang terjadi antara atom O dengan O membentuk molekul O2 ァ Atom O memiliki 6 elektron valensi. ァ Ke-2 atom O saling meminjamkan 2 elektronnya. . maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom O memerlukan tambahan elektron sebanyak 2.

). maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom N memerlukan tambahan elektron sebanyak 3. » Ke-2 atom N saling meminjamkan 3 elektronnya. Ikatan Kovalen Rangkap Tiga » Contoh 1: o Ikatan yang terjadi antara atom N dengan N membentuk molekul N2 o Atom N memiliki 5 elektron valensi. sehingga ke-2 atom N tersebut akan menggunakan 3 pasang elektron secara bersama .

.

»o . »o Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron.Ikatan Kovalen Koordinasi / Koordinat / Dativ / Semipolar Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)]. sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.

.

Diamonds are “forever”! .

Some melting points of Network Solids: Diamond (Carbon) 3550 oC Silicon Carbide (SiC) 2700 oC Boron Nitride (BN) 3000 oC .

v Atom logam mempunyai sedikit elektron valensi.3. v . sehingga sangat mudah untuk dilepaskan dan membentuk ion positif. Ikatan Logam v Adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik-menarik yang terjadi antara muatan positif dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron-elektron yang bebas bergerak. v Atom-atom logam dapat diibaratkan seperti bola pingpong yang terjejal rapat 1 sama lain.

Pita Elektron Ikatan Logam » Secara umum atom logam berukuran besar. elektron valensi atomatom logam yang berdekatan akan berkumpul membentuk pita (lautan elektron) yang terdistribusi secara merata diantara atom-atom tersebut dan disekitar inti dan elektron bagian dalam » Pada ikatan ini elektron sharing terdelokalisasi dan bergerak bebas disekujur potongan logam. logam dapat dengan mudah kehilangan elektron terluar (IE rendah) namun sulit menangkap/memperoleh elektron » Sifat ini mengarahkan logam-logam untuk sharing elektron valensi mereka dengan cara yang berbeda pada ikatan kovalen » Dalam model ikatan logam. .

v Mobilitas elektron dalam logam sedemikian bebas. sehingga elektron valensi logam mengalami delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya pada 1 atom. . tetapi senantiasa berpindahpindah dari 1 atom ke atom lain.» Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar (terdapat banyak tempat kosong) sehingga elektron dapat berpindah dari 1 atom ke atom lain.

» . » Akibatnya atom Cl menarik pasangan elektron ikatan (PEI) lebih kuat daripada atom H sehingga letak PEI lebih dekat ke arah Cl (akibatnya terjadi semacam kutub dalam molekul HCl). jika Pasangan Elektron Ikatan (PEI) tertarik lebih kuat ke salah 1 atom.» Polarisasi Ikatan Kovalen » Suatu ikatan kovalen disebut polar. » Contoh 1 : » Molekul HCl Meskipun atom H dan Cl sama-sama menarik pasangan elektron. tetapi keelektronegatifan Cl lebih besar daripada atom H.

Jadi, kepolaran suatu ikatan kovalen disebabkan oleh adanya perbedaan keelektronegatifan antara atom-atom yang berikatan.
» Sebaliknya, suatu ikatan kovalen dikatakan non polar (tidak berkutub), jika PEI tertarik sama kuat ke semua atom

»Dalam tiap molekul di atas, ke-2 atom yang berikatan menarik PEI sama kuat karena atom-atom dari unsur sejenis mempunyai harga keelektronegatifan yang sama.
» Akibatnya muatan dari elektron tersebar secara merata sehingga tidak terbentuk kutub.

.

.

.

1 D = 3.Momen Dipol ( µ ) » Adalah suatu besaran yang digunakan untuk menyatakan kepolaran suatu ikatan kovalen.33 x 10-30 C. satuannya coulomb (C) » r = jarak antara muatan positif dengan muatan negatif. satuannya meter (m . satuannya debye (D) » Q = selisih muatan. » Dirumuskan : » µ=Qxr .m » keterangan : » µ = momen dipol.

cair.gas kamar suhu kamar pada Padat = isolator Padat = isolator Lelehan = Lelehan = isolator konduktor Larutan = ada yang Larutan = konduktor konduktor Umumnya larut Umumnya tidak larut Larut 5 6 Kelarutan dalam air Kelarutan dalam Tidak larut trikloroetana (CHCl3) .Kovalen » Perbedaan antara Senyawa Kovalen No Sifat 1 2 3 4 Titik didih Titik leleh Wujud Daya hantar listrik Senyawa Senyawa Ion Tinggi Tinggi Ion Rendah Rendah dengan Senyawa Kovalen Padat pada suhu Padat.

Simbol Titik Elektron Lewis » Dalam model simbol titik elektron Lewis (G. simbol unsur mewakili inti dan elektron bagian dalam sedangkan titik-titik disekitarnya menunjukkan elektron valensi » Nomor grup A yang menunjukkan jumlah elektron valensi » Tempatkan satu titik pada masingmasing sisi (atas.N. kiri. Lewis1875 – 1946). bawah. kanan) » Baru pasangkan titik-titik hingga semua terpakai .

menangkap atau memakai bersama elektron untuk mencapai pengisian kulit terluar 8 (atau 2) elektron . ia akan melepas. saat atom-atom berikatan.Model Ikatan Ionik » Fokus utama model ikatan ionik adalah adanya transfer elektron dari logam ke non logam untuk membentuk ion yang kemudian bersatu membentuk padatan senyawa ionik » Berdasarkan fenomena yang terjadi Lewis mengajukan aturan oktet.

3 Cara Penulisan Transfer Elektron » Penggambaran dengan konfigurasi elektron » Penggambaran dengan diagram orbital » Penggunaan simbol titik elektron Lewis .

Sifat-sifat Ikatan Ionik » Keras » Kaku » Rapuh .

Model Ikatan Kovalen » Jika kita membuka literatur kimia berupa hand book atau ensiklopedi maka akan didapati sebagian besar senyawa kimia yang ada dialam berupa senyawa kovalen » Senyawa kovalen mengambil porsi terbesar dan yang utama dalam model ikatan kimia antar unsur-unsur dialam .

Pembentukan Ikatan Kovalen .

» Dalam model ikatan kovalen. atom mencapai konfigurasi elektron kulit terluar penuh (seperti gas mulia) namun elektron yang dipakai bersama dihitung secara keseluruhan sebagai milik masing-masing » Pasangan elektron sunyi (tidak berikatan) adalah pasangan elektron yang tidak dipakai bersama dalam ikatan » Orde ikatan menunjukkan jumlah pasangan elektron yang digunakan bersama antara dua atom yang berikatan .

Energi Ikatan .

.

.

Hubungan Orde Ikatan. Panjang Ikatan dan Energi Ikatan Ikatan C–O C=O C≡O C–C C=C C≡C N–N N=N N≡N Orde Ikatan 1 2 3 1 2 3 1 2 3 Panjang Ratarata (pm) 143 123 113 154 134 121 146 122 110 Energi Ikatan (kJ/mol) 358 745 1070 347 614 839 160 418 945 .

N ≡ N . Si – C. Si – O (b) N = N. S – Br.Soal Latihan » Dengan menggunakan tabel periodik. C ≡ O » Urutkan ikatan dibawah ini menurut kenaikan panjang dan kekuatan ikatan: (a) Si – F. C – O. N – N. urutkan ikatan dibawah ini dengan panjang dan kekuatan ikatan semakin kecil (a) S – F. S – Cl (b) C = O.

Sifat Ikatan Kovalen .

Sifat Ikatan Kovalen 2 .

maka pemakaian bersama yang tidak seimbang ini memicu timbulnya muatan parsial negatif pada F dan positif pada H. Beda muatan ini kemudian menimbulkan gaya tarik elektrostatik sehingga ikatan H – F lebih besar energinya dari yang diperkirakan Elektronegatifitas dan Polaritas Dicetuskan pertama kali oleh Linus Pauling dan menelurkan skala elektronegatifitas (EN) dari unsur dalam tabel periodik Ikatan . Namun ternyata nilai energi ikatan H – F sebesar 565 kJ/mol » Pauling menduga besarnya energi ini karena ada kontribusi elektrostatik dalam ikatan tsb. » Jika F menarik elektron lebih banyak kearahnya.» » Gambaran Umum: Kita bisa memperkirakan energi ikatan H – F akan memiliki nilai diantara energi H – H (432 kJ/mol) dan F – F (159 kJ/mol).

Elektronegatifitas dan Polaritas Ikatan .

Elektronegatifitas dan Ukuran Atom .

Elektronegatifitas dan Bilangan Oksidasi .» Penentuan bilangan Oksidasi berdasarkan elektronegatifitas: » Atom yang lebih elektronegatif mendapatkan semua elektron sharing dan atom yang kurang elektronegatif dihitung nol » Tiap-tiap atom dalam ikatan masing-masing dihitung semua elektron tak berikatannya sendirisendiri » Bilangan oksidasi diberikan oleh rumus: » Biloks = jml e valensi – (jml e share + jml e non share) » Contoh HCl memiliki elektron valensi 7 dan elektron share 2 sehingga biloksnya = 7 – 8 = -1.

Ikatan Kovalen Polar dan Polaritas Ikatan » Dalam ikatan kovalen dengan perbedaan elektronegatifitas besar. elektron cenderung tertarik lebih besar kearah satu atom » Pada posisi ini ikatan bersifat polar dan digambarkan dengan dua cara: » Dengan panah polar → atau » Dengan pemberian tanda δ+ dan δ- .

Soal Latihan » Tunjukkan polaritas ikatan berikut dengan bantuan panah polar: N – H. . Cl – Cl. H – C. » Susun berdasarkan kenaikan polaritas ikatan dan beri tanda dengan δ+ dan δpada atom yang sesuai: (a) Cl – F. H – O. I – Cl » Susun berdasarkan urutan kenaikan polaritas beberapa ikatan berikut: H – N. F – N. S – Cl.Br – Cl. P – Cl. (b) Si – Cl. Si – Si.

HF memiliki EN = 4. ikatan kimia tidak dapat sepenuhnya dikatakan ionik atau kovalen.9. . F2 memiliki EN = 0.0.0 = 3.0 – 1.0 – 2. seringkali lebih cocok menggunakan istilah seberapa ionik atau seberapa kovalen! » Karakter ionik parsial suatu ikatan terkait dengan perbedaan keelektronegatifan (EN) » Semakin besar EN akan semakin besar muatan parsial dan semakin besar pula karakter ionik parsial » LiF memiliki EN = 4.Karakter Ionik Parsial Ikatan Kovalen Polar » Didunia nyata.1 = 1. sehingga dapat disimpulkan LiF lebih berkarakter ionik dibandingkan HF yang juga lebih berkarakter ionik dibandingkan F2.

Skala Karakter Ionik Parsial .

Ikatan Logam .

ahli fisika belanda .ikatan antarmolekul yang memiliki dipol dan molekul yang tidak memiliki dipol (gaya imbas).interaksi antarmolekul tersebut menghasilkan suatu gaya antarmolekul yang lemah . serta ikatan antarmolekul yang tidak memiliki dipol (gaya Dispersi London) .Gaya Van Der Waals dan Gaya London Pada awal abad ke-20. Ikatan Van Der Waals dapat terjadi dalam tiga bentuk yaitu ikatan antarmolekul yang memiliki dipol (gaya Orientasi).Johannes Van Der Waals meneliti interaksi antar molekul senyawa nonpolar dan senyawa polar yang tidak mewmiliki ikatan hidrogen. gaya in dikenal dengan gaya ikatan Van Der Waals. Menurut Van Der Waals .

atau senyawa nonpolar yang memiliki sedikit perbedaan keelektronegatifan. .Gaya Antarmolekul Yang memiliki Dipol Gaya Van Der Waals terjadi pada senyawa p[olar yang tidak membentuk ikatan Hidrogen sepetti HCl.HBr.

Akibatnya.ujung molekul yang positif menginduksi awan elektron molekul yang tidak memiliki dipol.Ikatan Antarmolekul yang Memiliki Dipol dan Molekul yang Tidak Memliki Dipol Interaksi dipol-nondipol terjadi scara induksi. molekul yang tidak memiliki dipol membentuk dipol .

O2. inti atom yang bermuatan positif dari molekul non polar yang memiliki dipol sesaat akan menginduksi awan elektron dari molekul lain.He.lalu terjadi gaya Van Der Waals berupa gaya tarik menarik antardipol sesaat yang disebut gaya London . Akibatnya kedua molekul membentuk dipol sesaat .Gaya Antarmolekul yang Tidak Memiliki Dipol (gaya Dispersi London) Iaktan ini terjadi pada sesama senyawa nonpolar seperti gas N2.H2.

yaitu jumlah awan elektron dan bentuk molekul.Dalam hal ini gaya London. Begitu pula denga senyawa nonpolar dipengaruhi oleh kekuatan gaya Van Der Waals. Kekuatan gaya london dipengaruhi oleh dua faktor . .Pengaruh Gaya VanDer Waals Terhadap Titik Didih Semakin kuat iaktan antar molekul .titk didih semakin tinggi karena energi yang dibutuhkan untuk memutus ikatan akan semakin besar.

Pengecualian dan Kegagalan Aturan Oktet 1). B dan Al yaitu atom-atom yang elektron valensinya kurang dari empat (4). Pengecualian Aturan Oktet a) Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet Meliputi senyawa kovalen biner sederhana dari Be. BCl3 dan AlBr3 b) Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil Contohnya : NO2 mempunyai jumlah elektron valensi (5 + 6 + 6) = 17 . Contoh : BeCl2.

Contohnya : PCl5. N dst dapat menampung 18 elektron atau lebih). Contoh :  atom Sn mempunyai 4 elektron valensi tetapi senyaw anya lebih bany ak dengan tingkat oksidasi +2  atom Bi mempunyai 5 elektron valensi tetapi senyaw any a lebih banyak dengan tingkat oksidasi +1 dan Penyimpangan dari Aturan Oktet dapat berupa : o Tidak mencapai oktet 1) Melampaui oktet ( oktet berkembang ) . SF6. Senyawa dengan oktet berkembang Unsur-unsur periode 3 atau lebih dapat membentuk seny aw ayang melampaui aturan oktet / lebih da pada kulit terluar (karena kulit terluarnya M. ClF3. Kegagalan Aturan Oktet Aturan oktet gagal meramalkan rumus kimia senyaw a dari unsur transisi maupun post transisi. IF 7 dan SbCl5 2).

duplet) 1) Kadang-kadang terdapat ikatan rangkap 2 atau 3 (umumnya ikatan rangkap 2 atau 3 hanya dibentuk oleh atom C.Penulisan Struktur Lewis Langkah-langkahnya :  Semua elektron valensi harus muncul dalam struktur Lewis  Semua elektron dalam struktur Lewis umumnya berpasangan  Semua atom umumnya mencapai konfigurasi oktet (khusus untuk H. P dan S) . N. O.

tarik PEB dari atom terminal untuk membentuk ikatan rangkap dengan . kepada atom pusat  Jika atom pusat belum oktet.Langkah alternatif : ( syarat utama : kerangka molekul / ion sudah diketahui )  Hitung jumlah elektron valensi dari semua atom dalam molekul / ion  Berikan masing-masing sepasang elektron untuk setiap ikatan  Sisa elektron digunakan untuk membuat semua atom terminal mencapai oktet  Tambahkan sisa elektron (jika masih ada).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->