MAKALAH DOKUMENTASI KEPERAWATAN

DOKUMENTASI KEPERAWATAN a. Pengertian Dokumentasi Keperawatan Dokumentasi adalah catatan yang dapat dibuktikan atau dapat menjadi bukti secara hukum. ( Tung Palan ) Dokumentasi yaitu setiap penglihatan / bukti fisik dapat berupa tulisan, foto, video klip, kaset dan lain-lain, yang telah dilakukan dan dpat dikumpulkan / dipakai kembali ( thyredot ) atau semua data. Otentik yang dapat dibuktikan secara hukum dan dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan aturan dan dapat digunakan untuk melindungi klien ( Informed Concent ). Dokumentasi keperawatan adalah metode sistematis untuk mengidenfikasi masih klien, merencanakan, menimplementasi strategi pemecahan masalah mengevaluasi efektifitas dari tindakan keperawatan yang telah diberikan. ( Kozier dan ERB ) Dokumentasi adalah suatu dokumen yang berisi data lengkap, nyata, dan tercatat bukan hanya tentang tingkat kesakitan pasien tetapi juga jenis dan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan. ( Fisbach, 1991 ). Dokumentasi keperawatan adalah suatu catatan yang memuat seluruh informasi yang dibutuhkan untuk menentukan diagnosis keperawatan, menyusun rencana keperawatan, melaksanakan dan mengevaluasi tindakan keperawatan yang disusun secara sistematis, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan. (Zaidin Ali, 1998 ). Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pondokumentasian adalah sebagai berikut : 1. Informasi mencakup aspek biologis, psikologis, social, dan spiritual, yang terjadi pada setiap tahap proses keperawatan yang dicatat secara menyeluruh. 2. Informasi yang diperoleh menjadi dasar bagi penegakan diagnosis keperawatan, pembuatan rencana keperawatan, implementasi, dan evaluasi asuhan keperawatan dan menjadi umpan balik selanjutnya. 3. Informasi disusun secara ssitematis, dalam suatu format yang telah disetujui dan dapat dipertanggungjawabkan baik secara moral maupun hukum.

sedang dan yang akan dikerjakan oleh perawat. format proses keperawatan merupakan kerangka atau dasar keputusan dan tindakan termasuk juga pencatatan hasil berfikir dan tindakan keperawatan. problemasolving dan riset lebih lanjut. Akibatnya. Kegunaan komunikasi : 1) Dapat digunakan ulang untuk keperluan yang bermanfaat 2) Mengkomunikasikan kepada tenaga perawat lainnya dan tenaga kesehatan apa yang telah terjadi dan diharapkan terjadi 3) Manfaat dan data pasien yang akurat dapat dicatat 4) Penulisan catatan menggambarkan sesuatu yang kreatif b. Perawat kemudian mengobservasi dan mengevaluasi respon klien terhadap tindakan yang diberikan dan mengkomunikasikan informasi tersebut kepada tenaga kesehatan lainnya. Oleh karena perubahan tersebut . Komponen Dokumentasi Keperawatan Peran perawat sebagaimana kita ketahui adalah salah satunya dokumentasi sebagai pertanggungjawaban keperawatan. Pencatatan proses keperawatan merupakan metode yang tepat untuk pengambilan keputusan yang sistematis. Dokumentasi proses keperawatan mencakup pengkajian. Proses Keperawatan Perawat memerlukan keterampilan dalam mencatat proses keperawatan. tetapi dituntut untuk dapat mendokumentasikan secara benar. lebih efisien dan lebih bermakna dalam pencatatan dan penyimpanannya. isi dan fokus dari dokumentasi telah dimodifikasi. Untuk lebih efektif penyaluran ide tersebut. Komunikasi Kapan saja perawat melihat pencatatan kesehatan. Keterampilan dokumentasi yang efektif memungkinkan perawat untuk mengkomunikasikan kepada tenaga kesehatan lainnya dan menjelaskan apa yang sudah. dengan semakin kompleknya pelayanan keperawatan dan peningkatan kualitas keperawatan. bukan sesuatu yang berbeda dari metode problema-solving. identifikasi masalah.maka perawat perlu menyusun suatu model dokumentasi yang baru. Akan tetapi akhir-akhir ini tanggung jawab perawat tehadap dokumentasi sudah berubah. perencanaan. Dokumentasi adalah bagian integral proses. perawat memberi dan menerima pendapat dan pemikiran. tindakan. . Dalam kenyataannya.b. perawat memerlukan keterampilan dalam menulis. perawat tidak hanya dituntut untuk meningkatkan mutu pelayanan. Komponen yang digunakan mencakup tiga aspek : a.

Perawat mempunyai kewenangan untuk merumuskan diagnosa keperawatan dan intervensi keperawatan terhadap respon klien terhadap masalah kesehatan klien actual dan resiko/potensial. perencanaan. lengkap dan akurat. Perawat memerlukan suatu standar dokumentasi untuk memperkuat pola pencatatan dan sebagai petunjuk atau pedoman praktik pendokumentasian dalam memberikan tindakan keperawatan. keperawatan. tetapi diagnosa keperawatan dituliskan pada catatan. dirujuk. c. Penggunaan Pola Standar Dokumentasi yang Efektif meliputi : 1. Peraturan tentang praktik keperawatan dapat dilihat pada catatan pelayanan kesehatan. meliputi selama dirawat. Data yang bermanfaat dan relevan dikumpulkan kemudian dicatat sesuai dengan prosedur dalam catatan yang permanen. Data yang ada menjabarkan apa yang dilakukan pearawat. Kepatuhan terhadap aturan pendokumentasian yang ditetapkan oleh profesi atau pemerintah 2. Rencana tindakan keperawatan yang direvisi berdasarkan hasil yang diharapkan dari klien. pulang ataupun perubahan keadaan klien . Standar profesi keperawatan dituliskan ke dalam catatan kesehatan. 3. Fakta tentang kemampuan perawat dalam pendokumentasian ditunjukkan pada keterampilan menuliskan sesuai dengan standar dokumentasi yang konsisten.Pengkajian ulang dan evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan medis dapat sebagai petunjuk dan kesinambungan dalam proases keperawatan. Diagnosa keperawatan disusun berdasarkan klasifikasi dan analisa data yang akurat Rencana tindakan keperawatan ditulis dan dicatat sebagai bagian dari catatan yang permanen Observasi dicatat secara akurat. Diagnosa keperawatan tidak secara khusus mempunyai ijin mendiagnosa masalah medis sebaliknya diagnosa medis tidak terdapat pada catatan keperawatan.dan dapat sebagai petunjuk adanya perubahan dari setiap tahap. Standar Dokumentasi . lengkap dan sesuai urutan waktu Evaluasi dicatat sesuai urutan waktunya. diagnosa. Pendokumentasian Proses Keperawatan yang efektif adalah : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Penggunaan standar terminologi (Pengkajian. pelaksanaan dan evaluasi). pola yang efektif. Data yang tertulis menunjukan kegiatan perawat yang independen dan interdependen.

Penekanan yang khusus pada data tentang kegiatan observasi dan evaluasi. Hal ini juga menyediakan : Bukti kualitas asuhan keperawatan Bukti legal dokumentasi sebagai pertanggungjawaban kepada klien Informasi terhadap perlindungan individu Bukti aplikasi standar praktik keperawatan Sumber informasi statistik untuk standar dan riset keperawatan Pengurangan biaya informasi Sumber informasi untuk data yang harus dimasukan Komunikasi konsep resiko tindakan keperawatan Informasi untuk murid Persepsi hak klien Dokumentasi untuk tenaga profesional dan tanggung jawab etik dan mempertahankan kerahasiaan informasi klien Suatu data keuangan yang sesuai Data perencanaan pelayanan kesehatan di masa akan datang. 2. melaksanakan tindakan keperawatan dan mengevaluasi tindakan. Pedoman akreditasi harus diikuti. Tujuan utama dari pendokumentasian adalah untuk : 1. dokumentasi juga diperlukan untuk : . keuangan. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas tenaga keperawatan Terjaminnya kualitas asuhan keperawatan Perawat mendapat perlindungan secara hukum Selain itu. merencanakan. hukum dan etika. Mengidentifikasi status kesehatan klien dalam rangka mencatat kebutuhan klien.4. menghindari kesalahan. Dokumentasi untuk penelitian. Tujuan Dokumentasi Keperawatan Sebagai dokumen rahasia yang mencatat semua pelayanan keperawatan klien. tumpang tindih dan ketidaklengkapan informasi dalam asuhan keperawatan terbinanya koordinasi yang baik dan dinamis antara sesama perawat atau pihak lain melalui komunikasi tulisan. c. Tahap pada proses keperawatan adalah dituliskannya data setiap klien pada waktu masuk rumah sakit sampai pulang. catatan tersebut dapat diartikan sebagai suatu catatan bisnis dan hukum yang mempunyai banyak manfaat dan penggunaannya.

karena isinya menyangkut kronologis dari kegiatan asuhan keperawatan yang dapat dipergunakan sebagai bahan atau referensi pembelajaran bagi siswa atau profesi keperawatan. maka dokumentasi diperlukan sewaktu-waktu. dan penyempurnaan standar asuhan keperawatan. Jaminan Mutu (Kualitas Pelayanan ) Pencatatan data klien yang lengkap dan akurat. Perawat atau tenaga kesehatan lain akan bisa melihat catatan yang ada sebagai alat komunikasi yang dijadikan pedoman dalam memberikan asuhan keperawatan. ( Zaidin Ali. obyektif dan ditandatangani oleh tenaga kesehatan (perawat). 3. sedang dan telah diberikan dicatat dengan lengkap yang dapat dipergunakan sebagai acuan atau pertimbangan dalam biaya keperawatan bagi klien. Keuangan Dokumentasi dapat bernilai keuangan. Bila terjadi suatu masalah (minconduct) yang berhubungan dengan profesi keperawatan. dimana perawat sebagai pemberi jasa dan klien sebagai pengguna jasa. Hal ini akan membantu meningkatkan mutu pelayanan keparawatan. 1999 ) d. akan member kemudahan bagi perawat dalam membantu menyelesaikan masalah klien dan untuk mengetahui sejauh mana masalah klien dapat teratasi dan seberapa jauh masalah baru dapat diidentifikasi dan dimonitor melalui catatan yang akurat. 2. data-data harus diidentifikasi secara lengkap. Komunikasi Dokumentasi keadaan klien merupakan alat “perekam” terhadap masalah yang berkaitan dengan klien. 4. 5. jelas. Hukum Semua catatan informasi tentang klien merupakan dokumentasi resmi dan bernilai hukum. penulisan karya ilmiah. Dokumentasi tersebut dapat dipergunakan sebagai barang bukti di pengadilan. Manfaat dan Pentingnya Dokumentasi Keperawatan Dokumentasi keperawatan mempunyai makna yang penting bila dilihat dari berbagai aspek : 1. Penelitian . Pendidikan Dokumentasi keperawatan mempunyai nilai pendidikan . tanggal dan perlunya dihindari adanya penulisan yang dapat menimbulkan interprestasi yang salah. 6. Semua tindakan keperawatan yang belum.- Memberikan data bagi penelitian. Oleh karena itu.

Brevity Dalam melakukan pendokumentasian setiap petugas/perawat harus brevity. Semisal ada tidak sesuai.( tidak brevity). Hal ini selain bermanfaat bagi peningkatan mutu sendiri. Akreditasi Melalui dokumentasi keperawatan akan dapat dilihat sejauh mana peran dan fungsi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien. 7. Legidibility Legidibility yaitu dimana dalam penulisan/pencatatan dokumentasi keperawatan harus mudah dibaca dan di pahami oleh perawat lain atau profesi lain yang ikut dalam proses pendokumentasian. AA Sp. Dengan menuliskan catatatan yang ringkas dan mengenai inti masalah maka catatan dokumentasi akan mudah di pahami dan tidak memakan ruang dalam lembar yang tersedia. e.D. Prinsip Dokumentasi Keperawatan Dokumentasi kepeawatan mempunyai 3 prinsip yaitu: Brevity. yang jaga sihf pagi. Misal : Perawat harus menuliskan catatan yang jelas yang bisa dibaca dan di mengerti oleh perawat lain. 1991) Prinsip-perinsip tersebut di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. jadi kita dalam mencatat isi dokumentasi keperawatan harus ringkas dan tidak perlu memasukan kata-kata atau kalimat yang tidak penting dan mempunyai makna yang Misal : Intervensi: Berikan cairan infus RL 4 tetes/menit (ringkas/brevity) Intervensi: Berikan cairan infus ringer laktat 4 tetes per menit karena di sarankan oleh dokter bedah yaitu dr. Data yang terdapat didalamnya mengandung informasi yang dapat dijadikan sebagai bagian atau obyek riset dan pengembangan profesi keperawatan. Legibility. Dengan demikian akan dapat diambil kesimpulan tingkat keberhasilan pemberian asuhan keperawatan yang diberikan. . guna pembinaan dan pengembangan lebih lanjut. 2. juga bagi individu perawat dalam mencapi tingkat kepangkatan yang lebih tinggi. dan Accuracy (Carpenitto. Brevity sendiri adalah ringkas.Dokumentasi keperawatan mempunyai nilai penelitian. dan tidak menuliskan istilah-istilah yang tidak di pahami oleh orang lain.

Dokumentasikan dengan baik apabila terjadi hal-hal sebagai berikut : adanya perubahan kondisi atau munculnya masalah baru. Misal : Dalam memasukan data pemberian obat perawat harus teliti dan tidak boleh salah.istilah baru maka harus segera di diskusikan ke semua tim untuk menggunakan istilah tersebut. dalam hal ini perawat mencatat apa yang dilihat dari respon pasien pada saat merawat pasien mulai dari pengkajian sampai evaluasi 5. 6. laboratorium dan radiologi pada setiap klien. Hal yang pokok dalam prinsip-prinsip dokumentasi adalah : 1. obat yang resepkan untuk Tn. cantumkan waktu tanda tangan dan nama jelas penulis 11. catat setiap respon pasien / keluarganya tentang informasi / data yang penting tentang keadaannya Pastikan kebenaran setiap data data yang akan dicatat Data pasien harus objektif dan bukan merupakan penafsiran perawat. demikian juga pada setiap langkah kegiatan keperawatan Bila memungkinkan. harus disepakati atas kebijaksanaan institut setempat Data harus ditulis secara syah dengan menggunakan tinta dan jangan menggunakan pinsil agar tidak mudah dihapus. 3. 4. Proses Dokumentasi Keperawatan . Jadi kita harus memasukan data pada dokementasi keperawatan harus benar dan sesuai dengan data baik identitas. Accuracy Accuracy adalah sesuai dengan data yang ada pada klien. A tidak boleh di berikan kepada Tn. Wajib membaca setiap tulisan dari anggota lain kesehatan yang lain sebelum menulis data terakhir. Untuk merubah atau menutupi kesalahan apabila terjadi salah tulis. C. Ini adalah aspek yang sangat vital dan tidak boleh salah atau tertukar dengan klien lain. respon pasien terhadap bimbingan perawat Harus dihindari dokumentais yang baku sebab sifat individu /Pasien adalah unik dan setiap pasien mempunyai masalah yang berbeda. 7. Untuk setiap kegiatan dokumentasi. 3. 12. 9. coret dan diganti dengan yang benar kemudian ditanda tangani. Dokumentasi harus dilakukan segera setelah pengkajian pertama dilakukan. 2. Hindari penggunaan istilah penulisan yang tidak jelas dari setiap catatan yang dicatat. 8. 10. jelas dan lengkap f. Dokumentasi harus dibuat dengan tepat.

Teknik tersebut dapat di jelaskan sebagai berikut: 1. Naratif Bentuk naratif adalah merupakan pencatatan tradisional dan dapat bertahan paling lama serta merupakan sistem pencatatan yang fleksibel. Karena suatu catatan naratif dibentuk oleh sumber asal dari dokumentasi maka sering dirujuk sebagai dokumentasi berorientasi pada sumber. atau dari petugas kesehatan yang bertanggung jawab untuk memberikan informasi. Pelaksanaan / implementasi 5.1. Teknik Pencatatan Dokumentasi Asuhan Keperawatan Dalam pendokumentasian ada 3 teknik. Perencanaan / Intervensi 4. Setiap narasumber . Diagnosa Keperawatan 3. Pengkajian Mengumpulkan Data Validasi data Organisasi data Mencatat data Analisa data Identifikasdi masdalah Formulasi diagnosa Prioritas Masalah Menentukan tujuan Memilih strategi keperawatan Mengembangkan rencana keperawatan Melaksanakan intervensi keperawatan Mendokumentasikan asuhan keperawatan Memberikan laporan secara verbal Mempertahankan rencana asuhan Mengidentifikasikan kriteria hasil Mengevaluasi pencapaian tujuan Memodifikasi rencana keperawatan 2. yaitu : Teknik Naratif dan Teknik Flow sheet dan checklist. Sumber atau asal dokumentasi dapat di peroleh dari siapa saja. Evaluasi g.

Flowsheet (bentuk grafik) . Cara penulisan ini mengikuti dengan ketat urutan kejadian/kronologisnya. Ada lembaga yang menetapkan bahwa setiap petugas kesehatan harus mencatat di formulir yang telah dirancang khusus. tumpang tindih dan sebenarnya catatannya kurang berarti Kadang-kadang sulit mencari informasi tanpa membaca seluruh catatan atau sebagian besar catatan tersebut Perlu meninjau catatan dari seluruh sumber untuk mengetahui gambaran klinis pasien secara menyeluruh Dapat membuang banyak waktu karena format yang polos menuntun pertimbangan hati-hati untuk menentukan informasi yang perlu dicatat setiap pasien Kronologis urutan peristiwa dapat mempersulit interpretasi karena informasi yang bersangkutan mungkin tidak tercatat pada tempat yang sama Mengikuti perkembangan pasien bisa menyita banyak waktu 2. catatan perawat atau fisioterapi atau petugas gizi. hasil observasinya. bagaimana sesuatu akan dicatat dan harus dicatat dimana. Biasanya kebijakan institusi menggariskan siapa yang mencatat/melaporkan apa. Tidak adanya struktur yang harus diakui memungkinkan perawat mendokumentasikan hasil observasinya yang relevan dan kejadian secara kronologis. kejadian perubahan. rekasi pasien dan outcomes Kelemahan catatan naratif : Cenderung untuk menjadi kumpulan data yang terputus-putus. Ada juga institusi yang membuat rancangan format yang dapat dipakai untuk semua jenis petugas kesehatan dan semua catatan terintegrasi dalam suatu catatan. menggambarkan aktifitas dan evaluasinya yang unik. Keuntungan dan kelemahan pedokumentasian secara naratif Keuntungan catatan naratif : Pencatatan secara kronologis memudahkan penafsiran secara berurutan dari kejadian dari asuhan/tindakan yang dilakukan Memberi kebebasan kepada perawat untuk mencatat menurut gaya yang disukainya Format menyederhanakan proses dalam mencatat masalah. misalnya catatan dokter.memberikan. intervensi. Berhubung sifat terbukanya catatan naratif (orientasi pada sumber data) sehingga dapat digunakan pada setiap kondisi klinis.

pernafasan.Flowsheet memungkinkan perawat untuk mencatat hasil observasi atau pengukuran yang dilakukan secara berulang yang tidak perlu ditulis secara naratif. flowsheet dan catatan perkembangan adalah syarat minimal untuk dokumentasi pasien yang adekuat/memadai. Flow sheet merupakan cara tercepat dan paling efisien untuk mencatat informasi.Harus mengikuti alur dalam pengisian flowsheet dan checklist. berupa kesimpulan penemuan. grafik. nadi. Jika harus mengisi angka itupun sangat ringkas misal pada data vital Keuntungan model flowsheet dan checklist : . berat badan. karena hanya tinggal mengisi item yang sesuai dengan keadaan pasien dengan mencentang. Oleh karena itu flow sheet lebih sering digunakan di unit gawat darurat. Flow sheet yang selain untuk mencatat vital sing biasanya juga dipakai untuk catatan keseimbangan cairan dalam 24 jam. jumlah masukan dan keluaran cairan dalam 24 jam dan pemberian obat. suhu). termasuk flowsheet instruksi dokter/perawat. Selain itu tenaga kesehatan akan dengan mudah mengetahui keadaan klien hanya dengan melihat grafik yang terdapat pada flow sheet. catatan pengobatan catatan harian tentang asuhan keperawatan. h. Flowsheet sendiri berisi hasil observasi dan tindakan tertentu.Mudah dalam pengisian dan lebih cepat . Lembar alur yang unik. Beragam format mungkin digunakan dalam pencatatan walau demikian daftar masalah.Tidak dapat menjabarkan pengkajian sesuai yang kita inginkan . Checklist adalah Suatu format pengkajian yang sudah dibuat dengan pertimbang-pertimbangan dari standar dokumentasi keperawatan sehingga memudahkan perawat untuk mengisi dokumentasi keperawatan. . termasuk data klinik klien tentang tanda-tanda vital (tekanan darah. Rangkaian informasi dalam sistem pendekatan orientasi masalah. 3.Alur sudah ada tinggal mengisikan dan tidak terputus-putus .Mudah dalam mencari informasi per item pengkajian dan catatatan lain Kelemahan model ini adalah : . Catatan ini dirancang dengan format khusus pendokumentasian informasi mengenai setiap nomor dan judul masalah yang sudah terdaftar. terutama data fisiologis. Standar Dokumentasi Keperawatan sign. catatan pendidikan dan catatan pemulangan klien.

2.Standar 4. Kemajuan dan kemunduran dicatat dan didokumentasi serta revisi untuk rencanan keperawatan selanjutnya. . Pengumpulan data NCP sistematis tentang status kesehatan klien data yang diperoleh dibicarakan lalu ditulis / direkam. Komponen umum data menurut hukum.Standar 6. Aspek Legal Dokumentasi Asuhan Keperawatan 1. Memahami dasar hukum dari tuntunan mal praktek bagi perawat yang terlibat. yang berguna untuk mengorganisasikan kwalitas karateristik dan penampilan kerja dalam praktek keperawatan. Respon pasien terhadap perawatan. Memberikan informasi kondisi pasien secara tepat. Diagnosa keperawatan untuk didapat dari data status kesehatan. Sikap perawat terhadap pasien sangat diperlukan bagi proses penyembuhan. Memperlihatkan fakta secara tepat dan akurat mengenai penggunaan proses keperawatan. Pedoman pencatatan data menurut hukum.Standar 5. Kemajuan dan kemunduran kesehatan klien ditentukan oleh klien dan perawat. Rencana keperawatan secara media termasuk pendekatan secara medis untuk mengukur kemajuan penyakit yang didapat di diagnosa keperawatan. Program pengobatan / perawatan. . . Sikap perawatan menolong pasien untuk meningkatkan kemampuan terhadap kesehatan.Standar 2. . .Standar 3.Merupakan kebijakan / garis penetuan terhadap tindakan keperawatan yang diberikan atau ukuran / model terhadap hal yang sama tepat dengan akurat. i. . Rencanan keperawatan dan hasil yang diharapkan diperoleh dari diagnosa keperawatan. ental dan emosi. Standar I. . .Standar 8. Prilaku. Kondisi fisik.Standar 7.

Tanda tangan. Penggunaan tinta Tinta hitam / biru. Tidak mengikuti peraturan dan prosedur yang diharuskan. Hubungan etika dalam legalitas dokumentasi keperawatan 6. Tidak dibenarkan memakai pensil – mudah dihapus – mudah dimodifikasi. Misalnya : Pasien dengan masalah yang konplek. Kesalahan. lalu diatasnya ditulis salah kemudian ditanda tangani. Menjaga kerahasian pernyataan / keterangan saksi. Pertanggung jawaban pelayanan keperawatan melalui dokumentasi keperawatan. perawatan klien penyakit akut. 5. . Waktu. Kewajiban moral sehat dengan pencatatan elemen-elemen informed concent. Pemberhentian obat oleh perawat. Memberikan prioritas terhadap kebutuhan / masalah pasien. 4. Mengakibatkan pasien mengalami luka bakar. Berpegang pada kode etik. a. Kelemahan dalam supervisi pasien secara dan pengunaan alat. masing-masing catatan pad setiap kegiatan harus mencatat waktu / hari kapan tindakan tersebut akan telah dilakukan. situasi perawatan pasien yang membutuhkan intervensi care. d. Kelalaian tugas. Kelainan dalam mengangkat /mengecek benda asing setelah operasi. Menggunakan standar dalam mencatat. b. Tidak melakukan tekhnik antiseptik yang diharuskan. Kesalahan administrasi pengobatan. 3. Metode pencatatan data. dicoret. Tidak boleh dihapus / dihilangkan.- Perhatikan terhadap situasi perawatan pasien. Menjaga kerahasian hak pilih pasien. masing-masing catatan pada setiap kegiatan ditanda tangani oleh pembuatannya ( nama jelas dan gelar ). Menjaga kerahasian dan privacy catatan pasien. c. Situasi yang memberikan kecendrungan pada tuntunan pengadilan.

Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan kerja perawat secara luas dan prefesional. DAFTAR PUSTAKA Aditama. Tjandra Yoga. Dasar – Dasar Keperawatan Profesional. 2001. 2004. Zaidin. Manajemen Administrasi Rumah Sakit. Jakarta : Widya Medika .- Menggunakan kebijaksanaan standar. Jakarta : UIP Ali.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful