ISTIRAHAT DAN TIDUR Kesehatan fisik dan emosi seseorang tergantung pada kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar

manusia. Salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan akan istirahat dan tidur. tanpa jumlah istirahat dan tidur yang cukup, kemampuan untuk berkonsentrasi, membuat keputusan, dan berpartisipasi dalam aktivitas harian akan menurun, dan meningkatkan iritabilitas. 2.1.1 Pengertian

Istirahat adalah kondisi dimana seseorang merasa relaks secara mental, bebas dari kecemasan, dan tenang secara fisik. Istirahat tidak berarti tanpa aktivitas, ketika seseorang sedang beristirahat mereka berada pada keadaan aktivitas mental dan fisik yang menyegarkan mereka kembali, bergairah kembali, dan siap untuk menyelesaikan aktivitas hari ini. Sedangkan tidur adalah proses fisiologis yang bersiklus yang bergantian dengan periode yang lebih lama dari keterjagaan. Adapun beberapa kondisi untuk istirahat yang cukup adalah:

Tabel 1. Kondisi untuk Istirahat yang Cukup Kondisi Untuk Istirahat yang Cukup Kenyamanan Fisik Eliminasi sumber-sumber yang mengiritasi fisik Kontrol sumber nyeri Kontrol suhu ruangan Pertahankan kesejajaran anatomis yang tepat atau posisi yang sesuai Pindahkan distraksi lingkungan Sediakan ventilasi yang cukup

Bebas dari Kecemasan Buat keputusan sendiri Berpartisipasi di dalam pelayanan kesehatan pribadi Mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami masalah dan implikasi kesehatan Praktikkan aktivitas yang mengistirahatkan secara teratur Mengetahui bahwa lingkungan aman

Sebuah mekanisme menyebabkan terjaga. Aktivitas korteks serebral (mis. Proses emosi atau pikiran) juga menstimulasi SAR. Sistem aktivasi reticular (SAR) berlokasi pada batang otak teratas. termasuk siklus tidur-bangun harian. maka aktivitas SAR selanjutnya menurun. Tidur dapat dihasilkan dari pengeluaran serotonin dari sel tertentu dalam sistem tidur raphe pada pons dan otak depan bagian tengah.2 Fisiologi Tidur a. b. BSR mengambil alih. Tahapan Tidur . auditori. dipengaruhi oleh cahaya dan suhu serta juga faktor-faktor eksternal seperti aktivitas sosial dan rutinitas sehari-hari. SAR menerima stimulus sensori visual. mereka akan menutup mata dan berada dalam posisi relaks. yang menyebabkan tidur. Pada beberapa bagian. SAR dipercayai terdiri dari sel khusus yang mempertahankan kewaspadaan dan terjaga. Daerah ini juga disebut daerah sinkronisasi bulbar (bulbar synchronizing region. BSR). nyeri. dan taktil. Pengaturan Tidur Kontrol dan pengaturan tidur tergantung pada hubungan antara dua mekanisme serebral yang mengaktivasi secara intermiten dan menekan pusat otak tertinggi untuk mengontrol tidur dan terjaga. Ketika orang mencoba untuk tidue. Jika ruangan gelap dan tenang.1. 1993). Stimulus ke SAR menurun. c. Irama sirkadian.’ Irama sirkadian mempengaruhi pola fungsi biologis utama dan fungsi perilaku. dan yang lain menyebabkan tertidur. Irama Sirkadian Irama sirkadian berasal dari bahasa latin circa yang artinya ‘tentang’ dan dies yang artinya ‘hari.Tidur yang Cukup Memperoleh jumlah jam tidur yang dibutuhkan untuk merasa segar kembali Ikuti kebiasaan hygiene yang baik sebelum tidur 2. Saat terbangun merupakan hasil dari neuron dalam SAR yang mengeluarkan katekolamin seperti norepinefrin (Sleep Research Society.

Tabel 2 menunjukkan tahapan siklus tidur: Tabel 2. NREM Merupakan tahap awal dari tidur yang dalam Orang yang tidur sulit dibangunkan dan jarang bergerak Otot-otot dalam keadaan santai penuh Tanda-tanda vital menurun tetapi tetap teratur Tahap berakhir 15 hingga 30 menit Tahap 4. NREM Tahap ini meliputi tingkat paling dangkal dari tidur Tahap ini berakhir beberapa menit Pengurangan aktivitas fisiologis dimulai dengan penurunan secara bertahap tandatanda vital dan metabolisme Seseorang dengan mudah terbangun oleh stimulus sensori seperti suara Ketika terbangun. Tahapan Siklus Tidur Tahapan Siklus Tidur Tahap 1. NREM Tahap tidur terdalam Sangat sulit untuk membangunkan orang yang tertidur Tanda-tanda vital menurun secara bermakna disbanding selama jam terjaga Tahap berakhir kurang lebih 15 hingga 30 menit Tidur sambil berjalan dan enuresis dapat terjadi .Tidur yang normal melibatkan dua fase: pergerakan mata yang tidak cepat (tidur nonrapid eye movement. NREM) dan pergerakan mata yang cepat (tidur rapid eye movement). NREM Merupakan periode tidur bersuara Kemajuan relaksasai Untuk terbangun masih relative mudah Tahap ini berakhir 10-20 menit Kelanjutan fungsi tubuh menjadi lambat Tahap 3. seseorang merasa seperti telah melamun Tahap 2.

Neonatus Neonatus sampai usia 3 bulan rata-rata tidur sekitar 16 jam sehari. Mata terbuka lebar dan mengisap kencang. fluktuasi jantung dan kecepatan respirasi dan peningkatan atau fluktuasi tekanan darah Terjadinya penurunan tonus otot Peningkatan sekresi lambung Sangat sulit sekali membangunkan orang yang tidur Durasi tidur REM meningkat pada tiap siklus dan rata-rata 20 menit d. Siklus Tidur Ketika seseorang tertidur. Tahap-tahap siklus tidur 2. biasanya melewati 4 sampai 6 siklus tidur penuh. Periode .1. Mimpi yang kurang hidup dapat terjadi pada tahap lain Tahap ini biasanya dimulai sekitar 90 menit setelah mulai tidur Hal ini dicirikan dengan respon otonom dari pergerakan mata yang cepat. tiap siklus tidur terdiri dari 4 tahap dari tidur NREM dan satu periode dari tidur REM. bayi yang lahir dari ibu tanpa medikasi lahir dalam keadaan terjaga.Tidur REM Mimpi yang penuh warna dan tampak hidup dapat terjadi pada REM. Setelah sekitar satu jam bayi baru lahir menjadi diam dan kurang responsive terhadap stimulus internal dan eksternal.3 Kebutuhan dan Pola Tidur Normal a. Tahap pra-tidur NonREM Tahap 1 NonREM Tahap 2 NonREM Tahap 3 NonREM Tahap 4 Tidur REM NonREM Tahap 2 NonREM Tahap 3 Gambar 1.

bayi baru lahir tidur konstan. tidur siang dapat hilang pada . Bayi yang berusia antara 1 bulan dan 1 tahun tidur rata-rata 14 jam sehari. Keadaan Tidur dan Terjaga Penuh pada Bayi Baru Lahir c. anak-anak biasanya tidur sepanjang malam dan tidur siang setiap hari. Bayi tertidur beberapa kali pada siang hari tetapi biasanya tidur rata-rata 8 sampai 10 jam pada malam hari. 1995). Kemudian bayi terbangunlagi dan seringkali menjadi terlalu responsive terhadap stimulus. b. atau yang lain seringkali menyebabkan tangisan. nyeri. Bayi Pada umumnya bayi mengalami pola tidur malam hari pada usia 3 bulan. hal ini dikarenakan bayi lapar pada malam hari. Gambar 2. meskipun tidak umum bagi bayi untuk terjaga selama malam hari. Setelah usia 3 bulan periode tidur terpanjang terlihat pada malam hari. Stimulus lapar. Bangun terjadi biasanya pada pagi hari.tidur berakhir beberapa menit sampai 2 sampai 4 jam setelahnya (Wong. Sekitar 50% dari tidur ini adalah tidur REM. Jika bangun terjadi pada malam hari. Sekitar 30% dari waktu tidur dihabiskan dalam siklus REM. Todler Pada usia 2 tahun. Pada minggu pertama. Total tidur rata-rata 12 jam sehari. dingin.

Biasanya orang tua tidak lagi terlibat dalam penataan waktu tidur yang spesifik. e. Anak usia prasekolah juga mempunyai masalah ketakutan waktu tidur. d. sementara anak usia 11 tahun tidur sekitar 9 sampai 10 jam (Wong. Pra Sekolah Rata-rata tidur anak usia prasekolah sekitar 12 jam semalam (sekitar 20% adalah REM). kegiatan sosial setelah setelah sekolah. 1995). Pada usia 6 tahun akan tidur malam rata-rata 11 sampai 12 jam. remaja pergi tidur lebih larut dan bangun lebih cepat pada waktu sekolah menengah atas. terjaga pada malam hari. Tuntutan sekolah. Anak usia prasekolah biasanya mengalami kesulitan untuk elaks atau diam setelah hari-hari yang aktif. Anak usia sekolah biasanya tidak membutuhkan tidur siang. panjang. . Anak Usia Sekolah Jumlah waktu tidur yang diperlukan pada anak usia sekolah bervariasi tergantung individu dikarenakan status aktivitas dan tingkat kesehatan yang bervariasi. Hal yang umum bagi toddler terbangun pada malam hari. Ketidakinginan todler dapat berhubungan dengan kebutuhan untuk otonomi. anak prasekolah jarang tidur siang (Wong.usia 3 tahun. atau mimpi buruk. 1990). atau takut akan perpisahan. Pada usia 5 tahun. dan pekerjaan paruh waktu menekan waktu yang dibutuhkan untuk tidur. Presentase tidur REM berlanjut menurun. maka remaja sering mengantuk berlebihanpada siang hari (excessive daytime sleepiness. Remaja Remaja memperoleh sekitar 7 1/2 jam untuk tidur setiap malam (Carskadon. 1995). Karena tuntutan gaya hidup yang memperpendek waktu tidur. f. EDS).